Uin Maulana Malik Ibrahim Malan
TEKBANG II
M. Bintang Firdaus
NIM : 0037
NIM : 0079
Shifwa Rifda Nahda NIM : 0004
Fauzan Habib A.H NIM : 0027
KELOMPOK v
Qaniah Febyosa R.H
Uin Maulana Malik Ibrahim Malang
PENYUSUN :
DAFTAR ISI LOW STRUCTURE............................................................................ 1 PONDASI TELAPAK............................................................................................................... 1 METODE PELAKSANAAN PONDASI TELAPAK............................................................. 2 SLOOF........................................................................................................................................ 5
MIDDLE STRUCTURE...................................................................... 6 KOLOM...................................................................................................................................... PLAT LANTAI........................................................................................................................ DINDING.................................................................................................................................... TANGGA....................................................................................................................................................
6 8 9 10
UPPER STRUCTURE....................................................................... 12 RING BALOK............................................................................................................................ 12 RANGKA ATAP...................................................................................................................... 12
SISTEM MEKANIKAL....................................................................... 13 SISTEM SELUBUNG......................................................................... 16 KESIMPULAN..................................................................................... 21
TEKBANG II
Uin Maulana Malik Ibrahim Malang
KELOMPOK v
Uin Maulana Malik Ibrahim Malang
TEKNOLOGI BANGUNAN II
lokasi
PERUMAHAN GRAHA VALENSIA Graha Valensia No.A3/3, Boro Jambangan, Saptorenggo, Kec. Pakis, Malang, Jawa Timur 65154
PONDASI TELAPAK Pondasi tapak adalah pondasi yang terbuat dari beton bertulang dengan bentuk menyerupai papan atau telapak dan digunakan untuk menjaga beban sehingga bangunan bertingkat tetap stabil.
DAYA DUKUNG SANGAT BAIK BISA MENAHAN BANGUNAN HINGGA 4 LANTAI
PROSES PENGERJAAN MUDAH & SEDERHANA
BISA UNTUK BANGUNAN BERTINGKAT
LOW STRUCTURE
GALIAN TANAH TIDAK TERLALU DALAM
BIAYA PEMBUATAN MURAH
TEKNOLOGI BANGUNAN II
KELOMPOK V
1
Uin Maulana Malik Ibrahim Malang
PEGERJAAN CUKUP LAMA HINGGA 1 BULAN
LOW STRUCTURE
2
TEKNOLOGI BANGUNAN II
M E M B U T U H K A N MANAJEMEN WAKTU YANG TEPAT AGAR EFISIEN
RENCANA PEMBESIAN DAN PENULANGAN YANG RUMIT
ik esi St B g n Pasa pada ng ja eran K i s e B
2 3 1
ah n Tan dasi a i l a n G ng Po lobaetempat S
TEKNOLOGI BANGUNAN II
P BESI ABRIKAS TULA I NGA N
KELOMPOK V
Uin Maulana Malik Ibrahim Malang
TEKNOLOGI BANGUNAN II
ras enge ing m h a t setelang bekistik pas da besi s pa
5 4 6
an langng u T i s a Be PAK y A kkan i, Letandasi TELabrikas f i o P hd m tela ke dala ndasi o P g n Loba
ngan ik de yang t s r co nggian keti telah an tuk diten
c pondor tapak asi te lapak
setelah menger a b dan lakuka bekisting s ukan pe pada ke ngurukan l beton iling sampai rstik ata dengan permuk aan
an sangasi a m e p ond a besi pdiatasny f o slo
TEKNOLOGI BANGUNAN II
LOW STRUCTURE
8 7 9
KELOMPOK V
3
Uin Maulana Malik Ibrahim Malang
TEKNOLOGI BANGUNAN II
pondasi
i
batukal Pondasi batu kali merupakan jenis pondasi dangkal yang digunakan pada bangunan dengan beban ringan seperti rumah tinggal.
Pondasi batu kali tersusun dari sekumpulan batu alam dengan bentuk yang berbeda beda, lalu dicampur dengan bahan pengikat seperti semen dan beton agar lebih solid dan kuat. Pondasi ini berbentuk trapesium, dengan ukuran tinggi 60 - 80 cm, lebar bawah 60 - 80 cm, dan lebar atas 25 - 30 cm.
PEKERJAAAN PERSIAPAN PEKERJAAN GALIAN
LOW STRUCTURE
4
PEKERJAAN PEMASANGAN PONDASI BATU KALI TEKNOLOGI BANGUNAN II
KELOMPOK V
PEKERJAAAN URUGAN PASIR
Uin Maulana Malik Ibrahim Malang
Selain itu Sloof berfungsi sebagai pengikat antara dinding, kolom dan pondasi. berfungsi sebagai pengunci dinding dan kolom agar tidak roboh apabila terjadi pergerakan tanah. Pada rumah tinggal 2 lantai, Memakai penampang besi dengan bentuk persegi panjang dengan ukuran 15cm x 35cm berfungsi menghubungkan antar strukutur kolom. bermaterial besi tulangan pokok dengan diameter 12cm berjumlah 6 buah dipasang pada jarak 20cm.
S L O O F
LOW STRUCTURE
5
TEKNOLOGI BANGUNAN II
KELOMPOK V
TEKNOLOGI BANGUNAN II
Sloof adalah struktur bangunan yang terletak di atas pondasi bangunan. Sloof berfungsi mendistribusikan beban dari bangunan atas ke pondasi, sehingga beban yang tersalurkan setiap titik di pondasi tersebar merata.
Uin Maulana Malik Ibrahim Malang
TEKNOLOGI BANGUNAN II
K O L O M
Kolom merupakan suatu struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya lantai dan runtuhnya bangunan s e c a r a t o t a l .
MIDDLE STRUCTURE
6
Struktur dalam kolom terbuat dari besi dan beton. fungsi kolom adalah sebagai penerus beban seluruh bangunan ke pondasi. Beban sebuah bangunan yang dimulai dari atap akan diterima oleh kolom. Seluruh beban yang diterima oleh kolom kemudian didistribusikan ke permukaan tanah di bawahnya. kolom termasuk struktur utama bangunan untuk meneruskan berat bangunan d a n b e b a n l a i n s e p e r t i b e b a n h i d u p (manusia dan barang-barang), maupun beban hembusan angin.
TEKNOLOGI BANGUNAN II
KELOMPOK V
Uin Maulana Malik Ibrahim Malang
TEKNOLOGI BANGUNAN II
K O L O M
KOLOM PRAKTIS •Menahan dinding secara horizontal agar tidak retak maupun roboh; •Komponen tersembunyi dalam dinding sehingga tidak terlihat dari luar; •Ditempatkan antara dinding – dinding balok; •Membantu kolom utama dalam menopang balok.
MIDDLE STRUCTURE
7
KOLOM UTAMA •Menahan keseluruhan struktur bangunan dalam bentuk vertikal •Komponen kolom utama berbentuk lebih besar dan panjang serta dapat terlihat dari luar •Ditempatkan pada pondasi yang cukup dalam •Menopang struktur bangunan balok dan lantai bangunan
Di lantai 1 jika ingin kolomnya rata tembok alias tidak kelihatan, maka bisa memakai kolom ukuran 15cm x 40cm. atau jika mau berbentuk persegi empat sama sisi maka bisa menggunakan kolom ukuran 25m x 25cm. Gunakan besi tulangan pokok 6bh diamater 12cm dengan sengkang a t a u c i n c i n g d i a m e t e r 8 m m y a n g d i p a s a n g setiap jarak 20cm. Sedangkan untuk lantai 2 cukup memakai kolom praktis saja ukuran 15cm x 15cm, tulangan pokok 4D10, sengkang D8-200.
