Skip to main content

Tabloid Al-Fitrah Edisi 1 Tahun 2023

Page 1

Ramadhan Bersama Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Program Studi Jurnalistik Islam


Tabloid Alfitrah

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah

Salam Redaksi Berbagai aktivitas yang dilaksanakan di Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah UIN MAHMUD YUNUS BATUSANGKAR, merupakan wujud eksentensi FUAD ditengah masyarakat.Berbagai kegiatan -kegiatan Kerjasama Dosen dan mahasiswa telah memberikan dampak positif bagi keberadaan Fakultas. Tabloid ini sampai ketangan anda , merupakan salah satu pertangung jawaban kami dalam mengembangkan dunia pendidikan baik itu di skala universitas, nasional, maupun internasional. Tabloid Al-Fitrah , sebagai salah satu media yang dikembangkan oleh mahasiswa FUAD UIN MAHMUD YUNUS BATUSANGKAR menjadi perpanjangan tangan Fakultas dalam menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Tidak hanya dalam bentuk cetak, Tabloid Al-Fitrah hadir dalam bentuk digital (e-magazine) sebagai salah satu cara kami dalam menyongsong revolusi industri 4.0. Kami berharap,dengan adanya tabloid Alfitrah ini menjadi sumber informasi bermanfaat dan dipercaya oleh masyarakat dalam perkembangan dunia pendidikan, khususnya pendidikan yang agamis. Salam Redaksi !!!

Pengarah : Dr. Akhyar Hanif, M.Ag Penanggung jawab : Dr. Irman, S.Ag., M.Pd Pembina : Novrizon Marzal, M.I.Kom Anggota Pembina : Zafirah Quroatun ’Uyun, M.A., Oktri Permata lani,S.I.Kom,M.I.Kom, Refika Mastanora,M.I.Kom, Vannyora Okditazeini, M.Si.

Redaksi Pemimpin Redaksi : Siti Kholijah Redaktur : Atika Fitri Wartawan : Melva silvira, Raihana Atqiya, Cindy Samta Indriani, Siti Kholijah, Meily Puspita Sari, Putri Rindy Richardina, Atika Fitri, Rizky Fajar Fadilla, Muhammad Akbar ,Bakti Haris Rahman. Editor : Melva Silvira, Meily Puspita Layout : Muhammad Akbar , Cindy samta Indriani

Alamat Redaksi : Jl.Cubadak , Kampus II UIN MAHMUD YUNUS BATUSANGKAR Gedung Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Batusangkar Tanah Datar , Sumatera Barat E-mail: fuad@uinmybatusangkar.ac.id

|HAL 2 EDISI 1 TAHUN 2023


Tabloid Alfitrah

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah

DAFTAR ISI Cover Salam Redaksi Daftar ISI Tradisi Unik Warga Minangkabau Menjelang Ramadhan hal 5-7

Makanan Khas Masyarakat Minangkabau Sambut Bulan Ramadhan hal 8-9 Awal Ramadhan Penuh Semangat hal 9 7 Hal Yang Dapat Anda Persiapkan Menyambut Bulan Suci Ramadhan hal 10-11 Ramadhan Anak Kost hal 11 Munculnya Istilah Ngabuburit hal 12

| H|A HLA 3 L 4 E DEIDS II S1I T A H U N 2 0 2 3


Tabloid Alfitrah

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah

DAFTAR ISI Apa itu Pesantren Ramadhan? hal 13

MTQ Nasional ke Tiga Nagari Pianggu hal 14 Malam Penuh Berkah dengan Sejuta Keramaian hal 15 Menyambut Malam Lailatul Qadar hal 15-16 Antusiasme Ormawa se-lingkup FUAD Menjelang Pkm Kolaborasi di Lintau Buo Utara hal 17-20 Lintau Buo Utara Sambut Meriah FUAD Mengabdi hal 21-25 Segudang Manfaat FUAD Mengabdi hal 25-28

| H|A HLA 4 L 4 E DEIDS II S1I T A H U N 2 0 2 3


Tabloid Alfitrah

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah

Tradisi Unik Warga Minangkabau Menjelang Ramadhan Al-Fitrah.SUMBAR- Ramadhan merupakan salah satu bulan paling bermakna untuk umat Islam. Selain berpuasa, banyak amal lain yang bisa dikerjakan yang bernilai pahala dimata Allah Subhanahu wa ta’ala. Seperti sholat taraweh, iktikaf, sahur, witir, tadarus Al Qur'an dan ibadah lainnya. Semua umat Islam begitu gembira ketika bulan Ramadhan tiba, karna bulan Ramadhan merupakan bulan yang dinantikan oleh seluruh umat Islam di dunia.

BALIMAU

Sumber foto: Pariwisata Indonesia

Seluruh umat Islam sangat antusias dalam menyambut bulan Ramadhan termasuk masyarakat Minangkabau. Berbagai macam tradisi di setiap daerah di Minangkabau dilakukan untuk menyambut bulan Ramadhan. Salah satunya seperti di wilayah Tanah Datar, Sumatera Barat. Dalam menyambut bulan Ramadhan, masyarakat melakukan tradisi "balimau". Tradisi "balimau" merupakan kegiatan dimana masyarakat berkunjung ke tempat pemandian untuk mandi atau berenang.

"Balimau" seakan menjadi agenda wajib bagi masyarakat Tanah Datar tiap tahun menjelang Ramadhan. Tradisi "balimau" dipercaya sudah ada sejak abad ke-19 pada masa penjajahan Belanda. Awalnya, "balimau" merupakan sebuah ritual di mana pada hari terakhir bulan Sya'ban seseorang diharuskan mandi keramas dengan "limau", "kasai" (bunga rampai), dan beberapa jenis bunga lainnya. "Balimau" juga sering disebut dengan "bakasai" (mandi dengan bunga rampai)dan beberapa jenis bunga lainnya. "Balimau" juga sering disebut dengan "bakasai" (mandi dengan bunga rampai). Keterangan yang menjelaskan mandi mengunakan "limau" adalah bahwa masyarakat Minangkabau pada zaman dahulu tidak semuanya mandi dengan bersih karena pada dahulu tidak ada sabun seperti saat sekarang ini, pada saat itulah masyarakat Minangkabau memanfaatkan jeruk nipis sebagai penganti sabun untuk pembersih badan. Setelah "balimau" atau "bakasai" tersebut, barulah seseorang berniat untuk berpuasa Ramadhan esok harinya. Tradisi "balimau" merupakan tradisi yang biasa dilakukan setiap tahunnya untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Biasanya masyarakat mandi "balimau" tidak di rumah melainkan di batang air, atau pemandian ramai. "Balimau" memilik makna yang baik, yakni sebagai proses pembersihan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Mandi "balimau" sebelum puasa juga bermakna menyambut bulan suci dengan penuh gembira dalam keadaan suci. Mandi "balimau" dilakukan di air mengalir, konon katanya supaya dosa-dosa hanyut seperti aliran air tersebut. Mandi "balimau" ini dilakukan oleh remaja, dewasa hingga yang tua. Manfaat dari "balimau" ialah sebagai ungkapan rasa syukur karena masih bisa bertemu dengan bulan suci Ramadhan yang akan dijalani.-

|HAL 5 EDISI 1 TAHUN 2023


Tabloid Alfitrah

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Beberapa orang juga berpendapat bahwa "balimau" adalah aktivitas silaturahmi dengan sesama, melalui saling bermaaf-maafan dengan keluarga, sanak saudara, dan tetangga. Tradisi ini sudah dilakukan sudah sejak lama dan di teruskan oleh masyarakat Minangkabau sampai saat sekarang ini. Pada zaman dahulu, tradisi "balimau" semata-mata hanya untuk membersihkan diri sebelum memasuki bulan puasa. Namun di zaman sekarang kini, akibat perkembangan zaman, momen "balimau" dijadikan untuk pergi main-main ke tempat wisata serta mandi-mandi yang bertentangan dengan adat dan agama Islam. MANJALANG MINTUO MANDO'A Selanjutnya yaitu tradisi "manjalang mintuo". Biasanya "manjalang mintuo" ini dilakukan oleh pihak perempuan yang sudah menikah di minangkabau yang dilakukan sebelum menyambut bulan suci Ramadhan. Biasanya perempuan yang pergi ke rumah mintuo membawa makanan. Dikutip dari langgam.id, tradisi manjalang mintuo merupakan tradisi turun temurun orang Minang dalam bersilaturahmi ke rumah mertua.

Sumber foto: budaya-indonesia.org

Selain "balimau" ada tradisi lain yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau menjelang bulan Ramadhan, yaitu “mando’a” atau berdoa bersama. Bila bulan suci Ramadhan sudah dekat masyarakat Minangkabau biasanya melakukan acara mendoa dengan keluarga yang disebut "mando’a urang kapuaso" atau yang di selenggarakan di masjid yang terdekat dengan rumah. Uniknya, selain berdo’a Bersama, dalam tradisi ini masyarakat biasanya warga beramai-ramai datang ke masjid dan membawa makanan yang berbeda yang akan disantap Bersama-sama setelah berdo’a Bersama selesai.

|HAL 6 EDISI1 TAHUN 2023

Sumber foto: Langgam.id

Manjalang mintuo tidak hanya sebatas kunjungan antara menantu ke rumah mertua, namun ini juga menjadi simbol keakraban kedua belah pihak antara keluarga laki-laki dan perempuan. Karena pada acara manjalang mintuo, sang menantu tidak datang sendirian namun ditemani oleh kedua orang tua kerabat dekat lainnya. Artinya selain mempererat hubungan antara menantu dengan mertua akan tetapi juga mempererat hubungan antara besan, serta semua keluarga terdekat sang menantu.


