EDISI
NOVEMBER 2021
TERDEPAN DALAM PELAYANAN INFORMASI DAN KOMUNIKASI PUBLIK
PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO
DISKOMINFO KABUPATEN MOJOKERTO
Alhamdulillah, Kabupaten Mojokerto Raih Level Satu
Dongkrak Ekonomi dan Potensi Kabupaten Mojokerto Melalui MajaFest
NOVEMBER 2021 |
|
1
2
|
| NOVEMBER 2021
DARI REDAKSI
ARDI SEPDIANTO Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Mojokerto
Mutasi Jabatan untuk “The Right Man on The Right Place”
P
asca bergulirnya era reformasi membawa dampak pada perubahan penyelenggaraan pemerintah daerah. Pemerintahan yang dulunya sentralistik berubah menjadi desentralistik, dimana peranan daerah lebih diberdayakan melalui penerapan otonomi daerah. Secara fundamental, pemberian penyelenggaraan
otonomi daerah dimaksudkan untuk mengoptimalkan fungsi pemerintahan yang meliputi pemberian pelayanan yang lebih baik, fungsi pengaturan, fungsi pembangunan, fungsi perwakilan dan fungsi koordinasi (dalam Dewey 1983: 14-16). Sederhananya dapat dikatakan bahwa hakikat dan tujuan dari otonomi daerah, salah satunya adalah untuk meningkatkan pelayanan publik.
Pemerintah Daerah dalam melaksanakan salah satu fungsinya yaitu meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan, terutama dalam memberikan pelayanan publik, harus mampu mengatur atau me-manage organisasi birokrasi. Di sisi lain salah satu permasalahan yang dihadapi organisasi birokrasi dewasa ini adalah pelayanan publik yang kurang prima. Sampai sekarang pelayanan
NOVEMBER 2021 |
|
3
birokrasi pemerintahan kita masih kurang produktif dan jauh dari harapan publik. Dimana organisasi birokrasi identik dengan pelayanan yang berbelit-belit dan penempatan pegawai yang tidak sesuai dengan kompetensi dan kemampuan yang dimiliki. The right man in the right place sangat penting dalam pelayanan publik. Dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009, pelayanan publik merupakan kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundangundangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Oleh karena itu dalam penyelenggaraan pelayanan publik, menempatkan orang yang tepat pada tempat atau posisi yang yang tepat sesuai dengan kompetensinya sangat mempengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan. Pelaksanaan prinsip The right man in the right place dapat dilakukan melalui mutasi Jabatan struktural. Mutasi Jabatan struktural merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan guna meningkatkan
pelayanan publik. Mutasi pegawai yang baik adalah salah satu sendi lembaga yang baik karena dengan sistem mutasi pegawai yang tepat dan dilaksanakan dengan baik pula akan menimbulkan kinerja yang tinggi, rasa tanggung jawab dari sesuatu organisasi dan seluruh pegawainya. Sebaliknya, apabila tidak ada sistem mutasi pegawai yang baik secara formil, akan menyebabkan frustasi yang dapat menimbulkan bahaya bagi organisasi. Suatu mutasi yang tidak dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi, maka mutasi yang dijalankan tersebut tidak akan mempunya arti. Mutasi seperti itu dapat merugikan organisasi yang bersangkutan. Untuk itu dalam melaksanakan mutasi harus didasarkan pada pertimbangan yang matang, sebab bila tidak mutasi yang dilaksanakan itu bukannya merupakan tindakan yang menguntungkan tetapi justru dapat merugikan organisasi tersebut. Melalui mutasi Jabatan struktural, pejabat sesungguhnya memperoleh manfaat yang tidak sedikit, yaitu mendapatkan pengalaman baru, cakrawala pandang yang lebih luas, tidak terjadinya kejenuhan atau kebosanan. Memperoleh pengetahuan dari ketrampilan baru, perolehan
prospektif baru mengenai kehidupan organisasi. Pelaksanaan mutasi jabatan struktural, ada pengalaman baru yang didapat oleh seorang pegawai atau pejabat yang dimutasi. Pengalaman kerja berbicara tentang kematangan seorang pelayan publik dalam melaksanakan tugas pelayanannya sebagai pelayan publik. Karena menguasai pekerjaan maka pegawai atau pejabat akan lebih proaktif dalam tugas dan kerjanya. Selain itu melalui mutasi maka akan ada pengetahuan dan keterampilan yang baru yang didapat karena tidak monoton disatu tempat kerja yang sama selama bertahun-tahun dan tidak akan terjadi kejenuhan yang dapat mengurangi keterampilan atau kreatifitas pegawai dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab. Selain itu, mutasi jabatan struktural dilakukan guna pendayagunaan atau pemberdayaan pegawai. Pegawai difasilitasi untuk berinovasi dalam tugas dipelayanan publik dan dimatangkan untuk siap dipromosikan atau ada pengembangan karier. Dan pada prinsipnya Aparatur Sipil Negara (ASN) harus siap ditempatkan dimana saja, kapan saja.
SUSUNAN REDAKSI
4
|
DITERBITKAN OLEH Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mojokerto
PENANGGUNG JAWAB: Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Mojokerto
REDAKSI: Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mojokerto
Jl. KH. Hasyim Ashari No. 12, Mojokerto, Jawa Timur, 61318
PELINDUNG: Bupati Mojokerto
PEMIMPIN REDAKSI: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mojokerto
SEKRETARIAT REDAKSI: Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mojokerto.
(0321) 391268 (0321) 381568 diskominfo@ mojokertokab.go.id www.mojokertokab.go.id
PENGARAH: Sekretaris Daerah |Kabupaten NOVEMBER 2021 Mojokerto
JULI 2021 |
|
4
DAFTAR ISI
F O KU S
6
Mutasi Pejabat Pemkab Mojokerto “Clear! Bebas Suap dan Gratifikasi” KES E H ATA N
Alhamdulillah, Kabupaten Mojokerto Raih Level Satu
PEMERI NTAH AN
10
Pemkab Mojokerto Lakukan Mitigasi Bencana Bersama Stakeholder
30
PEND I D I KAN
UPT Puskesmas Bangsal Rebut Top 30 Inovasi Pelayanan Publik 2021
12
Strategi Pemkab Mojokerto Antisipasi Gagal Panen
Dongkrak Ekonomi dan Potensi Kabupaten Mojokerto Melalui MajaFest
16
Disperindag Ciptakan 7 in 1 untuk Bangkitkan Ekonomi Daerah
20 22
IN S P I RA
Ubah Limbah Kulit Jadi Bahan Kerajinan Bernilai Jutaan
24
P E M E RI N TAHA N
Pemkab Mojokerto Normalisasi Sungai untuk Antisipasi Banjir
32
PERTANI AN
E KO N O M I
Satgas Koperasi Dorong KSP Revisi AD/ART
Atasi Putus Sekolah melalui Perbaikan Pendidikan Nonformal
34
VA KA N S I
Pertahankan Cita Rasa dan Proses Tradisional
28
TECHNO
Mengawasi Rumah Makin Praktis lewat Inovasi Berbasis IoT
40
KI LAS
27
Dok! DPRD dan Bupati Mojokerto Setujui Raperda APBD 2022 Rp 2,3 Trliun
NOVEMBER 2021 |
42 |
5
FOKUS
Mutasi Pejabat Pemkab Mojokerto
“Clear! Bebas Suap dan Gratifikasi” Hari itu suasana Pendapa Graha Majatama lain dari biasanya, Jumat, 26 November 2021. Pemerintah Kabupaten Mojokerto Jawa Timur sedang punya agenda besar. Sebanyak 404 pejabat eselon II masuk dalam daftar mutasi.
M
ereka yang dimutasi ini rata-rata pejabatan tinggi pratama, administrator dan pengawas daerah. Merekalah orang-orang terpilih yang dianggap mampu mewarnai
6
|
| NOVEMBER 2021
dinamika birokrasi, serta menjawab segala tantangan yang kian nyata di masa depan. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati. Usai pelantikan itu, bupati menegaskan kalau proses mutasi ratusan pejabat
tersebut tidaklah mudah. Butuh proses panjang, perenungan, penilaian, sampai rapat berkali-kali. Dan lebih penting lagi, bupati menggaransi kalau penunjukan tersebut bebas suap dan gratifikasi. “Tidak ada suap atau gratifikasi dalam semua proses ini. Jangan ada yang mau diminta untuk melakukan itu, meskipun sudah dilantik,” kata bupati dalam sambutannya. Bupati juga menjelaskan kalau mutasi dan rotasi tersebut merupakan amanat penyederhanaan struktur organisasi pemerintah daerah. Penyederhanaan birokrasi itu, lanjut Ikfina, ada tiga tahapan. Pertama, penyederhanaan struktur organisasi (PSO), setelah itu penyederhanaan jabatan. Kemudian terakhir penyesuaian sistem kerja. Berikunya, mutasi tersebut juga untuk mengisi kekosongan jabatan untuk menghadapi tantangan yang semakin nyata ke depan. Makanya semua harus bisa mengikuti perkembangan dalam dinamika birokrasi sekarang ini. “Kami berupaya agar tidak ada yang dikecewakan,” ujarnya. Dimanapun posisinya, kata Ikfina, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) harus tetap bekerja melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh. “Bekerja harus dilandasi ibadah, pengabdian bagi Negara dan melayani masyarakat. ASN adalah untuk melayani, bukan dilayani. Cara berpikir pun harus modern, bukan primordial. Mohon emban amanah ini sebaik-baiknya,” ujarnya menegaskan. Ikfina meminta para pejabat baru itu terus mengasah kemampuan dan kreativitas dengan dilandasi
“
Bekerja harus dilandasi ibadah, pengabdian bagi Negara dan melayani masyarakat. ASN adalah untuk melayani, bukan dilayani. Cara berpikir pun harus modern, bukan primordial. Mohon emban amanah ini sebaik-baiknya,” Ikfina Fahmawati Bupati Mojokerto
dasar nilai ASN. Azas yang harus menjadi karakter pegawai sipil negara yang dimaksud adalah: berorientasi pada pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif (Berakhlak). Beberapa nama pejabat yang masuk gerbong mutasi dan dilantik hari itu adalah; Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Susantoso; Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Nugraha Budhi Sulistya; Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Yo’ie Afrida Soesetyo Djati; dan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Mardiasih. Selanjutnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (Bappeda), Bambang Eko Wahyudi; Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Abdulloh Muhtar; Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Ludfi Ariyono; Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Sujatmiko. Jabatan lainnya yakni Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) diserahkan kepada Muhammad Iwan Abdillah; Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Noerhono; Kepala Dinas Pertanian, Nurul Istiqomah. Kemudian, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Bambang Purwanto; Kepala Satpol PP, Eddy Taufiq; Asisten Pemerintahan dan Kesra,
NOVEMBER 2021 |
|
7
Didik Chusnul Yakin serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah dijabat Hariyono. Bakal Lelang Sebelas Kursi Kosong yang Tersisa Mutasi ratusan pejabat di Pemkab Mojokerto tersebut masih menyisakan sebelas kursi eselon II yang kosong. Nantinya, jabatan itu akan dilelang. Bahkan, Bupati Ikfina telah menyiapkan 33 pejabat eselon III agar turun di seleksi terbuka (selter) nanti. Gagasan mereka akan “diadu”, dicari yang terbaik untuk mengisi sebelas kursi tersebut. ’’Mutasi rotasi ini meninggalkan beberapa yang kosong untuk kemudian nanti kita selter (seleksi terbuka). Disertai dengan mutasi lagi. Mudah-mudahan, tinggal satu
8
|
| NOVEMBER 2021
kali lagi dan kemudian saatnya bekerja keras,’’ kata Ikfina. Ia menegaskan, lelang sebelas jabatan eselon IIB ini segera dilakukan setelah mengantongi izin dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB) dan rekomendasi Komisi ASN. Lelang ini sebagai tolok ukur pemerintah mencari pejabat yang kompeten sesuai bidangnya. ’’Karena minimal satu (jabatan), yang diselter harus ada tiga personel. Jadi diupayakan tercukupi. Makanya kita sudah siapkan 33 orang. Tentu yang memenui syarat,’’ paparnya. Di sisi lain, pemkab sudah di-deadline oleh KemenpanRB RI terkait penyederhanaan organisasi. Termasuk dengan perubahan status eselon
empat menjadi fungsional. Penyederhaan ini berdasarkan SE Dirjen Otda Nomor 130/1970/ OTDA tertanggal 26 Maret 2021 menindaklanjuti surat Menteri Dalam Negeri Nomor 130/4846/ SJ tanggal 31 Agustus 2020 yang juga terkait tindak lanjut proses penyederhanaan birokrasi di lingkungan pemerintah daerah. ’’Atas pertimbangan terkait penyederhanaan organiasai itu mau tidak mau pemerintah Kabupaten Mojokerto juga harus gerak cepat dan tepat agar organisasi pemerintah juga tetap berjalan baik dan optimal,’’ jelasnya. Oleh sebab itu, Ikfina menegaskan, meskipun sebelas kursi masih sisa kosong, sembari menunggu jawaban dari KemenPAN-RB, pemerintah akan tancap gas untuk melakukan pengisian.
’’Kita sudah berkirim surat ke pusat untuk membuka selter. Karena pengisian di eselon dua ini harus melalui lelang,’’ ungkapnya. Adapun untuk sebelas posisi jabatan yang kosong di Pemkab Mojokerto itu antara lain; Asisten Administrasi Umum Setdakab yang ditinggalkan Iwan Abdillah. Kini, Iwan menduduki jabatan kepala Disperindag. Sedangkan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga kosong setelah ditinggal Didik Chusnul Yakin yang dilantik sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesra. Jabatan lowong selanjutnya terjadi di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Perhubungan (DPRKP2) setelah ditinggal Eddy Taufiq ke jabatan barunya, Kasatpol PP dan menggantikan
“
Mutasi rotasi ini meninggalkan beberapa yang kosong untuk kemudian nanti kita selter (seleksi terbuka). Disertai dengan mutasi lagi. Mudahmudahan, tinggal satu kali lagi dan kemudian saatnya bekerja keras,’’ Ikfina Fahmawati Bupati Mojokerto
Noerhono. Sedangkan, Noerhono menjabat kepala Perpustakaan dan Kearsipan. Berikutnya Kepala Dinas Kesehatan juga mengalami kekosongan setelah Sujatmiko digeser ke DPPKBPP, Dinas Sosial mengalami kekosongan setelah Ludfi Ariyono menduduki jabatan kepala DPMPTSP. Abdulloh Muhtar yang cukup lama menduduki kursi ini, digeser ke kursi Kepala Dinas Koperasi dan
Usaha Mikro. Kursi Kepala Dinas PUPR kosong setelah ditinggal Bambang Purwanto. Saat ini, Bambang menjabat Kepala Disnaker menggantikan Nugraha Budhi Sulistya yang dimutasi ke Bakesbangpol. Dan, Kepala Bakesbangpol Yo’ie Afrida Soesetyo Djati menduduki jabatan baru sebagai kepala BPBD. Kekosongan lainnya terjadi di kursi Kepala Dinas Pangan
dan Perikanan (Dispari) yang ditinggalkan Nurul Istiqomah. Ia menduduki jabatan barunya sebagai kepala Disperta. Terakhir, kursi Sekwan yang kosong setelah Mardiasih menjabat Kepala Bapenda setelah ditinggal Bambang Eko Wahyudi ke Bappeda. Kekosongan kursi lainnya terjadi di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) sejak Muhammad Hidayat meninggal dunia awal tahun 2021 lalu. Pun demikian dengan Inspektur yang kosong sejak ditinggal Djoko Widjayanto. Perombakan pejabat ini diharapkan menjadi semangat baru di Kabupaten Mojokerto. Bumi Majapahit butuh penyegaran untuk menjalankan dan menstabilkan organisasi, khususnya untuk pemulihan pasca-badai pandemi Covid-19 yang terjadi selama lebih dari dua tahun ini. NOVEMBER 2021 |
|
9
KESEHATAN
Alhamdulillah, Kabupaten Mojokerto Raih Level Satu Perjuangan Kabupaten Mojokerto mengendalikan penyebaran virus corona berbuah manis. Terhitung mulai 1 Desember 2021, Kabupaten Mojokerto menyandang PPKM Level 1.
10
|
| NOVEMBER 2021
I
ni merupakan buah keberhasilan kinerja Pemkab Mojokerto bersama stakeholder dan seluruh elemen masyarakat. Ada beberapa indikator yang telah dicapai Pemkab Mojokerto. Sebut saja capaian vaksinasi yang sudah menyentuh 70 persen dosis satu untuk masyarakat umum dan 60 persen dosis satu untuk lansia. Penurunan level ini diperkuat dengan Inmedagri nomor 63 tahun 2021 tentang PPKM level Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali. Di dalam indikator tersebut telah mengatur tren kasus aktif harian yang sudah berkurang drastis. Begitu juga dengan tingkat keterisian kamar di rumah sakit sudah menurun drastis. Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menyambut gembira capaian ini. Setidaknya perjuangan mengendalikan virus corona selama kurang lebih dua tahun membuahkan hasil. Di satu sisi pihaknya
tidak ingin berlebihan menyambut lantaran tetap mewaspadai lonjakan kasus. “Alhamdulillah, status (PPKM Kabupaten Mojokerto) sudah level satu. Tapi, kami tetap harus waspada, tetap menjalankan protocol kesehatan, dan persiapan natal dan tahun baru. Sebab saat ini Inmendagri Nomor 62 sudah keluar,” kata Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati. Di dalam Inmendagri nomor 62 tahun 2021 telah mengajut pencegahan dan penanggulangan Covid-19 pada natal dan tahun baru 2022. Secara otomatis pemerintah pusat menginstruksikan semua daerah dengan diberlakukan kebijakan sesuai pada PPKM level 3. Inmendagri tersebut memberlakukan PPKM Level 3 terhitung mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Aturan ini membuat Pemkab Mojokerto melakukan berbagai persiapan dan langkah-langkah untuk menghindari terjadinya lonjakan kasus penyebaran virus Sars-Cov-2 atau virus
corona. “Penyebaran Covid-19 harus bisa dikendalikan, minimal seperti saat ini. Karena rencana kita untuk pulih cepat dari semua dampak, terutama ekonomi, pendidikan, benarbenar bisa tercapai jika bisa mengendalikan. Semuanya harus waspada, meski sudah level satu,” Ikfina menjelaskan. Keberhasilan mengendalikan penyebaran virus corona hingga menyandang PPKM Level 1 disyukuri Ikfina. Setidaknya kerja keras yang melibatkan TNI/Polri hingga unsur masyarakat membuahkan hasil. Baik dalam pengendalian Covid-19 hingga capaian vaksinasi di tengah masyarakat sesuai yang ditaretkan pemerintah pusat. Hal itu juga diimbangi dengan ketentuan tracing di semua wilayah, dengan ketentuan 1 banding 15. Termasuk keterisian tempat tidur di rumah sakit juga menjadi penentu. Capaian target dari indikator itu berkat kerja keras semua elemen masyarakat dan pemerintah.
NOVEMBER 2021 |
|
11
KESEHATAN
UPT Puskesmas Bangsal
Rebut Top 30 Inovasi Pelayanan Publik 2021 Layanan kesehatan di Kabupaten Mojokerto mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Prestasi membanggakan itu diraih UPT Puskesmas Bangsal yang meraih penghargaan Top 30 Inovasi Pelayanan Publik 2021 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB).
12
|
| NOVEMBER 2021
B
elum lama ini UPT Puskesmas Bangsal menghadirkan Persalinan Aman, Siap, Sigap Melayani atau PERMEN SI MELA. Inovasi ini diciptakan dengan tujuan memberi pelayanan persalinan secara cepat, aman, dan nyaman. Tentunya program ini telah ditangani oleh tenaga profesional UPT Puskesmas Bangsal. Dengan persalinan yang sigap, diharapkan dapat mendorong peningkatan jumlah persalinan secara normal. Inovasi inilah yang mengantar UPT Puskesmas Bangsal meraih penghargaan bergengsi. Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo, didampigi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan penghargaan tersebut kepada Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati di Exhibition Hall Grand City, Surabaya, pada Jumat 19 November 2021. Penyerahan itu dilakukan di sela “Pameran dan Simposium Inovasi Pelayanan Publik serta Penganugerahan Penghargaan Top Inovasi Terpuji Kovablik (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) 2021”. Menteri PAN-RB, Tjahjo Kumolo dalam sambutannya menjelaskan bahwa layanan di bidang kesehatan sangat penting. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 masayarakat membutuhkan layanan untuk membentengi diri dari paparan virus corona. “Pada dasarnya pelayanan publik sebagai bagian dari proses mewujudkan pertumbuhan,
“
ASN profesional berakhlak dan inovatif, prosesnya cukup panjang. Memberikan perizinan yang sesuai dan cepat adalah lehernya demokrasi. Apabila pimpinan daerah dapat menggerakkan semua, apa yang diminta masyarakat bisa terwujud,” Tjahjo Kumolo Menteri PAN-RB RI
keadilan, percepatan, serta menggerakkan dan mengorganisir masyarakat,” kata Tajhjo Kumolo. Dia menambahkan bahwa peningkatan kualitas SDM perlu dilakukan untuk mewujudkan aparatur yang berinovasi, berakhlak, untuk melayani bangsa. Namun jenjang tersebut tidak mudah dicapai dan membutuhkan proses yang panjang. “ASN profesional berakhlak dan inovatif, prosesnya cukup panjang. Memberikan
perizinan yang sesuai dan cepat adalah lehernya demokrasi. Apabila pimpinan daerah dapat menggerakkan semua, apa yang diminta masyarakat bisa terwujud,” jelas mantan Menteri Dalam Negeri itu. Ini merupakan penghargaan bergengsi kedua yang diraih UPT Puskesmas Bangsal. Sebelumnya prestasi membanggakan juga diraih pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) yang diterima secara virtual Oktober 2021 lalu.
NOVEMBER 2021 |
|
13
KESEHATAN
Akhir Tahun
Kabupaten Mojokerto Ditarget Masuk PPKM Level 1 Capaian vaksinasi lansia dosis pertama di Kabupaten Mojokerto masih minus lima persen dari target. Catatan itu yang membuat pemerintahan dengan 18 kecamatan ini masih bertahan pada PPKM Level 2. Untuk itu Dinas Kesehatan memasang target bisa masuk Level 1 di pengujung akhir tahun.
14
|
| NOVEMBER 2021
K
epala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra meyakini dua minggu mendatang bisa mencapai Level 1. Lantaran, dari enam indikator yang menjadi acuan perubahan level, hanya terganjal capaian vaksinasi lansia dosis pertama. Yakni belum memenuhi target di angka 60 persen. “Vaksinasi di Kabupaten Mojokerto saat ini masih di angka 55 persen, kurang lima persen saja, kok. Kita optimis kekurangan itu bisa dicapai pada akhir tahun nanti, dan bisa mengubah ke Level 1,” katanya. Langit, sapaan lekatnya, tidak mengelak ada beberapa kendala untuk kelompok lansia. Salah satunya disebabkan kurang aware-nya terhadap manfaat vaksin Covid-19. Selain itu, masih banyak lansia yang takut divaksin karena khawatir memiliki efek samping pascasuntik. ”Kendalanya cukup banyak. Salah satunya ya itu tadi yang kitat jumpai di lapangan. Makanya pendekatannya, ya lewat door to door. Kalau tidak dikunjungi langsung, mereka tidak akan ke puskesmas,” lanjut Langit. Kendati terganjal cakupan vaksinasi lansia, Langit memaparkan lima indikator lainnya dianggap sudah aman. Salah satunya tren kasus aktif harian yang sudah berkurang drastis. Dalam seminggu, hanya ada 10 kasus baru yang ditemukan. Itu juga diimbangi dengan ketentuan tracing
di semua wilayah dengan ketentuan 1 banding 15. “Bahkan sudah kita perluas menjadi 1:20 dalam sehari. Namun memang kasus aktif saat ini sudah jarang ditemukan. Ini capaian positif bagi kami, tinggal menggenjot vaksinasi di kelompok lansia,” ujarnya. Kemudian, indikator selanjutnya seperti angka kematian dan tingkat keterisian di rumah sakit juga sudah
masuk dalam status memadai. Artinya, batas capaian di Kabupaten Mojokerto sudah kurang jauh dari yang ditentukan (pemerintah) pusat. Seperti jumlah kematian nihil dan tingkat keterisian kamar di rumah sakit berada di 0,35 persen, atau di bawah lima pasien. “Tingkat keterisian maksimal lima pasien, tapi kalau lihat rekapnya sudah banyak yang nihil pasien Covid-19,” pungkasnya.
NOVEMBER 2021 |
|
15
EKONOMI
Dongkrak Ekonomi dan Potensi Kabupaten Mojokerto Melalui
MajaFest 16
|
| NOVEMBER 2021
Melandainya penyebaran Covid-19 direspons cepat Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Salah satu program yang dibidik adalah membangkitkan perekonomian setelah sempat mandek hampir dua tahun lamanya.
S
alah satu sektor yang coba dibangkitkan kembali adalah para pelaku UMKM. Di mana pelaku usaha ini mendapat kesempatan tampil dalam Awarding Night MajaFest 2021 selama dua pekan, atau sejak 28 Oktober hingga 10 November 2021. Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati menjelaskan bahwa MajaFest 2021 merupakan upaya pemerintah memulihkan
ekonomi setelah penyebaran virus Sars-Cov-2 melandai. Selain itu, Pemkab Mojokerto ingin memperkenalkan budaya daerah, sekaligus menjadi pusat publikasi dan promosi kekayaan dan potensi Kabupaten Mojokerto. “Ini kesempatan yang luar biasa untuk memulihkan perekonomian daerah. Sekaligus memperkenalkan kearifan budaya dan ciri khas asli Mojokerto, untuk tampil
dan dikenal di luar daerah,” kata Ikfina dalam sambutan penutupan di Petilasan Siti Inggil, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan pada 11 November 2021. Cukup banyak penampilan dalam MajaFest 2021 ini. Sebut saja penampilan seni tari, seni musik tradisional, macapat, seni hadrah, pasar rakyat kampung Majapahit, pameran UMKM, fashion show, dan malam penganugerahan.
NOVEMBER 2021 |
|
17
Perhelatan dimulai dengan sholawat hadrah. Dilanjutkan tarian bedaya puji sesanti. Nuansa khas Majapahit ditampakkan berbarengan dengan kidung. Selanjutnya doa lintas agama dipanjatkan, dan disambung dengan tarian Garuda Nusantara. Yakni tarian yang dibawakan anak-anak berusia 10 tahun. Dalam kesempatan itu, bupati wanita pertama di Mojokerto ini juga memberikan penghargaan kepada para pemenang kompetisi kopi dan cokelat, pemenang Duta Batik dan Puteri Cokelat 2021. Tokoh budaya, tokoh sejarah dan pelaku usaha juga mendapat penghargaan. Puncak acara juga
18
|
| NOVEMBER 2021
disuguhkan berbagai tarian tradisional khas Majapahitan dan fashion show batik yang ditampilkan Paguyupan Gus dan Yuk (Paguk), Duta Batik 2021, Puteri Cokelat serta sejumlah model profesional lainnya. Keberhasilan menyelenggarakan MajaFest 2021 ini akan dibarengi dengan kegiatan serupa. Namun dengan konsep dan tema yang berbeda. Yakni, mengulas tentang kemegahan budaya Majapahit. “Kami berharap ke depannya, pada tahun 2022, Jatim Fashion Week bisa dilaksanakan di Kabupaten Mojokerto dengan menyuguhkan tema The
Splendor of Majapahit atau kemegahan Majapahit. Harapan saya untuk mengangkat potensi dan mengangkat perekonomian Kabupaten Mojokerto,” Ikfina memungkasi. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto Amat Susilo menerangkan bahwa MajaFest 2021 adalah langkah pemerintah memulihkan ekonomi setelah pandemi Covid-19 bisa dikendalikan. “Rangkaian MajaFest sudah dilaksanakan dengan baik, mulai dari fashion show, sampai pameran produk UMKM. Ditambah pemilihan Duta Batik dan Putri Cokelat. Semua rangkaian merupakan
upaya pemkab memulihkan kembali perekonomian masyarakat seperti sebelum pandemi,’’ ucapnya. Pihaknya menerangkan, pelaksanaan MajaFest dimulai bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda dan ditutup Hari Pahlawan. Ini menunjukkan semangat masyarakat menjalankan kebangkitan ekonomi kreatif dan produktif di masa pandemi agar kembali seperti sediakala. “Kami berharap pelaksanaan MajaFest tahun ini bisa sebagai bahan evaluasi. Semoga di tahun depan bisa dilaksanakan dengan lebih baik dan mampu melibatkan semua potensi di Kabupaten baik wisata usaha serta produk UMKM,” ungkap Amat Susilo.
“
Ini kesempatan yang luar biasa untuk memulihkan perekonomian daerah. Sekaligus memperkenalkan kearifan budaya dan ciri khas asli Mojokerto, untuk tampil dan dikenal di luar daerah,” Ikfina Fahmawati Bupati Mojokerto
NOVEMBER 2021 |
|
19
EKONOMI
Disperindag Ciptakan 7 in 1 untuk Bangkitkan Ekonomi Daerah Pemerintah Kabupaten Mojokerto berupaya memulihkan perekonomian daerah. Langkah ini diambil menyusul mandeknya kegiatan ekonomi akibat hantaman pandemi Covid-19 hampir dua tahun lamanya. Cukup banyak metode yang dilakukan untuk memulihkan ekonomi setelah penyebaran SarsCov-2 atau virus corona melandai.
M
elalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Pemkab Mojokerto meluncurkan kegiatan 7 in 1. Program ini mendorong masyarakat berkreatifitas dan berinovasi dalam dunia usaha. Salah satunya membentuk
20
|
| NOVEMBER 2021
kelompok usaha baru (KUB), sekaligus mengembangkan dan menciptakan sentra baru. Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menjelaskan bahwa peningkatan kualitas produk harus diimbangi dengan inovasi dan pengembangan produk. Utamanya bagi pelaku UMKM yang kerap terkendala masalah packaging dan pemasaran. Dua masalah ini kerap
memengaruhi omzet. “UMKM harus inovatif dan produktif, agar omset terus naik. Pemkab Mojokerto akan melakukan pembangunan dan pemberdayaan industri serta perdagangan. Memperkuat jalinan komunikasi antara pemerintah daerah dengan insan perdagangan lokal,” kata Bupati Ikfina Fahmawati dalam sambutannya, pada Rabu 24 November 2021. Dalam pembekalan tersebut, bupati wanita pertama di Mojokerto ini mengingatkan pentingnya masalah cukai kepada pelaku usaha. Salah satunya adalah peredaran rokok ilegal. Umumnya barang illegal tidak melampirkan cukai pada kemasan, yang berakbiat negara dirugikan. Padahal anggaran negara melalui cukai bisa dimanfaatkan untuk pembangunan. Baik pembangunan fisik maupun nonfisik yang meliputi pendidikan, ketrampilan, maupun SDM, untuk peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) “Saya ingin para pedagang
dan pembeli paham ciriciri barang (rokok) ilegal. Biasanya tidak dilampirkan cukai atau sejenisnya. Rokok misalnya, punya pajak yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan dan peningkatan SDM,” tegasnya. Itu sebabnya Ikfina Fahmawati mewanti-wanti pentingnya cukai. Di mana setiap industri perdagangan perlu memahami kewajiban membayar cukai yang tidak banyak dipahami, utamanya pelaku UMKM. Masalah cukai inilah yang menjadi perhatian Pemkab Mojokerto. Dalam acara yang digelar di Royal Caravan Trawas pada Rabu 24 November 2021 ini, Disperindag Kabupaten Mojokerto juga memberi pembekalan undang-undang cukai kepada pedagang. Selain itu, pembekalan juga menyangkut penyuluhan barang dalam keadaan terbungkus (BDKT) pada pelaku UMKM dan pelatihan juru ukur takar timbang serta perlengkapannya. Disperindag Kabupaten Mojokerto juga membekali
“
Saya ingin para pedagang dan pembeli paham ciri-ciri barang (rokok) ilegal. Biasanya tidak dilampirkan cukai atau sejenisnya. Rokok misalnya, punya pajak yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan dan peningkatan SDM,” Ikhfina Fahmawati Bupati Kabupaten Mojokerto
pembinaan produksi olahan susu; pembinaan pendampingan dan pelatihan pembuatan manik-manik, perca serta sulam pita; penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak Covid-19; dan pelaksanaan pasar murah di empat lokasi yang meliputi Pasar Tangunan, Jotangan, Trowulan, dan Lespadangan).
NOVEMBER 2021 |
|
21
EKONOMI
Satgas Koperasi Dorong KSP Revisi AD/ART Ekonomi berbasis kerakyatan cukup menggeliatdi Kabupaten Mojokerto. Hal ini ditandani dengan cukup banyaknya koperasi simpan pinjam (KSP) yang beroperasi di Bumi Mojokerto.
22
|
| NOVEMBER 2021
B
erdasarkan data dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkopum) Kabupaten Mojokerto berjumlah ratusan. Dari jumlah itu hanya 45 KSP yang terdaftar di Dinkopum Kabupaten Mojokerto. Bahkan dari jumlah
itu hanya tujuh yang sudah memperbaharui anggaran dasar sesuai perundang-undangan. Itu sebabnya Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Koperasi melakukan pembinaan advokasi, pendampingan, dan pengawasan perubahan AD/ART, standar operasi manajemen (SOM), standar operasi (SOP), dan peraturan khusus (Persus) koperasi. Kepala Bidang (Kabid) Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mojokerto Hukamarudin mengatakan bahwa perlu dilakukan pendampingan agar koperasi memiliki legalitas dalam beroperasi. Menurutnya, Pendampingan perlu dilakukan, agar tidak menyalahi aturan ketentuan pengelolaan koperasi. Sehingga aman dari gugatan hukum. “Seperti yang kita ketahui bersama, KSP itu sejak lama terjebak dalam ketidaktahuan. Mungkin mereka benar-benar tidak tahu, atau memang pura-pura tidak tahu dalam melakukan perubahan anggaran dasar,” kata Humamrudin di sela pendampingan koperasi di Food Fedia Bangsal pada Selasa, 30 November 2021. Sebagai Koordinator Satgas Pengawasan Koperasi, dia memiliki kewajiban melakukan pendampingan perubahan anggaran dasar koperasi. Pasalnya, banyak perubahan yang terjadi dalam peraturan berkenaan dengan operasional koperasi. “Harapan kita koperasi bisa cepat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan
peraturan yang baru. Sehingga kegiatan perkoperasian tidak menyalahi aturan. Target tahun 2022 yang terdaftar di kami sudah benar anggaran dasarnya,” ucap Hu sapaan akrabnya. Dia tidak menampik jika saat ini masih banyak koperasi di Kabupaten Mojokerto cara kerjanya menyalahi anggaran dasar. Di antaranya, soal keanggotaan, pembagian SHU, rapat anggota, dan jenis agunan yang tak sesuai ketentuan. Agunan atau jaminan tidak tertuang dalam anggaran dasar. Namun banyak koperasi yang menerapkan cara-cara tersebut. Tentunya praktik tersebut dianggap penuh risiko. Tidak tertutup kemungkinan bisa
digugat anggotanya, karena tidak punya kekuatan hukum. Hu menambahkan, jika pihaknya akan melakukan perubahan. Ditargetkan pada tahun 2022 sudah punya anggaran dasar yang diperbaharui. Sebagai tahap awal, sudah ada tujuh KSP yang berhasil memperbarui anggaran dasarnya. Sedangkan tahap kedua masih ada puluhan KSP yang perlu diperbaharui. “Dari total 45 KSP yang terdaftar di Dinkopum Kabupaten Mojokerto, sudah tujuh yang melakukan pembaruan anggaran dasar, dan tahun depan ditargetkan ada puluhan KSP yang akan selesai anggaran dasarnya,” Hu memungkasi.
“
Seperti yang kita ketahui bersama, KSP itu sejak lama terjebak dalam ketidaktahuan. Mungkin mereka benar-benar tidak tahu, atau memang pura-pura tidak tahu dalam melakukan perubahan anggaran dasar,” Hukamarudin Kepala Bidang (Kabid) Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mojokerto
NOVEMBER 2021 |
|
23
INSPIRA
Fauziah Utami
Ubah Limbah Kulit Jadi Bahan Kerajinan Bernilai Jutaan
Nama Fauziah Utami cukup dikenal pelaku UMKM Kabupaten Mojokerto. Dia adalah pendiri Amyrose de Craft. Yakni perajin tas berbahan kulit. Sepertinya biasa, kan? Hal yang menjadi luar biasa karena Wanita kelahiran 1973 ini menyulap sampah kulit menjadi bahan bernilai. Bahkan kini omzetnya sudah mencapai puluhan juta.
24
|
| NOVEMBER 2021
F
auziah terlihat sibuk menjahit saat dikunjungi di galerinya. Di dalam galeri terdapat tiga etalase dan rak kayu untuk memajang produksinya. Juga terdapat tas gantung yang isinya gantungan kunci dan tas kecil.
Tapi menurutnya limbah itu memiliki nilai jual tinggi. Terlebih kulit sisa produksi itu masih memiliki kualitas ciamik. Masalahnya sampah sepatu kulit. Itu sebabnya dia rela mengambil sisa industri untuk dijadikan barang kerajinan. “Awalnya melihat
TK, tempat anaknya menuntut ilmu sejak 2015 lalu. Gayung bersambut. Ibu-ibu wali murid TK menyambut positif ajakan itu. Sebelum menjadi tas, limbah sepatu kulit itu diproses terlebih dahulu untuk dijadikan kain perca. “Awalnya, ya coba-coba
“
Awalnya melihat banyaknya industri sepatu (kulit) di Mojokerto yang punya limbah kulit berkualitas. Padahal sebenarnya masih bisa diolah untuk dijadikan barang kerajinan,” Fauziah Utami pendiri Amyrose de Craft.
Lantas dari mana dia menghasilkan sisa kulit? Tidak sulit. Dia memungut sisa kulit dari limbah industri sepatu. Sisa kulit itu dia pungut lantaran menjamurnya industri sepatu kulit berskala kecil hingga besar. “Industri itu menghasilkan limbah yang tidak sedikit.
banyaknya industri sepatu (kulit) di Mojokerto yang punya limbah kulit berkualitas. Padahal sebenarnya masih bisa diolah untuk dijadikan barang kerajinan,” kata Fauziah. Warga Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto ini pun mencoba mengolah limbah yang diperolehnya secara gratis untuk diolah. Umumnya dijadikan tas yang bernilai jual tinggi. Dia tidak sendirian. Ibu tiga anak awalnya merintis kejarinan tangan bersama ibu-ibu wali murid
dulu. Bikin sedikit sama kelompok wali murid TK anak saya. Memang tidak bisa langsung jadi bagus, semuanya butuh proses. Butuh waktu panjang,” Fauziah menambahkan. Saat dikunjungi, dia ditemani empat rekan kerja di galerinya. Awalnya galeri itu adalah teras yang disulap menjadi show room. Sesekali dia terlihat memberi instruksi kepada rekan kerjanya. Awal proses produksinya tidak sulit. Awalnya dia menciptakan semacam
NOVEMBER 2021 |
|
25
puzzle untuk menentukan ide pembuatan tas. Setelah terbentuk, dia bersama ibuibu lainnya membuat tas jinjing wanita. Modelnya masih sederhana. Waktu awal pembuatannya. Makin hari, ketrampilannya mulai teruji. Cukup banyak inovasi dan ide segar dari kelompok emak-emak. Semua produksinya mengalir hingga menelurkan sejumlah jenis tas lainnya. Sebut saja dompet, pouch, tas laptop, tas kerja hingga souvenir. ”Sampai sekarang kami membuat model yang mengikuti perkembangan zaman. Misalnya menyasar anak-anak milenial, atau ibuibu yang berjiwa muda. Ciri khasnya masih tetap, yakni dari perca kulit,” katanya sembari menjahit tas. Hingga kini, total sudah ada enam motif yang diproduksinya. Di antaranya, motif kawung, bulatan, kembang pinggir, hingga teratai. Sebetulnya Fauziah masih menyimpan dua model yang akan dipublikasikan. Namun dia masih merahasiakan untuk kepentingan promosi. Kualitas kerajinan perca kulitnya tak bisa dipandang sebelah mata. Itu sebabnya produk tas kulit perca buatannya sudah menembus pasar internasional. Padahal saat awal merintis usaha hanya ditularkan dari mulut ke mulut, hingga pameran lokal di
26
|
| NOVEMBER 2021
“
Sekarang pesanan sudah menyeluruh secara nasional. Kita juga sudah ekspor ke Malaysia dan Australia. Bahkan, pemesan dari Malaysia, orangnya datang langsung ke sini (Mojokerto),” Fauziah Utami pendiri Amyrose de Craft.
Mojokerto. Namun kini dia sudah sanggup menembus pasar International Handicraft Trade Fair (Inacraft). Pameran kerajinan tangan berskala internasional yang digelar di Jakarta pada bulan April 2021 silam. ”Sekarang pesanan sudah menyeluruh secara nasional. Kita juga sudah ekspor ke Malaysia dan Australia. Bahkan, pemesan dari Malaysia, orangnya datang langsung ke sini (Mojokerto),” akunya. Kini, pemasaran produk kerajinan tangannya sudah merambah platform digital. Mulai dari sejumlah marketplace hingga media sosial. Produk kerajinan tangan itu dibanderol dengan harga yang bervariatif. Mulai dari Rp50 ribu hingga Rp1,5 juta. Namun, harga tersebut tergantung dari ukuran dan
kerumitan motif. Tak pelak, dalam sebulan dia mampu meraup cuan hingga puluhan juta rupiah. “Kalau kita ratarata sebulan itu sampai Rp75 juta,” kata owner Amyrose de Craft itu. Lantaran mampu mengubah limbah menjadi komoditas yang bernilai tinggi, ibu rumah tangga ini kerap dipanggil sejumlah pemerintah desa untuk memberikan pelatihan. Setidaknya memberi materi pemberdayaan kepada emakemak untuk mendapat penghasilan sampingan. Hanya saja, itu baru dilakukannya dalam lingkup Mojokerto. “Seperti di Desa Dinoyo sama Sumengko (Jatirejo), mereka minta supaya memberdayakan ibu-ibu di sana. Nantinya mereka bisa jadi mitra kami, kalau sudah mahir,” ungkap perempuan kelahiran Maret 1973 itu.
PEMERINTAHAN
Pemkab Mojokerto Normalisasi Sungai untuk Antisipasi Banjir Pemerintah Kabupaten Mojokerto menyiapkan beberapa langkah guna menanggulangi datangnya bencana. Terlebih intensitas hujan turun cukup deras selama bulan November yang dikhawatirkan memunculkan banjir. Berdasarkan pengalaman sebelum-sebelumnya, bahwa banjir menjadi masalah bagi perekonomian di Kabupaten Mojokerto.
NOVEMBER 2021 |
|
27
M
itigasi yang dilakukan Pemkab Mojokerto meliputi normalisasi saluran Sungai Sumber Pasinan Kecamatan Pungging. Dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto menjadi koordinatoor dalam rangka pengendalian banjir. Bahkan Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati terjun langsung melakukan pengecekan normalisasi Sungai Sumber Pasinan. Menurutnya,
28
|
| NOVEMBER 2021
kegiatan ini bagian dari monitoring proses mitigasi di sejumlah aliran sungai. “Mitigasi ini dilakukan untuk mengetahui penyebab banjir di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto. Termasuk di Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging ini,” kata Ikfina di sela peninjauan normalisasi sungai pada Sabtu 6 November 2021. Mitigasi lainnya adalah masalah tumpukan sampah. Kebetulan di aliran sungai tersebut cukup banyak sampah yang menyebabkan penyumbatan. Walhasil,
aliran air menjadi mandek dan menyebabkan luberan air. Adapun luberan itu berubah menjadi banjir dan menggenangi pemukiman maupun areal pertanian dan perkebunan. Selain masalah sampah, banyaknya tumbuhan liar di tepi sungai menjadi sorotan. Itu sebabnya Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto ditugaskan untuk membersihkan sepanjang aliran sungai, baik dari timbunan sampah hingga tumbuhan liar. Ikfina menambahkan bahwa pembersihan sungai
dari tumpukan sampah dan tanaman di sejumlah sungai sudah dilakukan dalam satu bulan terakhir. Adapun pembersihan sampah dan tanaman dengan mengerahkan alat berat di tepi sungai. “Alhamdulillah sudah berjalan. Beberapa hari sebelumnya aliran sungai sudah terlihat bersih. Mudahmudahan ini nantinya menjadi upaya kami (Pemkab Mojokerto) untuk mencegah banjir. Perlu diketahui pula bahwa banjir kerap terjadi setiap tahunnya,” Ikfina menambahkan.
Menurut Bupati Ikfina, masih ada beberapa titik selain di Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging. Titik yang menjadi konsentrasi mitigasi meliputi wilayah Trowulan Tempuran dan Sooko. Dua nama terakhir merupakan daerah langganan (banjir). Satu lagi adalah daerah Mojoanyar yang sudah selesai dilakukan normalisasi. Adapun Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto menjelaskan bahwa normalisasi di Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging terdapat dua dusun yang terdampak banjir dari aliran sungai. Yakni Dusun Patung dan Pungging yang memiliki 250 KK dan sawah seluas 40 hektar. “Aliran Sumber Pasinan melewati dua desa, yakni Balongmasin dan Pungging. Di Desa Balongmasin, normalisasi sudah selesai 800 meter, sedangkan Pungging kurang lebih 1.000 meter dan masih kurang 500 meter lagi,” jelasnya. Sebetulnya, lanjut Bambang Purwanto, normalisasi sudah dilakukan di sembilan kecamatan yang meliputi Ngoro, Mojoanyar, Kutorejo, Pacet, Gondang, Pungging dan Kecamatan Bangsal. Dua kecamatan lain di Utara Sungai Brantas adalah Kemlagi dan Gedeg.
Normalisasi yang dilakukan PUPR Kabupaten Mojokerto di Kecamatan Ngoro dengan memperbaiki tanggul saluran, selain melakukan normalisasi saluran dan pembersihan sampah. Perbaikan tanggul saluran dilakukan di Desa Watesnegoro sepanjang 50 meter dan di Desa Candiharjo sepanjang 150 meter. Adapun normalisasi saluran di Desa Sukoanyar sepanjang 300 meter, Desa Jasem 1.000 meter, Desa Purwojati 200 meter dan Desa Kembangri. Sementara pembersihan sampah dilakukan di Desa Candiharjo, Kecamatan Ngoro. “Untuk Kecamatan Mojoanyar, kami melakukan normalisasi saluran di Desa Gayaman sepanjang 300 meter dan Desa Jumeneng sepanjang 1.000 meter. Adapun pembersihan sampah di Desa Gebangmalang 50 meter,” Bambang memungkasi. Begitu juga dengan di Kecamatan Kutorejo, normalisasi saluran dilakukan di dua desa sekaligus. Yakni di Desa Gedangan sepanjang 150 meter dan Kertosari sepanjang 1.000 meter. Normalisasi di Kecamatan Pacet dilakukan di Desa Kembangbelor sepanjang 500 meter, sedangkan di Kecamatan Gondang melakukan normalisasi saluran di Desa Centong sepanjang 200 meter.
NOVEMBER 2021 |
|
29
PEMERINTAHAN
Pemkab Mojokerto Lakukan Mitigasi Bencana Bersama Stakeholder Peningkatan intensitas hujan pada bulan November ini menjadi kewaspadaan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Setidaknya hujan deras yang terus meningkat berpoteni menimbulkan bencana alam yang melibuti banjir dan tanah longsor. Selain itu, potensi pohon tumbang juga menjadi kewaspadaan pemkab.
30
|
| OKTOBER NOVEMBER 2021 2021
B
upati Mojokerto, Ikfina Fahmawati menegaskan bahwa pemkab sudah melakukan koordinasi dengan stakeholder untuk melakukan mitigasi bencana. Beberapa pihak yang sudah diajak rembug meliputi BPBD, Perhutani, Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora), Camat Trawas hingga Forkopimca. “Untuk daerah rawan bencana, mitigasi akan dilakukan BPBD. Saat
ini fokusnya penanganan bencana banjir dan tanah longsor. Sedangkan angin masih sulit menentukan lokasinya. Nah, untuk antisipasi banjir dan longsor, bisa dilihat berdasarkan letak geografisnya,” kata Ikfina. Meski daerah yang rawan pohon tumbang sulit dipetakan, Pemkab Mojokerto tetap memitigasi. Salah satunya dengan melakukan pengecekan terhadap sejumlah pohon yang dianggap berisiko tumbang. Sejumlah pohon tersebut diperkirakan di Kecamatan Trawas yang cukup banyak pohon besar. Terlebih di kawasan tersebut masuk Kawasan Pemangkuan Hutan (KPH), dan memiliki sejumlah lokasi wisata. “Segera kita lakukan mitigasi bersama, sekaligus melihat pohon yang berpotensi tumbang. Kami akan lihat sampai kontur tanahnya. Evaluasi lainnya, untuk sementara menutup tempat wisata dahulu,” Ikfina menambahkan Belum lama ini bencana pohon tumbang terjadi di Pertirtaan Jolotundo, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, pada Minggu 14 November 2021. Pohon jenis Kadutan dengan diameter ranting kurang lebih 60-70 cm tumbang dan menyebabkan timbul korban. Ikfina telah menjenguk korban bencana pohon tumbang. Pihaknya memberikan santunan dan doa baik kepada korban meninggal. Termasuk korban dengan luka berat hingga ringan, yang tengah dirawat di RSUD Prof Dr Soekandar Kecamatan Mojosari.
“Fokus kita pada korban luka berat, untuk diberi pendampingan hingga sembuh. Nah, untuk korban meninggal beserta keluarga akan kita beri support dan bantuan,” tegas Ikfina di sela menjenguk korban. Sementara itu, Administratur KPH Pasuruan Agus Achmad Fadholi mengungkapkan bahwa lokasi wisata akan dilakukan penutupan. Keputusan tersebut sekaligus memitigasi pascainsiden yang menyebabkan korban meninggal. ”Untuk sementara penutupannya diperpanjang sampai tiga hari, dalam rangka kegiatan perempesan dahan (pruning). Kami juga melakukan penebangan untuk pohon yang membahayakan pengunjung ataupun warga,” dijelaskan Agus Achmad Fadholi. Berdasarkan hasil mitigasi
dan pendataan sementara, ditemukan 44 pohon yang bakal dikepras. Selain itu, KPH Pasuruan juga akan menebang 18 pohon yang berpotensi tumbang. Adapun jenis pohon hasil mitigasi meliputi pohon bendo, winong, mahoni, hingga, beringin. Mitigasi juga dilakukan jajaran kepolisian dengan melakukan pemantauan di daerah yang berpotensi rawan bencana. Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar mengaku telah menggelar pertemuan bersama stakeholder menyikapi tingginya curah hujan yang disertai angin. “Dibutuhkan koordinasi antar pihak untuk melakukan mitigasi bencana ini. Termasuk melibatkan masyarakat untuk memberikan informasi maupun bantuan. Tanpa masyarakat, kami tidak bisa bekerja maksimal,” ujar AKBP Apip Ginanjar.
NOVEMBER 2021 |
|
31
PENDIDIKAN
Atasi Putus Sekolah melalui Perbaikan Pendidikan Nonformal Pemerintah Kabupaten Mojokerto mendorong optimalisasi pendidikan nonformal untuk menangani tingginya angka putus sekolah. Salah satunya melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang berada di Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg sebagai salah satu pendidikan nonformal, guna mengatasi tingginya angka putus sekolah.
32
|
| NOVEMBER 2021
G
una mendukung langkah tersebut, Pemkab Mojokerto berusaha mengoptimalkan anggaran utnuk menunjang sarana dan prasarana. Terlebih pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi Covid-19 ini dibutuhkan fasilitas yang memadai. Hal inilah yang menyebabkan Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati berusaha mengoptimalkan SKB dengan memberikan sarana dan prasarana yang masih minim. Dia menyoroti pendidikan
salah satu pondasi indeks pembangunan manusia (IPM). “Akan ada beberapa hal yang akan dilakukan, di antaranya adalah menunjang sara dan prasarana agar angka putus sekolah bisa ditekan. Ini menjadi pekerjaan berat bagi kami,” kata Ikfina Fahmawati. Sejauh ini angka putus sekolah di Kabupaten Mojokerto telah mencapai 8.000 anak. Sementara dari jumlah itu baru 1.400 anak yang sanggup melanjutkan pendidikan melalui kejar paket. Sedangkan sisanya, atau sekitar 6.600 tidak melanjutkan jenjang pendidikannya. Adapun sebanyak 1.400 anak yang sanggup melanjutkan jenjang pendidikan itu tercover biaya dari pemerintah pusat. Sementara masih banyak dijumpai pendidikan kesetaraan yang belum tercover seluruhnya. Seperti yang diterangkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Zainul Arifin menyebutkan
bahwa bahwa APBN baru bia menyentuh 1.400 siswa. Sedangkan di Kabupaten Mojokerto terdata 8.000 siswa yang putus. Artinya masih banyak siswa yang belum tercover pembiayaan. “Sejauh ini memang masih banyak yang belum bisa melanjutkan pendidikan kesetaraan, karena biayanya baru menyentuh yang itu (1.400 siswa). Sisanya akan kita lakukan pembenahan,” ungkap Zainul Arifin. Dia tidak menampik pandemi Covid-19 selama hampir dua tahun ini menyedot
anggaran besar. Sementara cukup banyak anggaran dialihkan untuk penanganan penyebaran virus corona tersebut. Meski demikian, Dinas Pendidikan, lanjut Zainul berupaya melakukan pembenahan Pendidikan sektor nonformal guna menekan tingginya angka putus sekolah. “Perkiraan kami, nanti tahun 2023 baru bisa dimaksimalkan. Jadi, tidak lagi bergantung pada dana dari pusat, semoga tahun berikutnya ada anggaran juga untuk pendanaan bagi pendidikan nonformal,” ia memungkasi.
NOVEMBER 2021 |
|
33
PERTANIAN
Strategi Pemkab Mojokerto Antisipasi Gagal Panen Datangnya musim hujan membuat Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mojokerto membuat beberapa antisipasi apabila terjadi gagal panen. Salah satunya dengan cara pemetaan wilayah dan mempersiapkan asuransi bagi petani yang terdampak banjir.
34
|
| NOVEMBER 2021
B
erdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mojokerto, wilayah yang berpotensi gagal panen akibat banjir adalah Kecamatan Sooko. Banjir di wilayah ini disebabkan meluapnya aliran sungai Avour Jombok dan Watudakon. Hampir setiap tahun, wilayah ini diterjang banjir hingga berhari-hari. Selain itu, wilayah Kecamatan Mojoanyar juga acap kali menjadi sasaran banjir. Akibatnya puluhan hektar lahan
pertanian, yang umumnya persawahan terendam. Sedangkan satu kecamatan lain yang biasanya diterjang banjir adalah Desa Salen, Kecamatan Bangsal. Permasalahannya adalah sama, yakni akibat luberan sungai. Banjir di dua wilayah ini biasanya disebabkan meluapnya aliran Sungai Sadar yang membentang di wilayah tersebut serta tingginya curah hujan. Dari hasil pemetaan tersebut Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto telah melakukan
koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk upaya normalisasi. Selain itu, pengangkatan enceng gondok yang banyak ditemukan di aliran Sungai Sadar sudah dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto beberapa waktu lalu. “Untuk antisipasi di wilayah Desa Tempuran, Sooko sementara belum ada perbaikan dan normalisasi sungai dari pengairan. Sementara yang biasanya sawah bisa ditanami tiga kali menjadi berkurang, ditanami dua kali untuk antisipasi kerugian petani atau gagal panen,” kata Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mojokerto, Nurul Istiqomah. Tak hanya itu, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mojokerto juga terus menggencarkan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Program ini sebetulnya sudah dilakukan sejak tahun 2019 silam. Berdasarkan data di Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mojokerto pada tahun 2019, sebanyak 710 kelompok tani yang sudah mengikuti AUTP dengan total luas lahan mencapai 42.684 hektar. “Tahun 2020 jumlah kelompok tani 657, dengan total luas lahan mencapai 19.878,36 hektar. Adapun tahun 2021 ini, jumlahnya enam kelompok dengan total luas lahan 66,19 hektar,” kata Nurul. Asuransi Usaha Tani Padi atau AUTP adalah jaminan yang bisa diberikan terhadap kerugian akibat kerusakan tanaman yang disebabkan
banjir, kekeringan, serta serangan hama penyakit tanaman Organisme Penganggu Tumbuhan (OPT). Ada sejumlah kriteria yang bisa didaftarkan program AUTP. Di antaranya petani yang tergabung dalam kelompok tani. “Petani yang memiliki lahan sawah dan melakukan usaha budidaya tanaman padi pada lahan paling luas 2 hektar perpendaftaran per musim tanam. Kemudian petani yang mendaftar harus memiliki NIK,” jelas Nurul. Tapi, dijelaskan Nurul, tidak semua petani di Kabupaten Mojokerto bisa mendaftar program AUTP. Selain kriteria perorangan, ada kriteria lahan
lain yang harus terpenuhi. Di antaranya, lahan pertanian beririgasi teknis, irigasi setengah teknis, dan lahan tadah hujan yang tersedia sumber-sumber air permukaan atau air tanah. “Untuk wilayah Desa Tempuran, Kecamatan Sooko tidak bisa di-cover AUTP, karena banjir hampir setiap tahun. Sehingga upaya yang dilakukan dengan mengubah sistem tanam padi, dari yang biasanya tiga kali tanam, sekarang dikurangi menjadi dua kali. Itu untuk meminimalisasi gagal panen,” Nurul memungkasi.
NOVEMBER 2021 |
|
35
VACANCY
Nikmatnya Kopi Saring Yuk Tum
Pertahankan Cita Rasa dan Proses Tradisional Aroma biji kopi sangrai (roasting) tercium tajam di tepi jalan desa. Tepatnya di depan sebuah warung kopi (warkop). Makin dekat ke arah warkop, bau makin tajam dan diiringi suara kopi disangrai begitu jelas. Begitu juga dengan asap putih terlihat mengepul dari atas kompor tradisional. Yakni tungku dengan pembakaran menggunakan kayu bakar.
36
|
| NOVEMBER 2021
T
erlihat seorang wanita sedang sibuk menyangrai kopi. Dia mengenakan sarung tangan untuk menghindari panas. Dia adalah pemilik warkop, bernama Tumina (43), akrab disapa Yuk Tum. Kedainya benar-benar tradisional. Tapi tidak seperti kedai kopi di tepi jalan. Dari depan terlihat mirip
rumah, tapi di dalamnya menggambarkan sebuah kedai. Malahan pengunjung bisa melihat dapur, untuk mengintip proses pemilik menyangrai kopi. Yuk Tum setiap pagi menyangrai kopi mulai pukul 09.00 WIB. Setiap hari. Prosesnya juga tradisional. Sang empu menggunakan tungku yang berbahan bakar kayu. Kopi itu disangrai di
sebuah kuali yang terbuat dari tanah liat. Sementara dia memakai tangan yang terbungkus sarung untuk menyangrai secara manual. Berdasarkan penelusuran Klik Mojo, lokasi warkop 500 meter dari jalan desa. Tepatnya di Dusun Brejelkidul, Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong. Daerah yang dikenal kering dan banyak pohon jati. Butuh waktu 30
NOVEMBER 2021 |
|
37
menit menggunakan motor untuk mengakses lokasi. Namun pelanggannya nyaris tidak pernah putus. Sebab di sini menyimpan wisata kuliner kopi yang khas, legendaris, dan sudah ada sejak 1972. Jangan heran bila kedai kopi milik Yuk Tum selalu dipadati pecinta kopi. Selain metode yang masih tradisional, warkop Yuk Tum punya beberapa ciri khas. Selain sangria kopi manual, penyajiannya unik. Kopi yang disuguhkan dilengkapi dengan saringan. Itu sebabnya kopi ini lekat dengan nama kopi saring Yuk Tum. Jadi begini. Ketika pelanggan ingin menyeduh, kopi dari cangkir disaring dulu. Di bawahnya sudah disiapkan lepek. Inilah yang tidak dimiliki kafe modern, yang selalu wangi, ruangan berAC, pembayarannya cashless, dan meja-kursinya selalu dibersihkan. Proses pembuatan minuman tidak terlalu lama. Kopi yang
38
|
| NOVEMBER 2021
sudah disangrai dibiarkan dingin dulu. Kemudian ditumbuk menggunakan alu, sampai tingkat kehalusannya mencukupi. Barulah kopi bisa dihidangkan panas, dengan metode saring. Tempat roasting-nya juga unik. Yaitu menggunakan kuali besar yang terbuat dari tanah liat. Biji kopi pilihan ditempatkan di wadah tersebut dan ditaruh di atas pawon (tungku) pembakaran menggunakan kayu. Ciri lainnya, hasil tumbukan kopi disimpan di wadah khusus yang sudah digunakan secara turuntemurun. Tak heran kopi saring di kedai Yuk Tum ini memiliki cita rasa yang khas. Konon, penyajian dan metode ini sudah dilakukan almarhumah Mbok Tajeng, selaku pendiri warung kopi. Tradisi ini dilestarikan hingga generasi keduanya, atau dilanjutkan Tuminah, anak dari Mbok Tajeng. Pemandangan lain di kedai ini adalah api dari
kayu tidak pernah mati. Di atasnya terdapat wadah untuk memanaskan air. Apabila air berkurang, akan diisi kembali. Begitu seterusnya. Sehingga air selalu ada, dan tetap panas. Warkop Yuk Tum tidak tergurus modernisasi kopi. Dia tetap mempertahankan tradisi back to nature. Malahan warga Kota Mojokerto rela menempuh perjalanan jauh, hanya untuk mencicipi kopi saring Yuk Tum. Sementara itu, Wardoyo (47) salah satu pelanggannya sudah menikmati kopi belasan tahun. Pedagang palawija di Dawarblandong ini telah menjadi pelanggan sejak 2005. Kopi yang disajikan memang tidak sama dengan warkop pada umumnya. “Saya hampir 14 tahun minum kopi di sini. Sehari bisa tiga kali. Kopinya enak, gurih apalagi kalau minumnya sambil makan kerupuk puli atau pisang goreng,” kata Wardoyo sembari menyaring kopi dari cangkir ke lepek. Adapun suami Tuminah,
Rodi (47), warung kopi ini mempertahankan ciri khasnya sejak 1972. Diterangkan Rodi bahwa warkopnya sanggup menghabiskan 10 kg gula pasir dan 5 kg kopi. “Kedai kopi saring ini sudah ada sejak almarhumah ibu mertua saya yang jualan. Kopinya kan ditumbuk sendiri, jadi kondisinya masih kasar dan akhirnya menjadi ciri khas kami,” kata Rodi di selasela mengaduk kopi pesanan pelanggan. Ada tiga takaran untuk pelanggan kopi di kedainya. Pahit, sedang, dan manis. Takaran kopi dan gulanya juga berbeda-beda. Proses mengaduknya juga harus berlawanan dengan arah jarum jam. Berputarnya sebanyak 60 kali. “Agar rasanya pas,” katanya yakin. Meski sudah terkenal, namun harga kopi di kedai ini sangat murah. Pelanggan bisa memesan cangkir besar seharga Rp3.000, sedangkan cangkir kecil Rp2.000. Para pelanggannya tak mengenal usia. Mulai anakanak, remaja, orang tua, petani sampai aparat, kerap ngopi di kedai tersebut. Tak heran, pendapatan bersih per bulan kedai ini berkisar Rp6-8 juta per bulan. Jika Anda sedang melintas di Dawarblandong, jangan ragu mampir di kedai kopi saring Mbok Tajeng untuk merasakan ciri khas kopinya. NOVEMBER 2021 |
|
39
TECHNO
Mengawasi Rumah Makin Praktis lewat Inovasi Berbasis IoT
M
engikuti tren internet dan perkembangan teknologi , PT Robolife Multi Inovasi (RMI) menawarkan Robolife Smart Home sebagai multisolusi dalam menciptakan kehidupan yang nyaman dan aman. “Prioritas kami itu menciptakan solusi mutakhir yang dapat mendukung tingginya mobilitas masyarakat. Jadi walaupun banyak menghabiskan waktu di luar rumah, masyarakat tetap bisa mengontrol dan mengawasi berbagai produk elektronik di rumah secara jarak jauh,” kata Presiden Direktur RMI, Nicko Christian Salim. Selain mengedepankan
40
|
| NOVEMBER 2021
solusi praktis, Robolife Smart Home juga mengutamakan penggunaan produk yang ecofriendly. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir penggunaan energi listrik berlebih yang disebabkan oleh faktor kelalaian. “Kelalaian yang dimaksud ini seperti lupa mematikan AC, lampu, atau barang elektronik di rumah. Misalnya saya lupa matikan AC, nah saat sudah di jalan baru keinget. Dengan adanya Robolife, ga usah khawatir lagi, karena saya bisa langsung mati/nyalakan AC tersebut lewat smartphone saja,” kata Brand Manager Robolife Smart Home, Edwin Salim. Dari beragam solusi yang ditawarkan, Robolife Smart
Home mengedepankan produk andalan. Edwin Salim menjelaskan produknya sangat variatif, seperti Smart Bulb, Smart IR Remote Control, Smart Plug, Smart Extention, Smart Pet Feeder, Smart Smoke/ Fire Detector, Smart PIR/Door Sensor, hingga Smart IP Cam. “Semua produk yang kami tawarkan berbasis Internet of Things (IoT), jadi sudah pasti dilengkapi fitur kontrol jarak dekat maupun jauh,” katanya. Selain itu, solusi praktis dan inovatif yang ditawarkan oleh Robolife Smart Home juga dilengkapi kebijakan garansi 2 tahun. Pengajuan pengembalian barang juga udah difasilitasi platform marketplace dan sosial media.
KILAS
Bupati Minta Sektor UMKM Juga Diaplikasikan dengan Digital
M
unculnya pasar-pasar digital dengan transaksi cashless dan didukung jasa pengiriman, terbukti kian diminati masyarakat modern era kini. Semua dapat dilakukan dalam genggaman tangan dengan sekali klik. Tidak perlu lagi direpotkan dengan sistem manual, yang menguras mobilitas. Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, ingin agar konsep tersebut juga dapat diaplikasikan di sektor pemasaran produk UMKM Kabupaten Mojokerto. Harapan tersebut dikatakan bupati saat menghadiri acara pameran produk unggulan Badan Penyuluh Pertanian (BPP) seKabupaten Mojokerto dalam rangka kegiatan promosi hasil produksi pertanian. Acara yang diselenggarakan Dinas Pertanian Kabupaten
Mojokerto, digelar Selasa siang (30/11/2021) di Halaman Gedung Balai Diklat, Gedeg. “Sekarang semua sudah serba canggih karena didukung perkembangan teknologi informasi. Kemajuannya sungguh luar biasa pesat. Kita tidak bisa mengandalkan pasar konvensional saja (pameran secara fisik), tapi harus bisa online juga. Semua harus bisa beradaptasi dengan era kemajuan zaman. Saya minta viralkan kegiatan pameran ini, untuk mendukung kemajuan pertanian dan meningkatkan perekonomian. Acara ini tidak boleh berhenti untuk lomba saja, tapi harus diarahkan sebagai langkah marketing atau pemasaran. Tolong dari dinas terkait untuk membantu, share ini semua ke media sosial,” kata bupati didampingi Sekdakab Teguh Gunarko. Sesuai dengan harapan bupati, Kepala Dinas Pertanian Nurul Istiqomah mengatakan
tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan hasil tani dan meningkatkan ekonomi masyarakat. “Lomba Pameran Produk Unggulan BPP ini diikuti oleh 18 BPP seKabupaten Mojokerto dan 1 KTNA. Lomba ini kita harapkan agar bisa terus dijalankan untuk mempromosikan hasil tani dan memajukan perekonomian masyarakat Kabupaten Mojokerto,” terang Nurul Istiqomah. Berikut pemenang lomba pameran produk unggulan BPP se-Kabupaten Mojokerto Kategori Kreatifitas Produk diraih Kecamatan Pacet sebagai juara 1, juara 2 Kecamatan Sooko dan juara 3 Kecamatan Dawarblandong. Untuk Kategori Stand Indah diraih Kecamatan Trawas sebagai juara 1, juara 2 Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Mojokerto, dan juara 3 diraih Kecamatan Jatirejo.
NOVEMBER 2021 |
|
41
KILAS
Dok! DPRD dan Bupati Mojokerto Setujui Raperda APBD 2022 Rp 2,3 Trliun
D
ewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto bersama pemerintah kabupaten setempat menyepakati Raperda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022 sebesar Rp 2,3
Triliun. Kesepakatan ini terjadi dalam Rapat Paripurna DPRD dengan agenda penyampaian laporan hasil pembahasan Badan Anggaran dan pendapat fraksi-fraksi terhadap Raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2022, Kamis (25/11/2021).
Juru Bicara DPRD Abdur Rokhim, membacakan hasil pembahasan Badan Anggaran (Banggar) dan pendapat akhir Fraksi fraksi. Hasilnya, penyusunan rancangan APBD tahun anggaran 2022, Pendapatan Daerah Kabupaten Mojokerto direncanakan mencapai Rp 2,3 triliun lebih, menurun sebesar Rp 121 miliar lebih dibanding periode sama pada tahun anggaran 2021, sebesar Rp 2,4 triliun lebih. “Adanya Pandemi Covid-19 yang belum berakhir di mana ada kenaikan kasus yang muncul dari virus varian baru, akibatnya pemerintah harus menerapkan kebijakan pembatasan mobilitas secara ketat yang berdampak pada perekonomian nasional, sehingga berdampak pada penurunan daya beli masyarakat dan penurunan permintaan pasar luar negeri,” kata Rokhim.
Bupati Ikfina Serukan Warganya Gotong Royong Bersihkan Lingkungan
B
upati Mojokerto Ikfina Fahmawati menyerukan agar warganya meningkatkan kewaspadaan dini terhadap kemungkinan ancaman bencana. Peringatan ini diserukan bupati, mengingat curah hujan tahun ini mengalami peningkatan 20-70 persen akibat fenomena alam La Nina. Hal ini disampaikan bupati bertepatan dengan acara Puncak Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XVII sekaligus Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga
42
|
| NOVEMBER 2021
(HKG-PKK) Bangga Kencana Kesehatan ke-48, Kamis (25/11/2021). Dalam instruksinya itu, bupati jelas mengajak masyarakat agar bergotong royong membersihkan saluransaluran air sebagai antisipasi bencana di musim penghujan seperti sekarang ini.
“Fokuskan pada situasi kerawanan bencana. Ayo kita bergerak bersama, gotong royong membersihkan saluransaluran air sebagai antisipasi bencana di musim penghujan,” kata bupati saat memberi sambutan acara yang digelar di Desa Jrambe Kecamatan Dlanggu tersebut.
NOVEMBER 2021 |
|
43
informatif & Kreatif
OFFICE Jl. Komando Hayam Wuruk – Pacet Telp. (0321) 690689
WIKA FM 95,7 STUDIO MINI Jl. KH. Hasyim Ashari No. 12, Mojokerto Kantor DISKOMINFO Kab. Mojokerto
E-mail: radiowikafm@gmail.com FanPage: Wikafm Mojokerto
Telp.: (0321) 391268 WebSite: www.mojokertokab.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO
44
|
| NOVEMBER 2021
DISKOMINFO KABUPATEN MOJOKERTO