Skip to main content

Majalah Oasesahira

Page 1

PEDOMAN ORANG TUA MENDIDIK KIDS ZAMAN NOW


MENOLAK ‘RACUN’ TEKNOLOGI Assalamu’alaikum

Wr

Wb.

Ba’da salam dan selawat. Syukur, alhamdulillah atas limpahan rezeki dari-Nya, terutama rezeki sehat, kita dapat bertemu kembali. Semoga pertemuan kita via majalah kesayangan Anda ini membawa keberkahan dan kemanfaatan, baik untuk keluarga maupun lingkungan kita, aamiin ya Rabbal ‘alamiin, Pembaca budiman, perkembangan teknologi, khususnya internet atau dunia maya, begitu cepat. Saat ini, teknologi digital dan internet, smartphone yang berbasis internet telah menguasai dunia. Di satu sisi, kita beruntung bisa mengikuti dan memanfaatkan teknologi internet yang dianggap sebagai Revolusi Dunia Keempat tersebut, setelah mesin uap, listrik dan elektronik. Namun di sisi lain kemajuan itu juga ternyata membawa ancaman atau efek negatif yang tidak kecil. Tak terkecuali bagi kita, para orang tua, tantangan mendidik anak di era internet ini, tidaklah mudah. Menolak atau menjauhkan anak dari internet, bukan juga sikap yang bijak. Mengingat mereka, anak-anak kita, terutama yang disebut Kids Zaman Now, hidup di tengah-tengah teknologi yang berbasis internet, baik dengan gawai (gadget), laptop atau gawai digital lainnya. Apa upaya orang tua menjawab tantangan mendidik anak di era internet ini? Pastinya, kita harus memberikan bekal iman, ilmu dan pemahaman keislaman yang cukup bagi mereka. Bak benteng yang kuat, iman yang kokoh tersebut akan melindungi mereka dari efek negatif, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar, khususnya ekses negatif perkembangan teknologi internet. Lantas, bagaimana tahapan memberikan benteng yang kuat untuk Kids Zaman Now di era internet ini? Inilah yang menjadi tema utama di rubrik Oase Utama edisi Februan 2018 ini. Pembaca, mengingat pentingnya membentengi, menjaga, sekaligus juga mengantarkan

keluarga dan anak-anak kita menjadi yang terbaik, maka mulai edisi Januari, Februari dan beberapa edisi ke depan titik fokus tema utama kami akan mengangkat tema terkait hal ini. Tidak hanya kita keluarga besar OASESAHIRA yang konsen membentengi Kids Zaman Now dari ekses negatif kemajuan teknologi. Kami juga berharap tema “Melawan Racun Teknologi” ini menjadi sebuah gerakan massif yang terus bergerak, bak bola salju. Sehingga, semua keluarga yang menjadi entitas terkecil yang membangun negeri ini, sadar, peduli dan tergerak untuk bersama-sama membentengi keluarga dan anak- anak dari “racun” perkembagan teknologi, khususnya di dunia digital dan internet. Seperti biasanya, selain tema utama, kami juga mengangkat banyak informasi dan kajian yang menarik di banyak rubrik kami, baik di rubrik pendidikan, kesehatan, rubrik Muslimah dan tafsir Qur’an serta rubrikrubrik nilai lainnya. S e m o g a semuanya ber manfaat d a n menambahkan semangat kita untuk menjalani perintah Allah dan

Oleh Rivai Hutapea

1 | Oasesahira, Februari 2018


AKSES Berita Lebih CEPAT


SEPERTI ABDURRAHMAN BIN AUF Assalamualaikum Masya Allah... entah kenapa tiba-tiba saja saya merasa malu setelah membaca kisah Abdurrahman bin Auf di edisi lalu. Meski menjadi pengusaha kaya, namun Sahabat Nabi Muhammad Saw itu sangat rendah hati, tidak sombong dan tawadhu. Semoga di negeri ini bermunculan pengusaha seperti Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu. Terima kasih OASESAHIRA mengenalkan kepada kami orang-orang saleh dan mulia yang banyak dilupakan. Tiara Rizky Bandung

MENGQADHA SHALAT Assalamu’alaikum. Alhamdulillah, bertambah wawasan saya setelah membaca jawaban Ustadz Soetrisno Hadi tentang mengqadha shalat di edisi Januari 2018 lalu. Saya baru mengetahui bila shalat yang dulu kita tinggalkan wajib dilaksanakan di waktu sekarang Hukumnya sama seperti menggadha puasa Ramadhan yang tertinggal. Salam takzim untuk Ustadz Soetrisno dan syukran atas sharing ilmunya kepada pembaca OASESAHIRA. Akbar Perdana Jakarta

TEMAN SEJATI Assalamu’alaikum, Saya selalu membuka Rubrik Nasruddin Hoja begitu OASESAHIRA sampai di tangan. Cerita Nasruddin Hoja acap kali menyentil persoalan sehari-hari, seperti di edisi lalu yang mengangkat tema tentang teman sejati. Sangat menginspirasi Bahwa mencari teman dalam kesenangan itu gampang dan banyak. Tapi, sangat sedikit yang mau berteman dalam susah dan

3 | Oasesahira, Februari 2018

senang Alhamdulillah, ternyata buku kumpulan cerita Nasruddin Hoja sudah terbit. Bagaimana cara saya membelinya? Sukses selalu untuk tim QASESAHIKA Aldi Riyadi Jakarta

KORBAN IKLAN Assalamu’alaikum, Membaca kisah Ibu Daryati di Rubrik Konsultasi Kesehatan Wanita edisi lalu, saya sedih sekaligus prihatin. Setelah membaca jawaban Dokter Prita tersebut, semoga tidak ada lagi Muslimah yang jadi korban bujuk rayu iklan tentang mrs V (vagina) yang saat ini semakin marak. Konsultasi terlebih dahulu kepada dokter, sangat membantu menjaga diri kita dari kemungkinan mengalami kejadian buruk Erni Kurnia Malang

KIDS ZAMAN NOW Assalamualaikum. Terima kasih OASESAHIRA yang telah membahas tema yang sedang happening di media sosial saat ini, yaitu tentang kids Zaman Now Penjelasan ahli parenting tentang kiat menangani Kids Zaman Now yang diangkat OASESAHIRA, patut dibaca para orang tua. Paling tidak kita, orang tua, tidak salah jalan dalam menuntut mereka diera digital seperti saat ini.


TIME TO

GET AWAY

OUTGER.COM


Menjaga KEBAHAGIAAN ANAK

S

etiap orang tua, pasti menginginka anak-anaknya kelak sukses Karenanya, tidak sedikit orang tua mendidik anak-anak dengan cara yang “keras sejak mereka keal. Dan mulai bangun tidur hingga tidur kembali. Waktu anak- anak habis untuk berlatih, berlatih dan berlatih Tidak ada waktu untuk bermain, bercengkerama dengan keluarga, apalagi sekadar untuk bersenang-senang dengan teman-teman sebaya, meski melepas lelah usai latihan. Di kemudian hari, anak-anak yang mendapat pendidikan “keras seperti itu, boleh jadi meraih kesuksesan. Mereka menjadi orang sukses yang dikenal banyak orang, di dalam negeri maupun di luar negen. Semua kebutuhan materi terpenuhi, mulai dari rumah, mobil, apartemen, perkebunan dan lainnya. Bahkan, dunia seakan berada dalam genggamannya. Sepintas lalu, hidup mereka bahagia. Namun, ternyata mereka justru merasa sempit. Meski berada di istana sendiri, tapi mereka selalu dibayang-bayangi rasa ketakutan luar biasa. Rumah, mobil, apartemen dan semua kekayaan materi dimiliki, namun batinnya selalu tertekan. Apakah fenomena di atas ada atau sekadar Ilusi? Jawabannya, ada, bahkan kasusnya tidak sedikit. Sekadar sebagai contoh. Siapa tidak mengenal Michael Jackson. Namanya, terkenal ke seantro negeri sebagai Raja Pop dunia. Mungkin sampai saat ini, sulit dicari tandingannya. Uangnya tak berseri, la memiliki istana yang sangat luas di Ranch Neverland yang di dalamnya tersedia kebun binatang, roller coaster, komedi putar, bianglala, kereta api dan lainnya. Namun, para penggemarnya cukup berduka dan terkejut karena Jacko, demikian panggilan

5 | Oasesahira, Februari 2018

Michael, meninggal dalam kesendirian di istananya yang megah tersebut (walaupun kematiannya masih menyisakan misteri sampai saat ini beberapa waktu sebelum meninggal, Jacko pernah diundang tampil di acara Oprah Winfrey Wawancaranya dengan Oprah Winfrey membuat banyak orang terkejut. Michael berkata seperti ini, “Saya tidak pernah punya masa kecil yang normal. Saya suka pertunjukan, tapi ada saatnya saya hanya ingin bermain.” Sejak kecil, Joseph Jackson, Ayah Michael, menerapkan pendidikan “keras” kepada anaknya. Tak hanya saat latihan, bahkan saat akan tampil di panggung, Joseph acap kali menampar Michael. Praktis, sejak usia lima tahun, waktu Michael habis hanya untuk berlatih dan tampil di panggung. Tindakan Joseph kepada Michael tersebut mungkin bertujuan untuk memecut bakat dan potensinya. Namun, hal itu ternyata mengores luka di hati Michael.Telunjuk tangannya menuding


Ayahnyalah kehilangan

yang membuat kebahagiaan masa

dirinya kecilnya

Michael memang telah berhasil merah kesuksesan sebagai Raja panggung pop dunia. Dollar pun mengalir deras memenuhi pundi-pundinya Namun, tetap saja ia merasa ada satu fase dalam hidupnya yang last, yaitu keindahan di masa kecil. Dan ironisnya, ia tak dapat membeli dan menggantinya dengan kekayaan melimpah yang ia miliki Pengalaman pahit Michael Jackson di atas menjadi pelajaran penting bagi kita, para orang tua. Bahwa menjaga kebahagiaan anak-anak kita saat masa kecil, ternyata tidak bisa disepelekan, apalagi dipandang sebelah mata. Seberapa berat persoalan yang timbul saat mereka dewasa, ternyata sangat tergantung dari persoalan yang dihadapi mereka saat masih anak-anak Mengabaikan dan menghilangkan kebahagiaan masa kecil anak-anak kita, ternyata bisa berakibat fatal bagi masa depan mereka. Karenanya, sedapat mungkin penuhilah keindahan masa keoil anak-anak kita. Dorong dan kondisikanlah lingkungan kita agar mereka merasakan kebahagiaan di masa kecilnya. Untuk kebahagiaan di masa dewasa mereka Di samping pendidikan afektif, akidah, akhlak, dan skill kognitif yang kita berikan, berilah kesempatan anak-anak kita untuk menjalani masa kecilnya yang bahagia dengan bermain, bahkan bersenda gurau sekalipun dengan teman-teman sebayanya. Jangan renggut kebahagiaan masa kecil mereka dengan beban berat yang tidak dapat ditanggung mereka. Hasil penelitian banyak pakar pendidikan dan psikologi pendidikan juga menyimpulkan hal yang sama: Pentingnya para orang tua untuk memberi dan menjaga kebahagiaan masa kecil mereka. Sebab, kehilangan masa kecil anak ikut memberikan kontribusi besar terhadap munculnya persoalan yang dihadapi anak-anak saat dewasa. Boleh jadi karena itu, saat ini di banyak institusi pendidikan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri telah menerapkan konsep dan motto tiada hari tanpa kebahagiaan untuk anak. Semua bagian di sekolah dibuat sedemikian rupa agar anak-anak bisa merasakan kebahagiaan masa kecil mereka Pengelola sekolah membuat konsep pendidikan dan sistem pembelajaran yang meriyenangkan bagi peserta didik.Sehingga, tiada keindahan masa kecil mereka yang terabaikan

Namun, jauh sebelum para pakar pendidikan Allah SWT melalui Rasul-Nya telah memberi petunjuk yang baik dan benar kepada kita, umatnya, bagaimana cara mendidik anakanak kita. Sejak awal memilih pasangan hidup, janin dalam kandungan, masa anak-anak, remaja hingga mereka telah menjadi dewasa, Allah dan Rasul-Nya telah ajarkan. dan psikologi pendidikan menyimpulkan urgensinya orang tua menjaga kebahagiaan anakanak mereka di masa kecil, Islam telah lebih dahulu mengemukakan hal tersebut. Bahkan, empat belas abad lalu, Rasulullah Muhammad Saw telah mempraktikkan langsung konsep menjaga dan membahagiakan masa kecil anak-anak. Suatu hari, ketika sedang shalat, Nabi penutup para nabi ini memperlama sujudnya untuk memberi kesempatan cucu-cucunya puas bermainmain di atas pundaknya. Dan baru terbangun dari sujudnya ketika mereka turun dari pundak beliau. Tindakan Nabi Saw tersebut memberikan gambaran bahwa beliau sangat menjaga sekali kebahagiaan anak-anak saat kecilnya. Beliau seakan tak rela ada satu kebahagiaan anak-anak pun yang terenggut dari mereka. Allah SWT melalui Rasul-Nya telah memberi petunjuk yang baik dan benar kepada kita, umatnya, bagaimana cara mendidik anakanak kita. Sejak awal memilih pasangan hidup, janin dalam kandungan, masa anakanak, remaja hingga mereka telah menjadi dewasa, Allah dan Rasul-Nya telah ajarkan. Cukuplah firman Allah dan teladan Rasul-Nya yang patut kita ikuti. Ayat-ayat Allah dan teladan Rasul-Nya akan tetap aktual hingga akhir zaman. Karena itu, kita para orang tua jangan lagi ragu memakai konsep dan ketentuan Allah dan Rasul- Nya dalam mendidik kids zaman now. Karena Allah Yang Mahakuasa dan Rasul-Nya menjanjikan surga dan kebahagiaan yang hakiki. Dan janji Allah dan Rasul-Nya adalah benar dan pasti. Sedangkan konsep di luar Islam, terutama para penentang Islam menjanjikan kebahagiaan yang semu karena konsep mereka berangkat mind set yang bertentangan dengan fitrah manusia. Oleh Rivai Hutapea

6 | Oasesahira, Februari 2018


Keajaiban Sedekah

S

uatu hari Imam Hasan al-Basri rahimahullah (642-728 M) kedatangan seseorang yang seluruh badannya dipenuhi koreng (borok) dan baunya luar biasa. Orang ini sudah berobat ke berbagai tabib (sebutan untuk profesi dokter pada zaman itu) yang hebat dan ternama, tapi penyakitnya tak kunjung sembuh. Sampai datang temannya dan menyarankan agar dia menemui Imam Hasan al-Basri, seorang Ulama yang luas ilmunya, mulia akhlaknya serta kuat ibadahnya. Setelah sampai di hadapan Imam Hasan dan mengeluhkan penyakitnya. Lalu orang itu berkata, “Wahai Tuan, tolonglah obati penyakit saya....” “Lha, saya kan bukan dokter.” Jawab Imam Hasan. “Tapi Tuan adalah orang yang dekat dengan Allah.” Balas orang itu. “Kalau memang begitu anggapanmu tentang aku, baiklah....” Kata Imam Hasan. Imam Hasan diam sejenak. Kemudian.... “Apakah di daerahmu ada sumur untuk umum?”

7 | Oasesahira, Februari 2018

“Ada, Tuan....” Jawab orang itu. “Kalau begitu, cari daerah padat penduduk yang belum punya sumur. Buatlah sumur di sana untuk dimanfaatkan orang banyak. Niatkan dia sebagai sedekah untuk menyembuhkan penyakitmu.” “Baik, Tuan....” Setelah mengucapkan terima kasih, orang itu pulang. Lalu dia mencari daerah di sekitar tempat tinggalnya yang belum ada sumurnya. Setelah dia temukan, lalu dia membuat sumur di daerah itu. Dan Alhamdulillah..., airnya melimpah ruah sehingga bisa dimanfaatkan oleh orang banyak, bahkan oleh para musafir yang kebetulan melewati daerah itu. Orang-orang dari desa sekitar juga memanfaatkan sumur yang airnya tidak pernah surut itu. Mungkin demikianlah gambaran kebaikan, semakin disebar dan dibagi, semakin terus bertambah dan tak habis-habis. Orang yang membuat sumur itu percaya sepenuhnya kepada kata-kata Imam Hasan al- Basri. Dia niatkan membuat sumur untuk sedekah, yang dengannya dia berharap Allah


ridha sehingga menyembuhkan penyakitnya. Tidak sedikit pun terbersit di hatinya untuk bertanya, apa hubungannya sumur dengan penyakit yang dia derita. Dia benar-benar samina wa atha’na kepada Imam Hasan al-Basri dan pasrah serta tawakal kepada Allah Azza wa Jalla. Perlahan tapi pasti, dari hari ke hari, penyakit kulit orang yang membuat sumur itu mulai sembuh atas izin Allah. Sampai akhirnya dia sembuh total. Bahkan tidak ada bekasnya sama sekali. Dari kisah Imam Hasan Al-Basri dengan orang yang berpenyakit kulit itu, kita dapat mengambil pelajaran berharga. Bahwa sedekah dapat menyembuhkan penyakit yang kita derita. Boleh jadi Allah ingin mengambil kembali harta yang Dia titipkan kepada kita lewat sedekah. Karena selama ini kita lalai bersedekah kepada fakir- miskin, kepada anak atau orang tua, kepada tetangga atau saudara dan kerabat yang tidak mampu. Kita terlalu bakhil alias pelit dengan harta kita. Kita terlalu sayang pada harta yang kita punya dan menyangka itu benar-benar milik kita. Padahal itu hanya titipan saja. Sementara sifatnya. Makanya Allah ambil harta titipan-Nya itu melalui penyakit yang kita derita. Agar kita sadar, bahwa setiap ruas (persendian) tulang di tubuh kita ada sedekahnya. Makanya harus kita keluarkan sedekahnya itu. Oleh karenanya, untuk Anda yang sedang sakit, sakit ringan apalagi sakit berat, cobalah keluarkan sedekah. Jangan berat mengulurkan tangan. Toh “harta kita” itu tidak akan hilang. Kalau Allah ridha, maka apa yang kita keluarkan akan jadi tabungan kita di akhirat. Lagian, harta kita itu sebenarnya bukan milik kita, kita sekadar dititipi saja Kalau yang menitipi mau mengambil

Sedekah itu sangat ajaib. Banyak orang yang mengalami keajaiban sedekah ini. Ada orang yang sedang bangkrut, bisa bangkit lagi gara-gara menyedekahkan motor satusatunya ke panti yatim piatu. Ada orang lumpuh bisa sehat dan berjalan kembali dengan sedekah. kembali, tidak ada hak kita untuk mengalanginya. KH Zainuddin MZ rahimahullah, mengibaratkan kita ini seperti tukang parkir, yang bertugas menjaga mobil-mobil orang. “Kalau yang punya mobil datang dan mau menaiki mobilnya kembali, masak sih kita nggak kasih? Lhah... kan itu bukan mobil kita?” Begitu KH Zainuddin MZ menjelaskan hubungan antara harta dengan pemiliknya dalam salah satu ceramahnya. Sedekah itu sangat ajaib. Banyak orang yang mengalami keajaiban sedekah ini. Ada orang yang sedang bangkrut, bisa bangkit lagi gara- gara menyedekahkan motor satusatunya ke panti yatim piatu. Ada orang yang lumpuh bisa sehat dan berjalan kembali dengan sedekah. Ada pasangan suami-istri yang sudah belasan tahun tidak punya anak, akhirnya bisa punya momongan karena “dipaksa” sedekah oleh seorang ustadz. Begitu juga yang sulit mendapat jodoh, gara-gara sedekah bisa mendapat pasangan hidup. Dan masih banyak lagi contoh yang lain seputar keajaiban sedekah ini. Tapi yang harus diingat, itu semua terjadi karena Kehendak Allah Azza wa Jalla. Dan sedekah menjadi jembatan antara Kehendak Allah dengan harapan dan keinginan kita. Sekali lagi, jangan berat bersedekah. Karena, harta yang kita keluarkan bukan milik kita, tapi milik Allah. Allah pasti senang harta yang Dia titipkan kepada kita, kemudian kita keluarkan di jalan-Nya untuk kebaikan dan kemaslahatan manusia. Siapa tahu Allah ridha, sehingga Dia berkenan menyembuhkan penyakit kita, atau mengabulkan keinginan kita dan mewujudkan harapan kita. Wallahu a’lam.

8 | Oasesahira, Februari 2018


KENGERIAN HARI KIAMAT


NAMA SURAH Nama al-Insyiqaq berasal dari insyaqqa yansyaqqu (terbelah). Sama dengan infathara yanfathiru yang artinya runtuh. Semuanya menggambarkan peristiwa hari klamat.Kelak ketika kiamat terjadi, langit akan terbelah, lalu runtuh menjadi seperti lelehan tembaga, tidak berdaya sama sekali. Nabi Muhammad Saw menjelaskan, Surah al-Infthar (S82), at-Takwir (S 81) dan Surah al-Insyiqaq (584) adalah satu kesatuan yang saling melengkapi dalam menggambarkan dahsyatnya hari kiamat. Nabi Saw menjelaskan, siapa yang ingin menyaksikan dahsyatnya hari kiamat bacalah ketiga surah tersebut. Di pembukaan surah ini ada kata insyaqqat, surah ini kemudian diberi nama al- Insyiqaq. Sejatinya, surah ini ingin menggambarkan hari kiamat adalah peristiwa maha dahsyat. Apa pun yang paling kokoh di alam ini selama masih bernama mahkluk, pasti akan runtuh. Inilah makna firman-Nya, “Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikari (QS al-Qashash 28: 88) Jika langit yang kokoh saja runtuh, apalagi selainnya yang sangat rentan untuk dihancurkan. Maka tidaklah layak manusia merasa arnan dengan hartanya. Harta bukanlah tempat berlindung yang paling arnan. Karena apa yang manusia perbuat mati-matian menghabiskan usianya untuk membela harta, akhirnya pasti akan berakhir. Karena itu, Allah tidak pernah memuji dunia. Sebaliknya, selalu menegaskan kehidupan dunia hanyalah permainan yang melalaikan dan kenikmatan yang menipu. Allah berfirman, “Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS al-Hadid 57:20) Masihkah manusia mau tertipu oleh dunia?

Dr Amir Faishol Fath

RAHASIA URUTAN SURAH Surah sebelumnya al-Muthafifin (S 83) bercerita tentang penistaan orang-orang kafir terhadap orang-orang beriman. Mereka benci terhadap orang-orang Islam karena dengki. Mereka tidak bisa ikut kebenaran yang Allah ajarkan, sementara orang-orang beriman selalu patuh kepada panduan-Nya. Mereka tahu Islam yang Allah turunkan adalah agama yang benar. Tapi, mereka tidak mau mengikutinya karena gengsi dan takut harta mereka dikuasai orangorang Islam. Padahal, tidak ada niatan orang Islam menguasai harta mereka. Jadi, persoalan yang membuat orang-orang kafir bertahan dalam kekafiran sepanjang sejarah adalah karena masalah materi. Dalam diri mereka mengakar penyakit materialisme. Sehingga apa pun yang mereka pertimbangkan selalu berdasarkan keuntungan materi. Mereka rela menjual akidah demi materi yang mereka perjuangkan. Kekafiran dari masa ke masa memang terwariskan melalui paham materialisme. Karena itu, mereka tidak mau menyembah yang gaib, melainkan apa yang bisa dilihat oleh mata. Inilah alasannya mengapa mereka membuat patung- patung sebagai bentuk nyata dari tuhan yang mereka sembah. Semakin kental materialisme dalam diri sebuah kaum, semakin kuat kekafirannya. Jadi, kekafiran tidak akan pernah bertemu dengan keimanan. Sebab, iman didasarkan pada hal yang “gaib”. Sebagaimana firman Allah SWT, “Alladziina yu’minuuna bilghaib” (QS al-Baqarah 2: 3) Benarlah bila mereka akan selalu dengki dan memusuhi orang- orang beriman. Sebab mereka ingin memaksakan materialisme yang mereka jual. Sementara orang- orang beriman berjuang menyebarkan iman kepada yang gaib. Pertanyaanya, sampai kapan mereka terus akan melakukan penistaan itu? Jawabannya, pasti sampai hari kiamat.

10 | Oasesahira, Februari 2018


Pertanyaan berikutnya, kapan orang orang Islam yang dinestakan besa membalas mereka? Nanti di alam akhirat Lantas, kapan akhirat terjadi jawabannya, ada di pembukaan Surah al Insyiqaq Allah berfirman. “Apabila langit terbelah dan patuh kepada Tuhannya Sudah semestinya langit itu patun Apabila bumi diratakan dan dilemparkan apa yang ada didalamnya dan menjadi kosong dan patuh kepada Tuhannya dan sudah semestinya bumi itu patuh (pada waktu itu manusia akan mengetahui akibat perbuatannyal Alam akhirat akan terjadi setelah semua runtuh Langit dan bumi hancur dan dunia ketika itu berakhir Syarat untuk pindah ke akhirat diawali dengan hancurnya dunia. Di situlah hari pembalasan terjadi Saat itu, orangorang beriman akan dimasukkan ke dalam surga Sebaliknya, orang-orang kafir dimasukkan ke neraka Orang-orang beriman diberi kesempatan membalas kezaliman orang-orang kafir saat di dunia. Caranya? Allah tampakkan kepada mereka penderitaan orang-orang kafir di neraka. Orangorang beriman semakin bahagia karena penistaan yang orang-orang kafir pernah lakukan, terbalas

(QS Ali Imran 3: 185) Maka salahlah orang orang yang mengaku beriman, tapi menjadikan dunia sebagai ukuran kesuksesan. Dunia bukan ukuran sukses. Seorang dipuji dengan segala kekayaannya, tetapi jika kelak di akhirat masuk neraka, maka ia adalah orang gagal. Sebaliknya, seorang direndahkan karena kemiskinannya, tetapi jika kelak di akhirat masuk surga, maka ia adalah orang sukses. Spirit ini akan selalu diular dalam al-Qur’an, agar orang-orang beriman tid. pernah berputus asa mengarungi kehidupann yang penuh dengan ujian. Allah berfirman, “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan kami telah berima sedang mereka tidak diuji lagi?’ (QS al-Ankabur 29: 2) Hanya orang-orang kafir yang mudah putus asa dengan ujian Allah, sebab mareka hanya bergantung kepada materi dan benda- benda yang mudah habis dan sirna. Bukan bergantung kepada Allah Yang Makakekal dan Mahakuasa. Allah berfirman, “Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS Yusuf 12:87) KEUTAMAAN SURAH

Hubungan Surah al-Muthaffifin dengan Surah al Insyiqaq sangat jelas. Keduanya dibuka dengan kata dzaa (apabila) Seakan menjawab pertanyaan sebelumnya yang berbunyi kapan balasan atas penistaan orang-orang kafir terbalas? Langsung dijawab pada pembukaannya Jawaban yang sarigat menenangkan bagi orang-orang beriman. Perjuangan orang-orang beriman di dunia, tidaklah sia-sia Sekaligus juga membangun optimisme dalam diri mereka bahwa kelak di alam akhirat semua kezaliman pasti akan dibalas. Itulah sebabnya, al-Qur’an tidak tanggung- tanggung membangun akidah tentang alam akhirat Tujuannya, agar orang-orang beriman tidak pernah sedih terhadap berbagai ujian yang mereka hadapi Selain itu, agar semangat menjalani hidup terus menyala tanpa kenal lelah

Dalam Surah al-Insyiqaq ada ayat sajdah, yaitu ayat 21, “dan apabila al-Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud.” Dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim, diceritakan bahwa Abu Rafi’ berkata, dia pernah shalat berjamaah bersama Abu Hurairah ra pada saat shalat Isya. Waktu itu, Abu Hurairah membaca Surah alInsyiqaq. Lalu, Abu Hurairah melakukan sujud tilawah. Maka semua makmum ikut bersujud. Ketika ditanya, Abu Hurairah bercerita bahwa ia pernah bermakmum kepada Rasulullah Saw dan beliau membacakan Surah al-Insyiqaq. Ketika itu, Rasulullah Saw bersujud. Maka para makmum ikut bersujud. Inilah yang kita kenal dengan sujud tilawah. Kita melakukannya pada saat membaca al-Qur’an dan melewati ayat sajdah, baik dalam keadaan shalat maupun tidak shalat.

Itulah mengapa orang-orang beriman hampir tidak ada yang mengalami stres, kecuali yang lemah iman. Hal Ini dikarenakan keyakinan mereka akan masa depan di akhirat, sangat kuat. Orang-orang beriman yakin dengan janji Allah bahwa mereka akan bahagia kelak. Tidak juga ada istilah kalah bagi mereka, sebab mati pun bila di Jalan Allah adalah mati syahid. Jadi, masuk surga berarti sukses. Sebaliknya, masuk neraka berarti gagal. Inilah makna firman Allah. “Siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung

Diceritakan tentang rahasia sujud tilawah ini. Iblis sangat menderita setiap kali melihat orang- orang beriman segera bersujud pada saat membaca ayat sajdah. Menderita karena tercekam oleh penyesalannya ketika dulu Allah memerintahkan agar bersujud kepada Nabi Adam as, ia menolak untuk bersujud. la sombong dan merasa lebih tinggi derajatnya dari Nabi Adam. Allah kemudian melaknatnya. Sejak saat itu, ia bersumpah akan menyesatkan semua keturunan Nabi Adam dan ternyata usahanya tidak berhasil. Karena masih banyak anak cucu

11 | Oasesahira, Februari 2018


Nabi Adam yang masih bersujud kepada Allah. Karenanya, setiap kali ia melihat orang beriman sujud karena ayat sajdah, langsung seketika la genetar dan menyesal. Masya Allah, betapa besar hikmah setiap amalam yang diajarkan Nabi Saw, sekalipun secara zahir tampak sederhana, tapi dampaknya sangat besar. BUKTI-BUKTI KEBESARAN ALLAH DI HARI KIAMAT “Apabila langit terbelah, dan patuh kepada Tuhannya dan sudah semestinya langit itu patuh, dan apabila bumi diratakan dan dilemparkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong, dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh, (pada waktu itu manusia akan mengetahui akibat perbuatannya).” KETUNDUKAN LANGIT DAN BUMI Allah SWT berfirman, “Apabila langit terbelah, dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh, dan apabila bumi diratakan, dan dilemparkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong, dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh, (pada waktu itu manusia akan

mengetahui akibat perbuatannya)” Ayat ini memang menggambarkan tanda-tanda terjadinya hari kiamat. Tetapi, sejatinya menegaskan betapa langit dan bumi sebenarnya tunduk kepada Allah. Selama ini, langit sangat kokoh dan tidak pernah retak. Secara kasat mata langit akan terus bertahan dan tidak akan pernah runtuh. Tetapi dalam ayat ini ditegaskan bahwa ia membelah dirinya karena tunduk kepada Allah. Allah berfirman, “Apabila langit terbelah, dan patuh kepada Tuhannya dan sudah semestinya langit itu patuh.” D e m i k i a n juga bumi, ia akan meratakan dirinya menjadi datar. Saat itu, tidak ada lagi gunung yang tinggi dan lembah yang curam. Semua datar berwarna putih. Dalam Surah Thaaha 20: 106-107, Allah berfirman, “Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung- gunung, maka katakanlah, Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur hancurnya, maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu datar sama sekali, tidak ada sedikitpun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi-tinggi.” Ini semua karena ketundukan bumi kepada Allah SWT. Bumi ketika menjadi datar atas perintah-Nya semata. Allah berfirman, “Dan apabila bumi diratakan dan dilemparkan apa yang ada di dalamnya dan

Sekiranya tiba hari kiamat kelak, sesuai apa yang Allah tentukan, pasti akan terjadi. Sebab, semesta alam ini berada di bawah kendali-Nya. Karena itu, Allah memastikan dalam al-Qur’an, hari kiamat pasti terjadi pada waktunya. 12 | Oasesahira, Februari 2018


menjadi kosong, dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh, (pada waktu itu manusia akan mengetahui akibat perbuatannya).” Dari ayat ini jelas bahwa bumi tidak saja membuat dirinya datar, tapi juga mengeluarkan semua isi perutnya. Kata takhallat artinya mengosongkan sampai tidak ada lagi di dalamnya, termasuk manusia yang terkubur dalam tanah dan kekayaan bumi. Rasulullah Saw pernah menjelaskan, bumi akan mengeluarkan isi perutnya berupa emas sebesar tiang yang besar. Dari ayat di atas, ada dua ayat yang diulang saat membicarakan tentang langit. Yaitu ayat wa adzinat lirabbihaa wa huqqat (dan patuh kepada Tuhannya dan sudah semestinya langit itu patuh). Hal ini untuk menegaskan bahwa semua makhluk di alam ini bertahan atau runtuh-sangat tergantung kepada Allah. Ketika Dia perintahkan untuk bertahan, maka ia akan bertahan. Sebaliknya, ketika Allah perintahkan runtuh, maka ia akan runtuh. Sunnatullah memastikan semua makhluk di alam ini akan musnah sesuai dengan perintah Allah. Sebab, Allah sudah memastikan adanya alam akhirat dan untuk pindah ke akhirat diawali hancurnya dunia Ada kata adzina artinya mendengar dan siap patuh. Dari kata ini diambil kata udzun artinya telinga. Masih satu akar dengan kata ini adalah azdaan. Dalam al-Qur’an seringkali

13 | Oasesahira, Februari 2018

Allah mendahulukan penyebutan kata “telinga” dari pada lainnya. Perhatikan firman Allah yang merekam pernyataan orang-orang kafir saat mereka menyesal, “Dan mereka berkata, ‘sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyalanyala.” (QS al-Mulk 67: 10) Dalam ayat lain Allah berfirman, “Katakanlah, Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati”. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.” (QS al-Mulk 67: 23) Maksudnya adalah semua makhluk di alam ini siap mendengar dan patuh kepada perintah Allah. Sampai harus menghancurkan dirinya, mereka siap tunduk kepada-Nya. Karenanya, ayat di atas dipertegas dengan kata wa huqqat, yang artinya benar-benar dilaksanakan. Tanpa sedikitpun meleset. Kejadian ini tampak jelas di musim gugur di Eropa atau Amerika. Saya melihat langsung betapa pohon-phon itu patuh kepada Allah tanpa ragu, menggugurkan semua daun-daunnya. Padahal, pohon-pohon itu masih hidup. Hanya karena perintahNyalah pohon- pohon itu menggugurkan daundaunnya. Masya Allah, tidak ada yang pantas diagungkan di alam ini, kecuali Alah SWT. Sekiranya tiba hari kiamat kelak, sesuai apa yang Allah tentukan, pasti akan terjadi. Sebab,


semesta alam ini berada di bawah kendali-Nya. Karena itu, Allah memastikan dalam al-Qur’an, hari kiamat pasti terjadi pada waktunya. Inna yawmal fashli kaana miiqaataa (Sesungguhnya hari kiamat akan tiba pada waktunya). (QS anNaba’ 78: 17) Bila manusia sudah melihat dengan yakin berbagai bukti alam ini tunduk kepada Allah, maka tidak ada alasan lagi untuk mengatakan bahwa hari kiamat tidak akan terjadi. Sebab, buktinya sudah banyak dengan berbagai kejadian bencana alam, dan manusia dengan segala kemampuan teknologinya tidak mampu mempertahankan apa yang telah dibangunnya. Lihatlah, berapa banyak bangunan runtuh di sebuah kota yang kokoh hanya karena terjangan tsunami dan tornado. Apalagi yang manusia banggakan untuk membela dunia ini dan tidak bersiap-siap pindah ke akhirat? Alasan apa yang membuat manusia tidak beriman kepada Allah. Padahal, ia sering menyaksikan banyak yang di luar kemauannya tiba-tiba terjadi. Masihkah akan bersikap sombong, lalu berkata bahwa dirinya superman?

Apa yang Allah gambarkan di atas sebenarnya pesan untuk kita; Jika langit dan bumi saja tunduk dan patuh, pantaskah manusia yang punya akal tidak patuh kepada- Nya? Sungguh malu dan memalukan manusia yang sok merasa hebat, ternyata tidak menggunakan akalnya. Sehingga lupa diri, sampai menganggap dirinya tuhan. Tengoklah Fir’aun yang tertipu oleh nafsunya, sehingga berlaku sombong dan berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi.” (QS an-Nazi’at 79:24) Memangnya siapa Fira’un sampai mengaku dirinya tuhan? Diakah yang menciptakan langit dan bumi? Bukankah dia justru berada di atas bumi dan di bawah langit? la tidak menggunakan akalnya, hingga bertindak sebodoh itu. Inilah bukti, secerdas apa pun orang-orang kafir, mereka tetap tidak menggunakan akalnya. Andaikan mereka menggunakan akalnya, pastinya mereka akan beriman kepada Allah SWT. Ya Allah, lindungi kami dari penyakit sombong yang selalu membuat diri merasa besar dan hebat....

14 | Oasesahira, Februari 2018


Kurang Jumlah Rakaat Shalat Ust Dr Soetrisno Hadi MA

Assalamu’alaikumwrwb,UstadzSoetrisno. Ustadz, akhir tahun 2017 kemarin saya dan keluarga menghabiskan waktu liburan di rumah mertua saya di Cirebon. Satu malam, saya terlambat datang ke masjid untuk shalat Isya berjamaah, sehingga tertinggal satu rakaat. Saya ikut berjamaah. Ketika Imam salam, saya ikut salam juga. Lalu jamaah yang di sebelah saya mengingatkan kalau shalat saya kurang satu rakaat. Saya benar-benar lupa. Dia suruh saya melanjutkan shalat. Tapi saya ragu, karena di antara kami telah terjadi percakapan.

ini, di samping mendapat balasan yang berlipat ganda dibandingkan dengan shalat sendirian (munfaridan) sebagaimana disabdakan Rasulullah Saw, “Shalat berjamaah itu lebih utama dua puluh tujuh derajat-kedudukannya di sisi Allah-daripada shalat sendirian.” (Shalat aljamaah afdhalu min shalat al-fadzi bi sabin wa syrina darajatan). (HR Nasai dan Abu Daud). Di samping itu, juga dapat membangun kehidupan sosial yang baik. Di mana antara anggota masyarakat di kawasan itu bisa saling kenalmengenal dan hidup rukun, guyub, dan harmoni.

Walhasil, saya hanya shalat Isya tiga rakaat Pertanyaan saya; Bagaimana sebaiknya sikap orang yang mengalami kejadian seperti yang saya alami? Apakah memang seharusnya saya meneruskan shalat satu rakaat lagi, walaupun sudah bercakap-cakap dengan orang yang mengingatkan saya? Atau saya harus mengulangi shalat dari rakaat pertama?

Terdapat beberapa kemungkinan jawaban terhadap masalah ibadah yang Bapak kemukakan ini. Pertama, jika ketika Bapak diingatkan teman sebelah karena kurang satu rakaat. Bapak kemudian menyikapinya dengan meneruskan shalat dan menambahkan kekurangannya satu rakaat itu, lalu melengkapinya dengan sujud sahwi Maka persoalan ini selesai, seperti pernah terjadi pada masa Rasulullah Saw. Sekali waktu beliau Saw Shalat Zhuhur bersamasama para Sahabat hingga lima rakaat. Setelah salam, salah seorang Sahabat mengingatkan bahwa shalat beliau lima rakaat Lalu beliau Saw meresponsnya dengan melakukan sujud sahwi dua kali dan salam.

Atas penjelasan Ustadz Soetrisno, saya ucapkan terima kasih. Wassalamu alaikum wr wb.

Wahid N Laksana Tangerang

Wa ‘alaikumus salam wr wb. Terima kasih kepada Bapak Wahid N Laksana di Tangerang yang telah berbagi persoalan keagamaan pada kami. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan untuk memecahkan masalah ini, sehingga dapat mencerahkan Bapak dan kita semua. Sebelumnya, perlu diapresiasi sikap Bapak yang mau melakukan shalat Isya berjamaah, sebagai sebuah tradisi keagamaan yang perlu dijunjung tinggi karena sifatnya yang mengikuti sunnah Nabi Muhammad Saw (ittiba’ as-sunnah). Karena melalui shalat berjamaah

15 | Oasesahira, Februari 2018

Hal itu didasarkan atas hadits dari Abu Said al- Khudri, bersabda Rasulullah Saw, “Jika salah seorang kalian bimbang (ragu) dalam shalat, dan tidak tahu sudah tiga atau empat rakaat maka buanglah kebimbangan itu, dan ambillah yang yakin. Kemudian di akhir shalat melakukan sujud sahwi dua kali sebelum salam. Jika ternyata shalatnya lima rakaat maka sujud itu menggenapkan shalatnya, namun jika shalatnya sudah genap empat rakaat maka sujud sahwi itu membuat setan marah.” (HR Ahmad dan Muslim) (Lihat: Nayl al-Awthar, Vol. 3, hal. 116; Prof Dr Wahbah al-Zuhayli, “Al-Fiqh al-Islamy wa Adillatuhu, Vol. 2, 241).


Kedua, bila Bapak melakukan hal itu karena sungguh-sungguh lupa-seperti pengakuan Bapak dan tidak ada yang mengingatkan. Maka apa yang Bapak lakukan itu dimaafkan Allah SWT (al-matu). Karena sesuai dengan sabda Rasulullah Saw, “Diangkat pena dari tiga hal, yaitu dari orang tidur sampai dia bangun, dari anak-anak sampai dia bermimpi (baligh), dan dari orang gila sampai dia sadar (waras)” (Rufia al-qalamu’an tsalatsatin an anna’im hatta yastayqizha wa ‘an ash-shabiyy hatta yahtalima wa an al-majnun hatta ya’qila). (HR Abu Daud dan Hakim). (Lihat: Abou Bakr Jabir al- Jazairy, “Minhaj al-Muslim”, 329). Ketiga, jika ketika Bapak diingatkan teman sebelah itu Bapak sempat bercakapcakap lebih dahulu, maka sikap yang seyogianya Bapak lakukan adalah mengulangi shalat dari awal lagi. Hal itu didasarkan atas hadits Rasulullah Saw, “Sesungguhnya shalat ini tidak layak dibarengkan dengan percakapan manusia di dalamnya, melainkan shalat adalah tasbih dan

takbir dan juga bacaan al-Qur’an.” (Inna hadzihi ash-shalati la yashluhu fiha min kalam an-nas, innama hiya at-tasbih wa at-takbir wa qira’at al-Qur’an). (HR Ahmad, Muslim, Nasai, dan Abu Daud). (Lihat: Prof Dr Wahbah al-Zuhayli,” Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Vol. 1, 651). Dari tiga kemungkinan jawaban itu, maka sikap yang paling mendekati kebenaran adalah bila Bapak melakukan yang ketiga, artinya mengulangi lagi shalat Isya Bapak yang telah tertinggal satu rakaat, tetapi kemudian ketika lupa dan diingatkan teman, Bapak sempat bercakapcakap dengan teman itu. Lebih baik, Bapak mengulangi shalat Isya Bapak sendirian tapi kemungkinan diterimanya (maqbul) lebih besar ketimbang Bapak tidak mengulangi shalat tetapi kemungkinan tertolaknya (mardud) lebih besar. Demikian disampaikan, semoga Bapak dan kita semua dapat selalu bimbingan dan petunjuk Allah SWT. Terima kasih.

16 | Oasesahira, Februari 2018


Dilema Tinggal Bersama Mertua Assalamu’alaikum wr wb, Pak Ustadz Soetrisno. Pak Ustadz, saya ada persoalan rumah tangga yang saya ingin minta nasihat Pak Ustadz Saya menikah sudah lebih dari 7 tahun, dan Alhamdulillah dikaruniai 2 anak perempuan. Persoalannya, selama ini saya tinggal bersama mertua, walaupun saya sudah memiliki rumah sendiri yang sekarang saya kontrakan.Sebenarnya saya sudah beberapa kali minta izin keluar dari rumah mertua untuk menempati rumah kami. Tapi Ibu mertua saya tidak mengizinkan, karena merasa tidak nyaman kalau tidak ada Istri saya. Masalahnya, Bapak dan Ibu mertua saya sering sekali “perang”. Dan ketika ribut, mereka tidak kenal waktu dan keadaan, sehingga Istri dan anak-anak saya jadi stres melihat dan mendengarnya. Hampir setiap hari ada saja yang diributkan, bahkan untuk masalah yang sepele. Mohon nasihat Pak Ustadz, bagaimana saya harus bersikap. Saya tidak mau anakanak saya tumbuh dan berkembang di dalam keluarga yang penuh konflik. Terima kasih banyak dan mohon doa Pak Ustadz Soetrisno agar saya bisa keluar dari kerumitan ini. Wassalamu alaikum wr.wb

Abdullah Bekasi Wa ‘alaikumus salam wr wb Terima 17 | Oasesahira, Februari 2018

kasih kepada Bapak Abdullah di Bekasi yang sudah berbagi informasi tentang masalah keluarga. Kami mendoakan semoga Bapak dan keluarga dapat segera keluar dari permasalahan dan kerumitan rumah tangga ini dan hidup bahagia bersama keluarga di rumah. Permasalahan yang Bapak hadapi kerap dihadapi juga oleh mereka yang tinggal dalam rumah tangga yang diperluas. Secara antropologis rumah tangga dapat dibedakan menjadi paling sedikit dua hal yaitu: Pertama, keluarga inti (the core family) yang terdiri dari suami, istri dan anak Kedua, keluarga atau rumah tangga yang diperluas (the extended family) yaitu ketika yang tinggal dalam rumah tangga itu, disamping keluarga inti, juga masih ada orang laintermasuk anak, menantu dan lain-lain. Dalam keluarga jenis kedua ini, secara sosiologis interaksi antaranggota keluarga acap kalli terjadi secara negatif. Artinya, sering menimbulkan ketidaknyamanan di antara anggota keluarga itu. Bisa karena egoisme, arogansi anggota atau sebab lainnya. Biasanya, keluarga jenis kedua ini dipengaruhi oleh pikiran klasik di masyarakat kita pada umumnya, seperti adagium lama: “mangan ora mangan asal ngumpul


Yang ideal, sebuah rumah tangga bahagia bila memenuhi kriteria sebagaimana disebutkan Rasulullah Saw. “Empat hal yang termasuk kebahagiaan seseorang, 1). Rumah yang luas, 2). Pasangan yang taat, 3). Anak yang saleh, 4). Kendaraan yang indah.” (arba’atun min sa’adati al- mari, baytun wasi wa jawzun muthi, wa waladun shalih, wa markabun hani) (HR Muslim). (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, Kitab Hadits “Jami’us Shaghir”). Yang dimaksud dengan rumah yang luas artinya luas dengan rahmat dan kasih sayang Allah SWT. Pasangan yang taat pada Allah SWT dengan mau menjalankan perintah dan menjauhkan tarangan-Nya. Anak yang saleh yang pandai berbakti pada kedua ayah dan bundanya. Dan keempat mau menjadikan Islam sebagai kendaraan dalam menjalankan kehidupan sehar hari. Ada dua hal yang tampaknya berseberangan, tetapi sesungguhnya dapat diserasikan. Yaitu antara adagium kultural khas Indonesia dengan muatan hadits Rasulullah Saw tentang kebahagiaan hidup. Bahwa hidup berkumpul dengan keluarga-seperti dengan anak perempuan dari keluarga intiadalah membahagiakan sebagai hal yang bisa dimengerti. Namun, akibat sampingan (side effect) dari gaya hidup demikian juga mesti dipertimbangkan apalagi ada kecenderungan anggota keluarga yang temperamental. Yang dalam kesehariannya, acap kali tidak lagi mengindahkan aspek-aspek kepatutan secara nalar sosial. Bukan hanya itu, Bapak juga sebenarnya lebih tepat untuk menempati rumah tinggal sendiri yang sekarang dikontrakkan karena mertua menghendaki agar Istri tetap tinggal di rumah asli. Keadaan ini, tidaklah “baik” secara sosial karena membuat orang tidak dewasa dan mandiri. Begitu juga bagi perkembangan anak-anak Bapak ke depan. Yang dapat dipastikan membutuhkan suasana yang bebas dan mandiri sehingga dapat berkreasi dengan baik sesuai dengan kebutuhannya. Bukankah, rumah Rasulullah Saw dengan rumah Siti Fatimah ra juga tidak menjadi satu, tapi berbeda jaraknya? Bila dari Masjid Nabawi (rumah Rasulullah Saw dahulu) ke arah depan kanan. Padahal, Rasulullah Saw begitu amat mencintai Putrinya itu. Cinta Rasulullah Saw kepada Putrinya dapat diwujudkan dalam bentuk suka berkunjung ke rumah masing-masing. Berangkat dari pertimbanganpertimbangan demikian, saya menyarankan agar Bapak menyikapi kasus ini dengan melakukan beberapa langkah berikut ini Pertama,

menjelaskan dan meyakinkan mertua bahwa hidup berkeluarga tidak seharusnya dalam satu rumah. Bisa saja berbeda rumah, tapi dapat mengisi kekosongan cinta dengan saling mengunjungi secara teratur. Kedua, termasuk perbuatan yang boros (tabdzir) memiliki rumah sendiri tetapi tidak ditempati, padahal mengisinya akan meningkatkan kepercayaan diri seorang suami serta meningkatkan wibawa suami di mata istri dan anaknya. Selain itu, tinggal di rumah sendiri akan membuka ruang dan waktu serta suasana yang lebih harmoni dengan anggota keluarga yang lain. Ketiga, tinggal di rumah sendiri akan juga meningkatkan gengsi suami di hadapan teman sejawat, kolega, keluarga, karena nuansa yang dibangun adalah kemandirian.Lepas dari pengaruh dan “cengkeraman” orang tua atau mertua. Keempat, dengan hidup berpisah secara keluarga Bapak akan bisa secara terus-menerus melakukan inovasi dan perbaikan atau renovasi terhadap kemungkinan kekurangan yang ada di rumah tinggal Bapak Dengan demikian, akan tercipta suasana kreatif dan inovatif dalam berkeluarga. Kelima, suasana berkeluarga yang terpisah dari mertua juga akan memberikan kesempatan untuk saling mengapresiasi satu dengan lainnya. Berbeda dengan kalau hidup dalam satu rumah yang sama, Kalau Bapak membeli sesuatu kemudian dibawa pulang ke rumah, tidak terasa sebagai suatu upaya membahagiakan keluarga dalam arti luas. Tapi hidup dengan rumah yang terpisah, ketika Bapak datang berkunjung ke rumah mertua dengan membawa sesuatu berupa “buah tangan” akan tampak dan terasa sebagai sesuatu yang membahagiakan keluarga besar mertua itu. Dengan demikian, saran dan nasihat saya sebaiknya Bapak memilih sikap seperti disebutkan di atas, agar kerumitan yang bakal timbul secara teratur dan potensi stres yang berkelanjutan akan dapat teratasi dengan baik. Kecuali, bila orang tua Bapak memang sudah tua sekali (sepuh), apalagi sakit berat, seperti stroke atau lainnya yang memang membutuhkan perawatan khusus untuk itu. Semoga bermanfaat

18 | Oasesahira, Februari 2018


Remungan Surah Al-Ashr untuk PARA GURU

S

aat ini kita berada di tahun 2018. Bertambah usia bumi dan bertambah pula usia kita, yang hakikatnya berkuranglah kesempatan hidup kita di dunia ini. Hari kemarin telah kita lalui dan tidak mungkin kembali lagi. Hari esok kita belum tahu apa yang akan terjadi, karena kita juga tidak tahu apakah besok pagi kita masih hidup. Inilah kenyataannya, kita hidup di antara dua waktu, yaitu kemarin dan hari esok, masa lalu dan masa mendatang, tadi dan nanti. Sedangkan masa kita berada di antara keduanya itu kita katakan “sekarang”, hari ini atau saat ini. Jadi, kita hari ini adalah wujud baru dari kita yang kemarin. Sedangkan wujud kita esok adalah wujud baru kita hari ini Kalau kita temukan diri kita tahun ini hanya sebagai orang yang lebih tua dari tahun kemarin, maka jelaslah kita termasuk orang yang rugi Sebaliknya, kalau kita temukan diri kita tahun ini lebih baik dari pada kemarin, maka kita adalah orang yang beruntung, Itulah sebabnya, penting sekali bagi kita untuk mengelola waktu sebaik- baiknya, agar kita tidak terjerumus sebagai orang yang merugi dan menyesal tiada habisnya. Begitu pentingnya persoalan mengelola waktu ini, sehingga Allah sampai bersumpah dengan menggunakan kata “waktu” atau “masa” dalam Surah al-Ashr (QS 103) ayat 1-3, “Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orangorang yang beriman dan beramal saleh dan saling menasihati agar menaati kebenaran serta saling menasihati agar menetapi kesabaran.” Setidaknya ada 4 Indikasi orang yang tidak merugi dalam memanfaatkan waktu menurut Surah al-Ashr tersebut, yaitu: beriman, beramal saleh, saling menasihati untuk menegakkan dan menaati kebenaran, dan saling menasihati untuk tetap bersabar menghadapi segala ujian serta

19 | Oasesahira, Februari 2018

cobaan dalam upaya menaati kebenaran itu. Dalam konteks profesi kita sebagai Guru, maka Surah al-’Ashr ini sangat relevan. Visi pertama seorang Guru adalah beriman kepada Allah. Inilah visi besar kita, karena kita juga ingin menciptakan murid-murid yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan misi kita sebagai Guru adalah untuk beramal saleh. Melalui apa? Melalui nasihat kepada murid untuk berbuat kebajikan sekaligus menjadi teladan perbuatan baik. Kemudian melalui sikap kita dalam menegakkan dan menaati kebenaran, juga dalam menyikapi semua persoalan yang datang dengan kesabaran. Inilah hakikat atau intisari dari pesan Surah al-’Ashr yang bisa dipetik para Guru dalam menjalani tugas dan tanggung jawabnya. Kita selalu diingatkan untuk terus beramal saleh, seraya tetap bersikap benar dan bersabar Setiap hari kita dihadapkan oleh persoalan menciptakan generasi untuk kejayaan Bangsa dan Negara di masa depan. Ini adalah tugas mulia dan tanggung jawab yang sangat besar.

Setidaknya ada 4 indikasi orang yang tidak merugi dalam memanfaatkan waktu menurut Surah al-’Ashr tersebut, yaitu: beriman, beramal saleh, saling menasihati untuk menegakkan dan menaati kebenaran, dan saling menasihati untuk tetap bersabar menghadapi segala ujian serta cobaan dalam upaya menaati kebenaran itu.


yang tidak semua orang mendapat kehormatan untuk melakoninya. Pantaslah kalau para Guru disebut sebagai orang-orang yang terpilih. Boleh dikatakan bahwa Guru adalah orang tidak punya cita-cita untuk dirinya sendiri. Citacita seorang Guru hanya ingin membentuk murid-murid yang sehat jasmani dan rohaninya, cerdas secara intelektual, emosial, sosial dan spiritual. Karena dengan kualitas seperti itu, maka akan tercipta generasi unggul untuk memimpin Bangsa dan Negara ini menghadapi semua tantangan di masa depan. Para Guru sudah terbiasa mengelola waktu, karena mereka bekerja selalu berdasarkan kurikulum. Jadi sebenarnya untuk urusan manajemen waktu, para Guru tidak mempunyai persoalan. Ketika keluar dari rumah, mereka sudah tahu apa yang akan mereka lakukan. Bahkan apa yang besok akan mereka lakukan pun mereka sudah tahu. Semuanya terjadwal dengan rapi dalam agenda kerja selama setahun. Di masa kekinian beban para Guru semakin berat, karena mereka bukan hanya harus mengajar dan mendidik, tapi juga harus juga meng-up grade diri. Bukan hanya wawasan, tapi juga kemampuan. Anak-anak didik mereka, generasi milenial, adalah generasi unik zamannya. Yang pendekatan dan cara menanganinya sangat berbeda dengan kakak- kakak kelas mereka 5 sampai 10 ke belakang.

Mereka adalah generasi yang cepat dewasa dalam pikiran dan perasaan. Seakanakan mereka adalah orang dewasa yang terperangkap dalam jasad kanak-kanak. Tahun 2017 telah kita lalui. Kita evaluasi apa yang menjadi kekurangan kita dalam mengajar, mendidik, melayani dan menemani para murid belajar. Apa yang baik, kita teruskan. Yang tidak baik, kita tinggalkan. Dan yang kurang, kita cukupkan. Kita berpacu dengan waktu, karena laju sang waktu tidak mungkin kita alangi. Usia kita semakin bertambah, tenaga dan-mungkin juga-daya pikir kita sudah mulai menurun, oleh karena itu alangkah baiknya kalau kita pergunakan waktu sebaik mungkin dan fokus untuk menyiapkan generasi Indonesia masa depan. Anak-anak murid berproses, kita juga ikut berproses bersama mereka. Mungkin mereka kelak tidak semua akan “menjadi orang”, tapi setidaknya ketika kita mendapati mereka menjadi orang baik, maka sedikit-banyak ada saham kita di sana. Semoga saham inilah yang kelak akan dihitung oleh Allah sebagai amal jariah kita. Amal saleh yang kita lakukan berdasarkan visi kita sebagai orang yang beriman. Amal yang akan memberatkan timbangan kebaikan kita di hadapan-Nya. Insya Allah. Tetap semangat dan salam takzim untuk para Guru

20 | Oasesahira, Februari 2018


Bahan:

Lapis Legit Moscovis

• 400 gr wijsman butter (asli butter- kemasan kaleng asli, bukan yang BOS/butter oil substitute) • 300 gr hollman butter (kalau tidak ada silakan diganti dengan margarine merk lain, tapi aromanya akan berbeda) • 300 gr gula halus • 4 gr bumbu spekuk • 50 gr susu kental manis • 5 gr vanila pasta • 2 gr garam • 200 gr sukade (mixed peel) untuk taburan • 585 gr kuning telur • 80 gr kotobuki/kunci biru (terigu protein rendah) • 20 gr susu bubuk full cream Cara membuat • Kocok butter dan bumbu spekuk sampai butter menjadi pucat dan mengembang halus sekali. Wasuk kan bumbu spekuk, susu kental mams dan vamia kocok lagi sam pai rata. Bersihkan kocokan mixer dengan air dan sabun sampai ber- sih dan keringkan. Lalu kocok telur dan gula (gula halus dayak) sampai mengembang sempurna, tapittidak perlu sampai kaku. Setelah me ngembang

sampuma, masukkan tepung terigu dan susu bubukyang sudah diayak, lalu aduk perlahan sampai rata dengan spatula. Campurkan kocokan butter tadi dengan ham hati sampai rata. Adonan siap dioven. • Apabila situasi ruangan dapur panas, adonan dibagia 2 dan sebagian disimpan di kulkas sampai me- nunggu giliran dioven, supaya but- ter yang terkandung di dalamnya tidak meleleh. • Panaskan oven, lalu setelah oven panas, masukkan loyang yang su- dah dialasi bagian dasarnya (lihat catatan di atas). Setelah loyang panas, dengan menggunakan oven api atas saja timbang sekitar 100- 120 gr adonan, aduk aduk sebentar lalu tuangkan adonan di bagian dasar loyang. Oven sampai matang dan bagian atas kecoklatan, lanjut- kan sampai selesai 3 layer. Setelah menuang layer ketiga, sebarkan sukade dengan merata lalu oven dan lanjutkan sampai adonan ha- bis. Setelah habis semua, jika menggunakan oven biasa (bukan oven lapis legit) dan tidak meng- gunakan loyang seng, gunakan api bawah saja yang sudah dipanaskan untuk mengoven pinggiran supaya matang, sekitar 15 menit. • Setelah itu, cek kematangan tepi kus dengan menyelipkan pisau di saking kue, jika masih basah berarti belum selesai pemangga-ngan dengan oven api bawah tadi. Tapi biasanya 15 menit sudah cukup. • Slapkan cake board yang sudah dialasi plastik dan balikkan kue. Tunggu dingin dulu, setelah itu baru dibalik lagi. Kue sudah siap. Lebih enak lagi setelah kue terse- but disimpan dulu (tutup rapat di dalam kotak kue) di dalam kulkas minimal semalam.

20 | Sahira, Februari 2018


19 | Sahira, Februari 2018


M

embuat lapis legit yang istimewa memang m e m b u t u h k a n trik khusus. Untuk

pemanggangan yang paling bagus adalah menggunakan aven khusus lapis legit yang berbentuk seperti laci Apabila tidak ada, maka dapat digunakan oven lain, seperti oven listrik, oven gas atau oven lain yang ada api atasnya. Oven harus bisa dinyalakan api atasnya saja. karena selama memanggang, yang digunakan hanya api atas saja Loyang lapis legit yang terbaik adalah loyang yang terbuat dari bahan seng Bahan dasar seng dapat menyimpan panas dengan sempurna, sehingga saat kita memanggang melakukan pelapisan, pinggiran loyang akan tetap panas dan mematangkan pinggiran kue Bila menggunakan loyang aluminium biasa pun bisa, tetapi pada fase terakhir pemanggangan. Setelah semua kue habis dioven (dilapis) kue harus langsung dioven lagi DiovendenganapibawahyangSudahdipanaskan 180 derajat dan dioven sekitar 15 menit, supaya semua lapisan, terutama dibagian tepi matang sempurna Penggunaan loyang aluminium perlu trik tambahan tersebut karena loyang aluminium cepat dingin dan saat melapis Kadang kala kita kurang cepat, sehingga Joyang aluminium tidak sempurna mematangkan sisi dari kue Loyang jangan dioles me mentega di 4 sisinya, cukup di bagian dasar loyang saja. Beri kertas pemanggang kue di dasar loyang saja Teknik pemanggangan harus diperhatikan, tiap lapisan harus matang sempurna. Kalau tidak matang sempurna, tidak bisa diperbaiki di akhir pemangganan alias gagal total. Jadi, pastikan pemanggangan matang sempurna.

Waktu panggang tiap layer jangan terlalu lama, karena bila terlalu lama akan menyebabkan kue menjadi kering. Perhatikan api oven, jangan terlalu besar, karena kue tidak matang permukaannya, tapi bagian dalamnya masih mentah, sehingga pembuatan kue Ini dianggap gagal. Jadi, perlu didapatkan panas oven yang tepat supaya kue matang sempurna dan permukaan sudah cukup coklat, tidak hanya kuning. Kalau cuma kuning walau sudah matang, maka kue ini tidak akan terlihat garis-garis coklatnya, sehingga terlihat kurang c a n t i k .

Persiapan bahan pun harus diperhatikan. Butter yang digunakan harus butter yang dingin, tidak beku. Kenapa harus dingin? Karena kalau dalam keadaan dingin bisa dikocok sampai naik dan pucat. Sedangkan kalau butter sudah meleleh, tidak bisa dikocok sampai mengembang Jadi dinginkan dahulu butter di dalam chiller (kulkas bukan freezer) semalaman, supaya dinginnya merata, bukan cuma di lapisan luarnya saja.

18 | Sahira, Februari 2018


Trik Membuat Lapis Legit Moscovis

17 | Sahira, Februari 2018


mencegah atau mengobati lebih dari 300 jenis penyakit.” Berikut ini adalah sebagian dari manfaat daun kelor: 1. Mencukupi gizi ibu menyusuir; Protein dan unsur flavonoid yang terkandung dalam daun kelor sangat bermanfaat untuk ibu yang sedang menyusui dan membuat ASI lebih berkualitas. 2. Membantu menyehatkan mata; Kandungan vitamin A yang tinggi membuat daun kelor sangat baik dikonsumsi untuk membantu menyehatkan mata. Caranya bisa dibuat sayur bening (seperti sayur bayam) atau dilalap mentah (setelah dibersihkan). 3. Menjaga berat badan; Daun kelor yang dikeringkan dan dijadikan teh dipercaya baik sekali untuk mengatasi masalah pencernaan dan membantu proses metabolism tubuh sehingga dapat maksimal membakar kalori. 4. Sebagai antioksidan; Teh daun kelor juga berfungsi sebagai antioksidan yang bermanfaat untuk mengeluarkan racunracun dari dalam tubuh serta memperkuat sistem kekebalan tubuh. Ini karena teh daun kelor mengandung polyphenol yang tinggi. 5. Menyehatkan kulit; Terdapat lebih dari 300 zat antioksidan dalam daun kelor yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit dan s e b a g a i

pelembab alami. Caranya bisa mengambil 10-15 lembar daun kelor, lalu ditumbuk sampai halus, lalu dijadikan masker wajah untuk mengangkat sel kulit mati. Atau digunakan sebagai luluran. 6. Sebagai senyawa antiinflamasi; Rilis Asia Pacific Journal of Cancer Prevention menyatakan bahwa daun kelor mengandung campuran asam amino esensial, fitonutrien karotenoid, antioksidan seperti quercetin, dan senyawa antibakteri alami yang memiliki fungsi seperti obat antiinflamasi (peradangan). Senyawa tersebut dapat membantu menurunkan risiko penyakit paru-paru, diabetes, kanker usus besar, darah tinggi dan sebagainya. 7. Mengatasi artritis, Journal of Chinese Integrative Medicine Februari 2011 melaporkan bahwa daun kelor membantu mengatasi peradangan dan rasa sakit beberapa bentuk artritis. 8. Menurunkan tekanan darah; Mengkonsumsi daun kelor secara rutin dapat menurunkan tekanan darah dan mencegah kolesterol tinggi. 9.Menyehatkan ginjal, Bagi Anda yang mempunyai masalah dengan ginjal, sangat dinajurkan untuk mengkonsumsi daun kelor secara rutin. 10. Mengatasi asama urat; Daun kelor juga dipercaya sebagai obat asam urat alami yang tidak mempunyai efek samping. Masih banyak lagi manfaat daun kelor. Ada 1.300 hasil riset tentang daun manfaat daun kelor bagi kesehatan manusia. Maka wajar kalau pohon kelor disebut sebagai The Miracle Tree. Si Pohon Ajaib. Beberapa manfaat lainya adalah: menghilangkan sakit kepala, membantu kerja otak dan meningkatkan fokus serta daya ingat, menjaga kesehatan sel otak, meningkatkan kadar hemoglobin, mencegah terjadinya kanker pankreas dan kanker serviks, mencegah dan membantu mengobati hepatitis B, dan sebagainya.

16 | Sahira, Februari 2018


Daun Kelor

O

The Miracle Tree

rang tua kita dulu sering menanam berbagai tanaman di pekarangan rumah. Tanamantanaman ini biasanya dapat dijadikan obat untuk penyakitpenyakit ringan dan umunya yang digunakan adalah daunnya. Seperti pohon sirih untuk mimisan, pohon jarak untuk mengobati perut kembung pada bayi dan balita, pohon saga untuk mengobati seriawan, pohon jambu biji (jambu klutuk) untuk mengobati diare, dan sebagainya. Salah satu pohon yang dulu sering berada di halaman depan rumah orang tua kita adalah pohon kelor. Pohon yang daunnya dijadikan peribahasa, dunia tidak selebar daun kelor ini, sekarang sudah jarang terlihat di depan atau belakang rumah lagi. “perannya” digantikan dengan pohon cerama hujan, beringin putih atau sikas yang lebih indah dipandang mata. Padahal tanaman bersuku Moringaceae ini mempunyai banyak sekali manfaat bagi kesehatan kita. Pohon kelor atau merunggai (Moringa oleifera) yang tingginya bisa lebih dari 10 meter ini oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Daun kelor hampir mirip dengan daun katuk, ukurannya kecil-kecil tersusun rapat dan agak bulat. Kalau dibuat sayur, rasanya juga hampir sama dengan daun katuk.

Yang hebat dari daun kelor adalah kandungan nutrisinya: Potasium, 3 kali lipat daripada pisang. Kalsium, 4 kali lipat daripada susu. Vitamin C, 7 kali lipat daripada jeruk. Vitamin A, 4 kali lipat lebih banyak daripada wortel. Protein, 2 kali lipat daripada susu. Di samping itu, daun kelor juga mengandung energi 64 kkal, serat fiber 2.0 gr, lemak 1.40 gr, karbohidrat 8.28 gr. Vitamin lainnya adalah vitamin B1, B2, B3, B5, B6, dan B9. Sedangkan mineral lainnya seng, mangan, magnesium, sodium, fosfor dan sebagainya. Dengan kandungan nutrisi seperti itu, wajar kalau pohon kelor tersebar luas di Asia, Afrika, dan Amerika Latin menjadi primadona baru dan orang Barat menyebutnya The Miracle Tree atau Si Pohon Ajaib. Bahkan National Institute of Health (NIH) pada 21 Maret 2008 menyatakan, bahwa “pohon kelor telah digunakan sebagai obat oleh berbagai kelompok etnis asli (di Asia dan Afrika) untuk

15 | Sahira, Februari 2018


14 | Sahira, Februari 2018


12 | Sahira, Februari 2018


11 | Sahira, Februari 2018


10 | Sahira, Februari 2018


BEAUTY IN BLACK

9 | Sahira, Februari 2018


Muslimah tidak perlu berkecil hati. Meski memiliki tubuh big size, Muslimah bisa tampil percaya diri, tetap modis dan eye catching dengan memakai konsep layering (gaya tumpuk) dengan motif garis-garis dengan strip vertikal yang akan memberikan kesan ilusi postur tubuh Anda lebih tinggi dan ramping. Bila ingin menggunakan motif bergambar seperti bunga misalnya, pakailah motif print atau embroidery yang berukuran kecil dan tidak terlalu besar agar motif atau gambar itu dominan terekspose di tubuh Anda. Bila Anda ingin menggunakan variasi ikat pinggang (belt), pilihlah ikat pinggang yang berukuran kecil agar tidak terkesan membelah tubuh. Hal terakhir gunakan

weedges agar membantu tubuh sedikit lebih tinggi dan terkesan ramping bagian kaki Anda. Demikianlah saran dan tips dari kami. Berpenampilan maksimal dan ideal memang dambaan setiap Muslimah. Namun, itu semua tidak akan berarti apa-apa tanpa rasa syukur atas karunia yang diberikan Allah Ta’ala. Selamat mencoba.

8 | Sahira, Februari 2018


Layering untuk Tubuh

B

Big Size

agi kebanyakan Muslimah, bertubuh big size adalah malapetaka. Mereka rela mengeluarkan biaya besar agar bisa terlihat ideal. Namun, Muslimah tidak perlu berkecil hati. Meski memiliki tubuh big size, Muslimah bisa tampil percaya diri, tetap modis dan eye catching dengan memakai konsep layering (gaya tumpuk). Silakan mengikuti tips di bawah ini.

namun jangan melebihi betis panjang dari long vest tersebut. Pilihlah jenis material atau bahan seperti katun, denim, kasmir, jersey, katun halus, ataupun yang berhubungan dengan spandex dan sutera, agar tidak terkesan menambah volume badan Anda. BERMAIN

MEMILIH BAHAN YANG RINGAN

DENGAN

POLA

DAN

MOTIF

Cobalah mengenakan kreasi busana yang asimetris pada tampilan busana Anda dengan aksen layering, namun tidak berlebihan. Hal ini dapat mengalihkan fokus penampilan Anda, bukan kepada tubuh Anda. Bermainlah

Bahan yang ringan memberi kesan ramping pada tampilan Muslimah. Padukan dalaman kaos atau blouse dengan bahan ringan yang bermodel V-Neck untuk memberikan ilusi merampingkan tubuh bagian atas. Selipkan hijab ke dalam kerah V-Neck tersebut t i p i s . Padu padankan dengan outer kardigan, blazer atau l o n g vest,

7 | Sahira, Februari 2018


berkembanglah berbagai metode. Dari yang menggunakan obat-obatan, pembiusan regional, metode afirmasi (hypnobirthing), sampai dianggap salah satunya adalah metode water birth. Seperti namanya, water birth adalah metode melahirkan di dalam air. Caranya, setelah mencapai pembukaan mulut rahim tahap tertentu, maka ibu masuk ke dalam bak berisi air hangat dan berendam di dalamnya. Dipercaya bahwa di dalam air hangat akan menenangkan ibu, meningkatkan aliran darah utamanya di genitalia, dan melunakkan jaringan, yang semua itu hasilnya adalah penurunan sensasi nyeri dan proses persalinan bisa lebih lancar. Untuk bayiyang selama 9 bulan memang berada dalam air ketuban- proses perpindahan alam dari alam rahim menuju alam dunia dengan tetap berada di dalam air dipercaya dapat mengurangi stres. Namun demikian, terdapat beberapa kekurangan dalam metode ini, misalnya, membutuhkan ruangan bersalin yang luas atau bahkan ruangan khusus, pemborosan air, kesulitan memindahkan ibu dari ranjang persalinan masuk ke dalam bak (karena direkomendasikan ibu baru berada dalam air tatkala fase persalinan sudah dalam tahap aktif), dan sebaliknya mengeluarkan ibu pascapersalinan kembali ke ranjang persalinan untuk mengeluarkan plasenta dan memperbaiki robekan perineum apabila ada. Untuk bayi, begitu lahir di dalam air maka ia harus segera diangkat sebelum menarik napas pertama dan menangis. Ingat bahwa saat di dalam

rahim janin tidak bernapas dengan paru, namun mendapatkan pasokan oksigen lewat plasenta dan tali pusat. Metode water birth juga mempunyai banyak kontraindikasi, misalnya ibu mengalami komplikasi kehamilan seperti hipertensi, diabetes, epilepsi, penyakit kulit, dan yang persalinannya harus diinduksi. Ibu yang obesitas dan yang pernah mengalami perdarahan pascapersalinan juga tidak direkomendasikan untuk persalinan ini. Sementara kontraindikasi dari pihak bayi antara lain: bayi prematur atau pertumbuhan janin terhambat, bayi dengan kelainan bawaan, dan bayi dengan kelainan letak. Dengan berbagai kondisi tersebut maka organisasi profesi dokter obstetri ginekologi Indonesia telah mengeluarkan SK pelarangan metode water birth di rumah sakit di negeri ini. Namun demikian jangan cemas. Meskipun persalinan itu sangat nyeri, dengan memahami penyebab nyeri dan bagaimana harus bersikap tatkala gelombang nyeri melanda, maka hampir semua wanita dapat menghadapinya. Untuk itu Anda dapat melakukan berbagai upaya sejak awal kehamilan. Misalnya dengan menambah pengetahuan melalui buku dan laman-laman terpercaya, berkonsultasi ke dokter, mengikuti kelas senam hamil dan berolahraga teratur. Dan tentu saja, dengan keikhlasan yang dilandasi pemahaman bahwa proses ini merupakan pintu gerbang lahirnya generasi penerus yang akan menjadi pejuang umat, insya Allah rasa nyeri akan terhalau. Demikian Mbak Danti, semen singkat saya ini dapat sedikit mengurangi keldi Anda. Wallahu a’lam.

dr Prita Kusumaningsih, SpOg 6 | Sahira, Februari 2018


MELAHIRKAN DENGAN METODE

Water Birth

Assalamu’alaikum, Dr Prita Langsung saja ya Dok. Saya dan dua sahabat saya berbarengan sedang hamil dengan usia kandungan yang berbeda-beda. Usia kandungan saya menginjak 2 bulan (anak pertama). Dua sahabat saya lainnya memasuki usia 5 bulan (anak kedua) dan 6 bulan (anak pertama). Saat ini, kami sedang berdiskusi tentang metode water birth saat melahirkan yang konon dapat mengurangi rasa sakit saat persalinan. Mohon penjelasan Dokter tentang metode water birth ini. Benarkah cara ini bisa mengurangi rasa sakit saat melahirkan? Apakah berusaha mencari cara untuk mengurangi rasa sakit saat melahirkan diperbolehkan Dok? Atas jawabannya, saya ucapkan terima kasih. Danti Surabaya Wa’alaikumussalam Wr Wb, Mbak Danti, terima kasih atas kepercayaan dan kesetiaan terhadap Rubrik Konsultasi Kesehatan Wanita di majalah OASESAHIRA ini. Semoga kami dapat terus memberikan pencerahan dan informasi yang benar dan terkini terkait kesehatan kita, kaum wanita, insya Allah. Mbak Danti, tentunya berbahagia sekali tatkala tiga serangkai sahabat dekat ternyata bisa hamil secara bersamaan meskipun dengan usia kehamilan yang berbeda-beda. Semoga kebersamaan dalam kehamilan Ini makin meningkatkan rasa persaudaraan dan saling menasihati dalam kebenaran (al-Qur’an Surah

al-Ashr ayat 3). Terlebih dahulu saya akan menjelaskan tentang rasa nyeri persalinan. Nyeri persalinan ini memang menjadi pembicaraan dari masa ke masa. Di satu pihak banyak wanita yang merasa ngeri dengan adanya nyeri itu dan memilih persalinan sesar, misalnya. Namun di lain pihak tidak sedikit pula yang justru ingin merasakan nyeri tersebut, terutama mereka yang belum pernah melahirkan normal dikarenakan harus operasi sesar- supaya “sah” disebut sebagai ibu sejati. Apa pun alasannya, memang nyeri persalinan tergolong nyeri skala puncak. Bahkan ada yang mengumpamakan seperti 12 tulang yang patah secara bersamaan. Kebayang, kan? Rasa nyeri tersebut juga tak pandang bulu. Siapa pun yang menjalani persalinan normal lewat vagina, pasti akan mengalaminya. Tak terkecuali Maryam, Ibunda Nabi Isa as. Kesakitan menjelang persalinan itu pun diabadikan dalam Surah Maryam. Dari mana timbulnya rasa nyeri tersebut? Yang pertama adalah akibat dari kontraksi otototot rahim sehingga menyebabkan iskemik. Selanjutnya, nyeri timbul saat terjadi pembukaan mulut rahim yang sebelumnya selama 9 bulan mulut rahim itu menutup rapat guna menahan agar buah kehamilan tidak keluar. Dan nyeri juga timbul akibat peregangan dinding vagina, jaringan otot dasar panggul dan otot-otot perimeum. Nyeri tersebut akan meningkat apabila ditambah dengan kecemasan dan kepanikan ibu. Bolehkah mencari cara untuk mengurangi rasa nyeri? Tentu saja boleh. Dan pencarian itu masih berlangsung hingga sekarang! Karena itu.

5 | Sahira, Februari 2018


sering-sering mengobrol agar mereka tidak salah bergaul.

Bagaimana metode Anda mendidik anak di zaman sekarang? Zaman sekarang itu, anak-anak kita dikepung dengan dunia audio-visual. Dengan bebas mereka sekarang bisa menonton apa saja yang mereka suka. Sekarang ini, anak saya kalau mau nonton film bioskop sama teman-temannya, saya selalu ikut. Pulangnya kami diskusikan film yang baru saja kami tonton itu. Dari segi positifnya dan negatifnya. Nah, di situlah saya sisipkan ayat-ayat al-Qur’an ke anak saya. Saya berusaha mengikuti apa yang anakanak saya sukai, lalu kami diskusikan. Menurut saya, mendidik anak zaman now, jangan terlalu dikekang dan jangan terlalu dibebaskan. Anakanak saya ajarkan untuk belajar bersyukur dari lingkungan terdekat. Misalnya dari kasus anakanak asuh kami. Saya memberi pelajaran ke anak-anak, baik dari depan, belakang, kiri dan kanan tetangga saya dan film.

Saran Anda untuk orang tua sekarang? Untuk ibu-ibu, saya sarankan sekarang untuk tidak gagap teknologi (gaptek). Karena anak-anak sekarang lebih canggih dari kita. Baik dari segi ilmu maupun teknologi. Teknologi itu sudah ada dari zaman Nabi Adam dan Sulaiman. Contohnya dalam al-Qur’an Nabi Sulaiman membangun gedung-gedung. Berarti dari zaman dahulu kala sudah ada gedung-gedung.

Kita harus jadi ibu-ibu zaman now, jangan jadi ibu- ibu jadul. Kalau dulu kita bisa memarahi anak hanya dengan mata melotot. Nah, kalau zaman sekarang, kita melotot, dia balik melototin kita lagi. Pertama harus pakai contoh. Kalau kita menyuruh anak untuk shalat, kita harus shalat agar menjadi contoh. Kedua, jangan terlalu banyak menyuruh ke anak-anak kita. Kita akan capek. Lebih baik BMM (Berpikir, Memilih, Memutuskan). Misalnya ketika masuk waktu shalat, kita tanya anak kita, mau shalat jam berapa? Misalnya, ia memilih waktunya sendiri dan masih masuk waktu shalat, kita biarkan. Jadi, ada musyawarah dengan mereka. Kita memberi waktu mereka untuk berpikir dan memilih, lalu memutuskan. Saya berkata ke mereka tidak akan bicara lagi karena sudah keputusannya. Menurut saya, jika diperlakukan seperti itu, anak malah senang. Mereka merasa dilibatkan untuk memilih dan memutuskan apa-apa yang akan mereka kerjakan. Anak sekarang pintar-pintar. Kalau kita hanya menyuruh nyuruh terus, yang ada ia malah tidak ikhlas melakukannya. Pertama, beri contoh Kedua, kita harus mengajak mereka berpikir. Ketiga, jangan lupa selalu mendoakan. Karena tidak ada yang bisa mengubah anak kecuali doa. Di dalam Surah ar- Radu (13:39), “Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab Lauh Mahfuzi” Kalau Allah ingin menghapus akal enak kita, ia jadi tidak penurut. Kalau Allah mau tetapkan aman dan takwanya, ia jadi penurut. Al-Qur’an adalah panduan lengkap hidup kita. Jangan jauh-jauh dari al-Qur’an. Nabi Muhammad Saw pernah bilang kepada Sahabat Umar ra, “Wahai Umar, aku adalah bintangnya para Nabi. Al-Qur’an adalah

4 | Sahira, Februari 2018


Bagaimana Anda berbagi peran dengan Suami? Alhamdulillah, Suami saya sangat mendukung. Dulu Suami saya bekerja di sebuah hotel dengan sistem shif. Kalau saya mau mengisi tausiah kemana- mana, saya selalu naik ojek. Memasuki tahun 2010, saya pergi haji. Pulang dari haji, kok saya merasa tidak nyaman, ke mana-mana diboncengin orang. Waktu itu, saya belum punya mobil. Setelah berpikir lama, akhirnya saya minta Suami untuk berhenti bekerja dan mencari yang lain dengan jam kerja office hour. Berangkat pagi, pulang sore, jadi malam kami bisa bertemu. Atau bekerja freelance aja. Kebetulan teman punya perusahaan travel umrah-haji. Alhamdulillah, Suami mengerti. Bismillah, Suami keluar kerja. Sekarang selain freelance di perusahaan travel umrah-haji punya teman, Suami saya juga bisa sering mengantar saya berdakwah. Dulu Suami saya juga sempat mengajar ngaji untuk bapak-bapak yang belum bisa baca Qur’an. Alhamdulillah, niatnya dapat teman untuk bisa jalan dakwah bareng-bareng, akhirnya Allah kasih kendaraan. Alhamdulillah selama Suami menemani saya dakwah, saya merasa lebih nyaman sekarang. Ketika saya lagi banyak panggilan untuk berdakwah, paling tidak ada dalam 1 pekan itu, satu hari kami berkumpul dengan keluarga untuk mengobrol bersama anak-anak. Anakanak di rumah juga saya wajibkan untuk mengaji Qur’an dan hadits dengan saya. Biasanya waktunya dari ba’da Maghrib sampai masuk

Isya. Apalagi saat anak-anak libur sekolah, mereka saya wajibkan untuk menggali Qur’an atau hadits. Misalnya 1 hari 1 ayat atau hadits Selesai kami terjemahkan, lalu ada tanya jawab. Pertanyaan anak saya yang saat ini di bangku kuliah agak-agak berat. Anak-anak saya sering mendapatkan pertanyaan dari temantemannya, yang menurut ia, agak menyeramkan. Misalnya, teman sebelah bangkunya kayak tidak bertuhan atau atheis. Suatu kali teman anak saya bilang, “Ngapain kamu memeluk agama Islam. Dalam Islam kamu harus bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Dan Nabi Muhammad utusan Allah. Sedangkan kamu sendiri nggak pernah melihat Allah dan Nabi. Bohong kamu kalau gitu.” Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang anak saya sering dengar. Karenanya, saya coba menjelaskan ke anak saya, bahwa syahadat adalah masalah rukun iman. Kalau masalah saksi, kamu lihat meja dan bangku di rumah ini tidak? Ada yang membuatnya tidak? Anak saya jawab, ada. Lalu, saya bertanya lagi, “Nah kamu sekarang lihat nggak yang bikin bangku dan meja itu?” Anak saya bilang, “Yang dibuat manusia saja tidak bisa kita lihat, yaitu bangku dan meja yang kita pakai ini, apalagi Allah pencipta kita? Melihat Allah tidak dengan mata fisik kita, tapi dengan mata batin kita.” Barulah anak-anak saya paham. Anak-anak juga merasa tenang setelah diskusi dengan saya dan Suami. Itu baru yang atheis. Belum lagi yang LGBT dan yang lainnya. Pergaulan anak-anak sekarang itu macammacam. Karenanya, kita sebagai orang tua harus

3 | Sahira, Februari 2018


Ustadzah Lulung

Jangan Jadi Ibu-Ibu

T

antangan mendidik anak zaman now berbeda dengan anak zaman old. Saat ini, teknologi digital, khususnya internet telah mengepung anak-anak kita. Dengan gawai (gadget) yang ada, mereka bebas menonton apa saja, tak hanya yang baik, tapi juga yang sebaliknya. Karenanya, Ustadzah Lulung menyarankan agar orang tua, khususnya Muslimah jangan gaptek (gagap teknologi), karena anak-anak zaman now lebih canggih dari orang tua, baik dari sisi ilmu mapun teknologi. “Jangan jadi ibu-ibu jadul. Kalau dulu kita bisa memarahi anak hanya dengan mata melotot. Nah, kalau zaman sekarang, kita melotot, dia melototin kita lagi,” kata Ustadzah kelahiran Jakarta, 23 Juni 1971 ini. Selain itu, pengisi program “Islam itu Indah” di Trans TV ini juga meminta para orang tua tak melulu memerintah anak mereka, tapi juga memberikan teladan yang bisa dicontoh anakanak mereka. “Jangan terlalu banyak menyuruh ke anak- anak, capek. Selain teladan, minta mereka untuk berpikir, memilih dan memutuskan (BMM),” tambah jebolan IKIP Mataram, Lombok Barat, Jurusan Psikologi Pendidikan ini. Tak hanya soal pendidikan anak, Ustadzah Lulung juga bercerita tentang problematika Muslimah zaman kekinian. Apa saja yang seharusnya dilakukan Muslimah menghadapi tantangan keluarganya? Peran apa saja yang bisa dijalani Muslimah yang tidak melanggar syar’i? Ustadzah Lulung menjelaskannya panjang lebar kepada Abdullah Sani Lubis dan fotografer Olink KP. Berikut petikannya:

Gaptek Ceritakan kesibukan Anda sehari-hari? Kesibukan saya sehari-hari, kalau lagi ada syuting saya bangun pukul 02.30 WIB. pukul 03.00 siap-siap berangkat. Pukul 04.00 sudah sampai di studio. Selesai syuting sekitar pukul 06.30. Setelah itu, evaluasi sampai sekitar pukul 07.30. Setelah itu, saya mengisi pengajianpengajian rutin. Kalau tidak ada pengajian rutin, selesai syuting saya datang memenuhi undangan untuk tausiah di acara pengajian, 7 bulanan dan lain-lain. Kalau tidak ada undangan, saya pulang untuk istirahat. Anak pulang sekolah pukul 3. Biasaya, sore saya mengantar mereka untuk ke toko buku atau membeli kebutuhan sekolah maupun kebutuhan rumah. Setelah itu, sampai rumah Maghrib atau Isya, kami ada pengajian anak asuh di rumah. Anak asuh kami sekitar 50 orang. Anak-anak dari sekitar lingkungan tempat saya tinggal. Alhamdulillah, 5 orang sudah kuliah. Selesai pengajian di rumah, sekitar pukul 21.00, saya baru istirahat. Tapi, kadang-kadang ada saja orang yang datang ke rumah untuk curhat. Baik yang single parent atau mereka yang lagi punya masalah. Bisa pukul 11 malam saya baru istirahat.

Syuting untuk tausiah yang rutin itu sekarang di mana? Saya sekarang lagi rutin mengisi acara “Islam itu Indah” di Trans TV. Syuting selama 4 hari. Hari Selasa-Jum’at. Live dan Taping. Kalau lagi libur ngaji, saya baru bisa ambil taping.

2 | Sahira, Februari 2018


Sahira

TRIK MEMBUAT LAPIS LEGIT MOSCOVIS YANG SUKSES MELAHIRKAN DENGAN METODE WATER BIRTH USTADZAH LULUNG

JANGAN JADI IBU-IBU GAPTEK


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook