Skip to main content

Jogja Bike Analysis

Page 1

“Sensasi Bergaya Menikmati Jogja�

Bicicleta Agency

Media Planning Proposal


Contens 1. Situation Analysis 2. Target Audience 3. Media Objective 4. Media Plan 5. Budget 6. Media Effectivity 7. ROMI


Situation Analysis Brand Insight Jogja Bike merupakan sebuah layanan penyewaan sepeda yang didukung oleh pemerintah Yogyakarta khususnya pihak Dinas Pariwisata, Dinas Komunikasi dan Informatika, dan Dinas Perhubungan. Jogja Bike ini muncul mulai tahun 2018 dan hanya beroperasi di sekitar kawasan Malioboro, Yogyakarta. Jogja Bike menyediakan layanan penyewaan sepeda yang modern dan juga berbeda dari layanan penyewaan sepeda yang lainnya. Hal tersebut dikarenakan untuk menyewa sepeda yang disediakan oleh Jogja Bike, para pengguna harus membuka kunci sepedanya dengan cara mengunduh aplikasi dari Jogja Bike yaitu Inabike lalu melakukan scan pada QR code yang ada di sepeda dengan menggunakan aplikasi tersebut. Pengguna juga membayar sewa sepeda dengan cara melakukan top up di aplikasi tersebut. Hingga saat ini Jogja Bike ini memiliki 275 sepeda berjenis onthel dan juga 10 sepeda gunung.


Situation Analysis Competitive Insight Pesaing utama dari Jogja Bike adalah Si Woles Bikes Rental and Tours. Sama seperti Jogja Bike Si Woles merupakan layanan penyewaan sepeda di Yogyakarta. Si Woles berdiri pada bulan Juli 2012. Target yang disasar oleh Si Woles sendiri adalah pelajar dan wisatawan domestik maupun mancanegara (siwoles.com). Walaupun biaya sewa dari Jogja Bike sendiri jauh lebih murah dari Si Woles, tetapi statistik pencarian web terhadap Jogja Bike sendiri jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan Si Woles (Google Trends). Kelebihan dari Si Woles Bikes Rental and Tours sendiri adalah banyaknya paket-paket penyewaan yang ditawarkan kepada konsumen. Kemudian banyak juga fasilitas tambahan yang bisa konsumen sewa, seperti boncengan balita, phone holder, lampu, dan sebagainya. Selain itu, ada juga paket wisata sepeda yang ditawarkan oleh Si Woles, sehingga wisatawan dari luar Yogyakarta bisa mendapatkan experience bersepeda dan juga pengetahuan tentang tempat wisata. Lalu jika dilihat dari syarat dan cara penyewaan sepeda, Si Woles dapat disewa secara langsung dan dengan chat melalui Whatsapp atau SMS sedangkan untuk Jogja Bike sendiri dapat melalui aplikasi Inabike. Pada cara penyewaan ini keduanya sama-sama memiliki kekurangan. Si Woles sendiri cara pemesanannya masih terkesan tidak modern, sedangkan untuk aplikasi pemesanan Jogja Bike sendiri ketika dipakai responnya masih lambat.


Situation Analysis Trend Insight

Trend Insight pada Jogja Bike untuk 12 bulan yang terhitung dari 15 desember 2018 sampai dengan 8 september 2019 sendiri cukup rendah jika dibandingkan dengan statistik pencarian web terhadap pencarian sewa sepeda jogja dan Si Woles Bike Rental and Tours. Pencarian web Jogja Bike dapat dikatakan tidak terlalu populer karena rata-ratanya berada jauh dari angka 25 versi Google Trend.


Situation Analysis Audience Insight

Audience Jogja Bike di media sosial Instagram tercatat sebanyak 14.456 orang. Jumlah follower ini paling banyak berasal dari negara Indonesia baik laki-laki maupun perempuan. Mayoritas audience dalam penelusuran Google berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Berkaitan dengan Jogja Bike, audience dalam mengunggah fotonya lebih sering menggunakan hastag #jogjabike #jogjagowes #gowes #yogyakarta dan #yogyaistimewa. Meskipun penyewa Jogja Bike mayoritas berasal dari Indonesia, namun Jogja Bike juga diminati oleh wisatawan luar negeri. Hal tersebut didukung karena Jogja Bike berpusat di daerah ramai wisatawan yaitu di Malioboro.