Tabloid Alfitrah

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah

ZIARAH Mancaliak bulan" ini dilaksanakan pada tanggal 29 bulan Sya'ban, yang mana bagi masyarakat penganut tarekat syattariyah, melihat bulan dengan mata telanjang merupakan tradisi menentukan puasa yang mereka laksanakan dan dipercayai nuansa spiritualnya agar puasa lebih terasa. Ketika "mancaliak bulan" masyarakat akan berbondong-bondong berkunjung ke Koto Tuo atau Ulakan Tapakis untuk melihat bulan.-

Sumber foto: Merdeka.com

Terakhir yaitu tradisi ziarah ke makam keluarga. Ziarah merupakan tradisi rutin di sebagian daerah Minangkabau dengan tujuan medoakan keluarga yang sudah meninggal, dan membersihkan makam keluarga, biasanya setelah berdoa dan membersihkan, keluarga membawa bunga untuk di taburkan diatas makam. Sumber foto: Merdeka.com

MANCALIAK BULAN "Mancaliak bulan" adalah tradisi yang diturunkan oleh Syekh Burhanuddin, penyebar aliran tarekat syattariyah untuk menentukan kapan dimulainya awal puasa. Biasanya tradisi mancaliak bulan ini dilaksanakan di Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman dan Koto Tuo, Agam.

Ada beberapa daerah yang memakai tarekat syattariyah yaitu di Kabupaten Padang Pariaman, Agam, Pesisir Selatan, Tanah Datar, Sijunjung, Solok dan lain sebagainya, yang mana pusat tarekat syattariyah ini berada di Ulakan Tapakis tepatnya di Kabupaten Padang Pariaman. Puasa bagi penganut tarekat satariyah biasanya selalu terlambat dari Nahdatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah. (MS, RFJ, BHR, PRR)

|HAL 7 EDISI1 TAHUN 2023


Tabloid Alfitrah

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah

Makanan Khas Masyarakat Minangkabau Sambut Bulan Ramadhan Al-Fitrah.SUMBAR- Sumatra Barat adalah rumah bagi etnis Minangkabau. Masyarakat Minangkabau sudah terkenal dari zaman dahulu dengan kelezatan kulinernya. Menyambut bulan suci Ramadhan, masyarakat Minangkabau mempunyai berbagai hidangan unik dan menarik yang menjadi tradisi mereka setiap tahunnya, seperti rendang, “lapek”, dan lamang.

RANDANG

Dengan proses memasak yang begitu lama sehingga menghasilkan daging rendang yang empuk dan bumbu yang meresap ke daging. Rendang juga terkenal merupakan makanan yang tahan lama dapat bertahan berminggu-minggu cocok digunakaan saat musim dingin, semakin lama akan terasa makin lezat. Rendang ini biasanya di buat ketika sehari sebelum memasuki bulan ramadhan.

LAPEK

Randang” atau rendang merupakan salah satu masakan Indonesia yang terkenal akan kelezatannya. Rendang adalah masakan daging yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat Indonesia. Proses memasak rendang dengan suhu rendah dalam waktu lama, .menggunakan santan dan aneka rempah-rempah khas indonesia yang sedikit pedas sehingga menambah ke khas-an dan kelezatannya. Sumber foto: IDN Times

Sumber foto : 1001 Indonesia

"Lapek" merupakan makanan ringan khas Minangkabau yang sudah ada sejak zaman dahulu. "Lapek" ini biasanya dijadikan sebagai hantaran dalam tradisi "maanta pabukoan" saat memasuki bulan Ramadhan. Biasanya ini dilakukan oleh menantu perempuan saat ke rumah "mintuo" (keluarga suami). "Lapek" merupakan salah satu makanan tradisional yang bahan-bahannya berupa tepung ketan hitam; tepung kanji; garam; air hangat; daun pisang. Selain itu terdapat bahan isian seperti kelapa parut; gula pasir; kismis; air dan daun pandan. Sementara itu masih ada bahan saus seperti susu kedelai tawan; tepung beras dan garam.

|HAL 8 EDISI1 TAHUN 2023


Tabloid Alfitrah

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah

LAMANG "Lamang", atau lemang ialah makanan dari "puluik" (ketan) yang dimasak bersama santan dan dikemas dalam wadah bambu yang dilapisi daun pisang, kemudian dimasak dengan perapian atau unggun yang sengaja dibuat untuk itu. Menjelang bulan suci ramadhan "Malamang" biasanya rutin dilakukan masyarakat Minangkabau sebelum menyambut bulan suci Ramadhan, masyarakat akan disibukan dengan memasak "lamang" selama 2 atau 3 hari sebelum menyambut bulan suci Ramadhan. "Lamang" terbuat dari beras ketan yang dimasukkan dalam buluh bambu. Buluh-buluh bambu itu dialasi dengan daun pisang. Beras ketan kemudian disiram dengan santan kelapa yang telah diseduh dengan garam. Bambu kemudian dipanggang dengan perapian yang menggunakan kayu bakar atau sabut kelapa. Jenis lemang juga beragam. Selain lemang ketan, ada juga lemang pisang dan lemang "ba-inti" atau lemang berisi "luwo" atau parutan kelapa dari gula merah. Keseluruhan proses pembuatannya sama dengan pembuatan lemang ketan. (AF, MA)

Awal Ramadhan Penuh Semangat Al-Fitrah.Padang- Tanggal 23 Maret 2023, merupakan tanggal cantik yang sangat dinantikan-nantikan oleh umat muslim di seluruh penjuru dunia di mana tepat hari itu menjadi hari pertama memasuki bulan suci Ramadhan. Bulan suci Ramadhan juga menyatukan orang-orang yang jauh menjadi dekat dan juga waktuwaktu yang sangat relate untuk berkumpul bersama keluarga. Pada umumnya di Indonesia hari pertama puasa adalah hari yang dihabiskan Bersama dengan keluarga, bahkan ada ungkapan “tidak bersama keluarga merasakan ada hal yang kurang dalam berpuasa”, karena puasa pertama masyarakat Indonesia lebih terasa nikmat bersama keluarga.

Sumber Foto : Sumbar Antara News

Bertepatan malam Kamis di mana umat muslim mengadakan sholat tarawih pertama terkhusus di mesjid Al-Azhar Kota Padang, umat muslim berbondong-bondong menuju mesjid untuk mengadakan solat tarawih berjamaah, dan juga detik-detik para “bidadari rumahan” akan keluar untuk solat tarawih, dan para “buaya” akan cosplay menjadi ustadz dadakan. Bukan hanya itu saja umat muslim juga merutinkan kegiatan tadarus Alquran demi membumikan dan menyuarakan keindahan ramadhan. Muhasabah diri dan halal bihalal tak lupa turut dilakukan untuk membersihkan diri akan dosa yang telah lampau. (CSI)

|HAL 9 EDISI1 TAHUN 2023


Tabloid Alfitrah

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah

7 Hal Yang Dapat Anda Persiapkan Menyambut Bulan Suci Ramadhan Al-Fitrah - Hari berganti hari, tak terasa diri ini sudah didatangi kembali oleh bulan suci. Bulan istimewa diantara bulan lainnya. Karena didalamnya terdapat malam yang lebih indah daripada seribu bulan. Ya bulan Ramadhan tentunya. Bulan ramadhan merupakan bulan suci yang telah ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh penjuru dunia. Di mana segala amal ibadah dilipat gandakan, dosa-dosa yang lalu akan diampuni oleh Allah saat kita bersungguh-sungguh, segala doa akan lebih mudah di kabulkan, dan bulan ramadhan merupakan saat Al Quran pertama kali di turunkan ke dunia melalui wahyu pada nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam. Dalam bulan ini, seluruh umat muslim di wajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa, tarawih serta memperbanyak amal ibadah. Itu karena, bulan ini memiliki keistimewaan pahala yang lebih besar di bandingkan bulan-bulan yang lainnya. Dari Abu Hurairah meriwayatkan bahwa ia berkata: Rasulullah saw telah bersabda “Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadan dengan dengan penuh kesadaran iman dan pengharapan (terhadap Allah) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR alBukhari dan Muslim) Ada beberapa hal yang perlu kamu lakukan dalam menyambut bulan Ramadan yang penuh berkah ini: 1. Membersihkan rumah, pakaian, dan lingkungan sekitar. Ini merupakan salah satu bentuk kita menyambut bulan ramadhan. Seperti membersihkan kamar, rumah, halaman rumah, lingkungan sekitar. Oleh karna itu beberapa wilayah akan mengadakan gotong royong bersama untuk menyambut bulan ramadhan, dari membersihkan lingkungan rumah hingga lingkungan masjid.

