Skip to main content

Perencanaan Taman PKK

Page 1

Upaya Penataan dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima (Pk5) Kabupaten Soppeng

Faris jumawan

UNIFArsitektur Kajian Penelitian Arsitektur UNIFA


Pendahuluan Meningkatnya jumlah tenaga kerja yang tidak seimbang dengan sempitnya lapangan pekerjaan formal mengakibatkan bertambah besarnya angka pengangguran. Hal ini menyebabkan banyak masyarakat yang kemudian bekerja atau berusaha pada sector informal seperti menjadi Pedagang Kaki Lima di kota-kota besar di Indonesia. Pedagang Kaki Lima timbul sebagai akibat dari tidak tersedianya lapangan pekerjaan bagi rakyat kecil yang tidak memiliki kemampuan dalam berproduksi, bisa juga sebagai akibat dari kebijakan ekonomi liberal yang mengutamakan pertumbuhan ekonomi makro dan mengabaikan ekonomi mikro. Aktivitas PKL pada umumnya menempati badan-badan jalan dan trotoar, sehingga tidak menyisakan cukup ruang bagi pejalan kaki. Kondisi ini menjadi perhatian publik karena menciptakan masalah kemacetan dan pergerakan orang di pedestrian, dan menciptakan lingkungan kotor dan kurang sehat.

01


Pengertian Pedagang Kaki (PK5) Pedagang Kaki Lima atau disingkat PKL adalah istilah untuk menyebut penjaja dagangan yang menggunakan gerobak. Istilah itu sering ditafsirkan demikian karena jumlah kaki pedagangnya ada lima. Lima kaki tersebut adalah dua kaki pedagang ditambah tiga "kaki" gerobak (yang sebenarnya adalah tiga roda atau dua roda dan satu khaki). Saat ini istilah PKL juga digunakan untuk pedagang di jalanan pada umumnya. Dalam Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2012 tentang Koordinasi Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima pasal 1 nomor 1 dijelaskan bahwa Pedagang Kaki Lima yang selanjutnya disingkat PKL adalah pelaku usaha yang melakukan usaha perdagangan dengan menggunakan sarana usaha bergerak maupun tidak bergerak, menggunakan prasarana kota, fasilitas sosial, fasilitas umum, lahan, dan bangunan milik pemerintah dan/atau swasta yang bersifat sementara/tidak menetap. 02


Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL) oleh Pemerintah Pusat Pemerintah Pusat telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2012 tentang Koordinasi Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima yang kemudian ditindaklanjuti dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 41 Tahun 2012 tentang Pedoman Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Khaki Lima. Dengan adanya Perpres nomor 125 tahun 2012 dan Permendagri nomor 41 tahun 2012, maka Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota/Kabupaten wajib melakukan penataan dan pembinaan PKL di wilayahnya masing-masing. Salah satu amanat yang tercantum di dalam Permendagri nomor 41 tahun 2012 adalah Bupati/Walikota menetapkan lokasi atau kawasan sesuai peruntukannya sebagai lokasi tempat kegiatan usaha PKL. Penetapan lokasi atau kawasan tempat kegiatan usaha PKL dilakukan dengan memperhatikan kepentingan umum, sosial, budaya, estetika, ekonomi, keamanan, ketertiban, kesehatan, kebersihan lingkungan dan sesuai dengan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Lokasi tempat kegiatan usaha PKL merupakan lokasi binaan Bupati/Walikota yang bersifat permanen atau sementara dan telah dilengkapi dengan papan nama lokasi dan rambu atau tanda yang menerangkan batasan jumlah PKL sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dalam melakukan pemberdayaan PKL, Bupati/Walikota dapat melakukan kerjasama atau kemitraan dengan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bentuk penataan peremajaan tempat usaha PKL; peningkatan kemampuan berwirausaha melalui bimbingan, pelatihan dan bantuan permodalan; promosi usaha dan event pada lokasi binaan; dan berperan aktif dalam penataan PKL di kawasan perkotaan agar menjadi lebih tertib, bersih, indah dan nyaman.

03


Lokasi Persebaran PK5 di Kawasan Pusat kota Kabupaten Soppeng Jl. Attang Benteng Didominasi oleh pedagang Makanan (Sari Laut , Nasi Kuning & Gorengan). Beroprasi pada malam hari.

Jl. Kemakmuran (depan MISI PASARAYA) Didominasi oleh pedagang Makanan (Sari Laut & Gorengan). Beroprasi pada malam hari, bahkan sesekali pada siang hari jika menjelang hari raya.

Jl. Salotungo (depan Kantor Bupati) Terdapat pedagang Minuman, di tempat ini tidak seramai tempat lain, tetapi jika dilakukan pembiaran akan mengundang pedagang lain membuka lapak.

Jl. Kemakmuran (depan SMP 3 WATANSOPPENG) Didominasi oleh pedagang Minuman & Makanan, beroprasi pada siang hari sehingga menimbulkan kesan kumuh pada kawasan.

04


Lokasi Perencanaan Penataan PK5

N

RA

MU

LOKASI PERENCANAAN

AK

EM

JL

.K

A AY K .

JL

AN

NG

Lokasi perencanaan dipusatkan di Jl. K e m a m u r a n ( Ta m a n P K K K a b . Soppeng). Melihat kondisi taman tidak te r a wa t da n tida k te r ta ta , m a k a pemilihan Lokasi dipusatkan pada Lokasi tersebut tanpa menghilangkan fungsinya sebagai Taman Kota.

SPBU

MONUMEN GAPIS

Lokasi tersebut cukup strategis sebagai pusat usaha jajanan makanan & Minuman, karena berdekatan dengan beberapa Kantor (Dep. Agama, Pengadilan Negeri, BKKBN, & BKD), Sekolah (SMP 3 & SMK Karya Teknik), serta beberapa perumahan. Berada di pinggir Jalan utama pusat Kota Watansoppeng & Bersebelahan langsung dengan satu-satunya SPBU di kawasan Perkotaan.

05


Zonasi Penataan PK5

Pedagang Minuman Pedagang Makanan Pedagang Cemilan (Gorengan)

Toilet

06


Tampak Sisi Timur Kawasan

Perspektif Kawasan 07


PERENCANAAN GADDE-GADDE (GADDE2) adalah behasa bugis berarti “Jualan / Dagangan� . Jadi Kawasan ini merupakan pusat pedagang kecil yang menjajakan makanan dan minuman. Fungsi Taman tetap dipertahankan sebagai Ruang Terbuka Hijau pada kawasan kota Watansoppeng.

EXISTING

08


PERENCANAAN Area sebelah barat ditinggikan mencapai ketinggian jalan pada sebelah barat, sehingga mudah dilihat dari sisi jalan. Penempatan pohon peneduh pada sisi barat sangat bermanfaat menghalangi terik matahari sore.

EXISTING

09


Perabot (Meja & Kursi) disediakan sendiri oleh pedagang dan kebersihan serta pemeliharaan tanaman pada kawasan merupakan tanggung jawab pedagang. Keseragaman tenda bisa saja menggunakan dana bantuan sponsor atau dana SCR, hal ini diupayakan untuk tidk memberi kesan kumuh pada kawasan.

PERENCANAAN Penggunaan material type keramik kasar yang berwarna beragam dengan motif kombinasi kotak dan diagonal memberi kesan kekinian untuk tongkrongan anak muda, dan lebih segar dinikmati oleh usia senja.

PERENCANAAN

10


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Perencanaan Taman PKK by Faris jumawan - Issuu