Target Audience Demografis 1. Laki-laki & perempuan 2. 15-35 tahun (Generasi Ydan Generasi Z) 3. Pelajar, mahasiswa, pekerja 4. SES B-A (1.250.000 ke atas)

Geografis Semua wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke Yogyakarta dan Masyarakat lokal yang tinggal di Yogyakarta

Behavioral 1. Orang yang suka berwisata dan jalanjalan di sekitar Malioboro 2. Orang yang suka alat transportasi yang ramah lingkungan 3. Orang yang suka mengabadikan momen dengan berfoto dan mengunggahnya ke media sosial

Psikografis 1. Senang wisata dan jalanjalan 2. Hobi bersepeda 3. Suka berfoto


Media Objective Marketing Objective

Sales Objective

Meningkatkan jumlah followers instagram dari 14,4k menjadi 20.000 dalam satu tahun.

Meningkatkan jumlah penyewa sepeda dari 150 orang per hari menjadi 300 orang per hari. Sehingga dalam satu tahun Jogja Bike dapat mencapai jumlah penyewa hingga 109.500 orang

Meningkatkan jumlah download aplikasi Jogja Bike dari 40.000 menjadi 60.000 dalam satu tahun.


Strategy

Media Plan

Bicicleta agency menggunakan strategi Continuity dan Flighting. Strategi ini dilakukan dengan meningkatkan jumlah konten promosi di periode waktu tertentu. Kegiatan wisata dan jalan-jalan tidak bisa dilakukan setiap hari, karena kebanyakan orang hanya berwisata dan jalan-jalan menikmati kota hanya pada waktu weekend atau hari libur. Jogja Bike menargetkan masyarakat lokal maupun turis yang berkunjung ke Yogyakarta ketika hari libur besar. Hari libur tersebut meliputi libur sekolah, libur lebaran, dan libur tahun baru. Konten promosi akan gencar dilakukan pada hari libur tersebut sehingga biaya yang dikeluarkan bisa lebih efisien. Strategi ini dilakukan pada media berikut: Bicicleta agency tidak memilih TV sebagai media strategi. Hal ini dikarenakan bagi Bicicleta agency, TV tidak sesuai dengan target audiens Jogja Bike. Target audiens Jogja Bike merupakan Generasi Y dan Generasi Z, yang mana mereka akan lebih aktif mengakses media sosial seperti Instagram daripada menyaksikan TV. Selain itu, Bicicleta agency juga melihat bahwa biaya yang harus dikeluarkan jika menggunakan TV sebagai media promosi terlalu mahal. Tidak akan efektif dikarenakan meskipun reach TV luas, target audiens Jogja Bike bukanlah mereka yang menghabiskan banyak waktu untuk menonton TV. Penggunaan media Instagram bagi Bicicleta agency lebih tepat dikarenakan Jogja Bike juga menggunakan Instagram sebagai media promosinya. Penggunaan Google Ads juga dianggap tepat karena akan membantu Instagram Jogja Bike lebih mudah ditemukan di pencarian Google. Selain itu, penggunaan media OOH juga dianggap efektif dikarenakan target Jogja Bike merupakan wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta

Social Media

Penggunaan media sosial ini akan menggunakan strategi continuity. Hal ini bertujuan agar dapat menjangkau target audiens yang memiliki karakteristik aktif menggunakan media sosial yaitu Generasi Y dan Generasi Z. Selain akan dimanfaatkan untuk beriklan, Instagram juga akan dimanfaatkan untuk mengunggah konten-konten menarik melalui influencer yang direkomendasikan oleh Bicicleta agency.


Media Plan OOH (Out Of Home) Pemanfaatan OOH akan menggunakan strategi flighting. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan awareness akan keberadaan Jogja Bike dan mencapai reach dari target yang sudah ditentukan. Pemasangan media OOH dikhususkan ketika mendekati hari liburan dan hari raya, yaitu ketika libur sekolah, libur lebaran, libur natal dan libur tahun baru. Dengan pertimbangan biaya dan banyak reach yang ingin dicapai maka media OOH akan dipasang di tempat-tempat strategis atau berada di titik-titik yang ramai dilewati orang. Tempat pemasangan OOH yang telah ditentukan yaitu : - Di kawasan jalan utama bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) tepatnya di Jl. Wates - Purworejo, Klangon, Sedayu. - Di kawasan jalan utama bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) tepatnya di Jl. Jogja Wates Ambarketawang


