Skip to main content

Majalah Falah Edisi 13

Page 1

KETERANGAN KTEI DEI OEI TEMILKOM TEMILREG TEMILNAS FoSSEI

: Karya Tulis Ekonomi Islam : Debat Ekonomi Islam : Olimpiade Ekonomi Islam : Temu Ilmiah Komisariat : Temu Ilmiah Regional : Temu Ilmiah Nasional : Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam

2008 PEMBENTUKAN FORSHEI Diprakarsai oleh sekelompok mahasiswa jurusan Muamalah 2004 dan dukung oleh angkatan 2006.

Forshei resmi masuk menjadi anggota dari FoSSEI Nasional 1 tahun setelah pembentukan.

2009 JUARA HARAPAN I Karya Tulis Ekonomi Syariah se Jateng-DIY

2012 JUARA I KTEI pada TEMILREG FoSSEI

JUARA II Cerdas Cermat Perguruan Tinggi dalam rangka HUT Bank Indonesia ke- 59

2013 JUARA I DEI pada TEMILKOM Semarang FoSSEI

JUARA I

JUARA II

JUARA I

KTEI pada TEMILREG Jawa Tengah FoSSEI

Video Grafis pada TEMILREG Jawa Tengah FoSSEI

JUARA II

JUARA I & III

OEI pada TEMILKOM Semarang FoSSEI

OEI pada TEMILREG Jawa Tengah FoSSEI

JUARA II & III

JUARA I

MTQ pada TEMILKOM Semarang FoSSEI

OEI pada TEMILNAS FoSSEI

2017 JUARA III OEI pada TEMILREGl Jawa Tengah FoSSEI

10 BESAR Simposium pada TEMILNAS FoSSEI

JUARA III OEI pada TEMILKOM Semarang FoSSEI

10 BESAR

2018 JUARA I OEI pada TEMILREGl Jawa Tengah FoSSEI

JUARA I Infografis pada TEMILREG JATENG FoSSEI

JUARA III KTEI pada TEMILREG JATENG FoSSEI

10 BESAR Simposium pada TEMILNAS JATENG FoSSEI

JUARA I Karya Tulis Ilmiah Nasional DIES NATALIS HMJ Hukum Ekonomi Syariah di UIN Walisongo Semarang

JUARA I Kompetisi Essai Mahasiswa HMJ Akuntansi di Fakultas Ekonomi UNWAHAS Semarang

JUARA III

JUARA II

KTEI pada TEMILREG Jawa Tengah FoSSEI

Olimpiade Islamic Finance Challenge di Kantor OJK Regional 3 JATENG-DIY

JUARA II

National Islamic Economic Competition FEIS

2017

TEMILREG Jateng FoSSEI

Business Plan TEMILREG Jateng FoSSEI

10 Besar

JUARA II JUARA II & III Infografis Nasional Festival Perbankan 2.0 UIN Walisongo

OEI pada TEMILREG Jawa Tengah FoSSEI

DATA SEBARAN PROFESI ALUMNI FORSHEI

JUARA HARAPAN III OEI SESO IPB 2020

JUARA I Bussines Plan Compotition Nasional KOBI UIN Walisongo

JUARA I

Sharia Economic Event FoSSEI

JUARA I

-Juni 2021-

Lomba Essay Nasional HMJ HES UIN Walisongo

JUARA III

2016

2021

Lomba Menulis Artikel Kampanye Nasional FoSSEI

Video Informatif SHEVENT FOSSEI Komisariat Semarang

Karyawan

Bisnis

JUARA I

JUARA I & III

JUARA UMUM

OEI Sharia Economic Event FoSSEI

Sharia Economic Event (SHEVENT) FoSSEI Komisariat Semarang

JUARA I & II

2019

2020

JUARA III

JUARA I & II

JUARA UMUM

2019

JUARA I & III Videografis TEMILREG Jateng FoSSEI

JUARA UMUM

Essay Ekonomi Islam Sharia Economic Event FoSSEI

2018

JUARA UMUM

KTEI pada TEMILREG Jawa Tengah FoSSEI

OEI pada TEMILREG Jawa Tengah FoSSEI

2016

2020

Essay SHEVENT FoSSEI Komisariat Semarang

JUARA I

2015

JUARA I, II & FAVORIT

Video Islamic Finance Challenge di Kantor OJK Regional 3 JATENG DIY

2015

2014

JUARA III

JUARA III

Business Plan pada TEMILNAS FoSSEI

2013

JUARA II Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional Economic Law Event

JUARA FAVORIT

10 BESAR

2012

National Islamic Economic Competition FEIS 2019

Bussines Plan Competition Nasional KOBI UIN Walisongo

OEI pada TEMILKOM Semarang FoSSEI

2011

Simposium pada TEMILNAS FoSSEI

Infografis pada Sharia Economic Competition

Artikel Ilmiah Ekonomi Islam pada TEMILKOM FoSSEI

2014

DATA KELUARGA ALUMNI FORSHEI

29%

34%

8% Lainlain

10% 19%

2021 JUARA UMUM TEMILREG Jateng FoSSEI

JUARA I

TEMILREG Jawa Tengah FoSSEI

OEI pada TEMILREG Jawa Tengah FoSSEI

JUARA I & III

JUARA I & II

Infografis pada TEMILREG Jawa Tengah FoSSEI

Vidiografis pada TEMILREG Jawa Tengah FoSSEI

JUARA II

JUARA II

KTEI pada TEMILREG Jawa Tengah FoSSEI

LKTI pada Section di Pekalongan

Akademisi Praktisi LKS -Juni 2021-


SUSUNAN REDAKSI Pelindung Prof. Dr. H. Imam Taufiq, M.Ag. (Rektor UIN Walisongo Semarang) Dr. H. Mohamad Arja Imroni, M.Ag. (Dekan Fakultas Syariah dan Hukum) Dr. H. Muhammad Saifullah, M.Ag. (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam) Dewan Pembina Prof. Dr. H. Abdul Ghofur, M.Ag. Dr. H. Wahab Zaenuri, M.M. Moh. Arifin, S.Ag.,M.Hum. Dr. H. Ahmad Izzuddin, M.Ag. Saekhu, MH. Dewan Litbang Ahmad Munif, M.S.I. Irham Fukhuluddin, S.EI. Sofa Hasan, S.H.I. Mamduh, S.EI. Asep Saepurrohman, S.E. A. Ghifary R. Nafis, M.E. Ahmad Arief widodo, S.E. Ahmad Ulin Nuha, S.E. Ahmad Fauzi, S.H. Penanggung Jawab Sulton Ulumudin (Ketua Umum forshei) Pimpinan Redaksi Ferina Hotifa Sari Redaktur Pelaksana Muhammad Fahrur Rozi Salsabila Dhiya Alriye Nela Aini Najah Alvina Malinda Febrianty Fu'adi Putri Ayu Agustina Siagian Sherly Apriliani Fitriya Yulianti Anggun Puspitasari Meira Nur Sakinah Fitra Istianah Turahman Fatma Nurrohmah Bintang Satya Aji Editor Widya Aprilianingrum M. Saiful Anwar M. Idchonul Khakim Nur Kholifaur Rizqiyah Maulida Zakiyyatul Ulya Cover Fidya Khoirun Nisa Desainer & Layouter Gita Dwi Jayanti Wahyu Budi Utomo Yumniatul Yumna Dwi Nur Aini

DAFTAR ISI 01 SALAM REDAKSI 02 LAPORAN UTAMA KABAR EKONOMI 04 ROLE MODEL 06 08 AKADEMISI ARTIKEL 10 13 KILAS BALIK 16 KA FORSHEI 19 INFOGRAFIS WAWANCARA 21 24 OPINI 26 KHAZANAH 29 KHAZANAH 31 SAHABAT FORSHEI 33 RESENSI BUKU 34 SINGKATAN 35 AGENDA FORSHEI Arah dan Peluang Pasar Modal

Kursi Direksi BUMN: Peluang Pengembangan Karir Tanpa Membedakan Gender

Dian Sastro : Sang Aktris Bertalenta yang Bangkitkan Pendidikan Perempuan Lewat Beasiswa

Revitalisasi Kultural Terhadap Permberdayaan Perempuan

Memoles Wajah Kultur Perempuan Indonesia: Optimalkan Inklusi Keuangan Melalui Arisan Emas

Perjuangan Perempuan Di masa Kolonial

Perempuan dan Diskriminasi dalam Dunia Kerja

Membangun Kemandirian Perempuan Milenial melalui UMKM Halal

Mengungkap Isu Gender dan Partisipasi Perempuan dalam Perekonomian

Can Women Do Anything Like Men?

‫اﻟﻨﺴﺎء اﻟﺘﻲ ﺗﺴﺎﻋﺪ ﻋﻠﻰ اﻗﺘﺼﺎد اﻟﺮﺳﻮل‬

Peran Perempuan dalam Menjawab Tantangan Zaman

Dreams Come True!

Singkatan Program Pemberdayaan Perempuan

yang Harus Kamu Tahu


Salam Redaksi

Putri Ayu A.S

Meira Nur Sakinah

Fatma Nurrohmah

Fitra Istianah Turahman

Fahrur Rozi

Alvina Malinda FF

Fitriya Yulianti

Salsabila Dhiya Alriye

Bintang Satya Aji

Nela Aini Najah

Sherly Apriliani

Anggun Puspitasari

Ferina Hotifa Sari (Pimpinan Redaksi) Assalamua’laikum Warahmatullah Wabarakatuh Salam Redaksi Kami segenap redaktur Majalah Falah edisi 13 mengucapkan beribu syukur kepada Allah SWT atas penerbitan majalah ini. Majalah kali ini mengangkat tema ”Refleksi Pemberdayaan Eknomi Perempuan Masa Kini”. Isu kesetaraan gender sampai saat ini masih menjadi sebuah persoalan yang tidak ada habisnya, salah satunya dalam pembangunan perekonomian. Budaya warisan patriarki mengurung perempuan pada keterbatasan ruang untuk berkembang dan memaksimalkan kedudukannya sebagai manusia yang berpotensi. Terbatasnya ruang gerak perempuan jatuh pada istilah “identik” bahwa perempuan hanya berada pada dapur, kasur, dan sumur. Hal ini mengakibatkan ruang gerak perempuan sempit, sempit dalam mengambil keputusan, sempit dalam berperan, sempit dalam kesempatan bahkan sempit secara ekonomi. Dari berbagai isu terkait stigma perempuan sampai saat ini, maka berbagai kebijakan dilakukan untuk memberdayakan perempuan. Salah satu kebijakan yang mendukung pemberdayaan perempuan yaitu kebijakan Menteri BUMN. Menteri BUMN telah melakukan target keterwakilan perempuan minimal 15% bekerja di BUMN. Hal itu merupakan strategi Menteri BUMN dalam pemberdayaan perempuan sekaligus penggerak ekonomi. Hal ini menjadi peluang bagi perempuan dalam kesetaraan gender. Berbagai isu, artikel serta opini yang membahas kesetaraan gender yang berhubungan dengan pemberdayaan perempuan kami paparkan dalam majalah falah 13 ini. Akan tetapi, kami menyadari dalam majalah ini tidak luput dari kesalahan. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, masukan dari semua pihak dalam mengembangkan majalah ini lebih baik. Tidak lupa terimakasih kepada seluruh penerbit majalah 13 tanpa terkecuali yang sudah ikut berpartisipasi. Semoga majalah ini bermanfaat serta dapat mengedukasi para pembaca. Walaikumsalam Wr.Wb Pimpinan Redaksi Ferina Hotifa Sari

1

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini


Laporan Utama

Pentingnya Kesetaraan Gender dalam Permberdayaan Perempuan DR. Hj. Arikhah, M.Ag.

Anggota Kongres Ulama Perempuan Indonesia

D

ari zaman Rasulullah hingga sekarang persoalan kesetaraan gender masih menjadi bahan perbincangan. Padahal, Allah swt telah menjelaskan dalam Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 13 yang artinya “Wahai manusia! Sungguh, kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha teliti”. Dari ayat di atas sudah ditegaskan tidak ada yang membedakan antara laki-laki dan perempuan kecuali kodratnya seperti menyusui dan melahirkan. Di dalam ajaran Islam, laki-laki dan perempuan memiliki posisinya masingmasing sesuai dengan fitrahnya. Selama antara laki-laki dan perempuan tetap menjaga fitrah tersebut, pada keduanya terdapat kesempatan yang sama dalam menjalani kehidupan baik dalam bidang pendidikan, sosial-kemasyarakatan, politik, seni, dan sebagainya. Namun, banyak contoh bahwa perjuangan perempuan dalam memberdayakan perempuan tidak terlihat salah satunya Nyai Khoriyah Hasyim. Beliau menjadi pelopor pendidikan pesantren putri di Mekah sebelum Indonesia merdeka tetapi tidak muncul dalam sejarah. Masih banyak perempuan-perempuan yang bersejarah dalam memperjuangkan perempuan tetapi tidak dikenang oleh masyarakat. Maka dari itu ada yang namanya KUPI (Kongres Ulama Perempuan Indonesia) yang memberdayakan

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini

2


Laporan Utama perempuan bukan dari segi Islam saja melainkan ahli di bidang bisnis, advokat, bahasa tetapi mereka memiliki satu tujuan atau goals yang sama. Sebagian besar cara mereka memberdayakan perempuan melalui pesantren-pesantren. Pesantren merupakan salah satu pemberdayaan perempuan melalui santrisantri yang dibekali pembelajaran agama maupun bisnis. Pesantren cocok digunakan sebagai media pemberdayaan perempuan karena suatu lembaga yang strategis untuk mengembangkan pikiran-pikiran positif tidak hanya persoalan pemberdayaan perempuan tetapi juga cara berfikir menghadapi dunia. Kemudian, santri-santri yang ingin memberdayakan perempuan dari kalangan Mahasiswa yang memiliki peran sebagai Agent of Change (Agen Perubahan) bagi masyarakat. Agen perubahan dalam cara berfikir di masa yang akan datang agar tidak ada lagi perempuan yang teraniaya dan tersakiti. Karena Mahasiswa sangat berperan penting dalam merubah budaya-budaya yang tidak baik serta stgma-stigma yang melekat pada perempuan. Oleh karena itu, perlu dukungan dari kalangan Santri dalam pemberdayaan perempuan kedepannya

3

karena perempuan adalah seorang madrasah pertama bagi seorang anak. Disatu sisi pemberdayaan perempuan juga sangat berpotensi terhadap bangsa dan negara karena perempuan yang berkompeten dan cerdas akan melahirkan generasi yang berkompeten dan cerdas pula. Dapat dipahami bahwa baik laki-laki maupun perempuan memiliki kedudukan yang sama dan kesempatan yang sama dalam mengekspresikan gagasan pemikirannya di tengah kehidupan masyarakat global yang semakin hari semakin mengalami kemajuan baik dalam hal tatanan kehidupan sosialpolitik maupun dalam ranah perkembangan teknologi. Buktikan bahwa perempuan dan laki-laki itu setara, dari sisi kemampuan bukan dari secara fisik. Laki-laki bisa menjadi presiden Indonesia, perempuan juga bisa. Laki-laki bisa sekolah tinggi sampai S3, perempuan juga bisa. Oleh sebab itu, pemberdayaan perempuan tidak bisa dianggap hal yang biasa dari segi Islam sudah dijelaskan didalam Al-qur’an dan hadist. Dari segi ekonomi, pemberdayaan perempuan juga perlu agar tidak menjadi perempuan yang kekurangan dalam segi ekonomi.

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini


Kabar Ekonomi

Kursi Direksi BUMN: Peluang Pengembangan Karir Tanpa Membedakan Gender Fitriya Yulianti

B

UMN dikenal sebagai perusahaan dengan kredibilitas tinggi. Tidak sembarang orang bisa menjadi pegawai di perusahaan ini. Selain skill yang dimiliki harus mumpuni, banyaknya jumlah pesaing juga menambah tingkat kesulitan untuk lolos di BUMN. Bukan tanpa alasan orang-orang ingin masuk di perusahaan ini. Gaji yang tinggi, tunjangan, jenjang karir, dan berbagai fasilitas yang diberikan BUMN kepada pegawainya memang sangat menggiurkan. Oleh karena itu, ketika seseorang diterima menjadi pegawai di BUMN tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Namun, tidak cukup dengan hanya menjadi pegawai. Pengembangan karir harus dilakukan agar di kemudian hari bisa menduduki jabatan penting di BUMN. Jabatan yang tinggi di perusahaan pelat merah memang menjadi dambaan semua orang. Seringkali anggapan bahwa hanya laki-laki yang pantas menduduki posisi tinggi menjadikan jurang pemisah di dunia kerja antara perempuan dan laki-laki.

Kader 2019 Namun, BUMN tidak memandang gender sebagai suatu hal yang perlu dipermasalahkan. Bagi perusahaan milik negara ini, talentalah yang diutamakan demi kemajuan kinerja perusahaan. Bahkan, menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menargetkan 15% posisi direksi di perusahaan-perusahaan BUMN diisi oleh perempuan. Kiprah perempuan di dunia kerja memang tidak bisa dianggap remeh lagi. Untuk perusahaan kelas atas seperti BUMN ini pun perempuan mampu menjadi seorang pimpinan.

5 Perusahaan BUMN dipegang oleh perempuan sebagai berikut: 1. Pertamina Pertamina merupakan perusahaan BUMN yang bergerak di bidang migas. Pertamina dipimpin oleh Nicke Widyawa . Sebelum menjadi direktur utama, Nicke juga pernah menduduki posisi pen ng yaitu direktur SDM Pertamina dan Direktur Pengadaan Strategi PT PLN.

2. Perum Peruri Perusahaan BUMN percetakan uang ini juga dipimpin oleh seorang wanita, Dwina Sep ani Wijaya. Sebelum menjadi Direktur Utama di Perum Peruri, Dwina pernah menjadi Direktur Utama BPUI dan Direktur Utama Bahana TCW.

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini

4


Kabar Ekonomi 3. Perum Damri Perusahaan BUMN di bidang penyedia angkutan umum ini dipimpin oleh Se a N Mila a Moemin. Sebelumnya, Mila a juga pernah menjabat Dirut di PT Trias Cipta OSG-PMDN. 4. ASDP Ferry Perusahaan BUMN bidang pelayaran ini dipimpin oleh Ira Puspadewi. Sebelum menjadi Direktur Utama ASDP Ferry, Ira pernah menjadi Dirut Sarinah. 5. Sarinah Sarinah merupakan perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang ritel dan perdagangan. Sarinah dipimpin oleh Fe y Kwarta .

Kodrat perempuan sebagai ibu rumah tangga seringkali diremehkan oleh mereka yang bekerja. Karena selama ini peran perempuan di lingkungannya biasanya tidak bernilai ekonomi. Namun, anggapan

5

demikian dapat terpatahkan dengan munculnya para srikandi yang memimpin perusahaan besar seperti BUMN. Dalam karirnya, seorang perempuan berhak mendapat kesempatan yang sama. Jika lakilaki berkesempatan menjadi pemimpin perusahaan, maka perempuan pun berhak mendapat kesempatan tersebut. Kesetaraan gender bukan sekedar masalah moral tetapi masalah yang berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi. Jika para perempuan berdaya dengan bekerja dan mempunyai pendapatan sendiri, maka pertumbuhan ekonomi juga akan meningkat. Perempuan yang bekerja menjadi agen perubahan bagi perekonomian keluarganya. Selain itu, perempuan juga bisa membawa perubahan di lingkungan kerjanya dengan cara memegang jabatan strategis. Perusahaan harus percaya bahwa perempuan mampu membawa perusahaan ke arah yang lebih baik dengan kemampuan yang dimilikinya. Oleh karena itu, perusahaan harus menerapakan standar kinerja tinggi kepada para direksi sehingga gender tidak lagi menjadi faktor utama untuk menentukan kedudukan seseorang. Hal ini lah yang dilakukan oleh BUMN untuk penentuan pemegang jabatan direksinya.

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini


Role Model

Dian Sastro : Sang Aktris Bertalenta yang Bangkitkan Pendidikan Perempuan Lewat Beasiswa Anggun Puspitasari

D

ian Paramita Sastrowardoyo, S. Fil., M.M. atau akrab disapa Dian Sastro adalah anak dari pasangan Ariawan Rusdianto Sastrowardoyo dan Dewi Parwati Setyorini. Ia merupakan seorang cucu dari tokoh pejuang Bangsa Indonesia, yaitu Sunario Sastrowardoyo. Dian kecil memiliki hobi membaca, menulis, menonton, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan seni. Maka, tak heran jika Dian menjadi seorang aktris dan model dengan segudang prestasi. Terhitung ada 20 film yang telah Ia bintangi dari tahun 2000 sampai sekarang. Selain aktris dan model, perempuan yang dikenal sejak membintangi film Ada Apa dengan Cinta (AADC) ini juga pandai dalam menulis. Ia juga pernah memiliki rubrik sendiri di majalah gadis yang bertajuk Kata Dian. Berkat bakatnya tersebut, Ia berhasil menjuarai gadis sampul pada tahun 1996. Meski sibuk di dunia entertainment, istri dari Maulana Indraguna Sutowo ini juga tak lupakan pendidikannya. Pada tahun 2007, ia mendapat gelar Sarjana Filsafat Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI). Selain itu, Ia juga sukses menyandang predikat cumlaude ketika mengambil S2 program studi Manajemen di UI pada 2014. Namun, sebelum bertekad mewujudkan S2, Dian ternyata aktif menggeluti bidang socioprenenur. Terbukti pada 2009, Ia mendirikan Yayasan Dian Sastrowardoyo (YDS) bersama ibu dan sahabatnya, Wisnu Darmawan. Yayasan ini memiliki tiga fokus utama, diantaranya : memberikan kontribusi positif

Kader 2019 dibidang pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan budaya Indonesia. Yayasan Dian Sastrowardoyo telah memiliki berbagai program yang dijalankan, salah satunya adalah program pemberdayaan perempuan melalui beasiswa. Hal ini Dian sampaikan dalam sebuah webinar yang bertajuk "Perempuan Kebanggaan Indonesia, Perempuan Wirausaha” yang dilaksanakan pada tanggal 8 Maret 2021. Perempuan yang memiliki bisnis fashion ini mengatakan bahwa dirinya telah mendirikan sebuah lembaga sosial yang salah satu fokus utamanya adalah memberdayakan perempuan dengan memberikan beasiswa bagi perempuan-perempuan yang memiliki tekad kuat untuk melanjutkan kejenjang kuliah namun kesulitan dalam biaya. Hal ini Ia tujukan guna menciptakan kesetaraan gender dalam segala bidang khususnya pendidikan. Sekaligus salah satu upaya untuk memberantas kemiskinan. Beasiswa akan diberikan kepada perempuanperempuan muda dari keluarga yang kurang mampu agar mereka dapat menyelesaikan pendidikan S1. Tercatat sampai akhir 2020, ada sebanyak 24 perempuan muda yang mendapat beasiswa, 6 diantaranya telah menyelesaikan pendidikan sarjana mereka. Dian percaya bahwa perempuan berpendidikan mampu menjadikan generasi masa depan menjadi generasi yang cerdas dan hebat. Sehingga, Ia memiliki semangat yang tinggi dalam upaya untuk memberdayaan kaum perempuan. Berkat aksinya itu, Ibu dua anak ini mendapat penghargaan dari Kementerian

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini

6


Role Model Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dalam peringatan Hari Perempuan Nasional (Internasional Women Day) 2021. Hal tersebut merupakan bentuk apresiasi karena Dian telah ikut serta dalam memberdayaan perempuan melalui yayasan yang Ia dirikan. Menurutnya, pemberdayaan perempuan merupakan salah satu pillar berdirinya Yayasan Dian Sastrowardoyo karena perempuan memegang peran penting dalam kemajuan sebuah bangsa. Kesuksesan Dian tidak terlepas dari peran Sang Ibu. Sejak kecil, Ia telah diminta untuk merancang sendiri cita-citanya sekaligus Ia harus tahu bagaimana cara mencapai cita-citanya itu. Pesan menarik dari Dian untuk perempuan-perempuan Indonesia adalah menjadi perempuan tidak hanya sibuk dengan penampilan fisik saja, kita harus menjadi perempuan yang kuat, gagah berdiri diterpa tantangan hidup, memiliki jiwa kerja keras, serta harus bisa mandiri tidak bergantung dengan orang lain. Maka dari itu, kita harus bersatu untuk saling mendukung sebagai sesama perempuan dan terus berkarya demi masa depan yang lebih baik.

“

Menjadi perempuan dak hanya sibuk dengan penampilan fisik saja, kita harus menjadi perempuan yang kuat, gagah berdiri diterpa tantangan hidup, memiliki jiwa kerja keras, serta harus bisa mandiri dak bergantung dengan orang lain. Maka dari itu, kita harus bersatu untuk saling mendukung sebagai sesama perempuan dan terus berkarya demi masa depan yang lebih baik.

”

- Dian Paramita Sastrowardoyo -

Prestasi

Dian Paramita Sastrowardoyo S. Fil., M.M

Membintangi 20 film

Aktris dan model

Memiliki rubrik sendiri di majalah gadis2 yang bertajuk Kata Dian Penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dalam peringatan Hari Perempuan Nasional (Internasional Women Day) 2021. Mendirikan Yayasan Dian Sastrowardoyo (YDS) Tujuan didirikannya untuk memberikan kontribusi posi f dibidang pendidikan, Pemberdayaan perempuan, dan budaya Indonesia

7

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini


Akademisi

Revitalisasi Kultural Terhadap Pemberdayaan Perempuan Dra. Hj Nur Huda, M.Ag.

P

Dosen Febi UIN Walisongo Semarang

ada bidang ekonomi, perempuan di Indonesia dalam sejarah mengalami diskriminasi berlapis, karena kebijakan ekonomi diskriminatif penjajah Belanda yang menempatkan bumi putra mayoritasnya adalah muslim. Sebagai golongan terendah dalam stratifikasi sosial tetapi pandangan budaya masih menempatkan peran utama perempuan di ranah domestik. Meskipun banyak perempuan aktif berdagang di pasar dalam usaha mikro kecil dan sektor informal. Hal ini dilihat dengan pemahaman lokal “kekuasaan” di kalangan masyarakat (jawa) yang memandang berdagang dan bekerja memiliki status sosial lebih rendah ketimbang menjadi priyayi/pegawai pemerintah. Di masa orde baru, melalui ideologi gender “Ibuisme Nagara” peran perempuan dibatasi hanya sebagai istri pendamping suami, ibu penerus keturunan, pengurus rumah tangga tanpa menuntut kekuasaan/imbalan, pencari nafkah tambahan bukan pencari nafkah utama atau yang biasa dikenal sebagai “Panca Dharma Wanita”. Organisasi yang dikembangkan hanya mengokohkan posisi sub ordinat perempuan seperti Dharma Wanita, Dharma Pertiwi dan PKK. Kemudian muncul para professional perempuan dan aktifis perempuan progresif dari kelas menengah terdidik. Namun, secara kasat mata dilihat bahwa perempuan tidak memiliki kemampuan dalam pendidikan, sosial maupun politik. Perempuan tidak pernah tetap mengemuka dalam era pembangunan digital ekonomi, padahal isu kesetaraan gender tidak asing di dengar menjadi sebuah perbincangan orang banyak. Saat ini banyak perempuan yang bisa melaksanakan tugas dan pekerjaan formal

Dra. Hj Nur Huda, M.Ag. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini

8


Akademisi seperti laki-laki salah satunya Sri Mulyani Indrawati mengatakan keberpihakan kepada perempuan bisa meningkatkan nilai tambah terhadap kinerja perekonomian. Namun, pemenuhan agenda persamaan gender ini membutuhkan pembenahan selama 200 tahun artinya perjalanan masih sangat panjang, untuk itu langkah pembenahan awal yang bisa dilakukan untuk mengatasi persoalan gender adalah menghilangkan persepsi bias di kalangan masyarakat. Ada tiga cara untuk revitalisasi budaya menurut Kartasasmita adalah Pertama, upaya memberdayakan perempuan harus dimulai dengan menciptakan suatu iklim yang memungkinkan potensi kaum perempuan berkembang. Kedua, memperkuat potensi atau daya yang dimiliki oleh kaum perempuan. Dalam hal ini kaum perempuan harus diberi kesempatan dengan membuka akses pada modal, teknologi, informasi, pasar, dan berbagai peluang lainnya. Ketiga, memberdayakan juga harus mengandung arti melindungi. Dalam proses pemberdayaan, harus diupayakan agar yang lemah tidak semakin lemah dalam menghadapi permberdayaan perempuan. Disisi lain, melihat kendala-kendala perempuan pengusaha salah satunya di Indonesia, beberapa strategi yang bisa dibangun yaitu pertama, peningkatan human capital perempuan melalui pendidikan dan pelatihan. Penekanannya pada perubahan paradigma pendidikan dari yang semula berorientasi “konsumen” menjadi “produsen”. Pendidikan yang masih sekedar penyerapan ilmu, menjadi membekali keterampilan dan pemecahan permasalahan yang dihadapi masyarakat. Kedua, membangun kesadaran gender di kalangan perempuan dan laki-laki mengenai tanggungjawab bersama dan pembagian peran yang adil dan seimbang untuk tugas-tugas domestik rumah tangga, sehingga tidak seluruh beban domestik dipikul perempuan. Ketiga, kedudukan hukum,

9

budaya dan keagamaan yang menghambat perempuan, solusinya melalui formulasi kebijakan-kebijakan dan aturan-aturan hukum yang memfasilitasi perempuan untuk berwirausaha, perubahan budaya patriarki kepada budaya yang menjunjung keadilan dan kesetaraan, serta penyebaran penafsiran dan pemahaman keagamaan yang menekankan keadilandan kesetaraan gender. Dalam masalah hukum UUD amandemen telah memasukkan HAM sebagai hak asasi warga Negara dan telah diratifikasinya CEDAW/ICEDAW (International Convention on Elimination of All Forms of Discrimation Againts Women) adalah sebuah Kesepakatan Hak Asasi Internasional yang secara khusus mengatur hak-hak perempuan, dan kebijakan dan strategi Peningkatan Produktifitas Ekonomi Perempuan (PPEP). Dalam Islam, revitalisasi kultural/pemberdayaan perempuan adalah upaya pencerdasan muslimah hingga mampu berperan menyempurnakan seluruh kewajiban dari Allah SWT, baik di ranah domestik maupun publik. Pemberdayaan perempuan ini didasarkan pada visi menjadi perempuan unggul sebagai ummun warobbatul bait sebagai mitra laki laki demi melahirkan generasi cerdas, takwa, pejuang syariah, khalifah, dan kesakinahan keluarga. Sementara misinya adalah mengokohkan ketahanan keluarga muslim, melahirkan generasi pejuang, membangun muslimah berkarakter, kuat dalam rangka amal, makruf, nahi, munkar, melahirkan perempuan sebagai mitra laki laki dalam rumah tangga dan pejuang dimasyarakat. Sesuai dengan firman Allah SWT yang artinya dalam QS.An Nahl (16) ayat 97: “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”.

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini


Artikel

Artikel

Memoles Wajah Kultur Perempuan Indonesia: Optimalkan Inklusi Keuangan Melalui Arisan Emas Salsabila Dhiya Alriye

P

erempuan memegang peran kunci pembangunan Indonesia, hal ini ditandai dengan potensi jumlah penduduknya yang terbilang besar. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga tahun 2020 tercatat 133,54 juta atau 49,42% dari penduduk Indonesia adalah perempuan. Jumlah ini meningkat 0,82% dari proyeksi tahun sebelumnya sebesar 132,89 juta. Akan tetapi, perempuan kerap mendapat stigma atas peran yang dimiliki dari perspektif gender. Situasi tersebut menempatkan tugas perempuan hanya pada urusan domestik rumah tangga atau kegiatan non-ekonomi. Bahkan istilah identik ‘kasur, dapur, sumur’ tak jarang masih melekat di benak masyarakat. Bukan tanpa alasan, dibalik angka penduduknya yang besar nyatanya realisasi atas kesempatan dan partisipasi perempuan khususnya dalam ranah ekonomi masih termarginalkan. Salah satunya pada persoalan akses layanan keuangan. Hampir setengah dari total perempuan Indonesia masih berada di luar sektor keuangan formal. Berdasarkan data Strategi Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) indeks inklusi keuangan perempuan mencapai angka 36,13%, lebih rendah dari laki-laki yang menembus 39,94% pada tahun 2019. Inklusi keuangan berkaitan dengan hak setiap orang untuk memiliki akses dan layanan penuh dari lembaga keuangan secara tepat waktu, nyaman, informatif dan terjangkau biayanya dengan penghormatan penuh kepada harkat dan martabat

Kader 2019 (Kementrian Keuangan, 2013). Hal tersebut kemudian menjadi capaian indikator pembangunan nasional. Semakin besar angka persentase inklusi keuangannya, makin besar juga tingkat kemajuan ekonomi di suatu negara. Merujuk pada pernyataan Sri Mulyani, jika perempuan memiliki akses yang lebih baik pada sistem keuangan, maka hal tersebut akan menjadi langkah besar menuju kekayaan dan pemberdayaan ekonomi. Oleh karena itu, potensi atas pemberdayaan inklusi keuangan perempuan Indonesia menjadi perlu untuk digali dan digalakkan. Arisan menjadi salah satu kegiatan rutin yang dekat dan erat pada diri perempuan. Kultur yang telah ada sejak lama ini kerap tampil baik di desa maupun kota dalam berbagai bentuk. Di samping melanggengkan silaturahmi, arisan difungsikan sebagai metode pengumpulan dan penyimpanan uang secara berangsur tanpa bunga. Prita Ghozie mengelompokkan dana menjadi tiga yaitu simpanan, tabungan, dan investasi. Simpanan digunakan untuk transaksi keuangan rutin berjangka pendek, tabungan ditujukkan untuk melakukan

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini

10


Artikel rencana transaksi yang cukup besar dalam beberapa bulan mendatang atau sebagai dana darurat, sedangkan investasi yakni penundaan konsumsi hari ini untuk mengharapkan terjadinya kenaikan kekayaan dalam jangka panjang dan konsumsi di masa depan. Sementara dalam arisan para anggota rata-rata akan menentukan jumlah uang yang harus dibayarkan pada setiap pertemuan untuk kemudian diundi. Goals dari pemenang undian umumya berkutat pada kebutuhan berjangka pendek seperti pakaian, makanan, atau perabotan rumah tangga yang berarti bersifat sebagai dana simpanan. Sebenarnya jika ditelisik lagi, peningkatan inklusi keuangan perempuan dapat ditempuh melalui salah satu bentuk model arisan, yakni arisan emas. Memasukkan kultur dalam usaha pemberdayaan ekonomi perempuan dapat menjadi strategi yang mudah untuk diupayakan. Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif, perempuan atau ibu rumah tangga menjadi salah satu sasaran prioritas dalam menjalankan program edukasi dan literasi keuangan. Menurut Khoiriyah Dwi Putranti selaku Assistant Vice President Komunikasi Literasi dan Inklusi PT Pegadaian (Persero), perempuan dapat mengambil peran dalam menentukan skala prioritas keuangan keluarga terutama untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Dengan begitu, pengeluaran yang tidak terlalu penting dapat dimanfaatkan untuk ditabung atau diinvestasikan. Di sisi lain emas menjadi salah satu aset save haven yang cenderung menguntungkan di masa depan karena nilainya dapat bertahan bahkan meningkat saat terjadi krisis pasar. Hal tersebut dapat dibuktikan saat menghadapi Pandemi Covid19, dimana emas menjadi instrumen investasi yang banyak diburu secara agresif sehingga

11

harganya turut meningkat. Bahkan kenaikan harga komoditas emas pada semester I tahun 2020 menembus angka 20%. Sejalan dengan Strategi Nasional Keuangan Inklusif tersebut, PT Pegadaian (Persero) meluncurkan program Mulia yakni layanan Investasi emas batangan secara angsuran untuk kelompok arisan dengan harga yang pasti dan tidak dipengaruhi fluktuasi harga emas. Dengan mengumpulkan minimal 6 orang, program Mulia memiliki metode yang hampir sama dengan arisan dimana para anggota akan membayarkan uang muka sesuai berat emas yang ditargetkan. Setelah itu, para anggota akan membayarkan sejumlah uang untuk diundi setiap periode. Pemenang undian akan mendapatkan emas batangan dengan berat sesuai perjanjian awal. Terobosan ini dapat memfasilitasi perempuan untuk berinvestasi menggunakan komoditas emas. Di samping berinvestasi, arisan emas dapat memberi edukasi lanjutan mengenai urgensi menabung dan menyiapkan dana di masa depan. Selain itu, arisan emas dapat menjawab persoalan bagi perempuan yang tidak tergabung dalam angkatan kerja, dimana kesehariannya hanya mengurus urusan rumah tangga. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan masih jauh tertinggal dibandingkan laki-laki, dengan presentasi masing-masing 55,5 % dan 83,18%. Dengan adanya arisan emas diharapkan perempuan tetap dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangannya walaupun tidak masuk dalam angkatan kerja sekalipun. Dibalik potensi yang besar, semoga perempuan Indonesia semakin terfasilitasi untuk ikut berpartisipasi membangun inklusi keuangan Indonesia. Mengingat bahwa kita tidak sedikit, kita dapat bergotong-royong menjadi perempuan yang cerdas keuangan.

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini


Artikel

Proyeksi penduduk perempuan di Indonesia mencapai 133,54 juta jiwa atau 49,42% dari populasi

Tingkat inklusi keuangan perempuan hanya berkisar 36,13%, lebih rendah dari lakilaki yang menembus 39,94% pada tahun 2019.

Tingkat Par sipasi Angkatan Kerja perempuan sebesar 55,5 % jauh ter nggal dibanding laki-laki yang mencapai 83,18%

Perempuan atau ibu rumah tangga menjadi salah satu sasaran prioritas dalam menjalankan program edukasi dan literasi keuangan. (Perpres No. 82 Th. 2016)

Memasukkan kultur arisan emas dalam usaha pemberdayaan ekonomi perempuan dapat menjadi strategi yang mudah untuk diupayakan, karena : 1. Arisan menjadi kegiatan ru n yang dekat dan erat pada diri perempuan 2. Arisan adalah metode pengumpulan dan penyimpanan uang secara berangsur tanpa bunga yang berpeluang diinvestasikan

Keunggulan Arisan Emas: 1. Emas adalah aset save haven yang nilainya dapat bertahan bahkan meningkat saat terjadi krisis pasar 2. Arisan emas sebagai edukasi lanjutan mengenai urgensi menabung dan menyiapkan dana di masa depan 3. Solusi bagi perempuan bukan angkatan kerja agar teliterasi keuangan.

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini

12


Kilas Balik

Perjuangan Perempuan Meraih Kesetaraan Di Masa Kolonial Putri Ayu Agustina Siagian

P

erempuan merupakan salah satu agent of change yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Keberadaannya sangat menentukan peradaban suatu bangsa. Sejarah pun telah mencatat nama-nama agung perempuan yang pernah dilahirkan di dunia ini. Hampir setiap negara memiliki perempuanperempuan agung yang mampu menjadi pionir perubahan bagi negaranya, tidak terkecuali negara Indonesia. Tampilnya perempuan Indonesia menjadi pionir disebabkan karena keresahannya melihat ketidakadilan kondisi sosial yang terjadi disekitarnya. Ketidakadilan dan kezaliman ini terlihat jelas ketika Indonesia berada dibawah cengkeraman penjajah, baik Portugis, Belanda, maupun Jepang.

13

Kader 2019 Pada masa kolonial sebagian besar perempuan yang digundik merupakan budak dari pribumi Indonesia. Konsep dalam perbudakan adalah kepemilikan akan seseorang. Manusia tidak dianggap sebagai subyek melainkan sebagai obyek. Ada perbedaan dan pemisahan yang terjadi di antara manusia melalui perbudakan, ada yang memiliki (sebagai majikan) dan ada yang dimiliki (sebagai budak). Hal tersebut menyalahi dan menyimpangi kodrat seorang manusia dan menabrak serta melawan nilainilai kemanusiaan. Jika melihat pada permasalahan gender yang kental dan kuat terjadi di masa itu, perempuan masih dipandang sebelah mata, kedudukannya masih dianggap lebih rendah daripada lakilaki. Perempuan tidak bisa memiliki keinginan. Perempuan tunduk terhadap

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini

6 2


Kilas Balik

kekuasaan laki-laki dan tidak bisa menyuarakan dalam segala bentuk yang merupakan kepentingan pribadi, tidak dibebaskan. Disaat itu para kolonial menerapkan praktik asas konkordansi yang memberlakukan segala hukum kolonial yang dibawanya. Nilai-nilai lokal dikesampingkan dan tidak berlaku bagi mereka. Hanya mengikat sebatas bagi pribumi semata. Sehingga pada saat itu terjadinya penggolongan penduduk dan penggolongan sistem hukum yang berlaku. Manusia tidak dipandang sederajat, melainkan terdapat penggolongan dan berpengaruh pada status sosial seseorang dimasa itu. Hal-hal ini sudah tentu bertentangan dengan hak-hak kodrati sebagai manusia yang sederajat. Terutama bagi para perempuan dalam peranan dan kedudukannya di lingkungan masyarakat. Selain itu para kolonial juga menetapkan peraturan yang mengekang warga Indonesia sehingga menciptakan sebuah kelas-kelas tertentu, salah satu dari peraturan tersebut menyebutkan bahwa seorang yang terpandang atau menjabat sebagai pemimpin harus menikahi seorang yang berdarah ningrat dan mempunyai keistimewaan, sedangkan para kaum pribumi yang tak mempunyai kekuasaan hanya dapat menerima apa yang di tentukan oleh pihak penjajah. Kaum perempuan Indonesia dibelenggu dengan aturan-aturan tradisi dan adat yang cenderung membatasi peran mereka dalam kehidupan masyarakat. Kaum perempuan Indonesia lebih banyak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga dan sebagai pelayan suami di rumah. Kebebasan perempuan pun sangat terbatas, mulai dari tutur kata, gerak gerik, bahkan sampai dengan pemikiran pun turut dibatasi dengan tidak mengijinkan seorang wanita untuk

duduk di bangku sekolah dunia mereka hanyalah sebatas tembok rumah. Masih dengan masa yang dahulu, dimana seorang perempuan juga selalu berada dibawah ketidakadilan bahkan hampir tidak diakui keberadaannya. Hal ini semacam diskriminasi gender antara seorang wanita dan seorang pria. Peter Carey, sejarawan dari Oxford University menyebutkan bahwa perempuan nusantara memiliki kekuatan dibidang ekonomi, kemiliteran dan spiritual. Pada bidang ekonomi, perempuan tidak hanya mengurusi produksi bahan pokok seperti tekstil, tapi juga perniagaan. Menurut Carey, waktu kunjungan duta besar VOC ke Keraton Mataram, terdapat 10.000 perempuan yang tinggal di keraton, dan 80% diantaranya memproduksi banyak barang yang memiliki nilai bisnis, sementara sisanya menjadi prajurit keamanan keraton atau disebut prajurit estri. Pada masa itu, perempuan dilirik karena mereka kaya dan pintar mengelola ekonomi. Tokoh perempuan mampu menjabarkan dan memetakan peran serta fungsinya untuk menjadi tokoh sentral pembebasan kemerdekaan dalam wilayah geraknya. Tidak hanya menjadi tokoh sekunder yang dikesampingkan jasanya. Para perempuan juga harus melahirkan gerakan perlawanan untuk mengusir kolonialisme. Hal inilah yang kemudian memberi celah bagi wanita untuk kemudian tidak meninggalkan peranannya dalam kehidupan masyarakat. Terutama yang menyangkut aspek yang berorientasi pendidikan. Oleh karena itu, Raden Ajeng Kartini menggegerkan pemerintah kolonial Hindia Belanda karena perjuangannya melawan diskriminasi terhadap kaumnya. Kartini ingin mendobrak tradisi feodal-patriarki yang menghambat kemajuan kaumnya menuju

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini

14


Kilas Balik

masa depan yang lebih cerdas, bebas, aktif, dan merdeka sebagai wanita yang tidak terjajah. Untuk itu pendidikan mutlak diperlukan perempuan untuk mengangkat derajat seorang perempuan agar tidak terjajah dan dapat berfikiran maju dan dapat mengangakat martabat Indonesia sebagai bangsa, pengajaran kepada perempuan secara tidak langsung akan meningkatkan derajat bangsa. kemampuannya, ini semua adalah stereotip masyarakat yang menganggap bahwa perempuan adalah makhluk yang lemah hanya sebagai pendamping laki-laki saja. Dengan adanya Kartini, sedikit demi sedikit perubahan terjadi karena keinginan Kartini ingin memajukan dan mengangkatderajat perempuan sehingga memunculkan sebuah pemikiran bahwa Kartini adalah tokoh perjuangan wanita yang dapat disebut dengan feminisme. Di Indonesia sendiri feminisme sudah berkembang sebelum

kemerdekaan Indonesia melalui perjuangan Kartini yang mengusung tema emansipasi wanita. Perjuangan Kartini secara tidak langsung membuat banyak perempuan terinspirasi olehnya dan mulai memunculkan gerakan-gerakan yang mengusung kesetaraan gender. Kartini menaruh harapan untuk kemajuan kaum perempuan melalui dunia pendidikan untuk merombak kultur feodal patriarki yang selama berabad-abad membelenggu kaum perempuan, dimana kaum hawa hanya dibatasi pada sektor domestik, antara dapur, sumur, dan kasur. Kaum perempuan sangat sulit sekali menduduki bangku sekolah sehingga perempuan tidak bisa mengembangkan kemampuannya, ini semua adalah stereotip masyarakat yang menganggap bahwa perempuan adalah makhluk yang lemah hanya sebagai pendamping laki-laki saja.

1. Prak k Masa Kolonial Pada masa kolonial sebagian besarperempuan dijadikan budak. Manusia dak dianggap sebagai subyek melainkan sebagai obyek. 2. Prak k Asas Konkordinasi Para kolonial menerapkan prak k asas konkordinasi yang memberlakukan segala hukum kolonial yang dibawanya dimana nilai-nilai lokal dikesampingkan dan dak berlaku. 3. Aturan Adat Is adat Kaum perempuan Indonesia dibelenggu dengan aturanaturan tradisi dan adat yang cenderung membatasi peran mereka dalam kehidupan masyarakat.

4. Masa Perjuangan R. A Kar ni Hadirnya tokoh perempuan seper Raden Ajeng Kar ni menggegerkan pemerintah kolonial Hindia Belanda karena perjuangannya melawan diskriminasi terhadap kaumnya. 5. Teori Feminisme Di Indonesia sendiri feminisme sudah berkembang sebelum kemerdekaan Indonesia melalui perjuangan Kar ni yang mengusung tema emansipasi wanita. 6. Kesetaraan Gender Perjuangan Kar ni secara dak langsung membuat banyak perempuan terinspirasi sehingga sekarang muncul gerakangerakan yang mengusung kesetaraan gender.

15 1

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini


KA forshei

Perempuan dan Diskriminasi dalam Dunia Kerja: Permasalahan dan Solusi Siti Kaulifah Andarwatik

Keluarga Alumni forshei

D

iskriminasi perempuan dalam dunia kerja adalah hal yang sampai saat ini terus menerus terjadi dan menjadi persoalan tersendiri dalam dunia kerja. Diskriminasi adalah setiap pembedaan, pengecualian, dan pengutamaan, atas dasar ras, warna kulit, jenis kelamin, agama, keyakinan, politik, kebangsaan, atau asal-usul yang berakibat meniadakan atau mengurangi persamaan kesempatan atau perlakuan dalam pekerjaan dan jabatan. Diskriminasi terhadap perempuan di dunia kerja terjadi karena adanya anggapan di masyarakat luas yang kurang tepat. Menurut mereka Perempuan dianggap hanya sebagai ibu rumah tangga yang dipandang tidak perlu memiliki pendidikan tinggi, yang tidak memiliki peran penting dalam ekonomi keluarga, dan disini perempuan hanya berperan sebagai seorang pendamping suami, serta mengurus anak. Berbicara tentang diskriminasi perempuan dalam kerja tidak lepas dari permasalahan gender itu sendiri. Gender adalah perbedaan peran, atribut sifat, sikap dan perilaku yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Gender dalam perannya terbagi menjadi peran produktif, peran reproduksi serta peran sosial kemasyarakatan. Kata gender memiliki arti hubungan sosial antara laki-laki dan perempuan bukan hanya menyangkut tentang jenis kelamin dan bentuk fisik antara laki-laki atau perempuan. Lebih luas lagi menurut World Health Organization (WHO), Gender adalah sifat perempuan atau laki laki secara sosial. Seperti norma, peran, dan hubungan antara kelompok pria dan wanita. Gender sendiri dapat berubah seiring dengan berjalannya waktu.

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini

16


KA KA forshei forshei

Menurut Islam sejak abad 14 lalu, AlQuran telah menghapuskan diskriminasi antara perempuan dan laki-laki, bahkan AlQuran memandang sama kedudukan antara laki-laki dan perempuan. Islam juga mengajarkan persamaan antara manusia, baik antara laki-laki ataupun perempuan , baik persamaan antar bangsa, suku,, dan keturunan. Perbedaan yang di garis bawahi dan yang kemudian meninggikan dan merendahkan seseorang hanyalah nilai ketaqwaan dan pengabdiannya kepada Allah. Mengacu dari beberapa hal diatas seharusnya ada persamaan baik di berbagai bidang antara laki-laki dan perempuan, tapi pada kenyataanya perempuan masih terasingkan dalam dunia kerja. Data dari Sarkenas BPS Agustus 2020 menunjukan bahwa Jumlah Penduduk Indonesia Usia kerja sebanyak 203 juta orang dimana 50%nya atau 102 juta orang adalah usia kerja perempuan. Akan tetapi jika kita melihat data angkatan kerja 138,2 juta orang hanya sekitar 40%nya atau 54 juta orang perempuan. Hal ini disebabkan oleh tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan masih berada jauh di bawah laki-laki. Dimana TPAK lakilaki sejumlah 82,40 % dan perempuan hanya sebesar 53,12%. Bentuk diskriminasi perempuan dalam dunia kerja ada banyak sekali diantaranya yaitu: 1. Diskriminasi dalam pekerjaan: Diskriminasi ini dapat terjadi pada proses recrutmen karena pada saat recrutmen suatu perusahaan yang memberikan syarat jenis kelamin tertentu yang boleh melamar pekerjaan tersebut. padahal jika dilihat jenis pekerjaan itu dapat dilakukan baik laki-laki maupun perempuan. 2. Diskriminasi dalam jabatan: Diskriminasi ini terjadi karena masyarakat beranggapan perempuan serimg mengandalkan sifat emosionalnya atau

17 1

perasaanya dari pada logikanya yang di anggap urang rasional. Sehingga pekerja perempuan sering tidak di prioritaskan untuk mengikuti pelatihan dan promosi untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi. 3. Diskriminasi dalam pengupahan: Deskriminasi ini terjadi karena seharusnya antara pekerja laki-laki maupun perempuan tidak seharusnya di bedakan tingkat pengupahannya. Mereka memiliki hak pengupahan yang sama atas pekerjaan yang mereka lakukan yang sama nilainya. 4. Diskriminasi dalam jaminan sosial: Diskriminasi ini terjadi ketika pemilik perusahaan mendasarkan pekerja perempuan sebagai lajang meskipun pekerja itu sudah berkeluarga dan memiliki anak. 5. Diskriminasasi dalam kesejahteraan pekerja: Diskriminasi ini terjadi karena masih ada banyak perbedaan fasilitas yang diberikan di level manager, pemeberian fasilitas kerja tidak boleh dibedakan berdasarkan jenis kelaminnya tetapi dibedakan berdasarkan kedudukan, jabatan maupun kemampuan pekerja. Pekerja perempuan dan laki laki memiliki hak yang sama untuk mendapat pekerjaan dan kehidupan yang layak, serta perlakuan yang adil dari pengusaha. Untuk mengatasi masalah-maslaah diatas Kementerian tenaga kerja membuat kebijakan-kebijakan untuk melindungi pekerja perempuan diantaranya: 1. Kebijakan protektif Kebijakan pemrintah dalam memberikan perlindungan kepada pekerja perempuan terkait fungsi reproduktif. Misal istirahat haid, istirahat 1,5 bulan sebelum saat melahirkan dan 1,5 bulan sesudah melahirkan, istirahat gugur kandungan, kesempatan menyusui, dan larangan mempekerjakan perempuan hamil pada shif malam hari.

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini


KA forshei

2. Kebijakan kuratif Kebijakan pemerintah dalam larangan melakukan PHK bagi pekerja perempuan karena menikah, hamil atau melahirkan, kewajiban perusahaan memberikan perlindungan bagi pekerja perempuan yang bekerja malam hari dan perlindungan bagi pekerja perempuan yang bekerja keluar negeri. 3. Kebijakan non diskriminatif Kebijakan Pemerintah dalam memberikan perlindungan bagi pekerja perempuan terhadap praktik diskriminasi dan ketidakadilan gender di tempat kerja mulai dari proses perekrutmen sampai pelaksana pekerjaan di tempat kerja, pelatihan, promosi kerja, perlindungan jaminan kesehatan, dan ketenagakerjaan serta pensiun.

Selain itu pemilik perusahaan juga dapat melakukan beberapa hal yang dapat mengantisipasi agar diskriminasi itu tidak terjadi: 1. Membuat peraturan untuk menyetarakan gender antara laki-laki dan perempuan sesuai jobdesk pekerjaanya, sesuai skill dan kemampuan. 2. Untuk pekerja perempuan harus menunjukan hasil kerja yang positif dan bagus agar tidak di bandingkan dengan laki laki 3. Sebagai pemilik perusahaan jika mendapat keluhan mengenai diskriminasi kesetaraan gender sebaiknya cepat diselesaikan msalahnya agar tidak mengganggu produktivitas pekerja. 4. Baik pekerja laki laki ataupun perempeuan di buatkan peraturan agar menjaga sikap dan cara bicara agar tidak menyinggung salah satu.

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini

18


KETERBATASAN RUANG GERAK PEREMPUAN Jumlah Penduduk Perempuan Indonesia Menurut Badan Pusat Statistika (BPS) 2020

133,54 juta

2019

132,89 juta

RENDAHNYA AN PEREMPUAN DA

TAHUN 2018 M >> IPM Laki-la >> IPM Perem TAHUN 2019 M >> IPM Laki-la >> IPM Perem

JUMLAH TENAGA KERJA WANITA MENURUT BPS 47,95 juta orang

2018

48,75 juta orang

2019

Sumber : databoks.katadata.co.id

LAPANGAN PEKERJA UTAMA PEREMPUAN

Sumber : Kompas.c

FAKTOR PENG BERGERAK 1 2

Tidak perca budaya pat Terbatasny

Sumber : Kompas.c

26,62%

2,71%

16,45%

Pertanian Kehutanan Perikanan

Perdagangan

Industri Pengelola

BIDANG PALING BANYAK DIGELUTI WANITA DALAM UMKM 41,69%

18,15%

INDEKS KETIM (GENDER INE

Kamboja

15,70% Laos

Sumber : Portal.

Makanan

Fesyen

Sumber : Kumparan.com

Kriya


NGKA INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) AN LAKI-LAKI DI INDONESIA

MENURUT BPS aki = 75,43% mpuan = 68,63% MENURUT BPS aki = 75,96% mpuan = 69,18%

com

GHAMBAT PEREMPUAN

aya diri karena adanya triarki ya ruang gerak perempuan

3 4

Lingkungan keluarga (tidak mendapatkan izin keluarga) Minimnya pendidikan

com

KETIDAKSETARAAN GENDER DI INDONESIA

MPANGAN GENDER EQUALITY INDEX/GII) ASEAN 0,473 Poin

BENTUK KETIDAKSETARAAN GENDER

0,456 Poin

Perlakuan Tindak Kekerasan

Myanmar

Upah Rendah 0,453 Poin

0,461 Poin Indonesia

Hak Aset

.axa.co.id

Naskah: Sherly Apriliani Desain: Fatma Nurrohmah


Wawancara

Membangun Kemandirian Perempuan Milenial melalui UMKM Halal

I

Fitra Istianah Turahman

Kader 2019

ndustri halal merupakan istilah

yang digunakan untuk menggambarkan kegiatan industri

mulai dari memperoleh bahan baku, mengolah

Masnuah (Ketua Kadin Kab. Demak)

barang, dan menjadi produk jadi dengan menggunakan sarana dan peralatan yang diizinkan oleh syariat Islam. Pengembangan produk industri halal dapat menggaet potensi pasar domestik mengingat Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Berdasarkan data global religiousfutures, pada tahun 2020 jumlah penduduk Muslim di Indonesia mencapai 229,62 juta jiwa dan diperkirakan akan meningkat sebanyak 245,02 juta jiwa pada tahun 2030. Potensi tersebut didukung dengan fungsi dan tujuan industri halal sebagai bentuk perwujudan dari UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Sebagai salah satu sektor industri, UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) juga perlu menerapkan label halal terhadap usahanya dengan memiliki sertifikat halal, mengingat 61,7% roda perekonomian Indonesia disumbang dari UMKM. Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia tidak terlepas dari peran perempuan Indonesia. Dilansir dari katadata.com, UMKM perempuan menyumbang 9,1% Produk Domestik Bruto (PDB) dan 5% terhadap ekspor.

21 1

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini

2


Wawancara Hal tersebut menunjukkan bahwa peran perempuan dalam menyumbang perekonomian tidak boleh dipandang sebelah mata. Kehadiran perempuan tidak hanya berorientasi pada lingkup keluarga. Namun, dapat memberikan kontribusi yang signifikan pada perekonomian Indonesia, salah satunya melalui UMKM halal. Berikut adalah wawancara kami dengan ibu Masnuah selaku Ketua KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Kabupaten Demak. Apa penger an UMKM halal menurut Anda? Hampir sama dengan UMKM konvensional, namun pembedanya adalah UMKM halal telah diakui mengikuti ketentuan atau prosedur secara syariat Islam, hingga terverifikasi halal dengan dibuktikan oleh lebel halal. Apa yang menjadi pembeda dan keunggulan UMKM halal dibandingkan UMKM Konvensional? Pembeda yang paling dominan terletak pada identifikasi label halal. Disamping itu pula ada ekosistem halal yang dimulai dari kualitas produk, service, infrastruktur, government support, dan human capital yang sudah terverifikasi dibandingkan UMKM konvensional. Sehingga, kepercayaan konsumen ketika dihadapkan dengan berbagai aspek UMKM yang sudah terjamin atau terverifikasi halal akan jauh lebih unggul. Menurut anda sudah sejauh mana perkembangan UMKM halal di Indonesia? Menurut saya perkembangan UMKM halal di Indonesia sudah meningkat dalam beberapa tahun sebelumnya. Hal tersebut dibuktikan dengan penduduk Indonesia mulai giat dalam menciptakan peluang usaha terlebih dengan adanya perkembangan teknologi. Namun, masih banyak UMKM yang masih terbatas dalam aksesibilitas penetapan

UMKM halal. Hal tersebut dikarenakan kurangnya sosialisasi, kendala akses, dan kurang tepat sasaran aliran dana bagi pelaku UMKM berdampak pada terhambatnya perkembangan UMKM halal di Indonesia. Menurut anda kapan perempuan milenial harus berani terjun ke sektor UMKM halal? Sebenarnya sudah sejak dulu perempuan milenial berani terjun ke sektor UMKM halal. Namun, jika diklasifikasikan atas nama personal maka keberanian dimulai dari kesadaran. Bercerita tentang harus berani terjun ke sektor UMKM halal memang tidak semudah yang dibayangkan. Karena bisa saja hambatan muncul dari faktor eksternal maupun yang lebih sulit ketika hambatan muncul dari faktor Internal, salah salah satunya keluarga. Namun, perlu diingat bahwa peluang yang sempurna terealisasi itu butuh keberanian dan proses yang sungguh-sungguh. Menurut anda apakah perbedaan gender dalam kegiatan UMKM halal menjadi suatu kendala? Jika melihat zaman dulu, tentu ada. Namun, untuk saat ini saya rasa sudah tidak ada atau mungkin ada tapi hanya sebagian kecil (daerah tertentu) yang masih dalam stagnasi adat istiadat. Hal tersebut muncul dengan paham bahwa perempuan hanya boleh kerja di rumah saja atau istilah yang mungkin pernah didengar itu 3ur (dapur, kasur, sumur). Padahal adanya emansipasi wanita bertujuan supaya peran wanita memiliki kesetaraan gender dengan pria tanpa ada diskriminasi, melainkan kendala tersebut muncul dari jenis UMKM halal yang dijalankan. Menurut anda seberapa besar potensi dan peluang para perempuan milenial dapat berkontribusi di UMKM halal?

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini

22


Wawancara Sangat besar, sebab potensi perempuan terkait dengan manajemen rumah tangga dapat ditarik dan dianalogikan ketika terjun ke dalam kegiatan UMKM halal. Tidak berhenti disitu, semakin bertambahnya populasi perempuan juga menjadi potensi perempuan bergerak di UMKM halal. Munculnya peradaban zaman juga berpengaruh dalam memudarkan bahkan perlahan menghilangkan pemahaman masyarakat bahwa perempuan tidak boleh bekerja di luar atau hanya boleh bekerja di rumah saja. Serta tidak dapat kita pungkiri bahwa aliran dana dalam kegiatan UMKM saat ini cukup mudah diakses ketika kita mau berusaha. Saya rasa perempuan milenial sudah familiar dengan teknologi atau digitalisasi untuk mem-branding UMKM, intinya potensi dan peluang itu akan optimal ketika muncul kesadaran dalam diri dan mau menjalankannya. Bagaimana strategi yang harus dipersiapkan oleh para perempuan milenial supaya dapat berkontribusi pada UMKM halal? Sederhana saja, yang perlu diingat ketika perempuan milenial ingin berkontribusi pada UMKM halal strateginya adalah kesadaran diri dan berani mencoba. Karena kita ketahui banyak media yang memaparkan berbagai strategi dalam memulai kegiatan tersebut. Namun, jika dari perempuan milenial sendiri tidak ada kesadaran diri dan berani mencoba itu hanya akan menjadi sebuah teori dan tidak ada hasil nyatanya. 1

Apakah anda setuju bahwa peran perempuan yang berorientasi di UMKM halal mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Setuju, walaupun disisi lain ada perempuan yang berorioentasi di UMKM halal ada juga di UMKM konvensional. Tapi intinya, jika sudah berkontribusi maka tetap akan berpengaruh baik itu besar maupun kecil bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada sektor UMKM halal manakah yang tepat bagi perempuan milenial dan keunggulannya dibanding dengan sektor lainnya? Semuanya tepat dan cocok bagi perempuan milenial untuk memilih sektor UMKM halal. Namun, biasanya perempuan milenial mayoritas aktif di sektor UMKM pangan atau sejenisnya yang berorientasi pada kebutuhan pokok. Perlu diingat, bahwa passion itu mempengaruhi daripada pemilihan sektor UMKM halal yang tepat. Hal tersebut akan berimbas secara otomatis keunggulannya dibanding memilih pilihan yang bukan passion-nya Apa harapan anda untuk para perempuan milenial terhadap UMKM halal kedepannya?. Harapan saya untuk para perempuan milenial terhadap UMKM halal kedepannya adalah terus mengambil peluang yang ada, jangan patah semangat, terus berkarya, hingga menjadi bos bagi dirinya sendiri. Karena ketika sudah menjadi pelaku UMKM, maka diri kitalah yang dapat mengatur dan bebas dalam menuangkan inovasi tanpa adanya tekanan dari atasan.

SALE

50%

23

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini

20


Opini

Opini

Mengungkap Isu Gender dan Partisipasi Perempuan dalam Perekonomian Nela Aini Najah

P

erempuan merupakan makhluk istimewa yang diciptakan Tuhan di muka bumi. Salah satu bentuk dari keistimewaan itu adalah terdapatnya rahim di dalam tubuh yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan hasil pembuahan sel telur oleh sel sperma yang kemudian akan berkembang menjadi janin. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk dalam sensus penduduk Indonesia 2020 adalah 270,20 juta jiwa, diantaranya terdiri dari perempuan sebanyak 133,54 juta jiwa atau 49,42% dan laki-laki sejumlah 136,66 juta jiwa atau mencapai 50,58% dari total penduduk. Melihat rasio perbandingan yang sangat kecil, seharusnya laki-laki dan perempuan bisa memainkan peran yang sama disektor pembangunan Indonesia. Meski begitu, tingkat ketidaksetaraan gender di Indonesia ternyata masih sangat tinggi. Perlakuan diskriminatif terhadap gender, terutama perempuan, masih sering terjadi. Anggapan bahwa tanggung jawab perempuan hanya sebatas pada peran domestik yang berkaitan dengan pekerjaan rumah tangga, sedangkan peran publik yaitu urusan di luar rumah dan rumah tangga merupakan tanggung jawab laki-laki masih berkembang di tengah masyarakat. Adanya stigma sosial tentang tugas perempuan yang hanya berkisar pada dapur, sumur dan kasur seringkali menjadi belenggu yang tak terlihat dan menyulitkan perempuan untuk berkembang. Berdasarkan Laporan Global Gender Gap Index 2020 kesetaraan gender Indonesia berada di peringkat 85 dari 153 negara. Fakta membuktikan bahwa angka

Kader 2019 tersebut tidak mengalami perubahan secara signifikan sejak 2018. Seperti kita ketahui bersama, ketidaksetaraan gender berdampak negatif pada aspek pembangunan mulai dari sosial, politik, pendidikan hingga ekonomi. Tidak hanya itu, Global Gender Gap Index Report 2020 juga melaporkan dalam hal partisispasi ekonomi dan kesempatan berusaha Indonesia menempati urutan ke68. Laporan tersebut mengindikasikan bahwa di bidang ekonomi, kesenjangan antara laki-laki dan perempuan masih cukup tinggi. Salah satunya dapat dilihat dari masih banyaknya pandangan tentang perempuan yang dinilai kurang mampu dalam menjalankan suatu pekerjaan atau posisi tertentu, sehingga posisi kepemimpinan pun lebih sering diemban oleh laki-laki dibanding perempuan. Perempuan selalu dianggap sebagai makhluk lemah yang tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak mampu melakukan pekerjaan laki-laki. Indonesia memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan karena Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan hanya 51,89% dan masih jauh di bawah TPAK laki-laki yang mencapai 83,13%. Ditambah Indonesia juga masih harus menghadapi masalah ketimpangan distribusi pendapatan, rata-rata upah/gaji buruh/karyawan perempuan lebih rendah daripada laki-laki yaitu Rp 2,45 juta untuk perempuan dan Rp 3,17 juta untuk laki-laki. Seperti yang disampaikan oleh Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan, keberadaan perempuan penting dan harus diperhatikan demi mencapai pembangunan yang berkelanjutan.

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini

24


Opini

Opini

Jika suatu negara memberikan kesempatan yang sama kepada perempuan untuk berpartisipasi dalam perekonomian, hal itu dapat meningkatkan produktivitas negara sebesar 28 triliun atau menyumbang 26% dari GDP dunia. Meski kesenjangan antara laki-laki dan perempuan di bidang ekonomi masih cukup tinggi, namun beberapa tokoh di bawah ini telah membuktikan bahwa perempuan bukan makhluk lemah. Bahkan perempuan bisa berkontribusi dalam pembangunan ekonomi.

Jumlah Sensus Penduduk Indonesia 2020 Laki-laki 136,66 juta jiwa atau 50,58%

Faktor rendahnya tingkat partisipasi perempuan dalam perekonomian

01

Perempuan dianggap lemah dan tidak mampu melakukan pekerjaan laki-laki

02

Stigma sosial bahwa tugas perempuan hanya berkisar pada dapur, sumur dan kasur

03

Perempuan dinilai kurang berkompeten untuk menduduki posisi tertentu dalam suatu pekerjaan

3 Tokoh Perempuan Ekonomi

Sri Mulyani Perempuan yang menjabat sebagai Menteri Keuangan ini masuk dalam daftar 100 wanita paling berpengaruh versi Forbes 2019.

Nicke Widyawati CEO Pertamina, Nicke Widyawati juga masuk dalam daftar 100 wanita paling berpengaruh berdasarkan Forbes 2020.

Maria Elka Pangestu Menjabat sebagai Direktur Pelaksana Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan Bank Dunia.

2 25

Perempuan 133,54 juta jiwa atau 49,42%

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini


Khazanah

Can Women Do Anything Like Men? Bintang Satya Aji

O

ne of important people in the world apart a man is the women, which is woman are very special and important for other people, because woman can birth a child, But in reality. Woman is looked down by others, even fellow women All of women have their own potention. But, most of them didn’t know it and claim their self as a weak human. From Plato” In terms of physical and spiritual strength, women are mentally weaker than men. Biologically, in terms of physicality, women are smaller than men, have a smoother voice, female development occurs more early, women's strength is not as strong as men and so on.” Of course it’s not false, coz every human apart men and woman are have idenitity. And can’t equalize with a women with woman. Because if human equalize a women with woman he will be decriminate woman. But if we look to surplus what the women can do is bigger than a man, from Scoop Whoop’s Website showing women are strange than a man. 1. Insensitivity (thick skin) In the research, women have a crust (layer of fat) under their skin thicker than men. 2. Strong Immunity In the research from Dr. Maya Saleh at Institute of the McGill University Healt Center McGill University, says women has immunity stronger than men. That from benefical women’s estrogen are strong. 3. IQ Smarter

Kader 2020 James Flyn is the world’s leading IQ test says women has brain brightes than men. And more reason, women can’t get descrimeination from other there are the women figure world from businessinder.co.id Thursday, November26 2015: 1. Anna Schwartz Anna Schwartz was born in New York City, New York, U.S.A., on November 11, 1915. Is an American economist in New York City's national economy research. Well, Anna would be very good to be categorized as an American economist because. By the age of 18, he had already graduated from Bernard college in New York City, and then a year later when he was 19 he was awarded a master of economics from the university of Colombia. Not only was Anna rewarded with a bunch of: a. University of Florida (1987) b. Sotnehill, Maassachusetts (1989) c. Iona Collage (1992) d. Rutgers University (1998) e. Emory University (2000) f. William Collage (2002) g. Loyola University h. City Univercity Chikago, (2003) i. City Univercity Business School, London (2006) 2. Deirdre n. McCloskey Deirdre n. McCloskey is an American professor of economics. She was the first daughter of Robert McCloskey, a professor at Harvard University with his wife Helen stueland, a former poet. McCloskey earned his bachelor's and postgraduate degree from Harvard University. In 1968, while he was a

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini

26 2


Khazanah student, McCloskey received a teaching offer from Milton friedman and Robert fogel at the university of Chicago. With its contribution to the economy among: a. She had time to write and publish the book The Rhetoric of Economics in 1985. Along with John s. nelson, Allan megill, and a few others, b. Has written and edited more than 25 book titles. c. and has published more than 300 articles and most contradict the assumptions that has been circulated in society. And in mid-2014, he became one of the most prominent critics of Thomas piketty. Deirdre thus became an influential female economist focused on conservatives and libertarians. 3. Dambisa Moyo Dambisa Moyo is an zambian born economist and author, actively writing about macroeconomic and global development. She is currently a member of the board of commissioner barclays bank, Seagate technology, chevron corporation, and barrick gold he had previously worked for two years at the world bank and for eight years at Goldman sachs. and next she become wrote a bestseller, by New York Times a. Dead Aid: Why Aid Is Not Working and How There Is a Better Way for Africa (2009) b. How the West Was Lost: Fifty Years of Economic Folly – And the Stark Choices that Lie Ahead (2011) c. Winner Take All: China's Race for Resources and What It Means for the World (2012) Women figure of Muslim also take her stage in the world, they are: 1. Khadija binti khuwailid Khadija was a self-sufficient, smart, benafactor woman. She was the first wife and first faithful prophet muhammad. Born in 555

27

Masehi she from a family of successful merchants in the quraysh tribe of mecca. He learned much business from his father, khuwailid bin asad. With such exemplary nature are: a. after leaving her father behind, she soon took over the responsibilities of the business, which was then dominated by a man with the courage and the confidence to preside over his father's business b. khadija became one of the most successful and well-known traders in mecca for her honesty and virtue. c. Feed and clothe the poor and assist their needy relatives. 2. Nusaibah binti Kaab Nusaibah binti kaab was a member of the bani hajjar tribe in medina, famous for his bravery on the battlefield. His name as a warrior is associated with many battles, such as the bait-ul -'Aqabah II, the uhud war, the hunayn war, the yamamah war, and the treaty of hudaybiyah. Nusaibah binti kaab is exemplary a. in the war of the uhud he was one of the war figures who guarded and protected the prophet Muhammad b. with 12 wounds but when conscious the first question was the prophet's salvation c. he was also involved in a battle against musailamah al-kadzab, where he lost his son, and himself suffered numerous injuries. 3. Lubndadari Cordoba Was a woman who lived in the 10th century and grew up in the palace of sultan abd al-rahman III. Many different talents and works have been associated with it, but they do not boast of popularity. With her exemplary example of so many is this: a. was in charge of the royal library of the palace of Andalusia, which had some 500 thousand books at the time, and was one of the most important libraries in the world.

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini


Khazanah b. worked his entire life as the caliph's secretary, as a scribe, and then as the personal secretary of the son of abd alrahman hakam ii ibn abdur-rahman. c. mathematicians and are known to have taught mathematical equations to street children. She was also a calligrapher and poet Than much women figure apart muslim women and nonmuslim women, but there is a discrimination from other to women, the way of carry out are: 1) make equality The progress and development of companies are born from uniformity of views, backgrounds, different cultures. So that many innovations emerged and were always as warm as they were in their day. But all too often, the problems of gender are a hindrance. Therefore it is to apply the rule to equalize the work of women and men. 2) prove it by results

Many works without results at the end of the job in the company will be seen to be less than the one who has any results in the job. That way as time goes on with the achievement, you'll be able to shift the range of gender discrimination. Prove that you women can do what you slighted. 3) asa supervisor, select gender directives When a friend becomes the boss of the company then the gesture that works under you to understand the gender of both women and men And if there is still a general decrimination coming from your ear, then with short periods of time, effective action and minimizing it. 4) know yourself whether you self-expose or not Controlling over oneself is Paramount to prevent gender desensitization. Because something that is easy for you to pass on to others.

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini

28


‫‪Khazanah‬‬

‫اﻟﻧﺳﺎء اﻟﺗﻲ ﺗﺳﺎﻋد ﻋﻠﻰ اﻗﺗﺻﺎد اﻟرﺳول‬ ‫ﻛدﯨر ‪٢٠١٩‬‬

‫ﺣﺎﻟﺔ اﻟﻤﺮأة اﻟﻌﺮﺑﯿﺔ ﻗﺒﻞ اﻹﺳﻼم‬ ‫ﻗﺒﻞ وﺻﻮل اﻹﺳﻼم ‪ ،‬ﻛﺎﻧﺖ اﻷﻣﺔ اﻟﻌﺮﺑﯿﺔ ﺗﻌﺮف ﺑﺎﺳﻢ‬ ‫ﻏﺎﻟﺒﺎ ﻣﺎ أظﮭﺮ اﻟﻌﺮب ﺛﻘﺎﻓﺔ‬ ‫اﻟﻌﺮﺑﯿﺔ اﻟﺠﺎھﻠﯿﺔ‪ .‬ﻓﻲ اﻟﻤﺎﺿﻲ ‪ً ،‬‬ ‫ﻏﯿﺮ ﺟﯿﺪة ‪ ،‬ﻣﺜﻞ اﻟﻘﻤﺎر واﻟﺴﻜﺮ وﻗﻀﺎء اﻟﻮﻗﺖ وﻋﺒﺎدة اﻷﺻﻨﺎم‬ ‫‪ ،‬وﻋﺎدة ﻗﺘﻞ اﻟﻔﺘﯿﺎت اﻟﺼﻐﯿﺮات ﺑﺪﻓﻨﮭﻦ أﺣﯿﺎء دون ﺧﻄﯿﺌﺔ‬ ‫ﯾﺒﺪو أن ﻋﺎدة دﻓﻦ اﻟﻄﻔﻠﺔ ﻟﯿﺲ ﺑﺴﺒﺐ اﻟﻔﻘﺮ ﻓﻘﻂ‪ ،‬وﻟﻜﻦ‬ ‫ﺑﺴﺒﺐ اﻟﺨﻮف ﻣﻦ ﻓﻘﺪان ﺷﺮﻓﮭﺎ‪ .‬ﺑﺎﻹﺿﺎﻓﺔ إﻟﻰ أن ﻣﺼﯿﺮ اﻟﻤﺮأة‬ ‫ﻣﻨﺨﻔﻀﺎ ﺟﺪا ً ‪ ،‬ﻛﺎن اﻟﻮﺿﻊ‬ ‫أﯾﻀﺎ‬ ‫ً‬ ‫ﻓﻲ ذﻟﻚ اﻟﻮﻗﺖ ﻛﺎن ﯾﻌﺘﺒﺮ ً‬ ‫اﻻﺟﺘﻤﺎﻋﻲ ﻟﻠﻤﺮأة ﻏﯿﺮ ﻣﺤﺘﺮم ﻟﻠﻐﺎﯾﺔ ‪ ،‬وﻟﻢ ﯾﻜﻦ ﺑﺈﻣﻜﺎﻧﮭﺎ إظﮭﺎر‬ ‫ﻛﺮاﻣﺘﮭﺎ وﻣﻜﺎﻧﺘﮭﺎ ﻛﺎﻣﺮأة‬ ‫أﻣﻮر ﺗﺘﺴﺒﺐ ﻓﻲ ﻗﺘﻞ اﻟﻤﻮاﻟﯿﺪ ﻓﻲ اﻟﺘﻘﻠﯿﺪ اﻟﻌﺮﺑﻲ‬ ‫اﻟﺠﺎھﻠﻲ ‪ ،‬وھﻲ ﻋﻠﻰ اﻟﻨﺤﻮ اﻟﺘﺎﻟﻲ‪:‬‬ ‫‪ .١‬طﺮﯾﻘﺘﮭﻢ ﻓﻲ اﻟﺤﯿﺎة ھﻲ اﻻﻧﺘﻘﺎل ﻣﻦ ﻣﻜﺎن إﻟﻰ آﺧﺮ‬ ‫)ﻧﻮﻣﺎﻧﺪﯾﻦ( اﻟﺬي ﺗﻘﻮم ﺑﮫ ﻗﺮى ﺑﯿﺪول‪ .‬إن ﺟﻠﺐ اﻟﻨﺴﺎء إﻟﻰ‬ ‫ﻣﺠﻤﻮﻋﺎت ﻛﺒﯿﺮة ﯾﺠﻌﻞ اﻟﺤﺮﻛﺔ أﻗﻞ ﺗﻌﻘﯿﺪًا ‪ ،‬ﺑﻞ ﯾﺠﺐ إﯾﻼء‬ ‫اﻟﻤﺰﯾﺪ ﻣﻦ اﻻھﺘﻤﺎم ﻟﻤﺴﺎﻋﺪة ھﺆﻻء اﻟﻨﺴﺎء‪ .‬ﻓﻲ اﻟﺼﺤﺮاء‬ ‫اﻟﻘﺎﺳﯿﺔ ‪ ،‬ﻻ ﺗﺴﺘﻄﯿﻊ اﻟﻨﺴﺎء ﻓﻘﻂ اﻟﻤﺸﺎرﻛﺔ ﻓﻲ اﻷﺷﯿﺎء‬ ‫اﻟﻀﺮورﯾﺔ ‪ ،‬ﺑﻞ ﺣﺘﻰ أﻧﮭﻦ ﻏﯿﺮ ﻗﺎدرات ﻋﻠﻰ ﻣﺴﺎﻋﺪة أﻧﻔﺴﮭﻦ‪.‬‬ ‫وﻓﻘﺎ ﻟﮭﻢ ‪ ،‬ﻓﺈن ﺟﺴﻢ اﻟﻨﺴﺎء ﺿﻌﯿﻔﺎت ﻟﻠﻐﺎﯾﺔ ﻓﻲ ﻣﻮاﺟﮭﺔ ھﺬه‬ ‫اﻟﻄﺒﯿﻌﺔ اﻟﻘﺎﺳﯿﺔ‪.‬‬ ‫‪ .٢‬ﻛﻞ ﻓﻢ ﻣﻔﺘﻮح ﯾﺤﺘﺎج إﻟﻰ اﻟﻄﻌﺎم‪ .‬ﻓﻲ ﺣﯿﻦ أن‬ ‫اﻟﻤﻜﻮﻧﺎت اﻟﻐﺬاﺋﯿﺔ اﻟﻤﺘﻮﻓﺮة ﻣﺤﺪودة ﻟﻠﻐﺎﯾﺔ‪ .‬ﻟﺬﻟﻚ ‪ ،‬ﯾﺠﺐ ﻣﻨﻊ‬ ‫ﻣﻌﺪل اﻟﻨﻤﻮ اﻟﺴﻜﺎﻧﻲ‪ .‬ﻋﻠﻰ ﻣﺴﺘﻮى ﻣﻌﺮﻓﺘﮭﻢ ﻓﻲ ذﻟﻚ اﻟﻮﻗﺖ ‪،‬‬ ‫اﻓﺘﺮﺿﻮا أن اﻟﻨﺴﺎء ھﻦ ﺳﺒﺐ اﻟﻨﻤﻮ اﻟﺴﻜﺎﻧﻲ اﻟﺴﺮﯾﻊ ‪ ،‬ﻷﻧﮭﻢ‬ ‫رأوا أن اﻟﻨﺴﺎء ھﻲ اﻟﺘﻲ وﻟﺪت‪ .‬ﻟﺬﻟﻚ ﻻ ﺑﺪ ﻣﻦ ﺗﻘﻠﯿﺺ ﻋﺪد‬ ‫اﻟﻨﺴﺎء ﺣﺘﻰ ﯾﻘﻞ ﻣﻨﺘﺠﻲ اﻟﺒﺸﺮ‪ .‬ﺑﺎﻹﺿﺎﻓﺔ إﻟﻰ ذﻟﻚ ‪ ،‬و ﻻ ﯾﻤﻜﻦ‬ ‫ﻟﻠﻤﺮأة أن ﺗﺴﺎﻋﺪ ﻓﻲ زﯾﺎدة إﻧﺘﺎج اﻟﻤﻮاد اﻟﻐﺬاﺋﯿﺔ ﺑﮭﺬه اﻟﻄﺒﯿﻌﺔ‬ ‫اﻟﻘﺎﺳﯿﺔ‪.‬‬ ‫‪ .٣‬ﻓﻲ اﻟﺤﺮب ‪ ،‬أﺻﺒﺢ أطﻔﺎل وﻧﺴﺎء اﻟﺨﺎﺳﺮﯾﻦ‬ ‫اﻟﻤﺎﻟﻜﯿﻦ اﻟﻔﺎﺋﺰﯾﻦ‪ .‬ﻓﮭﺬا ﺑﺎﻟﻄﺒﻊ ﯾﻀﺮ ﺑﺸﺪة ﺑﻜﺮاﻣﺔ واﺣﺘﺮام‬ ‫اﻟﺬات ﻟﻠﻘﺒﺎﺋﻞ اﻟﺘﻲ ﻋﺎﻧﺖ ﻣﻦ ھﺬه اﻟﻜﺎرﺛﺔ‪ .‬ﻣﻦ أﺟﻞ ﺗﺠﻨﺐ ﺣﺪوث‬ ‫ﺷﻲء ‪ ،‬ﻣﻦ اﻷﻓﻀﻞ ﻗﺘﻞ اﻟﻔﺘﯿﺎت ﻣﻨﺬ اﻟﺼﻐﺮ ‪ ،‬ﺣﺘﻰ ﻻ ﯾﻌﺎﻧﯿﻦ‬ ‫ﻣﻦ آﻻم اﻟﺤﯿﺎة واﻟﻌﺎر‬ ‫ﺣﺎﻟﺔ اﻟﻤﺮأة اﻟﻌﺮﺑﯿﺔ ﺑﻌﺪ دﺧﻮل اﻹﺳﻼم‬ ‫ﻓﻲ ﺟﻮ ﻣﻦ اﻟﻔﻮﺿﻰ ‪ ،‬أرﺳﻞ اﻟﻨﺒﻲ ﻣﺤﻤﺪ ﺻﻠﻰ ﷲ‬ ‫ﻋﻠﯿﮫ وﺳﻠﻢ وﻧﺰل اﻟﻘﺮآن ‪ ،‬وأﺻﻠﺢ اﻟﻨﺒﻲ ﻣﺤﻤﺪ اﻷﻣﺔ اﻟﻌﺮﺑﯿﺔ‬ ‫وﻧﻔﺬ ﺑﺒﻂء إﺻﻼﺣﺎت ﺛﻘﺎﻓﯿﺔ ورﻓﻊ ﻛﺮاﻣﺔ اﻟﻤﺮأة‪ .‬اﻟﻌﺪﯾﺪ ﻣﻦ‬

‫ﺟﻮاﻧﺐ ﺣﯿﺎة ﻣﺤﻤﺪ ص‪.‬م‪ .‬اﻟﺸﺨﺼﯿﺔ ﻓﻲ ﺗﻔﺎﻋﻼﺗﮫ ﻣﻊ‬ ‫اﻟرازىﺧﺎﺻﺔ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﺴﺘﻮﯾﺎت اﻟﺴﯿﺎﺳﯿﺔ‬ ‫ﺣﻮﻟﮫ ‪،‬‬ ‫اﻟﻨﺴﺎء ﻣﻦﻓﺣر‬ ‫واﻻﺟﺘﻤﺎﻋﯿﺔ واﻟﺪﯾﻨﯿﺔ‪.‬‬ ‫إن وﺿﻊ اﻟﻤﺮأة ﺑﻌﺪ اﻹﺳﻼم ﯾﺘﻨﺎﺳﺐ ﻋﻜﺴﯿﺎ ً ﺗﻤﺎﻣﺎ ً‬ ‫ﻣﻊ اﻟﻮﺿﻊ اﻟﺴﺎﺑﻖ اﻟﺬي ﻣﻨﺤﺖ ﻓﯿﮫ اﻟﻤﺮأة ﻛﺎﻣﻞ ﺣﻘﻮﻗﮭﺎ ‪،‬‬ ‫أي ﺑﺈﻋﻄﺎء اﻟﻤﺮأة ﺣﻘﮭﺎ ﻓﻲ اﻟﻤﯿﺮاث ‪ ،‬وﻣﻨﺤﮭﺎ اﻟﻤﻠﻜﯿﺔ‬ ‫اﻟﻜﺎﻣﻠﺔ ﻟﻨﻔﺴﮭﺎ )إذا أراد اﻟﻮاﻟﺪان ﺗﺰوﯾﺞ ﺑﻨﺎﺗﮭﻢ ‪ ،‬ﻓﺈﻧﮫ ﯾﺠﺐ‬ ‫أن ﯾﻜﻮن ﻣﺼﺤﻮﺑﺎ ﺑﺈذن اﻟﻄﻔﻞ( ‪ ،‬وﻻ ﯾﺠﻮز اﻟﻄﺮف‬ ‫اﻵﺧﺮون اﻟﺘﺪﺧﻞ إﻻ ﺑﻌﺪ اﻟﺤﺼﻮل ﻋﻠﻰ إذن ﻣﻨﮭﺎ‪ .‬ﻓﻲ‬ ‫اﻟﺘﻘﺎﻟﯿﺪ اﻹﺳﻼﻣﯿﺔ ‪ ،‬ﯾﻤﻜﻦ ﻟﻠﻤﺮأة اﻟﻤﻜﻠﻔﺔ أن ﺗﻌﻘﺪ ﻣﺨﺘﻠﻒ‬ ‫اﻻﺗﻔﺎﻗﺎت واﻟﯿﻤﯿﻦ واﻟﻨﺬور ‪ ،‬ﺳﻮاء ﻹﺧﻮﺗﮭﺎ ﻣﻦ اﻟﺒﺸﺮ و‬ ‫‪ ،‬وﻻ ﯾﻤﻜﻦ ﻷي ﻗﻮة أن ﺗﺒﻄﻞ وﻋﻮدھﺎ أو ﻋﮭﻮدھﺎ أو‬ ‫ﻧﺬورھﺎ ﻛﻤﺎ ھﻮ ﻣﺆﻛﺪ ﻓﻲ ﺳﻮرة اﻟﻤﺎﺋﺪة ‪٨٩:‬‬ ‫ﻓﻲ زﻣﻦ اﻟﻨﺒﻲ ‪ُ ،‬ﻣﻨﺤﺖ اﻟﻤﺮأة ﺣﺮﯾﺔ اﻟﺪراﺳﺔ‪.‬‬ ‫ُﺗﻤﻨﺢ اﻟﻤﺮأة ﺣﺮﯾﺔ اﻟﻤﺸﺎرﻛﺔ ﻓﻲ اﻟﺘﻮﺳﯿﺔ أو اﻟﻮﻋﻆ ﺑﺎﻟﻨﺒﻲ‬ ‫ﻓﻲ اﻟﻤﺴﺎﺟﺪ أو ﻓﻲ اﻟﺒﯿﻮت‪ .‬ﻛﻤﺎ ﯾﺴﻤﺢ اﻟﺮﺳﻮل ﻟﻠﻤﺮأة‬ ‫ﺑﺎﻟﻤﺸﺎرﻛﺔ ﻓﻲ ﺻﻼة اﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻓﻲ اﻟﻤﺴﺠﺪ طﺎﻟﻤﺎ ﻛﺎﻧﺖ‬ ‫ﻣﺼﺤﻮﺑﺔ ﺑﻤﺤﺮﻣﮭﺎ أو ﺣﺼﻠﺖ ﻋﻠﻰ إذن ﻣﻦ زوﺟﮭﺎ‪ .‬وﻓﻲ‬ ‫زﻣﻦ اﻟﻨﺒﻲ ‪ ،‬ﻛﺎﻧﺖ اﻟﻨﺴﺎء ﻣﺠﺘﮭﺪات ﻟﻠﻐﺎﯾﺔ ﻓﻲ اﻟﺪراﺳﺔ ‪،‬‬ ‫ﻓﻄﻠﺒﻦ ﻣﻨﮫ أن ﯾﻌﻄﻲ وﻗﺖ ﻣﻌﯿﻦ ﻟﻠﺪراﺳﺔ ‪ ،‬وواﻓﻖ اﻟﻨﺒﻲ‬ ‫أﯾﻀﺎ‬ ‫ﻋﻠﻰ طﻠﺒﮭﻦ ﻟﮭﺬا اﻟﺴﺒﺐ ‪ُ ،‬ﯾﻄﻠﺐ ﻣﻦ اﻟﻨﺴﺎء ً‬ ‫اﻻﺳﺘﻤﺮار ﻓﻲ اﻟﺘﻌﻠﻢ وﺗﺤﺴﯿﻦ ﺟﻮدﺗﮭﻦ ‪ ،‬ﻋﻼوة ﻋﻠﻰ ذﻟﻚ‬ ‫‪ ،‬ﻓﺈن إﺣﺪى اﻟﻤﮭﺎم اﻟﺮﺋﯿﺴﯿﺔ ﻟﻠﻤﺮأة ھﻲ ﺗﻌﻠﯿﻢ أطﻔﺎﻟﮭﻦ‬ ‫ﻷﻧﮭﻦ ﯾﺘﻤﺘﻌﻦ ﺑﺨﺼﺎﺋﺺ أﻣﻮﻣﯿﺔ ﻏﯿﺮ ﻋﺎدﯾﺔ ‪ ،‬وﻟﻜﻦ ﻛﯿﻒ‬ ‫ﯾﻤﻜﻨﮭﻢ اﻟﻘﯿﺎم ﺑﮭﺬه اﻟﻤﮭﻤﺔ اﻟﺮﺋﯿﺴﯿﺔ ﺑﺸﻜﻞ ﺻﺤﯿﺢ إذا ﻛﺎﻧﻮا‬ ‫ﻻ ُﺗﻤﻨﺢ اﻟﻔﺮﺻﺔ ﻟﻠﺘﻌﻠﻢ؟ ﻷﻧﮫ ﻻ ﯾﻜﻔﻲ اﻻﻋﺘﻤﺎد ﻋﻠﻰ‬ ‫اﻟﻠﻄﻒ ﻓﺤﺴﺐ ‪ ،‬ﺑﻞ ﯾﺘﻄﻠﺐ اﻟﺬﻛﺎء اﻟﺬي ﯾﻤﻜﻦ اﻟﺤﺼﻮل‬ ‫ﻋﻠﯿﮫ ﻣﻦ ﺧﻼل اﻟﺘﻌﻠﻢ‬ ‫ﻧﺴﺎء ﻛﺎن ﻟﮭﻦ دور ﻓﻲ اﻻﻗﺘﺼﺎد ﻓﻲ ﻋﮭﺪ اﻟﺮﺳﻮل‬ ‫ﻛﺎن اﻟﻌﺪﯾﺪ ﻣﻦ اﻟﻨﺴﺎء ﻓﻲ زﻣﻦ اﻟﻨﺒﻲ اﻟﻠﻮاﺗﻲ‬ ‫ﯾﻌﻤﻠﻦ ﻓﻲ اﻷﻧﺸﻄﺔ اﻻﻗﺘﺼﺎدﯾﺔ‪ .‬ﻣﺴﺎﻋﺪة اﻟﻨﺒﻲ ﺑﺸﻜﻞ ﻣﺎدي‬ ‫ﻋﻨﺪﻣﺎ ﯾﺪﻋﻮ اﻟﻨﺒﻲ ﻟﻨﺸﺮ ﺗﻌﺎﻟﯿﻢ اﻹﺳﻼم‪ .‬ﺑﻌﺾ اﻟﻨﺴﺎء ھﻦ ‪:‬‬ ‫ﺧﺪﯾﺠﺔ ﺑﻨﺖ ﺧﻮﯾﻠﺪ )‪ ٥٥٥‬م ‪ ٦١٩ -‬م(‬ ‫وﻟﺪت ﺧﺪﯾﺠﺔ ﻣﻨﺬ اﻟﺼﻐﺮ ﻓﻲ أﺳﺮة ﻣﺤﺘﺮﻣﺔ‬ ‫وﻣﺤﺎﺻﺮة ﺑﺎﻟﺜﺮوة ‪ ،‬ﻟﻜﻨﮭﺎ ﻟﻢ ﺗﺠﻌﻞ ﺧﺪﯾﺠﺔ ﻣﺘﻌﺠﺮﻓﺔ ﺑﻞ‬ ‫ﺟﻌﻠﺘﮭﺎ ﻣﺘﻮاﺿﻌﺔ‪ .‬ﻓﻲ ذﻟﻚ اﻟﻮﻗﺖ ‪ ،‬ﻛﺎن ُﯾﻨﻈﺮ إﻟﻰ اﻟﻨﺴﺎء‬ ‫ﺑﺎزدراء وﻟﻢ ﯾﻜﻦ ﻟﮭﻦ ﻛﺮاﻣﺔ ‪ ،‬ﻟﻜﻦ ﺗﻤﻜﻨﺖ ﻣﻦ إﺛﺒﺎت أﻧﮭﺎ‬

‫‪Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini‬‬

‫‪29‬‬


‫‪Khazanah‬‬

‫ﯾﻤﻜﻦ أن ﺗﻜﻮن رﺟﻞ أﻋﻤﺎل ﻛﺒﯿﺮ وأن اﻟﻨﺒﻲ ﻣﺤﻤﺪ‬ ‫ً‬ ‫ﻣﻮظﻔﺎ ﻟﮫ‬ ‫ﻧﻔﺴﮫ أﺻﺒﺢ‬ ‫ﻓﻲ ﺳﻦ ‪ ، ٤٥‬ﺗﺰوﺟﺖ ﺧﺪﯾﺠﺔ رﺳﻮل ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ‬ ‫ﻋﺎﻣﺎ ‪ ،‬وﻗﺪ اﻧﺪھﺸﺖ ﻣﻦ‬ ‫ﻋﻠﯿﮫ وﺳﻠﻢ وﻛﺎن ﯾﺒﻠﻎ ﻣﻦ اﻟﻌﻤﺮ ‪ً ٢٥‬‬ ‫ﺻﻼح وﺣﺮﻓﯿﺔ اﻟﺮﺳﻮل ‪ ،‬وأﺻﺒﺤﺖ اﻟﺰوﺟﺔ اﻷوﻟﻰ ﻟﻠﺮﺳﻮل‬ ‫رﺋﯿﺴﯿﺎ ﻓﻲ‬ ‫دورا‬ ‫ً‬ ‫ﺛﻢ اﻋﺘﻨﻘﺖ اﻹﺳﻼم‪ .‬ﻟﻌﺒﺖ ﺧﺪﯾﺠﺔ ً‬ ‫أﯾﻀﺎ ً‬ ‫اﻟﺪﻋﻮة إﻟﻰ اﻹﺳﻼم ﻣﻦ ﺧﻼل اﻟﻤﺴﺎﻋﺪة اﻟﻤﺎﻟﯿﺔ ﻹﻧﺠﺎح دﻋﻮة‬ ‫أﯾﻀﺎ اﻟﻤﺮأة‬ ‫اﻟﺮﺳﻮل ‪ ،‬ﻟﯿﺲ ﺟﯿﺪة ﻓﻘﻂ ﻓﻲ اﻟﻘﯿﺎم ﺑﺄﻋﻤﺎﻟﮭﺎ ‪ ،‬ﺑﻞ ً‬ ‫اﻟﺘﻘﯿﺔ ‪ ،‬وطﺎﻋﺔ اﻟﺮﺳﻮل ﻋﻠﻰ اﻟﺮﻏﻢ ﻣﻦ أن اﻻﺧﺘﻼف ﻓﻲ‬ ‫داﺋﻤﺎ‪ .‬ﻣﺮاﻓﻘﺔ اﻟﺮﺳﻮل ﻟﻠﺘﺒﺸﯿﺮ ﺣﺘﻰ ﻧﮭﺎﯾﺔ‬ ‫ﺳﻨﮭﻢ ﻛﺎن ﻣﺘﺒﺎﻋﺪًا ً‬ ‫ﺣﯿﺎﺗﮫ‬ ‫أﻣﻲ ﺑﻨﻲ ﻋﻤﺎر‬ ‫ﻗﻠﻌﺔ ّ‬ ‫ﻛﻤﺎ أﻋﻄﻰ اﻟﻨﺒﻲ ﻓﻲ ﺧﻄﺒﺘﮫ ﺗﻌﻠﯿﻤﺎت ﺣﻮل اﻟﻤﺘﺎﺟﺮة‬ ‫أو اﻟﺒﯿﻊ واﻟﺸﺮاء ﻻﻣﺮأة ﺗﺪﻋﻰ ﻗﻠﻌﺔ أﻣﻲ ﺑﻨﻲ ﻋﻤﺎر‪ .‬ﻗﻠﻌﺔ أﻣﻲ‬ ‫ﺑﻨﻲ أﻧﻤﺎر اﻟﺘﻲ أﻣﺮ ﺑﮭﺎ اﻟﺮﺳﻮل ﺗﺤﺪﯾﺪ اﻷﺳﻌﺎر‪ .‬ﻧﺼﺤﮫ‬ ‫اﻟﺮﺳﻮل اﻟﻜﺮﯾﻢ‪ :‬إذا أردت أن ﺗﺸﺘﺮي أو ﺗﺒﯿﻊ ً‬ ‫ﺷﯿﺌﺎ ﻓﺎﺿﺒﻂ‬ ‫اﻟﺴﻌﺮ اﻟﺬي ﺗﺮﯾﺪ ﺷﺮاﺋﮫ أو ﺑﯿﻌﮫ‪ .‬ﻓﺈﻣﺎ أن ﯾﺘﻢ إﻋﻄﺎؤك أو ﻻ‪.‬‬ ‫زﯾﻨﺐ ﺑﻨﺖ اﻟﺠﺤﺴﻲ )‪ ٥٩٠‬م ‪ ٦٤١ -‬م(‬ ‫زﯾﻨﺐ ﺑﻨﺖ اﻟﺠﺤﺴﻲ ھﻲ اﺑﻨﺔ ﻋﻢ اﻟﻨﺒﻲ ﻣﺤﻤﺪ وزوﺟﺔ‬ ‫داﺗﻲ زﯾﺪ ﺑﻦ ﺣﺎرﺛﺔ ‪ ،‬ﻟﻜﻦ ﻋﻼﻗﺔ زﯾﺪ ﻣﻊ زﯾﻨﺐ‬ ‫اﻧﺴﺠﺎﻣﺎ وأدت إﻟﻰ اﻟﻄﻼق ‪ ،‬وﺑﻌﺪ‬ ‫ﻛﺎﻧﺖ أﻗﻞ‬ ‫ً‬

‫‪30‬‬

‫ذﻟﻚ ﺗﺰوج اﻟﺮﺳﻮل ﻣﻦ زﯾﻨﺐ ﻟﺘﻜﻮن زوﺟﺘﮫ‪.‬‬ ‫ﻓﻲ اﻟﺤﯿﺎة اﻟﯿﻮﻣﯿﺔ ‪ ،‬زﯾﻨﺐ ھﻲ ﻣﻦ ﺗﺠﯿﺪ إﻧﺘﺎج‬ ‫ﺷﻲء ﻣﺎ‪ .‬ﻣﺜﻞ دﺑﺎﻏﺔ اﻟﺠﻠﻮد أو اﻹﻧﺘﺎج ﻓﻲ ﻗﻄﺎع اﻟﺤﺮف‬ ‫ﻏﺎﻟﺒﺎ ﻣﺎ‬ ‫اﻟﯿﺪوﯾﺔ‪ .‬ﻣﻦ إﻧﺘﺎج ﯾﺪﯾﮫ ‪ ،‬ﯾﺤﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺛﺮوة ﺛﻢ ً‬ ‫ﯾﺘﺮك ﻗﻮت ﯾﻮﻣﮫ ﻟﻠﻔﻘﺮاء‪ .‬وﻣﻦ اﻟﻤﻌﺮوف أﻧﮫ ﺷﺨﺺ‬ ‫ﻛﺮﯾﻢ ﻷﻧﮫ ﯾﺸﺎرك داﺋﻤﺎ ﻓﻲ ﻗﻮﺗﮭﺎ ﻣﻊ ﻣﻦ ھﻢ أﻗﻞ ﺣﻈﺎ‪.‬‬ ‫أم ﺳﻠﯾم ﺑﻧت ﻣﻠﺣﺎن‬ ‫أم ﺳﻠﯾم اﻣرأة أﻣوﻣﺔ وﺟﻣﯾﻠﺔ‪ .‬ﻛﻣﺎ أﻧﮫ ﻣزﯾن‬ ‫ﺑﺎﻟﺛﺑﺎت واﻟﺣﻛﻣﺔ واﻟﺗﻔﻛﯾر اﻟﻣﺳﺗﻘﯾم وﻣزﯾن ﺑﺎﻟذﻛﺎء‬ ‫واﻟﺑﻼﻏﺔ واﻟﺷﺧﺻﯾﺔ اﻟﻧﺑﯾﻠﺔ‬ ‫أﯾﺿﺎ أﺣد أﺻدﻗﺎء اﻟرﺳل اﻟذﯾن اﻋﺗﻧﻘوا‬ ‫وھو‬ ‫ً‬ ‫اﻹﺳﻼم ﻣن ﺟﻣﺎﻋﺔ أﻧﺷور ‪ ،‬وﻟدﯾﮫ ﺗﺻﻣﯾم ﻗوي وﻣﺑﺎدئ‬ ‫ﻗوﯾﺔ ﻛﻣﺳﻠم إﻟﻰ ﺟﺎﻧب ذﻛﺎء ﻏﯾر ﻋﺎدي‪.‬ﻛﺎﻧت ﻓﻲ ﺣﯾﺎﺗﮭﺎ‬ ‫اﻟﯾوﻣﯾﺔ ﻣﻛﯾﺎج زﻓﺎف ﻓﻲ زﻣن اﻟﻧﺑﻲ‪.‬‬ ‫اﻟﺷﯾﻔﺎء‬ ‫اﻟﻧﺳﺎء اﻟﻣﻌروﻓﺎت ﺑﺗﻌﻠﯾﻣﮭن ‪ ،‬ﻧظرة واﺳﻌﺔ‪ .‬ﻓﻲ‬ ‫ﻣﻌﺎﻟﺟﺎ‪.‬‬ ‫زﻣن اﻟرﺳول ص‪.‬م‪ .‬اﻟﺷﯾﻔﺎء ﻟدﯾﮭﺎ ﻋﯾﺎدة وﻛﺎﻧت‬ ‫ً‬ ‫ﻣﻌﺎﻟﺟﺎ ‪ ،‬ﺟﯾدة ﻓﻲ اﻟﻘراءة‬ ‫ﺑﺻرف اﻟﻧظر ﻋن ﻛوﻧﮭﺎ‬ ‫ً‬ ‫واﻟﻛﺗﺎﺑﺔ‪ .‬ﻓﻲ ﻋﮭد ﻋﻣر ﺑن اﻟﺧطﺎب‪ ,‬اﻟﺷﯾﻔﺎء اﻟﺗﻲ ﻋﻣﻠت‬ ‫ً‬ ‫ً‬ ‫ﻣﺳؤوﻻ ﻋن‬ ‫ﺿﺎﺑطﺎ‬ ‫ﺑﺳﻛرﺗﯾرا وﻋﯾﻧﮭﺎ اﻟﺧﻠﯾﻔﺔ ﻋﻣر‬ ‫ً‬ ‫اﻟﺳوق ﻓﻲ اﻟﻣدﯾﻧﺔ اﻟﻣﻧورة‪.‬‬

‫‪Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini‬‬


Sahabat Forshei

Peran Perempuan dalam Menjawab Tantangan Zaman

“

Pitri Khayrani

Kesuksesan bukan dihitung dari seberapa banyak uang yang kamu hasilkan, tetapi tentang dampak yang kamu berikan dalam kehidupan.

