Skip to main content

Visual edisi 18

Page 1

EDISI XVIII - JANUARI 2015

GROUP

UN Terus Dapat Sorotan

U

JIAN Nasional (UN) masih terus mendapat sorotan. Kali ini oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan, dikabarkan ‘sosok’ UN, akan lebih diƟtkberatkan kepada pemetaan sekolah saja , bukan penentu kelulusan. Disini, tokoh pendidikan Prof Rumawan Salain kembali berkomentar soal UN.


2

REPORTASE

1

 STT Padang Sambian Gelar Tatto Contes 

Perkuat Silaturahmi

S

EKAA Truna Truni (STT) Prawira Purnawira Padang Sambian Kelod menggelar Tatto Contest di Wantilan Lapangan Pondok Purnawira Padang Sambian Kelod pada Minggu (18/1) dari mulai jam 11.00 wita sampai selesai. Kegiatan ini diselenggarakan oleh STT Satya Prawira Purnawira Padang Sambian Kelod Junk Do Tattto, dan Magic Ink, dengan ketua panitia contes tattoo, I Gusti Wira Permana, dikatakan bahwa ajang ini tujuannya ialah untuk menggalang kebersamaan antar anak muda juga oleh para senior -seniornya. “ Pertama untuk mengumatakan kreatifitas dibidang seni tatto, di lingkup Padang Sambian dan Bali pada umummnya.

Pemimpin Perusahaan/Umum : Nyoman Sutiawan Pemimpin Redaksi : Heru Prasetyo Redaktur Pelaksana : Boby Andalan Staf Redaksi : Jemiwi Jero Anggota Redaksi : Heru Prasetyo, Sutiawan, Redika, Sutarya, Boby Andalan, Hana Sutiawati. Denpasar : Triwidiyanti Kresia dan Dien, Badung : Sutarya, Karangasem : Budiasa, Bangli : Budi Krista, Klungkung : Susarjana, Buleleng : Emha Dien Syamsuddin, Jembrana

Selebihnya adalah juga supaya mereka agara bis lebih merasa ada rasa kebersamaan dan bersialaturahm ipada suatu hal yang positif,” jelasnya. Dari acara yang cukup mendapat respon besar dari para anak muda itu untuk katagori Colour yang diikuti oleh 24 (duapuluh empat) peserta , dan untuk katagori black grey ada 28 (duapuluh delapan) peserta. Dan setelah melalui penjurian diperoleh para juara sebagai berikut, untuk Pemenang colour juara 1, oleh Segara ink, juara 2,Angga Tabanan ink, juara 3,K.J ink. Sedang untuk pemenang katagori black n grey,juara I, Lionk tattoo juara 2, kadek Energy ink,juara 3, Catur chess tattoo. Sedang untuk pemenang tattoo gangbang juara 1oleh Prima MA tattoo.**

: Komang Darmadi (Komang Tole), Tabanan : Made Nurbawa/Eka Bhuana. Fotografer : Shinta OR, Matsya Deva Nagendra Penerbit : CV Prana Bali Grafika SIUP : 0326/22-09/PK/III/2011 Marketing/Sirkulasi: Santy dan Gede Semadi Alamat Redaksi /Sirkulasi : Jalan Gunung Sari V/88 Denpasar Barat, Telp 0361-482852 Email : metrobali@ymail.com


REPORTASE R EPORT TASE

2

Dari Insiden Semprotan di Acara Festival Karmany

Anak-anak Terlalu Heboh K EPALA SMAN 1 Denpasar, Nyoman Purnajaya, mengklarifikasi kabar adanya belasan siswa Smansa yang menjadi korban karena terkena semprotan cairan yang diduga mengandung zat kimia pada gelaran Festival Karmany SMANSA (FKS) ke-7 bertajuk “Sweet Midnight with D’Cinnamons dan Midnight Quickie”, Sabtu (17/1). “ Pada acara itu kami (pihak guru) juga dengan aparat kepolisian yang ikut berjaga disini, menunggui siswa dalam acara FKS hingga pukul 00.00 Wita dan tidak terjadi apa-apa, semuanya baik baik, happy saja,” ujarnya. Nah, sampai akhirnya, guru Matematika ini mendapatkan kabar dari siswanya yang menjadi panitia penyelenggara bahwa ada korban yang mengeluh sakit mata usai acara, dan masuk rumah sakit. Sebelumnya, ia mengakui memang telah memberikan izin adanya penyemprotan UV splash dalam acara glow party ini setelah mendapatkan penjelasan dari panitia. “Ya setelah dijelaskan, saya tidak mungkin melarang,

apalagi konsep itu memang berlaku umum belakangan di Bali, disini mungkin anak anak terlalu heboh,, hingga tak sadar kalau semprotan itu mengenai mata” ungkapnya, yang mengaku sebenarnya tak paham soal UV splash maupun glow stick. Setelah insiden ini, Purnajaya akhirnya berkoordinasi dengan panitia dan meminta penjelasan yang akurat. Setelah mendengarkan penjelasan itu, Purnajaya mempercayai penjelasan panitia mengenai sebab musabab jatuhnya korban pada perhelatan FKS ke-7. Ketika ditanyakan apakah akan ada santunan bantuan kepada korban, kembali Purnajaya enggan berkomentar lebih jauh. Ia hanya menyatakan bahwa selain pihak panitia, ia telah meminta wakil kepala sekolah dan pembina Osis untuk melihat para korban ke RSUP Sanglah secepatnya. “Saya berdoa, semoga anak-anak kami itu cepat sembuh dan saya harapkan agar lebih berhati-hati ke depannya,” ujarnya.**

Nyoman Purnajaya

3


4

REPORTASE

3

Ujian Nasional,

Untuk Pemetaan Saja…  Bukan Penentu Kelulusan

P

Prof. Dr. Ir Putu Rumawan Salain, M.Si

rof. Dr. Ir Putu Rumawan Salain, M.Si ketua Dewan Pendidikan Kota Denpasar menyambut gembira dengan rencana Kemendikbud Dasar dan Menengah bahwa Ujian Nasional (UN) akan lebih dipakai sebagai pemetaan kualitas sekolah, daripada penentu kenaikan kelas yang selama ini ada. Sedang penentu kenaikan kelas akan diserahkan, diberikan kepada masing -masing sekolah.“ Kalau boleh dibuka file, kita dewan pendidikan Denpasar dari dulu lebih setuju dengan pemetaan sekolah dibanding untuk penentu kelulusan, jadi ini sudah pas, dengan ide kita, “ jelasnya. Soal apa nanti apa nanti akan tetap bernama UN, atau apa, yang saat ini masih digodok oleh pusat. namun apakah namanya nanti itu, ini adalah satu kepercayaaan oleh pihak pemerintah kepada masing masing sekolah. Lebih jauh dikatakan pula, bahwa dengan demikian hal ini tentu sudah ditunggu -tunggu oleh pihak masing –masing sekolah.” Bahwa sekolah sudah diberi kepercayaan , mendelegasikan kepada sekolah untuk mengambil peran itu,” imbuhnya. Namun dibalilk itu, sekarang adalah juga tantangan bagi pihak masing -masing sekolah, apakah sudah dipersiapkan Juklak ( Petunjuk pelaksanaan ) dan Juknis ( petunjuk tehnis) untuk itu. “ Dalam waktu yang sudah dikatakan sudah mepet ini, dihitung dari sekarang saja, ini Bulan Januari sampai nanti Bulan Mei - Juni harus sudah bener -bener siap untuk itu. Maka tentu ini dibutuhkan kerja keras pihak sekolah untuk segera menyiapkan semua itu,” urainya. Namun begitu ia percaya bahwa tenaga profesional para guru yang ada, akan bisa menyelesaikan tugas itu dengan baik. Hanya saja disini,

terpenting dibutuhkan kejujuran, sekali lagi kejujuran yang arahnya untuk menuju kualitas sekolah, para siswa yang benar -benar bagus.” Jangan kemudian hanya mengejar tingkat kelulusan 100 persen, namun dari hasil yang tidak fair, jujur, “siratnya. Sementara seperti dikutip dari Antara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menegaskan mulai tahun ajaran 2015, hasil Ujian Nasional ditentukan 100 persen oleh sekolah dan diharapkan sekolah jujur untuk kepentingan kualitas sumber daya manusia Indonesia. “Pelaksanaannya (UN) tetap. Hasilnya saja yang ditentukan oleh pihak sekolah masing-masing,” kata Anies di Medan, Sabtu, pada sebuah seminar di sini. Anies Baswedan mengaku meski hasil kelulusan UN ditentukan 100 persen oleh sekolah, rincian lainnya seperti soal UN masih dibahas. “Sekarang ini yang sudah saya nyatakan adalah soal keputusan bahwa hasil kelulusan UN 100 persen akan ditentukan masing-masing pihak sekolah. Sedangkan detil lainnya, 10 hari lagi akan saya umumkan karena masih dalam tahap pembahasan,” kata dia didampingi Gubernur Sumut H Gatot Pujo Nugroho. Menurut dia, soal kejujuran hasil UN perlu mendapat perhatian besar dari sekolah karena UN menjadi cermin kesuksesan pendidikan. “Pendidikan menjadi hal yang krusial apalagi kita berada di era global seperti memasuki MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN),” katanya. Anies menegaskan, dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan siswa, peningkatan mutu guru juga harus diutamakan. “Percuma saja mengganti-ganti kurikulum, kalau kualitas gurunya tidak ditingkatkan,” kata dia. Dia beranalogi dengan kalimat, “Peluru bagus pun, kalau penembaknya tidak dilatih atau berlatih. Itu sama saja.”**


Joged Bungbung Full Color Dalam DVD Jika umumnya sajian pementasan joged bungbung terkesan remang-remang dalam format VCD, kali ini Sekaa Joged Bungbung Damar Wulan menyajikan sebuah tayangan full color tarian Joged Bungbung dalam format DVD.

F

ULL color dimaksudkan, konsep penyajiannya diperkuat dengan pencahayaan yang sangat variatif ketika pengambilan gambar oleh Jaya Giri Production yang dipercaya untuk merilisnya. Diperlukan waktu kurang lebih 1 tahun 4 bulan bagi produser Jayagiri I Gusti Ngurah Murthana untuk melakukan editing hingga siap dirilis, Minggu (11/1) yang mengambil tempat di Bale Banjar Merta Rauh Kaja, Desa Dangin Puri Kangin yang disaksikan langsung oleh kepala desa IGN Putrawan. Keberanian IGN Murthana( Rahman) ‘menyetir’ sekaa Joged Damar Wulan dalam konsep kolaborasi tradisi-modern dikatakan karena kolaborasi menjadikannya sebuah pilihan yang atraktif dan menghibur. Selain itu juga supaya joged bungbung tetap bisa bertahan di tengah munculnya beragam pilihan seni hiburan modern. Kesuksesan merilis VCD Joged Bungbung Sekar Pelangi di edisi sebelumnya, lebih memperkuat kepercayaan Rahman untuk mengorbitkan Damar Wulan. “Kali ini kami merilis sekaa joged yang kreatif dalam hal penataan musik dan lighting dengan tetap mempertahankan jati diri joged sebagai pertunjukan yang menarik. Sekaligus kami ingin menepis stigma joged porno yang terlanjur melekat pada joged bungbung,” jelasnya yang didampingi Kelian Sekaa Joged Bungbung Damar Wulan Banjar Anggasari Desa Munduk Temu Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan, Nengah Sanjaya; penata tabuh Wayan Windia, serta 3 penari joged Selvi, Putu Eva dan Ayuk Wulan. Turut hadir juga penata

tabuh kendang sunda, Ewok yang jauh-jauh datang dari Bandung. Ditambahkan, kolaborasi ini menyajikan kesenian joged yang tetap berpegang pada pakemnya, tanpa harus menyuguhkan erotisme yanh berlebihan. “Joged bungbung adalah seni budaya warisan leluhur yang bernilai estetika tinggi dan merupakan sebuah tarian pergaulan khas rakyat Bali,” ungkapnya. Kolaborasi yang kental terasa di luar kebiasaan joged adalah berpadunya tetabuhan joged dengan alat-alat musik di luar rindik, jegog, kantil dan suling. Alat musik luar yang dikolaborasikan yakni tamborin, kendang sunda dan cengceng balaganjur secara harmonis. Bahkan uniknya gitar, basspun turut memeriahkan sajian joged kolaborasi ini. “Perpaduan alat-alat musik di luar pakem joged ini terasa menyatu sehingga membuat lagu-lagu joged lebih atraktif,” imbuh penata tabuh Wayan Windia. Tidak hanya dipadukan alat musik, namun seni olah vokal genjek hingga cak serta nuansa musik gandrung ala Banyuwangi juga menambah semarak kolaborasi. Kemeriahan sajian DVD juga ditambah dengan tata busana penari yang terkesan modern dan atraktif. Pilihan warna yang meriah menjadikan para penari tampak menjadi ikon tanpa menyugihkan goyang erotis. “Lewat suguhan ini kami berharap dapat melestarikan seni tradisi pada pakemnya. Bahkan memanjakan para penggemar seni tradisi. Rekaman kali ini dibuat dalam format DVD untuk menyuguhkan kualitas gambar yang tajam dan tata suara yang jernih,” jelas Rahman. *** HP-MB

REPORTASE

4

5


6 REPORTASE

5

Taman Ayun Menarik Banyak Pengunjung

S

ALAH satu obyek wisata menarik di Bali, adalah Taman Ayun. Terbukti,dalam setiap harinya wisata yang terletak di Mengwi, Badung ini tak pernah sepi dari wisatawan lokal, domestik maupun mancanegara. Terlebih dalam beberapa tahun ini, setelah Taman Ayun pada tahun 2012 lalu telah diakui sebagai salah satu warisan budaya dunia,oleh UNESCO, dengan pula banyak renovasi bangunan penunjang yang semakin menambah menariknya obyek wisata satu ini. Taman Ayun bisa diartikan sebagai taman yang indah. Pura Taman Ayun di kelilingi Telaga. Pura Taman Ayun sendiri di bangun pada tahun 1634 oleh Raja.Mengwi saat itu I Gusti Agung Anom. di pura Taman Ayun juga terdapat meru - meru yang menjulang tinggi dan megah diperuntukkan baik bagi leluhur kerajaan maupun bagi para Dewa yang bestana di Pura-pura lain di Bali. Pura Taman Ayun adalah Pura lbu (Paibon) bagi kerajaan Mengwi. Setiap enam bulan sekali tepatnya setiap “Selasa Kliwon Medangsia” (berdasarkan perhitungan tahun Saka) seluruh masyarakat Mengwi merayakan piodalan selama beberapa hari memuja Tuhan dengan segala manifestasinya. Pura taman ayun terdiri atas 4 halaman yang berbeda, yang satu lebih tinggi dari yang lainnya. Halaman Pertama disebut

Patria PC Denpasar Gelar Talkshow

dengan Jaba yang bisa dicapai hanya dengan melewati satu-satunya jembatan yang berada di sisi kolam dan Pintu gerbang. Begitu masuk di sana ada tugu kecil untuk menjaga pintu masuk dan di sebelah kanannya terdapat bangunan luas (wantilan) dimana sering diadakan sabungan ayam saat ada upacara. Di halaman ini, juga terdapat tugu air mancur yang mengarah ke 9 arah mata angin. Sambil menuju ke halaman berikutnya, di sebelah kanan jalan terdapat sebuah komplek pura kecil dengan nama Pura Luhuring Purnama. Areal ke tiga pura taman ayun atau Halaman ke dua, posisinya lebih tinggi dari halaman pertama untuk masuk ke halaman ini, pengunjung harus melewati pintu gerbang kedua. Begitu masuk, pandangan akan tertuju pada sebuah bangunan Aling-aling “Bale Pengubengan” yang dihiasi dengan relief menggambarkan “Dewata Nawa Sanga”, (9 Dewa penjaga arah mata angin). Di sebelah timur halaman ini ada satu Pura kecil disebut Pura Dalem Bekak, sedangkan di pojok sebelah barat terdapat sebuah Balai Kulkul menjulang tinggi. Areal ke empat atau halaman terakhir adalah yang tertinggi dan yang paling suci. Pintu gelung yang paling tengah akan dibuka di saat ada upacara, tempat ke luar masuknya arca dan peralatan upacara lainnya. Sedangkan Gerbang yang di kiri kananya adalah untuk keluar masuk kegiatan sehari-hari di pura tersebut. Halaman ini terdapat beberapa meru menjulang tinggi dengan berbagai ukuran dan bentuk. Tiga halaman dari Pura ini melambangkan tiga tingkat kosmologi dunia, dari yg paling bawah adalah tempat / dunianya manusia, ke tingkat yang lebih suci yaitu tempat bersemayamnya para dewata, serta yang terakhir melambangkan Sorga tempat berstananya Tuhan Yang Maha Esa. Seperti dikisahkan dalam cerita kuno Adhiparwa , keseluruhan kompleks pura menggambarkan Gunung Mahameru yang mengapung di tengah lautan susu. (dari berbagai sumber) **

