EDITORIAL Masterplan untuk Unand yang Lebih Baik
S
Tabloid Genta Andalas diterbitkan oleh: Unit Kegiatan P ers Mahasiswa Pers Genta Andalas dengan SK No.373/XIII/Unand-2001 Pelindung: Prof. Dr. Yuliandri, SH. MH Penasihat: Prof. Dr. Mansyurdin, MS Pembina: Dr. Rembrandt, S.H. M.Pd Dewan Redaksi: Anggi Putri Rizkya, Fajar Suci, Hafiz AlMa’arij, Indah Ariesta Gusra, Nurul ‘Ain, Rahmadina Firdaus, Rahmat Fiqri, Yudellia Wira Permata Pemimpin Umum: Linda Susanti Sekretaris Umum: Icha Putri Bendahara Umum: Dian Mardhiyyah Pemimpin R edaksi: Redaksi: Suhada Tri Marneli Pemimpin P erusahaan Perusahaan erusahaan: M. Bimo Setiawan Perdana Wilan Pemimpin P Prr oduksi: Geliz Luh Titisari Pemimpin Litbang: Nurul Anisa Azwir Redaktur P elaksana: Pelaksana: Efi Fadhillah Redaktur: Elvi Rahmawani Natasya Salsabilla Festy Marketing & Sirkulasi: Dian Fitri Yova Social Media Officer & F inance: Finance: Nando Ferdiansyah Ilustrator: Afri Haikil Videografer: Riski Wahyudi PSDM: Khoiratul Fitri Syahdia Event Organizer: Ade Selvia Anggota: Anjas, Laila, Pratiwi, Suci Kru Genta Antara: Aisyah, Ami, Anin, April, Ara, Asa, Bilqis, Della, Dilla, Diva, Farhan, Fia, Haura, Helga, Ifa, Joy, Kerin, Lusi, Mey, Nabila, Nada, Nanab, Naufal, Nesya, Rara, Rivaldo, Sandra, Sherly, Sonia, Syifa, Tata, Tiara, Tika, Tilna, Uci, Ulfa, Uty
emenjak tanggal 31 Agustus 2020 Universitas Andalas (Unand) telah resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH). Tentunya dengan diresmikannya Unand menjadi PTN BH, mengharuskan Unand untuk melakukan perubahan-perubahan yang membuat Unand menjadi lebih baik. PTN BH juga digaungkan akan membuat Unand lebih mudah dalam mencapai World Class University (WCU). Mencapai tujuan untuk menjadi WCU tidaklah mudah, butuh kerja sama semua stakeholder agar tujuan tersebut tercapai. Unand juga harus mempunyai standarisasi WCU, seperti sarana dan prasarana yang setara dengan kampus tingkat dunia. Lantas, apakah Unand sudah memulai langkahnya tersebut? Apakah Unand mampu untuk mewujudkan mimpinya menjadi WCU? Hal ini sangat menarik untuk diikuti. Melalui masterplan , banyak pembaruan yang akan dilakukan oleh Unand. Mulai dari pembangunan laboratorium, hingga penambahan ruang parkir. Masterplan mengangkat tema green campus. Green campus berarti pembangunan apapun yang akan dilakukan di daerah Unand, akan mempertahankan ruang hijau terbuka. Regulasi pembangunan akan disesuaikan untuk mencapai green campus . Pertanyaannya, apakah pembangunan yang ada di Unand sudah mempertahankan lahan hijau terbuka untuk mencapai green campus ? Selanjutnya, tentu saja pembangunan tersebut membutuhkan dana. Dana tersebut benar-benar harus dialokasikan
dengan sebaik mungkin agar semua rencana yang ada di masterplan dapat direalisasikan dengan baik. Unand melakukan pembangunan kampus dengan masterplan untuk meningkatkan dan menyempurnakan penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan tuntutan kebutuhan dimasa mendatang dengan tetap mempertahankan nilai-nilai keamanan, kenyamanan serta keasrian. Ada berbagai macam topik perencanaan yang terdapat dalam masterplan Unand tersebut. Perencanaan tersebut akan direalisasikan untuk menjadikan Unand yang lebih baik. Tentunya dengan masterplan tersebut akan membuat peningkatan lebih baik pada fasilitas sarana dan prasarana yang ada di Unand. Saat proses realisasinya tentu saja akan ada tantangan yang harus dihadapi. Tantangan tersebut berupa adanya pembangunan yang dibangun tanpa izin rektor hingga terbatasnya dana. Pembangunan tanpa izin akan membuat perencanaan yang telah dilakukan tidak efektif dan terbatasnya dana akan membuat realisasi masterplan ini sulit tercapai. Unand harus siap untuk menghadapi tantangan dan halangan tersebut dengan perencanaan yang benar-benar matang. Kesejahteraan tenaga kependidikan (tendik) dan mahasiswa juga harus menjadi prioritas dalam masterplan. Warga Unand tentu berharap agar hal-hal yang sebelumnya kurang baik di Unand agar menjadi lebih baik untuk menjadikan Unand kampus yang lebih berkualitas lagi.
P
uji syukur sebesar-besarnya diucapkan ke hadirat Allah SWT yang berkat rahmat dan karuniaNya kami segenap Calon Anggota Genta Andalas bisa menghadirkan informasi kepada pembaca dalam tabloid Genta Antara Edisi Khusus 2022 untuk memenuhi kebutuhan khalayak pembaca. Tidak lupa pula shalawat beriring salam yang dicurahkan kepada Rasulullah SAW sebagai suri teladan yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah yang penuh kebodohan sampai pada zaman sekarang ini yang mana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat sehingga dapat menunjang kita untuk terus berkarya. Kami segenap kru Genta Antara sangat bangga dan bersyukur setelah mampu menyelesaikan tabloid Genta Antara Edisi Khusus 2022 ini. Berbagai halangan dan rintangan kami hadapi dalam proses penyusunan tabloid ini sehingga bisa selesai dan sampai ke tangan pembaca. Selanjutnya kami juga mengucapkan terima kasih kepada segenap pengurus, dewan redaksi, dan alumni atas kerja sama dan bimbingan yang mengiringi langkahlangkah segenap kru sehingga kami dapat mempersembahkan Tabloid Genta Antara kepada pembaca. Meskipun tengah menjalani jadwal perkuliahan yang padat, kami segenap kru terus
Jendela ..............................3 Laporan Utama .................4 Sorotan Kampus ...............6 Feature ..............................7 Laporan Khusus.................8 Survei ................................9 Liputan ............................10 Galeri ...............................11 Gentainment ....................12 Aspirasi ............................14 Sosok ...............................15
Salam Redaksi Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Dapur .................................2
berusaha mencari dan menyajikan informasi yang aktual dan faktual agar informasi yang kami sampaikan ke pembaca berkualitas. Pada edisi kali ini kami menghadirkan laporan utama mengenai seputar Masterplan Universitas Andalas. Selanjutnya, pada laporan khusus kami menyuguhkan informasi seputar hepatitis akut misterius khususnya untuk wilayah Sumatra Barat. Sedangkan, pada rubrik sorotan kampus kami menghadirkan informasi mengenai kondisi sarana dan prasarana di Universitas Andalas, serta kami menyajikan informasi mengenai wadah bagi mahasiswa untuk memberi pengaduan. Tidak hanya itu, feature, khazanah budaya, aneka ragam, aspirasi, aktivis, wawasan, resensi, dan sosok kembali kami kemas dengan sajian menarik dan informatif. Kami juga menghadirkan jawaban pesanmu untuk menjawab berbagai keluhan mahasiswa. Kami segenap kru Calon Anggota Genta Andalas berharap agar tabloid ini dapat menjadi informasi yang dapat memenuhi kebutuhan informasi pembaca. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan agar kedepannya kami dapat menjadi lebih baik dan lebih menarik lagi, akhir kata kami ucapkan terima kasih dan selamat membaca. Hidup mahasiswa! Wassalam
Rehat.................................16 Aneka Ragam...................17 Aktivis..............................18 Khazanah Budaya.............19 Sastra dan Seni.................20 Wawasan..........................22 Resensi..............................23 Arena Iklan......................24
Sosok Edisi Khusus Genta Antara 2022
Dila
REALISASI: Unand gencar melakukan realisasi masterplan 2020-2030.
Kirim saja pertanyaanmu ke social media Genta Andalas
Nasib ATM Centre Depan Gedung PKM
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Saya mahasiswa dari Jurusan Manajemen, dari yang saya lihat di PKM, mengapa mesin ATM di depan Gedung PKM tidak ada? Jawaban Karena adanya ketidaksesuaian antara target transaksi mesin dengan tarif sewa yang harus dikeluarkan oleh pihak bank. Faktor lain ialah mulai beralihnya masyarakat ke penggunaan dompet elektronik yang membuat penggunaan mesin konvensional berkurang penggunaannya. Dr Dr.. dr dr.. Wirsma Arif Harahap, Sp.B(K) Onk ektor II Universitas Andalas) ( Wakil R Rektor
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
Lembaga Penanganan Kekerasan Seksual Assalam’ualaikum Wr. Wb. Saya Baihaki Hakim mahasiswa dari Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, apakah Unand memiliki lembaga tersendiri dalam menangani kasus-kasus pelecehan seksual?
Bus Unand Tidak Diperuntukkan untuk Mahasiswa Apakah fasilitas bus dari Universitas Andalas (Unand) tidak diperuntukkan bagi mahasiswa? Karena beberapa kali terlihat bus Unand melintas di kampus, tetapi tidak ada mahasiswa yang menggunakan bus tersebut. Sylva Annisa Halimahtusaddiah (Mahasiswa F ak ultas Ilmu Sosial dan Ilmu P olitik) Fak akultas Politik) Jawaban: Untuk saat ini fasilitas bus Unand berwarna hijau diberlakukan untuk karyawan, dosen, serta tenaga pendidik Unand. Sebelumnya mahasiswa memakai bus berwarna putih, tetapi bus tersebut semua sudah berumur di atas sepuluh tahun maka tidak dapat dioperasikan lagi demi keamanan dan kenyamanan. Untuk ke depannya, mahasiswa Unand diharapkan dapat menggunakan Trans Padang untuk bepergian di lingkungan kampus Unand. Azral, S.Pt., M.Pd. (Koordinator Umum Biro Umum dan Sumber Daya)
Ota Da Tagen Tagen Mak Itam Tagen
Jawaban: Unand sebenarnya memiliki Satuan Tugas (Satgas) yang saat ini sudah 80% pembentukannya. Unand sedang melakukan pelatihan kepada Tim yang akan berada di dalam PPKS (Posko Penanganan Kekerasa Seksual) ini. Ir amil, Ph. D. IPM, Asean Eng Ir.. Insannul K Kamil, (W akil R ektor III Universitas Andalas) (Wakil Rektor
Mak itam Tagen Mak itam
: Mak, lai ado danga kaba masterplan Unand? : Hah? Peterpan? Ondeh, bilo Peterpan tibo ka Unand? Mak nio minta tando tangannyo a, sajak mudo Mak lah fans jo Peterpan tu. : Ndak peterpan do Mak, masterplan, kabanyo nio ado foodcourt bagai lah. Banyak dek Mak yang ka dibangun Unand ko. : Iyo batua tu, rancak dibangun pangguangnyo untuk Peterpan tu banyanyi bisuak Tagen. : Onde mande. Peterpan juo kecek Amak lai. Tasarah dek Amak lah, salasai masterplan ko mungkin iyo tibo Peterpan ka Unand mah Mak. : Iyo Tagen, kaba-kabaan se jam bara Peterpan tu tibo yo.
Redaksi Genta Andalas menerima tulisan berupa: esai, opini, feature, cerpen, puisi, khazanah budaya, dan bentuk tulisan kritis lainnya. R edaksi berhak mengedit tulisan tanpa mengubah isi. T ulisan disertai foto dan biodata Redaksi Tulisan penulis. T ulisan dapat dikirim kke e alamat e-mail redaksi@gentaandalas.com Tulisan
Lika-liku Realisasi Masterplan Unand 2020-2030
S
etelah dinyatakan menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), Universitas Andalas (Unand) terus gencar melebarkan sayapnya untuk menjadi kampus yang lebih baik lagi. Unand juga mempunyai resolusi ke depannya menjadi World Class University (WCU). Hal ini sesuai dengan yang dituturkan oleh Wakil Rektor IV Unand, yaitu Hefrizal Handra. “Unand sekarang sudah menjadi PTN-BH dan saat pengusulan kita sudah buat draft rencana perkembangan 20 tahun menjadi WCU,” ujar Hefrizal. Upaya Unand memperbaiki perwajahan kampus yang dirangkum dalam masterplan. Berdasarkan dokumen masterplan Unand, masterplan kampus dibuat untuk menjadi pedoman pelaksanaan pembangunan Unand dalam rangka memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana di lingkungan Unand. Masterplan Unand dicanangkan untuk direalisasikan mulai dari tahun 2020 sampai dengan tahun 2030. Masterplan harus dapat menampung perkembangan Unand dalam kurun sepuluh tahun ke depan. Ada banyak perencanaan yang ada di dalam masterplan tersebut, mulai dari pembangunan hingga kebijakankebijakan. Selama ini, tidak banyak perkembangan yang dilakukan oleh Unand meskipun sudah adanya masterplan ini. Memang sekarang masih dua tahun dari targetnya yang sepuluh tahun, akan tetapi seharusnya sudah ada perkembangan atau pembangunan yang harus dimulai. Tentu akan ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan dalam masterplan ini lantaran merupakan rencana yang besar dan akan berpengaruh dalam jangka yang panjang. Majelis Wali Amanat (MWA) juga ikut terlibat dalam bagian masterplan ini. Andil MWA dalam perencanaan dan pembuatan masterplan tertera dalam aturan MWA Nomor 2 tahun 2022 mengenai hubungan MWA dengan Rektor dan Rektor dengan Senat Akademik Universitas (SAU). Dalam masterplan, direncanakan akan ada pembangunan food court dan akan ada pembangunan-pembangunan lainnya. Lantas, jika Unand melakukan pembangunan secara besar-besaran, bagaimana nasib busines center dan
pedagang-pedagangnya jika ada food court baru yang masuk dalam masterplan? Bagaimana nasib lahan hijau di Unand? Masterplan dan P an Perubahan Akan erubahan yang Ak Dilakukan Sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) Unand 2020-2024, Unand memiliki program dan sasaran pembangunan, mulai dari pembangunan laboratorium baru, gedung kuliah bersama, hingga food court. Berdasarkan dokumen review masterplan Unand 20202030, hal tersebut membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai serta dapat mengakomodir program tersebut. Rencana untuk penambahan fakultas, jumlah mahasiswa baru, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), membutuhkan konsep yang sesuai dengan kebutuhan Unand. Dalam masterplan, akan ada banyak perubahan pembangunan baru yang akan dilakukan oleh Unand. Green campus merupakan tema yang diambil oleh Unand dalam mewujudkan masterplan. Maksudnya, Unand melakukan pembangunan yang mendukung ke arah konsep green campus ,seperti pembangunan gedung asrama atau gedung sarana dan prasarana lainnya yang ditinggikan dan tidak menyebar. Tujuannya adalah agar lahan terbuka hijau tetap tersedia. Pembangunan yang dilakukan tetap harus menjaga lahan hijau. Hal tersebut dilihat pada pembangunan asrama baru yang telah dibangun di lokasi pemetaan asrama Unand Pu Pera 3. Pembangunan dari asrama tersebut tidak dibangun melebar, akan tetapi pembangunannya dilakukan secara vertikal. Gedung asrama baru tersebut juga bekerja sama dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam perancangan dan realisasinya. Namun, asrama tersebut tampaknya masih belum bisa dipergunakan. Hal ini menjadikan asrama sebagai salah satu rancangan masterplan yang tampak ada, akan tetapi belum bisa dipergunakan. Hal ini disebabkan karena belum adanya serah terima dengan pihak Unand dan pihak Menteri PUPR. Berdasarkan dokumen masterplan Unand, terdapat perencanaan pengembangan kampus dan desain
Foto: Haura
“Saya berharap apa yang sudah direncanakan dimasterplan dapat kita wujudkan. Tentunya kesuksesan masterplan unand tak luput dari kerja sama semua warga Unand”
Hefrizal Handra ektor IV Universitas Andalas-Wakil R Rektor
Dok. Masterplan Unand
Desain Masterplan Unand 2020-2030 yang akan Direalisasikan.
masterplan. Perencanaan pengembangan kampus yang terdapat dalam masterplan berupa pembangunan laboratorium, jumlah mahasiswa, perpustakaan dan pusat sistem informasi, laboratorium terpadu, pusat penelitian dan pengabdian masyarakat, asrama mahasiswa, pusat kegiatan mahasiswa, sarana dan prasarana olah raga, rumah sakit pendidikan, dan unit pendukung lainnya. Adapun desain dari masterplan yaitu dimulai dari rencana peruntukan lahan, rencana tapak dan perpetakan, rencana sistem pergerakan (orang dan kendaraan), rencana perparkiran (sistem dan kendaraan), rencana ruang terbuka, rencana tata vegetasi dan perlakuan muka tanah, rencana jalan dan fasilitas pelengkap jalan, rencana tata bangunan, dan rencana sistem utilitas. “Masterplan maksudnya lebih ke perkembangan fisik, berupa perencanaan apa saja yang akan dibangun dan di mana saja. Masterplan sendiri konsepnya yaitu green campus dan pembangunan yang dilakukan akan tetap mempertahankan lahan terbuka hijau Unand,” tutur Hefrizal saat diwawancara oleh Genta Andalas, Kamis (19/05/2022). Sekarang pun bangunan yang dibangun sudah harus vertikal, bukan melebar. Hal tersebut dilakukan untuk mempertahankan lahan terbuka hijau di Unand. Penataan bangunan di Unand juga harus efisien serta harus sesuai dengan daya dukung lingkungan. Realisasi dari masterplan ini sudah dimulai sejak tahun 2020 yang lalu ditandai dengan adanya pembangunan asrama dan saat ini pun sudah ada beberapa bangunan dalam tahap proses seperti pembangunan laboratorium sentral. Fokus dari masterplan sendiri adalah pencapaian “ Unand baik dalam jangka panjang ataupun jangka pendek, maksudnya yaitu pembangunan yang mendukung tujuan Unand menjadi WCU baik jangka panjang maupun jangka pendek. Dalam pencapaian ini tentunya di perlukan sarana dan prasarana pendukung untuk mengakomodir program masterplan ini. Rahmat Hidayat, perwakilan MWA Unand dari mahasiswa menuturkan bahwa mahasiswa juga bisa turut andil dalam masterplan Unand. Mahasiswa juga dapat memberi aspirasinya untuk
masterplan ini. MWA dapat menampung aspirasi mahasiswa melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai bentuk Lembaga pelayanan. MWA bisa menyampaikan aspirasi mahasiswa jika aspirasi tersebut telah jelas baiknya untuk kepentingan civitas akademika.Mahasiswa memiliki pemikiran dan pola pikir kritis. “Dalam perealisasian masterplan saat ini, harapannya jika bisa Unand menghadirkan pembangunan dan penegmbangan yang sekiranya bukan dalam bentuk objek atau bentuk pajangan semata. Akan tetapi, buatlah pembangunan yang bisa mendatangkan income bernilai tinggi” ujar Rahmat saat diwawancara oleh Genta Andalas, Kamis (23/05/2022). Kendala Dalam Realisasi Masterplan 2020-2030 Sarana dan prasarana kampus baik itu ruang kelas, perpustakaan dan lainnya juga menjadi bagian dalam masterplan ini. Mengenai gedung kuliah, setiap gedung tentunya harus memenuhi syarat administratif agar dapat digunakan serta fasilitas yang nyaman agar berlangsung proses pembelajaran yang lancar. Namun, dalam pelaksanaannya tentu saja memiliki tantangan dan masalah yang harus diatasi seperti ketersediaan dana yang berakibat pada fasilitas gedung kuliah yang masih belum baik. Hefrizal menjelaskan bahwa pendanaan inilah yang menjadi kendala dalam pelaksanaan masterplan, meskipun demikian pemeliharaan gedung kuliah akan tetap dilakukan secara bertahap. Selain itu tantangan lain yang lebih besar adalah mengontrol pembangunan liar di sekitar Unand. Banyaknya pembangunan tanpa izin rektor menjadi masalah yang berat saat ini, seperti adanya penjual yang membangun lapaknya tanpa izin. Belum lagi masalah lain yang harus dipertimbangkan. “Kita akan terus meningkatkan efektivitas anggaran karena dana adalah masalah urgent yang harus diatasi. Selain itu mengontrol pembangunan tanpa izin rektor juga harus diatasi karena tidak boleh ada pembangunan di dalam Unand yang tidak diketahui Rektor. Izin rektor berbasis pada masterplan,” tutur Hefrizal. Peningkatan efektivitas anggaran terus dilakukan agar masterplan Unand terlaksana dengan baik. Hal ini dikarenakan
banyaknya hal yang harus dilakukan dengan dana yang tidak sedikit. Pemanfaatan Uang Kuliah Tunggal (UKT) akan dilakukan dengan efektif, tidak hanya mengandalkan UKT mahasiswa, Unand juga akan mengupayakan anggaran dari luar UKT seperti hasil riset yang dikomersialisasi yang merupakan hak dari PTN -BH. Perwakilan MWA dari mahasiswa, Rahmat mengatakan, sejauh ini pendanaan yang diterima oleh Unand dapat dikelompokkan dalam tiga bentuk. Pertama, pendanaan dari pemerintah, berupa APBN yang menunjang gaji-gaji dosen. Kedua bentuk anggaran dari Anggaran Pemasukan Dana Kampus (APDK). Ketiga, anggaran paling besar dan pemasukan paling besar Unand ialah dari UKT Mahasiswa. Adapun bentuk hambatan lainnya ialah dalam hal pandangan. “Perbedaan pandangan dan pendapat juga kerap menjadi pemandangan yang biasa dalam menyusun perencanaan. Namun, hal yang tidak biasa ialah jika semua pandangan dan pendapat yang berbeda tidak bisa dikolaborasikan dan disatukan dalam satu suara” ujar Rahmat. “Ke depannya kita harus memiliki sistem UKT maksimal yang tersedia. Bangunan kuliah masih terasa kurang, pendanaan laboratorium sentral baru juga membutuhkan dana,” tutur Hefrizal. Masterplan dalam perencanaannya juga akan membangun food court, juga di lapangan bola akan dibangun track atletik, lapangan indoor, serta fasilitas olahraga harus lengkap untuk menjadi WCU. Hefrizal Handra berharap semua rancangan masterplan ini dapat terwujud agar eksistensi Unand sebagai green campus dengan lahan terbuka hijau tetap bertahan dan juga mendapat penilaian yang bagus bagi masyarakat di luar Unand sehingga akan menjadi daya tarik bagi Unand dan diminati banyak orang. “Harapannya semua yang sudah direncanakan dapat terwujudkan dan semua pihak kampus perlu meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan kampus. Kebersihan kampus juga harus di pertahankan,” tutup Hefrizal. Rancangan dan proses pembangunan masterplan membutuhkan kerja sama semua stakeholder untuk mengatasi hambatan yang telah disebut di atas. Semua pihak terlibat dalam pemangku kepentingan harus bekerja sama. Mulai dari rektor, dosen, tenaga kependidikan (tendik), pemerintah, masyarakat, alumni dan mahasiswa yang diwakili BEM harus ikut ambil andil dalam masterplan Unand. Setelah ditetapkan menjadi kampus dengan taraf PTN-BH, Unand memiliki rancangan dari segi fisik dan segi pendidikan untuk perkuliahan. Seperti yang dituturkan oleh Wakil Rektor II Unand, Wirsma Arif Harahap, yang terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan masterplan ini ialah semua pihak yang memangku kepentingan. “Masterplan itu stakeholder, semua pihak terlibat. Setelah dilalui rapat dengan semuanya dan biasanya ada tim pembuat perencanaan. Setelah masterplan disetujui lalu dibawa ke senat atau sekarang MWA,” ujarnya saat ditemui di ruangan, Jumat (20/5/2020). Wirsma juga menuturkan harapannya agar perkembangan dan perubahaan yang terjadi saat ini dapat mengikuti masterplan. Unand dalam perkembangannya, memiliki fokus pada perkembangan Peguruan Tinggi entrepreuner . “Harapannya semua perkembangan insan yang ada di Unand mengacu pada masterplan,” ungkapnya. Selain itu, masterplan direncanakan untuk pengelola. Namun, jika mahasiswa memiliki ide atau aspirasi untuk masterplan
periode saat ini, mahasiswa bisa menyampaikannya dengan perwakilan dari MWA. Per wakilan MWA yang dari mahasiswa dapat menyampaikan hal yang berkaitan dengan masterplan dari mahasiswa jelas Wirsma. Dampak Masterplan bagi Mahasiswa dan T endik Tendik Banyak hal yang perlu dibenahi dan dikritisi oleh Unand, seperti sarana dan prasarana, fasilitas, dan sebagainya. Namun, bisa dirasakan sekarang bahwa sudah lumayan dengan apa yang telah diberikan dengan Unand. Rahmat Hidayat juga menuturkan, hal yang telah diberikan mahasiswa sejauh ini di Unand akan terdampak dengan apa yang diberikan oleh Unand. Perlu dipahami juga, fasilitas belajar perlu dibenahi. Perubahan masterplan yang sekali sepuluh tahun dapat terlihat dari waktu ke waktu. Dalam pengembangan masterplan diharapkan hal yang dibangun akan memberikan dampak yang berarti bagi mahasiswa ataupun tendik. Rahmat menuturkan, dalam perencanaan dan pengembangan masterplan, sekiranya tidak menghadirkan dalam bentuk objek atau pajangan foto semata. Namun, pengembangan masterplan sekiranya dapat memberikan pembangunan yang bisa mendatangkan pemasukan bernilai tinggi. Menurut Rahmat Hidayat, Unand dapat menghadirkan bentuk fasilitas dan pengembangan dengan income bernilai tinggi untuk mahasiswa. Pada contohnya, di peternakan terdapat edufarm, yaitu wisata edukasi dibidang peternakan. Selain itu, Rahmat berharap agar pimpinan dapat melakukan sosialisasi bentuk kegiatan masterplan kepada mahasiswa. Harapannya ialah wakil dari pimpinan juga bisa melakukan sosialisasi terkait masterplan ke depan. Selain itu, masterplan ini juga bentuk usaha baik dari Unand memberikan kenyamanan bagi mahasiswa. Oleh karena itu, sebagai mahasiswa sudah seharusnya mendukung rancangan masterplan dan turut mengawasi pengembangan masterplan. Akankah perencanaan ini hanya sebatas perencanaan dalam maksud tertentu atau memang untuk kepentingan bersama civitas akademika. Banyak fasilitas umum dalam sarana dan prasarana yang diperuntukkan mahasiswa ataupun tendik dalam kondisi yang tidak begitu baik, seperti kondisi fasilitas dalam gedung perkuliahan, dalam musala, ataupun bentuk fasilitas lainnya. Unand hendak merancang kemudahan fasilitas yang memudahkan mahasiswa, dosen, ataupun tendik. Pemetaan zona dalam Unand telah dirancang dan direalisasikan sedikit demi sedikit, seperti zona asrama, zona administrasi, zona perkuliahan, dan sebagainya. saat ini, Unand berencana membangun labor untuk mendukung penelitian bagi mahasiswa. Selanjutnya, dilihat dari segi aksesibilitas ke kampus. “Seperti yang diketahui, lokasi Unand yang jauh dari pusat kota menyebabkan sulitnya mancari transportasi umum. Namun, rektor dan jajarannya mengizinkan transportasi umum berupa angkot hijau masuk dan berkeliaran di Unand,” jelas Rahmat. Rahmat menambahkan bahwa hal ini mendapat respon positif dari mahasiswa ataupun para pekerja di Unand. Sebelumnya, Unand menyediakan transportasi sendiri yang diperuntukkan untuk mahasiswa dan tendik berupa bus Unand. Disebabkan satu dan lain hal, bus Unand yang awalnya fasilitas untuk mahasiswa, kini hilang fungsinya dan tidak dipergunakan kemballi oleh pihak Unand. Rahmat menuturkan bahwa Unand juga mengizinkan angkot hijau berkeliaran di daerah kampus. Hal ini bagus
Foto: Haura
“Banyak pihak yang terlibat dalam masterplan Unand mencakup seluruh pihak baik mahasiswa alumni, pemerintah, masyarakat, tendik, dosen, dan tim pembuat perencanaan.”
Wirsma Arif Harahap -Wakil R ektor II Universitas AndalasRektor dan efektif bagi mahasiswa yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Mereka tetap bisa pergi kuliah dengan uang transportasi yang terjangkau. Selain itu, angkot juga bisa mengantarkan sampai ke luar Unand. Akibatnya, Unand sudah seperti kota baru di dalam kampus. “Oleh sebab itu, rektor dan jajarannya ingin menggantikan angkot tersebut dengan bus trans padang. Rancangan tersebut telah sampai ke telinga mahasiswa maupun masyarakat Unand lainnya,” jelas Rahmat. Bekerja sama dengan pemerintah dan Trans Padang, Unand diharapkan dapat menyediakan tempat belajar yang nyaman dengan tidak perlu memperlihatkan pemandangan angkot yang tidak rapi tersebut. “Akan tetapi, realisasi dari Bus Trans Padang belum tampak hingga saat ini. Bus Trans Padang akan membuat akses mahasiswa maupun tendik akan mudah sehingga akan menambah kesejahteraan baik mahasiswa maupun tendik,” tutup Rahmat. Pencanangan masterplan ini mendapat dukungan dari mahasiswa. Tentu mereka ingin kampus sebagai tempat mereka menimba ilmu menjadi baik dan lebih baik lagi dan kesejahteraan mereka sebagai mahasiswa terpenuhi. Sarana dan prasarana harus dapat mendukung proses belajar mengajar di kampus Unand. Tidak saja dalam hal akademik, tetapi juga non akademik. “Masterplan ini sangat menjanjikan. Inovasinya sangat bagus. Perencanaan tersebut harus diimplementasikan segera. Sebagai mahasiswa tentu saya berharap agar saya juga dapat menikmati inovasi yang terdapat di masterplan tersebut,” tutur Mahasiswi Jurusan Ilmu Gizi Jenifer Hendri, Senin (23/05/2022). Keamanan kampus juga seharusnya menjadi prioritas menurut Jeni seperti ruang parkir yang aman. Jeni sangat berharap agar masterplan ini dapat terealisasi dengan baik dan tidak hanya berupa wacana. Mahasiswi jurusan Antropologi Sosial, Wardatul Jannah juga menyatakan pendapatnya terkait program masterplan ini. “Sebenarnya fasilitas itu pasti berperan penting dalam pembangunan Unand menuju WCU. Tetapi jika kita perhatikan, sepertinya pembangunan fasilitas bukan hal yang mendesak. Lebih baik melakukan pembangunan yang berfokus pada hal yang bersifat non fisik. Menurut saya butuh waktu panjang bagi Unand untuk menjadi WCU,” Wardatul, Senin (23/05/ Foto: tutur Geliz 2022). Wardatul menambahkan bahwa penambahan CCTV juga harus diiringi
dengan partisipasi dari pihak keamanan agar tidak ada lagi motor yang dicuri. Selanjutnya, Aisyah Jannatus Shabrina yang merupakan mahasiswi jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat juga mendukung program masterplan ini.Unand yang sudah menjadi PTN-BH tentu harus meningkatkan kualitasnya. “Menurut saya, kondisi Unand sekarang yang sudah menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) tentu Unand juga harus meningkatkan kualitasnya. Rencana WCU ini bagus, akan tetapi tentu saja Unand memerlukan improvement untuk menjadi lebih baik. Standar pembangunan Unand sekarang harus sesuai standar dunia lagi, agar bisa bersaing dan tidak kalah dengan kampus top lainnya di Indonesia,” tutur Aisyah Minggu (22/05/2022). Aisyah menambahkan terkait pembangunan, Unand masih memiliki banyak ‘PR’. “Masih ada fakultas yang belum memiliki gedung sendiri seperti fakultas kesehatan masyarakat. Pembangunan fisik dari sarana dan prasarana sangat dibutuhkan dan perlu dipercepat serta bangunan yang sudah ada tentu juga perlu pemeliharaan,” tambah Aisyah. Aisyah berharap agar proyek masterplan ini berjalan dengan lancar dan tentunya mendapat dukungan dari berbagai pihak. Perjalanan Unand menuju WCU tidaklah mudah. Banyak tantangan dan hambatan yang akan dilalui Unand dalam perealisasian masterplan tersebut. Pendanaan merupakan hambatan terbesar dari perealisasian masterplan ini. Unand harus mampu mengatasi hambatan tersebut dengan memanfaatkan dana yang ada semaksimal mungkin dan memanfaatkan statusnya sebagai PTN-BH untuk mencari dana tambahan. Kebijakan terhadap pembangunan yang dilakukan tanpa izin rektor juga harus diperketat. Hal tersebut bertujuan agar semua perencanaan yang telah tertata rapi dalam masterplan dapat diwujudkan dengan baik. Pembangunan yang dilakukan juga harus memperhatikan lingkungan seperti konsep masterplan, yaitu green campus. Asa, Haura, Ifa, Rivaldo, Nabila, Nada, Sonia, T ata, T ilna. Tata, Tilna.
Mahasiswa Keluhkan Fasilitas di Gedung Perkuliahan Unand
P
andemi Covid-19 yang melanda Indonesia pada Maret 2020 telah banyak memberikan perubahan dalam dua tahun terakhir. Salah satunya ialah pengalihan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara daring. Pengambilan keputusan pembelajaran daring secara menyeluruh ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia. Diberlakukannya pembelajaran daring ini sudah tentu memberikan dampak pada berbagai aspek di bidang pendidikan, misalnya saja pada bidang sarana dan prasarana yang tidak digunakan selama pembelajaran daring. Setelah dikeluarkannya Peraturan Rektor Universitas Andalas (Unand) Nomor 6 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Tahun Akademik 2021/2022, akhirnya Unand kembali memulai kegiatan perkuliahan pada 14 Februari 2022 lalu. Dibukanya kembali kampus Unand tentunya mendapat respons positif, terutama dari mahasiswa yang belum sempat merasakan duduk di bangku perkuliahan secara langsung. Namun, sangat disayangkan seiring dengan berjalannya kembali kuliah luring yang belum sampai satu semester, sarana prasarana yang seharusnya berguna untuk mendukung perkuliahan, malah banyak mengalami kerusakan, sehingga memicu reaksi mahasiswa. Salah seorang mahasiswa Sastra Indonesia, Nailatul Fadillah memberikan komentarnya terhadap sarana dan prasarana di gedung perkuliahan Unand yang banyak mengalami kerusakan, seperti pintu toilet, plafon, dan tempat cuci tangan. “Untuk WC-nya lumayan bersih, tetapi pintu masuknya tidak bisa ditutup. Di beberapa kelas plafon gedung perkuliahan juga sudah terlihat mengelupas, juga wastafelnya tidak bisa digunakan karena airnya tidak menyala,” terang Naila pada Genta Andalas saat diwawancarai, Senin (23/05/2022). Menanggapi permasalahan sarana dan prasarana tersebut, salah seorang mahasiswa Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Yaumil Fauziah Harahap, juga turut mengeluhkan fasilitas di gedung perkuliahan Unand mengenai kursi yang menurutnya sudah tidak layak pakai. “Banyak kursi yang sudah goyang, alasnya sudah sobek, dan beberapa memang tidak bisa dipakai, saya harap permasalahan kursi ini dapat segera diatasi,” ungkap Yaumil saat
Foto: T iara Tiara MENCUCI: Salah seorang mahasiswa tidak bisa mencuci tangan karena wastafel yang rusak, Minggu (29/05/2022). diwawancarai Genta Andalas, Jumat (20/ 05/2022). Di setiap gedung perkuliahan di Unand sebenarnya sudah ada petugas kebersihan dan pengelola gedungnya masing-masing yang bertanggung jawab atas pemeliharaan sarana dan prasarana kampus. Menanggapi beberapa keluhan mahasiswa, Sumiatri, selaku petugas kebersihan di salah satu gedung perkuliahan, memberikan tanggapannya. Menurutnya kerusakan yang ditemukan di gedung perkuliahan seperti halnya kursi disebabkan ulah sebagian mahasiswa itu sendiri, “Saya sering lihat terkadang mahasiswa iseng menusuk-nusuk kursi lalu sengaja dirobek,” ucap Sumiatri saat diwawancarai Genta Andalas, Kamis (19/ 05/2022). Lebih lanjut Koordinator Rumah Tangga Unand Martius membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan kerusakan yang telah diajukan oleh pengelola gedung, tetapi saat ini kerusakan yang cukup besar seperti kursi dan plafon perlu proses yang cukup memakan waktu untuk pengadaan dan saat ini masih dalam proses pengajuan. Akan tetapi, untuk kerusakan kecil seperti pintu toilet pihak Rumah Tangga Unand punya tim yang namanya maintenance dan mereka yang
akan turun tangan dalam perbaikan seperti pintu toilet ini. Selain itu Martius juga menambahkan bahwa untuk kursi saat ini sedang dalam proses pengajuan seribu unit. “Untuk kursi sedang kita ajukan sebanyak seribu unit, dan sedang diusahakan pengadaanya dalam waktu dekat,” ungkap Martius saat diwawancara Genta Andalas, Senin (23/05/2022). Tidak hanya kerusakan sarana dan prasarana seperti pada kursi dan toilet saja, tetapi fasilitas lain seperti water dispenser di beberapa titik gedung perkuliahan sudah tidak berfungsi lagi dan hal ini sangat disayangkan mahasiswa. "Sebenarnya water dispenser ini mungkin dapat sangat bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi sayang, sudah tidak berfungsi," ujar Asti, mahasiswa Jurusan Teknik Komputer, Senin (23/05/ 2022). Menjawab permasalahan ini Martius kembali menjelaskan bahwa ketidakberfungsian water dispenser dikarenakan adanya kendala teknis yaitu kerusakan pada peralatannya serta masa perkuliahan daring yang meliburkan kuliah luring di kampus yang sudah berlangsung selama dua tahun. “Water dispenser itu sudah cukup lama tidak berfungsi lagi terutama sejak masa pandemi yang mengharuskan perkuliahan diadakan secara
daring, selain itu memang terjadi kerusakan teknis pada alat tersebut. Akan tetapi, sudah ada pembicaraan mengenai perbaikan water dispenser tersebut, bahkan sudah ada pengecekan mengenai alat yang rusak tersebut dan untuk diperbaiki, hal ini seiring dengan proyek es kristal yang juga akan dijalankan Unand” papar Martius. Terkait alur pengadaan sarana dan prasarana kampus seperti yang telah dibicarakan, prosesnya dimulai dari laporan yang diterima pihak rumah tangga, lalu dilakukan pengecekan oleh tim maintenance, kemudian akan berlanjut ke tahap pengajuan kepada pihak universitas. “Untuk alur pengaduan kerusakan fasilitas bisa melapor kepada rumah tangga, kemudian akan dilakukan pengecekan oleh tim maintenance, berdasarkan hasil yang ditemui di lapangan oleh tim maintenance maka akan diadakan rapat dengan Wakil Rektor II untuk mengganti sarana dan prasarana yang rusak, setelah disepakati unit layanan pengadaan akan memproses laporan tersebut,” terang Martius. Koordinator Biro Umum dan Sumber Daya Azral juga menyatakan bahwa pihak Biro Umum dan Sumber Daya Unand menerima semua laporan, ajuan, atau pengaduan dari mahasiswa mengenai kerusakan fasilitas. “Mahasiswa hanya perlu melapor dengan memberikan bukti berupa foto dan diserahkan kepada petugas lapangan seperti pengelola gedung ataupun langsung melapor ke sub koordinator rumah tangga. Setelah itu pihak kampus akan memproses laporan tersebut,” jelas Azral pada saat diwawancarai Genta Andalas, Kamis (19/ 05/2022). Respons yang cepat terkait kerusakan sarana dan prasarana di gedung perkuliahan oleh pihak kampus sangat diharapkan mahasiswa. Namun, kewajiban menjaga sarana dan prasarana yang ada di kampus Unand sudah menjadi tanggung jawab bersama selaku warga masyarakat Unand. Selain itu, kesempatan untuk menyampaikan berbagai macam keluhan terkait sarana dan prasarana yang dibuka oleh pihak kampus sebaiknya dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa agar kerusakan- kerusakan tersebut dapat lebih cepat diketahui. Ami, Anin, Della, F arhan, Helga. Joy Farhan, Joy,, Nanab, Tiara, T ik a, Uty Tik ika,
Tak Kunjung Selesai Pembentukan Satgas Pelecehan Seksual Masih 80 Persen
Foto: Ara Insannul Kamil ektor III Universitas Andalas Wakil R Rektor
I
su kekerasan seksual yang terjadi beberapa waktu belakangan ini mencuri banyak perhatian masyarakat, sehingga menjadi perbincangan yang tiada habisnya. Kekerasan seksual terjadi tidak mengenal tempat, bahkan beberapa kasus di antaranya
terjadi di kawasan kampus, seperti pada kejadian yang menimpa mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional Universitas Riau yang dilecehkan oleh dosen pembimbing sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu
Politik (FISIP) di Universitas tersebut. Kejadian ini mengajarkan kita bahwa kasus seperti ini tidak boleh terulang kembali. Pemerintah harus mengeluarkan peraturan yang memberi sanksi berat kepada siapa pun yang melakukan tindakan yang sangat merugikan ini sebagai antisipasi dan penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus. Berdasarkan hasil Peraturan Menteri Pendidikan Budaya Riset dan Teknologi (Permendikbud Ristek) Nomor 30 Tahun 2021, terdapat 21 tindakan yang masuk ke dalam kategori bentuk kekerasan seksual, diantaranya berupa penyampaian ujaran yang melecehkan tampilan fisik atau gender korban; mengucapkan rayuan, siulan, bahkan lelucon yang bernuansa seksual kepada korban; mengirimkan gambar yang berunsur seksual; melihat, mengambil dan atau mengunggah foto atau rekaman yang bernuansa seksual tanpa adanya persetujuan korban; melakukan percobaan perkosaan; dan perbuatan kekerasan seksual lainnya. Sebelum Kemendikbud Ristek mengeluarkan peraturan yang
mengharuskan semua Perguruan Tinggi (PT) membentuk Satuan Tugas (Satgas) penanganan kekerasan seksual, Universitas Andalas (Unand) sudah lebih dahulu mengeluarkan Peraturan Rektor Nomor 18 A Tahun 2020 tentang Pencegahan Penanganan Kekerasan Seksual dan Perundungan pada 21 September 2020. Artinya, Unand sudah hadir secara sadar untuk memayungi kasus kekerasan seksual yang ada di lingkungan kampus bahkan sebelum adanya Permendikbud Ristek. Sejak peraturan tersebut dikeluarkan pada bulan Agustus 2021, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pengenalan Hukum dan Politik (PHP) melakukan audiensi ke bidang kemahasiswaan setelah dua bulan kebijakan itu dikeluarkan. Mahasiswa dijanjikan bahwa satgas penanganan pencegahan kekerasan seksual di kampus akan ada selambat-lambatnya dibentuk pada Januari 2022. Perkembangan pembentukan satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) oleh pihak Bersambung ke halaman 15...
Museum Bagindo Aziz Chan, Saksi Kehidupan Pahlawan Nasional yang Jarang Diketahui Oleh: Souty Syahrani*
M
useum Bagindo Aziz Chan merupakan rumah kelahiran Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan, yang terletak di Jalan Alang Laweh, Koto IV No. 7 RT/RW 19/05, Kelurahan Alang Laweh, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatra Barat. Terletak tepat di tengah pemukiman penduduk, dengan warna birunya yang khas, menjadikan museum ini mudah untuk dikenali. Di bagian depan museum, terdapat beberapa tanaman hijau dan pohon rindang, sehingga kita dapat merasakan suasana yang asri dan sejuk. Selain itu, kita dapat membaca sebuah tulisan di tembok keramik bagian depan museum yang bertuliskan, “Rumah Tempat Kelahiran Bagindo Aziz Chan Wali Kota Padang ke II yang Gugur ditembak Belanda Pada Tanggal 19 Juli 1947.” Bagindo Aziz Chan terkenal atas kegigihan perjuangannya melawan para penjajah Belanda. Bahkan beliau gugur di usia muda, yakni 36 tahun saat bertempur melawan tentara Belanda. Sebagai bentuk apresiasi dan untuk mengenang jasa pahlawan nasional Bagindo Aziz Chan, maka Pemerintah Kota Padang memutuskan untuk merawat rumah beliau dan membangun museum ini. Namun, sayangnya museum yang diresmikan oleh Pemerintah Kota Padang pada Kamis, 18 Juli 2019 ini, belum banyak dikenali masyarakat terutama akibat pandemi yang mendadak melanda Indonesia. Padahal, berbeda dengan museum lainnya, untuk memasuki museum Bagindo Aziz Chan, kita tak perlu merogoh kocek sama sekali, alias gratis. Tak hanya itu, sejarah rumah Bagindo Aziz Chan hingga menjadi museum juga sangat menarik untuk diikuti. “Rumah kelahiran Bagindo Aziz Chan ini pernah terbengkalai. Pihak keluarga menceritakan, setelah seluruh keluarga Bagindo Aziz Chan pergi merantau keluar kota, rumah ini sempat dijual dan akhirnya disewa sebagai kontrakan oleh pihak pembeli, tetapi akhirnya pemerintah Kota Padang mengambil alih rumah ini dan menjadikannya museum seperti saat ini,” jelas Ari Fajri, pengelola Museum Bagindo Aziz Chan, saat diwawancarai, Rabu (18/05/ 2022). Museum Bagindo Aziz Chan ini berbentuk rumah panggung dan terbuat dari
Foto: Uty MELIHA T: Pengunjung sedang melihat foto dokumentasi di Museum Bagindo Aziz MELIHAT \ F o Minggu (29/05/2022). Chan, kayu, layaknya rumah pada zaman dahulu. Maka dari itu, kita dapat merasakan kembali suasana rumah tradisional Indonesia di era 90-an. Untuk memasuki museum ini, kita akan menaiki beberapa buah anak tangga dan menuju teras. Kemudian tepat di sebelah kiri, kita akan langsung melihat sebuah kamar, Bagindo Aziz Chan semasa kecil. Di dalam kamar tersebut terdapat replika ranjang kayu, tempat tidur beliau. Keluar dari kamar Bagindo Aziz Chan, memasuki pintu utama, kita telah berada di ruang tengah yang merupakan ruang tamu. Di ruangan ini terdapat replika meja dan beberapa kursi kayu. Di ruang ini lah Bagindo Aziz Chan biasanya berdiskusi dengan para pejabat daerah atau dengan anak buahnya. Selain itu, di sekeliling tembok di ruang ini, kita juga disuguhkan dengan sejumlah foto dokumentasi Bagindo Aziz Chan, baik saat beliau membela negara dengan memimpin pasukan, serta saat beliau telah gugur di medan perang. Dari ruang tamu, berjalan maju beberapa langkah, maka kita akan tiba di ruang keluarga. Di ruang ini, terpajang kokoh piagam penghargaan beliau yang dinobatkan sebagai salah satu pahlawan nasional Republik Indonesia serta menerima penghargaan Bintang
Mahaputera Adipradana dan Gelar Pahlawan Nasional Foto: Indonesia. Anggi Selain itu, kita juga dapat mengetahui silsilah keluarga Bagindo Aziz Chan, karena terdapat beberapa foto keluarga dan ranji keluarga Bagindo Aziz Chan yang terpajang di dinding kayu. Ruangan ini dilengkapi juga dengan sebuah lemari buku dimana menjadi tempat bagi Bagindo Aziz Chan dalam memperkaya ilmu pengetahuannya. Masih dalam ruangan keluarga tepat di bagian kiri, kita dapat melihat sebuah kamar dari orang tua Bagindo Aziz Chan beserta sang kakek, Wak Gaek Bagindo Maraganti yang merupakan dokter pertama Minangkabau. Kedua kamar disatukan dalam satu ruangan, sehingga kita dapat melihat dua replika ranjang di kedua sudut ujung ruangan. Kemudian terdapat pula sebuah meja rias, di bagian kamar orang tua Bagindo Aziz Chan, dan replika lemari kayu pakaian Wak Gaek Bagindo Maraganti di bagian kamar kakek Bagindo Aziz Chan. Sedangkan, di bagian belakang rumah, terdapat sebuah kamar yang diyakini sebagai kamar asisten rumah tangga keluarga Bagindo Aziz Chan, karena berhubungan langsung dengan ruang dapur. Meski tak banyak replika perabotan di museum Bagindo Aziz Chan, Ari Fajri, selaku pengelola Museum Bagindo
Aziz Chan menerangkan bahwa kini mereka sedang berupaya untuk mengumpulkan arsip foto-foto dokumentasi serta barang-barang peninggalan Bagindo Aziz Chan. Tak hanya itu, Ari juga menjelaskan bahwa untuk lebih menarik daya minat masyarakat, ataupun wisatawan, rencananya akan dibentuk Taman Pustaka Bagindo Aziz Chan dan area kegiatan berkesenian, yang rencananya akan dibangun di bagian belakang museum. Selain itu ia juga menerangkan bahwa museum Bagindo Aziz Chan terbuka lebar untuk segala aktivitas tradisi budaya atau kesenian. Museum Bagindo Aziz Chan tak hanya ditujukan kepada masyarakat atau wisatawan, tetapi juga kepada siswa-siswi sekolah, agar dapat dikunjungi sebagai sarana edukasi mengenal sosok Bagindo Aziz Chan. Ia juga memaparkan upaya yang akan dilakukan pihak pengelola museum agar museum Bagindo Aziz Chan dapat lebih dikenal masyarakat dan ramai dikunjungi. “Dalam waktu dekat kami akan mensosialisasikan Museum Bagindo Aziz Chan dengan membagikan brosur kepada masyarakat, serta ke sekolah-sekolah di Kota Padang. Tak hanya itu kami juga akan mengundang masyarakat sekitar untuk berkegiatan di museum, misalnya seperti organisasi atau komunitas yang bergerak di bidang sejarah, tradisi, budaya maupun seni,” jelas Ari pada Rabu (18/05/2022). Museum Bagindo Aziz Chan dibuka setiap hari Selasa hingga Sabtu, mulai dari pukul delapan pagi hingga empat sore. Lokasi museum ini juga tidak sulit ditemukan, dimana terdapat dua jalur yang dapat dilalui. Pertama kita dapat melewati gerbang utama di Jalan Thamrin, dan jalur kedua adalah melalui Jalan Kampung Nias V. Selain dapat mengenal sosok Bagindo Aziz Chan, melalui museum ini kita juga dapat mengenal sejarah dan meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme. Jika kamu berkunjung ke kota Padang, jangan lupa untuk singgah ke museum Bagindo Aziz Chan, ya! *P enulis merupak an Mahasiswa *Penulis merupakan Sastra Inggris Fak ultas Ilmu Budaya akultas Universitas Andalas
Warisan Cagar Budaya Kampung Adat Sijunjung Oleh: Tilna Ramadani*
S
ijunjung merupakan salah satu kabupaten di Sumatra Barat yang terkenal dengan sebutan Nagari Lansek Manih. Berbagai macam suku dan adat yang masih kental dengan bentang alam yang indah menjadikan daerah ini memiliki daya tarik yang kuat bagi pengunjung. Salah satu destinasi wisata yang memiliki daya tarik bagi saya di Kabupaten Sijunjung ini ialah keberadaan kampung adat yang terletak di Jorong Padang Ranah Kenagarian Tanah Bato yang berjarak sekitar 15 menit perjalanan dari pusat Kota Muaro dan 112 kilometer dari Kota Padang. Hal mencolok yang tampak dari kampung adat ini yaitu terdapat 72 Rumah Gadang yang masih berdiri kokoh. Rumah Gadang ini dihuni oleh penduduk yang terdiri dari enam suku yaitu suku Chaniago, Piliang, Malayu, Tobo, Panai, dan Melayu Tak Timbago secara berketurunan yang mewarisi garis keturunan ibu (matrilineal). Matrilineal merupakan sistem kepemilikan yang dipegang oleh kaum perempuan
Dok. Pribadi BERJALAN: Seorang ibu dan anak sedang berjalan di jalan menuju Perkampungan Adat Nagari Sijunjung
Foto: Suhada
secara turun-temurun dan sistem kekuasaan di pegang oleh laki-laki selaku mamak. Setiap suku dinaungi oleh seorang panghulu, Datuak Bajini yang berpangkat Manti, serta Malin dan
Dubalang. Jika rumah gadang rusak, rumah gadang akan diperbaiki oleh masing-masing kaum dari suku yang menghuni, sehingga sampai saat ini rumah gadang di kampung adat masih terawat dengan baik.
Kampung adat Sijunjung ini merupakan salah satu wilayah dengan adat Minangkabau yang masih terjaga, terlihat dari pola kehidupan yang masih bersifat tradisional. Di sekitar pemukiman, terdapat pohon kelapa yang dijadikan batas lahan pemukiman masyarakat. Di setiap rumah gadang juga menggunakan ukiran bentuk asli rumah gadang seperti kaluak paku kacang balimbiang, kuciang lalok, saik galamai , dan lain-lain. Namun, yang menjadi keunikan bagi saya pada rumah gadang di Kampung Adat Sijunjung ini ialah rumah gadang yang tidak menggunakan rangkiang seperti rumah gadang pada umumnya. Masyarakat menyimpan padi di bawah lantai rumah gadang dimana bagian bawah lantai rumah gadang dibuat seperti bentuk tong besar yang dijadikan tempat penyimpanan barang terkhususnya padi. Untuk membukanya di buka papan sekitar ukuran Bersambung ke halaman 16...
S
elama dua tahun belakangan ini, kasus Covid-19 menghantui masyarakat dunia. Virus yang cukup ganas ini dapat menular melalui udara sehingga persebarannya sendiri sangat cepat dan membuat banyak korban jiwa berjatuhan. Berbagai upaya dilakukan untuk mencari penangkal dari virus ini, mulai dari pemakaian masker, pembatasan sosial, karantina, lockdown, bahkan pemberian vaksin. Secara perlahan kasus ini mulai berangsur-angsur hilang. Hingga bulan Mei 2022, dikutip dari portal Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah ada sekitar 500 juta jiwa penduduk dunia dan enam juta jiwa penduduk Indonesia yang telah terinfeksi Covid-19. Turunnya kasus Covid-19 tidak serta merta membuat masyarakat dunia tenang. Kini masyarakat kembali diresahkan dengan kemunculan Virus Hepatitis Misterius pada anak yang sudah memakan korban jiwa. Penyebab munculnya penyakit hepatitis misterius sampai saat ini masih menjadi pertanyaan di dunia medis. Kasus penyakit hepatitis akut pertama kali dilaporkan oleh World Health Organization (WHO) pada 5 April 2022 di Inggris Raya. Saat ini, kasus penyakit hepatitis akut telah menyebar ke 27 negara di dunia termasuk Indonesia. Walaupun memiliki gejala yang sama, hepatitis biasa berbeda dengan hepatitis yang ditemukan baru-baru ini. Hepatitis biasa disebabkan oleh virus Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C, Hepatitis D dan Hepatitis E. Namun pada kasus hepatitis misterius, tidak ditemukan kelima virus ini. Para ilmuwan sampai saat ini masih berusaha meneliti penyebab hepatitis misterius ini. Sebagian peneliti menyebutkan bahwa hepatitis misterius ini menyerang anak yang sebelumnya terinfeksi Covid-19. Berdasarkan laporan pada siaran pers oleh Kemenkes pada 17 Mei 2022, Indonesia saat ini memiliki 14 kasus, dengan satu kasus bersifat kemungkinan dan 13 kasus lainnya masih dalam tahap uji laboratorium. Kasus ini tersebar di berbagai provinsi di Indonesia, termasuk salah satunya di Sumatra Barat dengan jumlah satu kasus yang telah dikonfirmasi. Sejauh ini berdasarkan keterangan Kemenkes, mayoritas pasien yang mengidap penyakit ini tergolong anak-anak, dengan persentase sebanyak 50% pasien yang berusia 0-5 tahun. Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit (RS) Universitas Andalas (Unand) Andry Kurniawan mengungkapkan mengenai gejala-gejala penyakit hepatitis akut serta perbedaannya dengan penyakit hepatitis yang sudah ada
Foto: Efi
Hepatitis Akut: Ancaman Pandemi Baru dikenal di masyarakat sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa meski virus penyebab dari hepatitis misterius akut ini berbeda dari jenis virus hepatitis jenis sebelumnya, tetapi gejala yang dimiliki hepatitis akut misterius ini merupakan gejala hepatitis berat, yaitu kuning, adanya pembesaran hati, tandatanda pendarahan, penurunan kesadaran, dan kondisi ini cepat sekali memburuknya. Lebih lanjut, Andry menjelaskan bahwa tingkat bahaya setiap jenis hepatitis itu berbeda. Menurutnya tingkat perbedaan bahayanya dapat dilihat, contohnya Hepatitis A biasanya akan sembuh sendiri dan sudah ada vaksinnya, begitu pula dengan Hepatitis B, vaksin Hepatitis C sampai saat ini belum ada, tetapi obatnya sudah ada. Walaupun begitu, setiap jenis hepatitis ini sama-sama berbahaya. “Tingkat kebahayaannya tentu berbeda. Dok. Hepatitis Pribadi A itu bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan dan bahkan vaksinnya sudah ada. Vaksin untuk Hepatitis B juga ada, namun untuk Hepatitis C belum ada tapi obatnya ada. Akan tetapi, tetap saja semua jenis hepatitis berbahaya,” jelas Andry pada saat diwawancarai oleh Genta Andalas, Rabu (18/5/2022). Selain itu, Andry juga menyatakan kita harus tahu media apa yang dapat menularkan virus hepatitis sebagai upaya pencegahan tertularnya hepatitis. “Cara untuk menghindarinya tentu dengan cara tahu dari media mana dia ditularkan. Misalnya Hepatitis A dari makanan yang tidak steril dan tidak bagus higienisnya. Kita mungkin tidak perlu makan dengan makanan pinggir jalan yang mungkin kita tidak tahu kebersihannya bagaimana atau kita tidak biasa membeli makanan di sana yang tidak dapat kita jamin kebersihannya. Untuk Hepatitis B dan C tentu dari perilaku-perilaku yang kira-kira akan berpeluang untuk menyebarkan hepatitis itu. Misalnya menghindari tato karena memang tato itu proses pembuatannya tidak selalu ada jaminan bahwa jarum yang digunakan adalah jarum steril. Perilaku seks bebas harus dihindari karena itu berpeluang sebagai media penyebaran hepatitis,” Jelas Andry. Kemungkinan P andemi Hepatitis Pandemi Akut Menurut Dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat Unand Yudi Pradipta, penyakit hepatitis yang meluas secara misterius ini belum bisa dikategorikan sebagai pandemi. Penyakit ini dapat dikategorikan Kejadian Luar Biasa (KLB). Dikategorikan KLB ketika ada penyakit baru yang belum ada sebelumnya. Cepatnya penularan tergantung identifikasi sistem kesehatan. “Sejauh ini kasus hepatitis baru ditemukan pada sistem pelayanan kesehatan, di komunitas atau di kalangan
masyarakat belum ada. Karena masih dalam penyelidikan kita belum tahu pasti apa gejala spesifiknya, tapi secara umum seperti radang hati, karena itu dikategorikan sebagai hepatitis,” jelas Yudi Pradipta ketika diwawancarai oleh Genta Andalas pada Kamis (19/05/2022). Sebuah penyakit dikatakan sebagai wabah ketika ada laporan serupa di tempat yang berbeda dan terus bertambah dan terlihat peningkatan kasusnya. Jadi penyakit hepatitis akut ini belum bisa dikatakan sebagai wabah maupun pandemi. Belum bisa dikatakan sebagai pandemi karena pandemi itu terjadi secara global dan menyebar hampir di seluruh dunia. Meskipun kasus pertama di Inggris pada awal Mei lalu sudah banyak, belum tentu ada di seluruh dunia. Potensi terjadinya KLB maupun pandemi itu ada tetapi jika respons negaranegara cepat, bisa dihalangi agar tidak menjadi pandemi. Menurut laporan dari sistem pelayanan kesehatan bisa dilihat apakah ada tren kenaikan kasus, jika belum ada maka belum bisa dikatakan pandemi. “Kemungkinan penyakit Hepatitis Akut ini menjadi pandemi akan selalu ada. Hal ini kembali lagi pada kecakapan pemerintah dan tenaga kesehatan dalam menangani virus Hepatitis Akut ini,” ungkap Yudi. Yudi menjelaskan bahwasanya perbedaan hepatitis akut saat ini dengan hepatitis biasanya adalah menyebabkan kematian mendadak karena dalam waktu cepat dan cara penularannya belum diketahui pasti. Semuanya masih belum pasti, yang ada hanya teori-teori, karena pada saat ini penyakit hepatitis akut masih dalam proses penelitian lebih lanjut. Setidaknya dari informasi yang beredar, sistem pelayanan kesehatan sudah memiliki respons. Secara alamiah, ketika ada penyakit segera diobati dan mereka yang sehat diisolasi. Hal ini untuk mencegah penularan, tetapi belum diketahui apakah di komunitas sudah menyebar atau belum. Dengan adanya kejadian pandemi Covid-19, sebenarnya saat ini kita sudah dididik untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS). Selain itu, untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap hepatitis akut, masyarakat juga harus memperkuat literasi untuk mencari informasi yang benar, karena ada saja berita bohong atau hoaks, berita berkedok komersial, dan berita yang tidak sesuai isinya. Lebih baik menunggu rilis resmi dari kementerian kesehatan. Pesan untuk mahasiswa dan generasi muda secara umum yaitu paling tidak memiliki kemampuan berpikir bagi dirinya sendiri, kritis dan menyebar pesan baik untuk orang sekitar, serta patuhi peraturan yang ada. “Masih banyak juga yang saya amati mahasiswa yang kurang peduli dengan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini, ketika dia tidak peduli dia bisa menjadi pembawa virus yang membawa penyakit itu pulang ke rumah,” ungkap Yudi. Timbulnya berbagai informasi yang beredar di dalam masyarakat mengenai penyakit baru tentunya akan menimbulkan respons yang beragam dari masyarakat. Apalagi sebelumnya masyarakat dihadapkan dengan pandemi Covid-19 yang memaksa mereka untuk melakukan pembatasan kegiatan demi mengurangi risiko penyebaran penyakit. Jika kita memandang kejadian ini menggunakan kacamata sosiologis, respons yang akan muncul dari masyarakat tentunya akan bersifat rasional, seperti yang dijelaskan oleh Sosiolog Unand Alfitri, “Kita dapat menggunakan teori Auguste Comte yaitu Hukum Tiga Tahap, bahwasanya masyarakat kita sekarang sudah
berada di tahap terakhir perkembangan yaitu masyarakat positivistik, di mana mereka akan mengedepankan pikiran rasional yang berlandaskan pada ilmu pengetahuan,” jelas Alfitri saat diwawancarai oleh Genta Andalas pada Jumat (20/05/2022). Meskipun demikian, Alfitri mengakui tentu masih akan ada masyarakat dengan pola pikir yang tertinggal dan skeptis dengan fenomena yang terjadi yang membuat mereka tidak mempercayai adanya penyakit ini dan cara pengobatannya berdasarkan ilmu pengetahuan. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat mengenai penyakit baru yaitu dengan memperkuat dan menggencarkan program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). KIE berhak dilakukan oleh para pemangku jabatan yang mempunyai wewenang seperti kementerian kesehatan. Lebih lanjut, Alfitri menerangkan dan memberi contoh perilaku masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19. Mayoritas masyarakat telah bersikap rasional dengan mengedepankan ilmu pengetahuan. Dapat dilihat dari mereka yang patuh dengan peraturan protokol oto: Dila kesehatan sampai F akhirnya masyarakat diperbolehkan tidak menggunakan masker lagi per Mei 2022. Oleh karena itu, Alfitri optimis bahwa respons masyarakat terhadap penyakit baru nantinya akan bersifat kooperatif dan rasional. Tidak hanya dari segi ilmu pengetahuan sains, penyebab timbulnya berbagai macam penyakit baru di masyarakat modern juga dapat dijelaskan dari sisi sosial. Menurut penjelasan Alfitri, fenomena yang beredar di masyarakat dapat modern ini dapat dikaji dengan teori milik Ulrich Beck tentang Risk Society atau Masyarakat Berisiko. Menurut penjelasan teori ini, masyarakat modern hidup dengan berbagai risiko yang ditimbulkan akibat ulahnya sendiri yang pada akhirnya menimbulkan efek bumerang kepada dirinya sendiri. “Industrialisasi yang ada pada masyarakat modern saat ini bisa menimbulkan beberapa risiko bagi masyarakat, terutama di bidang kesehatan, karena bahan kimia berbahaya yang masuk ke dalam tubuh kita sudah terlalu banyak dari berbagai sumber,” jelas Alfitri. Tanggapan Mahasiswa dan Orang Tua Menanggapi adanya kasus penyebaran virus Hepatitis Akut di Indonesia, salah seorang mahasiswi Jurusan Ilmu Politik Unand menyampaikan ketakutannya akan kemungkinan pandemi seperti yang terjadi pada Covid-19, “Saya berharap penyakit hepatitis misterius ini segera ditangani dengan cepat oleh pemerintah Indonesia. Dengan harapan supaya penyakit hepatitis misterius ini tidak sampai menular atau menyebar dan hingga berubah menjadi pandemi baru bagi Indonesia,” ujar Rizky saat diwawancarai Genta Andalas pada Sabtu (21/05/2022). Sementara Hanifa, salah seorang mahasiswi Jurusan Sastra Inggris Unand menanggapi bahwa masyarakat harus menumbuhkan kewaspadaannya pada kasus hepatitis akut ini. “Menurut saya hepatitis ini juga bisa memicu masalah kesehatan baru, kalau salah kelola dan dianggap enteng seperti pada kasus awal pandemi Covid-19, masyarakat dapat merasa penyakit ini sepele. Namun, ternyata akhirnya penyakit ini menjadi pandemi yang menyerang seluruh dunia. Bersambung ke Halaman 19...
Mayoritas Mahasiswa Tidak Mengetahui UPT Karir dan Konseling Unand
U
nit Pelaksana Teknis (UPT) Karir dan Konseling Unand adalah lembaga yang dibentuk dengan tujuan sebagai wadah mahasiswa Unand untuk berkonsultasi mengenai bimbingan karir maupun layanan konseling. Hal ini diatur dalam Peraturan Rektor Universitas Andalas No. 7 tahun 2022 Pasal 39-41 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan. Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Gentara dari Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) Genta Andalas menyatakan bahwa mayoritas mahasiswa Universitas Andalas (Unand) masih tidak mengetahui keberadaan dan peran UPT Karir dan Konseling Unand. Hal ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan terhadap 300 responden mewakili seluruh mahasiswa di Unand dengan metode
sampel acak. Rentang waktu pelaksanaan survei dilakukan pada 18-21 Mei 2022. Hasil survei menunjukkan sebanyak 58% mahasiswa tidak mengetahui eksistensi UPT Karir dan Konseling di Unand. Mengacu pada hasil survei, sebanyak 61% responden baru mengetahui informasi terkait UPT Karir dan Konseling Unand melalui kuesioner survei. Sedangkan sebanyak 19,2% melalui media sosial, 10% lainnya mengetahui dari sosialisasi yang diadakan ketika menjadi mahasiswa baru, dan sisanya mengetahui langsung melalui website resmi Unand. Alasan yang diberikan pun beragam, tetapi mayoritas responden mengaku ketidaktahuan disebabkan karena tidak mendapatkan sosialisasi atau
informasi dari kampus, terkait adanya UPT Karir dan Konseling Unand. Berdasarkan hasil survei, sebanyak 98% responden menyatakan bahwa mereka belum pernah mengunjungi kantor UPT Karir dan Konseling Unand. Meski demikian, setelah mengetahui UPT Karir dan Konseling Unand melalui survei, sebanyak 90,3% responden menyetujui bahwa keberadaan UPT Karir dan Konseling Unand sebenarnya sangat membantu Mahasiswa. Para responden, menilai bahwa UPT Karir dan Konseling ini merupakan wadah yang tepat untuk mahasiswa yang sedang diambang keraguan. Di sisi lain, para responden menyayangkan kurangnya eksistensi dari UPT Karir dan Konseling ini, mengingat banyak sisi positif yang bisa didapat.
Dari hasil survei, sebagian besar dari responden menyarankan adanya sosialisasi lebih terkait keberadaan UPT Karir dan Konseling ini, baik sosialisasi dari media sosial, maupun penyebaran pamflet. Para responden juga menginginkan adanya perluasan informasi kepada mahasiswa, dengan melakukan webinar ataupun kegiatan yang dapat meningkatkan rasa ingin tahu mahasiswa mengenai UPT Karir dan Konseling ini. Hal ini mengindikasikan bahwa kurangnya sosialisasi berdampak pada kurangnya eksistensi UPT Karir dan Konseling itu sendiri.
1. Apakah Anda mengetahui adanya UPT Karir dan Konseling Unand sebagai tempat bimbingan karir dan konseling bagi mahasiswa di lingkungan Unand?
2. Dari mana Anda mengetahui UPT Karir dan Konseling Unand?
3. Apakah Anda pernah berkunjung ke kantor UPT Karir dan Konseling Unand?
4. Menurut Anda apakah keberadaan UPT Karir dan Konseling Unand sangat membantu mahasiswa?
website resmi unand
66,1% 58%
42%
sosisudahalisasi
4,7% 19,2% 10%
98%
Medsos
tidak
ya
baru tahu melalui kuisioner
Sumber: Litbang Genta Antara Grafis: Produksi
sosialisttidakasi
2%
90,3%
belum
9,7%
ya
sosialisasi
Transportasi Konvensional Masih Populer di Kalangan Mahasiswa
T
ransportasi merupakan sarana penunjang kehidupan manusia yang biasa digunakan untuk kegiatan pemindahan atau pengangkutan manusia ataupun barang. Masyarakat dahulu biasanya hanya dapat menggunakan transportasi konvensional seperti bus, angkutan umum, becak, taksi ataupun ojek. Namun sekarang, seiring pesatnya perkembangan teknologi, marak beredar layanan transportasi berbasis internet atau sering disebut dengan transportasi online. Transportasi berbasis aplikasi online ini memiliki hubungan yang erat dengan angkutan. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang menjelaskan mengenai pengangkutan. Namun, kemunculan transportasi online ini menimbulkan pergeseran dalam bidang transportasi, dimana akibat dari munculnya transportasi online, seperti Gojek, Grab,
Maxim, dan lainnya, menyebabkan banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi online. Dilatarbelakangi hal tersebut, Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Genta Antara melakukan survei terhadap mahasiswa Universitas Andalas (Unand) guna mengetahui pendapat mahasiswa mengenai penggunaan transportasi konvensional dan online. Survei ini dilakukan menggunakan metode sampel acak dengan jumlah responden sebanyak 300 orang. Hasil survei menunjukkan bahwa sebanyak 46% mahasiswa Unand lebih banyak memilih menggunakan transportasi konvensional dalam kegiatan sehari-hari. Sedangkan, hanya sejumlah 23,7% responden yang sering menggunakan transportasi online. Selain itu, sebanyak 30,3% responden menyukai keduanya,
Terkait segi efisiensi waktu, sebanyak 64,3% responden mengakui bahwa transportasi online karena bisa diakses dengan cepat melalui smartphone. Sedangkan sebanyak 21,7% responden memilih transportasi konvensional dan sebanyak 14% memilih keduanya. Demi meminimalisasi kejahatan, sebanyak 74% responden menyetujui bahwa transportasi online lebih aman dan nyaman digunakan. Mayoritas responden memilih transportasi online karena responden dapat mengetahui identitas pengemudi dari aplikasi yang digunakan. Kemudian, dalam penggunaan transportasi online, penumpang juga tidak perlu berdesak-desakan. Namun dalam segi hal ekonomis, responden lebih memilih menggunakan transportasi konvensional. Hal itu dibuktikan dengan alasan harga yang terbilang murah dibandingkan transportasi online.
1. Diantara jenis transportasi 2. Menurut Anda, transportasi 3. Apa transportasi yang berikut, manakah yang mana yang lebih efektif dan menurut Anda lebih nyaman sering Anda gunakan? efisien digunakan dalam dan aman saat digunakan? menghemat waktu Anda?
30,3% 23,7%
46%
keduanya
14% 21,7% 64,3% konvensional
keduanya konvensional online
26% 74%
online
konvensional online
Dari segi pelayanan, mayoritas pengemudi transportasi online lebih bertanggung jawab dalam berkendara dan tidak ugal-ugalan. Hal ini dibuktikan dengan hasil survei, sebanyak 88,3% responden memilih transportasi online sebagai transportasi yang memberikan pelayanan yang lebih baik. Sedangkan hanya 11,7% responden yang memilih transportasi konvensional. Meski demikian, berdasarkan hasil survei dapat disimpulkan bahwa transportasi konvensional masih populer di kalangan mahasiswa Unand, walaupun layanan transportasi online kian marak beredar. Hal ini disebabkan oleh faktor ekonomis, dimana transportasi konvensional jauh lebih terjangkau daripada transportasi online.
Sumber: Litbang Genta Antara Grafis: Produksi
4. Dari segi penggunaan, menurut Anda transportasi apa yang lebih praktis dan ekonomis untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari?
32%
68%
5. Melihat dari segi pelayanan, transportasi manakah yang menurut anda memiliki pelayanan yang lebih baik?
88,3%
11,7% konvensional
online konvensional
online
Wisuda II, Universitas Andalas Siapkan Lulusan yang Bermutu
Foto: Lusi WISUD A: Wisuda Periode II Universitas Andalas di Auditorium WISUDA: Unand, Sabtu (28/05/2022).
U
niversitas Andalas kembali menggelar wisuda ke II di tahun 2022 secara luring di gedung auditorium pada sabtu (28/5/2022). Pada penyelenggaraan
wisuda II ini, jumlah wisudawan dengan predikat lulusan terbaik mengalami peningkatan dari jumlah wisudawan terbaik pada wisuda maret lalu. Yang mana
dari 1.121 mahasiswa yang diluluskan, terdapat 29 mahasiswa yang menjadi wisudawan terbaik. Angka ini meningkat dari jumlah wisudawan terbaik sebelumnya yang mana hanya 15 orang saja. Tentu ini menjadi kabar baik bagi Unand.“ Dalam sambutannya Rektor Unand, Yuliandri mengatakan bahwa Unand meluluskan 1.121 mahasiswa yang terdiri dari Diploma 3, Sarjana, Magister, Profesi, Spesalis, dan Doktor. “Dari program tersebut terdiri dari 59 mahasiswa program Diploma 3, Program Sarjana sebanyak 700 orang, terdapat 243 orang dengan program profesi, magister 76 orang, sebanyak 29 orang dengan program spesialis, dan doktor sebanyak 9 orang”, ujar Yuliandri. Yuliandri juga menyampaikan bahwa Unand membutuhkan banyak dukungan dan juga peran serta untuk dapat berkembang lebih baik semenjak beranjak menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum, karena masih banyak hal yang harus dikembangkan Unand agar bisa terus menjadi yang terbaik.“Universitas Andalas sudah berubah status menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum, tentu kedepannya banyak hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan, termasuk juga sisi penjamin mutu yang perlu dilakukan.
Khususnya bagi para mahasiswa dan juga para sarjana Unand,” ungkap yuliandri.“ Lebih lanjut, Yuliandri menyampaikan harapannya yang besar kepada para wisudawan agar mampu dengan baik menjalankan kehidupan sesungguhnya usai duduk di perguruan tinggi.“Sebagai seorang sarjana, harus bertanggung jawab terhadap kehidupan di masyarakat, bangsa dan negara. Tantangan kehiduan akan semakin berat, maka bangunlah kepedulian dalam diri dengan mendedikasikan diri untuk membantu masyarakat Indonesia,” Ungkap Yuliandri. Feysa Aurelia Chairunnisa, salah seorang lulusan terbaik dari program studi Teknik Sipil juga membagikan kebahagiaannya usai dinyatakan sebagai lulusan terbaik Unand.“untuk menjadi salah satu mahasiswa terbaik tentulah banyak yang harus dikorbankan, seperti waktu. Baginya,tidak mudah mengatur waktu agar seimbang dengan kehidupan non-akademik lainnya,” ungkap Feysa saat diwawancarai Genta Andalas pada Sabtu (28/5/2022).“ Feysa berharap agar kedeoannya lebih banyak mahasiswa Unand yang dapat memperoleh predikat lulusan terbaik. ata Lusi, T Tata
Kondisi Gedung Dinilai Tak Memadai, Asrama Oren Unand akan Direnovasi
G
edung Asrama Oren Universitas Andalas (Unand) dinilai tidak memadai dan akan dilakukan renovasi secepatnya. Hal ini menyebabkan gedung asrama tidak dapat ditempati mahasiswa baru 2022. Ketua UPT Asrama Unand, Hendri mengatakan akan ada perbaikan berat pada asrama tahun ini, dan memengaruhi jumlah mahasiswa yang akan diterima masuk asrama. “Asrama oren yang didahulukan karena kondisinya yang kurang memadai, cat dinding dalamnya sudah lusuh akibat terkena air hujan, lantainya juga akan diperbaiki, dan penggantian kanopi,” ucap Hendri saat diwawancarai Genta Andalas, Senin (23/5/22). Lebih lanjut, Hendri menjelaskan dana perbaikan gedung asrama diutamakan untuk Asrama Oren. Rencana perbaikan kebocoran gedung Asrama Roesma dan pengecatan Asrama Menpera dari sisa dana perbaikan Asrama Oren. “Pendanaan
didapat dari memasang tender yang sedang diproses pihak Unit Layanan Pengadaan (ULP) Unand,” jelas Hendri. Wakil Ketua Asrama Unand, Danny Hidayat mengatakan gedung Asrama Oren tidak dapat ditempati, sebab perbaikan besar yang ada di gedung asrama tersebut. Selain itu, daya tampung gedung Asrama Oren yang cukup besar turut menjadi pertimbangan dalam perbaikan asrama sehingga perlu segera diperbaiki.“Pemetaan gedung asrama Unand untuk mahasiswa tahun 2022 akan ada perbedaan,” jelas Danny. Mahasiswa Fakultas Hukum yang saat ini menempati Asrama Oren, Alan Surya Manggalamengatakan setuju terhadap rencana perbaikan Asrama Oren karena tak layak huni.“Kondisi Asrama Oren catnya yang sudah sangat lusuh dan ketika hujan asrama akan banjir oleh air hujan yang merembes” ungkap Alan. Haura, Sherly
Dok. Genta MASUK: Proses masuk ke asrama Unand untuk mahasiswa baru 2022 dilakukan setelah penerimaan mahasiswa KIP- K 2022
Kejelasan Penerimaan Mahasiswa Baru Asrama Unand 2022
P
Dok. Genta TUNDA: Asrama oren Unand mengalami penundaan penempatan oleh mahasiswa baru tahun 2022.
enetapan mahasiswa baru bagi asrama Universitas Andalas (Unand) akan dibuka saat kejelasan penerimaan status KIP-K telah diketahui. Seperti aturan sebelumnya, kriteria mahasiswa baru yang akan menempati asrama di periode tahun 2022 ialah mahasiswa penerima KIP-K, ADIK Papua, mahasiswa asing, dan mahasiswa disabilitas. “Untuk saat ini, belum dapat dipastikan jumlah kuota mahasiswa yang akan menempati asrama. Jika dilakukan check-in untuk mahasiswa baru di bulan Juli, maka prioritas bagi mahasiswa KIP-K tidak terpenuhi. Jadi mahasiswa diluar KIP-Kuliah kita tidak terima,” jelas Sekretaris UPT Asrama Danny Hidayat saat diwawancarai Genta Andalas, Jumat (20/5/2022).
Lebih lanjut, Danny menjelaskan pola penerimaan mahasiswa baru asrama belum diputuskan. Sementara itu, Ketua UPT Asrama Unand Muhammad Hendri mengatakan mahasiswa baru asrama tidak bisa menempati asrama untuk sementara seperti sebelumnya. Hal ini disebabkan belum adanya kejelasan penerima KIP-K mahasiswa. “Prioritas asrama ditempati untuk mahasiswa KIP-K. Segala jenis keputusan penerimaan mahasiswa baru asrama akan didiskusikan dengan pimpinan segera,” jelas Hendri saat diwawancarai Genta Andalas, Senin (23/5/2022). Haura, Sherly
Baca berita menarik lainnya di portal berita www .gentaandalas.com www.gentaandalas.com
Tetap Sehat dengan Selingan Olahraga di Kampus Hijau
Foto: Joy
Foto: Joy
JOGING: Dua orang mahasiswa berlari terengah-engah di sepanjang Jalan Lingkar Luar Unand, Minggu (29/05/2022).
MENENDANG: Seorang mahasiswa melakukan tendangan menyamping saat berlatih di Kolam PKM Unand, Minggu (29/05/ 2022).
Foto: Joy
Foto: Joy
PEMANASAN: Dua orang mahasiswa sedang melakukan push up sebelum latihan bela diri di Kolam PKM Unand, Kamis (26/05/ 2022).
MELOMP AT: Seorang mahasiswa melakukan teknik lay up shoot MELOMPA untuk memasukkan bola basket di Lapangan Basket PKM Unand, Senin (29/05/2022).
Foto: Joy
Foto: Joy
MENGA YUH: Seorang mahasiswa mengayuh sepeda di jalan MENGAYUH: Rektorat Unand, Minggu (29/05/2022).
MEMBALAS: Seorang mahasiswa mengayunkan bet untuk memukul bola pingpong tenis meja di PKM Unand, Kamis (26/05/ 2022)
RRedaksi edaksi Genta Genta Andalas Andalas menerima menerima tulisan tulisan berupa: berupa: esai, esai, opini, opini, feature, feature, cerpen, cerpen, puisi, puisi, khazanah khazanah budaya, budaya, dan dan bentuk bentuk tulisan edaksi ulisan Redaksi Tulisan tulisan kritis kritis lainnya. lainnya. R R edaksi berhak berhak mengedit mengedit tulisan tulisan tanpa tanpa memngubah memngubah isi. isi. T T ulisan disertai disertai foto foto dan dan biodata biodata Redaksi Tulisan penulis. T ulisan dapat dikirim k e alamat redaksi@gentaandalas.com Tulisan ke e-mail penulis. T ulisan dapat dikirim kke e alamat e-mail redaksi@gentaandalas.com Tulisan
Pemimpin Re daksi
Pemimpin Perusahaan
Se su ai de ju ru sa nn ya ng an ramah ba , di a nget dan su ka di re po tin sa m pa i sa m pa i te rk ad an g lu pa u n t u k m em pr io rit as ka n dirinya.
Dari caranya berpenampilan, teman kita satu ini dikenal santai, random , dan suka ngelawak. Si paling receh dan humble . Salah satu happy virus buat lingkungannya.
Asa Alvino We Kesehatan Masya ndra rakat ‘20
Redaktur Pelaksana Naufal ad al or an g ya ah tipe ng ra jin dan pekerja selalu berse keras. Ia da la m m mangat en ja la ni hari-harin ya.
M. Naufal Alfari zi Ilmu Politik ‘20
Redaktur
Mah asisw i ini mem iliki prib adi yang kale m dan keib uan. Suar anya lembut banget. Dia jago dalam memberi sara n dan Suci Haryani m e r u p a k a n Ilmu Hukum ‘20 pend enga r yang baik.
Redaktur Kes an per tam a keti ka men gen al Hau ra sep erti kak ak ting kat yang arogan. Nah , pad aha l kenyataannya dia mudah bergaul.
Haura Hamidah Sasindo ‘21
Atika Liutami Sadri Sastra Indonesia ‘20
Redaktur Pelaksan a
Bisnis dan Periklanan
Ce we k sat u ini ter lih at pen dia m diluar, tetapi ket ika k i t a s u d a mengenalnya, ia h asik dia jak ber can da. Suk a ma kan dan pinter nulis.
Bilqis Zehira Sosiologi ‘20
M. Rivaldo Antropologi ‘20
Redaktur
Siapa sih yang tidak kena l Jae Min ? Si bucinnya Jae Min ini suka memakai hoodie. Dia selal u histe ris kalau nonton biasnya. Kala u ngob rol sama dia bakalan ngelawak.
Humaira Zaini Putri Sasindo ‘20
Redaktur Mes kipu n terke san dan dingin dan jutek. Nam un Tiara puny a kepr ibad ian yang sang at keib uan. Terle bih jika suda h akrab dengannya.
Tiara Juwita Sasindo ‘20
“UBI AMICIA IBI OPES” - Desiderius Erasmus -
Bisnis dan Periklanan
Kerina Jefani Antropologi ‘20
Dari cara dia mengemukakan pendapat di forum publik, kita bisa menilai kalau teman satu ini sangat kreatif, suka memberi ide. gagasan, dan juga solusi untuk masalahmasalah yang ada.
Mahasiswa Sastra Indonesia ini tinggi banget diantara teman cewek yang lain. Bisa diandalkan dan jago dalam teamwork.
Sandra Adriyana Sastra Indonesia ‘21
Bisnis dan Periklanan
Nabila Annisa Antropologi ‘20
Bisnis dan Periklanan
Sherly Oktariani Ilmu Hukum ‘21
M a h a s i s w i berkacamata asal Pekanbaru ini memiliki pribadi yang dewasa dan selalu bisa diandalkan. Nabila, identik dengan urban style nya.
Sirkulasi
Identik dengan style hijab segi empat dan kemeja tunik nya. Sherly dikenal sangat produktif dan teliti.
Cowok cool ini luarnya terlihat pendiam, Tapi aslinya baik dan suka membantu teman-temannya.
M. Farhan Rabbani Teknik Industri ‘20
Sirkulasi
Sirkulasi Senyumnya yang manis dan asik diajak ngobrol. Rara memberikan aura positif untuk orang-orang di sekitarnya.
Aisha Prameswari Manajemen ‘21
“DI MANA ADA TEMAN DI SITU ADA KEKUATAN”
Bisnis dan Periklanan
Cowok ganteng dari Jurusan Antropologi ini fans nya banyak. Cool di luar tapi asliny a asik diajak ngobrol dan dia jago public speaking.
Rizky Ulfa Rambe Akuntansi ‘21
W a n i t a berkacamata yang asik diajak ngobrol dan receh. Dia juga produktif, suka mengikuti berbagai kegiatan di luar perkuliahan.
Sirkulasi Si kecil cabe rawit ini kelihatannya pendiam di antara yang lain. Pe r a w a k a n n y a serius dan minang pride banget nih.
Haida Rahmi Sasindo ‘20
tbang Pemimpin Li asal Batam
Pemimpin Produksi
Ce w ek inang ini berdarah m ak an ta ku t Pa lin g n. ia gg ke tin at sa m a su ka co kl . Ia as ik br ow ni es sama dan diajak kerja an yang pemberi sar baik.
Memiliki jiwa leadership yang oke banget, Syifa dikenal selalu bersemangat dan juga suka bercanda, dia juga heboh dan paling ekstrovert.
Souty Syahrani Sastra Inggris ‘20
Syifa Khairani Ilmu Hukum ‘21
Illustrator
Illustrator sebagai Dikenal pemimpin diantara temannya. teman Dia juga pencinta kucing sampai sering bicara sendiri sama kucing.
Riset dan Survei Ciri khas cewek ini selalu adalah memperhatikan gaya berpakaian dan pashmina pride . Selalu ceria dan lincah dimanapun ia berada.
Ukhti satu ini suka tersenyum dan baik hati. Dia juga asik diajak curhat dan selalu sarannya membantu.
Merry Prihandayani Sastra Inggris ‘20
Aisyah Luthfi Sasindo ‘21
Joy Prima HI ‘20
Riset dan Survei
Illustrator
Illustrator
Cewek dari jurusan Ilmu Huku m ini memi liki senyu m yang lebar dan matanya akan sipit ketika tersen yum. Mudah panikan dan heboh Nabila Aliya bakal an Ilmu Hukum‘21 sendiri.
pertama Dari bertemu, Della bisa dinobatkan sebagai serotonin booster untuk lingkungannya.
Mahasiswi Hukum satu ini keliatannya jutek tapi aslinya sangat perhatian. Dia juga kocak dan heboh.
Fadillah Lisma Sari Ilmu Hukum ‘20
Della Silsilia Putri Antropologi‘21
Riset dan Survei
Layouter
Illustrator Mahasiswi Ilmu Komunikasi ini awalnya terlihat pendiam dan sulit berinteraksi dengan teman yang lain, tapi aslinya asik dan receh.
kecil si April berkacamata yang ceria. sanga t Walaupun mungil ia orang yang lincah, suka ceplas ceplos tapi lucu.
Cewek satu ini kreatif dan teliti, Dia selalu bisa diandalkan dalam teamwork .
Riset dan Survei
Layouter
Mahasisw i Sasing ini memiliki pribadi yang hangat dan perhatian, dia juga bisa diandalkan dan pendenga r yang baik. Punya aksen yang enak dan bagus didengar.
Ifa si mom of cats. Sangat suka kucing bawa sampai makanan kucing kemana-mana. Dia juga perhatian dan pendengar yang baik.
Fatiza Khaira Sosiologi‘20
as al in i C as ra ya D h ar m berapi-api h sangatla m em il ik i d an ya n g t se m an gad ia ju ga b es ar, d an i an p em b er bawel.
na Aruan Helga Julia 1 HI ‘2
Riset dan Survei
upNesya si paling aan . da te pe r-d ram iam Ter lih at pe nd ah ud tap i kal au ng ob rol dia jak da n ba kal an ser u at. selalu bersemang
Nesya Amalya P Akuntasi‘21
rvei Riset dan Su
ka , Sia pa sa ng i k m e s ya pe ra wa ka nn an ak se pe rti enal kecil, dia dik fobaik dalam rum diskusi.
Diva Wijaya Sasing‘21
Aprillia Pratiwi Sosiologi‘21
Lusi Agustia HI‘21
Rahima Hanifa Ilkom‘21
Survei Riset dan ew ek
Qatrunnada Viranda H Sasing‘20
Riset dan Survei Punya suara yang Sonia bagus, seringkali diminta menjadi untuk Master of Cerdalam emony kegiatan kegiatan Genta.
Sonia Helen HI‘20
Riset dan Survei
dari Beras al Sijun jung, Tilna et cerew diken al dan suka cepla sn namu ceplo s, dibal ik itu dia li pedu t sanga terha dap tema nTilna Ramadhani temannya.
Sosiologi’20
Riset dan Survei Cew ek man is asal Jaka rta ini asik diajak ngobrol dan cepl as-ce plos , Dia juga suka make up dan selalu stay on.
Putri Salsabila E Sasing‘20
Riset dan Survei Mahasiswi jurusan Akuntansi ini terlihat kalem di luar, tapi cere wet kala u diajak ngobrol.
Alifia Fitriani Akuntansi‘21
Menggali Budaya Bangsa Melalui Naskah-Naskah Lama Oleh: Alex Darmawan*
T
erdapat kekhawatiran mendalam terhadap fenomena naskah-naskah lama di Indonesia dewasa ini. Tak terhitung naskah-naskah lama yang jatuh ke tangan lembaga asing atau negara lain. Bila hal ini dibiarkan terus-menerus, dipastikan akar budaya bangsa akan tercabut dari generasi muda sehingga mereka kelak kehilangan identitas budayanya. Keadaan tersebut diperparah dengan kurangnya dukungan pemerintah dari segi pendanaan maupun pelestarian naskah itu sendiri. Akibatnya banyak peneliti naskah yang mencari pendanaan dengan lembaga asing. Pelbagai naskah yang telah dijual—naskah dari Riau, Sumatra Barat, Aceh dan Kalimantan— telah jatuh ke tangan orangorang Malaysia (Titik Pudjiastuti, 2010). Pelestarian naskah-naskah lama adalah bagian dari eksplorasi terhadap kekayaan luhur budaya bangsa guna mengkritisi eksistensinya terkait dengan keniscayaan adanya perubahan budaya. Ruang eksplorasi dan pengkajian kearifan lokal menjadi tuntutan tersendiri bagi khasanah budaya bangsa. Nilai kearifan lokal dipandang mampu menjadi solusi permasalahan yang terjadi di daerahdearah sekarang ini. Secara umum, kearifan lokal (local wisdom) dapat dipahami sebagai gagasan-gagasan setempat yang bersifat penuh kearifan dan bernilai baik yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya. Kebudayaan yang terpendam begitu lama berasal dari beberapa abad lampau dapat kita gali kembali dengan berbagai cara, antara lain melalui tulisan yang terdapat pada batu, candi-candi dan peninggalan purbakala lainnya serta dapat juga dari naskah-naskah lama. Dengan begitu, dapat kita lihat gambaran yang jelas mengenai alam pikiran, adat-istiadat, kepercayaan maupun sistem budaya nenek moyang. Oleh karenanya, anggapan masyarakat yang menganggap naskah tidak berguna lagi bagi pengembangan budaya bangsa harus ditepiskan.
Naskah sebagai peninggalan masa lampau mampu memberikan informasi mengenai berbagai aspek kehidupan masa lalu yang beragam, seperti sejarah, sastra, bahasa, agama, ajaran moral, obat-obatan, sistem penanggalan, strategi perang dan masih banyak lagi informasi lainnya. Hemat Edwar Djamaris, naskah merupakan semua peninggalan tertulis nenek moyang kita pada kertas, lontar, kulit kayu, dan rotan. Dalam bahasa Inggris naskah ini disebut dengan manuscript. Pengenalan terhadap nilai-nilai yang pernah ada pada masyarakat masa lampau merupakan modal utama bagi pembangunan kebudayaan nasional, yaitu kebudayaan yang dalam Garis Besar Haluan Negara (GBHN) digariskan sebagai perwujudan cipta, rasa dan karya untuk mengembangkan harkat dan martabat bangsa. Usaha yang perlu dilakukan sekarang ialah menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan masyarakat dalam mengangkat nilai-nilai budaya lama serta mentransformasikannya dalam kehidupan masa kini. Salah satu caranya adalah dengan melihat, menggali dan menganalis nilai-nilai yang terkandung dalam teks naskah lama. Kegiatan pengkajian dan penelitian tentang naskah-naskah lama yang secara fisik sudah berdebu dan lapuk bukan dimaksudkan untuk mengagung-agungkan naskah masa lalu yang sudah menjadi catatan sejarah. Pengkajian naskah lama adalah dalam upaya melakukan intropeksi diri, sekaligus mengambil manfaat darinya, agar kita tidak tercabut dari akar budaya kita sendiri (Imam Budi Utomo, 2001). Masa kini merupakan rangkaian yang tidak terpisahkan dari gerbong sejarah budaya masa silam. Masa kini menjadi landasan bagi masa depan, sehingga bila kita melupakan masa lalu berarti kita mengingkari eksistensi yang sesungguhnya dari sebuah peradaban bangsa. Pengkajian naskah-naskah lama bakal menciptakan terbukanya cakrawala wawasan anak bangsa
tentang berbagai hal pada masa lalu. Dewasa ini pengkajian naskah lama justru seakan memperoleh relevansinya. Jika selama ini pengkajian naskah hanya untuk menggali nilai-nilai budaya yang terdapat di dalamnya, namun kini pengkajian naskah lama diharapkan dapat pula mempererat dan memperekat hubungan antarsuku bangsa Indonesia. Untuk mengkaji naskah lama tentu diperlukan kondisi naskah yang baik serta dapat dibaca. Kondisi naskah lama khususnya di Sumatera Barat cukup memprihatikan. Terutama sekali masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam penyelamatan aset bangsa ini dan masih banyaknya naskah-naskah yang belum terjamah dan tersimpan di luar negeri. Adriyeti Amir sebagai dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Universitas Andalas) dalam sebuah wawancara, mengatakan bahwa masyarakat masih menganggap naskah lama sebagai harta pusaka yang harus disimpan dan tidak boleh dipegang dan dipindahtangankan sehingga naskah lama itu lapuk dimakan usia. Naskah-naskah lama Sumatera Barat yang tersimpan di luar negeri seperti di University Bibliothek Leiden yang berjumlah lebih dari 490 naskah dan di University of London (SOAS) juga sangat banyak. Masyarakat Sumatra Barat sekarang masih belum menyadari pentingnya peninggalan sejarah berupa naskah lama. Mereka sebagian besar menganggap naskah lama adalah benda yang sakral dan tidak patut untuk dipelajari. Banyak peneliti muda yang bergelut dalam bidang budaya, terutama yang fokus pada filologi (ilmu yang mengkaji tentang naskah lama), menghadapi kesulitan menemukan naskah lama tersebut. Terkadang untuk mendapatkan naskah itu saja harus dilakukan ritual tertentu. Naskah lama yang dapat kita ambil yakni naskah Tambo yang ada di Minangkabau. Naskah Tambo menceritakan
Dok. Pribadi Dok. Pribadi
tentang sejarah Minangkabau serta seluruh nilai-nilai adat dan juga bentuk sistem kekerabatan masyarakat Minang. Masyarakat Minangkabau sepenuhnya percaya terhadap hal itu semua, walaupun naskah tambo keasliannya itu masih diragukan oleh sebagian budayawan. Hal di atas adalah beberapa contoh kecil. Masalah sekarang bahwa naskahnaskah lama di masyarakat sulit untuk dideteksi. Tak kalah pentingnya juga masih banyak naskah-naskah tersebut yang belum diteliti dan dipindahbahasakan ke dalam bahasa Indonesia. Susah menggali isinya karena peminat-peminat naskah lama sangat sedikit, ditambah dengan sikap kurang terbukanya masyarakat terhadap peneliti yang ingin meneliti naskah masyarakat tersebut. Ini menjadi suatu pertanyaan yang sangat ringan untuk dijawab tapi sulit untuk dilakukan. Semua ini merupakan tantangan besar bagi masyarakat Minang yang ingin maju dan menggali budayanya sebagai aset budaya dan juga mereka yang bergiat di bidang filologi. *P enulis merupak an Dosen Sastra *Penulis merupakan Indoesia FFak ak ultas Ilmu Budaya akultas Universitas Andalas
Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik dan Bayangan yang Membelenggu Kebebasan Pers Oleh: Sherly Oktariani*
U
ndang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE) masih menjadi isu kontroversial bagi sebagian kalangan di tengah masyarakat. Dilihat dari catatan Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFENET), sebagai organisasi yang fokus kepada advokasi kebebasan berekspresi dan vokal mengampanyekan hak-hak digital, tercatat pada tahun 2020 terdapat 50 orang warga sipil yang dilaporkan atas kasus pelanggaran UU ITE.
Dok. Pribadi
Selain itu, sepanjang 2017-2021, setidaknya ada 24 kasus jurnalis yang dijerat dengan pasal “karet” di bawah UU ITE. Dapat disimpulkan bahwa ini mungkin salah satu parameter iklim kebebasan media sosial, penggunaan internet dan keamanan digital masih belum sepenuhnya terbentuk. Media Indonesia berbicara dengan Kepala Divisi Kebebasan Berekspresi Safenet, Nenden Sekar Arum tentang penyebab dan konsekuensi dari meningkatnya penggunaan UU ITE sebagai jebakan kebebasan berekspresi dan informasi dan mendesak revisi kedua UU ITE. Motifnya berupa balas dendam terhadap jurnalis atau disebabkan karena kepentingan pribadi, pihak yang diberitakan dalam sebuah laporan tidak terima meskipun berita tersebut telah ditulis berdasarkan kaidah jurnalistik, biasa terjadi pada kasus korupsi, konflik agraria, dan penipuan. Bukannya menyelesaikan melalui sengketa pers, mereka malah membuat jurnalis terjerumus dipenjara atau dihukum pidana. Jika dikaji dari segi hukum, maka seharusnya sengketa seperti ini diselesaikan dengan UU Pers terlebih dahulu, bukan menggunakan UU ITE. Disebabkan adanya asas Lex Posterior Derogat Legi Priori dimana asas hukum baru mengenyampingkan hukum
yang lama. UU Pers sudah lama daripada UU ITE yang terakhir direvisi pada tahun 2016. Oleh sebab itu, perlu adanya revisi UU ITE, setelah itu revisi pada UU Pers sendiri dikarenakan UU Pers sudah terlalu kuno. Selama ini, UU Pers sebelumnya sudah cukup baik untuk melindungi kerja jurnalistik. Namun, pada proses implementasinya kondisi ideal yang diinginkan tidak tercapai. UU Pers sering dikesampingkan dalam memproses kasuskasus yang melibatkan jurnalis. Contoh konkretnya pada 23 November 2021, terjadi serangkaian peristiwa yang menimpa jurnalis Berita.news. Muhammad Asrul (ia menulis seri artikel dugaan korupsi di Palopo). Asrul diputuskan bersalah dengan tiga bulan pidana penjara dikarenakan melanggar Pasal 45 ayat 1 dan Pasal 27 ayat 3 UU ITE tentang pencemaran nama baik. Walau dalam persidangan hakim menegaskan Berita.news memenuhi ketentuan standar perusahaan pers dan menolak dakwaan jaksa serta mengakui berita yang ditulis Asrul merupakan produk jurnalistik, dan ia diakui sebagai seorang jurnalis. Keselamatan seorang jurnalis yang menjadi pertanyaan akibat pengimplementasian UU ITE. Persoalan
yang paling besar ialah pasal-pasal multitafsir pada UU ITE. Pemahaman aparat penegak hukum terhadap UU ITE sangat terbatas dan terhadap kerja jurnalis juga cukup rendah. Ini yang memicu kasuskasus yang seharusnya selesai dengan sengketa pers tetap diproses dengan pidana UU ITE.Dalam hal ini SAFENET tergabung dalam koalisi masyarakat sipil yang mendesak revisi kedua UU ITE. Bisa dilihat kebanyakan orang salah mengartikan dan menyalahgunakan pasal UU ITE sebagai alat pemidanaan seseorang. Salah satunya jurnalis yang pada dasarnya mereka dilindungi oleh UU Pers. Pendapat yang sama terhadap SAFENET, bahwa seharusnya UU ITE ini direvisi di beberapa pasal yang dianggap multitafsir, serta dilakukan lagi pemahaman terutama kepada aparat penegak hukum bahwa jurnalis adalah pekerjaan yang dilindungi undang-undang. Dengan adanya revisi kedua pada UU ITE ini diharapkan ada perubahan mekanisme maupun kasus terkait jurnalis yang dipidanakan berdasar pasal multitafsir UU ITE. Agar UU ITE tidak bisa membelenggu kebebasan pers di indonesia.
*P enulis merupak an *Penulis merupakan Mahasiswi Ilmu Hukum Fak ultas Huk um Universitas akultas Hukum
Yoga Irsyadillah: Entrepreneur Muda yang Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah
Dok. Pribadi
T
ak pantang menyerah dan yakin pada usaha sendiri, itulah prinsip yang dipegang Yoga Irsyadillah, pemilik kafe Teras Barica, salah satu kafe yang cukup populer di Kota Padang. Di usianya yang masih terbilang muda, ia sukses meraup omzet ratusan juta dari usaha bisnis yang ia jalani. Tak hanya di satu bisnis saja, Yoga juga mempunyai bisnis-bisnis lain, seperti kos- kosan, budidaya walet, serta perkebunan kelapa sawit. Pria yang tamat dari Jurusan Agribisnis, Universitas Andalas (Unand) tahun 2020 silam ini mengaku sebelum ia terjun dan membuka usaha di bidang bisnis, telah banyak proses yang ia lalui. Bahkan ia juga sempat bekerja pada orang lain sebagai pegawai bank dan bekerja di bidang kehutanan. sebelum menjadi pengusaha, sang Ayah juga sempat menolak keinginan Yoga untuk menjadi seorang entrepreneur. ...sambungan dari halaman 6
kampus untuk membentuk tim formal sejauh ini berjalan dengan lancar. Meskipun pada kenyataannya terjadi keterlambatan dalam pembentukan satgas yang seharusnya direalisasikan pada Januari 2022. Hal ini didasari dengan banyaknya prosedur yang sedang berlangsung sehingga pihak kampus harus menunggu hasil seleksi pemilihan tim satgas untuk melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang sudah berjalan dua bulan yang lalu.”Sejauh ini progres pembentukan PPKS Unand sudah berjalan sekitar 80% dari yang diperkirakan, dengan penyeleksian calon panitia satgas yang didominasi oleh perempuan dengan persentase 60% dan 40% laki laki. Hal ini didasari karena perempuan lebih bisa melihat persoalan dalam pencegahan dan penanganan korban kekerasan seksual yang dominan perempuan,” ujar Insannul Kamil, saat diwawancarai oleh Genta Andalas, Senin (30/05/2022). Lebih lanjut, Insannul menjelaskan bahwa pihak kampus telah mengeluarkan hasil Bimtek dari pembekalan kepada calon PPKS Unand. Langkah selanjutnya yaitu mereka akan mengikuti pelatihan yang dilakukan secara online oleh Permendikbud Ristek dalam menyiapkan LMS (Learning Management System) kepada calon satgas yang terdiri atas tendik, mahasiswa, dan dosen. Setelah hasil dari pelatihan ini keluar, semua calon satgas yang memenuhi kriteria maupun tidak akan diuji publik sebelum dibuat Surat Keputusan (SK) oleh rektor. Tentunya dalam pemilihan calon satgas juga diutamakan orang yang sudah berpengalaman dan siap dalam menangani semua hal termasuk kasus kekerasan seksual
Namun, bagi Yoga menjadi pengusaha yang sukses telah menjadi impiannya, ia bertekad membuktikan kepada ayahnya bahwa ia sungguh-sungguh dengan impiannya tersebut, dan benar saja ketika ia menjalani perkuliahan, cukup banyak gelar juara lomba di bidang entrepreneur yang ia kantongi, salah satunya menjadi perwakilan Unand pada lomba Agribisnis Plan se-Indonesia, yang diadakan di Universitas Syiah Kuala, Aceh dan berhasil meraih juara ketiga. Selain menyukai bidang bisnis, Yoga juga aktif di berbagai organisasi kampus semasa kuliah, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Unand (BEM-KM Unand), Sinematografi Unand serta organisasi himpunan mahasiswa tingkat jurusan dan fakultas, bahkan ia juga sempat menjadi ketua di salah satu organisasi tersebut. Sejak kecil Yoga tinggal berpindahpindah dari satu kota ke kota lain, bahkan dari pulau ke pulau, dikarenakan kesibukan orang tuanya. Kesibukan orang tuanya ini membuat Yoga sempat harus tinggal bersama sang nenek, dan ia juga berpindah-pindah sekolah dari SD hingga SMA. Dari sinilah jiwa-jiwa kemandirian Yoga terasah, ia juga selalu memanfaatkan peluang yang ada, terutama peluang untuk berbisnis. Ia sempat bercerita mengenai pengalamannya saat sekolah dengan menjual bekal yang ia bawa dari rumah kepada temannya, “Saya kalau pergi ke sekolah dibawakan bekal, sedangkan saya lebih suka kalau makan itu di kantin- kantin, jadi saya jualah bekal saya kepada teman saya, waktu itu saya hargai Rp3.000,” ucap Yoga sembari mengenang masa-masa sekolahnya.
Di usianya yang masih cukup muda sebagai pebisnis dengan omset puluhan hingga ratusan juta perbulan, Yoga mengaku selalu berpegang pada pesan mendiang ibunya, bahwa 2,5% dari rezeki yang didapatnya adalah hak orang lain, dan ia selalu berusaha mengeluarkan kewajibannya tersebut. Selain dikenal sebagai sosok pemilik kafe yang peduli dan murah hati pada pegawainya ia juga tak segan-segan membantu pekerjaan yang dilakukan pekerjanya, “Saya tidak menganggap hubungan saya dengan hubungan orang yang ikut bekerja dengan saya sebagai hubungan pemilik kafe dan pegawai, tapi hubungan kami adalah hubungan dalam sebuah tim, jadi kadang- kadang tidak masalah bagi saya jika ikut bantu kerjaan pegawai, bersih-bersih sekalipun, memungut puntung rokok, menyapu
Sehubungan dengan adanya keterlambatan pembentukan satgas PPKS dari jadwal yang dijanjikan, maka UKM PHP bersama Aliansi Mahasiswa Peduli Unand (AMPU) berinisiatif membentuk posko sementara untuk menangani pengaduan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. Posko ini direalisasikan sebagai antisipasi mahasiswa bagi kasus kekerasan seksual menjelang terbentuknya satgas resmi oleh Unand. Mengetahui hal tersebut, Insannul memberikan tanggapan positif kepada mahasiswa yang masih memiliki tingkat kepedulian yang tinggi. Sejak awal pembentukannya, posko UKM PHP dan AMPU mereka sudah menangani tiga kasus. Dua kasus diantaranya merupakan mahasiswi yang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan oleh Tenaga Kesehatan (Nakes) harian lepas Rumah Sakit (RS) Unand pada saat pelaksanaan medical check-up (MCU). Nakes yang melecehkan mahasiswi tersebut sudah mendapatkan sanksi yang tegas dari pihak RS berupa pemecatan. Dalam penanganannya, AMPU dan UKM PHP telah bekerja sama dengan dua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kota Padang yaitu Nurani Perempuan Women Crisis Center (WCC) yang sudah berpengalaman dalam mendampingi dan menangani beberapa kasus kekerasan seksual, perdagangan manusia maupun kekerasan domestik dan juga ada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang hadir untuk memberikan bantuan hukum. Dalam pelaksanaannya posko ini masih belum memiliki tempat khusus yang tetap sehingga menjadi kendala dalam penanganan kasus kekerasan seksual. Untuk
itu, UKM PHP dan AMPU menyediakan sekretariat mereka sebagai tempat penanganan dan pengaduan kekerasan seksual. Sistematika pelaporan kasus kekerasan seksual diawali dengan menghubungi kontak narahubung di flyer yang tersebar di gedung-gedung kampus dan sosial media milik posko ini. “Teman-teman bisa langsung menghubungi contact person yang ada untuk membuat janji temu kemudian dilakukan mediasi terkait kasus yang dialami, perihal kerahasiaan itu terjamin. Sejauh ini sudah ada tiga kasus yang sedang kami tangani dan juga korban yang melapor adanya kekerasan seksual mengalami trauma dan gangguan mental akan didampingi oleh WCC Nurani,” jelas Ardina Lukita, selaku anggota dari AMPU ketika diwawancarai Genta Andalas, Kamis (19/05/2022). Setelah adanya beberapa posko yang dibentuk oleh aliansi mahasiswa UKM PHP dan AMPU untuk menampung keresahan dari mahasiswa, ternyata masih banyak mahasiswa yang tidak tahu tentang adanya posko pengaduan yang mewadahi segala laporan mahasiswa. Sehubungan dengan itu, seorang mahasiswi Jurusan Administrasi Publik Nursyifa mengatakan bahwa dia merasa sangat ketakutan dengan maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus. Ditambah lagi dengan minimnya pengetahuan terkait wadah yang mampu menampung laporan terkait kasus kekerasan seksual. Saat ditanya oleh Genta Andalas mengenai PHP maupun AMPU yang menjadi posko tempat perlindungan dan pengaduan, Nursyifa menyatakan baru mengetahuinya dari laman media sosial instagram @Infounand. Tidak jauh berbeda dengan
kafe.” Ia juga dikenal sangat terbuka pada para pegawainya dan sangat membuka kesempatan bagi pegawainya yang memiliki ide-ide kreatif untuk kemajuan usahanya. Dalam menjalani usahanya tentu saja banyak halang dan rintang yang Yoga hadapi. Baginya masalah adalah sebuah kepastian yang akan datang silih berganti. Namun, bagaimana sikap yang kita ambil merupakan kunci keberhasilan, apakah kita akan terus optimis berjuang atau kita hanya pasrah dan menyerah itu berada di tangan kita sendiri. Ada satu hal juga yang penting untuk disadari menurut Yoga, bahwa bidang yang kita tekuni bukanlah satusatunya penentu kesuksesan, apa pun profesi kita yang menjadi kunci keberhasilannya ialah niat, bekerja secara ikhlas, dan usaha untuk menunjukkan kemampuan yang ada. Syifa
Biodata Nama : Yoga Irsyadillah TTL : Padang, 18 November 1997 Agama : Islam Pendidikan: SD Bakrie Pasaman Plantations SMPN 1 Lembah Malintang SMAN 1 Pariaman S1 Agribisnis Universitas Andalas Prestasi: - Juara 3 business plan agribisnis se Indonesia lokasi di Universitas Syiah Kuala Aceh
Nursyifa, mahasiswi Jurusan Sastra Indonesia Sri Mewan Lestari Putri mengungkapkan bahwa dia juga baru mengetahui adanya posko ini setelah mengisi kuesioner yang dibagikan oleh Genta Andalas. Menanggapi hal tersebut, Adinda Daniela selaku bagian dari AMPU, menjelaskan bahwa timnya telah melakukan sosialisasi kepada mahasiswa melalui agenda pengenalan posko kekerasan seksual ke kelas-kelas di kampus, salah satunya di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya. “Bisa dibilang hanya sebagian kecil Mahasiswa yang mengetahui tentang Posko ini. Maka diadakanlah sosialisasi, salah satunya itu sudah dilakukan di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya,” jelas Adinda saat diwawancarai Genta Andalas pada Kamis (19/05/2022). Ketidakpastian kapan selesainya proses pembentukan satgas PPKS di Unand membuat beberapa mahasiswa mengambil langkah tegas untuk gencar mensosialisasikan bahwa adanya posko pengaduan kekerasan seksual sementara untuk mengantisipasi dan menanggulangi terjadinya kekerasan seksual di lingkungan kampus, maka dari itu UKM PHP dan ampuh berusaha meningkatkan eksistensi pengaduan dan penanganan kekerasan seksual yang dinilai rendah karena banyak mahasiswa yang belum mengetahui adanya posko ini. Melalui posko ini, pihak UKM PHP dan AMPU sendiri berharap dapat mengatasi permasalahan kasus kekerasan seksual yang menimpa mahasiswa Unand, sekaligus menjadi tameng untuk melindungi hak asasi mahasiswa serta memberi sanksi tegas bagi Alifia, pelaku tindak kekerasan seksual. Alifia, Ara, Kerin, Lusi, Mey Mey,, Naufal, Nesya, Syifa
Komunitas Cahaya: Komunitas Kanker Anak Pertama dan Satu-Satunya di Sumatra Barat
S
emakin banyak kasus kanker yang terjadi pada anak-anak menjadi perhatian khusus di masyarakat. Banyak diantara anak-anak yang mengidap kanker kurang beruntung secara finansial untuk melakukan operasi dan pengobatan. Di Sumatra Barat sebelumnya tidak ada komunitas kanker anak yang bisa menaungi bahkan membantu penderita kanker anak untuk melawan kanker. Berawal dari pengalaman pribadi, Elsy Varinia, seorang pegawai Bank BNI yang juga lulusan Akuntansi Universitas Andalas (Unand) Angkatan 1996 bersama sang suami yang juga lulusan Unand jurusan Antropologi Sosial, Dedi Kurnia Putra, berjuang melawan kanker Sinovial Sarkoma atau kanker jaringan lunak yang diderita oleh putra sulung pada 2017 lalu. Saat itu anak mereka, Shorif masih berusia 12 tahun. Berat bagi keluarga mereka melawan kanker ini sendirian, mungkin secara finansial mereka sanggup tapi, mereka juga butuh dukungan moril untuk kuat menjalani pengobatan yang akan memakan waktu cukup lama. Sangat disayangkan, saat itu di Padang sendiri belum ada komunitas yang bisa menjadi tempat mereka untuk berkonsultasi dan saling menguatkan. Akhirnya melihat keadaan yang seperti ini, Elsy memutuskan untuk bertemu komunitas yang ada di Jakarta bahkan melalui grup Whatsapp saling bercerita tentang perjuangan mereka. Pascaoperasi sang anak di Rumah Sakit (RS) M. Djamil, Elsy beberapa kali mengunjungi pasien lain dan membagikan kegiatannya di media sosial pribadi. Elsy dan bersama teman-teman alumni SMAN 2 Padang ikut membagikan popok di bangsal anak. Kegiatan mereka ini direspons positif sehingga beberapa dokter banyak yang menginginkan kegiatan mereka ini ditingkatkan menjadi suatu komunitas tetap. Selang satu tahun kemudian, pada Juli 2018 ada salah seorang sahabat baik yang berprofesi sebagai notaris rela mengeluarkan tenaga dan biaya untuk mengurus keperluan surat-menyurat untuk pendirian komunitas kanker anak. Satu bulan kemudian lahirlah akta peresmian komunitas kanker anak bernama Komunitas Cahaya. Kegiatan yang dilakukan komunitas Cahaya ada banyak, salah satunya adalah menyediakan rumah tempat menginap untuk keluarga pasien kanker anak yang sedang berobat ke Padang khususnya di RS M. Djamil. Kebanyakan pasien dari jauh juga kesulitan tempat tinggal saat ke Padang. Karena itu
..sambungan halaman 7 5 X 5 meter dan jika sudah tidak diperlukan dapat ditutup kembali dan dilapisi dengan tikar. Pada waktu tertentu di Kampung Adat Sijunjung, kita juga dapat melihat ritual adat dan kesenian lokal di sini seperti, Pencak silat, Talak bala dan Mambantai Adaik . Talak bala dilakukan untuk menolak bala atau bencana yang menimpa kampung tersebut. Kegiatan adat selanjutnya membantai adaik adalah kegiatan menyembelih kerbau yang dilakukan setelah puasa atau hari raya puasa Syawal. Selain Mambantai Adaik dan Talak Bala, ada juga yang menjadi agenda rutin perkampungan adat tersebut yaitu Berkaul Adat hal ini merupakan agenda rutin setiap tahun yang dilakukan setelah panen padi sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah
Oleh: Aisyah Luthfi* diberikan penginapan hingga penyediaan makanan secara gratis. Awalnya mereka menginap di rumah pribadi Elsy, tahun berganti Komunitas Cahaya diberikan rezeki untuk membangun rumah khusus yang disebut Rumah Singgah Cahaya pada bulan Agustus 2021 silam. Rumah singgah ini beralamat di Jalan Betawi No. 36, RW. 3, Sawahan Tim, Kec. Padang Timur, Kota Padang. Rumah singgah ini dikelola oleh salah satu relawan bernama Yovan, ia yang melaporkan secara langsung kebutuhan di rumah tersebut kepada Elsy selaku founder Komunitas Cahaya. Yovan bersama relawan lainnya mengurus ketersediaan ruangan dan makanan untuk rumah singgah. Pada saat awal berdirinya Rumah Singgah, terdapat enam keluaraga yang dapat ditampung di Rumah Singgah. Saat ini di Rumah Singgah tercatat ada 165 orang yang sedang menjalani pengobatan dan secara berkala menginap di Rumah Singgah. Pada umumnya, pasien tersebut mengidap kanker darah atau leukimia. Semua pasien melewati perjuangan bersama-sama sehingga ada suatu ikatan batin yang juga mendukung psikologis mereka untuk terus bersemangat. Selain rumah singgah, komunitas Cahaya juga memberikan sumbangan EMLA (Eutetic Mixture of Local Anethetics) yaitu obat untuk penghilang rasa sakit ketika pengambilan sumsum tulang belakang pasien. Setiap hari Jumat, komunitas Cahaya juga datang ke bangsal anak untuk membagikan nasi kotak. Tidak hanya itu beberapa pasien yang kurang secara finansial juga dibantu untuk membayarkan BPJS Kesehatannya. Elsy berpikir, daripada mereka mengalami penunggakan dan biaya bertumpuk nantinya bisa saja menyulitkan proses medis dalam keadaan darurat, jadi lebih baik bantu dibayarkan selagi ada dana. Dalam keadaan darurat, biasanya sangat dibutuhkan ambulans untuk mengantar pasien. Karena tarif ambulans itu sangat mahal diakibatkan biaya yang dipatok berdasarkan kilometer. Seringkali keluarga dari anak-anak yang berpulang usai melawan kanker jahat harus mengeluarkan uang cukup banyak untuk biaya ambulans dari Padang ke kampung halamannya. Contohnya saja dari Padang ke Pasaman Barat, bisa menghabiskan uang sejumlah satu juta lima ratus ribu Rupiah hanya untuk transportasi saja. Beruntung, Komunitas Cahaya diberi bantuan mobil ambulans. Ambulans ini secara gratis diberikan oleh PT. Dempo Andalas Samudera.
Mengenai sumber dana, komunitas Cahaya menerima sumbangan siapa saja yang membantu. Sahabat baik komunitas Cahaya bahkan pernah menyumbangkan setengah ton beras untuk persediaan makanan. Akan tetapi, sumbangan tentu tidak datang kapan saja dan pengelola komunitas juga tidak punya cukup uang untuk menutupi seluruh biaya yang dibutuhkan. Berdasarkan keterangan Elsy, suatu hari Yovan pernah melaporkan bahwa rumah singgah tidak bisa menyediakan makan untuk hari esok. Namun, ketika mereka sangat putus asa mengenai pendanaan ini, dengan cepat Allah Swt. memberikan jalan atas doa mereka. Dalam hari itu juga, ada sahabat baik yang memberikan bantuan sehingga kebutuhan tersebut dapat terpenuhi. Tidak hanya mengenai ketersedian kebutuhan di rumah singgah, kepulangan salah seorang pasien di rumah singgah barubaru ini yang berdomisili di Mentawai juga menunjukkan kebesaran Allah Swt. Pada malam hari Elsy mendapat kabar bahwa ada yang berpulang dan harus segera dipulangkan menggunakan kapal. Komunitas cahaya membutuhkan biaya sebanyak enam juta rupiah untuk transportasi menggunakan kapal. Dana untuk kapal tersebut tidak ada, akhirnya mereka menggunakan uang yang tidak diperuntukkan untuk transportasi. Belum sempat mereka mengumumkan kepulangan pasien tersebut di grup Whatsapp relawan Komunitas Cahaya, sudah banyak sahabat baik yang mengirimkan bantuan sejumlah uang.
Memang menjadi sebuah tantangan bagi Komunitas Cahaya untuk terus berjalan, tetapi belum memiliki donatur tetap. Di awal berdirinya, dari pemerintah provinsi pernah membantu dengan memberikan sumbangan sebanyak sepuluh juta Rupiah. Meskipun berjalan dengan sumbangan yang tidak datang kapan saja, selama menjalani berbagai kegiatan kebutuhan dana Alhamdulillah selalu tercukupi. Relawan di Komunitas Cahaya tidak pernah memiliki suatu keterikatan. Secara bebas mereka bisa membantu sebisanya. Ketika ada waktu luang saat ada agenda dari pengurus inti mereka boleh ikut boleh juga tidak. Mereka yang memiliki sosial media juga bisa mempromosikan kegiatan Komunitas Cahaya dan itu dinilai sangat membantu sekali, misalnya saja ada pasien yang belum tahu tentang komunitas ini bisa mengetahui keberadaan komunitas Cahaya dan bergabung untuk dirangkul bersama. Harapan Elsy kedepannya, komunitas Cahaya memiliki semakin banyak relawan dan sahabat baik untuk menghidupkan Komunitas Cahaya. Rumah singgah juga diharapkan memiliki persediaan yang selalu cukup untuk menampung para pejuang kecil. Menurut Elsy, ada sebuah tagline yang ia percayai ketika menjalani kegiatan di Komunitas Cahaya. Yaitu, selalu perluas lingkaran kebaikan. *P enulis merupak an Mahasiswi *Penulis merupakan Jurusan Sastra Indonesia FFak ak ultas akultas Ilmu Budaya Universitas Andalas
atas rezeki yang diberikan pada tahun tersebut. Bagi kaum laki-laki, mata pencaharian penduduk setempat mayoritas menjadi petani penggarap sawah, kebun karet, serta kebun sawit. Sedangkan kaum perempuan, mereka rata-rata pandai menenun, maka dari itu di setiap rumah masih terdapat alat tenun tradisional yang menjadi ciri khas dan keunikan masyarakat setempat. Jika berkunjung ke kampung adat ini, kita akan melihat para perempuan duduk di teras rumah gadang sambil menenun menggunakan alat tradisional. Untuk bisa datang ke Kampung Adat Sijunjung pun tidak sulit untuk dicapai. Akses menuju lokasi bisa diakses menggunakan motor, mobil, dan bahkan bus. Melewati jembatan sepanjang 200 meter yang membentang di atas sungai Batang Sukam merupakan pintu masuk ke Kampung Adat Sijunjung. Saat sampai di
kampung adat, para wisatawan akan melihat patung perempuan berpakaian adat yang menjunjung bekal setinggi sekitar empat meter. Untuk mengunjungi kampung adat ini, para pengunjung tidak dipungut biaya apapun alias gratis dan tentunya kampung adat ini tidak pernah tutup jadi para pengunjung bebas untuk datang kapanpun. Keunikan tersebutlah yang menarik para wisatawan untuk berkunjung ke Kampung Adat Sijunjung. Wisatawan yang berdatangan tidak hanya berasal dari Indonesia saja melainkan banyak wisatawan asing yang berkunjung ke kampung adat ini. Bahkan tidak sedikit wisatawan yang ingin merasakan sensasi bermalam di rumah gadang, belajar menenun serta menikmati pemandangan kebun karet dan kebun sawit yang hijau serta hamparan sawah yang luas. Kampung Adat Sijunjung ini juga termasuk ke dalam daftar warisan dunia
UNESCO. Tak hanya meraih peringkat kedua dalam Anugerah Pesona Indonesia kategori kampung adat terpopuler pada tahun 2019 dan ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kampung Adat Sijunjung juga termasuk ke dalam daftar tentatif warisan dunia UNESCO dengan tujuan untuk melestarikan Rumah Gadang dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Hingga saat ini Pemerintah Provinsi Sumatra Barat terutama masyarakat Sijunjung sendiri terus berupaya untuk selalu mempertahankan eksistensi kampung adat tersebut.
Dok. Pribadi RAMAI: Peringatan Hari Kanker Anak Sedunia yang dilakukan Komunitas Cahaya berjalan meriah.
*P enulis merupak an Mahasiswi *Penulis merupakan ak ultas Ilmu akultas Jurusan Sosiologi FFak Sosial Ilmu P olitik Universitas Politik Andalas
Konsultasi
Maraknya Toxic Productivity di Era Produktif merasa bersalah jika tidak bisa melakukannya. Toxic productivity dapat mengganggu hubungan sosial dengan orang lain. Penderita Toxic Productivity lebih senang menyelesaikan pekerjaannya secara sendirian. Namun sebenarnya bagaimana pandangan ilmu sosiologis terhadap Toxic Productivity? Serta apakah Toxic Productivity berpengaruh atau tidak terhadap diri penderita dan apa mungkin perlu untuk dihilangkan? Lalu bagaimana cara untuk menghindari Toxic Productivity? (Diva Wijaya, Aisha Prameswari)
Dok. Pribadi Dr Dr.. Bob Alfiandi, M.Si. (Dosen Jurusan Sosiologi Fak ultas Ilmu Sosial dan Ilmu akultas Politik Universitas Andalas)
D
alam kehidupan sehari-hari tentu kita memiliki kegiatan ataupun aktivitas yang akan kita lakukan baik dengan cara teratur maupun berulang ulang. Beberapa orang akan malas dan enggan untuk melakukan salah satu aktivitas ataupun kegiatan, tetapi banyak pula di antara mereka yang senang dalam melakukan suatu hal sehingga membuatnya menjadi produktif. Akan tetapi, produktif yang berlebihan akan menyebabkan munculnya sikap ingin melakukan suatu hal yang terus menerus sehingga seseorang menjadi ambisius. Toxic productivity adalah salah satu sifat atau perilaku masyarakat yang kecanduan dalam bekerja atau sering disebut terlalu ambisius dalam bekerja dan akan
Takut KKN
Jawaban: Bagaimana pandangan ilmu sosiologi terhadap Toxic P Prr oductivity ? Secara teoritis dalam ilmu sosiologi perilaku seseorang dalam bekerja dapat dikaji menggunakan konsep etika atau moral. Konsep etika dan moral mencakup cara berpikir, bertindak, dan merasa. Cara tersebut merupakan segala sesuatu yang dilakukan termasuk bekerja dari berpakaian, kuliah, menulis, dan berbahasa. Cara berpikir, bertindak, dan merasa ini tidak dibawa dari lahir, tetapi disosialisasikan kemudian diinternalisasikan melalui orangorang terdekat individu yang disebut sebagai significant others maupun dari lingkungan sekitar individu. Orang-orang yang termasuk ke dalam significant others ini adalah keluarga, teman terdekat, ataupun orang lain yang dapat dianggap sebagai orang paling terdekat dari individu tersebut. Lingkungan sekitar ini pada umumnya bisa berasal dari lembagalembaga perusahaan atau tempat bekerja dan kelompok teman individu. Bagaimana perilaku seseorang dalam bekerja itu jika menurut konsep ini dipengaruhi oleh adanya pendorong dari luar individu tersebut. Ada banyak kemungkinan mengapa seseorang melakukan toxic
productivity, yang pertama bisa disebabkan oleh adanya tuntutan pekerjaan yang dibebankan kepada seorang individu yang membuatnya terpaksa untuk bekerja secara berlebihan. Alasan berikutnya bisa jadi disebabkan oleh adanya reward yang diberikan kepada individu tersebut jika ia menyelesaikan beban pekerjaan yang diberikan. Selain karena beberapa alasan yang telah disebutkan sebelumnya, ada juga orang yang melakukan toxic productivity ini karena ia merasa terasingkan dari dunia luarnya yang dunianya hanya terfokus pada pekerjaannya, sehingga ia lebih merasa nyaman dengan apa yang ia lakukan saat itu, seperti bekerja. Maka ia akan terus menerus berada di lingkungan kerja yang membuatnya lebih nyaman dengan dunia kerjanya hingga akhirnya dunia kerjanya itu adalah sebagian hidupnya. Tipe seperti ini tidak merasa ia terpaksa melakukan pekerjaan dalam jumlah yang banyak. Kemungkinan berikutnya bisa disebabkan karena adanya beban dan tanggung jawab yang harus ia selesaikan, misalnya karena beban ekonomi. Mengingat bahwa perkembangan teknologi yang semakin pesat, ada juga yang disebut sebagai budaya populer yang berkembang dengan cepat di dalam masyarakat. Budaya populer yang berkembang ini yaitu adanya subkultur atau orang sekitar maupun dari media sosial yang memperlihatkan budaya toxic productivity. terpaparnya seseorang dengan budaya toxic productivity ini dapat membuat mereka juga terpengaruh untuk melakukan toxic productivity, Apak ah penderita Toxic P Prr oductiv oductiv-Apakah berpengaruh atau tidak ity terhadap diri penderita atau
mungkin perlu untuk dihilangkan? Di dalam sosiologi terdapat konsep kedudukan dan peran. Pada dasarnya setiap individu itu menjalankan berbagai peran dan kedudukan secara bersamaan, contohnya dapat kita lihat pada salah satu pekerjaan seperti dosen. Pekerjaan sebagai dosen tidak hanya berkutat pada permasalahan mahasiswa, melainkan juga ada penelitian serta pengabdian. Selain bekerja sebagai dosen, seseorang itu bisa saja merupakan seorang suami, orang tua, anak, dan teman. Semua kedudukan yang dimiliki individu ini memiliki tanggung jawab peran yang berbeda-beda dan semua itu harus dijalankan. Jika seseorang bekerja terlalu keras seperti halnya melakukan toxic productivity , perilaku ini dapat menyebabkan peran lain menjadi terbengkalai. Terbengkalainya suatu peran yang seharusnya dimainkan oleh individu tersebut dapat mengakibatkan penyimpangan. Penyimpangan peran dapat terjadi jika adanya ketidakseimbangan peran yang dimainkan oleh individu tersebut. Maka dari itu, dengan banyaknya peran yang dimainkan oleh individu, ia harus pandai dalam menyesuaikan dan memainkan perannya sesuai dengan situasi dan porsinya. Bagaimana cara untuk menghindari Prr oductivity ? Toxic P Perilaku toxic productivity dipelajari dan dipahami oleh individu dari orang terdekat dan lingkungan sekit individu. Peran dari orang-orang terdekat atau significant others dari seorang individu sangatlah penting sebagai alat kontrol dan pengawas. Oleh karenanya keluarga, peer group atau teman terdekat jugalah yang sangat efektif untuk mempengaruhi seseorang dan dapat membantu individu agar terhindar dari perilaku toxic productivity.
Oleh: Joy Prima
UKMF Socrates Meraih Juara Satu dalam Lomba Debat Nasional
U
nit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Socrates Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (Unand) berhasil meraih juara I dalam lomba Debat Nasional Semarak Ekonomi VII yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas PGRI Sumatera Barat pada 23-25 Mei 2022. Lomba ini bertemakan SDGs dalam Pembangunan Ekonomi Pasca Pandemi, yang diperuntukkan untuk mahasiswa seNasional. Tiga mahasiswa dari UKMF Socrates yang memenangkan perlombaan ini ialah Wulan Fitriani mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi Angkatan 2020, Syifa Kamila mahasiswi Jurusan Sosiologi angkatan 2019, dan Alyah Fridayanti mahasiswi Jurusan Ilmu Politik angkatan 2020.
Salah satu pemenang lomba debat ini, Syifa Kamila mengatakan bahwa salah satu kesulitan dalam persiapan lomba debat ini adalah dalam mempersiapkan mosi debat. “Kurang lebih persiapannya itu membahas mosi perdebatan, karena ruang lingkupnya mengenai debat ekonomi, mungkin selain itu lebih kepada persiapan mental saja karena akan bertemu debaters yang hebat-hebat,” jelas Syifa saat diwawancarai Genta Andalas, Minggu (29/ 05/2022) Sebagai pemenang, Syifa merasa sangat senang karena telah memenangkan perlombaan ini. “Saya merasa senang sekali, harapannya semoga bisa mempertahankan ini, dan juga untuk selanjutnya bisa terus berprestasi dan menginspirasi,” tutup Syifa. April, Nabila
UKM Kosbema Raih Juara Lomba Video Nasional
U
nit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Komite Siaga Bencana Mahasiswa (Kosbema) Universitas Andalas (Unand) memperoleh juara II atas perlombaan video challenge tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia (BNPB RI) dalam rangka memeriahkan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2022, Sabtu (14/05/ 2022). Empat mahasiswa dari UKM Kosbema yang memenangkan perlombaan ini ialah Azzahra Amalia mahasiswi jurusan Antropologi Sosial angkatan 2019, Hidayatul Husna mahasiswi jurusan Sastra Inggris angkatan 2019, Dila Raudah Rahma mahasiswi jurusan Teknik Industri angkatan 2019, dan Tasya Maharani Evino jurusan Agroteknologi angkatan 2020. Menurut keterangan salah satu pemenang lomba Azzahra Amalia, perlombaan ini menyediakan dua tema
video untuk dipilih oleh pesertanya yaitu siap untuk selamat dan mudik, “Dalam menyiapkan lomba ini kami tidak menyiapkan pelatihan khusus dan juga karena kami UKM Kosbema, kami paham di bidang mitigasi kebencanaan, maka kami memilih tema siap untuk selamat.” jelas Azzahra saat diwawancarai oleh Genta Andalas, Senin (16/05/2022). Peserta yang mengikuti lomba video challenge oleh BNPB RI ini diperuntukkan bagi masyarakat secara umum dari berbagai macam kalangan peserta, dimulai dari masyarakat biasa, mahasiswa, maupun instansi daerah. Lebih lanjut Azzahra menjelaskan bahwa mereka juga mendapat apresiasi hadiah atas kemenangan mereka dalam perlombaan yang diselenggarakan oleh BNPB RI, “Dari pihak BNPB juga memberi kami hadiah berupa uang tunai” tutup Azzahra. Anin, Bilqis
Unand Kembali Adakan PEKSIMA 2022
P
EKSIMA (Pekan Seni Mahasiswa) merupakan rangkaian lomba seni antarmahasiswa tingkat perguruan tinggi yang diadakan dua tahun sekali. PEKSIMA menjadi tahapan seleksi pertama bagi mahasiswa sebelum lanjut ke tahapan PEKSIMIDA (Pekan Seni Mahasiswa Daerah) dan PEKSIMINAS (Pekan Seni Mahasiswa Nasional). PEKSIMA Universitas Andalas diselenggarakan pada tanggal 21 sampai 29 Mei 2022 dengan mengusung tema “Bergerak dan Berkolaborasi dalam Dinamika Budaya Nasional”. Sama seperti tahun sebelumnya, Universitas Andalas mempercayakan UKS (Unit Kegiatan Seni) bersama mahasiswa FIB (Fakultas Ilmu Budaya) sebagai panitia penyelenggara PEKSIMA tahun 2022. “PEKSIMA tahun ini mengusung tema bergerak dan berkolaborasi dalam dinamika budaya nasional yang sesuai dengan zaman kini, dimana budaya semakin dinamis dan berkembang, ” tegas Muhammad Taufiq Harahap selaku ketua panitia PEKSIMA 2022, pada saat diwawancarai Genta Andalas, Minggu (29/ 5/2022). Pada PEKSIMA tahun ini, terdapat penambahan satu rangkai lomba, yaitu nyanyi tunggal daerah yang membedakanya dengan pergelaran PEKSIMA tahun sebelumnya, sehingga terdapat 16 rangkaian
lomba yang akan mengisi kemeriahan PEKSIMA 2022. Nyanyi tunggal daerah ini dilombakan untuk melestarikan Budaya Minangkabau sekaligus menarik perhatian kaula muda untuk mengenal Budaya Minang. Adapun 15 rangkain lomba lainnya meliputi lukis, komik strip, desain poster, fotografi, vokal grup, nyanyi tunggal grup (putra dan putri), nyanyi tunggal dangdut (putra dan putri), nyanyi tunggal keroncong (putra dan putri), nyanyi tunggal seriosa (putra dan putri), penulisan cerpen, penulisan puisi, penulisan naskah lakon, baca puisi, monolog, dan tari. Lomba baca puisi menjadi kategori lomba yang paling banyak diminati oleh peserta PEKSIMA 2022 dengan lebih dari 50 peserta dari 323 peserta lomba secara keseluruhan. “Untuk lomba baca puisi, pesertanya banyak dan berasal dari berbagai jurusan. Selain itu, penampilan para peserta juga sangat bagus dan memukau,” jelas Maharani Syifa Ramadhan salah satu peserta lomba baca puisi PEKSIMA 2022. Antusias peserta lomba pada tahun 2022 ini dapat dikatakan meningkat dibandingkan dengan PEKSIMA 2020 yang sebelumnya diadakan secara daring sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Kini peserta lomba akan langsung mendatangi tempat lomba berlangsung, berbeda dengan PEKSIMA sebelumnya dimana para peserta
lomba hanya melakukan lomba secara daring. UKS akan memfasilitasi dan menjadi wadah pelatihan bagi para pemenang PEKSIMA untuk
mempersiapkan diri mengikuti PEKSIMIDA 2022, yang kabarnya akan dilangsungkan Kerina, F arhan di Universitas Andalas. Kerina, Farhan
Sempat Terhalang Pandemi, LMJ Sastra Minangkabau Kembali Adakan Festival Kebudayaan.
L
embaga Mahasiswa Jurusan (LMJ) Sastra Minangkabau mengadakan kegiatan Bazar Festival Kebudayaan sebagai acara tahunan. Mengusung nama “PESTA atau Pentas Seni dan Tradisi Minangkabau”, kegiatan ini dimeriahkan dengan adanya kontes foto, bazar, live music, arak-arakan gandang tambua, dan juga pameran kesenian tradisional Minangkabau. Acara ini berisi bazar dari berbagai macam usaha yang akan dilaksanakan selama tiga hari berturutturut, hingga acara puncak pertunjukkan seni yang akan dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2022 mendatang. Koordinator penyelenggara acara Radi Rahmadi mengatakan bahwa acara ini merupakan acara tahunan yang dilaksanakan guna memenuhi tugas mata kuliah, “Kegiatan ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2015, perbedaannya hanya terletak pada tema yang diusung pada masing-masing angkatan. Kegiatan ini terakhir dilaksanakan pada tahun 2017, kemudian baru bisa dilanjutkan di tahun ini karena tahun-tahun sebelumnya terkendala Covid-19” Kata Radi Rahmadi ketika diwawancarai Genta Andalas, Rabu (18/5/2022).
Lebih lanjut, Radi menjelaskan bahwa kegiatan ini juga dihadiri oleh dosen dan diramaikan oleh mahasiswa, terutama di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya. Radi menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini disamping untuk memenuhi tugas mata kuliah, juga sebagai bentuk silaturahmi dan pengenalan kembali kebudayan Minangkabau terutama sebagai mahasiswa Sastra Minangkabau yang ada dibawah naungan Fakultas Ilmu Budaya. Radi berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan dampak positif untuk mahasiswa dan juga sebagai bentuk pengembangan diri. Terlebih acara puncak akan diadakan pada tanggal 25 Mei 2022 mendatang diharapkan akan lebih sukses dari kegiatan bazar ini. Dipersiapkan selama dua bulan sebelum acara, hari pertama kegiatan ini terbilang sukses dilaksanakan, dilihat dari antusiasme para pengunjung ketika menyambangi kegiatan hari ini. “Meriah, ditambah ada live music yang menjadi daya tarik. Mungkin kedepannya bisa ditambahkan stannya lagi” Kata Nola, salah satu pengunjung di bazar tersebut ketika diwawancarai Genta Andalas, Rabu (18/5/2022). Mey Mey,, Sandra
BEM KM Unand Adakan Diskusi Umum Terkait Kesejahteraan Buruh di Pusaran Omnibus Law
P
olemik mengenai kesejahteraan buruh pasca Omnibus Law disahkan oleh DPR menimbulkan keresahan pada masyarakat khususnya pada para buruh. Hal ini tentu menimbulkan pendapat pro dan kontra di antara berbagai pihak mengenai bagaimana nasib buruh setelah Omnibus Law ini disahkan. Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Andalas (Unand) mengadakan diskusi umum dengan tema “Kesejahteraan Buruh di Pusaran Omnibus Law” via zoom meeting, Selasa (17/5/2022). Diskusi ini dilakukan guna mengkaji seberapa besar pengaruh Omnibus Law terhadap kesejahteraan buruh setelah undangundang itu disahkan, selain itu diskusi ini diharapkan dapat menambah wawasan ataupun membuat kebijakan terkait Omnibus Law itu sendiri. Diskusi umum kali ini dihadiri oleh Ketua KSPI, FSPMI seluruh Indonesia, buruh, Perwakilan BEM seluruh Indonesia, mahasiswa dan lainnya. Wakil Ketua BEM KM Unand Aditya Muhammad Farhan menjelaskan bahwa permasalahan yang diangkatkan dalam diskusi ini berkaitan dengan permasalahan buruh dan juga ekonomi. “Kami kali ini mengangkatkan permasalahan terkait buruh dan juga terkait dengan ekonomi, maka dari itu kami menetapkan tema mengenai ‘Kesejahteraan Buruh di Pusaran Omnibus Law’. Kita menginginkan kesejahteraan untuk buruh, maka dari itu dengan diskusi ini diharapkan dapat menambah wawasan kita” jelas Aditya. Muhammad Rusdi, Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja
Indonesia (KSPI) selaku pemateri dalam diskusi ini menjelaskan bahwa penderitaan buruh Indonesia bukan hanya karena Omnibus Law, sesungguhnya kebijakan Presiden Jokowi sebelumnya sudah banyak memberi dampak kepada buruh Indonesia. Presiden sangat banyak mengeluarkan kebijakan mengenai ekonomi beberapa diantaranya adalah mengenai upah minimum dan jaminan pensiun. Tidak hanya itu Presiden Jokowi juga menghilangkan kebijakan bahwa TKA harus bisa berbahasa Indonesia sedangkan tujuan dari masuknya TKA adalah transfer knowledge. Kalau TKA tidak dapat berbahasa Indonesia tentu ini akan menghambat proses transfer knowledge tersebut.Rusdi juga menjelaskan bahwa jaminan sosial serta jaminan lainnya merupakan tanggung jawab negara baik dari program ataupun penyelenggaraannya sebagai bentuk tanggung jawab negara pada buruh yang diambil dari uang pajak. Tidak hanya itu, kebijakan Omnibus Law juga membuat upah menjadi murah, sedangkan presiden sebelumnya mengatakan bahwa sudah seharusnya upah murah di Indonesia dihapuskan. “Jaminan Sosial serta jaminan lainnya merupakan tanggung jawab dari pemerintah sebagai bentuk perlindungan terhadap buruh yang diambil dari uang pajak. Mengenai upah kalau sebelumnya Pak SBY mengatakan bahwa sudah saatnya Indonesia meninggalkan sistem upah murah, namun pada saat ini Presiden Jokowi justru menggunakan upah murah untuk menarik para investor” tutur Rusdi. Uci
Batik Tanah Liek, Batik Khas Minangkabau yang Hilang Timbul Eksistensinya
M
embatik merupakan kesenian menggambar dengan lilin malam yang dipanaskan di atas kain dengan membentuk pola tertentu. Lalu dilanjutkan dengan pemberian warna khusus. Tidak hanya daerah pulau Jawa yang memiliki batik, daerah Minangkabau juga memiliki kain batik.. Namun, apabila dilihat dari fakta yang ada, tradisi batik di tanah Minang ini tidak ada kejelasan yang pasti mengenai awal mula kemunculannya. Keberadaan batik di Minangkabau dirasa seperti hilang timbul di tengah masyarakatnya. Meskipun demikian, batik di Minangkabau tetap masih bertahan di ujung eksistensinya, adapun batik khas dari Minangkabau adalah Batik Tanah Liek. Batik Tanah Liek agaknya telah muncul sedari abad ke-16 saat Kerajaan Minangkabau berpusat di Pagaruyung, Batusangkar. Pada era itu batik tanah liek digunakan hanya saat upacara adat khusus. Hanya para Datuak , Niniak Mamak , Bundo Kanduang, dan tokoh adat lainnya yang menggunakannya sebagai selendang. Tokoh perempuan mengenakan batik dengan menyampirkannya di bahu, sedangkan tokoh laki-laki mengenakannya dengan cara melingkarkannya di leher. Namun demikian, batik tanah liek mengalami hilang eksistensi tepatnya saat masa penjajahan Jepang. Hilangnya eksistensi Batik Tanah Liek dari ranah Minangkabau, membuat para tetua adat terus menggunakan kain batik yang sama di setiap acara adat yang mereka hadiri. Karena hampir punahnya dalam produksi dari kain batik tanah liek itu sendiri selama hampir 70 tahun lamanya. Tentunya kain yang digunakan oleh para tetua adat ini mulai usang. Kondisi kain yang dikenakan para Datuak dan Bundo Kanduang membuat Wirda Hanim, salah satu masyarakat yang melihat keadaan saat itu di Kenagarian Sumanik, Kabupaten Tanah Datar, memacu tekad untuk mengembangkan dan melahirkan ...sambungan dari halaman 8 Oleh karena itu, kita harus harus ikut andil dan tahu akan kasus penyakit hepatitis ini,” ungkap Hanifa. Dalam menanggapi penyebaran penyakit Hepatitis Akut, salah seorang mahasiswa Jurusan Manajemen Unand Fardisal menjelaskan cara dia menjaga kesehatannya. “Bagi diri saya, cara menjaga kesehatan dapat dilakukan dengan meningkatkan tingkat kewaspadaan sama seperti dengan cara menghadapi penyakit Covid-19 itu, yakni dengan tetap melaksanakan protokol
Oleh: M. Rivaldo*
Dok. Pribadi MEMBA TIK: Pengrajin sedang melukis Batik Tanah Liek di Workshop BaMEMBATIK: tik Tanah Liek
tidak mengalami kesulitan saat menghadap kepada Tuhan. Masih banyak lagi motif yang dimiliki dari batik tanah liek ini, pengrajin pun kini mulai berkreasi dengan menuangkan ide motif baru untuk dikembangkan. Berkat keahlian Yofi, kain batik khas Sumatera Barat kian dikenal hingga mancanegara. Seperti negara Hongkong, Malaysia, Amerika, Korea, Afrika, Prancis, Jerman, hingga Swiss. Untuk membantu pemasaran yang dilakukannya, Yofi mengandalkan teknologi berupa web dan media sosial. Saat ini, batik tanah liek semakin terkenal di luar negeri. Untuk kisaran harga sendiri, batik tanah liek memiliki variasi mulai dari Rp250.000 hingga puluhan juta Rupiah. Variasi harga ini disebabkan oleh teknik pewarnaan yang digunakan, yakni teknik pewarnaan dengan bahan kimia hingga pewarnaan dari bahan alam asli yang membuatnya menyentuh angka puluhan juta Rupiah. Selain itu, perbedaan kain yang digunakan menentukan harga, pilihan kain yang biasa digunakan seperti, katun, sutra, atau bahan kain lainnya. Kini batik telah mulai dikenakan kembali di masyarakat, baik generasi muda maupun tua, baik lapisan masyarakat atas maupun lapisan bawah. Batik kini dikenakan sebagai pakaian yang tidak hanya petinggi saja yang dapat mengenakannya. Bepergian ke tempat umum seperti pusat perbelanjaan atau menghadiri pesta, kini dapat memadukan batik sebagai pakaian yang sesuai. Batik juga tak hanya sebagai pakaian, batik kini juga hadir sebagai aksesoris dan interior penghias ruangan.
kembali kain batik tersebut di tanah Minang. Berbagai eksperimen dilakukan Wirda Hanim untuk melahirkan kembali Batik Tanah Liek. Memang pada dasarnya, Wirda tidak memiliki kemampuan membatik sama sekali saat itu. Sehingga, butuh perjuangan yang besar dalam mewujudkan usahanya. Dalam proses pembuatannya, kain batik yang telah digoreskan malam ke pola motif. Kemudian direndam dengan tanah liat selama sehari semalam lamanya. Setelah itu, kain batik dicuci dan bisa ditambah dengan bahan alami lainnya untuk memberikan pewarnaan yang berbeda. Seperti penambahan kulit jengkol untuk memberikan warna yang lebih terang atau lembut. “Batik tanah liek itu batik khas dari daerah Sumatera Barat. Hal yang membedakan batik ini dari batik nusantara lainnya itu pada teknik pewarnaannya.
Sesuai dengan namanya, bahan utama dalam pewarnaan yang digunakan ialah tanah liek atau tanah liat. Warna yang didapatkan itu warna tanah berupa coklat atau krem.” Jelas Yofi saat diwawancara oleh Genta Andalas, Rabu (18/05/22). Ada beberapa motif yang khas dari batik tanah liek ini seperti, motif dari tumbuhan pakis. Motif tanaman pakis mempunyai filosofi bahwa paku tumbuh dari dalam keluar. Selanjutnya motif rangkiang, motif ini berasal dari nama lumbung padi atau tempat penyimpanan padi. Di Minang lumbung padi itu disebut dengan rangkiang, motif ini memiliki Foto: Wita makna kesejahteraan juga kehidupan. Ada juga motif slobog namanya, *P enulis merupak an Mahasiswa *Penulis merupakan motif geometris yang sangat menarik, opologi Sosial FFak ak ultas Antropologi akultas bentuk motif ini berupa kotak-kotak kecil Jurusan Antr Ilmu Sosial dan P olitik Universitas Politik yang terpisah oleh garis tegak. Slobog Andalas sendiri berarti longgar, makna yang ada pada motif ini adalah agar yang meninggal
kesehatan 5M demi mencegah laju penyebaran penyakit,” ujar Fardisal. Penyakit hepatitis yang banyak menyerang anak-anak ini membuat orang tua yang mempunyai anak masih usia dini merasa cemas dengan penemuan kasus hepatitis akut misterius di Indonesia. Saat ini hampir semua orang tua berusaha agar dapat memberikan perlindungan lebih kepada anaknya. Menimpali berbagai informasi yang beredar mengenai Hepatitis Akut, salah seorang petugas kebersihan Unand Erni yang memiliki seorang anak berusia enam tahun menyampaikan keluh kesahnya.
“Saya memiliki seorang anak yang berusia enam tahun setelah saya mendengar kasus ini, saya selalu memperhatikan makanan untuk dikonsumsinya dan memberikan tambahan vitamin kepada anak-anak saya agar bisa terhindar dari virus-virus di luar sana,” tutup Erni. Dari beberapa penjelasan di atas, penyakit Hepatitis Akut masih harus diuji laboratorium untuk dipastikan penyebab, gejala, dan cara penanganannya. Cara penyebaran virus yang bisa menyebar melalui udara membuat masyarakat waspada. ditambah dengan adanya ketakutan masyarakat akan kemungkinan
terjadinya pandemi Hepatitis Akut, seperti halnya yang terjadi Covid-19. Pada dasarnya, hepatitis akut memiliki kemungkinan pandemi dan ini tergantung pada kecakapan masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemerintah dalam menanggapi penyakit Hepatitis Akut. Sebagai pencegahan, alangkah baiknya kita menjaga imunitas tubuh. Selain itu, juga meningkatkan literasi agar informasi yang diterima bisa dipastikan kebenarannya. Tujuannya agar tidak terjadi misinformasi di kalangan masyarakat. Aisyah, April, Bilqis, Dila, Diva, Rara, Sandra, Sherly Sherly,, Uci, Ulfa
IKLAN BARIS @kenjieheheh : makan pepaya pake pisang, semangat caang<3 @sandraja : Selamat ulangtahun Aldo dan Ulfa. Semoga yang disemogakan akan tercapai yaaa. Buat yang belum tercapai di umur yang sebelumnya, semoga bakalan ada penggantinyaa. @aisharara @aisharara: semangat untuk caang semua, semoga bisa sampe ditahap yang diinginkan yaa. happy terus semuaa! @farhan_far23 : Doain ujian adek aku lancar yaa, diterima di tempat yg dia mau, dihilangin beban pikiriannya, ditenangin hatinyaa, makasiii ;) @Dellasilsilia: Untuk dellboy di masa depan “Tidak apapa kalo tidak sesuai dengan keinginan mu. Tetaplah jadi dellboy yang ceria yang selalu bikin ketawa orang sekitar”
@rizkiulfa.r @rizkiulfa.r: Don't give up when you still have something to give. Nothing is really over until the moment you stop trying. Don't give up caang! @aaatttiiikkkaaa___ @aaatttiiikkkaaa___: salam buat caang semua, semangat terus yaaa, kita pasti bisa! @joyprima @joyprima: Pesan apresiasi khusus buat Caang Genta 2021, kalian hebat, keren, dan luar biasa udah sampai sejauh ini. Semangat terus nakk!! @sehunamii @sehunamii: :Semangat Sasindo 20 dan Caang genta andalas 2022, semoga makin kompaak ygy @thypography_time : "Hallo caang GA'22 Tetap semangat ya :). Walau dalam prosesnya gak semulus yang dikira." with love litbang GA.
@asaalvn: Follow ges ig kucingunand, biar kucingunand ada yg merhatiin, mana tau dpt jdoh di sana. @sykhairraani @sykhairraani: Jangan lupa bahagia ya anak caang, apapun hasilnya kalian the best, semangat berproses gais, kalian keren kalian hebat. @yaya: Dear, Caang...“Mungkin orang lain ga tahu luka-luka yang udah kita tambal. Gapapa, tetap bersyukur dan kita bisa jadi lebih baik yaa. @khaeey: semangat ya kamu jalanin semester 4 nya bentar lagi semester 5, tetap jadi support system aku yaa! @therealsharly: salam buat mas F yang lagi exchange ke korea, semangat riset PKMNya dan selamat jalan-jalan berkedok KKN
@fadhilla.spn @fadhilla.spn: Salam untuk secret admirer di MPM dari sekum. @bilqiszehiraa @bilqiszehiraa: Selamat atas terbitnya Genta Antara, terkhusus untuk temen-temen caang yang udah meluangkan waktu dan tenaganya! @utysyahrani26 @utysyahrani26: Man Jadda Wa Jada, Fighting Caang!Semangat berproses semuanya, and congrats for Genta Antara, you did it very well guys.... @Soniahelen: Titip salam buat bestie ku yang ada di Egypt .* love u in every universe (as a friend) hihihi. @nabilaanss @nabilaanss: Aku ga bisa bikin kata kata penyemangat tapi aku cuma mau bilang kalau kamu hebat banget udah bertahan sampai saat ini, ingett, you are worthy:) semangatt!:))
Indonesia Harga Mati Oleh: Rizki Ulfa Rambe*
P
esan yang selalu kuingat dari Tan “ Malaka dalam bukunya. Tujuan Pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, serta memperhalus perasaan.” Tidak terasa sudah sangat lama aku menempuh Pendidikan di negara yang hampir 3,5 abad telah menjajah negeriku, ya aku mengambil Pendidikan S1 ku di negara Belanda.. Alasannya tidak jauh hanya karena rasa sakit hati yang sangat membuncah di dalam diriku, di mana negara yang sudah membesarkanku hingga saat ini memiliki luka yang mendalam begitu lamanya akibat penjajahan yang melanggar hak asasi manusia, sistem perbudakan, kerja rodi yang tidak manusiawi, serta pelacuran yang dilakukan oleh negara kincir angin itu. Setiap langkah kaki yang kugerakkan untuk menimba ilmu selalu membawa bayanganbayangan perjuangan pahlawan yang sudah lebih dulu berkorban untuk Indonesia. Angin musim semi sore hari itu membawaku kembali kepada kenangan di negaraku Indonesia, saat itu di tahun 1998 aku yang hanya siswa di tingkat menengah pertama merasakan kekacauan luar biasa, kejadian yang mengingatkan kembali kepada Kerusuhan Mei 1998 yang dialami oleh etnis Tionghoa. Saat mengingat kejadian itu, bulu kudukku ikut meremang ingin menangis hingga berteriak betapa kejamnya mereka yang seakan ingin membumihanguskan kami etnis Tionghoa. Sore itu di tanggal 12 Mei 1998 aku yang baru pulang sekolah dilarang untuk pergi ke sekolah sementara waktu, wajah panik ayah saat itu sangat menunjukkan ketakutan, “Mbak, kamu jangan sekolah dulu ya untuk sementara waktu, belajarnya dari rumah saja sama ibu dan mas kamu.” Saat itu aku hanya menerima dengan perasaan senang dan menghiraukan segala bentuk kekhawatiran yang terpampang jelas di wajah khas suku Jawa dengan kulit sawo matang ayah dengan peluh yang menetes membasahi wajahnya. Pasalnya, sangat susah meminta izin tidak sekolah kepada orang tuaku, bahkan saat sakit pun aku tetap dipaksa untuk berangkat sekolah. Jadi ketika tahu ayah menyuruhku untuk tidak sekolah, kupikir ini adalah rezeki untukku yang sudah menjadi anak berbakti dan patuh kepada orang tua. Betapa aku merasa bodoh ketika mengingat kembali kejadian itu. Besoknya
terjadi kekacauan yang sangat tidak aku duga, saudara setanah air yang sangat aku kagumi akan jiwa nasionalisnya, membantai kami yang memiliki darah Tionghoa dengan begitu kejamnya akibat isu yang tidak jelas dasar dan buktinya. Mereka bahkan sampai menjarah toko-toko yang dimiliki oleh etnis Tionghoa, termasuk toko milik keluarga kami yang hampir dihancurkan oleh sekumpulan pemuda. Saat itu ayah tampak kesulitan menanganinya, walaupun beliau adalah putra daerah di tempat kami tinggal, aku, ibu serta kakak lelakiku tidak diizinkan keluar dan diperintahkan bersembunyi di kamar orang tuaku di lantai dua. Hari itu sangat kurasakan ketakutan yang luar biasa hingga peluh yang menetes bercampur dengan air mata hingga wajahku benarbenar basah. Dapat kuingat pelukan ibu yang sangat hangat memelukku, lalu kuberkata, “Ibu, mengapa kita diperlakukan seperti ini? Bukankah mereka adalah saudara setanah air yang saling melindungi seperti kata ibu? Atau ibu punya salah kepada mereka, bukannya ibu harus meminta maaf jika ada salah?” Ibu tampak terkejut dengan pertanyaan yang aku lontarkan dan air matanya menetes tiada hentinya, ingin rasanya aku meminta maaf karena telah menyakiti wanita yang bagai malaikat itu. Kakak lelakiku hendak menjawab pertanyaanku dengan wajah yang memerah, tetapi kulihat saat itu ibu menahannya dengan menggenggam erat tangannya. “Ibu minta maaf ya, Widya. Jika Widya mengalami hal ini semua karena Ibu yang berasal dari etnis Tionghoa, tetapi kan Widya tahu ya, Nak, tidak semua hal di dunia ini dapat kita pilih sesuai keinginan kita. Ibu cuman ingin Widya ingat pesan Ibu, mau apapun yang terjadi jangan pernah benci dengan negara ini ya apalagi dengan penduduk di sini. Saat ini mereka hanya gelap mata dan dipenuhi emosi karena ada provokator. Widya bisa ingat ‘kan pesan Ibu?” ucap Ibu sembari menghapus air mataku yang sudah berlinang tidak karuan, Ibu mencoba membesarkan hatiku dan mengatakan semuanya baik-baik saja, tetapi di bawah rumahku sudah terdengar suara bentakan dan makian yang tidak seharusnya aku dengarkan. Hanya itu pesan terakhir ibu yang aku ingat, sebelum akhirnya beliau memutuskan untuk turun ke lantai bawah di tempat ayahku berdiri dan berusaha menghalangi pemuda-pemuda tadi yang sudah membawa gerombolan orang yang lebih banyak. Sementara itu kakak lelakiku berusaha melindungi dan menenangkanku yang sangat mengkhawatirkan ibu. “Dek, jangan salahin ibu ya, jangan salahin diri kamu sendiri. Semuanya akan berbeda
setelah hari ini, tapi selalu ingat pesan ibu tadi ya.” ucapnya yang berusaha untuk menguatkanku. Kembali air mata menetes mengingat kejadian yang sangat menyakitkan itu, sungguh aku tidak berani mengingat kejadian lima tahun lalu itu. Kejadian yang membawaku kemari, ke negara yang telah mengeksploitasi negaraku. Selalu terngiang di dalam diriku, apakah rasa nasionalis hanya dapat terbentuk dari mana kita dilahirkan dan siapa yang melahirkan kita. Ibu sungguh malang nasibmu, benih-benih cinta nasionalis yang ditanamkan kepada kami harus hancur karena sebuah tragedi yang sangat menyakitkan itu. Langkah kakiku membawaku ke taman di sekitar Kota Amsterdam. Dapat kulihat kota ini begitu tenang, dan banyak muda-mudi yang tertawa riang, serta keluarga kecil yang menghabiskan sorenya di bawah pohon sembari menikmati bekal yang telah mereka siapkan sebelumnya. Kembali perasaan-perasaan negatif mencoba menghancurkan jalan pikiranku, aku menarik nafas sedalam-dalamnya untuk mencoba menghilangkan perasaan negatif ini. Mencoba mengingat kembali hal-hal yang menyenangkan yang pernah aku lewati dan pesan penyemangat yang ibu berikan dengan bibirku yang selalu bergerak mengucapkan istigfar untuk kembali menjernihkan pikiranku karena kekacauan alam pikiran yang telah aku buat ini. Dari arah belakang aku seperti mendengar suara seseorang yang memanggil namaku, karena untuk nama Widya di negara ini memanglah sangat langka. Jadi kemungkinan orang tersebut memanggil namaku, kucoba menolehkan kepala ke belakang dan mendapati teman satu departemen di kampusku. “James, ada apa denganmu memanggilku dengan suara yang begitu keras? Dan dari mana kau tahu aku telah berada di sini?” tanyaku kepadanya. “Hei kamu ini, aku sudah mengirim pesan kepadamu berkali-kali, tetapi kamu mengabaikannya dan dari halte bus tadi aku melihat seorang perempuan yang berjalan linglung tampak seperti kamu, makanya aku mengikutimu, Wid. Tahu tidak, aku sudah mencarimu dari jam 12 siang karena para dosen sepertinya sedang mencarimu untuk tugas akhir penelitianmu. Sepertinya tugasmu itu menarik perhatian para dosen di departemen kita, bahkan dalam waktu 4 jam kamu sudah mampu menggegerkan satu departemen. Aku selalu penasaran dengan tugas akhirmu. Kamu temanku tapi merahasiakannya dariku, aku sedikit kesal dengan sikapmu yang ini.” Ucap James yang wajahnya sudah masam karena mengingat tingkahku yang akhir-akhir ini banyak menyembunyikan hal-hal kepadanya. “Tidak apa James, aku hanya membuat penelitian untuk mengangkat negaraku agar negara kincir angin ini selalu mengenang jasa kami yang sudah membangun peradaban di negara ini menjadi seperti sekarang,” sembari menepuk bahunya untuk menenangkan dirinya yang sedikit kesal kepadaku, ia berkata. “Selalu seperti itu, dasar nasionalis,” balasnya atas ucapanku. Aku hanya
membalasnya dengan tertawa renyah. “Ayo kembali ke kampus, sepertinya tadi kamu mengatakan dosen mencariku.” ajakku kepadanya sembari membereskan barang-barangku dan memasukkannya ke dalam ransel hitam kecil yang aku bawa sedari tadi. Perjalanan menuju kampus kami habiskan dengan canda tawa seakan tidak ada percakapan yang sangat mendalam tadinya. Kali ini langkah kakiku berubah mantap dan seperti kata James, aku harus menerima perasaan dan diriku sendiri. Kuketuk pintu ruangan dosen yang mencariku seperti kata James. Beliau adalah dosen pembimbingku yang sangat tertarik dengan sejarah Indonesia dan mendukungku untuk mengambil penelitian mengenai warisan-warisan Indonesia yang masih ada dan disimpan di negara ini. “Widya sepertinya Kepala Departemen Sejarah kita menyetujui bahkan mendukung tugas akhir yang kamu buat. Sepertinya secara diplomatis hubungan kekeluargaan antara Indonesia dan Belanda harus diperkuat kembali dan hal ini akan dibawa ke pemerintahan Belanda. Bahkan hubungan ini akan dijalin dengan diberikannya beasiswa yang lebih banyak lagi untuk pelajar yang ingin menempuh pendidikan di negara Belanda ini. Terima kasih sebelumnya ingin saya ucapkan karena kamu mampu mengingatkan kembali kepada saya untuk berterima kasih dan memohon maaf kepada negara kamu.” Mr. Scott memohon dengan nada yang sangat serius. “Terima kasih atas kemurahan hatinya, Sir. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih mendalam kepada Sir karena mampu mengangkat tugas saya ke dalam forum besar, bahkan memberikan dan mempermudah akses untuk pelajar di Indonesia untuk mengenyam pendidikan di negara yang sangat hebat ini.” “Oh iya Widya, sebagai bentuk keseriusannya nantinya akan diserahkan kembali beberapa artefak yang berasal dari Indonesia dan saya harap kamu dapat menjadi jembatan untuk hal ini, ya.” pinta Mr.Scott kepadaku sebelum akhirnya kami berbincang lebih jauh mengenai teknisi untuk proyek besar ini. Aku Widya, si anak Indonesia lahir dari tanah Jawa memiliki campuran darah etnis Tionghoa mengatakan bahwa tidak ada perbedaan rasa nasionalis antara aku dengan anak Indonesia yang lainnya. Mampu menjadi jembatan untuk tanah airku dan negara yang dulunya sempat saling bertikai dan memberikan permohonan maaf yang tulus untuk negaraku adalah bentuk rasa nasionalisku. Rasa bangga sangat membuncah dalam hatiku, “Belajarlah dari Barat, tapi jangan jadi peniru Barat, melainkan jadilah murid dari Timur yang cerdas” Kembali terngiang perkataan Tan Malaka dalam diriku. Aku harap, aku sudah mampu menjadi pelajar yang cerdas seperti kata Tan Malaka. Semoga kemauan serta perasaanku kembali menjadi satu karena proses menghargai pendidikan yang telah aku terima di negara ini dengan mengambil halhal yang baik dan terus menuntut hak yang seharusnya diberikan kepada negaraku.
*P enulis merupak an Mahasiswa *Penulis merupakan Ak untansi FFak ak ultas Ek onomi Akuntansi akultas Ekonomi Universitas Andalas
Baca berita menarik lainnya di portal berita www .gentaandalas.com www.gentaandalas.com
Ulasan Cerpen Oleh: Rizk y Amelya F urqan* Rizky Furqan* masih sering dibicarakan adalah peristiwa G30S dan 1998. Peristiwa ini masih menyimpan banyak teka-teki yang tak kunjung selesai hingga saat ini. Perihal pemberontakan. Kemudian, orang-orang yang diasingkan, hilang, dan kembali dengan cerita yang tidak ramah didengar telinga dan terlalu tajam untuk dirasakan. Peristiwa 1998 sampai saat ini masih menimbulkan banyak tanda tanya, misalnya para aktivis yang hilang dan tidak ada tindak lanjut atas hilangnya mereka. Banyak kerusakan yang terjadi pada peristiwa 1998. Oleh karena itu, banyak penulis yang mengangkat peristiwa ini dalam karya sastra, misalnya Leila S. Chudori dalam Novel Laut Bercerita, Ayu Utami dalam novel Saman dan Larung. Hal yang sama juga dilakukan oleh Rizki dengan mengangkat isu etnis Tionghoa. Etnis Tionghoa memang banyak mendapatkan perlakuan kurang baik pada tragedi Mei 1998, di antaranya yang sering dibahas adalah kekerasan pada perempuan dan juga terjadi pemerkosaan massal pada saat itu. Kekerasan dan pemerkosaan ini terjadi karena adanya sentimen masyarakat pribumi terhadap mereka karena mereka dianggap kuat secara ekonomi. Namun, permasalahan ini tidak mendapatkan perhatian besar dari masyarakat atau pemerintah saat itu. Dalam cerpen Indonesia Harga Mati karya Rizki Ulfa Rambe juga menyinggung permasalahan diskriminasi terhadap etnis Tionghoa padahal mereka tidak merasa melakukan keselahan. Namun, mereka tetap berada di bawah opresi berbagai pihak. Bahkan, toko-toko yang etnis Tionghoa miliki juga dihancurkan. Hal yang sama juga terjadi pada toko keluarga Widya, tokoh yang digambarkan dalam cerpen Indonesia Harga Mati. Bahkan Widya dalam ketidak tahuannya menyalahkan ibunya karena tidak meminta maaf ketika berbuat salah. Padahal, ayah Widya bukan etnis Tionghoa, tetapi tetap saja tidak terlepas dari opresi tragedi 1998. Bergerak dari permasalahan ini Rambe mencoba mengaitkan perjalanan
Selamat Tidur Ibuku Oleh: Alifia Fitriani Di hari yang mulia ini Untuk pertama kalinya kau tertidur dengan lelap Seakan beban dunia ini lenyap dari pundakmu Kau telah mencapai garis akhir kehidupan Kau sudah berhasil menunaikan tugasmu di dunia Tak ada kata lelah yang sempat terucap Wanita tangguh sesungguhnya Tubuhmu sekuat grafena Hatimu seluas ananta Sesosok malaikat tanpa sayap
Budiku padamu takkan tergantikan oleh apapun Tawamu yang selalu kujaga Sedihmu yang kuhindari Amarahmu yang kutakuti
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
“
Ibu, mengapa kita diperlakukan seperti ini? Bukankah mereka adalah saudara setanah air yang saling melindungi seperti kata ibu? atau ibu punya salah kepada mereka, bukannya ibu harus meminta maaf jika ada salah?” (Indonesia Harga Mati-Rizky Ulfa Rambe) Masyarakat Indonesia tidak asing lagi ketika mendengar kata-kata penjajah karena pada dasarnya dalam konstruksi wacana sejarah yang ada, Indonesia pernah dijajah Belanda selama kurang lebih 350 tahun dan Jepang selama 3.5 tahun. Kekerasan atau paksaan-paksaan yang diberikan pada masyarakat Indonesia bukanlah menjadi sesuatu yang asing lagi. Jika, pada zaman Belanda terjadi sistem tanam paksa yang dikenal dengan nama Cultuurstelsel sedangkan pada zaman Jepang dinamakan Romusha. Sistem tanam paksa adalah sistem yang mengharuskan rakyat melaksanakan proyek penanaman tanaman ekspor di bawah paksaan pemerintah kolonial sejak tahun 1830. Setelah kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, berbagai permasalahan masih tetap berlangsung. Hal ini berkaitan dengan kata-kata Soekarno dalam pidatonya, yaitu “perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, sedangkan perjuangan kalian lebih sulit karena melawan bangsa sendiri”. Kata-kata ini terbukti dengan adanya berbagai permasalahan internal yang terjadi pada masyarakat Indonesia sehingga terbentuk beberapa gerakan, di antaranya Perjuangan rakyat semesta (Permesta) yang dideklarasikan oleh pasukan militer Negara Indonesia Timur yang dibentuk pada tanggal 2 Maret 1957. Kemudian, pada tanggal 15 Februari 1958, Ahmad Husein memproklamirkan berdirinya Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Gerekan ini hadir karena munculnya kekecewaan terhadap sistem pemerintahan pemerintah pusat. Permasalahan lain yang juga hadir di antara berbagai konflik internal yang terjadi di Indonesia dan sampai saat ini
tokoh Widya ke Belanda karena wacana “dendam dan sakit hati”. Rambe menggambarkan bahwa Belanda sebagai faktor penyebab terjadinya banyak permasalahan di Indonesia sehingga banyak peristiwa yang muncul, salah satunya adalah peristiwa 1998. Dari alur cerita yang ada sepertinya Rambe ingin mengarahkan pembaca untuk berpendapat demikian. Namun, ada ruang kosong yang saya temukan dalam tulisan ini, yaitu terkait dengan wacana dendam yang dimunculkan, Belanda, dan peristiwa 1998. Pada dasarnya peristiwa 1998 adalah bagian dari kekecewaan masyarakat terhadap sistem pemerintahan pada masa orde baru. Lalu, apa kaitannya dengan Belanda. Hal ini yang menjadi pertanyaan dalam pikiran saya, apakah penulis menganggap, jika Belanda tidak menjajah mungkin penjarahan terhadap etnis Tionghoa tidak terjadi atau konsep yang lebih besar peristiwa 1998 tidak akan terjadi di Indonesia. Saya sebagai pembaca mencoba menyimpulkan bahwa penulis mencoba memberikan ruang kosong kepada pembaca dan mengizinkan pembaca untuk menginterpretasikan keterkaitan berbagai peristiwa ini sesuai dengan repertoire yang dimiliki oleh masing-masing pembaca. Entah pembaca akan menganggap Belanda sebagai penyebab permasalahan yang terjadi atau masyarakat Indonesia yang mengambil sistem atau cara Belanda memperlakukan masyarakat Indonesia saat itu sehingga kekerasan menjadi bagian penyelesaian atau pelampiasan masalah yang sedang dihadapi. Narasi menarik lainnya dalam cerpen ini adalah terkait nasionalisme yang dimiliki oleh tokoh Widya. Terlepas dari narasi balas dendam yang disuarakan, tokoh Widya tetap menjunjung tinggi harkat dan martabat Indonesia. Hal ini terbukti dari tugas akhir yang dibuat oleh Widya yang pada akhirnya membentuk hubungan diplomatis antara Indonesia dan Belanda, salah satu keuntungannya adalah anak-anak Indonesia dapat menimba ilmu
di Negara Belanda. Berdasarkan usaha yang dilakukan oleh Widya terlihat perjuangannya untuk memajukan anakanak Indonesia. Walaupun dia sangat tersakiti oleh permasalahan yang terjadi pada ibunya pada saat tragedi 1998. Secara frontal tokoh Widya memang digambarkan dendam kepada Belanda karena berbagai penyiksaan yang dilakukan oleh Belanda ketika menjajah. Namun, ada narasi yang seolah-olah juga menghimpit dendam yang ada dalam dirinya, yaitu kekaguman. Walaupun, pada dasarnya tokoh Widya tetap menganggap bahwa kemakmuran yang didapatkan Belanda tidak terlepas dari peran Indonesia. Narasi kekaguman dimulai dengan kata “kota ini begitu tenang”, tenang menimbulkan makna damai dan juga nyaman, hal yang mungkin tidak didapatkan tokoh Widya pada tragedi 1998. Namun, narasi tersebut kembali ditimpali oleh ketidaksukaan tokoh Widya terhadap Belanda karena benda-benda Indonesia yang banyak di museum-museum yang ada di Belanda. Kemudian, secara tidak langsung usaha Widya agar anak Indonesia bisa belajar dari Belanda adalah bentuk pengakuan bahwa sistem pendidikan dari negara ini hebat. Secara keseluruhan cerpen ini menarik untuk dibaca. Walaupun memang ada ruang-ruang kosong yang harus diisi oleh pembaca. Namun, hal ini tidak mengurangi pesan yang ingin disampaikan oleh Rambe, di antaranya menjadi masyarakat yang mencintai tanah air dan segala isinya sehingga tidak mudah terprovokasi dan melakukan penyiksaan terhadap saudara satu bangsa. Kemudian, menyampaikan pesan untuk mengajak mencintai tanah air. Walaupun, banyak hal yang dapat dipelajari dari luar, tetapi jangan pernah lepas dari norma ketimuran yang kita miliki.
*P enulis merupak an Dosen *Penulis merupakan Sastra Indonesia Fak ultas Ilmu Budaya akultas Universitas Andalas
Buku di Sudut Ruangan Oleh: Qatrunnada Viranda Segi empat terlihat dirimu Tersusun berjejer rapi di rak biru Sungguh malang nasibmu Berdebu dan tak tersentuh
Segi empat yang pipih dan canggih Hanya sekali sentuh mereka bisa membuka dunia Hanya dengan dua jari mereka tau segalanya
Sekarang hanyalah sesuatu yang berasal dari masa lalu
Mereka enggan melihat mu
Selamat tidur ibuku
Mereka enggan menyentuhmu
Kini kamu sepi tak bersuara Diam tak tersentuh
Mereka enggan mengenalmu
Dimakan waktu yang berlalu
Semoga tidurmu lelap Aku akan mendoakanmu dari sini Semoga kita bisa bersama di surga-Nya
Tanpa mereka tahu betapa indah pesonamu Yaah, kamu telah dikalahkan oleh benda kecil
Fakta Dibalik Benalu yang Dijadikan Sebagai Obat Kanker, Apakah Aman?
S
eperti yang kita ketahui, banyak kalangan masyarakat yang tergila-gila mengobati penyakit dengan menggunakan obatan herbal tanpa adanya konsultasi dengan dokter. Salah satu penyakit yang mengharuskan kita untuk berkonsultasi dengan dokter ialah penyakit kanker yang sudah bersarang di dalam tubuh. Namun, ada fakta yang jarang diketahui oleh masyarakat umum tentang adanya obat alami yang bisa untuk mengobati penyakit kanker dengan meminum racikan herbal yang dihasilkan dari tanaman benalu. Tapi apakah semua ini diperbolehkan dalam dunia medis? Maka disinilah akan dijabarkan terlebih dahulu mengenai apa itu kanker dan kebenaran di balik obat herbal yang menggunakan tanaman benalu. Tanaman benalu awalnya hanya berupa tanaman parasit yang hinggap di suatu tanaman, setelah diteliti lebih lanjut ternyata tanaman benalu memiliki senyawa antikanker. Yang mana benalu dapat memangsa gugus radikal bebas, sehingga dapat menghambat terbentuknya aterosklerosis dan tumor. Hal ini terjadi karena kandungan yang ada di dalam benalu secara umum mengandung flavonoid, kuersetin, meso-inositol, rutin, dan tanin. Flavonoid merupakan kelompok senyawa alami yang ditemukan di banyak makanan yang berasal dari tumbuhan. Flavonoid memiliki banyak manfaat, diantaranya kemampuan untuk memperbaiki sel yang rusak dan kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Kemudian ada kuersetin yang merupakan salah satu senyawa paling umum pada tanaman berpembuluh. Kuersetin merupakan flavonoid yang paling banyak ditemukan di alam dan juga sebagai senyawa flavonoid utama yang terkandung
didalam benalu. Salah satu mekanisme kerja dari senyawa kuersetin adalah memiliki kemampuan dalam menstabilkan radikal bebas yang dibentuk oleh senyawa karsinogen seperti radikal, oksigen, peroksida, dan superoksida. Selanjutnya kandungan rutin yang mana rutin merupakan senyawa turunan dari flavonoid. Menariknya adalah jika rutin diberikan bersamaan dengan Vitamin C maka aktivitas penyerapan Vitamin C akan semakin intensif, rutin juga memiliki aktivitas anti inflamasi sehingga dapat diindikasikan bahwa rutin menghambat beberapa pertumbuhan sel kanker dan kondisi pra-kanker. Kandungan terakhir pada tanaman benalu ini ialah tanin , yang dimaksud dengan tanin ini ialah senyawa aktif metabolit sekunder yang diketahui mempunyai beberapa khasiat sebagai astringen, anti diare, anti bakteri, serta antioksidan. Namun, walaupun benalu dapat dijadikan sebagai obat untuk menyembuhkan kanker, bukan berarti benalu dapat dijadikan sebagai obat utama dalam pengobatan suatu kanker. Layaknya yang disampaikan oleh Daan Khambri, “Pengobatan kanker yang dimulai dengan pengobatan kanker solid adalah dengan melakukan pembedahan, radioterapi yang merupakan terapi lokal, dan juga terapi sistemik yang di masukkan ke dalam darah seperti pengobatan kemoterapi, hormonal terapi, imonorterapi.” jelas Daan Khambri saat diwawancarai Genta Andalas, Rabu (15/05/2022). Bagian benalu yang mempunyai khasiat sebagai tanaman obat adalah bagian daun dari tanaman benalu seperti yang ada pada benalu kopi, benalu mangga, teh, serta duku. Senyawa dalam benalu yang dianggap berperan sebagai terapi kanker atau kemoterapi adalah kuersetin yang
merupakan salah satu bentuk glikosida dari kuersetin itu sendiri. Dimana senyawa ini memiliki fungsi sebagai anti kanker pada regulasi siklus sel. Dan juga mengatakan bahwa untuk pengobatan kanker ini jangan terlalu bergantung dengan yang n a m a n y a pengobatan herbal, karena apabila pasien penderita kanker selalu mengkonsumsi obat-obatan herbal layaknya benalu, nantinya akan memiliki efek samping dalam tubuh karena takaran yang dikonsumsi itu berlebihan dari yang seharusnya. Permasalahan efek samping penggunaan senyawa aktif tidak bisa diabaikan begitu saja, karena efek samping tersebut akan menghasilkan dampak negatif seperti kegagalan dalam terapi, timbulnya gejala penyakit baru, dan adanya efek psikologis yang menyebabkan menurunnya kepatuhan dalam mengkonsumsi obat, ungkap Daan. Ada beberapa penelitian terhadap tumbuhan benalu ini yang sudah diteliti oleh para ahli. Menurut Dokter Daan sudah ada penelitian tentang benalu sebagai imunoterapi. Seperti tanaman benalu dari pohon jeruk nipis (Dendrophtoe Petandra) daun benalu ini dianggap memiliki khasiat untuk kanker terutama kanker payudara (L.Miq). Yang kedua penelitian Novriawan
(2009) tumbuhan benalu batu (begonia sp .) asal Kabupaten Morwali Utara, Sulawesi Tengah, merupakan salah satu tumbuhan yang digunakan secara empiris oleh masyarakat untuk mengobati penyakit. Masyarakat menggunakan tanaman ini untuk obat kanker, dan tumor. Bahkan di Indonesia sudah ada tempat pengobatan yang menjadikan benalu sebagai pengobatan anti kanker yang dinyatakan dalam penelitian bahwa poliklinik obat tradisional rumah sakit dr. Soetomo Surabaya Indonesia telah menggunakan benalu sebagai pengobatan anti kanker. Tata
Jarang Diketahui, Soda Kue Punya Banyak Manfaat untuk Kesehatan
P
engembang atau soda kue pasti tidak asing lagi ditelinga, bahan masakan ini sudah terdengar awam untuk digunakan oleh masyarakat dalam pembuatan kue. Soda kue adalah senyawa kimia dengan rumus (NaHCO3) yang termasuk ke dalam kategori garam dan telah sering digunakan oleh masyarakat sejak lama. Soda kue sering digunakan dalam pembuatan roti dan kue karena membentuk karbon dioksida yang apabila bereaksi dengan bahan lain akan menyebabkan soda kue dapat membuat roti dan kue mengembang. Selain sebagai pengembang roti, soda kue juga memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh. Dosen Jurusan Ilmu Gizi Syahrial menyampaikan bahwa salah satu manfaat soda kue bagi kesehatan adalah baik untuk pencernaan, seperti untuk menetralkan asam lambung,
Della
sehingga keasaman lambung menjadi lebih baik, dan mag bisa terkontrol karena soda kue mempunyai sifat basa yang akan menimbulkan reaksi pada penyakit asam lambung. Syahrial mengungkapkan bahwa soda kue juga memiliki dampak buruk bagi tubuh apabila dikonsumsi tidak sesuai takaran, karena bersifat toxic apabila dikonsumsi secara berlebihan. Salah satu dampak buruk dari penggunaan soda kue yang berlebihan tanpa dosis yang tepat dapat menyebabkan naiknya cairan tubuh karena cairan tubuh sangat diperlukan oleh tubuh untuk memperlancar sistem di dalam tubuh. Namun, apabila sistemnya terganggu maka akan mengakibatkan tubuh dehidrasi dan parahnya lagi dapat menyebabkan keracunan. Walaupun soda kue bisa menyembuhkan sakit mag, tetapi soda kue hanya bersifat sebagai penawar dan tidak boleh dijadikan sebagai obat utama. “Ini hanya bersifat penawar, karena kita tidak tau dosisnya dan dosisnya ini perlu kita siasati sehingga tidak menyebabkan keracunan bagi tubuh kita,” ujar Syahrial saat diwawancarai oleh Genta Andalas, Selasa (17/5/ 2022).
Syahrial juga menambahkan soda kue hanya digunakan untuk menetralkan asam lambung saja, dalam keadaan asam lambung masih terkontrol, ketika asam meningkat ada penawarnya sehingga menjadi netral, tetapi tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi dalam jangka waktu panjang, karena dapat menyebabkan intoleransi. Selain untuk obat dalam tubuh, soda kue juga bisa menyembuhkan luka luar. Luka luar ini dapat berupa iritasi ringan dan pengelupasan pada kulit. Kandungan di dalam soda kue membuat sel-sel kulit mati mengalami perbaikan dan menghasilkan sel-sel baru. Dengan segala kelebihan soda kue yang telah disebutkan, tetapi mengonsumsi soda kue secara berlebihan dan mencampurkannya dengan senyawa lain serta mengonsumsinya secara terus menerus atau keseringan dapat menyebabkan efek samping yang serius pada tubuh.“Soda kue diolah di dalam tubuh, sisa metabolisme ini yang bisa menyebabkan endapan yang tidak mampu ditoleransi lagi oleh ginjal, sehingga ginjal kita kewalahan dalam proses penyaring,” ujar Syahrial. Walaupun begitu, masyarakat tidak perlu cemas dalam mengonsumsi soda kue ini karena soda kue aman jika kita mengonsumsinya sesuai takaran dan tau batas penggunaannya. Akan tetapi kita, jangan terus menerus bergantung kepada soda kue tersebut. Walaupun harganya yang terjangkau dan mudah didapat kita juga harus berkonsultasi ke dokter untuk
mengecek apakah penyakit yang kita alami ini sudah parah atau tidak, Selain itu soda kue juga memiliki segudang manfaat bagi kecantikan, sudah banyak beauty vlogger yang memberikan tips-tips kecantikan dengan menggunakan bahan dasar soda kue. Syahrial mengungkapkan bahwa soda kue bersifat memutihkan, baik untuk kulit, dan membukakan pori-pori dan mempercepat proses regenerasi daripada sel-sel kulit kita, tetapi belum tentu semua orang cocok menggunakan soda kue untuk perawatan kecantikan dan juga perlu diperhatikan takarannya agar tidak menjadi toxic. Penggunaan Baking Soda untuk kulit sebenarnya berguna untuk mengangkat sel kulit mati di seluruh wajah. Namun, jika digunakan dalam takaran yang banyak justru bisa menipiskan bahkan mengelupas lapisan kulit epidermis dan epidermis wajah. Lapisan epidermis kulit mempunyai fungsi melindungi wajah dari sinar UV. Epidermis, di sisi lain mempunyai fungsi untuk menyaring debu dan kotoran untuk mencegahnya mencapai lapisan kulit yang lebih dalam di wajah Begitu banyak manfaat soda kue untuk kesehatan tubuh, baik luar tubuh maupun dalam tubuh. Jika kita masih menggunakannya dalam batas wajar maka hasilnya akan maksimal sesuai dengan apa yang kita inginkan, tetapi jika kita tidak tahu aturan dalam pemakaiannya maka itu akan berdampak buruk bagi tubuh. Nesya
Kebenaran di Tangan Pembohong
F
ilm yang berdurasi 121 menit ini menceritakan tentang kisah 2 orang polisi Paris dalam memecahkan sebuah kasus. Dua orang polisi dengan latar belakang kehidupan berbeda ini disatukan dalam sebuah pekerjaan. Ousmane Diakite atau yang diperankan oleh Omar Sy memiliki latar belakang sebagai single father. Ia mampu membesarkan putranya seorang diri dengan sifat labil yang dimiliki putra remajanya tersebut. Ousmane yang berkarakter baik, sopan, ramah, dan sangat setia pada pekerjaannya tersebut menjadikannya banyak disukai dan terkenal di masyarakat paris. Lain halnya dengan Francois Monge yang memiliki latar belakang sebagai seorang playboy, tetapi meskipun demikian Francois juga sangat setia pada pekerjaannya meskipun tidak
seteliti Ousmane dalam bekerja. Mereka berdua sering berselisih pendapat karena sebenarnya mereka menyimpan rasa benci satu sama lain. Dugaan pembunuhan dilakukan di Perancis hingga mereka harus bekerja sama disana. Penyelidikan ternyata tidak berjalan mulus. Ditengah proses penyelidikan kasus pembunuhan tersebut, ternyata banyak kebohongan yang telah tersusun rapi oleh para aparat negara. Mereka bekerja sama untuk menutupi kejahatan demi melancarkan sebuah tujuan. Kasus seperti ini memang sering dijumpai di beberapa negara besar, dan pelaku yang terlibat akan melakukan apa saja demi mencapai tujuannya. Disini Ousmane tetap mengungkap kasus tersebut meskipun pelaku melibatkan seorang tokoh besar di wilayah tersebut. Ousmane melalui banyak tantangan salah satunya harus terlibat dengan para penjahat teratas ditingkatnya dan masih banyak lagi tantangannya. Mampukah Ousmane menyelesaikan secara tuntas kasus tersebut sampai ke akarakarnya atau Ousmane akan berhenti dan ikut menutupi kasus tersebut seperti yang lain lakukan? Bagian akhir film ini sangat bagus. Dibagian ini terungkap bahwa Antoinne Brunner yang merupakan seorang pemimpin partai France Vive ternyata telah bekerja sama dengan polisi cantik asal Perancis dengan nama Alice Gautier yang tak lain merupakan rekan kerja Ousmane dan Francois selama menyelidiki kasus tersebut. Alice yang membantu pelarian Antoinne membuat Ousmane yang jatuh cinta pada Alice menjadi sangat marah hingga ia menabrak mobil Alice dan membuat kedua penumpangnya kesakitan terutama Alice. Selain itu, ketika Ousmane
Identitas F ilm Film Judul F ilm Film Sutradara Produksi Genre Tanggal Rilis Resensiator
: : : : : :
The T ak edown Tak akedown Louis Letterier Netflix Action 6 Mei 2022 Haida Rahmi
dan Francois yang hampir mati karena bom waktu yang dibuat oleh Antoine Brunner juga mengundang tawa penonton karena mereka masih sempat berdebat ditengah keadaan genting tersebut. Beberapa kata yang diucapkan Francois pada saat itu juga terdengar lucu tetapi dibalik kelucuannya ternyata mengandung pesan yang menyentuh hati Ousmane. Cerita di film ini sangat ringan dan mudah dipahami. Setiap alur cerita berjalan maju dengan semakin menampakkan kekompakan Ousmane dan Francois dalam memecahkan masalah. Karena film ini bergenre komedi, banyak obrolan mereka yang sering mengundang gelak-tawa dengan perdebatan sederhana mereka seperti membicarakan wanita hingga rasisme disertai dengan ledekan mereka yang kocak. Alur cerita yang berjalan terkesan santai hingga tidak ada yang istimewa dari adegan film ini dan kurang berbobot. Film ini banyak mengadegankan bagian kejarkejaran dengan penjahat hingga terkesan monoton. Selain itu, dibagian akhir film ternyata tidak diceritakan bagaimana kelanjutan kisah Alice dan Ousmane serta kasus Antoine Brunner dan pasukan penjahatnya yang lain.
Film ini banyak menyelipkan unsur komedi pada beberapa bagian cerita hingga penonton tidak merasa bosan. Setiap bagian cerita yang digantung membuat penonton penasaran dengan ceritanya sampai selesai. Film ini juga mengandung banyak pesan moral seperti kesetiaan seorang teman sejati. Salah satu genre Action dan Crime ditunjukkan ketika Ousmane berhadapan dengan para penjahat, Ousmane dan Francois yang dikejar oleh penjahat mencoba membela diri dengan menembaki mereka. Selain itu Action dan Comedies juga ditunjukkan ketika Ousmane tidak sengaja membunuh seorang penjahat berkepala botak yang mencoba menghentikan mobil mereka, penjahat yang memanjat mobil Ousmane meninggal karena kepalanya tersandung benda tajam hingga putus. Aksi tersebut ditunjukkan dengan menegangkan dan direspon dengan ekspresi nyeleneh Ousmane dan Francois yang merasa jijik sekaligus iba. film ini direkomendasikan bagi anda yang membutuhkan hiburan karena film ini akan mengocok perut anda dengan komedi yang diawarkan dalam setiap adegan. Selamat menonton!
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
Keluarga Adalah Kado Terbaik yang Diberikan Tuhan
K
isah dari novel dimulai dengan seorang anak laki-laki dan dua orang anak perempuan yang tengah hancur kehidupannya. Ayah mereka tertembak lantaran ketahuan saat sedang mengedarkan barang haram. Ibunya? Ibu mereka mengirim mereka ke panti asuhan dan langsung pergi menghilang entah ke mana. Lantas, apakah mereka akan terjamin kenyamanan hidupnya di panti asuhan? Tidak. Justru panti asuhan tersebut menjadi tempat mereka menjalani dan merasakan kerasnya hidup. Mereka adalah Rizki, anak paling besar, Rizka anak perempuan kedua, dan si bungsu yang lahir empat hari lalu dan masih belum memiliki nama. Mereka terpaksa tinggal di panti asuhan yang keji itu lantaran tak ada tempat yang mau mereka tuju lagi. Pak Tono nama pemilik tempat tersebut merupakan seorang kriminal. Ia memang menampung anak-anak di pantinya, akan tetapi anakanak tersebut akan ia paksa melakukan ‘patroli’ dan jika tidak mau? Terima saja hukumannya. Rizki tentu tidak tinggal
diam dengan kondisi tersebut. Saat Rizki merasa mampu hidup sendiri, ia meninggalkan panti tersebut. Ia juga meninggalkan dua adik-adiknya. Rizki berjanji untuk kembali ke panti tersebut. Ternyata dunia luar di luar dugaan Rizki. Ia justru mengalami kesulitan saat mencari kerja di dunia luar. Ia diusir dari kos-kosannya karena tidak memiliki uang untuk membayar uang sewanya. Rizki juga sudah terbiasa untuk hidup di jalanan yang bahkan ia bisa tidak makan seharian. Suatu saat ia benar-benar kelaparan. Saat itu puasa. Ia pun melihat ada sebuah warung yang buka, akan tetapi seperti disembunyisembunyikan lantaran saat itu puasa. Perutnya sangat lapar. Masalahnya, Rizki tidak memiliki duit sedikitpun untuk membayar nasi yang akan dia pesan. Nekat saja ia langsung memesan nasi di warung tersebut, ia berpikir nanti saja lah memikirkan tentang dari mana duitnya. Hingga ia melihat sebuah dompet terjatuh. Dompet tersebut terjatuh di sudut yang susah untuk melihatnya. Mulai dari sinilah
Identitas Buk u Buku Judul Penulis Penerbit ISBN Tahun terbit Tempat terbit Tebal R esensiator
: K ado T erbaik Kado Terbaik : J.S. Khairen : PT Gramedia Widiasarana Indonesia : 9786020529332 : 2022 : Jak arta Jakarta : 247 halaman : Asa Alvino W endra Wendra
Rizki mulai terlibat dengan masa lalunya dan secara mengejutkan akan bertemu dengan kedua adiknya. Novel ini berhasil membuat penulis merasakan apa yang dirasakan Rizki si tokoh utama. Kalimat-kalimat yang disampaikan oleh J. S. Khairen berhasil mewakili perasaan Rizki. Mulai dari perasaan sedih, sayang, bahagia Rizki sampai kepada pembaca. Plot yang ditawarkan di novel ini sangatlah menarik untuk diikuti. Kisah Rizki yang tidak mudah ditebak menjadi nilai plus di novel ini. J. S. Khairen juga tidak membuat kisah Rizki ini bak novel mainstream sehingga pembaca akan mendapat angin segar dari cerita yang disampaikan. Belum lagi kata-kata kutipan dari tokoh-tokoh yang sangat menyentuh. Novel ini juga tidak terlalu tebal sehingga tidak membutuhkan waktu yang panjang untuk menuntaskannya. Selain itu, penokohan karakter dari masing-masing tokoh juga sangat pas. Porsi penampilan penokohannya juga tidak saling tumpang tindih, sehingga masing-masing karakter memiliki ciri khas yang pas. Perangkaian cerita dari awal sampai akhir diracik dengan sangat baik oleh J. S. Khairen hingga pembaca mudah memahami cerita yang ditawarkan novel. Pembangunan karakter juga sangat baik, latar belakang tiap karakter diceritakan secara mendalam. Pembangunan karakter yang mendalam akan membuat pembaca bersimpati kepada tokoh-tokohnya. Cerita yang disampaikan mengalir dan mudah dipahami serta sampai dalam penyampaian emosinya. Pembahasaan yang dibawa membuat kita bisa membayangkan seperti apa scene yang sesuai dengan novel tersebut. Pembaca akan dibawa merasa
haru, sedih, putus asa, dan juga ikut merasakan kasih sayang yang diberikan Rizki kepada adik-adiknya. Pahit hidupnya dan sayang kepada adik-adiknya akan membuat kita simpati dan merasa bersyukur dengan apapun yang kita punyai saat ini. Novel ini juga akan membuat kita menyadari bahwa hal yang terpenting dari segalanya adalah keluarga. “Adik dan kakak memang sering berkelahi. Tapi cobalah saat salah satu saudara kandung kita dijahati oleh dunia, kita yang akan berdiri paling depan. Satu tetes tangis saudara, satu sobek lukanya, adalah tangis dan darah kita juga.” Selamat membaca!