Every Month Stand by Her Campaign
Girl Up Diponegoro
MAY 2021
Period
poverty
sebuah
masalah
memengaruhi memiliki produk dan
didefinisikan
terkait
higienis
global
perempuan
akses
sebagai
yang
memadai menstruasi serta
yang tidak
terhadap yang
tidak
aman
adanya
pengetahuan yang memadai mengenai menstruasi.
Sebagian
besar
dari
mereka
yang terkena dampak berasal dari
rumah
masyarakat
tangga yang
dan kurang
mampu dan kurang beruntung.
Period poverty membawa banyak isu mengenai kesehatan bagi para wanita. Menurut UNICEF, kebersihan menstruasi yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan reproduksi, infeksi saluran kemih, dan penyakit urogenital bahkan pada level yang serius dapat berdampak pada Toxic Shock Syndrome yang memiliki komplikasi terburuk hingga kematian.
Period
poverty
perempuan terhadap
berarti
yang
bahwa
banyaknya
kekurangan
produk-produk
akses
menstruasi
yang
higienis. Kurangnya akses terhadap prosuk menstruasi
dapat
berlanjut
kepada
banyaknya perempuan yang menggunakan barang yang tidak higienis untuk mengatasi masalah
menstruasi
berlanjut Kesehatan
yang
pada seperti
kemudian
akan
masalah-masalah yang
telah
disebutkan
diatas.
Di Bangladesh, India dan beberapa negara lain, infeksi dan angka kejadian kanker serviks juga
dihubungan
dengan
kebersihan
yang
buruk selama periode menstruasi. Fenomena ini membuktikan bahwa period poverty dapat membawa masalah kesehatan yang serius.
Selain isu yang timbul dalam bidang kesehatan, masalah
period pada
menstruasi. telah
poverty sistem
Period
menempel
juga
menimbulkan
pendidikan
poverty
dan
pada
stigma
menstruasi
terkait yang dapat
menyebabkan anak perempuan ditolak aksesnya ke pendidikan dan dapat menghadapi intimidasi ekstrem
dan
kekerasan
berbasis
gender
di
dalam dan di sekitar sekolah. Selain itu, tanpa akses ke toilet atau produk menstruasi di sekolah, banyak anak perempuan kehilangan pendidikan mereka - dan menunda hidup pilihan
mereka, selain
karena tinggal
mereka di
tidak
rumah.
punya
Kemiskinan
berperan besar dalam akses untuk memperoleh produk-produk tersebut, namun ada juga stigma budaya seputar menstruasi yang menyebabkan rasa malu dan rasa malu bagi sebagian anak perempuan.
Diperkirakan satu dari 10 anak perempuan di Afrika akan bolos sekolah ketika mereka mengalami menstruasi. Kehilangan hari di sekolah
dapat
perempuan
putus
menempatkan pernikahan
menyebabkan
anak
sekolah
mereka yang
sama
anak sekali,
pada lebih
hamil di usia yang lebih muda.
besar,
risiko dan
1. Mulai
mengedukasi
mengedukasi
diri
lingkungan
sendiri sekitar
dan
perihal
isu menstruasi. 2. Mengedukasi diri sendiri dan lingkungan sekitar
mengenai
pentingnya
produk
menstruasi yang higienis dan bahayanya apabila
memakai
produk
yang
tidak
higienis. 3. Menyertakan pendidikan
edukasi formal
menstruasi di
sekolah
dalam (bisa
berupa kegiatan keputrian, dsb). 4. Ikut serta dalam kegiatan suka rela atau “volunteering”
ke
desa-desa
dalam
rangka untuk memberikan edukasi terkait menstruasi. 5. Mengadakan penggalangan dana untuk membantu para wanita yang kekurangan akses terhadap produk menstruasi.