K
BULETIN
KONTEMPORER E D I S I # 1 9 | JA N UA R I 2 0 2 4
MENGKRITISI FASILITAS KAMPUS tampak mata Fasilitas Kebersihan Kampus yang Diragukan 3 | interupsi Apakah Fasilitas Sampah Sudah Memadai di Tiga Fakultas? 6 | agenda 8 | penting Pentingnya Peran Sanitasi dan Wi-Fi di Kampus 10 | sikat ISI Aman? 12 | jujur Keluh Kesah Mahasiswa tentang Masalah Fasilitas Kampus 14 | ironi 18 | event kampus Mengosongkan Distraksi di Era Gen Z lewat Pameran Ke-6 Aksi Artsy 19 | komik 21
K
KONTEMPORER
GORESAN PENA
Salam Persma!!! Permasalahan tersebut menjadi tema dalam
Institusi akademik perguruan tinggi menjadi gerbang akhir bagi mahasiswa dalam memasuki gerbang kehidupan
pembuatan buletin Kontemporer kali ini. Tim Penulis dari LPM
sesungguhnya. Menjalani pembelajaran di kampus menjadi
Pressisi sudah mencari tahu dan mencatat apa saja mengenai
rutinitas yang wajib mahasiswa jalani. Keseharian dalam
pentingnya fasilitas kampus bagi mahasiswa Institut Seni
pembelajaran ini tentu harus didukung dengan fasilitas kampus
Indonesia Yogyakarta dalam meningkatkan pembelajaran selama
yang memadai untuk dapat menyuplai kebutuhan mahasiswa
berada di lingkungan kampus Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
dalam mencapai kesuksesan dalam pembelajaran. Namun sangat
Beberapa topik yang diangkat antara lain mengenai tentang
disayangkan banyak fasilitas kampus yang masih banyak
fasilitas kebersihan kampus yang diragukan, fasilitas Sampah di
kekurangan dan ketidak jelasan fasilitas yang ada. Ini membuat
tiga fakultas, fasilitas keamanan kampus serta Pentingnya peran
menurunya perkembangan akan pembelajaran yang mahasiswa
sanitasi dan wifi di kampus.
hadapi, yang seharusnya pembelajaran di kampus bisa dengan maksimal namun sayang sebab kekurangan dan buruknya
Akhir kata, kami sampaikan selamat membaca!
fasilitas yang ada membuat mahasiswa tidak dapat berkembang dalam pembelajaran dengan maksimal. Tentu selain dari pihak Redaksi
kampus dalam menyiapkan fasilitas, dari pihak mahasiswa pun harus serta bertanggung jawab dengan fasilitas yang ada, seperti tidak merusak dan mencoret fasilitas yang ada di kampus. Sehingga ini menjadi kerja sama yang bagus dalam memaksimalkan fasilitas kampus.
PUNGGAWA KONTEMPORER PELINDUNG:
GHANNA FARREL MALAWITS / FTV 2023
DR. M. KHOLID ARIF ROZAQ, S.HUT., M.M
RECITA AYU TIARA INSANI MULIA / TKS 2023
PEMBINA PRESSISI:
AUREL ERLINDA / FOTOGRAFI 2023
POETRY RAYA LI BALADINA / TKS 2023 FRANSISCA SHERLY TAJU S.SN., M.SN.
MUHAMMAD RIZKY FEBRIAN / FOTOGRAFI 2023 SAYNEDIVA MALIKA PUTRI / TKS 2023
ALAMAT:
PIMPINAN UMUM:
ADE SAKINAH NOVIANA / TKS 2022
MARIA SANTISSIMA T. B. / DESAIN PRODUK 2022
MUHAMMAD ILHAM YAFIE / FOTOGRAFI 2023
UKM PERS MAHASISWA PRESSISI
LAURA SALSABILLA ANGELINA JOLIE / TKS 2023
GEDUNG STUDENT CENTER
BENDAHARA:
VLANGY MEISTORIA / KONSERVASI SENI 2023
SYIFA MUFIDA / DMKB 2022
KEZIA ELIZABETH / KRIYA SENI 2023
INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA
JAMAL AHDAN TAUFIK / TKS 2023
JALAN PARANGTRITIS KM. 6,5 SEWON, BANTUL, YOGYAKARTA 55188, INDONESIA
SEKRETARIS:
AFRIL MERIA BIDURI / TKS 2022
NUR AISYAH DEVIYANTI / DKV 2022
YULFA AURA DITA / TKS 2022
PIMPINAN REDAKSI:
FOTOGRAFER:
KONTAK: NURUL A'MAL MUSTAQIMAH / FILM & TELEVISI 2022
MUHAMMAD ILHAM YAFIE / FOTOGRAFI 2023 VLANGY MEISTORIA / KONSERVASI SENI 2023
REDAKTUR PELAKSANA:
KEZIA ELIZABETH / KRIYA SENI 2023 ILUSTRATOR:
KEPALA DIVISI ILUSTRASI:
NANDA MELYA HAPSARI / DKV 2022
NANDA MELYA HAPSARI / DKV 2022
SHAFA NABILAH / DKV 2023
EDITOR:
SATRIA ALAN DELON / KRIYA SENI 2023
NURUL AZAMI RAMADHANI / KRIYA SENI 2023 MIFTACHUL ARIFIN S.SN. / FILM & TELEVISI 2015 LAYOUT: GITANJALI MAYRA EKARINI / DKV 2020 REPORTER: DJILIO DWI ANDRY WIJAKSONO / FTV 2023
FACEBOOK: LPM PRESSISI E-MAIL : ISIPRESSISI@GMAIL.COM INSTAGRAM : @LPMPRESSISI
SYIFA MUFIDA / DMKB 2022
SYAHRUL ZIDANE ASSIDIQ S.SN. / FOTOGRAFI 2019
WEB: LPMPRESSISI.COM
K
KONTEMPORER
TAMPAK MATA
Fasilitas Kebersihan Kampus yang Diragukan DJILIO DWI ANDRY WIJAKSONO / FILM DAN TELEVISI 2023 GHANNA FARREL MALAWITS / FILM DAN TELEVISI 2023
Kebersihan ialah salah satu aspek kehidupan
Hal ini membuat para mahasiswa dan mahasiswi
yang sangat penting bagi manusia, khususnya bagi para
kesulitan ketika hendak mencari tempat untuk
insan mahasiswa seni yang baik dan santun. Selain dalam
membuang sampah mereka. Fasilitas-fasilitas kebersihan
berkarya, seorang seniman tentunya perlu
tersebut tentunya belum bisa memenuhi seluruh
memperhatikan aspek kebersihan pada dirinya sendiri
kebutuhan sampah untuk sebuah kampus dengan
maupun dalam lingkungan ruang kerja mereka. Hal ini
mahasiswa dan mahasiswi yang banyak, atau bahkan
tentunya agar mereka dapat mengeluarkan seluruh
sampah warga kampus lainnya. Tentunya setiap dari
kemampuan kreatif dengan maksimal. Dalam usaha
mereka dapat menghasilkan sejumlah sampah yang
menciptakan lingkungan kerja yang nyaman di kampus,
terbilang tidak sedikit dari hari ke hari. Tidak jarang juga
tentunya dibutuhkan fasilitas-fasilitas yang harus
hal ini membuat beberapa oknum mahasiswa dan
memenuhi standar dan memiliki kualitas yang baik.
mahasiswi lebih memilih membuang sampah
Sehingga setiap warga kampus dapat nyaman
sembarangan, tanpa memedulikan kebersihan
beraktivitas terutama bagi para mahasiswa dan
lingkungan kampus. Jika setiap hari hal itu terjadi,
mahasiswi yang tengah berkuliah dalam menuangkan
lingkungan kotor akan menjadi pemandangan yang biasa
segala inspirasi dan ide kreatif mereka ke dalam karya
dan tentunya juga bisa mengotori nama kampus, serta
seni.
dapat mengganggu jalannya pembelajaran sehari-hari. Walaupun pihak kampus telah menyediakan
Penempatan fasilitas tempat sampah yang telah disediakan oleh pihak kampus selama ini sedikit memprihatinkan. Jumlah tempat sampah yang sangat minim dan tata letaknya juga terbilang kurang strategis.
beberapa petugas kebersihan yang bertanggungjawab di beberapa area kampus, akan tetapi hal itu tidak serta merta membuat semua lingkungan kampus yang ramai akan mahasiswa dan mahasiswi terpenuhi fasilitas kebersihannya. Mahasiswa dan mahasiswi masih tetap kesulitan dalam mencari tempat sampah. Lebih jelasnya bisa dilihat pada tempat sampah yang berada di dekat gedung Jurusan Animasi. Di mana peletakannya berada pada pintu bagian samping sebelah kanan gedung jurusan tersebut. Peletakan tempat sampah yang seperti itu malahan membuat para mahasiswa dan mahasiswi
Tentang fasilitas-fasilitas yang perlu
kesulitan dalam menjangkaunya. Begitu juga dengan
diperhatikan oleh pihak kampus adalah ketersediaan
orang-orang yang masih asing dengan area tersebut.
fasilitas kebersihan dan tingkat pemanfaatannya di
Apalagi dengan ukuran tempat sampah yang terbilang
seluruh area kampus Institut Seni Indonesia (ISI)
kecil untuk menampung kebutuhan sampah dari para
Yogyakarta. Penempatan fasilitas tempat sampah yang
warga kampus di sekitar area Jurusan Animasi.
telah disediakan oleh pihak kampus selama ini sedikit memprihatinkan. Jumlah tempat sampah yang sangat minim dan tata letaknya juga terbilang kurang strategis.
Fakultas lainnya ternyata juga merasakan hal yang sama, salah satu mahasiswa dari Fakultas Seni
BULETIN KONTEMPORER
4
Pertunjukkan menerangkan bahwa keberadaan tempat
tong sampah juga tersedia di sekitar kantin atau Loka Asri
sampah di fakultasnya sendiri pun dapat dikatakan
dan Plaza Fakultas Seni Rupa. Saran dari saya, mungkin
sangat amat kurang. Bahkan beberapa tempat sampah
bisa diperbarui dengan tempat sampah yang sekiranya
yang terdapat di area fakultasnya itu hanyalah berupa
gampang untuk dicari dan menambah titik penempatan
keranjang yang terbuat dari anyaman bambu. “Untuk
tempat sampah,” ujar Lubna Syahria Mumtaz.
tempat sampah di fakultasku sangat kurang sekali, masih banyak tempat sampah yang bisa dibilang bukan dari
Dari beberapa pendapat yang telah diutarakan
pihak kampus, seperti terbuat dari anyaman. Meskipun
oleh para perwakilan mahasiswa dan mahasiswi dari
untuk tempat sampah ya bisa saja sih, tetapi kalau aku
fakultas yang berbeda-beda di ISI Yogyakarta,
lebih memilih membawa sampahku dan membuangnya
kenyataannya selama ini jumlah tempat sampah yang
ke tempat sampah di kos karena tempat sampahnya sulit
paling banyak hanya pada Fakultas Seni Rupa. Riset yang
ditemukan dan minim di fakultasku sendiri,” ujar Abiyyu
telah dilakukan untuk mengetahui ketersediaan fasilitas
Ghaly Pamungkas sebagai mahasiswa dari Fakultas Seni
tempat sampah pada ketiga fakultas tersebut, telah
Pertunjukkan angkatan 2023.
ditemukan fakta bahwa Fakultas Seni Rupa sendiri memiliki sembilan tong sampah dan satu tempat
Hal yang hampir mirip juga diungkapkan oleh
pembakaran sampah. Akan tetapi hal itu sangat berbeda
mahasiswa Jurusan Film dan Televisi, Oktavio Dwi Putra
dengan fakultas-fakultas lainnya yang mana dari
dari angkatan 2023. Ia sependapat tentang keberadaan
Fakultas Seni Pertunjukkan memiliki sembilan tong
tempat sampah yang ada di kampus sungguh sangat
sampah dan satu gerobak sampah. Fakultas yang paling
minim dan sedikit sulit ditemukan di area kampus,
miris dalam hal ketersediaan fasilitas tempat sampahnya
bahkan di gedung jurusannya sendiri. “Menurut saya,
adalah di area Fakultas Seni Media Rekam. Disana hanya
untuk ketersediaan tempat sampah di kampus sangatlah
tersedia fasilitas delapan tong sampah dan dari
minim, meskipun di tempat-tempat yang terbilang
pernyataan salah satu mahasiswanya bahwa di
penting. Tempat sampah yang tersedia hanya satu atau
fakultasnya sama sekali tidak memiliki tempat sampah
dua tempat sampah kecil bukan tempat sampah yang
berukuran besar. Melainkan hanya tempat sampah yang
besar. Tempat sampah yang di kampus juga dapat
terbilang kecil dan dinilai sangat kurang untuk
dikatakan tidak terawat dengan baik, karena masih
menampung kebutuhan sampah dari total empat jurusan
banyak tempat sampah yang terbuat dari kayu dan rotan
di fakultasnya tersebut. Tentu hal itu menambah
yang mana hal itu membuat fasilitas yang ada di kampus
kesulitan para mahasiswa dan mahasiswinya ketika
kurang berkualitas. Saya berharap kampus dapat
mencari tempat sampah terdekat di fakultasnya.
menambah jumlah dari tempat sampah khususnya teruntuk gedung yang penting-penting seperti di rektorat, tempat-tempat yang ramai akan pengunjung lainnya,” ujar Oktavio Dwi Putra.
Tentu, walaupun tempat sampah yang ada di Fakultas Seni Rupa mudah ditemukan. Akan tetapi untuk jumlahnya sendiri masih dapat dikatakan sangat kurang. Sehingga mahasiswa dan mahasiswi yang di sana juga
Namun, hal yang serupa ternyata tidak berlaku
merasa kesulitan ketika hendak mencari tempat sampah
di area Fakultas Seni Rupa, keberadaan dari fasilitas
terdekat dan belum dipenuhi sampah. Hal tersebut
tempat sampah di sana sudah dapat dikatakan mudah
mengharuskan mahasiswa dan mahasiswinya untuk
untuk ditemukan dan dijangkau oleh warga kampus.
membuang sampahnya di tempat lain. Bahkan mereka
Kendatipun permasalahan lainnya masih sama, yaitu
sampai harus membawa pulang sampah dan
tentang jumlah tempat sampah yang terbilang masih
membuangnya diluar kampus, untuk menghindari
terbatas dan sering ditemui sudah dalam keadaan banyak
perilaku membuang sampah secara sembarangan. Hal
yang terisi penuh. Salah satu mahasiswi Jurusan Desain
itupun hanya berlaku untuk mahasiswa yang sadar akan
Komunikasi Visual, Lubna Syahria Mumtaz dari angkatan
pentingnya menjaga kebersihan lingkungan di
2023 mengatakan, “Ketersediaan tempat sampah di
sekitarnya. Akan tetapi bagi mahasiswa dan mahasiswi
Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta sudah mencukupi
yang enggan membawa pulang sampah mereka dan
dibandingkan dengan fakultas-fakultas lain, ditemukan
kurang sadar akan pentingnya menjaga kebersihan
juga beberapa tempat sampah berukuran besar di kamar
lingkungan kampus, pasti tidak mau ribet dan lebih
mandi lantai satu dan kamar mandi lantai tiga. Beberapa
memilih untuk segera membuang sampahnya. Meskipun
BULETIN KONTEMPORER
5
itu di tempat-tempat yang tidak seharusnya seperti di taman dan di jalan setapak kampus. Sikap yang tidak peduli terhadap lingkungan inilah yang membuat suasana kampus tidak kondusif dan dapat mengganggu proses pembelajaran mahasiswa dan mahasiswi lain yang ada di kampus, serta dapat menimbulkan berbagai macam penyakit salah satu contohnya ialah demam berdarah. Terkait hal ini, tidak hanya menciptakan kesulitan praktis bagi mahasiswa dan mahasiswi, tetapi juga dapat menyebabkan dampak serius terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan kampus itu sendiri. Kampus perlu segera menyelesaikan permasalahan ini dengan memberikan solusi konkret, seperti peningkatan jumlah tempat sampah, penempatan yang strategis, pembaruan fasilitas kebersihan, dan edukasi lingkungan. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan kampus yang bersih, nyaman, dan mendukung kreativitas mahasiswa dan mahasiswi. Dengan demikian, kampus diharapkan memberikan perhatian serius terhadap masalah fasilitas kebersihan ini agar pembelajaran dapat berjalan baik dan kondusif bagi semua mahasiswa dan mahasiswi, serta dapat memenuhi standar kesehatan dan kebersihan untuk sebuah kampus.
K
KONTEMPORER
INTERUPSI
Apakah Fasilitas Sampah Sudah Memadai di Tiga Fakultas? RECITA AYU TIARA INSANI MULIA / TATA KELOLA SENI 2023
Pengelolaan sampah dan fasilitas yang baik akan berdampak pada kebersihan dan kenyamanan di kampus. Namun, apakah hal tersebut sudah terwujud di ketiga fakultas di ISI Yogyakarta (Institut Seni Indonesia Yogyakarta)?
Wawancara dengan Fafa, mahasiswi Jurusan Kriya 2023, Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta
Bagaimana pendapatmu tentang kondisi pengelolaan
Apakah ada saran untuk fasilitas pengelolaan sampah?
sampah di sekitar gedung kampus terutama di jurusanmu dan lingkungan Fakultas Seni Rupa?
Kalau tentang fasilitas mungkin ditambah tempat sampah yang memadai, ya. Kalau di FSR sendiri kan waktu
Di gedungku sebetulnya sudah cukup, namun terkadang
PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa
ada beberapa tempat sampah yang bentuknya tidak
Baru -red). kita disuruh mengecat tong-tong sampah,
seperti tong sampah, jadi bikin ragu untuk buang di situ.
mungkin bisa ditambahi tempat sampah yang berwarna-
Lebih baik ditambahi lagi tempat sampahnya karena
warni lagi.
masih sedikit jumlahnya.
Wawancara dengan Yohan, mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta
Bagaimana pendapatmu tentang kondisi pengelolaan
menurut saya ada sedikit kekurangan, yaitu minim
sampah di sekitar gedung kampus terutama di
tempat sampah. Terkadang ada sampah yang tergeletak di
jurusanmu dan lingkungan FSP?
selokan atau jalan sekitar Fakultas Seni Pertunjukan.
Menurut saya kondisi sampah di area Fakultas Seni
sampah saja. Jadi karena kurangnya tempat sampah dan
Contohnya di plaza hanya ada dua atau tiga tempat Pertunjukan dan di Jurusan Musik cukup baik karena
terkadang sudah penuh, kami harus berjalan jauh untuk
bersih teratur, dan saya juga jarang melihat adanya
membuang sampah. Hanya ada beberapa titik yang
sampah di area fakultas seni pertunjukan. Setiap hari saya berangkat ke kampus saya jarang melihat adanya sampah sekalipun melihat itu hanya satu atau dua yang tergeletak di tanah, cukup bersih dan baik. Namun,
terdapat tempat sampah di situ. Menurut saya, saran saya lebih diperbanyak lagi tempat sampahnya di area Fakultas Seni Pertunjukan agar lebih bersih lagi. Karena terkadang masih ada sampah tergeletak seperti plastik atau botol.
BULETIN KONTEMPORER
7
Wawancara dengan Fawaz, mahasiswa Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta
Bagaimana tanggapanmu soal fasilitas pengelolaan
Apakah kamu setuju jika tempat sampah yang
sampah di kampus, terutama di Fakultas Seni Media
disediakan kampus itu kurang jumlahnya?
Rekam? Apakah sudah cukup baik atau masih kurang? Untuk keseluruhan di kampus, aku setuju masih kurang Sekarang ini sudah cukup banget soalnya sekarang udah
tempat sampah. Contohnya saja saat berkunjung ke FSR
banyak banget disediain tempat sampah dan sudah
atau FSP sehabis jajan kadang bingung mau buang
dipisahkan sampah organik dan anorganik terutama di
sampah ke mana. Soalnya kayak enggak keliatan tempat
taman. Di mana banyak anak Fakultas Seni Media Rekam
sampahnya dan jumlahnya sedikit.
banyak kumpul dan melakukan banyak kegiatan. Untuk sejauh ini di Fakultas Seni Media Rekam tidak ada masalah tentang pengelolaan sampah, fasilitasnya terawat dan terkelola dengan baik.