TEKNOLOGI BANGUNAN II
KELOMPOK V
Uin Maulana Malik Ibrahim Malang
TEKNOLOGI BANGUNAN II
PLAT LANTAI
balok merupakan bagian dari struktural sebuah bangunan yang kaku dan dirancang untuk menanggung dan mentransfer beban menuju elemen-elemen kolom penopang yang memiliki fungsi sebagai rangka penguat horizontal bangunan akan beban-beban. Balok dalam bangunan sangat penting untuk menjaga stabilitas terhadap gaya kesamping. MIDDLE STRUCTURE
BALOK
Pelat lantai merupakan salah satu struktur bangunan dengan bidang yang terbilang tipis. Plat lantai yang bertumpu pada kolom dibantu oleh balok-balok bangunan. Plat lantai harus dibuat dengan kaku, rata, dan lurus. Plat adalah salah satu elemen struktur yang mampu menahan beban dimana bebannya nanti akan disalurkan ke struktur rangka vertikal seperti kolom.
TEKNOLOGI BANGUNAN II
KELOMPOK V
8
Uin Maulana Malik Ibrahim Malang
TEKNOLOGI BANGUNAN II
DINDING Dinding adalah bagian bangunan yang dipasang secara vertikal sebagai pemisah antar ruang, baik antar ruang dalam maupun ruang dalam dan ruang luar, menyokong atap dan langit-langit, membagi ruangan, serta melindungi terhadap cuaca. Dalam ilmu konstruksi, dinding adalah suatu struktur padat yang membatasi dan melindungi suatu area.
FUNGSI DINDING
MIDDLE STRUCTURE
9
•Pembatas antar ruang bagian dalam, luar, samping, depan, dan belakang. •Pemberi privasi dan dalam skala, warna, tekstur. •Pembentuk daerah fungsi (zoning) dalam bangunan. Ruang tidur, kamar mandi, dan ruang tamu dipisahkan melalui dinding. •Pelindung dari pengaruh di lingkungan luar seperti sinar matahari, isolasi terhadap suhu, air hujan dan kelembaban, hembusan angin, dan gangguan dari luar lainnya. •Penambah keindahan pada bangunan. •Peredam terhadap bunyi, baik dari dalam maupun dari luar
TEKNOLOGI BANGUNAN II
KELOMPOK V
Uin Maulana Malik Ibrahim Malang
TEKNOLOGI BANGUNAN II
TANGGA Tangga adalah sebuah konstruksi yang dirancang untuk menghubungi dua tingkat vertikal yang memiliki jarak satu sama lain. dan dapat dibuat dari kayu, pasangan batu, baja, beton bertulan dll.
MIDDLE STRUCTURE
11
TEKNOLOGI BANGUNAN II
KELOMPOK V
RING BALOK RING BALOK
Uin Maulana Malik Ibrahim Malang
TEKNOLOGI BANGUNAN II
Ring balok adalah bagian dari struktur bangunan seperti balok yang terletak diatas dinding bata, yang berfungsi sebagai pengikat pasangan bata dan juga untuk meratakan beban dari struktur yang berada diatasnya, seperti beban yang diterima oleh kuda-kuda. Pemasangan ring balok maksimum 4 meter dari sloof, idealnya 3 meter, dimensi ring balok yang biasa digunakan adalah lebar 15 cm tinggi 15 cm dengan tulangan pokok (besi beton) 4 d 8 mm dan begel d 6 – 15 cm.
RANGKA ATAP Rangka atap adalah suatu komponen penting yang ada dalam suatu bangunan . rangka atap berfungsi sebagai penopang tekanan atap dan menyalurkan tekanan bangunan ke struktur lainnya yang ada di bawah nya. Struktur ini mungkin jarang kita lihat karena tertutup genteng . Struktur ini sama penting nya dengan struktur – struktur lainnya yang ada pada bangunan untuk membangun bangunan yang b e r d i r i k o k o h . UPPER STRUCTURE
TEKNOLOGI BANGUNAN II
KELOMPOK V
12
Uin Maulana Malik Ibrahim Malang
TEKNOLOGI BANGUNAN II
SISTEM MEKANIKAL Sistem MEP sangat besar pengaruhnya terhadap biaya keseluruhan yang terkait dengan pembangunan dan pengoperasionalan suatu bangunan. Secara umum sistem mekanikal terdiri dari sistem-sistem pemadam kebakaran, pendingin udara atau AC (air conditioning), dan sistem transportasi vertikal. Sistem elektrikal terdiri dari sistem-sistem listrik arus kuat, penangkal petir, telepon, tata suara, proteksi kebakaran, jaringan komputer, master televise, dan sistem CCTV. Sedangkan untuk sistem plumbing terdiri dari sistem-sistem pembuangan air limbah, venting, air hujan, dan sistem air bersih
SISTEM MEKANIKAL
13
TEKNOLOGI BANGUNAN II
KELOMPOK V
Plambing dan sanitasi merupakan bagian dari sistem utilitas bangunan yang harus ada di setiap bangunan, baik itu bangunan bertingkat maupun horizontal. Sistem ini wajib dirancang untuk mencukupi kebutuhan penghuni bangunan akan transportasi dan suplai air bersih. Selain itu, sistem utilitas bangunan yang satu ini juga mengatur pengeluaran air ke tempat-tempat yang dilaluinya tanpa pencemaran. Kebutuhan transportasi dan suplai air bersih penghuni bangunan dapat diperoleh dari beberapa sumber air bersih. Sumber air bersih tersebut di antaranya mata air, sungai, hujan, dan air dalam tanah yang dikelola oleh Perusahaan Air Minum (PAM). Adapun yang dimaksud dengan air buangan dalam pengeluaran air, yaitu air bekas buangan, air limbah, air hujan, dan air limbah khusus. Sistem plambing dan sanitasi yang ideal harus bebas dari kerusakan dan minimal memiliki daya tahan untuk 30 tahun ke depan. Sistem plambing dan sanitasi yang baik akan memberi perlindungan kesehatan kepada penghuni bangunan maupun lingkungan sekitarnya.
Uin Maulana Malik Ibrahim Malang
TEKNOLOGI BANGUNAN II
SISTEM MEKANIKAL AIR BERSIH
1 MEMPERSIAPKAN LUBANG UNTUK PIPA
2 MEMBERI LEM PADA UJUNG UJUNG PIPA
3 MENYAMBUNG PIPA
4 MEMASANG PIPA PADA DINDING
FINISHING
SISTEM SELUBUNG
14
TEKNOLOGI BANGUNAN II
KELOMPOK V
5
Uin Maulana Malik Ibrahim Malang
TEKNOLOGI BANGUNAN II
SISTEM MEKANIKAL AIR KOTOR
1 MENYIAPKAN LUBANG
2 MEMBERIKAN LEM
3 MEMASANG PIPA SEMBARI DIBERIKAN LEM
SISTEM SELUBUNG
15
TEKNOLOGI BANGUNAN II
KELOMPOK V
Uin Maulana Malik Ibrahim Malang
TEKNOLOGI BANGUNAN II
DINDING DINDING PARTISI DINDING STRUKTURAL DINDING PEMBATAS
ATAP KERAMIK
DINDING PENAHAN
DINDING NON STRUKTURAL
SISTEM SELUBUNG TEKNOLOGI BANGUNAN II
KELOMPOK V
SISTEM SELUBUNG
ATAP GENTENG
ATAP BITUMEN
PENUTUP ATAP
16
Uin Maulana Malik Ibrahim Malang
BATA RINGAN Pembangunan rumah bergaya minimalis biasanya menggunakan bata ringan sebagai material dindingnya. Keunggulan dari material ini adalah berat massa/ bobotnya yang ringan sehingga membuat proses pengerjaan berlangsung lebih cepat dibanding menggunakan batu bata merah. Namun harga bata ringan ini relatif cukup mahal sehingga tidak direkomendasikan jika ingin hemat d a l a m p e m b a n g u n a n r u m a h .
TEKNOLOGI BANGUNAN II
KACA Mungkin belum banyak orang yang menggunakan kaca sebagai material dinding utama. Namun, pada sebagian bangunan, khususnya bangunan komersil, dinding dengan material kaca bukan hal yang tak lazim. Selain memberikan kesan terbuka, material kaca memberikan nuansa lebih elegan dan mewah.
KAYU BATA MERAH
SISTEM SELUBUNG
17
Batu bata merah adalah material dinding yang paling banyak digunakan oleh sebagian besar orang dalam membangun sebuah rumah. Terbuat dari tanah liat yang dibakar, batu bata merah memiliki daya tahan yang kuat dan harganya pun cukup murah. Kelebihan dari batu bata merah adalah material ini mampu mereduksi panas, tidak terpengaruh terhadap perubahan cuaca ( tahan lama ) d a n m u d a h d a l a m p e m a s a n g a n n y a .
Material yang satu ini memang multifungsi. Selain digunakan sebagai bahan furniture rumah, kayu juga bisa digunakan sebagai material dinding. Namun jika Anda harus berhati-hati dalam memilih jenis kayu yang akan digunakan. Pilihlah kayu yang tidak mudah rapuh dan dimakan rayap
SISTEM SELUBUNG TEKNOLOGI BANGUNAN II
KELOMPOK V
Uin Maulana Malik Ibrahim Malang
TEKNOLOGI BANGUNAN II
FUNGSI PLAFOND - Agar ruangan di bawah atap selalu tampak bersih dan tidak tampak rangka atapnya, • Untuk menahan kotoran dari bidang atap melalui celah-celah genteng, • Untuk menahan percikan air, agar seisi ruangan selalu terlindung, • Untuk mengurangi panas dari sinar matahari melalui bidang atap.
TAHAPAN PEMASANGAN PLAFOND GIPSUM 1. Persiapan area kerja yang berhubungan dengan pekerjaan Plafond. 2. Persiapkan alat dan bahan sesuai rencana kerja dan syarat (RKS). 3. Pemasangan Rangka Plafond metal furing (Hollow galvalum) 4. Pemasangan Papan Gypsum
UKURAN DAN DIMENSI PLAFOND
PLAFOND Langit-langit atau plafon ialah permukaan interior atas yang berhubungan dengan bagian atas sebuah ruangan. Umumnya, langit-langit bukan unsur struktural, melainkan permukaan yang menutupi lantai struktur atap di atas. Tinggi plafond diukur mulai dari permukaan lantai sampai dengan sisi bawah bidang plafond tersebut. Tinggi rendahnya plafond sangat menentukan kenyamanan dan keindahan suatu ruangan.Untuk r SISTEM SELUBUNG
18
Untuk rumah tinggal sebaiknya digunakan ukuran sedang, yaitu antara 3 – 5 meter. Dengan ketinggian demikian sirkulasi udara akan cukup dan keindahan ruangan akan terlihat baik.
SISTEM SELUBUNG TEKNOLOGI BANGUNAN II
KELOMPOK V
Uin Maulana Malik Ibrahim Malang
TEKNOLOGI BANGUNAN II
PEMASANGAN LANTAI KAYU 1. Mempersiapkan permukaan & Ukur ketinggian Lantai 2. Memilih parket Kayu yang akan digunakan 3. Ratakan & Bersihkan Permukaan Lantai yang akan dipasangi Lantai kayu 4. Melumuri permukaan Lantai Dengan Lem Kayu 5. Menyusun Lempengan parket kayu 6. Lakukan Proses Pengampelasan pada Lantai Kayu 7. Proses Finishing (Coating) kayu
LANTAI Pengertian lantai adalah bagian bangunan berupa suatu luasan yang dibatasi dinding-dinding sebagai tempat dilakukannya aktivitas sesuai dengan fungsi bangunan.
SISTEM SELUBUNG
19
FUNGSI LANTAI Fungsi lantai pada sebuah bangunan: • Sebagai pemisah ruangan secara mendatar. • Sebagai pendukung untuk meningkatkan kekakuan bangunan, terutama pada bangunan berlantai banyak. • Dapat mencegah perambatan suara dan meredam pantulan suara. • Berfungsi sebagai isolator terhadap pertukaran suhu sehingga dapat mencegah suhu ekstrim keluar-masuk bangunan. • Dapat mencegah masuknya air tanah ke dalam bangunan. • Ubin dapat menopang beban langsung dari barang di atasnya. • Berfungsi untuk menyokong aktivitas yang berlangsung di atasnya.
SISTEM SELUBUNG TEKNOLOGI BANGUNAN II
KELOMPOK V
Uin Maulana Malik Ibrahim Malang
TEKNOLOGI BANGUNAN II
JENIS KUSEN Berikut ini beberapa jenis kusen: • Kusen pintu adalah kusen untuk daun pintu. Biasanya pada bagian atas kusen pintu terdapat lubang untuk penerangan dan sirkulasi udara. • Kusen jendela adalah rangka kusen untuk peletakan daun jendela agar jendela bisa dibuka dan ditutup untuk melancarkan sirkulasi udara. Akan tetapi, ada juga jenis jendela yang dipasang mati dalam kusen. • Kusen bovenlicht atau penerangan adalah rangka kusen yang diperuntukkan untuk penempatan kaca sehingga cahaya dari luar bisa masuk ke dalam ruangan.
KUSEN Kusen adalah salah satu bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi sebagai tempat meletakkan daun pintu dan daun jendela.
• Kusen gendong (kombinasi) adalah rangka kusen untuk pintu dan jendela yang dijadikan menjadi satu konstruksi yang utuh. Jenis kusen ini umumnya ditempatkan pada bagian depan rumah atau pada ruangan yang memerlukan penerangan yang lebih, seperti ruang tamu dan ruang keluarga.
FUNGSI KUSEN Fungsi utama kusen adalah sebagai tempat perletakan daun pintu dan daun jendela. Selain itu, kusen dapat digunakan untuk menyekat dinding bangunan atau pemisah antar ruangan. SISTEM SELUBUNG
20
SISTEM SELUBUNG TEKNOLOGI BANGUNAN II
KELOMPOK V
Uin Maulana Malik Ibrahim Malang
TEKNOLOGI BANGUNAN II
KESIMPULAN SELURUH ELEMEN- ELEMEN PADA SEBUAH BANGUNAN MASING-MASING MEMILIKI PERANAN PENTING. DIMULAI DARI PONDASI YANG MENJADI AKAR KEKUATAN ATAU DASAR DARI SEBUAH BANGUNAN, KOLOM S E B A G A I S T R U K T U R T E K A N , P L AT L A N TA I , D I N D I N G Y G M E N J A D I W A J A H U TA M A D A R I SEBUAH BANGUNAN, SLOOF SEBAGAI PENGIKAT SELURUH ELEMEN SERTA PENDISTRIBUTOR BEBAN, H I N G G A R A N G K A ATA P P U N , S E M U A N YA MEMEGANG PERANAN PENTING. MAKA DARI ITU, K I TA S E B A G A I C A L O N A R S I T E K Y G B I J A K , BERKUALITAS, MENJUNJUNG EFISIENSI, HARUSLAH PAHAM BETUL SETIAP INCI DARI BANGUNAN. H A R U S B I S A M E M B U AT P E R B A N D I N G A N , MEMBANDINGKAN SELURUH ELEMEN-ELEMEN STRUKTUR PEMBANGUN. TAK HANYA ITU, KITA JUGA HARUS PANDAI MEMILIH, MEMUTUSKAN, MANA ELEMEN TERBAIK YANG SESUAI DENGAN KONDISI TAPAK, MANUSIA, DAN LINGKUNGANNYA.
TERIMAKASIH SISTEM SELUBUNG
21
TEKNOLOGI BANGUNAN II
KELOMPOK V
NIM : 0037
KELOMPOK V Fauzan Habib A.H
Univrsitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
TEKNOLOGI BANGUNAN II
Uin Maulana Malik Ibrahim Malan
Qaniah Febyosa R.H