|HAL 10 EDISI1 TAHUN 2023

Mengkutip dari unissula.ac.id bahwa hadis di bawah dengan jelas menyebutkan bahwa : “Barang siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.” Hadis Riwayat dalam kitab Durrat AnNasihin 2. Membeli bahan makanan yang di butuhkan selama bulan puasa. Hal ini tentu di perlukan selama bulan Ramadan, mulai dari kebutuhan memasak, bahkan hingga kebutuhan pakaian. Tentu saja, membeli bahan masakan lebih awal akan lebih baik, karna ini akan mempermudah ibu rumah tangga dalam memasak. Dan juga kebutuhan alat sholat jika dibutuhkan. 3. Tentukan Gizi yang baik Selama berpuasa tentu akan membutuhkan konsumsi makanan yang baik. Karna selama 14 jam kurang lebih akan menahan hawa nafsu tanpa makan dan minum. Sebaiknya bisa menyiapkan gizi yang cukup baik untuk diri sendiri maupun anak anda atau keluarga. Dinkes.ntbprov.go.id menuturkan saat sahur tidak di sarankan untuk mengkonsumsi makanan dan minuman secara berlebihan dan hindari minuman manis yang dapat menyebabkan kadar gula turun lebih cepat, dan rasa lapar bisa timbul lebih cepat atau hipoglisemia. Mengkonsumsi berlebihan, justru dapat memperburuk kondisi tubuh anda di siang hari. 4. Perbanyak latihan puasa Ada baiknya sebelum menyambut bulan ramadhan, kita melatih diri berpuasa terlebih dahulu. Karna di takutkan bagi yang memiliki riwayat penyakit, seperti penyakit maag akan berdampak pada awal-awal puasa dan membuat kambuh sakit maag yang dimiliki. Namun apabila sudah melatih dari sebelum menyambut bulan puasa, maka perut anda akan lebih terbiasa.


Tabloid Alfitrah

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah 5. Membayar utang puasa bagi yang belum membayarnya. Bagi perempuan dan beberapa orang yang berhalangan atau kesulitan melaksanakan puasanya pada tahun kemarin, tentu akan memiliki utang puasa. Menurut yatimmandiri.org utang puasa ini di wajibkan untuk membayar utang puasa yang belum anda ganti. Karna hal ini di hitung wajib. Tentu saja mengikuti ketentuan yang berlaku dalam mengganti puasa. 6. Menahan diri dari hawa nafsu Latihan diri anda sebanyak mungkin, karna kunci utama dari puasa adalah menahan hawa nafsu, seperti menahan diri untuk tidak berkata kasar, menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan dosa dan lain sebagainya. 7. Perbanyak Zikir, amalan sunnah dan membaca Al Quran Itulah 7 Hal yang dapat anda coba lakukan dan latih sebelum menyambut bulan suci ramadhan. (RA)

Ramadhan Anak Kost Al-Fitrah.Batusangkar -Ramadhan adalah bulan penuh rahmat, ampunan, serta keberkahan. Walaupun harus menahan lapar, haus, serta amarah, seluruh umat Islam di dunia sangat menanti dan menunggu serta menyambut dengan antusias bulan yang penuh berkah ini.

Namun, suasana Ramadan kali ini tentu sangat berbeda. Bagaimana tidak berbeda, seorang anak yang di perantauan jauh dari keluarganya atau biasa disebut anak kos. Seorang anak kos diperantauan memiliki keluarga keduanya yakni teman satu kos. Namun Ramadhan kali ini berbeda oleh Siti Kholijah seorang mahasiswi UIN Mahmud Yunus Batusangkar, bagaimana tidak, semua teman yang ada di kosanya pulang kampung untuk merasakan nikmatnya puasa pertama bersama keluarga mereka masingmasing karena banyak Dosen yang meliburkan mahasiswanya saat awal Ramadhan ini. Makan sahur hingga berbuka puasa pertama, sahur hingga berbuka tanpa ditemani oleh siapapun, “Munafik rasanya jika tidak kesepian, tapi ya bagaimana lagi namanya juga diperantauan enak gak enak dibawa enjoy aja”, ungkap Siti Kholijah. Walau sendiri, ujian pertama “sendiri” pada awal puasa ini berhasil ia lewati dengan baik. Berbagai kegiatan positif dapat dilakukan, mulai membaca Al-Quran, nonton kajian secara online, memperbanyak sholat sunnat, dan juga “Ngabuburit” mencari santapan untuk berbuka puasa. Sampai akhirnya tidak terasa adzan magribpun berkumandang. Perlu untuk diketahui, Batusangkar memiliki berbagai makanan enak yang dijajakan di pasar “pabukoan” dadakan. Tiap sudut Batusangkar biasa sudah dipenuhi oleh dagangan “pabukoan” mulai pada hari pertama puasa sampai akhir bulan Ramadhan. (SK)

|HAL 11 EDISI1 TAHUN 2023


Tabloid Alfitrah

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah

Munculnya Kembali Istilah Ngabuburit

Al-Fitrah.Dharmasraya - Ngabuburit terdengar lazim dan familiar jika dikaitkan dengan bulan Ramadhan. Terutama pada pertengahan bulan Ramadhan ini, terlihat suasana yang kian lama kian bertambah ramai terutama di waktu-waktu mendekati berbuka puasa. Hal ini di karenakan banyaknya orang yang keluar untuk melakukan kegiatan “ngabuburit”. Tahukah kamu apa itu ngabuburit?

Sumber foto: smpn2nglegok.sch.id

Dikutip dari laman website suara.com, kata ngabuburit berasal dari bahasa Sunda yang artinya ngalantung, ngadagoan burit atau yang memiliki arti bersantai-santai sambil menunggu waktu berbuka. Di zaman sekarang, istilah ngabuburit di tandai dengan berjalan dan berkeliling menikmati suasana sore sambil menunggu berbuka puasa.

|HAL 12 EDISI1 TAHUN 2023

Ngabuburit yang dilakukan biasanya sambil mencari bahan makanan untuk berbuka puasa dirumah, jika dirumah sedang tidak menyiapkan perbukaan. Maka tak heran jika sekitar waktu sesudah ashar, banyak para pedagang takjil mulai menggelar dagangan dipinggiran jalan. Sehingga ketika pembeli sudah mulai berdatangan, mereka hanya tinggal melayaninya saja. Hal ini juga dirasakan oleh Noval, seorang anak MTS di Pondok Pesantren Albarokah yang tinggal di daerah Kabupaten Dharmasraya, tepatnya di dekat pasar pabukoan Blok B Sitiung satu, Kecamatan Sitiung, Nagari Sungai duo. Ketika selesai waktu ashar, Noval melihat pasar kuliner tersebut selalu ramai para pedagang takjil yang sudah menggelar dan menjajakan dagangannya. Berbagai takjil pun mulai bermunculan mulai dari minuman seperti, es buah, es tebu, pop ice, ice pelangi, hingga ke jenis makanan seperti, gorengan, donat, nasi tiwul, mie pecel, bakso bakar, bakso pentol, telur gulung, aneka jajanan dan banyak lagi. Noval juga melihat dan merasakan perasaan para pedagang yang merasa bersyukur atas kehadiran bulan ramadhan yang senantiasa memberikan keberkahan rizki terhadap mereka. Namun, Noval lebih menyukai melakukan kegiatan ngabuburit dengan mengaji Alquran di Musholla Nurul Hidayah. Hal ini dikarenakan niat Noval untuk mengharapkan dan memperoleh pahala sebanyak-banyaknya dibulan mulia ini. Selain itu, jarak musholla yang dekat dengan rumah Noval juga menjadi alasan mengapa Noval memilih mushola tersebut. Tapi dalam hal ini hanya beberapa orang saja yang mau melakukan kegiatan ini untuk menunggu waktu berbuka puasa. Karena kebanyakan terlihat masyarakat lebih tertarik memilih mengisi waktu menunggu berbuka dengan berkumpul bersama dilingkungan ramai atau pergi berjalan-jalan. Walaupun demikian hal ini merupakan salah satu keistimewaan yang hanya dapat ditemui dibulan Ramadhan saja. (MPS)


Tabloid Alfitrah

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah

Apa itu Pesantren Ramadhan? Al-Fitrah.Agam - Kata-kata pesantren ramadhan ini tentu tidak lagi asing bagi kita. Karna tentu saja, pesantren ramadhan ini selalu dilakukan di bulan ramadhan dengan peserta mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, bahkan anak kuliahan sekalipun. Seperti pada wilayah Balai Gurah, Ampek Angkek, Agam yang mengadakan pesantren ramadhan di beberapa masjid. Salah satunya masjid Al Muslimun, Balai Gurah. Dengan peserta dari beberapa sekolah, hal ini ditentukan sesuai dengan lokasi tempat tinggal siswa atau siswi sekolah. Pesantren ramadhan ini tentu memiliki ketentuan dan cara pelaksanaan yang berbeda dari setiap daerahnya. Ada yang melaksanakan pesantren ramadhan selama 20 hari lebih di bulan puasa, ada juga yang melaksanakan pesantren ramadhan selama 10 hari, juga ada yang hanya seminggu atau hanya melaksanakan selama dua hari.

Sumber Foto: Antara.News

Pada masjid Al Muslimun Balai Gurah, kegiatan ini dilaksanakan mulai dari tanggal 26 Maret hingga 17 April 2023. Dari jam sembilan pagi hingga setelah waktu zuhur. "Kegiatan pesantren ramadhan awalnya di masjid Darussalam, Koto Tuo namun dipindahkan ke masjid Al Muslimun Balai Gurah karna ada anak SD dan SMP disana" Tutur Qais salah satu peserta pesantren ramadhan dari SMK N 1 Bukittinggi.

Pesantren ramadhan biasanya dilaksanakan di masjid daerah masing, namun juga ada pelaksanaan yang dilakukan di lingkungan sekolah. Rata-rata peserta pesantren ramadhan pada masjid Al Muslimun Balai Gurah ini diikuti oleh siswa siswi dari SMA Negeri 1 Ampek Angkek. Selebihnya siswa siswi yang tinggal di kawasan Balai Gurah. Kegiatan pesantren ramadhan ini juga ada yang melaksanakan di jam sekolah pada umumnya, atau mengkhususkan waktu selama beberapa hari dan sampai bermalam di suatu tempat. Adapun tujuan dari pesantren ramadhan ini untuk memupuk ukhuwah dan kecintaan terhadap ramadhan, Islam, dan sesama muslim serta memperbanyak amal ibadah selama pesantren ramadhan. Kegiatan dari pesantren ramadhan masjid Al Muslimun yaitu mendengarkan ceramah, belajar pidato ataupun kultum, membaca Al-Quran, atau program menghafal Al-Quran, pembekalan rohani, game islam, tahajud bersama, buka bersama, mengadakan perlombaan selama pesantren ramadhan, Mabit/bermalam di suatu tempat, menonton tontonan islami yang mendidik dan lain sebagainya. Tentu saja dalam kegiatan pesantren ramadhan ini selalu diselingi dengan kegiatan santai, seperti lomba, menonton, atau bermain game untuk menghindari kejenuhan dan kebosanan dari peserta pesantren ramadhan. (RA)

|HAL 13 EDISI1 TAHUN 2023


Tabloid Alfitrah

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah

MTQ Nasional ke Tiga Nagari Pianggu Al-Fitrah.Solok - Semarak pertengahan puasa, disambut dengan acara MTQ Nasional Antar Jorong di Nagari Pianggu Kacamatan IX Koto Sungai Lasi, Solok. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 15 April 2023, dan yang bertindak sebagai tuan rumah adalah Jorong Sungai Lasi. Acara pembukaan dilakukan pada siang hari, Khafilah semua Jorong yang terdiri dari Jorong Sungai Lasi, pianggu, Cubadak, dan juga Batang Pamo, Para Khafilah diarak dengan diiringi bunyian drumband oleh MTsN 1 Solok. Setiap khafilah membawa spanduk yang bertuliskan nama jorong masing-masing. Saat pembukaan di adari oleh para Pejabat Daerah Kota maupun Kabupaten Solok,.Perangkat Nagari yang terdiri dari Wali Nagari, Kepala Jorong, BPN, KAN, dan MUI.

juga diakhiri kata penutupan oleh perwakilan perangkat Nagari Ketua BPN Roni Arbes menyampaikan pesan terima kasih telah ikut berpartisipasi dalam acara MTQ ke 3 yang diadakan di Jorong Sungai Lasi ini. “Semoga kedepannya makin baik”, ungkap beliau.

Di bawah Pimpinan Ketua LPTQ Nagari Pianggu Alfis Hendri, Sedangkan Ketua Panitia pelaksana MTQ Nasional Ke 3 di Jorong Sungai Lasi, Junadir dan rekan panitia pelaksana, yang mempersiapkan dari awal sampai terlaksana kegiatan. Persiapan kurang lebih 3 bulan dari awal Januari sudah mulai melaksanakan kegiatan rapat koordinasi antar Panitia. Cabang yang di perlombakan Sebanyak 19 cabang, memakai empat tempat pelaksanaan kegiatan perlombaan mulai setelah tarawih sampai sholat subuh, pengumuman Juara Harapan 1.2.3, terbaik 1.2.3 ,Juara Umum, yang diraih oleh Khalifah Jorong Batang Pamo dengan Nilai 64 meraih angka tertinggi setiap Tahun juga sudah tiga kali Berturut-turut,

sumber foto: Salmi Hayati

|HAL 14 EDISI1 TAHUN 2023

Safri selaku Wali Nagari Pianggu juga menyampaikan pesannya kepada para utusan dari masing-masing jorong, “kepada Khafilah yang telah ikut serta baik yang mendapatkan juara maupun tidak juara jangan berkecil hati, Sebab di sinilah proses untuk bias diambil pelajaran dari sebuah kegagalan, tetap berlatih untuk tahun selanjutnya”, pungkap Safri. (MA)


Tabloid Alfitrah

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah

Malam Penuh Berkah dengan Sejuta Keramaian Al-Fitrah.Singkarak - Puasa ramadhan adalah puasa yang penuh berkah, di sini banyak sekali kegiatan dari remaja mesjid dan anak muda nagari yang menyalurkan bakat dalam bidang agama seperti tilawah Al-Qur'an, MTQ, dan juga lagu islami. Cek...Cek...Cek.satu dua tiga bunyi microfon setiap setelah sholat tarawih hingga hampir mendekati sahur melaksanakan latihan rutin sebelum hari pertandingan antar jorong di nagari Tanjung Alai.

Kegiatan MTQ ini dilaksanakan rutin pada bulan Ramadhan setiap tahunnya. Pada kegiatan MTQ tahun ini, warga Tanjung Alai berbondong-bondong untuk melihat kegiatan ini dikarenakan ingin melihat anaknya yang ikut perlombaan, selain itu ada juga yang ingin berburu kuliner sebab banyaknya pedagang yang berjualan makanan disekitar lokasi perlombaan. (RFF)

Menyambut Malam Lailatul Qadar Sumber Foto: Revi Zahra Putri

Kegiatan MTQ ini biasanya dilaksanakan pada pertengahan bulan Ramadhan dikarenakan proses pembelajaran yang mendekati Idul Fitri tidak terlalu banyak. Kegiatan MTQ ini diikuti perserta dari mulai dari usia SD sampai dengan para remaja yang sudah memasuki jenjang perkuliahan. Ada juga perlombaan pada tingkat emaja yang belom menikah khusus warga asli nagari Tanjung Alai Kecamatan X Koto, Singkarak. Kegiatan MTQ ini dilaksanakan pada tanggal 8 sampai tanggal 9 April 2023, yang diikuti oleh 5 jorong, pertama jorong buah jambu, kedua jorong koto baru, ketiga jorong data, jorong balai dan jorong Kubang.

Al-Fitrah.Batusangkar - Memasuki pertengahan Ramadhan mari kita perbanyak beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, perbanyak amal untuk memburu malam yang sangat dinantikan oleh umat muslim yaitu malam seribu bulan (Malam Lailatul Qadar) Lailatul Qadar adalah malam yang sangat dinantikan oleh ummat muslim diseluruh dunia, karena pada malam ini terdapat banyak sekali keistimewaan dibandingkan malam yang lainya.

|HAL 15 EDISI1 TAHUN 2023


Tabloid Alfitrah

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Oleh karena itu warga Batusangkar tepatnya di Masjid Muhajirin Cubadak setiap bulan suci Ramadhan mengadakan sholat Maghrib berjamaah, tadarus, lanjut sholat isya berjamaah, sholat bagdiah isya, sholat tarawih, ceramah, tadarus (membaca Alquran) dan sholat Sunnah di sepertiga malam, sholat subuh berjamaah, tadarus dan tadarus subuh. Tujuannya agar setiap ummat muslim khususnya warga Cubadak bisa mendapatkan malam yang lebih baik dari seribu bulan ini. Malam Lailatul Qadar akan turun di puasa ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Menurut hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abdillah bin Anis. Ia mengatakan bahwa seseorang bertanya, "Wahai Rasulullah, kapan Anda mencari malam lailatul qadar?" Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam menjawab, "Carilah ia pada malam 23 Ramadan." Imam Muslim juga mengeluarkan hadits dengan redaksi yang lebih panjang tentang keberadaan malam lailatul qadar. Hadits ini termuat dalam Kitab Shahih Muslim, Kitab Puasa dan Kitab I'tikaf. Abu Hasan bin Usman turut menukilnya dalam Kitab At-Tadzhib fi Adillati Matnil Ghaya wat Taqrib. Dari Abu Sa'id al Khudri RA, dia berkata, "Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah beritikaf pada sepuluh malam pertengahan bulan Ramadan untuk mencari lailatul qadar sebelum dijelaskan kepada beliau. "Kata Abu Sa'id, "Setelah sepuluh malam pertengahan itu berlalu, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam memerintahkan untuk dibuatkan bilik, tetapi kemudian dibongkar. Kemudian dijelaskan kepada beliau bahwa malam lailatul qadar ada pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, lalu beliau memerintahkan untuk dibuatkan bilik lagi, akan tetapi dibongkar kembali.

|HAL 16 EDISI1 TAHUN 2023

Kemudian beliau keluar menemui orang-orang dan berkata, “Saudara-saudara! Sungguh telah dijelaskan kepadaku tentang lailatul qadar, dan aku keluar untuk memberitahukan kepada kalian tentang hal itu. Namun kemudian datang dua orang yang sama-sama mengaku benar sedangkan mereka ditemani oleh setan. Sehingga lailatul qadar terlupakan olehku. Maka carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan, carilah lailatul qadar pada malam ke-9, ke-7, dan ke-5 (dalam sepuluh malam terakhir itu)”. Seseorang berkata, 'Hai Abu Sa'id! Kamu tentu lebih mengetahui bilangan itu daripada kami.'Ia menjawab, “Tentu kami lebih mengetahui hal itu daripada kalian”. Orang itu bertanya, 'Apa yang dimaksud dengan malam ke-9, ke-7, dan ke-5?" Ia menjawab, “Jika malam ke-21 telah lewat, maka yang berikutnya adalah malam ke-22, dan itulah yang dimaksud malam ke-9. Apabila malam ke-23 telah berlalu, maka berikutnya adalah malam ke-7, jika malam ke-25 telah berlalu, maka berikutnya adalah malam ke-5.'" (HR Muslim 3/173) Pada malam Lailatul Qadar, umat muslim disunnahkan untuk memperbanyak ibadah seperti berdoa, sholat, dzikir, membaca Al-Qur’an melalui amalan itikaf. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan datangnya malam itu agar kita dapat mendapatkan keistimewaan dan kemuliaannya tersendiri. ada banyak amalan yang bisa kita lakukan. (SK)


Tabloid Alfitrah

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah

Antusiasme Ormawa se-lingkup FUAD Menjelang Pkm Kolaborasi di Lintau Buo Utara Dr. Irman, S.Ag., M.Pd : FUAD Mengabdi Wujud Kegiatan PkM Kolaborasi tersebut merupakan usulan dari Wakil Dekan Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan Kepedulian FUAD

FUAD, Dr. Irman, S.Ag., M.Pd. termasuk juga untuk usulan lokasi PkM. Menurut beliau, PkM Kolaborasi ini sebagai bentuk kepedulian FUAD terhadap masyarakat terkhusus masyarakat Lintau Buo Utara. Bersama mahasiswa untuk mengedukasi dan memberikan ilmu kepada masyarakat sesuai dengan keilmuan Program Studi yang dipelajari oleh mahasiswa di bangku perkuliahan.

Sumber foto: instagram.com/hmpsppi_uinmybsk

Al-Fitrah.Batusangkar - Bulan Ramadhan 1444 H dimanfaatkan oleh Organisasi mahasiswa (Ormawa) yang berisikan tujuh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) se-lingkup Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), bersama Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FUAD untuk mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) secara kolaboratif di Nagari Tanjung Bonai dan Nagari Lubuk Jantan, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat pada tanggal 6-9 April 2023. Tujuh HMPS tersebut yaitu HMPS Jurnalistik Islam (JI), HMPS Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), HMPS Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), HMPS Pemikiran Politik Islam (PPI), HMPS Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), HMPS Psikologi Islam (PSI) dan HMPS Ilmu AlQur'an dan Tafsir (IAT). Seluruh HMPS tersebut saling berkolaborasi bersama DEMA FUAD dengan tujuan agar bisa mengabdi dan mengimplementasikan keilmuan yang dimiliki sebagai mahasiswa untuk kemajuan masyarakat.

"Ide munculnya pengabdian ini atau FUAD mengabdi ini tidak lain adalah wujud kepedulian FUAD terhadap masyarakat, maka direalisasikan melalui semangat yang ditimbulkan oleh mahasiswa yakni dengan tridarma perguruan tinggi, ini termasuk dalam ranah yang ketiga, yakni pengabdian terhadap masyarakat. Kedua, kita melihat Lintau Buo Utara adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Tanah Datar yang sangat membutuhkan uluran tangan dari mahasiswa dengan keilmuan yang ada. Maka untuk mengkoordinir kegiatan ini dengan baik dibutuhkan sinergi satu kekuatan, yakni Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) bersama perangkat HMPS dengan multidisplin, sehingga multidisplin tersebut memberikan manfaat positif terhadap masyarakat dengan keragaman dan keberagaman Program Studi yang ada. Untuk meng-eksiskan Program Studi tersebut, maka sengaja dipilih satu Jorong masing masing Program Studi agar dia eksis ilmunya di sana.

|HAL 17 EDISI1 TAHUN 2023


Tabloid Alfitrah

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Sehingga kesemuanya nanti terhimpun dalam satu kekuatan. Psikologi dia bergerak dengan ilmu psikologinya dan IAT dengan ilmu tafsirnya dan begitu seterusnya", ujar Dr. Irman, S.Ag., M.Pd. "Jadi semangat ini tidak lain adalah bagaimana kepedulian terhadap masyarakat yang ada di sekitarnya, itu kenapa kegiatan ini disebut dengan FUAD mengabdi, mungkin itu idenya. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa kita evaluasi dan kita tindak lanjuti dari laporan, untuk Wali Nagari dan Sekretaris Camat (Sekcam) juga memberikan apresiasi yang luar biasa kepada mahasiswa, dan untuk itu terus ini dibenahi dan ditindak lanjuti", tambah beliau.

Serba-serbi Persiapan PkM Kolaborasi Berdasarkan penuturan dari Ketua Umum HMPS PPI, Ridho Hamdani, lembaga kemahasiswaan atau Ormawa yang mengikuti PkM kolaborasi yang diadakan di Kecamatan Lintau Buo Utara ini dibagi menjadi dua nagari dan tiap nagari dibagi lagi menjadi per-jorong. "Dalam PkM ini kami dibagi permasing-masing lembaga, ada dua nagari di Kecamatan Lintau Buo Utara ini yang dipilih sebagai lokasi PkM, yaitu Nagari Tanjung Bonai dan Nagari Lubuk Jantan. Di Nagari tersebut juga dibagi lagi menjadi per-jorong. Untuk Nagari Tanjung Bonai terdapat empat lembaga yaitu HMPS JI di Jorong Situgar, HMPS PPI di Jorong Tanjung Modang, HMPS IAT di Jorong Piubuah dan DEMA di Jorong Sembayan. Sedangkan untuk Nagari Lubuk Jantan juga terdapat empat lembaga yaitu HMPS IPII di Jorong Nusa Indah, HMPS PSI di Jorong Melur, HMPS PMI di Jorong Dahlia dan HMPS KPI di Jorong Cempaka", kata Ridho. Serba-serbi persiapan PkM Kolaborasi dilaksanakan oleh masing-masing HMPS selingkup FUAD termasuk DEMA.

Jumaidul Hijjah Febra yang bertindak sebagai Steering Committee (SC) acara PkM Kolaborasi lembaga DEMA mengatakan bahwa persiapan yang dilakukan yaitu pembentukan kepanitiaan, rapat bersama petinggi Fakultas dan perwakilan dari masing-masing HMPS. Selain itu ia juga mengatakan bahwa menjalin komunikasi yang baik antar Ormawa dan antar Ormawa dengan petinggi Fakultas harus dilakukan untuk menghindari terjadinya kesalah pahaman. "Hal yang kami persiapkan untuk kegiatan ini adalah pembentukan kepanitiaan, rapat perencanaan dan pembentukan planing tempat dan gambaran acara, menjalin komunikasi dengan baik antar Ormawa agar pembahasan terkait acara tidak ada terjadi hal penyimpangan atau kesalahpahaman. Melakukan rapat dengan pimpinan Fakultas yang di ikuti perwakilan dari masing-masing Ormawa, agar dapat bekerjasama dengan pimpinan Fakultas", terang Febra Menurut Sekretaris Umum HMPS PMI, Ana Nia Ramaiza, persiapan PkM Kolaborasi berlangsung sekitar satu bulan sebelum hari H. Dimulai dari pembentukan panitia pelaksana, kemudian dilanjutkan dengan menyurvei lokasi PkM ke Lintau Buo Utara. "Persiapan pertama yaitu pembentukan panitia pelaksana, setelah panitia pelaksana terbentuk, kami melakukan survei ke Kecamatan Lintau Buo Utara, tempat dimana kegiatan PkM ini rencananya akan dilangsungkan. Survei ini diikuti oleh salah satu perwakilan dari keseluruhan HMPS selingkup FUAD dan juga oleh DEMA. Setelah survei dilakukan, kami ditunjuk untuk menempati Nagari Lubuk Jantan, tepatnya di Jorong Dahlia, untuk persiapan kurang lebih sekitar satu bulan sebelum acara berlangsung", pungkas Ana.

|HAL 18 EDISI1 TAHUN 2023


Tabloid Alfitrah

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Setelah penentuan lokasi PkM untuk masing-masing HMPS dan DEMA, seluruh lembaga kemahasiswaan merancang apa saja kegiatan pengabdian yang akan dijalankan dan bagaimana teknisnya. Kemudian dilanjutkan dengan mempersiapkan segala administrasi dan surat-menyurat. Berdasarkan keterangan dari Sekretaris Umum HMPS IPII, Salsabila Amora, dalam mempersiapkan administrasi dan surat-menyurat, tidak ada kendala yang berarti. "Untuk masalah administrasi dan surat menyurat tidak ada kendala yang berarti, karena kami mempersiapkan secara matang dan mendiskusikan terkait surat yang dibutuhkan, kami berusaha agar tidak ada kesalahan dalam administrasi", pungkas Salsabila. Beberapa acara atau kegiatan yang akan dilakukan oleh masing-masing HMPS dan DEMA tersebut diantaranya memberikan pelatihan, mengadakan lomba, ibadah bersama, memberikan edukasi, gotong royong, makan bersama dan lain-lain, seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Umum JI, Yulia Arsa dan Sekretaris Umum PMI, Ana Nia Ramaiza saat dimintai keterangannya mengenai persiapan PkM kolaborasi.

Foto: Instagram Dema FUAD

"Beberapa kegiatan yang akan kami lakukan yaitu pelatihan Citizen Journalism, gotong royong bersama, berbagi takjil bersama masyarakat, ibadah bersama dan lain-lain", tutur Arsa. "Kegiatan-kegiatan yang akan kami laksanakan disana diantaranya yaitu gotong royong bersama masyarakat setempat, makan bersama, kultum dan subuh mubarok dari mahasiswa PMI dan dilanjutkan dengan lomba Pidato Cilik (Pidacil), serta lomba rangking satu", tambah Ana.

"Dikarenakan di sana kami akan melakukan PkM selama empat hari, kami mempersiapkan berbagai perlengkapan seperti perlengkapan pribadi maupun perlengkapan lainnya. Kami juga mempersiapkan sertifikat dan piala karena kami melakukan kegiatan lomba. Sedangkan yang lainnya seperti mempersiapkan perlengkapan masak dan konsumsi seperti ayam telur bawang serta perlengkapan memasak lainnya", jelas Ketua Umum HMPS PPI, Ridho Hamdani.

Selain mempersiapkan perihal administrasi dan suratmenyurat dan kegiatan apa yang akan dilakukan, masingmasing HMPS dan DEMA se-lingkup FUAD juga mempersiapkan berbagai perlengkapan pribadi, perlengkapan konsumsi dan berbagai perlengkapan lainnya untuk menunjang kegiatan mereka agar dapat berjalan dengan lancar selama empat hari tersebut.

Terlepas dari semua persiapan yang mereka lakukan dengan penuh semangat, mereka memiliki harapan terhadap PkM kolaborasi yang akan berlangsung tersebut. Seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Umum HMPS KPI, Rahmatika dan Ketua Umum HMPS PSI, Ilham Maulana.

|HAL 19 EDISI1 TAHUN 2023


Tabloid Alfitrah

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah

"Harapan kami sebelum berangkat ke lokasi adalah semoga di lokasi kami bisa berbaur dan berinteraksi dengan masyarakat dan melakukan kegiatan pengabdian yang sudah ada di rundown acara. Semoga nantinya kami selama berada di lokasi pengabdian bisa menjadi mahasiswa yang benar-benar mengabdi kepada masyarakat dan mengimplementasikan segala keilmuan yang telah kami dapat sebagai mahasiswa. Harapan kami yang paling utama acara PkM yang berjalan selama empat hari itu akan sukses dan membawa banyak manfaat baik bagi kami pribadi maupun warga yang ada di sana", tutur Rahmatika. "Harapan kami sebelum berangkat untuk PkM tersebut semoga dengan adanya kami di nagari tersebut nantinya, dan dengan edukasi maupun pengabdian yang kami berikan dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat yang ada disana", tambah Ilham. Tidak hanya harapan dari HMPS dan DEMA selingkup FUAD saja, ada pesan yang juga disampaikan oleh pembina masing-masing HMPS dan DEMA. Salah satunya yaitu pesan yang disampaikan oleh pembina HMPS IAT, Hafizullah, M.A. "Pesan dari saya yaitu fokus pada apa yang akan diterapkan, karena bersamaan dengan bulan Ramadhan, untuk HMPS IAT terkhususnya maka sudah pasti itu yang berkaitan dengan pembinaan kegiatan keagamaan. Sebenarnya beberapa kegiatan hanya dipersiapkan saja dulu, ketika nanti sampai di lapangan baru bisa dipastikan apa kegiatannya karena melihat situasi dan kondisi", ujar Hafizullah, MA. Selain pembina HMPS IAT, berdasarkan pernyataan dari sekretaris umum HMPS IPII, Salsabila Amora, pembina HMPS IPII, Cut Afrina, M.IP. juga turut memberikan pesannya kepada seluruh peserta PkM Kolaborasi, terkhusus kepada HMPS IPII, agar tetap fokus pada apa yang akan dilakukan di lokasi.

" Ibu Cut berpesan kepada pengurus DEMA, HMPS se-lingkup FUAD, terutama panitia HMPS IPII agar selalu mengutamakan tujuan dari kegiatan PkM ini yaitu memberikan manfaat dan pengabdian kepada masyarakat. Ibu Cut juga mendorong agar pengurus DEMA, HMPS se-lingkup FUAD, terutama panitia HMPS IPII untuk selalu menjaga semangat dan motivasi dalam menjalankan tugasnya, serta bekerja dengan tim dengan baik dan saling mendukung satu sama lain", terang Salsabila. "Beliau juga berpesan saat berangkat ke lokasi, selalu jaga kesehatan dan keselamatan diri serta berkomunikasi dengan baik dan jelas dengan pihak terkait di lokasi kegiatan. Dalam mempersiapkan kegiatan PkM, selalu fokus pada perencanaan dan koordinasi yang baik, serta jangan ragu untuk meminta bantuan dan dukungan dari pihak-pihak terkait. Beliau berharap semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat", tambah Salsabila. (MS/RFF/MA/PRR)

|HAL 20 EDISI1 TAHUN 2023


Tabloid Alfitrah

Al-Fitrah.Lintau Buo Utara - Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Mahmud Yunus Batusangkar mengadakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang merupakan Kolaborasi antara Himpunan Mahasiswa Pogram Studi (HMPS) dengan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA). Bertempat di Kecamatan Lintau Buo Utara, PkM ini dilaksanakan pada tanggal 6-9 April 2023. PkM Kolaborasi FUAD diadakan selama empat hari berturut-turut. Dalam kegiatan ini masing-masing HMPS, dan DEMA melaksanakan kegiatan yang telah disusun sebagai bentuk dedikasi diri terhadap masyarakat Lintau Buo Utara.

DEMA Jorong Sembayan, Nagari Tanjung Bonai dipilih oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) sebagai tempat megimplementasikan keilmuannya. Sedangkan pemilihan lokasi bagi HMPS lainnya tidak ditentukan oleh DEMA, melainkan cukup dipilih oleh HMPS yang bersangkutan selama masih berada di Nagari Tanjung Bonai dan Nagari Lubuak Jantan. "Kalau permasing masing HMPS itu mereka yang nentuin tempat masing-masing, yang penting masih di Lintau Buo Utara", ucap salah seorang anggota DEMA FUAD 2023, Faranisa.

|HAL 21 EDISI1 TAHUN 2023

Sum be rf o

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah

nisa a r Fa : to

Pada hari pertama DEMA FUAD mengadakan buka bersama masyarakat Surau Pincuran Banda Jorong Sembayan, tadarus bersama disertai taaruf dengan pengurus masjid di Jorong Sembayan Nagari Tanjung. Dihari kedua mengadakan sahur bersama pengurus, lalu setelah subuh kultum dari ketua Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO) Dema Fuad, Auliansyah. Wirid pengajian dengan masyarakat, melakukan pemantauan PKM yang diadakan oleh HMPS IPII di perpustakaan dan buka bersama masyarakat surau Pincuran Banda Jorong Sembayan. Pada Hari terakhir DEMA FUAD mengadakan kunjungan ke SD 21 Tanjung Bonai untuk acara latihan penyelenggaraan jenazah serta buka bersama. "Acara ini diadakan sebagai bentuk FUAD mengabdi ke masyarakat luar, karna kita punya Prodi dan ilmu yang bermacam-macam. Misalnya Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), di mana dalam kegiatannya membagi ilmu bagaimana cara penataan buku di perpustakaan sekolah-sekolah" ungkap Pembina Dema, Ovel Rinel M. Kom


Tabloid Alfitrah

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah

HMPS JI

Mahasiswa itu agen of change, yang akan mengadakan perubahan sosial, maka mahasiswa menjadi motivator masyarakat, turun ke lapangan untuk menumbuh kembangkan motivasi masyarakat agar meningkatkan kualitas hidupnya", tutur Pembina HMPS JI, Dr. Jamilus, M.Pd.I. Sabtu, 08 April 2023 HMPS JI mengadakan acara berbentuk pemberian materi dengan sasaran remaja Jorong Situgar yang bertempat di Masjid Al Furqan. Acara dengan tema Citizen Journalism ini berbentuk literasi media dan juga latihan penulisan berita sesuai dengan kaidah 5W+1H. Acara tersebut bertujuan agar warga Jorong Situgar tekhusus remaja Masjid Al Furqan agar tidak mudah termakan berita hoax dan agar bisa menjadi citizens journalism yang sesuai kaidah jurnalistik. "Feedback-nya supaya ketika mereka melihat suatu berita mereka tidak menelan bulatbulat informasi yang didapatkan karna belom tentu informasi yang mereka dapat itu benar, dan juga mengajarkan supaya mereka bisa membuat berita", kata Yulia Arsa sekretaris umum HMPS JI.

Sumber Foto : Rafiqah Zuhri

Begitu pula dengan HMPS Jurnalistik Islam (JI) yang dihadiri oleh 15 pengurus HMPS JI, berlokasi di Jorong Situgar, Nagari Tanjung Bonai. Diketuai oleh Salma Saidah, HMPS JI menggunakan dua rumah warga Jorong Situgar sebagai tempat bermukim sementara di mana satu rumah dipertuntukkan bagi perempuan dan satu rumah untuk laki-laki. Hal ini dimaksudkan untuk saling menjaga agar tidak saling bercampur-baur antara lawan jenis karena di kampus UIN Mahmud Yunus Batusangkar mengajarkan adab terhadap para mahasiswanya.

Keakraban timbul antara HMPS JI dengan masyarakat Jorong Situgar. Baik saat gotong royong, pergi takziah, sampai dengan pelatihan Citizen Jurnalism yang dihadiri dengan antusias oleh pemuda-pemudi Jorong Situgar. Kegiatan tersebut tidak hanya menambah keakraban antara HMPS JI dengan masyarakat tetapi juga turut menawarkan solidaritas dan loyalitas antarsesama anggota HMPS.

|HAL 22 EDISI1 TAHUN 2023


Tabloid Alfitrah

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah

Semua hal yang berlangsung disana dilakukan secara bersama-sama termasuk dalam menyiapkan konsumsi untuk anggota dan berbagi takjil untuk masyarakat. Kehadiran HMPS JI sangat mewarnai bulan Ramadhan masyarakat Jorong Situgar tahun ini. Bahkan salah satu warga pemilik posko tempat HMPS JI menginap menyayangkan kegiatan tersebut hanya berlangsung sebentar. "Baru ka dakek baru, lah ka pulang se adiak-adiak ko lai" ujar Liza Fidianti salah seorang warga Jorong Situgar Selain itu, Liza mewakili masyarakat Jorong Situgar mengungkapkan rasa bahagianya karena kedatangan HMPS JI untuk acara PkM tersebut dan menghaturkan terima kasih karena HMPS JI telah bersedia membagi ilmu serta mau bersosialisasi bersama masyarakat Jorong Situgar.

HMPS KPI Selama kegiatan PKM kolaborasi FUAD, HMPS Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) mengadakan beberapa event selama acara berlangsung. Adapun event yang mereka lakukan pada hari pertama Kamis 6 April 2023 yaitu, mengadakan tadarus malam sesudah sholat tarawih di Masjid Raya Lubuk jantan. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh HMPS IPII. Pada hari kedua, HMPS KPI mengadakan dua kegiatan. Kegiatan pertama membersihkan area sekitar Masjid Raya Lubuk Jantan, dan kegiatan kedua pengisian tanah dalam polibag yang akan digunakan untuk bercocok tanam. Serta mengikutsertakan masyarakat dalam lomba desa indah tingkat provinsi pada Jum'at 7 April 2023. Kegiatan hari ketiga, HMPS KPI mengadakan kegiatan gotong royong bersama Masyarakat Jorong Nusa Indah serta kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat pada Sabtu 8 April 2023.

|HAL 23 EDISI1 TAHUN 2023

HMPS IAT Kegiatan yang dilakukan HMPS Ilmu Al Quran dan Tafsir (IAT) di Jorong Piubuah Nagari Tanjung Bonai yaitu diskusi agama bersama masrarakat sekitar. HMPS IAT memberikan materi dengan tema menumbuhkan jiwa Qur'ani dan membangkitkan nilai-nilai keislaman pada masyarakat. Pada hari Jumat, 7 April 2023 kegiatan yang dilakukan yaitu membaca surah Al-kahfi. Selepas sholat isya, HMPS IAT melanjutkan kegiatannya dengan ceramah di beberapa Surau yang ada di jorong tersebut. Pada hari sabtu, HMPS IAT melakukan sosialisasi ke SD 32 Tanjung Bonai. Kegiatan yang dilakukan berupa mengajarkan kepada siswa-siswi SD 32 Tanjung Bonai tentang betapa pentingnya Islam, AlQur'an, dan membahas tentang sholat jenazah. Ini sesuai perintah dari Dekan FUAD, bahwasanya harus ada materi mengenai tata cara pelaksanaan sholat jenazah, meskipun HMPS IAT lebih fokus pada tafsir Al-Qur'an. HMPS IAT juga melakukan lomba cerdas cermat tingkat SD, yang berjalan dengan lancar. Pada hari Minggu 9 April 2023, HMPS IAT melanjutkan kegiatan dengan melakukan bakti sosial, yang kemudian kegiatan PkM ini ditutup oleh Kaprodi beserta beberapa masyarakat.

HMPS PSI HMPS Psikologi Islam (PSI) melakukan PkM Kolaborasi degan tema “Mendedikasikan Diri dan Mengabdi pada Masyarakat dalam Harmoni Psikologi”, yang bertempat di Jorong Melur, Nagari Lubuk Jantan. Kegiatan yang diadakan HMPS PsI di Jorong Melur adalah kultum subuh, gotong royong di Masjid Muslimun, tadarus bersama setiap malam, dan juga buka bersama dengan remaja di masjid Muslimun pada hari Jumat 07 April 2023


Tabloid Alfitrah

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah

HMPS PPI HMPS IPII juga ikut berpartisipasi dalam mempersipakan Jorong Nusa Indah dalam perlombaan desa indah tingkat Provinsi. Menurut salah seorang peserta PkM Kolaborasi IPII, Nadya, mereka berpartisipasi dalam rangka gotong royong bersama masyarakat skitar Jorong Nusa Indah dan ikut serta dalam membersihkan serta merawat Tanaman Obat Keluarga (Toga). Toga merupakan salah satu bentuk dari kegiatan dasawisma PKK daerah Lintau Buo Utara. Sumber foto : Reva

Kegiatan yang dibuat oleh HMPS Pemikiran Politik Islam (PPI) yakni memberi kajian pada warga Jorong Tanjung Modang setelah shalat subuh, tadarus, senam, memasak, dan gotong royong. HMPS PPI juga melakukan keliling ke rumah-rumah warga sekitar Jorong Tanjung Modang untuk meminta sumbangan. Adapun sumbangan yang didapat akan digunakan untuk penunjang acara Lomba “Rangking 1” tingkat SD, SMP, SMA di Jorong Tanjung Modang pada hari Sabtu, 8 April 2023.

HMPS IPII Kegiatan PkM dari HMPS Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), pada hari Kamis 06 April 2023 melakukan pengklasifikasian buku di perpustakaan SMPN 1 Lintau Buo Utara. Kegiatan kedua diadakan pada hari Jum’at 7 April 2023 berupa pengklasifikasian di tempat yang sama.

Kegiatan ketiga berupa pengelolaan bahan pustaka di Perpustakaan SMPN 1 Lintau Buo Utara, kegiatan ini diadakan pada hari Sabtu, 8 April 2023. Setelah tiga hari melakukan kegiatan PkM Kolaborasi FUAD, HMPS IPII juga berpamitan dengan Camat Lintau Buo Utara Bapak Arief Gani Malay, S.STP. untuk kembali ke kampus UIN Mahmud Yunus Batusangkar.

HMPS PMI HMPS Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) mengadakan PkM kolaborasi bertepatan di kawasan Nagari Lubuak Jantan, Jorong Dahlia yang ihadiri sebanyak 26 orang dari HMPS PMI. Dengan ragam kegiatan yaitu, gotong royong bersama dengan masyarakat sekitar Masjid Nurul Huda Kalumpang, kunjungan ke SD untuk memberikan informasi lomba pidacil, dan lomba pidacil serta lomba “Rangking 1”.

|HAL 24 EDISI1 TAHUN 2023


Tabloid Alfitrah

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah

HMPS PMI

Sumber Foto : Nia Ramaiza

"Dibilang unggul gak juga, karena kami dari PMI lebih ke membantu masyarakat aja, lebih banyak bergaul dengan masyarakat dan kegiatannya juga gak menentu. Kegiatan yang kami lakukan itu lebih ke mendekatkan diri kepada masyarakat aja. Apa yg dilakukan masyarakat kami ikut bantu. Terutama kayak gotong royong. Setelah itu kami juga mengadakan Lomba Pidacil tingkat SD dan Rangking 1 tingkat Remaja", tutur Nia Ramaiza sebagai sekretaris umum HMPS PMI. (RA, CSI, AF, MS)

Sumber Foto : Rafiqah Zuhri

|HAL 25 EDISI1 TAHUN 2023

SEGUDANG MANFAAT FUAD MENGABDI Al-Fitrah.Lintau Buo Utara - Pada tanggal 15-18 Ramadhan 1444 H, tepatnya pada tanggal berapa 6-9 April 2023 M, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) sukses mengadakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) kolaborasi bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) selingkup FUAD. PkM ini dilakukan di Kecamatan Lintau Buo Utara Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Seluruh HMPS FUAD ikut serta membersamai dan berkontribusi dalam kegiatan ini diantaranya HMPS Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), HMPS Jurnalistik Islam (JI), HMPS Ilmu Al Qur’an dan Tafsir (IAT), HMPS Pemikiran Politik Islam (PPI), HMPS Psikologi Islam (PSII), HMPS Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), dan HMPS Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII). PkM tersebut diisi dengan berbagai kegiatan oleh masing-masing HMPS di daerah yang telah ditetapkan. Diantaranya, mengadakan seminar keilmuan sesuai dengan keahlian masing-masing, gotong royong, lomba cerdas cermat, hingga mengadakan buka puasa bersama remaja dan masyarakat Lintau Buo Utara. Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat Lintau Buo Utara.


Tabloid Alfitrah

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah “Kalau manfaat yang didapat pasti ada, karena mahasiswa dari UIN sudah banyak melakukan kegiatan di Jorong Nusa Indah. Tapi karena waktunya cuma beberapa hari saja dan juga kegiatan dari mahasiswa UIN ini juga kebanyakan fokus sama kegiatan perpustakaan juga jadi interaksi dengan masyarakat tidak begitu banyak juga sehingga masih ada kekurangan yang terasa bagi masyarakat ditambah waktunya singkat juga”, ucap Arista Surya Purnama, S.Km. selaku Kepala Jorong Nusa Indah. Melalui PkM yang dilakukan oleh para HMPS selama empat hari tersebut, mereka mendapatkan manfaat dan dampak yang dapat dirasakan juga oleh semua yang terlibat, termasuk bagi masyarakat Lintau Buo Utara itu sendiri. Walaupun dalam pelaksanaannya, mereka mengalami sedikit kendala terutama dalam hal pendanaan dan administrasi, namun kegiatan ini dapat berlangsung secara lancar dari awal hingga akhir. “Kalau kendala yang kami rasakan itu bisa dibilang minim, karena setelah kami jalankan Alhamdulillah lancar ya mungkin kendala yg kami hadapi seperti transportasi waktu itu, kami bingung hendak kesana dengan apa namun akhirnya kami bisa pergi dengan mobil dan motor karena kalau pakai mobil semua kami engga memiliki cukup dana”, ucap Ilham Maulana selaku ketua umum HMPS PSI. “Untuk kendala dalam melakukan kegiatan tersebut, kami banyak mengalami kendala khususnya untuk pendanaan. Contohnya saja untuk lomba rangking 1 kami tidak cukup dana untuk tabanas sehingga pada siang harinya kami melakukan penggalangan dana”, tambah Ridho Hamdani selaku Ketua Umum HMPS PPI.

Adapun dampak positif yang HMPS rasakan yaitu timbulnya rasa puas dan bangga karena telah berhasil memberikan edukasi terhadap masyarakat Lintau Buo Utara terkait bidang keilmuannya masing-masing. Mereka juga mendapatkan hubungan timbal balik berupa pengetahuan mengenai bagaimana budaya dari masyarakat Lintau Buo Utara sendiri. Dan tentunya yang mendapatkan dampak positif tidak hanya anggota HMPS saja, masyarakat Kecamatan Lintau Buo Utara juga merasakan hal tersebut. Masyarakat mendapatkan manfaat berupa terbantunya mereka dalam menangani kebersihan lingkungan, mereka memperoleh banyak pengetahuan melalui seminar yang dilakukan dan adanya jalinan hubungan baik antara masyarakat dengan mahasiswa tersebut. “Dampaknya baik karena mahasiswa dan masyarakat dapat berinteraksi dengan baik dengan masyarakat, masyarakat juga mendukung penuh apa kegiatan yang kami lakukan, misalnya kami ingin mengadakan lomba, jadi masyarakat antusias untuk menyuruh atau mendaftarkan anak-anak nya”, ucap Rahmi Navila Husni Ketua Umum HMPS PMI. “Dampaknya bagi kami yang PkM kemaren itu yang pertama tentu selama di sana kami belajar bersosialisasi dengan masyarakat Jorong Situgar Nagari Lintau Buo Utara, dan juga kami tau budaya orang di Jorong Situgar yang berbeda dari tempat kami berasal, seperti kemaren itu kami ikut takziah kesalah satu rumah warga dan disana ternyata berbeda cara orang bertakziah dan itu juga merupakan pelajaran atau hal baru bagi kami semua.

|HAL 26 EDISI1 TAHUN 2023


Tabloid Alfitrah

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Sedangkan dampak untuk Fakultas tentu saja nama FUAD semakin banyak diketahui oleh orang dan bukan hanya FUAD yang semakin diketahui akan tetapi dengan adanya kegiatan PkM kemaren secara ga langsung juga memperkenalkan UIN Mahmud Yunus Batusangkar ke masyarakat yang ada di sana”, ucap Yulia Arsa selaku Sekretaris umum HMPS JI. “Pertama tujuan kami PKM adalah mengasah kemampuan mahasiswa terjun ke lapangan pertama itu dulu dan apapun bidangnya. Dengan terjun ke lapangan dengan ilmu yang dimiliki mahasiswa mereka dapat berbuat yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sumber Foto: Siti Kholijah

Jadi saya melihat dampak PKM itu sangat bagus karena mahasiswa dapat menambah wawasan, menimba ilmu, berinteraksi dengan masyarakat, bagaimana dia bisa menularkan ilmu yang dimilikinya kepada masyarakat, bagaimana dia bisa mengimplementasikan ilmu yang dimilikinya bagi masyarakat dan itu sangat bagus sekali. Kalau dilihat dari dampak untuk masyarakat seperti pembinaan penetapan pustaka kemarin ada yang meminta mahasiswa, dan hal tersebut termasuk salah satu keberhasilan bukti mahasiswa mendonasikan ilmunya”, ungkap Ovel Rinel, M.Kom. selaku pembina dari DEMA FUAD.

|HAL 27 EDISI1 TAHUN 2023

Tak hanya itu, dampak dari kegiatan ini juga didapatkan oleh UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Melalui hubungan baik yang dilakukan oleh HMPS selingkup FUAD dengan masyarakat Lintau Buo Utara, maka UIN Mahmud Yunus Batusangkar mendapatkan citra baik di mata masyarakat Lintau Buo Utara. Kemudian dapat meningkatkan rating penilaian akreditasi, baik bagi kampus maupun Program Studi selingkup FUAD dan penilaian dari masyarakat lain dalam melihat UIN Mahmud Yunus Batusangkar. “.....kegiatan ini membawa nama UIN, jadi semua lembaga kemahasiswaan di UIN merasa manfaatnya sangat banyak atau terbantu, tidak hanya lembaga kemahasiswaan, Universitas-pun mendapatkan manfaat, karena kami di situ membawa Program Studi kami dan kami membawa nama UIN jadi manfaatnya adalah kampus kita jadi terkenal karena kita bisa sosialisasi Program Studi dan bagaimana kampus UIN sebenarnya....”, ucap Ridho Hamdani selaku Ketua Umum HMPS PPI. “Kalau dari segi perspektif Fakultas PkM ini pasti ada manfaatnya, yang jelas manfaat untuk mahasiswa FUAD yaitu bisa membangun sinergi antar keilmuan, kan kita punya tujuh kelompok keilmuan itu, ada JI, PPI, IPII, PSI, KPI, PMI dan IAT. Semua kelompok keilmuan itu kita gabung menjadi satu untuk melakukan suatu pengabdian yang kita sebut sebagai FUAD mengabdi. Itu jelas banyak untungnya bagi mahasiswa yang pertama membangun sinergitas antar masing-masing keilmuan tersebut.


Tabloid Alfitrah

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah

Tapi yang lebih pas untuk melihat manfaat ini tentu masyarakat, nah saya melihat kemarin dan saya mendapat laporan bahwa masyarakat sangat sangat antusias dan welcome sekali atas kehadiran mahasiswa kita bahkan ada yang disuguhi dengan makanan bahkan sampai diantar pulang. Hal ini merupakan salah satu indikator bahwa mereka senang kita turut bekerja dengan mereka, mengabdi istilahnya dalam tridarma. Menurut saya sangat besar manfaatnya bagi mahasiswa, dan masyarakat, Fakultas”, ucap Dekan FUAD, Dr. Akhyar Hanif, M.Ag. (SK, MPS)

|HAL 28 EDISI1 TAHUN 2023


EDISI1 TAHUN 2023

Tabloid Alfitrah Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tabloid Al-Fitrah Edisi 1 Tahun 2023 by FUAD Fakultas - Issuu