Skip to main content

Klik! Mojo Desember 2021

Page 1

EDISI

DESEMBER 2021

TERDEPAN DALAM PELAYANAN INFORMASI DAN KOMUNIKASI PUBLIK

VA K A N S I

Sejuta Potensi Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong

PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO

DISKOMINFO KABUPATEN MOJOKERTO

Generasi Milenial Berpotensi Tingkatkan Daya Saing Agrobis

Menengok Seberapa Penting Vaksinasi untuk Anak

DESEMBER 2021 |

|

1


2

|

| DESEMBER 2021


DARI REDAKSI

ARDI SEPDIANTO Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Mojokerto

Taati Aturan, Terapkan Prokes Cegah Lonjakan Kasus Covid-19

M

encegah lonjakan kasus Covid-19 menjadi fokus Pemerintah Daerah jelang libur Natal dan Tahun Baru 2022. Himbauan kepada masyarakat untuk menunda perjalanan

yang tidak mendesak. Penerapan disiplin protokol kesehatan juga harus ditegakkan. Ketentuan pencegahan dilakukan dengan menunda perjalanan yang tidak mendesak, sehingga dapat mencegah terjadinya penularan virus Corona di daerah asal

maupun di daerah tujuan. Langkah antisipasi yang utama adalah menegakkan protokol kesehatan secara konsisten tanpa pandang bulu. Perlu diingat, positivity rate yang memburuk disebabkan karena terjadinya penularan pada masyarakat akibat kurang disiplin dalam

DESEMBER 2021 |

|

3


mematuhi protokol kesehatan. Pemerintah Daerah juga mengoptimalkan peran Satgas Daerah untuk melakuan tindakan tegas kepada masyarakat yang masih tidak patuh protokol kesehatan. Juga melaksanakan pengetatan dan pengawasan protokol Kesehatan di tempat-tempat yang berpotensi menyebabkan kerumunan menjelang hari raya Natal dan perayaan Tahun Baru 2022. Terkait hal diatas. merujuk Instruksi Menteri Dalam Negeri (InMendagri) Nomor 66 Tahun 2021, yang menyebutkan pembatasan jumlah pengunjung wisatawan bisa mencapai 75 persen. Peraturan ini menjadi keharusan dipatuhi oleh pengelola obyek wisata di seluruh daerah, termasuk Kabupaten Mojokerto. Penerapan pengaturan ganjil genap pun dilakukan di

tempat wisata dan mewajibkan penerapan protokol kesehatan serta optimalisasi aplikasi PeduliLindungi setiap saat, masuk dan keluar dari tempat wisata. Untuk fasilitas publik dan kegiatan masyarakat lainnya akan mengikuti PPKM di level 3, termasuk peniadaan kegiatan seni budaya dan olahraga untuk mengurangi kerumunan. Sedangkan untuk kawasan tempat tinggal warga, pendisiplinan protokol kesehatan akan dilakukan oleh posko check point yang terdiri dari unsur Satpol PP, TNI dan Polri. Dengan mematuhi aturan yang berlaku dan melaksanakan pembatasan aktivitas masyarakat saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2022 serta mematuhi protokol kesehatan, maka akan bisa mencegah lonjakan kasus covid-19.

SUSUNAN REDAKSI

4

|

DITERBITKAN OLEH Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mojokerto

PENANGGUNG JAWAB: Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Mojokerto

REDAKSI: Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mojokerto

Jl. KH. Hasyim Ashari No. 12, Mojokerto, Jawa Timur, 61318

PELINDUNG: Bupati Mojokerto

PEMIMPIN REDAKSI: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mojokerto

SEKRETARIAT REDAKSI: Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mojokerto.

(0321) 391268 (0321) 381568 diskominfo@ mojokertokab.go.id www.mojokertokab.go.id

PENGARAH: Sekretaris Daerah |Kabupaten DESEMBERMojokerto 2021

JULI 2021 |

|

4


DAFTAR ISI

F O KU S

6

Optimalisasi Satgas Kendalikan Covid-19 Sepanjang Nataru Bangkitkan Ekonomi di Tengah Melandainya Pandemi TNI-Polri Kontrol Prokes Pusat Perbelanjaan dan Wisata

8 10

I NSPI RA

Teguh Gunarko, Tidak Ingin Mainmain dengan Jabatan

28

LI NGKUNGAN

Pemkab Mojokerto Mitigasi Bencana Longsor dan Banjir

32

B U DAYA

KES E H ATA N

Menengok Seberapa Penting Vaksinasi untuk Anak

14

Bentengi Anak-anak dari Virus Corona dengan Vaksin Serentak

16

DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto Bentuk Tim Cegah Stunting

20

Menjaga Sendi-sendi Kehidupan di ‘Desa Budaya’ Mojokerto

34

P E RTA N I A N

Generasi Milenial Berpotensi Tingkatkan Daya Saing Agrobis

24

VA KA N S I

Sejuta Potensi Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong

36

P E N D I D I KA N

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Mojokerto Gelontor Peralatan

26

OPI NI

Stop Pungli, Tolak, Lawan, dan Laporkan!!

DESEMBER 2021 |

41 |

5


FOKUS

Optimalisasi Satgas Kendalikan Covid-19 Sepanjang Nataru Liburan akhir tahun yang berbarengan dengan Natal dan tahun baru menjadi prioritas untuk diperhatikan. Setidaknya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto tengah memerhatikan penyebaran kasus Covid-19 yang sudah melandai. Bukan berarti perhatian terhadap virus Sars-Cov-2 ini kemudian kendur.

6

|

| DESEMBER 2021

S

ebaliknya. Pemkab Mojokerto justru meningkatkan kewaspadaan. Masalahnya pada saat liburan natal dan tahun baru (nataru), protokol kesehatan kurang diperhatikan, baik wisatawan maupun pengelola tempat wisata. Terlebih saat ini virus corona varian omicron belum terdeksi masuk Jawa


Timur maupun Kabupaten Mojokerto. Menyikapi hal ini, Bupati Mojokerto mengingatkan keapada semua pihak agar mewaspadai penyebaran Covid-19 selama libur nataru. Terutama di sejumlah kawasan yang berpotensi menimbulkan kerumunan, baik lokasi wisata maupun aksesnya. “Ini menjadi tantangan kita bersama untuk bisa tetap disiplin prokes (protokol kesehatan). Saya ingin meningatkan kepada semua pihak agar tetap waspada. Jangan sampai kendor, meski

saat ini (Covid-19) tengah melandai,” kata Ikfina Fahmawati. Sejalan dengan itu, Ikfina Fahmawati telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) dengan nomor 130/4051/416-012/2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 sepanjang libur nataru. Di dalam SE tersebut dia meminta satgas bekerja keras dan mengoptimalkan fungsinya. Dengan harapan penyebaran virus corona di daerah bisa terkendali. Selain itu, bupati wanita pertama di Mojokerto itu meminta seluruh satgas Covid di daerah difungsikan. Baik di tingkat kabupaten, kecamatan, kelurahan hingga tingkatan RT dioptimalkan guna menghindari lonjakan kasus Covid-19 yang sudah melandai. Seluruh satgas Covid-19 di semua tingkatan, diminta menerapkan prokes lebih ketat dengan penerapan 5M. Memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan. “Termasuk melakukan testing, tracing, dan treatment. Tak terkecuali di objek vital yang cukup berpotensi menimbulkan kerumunan. Seperti di pusat perbelanjaan dan objek wisata yang secara khusus juga menjadi atensi pemerintah pusat sesuai Inmendagri Nomor 66 tahun 2021,” Ikfina menambahkan. Sejalan dengan itu, Pemkab Mojokerto meningatkan agar aplikasi PeduliLindungi dan QR Code untuk dioptimalkan. Aplikasi ini diharapkan sebagai kontrol pengendalian virus berasal dari Wuhan itu. Optimalisasi lainnya adalah menerapkan sistem ganjil

genap nomor kendaraan bermotor, baik roda dua maupun empat. Skenario ini untuk untuk mengurai dan menekan mobilitas masyarakat di tempat wisata yang menjadi sasaran liburan. Sementara beberapa objek wisata di Kabupaten Mojokerto tidak ditutup pada libur nataru tahun ini. Namun demikian, mobilitas warga setempat maupun wisatawan luar kota diprediksi akan meningkat. “Nah untuk mengurai mobilitas warga kami memprioritaskan di jalur kawasan Pacet dan Trawas. Kami (Pemkab Mojokerto) telah berkolaborasi dan sinergi dengan TNI maupun Polri berkaitan skema pengamanan di lapangan,” ungkapnya. TNI/Polri tidak sendiri memecah konsentrasi massa. Pemkab Mojokerto juga menerjunkan Satpol PP dan BPBD. Kedua komponen ini diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan mencegah dan mengatasi aktivitas publik. Utamanya di beberapa fasilitas umum dan tempat hiburan yang meliputi pusat perbelanjaan, restoran, objek wisata, dan fasilitas ibadah, selama periode libur Nataru. “Tempat-tempat yang menjadi konsentrasi massa harus dibatasi maksimal 75 persen dari kapasitas normal. Itu harus diperhatikan untuk menghindari kerumunan. Jangan sampai kecolongan,” ujarnya. Skenario tersebut diharapkan bisa menjadi jurus jitu menghindari lonjakan Covid-19. Virus corona telah ditetapkan WHO sebagai global pandemic yang menghantam seluruh dunia hampir dua tahun lamanya.