K
KONTEMPORER
AGENDA
"Pameran Pekan Rupa presented by BEM FSR ISI Yogyakarta Calling Out All Sponsors and Media Partners" Tanggal: 4-8 Maret 2024 Lokasi: JNM Bloc, Wirobrajan, Kota Yogyakarta
K
KONTEMPORER
PENTING
Pentingnya Peran Sanitasi dan Wi-Fi di Kampus -
LAURA S. A JOLIE/TATA KELOLA SENI 2023
Permasalahan mengenai fasilitas kampus adalah hal yang tidak akan pernah habis untuk dibahas,
Puncak dari minimnya fasilitas sanitasi ini terkhususnya akses toilet dan wastafel- adalah ketika ada
terutama beberapa hal penting yang dianggap
kegiatan yang dilaksanakan di luar jam KBM. Misal saja
berpengaruh besar terhadap keberlangsungan kegiatan
kerja kelompok, ataupun event outdoor, yang
belajar mengajar di lingkungan kampus. Oleh karena itu,
membutuhkan akses sanitasi di luar gedung. Banyak
maintenance atau perawatan-pemeliharaan fasilitas
gedung prodi yang kemudian dialihkan untuk menjadi
diharapkan dapat terus berjalan dengan baik. Namun
“toilet umum” para pengunjung, yang tentu saja hal ini
sayangnya hal ini seperti angan-angan saja, sebab pada
juga menimbulkan permasalahan lain. Sebab kebanyakan
kenyataannya hal yang sudah diharapkan tersebut
gedung prodi pasti memiliki jam pengosongan untuk
seringkali tidak terealisasi dengan semestinya.
kemudian dikunci agar tetap nyaman. Dan karena hal ini pula, kebutuhan sanitasi kemudian dialihkan (sekali lagi),
Contohnya saja pada fasilitas-fasilitas sanitasi
ke gedung dekanat. Suatu hal yang sangat amat
dan jaringan internet (Wi-Fi), yang merupakan dua hal
disayangkan, sebab gedung dekanat dan segala
penting dan cukup berpengaruh terhadap kenyamanan
fasilitasnya seharusnya digunakan untuk keperluan
para mahasiswa. Sudah banyak laporan berdasarkan
orang-orang penting seperti para pejabat kampus dan
pada keluhan mahasiswa pada kedua fasilitas ini.
para dosen.
Mungkin, bagi sebagian orang, kedua hal ini dianggap tidak seberapa penting dibandingkan dengan minusnya
Kebutuhan akan Wi-Fi juga tak kalah
fasilitas lain. Misalnya saja kebersihan gedung dan juga
memprihatinkan, banyak titik yang hanya mendapat
banyak gedung umum serbaguna yang belum maksimal.
sedikit akses. Entah karena sinyal yang kecil atau pun
“Seharusnya ada petugas khusus yang
bahwa Wi-Fi merupakan salah satu kebutuhan penting
jaringan yang buruk. Padahal, seperti yang kita tahu, membersihkan, tetapi ini tidak ada. Lalu untuk
yang mendasar pada kegiatan belajar mengajar di
mahasiswanya harus lebih perhatian juga dengan
lingkungan kampus. Memang, sebaiknya para mahasiswa
lingkungan, minimal kalau tidak bisa membersihkan ya
memiliki kuota internet sendiri, tetapi bukankah kampus
jangan dikotori.” -A.R, DesPro 23
sebagai institusi pendidikan sudah seharusnya menyediakan fasilitas penunjang bagi para mahasiswanya?
Potret kamar mandi di Fakultas Seni Pertunjukan
Wi-Fi di gedung Animasi
BULETIN KONTEMPORER
11
“Saat ingin men-download file-file yang sangat diperlukan dalam belajar dan juga saat ingin mencari cari bahan untuk mata kuliah yang sangat diperlukan atau yang sedang berjalan, dengan adanya kekuatan sinyal yang baik mengurangi penggunaan internet secara pribadi.” -T, Animasi 23 Tak jarang juga acara yang diselenggarakan kampus sendiri juga terganggu akibat kurang maksimalnya pemanfaatan Wi-Fi kampus, sehingga tak jarang para mahasiswa menggunakan fasilitas pribadi untuk mendukung kegiatan tersebut. Banyak hal yang patut dipertanyakan untuk membahas kedua fasilitas penting ini, bahkan sebatas pemeliharaannya sekali pun. Para mahasiswa juga berharap pihak kampus semakin termotivasi untuk berbenah dengan banyaknya masukan dari para mahasiswa. “Semoga pihak kampus dapat segera mengambil langkah-langkah peningkatan sanitasi dan Wi-Fi di kampus di masa depan, meningkatkan pengelolaan dan pemeliharaan sanitasi dan jaringan Wi-Fi serta melakukan penilaian secara berkala. Kebutuhan dan kekurangan fasilitas sanitasi dan Wi-Fi harus diperhatikan. Jaringan tersebut akan dibangun di kampus. Selain itu, siswa juga dapat diberikan tantangan edukasi untuk menjaga kebersihan fasilitas sanitasi dan menggunakan jaringan WiFi dengan bijak.” -G.M, Seni Musik 22
K
KONTEMPORER
SIKAT
ISI Aman? POETRY RAYA LI BALADINA / TATA KELOLA SENI 2023 AUREL ERLINDA / FOTOGRAFI 2023
“Keamanan di ISI kurang dikarenakan petugas
satu mahasiswa di kampus ISI Yogyakarta.
keamanan yang sedikit” demikian dikatakan salah seorang satpam yang bekerja di lokasi fakultas seni rupa.
N menyatakan, kejadian yang menimpanya berawal dari adanya sebuah kegiatan yang dilakukan di
“ISI sangat luas dan petugas keamanan yang
dalam kampus terkhususnya di salah satu fakultas dan
bekerja di ISI sangat minim hingga kita harus kerja dalam
jurusan yang ada di kampus ISI Yogyakarta. Semuanya
waktu yang panjang, kami juga manusia perlu istirahat
berawal ketika ada salah satu seorang teman dari N,
karena itu kami tidak bisa menjaga kawasan ISI dengan
membawa masuk seseorang tidak dikenal yang bukan
maksimal, terlebih ISI luas dan gampang di akses oleh
berasal dari fakultas atau jurusan kedalam ruangan
siapa saja.” Demikian dikatakan salah seorang satpam saat
tempat diadakannya kegiatan. Seseorang itu ternyata
di wawancarai.
dalam keadaan mabuk dan N baru mengetahui hal itu ketika salah satu temannya yang lain memberitahu. Hal
Belakangan ini marak terjadinya penculikan
itu menyebabkan beberapa mahasiswa di dalam ruangan
helm terlebih di kawasan fakultas seni pertunjukan,
tersebut mulai khawatir dengan keadaan sekitar. Terlebih,
banyak kawasan yang tidak tersorot lampu, mahasiswa
seseorang itu tidak dikenal oleh mahasiswa yang berada
yang kerap pulang hingga larut malam dan beberapa
didalam ruangan kegiatan itu.
daerah yang tidak terjangkau keamanan membuat kawasan fakultas seni pertunjukan menjadi kawasan yang kerap terjadi penculikan helm. Hal itu tentunya membuat para mahasiswa merasa khawatir.
