Skip to main content

Majalah Mahasiswa Gelora Sriwijaya VII

Page 1

TERMINAL DALAM KAMPUS, ANOMALI HUKUM DI UNSRI TANPA UNSRI, KOTA INI MATI

Rp.13.000

TANGGUNG JAWAB BERSAMA MENJAGA LAHAN GAMBUT KEBUN RAYA SRIWIJAYA


DAFTAR ISI

07

LAPORAN UTAMA ASA DIBALIK RENCANA DAN STRATEGI WORLD CLASS UNIVERSITY

05 11 12 16

14

Isu WCU BINCANG REKTORAT SURAT PEMBACA KARIKATUR

LIPUTAN KHUSUS

TERIMINAL DALAM KAMPUS, ANOMALI HUKUM DI UNSRI

22

17

KILAS BALIK

TAJUK 2016 : TANGGUNG JAWAB BERSAMA MENJAGA LAHAN GAMBUT

SISI LAIN

TANPA UNSRI, KOTA INI MATI

22 24 27 28 30 31

JAJAK PENDAPAT SEPUTAR SUMSEL PROFIL MAHASISWA SUDUT PANDANG CATATAN PERJALANAN PROFIL ALUMNI UNSRI

COVER BY

32 34 36 38 40 41

PROFIL DOSEN KAMPUSIANA BUDAYA FENOMENA ALAM RESENSI BUKU RESENSI FILM

Layout : Epriyadi Ilustrasi : Piki Herdyansya

EDISI KE VII | LPMGS UNSRI | 03


SAPA REDAKSI Assalamualaykum wr.wb Hidup Pers Mahasiswa! Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Berkat rahmat dan ridho-Nya Lembaga Pers Mahasiswa Gelora Sriwijaya Universitas Sriwijaya (LPM GS UNSRI) berhasil menyelesaikan majalah produk Majalah Gelora Sriwijaya Edisi VII, Maret – April 2017. Majalah Gelora Sriwijaya edisi VII, Maret – April 2017 adalah produk majalah terbitan ketujuh yang mengusung tema “Fasilitas Kampus”. Secara garis besar, majalah edisi VII ini membahas tentang fasilitas perkuliahan di kampus Universitas Sriwijaya. Fakultas perkuliahan menjadi faktor penting dalam membangun kualitas pembela-

jaran yang baik dalam suatu institusi pendidikan. Universitas Sriwijaya yang kini tengah menargetkaan World Class University (WCU) mempercepat pembangunan fasilitasnya, dari segi gedung perkuliahan dan alat penunjang perkuliahan lainnya serta dengan membangun beberapa fasilitas pendukung keindahan kampus. Akan tetapi, fasilitas tidak hanya terbatas pada gedung perkuliahan saja, melainkan fasilitas dapat berupa tenaga pengajar, sumber belajar, serta sarana apapun yang bertujuan memudahkan dan melancarkan pelaksanaan perkuliahan. Hal ini menjadi gambaran yang kurang bagus terhadap mahasiswa dan kondisi universitas. Maka dalam rubrik laporan utama majalah ini, kami memfokuskan bahasan pada

Diterbitkan oleh:

Lembaga Pers Mahasiswa

berabagai permasalahan faslitas yang ditemui di kampus. Selanjutnya, pada liputan khusus pembahasan mengenai masalah transparansi transportasi mahasiswa, serta dalam rubrik kampusiana kami` memberikan informasi kepada mahasiswa mengenai hal – hal baru yang akan segera hadir di Universitas Sriwijaya seperti, jalan tol palindra, rel kerata api dan taman firdaus. Semoga dengan apa yang kami sajikan dalam majalah ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan diterima dengan baik oleh pembaca. Kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan demi menjadikan majalah mahasiswa Gelora Sriwijaya lebih baik . Wassalamualikum wr wb. Suci Wulandary

Gelora Sriwijaya

Universitas Sriwijaya ________

Pelindung : Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE. Pembina: DR.Dr. Mohammad Zulkarnain, M.Med.Sc Pemimpin Umum : Yanuar Ramadhani Sekretaris Umum : Mercy Gayatri Bendahara Umum : Suci Wulandary Pemimpin Redaksi : Yuli Susanti Pemimpin Perusahaan: Epriyadi Pemimpin Litbang: Daud Jon Filler Redaktur Pelaksana : Suci Wulandary

04 | EDISI KE VII | LPMGS UNSRI

Reporter: Ilham Fachrul Rosadi, M. Apriansyah, Ferdya Orinmas, Aris Pratiwi, Daud Jon Filler, Yuli Susanti, Makin Udin, Dessy Rianti Gumay, Tiara Khoirun Nisa, Meilan Tri Utami, Tri Kurnia Rahayu J., Editor : Reza Dyna Astuti, Saleha Indriyani Fotografer : Ranti Yuliana Tata Letak : Epriyadi, Makinudin, Toharuddin Ilustrasi : Maulisa Rosanabila Desain Sampul : Epriyadi, Piky H

------------Alamat : Bilik Pers Lantai 1 Gedung Student Center Universitas Sriwijaya, Jalan Raya Palembang - Prabumulih Km.32, Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan 30662 Kontak : 0852 6851 5998 (Humas)


ISU WCU

ADA APA DIBALIK WORLD CLASS UNIVERSITY

E

uphoria (WCU) menjadi kehebohan universitas di Indonesia yang berorientasi menjadikan perguruan tinggi ditingkat kelas dunia. Secara garis besar, pengertian world class university dapat dipahami sebagai mekanisme perankingan dalam skala internasional artinya dari segi operasional, fasilitas, metode, dan lulusan perguruan tinggi yang mampu bersaing di tingkat internasional. World class university dianggap sebagai suatu sistem kompetitif, multidimensional dihadapkan pada sistem yang mengarah pada One Dimensional Man artinya menggiring pada satu sistem yang sama akibat dari adanya globalisasi dan modernisasi. Pertama, globalisasi dalam bidang ekonomi yang mewujud dalam praktik ekonomi pasar bebas. Kedua, globalisasi dalam bidang budaya yang mewujud dalam bentuk masuknya budaya asing ke Indonesia. Ketiga, globalisasi tenaga kerja sebagai akibat dari praktik ekonomi pasar bebas. Keempat, globalisasi bidang pendidikan dengan adanya pendirian lembaga pendidikan di banyak negara berkembang dan beasiswa antar negara. Di kutip dari ristekdikti, tak satu pun Perguruan Tinggi (PT) Indonesia masuk dalam kategori World Class University (WCU), baik versi The Times Higher Education Supplement dan Quacquarelly Symonds (THES-QS), Academic Ranking of World Universities (ARWU), maupun Webomatrics. Begitu bunyi data dan statistik internasional terbaru 2016. Namun ada pertanyaannya. Jika melihat peringkat perguruan tinggi kita yang masih jauh tertinggal, apa mungkin hal itu dapat tercapai? Untuk menjawab hal itu, tentu pertama-tama kembali pada asas bahwa setiap PT unggulan harus sungguh-sungguh menerapkan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi (SPMPT). Inilah hal mendasar yang wajib dipenuhi oleh setiap perguruan tinggi. Ada pun jenis pemeringkatan yang banyak diacu di Indonesia yakni THE-QS, ARWU dan Webometric. Peringkatan THES-QS (London) mensyaratkan empat hal, yakni kualitas riset dengan bobot 60%, kesiapan kerja lulusan (10%), pandangan internasional (international outlook) (10%), dan kualitas pengajaran (20%). Peringkatan ARWU (Tiongkok) menerapkan lima syarat, yaitu jumlah alumni/staf yang mendapat penghargaan internasional, jumlah peneliti (dosen) yang risetnya banyak dikutip peneliti lain, jumlah artikel yang diindeks oleh jurnal yang telah ditentukan, persentase artikel yang dipublikasikan jurnal internasional, dan jumlah biaya riset PT yang bersangkutan. Persyaratan Webomatrics berbeda lagi, ada empat syarat yakni berapa banyak tautan situs eksternal dari situs lain, banyaknya halaman yang ditemukan mesin pencari di internet, banyaknya volume file yang ada di situs perguruan tinggi, serta jumlah tulisan akademik yang dijumpai di Google Scholar. Dari beragam syarat tersebut, terdapat tiga syarat inti yang patut diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Pertama, bagaimana perguruan tinggi merancang kegiatan riset yang dapat menghasilkan invensi dan inovasi kualitas dunia. Kedua, bagaimana agar tulisan peneliti atau dosen dapat dipublikasikan oleh jurnal akademik internasional dan dapat menjadi referensi oleh peneliti dan dosen PT lain. Dan ketiga, bagaimana staf atau alumni suatu PT dapat meraih penghargaan-penghargaan ber-

taraf internasional. Fenomena diatas dikaitkan dengan situasi perguruan tinggi di Indonesia akan menimbulkan banyak kendala, untuk mengimplementasikan World Class University di Indonesia harus di kaji mendalam sehingga bersifat kontekstual. Apakah World Class University hanyalah sebuah narasi adanya arus modernitas dan globalisasi? yakni sifat latah pihak universitas yang euphoria, antusias tanpa menyadari kesiapan finansial maupun non finansial yang mapan atau World Class University bersifat urgensi agar tidak ketinggalan di dunia pendidikan internasional. Banyak perguruan tinggi di Indonesia belum siap bersaing di tingkat dunia. Kebijakan politik kurang menempatkan pendidikan menjadi prioritas, apalagi dorongan perguruan tinggi menjadi representative tingkat dunia. Hanya beberapa program tertentu saja yang dapat dijadikan standar World Class University . Setiap universitas memang bertujuan mencapai lulusan yang berkualitas terdapat dalam visi dan misi yang sejalan dengan World Class University tapi harus realistis dengan kriteria yang ditawarkan untuk implementasi World Class University . Kebijakan Mahkamah Konstitusi memutuskan 20% APBN untuk pendidikan menjadi peluang yang baik. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran ke beberapa perguruan tinggi. Perguruan tinggi mempunyai kebijakan otonomi dan indepedensi untuk mengelola aset dan keuangannya. Fakta di Indonesia, kampus-kampus banyak beranggapan bahwa untuk dapat menjadi kampus kelas dunia dibutuh banyak dana, hingga wajar biaya kuliah mahasiswa mahal. Dampak uang kuliah yang mahal tersebut berimbas kepada masyarakat menengah ke bawah, karena besarnya biaya kuliah yang hanya dapat dipenuhi oleh calon mahasiswa mampu saja. Padahal orientasi perguruan tinggi seyogyanya harus mengarah pada upaya menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Menjadikan Universitas masuk peringkat dunia memang memilki kebanggaan tersendiri, prestasi dan popularitas kampus menanjak. Akan tetapi janganlah dilupakan bahwa kontribusi kampus haruslah kepada Negara Indonesia dan pengabdian kepada masyarakat karena pengakuan dari masyarakat Indonesia itu jauh lebih penting. Pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, secara tegas menyatakan tujuan pendidikan untuk “mencerdaskan kehidupan bangsa�. Kampus dan institusi pendidikan harus berorientasi dan memformulasikan untuk mencerdaskan bangsa yang sesuai dengan konteks-sosial masyarakat dimana kampus itu berada. Globalisasi adalah keniscayaan, tapi yang terpenting adalah bagaimana cara kita menyikapi tanpa menghilangkan jati diri. Kita memang harus bersifat elastis dan terbuka menyambut globalisasi tapi bukan berarti paradigma kita cenderung menerima globalisasi begitu saja. Globalisasi membawa pengaruh positif untuk bersaing di tingkat internasional tapi tidak melupakan globalisasi juga berpotensi merusak nilai-nilai dan budaya, jadi harus disikapi secara kontekstual, sosial dan kritis. (Yuli Susanti) EDISI KE VII | LPMGS UNSRI | 05


humas@gelorasriwijaya.co

gelorasriwijaya.co


Laporan Utama

Taman tugu Unsri samping gedung Rektorat (Sumber : Arsip LPMGS Unsri)

ASA DIBALIK RENCANA DAN STRATEGI WORLD CLASS UNIVERSITY

Berbicara mengenai World Class University (WCU), seorang Profesor Pendidikan yaitu Francisco Ramirez mengatakan bahwa World Class berarti menjadi negara adidaya dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi penelitian. Itu terhubung ke gagasan bahwa universitas akan menghasilkan inovasi teknologi. Pernyataan tersebut sesuai dengan visi Unsri yang berbasis riset yang unggul dalam berbagai bidang ilmu, teknologi dan seni. Dilihat dari segi fasilitas, sudah pantaskah kampus Universitas Sriwijaya (Unsri) menuju WCU? Tentunya kita akan menjawab belum, dari segi banyaknya komentar miring dari mahasiswa Unsri sendiri. Namun, tidak semua mahasiswa akan menjawab demikian, pasti ada sebagian mahasiswa yang menjawab sudah terpenuhi karena setiap mahasiswa memiliki cara pandang masing-masing mengenai

kebutuhan setiap individu. Untuk mencapai dan melaksanakan visi menuju WCU bukanlah pekerjaan yang gampang. Unsri harus menyiapkan segala sesuatu yang bisa menjawab segala tantangan pendidikan dan syarat perguruan tinggi yang termuka. Berbagai upaya telah dipersiapkann Unsri untuk menghadapi segala permasalahan yang ada dalam kampus. Sampai saat ini kelengkapan sarana

dan prasarana kampus Unsri masih terus membangun dan melengkapi sarana dan prasarana yang dianggap masih kurang memadai misal adanya pembaharuan perpustakaan Unsri dari fasilitas cetak hingga fasilitas berbentuk e-book dengan mengikuti perkembangan teknologi dunia. Dengan tri dharma perguruan tinggi, Unsri berusaha tampil ideal di tengahtengah masyarakat yang sangat beraneka EDISI KE VII | LPMGS UNSRI | 07


Laporan Utama ragam. Usaha melaksanakan visi dan mewujudkan tri dharma perguruan tinggi, pihak birokrat kampus telah berusaha banyak untuk mengatasi segala permasalahan kampus yang menjadi keluhan mahasiswa agar kampus menjadi lebih baik lagi dan termuka. Persaingan pengembangan tri dharma perguruan tinggi sangatlah signifikan. Dari segi fisik, Unsri tergolong sebagai perguruan tinggi negeri yang telah melakukan perkembangan yang cukup besar. Namun dari segi non fisik, perkembangan belum begitu terlihat nyata atau menonjol. Pada dasarnya hidup ini tidak ada yang sempurna, akan selalu ada tuntutan kebutuhan kampus seiring dengan terus berkembangnya teknologi yang sangat mempengaruhi lingkungan sekitar kita. Visi tersebut merupakan salah satu visi menuju World Class University dimana saat ini kampus Universitas Sriwijaya sedang dalam proses melengkapi kebutuhan yang dibutuhkan baik dari segi fasilitas yang pendukung akademik maupun fasilitas penunjang seperti sarana prasarana transportasi, tingkat keamanan kampus maupun dari keindahan lingkungan kampus. Untuk mencapai akreditasi internasional, perguruan tinggi harus dapat memenuhi beberapa kriteria inti yang harus dipenuhi oleh perguruan tinggi yang telah ditetapkan sesuai standar internasional. Kualitas penelitian Untuk mencapai akreditasi internasional ini berisikan penilaian kualitas dari dalam negeri, produktivitas penelitian perguruan tinggi berdasarkan jumlah jurnal nasional dan internasional, kutipan yang digunakan oleh akademisi dalam penelitan, serta penghargaan yang sering diterima oleh perguruan tinggi. Sebelum terlalu jauh melangkah menilai bermutu atau tidak penelitian tersebut. Mari kita berkaca terlebih dahulu, apakah fasilitas yang mendukung untuk melaksanakan penelitian sudah memadai? Fasilitas yang tak kalah penting ialah laboraturium. Laboratorium yang memadai dan lengkap akan menjadi dambaan setiap civitas akademika yang akan melakukan praktikum dan riset. Bayangkan bila laboraturium setiap fakultas diisi dengan peralatan yang lengkap. Hal ini memu08 | EDISI KE VII | LPMGS UNSRI

dahkan mahasiswa dan dosen berinovasi menghasilkan karya. Sehingga target akreditas mengenai penilaian kualitas penelitian pun dapat tercapai. Namun, kenyataan yang ada dalam kampus ini malah sebaliknya. Ketika seorang mahasiswa akan melaksanakan penelitiannya di laboratorium terhambat oleh fasilitas kampus yang kurang memadai dan proses administrasinya yang harus mengeluarkan dana untuk kebutuhan bahan baku yang dibutuhkan, dikarenakan pihak laboratorium tidak memfasilitasi bahan-bahan yang dibutuhkan mahasiswa tetapi hanya menyediakan ruangan yang dibutuhkan maupun peralatan yang akan digunakan, hal ini masih menjadi kendala beberapa fakultas. Peminjaman alat pun harus ekstra hati-hati dan wajib bertanggung jawab ketika alat yang dipinjam retak atau pecah, mahasiswa yang bersangkutan wajib mengganti rugi peralatan tersebut. Seharusnya kegiatan penelitian ini difasilitasi penuh oleh pihak kampus karena berkaitan erat dengan aktivitas akademik, terkhusus pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyelesaikan masa studinya yang terkadang terhambat karena tidak terfasilitasinya sehingga mahasiswa yang bersangkutan membanting tulang mencari dana untuk kebutuhan penelitiannya dan terkadang melaksanakannya di laboratorium luar kampus akibat kurang terfasilitasinya kebutuhan yang diperlukan. "Kampus kita, kampus yang luas. Sampai saat ini akreditas Laboratorium belum bisa dikatakan layak dibandingkan dengan kampus lainnya. Unsri masih sangat jauh ketinggalan, perjalanan kita masih panjang untuk menuju internasional. Maka dari itu mari kita sama-sama move on dan mahasiswa ikut mendukung program kampus sesuai visi misi, kita lakukan secara bertahap karena hidup ini tidak ada yang instan," Ujar Subriyer Nasir selaku dekan Fakultas Teknik Unsri. Kesiapan Lulusan kerja Indikator lulusan kerja ini lebih fokus terhadap kekuatan akademik, kemampuan lulusan untuk bekerja secara efektif di dunia nyata setelah menyelesaikan studi di kampusnya. Tahukah anda di Unsri ada Unit Pelaksana Teknis (UPT) mengenai pengembangan karir dan karakter? Ialah CDC (Career Development

