! " # $ % &' ( ) #* +
,* -. ' " / 0 12. 3 . 0 0 4 15 3 6 3 3 &7 8 9 : &
: & 9 & & 77
# #,
$ " -; 2
nya Selengkap an 8 m la Baca Ha
K12-I.15-13
balitravel_80_indonesia.indd 1
4/22/2014 2:37:09 AM
2
SEPUTAR BALI
No. 80 25 April - 10 Mei 2014
Sediakan Ruang Meeting Berkapasitas 1000 Orang HOTEL bintang empat diperbatasan wilayah Kota Denpasar dan Badung ini menyediakan ruang pertemuan berkapasitas 100 orang. “Ini merupakan proyek yang luar biasa karena satu-satunya hotel dikawasan sunset road dan kuta yang memiliki mee ng room dengan kapasitas 1000 orang nan nya,” jelas Ayu Widiastu , Human Resources Manager Harris Hotel & Residences Sunset Road Kuta, Selasa (8/4) saat menerima kunjungan m akreditasi Tri Hita Karana Award. Bali Travel Newspaper kembali mengunjungi salah satu peserta THK Awards yaitu Harris Hotel & Residences Sunset Road Kuta pada hari Selasa (8/4). Bali Travel Newspaper yang diwakili oleh Bapak Made Yudha didampingi
salah satu wartawannya diterima langsung oleh Kehadiran m dari Yayasan THK dan Bali Travel Newspaper diterima General Manager Hengky Tambayong, didampingi Director of Sales Robin Rivai, Ayu Widiastu dan Shelli Moniaga selaku Sales Secretary. Pada kesempatan tersebut manjemen Harris memaparkan kembangan hotel dan residen tersebut. Sebagai pemegang Gold Awards THK Awards 2013, manajemen hotel diharapkan tetap menjaga keharmonisan penerapan konsep THK. Made Yudha dari Yayasan Tri Hita Karana mengingatkan manajemen hotel dak meninggalkan kaidah budaya Bali dalam perkembangan bisnisnya. BTNewspaper/AriekPW
Sosialisasi THK Awards di Harris Hotel Riverview Kuta
YAYASAN Tri Hita Karana Bali kembali memberikan sosialisasi program Tri Hita Karana Tourism Awards & Accredita on 2014. Kali ini, yayasan diwakili Made Yudha, selaku pengurus Yayasan didampingi DR. Ketut Sumadi, selaku Assesor THK Bidang Parhyangan member sosialisasi di hotel Harris Hotel
Riverview Kuta. Rombongan yayasan diterima langsung oleh General Manager Harris Hotel Riverview Kuta, Ibu Lae a Delvart Sugandi didampingi Ibu SI Nurhidaya selaku Marke ng Communica on serta beberapa anggota Management dan Staf. Sebagaimana biasa, sosialisasi membahas mengenai tata cara dan aturan untuk mengiku program THK Awards 2014 mengingat Harris Hotel Riverview Kuta kini memiliki Tim THK yang baru. Tim baru ini diharapkan lebih solid, sehingga mencapai hasil yang maksimal yaitu Gold Awards pada tahun 2014. BTNewspaper/AriekPW
Sosialisasi THK Awards Villa Lumbung SENIN (7/4), Yayasan Tri Hita Karana Bali memberikan materi sosialisasi THK Awards kepada Hotel Villa Lumbung, Kerobokan, Kuta. Yayasan THK Bali menampilkan Made Yudha selaku Bendahara dan DR. Ketut Sumadi selaku Assesor Parhyangan untuk memberikan berbagai informasi tentang THK Awards. Sosialisasi di hotel tersebut diiku langsung oleh Nyoman Diantara selaku General Manager Hotel Villa Lumbung didampingi beberapa staf management hotel. DR. Ketut Sumadi mengatakan: “Hotel ini penuh dengan nuansa spiritual dan itu baik bagi kelancaran bisnis yang ada di hotel ini disamping keharmonisan dengan seluruh management, staf dan pegawai di Hotel Villa
Lumbung”. “Ke depannya Hotel Villa Lumbung yang kini memiliki management baru berharap kegiatan ini sekaligus untuk menjaga kebudayaan dan keharmonisan Bali dengan cara menerapkan konsep Tri Hita Karana,” kata Nyoman Diantara saat sosialisasi. “Kami siap bersaing dengan hotel di kawasan Pe tenget, baik itu dalam hal pariwisata yaitu mendatangkan banyak tamu yang menginap ataupun bersaing dalam memperebutkan Gold Awards kategori Hotel di samping tetap mengedepankan pelestarian nilai-nilai kebudayaan Bali dan ikut menjaganya,” lanjut Pak Nyoman, nama akrabnya. BTNewspaper/ AriekPW
K12-V.31-13
K6-II.63-14
balitravel_80_indonesia.indd 2
4/22/2014 2:37:11 AM
SEPUTAR BALI
No. 80 25 April - 10 Mei 2014
3
Bali Nusa Dua Hotel & Convention: Hotel ke 10 Milik Dyandra PT DYANDRA Media Internasional, Tbk melalui salah satu anak perusahaannya yang bergerak di bidang property conven on & exhibi on centre, PT Nusa Dua Indonesia Minggu (13/4) meresmikan hotel bintang 5, Bali Nusa Dua Hotel & ConvenƟon (BNDHC) di kawasan Nusa Dua, Bali. BNDHC merupakan infrastruktur pendukung dari Bali Nusa Dua Conven on Center (BNDCC) yang berdiri di atas lahan seluas 70.000m2 yang mencakup luas bangunan BNDCC I (25.000m2), BNDCC II (16.000m2) dan BNDHC (9.000m2). Meski baru diresmikan, berbagai event berskala internasional telah dihelat di BNDCC pada 2013 seper APEC, WTO, Bali Democracy Forum dan Miss World. “Rampungnya pembangunan BNDHC ini melengkapi property yang dimiliki Dhyandra
di kuartal I tahun 2014. Tahun ini kami berhasil merampungkan 3 proyek hotel yaitu Hotel Amaris Pancoran, Hotel San ka Cikarang dan Bali Nusa Dua Hotel & Conven on. Hotel lainnya yang tahun ini akan rampung juga adalah Hotel San ka Kelapa Gading,” jelas Danny Budiarto selaku Direktur Operasional dari PT Dyandra Media Internasional, Tbk. Bali Nusa Dua Hotel & Coven on memiliki total 96 kamar (terdiri dari 18 suite room, 45 pool view rooms, 30 deluxe room, 48 premier room), internasional restaurant, lobby lounge swimming pool, spa, fitness center, wifi internet access dan pariking area. Tidak hanya itu saja BNDHC juga menawarkan pelayanan diantaranya butler service, free shu le service to local shops, dan in-room spa treatment. BTNewspaper/PR
ABI Gathering at Adora Bali PERTEMUAN bulanan Asosiasi Bartender Indonesia (ABI) kali ini menyajikan hal yang special, seper temuan racikan minuman baru dan tampilan jagling oleh para bartender. Gathering yang dihadiri para bartender-bartender prefesional Sabtu (5/4) lalu itu berlangsung di Adora Bali. Gathering se ap bulan ini merupakan ajang silahturahmi sesama profesi bartender anggota ABI. Sebagai organisasi profesi ABI didirikan 22 Desember 2012, sehingga pertemuan bulanan ini membahas program ABI terdekat yaitu membentuk DPC –DPC di
kabupaten, dimulai dari kabupaten Karangasem. “Hal ini sesuai dengan Visi ABI yaitu Menghantarkan ABI sebagai Asosiasi Profesi di bidang Minuman yang terkemuka di Bali,” ungkap Ketut Darmayasa selaku Ketua Asosiasi Bartender Indonesia (ABI). Gathering dilanjutkan dengan Dinner dan bincang-bincang diselingi tampilkan jagling oleh para bartender. Gathering malam itu juga dihadiri seorang bartender dunia yaitu Yos Malelak yang memenangkan kompe si bartender dunia tahun 2000 di Dubai. BTNewspaper/RD
Grand Opening Sankara Ubud GRAND opening Sankara Ubud Bali berlangsung Kamis (17/4). Sankara Ubud berada di bawah naungan management Satyam Internasional dan berlokasi di Banjar Kumbuh, Desa Mas, Ubud. Hotel dengan nuansa Bali ini terletak di tengah persawahan yang jauh dari hiruk - pikuk keramaian jalan raya, sehingga cocok untuk pasangan yang ingin bulan madu. Sankara Ubud Bali merupakan kategori hotel Bou que yang menawarkan suasana alam pedesaan dan luxury private villa. Menurut Resort Manager Sankara Ubud, Ketut Warasana: “Kami memiliki mo o Sankara a Peaceful Living terdiri dari 22 room villa dengan 2 kategori, di mana ada
balitravel_80_indonesia.indd 3
private pool di beberapa kamar dan kami juga menerapkan konsep Tri Hita Karana Bali, terbuk dengan nama villa kami ambil dari nama pewayangan dan mahabarata”. Meski turun hujan gerimis, acara Grand Opening Sankara Ubud Bali tetap berjalan ditandai dengan pemotongan pita dan pelepasan balon oleh Owner Sankara Ubud Bali, Made Marjana, SE didampingi Istri dan anak beserta Resort Manager, Ketut Warasana dan Managing Director, Ketut Arya Wijaya. Hadir pula beberapa travel agent dan media pariwisata, seper Bali Travel Newspaper, Koran pariwiasata dwi-mingguan. BTNewspaper/AriekPW
4/22/2014 2:37:14 AM
4
TIPS CERDAS & SEHAT
No. 80 ď Ź 25 April - 10 Mei 2014
Mengenal Dermatitis Atopik Oleh: dr. Ni Nym Pringga Dewi Astuti KULIT adalah bagian terluar pada tubuh manusia. Tidak heran kulit menjadi bagian terpen ng dalam kehidupan. Dibutuhkan kulit yang sehat dan terawat untuk menambah rasa percaya diri. Itu membuat banyak orang menempuh berbagai cara untuk mendapatkan kulit sehat, mulus dan indah. Namun, berbagai keluhan seputar kulit semakin sering dijumpai, mulai dari kelainan pigmentasi, kulit berjerawat hingga penyakit kulit yang disebut dengan derma s atopik. Derma s atopik (DA) atau yang lebih dikenal dengan eksim adalah suatu penyakit keradangan kulit yang bersifat menahun, kumat-kumatan yang dapat terjadi pada bayi, anak dan dewasa dengan riwayat atopi pada penderita atau keluarganya. Atopi merupakan is lah yang dipakai untuk sekelompok penyakit pada individu yang mempunyai kepekaan dalam keluarganya misalnya asma, rhini s alergi, derma s atopik dan konjung vi s alergi. Penyebab Hingga kini para ahli belum bisa menentukan secara pas apa yang menyebabkan penyakit ini. Diduga ada beberapa faktor yang memegang peranan pen ng yaitu faktor gene ka (keturunan), faktor imunologi (kekebalan tubuh), dan faktor psikologi serta adanya faktor pencetus endogen (dari dalam), dan eksogen (dari luar) tubuh yang menjadi pemicu munculnya DA. Peran gene k dapat dibuk kan babwa
bila kedua orang tua menderita DA maka sekitar 81% anaknya akan menderita DA, bila salah satu orang tua menderita DA maka sekitar 59% anaknya akan menderita DA. Beberapa keadaan yang bisa memperburuk derma s atopik adalah stress emosional, perubahan suhu atau kelembaban udara (kekeringan kulit, keringat berlebih pada cuaca panas), infeksi kulit oleh bakteri, kontak dengan bahan pakaian yang bersifat iritan, dan pada beberapa orang, alergi makanan dan debu bisa memicu terjadinya DA. Gejala Klinis dan Diagnosis Sama seper penyakit kulit yang lain, gejala utama DA adalah rasa gatal pada kulit. Rasa gatal ini disertai peradangan, eksudasi atau bahkan likenifikasi (penebalan kulit) pada fase kronis. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja dan usia berapa pun. Umumnya gejala DA mbul sebelum bayi berumur 6 bulan, dan jarang terjadi di bawah usia 8 minggu. Pada bayi, gatal muncul di daerah wajah terutama pipi, kulit kepala, daerah yang tertutup popok, tangan, lengan, kaki, atau tungkai bayi berbentuk ruam berkeropeng yang berwarna merah dan berair. Pada anak-anak dan dewasa, ruam seringkali muncul dan kambuh kembali hanya pada satu atau beberapa daerah, terutama lengan atas, siku di bagian depan dan di belakang lutut. Warna, intensitas dan lokasi dari ruam bervariasi, tetapi selalu
menimbulkan gatal. Rasa gatal seringkali menimbulkan penggarukan yang dak terkendali sehingga penyakitnya semakin buruk. Penggarukan dan penggosokan juga bisa merobek kulit dan menciptakan jalan masuk untuk bakteri sehingga terjadi infeksi. DA dapat menyembuh dengan bertambahnya usia, tetapi dapat pula menetap bahkan meluas dan memberat sampai usia dewasa. Terdapat kesan bahwa makin lama dan makin berat derma s yang diderita semasa bayi makin besar kemungkinan derma s tersebut menetap sampai dewasa. Diagnosis derma s atopik dapat ditegakkan berdasarkan kombinasi dari anamnesis (riwayat atopi, pajanan faktor pencetus, rasa gatal), pemeriksaan fisik (melihat gambaran klinis yang mbul menggunakan kriteria yang disusun oleh Hanafin dan Rajka), pemeriksaan penunjang (biopsy, eosinofil total, IgE total/spesifik, prick test, tes provokasi/eliminasi, fungsi imunitas seluler). Penanganan a. Mencegah kekeringan kulit dan hidrasi kulit Hidrasi kulit dapat dilakukan dengan memberikan emolien seper lanolin, petrolatum, krim yang mengandung urea, atau krim pelembab, minyak bayi. Penggunaan emolien segera setelah mandi atau berendam air hangat. Hindari bahan yang menimbulkan iritasi kulit seper sabun cuci, detergen, parfum yang berlebihan. Sebaiknya digunakan sabun bayi atau sabun dengan pH yang sesuai.
b.
c.
d. e.
f. g.
Mengurangi rasa gatal Untuk menghindari garukan yang akan merusak kulit, ruam diberikan bedak yang mengandung mentol. Untuk mengurangi rasa gatal dapat diberikan an histamin sistemik. Menanggulangi reaksi inflamasi Dapat diberikan kor kosteroid topikal maupun sistemik tergantung derajat keparahan DA. Menanggulangi infeksi sekunder An bio k topikal dapat diper mbangkan jika terjadi infeksi sekunder. Iden fikasi dan eliminasi faktor pencetus Penderita sebaiknya belajar mengenali faktor pencetus berdasarkan pengalaman pribadi seper riwayat alergi makanan, riwayat kontak dengan bahan kimiawi, kontak dengan alergen hirup. Bila hal ini dijumpai maka perlu memper mbangkan pantangan terhadap berbagai makanan, menghindari alergen hirup seper debu rumah, polen, iritan dan lainnya. Imunomodulator Pemakaian sinar ultraviolet, baik ultraviolet A dan B.
Pencegahan Derma s atopik dapat dicegah dengan menghindari faktor pencetus penyebab alergi (makanan, bahan kimiawi, alergen hirup), mencegah kekeringan kulit dengan menggunakan pelembab kulit secara ru n, menggunakan sabun bayi atau deterjen sinte s yang mengandung pelembab, hindari pemakaian air panas saat mandi, hindari pemakaian baju irita f dari wol, hindari berkeringat berlebihan, serta hindari stres sosial dan emosional. ď ś
! " #$% & '%'()* +, $- %(( - - $- * )- -
" "
, 2 / *) -$% 1
3 1 4% 5 / 6
7 4 5 / 6 . . / $ 0$ ! / . 1 . " K12-IV.50-13
balitravel_80_indonesia.indd 4
K12-XII.67-14
4/22/2014 2:37:17 AM
FOOD & BEVERAGE
No. 80 25 April - 10 Mei 2014
Gianyar Culinary Festival 2014
“Green and Horticultural” SUDAH selayaknya kita mengembalikan orientasi kita ke kesadaran alam dimana bumi dipijak. Dimulai dari diri sendiri dengan menghargai buah lokal, lestarikan kuliner lokal, hijaukan lingkungan, dan kenali potensi alam sekitar. mulai gunakan buah lokal untuk upacara adat (gebogan), karena itu merupakan langkah sederhana yang bermakna. ‘’Hari ini (Sabtu, 19/4) saya cananangkan Bunga Pucuk sebagai ikon Gianyar , yang melambangkan kese aan dan kesadaran menjaga alam.’’ Demikian dikatakan Bupa Gianyar A. A Gde Agung Bharata, saat pencanangan bunga Pucuk sebagai ikon bunga
Kab. Gianyar, serangkaian HUT ke 243 Kota Gianyar. Gianyar Culinary Fes val serangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Gianyar, ungkap Bupa Gianyar, Anak Agung Gde Beratha, tahun ini mengambil tema besar ‘’Green Product and Hor cultural’’. Berharap fes val ini menjadi acara tahunan dan dapat menciptakan produk unggulan kabupaten Gianyar. Sekaligus menjadi upaya melestarikan kuliner lokal dan pengikat budaya bagi pelaku budaya di Gianyar. Pasalnya dak sedikit generasi muda kehilangan keahlian budayanya khususnya keahlian seni mengolah makanan.
‘’ Tidak mudah, melilit adonan sate lilit, dan kedepan tren pasar mencari produk organik, aman dikonsumsi, sekaligus diproduksi dengan rendah emisi’’, ujar orang nomor satu di Kabupaten Gianyar ini mengingatkan. Minggu sore (20/4), sebanyak 4.500 orang peserta lomba melilit sate berbahan baku ikan laut memenuhi areal lomba sepanjang jalan Bypass menuju Lapangan Kapten Dipta di pusat kota Gianyar. Lomba melilit sate – sate lilit – melengkapi mata lomba olahan dapur Bali seper membuat betutu, babi guling, lawar dan jajanan khas Gianyar, serang-
K12-II.1-11
balitravel_80_indonesia.indd 5
kaian HUT ke 243 Kabupaten Gianyar. Pani a menyiapkan adonan sate lilit mencapai 65 kwintal dengan membuat dan menyajikan sate lilit ikan dengan 45.000 tusuk sate terbuat dari pelepah kelapa. Lomba diiku 45 Sekolah Menengah dan Kejuruan (SMK) dengan jumlah 1000 tusuk sate lilit untuk se ap sekolah sebagai upaya melestarikan kuliner lokal dan pengikat budaya, demikian dijelaskan Kadis Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kab Gianyar selaku Koordinator Lomba Kuliner Wayan Kujus Parwata. Meski pasar mempertanyakan existensi Bali sebagai des nasi pariwisata budaya, dengan semaraknya pertumbuhan fasilitas jasa pariwisata ala Eropa dan membanjirnya ragam olahan makanan siap saji asing. Masyarakat Bali dengan pola gastronomi kental budaya Bali yang Hindu nampaknya dak terusik. Fes val ini merupakan forum
5
pertemuan bagi para prak si, profesional kalangan chef, pecinta kuliner, ahli hor kultura, ahli peternakan, pengusaha, hotelier, komunitas petani, pelajar dan mahasiswa serta masyarakat umun dalam kerangka dialog lintas batas dan pemahaman yang berbasis pada pengembangan dan perluasan pengetahuan mengenai produk hor cultural ramah lingkungan. Misi fes val ini yaitu adalah memberdayakan potensi sumber daya alam dari sektor pertanian dan perkebunan, meningkatkan produk vitas dan perekonomian petani, menumbuhkan berbagai kerjasama dibidang green and hor cultural dengan sejumlah pihak. Upaya ini diharapkan mampu m e n g u ra n g i ke t e r g a n t u n g a n terhadap produk hor kultural impor dan olahannya untuk menuju Kabupaten Gianyar yang lebih mandiri. BTNewspaper/RD
K12-III.26-13
4/22/2014 2:37:21 AM
6
GENERAL INFO
No. 80 25 April - 10 Mei 2014
The Whirlwind Tour Considering what to do in Bali, let us take you on a brief tour of this island, Bali. This island of Bali is known as “a small island with great potenƟal”. BALI is a tourists paradise, also its people adhere to the belief and culture of Hinduism. Geographically the loca on of Bali is situated between 7˚43’South La tude and 8˚3’South La tude and 144˚26’ East Meridian and 115˚ of East Meridian. This posi on is located down under equator between 23.5˚ North La tude. Bali is one of the 33 Provinces in Indonesia, together with its small islands such as Nusa Penida, Ceningan and Lembongan with area covering 5.632,86 km². The popula on in 2010 was recorded 3.9 million. Geographically there is a mountain range extending from West to East characterized by h range off some amazing peaks and features. Along the the mountain the peaks are formed in a row with the peak of Merbuk Mountain (al tude 1.386 M), Patas Mountain (1.414 M), Agung Mountain (3.140 M), Batur Mountain (1.717 M), Seraya Mountain (1.174 M) and some others. These mountains look more spectacular with some lakes in and around them. Those lakes are Beratan Lake with the extent of surface 370 hectare (Ha), Tamblingan Lake (110 Ha), Batur Lake (1.718.75 Ha) and Buyan Lake (350 Ha). The plains that extend from West to East on the north and south of the island. The South plain is wider than the north. The plains are split by some rivers where the water is very minimal and depends
on the rain fall and dry seasons. On the west and east parts their rivers are short between 5-7 km, while in the mid of the island the rivers are longer between 18-30 km flowing across Badung regency, Tabanan Regency and Gianyar Regency. Bali island about the east of Eastern Java Province on the west; borders Lombok on the East (Nusa Tenggara Province) within Lombok canal comes between. On the north Java Sea is located; the Indian Ocean is located on the South. Socio-economy, Bali Island is strategically and economically located as the connector and it plays the role of communica on of land transport, sea and air between West Nusa Tenggara and Java Island with the huge manufacturing there. It is the communica on between Asia and Australia; Bali strategically holds the facility of Ngurah Rai Airport and some other seaports. Bali Province has 8 regencies and one municipality of Denpasar. The regencies are: 1. Buleleng Regency with its capital Singaraja; 2. Jembrana Regency with its capital Negara; 3. Tabanan Regency with its capital Tabanan; 4.Badung Regency with its capital Mangupura; 5.Gianyar Regency with its capital Gianyar; 6.Klungkung Regency with its capital Semarapura; 7. Bangli Regency with its capital Bangli and 8.Karangasem Regency with its capital Amlapura. Bali province is lead by a Governor. We hope this will help you enjoy your stay. BT Newspapers/RR
FOREIGN CONSULATE OFFICE LIST IN BALI AUSTRALIAN CONSULATE Jalan Tantular, No. 32, Renon, Denpasar, Bali, Indonesia Tel. 62 361 241118 │ Fax. 62 361 221195, 241120 Email : bali.congen@drat.gov.au Monday – Friday 08.0– 12.00, 12.30 – 16.00 (Bali me) HONORARY CONSULATE OF ROYAL DANISH Jl. Sunset Road No. 89, Ruko Sunset Indah 1 No. 3 Tel. 62 361 8216979 │Fax. 62 361 766638 Email : danishconsbali@gmail.com Monday – Friday 09.0– 14.00 (Bali me) HONORARY CONSULATE OF THE CHEZH REPUBLIC Jl. Pangembak 17 Sanur Denpasar, Bali, Indonesia Tel. 62 361 286465 │ Fax. 62 361 286408 Email : bali@honorary.mzv.cz Monday – Friday 08.30– 16.00 (Bali me) CONSULATE AGENCY OF FRANCE Jalan Umalas I No 80 Kerobokan, Bali, Indonesia Tel. 62 361 285485 │ Fax. 62 361 286406 Emergency : 08123800124 Email : consul@denpasar.centrin.net.id Monday – Friday 14.00 – 17.00 (Bali me) HONORARY CONSULATE OF THE FEDERAL REPUBLIC OF GERMANY Jl. Pantai Karang 17 Sanur, P.O. Box 3100 Denpasar 80228, Bali, Indonesia Tel. 62 361 288535 │ Fax. 62 361 288826 Emergency : 08123913938 Email : dtkonsbali@denpasar.wasantara.net.id Monday – Friday 08.00 – 12.00 (Bali me) HONORARY CONSULATE OF THE REPUBLIC OF HUNGARY Jln. Baypass Ngurah Rai, No. 219 Sanur, Bali, Indonesia
balitravel_80_indonesia.indd 6
Tel. 62 361 287701 │ Fax. 62 361 735232 Emergency : 0811389680 or 0816790046 Same building with Marin Tour Email : huconbali@telkon.net Monday – Friday 08.00 – 12.00 (Bali me) VICE CONSULATE ITALY C/O Lotus Enterprise Building, Jl. By Pass Ngurah Rai, Bali, Indonesia Tel. 62 361 701005 │ Fax. 62 361 701005 Emergency : 08123904471 Email : italconsbali@italconsbali.com Monday – Friday 10.0– 13.00 (Bali me) INDIAN CONSULATE GENERAL Jln. Raya Puputan No. 163, Renon, Denpasar Telphone : 62 361 259 502 / 3 Fax : 62 361 222 253; 62 361 259 505 E-mail : cons.bali@mea.gov.in Monday - Friday Office : 08.00 – 17.30 Visa Counter : 09.00 – 12.00 HONORARY CONSULATE OF MEXICO C/O Puri As na Putra Building, Jl. Moh. Yamin 1 A, Renon Denpasar P.O. Box 3150 Denpasar, Bali, Indonesia Tel. 62 361 223266 │ Fax. 62 361 244568 Email : info@as natravel.com Monday – Friday 08.00 – 12.00, 13.00 – 16.00 (Bali me) HONORARY CONSULATE OF THE NETHERLANDS Jl. Raya Kuta 127 Kuta 80361, P.O. Box 3337 Denpasar 81001, Bali, Indonesia Tel. 62 361 761506 │ Fax. 62 361 752777/757586 Emergency : 0818789444 Email : dutchconsulate@kbctours.com Monday – Friday 08.0– 12.00, 12.30 – 16.00 (Bali me) HONORARY CONSULATE OF SPAIN Kompleks Istana Kuta Galeria, Blok Vallet 2, No. 11
Jl. Pa h Jelan k, Kuta Tel. 62 361 769286 │ Fax. 62 361 769296 Emergency : 08123801941 Email : istana_bali@blueline.net.id Monday – Friday 09.00 – 12.00 (Bali me) HONORARY CONSULATE OF SWEDEN HONORARY CONSULATE OF FINLAND HONORARY CONSULATE OF NORWEGIAN C/O Segara Village Hotel Jl. Segara Ayu Sanur, 80228 Bali, Indonesia Tel. 62 361 282223 │ Fax. 62 361 282211 Email : sweconsul@yahoo.com finishconsulatebali@yahoo.com norwegianconsulatebali@yahoo.com Monday – Friday 10.00 – 13.00 (Bali me) HONORARY AGENCY OF USA Jl. Hayam Wuruk 310 Denpasar 80235, Bali Tel. 62 361 233605 │ Fax. 62 361 222426 A er hour emergency (081) 133-4183 Email : BaliConsularAgency@state.gov Monday – Friday 08.00 – 16.30 (Bali me) CONSULATE GENERAL OF JAPAN Jl. Raya Puputan No. 170 Renon, P.O. Box 3432 Denpasar, Bali, Indonesia Tel. 62 361 227628 │ Fax. 62 361 265066 Email : denpasar@dp.mofa.go.jp Monday – Friday 08.30– 12.00, 13.30 – 16.00 (Bali me) BRITISH HONORARY CONSULATE Jl. Tirta Nadi No. 20. Sanur – Denpasar, Bali, Indonesia Tel. 62 361 270601 │ Fax. 62 361 287804 Emergency : 0811802435. Jakarta Duty Officer or 08123838844 Email : bcbali@dps.centrin.net.id Monday – Thursday : 08.30 – 12.30 Friday : 18.30 –11.30 (Bali me) CONSULATE OF SWITZERLAND Kuta Central Park, Blok Valet 2 No. 12, Jl. Pa h Jelan k, Kuta Tel. 62 361 751735│Fax. 62 361 754457
Email : bali@honrep.com Monday – Friday 09.00 – 13.00 (Bali Time) CONSULATE OF AUSTRIAN C/O Swiss Restaurant, Jl. Werkudara, Legian Kaja P.O. Box 2035 Kuta, Bali, Indonesia Tel. 62 361 751735 / 751735 │ Fax. 62 361 754457 Email : swisscon@denpasar.wasantara.net.id Monday – Friday 09.00 – 12.00, 12.30 – 16.00 (Bali me) HONORARY CONSULATE OF BRAZIL C/- By The Sea Store, Jl. Raya Legian No. 186, Kuta 80361 Tel. 62 361 757775 │Fax. 62 361 751 005 Emergency : 081344928 Email : brazilconsul@bali.net Monday – Friday 10.30 – 18.00 (Bali Time) HONORARY CONSULATE OF CHILE Jl. Pengembak 17, Sanur Tel. 62 361 756781│Fax. 62 361 756783 Emergency : 08113940445 Email : haymoz@indowines.com Monday – Friday 09.00 – 17.00 (Bali Time) CONSULATE OF MALAYSIA Alam Kulkul Bou que Resort, Jl. Pantai Kuta, Legian Bali 80030 Tel. 62 361 752520 / 761806│Fax. 62 361 766373 Email : mayne.trice@jpugroup.com Monday – Friday 10.00 – 16.00 (Bali Time) THE ROYAL THAI CONSULATE Jl. Puputan Raya No. 81, Renon, Denpasar 80235 Tel. 62 361 263 310│Fax. 62 361 238044 Emergency : 08164724466 Email : RTC_balithai@thaimail.com Monday – Friday 09.00 – 12.00, 13.00 – 16.00 (Bali Time) CONSULATE OF TIMOR LESTE Jl. Prof. Yamin No. 4, Renon, Denpasar Tel. 62 361 235093│Fax. 62 361 235092 Email : cgtl@dpsbali.com Monday – Friday 09.00 – 16.00 (Bali Time)
4/22/2014 2:37:27 AM
GENERAL INFO
No. 80 25 April - 10 Mei 2014
7
Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional
Cetak Lulusan Go International Selain memiliki segudang prestasi, lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STBPI) juga sering diincar oleh beberapa instansi pariwisata, baik dalam hingga luar negeri. Begitu tamat mereka langsung mendapatkan pekerjaan yang diidamkan, sebab tawaran pekerjaan selalu antre ‘menjemput’ lulusan STPBI. SUASANA kampus yang asri, rindang, dan hijau membuat siapapun yang berkunjung ke STBPI merasa tenang. Terletak di jalan Tari Kecak, No. 12 Gatot Subroto Timur, Denpasar, kampus ini telah berhasil mencetak lulusan handal yang siap bersaing di dunia internasional. Ketua STPBI, I Made Sudjana, SE., MM., CHT., CHA., mengatakan untuk mencetak lulusan yang go interna onal, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. “STPBI melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, beberapa diantaranya seper Interna onal Training Network (ITN), American Hotel and Lodging Associa on (AHLA), dan American Hotel and Lodging Educa onal Ins tute (AHLEI). STPBI merupakan Global Academic Partner (GAP) dari AHLEI, dan masih banyak lagi,” kata Sudjana kepada Bali Travel Newspaper, Selasa (15/4). Sebagai GAP, STPBI menjadi ins tusi pendidikan yang pertama dan satu-satunya di Bali yang berhak menyelenggarakan berbagai workshop berlisensi internasional, yang dapat diiku oleh kalangan di level specialty, line, supervisor, managerial, department head, dan execu ve. Sertifikasi tersebut disesuaikan dengan beragam program bagi department front office, revenue management, food and beverage, housekeeping, maintenance, security, human resources dan sales. Sudjana menambahkan, AHLEI menerbitkan ser fikasi berkualitas internasional, seper Cer fied Hotel Administrator (CHA), Cer fied Hospitality Educator (CHE) dan Cer fied Hospitality Trainer (CHT). Belum lama ini, STPBI berhasil menyelenggarakan program CHE yang diiku oleh para trainer dan educator dari kalangan
kampus dan industri, baik yang berasal dari Bali maupun luar Bali. Selain itu, STPBI juga sukses melaksanakan ser fikasi CHA bagi profesional di level execu ve, untuk semua departemen, di mana diiku oleh 12 General Manager dari seluruh Indonesia. Workshop CHT juga sukses digelar STPBI bagi para profesional di level department head, terutama untuk departemen pengembangan SDM. Untuk meningkatkan kualitas instansi pariwisata, STPBI bekerjasama dengan PHRI telah merin s Lembaga Ser fikasi Usaha (LSU). Adapun tugas LSU adalah melakukan ser fikasi usaha pariwisata yang ada di Bali, seper klasifikasi hotel berbintang, hotel non berbintang, restoran, spa, objek wisata, arung jeram, dan usaha pariwisata lainnya. Selanjutnya, Sudjana mengungkapkan pihaknya sangat menggenjot keterampilan berbahasa asing mahasiswa-mahasiswinya untuk go internaonal mengingat penguasaan bahasa asing sangat pen ng jika ingin training ke luar negeri. Hal tersebut didukung dengan telah diser fikasinya seluruh instruktur dan dosen STPBI, sehingga mereka semua dak hanya qualified saja, tapi juga telah cer fied. Kuliah di STPBI Menyenangkan STPBI juga membentuk LSP yang bertujuan untuk menser fikasi lulusan yang baru tamat. “Nan kita ser fikasi profesi jika mereka sudah dianggap berkompenten. Ser fikasi ini juga dikeluarkan oleh BNSP (Badan Nasional Ser fikasi Profesi), sehingga nan ke ka mereka sudah lulus, mereka akan memperoleh dua ijazah. Satu ijazah pendidikan dari STPBI, satunya lagi ser fikat kompentensi yang dikeluarkan oleh
I Made Sudjana BNSP,” tutur Sudjana. Ia berharap seluruh lulusan dari STPBI bisa bersaing secara global mengingat pada tahun 2015 pasar bebas Asean Community akan dibuka. Pembantu Ketua III STPBI Bidang Kemahasiswaan, I Gus Agung Nyoman Winda, BBA., MBA., CHT., mengatakan jumlah mahasiswamahasiswi yang kuliah ke STPBI dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Tercatat mahasiswa pada tahun akademik 2011/2012 berjumlah 986 orang. Dan pada tahun 2012/2013 jumlah mahasiswa yang masuk meningkat menjadi 1083 orang. Winda menuturkan bahwa peningkatan tersebut dikarenakan suasana perkuliahan di STPBI sangat menyenangkan. “Kuliah di STPBI itu sangat menyenangkan, dan dijamin
Putu Prita Ananda Giri
Kartini STPBI dan Kue Sehat Lezatnya SAAT kaum muda, mayoritas memilih jalanjalan, pamer harta orang tua, dilanjutkan dengan hura-hura. Hanya segelin r orang yang krea f berwirausaha, membantu keluarga mencari rezeki, dan merancang masa depannya kelak. Salah seorang dari mereka adalah seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional yang beken dengan nama STPBI. Sembari menenteng beberapa kue pesanan, Putu Prita Ananda Giri yang baru saja selesai mengiku salah satu mata kuliah tampak tergopoh-gopoh menemui Bali Travel Newspaper di STPBI. Sesekali menyeka peluh, Prita mengungkapkan senang bisa kuliah sekaligus mengembangkan usahanya sesuai ilmu di sekolahnya. Berkat kerja keras, disiplin, dan pantang menyerah, Prita, panggilan akrabnya, suk-
balitravel_80_indonesia.indd 7
ses berwirausaha dan menjadi owner Nature Cakes beromzet puluhan juta per bulan. Sosok Kar ni baru, lengkap dengan segudang prestasinya hadir di STPBI. Tak hanya sukses menjadi wirausaha muda, Prita juga sukses mengharumkan nama kampus tercintanya di kancah nasional dengan berwirausaha. Prita tercatat sebagai Juara I Wirausaha Boga Mandiri Kategori Mahasiswa se-Bali Nusra, Finalis 5 besar Nasional Wirausaha Bidang Usaha Boga Kategori Mahasiswa, Diploma & Sarjana Wirausaha Muda Mandiri 2013, serta Juara I Putri Kampus Ajeg Bali 2013. Menurut Prita, itu semua diperolehnya melalui kerja keras dan dukungan orang tua. “Kita kan punya banyak waktu luang, kenapa dak digunakan untuk hal yang berguna dan menghasilkan. Daripada kita
kumpul-kumpul sama temen-temen, hura-hura. Mungkin sekarang kita senang, kita masih muda, tapi bagaimana masa depan kita. Jarang anak muda mikirin bagaimana masa depannya mereka 5 hingga 10 tahun ke depan,” tutur Prita, Selasa (15/4). Dari ValenƟne Berawal dari kebiasaan sebagai remaja SMA yang memperha kan semaraknya perayaan Valen ne, dengan ragam coklat atau kue untuk sahabat, keluarga atau kekasih. Prita melihat hal tersebut adalah peluang bisnis, dengan mencoba menawarkan kue olahan tangannya. Penawaran dilakukan melalui gambar- gambar kue dan coklat di media social lengkap dengan harga, tetapi belum berani member label nama. “Pesanan saya kerjakan bermodal panjar dari pemesan, karena seap pembeli diharuskan membayar uang muka sebesar 50%, bahkan ada yang membayar lunas. Uang tersebut saya gunakan untuk membeli
I Gst. Ag. Nyoman Winda dak akan pernah bosan. Selain seluruh ruangannya sudah memiliki AC, di sini kuliahnya teori dan praktek. Jika minggu ini teori, maka minggu depan praktek. Prakteknya pun nyata, bahan dan tempat yang dipakai adalah yang sebenarnya. Tamunya dosen, pegawai, karyawan, dan mahasiswa. Itu yang menyebabkan mereka dak pernah bosan kuliah di sini,” tutur Winda. Ia menambahkan, suasana perkuliahan yang menyenangkan tersebut mendukung terciptanya lulusan yang go interna onal. Bahkan, pihak hotel, baik dari dalam negeri dan luar negeri saling mendahului untuk merekrut lulusan STPBI bekerja di tempat mereka. Hotel yang merekrut mereka pun sangat senang karena mereka mendapatkan mahasiswabahan-bahan,” ungkap Prita yang juga lulusan SMAN 8 Denpasar. Ke ka memasuki semester 5 dunia perkuliahan di DIV Manajemen Perhotelan STPBI, penggemar kue brownies ini mencoba label nama Natural Brownies. Terasa kaku dan berat dan didorong trend penggemar kue olahannya sebagai kue ulang tahun, Prita menyulap brownies tersebut menjadi cake berkrim ringan dengan cita rasa khas bernama Nature Cakes. Pihak STPBI pun mendukung Prita untuk mengembangkan wirausahanya. Selain mendapatkan banyak ilmu berwirausaha dari STPBI, banyak dosen dan mahasiswa kampuslah yang menjadi pelanggan tetap, dan permintaan masyarakat. Dan Nature Cakes pun aekarang sudah memiliki tempat mangkal di Jl. Raya Anggungan No. 72 Lukluk, Badung. Menawarkan ragam kue dari yang berharga juaal Rp 4.000,- s/dRp 350.000,Delivery Kue Sehat Nature Cakes di seputar jalan raya Luluk Badung, tak sekadar menawarkan aneka kue berbahan dasar alami, sehat, low fat, tanpa pengawet, tanpa pewarna ataupun pemanis buatan.
mahasiswi yang telah terla h. Uniknya, perkuliahan di STPBI dimulai dari senin hingga kamis, sedangkan jumat pagi mereka wajib ikut senam. Menurut Winda, senam bisa membentuk fisik mereka agar kuat dan terla h, mengingat ke ka praktek umumnya mereka dak boleh duduk selama 8 jam. Setelah senam pagi, mereka mengiku ektrakulikuler yang mereka sukai. Beberapa diantaranya seper tari bali, tabuh, jurnalis k, futsal, bulutangkis, basket, musik, paduan suara, dan english club. Adapun prestasi yang telah diraih STPBI antara lain Juara I Teruna Denpasar dalam Pemilihan TerunaTeruni Denpasar 2014, Finalis 5 Besar Wira Usaha Mandiri 2013, Juara I Cabang Taekwondo Bali Interna onal Sport Week, Juara I Putri Kampus dalam Pemilihan Putra-Putri Kampus Ajeg Bali ke-9 2013, Juara I Cabang Taekwondo Pekan Olahraga Provinsi XI 2013, Juara I Kompe si Futsal Media Prestasi dan Potensi Pemuda (MP3) 2011, Juara II Lomba Menyanyi Solo Antar Perguruan Tinggi se-Bali 2011, Juara II (Putri) dan Juara III (Putra) Pemilihan Putra-Putri Kampus Ajeg Bali ke-8 2011. Selain itu, untuk program studi, STPBI memiliki Program Diploma Empat (D-4) Tourism Management, D-4 Hotel Management dan D-3 Hotel Management yang melipu D-3 Food and Beverage, D-3 Room Division, D-3 FB Service dan D-3 Food Produc on. BTNewspaper/Titah Prita menawarkan layanan antar untuk melayani penggemar olahan tangannya, baik yang berdomisili di wilayah Badung, Denpasar, gianyar. Sementara pelanggan di kota Jakarta dan Surabaya dilayani dengan memanfaatkan jasa kurir. Mahasiswa semester 8 STPBI tersebut, berharap bisnis Nature Cakes bisa berkembang lebih besar, menjadi tren kue sehat, dengan menyediakan kue bagi penderita atau masyarakat dengan gejala diabetes. Berharap dapat bekerjasama dengan dengan ahli gizi dan dokter dalam menciptakan kue. Prita yang menjadikan sosok Ibu Kar ni sebagai panutan, mengungkapkan perempuan Indonesia haruslah sejajar dengan laki-laki. “Perempuan Indonesia dak boleh lemah dan berpangku tangan. Di Indonesia, umumnya perempuan kodratnya hanya jadi ibu rumah tangga, cuman ngurus rumah, ndak berpenghasilan, cuman minta sama suami. Kita sebagai perempuan juga bisa sukses, berpenghasilan, independen, berprestasi. Ndak cuman laki-laki saja yang bisa, tapi perempuan juga bisa,” tegasnya menutup pembicaraan. BTNewspaper/Titah
4/22/2014 2:37:32 AM
8
COVER STORY
No. 80 25 April - 10 Mei 2014
Bali, Desa Wisata Ekologis MENJADI seksi, ba- ba semua mata mengarah pada momenklatur desa wisata di tengah deru mass tourism di Bali. Pasalnya pengembangan desa wisata ‘’berbaju’’ kearifan local Bali yang Hindu sudah dirin s sejak 20 tahun lalu, saat Bali dipimpin gubernur, IB Mantra dengan Kanwil Deparpostelnya, I Gede Ardika. ‘’Menjadi dak suskses karena ‘’keliru’’ paham,’’ jelas Ketua Asosiasi Desa Wisata Ekologis Bali, Made Suarnatha, dalam forum Selasa Pariwisata Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali. Nama DWE – Desa Wisata Ekologis, secara sadar dipilih sebagai konsep mendasar yang juga menjadi karakter khas dan sikap utuh asosiasi ini. DWE inilah spirit in -utama (unteng) yang menjadi ciri kemurnian, keunikan, keis mewaan, ke-lianan, atau originalitas masyarakat Bali. Dwe dalam bahasa Bali memang merupakan kata dengan mul makna, mul asosiasi. Dwe paling mendasar mengingatkan perihal potensi-internal-diri, daya dari dan di dalam diri sendiri (inner power). Potensi-diri atau daya-dalam ini patut dikenali dengan sebaikbaiknya, secermat-cermatnya, sehingga dapat dikelola, diberdayakan, dimekarkan, dikembangkan sebesar-besarnya untuk keunggulan dan kemuliaan hidup dan kehidupan bersama. Dalam lingkup desa yang tergabung dalam Bali DWE, potensi-diri itu bisa saja berupa fisik (nyekala), nonfi sik (niskala), sistem sosial, atau bahkan tata kerohanian. Potensi-diri inilah
”ruang otonom” yang patut dikelola dengan penuh berdaulat sehingga dapat menjadi dayakemandirian yang memandirikan kita. Ditegaskan Suarnatha, bahwa dengan tahu potensi-diri demikian, berar kita tahudiri, tahu kemampuan-diri, dan tahu kemauandiri, sehingga punya arah yang jelas untuk dituju ke depan. Arah tujuan yang jelas ke depan itu sepatutnyalah memunculkan movasi, rasa jengah, untuk saling bekerjasama mewujudnyatakan prestasi unggulan atas dasar tanggung jawab yang tangguh (jejeg), dengan kecerdasan krea vitas yang berdaya inovasi cemerlang (jelih). Sikap kukuh teguh (jejer) pada tujuan akhir nan besar itu dapat merajut kita, sesama anggota asosiasi Bali-DWE, untuksaling topang, saling dukung, saling berbagi, saling membesarkan, saling menumbuh-kembangkan (jenuk) dalam semangat persaudaraan (panyamabrayan) yang guyub.
Semangat persaudaraan yang guyub itulah, menumbuhkan makna mendalam konsep dwe berikutnya dalam bahasa Bali. Yaitu semangat kebersamaan atau koopera f - dan bukan kompe f-individual - ini, misalnya, tercermin dalam prinsip hidup duwenang sareng-sareng, ’gunakanlah bersama-sama’ untuk kemuliaan dan kelangsungan hidup bersama. Prinsip hidup duwenang sareng-sareng mempersyaratkan mutlak adanya komitmen bersama yang berkese aan (satya) untuk menjamin keberlangsungan atau keberlanjutan sumberdaya yang ada. Komitmen ini patut dilahirkan dari kesepakatan bersama (paruman, rembug) semua pihak terkait di awal mula mulai segala sesuatu, sesuai dengan asas keleté malu alih dalam ar memperhitungkan secermat-cermatnya manajemen risiko. Melakukan hal ini diperlukan keahlian pendekatan budaya. ‘’Bukan memfeeding masyarakat dengan ‘’keinginan investor ya,’’ berbaju pendampingan, CSR lebih ironis menggunakan is lah pemberdayaan masyrakat, ‘’ungkapnya. Bali DWE dalam prak k pelaksanaannya secara ekonomis mes tetap berpegang dan memperhitungkankeberlanjutan, keberlangsungan, kebertumbuhan. Untuk itulah betapa pen ng diupayakan adanya modal-sosial berupa semangat kerelaan saling memberi dan saling menerima, saling melepas dan saling mendapat, saling memeliharadan saling meny-
empurna baik di lingkup intern desa maupun antardesa sesama anggota asosiasi Bali DWE. Kerelaan yang juga menyiratkan adanya bentuk penghargaan, penghormatan, pemuliaan untuk kelestarian keberlangsungan kehidupan. Bahasa sederhananya, ungkap Direktur Yayasan Wisnu ini adalah konservasi, yang secara tradisi oleh para tetua Bali masa silam kerap dikemas dalam bentuk sistem kepercayaan, tradisi,silsilah desa, atau malah mitos-mitos keberadaan desa maupun pantangan-pantangan. Hal yang sepatutnya tetap dimaknai dengan wicaksana sebagai kearifan hidup untuk saling menghidupi, saling memuliakan. Bukan justru buru-buru hendak di adakan atas alasan ’kemajuan zaman’ atau ’pertumbuhan ekonomi’ ---- apalagi sekadar alasan ’karena dak disukai para pelancong’--. Dwe yang dimaksudkan di sini seja nyalah ’energi penghidup’ kehidupan dari dan di dalam diri kita, dalam diri desa kita masing-masing. Dwe ini patut senan asa tengetang, dalam ar senan sa disadari, ingetang. Kesadaran diri (inget, eling) inilah sesungguhnya harta kekayaan utama masyarakat/komunitas sebagai manusia yang hidup bersama, bermasyarakat, di tengahtengah ruang wilayah bernama desa. Sadar-diri sedang berproses dan menyadari proses penyempurnaan terus-menerus - baik produk, layanan, maupun sistem jaringan, dan lain-lainnya - ini akan menjadikan Bali DWE dak hanya bertambah solid ke dalam, tapi juga dapat memvibrasikan keunikan, ke-lian-an karakternya di tengah arus penyeragaman dan pe-massal- an pasar pariwisata Bali. Di k ini jaringan Bali DWE diharapkan dapat menjadi inspirasi kebaruan, se dak- daknya dapat menjadi alterna f, sesuatu yang lian (lain). Akhirnya, menjadikan desa milik kita sebagai wisata-desa-ekologis itu berar menata desa sendiri untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan diri lahir ba n, menumbuhkan kedamaian dan kebahagiaan jiwaraga, menjadikan lebih berperikemanusiaan (humanis) dalam semangat berkesetaraan, demokra s, asah-asih-asuh, sekaligus juga rungu ura (peduli, empa , simpa ) pada alam lingkungan yang telah menghidupi kita, dalam ar yang seluas-luasnya. Semua ini, seja nya, merupakan laku-nyata bak sehari-hari kepada Urip, sang Maha Pencipta, yang telah senan sa tulus murni nguripi (menghidupi) kita penuh limpahan Cinta Kasih nan Sempurna Bali DWE yang secara formal didirikan di Bali pada tanggal 12 Desember 2009 berdasarkan Akte Notaris No. 19 (Priya Darsana, SH). Namun ide pendiriannya sendiri sudah mulai dibicarakan sejak Juli 2009 berdasarkan pengalaman wisata ekologis yang sudah dilakukan JED (Jaringan Ekowisata Desa) sejak Juni 2002. JED sendiri, kata Suarnatha merupakan sebuah jaringan ekowisata di Bali yang didirikan oleh 5 (lima) lembaga, yaitu Banjar Adat Kiadan Pelaga di Badung, Banjar Adat Dukuh Sibetan dan Desa Adat Tenganan Pegringsingan di Karangasem, masyarakat Nusa Ceningan di Klungkung, serta Yayasan Wisnu sebagai organisasi lingkungan dan transformasi sosial di Kuta, Badung. BTNewspaper/PR
K12-I.16-13
balitravel_80_indonesia.indd 8
4/22/2014 2:37:33 AM
COVER STORY
9
No. 80 ď Ź 25 April - 10 Mei 2014
Sertifikasi dan Kode Etik Bali DWE SEBAGAI sebuah ins tusi Bali DWE juga memiliki standar berupa ser ikisasi dan kode e k yang disusun berdasarkan kearifan masyarakat setempat dimana desa wisata dikembangkan. Ser fikasi merupakan proses verifikasi untuk menyatakan bahwa suatu unit telah memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan berdasarkan standar-standar tertentu. Ser fikasi Desa Wisata Ekologis merupakan satu sistem pemantauan suatu kewilayahan (desa adat/banjar/subak) untuk mengetahui kualitas manajemen atau pengelolaan sumberdaya di njau dari aspek lingkungan, sosial budaya ekonomi, dan par sipasi masyarakat berdasarkan Kode E k Kepariwisataan Dunia dan nilai-nilai budaya Bali. Bali DWE mempunyai kredibilitas untuk melakukan ser fi kasi dan menerbitkan Ser fi kat Desa Wisata Ekologis kepada desa adat/banjar/subak melalui pendampingan. Pendampingan yang dilakukan merupakan upaya menuju kemandirian berdasarkan nilai-nilai demokra s, transparan, berkeadilan sosial dan gender, interdependensi, kelestarian lingkungan, dan kearifan budaya Bali. Bali DWE beroperasi secara mandiri, dak tergantung pada lembaga apa pun, namun berpegang pada Kode E k Bali DWE sejalan dengan Kode E k Kepariwisataan Dunia serta Tri Hita Karana dan Sad Ker sebagai nilai budaya Bali. Bali DWE menilai kualitas manajemen wisata ekologis desa dan memberikan ser fi kat untuk desa adat/banjar/subak yang sudah menjadi anggota. Bali DWE juga melakukan audit wisata ekologis secara regular terhadap desa adat/banjar/subak yang sudah mendapat
Ser fi kat Bali DWE. Penilaian kualitas manajemen wisata ekologis dilakukan berdasarkan manual yang sudah disusun, terdiri dari: - Manual penilaian dasar (baseline assessment manual) - Manual implementasi standar (standard implementa on manual) - Manual audit (audit manual) KODE ETIK BALI DWE 1. DWE (gelah) - Masyarakat desa adat/ banjar/subak mengenal dan memahami potensi diri dalam wilayahnya 2. DWEnang - Pengelolaan potensi desa/ banjar/subak dilakukan berdasarkan asas keadilan internal desa dan antar desa dalam keutuhan ruang bersama 3. DWE (tenget) - Wisata ekologis ditujukan untuk keberlanjutan dan saling memuliakan kehidupan dengan cara menjaga kesakralan desa adat/banjar/subak 1. DWE (gelah) - Masyarakat desa adat/ banjar/subak mengenal dan memahami potensi diri dalam wilayah yang mencakup: a. Sumberdaya alam yang melipu panorama dan produk khas desa adat/banjar yang terdiri dari gunung/hutan, mata air/sungai, keanekaragaman haya , dan pantai/ laut dengan batas wilayah yang jelas dan sudah disepaka bersama b. Jumlah dan kualitas masyarakat desa adat/banjar dengan berbagai profesi dan ketrampilan yang dimiliki se ap individu c. Potensi sosial budaya desa adat/banjar
d.
e.
yang melipu kelembagaan, data dalam monografi, nilai dan praktek budaya, serta sistem kekerabatan yang ada di masyarakat Infrastruktur sebagai penunjang sistem sosial masyarakat, seper bale desa/banjar, bale subak, pura dan artefak budaya lainnya, sekolah, pasar, akses informasi dan teknologi, juga sarana fi sik yang lain Keberadaan modal berupa uang dan sejenisnya yang dapat dimanfaatkan untuk kepen ngan bersama dan lembaga yang mengelolanya seper LPD/koperasi/bank, kas desa/banjar, badan usaha milik desa/ banjar, atau arisan warga
2. DWEnang - Pengelolaan potensi desa adat/banjar/subak dilakukan berdasarkan asas keadilan internal desa dan antar desa dalam keutuhan ruang bersama: a. Tatwam asi yang memandang semua makhluk secara esensial adalah sama, termasuk di dalamnya memandang perempuan dan laki-laki setara berpasangan, menghindari semua bentuk eksploitasi kemanusiaan, serta menghorma sesama warga orang luar, alam b. Pengelolaan potensi oleh krama desa/banjar/subak dilakukan berdasarkan paruman, atas dasar paras paros dan para aparo, dengan menerapkan prinsip satya yang jujur-adil-bersahaja-tulus dan duwenang sareng-sareng (kebersamaan) c. Prakan - melakukan kerjasama antar desa, terutama dengan desa penyanding melalui hubungan yang dibangun secara adil sesuai peran dan fungsi kawasan,
d.
e.
misal memberikan penghargaan kepada desa-desa di kawasan hulu yang telah memberikan kehidupan untuk kawasan hilir Mengadakan/memelihara duwe tengah dengan menerapkan sistem mapatung, berbagi yang adil sebagai upaya menuju kemandirian Tetegenan dilaksanakan bersama oleh seluruh warga desa adat/banjar sesuai dengan linggih (kedudukan), sesana (e ka sesuai peran), swadharma (tugas, kewajiban, tanggung jawab), dan swadikara (hak) masing-masing berdasarkan kesadaran untuk mempertahankan eksistensi dan iden tas desa adat/banjar
3. DWE (tenget) - Wisata ekologis ditujukan untuk keberlanjutan dan saling memuliakan kehidupan dengan cara menjaga kesakralan desa adat/banjar/subak: a. Menerapkan prinsip cenik lantang melalui konservasi dalam ar memelihara, memanfaatkan, dan mengembangkan potensi yang ada b. Kegiatan wisata ekologis di desa adat/ banjar/subak melalui pengelolaan potensi berkeadilan merupakan sarana menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan kehidupan c. Keberhasilan wisata ekologis desa adat/ banjar/subak ditandai dengan kehidupan yang saling memuliakan melalui sikap saling menghorma dan saling berbagi, juga rasa cukup dan angayubagya (puji syukur) atas segala yang sudah disediakan alam. ď ś Bali Travel Newspaper
K4-II.21-12
! " # $ % %&'( " ' & % && " ) " * +, $ - , , . -" ) ... , $ - , ,
K12-I.6-13
balitravel_80_indonesia.indd 9
/ $ % 0
# $ % ( 0 " % ( ( '
S12-VI.39-12
4/22/2014 2:37:36 AM
10
AKTIVITAS WISATA
No. 80 25 April - 10 Mei 2014
Pembangunan Bandara di Bali Utara
Harus Sesuai Aspek Sosial Budaya Bali Peresmian PLTS & PLTMH di Desa Penglipuran MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik Senin (7/4), melakukan Groundbreaking Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLT Biomassa) Bangli serta Peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang dibiayai APBN Kementerian ESDM Tahun Anggaran (TA) 2013. Kementerian ESDM melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan Energi Baru Terbarukan melalui pembangunan infrastruktur baik melalui dana APBN maupun dana yang berasal dari pihak lain. Tujuan pembangunan energi baru terbarukan di Indonesia adalah meningkatkan akses masyarakat terhadap energi modern di wilayah yang belum terlistriki dan menjamin ketersediaan energi bersih untuk memenuhi kebutuhan energi nasional secara efisien dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan. Pembangunan PLT Biomassa, PLTS dan PLTMH juga merupakan bentuk nyata dari pelaksanaan Catur Dharma Energi yang diluncurkan oleh Menteri ESDM pada tanggal 22 Oktober 2013 khususnya Dharma Ke ga yaitu mempercepat dan mendorong secara massif Pengembangan EBT (Energi Baru Terbarukan) dengan memanfaatkan aneka sumber tenaga Surya, Panas Bumi, Biomassa, Tenaga Air, Tenaga Laut, Tenaga Bayu, Tenaga Nuklir dan Bahan Bakar Naba . BTNewspaper/RD.
PEMBANGUNAN bandara di Bali Utara, menurut Ketua Umum Majelis Utama Desa Pakraman (MUPD), Jro Gede Suwena Putus Upadesa, pihaknya segera mengadakan pesamuan agung untuk membahas masalah ini. ‘’Keputusan yang diambil sudah bisa dipertanggungjawabkan secara hukum, agama dan budaya.” jelasnya. S e n a d a d e n ga n Ket u a MUDP Bali, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Gus Ngurah Sudiana, mendukung penuh pembangunan bandara di Bali utara, dengan catatan dak bertentangan dengan nilai-nilai budaya dan agama masyarakat Bali. “Asalkan jangan sampai kena pura, dan tempattempat suci, kami dukung, dan tentu saja harus bisa mensejahterakan masyarakat,” kata Sudiana. Gubernur Bali, Made Mangku Paska, pada saat mendengarkan presentasi dari PT. Pembangunan Bali Mandiri yang memaparkan hasil studi kelayakan (feasibiliy study) atas pembangunan bandara di kawasan Bali Utara, di Wiswa Sabha Pratama, Kamis (3/4), juga menegaskan
pembangunan bandara di kawasan Bali Utara haruslah memperha kan adat dan budaya masyarakat Bali. Mengingat kehidupan sehari-hari masyarakat dak pernah lepas dari ritual keagamaan dan adat is adat yang masih dipegang teguh hingga saat ini. “Jangan sampai niat baik kita berbenturan dengan norma budaya sehingga menimbulkan permasalahan di kemudian hari,” tandasnya.
Ditambahkannya lagi, masyarakat Bali kebanyakan masih menginginkan Bali seper apa adanya, dan mereka masih takut terhadap dampak pembangunan yang dikhawa rkan dapat membawa perubahan bagi kehidupan mereka. “Jadi sebisa mungkin pembangunan bandara ini disosialisasikan dengan jelas kepada masyarakat,” tegasnya. BTNewspaper/humas
K12-III.69-14
balitravel_80_indonesia.indd 10
4/22/2014 2:37:38 AM
AKTIVITAS WISATA
No. 80 ď Ź 25 April - 10 Mei 2014
11
Kreatif Berdasarkan Ilmu MENJADI pendamping masyarakat dalam menjalankan program Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri), dak cukup hanya berbekal ilmu dari bangku sekolah. Diperlukan krea vitas dan keberanian memadu padankan disiplin ilmu lain yang disesuaikan dengan kondisi dilapangan. Demikian disampaikan oleh Gubernur Bali, Made Mangku Pas ka dalam acara pembukaan pembekalan teknis untuk para ketua kelompok Simantri se-Bali, di gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Ka-
mis (10/4). Pembekalan diiku 419 Ketua kelompok simantri dan pendampingnya. Program Simantri merupakan salah satu program prioritas Bali Mandara. ‘’Kembangkan pengetahuan anda dari berbagai disiplin ilmu, baik ekonomi, hukum, filsafat sampai ajaran Weda, karena percepatan pembangunan sistem pertanian harus dipadukan dari berbagai aspek,� katanya. Menurut Gubernur, ukuran keberhasilan simantri dak hanya dilihat dari jumlah sapi yang terus bertambah, namun simantri
harus mampu membuat suatu perubahan untuk Bali dan tentu saja bisa menaikkan pendapatan anggota gapoktan juga harus naik. “Kalau bisa, bikin saja Organic Trade Center, karena simantri telah menghasilkan berbagai produk organik, bahkan sudah sampai dipasarkan,â€? tambahnya. Diharapkaan kedepan, program Simantri dak lepas dari ajaran Weda dan filosofi Tri Hita Karana, karena simantri sama sekali dak merusak lingkungan, bahkan sangat ramah terhadap lingkungan. Olehkarenanya, pemerintah menggandeng yayasan Tri Hita Karana yang di ketua oleh I Gus Ngurah Wisnu Wardana, untuk memasarkan pupuk organik dan bio urine simantri dan mengharapkan berbagai instansi pemerintah dan swasta menggunakannya sejalan dengan program Bali Clean and Green. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Ir. Ida Bagus Wisnu Ardhana, M.Si melaporkan bahwa perkembangan Simantri dari tahun 2009 hingga saat ini sudah cukup baik. Pada tahun 2013 sudah terbangun 508 gapoktan simantri dari target 1000 simantri pada tahun 2018. Dampak posi f simantri juga sudah mulai dirasakan oleh para petani, yaitu peningkatan persediaan pupuk organik dan bio urine, peningkatan populasi ternak dan tentu saja peningkatan pendapatan para petani. ď ś BTNewspaper/RD
Bagaimana Pemprov Bali Mengelola Desa Wisata? PENGEMBANGAN pariwisata berbasis budaya menurut Kepala Dinas Pariwisata Prov. Bali Ida Bagus Kade Subiksu adalah salah satu prinsip pembangunan dan penjabaran kebijakan dalam mewujudkan Bali Mandara Jilid II yang merumuskan manajemen pro growth, pro poor, pro job, dengan tetap berpijak pada filosofi Tri Hita Karana. “Mewujudkan Bali yang berbudaya, bertaksu, dinamis, maju dan modern dibidang pariwisata, antara lain mengembangkan pariwisata kerakyatan yang dapat memberikan efek ganda bagi sebagian besar masyarakat lokal Bali. Untuk mewujudkan visi dan misi Bali Mandara 5 tahun ini kedepan, program aksi Bali Mandara jilid II khususnya dalam bidang pariwisata antara lain ada 2, yakni mengembangkan 100 desa wisata berbasis budaya dan mengembangkan pariwisata spiritual tourism, pertanian atau agriculture tourism, olahraga atau sport tourism,� jelas nya dalam acara Selasa Pariwisata dengan tema “Bagaimana Mengelola Desa Wisata Di Bali?� yang bertempat di Kantor Bali Tourism Board, Denpasar, Selasa(8/4). Dalam mengembangkan pariwisata, masyarakat merupakan salah satu stake holder pen ng disamping pemerintah dan swasta. Oleh karena itu pengembangan pariwisata harus memperha kan posisi, potensi dan peran masyarakat sebagai aktor atau subjek pengembangan. “Karena posisi peran hubungan masyara-
kat turut menentukan sukses atau keberhasilan jangka panjang pembangunan kegiatan pariwisata, ini seper roda kalau dak ada ini dak bisa bergerak,â€? ujarnya. Subiksu menambahkan desa wisata dalam konteks pengembangan des nasi pariwisata telah berperan sebagai salah satu agent penggerak dalam turut mendukung terciptanya lingkungan suasana kondusif di ngkat lokal dan daerahnya. Ada satu kata kunci bagaimana kesadaran , bagaimana pengelolaan, dan bagaimana komponen kelompok itu bergerak dengan menejemen itu sendiri. “Tidak hanya kita bangun desa wisata, infrastrukturnya benahi, SDM nya juga ngkatkan tapi kalau pengelola dak ada, ya dak ada gunanya juga kan, jadi berlanjutnya dalam peran dan kontribusi desa wisata tersebut perlu terus didukung dan dikembangkan secara kualitas maupun kuan tas dalam turut menopang perkembangan dan pertumbuhan des nasi pariwisata,â€? tambahnya. Lebih lanjut Ia mengungkapkan semenjak tahun 2009 hingga 2014 ada sekitar 160 desa wisata yang sudah memiliki potensi dan sudah memiliki PNPM. “Termasuk juga di Provinsi kami mengembangkan loka karya sekitar mungkin 15 sampai 20 desa, dan kami turun ke desa mengadakan loka karya dan menindaklanju apa kebutuhan mereka disana. Secara dasar hukum semua sudah punya dan sudah ada Perda nya, bagaimana mengembangkan periwisata yang berbasis budaya kerakyatan,â€? ungkapnya. ď ś BTNewspaper/RD
PT. RUSDI MEDIKA
Pedagang Besar Alat-alat Kesehatan dan Kedokteran
Jl. Pulau Buton No. 19 Denpasar - Bali Telp. (0361) 743815, 223803 Fax. (0361) 226687 email : rusdi_dr@yahoo.co.id
!! K12-III.14-13
K12-IV.2-13
B-II.24-12
For further information, please contact: SENTOSA PRIVATE VILLAS AND SPA, BALI Jl. Pura Telaga Waja, Petitenget, Seminyak, Bali 80361, Indonesia • Phone: +62 361 730 333 • Fax: +62 361 737 111 E-mail: sales@balisentosa.com • Website: www.balisentosa.com K12-VI.10-11
balitravel_80_indonesia.indd 11
4/22/2014 2:37:41 AM
12
PROPERTY
No. 80 25 April - 10 Mei 2014
SwissBel Resort Watu Jimbar DENGAN tema “rise & shine” balon berwarna merah jingga dan kuning dilepaskan ke udara seiring dengan penggun ngan pita sebagai tanda dibukanya Swiss-Bel resort Watu Jimbar, Sanur. Ini untuk pertama kalinya di Indonesia, Grup Swiss-Bel hotel Interna onal membuka penginapan dalam bentuk resort yaitu pada Swiss-Belresort Watu Jimbar di kawasan Sanur, Bali. General Manager Swiss-Bel Resort Watu Jimbar, Marco Ronnie Seiler menargetkan ngkat hunian kamar hotel (okupansi) pada tahun pertama sebesar 42%, dan bisa tumbuh menjadi 60% pada tahun selanjutnya. “Untuk ngkat okupansi hotel baru kami yang berbentuk resort pertama di Indonesia ini targetnya paling dak mencapai 42% di permulaan tahun,” ujarnya dalam so opening Swiss-
Belresort Watu Jimbar, Kamis (17/4). Swiss-Bel resort Watu Jimbar menye-
diakan 306 kamar, terdiri atas 299 kamar modern dan 7 suites yang dilengkapi dengan
Jacuzzi luar ruang pribadi dan pemandangan kolam yang didesain untuk menyediakan akomodasi bagi para pelaku bisnis dan wisatawan. Swiss-Bel resort Watu Jimbar menawarkan pengalaman bersantai dengan kemewahan khas Bali di Sanur. Tamu bisa menikma fasilitas modern berpadu dengan sentuhan budaya lokal. Selain itu juga disediakan kolam renang dan ragam fasilitas lainnya. Dibangun di area yang cukup luas, resort bintang empat itu didesain dengan standard warna-warna yang memberi efek menenangkan serta interior kayu. Resort juga menyediakan kamar yang luas, dan ruang duduk di luar ruang. Beberapa jenis kamar memiliki Jacuzzi luar ruang pribadi serta akses langsung ke kolam renang bagi pe kamar lainnya. Se ap kamar juga dilengkapi LCD TV dengan saluran internasional, IDD/NDD telepon, pendingin ruangan, fasilitas pembuat kopi dan teh, mini-bar, serta kotak penyimpanan pribadi. Tak hanya itu, disediakan pula layanan kamar 24 jam dining dan swiss-café dengan area dalam dan luar ruang terbuka bagi tamu hotel maupun publik, gra s akses internet wifi di kamar dan area publik hingga 15 mbps, pertokoan dan lounge, binatu, spa, dan fitness centre serta kolam renang dengan lagoon pool bar. Akses ke pantai dapat ditempuh hanya dengan berjalan kaki, juga terdapat area perbelanjaan dan hiburan di sekitar area resort. Chairman and President Swiss-Belhotel Interna onal Gavin M. Faull menyampaikan profesionalisme jajaran manajemen dan staf akan memas kan bahwa resort SwissBel pertama di Indonesia ini akan memberi layanan terbaik. BTNewspaper/RD
K12-V.30-12
balitravel_80_indonesia.indd 12
4/22/2014 2:37:44 AM