MAJALAH
PENGGUNAAN BAHAN BAKU
LIMBAH PADAT DALAM PROSES PRODUKSI
EDISI
JUNI 2022
Beberapa produk yang dipajang di toko offline ABC Woodentoys.
DAFTAR
ISI TOPIK UTAMA
03 Mengenal Jenis-Jenis Limbah Padat, Ada Apa Saja? 04 Upaya Menanggulangi Limbah Padat di UMKM 07 Astra New Sustainability Framework & 2030 Aspirations: Advancing Sustainability Journey
KEGIATAN YDBA
19 Kick Off Program Dana Bergulir FIFGROUP: Kolaborasi Pengembangan dan Pembinaan UMKM 21 Semangat Kolaborasi Pembinaan UMKM Manufaktur di Jabodetabek oleh YDBA, PT Astra Honda Motor, dan Dharma Group 22 DIC AHEMCE Group Kunjungi Galeri UKM YDBA
REVIEW PRODUK UMKM 23 Lingkungan Higienis dengan UV Sterilizer
08 Peresmian LPB Cakung sebagai Kolaborasi PT United Tractors Tbk dan YDBA
24 Dari Hobi Hingga Jadi Bisnis : Kerajinan Daur Ulang Kreatif ala Delio Craft
10 YDBA Memperoleh Penghargaan Gold Winner PR Indonesia Awards 2022
25 Peluang Bisnis Kuliner UMKM Agatha Nabila Bontang
11 Semangat Inovasi UMKM Minuman Herbal Hingga Omset Naik Mencapai 70 Persen
26 Konsumsi Sayuran Segar dengan Beralih ke Sayur Hidroponik
13 YDBA Turut Kembangkan UMKM Manufaktur di Solo
PROFIL UMKM
15 Semangat Kolaborasi Astra melalui YDBA dalam Membina UMKM Tanah Air
27 Rita Indriana: Pemilik Usaha Mainan Edukatif yang Merangkul Kaum Disabilitas
17 HUT Ke-42 Yayasan Dharma Bhakti Astra, Tumbuh Bersama UMKM
29 Andri Rahmadi: Pentingnya Berkomitmen dalam Berbisnis Bengkel
DARI
REDAKSI Halo Sahabat Hebat, Menindaklanjuti dari edisi pertama tentang pentingnya pengolahan limbah padat bagi UMKM, redaksi melihat bahwa UMKM perlu memahami lebih dalam berbagai jenis limbah padat yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari serta berbagai alternatif yang bisa dilakukan untuk menanggulanginya. Selain itu pada bulan Mei lalu, Astra juga telah menggaungkan “Astra 2030 Sustainability Aspirations” di mana Astra juga akan berfokus untuk menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan di bumi. YDBA pun juga turut mendukung aspirasi Astra dengan terus memberikan awareness kepada UMKM tentang pentingnya kepedulian bagi lingkungan, termasuk dalam hal penanganan limbah padat sebagai salah satu jenis limbah yang sering dihasilkan UMKM. Oleh karena itu pada edisi kedua Majalah YDBA, redaksi mengangkat tema tentang “Penggunaan Bahan Baku Limbah Padat dalam Proses Produksi”. Limbah padat memiliki beragam jenis dan cara untuk menanggulanginya, yang bisa disesuaikan dengan kemampuan UMKM serta untuk menghindari tindakan membuang limbah begitu saja. Sebagai partner bagi UMKM, Astra melalui YDBA juga berupaya dalam mengedukasi UMKM agar sesuai standar industri yang tetap menjaga kelestarian alam. Semua dapat Anda simak dalam rubrik Topik Utama. Beberapa aktivitas yang telah dilakukan oleh YDBA seperti Peresmian LPB Cakung, YDBA Memperoleh
Penghargaan Gold Winner PR Indonesia Awards 2022, #YukExplore UMKM Indonesia Binaan YDBA di Yogyakarta, Pengembangan UMKM Manufaktur di Solo, seremoni Penandatangan MoU Kolaborasi YDBA dengan Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) serta Bincang Inspiratif mengenai Peran Asosiasi dalam Rantai Pasok UMKM, Syukuran HUT ke-42 YDBA, Kick Off Program Dana Bergulir FIFGROUP kepada UMKM, Semangat Kolaborasi Pembinaan UMKM Manufaktur di Jabodetabek oleh YDBA, PT Astra Honda Motor, dan Dharma Group, serta DIC Group Kunjungi Galeri UKM YDBA, dapat Anda lihat ulasannya dalam rubrik Kegiatan YDBA. Pada rubrik Review Produk UMKM akan membahas empat produk dari UMKM Binaan YDBA, antara lain UV Sterilization Room, Delio Craft, aneka stik Agatha Nabila, serta AL Farm Hidroponik. Sedangkan untuk rubrik Profil Pengusaha akan mengulas dua pemilik UMKM yaitu Rita Indriana sebagai pemilik usaha mainan edukatif yang merangkul kaum disabilitas serta Andri Rahmadi yang merupakan pemilik bengkel Duta Mitra Auto. Melalui Majalah YDBA Edisi II Tahun 2022 ini dapat menambah pengetahuan bagi Anda khususnya UMKM agar dapat semakin memahami jenis-jenis limbah padat serta penanggulangannya. Selain itu harapannya semakin banyak UMKM yang berpartisipasi dalam menjaga lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim. UMKM Indonesia bisa dan hebat!
SUSUNAN REDAKSI
REDAKTUR PELAKSANA
STAFF REDAKSI
PENERBIT
Penasihat Pemimpin Umum Penanggung Jawab Pemimpin Redaksi
Nurlaily Prabandari Agustin Ardam Rafif Trisilo Anastasia Pangastuti
Edison Monoarfa Aloysius Daniel Harbianto Yeyen Hermawati
Yayasan Dharma Bhakti Astra
: Gita Tiffany Boer : Sigit P. Kumala : Ida R. M. Sigalingging : Rahmat Handoyo
KORESPONDEN Suyanto (LPB Tegal), Wisni Kristanti (LPB Yogyakarta), Eko Wandiro (LPB Banyumas), Hafiza R. Dharmaputri (LPB Klaten), Hendra (LPB Pama Banua Etam), Suryo Aji (LPB Pama Bessai Berinta), Atmaji Priyo Hutomo (LPB Pama Daya Taka), Anugrah (LPB Tarikolot), Dimas Wahyu Ashary (LPB Solo), Dani Kurnia (Project Lebak), Azzuhri Tri Ahara (LPB Banyuwangi), Yunita Nursan Hasanah Loilatu (LPB Manggarai Barat), dan Egi Nugraha (LPB Cakung).
Majalah YDBA berfungsi sebagai media komunikasi dan informasi bagi seluruh UMKM Binaaan YDBA dan stakeholders dalam upaya untuk meningkatkan wawasan pengetahuan dan informasi serta tali silaturahmi. Diberikan secara gratis dan tidak diperjualbelikan. Redaaksi menerima kiriman tulisan dan foto sesuai dengan misi majalah. Redaksi berhak mengedit tulisan tanpa mengubah isi dan maknanya.
ALAMAT REDAKSI
HUBUNGI KAMI
IKUTI MEDIA SOSIAL KAMI
Yayasan Dharma Bhakti Astra Jl. Gaya Motor I No. 10 Sunter II, Jakarta Utara
Telp Fax E-mail Website
Facebook Fanpage Instagram Twitter YouTube
: (021) 65310146 : (021) 65310147 : hello@hebatnyaukm.org : ydba.astra.co.id
: Yayasan Dharma Bhakti Astra : @ydba_astra : @ydba_astra : Yayasan Dharma Bhakti Astra
MAJALAH YDBA
03 | TOPIK UTAMA
Mengenal Jenis-Jenis
Limbah Padat
Ada Apa Saja?
Sahabat Hebat, setelah memahami lebih dalam tentang limbah di Majalah YDBA Edisi I Tahun 2022, kita akan berkenalan lebih dekat lagi dengan salah satu jenis limbah yang paling sering kita temui, yakni limbah padat. Apa sih sebenarnya limbah padat itu?
2. Limbah Padat Anorganik, merupakan limbah yang sulit didegradasi oleh mikroorganisme di alam. Benda-benda seperti kaleng, plastik, besi, dan logam-logam merupakan contoh limbah yang tidak tersusun oleh senyawa organik.
Menurut UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, limbah padat didefinisikan sebagai sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Sedangkan berdasarkan SNI 19-2454-1991 yang telah diperbaharui dalam SNI 19-2454-2002 tentang Tata Cara Teknik Operasional Pengelolaan Sampah Perkotaan, limbah padat adalah limbah yang bersifat padat terdiri atas bahan organik dan bahan anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi pembangunan.
Berdasarkan sifat fisiknya, limbah padat dapat digolongkan menjadi:
Berdasarkan sifat kimia terdapat dua jenis limbah padat, antara lain: 1. Limbah Padat Organik, merupakan limbah yang mengandung senyawa organik dan tersusun oleh unsur-unsur karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen. Contoh limbah padat organik ini antara lain daun-daunan, tulang, sisa makanan, sayuran, dan buah-buahan.
www.theguardian.com
Apabila limbah padat dibuang di dalam air, pasti akan membuat air tersebut menjadi tercemar dan dapat menyebabkan makhluk hidup yang tinggal di dalamnya mati. Sehingga limbah ini harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan.
1. Limbah Padat Basah, terdiri dari bahan-bahan organik yang mempunyai sifat mudah membusuk seperti sisa makanan, buah, maupun sayuran. Sifat utama dari limbah padat basah adalah banyak mengandung air sehingga cepat membusuk. 2. Limbah Padat Kering, tersusun dari bahan organik maupun anorganik yang sifatnya tidak mudah membusuk. Limbah padat kering ini terdiri atas golongan metallic rubbish seperti besi tua dan kaleng bekas, serta golong non-metallic rubbish seperti kaca, mika, dan keramik. 3. Limbah Padat Lembut, terdiri dari partikel-partikel kecil, ringan, dan mempunyai sifat mudah berterbangan. Wujudnya seperti debu yang dihasilkan pabrik-pabrik serta abu yang berasal dari sisa pembakaran kayu. 4. Limbah Padat Besar, memiliki ukuran yang cukup besar seperti bekas furnitur dan peralatan rumah tangga. 5. Limbah Padat Berbahaya dan Beracun, baik terhadap manusia, hewan, maupun tanaman. Bentuknya seperti limbah rumah sakit, sisa pestisida, dan limah berbahan radioaktif.
MAJALAH YDBA
TOPIK UTAMA | 04
Upaya Menanggulangi
Limbah Padat di UMKM
www.jakartaglobe.id
1. Penimbunan Cara penimbunan sampah yang baik dan minim risiko bagi kesehatan dan lingkungan dapat menggunakan metode sanitary landfill. Pada metode ini, sampah ditimbun dalam lubang yang dialasi lapisan lempung dan lembaran plastik untuk mencegah perembesan limbah ke tanah. Sampah yang ditimbun dipadatkan, kemudian ditutupi dengan lapisan tanah tipis setiap hari. Hal ini akan mencegah tersebarnya gas metan yang dapat mencemari udara dan berkembangbiaknya berbagai macam penyebab penyakit.
terus dihasilkan sementara lahan semakin berkurang. Sampah yang ditimbun sebagian besar sulit terdegradasi sehingga akan tetap berada di area penimbunan untuk waktu yang sangat lama. Meskipun telah menggunakan sanitary landfill, masih ada kemungkinan terjadi kebocoran lapisan sehingga zat-zat metan yang terbentuk dalam timbunan mungkin saja mengalami akumulasi dan beresiko meledak. 2. Insinerasi
Metode sanitary landfill yang lebih modern, biasanya dibuat sistem lapisan ganda yaitu plastik dan lempung. Kemudian dibuat pipapipa saluran untuk mengumpulkan cairan serta gas metan yan terbentuk dari proses pembusukan sampah. Gas tersebut kemudian dapat digunakan untuk menghasilkan listrik.
Insinerasi dalam pembakaran limbah padat menggunakan suatu alat yang disebut insinerator. Kelebihan dari proses insinerasi adalah volume sampah berkurang sangat banyak, bisa mencapai 90%. Selain itu, proses insinerasi menghasilkan panas yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik untuk memanaskan ruangan.
Kelemahan utama penanganan sampah dengan metode penimbunan adalah cara ini memerlukan lahan yang luas. Sampah akan
Meski demikian, tidak semua jenis limbah padat dapat dibakar dalam insinerator. Jenis limbah padat yang cocok untuk insinerasi di antaranya
MAJALAH YDBA
05 | TOPIK UTAMA 3. Dijadikan kompos
Kompos berguna untuk memperbaiki struktur tanah dan menyediakan zat makanan yang diperlukan tumbuhan, sementara mikroba yang ada dalam kompos dapat membantu penyerapan zat makanan yang dibutuhkan tanaman. Pembuatan kompos merupakan salah satu cara terbaik untuk mengurangi timbunan sampah organik. Cara ini sangat cocok diterapkan Indonesia, karena cara pembuatannya relatif mudah dan tidak membutuhkan biaya yang besar. Selain itu, kompos dapat dijual sehingga dapat memberikan pemasukan tambahan atau bahkan menjadi alternatif mata pencaharian. Berdasarkan bentuknya, kompos ada yang berbentuk padat dan cair. Pembuatan kompos dapat dilakukan dengan menggunakan kompos yang telah jadi, kultur mikroorganisme, atau cacing tanah.
kompas.com
adalah kertas, plastik, dan karet, sedangkan contoh jenis limbah padat yang kurang sesuai untuk insinerasi adalah kaca, sampah makanan dan baterai. Kelemahan utama metode insinerasi adalah biaya operasional yang mahal. Selain itu, insinerasi menghasilkan asap buangan yang dapat menjadi pencemar udara serta abu pembakaran yang kemungkinan mengandung senyawa berbahaya.
bisnisukm.com
Kompos dapat juga dibuat dengan bantuan cacing tanah karena cacing tanah mampu menguraikan bahan organik. Kompos yang dibuat dengan bantuan cacing tanah dikenal juga dengan sebutan kascing. Cacing tanah yang dapat digunakan adalah cacing dari spesies Lumbricus terrestis, Lumbricus rebellus, Pheretima defingens, dan Eisenia foetiad. Cacing tanah akan menguraikan bahan-bahan kompos yang sebelumnya sudah diuraikan oleh mikroorganisme. Keterlibatan cacing tanah dan mikroorganisme dalam pembuatan kompos menyebabkan pembentukan kompos menjadi lebih efektif dan cepat.
MAJALAH YDBA
TOPIK UTAMA | 06
pojokplastik.id
4. Daur ulang
5. Memilah sampah
Berbagai jenis limbah padat dapat mengalami proses daur ulang menjadi produk baru. Proses daur ulang sangat berguna untuk mengurangi timbunan sampah karena bahan buangan diolah menjadi bahan yang dapat digunakan kembali. Contoh beberapa jenis limbah pada yang dapat didaur ulang adalah kertas, kaca, plastik, karet, logam berat seperti besi, baja, tembaga dan alumunium.
Ketika tidak memiliki banyak waktu untuk mengelola sampah domestik, setidaknya kita dapat memilah dan memisahkannya. Cara ini akan memudahkan dalam proses penghancuran atau daur ulang. Jika tidak ada waktu untuk mengelolanya, kita dapat memberikan sampah tersebut pada penampungan atau organisasi seperti waste4change untuk mengelolanya.
Limbah kaca dalam bentuk botol atau wadah bisa didaur ulang menjadi botol atau wadah kaca kembali atau dicampur dengan aspal menjadi bahan pembuat jalan. Kaleng alumunium bekas bisa didaur ulang menjadi kaleng alumunium lagi. Botol plastik bekas yang terbuat dari plastik jenis polyetilen tertalat (PET) bisa didaur ulang menjadi berbagai produk lain, sepert baju poliyester, karpet, dan suku cadang mobil.
Referensi: https://kumparan.com/berita-hari-ini/macam-macam-limbah-padat-dan -upaya-menanggulanginya-1uxK3a5O5de https://multikompetensi.com/artikel-dan-berita/penanganan-limbah-padat/
6. Cari barang alternatif Upaya lain dalam mengurangi limbah padat adalah dengan cara mengganti sejumlah penggunaan barang domestik yang berpotensi menjadi sampah padat. Salah satunya yaitu dengan mengurangi penggunaan tas belanja plastik dan membawa tas belanja sendiri dari kain maupun paper bag serta menggunakan tumbler sebagai pengganti botol plastik ketika minum. Jadi limbah padat, khususnya anorganik bisa ditanggulangi dengan penimbunan dan daur ulang. Pemerintah menyarankan apabila tidak mampu melakukan secara mandiri, dapat menyerahkan limbahnya ke pihak pengolahan limbah resmi dan wajib mendapatkan izin dari menteri, gubernur, atau bupati/wali kota sesuai dengan kewenangannya.
07 | TOPIK UTAMA
MAJALAH YDBA
Astra New Sustainability Framework & 2030 Aspirations:
Advancing Sustainability Journey
Poin-poin dalam “Astra 2030 Sustainability Aspirations” yang akan menjadi fokus YDBA untuk berpartisipasi.
Sustainability (keberlanjutan) telah menjadi fokus Astra melalui kontribusi kepada masyarakat. Untuk memajukan perjalanan sustainability tersebut, Astra menggabungkan fokusnya selain kepada masyarakat juga berfokus pada iklim dan planet ini. Astra mengambil langkah tegas dalam perjalanan transisinya, mengambil langkah berkelanjutan untuk maju bersama Indonesia, menyeimbangkan kebutuhan saat ini dan masa depan, serta menuju masa depan yang lebih baik untuk semua. Selama bertahun-tahun, Astra sudah melaksanakan prinsip S dan G di ESG, yakni Social (Sosial) dan Governance (Pemerintahan). Dan kini Astra sedang melangkah lebih lanjut pada prinsip E, yakni Environment (Lingkungan). Astra berupaya menjadi bagian dari perubahan agar mencapai masa depan yang kuat untuk kita dan anak cucu, pemenuhan kebutuhan sekarang dan generasi yang akan datang, serta perubahan yang membawa kesempatan baru bagi kita semua. Astra telah meresmikan “Astra 2030 Sustainability Aspirations” sebagai bentuk kontribusi Astra dalam menciptakan Indonesia yang lebih baik lagi di masa depan. Aspirasi-aspirasi tersebut tertuang dalam Astra’s Triple P Roadmap Strategy sebagai panduan bagi seluruh lini bisnis untuk mencapai cita-cita Astra yaitu “Sejahtera Bersama Bangsa”. Strategi tersebut terdiri dari: • Portfolio, untuk bisnis yang tangguh dan berkelanjutan.
• People, untuk kehidupan yang beragam dan inklusif, serta • Public Contribution, untuk memberdayakan dan mendukung masyarakat. Sebagai salah satu pelaksana Corporate Social Responsibility (CSR) Astra, YDBA turut berpartisipasi dalam mensukseskan aspirasi ini. Pada strategi Portfolio dan People, melalui kolaborasi dengan Environment & Social Responsibility Division Astra dalam mengedukasi dan mengimplementasikan standar Astra Green Company kepada UMKM Manufaktur dan Bengkel. Dalam rangka mengurangi emisi gas rumah kaca, YDBA berupaya menjaga kelestarian hutan bakau sebagai penyerap emisi karbon dengan mendorong percepatan alih profesi bagi masyarakat nelayan di Desa Golosepang, Manggarai Barat. Terkait manajemen energi, YDBA membantu dalam memberikan edukasi dan membangun awareness tentang pentingnya konversi ke Energi Baru Terbarukan (EBT) kepada UMKM Binaan. Sedangkan pada strategi Public Contribution, seluruh program pembinaan YDBA yang sudah dijalankan merupakan bentuk nyata dalam pemberdayaan UMKM dengan mengkolaborasikan dengan calon offtaker. Standar Quality, Cost, dan Delivery (QCD) yang diperoleh dari offtaker sebagai dasar UMKM untuk dapat meningkatkan mentalitas dasar dan kualitas produk melalui pelatihan, pendampingan, fasilitasi pemasaran, dan fasilitasi pembiayaan.
MAJALAH YDBA
KEGIATAN YDBA | 08
Peresmian LPB Cakung Kolaborasi PT United Tractors Tbk dan Yayasan Dharma Bhakti Astra Telah berlangsung Peresmian Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Cakung pada Senin, 21 Maret 2022. Ketua Pengurus Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), Sigit P. Kumala (bawah) dan Direktur PT United Tractors Tbk,
Edhie Sarwono (kiri atas) menyaksikan seremoni Peresmian Program Pembinaan Perdana bagi UMKM binaan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Cakung di Jakarta Timur secara virtual.
Seremoni Peresmian Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Cakung di Jakarta Timur yang ditandai dengan pemotongan pita oleh Corporate Governence & Sustainability Head PT United Tractors Tbk, Sara K. Lubis dan Dept. Head Planning & Development Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) (kanan atas) disaksikan secara virtual oleh Ketua Pengurus YDBA, Sigit P. Kumala (bawah) dan Direktur PT United Tractors Tbk, Edhie Sarwono (kiri atas) (21/03).
09 | KEGIATAN YDBA Seremoni peresmian Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Cakung di Jakarta Timur ditandai dengan pemotongan pita dan penyematan ID Card kepada perwakilan UMKM oleh Corporate
Sambutan Ketua Pengurus Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), Sigit P. Kumala dalam seremoni peresmian Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) untuk UMKM binaan PT United Tractors Tbk Head Office (21/03).
MAJALAH YDBA Governence & Sustainability Head PT United Tractors Tbk, Sara K. Lubis dan Dept. Head Planning & Development YDBA Edison Monoarfa.
Sambutan Direktur PT United Tractors Tbk, Edhie Sarwono dalam seremoni peresmian Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) untuk UMKM binaan PT United Tractors Tbk Head Office (21/03).
Seremoni Peresmian Program Pembinaan Perdana bagi UMKM binaan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Cakung di Jakarta Timur yang ditandai dengan penyematan ID Card kepada perwakilan UMKM oleh Corporate Governence & Sustainability Head PT United Tractors Tbk, Sara K. Lubis dan Dept. Head Planning & Development Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) (kanan atas) disaksikan secara virtual oleh Ketua Pengurus YDBA, Sigit P. Kumala (bawah) dan Direktur PT United Tractors Tbk, Edhie Sarwono (kiri atas) (21/03). Program pembinaan perdana ini dilakukan bersamaan dengan seremoni peresmian LPB untuk UMKM binaan PT United Tractors Tbk Head Office (21/03)
LPB merupakan kerjasama PT United Tractors Tbk bersama dengan YDBA yang bertujuan meningkatkan dan mengembangkan kompe-
tensi UMKM dari aspek SDM dan produk agar menjadi lebih mandiri dan berkembang.
MAJALAH YDBA
KEGIATAN YDBA | 10
YDBA Memperoleh Penghargaan
Gold Winner PR Indonesia Awards 2022 Piala Penghargaan Gold Winner PR Indonesia Awards 2022 Kategori Lembaga Sub Kategori Department PR untuk YDBA.
Pada 25 Maret 2022 lalu, YDBA menerima penghargaan Gold Winner PR Indonesia Awards 2022 Kategori Lembaga Sub Kategori Department PR. Penghargaan tersebut diterima setelah melalui proses entri karya, seleksi kelengkapan dokumen dan administrasi, hingga proses penjurian pada bulan Januari dan Februari 2022. Presentasi dan Penjurian Sub Kategori Department PR dilaksanakan secara online pada 23 Februari 2022 yang diwakili oleh Head of Communication & Information System YDBA,
Sertifikat Penghargaan Gold Winner PR Indonesia Awards 2022 Kategori Lembaga Sub Kategori Department PR untuk YDBA.
Rahmat Handoyo. Dalam presentasi tersebut dipaparkan tentang struktur organisasi YDBA, fungsi komunikasi YDBA, serta manajemen tim dari departemen yang berkaitan dengan komunikasi YDBA. Terima kasih atas dukungan Anda kepada YDBA sehingga YDBA memperoleh penghargaan ini. Sesuai dengan tujuan YDBA, kami akan terus berusaha menjadi “mitra terpercaya” bagi UMKM dalam mengelola bisnis. Karena kami yakin bahwa UMKM Indonesia bisa dan hebat!
Sekretaris Pengurus YDBA, Ida R.M. Sigalingging (empat dari kanan) dan Bendahara Pengurus YDBA, Handoko Pranoto (tiga dari kiri) bersama Communication & Information System Department YDBA.
MAJALAH YDBA
11 | KEGIATAN YDBA
Salah satu produk CV Dewi Makmur, UMKM Minuman Herbal binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) di Yogyakarta.
#YUKExplore UMKM Indonesia Binaan YDBA di Yogyakarta Semangat Berinovasi UMKM Minuman Herbal Hingga Omset Mencapai 70% Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) kembali menyelenggarakan kegiatan #YukExplore UMKM Indonesia kedua di tahun 2022. Pada kesempatan kali ini YDBA mengunjungi UMKM binaan yang berada di Kota Yogyakarta yaitu CV Dewi Makmur dengan brand produk Dewiti. Herdiana Dewi Utari atau biasa dipanggil Dian merupakan owner sekaligus sosok dari suksesnya minuman kesehatan (herbal) Dewiti yang sudah berdiri sejak tahun 2008. Berawal dari ketertarikan Dian untuk berbisnis minuman Kesehatan (herbal) yang sedang booming dengan olahan rosela. Seiring berkembangnya pasar serta melonjaknya permintaan konsumen, Dian selalu mencari inovasi terbaru hingga bertambahnya varian teh herbal seperti Teh Kulit Manggis, Teh Daun Sirsak, Teh Jati Cina, Angkak, Wedang Uwuh, Teh Sarang Semut, Teh Daun Kelor serta Teh Sereh Wangi.
Dalam mendukung dan mengembangkan produk olahan minuman (herbal), Dewiti bergabung menjadi UMKM binaan YDBA sejak tahun 2017. Mengikuti beberapa program pembinaan YDBA seperti Pembukuan Sederhana, Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran, Digital Marketing, Design Packaging serta beberapa program fasilitasi pembiayaan dan pemasaran yang difasilitasi oleh YDBA diharapkan dapat meningkatkan kompetensi Dian dalam menerapkan ilmu yang didapat sehingga dapat diimplementasikan kedalam bisnisnya. Tidak hanya itu, kini proses produksi Dewiti sudah menggunakan mesin untuk meningkatkan produktivitas bisnisnya. Saat ini Dewiti memiliki karyawan sebanyak 12 orang dengan jobdesk yang spesifik dan terstruktur.
MAJALAH YDBA
KEGIATAN YDBA | 12
Suasana pengemasan produk CV Dewi Makmur, UMKM Minuman Herbal binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) di Yogyakarta yang dilakukan di ruang tertutup & steril.
Dalam kegiatan #YukExplore UMKM Indonesia, Dian mengungkapkan bahwa ia sangat senang dan bersemangat menjadi binaan YDBA. Tidak hanya pendapatan yang meningkat hingga 70% tetapi melalui pembinaan YDBA, Dian mendapatkan relasi/jaringan yang lebih luas sehingga membantunya dalam hal pemasaran.
Ketua Pengurus YDBA, Sigit P. Kumala mengajak para pewarta yang hadir untuk melihat langsung proses produksi di CV Dewi Makmur. Sigit yang didampingi Sekretaris Pengurus YDBA, Ida R. M. Sigalingging; Bendahara Pengurus YDBA, Handoko Pranoto serta Koordinator Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) YDBA di Yogyakarta, Fransisca Wisni Kristanti ini berharap para pewarta yang hadir dapat mendukung promosi produk minuman herbal asli Yogyakarta tersebut. Selain turut mendukung perkembangan UMKM Indonesia, dukungan tersebut tentunya dapat menjadikan masyarakat Yogyakarta bangga terhadap CV Dewi Makmur yang memiliki produk unik, unggul dan banyak diminati oleh masyarakat luas.
Ketua Pengurus Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), Sigit P. Kumala (kanan) saat menyampaikan sekilas informasi usaha dari CV Dewi Makmur.
Suasana pengemasan produk CV Dewi Makmur, UMKM Minuman Herbal binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) di Yogyakarta yang dilakukan di ruang tertutup & steril.
Atas komitmen penerapan ilmu yang didapatkan dalam kurun waktu 5 tahun, Dewiti telah memiliki sertfikasi halal MUI Tahun 2021, Usaha kecil Obat Tradisional (UKOT) tahun 2020, Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) tahun 2021 yang sudah dipasarkan di berbagai wilayah di Indonesia seperti Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Aceh, Kalimantan, Bali dan NTB.
13 | KEGIATAN YDBA
MAJALAH YDBA
Suasana diskusi antara Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dengan UMKM binaan YDBA yang tergabung dalam Komunitas Machining Solo Raya
YDBA Turut Kembangkan UMKM Manufaktur di Solo Jawa Tengah Bersamaan dengan didirikannya LPB Solo pada tahun 2019, YDBA mendukung terbentuknya sebuah komunitas Machining Solo Raya yang diprakarsai oleh 7 UMKM manufaktur binaan YDBA dengan komitmen untuk menjalankan program pembinaan YDBA. Seluruh anggota komunitas telah dibekali dengan program pembinaan teknis maupun manajemen. Semakin bertambahnya anggota komunitas, saat ini Komunitas Machining Solo Raya tengah mempersiapkan pendirian koperasi yang tujuannya agar UMKM dapat menjadi anggota yang mandiri seperti salah satunya PT Sinergi Solo Sejahtera (PT SSS).
PT SSS merupakan UMKM Manufaktur Binaan YDBA yang didirikan Sutarmin sejak tahun 2011 dengan fokus bisnis yaitu spesialisasi Mold Maker (Pembuatan Cetakan). Produk yang dihasilkan oleh PT SSS diantaranya Mold Lemari, Mold Botol Spray, Mold Sendok, Mold Jerigen dan lainnya. PT SSS menjadi salah satu dari sembilan UMKM manufaktur di Solo raya yang dipercaya menjadi pemasok produk ke PT Yogya Presisi Tekniktama Industri ( PT YPTI). PT YPTI merupakan UMKM binaan YDBA yang telah mandiri yang saat ini menjadi tier 1 Grup Astra.
MAJALAH YDBA
KEGIATAN YDBA | 14
Sutarmin, pemilik PT Sinergi Solo Sejahtera, sedang menjelaskan tentang mesin yang dioperasikan di dalam area kerja.
Sejak bergabung dengan YDBA pada tahun 2019 PT SSS dapat memacu perkembangan bisnis dengan melakukan perubahan didalam bisnisnya seperti penerapan 5R yang menjadikan proses produksi lebih efektif sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen dan melakukan inovasi dalam pembuatan produk berdasarkan kebutuhan customer.
Suasana diskusi antara YDBA dengan UMKM binaan yang tergabung dalam Komunitas Machining Solo Raya
Dalam perjalanan pembinaan YDBA di wilayah Solo ini, Ketua Pengurus YDBA, Sigit P. Kumala berharap UMKM manufaktur di Solo, khususnya yang tergabung dalam Komunitas Machining Solo Raya harus bangkit dan berkembang. Sigit juga menyampaikan UMKM harus bisa menghasilkan produk berstandar QCD (quality, cost, delivery), sehingga bisa memasok produknya bukan hanya di pasar nasional tetapi juga di pasar internasional. Dan YDBA berkomitmen untuk mendukung UMKM Manufaktur Solo dalam menghasilkan produk dengan standar QCD tersebut.
MAJALAH YDBA
15 | KEGIATAN YDBA
Semangat Kolaborasi ASTRA melalui YDBA dalam Membina UMKM Tanah Air Sejak berdirinya Astra tahun 1920 hingga saat ini, Yayasan Dharma Bhakti (YDBA) terus mendorong UMKM binaannya untuk terus semangat berkolaborasi baik dengan perusahaan, pemerintah, asosiasi maupun sesama UMKM agar usaha yang dijalankan mandiri dan berkelanjutan. Pada tanggal 21 April 2022 bersamaan dengan memperingati Hari Kartini YDBA bersama Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) berkomitmen untuk berkolaborasi dalam membina UMKM. Melalui kolabarasi ini, APJI berkomitmen untuk memberikan kesempatan UMKM YDBA memasarkan produknya ke seluruh anggota asosiasi baik secara langsung maupun melalui badan usaha dibawah APJI. Sedangkan komitmen YDBA terhadap
kolaborasi ini adalah untuk mendampingi serta memastikan UMKM membuat produk sesuai dengan QCD dengan memberikan program pembinaan seperti pelatihan dan pendampingan yang bersifat manajemen maupun teknis. Komitmen kolaborasi YDBA dengan APJI ditandai dengan adanya penandatanganan Memorandum of Understanding (Mou). YDBA diwakilkan oleh Ketua Pengurus, Sigit P. Kumala dan Sekretaris Pengurus YDBA, Ida R.M Sigalingging dengan APJI yang diwakili oleh Ketua Umum Dewan Pusat APJI, Rahayu Setiowati disaksikan oleh Bendahara Pengurus YDBA, Handoko Pranoto dan anggota pengurus Vilia Husin.
Penandatanganan Memorandum of Undertanding (MoU) Kolaborasi Pembinaan UMKM antara Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA)
MAJALAH YDBA
KEGIATAN YDBA | 16
Ketua Pengurus Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), Sigit P. Kumala (kanan) saat menjelaskan produk UMKM Manufaktur binaan YDBA di Tarikolot Bogor yang berpotensi untuk dipasarkan ke seluruh anggota Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI)
Dalam sambutannya, Sigit P.Kumala menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi kesempatan yang baik bagi YDBA maupun Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) sebagai cabang YDBA di daerah untuk merekomendasikan produk UMKM yang berpotensi dibutuhkan oleh APJI. Sigit juga berharap bahwa kolaborasi ini dapat berjalan long term dan bermanfaat untuk UMKM Indonesia. Bertepatan dengan momen peringatan Hari Kartini, YDBA menyelenggarakan bincang inspiratif mengenai peran Asosiasi dalam Rantai Pasok UMKM dengan narasumber wanita-wanita inspiratif Indonesia yaitu Rahayu Setiowati dan Ida R.M. Sigalingging. Dalam bincang inspiratif keduanya berbagi cerita bagaimana peran APJI dan YDBA dalam mendukung pertumbuhan UMKM Indonesia. Sharing keduanya diharapkan dapat menginspirasi kita semua dan membawa semangat, bahwa Wanita Indonesia turut berperan dalam memajukan Indonesia.
Suasana Bincang Inspiratif sebagai rangkaian kegiatan Penandatanganan Memorandum of Undertanding (MoU) Kolaborasi Pembinaan UMKM antara Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dan Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI)
17 | KEGIATAN YDBA
MAJALAH YDBA
HUT ke-42 YDBA Astra Tumbuh Bersama UMKM Sejak 4 dekade yang lalu, Astra telah berkomitmen mendukung pengembangan masyarakat serta lingkungan melalui kontribusi sosial baik secara langsung maupun melalui 9 yayasan di bawahnya, termasuk YDBA yang didirikan Pendiri Astra, William Soeryawidjaya tepatnya 2 Mei 1980 dengan fokus pada pembinaan UMKM di tanah air. Perjalanan 42 tahun, tentu bukan hal yang mudah bagi Astra melalui YDBA dalam membina UMKM. Ada suka dan duka yang dilalui untuk menjalankan perannya dalam memandirikan UMKM tersebut. Namun, sesuai dengan filosofi yang ada pada logo YDBA, yaitu jantung atau infinity, YDBA selalu menjalankan perannya untuk mendampingi UMKM sesuai dengan denyut nadi perekonomian secara konsisten dan berkelanjutan di berbagai provinsi di Indonesia, mulai dari pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat hingga Nusa Tenggara Timur. Sebagai ungkapan rasa syukur atas usia perjalanan tersebut, pada 17 Mei 2022 YDBA menyelenggarakan Syukuran HUT ke-42 di Galeri UKM YDBA, Jakarta. Kegiatan dilaksanakan bersamaan dengan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Kolaborasi YDBA dengan Politeknik Astra dalam pembinaan UMKM Manufaktur yang diharapkan dapat mendukung UMKM agar tumbuh dan mandiri. Kolaborasi tersebut sejalan dengan tema HUT ke-42 tahun YDBA, yaitu “Semangat Kolaborasi, Tumbuh Bersama UMKM”.
Ketua Pengurus YDBA, Sigit P. Kumala (kedua dari kanan) melakukan pemotongan tumpeng didampingi Ketua Pembina YDBA, Gita Tiffany Boer (kedua dari kiri), Ketua Pengawas YDBA, Lina Djafar (paling kanan), dan Advisor YDBA, Tonny Soemartono (paling kiri) dalam kegiatan syukuran HUT ke-42 YDBA di Galeri UKM YDBA, Jakarta (17/5).
Semangat kolaborasi ini konsisten YDBA gaungkan sejak tahun 2021. Sejak tahun tersebut hingga saat ini YDBA telah berkolaborasi dengan 15 stakeholder, baik dari perusahaan besar, asosiasi maupun Lembaga Pendidikan. Hingga saat ini juga YDBA telah menjalin hubungan yang sangat erat dalam pembinaan UMKM dengan pemerintah baik pusat maupun daerah, antara lain Kementerian Koperasi dan UKM RI, Kementerian Perindustrian, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta Kementerian Keuangan. Semangat tersebut tentu dilakukan untuk mendukung cita-cita Astra “Sejahtera Bersama Bangsa”. Syukuran HUT YDBA dihadiri oleh Direktur Astra yang juga Ketua Pembina YDBA Gita Tiffany Boer; Ketua Pengawas YDBA Lina Djafar; Ketua Pengurus YDBA Sigit P. Kumala dan anggota pengurus lainnya; Advisor YDBA Tonny Sumartono; Wakil Direktur I Politeknik Astra Tonny Pongoh dan Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Astra - Michael D. Ruslim (YPA-MDR), Herawati Prasetyo. “Astra melalui YDBA terus berupaya menjalankan perannya sejalan dengan cita-cita Astra “Sejahtera Bersama Bangsa” dan butir pertama Catur Dharma Astra, yakni menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Astra mendirikan YDBA dengan harapan, dapat menjadi pohon yang rindang bagi UMKM yang berteduh di bawahnya”, ujar Gita Tiffany Boer dalam sambutannya.
MAJALAH YDBA
KEGIATAN YDBA | 18
Proses penandatanganan MoU Kolaborasi antara YDBA dengan Politeknik Astra yang diwakili oleh Ketua Pengurus YDBA, Sigit P. Kumala (tengah), Sekretaris Pengurus YDBA, Ida R.M. Sigalingging (kedua dari kanan) dan Wakil Direktur I Politeknik Astra, Tonny Pongoh (kedua dari kiri), serta disaksikan oleh Ketua Pembina YDBA, Gita Tiffany Boer (paling kiri) dan Ketua Pengawas YDBA, Lina Djafar (paling kanan). Penandatanganan MoU tersebut bersamaan dengan kegiatan Syukuran HUT ke-42 YDBA yang dilaksanakan di Galeri UKM YDBA, Jakarta (17/5).
Ia juga menyampaikan, hingga saat ini Astra yang genap berusia 65 tahun, telah berkontribusi untuk masyarakat dan bangsa. Filosofi Catur Dharma Astra selalu berfokus pada penguatan kontribusi Astra kepada masyarakat dan bangsa. YDBA menjadi bagian dari kontribusi sosial berkelanjutan Astra, khususnya Astra untuk Indonesia Kreatif yang diharapkan dapat terus mendukung UMKM Indonesia dalam mengembangkan usahanya. Demonstrasi Pembuatan Produk & Sharing UMKM dalam HUT ke-42 YDBA Sebagai rangkaian HUT ke-42, YDBA juga menghadirkan 2 UMKM binaan YDBA dari bidang Manufaktur, yaitu UD Aneka Loyang dan UMKM Kuliner, Nihar Chaniago. Dalam momen ini UD Aneka Loyang berkesempatan untuk melakukan demonstrasi pembuatan produk Loyang yang saat ini banyak diminati oleh pasar lokal maupun internasional. Saat ini melalui kolaborasi YDBA dan merchant Toko Pasti Puas, produk UD Aneka Loyang telah berhasil memasuki pasar ASEAN sejak 2020 dengan kenaikan omset hingga 300%. Dalam perjalanan kolaborasi tersebut, UD Aneka Loyang yang dirintis oleh Nuryaman melakukan inovasi dalam proses produksi dengan mengoptimalkan mesin roll untuk memudahkan dan memastikan produk sesuai dengan standar QCD yang dibutuhkan customer.
Sedangkan, Nihar Chaniago dalam HUT YDBA ini berbagi cerita mengenai perjalanan bisnis nya yang dimulai dengan usaha sepatu kulit dengan nama DeMonte. Kondisi pandemi yang menjadikan omsetnya turun sebesar 75%, memaksa Miske, pemilik Nihar Chaniago untuk melakukan inovasi. Melihat peluang dan tren pasar di masa pandemi, Miske membuat inovasi dengan mendirikan Nihar Chaniago, usaha kuliner yang fokus dalam pembuatan rendang kemasan dengan bumbu rempah yang khas tanpa pengawet. Tak disangka, produk tersebut sangat diminati konsumen, bahkan per harinya bisa mendapatkan pesanan hingga 10 kilogram. Saat ini, produk rendang hasil inovasi Miske memiliki berbagai varian, antara lain rendang daging, rendang hati, paru, jengkol, kentang dan kacang.
Ketua Pengurus YDBA, Sigit P. Kumala (tengah) bersama Ketua Pembina YDBA, Gita Tiffany Boer (kedua dari kanan) dan Ketua Pengawas YDBA, Lina Djafar (paling kanan) sedang melihat produk aneka loyang yang diproduksi oleh pemilik UD Aneka Loyang, Nuryaman (kedua dari kiri) dalam kegiatan syukuran HUT ke-42 YDBA di Galeri UKM YDBA, Jakarta (17/5).
MAJALAH YDBA
19 | KEGIATAN YDBA
FIFGROUP Salurkan Pembiayaan
ke 550 UMKM
dan Pembinaan Bersama Astra dan Yayasan Astra bangkit dan kemudian berhasil, sehingga suatu hari nanti akan naik kelas.
Penyerahan Simbolis Program Dana Bergulir FIFGROUP untuk 550 UMKM di 235 Cabang kepada perwakilan UMKM binaan.
ESR Division Head Astra, Diah Suran Febrianti dalam motivation speech-nya menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh FIFGROUP merupakan implementasi program Sustainability Astra yang tentu akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Lebih dari 15.000 UMKM binaan Grup Astra dan 2,5 juta masyarakat sudah merasakan dampak dari setiap program Astra dan menjadi bukti nyata kontribusi Astra bagi Indonesia,” tambah Diah.
PT Federal International Finance (FIFGROUP), salah satu anak perusahaan Astra yang ber gerak di bidang pembiayaan dan juga bagian dari Astra Financial, menyalurkan dana bergulir kepada 550 UMKM beserta pembinaan bersama Astra dan yayasan di bawah Astra sebagai rangkaian perayaan hari ulang tahunnya yang ke-33 tahun pada Mei 2022.
Ketua Pengurus Dharma Bhakti Astra, Sigit P. Kumala menyampaikan: “Saya bahagia atas terselenggaranya kolaborasi untuk pengembangan dan pembinaan UMKM hari ini. Semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat mewujudkan cita-cita para pelaku UMKM supaya bisa naik kelas dan menjadi UMKM yang sehat.”
Program ini ditandai Kick Off yang dirangkai bersamaan dengan webinar bertajuk “UMKM Melek Digital Menuju Masa Endemi” pada Selasa, 24 Mei 2022 secara hybrid di Menara FIF, Jakarta Selatan yang diikuti oleh seluruh UMKM di seluruh Indonesia.
Sesi webinar yang bertajuk “UMKM Melek Digital Menuju Masa Endemi” diisi oleh owner Kampung Kaleng, Muhamad Arif Rahmat yang membawakan materi tentang Digital Marketing Optimization.
Pada program ini, FIFGROUP berkolaborasi dengan ESR Astra, serta yayasan di bawah Astra: Yayasan Dharma Bakti Astra, Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim, dan Yayasan Astra Honda Motor, serta Yayasan Amaliah Astra, berupa pengembangan dan pembinaan UMKM dengan cara mencari UMKM yang memiliki semangat dan motivasi tinggi untuk maju, memberikan bimbingan secara langsung baik melalui webinar maupun juga dengan monitoring keuangan setiap UMKM. Harapannya bisa menumbuhkan UMKM
Arif dalam sharingnya mengatakan, “Digital marketing sangat diperlukan saat ini, karena perkembangan digital yang begitu pesat mampu memberikan peluang yang baik bagi sebuah usaha. Oleh karena itu, para pelaku usaha hendaknya mau untuk selalu belajar bagaimana melakukan pemasaran suatu produk atau jasa melalui atau menggunakan media digital dan mengikuti perubahan zaman.” Bantuan Tanpa Bunga Pada program ini, FIFGROUP menyalurkan bantuan modal yang berasal dari Dana Sosial
MAJALAH YDBA
KEGIATAN YDBA | 20
Infografis Statistik Perkembangan Program Dana Bergulir FIFGROUP Tahun 2016 – 2022.
Syariah, yang berfokus pada pengembangan UMKM, yaitu pemanfaatan dan penyaluran dana sosial syariah yang tepat serta efektif kepada masyarakat yang mengedepankan transparansi. Bantuan tersebut merupakan pinjaman tanpa bunga yang diharapkan dapat meringankan beban serta membantu memajukan UMKM dengan baik. Pada tahun 2022 ini, sekitar Rp 1,9 miliar dana sosial Syariah FIFGROUP disalurkan kepada lebih 550 UMKM pada program ini. Tidak hanya bantuan dana tanpa bunga yang akan diterima oleh pelaku UMKM, melainkan dalam setahun ke depan ada pelatihan serta webinar dalam rangka meningkatkan pengetahuan terkait usaha yang dijalankan. Tingkat pengembalian yang tinggi Dalam kegiatan dana bergulir ini, FIFGROUP tetap melakukan pemantauan terhadap tingkat kesehatan UMKM dengan index current rate, yaitu persentase kelancaran pengembalian dana yang dibayarkan tidak melebihi tanggal jatuh tempo pada bulan berjalan. Target current rate adalah sebesar 93,5%. Dan current rate UMKM FIFGROUP berada di angka 99,1%, artinya hampir seluruh UMKM ini sehat dan berkomitmen untuk mengembalikan dana bergulir dengan tingkat pengembalian yang relatif tinggi.
Tahun ini, FIFGROUP mengadakan program Repeat Order (RO) bagi setiap UMKM yang sehat, dengan diberikan kesempatan untuk mendapat dana pinjaman yang sama atau penambahan yang lebih besar dari sebelumnya. Secara aktual, FIFGROUP membuka program ini untuk 550 UMKM di mana perhari ini sudah lebih dari 555 UMKM yang mengajukan dan sebanyak 48% atau 270 UMKM adalah UMKM RO. Kriteria bagi UMKM baru yang diberikan program dana bergulir adalah: - Usaha sudah berjalan > 1 Tahun - Bersedia melengkapi persyaratan yang dibutuhkan - Penyaluran Rp 5 juta sd Rp 25 juta dengan jangka waktu 12 bulan, 24 bulan dan 36 bulan (5-10 UMKM) - Tidak sedang menerima program yang sama dari lembaga lain. - Karakter baik, kooperatif, mau berkembang dan ingin maju dalam usahanya - Bersedia mengikuti webinar pelatihan dari FIFGROUP Dan untuk kriteria UMKM RO, sama dengan yang disebutkan di atas namun ditambahkan UMKM pada saat program dana bergulir 2021 memiliki record pengembalian dana yang tepat waktu.
MAJALAH YDBA
21 | KEGIATAN YDBA
Semangat Kolaborasi Pembinaan UMKM Manufaktur di Jabodetabek oleh YDBA, PT Astra Honda Motor dan Dharma Group
Ketua Pengurus YDBA, Sigit P. Kumala (tengah) bersama Quality Technology Division Head PT AHM, Setyo Budi Anang Yuliarto (kiri) dan Presiden Direktur PT Dharma Precision Tools, Yosaphat Simanjuntak (kanan) saat menandatangani MoU Kolaborasi Pembinaan UMKM di Galeri UKM YDBA, Jakarta (13/06).
Pada 13 Juni 2022 YDBA berkolaborasi bersama PT AHM dan perusahaan tier 1 nya, Dharma Group membina dan memberikan akses pemasaran kepada 7 UMKM Manufaktur di Jabodetabek, antara lain PT Kosen Seikoo Makmur, PT Usbersa Mitra Logam, PT CGS Indonesia, PT Nandya Solusi Treatindo, PT Nandya Persada Sejahtera, CV Kawani Tekno Nusantara serta CV Anugrah Jaya Mandiri. Pembinaan kepada UMKM tersebut mengacu pada Buku Pintar menjadi UMKM Unggulan yang berisi sistem manufaktur dan sistem manajemen kualitas yang diharapkan dapat meningkatkan wawasan UMKM untuk memasuki supply chain perusahaan besar. YDBA sendiri akan memberikan pembinaan berupa pelatihan dan pendampingan manajerial bagi UMKM serta mendampingi UMKM agar menghasilkan produk sesuai dengan standar quality, cost & delivery (QCD) yang ditetapkan oleh Dharma Group.
Pemilik PT Usbersa Mitra Logam, sekaligus UMKM Manufaktur Binaan YDBA, Hamim (ketiga kanan) saat memperlihatkan produk yang dihasilkannya kepada Ketua Pengurus YDBA Sigit P. Kumala (kedua kanan), Advisor YDBA Tonny Sumartono (kanan), Quality Technology Division Head (ketiga kiri), Presiden Direktur PT Dharma Poliplast Eko Maryanto (kedua kiri) dan Presiden Direktur PT Dharma Presicion Tools (kiri) di tengah kegiatan Penandatanganan MoU kolaborasi YDBA, PT Astra Honda Motor dan Dharma Group dalam Pembinaan UMKM yang diselenggarakan di Galeri UKM YDBA (13/06).
Komitmen kolaborasi dilakukan dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) kolaborasi oleh Ketua Pengurus YDBA, Sigit P. Kumala; Quality Technology Division Head PT Astra Honda Motor, Setyo Budi Anang Yuliarto; Presiden Direktur PT Dharma Precision Tools, Yosaphat Simanjuntak dan Presiden Direktur PT Dharma Poliplast, Eko Maryanto di Galeri UKM YDBA, Jakarta Utara. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, yaitu Advisor YDBA, Tonny Sumartono dan 7 UMKM Manufaktur Binaan YDBA. Sebelumnya pada tahun 2020 - 2021 lalu, YDBA, PT AHM bersama Dharma Group telah menjalankan program kolaborasi yang sama dengan melibatkan 5 UMKM Manufaktur di wilayah Tarikolot, Bogor yang berhasil memasok produk ke Dharma Group.
MAJALAH YDBA
KEGIATAN YDBA | 22
DIC AHEMCE Group Kunjungi Galeri UKM YDBA
Direktur PT United Tractors Tbk, Edhie Sarwono, menyampaikan sambutan dalam kunjungan.
Ketua Pengurus YDBA, Sigit P. Kumala, sedang memberikan penjelasan kepada para DIC AHEMCE Group tentang Program Pembinaan YDBA di Galeri UKM YDBA.
Pada Selasa, 14 Juni 2022, sebanyak kurang lebih empat puluh Director in Charge (DIC) Astra Heavy Equipment, Mining, Construction and Energy (AHEMCE) Group berkunjung ke Galeri UKM YDBA di Sunter, Jakarta Utara. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan sekaligus membagikan metode pembinaan UMKM yang efektif kepada seluruh perusahaan di AHEMCE Group.
pembinaan YDBA dan cerita Ayah Angkat bagi UMKM Binaan YDBA yang dipaparkan dalam bentuk video singkat. Dalam kunjungan tersebut juga ada presentasi “ESG in Brief for AHEMCE Group” yang dipaparkan oleh perwakilan PT United Tractors Tbk.
Acara diawali dengan tur Galeri UKM YDBA yang dipandu oleh Ketua Pengurus YDBA, Sigit P. Kumala. Setelah tur galeri, acara dilanjutkan dengan penjelasan singkat tentang program
“Public contribution, yang menjadi salah satu perhatian Astra dalam menjalankan bisnisnya, dapat diimplementasikan secara optimal oleh perusahaan AHEMCE Group dengan berkolaborasi bersama YDBA,” ungkap Direktur PT United Tractors Tbk, Edhie Sarwono dalam sambutan acara tersebut.
Seluruh DIC AHEMCE Group bersama jajaran Pengurus dan Advisor YDBA di Galeri UKM YDBA.
23 | REVIEW PRODUK UMKM
MAJALAH YDBA
Lingkungan Higienis dengan
UV Sterilizer Produk Unggulan : CV Mandiri Inovasi Tarikolot sepuluh meter. Sinar UV-C memiliki panjang gelombang kisaran 207 hingga 222 nanometer. Penggunaan alat ini juga tidak terlalu berbahaya bagi kulit dan mata dibandingkan dengan jenis sinar UV-C lainnya. UV Sterilizer didesain khusus untuk menyinari 360 derajat setiap sudut ruangan, sehingga dapat menciptakan suasana aman dan nyaman setiap ruangan karena sangat efektif membunuh bakteri dan virus. CV Mandiri Inti Inovasi juga menjual UV Sterilization dengan jenis passbox dengan ruang yang lebih luas untuk mensterilkan benda maupun barang. Didukung dengan teknologi hepa filter, blower, preasure negative, lampu TL serta menggunakan kunci magnet (Interlock) dengan daya listrik. Harga dari UV Sterilizer dibandrol seharga Rp.5.000.000,hingga Rp.13.000.000,- sesuai dengan permintaan model dan ukuran yang diminta oleh customer. Anwar menyebutkan bahwa customer akan mendapatkan garansi teknis kelistrikan maupun electric. Ditengah menyebarnya virus COVID-19 permintaan lampu ultraviolet (UV) meningkat tajam. Alat ini disebut-sebut ampuh sebagai pembunuh virus atau bakteri yang sudah disetujui oleh pemerintah di beberapa negara termasuk Indonesia. Sejak tahun 2006, CV Mandiri Inti Inovasi merupakan salah satu produsen alat kesehatan yang sudah memproduksi 117 jenis alat kesehatan salah satunya UV Sterilizer. Usaha tersebut dirintis oleh Anwar selaku pemilik CV Mandiri Inti Inovasi. Sinar ultraviolet ini ampuh untuk mengurangi jumlah virus yang masih hidup sebesar 99,7 persen
Sejak bergabung dengan YDBA tahun 2021 Anwar menceritakan bahwa ia mendapatkan ilmu baru yang dapat diterapkan dalam bisnisnya seperti pemasaran serta koneksi dengan beberapa perusahaan besar. Selain itu, Anwar juga mendapatkan pendampingan dari ayah angkat yaitu PT Sarandi Karya Nugraha mulai dari penerapan Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin (5R), gambar teknik, penggunaan alat ukur, hingga pembuatan SOP penggunaan alat kerja. Kini CV Mandiri Inti Inovasi telah berkolaborasi dengan PT Bina Equipment Sejahtera (BES) untuk bekerja sama dalam bidang pemasaran alat-alat kesehatan. Tertarik untuk membeli UV Sterilizer ? Anda dapat berkunjung ke workshop CV Mandiri Inti Inovasi yang berlokasi di Puri Lavender Blok Q.22, Kel. Tarikolot, Kec. Citeureup, Kab. Bogor, Prov. Jawa Barat. Anda juga dapat menghubungi 0812-9772-6602 (WhatsApp) atau menghubungi Koodinator LPB Tarikolot YDBA, Anugerah 0878-1505-7625 (WhatsApp)
MAJALAH YDBA
REVIEW PRODUK UMKM | 24
Dari Hobi Hingga Jadi Bisnis Kerajinan Daur Ulang yang Kreatif ala Delio Craft Seringkali ketika melihat barang bekas sudah tidak terpakai tanpa berpikir panjang langsung dibuang. Namun nyatanya tidak semua barang bekas dapat langsung dibuang begitu saja. Di tangan Lailyana, barang bekas diolah kembali tidak hanya layak pakai tetapi memiliki tampilan baru seperti kerajinan souvenir sehingga memiliki nilai jual yang tinggi. Berawal dari hobinya membuat kerajinan tangan, perempuan yang biasa dipanggil Laily ini menjadikan kain perca dan anyaman bambu sebagai bisnis untuk mendapatkan penghasilan. Bisnis yang didirikan sejak tahun 2015 dengan brand Delio Craft ini berawal dari memanfaatkan barang bekas yang ada di rumah seperti kaleng, kain perca, hingga barang yang sudah tidak terpakai kembali. Perkembangan bisnis Delio Craft juga didukung ketika Laily bergabung menjadi binaan YDBA pada tahun 2019. Laily telah mengikuti berbagai pelatihan seperti mentalitas dasar, 5R, pembukuan sederhana, dan digital marketing. "Yang paling berpengaruh untuk perkembangan bisnis saya adalah saat saya mendapatkan pendampingan digital marketing" kata Laily.
Saat ini Delio Craft menghasilkan berbagai macam kreasi dari bahan kain perca dan anyaman bambu. Dalam proses pengerjaannya, Laily menggunakan beberapa teknik untuk menghias kerajinan seperti teknik decoupage yang digunakan dalam menghias anyaman bambu, teknik sulam benang, teknik sulam pita hingga design rangkai bunga. Produk yang dihasilkan dari Delio Craft pun beraneka ragam seperti kerajinan fashion berupa clutch bag, box hampers hingga kerajinan homedecor seperti hiasan dinding. Proses produksi Delio Craft dibuat secara homemade dengan memberdayakan masyarakat sekitar rumahnya sehingga produk yang dipasarkan merupakan produk limited edition. Untuk harga, kerajinan kain perca dan anyaman bambu Delio Craft cukup terjangkau. Kerajinan tangan yang dipasarkan mulai dari harga Rp.15.000,- hingga Rp.250.000,- tergantung dengan rumit pembuatan, model dan besar kecil ukuran. Laily menyebutkan bahwa Delio Craft menerima pesanan custom atau sesuai dengan permintaan customer baik dalam jumlah ecer maupun pesanan yang besar.
Ingin memiliki koleksi Delio Craft? Anda dapat mengunjungi katalog produk di media sosial Facebook dan Instagram @delio.craft. Jika anda tertarik melihat langsung kreasinya, Anda dapat datang ke galeri Delio Craft yang berlokasi di Komp. Dukuh Bima Jl. Kota Legenda No.7, Bekasi Timur, Kec. Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi sedangkan pembeli dari luar kota akan dikirimkan paket melalui jasa pengiriman.
MAJALAH YDBA
25 | REVIEW PRODUK UMKM
Peluang Bisnis Kuliner UMKM Agatha Nabila Bontang Stik Rumput Laut
&
Salah satu kesuksesan dalam membangun usaha yaitu cermat melihat peluang. Hal inilah yang dilakukan Mike Tangkilisan dalam mengembangkan bisnis camilan stik daun kelor dan stik rumput laut dengan nama brand Agatha Nabila. Usaha yang dibangun sejak tahun 2010 ini berawal ketika Mike mengikuti sebuah pelatihan UMKM di Kabupaten Bontang. Camilan stik menjadi salah satu panganan yang banyak disukai konsumen dan tergolong bukan makanan berat. Dalam pengolahannya Mike menggunakan daun kelor sebagai bahan baku utama karena memiliki khasiat yang bagus bagi tubuh misalnya menstabilkan gula darah, meningkatkan daya tahan tubuh dan mengandung antioksidan yang tinggi. Selain itu rumput laut menjadi komposisi utama dalam pengolahan camilan stik yang mempunyai kandungan nutrisi cukup lengkap. Rumput laut masih menjadi salah satu prioritas komuditas unggulan hasil laut yang ada di Kabupaten Bontang Kalimantan Timur.
Stik Daun Kelor
UMKM Agatha Nabila merupakan UMKM Kuliner binaan LPB Pama Bessai Berinta sejak tahun 2018. Produksi stik daun kelor dan stik rumput laut memiliki berbagai varian rasa yaitu original, keju dan pedas. Produk kreasi Agatha Nabila dijual dengan harga yang terjangkau dengan berat kemasan 125gr yaitu Rp.17.000,untuk rasa original sedangkan Premium dibandrol harga Rp.20.000,-. Mike menceritakan bahwa penjualan perbulan stik daun kelor dan stik rumput laut mencapai 300 hingga 400 pcs/ bulan. Kini snack cemilan Agatha Nabila dapat ditemui di toko pusat oleh-oleh Kabupaten Bontang serta Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) UMKM yang ada di Kabupaten Bontang.
Penasaran dengan lezatnya camilan sehat Stik Daun Kelor dan Stik Rumput Laut Khas Bontang Kalimantan Timur ? Hubungi Mike sebagai owner dari UMKM Agatha Nabila di nomor 0813-4621-9318 (WhatsApp) atau menghubungi Koordinator LPB Pama Bessai Berinta, Suryo Aji 0812-8903-3080 (WhatsApp)
MAJALAH YDBA
REVIEW PRODUK UMKM | 26
Konsumsi Sayuran Segar dengan Beralih ke
Sayur Hidroponik AL Farm Hidroponik Boyolali
Suasana panen sayur selada air dan bayam hijau di Kebun Hidroponik Al Farm
Gaya hidup sehat yang saat ini semakin disadari oleh masyarakat ikut mendongkrak berbagai peluang usaha salah satunya sayuran hidroponik. Peluang bisnis di bidang pertanian ternyata juga diminati oleh kalangan milenial. Selain prosesnya lebih mudah dan modern, keuntungan dari panen hidroponik pun cukup menggiurkan. Seperti halnya yang dilakukan oleh petani muda asal Boyolali, Nurdin menceritakan awal mula ia menjalani usaha hidroponik dengan nama brand Al Farm di tahun 2019 bersama dengan rekannya di Kabupaten Boyolali. Dengan modal awal Rp 25.000.000,- Nurdin memulai usahanya dengan menanam benih sayuran yang ia beli melalui supplier. Saat ini Nurdin memiliki sekitar 8.000 titik lubang di kebun utama, sedangkan kebun produksinya saat ini mencapai 18.000 titik lubang tanam dengan 90% selada air dan sisanya ditanami dengan sayur bayam, kangkung, pakcoy serta sayuran lainnya.
Menurut Nurdin budidaya dengan hidroponik memiliki kelebihan dibandingan dengan metode tanam konvensional seperti tanaman yang lebih bersih, tekstur sayur, kualitas rasa sayur yang tidak pahit serta daya simpan yang lebih baik karena tanpa bahan kimia pestisida. Selada air memiliki waktu panen sekitar 45 hari dari tahap penyemaian, peremajaan dan tahap terakhir yaitu pendewasaan. Sejak bergabung dengan LPB Solo tahun 2021 Nurdin mengungkapkan bahwa ia mendapatkan ilmu baru yang dapat diterapkan dalam bisnisnya seperti manajemen dan koneksi dengan sesama komunitas petani hidroponik. Al Farm melakukan kegiatan pemasaran digital melalui Instagram @alfarm_hidroponik_ Sayuran hidroponik milik Al Farm dibandrol dengan harga Rp 20.000/kg untuk semua jenis sayuran. Apabila anda tertarik untuk berkunjung dan membeli langsung sayuran hidroponik, Anda dapat berkunjung ke kebun Al Farm di alamat Beran RT 01/ RW 01, Kel. Kismoyoso, Kec. Ngemplak, Kab. Boyolali, Jawa Tengah. Tertarik untuk mencicipi sayur hidroponik? Segera hubungi Nurdin pengelola Al Farm Hidroponik di nomor 0821-34972612 (WhatsApp) atau menghubungi Koordinator LPB Solo, Dimas Wahyu Ashari 0877-3921-8643 (WhatsApp).
MAJALAH YDBA
27 | PROFIL PENGUSAHA
Rita Indriana: Pemilik Usaha Mainan Edukatif yang Merangkul Kaum Disabilitas Suasana toko offline ABC Woodentoys di Yogyakarta.
CV Anak Bangsa Cerdas (ABC) Wooden Toys merupakan sebuah usaha yang didirikan Rita Indriana pada tahun 2003 dengan fokus pada pembuatan alat permainan edukasi (APE). Sesuai dengan nama usahanya 'Anak Bangsa Cerdas', seluruh produk edukasi yang dihasilkan Rita diharapkan dapat menjadikan anak-anak Indonesia cerdas dan kreatif. ABC Wooden Toys juga bergabung menjadi salah UMKM Binaan YDBA pada tahun 2019. ABC Wooden Toys didirikan Rita bukan semata- mata untuk mencari keuntungan saja. Sesuai dengan misi saat didirikan usaha ini, Rita berharap ABC Wooden Toys dapat menciptakan lapangan kerja bagi anak difabel dengan porsi sebanyak 50%. Hal tersebut dilakukan Rita, karena kepeduliannya serta suami yang merupakan pengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah Bantul, Yogyakarta yang memikirkan bagaimana masa depan anak-anak tersebut setelah mereka menyelesaikan sekolahnya. Rita dan suami pun mendirikan usaha tersebut yang dapat memberikan kesempatan anak-anak difabel berkarya di usahanya. Dalam proses pembuatan produk, Rita dan suami juga mengoptimalkan UMKM lain di wilayahnya untuk membantu membuat bagian /
bisnisnya. Saat ini, Rita mempekerjakan 10 karyawan, dimana 5 diantaranya adalah karyawan tuna rungu dan tuna grahita. Dalam menjalankan usaha yang melibatkan difabel ini, tentu ada tantangan tersendiri bagi Rita. Salah satunya, yaitu bagaimana Rita maupun suami menjadikan karyawan tersebut kompeten dan bisa mengikuti alur dalam pekerjaan. "Awalnya saya sempat kebingungan dalam mengajari karyawan saya mengikuti pekerjaan tersebut. Kurang lebih butuh 3 bulan untuk bisa memastikan mereka mengikuti ritme pekerjaan. Dalam 3 bulan tersebut, saya mulai mempelajarinya. Ternyata dalam mempekerjakan teman-teman difabel, kita harus menyampaikan pesan tersebut dengan baik dan perlahan serta bisa menyesuaikan jobdesc mereka sesuai dengan kemampuannya", cerita Rita. Dari 4 alur proses pembuatan alat permainan edukasi ini, antara lain pembahanan, penggergajian, setting dan pengecatan, 2 proses, yaitu penggergajian serta setting dapat dikerjakan oleh teman-teman difabel. Salah satu karyawan tuna grahita, yaitu Agus telah bekerja di ABC Woodentoys selama 6 tahun. Agus mengaku sangat senang bekerja di tempat pembuatan alat permainan edukasi tersebut. Terlebih, Rita maupun suami memper-
MAJALAH YDBA
PROFIL PENGUSAHA | 28
Beberapa produk yang dipajang di toko offline ABC Woodentoys.
hatikan kesejahteraan karyawan, salah satunya dengan mengikutsertakan karyawan dalam 4 program jaminan sosial di BPJS Ketenagakerjaan. Mereka terdaftar dalam Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).
Proses produksi alat permainan edukasi oleh karyawan difabel.
Dalam memasarkan produk, Rita tidak hanya memasarkan produk di toko offline-nya di Gedongkiwo, Yogyakarta. Rita juga mengoptimalkan media online untuk memperluas pasarnya. Hal tersebut dilakukan Rita sesuai dengan ilmu yang didapatnya setelah mengikuti kegiatan Pelatihan Digital Marketing, Branding dan Optimalisasi Pemasaran melalui Marketplace yang diselenggarakan oleh YDBA. Saat ini, produk Rita dipasarkan di berbagai marketplace, antara lain Shopee, Bukalapak, Tokopedia maupun Blibli serta media sosial Instagram dan Facebook. Rita juga mengoptimalkan reseller dalam meningkatkan penjualannya. Hingga kini, Rita memiliki lebih dari 100 reseller yang menjual produknya di berbagai wilayah, antara lain Yogyakarta, Semarang, Solo, Jakarta, Kalimantan hingga Papua.
Proses produksi alat permainan edukasi oleh karyawan difabel.
Suasana toko offline ABC Woodentoys di Yogyakarta.
MAJALAH YDBA
29 | PROFIL PENGUSAHA
Andri Rahmadi
Pentingnya Berkomitmen dalam Berbisnis Bengkel
Andri Rahmadi, Pemilik Bengkel Duta Mitra Auto.
Keberhasilan dari sebuah bisnis tentu tidak jauh dari ketekunan sang pemilik. Salah satu bengkel ternama di Bandung yaitu Bengkel Duta Mitra Auto didirikan pada tahun 2003 oleh Andri Rahmadi sosok inspiratif dibalik bengkel yang sudah berdiri selama 19 tahun dan masih eksis hingga saat ini. Bengkel yang berlokasi di Jl. BKR No.115, Cigereleng, Kec. Regol, Kota Bandung, Jawa Barat ini merupakan bengkel umum yang melayani jasa servis merek kendaraan mobil seperti general repair, tune up, spooring & balancing, overhaul, ganti oli dan ban. DMA pun memiliki layanan perawatan mobil berupa cuci mobil. Bengkel yang sudah dirintis oleh Andri sapaan akrabnya, saat ini sudah memiliki 20 karyawan yang terdiri dari bagian servis dan cuci. Menurut Andri, saat awal merintis usaha bengkel tidaklah mudah. Andri menceritakan bahwa ia mengalami kerugian yang cukup besar disebabkan oleh missed management. Namun sejak bergabung dengan YDBA di tahun 2004 usaha yang dirintis oleh Andri mulai mengalami pemulihan dan berangsur mengalami kemajuan. Andri mengaku bahwa sejak bergabung menjadi binaan YDBA ia mendapatkan ilmu management bengkel terstruktur yang dapat diimplementasikan didalam usaha bengkelnya seperti pelatihan basic mentality, 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin) dan safety, management bengkel, pembukuan sederhana, digital marketing, service advisor dan standar pelayanan
MAJALAH YDBA
PROFIL PENGUSAHA | 30
Beberapa produk yang dipajang di toko offline ABC Woodentoys. Andri sebagai Pemilik Bengkel DMA (Kanan) dengan instruktur YDBA Ashar (kiri) saat Pendampingan Lapangan
bengkel. Selain itu DMA mengikuti pelatihan teknis seperti Daihatsu Teknis, AC Denso serta engine dan electrical trouble shooting. Menurutnya dengan adanya pelatihan yang diberikan ia dapat memperbaiki standar pelayanan bengkel. Berkat ketekunan dan usaha Andri, saat ini omzet dari Bengkel Duta Mitra Auto mengalami peningkatan setiap tahunnya sehingga bisnis yang dijalankan sudah memenuhi pengusaha kena pajak (PKP) oleh Direktorat Jendral Pajak. Andri menyadari bahwa dalam menjalani bisnis bengkelnya perlu berkomunitas. Pada tahun 2006, Andri dan rekan-rekannya menginisiasi terbentuknya Himpunan Bengkel Binaan YDBA (HBBA). Atas semangatnya dalam merangkul anggota himpunan, Andri diberikan Amanah sebagai Sekretaris Jenderal HBBA selama dua periode. Hingga ditahun 2021 Andri diamanahi kembali sebagai ketua HBBA pusat. Dalam kepengurusan Andri, HBBA memiliki empat program unggulan yaitu Gen2, DiGi World, Marketing Force dan Mechanic Academy. Menurut Andri, program unik dan yang dibutuhkan oleh bengkel saat ini yaitu program Gen 2. Program tersebut merangkul para penerus bengkel untuk tetap eksis berbisnis bengkel di era perkembangan jaman saat ini.
Diskusi rutin owner dengan karyawan bengkel Duta Mitra Auto
Andri berpesan bahwa dalam mewujudkan sebuah harapan tidaklah mudah, namun semua itu dapat direncanakan dengan berjalan sesuai dengan harapan. Yang terpenting dalam menjalankan sebuah bisnis yaitu komitmen untuk terus meningkatkan kualitas serta terus berinovasi untuk mengembangkan bisnis.