PORTFOLIO GIOABI FASHAR 2017-2019
CURRICULUM VITAE
GIOABI FASHAR ARCHITECTURE STUDENT Gioabi Fashar Jakarta, 11 November 1998 Kota Depok, Jawa Barat 081310194611 ceritaanakarsi.wordpress.com gioarchi1198@gmail.com
I study at Architecture of Gunadarma University. I describe myself as an Introvert but I like to work in a team. Through architecture design competition, I am interested in exploring and analysing the problem and solve it with a new solution/concept then finding what the real architecture means.
EDUCATION
AFFILIATIONS
2016 - Now Architecture Bachelor Universitas Gunadarma 2013 - 2016 Senior High School SMAN 3 Depok
2019-Now Sudut Ruang Architecture Community | Leader 2018 Forum Sayembara Architecture Community | Founder
COMPETITIONS 2019 ArchFest 2019 Univ. Kristen Petra | Competition Entry 2019 Sayembara Desain Tapak Kawasan Monas PT KIND Indonesia | IAI | Competition Entry 2018 Miniatur Undip 2018 Univ. Diponegoro | Competition Entry 2018 Gaung Bandung 2018 ITB | Competition Entry 2018 Sepekan Atmajaya 2018 Univ. Atmajaya | Competition Entry 2018 Wiswakharman Expo 2018 Univ. Gadjah Mada | Competition Entry 2017 Sayembara Rumah Panggung Univ. Sriwijaya | Competition Entry 2017 Architecture Fair UI 2018 Univ. Indonesia | Exhibition 2017 ITAD 2017 Singapore | Competition Entry 2017 Satu Ruang 2017 Univ. Pelita Harapan | Top 25
WORK EXPERIENCE 2018 PT Delta Arsitektur Persada Project : Sekolah Satu Atap Bogor 3D modelling & animation | 3 month
SKILLS SketchUp AutoCAD Lumion Adobe Photoshop Adobe InDesign Adobe Premiere
LANGUAGES Bahasa Indonesia English
INTERESTS Architecture, Urban Design, Public Space, Photography, Videography, Badminton, Movies, Blogging
CONTENTS
Satu Ruang 2017 Bale Adhikari : Unity in Flexibility ITAD 2017 Re-Shape AFAIR UI 2018 Citayam Riverpark : Re-Form Gaung Bandung 2018 D’Form ArchFest 2019 Bundelin Shelter Studio Perancangan Arsitektur 4 Hotel Bintang 3
1
SATU RUANG
BALE ADHIKARI : UNITY IN FLEXIBILITY
Sayembara ‘Satu Ruang’ BALE ADHIKARI Universitas Pelita Harapan UNITY IN FLEXIBILITY Team Gioabi Fashar Aldo Kristanto Anugerah Hondro Alfadissa Nisrina Yusriharza
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki Âą17.000 pulau. Pulau-pulau di Indonesia mempunyai banyak pantai dengan keseluruhan total panjang garis pantainya mencapai 99.000 kilometer. Banyak pantai di Indonesia sudah dijadikan tempat pariwisata yang terkenal atau Kawasan Status Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Dijadikannya pantai seTop 25 bagai tempat pariwisata membuat banyak turis dari berbagai kalangan dari dalam ataupun luar negeri datang mengunjungi pantai tersebut. Namun, pantai-pantai tersebut masih banyak yang tidak memiliki fasilitas lengkap atau fasilitas penunjang. Terutama fasilitas penunjang untuk orang-orang berkebutuhan khusus atau difabel.
LOKASI SITE DKI Jakarta merupakan salah satu provinsi yang memiliki daya tarik nasional. Salah satu provinsinya merupakan sebuah kepulauan yaitu Kepulauan Seribu. Kepulauan Seribu ini memiliki beberapa pulau yang menjadi daya tarik strategis bagi pariwisata nasional. Salah satunya adalah Pulau Tidung. Pulau Tidung masuk ke dalam 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Salah satu daya tariknya adalah Jembatan Cinta. Menurut data statistik tahun 2014, pengunjung Pulau Tidung mencapai -+ 2 jutaorang dari dalam maupun luar negeri.
MASSING
Bentuk dasar berbentuk elips
Bentuk dasar dinaikan hingga membentuk massa bangunan
Massa dibolongi untuk membentuk open space di bagian tengah
Pembentukan fasilitas dengan menarik dan mendorong bagian samping massa
Bentuk elips berasal dari transformasi bentuk gelombang laut dan bentuk ini menjadikan site atau kawasan berada pada satu kesatuan atau terpusat. Hal ini bertujuan untuk memusatkan kegiatan-kegiatan orang dari kalangan umum maupun difabel.
Elang Bondol sebagai maskot Jakarta dan bertransformasi bentuk menjadi bagian dari massa bangunan. Warna cokelat menandakan sayap Burung Elang yang menandakan kebebasan dan keperkasaan/kekuatan. Warna biru menandakan Salak Condet yang akan ditransformasikan menjadi area makan
Jalur sirkulasi pengunjung dengan Area hijau yang ditanami palem-pale- Terdapat kolam kecil yang digambarmaterial menggunakan pavingblock man berupa tanaman Palem Pakis Haji kan sebagai oasis di tengah gurun dan dan juga disertai guiding block untuk menambah kesan mediterania tunanetra
Area makan yang diisi meja yang berbentuk lingkaran
Panggung yang digunakan untuk hibu- Tembok sejarah untuk menunjukkan ran atau event sejarah dari Jakarta dan Jembaran Cinta di Pulau Tidung
Blind Zone atau Zona Buta merupakan sebuah tempat yang dikhususkan untuk Tunanetra atau orang yang tidak bisa melihat. agar Tunanetra dapat merasakan pantai lewat indra lainnya yang lebih peka (seperti telinga yang dapat mendengar deburan ombak) tanpa harus menuju pesisir pantai yang dapat membahayakan Tunanetra.
Lansekap dibuat di area makan dengan menggunakan konsep mediterania untuk menambah suasana/kesan di pantai walaupun berada di dalam area bangunan dan menambah kesan alam tropis. Dengan penambahan tanaman berupa palem-paleman yang tidak berbahaya bagi pengunjung, terutama pengunjung disabilitas juga menambah kesan tropis dan mediterania.
2
ITAD COMPETITION 2017 RE-SHAPE
ITAD Competition 2017’ RE-SHAPE PROJECT Singapore Redesigning Peoples Through Architecture Team Satrio Wicaksono Nowdays, globalization grow, and touch all country around William Demaschrista Liejaya the world, they touch all city, and almost all remoted area I Kadek Ariyasa they want to in. In our country, Indonesia Science and TechIka Purwaningtyas nology grows so many impact espesially, the negative one. Gioabi Fashar This really fast movement made our country have got too many things, that our people not ready to accept. In the citMentor ies most peoples were no longer say hello to each other, the Novriansyah Yakub (Atelier Riri) society start to forget their local culture about Gotong Royong (local activity where peoples or community met, do work Status together to get good result, now gotong royong only can we Competition Entry see in remoted village/kampoeng who save their culture patiently), neighborhood lifes were lost in city, today.
SITE LOCATION Re-Shape Project is loacated in Bandung City, West Java. A one of big city in indonesia with big populations. so that many society needs comfort place place to live, and Re-Shape provide it. This is directly connected to Tangkuban Perahu Mount, its make the site special.
MASSING & CONCEPTUAL DESIGN
Base Form
Form sliced into two part, and make cross circulations between two mass building. So that have good accesibility.
The building orinted onto Mt. Tangkuban Perahu to create good hierarcy and philosophy
The building was made to response the climate, to create comfort space to the dwellers
The site around the building is made into green area approximately 60%
Facilities : the facilities at the residence is created with answered the site and human problem. to communicates the dwellers on the residence
TECHNOLOGIES
In the residence which we designed, we collect rain water into a big tub and than we distribute it into, the kitchen and bathtub to every residence unit of the building
BIO GAS this technology was used human waste from the toilet on the residence, to fulfill the gas needs for cooking
Collecting used water from, kitchen, bathtub, and the toilet to watering the garden on the residence, actually with filtering process first.
To solve the electricity problem we used solar panel system. Its will placed at the of the roof, its aim to maximize the solar energy get in to the panel.
3
AFAIR UI 2018
THE CITAYAM RIVERPARK : RE-FORM
AFAIR UI 2018 CITAYAM RIVERPARK Universitas Indonesia RE-FORM Team Gioabi Fashar Aldo Kristanto Anugerah Hondro Alfadissa Nisrina Yusriharza
We always surrounded by space. If there’s activities, then there’s space formed. However, space can’t be “space”. There’s so many space that forgotten and only be “gossip” by people who see it. Most of residual space is around us but we don’t notice it. Indonesia became one of country, that Status have many residual space. Residual space became a stinking Exhibition garbage heaps, overgrown with wild plants. If we manage the residual space well, then that space will be “space” that can be a “heritage” for the next generation
Citayam village in the colonial period was a very rich village. Citayam is a very famous rubber producing area. So many partekelier have gardens to advance their economy. Citayam station was also a silent witness of Citayam’s wealth because the use of trains during the colonial era is needed so that Citayam increasingly famous.
Citayam has changed. Citayam more crowded now. Citayam Station is only a transitional place for people who return from Jakarta without being noticed this station is a historical relic. Citayam is forgotten. Can you imagine the future of Citayam?
Access to the site can be reached via Jalan Raya Citayam coming from the direction of Depok (north) or from the direction of Bogor Regency (South/Bojong Gede) by using public transportation (angkot). In addition, we can also use Commuter Line train to Citayam Station from Jakarta and from Bogor.
Every day and every time, traffic jam always happens when approaching Citayam Station due to the build up of public transportation (angkot) in front of the station. The absence of special stops makes angkot fight for passengers.
Site is located right on the edge of a small river. The water flow comes from Bogor, precisely coming from Cisadane River. Its width is only about 6 meters. The river water flow is not too heavy and the water is yellowish brown. This small river has no potential to cause flooding.
Busyness at the hour of going and going from work always happens every day. Around 06.00 to 08.00 am, busy going to Citayam Station and the average people who go to Citayam Station come from Depok direction. While at the same hour, people who headed to Depok relatively quiet. At around 4:00 am until 8:00 pm
CONCEPT
Re-Form is derived from the word “reformation”” which has the meaning of change. With the current state of Citayam “forgotten” required the existence of “heritage” that can remind people of history as well as applying the values of history into the life of society. It is hoped that with a public space where people can connect not only with the history but also the surrounding areas will bring a better change for the citayam as well as the community and with “Re-Form”, this river park will be a legacy for the future of citayam.
PEOPLE + CULTURE Culture in this case is more related to the norm. With River Park, the culture of storing garbage in its place can be further grown and maximized. The culture of the use of personal vehicle can be minimized.
PEOPLE + PEOPLE Public Space in this case River Park can be a space for people to apply social lessons such as interacting with others and expected not to be too concerned with gadgets as they tend to find in today’s society.
PEOPLE + NATURE With the creation of a public space such as River Park can create a new connection between humans and nature and raise awareness that the river can be made like this and very “friendly” with humans.
PEOPLE + HISTORY Citayam is one of the villages that “forgotten” because one factor is the absence of historical relics. Therefore, with the public space with history that is shown is expected to be the educative and inspirational matter for a better person.
WATER AREA
CIRCULATION
BUS/ANGKOT STOP
PEDESTRIAN
REST AREA
VEGETATION
4
GAUNG BANDUNG 2018 D’SUE
Gaung Bandung 2018 D’SUE Institut Teknologi Bandung Indonesia merupakan negara yang mempunyai penduduk Team yang beraneka ragam. Dari hal tersebut, tingkat kepedulian Gioabi Fashar masyarakat juga beraneka ragam, terutama di kota-kota Aldo Kristanto Anugerah Hondro yang padat penduduk. Zona transisi (terutama dalam akses) Alfadissa Nisrina Yusriharza merupakan salah satu titik temu antar golongan. Namun, sayangnya inklusifitas antar golongan tidak berjalan dengan Mentor semestinya. Inklusi merupakan pendekatan untuk membaRen Katili (StudioArsitektropiS) ngun dan mengembangkan lingkungan yang semakin terbuka, dimana berbagai perbedaan yang ada dapat dihargai Status dan diterima dalam lingkungan tersebut. Dengan mencipCompetition Entry takan lingkungan yang inklusi secara tidak langsung dapat menumbuhkan rasa percaya diri seseorang serta kesadaran pada diri sendiri maupun orang lain untuk saling menghargai satu sama lain. Maka dari itu, lingkungan yang inklusi memiliki peran penting dalam perkembangan kota.
“Sejumlah titik yang sering menjadi hilir mudik lalu lintas mahasiswa dan rawan kecelakaan di Jalan Margonda, di antaranya di depan Gang Kober dan Jalan Sawo....” (okezone.com) Jarak JPO cukup jauh dari pusat mobilitas terdekat, yaitu di Stasiun UI, Jalan Sawo, dan Jalan Kober dan kebanyakan hanya digunakan oleh pengguna apartemen. JPO UNIVERSITAS GUNADARMA
JPO MARGO CITY Terdapat banyak pedagang di sepanjang koridor dan JPO sedikit goyang ketika dilewati
Area ini tidak mempunyai JPO karena lahan yang terbatas akibat bangunan yang terlalu mepet ke jalan dan mobilitas orang yang tidak terlalu tinggi/padat akibat tidak adanya stasiun/pusat transportasi orang..
JPO BALAI KOTA “....pejalan kaki lain yang menyeberang jalan secara langsung rupanya memanfaatkan celah kecil antara pembatas jalan dengan median jalan. Beberapa di antaranya bahkan meloncati pagar median jalan..” (Kompas.com)
JPO TERMINAL DEPOK Jarak cukup jauh dari tempat perbelanjaan seperti ITC sehingga banyak orang yang masih lebih memilih menyeberang melalui jalan raya. Desainnya juga cukup berbahaya untuk anakanak.
LOKASI SITE Site berlokasi di Jalan Raya Margonda dekat Jalan Sawo dan jalan Kober. Site ini mempunyai mobilitas tinggi yang diakibatkan jalan tersebut merupakan penghubung ke arah Stasiun Universitas Indonesia dengan mayoritas pengguna adalah mahasiswa dan pekerja. Selain itu, daerah ini juga memiliki tingkat rawan kecelakaan yang tinggi karena jarak JPO terdekat cukup jauh dan penyeberangan di dekat site hanya berupa zebra cross.
JARAK JPO TERDEKAT
LINGKUNGAN
SIRKULASI
PENGGUNA
KONSEP
D’sue berasal dari kata “D” yang berarti Depok dan “Sue” yang berasal dari bahasa inggris yang berarti tuntutan. D’Sue menunjukkan bahwa Depok mempunyai tuntutan dalam mengembangkan fasilitas terutama fasilitas penyeberangan demi terciptanya suatu inklusifitas bagi penggunanya. Selain itu, desain ini juga menjadi tuntutan bagi warga Depok yang akan menggunakannya. Tuntutan yang berdasar pada berbagai spekulasi massa yang tercipta dari kejadian di area lokasi dengan wujud efisiensi, kebutuhan desain, keinginan khalayak, keefektifan, dan kinerja sesuai aturan yang berlaku.
Underpass memberikan efek psikologis kepada penggunanya karena ketika ingin menggunakan Underpass pengguna cenderung lebih menikmati jalur menurun walaupun pada saat ingin keluar tetap naik lagi. Selain itu, dengan jalur menurunnya Underpass dapat menghemat waktu pengguna tanpa ada rasa lelah.
Seseorang memperhatikan orang lain yang sedang menggerakan “Dupak” yang menghasilkan bunyi
Orang lain mulai mencoba dan merasakan hal yang sama terhadap “Dupak” dan sekitarnya (interaksi tidak langsung)
Hal tersebut berpotensi menciptakan inklusifitas lewat interaksi secara langsung (contoh senyum, sekedar ‘say hi’, dll)
Instalasi interaktif “Dupak” menjadi bagian unik di dalam underpass ini. Kata “Dupak” berasal dari bahasa sunda yang berarti senggol. Nama ini diberikan sesuai dengan instalasi interaktifnya yang akan merespon ketika di”senggol” atau didorong menggunakan tangan dan dapat mengeluarkan bunyi. VInstalasi interaktif ini dibuat karena ketika mobilitas tinggi, orang-orang yang menggunakan Underpass ini akan merasakan kejenuhan dan cenderung akan “iseng” pergerakannya, seperti memegang-megang sesuatu.
5
ARCHFEST 2019 BUNDELIN SHELTER
ArchFest 2019 BUNDELIN SHELTER Universitas Kristen Petra Natural Disasters occur all over the world, according to the climatic and natural characteristics of each region. These diTeam sasters are destructive not only to our physical habitat (our Gioabi Fashar home, our village, our city), moreover to the psychology of Winny Oktavianty the impacted community. One of the natural disasters’ imNovita Eka Lestari pact is the loss of safe and comfortable space for children to play and learn. Disaster can cause a child to lose a home, Status an environment, or even a family member, and thus he/she Competition Entry may suffer not only physically, but furthermore deep mental or psychological traumatic condition.
LITERATURE In Cooks Nagar, the community that is the source for most of the examples from journal named ‘Making Space for Children : Planning for Post-Disaster Reconstruction with Children and Their Family’, children said that since the tsunami, they found it much easier to play with one another and run around the community. The wave had destroyed most of the walls and fences around people’s houses, along with many of the houses, and there was far more open space within the neighbourhood than there had ever been before. The children enjoyed this, and asked that the walls not be put up again. It was beginning to seem quite likely that the children’s desire for more open space might actually encourage people to think differently about the space outside their homes.
from the journal has been explained that children stay focused on playing even though they have been affected by a huge disaster.
CONCEPT
In addition to creating a psychological impact, the natural disaster also destroys many buildings, so that leaves a lot of ruins and makes garbage. The concept which we offer is to combine the theory between post-disaster psychological healing and the utilization of the ruins left by the building as a structure of this shelter. CONTEXT The mass is shaped by the three-quarters circle which create an open shape to the surrounding and makes children and people freely enter the area. The shape is also im pressed by the embrace or giving a sense of security to the children
COMMUNITY & INCLUSION In the middle of the circular shape can be used as a meeting point for children to meet other people so that the inclusion occurs where the people can also play an active role in reducing a child’s mental burden
SPACE The room inside is directly con nected to the outside which becomes an effective area for children to learn and explore themselves. zoning division also functioned as the way to organize the children on using the avail able room.
TRANSPARENCY & NATURE The mass is made transparently so that the children do not feel confined to the indoor area and make it looks broadly. moreover, the children can also see the outside of the mass especially their natural environment around.
THE GREAT OUTDOOR The outdoor space is made for playing and learning interactively for the children through lego, water, and sounds using recycled material
COLOR & LIGHTING The bright color is used to make the ambiance become calmer and make children more attractive inside the space.
6
STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 4 HOTEL BINTANG 3
Studio Perancangan Arsitektur 4 HARMONY HOTEL Lecturers Kota Depok merupakan salah satu kota yang masih terus Dr. Ir. Arief Rahman, MT. berkembang menjadi sebuah kota yang layak untuk dikunjunRakhmanita, .,ST .,MT gi. Kota Depok yang menjadi kota satelit Jakarta juga menjadi kota yang sangat strategis untuk dikunjungi. Sampai saat ini, Pemerintah Depok terus membuka kota bagi para wisatawan maupun pebisnis yang inigin berkunjung, melakukan bisnis, atau sekedar berlibur di kota satelit ini. Namun, akomodasi berupa perhotelan masih sangat kurang dibanding pengunjung yang datang ke kota ini dengan berbagai urusannya. Kota Depok yang berkembang cukup pesat menyebabkan pembangunan kotanya tidak begitu terkendali. Hotel yang didirikan juga terkesan menghilangkan nuansa atau jati diri kota ini sendiri yang seharusnya dapat lebih menarik orang untuk datang dan menikmati kota ini dibanding hanya sekedar sebagai tempat untuk datang dan pergi.
THE HARMONY : NEW SHADE, NEW FUTURE, NEW DEPOK The Harmony atau dalam Bahasa Indonesia berarti ‘Harmoni’. Harmoni berarti kerja sama antara berbagai faktor dengan sedemikian rupa hingga faktor-faktor tersebut dapat menghasilkan suatu kesatuan yang luhur. Diharapkan bangunan ini dapat harmoni/selaras dengan lingkungan sekitarnya dan membentuk suatu kesatuan atau nuansa yang baru yang dapat dirasakan pengguna yang berkunjung ke hotel ini. Dengan adanya nuansa baru ini, diharapkan pengunjung dapat lebih banyak yang datang untuk menikmati suasana baru di kota ini. Bahkan pembangunan properti pun dapat terpicu untuk berlomba-lomba membangun bangunannya dengan nuansa yang inovatif dan dapat mengambil potensi dari alam. Dengan konsep ‘terbuka’, hotel ini juga seolah-olah sangat membuka/menyelaraskan diri terhadap alam, kota, dan penggunanya.
MASSING
Bentuk site dengan kontur
Kontur diratakan untuk dijadikan sebagai sebagai area terbangun
Massa dibuat berkontur sebagai respons terhadap site dan penambahan massa untuk area privat/kamar
Bentuk massa awal yang mengikuti bentuk site
Massa diaksis dari arah Jalan Margonda dan Margo City serta membuat lengkungan pada massa untuk merespons sungai
Massa dibuat seperti ‘memeluk’ untuk mennyelaraskan/berorientasi dengan nuansa alam pada site
FINAL MASS
PROGRAMMING Zona parkir diletakkan paling bawah dan dibuat terbuka agar lebih menyatu dengan alam serta tidak terkesan sumpek. Terdapat area semi-privat yang dapat digunakan untuk ruang komunal serta sebagai area viewing ke arah Depok dan Gunung Salak.
Bentuk bangunan dibuat berkontur atau seperti ‘terasering’ untuk merespon lingkungan site yang berkontur pula. Selain itu, pembuatan terasering juga untuk membuat skyline di Jalan Ir. H. Juanda lebih teratur terhadap lingkungan dekat site yang terdapat apartemen (akan dibangun), pusat perbelanjaan, dan perumahan.
GREEN AREA Area ini dibuat agar pengguna dapat merasakan alam secara tidak langsung. Selain itu, area ini dapat dijadikan sebagai pertukaran udara agar area dalam dapat merasakan kesejukan tanpa harus menggunakan penghawaan buatan.
RIVERSIDE AREA Area ini dibuat sebagai respon bangunan terhadap sungai sekaligus mengembalikan yang rusak akibat pembangunan hotel ini. Selain itu, pengguna juga dapat melihat dan merasakan suasana alam Sungai Ciliwung yang menjadi potensi alam di site ini.
GREEN/SUSTAINABLE CONCEPT Konsep yang akan didesain adalah konsep Arsitektur Tropis atau Green Architecture. Konsep ini digunakan sebagai respon terhadap lingkungan Depok yang memiliki iklim tropis serta orientasi bangunan yang menhadap ke timur dan barat serta untuk menghemat energi. Selain itu, konsep sustainable/ berkelanjutan juga diterapkan agar bangunan dapat bertahan.