P

”

erempuan memiliki peran penting dalam perkembangan zaman. Salah satunya, peran perempuan yang menjadi penggerak dalam perekonomian nasional. Meskipun saat ini sudah cukup banyak perempuan Indonesia yang eksis bersaing dan berkontribusi di berbagai bidang, namun ternyata masih banyak sebagian dari mereka yang belum mampu menunjukkan potensi diri secara optimal karena masih terpenjara dengan keterbatasan atau kemiskinan secara struktural, kultural ataupun alamiah. Berdasarkan data yang dilansir dari Human Development Report UNDP 2011 menunjukkan bahwa Human Development Indeks (HDI) Indonesia berada pada urutan 124 dari 187 negara. Sedangkan untuk Gender Inequality Indeks (GII) Indonesia tahun 2011 menduduki peringkat ke-100. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas hidup masyarakat Indonesia masih terbilang rendah. Salah satu yang menjadi indikator utamanya yaitu pendidikan. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa kualitas pendidikan antara perempuan dan laki-laki masih terjadi kesenjangan. Pada tahun 2019, rata-rata lama sekolah (RLS) laki-laki sudah mencapai 9,08 tahun sedangkan perempuan tertinggal pada 8,42 tahun. Dengan capaian RLS tersebut,

31

UIN Syarif Hidayatullah dapat kita ketahui bahwa RLS pada perempuan setara dengan hampir mencapai kelulusan SMP/sederajat, sedangkan RLS untuk laki-laki sudah mampu untuk menyelesaikan jenjang sekolah SMP/sederajat. Padahal upaya untuk memberdayakan perempuan sudah menjadi salah satu komitmen internasional yang dituangkan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs). Islam sendiri telah memposisikan perempuan pada tempat yang mulia. Perempuan diangkat derajatnya dan diberikan kebebasan, kehormatan, serta kepribadian yang independen. Bahkan dalam Al-Qur'an tidak ditemukan ayat yang menunjukkan bahwa keutamaan seorang hamba tidak berdasar pada jenis kelamin. Begitu juga sejak awal peradaban Islam, dimana perempuan sudah terlihat memiliki peran yang begitu kuat. Hal ini dibuktikan dengan muncul tokoh-tokoh perempuan Islam yang sangat menginspirasi. Mulai dari Ibunda Khadijah binti Khuwailid yang menjadi salah satu pedagang paling sukses dan dikenal di Mekah karena kejujuran dan kebajikannya, Nusaibah binti Ka'ab yang terkenal karena keberaniaannya di medan perang, Rabi'ah al-Adawiyyah

Pitri Khayrani (Sekretaris 2 Fossei Nasional)

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini


Sahabat Forshei yang menjadi salah satu ulama dan penyair muslimah, hingga Ibunda Aisyah binti Abu Bakaristri termuda Nabi Muhammad SAW yang memiliki peran utama dalam politik pada masanya. Beliau telah meriwayatkan 2.210 hadits dan sunnah dari Nabi Muhammad SAW yang kemudian menjadi sumber dasar hukum Islam yang kedua bagi umat Islam setelah Al-Qur'an. Segala bentuk upaya yang telah beliau lakukan merupakan bukti catatan sejarah yang menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran yang cukup besar di berbagai bidang. Bukan sampai disana saja, Benazir Bhutto (1953-2007) yang menjadi Perdana Menteri Wanita pertama pada tahun 1988 yang memimpin sebuah negara muslim di dunia juga melakukan hal yang serupa. Ia membantu untuk memindahkan Pakistan dari kediktatoran menjadi negara demokrasi serta berusaha melaksanakan reformasi sosial hingga memerangi kemiskinan. Kemudian ada Raden Ajeng Kartini yang menjadi sosok pelopor kebangkitan perempuan dengan pemikiran dan pandangannya mengenai emansipasi wanita untuk membangun sistem pendidikan bagi perempuan di Indonesia pada masa itu. Dari aksinya tersebut, kemudian lahir semangatsemangat baru bagi perempuan Indonesia masa kini untuk menjadi lebih baik lagi. Salah satu tokoh yang menjadi inspirasi kuat bagi penulis sendiri yaitu Ibu Sri Mulyani Indrawati. Beliau dikenal sebagai Tokoh Wanita yang paling berpengaruh tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Beliau terpilih menjadi Menteri Keuangan terbaik se-Asia pada 18 September 2006 oleh Emerging Markets. Selain itu, beliau juga terpilih menjadi wanita paling berpengaruh di dunia urutan ke-23 pada tahun 2008 menurut Majalah Forbes. Sejalan dengan berbagai cerita diatas, menjadi seorang perempuan bukan suatu hal yang mustahil untuk turut serta dalam pengembangan peradaban. Peran yang dapat diambil oleh perempuan bisa dimulai dari yang paling kecil seperti dalam rumah tangga. Baru

setelah itu perempuan bisa beranjak ke ranah yang lebih besar seperti rukun tetangga, rukun warga, masyarakat, nasional bahkan internasional. Perempuan bisa memaksimalkan peran dalam keluarga dengan bertanggungjawab atas pekerjaan rumah seperti memasak, mengasuh anak, melayani suami, dan lain sebagainya. Meskipun hanya berdiam di rumah saja, akan tetapi banyak hal positif dan produktif yang dapat dilakukan. Seperti, memaksimalkan penggunaan media sosial untuk digunakan sebagai ladang dalam mengelola online shop sehingga dapat menjadi pundi uang sebagai tambahan dari pendapatan keluarga. Selain di rumah, perempuan juga memiliki potensi untuk dapat mengembangkan kreatifitasnya dalam bermasyarakat. Objek yang ada di lingkungannya dapat digunakan sebagai modal untuk Usaha Mikro Kecil Menangah (UMKM) dengan tujuan memaksimalkan potensi yang ada untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Kita melihat bahwa sekarang ini banyak founder dari kalangan bisnis kecil yang dibangun oleh perempuan dan sudah mampu berkembang di kancah dunia. Hal ini menjadi bukti bahwa perempuan dapat berperan meskipun dari kalangan menegah ke bawah. Peran seorang perempuan dalam bagian dakwah Ekonomi Islam juga sangat penting. Perempuan bisa mengambil andil dalam dunia Pendidikan Ekonomi Islam, menjadi seorang yang berkontibusi di Lembaga Keuangan Syariah, hingga menjadi seorang perempuan yang bisa menggerakan peradaban Ekonomi Islam itu sendiri di berbagai aspek. Dengan demikian, peran dan fungsi perempuan dalam berbagai situasi telah terbukti memberikan sumbangsih positif dalam kehidupan sosial-ekonomi. Apapun yang menjadi fokus kita dalam pengembangan peradaban Ekonomi Islam, kita harus tetap ingat bahwa perempuan memiliki peran yang sangat penting di dalamnya.

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini

32


Resensi Buku

Dreams Come True! Alvina Malinda Febrianty F

T

itik awal keberhasilan seseorang dimulai dari sebuah impian. Mimpi membuat kita tau kemana harus melangkah. Mimpi dimiliki oleh semua orang baik tua, muda, maupun anak-anak sekalipun. Mimpi juga bukan hanya milik orang kaya, mimpi berhak dimiliki orang yang bersahaja. Laki-laki ataupun perempuan memiliki hak yang sama untuk mimpinya. Merry Riana sebagai salah satu dari sekian banyak perempuan muda di dunia yang memiliki mimpi besar. Merry menceritakan kisah perjuangannya untuk merealisasikan mimpi-mimpinya dalam buku yang berjudul “Mimpi Sejuta Dolar”. Dalam buku ini menceritakan segala kisah susah dan senangnya dalam menggapai mimpi. Berbagai rintangan yang harus dihadapi dan kebahagiaan setelahnya. Pada perjalanan dalam menggapai impian, terkadang berbagai macam kesulitan datang menghampiri. Hal tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk berhenti melangkah maju. Kesulitan bukan hanya untuk diratapi dan menjadikan kita pasrah begitu saja, namun harus diterjang dengan langkah penuh keberanian dan keyakinan. Seperti yang dialami Merry Riana, Ia harus berjuang menghadapi berbagai keadaan sulit dalam meraih mimpinya. Kerusuhan yang terjadi di Indonesia memaksanya untuk tinggal dan melajutkan studi dengan berkuliah di Singapura serta hidup disana seorang diri. Tidak seindah yang orang bayangkan, di sana Ia harus hidup dengan keterbatasan finansial. Segala hal dilakukannya untuk dapat bertahan hidup, mulai dari berhemat hingga menjajal berbagai bidang pekerjaan. Merry bekerja dengan sangat keras tiap harinya untuk

33 1

Kader 2019 merealisasikan resolusinya yaitu melunasi utang pendidikannya di Nanyang Technological University sebesar 40 ribu dolar atau setara dengan 300 juta rupiah. Utang tersebut digunakan untuk biaya pendidikan selama kuliah NTU. Selain melunasi utang pendidikan, Ia juga beresolusi untuk memiliki kebebasan finansial di usia muda yaitu sebelum usianya menginjak 30 tahun. Merry Riana ingin membuat kedua orang tuanya bahagia, mengajak keduanya berlibur ke tempat-tempat yang indah dan membuat kenangan tak terlupakan. Untuk mencapai resolusi tersebut maka dilakukan sebuah pola kerja yang terkonsep dengan semangat maksimal. Perjuangannya tidak terhenti ketika sudah mendapat pekerjaan. Perempuan muda tersebut dengan gigihnya berusaha untuk meningkatkan pencapaian yang telah diperoleh. Setelah lulus dari Fakultas Teknik Nanyang Technological University, Merry memulai karirnya dengan menjadi seorang sales asuransi. Perjuangannya menawarkan asuransi di jalanan dilakukannya dengan semangat yang membara. Ia merasakan bahwa menjadi sales asuransi tidak semudah membagikan brosur seperti yang pernah Ia lakukan sebelumnya. Sangat banyak tantangan dan rintangan yang dihadapi. Menjadi sales asuransi mengharuskannya untuk dapat menarik konsumen dan membuat mereka mau meluangkan waktu untuk mendengar presentasinya. Hal tersebut tidak mudah, dari 20 orang yang mau mendengarkan presentasi, hanya 1 orang yang tertarik dengan asuransi yang ditawarkannya. Merry terus melakukan perbaikan pada dirinya dengan terus mengasah kemampuan bahasa Inggrisnya yang saat itu masih minim.

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini


Resensi Buku Ia juga memperbaiki konsep dalam menjalani pekerjaannya dengan mulai banyak mempelajari psikologi karakter para calon nasabah sesuai dengan latar belakang hidupnya. Setelah berhasil meraih target investasi yaitu 100 ribu dolar, jalannya semakin mudah. Seorang sales harus bisa meraih 100 ribu dolar selama 2 tahun berturut-turut untuk dapat menjadi seorang manajer. Dengan hasil jerih payahnya Merry bisa melunasi utang pendidikan sebesar 40 ribu dolar. Selain itu, Merry berhasil merealisasikan mimpinya yang lain yaitu mengajak orangtuanya berlibur ke luar negeri tepatnya ke Korea Selatan. Segala pencapaian tersebut tak lantas menurunkan semangat untuk bekerja keras. Justru dengan pencapaian menggugah dan meningkatkan semangat untuk terus bekerja maksimal hingga Ia bisa menjadi seorang manajer dan President Star Club pada usianya yang ke 24 tahun. Star Club merupakan simbol standar pencapaian yang dibentuk oleh industri produk finansial sebagai penghargaan kepada para sales yang berhasil mencetak prestasi. Untuk dapat menjadi bagian dari Star Club, sales harus memiliki pencapaian minimal 150 ribu dolar per tahun. Pencapaiannya terus mengalir berkat semangat dan kerja keras yang ulet serta terkonsep. Setelah penghasilannya mencapai hampir satu setengah miliar, Ia tidak menggunakan uang tersebut untuk bersenang-senang saja. Sebuah biro konsultan keuangan yang diberi nama 'Merry Riana Organization' berhasil didirikannya bersama dengan Alva. Alva adalah partner sekaligus kekasihnya yang selama ini menemani dan memberikan semangat kepada Merry agar terus termotivasi dan tidak menyerah dalam pekerjaannya.Tidak dapat dipungkiri bahwa tiap keberhasilan seseorang terdapat campur tangan dari orang lain. Keluarga, sahabat, kerabat menjadikan

semangat perjuangan lebih besar dan terjaga. Dukungan dan semangat dari orang di sekitar merupakan salah satu anugrah. Kesuksesan tidak selalu tentang harta, cinta adalah hal yang harus disyukuri karena tidak dapat dibeli dengan uang. Setelah mendapatkan kesuksesannya, Merry membagikan cerita dan memotivasi orang lain untuk bisa sukses seperti dirinya. Bermanfaat bagi orang lain menjadi hal membahagiakan dan bisa disebut sebagai sebuah pencapaian. Orang hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan dalam hidupnya. Orang yang hebat dibentuk melalui tantangan dan perjuangan yang luar biasa. Bermimpilah sebesar-besarnya dan bergeraklah, kejarlah mimpi tersebut dan jangan menyerah dengan keadaan karena tidak ada hal yang mustahil. Never say impossible, but let say I'm possible!.

2

Judul : Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar Penulis : Alberthiene Endah Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2012 Tebal : 477 halaman

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini

34


Singkatan

Lembaga dan Program Pemberdayaan Perempuan yang Harus Kamu Tahu! Meira Nur Sakinah PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) adalah organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia. LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) adalah sebuah organisasi yang didirikan secara sukarela dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat umum tanpa memperoleh keuntungan. P2WKSS (Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera) merupakan progam peningkatan perempuan yang mempergunakan pola pendekatan lintas bidang pembangunan. PRIMA (Perempuan Indonesia Maju Mandiri) merupakan progam pemberdayaan perempuan yang dilaksanakan di beberapa daerah (Desa). PPEP (Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan) adalah strategi pemberdayaan perempuan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan pemenuhan hak ekonomi perempuan. UPPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak) adalah unit yang bertugas memberikan pelayanan, dalam bentuk perlindungan terhadap perempuan dan anak yang menjadi korban kejahatan.

Kader 2019 IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) merupakan organisasi kesatuan wanita pengusaha di Indonesia. PKP2 (Pengembangan Kelompok Perempuan Produktif) merupakan suatu konsep pemberdayaan kaum perempuan yang dilandasi dengan pendekatan pemberdayaan ekonomi masyarakat. BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita) merupakan himpunan dari seluruh organisasi wanita seperti kalangan TNI/Polri atau jajaran pemerintahan. WID (Women In Development) adalah produk gerakan feminis liberal serikat yang mengadvokasi perubahan pemerintahan dan hukum untuk mencapai integrasi penuh seluruh perempuan kedalam ekonomi. P2TP2A (Pusat PelayananTerpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) adalah pusat pelayanan yang terintegrasi dalam upaya pemberdayaan perempuan di berbagai bidang pembangunan. PUSPA (Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) adalah pertemuan koordinasi yang dilakukan Kementrian PPPA untuk menyatukan visi dan misi lembaga-lembaga terkait.

P3EL (Progam Pemberdayaan Perempuan dalam Pengembangan Ekonomi Lokal) merupakan progam yang bertujuan sebagai upaya penanggulangan kemiskinan. IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) merupakan organisasi kesatuan wanita pengusaha di Indonesia.

35

Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini

2 34


Media Edukasi Ekonomi Syariah

er

mb

ese II D

20

20

iX

is Ed

i om kon iE kas Edu

alah

dia Me

F h ria Sya

l da Mo 9

450


Selamat & Sukses Kepada

Milhatun Nisa’, S.E Atas pencapaiannya sebagai Wisudawan Terbaik Prodi Ekonomi Islam UIN Walisongo Semarang Semoga ilmu yang diperoleh dibangku perkuliahan dan organisasidapat bermanfaat menjadi bekal untuk meraih cita-cita

#forsheibisa ksei_forshei


#FORINFO

#forsheibisa ksei_forshei


Agenda forshei

Seminar Nasional Online

Webinar Digital Marke ng

Workshop From Home (GNFI)

Talkshow Kepenulisan

Seminar Nasional Online


Agenda forshei

Seminar Nasional

MUSTA 2019/2020

Diskusi Primer

SET 1 2021

Tasyakuran Harlah forshei


“

Tak akan ada pemberdayaan lebih kekal berkelanjutan, tanpa melibatkan perempuan

“

Najwa Shihab Jurnalis

Jl. Wismasari XII No.27 Rt.08 Rw.05 Kelurahan Ngaliyan Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang 50181 Narahubung: Sulton Ulumudin (0819-2969-5055) Ferina Hotifa Sari (0852-7059-0169)

#forsheibisa ksei_forshei


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah Falah Edisi 13 by KSEI forshei - Issuu