Brand Persona Adindha Thomas Adinda Thomas merupakan seorang artis dan influencer yang memiliki hobi traveling. Adinda juga menyukai aktivitas yang berhubungan dengan sport salah satunya adalah mendaki Jogja bike karena hobi yang dimiliki Adinda sesuai untuk gunung. Sebagai seorang influencer merepresentasikan Jogja Bike. Adinda menyukai kegiatan sport, Adinda bisa digolongkan kedalam SES A, karena ia suka bepergian antarnega- sehingga bisa dilakukan kegiatan bersepeda sambil berkeliling menikmati suasana Jogja yang indah. Pesan yang ingin disamra. Adinda Thomas memiliki satu juta paikan agency melalui adinda sebagai influencer adalah bahwa followers di Instagram dengan jumlah like per postingan mencapai empat pu- kegiatan bersepeda juga bisa dilakukan untuk bersantai sambil menikmati pemandangan indah Kota Jogja. luh ribu likes. Agency memilih Adinda sebagai influencer untuk


Frequency Social Media

Lokasi yang pilih adalah sebagai jangkauan iklan ini adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali. Sementara untuk interest orang-orang yang akan mendapatkan iklan ini adalah orang yang yang mencari mengenai layanan penyewaan sepeda, sewa sepeda per jam, Yogyakarta, dan Malioboro. Untuk Google Ads sendiri para pengiklan dapat menentukan apa yang akan ditulis pada iklan tersebut serta budget yang ingin dikeluarkan per harinya. Kelompok menentukan budget sebanyak Rp 60.000 per hari. Sehingga setiap bulan pengiklan akan membayar Rp 1.824.000 dengan perkiraan reach 759,430-1,266,200 orang dan 2.710-4.530 klik per bulannya.

Untuk instagram ads dipilih jangkauan yaitu pengguna instagram yang berada di kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, dan juga Bandung. Selain itu iklanakan dibagikan di instagram orang yang memiliki minat dengan sepeda, bersepeda, bersepeda di jalan, dan juga Yogyakarta. Kriteria lainnya yang menjadi sasaran dari iklan ini adalah orang-orang yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan yang berusia antara 15 tahun hingga 35 tahun. Pemasangan iklan pada Instagram Ads sendiri akan dilakukan setiap hari selama satu tahun penuh.


OOH (Out Of Home) Pemasangan media OOH yaitu baliho akan dilakukan sebanyak tiga kali dalam setahun, yaitu ketika libur sekolah, libur lebaran, dan libur natal & tahun baru. Tepatnya pada bulan Mei (libur Lebaran), Juni-Juli (libur sekolah), dan pada bulan November-Desember (menjelang libur dan ketika libur natal dan tahun baru).

Google Ads Pemasangan iklan di Google Ads dilakukan setiap hari dalam jangka waktu setahun. Google Ads digunakan untuk meningkatkan popularitas dari akun Instagram Jogja Bike selain itu juga meningkatkan statistik pencarian web dari Jogja Bike.


Alternative Strategi Media promosi yang digunakan oleh Jogja bike hanya sosial media Instagram, sehingga untuk alternatif lain bisa ditambahkan media yang masih efektif seperti Youtube atau Facebook. Facebook masih sering digunakan untuk menjadi tempat berkumpulnya komunitas-komunitas. Lewat promosi di Facebook Jogja bike bisa menyasar produk mereka kepada komunitas yang ada di facebook seperti komunitas pesepeda.

Selain mengiklan di instagram, juga dapat mengiklan di Youtube, karena pengguna Youtube di Indonesia banyak. Untuk media instagram bisa dilakukan pembaruan konsep seperti membuat layout baru yang lebih menarik. Untuk OOH agency tidak melakukan perubahan, hanya perubahan tempat pemasangan baliho yang bisa diubah agar orang-orang yang tidak lewat di spot yang sebelumnya juga bisa melihat iklan tersebut.


Budgeting Promosi Internet


Budgeting Promosi OOH


Media Effectivity Promosi Internet

Promosi OOH


ROMI


Meet Our Team

Chintia Angela M 170906441

Gabriela arnetta 170906470

Ni Kadek Adelia S 170906472

Nada Nusa Parenta 170906227

Jefri MTB 170906446


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook