TUGAS FINAL
PERANCANGAN ARSITEKTUR KOTA DOSEN PENGAMPU : FITRAWAN UMAR, ST. MSC. OLEH : HAMZA HAMID / 105831102921
PROGRAM STUDI ARSITEKTUR UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL ............................................................................................................................... i DAFTAR ISI .......................................................................................................................................... ii DESKRIPSI............................................................................................................................................ 1 Sejarah Singkat................................................................................................................................. 2 LOKASI PENELITIAN ............................................................................................................................ 3 Tinjauan lokasi dan data sekunder................................................................................................... 4 Tinjauna Intesintass Sempadan bangunan....................................................................................... 5 ANALISIS............................................................................................................................................... 6 KONSEP PERANCANGAN ..................................................................................................................... 16
ii
DESKRIPSI
1
SEJARAH SINGKAT Kelurahan Mannuruki adalah bagian dari Kecamatan Tamalate Kota Makassar. Kelurahan Mannuruki Kecamatan Tamalate memiliki kode wilayah 73.71.10.1007.Memiliki luas sekitar 1,54 km2 dan terdiri dari 30 RT dan 8 RW dengan jumlah penduduk laki-laki 6.202 dan perempuan 5.880. Arti dan Sejarah Nama Kelurahan Mannuruki Dikutip dari Buku Nama Rupabumi Unsur Buatan yang disusun Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Makassar Kelurahan Mannuruki artinya dua nama disatukan yaitu Mannu dan Ruki selaku suami dan istri. Mannu adalah seorang pedagang sekaligus tokoh masyarakat pada masa kerajaan Gowa. Ia dikenal dengan kesetiaanya dan kepatuhannya. Oleh karena itu ia Mannu diangkat sebagai kepala kampung, dan kemudian dinikahkan dengan seorang putri keturunan Raja Gowa yaitu Ruki. Gabungan keduan nama suami istri Mannu - Ruki disepakati sebagai nama kampung tersebut.
2
LOKASI PENELITIAN
3
TINJAUAN LOKASI DAN DATA SEKUNDER Lokasi pengamatan berdasrkan dari pemilihan lokasi di Parang Tambung, Kec. Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90224
Makassar Imagery Sumber : www.mdpi.com
Tamalate Imagery Sumber : petatematikindo.wordpress.com
Parang Tambung Imagery Sumber : Google Maps
Batas - Batas Utara : Kelurahan Banta-Bantaeng Selatan :Kelurahan Gunung Sari dan Kelurahan Minasa Upa Barat : Kelurahan Pa'baeng-Baeng Timur : Kelurahan Bonto Duri
4
TINJAUAN INTENSITAS BANGUNAN DAN SEMPADAN Analisis Intensitas Bangunan & Sempadan Sesuai dengan PerDa Kota Makassar Intensitas Bangunan: Tinjauan ini memperhatikan tingkat kepadatan pembangunan dan pemanfaatan lahan dalam suatu kawasan. Hal ini mencakup rasio antara luas lahan yang dapat dibangun dengan total luas lahan, serta tinggi bangunan dan jumlah lantai yang diizinkan.
KLB = Maksimal 15 Meter
LUAS SELURUH LANTAI BANGUNAN LUAS KAVLING /LAHAN
KDB = Maksimal 80% LUAS LANTAI DASAR BANGUNAN LUAS KAVLING /LAHAN
KDH = Minimal 10% LUAS RUANG TERBUKA LUAS KAVLING /LAHAN
5
ANALISIS FIGURE-GROUND Figure Ground Plan merupakan suatu peta hitam putih yang memperhatikan dan menjelaskan suatu komposisi yang menarik antara ruang luar (eksterior) dan ruang dalam (interior) : ✓ Figure : Lahan terbangun (urban solid) ✓ Ground : Lahan terbuka (urban void).
1. URBAN SOLID Di Kelurahan Manuruki, Kota Makassar, bangunan berwarna gelap mengisi ruang secara padat dan tertata rapi, mencerminkan pengaturan kawasan yang terorganisir dengan baik. 2. URBAN VOID Di Kelurahan Manuruki, Kota Makassar, kekurangan ruang terbuka menyebabkan parkir kendaraan di bahu jalan dan kurangnya taman bermain mengakibatkan anak-anak bermain di jalanan. 3. TEKSTUR PERKOTAAN Di Kelurahan Manuruki, terdapat keberagaman tekstur perkotaan yang menampilkan pola-pola yang berbeda dan saling bertabrakan, menciptakan konfigurasi yang heterogen. 4. TIPOLOGI SOLID Di Kelurahan Manuruki, terdapat pola blok medan yang dipengaruhi oleh situasi jalan sebagai pembatas, dengan beragam massa dan bentuk yang perlu dipahami secara keseluruhan. 5. TIPOLOGI VOID Di Kelurahan Manuruki, ada pola ruang terbuka yang dikelilingi oleh bangunan panjang, biasanya di dalam atau belakang bangunan, dan bersifat tertutup atau khusus. 6. POLA MASSA & RUANG
Alamat lengkap Manuruki, Kec. Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90224
POLA LINIER Pola ini umumnya memanjang dan hanya ada satu jalan di antara rumah yang berhadapan. pola permukiman linear mengikuti jalan raya.
6
ANALISIS LINKAGE Analisis linkage dalam perancangan arsitektur kota adalah pendekatan yang digunakan untuk memahami hubungan dan keterkaitan antara berbagai elemen dalam konteks perkotaan. Ini melibatkan penelusuran dan pemahaman pola-pola interaksi antara berbagai aspek seperti penggunaan lahan, transportasi, infrastruktur, lingkungan alam, sosial, ekonomi, dan budaya dalam suatu kawasan perkotaan. Linkage artinya garis semu yang menghubungkan antara elemen yang satu dengan yang lain, nodes yang satu dengan nodes yang lain, atau distrik yang satu dengan yang lain.
Tiga Pendekatan Linkage Perkotaan
TAPAK
1. Linkage yang visual 2. Linkage yang struktural 3. Linkage yang kolektif
PETA KUNCI Parang Tambung
7
ANALISIS LINKAGE 1. Lingkage Visual Linkage visual memiliki 5 elemen, antara lain yaitu: Garis: menghubungkan secara langsung dua tempat dengan satu deretan massa (bangunan ataupohon). Koridor: dibentuk oleh dua deretan massa (bangunan atau pohon) yang membentuk sebuah ruang. Sisi: menghubungkan dua kawasan dengan satu massa. Mirip dengan elemen garus namun sisi bersifat tidak langsung. Sumbu: mirip dengan elemen koridor , namun dalam menghubungkan dua daerah lebih mengutamakan salah satu daerah saja. Irama: menghubungkan dua tempat dengan variasi massa dan ruang
Analisis Koridor dan Garis Pada Kawasan Kelurahan Manuruki
8
ANALISIS LINKAGE 1. Lingkage Struktural Ada 3 elemen linkage struktural: Elemen tambahan: melanjutkan pola pembangunan yang sudah ada sebelumnya. Bentuk massa dan ruang yang ditambah dapat berbeda, tapi pola kawasannya tetap dimengerti sebagai bagian atau tambahan pola yang sudah ada di sekitarnya. Elemen sambungan, elemen ini memperkenalkan pola baru pada lingkungan kawasannya dengan pola baru ini diusahakan menyambung 2 atau lebih banyak pola di sekitarnya. Elemen tembusan: sedikit mirip dengan elemen tambahan, namun lebih rumit polanya karena di dalam elemen tembusan terdapat 2 atau lebih pola yang sdh ada di sekitarnya dan akan disatukan sebagai pola-pola yang sekaligus menembus di dalam satu kawasan. Peran linkage struktural dalam konteks kota adalah memastikan stabilitas dan konsistensi lingkungannya dengan mengutamakan daerah tertentu yang mencerminkan struktur dan fungsi spesifik dalam perencanaan kawasan.ntu yang memberikan organisasi khusus dalam perencanaan kawasan. Contoh dari fungsi linkage struktural adalah jalan yang ditunjukkan oleh garis merah dalam gambar. Jalan ini berperan sebagai penghubung yang mengintegrasikan dua jenis grid yang berbeda, berfungsi sebagai penstabil atau penyeimbang untuk membentuk struktur lingkungan yang lebih teratur.
9
ANALISIS LINKAGE 1. Lingkage Kolegtiif Linkage kolektif adalah konsep yang mengacu pada sistem penghubung yang mengintegrasikan berbagai elemen penting dalam suatu kawasan perkotaan. Ini mencakup infrastruktur transportasi, pusat-pusat kegiatan ekonomi, ruang terbuka publik, dan fasilitas-fasilitas penting lainnya. Tujuannya adalah untuk menciptakan keterhubungan yang efisien dan berkelanjutan antara berbagai bagian kota, sehingga memudahkan mobilitas penduduk, aksesibilitas ke layanan publik, dan penggunaan ruang kota yang optimal. Dengan adanya linkage kolektif yang baik, kota dapat berfungsi secara lebih efektif sebagai sebuah sistem yang terintegrasi, meningkatkan kualitas hidup penduduk serta memperkuat daya saing ekonomi dan sosial kawasan tersebut. Dalam Kelurahan Manuruki, Makassar, konsep "linkage Kolektif Mega form" mengacu pada sistem penghubung yang mengintegrasikan infrastruktur transportasi massal, pusatpusat kegiatan ekonomi, dan ruang terbuka publik yang besar. Ini mencakup jaringan jalan utama, transportasi publik efisien seperti BRT atau LRT, serta ruang terbuka seperti taman kota atau kawasan pejalan kaki yang terorganisir. Ini bertujuan untuk memberikan aksesibilitas yang baik dan konektivitas yang efisien bagi penduduk dan pengunjung.
10
ANALISIS TEORI PLACE 1. Paths Dalam konteks perkotaan, penerapan teori Place dapat menghasilkan kota-kota yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing. Dengan memperhatikan karakter dan identitas setiap tempat, serta melibatkan partisipasi masyarakat dalam proses perancangan, kita dapat menciptakan kota-kota yang lebih manusiawi, beragam, dan ramah lingkungan.
Lebar jalan memenuhi standar, namun parkir sembarangan tetap jadi masalah di Kawasan Manuruki, berpotensi menyebabkan kemacetan. Solusi: penegakan hukum ketat, fasilitas parkir tambahan, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta perbaikan jalur pejalan kaki terutama saat pagi dan sore hari.
MarkusZahnd,1999: Sebuah place dibentuk sebagai sebuah space jika memiliki ciri khas dan suasana tertentu yang berarti bagi lingkungannya. Suasana itu tampak dari benda konkret (bahan,rupa, tekstur,warna) maupun benda yang abstrak, yaitu asosiasi kultural dan regional yang dilakukan oleh manusia di tempatnya.
Faktor keberhasilan pembentuk place adalah sebagai berikut: 1. Legiability 2. Identitasdan Susunan 3. Imageability 4. Visual and Symbol Connection
Jalan Utama Jalan Lokal Jalan Lorong
11
ANALISIS TEORI PLACE 2. Edges ( Tepi Kawasan) Edges (Tepi Kawasan) adalah garis-garis panjang yang memisahkan dua area berbeda. Mereka bisa berupa dinding, pantai, atau deretan bangunan. Fungsinya adalah untuk menandai batas dan menjaga privasi serta identitas suatu area kota. Edges juga bisa menjadi penghalang antara dua wilayah yang berbeda, seperti pagar atau sungai. Edges berperan sebagai pemisah antara dua area dan memberikan penutupan untuk suatu wilayah. Mereka juga dapat menjadi jalan bagi orang-orang yang berjalan, namun tidak selalu. Jelasnya batas Edges membantu membagi atau menyatukan wilayah. Terkadang, Edges juga dapat berperan sebagai jalan, tergantung pada karakteristik batasannya.
Pemisahan antara Kawasan Kelurahan Manuruki dengan kelurahan lainnya dapat diamati melalui elemen-elemen fisik yang ada, seperti jalan raya dan bangunan pertokoan atau rumah. Namun, selain dari itu, tidak terdapat pembatas khusus yang secara spesifik menandai batas Kawasan Manuruki dengan kelurahan tetangganya.
12
ANALISIS TEORI PLACE 3. Landamark Landmark adalah titik referensi yang mudah dikenali, serupa dengan node, namun biasanya terlihat dari luar dan tidak dimasuki orang. Mereka adalah elemen visual yang mencolok di kota, terletak baik dekat maupun jauh, bahkan di luar kota. Beberapa landmark hanya berarti untuk daerah kecil, sementara yang lain memiliki signifikansi untuk seluruh kota dan mudah dikenali dari mana pun. Pentingnya landmark dalam struktur kota adalah untuk membantu pengenalan dan orientasi di dalam kota. Landmark akan lebih efektif jika memiliki bentuk yang unik dan mudah diingat, serta tersusun dalam urutan yang membantu orientasi, dengan perbedaan skala yang jelas antara satu dengan lainnya.
Kelurahan Manuruki dikenal dengan Area yang padat penduduktetapi teratur dan tertata dengan baik. Saat ini, belum ada landmark yang mencolok atau menjadi representasi khas dari Kawasan Manuruki. Hotel Claro dan Baruga Telkomsel dianggap memiliki potensi menjadi landmark bagi Kawasan Manuruki
Claro Makassar
Baruga Telkomsel
13
ANALISIS TEORI PLACE 4. Districk Teori "Place District" fokus pada identifikasi dan pembagian wilayah ke dalam distrik-distrik yang memiliki karakteristik unik. Tujuannya adalah untuk memahami dan memanfaatkan ciri khas setiap distrik dalam merancang kebijakan dan program pengembangan wilayah. Dengan memahami dinamika distrik, pemerintah dapat merencanakan strategi pembangunan yang lebih efektif dan relevan. Teori "Place District" fokus pada identifikasi dan pembagian wilayah ke dalam distrik-distrik yang memiliki karakteristik unik. Tujuannya adalah untuk memahami dan memanfaatkan ciri khas setiap distrik dalam merancang kebijakan dan program pengembangan wilayah. Dengan memahami dinamika distrik, pemerintah dapat merencanakan strategi pembangunan yang lebih efektif dan relevan.
14
ANALISIS TEORI PLACE 5. Nodes Teori "Place Nodes" mengidentifikasi pusat-pusat aktivitas kunci dalam sebuah wilayah yang menjadi fokus utama pembangunan. Konsep ini menekankan pentingnya interkoneksi antara titik-titik fokus ini, yang dapat memengaruhi dinamika pengembangan wilayah secara keseluruhan. Dengan memahami peran dan interaksi antara Place Nodes, pengambil keputusan dapat merancang strategi pembangunan yang lebih terarah dan efektif untuk mencapai tujuan pengembangan wilayah yang diinginkan. Teori Place Nodes memberikan pandangan yang penting dalam perencanaan wilayah dengan memperhatikan pusat-pusat aktivitas yang menjadi pusat perhatian dalam pengembangan wilayah.
15
KONSEP PERANCANGAN
16
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN PARKIRAN
Di jalan sangir sangat minim parkiran sehingga pengguna mobil dan motor parkir di pinggir jalan.
RAWAN MACET
Area rawan macet karna tidak terdapat lalu lintas
LISTRIK
Terjadi pencemaran visual pada jln. Sangir dikarenakan jumlah kabel yang begitu bayak
TONG SAMPAH Tidak ada Tempat Sepanjang jalan.
Sampah
di
RAMBU LALU LINTAS
Pada daerah ini tidak terdapat rambu lalu lintas seperti lampu merah. hanya di bantu oleh tukang parkir liar
MANHOLE COVER
Pada manhole cover ada beberapa jenis material dari besi yang sudah memenuhi standar dan jenis kayu serta seng yang di ragukan keamannya dan beberapa jenis beton
VEGETASI
vegetasi yang sangat minim karna tidak adanya space penempatan pohon.
TROTOAR
Trotoar yang sangat tidak teratur dan sejajar dengan jalan.
17
VEGETASI
Vegetasi yang sangat minim karna tidak adanya lahan untuk tanaman besar
TROTOAR
Trotoar sejajar dengan badan jalan, sehingga kemanan pejalan kaki kurang
JALUR DISABILITAS
Tidak ada nya Penand Tactile unutk jeluar di sabilitas
TONG SAMPAH
Tidak adanya tempat sampah
PARKIRAN
Parkiran yang tidak teratur
SIRKULASI SATU ARAH
18
TROTOAR
VEGETASI
Trotoar sejajar dengan badan jalan, sehingga kemanan pejalan kaki kurang
Vegetasi yang sangat minim karna tidak adanya lahan untuk tanaman besar
JALUR DISABILITAS
TONG SAMPAH
Tidak ada nya Penand Tactile unutk jeluar di sabilitas
Tidak adanya tempat sampah
PARKIRAN
Parkiran yang tidak teratur
PENANDA JALAN
perlunya lampu merah di simpang ini
Sirkulasi gabungan satu arah & dua arah
19
20
VEGETASI
Tanaman Gantung Tanaman Rambat Rangka Baja Tanaman di Pot Beton Manhole Cover
21
22
23
24
25
HAMZA HAMID PERANCANGAN 105831102921 ARSITEKTUR KOTA
Tahun 2024
26