Center) khususnya di kampus Unsri, baru berdiri pada tahun 2014. Kini, masih tahap memperkenalkan kepada mahasiswa bahwa adanya CDC Unsri sangatlah penting sebagai unit pelayanan bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi mereka seoptimal mungkin. Dimana CDC tujuan utamanya ialah mempersiapkan mahasiswa yang memiliki keterampilan untuk memasuki dunia kerja ketika lulus. "Kami melakukan pendataan alumni 2 tahun yg lalu, misal tahun ini kami memproses alumni di tahun 2015 gunanya untuk mempelajari dari mahasiswa yang di lepas sampai 2 tahun ini apa yg dikerjakaan alumni tersebut, apa ada pengaruh dari yg di dapat dalam kampus terhadap karirnya. Tujuannya sebagai bahan evaluasi sistem pembelajaran yang ada d unsri. Sistem pemanggilannya melalui kontak pribadi mahasiswa yang bersangkutan. Jadi mahasiswa sebelum daftar wisuda di BAAK wajib terlebih dahulu daftar ke CDC buat ngedata daftar alumni," ujar Prof. Dr. Ir. Nuni Gofar, M.S selaku ketua CDC Unsri. Selain pendataan alumni guna untuk evaluasi pembelajaran. CDC juga melaksanakan pelatihan softskill kepada mahasiswa aktif Unsri untuk meningkatkan kemampuan softkill dan kepercayaan diri mahasiswa sebagai bekal untuk persiapan diri memasuki dunia kerja setelah lulus nanti. Namun unit ini belum terealisasi. Kualitas pengajaran Peran utama perguruan tinggi adalah memberikan pemikiran terbaik di masa depan, menginspirasi generasi mendatang mengenai potensi riset akademik. Indikator ini lebih berfokus kepada penilaian kualitas pengajaran lokal, kolasi umpan balik mahasiswa, dan survei mahasiswa secara nasional di perguruan tinggi dan rasionya di setiap fakultas. Di kampus kita, Unsri memiliki kualitas proses belajar mengajar yang belum optimal, belum lagi sejak tahun 2016 tentang ketetapan maksimal lulusan mahasiswa tergantung pada ketentuan aturan kampus masing-masing. Unsri pun menetapkan keputusan maksimal perkuliahan 5 tahun. Hal ini tentulah membuat mahasiswa harus berpikir lebih kreatif dan harus lebih aktif dalam bidang akademik, sehingga sebagian mahasiswa berpikir apatis terhadap aktifitas luas kampus yang dapat mematikan aktivitas organisasi dalam kampus. (Yuli Susanti)


Terpenuhikah Fasilitas Unsri Menuju WCU

L

BAGAIMANA DENGAN INFRASTRUKTUR KAMPUS?

ingkungan yang sehat dan asri pun akan senantiasa diciptakan. Lingkungan tersebut memberikan kenyamanan bagi penghuninya untuk berfikir dan berkreasi. Sirkulasi udara yang lancar, pepohonan yang rindang hingga suasana yang tenang. Mahasiswa akan mudah belajar karena suasana yang tenang akan mempengaruhi gelombang otak. Gelombang otak yang tercipta dari suasana seperti itu adalah gelombang alfa. Dengan program rektor yang masih dalam rancangan, akan membuat taman firdaus di kampus unsri daerah Indralaya yang akan bersinambungan langsung dengan pintu utama unsri. Dimana Pintu utama ini akan dibuat dua gerbang utama dua, gerbang utama yang baru masih tahap perencanaan yaitu gerbang dekat Student Center. Gerbang tersebut akan bersinambungan langsung dengan proyek jalan tol palembang inderalaya yang akan lebih memudahkan mahasiswa melewati akses transportasi tanpa kemacetan lagi. Selain taman rekreasi yang belum teralisasi, Unsri kini memiliki hotspot area. Tempat mengakses Internet secara gratis ini ada di setiap titik area fakultas maupun jurusan. Dengan adanya hotspot area akan menunjang pembelajaran mahasiswa melalui Internet. Salah satu media pembelajaran ialah melalui Internet. Internet menyediakan berbagai sumber informasi dan pengetahuan bagi semua orang yang ada di dunia. Mahasiswa dengan mudahnya mengakses informasi dari negara lain. Inilah yang merupakan salah satu keuntungan mahasiswa difasilitasi hotspot area. Kecepatan akses Internet pun akan diperhatikan. Tidak cukup fasilitas berupa penyediaan hotspot area saja. Namun, kecepatan akses akan berbanding lurus dengan kecepatan perkembangan pengeta-

huan mahasiswa. Bukan hanya terfasilitasinya hotspot area, Unsri pun memiliki perpustakaan digital berupa e-book, mahasiswa bisa mendownload e-book yang di butuhkan. Bisa di akses di pranala atau link e-library digital perpustakaan yang ada tercantum di web unsri. Bukan hanya itu fasilitas tempat untuk menikmati hotspot area telah disediakan oleh pihak perpustakaan yang kini memiliki dua ruang diantaranya khusus perpustakaan bebasis online atau digital dan perpustakaan cetak. Waktu penyediaan pun di buka sampai malam pukul 22.00 WIB. Namun, sayangnya fasilitas transportasi dari gedung perpustakaan hanya berlaku untuk mahasiswa bidik misi yang tinggal di rusunawa maupun apartemen unsri sementara jangkauan mahasiswa yang tinggal di luar kampus sekitar unsri tidak terfasilitasi. Seharusnya pihak Unsri mampu berlaku adil kepada mahasiswa baik yang tinggal di dalam kampus maupun luar. Misal diadakan transportasi gratis khusus mahasiswa dari terminal indralaya menuju ke perpustakaan karena tidak semua mahasiswa memiliki kendaraan pribadi. Tak hanya masalah transportasi malam menuju perpustakaan. Pernahkah anda berpikir transportasi Yang ada di terminal Unsri masih layak atau tidak dipakai oleh mahasiswa ? Untuk transportasi yang mengantar mahasiswa pulang pergi kuliah dengan jarak yang memakan waktu lumayan lama. Kenapa bus Trans Musi yang pernah beredar isu bahwa akan diperpanjang sampai sore beroperasi, berjalan hanya beberapa hari. Kini kembali hanya beroperasi seperti sedia kala sampai jam 13.00Wib. Dan apakah anda sadar lapangan depan perpustakaan adalah lapangan kosong. Seharusnya, tempat mangkal bus Transmusi selama ini berada di terminal Unsri, bergabung dengan bus lainnya sesuai dengan tempat fasilitas yang disediakan oleh pihak kampus

'terminal kampus'. Kemana pemikiran mahasiswa yang kritis? Kemana mahasiswa yang kaya akan kajian isu? Kampus kita sedang dalam situasi tanda tanya. Permasalahan-permasalahan ini terdengar sepele,namun memiliki dampak yang luas. Fasilitas transportasi kampus kita butuh ruang solusi. Solusi untuk kenyamanan mahasiswa sendiri. Dan transportasi juga akan berdampak pada akses kegiatan mahasiswa. Menurut pakar ahli, kampus yang aktif adalah kampus yang memiliki kegiatan kampus hingga malam baik dari segi akademik maupun organisasi kampus. Namun apa yang kita lihat di kampus unsri tercinta ini. Sore, mahasiswa berbondongbondong pulang karena faktor fasilitas transportasi yang kurang tersedia. Sarana prasarana yang dibutuhkan oleh mahasiswa sebagai penunjang berjalannya dengan baik kegiatan belajar mengajar misal sarana transportasi yang memadai. Akreditasi masih menjadi aspek utama dalam lembaga pendidikan, terutama pendidikan tinggi, terlebih akreditasi dari luar negeri atau internasional. Semua itu tak hanya penting bagi perguruan tinggi, melainkan juga program studi di universitas tersebut. Zaman semakin maju, dan globalisasi juga menuntut perguruan tinggi memiliki akreditasi terbaik di setiap program studinya. Akreditasi, terutama internasional, akan mampu menunjukkan kualitas dari sebuah program studi di universitas. Namun, sebelum menuju World Class University yang masih dalam tahap proses menuju kampus yang berbasis tingkat dunia. "Unsri mendapatkan akreditasi A bukan hanya hasil kerja rektor tetapi juga berkat mahasiswa serta alumni yang mendukung program tersebut, jadi tugas yang harus kita lakukan sekarang yaitu menciptakan kampus yang aman dan nyaman, dalam jangka 2 tahun untuk terpenuhi menuju Asia, jika Asia terpenuhi baru kita gencar menuju World Class University dengan konsep berjamaah yang saling membantu dari mahasiswa maupun dari pegawai insyAllah dengan niat baik akan tercapai,"ungkap Anis Sagaf selaku rektor Unsri. (Yuli Susanti)

Gedung Apartement (Sumber : Crew LPMGS UNSRI)

EDISI KE VII | LPMGS UNSRI | 09


Terpenuhikah Fasilitas Unsri Menuju WCU


BINCANG REKTORAT Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE. Rektor Universitas Sriwijaya

Apa saja rencana Bapak beberapa tahun kedepannya? Jika dalam waktu dua tahun kampus kita tembus ke tingkat Asian melalui program terbaik yang dimiliki, barulah kita gencar meraih world class university karena saya tetap yakin kita pasti meraihnya. Inilah misi yang harus dikejar, harus optimis Unsri mampu meraih world class university dalam dua tahun ke depan. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka seluruh sistem nilai yang menjadi kunci harus dikembangkan dengan sungguhsungguh. Begitu pun program belajar mengajar yang diterapkan tenaga pendidik dan kependidikan harus dirubah sedemikian rupa. Saya menginginkan proses belajar mengajar tidak hanya bercerita

saja, tetapi dapat memberikan pemahaman kepada para mahasiswa. Program ini diberi nama proses belajar mengajar paripurna. Disamping itu pula, adanya grand riset. Bahkan tahun ini pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4 miliar yang diperuntukkan bagi profesor selama kurun waktu empat tahun. Dalam grand riset ini, diharap satu profesor dapat membimbing 4 doktor untuk riset. Selanjutnya riset yang baik harus dieksekusi oleh mahasiswa S3. Jadi, dosen itu tidak hanya mengajar, tapi memfasilitasi mereka dengan riset dan publikasi. Semua dosen harus ada riset. Untuk skripsi mahasiswa pun harus dari riset itu,

Apa program kerja dalam waktu terdekat ini? Yang harus kita lakukan sekarang bagiamana caranya kita ciptakan kampus ini, kampus yang aman dan nyaman. Jika kita saja yang menikmati kampus ini merasa tidak aman dan nyaman, bagaimana dengan orang lain sebagai tamu di kampus kita. Unsri harus terus berbenah diri agar dapat mencapai peringkatan world class university. Dalam waktu dekat ini, Unsri akan menerapkan sistem kartu smart campus atau kampus pintar, dimana nantinya akan dipergunakan oleh dosen dan mahasiswa untuk semua keperluan. Jadi, mahasiswa dan dosen tidak perlu repot lagi,

cukup menggunakan satu kartu, mereka bisa melakukan absensi, pembayaran SPP/UKT dan urusan lainnya dalam bidang akademik. Semua mahasiswa dan dosen akan difasilitasi dengan satu kartu identitas (smart campus) yang menggunakan teknologi. Namun, saat ini masih proses dikerjakan oleh tenaga ahli bidang informasi dan teknologi. Sebab, semuanya harus terintegrasi dengan proses perkuliahan, pembayaran SPP, absensi, dan urusan lainnya. Selain itu kartu tersebut juga menjadi akses kunci untuk masuk ke dalam kampus sehingga keamanan kampus lebih terjaga.

Setelah Unsri mendapat Akreditasi A, apakah Unsri akan mengencar World Class University? Kita sudah dapat akreditas A maka sekarang target kita masuk ke level Asia, kita harus bisa merebosnya. Jadi semua ada tahap-tahap prosesnya, nanti dulu memikirkan target world class university jika infruktur serta tenaga penelitian dan sistem pengajaran kampus kita saja belum memenuhi syarat-syarat kriteria yang diharapkan. Semua akan tercapai pada waktunya, jangan terlalu

terburu-buru. Unsri mendapatkan akreditasi A semua ada tahap perencanan yang matang mana yang akan berdampak buruk dan berdampak baik kedepannya hingga ke pengaplikasiannya pun tidak semudah teori yang kita pelajari maka akan ada banyak kendala sana sini yang harus diselesaikan secara bersama-sama bagaimana caranya agar yang buruk menjadi bagus, bagus menjadi lebih baik lagi.

Strategi apa yang dilakukan Unsri untuk memaksimalkan target menuju asian? Pemimpin mempunyai amanah tanggungjawab yang besar. Sejak saya memimpin insya Allah saya siap membagun Unsri lebih baik lagi karena jika tidak buat apa saya memimpin sebagai Rektor. Unsri dapat A bukan program kerja rektor, tapi berkat kita semua maka dari itu mari kita ciptakan sistem kekeluargaan bukan hanya mahasiswa antar mahasiswa tapi sesama mahasiswa dengan semua dosen serta pengawai Unsri. Saya berpesan kepada organisasi mahasiswa yang ada dalam kampus melalui Wakil Rektor III dengan konsep jamaah Unsri dapat bangkit lebih baik lagi. Kita mendapatkan akreditasi

A adalah harga yang mahal, dimana perguruan tinggi di Jawa semuanya pada kaget dengan akreditasi yang kita dapatkan. Kampus kita adalah kmpus yg besar, maka jagalah kampus Unsri janganlah kalian nodai hal-hal yang negatif sehingga dapat merusak nama kampus serta jagalah etika dan moral kalian. Baik atau buruknya etika dan moral ketika dipandang oleh orang luar sana dampaknya akan membawa nama Unsri, maka ini adalah tugas yang sangat berat. Mari kita bersama bangun Unsri, insya Allah kita bisa menjadikan Unsri lebih baik.

Setalah Akreditasi, Anis Saggaf Gencar World Class University ? Unsri menjadi lebih baik. World Class University (WCU), siapa yang tidak mengePada awal tahun 2017, Unsri tahui proses peringkatan kampus berhasil meraih akreditasi A. tingkat internasional yang dapat Selangkah demi selangkah, citamenjadikan kampus termuka. cita Unsri menuju world class Namun, ironis kampus Unsri beuniversity akan terus diwujudkan. lum mendekati program tersebut Unsri dibawah pimpinan Rektor maka Unsri masih harus berbeAnis Saggaf menargetkan dapat nah diri. Program ini, program menempatkan diri sejajar dengan yang selalu dikoar-koarkan sejak universitas-universitas terkemuka masa menjabatnya Anis Saggaf di dunia. Berikut tanggapan sebagai Rektor Unsri salah satu Rektor Unsri mengenai peringtujuannya agar mahasiswa serta katan kampus Unsri yang telah para pengawai tahu terkait perakreditasi A dan sedang gencar ingkat world class university agar pembangunan kampus menuju kita dapat sama-sama membagun peringkatan tingkat Internasional.

Untuk meraih world class university, seyogyanya harus ditunjang dengan fasilitas yang baik. Bagaimana dengan kampus Unsri? Saat ini Unsri sedang dalam proses perbaikan pembagunan. Gedung yang tidak layak lagi dihuni akan segera diperbaiki, serta fakultas yang kekurangan ruangan akan segera kita fasilitasi. Dalam program kerja saya juga akan segera kita bangun taman firdaus di lahan kosong yang berada dibelakang kampus perkuliahan Unsri Indralaya dimana nantinya akan bersinambungan langsung dengan jalan tol Palembang

Indralaya. Taman firdaus bertujuan dibangun sebagai wadah rekreasi, tahun ini masih dalam proses menanaman pohon, saya targetkan tahun 2020 sudah dapat kita nikmati. Selain itu, saat ini gedung perpustakaan Unsri sudah berbasis elektronik serta dibuka sampai malam hari, tahun ini Unsri akan mendapatkan bantuan komputer untuk menambah fasilitas prasarana yang dibutuhkan. (Yuli Susanti) EDISI KE VII | LPMGS UNSRI | 11


SURAT PEMBACA

Arif susilo kemanon - Teknik Elektro 2013

Apakah rektorat tahu tentang PKM (pekan kreativitas mahasiswa)?, mengingat PKM ini adalah ajang yang bergengsi untuk mahasiswa? Iya tahu, seharusnya beberapa kegiatan PKM itu meminjamkan dana, dan dana yang diberikan harus dikembalikan dalam waktu tertentu, tapi sekarang kebanyakan mahasiswa tidak mengembalikan dana tersebut, mungkin akan ini terjadi loss control pada kegiatan. Uswatun Inderiani - Manajemen 2014

Muhammad Soleh – Ilmu komunikasi 2015

Dulu para pedagang diluar sering berdagang di unsri. oleh karena ada penilaian akreditasi di unsri maka pedagang tersebut dilarang berjualan di unsri demi kenyamanandan ketertiban, namun setelah penilaian selesai para pedagang bermunculan lagi. Apakah peraturan itu memang untuk selamanya atau hanya sekedar formalitas/sementara saja hanya untuk penilaian akreditas ? Tidak, peraturan itu untuk selamanya , hanya saja banyak oknum-oknum tertentu yang tidak mematuhi, dan ini nantinya akan di tindak lanjuti.

Bagaimana proses dan tata cara peminjaman gedung pasca sarjana dan aula manajemen FE unsri? Apakah geratis atau harus bayar? Kemana larinya uang tersebut? Jika yang akan meminjam gedung Pasca Sarjana merupakan organisasi internal kampus , ajukan proposal dan surat izin kegiatan dari wakil rektor III/wakil dekan III/bagian kemahasiswaan ke TU dan akan diteruskan ke WR II, untuk biaya biasanya kegiatan akan dikenakan biaya jika kegiatan memungut biaya registrasi peserta atau untuk biaya penginapan dan biaya akan masuk ke kas unsri . Sedangkan untuk peminjaman aula manajemen FE , peminjaman dilakukan di fakultas tempat yang akan di pinjam .

Indah Austin - Keperawatan 2014

Mengapa jalan di area unsri kurang sekali kotak sampah? Karena kita sudah pempunyai banyak cleaning service, dan mereka sudah membersihkan sampah-sampah setiap pagi sore, dan saya perhatikan kebanayakan mahasiswa saat kita sudah sediakan kotak sampah tapi masih membuang sampah sembarangan dan kadang meletakan sampah dibawah kursi, jadi kontak sampah itu jarang di isi.

12 | EDISI KE VII | LPMGS UNSRI

Taman Tugu Unsri Kampus Bukit, (Sumber : Kru LPMGS UNSRI)


LIPUTAN KHUSUS

BUS KAMPUS, MASIH CERITA LAMA Berdasarkan data yang dihimpun Litbang LPM GS Unsri bahwa armada bus kuning sejak tahun 1995, seiring berjalannya waktu ternyata bus kuning belum mampu memenuhi kebutuhan mahasiswa, sejak tahun tersebut hingga saat ini masalah demi masalah tak kunjung ada solusi yang tepat. Dengan demikian untuk memenuhi kebutuhan transportasi mahasiswa maka hadirlah bus angkutan umum yang sekarang dinaungi LSM (lembaga swadaya manusia), LSM pimpin oleh Sabati (Serikat bus antar kota Indralaya). Letak kampus Unsri wilayah Indralaya dan Palembang yang dapat dikatakan jaraknya jauh (± 1 jam perjalanan jika tidak terjadi kemacetan) dengan armada bus yang kurang memadai sungguh menjadi kendala utama bagi mahasiswa. Permasalahan yang terus berlanjut, Permasalahan tinggal lah permasalahan, permasalahan lama yang tak kunjung selesai, kini permasalahan tersebut dianggap hal yang biasa yang telah jadi kehidupan sehari-hari mahasiswa yang harus dilewati. Kita melihat kondisi ini bagi mahasiswa sudah hal biasa, meski mahasiswa mengetahui tingkat keamanan transportasi yang ada di terminal kampus saat ini termasuk membahayakan seperti kasus pencopetan, penodongan dan lain-lainnya sehingga tidaklah jauh berbeda dengan terminal angkutan umum yang ada di kota Palembang. “Seharusnya bus-bus hijau yang ada mangkal di terminal kampus tersebut, tidak ada lagi dalam kampus karena mereka tidak lagi memiliki perizinan maupun faktor ketidaklayakan. Bus yang memiliki izin masuk kampus hanya bus internal Unsri, bus kuning serta bus trans musi. Dalam jangka waktu terdekat, Unsri akan menerapkan smart card (kartu pintar), dimana fungsi ini hanya diperuntukkan mahasiswa maupun para pengawai yang memiliki perizinan masuk dalam kampus Unsri untuk menciptakan keamanan kampus,” ujar Annis Saggaf. Dapat kita lihat bus-bus angkutan mahasiswa hanya ada sampai sore hari yang kadang berebutan antar mahasiswa. Apakah kalian menyadari kendala utama mahasiswa yang pulang pergi Palembang-Indralaya? dapat kita lihat dampaknya masih banyaknya mahasiswa yang apatis, tidak peduli dengan kegiatan organisasi yang ada dalam kampus karena faktor transportasi tidak adanya transportasi. Ataupun mahasiswa yang bersangkutan hanya sekedar mengikuti kegiatan organisasi yang Ia ikuti, kecuali mahasiswa tersebut memiliki kendaraan pribadi. Mahasiswa yang seharusnya tidak hanya aktif mengikuti

proses perkuliahan dalam akademik tetapi juga harusnya giat dalam berbagai kegiatan organisasi kampus sesuai dengan minat, bakat dan kegemarannya. Sisi lain jika kita berpikir dari segi negatif. Kenapa bus internal kampus Unsri yang sering mengantarkan pengawai hanya pengawai bukan mahasiswa? Mahasiswa hanya segelincir yang ikut dengan syarat memiliki kartu tanda mahasiswa. Jika kita merujuk kepada kampus luar Unsri salah satunya Universitas Andalas, bus internal kampus dipergunakan dalam kampus untuk mengantarkan mahasiswa maupun pengawai dari gerbang kampus ke tiap fakultas, jadi bus luar kampus yang tidak memiliki perizinan tidak diperbolehkan masuk dalam kampus. Namun saat ini Unsri sedang berbenah atau sedang dalam proses bagaimana caranya mengatasi permasalahan lama yang telah mendarah daging terkait transportasi mahasiswa. Di sisi lain dapat kita lihat saat Unsri sedang dalam penilaian menuju akreditasi A yang lau, pihak rektorat sempat menerapakan uji coba bus Trans Musi berjalan hingga sore hari. Berdasarkan data GS yang terhimpun, saran dari tim akreditasi dari Dikti bahwa fasilitas Unsri belum memadai termsuk transportasi mahasiswa sangatlah memprihatinkan karena mahasiswa ialah masa depan generasi bangsa. Maka pihak Rektorat, Anis Saggaf mengusulkan penambahan armada bus Trans Musi ke Gubernur Sumatra Selatan. Gubernur Sumsel pun mengusulkan langsung ke pihak pengelola bus Trans Musi. Uji coba hanya berlangsung hanya tiga hari tanpa ada keberlanjutan yang nyata. Padahal jika hal tersebut diterapkan maka fasilitas transportasi mahasiswa pun memadai, mengingat saat uji coba tersebut berlangsung, mahasiswa banyak yang berbondong-bondong ke bus Trans Musi yang lebih aman dan nyaman dibandingkan dengan bus angkutan umum yang ada di terminal kampus. Saat ini kampus Unsri memiliki angkutan khusus yang mengantar mahasiswa sekitar 80 angkutan. 20% dari 80 angkutan tersebut diperbaiki sesuai dengan standar operasi pelaksanaan yang telah ditentukan oleh dinas perhubungan Sumatra Selatan. “Terkait permasalahn transportasi kampus, kita sedang mencari solusi yang terbaik untuk menunjang akreditasi Unsri, selain itu hal paling utama ialah keamanan dan kenyamanan mahasiswa yang bersangkutan. Hal ini kita sedang mengkoordinasikan dengan dinas perhubungan,” ujar Anis Saggaf. (Yuli Susanti)

Mahasiswa sedang berebut bis di terminal Unsri, (Sumber : Kru LPMGS UNSRI)

EDISI KE VII | LPMGS UNSRI | 13


TERIMINAL DALAM KAMPUS, ANOMALI HUKUM DI UNSRI

12 | EDISI KE VII | LPMGS UNSRI


LIPUTAN KHUSUS

TERIMINAL DALAM KAMPUS, ANOMALI HUKUM DI UNSRI

Universitas Sriwijaya (Unsri) merupakan satu-satunya Universitas yang memiliki terminal dalam kampus dari 25 universitas terbaik menurut Dikti, namun hal ini tidak berbanding lurus dengan prestasi. Justru malah sebaliknya terminal dalam kampus Unsri ini malah menjadi anomali hukum bagi pihak birokrat, pasalnya sampai sekarang belum ada regulasi yang jelas perihal terminal dalam kampus. Bukan jadi rahasia umum lagi bagi mahasiswa Unsri tentang hal-hal negatif yang terjadi di terminal. Menurut data yang terhimpun dari berita-berita yang diterbitkan oleh Lembaga Pers Mahasiswa Gelora Sriwijaya (LPM GS) Unsri, bukan hanya masalah pedangang yang tak kunjung mau di tertibkan saja tapi mulai dari tindak kriminal penodongan, pecurian, premanisme, bahkan sampai miras, judi dan uji kelayakan kendaraan bus yang tidak sesuai, halhal semacam ini sangat membahayakan keselamatan mahasiswa. Jika sudah demikian, apakah masih layak terminal dalam kampus disebut sebagai fasilitas kampus pendukung untuk mahasiswa? atau hanya sebagai tempat dalam kampus yang mejadi zona bebas bagi seluruh umat pengadu nasib? Berdasarkan kebutuhannya Unsri memang membutuhkan terminal dilihat karena Unsri memiliki dua kampus yaitu kampus wilayah Palembang dan kampus Indralaya. Sejak 1 Februari 1995 perpindahan aktivitas perkuliahan strata 1 di Indralaya secara resmi dimulai. Awal mula terminal dalam kampus difungsikan hanya untuk armada bus kuning, namun seiring berjalannya waktu ternyata bus kuning belum mampu memenuhi kebutuhan mahasiswa, dengan demikian untuk memenuhi kebutuhan transporatasi maka hadirlah bus angkutan umum yang sekarang dinaungi LSM dan hal inilah yang menjadi awal mula angkutan umun masuk dalam lingkungan kampus sampai sekarang. Mukhtarudin selaku Wakil Rektor II Unsri menyatakan bahwa sebenarnya memang belum ada regulasi yang jelas untuk angkutan umum yang masuk kampus dan masih tergolong illegal sedangkan perizinan hanya sebatas untuk bus kuning dan Trans Musi (TM). “Iya seharusnya bus itu (angkutan umum) gak ada, itu artinya mereka illegal dan harus di usir, kita cuma kasih izin untuk TM dan bus kuning.� Ujar Mukhtarudin waktu di temui di ruangannya (2/2). Pernyataan tinggalah penyataan namun sampai sekarang kenyataanya bus-bus angkutan umum masih saja ngetem atau mangkal diterminal kampus. Alih-alih menindaklanjuti pelanggaran yang terjadi Mukhtaruddin malah melempar kewenangan tanggungjawab tersebut ke bagian Rumah Tangga Unsri tapi lucunya bagian Rumah Tangga tidak bisa melakukan apa-apa, jika tidak ada peraturan yang jelas dari pusat. “Ya gak lah (peraturan atau sanksi terkait bus angkutan umum), yang jelas mobil dari luar itu seharusnya tidak ada yang parkir di dalam kampus Unsri selain bus TM karna itu sudah perintah langsung dari gubernur� ujar Mukhtarudin.

Terminal dalam Kampus Unsri Inderalaya, (Sumber : Kru LPMGS UNSRI)

Jika sudah demikian mau bagaimana lagi memang kenyataannya terminal dalam kampus belum memiliki regulasi yang mengaturnya secara jelas, namun rencana kedepannya terminal tersebut akan dihapuskan dan diubah menjadi kantin. (M. Apriansyah) EDISI KE VII | LPMGS UNSRI | 15


KOMIK

16 | EDISI KE VII | LPMGS UNSRI


KILAS BALIK

TAJUK 2016 :

Foto bersama setelah penandatanganan pernyataan kesiapan menjaga lingkungan di Auditorium Unsri, (Sumber : Arsip LPMGS UNSRI)

TANGGUNG JAWAB BERSAMA MENJAGA LAHAN GAMBUT Dibidang kesehatan banyak warga yang sakit dan ada yang meninggal akibat bencana asap. Tak mau tinggal, di bidang politik, asap juga menyebabkan masalah. Negara tentangga menuntut Indonesia atas pencemaran polusi udara yang mereka dapatkan dari asap Indonesia.

B

eberapa tahun silam tepatnya tahun 2014 dan 2015 Indonesia dilanda bencana asap yang sangat parah. Bencana asap di Indonesia diperkirakan oleh pembakaran hutan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Beberapa oknum melakukan pembakaran hutan demi mendapatkan keuntungan pribadi, namun merugikan pihak lain.

Ada sebab ada pula akibat, akibat dari bencana asap di Indonesia tidak tanggungtanggung. Berbagai masalah di bidang ekonomi, politik dan kesehatan muncul akibat bencana asap. Di bidang ekonomi, banyaknya aktifitas kerja yang terhambat akibat asap yang menghalangi penglihatan masyarakat. Dibidang kesehatan banyak warga yang sakit dan ada yang meninggal

akibat bencana asap. Tak mau tinggal, di bidang politik, asap juga menyebabkan masalah. Negara tentangga menuntut Indonesiaatas pencemaran polusi udara yang mereka dapatkan dari asap Indonesia. Mahasiswa sebagai insan intelektualitas dan sebagai generasi penerus bangsa dalam menjaga serta membangun bangsa EDISI KE VII | LPMGS UNSRI | 17


KILAS BALIK juga berperan penting dalam menanggulangi bencana tahunan di Indonesia seperti bencana asap. Lembaga pers mahasiswa merupakan suatu organisasi yang menaungi mahasiswa yang bergelut di dunia pers dan jurnalistik. Hampir seluruh universitas di Indonesia mempunyai lembaga pers mahasiswa (LPM) begitupun di Universitas Sriwijaya, LPM Gelora Sriwijaya (LPM GS) adalah salah satunya. Dalam rangka memberikan informasi serta edukasi kepada mahasiswa dan masyarakat tentang kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) yang menyebabkan bencana asap, LPM GS menyelenggarakan event nasional jurnalistik TAJUK 2016. Mengusung tema besar “Jurnalisme lingkungan�, TAJUK 2016 dilaksanakan selama 6 hari mulai dari tanggal 21 November sampai dengan 26 November 2016 di dua tempat, Indralaya dan Palembang. Selama enam hari penyelenggaraannya, TAJUK 2016 mencakup dua subacara yakni Talkshow Nasional pada pembukaan dan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) yang merupakan inti acara. PJTLN Diikuti oleh 13 peserta dari delapan lembaga pers kampus Indonesia diantaranya LPM Genta Andalas Universitas Andalas, LPM Genera Universitas Padjajaran, LPM Suara Kampus IAIN Imam Bonjol Padang, LPM Teropong Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), LPM Suara USU (Universitas Sumatera Utara), LPM Limas Unsri, LPM Ukhuwah UIN Raden Fatah dan LPM Fitrah Universitas Muhammadiyah Palembang. Pada hari pertama(21/11), rangkaian acara pertama TAJUK 2016 yakni Talkshow Nasional dengan tema Tanggung Jawab Bersama Menjaga Lahan Gambut. Mengundang pembicara baik itu dari pihak aktivis lingkungan, akademisi, pemerintah dan pihak swasta. Talkshow ini dihadiri oleh lebih dari 1000 peserta mahasiswa dari berbagai kampus di Sumatera Selatan. Tujuan talkshow nasional ini agar mahasiswa dan masyarakat umum mendapatkan informasi dan edukasi mengenai karhutlah serta kedepannya dapat mencegah dan menjaga lingkungan. Masih dihari pertama, setelah Talkshow Nasional, peserta PJTLN mengikuti rangkaian acara selanjutnya yakni pematerian pertama bersama Taufik Wijaya, penulis serta Jurnalis Lingkungan. Dalam paparannya, Taufik mengajak agar pers 18 | EDISI KE VII | LPMGS UNSRI

mahasiswa menulis dengan berpijak pada kebenaran fakta, mematuhi kode etik pers dan menggunakan hati nurani agar mencapai target karya jurnalistik yakni tulisan yang dipercaya oleh pembaca. Taufik juga menyampaikan bahwa seorang jurnalis harus bekerja untuk kepentingan publik. Ketika jurnalis mahasiswa menulis mengenai permasalahan asap yang disebabkan oleh kebakaran lahan gambut, mahasiswa harus benar-benar mengetahui apa itu gambut dan bagaimana gambut yang dibakar bisa menyebabkan bencana asap yang begitu besar dampaknya terhadap indonesia. Hal ini bertujuan agar tulisan mahasiswa memang benar-adanya dan dapat dipercaya. Hari kedua (22/11) diawali dengan pematerian yang di sampaikan oleh Basilius Triharyanto. Basilius Triharyanto atau yang akrab disapa bang basil menyampaikan materi tentang menulis feature. Dalam materinya, bang Basil menyampaikan bahwa feature merupakan tulisan yang menjadi bagian dari berita dan berisi tentang fakta. Dalam penulisannya, feature memiliki ciri yakni tulisan narasi panjang dengan bahasa yang kreatif. Tulisan Feature juga memiliki ciri khas mendidik, menghibur dan menggambarkan solusi atas permasalahan yang ada. Hari ketiga (23/11) peserta PJTLN mendapatkan materi ketiga berupa fotografi lingkungan yang disampaikan oleh Mushaful Imam, wartawan foto harian SINDO. Dalam penyampainnya, Mushaful menyampaikan bahwa untuk mendapatkan foto berita atau feature harus dilakukan dengan tenang, tidak terburu-buru dan merasakan lingkungan sekitar. Foto yang diambil harus mempunyai pesan tersirat yang dimengerti oleh orang yang melihatnya. Setelah pematerian hari ketiga, peserta PJTLN diajak turun kelapangan untuk melakukan observasi dan mengumpulkan data sebagai bahan menulis feature. Peserta PJTLN diajak ke Desa Nusantara, kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) untuk melihat langsung lahan gambut yang ada disana. Lahan gambut tersebut sudah dibudidaya dengan sangat baik oleh masyarakat menjadi sawah padi dan juga sebagai sumber mata pencaharian masyarakat disana. Peserta berada di desa nusantara selama tiga hari yakni dari hari rabu sore hingga hari jum’at pagi.

Hari keempat (24/11) peserta dan panitia PJTLN yang sudah berada di desa nusantara dibagi menjadi empat kelompok. Masing-masing kelompok bersama masyarakat desa nusantara pergi ke sawah padi yang dulunya merupakan lahan gambut. Masyarakat yang pada umumnya merupakan transmigran dari pulau jawa sudah hidup di desa nusantara selama 39 tahun dan sudah membudidayakan lahan gambut untuk dijadikan sawah dengan sangat baik. Hari kelima ( 25/11) peserta dan panitia PJTLN kembali ke palembang. Setelah berada di Palembang, peserta diminta untuk menulis feature dengan bahan yang sudah dikumpulkan melalui observasi ke lapangan di Air Sugihan Materi selanjutnya yakni pembahasan mengenai feature yang sudah ditulis oleh peserta PJTLN. Pembahasan feature disampaikan oleh Imron. Dalam pembahasannya, beliau menyampaikan bahwa feature yang ditulis peserta masih banyak menggunakan kata-kata yang berlebihan dan tidak terukur. Beliau juga menambahkan bahwa feature yang ditulis juga masih berupa kesimpulan penulis tidak berdasarkan fakta dan data yang ada. Beliau memberi saran kepada peserta PJTLN agar dalam menulis feature, penulis menggunakan bahas yang terukur, tidak berlebihan serta merupakan fakta dan data yang ada. Hari terakhir (26/11) peserta PJTLN diajak mengunjungi obyek wisata kota Palembang dengan mengunjungi Museum Balaputeradewa, Kampung Kapitan, Pulau Kemaro dan terakhir acara TAJUK 2016 ditutup dengan minifestival yang diadakan di taman TVRI Palembang. Setelah mengikuti PJTLN peserta diharapkan dapat mengerti apa penyebab Karhutlah yang terjadi selama ini. Peserta juga dapat berperan dalam menanggulangi bencana tahunan tersebut melalui ilmu jurnalistik dalam bentuk tulisan yang telah mereka dapatkan selama pematerian. Peserta dapan memanfaatkan peran mereka sebagai jurnalis kampus untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat luas agar dapat menjaga lingkungan sekitar terutama lingkungan hutan, tentunya melalui hasil tulisan yang didapat selama mendapatkan Pelatihan Jurnalistik di Bumi Sriwijaya. (Saleha Indriani)


KILAS BALIK

Penyematan kepada peserta PJTLN TAJUK 2 oleh Wakil Rektor 3 Universitas Sriwijaya, (Sumber : Arsip LPMGS UNSRI)

Foto bersama peserta dan Warga desa Air Sugihan dalam rangkaian kegiatan PJTLN TAJUK 2 , (Sumber : Arsip LPMGS UNSRI)

EDISI KE VII | LPMGS UNSRI | 19


SISI LAIN

TANPA UNSRI, KOTA INI MATI

Pedagang kaki lima terminal Unsri Inderalaya, (Sumber : Arsip LPMGS UNSRI)

Kota ini dulunya mati, bisa dikatakan seperti itu walaupun sebenarnya berlebihan. Inderalaya, ibukota dari kabupaten Ogan Ilir, terletak di selatan Kota Palembang merupakan kota yang berada di 2 jalur lintas. Jika anda, seseorang yang akan berangkat dari Palembang menuju Lampung, Jakarta, bahkan Bengkulu, Sudah pasti anda akan melewati kota Indralaya. Sebuah kota yang akhirnya dijadikan tempat Universitas Sriwijaya (Unsri) untuk berekspansi. Kehadiran Universitas Sriwijaya tentunya menambah peluang bagi masyarakat sekitar untuk mendapatkan mata pencaharian yang lebih baik. PEDAGANG KAKI LIMA Mang Aan, penjual siomay asal Bandung, pada tahun 2013 bersama rekan – rekannya memutuskan untuk merantau ke Kota Palembang. Alasannya, untuk membuka usaha di kota orang, mencari penghidupan yang lebih baik dan masih banyak lagi, pada akhirnya pilihan mereka jatuh ke Unsri Indralaya. Butuh waktu lama, setidaknya 2 hari 1 malam bagi Mang Aan dan rekannya untuk bisa sampai ke Indralaya dari kampung halamannya. Menurutnya Unsri merupakan tempat yang paling strategis baginya untuk membuka usaha, “di Unsri enak dek, bebas juga, pokoknya enak dek” ujar Ayah dari 2 anak itu. Berbekal pengalaman berdangan siomay sejak di kampung halaman, Mang Aan tampak tidak ragu untuk melanjutkan 20 | EDISI KE VII | LPMGS UNSRI

keahliannya tersebut. “Siomay Bandung” merupakan nama yang Mang Aan pilih untuk menghiasi gerobak kesayangannya. Terletak di sudut kiri Gerbang Universitas Sriwijaya, tepat di sisi jalan raya, gerobak merah putih Mang Aan dapat ditemui dengan mudah. Pukul 04.00 dini hari, mang Aan mulai menyiapkan makanan dagangan di hunian keduanya, tepatnya di daerah Tamyiz. Kegiatan itupun berlangsung selama kurang lebih 5 jam, dikarenakan mang Aan harus membuat siomaynya sendiri. Pada pukul 10.00 WIB mang Aan harus mendorong gerobaknya menuju Unsri Indralaya. Selama kurang lebih 7 jam mang Aan harus menanti pembeli untuk datang menukarkan sejumlah siomay dengan ribuan rupiah.

Bagi mang Aan, Unsri merupakan tempat bergantungnya. Walaupun lokasi mang Aan berjualan bukanlah daerah yang sering dilewati oleh sebagian mahasiswa, akan tetapi tetap saja, pembeli siomay bandung Mang Aan selalu didominasi oleh mahasiswa Unsri. Dapat dipasikan, bila mahasiswa Unsri libur semester, maka Mang Aan juga akan meliburkan diri, dengan cara kembali ke kampung halamannya. Kembali ke bandung, ternyata pekerjaan mang Aan bukanlah melanjutkan berjualan siomay, akan tetapi beralih menjadi tukang bangunan, “jadi tukang neng, serabutan gitu” ungkapnya. KERJA SAMBIL KULIAH Mahasiswa cantik asal Medan yang tengah menempuh semester keenamnya di Unsri, sejak November 2016 mulai meng-


SISI LAIN

Toko Serba Ada di Sekitaran Kampus Unsri Inderalaya () (Sumber : Arsip LPMGS UNSRI)

Pencari rongsokan sedang mendorong gerobak di depan kampus Unsri Inderalaya, (Sumber : Kru LPMGS Unsri) geluti pekerjaan sampingannya sebagai balik antara hadirnya Universitas Sriwi“Lagi dak narik dek” ujarnya kepada kami. karyawati di tempat fotokopi di bedeng jaya dan masyarakat di sekitarnya dalam Sekilas lucu, karena memang kami tidak Amanah. Menjadi seorang perantau berbagai perspektif. Dari segi mahasiswa, berusaha untuk memanfaatkan jasanya. rupaya tak membuat hidup mahasiswa keberadaan fotokopian merupakan tempat Mang Ari merupakan warga kelahiran budidaya perikanan, fakultas pertanian ini yang sangat dinanti guna memperlancar Indralaya sudah 8 tahun menjalani profesi lantas berhura-hura. Banyaknya kebutuhan keperluan kuliah, dan kehadiran mahasebagai supir angkot. Lepas dari bekerja kuliah dan tak menentunya uang kiriman siswa nyatanya sangat dinanti bagi para swasta, berkat ajakan temannya, Mang Ari dari orangtua di rumah, serta keinginan penyedia jasa fotokopian. Bukan hanya memilih supir angkot sebagai profesinya berbakti kepada kedua orangtua sejak dini itu, tanpa Unsri pun Indralaya, baginya, kini. Kegiatan mang Ari sebagai supir menjadi alasan Liza mengambil kesempaakan menjadi kota mati. angkot dimulai saat pukul 6. Saat itulah tan menjadi karyawan di salah satu fotokoangkot kuningnya mulai melayani jasa pian ruko Amanah. transportasi penumpang yang terdiri dari SUPIR ANGKOT INDRALAYA Sebagai mahasiswa yang merangkap anak – anak sekolahan, mahasiswa, hingga sebagai pekerja, Liza mengaku masih Angkutan kota berwarna kuning ibu ibu rumah tangga dll. kesulitan membagi waktunya. Jam kerja marak kehadirannya di Unsri Indralaya. Pada hari biasa, Mang Ari untuk di fotokopian yang dimulai dari jam 5 sore Sehari – hari kehadiran angkot yang sehari dapat meraup keuntungan bersih hingga 10 malam menyita sebagian besar bejibun jumlahnya ini sangat dinanti bagi sebesar 80000 hingga 100.000 rupiah. Hal waktunya untuk belajar. Akan tetapi kemahasiswa Unsri untuk pergi ke kampus yang menarik adalah, mayoritas penginginannya untuk mengabdi kepada kedua maupun kembali ke hunian masing – guna jasanya adalah mahasiswa. Mang orangtua tetap membuatnya bertahan di masing. Mang Ari, seorang supir angkot Ari mengaku, saat libur semester mang jalan ini biasa, sama seperti yang lainnya, tampak Ari hanya mendapat penghasilan bersih mengetem di pinggir jalan arah gerbang Sebagai mahasiswa dan pekerja, sebesar 20.000/hari Unsri. Mang Ari tampak bahagia sore itu. Liza menyadari adanya hubungan timbal Saat ditemui, mang Ari langsung berujar (Tri Kurnia Rahayu J.) EDISI KE VII | LPMGS UNSRI | 21


INFOGRAFIS

JAJAK PENDAPAT

Berasal dari kampus manakah anda?

Sebagai Universitas yang akan World Class University (WCU). jika dilihat dari segi fasilitas, apakah Universitas Sriwijaya (Unsri) sudah layak WCU?

22 | EDISI KE VII | LPMGS UNSRI

Berasal dari fakultas manakah anda?

Bagaimana pendapat anda tentang fasilitas di Unsri?


FASILITAS UNSRI Fasilitas apakah yang masih menjadi kendala dalam proses belajar mengajar ?

Dari fasilitas berbasis teknologi, fasilitas manakah yang menurut anda masih perlu di tingkatkan lagi?

dalam kegiatan beroganisasi, Fasilitas apakah yang masih menjadi kendala?

Berdasarkan kesadaran diri, apakah MAHASISWA Unsri sudah bijak dalam menggunakan fasilitas yang sudah disediakan Unsri?

EDISI KE VII | LPMGS UNSRI | 23


SEPUTAR SUMSEL

KEBUN RAYA SRIWIJAYA

BAKAL DESTINASI PENELITI HERBA SUMATERA SELATAN

Masterplan Kebun Raya Sriwijaya, (Sumber : kebunrayasriwijaya.com)

Apa yang ada di benak kalian saat mendengar kata kebun raya? Sejuk? Rindang? Banyak bunga dan buah-buahan?

24 | EDISI KE VII | LPMGS UNSRI

Oke, sebelum berimajinasi lebih jauh baca dulu pengertian Kebun Raya ya! Mengacu pada PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 93 TAHUN 2011 TENTANG KEBUN RAYA, Kebun Raya memiliki pengertian kawasan konservasi tumbuhan secara ex situ yang memiliki koleksi tumbuhan terdokumentasi dan ditata berdasarkan pola klasifikasi taksonomi, bioregion, tematik,

atau kombinasi dari pola-pola tersebut untuk tujuan kegiatan konservasi, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan. Kalau bicara tentang kebun raya, tentunya ada satu nama kebun raya yang mungkin tak anyar lagi ditelinga kita, “Kebun Raya Bogor�. Karena personal branding dari kebun Raya Bogor yang sangat baik seolah-olah di Indonesia cuma ada kebun raya bogor, padahal Indonesia


KEBUN RAYA SRIWIJAYA memiliki 7 kebun raya dari 2000 kebun raya yang ada di dunia, ketujuh kebun raya itu adalah :

vegetasi tersendiri, timbulah wacana pembangunan kebun raya di setiap provinsi di Indonesia. Dan di Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, 24 Agustus di tahun 2004, melalui pidato Presiden RI pada

ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Menteri Riset dan Teknologi kepada seluruh Gubernur di Indonesia. Dari yang awalnya berjumlah 7 unit, saat ini Kebun Raya di Indonesia genap bertambah menjadi 21 unit. Ke 21 kebun raya tersebut tersebar di seluruh Nusantara, tentunya dengan potensi alam yang dimiliki oleh tiap – tiap daerah. One thing you should know is, Ternyata di sumatera selatan ada kebun raya terpendam loh!. Well, kenapa dibilang terpendam karna memang lokasinya yang lumayan jauh dari gemerlap Kota Palembang, sebut saja namanya Kebun Raya Sriwijaya atau bisa juga disingkat dengan KRS. Terhitung sejak 2011, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumatera Selatan Nomor :553/KPTS/BALITBANGDA/2011 tentang Lokasi Pembangunan Kebun Raya Sumatera Selatan, ditetapkanlah lahan seluas ¹ 100 ha di wilayah Desa Bakung, Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan menjadi target lokasi dibangunnya Kebun Raya Sriwijaya. HOW TO GET THERE?

1. Kebun Raya Bogor, est 1817 di Provinsi Jawa Barat 2. Kebun Raya Cibodas, est 1852 di kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat 3. Kebun Raya Purwodadi, est 1941 di Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur 4. Kebun Raya Eka Karya Bali, est 1959 di Provinsi Bali 5. Kebun Raya Bukit Sari, est 1999 di Provinsi Jambi 6. Kebun Raya Batu Raden, est 2004 di Provinsi Jawa Tengah 7. Kebun Raya Balikpapan, est 2005 di Provinsi Kalimantan Timur Melihat kondisi tanah serta tanaman di bumi pertiwi yang memiliki kekhasan pada tiap-tiap daerahnya, serta mengingat setiap provinsi pasti memiliki daya tarik

rumah bibit kebun raya sriwijaya, (Sumber : kebunrayasriwijaya.com)

akhirnya menjadi momentum pembangunan kebun raya di seantero Nusantara. Presiden Republik Indonesia saat itu, menghimbau akan pentingnya pembangunan kebun raya di setiap provinsi di Indonesia. Pernyataan tersebut akhirnya

Kebun Raya Sriwijaya ini terletak di Desa Bakung Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, masih dikatakan dekat dengan Agro Techno Park I (anak pertanian pasti tau bangetlah tempat itu). KRS berjarak 8 km dari jalan raya EDISI KE VII | LPMGS UNSRI | 25


KEBUN RAYA SRIWIJAYA lintas Timur Sumatera yang menghubungkan Kota Palembang – Kabupaten Muara Enim atau bisa juga berjarak 6 km bila melelaui desa bakung. Letaknya ternyata ga jauh banget ya dari kampus kita, Unsri Indralaya, dengan jarak 15 km, kamu bisa menempuh waktu sekitar 30 menit ke lokasi KRS. Sedangkan jarak KRS ke kota Palembang ternyata sejauh 52 km dan dapat ditempuh dalam waktu 2 jam. Walaupun memakan waktu yang cukup lama, perjalanan kalian bakal terbayar kok! Soalnya kalau sudah masuk KRS, dijamin segala penat bakalan hilang dengan sekejap! Berbagai macam tumbuh-tumbuhan herba dan tumbuhan lahan basah dan lingkungan kaya oksigen siap menyapu penatmu dalam sekejap! Fungsi Kebun Raya Sriwijaya Dalam PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 93 TAHUN 2011 disebutkan 5 fungsi Kebun Raya yang meliputi bidang konservasi, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan. Salah satu contoh kebun raya yang sudah sukses menerapkan kelima fungsinya yakni Kebun Raya Bogor yang tahun ini resmi memasuki umur 2 abad. Gimana dengan KEBUN RAYA SRIWIJAYA? Walaupun kelima fungsi ideal kebun raya belum sepenuhnya terjalan di Kebun Raya Sriwijaya, tetapi terdapat 2 fungsi menonjol yang bisa banget kita sebagai mahasiswa rasakan manfaatnya. Kedua fungsi yang dimaksud yakni; 1. Fungsi penelitian Kebayang gak sih, kebun raya yang luasnya 100 ha ini semua unsur – unsur di dalamnya bisa banget jadi objek penelitian. Ga percaya? Harus percaya, karena Kebun Raya Sriwijaya dalam pengelolaannya bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Masih belum percaya ? Oke! Check this out! •

Lahan gambut

Gambut merupakan jenis tanah yang terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan yang setengah membusuk, maka kandungan bahan organiknyapun tinggi. Kebetulan, Jenis lahan tempat berdirinya kebun raya sriwijaya merupakan lahan gambut. Kebayang kan betapa banyak judul penelitian yang bisa banget diangkat dari lahan yang terkenal di sumatera selatan ini? Tingkah laku unik si lahan gambut sendiri membuat banyak disiplin 26 | EDISI KE VII | LPMGS UNSRI

ilmu berlomba – lomba untuk menelisik lebih jauh lagi sifat terpendamnya. Dalam bidang teknik sipil contohnya, engineer bangunan ini bisa banget meneliti tentang penurunan pondasi di lahan gambut. Dan selain di bidang keteknikan, anak – anak pertanian bisa banget neliti tentang tanah gambut itu sendiri. Dalam bidang ilmu tanah sendiri, mungkin bisa dipetakan bagian – bagian mana saja dari kebun raya sriwijaya berdasarkan nilai PHnya dan masih banyak lagi subjek – subjek penelitian yang bisa kamu selami di jenis tanah gambut yang notabene merupakan jenis tanah yang paling dominan di provinsi Sumatera Selatan ini. •

Koleksi Tanaman KRS

Salah satu koleksi asli dari Kebun Raya Sriwijaya adalah kayu gelam atau minyak kayu putih atau melaleuca leucadendra, terdapat banyak jenis spesies melaleuca di Kebun Raya Sriwijaya. Akan tetapi belum terlalu banyak kajian penelitian dari tanaman jenis ini. Padahal berbagai jenis penelitian dapat dilakukan, contohnya nih ya : membandingkan kadar minyak pada daun melaleuca leucadendra dengan melaleuca yang lain. Penambahan koleksi tumbuhan di Kebun Raya Sriwijaya ternyata berasal dari kegiatan eksplorasi dan perbanyakan loh guys!. Tumbuhan yang berada di Kebun Raya baik yang telah tertanam maupun yang masih dalam fase pembibitan telah didata dan dilakukan registrasi. Tercatat, hingga april 2017 KRS memiliki koleksi tanaman yang ditanam sebanyak 189 individu dari 49 Spesies, dan dipembibitan sebanyak 1571 dari 242 Spesies. Kalo jumlahnya segitu banyaknya, yakin kamu gamau ngajuin proposal penilitian disana?? Cc anak pertanian hihi. 2. Pendidikan Siapa yang sudah pernah ke Kebun Raya Bogor? Pasti sering kan ya ngeliatin anak – anak TK sampai SD kunjungan rame – rame gitu ke Kebun Raya Bogor. Nah ternyata kunjungan dari mereka itulah salah satu fungsi pendidikan dari kebun raya. Kebun raya dapat dijadikan tempat untuk menimba ilmu tentang tanaman – tanaman yang sengaja dikonservasikan disana. Informasi detail tanaman berupa nama genus dan spesies, asal, diameter dan masih banyak lagi keterangan yang bisa dengan jelas dibaca oleh pengunjung.

Berbeda dengan Kebun Raya Sriwijaya, dikarenakan proses penanaman belum dilakukan, fungsi pendidikan yang ditawarkan dari Kebun Raya Sriwijaya yakni berupa program magang. Meskipun Kebun Raya Sriwijaya baru akan diresmikan pada 2018 nanti, kita tetap sudah bisa kok mengajukan surat pemagangan. Adapun bidang pemagangan yang bisa kamu ambil di KRS misalnya, perbanyakan tanaman, perawatan tanaman dan masih banyak lagi. Kalo mau magang di kantornya? Bisa juga kok! HOW TO RESEARCH AND TRAINE THERE? Untuk ngajuin proposal penelitian dan pemagangan, kalian bisa banget langsung submit proposal penelitian atau magang kalian ke kantor Balai penelitian pengembangan dan inovasi daerah (Balitbangnovda) Sumatra selatan di Jalan Demang Lebar Daun No. 4864 Palembang 30137 atau dengan mengontak nomor telepon +62-711-374456 dan website www.balitbangnovdasumsel.com THINGS YOU SHOULD KNOW Dikarenakan umur Kebun Raya Sriwijaya yang baru memasuki usia 6 tahun, tidak banyak pembangunan yang telah dilakukan di area KRS. Beberapa fasilitas yang baru dibangun adalah pintu air di bagian belakang Kebun Raya sebagai saluran masuk air ke danau di tengah – tengah KRS dan jalan utama yang belum diaspal. Selain faktor usia, kondisi lahan KRS yang notabenenya lahan gambut, menjadi tantangan sendiri bagi pengelola KRS untuk bisa melakukan proses penanaman koleksi yang memang masih dalam tahap pembibitan. Walaupun begitu, pihak KRS juga serius banget loh dalam menjaga gambut, terbukti dengan upaya mereka untuk mengkonservasi lahan gambut di area KRS dengan cara menekan jumlah penimbunan di sekitar area kebun raya. Penimbunan lahan gambut hanya akan dilakukan untuk pembangunan jalan utama ( boulevard) di KRS yang nantinya akan dibangun mengelilingi danau di tengah – tengah KRS. Meskipun saat ini KRS masih berada dalam tahap pembangunan, bukan berarti kamu nggak bisa berkunjung kesana. Melihat cikal bakal kebun raya pertama di Sumatera Selatan, sambil swafoto di danau KRS dan upload ke Instagram kayanya oke juga tuh!


PROFIL MAHASISWA

INGAT ORANG TUA KITA MENUNGGU DI BALIK GUNUNG DAN LAUTAN Fangky sinambela Teknik Sipil 2016 Indonesia adalah negara yang luas, terbentang dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, dan agama. Semboyan nasional Indonesia, “Bhinneka tunggal ika” (“Berbeda-beda namun tetap satu”), berarti keberagaman yang membentuk negara. Karena luasnya negera Indonesia ini, sehingga tidak mudah bagi masyarakat suatu daerah untuk kedaerah lainnya. Membutuhkan tenaga dan juga biaya yang tidak sedikit untuk mengunjungi daerah satu dengan lainnya di negara Indonesia ini. Namun berbeda dengan mahasiswa Papua yang rela menyebrangi lautan demi menuntut ilmu di negeri sriwijaya, seperti halnya Fangky sinambela, mahasiwa jurusan Teknik Sipil angkatan 2016. Fangky berkeinginan untuk mendapatkan pengalaman - pengalaman baru dan juga teman diluar Papua, Dengan dikenalkan oleh dinas pendidikan daerah Papua, Fangky bertekad untuk melanjutkan pendidikan perguruan tingginya di luar Papua, selain Unsri Fangky juga memilih Universitas NegeriYogjakarta dengan jurusan Sastra Bahasa inggris, yang pada akhirnya dia diterima di Universitas Sriwijaya jurusan Teknik Sipil. Perbedaan budaya maupun cuaca tentu sangat dirasakan oleh Fangky, namun baginya hal tersebut bukanlah suatu hambatan untuk berhenti meraih mimpi. Dengan berbaur dan mengikuti budaya yang ada di Sumatera Selatan ini adalah salah satu cara Fangky menyesuaikan diri dan bahasa merupakan kendala yang cukup besar, butuh waktu untuk memahami bahasa daerah sekitar, namun hingga sekarang masih cukup sulit baginya ber-

Kanan : Mahasiswa Unsri mengenakan Pakaian Adat daerah NTT, Kiri : Rumah adat NTT (Sumber : Pribadi)

bicara bahasa Sumsel. Bagi Fangky orang Sumsel sangat ramah, namun ada satu hal yang membuatnya tidak nyaman, yaitu sering dipanggil beta, karena beta berasal dari NTT sedangkan Papua sama halnya seperti biasa menyebut saya, saudara, adik maupun kakak.

tersebut sudah gabungan dari Politeknik Sriwijaya Bukit dan juga mahasiswa yang ada di Unsri Indralaya. Dan untuk jumlah anggota keseluruhan angkatan tidak dapat dipastikan, karena ada beberapa anggota yang tidak melanjutkan pendidikannya, dengan berbagai alasan dan permasalahan.

Jauh dari orang tua dan daerah asal tentu tidaklah mudah, maka dari itu mahasiswa Papua membentuk perkumpulan mereka yang disebut Kompas (Komunitas Mahasiwa Papua Sriwijaya). Dengan komunitas ini tentunya menjadi keluarga bagi Fanky dan anak Papua lainnya, menjadi sarana untuk bercerita dan saling bantu. Dari awal masuk Universitas Sriwijaya, calon mahasiswa baru sudah di rangkul untuk bergabung dalam komunitas ini, untuk mempermudah dan menolong keperluan yang dibutuhkan.

Kompas tidak hanya ada untuk mahasiswa Papua yang kuliah di Universitas Sriwijaya, namun ada juga Kompas dengan kepanjangan Komunitas Mahasiswa Papua Sumatera, yang mana anggotanya terdiri dari mahasiswa asal Papua yang melanjutkan perguruan tinggi di seluruh universitas yang ada di Sumatera, baik itu di Aceh, Sumut, Sumatera Barat, Jambi hingga Lampung.

Meski belum ada sekret atau ruang resmi untuk bertemu, Kompas biasanya berkumpul di asrama perempuan di dalam kampus Unsri Indralaya. Untuk mengumpulkan semua anggota, ketua komunitas biasanya menyampaikan melalui grup mereka, mengajak semuanya berkumpul jika ada hal penting yang ada dikampus, seperti membahas beasiswa atau masalah lainnya. Untuk keanggotaanya, Kompas tentu memiliki agenda Latihan Dasar Organisasi (LDO) agar mempererat rasa kekeluargaan bagi semua anggota. Ada sekitar 16 anggota dari angkatan 2016 yang tergabung, 16 orang

Komunitas ini tidak hanya sekedar forum untuk mereka berkumpul dan berbagi masalah saja, namun juga cara mereka berkomunikasi untuk saling memberikan dukungan, mereka memiliki motto yang sangat memotivasi semua anggota yaitu “kuliah boleh bermain tapi ingat orangtua kita menunggu kita di balik gunung dan lautan”, hal tersebutlah yang menjadi motivasi bagi Fangky dan semua mahasiswa asal Papua untuk tetap bersemangat walaupun jauh dari kampung halaman. Tidak hanya itu saja, nasehat bapaknya juga selalu menjadi acuan bagi Fangky, dimana orangtua yang sudah percaya kepadanya untuk kuliah dipulau seberang agar menjadi sukses ketika pulang ketanah kelahiran. (Ferdya Orinmas) EDISI KE VII | LPMGS UNSRI | 27


SUDUT PANDANG

“Jika fasilitas sudah semakin dibenahi, pegawai sudah semakin baik dan iklas dalam bekerja, maka tugas mahasiswa harus menjaga fasilitas yang ada tersebut.� Yanuar Ramadhani Pemimpin Umum LPMGS UNSRI 2017-2018

B

ila kita berbicara tentang fasilitas, pastinya terpintas di benak kita tentang sarana. Fasilitas juga berfungsi untuk mempermudah suatu pekerjaan dan kegiatan. Di kalangan sosialis sarana itu seperti sekolah, rumah sakit dan tempat ibadah merupakan sesuatu yang harus dipenuhi oleh pihak pemerintahan. Tak terlepas dari kehidupan kampus, fasilitas adalah penunjang keberhasilan suatu pendidikan. Jika fasilitas memadahi pastinya pendidikan bakal lebih baik. Bisa kita bayangkan jika dalam suatu kampus banyak memiliki mahasiswa yang cerdas tetapi fasilitas tak mempuni, mahasiswa tidak bisa banyak berkreasi, mereka bakal hidup di ruang lingkup yang sangat kecil, berkutat di dalam kotak yang isinya itu-itu saja dan tak berkembang dengan pesat. Fasilitas di dalam kampus juga harus sepadan dengan apa yang telah dikeluarkan mahasiswa, apalagi sudah zamannya Uang Kuliah Tunggal(UKT). UKT yang sudah mencangkup seluruh kebutuhan mahasiswa ini harus benar-benar dapat dirasakan banyak mahasiswa karena tidak sedikit uang yang harus dikeluarkan, semenjak UKT ditetapkan pada tahun ajaran 2013 uang pembayaran kuliah harus naik drastis dari sebelumnya, pastinya banyak orang tua dan mahasiswa berharap fasilitas akan naik drastis juga. Fasilitas di Universitas Sriwijaya(Unsri) juga tak luput dari pandangan banyak masyarakat, bukan hanya masyarakat Sumatera Selatan, skala nasional bahkan Internasional pun ikut menilai Unsri saat ini, apalagi setelah Rektor telah mencanangkan Unsri menuju World Class University (WCU), ditambah lagi predikat akreditasi A yang telah diterima Unsri baru-baru ini.

Quacquarelli Symonds, lembaga riset yang bergerak di bidang pendidikan tinggi menyebutkan bahwa ada beberapa kriteria inti harus dipenuhi perguruan tinggi untuk menjadi WCU, seperti kualitas penelitian, kualitas pengajaran, lulusan kerja dan insfrastruktur. Dari riset 28 | EDISI KE VII | LPMGS UNSRI

Quacquarelli Symonds salah satunya adalah

insfrastruktur, wajar jika akhir-akhir ini Rektor kebut pembangunan fasilitas, hingga blusukan ke fakultas-fakultas yang ada di Unsri. Fasilitas di Unsri sebenarnya sudah semakin meningkat, Tetapi masih banyak juga yang belum dibenahi, Seperti bus untuk kendaraan mahasiswa. Mahasiswa Unsri yang merata adalah domisili Palembang harus mencari kendaraan umum, atau membawa kendaraan untuk menuju kekampus utama yang ada di Indralaya, tetapi mirisnya lagi kendaraan umum yang dipakai mahasiswa untuk menuju kampus sudah tidak layak lagi, hal itu bisa kita lihat dari izin beroperasi kendaraan yang sudah mati. Pegawai kampus pun termasuk dalam fasilitas universitas, tak jarang mahasiswa mengeluh atas kinerja dosen dan administrasi yang ada di Unsri, pegawai kampus harus benar-benar serius dalam mendampingi mahasiswa dalam akademik maupun birokrasinya. Jika fasilitas sudah semakin dibenahi, pegawai sudah semakin baik dan iklas dalam bekerja, maka tugas mahasiswa harus menjaga fasilitas yang ada tersebut. Intinya proses menghargai dan saling menjaga bisa membuat kita akan lebih baik, jika nantinya semua itu terealisasi maka kampus akan bisa lebih baik.


SUDUT PANDANG

UNSRI dan Fasilitas Penunjang kegiatan Kemahasiswaan Oleh Rahmat Farizal (Presiden Mahasiswa KM UNSRI)

“Karena kita tentulah paham bahwa adanya kampus ini karena adanya mahasiswa. Artinya setiap hal yang ada di kampus ini muaranya adalah demi kepentingan mahasiswa dalam rangka melahirkan mahasiswa yang berjiwa idealis dan intelektual. Jika di tinjau dari instrumen tersebut, saya rasa unsri belumlah sepenuhnya bergelar A sejati.” Siapa yang tidak mengenal kampus Unsri ? Kampus dengan kawasan yang begitu luas. Dengan jumlah mahasiswa yang banyak serta dengan aktivitas kemahasiswaan yang sangat padat. Begitulah kiranya keadaan kampus Universitas Sriwijaya hari ini. Terbagi atas 5 kampus baik di wilayah Palembang maupun Inderalaya. Adalah kampus Inderalaya sebagai pusat kegiatan perkuliahan, administrasi, serta pusat kegiatan kemahasiswaan. Lalu di Palembang ada empat kampus yaitu di Bukit Besar, Padang salasa, Ogan, dan km 5. Sekilas tak ada yang berbeda antara kelima kampus tersebut, namun jika kita melihat lebih dalam lalu mengamati lebih detil maka akan kita dapati sebuah ketimpangan yang cukup besar pada kampuskampus tersebut. Tentu kampus Inderalaya merupakan kampus dengan fasilitas terbaik karena memang pusat kegiatan ada disana. Namun hal yang berbeda jika kita melihat keempat kampus lainnya. Cukup memprihatinkan, padahal tak ada yang berbeda. Sama-sama Universitas Sriwijaya. Awal tahun 2017 menjadi kado awal tahun yang menggembirakan bagi seluruh civitas akademika Universitas Sriwijaya, pasalnya meski krisis tengah melanda negeri ini seiring dengan keluarnya kebijakan-kebijakan pemerintah yang tak pro-rakyat. Kampus Unsri tetap konsisten bertranformasi menjadi kampus yang lebih baik ditandai dengan didapatkannya gelar Akreditasi ‘A’ oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) serta Unsri mendapatkan gelar terbaik ke tiga Kampus BLU (Badan Layanan Umum) terbaik se Indonesia. Ini merupakan suatu pencapaian yang sangat luar biasa dan kabar yang begitu baik bagi seluruh civitas akademika Universitas Sriwijaya, karena kampus ini mulai menunjukan kelasya sebagai kampus besar dan mulai berada pada rel yang benar ketika memang target World Class University betul-betul ingin kita wujudkan. Memang setiap hal yang baik haruslah kita pertahankan, setiap yang salah harus kita perbaiki dan setiap yang kurang harus kita tingkatkan. Wacana itulah yang semestinya ada dan menjadi wacana utama bagi seluruh civitas akademika Unsri. Karena gelar A yang di dapat

saat ini tidak lah bisa di banggakan jika implementasi menuju kesana tidak mulai di galakkan. Berbicara tentang akreditasi A, BAN-PT tentu memilki instrumen penting dalam penilaian dengan kriteria yang sangat komperhensif. Kinerja perguruan tinggi, visi dan misi, relevansi penyelenggaraan program pendidikan dengan proses pembangunan, pengabdian kepada masyarkat, pembiyaan dan lain-lainnya bahkan sampai sarana dan prasarana penunjang kegiatan kemahasiswaan dan kegiatan akademik pun menjadi perhatian. Dan jika melihat dari paparan di atas, tentu yang meski kita galakkan saat ini adalah tentang wacana ‘UNSRI Berbenah’, perbaikan dan peningkatan sarana dan prasaran penunjang kegiatan akademik dan kemahasiswaan dalam upaya menuju Unsri sebagai World Class Uni-

versity.

