KATALOG KARYA HMRH 2020/2021
Divisi Keilmuan Himpunan Mahasiswa Rekayasa Hayati 2020/2021
ESAI DAN KARYA TULIS ILMIAH
Juara 1 CHEMISTRY IN ACTION IPB 2020
Karya Tulis Ilmiah
PRELIMINARY DESIGN VALORISASI LIMBAH TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis) MENJADI SERAT LYOCELL MENGGUNAKAN PELARUT NMETHYLMORPHOLINE N-OKSIDA (NMMO) YANG RAMAH LINGKUNGAN Febrita Rebecca Tiurma Siregar (11218011) Imelda Magdalena (11218008) Mochammad Daffa Angkasa (11218018)
Abstrak Industri kelapa sawit merupakan salah satu industri penghasil devisa terbesar di Indonesia. Bahkan, pada tahun 2018, sumbangan devisa minyak kelapa sawit mencapai 289 triliun rupiah. Namun industri ini menghasilkan limbah sembilan kali lipat lebih banyak dibanding produk utamanya, yaitu minyak sawit. Sebagian besar pelaku industri kelapa sawit di Indonesia belum memiliki mekanisme pengolahan limbah yang baik. Limbah tersebut umumnya dibakar, sehingga berdampak buruk terhadap lingkungan. Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan salah satu jenis limbah padat yang paling banyak dihasilkan oleh industri tersebut. Sekitar 23% dari satu ton tandan buah segar kelapa sawit (TBS) merupakan limbah TKKS. TKKS mengandung selulosa sebanyak 41,3-46,5%. Hal ini menunjukkan potensi TKKS untuk diaplikasikan dalam berbagai sektor industri, terutama industri tekstil. Salah satu pengaplikasian selulosa dalam industri tekstil adalah serat lyocell. Serat lyocell merupakan sub jenis dari serat rayon yang berasal dari regenerasi selulosa. Serat tersebut lebih unggul dibandingkan jenis serat lainnya, terutama serat rayon konvensional. Hal ini dikarenakan pelarut yang digunakan, yaitu N-Methylmorpholine-Noxide (NMMO), dapat didaur ulang dan dapat terurai secara aman oleh lingkungan. NMMO memiliki kelarutan yang sangat tinggi dalam air karena keberadaan polaritas ikatan N-O. Ikatan N-O ini akan berinteraksi dengan kelompok hidroksil selulosa sehingga membentuk ikatan hidrogen baru antara NMMO dengan selulosa, yang akan menjadi serat lyocell. Proses produksi serat lyocell dari limbah TKKS terdiri atas tiga proses utama yaitu, pulping, bleaching, dan proses lyocell. Pulp limbah tandan kosong kelapa sawit didapatkan dari proses pembentukan pulp alkali dengan proses soda/anthraquinone (AQ). Untuk menghilangkan residu lignin dalam pulp, dilakukan proses bleach, pencucian, dan pengeringan. Pulp kemudian dicampur dengan pelarut NMMO dan diproses untuk menghasilkan serat lyocell. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah melalui studi literatur, analisis neraca massa, serta analisis ekonomi. Berdasarkan analisis neraca massa per batch, sebanyak 4.400ton TKKS akan menghasilkan perkiraan serat lyocell total sebanyak 526.166 m meter. Analisis ekonomi dengan metode Gross Profit Margin (GPM), yaitu 10,35. Hasil analisis GPM yang bernilai lebih dari nol menunjukkan sistem produksi ini memiliki potensi ekonomi yang cukup baik. Analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa TKKS memiliki potensi yang besar untuk dijadikan serat lyocell.
Juara 3 IDEANATION 2020
Karya Tulis Ilmiah
MAKALGA: OTOMATISASI FOTOBIOREAKTOR SEDERHANA UNTUK KULTIVASI MIKROALGA SKALA RUMAH TANGGA SEBAGAI AGEN BIOFIKSASI CO2 DAN SUPERFOOD Febrita Rebecca Tiurma Siregar (11218011) Dita Fanny Rahmah (11218006) Wening Indrya Renopangastuti (11218039) Graciella Merari (11218030) Mochammad Daffa Angkasa (11218018)
Abstrak Peningkatan CO2 yang disebabkan oleh aktivitas manusia mencapai konsentrasi tertinggi pada bulan Mei 2020, yaitu 417 ppm. Karbon dioksida merupakan salah satu jenis gas rumah kaca yang menjadi faktor utama penyebab pemanasan global. Banyak upaya yang dapat dilakukan untuk memitigasi karbon, tetapi penggunaan mikroalga untuk sekuestrasi karbon merupakan solusi yang menarik. Karbon dioksida di udara dapat ditangkap oleh mikroalga dalam bentuk bikarbonat. Mikroalga juga dinilai memiliki efisiensi fotosintetik yang relatif tinggi, serta penggunaan lahan yang minim jika dibandingkan dengan tanaman biasa. Selain itu, mikroalga juga dapat dimanfaatkan sebagai suplemen nutrisi manusia karena kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin kompleks, dan mineral yang tinggi. Spirulina (Arthrospira platensis) merupakan alga hijau-biru yang berpotensi sebagai agen biofiksasi karbon. Salah satu metode kultivasi mikroalga yang terus dikembangkan saat ini adalah fotobioreaktor. Produktivitas mikroalga dapat ditingkatkan dengan inovasi otomatisasi fotobioreaktor. Perangkat sensor yang digunakan adalah sensor fotoresistor LDR, termokopel, sensor pH. Otomatisasi fotobioreaktor mikroalga dengan skala rumah tangga dapat membantu menekan emisi CO2 di rumah dan juga mempromosikan gaya hidup sehat dengan produksi biomassa mikroalga yang dapat langsung dikonsumsi. Fotobioreaktor yang dirancang memiliki kapasitas sebesar 80 Liter serta dapat menghasilkan 90,24gram mikroalga segar setelah 8 hari kultivasi. Dalam satu hari kultivasi, alga dapat memfiksasi 33,132 kg CO2 dari udara. Berdasarkan kajian ekonomi menggunakan pendekatan Capex dan Opex, didapatkan total nilai Capex sebesar Rp186.560.000,00, serta total nilai Opex sebesar Rp95.000.000,00. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, didapatkan nilai jual produk sebesar Rp3.736.480,00. Dengan nilai jual produk tersebut, akan didapatkan payback period selama 3 tahun.
Juara 3 LKTIN MAHASISWA FPP UNDIP 2020
Karya Tulis Ilmiah
PEMANFAATAN POLYPHENOL ANTIOXIDANT DARI DAUN TEH HIJAU (Camellia sinensis) DAN KITOSAN SEBAGAI BAHAN DASAR EDIBLE COATING PADA BUAH PISANG (Musa acuminata) UNTUK MEMPERPANJANG MASA SIMPAN Imelda Magdalena (11218008) Graciella Merari (11218030) dan tim
Abstrak Indonesia merupakan negara penghasil buah pisang yang melimpah. Menurut Kementrian Pertanian Republik Indonesia, produksi buah pisang di Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 7,26 juta ton dan diperkirakan akan terus meningkat. Namun buah pisang merupakan buah yang memiliki masa segar yang singkat, yaitu selama 5-7 hari (Suseno dan Padmawijaya, 2014), sehingga mudah mengalami kerugian pasca panen. Kerugian yang ditimbulkan akibat hal tersebut mencapai 18-28% (Nor et al., 2018). Bahan pangan dengan waktu penyimpanan yang singkat akan menyebabkan ketersediaan bahan pangan tersebut berkurang karena tidak semuanya dapat bertahan dalam kondisi segar hingga sampai di tangan konsumen. Selain ketersedian bahan pangan yang menurun, bahan pangan yang membusuk tersebut dapat menyebabkan bau, masalah kesehatan, dan pencemaran lingkungan. Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), limbah makanan bertanggung jawab atas 8% emisi gas rumah kaca global. Oleh sebab itu, pemberian edible coating pada bahan pangan menjadi pilihan yang tepat, dalam penelitian ini adalah pada buah pisang. Edible coating dapat memperbaiki kualitas bahan pangan dengan memperlambat proses respirasi dan pematangan buah sehingga dapat memperpanjang masa simpan. Polyphenol merupakan senyawa yang berasal dari tanaman yang mengandung trihydroxyphenyl sebagai prekursor untuk pembentukan multifungsi pelapis. Lapisan yang dihasilkan oleh polyphenol tidak berwarna sehingga tidak berdampak pada optik dan penampilan bahan dasar pangan. Polyphenol dapat ditemukan sebagai antioksidan yang menangkal radikal bebas pada ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis). Pencampuran polyphenol dengan bahan pelapis berbasis karbohidrat, kitosan, akan menghasilkan edible coating untuk bahan pangan. Kelebihan dari senyawa ini adalah mudah didapatkan dan harganya yang relatif murah sehingga terjangkau untuk setiap kalangan masyarakat. Hal ini juga dapat mempertahankan jumlah buah pisang yang dapat dikonsumsi sesuai dengan jumlah yang dihasilkan sehingga menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045 dengan kualitas ekspor yang baik karena memiliki masa simpan yang panjang.
Finalis BIOSFER XIV Universitas Brawijaya 2020
Esai
PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS INFEKSIUS JENIS PLASTIK MENGGUNAKAN TEKNOLOGI MICROWAVE DAN METODE PENCAMPURAN POLIMER-BITUMEN Annida Fitriyya (11218032) Dinda Dwi Septiani; (11218023)
Ringkasan Seperti yang telah kita ketahui bersama, pandemi COVID-19 telah mempengaruhi tatanan kehidupan masyarakat dan menimbulkan masalah-masalah baru terutama di sektor lingkungan. Meskipun terjadi perubahan kualitas udara yang membaik secara signifikan, tetapi hal ini justru diiringi dengan terancamnya kesehatan lingkungan akibat melonjaknya jumlah limbah medis terkait penanganan COVID-19. Menurut kami, penggunaan microwave dan pencampuran polimer dengan bitumen merupakan solusi yang tepat dalam pengelolaan limbah medis infeksius, khususnya limbah plastik. Kombinasi teknologi shredding dan microwave mampu mensterilisasi limbah medis berbahan plastik secara efektif, aman bagi lingkungan, dan tidak membutuhkan banyak biaya. Selain itu, kami juga menilai bahwa pembuatan polimer-bitumen merupakan strategi yang paling ramah lingkungan serta dapat meningkatkan kualitas konstruksi Indonesia. Polimer jenis polivinil klorida yang sebaiknya tidak digunakan dalam campuran polimer-bitumen dapat dibuang ke landfill karena metode tersebut tidak akan menghasilkan dioksin ke udara dan aman bagi lingkungan. edikit banyak kondisi lingkungan akan mempengaruhi ketercapaian visi Indonesia Emas 2045. Lingkungan yang sehat akan mendukung kinerja sumber daya manusia secara positif. Oleh karena itu, proses rehabilitasi dan mitigasi yang tepat perlu dilakukan guna menghindari bencana di masa mendatang yang dapat menghambat ketercapaian visi Indonesia Emas 2045. Visi tersebut bukanlah suatu hal yang mustahil terwujud apabila penduduk Indonesia khususnya generasi milenial memiliki kemampuan yang cukup mumpuni dan kinerja yang baik dengan didukung lingkungan yang suportif dan sehat.
Finalis Pejuang Inovasi Nasional ITK 2020
Karya Tulis Ilmiah
OPTIMASI PRODUKSI ASTAXANTHIN DARI MIKROALGA Haematococcus pluvialis SEBAGAI SUPLEMEN PENINGKAT IMUN DI MASA PANDEMI COVID 19 Alya Fitri Putri H (11219011) Rania Salsabiila Azhaari (11219015) Ravina Harvi Mulyani (11219038)
Abstrak Pada masa pandemi Covid 19, salah satu cara mencegah infeksi virus yaitu dengan meningkatkan imunitas tubuh. Berkaitan dengan hal tersebut, suplemen peningkat imun menjadi hal yang banyak dibutuhkan pada masa pandemi ini. Terdapat berbagai jenis suplemen yang dapat dikembangkan untuk membantu peningkatan imun tubuh. Astaxanthin adalah salah satu senyawa yang potensial untuk memperkuat imun. Khasiat astaxanthin bisa mencapai 100 kali lebih baik daripada vitamin E dalam mencegah peroksidasi mitokondria. Astaxanthin berpengaruh signifikan terhadap fungsi kekebalan dalam beberapa tes in vitro dan in vivo pada mamalia. Astaxanthin merupakan salah satu xanthophyll carotenoid yang merupakan metabolit sekunder yang disintesis secara alami oleh sejumlah bakteri, mikroalga, dan ragi. Salah satu mikroalga yang mengandung astaxanthin tinggi yaitu Haematococcus pluvialis. Spesies mikroalga ini mengandung astaxanthin mencapai 4% dari berat keringnya. Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk menentukan metode yang paling efektif dalam optimasi perolehan astaxanthin dari mikroalga Haematococcus pluvialis serta menentukan perolehan astaxanthin tertinggi berdasarkan model yang disusun. Salah satu cara meningkatkan perolehan astaxanthin dari Haematococcus pluvialis adalah dengan optimasi medium kultivasi. Medium kultivasi yang optimum dapat meningkatkan perolehan biomassa yang dapat meningkatkan pula hasil astaxanthin. Selain itu kondisi kultivasi yang optimum seperti, suhu, pH, dan adanya cekaman dapat mempengaruhi astaxanthin yang dihasilkan oleh Haematococcus pluvialis. Model pertumbuhan pada kultivasi mikroalga yang dioptimasi dapat ditentukan sehingga peningkatan perolehan dapat diprediksi. Sehingga diharapkan astaxanthin dari mikroalga selain menjadi senyawa peningkat imun dapat pula meningkatkan nilai bioproduk dari sisi ekonomi.Pada pemodelan yang telah dilakukan didapatkan laju pertumbuhan maksimum 𝜇𝑚0.6537 (hari-1 ), dan laju pembentukan produk maksimum 𝜇𝑝𝑥 5.911(mg/hari-1).
Finalis dan Presentasi Terbaik LKTI Agrifasco2020
Karya Tulis Ilmiah
PRELIMINARY DESIGN SISTEM SUSTAINABLE FARMING AKUAPONIK TERINTEGRASI DENGAN MIKROALGA (Chlorella vulgaris) SEBAGAI KONTROL KUALITAS AIR DAN PEMULIHAN NUTRISI Dita Fanny Rahmah (11218006) Febrita Rebecca Tiurma Siregar (11218011) Adela Damika Putri (11218015)
Abstrak Populasi manusia meningkat 1,17% setiap tahunnya. Menurut Kementerian Agraria dan Tata Ruang, peningkatan tersebut menyebabkan penurunan luas lahan pertanian dari 7,75 juta hektar pada 2013 menjadi 7,46 juta hektar pada 2019. Kebutuhan pangan juga meningkat seiring dengan peningkatan populasi manusia. Akuaponik merupakan bio-integrated farming system yang mengontrol kualitas air untuk pemeliharaan ikan dan menghasilkan produk tanaman sehingga meminimalisir penggunaan lahan. Pada praktiknya, terjadi beberapa masalah seperti penurunan kualitas air sehingga dibutuhkan integrasi akuaponik dengan mikroalga. Chlorella vulgaris dapat menyerap komponen organik hingga 95% di dalam air limbah, menghasilkan oksigen terlarut untuk kebutuhan aerasi sistem perikanan dan dipanen sebagai biomassa untuk pakan ikan. Integrasi akuaponik dan mikroalga (Chlorella vulgaris) bertujuan untuk memanfaatkan air dan amonia yang dihasilkan dari kolam ikan lele yang kemudian dialirkan ke dalam kultur mikroalga (Chlorella vulgaris), lalu air dialirkan ke tanaman hidroponik yaitu selada (Lactuca sativa) kemudian kembali lagi ke kolam lele sehingga menjadi siklus yang berkelanjutan. Kultur mikroalga nantinya akan dipanen dan diolah menjadi pakan ikan. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah melalui studi literatur, analisis neraca massa, serta analisis ekonomi. Berdasarkan analisis neraca massa, sistem akuaponik dengan media tanam seluas 0,392 m3 pada siklus selama 30 hari dapat menghasilkan 5,75 kg selada (Lactuca sativa); 0,5 kg ikan lele (Clarias sp.) dan 48 gr mikroalga (Chlorella vulgaris). Analisis ekonomi dengan metode Gross Profit Margin (GPM), yaitu 9,39. Hasil analisis GPM yang bernilai lebih dari nol menunjukkan sistem produksi ini memiliki potensi ekonomi yang cukup baik.
Juara 1 National Water & Sanitation Festival Competition 2021
Esai
OPTIMALISASI PENYERAPAN LOGAM ARSENIK PADA BADAN AIR OLEH LIMBAH AMPAS TEBU MENGGUNAKAN 2-MERKAPTOETANOL UNTUK MENINGKATKAN SANITASI DI ERA NEW NORMAL Muhammad Mufid Irfan Farras (11218029) Maryam Azizah (11218033) Dinda Dwi Septiani (11218023)
Abstrak Wabah COVID-19 telah menciptakan krisis kesehatan yang belum pernah ada sebelumnya. Di masa new normal ketersediaan air bersih menjadi sesuatu yang penting untuk mengurangi penyebaran virus. Kebiasaan mencuci tangan menggunakan air bersih dan sabun serta menjaga daya tahan tubuh dengan banyak mengonsumsi air putih merupakan salah satu cara untuk mencegah penularan virus COVID-19. Logam berat terutama arsenik (As) merupakan kontaminan yang paling banyak ditemukan pada sumber air khususnya di Indonesia. Ampas tebu yang merupakan produk samping dari produksi gula tebu berpotensi menjadi biosorben dalam proses pemurnian badan air yang tercemar logam berat arsenik. Kapasitas penyerapan arsenik (III) dan arsenik (V) oleh ampas tebu dengan penambahan gugus tiol dari 2merkaptoetanol beturut-turut mencapai 28,8 mg/g ampas tebu dan 34,48 mg/g ampas tebu. Nilai tersebut diketahui lebih tinggi apabila dibandingkan dengan proses adsorpsi arsenik dengan biosorben diatomit dan bagasse fly ash. Penggunaan ampas tebu sebagai biosorben arsenik dalam badan air merupakan implementasi valorisasi biomassa yang bernilai mutu tinggi serta bermanfaat baik bagi lingkungan, kesehatan, maupun ekonomi di era normal baru.
Finalis Chemical Product Design Competition PGD UI 2021
Karya Tulis Ilmiah
PHYTAMENT: SUPPLEMENT FOR INCREASING BODY NUTRITION UPTAKE WITH BIOREFINERY CONCEPT PRODUCTION Mochammad Arthadi Jaya (11219032) Annisa Raihan Yuanita Putri (11219018) Agnes Leonita (11219014)
Abstract Current COVID-19 pandemic has affected our activities in many ways, changing abnormality in people’s health. Many people experience fatigue or anemia. One of the causes of this problem is nutrient deficiency, that can be caused by phytic acid intake. Phytase (E.C.3.1.3.X) is an enzyme that can hydrolyze phytic acid. We determine our consumer to be the one actively working in this time, inter alia college students and workers. Consumer need about supplements product was based on the market data acquired from survey on Instagram and direct interview with said target consumer. From the acquired consumer needs, we specify our product design and generate many concepts from several methods, which then we choose supplemental phytase to be our design concept. From the analysis that we done, final product specification and visualization was created. Using phytase microencapsulated by microalgal lipid as the main component, we brand our product as Phytament, with the abbreviation of Phytase supplement. Sustainable product manufacturing was designed by integrating enzymatic and microbial process with microalgae biorefinery method. With Phytament sales price of IDR 58.500, production cash flow for five years is analyzed that our product has NPV of IDR 4.252.675.259, ROI of 28.35%, and IRR of 23%.
Juara 1 LKTIN PRISMATIC 2021
Karya Tulis Ilmiah
FITOREMEDIASI AIR LIMBAH SKALA DOMESTIK MENGGUNAKAN Chlorella vulgaris TERINTEGRASI DENGAN SISTEM PENGOLAHAN BIOMASSA UNTUK MEMPRODUKSI BIOFUEL MELALUI PENERAPAN KONSEP BIOREFINERY Alya Fitri Putri H (11219011) Melisa Phebeyola Estheria T.S (11219019) Lusia Desy Silalahi (11219023)
Abstrak Air bersih dan sanitasi layak yang merupakan kebutuhan dasar manusia masih menjadi momok di Indonesia karena ketersediaanya terbatas akibat tingginya konsentrasi polutan di air sungai dengan sumber utama air limbah domestik. Salah satu teknologi remediasi air limbah yang prospektif adalah fikoremediasi dengan mikroalga C. vulgaris yang dapat diintegrasikan dengan sistem produksi biofuel dan pupuk melalui penerapan konsep biorefinery. C. vulgaris yang dikultivasi dalam kondisi miksotropik pada pH 7-8.5 menghasilkan biomassa lipid 40.9±2.29%, protein 38.56±2.56%, dan karbohidrat 16.95±1.15%. Efisiensi remediasi dengan sistem ini adalah COD 95.6%, BOD 96.8%, NO3 97%, dan PO4 95.5% telah memenuhi baku mutu air yang layak dibuang ke sungai. Produksi biodiesel dengan in situ transesterification (ISTE) dari biomassa lipid menghasilkan FAME sebanyak 1,974.708 kg dengan kemurnian 95%. Produksi pupuk organik dari biomassa protein dan karbohidrat menghasilkan pupuk padat sebanyak 3,117.96 kg yang telah memenuhi standar baku mutu pupuk organik. Sistem ini diharapkan dapat membantu mewujudkan SGDs clean water and sanitation serta affordable and clean energy. Sistem ini juga diharapkan dapat menciptakan sinergi manusia dan teknologi dalam era Society 5.0 sehingga mampu mengurangi kesenjangan sosial-ekonomi antar manusia.
Karya-karya Lainnya OPTIMASI BENIH JAGUNG GUNA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PRODUKSI SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER KARBOHIDRAT DI MASA PANDEMI Misbah Baihaqi (11219010) & Priyanka Puteri A (11219036) Peserta IEEE Tech Innovation Competition 2020
OPTIMISASI PROSES BIENZIMATIK PRODUKSI BIODIESEL MIKROALGA DENGAN PENDEKATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE M Arthadi Jaya (11219032) & Sekar Dianwidi Bisowarno (11219002) Peserta Mile Zero Project Competition 2020
REFORMASI ENERGI: MERAIH ASA DENGAN BIOFUEL LIGNOSELULOSA Sekar Dianwidi Bisowarno (11219002) Peserta Lomba Esai Rakata 2020
OPTIMALISASI PRODUKSI BIOETANOL DI INDONESIA DARI LIMBAH JERAMI PADI MENGGUNAKAN KULTUR CAMPURAN REKOMBINAN Zymomonas mobilis DAN Saccharomyces cerevisiae UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI BIOETANOL DI INDONESIA Maryam A (11218033), M Mufid I.F. (11218029), & M Farhan A (11218038) Peserta Lomba Esai Rakata 2020
FITOREMEDIASI FOSFAT PADA LIMBAH DETERJEN MENGGUNAKAN ECENG GONDOK (Eichhornia Crassipes) SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN DAMPAK PANDEMI COVID-19 Agnes Leonita (11219014) & Ahmad Fadhli N (11219039) Peserta Lomba KTI PIN ITK 2020
POSTER DAN INFOGRAFIS
Juara 1 Lomba Infografis Indonesian Economic Review Universitas Pertamina 2020 Mustafid Ihsan (11217019) Anasya Rahmawati (11217037)
Juara 1 dan Poster Terfavorit Lomba Poster I-Challenge Universitas Brawijaya 2021 Alya Fitri Putri H (11219011) Ikhsanul Daffah (11219006)
Juara Terfavorit Poster Competition Evergreen 2020 Ni Komang Devi Amrita Wirawan (11217030) dan tim
Peserta Lomba Poster Agrifasco 2020 Bunga Ayu Salsabila (11217035)
RANCANGAN BISNIS
Finalis Hult Prize ITB 2020 Nunung Nurhayati (11217002) Ruli Juliansyah (11217015)
Peserta IDEAS UGM 2021 Muhammad Mufid Irfan Farras (11218029) Maryam Azizah (11218033 Dinda Dwi Septiani (11218023)
Finalis ITB Marketing Competition X Lokalate
Team BEComing
WARNA BARU TUK HARIMU Dita Fanny Rahmah (11218006) Adela Damika Putri (11218015) Mochammad Daffa Angkasa (11218018)
Ringkasan Dalam merancang rencana pemasaran yang efektif, telah dilakukan analisis kondisi terhadap Kompetitor, SWOT, dan analisis pasar. Berdasarkan hasil analisis, kami melihat peluang besar dengan total market potential Rp1,580,839,920 dari total generasi Z sebagai target marketing. Tujuan yang ditentukan dalam perancangan rencana pemasaran ini adalah membangun brand awareness, menjadi pemegang pasar untuk kopi instan di kalangan generasi Z Indonesia, serta mempertahankan konsumen Lokalate. Untuk mencapai tujuan tersebut kami merencanakan strategi terbaik untuk Lokalate adalah diversifikasi produk berupa penambahan varian rasa baru Klepon dan Pisang Goreng dan penambahan jenis produk kopi ready to drink (RTD), promosi untuk akuisisi pelanggan dan promosi untuk retensi pelanggan. Sedangkan mengenai promosi untuk akuisisi dan retensi pelanggan akan dilakukan melalui Strategi Marketing “Warna Baru Tuk Hidupmu” dengan fokus promosi terbagi menjadi 3 fase, dimana promosi untuk akuisisi pelanggan meliputi Brand ambassador & micro influencer, pemanfaatan omni-channel media sosial, kompetisi memasak menggunakan produk Lokalate, kompetisi pencarian rasa baru, pengolahan sampah packaging menjadi produk bernilai tambah, student ambassador, dan promosi retensi pelanggan meliputi pembuatan komunitas Lokalate (Circle Ceria Lokalate, Partnership dengan Online Learning Platforms, dan Pemberian Award). Implementasi dari rencana tersebut akan diiringi dengan penanggulangan dan mitigasi resiko yang akan dilakukan menggunakan risk-response strategy. Kami memproyeksikan rencana marketing yang dilakukan akan menghasilkan keuntungan bersih Rp1,309,817,620 dalam waktu 1 tahun.
Terima Kasih
Tak Henti Berkarya, HMRH Jaya!