Jurnal Barekeng Vol. 7 No. 2 Hal. 41 – 46 (2013)
IDENTIFIKASI STRUKTUR DASAR SMARANDACHE NEAR-RING Identification of Basic Structure on Smarandache Near-Ring YOHANA YUNET BAKARBESSY1, HENRY W. M. PATTY2 , ELVINUS R. PERSULESSY3 1
Mahasiswa JurusanMatematika FMIPA UNPATTI 2,3 JurusanMatematika FMIPA UNPATTI Jl. Ir. M. Putuhena, KampusUnpatti, Poka-Ambon, Maluku e-mail: henrywmpatty81@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini membahas identifikasi struktur-struktur tersebut melalui definisi dan teorema dengan tahapan sebagai berikut : mengidentifikasi struktur ring dan perkembangannya seperti lapangan, near-ring dan near-field, mengidentifikasi struktur dasar Smarandache near-ring yang dibangun oleh near-ring dengan himpunan bagian sejatinya near-field, mengidentifikasi struktur dasar Smarandache near-ring lainnya berdasarkan perkembangan struktur dasar Smarandache near-ring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur Smarandache near-ring dapat juga teridentifikasi lewat himpunan yang merupakan Grup near-ring atas near-field đ?‘?2 atau đ?‘?đ?‘? lainnya.
Kata kunci: near-field, near-ring, Smarandache near-ring.
PENDAHULUAN Dalam salah satu klasifikasi aljabar yaitu aljabar abstrak, dipelajari struktur aljabar seperti grup dan ring yang didefinisikan dan diajarkan secara aksiomatis. Seiring berjalannya waktu, struktur grup maupun struktur ring terus mengalami perkembangan. Terlihat ketika aksioma-aksioma lain ditambahkan atau bahkan dilepas dari aksioma pembentukan struktur grup maupun ring maka muncul struktur aljabar baru. Misalnya dari grup, dikembangkan menjadi semigrup, sedangkan dari ring dikembangkan menjadi semiring juga lapangan (field). Selain semiring dan lapangan, jika sifat komutatif terhadap " + " dan sifat distributif kiri dilepas dari syarat terbentuknya ring, maka akan muncul struktur baru yang disebut “Near-ring�. Hal ini membuat ada beberapa perbedaan sifat antara near-ring dan ring, sehingga kajian tentang near-ring tetap menjadi topik yang menarik untuk diteliti. Dalam perkembangannya, studi tentang near-ring tidak terlepas dari near-field, karena near-field dibentuk dari penambahan sifat identitas dan invers pada operasi pergandaan di near-ring sehingga near-ring dan nearfield masing-masing memiliki karakteristik yang khusus. Selanjutnya, jika dipunyai suatu near-ring dengan himpunan bagiannya yang near-field akan membuat
struktur near-ring tersebut memiliki sifat atau karakteristik yang dikenal dengan nama Smarandache near-ring. Jadi, secara aljabar suatu himpunan đ?‘ merupakan Smarandache near-ring jika memenuhi (đ?‘ , +,∙) near-ring dan đ??´ ⊂ đ?‘ , dengan (đ??´, +,∙) near-field. Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti merasa tertarik untuk mempelajari dan membahas lebih dalam struktur dasar dari Smarandache near-ring.
TINJAUAN PUSTAKA Dalam perkembangan aljabar abstrak, Florentin Smarandache menyusun konsep struktur aljabar khusus, yaitu suatu himpunan yang memiliki himpunan bagian sejati dengan struktur yang diperluas. Seperti konsep semigrup khusus yang membicarakan tentang semigrup dengan himpunan bagian sejatinya grup, konsep ring khusus yang membicarakan tentang ring dengan himpunan bagian sejatinya lapangan (Florentin Smarandache, 2000). Oleh Padilla (1998) beberapa konsep ini diikuti dan diperkenalkan dengan nama struktur aljabar Smarandache, yang juga membicarakan konsep semigrup khusus yang kemudian diperkenalkan dengan nama
42
Barekeng Vol. 7 No. 2 Hal. 41 – 46 (2013)
Smarandache semigrup, juga konsep ring khusus yang diperkenalkan dengan nama Smarandache ring. Setelah menggabungkan konsep Smarandache ring dengan konsep ring, Vasantha Kandasamy kemudian memperkenalkan beberapa konsep baru dalam Smarandache ring yang sama sekali tidak dibahas oleh Padilla, dan menuangkannya dalam buku yang berjudul “Smarandache Ringâ€? (W.B.V.Kandasamy, 2002). Di tahun yang sama, Kandasamy kemudian menyusun lagi konsep Smarandache near-ring yang idenya berasal dari konsep Smarandache ring. Konsep ini berisi near-ring dengan himpunan bagian sejatinya nearfield. Near-ring dan near-field masing-masing adalah salah satu perkembangan struktur ring dan lapangan. Oleh Kandasamy, konsep Smarandache near-ring diuraikan melalui beberapa definisi dan contoh. Berdasarkan sumber tersebut dan didukung beberapa literatur lainnya, peneliti mencoba menyusun penelitian tentang identifikasi struktur dasar Smarandache nearring. Definisi 1 (Near-ring) Diberikan himpunan đ?‘ ≠∅. Pada đ?‘ didefinisikan operasi-operasi biner â€? + " dan â€?. ". Himpunan đ?‘ disebut near-ring terhadap kedua operasi biner tersebut, jika memenuhi : i) (đ?‘ , +) adalah grup. ii) (đ?‘ ,∙) adalah semigrup. iii) Distributif Kanan (∀ đ?‘Ž, đ?‘?, đ?‘? ∈ đ?‘ )(đ?‘Ž + đ?‘?) ∙ đ?‘? = đ?‘Ž âˆ™ đ?‘? + đ?‘? ∙ đ?‘? Himpunan đ?‘ terhadap operasi penjumlahan dan pergandaan yang didefinisikan padanya disebut near-ring dan dinotasikan dengan (đ?‘ , +,∙). Contoh 1 Diberikan (đ??ş, +) grup. Pada đ??ş didefinisikan operasi " â‹… " sebagai berikut (∀đ?‘Ž, đ?‘? ∈ đ??ş )đ?‘Ž â‹… đ?‘? = đ?‘Ž Dapat ditunjukkan bahwa (đ??ş, +,â‹…) merupakan near-ring. Definisi 2 (near-ring abelian) Suatu near-ring N dikatakan near-ring abelian jika N memenuhi sifat komutatif terhadap operasi "+", yaitu (∀ đ?‘Ž, đ?‘?, ∈ đ?‘ ) đ?‘Ž + đ?‘? = đ?‘? + đ?‘Ž Contoh 2
đ?‘Ž đ?‘? đ?‘€ď€˛ď‚´ď€˛ = {( ) |đ?‘Ž, đ?‘?, đ?‘?, đ?‘‘ ∈ â„? } đ?‘? đ?‘‘ terhadap operasi penjumlahan matriks biasa merupakan grup abelian dan (đ?‘€ď€˛ď‚´ď€˛ , +,â‹…) memenuhi aksioma pembentukan near-ring, maka diperoleh (đ?‘€ď€˛ď‚´ď€˛ , +,â‹…) merupakan near-ring abelian. Telah
diketahui
Definisi 3 (near-ring distributif) Suatu near-ring N dikatakan near-ring distributif jika N memenuhi sifat distributif kiri, yaitu (∀ đ?‘Ž, đ?‘?, đ?‘? ∈ đ?‘ ) đ?‘Ž âˆ™ (đ?‘? + đ?‘?) = đ?‘Ž âˆ™ đ?‘? + đ?‘Ž âˆ™ đ?‘? Contoh 3 (ℤ, +,∙) merupakan near-ring distributif dengan " + " dan " ∙ " adalah operasi penjumlahan dan pergandaan pada himpunan ℤ .
Definisi 4 (near-ring komutatif) Suatu near-ring N dikatakan near-ring komutatif jika N memenuhi sifat komutatif terhadap operasi ".", yaitu (∀ đ?‘Ž, đ?‘? ∈ đ?‘ ) đ?‘Ž âˆ™ đ?‘? = đ?‘? ∙ đ?‘Ž Contoh 4 (ℤ, +,∙ ), (ℚ, +,∙ ), (â„?, +,∙ ), (â„‚, +,∙ ) merupakan near-ring komutatif dengan " + " dan " ∙ " berturut-turut adalah operasi penjumlahan dan pergandaan pada himpunan ℤ, ℚ, â„?, dan â„‚ . Definisi 5 Diberikan (đ?‘ , +,∙) near-ring. i) Elemen đ?‘’ ∈ đ?‘ disebut elemen satuan kiri terhadap operasi pergandaan jika (∀ đ?‘Ž âˆˆ đ?‘ ) đ?‘’đ?‘Ž = đ?‘Ž ii) Elemen đ?‘’ ∈ đ?‘ disebut elemen satuan kanan terhadap operasi pergandaan jika (∀ đ?‘Ž âˆˆ đ?‘ ) đ?‘Žđ?‘’ = đ?‘Ž iii) Elemen đ?‘’ ∈ đ?‘ disebut elemen satuan terhadap operasi pergandaan jika (∀ đ?‘Ž âˆˆ đ?‘ ) đ?‘’đ?‘Ž = đ?‘Žđ?‘’ = đ?‘Ž Definisi 6 (near-ring dengan elemen satuan) Suatu near-ring N dikatakan near-ring dengan elemen satuan jika N memuat elemen satuan terhadap operasi pergandaan, yaitu (∃ đ?‘’ ∈ đ?‘ ) (∀ đ?‘Ž âˆˆ đ?‘ )đ?‘Žđ?‘’ = đ?‘’đ?‘Ž = đ?‘Ž Contoh 5 (ℤ, +,∙) merupakan near-ring dengan elemen satuan 1. Definisi 7 Misalkan (đ?‘ , +,∙) near-ring dengan elemen satuan đ?‘’ dan đ?‘Ž âˆˆ đ?‘ . i) Elemen đ?‘ ∈ đ?‘ disebut invers kiri dari đ?‘Ž terhadap operasi pergandaan jika đ?‘ đ?‘Ž = đ?‘’ ii) Elemen đ?‘ ∈ đ?‘ disebut invers kanan dari đ?‘Ž terhadap operasi pergandaan jika đ?‘Žđ?‘ = đ?‘’ iii) Elemen đ?‘ ∈ đ?‘ disebut invers dari đ?‘Ž terhadap operasi pergandaan jika đ?‘ đ?‘Ž = đ?‘Žđ?‘ = đ?‘’ Invers dari đ?‘Ž terhadap operasi pergandaan dinotasikan dengan đ?‘Žâˆ’1 . Definisi 8 (near-field) Near-ring (đ?‘€, +,∙) disebut near-field, jika i) (đ?‘€, +,∙) adalah near-ring dengan elemen satuan ii) Setiap elemen tak nol di đ?‘€ mempunyai invers terhadap pergandaan di đ?‘€ (∀ đ?‘Ž âˆˆ đ?‘€) [đ?‘Ž â‰ 0 ⇒ (∃đ?‘Žâˆ’1 ∈ đ?‘€) đ?‘Žđ?‘Žâˆ’1 = đ?‘Ž âˆ’1 đ?‘Ž = đ?‘’] Contoh 6 Diberikan â„?2 = {(đ?‘Ž, đ?‘?)|đ?‘Ž, đ?‘? ∈ â„?} merupakan near-field terhadap operasi penjumlahan dan pergandaan yang didefinisikan untuk setiap đ?‘Ž, đ?‘? ∈ â„?2 sebagai berikut : i) (đ?‘Ž1 , đ?‘Ž2 ) + (đ?‘?1 , đ?‘?2 ) = (đ?‘Ž1 + đ?‘?1 , đ?‘Ž2 + đ?‘?2 ) ii) (đ?‘Ž1 , đ?‘Ž2 ) ∙ (đ?‘?1 , đ?‘?2 ) = (đ?‘Ž1 ∙ đ?‘?1 , đ?‘Ž2 ∙ đ?‘?2 ) Bakarbessy | Patty| Persulessy
| Mahmud
43
Barekeng Vol. 7 No. 2 Hal. 41 – 46 (2013)
Definisi 9 (subnear-ring) Diberikan (đ?‘ , +,∙) near-ring dan (đ?‘†, +) adalah subgrup dari N. S disebut subnear-ring jika memenuhi đ?‘†. đ?‘† ⊆ đ?‘† atau (∀đ?‘Ž, đ?‘? ∈ đ?‘†)đ?‘Ž. đ?‘? ∈ đ?‘† Contoh 7 Diberikan(ℤ, +,∙) near-ring. (2ℤ, +,∙) merupakan subnear-ring dari ℤ. Definisi 10 Diberikan (đ?‘ , +,∙) near-ring dan I adalah subgrup normal dari N. i) I disebut ideal kanan dari N jika memenuhi đ??ź. đ?‘ ⊆ đ??ź atau (∀ đ?‘– ∈ đ??ź) (∀đ?‘Ž âˆˆ đ?‘ )đ?‘–. đ?‘Ž âˆˆ đ??ź ii) I disebut ideal kiri dari N jika memenuhi (∀ đ?‘Ž, đ?‘? ∈ đ?‘ ) (∀đ?‘– ∈ đ??ź) đ?‘Ž(đ?‘? + đ?‘–) − đ?‘Žđ?‘? ∈ đ??ź iii) I disebut ideal dari N jika I merupakan ideal kanan dan ideal kiri dari N. Definisi 11 Diberikan (đ??ş,∙) grup dan himpunan đ?‘ ≠∅. Dengan himpunan đ?‘ adalah near-ring dengan elemen satuan dan komutatif atau himpunan đ?‘ adalah near-field. đ?‘ G adalah Grup near-ring dengan semua penjumlahan biasa yang berhingga dengan bentuk ∑đ?‘›đ?‘–=1 đ?›źđ?‘– đ?‘”đ?‘– dengan đ?›źđ?‘– ∈ đ?‘ dan đ?‘”đ?‘– ∈ đ??ş jika memenuhi : ∑ đ?›źđ?‘– đ?‘”đ?‘– = ∑ đ?›˝đ?‘– đ?‘”đ?‘– ⇔ đ?›źđ?‘– = đ?›˝đ?‘– , dengan đ?›źđ?‘– , đ?›˝đ?‘– ∈ đ?‘ i) ii) ∑ đ?›źđ?‘– đ?‘”đ?‘– + ∑ đ?›˝đ?‘– đ?‘”đ?‘– = ∑(đ?›źđ?‘– + đ?›˝đ?‘– ) đ?‘”đ?‘– iii) đ?›źđ?‘– đ?‘”đ?‘– = đ?‘”đ?‘– đ?›źđ?‘– iv) (∑ đ?›źđ?‘– đ?‘”đ?‘– )(∑ đ?›˝đ?‘— ℎđ?‘— ) = ∑[(∑ đ?›źđ?‘– đ?›˝đ?‘— )đ?‘”đ?‘– ℎđ?‘— ] Diasumsikan 1 â‹… đ?‘” = đ?‘”, ∀ đ?‘” ∈ đ??ş
Himpunan đ?‘ disebut Smarandache near-ring (S-nearring) terhadap kedua operasi biner tersebut, jika memenuhi : i) (đ?‘ , +,∙) adalah near-ring. a. (đ?‘ , +) adalah grup. b. (đ?‘ ,∙) adalah semigrup. c. Distributif Kanan (∀ đ?‘Ž, đ?‘?, đ?‘? ∈ đ?‘ )(đ?‘Ž + đ?‘?) ∙ đ?‘? = đ?‘Ž âˆ™ đ?‘? + đ?‘? ∙ đ?‘? ii) (đ??´, +,∙) adalah near-field. a. (đ??´, +) adalah grup. b. (đ??´ ∖ {0}, ∙) adalah grup. c. Distributif Kanan (∀ đ?‘Ž, đ?‘?, đ?‘? ∈ đ??´)(đ?‘Ž + đ?‘?) ∙ đ?‘? = đ?‘Ž âˆ™ đ?‘? + đ?‘? ∙ đ?‘? Contoh 10 Diberikan (đ?‘?đ?‘› , +,â‹…) ring dan (đ?‘?2 , +,â‹…) near-field terhadap operasi penjumlahan dan pergandaan modulo đ?‘›. Himpunan đ?‘?đ?‘› dengan đ?‘› > 2 merupakan S-near-ring dengan đ?‘?2 merupakan himpunan bagian sejati dari đ?‘?đ?‘› atau (đ?‘?2 ⊂ đ?‘?đ?‘› dan đ?‘?2 ≠đ?‘?đ?‘› ). Penyelesaian: Jelas đ?‘?2 ⊂ đ?‘?đ?‘› dan đ?‘?2 ≠đ?‘?đ?‘› , dengan đ?‘› > 2. (đ?‘?đ?‘› , +,â‹…) near-ring i) Karena (đ?‘?đ?‘› , +,â‹…) ring, maka (đ?‘?đ?‘› , +,â‹…) juga nearring sehingga đ?‘?đ?‘› dengan đ?‘› > 2 merupakan nearring. ii) I.
(đ?‘?2 , +,â‹…) near-field (đ?‘?2 , +) grup
+ 0 1
Contoh 8 Diberikan đ?‘?2 = {0, 1} near-field dan đ??ş = â&#x;¨đ?‘”|đ?‘”2 = 1â&#x;Š. đ?‘?2 đ??ş adalah grup near-ring dari grup đ??ş atas near-field đ?‘?2 . Definisi 12 Diberikan {đ?‘ đ?‘– } adalah keluarga near-ring (đ?‘– ∈ đ??ź, đ??ź = {1,2, ‌ , đ?‘&#x;}). đ?‘ = đ?‘ 1 Ă— đ?‘ 2 Ă— ‌ Ă— đ?‘ đ?‘&#x; =Ă— đ?‘ đ?‘– yang didefinisikan terhadap operasi penjumlahan dan pergandaan disebut direct product atas near-ring đ?‘ đ?‘– . Contoh 9 Diberikan (ℤ, +,∙) merupakan ring. đ?‘ = ℤ Ă— ℤ = {(đ?‘§, đ?‘§)|đ?‘§ ∈ ℤ} terhadap operasi penjumlahan dan pergandaan merupakan near-ring. Maka đ?‘ direct product atas near-ring ℤ. Penyelesaian: Karena (ℤ, +,∙) merupakan ring, jelas (ℤ, +,∙) juga merupakan near-ring sehingga đ?‘ =ℤ×ℤ= {(đ?‘§, đ?‘§)|đ?‘§ ∈ ℤ} merupakan near-ring. Maka đ?‘ direct product atas near-ring ℤ.
HASIL DAN PEMBAHASAN Smarandache Near-ring Definisi 13 Diberikan himpunan đ?‘ ≠∅ dengan đ??´ himpunan bagian sejati dari đ?‘ atau (đ??´ ⊂ đ?‘ dan đ??´ ≠đ?‘ ). Pada đ?‘ didefinisikan operasi-operasi biner " + " dan " ∙ " .
Tabel 1 (đ?‘?2 , +) 0 0 1
1 1 0
Berdasarkan Tabel 1 terlihat bahwa (đ?‘?2 , +) memenuhi semua aksioma grup dengan elemen netral 0. II.
(đ?‘?2 ∖ {0},â‹…) grup Tabel 2 (đ?‘?2 ∖ {0},â‹…) 1 â‹… 1
1
Berdasarkan Tabel 2 terlihat bahwa (đ?‘?2 ∖ {0},â‹…) memenuhi semua aksioma grup dengan elemen satuan 1. III.
Distributif kanan Ambil sebarang đ?‘Ž, đ?‘?, đ?‘? ∈ đ?‘?2 Akan ditunjukkan (đ?‘Ž + đ?‘?) â‹… đ?‘? = đ?‘Ž â‹… đ?‘? + đ?‘? â‹… đ?‘? Untuk sebarang đ?‘Ž, đ?‘?, đ?‘? ∈ đ?‘?2 , semua kemungkinan yang muncul adalah : đ?‘Ž đ?‘Ž đ?‘Ž đ?‘Ž
= 0; đ?‘? = 0; đ?‘? = 0 = 0; đ?‘? = 0; đ?‘? = 1 = 0; đ?‘? = 1; đ?‘? = 0 = 0; đ?‘? = 1; đ?‘? = 1
đ?‘Ž đ?‘Ž đ?‘Ž đ?‘Ž
= 1; = 1; = 1; = 1;
đ?‘? đ?‘? đ?‘? đ?‘?
= 0; đ?‘? = 0 = 1; đ?‘? = 0 = 0; đ?‘? = 1 = 1; đ?‘? = 1
Bakarbessy | Patty| Persulessy
| Mahmud
44
Barekeng Vol. 7 No. 2 Hal. 41 – 46 (2013)
Ambil đ?‘Ž = 0; đ?‘? = 0; đ?‘? = 0 (đ?‘Ž + đ?‘?) â‹… đ?‘? = (0 + 0) â‹… 0 =0â‹…0 =0 =0+0 =0â‹…0+0â‹…0 =đ?‘Žâ‹…đ?‘?+đ?‘?â‹…đ?‘? ii. Ambil đ?‘Ž = 0; đ?‘? = 0; đ?‘? = 1 (đ?‘Ž + đ?‘?) â‹… đ?‘? = (0 + 0) â‹… 1 =0â‹…1 =0 =0+0 =0â‹…1+0â‹…1 =đ?‘Žâ‹…đ?‘?+đ?‘?â‹…đ?‘? iii. Ambil đ?‘Ž = 0; đ?‘? = 1; đ?‘? = 0 (đ?‘Ž + đ?‘?) â‹… đ?‘? = (0 + 1) â‹… 0 =1â‹…0 =0 =0+0 =0â‹…0+1â‹…0 ` =đ?‘Žâ‹…đ?‘?+đ?‘?â‹…đ?‘? iv. Ambil đ?‘Ž = 0; đ?‘? = 1; đ?‘? = 1 (đ?‘Ž + đ?‘?) â‹… đ?‘? = (0 + 1) â‹… 1 =1â‹…1 =1 =0+1 =0â‹…1+1â‹…1 =đ?‘Žâ‹…đ?‘?+đ?‘?â‹…đ?‘? v. Ambil đ?‘Ž = 1; đ?‘? = 0; đ?‘? = 0 (đ?‘Ž + đ?‘?) â‹… đ?‘? = (1 + 0) â‹… 0 =1â‹…0 =0 =0+0 =1â‹…0+0â‹…0 =đ?‘Žâ‹…đ?‘?+đ?‘?â‹…đ?‘? vi. Ambil đ?‘Ž = 1; đ?‘? = 1; đ?‘? = 0 (đ?‘Ž + đ?‘?) â‹… đ?‘? = (1 + 1) â‹… 0 =0â‹…0 =0 =0+0 =1â‹…0+1â‹…0 =đ?‘Žâ‹…đ?‘?+đ?‘?â‹…đ?‘? vii. Ambil đ?‘Ž = 1; đ?‘? = 0; đ?‘? = 1 (đ?‘Ž + đ?‘?) â‹… đ?‘? = (1 + 0) â‹… 1 =1â‹…1 =1 =1+0 =1â‹…1+0â‹…1 =đ?‘Žâ‹…đ?‘?+đ?‘?â‹…đ?‘? viii. Ambil đ?‘Ž = 1; đ?‘? = 1; đ?‘? = 1 (đ?‘Ž + đ?‘?) â‹… đ?‘? = (1 + 1) â‹… 1 =0â‹…1 =0 =1+1 =1â‹…1+1â‹…1 =đ?‘Žâ‹…đ?‘?+đ?‘?â‹…đ?‘? i.
Berdasarkan I, II, III terbukti (đ?‘?2 , +,â‹… ) near field. Berdasarkan i) dan ii), terbukti (đ?‘?đ?‘› , +,â‹… ) dengan đ?‘› > 2 merupakan S-near-ring.
Smarandache subnear-ring Definisi 14 Diberikan (đ?‘ , +,∙) S-near-ring. Himpunan đ?‘‡ ≠∅ dan đ?‘‡ adalah himpunan bagian sejati dari đ?‘ . Himpunan đ?‘‡ disebut Smarandache subnear-ring (S-subnear-ring) dari đ?‘ jika memenuhi: (đ?‘‡, +,∙) S-near-ring, yaitu: i) (đ?‘‡, +,∙) adalah near-ring a. (đ?‘‡, +) adalah grup. b. (đ?‘‡,∙) adalah semigrup. c. Distributif Kanan (∀ đ?‘Ž, đ?‘?, đ?‘? ∈ đ?‘‡)(đ?‘Ž + đ?‘?) ∙ đ?‘? = đ?‘Ž âˆ™ đ?‘? + đ?‘? ∙ đ?‘? ii) đ?‘† himpunan bagian sejati dari đ?‘‡ atau (đ?‘† ⊂ đ?‘‡ dan đ?‘† ≠đ?‘‡), đ?‘† near-field. a. (đ?‘†, +) adalah grup. b. (đ?‘† ∖ {0}, ∙) adalah grup. c. Distributif Kanan (∀ đ?‘Ž, đ?‘?, đ?‘? ∈ đ?‘†)(đ?‘Ž + đ?‘?) ∙ đ?‘? = đ?‘Ž âˆ™ đ?‘? + đ?‘? ∙ đ?‘? Contoh 11 Diberikan đ?‘?2 near-field, đ?‘†đ?‘› adalah grup simetrik atas bilangan berhingga đ?‘› dan đ??ť = đ?‘†3 = {đ?œŒ0 , đ?œŒ1 , đ?œŒ2 , đ?œ‡1 , đ?œ‡2 , đ?œ‡3 } dengan 1 đ?œŒ0 = ( 1 1 đ?œŒ1 = ( 2 1 đ?œŒ2 = ( 3
2 2 2 3 2 1
3 ) 3 3 ) 1 3 ) 2
1 đ?œ‡1 = ( 1 1 đ?œ‡2 = ( 3 1 đ?œ‡3 = ( 2
2 3 2 2 2 1
3 ) 2 3 ) 1 3 ) 3
dan đ?œŒ dan đ?œ‡ adalah permutasi-permutasi untuk himpunan đ??´ = {1,2,3}. đ?‘?2 đ?‘†đ?‘› adalah grup near-ring atas near-field đ?‘?2 . Grup near-ring đ?‘?2 đ?‘†đ?‘› juga merupakan S-near ring dan đ?‘?2 đ??ť adalah S-subnear-ring dengan đ??ť ⊂ đ?‘†đ?‘› dan đ??ť ≠đ?‘†đ?‘› , serta đ?‘?2 ⊂ đ?‘?2 đ??ť dan đ?‘?2 ≠đ?‘?2 đ??ť. Penyelesaian: Jelas đ??ť ⊂ đ?‘†đ?‘› dan đ??ť ≠đ?‘†đ?‘› . i) (đ?‘?2 đ?‘†đ?‘› , +,∘) S-near ring Karena đ?‘†đ?‘› merupakan grup semua permutasi untuk himpunan berhingga đ??´ maka đ?‘†đ?‘› merupakan grup terhadap pergandaan permutasi. Sehingga berdasarkan contoh 4.1.2. maka đ?‘?2 đ?‘†đ?‘› merupakan grup near-ring sekaligus S-near-ring dengan himpunan bagian sejatinya đ?‘?2 yang merupakan near-field . ii) (đ?‘?2 đ??ť, +,∘) S-near ring dengan đ?‘?2 đ??ť ⊂ đ?‘?2 đ?‘†đ?‘› Sebelum dibuktikan (đ?‘?2 đ??ť, +,∘) S-near ring akan dibuktikan đ??ť merupakan grup terhadap pergandaan permutasi. I. (đ??ť,∘) grup Diberikan himpunan đ??´ = {1,2,3}, đ?œŒ dan đ?œ‡ adalah permutasi-permutasi untuk himpunan đ??´. đ??ť = đ?‘†3 = {đ?œŒ0 , đ?œŒ1 , đ?œŒ2 , đ?œ‡1 , đ?œ‡2 , đ?œ‡3 } dengan 1 đ?œŒ0 = ( 1 1 đ?œŒ1 = ( 2 1 đ?œŒ2 = ( 3
2 2 2 3 2 1
3 ) 3 3 ) 1 3 ) 2
1 đ?œ‡1 = ( 1 1 đ?œ‡2 = ( 3 1 đ?œ‡3 = ( 2
2 3 2 2 2 1
3 ) 2 3 ) 1 3 ) 3
Bakarbessy | Patty| Persulessy
| Mahmud
45
Barekeng Vol. 7 No. 2 Hal. 41 – 46 (2013)
∘
đ?œŒ0
Tabel 3 (đ??ť,∘) đ?œŒ1 đ?œŒ2 đ?œ‡1
đ?œ‡2
đ?œ‡3
đ?œŒ0
đ?œŒ0
đ?œŒ1
đ?œŒ2
đ?œ‡1
đ?œ‡2
đ?œ‡3
đ?œŒ1 đ?œŒ2 đ?œ‡1 đ?œ‡2 đ?œ‡3
đ?œŒ1 đ?œŒ2 đ?œ‡1 đ?œ‡2 đ?œ‡3
đ?œŒ2 đ?œŒ0 đ?œ‡2 đ?œ‡3 đ?œ‡1
đ?œŒ0 đ?œŒ1 đ?œ‡3 đ?œ‡1 đ?œ‡2
đ?œ‡3 đ?œ‡2 đ?œŒ0 đ?œŒ2 đ?œŒ1
đ?œ‡1 đ?œ‡3 đ?œŒ1 đ?œŒ0 đ?œŒ2
đ?œ‡2 đ?œ‡1 đ?œŒ2 đ?œŒ1 đ?œŒ0
Berdasarkan Tabel 3 terlihat bahwa (đ??ť,∘) memenuhi semua aksioma grup dengan elemen 1 2 3 satuan đ?œŒ0 = ( ). 1 2 3 II. (đ?‘?2 đ??ť, +,∘) S-near-ring Karena himpunan đ??ť merupakan grup terhadap pergandaan permutasi đ?œŒ dan đ?œ‡ untuk himpunan đ??´ = {1,2,3} maka berdasarkan contoh 4.1.2. maka đ?‘?2 đ??ť merupakan grup near-ring sekaligus S-near-ring dengan himpunan bagian sejatinya đ?‘?2 yang merupakan near-field . Berdasarkan i) dan ii) maka đ?‘?2 đ??ť merupakan Ssubnear-ring dengan đ?‘?2 ⊂ đ?‘?2 đ??ť dan đ?‘?2 ≠đ?‘?2 đ??ť. Selanjutnya akan dibahas struktur dasar S-nearring lainnya yaitu Smarandache ideal pada near-ring. Smarandache Ideal Pada Near-Ring Definisi 15 Diberikan (đ?‘ , +,∙) S-near ring, đ??ź adalah subgrup normal dari đ?‘ dan đ?‘‹ near-field pada đ?‘ . a. đ??ź disebut Smarandache ideal kanan (S-ideal kanan) dari đ?‘ jika memenuhi đ??ź ∙ đ?‘‹ ⊆ đ??ź atau (∀đ?‘– ∈ đ??ź)(∀đ?‘Ľ ∈ đ?‘‹) đ?‘– ∙ đ?‘Ľ ∈ đ??ź b. đ??ź disebut Smarandache ideal kiri (S-ideal kiri) dari đ?‘ jika memenuhi (∀đ?‘Ľ, đ?‘Ś âˆˆ đ?‘‹)(∀đ?‘– ∈ đ??ź) đ?‘Ľ(đ?‘Ś + đ?‘–) − đ?‘Ľđ?‘Ś âˆˆ đ??ź c. đ??ź disebut Smarandache ideal (S-ideal) dari đ?‘ jika đ??ź merupakan ideal kanan dan ideal kiri dari đ?‘ . Contoh 12 Diberikan đ?‘?2 near-field,đ?‘€ = đ?‘?2 Ă— đ?‘?9 Ă— đ?‘?5 = {(đ?‘Ž, đ?‘?, đ?‘?)|đ?‘Ž âˆˆ đ?‘?2 , đ?‘? ∈ đ?‘?9 , đ?‘? ∈ đ?‘?5 } merupakan S-near-ring dengan operasi penjumlahan dan pergandaan didefinisikan untuk setiap đ?‘Ž âˆˆ đ?‘?2 , đ?‘? ∈ đ?‘?9 , đ?‘? ∈ đ?‘?5 sebagai berikut: i. (đ?‘Ž1 , đ?‘?1 , đ?‘?1 ) + (đ?‘Ž2 , đ?‘?2 , đ?‘?2 ) = (đ?‘Ž1 + đ?‘Ž2 , đ?‘?1 + đ?‘?2 , đ?‘?1 + đ?‘?2 ) ii. (đ?‘Ž1 , đ?‘?1 , đ?‘?1 ) â‹… (đ?‘Ž2 , đ?‘?2 , đ?‘?2 ) = (đ?‘Ž1 â‹… đ?‘Ž2 , đ?‘?1 â‹… đ?‘?2 , đ?‘?1 â‹… đ?‘?2 ) dan đ?‘ = đ?‘?2 Ă— đ?‘?2 Ă— đ?‘?2 = {(đ?‘Ľ, đ?‘Ś, đ?‘§)|đ?‘Ľ, đ?‘Ś, đ?‘§ ∈ đ?‘?2 } near field dengan operasi penjumlahan dan pergandaan didefinisikan untuk setiap đ?‘Ľ, đ?‘Ś, đ?‘§ ∈ đ?‘?2 sebagai berikut: i. (đ?‘Ľ1 , đ?‘Ś1 , đ?‘§1 ) + (đ?‘Ľ2 , đ?‘Ś2 , đ?‘§2 ) = (đ?‘Ľ1 + đ?‘Ľ2 , đ?‘Ś1 + đ?‘Ś2 , đ?‘§1 + đ?‘§2 ) ii. (đ?‘Ľ1 , đ?‘Ś1 , đ?‘§1 ) â‹… (đ?‘Ľ2 , đ?‘Ś2 , đ?‘§2 ) = (đ?‘Ľ1 â‹… đ?‘Ľ2 , đ?‘Ś1 â‹… đ?‘Ś2 , đ?‘§1 â‹… đ?‘§2 ) Dengan đ?‘ ⊂ đ?‘€. đ?‘‚ = đ?‘?2 Ă— đ?‘?2 Ă— {0} = {(đ?‘Ž, đ?‘?, 0)|đ?‘Ž, đ?‘? ∈ đ?‘?2 } merupakan Sideal dari đ?‘€ dengan near-field đ?‘ dengan operasi penjumlahan dan pergandaan didefinisikan untuk setiap đ?‘Ž, đ?‘? ∈ đ?‘?2 sebagai berikut : i. (đ?‘Ž1 , đ?‘?1 , 0) + (đ?‘Ž2 , đ?‘?2 , 0) = (đ?‘Ž1 + đ?‘Ž2 , đ?‘?1 + đ?‘?2 , 0) ii. (đ?‘Ž1 , đ?‘?1 , 0) â‹… (đ?‘Ž2 , đ?‘?2 , 0) = (đ?‘Ž1 â‹… đ?‘Ž2 , đ?‘?1 â‹… đ?‘?2 , 0)
Penyelesaian: i) (đ?‘€, +,â‹…) S-near-ring Berdasarkan contoh 4.1.1 maka đ?‘?9 , đ?‘?5 merupakan near-ring dengan near-field đ?‘?2 sehingga berdasarkan definisi 4.2.1 maka đ?‘€ = đ?‘?2 Ă— đ?‘?9 Ă— đ?‘?5 merupakan Sdirect product yang juga adalah S-near-ring terhadap operasi penjumlahan " + " dan pergandaan "â‹…" yang didefinisikan padanya. ii) (đ?‘ , +,â‹…) near-field I. (đ?‘ , +) grup đ?‘ = đ?‘?2 Ă— đ?‘?2 Ă— đ?‘?2 = {(0,1) Ă— (0,1) Ă— (0,1)}
= {(0,0,0), (0,1,0), (1,0,0), (1,1,0), (0,0,1), (0,1,1), (1,0,1), (1,1,1)}
Berdasarkan perhitungan tabel klasik đ?‘ = đ?‘?2 Ă— đ?‘?2 Ă— đ?‘?2 terhadap operasi penjumlahab terlihat bahwa (đ?‘ , +) memenuhi semua aksioma grup dengan elemen netral (0,0,0). II. (đ?‘ ∖ {0},â‹…)grup Tabel 4. (đ?‘ (1,1,1) ∖ {0},â‹…) â‹… (1,1,1) (1,1,1) Berdasarkan Tabel 4 terlihat bahwa (đ?‘ \{0},â‹…) memenuhi semua aksioma grup dengan elemen satuan (1,1,1). III. Distributif kanan Karena đ?‘ = đ?‘?2 Ă— đ?‘?2 Ă— đ?‘?2 dengan đ?‘?2 merupakan near-field maka berdasarkan sifat 4.2.1 sifat distributif kanan berlaku pada himpunan đ?‘ . iii) đ?‘‚ subgrup normal dari đ?‘ I. đ?‘‚ subgrup đ?‘ Karena đ?‘‚ = đ?‘?2 Ă— đ?‘?2 Ă— {0} dan đ?‘ = đ?‘?2 Ă— đ?‘?2 Ă— đ?‘?2 maka đ?‘‚ ⊂ đ?‘ . Selanjutnya akan dibuktikan himpunan đ?‘‚ subgrup đ?‘ . Ambil sebarang đ?‘Ž, đ?‘? ∈ đ?‘‚. Akan ditunjukkan đ?‘Ž + đ?‘? ∗ ∈ đ?‘‚. Karena đ?‘Ž, đ?‘? ∈ đ?‘‚ maka đ?‘Ž = (đ?‘Ž1 , đ?‘Ž2 , 0 ), dengan đ?‘Ž1 , đ?‘Ž2 ∈ đ?‘?2 đ?‘? = (đ?‘?1 , đ?‘?2 , 0 ), dengan đ?‘?1 , đ?‘?2 ∈ đ?‘?2 Karena đ?‘‚ = đ?‘?2 Ă— đ?‘?2 Ă— {0} dengan đ?‘?2 merupakan near-field yang jelas juga merupakan near-ring maka berdasarkan pembuktian teorema 4.2.1 i) himpunan đ?‘‚ juga merupakan near-ring sehingga himpunan đ?‘‚ memiliki invers terhadap operasi "+". Selanjutnya, đ?‘? ∈ đ?‘‚ maka đ?‘? memiliki invers. Misalkan đ?‘? ∗ merupakan invers đ?‘? sehingga đ?‘? ∗ ∈ đ?‘‚ maka đ?‘? ∗ = (đ?‘? ∗1 , đ?‘? ∗ 2 , 0 ) , dengan đ?‘? ∗1 , đ?‘? ∗ 2 ∈ đ?‘?2 Selanjutnya, đ?‘Ž + đ?‘? ∗ = (đ?‘Ž1 , đ?‘Ž2 , 0 ) + (đ?‘? ∗1 , đ?‘? ∗ 2 , 0 ) = (đ?‘Ž1 + đ?‘? ∗1 , đ?‘Ž2 + đ?‘? ∗ 2 , 0 ) = (đ?‘?1 , đ?‘?2 , 0 ) ∈ đ?‘‚ dengan đ?‘?1 = đ?‘Ž1 + đ?‘? ∗1 dan đ?‘?2 = đ?‘Ž2 + đ?‘? ∗ 2 . II. đ?‘‚ subgrup normal dari đ?‘ Ambil sebarang đ?‘Ž âˆˆ đ?‘‚ dan đ?‘? ∈ đ?‘ Akan ditunjukkan đ?‘? + đ?‘Ž + đ?‘? ∗ ∈ đ?‘‚. Karena đ?‘Ž âˆˆ đ?‘‚ dan đ?‘? ∈ đ?‘ maka đ?‘Ž = (đ?‘Ž1 , đ?‘Ž2 , 0) , dengan đ?‘Ž1 , đ?‘Ž2 ∈ đ?‘?2 đ?‘? = (đ?‘?1 , đ?‘?2 , đ?‘?3 ) , dengan đ?‘?1 , đ?‘?2 , đ?‘?3 ∈ đ?‘?2 Karena đ?‘? ∈ đ?‘ dan đ?‘ merupakan near-field maka đ?‘? memiliki invers. Misalkan đ?‘? ∗ merupakan invers đ?‘? Bakarbessy | Patty| Persulessy
| Mahmud
46
Barekeng Vol. 7 No. 2 Hal. 41 – 46 (2013)
sehingga đ?‘?∗ ∈ đ?‘ maka đ?‘? ∗ = (đ?‘? ∗1 , đ?‘? ∗ 2 , đ?‘? ∗ 3 ), ∗ ∗ ∗ đ?‘? 1 , đ?‘? 2 , đ?‘? 3 ∈ đ?‘?2 Selanjutnya,
dengan
đ?‘? + đ?‘Ž + đ?‘? ∗ = (đ?‘?1 , đ?‘?2 , đ?‘?3 ) + (đ?‘Ž1 , đ?‘Ž2 , 0) + (đ?‘? ∗1 , đ?‘? ∗ 2 , đ?‘? ∗ 3 ) = (đ?‘?1 + đ?‘Ž1 , đ?‘?2 + đ?‘Ž2 , đ?‘?3 + 0) + (đ?‘? ∗1 , đ?‘? ∗ 2 , đ?‘? ∗ 3 ) = (đ?‘?1 + đ?‘Ž1 + đ?‘? ∗1 , đ?‘?2 + đ?‘Ž2 + đ?‘? ∗ 2 , đ?‘?3 + đ?‘? ∗ 3 ) ( i) = (đ?‘?1 + đ?‘? ∗1 + đ?‘Ž1 , đ?‘?2 + đ?‘? ∗ 2 + đ?‘Ž2 , đ?‘?3 + đ?‘? ∗ 3 ) (ii) = (0 + đ?‘Ž1 , 0 + đ?‘Ž2 , 0) = (đ?‘Ž1 , đ?‘Ž2 , 0) ∈ đ?‘‚
Karena đ?‘Ž1 , đ?‘Ž2 , đ?‘?1 , đ?‘?2 , đ?‘?3 , đ?‘? ∗1 , đ?‘? ∗ 2 , đ?‘? ∗ 3 ∈ đ?‘?2 dan đ?‘?2 merupakan near-field maka berlaku sifat asiosiatif terhadap penjumlahan sehingga berlaku (i) ke (ii). iv) đ?‘‚ S-ideal kanan dan juga S-ideal kiri I. đ?‘‚ S-ideal kanan (∀đ?‘Ž âˆˆ đ?‘‚)(∀đ?‘? ∈ đ?‘ ) đ?‘Ž â‹… đ?‘? ∈ đ?‘‚ Ambil sebarang đ?‘Ž âˆˆ đ?‘‚ dan đ?‘? ∈ đ?‘ . Akan ditunjukkan đ?‘Ž â‹… đ?‘? ∈ đ?‘‚ Karena đ?‘Ž âˆˆ đ?‘‚ dan đ?‘? ∈ đ?‘ maka đ?‘Ž = (đ?‘Ž1 , đ?‘Ž2 , 0), dengan đ?‘Ž1 , đ?‘Ž2 ∈ đ?‘?2 đ?‘? = (đ?‘?1 , đ?‘?2 , đ?‘?3 ), dengan đ?‘?1 , đ?‘?2 , đ?‘?3 ∈ đ?‘?2 Selanjutnya, đ?‘Ž â‹… đ?‘? = (đ?‘Ž1 , đ?‘Ž2 , 0) â‹… (đ?‘?1 , đ?‘?2 , đ?‘?3 ) = (đ?‘Ž1 đ?‘?1 , đ?‘Ž2 đ?‘?2 , 0) ∈ đ?‘‚ II.đ?‘‚ S-ideal kiri (∀đ?‘Ž, đ?‘? ∈ đ?‘ )(∀đ?‘? ∈ đ?‘‚) đ?‘Ž â‹… (đ?‘? + đ?‘?) − đ?‘Ž â‹… đ?‘? ∈ đ?‘‚ Ambil sebarang đ?‘Ž, đ?‘? ∈ đ?‘ dan đ?‘? ∈ đ?‘‚. Akan ditunjukkan đ?‘Ž â‹… (đ?‘? + đ?‘?) − đ?‘Ž â‹… đ?‘? ∈ đ?‘‚ Karena đ?‘Ž, đ?‘? ∈ đ?‘ dan đ?‘? ∈ đ?‘‚ maka đ?‘Ž = (đ?‘Ž1 , đ?‘Ž2 , đ?‘Ž3 ), dengan đ?‘Ž1 , đ?‘Ž2 , đ?‘Ž3 ∈ đ?‘?2 đ?‘? = (đ?‘?1 , đ?‘?2 , đ?‘?3 ), dengan đ?‘?1 , đ?‘?2 , đ?‘?3 ∈ đ?‘?2 đ?‘? = (đ?‘?1 , đ?‘?2 , 0), dengan đ?‘?1 , đ?‘?2 ∈ đ?‘?2 Selanjutnya,
bagian sejati tersebut juga teridentifikasi sebagai struktur Smarandache near-ring 3. Untuk mengidentifikasi struktur Smarandache ideal pada near-ring diperlukan himpunan yang merupakan S-near-ring dengan himpunan bagiannya yang bukan hanya merupakan subgrup normal tapi juga near-field dan memenuhi aksioma pembentukan Smarandache Ideal.
DAFTAR PUSTAKA Dummit, D. S., R. M. Foote. 1999. Abstract Algreba, Second Edition, Jhon Wiliam. Inc, N. Y.p Kandasamy, W. B. V. 2002. Smarandache Near-rings. American Research Press. Rehoboth. Kandasamy, W. B. V. 2002. Smarandache Rings. American Research Press.Rehoboth. Padilla, R. 1998. The Smarandache Algebraic Structures. Bulletin of Pure and Applied Sciences. Delhi. Smarandache, F. 2000. Special Algebraic Structures. Collected papers. Abaddaba. Oradea.
đ?‘Ž â‹… (đ?‘? + đ?‘?) − đ?‘Ž â‹… đ?‘? = (đ?‘Ž1 , đ?‘Ž2 , đ?‘Ž3 ) â‹… [(đ?‘?1 , đ?‘?2 , đ?‘?3 ) + (đ?‘?1 , đ?‘?2 , 0)] − (đ?‘Ž1 , đ?‘Ž2 , đ?‘Ž3 ) â‹… (đ?‘?1 , đ?‘?2 , đ?‘?3 ) = (đ?‘Ž1 , đ?‘Ž2 , đ?‘Ž3 ) â‹… (đ?‘?1 + đ?‘?1 , đ?‘?2 + đ?‘?2 , đ?‘?3 + 0) − (đ?‘Ž1 đ?‘?1 , đ?‘Ž2 đ?‘?2 , đ?‘Ž3 đ?‘?3 ) = (đ?‘Ž1 (đ?‘?1 + đ?‘?1 ), đ?‘Ž2 (đ?‘?2 + đ?‘?2 ), đ?‘Ž3 đ?‘?3 ) − (đ?‘Ž1 đ?‘?1 , đ?‘Ž2 đ?‘?2 , đ?‘Ž3 đ?‘?3 ) = (đ?‘Ž1 đ?‘?1 + đ?‘Ž1 đ?‘?1 , đ?‘Ž2 đ?‘?2 + đ?‘Ž2 đ?‘?2 , đ?‘Ž3 đ?‘?3 ) − (đ?‘Ž1 đ?‘?1 , đ?‘Ž2 đ?‘?2 , đ?‘Ž3 đ?‘?3 ) = (đ?‘Ž1 đ?‘?1 + đ?‘Ž1 đ?‘?1 − đ?‘Ž1 đ?‘?1 , đ?‘Ž2 đ?‘?2 + đ?‘Ž2 đ?‘?2 − đ?‘Ž2 đ?‘?2 , đ?‘Ž3 đ?‘?3 − đ?‘Ž3 đ?‘?3 ) = (đ?‘Ž1 đ?‘?1 − đ?‘Ž1 đ?‘?1 + đ?‘Ž1 đ?‘?1 , đ?‘Ž2 đ?‘?2 − đ?‘Ž2 đ?‘?2 + đ?‘Ž2 đ?‘?2 , đ?‘Ž3 đ?‘?3 − đ?‘Ž3 đ?‘?3 ) = (0 + đ?‘Ž1 đ?‘?1 , 0 + đ?‘Ž2 đ?‘?2 ,0) = (đ?‘Ž1 đ?‘?1 , đ?‘Ž2 đ?‘?2 , 0) ∈ đ?‘‚
Berdasarkan i), ii), iii), iv) maka terbukti đ?‘‚ = đ?‘?2 Ă— đ?‘?2 Ă— {0} merupakan S-ideal dari đ?‘€ dengan near-field
KESIMPULAN Dari hasil pembahasan dan uraian pada bab-bab sebelumnya maka diperoleh beberapa kesimpulan antara lain : 1. Suatu struktur Smarandache near-ring tidak hanya teridentifikasi oleh suatu himpunan yang near-ring dengan himpunan bagian sejatinya yang near-field tetapi juga melalui suatu himpunan yang merupakan grup near-ring atas near-field đ?‘?2 atau đ?‘?đ?‘? yang lainnya. 2. Suatu struktur Smarandache subnear-ring teridentifikasi oleh bukan hanya himpunan bagian tapi himpunan bagian sejati dari suatu himpunan yang merupakan Smarandache near-ring dengan himpunan Bakarbessy | Patty| Persulessy
| Mahmud