Sarana dan Prasarana Penunjang Kegiatan Akademik Saat ini jika kita melihat sarana dan prasarana tersebut masih banyak yang perlu kita benah. Di Indralaya sendiri pun demikian, mulai dari ruang kelas yang belum memenuhi standar kelas perkuliahan (AC nya hidup, ada wifi, sound, proyektor, white board, dan sebagainya). Berdasarkan hasil roadshow fakultas yang diadakan oleh BEM KM UNSRI banyak aduan yang dikeluhkan mahasiswa tentang fasilitas penunjang perkuliahan. Belum lagi jika dikaitkan dengan kinerja dosen. sarana dan prasarana lainnya adalah laboratorium sebagai tempat praktek mahasiswa. Saya tidak ingin kita memandang kata ‘Lab’ ini dalam kacamata yang Maka setiap kita yang berada di unsri saat ini patutlah menjaga dan mengembangkan Unsri ke arah yang lebih baik sesuai ranah kerja dan tufoksi kita masing-masing.

sempit, laboratorium sejatinya sesuai dengan bidangnya. Jika kita berbicara soal teknik maka lab nya adalah ‘bengkel’ (dalam artian luas), jika berbicara soal pertanian maka lab nya adalah lahan, jika berbicara soal kelautan lab nya pun bisa jadi kolam renang, jika soal olahraga maka lab nya adalah sarana olahraga. Saya ingin kita memandang bahwa laboratorium ini adalah wahana praktek mahasiswa. Namun jika dilihat saat ini, standar itu belum lah terpenuhi. Apabila sarana dan prasarana penunjang akademik ini tidak di dapatkan, maka apakah mungkin Unsri akan optimal melahirkan sarjana-sarjana terbaik? Pertama, Pendanaan memadai yang mampu mengakomodir seluruh agenda kemahasiswaan baik di tingkat universitas, fakultas bahkan sampai tingkat jurusan. Mengapa saya katakan pendanaan yang memadai, karena saat ini boleh jadi sudah ada dana kemahasiswaan, namun jika di tanya sesuaikah ? maka saya katakan masih jauh dari kata sesuai. Kita tentu memahami bahwa aktivitas kemahasiswaan begitu padat, maka selayaknya kampus dengan akreditasi A dana kemahasiswaan yang ideal pun perlu di sesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa. Kedua, Fasilitas penunjang kegiatan kemahasiswaan. Fasilitas ini banyaklah sub nya. Mulai dari sekretariat bagi organisasi kemahasiswaan yang ada di Unsri, barang-barang semisal lemari, komputer, printer, AC, sound, proyekktor, wifi, bahkan sampai ATK (Alat Tulis Kantor). Memang pada tingkatan universitas fasilitas tersebut mudah di dapatkan, namun jika kita menjajaki satu per satu himpunan dan Badan Otonom (BO) di setiap fakultas, hal tersebut amat sulit di wujudkan. Bahkan mengurusi pengadaan barang pun sangat sulit. Sementara jika himpunan atau BO memiliki prestasi, mendadak pihak birokrasi mengklaim prestasi. Tumbuhkan Rasa kepemilikan Berbicara tentang unsri adalah tentang setiap kita yang ada didalamnya. Kontribusi apa yang bisa kita lakukan, tentu dengan menumbuhkan rasa kepemilikan dan rasa kebanggaan. Karena sebuah prestasi adalah karya akumulatif antar generasi. Sarana dan prasarana ini amatlah penting perannya dalam mewujudkan setiap cita-cita besar Unsri. Dan tak akan mampu mahasiswa dapat berprestasi dalam lomba dan prestasi suatu lembaga jika sarana dan prasarana penunjang kegiatan mahasiswa saat ini tidak di, mendukung dan tak sesuai kapasistasnya. Antara mahasiswa dan birokrasi mulai saat ini mesti saling berkordinasi agar setiap cita-cita besar rektor dan jajarannya mampu di wujudkan pula oleh mahasiswa dengan implementasi nyata nya. Jaga dan cintai unsri, lalu advokasi kebutuhan mahasiswa jika pada prakeknya tidak sesuai dengan apa yang di harapkan bagi kemajuan unsri.

EDISI KE VII | LPMGS UNSRI | 29


CATATAN PERJALANAN

B

Di bawah tiga Bendera di atap Sumatera

erawal dari pembicaraan yang ringan pada suatu malam dizona G Universitas Sriwijaya (Unsri) Kampus Indralaya, dengan ditemani gemericik air dan alunan angin berhembus membuat suasana saat itu menjadi tenang. Suasana pun berubah ketika spontan terucap oleh Justami mengenai puncak api tertinggi di Indonesia, yang kebetulan Justami adalah anggota dari Masopala Unsri, salah satu organisasi yang berger-

30 | EDISI KE VII | LPMGS UNSRI

ak dalam dunia kepecintaalaman Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Malam itu kami berdua di Sekretariat Masopala Unsri, obrolan pun terus berlanjut Karena latar organisasi kami yang sama. tercetuslah rencana untuk membuat sebuah perjalanan bersama dengan tujuan pengibaran bendera. saya sendiri Jalu Dwi Prasetyo adalah anggota dari Himpala Bhuwana Cakti Fakultas Teknik Unsri. Tak berlangsung lama kami pun menentukan tujuan utama ekspedisi kami yaitu Gunung Kerinci. Terletak di Kabu-

paten Kerinci Kecamatan Kayu Aro dengan ketinggian 3805 Mdpl menjadikannya sebagai puncak api tertinggi di Indonesia. Dalam gurauan kami awa lnya berniat untuk berangkat langsung pada esok hari. Tetapi kami sadar untuk melakukan sebuah perjalanan itu haruslah ada persiapan dan perencanaan yang matang. dengan berbagai pertimbangan kemudian diputuskanlah waktu keberangkatan kami yaitu satu minggu kedepan tanggal 15 Januari 2017. Namun anggota perjalanan kami pun bertambah ketika pada hari berikutnya salah seorang saudara kami menghubungi dan menyatakan tertarik untuk ikut serta, ialah Okinaca Pratama anggota dari

Foto bersama saat di puncak Gunung Api Kerinci, (Sumber : Pribadi)


Wamapala Gempa Fakultas Pertanian. Berbagai persiapan dan perencanaan pun kami lakukan mulai dari persiapan alat, transportasi, dan logistik serta pengetahuan mengenai medan yang akan dituju. Lama perjalanan direncanakan sekitar 1 minggu. Tibalah pada hari yang ditunggu, Kami pun memulai keberangkatan dari Palembang menuju Jambi dengan menggunakan Bus Putra Persada yang sudah kami pesan sebelumnya dengan biaya Rp100.000. Saat itu pada jam 21:00 WIB bus berangkat dari terminal alang-alang lebar KM 12 Palembang dengan estimasi perjalanan selama 8 jam. Sesampainya di Simpang Kawat Kota Jambi (16/01) kembali kami mengecek peralatan sambil menunggu travel untuk melanjutkan perjalanan menuju sungai penuh, karena memang untuk menuju ke tempat tujuan memerlukan 3 kali perjalanan jika menggunakan kendaraan umum jalur darat. Perjalanan menuju Kecamatan Sungai Penuh Kabupaten Kerinci memakan waktu sekitar 10 Jam dengan Ongkos Rp140.000. Karena hari sudah malam dan tidak ada lagi kendaraan untuk melanjutkan perjalanan kami pun memutuskan untuk bermalam di Sekret Bersama Sungai Penuh, sebagai informasi tempat ini memang disediakan khusus bagi para Pecinta alam atau yang ingin melakukan perjalanan ke Gunung Kerinci. Pada Keesokan harinya (18/01) kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Desa Kayu Aro menggunakan Kendaraan Umum dengan biaya Rp.20.000 lama perjalanan kurang lebih 1 Jam. Sesampainya di Tugu Macan Desa Kayu Aro pukul 10:40 WIB,kami istirahat sejenak.tujuan kami selanjutnya adalah R10, yaitu tempat registrasi bagi para pendaki. karena Untuk menuju ke R10 tidak ada kendaraan umum lagi dan jarak yang ditempuh kurang lebih 1 KM jadi hanya ada dua pilihan yaitu berjalan kaki atau menumpang kendaraan penduduk lokal yang lewat. Setibanya disana kami pun langsung melakukan registrasi dengan biaya Rp7.500/Orang dan diarahkan untuk mengisi form berisi data peralatan dan logistic pendakian. Sebelum melakukan pendakian, kembali kami cek seluruh peralatan serta Mental dan fisik. Tidak lupa pula untuk melakukan briefing awal dan berdo’a bersama. Dikarenakan setibanya di Pintu Rimba jam sudah menunjukan pukul

12:20 WIB kami pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan setelah makan siang. Ketika dirasa semua sudah lengkap kami pun memutuskan untuk memulai pendakian. Pada pukul 13:05 WIB menuju shelter 1 dengan lama perjalanan sekitar 3 jam dan melewati 3 pos. dari informasi petugas R10 sumber air hanya terdapat di Pos 3, Sesuai kesepakatan pada briefing awal maka untuk hari pertama pendakian kami mendirikan camp di shelter 1. Keesokan harinya kami memulai hari seperti biasa ditemani tembakau, segelas kopi dan diselimuti lembayung fajar sarapan pagi pun terasa lengkap. Mentari yang terbit pagi itu seolah membuat semangat kami kembali naik untuk melanjutkan perjalanan menuju ke shelter 3 sebagai tempat bermalam selanjutnya. Setelah dirasa cukup sarapan pagi itu kami memutuskan untuk bersiap siap sebelum melangkahkan kaki ini kembali. Perjalanan dari shelter 1 menuju shelter 3 memakan waktu sekitar 5 jam dengan trek yang cukup menguras tenaga. Pada awalnya Jalur masih terbilang landai dan hutan khas dataran tinggi tropis dengan udara sejuk menemani perjalanan kami hari itu, namun belum setengah perjalanan kami jalur pun menjadi semakin terjal. Sekitar 2 jam perjalanan kami melewati shelter 2 dan vegetasi pepohonan sudah Nampak berubah. Untuk sumber air sebenarnya ada di shelter 2 tetapi dikarenakan sedang musim kemarau airnya pun kering. Setibanya dishelter 3 sekitar pukul 13:00 WIB kami pun langsung mendirikan camp untuk bermalam. Udara yang sudah mulai panas Karena vegetasi sudah berganti ditandai dengan terdapatnya pohon cantigi dan angin pun semakin kencang berhembus membuat kami semakin meningkatkan kewaspadaan kami. Ketersediaan sumber air terdapat di bawah shelter 3 sekitar 30 menit perjalanan, saat menuju ke sumber air kami menemukan Bunga edelweis tertutup abu vulkanik. Suasana malam yang sunyi dan langit yang dipenuhi bintang-bintang serta keindahan pemandangan sekitar membuat istirahat kami malam itu menjadi lengkap. Tujuan selanjutnya yaitu menuju ke puncak indrapura dengan lama perjalanan sekitar 1 jam 45 menit. Karena kesepakatan kami untuk bisa menikmati matahari terbit di puncak maka perjalanan pun dilakukan pada dini hari sekitar pukul 04:00 WIB. Suasana angin kala itu berhembus pelan dan hampir tidak ada kabut menye-

limuti Gunung Kerinci membuat kami merasa beruntung saat berada di puncak indrapura, Karena mitos yang beredar dimasyarakat sangat sulit bagi orang yang baru pertama melakukan pendakian untuk bisa melihat bayangan dari puncak yang biasa disebut pyramid Kerinci. Setibanya dipuncak pengibaran bendera pun kami lakukan dengan sedikit agenda lainnya. Setelah selesai kami pun memutuskan untuk turun kembali ke ` 3 dan menempuh waktu sekitar 20 menit perjalanan. Waktu menunjukan pukul 12:10 WIB kami pun bersiap makan siang sebelum melanjutkan perjalanan untuk turun. Berbeda dengan waktu naik, lama perjalanan yang ditempuh dari shelter 3 ke pintu rimba hanya memakan waktu sekitar 4 jam. Keberuntungan kami pun bertambah ketika tiba dipintu rimba Karena kami bertemu dengan warga lokal yang melintas jadi tidak perlu berjalan untuk menuju ke basecamp tempat awal pendaftaran untuk melakukan pendataan ketika selesai pendakian. Setibanya di base camp waktu sudah menunjukan pukul 16:30 WIB kami pun memutuskan untuk kembali bermalam sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Palembang. Dari base camp kami melanjutkan perjalanan ke sungai penuh dengan angkutan desa dengan biaya Rp20.000/ orang kemudian dari sungai penuh ke Bangko dengan travel lama perjalanan sekitar 4 jam dan biaya Rp90.000/orang. Dari Bangko kami menggunakan Bus dengan biaya Rp.50.000/orang sekitar 4 jam menuju Lubuk Linggau. Kemudian dilanjutkan dengan kereta api dari Lubuk Linggau menuju Kertapati memakan waktu 7 jam dan biaya Rp.32.000/orang Yang membuat menarik dari perjalanan ini kami bisa bertemu dengan banyak orang dari berbagai daerah dan berbeda latar organisasi sehingga bisa saling bertukar cerita dan pengalaman serta Kearifan lokal yang jarang kami temui. Bisa disimpulkan bahwa orang-orang disini dipertemukan oleh satu hobi yang sama yaitu mendaki gunung. Banyak hal yang bisa didapatkan dari aktifitas ini terutama dalam hal mengenal diri sendiri dengan mengalahkan ego pribadi demi seluruh tim pendakian. Dan setidaknya kami berhasil mepertahankan komitmen awal kami yaitu untuk tetap sadar serta secara bersama saat perjalanan dan berada dipuncak maupun saat kembali turun. (Epriyadi) EDISI KE VII | LPMGS UNSRI | 31


PROFIL ALUMNI UNSRI

Menerangi Pendidikan Lewat Aksi Nyata Melladia Utami atau lebih sering dipanggil Farisyah, gadis yang lahir di Bumi Arema (Malang) 26 tahun silam ini merupakan mahasiswa S2 jurusan Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya. Farisyah turut serta membangun nama baik Universitas Sriwijaya dan ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dengan aktif di beberapa kegiatan “kerelawanan” yang fokus terhadap Bidang Sosial Pendidikan.

