Skip to main content

HALAL REVIEW edisi 02/Februari/2024

Page 1

COVER 1


IHATEC Marketing Research is positioned to provide data and strategic recommendations on the market and consumer behavior towards halal products. However, IHATEC Marketing Research also provides services of marketing research in general.

Why Choose Ihatec Marketing Research? 1 Ihatec MR is supported by a team that has good experience and knowledge

2 Ihatec MR is able to run research in many cities, because we have extensive network.

3 Ihatec MR is able to optimize research budget

Our Services Customer Research

Brand Research

Service Monitoring

Service Audit

Marketing Evaluation

Industrial Research

Contact Us

IHATEC MARKETING RESEARCH Bogor Icon Office Center 3rd Floor, Bukit Cimanggu City, Sholeh Iskandar 1, Tanah Sereal, Bogor City, Indonesia 16168

0812 9059 4266 www.ihatec-mr.com info@ihatec-mr.com @ihatecmr


From The Editor Alhamdulillah, majalah HALAL REVIEW edisi kedua telah hadir di tengah pembaca. Edisi kali ini HALAL REVIEW mengangkat tema tentang halal sebagai bagian dari strategi untuk merebut pasar kosmetik. Tema ini menarik karena produk kosmetik termasuk salah satu produk yang wajib disertifikasi halal. Industri kosmetik adalah salah satu industri yang memiliki potensi pasar yang besar. Hal ini karena produk kosmetik dibutuhkan oleh semua kelompok umur, baik perempuan maupun laki-laki. Yang menarik, permintaan kosmetik telah mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan semakin banyak konsumen yang mencari produk halal. Ya, dewasa ini konsumen semakin peduli terhadap produk yang halal, tidak saja terhadap produk makanan dan minuman tetapi juga terhadap produk kosmetik. Hasil survei IHATEC Marketing Research mengungkap tingkat kepentingan dicantumkan label di produk kosmetik tergolong tinggi yakni mencapai 80% lebih. Tentu ini merupakan peluang perusahaan untuk dapat melayani pasar kosmetik dengan produk-produk halal. Pasar produk kosmetik halal saat ini semakin berkembang di Indonesia. Dalam laporannya di State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report, Dinar Standard mengkurasi belanja produk kosmetik halal di Indonesia mencapai US$5,4 miliar, atau lebih dari 85 triliun rupiah pada 2022, dan diperkirakan akan mencapai US$129 miliar pada tahun 2027. Potensi pasar yang besar mendapat sambutan positif dari dunia industri dalam negeri dengan semakin banyaknya brand kosmetik lokal yang sudah berlabel halal. Untuk lebih jauh, dalam topik utama ini diulas potensi dan tantangan produk kosmetik halal. Apa saja kendala yang dihadapi perusahaan untuk memenuhi sertifikat halal. Bagaimana Perusahaan memanfaatkan halal dalam pengembangan produknya. Apakah halal sudah menjadi bagian dari strategi pemasaran produknya. Bagaimana pula strategi perusahaan dalam menjaga kehalalan produknya. Topik lain yang tak kalah menarik kiprah Muhammad Aqil Irham dalam menahkodai BPJPH sehingga badan ini sukses melakukan percepatan sertifikasi halal. Semoga bermanfaat. Anang Ghozali Editor in Chief

PEMIMPIN UMUM Evrin Lutfika

REDAKTUR Siti Nurhayati Catur Prasetyo Audia Ari Anidah Kheptin Mentary F Mohammad Andika Priyandana Syauqi Ahmad

PEMIMPIN REDAKSI Anang Ghozali REDAKTUR AHLI Prof. Irwandi Jaswir, M.Sc., Ph.D.v Prof. Dr. Ir. Feri Kusnandar, M.Sc. Dr. Wahyu T. Setyobudi, MM., ATP., CPM. Ir. Nur Wahid, M.Si Purwono, S.IP

HALAL REVIEW @HALALREVIEW_

SEKRETARIS REDAKSI Tiara Aprilia Rizky

Diterbitkan oleh IHATEC Publisher (PT Insan Halal Cendekia) Alamat:

Bogor Icon Central Office Lt. 3, Bukit Cimanggu City, Jl. Sholeh Iskandar No.1, Cibadak, Tanah Sareal, Bogor 16168 +62811-1145-060 (Whatsapp)

HALAL REVIEW

E-Mail : publisher@ihatec.com

RISET Fachruddin Putra Jaya FOTOGRAFER Tri Hadi Prayitno DESAIN & LAYOUT Novia Putri Sari KEUANGAN Feby Sabrina IT Agisna Gusti Ainun PEMASARAN Dinda Yunita Berlian Dwi Ayu

Majalah HALAL REVIEW mengulas tentang potensi halal dalam pengembangan bisnis di pasar Indonesia maupun pasar global, untuk memberikan informasi dan inspirasi bagi pembaca maupun pelaku bisnis dalam menangkap peluang potensi pasar halal dan terbit satu bulan sekali.

ISSN 3032-1964 Majalah ini dapat diperbanyak sebagian atau seluruhnya untuk kepentingan pendidikan dan non komersial lainnya dengan tetap mencantumkan sumbernya.

HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

1


CONTENTS HALAL REVIEW / FEBRUARI 2024

16 OVERVIEW

12

HALAL INSIGHT Label Halal Sebagai Nilai Tambah

2 HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

20 23 26 29 32 36

Tingkatkan Daya Saing Kosmetik Indonesia di Pasar Global Sempurnakan Produk Halal dengan Sistem Bisnis Syariah Indonesia Sebagai Pasar Prioritas Bagi Pixy, Halal Adalah Fundamental Label Halal Sebagai Brand Image

Potensi Halal di Industri Kosmetik Indonesia


04 HALAL INSIGHT

Komunitas Sebagai Tulang Punggung Pemasaran Produk Halal

HALAL CORPORATE Halal Sudah Merupakan Intangible Asset

HALAL UPDATE

Awali 2024, BPJPH Kembali Raih 2 Rekor MURI

HALAL UPDATE Milad LPPOM MUI Ke 35

HALAL UPDATE

MAKKAH HALAL FORUM

HALAL KNOWLEDGE Menilik Kehalalan Produk Kosmetik

TOKOH Mengawal Indonesia Menuju Pusat Halal Dunia

08 43 46 47 48 50

38

40

HALAL BRAND

Tingkatkan Pangsa Pasar Melalui Produk Halal

HALAL ISSUE

Implikasi Penggunaan Kosmetik Tidak Tembus Air

HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

3


Muhammad Aqil Irham Kepala BPJPH Kemenag RI Foto: Istimewa

Mengawal Indonesia Menuju Pusat Halal Dunia Transformasi layanan Jaminan Produk Halal menjadi prioritas Muhammad Aqil Irham di dalam percepatan sertifikasi halal produk, sekaligus upaya mengawal Indonesia mewujudkan cita-cita menjadi pusat produsen produk halal nomor 1 di dunia.

4 HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024


TOKOH

L

ogo halal Indonesia kini telah berganti wajah, yang efektif berlaku sejak Mei 2022. Hal ini sejalan dengan perpindahan wewenang sertifikasi halal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) ke Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) RI. Pergantian logo halal dengan identitas dan filosofi baru tersebut, sejatinya tak terlepas dari inisiasi Muhammad Aqil Irham, Kepala BPJPH Kemenag untuk memperbaiki kualitas pelayanan Jaminan Produk Halal di Tanah Air. Gebrakan yang dilakukan tidak hanya mengubah logo, berbagai upaya dan terobosan strategis pun dilakukannya

dalam percepatan sertifikasi halal produk, sekaligus memperkuat ekosistem halal di Indonesia. Sejak resmi dilantik pada Oktober 2021 lalu, Aqil menavigasi seluruh transformasi layanan Jaminan Produk Halal BPJPH. Mulai dari penguatan regulasi Jaminan Produk Halal (JPH), penguatan ekosistem penyelenggara layanan sertifikasi halal, penguatan SDM di bidang halal dan pemerataan sebarannya di seluruh Indonesia. Selain itu memanfaatkan digitalisasi, otomasi dan integrasi sistem layanan, pembinaan JPH yang terus berkelanjutan, pengawasan JPH yang diperkuat dengan pengawasan terpadu, penguatan standar JPH, hingga penguatan kerja sama JPH di dalam maupun luar negeri. “Untuk memberikan pelayanan BPJPH yang berkualitas, aplikasi SIHALAL terus dikembangkan dengan otomasi dan digitalisasi melalui eksplorasi teknologi AI dan blockchain, termasuk memperkuat security system-nya. Sedangkan laboratorium halal BPJPH sudah berstandar internasional dengan memiliki Sertifikat Akreditasi Laboratorium Penguji SNI ISO/IEC 17025: 2017,” ungkapnya. Yang menarik di bawah kepemimpinan Aqil, BPJPH melakukan terobosan penting dengan pemberlakuan sertifikasi halal self declare dan pemberlakuan tarif layanan yang jauh lebih murah dibandingkan sebelumnya. Termasuk program Sertifikasi Halal Gratis atau Sehati bagi pelaku UMK di mana tahun ini kembali diberikan kuota 1 juta sertifikat halal gratis. “Sesuai kewenangan BPJPH yang diberikan oleh undang-undang, tentu kami mengemban tugas sebagai leading sector penyelenggaraan JPH yang semakin baik dari waktu ke waktu, dan memastikan bahwa program ini membawa implikasi positif bagi pelaku usaha dan masyarakat,” katanya. Bagian Penting Ekonomi Syariah Penyelanggaraan JPH yang semakin baik terlihat dari perkembangan industri halal di Indonesia, terutama di tahun terakhir yang menunjukkan peningkatan signifikan. Salah satu indikatornya adalah Indonesia berhasil masuk tiga besar pada the Global Islamic Economy Indicator (GIEI) dalam State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2023 yang dirilis oleh Dinar Standard. HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

5


TOKOH

Bahkan sebanyak 15 perusahaan produk halal Indonesia masuk dan mendominasi separuh dari Top 30 OIC Halal Products Companies 2023, berdasarkan keanggotaan Organization of Islamic Cooperation (OIC). “Kedua capaian ini membuktikan upaya penguatan ekosistem JPH, yang merupakan bagian penting dalam ekonomi syariah di Indonesia,” jelas Aqil. Dituturkannya hasil positif Indonesia dalam peringkat SGIE 2023 tidak terlepas dari berbagai upaya strategis pemerintah melalui BPJPH, terutama dalam penguatan ekosistem halal dan percepatan sertifikasi halal. Di antaranya, dukungan besar pemerintah terhadap UMKM lintas sektor. Termasuk upaya serius BPJPH bersama stakeholder dalam mendorong kemudahan dan percepatan sertifikasi halal khususnya bagi pelaku UMKM selama ini. “Ini tidak terlepas dari transformasi layanan sertifikasi halal yang terus ditingkatkan, baik kualitas layanannya maupun berbagai terobosan pemerintah secara regulatif maupun melalui berbagai program yang semuanya menghadirkan afirmasi bagi pelaku UMK khususnya berupa

6 HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

sertifikasi halal yang semakin mudah, cepat, transparan, murah, bahkan gratis melalui program Sehati,” sebut Aqil. Lebih 3,7 Juta Produk Tersertifikasi Halal Selama di bawah kepemimpinan Aqil, BPJPH berhasil mendapatkan banyak capaian penting dalam penyelenggaraan JPH, yang manfaatnya juga dirasakan bahkan diapresiasi oleh banyak pihak. B e r b a g a i u p a y a B PJ P H t a h u n 2 0 2 3 membuahkan capaian kenaikan signifikan yakni 129,6% produk tersertifikasi halal berdasarkan pemohon, tingkat kepuasan layanan naik hingga 118%, kemudian 100% efisiensi waktu registrasi halal sesuai SPM, 100% penanganan pengaduan produk halal terselesaikan, 103,6% TLHP terselesaikan, 90% efisiensi waktu sertifikasi halal sesuai SPM, 100,9% indeks profesionalitas ASN, dan 100,9% nilai SAKIP. Adapun berbagai capaian penting BPJPH pada tahun 2023 tersebut, di antaranya mencapai jumlah penerbitan sertifikat halal melampaui target percepatan sertifikasi halal, yakni 110,91% dari target 2023, dengan total sertifikat halal diterbitkan sebanyak 1.118.490 sertifikat.


TOKOH Kemudian meningkatkan jumlah fasilitator sertifikasi halal 2023 sebanyak 167 fasilitator dengan kuota sebanyak 11.635 sertifikat halal, dan meningkatkan jumlah auditor halal diregistrasi sebanyak 565 orang di tahun 2023, sehingga total jumlah auditor halal sebanyak 906. “Berbagai upaya BPJPH di tahun 2023 telah membuahkan hasil signifikan dalam percepatan sertifikasi halal, terbukti di tengah tahun 2023, atau per 17 Agustus 2023, target 1 juta sertifikat halal terlampaui, dan hingga kini BPJPH telah mensertifikasi halal sebanyak 3.725.846 produk,” beber Aqil. Untuk mengawal implementasi Kewajiban Sertifikasi Halal pada tahun 2024, BPJPH telah menyiapkan Strategi Kinerja tahun 2024 melalui sejumlah program strategis, meliputi Wajib Halal Oktober 2024 (WHO 2024) untuk melakukan sosialisasi kewajiban sertifikasi halal bagi produk makanan dan minuman, jasa sembelihan dan hasil sembelihan, sebagai mitigasi dalam menyambut mandatori halal 17 Oktober 2024. Pe n g a w a s a n J P H Te r p a d u b e r s a m a Kementerian/Lembaga terkait, Pengembangan aplikasi Sihalal V.4 dan security system Sihalal, Akselerasi rekognisi produk halal impor melalui asesmen 39 LHLN dari 16 negara dan yang sudah MRA sebanyak 37 LHLN dari 16 negara serta promosi kain halal di 5 negara.