PEMUDA Theravada Indonesai (Patria) pengurus cabang (PC) Denpasar menggelar acara talkshow dengan tema ‘Mind Management for Better Life’ pada Sabtu 17 Januari mulai pukul 17.00 di Hongkong Garden Resto, Denpasar . Program yang rutin digelar setiap tahun, dengan tema yang selalu berbeda itu, untuk kali ini mengambil tema ‘Mind Management for Better Life’ yang adalah satu kegiatan melatih kemampuan bagi mereka yang masih awam mengenai cara mengatur pikiran dan pola berpikir. “ Kita tahu betapa dasyatnya kekuatan pikiran bila kita dapat menggunakan dengan baik. Oleh Sang Bhudda dikatakan bahwa pikiran itu pelopor, pendorong, penggerak dan landasan seseorang dalam melakukan sesuatu apapun. Dengan pikiran itulah kami mengambil tema teknologi pikiran untuk talkshow kali ini,” urai mereka. Bahwa dalam acara itu akan dipandu oleh nara sumber Adi Wijaya Gunawan, Bhikku Atthadhiro ( Sangga

Theravada Indonesia) dengan moderator oleh DR Ponijan Liaw atau akrab dipanggil DR. Po. Seperti diketahui Adi W Gunawan disamping sebagai seorang intelektual, dokter pendidikan, clinical hypnotherapy, pakar mind tehnology dan jabatan dan reputasi sebarek lainnya, dengan reputasi sampai tingkat internasional. Sementara Bhikku Atthadhiro, ditahbiskan menjadi Bhikku Atathadiro di padepokan Dhammadipa Arama, Batu, Malang pada 29 Maret 2009. Dalam kegiatan dammanya, pemilik nama Eko Hadi Sayekti Atthadhiro itu banyak memberikan pesan dhamma melalui tulisan serta ceramah. Berdomisili di Pusdiklat Bhuddis Sikkha dama Santibumi BSD City Serpong Tangerang Selatan. Sedangkan moderator, DR. Ponijan Liaw, dengan setumpuk prestasi itu, diantaranya ialah sebagai Managing Director di sebuah sekolah internasional di Jakarta. Mendirikan lembaga pendidikan bahasa asing di sekolah internasional, juga sebagai penulis buku. ***


7 REPORTASE

6

Ajahn Brahm, Bhikku Beken Asal London Ajahn Brahmavamso Mahathera(akrab dipanggil Ajahn Brahm)terlahir sebagai Peters Betts di London, Inggris,7Agustus1951.Perkenalan Peter dengan Buddhisme dimulai pada usia 16 tahun. Ketika itu ia memenangkan hadiah akademik melalui hasil ujian O-Level-nya.

I

A menggunakan uang hadiah untuk membeli buku-buku perdana mengenai Buddhismekarya Christmas Humphries. Ia segera menyadari, sesungguhnya, ia sudah Buddhis. Dan ia memutuskan untuk mempelajari agama-agama lainnya pula. Pada masa inilah ayahnya meninggal dunia. Peter melanjutkan kuliah di Cambridge University dengan beasiswa penuh karena kecerdasannya. Ia mempelajari fisika teori selama tiga tahun. Di Cambridge ini, ia menemukan bahwa kecerdasan dan kebijaksanaan adalah hal yang sangat berbeda. Setelah lulus, Peter memutuskan menjadi guru sekolah selama setahun. Karenanya, ia masuk Universitas Durham selama setahun. Ia diterima sebagai guru matematika dan sains di sekolah menengah di Devon. Setelah setahun, ia kembali ke London dan memutuskan untuk menjadi bhikkhu. Setelah disarankan pergi ke Thailand oleh para bhikkhu di vihara Thai di London, ia pergi ke Bangkok pada tahun 1974 dan ditahbiskan menjadi Bhikkhu Brahmavamso alias Ajahn Brahm pada usia 23. Ia kemudian berlatih di dalam vihara hutan WatPoh Pong di bawah bimbingan gurunya yang tersohor, Ajahn Chah. Kemudian Ajahn Brahm pindah ke WatPah Nanachat, sebuah vihara hutan internasional yang didirikan oleh para bhikkhu Barat. Sembilan tahun Ajahn Brahm berlatih di pedalaman hutan Thailand. Padabulan April 1983, ia diutus menjadi bhikkhu nomor dua untuk mendampingi Ajahn Jagaroke Australia. Awalnya mereka tinggal di sebuah vihara kecil sebelum akhirnya mendirikanVihara Bodhinyana di perbukitan Serpentine, selatan Perth.Padatahun 1994,Ajahn Brahm menjadi kepala biara pada tahun 1994 menggantikan Ajahn Jagaro yang mengambil cuti panjang dan kemudian melepas jubah. Sejak itu juga, Ajahn Brahm sering diundang untuk memberikan ceramah dan ajarannya yang penuh humor dan menyegarkan di Australia dan Asia Tenggara. Beliau adalah pembicara pada Pertemuan Buddhis International di Phnom Penh pada 2002, dan pada empat konferensi Buddhisme tingkat internasional.Semua penghargaan itu tidaklah menghentikan dedikasi waktu dan perhatiannya pada insan yang sakit dan mendekati ajal, dalam penjara atau sakit kanker, orang yang ingin belajar meditasi, dan tentu saja para anggota Sanghanya di Bodhinyana. Saat ini selain menjadi kepala Biara Bodhinyana di Serpentine, Western Australia; Ajahn Brahm juga merupakan Direktur Spiritual pada Buddhist Society of Western Australia; Penasehat Spiritual di Buddhist Society of Victoria dan di Buddhist Society of South Australia; Pelindung Spiritual di Buddhist Fellowship di Singapura; dan bekerja sama dengan bhikkhu dan bhikkhuni dari

semua aliran untuk mendirikan Asosiasi Sangha Australia. Pada bulan Oktober 2004, Ajahn Brahm dianugerahi medali John Curtin oleh Universitas Curtin atas visi, kepemimpinan, dan pelayanannya kepada masyarakat Australia. Ajahn Brahm juga telah menerbitkan sejumlah buku, antara lain dua buku “Opening the Door of Your Heart” (Membuka Pintu Hati) yang dalam edisi bahasa Indonesia “Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya”, “Mindfulness, Bliss, and Beyond: A Meditator’s Handbook”, dan “Don’t Worry be Hopey”. Kepiawaian Ajahn Brahm dalam menyampaikan ceramah Dhamma secara segar, mendapatkan perhatian banyak orang dari Australia sampai Indonesia.**


Festival of India diluncurkan di Bali Dalam Konferensi Pers yang digelar belum lama ini di Bali International Convention Centre di Nusa Dua,Konsulat Jenderal India di Bali, Amarjeet Singh Takhi meluncurkan ‘Festival of India’ di Bali dan wilayah Timur Indonesia, dengan slogan ‘Sahabat India’.

F

ESTIVAL India secara bersamaan diluncurkan di Jakarta dan Medan dan juga diumumkan di New Delhi. Festival akan berlangsung dari Januari sampai Mei 2015. Lebih dari 30 presentasi budaya yang berbeda akan digelar di 16 kota di seluruh Indonesia. Ini adalah langkah yang paling ambisius dan beragam dalam melibatkan hubungan antara orang perorang yang dilakukan oleh India di Indonesia. Selama “Festival of India”, tarian rakyat, drama tari,wayang, pertunjukan musik, pameran, seminar, promosi mal, pemutaran Bollywood bioskop, film dokumenter dan sejenisnya akan diselenggarakan di beberapa lokasi bergengsi di Bali, Lombok, Makassar, Manado, Samarinda & Balikpapan di kawasan timur Indonesia, selain Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Surakarta, Semarang, Bogor, Serang, Purwakarta, Medan, Padang, Palembang & Banda Aceh. Pada acara peluncuran, Konjen menyatakan bahwa Sahabat India merupakan penghargaan yang rendah hati dengan kemitraan yang panjang dan mengikat antara India dan negara sahabat Indonesia. Festival ini akan dapat membantu masyarakat Indonesia di berbagai kota untuk mendapat sekilas informasi dari India, yang akan mendorong pemahaman yang lebih besar.