F

arisyah merupakan salah satu penggerak di beberapa kegiatan kerelawanan bidang sosial pendidikan seperti Kelas Inspirasi Palembang, Palembang Menyala, Relawan Peduli Pendidikan, Tutor pengajar dirumah Cinta Baca dan saat ini masih aktif sebagai Ketua di Komunitas Lentera Sekolah. Perempuan yang sangat menyukai perjalanan alam dan social travelling ini merupakan pencetus ide dan pendiri Lentera Sekolah bersama Dika Setiagraha yang juga merupakan alumni Universitas Sriwijaya. Berawal bentuk kepedulian terhadap pendidikan dan melihat kesenjangan pendidikan yang ada di sekolah-sekolah Palembang khususnya, mendorong Farisyah membentuk Komunitas Lentera Sekolah. Jumlah Anggota Lentera Sekolah saat itu berjumlah 16 orang dengan proyek pertamanya di SD (Sekolah Dasar) Empat Tunggal di Tepi Sungai Ogan selama 1 semester. Untuk proyek kedua Lentera Sekolah menambah dua sekolah yaitu SDN (Sekolah Dasar negeri) 36 Palembang dan MI (Madrasah Ibtidaiyah) Hijriyah 1 dengan jumlah anggota sebanyak 37 orang. Saatini, Lentera Sekolah sudah memasuki untuk persiapan proyek ketiga. Farisyah berharap melalui Komunitas Lentera Sekolah ini akan dapat sedikit memberikan kontribusi untuk Indonesia di bidang pendidikan dan membantu mewujudkan perubahan pendidikan yang lebih baik. Ia juga menerima respon positif dari masyarakat umum bahkan tidak sedikit yang justru tertarik dan mengikuti 32 | EDISI KE VII | LPMGS UNSRI

Tampak kegembiraan anak-anak SD dalam rangkaian kegiatan yang dilakukan Fariansyah, (Sumber ; Pribadi)

program Lentera Sekolah atau bahkan juga menjadi donatur untuk kegiatan Lentera Sekolah, bahkan beberapa sekolah mengajukan untuk mengadakan kegiatan Lentera Sekolah di tingkatan SMP dan SMA. Di bantu relawan yang saat ini berjumlah 37 orang yang berasal dari mahasiswa Unsri, UIN Raden Fattah, Poltekes, Universitas PGRI dan juga di bantu beberapa dari kalangan profesional seperti dokter, konsultan pemerintah, engineer, dan lain-lain Farisyah menjalankan program Lentera Seklah pada tingkat Sekolah Dasar mulai dari siswa kelas 1 – 6, yang usianya sekitar 7 – 12 tahun. Farisyah mengungkapkan sejauh ini perkembangan anak-anak terhadap program yang dibawakan oleh Lentera Sekolah cukup baik dan antusias. Program yang ditawarkan Sekolah Lentera yakni, program Kelas Baca dan Pustakawan Cilik yang dibawakan Lentera Sekolah, saat ini, anak-anak sudah dapat melakukan cara pengelolaan buku dan bergilir piket untuk menjadi pustakawan cilik. Minat untuk mengunjungi perpustakaan juga sudah mulai kelihatan dengan adanya peminjaman buku secara berkala. Walaupun baru setahun berdiri Farisyah sudah bisa merasakan suka duka dalam menjalankan aksi nyata ini “Su-

kanya nambah teman baru dan jaringan, nambah pengalaman baru diluar dari keseharian kita, bisa berbagi dan bermanfaat bagi sesama, membuat kita lebih peduli dengan lingkungan, dukanya saat kumpul tim mendadak jadi sulit karena keperluan pribadi masing-masing, hal yang lumrah sebenarnya. Tapi, terkadang berkurangnya 1 orang saja dalam tim akan terasa” pungkasnya. Adapun Kendala yang sedang dihadapi Farisyah dan teman-teman Lentera Sekolah saat ini adalah masalah tenaga pengajar yang mau berkomitmen untuk mengajar di SD project Lentera Sekolah. Biasanya jumlah pendaftarnya jauh lebih sedikit dengan yang dibutuhkan, atau yang mendaftar tidak sesuai dengan kualifikasi mata pelajaran yang akan diajarkan. Misalnya, kebutuhan tenaga pengajar kesenian, tapi justru yang banyak mendaftar tenaga pengajar bahasa inggris. Pendidikan Indonesia sangat membutuhkan orang-orang yang berdedikasi seperti Farisyah, yang peduli akan nasib anak bangsa kedepannya tidak hanya membuat orang tua bangga tetapi juga membawa citra Universitas Sriwijaya semakin baik dimata masyarakat, semoga akan lebih banyak lagi muncul Farisyah lain di dunia ini. (Aris Pratiwi)


PROFIL DOSEN

GUNAKAN LAHAN YANG ADA MAKA KAMU AKAN MENCIPTAKAN EKOSISTEM Drs.Effendi Parlindungan Sagala,M.Si

Dosen yang sejak duduk di bangku perkuliahan dirinya telah menjadi penerjemah buku. Setelah menjadi dosen pun dia telah melakukan banyak penelitian. Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan(FMIPA) Biologi, yang hanya mempunyai satu anak ini hobi membudidayakan ikan.

R

amah, murah senyum, merupakan beberapa ciri khas yang membuat pria yang akrab disapa “Pak Sagala” ini menjadi dosen yang disukai banyak orang. Bukan hanya aktif sebagai dosen, namun dia telah banyak melakukan penelitian. Penelitian yang pernah dia lakukan yaitu menjadikan air yang kurang cocok menjadi cocok dengan melakukan sentuhan-sentuhan teknologi tradisional terhadap kondisi air di rawa lebak sehingga memungkinkan ikan untuk hidup di tempat tersebut. Dia juga bukan hanya berteori tapi juga mengembangkan sendiri. Dahulunya dia adalah seorang mahasiswa berprestasi dengan beasiswa khusus. Sejak kuliah, Sagala mengaku pernah menjadi penerjemah buku. Buku yang pernah diterjemahkan salah satunya buku Fundamental Ekologi yang dipakai di Indonesia sejak tahun 80-an dan banyak dipakai di Universitas Indonesia salah satunya Universitas Gadjah Mada (UGM). Ketertarikannya untuk melakukan penelitian muncul saat belajar mengenai alam, dimana semua hal butuh proses. ”Tidak ada namanya, kalau ada hujan ada ikan. Ikan itu datang dari ikan yang lain ada mekanisme yang lain.”tuturnya. Walau telah banyak melakukan penelitian, namun cita-citanya adalah menjadi seorang guru, karena ingin mendidik orang-orang. Dia senang jika banyak yang mencontoh apa yang dia lakukan. ”Saya cita-cita jadi guru SD, SMP dan sekarang malah jadi guru mahasiswa. Saya bukan hanya guru dikelas tapi juga guru diluar, guru tanam sayuran dan lain-lain.” jelasnya. Kegigihannya melakukan berbagai penelitian patut diacungi jempol karena itulah yang menjadikan seorang Effendi Parlindungan Sagala menjadi Lektor Kepala

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Program Studi Biologi di Universitas Sriwijaya.

orang tuanya sangat besar. Paling terakhir namun bisa dijadikan pertama adalah tidak boleh malu dan gengsi.

“Bukan hanya teori tapi bisa untuk membantu skripsi dan harusnya semua penelitian ini dilanjutkan oleh orang-orang yang lebih muda sehingga ada keberlanjutan.” terangnya.

Bukan hanya sebagai peneliti dia juga telah beberapa kali menjadi pembicara diberbagai seminar baik nasional maupun internasional.Meski telah melakukan banyak kegiatan penelitian yang tentu saja memakan banyak waktu, namun Sagala tetap bisa menjalankan tugasnya sebagai seorang dosen dengan baik karena dia termasuk orang yang pintar membagi waktu. Bahkan Ketika hari libur dia lebih sering bekerja.

Selain menjadi Dosen FMIPA Biologi Sagala juga termasuk ahli Azolla,sejak tahun 1992. Ketertarikannya muncul karena Azolla merupakan tanaman yang sangat penting dan menguntungkan, namun tidak banyak orang yang tau. ”Azolla bisa dibuat pupuk urea dengan mekanisme metabolisme yang dimiliknya.”jelasnya Motivasi Sagala berasal dari berbagai aspek dalam kehidupannya sendiri. Sejak kecil sudah tertekan kondisi ekonomi, sehingga ketika duduk di Sekolah Dasar harus berjualan. Karena itu jiwa wirausaha sudah tertanam sejak kecil. Aspek yang kedua, kejujuran yang diajarkan orang tuanya untuk tidak berbuat jahat, dimana tanggung jawab yang diberikan

Penelitian yang dilakukannya tidak jauh dari air karena menurutnya air dan kehidupan didalamnya sangat menarik untuk dipelajari. Mulai dari uang 50 ribu rupiah dia membeli ikan hias. Tempat untuk mengembang biakan ikannya pun dia cari kaleng-kaleng bekas. Namun dari hasil jerih payahnya dia bisa mengontrak rumah dengan pekarangan yang besar dan pekarangan itu dia gunakan untuk mengembangbiakan ikan. Dahulu ikan yang dikembang biakan adalah ikan hias. Namun, karena tenaga yang dirasa sudah tidak kuat Sagala menggantinya dengan ikan pokok. Jejak Sagala rupanya juga diikuti sang anak yang sekarang menjadi dosen di Insitut Teknologi Bandung(ITB), yang tentu saja mendapat inspirasi dari sang ayah.Walau sudah berusia lanjut namun Sagala masih memiliki semangat yang sangat tinggi untuk melakukan penelitian. Tips yang diberikan untuk para mahasiswa yaitu, gunakan waktu, gunakan lahan yang ada. Lahan bukan harus tanah yang perlu ditanam. Gunakan waktu sebaik mungkin, gunakan lahan yang ada maka kamu akan menciptakan ekosistem. (Tiara Khoiru Nisa) EDISI KE VII | LPMGS UNSRI | 33


KAMPUSIANA STASIUN KERTALAYA Stasiun Kertalaya Inderalaya, (Sumber : Kru LPMGS Unsri)

Rektor Unsri telah bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) pada bagian transportasi alternatif Palembang – Indralaya lain, yaitu kereta api. Rel kerta api dan stasiun kerta api yang akan dibangun dan digarap akan langsung terhubung dengan lahan yang 34 | EDISI KE VII | LPMGS UNSRI

ada di Unsri, hal ini dilakukan untuk memudahkan para mahasiswa menuju stasiun kereta api tanpa harus jauh-jauh berjalan atau harus naik angkutan umum lagi seperti angkot untuk datang ke stasiun kereta api seperti yang ada sekarang ini.

Selain rel kereta api dan stasiun yang akan dibangun di lahan Unsri juga akan ditambah unit kereta apinya, agar bisa menampung banyak mahasiswa yang ingin menuju Palembang – Indralaya atau Indralya – Palembang. (Meilan Try Utami)


KAMPUSIANA

Maser Plan Tol Palindra , (Sumber ; Kru LPMGS UNSRI)

Pembangunan jalan Tol Palindra (Palembang-Indralaya) yang sedang digarap atau dalam proses pembangunan di kabupaten Ogan Ilir akan terhubung langsung dengan lahan milik Unsri, sebagai alternatif jalan transportasi cepat menuju Unsri. Akan dibangun Fly Over yang disebut dengan Fly Over Semangginya Ogan Ilir yang di desain oleh pihak Unsri.

JALAN TOL PALINDRA (Palembang-Indralaya)

Selain itu juga bakal dibangun New Main Gate Universitas Sriwijaya (gerbang utama baru Unsri) didesain dengan memakai analog berbentuk bahtera. Filosofi yang terkandung didalamnya adalah bahwa dengan bekal ilmu yang dipelajari di kampus, mahasiswa akan siap mengarungi hidup layaknya bahtera di lautan lepas. New main gate

TAMAN FIRDAUS

Masterplan Taman Firdaus, (Sumber ; Kru LPMGS UNSRI)

terdapat alat analog yang didukung dengan mesin dan teknologi canggih, dimana alat analog tersebut mampu mendeteksi keberadaan para pegawai yang bekerja di Unsri dengan menggunakan ID yang wajib digunakan oleh setiap pegawai yang bekerja di Unsri. (Meilan Try Utami)

Salah satu program Unggulan yang akan digarap oleh Rektor Unsri Bapak Anis Saggaf adalah membuat lahan kosong yang ada di Unsri bagian belakang kampus Indralaya akan dibangun dengan taman yang indah yang disebut dengan Taman Firdaus. Ditaman tersebut akan dibangun Area Jogging Track sebagai area olahraga sekaligus menjadi kawasan bagi mahasiswa berekspresi alam, melukis, bermain alat musik, dan bersantai- santai. Akan ada bangunan dan fasilitas pendukung sperti shelter, Jogging Track, dan rumput terbuka jenis gajah mini. Selain itu juga akan dibuat danau yang berisikan ikan-ikan yang bisa dipancing oleh mahasiswa dan dapat diolah langsung menjadi makanan, dimana di area danau tersebut boleh mengadakan acara kelas, jurusan, fakultas, organisasi, komunitas, dan lain sebagainya dengan memanfaatkan hasil pancingan mereka sebagai konsumsi dalam acara tersebut. (Meilan Try Utami) EDISI KE VII | LPMGS UNSRI | 35


MENGENAL BUKIT SIGUNTANG, SANG MAHAMERU KERAJAAN SRIWIJAYA Siapa yang tak kenal dengan Bukit Siguntang? Hampir semua masyarakat Palembang sudah mengunjungi tempat ini. Selain dipakai sebagai tempat wisata, Bukit Siguntang juga kerap dipakai untuk mengadakan kegiatan yang diadakan oleh kampus, sekolah maupun instansi yang ada di Palembang. 36 | EDISI KE VII | LPMGS UNSRI


BUDAYA

Bukit Siguntang adalah sebuah bukit kecil yang tingginya sekitar 25 meter d.p.l. Meskipun tidak begitu tinggi, namun bukit ini adalah bentang alam tertinggi di kota Palembang. Secara administratif situs ini termasuk kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Bukit ini berjarak sekitar 4 kilometer di sebelah barat daya pusat kota Palembang, dapat dicapai dengan menggunakan angkutan umum menuju jurusan Bukit Besar.

Sumber: Buku Kota Palembang dari Wanua Sriwijaya Menuju Palembang Modern Wikipedia.co.id

Selain itu, Bukit Siguntang juga dipercaya sebagai kompleks pemakaman raja-raja Melayu. Dan sudah lama tercantum dalam Kitab Sejarah Melayu yang ditulis pada tahun 1612. Menurut sejarah melayu, disebutkan bahwa di hulu Sungai Tatang itu ada sebuah sungai, Melayu namanya, di dalam sungai itu ada sebuah bukit bernama Bukit Siguntang dan di hulu Gunung Mahameru, di daratnya ada satu padang bernama Padang Penjaringan. Dikatakan sebagai Gunung Mahameru karena Bukit Siguntang dianggap suci dan dipercaya lahirnya orang-orang Melayu. Beberapa peninggalan sejarah yang ditemukan di Situs Bukit Siguntang adalah Arca Budha

Sakyamuni. Bagian yang pertama kali ditemukan adalah bagian kepalanya yang langsung dibawa ke Museum Nasional di Batavia. Beberapa bulan kemudian bagian tubuhnya ditemukan, kemudian bagian kepala dan tubuhnya disatukan dan beukuran 2.77 meter. Arca ini mengikuti langgam Amarawati yang berkembang di India Selatan abad II sampai V masehi. Pengaruh langgam Amarawati berkembang sampai ke Kerajaan Sriwijaya melalui hubungan dagang dan keagamaan dengan India. Saat ini diletakkan di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang. Selain itu, ada pula arca Budha Wairocana, Budha yang menguasai zenith dengan sikap tangannya dharmacakramudra (memutar roda dharma) dan saat ini disimpan di Museum Balaputradewa, Palembang. Keberadaan Bukit Siguntang sebagai tempat wisata bersejarah tentunya akan menambah nilai historis untuk kota Palembang sebagai salah satu pusat pada masa kerajaan Sriwijaya. Apalagi jika masyarakat mau bahu membahu merawat, menjaga dan melestarikan wisata bersejarah ini agar tetap terjaga kelestarian dan keasliannya.(Reza Dyna Astuti)

EDISI KE VII | LPMGS UNSRI | 37


FENOMENA ALAM

BENCANA EL NINO DAN LA NINA Dua “lakon” di panggung Samudera Pasifik ini sama-sama menakutkan. Yang satu menyebar petaka kekeringan, sementara yang lain memberi ancaman banjir.

Indonesia merupakan Negara tropis yang hanya memiliki dua musim dalam satu tahunnya, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Sirkulasi musim pertahunnya pun dapat diprediksi yaitu setiap enam bulan sekali. Musim kemarau biasanya terjadi mulai bulan April hingga Oktober, sedangkan musim hujan dimulai pada bulan Oktober sampai dengan ulan Maret. Namun, akhir-akhir ini siklus tersebut terganggu oleh adanya fenomena yang disebut dengan El Nino dan La Nina. Sebagian besar dari kita pasti sudah pernah mendengar istilah El Nino dan La Nina. Ya, istilah ini sangat familiar berkaitan dengan lautan atau samudera. El Nino, menurut sejarahnya adalah sebuah fenomena yang teramati oleh para penduduk atau nelayan Peru dan Ekuador yang tinggal di pantai sekitar Samudera Pasifik bagian timur menjelang hari natal (Desember). Fenomena ini mengakibatkan meningkatnya suhu permukaan laut yang biasanya dingin. Fenomena ini mengakibatkan perairan yang tadinya subur dan kaya akan ikan menjadi sebaliknya. Pemberian nama El Nino pada fenomena ini disebabkan oleh karena kejadian ini seringkali terjadi pada bulan Desember. El-Nino sendiri dalam bahasa Spanyol dapat diartikan sebagai “anak lelaki”. Di kemudian hari para ahli juga menemukan bahwa selain fenomena menghangatnya suhu permukaan laut, terjadi pula fenomena sebaliknya yaitu mendinginnya suhu permukaan laut akibat menguatnya upwelling. Kebalikan dari fenomena ini selanjutnya diberi nama La Nina (juga bahasa Spanyol) yang berarti “anak perempuan” (oseanografi.com). El Nino akan terjadi apabila perairan yang lebih panas di Pasifik tengah dan timur meningkatkan suhu dan kelembaban pada atmosfer yang berada di atasnya. Kejadian ini mendorong terjadinya pem38 | EDISI KE VII | LPMGS UNSRI

bentukan awan yang akan meningkatkan curah hujan di sekitar kawasan tersebut. Bagian barat Samudra Pasifik tekanan udara meningkat sehingga menyebabkan terhambatnya pertumbuhan awan di atas lautan bagian timur Indonesia, sehingga di beberapa wilayah Indonesia terjadi penurunan curah hujan yang jauh dari normal.

Nino tidak begitu besar. Kejadian El-Nino 1982/83 yang dikategorikan sebagai tahun kejadian El-Nino yang kuat tidak diikuti oleh La-Nina.

Suhu permukaan laut di Pasifik tengah dan timur menjadi lebih tinggi dari biasa pada waktu-waktu tertentu. Keadaan inilah yang menyebabkan terjadinya fenomena La Nina tekanan udara di kawasan equator Pasifik barat menurun, lebih ke barat dari keadaan normal, menyebabkan pembentukkan awan yang lebih dan hujan lebat di daerah sekitarnya.

2.Melemahnya angin pasat (trade winds) di selatan pasifik yang menyebabkan pergerakan angin jauh dari normal.

Kejadian El Nino tidak terjadi secara tunggal tetapi berlangsung secara berurutan, pasca atau pra La-Nina. Hasil kajian dari tahun 1900 sampai tahun 1998 yang dikutip dari laman geografiuntukmu.com menunjukan bahwa El Nino telah terjadi sebanyak 23 kali dengan rata-rata 4 tahun sekali. La-Nina hanya 15 kali dengan rata-rata 6 tahun sekali. Dari 15 kali kejadian La-Nina, sekitar 12 kali (80%) terjadi berurutan dengan tahun El-Nino. La-Nina mengikuti El-Nino hanya terjadi 4 kali dari 15 kali kejadian sedangkan yang mendahului El-Nino 8 kali dari 15 kali kejadian. Secara umum, hal ini menunjukkan bahwa peluang terjadinya La-Nina setelah El-

Faktor Penyebab El Nino dan la Nina 1.Anomali suhu yang mencolok di perairan Samudera Pasifik.

3.Kenaikan daya tampung lapisan atmosfer yang disebabkan oleh pemanasan dari perairan panas dibawahnya. Hal ini terjadi di perairan peru pada saat musim panas. 4.Adanya perbedaan arus laut di perairan Samudera Pasifik. Pada saat normal angin passat bertiup dari tekanan tinggi sub tropis dari arah timur menuju tekanan rendah ekuator barat. Sehingga air hangat samudera pasifik berkumpul di pantai utara Australia dan pantai Indonesia. Hal inilah yang mengakibatkan hujan di Australia dan Indonesia. Namun pada dua tahun sampai tujuh tahun sekali Angin passat tersebut berubah arah. yang semula dari arah timur ke barat berubah menjadi arah barat ke arah timur. Hal inilah yang mengakibatkan El Nino yaitu di Samudera Pasifik dan Indonesia berkurang curah hujan dari biasanya.


BENCANA EL NINO DAN LA NINA Kemudian untuk La Nina terjadi karena angin passat bertiup dengan kencang dan terus menerus melewati Samudera Pasifik menuju Australia. Angin passat ini akan mendorong lebih banyak air hangat di Samudera Pasifik menuju Australia Utara sehingga hujan hanyak turun di Samudera Pasifik Barat, Australia utara dan Indonesia. El Nino akan terjadi apabila perairan yang lebih panas di pasifik tengah dan timur meningkatkan suhu dan kelembaban pada atmosfer yang berada di atasnya. Kejadian ini mendorong terjadinya pembentukan awan yang akan meningkatkan curah hujan di sekitar kawasan tersebut. bagian barat samudra pasifik tekanan udara meningkat sehingga menyebabkan terhambatnya pertumbuhan awan di atas lautan bagian timur indonesia, sehingga hujan hanya turun di Samudera pasifik Barat, Australia Utara dan Indonesia. Fenomena El Nino menyebabkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia berkurang, tingkat berkurangnya curah hujan ini sangat tergantung dari intensitas El Nino tersebut. Namun karena posisi geografis Indonesia yang dikenal sebagai benua maritim, maka tidak seluruh wilayah Indonesia dipengaruhi oleh fenomena El Nino. El Nino pernah menimbulkan kekeringan panjang di Indonesia. Curah hujan berkurang dan keadaan bertambah menjadi lebih buruk dengan meluasnya kebakaran hutan dan asap yang ditimbulkannya. Hal inilah yang menimpa Indonesia pada tahun 2015 silam, sehingga menyebabkan banyak korban. Disektor irigasi, hasil kajian menyebutkan bahwa kondisi beberapa DAS (Daerah Aliran Sungai) di Indonesia cukup kritis dan jumlahnya semakin banyak, khususnya di Jawa. Berdasrkan analisis terhadap data debit minimum dan maksimum dari 52 sungai yang tersebar di Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke terlihat bahwa jumlah sungai yang debit minimumnya berpotensi untuk menimbulkan masalah kekeringan meningkat. Kondisi ini mengindikasikan bahwa daerah aliran sungai di wilayah Indonesia setelah tahun 1990- banyak yang sudah mengalami degradasi sehingga adanya penyimpangan iklim dalam bentuk penurunan atau peningkatan hujan jauh dari normal akan langsung menimbulkan penurunan atau peningkatan yang tajam

dari debit minimum atau debit maksimum (kekeringan hidrologis). Di sektor perikanan dan kelautan, hasil tangkapan ikan pada tahun-tahun el nino juga dilaporkan menurun. Hal ini dikarenakan pada kondisi tersebut ketersediaan pakan bagi ikan (plankton) juga berkurang. Selain itu banyak terumbu karang yang mengalami keputihan (coral bleaching) akibat terbatasnya alga yang merupakan sumber makanan dari terumbu karang karena tidak mampu beradaptasi dengan peningkatan suhu air laut. Memanasnya air laut juga akan menggangu kehidupan jenis ikan tertentu yang sensitif terhadap naiknya suhu laut. Kondisi ini menyebabkan terjadinya migrasi ikan ke perairan lain yang lebih dingin. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kelas I Palembang H.Mohammad Irdham, mengemukakan, dampak El Nino akan dirasakan signifikan di Indonesia hanya dengan satu syarat, yakni jika suhu permukaan laut Indonesia yang mendingin. Sesuai dengan teori hukum fisika dasar, angin berembus dari daerah yang bertekanan udara tinggi ke daerah bertekanan udara rendah atau lebih panas. Karena suhu permukaan laut di Pasifik menghangat atau naik yang berarti bertekanan rendah, maka jika daerah-daerah di sekitar Pasifik (termasuk Indonesia) memiliki suhu muka laut yang dingin, maka angin termasuk uap air dari Indonesia akan ditarik ke Pasifik. Akibatnya tentu saja bisa diketahui, yakni terjadinya musim kemarau yang sangat kering. Namun, dampak ini tidak akan berlaku, jika suhu permukaan laut Indonesia juga menghangat. “Jadi kalau dua-duanya menghangat, berarti tidak terjadi perbedaan tekanan udara. Jadi, meskipun El Nino kuat, tidak akan berpengaruh signifikan untuk Indonesia,” ujar H. Mohammad Irdham. La Nina merupakan kebalikan dari El Nino. La Nina menurut bahasa penduduk lokal berarti bayi perempuan. Peristiwa itu dimulai ketika El Nino mulai melemah, dan air laut yang panas di pantai Peru – ekuador kembali bergerak ke arah barat, air laut di tempat itu suhunya kembali seperti semula (dingin), dan upwelling muncul kembali, atau kondisi cuaca menjadi normal kembali. Dengan kata lain, La Nina adalah kondisi cuaca yang normal

kembali setelah terjadinya gejala El Nino. Perjalanan air laut yang panas ke arah barat tersebut akhirnya akan sampai ke wilayah Indonesia. Akibatnya, wilayah Indonesia akan berubah menjadi daerah bertekanan rendah (minimum) dan semua angin di sekitar Pasifik Selatan dan Samudra Hindia akan bergerak menuju Indonesia. Angin tersebut banyak membawa uap air sehingga sering terjadi hujan lebat. Penduduk Indonesia diminta untuk waspada jika terjadi La Nina karena mungkin bisa terjadi banjir. Hal inilah yang terakhir kita rasakan pada akhir tahun 2016 silam, daerah pesisir pantai banyak yang terendam begitu pula pemukiman yang terdapat di bantaran sungai. Sungai musi misalnya, daratan yang semula tidak tersentuh air ketika air pasang, namun karena dampak La Nina area tersebut sempat terendam air selama beberapa hari. Ketika La Nina kolam panas (bagian laut yang suhunya tinggi) bergerak masuk ke arah Indonesia bagian timur dan demikian juga anginya berhembus lebih kuat ke arah Indonesia sehingga laut di Indonesia timur meningkat suhunya, hal ini diikuti dengan penguapan yang lebih banyak dan terjadi konveksi kuat yang membentuk awan hujan (kumulus), sehingga daerah Indonesia khususnya bagian timur akan curah hujanya di atas normal. Sebaliknya ketika El Nino kolam panasnya bergerak menjauhi Indonesia sehingga yang banyak hujan ialah di laut Pasifik, sedangkan daerah Indonesia, khususnya bagian timur curah hujanya berkurang. Indonesia mengalami kekeringan. Proses El Nino dan La Nina ini dapat diperlihatkan ada hubunganya dengan aktivitas matahari dan sinar kosmik. Fenomena La Nina ditandai dengan menurunnya SPL (suhu permukaan laut) di zona Nino 3.4 (anomali negatif) sehingga sering juga disebut sebagai fase dingin. Karena sifatnya yang dingin ini, kedatangannya juga dapat menimbulkan petaka di berbagai kawasan khatulistiwa, termasuk Indonesia. Curah hujan berlebihan yang menyertai kedatangan La Nina dapat menimbulkan banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah di Indonesia. Jadi, dua “lakon” di panggung Samudera Pasifik ini sama-sama menakutkan. Yang satu menyebar petaka kekeringan, sementara yang lain memberi ancaman banjir. (Ilham Fachrul Rosadi) EDISI KE VII | LPMGS UNSRI | 39


RESENSI BUKU

Sinopsis : Definisi bukanlah sesuatu yang bisa menjelaskan feature secara utuh dan memuaskan.Tidak seperti menulis berita biasa,menulis feature memungkinkan reporter “menciptakan” sebuah cerita. Kunci penulisan feature yang baik terletak pada paragraph pertama,yaitu lead.Mencoba menangkap minat pembaca tanpa lead yang baik sama dengan mengail ikan tanpa umpan.Lead ini,yang digemari penulis fiksi (novel atau cerita pendek),menarik pembaca dan membenamkannya.

Identitas Buku Keuntungan besar bagi seorang reporter adalah bahwa ia “berhak” mengetahui berbagai hal yang selama ini ingin mengetahuinya.Kebanyakan reporter mula-mula malu,sebelum memegang notes.Dengan buku catatan itu,reporter yang mula-mula pendiam bisa berani dan memuaskan rasa ingin tahunya. Penulis yang baik bisa menangkap perwatakan lebih kena (dalam tulisannya) daripada yang bisa dilakukan seorang pelukis dalam kanvas. Kepengarangan Goenawan Mohamad merupakan seorang jurnalis dan sastrawan yang kritis dan berwawasan luas.Dia adalah pendiri dan mantan pemimpin redaksi majalah berita Tempo. Seminggu sekali menulis kolom “Catatan Pinggir” di Majalah Tempo.

Judul : Seandainya Saya Wartawan TEMPO Penulis : Goenawan Mohamad ISBN : 979-8933-07-9 Penerbit : TEMPO PUBLISHING Tanggal terbit : Oktober 2014 Jumlah Halaman : X + 98 Dimensi (L x P ) : 14,5 x 21cm

Keunggulan : 1. Memberikan informasi yang lebih bagi para jurnalis sehingga dapat memperdalam pengetahuan mengenai dunia jurnalistik. 2. Dalam penjelasan disertai contoh yang mudah dipahami oleh para pembaca. 3. Menerangkan secara rinci penulisan features.

Kelemahan : Hanya terfokus pada pembahasan cara seorang wartawan membuat feature.

40 | EDISI KE VII | LPMGS UNSRI


RESENSI FILM

Istirahatlah Kata-Kata “Ternyata, jadi buron itu jauh lebih menakutkan dari pada menghadapi sekompi kacang ijo bersenapan lengkap yang membubarkan demonstrasi.” Isu politik pada masa orde baru sepertinya akan selalu menarik untuk dibahas di negeri ini. Belum lama ini, sineas asal Yogyakarta, Yosep Anggi Noen membuat film mengenai kisah hidup penyair dan aktivis Wiji Thukul dengan judul Istirahatlah Kata-Kata. Dalam film ini, sosok Wiji Thukul diperankan oleh Gunawan Maryanto. Selain itu, pemeran lainnya dipercayakan kepada Marissa Anita, Melanie Subono, Eduwart Boang, Arswendy Nasution, dan Davi Yunan. film ini sudah tayang tahun lalu

di Swiss di Locarno International Film Festival 2016. Istirahatlah Kata-Kata turut berkompetisi dalam secsion Concorso Cineasti del presente yakni ajang untuk filmmaker dari berbagai belahan dunia yang terpilih berkompetisi untuk film pertama atau keduanya. Film Istirahatlah Kata-Kata memiliki judul internasional yakni Solo, Solitude. Proses produksi dikerjakan bersama oleh Yayasan Muara, KawanKawan Film, Partisipasi Indonesia, dan LimaEnam Films. Wiji Thukul, atau bernama asli Widji Widodo, dikenal

Dalam memvisualisasikan keseharian Wiji, atau saat sesekali diajak menengok Sipon, Anggi memilih untuk lebih sering mengistirahatkan kata-kata dan membiarkan gambar-gambar indahnya berbicara dengan sendirinya. Kadangkala terdengar iringan musik maupun suara lirih nan menyayat-nyayat hati dari Gunawan Maryanto yang mengumandangkan sajak-sajak Wiji Thukul, namun lebih sering kesunyian yang menghinggapi. Bukan kesunyian menenangkan, melainkan kesunyian menggelisahkan yang didalamnya sarat akan misteri. Andaikata aparat mengetahui posisi persembunyian Wiji, bukankah mereka akan melakukan

Judul Film : Istirahatlah Kata-Kata Genre: Drama, Biografi Produser : Yosep Anggi Noen, Yulia Evina Bhara, Tunggal Pawestri, Okky Madasari Sutradara : Yosep Anggi Noen Penulis : Yosep Anggi Noen Produksi : Muara Foundation, Kawan Kawan Film, Partisipasi Indonesia, Limaenam Films Pemain: Gunawan Maryanto, Marissa Anita, Eduwart Boang, Dhafi Yunan, Rukman Rosadi Durasi: 1 jam, 37 menit

sebagai penyair yang kerap melontarkan perlawanan terhadap rezim diktatorial Orde Baru melalui baitbait sajaknya yang tanpa tedeng aling-aling nan beringas. Terlibat sangat aktif dalam beragam organisasi yang vokal menyuarakan pemberontakan terhadap penguasa lalim, tak pelak menyeret Wiji untuk terus menerus berurusan dengan aparat keamanan. Bahkan, namanya tercatut dalam daftar aktivis yang dianggap bertanggungjawab atas meletusnya Kerusuhan 27 Juli 1996 lantaran sang penyair tergabung di Partai

penyergapan dalam diam ketimbang penuh kegaduhan yang justru menyadarkan si buron mengenai keberadaan mereka? Dihantui oleh paranoia semacam ini, Wiji pun kesulitan memejamkan mata di malam hari karena kesunyian bukan juga pertanda bagus baginya. Kesunyian bisa berarti memang “tidak ada apa-apa” atau justru “ada apa-apa tapi terselubung”. Dikomando oleh performa jempolan Gunawan Maryanto yang air muka dan gesturnya senantiasa menyiratkan rasa gusar, ketidaknyamanan pun mengusik penonton habishabisan dalam beberapa titik. Jangan-jangan, sebetulnya ada intel

Rakyat Demokratik (PRD). Demi menghindari cengkraman aparat, Widji pun terpaksa meninggalkan keluarga beserta kediamannya di Solo dan berpindah-pindah tempat persembunyian dari satu daerah ke daerah lain dengan sesekali memperbaharui identitas palsunya. Pelariannya tersebut turut membawa Wiji ke Pontianak dimana dia mendiami kota ini selama delapan bulan lamanya dan kepingan kisah pelariannya di kota ini lantas didokumentasikan oleh Yosep Anggi Noen melalui film panjang keduanya bertajuk Istirahatlah Kata-Kata.

tengah mengawasi gerakgerik Wiji kala dia makan, membuat rencana pelarian, menciptakan puisi-puisi baru, atau sedang tidur. Itu baru gangguan secara implisit. Istirahatlah Kata-Kata juga sempat menggedor jantung secara nyata ketika Wiji dan Thomas berpapasan dengan tentara gadungan yang mengulik identitasnya atau saat seorang tentara betulan melibatkannya dalam obrolan basa-basi agakagak nyerempet bahaya di sebuah tempat cukur. Tak terelakkan, keringat dingin sempat mengucur deras. Ikut merasakan kecemasan maksimal yang menggelayuti Wiji. Bagaimana jika salah satu dari perjumpaan ini merupakan alasan berakhirnya pelariannya? Nuansa cekam yang menghiasi Istirahatlah Kata-Kata di paruh awal, sedikit demi sedikit tersisihkan menyusul

tumbuh laginya keberanian yang sempat menyusut pada diri Wiji dan kerinduan tak tertahankan terhadap Sipon. Anggi mulai menyusupinya dengan candaan-candaan seperti tampak dalam obrolan warung kopi di bibir sungai Kapuas lalu sentilannya pada 'keusilan' PLN, dan menginjeksikan sisi manis namun getir melalui perjumpaan kembali Wiji dengan Sipon yang setapak demi setapak berkembang lebih dramatis hingga sampai pada klimaks menghantam emosi yang bukan semata tonjolkan lakonan bagus dari Gunawan Maryanto tetapi juga hebatnya penampilan Marissa Anita. Pada akhirnya, tanpa harus banyak berkata-kata, hanya dalam kesunyiannya, Istirahatlah Kata-Kata mampu pancarkan rasa cekam dan goreskan rasa pilu yang cukup dalam. ( Daud Jon Filler )

EDISI KE VII | LPMGS UNSRI | 41


42 | EDISI KE VII | LPMGS UNSRI


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook