EDISI 16 / th.II / Januari - Februari 2011
Sajian Utama
SOSOK Ni Luh Gede Puspa Dewi, ST Dewa Ayu Dewi Suryanti
Nuansa Sekolah
SDN 1 SEMARAPURA KANGIN
YA A D U B & I N E S
nuansa_1.indd 1
2/16/2011 7:55:14 PM
Pemerintah Kabupaten Badung Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Abiansemal
Pemerintah Kota Denpasar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Denpasar
Mengucapkan Selamat
Mengucapkan Selamat
Atas terbitnya kembali MAJALAH
Atas terbitnya kembali MAJALAH
Semoga Bisa Menjadi Majalah Pemandu Pendidikan, Karir dan Prestasi
Semoga Bisa Menjadi Majalah Pemandu Pendidikan, Karir dan Prestasi
Kepala Sekolah ttd Drs. I Wayan Sukadana, MM
Mengucapkan Selamat Atas terbitnya kembali MAJALAH
Kepala Sekolah ttd Drs. Anak Agung Gede Rimbya Temaja, M.Ag
Pemerintah Kabupaten Gianyar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga
Mengucapkan Selamat Atas terbitnya kembali MAJALAH Semoga Bisa Menjadi Majalah Pemandu Pendidikan, Karir dan Prestasi Penanggung Jawab ttd A. A Gede Dharma Putra Wakil Penanggung Jawab ttd Dewa Ngakan Udiana
nuansa_1.indd 2
Semoga Bisa Menjadi Majalah Pemandu Pendidikan, Karir dan Prestasi Kepala Dinas ttd Drs. I Gusti Ngurah Wijana, MM., M.Pd
2/16/2011 7:55:22 PM
Tajuk Komputer Untuk Siswa
K
A PA N siswa akan mempunyai “1 Komputer Untuk Satu Siswa”? hal tersebut merupakan tema yang kami buat untuk dijadikan acuan peneliƟan oleh Ɵm redaksi. Harapan kami nanƟnya satu komputer dipakai oleh dua orang atau lebih jadi, lebih efeltig karena disitu ada unsur cooperative learning dengan temannya. Tapi, memang belum ada staƟsƟk atau peneliƟan ilmiah yang membukƟkannya. Kami mungkin dapat membuat banyak interpretasi sendiri masing - masing. Menurut kami, yang maksudnya adalah kaki kita harus tetap ada di bumi. Maksudnya kita tetap ada di dunia nyata. “Keep your feet on the ground”. Asumpsi seperƟ “satu komputer dipakai oleh dua orang” seharusnya berbasis keadaan, kenyataan dan kemungkinan. Karena waktu menuju “obsolescence” (waktu di mana sesuatu sudah terlalu ketinggalan zaman) yang sangat membatasi periode implementasi, maupun manfaatnya pertanyaan seperƟ ini adalah sangat penƟng. “Kapan kita dapat mencapaikan tujuan satu komputer untuk satu siswa atau dua siswa atau lima siswa (time - line)?. Tanpa data begini membahas topik “berapa komputer” hanya ada pembahasan akademik, yang tidak dapat berkontribusi kepada ilmu yang berbasis kenyataan di negara kita (tidak berbasis-rialisme). Jadi untuk apa? Misalnya kami mempunyai delapan komputer untuk satu orang, dan kadang - kadang merasa kurang. Kenyataan: “Sekarang satu komputer untuk 2.000 siswa” Harapan dan target Kemendiknas adalah satu komputer untuk dua puluh siswa pada tahun 2015, jadi kalau dicapaikan (pas cukup untuk belajar mata pelajaran TIK, tetapi tidak cukup sama sekali untuk mulai menggunakan pembelajaran berbasis-tik kan?). Jadi, kalau kita berani mimpi, satu komputer untuk dua siswa mungkin terjadi pada tahun berapa? Kalau kita ingat bahwa, semua komputer yang ada sekarang akan obsolete dan perlu diganƟ, maupun banyak yang kita beli sekarang sampai dua tahun ke depan akan hampir obsolete kepada tahun 2015, sebaiknya dimulai
dengan kalkulator dan rumus dulu untuk mengkalkulasikan tahun berapa kita dapat berharap, ada satu komputer untuk dua siswa? Masih dalam millenium ini?. Yang perlu diingat adalah, seƟap lima tahun semua komputer yang ada perlu diupdate atau diganƟ. Apakah, seƟap lima tahun kita harus mulai dari “0” lagi? Di korporate sektor di beberapa negara periode obsolescence di kantor adalah 2 - 3 tahun, bukan 5. Hal ini belum termasuk biaya untuk perawatan, dan suku cadang selama 5 tahun itu. Ada kemungkinan juga bahwa, pada 10 tahun kedepan semua teknologi seperƟ kita tahu sekarang sudah masuk museum. Kalau melihat dari kenyataan di lapangan di mana, puluhan ribu sekolah di tanah air ini dalam keadaan rusak atau ambruk hal ini harus menjadi perhaƟan pemerintah untuk segera memperbaiki. Jumlah ruang kelas Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama rusak berat juga meningkat, dari 640,660 ruang kelas (2000 2004 meningkat 15,5 persen menjadi 739,741 (2004 - 2008). Nah, kalau sekolah saja Ɵdak dapat dirawat, bagaimana nanƟnya nasib jutaan komputer? Mendiknas pernah menyatakan, dana pendidikan (20% - yakni sebesar Rp214 triliun masih terlalu kecil. Yang sangat miris di negara kita adalah guru yang Ɵdak sanggup menyekolahkan anaknya, karena kenaikan gaji guru hanya sebuah mimpi. Ini adalah isu mengenai mutunya perencanaan dan kebijakan nasional sebenarnya, bukan isu mengenai kebutuhan teknologinya. Mungkin perlu dijelaskan bahwa, satu interpretasi lain yang terkait adalah tingginya orang tidak penƟng yang dilakukan sebagai orang adalah yang penƟng. Mungkin perlu diingatkan bahwa, fokus kami adalah perkembangan pendidikan dan teknologi ”secara nasional”, pendidikan bermutu untuk semua dan target saran kami adalah Kemendiknas dan Universitas Negeri yang wajib untuk berfokus kepada isu - isu penƟng, dan dapat dilaksanakan secara nasional, bukan di sekolah tertentu. Isu ”rasio komputer untuk satu siswa” di sekolah adalah topik yang dapat dibahas selama hidup, tetapi adalah sangat
Perintis : (Alm) Dewa Ngakan Gunayana, Pembina : Drs. I Dewa Made Subrata,SH.,M.Pd, Pemimpin Umum / Penanggung Jawab : A. A Gede Dharma Putra, Pemimpin Redaksi / Wakil Penanggung Jawab : Dewa Ngakan Udiana, Sekretaris Redaksi : Yuli Indriyani, Redaktur Pelaksana : I Nyoman Susarjana, SE, Koordinator Peliputan : Dony Parera, Reporter : Arifin, Suwardi, I Nyoman Suada, Sumadi, Drs. Bogi Subiyanto, I Gede Supartha, Marketing & Promosi : Maria (Manajer Marketing), Titin, Lasmie, Dinartin, Lilik Sinawasih, Desainer / Lay Out : Agus Ryan, Sirkulasi : Ahun
terkait dengan tujuan pembelajaran. SeperƟ saya sibut di bagian ”Lab Komputer”, pelajar juga perlu waktu di komputer masing masing di lab. Ada yang bilang bahwa, harus 1:1 dengan dua monitor supaya dapat menggunakan teknologi dua layar seperƟ Windows di laptop, supaya siswa - siswi dapat mengerjakan tugasnya sambil membaca informasi dan data di layar kedua. Ada yang lain bilang 0:1 Ɵdak perlu komputer di ruang kelas, berarƟ hanya di lab komputer dan perpustakaan berbasis pedagogi dan pengalaman menggunakan komputer di kelas. Jadi tentunya pilihan kami bila kami adalah, 0:1 tidak perlu komputer di ruang kelas, berarti hanya di lab komputer dan perpustakaan atau ruang khusus komputer. Berbasis pedagogi dan pengalaman kami menggunakan komputer di kelas, tetapi ada cukup komputer yang disediakan di ”Resource Centre” yang dapat digunakan sesuai dengan tujuan pembelajaran dan Appropriate Technologi (berbasis kebutuhan). Kalau LCD dan komputer ada di seƟap kelas, resikonya guru - guru akan memakai secara ruƟnitas dan pembelajaran akan sangat - sangat pasif dan mutu pendidikan dapat menurun. Opini kami berbasis kemampuan Guru dan Dosen, terhadap efektivitas dan manfaatnya teknologi ICT Sekarang. Tetapi di negara maju saja ekonomiks dan beban untuk anggaran pendidikan masih adalah, faktor yang sangat diƟmbangkan, jadi akhirnya masih mengarah ke cara melaksanakan mutu pembelajaran yang terbaik untuk mencapaikan pendidikan yang bermutu tetap ”Pembelajaran Kontekstual” pembelajaran AkƟf Berbasis Kontekstual (yang relevan). Komputer sebagai salah satu alat yang mungkin dapat membantu di dalam kelas, di LN masih ada banyak guru yang jarang sekali memakai komputer di kelas, dan mutu pendidikan mereka adalah betul - betul ”tingkat dunia”. Lebih baik kalau hasil penelitian mahasiswa atau mahasiswi maupun dosen adalah berbasis kenyataan, yang dapat dijadikan sebagai reference yang berguna bagi kemajuan dunia pendidikan di negara kita. SemogA
Penerbit : PWII (Persatuan Wartawan Independence Indonesia) Korwil Bali, Penasehat Hukum : I Made Panduan Karir & Prestasi Duana, SH, Alamat Redaksi : Jalan Sakura II, Gang Jempiring, Nomor 1 X, Prigi, Br. Serongga Tengah, Serongga, Gianyar 80511 Bali - Indonesia, Telp / Fax : 0361 – 8511875, 081 337 700199, E-mail : redaksi_nuansadewata2010@yahoo.com Kontak Iklan : Jalan Sidakarya, Nomor 27, Sesetan, Denpasar – Bali, Telp / Fax : 0361 - 8700491, 081 236 60023, E-mail : marketing_nuansadewata2010@yahoo.com
Nuansa Dewata terbit setiap satu bulan sekali, dan ganti biaya cetak per-bulan sebesar Rp.15.000,-. Nuansa Dewata terbit sejak 01 Desember 2004 Wartawan Nuansa Dewata dalam menjalankan tugas jurnalistiknya membawa tanda pengenal, dan tidak dibenarkan meminta atau menerima susuatu dari sumber berita.
edisi 16 / th. II / Januari - Februari 2011
nuansa_1.indd 3
3
2/16/2011 7:55:23 PM
Sajian Utama
Pelajar Kecanduan Game Online PARA siswa Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas sederajat di Kayuagung, ibu kota Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, ditengarai sudah kecanduan permainan di internet (game online) sehingga cenderung malas belajar. Di sejumlah warung internet di Kayuagung diketahui, puluhan kelompok pelajar hampir setiap hari memenuhi warnet untuk bermain game online, bahkan ada siswa yang membolos sekolah demi menyalurkan hobi di dunia maya tersebut. Redi (11), pelajar di salah satu SD negeri di Kayuagung, mengaku sengaja menyisihkan uang jajannya sebesar Rp3.000 per hari untuk bermain game online di warnet selama satu jam penuh karena sehari saja Ɵdak ke warnet ia mengaku pusing. “Sejak empat bulan terakhir saya Ɵdak pernah lagi jajan di sekolah karena uang yang diberikan orang tua, disimpan untuk membayar sewa warnet selama satu jam supaya bisa main game online,” kata Redi. Menurut Redi, kedua orang tuanya dipastikan tidak tahu dengan hobi barunya itu mengingat seƟap izin keluar rumah, murid kelas VI yang sebentar lagi akan mengikuƟ Ujian Nasional ini mengaku mau ke rumah temannya untuk belajar kelompok. “Kalau ketahuan suka main game online
Hati-hati, 600 Juta Situs Seks Intai Pelajar!
SEDIKITNYA 600 juta situs seks dan pornografi saat ini mengintai pelajar pengguna internet. Karena itu, harus ada kontrol penggunaan internet. Deputi EGM Telkom Jatim Warif Maulidy mengatakan, jumlah itu bisa diketahui dari berbagai mesin pencari di internet. Situs - situs ini bisa diakses siapa saja yang terkoneksi internet. “Para pelajar termasuk yang mungkin mengakses situs-situs ini,” tuturnya di Surabaya. Di Jatim, Telkom mencatat 150.000 pelanggan layanan internet mereka sebagai kelompok pemula. “Sebagian besar merupakan pelajar karena, ada potensi bahaya yang besar ini, harus ada upaya keras untuk mencegah jangan sampai internet berdampak jelek pada pelajar,” ujarnya. swd/net
4
nuansa_1.indd 4
di warnet, orangtua saya pasƟ marah. Karena itu, saya selalu mencari alasan agar bisa menyalurkan hobi ini,” ujar dia. Pelajar lain, Yunita (13), siswi di salah satu SMP swasta di Kayuagung, juga mengaku lebih memilih bermain game online di warnet daripada ikut bimbangan belajar karena merasa lebih asyik dan seru. Kalau belajar terus seƟap hari, kepala bisa sakit. “Karena itu, seƟap hari saya meluangkan waktu minimal satu jam untuk bermain game online di warnet agar otak lebih segar dan rasa jenuh hilang,” ujar dia. Adapun game online yang paling digemari para pelajar itu, menurut Yunita, sangat banyak, tetapi umumnya mereka penyukai
game online tentang kisah petualangan, ketangkasan, balap, perang, disko, dan tes konsentrasi. “Saya biasanya main petualangan karena lebih seru dibandingkan permainan lain, yang kurang menarik dan fiturnya kurang hidup,” kata Yunita. Selain game online, sejumlah siswa Sekolah Menengah Atas sederajat di Kayuagung saat ini juga lagi kecanduan berkomunikasi dengan Facebook dan Friendster di dunia maya, sehingga mereka bisa berjam - jam nongkrong di warnet untuk menyalurkan hobinya. Soalnya asyik sih, dengan Facebook dan Friendster kita bisa mengenal orang dari seluruh dunia tanpa batas, Ɵdak terhalang jarak dan waktu, kata Desi (15) yang diiyakan temannya, Rika (16), pelajar di salah satu SMA negeri di Kayuagung. Firman (42), salah seorang pemilik warnet di Kayuagung, membenarkan perihal banyaknya pelajar di daerah itu yang saat ini sedang kecanduan game online, Facebook, dan Friendster di dunia maya. 70 Persen pelanggan saya adalah pelajar, sedangkan sisanya masyarakat umum. “Sebagai pengusaha, saya Ɵdak mungkin melarang siswa - siswi tersebut untuk bermain game online atau pun Facebook di warnet karena kalau dilarang bisa kehilangan konsumen,” kata Firman. sus/net
Facebook Bikin Mahasiswa Malas P E N G G U N A Facebook yang masih sekolah berhaƟ - haƟlah! Menurut studi yang dilakukan oleh Ohio State University, semakin sering Anda menggunakan Facebook, semakin sedikit waktu Anda belajar dan lai semakin buruklah nilai - nilai mata pelajaran anda. Begitu tertulis dalam laporan studi yang mengambil sampel 219 mahasiswa Ohio State University tersebut. Namun penulis laporan mengatakan, laporannya hanya memperlihatkan kemungkinan hubungan antara penggunaan Facebook dan menurunnya nilai - nilai yang anda peroleh di sekolah. Faktanya, jika anda pengguna Facebook, kemungkinan besar anda selalu ingin mengetahui status yang dikabarkan oleh teman - teman anda. Kenikmatan semangkuk baso, asyiknya irama jazz, foto - foto pesta teman - teman dekat anda, dan pertanyaan - pertanyaan yang berharap mendapatkan
komentar karena anda ingin memastikan seseorang di jaringan pertemanan anda sedang membaca tulisan a n d a m e m a n g s a n gat menggoda hati dan juga m e ny i ta w a k t u a n d a . Akhirnya, anda mungkin terpicu untuk menulis hal hal Ɵdak penƟng, membaca hal - hal sepele, dan juga berpikir secara Ɵdak cerdas. Untunglah bukan itu yang dilaporkan oleh peneliƟ Ohio State University namun, disebutkan bahwa 65% mahasiswa seƟap hari mengakses Facebook minimal satu kali dan menghabiskan seƟdaknya satu jam di laman tersebut. Yang menarik, 79% dari pengguna Facebook merasa bahwa, menggunakan laman tersebut Ɵdak mempengaruhi kualitas pekerjaan mereka, yang terpengaruh adalah nilai ujian. “Ini ibarat perbedaan antara dapat nilai A dan B,” kata Aryn Karpinski, peneliƟ Ohio State yang menanyai 219 mahasiswa untuk peneliƟannya. don/net
edisi 16 / th. II / Januari - Februari 2011
2/16/2011 7:55:24 PM
Sajian Utama
70 Persen Guru Belum Melek Komputer SEKITAR 70 persen guru di DI Yogyakarta belum melek komputer. Padahal, saat ini kemampuan menguasai komputer mutlak dimiliki guru dalam melaksanakan tugas mengajarnya, hal ini menjadi keprihaƟnan khusus dalam memperingaƟ Hari Guru Nasional yang jatuh 25 November. Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) DIY Zainal Fanani mengatakan, di zaman ini, keƟdakmampuan guru di bidang komputer dapat menciptakan jurang pengetahuan antara guru dan muridnya. Akibatnya, fungsi guru sebagai sumber pengetahuan dapat tak berlaku lagi. ”Rata - rata anak - anak sekarang sudah menguasai komputer dengan sangat baik. Kalau guru Ɵdak menguasai, murid bisa jadi lebih lebih pintar dan luas pengetahuannya karena telah banyak membaca dari internet,” katanya di Yogyakarta. Saat ini terdapat sekitar 51.000 guru di seluruh DIY, beberapa di antaranya bahkan diketahui Ɵdak bisa mengoperasikan aplikasi internet. Banyak guru yang Ɵdak menguasai komputer ini adalah guru - guru yang berusia tua dan guru yang Ɵnggal di pedesaan. Guru yang belum melek komputer mengakibatkan pengajaran Ɵdak berkembang. Selain itu, hal ini juga dikhawaƟrkan menurunkan wibawa guru di hadapan peserta didik sehingga fungsi pengajaran Ɵdak bisa berjalan dengan baik. swd/net
PPDB Online Kacau
Dinas Pendidikan Ngaku Salah Pakai Server DINAS Pendidikan DKI Jakarta mengakui salah menggunakan server untuk memfasilitasi PendaŌaran Peserta Didik Baru (PPDB) secara online, Disdik menggunakan server milik sendiri dan akhirnya terjadi overload data yang mengakibatkan trouble. Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Kepala Disdik, Ratiyono ketika ditemui Indonesia CorrupƟon Watch (ICW) dan beberapa orang tua siswa. “Kita terlalu percaya diri dengan server yang kita miliki secara mandiri tapi nyatanya trouble sebenarnya sudah pernah dites waktu SD dan SMP, malah jumlahnya lebih sedikit saat SMA,” kata RaƟyono di Kantor Dinas Pendidikan di Gatot Subroto. Trouble yang dimaksud RaƟyono dikarenakan overload data, atau data yang menumpuk untuk masuk sehingga keƟka diolah menjadi error dan outputnya menjadi Ɵdak baik. Server yang dimiliki Disdik ada enam unit, server tersebut sudah lama digunakan oleh Disdik. Meski begitu, sebelumnya pernah menggunakan server dari Telkom namun terputus karena Disdik ingin mandiri dengan menggunakan server milik sendiri. Ternyata kita mandiri Ɵdak bisa, padahal server itu sudah lama kita miliki, lanjut lelaki berkacamata ini. Ratiyono menilai kerugian akibat salah menggunakan server yang mengakibatkan overload itu adalah waktu yang membuatnya menjadi molor, selain itu Disdik juga tidak memiliki backup atau cadangan datanya karena sudah terlalu percaya diri dengan server sendiri. Diuraikan Ratiyono, kerjasama server awalnya di tahun 2004 yakni menggunakan PSP online tahun 2004 sampai tahun 2006 kemudian menjadi besar aksesnya, sehingga kerjasama
dengan Telkom yang kemudian digunakan pada tahun 2009, untuk PPDB kemarin Disdik menggunakan SIAP online. “Kemudian kita cari
solusi dari kesalahan tersebut, lalu kita gunakan Telkom dan masalah tersebut terselesaikan,” katanya. smd/net
Disdik Harus Minta Maaf PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta didesak untuk meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat terkait kerusakan sistem jaringan online pada pendaŌaran peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA dan SMK Negeri, sehingga calon siswa harus melakukan pendaftaran ulang. Pengulangan proses pendaftaran dinilai telah n merugikan banyak calon siswa dan sah orang tua murid yang sudah bersusah payah mendaftar. Pemprov DKI wajib laian ini, untuk meminta maaf. “Akibat kelalaian t K t banyak masyarakat yang dirugikan,” kkata Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta M Sanusi kepada wartawan di Gedung DPRD, Jakarta. Menurut Sanusi, pengulangan pendaftaran siswa tingkat SMA itu bukan persoalan sepele, namun sudah mencoreng nama Pemprov DKI Jakarta. Bayangkan, orang mendaŌar itu kan pakai ongkos. Ingat, Ɵdak semua orang di Jakarta itu punya banyak uang. Belum lagi harus meluangkan waktu. “Ini jadi persoalan serius buat masyarakat,” katanya. Selain permintaan maaf, Sanusi menegaskan, Pemprov DKI dalam hal ini Dinas Pendidikan harus bertanggung jawab dengan
menjelaskan duduk persoalan terjadinya kerusakan sistem tersebut. Jika terbukƟ ada pelanggaran, Fraksi Gerindra tidak segan untuk meminta Kepala Dinas Pendidikan dicopot. Hal ini dirasa perlu agar Ɵdak muncul berbagai spekulasi di masyarakat tentang adanya kecurangan dalam proses pendaŌaran siswa baru, harus ada sanksi yang tegas. “Dinas Pendidikan dan kontraktor servernya harus dipanggil dan menjelaskan secara transparan dan detail apa penyebab kekacauan sistem itu,” tegasnya. arf/net
edisi 16 / th. II / Januari - Februari 2011
nuansa_1.indd 5
5
2/16/2011 7:55:24 PM
Sajian Utama Etika Berlalulintas Masuk Kurikulum Pendidikan di Kabupaten Gianyar DALAM berlalulintas, ketertiban akan tercipta apabila sang pengendara telah mengantongi persyaratan yang harus dipenuhi. Tidak saja pada kendaraan yang digunakan, perlengkapan lain berbentuk surat pun Ɵdak luput dari kewajiban untuk dimiliki setiap pengendara. Satu diantaranya SIM (Surat Izin Mengemudi). Seorang pengendara yang telah memiliki SIM, dianggap laik berlalulintas. Pasalnya, selain dinyatakan cukup umur untuk berkendara, sejumlah pengetahuan berlalulintas wajib diketahui dalam permohonan SIM. Melalui tahapan- tahapan materi ujian yang diberikan, baik secara teori maupun praktek. Penetapan aturan berlalulintas, itu ditetapkan untuk semua pihak. Tidak terkecuali kaum pelajar, yang akhir-akhir ini menjadi sorotan karena ulahnya dalam berkendara. Terlebih pada usia yang belum cukup umur berkendara sehingga memanƟk kerawanan Lakalantas. Menyikapi persoalan lalulintas pelajar, Disdikpora Gianyar menggagas sebuah program inovaƟf. Bekerjasama dengan Satuan Lalulintas Polres Gianyar, membuat MOU, memberi pemahaman lalulintas pada segenap pelajar di berbagai jenjang pendidikan. “Kami telah mengadakan MOU dengan pihak kepolisian. Secara khusus, satuan
Drs. I Gusti Ngurah Wijana, MM
lalulintas. Menerapkan tata terƟb lalulintas dalam kurikulum pelajaran sekolah,” ujar Drs. I GusƟ Ngurah Wijana, MM, Kadisdikpora Kabupaten Gianyar, ditemui dikantornya baru-baru ini. Tujuan MOU itu, dituturkan Wijana, selain sebagai upaya dalam menekan Ɵngkat Lakalantas, juga untuk terƟbnya berlalulintas. Dalam pelaksanaannya nanti, program inovaƟf, yang berhasil digagas Disdikpora ini, akan menerapkan pengetahuan berlalulintas pada seƟap sekolah. Mulai jenjang pendidikan SD hingga SMU/SMK, dengan memasukan materi
lalulintas pada kurikulum mata pelajaran sekolah, yakni PPKN. Materi, yang sebelumnya akan dilakukan pembahasan bersama MGMP (musyawarah guru mata pelajaran) pelajaran itu (PPKN red), agar menjadi materi yang mampu berintegrasi dengan pelajaran yang ada saat ini. “Sebelumnya penerapan, materi yang akan disampaikan oleh satuan lalulintas itu, akan dibahas melalui MGMP. Sehingga bisa berintegrasi dengan pokok bahasan pelajaran,” ujar Wijana. Dalam mewujudkannya, disebutkan, pihak Disdikpora dan pihak Satlantas Polres Gianyar, tengah merencanakan semacam pertemuan yang secara khusus membahas materi yang diintegrasikan itu. Termasuk merencanakan dilakukannya diklat, atau workshop, antara pengurus MGMP-PPKN bersama nara sumber dari Satlantas Polres Gianyar. Sehingga diharapkan, setelahnya melalui berbagai pembahasan yang secara matang dan segera, penerapan program terlaksana pada 2011 nanƟ. Atau tepatnya tahun pelajaran baru 2011/2012 mendatang. “Harapan kami, materi Lantas (lalulintas) yang telah terintegritas dengan PPKN itu, bisa mulai diterapkan pada tahun pelajaran baru nanƟ. Dan berlaku untuk semua jenjang pendidikan,” ujar pria berkumis jempe ini. swd
India Luncurkan Laptop Seharga Rp335.000 INDIA telah tampil dengan laptop termurah di dunia, sebuah perangkat komputer layar sentuh berharga 35 dollar AS atau sekitar Rp335.000. Menteri Pembangunan Sumber Daya Manusia India Kapil Sibal, pekan ini, mengungkapkan, perangkat komputer dengan harga murah itu dirancang buat siswa. Ia pun mengatakan, d e p a r te m e n nya te l a h memulai pembicaraan dengan pemilik pabrik global untuk memulai produksi massal. “Kami telah mencapai tahap (pengembangan) yang hari ini, motherboard, cip, prosesor, konekƟvitasnya, semuanya secara kumulaƟf berharga sekitar 35 dollar AS, termasuk memori, layar, semuanya,” kata Sibal dalam sebuah pidato. Ia mengatakan, perangkat layar sentuh tersebut dilengkapi dengan browser internet, program pembaca file PDF, dan fasilitas konferensi video, tetapi perangkat kerasnya diciptakan dengan keluwesan yang memadai untuk menggabungkan semua komponen baru sesuai dengan keperluan
6
nuansa_1.indd 6
pemakainya. Sibal mengatakan, perangkat komputer dengan sistem operasi berdasarkan Linux ini diperkirakan akan d i p e r ke n a l k a n b a g i lembaga pendidikan Ɵnggi mulai tahun 2011, tetapi tujuannya ialah menurunkan harga lebih lanjut menjadi 20 dollar AS dan akhirnya jadi 10 dollar AS. Perangkat itu dikembangkan oleh tim peneliti di lembaga teknologi utama di India, Indian Institute of Technology dan Indian InsƟtute of Science. India menghabiskan sebanyak 3 persen anggaran tahunannya pada pendidikan sekolah dan telah meningkatkan angka melek hurufnya hingga mencakup 64 persen dari 1,2 miliar warganya. Akan tetapi, berbagai studi telah memperlihatkan banyak siswa nyaris tak dapat membaca atau menulis dan kebanyakan sekolah pemerintah tak memiliki fasilitas yang memadai. arf/net
250.000
Sambungan Internet Belum ’On’ KEMENTERIAN Pendidikan Nasional (Kemdiknas) RI menargetkan pemasangan 20.000 sambungan internet baru ke sekolah-sekolah mulai sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA). Staf Ahli Mendiknas Bidang Hubungan Internasional Herwindo mengatakan, target ini akan dipenuhi hingga akhir 2010. Pengguna diberi pemahaman dan awareness-nya supaya mereka gunakan untuk hal - hal positif untuk mendukung proses belajar mengajar. Jadi, akan banyak sekolah yang tersambung dengan internet. Ka re n a d e n ga n te rs a m b u n g , ada kesadaran. Pengguna diberi pemahaman dan awareness-nya supaya mereka gunakan untuk hal - hal posiƟf, untuk mendukung proses belajar mengajar, ungkapnya di Hotel Bidakara. spt/net
edisi 16 / th. II / Januari - Februari 2011
2/16/2011 7:55:25 PM
Sajian Utama
Oleh : Drs. I Dewa Made Subrata, SH., M.Pd
Media Massa Sebagai Media Pendidikan Terkini WAWASAN pengetahuan dan konsep pembelajaran dalam segala macam hal dapat kita peroleh dari media massa. Seiring dengan banyaknya media yang bermunculan mulai dari radio, majalah, televisi, tabloid, Ć&#x;vi kabel, buku, spanduk, billboard, poster dan lain – lain. Semuanya memberikan sebuah masukkan pengetahuan baru baik itu negaĆ&#x;ve maupun posiĆ&#x;f namun, tujuannya tetap sama yaitu sebagai media pembelajaran dan pendidikan yang cukup mudah untuk diakses. Unsur - unsur penting dari media adalah orang, bahan atau material, alat, teknik, lingkungan. Fungsi berbagai media diluar sekolah bagi para pelajar tentunya sebagai bahan tambahan pengetahuan yang Ć&#x;dak mereka dapat di sekolah, oleh sebab itu guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai media yang cukup, meliputi hal - hal sebagai berikut media merupakan alat komunikasi untuk mendapatkan proses belajar yang lebih efekĆ&#x;f, fungsi media untuk lebih mencapai tujuan dengan tepat. Seluk beluk proses pendidikan, hubungan antara metode pembelajaran dan pendidikan, nilai dan manfaat yang didapat dari pengajaran, pemilihan dan penggunaan media yang sesuai, inovasi dalam media pendidikan. Yang harus dilakukan agar media bisa bekerja sesuai dengan fungsinya, dan mengarah pada tujuan tepat yang telah ditetapkan yaitu, proses pemilihan dan penyaringan media yang baik bagi para murid sekolah. Jangan sampai mereka menyerap semua pesan dari media yang ada karena Ć&#x;dak semua pesan itu posiĆ&#x;f bagi mereka, proses pendekatan dan konsultasi agar murid mau bertanya dan Ć&#x;dak malu untuk meminta penjelasan pada gurunya. Kerjasama yang baik antara murid dan guru untuk melakukan seleksi media terpercaya, pembahasan yang tepat terhadap isi pesan dalam media tertentu, supaya semua murid tidak salah mengerti apa sebenarnya inti dan makna dibalik pesan tersebut. Pengarahan pada orangtua di rumah mengenai pesan yang tertera di media supaya anak yang membacanya akan mengerĆ&#x; bahwa pesan itu sesuai untuknya atau Ć&#x;dak. Semoga dengan adanya kerjasama dan sinkronisasi antara semua unsur media, akan terjalin
sebuah kesepahaman dan pembelajaran yang mengarah pada tujuan baik. Teori Pendidikan Kurikulum memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan teori pendidikan, suatu kurikulum disusun dengan mengacu pada satu atau beberapa teori kurikulum dan teori kurikulum dijabarkan berdasarkan teori pendidikan tertentu. Nana S. Sukmadinata (1997) mengemukakan empat teori pendidikan yaitu pendidikan klasik, teori pendidikan klasik berlandaskan pada filsafat klasik, seperĆ&#x; Perenialisme, Eessensialisme, dan Eksistensialisme dan memandang bahwa pendidikan berfungsi sebagai upaya memelihara, mengawetkan dan meneruskan warisan budaya. Jadi teori ini lebih menekankan peranan isi pendidikan dari pada proses pendidikan, isi pendidikan atau materi diambil dari khazanah ilmu pengetahuan yang ditemukan dan dikembangkan para ahli tempo dulu yang telah disusun secara logis dan sistemaĆ&#x;s. Dalam prakteknya, pendidik mempunyai peranan besar dan lebih dominan, sedangkan peserta didik memiliki peran yang pasif, sebagai penerima informasi dan tugas - tugas dari pendidik. Pendidikan pribadi teori pendidikan ini bertolak dari asumsi bahwa, sejak dilahirkan anak telah memiliki potensi potensi tertentu. Pendidikan harus dapat mengembangkan potensi - potensi yang dimiliki peserta didik dengan bertolak dari kebutuhan dan minat peserta didik. Dalam hal ini, peserta didik menjadi pelaku utama pendidikan, sedangkan pendidik hanya menempaĆ&#x; posisi kedua, yang lebih berperan sebagai pembimbing, pendorong, fasilitator dan pelayan peserta didik. Teori pendidikan pribadi menjadi sumber bagi pengembangan model kurikulum humanis yaitu, suatu model kurikulum yang bertujuan memperluas kesadaran diri dan mengurangi kerenggangan dan keterasingan dari lingkungan dan proses aktualisasi diri. Kurikulum humanis merupakan reaksi atas pendidikan yang lebih menekankan pada aspek intelektual (kurikulum subjek akademis). Teknologi pendidikan yaitu, suatu konsep pendidikan yang mempunyai persamaan dengan pendidikan klasik tentang
peranan pendidikan dalam menyampaikan informasi. Namun diantara keduanya ada yang berbeda, dalam teknologi pendidikan yang lebih diutamakan adalah pembentukan dan penguasaan kompetensi atau kemampuan - kemampuan prakĆ&#x;s, bukan pengawetan dan pemeliharaan budaya lama. Dalam teori pendidikan ini, isi pendidikan dipilih oleh Ć&#x;m ahli bidang - bidang khusus, berupa data - data obyekĆ&#x;f dan keterampilan - keterampilan yang yang mengarah kepada kemampuan vocaĆ&#x;onal. Isi disusun dalam bentuk desain program atau desain pengajaran dan disampaikan, dengan menggunakan bantuan media elektronika dan para peserta didik belajar secara individual. Peserta didik berusaha untuk menguasai sejumlah besar bahan, dan pola - pola kegiatan secara efisien tanpa refleksi. Keterampilan keterampilan barunya segera digunakan dalam masyarakat. Guru berfungsi sebagai direktur belajar, lebih banyak tugas - tugas pengelolaan dari pada penyampaian dan pendalaman bahan. Pendidikan interaksional yaitu suatu konsep pendidikan yang berĆ&#x;Ć&#x;k tolak dari pemikiran manusia, sebagai makhluk sosial yang senanĆ&#x;asa berinteraksi dan bekerja sama dengan manusia lainnya. Pendidikan sebagai salah satu bentuk kehidupan juga berinĆ&#x;kan kerja sama dan interaksi, dalam pendidikan interaksional menekankan interaksi dua pihak dari guru kepada peserta didik, dan dari peserta didik kepada guru. Lebih dari itu, dalam teori pendidikan ini, interaksi juga terjadi antara peserta didik dengan materi pembelajaran dan dengan lingkungan, antara pemikiran manusia dengan lingkungannya. Interaksi terjadi melalui berbagai bentuk dialog, dalam pendidikan interaksional, belajar lebih sekedar mempelajari fakta - fakta. Peserta didik mengadakan pemahaman eksperimental dari fakta - fakta tersebut, memberikan interpretasi yang bersifat menyeluruh serta memahaminya dalam konteks kehidupan, filsafat yang melandasi pendidikan interaksional yaitu filsafat rekonstruksi sosial. ď ş Penulis adalah Dosen IKIP Saraswati Tabanan & Dewan Kehormatan PWII Korwil Bali.
edisi 16 / th. II / Januari - Februari 2011
nuansa_1.indd 7
7
2/16/2011 7:55:25 PM
Sosok
Pendidik Memegang Peran Dalam Mencerdaskan Bangsa TENAGA kependidikan memegang peran dalam mencerdaskan bangsa, guru digunakan sebagai acuan bahasan, namun demikian berbagai kebijakan umumnya juga berlaku bagi pengawas, penilik maupun pamong belajar. Karena itu, berbagai kebijakan kegiatan telah dan akan terus dilakukan untuk meningkatkan karir, mutu, penghargaan, dan kesejahteraannya. Harapannya, mereka akan lebih mampu bekerja sebagai tenaga profesional dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Hal tersebut diungkapkan Kabid PPMPTK Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Provinsi Bali, Drs. Ida Bagus Made Mertha, M.Pd kepada Nuansa Dewata di kantornya. Lebih lanjut Drs. Ida Bagus Mertha, M.Pd menyatakan, salah satu kebijakan penting adalah dikaitkannya promosi kenaikan pangkat atau jabatan guru dengan prestasi kerja. Prestasi kerja guru tersebut, sesuai dengan tupoksinya, berada dalam bidang kegiatannya diantaranya pendidikan, proses pembelajaran, pengembangan profesi dan penunjang proses pembelajaran. Menurut Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara nomor 84 tahun 1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, serta Keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala BAKN Nomor 0433 / P / 1993, nomor 25 tahun 1993 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, pada prinsipnya bertujuan untuk membina karier kepangkatan dan profesionalisme guru. Kebijakan itu di antaranya mewajibkan guru untuk melakukan keempat kegiatan yang menjadi bidang tugasnya, dan hanya bagi mereka ya n g b e r h a s i l melakukan kegiatan dengan
baik diberikan angka kredit. Selanjutnya angka kredit itu dipakai sebagai salah satu persyaratan peningkatan karir, penggunaan angka kredit sebagai salah satu persyaratan seleksi peningkatan karir, bertujuan memberikan penghargaan secara lebih adil dan lebih professional terhadap kenaikan pangkat yang merupakan pengakuan profesi, serta kemudian memberikan peningkatan kesejahteraannya. Terdapat beberapa permasalahan yang terkait dengan kebijakan pengumpulan angka kredit, di antaranya pengumpulan angka kredit untuk memenuhi persyaratan kenaikan dari golongan IIIa sampai dengan golongan IVa, relaƟf mudah diperoleh. Hal ini karena, pada jenjang tersebut, angka kredit dikumpulkan hanya dari Ɵga macam bidang kegiatan guru, yakni pendidikan, proses pembelajaran, dan penunjang proses pembelajaran. Sedangkan angka kredit dari bidang pengembangan profesi, belum merupakan persyaratan wajib. “Akibat dari “longgarnya” proses kenaikan pangkat dari golongan IIIa ke IVa tersebut, tujuan untuk dapat memberikan penghargaan secara lebih adil dan lebih profesional terhadap peningkatan karir, kurang dapat dicapai secara opƟmal,” jelas Drs. IB Mertha, M.Pd. Longgarnya seleksi peningkatan karir menyulitkan untuk membedakan antara mereka yang berpretasi, dan kurang atau tidak berprestasi. Lama kerja pada jenjang kepangkatan, lebih memberikan urunan yang siginifikan pada kenaikan pangkat. Kebijakan tersebut seolah – olah merupakan kebijakan kenaikan pangkat yang mengacu pada lamanya waktu kerja, dan kurang mampu memberikan evaluasi pada kinerja professional. Permasalahan kedua, berbeda dan bahkan bertolak belakang dengan keadaan di atas. Persyaratan kenaikan dari golongan IVa ke atas relaƟf sangat sulit. Permasalahannya terjadi, karena untuk kenaikan pangkat golongan IVa keatas diwajibkan adanya pengumpulan angka kredit dari unsur Kegiatan Pengembangan Profesi. Angka kredit kegiatan pengembangan profesi berdasarkan aturan yang berlaku saat ini dapat dikumpulkan dari kegiatan. “Dengan menyusun Karya Tulis Ilmiah, dan menemukan Teknologi Tepat Guna, membuat alat peraga atau bimbingan, menciptakan karya seni dan mengikuƟ kegiatan pengembangan kurikulum,” pungkas IB. Mertha, M.Pd. udn/adp
Drs. Ida Bagus Made Mertha, 8
nuansa_1.indd 8
edisi 16 / th. II / Januari - Februari 2011
2/16/2011 7:55:26 PM
Sosok
PUSPA adalah sosok seorang gadis yang mempunyai wajah canƟk dan murah senyum ini menyukai tarian Bali sejak berumur 7 tahun, disamping banyak menguasai tari Bali Puspa Ɵdak pilih kasih dalam bergaul. Di desanya dia akƟf berorganisasi dan mengajar tari Bali, saat Nuansa Dewata menemui dikediamannya di Banjar Tengah Kaler, Gulingan, Mengwi, Badung Puspa menyambut dengan senyum yang ramah, dan mempersilahkan masuk, di tempat yang diajak duduk oleh Puspa adalah sebuah bangunan bale daje, saat Nuansa Dewata baru mau duduk orang tua puspa datang menghampiri dan dengan ramah menyapa. Ni Luh Gede Puspa Dewi, ST adalah anak pertama dari tiga bersudara, lahir di Badung pada 10 oktober, ayah bernama I Ketut Tri Madia bekerja di Dinas PU Provinsi Bali, ibunya bernama Ni Nyoman GaƟ sebagai ibu rumah tangga. Luh Puspa SD di SD 6 Gulingan Mengwi tamat pada tahun 1996, SMPN 1 Mengwi tamat tahun 1999, SMA Widya Brata Mengwi tamat tahun 2001, dan kuliah di UNUD Denpasar mengambil jurusan Tehnik Sipil selesai kuliah tahun 2006. Pengalaman menari semenjak berumur 7 tahun karena Puspa sangat gemar dan hoby menari, awalnya hanya ngayah di pura – pura, saking senengnya menari Puspa ikut belajar tari di sanggar, dari situ sering ikut pementasan tari kecak, sampai tampil dari hotel satu ke hotel yang lain. Untuk mengasah bakatnya Puspa minta belajar menari sama saudara sepupunya yang kebetulan sekolah di STSI Denpasar, dari saudara sepupunyalah Puspa bisa ikut tampil pestival gong kebyar, berkat saudaranya pula Puspa bisa ikut Pesta Kesenian Bali, dengan banyaknya tarian yang dikuasai Puspa dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali diberi kepercayaan ikut promosi budaya ke Malaysia. Karena terbentur tuntutan Ilmu puspa Ɵdak dapat lagi mengikuƟ promosi yang seƟap tahun diselenggarakan, Puspa mempunyai
prinsif sekolah diutamakan, tetapi bukan berarƟ Puspa Ɵdak peduli lagi dengan seni tari bali. Kadang kalau ada undangan untuk menari, Puspa tetap tampil tetapi tidak sesering dulu lagi, sekarang sudah di angkat menjadi PNS pada awal tahun 2009 di Dinas PU Kabupaten Badung. Puspa sebagai staf Bina Marga dan Pengairan Dinas PU Kabupaten Badung. Selain ikut menari Puspa juga mengikuƟ pula lomba busana, dari hasil ikut menari maupun lomba busana, telah m e r a i h ke j u a r a n diantaranya pada waktu duduk di bangku SMA berhasil meraih juara II lomba tari tenun, juara II fesƟval gong kebyar sekabupaten, juara III tari panji semirang, juara I tari adnyaswari, lomba Busana juara III di kabupaten, di provinsi juara II. Harapan terhadap Pemerintah Puspa menyarankan, pihak dinas kebudayaan seni budaya atau warisan budaya yang kita miliki supaya tetap bisa bertahan sampai di masa – masa yang akan datang, dan merupakan suatu warisan yang tiada akhirnya, jika purlu kita gali lagi seni budaya kita yang mungkin sempat terlupakan. “Pihaknya juga menyarankan supaya melanjutkan promosi kebudayaan yang selama ini telah berjalan, tetapi tolong jangan karya seni kita dijiplak maupun di klaim hak ciptanya oleh Negara lain, setiap karya seni itu harus mempunyai hak ciptanya agar Ɵdak gampang diakui begitu saja oleh orang yang Ɵdak bertanggung jawab,” tegas Puspa. sus
edisi 16 / th. II / Januari - Februari 2011
nuansa_1.indd 9
9
2/16/2011 7:55:27 PM
Sosok
Dewa Ayu Dewi Suryanti Dukung Kegiatan Pengembangan Profesi B E R B AG A I kegiatan p e n g e m b a n ga n p ro fe s i yang dapat dilakukan guru dengan melibatkan para siswanya, antara lain adalah dengan melakukan penelitian di kelasnya. Ada dua macam penelitian yang dapat dilakukan di dalam kelas, yaitu penelitian eksperimen, dan peneliƟan Ɵndakan kelas. Penelitian eksperimen atau PTK dapat dilihat beberapa contoh PTK, lebih diharapkan dilakukan guru dalam upayanya n menulis KTI karena merupakan laporan dari kegiatan nyata yangg a, dilakukan para guru di kelasnya, n dalam upaya meningkatkan ni mutu pembelajarannya hal ini TI tentunya berbeda dengan KTI an yang berupa laporan penelitian if, korelasi, penelitian diskriptif, ng ataupun ungkapan gagasan, yang an umumnya tidak memberikan ses dampak langsung pada proses p e m b e l a j a r a n d i ke l a s n y a , pat dan penelitian tindakan dapat njut dipandang sebagai tindak lanjut pun dari peneliƟan deskripƟf maupun eksperimen. ewi Menurut Dewa Ayu Dewi SuryanƟ yang biasa disapa Gek Dewi akan, kepada Nuansa Dewata menyatakan, liƟan dengan melakukan kegiatan peneliƟ tersebut, maka para guru telah melakukan salah satu tugasnya dalam kegiatan pengembangan profesinya. PeneliƟan eksperimen dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi atau data tentang akibat dari adanya suatu treatment atau perlakuan. Penelitian eksperimen dilakukan untuk mengetes suatu hipotesis dengan ciri khusus diantaranya adanya variabel bebas yang dimanipulasi, adanya pengendalian atau pengontrolan terhadap
10
nuansa_1.indd 10
semua variabel lain kecuali variabel bebas yang dimanipulasi, adanya pengamatan dan pengukuran Ɵndakan manipulasi variabel bebas. Terhadap variabel terikat sebagai akibat dari tindakan yang dilakukan memperbaiki atau meningkatkan mutu prakƟk pembelajaran, disamping kedua macam peneliƟan tersebut, ada pula yang dinamakan peneliƟan Ɵndakan
(action research). Penelitian Tindakan Kelas atau PTK adalah penelitian tindakan (action research), yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya. PTK berfokus pada kelas atau pada proses belajar-mengajar yang terjadi di kelas. PTK harus tertuju atau mengenai hal - hal yang terjadi di dalam kelas, tujuan utama PTK adalah untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas. Gek Dewi yang seƟap kegiatan Diklat Nasional yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Independence Indonesia Korwil Bali maupun Berita DOR.com selalu tampil sebagai MC ini menyatakan, kegiatan penelitian ini tidak saja bertujuan untuk memecahkan masalah, tetapi sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan dengan Ɵndakan yang dilakukan. PTK juga bertujuan untuk meningkatkan PTK adalah peneliƟan kegiatan nyata guru dalam pengembangan profesionalnya. Pada intinya PTK bertujuan untuk memperbaiki berbagai persoalan nyata dan prakƟs dalam peningkatan mutu pembelajaran di kelas, yang dialami langsung dalam interaksi antara guru dengan siswa yang sedang belajar. Berdasarkan definsi pada Kepmendidbud Nomor 025 / 0 / 1995, makalah hasil peneliƟan adalah suatu karya tulis yang disusun oleh seseorang atau kelompok orang yang membahas suatu pokok bahasan yang merupakan hasil peneliƟan. Dengan demikian, KTI ini merupakan laporan hasil dari suatu kegiatan penelitian yang telah dilakukan. Laporan hasil peneliƟan tersebut dapat disajikan dalam berbagai bentuk antara lain, buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional yang ditulis berdasar hasil peneliƟan yang dilakukan oleh guru, masih sangat terbatas jumlahnya. Sangat jarang guru mengirimkan KTI dalam bentuk ini, berupa tulisan (artikel ilmiah) yang dimuat pada majalah ilmiah (jurnal) yang diakui oleh Depdiknas. “Masing - masing jurnal ilmiah umumnya mempunyai persyaratan dan tata cara penulisan arƟkel hasil peneliƟan, yang spesifik dan berlaku untuk jurnal yang bersangkutan. KTI yang diajukan guru dalam bentuk publikasi ini, akhir – akhir ini semakin meningkat jumlahnya,” kata Gek Dewi dengan senyum manisnya. udn/adp
edisi 16 / th. II / Januari - Februari 2011
2/16/2011 7:55:29 PM
Makalah Sertifikasi Guru dan Dosen Sebuah Harapan mengikuti pendidikan profesi SETELAH disahkannya agar memperoleh sertifikat undang - undang guru dan pendidik. dosen, yakni Undang - Undang Sementara itu, data Nomor 14 Tahun 2005, tentang dari kepegawaian (BAKN) profesi guru dan dosen kembali menunjukkan bahwa ada menjadi perhatian dikalangan ratusan ribu atau lebih banyak pihak, baik yang guru - guru kita yang masih berkecimpung dalam dunia mempunyai kualifikasi pendidikan maupun dikalangan pendidikan di bawah diploma pemerhati pendidikan. empat (SLTA, SPG, PGSLTP, Mengapa tidak, kehadiran D1, D2, dan D3). Dengan undang - undang tersebut demikian bisa dibayangkan telah menambah wacana baru Oleh : kalau sekiranya harus Maria akan dimantapkannya hak - hak dan kewajiban bagi MarkeĆ&#x;ng Manager Nuansa Dewata menunggu para guru yang belum memenuhi kualifikasi, itu guru dan dosen, di antara hak yang paling ditunggu - tunggu selama ini adalah memiliki kualifikasi akademik yang dipersyaratkan, adanya upaya perbaikan kesejahteraan bagi berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk implementasi undang - undang guru dan dosen. guru dan dosen. S a y a n g n y a , k e h a d i r a n u n d a n g - Apalagi kalau biaya untuk penyelenggaraan undang ini menemui banyak kendala dalam peningkatan kualifikasi akademik dan sertifikasi implementasinya, bahkan rektor UGM (Sofian guru itu, diharapkan dari dana APBN atau APBD Effendi) pernah mengatakan bahwa, undang yang jumlahnya sangat terbatas. Berdasarkan hal tersebut, suatu pertanyaan - undang guru dan dosen hanyalah sebuah pepesan kosong kalau urgensi dan subtansinya diajukan adalah apakah sertifikasi guru dan tidak realistis diarahkan kepada peningkatan dosen itu suatu harapan yang bisa diwujudkan guna mendapatkan imbalan finansial (gaji) yang kesejahteraan (gaji) guru dan dosen. Disamping itu, adanya beberapa pasal layak bagi guru dan dosen, ataukah sebuah yang belum jelas bentuk implementasinya, bentuk pelecehan terhadap profesi guru dan khususnya pasal yang mengatur kualifikasi dosen maupun terhadap Lembaga Pendidikan pendidikan dan pemberian tunjangan profesi. Tenaga Kependidikan (LPTK)? Pertanyaan ini Dalam Pasal 8 disebutkan bahwa guru wajib perlu diajukan karena paling tidak, ada dua hal memiliki kualifikasi akademik, kompetensi dan yang perlu dikaji berkaitan dengan pemberian sertifikat pendidik (untuk dosen diatur dalam tunjangan profesi. Pertama, seorang guru atau dosen digaji Pasal 45). Sertifikat pendidik ini merupakan prasyarat untuk memperoleh tunjangan profesi berdasarkan jasanya atau sebagai imbalan dan pengakuan sebagai tenaga profesional. atas pekerjaan yang dilakukannya, jadi kalau Kemudian dalam Pasal 16 disebutkan bahwa ada upaya pemerintah untuk menaikkan gaji pemerintah memberikan tunjangan profesi guru dan dosen dalam bentuk pemberian kepada guru, yang telah memiliki sertifikat tunjangan profesi, maka tujuan utamanya adalah pendidik yang besarnya setara dengan satu kali untuk meningkatkan kinerja guru dan dosen. gaji pokok. Dengan demikian seorang guru atau Sama halnya alasan yang dikemukakan oleh dosen yang telah memperoleh sertifikat pendidik, pemerintah ketika akan menaikkan gaji pejabat akan mendapatkan penghasilan yang terdiri dari atau anggota dewan, tujuan utamanya adalah gaji pokok dan tunjangan yang melekat pada gaji, untuk meningkatkan kinerja pejabat atau anggota dewan serta untuk menghindari adanya praktek tunjangan fungsional, dan tunjangan profesi. Disamping itu, guru dan dosen akan penyalahgunaan wewenang dalam bentuk KKN menerima tambahan penghasilan lain dalam (kolusi, korupsi, nepotisme). Sehingga untuk menaikkan gaji pejabat bentuk tunjangan khusus bagi mereka yang bertugas di daerah khusus. Kalau dikalkulasi, dan anggota dewan tidak perlu ada persyaratan penghasilan guru dan dosen yang telah memiliki khusus seperti harus mempunyai sertifikat sertifikat pendidik memang memberikan harapan tertentu. Sekedar perbandingan, bahwa gaji kesejahteraan yang sudah cukup. Tetapi kemudian seorang anggota dewan pada tingkat pusat masalahnya adalah harapan ini nampaknya (DPR RI), untuk satu bulan bisa dipakai untuk masih dalam bentuk fatamorgana, karena untuk membayar gaji guru sebanyak 30 orang. Oleh memperoleh tunjangan profesi yang diidamkan itu, karena itu, adalah sangat tidak pantas apabila harus melalui proses yang panjang. Dengan kata pemberian tunjangan profesi kepada guru dan lain, guru harus menunggu sampai batas waktu dosen disertai persyaratan harus punya sertifikat yang tidak ditentukan. Mengapa tidak, kalau dilihat pendidik, program sertifikasi itu lebih tepat dari persyaratan yang diajukan bahwa, untuk ditujukan kepada mereka yang masih berstatus memperoleh tunjangan profesi seorang guru calon guru ataukah guru yang belum memenuhi harus mempunyai kualifikasi pendidikan serendah kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan, - rendahnya diploma empat (D4), dan harus yakni minimal diploma empat Hal ini didukung
dalam Pasal 12 yang berbunyi setiap orang yang telah memperoleh sertifikat pendidik, memiliki kesempatan yang sama untuk diangkat menjadi guru pada satuan pendidikan tertentu. Pasal 12 ini sebenarnya telah mengindikasikan bahwa, sertifikat pendidik itu sebaiknya diberikan kepada calon guru, bukan kepada orang yang sudah menjadi guru. Kedua, LPTK adalah lembaga yang mendidik calon - calon tenaga guru. LPTK ini kemudian mengeluarkan dua sertifikat, yaitu Ijazah dan Akta (untuk program S1 berupa ijazah sarjana dan akta IV). Dengan demikian, kalau seorang guru atau dosen yang telah memiliki ijazah sarjana (S1) dan Akta IV apalagi dia adalah alumni dari suatu LPTK, kemudian kepadanya diharuskan lagi memiliki sertifikat pendidik yang diperoleh melalui pendidikan profesi, apakah ini bukan suatu bentuk pelecehan baik terhadap guru dan dosen ataupun terhadap LTPK itu sendiri. Sehingga, kalau hal ini tetap dilakukan berarti sertifikat pendidik itu lebih tinggi kualitasnya atau nilainya dari pada ijazah Akta IV, kalau demikian halnya untuk apa ijazah akta itu dikeluarkan oleh LPTK? Bukankah LPTK itu sebenarnya adalah suatu lembaga profesi yang tujuan utamanya adalah mendidik calon - calon guru? Bandingkan di luar negeri yang tidak mengenal LPTK (IKIP/FKIP). Apalagi kalau pendidikan profesi itu nantinya hanya diikuti oleh guru dan dosen dalam waktu singkat, misalnya paling lama satu bulan. Kemudian mereka diuji atau diberikan tes dalam bentuk soal - soal pilihan ganda atau hanya mengukur aspek kognitif yang sifatnya instan (sesaat), lalu keluar keputusan bahwa kepadanya dinyatakan lulus dan diberi sertifikat pendidik. Kalau pelaksanaannya demikian, berati program sertifikasi itu lebih kental nuansa proyeknya dari pada urgensi dan subtansinya. Tidak menutup kemungkinan bahwa sertifikat pendidik itu nantinya hanya bersifat legalitas guna mendapatkan tunjangan profesi bagi guru dan dosen. Lebih lanjut dalam Pasal 10 disebutkan bahwa, kompetensi yang dimaksud dalam pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Berdasarkan bunyi Pasal 10 ini memunculkan suatu pertanyaan bahwa apakah lulusan LPTK itu tidak mempunyai kompetensi pedagogik, sehingga harus diperoleh lagi lewat pendidikan profesi? Lalu pendidikan profesi yang dimaksud seperti apa modelnya, apa isi atau materi pendidikannya dan ilmu macam apa yang diperoleh dari pendidikan itu?. Apakah masih pantas seorang guru besar (Profesor) misalnya, dengan kualifikasi pendidikan doktor (S3) dan sudah memiliki masa kerja 20 tahun, masih harus mengikuti pendidikan profesi untuk memperoleh sertifikat pendidik guna mendapatkan pengakuan sebagai tenaga profesional sesuai dengan bunyi Pasal 3. ď ş
edisi 16 / th. II / Januari - Februari 2011
nuansa_1.indd 11
11
2/16/2011 7:55:30 PM
Opini
Memperkuat Ekonomi Rakyat Oleh : DEWA NGAKAN UDIANA Pemimpin Redaksi Nuansa Dewata
PERSOALAN umum UMK adalah keterbatasan modal kerja maupun investasi, kesulitan dalam pemasaran, distribusi dan pengadaan bahan baku dan input lainnya, keterbatasan sumber daya manusia, teknologi, dan akses ke informasi mengenai peluang pasar.
ADA dua alasan utama kenapa ekonomi rakyat merupakan suatu isu penƟng di dalam perekonomian Indonesia. Pertama, kemiskinan hingga saat ini masih merupakan salah satu masalah serius. Walaupun jumlah orang miskin sebagai persentase dari jumlah penduduk terus menurun, di lapangan kenyataannya berbeda, kemiskinan semakin nyata. Tidak hanya itu, jumlah orang yang rentan terhadap kemiskinan juga banyak, yakni mereka yang saat ini masih banyak berada di atas garis kemiskinan. Sedikit saja ada goncangan seperƟ kenaikan harga pangan atau enerji, mereka langsung jatuh miskin. Kedua, masalah pengangguran yang juga sulit dituntaskan. Di satu sisi, jumlah penduduk yang berarƟ juga jumlah angkatan kerja yang membutuhkan pekerjaan bertambah, namun disisi lain, kesempatan kerja yang disediakan di sektor formal semakin terbatas. Karena Indonesia tidak memiliki tunjangan pengangguran seperƟ di negara - negara welfare states di Eropa Barat, maka mereka yang Ɵdak mendapatkan pekerjaan di sektor formal terpaksa melakukan pekerjaan apa saja di sektor informal. Jadi, sektor informal selama ini berfungsi sebagai pekerjaan the last resort bagi orang - orang yang Ɵdak mendapatkan pekerjaan di sektor formal. Pendefinisian ekonomi rakyat hingga saat ini belum tuntas, apa yang dimaksud dengan ekonomi rakyat? Siapa yang termasuk rakyat dan siapa yang Ɵdak? Apakah seorang konglomerat berwarga negara dan Ɵnggal di Indonesia bukan termasuk rakyat, sehingga perusahaannya Ɵdak dianggap ekonomi rakyat?. Namun ada semacam kesepakatan umum bahwa usaha - usaha yang masuk di dalam kategori ekonomi rakyat adalah usaha mikro (UMI), usaha kecil (UK), atau gabungan usaha mikro dan kecil (UMK). Perusahaan tersebut pada umumnya tidak terdaftar, tidak memiliki izin usaha, dan kebanyakan dari UMK digolongkan sebagai sektor informal. Sebagian besar dari jumlah unit usaha di Indonesia adalah kategori UMK dan pada tahun 2007 misalnya, dari 50 juta perusahaan yang tercatat, sekitar 99 persen lebih adalah kategori UMK. Berbeda dengan usaha menengah (UM), usaha besar (UB), dan digabung menjadi usaha menengah dan besar (UMB), UMK sangat padat karya. Oleh karena itu, keberadaan UMK menandakan keberadaan ekonomi rakyat, dan menjadi sangat krusial terutama dikaitkan dengan upaya - upaya pemerintah dalam mengurangi jumlah pengangguran dan Ɵngkat kemiskinan. Kendala Ekonomi Rakyat Walaupun ekonomi rakyat dianggap penƟng, namun dalam kenyataannya UMK sulit untuk berkembang, karena berbagai hambatan. Hambatan atau intensitas hambatannya berbeda di satu daerah dengan di daerah lain, antara perdesaan dan perkotaan, antar
12
nuansa_1.indd 12
sektor, atau antar sesama unit usaha di sektor yang sama. Namun demikian, persoalan umum UMK adalah keterbatasan modal kerja maupun investasi, kesulitan dalam pemasaran, distribusi dan pengadaan bahan baku dan input lainnya, keterbatasan sumber daya manusia, teknologi, dan akses ke informasi mengenai peluang pasar dan lainnya. Biaya transportasi dan enerji yang tinggi, keterbatasan komunikasi, dan ketidakpastian akibat peraturan - peraturan dan kebijaksanaan ekonomi yang Ɵdak jelas arahnya. Survei BPS (2003 - 2005) terhadap UMK di industri manufaktur, menunjukkan permasalahan klasik dari usaha rakyat. Permasalahan utama adalah keterbatasan modal dan kesulitan pemasaran, walaupun banyak skim kredit khusus bagi pengusaha mikro dan kecil, sebagian besar dari responden terutama yang berlokasi di pedalaman atau perdesaan Ɵdak pernah mendapatkan kredit dari bank atau lembaga - lembaga keuangan lainnya. Mereka tergantung sepenuhnya pada uang atau tabungan mereka sendiri, uang atau bantuan dan dari saudara atau kenalan atau dari sumber - sumber informal untuk mendanai kegiatan produksi mereka. Alasannya beragam, Ɵdak pernah dengar atau menyadari adanya skim khusus tersebut, ada yang pernah mencoba tetapi ditolak karena usahanya dianggap tidak layak untuk didanai atau mengundurkan diri karena ruwetnya prosedur administrasi, atau Ɵdak mampu memenuhi persyaratan termasuk penyediaan jaminan, atau ada banyak pengusaha kecil yang dari awalnya memang Ɵdak berkeinginan meminjam dari lembaga keuangan formal. Selain itu, UMK mengalami keterbatasan SDM dan lemahnya kemampuan teknologi. Hal ini tidak hanya membuat buruknya kualitas produk yang dihasilkan, tetapi juga membuat rendahnya produktivitas tenaga kerja. Produktivitas tenaga kerja di UMK jauh lebih rendah daripada di UMB, banyak literatur mengenai UMK di negara sedang berkembang dibandingkan UMK di negara maju adalah Ɵngkat produkƟvitas. Khusus di industri manufaktur, produkƟvitas tenaga kerja di UMB pada tahun 2005 tercatat sebesar Rp257,6 juta per pekerja, sedangkan di UMK hanya Rp19,8 juta per pekerja. Pada tahun 2001, produkƟvitas tenaga kerja di kelompok usaha pertama Rp167,70 juta, bandingkan Rp10,98 juta di kelompok usaha kedua. Dalam hal pemasaran, UMK pada umumnya tidak punya sumber - sumber daya untuk mencari, mengembangkan, memperluas pasar. Mereka sangat tergantung pada mitra dagang, misalnya pedagang keliling, pengumpul, atau trading house, atau tergantung pada konsumen yang datang langsung ke tempat produksi mereka, ada pula keterkaitan produksi dengan UMB lewat sistem subcontracting, namun persentasenya kecil.
edisi 16 / th. II / Januari - Februari 2011
2/16/2011 7:55:30 PM
edisi 16 / th. II / Januari - Februari 2011
nuansa_1.indd 13
Opini
Modal UMKM Studi ini mengkaji sejauh mana peran dari di Indonesia harus juga telibat di dalam sistem Indonesia seperti di Negara Sedang UMB termasuk PMA, universitas dan lembaga produksi regional atau global yang baru ini. Berkembang umumnya juga di Negara Maju, R&D dalam membantu pengembangan Dan pada umumnya UMK di Indonesia sebagian besar modal kerja maupun investasi teknologi dan inovasi di UMK, yang merupakan masih sangat lemah dalam penguasaan di UMK adalah dari sumber informal. Sumber motor penggerak perkembangan dan teknologi dasar, yang merupakan salah satu terbesar dari modal di kelompok usaha pertumbuhan ekonomi rakyat di Indonesia. prasyarat utama untuk menjadi subkontraktor tersebut bukan dari sektor keuangan formal, Jadi, walaupun, paling Ɵdak secara teori, UMK yang kompeƟƟf bagi UMB. Hal ini membuat termasuk lembaga - lembaga keuangan bisa mendapatkan teknologi dari sejumlah UMB pada umumnya lebih cenderung untuk mikro, tetapi dari modal sendiri, seperƟ uang sumber eksternal, peneliƟan ini hanya fokus melakukan sendiri kegiatan produksi, atau tabungan pemilik usaha, bantuan dari keluarga, pada peran dari tiga kelompok tersebut. bekerjasama dengan sesama UMB. Membuat pinjaman dari pedagang atau pemasok bahan Hasil peneliƟan ini datang dengan sejumlah UMK siap sebagai subkontraktor yang baku, peminjam - peminjam informal, atau penemuan penƟng. Pertama, kerjasama bisnis kompeƟƟf membutuhkan waktu dan ekstra dari pembeli atau konsumen dalam bentuk antar sesama perusahaan, termasuk antara pengeluaran bagi UMB, yang pada akhirnya pembayaran sebagian atau sepenuhnya. Modal UMB dan UMK di Indonesia hingga saat ini bisa merugikan UMB itu sendiri. Kedua, sendiri mencapai 82 persen dari jumlah modal masih lemah, Ɵdak sekuat seperƟ di, Jepang, melakukan subcontracting itu sendiri bukan suatu jaminan bagi keberhasilan peralihan yang diperlukan di dalam kelompok UMI, dan misalnya. hampir 69 persen di dalam kelompok UK. Upaya - upaya yang telah dilakukan teknologi, dari UMB termasuk PMA ke UMK. Seperti yang ditunjukkan oleh kasus Selanjutnya, UK yang menggunakan pemerintah Indonesia hingga saat ini pinjaman sebagai modal pembiayaan untuk meningkatkan kerjasama tersebut, Tegal di dalam studi ini, UMK itu sendiri kegiatan produksi, sebagian besar meminjam, terutama pada era Orde Baru lewat kebijakan harus memiliki suatu kapasitas penyerap seluruhnya atau sebagian berasal dari “kandungan lokal” ditambah lagi dengan minimum, yakni, seperƟ yang telah dibahas sebelumnya, penguasaan teknologi perbankan. Sedangkan di dalam atau pengetahuan dasar dari proses kelompok UMI, bagian terbesar KUALITAS produkƟvitas dan keterbatasan lahan produksi yang akan dikerjakan di adalah pinjaman dari keuarga, UMI bisa diatasi dengan anggaran R&D Pertanian dalam subcontracƟng. Dalam hal ini, mungkin lebih sulit mendapatkan UMK dengan pemilik atau pekerja kredit perbankan dibandingkan menemukan varian produk, sistem produksi, yang sebelumnya pernah bekerja UK. Survei BPS tahun 2006 untuk pemasaran, & industri sektor pertanian. cukup lama di UMB dalam bidang UMK dan UM di semua sektor Investasi pertanian harus didorong. yang sama, tentunya mempunyai ekonomi, juga memperlihatkan harapan keberhasilan lebih Ɵnggi kecenderungan yang sama hasil survei BPS 2005. Sumber modal UM lebih dibuatnya UU kemitraan ternyata belum sebagai subkontraktor dibandingkan UMK banyak dari perbankan dari pada UMK, berhasil membuat struktur industri di dalam yang pemilik, dan pekerjanya Ɵdak mempunyai pertanyaannya adalah apa yang penyebabnya? negeri seperti di Jepang, yang keterkaitan pengalaman bekerja di UMB atau hanya Apakah karena UMK lebih enggan meminjam produksi lewat subcontracting antara UMB berdiploma sekolah dasar (SD). Ketiga, kerjasama antara universitas dari bank atau memang bank lebih mempersulit dan UMK sangat kuat. Paling Ɵdak ada dua akses dana buat UMK?. penyebab penting yaitu bermitra bisnis, dan lembaga R&D dengan dunia usaha pada Berbagai alasan tingkat kesulitannya apalagi dalam bentuk subcontracting belum umumnya dan UMK pada khususnya di bervariasi antara UMK diantaranya adalah merupakan budaya di Indonesia. Di pihak UMK, Indonesia, juga masih belum membudaya kesulitan memenuhi persyaratan untuk kelompok usaha tersebut lebih suka tergantung seperƟ halnya di NM. Di kelompok universitas mendapatkan kredit dari bank, misalnya pada bantuan - bantuan dari pemerintah, swasta, hanya sedikit sekali dari mereka tidak punya agunan. Penelitian SMEDC- dari pada melakukan upaya - upaya untuk yang melakukan pembinaan, pelatihan, pendampingan dan melakukan kegiatan R&D UGM pada tahun 2002, seperƟ yang dikuƟp bekerjasama dengan UMB. oleh Kuncoro (2008a) adalah tidak adanya Namun sikap ini akan berubah sejak bersama dengan UMK. Jumlah universitas agunan merupakan penyebab utama tidak Indonesia sekarang ini sedang dalam proses negeri yang mempunyai program - program meminjam kredit dari bank. Masalah agunan liberalisasi ekonomi nasional, sebagai pengembangan UMK lebih banyak daripada ini ada kaitannya dengan kondisi keuangan dari komitmen Indonesia terhadap WTO, ASEAN jumlah universita swasta. Namun, secara pemilik usaha atau pengusaha, pada umumnya (AFTA) dan APEC. Ini arƟnya bahwa industri umum, peran universitas dalam peralihan pemilik UMK adalah dari keluarga miskin yang nasional seperƟ juga sektor - sektor ekonomi teknologi ke UMK di Indonesia masih perlu nilai total dari asetnya seperƟ, rumah atau domestik lainnya, tidak bisa lagi diproteksi diƟngkatkan. Demikian juga kemitraan antara tanah tidak memenuhi nilai jaminan yang dan efisiensi perusahaan atau proses produksi UMK dan lembaga R&D belum menunjukkan diharuskan oleh perbankan. menjadi sebuah kunci utama bagi Ɵngkat daya suatu hasil yang signifikan. Belum ada bukƟ Masalah sulitnya mendapatkan akses ke saing seƟap perusahaan yang ada di Indonesia. bukƟ konkrit bahwa bantuan teknis atau alih sumber pendanaan formal lebih dirasakan oleh Salah satu cara untuk mencapai efisiensi teknologi dari lembaga R&D ke UMK, telah wanita pengusaha yang bergerak di UMK dan yang tinggi adalah melakukan kemitraan membuat daya saing UMK Indonesia meningkat. UM, terutama di UMK. Ini bahkan merupakan strategis antar sesama perusahaan, termasuk Kualitas produkƟvitas dan keterbatasan lahan suatu permasalahan kunci bagi banyak wanita subcontrafcting dalam proses produksi. Lagi bisa diatasi dengan anggaran R&D Pertanian pengusaha di Indonesia, terutama di UMK yang pula, dalam, sebut saja, 10 tahun belakangan menemukan varian produk, sistem produksi, berlokasi di perdesaan. Problem ini erat kaitannya ini, keterkaitan - keterkaitan produksi regional pemasaran, & industri sektor pertanian. dengan hak - hak kepemilikan aset, sehingga atau global telah menjadi semakin penƟng di Investasi pertanian harus didorong. PenƟngnya membuat mereka tidak mampu memenuhi dalam perdagangan regional atau dunia, dan sektor pertanian bagi pertumbuhan ekonomi, persyaratan. Di Indonesia, seperƟ umumnya di untuk mendapatkan keuntungan - keuntungan pengentasan kemiskinan, dan pengangguran, NSB, lelaki tetap diangap sebagai kepala rumah yang besar dari kesempatan - kesempatan perlu monitoring intensif bagi perencanaan tangga, lelaki tetap dianggap sebagai pemilik atau pasar baru yang muncul akibat perubahan program dan pelaksanaan program pertanian pewaris resmi dari semua aset keluarga seperƟ pola perdagangan internasional tersebut, oleh lembaga terkait sehingga pencapaian tanah, perusahaan dan rumah. perusahaan - perusahaan (termasuk UMKM) sasaran target tepat waktu.
13
2/16/2011 7:55:30 PM
Nuansa Sekolah
Ngakan Made Kasub Sidan Kepala SD Berprestasi Tingkat Nasional 2009 “Pengabdian adalah yadnya terbaik”
14
nuansa_1.indd 14
DALAM menghadapi persaingan di era global, perpaduan antara kompetensi, kualitas kerja, dan komitmen memegang peran yang sangat penting. Hal ini telah dibukƟkan oleh Ngakan Made Kasub Sidan, S.Pd., M.Pd Kepala SDN 1 Semarapura Kangin dan Drs. I GusƟ Lanang Made Puji, M.Pd Kepala SMAN 2 Semarapura, setelah pada Juli 2009 lalu meraih juara I Lomba Kepala Sekolah Berprestasi tingkat Provinsi Bali, keduanya kembali mengukir prestasi dengan meraih juara III Nasional untuk SD dan Juara III untuk Kepala SMA. Kasub Sidan, S.Pd., M.Pd yang ditemui Nuansa Dewata di sela - sela menghadap Ka d i s d i k p o ra Ka b u p a t e n K l u n g k u n g menyatakan bahwa, ia akan selalu berupaya memberikan pengabdian terbaik untuk Kabupaten Klungkung yang merupakan tanah kelahirannya. Kadisdikpora Kabupaten Klungkung, I Nengah Wijana, SH., MH atas nama pribadi dan Dinas memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas keberhasilan kedua anak buahnya itu, bahkan sesaat setelah diketahui keduanya meraih prestasi, ia langsung memberikan ucapan selamat lewat ponselnya. Lebih lanjut ia berharap agar prestasi yang prestisius ini, menjadi inspirasi bagi Kepala S e ko l a h l a i n untuk terus
berprestasi. Sementara itu di tempat terpisah, I Ketut Sugiana, S.Pd pengawas sekolah yang mewilayahi SDN 1 Semarapura Kangin, jauh - jauh hari telah memprediksi bahwa, Kasub Sidan, S.Pd., M.Pd akan mampu berbicara di tingkat nasional. Dasar pertimbangan, disamping yang bersangkutan selalu komit terhadap berbagai inovasi pengelolaan sekolah, juga telah mengoleksi beberapa prestasi, baik nasional maupun daerah. Sebut saja, Ia pernah meraih peringkat I Diklat Instruktur PKn Ɵngkat Nasional 2007, peringkat VII Kinerja Kepala sekolah Nasional tahun 2005, juara I menulis Sekar Macapat Provinsi Bali 2000, juara II Lomba Menulis Puisi Bali 2002, peringkat I Diklat Pengawas Sekolah, Juara II Menulis Dongeng Provinsi Bali, Juara harapan Lomba gugus tingkat nasional dan masih banyak prestasi lainnya. Prestasi tersebut didukung pula oleh prestasi siswa dan sekolahnya, seperti Juara I Liga Bridge MiniNasional, Juara I Lomba Sinopsis Provinsi Bali 2008, Juara II menulis puisi 2009 Provinsi Bali, Juara III siswa berprestasi Provinsi Bali 2009, juara II lomba lukis anak, juara II lomba pidato. Untuk Ɵngkat Kabupaten Klungkung, berhasil meraih puluhan prestasi seperƟ Juara I Lomba kebersihan dan kerindangan antar sekolah, juara I Lomba cipta cerpen, juara I, II dan IV peragaan busana, juara I siswa berprestasi putra, juara I Siswa berprestasi putri, juara I baca puisi, juara I cipta puisi, juara I dan III cipta lagi, juara II gerak jalan SD, dan sebagainya. Prestasi-prestasi itulah yang mengantarkannya berada di peringkat III Nasional. Di sisi lain pengabdiannya, Kasub Sidan, S.Pd., M.Pd juga dipercaya menjadi Ketua Koperasi Artha Werdi (koperasi guru-guru Kabupaten Klungkung), Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah Kabupaten dan Kecamatan Klungkung, Wakil Ketua Forum Ilmiah Guru, Wakil Ketua Kwarcab Pramuka, dan juga Sekretaris PGRI Kabupaten Klungkung. “Pengabdian adalah yadnya terbaik,” ucapnya mengakhiri perbincangan dengan Nuansa Dewata. susarjana
edisi 16 / th. II / Januari - Februari 2011
2/16/2011 7:55:31 PM
Kembangkan Seni Budaya Ritual SEKOLAH Dasar Negeri 1 Semarapura Kangin, berdiri pada 1 Agustus 1950, dengan nama awal SD Nomor 4 Klungkung, dengan menempaƟ lokasi tanah lapang bersebelahan dengan kuburan Tegalinggah Klungkung. Mengingat kondisi tanah yang yang tidak rata akibat sering digunakan sebagai tempat pembakaran mayat saat upakara ngaben, masyarakat Banjar Bendul dan Sengguan sebagai pendukung sekolah secara bergotong royong meratakan tanah serta membangun beberapa ruang belajar dengan bahan seadanya. Dalam proses perataan tanah banyak juga ditemukan tulang - tulang yang lama terkubur di dalamnya. Pada tahun 1982, sesuai ketentuan bahwa sekolah harus berbasis desa atau kelurahan maka SD Nomor 4 Klungkung berubah menjadi SD Nomor 1 Klungkung Kota, karena berada di wilayah Kelurahan Klungkung Kota. Tahun 1987 seiring perubahan nama kelurahan maka SD Nomor 1 Klungkung Kota berubah menjadi SDN 1 Semarapura Kangin dan nama tersebut bertahan sampai saat ini. Visi dan Misi Visi : ” Unggul dalam Prestasi, Maju dalam Kreasi, dan Luhur dalam Budi Pekerti Berlandaskan Tri Hita Karana ” Misi : M ewuj udka n kual i tas prose s dan pelayanan menuju kecerdasan komprehensif dan kompetitif berlandaskan kolaborasi komitmen, disertai kreativitas dan inovatif Penjelasan : Kualitas proses; proses PBM berbasis kelas dan Penatakelolaan melalui MBS. Kualitas pelayanan; fungsi guru sebagai memberi pelayanan bagi peserta didik dalam memperoleh, mengolah, dan pengembangkan informasi Kecerdasan komprehensif; kecerdasan menyeluruh mencakup cerdas spiritual (olah hati), cerdas intelektual (olah pikir), cerdas sosial dan emosional (olah rasa), dan cerdas kinesteƟs (olah raga). Kompetitif; memiliki daya saing tinggi, Kolaborasi komitmen; komitmen semua komponen secara bersinergi, KreaƟvitas dan inovaƟf; menggali dan menemukan berbagai inovasi pendidikan atas inisiaƟf sendiri. Kondisi Sekolah 1. Letak dan Status Sekolah SDN 1 Semarapura Kangin yang berlokasi di Jalan Gajah Mada No. 48 Semarapura Kecamatan Klungkung Kabupaten Klungkung Provinsi Bali hanya 500 meter dari jantung kota Semarapura, merupakan SD inƟ Gugus III/ Tridatu Kecamatan Klungkung yang memiliki 4 SD imbas masing - masing SDN 2 Semarapura
Kangin, SDN 2 Semarapura Tengah, SDN Semarapura Kauh dan MII Klungkung. 2. Siswa dan Guru Tahun Pelajaran 2009 / 2010 jumlah siswa sebanyak 608 orang yang terbagi atas 17 rombongan belajar. Pendidik dan Tenaga Kependidikan berjumlah 31 orang, dengan komposisi sbb : No Jenis Ketenagaan
PNS
Non PNS
Jumlah
A
Pendidik :
1
Guru Kelas
14
3
17
2
Guru Penjas Orkes
1
1
2
3
Guru Bhs.Inggris
-
2
2
4
Guru Pend. Agama Hindu
3
-
3
5
Guru Pend. Agama Islam
1
-
1
6
Guru Pend. Agama Buddha
-
1
1
Jumlah
19
7
26
1
B
Tenada Kependidikan
1
Kepala Sekolah
1
-
2
TU
-
1
1
3
Penjaga Sekolah
1
-
1
4
Pustakawan
-
1
1
5
Satpam
-
1
1
Jumlah
2
3
5
Data Guru Berdasarkan Ijazah: No Jenis Ketenagaan
S L T D2
S1
S2
1
Pendidik
3
12
10
1
2
Tenaga Kependidikan
4
-
-
1
Jumlah
7
12
10
2
3. Akreditasi Hasil akreditasi oleh BAP Provinsi Bali tahun 2007, SDN 1 Semarapura kangin memperoleh Nilai A (SK BAP PROV.BALI NO: 150/BAP-SM/LL/XII/2007) Aktivitas Akademik Dan Non Akademik A. AkƟvitas Akademik Aktivitas akademik mengacu pada Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi beserta permendiknas lainnya yang relevan. Khusus untuk muatan lokal SDN 1 Semarapura Kangin menerapkan Bahasa Bali dan Pendidikan Budi Pekerti sebagai Mulok Wajibm serta Bahasa Inggris dan Majejahitan sebagai Mulok Pilihan. B. AkƟvitas Non Akademik AkƟvitas Non Akademik lebih mengacu pada kegiatan pengembangan diri yakni kegiatan
yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan bakat, minat, seƟap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran. Penilaian kegiatan pengembangan diri dilakukan secara kualitaƟf, Ɵdak kuanƟtaƟf seperƟ pada mata pelajaran. Ragam pengembangan diri di SDN 1 Semarapura Kangin, terdiri atas : a. Kewiraan : * Pramuka * Pasuspera (Pasukan khusus Pengibar Bendera) * PMR b. Olah Raga * Renang * Bulu Tangkis * Catur * Tenis Meja * Bridge * Silat * Olah Raga Tradisional (Tajog, magala-gala) c. Seni * Seni Tari * Seni Tabuh * Seni Lukis/Rupa * Seni Musik (Vokal dan Instrumentalia) * Seni Sastra * Masatua Bali * Drumband * Pesantian d. UKS * Dokter Kecil * Kebun dan Perindangan Sekolah * Kantin Kejujuran e. Kegiatan Ilmiah * Kelompok Ilmiah Dasar / KID * Tim Olimpiade MIPA f. Pembiasaan : * Trisandya/Doa * Matirta Pagi (Khusus Umat Hindu) * Menyanyikan lagu Wajib* Mengucapkan panganjali/salam * Upacara Bendera * Berpakaian adat saat Purnama Tilem (Khusus Umat Hindu) * Wajib Baca Siswa diberi kebebasan untuk memilih sesuai dengan bakat dan minatnya, tidak menutup kemungkinan seorang siswa dapat memilih lebih dari satu kegiatan pengembangan diri.
C. Kegiatan Unggulan Untuk memberikan warna khusus yang membedakan SDN 1 Semarapura Kangin dengan SD lain maka diterapkan berbagai program unggulan :
edisi 16 / th. II / Januari - Februari 2011
nuansa_1.indd 15
Nuansa Sekolah
SDN 1 SEMARAPURA KANGIN
15
2/16/2011 7:55:33 PM
Nuansa Sekolah 1. Pembelajaran Berbasis Tri Hita Karana sekitarnya, juga agar siswa dapat memeƟk nilaiTri Hita Karana adalah mengejawantahan nilai posiƟf dari cerita yang didengarnya. harmonisasi nilai-nilai aspek aktivitas Pembagian rapor dengan mengundang kehidupan berdasarkan pada 3 unsur yaitu orang tua Ɵdak secara bersamaan, orang tua Paryangan (hubungan yang harmonis antara diberi keleluasaan hadir mulai jam 08.00 – marusia dengan Tuhan Yang Maha Esa), 11.00 saat pembagian rapor. Saat hadir di Pawongan (hubungan yang harmonis antara sekolah orang tua langsung menemui guru kelas marusia dengan marusia lain dalam tataran putra/putrinya. Saat itulah terjadi komunikasi kehidupan bermasyarakat); dan Palemahan antara guru dan orang tua tentang kondisi (harmonisasi hubungan antara marusia dengan siswa secara lengkap. Data tentang siswa lingkungannya). diperlihatkan melalui file portofolio siswa, Dalam PBM penerapan aspek-aspek antara komunikasi harmonis tersebut akan melahirkan lain : solusi terbaik untuk pengembangan prestasi a. Paryangan: siswa Pukul 07.20 – 07.25 dilakukan persembahyangan bersama di halaman sekolah yang diikuƟ guru dan siswa sesuai ajaran agama masing – masing, seƟap Purnama – tilem (15 hari sekali) anak anak dan guru yang beragama Hindu ke sekolah berpakaian adat Bali, sedangkan umat lain berpakaian sesuai ajaran agama masing-masing. Hal ini berfungsi untuk membiasakan siswa larut dalam adat budaya, saat tersebut pembelajaran didesain seperti akƟvitas kemasyarakatan. SeƟap akhir tahun pelajaran dilakukan Pesantren Kilat (untuk siswa yang beragama Islam) dan Pesraman Kilat untuk yang beragama Hindu, serta sejenisnya bagi agama lainnya. Pada kegiatan yang lebih meniƟkberatkan pada praktik keagamaan ditanagkan nara sumber dari tokoh-tokoh agama setempat. Mulok pilihan yakni majejahitan yaitu membuat Kasub Sidan bersama Dirjen PMPTK, sesaat setelah pengumuman. berbagai sarana keagamaan, sesuai agama masing - masing sehingga siswa Ɵdak asing dalam akƟvitas keagamaannya. c. Palemahan: Pengembangan diri tari dan tabuh Program “ 1 2 3 to Green School “ yaitu ditekankan pada tari dan tabuh, yang mendukung mewajibkan setiap siswa menanam dan kegiatan adat dan agama. memelihara 1 jenis tumbuhan bebas , setiap b. Pawongan : komite wajib menanam dan memelihara 2 jenis Kotak amal yang diisi secara sukarela tumbuhan langka, dan seƟap guru wajib menanam oleh siswa yang nantinya dimanfaatkan dan memelihara 3 jenis tumbuhan langka. Pada untuk kunjungan sosial kemanusiaan, dengan akhir tahun pelajaran bekerja sama dengan DKLH Pembuatan Kartu Ucapan Selamat seƟap hari- melakukan penghijauan massal di tempat yang hari besar keagamaan. Pengumpulan pakaian tel;ah disepakaƟ bersama. Penerapan lingkungan sekolah yang masih layak pakai pada akhir tahun sebagai sumber belajar, dalam seminggu wajib pelajaran, ini dimaksudkan agar anak-anak Ɵdak melakukan akƟvitas pembelajaran di luar kelas melakukan corat-coret pada pakaiannya, pakaian dan atau di luar sekolah. yang terkumpul disumbangkan ke panƟ asuhan 2. Penerapan Triple Lingual atau pada golongan yang memerlukan. Kegiatan ini dilakukan dengan pola : Arahina Setiap Sabtu dilakukan pembiasaan Mabasa Bali (Sehari berbahasa Bali) seƟap hari mendengarkan Satua Bali (Dongeng-dongeng Rabu, English in Saturday (seƟap Sabtu), dan 4 hari dengan Bahasa Bali), dalam kegiatan ini yang berbahasa Indonesia. KeƟka penerapan Arahina tampil sebagai pencerita bisa guru, bisa siswa Mabasa Bali maka seƟap warga sekolah (guru, berganƟan, atau bisa juga tokoh masyarakat siswa, dan tenaga lainnya) dalam komunikasi di sekitar. Ini dimaksudkan di samping agar terjalin luar proses pembelajaran termasuk dengan tamu hubungan harmonis antara guru dengan guru, wajib menggunakan Bahasa Bali, termasuk saat guru dengan siswa, siswa dengan siswa lain, wajib baca mereka wajib membaca buku yang dan juga antara sekolah dengan masyarakat menggunakan bahasa Bali, sedangkan dalam
16
nuansa_1.indd 16
JENIS KEGIATAN EKSTRA KURIKULER
BENTUK KEGIATAN
INDIKATOR
a
KEWIRAAN
1.
Pramuka
Latihan Rutin Penjelajahan Ringan Perkemahan Mengikuti Even Lomba Pramuka
Siswa mengenal dan menyenangi kegiatan kepramukaan Siswa menerapkan nilai-nilai Dwi Darma Pramuka dalam perilaku kehidupan seharihari Mampu berprestasi dalam bidang lomba kepramukaan
1
2
3
4
2.
Pasuspera (Pasukan Khusus Pengibar Bendera)
Latihan rutin Latihan Intensif Melaksanakan Upacara Bendera pada Hari Senin dan hari besar Nasional Mengikuti Even Lomba
Siswa mengenal dan menyenangi kegiatan pasuspera Siswa menerapkan sikap disiplin dan keteraturan dalam perilaku kehidupan sehari-hari Mampu menjadi petugas upacara di sekolah Mampu berprestasi dalam bidang lomba upacara bendera
3
PMR (Palang Merah Remaja)
1. Latihan Rutin Eksibisi Mengikuti Even Lomba
Siswa mengenal dan menyenangi kegiatan PMR Siswa menerapkan PPPKdan nilai-nilai kemanusiaan dalam perilaku kehidupan seharihari
b
OLAH RAGA
1
Renang
Latihan Rutin Eksibisi Mengikuti Even Lomba
Siswa mengenal dan menyenangi kegiatan renang Mampu berprestasi dalam bidang lomba renang Usia Dini, Porseni,dan kejurda
2
Bulu Tangkis
1. Latihan Rutin Eksibisi Mengikuti Even Lomba
1.Siswa mengenal dan menyenangi kegiatan Bulu Tangkis 2. Mampu berprestasi dalam Kejuaraan (Usia Dini,Kejurda,Porseni)
3.
Tenis Meja
Latihan Rutin Eksibisi (Try Out) Mengikuti Even Lomba
Siswa mengenal dan menyenangi kegiatan Tenis Meja Mampu berprestasi dalam Kejuaraan Tenis Meja
4.
Catur
1.Latihan Rutin 2.Eksibisi 3.Mengikuti Even Lomba
1. Siswa mengenal dan menyenangi kegiatan catur 2. Mampu berprestasi dalam lomba
5
Bridge
1.Latihan Rutin 2.Eksibisi 3.Mengikuti Even Lomba
1. Siswa mengenal dan menyenangi kegiatan bridge 2. Mampu berprestasi dalam lomba
6
Silat
.Latihan Rutin 2.Eksibisi 3.Mengikuti Even Lomba
1. Siswa mengenal dan menyenangi kegiatan olah raga silat sebagai warisan budaya asli Indonesia 2. Mampu berprestasi dalam berbagai even
7
Olah Raga Tradisional
1. Latihan berkala 2. Eksebisi
1. Siswa mengenal dan menyenangi kegiatan olah raga tradisional sebagai bentuk pelestarian budaya 2. Memiliki kecintaan pada olah raga trdisional
c
SENI
1
Seni Tari
Latihan Rutin Eksebisi Mengikuti Lomba
Siswa mengenal dan menyenangi kegiatan seni tari Mampu tampil dalam berbagai pertunjukkan tari berprestasi dalam bidang lomba Seni tari
2
Seni Tabuh
1.Latihan Rutin 2.Eksebisi
1. Siswa mengenal dan menyenangi kegiatan seni tabuh 2. Mampu tampil dalam berbagai pementasan tabuh
proses pembelajaran tetap menggunakan bahasa sesuai karakterisƟk mata pelajaran. Demikian juga saat English in Saturday yang dilaksanakan seƟap
edisi 16 / th. II / Januari - Februari 2011
2/16/2011 7:55:34 PM
4
5
6
7
8
1
2
3
Seni Lukis
Seni Sastra
Seni Musik ( Vokal + Instrumental )
Masatua Bali
Drumband
Pesantian
Dokter Kecil
Kebun dan Kerindangan Sekolah
Kantin Kejujuran
1. Latihan rutin 2. Pameran 3. Mengikuti lomba
1. Siswa mengenal dan menyenangi kegiatan seni lukis 2. Tampil dalam pameran seni lukis 3. Berprestasi dalam lomba lukis
1. Latihan rutin 2. Pementasan drama 3. Menulis puisi,pantun, cernak, dll 4. Mengikuti lomba
1. Siswa mengenal dan menyenangi kegiatan seni sastra 2. Mampu tampil dalam pamentasan 3. Memuat karya sastra di media massa 4. Berprestasi dalam lomba karya sastra
Latihan Rutin Latihan Intensif Eksibisi Mengikuti Even Lomba
Siswa mengenal dan menyenangi kegiatan seni musik dan vokal Mampu tampil mengisi acara di sekolah maupun di luar sekolah Mampu berprestasi dalam bidang lomba seni musik
1. Latihan rutin 2. Tampil bergantian Setiap Sabtu 3. Mengikuti lomba
1. Siswa mengenal dan menyenangi satua Bali 2. Mampu memetik nilainilai yang tersirat dalam satua Bali 3. Berprestasi dalam lomba karya sastra
1. Latihan rutin 2. Tampil dalam even penting tingkat kab.
1. Siswa mengenal dan menyenangi kegiatan seni drumband 2. Mampu tampil dalam pamentasan dan eksebisi tk.kab.
1. Latihan rutin 2. Tampil dl.harihari besar agama Hindu 3. Mengikuti lomba
1. Siswa mengenal dan menyenangi pesantian 2. Mampu tampi; dl.upakara agama 3. Berprestasi dalam lomba
1. Latihan rutin 2. Piket harian di ruang UKS 3. Penanganan PPPK 4. Membuat rujukan ke puskesmas terdekat
1. Siswa dapat mempraktikkan teknisteknis PPPK 2. Mampu memberi contoh cara-cara hidup sehat 3. Dapat memberi pertolongan pada teman yang mengalami musibah
1. Penataan secara rutin 2. Penanman pohon sesuai peruntukan
1. Lingkungan asri dan indah 2. Terdapat berbagai jenis tumbuhan berdasarkan peruntukan ( apotek hidup,dapur hidup,dll) 3. Dapat dimanfaatkan untuk praktik Pembelajaran
* Berbelanja dengan cara melayani sendiri
1. Tersedia makanan yang memiliki nilai kebersihan dan kesehatan 2. Tercipta sikap dan kebiasan hidup sehat dan
Sabtu, wajib melakukan komunikasi dan wajib baca dalam bahasa Inggris, sedangkan di luar jadwal tersebut tetap menggunakan Bahasa Indonesia. Penggunaan Bahasa Bali dimaksudkan agar para siswa Ɵdak merasa asing dalam konteks adat dan budayanya sebab sebagian besar akƟvitas budaya Bali terjabarkan dalam bahasa Bali. Sementara pembiasaan penggunaan bahasa Inggris adalah implementasi dari Bali sebagai daerah tujuan wisata dan sekaligus mempersiapkan siswa dalam komunikasi global. Sedangkan pembiasaan penggunaan bahasa Indonesia, sebagai tuntutan nilai-nilai kebangsaan di tengah-tengah kebhinnekaan. 3. Klinik Cerdas dan Wajib Baca Mengingat belakangan ini muncul persepsi lain tentang BK yang oleh sebagi besar siswa sering dianalogikan sebagai wahana penanganan bagi anak-anak yang melanggar
tata terƟb maka SDN 1 Semarapura Kangin menerapkan Program Klinik Cerdas, sebagai pengganti istilah BK. Pola pelaksanaannya adalah : Pukul 07.00 – 07.20 wita siswa melakukan wajib baca. Bagi siswa yang terjadwal di perpustakaan wajib membaca buku-buku perpustakaan, sedangkan anak lain membaca di halaman sekolah. Khusus bagi anak-anak yang menemukan kesulitan terhadap berbagai SK/KD disiapkan ruang khusus yang disebuit Klinik Cerdas. Di Klinik Cerdas beberapa guru telah menyiapkan diri untuk membimbing siswa secara individual sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. Klinik Cerdas juga dibuka pada jam-jam isƟrahat. 4. Kantin Kejujuran Dalam menumbuhkembangkan siswa melakukan berbagai aktivitas secara jujur maka disiapkan satu program KanƟn Kejujuran. KanƟn Kejujuran yang berlokasi di ruang agama menyiapkan berbagai keperluan dasar siswa seperti : alat tulis, makanan dan minuman ringan, serta tempat penukaran uang. Di tempat ini membang Ɵdak ada yang menunggunya, setiap siswa melakukan transaksi sendiri dan mencatatnya pada buku yang telah disiapkan. Pada akhir pelajaran barulah petugas mencatat data transsaksi dan stok barang yang ada dengan mencocokkan sebelum terjadi transsaksi. Pada awal operasional ini memang ada beberapa barang yang hilang tetap pada bulan kedua dan seterusnya Ɵdak lagi terjadi hal demikian. 5. Pendidikan Karakter Pendidikan karakter sebagai upaya pengembangan diri siswa secara utuh sesuai misi sekolah, tidak diajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri tetapi dikembangkan terintegrasi dengan semua mata pelajaran. Hal ini dimaksudkan agar semua guru memikliki tanggung jawab terhadap pengembangan karakter siswa. 6. Sekaa Pesantian Dalam rangka pengembangkan seni budaya ritual, dibentuk Sekaa Pesantian yaitu Group Seni yang mempelajari lagu-lagu kerohanian seperƟ GinanƟ, Ginada, Sinom, dan sebagainya dengann iringan geguntangan (tetabuhan khusus). 7. Pembelajaran Berbasis IT Minimum seminggu sekali setiap guru wajib melakukan aktivitas pembelajaran berbasis IT yang dilakukan di ruang multi media.Untuk menunjang kegiatan tersebut setiap guru membuat sendiri powerpoint pembelajaran atau meng gunakan CD pembelajaran baik CD yang dibeli maupun CD pembelajaran buatan guru. FASILITAS 1. Ruangan Sebagai pendukung program sekolah, SDN 1 Semarapura Kangin memiliki 10 ruang belajar, rang Kepala Sekolah, ruang guru, ruang UKS, ruang keterampilan, ruang
1
2
e
Kegiatan Ilmiah
1
3
4
Kelompok Ilmian Dasar (KID)
1. Pembinaan rutin 2. Penelitian sederhana 3. Pembuatan laporan penelitian
1. Mampu mengadakan penelitian sederhana 2. Mampu membuat laporan penelitian sesuai dengan struktur laporan ilmiah
2
Tim Olimpiade MIPA
1.Pembinaan rutin 2. Pembentukan Kelas Unggulan MIPA 3. Lomba-lomba MIPA
1. Memiliki kemampuan lebih di bidang MIPA 2. Dapat berprestasi dalam olimpiade MIPA
f
Pembiasaan
1
Trisandya
*. Trisandya / doa bersama ( guru dan murid ) setiap pagi di halaman sekolah dan Trisandya bersama di kelas sebelum pulang
1. Mampu mengucapkan Trisandya/doa dengan lafal yang benar dan khidmat 2. Mampu berlaku sesuai tuntunan agama
2
Matirta Pagi ( khusus Umat Hindu )
* Metirta dan mawija setiap pagi di depan Padmasana sebelum melakukan aktivitas sekolah
Siswa terbiasa melalukan kegiatan-kegiatan positip sesuai tuntunan agama
3
Menyanyikan Lagu Wajib Bersama
*. Menyajikan lagu wajib setiap pagi seusai Trisandya/doa bersama di halaman sekolah dengan lagu yang berbeda dari hari sebelumnya
1. Siswa mengenal dan menghayati isi lagu wajib 2. Mampu menyanyikan lagu wajib secara benar
4
Mengucapkan * Mengucapkan Panganjali/Salam panganjali /salam bila bertemu dengan orang lain
*. Terbiasa mengucapkan panganjali / salam bila bertemu dengan orang lain
5
Upacara Bendera *. Melakukan upacara bendera setiap Senin dan hari-hari Nasional
1. Mampu melakukan upacara bendera secara benar dan khidmat 2. Memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan negara
6
Berpakaian Adat setiap purnama Tilem-Tilem
* Berpakaian adat setiap Purnama dan Tilem ( Khusus bagi umat Hindu )
1. Mampu menggunakan pakaian adat secara benar 2. Mencintai pakaian adat Bali sebagai bagian dari adat dan budaya Bali
7
Wajib Baca
1. Setiap pagi mulai pukul 07.00 semua anak harus sudah melakukan wajib baca di luar kelas ( teras/ halaman sekolah ) 2. Buku yang dibaca buku pokok/penunjang / buku perpustakaan
1. Siswa memiliki kesiapan dalam menerima pelajaran 2. Memiliki kemampuan baca yang memadai sesuai tingkat kelasnya
perpustakaan, ruang agama, Padmasana (tempat persembahyangan Hindu), ruang multimedia, WC, gudang, dan juga tempat parkir. 2. Sarana Penunjang Untuk menunjang Proses Pembelajaran SDN 1 Semarapura Kangin telah memiliki 2 buah TV educaƟon, 2 buah LCD, 2 buah laptop, 7 buah komputer, ikamera digital, 1 alamari KIT IPA, KIT MatemaƟka, CD-CD pembelajaran, dan 2 buah jaringan internet melalui Jardiknas dan Telkomnet. Sedangkan sarana pengembangan diri antara lain seperangkat gong lengkap, seperangkat Adi Merdangga (alat musik kolaborasi tradisional dan modern), seperangkat geguntangan, alat musik keyboard, seperangkat drumband, dan berbagai alat olah raga. I Nyoman Susarjana
edisi 16 / th. II / Januari - Februari 2011
nuansa_1.indd 17
Nuansa Sekolah
3
17
2/16/2011 7:55:35 PM
Nuansa Pendidikan
Universitas Ngurah Rai
Tirtayatra di Pura Goa Lawah KLUNGKUNG – untuk mendekatkan diri kehadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa, Universitas Ngurah Rai melaksanakan Ɵrtayatra ke Pura Goa Lawah yang terletak di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan Klungkung. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Rektor Universitas Ngurah Rai, Drs. Nyoman Sura Aditanaya, M.Si beserta seluruh dosen dari berbagai fakultas. Kegiatan tersebuit berlangsung sangat khidmat yang diikuƟ dari Fakultas Hukum 43 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PoliƟk 23 orang dan Fakultas Ekonomi 29 orang. Dalam sambutannya Rektor Universitas Ngurah Rai, Drs. Nyoman Sura Aditanaya, M.Si mengatakan, tirtayatra bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa, supaya selalu mendapatkan keselamatan kepada kita semua.
Untuk itu pihaknya mengajak seluruh dosen, mahasiswa maupun staf Universitas Ngurah Rai supaya selalu mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Hal ini juga untuk mengucapkan rasa fuji dan syukur kepada Ida Sasuhunan yang berstana di Pura Goa Lawah, karena berkat tuntunan dan lindungan beliau pihaknya selama menjabat sebagai Rektor Universitas Ngurah Rai bisa melaksanakan tugas dengan baik. D a l a m ke s e m p ata n te rs e b u t j u ga menyerahkan serƟfikat kepada siswa berprestasi yakni Mardawa dari Fakultas Hukum dan Sugiana dari Fakultas Hukum Universitas Ngurah Rai, dan jas almamater Universitas Ngurah Rai. “Kedepan kegiatan Ɵrtayatra akan terus dilakukan, hal ini sangat penƟng karena kita semua sebagai mahkluk ciptaannya harus selalu minta perlindungan
kepadanya, supaya diberikan keselamatan saat kita bertugas maupun dirumah,” pungkas Rektor Universitas Ngurah Rai, Sura Aditanaya, M.Si yang murah senyum ini. Sementara menurut Dosen Luar Biasa Universitas Ngurah Rai, Drs. I Dewa Made Subrata, SH., M.Pd kepada Nuansa Dewata mengatakan, kegiatan Ɵrtayatra semacam ini sangat penƟng dilakukan karena, sebagai umat beragama harus selalu ingat dan mengucapkan puji syukurnya kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa. “Dalam kegiatan ini sekaligus mengajak seluruh mahasiswa yang hadir untuk berdoa, supaya pulau Bali ayang terkenal dengan sebutan pulau seribu pura terbebas dari bencana, dan selalu mendapatkan lindungan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” pungkas Drs. IDM Subrata, SH., M.Pd. udn/sus
Lulusan SMK Farmasi Saraswati Siap Kerja DENPASAR - Penyiapan tenaga handal di bidang farmasi dari tahun ke tahun dilakukan SMK Farmasi SaraswaƟ 3 Denpasar, hal tersebut terbukƟ dengan Ɵngginya permintaan dari perusahaan di bidang farmasi yang mencari tenaga kerja dari sekolah tersebut. SeƟdaknya 75% lulusannya berhasil terserap perusahaan farmasi yang ada di Denpasar. Kepala sekolah SMK Farmasi SaraswaƟ 3 Denpasar, I Gede Made Suradnyana, S.Si., Apt mengatakan, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan Rumah Sakit dan ApoƟk yang ada di Denpasar, seƟap tahun ada permintaan tenaga kerja dari Rumah Sakit maupun ApoƟk bagi lulusan sekolah kami. Kalau dipenuhi mungkin jumlahnya bisa 100%, tetapi semua kembali lagi kepada minat siswa apakah mereka merespon atau Ɵdak. Namun rata - rata, tambah Suradnyana, siswa lebih memilih melanjutkan studi keƟmbang masuk lebih awal ke dunia kerja. Meski
18
nuansa_1.indd 18
sesuai dengan PP 51 tahun 2009, lulusan SMK sudah memenuhi standar untuk masuk ke dunia kerja. “Dalam PP itu disebutkan tenaga kefarmasian secara umum terdiri 2 macam, lulusan farmasi Ɵngkat menengah dan diploma atau S1. Tapi kalau pilihan siswa melanjutkan sekolah lagi, ya apa boleh buat. Yang pasƟ tawaran kerja di dunia farmasi selalu ada seƟap tahun,” kata Suradnyana, S.Si., Apt. Berdiri sejak tahun 1969, SMK Farmasi SarswaƟ 3 Denpasar kini telah memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Disitu terdapat laboratorium yang cukup lengkap, mesin cetak tablet dan kedepan fasilitas tersebut akan ditambah dengan mesin alat uji waktu hancur tablet. “Untuk meningkatkan kompetensi siswa kami akan mengadakan mesin - mesin baru sebagai sarana praktek. SeƟap tahun siswa kami juga melakukan praktek kerja lapangan di sejumlah rumah sakit dan apoƟk,” terang Suradnyana, S.Si., Apt. don
edisi 16 / th. II / Januari - Februari 2011
2/16/2011 7:55:35 PM
GIANYAR – RSKM Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Blahbatuh Gianyar, mengupayakan peningkatan iman dan budi pekerti siswa yang telah baik, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat, hal tersebut merupakan implementasi dari konsep Tri Kaya Parisudha atau 3 aspek kebaikan yang meliputi berpikir, berkata dan berbuat yang baik. Yang merupakan basis pendidikan dasar untuk mencapai prestasi dan mencetak tenaga siap kerja bagi siswa, yang tidak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Degradasi moral dan budaya yang menghantui para generasi harus dan segera diatasi salah satunya dengan pendidikan sejak dini di sekolah, hal tersebut diungkapkan Kepala Sekolah SMAN 1 Blahbatuh, Drs. I Made Sudama, MM., M.Pd kepada wartawan Nuansa Dewata. Drs. I Made Sudama, MM., M.Pd selain sebagai Kepala Sekolah SMAN 1 Blahbatuh juga sebagai Ketua MKKS (Musyawarah Kerja kepala Sekolah), SMA Negeri dan Swasta, saat ini sebagai Ketua MKKS sedang dimandattugaskan untuk melaksanakan tugas, mengumpulkan data siswa dari RTM (Rumah Tangga Miskin) yang terkait dalam program beasiswa anak miskin secara penuh, oleh Disdikpora Provinsi Bali melaui anggaran APBN Pusat yang dioptimalkan. Prestasi terakhir yang berhasil diraih RSKM SMAN 1 Blahbatuh adalah juara III Publick health Cup yang diselenggarakan oleh UNUD, juara III Akutansi yang diselenggrakan oleh Undiksa, juara III Hypocrates Coir Competition Bali atau lomba paduan suara, juara Harapan yang diselenggarakan Undiksa Economy Competition Bali. don
Disdikpora siapkan Mental UN Siswa DENPASAR – Dalam Upaya persiapan mental siswa dan upaya peningkatkan prestasi Ujian Nasional (UN) tahun 2011 yang akan datang, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga akan melakukan pemantapan UN yang akan diselenggarakan seluruh SMA yang diselenggarakan pada 31 Januari 2011sampai 5 Februari 2011, SMK pada 31 Januari 2 Februari 2011, SMP pada 7 - 10 Februari 2011 dengan 4 mata pelajaran, SD pada 16 sampai 18 Februari 2011. Pola yang diterapkan mengacu kepada pola pelaksanaan UN tahun lalu, namun ada sedikit perubahan dimana tahun lalu menggunakan paket soal. Tahun depan akan menggunakan empat paket soal, yang dimaksud dengan 4 paket soal adalah antara siswa yang duduk sejajar, materi teks atau soal dari tempat duduk 1 sampai 4 beda nomor soal, jadi hal tersebut bertujuan agar para siswa yang ikut UN benar - benar mendapatkan nilai secara riil tanpa kerjasama. Materi Soal pemantapan UN tersebut disiapkan oleh Tim Provinsi, dengan berpedoman pada kisi - kisi materi soal UN
sebelumnya ditambah dengan materi soal hasil dari kajian pakar pendidik, salah satunya dari Undiksa yang telah berpengalaman dan pernah ikut dalam tim pembuat soal UN. Pada intinya tujuan dari pelaksanaan pemantapan UN tersebut adalah untuk mempersiapkan mental siswa – siswi kita dalam menghadapi UN yang sebenarnya, disamping itu kabupaten juga akan mengadakan pemantapan, termasuk juga sekolah – sekolah secara intern akan melakukan pemantapan dengan maksud dan tujuan yang sama, hal tersebut diungkapkan Kadisdikpora Provinsi Bali, yang saat itu masih dijabat I Wayan Suasta. don
Standar Minimal Pendidikan Dasar MANGUPURA – Sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 15 tahun 2010, tentang pelayanan minimal pendidikan dasar di Kabupaten atau Kota, didalam pelaksanaannya untuk menjamin tercapainya mutu pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah, perlu menetapkan standar pelayanan minimal pendidikan dasar. Kabid Pendidikan Disdikpora Kabupaten Badung, I Made Mandi, S.Pd didampingi Kasi Pendataan, I Made Anom Santiana, S.Sos mengatakan, sosialisasi SPM dilaksanakan dalam rangka upaya pencapaian mutu pendidikan, yang harus diawali dengan standar pelayanan minimal terhadap pendidikan kepada seluruh masyarakat, merupakan implementasi dari pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan atau SNP. Lebih lanjut I Made Mandi, S.Pd menyatakan, intinya dalam upaya pencapaian standar mutu khususnya sekolah, dasar yang diupayakan untuk dipenuhi terdiri dari beberapa unsur standar antara lain standar guru dan jumlah guru yang diperlukan seperti standar gedung, standar sapras atau sarana prasarana, standar jumlah siswa dalam satu lokal kelas, dan juga standar jarak sekolah terutama SD minimal jaraknya 3 km. Pencapaian standar tersebut mengacu kepada upaya pemerintah daerah dalam upaya mencapai standar - standar tersebut, dalam pelaksanaannya merupakan kewenangan antara pemerintah daerah dengan pemerintah usat secara bersinergi. Pihaknya akan mengupayakan untuk memenuhi standar standar tersebut sebagai langkah awal untuk mencapai standar mutu, apabila standar tersebut belum terpenuhi maka mutu pendidikan akan jauh, khusus untuk jumlah guru di Kabupaten Badung sudah sesuai dengan standar, namun penyebarannya kurang merata. Infestasi Pendidikan adalah Infestasi untuk bangsa kedepan, secara serius Kabupaten Badung terus mengupayakan peningkatan mutu pendidikan untuk menjadi lebih baik, sebagai pemegang predikat penghasil PAD tertinggi nasional, Kabupaten Badung mempunyai peluang besar untuk meningkatkan kwalitas dan kwantitas pendidikan untuk maju menjadi yang terbaik. don
Kunjungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Pemprov Bali ke Dinkes Kota Surabaya SURABAYA – Berbagai permasalahan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), serta program pencegahan penyakit tersebut yang ada di Surabaya rupanya menarik perhatian Pemerintah Provinsi Bali untuk belajar dan bertukar ilmu dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Hal ini terlihat saat 14 anggota Badan Pendidikan dan PelaƟhan Kepemimpinan (Diklatpim) IV Pemprov Bali, mengunjungi kantor Dinas Kesehatan Kota Surabaya beberapa waktu yang lalu. Dalam kunjungan tersebut, rombongan diterima oleh Kepala Seksi Pendidikan dan PelaƟhan Dinkes Kota Surabaya Hariyanto, SKM serta Staff Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kota Surabaya, Misgiono. Dalam paparannya, Misgiono mengatakan bahwa permasalahan kasus DBD yang terjadi dan program pemberantasan dan pencegahannya sebenarnya telah ada sejak tahun 1968 silam. “Sebenarnya mulai tahun itu sampai sekarang pencegahan pemberantasan sarang nyamuk ya itu itu saja, Ɵnggal bagaimana kita lebih ke arah merubah perilaku masyarakat itu sendiri,” tukas Misgiono. Nah, meski cara pencegahan yang cenderung sama, tetapi kasus DBD dari tahun ke tahun selalu saja ada, bahkan semakin meningkat. Selain karena faktor alam yang turut menyumbang peranan, kesadaran masyarakat yang masih rendah dan juga keberadaan jenƟk nyamuk yang Ɵdak terdeteksi menjadi salah satu faktor masih tingginya angka DBD. Misgiono mengemukakan kepada peserta Diklatpim, berbagai kendala kerap menyertai saat Dinkes Kota Surabaya menjalankan Pemberantasan Sarang Nyamuk di kota pahlawan ini. Salah satunya adalah banyaknya rumah tak berpenghuni di Surabaya yang menjadi lokasi nyaman buat nyamuk bertelur. “Percuma saja rumah disekitar bersih dan bebas jenƟk, tetapi ada satu dua rumah kosong yang menjadi sarang nyamuk. Ini karena radius nyamuk terbang hingga 100 meter di sekitarnya. Berbagai cara untuk mengatasi penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini, dilakukan oleh Dinkes Kota Surabaya. Salah satunya adalah dengan menerbitkan Kartu Siswa Pemantau JenƟk bagi siswa sekolah dasar di seluruh Surabaya. Misgiono menambahkan, kartu ini berguna untuk arsip siswa memantau jenƟk nyamuk di rumahnya dengan ditandatangani oleh orang tua masing-masing sebagai bukƟ bahwa siswa yang bersangkutan telah melaksanakan tugasnya. Misgiono berujar, mindset yang kurang benar itu hendaknya dirubah meski sedikit demi sedikit. “Memang saat ini jika terjadi kasus DBD di suatu wilayah, kita melakukan pencegahan dengan fogging. Tetapi yang paling utama adalah menjaga kebersihan lingkungan masing-masing dengan perilaku yang bersih dan sehat,” ujar Misgiono. Sementara itu, Ketua Kelompok Diklatpim IV Pemprov Bali, Gede Bagus Dwipayana kagum atas inovasi yang telah dilakukan oleh Dinkes Kota Surabaya, terutama dengan adanya kartu siswa pemantau jenƟk tersebut. Ke depannya, Pemprov Bali akan menerapkan hal yang sama dengan tujuan untuk merubah perilaku masyarakat menuju hidup sehat yang dimulai sejak usia dini. sus/net
edisi 16 / th. II / Januari - Februari 2011
nuansa_1.indd 19
Nuansa Pendidikan
Konsep SMAN 1 Blahbatuh Trikaya Parisudha
19
2/16/2011 7:55:36 PM
Nuansa Pendidikan SMP 4 Denpasar Raih Adi Wiyata DENPASAR - Perjuangan SMP Negeri 4 Denpasar meraih prestasi sekolah Adi Wiyata terbayar sudah. Selama belasan tahun menyiapkan situasi sekolah yang hijau nan asri akhirnya bertepatan dengan Hari Guru 25 November lalu sekolah yang terletak di jalan Gunung Agung Denpasar itu, menunjukkan hasil kerja kerasnya. Drs. I Wayan Dhania, M.Pd kepala sekolah mengatakan, penghargaan final itu akan diteruskan dengan menjaga dan meningkatkan kondisi sekolah agar tetap hijau lestari. Drs. I Wayan Dhania, M.Pd akan diteruskan dengan menjaga dan meningkatkan kondisi sekolah agar tetap hijau lestari. “Kami sudah mendapatkan empat kali
penghargaan Ɵngkat nasional dan Ɵga kali dari provinsi Bali, dan sekarang penghargaan puncak berhasil kita raih,” terang Dhania. Dari awal menyiapkan sekolah hijau berwawasan lingkungan, warga sekolah tersebut memberikan prioritas 50% dari lahan untuk dijadikan penghijauan. Mereka menanam beragam jenis tanaman dan pohon mulai dari tanaman produksi, tanaman obat, tanaman hias, hingga tanaman bunga pendukung upacara keagamaan umat Hindu Bali. Kerindangan itu pun terasa begitu memasuki halaman sekolah, beragam tanaman tertata dengan rapi dan terurus baik. Dhania menambahkan, untuk membuat suasana menjadi hijau bukan hal yang sulit
SMAN 1 Tampaksiring Canangkan Sejuta Biopori TA M PA K S I R I N G , G I A N YA R - Dengan letak geografis di daerah keƟnggian, SMA Negeri 1 Tampaksiring berupaya menjadikan lingkungannya menyatu dengan alam. Salah satu upaya yang dicanangkan terkait program itu adalah, pembuatan sejuta biopori di lingkungan sekolah. Kepala sekolah SMA Negeri 1 Tampaksiring, Drs. I Gusti made Puja Armaya, MM., M.Pd mengatakan, kegiatan seperƟ itu sudah diawali sejak sekolahnya masuk dalam nominasi calon Adiwiyata pada 2008. Pada tahun yang sama, SMAN 1 Tampaksiring didaulat sebagai pemenang pertama dalam perlombaan Perindangan Ɵngkat Provinsi Bali. “Dari calon itu kita berusaha mempertahankan dan mengembangkan berbagai kegiatan dan sarana prasana untuk menuju jenjang adiwiyata yang lebih Ɵnggi dengan diberikan waktu selama Ɵga tahun sampai menjadi Adiwiyata Mandiri,” terang Made Puja Armaya. Pembuatan lobang resapan atau biopori itu salah satu tujuannya sebagai upaya pelestarian air. Ditambahkan, satu lobang resapan diharapkan mampu menampung sekurangnya satu kubik air. Dengan upaya seperti itu akan memberikan banyak wawasan kepada anak didik dan warga di lingkungan sekolah dalam menjaga potensi sumber daya alam berupa air yang ada. Pembuatan biopori sendiri caranya sangat sederhana. Siswa di sekolah itu bersama-sama membuat lobang berdiameter 20 cm-50 cm dengan dalam sekurangnya 50 cm, kemudian di dalam lobang dmasukkan sampah-sampah organik
20
nuansa_1.indd 20
yang akan terurai dengan sendirinya jika sudah bercampur tanah. “Dari sampahsampah organik yang sudah terurai itu air hujan akan ditampung dan meresap ke dalam tanah. Sejak tahun 2009 hingga sekarang kami sudah membuat 80 lobang biopori, jumlah itu akan kita Ɵngkatkan lagi sampai tercapai jumlah satu juta lobang resapan,” kata Made Puja Armaya. Disamping itu, sekolah juga mengajak masyarakat untuk melakukan hal yang sama dengan membuat lobang resapan di halaman rumah mereka masing-masing. Setidaknya, satu lobang biopori dalam satu rumah, cukup berarƟ untuk menjaga kestabilan lingkungan. don
dilakukan, tapi untuk mengurus agar tetap hijau harus dibutuhkan pengorbanan. “Untuk merawat semua tanaman yang ada di sekolah kami melibatkan seluruh warga sekolah, terutama siswa. Biasanya di penghujung pekan, atau seƟap hari Sabtu seluruh siswa membersihkan sekolah dan merawat pepohonan yang mereka tanam,” jelasnya. Dengan begitu, Dhania berharap siswa akan termoƟvasi untuk melestarikan lingkungan bukan hanya di Ɵngkat sekolah saja melainkan juga di luar sekolah. “Kami sangat mendukung provinsi Bali menjadi green province. Harapan saya, dengan pengetahuan yang didapat siswa di sekolah bisa diterapkan diluar sekolah demi lestarinya lingkungan,” terang Dhania. don/mra
Wujudkan SDM Cerdas dan Peka di HUT Ke 25 DENPASAR - Memasuki HUT ke-25, SMP PGRI Denpasar terpanggil untuk melakukan kegiatan dalam upaya menyelaraskan dengan program pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan bermutu berlandaskan pola hidup yang bersih dan hijau. Konsep itu sekaligus menjadi tema dalam ulang tahunnya yang ke-25. Berbagai kegiatan diawali dengan jalan santai, bakti penghijauan, bakti sosial, kerja bakƟ kebersihan di lingkungan sekolah dan perlombaan akademik mewarnai acara haul yang diperingaƟ secara sederhana itu. Kepala sekolah, I Nengah Sukama, S.Pd., MM mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat dan keluarga siswa. “Dalam kegiatan bakƟ sosial kami mengunjungi panti jompo dan menyumbangkan satu set komputer ke Ɵga sekolah dasar yang siswanya menduduki ranking Ɵga besar yang masuk ke SMP PGRI 1 Denpasar tahun ini,” kata Sukama. Kegiatan lomba non akademis juga mewarnai acara perayaan hari ulang tahun itu, diantaranya jenis lomba sepeda lambat, lomba ketangkasan memasukkan paku ke dalam botol, lomba vokal dan lomba nyuun jun (menjinjing gentong). Selain itu juga ada agenda workshop penyusunan perangkat pembelajaran guna meningkatkan profesionalisme guru. Dijelaskan Sukama, maksud daru kegiatan itu adalah untuk mewujudkan siswa, guru dan pegawai SMP PGRI 1 Denpasar menjadi sumber daya manusia yang bukan hanya cerdas semata tapi juga sehat jasmani dan rohani. Yang terpenƟng lagi, sumber daya manusia yang ada di sekolah itu juga memiliki rasa kepekaan sosial yang Ɵnggi dan mencintai lingkungan. don/mra
edisi 16 / th. II / Januari - Februari 2011
2/16/2011 7:55:37 PM
Artikel Inovasi Pendidikan INOVASI sebagai suatu ide, gagasan, prakƟk, obyek atau benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. Oleh sebab itu, inovasi pada dasarnya merupakan pemikiran cemerlang yang bercirikan hal baru ataupun berupa prakƟk - prakƟk tertentu, ataupun berupa produk dari suatu hasil olah pikir dan olah teknologi yang diterapkan melalui tahapan tertentu yang diyakini dan dimaksudkan untuk memecahkan persoalan yang Ɵmbul dan memperbaiki suatu keadaan tertentu ataupun proses tertentu yang terjadi di masyarakat. Sayangnya, inovasi pendidikan umumnya merupakan suatu gerakan yang bersifat top down dalam arƟ, inisiaƟf dalam melakukan inovasi selalu datang dari pihak pemerintah. Misalnya, untuk memecahkan persoalan - persoalan yang dihadapi, telah banyak dilontarkan model - model inovasi pendidikan dalam berbagai bidang antara lain usaha pemerataan pendidikan, peningkatan mutu, peningkatan efisiensi dan efekƟfitas pendidikan, dan relevansi pendidikan. Kesemuanya dimaksudkan agar difusi inovasi yang dilakukan bisa diadopsi, dan dimanfaatkan untuk perbaikan dan pemecahan persoalan pendidikan di Indonesia. Beberapa contoh inovasi antara lain program belajar jarak jauh, manajemen berbasis sekolah, pengajaran kelas rangkap, pembelajaran konstektual, pembelajaran akƟf, kreaƟf, efekƟf, dan menyenangkan. Dalam bidang pendidikan, banyak usaha yang dilakukan untuk kegiatan yang sifatnya pembaruan atau inovasi pendidikan. Inovasi yang terjadi dalam bidang pendidikan tersebut, antara lain dalam hal manajemen pendidikan, metodologi pengajaran, media, sumber belajar, pelaƟhan guru, implementasi kurikulum. Ciri - ciri inovasi pendidikan dapat dikenal dengan beberapa idenƟfikasi, namun menurut ashby 1967 ada empat hal yaitu keƟka masyarakat atau orang tua mulai sibuk dengan peran keluar sehingga
Oleh : Anak Agung Gede Dharma Putra Pemimpin Umum Nuansa Dewata tugas pendidikan anak sebagian digeser dari orang tua, dan pindah ke guru atau dari rumah ke sekolah. Terjadi adopsi kata yang ditulis ke instruksi lisan, adanya penemuan alat untuk keperluan percetakan yang mengakibatkan ketersediaan buku lebih luas, adanya alat elektronik yang bermacam - macam seperƟ radio, telepon, TV, computer, LCD proyektor, perekan internet, LAN. Jadi keempat hal tersebut telah menimbulkan banyak masalah, untuk itulah kelima teknologi yang dibahas pada poin sebelumnya sangat membantu untuk solusi pemecahan. Perubahan pendidikan yang dinginkan sekolah sesuai visi dan misinya tentunya sangat tergantung pada lima teknologi tersebut yaitu sistem berfikir, sistem desain, ilmu pengetahuan yang berkualitas, manajemen. Saat ini, sekolah negeri maupun swasta mulai berusaha keras untuk mengatur kembali sistem pendidikan mereka. Banyak program yang ditawarkan pada masyarakat, baik itu jurusan maupun status sekolah yaitu SSN, unggul, model, internasional, akselerasi dan sarana prasarananya. Yang jelas, perubahan sekolah untuk menghadapi dunia global harus disiapkan dari unsur SDM yang berkualitas, sehingga mampu berfikir membuat desain pendidikan, mempunyai kiat manajemen yang baik dan Ɵdak gagap terhadap pendidikan. Jadi, dapat dikatakan bahwa antara inovasi pendidikan dengan teknologi pendidikan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Inovasi merupakan obyek dan teknologi pendidikan merupakan subyeknya, dalam inovasi pendidikan butuh SDM dan peralatan yang menunjang, sebaliknya SDM dan alat Ɵdak akan berfungsi tanpa digunakan untuk tujuan yang pasƟ dan bermanfaat dimasa datang. ***
Pendidikan Masyarakat
Oleh : Suwardi Wartawan Nuansa Dewata PENDIDIKAN masyarakat adalah suatu gagasan berupa konsep, hasil penelitian dan penerapan pengembangan di masyarakat. Fungsinya adalah untuk membimbing, dan meningkatkan pola pikir masyarakat terhadap semua perkembangan dunia yang sedang terjadi saat ini. Dulu, ada sebuah program pemerintah yang banyak diikuti oleh masyarakat, karena programnya yang menyenangkan dan bisa memberikan pendidikan secara gratis kepada mereka. Disebut dengan Kelompencapir, atau Kelompok
Pendengar Pembaca dan Pirsawan. Karena dulu media pendidikan untuk masyarakat hanya ada satu stasiun televisi saja, maka hampir semua golongan masyarakat menengah ke bawah sering menyaksikan acara ini di TV, program ini termasuk dalam satu program pendidikan masyarakat. Pendidikan masyarakat ini dalam kegiatannya membahas, mengenai berbagai macam isu yang hadir di masyarakat. Mereka yang tergabung dalam program ini akan berdiskusi, berbagi pengalaman membaca buku ataupun sekedar membicarakan isu hangat yang sedang banyak dibicarakan oleh masyarakat, tentunya semua hal yang mereka bicarakan itu bermanfaat dan bukan sekedar gossip belaka. Manfaatnya bagi masyarakat golongan menengah ke bawah adalah, mereka menjadi semakin tinggi tingkat kesadarannya akan berbagai macam hal penting yang terjadi di masyarakat kita. Pola pikirnya menjadi berubah dan semakin terbuka dengan berbagai perubahan dunia. Dengan arti lain,
wawasan mereka semakin luas dengan adanya program ini. Semua kegiatan yang dijadwalkan dalam pendidikan masyarakat ini disesuaikan dengan kemampuan ekonomi mereka, ada yang bertanam sayuran dan bumbu dapur, ada yang beternak ikan dan ayam atau kambing. Kegiatan keterampilan khuss untuk wanita seperti menjahit, berkreasi dengan barang bekas, hingga membuat menu sederhana namun penuhi gizi dengan menggunakan bahan - bahan masakan yang berasal dari halaman belakang mereka. Tidak diperlukan banyak biaya untuk melaksanakan program ini dan semunya itu penuh manfaat bagi kehidupan mereka. Pendidikan masyarakat ketika itu saya kira mempunyai nilai yang cukup tinggi, mereka lebih memiliki tenggang rasa dengan warga yang masih kekurangan. Mereka saling menolong tanpa ada rasa iri atau suudzon, begitu juga dengan kegiatan seputar olah raga dan PKK, semua kegiatan itu bersifat positif dan menjadi ajang pembinaan yang efektif. Ada sekolah khusus untuk para
orang tua yang buta huruf, mereka sangat menikmati program ini dan berusaha untuk membuka wawasan pikirannya, lebih luas lagi sehingga kesenjangan dengan mereka yang mengenyam pendidikan di sekolah semakin kecil. Pendidikan masyarakat yang memberikan banyak manfaat dan kegunaan bagi kehidupan masyarakat kelas bawah. Jenis - jenis kegiatan yang hampir sama dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat misalnya, sosialisasi pemberian ASI pada bayi, program imunisasi rutin untuk semua balita, senam bersama, kegiatan belajar bagi masyarakat buta huruf, program Jumat bersih, siskamling. Semakin hari semua program ini semakin sulit ditemukan di masyarakat, jika program ini bermanfaat dan berguna bagi pendidikan masyarakat, akan lebih baik jika kita menggalakkan kembali semua program pemberdayaan masyarakat tersebut. Dengan demikian pendidikan masyarakat akan semakin meningkat, dan hasilnya tentu akan dinikmati oleh semua kalangan di negara ini.
edisi 16 / th. II / Januari - Februari 2011
nuansa_1.indd 21
21
2/16/2011 7:55:37 PM
Artikel Pendidikan PENDIDIKAN sebuah bangsa Ɵdak terlepas dari masa lalu sebuah bangsa. Indonesia yang memiliki sejarah panjang pembentukan sebuah negara yang berproses dari masa kerajaan yang terpecah - pecah, masa penjajahan Belanda, masa penjajahan Jepang, dan masa Kemerdekaan. Masa yang dialami bangsa ini, juga dialami oleh bidang pendidikan, terutama pendidikan guru. Oleh : Pendidikan Guru merupakan I Nyoman Susarjana Redaktur Pelaksana pendidikan yang disengaja untuk Nuansa Dewata membentuk guru yang profesional, dalam kerangka menbangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Periode Utama Pendidikan ini di Indonesia antara lain Masa Penjajahan Belanda, Masa Sistem Segregasi Pendidikan Guru. Masa Penjajahan Jepang, Masa Sistem yang Egaliter. Masa Kemerdekaan, Masa Sistem Pembaharuan Pendidikan yang Khas Indonesia. Selintas Pendidikan Guru H. A R Tilaar, 50 tahun Pengembangan Pendidikan Nasional 1945 - 1995, pendidikan ini cenderung mengalami generalisasi, dari pendidikan yang khusus ditujukan kepada siapa saja yang berkeinginan menjadi guru, menjadi model pendidikan yang umum. Adapun pendidikan ini dibagi menjadi beberapa periodisasi, diantaranya adalah sebagai berikut Periode 1945 – 1949, Periode Rehabilitasi Sistem Pendidikan Guru. Terjadi pada tahun 1945 – 1949, pemerintah melakukan langkah - langkah untuk memulihkan pendidikan guru. Periode 1950 – 1965, Periode Ekspansi Sistem Pendidikan Guru. Penambahan sekolah guru, baik dari Ɵngkat kursus, yaitu Kursus Pengantar untuk Pengajar Kewajiban Belajar (KPKPKB). Pendidikan guru jenjang pendidikan Ɵnggi seperƟ PTPG, atau InsƟtut Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Periode 1969 - 1984 Periode Modernisasi Pendidikan Guru Terjadi pemutakhiran dengan cara, memperkenalkan metode metode pembelajaran terbaru. Memperkenalkan perlengakapan tekonologi pembelajaran baru. Periode 1984 – 1988, Periode Ambivalensi Lembaga Pendidikan Guru. Ambivalensi muncul karena adanya keinginan untuk mencapai status yang setara dengan universitas yaitu, perguruan Ɵnggi yang oleh masyarakat dipandang paling bergengsi. Ada diksriminasi di tingkat DEPDIKNAS, bahwa lembaga IKIP Ɵdak diperkenankan untuk membuat laboratorim keilmuan dan atau melarang mahasiswa mengikuƟ kompeƟsi keilmuan. SeperƟ mengikuƟ Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), mahasiswa IKIP hanya boleh ikut kompeƟsi bidang pendidikan. Hal ini menjadikan para pengelola IKIP berkeinginan, mengubah ke lembagaanya menjadi universitas. Periode ini terjadi tahun 1989-sekarang, dan muncul 3 persoalan kriƟs yaitu, disyahkannya Undang – Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Terjadinya reformasi poliƟk, dari sentralisasi ke desentralisasi. Mulainya konversi status kelembagaan dari IKIP menjadi Universitas. Mulainya konversi status kelembagaan dari IKIP menjadi Universitas, semua IKIP menjadi Universitas baik berbentuk Universitas Pendidikan seperƟ UPI, Universitas Negeri seperƟ UNJ, UNY, UNNES, UNESA, Universitas Negeri Malang, UNIMED, dan lain - lain. Konsekuensinya membuat konsep kompetensi mengajar menjadi makin kabur dan ruwet.
22
nuansa_1.indd 22
Peranan Pendidikan Bagi Anak Usia Dini PERANAN pendidikan adalah suatu peranan yang menentukan kualitas pendidikan seorang anak di usia dini, begitu juga dengan pengaruhnya pada pembentukan karakter dan perkembangan kepribadian seorang anak. Di usia awal dasar - dasar kepribadian anak mulai terlihat dan kita sebagai orang terdekat, harus dapat mengarahkan ke jalur yang tepat. Karena pada masa kecil anak anak sering mendapatkan gambaran kepribadian yang berbeda dari lingkungan yang ada di sekitarnya, sehingga kita harus berhati - hati berperan dalam Oleh : pembentukan kepribadian anak itu. Pande Ketut Juliasih Peranan pendidikan bagi anak usia dini merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. Kepribadian anak akan terbentuk juga di sekolah karena mereka mendapatkan sebuah lingkungan sosial yang baru. Lingkungan utama yang berperan dalam pendidikan seorang anak tentu datang dari keluarga inƟ yaitu ayah, ibu serta adik dan kakaknya, lingkungan ini merupakan lingkungan yang paling bertanggung jawab dalam mendidik seorang anak. Peranan pendidikan yang diberikan orang tua seharusnya memberikan dasar bagi pendidikan anak itu sendiri, proses sosialisasi dan kehidupannya di masyarakat. Dikatakan demikian karena sejak kelahirannya, anak berada pada lingkungan keluarga dan di bawah asuhan orangtuanya. Peranan pendidikan di usia dini Ɵdak hanya untuk memberikan banyak pengalaman belajar seperƟ, yang terjadi pada orang dewasa namun, lebih condong pada mengopƟmalkan perkembangan kualitas kecerdasannya. Pendidikan ini mencakup seluruh proses sƟmulasi psikososial, Ɵdak terbatas pada pembelajaran yang berada dalam kelas atau di sekolah. Pendidikan yang penuh pemahaman, pengembangan dan kesempatan seluas - luasnya diberikan pada anak untuk menunjukan potensi dirinya sendiri. Meskipun cara yang ditunjukkan Ɵdak seumum orang dewasa namun, itu adalah tugas kita sebagai orang tua untuk memberikan pengarahan yang jelas pada si anak. Peranan pendidikan bagi anak usia ini harus lebih diperƟmbangkan untuk membuat suatu program yang terencana dan sistemaƟs, karena pada masa seperƟ sekarang ini anak sebisa mungkin dihindarkan dari suatu pengaruh yang akan membuatnya salah arah. Dengan demikian anak akan akan terdidik lebih cerdas, dan lebih mengembangkan potensi dirinya sehingga dia akan menjadi seorang anak yang berpikir posiƟf dan berpikiran terbuka. Karena itu kita harus lebih memperhaƟkan masalah paradigma pendidikan, yang Ɵdak mengabaikan aspek pertumbuhan dan perkembangan usia dini serta, menekankan aspek moral yang lebih dalam. Dengan begitu si anak akan tumbuh menjadi anak yang lebih berarƟ bagi keluarga, masyarakat dan bangsanya. * Penulis adalah, Pemerhati Sosial dan Anak Bali
edisi 16 / th. II / Januari - Februari 2011
2/16/2011 7:55:38 PM
DINAMIKA sosial kelimpungan dalam menata dan kebudayaan itu, kembali tatanan sosial, politik tidak terkecuali melanda dan kebudayaan dewasa ini. masyarakat Indonesia, Pe n e ra p a n t e k n o l o g i walaupun luas spektrum dan maju untuk mempercepat kecepatannya berbeda - beda. pebangunan nasional selama 32 Demikian pula masyarakat tahun yang lalu, telah menuntut dan kebudayaan Indonesia pengembangan perangkat nilai pernah berkembang dengan budaya, norma sosial disamping pesatnya di masa lampau, ketrampilan dan keahlian tenaga walaupun perkembangannya kerja dengan sikap mental yang dewasa ini agak tertinggal mendukungnya. Penerapan Oleh : apabila dibandingkan dengan teknologi maju yang mahal Drs. Bogi Subiyanto perkembangan di negeri Wartawan Nuansa Dewata biayanya itu, memerlukan maju lainnya. Betapapun, penanaman modal yang besar masyarakat dan kebudayaan Indonesia yang (intensive capital investment). Modal yang beranekaragam itu Ɵdak pernah mengalami besar itu harus dikelola secara professional kemandegan sebagai perwujudan tanggapan (management), agar dapat mendatangkan akƟf masyarakat, terhadap tantangan yang keuntungan materi seoptimal mungkin. Ɵmbul akibat perubahan lingkungan dalam Karena itu juga memerlukan tenaga kerja arƟ luas maupun perganƟan generasi. yang berketrampilan dan professional, dengan Ada sejumlah kekuatan yang mendorong orientasi senanƟasa mengejar keberhasilan terjadinya perkembangan sosial budaya (achievement orientation). masyarakat Indonesia, secara kategorikal Tanpa disadari, kenyataan tersebut, ada dua kekuatan yang mmicu perubahan telah memacu perkembangan tatanan sosial, pertama adalah kekuatan dari dalam sosial di segenap sector kehidupan yang masyarakat sendiri (internal factor), seperƟ pada gilirannya, telah menimbulkan perganƟan generasi dan berbagai penemuan berbagai reaksi pro dan kontra di kalangan dan rekayasa setempat. Kedua, adalah masyarakat. Dalam proses perkembangan kekuatan dari luar masyarakat (external sosial budaya itu, biasanya hanya mereka factor), seperti pengaruh kontak - kontak yang mempunyai berbagai keunggulan sosial antar budaya (culture contact) secara langsung politik, ekonomi dan teknologi yang akan maupun persebaran (unsur) kebudayaan, keluar sebagai pemenang dalam persaingan serta perubahan lingkungan hidup yang pada bebas. Akibatnya mereka yang Ɵdak siap akan gilirannya dapat memacu perkembangan tergusur, dan semakin terpuruk hidupnya, sosial dan kebudayaan masyarakat yang harus dan memperlebar serta memperdalam menata kembali kehidupan mereka. kesenjangan sosial yang pada gilirannya dapat Betapapun cepat atau lambatnya menimbulkan kecemburuan sosial, yang perkembangan sosial budaya yang melanda, memperbesar potensi konflik sosial dalam dan factor apapun penyebabnya, setiap masyarakat majemuk dengan mulƟkulturnya. perubahan yang terjadi akan menimbulkan Penerapan teknologi maju yang mahal reaksi pro dan kontra terhadap masyarakat biayanya cenderung bersifat exploitative atau bangsa yang bersangkutan. Besar dan expansif dalam pelaksanaannya, untuk kecilnya reaksi pro dan kontra itu, dapat mengejar keuntungan materi seoptimal mengancam kemapanan dan bahkan dapat mungkin, mesin - mesin berat yang mahal pula menimbulkan disintegrasi sosial, harganya dan biaya perawatannya, mendorong terutama dalam masyarakat majemuk dengan pengusaha untuk menggunakannya secara mulƟkultur seperƟ Indonesia. intensif tanpa mengenal waktu. Pembabatan hutan secara besar - besaran tanpa mengenal Perkembangan Sosial waktu siang dan malam, demikian juga Dan Kebudayaan Dewasa mesin pabrik harus bekerja terus menerus Masyarakat Indonesia dewasa ini sedang dan mengolah bahan mentah menjadi mengalami masa pancaroba yang amat dahsyat, barang jadi yang siap di lempar ke pasar. sebagai akibat tuntutan reformasi secara Pemenuhan bahan mentah yang diperlukan menyeluruh. Sedangkan tuntutan reformasi telah menimbulkan tekanan pada lingkungan, itu berpangkal pada kegiatan pembangunan yang pada gilirannya mengancam kehidupan nasional, yang menerapkan teknologi maju penduduk yang dilahirkan, dibesarkan dan untuk mempercepat pelaksanaannya. Di lain mengembangkan kehidupan di lingkungan pihak, tanpa disadari, penerapan teknologi yang di exsplotasi secara besar - besaran. maju itu menuntut acuan nilai - nilai budaya, Di samping itu penerapan teknologi maju norma - norma sosial dan orientasi baru. juga cenderung Ɵdak mengenal batas lingkungan Tidaklah mengherankan apabila masyarakat geografik, sosial dan kebudayaan maupun poliƟk. Indonesia yang majemuk, dengan multi Di mana ada sumber daya alam yang diperlukan kulturalnya itu seolah - olah mengalami untuk memperlancar kegiatan industri yang
ditopang dengan peralatan modern, kesana pula mesin - mesin modern didatangkan, dan digunakan tanpa memperhatikan kearifan lingkungan (ecological wisdom) penduduk setempat. Ketimpangan sosial budaya antar penduduk pedesaan dan perkotaan ini, pada gilirannya juga menjadi salah satu pemicu perkembangan norma - norma sosial dan nilai - nilai budaya, yang befungsi sebagai pedoman dan kerangka acuan penduduk pedesaan yang harus mampu memperluas jaringan sosial secara menguntungkan. Apa yang seringkali dilupakan orang adalah lumpuhnya pranata sosial lama, sehingga penduduk seolah – olah kehilangan pedoman dalam melakukan kegiatan. Kalaupun pranata sosial itu masih ada, namun tidak berfungsi lagi dalam menata kehidupan pendudduk sehari - hari. Seolah - olah terjadi kelumpuhan sosial seperti kasus lumpur panas Sidoarjo, pembalakan liar oleh orang kota, penyitaan kayu tebangan tanpa alasan hukum yang jelas, penguasaan lahan oleh mereka yang Ɵdak berhak. Kelumpuhan sosial itu telah menimbulkan konflik sosial yang berkepanjangan, dan berlanjut dengan pertikaian yang disertai kekerasan ataupun amuk. Peraturan dan Perundang – Undangan Sejumlah peraturan dan perundang - undangan diterbitkan pemerintah untuk melindungi hak dan kewajiban segenap warganegara, seperti UU Perkawinan monogamous, pengakuan HAM dan pengakuan kesetaraan gender serta pengukuhan “personal, individual ownership” atas kekayaan keluarga mulai berlaku dan mempengaruhi sikap mental penduduk dengan segala akibatnya. Kekuatan perubahan yang sangat kuat, akan tetapi Ɵdak disadari oleh kebanyakan orang adalah pendidikan. Walaupun pendidikan di manapun merupakan lembaga sosial, yang terutama berfungsi untuk mempersiapkan anggotanya menjadi warga yang terampil dan bertanggung jawab, dengan penanaman dan pengukuhan norma sosial dan nilai - nilai budaya yang berlaku, namun akibat sampingannya adalah membuka cakrawala dan keinginan tahu peserta didik. Oleh karena itulah pendidikan dapat menjadi kekuatan perubahan sosial yang amat besar, karena menumbuhkan kreaƟvitas peserta didik untuk mengembangkan pembaharuan (innovation). Disamping kreaƟvitas inovaƟf yang membekali peserta didik, keberhasilan pendidikan mengantar seseorang untuk meniti jenjang kerja membuka peluang bagi mobilitas sosial yang bersangkutan. Pada gilirannya mobilitas sosial untuk mempengaruhi pola - pola interaksi sosial, atau struktur sosial yang berlaku, prinsip senioritas Ɵdak terbatas pada usia, melainkan juga senioritas pendidikan dan jabatan yang diberlakukan dalam menata hubungan sosial dalam masyarakat.
edisi 16 / th. II / Januari - Februari 2011
nuansa_1.indd 23
Artikel
Masyarakat dan Kebudayaan Indonesia
23
2/16/2011 7:55:39 PM
Seni
&
Budaya
Hindu AGAMA Hindu dalam Bahasa Sanskerta berarƟ Sanatana Dharma ”Kebenaran Abadi” dan Vaidika Dharma ”Pengetahuan Kebenaran” adalah, sebuah agama yang berasal dari anak benua India. Agama Hindu merupakan lanjutan dari agama Veda (Brahmanisme), yang merupakan kepercayaan bangsa Indo - Iran (Arya). Agama ini diperkirakan muncul antara tahun 3102 SM sampai 1300 SM, dan merupakan agama tertua di dunia yang masih bertahan hingga kini. Agama Hindu merupakan agama ketiga terbesar di dunia, setelah oleh agama Kristen dan Islam dengan I NYOMAN SUADA jumlah umat sebanyak hampir 1 Dewan Kehormatan PWII Bali milyar jiwa. Penganut agama Hindu sebagian besar terdapat di anak benua India, di sini terdapat sekitar 90% penganut agama ini. Agama ini pernah tersebar di Asia Tenggara sampai kira - kira abad ke-15, lebih tepatnya pada masa keruntuhan Majapahit, mulai saat itu agama Hindu diganƟkan oleh agama Islam dan juga Kristen. Pada masa sekarang, mayoritas pemeluk agama Hindu di Indonesia adalah masyarakat Bali, selain itu juga yang tersebar di pulau Jawa, Lombok, Kalimantan (Suku Dayak Kaharingan), Sulawesi (Toraja dan Bugis Sidrap). Dalam bahasa Persia, kata Hindu berakar dari kata Sindhu (Bahasa Sanskerta) dalam Reg Veda, bangsa Arya menyebut wilayah mereka sebagai Sapta Sindhu (wilayah dengan tujuh sungai di barat daya anak benua India, yang salah satu sungai tersebut bernama sungai Indus). Hal ini mendekaƟ dengan kata Hapta Hendu yang termuat dalam Zend Avesta (Vendidad: Fargard 1.18), sastra suci dari kaum Zoroaster di Iran. Pada awalnya kata Hindu merujuk pada masyarakat yang hidup di wilayah sungai Sindhu. Hindu seringkali dianggap sebagai agama yang beraliran politeisme karena memuja banyak Dewa, namun Ɵdaklah sepenuhnya demikian jadi dalam agama Hindu, Dewa bukanlah Tuhan tersendiri. Menurut umat Hindu, Tuhan itu Maha Esa Ɵada duanya dalam salah satu ajaran filsafat Hindu, Adwaita Wedanta menegaskan bahwa hanya ada satu kekuatan dan menjadi sumber dari segala yang ada (Brahman), yang memanifestasikan diri-Nya kepada manusia dalam beragam bentuk. Dalam Agama Hindu ada lima keyakinan dan kepercayaan yang disebut dengan Panca Sradha, Panca Sradha merupakan keyakinan dasar umat Hindu, kelima keyakinan tersebut yakni : Widhi Tattwa - percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan segala aspeknya; Atma Tattwa - percaya dengan adanya jiwa dalam seƟap makhluk; Karmaphala Tattwa - percaya dengan adanya hukum sebab akibat dalam seƟap perbuatan; Punarbhava Tattwa - percaya dengan adanya proses kelahiran kembali (reinkarnasi); Moksa Tattwa - percaya bahwa kebahagiaan terƟnggi merupakan tujuan akhir manusia. Omkara merupakan aksara suci bagi umat Hindu yang melambangkan ”Brahman” atau ”Tuhan Sang Pencipta”. Widhi TaƩwa merupakan konsep kepercayaan terdapat Tuhan yang Maha Esa dalam pandangan Hinduisme, Agama Hindu yang berlandaskan Dharma menekankan ajarannya kepada umatnya agar meyakini dan mengakui keberadaan Tuhan yang Maha Esa. Dalam filsafat Adwaita Wedanta dan dalam kitab Weda, Tuhan diyakini hanya satu namun orang bijaksana menyebutnya dengan berbagai nama. Dalam agama Hindu, Tuhan disebut Brahman, filsafat tersebut Ɵdak mengakui bahwa dewa - dewi merupakan Tuhan tersendiri atau makhluk
24
nuansa_1.indd 24
yang menyaingi derajat Tuhan. Atma taƩwa merupakan kepercayaan bahwa terdapat jiwa dalam seƟap makhluk hidup. Dalam ajaran Hinduisme, jiwa yang terdapat dalam makhluk hidup merupakan percikan yang berasal dari Tuhan dan disebut Atman. Jivatma bersifat abadi, namun karena terpengaruh oleh badan manusia yang bersifat maya, maka Jiwatma Ɵdak mengetahui asalnya yang sesungguhnya keadaan itu disebut Awidya. Hal tersebut mengakibatkan Jiwatma mengalami proses reinkarnasi berulang – ulang, namun proses reinkarnasi tersebut dapat diakhiri apabila Jivatma mencapai moksa. Agama Hindu mengenal hukum sebab akibat yang disebut Karmaphala (karma = perbuatan; phala = buah atau hasil) yang menjadi salah satu keyakinan dasar. Dalam ajaran Karmaphala, seƟap perbuatan manusia pasƟ membuahkan hasil, baik atau buruk. Ajaran Karma Phala sangat erat kaitannya dengan keyakinan tentang reinkarnasi, karena dalam ajaran Karma Phala, keadaan manusia (baik suka maupun duka) yang disebabkan karena hasil perbuatan manusia itu sendiri, baik yang ia lakukan pada saat ia menjalani hidup maupun apa yang ia lakukan pada saat ia menjalani kehidupan sebelumnya. Dalam ajaran tersebut, bisa dikatakan manusia menentukan nasib yang akan ia jalani sementara, Tuhan Yang Maha Esa yang menentukan kapan hasilnya diberikan (baik semasa hidup maupun setelah reinkarnasi). Punarbhawa merupakan keyakinan bahwa, manusia mengalami reinkarnasi dalam ajaran Punarbhawa, reinkarnasi terjadi karena jiwa harus menanggung hasil perbuatan pada kehidupannya yang terdahulu. Apabila manusia Ɵdak sempat menikmaƟ hasil perbuatannya seumur hidup, maka mereka diberi kesempatan untuk menikmaƟnya pada kehidupan selanjutnya. Maka dari itu, munculah proses reinkarnasi yang bertujuan agar jiwa dapat menikmaƟ hasil perbuatannya (baik atau buruk) yang belum sempat dinikmaƟ, proses reinkarnasi diakhiri apabila seseorang mencapai kesadaran terƟnggi (moksa). Dalam keyakinan umat Hindu, Moksa merupakan suatu keadaan dimana jiwa merasa sangat tenang dan menikmaƟ kebahagiaan yang sesungguhnya, karena tidak terikat lagi oleh berbagai macam nafsu maupun benda material. Pada saat mencapai keadaan Moksa, jiwa terlepas dari siklus reinkarnasi sehingga jiwa Ɵdak bisa lagi menikmaƟ suka - duka di dunia. Oleh karena itu, Moksa menjadi tujuan akhir yang ingin dicapai oleh umat Hindu. Salah satu bentuk penerapan monoteisme Hindu di Indonesia adalah konsep Padmasana, sebuah tempat sembahyang Hindu untuk memuja Brahman atau ”Tuhan Sang Penguasa”. Agama Hindu merupakan agama tertua di dunia dan rentang sejarahnya yang panjang menunjukkan bahwa, agama Hindu telah melewaƟ segala paham ketuhanan yang pernah ada di dunia. Menurut peneliƟan yang dilakukan oleh para sarjana, dalam tubuh Agama Hindu terdapat beberapa konsep ketuhanan, antara lain henoteisme, panteisme, monisme, monoteisme, politeisme, dan bahkan ateisme. Konsep ketuhanan yang paling banyak dipakai adalah monoteisme (terutama dalam Weda, Agama Hindu Dharma dan Adwaita Wedanta), sedangkan konsep lainnya (ateisme, panteisme, henoteisme, monisme, politeisme) kurang diketahui. Sebenarnya konsep ketuhanan yang jamak Ɵdak diakui oleh umat Hindu pada umumnya karena berdasarkan, pengamatan para sarjana yang meneliƟ agama Hindu Ɵdak secara menyeluruh. Dalam agama Hindu pada umumnya, konsep yang dipakai adalah monoteisme, konsep tersebut dikenal sebagai filsafat Adwaita Wedanta yang berarƟ ”tidak ada duanya”. Selayaknya konsep ketuhanan dalam agama monoteisƟk lainnya, Adwaita Wedanta menganggap bahwa Tuhan merupakan pusat segala kehidupan di alam semesta, dan dalam agama Hindu, Tuhan dikenal dengan sebutan Brahman. Dalam keyakinan umat Hindu, Brahman merupakan sesuatu yang Ɵdak berawal namun juga Ɵdak berakhir. Brahman merupakan pencipta sekaligus pelebur alam semesta, Brahman berada di mana - mana dan mengisi seluruh alam semesta. Brahman merupakan asal mula dari segala sesuatu yang ada di dunia. Segala sesuatu yang ada di alam semesta tunduk kepada Brahman tanpa kecuali. Dalam konsep tersebut, posisi para dewa disetarakan dengan malaikat dan enggan untuk dipuja sebagai Tuhan tersendiri, melainkan dipuji atas jasa - jasanya sebagai perantara Tuhan kepada umatnya.
edisi 16 / th. II / Januari - Februari 2011
2/16/2011 7:55:39 PM
Seni &
Budaya
Oleh : Ni Ketut Suriasih
SIWARATRI arƟnya malam Siwa, malam adalah lambang kegelapan hati. Setiap bulan menurut perhitungan tahun Chandra ada malam tergelap yang disebut Tilem atau bulan maƟ, seƟap tahun ada dua belas kali malam tergelap atau Tilem. Di antara dua belas malam tergelap itu yang paling gelap adalah malam Tilem Kapitu, sesungguhnya seƟap hari Tilem umat semesƟnya melakukan Brata Siwaratri. Selanjutnya seƟap tahun, saat Tilem Sasih Kapitu sebagai Tilem tergelap melakukan Brata Maha Siwaratri. Dewa Siwa dalam kitab - kitab Purana adalah manifestasi Tuhan dalam fungsinya menuntun umat manusia, untuk menguasai Guna Thamas, memuja Tuhan sebagai Dewa Siwa bukan berarti memuja Guna Thamas. Justru Dewa Siwa sebagai manifestasi Tuhan yang dapat memberikan kekuatan, untuk menguasai Guna Thamas bagi umat manusia yang memuja-Nya. Guna Thamas itu adalah, guna yang dapat menimbulkan kegelapan haƟ nurani. Namun, kalau Guna Thamas itu dapat dikuasai dengan menguatkan Guna SaƩwam dan Guna Rajas, orang pun akan mencapai sorga. Demikian dinyatakan dalam WrehaspaƟ TaƩwa, kalau Guna SaƩwam dan Guna Rajas yang kuat dalam diri seseorang maka orang yang demikian itulah yang disebut orang yang Jagra. Jagra artinya kesadaran rohani, kesadaran rohani ini sebagai tujuan utama orang memuja Batara Siwa saat merayakan Siwaratri maupun Maha Siwaratri. Dengan kuatnya kesadaran rohani itu orang pun akan dapat menghindar dari perbuatan dosa kesadaran rohani, itu adalah suatu puncak dari upaya yoga membangunkan kekuatan
Siwatman dalam diri seseorang. Bagaimana caranya membangunkan kekuatan Siwatman dalam diri? Hal itulah yang dinyatakan dalam Wrehaspati Tattwa pada kutipan di atas, merayakan Siwaratri itu sesungguhnya membangun kekuatan Omkarasabda yang bersemayam dalam diri. Kalau upaya melakukan Brata Siwaratri seperƟ Jagra, Upawasa dan Mona, maka Omkarasabda yang bersemayam dalam haƟ itu akan dapat menyepikan suara hawa nafsu. Terkuasainya ’’suara wisaya’’ atau suaranya hawa nafsu itu sebagai ciri Batara Siwa telah meresap di Bhuwana Alit, untuk mencapai keadaan seperƟ itu dengan melakukan yoga. Yoga menurut kitab Yoga Sutra Patanjali adalah mengendalikan citra atau pikiran dalam alam pikiran (Yogascitta rtti nirodah), demikian dinyatakan dalam Yoga Sutra. Perayaan Siwaratri hendaknya menghindari perayaan yang bersifat formal dengan hanya melek semalam suntuk secara fisik, tetapi membiarkan rohaninya dikotori dengan ngelantur ke mana - mana ditarik oleh gaya hidup hedonisƟs. Demikian juga melakukan Upawasa, dalam kitab Purana artinya kembali suci. Upawasa Ɵdak sama dengan kelaparan, Upawasa maksudnya jangan makan makanan yang tak didapat berdasarkan Dharma, Upawasa saat melakukan Siwaratri untuk menempa diri agar jangan mencari makan sembarangan. SeperƟ dengan korupsi, berbohong, melalui cara yang Ɵdak adil merugikan orang lain, mencari makan dengan menghalalkan segala cara akan dapat merugikan orang lain, bahkan negara dan mengotori jiwa sendiri. Penulis adalah, Anggota FKPM Kabupaten Gianyar.
edisi 16 / th. II / Januari - Februari 2011
nuansa_1.indd 25
25
2/16/2011 7:55:40 PM
Ragam Veteran dan Mantan Pejuang Peringati 49 Tahun Trikora DENPASAR - Peringatan 49 tahun operasi pembebasan Irian Barat atau dikenal dengan Trikora dilakukan Fosko 45, YPPN Bali dan Rohkaseg, dengan mengundang sejumlah veteran dan tokoh masyarakat yang ada di Bali. Suryanto Ramelan, Ketua Fosko 45 Bali mengatakan, diadakannya kegiatan itu dalam rangka meningkatkan dan membangun moralitas generasi muda untuk mau menghargai jasa para pahlawan. “Ini merupakan gerakan moral untuk membangun negeri ini. Perjuangan Trikora sangat relevan dengan perkembangan jaman sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat akan rasa nasionalisme,” kata Suryanto Ramelan di Hotel Inna Bali, Denpasar. Ditambahkan, pada peringatan setengah abad Trikora tahun depan, Fosko 45 akan menerbitkan buku yang berisi tentang kilas balik 50 tahun perjuangan Trikora dalam merebut Papua Barat ke Pangkuan Ibu PerƟwi. “Dalam peringatan setengah abad nanƟ kami akan melakukan pengibaran sejuta bendera di seluruh Bali dan mengadakan rekonsoliasi lintas profesi dan fungsi dalam kerangka kerukunan,” kata Suryanto Ramelan. Acara yang dilakukan secara sederhana itu sekaligus dijadikan temu kangen antar veteran dan mantan pejuang. arf
1.032 Kasus Kriminal di Denpasar Belum Tuntas DENPASAR - Sebanyak 1.032 kasus dari 2.054 kejahatan yang terjadi di wilayah Polresta Denpasar selama 2010 belum terungkap. Kabid Humas Polda Bali, Kombes. Pol. Drs. I Gede Sugianyar Dwi Putra, SH., M.Si dalam evaluasi akhir tahun mengatakan, dari 2.054 kasus itu baru 1.022 atau sekitar 49,76 persen yang dapat diselesaikan dan diajukan ke pengadilan. ”Untuk utang kasus yang jumlahnya cukup banyak itu, sisanya hingga akhir tahun dipasƟkan Ɵdak dapat diselesaikan,” katanya didampingi Direktur Intelkam Kombes. Pol. I Ketut Argawa, Direktur Lantas Polda Bali, Kombes. Pol. Drs. Syauqie Ahmad, Direktur Narkoba Polda Bali, Kombes. Pol. Mulyadi, dan Kapolresta Denpasar, Kombes. Pol. Drs. Suryambodo Asmoro. Kasus - kasus yang Ɵdak terungkap itu, seperƟ pencurian dengan pemberatan, pencurian kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, penganiayaan berat, pembunuhan di Jalan Wahidin, serta perampokan di SPBU Jimbaran. Di Polda Bali, katanya, selama 2010 terjadi 5.367 kasus dan 3.233 diantaranya dapat diselesaikan. Sementara terkait narkoba, Kombes. Pol. Mulyadi mengatakan dibandingkan dengan 2009, pada 2010 ini kasus peredaran narkoba di Bali mengalami peningkatan. Untuk itu pihaknya meningkatkan pengawasan di sejumlah lokasi masuk ke Bali, seperƟ bandara dan pelabuhan. Selain itu pihaknya juga akan melaƟh anjing-anjing yang ada di Bea Cukai karena selama ini hanya bisa mengendus jumlah narkoba dengan jumlah sedikit. ”Kalau jumlah narkobanya banyak, anjing itu Ɵdak bisa mengendus. Maka kami akan lakukan pelaƟhan lagi untuk anjing-anjing tersebut,” ucapnya. Kombes. Mulyadi menjelaskan, selama 2010 pihaknya mengamankan narkoba jenis ganja 630 gram, heroin 2,5 kilogram, hasis 5,9 gram, kokain 5,6 gram, sabu-sabu 10 kilo dan ektasi 8.352 buƟr. Minuman tuak yang juga diamankan sebanyak 14 ribu liter dan minuman beralkohol berbagai merek sebanyak 9.000 ribu botol. swd
26
nuansa_1.indd 26
PEMBERIAN piagam penghargaan para para veteran dan mantan pejuang.
Malam Pergantian Tahun Baru Denpasar Berasap DENPASAR - Meski sempat diguyur hujan deras, suasana perganƟan tahun 2010 ke tahun 2011 di sekitar Kota Denpasar berlangsung semarak dengan didominasi bunyi petasan dan terangnya luncuran kembang api menggantikan tiupan terompet. Bunyi petasan begitu semarak saling bersahut-sahutan bersamaan dengan luncuran kembang api yang membuat sebagian langit Pulau Dewata tampak terang sejak belasan menit sebelum memasuki pukul 00.00, Sabtu dini hari. PrakƟs seluruh Kota Denpasar pada malam perganƟan tahun terlihat sungguh berasap. Kesemarakan bunyi petasan dan terangnya luncuran kembang api Ɵdak hanya muncul bertubi – tubi dari kawasan pusat pesta rakyat di Lapangan Puputan Renon dan Lapangan Puputan Badung, tetapi terlihat hampir dari seluruh penjuru. Kesemarakan bunyi petasan dan luncuran kembang api yang hingga mampu membuat sebagian langit Pulau Dewata terlihat terang itu berlangsung hampir satu jam saat memasuki hari Sabtu, 01 Januari 2011. Sementara bunyi terompet tahun baru yang biasanya semarak, kali ini jarang terdengar. Kalaupun ada, suaranya terkalahkan oleh bunyi petasan yang hingga terdengar bagai gemuruh geluduk yang Ɵada henƟ. Hingga memasuki 1 Januari, bunyi ledakan kembang api masih terdengar meski intensitasnya hanya sesekali. arf
2011 Lelang Pemerintah Gunakan Perpres 54 Tahun 2010 DENPASAR - Per 1 Januari 2011, proses pengadaan barang dan jasa pemerintah Ɵdak lagi menggunakan pedoman Keppres No 80 Tahun 2003. Aturan baru berupa Perpres No. 54 tahun 2010 tentang pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah akan mengganƟkan aturan lama tersebut. Kepala satuan kerja (Satker) PK PAM Bali, Ida Bagus Lanang mengatakan, secara prinsip pelaksanaan proses lelang hampir sama, namun pada aturan baru Perpres No 54 ada pembaharuan yang bersifat mendasar. “Sebelumnya kami sudah sosialisasikan termasuk kepada rekanan,” singkatnya. Dikatakan, perubahan besar pada Perpres No. 54 tahun 2010 melipuƟ, adanya standar dokumen pengadaan yang merupakan bagian dari Perpres, pembagian tugas yang lebih jelas antara PA/KPA, PPK, dan ULP, ketentuan baru tentang hibah luar negeri, perubahan nama Jasa Pemborongan menjadi Pekerjaan Konstruksi, penghapusan pengumuman di surat kabar, dan penetapan pemenang bukan lagi oleh PPK melainkan dilakukan oleh ULP. bgs
edisi 16 / th. II / Januari - Februari 2011
2/16/2011 7:55:41 PM
KOPPAS SRINADI Klungkung
PT. PLN (Persero) Distribusi Bali Area Bali Timur Rayon Klungkung
Jalan Mahoni Semarapura Kelod Telpon / Fax : 0366 - 22705
Mengucapkan Selamat
Mengucapkan Selamat
Atas terbitnya kembali MAJALAH
Atas terbitnya kembali MAJALAH
Semoga Bisa Menjadi Majalah Pemandu Pendidikan, Karir dan Prestasi
Semoga Bisa Menjadi Majalah Pemandu Pendidikan, Karir dan Prestasi
Manager I Made Sukarya
Manajer ttd I Nyoman Suwirta, S.Pd., MM
Widhi Motor Servis Resmi Honda Kepuasan Pelanggan
Tujuan Kami Alamat / Bengkel : Jalan Sakura, Abianbase Pekandelan, Gianyar – Bali Telpon : 0361 – 952124, 085 238 465393 E-mail : widhimotor@yahoo.com
nuansa_1.indd 27
2/16/2011 7:55:41 PM
ke KOPERASI
MELAYANI DENGAN HATI n Simpan Pinjam dan Perumahan n Penjualan Grosir dan Kanvas n Penjualan Eceran/ Swalayan n Percetakan dan Konveksi nToko Swalayan dan Bangunan
Tanpa disadari beragam transaksi dan pelayanan telah terhubung oleh Koppas Srinadi Profesional, Jujur dan Pelayanan Prima menghubungkan kita dengn ribuan nasabah melalui transaksi pada unit-unit usaha.
BERSAMA KAMI BANGKITKAN EKONOMI KERAKYATAN
KOPPAS SRINADI BH: No.29/BH/PAD KWK.22/III/96
Klungkung
Jl. Mahoni Semarapura Kelod Telp/Fax: (366) 22705 www.beritador.com
nuansa_1.indd 28
2/16/2011 7:55:43 PM