Peluncuran ini dihadiri oleh tokoh budaya dan pendiri Museum ARMA di Ubud, Agung Rai; Penulis Bali terkemuka, Ketut Wiana; desainer mode terkenal Bali, Shinta C Chrisna; koordinator / kurator Bentara Bud Budaya Bali, Warih Wisatsana; Wakil Rektor Rekto Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar Denpasar, I Ketut Garwa, dan juga Prof.

Amarjeet Singh Takhi Sahabat India didukung oleh Kementerian Luar Negeri, Budaya, Pariwisata & Tekstil Pemerintah India dan Dewan Hubungan Budaya India.Kementerian Luar Negeri, Pariwisata, Kebudayaan dan Pendidikan Pemerintah Republik Indonesia telah mendukung Festival ini. Pemerintah Bali dan berbagai pemerintah provinsi telah menjanjikan dukungan untuk acara ini.

uweSuwea; dan, ca; Agung Rai eorang seorang enduduk India penduduk Chef di Bali, Lokesh Jarodia. Semua peserta menghargai inisiatif untuk membawakan Festival of India ke Indonesia dan mereka menyatakan bahwa

mereka bangga menjadi bagian dari Festival. Agung Rai menekankan bahwa India dan Bali berbagi kesamaan dan hubungan budaya yang kuat, bukti terbesar dan mengesankan ada di Borobudur dan candi Perambanan di Jawa Tengah. Wakil Rektor ISI Denpasar menyatakan bahwa Festival akan mendorong kreativitas di kalangan mahasiswa dan artis lokal. Warih Wisatsana W Bentara Budaya menyat menyatakan bahwa ia adalah penggemar penggem berat Gurudev Rabindra Rabindranath Tagore dan dikutip dari puisinya, Gitanja tanjali. Dia menekankan bah bahwa interaksi budaya ad adalah metode terbaik u untuk mengembangk hubungan orang kan perorang. Desainer Shinta Chrisna menyatakan bahwa hubungan budaya India Indonesia yang kkuat harus dipertahaankan dan diperkuat. D Dia menjelaskan bah bahwa kain tradisional Indi India dan Bali memiliki warna yang indah cerah yang sering ser menggabungkan warna ema emas dan perak dan kain tekstil ini memiliki detail dan karakter yang kuat. kuat Perbedaannya terletak pada tekstur kain; tekstur Bali kasar, tekstur kain India halus dan lembut. Seorang tokoh agama Hindu dan penulis yang produktif, Ketut Wiana, menekankan bahwa budaya India menjadi

akar bagi penciptaan Nusantara. Di antara ribuan kitab suci Hindu, 18 Mahabharata suci juga ditulis dalam bahasa Jawa Kawi klasik di masa lalu. 9 kitab dalam bahasa Jawa kuno juga diterjemahkan ke dalam bahasa Bali. Ketut Wiana telah menulis 45 buku budaya dan 7 buku hanya berfokus pada upacara Hindu Bali, dengan tujuan untuk menyebarkan pengetahuan tentang agama Hindu. Seorang Chef dari India, Lokesh Jarodia menggambarkan masakan India dari berbagai daerah beserta bahan -bahan dan relasi budayanya. ARMA Museum di Ubud akan menjadi tuan rumah Pameran bergengsi Buddha Carika sementara museum lain di Ubud, Museum Puri Lukisan, akan menjadi tuan rumah pagelaran yang unik ‘Merging Metaphors’, hasil dari pertemuan kreativitas oleh sekelompok 25 artis dicapai dari India & ASEAN daerah pada tahun 2012. ISI Denpasar akan menjadi tuan rumah beberapa pertunjukan tarian rakyat serta wayang kulit di auditorium Natya Mandala. Undiksha, di Singaraja juga akan menjadi tuan rumah pertunjukan budaya. Shinta Chrisna telah mengembangkan koleksi elegan terbaru berjudul ‘Indian Princes in the Balinese Kebaya menggunakan kain India dan Indonesia serta tekstil tradisional yang menyoroti persahabatan India dan Indonesia. Hal-hal di atas akan diluncurkan selama Festival of India. Di antara acara lainnya, pemutaran film India akan digelar di Bentara Budaya Bali, STIKOM Bali juga di ICC, Bali. Buku bacaan / diskusi sastra juga akan diadakan selama Festival. ***


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Visual edisi 18 by GUSRYAN bima - Issuu