Selama kegiatan berlangsung, N mengatakan bahwa dirinya mulai merasa tidak nyaman ketika seseorang yang tidak dikenal itu mulai menanyakan beberapa pertanyaan dengan cara memaksa N untuk
Penculikan helm yang kerap terjadi tentunya membuat tanda tanya besar terhadap keamanan di
menjawabnya. Hal itu memicu para teman-teman perempuan yang lain untuk sigap dan was-was pada
kampus . Kejadian itu seharusnya menjadi perhatian
seseorang tidak dikenal itu. Yang menjadi tanda tanya
besar yang harus pihak kampus segera tindak. Bahkan
besar, bagaimana bisa seseorang yang tidak dikenal
dari segi petugas keamanan pun masih terbilang kurang
masuk kelingkungan fakultas lain atau jurusan lain dalam
untuk menjaga lingkungan sekitar kampus isi. Tentunya
keadaan mabuk tanpa disadari oleh beberapa orang
hal itu semakin banyak menimbulkan kekhawatiran bagi
disana meskipun seseorang itu dibawa oleh salah satu
para mahasiswa. Ada baiknya pihak kampus segera
teman N.
menyelesaikan permasalahan ini agar mahasiswa tidak perlu mengkhawatirkan lagi adanya penculikan helm di sekitar parkiran kampus.
Selain marak terjadinya penculikan helm, ternyata di kampus ISI sendiri masih belum aman perihal keamanan bagi perempuan. Tindakan pelecehan secara
Keamanan di ISI ternyata benar-benar menjadi
tidak langsung masih kerap atau bahkan masih sering
tanda tanya besar. Selain marak terjadinya penculikan
terjadi kepada para mahasiswa di kampus. Meskipun di
helm di sekitaran parkiran kampus ISI, ternyata banyak
kampus sudah ada beberapa petugas keamanan, hal itu
kejadian lainnya yang menjadi pertanyaan apa benar “ISI
masih belum menjamin keamanan apalagi ketika di
aman?”. Nyatanya untuk kampus yang terbilang bagus
malam hari ucap N ketika diwawancarai pada Jumat
dan banyak diminati ini, masih banyak kurangnya,
(22/12/2023).
apalagi dilihat dari segi keamanan. Hal ini dibenarkan oleh narasumber berinisial N yang juga merupakan salah
N mengatakan bahwasanya kondisi kampus di
BULETIN KONTEMPORER
13
malam hari lebih menyeramkan bagi keamanan seorang
diperhatikan oleh pihak kampus. bahkan mahasiswa
perempuan. Setelah kejadian yang menimpanya, dia
mengeluh karena keamanan di kampus yang masih
mengatakan bahwa hal itu membuatnya harus lebih
terbilang kurang. Alangkah baiknya, pihak kampus lebih
berhati-hati lagi dan dia juga mengatakan bahwa dia
memperketat lagi keamanan di kampus khususnya di
takut jika nantinya hal itu akan terulang lagi.
sekitar area yang sepi dan rawan akan kejahatan. Dari kejadian maraknya penculikan helm di sekitar parkiran
N juga menyarankan untuk pihak kampus
kampus hingga masih adanya pelecehan seksual baik
memperbanyak lagi forum-forum terkait bagaimana
secara langsung maupun tidak langsung yang terjadi di
mengatasi tindakan pelecehan seksual baik secara
lingkungan kampus ISI menjadi teguran besar untuk
langsung maupun tidak langsung yang mengganggu
pihak kampus segera menindaklanjuti hal tersebut.
keamanan di lingkungan kampus khususnya untuk para mahasiswa. Pemasangan CCTV di beberapa tempat juga
Sebagai mahasiswa tentunya keamanan di
diperlukan untuk memantau kondisi di kampus ISI
lingkungan kampus menjadi hal yang penting untuk
Yogyakarta terlebih disekitar tempat yang masih belum
mendapatkan ketenangan dan keamanan ketika
terjangkau.
berkuliah di kampus ISI Yogyakarta. Mahasiswa juga berhak mendapatkan hak keamanan untuk diri mereka
Tentunya N merasa bahwa seharusnya di lingkungan kampus bisa menciptakan rasa aman dan
dan tidak perlu lagi merasa khawatir ketika harus pulang hingga larut malam.Tindakan pencegahan perlu
tenang untuk para mahasiswa nya. Apalagi terkadang
dilakukan untuk mencegah dan memberikan rasa jera
beberapa mahasiswa kerap kali pulang hingga larut
terhadap pelaku kejahatan, untuk mewujudkan
malam. Hal itu tentunya menjadi hal yang harus pihak
lingkungan kampus yang aman bagi mahasiswanya.
kampus juga perhatikan untuk segi keamanan para mahasiswa nya agar tindakan-tindakan kejahatan seperti itu tidak terjadi kembali. N berharap semoga kejadian yang menimpanya tidak terulang kembali untuk kedepannya. Sebagai korban, dia mengatakan bahwa dirinya merasa lingkungan disekitar kampus kurang aman. Tetapi dia juga mengatakan bahwa semua itu balik lagi karena lingkungan kampus yang heterogen. Campur baur, segala bentuk dan jenis orang-orang itu berbeda-beda, ucapnya. dia juga mengatakan apalagi kampus ISI terkenal dengan kebebasannya. Kita tidak bisa memprediksi apa yang orang lain itu berbuat terhadap diri kita sendiri. Dia juga mengatakan bahwa kegiatan di malam hari dengan diadakannya minum-minum keras seperti yang sudah biasa dilakukan, hal itu sudah menjadi budaya di kampus . Tetapi tentunya hal itu membuat keadaan tidak kondusif dan tidak aman. bahkan terkadang juga memicu kejahatan-kejahatan yang menimbulkan adanya tindakan pelecehan seksual baik secara langsung maupun tidak langsung yang membuat para mahasiswa menjadi was-was apalagi ketika pulang di malam hari dan melewati beberapa area kampus yang terbilang cukup sepi. Dari dua kejadian diatas, pada kenyataannya kampus ISI Yogyakarta belum bisa dikatakan aman. Keamanan di kampus menjadi hal yang harus
K
KONTEMPORER
JUJUR
Keluh Kesah Mahasiswa tentang Masalah Fasilitas Kampus JAMAL AHDAN TAUFIK / TATA KELOLA SENI 2023 AFRIL MERIA WIDURI BR HUTABARAT / TATA KELOLA SENI 2022 YULFA AURA DITA / TATA KELOLA SENI 2022
1. Menurutmu, apa saja masalah terkait fasilitas yang ada di kampus? 2. Di prodi / jurusanmu, apa saja masalah fasilitas yang ada dan apa dampaknya? 3. Di mana saja fasilitas yang perlu dibenahi? 4. Dari kapan masalah itu ada? 5. Apa yang kamu harapkan ke depannya untuk kampus dan masukan apa yang ingin kamu sampaikan kepada pihak kampus untuk membenahi masalah itu?
Anonim (FTV 2023, FSMR)
4.
“Dari pertama masuk. Dari pertama kali aku datang ke FSMR, aku pikir, 'Oh, gersang banget
1.
“Yang pertama, mungkin sama seperti fakultas
nih tempat, pasti panas banget ini.' terus, 'Tempat
lain, tempat sampah sangat jarang di FSMR.
sampah di mana, ya? Oh, harus jalan jauh banget.'
Mungkin di Taman FSMR ada dua, tetapi
Soalnya, kadang ada tempat sampah yang
berjauhan. Di samping Gedung Animasi cuma
tersembunyi di samping tangga atau kursi.
ada satu. Kalau tidak salah, di Fotografi ada satu.
Mengapa?”
Di FTV itu lumayan, kalau mencari tempat sampah gampang. Cuma selebihnya, di FSMR bagian depan, sangat susah mencari tempat
5.
“Banyakkan tempat sampah, tanamkan banyak pohon di area FSMR, please. Tolong tanamkan
sampah. FTV itu daerahnya agak terpencil.
banyak pohon lagi karena Jogja panas. Habis itu,
FSMR itu daerahnya sangat terpisah dengan
tolong kasih tempat teduh di Parkiran FTV.”
fakultas lain, jadi susah untuk berkolaborasi dengan fakultas lain, apalagi kalau ada teman di fakultas lain, itu sangat jauh.”
“Sedih saja, kita sangat jauh dengan fakultas lain, jadi susah untuk berinteraksi dengan fakultas lain. Pada dasarnya, memang aku di ISI ingin
2.
“Daerahnya sangat panas, pohonnya sedikit.
mencari relasi, bukan cuma di fakultas sendiri,
Daerah sekitar FSMR pohonnya sangat sedikit,
tetapi juga di fakultas lain. Tetapi mengapa harus
sangat gersang, apalagi di Taman FSMR itu
terpisah sangat jauh? Tetapi ya sudah, mungkin
pohonnya sangat kurang jika dibandingkan
karena bisanya bangun gedung di situ, jadi masih
dengan fakultas-fakultas lain.”
bisa dimaklumi.”
“Yang pasti sangat panas karena gersang dan
“Intinya FSMR suka dianaktirikan saja, sih. ISI
pohonnya sedikit, jadi kalau orang ingin
lebih fokus pada daerah dekat Rektorat, tetapi
memakai fasilitasnya, seperti duduk di Taman
FSMR jarang diperhatikan. Enggak tau sih,
FSMR pada siang hari, itu enggak enak.”
rasanya seperti dianaktirikan saja. Kita di
“Kurang lebih FSMR sudah aman. Paling, tanam
seperti fakultas lain.”
belakang sendiri, terus tidak diperhatikan 3.
pohon dan kasih tong sampah di setiap lantai.”
BULETIN KONTEMPORER
15
Anonim (Penciptaan Musik 2023, FSP) 1.
“Di prodi aku, Penciptaan Musik di Rektorat
Anonim (DKV 2023, FSR) 1.
“Menurutku, tulisan-tulisan di setiap fakultas
Lama, permasalahan fasilitas biasanya ada di
juga masih belum diperbaiki. Di Gedung DKV
instrumen. Yang kedua, tong sampahnya sedikit.
saja banyak tulisannya yang hilang.”
Menurutku, yang paling penting itu instrumen, ya. Soalnya, kita yang Musik sering pakai
2.
instrumen. Kalau dari sudut pandangku sebagai pemain instrumen piano—di Lantai 1 Rektorat
mungkin karena satu lantai dengan ruangan
Lama, ada dua ruangan grand piano. Yang
dosen, walaupun tidak sebersih itu juga. Lantai 3
pertama dikunci, yang kedua dulunya tidak
jarang dipakai.”
dikunci, tetapi sekarang sudah dikunci. Ruangan yang kedua itu tempatnya kotor, tuning-nya fals
3.
nyaman. Di Plaza FSR juga banyak bolong-
sudah cukup berumur dan tidak dirawat. Karena
bolongnya. Kalau malam, kadang lampunya
sekarang dua-duanya dikunci, jadi kita harus
tidak dinyalakan, dan jalannya seperti itu. Kita
pindah ke gedung lain, jauh, ke Gedung Jurusan
yang fokus saja masih kadang-kadang keselipet,
Seni Musik. Menurutku, minimal ruangan
apalagi yang tidak fokus sama sekali.”
latihan di Rektorat Lama diperbanyak atau pianonya dijaga dan dirawat supaya kita tidak
“Yang paling terasa kalau misalnya kegiatan
pindah jauh.
sampai malam. Kalau ada acara-acara besar seperti pameran, fasilitas lampu itu kadang tidak
“Kita sering pindah gedung. Kita tidak punya
terasa. Kadang anak-anak yang menyiapkan
tempat latihan yang benar-benar fixed dari
lampunya, dan itu mengeluarkan biaya lagi.”
kampus, jadi kita harus pindah-pindah. Kalau
3.
“Oh, jalannya. Banyak jalan yang retak-retak, yang bolong-bolong, dan itu terkadang tidak
banget, terus kondisi grand piano itu sendiri yang
2.
“WC. Di Lantai 1, kacanya tidak menyeluruh, terus sangat kotor. Di Lantai 2, itu lumayan,
Seni Musik dan Pendidikan Musik sudah ada
“Masalah jalanan sih yang lebih terasa kalau
(instrumen). Kalau Penciptaan Musik dan
sehari-hari, terutama bagi pejalan kaki. Mungkin
Penyajian Musik harus ikut gedung mereka.”
bagi pesepeda juga.”
“Menurutku, tong sampah sangat jarang. Di
4.
“Setelah beberapa bulan memakai Gedung DKV
fakultas aku, WC-nya kurang. Di Rektorat Lama
dan aku butuh toilet. Itu baru terasa. Enggak
kebersihannya sangat kurang. Paling, GKU sih
enak banget.”
yang lumayan. Di Gedung Seni Musik juga lumayan kotor, kecuali di auditoriumnya.”
5.
“Aku enggak tau… semoga lebih baik deh kalau begitu.”
4.
“Sudah lama, sebelum aku sudah ada. Cuma baru-baru ini saja ruangan grand piano yang satunya dikunci.”
5.
“Tolong dijaga saja instrumen-instrumennya, itu kan mahal, ya. Pianonya jangan dikasih rokok, berbekas soalnya. Tuning kalau bisa, soalnya cempreng bunyinya, jangan hanya piano di Concert Hall saja yang dijaga, mentang-mentang untuk konser.”
Bayu (Desain interior 2021, FSR) 1.
“Kamar mandinya kotor, rusak, dan tidak ada tanda-tanda mau diperbaiki. Ada kamar mandi yang masih berfungsi, tetapi keran airnya sering mati, terus juga tidak ada sabun cuci tangan ataupun tisu. Tong sampah juga sangat minim, bahkan sering hilang. Sering terjadi penumpukkan sampah yang akhirnya menjadi bau dan menyebabkan polusi mata jika tidak diangkut secara berkala. Musalanya sangat kotor dan tidak terawat, apa tidak ada petugas
BULETIN KONTEMPORER
16
kebersihan yang khusus mengurus kebersihan
penumpukan. Air yang terkadang pampat dan
musala? Area Plaza FSR dari dulu nyamuknya
kamar mandi yang kurang layak untuk sekelas
sangat banyak. Padahal seharusnya Plaza
kampus.”
fakultas bersih, nyaman, dan tidak banyak nyamuk supaya terasa nyaman untuk
2.
“Studio untuk pengerjaan karya yang dibatasi
mengerjakan tugas dan berkumpul.”
jam operasional dan alat yang kurang memadai.
“Di Desain Interior, kelas studionya terlalu kecil
kampus dan membeli alat secara mandiri. Selain
Dampaknya, kami jarang memanfaatkan fasilitas 2.
untuk jumlah mahasiswa yang banyak. Jadi saat
itu, kurangnya perhatian dalam penataan dan
ada kelas di studio itu rasanya terbatas dan
pemeliharaan alat sehingga cepat kotor dan
sempit. AC di dalam kelas juga tidak menyala,
rusak.”
membuat gerah dan tidak fokus saat pembelajaran. Musala yang kotor dan tidak terawat mengharuskan keluar jauh dari gedung prodi hanya untuk salat.” 3.
“Sama seperti yang aku sebutkan tadi, yang perlu dibenahi itu fasilitas kamar mandi prodi,
3. 4.
5.
“Please, studionya diberikan sistem yang lebih bagus, seperti penanggung jawab dari mahasiswa sehingga bisa mengerjakan karya
Kebersihan kamar mandi dan musala prodi juga
hingga malam tanpa harus mengikuti jam kerja
perlu ditingkatkan lagi. Tong sampah perlu
karyawan. Terkait peminjaman alat dan fasilitas
diperbanyak dan bagaimana caranya supaya
kampus juga sebaiknya melewati PJ dengan
tidak hilang. Kalau perlu, Kelas Studio Prodi
sanksi apabila ada kerusakan dan diberi aturan
Interior diluaskan lagi atau dipindahkan ke
penggunaan. Kamar mandi bruoooohh, kemproh
tempat yang lebih luas. Soalnya, setiap tahun
Ra umum. Setiap jurusan sepertinya perlu tim
juga jumlah mahasiswa yang diterima makin
kebersihan khusus untuk kamar mandi.”
bertambah, kan.” “Sudah lama sepertinya. Mulai aku awal kuliah malah.” 5.
“Tidak tahu pastinya mulai kapan, tetapi yang pasti sudah dari lama.”
seperti keran air, sabun cuci tangan, dan tisu.
4.
“Studio di Kriya dan kamar mandi, sih.”
“Tolong diperbaiki dulu fasilitas yang rusak,
Anonim (Animasi 2021, FSMR) 1.
“Kurangnya maintenance dari pihak kampus
bermasalah, dan kurang memadai itu. Kalau bisa,
sehingga banyak barang atau fasilitas yang
uangnya jangan dipakai untuk bangun-bangun
bagus menjadi tidak terurus dan rusak.”
hal lain. Tentang sampah, intinya, ada petugas yang bertugas mengambil atau enggak, sih? Apa
2.
“Kamar mandi yang bagus, tetapi sedikit tidak terurus; air yang menggenang entah dari mana;
memang tidak bekerjasama dengan TPA terdekat? Terus minta tolong, bagaimana
noda sisa cat dari tugas praktik. Fasilitas tempat
solusinya? Masa, sampahnya cuma dibakar? Soal
sampah juga kurang memadai. Tidak tersedianya
Plaza FSR yang banyak nyamuk, seharusnya
aplikasi atau fitur yang memadai di PC lab
kampus rutin mengadakan penyemprotan agar
komputer kampus, seperti Microsoft Office dan
nyamuknya tidak makin berkembang biak dan
aplikasi yang mendukung produksi karya.”
memakan korban.”
3.
“Kamar mandi dan tempat sampah di sekitar kampus.”
Anonim (Kriya 2021, FSR) 1.
“Tempat sampah yang tidak jelas alur pembuangannya sehingga sering kali terjadi
4.
“Sedari awal kegiatan kuliah.”
5.
“Dengan segala aset dan fasilitas yang tersedia, mohon diurus dan dibenahi agar tidak mubazir
BULETIN KONTEMPORER
17
sumber daya. Sayang sekali, sudah ada barang
yang sudah tidak berfungsi juga mengganggu
yang tersedia, tetapi tidak terurus dan rusak.”
kenyamanan di kelas, serta Wifi yang jangkauannya tidak sampai sangat sulit untuk digunakan.”
Abdur Rouf Syaban Anggi (Film dan Televisi 2020,
3.
FSMR) 1.
"Yang perlu dibenahi ialah keberihan kamar mandi/toilet, keran yang tidak berfungsi, lampu yang rusak, AC yang mati, dan perluasan
"Masalah yang sedikit mengganggu ialah tempat
jangkauan Wifi kampus.”
sampah karena setiap dilaksanakan suatu kegiatan di area kampus, sangat sulit untuk
4.
"Dari awal saya masuk kampus.”
menemukannya, sehingga ketika mahasiswa ingin membuang sampah, mereka harus
5.
“Semoga keluhan mengenai fasilitas kampus ini
mencari-cari keberadaanya terlebih dulu"
didengar dan segera dilakukan pembenahan
"Dari jurusan Film dan Televisi sendiri menurut
kampus.”
demi kenyamanan proses pembelajaran di 2.
saya ialah kurangnya fasilitas ruang publik terbuka sehingga tidak ada tempat untuk mahasiswa mengerjakan tugas bersama, menunggu pergantian mata kuliah, ataupun untuk sekedar bersantai.” 3.
keberadaanya terlebih dulu"
belum banyak dan disediakannya public space Semoga segera dibangun selagi masa
untuk mencuci tangan.” 3.
" Yang utama yaitu Kamar mandi dan wastafelnya."
4.
" Sejak saya menjadi Mahasiswa Baru”
5.
“ Saya berharap semoga kedepannya fasilitas yang ada di kampus menjadi lebih baik terutama
jurusan Film dan Televisi dilakukan."
kamar mandi kampus.”
"Kondisi kamar mandi/toilet yang kotor dan beberapa keran air yang tidak bisa digunakan. Ada juga beberapa AC yang sudah tidak berfungsi, serta Wifi yang jangkauannya tidak sampai ke beberapa kelas sehingga sulit untuk digunakan.”
2.
" Yang paling berdampak bagi saya adalah kamar mandi yang wastafelnya tidak dapat digunakan
pembangunan asrama yang berada di prodi
Nadhira Tsurayya Syaninda (Seni Musik 2023, FSP) 1.
2.
“Disediakannya tempat sampah yang masih bagi mahasiswa jurusan Film dan Televisi.
" Masalahnya adalah terdapat beberapa fasilitas kampus yang sudah tua dan mulai rapuh."
"Sejak saya menginjakkan kaki di ISI Yogyakarta 2020 lalu”
5.
1.
"Yang pertama adalah tempat sampah agar mahasiswa tidak harus mencari-cari
4.
Ni Made Tirta Baira Pusparini (Seni Tari 2022, FSP)
"Sama seperti jawaban say sebelumnya, yaitu kondisi kamar mandi/toilet yang kotor dan keran air yang tidak berfungsi membuat saya tidak mau menggunakan bahkan disaat terdesak. AC
K
ILUSTRASI: NURUL AZAMI RAMADHANI / KRIYA SENI 2023 NANDA MELYA HAPSARI / DKV 2022
KONTEMPORER
IRONI
K
KONTEMPORER
EVENT KAMPUS
Mengosongkan Distraksi di Era Gen Z Lewat Pameran Ke-6 Aksi Artsy ADE SAKINAH NOVIANA / TATA KELOLA SENI 2022 M. ILHAM YAFI / FILM DAN TELEVIS 2023 SAYNEDIVA MALIKA PUTRI / TATA KELOLA SENI 2023
Peresmian Pembukaan Secara Simbolis "Resulting of the Blank Space" Aksi Artsy #6 Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pada awalnya, Aksi Artsy terbentuk karena
dengan reaksi refleks.
Himpunan Mahasiswa Jurusan Seni Rupa (HMJ) ingin membuat acara besar tahunan di Jurusannya. Gagasan
Mela Indri Wibawani dan Pulu Nara Surya Utama selaku
tersebut dipimpin oleh Ajeng Pratiwi selaku ketua HMJ
kurator menjelaskan bahwa Blank Page atau Halaman
Seni Murni pada tahun 2016. Hingga saat ini, Aksi Artsy
Kosong yang dimaksud ialah menjadi refleksi untuk kita
sukses dengan tujuannya yakni membuat acara besar
semua dalam menghadapi kebisingan dan banyaknya
tahunan yang menjadi wadah kolaborasi dan
informasi yang dapat kita akses secara cepat dari mana
menyambung relasi bagi angkatan baru, alumni, dan para
saja, terutama di era digital ini. Refleksi untuk
seniman. Pengusungan konsep yang berbeda pada setiap
memberikan keheningan sesaat dan menilik diri kita
tahunnya menjadi salah satu hal yang menarik.
semua agar dapat memproses kejadian dan memahami kekacauan itu sendiri. Result yang berarti hasil dari
Di Pameran keenam ini, Aksi Artsy mengusung
realitas atau kenyataan yang berada di luar kendali kita
konsep yang bertema “Resulting of the Blank Page”. Tema
sebagai manusia. Ada banyak kekacauan yang terjadi di
ini bertujuan untuk menenangkan fenomenologi yang
luar kendali kita, di tengah banyaknya gempuran
terbentuk dalam bahasa visual dan sosial. Fenomena yang
informasi yang terus mengalir pada zaman ini,
berhubungan dengan banjirnya informasi, di mana
keksosongan dan keheningan adalah sesuatu yang kita
segalanya mudah diakses oleh setiap orang. Setiap objek
butuhkan agar bisa menyelaraskan diri
visual yang kita hadapi, setiap hari tecermin dalam fenomena sosial yang seakan memaksa untuk merespons
Pada Opening Ceremony ini, Aksi Artsy
BULETIN KONTEMPORER
20
menyuguhkan penampilan-penampilan dari Band lokal
kreatif dan out of the box, Ia tertarik memaknai setiap
yakni Downey, Fenom, Gubuk Derita, Marsmolys,
karya yang cenderung multitafsir. Menurutnya, mereka
Marsons, dan Rasta Krina. Selain itu, terdapat pula
seolah memberikan opsi kalau setiap manusia punya
workshop art therapy workshop kolase bersama kawan-
caranya masing-masing untuk bertahan hidup. Fira juga
kawan disabilitas di penghujung hari acara
mengatakan, bahwa ia menikmati dan menantikan
dilaksanakannya Aksi Artsy. Dalam pameran ini sendiri
karya-karya hebat selanjutnya.
terdapat 65 karya seni yang disuguhkan, karya seni lukis, grafis, patung, dan instalasi. Sejumlah 65 karya seni
“Kesan pertama saya memasuki pameran Aksi
tersebut merupakan hasil kurasi dari partisipasi 57
Artsy adalah saya langsung me-notice penempatan
mahasiswa Jurusan Seni Murni Institut Seni Indonesia
letaknya. Sangat tertata rapi dan enak dilihat.
Yogyakarta yang mengikuti opencall, tiga kolektif seni
Pencahayaan utama pamerannya juga cukup, tidak
dan enam seniman undangan
terlalu terang dan tidak terlalu gelap namun tetap menyoroti setiap karya”. tutur Niki (Mahasiswa Desain Interior 2023). Aksy Artsy berhasil membawa konsep “Resulting of the Blank Space” dan membawa berbagai kesan bagi pengunjung pameran. Tema yang spesifik dan bisa diterima dalam berbagai macam prespektif ini mampu memunculkan banyak nilai dan inspirasi bagi para pengunjung dari berbagai macam program studi atau jurusan di ISI Yogyakarta.
AFTER THE NEWS BEFORE THE DEATH, 2023 oleh Bio Andaru. Sumber Gambar : E-Catalogue Resulting of The Blank Page
Dari berbagai macam karya dan instalasi ada satu karya yang menarik perhatian yaitu karya dari Bio Andaru yang berjudul After the News Before the Death. Beliau mengangkat isu wartawan yang hilang karena keberaniannya dalam mengungkapkan fakta lewat berita yang mereka gaungkan. Lewat karya instalasi ini, pengunjung diajak merenungkan tentang bagaimana kejujuran, kebenaran, dan keadilan yang dipertanyakan lewat metafora dari barang-barang instalasi di dalamnya. Seperti tripod yang dipasang bagian kepala tengkorak di atasnya, juga refleksi dari besi-besi yang dirangkai abstrak, disorot oleh cahaya lampu, dan bayangannya terpancarkan ke tembok, seolah menggambarkan uraianuraian tragedi yang dialami oleh wartawan dalam menyebarkan kebenaran. Terdapat pula berbagai respons pengunjung seperti mahasiswa fotografi yang mengaku banyak mendapat inspirasi setelah mengunjungi pameran tersebut. Sementara itu, pada wawancara langsung, November 2023 (menurut Fira, Mahasiswa Desain Produk 2023), selain mendapatkan inspirasi untuk berkarya
K
ILUSTRASI: SHAFA NABILAH / DKV 2023
KONTEMPORER
KOMIK