Skip to main content

Visual 43

Page 1

EDISI 43 - FEBRUARI 2016

N A N S A E Wisata Alcatraz P LAN D A J

metrobali GROUP TABLOID

i r a D

.com

ALAM kunjungan ke Amerika Serikat (AS) Shinta Oktania Retnani, produser film pendek SOWAN, yang ikut diundang dalam acara Los Angeles Indonesia Film Festival (LAIFF) Nopember 2015, berkesempatan pula datang ke berbagai tempat wisata terkenal di AS, satu diantaranya di bekas penjara Alcatraz, dan sempat bertemu tokoh tokoh besar di dunia kejahatan seperti ‘Al Capone’ dan lainnya.

Pilpres (Pemilihan Presiden) tinggal menghitung hari. Bila dua kandidat calon pemimpin negeri ini selalu berkomitment ingin mengangkat perekonomian rakyat kecil, namun (belum) secara signifikan mengarah problema sosial seperti pada kehidupan anak -anak jalanan. Nah, contoh itu bisa disimak melalui Film berjudul ‘Jalanan’ garapan sutradara Daniel Siv, yang berkisah tentang geliat rakyat kecil dalam menjalani kehidupannya dijalanan sebagai pengamen. Maka (mohon) Presiden terpilih kelak, jangan pula abaikan para ‘pemilik jalanan’, pelaku kehidupan dijalanan, yang masih banyak tersebar diseantero nusantara, untuk bisa diberdayakan. Sebab, dari sample film Jalanan, bisa mewakili mereka yang mempunyai nilai positf, semangat kuat dalam menjalani kehidupan, lepas dari adanya sisi -sisi negative para ‘pemilik jalanan’ lainnya….


2

REPORTASE

Bali Mandara Nawanatya

1

n Kadisbud Bali Minta Ngelawak Yang Cerdas

Maret 2016, menjadi bulan bondres, dalam ajang Pesona Gelar Seni Akhir Pekan ( Bali Mandara Nawanatya). Setiap akhir pekan, para seniman lawak muda kreatif Bali bakal menampilkan karya inovatifnya menghibur masyarakat Kota Denpasar.

P

ARA seniman lawak muda kreatif diharapkan menyajikan seni bebondresan segar menghibur dan cerdas. Demikian disampaikan Kadisbud Bali Dewa Putu Beratha didampingi curator Kadek Wahyudita, ditengah rapat persiapan GSAP bersama seniman bondres, di Kantor Dinas Kebudayaan Propinsi Bali, Rabu (27/1). Kadisbud Dewa Berata menekankan, penyajian bondres bisa memberi hiburan dan mendidik. “ Saya minta seniman kreatif bondres yang tampil bisa mengembalikan pakem kesenian Bali melalui bondres tanpa melecehkan, menggunakan symbol –simbol keagamanaan dijadikan guyonan, menggunakan kata-kata kasar dan berbau politik, “ jelas Kadisbud yang diamini para seniman. Sebagai seniman yang menjaga keagungan budaya, kata Berata dengan melucu tanpa mendegradasi nilai –nilai tradisi, menjadi harapan kita semua. “ Melucu tanpa mengurangi atau mendegradasi budaya yang adi luhung, namun bisa mendidik,” bebernya. Senada ditekankan Kurator Kadek Wahyudita, pengkemasan lawakan bisa kembangkan kekinian. Banyak hal bisa dijadikan materi lawakan, asalkan

memiliki nilai yang mendidik, menghibur tanpa membuat ketersinggungan. “ Apapun materinya, saya harapkan bisa membingkai sebuah kemasan lawakan yang sarat nilai –nilai pendidikan, bukan hanya mampu memberi lelucon, tetapi seniman harus cerdas membaca kondisi, “ kata Wahyudita seraya mencontohkan komedi seperti stand up komedi dan opera berhasil menjadi ajang hiburan yang sukses memantik penonton. Ajang GSAP di Taman Budaya akan dimulai pada akhir Februari, dan pada Maret setiap akhir pekan Jumat, Sabtu dan Minggu menghadirkan bondres kreatif dari sejumlah sanggar. Diantaranya, kelompok lawak MKP Men Mersi, Sengeng Bondres, STI Bali, Gapul Crew, Saplir DKK, Sekdut Junior, Komunitas Gubuk Seni dan sebagainya. GSAP akan hadir setiap akhir pekan dimana setiap bulanya akan di isi berbagai kegiatan seni yang menyertakan seniman –seniman muda, diantaranya kalangan kampus atau perguruan tinggi di seluruh Bali, SMA-se Bali, sanggar-sanggar atau kelompok seni. Setiap bulan akan berbeda konten sajian seni, diantaranya ada Bodres, Aksi Seni Mahasiswa, Sastra, Cak, Film Dokumenter, Teater, Pameran Lukisan, Seni Kotemporer. “ GSAP sebagai ajang pentas seni

CV. Cipta dan PT. Cipta Paduraksa

Mengucapkan Selamat Hari Raya

Galungan & Kuningan

Kadisbud Bali Dewa Putu Beratha melengkapi kegiatan berkesenian di Bali seperti PKB, Bali Mahalango dan even lainnya, sehingga kita harapkan melalui

program ini kita berusaha memberi ruang kepada para seniman muda kita lebih kreatif,” pungkas Kadisbud Berata. **

Komunitas Kreasi Kuniler Bali (K3B) MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA

(10 Februari 2016)

(20 Februari 2016)

TTD Prof. Dr. Ir. Rumawan Salain, M.Si

Pemimpin Perusahaan/Umum : Nyoman Sutiawan Pemimpin Redaksi : Heru Prasetyo Redaktur Pelaksana : Boby Andalan Staf Redaksi : Jemiwi Jero Anggota Redaksi : Heru Prasetyo, Sutiawan, Redika, Sutarya, Boby Andalan, Hana Sutiawati. Denpasar : Triwidiyanti Kresia dan Dien, Badung : Sutarya, Karangasem : Budiasa, Bangli : Budi Krista, Klungkung : Susarjana, Buleleng : Emha Dien Syamsuddin, Jembrana : Komang

(10 Pebruari 2016)

(20 Pebruari 2016)

TTD Putu Sudarsana

Darmadi (Komang Tole), Tabanan : Made Nurbawa/Eka Bhuana. Fotografer : Shinta OR, Matsya Deva Nagendra Penerbit : CV Prana Bali Grafika SIUP : 0326/22-09/PK/III/2011 Marketing/Sirkulasi: Santy dan Gede Semadi Alamat Redaksi /Sirkulasi : Jalan Gunung Sari V/88 Denpasar Barat, Telp 0361-482852 Email : metrobali@ymail.com


REPORTASE

n Jelang HUT SMPN 3 Denpasar

2

3

Diisi Berbagai Lomba

Wayan Murdana, S.Pd, M.Psi

Program acara intern SMPN 3 Denpasar dalam beberapa bulan kedepan ini adalah, menyambut HUT XXXVII pada 1 April 2016 mendatang, dengan diisi oleh serangkaian kegiatan baik itu lomba natar sekolah, juga kegiatan yang akan diadakan oleh pihak sekolah lanjutan tingkat pertama favorite di Bali ini.

K

ASEK SMPN 3 Denpasar Wayan Murdana, S.Pd, M.Psi, dalam keterangannya mengatakan bahwa tujuan dari digelarnya HUT sasarannya adalah juga untuk lebih meningkatkan apresiasi belajar para siswa -siswi, serta menambah wawasan pendidikan dan tidak lupa tentu akan segala yang telah diajarkan oleh pihak sekolah. “ Dengan tetap mengedepankan perilaku yang baik, sapon santun, baik di dalam sekolah maupun diluar sekolah,” imbuh Murdana. Sementara dalam kegiatan HUT antara lain akan diadakan lomba siswa tingkat sekolah dasar negeri dan swasta se Bali. Lomba itu terdiri dari lomba Matematika, Sains (fisika, dan biologi),IPS dan Bahasa Inggris.Story Telling, kompetisi innovator cilik (KIC-1), Computer, Makendang Tunggal, Magender Wayang Berpasangan, Melukis, Paduan Suara, Mesatua Bali, Mapidarta Bahasa Bali, Nyurat Bahasa Bali Puisi Bahasa Indonesia dan Macepat. Pendaftaran lomba bidang akademis dimulai dari tanggal 22 Januari sampai 16 Maret 2016 dari mulai pukul 08.00 – 12.00 di

SMPN 3 Denpasar jl Jepun no 5 Denpasar. Dengan persyaratan siswa kelas VI SD Negeri maupun Swasta. Pelaksaan lomba diadakan pada Senin 28 Maret 2016 pukul 0.8.00 – 12.00 di SMPN 3 Denpasar. Juara 1,2,3 mendapat hadiah berupa piala, piagam dan penghargaan, sedang untuk juara 1, dan 2, direkomendasikan akan diterima melalui jalur prestasi di SMPN 3 Denpasar tahun pelajaran 2016 / 2017 dengan cacatan siswa tersebut mendaftar dan mengikuti seleksi penerimaan calon siswa baru di SMPN 3 Denpasar. Sedangkan untuk lomba bidang seni dan budaya waktu pendaftarannya sama dengan lomba akademik, dan pelaksaan untuk lomba Komputer pada Selasa dan Rabu 1,2 Maret 2016 mulai pukul 09.00- 12.00, untuk lomba Magender Wayang, Makendang Tunggal, Mesatua Bali, Mapidarta Bahasa Bali, Melukis, Nyurat Aksara Bali, Macepat, dan Puisi Bahasa Indonesia ,digelar pada Selasa 29 Maret 2016 pukul 09.00 – 12.00, semuanya di gelar di SMPN 3 Denpasar. ** *

RUANG HATI Oleh : Jemiwi Jero

AnugerahMU… APAPUN yang KAU ajarkan melalui fenomena dan peristiwa MU ya Tuhan, aku semakin mencintaiMU absolut di dalam syukurku. Semua hanya karena KasihMU Yang Maha Memberi.Terima Kasih Tuhan Sujudku dalam Bulir-bulir Kesadaran atas Maha SuciMU. Siapapun boleh datang dengan “niat” baik atau buruk, aku bersedia belajar menjadi seperti Ibu Pertiwi agar anak manusia paham Kasih Pertiwi Maha Memberi dan Maha Menyadarkan.Baik atau buruk ibarat angin yang menempati ruang-ruang niat, seperti warna yang melekat, ia juga serupa biji yang jika bertunas dan tumbuh maka buahnya kelak akan tak jauh bahkan menempel pada pohon yang bermula dan berawal (hanya) dari sebuah biji. Saat tumbuh dalam asuhan semesta bunga dan buah hadir pada waktunya, melekat pada biji yang (meski sekalipun) telah berubah menjadi pohon besar nan rindang menampung CO2 menyumbang O2 memberi teduh di terik paceklik siang, tetap pohon sebenarnya adalah biji (pada awalnya). Biji, ialah cikal bakal. Maka, biji yang BAIK layak untuk Maha Kebaikan dari Sang Maha

Pemilik.Biji Keburukan layak untuk Pengampunan dan Peleburan kemudian menyadari segala warna dan tingkatan keburukan dan akibat-akibatnya, serta bertumbuh ulang menjadi kebaikan-kebaikan baru dalam kesadaran pada MAKNA HADIR (seperti juga makna Lahir-Tumbuh-Mati) yang semakin dalam, menyeluruh dan MURNI. Ibu Pertiwi. Selalu Memberi.Seberapa banyak mau kau menanam? Percayalah Ibu Pertiwi melipatgandakannya (biji) melebihi kemampuanmu memahami pertumbuhannya (biji) kelak. Ibu Pertiwi Selalu Memberi Sempurna. Sesempurna Kebenaran yang selalu menemukan jalannya sendiri sebagai Kebenaran yang Suci dan Murni. Terima Kasih Tuhan KesucianMU Maha Menyentuh. AnugrahMU MAHA MENYADARKAN. MAHA MEMBERI CAHAYA PADA SEGALA BENTUK KEHIDUPAN.** Ijinkan aku selalu layak untuk Sinar Kasih SuciMU.


Oleh : Shinta OR

4

REPORTASE

3

Wisata Alcatraz

Bertemu “Al Capone”… Dalam kunjungan ke Amerika Serikat (AS) Shinta Oktania Retnani, produser film pendek SOWAN, yang ikut diundang dalam acara Los Angeles Indonesia Film Festival (LAIFF) 2015 ,berkesempatan pula datang ke berbagai tempat wisata terkenal di AS, satu diantaranya di bekas penjara terkenal Alcatraz,dan sempat bertemu’ Al Capone’ yang memomental itu. inilah kisahnya :

S

UDAH semestinya ketika berlibur keluar negeri, anda akan pergi ketempat-tempat indah. Kali ini saya pilih wisata yang juga indah, namun punya daya tarik tersendiri, yang adalah wisata di sebuah penjara. Namun ini adalah sebuah penjara yang begitu dikenal di dunia di masa lalu (dan kini juga sudah lama ditutup,dan dijadikan obyek wisata) yang menyimpan begitu banyak sejarah di jamannya. Maka tak pelak menjadi daya tarik banyak wisatawan untuk datang dan menyaksikan sendiri keangkeran penjara Alcatraz. Tentu bagi anda yang pernah mendengar Alcatraz, pasti juga sudah mendengar betapa tempat ini menyimpan banyak cerita seram dari mulai narapidana-narapidana kelas kakap yang menghuninya, kerusuhan yang terjadi di dalamnya, bagaimana suku Indian mengambil alih tempat ini dari Pemerintah, hingga cerita pelarian narapidana paling fenomenal.

sebelumnya masuk dalam tempat rekreasi Nasional Golden Gate. Dan benar saja, wisatawan tak berhenti berkunjung sejak pertama kali dibuka, saya baru menikmatinya pada November 2015 dan datang ke Alcatraz pada 1 Desember 2015. Membeli tiket online (a/30 dollar) dengan mudah dan memilih jadwal keberangkatan, saya memutuskan untuk mengambil jam paling sore yaitu 01.30 dari Pelabuhan. Dijelaskan disana bahwa ada tour di malam hari, saya sempat jingkrak-jingkrak dan akan mengambil tour malam, namun kemudian sedikit kecewa ketika membaca pengumumam bahwa selama musim dingin tour malam ditiadakan, baru pada musim panas tour malam diadakan. Pasti keren sekali berjalan-jalan di Alcatraz malam hari, anda bisa merasakan bagaimana suasana mencekam diantara dinginnya sel-sel. Anyway, saya

Ruang tahanan Alcatraz- Photo : Shinta Bila anda berkunjung ke San Francisco, dan berjalan sore di Fisherman Wharf, anda akan melihat sebuah pulau( yang juga disebut The Rock,red )yang sangat gampang dilihat lewat pandangan mata. Siapa sangka bila pulau tersebut adalah penjara paling ditakuti pada jamannya dan menyimpan banyak misteri dan cerita. Ditutup pada tahun 1963 oleh Robert F Kennedy (adik John F Kennedy, presiden AS yang tewas ditembak pada 22 Nopember 1963), yang waktu itu menjabat jaksa Agung, kemudian dibuka untuk umum pada tahun 1973, setelah setahun

pun akhirnya berangkat Minggu sore itu. Perjalanan ferry dari pelabuhan sangat singkat, hanya butuh sekitar 5 menit. Dari Ferry, kita bisa melihat kota San Francisco yang kecil namun indah dan Bay Bridge, jembatan penghubung ke Oakland. 15 menit habis dan tiba-tiba terdengar suara klakson yang sangat nyaring dari ferry dan suara kapten yang menyatakan kita sudah sampai di Alcatraz. Saya sempat deg-degan namun bercampur senang karena ini pengalaman unik, berwisata di penjara terkenal di dunia, yang dulu hanya bisa saya baca di buku buku dan di

Wisatawan di dalam Alcatraz- Photo : Sinta film. Nah, tour dimulai dengan beberapa petunjuk dari petugas taman Nasional yang menjelaskan beberapa hal utama tentang Alcatraz, jam berapa ferry terakhir akan kembali dan audio tour yang bisa kita ambil di dalam. Mereka menyediakan Audio Tour dalam berbagai bahasa di dunia, seperti Perancis, Spanyol, Jepang, Belanda dan Inggris tentu saja, sayangnya tidak ada dalam bahasa Indonesia, sehingga pilihan saya tentu saja bahasa Inggris. Dengan Audio Tour ini, kita diajak untuk mengunjungi sel satu persatu dan cerita di balik itu, merinding tentu saja melangkah kedalam penjara Alcatraz yang menyimpan banyak cerita. Maka, jujur, disitu deg-degan saya belum hilang hehehe… Pengunjung menggunakan Audio Tour bisa melihat dan mendengarkan cerita satu persatu di setiap sudut di Alcatraz. Wisata sejarah ini jangan sampai dilewatkan ketika anda berkunjung ke San Francisco. Pengalaman yang beda dengan wisata lainnya sudah pasti anda dapatkan. Anda diajak berjalan-jalan di dalam penjara, beberapa sel sengaja dibuka sehingga pengunjung bisa masuk dan merasakan sudut-sudut mencekam penjara untuk narapidana kelas kakap pada jamannya. Dari nama bos besar mafia dijamannya yakni Al ‘Scarface’ Capone, Arthur ‘Doc’ Barker, Alvin ‘Creepy’ Karpis, hingga Robert Stroud the ‘Birdman of Alcatraz’ Selain dihuni penjahat-penjahat diatas, di Alcatraz juga sangat sering terjadi keributan dan menjadi ajang percobaan mereka untuk melarikan diri, mungkin salah satu alasannya karena lokasinya yang dekat dengan peradaban. Dari ruang

rekreasi Alcatraz, kita bisa melihat jembatan Golden Gate yang termasyhur itu. Pantas saja mereka sangat tergiur untuk keluar dan mencari segala cara. Dari 14 percobaan melarikan diri, yang juga paling terkenal adalah di tahun 1962, ketika Frank Morris dan kakak beradik John dan Clarence Anglin kabur lewat lorong dibalik sel dan mengelabui petugas dengan membuat tipuan boneka dan kepala manusia dari sabun dan rambut dari sisa-sisa potongan rambut narapidana di salon penjara. Mereka juga menggunakan jas hujan sebagai alat mengapung di laut untuk menyebrang ke San Francisco, mereka tidak pernah ditemukan, sehingga sampai sekarang kita tidak pernah tahu apakah mereka berhasil menghirup udara kebebasan atau justru mati tenggelam ketika berusaha kabur.Kisah nyata ini dibungkus apik oleh Holywood dan dijadikan film layar lebar yang dibintangi bintang besar Clint Eastwood dalam ‘Escape From Alcatraz’pada tahun 1979. Setelah puas dengan tour di dalam sel, kita juga disuguhi pemandangan luar biasa di luar penjara, yang menyajikan indahnya kota San Francisco, beberapa taman masih dirawat seperti ketika orangorang yang tinggal di sana merawatnya ketika penjara ini masih aktif. Bagaimanapun juga, pulau Alcatraz yang juga disebut ‘The Rock’ itu, hanya berjarak 2 km dari San Francisco, salah satu kota tercantik di dunia. Sudah sepantasnya Anda memasukkan wisata sejarah ini di daftar ketika berkunjung ke San Francisco! Dan anda tidak akan kecewa. ( Shinta OR- 1 Desember 2015- California, San Francisco, Alcatraz.)


REPORTASE

4

5

Ni Luh Putu Sugianitri bicara (lagi) Tentang Bung Karno dan Bali

Rindu Pawai Adat Bali Terkenalnya nama pulau Bali tidak lepas dari sosok Presiden Pertama RI, Bung Karno. Dari setiap waktu dimana saat ada kunjungan kepala negara di Indonesia selalu diajak mengunjungi Bali.

T

IDAK hanya itu uniknya pula, kepala negara tersebut selalu dijamu dengan hiburan seni budaya Bali, diantaranya dari tarian, juga yang menarik dan khusus adalah rentetan upacara agama Hindu, dengan gambaran akan perjalanan dari mulai kelahiran anak dengan segala upacaranya sampai menjelang dewasa, menikah puny anak, dan sampai meninggal dimana yang dikenal dengan upacara Ngaben.Demikian penuturan Ni Luh Putu Sugianitri mantan ajudan pengantar makanan Bung Karno di rumahnya Jl .Drupadi 99 Denpasar. Lebih jauh dikatakan pula bahwa penggambaran diatas tentu tidak lepas pula dari keindahan pulau Bali, sehingga belum lama ini dinobatkan sebagai pulau terindah se Asia dan nomor dua di dunia. Nah, pada awal -awalnya bahwa seorang presiden RI pertama, Bung Karno, sangat getol dalam mempromosikan pulau Bali. “ Pertama anak -anak sekolah pertama sudah berderet dijalanan menyambut rombongan presiden dan tamu negara tersebut dengan membawa bendera merah putih. Setelah itu, ada pawai seni budaya Bali, dari mulai upacara kelahiran anak, dewasa, menikah, sampai tua meninggal dengan upacara ngaben itu,” jelasnya. Prosesi itu terus menerus digelar setiap ada tamu negara yang datang ke Bali.Dan seingatnya itu sering sekali dialaminya.” Jadi para murid SD, SMP , yang saat itu saya alami, selalu disuruh menyambut dengan membawa bendera merah - putih disepanjang jalan saat penyambutan kepala negara yang didampingi oleh Bung Karno,” imbuhnya. “ Nah, dari promosi tersebutlah diantaranya, maka sejak dulu Bali menjadi dikenal

dimancanagera. Saya pasti termasuk disuruh ikut menyambut para tamu penting itu dari mulai duduk di bangku sekolah dasar sampai lanjutan pertama. Yah, jalan hidup seseorang memang tidak ada yang tahu selain Tuhan, maka melihat Bali sekarang, soal keterkenalannya jelas tidak lepas dari peran Bung Karno,” ungkapnya. Menurutnya pula sekarang ini (secara khusus) jarang ada lagi atraksi upacara seperti itu yang menjadi semacam pawai kebudayaan. Padahal menurutnya hal itu tetap layak dan mesti dilestarikan untuk lebih memperkenalkan akan adat, dan seni budaya Bali yang adalah kekuatan,daya tarik dari pariwisata Bali. “ Maka kadang saya rindu pawai khusus adat Bali seperti dulu,” ungkapnya. Yang menarik lagi, kembali pada sosok sang proklamator Bung Karno dengan dirinya, bahwa dikemudian hari saat ia masuk pendidikan sekolah polisi di Sukabumi Jawa Barat kemudian sampai akhirnya ia ditugaskan menjadi ajudan Presiden Soekarno .“ Saat itu Bapak sudah ada diakhir masa jabatan sebagai presiden,sampai lengsernya Bapak digantikan oleh presiden Soeharto, “ kenangnya. Kini seorang ibu mantan ajudan Bung Karno itu tinggal di Jl Drupadi 99 Denpasar. Dalam keseharaiannya mengelola kost –kost an yang cukup banyak ditempat tinggalnya. Kesibukan yang lainnya, selain rajin mengikuti upcara keagamaan sebagaimana ia sebagai pemeluk Hindu yang taat, baik di Bali, maupun di luar Bali. Selain itu, adalah juga memelihara pohon jeruk bali di halaman rumahnya. Satu dari harapannya,bahwa jeruk Bali sekarang di Bali sendiri sangat langka. ‘Yah, semoga ada orang Bali yang peduli besar kepada tanaman khas Bali ini, “ himbaunya.***


6 REPORTASE

5

n Syukuran Kelompok Kuliner Bali di Acara Denfest 2015

Dihadiri IB Rai Mantra Kelompok Kuliner Bali menggelar syukuran setelah sukses ikut dalam acara Denpasar Festival (Denfest) 2015 lalu. Dalam acara dengan tajuk Sarasehan Kuliner Bali dihadiri pula oleh tokoh masyarakat yang juga calon walikota (terpilih dalam pemilu 2015 lalu) IB Rai Mantra, beserta istri, para anggota kelompok Kuniler Bali dan undangan, yang mengambil tempat di Warung Lawar Kebo Jl Noja Denpasar pada Hari Senen siang (1/2).

D

ALAM sambutannya IB Rai Mantra menekankan bahwa keberadaan kuniler Bali sejauh ini telah berkembang cukup baik. Namun untuk kedepannya perlu lebih ditingkatkan. “ Bahwa kuliner itu akan juga akan selalu terus mengalami inovasi, perubahan. Untuk kuliner Bali, dengan tanpa menghilangkan akan kecirikhasan yang telah ada, sebagai makanan khas Bali, selanjutnya perlu juga untuk terus dilakukan inovasi – inovasi untuk menambah daya tarik khas kuniler Bali,”ungkap Rai Mantra, yang tak lupa mengucapkan

selamat atas suksesnya kuliner Bali di event Denfest 2015. Selanjutnya oleh ketua Kelompok Kuliner Bali Kota Denpasar, Putu Sudarsana dikatakan bahwa setelah selesainya acara Denfest pada akhir Desember 2015, acara syukuran ini baru pada hari ini bisa terlaksana. “ Karena bebagai kesibukan dari semua pihak,” imbuhnya. Selanjutnya pada inti acara ini dikatakan, dengan telah suksesnya penyelenggaraan Denfest ke 8 tahun 2015, dimana pihaknya (kelompok kulinr Bali) telah pula merasakan kesuksesan itu.” Semua ini atas binaan dan dukungan pihak Pemkot,

n Festival Karmany SMANSA ke 8

Ajang Kreatifitas, Kecerdasan dan Tanggung Jawab

F

ESTIVAL Karmany Smansa (FKS) yang ke 8 digelar selama dua hari di halaman SMAN 1 Denpasar pada Jum’at (29/1) dan Sabtu (30/1), yang tak hanya diisi oleh berbagai atraksi hiburan baik dari anak anak SMAN 1 Denpasar juga bintang tamu artis dari Jakarta, namun juga tersedianya berbagai stand kuliner dari yang modern sampai makanan khas Bali. Kasek SMAN 1 Depasar Nyoman Purnajaya mengatakan bahwa kegiatan yang dihelat oleh OSIS SMAN 1 ini bertujuan untuk memberikan kesempatan pada anak -anak didiknya untuk mengekspresikan kegiatan extrakurikuler di sekolah favorite satu ini. “ Tujuan acara ini untuk mengembangkan tiga dimensi . Yakni dimensi kecerdasan, kreativitas, dan tanggung jawab,” ujarnya. Ditambahkan, sasaran dari even rutin ini ialah untuk mewadahi dimensi kreativitas dan tanggung jawab. Sebab menurutnya, siswa yang cerdas tanpa kreativitas tidak bisa berkembang dengan baik.

Sehingga ada hal baru yang bisa diciptakan nantinya oleh siswa SMAN 1 Denpasar, menjadi siswa yang cerdas dan kreatif. “Wahana kreativitas ini didasari rasa tanggung jawab. Sebab siswa yang mendesign ini, memformulasikan ide menjadi bentuk nyata. Kemudian dibingkai dengan tanggung jawab, karena jika tidak biasanya cenderung destruktif,” ujarnya Sementara untuk hiburan dalam event FKS ke 8 tahun 2016 ini antara lain diisi oleh penampilan berbagai atraksi oleh anak-anak Smansa sendiri serta menampikan artis masa sekarang yakni Yura dan kelompok music Hivi dari Jakarta, dan lainnya. Sementara menyimak sekilas tentang adanya berbagai stand kuniler yang ada dalam FKS, menariknya ada satu stand makanan khas Bali yang dikelolanya oleh ketua Komunitas Kreasi Kuniler Bali (K3B) Putu Sudarsana menyatakan senang bisa ikut berpartisipasi dalam acara FKS 2016 ini.” Senang, bisa disini ikut meramaikan acara FKS,” ujarnya. ***

untuk ini kami meras berterima kasih, dan terus mengharap pembinanaan dan dukungannya ,” ungkapnya. Acara berikutnya diisi oleh penyematan Pin bagi anggaota kelompok kuliner Bali dan juga digelar acara dialog seputaran kuliner Bali antara para nara sumber dengan para anggaota kuniler, dengan disertai makan siang bersama. Kelompok Kuniler Bali Kota Denpasar sejauh ini ada 120 anggota. Selain dalam acara Denfest, juga banyak ikut berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang ada di lingkup Kota Denpasar. ***


REPORTASE

6

7

SKBBA & Desa Adat Kuta Gelar Lomba Gebogan & Penjor Jumat, 5 Februari 2016, para pelaku bisnis di area Pantai Kuta Selatan akan berpartisipasi dalam Lomba Penjor dan Gebogan yang diselenggarakan oleh South Kuta Beach Business Association (SKBBA) dan Desa Adat Kuta untuk menyambut Hari Raya Galungan.

H

ARI raya Galungan dirayakan oleh umat Hindu di Bali setiap 210 hari sekali sebagai hari kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (kejahatan). Pada tahun ini, perayaan tersebut akan dimulai pada hari Rabu, 10 Februari dan berlangsung selama 10 hari berturut-turut. Selama periode tersebut, dewa-dewi dalam kepercayaan Hindu serta roh para nenek moyang akan turun ke muka bumi untuk dipuja. Mereka akan kembali pada hari raya Kuningan, yang merupakan hari terakhir perayaan ini. Penjor adalah sebuah tiang bambu yang menjulang tinggi sampai 8 meter ke angkasa. Tiang-tiang bambu untuk Penjor biasanya dihias dengan beraneka ragam bunga, buah-buahan, padi, dan dekorasi-dekorasi janur, serta diberi sesaji di pangkalnya. Penjor digunakan hampir dalam semua upacara penting bagi umat Hindu di Bali, terutama dalam piodalan – perayaan hari jadi pura. Maksud dari pemasangan penjor adalah untuk menyembah Tuhan/Hyang Widhi dalam perwujudannya sebagai Hyang Giri Pati – dewa yang bersemayam di gunung. Masyarakat percaya bahwa air yang menghidupi mereka berasal dari gunung, yang mengalirkannya ke empat danau – sumber mata air bagi seluruh pelosok pulau. Selama perayaan Galungan, setiap rumah memasang penjor di dekat gerbang masing-masing dan menghias jalan-jalan di Bali dengan beraneka warna. Gebogan adalah sesaji tradisional Bali yang dibuat menyerupai gunung atau bentuk segitiga. Sesaji tersebut terdiri dari berbagai macam buah-buahan, bunga serta ornamen lain yang dirangkai hingga membentuk segitiga yang indah. Gebogan dapat berfungsi sebagai persembahan untuk Tuhan sekaligus sebagai dekorasi. Sebagai persembahan, gebogan dikirim ke pura dengan cara diusung di atas kepala. Sedangkan sebagai dekorasi, gebogan biasanya diletakkan di lantai ataupun di atas meja. Semua bambu yang digunakan untuk kompetisi ini disediakan oleh SKBBA dengan tujuan untuk menarik lebih banyak pelaku bisnis serta komunitas lokal untuk berpartisipasi. Dengan demikian, kompetisi ini juga

diharapkan dapat mempererat hubungan antar komunitas; di lain sisi juga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung sekaligus mengedukasi para pengunjung tentang budaya dan tradisi Hindu di Bali. SKBBA menargetkan setidaknya ada 40 Penjor dan Gebogan untuk dipamerkan dalam kompetisi ini. Juri akan menentukan yang terbaik pada akhir kompetisi. Tahun ini menandai penyelenggaraan kompetisi Penjor yang keempat dan kompetisi Gebogan yang ketiga oleh SKBBA, yang kini bekerja sama dengan Desa Adat Kuta, dengan tujuan untuk menjadikannya daya tarik yang akan terus berkembang luas ke depannya dalam menampilkan kebudayaan Bali serta melestarikan keterampilan tradisional. Kompetisi Penjor & Gebogan yang akan diselenggarakan di Area Parkir VIP Lippo Mall Kuta di Jalan Kartika Plaza pada Jumat, 5 Februari 2016 ini terbuka bagi pengunjung umum. Kompetisi Penjor akan berlangsung dari pukul 13.00 WITA sampai pukul 18.00 WITA, sementara kompetisi Gebogan akan berlangsung dari pukul 15.00 WITA sampai pukul 18.00 WITA. Kompetisi ini juga akan membuka SKBBA Food & Entertainment Festival di Lippo Mall Kuta yang akan berlangsung selama 3 hari dari tanggal 5 sampai 8 Februari 2016.

Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Bali - NTB - NTT

Mengucapkan Selamat Hari Raya

Galungan & Kuningan

Selama festival ini, pengunjung dapat menci­cipi aneka ragam kelezatan kuliner sembari menikmati pertunjukan tarian Bali,termasuk tari Kecak, Lion Dance Show serta hiburan akustik. Setelah acara ini berakhir nantinya, seluruh anggota SKBBA bersama dengan pelaku bisnis lainnya di area Kuta akan memasang penjor di hadapan outlet masing-masing. Pengunjung area Pantai Kuta Selatan akan dimanjakan dengan keindahan atmosfer Bali di sekitar jalanan Pantai Kuta Selatan selama 10 hari perayaan Galungan berlangsung.**

SMPN 3 Denpasar MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA

(10 Februari 2016)

(20 Februari 2016)

TTD Drs I Made Purna, M.Si

(10 Pebruari 2016)

(20 Pebruari 2016)

Kepala Sekolah Wayan Murdana, S.Pd, M.Psi


Perias Penganten Jawa, Modern, Bali dan Internasional Sepasang penganten yang duduk dipelaminan akan terlihat anggun dan berwibawa lewat balutan busana yang indah dengan asesorisnya masing -masing serta terpenting pula, dengan riasan wajah yang tepat yang semakin menambah pesona kedua mempelai dalam pelaminan yang indah. Nah, siapa dibalik peran besar dalam mewujudkan sang Raja dan sang Ratu sehari itu tentunya adalah perias penganten.

K

ALI ini seorang perias penganten bernama Indahri Mercie Darmawan. Asal kota Semarang –Jawa Tengah yang berencana akan membuka usaha perias penganten di Bali, Denpasar. Spesifikasi rias penganten satu ini khususnya untuk model tradisional jawa, modern dan internasional, namun dikatakan pula, tidak menampik bila ada tawaran untuk rias penganten model Bali. Bermula di Kota Semarang yang sudah cukup punya nama dengan nama Sanggar Rias Pengantin Sembogo, dan kini hijrah ke Bali, Denpasar menjajagi pasar di pulau Dewata.” Sementara di Bali yang baru beberapa bulan ini, ini saya masih freelance, masih mencari tempat yang pas,” jelasnya. Mulai tertarik merias, sejak bekerja di sebuah kosmetik di Semarang. Kemudian hari setelah lepas dari pekerjaan di kosmetik itu, ia mulai serius menekuni dunia rias merias penganten (Jawa), hingga berlanjut modern dan internasioanl. Dari profesinya sebagai rias penganten, ia sempat mengalami booming di kota Lumpia Semarang, dari tahun sekitar 2007 hingga akhir 2015. Dan bila kemudian sekarang ia memutuskan pindah ke Bali, setidaknya ia ingin mencoba sesuatu yang baru. “ Ingin tantangan baru,semoga berhasil, ” imbuhnya dengan tersenyum. Lebih jauh dikatakan bahwa hakekatnya bahwa baik itu pria maupun wanita masing -masing pu­nya daya tarik tersendiri. Namun untuk pada tatanan, riasan menuju jenjang perkawinan yakni menjadi penganten dalam sebuah hajatan perkawinan sebagai layaknya, maka sudah sewajarnya memang harus dirias supaya lebih memancarkan lagi pesona yang dipunyainya. “ Baik itu pria maupun wanita akan terlihat lebih memancarkan pesonanya dengan hasil riasan yang tepat dan pas,” ujar mantan gadis payung( umbrellagirl) dalam setiap lomba balap motor maupun pameran mobil dikala mudanya dulu. Nah,saat ini sebagaimana masih freelance dalam membuka usahanya di Denpasar, maka siapa yang berminat memakai tenaganya sebagai perias penganten, bisa mengubungi no Hp: 081229910227.**

Indahri Mercie Darmawan


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Visual 43 by GUSRYAN bima - Issuu