Bekerja Out of The Box Kunci keberhasilan Aqil dalam menahkodai BPJPH, lantaran sebagai pemimpin ia memiliki jiwa keteladanan bagi pegawainya, dengan selalu memberikan contoh bekerja keras, cerdas, dan out of the box, serta menanamkan bahwa menjalankan pekerjaan harus diniatkan sebagai bagian dari ibadah kepada Tuhan dan pengabdian kepada bangsa dan negara. Aqil kerap menekan kepada setiap insan di BPJPH harus menegakkan integritas, moral, mau belajar untuk meningkatkan kompetensi, dan menumbuhkan budaya bekerja keras dan bekerja cerdas dengan cara-cara yang out of the box. “Kalau menggunakan cara-cara biasa maka pelaku usaha yang menurut data Kemenkop UKM jumlahnya 65 juta ini butuh waktu ratusan tahun lebih untuk dapat tersertifikasi halal semua. Padahal Undang-undang memerintahkan kewajiban ser tifikat halal harus dimulai implementasinya per Oktober 2024. Artinya, tidak cukup hanya kerja keras, tapi juga kerja cerdas alias out of the box,” ucapnya. (Mohamad)

HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

7


HALAL INSIGHT

Komunitas Sebagai Tulang Punggung Pemasaran Produk Halal

“A

Dr. Wahyu T. Setyobudi, MM., ATP., CPM. Peneliti Global Business Marketing Binus Business School

8 HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

da kartu member-nya pak?” Ini adalah per tanyaan yang jamak kita dengar ketika berbelanja di café, minimarket, atau bahkan s e k e d a r laundr y u n t u k sehari-hari. Sadar atau tidak, banyak di antara konsumen yang ternyata tidak memiliki kartu member, bahkan tidak memiliki niat untuk bergabung dengan program loyalitas, walaupun rutin melakukan pembelian. Secara umum, keuntungan masuknya pelanggan ke dalam suatu komunitas sangatlah besar bagi sebuah brand. Sayangnya, tidak semua pemasar mampu menarik hati konsumen. Nah dalam konteks produk halal, prinsip-prinsip praktek membangun komunitas tersebut berasosiasi dengan konsep jamaah yang telah lama menjadi perhatian utama. Sejak 14 abad lalu, Nabi SAW telah menekankan pentingnya konsep jamaah dalam hubungan masyarakat muslim. Sebagai contoh, sholat berjamaah mendapatkan pahala dua puluh tujuh kali dibanding sholat sendirian. Selain itu, dalam berbagai kesempatan, beliau juga menekankan bahwa serigala hanya akan memakan domba yang tercecer dari kelompoknya. Begitu pentingnya hidup dalam jamaah bagi masyarakat muslim, sehingga tidak berlebihan jika kita kemudian menyimpulkan bahwa jamaah, secara strategis adalah tulang punggung bagi kegiatan ibadah, maupun muamalah. Atau dapat diartikan bahwa pemasaran berbasis komunitas adalah strategi terbaik dalam membangun brand halal.


HALAL INSIGHT

Keuntungan memiliki komunitas loyal bagi perusahaan sangat beragam. Sebutlah misalnya produktivitas biaya pemasaran yang dapat melejit. Sebuah teori lama, the bucket theory of marketing menyatakan bahwa biaya untuk menarik pelanggan baru (attract), ternyata bisa mencapai lima kali lebih besar daripada biaya untuk mempertahankan pelanggan lama (retain). Dengan demikian, fokus pada program retention membawa profitabilitas ke level yang lebih baik. Belum lagi dengan komunitas, perusahaan dapat memiliki agenagen advokat yang membela jika ada berita negatif terhadap brand, menyumbangkan solusi untuk permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan, serta menyarankan rekan-rekannya untuk membeli brand kita. Nah pertanyaan berikutnya adalah, bagaimana kriteria suatu komunitas brand halal kita katakan sukses? Paling tidak ada tiga komponen utama yang perlu kita perhatikan dalam membangun

komunitas brand halal. Ketiga hal tersebut adalah nilai-nilai halal, kegiatan komunitas, dan keunggulan produk. Ketiga komponen tersebut perlu dianyam secara selaras, sehingga ketika ketiganya saling mengait, kita akan mendapatkan komunitas yang produktif. Nilai-nilai halal merupakan saripati dari berbagai prinsip transaksi muamalah yang disyariatkan, seperti keadilan, keterbukaan, menolak riba dan spekulasi. Sementara itu kegiatan komunitas mengacu pada keaktifan hubungan antar anggota, baik yang bersifat organik, dikelola sendiri, ataupun yang diinisiasi dan didukung oleh brand. Keunggulan produk di sisi lain merupakan fitur-fitur baik yang ditawarkan dari produk kita. Dengan demikian, hanya ketika ketiga komponen tersebut bertemu, kita akan mendapatkan program komunitas yang sukses. Secara lebih detil dapat dilihat pada gambar di samping. Dalam perjalanan mencapai target ideal atau bisa kita sebut sweet spot tersebut, para pemasar mungkin menemui tiga kondisi utama yaitu pertama, ketika telah mampu mengusung nilai-nilai halal dalam kegiatan komunitas, namun belum bisa mengaitkannya dengan keunggulan produk. Di sini kita menemukan fenomena kontribusi sosial, yaitu kegiatan yang dilaksanakan tidak efektif mengangkat brand dari sisi penjualan atau keunggulan bersaing. Walaupun secara umum kontribusi adalah hal yang baik, namun jika dilihat dari sisi pemasaran, tentu tidak diharapkan. Kita ingin program yang dibuat berdampak baik, secara sosial, terlebih bagi kemampuan produk melakukan penetrasi di segmen target. Kedua kondisi yang terjadi ketika keunggulan produk sudah dapat dikomunikasikan bersamaan dengan nilai-nilai halal, tetapi belum dapat masuk dalam aktivitas komunitas. Dalam hal ini kita menemui kondisi self centered marketing, yaitu kurangnya pelibatan konsumen. Kondisi ini tentu berbahaya, karena dinamika yang ada di kalangan konsumen belum dapat ditangkap oleh perusahaan. Perusahaan perlu membuka diri untuk mendengarkan, sekaligus memulai

HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

9


HALAL INSIGHT

percakapan dengan pelanggan. Kanal-kanal informasi seperti sosial media, call center, hotline atau sarana lain perlu dibuka agar terjadi percakapan dua arah untuk mendekatkan jarak antara konsumen dengan brand. Hanya melalui komunikasi dua arah dapat muncul trust dan pada akhirnya loyalitas akan terbangun dengan sendirinya. Kondisi terakhir yang perlu kita waspadai adalah ketika kita telah mampu membangun hubungan baik dengan komunitas, dan mampu mendorong keunggulan produk, namun kurang menonjol dari sisi komunikasi nilai-nilai halal. Pada kondisi ini, kita masuk dalam kriteria indifferent, artinya tidak berbeda dengan produk

10 HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

lain pada umumnya. Dalam hal ini, kehalalan tidak mampu mewarnai kegiatan, dan hanya menjadi semacam order qualifier. Dalam jangka pendek, kerugiannya tidak terlalu terasa. Namun dalam jangka panjang, program yang tidak membawa nilai-nilai halal tersebut bisa beresiko menjadi bumerang pada pesan-pesan yang hendak disampaikan. Demikianlah beberapa panduan yang kiranya dapat berguna dalam membangun komunitas produk halal yang mampu menjadi tulang punggung bagi pemasaran produk kita. Erat-erat mengikat tali, bambu dianyam menjadi rakit. Agar produk selalu di hati, jangan lupa komunitas yang solid.


BAGAIMANA MEREK ANDA BISA MERAIH TOP HALAL AWARD ? Temukan Jawabannya di

Survei yang melibatkan responden milenial di 5 kota besar indonesia Dapatkan laporan lengkap hasil survei TOP Halal Index 2024, seperti : Prilaku dan preferensi milenial dalam pembelian

Merek halal yang paling banyak dibeli milenial

Persepsi milenial terhadap produk halal

Loyalitas milenial terhadap merek halal Dan informasi penting lainnya

Merek halal yang paling diingat milenial

HUBUNGI KAMI! 0812 9059 4266 ihatecmr

Bogor Icon Center Office 3rd Floor, Bukit Cimanggu City Jl. Sholeh Iskandar No.1, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor 16168

IHATEC Marketing Research

www.ihatec-mr.com


HALAL INSIGHT

Label Halal Sebagai Nilai Tambah Kepedulian konsumen milenial terhadap produk halal semakin menonjol. Kepedulian mereka tidak saja diperlihatkan dari sikapnya yang menganggap penting dicantumkan lebel halal di kemasan produk, tapi juga mereka bersedia membayar lebih mahal kepada produk yang berlabel halal.

B

agi konsumen milenial Indonesia, pencantuman label halal pada sebuah produk merupakan hal yang penting atau sangat penting. Hal ini terungkap dari hasil survei yang dilakukan IHATEC Marketing R e s e a rc h p a d a t a h u n 2 0 2 3

12 HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

dengan melibatkan 1.300 responden milenial Indonesia, secara umum tingkat kepentingan dicantumkannya label halal di setiap kategori produk di atas 80%, artinya masuk kategori penting dan mengarah sangat penting. Pentingnya pencantuman label halal ini tidak semata memenuhi kewajiban agama, tetapi juga


HALAL INSIGHT dikaitkan dengan pentingnya mengkonsumsi produk yang sehat, berkualitas, dan terjamin keamanannya. Hal ini pula yang mendorong konsumen untuk menjadikan halal sebagai gaya hidup. Produk halal memiliki korelasi erat dengan kesehatan, kualitas, dan keamanan produk. Hal ini karena halal sangat memperhatikan pemilihan bahan baku, proses produksi, proses distribusi, dan pelaku usaha harus bisa menjamin produknya terbebas dari hal yang dianggap tidak halal. Oleh karena itu, secara tidak langsung dapat meningkatkan keamanan produk . Semakin meningkatnya kesadaran konsumen terhadap aspek kesehatan dan keamanan produk tentu mendorong produsen untuk dapat berinovasi lebih agar produk yang dihasilkan tidak hanya halal, namun juga sehat, berkualitas, dan aman. IHATEC Marketing Research dalam surveinya, mengungkap tingkat kesetujuan konsumen milenial terhadap pernyataan terkait produk halal, yang diantaranya yaitu produk halal; (1) sudah pasti produknya berkualitas, (2) sudah pasti produknya higienis, (3) sudah pasti produknya sehat, (4) sudah pasti produknya mengandung kebaikan, dan (5) sudah pasti produknya diminati. Responden yang merupakan konsumen milenial ditanyai persepsinya terhadap produk yang berlabel halal. Hasil survei menunjukkan bahwa semua responden mempersepsi produk yang halal mengandung hal yang positif atau baik. Hal ini terungkap dari jawaban responden yang menyatakan setuju dan sangat setuju dengan persentase di atas 80% terhadap pernyataanpernyataan di atas. Sebanyak 87,4% konsumen milenial menyetujui bahwa produk halal sudah pasti produknya mengandung kebaikan. Tidak heran bahwa pada era modern ini sudah banyak konsumen yang menjadikan halal sebagai lifestyle atau gaya hidup.

Kepedulian konsumen terhadap produk halal juga terlihat dari kesediaan mereka dalam membayar lebih mahal terhadap produk atau jasa yang berlabel halal dibandingkan dengan produk yang sama tetapi tidak berlabel halal. Dari 1.300 responden, sebanyak 58,7% konsumen milenial menyatakan mereka bersedia membayar lebih

Sumber: IHATEC Marketing Research

mahal untuk produk yang sama apabila produk tersebut berlabel halal. Lebih lanjut ditanyakan kepada responden, apabila bersedia membayar lebih mahal untuk produk yang berlabel Halal, perkiraan berapa persen mereka bersedia membayar lebihnya. Hasil survei yang dilakukan oleh IHATEC Marketing Research menyatakan bahwa secara umum responden menjawab di bawah 15% dengan total persentase mencapai 47,0% responden.

Sumber: IHATEC Marketing Research HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

13


HALAL INSIGHT

Sumber: IHATEC Marketing Research

Sedangkan responden yang bersedia membayar lebih di atas 15% tercatat ada 23,1% responden. Produk Halal dapat mengindikasikan bahwa produk tersebut mengandung kebaikan, sehat, berkualitas, dan terjamin keamanannya. Dengan demikian, pada era modern ini produk halal bukan hanya menjadi kebutuhan bagi konsumen yang beragama Islam saja, namun juga sudah

14 HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

menjadi lifestyle. Produk halal juga memberikan pilihan produk yang sehat, berkualitas, dan aman bagi konsumen yang semakin peduli terhadap nilai-nilai tersebut dalam lifestyle mereka. Dengan nilai positif yang terkandung tersebut, konsumen juga bersedia untuk membayar lebih mahal untuk mendapatkan produk yang sama namun sudah berlabel halal.


HALAL INSIGHT

SEBERAPA BAIK BRAND ANDA DIPERBINCANGKAN DI MEDIA SOSIAL? Social Media Monitoring menyediakan Jawaban untuk Anda Social Media Monitoring dapat digunakan untuk mengetahui berbagai isu yang dikemukakan di berbagai media online maupun media sosial sehingga perusahaan dapat melakukan antisipasi jika ada keluhan negatif tentang produk atau layanan mereka. Jika terdapat ungkapan kepuasan dari konsumen, Social Media Monitoring bisa digunakan pula sebagai media promosi untuk menaikkan image layanan produk. Perusahaan perlu menekankan pentingnya monitoring percakapan (positif/negatif ) dari berbagai media sosial agar bisa lebih memahami perilaku pelanggan atau calon pelanggan mereka.

Jenis-Jenis Social Media Monitoring Monitoring Mention

Analisis Sentimen

Monitoring Brand

Wordcloud

Monitoring Jumlah Pengikut

TOP 10 Positive or Negative

Riset Kata Kunci Monitoring Hashtag

Deteksi Bot (Robot) SNA (Social Network Analyser)

Monitoring Trend

Asosiasi (Association Rule Mining)

HUBUNGI KAMI! 0812 9059 4266 ihatecmr

Bogor Icon Center Office 3rd Floor, Bukit Cimanggu City Jl. Sholeh Iskandar No.1, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor 16168

IHATEC Marketing Research

www.ihatec-mr.com

HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

15


16 HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024


HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

17


OVERVIEW

I

ndustri produk kecantikan atau kosmetik adalah salah satu industri andalan nasional. Tercatat nilai pasar produk kosmetik di dalam negeri diperkirakan mencapai US$ 6,8 milyar dengan tingkat pertumbuhan mencapai 6% per tahun pada 2022. Terdapat lebih dari 1.000 pelaku usaha yang bergerak di sektor ini, sedangkan pelaku usaha yang tergabung di Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) sebanyak 660 perusahaan kosmetik berskala Usaha Kecil Menengah (UKM) hingga skala besar nasional maupun multinasional. Di Indonesia, industri kosmetik memiliki potensi pasar yang sangat besar. Selain Indonesia memiliki jumlah pasar yang besar, negeri ini juga memiliki ketersediaan bahan baku berupa herbal yang melimpah. Meskipun besar potensi pasarnya, Industri kosmetik merupakan sektor yang sangat kompetitif dan dipengaruhi oleh

18 HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

lifestyle masyarakat terhadap persepsi dan penggunaan produk. Seiring dengan keinginan masyarakat muslim Indonesia terhadap tersedianya produk-produk halal, dan juga melihat perkembangan pasar halal di dunia, maka Pemerintah mengeluarkan kebijakan berupa Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal mengamanatkan kewajiban sertifikat halal bagi seluruh produk beredar di Indonesia, termasuk juga produk kosmetik yang mandatori halalnya akan dilaksanakan pada 17 Oktober 2026 mendatang. Kebijakan ini disikapi beragam oleh pelaku industri kosmetik. Menurut Sancoyo Antarikso, Ketua Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi), sikap pelaku usaha ada yang menilai sebagai hambatan, tetapi di sisi lain melihatnya sebagai suatu peluang. Perkosmi sendiri sudah menjajaki kerjasama dengan seluruh pemangku


OVERVIEW kepentingan halal di Indonesia sejak kebijakan pertama diundangkan. Bila kita melihat perkembangan pasar produk halal dewasa ini, halal beauty, atau tren produk kecantikan halal kian memancarkan pesonanya di Indonesia. Tak main-main pengguna produk kosmetik halal di negeri ini menempati peringkat kedua terbesar di dunia setelah India. Dalam laporannya di State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report, Dinar Standard mengkurasi belanja produk kosmetik halal di Indonesia mencapai US$5,4 miliar, atau lebih dari 85 triliun rupiah pada 2022, dan diperkirakan akan mencapai US$129 miliar pada tahun 2027. Tak bisa dipungkiri industri halal di Indonesia cukup potensial, bahkan Indonesia berhasil menempati posisi 3 besar dalam laporan SGIE 2023. Capaian cukup menarik pada kategori obat-obatan dan kosmetik halal, Indonesia berhasil naik 3 peringkat ke posisi 5. Peringkat tersebut juga secara langsung menunjukkan geliat industri kosmetik halal di Indonesia. Potensi pasar yang besar mendapat sambutan positif dari dunia industri dalam negeri dengan semakin banyaknya brand kosmetik lokal yang sudah berlabel halal. Perkembangan pasar produk kosmetik halal yang tumbuh dengan baik ini tentu merupakan peluang yang bagus bagi Perusahaan untuk meningkatkan pangsa pasar di pasar kosmetik. Menurut Sancoyo sekarang ini masyarakat sudah menyadari pentingnya produk-produk halal, dan mulai beralih menggunakan produk kosmetik halal. Sebaliknya produsen kosmetik semakin menyadari pentingnya mendapatkan sertifikasi halal untuk produk mereka agar dapat memberikan pilihan yang aman dan dapat dikonsumsi oleh seluruh masyarakat Indonesia Kini banyak perusahaan yang menyadari bahwa halal sudah menjadi keharusan bila ingin sukses melayani pasar kosmetik di Indonesia. Dari hasil wawancara yang dilakukan HALAL REVIEW dengan beberapa perusahaan kosmetik, diketahui bahwa Perusahaan kosmetik memandang positif terhadap penerapan halal di produk kosmetik. Bahkan bagi mereka mereka, halal sudah menjadi keharusan atau sudah menjadi fundamental. Halal juga sudah

menjadi bagian dari strategi pemasaran, juga dikatakan halal sebagai bisa brand image. Perusahaan kosmetik dengan merek Pixy misalnya, perusahaan ini sangat memperhatikan dalam mengurusi persoalan halal di produkproduk Pixy. Dukungan penuh yang diberikan Top Manajemen terkait hal ini sehingga tim manajemen halal bisa bergerak dengan baik untuk menjamin kehalalan produk yang dilepas ke pasar. Dengan produk yang tersertifikasi halal, Pixy menjadikan hal tersebut sebagai bagian dari strategi pemasaran melalui pemasangan logo halal di tiap-tiap produk yang dikeluarkan termasuk menggunakan model berhijab sebagai representatif perusahaan jika produk yang digunakan dipastikan halal. Azarine, salah satu merek kosmetik lokal, juga menjadikan halal sebagai salah satu strategi utama bisnisnya. “Halal merupakan salah satu Unit Selling Point (USP) brand Azarine karena kami selalu memastikan produk-produk Azarine halal agar dipercaya masyarakat Indonesia,” Kata Dhita Algha Pratama, Marketing Manager Azarine Cosmetics. Oleh karena itu, Azarine tidak main-main dalam menetapkan standarisasi berbagai produknya, mulai dari proses produksi yang dilakukan dengan memperhatikan standar halal yang telah ditetapkan oleh MUI hingga membentuk tim khusus halal. Sementara itu, secara khusus L’oreal menjadikan Indonesia sebagai sebagai salah satu pasar prioritasnya. Hal ini karena potensi pasar kosmetik Indonesia yang begitu besar. Untuk itu, agar dapat melayani pasar kosmetika Indonesia dengan baik, L’oreal telah menjadikan seluruh produk-produk yang diproduksi di Indonesia dan beberapa pabrik di luar negeri tersertifikasi halal. Selain itu, semua produk L’Oreal juga memenuhi standar keamanan dan mutu tertinggi bagi konsumen. Memang belum semua pelaku usaha kosmetik melakukan sertifikasi halal terhadap produkproduknya, terutama pada Usaha Kecil Menengah. Kendala pun masih dijumpai. Namun dengan komitmen penuh dari stakeholder yang ada, termasuk pemerintah dalam upaya penerapan sertifikasi halal di produk kosmetik, maka target menjadikan Indonesia sebagai pusat produsen kosmetik halal bisa terwujud.

HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

19


OVERVIEW

Tingkatkan Daya Saing Kosmetik Indonesia di Pasar Global Sertifikasi halal pada produk kosmetik sangat bermanfaat untuk membangun kepercayaan konsumen dan memperluas pangsa pasar di dalam negeri, sekaligus meningkatkan daya saing di pasar internasional, terutama ke negaranegara yang mayoritas beragama Islam.

P Sancoyo Antarikso Ketua Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi)

Foto: Istimewa

20 HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

roduk kosmetik telah menjadi salah satu kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari–hari bagi banyak masyarakat Indonesia, mulai dari anak–anak hingga orang dewasa. Bahkan penggunaannya pun tak sebatas sebagai produk perawatan untuk mempercantik diri, tapi juga dalam menjaga kebersihan dan kesehatan kulit, tubuh dan rambut. “Produk kosmetik kecantikan (beauty) dan perawatan pribadi (personal care) sudah menjadi kebutuhan manusia dari lahir hingga meninggal. Tujuan penggunaannya untuk mengubah penampilan, menjaga kebersihan dan melindungi tubuh agar lebih baik,” kata Sancoyo Antarikso, Ketua Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi). Kebutuhan dan permintaan yang tinggi membuat perkembangan produk kosmetik di Indonesia terbilang cukup cepat. Terbukti munculnya berbagai jenis kosmetik baik tradisional maupun modern dengan berbagai formula baru. Yang menarik, permintaan kosmetik telah mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan semakin banyak konsumen yang mencari produk halal.


OVERVIEW Menurut Sancoyo kini masyarakat sudah menyadari pentingnya produk–produk halal, dan mulai beralih menggunakan produk kosmetik halal. Sebaliknya produsen kosmetik semakin menyadari pentingnya mendapatkan sertifikasi halal untuk produk mereka agar dapat memberikan pilihan yang aman dan dapat dikonsumsi oleh seluruh masyarakat Indonesia. “Walau produk kosmetik digunakan di luar tubuh atau permukaan kulit. Ada kemungkinan kandungan-kandungan kosmetik bisa tertelan masuk ke tubuh, dan mempengaruhi sah tidaknya wudhu seorang Muslim ketika hendak sholat. Jadi produk kosmetik tidak boleh mengandung bahan dan materi yang haram dan najis,” jelasnya. Keberadaan sertifikasi halal pada produk kosmetik akan memenuhi kebutuhan konsumen Muslim, sehingga mereka nyaman dan lebih percaya terhadap kualitas dan keamanan produk tersebut. Selain memberikan keunggulan produk yang kompetitif, sertifikasi halal bertujuan memenuhi kepatuhan terhadap regulasi halal. Sebagaimana diketahui Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal mengamanatkan kewajiban sertifikat halal bagi seluruh produk beredar di Indonesia, termasuk juga produk kosmetik yang mandatori halalnya akan dilaksanakan pada 17 Oktober 2026 mendatang. Kebijakan ini disikapi beragam oleh pelaku industri kosmetik. Ada yang menilai sebagai hambatan, tetapi disisi lain melihatnya sebagai suatu peluang. Perkosmi sendiri sudah menjajaki kerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan halal di Indonesia sejak kebijakan pertama diundangkan. “Tujuannya supaya pelaku bisnis kosmetik Indonesia dapat melaksana kewajiban ini secara baik, dengan mempertimbangkan ekosistem industri kosmetik, yang sebagian besar pelaku bisnisnya menengah dan kecil,” beber Sancoyo. Bertindak sebagai suara dari industri kosmetika Indonesia, mewakili beragam perusahaan yang terlibat dalam pembuatan, pemasokan, dan penjualan produk kosmetika dan perawatan pribadi. Langkah konkret yang dilakukan Perkosmi agar dapat menjalankan mandatori halal adalah membentuk gugus tugas halal yang bertugas memastikan pada 18 Oktober 2026

seluruh anggota bisa memenuhi persyaratan dari undang-undang tersebut. Selanjutnya secara berkesinambungan Perkosmi menyelenggarakan pelatihan dan berbagi ilmu tentang halal kosmetik, serta bekerjasama dengan berbagai pihak terkait dalam proses sertifikasi halal. “Kami juga aktif memberikan masukan kepada regulator dan BPJPH, sehingga aturan–aturan dapat diterapkan oleh usaha pelaku kosmetik,” kata Sancoyo. Riva Dwitya Akhmad, Ketua Bidang Teknis dan Ilmiah Perkosmi, menambahkan gugus tugas halal memiliki peran dalam edukasi, advokasi dan kordinasi. Edukasi bertujuan memastikan anggota Perkosmi peduli dengan semua persyaratan halal, termasuk implementasi logo halal. Sehingga bisa mempersiapkan produknya dengan kewajiban halal tersebut. Dari sisi advokasi, Perkosmi membangun komunikasi yang intens dengan pemangku kebijakan untuk memperoleh informasi terbaru dan berdialog dua arah tentang regulasi dan persyaratan halal di bidang kosmetik. Diantaranya permasalahan ukuran penggunaan logo halal, mengingat produk kosmetik sangat unik dari sisi ukuran. Dari dialog dengan pihak Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), akhirnya diperoleh solusi untuk produk dan kemasan kecil, beberapa yang dikecualikan mengenai minimal ukuran label halal dan kewajiban nomor sertifikat halal. “Dicari jalan tengah supaya pelaku usaha kosmetik bisa mengikuti regulasi, dan dapat tetap menerapkan. Kemudian koordinasi dilakukan untuk memastikan informasi yang didapatkan bisa disampaikan ke anggota,” terang Riva. Bahan Baku Halal Jadi Kendala Pengembangan kosmetik halal di Indonesia masih dihadapkan sejumlah kendala. Utamanya pada kesiapan infrastruktur dan prosedurnya, mulai dari jumlah Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan Mutual Recognition Agreement (MRA) yang masih terbatas bagi industri kosmetik, yang menyulitkan pelaku usaha dalam melakukan sertifikasi halal kosmetik saat ini. “Meski jumlah LPH sudah lumayan banyak, namun demikian yang bisa melakukan sertifikasi untuk produk kosmetik belum semuanya. Sementara LPH yang bisa melakukannya tidak HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

21


OVERVIEW banyak yang memiliki skop nasional dan internasional. I nfrastrukturnya harus segera dikembangk an, sehingga dapat mengikuti pertumbuhan dari industri kosmetik,” beber Sancoyo. Hambatan lainnya dialami industri kosmetik dalam menerapkan mandatori halal adalah kesiapan produsen bahan baku dan kemasan produk kosmetik yang sebagian besar masih impor. Ironinya pemasok ini belum semuanya menyadari dan paham, serta mematuhi standar kehalalan yang berlaku di Indonesia. Riva mengungkapkan masih banyak produsen bahan baku dan kemasan kosmetik impor yang belum memiliki sertifikat halal. Ini berdampak bagi produsen produk kosmetik di dalam negeri dalam penerapan standarisasi halal pada keseluruhan proses manufaktur produksi. Bahkan tak sedikit yang masih kesulitan untuk mendapatkan sertifikasi halal. “Kami berharap BPJPH dengan Lembaga Halal Luar Negeri (LHLN) dapat meningkatkan jumlah MRA. Jadi pemasok bahan baku yang ada di luar negeri dapat segera memulai proses sertifikasi halal, sehingga memudahkan produsen kosmetik meneruskan ke level produk jadi, yang bahan bakunya terjamin halal,” tambah Riva. Peluang Ekspor Kosmetik Halal Pasar kosmetik halal mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan, mengingat Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar, mencapai 87% dari total penduduknya. Di tambah dengan meningkatnya jumlah populasi usia produktif sebagai pengguna produk kosmetik dan kesadaran beragamanya semak in tinggi yang turut mendorong meningkatnya permintaan produk kosmetik halal. Menurut Sancoyo pertumbuhan produk kosmetik lokal bersertifikasi halal juga dapat terus didorong penetrasinya ke negara yang potensial,

22 HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

Tim Perkosmi pada Sharing Session Tips dan Trik Sertifikasi Halal Kosmetik Foto: Istimewa

seperti negara di Asia, Timur Tengah dan Afrika. Ini sejalan dengan data State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2023-2024, bahwasannya belanja kosmetik halal dunia mencapai USD 84 miliar dan pangsa pasarnya diproyeksi akan mencapai USD 129 miliar di tahun 2027. Dengan anggota lebih dari 660 perusahaan kosmetik berskala Usaha Kecil Menengah (UKM) hingga skala besar nasional maupun multinasional, Perkosmi siap menangkap peluang tersebut. “Kami akan terus meningkatkan produk–produk yang tersertifikasi halal untuk merambah pasar ekspor dan bersaing di pasar kosmetik halal global,” ucap Sancoyo. Menyoal seberapa banyak jumlah produk kosmetik yang telah tersertifikasi halal. Sancoyo mengakui tidak mengetahui angka pastinya. Namun, hal ini bisa dilihat dari sebagian besar produk kosmetik yang ada di pasaran sudah tersertifikasi halal. Akan tetapi pergerakan inovasi di industri kosmetik sangat tinggi, mendorong bermunculannya produk baru. “Kebanyakan produk kosmetik yang belum tersertifikasi merupakan produk impor dan UMKM. Untuk anggota Perkosmi sendiri hampir semuanya telah berproses untuk mendapatkan sertifikasi halal, tetapi tidak semua portofolionya 100% halal karena adanya inovasi produk baru yang membutuhkan proses,” terangnya. (Mohamad)


OVERVIEW

Sempurnakan Produk Halal dengan Sistem Bisnis Syariah Secara konsisten Oriflame menjaga kehalalan produk dengan mengimplementasikan Sistem Jaminan Halal, melakukan proses pengawasan yang ketat melalui internal audit supaya memastikan SOP halal dijalankan dengan baik.

K

Fredrik Nilsson Vice President, Head of Indonesia & South East Asia Oriflame Foto: Istimewa

ualitas dan standarisasi tinggi menjadi kunci sukses Oriflame tetap eksis hampir 40 tahun di bisnis kecantikan Tanah Air. Jenama asal Swedia ini telah menciptakan dan menawarkan rangkaian produk kosmetik inovatif berkualitas yang memadukan kemajuan teknologi dan tren menarik, tentunya dengan hasil teruji untuk para pecinta kecantikan. Fredrik Nilsson, Vice President, Head of Oriflame Indonesia & South East Asia Oriflame, mengatakan Oriflame termasuk salah satu perusahaan di dunia yang sejak awal memproduksi kosmetik yang terbuat dari ekstrak alami, menjadikan kombinasi alam dan ilmu pengetahuan sebagai dasar pengembangan formulasi yang efektif. “Kami akan terus berinovasi dan memastikan produk-produk kami memenuhi standar dalam industri kecantikan,” tegasnya. Oriflame hadir di Indonesia sejak tahun 1986 karena melihat negeri ini memiliki peluang pasar yang sangat besar. Sebagai negara terbesar di Asia Tenggara dan salah satu negara dengan populasi terbanyak di dunia. Oriflame ingin membantu banyak masyarakat Indonesia untuk meraih impian dan mengubah hidupnya menjadi lebih baik melalui peluang bisnis yang unik serta menjadi bagian dari sebuah komunitas kecantikan global. “Dengan membuka kesempatan yang luas bagi masyarakat untuk membangun bisnis, kami berharap dapat HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

23


OVERVIEW OEC yang dimiliki Oriflame berlokasi di Jakarta, Surabaya, Bali, Makassar dan Medan. “Kehadiran Brand Partner di berbagai daerah akan mempermudah lebih banyak orang di Indonesia untuk mendapatkan dan menikmati produk-produk kami,” ucap Fredrik. Selain melalui OEC, Oriflame pun mulai menerapkan strategi digital dengan pendekatan yang berorientasi pada Brand Partner untuk menjangkau konsumen lebih luas, terutama generasi Milenial dan gen Z yang suka bertransaksi dan berinteraksi lewat teknologi digital dan media sosial. “Dengan memanfaatkan kekuatan rekomendasi personal secara online. Para Brand Partner diajak untuk berbagi konten kecantikan di media sosial masing-masing dan dikaitkan dengan produk Oriflame yang relevan,” terang Fredrik. Selanjutnya Oriflame aktif berpartisipasi dalam Eka Karningsih berbagai acara yang menargetkan anak muda ASEAN Regulator Coordinator serta terus berinovasi untuk menciptakan produkOperation & Import Manager produk berkualitas tinggi yang mengombinasikan PT Oriflame Cosmetics Indonesia alam dan ilmu pengetahuan serta menggunakan bahan yang ramah lingkungan. mendorong mengembangkan kewirausahaan Di tahun ini Oriflame mengajak masyarakat, dan menciptakan micro-entrepreneur di Indonesia,” termasuk generasi muda untuk mewujudkan ujar Fredrik, truewellbeing mereka dan meraih happy place Bagi mereka yang senang belanja produk (kebahagiaan) melalui kampanye Reach Your kecantikan yang trendi dan berkualitas, Oriflame Happy Place. “Kami paham bahwa setiap orang menawarkan menjadi VIP Customeragar dapat memaknai wellbeing dan happy place dengan cara menikmati berbagai penawaran menarik dan yang berbeda. Oriflame memiliki produk-produk hadiah dari belanjanya. Sedangkan bagi mereka berkualitas dan peluang bisnis yang unik untuk yang memiliki passion dalam dunia kecantikan, membantu mereka meraih happy place,” klaim dan ingin sukses dalam bidang ini, Oriflame Fredrik. mengajak untuk bergabung menjadi Brand Tingkatkan Brand Image Partner. Oriflame berkomitmen untuk memberikan “Sejak pertama berdiri hingga sekarang, produk yang dapat memenuhi atau melampaui kami telah memiliki ratusan ibu Brand Partner h a r a p a n k u a l i t a s p e l a n g g a n , d e n g a n di seluruh negeri yang merekomendasikan dan menghadirkan produk yang berkualitas, aman menawarkan produknya yang telah teruji secara dan bersertifikat halal bagi masyarakat Indonesia. klinis dengan standar keamanan Eropa, mulai dari Dimana sertifikasi halal untuk makanan telah kosmetik, skincare, perawatan tubuh, wewangian diperoleh Oriflame sejak 2013 dan kosmetik pada hingga minuman berprotein,” urai Fredrik. 2015. Guna mendukung pengembangan Brand Eka Karningsih, ASEAN Regulator Coordinator Partner, disediakan pula Oriflame Experience Operation & Import Manager PT Oriflame Cosmetics Center (OEC) sebagai sarana bagi mereka untuk Indonesia, mengemukakan, Oriflame tidak hanya saling berbagi ilmu, dan mendapat pelatihan memastikan produk mematuhi standar halal untuk meningkatkan keahliannya. Terdapat 5

24 HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024


OVERVIEW yang berlaku di Indonesia. Tapi juga menyesuaik an sistem bisnisnya, dengan m e n d a p at k a n s e r t i f i k a s i sebagai perusahaan Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (PLBS) dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. “Sertifikasi ini merupakan penyempurnaan dan penerapan dari sikap inklusivitas, sehingga semua orang dapat menjalankan bisnis dan menikmati produkproduk yang Oriflame hadirkan dengan nyaman dan tanpa rasa ragu,” tegasnya. Konsumen Indonesia kini semakin kritis dalam memilih produk kecantikan dan melihat kandungan bahan sebagai salah satu pertimbangan mereka dalam membeli. Sebab itu, Oriflame akan terus berupaya menghadirkan produk-produk berkualitas tinggi yang memenuhi standar halal dan menjawab kebutuhan industri kecantikan di Indonesia. Nilai pasar halal di dalam negeri akan terus tumbuh dan berkembang. Pasalnya, Indonesia yang memiliki populasi muslim terbesar, mencapai 87% dari total penduduknya merupakan salah satu konsumen terbesar produk halal di dunia, termasuk kosmetik halal. Saat ini pasar kosmetik halal nasional mencapai USD 4,19 miliar pada 2022, dan diyakini akan terus tumbuh setiap tahunnya. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, produk berlabel halal menjadi poin penting dalam keputusan pembelian. ”Label halal pada produk Oriflame secara langsung atau tidak langsung akan berdampak positif pada brand image. “Selain label halal, brand image juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti kualita produk dan layanan, kepuasan konsumen terhadap produk dan dalam hal model bisnis Oriflame adalah bagaimana perusahaan mengapresiasi para Brand Partner,”ungkap Fredrik. Untuk menjaga dan menjamin kehalalan produk yang dipasarkan, Oriflame memberikan education training kepada semua stakeholder dan membuat Sistem Jaminan Halal serta sistem

Oriflame di Event Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia

untuk menyeleksi bahan baku hingga kemasan. Kemudian dalam proses pembuatan, semua produk kosmetika dan makanan Oriflame yang dipasarkan di Indonesia menggunakan formula yang halal dan telah mendapatkan sertifikasi produk halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). “Ada tim khusus untuk memastikan penerapan halal di setiap produk, dan bekerjasama dengan tim, baik di tingkat global maupun regional serta di masing-masing manufacturing. Kami memiliki 13 pabrik dan 2 diantaranya berada di Indonesia, serta 10 fasilitas logistik yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia,” beber Eka. Selanjutnya kehalalan produk tersebut dikomunikasikan kepada konsumen, bekerjasama dengan Brand Partner dan secara aktif menginformasikannya lewat pelbagai medium, seperti media sosial Oriflame, katalog, atau media massa. Strategi ini terbilang cukup efektif, terbukti dengan keberhasilan Oriflame meraih Top Halal Awards 2023 untuk kategori parfum, dan penghargaan Halal Award 2022 untuk kategori Favorite Halal Brand yang diselenggarakan LPPOM MUI. “Raihan kedua penghargaan tersebut menjadi bukti nyata bahwa upaya Oriflame Indonesia dalam berkomunikasi dengan jelas dan konsisten tentang komitmen terhadap kehalalan telah diakui dan diapresiasi,” pungkas Fredrik. (Mohamad) HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

25


OVERVIEW

Indonesia Sebagai Pasar Prioritas Sebagai negara yang yang memiliki populasi muslim terbesar, Indonesia memberikan peluang pasar halal yang sangat besar. Apa saja strategi yang dilakukan L’Oreal untuk dapat melayani kebutuhan pasar di Indonesia.

T Rhadeya Setiawan Chief Scientific & Regulatory Affairs Officer L’Oreal Foto: Istimewa

26 HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

otalitas, adalah kata yang pas untuk menggambarkan kesungguhan L’Oreal memenuhi kebutuhan pasar Indonesia. Hal itu bisa dilihat dari berbagai faktor. Pertama sejarah. L’Oreal sudah hadir di Indonesia sejak tahun 1979. Pada perkembangannya, perusahaan saat ini dikelola melalui dua entitas hukum yaitu: PT L’Oréal Indonesia (berdiri tahun 2000) yang menangani aktivitas pemasaran dan distribusi, serta PT Yasulor Indonesia (berdiri tahun 1986) yang berkonsentrasi di bidang manufaktur. Kedua, jaminan sertifikat halal yang telah perusahaan dapatkan untuk seluruh produkproduk yang dikembangkan di Indonesia, termasuk pabrik-pabrik L’Oreal yang ada di luar negeri. Ketiga, penggunaan bahan baku atau material yang tidak berasal dari makhluk hidup, kecuali yang berasal dari laut dan zat mintak yang diektraksi dari wol (lanolin). Juga tidak menggunakan bahan yang berasal dari babi (porcine) serta bahan dari berbagai spesies langka dan terancam punah. “Satu lagi, produk kami juga tidak menggunakan alkohol yang berasal dari industri minuman (khamr),” terang Rhadeya Setiawan, Chief Scientific & Regulatory Affairs Officer L’Oreal kepada Halal Review. Dengan sejumlah alasan tersebut, Rhadeya mengatakan apa yang dilakukan oleh L’Oreal telah memenuhi prinsip-prinsip usaha yang baik dan terarah.


OVERVIEW

Tim Manajemen Halal L’Oréal Foto: Istimewa

Bagi L’oreal Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia (229 juta jiwa), memberikan peluang pasar produk halal yang sangat besar dan masih dapat berkembang lebih besar lagi. Selain itu, keberadaan pasar milenial cenderung dikenal sebagai konsumen yang lebih kritis dengan kandungan produk, lebih sadar dengan keamanan dan kualitas produk, dan menuntut adanya transparansi dari brand. Hal ini menunjukkan bahwa potensi pasar halal masih sangat besar. Khusus untuk kalangan milenial, Rhadewa mengatakan jika Indonesia merupakan negara dengan potensi yang tak terbatas, dengan lebih dari 56% populasinya adalah gen-Z dan milenial, dan appetite konsumen yang sangat meningkat terhadap produk-produk kecantikan berkualitas. Terlebih dari itu, potensi pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih sangat besar, dengan target ekonomi akan menjadi 3 kali lebih besar di 2030, membuatnya menjadi negara dengan ekonomi terbesar no-4 di dunia, dan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. “Untuk itu L’Oreal menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar prioritasnya, yang dibuktikan dengan pendirian pabrik Yasulor di Cikarang yang merupakan pabrik L’Oreal terbesar

di dunia, menjadi satu-satunya pusat produksi L’Oreal di Asia Tenggara, dan juga bersertifikasi Halal,” pungkas Rhadewa. Jaminan Halal dari Hulu hingga Hilir Rhadewa merinci bahwa seluruh produkproduk yang diproduksi di Indonesia dan beberapa pabrik di luar negeri telah tersertifikasi halal. Selain itu, semua produk L’Oreal juga memenuhi standar keamanan dan mutu tertinggi bagi konsumen. “Produkproduk kami selain yang diproduksi di pabrik Yasulor sebagian sudah tersertifikasi halal dan selebihnya pun sedang dalam proses pengajuan sertifikasi halal sebagai bagian compliance dari ketentuan peraturan Jaminan Produk Halal (JPH),” jelasnya. L’Oreal sendiri pertama kali mendapatkan sertifikat halal di tahun 1998 dan sejak itu selalu berproses untuk mengupayakan sertifikasi halal untuk setiap produknya. Dengan dukungan dari Grup L’Oreal yang memiliki sebanyak 37 merek di seluruh dunia serta memasarkan 16 merek di Indonesia, secara khusus keberadaan pabrik L’Oreal di Cikarang dispesialisasikan kapabilitasnya untuk memproduksi produk-produk mass skincare dan haircare dari beberapa merek yaitu L’Oreal Paris, Garnier dan L’Oreal Professional. HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

27


OVERVIEW

Tim Halal L'oreal saat Mendampingi Proses Audit Halal Foto: Istimewa

Bagi L’Oreal, sertifikasi Halal merupakan komitmen perusahaan untuk memberikan jaminan bagi konsumen setia di seluruh dunia terutama di Indonesia yang mayoritas konsumennya muslim untuk mengonsumsi produk sesuai dengan syariat yang berlaku. “Hal ini juga merupakan wujud kepatuhan kami terhadap peraturan yang berlaku di Indonesia,” tegas Rhadewa. Secara meyakinkan perusahaan mengikuti aturan yang telah ditentukan oleh perundangundangan terkait Jaminan Produk Halal (JPH). Termasuk dalam urusan menjaga kehalalan produk, perusahaan memastikan semua proses rantai pasok sesuai dengan aturan yang berlaku. Mulai dari seleksi bahan baku, bahan kemas, proses produksi, penyimpanan, hingga distribusi. Semua proses tersebut dilakukan untuk menjaga kehalalan produk hingga sampai ke tangan konsumen. Perusahaan juga rutin melakukan audit internal dan eksternal di pabrik-pabrik yang tersertifikasi halal, sesuai dengan aturan JPH.

28 HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

Guna menunjang aktifitas tersebut, L’Oreal secara khusus sampai memiliki Tim Manajemen Halal di setiap pabrik yang telah bersertifikasi halal. Tim ini terdiri dari seluruh fungsi yang mewakili rantai pasok, sesuai dengan ketentuan sertifikasi halal. Bahkan di level korporat L’Oreal juga memiliki Penyelia Halal yang telah tersertifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang merupakan organisasi resmi negara yang memberikan sertifikasi terhadap profesi di Indonesia. “Hasilnya bisa dilihat saat ini logo halal tertera pada beberapa kemasan produk, Point of Sales Merchandising dan tertera pada website L’Oréal,” sebut Rhadewa lagi. Rhadewa pun menegaskan bahwa perusahaan benar-benar memegang teguh komitmen untuk berlaku sesuai dengan aturan dan ketentuan yang telah ditentukan. Tak henti pihak manajemen memberikan pemahaman kepada seluruh karyawan yang terlibat untuk memastikan proses produksi hingga pemasaran sesuai dengan ketentuan sertifikasi halal. (Syauqi Ahmad)


OVERVIEW

Bagi Pixy, Halal Adalah Fundamental Termasuk pemain lama di pasar Lady’s Cosmetic, Pixy sukses melayani pasar kosmetik melalui produk-produk halal. Kuncinya adalah adanya dukungan penuh dari Top Manajemen untuk menjamin kehalalan produk.

S

Liandhajani Ketua Tim Manajemen Halal sekaligus Direktur QC, Formula Application & Regulatory PT. Mandom Indonesia Tbk Foto: Istimewa

ekitar tahun 80-an di saat tren produk kecantikan di Indonesia mulai tumbuh, ada satu brand yang mulai menarik perhatian pasar Indonesia dengan produk dekoratifnya berjenis pemulas bibir atau lipstik yaitu Pixy. Kala itu seperti yang disampaikan Lumongga Pohan, Manager Product Development-Lady’s Cosmetic PT Mandom Indonesia Tbk, kehadiran Pixy di Indonesia sangat tepat mengingat tingginya potensi pasar. “Yang kita lihat saat itu konsumen di Indonesia itu sangat potensial untuk Pixy khususnya di kategori Lady’s Cosmetic,” ujarnya kepada Halal Review. Dalam perjalanan waktu setelah itu, tepatnya di tahun 1991 Pixy kembali menghadirkan sejumlah produk kecantikan untuk wanita (Lady’s cosmetic) yang tidak hanya berupa produk makeup saja tapi juga merambah ke kategori skincare. Walhasil salah satu produk “lejennya” Pixy yang sampai sekarang masih eksis di pasaran adalah Pixy Perfect Fit Two Way Cake. Lahir dari rahim PT Mandom Indonesia Tbk, kiprah Pixy di pasar kosmetik Indonesia memang terlihat nyata dan berhasil. Bagaimana tidak? Tantangan besar harus dihadapi Pixy untuk masuk ke pasar Indonesia utamanya dari sisi komunikasi yang masih serba terbatas. Lumongga sedikit mengisahkan effort perusahaan untuk memperkenalkan brand ini ke seluruh wilayah Indonesia hanya dengan media campaign yang terbatas atau belum semeriah sekarang. Namun periode-periode penuh upaya tersebut bisa dilewati dengan baik, apalagi didukung dengan fakta jika waktu itu sejatinya belum HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

29


OVERVIEW banyak pemain atau brand lain, baik asing maupun lokal, yang juga bermain di kategori yang sama dengan Pixy. “Seingat saya ada beberapa merk internasional, seperti Revlon dan Maybelline,” sebut Lumongga. Totalitas untuk Halal Terkait dengan pengembangan produk halal, Liandhajani, Ketua Tim Manajemen Halal sekaligus Direktur QC, Formula Application & Regulatory PT. Mandom Indonesia Tbk menjelaskan bahwa perusahaan sangat memperhatikan dalam mengurusi persoalan halal di produk-produk Pixy. Ia mengatakan dukungan penuh diberikan Top Manajemen terkait hal ini sehingga tim manajemen halal bisa bergerak dengan baik untuk menjamin kehalalan produk yang dilepas ke pasar. “Intinya adalah kami dapat support penuh dari manajemen sehingga tim manajemen halal bisa bergerak dengan baik serta konsisten,” kata Liandhajani. Kisah perjalanan halal produk-produk Pixy sendiri dimulai pada tahun 2016 ketika perusahaan mendapatkan sertifikat Halal dari MUI. Namun sebelumnya, Pixy sendiri berani memastikan jika baik produk maupun bahan baku material pendukung yang digunakan tergolong aman. “Ketika mulai sertifikat halal, maka semua produk di bawah Pixy kita daftarkan halal juga sejak tahun 2016. Meskipun kita sudah aman dari dulu untuk bahan bakunya tapi untuk Sertifikasi Halal nya kita lakukan bertahap dan kita pastikan lagi material dan prosesnya di 2016,” timpal Susilowati, Manager Product Regulatory Affair PT. Mandom Indonesia Tbk. Langk ah Pix y ter bilang tepat ketik a memutuskan untuk mendapatkan sertifikasi halal. Karena hal itu bagaimanapun sangat erat hubungannya dengan kesadaran konsumen juga terhadap industri halal yang semakin populer. “Sebagai pemegang brand tentu kami berusaha untuk mendekatkan diri kepada konsumen. Apa yang menjadi concern mereka dalam melakukan pembelian. Jadi saat itu sudah ada kecenderungan dari konsumen untuk memilih produk yang halal sehingga muncul pertanyaan-pertanyaan apakah produk Pixy halal tidak sehingga menjadi perhatian kami untuk mendapatkan sertifikasi halal,” Liandhajani menjelaskan.

30 HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

Lumongga Pohan Manager Product Development-Lady’s Cosmetic PT Mandom Indonesia Tbk Foto: Istimewa

Apalagi dari segi produk, saat ini halal sudah menjadi hal yang fundamental dan basic sehingga harus menjadi persyaratan setiap produk yang dikembangkan Pixy. Nina Septiana, Penyelia Halal sekaligus Ast. Manager Quality Assurance PT. Mandom Indonesia Tbk menambahkan bahwa setiap prosesnya mengacu pada persyaratan halal yang telah ditetapkan oleh BPOM dan sejalan dengan BPJPH. Nina melanjutkan perusahaan benar-benar menaruh perhatian yang besar terhadap regulasi halal dengan melakukan sejumlah penyesuaian


OVERVIEW

Tim Halal PT Mandom Indonesia Foto: Istimewa

seperti misalnya pemisahan bahan material yang belum ditelaah kehalalannya dengan yang sudah tersertifikasi. “Sebagai bentuk komitmen perusahaan, kami sampai memisahkan bagian yang belum disertifikasi halal dengan yang sudah. Dan memang harus sedetail itu,” pungkas Nina. Saat ini Mandom sendiri memiliki satu pabrik yang di dalamnya ada beberapa area produksi yang terpisah sesuai kebutuhannya dan juga ada beberapa manufaktur yang makloon. Hebatnya lagi, manufaktur-manufaktur tersebut juga diberikan pelatihan terkait halal dan mendapatkan sertifikasi dari MUI. Termasuk adanya pengawasan terkait pelaksanaan SJPH di sana.

Sampai saat ini Pixy mengaku cukup nyaman dan senang dengan penerapan aspek halal di perusahaan karena senantiasa mendapatkan dukungan serta bantuan dari MUI dan BPJPH. Dengan produk yang tersertifikasi halal, Pixy menjadikan hal tersebut sebagai bagian dari strategi pemasaran melalui memasang logo halal di tiap-tiap produk yang dikeluarkan termasuk menggunakan model berhijab sebagai representatif perusahaan jika produk yang digunakan dipastikan halal. “Hasilnya, sampai sekarang hampir semua produk Pixy laku di pasaran walaupun sudah berpuluh-puluh tahun,” pungkas Lumongga. (Syauqi Ahmad)

HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

31


OVERVIEW

Label Halal Sebagai Brand Image Kehalalan produknya menjadi unit selling point brand kecantikan Azarine. Oleh karena itu, halal menjadi salah satu strategi bisnis utama PT Wahana Kosmetika Indonesia dalam memasarkan Azarine.

P Brian Tjahyanto Director PT Wahana Kosmetika Indonesia

Foto: Istimewa

32 HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

rodusen kosmetik Indonesia yang berdiri pada 2002 ini selalu memastikan produk-produknya halal agar senantiasa dipercaya masyarakat Indonesia. Azarine tidak main-main dalam menetapkan standarisasi berbagai produknya, mulai dari proses produksi yang dilakukan dengan memperhatikan standar halal yang telah ditetapkan oleh MUI hingga membentuk tim khusus. Ya, Azarine membentuk tim khusus untuk regulasi halal yang bertugas untuk memastikan standar halal di perusahaan berjalan sesuai dengan ketentuan. Selain itu, perusahaan berupaya bekerjasama dengan produsen bahan baku dan bahan kemas yang juga telah tersertifikasi halal. Kini standar halal telah diberlakukan di berbagai industri tak terkecuali di sektor kecantikan dan kesehatan mulai menerapkan standar halal di setiap komponen produknya, terlebih lagi produk yang langsung bersentuhan dengan tubuh manusia. Hal ini sangat disadari manajemen perusahaan. Sebagaimana dikatakan oleh Brian Tjahyanto, Director PT Wahana Kosmetika Indonesia, “Kita menyadari bahwa potensi pasar halal sangatlah besar, terutama yang terdekat kita melihat di Indonesia. Tidak dipungkiri bahwa brand yang memiliki logo halal lebih dapat dipercaya oleh masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan mayoritas penduduk Indonesia memang beragama Islam”.


OVERVIEW “Potensi pasar halal bukan hanya tentang agama, namun memberikan rasa aman dan nyaman kepada konsumen untuk memilih produk. Apalagi sekarang Azarine mulai merambah pasar ekspor yang tentunya logo halal juga penting untuk pasar halal dan memiliki potensi yang besar,” jelas Brian. Tidak sampai di situ, Azarine juga mengomunikasikan kehalalan produknya dengan cara mencantumkan logo halal pada kemasan produk serta mencantumkan logo halal pada konten yang berkaitan, baik berupa foto maupun video. “Azarine berusaha untuk semua produk Azarine memiliki logo dan sertifikasi halal untuk kebaikan kita semua,” tambah Dhita Algha Pratama, Marketing Manager Azarine Cosmetics. Dengan begitu, semua customer Azarine merasa aman dan memercayai produk Azarine. Dhita menjelaskan bahwa semua kandungan halal yang terdapat di produk-produk Azarine tidak lepas dari proses uji halal. Apabila produk Azarine sudah tersertifikasi halal, maka Azarine akan menyertakan logo halal di setiap packaging produknya dan memberikan informasi melalui media sosial Azarine. Walhasil, Azarine menjadikan halal sebagai salah satu streategi utama bisnisnya. “Halal merupakan salah satu Unit Selling Point (USP) brand Azarine karena kami selalu memastikan produk-produk Azarine halal agar dipercaya masyarakat Indonesia,” ungkap Dhita.

Dhita Algha Pratama Marketing Manager Azarine Cosmetics

Foto: Istimewa

Kini, halal menjadi sebuah brand image ataupun corporate image karena produk skincare merupakan produk yang sangat dekat dengan kulit manusia. “Ketika produk skincare telah diverifikasi halal, maka konsumen akan merasa lebih nyaman dan aman dalam memakai produknya. Terlebih tidak dapat kita pungkiri bahwa sebagian besar penduduk Indonesia beragama Islam,” terangnya. Azarine sadar, masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim sudah semakin aware dengan kehalalan suatu produk. Label halal tidak hanya harus melekat pada produk F&B saja, hampir semua produk yang berhubungan dengan muslim kini harus punya sertifikat halal, termasuk produk kecantikan. Karena itu, strategi Azarine memposisikan d i r i n y a s e b a g a i brand y a n g mengusung value produk halal merupakan langkah yang tepat dan cerdik. Pasalnya, Azarine menyasar pasar perempuan dengan rentang usia 18-40 tahun dan Socio-Economic Status (SES) menengah. Azarine menawarkan produk dengan value

HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

33


OVERVIEW

Pelatihan Halal untuk Tim PT Wahana Kosmetika Indonesia Foto: Istimewa

proposition berikut: menggunakan bahan-bahan alami sehingga halal dan aman untuk kulit, harga terjangkau, dan memiliki aroma yang sangat nyaman bagi penggunanya. Segmen pasar milenial tersebut tengah tumbuh pesat di Indonesia dalam satu dekade ini. Konsumen di segmen pasar ini juga tergolong sudah well educated dan aware terhadap kesehatan dan kehalalan. Dan segmen tersebut sangat IT minded, mereka punya habit mengakses informasi dari medsos sebelum membeli produk untuk kesehatan dan kecantikannya. Dhita menambahkan, untuk menggarap pangsa pasar yang notabene disesaki kaum milenial, Azarine melakukan teknik digital marketing, hingga rebranding untuk menjadi brand yang lebih modern dari sebelumnya dari segi desain, packaging, teknik promosi, aneka event, dan lainnya. Brand ini juga selalu mengikuti aneka tren dan promosi untuk pasar milenial. Salah satunya dengan menggaet beberapa brand ambassador yang digemari kaum milenial

34 HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

seperti Prilly Latuconsina, Angga Yunanda, Red Velvet, dan LeeMinho. “Lalu bekerjasama dengan beberapa karakter internasional seperti Marvel dan BT21 yang tentunya menjadi kegemaran kaum milenial. Melakukan aneka event di kampus, sekolah, mall, dan aneka tempat lainnya,” jelas Dhita. Azarine merupakan produk kecantikan asli Indonesia yang berkomitmen melayani perawatan wajah dan tubuh masyarakat Indonesia. Di bawah payung PT Wahana Kosmetika Indonesia yang terletak di Sidoarjo, Jawa Timur, Azarine memberikan perawatan dari rambut hingga kaki orang Indonesia. “Kami memberikan kualitas yang terbaik dengan bahan-bahan natural yang produksi sendiri. Tentunya harga kita terjangkau. Tujuan perusahaan kami mengatasi segala permasalahan kulit masyarakat Indonesia agar semua perawatan dapat dilakukan di rumah saja,” pungkas Dhita. (Syauqi Ahmad)


OVERVIEW

HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

35


OVERVIEW

Potensi Halal di Industri Kosmetik Indonesia Kosmetik adalah produk yang juga dianggap penting untuk kehalalannya. Untuk itu penting bagi produsen kosmetik untuk memahami keinginan konsumen saat ini.

I

ndonesia, sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, telah melihat pertumbuhan pesat dalam permintaan produk halal, termasuk kosmetik . Pemerintah Indonesia telah menerapkan regulasi ketat terkait sertifikasi halal. Semua produk yang beredar dan diperdagangkan di Indonesia harus memiliki sertifikasi halal (Kemenag RI, 2021). Sertifikasi halal memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produk yang mereka gunakan tidak mengandung bahan yang haram menurut perspektif hukum Islam di Indonesia. Ini bukan hanya tentang kepatuhan agama, tetapi juga tentang transparansi dan etika dalam produksi. Dalam industri kosmetik, pentingnya sertifikasi halal semakin meningkat sejalan

36 01/JANUARI/2024

dengan penerapan peraturan pemerintah dan peningkatan kesadaran konsumen tentang produk halal. Kini, konsumen di Indonesia lebih selektif dalam memilih produk kosmetik. Dalam konteks segmentasi psikografi, mereka tidak hanya mempertimbangkan kualitas produk, tetapi juga kehalalan produk tersebut. Oleh karena itu, keberadaan sertifikasi halal dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Maka bagi Anda para produsen kosmetik, khususnya yang melayani atau akan melayani segmen konsumen di Indonesia, beragama Islam, pengguna kosmetik, dan peduli terhadap keberadaan logo halal pada kemasan produk, Anda wajib mengetahui hal ini. Karena keberadaan logo halal tersebut adalah salah satu faktor yang berpotensi meningkatkan keterpilihan produk Anda di mata konsumen.


OVERVIEW Tempo Scan Pacific, Martha Tilaar, dan Paragon Technology and Innovation adalah tiga dari sebagian perusahaan Indonesia dengan produkproduk kosmetik yang berhasil masuk dalam daftar Top 30 OIC Halal Products Companies 2023 (Kemenag RI, 2023). Tempo Scan Pacific adalah perusahaan Indonesia yang bergerak dalam industri farmasi, produk konsumen, dan kosmetik. Martha Tilaar adalah perusahaan bernama sama dengan nama pendiri dan meluncurkan Sariayu Martha Tilaar sebagai produk pertama. Sementara itu, Paragon Technology and Innovation dikenal sebagai pelopor dan pionir produk kosmetik halal di Indonesia. Melalui analisis pemasaran secara ringkas, berikut penjelasan merek-merek kosmetik halal produksi Tempo Scan Pacific, Martha Tilaar, dan Paragon Technology and Innovation: Marina Glow Ready adalah merek produksi Tempo Scan Pacific yang menargetkan generasi muda yang menghargai kosmetik sehat, dengan formula yang merawat kulit dan mempercantik penampilan. Strategi pemasaran mereka yang mangkus, ditambah dengan ulasan positif dari beauty enthusiast, memperkuat posisi mereka di pasar kosmetik. Caring by Biokos adalah merek dari PT Martina Berto, masih dalam payung Martha Tilaar, yang menargetkan konsumen yang mencari produk perawatan kulit dengan bahan-bahan alami dan kualitas tinggi. Dengan strategi pemasaran yang baik dan harga yang kompetitif, produk ini berhasil memenuhi kebutuhan pasar dan mendapatkan ulasan positif dari konsumen. Wardah adalah merek kosmetik besutan Paragon Technology and Innovation yang menawarkan berbagai produk mulai dari perawatan kulit hingga makeup. Analisis SWOT Wardah menunjukkan bahwa konsumen menghargai kualitas produk, inovasi yang konsisten, dan strategi pemasaran yang efektif. Mulai tahun 2014, pemerintah Indonesia menerapkan regulasi yang mengharuskan sertifikasi halal untuk produk yang beredar di Indonesia. Khusus untuk produk kosmetik, kewajiban sertifikasi halal telah ditetapkan sejak 17 Oktober 2021, dan pemangku kepentingan harus mematuhi batas waktu hingga 17 Oktober 2026.

Pasar kosmetik halal di Indonesia masih terbuka lebar. Dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia menjadi penggerak permintaan global untuk kosmetik halal. Menurut Laporan Ekonomi Halal Indonesia 2021/2022, industri kosmetik halal Indonesia senilai $4.19 miliar diperkirakan akan tumbuh hampir 8% per tahun hingga 2025. Namun, untuk berhasil di pasar ini, penting untuk benar-benar memahami kebutuhan dan kepentingan konsumen Indonesia, yang mencakup pemahaman analisis profil konsumen sesuai geografi, demografi, dan psikografi. Misalnya, peningkatan daya beli kelas menengah Indonesia berpengaruh besar pada gaya hidup, dan muslim di Indonesia hidup semakin modern, yang dilengkapi dengan teknologi, tren, dan mode terbaru. Selain itu, kesesuaian dengan peraturan pemerintah juga sangat penting. Seiring dengan berlakunya regulasi baru tentang sertifikasi halal, produsen kosmetik di Indonesia memiliki keuntungan pasar untuk kosmetik halal. Salah satu contoh sukses adalah Paragon Technology and Innovation, perusahaan yang didirikan pada tahun 1985 oleh Nurhayati Subakat. Perusahaan ini telah berkembang menjadi salah satu pemimpin pasar dalam industri kosmetik di Indonesia. Pada tahun 1995, mereka meluncurkan produk Wardah, yang kemudian menjadi pelopor merek kecantikan halal nasional. Pada tahun 1999, pabrik Paragon mendapatkan sertifikasi halal dari LPPOM MUI. Martha Tilaar, pendiri Martha Tilaar Group, juga telah meraih kesuksesan besar dalam industri kosmetik halal. Produk-produknya, seperti Sariayu dan Caring by Biokos, telah mendapatkan sertifikasi halal dari LPPOM MUI sejak tahun 2011. Kesuksesan Martha Tilaar Group menunjukkan bagaimana pemahaman mendalam tentang kebutuhan konsumen dapat menghasilkan produk yang sukses di pasar. Keberhasilan merek tersebut dalam melayani pasar kosmetik halal di Indonesia, menjadi pembelajaran bagi kita bagaimana pemahaman mendalam tentang kebutuhan konsumen, kualitas produk yang tinggi, dan kesesuaian dengan peraturan pemerintah dapat menghasilkan kesuksesan di pasar ini. (Andika Priyandana)

HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

37


HALAL BRAND

Tingkatkan Pangsa Pasar Melalui Produk Halal Peran pemerintah melalui kewajiban sertifikat halal sudah mendorong terciptanya pasar produk halal di Indonesia. Bagaimana Heinz ABC memanfaatkan halal untuk meningkatkan pangsa pasarnya?

K

Putri Adiastuti Cahyaningrum Senior Regulatory Affairs and Compliance Manager (Paling Kiri), bersama Tim Halal PT Heinz ABC

ecap, saos, hingga sirup, adalah produk-produk Heinz ABC yang sudah lama dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Hal tersebut dapat dipahami karena ABC Indonesia sudah eksis sejak tahun 1975, dengan produk awal antara lain kecap, sirup, dan saos. Seiring perjalanan waktu, jangkauan pasar ABC semakin meluas dan akhirnya diakuisisi Heinz pada 1999. Pasca akuisisi Heinz, ragam produk ABC semakin banyak dan merambah ke produk lain di antaranya produk siap minum seperti minuman sari buah.

38 HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

Foto: Istimewa

ABC, yang kini menjadi Heinz ABC Indonesia, melayani pasar Indonesia karena potensi kebutuhan yang sangat besar. Kebutuhan produk pangan yang besar oleh konsumen Indonesia memungkinkan Heinz ABC membangun pabrik di Karawang dengan skala produksi terbesar di Asia. Kemampuan produksi yang besar tersebut juga memungkinkan Heinz ABC Indonesia melakukan ekspor ke hingga 40 negara tujuan, antara lain Malaysia dan Australia. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia, Heinz ABC tidak saja menghadirkan produk-produk pangan yang berkualitas,


HALAL BRAND tapi juga produk pangan yang halal. Putri Adiastuti Cahyaningrum, Senior Regulatory Affairs and Compliance Manager, Heinz ABC Indonesia, mengatakan, “Produk-produk Heinz ABC Indonesia telah tersertifikasi halal jauh sebelum kemunculan pasal 4 UU 33/2014 yang mengatur bahwa produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal.” Alasan Heinz ABC memastikan keberadaan sertifikat halal sejak sebelum 2014, menurut Putri, karena mayoritas konsumen Heinz ABC di Indonesia beragama Islam. Keberadaan peraturan pemerintah yang mewajibkan produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia memiliki sertifikat halal, menurut Putri telah turut memperkuat citra Heinz ABC Indonesia sebagai produsen produk pangan halal. Bahkan, keberadaan peraturan tersebut telah turut menciptakan market push produk halal di Indonesia. “Peran pemerintah melalui kewajiban ser tifikat halal sudah mendorong terciptanya pasar produk halal di Indonesia,” ujar Putri. Generasi milenial adalah bagian dari pasar halal di Indonesia yang digarap Heinz ABC. Keseriusan menggarap pasar milenial Indonesia telah Heinz ABC tunjukkan, antara lain dengan pemilihan talenta yang memiliki kedekatan dan memiliki interaksi baik dengan pasar milenial, yaitu Andhika Pratama. Lebih lanjut, Putri menyatakan, “Pangsa pasar milenial memang sangat potensial. Kekuatan mereka ada di teknologi, khususnya media sosial. Maka itu, untuk menggarap pasar milenial, Heinz ABC banyak melakukan kampanye pemasaran interaktif di kanal-kanal media sosial. Heinz ABC juga melakukan kampanye tematik tertuju ke pasar milenial seperti “Masak bareng Ibu” pada waktu-waktu tertentu, seperti Ramadan atau lebaran.” Upaya Menjaga Kualitas Halal Demi menjaga kualitas halal, Heinz ABC melakukan pemantauan ketat terhadap produkproduk yang diproses di pabrik yang mereka miliki dan kelola, khususnya secara internal yaitu pabrik di Karawang dan Pasuruan. Pabrik Karawang memiliki fokus melayani kebutuhan pasar di Indonesia bagian barat, sedangkan

pabrik di Pasuruan berfokus melayani kebutuhan pasar di Indonesia bagian tengah dan timur. Halal, sudah menjadi salah satu poin dari kebijakan mutu dan komitmen manajemen Heinz ABC. Kebijakan mutu sudah berjalan mulai dari pemilihan pemasok bahan baku, kemudian produksi di pabrik, hingga alur rantai pasoknya sampai ke tangan konsumen. Putri berkata, “Untuk memastikan produk Heinz ABC itu halal, teman-teman R&D sudah mengecek saat uji coba dan mereka akan menggunakan sampel-sampel bahan baku dari pemasok. Pemilihan bahan baku baru sudah pasti akan melalui pemeriksaan penyelia regulasi dengan melihat dokumen halal. Jika dokumen halal sudah lengkap dan pengecekan lain terpenuhi, maka keluar persetujuan penggunaan bahan baku di internal Heinz ABC.” Pengetahuan tersebut, seperti pemilihan pemasok, bahan baku, kelengkapan dokumen, termasuk bahan baku yang perlu diimpor, selalu diperbarui di internal manajemen Heinz ABC Indonesia. Selain urusan bahan baku dan proses produksi, Heinz ABC juga memastikan semua peralatan pendukung produksi sudah sesuai dengan ketentuan halal. Saat produk akhir telah keluar, Heinz ABC memastikan logo Halal Indonesia tercetak pada kemasan yang menempel di produk, yang kemudian dilakukan distribusi hingga ke tangan konsumen. Ringkasnya, Heinz ABC memiliki tim yang memastikan bahwa produk-produk yang ada sudah memenuhi standar program pemerintah mulai pasokan sampai ke sisi distribusi ke konsumen. Poin halal sudah menjadi salah satu bagian dari deskripsi kerja yang tim Heinz ABC Indonesia kerjakan. Tentu saja, konsistensi dan komitmen halal tidak hanya Heinz ABC tunjukkan melalui citra merek, tetapi juga melalui citra perusahaan. Putri mengatakan bahwa pimpinan tertinggi Heinz ABC sudah menyadari bahwa di samping memenuhi memenuhi peraturan pemerintah terkait kewajiban halal, juga memahami bahwa mayoritas pasar Heinz ABC beragama Islam. Komitmen untuk selalu menyediakan produkproduk halal untuk masyarakat Indonesia, sudah dimulai dari pucuk pimpinan dan diturunkan ke semua lini di bawahnya. (Andika Priyandana) HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

39


HALAL ISSUE

Implikasi Penggunaan Kosmetik Tidak Tembus Air

K

Karakteristik Kosmetik Halal osmetik halal seringkali dipahami sebagai produk kosmetik yang dibuat dari bahan baku yang halal dan terhindar dari bahan yang najis. Padahal selain bahan, terdapat titik kristis lainnya pada kosmetik diantaranya sifat tembus air. Lumrahnya kosmetik digunakan kaum hawa sepanjang hari, biasanya kombinasi dari skincare dan makeup. Urutan penggunaannya pun tak sembarang. Mulai dari serum, kemudian pelembab, dan tabir surya digunakan secara berurutan. Tambahan kosmetik dekoratif seperti foundation, bedak, blush on, eyeshadow, eyeliner, dan maskara juga kerap dipoleskan untuk menyempurnakan penampilan. Bahkan kini hadir spray yang mampu mengunci riasan tahan lama. Kosmetik yang menempel pada wajah bertahan sepanjang hari, jika diperlukan kaum hawa juga

40 HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

melakukan touch up untuk memperbaiki riasan yang luntur di sela-sela kegiatan. Di sisi lain, muslimah memiliki kewajiban ibadah sholat lima waktu, dan syariat Islam mengharuskan bersuci sebelum melakukan ibadah sholat. Bahkan wudhu menjadi syarat sah ibadah sholat. Maknanya sholat tidak akan sah jika tidak berwudhu, termasuk tidak sah jika wudhunya tidak sempura. Salah satu kesempurnaan wudhu adalah tidak ada penghalang diantara air dengan anggota tubuh yang wajib dibasuh saat wudhu, sehingga air mampu menembus permukaan anggota tubuh dengan sempura. Di sinilah titik kritis produk kosmetika. Pada kosmetik halal, persyaratan karakteristik produk yang perlu diperhatikan selain bahan, adalah kemampuannya untuk dapat ditembus air. Sifat tembus air ini dipersyaratkan untuk menjamin tidak menghalangi masuknya air ke kulit pada saat wudhu atau mandi junub.


HALAL ISSUE Sifat tembus ini wajib dibuktikan melalui pengujian laboratorium yang dinamakan uji daya tembus air. Pengujian daya tembus air umumnya dipersyaratkan terhadap produk kosmetik dengan klaim anti air atau waterproof seperti cat kuku, maskara, eyeliner, dan alas bedak. Pengujian daya tembus air dilakukan dengan metode in-house yang dikembangkan di masing-masing laboratorium pengujian. Produk tersebut dapat disertifikasi halal jika lolos uji daya tembus air. Kosmetik Tahan Air Kosmetik tahan air atau tidak tembus air mengacu pada kosmetik yang jika diaplikasikan pada kulit, rambut, kuku atau bibir menyebabkan air tidak dapat menyentuhnya secara langsung. Kosmetik tahan air diformulasikan khusus untuk menahan kelembapan dan tetap bertahan saat terkena air. Contohnya pada beberapa tipe waterproof sunscreen, foundation yang mampu bertahan hingga belasan jam, serta eyeliner atau maskara yang tak luntur jika terkena keringat dan air mata. Kosmetik tahan air biasanya digunakan saat aktivitas berenang, berolahraga, atau berkegiatan di Pantai. Formula kosmetik tahan air umumnya mengandung bahan-bahan yang memberikan efek merekat, yang ketika diaplikasikan akan membentuk lapisan pada permukaannya dan memberikan sifat tahan terhadap air. Bahanbahan tersebut biasanya merupakan polimer

berbahan dasar silikon atau akrilat (siloco-based or acrylate-based polymer), plant-based waxes, atau dimethicone. Penggunaan kosmetik jenis ini akan menghalangi air masuk ke dalam permukaan kulit. Untuk jenis kosmetik tahan air, atau istilah populernya waterproof, transferproof, dan longlasting tetap dapat disertifikasi halal. MUI telah menetapkan fatwanya secara khusus dalam Fatwa MUI Nomor 60 Tahun 2020 Tentang Standar Sertifikasi Halal Kosmetika Yang Tidak Tembus Air. Kosmetika yang tidak tembus air dapat disertifikasi halal dengan ketentuan antara lain; 1) terdapat penjelasan atau informasi bahwa produk tersebut adalah kosmetika yang tidak tembus air; 2) terdapat petunjuk penggunaan yang jelas bagi konsumen muslim, untuk membersihkan dan menghilangkan kosmetika tersebut dari anggota/bagian tubuh yang wajib disucikan sebelum penggunanya bersuci dari hadas kecil maupun hadas besar. Breathable & Wudhu Friendly Istilah breathable dan wudhu friendly, menjadi istilah kekinian yang dicantumkan pada kosmetik halal yang mengklaim tahan air (waterproof). Pada jenis kosmetik seperti ini maknanya produk tersebut diklaim memiliki ketahanan terhadap air sehingga mampu bertahan lama saat digunakan. Namun formulasinya telah dibuat sedemikian rupa untuk menghasilkan lapisan film pada permukaan tetap dapat ditembus air (breathable),

HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

41


HALAL ISSUE sehingga dapat memenuhi ketentuan bersuci atau wudhu friendly. Munculnya istilah breathable dan wudhu friendly pada produk kosmetik tak lepas dari adanya peningkatan awareness terhadap kosmetik halal. Konsumen menuntut kosmetik agar dapat bertahan lama namun juga tetap memenuhi kaidah bersuci. Tuntutan tersebut telah mendorong inovasi teknologi formulasi di industri kosmetik halal, sehingga meskipun diklaim memiliki karakteristik tahan air, namun tetap dapat ditembus air. Adanya label breathable dan wudhu friendly pada kosmetik halal juga memberikan ketenangan bagi konsumen karena menjamin mampu ditembus air saat bersuci. Perlunya Cleanser Untuk Menghapus Kosmetik Penggunaan kosmetik dengan atau tanpa klaim anti air, dikembalikan kepada hukum asalnya yaitu boleh (mubah) selama tidak mengandung najis, tidak membahayakan, serta ditujukan untuk kepentingan yang dibolehkan secara syar’i (tidak tabarruj). Perhatian khusus perlu diberikan saat menggunakan kosmetik anti air, yaitu harus dibersihkan dan dihilangkan terlebih dahulu sebelum bersuci dari hadas kecil maupun hadas besar. Informasi/instruksi cara pembersihan kosmetik jenis ini wajib dicantumkan pada kemasan produk. Jenis bahan pembersih (cleanser) yang digunakan pun perlu dipastikan mampu mengangkat sisa kosmetik dengan sempurna, karena beberapa bahan kosmetik anti air memerlukan oil-based cleanser untuk menghapusnya. Contohnya cream cleanser yang mengandung emulsi serta minyak alami, dan susu pembersih wajah yang merupakan campuran minyak dan emollients (sejenis pelembab bertekstur krim). Jenis pembersih yang lain adalah micellar water, yang dibuat dari kombinasi purified water, gliserin, dan sufaktan ringan. Micellar water efektif dalam menghilangkan beberapa formula waterproof, namun tidak semua. Kosmetik halal tanpa klaim anti air, maupun dengan klaim anti air namun juga wudhu

42 HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

friendly, tidak memerlukan perlakuan khusus sebelum bersuci. Karena jenis kosmetik ini telah teruji mampu ditembus air dan juga mudah dibersihkan dengan air. Namun satu hal yang perlu diperhatikan, seringkali kosmetik (skincare/makeup) digunakan lebih dari 1 macam secara bertumpuk/berlapis, misalnya diawali serum wajah, dilanjutkan dengan pelembab, alas bedak, dan terakhir tabir surya. Total sedikitnya 4 macam kosmetik yang melapisi kulit wajah, belum termasuk kosmetik dekoratif seperti bedak, blush on dan lainnya. Pada penggunaan yang berlapis-lapis ini, dikhawatirkan dapat membentuk lapisan pada permukaan kulit wajah yang menyebabkan air tidak dapat menyentuh kulit secara langsung saat bersuci. Sehingga alangkah baiknya tetap dibersihkan terlebih dahulu sebelum bersuci. Menjadi cantik dengan kosmetik tak berarti melalaikan sahnya ibadah. Sebagai konsumen juga dituntut cerdas dengan selalu mengutamakan Syari’at. (Anidah)


HALAL CORPORATE

Halal Sudah Merupakan Intangible Asset Nama Nutrifood Indonesia sebagai salah satu perusahaan sektor Fast-Moving Consumer Goods/FMCG ternama di Indonesia memang cukup disegani. Salah satu kunci suksesnya adalah fokus dengan penerapan standar halal yang dijalankan secara konsisten.

A Hasmy Halid Quality Assurance Manager PT Nutrifood Indonesia Foto: Istimewa

nda tentu populer atau tidak asing dengan merek-merek seperti Tropicana Slim, NutriSari, L-Men atau susu HiLo. Namanama tersebut adalah sekian dari banyak produk berkualitas yang dikeluarkan oleh Nutrifood

Indonesia. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1979 ini memang terkenal memiliki komitmen yang tinggi dalam menghasilkan produk-produk jempolan. Hal itu juga sejalan dengan visi perusahaan untuk senantiasa menginspirasi dan mendorong kehidupan yang sehat dan menyenangkan, baik secara fisik maupun mental bagi masyarakat. Nutrifood Indonesia merupakan produsen makanan kesehatan pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi ISO 9001 untuk aktivitas manufaktur pabrik. Kemudian, berlanjut akreditasi laboratorium, holding company, manufacture, dan sertifikat halal. Nah, bicara halal inilah yang kemudian juga menjadi fokus utama Nutrifood Indonesia dalam pengembangan usahanya sehingga perusahaan ini tetap eksis dan berkembang sampai sekarang. Produk halal bagi Nutrifood Indonesia seperti yang disampaikan Hasmy Halid, Quality Assurance Manager PT Nutrifood Indonesia, saat ini sudah menjadi kebutuhan yang tidak dapat dielakkan lagi. Pasalnya, faktor pasar yang sangat besar di Indonesia yang didominasi oleh kalangan

HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

43


HALAL CORPORATE

Tim Halal PT Nutrifood Indonesia

muslim, mau tidak mau menjadi satu motivasi besar bagi perusahaan untuk menghadirkan produk berlabel halal. “Aspek halal sendiri bagi Kita sangat penting apalagi negara Kita mayoritas adalah muslim. Jadi secara kebutuhan masyarakat itu sangat baik dan dari segi bisnis itu juga mendukung. Apalagi kini sudah menjadi kewajiban bagi perusahaan untuk menerapkan halal,” ujarnya pada Halal Review. Nutrifood Indonesia bisa dikatakan cukup serius mengelola persoalan ini yang bahkan menurut Hasmy perusahaan dilibatkan sejak awal dengan dijadikan sebagai pilot project dalam pengembangan sistem jaminan halal atau sekarang dikenal dengan Halal Assurance System (HAS) 23000 oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) pada 2006-2007 silam. “Nutrifood Indonesia itu halalnya sudah lama, dimana pertama kali waktu LPPOM membangun sistem halal, kami bagian dari pionir di aspek ini. Termasuk juga kami dipilih sebagai pilot project untuk pengembangan sistem jaminan halal atau sekarang dikenal sebagai HAS 23000,” pungkas Hasmy kemudian.

44 HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

Menjawab Tantangan dengan Komitmen Nutrifood Indonesia adalah contoh sempurna dari perusahaan yang mengaplikasikan konsep halal dari segala aspek. Sebagaimana yang diungkapkan Hasmy, bahwa halal sudah menjadi basic needs di Nutrifood Indonesia sehingga setiap proses produksi telah melalui tahapan yang pasti baik, pasti bersih, dan pasti halal. Bahkan tidak hanya terkait produk-produknya saja, di sini untuk penerapan sistem halal juga sampai dilakoni oleh karyawan perusahaan dengan misalnya memastikan untuk makan siang mereka harus makanan yang halal, atau di saat bulan puasa camilan atau snack berbuka karyawan pun wajib halal. “Istilahnya mereka tidak hanya memastikan produk yang dibuat itu halal, tapi yang mereka pakai sendiri juga pasti halal,” lanjut Hasmy. Komitmen. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kesungguhan dan keseriusan Nutrifood dalam menjamin keberlangsungan aspek halal di setiap lini usahanya. Maka tak heran jika Nutrifood Indonesia bersama-sama LPPOM MUI dari awal bersama-sama merumuskan serta


HALAL CORPORATE

Komitmen Halal SJPH

menjalankan konsep halal ini. “Kita sudah mulai dari awal bersama membangun dengan LPPOM. Mereka bikin konsepnya, Nutrifood Indonesia yang menjalankannya pertama kali,” Hasmy menegaskan. Di tengah ragam tantangan yang ada, Hasmy mengungkapkan jika persoalan yang dihadapi selalu bisa diatasi dengan baik karena perusahaan sendiri telah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik. Mulai dari investasi sumber daya manusia yang diikutkan seluruh proses workshop dan training baik dari LPPOM maupun instruktur lain yang terkait dengan dunia halal. Kemudian investasi di cost atau biaya terkait proses sertifikasi yang memang menjadi keabsahan mutlak harus ditempuh perusahaan sebelum melempar produknya ke masyarakat luas. Selanjutnya kata Hasmy adalah di fasilitas internal. Untuk yang poin terakhir biasanya digabung dengan standar produksi sehingga tinggal menyesuaikan saja. “Dan yang tak kalah penting juga adalah ada komitmen serta kolaborasi dengan stake holder, artinya kita saling membutuhkan dan itu yang

kita jaga. Tantangan itu mudah selama kolaborasi itu terus dilakukan,” beber Hasmy. Saat ini semua produk Nutrifood Indonesia telah meraih sertifikat halal. Di antara brand-brand tersebut yakni Tropicana Slim, Nutrisari, susu HiLo, L-Men ada juga W’Dank. Nutrifood Indonesia juga memiliki tiga internal fasilitas yakni di Ciawi, Sentul dan Cibitung juga ada rekanan perusahaan untuk beberapa produk lain. Bagi Hasmy urusan halal bisa membawa keberkahan untuk karyawan dan stake holder yang terlibat di dalamnya. Dengan adanya label halal di produk maka itu bisa menjadi sebuah nilai aset yang priceless dan merupakan bagian dari intangible asset sehingga kehadirannya bisa membawa kenyamanan bagi konsumen luas. Tak ayal dengan komitmen seperti itu, Nutrifood Indonesia acap kali mendapatkan penghargaan Halal Awards dari sejumlah lembaga termasuk dari LPPOM MUI. “Yang kita bangun selama ini tidak semudah membalikkan tangan, semuanya butuh proses perjuangan dan kolaborasi stake holder sampai seperti ini,” tutup Hasmy. (Syauqi Ahmad)

HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

45


HALAL UPDATE

Awali 2024, BPJPH Kembali Raih 2 Rekor MURI Forum H20 dengan peserta dan asal negara terbanyak. Rekor Penerbitan Sertifikat Halal kepada Pelaku UMKM Terbanyak dalam Waktu Satu Tahun tersebut diperoleh BPJPH setelah BPJPH menerbitkan 1.118.490 sertifikat halal sepanjang tahun 2023. Sedangkan rekor Konferensi Lembaga Halal Internasional (H20) dengan peserta dan asal negara terbanyak didapatkan BPJPH setelah sukses menggelar forum Halal-20 yang diikuti oleh lebih dari 500 peserta, 118 Lembaga Halal Luar Negeri, dan Penyerahan Sertifikat Rekor MURI delegasi yang berasal dari 41 negara. kepada BPJPH di Acara Dev-X Forum H20 tersebut digelar di JIEXPO Dok: BPJPH di Jakarta, pada tanggal 17 hingga 21 November 2023. emeriahan gelaran Devotion Kepala BPJPH, Muhammad Aqil menjelaskan Experience (Dev-X) yang diadakan bahwa penerbitan lebih dari 1 juta sertifikat halal oleh Kementerian Agama pada bagi produk UMKM merupakan bagian penting 5 hingga 7 Januari 2024 di JCC dalam percepatan sertifikasi halal sekaligus Jak ar ta diramaik an dengan penguatan ekosistem halal di Indonesia. Jumlah serangkaian kegiatan edukasi tersebut juga merupakan penerbitan sertifikat Jaminan Produk Halal (JPH). halal melalui skema sertifikasi halal dengan Edukasi halal ini diinisiasi oleh BPJPH dengan pernyataan pelaku usaha atau self declare, yang menggandeng sejumlah tokoh ulama, artis, sebagian besarnya dilaksanakan melalui program hingga pelaku usaha. Sehati (Sertifikasi Halal Gratis). Kesungguhan Badan Penyelenggara Jaminan Sepanjang tiga hari gelaran Devotion Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama dalam Experience (Dev-X) Kementerian Agama pada melakukan berbagai terobosan transformasi 5-7 Januari 2024 lalu, island Badan Penyelenggara layanan untuk percepatan sertifikasi halal Jaminan Produk Halal (BPJPH) di Dev-X Expo telah dan penguatan ekosistem halal tak hanya melayani lebih dari empat ribu pengunjung. menghasilkan capaian-capaian penting dan Sek retaris BPJPH, E.A Chuzaemi Abidin, menggembirakan. Berbagai upaya tersebut mengatakan bahwa banyaknya pengunjung bahkan mengantarkan BPJPH memperoleh tidak terlepas dari antusiasme masyarakat untuk berbagai penghargaan penting. mengetahui lebih jauh mengenai Jaminan Produk Terbaru, BPJPH meraih dua penghargaan Halal. Ribuan pengunjung island BPJPH sendiri dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). merepresentasikan beragam lapisan masyarakat. Kedua penghargaan MURI tersebut adalah rekor Tidak hanya dari kalangan pelaku usaha, namun Penerbitan Sertifikat Halal kepada Pelaku UMKM juga dari kalangan pelajar, mahasiswa, pegawai, Terbanyak dalam Waktu Satu Tahun, dan rekor guru, dosen, ormas, masyarakat umum, bahkan Konferensi Lembaga Halal Internasional pada awak media. (Tiara Aprilia)

K

46 HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024


HALAL UPDATE

Milad LPPOM MUI Ke 35

G

Pemotongan Tumpeng Milad LPPOM MUI ke-35 oleh Direktur LPPOM MUI dan Ketua Umum MUI

enap sudah 35 tahun Lembaga Pengk ajian Pangan, Obatobatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) berkiprah dalam kemajuan industri halal di Indonesia per 6 Januari 2024. Sejak awal berdiri, LPPOM MUI mampu berkembang dengan sangat baik, meskipun memulai semuanya dari nol dengan fasilitas mandiri seadanya. Hal ini tak luput dari kerja keras seluruh insan halal LPPOM MUI. Layanan pun terus menerus ditingkatkan demi mendorong program wajib halal yang dicanangkan pemerintah. Direktur LPPOM MUI, Muti Arintawati, menyampaikan hal tersebut dalam Tasyakur Milad LPPOM MUI ke-35 dilangsungkan pada 13 Januari 2024 di GOR Pajajaran, Bogor. Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum MUI, K.H. Anwar Iskandar beserta jajarannya. D a l a m a c a ra te r s e b u t, K e t u a U m u m Majelis Ulama Indonesia, K.H. Anwar Iskandar menyebutkan bahwa LPPOM MUI memiliki fungsi penting dan vital dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam mengemban amanah untuk memastikan bahwa sesuatu yang dimakan dan minum oleh umat Islam adalah halal. Data LPPOM MUI (Desember 2023) menyebutkan bahwa ada 31.754 perusahaan dengan 1.063.851

produk makanan dan minuman yang telah memiliki sertifikat halal. Besarnya angka ini menjadi bukti nyata LPPOM MUI telah melakukan tugas dan fungsinya sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dengan sangat baik. Sementara selama tahun 2023, LPPOM MUI telah menggaet 18.701 perusahaan, jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya (2022) sejumlah 11.686 perusahaan. Saat ini rata-rata waktu penyelesaian pemeriksaan dan/atau pengujian kehalalan LPPOM MUI selama 18 hari kerja, yakni dalam negeri selama 17 hari kerja dan luar negeri selama 21 hari kerja. Lama waktu ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2022, yakni untuk dalam negeri 28 hari dan luar negeri selama 29 hari. Hal ini menjawab tantangan yang tengah diberlakuk an pemerintah, yak ni waktu pemeriksaan dan/atau pengujian kehalalan dalam negeri maksimal 25 hari dan luar negeri maksimal 30 hari. Meski telah mencapai usia matang, LPPOM MUI tak pernah berpuas diri. Berbagai upaya, layanan, dan program terus ditingkatkan LPPOM MUI demi memberikan pelayanan terbaiknya untuk perusahaan dan masyarakat muslim dunia, khususnya Indonesia. (Tiara Aprilia) HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

47


HALAL UPDATE

MAKKAH HALAL FORUM BPJPH ingatkan kewajiban sertifikasi halal berlaku bagi produk luar negeri di Indonesia

BPJPH menandatangi MoU terkait Jaminan Produk Halal (JPH) dengan KADIN dan ICCIA

M

ak k ah Halal Forum merupakan agenda internasional yang diinisiasi oleh Islamic Chamber of Commerse, Industry and Agriculture (ICCIA) yang merupak an organisasi afiliasi Organisasi Konferensi Islam (OKI), di bawah naungan Saudi Ministry of Commerce and Investment. Forum internasional yang digelar pada 23-25 Januari 2024 itu berisi serangkaian conference, exhibition, B-to-B meeting, hingga Networking Opportunities, dan menghadirkan otoritas sertifikasi halal, chambers of commerce, pegiat halal, hingga pelaku usaha dari berbagai negara.

48 HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

Dok: BPJPH

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama memastikan bahwa sesuai amanat Undang-undang Nomor 34 Tahun 2014, kewajiban sertifikasi halal yang akan mulai diberlakukan di wilayah Indonesia pada Oktober 2024 nanti akan diberlakukan bagi seluruh produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia, termasuk produk yang berasal dari luar negeri. Pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal ini merupakan kelanjutan dari implementasi penahapan pertama kewajiban sertifikat halal sejak 17 Oktober 2019 lalu bagi tiga kelompok produk. Pertama, produk makanan dan minuman. Kedua, bahan baku, bahan tambahan pangan, dan bahan penolong untuk produk makanan dan


HALAL UPDATE

Kepala BPJPH, Muhammad Aqil Irham Menjadi Narasumber International Conference di Makkah Halal Forum 2024 Dok: BPJPH

minuman. Ketiga, produk hasil sembelihan dan jasa penyembelihan. Penegasan itu disampaikan oleh Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham pada saat berbicara sebagai narasumber International Conference dalam gelaran Makkah Halal Forum 2024. BPJPH juga memperkenalkan produk halal yang dihasilkan oleh pelaku usaha mikro kecil (UMK) ke pasar dunia. Upaya BPJPH untuk memperkenalkan produk halal Indonesia ke pasar internasional sejalan dengan tujuan penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH). Produk yang dipamerkan oleh BPJPH merupakan produk yang dipilih dari para pelaku UMK yang telah dibina oleh BPJPH dan sudah bersertifikat halal. Upaya itu dilakukan BPJPH melalui keikutsertaan BPJPH pada International Exhibition yang menjadi bagian dari gelaran Makkah Halal Forum 2024 untuk melakukan sosialisasi Jaminan Produk Halal. Selain itu, dalam bilateral meeting yang dilakukan dalam rangkaian Makkah Halal Forum, BPJPH Kementerian Agama dan Saudi Food Drug Authority (SFDA) sepakat untuk membentuk tim teknis guna mengerucutkan kerja sama di antara kedua pihak dalam bidang JPH. Pembentukan tim tersebut merupakan tindak lanjut nota kesepahaman kerja sama (MoU)

antara BPJPH dan SFDA dalam kualitas JPH yang telah ditandatangani pada 19 Oktober 2023 lalu. Lebih lanjut, Aqil mengatakan terbentuknya tim teknis diharapkan akan mempercepat kerja sama JPH antara BPJPH dan SFDA yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas kerja sama bilateral kedua negara melalui sektor produk halal. Tindak lanjut sinergi BPJPH dan SFDA ini dipastikan akan membawa implikasi positif yang besar bagi penguatan ekosistem halal masingmasing negara, sekaligus memperkuat peranan sektor produk halal dalam meningkatkan nilai ekonomi kedua negara. Adapun ruang lingkup MoU kerja sama tersebut mencakup kesepakatan antara BPJPH dan SFDA dalam beberapa hal. Di antaranya, kerja sama dalam pengembangan prosedur penilaian kesesuaian, spesifikasi standar dan peraturan teknis untuk penerbitan sertifikat Halal. Kedua, kerja sama saling mengakui dan menerima sertifikat Halal untuk produk yang diekspor antara kedua negara. Ketiga, kerja sama saling bertukar pengalaman dan pengetahuan di bidang pelatihan, penelitian dan analisis laboratorium produk halal. Keempat, kerja sama lainnya yang disepakati berdasarkan Memorandum Saling Pengertian. (Tiara Aprilia) HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

49


HALAL KNOWLEDGE

Menilik Kehalalan Produk Kosmetik Industri halal telah mewarnai banyak sektor, di antaranya yang tengah naik daun adalah kosmetik halal. Seperti apa kriteria sebuah produk kosmetik halal dan mengapa harus memilihnya?

D

i pasaran terdapat beragam bentuk dan kategori kosmetik sesuai dengan fungsi dan kegunaannya. Biasanya produk kosmetik dikelompokan dalam makeup, skincare, bodycare dan haircare. Produk-produk tersebut menjadi kebutuhan tambahan yang levelnya hampir “wajib” bagi kaum wanita. Meski penggunaannya berbeda pada tiap orang, dan disesuaikan dengan kebutuhan, preferensi, maupun mood, pengguna kosmetik bisa dinilai sebagai smart buyer. Di samping harganya yang bisa dibilang tak murah, jenis, fungsi, dan

50 HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

variasinya pun sangat beragam sehingga butuh pertimbangan yang matang. Tak jarang pembeli melakukan riset dahulu sebelum memutuskan membeli produk kosmetik tertentu. Konsumen dari kalangan gen Z dan milenial dikenal sebagai konsumen dengan literasi produk yang baik. Kriteria kualitas, bahan baku, active ingredient, vegan, hingga cruelty-free banyak menjadi faktor pertimbangan ketika memilih produk kosmetik. Mereka juga cukup familiar dengan berbagai jenis bahan aktif dalam kosmetik, seperti retinol, niacinamide, hyaluronic acid, ceramide, dan lainnya. Dan kini halal menjadi


HALAL KNOWLEDGE atribut pelengkap dalam pemilihan produk kosmetik. Tak hanya perihal kandungan bahan aktif dan persentasenya saja, namun asal muasal bahan dan prosesnya pun menjadi pertimbangan yang ikut menentukan. Hasil survei Top Halal Index 2023 dari IHATEC Marketing Research yang mengukur tingkat penerimaan produk halal di kalangan milenial mevalidasi hal yang sama. Sebanyak 82% konsumen menganggap pentingnya label halal pada produk kosmetik, tak kalah pentingnya dengan produk makanan dan minuman (89,7%). Mengapa Harus Memilih Kosmetik Halal? Fatwa MUI Nomor 26 Tahun 2013 Tentang Standar Kehalalan Produk Kosmetika dan Penggunaannya, mendefinisikan Kosmetik sebagai bahan atau campuran bahan yang digunakan untuk membersihkan, menjaga, m e n i n g k at k a n p e n a m p i l a n , m e n g u b a h penampilan, digunakan dengan cara mengoles, menempel, memercik atau menyemprot. Sedangkan definisi kosmetik sesuai dengan Peraturan Kepala BPOM RI No 23 Tahun 2019, adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia seperti epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ genital bagian luar, atau gigi dan membran mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan, dan/atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik. Meski kedua definisi tersebut menunjukkan pengaplikasian kosmetik pada bagian luar tubuh, namun penggunaanya ditujukan agar bertahan lama guna memastikan kandungan bahan aktifnya meresap ke dalam lapisan epidermis. Dengan kata lain kosmetik akan melekat sepanjang hari pada permukaan tubuh. Hal itulah yang menjadi perhatian bagi muslimah, karena ada kewajiban ibadah yang mensyaratkan kebersihan diri dari benda najis. Jika kosmetik yang melekat sepanjang hari pada tubuh mengandung unsur najis, maka ibadah menjadi tidak sah. Alasan lainnya karena penggunaan kosmetik juga berpeluang masuk ke dalam tubuh atau tertelan misalnya lipstik atau lipbalm, serta bahan kosmetik juga dapat memengaruhi keabsahan wudhu, contohnya cat rambut dan waterproof

makeup. Keberadaan label halal dapat membantu muslimah memastikan status kehalalan dan kesucian dari kosmetik yang dipilihnya. Kriteria Kosmetik Halal Suatu produk kosmetik bisa disertifikasi halal jika memenuhi kriteria tertentu, di antaranya seperti yang dijelaskan dalam Fatwa MUI Nomor 26 Tahun 2013 Tentang Standar Kehalalan Produk Kosmetika dan Penggunaannya, dan Fatwa MUI Nomor 11 tahun 2018 tentang Produk Kosmetika Yang Mengandung Alkohol/Etanol. Kriteria tersebut mencakup bahan, proses, dan produk. 1. Bahan Bahan baku, bahan aktif, dan/atau bahan tambahan yang digunakan wajib berasal dari sumber yang halal, baik dari kelompok tumbuhan, hewan, mikrobial, maupun sintetik. Bahan hewani harus berasal dari hewan halal dan khusus untuk hewan sembelihan, maka harus dilakukan penyembelihan yang sesuai dengan syariat Islam oleh lembaga yang diakui. Bahan najis yang tidak boleh (haram) digunakan dalam pembuatan produk kosmetik halal antara lain; 1) Babi atau produk turunannya, 2) Khamr (minuman memabukkan), 3) Darah, bangkai, dan bagian dari tubuh manusia, 4) Bahan yang dihasilkan dari fasilitas produksi yang juga memproduksi produk yang menggunaan babi atau turunannya sebagai salah satu bahannya, serta 5) Mikroba hasil rekayasa genetika yang melibatkan gen babi atau gen manusia. Sementara itu bahan yang belum bisa dipastikan kejelasan status kehalalan dan kesuciannya hukumnya menjadi makhruh dan harus dihindari, sampai ada kejelasan tentang statusnya tersebut. Contohnya adalah bahan turunan hewan halal (lemak atau lainnya) yang tidak diketahui cara penyembelihannya, dan bahan dari produk mikrobial yang tidak diketahui media pertumbuhan mikrobanya. Khusus untuk penggunaan bahan etanol (etil alkohol) dalam kosmetik, maka penggunaan diperbolehkan dan tidak dibatasi kadarnya, selama etanol yang digunakan bukan berasal dari industri khamr dan secara medis tidak membahayakan. Etanol dari industri non khamr bisa berasal dari sintesis kimiawi (petrokimia) ataupun hasil industri fermentasi non khamr.

HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

51


HALAL KNOWLEDGE

2. Proses Selain penggunaan bahan yang halal, produk kosmetik halal juga dipersyaratkan diproduksi pada fasilitas yang bebas dari kontaminasi unsur haram. Saat ini banyak perusahaan yang menawarkan jasa maklon produk kosmetik, di mana pebisnis pemula hanya perlu menyediakan modal dan mengurus pemasaran. Semua hal terkait komposisi, supply bahan, produksi, desain kemasan, hingga perizinan akan diurus oleh perusahaan maklon. Suatu perusahaan jasa maklon mampu memproduksi ratusan brand dengan komposisi yang berbeda. Oleh karena itu penting memastikan fasilitas produksi, baik yang dimiliki sendiri maupun fasilitas jasa maklon telah

52 HALAL REVIEW|02/FEBRUARI/2024

mengantongi izin keamanan produk dan tersertifikasi halal. 3. Produk Sama seper ti produk makanan dan minuman, pada produk barang gunaan kosmetik dilarang untuk menggunakan nama yang mengarah pada sesuatu yang diharamkan atau ibadah yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Sifat atau karakteristik produk juga tidak boleh memiliki kecenderungan bau atau rasa yang mengarah kepada produk haram. Persyaratan lainnya terkait produk yaitu kemampuannya ditembus air. Daya tembus air pada kosmetik perlu dipastikan untuk menjamin tidak menghalangi masuknya air ke kulit pada saat wudhu. Sementara pada kosmetik dengan klaim tahan air seperti waterproof, water resistant, sweat proof, dan lainnya perlu dicantumkan panduan pembersihan sebelum bersuci. Agar Tak Sekedar Tren Sifat manusia senang pada keindahan, dan berhias menjadi salah satu perwujudannya. Penggunaan kosmetika untuk kepentingan berhias diperbolehkan dalam Islam dengan syarat bahan yang digunakan adalah halal dan suci, ditujukan untuk kepentingan yang dibolehkan secara syar’i (tidak tabarruj), dan tidak membahayakan. Pemilihan produk kosmetik halal bagi muslimah tak sekedar untuk memenuhi kaidah keindahan di mata manusia, namun juga bagian dari wujud ketaatan pada syariat. (Anidah)


Wewangian berkualitas yang aman dan halal. Oriflame Indonesia meraih penghargaan dalam Halal Award 2023 dari IHATEC (Indonesia Halal Training & Education Center) di kategori Parfum. Kemenangan ini memotivasi kami untuk terus berupaya menghadirkan produk-produk berkualitas tinggi yang sesuai dengan kebutuhanmu.

COVER 3 Giordani Gold Essenza Eau de Parfum

id.oriflame.com


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
HALAL REVIEW edisi 02/Februari/2024 by IHATEC Publisher - Issuu