DESEMBER 2021 |

|

7


FOKUS

Bangkitkan Ekonomi di Tengah Melandainya Pandemi Pemerintah pusat telah menghapus penerapan PPKM Level 3 menyambut liburan akhir tahun. Penghapusan itu diharapkan memberi daya saing kepada pengelola objek wisata guna membangkitkan ekonomi. Tetapi ada ketentuan yang harus dipatuhi pengelola objek wisata guna menekan lonjakan penyebaran virus corona yang sudah melandai.

8

|

| DESEMBER 2021

K

ewajiban itu adalah protokol kesehatan ketat. Begitu juga dengan pembatasan jumlah pengunjung. Merujuk pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) dengan Nomor 66 Tahun 2021, yang menyebutkan kapasitas wisatawan bisa mencapai 75 persen. Angka itu naik 25 persen bila dibandingkan dengan Inmendagri 62/2021 yang membatasi jumlah pengunjung 50 persen. Peraturan ini menjadi

keharusan untuk dipatuhi bagi pengelola objek wisata di seluruh daerah. Termasuk objek wisata di Kabupaten Mojokerto. Tidak adanya penerapan PPKM Level 3 di Jawa-Bali membuat Pemerintah Kabupaten Mojokerto menyambut antusias. Namun tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes). Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Kadisparpora) Kabupaten Mojokerto Amat Susilo menjelaskan bahwa


diberlakukannya PPKM Level 1 di Jawa-Bali berpotensi mendorong perekonomian. Utamanya adalah UMKM yang berkaitan dengan wisata. “Ini menjadi angin segar bagi pengelola objek wisata. Setidaknya bisa menggairahkan perekonomian yang sempat tersendat akibat pandemi. Apalagi ada pelonggaran kapasitas pengunjung dari 50 persen menjadi 75 persen di seluruh objek wisata,” kata Amat Susilo pada Rabu 15 Desember 2021. Kebijakan tidak adanya penutupan destinasi wisata memberi peluang bagi pelaku atau pengelola untuk bangkit. Menurut Amat Susilo, peluang untuk memperbaiki perekonomian yang sempat babak belur cukup terbuka. Untuk menunjang gairah perekonomian sektor wisata, Disparpora Kabupaten Mojokerto telah membentuk Satgas Covid-19. Jumlah satgas terdiri atas 14 orang yang akan ditugaskan di tiaptiap destinasi wisata. Satgas ini dibentuk sesuai dengan instruksi Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, khusus untuk menangani objek wisata. Kehadiran satgas, lanjut Amat Susilo, untuk melakukan pembinaan pencegahan, dan penanganan covid-19. Satgas ini nantinya berkeliling untuk mengawasi destinasi wisatawan agar menjalankan protokol kesehatan (prokes). “Tim satgas juga melibatkan paguyuban pedagang kaki lima (PKL). Semua tahu ya, disiplin prokes Covid-19 bukan dibebankan kepada jawab pedagang. Ini tanggung jawab semua pihak. Ya pemerintah, ya pengunjung. Semuanya punya tanggung jawab yang sama.

Jangan sampai berdampak pada objek wisata di Kabupaten Mojokerto,” Amat Susilo menambahkan. Menariknya, Disparpora Kabupaten Mojokerto memastikan tiga objek wisata dibuka 24 jam. Ketiganya meliputi, Wanawisata Kolam Air Panas Pacet, Petirtaan Jolotundo Trawas, dan Wisata Religi Troloyo Trowulan. Dukungan kebangkitan ekonomi sektor wisata juga disampaikan Polres Mojokerto. Pihak kepolisian tidak melakukan penutupan akses menuju lokasi wisata. Upaya yang dilakukan yakni menerapkan sistem ganjilgenap dan rekayasa lalu lintas. Seperti disampaikan Kasatlantas Polres Mojokerto, AKP Arpan bahwa jajarannya

menyiapkan skema yang akan dilakukan pada 24-26 Desember 2021 dan 31 Desember 2021, mulai pukul 08.00 sampai 18.00 WIB. “Nantinya akan kita terapkan sistem ganjil-genap di enam titik menuju lokasi wisata Pacet dan Trawas sebagai antisipasi penumpukan masa. Ini sudah sesuai dengan Inmendagri terbaru (Inmedagri Nomor 66 Tahun 2021),” ungkap Arpan pada Kamis 16 Desember 2021. Arpan mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan arak-arakan pada malam pergantian tahun. Pihaknya juga meminta disiplin prokes tetap dilakukan untuk menghindari penularan dan penyebaran Covid-19.

DESEMBER 2021 |

|

9


FOKUS

TNI-Polri Kontrol Prokes Pusat Perbelanjaan dan Wisata Kabupaten Mojokerto memiliki kekayaan wisata yang cukup kaya. Tidak sebatas pada wisata budaya peninggalan kerajaan Majapahit. Namun beberapa objek wisata dikemas dengan pelbagai konsep yang cukup menarik. Inilah yang menyebabkan Kabupaten Mojokerto tidak kalah dengan kota lain dalam hal pengelolaan wisata.

10

|

| DESEMBER 2021

O

bjek wisata di Bumi Majapahit ini diperkirakan akan terjadi peningkatan pada liburan akhir tahun. Hal ini disebabkan beberapa objek wisata tidak ditutup pada liburan Natal dan akhir tahun (nataru). Namun demikian, pemerintah daerah


mewajibkan penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat untuk mengontrol penyebaran dan penularan Covid-19. Guna memecah peningkatan massa sepanjang liburan nataru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto telah menerjunkan satgas di sejumlah titik. Begitu juga dengan Forkopimda dilibatkan guna mengantisipasi kerumunan massa sepanjang liburan kali ini. Salah satunya adalah

keterlibatan TNI/Polri dalam pengamanan liburan nataru 2021-2022 yang diterjunkan di pusat perbelanjaan dan objek wisata. Dua sektor ini berpotensi menjadi pusat penyebaran Covid-19 dan tindak kriminal. Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar mengatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan anggotanya untuk mengontrol penerapan prokes di beberapa titik. Sebut saja sejumlah swalayan di wilayah Mojosari serta destinasi wisata di kawasan Trawas. Kebetulan kedua lokasi ini diperkirakan menjadi episentrum wisata pada libur nataru. “Kedatangan kami untuk memastikan kesiapan penerapan protokol kesehatan. Apakah penggunaan aplikasi PeduliLindungi benar-benar diterapkan atau belum. Juga untuk mengecek standar pencegahan tindak kriminalitas,” kata Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanar di Mojosari pada Rabu, 22 Desember 2021. Diterangkan Apip Ginanar bahwa pengamanan dan pengawasan ini berkekuatan 350 perseonel dari tim gabungan yang disebar di beberapa titik. Menurut rencana, seluruh personel disiagakan di lima pos pengamanan dan satu pos pelayanan. Bahkan Polres Mojokerto berencana menunjang patroli dan gerai vaksin mobile. “Kami juga menyiapkan pos pelayanan di Pacet dan Trawas sebagai atensi dari jajaran kepolisian. Semua kami harapkan bisa bekerja

sama. Harus, jangan sampai ada kerumunan yang tidak dianjurkan agar bisa diterima dengan baik,” AKBP Apip Ginanjar menambahkan. Polres Mojokerto juga menerapkan sistem ganjilgenap pada kendaraan roda dua maupun empat di beberapa ruas menuju objek wisata. Langkah ini untuk meminimalisasi dan memecah potensi kerumunan massa di sejumlah destinasi maupun jalur wisata. Pada kesempatan yang sama, Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Beni Asman menambahkan pihaknya memastikan pengamanan dalam momen libur Nataru tahun ini bisa diterapkan optimal. Pihaknya meminta kepada pengelola wisata agar selalu menerapkan protokol kesehatan ketat. Penerapan ini sesuai dengan Inmendagri No 66 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 sepanjang liburan Natal dan Tahun Baru. “Saat ini Kabupaten Mojokerto sudah level 1. Harapan kami seluruh objek wisata maupun pusat layanan publik menyesuaikan Inmendagri, yakni kapasitasnya harus diperhatikan. Maksimal 75 persen,” Beni Asman menjelaskan. Skema pengamanan sepanjang libur nataru tahun ini, petugas gabungan yang terdiri atas TNI/Polri juga menyiapkan gerai tes usap dan vaksinasi di tempat. Service on the spot ini untuk memberi pelayanan kepada masyarakat apabila belum mendapat vaksinsinasi.

DESEMBER 2021 |

|

11


KALEIDOSKOP

Bupati dan Wabup meninjau lokasi penyebab banjir di Balong Dawa

Bupati Tinjau lokasi pohon tumbang meninpa warga di Jolotundo Trawas

12

|

| DESEMBER 2021


Bupati tinjau sekolah masuk pertama saat pndemi di Puri

DESEMBER 2021 |

|

13


KESEHATAN

Menengok Seberapa Penting Vaksinasi untuk Anak Sejumlah negara di belahan dunia terus berupaya menakulkkan virus corona. Cukup banyak upaya untuk menekan penyebaran virus Sars-Cov-2. Di antaranya penerapan protokol kesehatan (prokes), vaksinasi di seluruh jenjang usia, pengetatan akses masuk di perbatasan, pembatasan pergerakan manusia, dan beberapa upaya lain.

B

egitu juga dengan Pemerintah Indonesia juga terus menekan dan mencegah penyebaran virus corona. Salah satunya adalah capaian vaksinasi yang terus digencarkan untuk menciptakan imunitas. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, capaian vaksinasi hingga

14

|

| DESEMBER 2021

17 Desember 2021, capaian vaksinasi sudah di angkat 71,96 persen untuk dosis satu dan 50,86 persen dosis kedua. Capaian vaksin tersebut terbagi dalam beberapa kelompok usia yang meliputi tenaga kesehatan, usia lanjut, petugas publik, masyarakat rentan, dan kelompok usia 1217 tahun. Adapun kelompok usia 6-11 tahun telah dilakukan mulai 14 Desember 2021.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 58 juta dosis yang disebar di 115 kabupaten/kota di 19 provinsi. Adapun kriteria yang telah ditetapkan adalah wilayah yang telah mencapai vaksinasi minimal 70 persen untuk dosis pertama dan 60 persen dosis kedua. Kemudian muncul


pertanyaan, seberapa efektif vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun? Beberapa asosiasi, praktisi, hingga ahli kesehatan menilai sangat penting memberi vaksinasi kepada anak-anak. Anggota Tim Advokasi Vaksin Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Soejatmiko menilai vaksinasi untuk kelompok usia 6-11 tahun sangat penting. Hal ini berkaitan dengan proses belajar mengajar tatap muka yang mulai diterapkan. Sementara pembelajaran tatap muka (PTM) memiliki risiko penularan cukup tinggi. “Vaksinasi untuk anakanak sangat penting, karena kelompok usia tersebut harus belajar tatap muka. Proses ini berisiko menularkan diri sendiri, sesama murid, guru, orang tua, dan lansia di rumah maupun lingkungannya,” kata Prof Soejatmiko pada Selasa 14 Desember 2021. Anak-anak, lanjutnya, belum memiliki kepatuhan tinggi dalam penerapan prokes. Di antaranya mengenakan masker yang bisa saja melorot, bergerombol,, menjaga jarak maupun mencuci tangan. Selain itu, kelompok usia anak-anak sudah terbiasa mendapat imunisasi sejak bayi maupun balita. Vaksinasi bisa didapat anak-anak melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) sejak kelas satu sampai kelas lima di sekolah. Demikian juga dengan puskesmas telah berpengalaman melaksanakan program BIAS. “Konvensi Hak Anak dan UU Perlindungan Anak menyatakan

bahwa anak memiliki hak yang sama untuk dilindungi dari sakit, cedera, dan berbagai kekerasan,” Prof Soejatmiko menambahkan. Pemerintah telah menyiapkan vaksin Coronavax buatan Sinovac untuk anakanak. Vaksin tersebut telah mendapat persetujuan dari Emergency Use Authorization (EUA) atau Penggunaan Dalam Kondisi Darurat. Namun demikian, tidak tertutup kemungkinan bila ada vaksin lain yang sudah mendapat EUA dari BPOM, maka dapat digunakan setelah mendapat persetujuan dari Indonesia Technical Advisory Group on Immunization atau ITAGI. Dukungan vaksinasi kepada anak juga disampaikan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama Sp P(K), MARS. Dia menyebut ada beberapa poin penting yang wajib disampaikan kepada

masyarakat mengenai vaksinasi anak-anak usia 6-11 tahun. “Secara global kasus dan kematian terjadi pada kelompok usia dewasa, tapi kasus dan kematian pada anak akibat Covid-19 sudah terjadi,” ungkapnya. Selain itu, pemberian vaksinasi pada anak dapat melindungi diri sendiri dan seluruh keluarga, termasuk lansia di dalam rumah. Begitu juga dengan teman sekolah dan lingkungan bermainnya. Sebetulnya vaksinasi untuk anak-anak sudah dilakukan beberapa negara. Sebut saja Amerika Serikat merekomendasi pemberian Pfizer untuk anak usia 5-11 tahun. Otoritas kesehatan Cina menyetujui penggunaan dua vaksin inaktivasi yaitu SinovacCoronaVac dan BBIBP-CorV untuk anak usia 3-17 tahun. Adapun India menyetujui Covaxin produksi Bharat serta vaksin DNA ZycovD untuk anak usia 12-17 tahun.

DESEMBER 2021 |

|

15


KESEHATAN

Bentengi Anak-anak dari Virus Corona dengan Vaksin Serentak Penyebaran virus corona di Kabupaten Mojokerto terus ditekan. Kali ini program yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Mojokerto menciptakan herd immunity atau kekebalan lingkungan, dengan menggelar vaksin untuk anak-anak di level usia 6-11 tahun.

16

|

| DESEMBER 2021


P

elaksanaan vaksinasi di Kabupaten Mojokerti dilaksanakan di tiga sekolah yang meliputi SDN Modopuro 2, SDN Sidomulyo Bangsal dan MI Darul Huda Gayaman pada Jumat 17 Desember 2021. Kegiatan ini mengiringi kick off vaksinasi serentak yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebelumnya. Ketua Satgas Covid-19 yang juga Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati yang turut hadir menyatakan bahwa vaksinasi untuk anak-anak sangat besar manfaatnya. Selain untuk menciptakan kekebalan tubuh, juga untuk melindungi lingkungan sekitarnya dari ancaman Sars-Cov-2 atau virus corona. “Saat ini sudah mulai pelaksanaan PTM (pembelajaran tatap muka) di sekolah. Jadi perlu dilakukan vaksinasi untuk anak-anak guna menciptakan herd immunity. Kelompok ini juga berisiko terinfeksi atau sebagai carrier (pembawa) virus, yang bisa menularkan kepada orang lain,” kata Ikfina Fahmawati di sela vaksinasi kepada anakanak. Bupati wanita pertama di Mojokerto itu menambahkan orang tua atau wali murid perlu diberi pemahaman agar anaknya bersedia divaksin. Pemberian vaksinasi ini tidak lepas dari kegiatan anak yang lebih banyak bermain bersama rekan sebanya di lingkungan sekitar. Itu sebabnya anakanak berpotensi menjadi OTG

“

Saat ini sudah mulai pelaksanaan PTM (pembelajaran tatap muka) di sekolah. Jadi perlu dilakukan vaksinasi untuk anak-anak guna menciptakan herd immunity. Kelompok ini juga berisiko terinfeksi atau sebagai carrier (pembawa) virus, yang bisa menularkan kepada orang lain,” Ikfina Fahmawati

Bupati Mojokerto

DESEMBER 2021 |

|

17


yang bisa menularkan atau tertular. “Kesuksesan vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak sangat bergantung pada peran orang tua dan lingkungan sekitar. Maka itu, mari lindungi anak-anak kita dari penularan Covid-19,” Ikfina Fahmawati menambahkan. Sementara itu, Kepala RSUD RA Basoeni Ulum Rokhmat Rohmawan menjelaskan bahwa sosialisasi vaksin dilaksanakan sejak 14 Desember 2021, yang disesuaikan dengan Surat Keputusan Kementerian Kesehatan, Instruksi Gubernur Jawa Timur, dan arahan Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati. “Sasaran vaksinasi untuk anak-anak ini sebanyak 100.000 dosis yang sudah diawali sosialisasi. Sementara pemberian dosis pertama dilakukan sejak 15 Desember 2021 dengan target selesai pada Januari 2022. Untuk saat ini, vaksinasi dilakukan serentak dengan sasaran 3.000 anak,” Ulum menjelaskan. Percepatan vaksinasi kepada anak usia 6-11 tahun juga didukung Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto. Di mana otoritas pendidikan tetap melaksanakan vaksinasi pada liburan semester ganjil yang dimulai tanggal 27 hingga 31 Desember 2021. Vaksinasi ini sesuai dengan Surat Edaran

18

|

| DESEMBER 2021

Dispendik Kabupaten Mojokerto nomor 421.2/988/416-101/2021 bertanggal 16 Desember. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Zainul Arifin menyebutkan bahwa vaksinasi ini sudah dikordinasikan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes). Koordinasi itu mengatur jadwal siswa untuk datang ke sekolah mengikuti vaksinasi. Selain itu, pihaknya meminta wali murid

mendampingi anak-anak yang mendapat jadwal vaksin. Kabupaten Mojokerto dianggap layak menggelar vaksinasi anak berusia 6-11 tahun bersama 115 kota/ kabupaten di seluruh Indonesia. Hal ini berkaca dari kriteria yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, bahwa daerah dengan tingkat vaksinasi minimal 70 persen untuk dosis pertama dan 60 persen dosis kedua.


DESEMBER 2021 |

|

19


KESEHATAN

DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto Bentuk Tim Cegah Stunting

20

|

| DESEMBER 2021


Stunting atau tinggi badan anak tidak normal merupakan masalah kesehatan serius yang terus diperangi pemerintah. Masalahnya stunting atau tinggi badan tidak normal menyebabkan masalah pada tumbuh kembang dan kesehatan anak. Beberapa penyakit degeneratif yang meliputi kanker, diabetes, dan obesitas bisa dialami anak stunting.

C

atatan World Health Organization (WHO), stunting adalah gangguan perkembangan pada anak yang disebabkan gizi buruk, infeksi berulang, dan simulasi psikososial yang tidak memadai. Apabila seorang anak memiliki tinggi badan lebih dari -2 standar deviasi median pertumbuhan yang telah ditetapkan WHO, maka dia bisa disebut stunting. Pada dasarnya masalah stunting memang masih asing bagi sebagian masyarakat. Stunting atau pendek tidak normal merupakan penyakit yang bisa dicegah sejak dalam kandungan. Langkah-langkah

yang bisa diambil meliputi pemenuhan nutrisi saat hamil, pemeriksaan kandungan secara berkala, hidup sehat dan bersih, hindari paparan asap rokok saat hamil, serta berolahraga. Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga memiliki cara lain dalam menekan angka stunting. Selain masalah kesehatan, pemerintah melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto juga memberikan bantuan pencegahan stunting. “Kami telah membentuk tim untuk menurunkan angka stunting di tingkat desa. Tim ini terdiri atas kader kesehatan, kader KB, PKK, bidan, ahli gizi, dan tenaga medis lainnya,” kata Sekretaris DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto, Siti Asiyah pada Jumat 17 Desember 2021. Tim ini dibentuk untuk menggencarkan program pencegahan dan pelayanan anak stunting di tingkat yang paling bawah. Menurut Asiyah

“

Tugas tim ini memberikan pendampingan, edukasi, rujukan dan memfasilitasi bantuan sosial kepada masyarakat rentan stunting. Sasarannya antara lain anak-anak, calon pengantin, ibu hamil dan wanita pasca melahirkan,” Siti Asiyah Sekretaris DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto

DESEMBER 2021 |

|

21


pelayanan medis meliputi pendampingan mulai dari hulu, atau pendampingan terhadap keluarga yang berisiko mengalami stunting. Stunting di Kabupaten Mojokerto, lanjut Asiyah, sudah terjadi di 46 desa dengan prevalensi mencapai 30,5 persen dari total populasi anak. Sementara riset yang dilakukan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2019, prevelensi stunting tingkat nasional mencapai 27,7 persen. Catatan tersebut lebih tinggi dari rekomendasi WHO, yang menetapkan 20 persen dari total populasi. “Tugas tim ini memberikan pendampingan, edukasi, rujukan dan memfasilitasi

22

|

| NOVEMBER DESEMBER 2021 2021

bantuan sosial kepada masyarakat rentan stunting. Sasarannya antara lain anak-anak, calon pengantin, ibu hamil dan wanita pasca melahirkan,” Asiyah menambahkan. Asiyah yang memberi paparan pada sosialisasi program Bangga Bencana di Jalan RA Basoeni, Kecamatan Sooko mengatakan risiko stunting pada balita bukan tanggung jawab wanita saja. Pihak laki-laki juga harus ambil peran dengan membiasakan hidup sehat. Setidaknya 75 hari sebelum konsepsi dengan mengurangi atau berhenti merokok. Prakonsepsi dan pemeriksaan kesehatan perlu

dilakukan tiga bulan sebelum menikah. Langkah ini sebagai bentuk upaya mencegah halhal yang tidak diinginkan pada saat kehamilan. Gangguan kesehatan itu bisa saja menyebabkan janin tumbuh dalam kondisi yang lambat. “Sperma berkualitas yang dibutuhkan untuk membuahi sel telur sudah terbentuk pada rentang waktu tersebut,” terangnya. Sementara itu, Kabid Pemberdayaan dan Peningkatan Keluarga Sejahtera DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto, Susi menyebutkan tim ini sudah dibentuk pada bulan Juni 2021. Tim Percepatan Penurunan Stunting ini beranggotakan 862 orang yang sudah bergerak ke


tingkat desa. Masalah stunting juga menjadi sorotan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Bonus demografi yang dibarengi dengan peningkatan pernikahan usia remaja, dan bertambahnya jumlah balita berpotensi meningkatkan stunting. Ditambah lagi dengan pemahaman kesehatan yang minim, merupakan pengaruh ekseternal penyebab stunting. “Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi dibandingkan negara-negara berpendapatan menengah lainnya. Tahun 2019, prevalensi stunting di Indonesia 27,6 persen. Sedangkan angka

prevalensi stunting di Jawa Timur tidak terpaut jauh dari nasional, yakni 26,86 persen,” kata Deputi Adpin BKKBN Pusat, Soekaryo Teguh Santoso di Trowulan, pada Sabtu 18 Desember 2021. Menurutnya, jumlah itu setara dengan satu dari tiga balita menderita stunting. Hal inilah yang menjadikankan Indonesia berada pada urutan ke-4 negara dengan angka stunting tertinggi di dunia. Teguh menerangkan stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

NOVEMBER DESEMBER 2021 |

|

23


PERTANIAN

Generasi Milenial Berpotensi Tingkatkan Daya Saing Agrobis Pemerintah Kabupaten Mojokerto berusaha meningkatkan ketahanan pangan melalui sektor pertanian, peternakan dan perkebunan. Pertanian yang didukung peternakan dan perkebunan, memiliki kontribusi menyejahterakan perekonomian masyarakat. Terlebih peningkatan produksi pangan ini selaras dengan arahan pemerintah pusat di masa pandemi Covid-19.

24

|

| DESEMBER 2021


B

erdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto, industri pengolahan masih menyumbang Produk Domestik Regional bruto (PDRB) tertinggi. Sedangkan sektor pertanian, peternakan dan perkebunan perlu digenjot kembali, karena memiliki potensi penting untuk ditingkatkan. Itu sebabnya Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati berusaha mendorong milenial bersedia terjun di sektor tersebut. Menurutnya generasi milenial memiliki kemampuan pemahaman teknologi yang lebih baik. Dengan demikian, kontribusi generasi milenial diharapkan meningkatkan produksi pangan. “Sektor pertanian, peternakan dan perkebunan perlu terus didukung untuk mewujudkan ketahanan pangan. Saya berharap ada peran dari generasi milenial agar bersedia terjun di sektor ini. Hal yang perlu digarisbawahi adalah peran manajemennya,” kata Ikfina Fahmawati di Hotel Arayanna Trawas, pada Selasa 14 Desember 2021. Ikifna menambahkan bahwa sektor pertanian, peternakan dan perkebunan memiliki hubungan yang sangat terkait. Misalnya, sisa akhir tanaman pertanian dapat diberikan untuk hewan ternak. Adapun limbah alami ternak bisa dimanfaatkan untuk penyubur tanah atau pupuk kompos. Begitu juga dengan hasil utama dari produk-produk tersebut bisa dimaksimalkan menjadi produk siap konsumsi maupun olahan.

Harapannya bisa meningkatkan penjualan dan kontribusi perekonomian. “Saat ini era teknologi digital yang bisa mendukung pertanian, peternakan dan perkebunan. Nah, jika dibarengi dengan SDM (generasi milenial) yang melek digital, tentu akan menghasilkan produk unggulan. Di sinilah peran milenial kami harapkan bisa melakukannya,” Ikfina menambahkan. Tidak bisa dibantah bahwa peran petani maupun peternak cukup besar untuk menjaga ketersediaan kebutuhan pangan. Tantangan besar saat ini adalah menggaet generasi milenial untuk terjun di sektor pertanian, peternakan maupun perkebunan. Seperti yang disampaikan Kepala Desa Bicak, Kecamatan Trowulan, Yunita Dwi Ratnasari. Mayoritas penduduk di desanya adalah petani dengan usia rata-rata sudah kepala empat atau 40 tahun ke atas. Menurutnya bukan pekerjaan gampang untuk menggaet kaum milenial terjun di pertanian, peternakan, maupun perkebunan. “Beberapa kali saya mengajak remaja karang taruna

Desa Bicak untuk meneruskan profesi orang tuanya sebagai petani. Tetapi banyak yang memilih kerja di kantor dengan berbagai alasan,” katanya. Padahal, lanjutnya, saat ini pertanian, peternakan, maupun perkebunan tidak lagi konvensional. Ketiga sektor ini sudah didukung dengan teknologi, yang memungkinkan tiga pekerjaan bisa diselesaikan dalam satu waktu. Misalnya penggilingan padi atau penyiraman pestisida sudah bisa menerapkan teknologi. Yunita menambahkan salah satu kesulitan lain menggaet anak muda terjun ke dunia pertanian, karena minimnya penyuluhan dari tenaga profesional. Perlu tenaga ahli untuk memberikan penyuluhan kepada petani-petani muda. Sementara iuu, hasil penelitian Universitas Wijaya Kusuma Surabaya bahwa PDRB sektor agrobis Kabupaten Mojokerto mengalami fluktuasi pada periode 2015-2019. Salah satu penyebabnya adalah pergeseran lahan pertanian ke industri. Hasil penelitian tersebut menunjukkan agrobis merupakan sektor andalan dan berkelanjutan di masa yang akan datang.

DESEMBER 2021 |

|

25


PENDIDIKAN

Tingkatkan Kualitas Pendidikan,

Pemkab Mojokerto Gelontor Peralatan

Upaya menekan angka putus sekolah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto. Beberapa langkah yang sudah dilakukan Pemkab Mojokerto meliputi peningkatan kualitas tenaga pendidik, memperbaiki sarana dan prasarana, hingga pemberian bantuan anggaran.

S

alah satau langkah yang diambil Pemkab Mojokerto dalam menekan angka putus sekolah adalah dengan menyalurkan bantuan sarana. Bantuan itu meliputi 22 unit laptop, router, printer, headset dan LCD proyektor kepada Pusat Kegiatan Belajar Masyakarat (PKBM) Insani Firaas, pada Rabu 8 Desember

26

|

| DESEMBER 2021

2021 di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan. Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati menegaskan bahwa pendidikan adalah salah satu dasar peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Sementara parameter lainnya adalah ekonomi, kesehatan, dan beberapa indikator yang berkaitan dengan kesejahteraan.


Itu sebabnya, Pemkab Mojokerto berupaya keras meningkatkan kualitas pendidikan untuk meningkatkan standar IPM. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik setempat, IPM Kabupaten Mojokerto tahun ini berada pada 73,83, atau naik 1,79 persen dari catatan tahun lalu yang mencapai 73,53. “Ketiganya (pendidikan, ekonomi, dan kesehatan) tidak bisa berdiri sendiri. Semuanya saling berkaitan. Tapi kita juga memiliki kewajiban menyelesaikan masalah pendidikan. Masih ada anak-anak yang belum bisa melanjutkan sekolah dikarenakan suatu alasan dan sebab lain,” kata Ikfina Fahmawati di sela pemberian hibah. Dalam meningkatkan kualitas pendidikan,

lanjut Ikfina Fahmawati, Pemkab Mojokerto tidak bisa melaksanakan sendiri. Dibutuhkan peran dari stakeholder dan masyarakat guna menangani masalah bersama. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada para tutor yang sudah meluangkan waktu dan tenaga untuk ikut mencerdaskan anak bangsa. Berkaitan dengan hibah yang diberikan Pemkab Mojokerto, Ikfina Fahmawati menegaskan bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi anakanak. Begitu juga dengan tenaga pendidik, diharapkan bisa meningkatkan kualitas pendidikan di era perubahan teknologi yang makin cepat. “Sangat penting dan bermanfaat. Beberapa sarana tersebut setidaknya bisa menunjang kualitas pendidikan

di tengah metode pembelajaran yang serba digital. Sebelumnya kami sudah pernah menyampaikan bahwa sarana itu penting, meski tidak mutlak untuk menunjang kualitas pendidikan,” tegas bupati wanita pertama di Mojokerto itu. Dalam pemberian hibah peralatan, Ikfina Fahmawati didampingi Kepala Dinas Pendidikan Zainul Arifin, Camat Trowulan, dan jajaran OPD Pemkab Mojokerto. Pada kesempatan tersebut, Ikfina Fahmawati juga memperkenalkan Golden Kids Center Pusat (re) Habilitasi Pendengaran berbasis keluarga. Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Zainul Arifin berusaha mengatasi masalah putus sekolah di wilayahnya. Menurutnya metode pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi Covid-19 ini menjadi perhatian serius untuk diperbaiki. “Pandemi Covid-19 yang sudah berjalan hampir dua tahun ini menyedot anggaran besar untuk penanganan penyebaran virus corona. Tapi bukan berarti tidak ada solusi. Saat ini kami terus memperbaiki kualitas Pendidikan, sekaligus menekan angka putus sekolah,” ungkap Zainul Arifin belum lama ini. Berkaitan dengan sinergi antara Pemkab Mojokerto dengan stakeholder sudah dilakukan. Di mana Pemkab Mojokerto bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI), yang memberikan bantuan satu unit mobil antar jemput sekolah (AJS). Kerja sama itu dilaksanakan bertepatan pada HUT Kabupaten Mojokerto pada Mei 2021 silam.

DESEMBER 2021 |

|

27


INSPIRA

Teguh Gunarko

Tidak Ingin Main-main dengan Jabatan Kabupaten Mojokerto telah memiliki sekretaris daerah (Sekda) baru. Dia adalah Teguh Gunarko. Pria yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pertanian (Kadisperta) Kabupaten Mojokerto ini resmi menduduki kursi sekda sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Mojokerto Nomor 821.2/521/HK/416-012/2021. Adapun prosesi pelantikan dilakukan di Pendapa Graha Majatama pada Senin, 11 November 2021.

D

ilantiknya pria kelahiran 27 Maret 1968 ini mengejutkan banyak pihak. Masalahnya nama Teguh Gunarko nyaris tak pernah diperbincangkan dalam kontestasi jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Bumi Majapahit. Selain itu, namanya tak pernah diperhitungkan para rival. Namun dia terpilih dan dilantik Bupati Ikfina Fahmawati, setelah melalui lika-liku yang panjang. Padahal nama-nama yang dimunculkan sebagai kandidat kerap menjadi

28

|

| DESEMBER 2021

bahan perbincangan. Sebut saja Kepala BPKAD, Mieke Juli Astutik; Kepala Dinas Kominfo, Ardi Sepdianto; Kepala DPMPTSP, Abdulloh Muhtar; Kepala Dinas PUPR, Bambang Purwanto; dan Kepala Dinas Sosial, Lutfi Ariyono. Pada dasarnya, ayah dua anak itu tak berambisi menjadi sekda. Bahkan dia tidak pernah membayangkan menduduki jabatan Pimpinan Tinggi Pratama tersebut. Terlebih Teguh tidak mendaftarkan diri sejak seleksi terbuka (selter) digulirkan Bupati Ikfina Fahmawati. Justru namanya tercantum

dalam surat perintah bupati untuk mengikuti tes seleksi terbuka Sekdakab. Artinya dia harus mengikuti proses selter sekda. Mau tidak mau Teguh Gunarko menjalankan instruksi pimpinan untuk maju dalam kontestasi sekda. “Karena nama saya tercantum di dalamnya, artinya saya harus menjalankan dan melaksanakan (perintah) sebaik-baiknya. Saya tidak pernah main-main dalam menjalankan tugas. Itu prinsip saya. Begitu dapat perintah, saya siapkan segalanya,” kata Teguh Gunarko. Selepas pelantikannya


DESEMBER 2021 |

|

29


sebagai sekda, dia memegang prinsip menjalankan perintah pimpinan. Bahkan dia mengaku tak bakal menonjolkan senioritas dalam birokrasi. Dia berusaha menjalankan tugas sebagai staf di bawah Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto, seprofesional mungkin. Kursi yang dia duduki saat ini bukanlah segalanya. Dia tidak pernah memiliki citacita sejak menjadi ASN. Tetapi apa yang kini dia emban merupakan amanah yang harus

30

|

| DESEMBER 2021

dilakukan sebaik mungkin. “Sekda adalah pembantu kepala daerah dalam merumuskan kebijakan daerah, maupun perangkat daerah terkait administratif. Saya berusaha menempatkan diri sebagai seorang staf sekaligus pembantu kepala daerah,” Teguh menambahkan. Selanjutnya Teguh mengajak seluruh jajaran ASN di Bumi Majapahit untuk tetap bekerja sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku. Terlebih,

tidak memanfaatkan kondisi maupun jabatan untuk meraup keuntungan pribadi dengan menghalalkan segala cara. “Poin penting adalah jangan semena-mena. Ojo sak karepe dewe. Yang kedua, jangan menyalahgunakan kewenangan (ebagai ASN). Karena kedua aspek ini paling penting agar selamat sebagai ASN,” pungkas Teguh. Pekerjaan yang tidak kalah penting menunggu Teguh Gunarko. Dua PR yang sudah


“

Poin penting adalah jangan semena-mena. Ojo sak karepe dewe. Yang kedua, jangan menyalahgunakan kewenangan (ebagai ASN). Karena kedua aspek ini paling penting agar selamat sebagai ASN,” Teguh Gunarko Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto

menunggu harus diselesaikan adalah merumuskan kebijakan daerah. Sedangkan satu lagi pembahasan APBD 2022 serta penanganan pandemi Covid-19 yang sebatas melandai. Belum lama ini Bupati Ikfina Fahmawati menegaskan pihaknya hanya mengambil terbaik di antara pilihan terbaik. Bukan berarti beberapa kandidat tidak memenuhi kriteria. Namun proses penilaian menjadi penentuan sebagai Sekretaris Daerah

Kabupaten Mojokerto. “Saya memang mengambil dari yang terbaik di antara pilihan terbaik. Terutama tiga besar yang muncul, kemudian dari nilai yang terbaik muncullah namanya (Teguh Gunarko),” kata Ikfina belum lama ini. Dia menegaskan bahwa proses pemilihan Sekda Kabupaten Mojokerto ini melalui proses panjang. Yakni, dari tim seleksi dengan sistem rotasi mutasi yang digelar pada 14 dan 15 September. Proses berikutnya dengan melibatkan tim asesor independen yang tergabung dalam pansel. Ikfina menegaskan proses tersebut sesuai dengan ketentuan dan objektivitas. Bahkan semua indikator

penilaian yang dilaksanakan tim panelis dianggap sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku. Dengan duduknya Teguh di kursi sekda, Ikfina memastikan bakal menggenjot program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Artinya, banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus segera dituntaskan. “Kita dituntut untuk bekerja lebih cepat dengan sinergitas kerja sama dan kolaborasi yang harus dijaga dengan baik dan semua ini untuk pembangunan di Kabupaten Mojokerto. Untuk masyarakat Kabupaten Mojokerto ke depan yang lebih baik,” papar Ikfina.

DESEMBER 2021 |

|

31


LINGKUNGAN

Pemkab Mojokerto Mitigasi Bencana Longsor dan Banjir Pemerintah Kabupaten Mojokerto melakukan mitigasi terhadap potensi bencana alam yang terjadi pada musim hujan. Salah satu langkah yang kini dilakukan Pemkab Mojokerto adalah melakukan penanaman pohon di daerah yang berpotensi longsor sepanjang musim hujan.

32

|

| DESEMBER 2021

B

upati Mojokerto, Ikfina Fahmawati memimpin tanam pohon sebanyak 1.4000 batang yang disebar di beberapa titik rawan bencana, pada Selasa 21 Desember 2021. Adapun di Desa Dilem, Kecamatan Gondang disebar 100 batang pohon. Penanaman ini untuk menguatkan struktur tanah dari ancaman bencana longsor pada masa yang akan datang. Menurut Kepala Pelaksana (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) BPBD


Yo’ie Afrida Soesetyo Djati penanaman pohon ini telah didahului dengan pemetaan daerah-daerah yang rawan risiko bencana alam longsor. “Pemetaan penanam pohon ini diprioritaskan untuk daerah yang memiliki risiko tinggi (longsor). Seperti di Desa Dilem dan beberapa daerah lain, dengan menanam pohonpohon produktif sebagai penguat tanah. Di antaranya durian, alpukat dan pete sebagai penguat lahan tanah,” kata Yo’ie. Berdasarkan data dari BPBD yang bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) menyebutkan terdapat lima titik bencana alam longsor di Kabupaten Mojokerto. Kelimanya tersebar di Kecamatan Pacet, Kecamatan Trawas, Kecamatan Ngoro (Desa Wotanmas Jedong), Kecamatan Gondang (Desa Kalikatir, Desa Begaganlimo, Desa Dilem) dan Kecamatan Jatirejo. Selain itu, terdapat beberapa daerah yang berpotensi rawan bencana banjir mulai dari Kecamatan Dawarblandong, Kemlagi, Puri, Sooko, Mojoanyar, Bangsal, Mojosari, Pungging dan Ngoro. Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa mitigasi bencana sangat penting. Pihaknya meminta mitigasi sebagai langkah preventif ini tidak hanya dilakukan pemerintah saja, tetapi melibatkan masyarakat, dunia pendidikan, hingga industri. “Kabupaten Mojokerto memiliki beberapa wilayah yang masuk peta rawan

bencana. Mulai dari kebakaran hutan, erupsi gunung berapi, angin puting beliung, banjir serta tanah longsor. Kita berusaha mencegah agar (bencana) tidak sampai terjadi. Preventif adalah langkah yang sangat penting,” terang Ikfina. Bupati wanita pertama di Mojokerto itu mencontohkan penanaman ribuan pohon ini sebagai bentuk pencegahan. Memang, lanjutnya, hasil dari pencegahan tidak bisa dinikmati tahun ini. Setidaknya bisa menjadi penguat struktur tanah pada tahun-tahun berikutnya. Tindakan preventif lainnya juga sudah dilakukan Pemkab Mojokerto. Beberapa di antaranya adalah pembersihan sampah di sepanjang saluran air, normalisasi sungai, hingga membersihkan dari tanaman air di sungai. Langkah-langkah tersebut telah dilakukan guna mencegah banjir langganan. “Saat ini adalah musim yang agak spesial, yakni efek LaNina. Mitigasi harus tepat dan cepat. Kita sudah melakukan koordinasi dengan semua pihak sejak Oktober lalu untuk melakukan mitigasi,” Ikfina Fahmawati menambahkan. Catatan yang dimiliki BPBD Kabupaten Mojokerto menyebutkan 13 dari 18

kecamatan memiliki potensi bencana alam yang meliputi kebakaran hutan, erupsi gunung berapi, angin puting beliung, banjir dan tanah longsor. Adapun hasil penelitian dari Institut teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menyebutkan luas total kawasan hutan di Kabupaten Mojokerto mencapai 27663,294 hektare. Jumlah itu terdiri atas hutan lindung seluas 618,672 ha, perusahaan jati 10225,941 ha, perusahaan pinus 4911,886 ha, dan taman hutan raya 11906,815 ha. Sementara area hutan lindung di Kabupaten Mojokerto dibagi dalam tiga kriteria. Yakni daerah dengan tingkat kelongsoran rendah (seluas 13.28 ha), tingkat kelongsoran sedang (177,24 ha) dan tingkat kelongsoran tinggi (427,15 ha). Dari penelitian tersebut juga menyebutkan penyebab longsor di daerah hutan lindung dikarenakan tingkat curah hujan yang tinggi, yaitu 2.000- 2.500 mm/ tahun. Selain itu, daerah yang mencakup kelerengan sebesar 15-25 persen (agak curam) seluas 32,318 ha, 25-40 persen (curam) seluas 109,939 ha dan > 40 persen (sangat curam) seluas 476,385 ha. DESEMBER 2021 |

|

33


BUDAYA

Menjaga Sendi-sendi Kehidupan di ‘Desa Budaya’ Mojokerto Jalur Batu-Kabupaten Mojokerto melalui Cangar dalam beberapa bulan terakhir ini cukup padat. Banyaknya wisatawan dari berbagai daerah memanfaatkan momen liburan, usai pandemi Covid-19 melandai. Akibatnya kendaraan roda dua dan empat memenuhi ruas jalan yang berdampak pada kemacetan.

T

erutama di jembatan kembar yang kerap digunakan foto-foto maupun pengambilan video, kerap timbul kemacetan. Maklum lokasi itu kerap menyedot perhatian pengguna jalan maupun wisatawan untuk mengbadikan bebagai momen. Tak disangka bila di antara jalur tersebut terdapat sebuah desa yang masih menjaga tradisi dan budaya leluhur.

34

|

| DESEMBER 2021

Namanya Desa Sendi. Desa ini secara administratif masuk Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Padahal jarak antara Desa Sendi dengan Pacet masih sekitar 7 kilometer. Banyak hal yang dipertahankan warga setempat. Salah satu yang cukup populer adalah ritual Ngangsu Banyu Kahuripan. Ritual ini dilakukan dengan mengambil air di tempat yang bernama Bhabakan Kucur Tabud. Warga

menggunakan peralatan timba tradisional yang terbuat dari bambu petung (cukil). Seluruh lapisan masyarakat, mulai anak-anak sampai orang dewasa mengikuti ritual ini. Kegiatan ini dilakukan setiap bulan tepatnya pada Jumat Legi. Tujuan diadakan ritual ini sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia yang diberikan. Aksi rutin itu kerap mencuri perhatian warga. Banyak para pengunjung atau wisatawan mangambil air tabud. Mereka percaya setelah kunjungan yang ketiga baru mendapatkan kesembuhan. Adat lain yang masih dipertahankan adalah mengunjungi “puthuk kursi”. Yakni tempat yang terdapat tatanan batu bata, dan mirip


sebuah kursi di puncaknya. Lokasinya berada di puncak sebuah bukit. Tempat ini kerap digunakan untuk memanjatkan doa. Biasanya dilakukan malam jelang hari Kemerdekaan RI yang jatuh pada 17 Agustus. Pada momen tersebut juga dipanjatkan doa untuk keutuhan NKRI serta perjuangan para pahlawan. Kegiatan ini juga dibarengi dengan jaran kepang atau kuda lumping. Upacara memeringati HUT RI juga tak luput digelar warga setempat. Bahkan ukuran bendera yang dibentangkan cukup besar. Yakni berukuran kurang lebih 72 meter. Bendera itu juga diarak keliling rumah warga. Masyarakat setempat memiliki empat pilar sebagai pegangan hidup, yang sampai saat ini dipegang teguh masyarakat lokal. Keempat pilar itu meliputi Tata Kuasa, Tata Kelola, Tata Produksi dan Distribusi, serta Tata Konsumsi. Ada tiga tempat yang dikramatkan warga Sendi. Tempat pertama adalah Gunung Kursi atau biasa dikenal dengan Phutuk Kursi. Tempat ini merupakan tempat sakral yang juga terdapat sebuah Goa. Konon, pejabat Majapahit diangkat dan diberhentikan di tempat ini. Tempat kedua adalah sanggar. Tempat ini digunakan untuk tempat adu ilmu atau berlatih ilmu kanuragan. Terakhir adalah Kucur Tabut. Tempat ini merupakan sumber mata air suci masyarakat. Sendi memiliki sejarah panjang sebagai desa adat yang mempertahankan budaya di Jawa Timur. Berdasarkan cerita turun-temurun, cikal bakal

penduduk Sendi dapat dirunut sejak abad ke-16. Adapun di era kolonial Belanda, eksistensi Sendi dibuktikan dengan dokumen kretek atau buku teritorial yang dikeluarkan pemerintah kolonial tahun 1915. Sekitar tahun 1918, Sendi berkembang menjadi desa dengan aparat pemerintah desa yang sudah lengkap. Sendi kala itu berada di wilayah Distrik Djaboeng, Regentschap Mojokerto, Recidentie Soerabaja. Berdasarkan keterangan para saksi hidup, waktu itu luas wilayahnya 212 hektar. Keberadaan Desa Sendi juga dibuktikan dengan adanya tanah ganjaran seluas 6 hektare. Tanah itu tercatat dalam lansiran buku C Desa Pacet tahun 1975, yang oleh pemerintah, pengelolaan lahan itu sampai sekarang dititipkan di Desa Pacet. Selanjutnya tanah itu disebut sebagai tanah ganjaran eks Desa Sendi. Menurut sesepuh desa, Mbah Toni, desa ini sudah berdiri sejak ratusan tahun lalu.

Bahkan, di zaman Kerajaan Majapahit, desa ini sudah ada. Desa yang berada di ketinggian 1.100 meter dpl di lereng gunung Weilrang itu memiliki nilai sejarah tinggi. Tahun 1925, Belanda mengklaim tanah adat desa. Kondisi semakin parah ketika Agresi Militer II Belanda. Berdasarkan sensus tahun 2018, jumlah penduduk di desa setempat mencapai 668 jiwa atau sekitar 323 KK. Itu sebabnya Sendi belum bisa diakui sebagai desa. Berdasarkan Permendagri Nomor 1 tahun 2017 pada pasal 7 ayat 1 huruf b menyebutkan bahwa wilayah Jawa paling sedikit 6.000 (enam ribu) jiwa atau 1.200 (seribu dua ratus) kepala keluarga. Sebelumnya Pemerintah Kabuaten Mojokerto sudah mengajukan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar Sendi bisa jadi desa sendiri. Tapi, Kemendagri melalui Pemprov Jatim menolaknya pada Agustus 2018.

DESEMBER 2021 |

|

35


VACANCY

S E J U T A

P O T E N S I

Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong Peninggalan kerajaan Majapahit menjadi daya wisata yang tarik luar biasa di Kabupaten Mojokerto. Bahkan salah satu destinasi wisata di Desa Bejijong ditempatkan di urutan ketiga kategori Cleanliness, Health, Safety, dan Environment sustainability (CHSE). Penghargaan itu diperoleh dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) pada 7 Desember 2021.

36

|

| DESEMBER 2021


A

DWI merupakan ajang nasional guna memberi penghargaan kepada desadesa wisata yang mempunyai prestasi dengan beberapa kategori penilaian. Di antaranya kategori CHSE, Desa Digital, Souvenir, Daya Tarik Wisata, Konten Kreatif, dan Toilet. Menjadi salah satu pemenang Anugerah Desa Wisata, Desa Bejijong yang terletak di Kecamatan Trowulan memiliki beberapa hal unik.

Tidak salah bila Bejijong mampu mengalahkan beberapa destinasi wisata desa lainnya. Hal yang tidak bisa dilewatkan saat berwisata ke Desa Bejijong adalah menjaga kelestarian peninggalan Majapahit. Yuk kita jalanjalan ke lokasi wisata di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan. Candi Brahu Lokasi candi ini berada di Dusun Jambu Mente. Candi ini dipercaya sebagai tempat suci umat Budha. Konon candi ini juga digunakan untuk membakar jasad prabu Brawijaya. Berdasarkan prasasti tembaga pada tahun 861 saka, nama Brahu berasal dari kata Wanaru atau Warahu, yang diperkirakan dibangun pada abad ke-15. Layaknya bangunan candi pada umumnya yang tersebar di Kecamatan Trowulan, Candi Brahu juga terbuat dari susunan batu bata merah. Pemerintah telah melakukan pemugaran pada 1990 dan selesai lima tahun kemudian. Disebut sebagai candi umat Budha, lantaran banyaknya benda-benda yang ditemukan di sekitar lokasi. Benda purbakala itu sangat lekat

dengan tradisi dan budaya umat Budha di zamannya. Beberapa benda kuno yang ditemukan meliputi alat upacara dan arca yang terbuat dari logam, dan perhiasan dari emas. Situs Siti Inggil Napak tilas Kerajaan Majapahit yang dapat dikunjungi di Bejijong adalah situs Siti Inggil. Situs ini diyakini merupakan makam dari pendiri Kerajaan Majapahit, Raden Wijaya. Berbeda dengan Candi Brahu, situs Siti Inggil berada di Dusun Kedungwulan. Selain makam Raden Wijaya, terdapat beberapa makam yang bisa ditemukan di dalam situs Siti Inggil. Di antaranya adalah Garwo Padmi Ghayatri, Garwo Selir Dhoro Pethak, Garwo Selir Dhoro Jinggo, dan Abdi Kinarsih Kaki Regel, yang ditemukan sekitar tahun 1965. Terdapat juga sanggar pemujaan yang berada di luar area situs Siti Inggil. Di sana terdapat dua makam yang bertuliskan Sapu Jagad dan Sapu Angin. Keduanya merupakan pengawal Raden Brawijaya. Pada website resmi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten

DESEMBER 2021 |

|

37


Mojokerto, situs ini sering dikunjungi peziarah. Umumnya mereka datang pada malam Jumat Legi atau bulan Suro. Di dalamnya juga terdapat sumur, yang konon airnya dapat mendatangkan berkah. Selain itu, dipercayai bisa mengabulkan doa terkait jabatan. Maha Vihara Hal lain yang tak kalah menarik dari Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong adalah kompleks Maha Vihara. Ini merupakan Buddhist Centre yang ada di wilayah Kabupaten Mojokerto. Di lokasi ini terdapat patung Budha Tidur terbesar di Indonesia. Bahkan disebut-sebut patung Budha terbesar ketiga di dunia,

38

|

| DESEMBER 2021

setelah di Thailand dan Nepal. Menjadikan patung Budha Tidur terbesar ketiga, menjadikannya meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri). Keunikan Budhist Centre ini juga terletak pada corak bangunannya. Karena berada di bawah bayangan Keprabuan Mojopahit, bangunan di vihara ini memiliki corak khas Jawa dengan atap joglo dan dinding yang terbuat dari relief batu pahat. Sedangkan di bawah bangunan terdapat relief yang menceritakan tentang kehidupan Budha Gotama, hukum Karmaphala, serta hukum tumimbal muncul. Sementara di dekatnya dikelilingi kolam air yang


sangat jernih. Di area ini juga terdapat perpustakaan dengan berbagai koleksi kitab agama Budha dalam berbagai macam bahasa. Sebut saja bahasa Indonesia, Inggris, Mandarin, India, Tibet, Pali, hingga bahasa Sansekerta, bisa dijumpai di lokasi. Ada juga kelas, aula pertemuan, maupun penginapan yang dapat menampung sekitar 200 orang. Tak jarang tempat ini digunakan untuk latihan dharma, meditasi, dan beberapa kegiatan yagn berkaitan dengan agama Budha. Keunikan ini membuat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Uno memuji kerukunan umat beragama di Kabupaten Mojokerto. Khususnya di Desa Bejijong yang penduduknya mayoritas beragama Islam. Mereka hidup berdampingan dan saling menghormati Budhist center. Sanggar Biyung Desa Wisata Bejijong masih melestarikan tradisi dan budaya bangsa. Salah satunya adalah tarian yang dimainkan anak-anak dan muda-mudi di

sanggar Biyung Pandansari. Tarian ini biasa dimainkan tiap akhir pekan dan bisa dinikmati pengunjung. Bahkan wisatawan bisa ikut belajar menari. “Terutama adik-adik yang punya passion tari, tiap Sabtu mereka berlatih di sanggar Biyung. Pengunjung boleh berlatih bersama anak-anak maupun remaja” jelas Pradana, salah satu warga yang juga tergabung pada Lembaga Desa Wisata (Ladewi) Gajah Mada. Cor Kuningan Tak lengkap rasanya bila tidak membeli buah tangan atau souvenir di Kampung Majapahit Bejijong. Cobalah melirik handycraft cor kuningan yang dibuat warga. Pasti tertarik. Pradana menyatakan bahwa souvenir yang dimiliki Desa Bejijong ini telah menembus pasar internasional. “Kerajinan di desa kami sudah menembus pasar Singapura, Hong Kong, Cina, bahkan Thailand. Negaranegara itu pada dasarnya menjadi pusat kerajinan kuningan,” jelasnya. Disebutkan, kerajinan cor kuningan di desa Bejijong ini sudah ada sejak zaman Belanda.

DESEMBER 2021 |

|

39


Hingga saat ini terdapat 40 perajin cor kuningan aktif yang dapat menghidupi 600 hingga 700 pekerja. Oh iya, mata pencaharian masyarakat setempat mayoritas perajin cor kuningan. Produk-produk yang dihasilkan antara lain hiasan interior maupun eksterior. Sebut saja replika patung Budha, replika candi Majapahit, asbak, gantungan kunci dan beberapa souvenir menarik lainnya. Soal harga bervariasi. Mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Jika berkunjung ke desa ini, Anda tidak hanya membeli, namun juga bisa melihat langsung pembuatan kerajian cor kuningan. Batik dan Makanan Khas Bejijong Suvenir lainnya yang dapat dijadikan oleh-oleh adalah batik khas Mojokerto. Di bulan Oktober 2021 lalu, beberapa produk yang dihasilkan warga Bejijong telah dipamerkan dalam fashion show di ajang Jatim Fair Hybrid di Surabaya. “Batik dan produk

40

|

| DESEMBER 2021

dihasilkan sendiri warga Bejijong. Pada peragaan busana batik di Surabaya juga dilakukan sendiri oleh ibuibu di desa kami,” Pradana menambahkan. Dia juga menyebutkan, selain mahir membatik, ibu-ibu desa Bejijong terhimpun dalam Centhini. Yakni kelompok wanita peduli makanan khas tradisional Kabupaten Mojokerto. “Ibu-ibu ini juga aktif membuat makanan tradisional, yang mereka olah dan dikemas dengan higenis dan semodern mungkin”, terangnya. Terkait terpilihnya Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong sebagai juara tiga kategori CHSE, dia mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak. Terutama Bupati Mojokerto, Ikfina Fakhmawati yang memberi dukungan penuh kepada Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong. “Terimakasih banyak kepada semua pihak, kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), Dinas

Kesehatan (Dinkes) dan seluruh OPD. Khususnya Ibu Bupati Mojokerto. Beliau sangatsangat mendukung kami. Terimakasih banyak untuk bantuannya,” ujarnya. Keberhasilan meraih poisisi ketiga Kategori CHSE, Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong kian ramai dikunjungi wisatawan. Hal ini diharapkan bisa memberi dampak pada perekonomian warga setempat. Saat ini, promosi Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong secara resmi dikelola Ladewi Gajah Mada. Pihak pengelola telah memberi berbagai paket liburan. Mulai dari homestay Rumah Majapahit yang dibandrol dengan harga sangat ekonomis. Terdapat pula paket ikut pelatihan tari, pembuatan cor kuningan, atau paket tour keliling ke semua destinasi wisata di Desa Bejijong. “Pengunjung bisa bermalam di Rumah Majapahit dengan harga Rp200.000 per malam untuk dua orang. Harga itu sudah termasuk sarapan khas Mojokerto,” tutupnya.


OPINI Oleh: Dedy Muhartadi Inspektur Pembantu Wilayah II, Inspektorat Kabupaten Mojokerto

Stop Pungli, Tolak, Lawan, dan Laporkan!! Pemberantasan pungutan liar (pungli) di Indonesia merupakan hal yang hingga saat ini masih menjadi tugas untuk diselesaikan pemerintah. Pelayanan publik sebagai ladang basah merupakan target utama bagi pemerintah untuk mencegah pungli. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, pungli dikategorikan sebagai modus atau salah satu bentuk korupsi.

K

eseriusan dalam pemberantasan korupsi adalah dengan dibentuknya lembaga-lembaga seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan lembaga khusus pemberantas pungli. Salah satunya Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli). Satgas Saber Pungli telah disahkan pada 21 Oktober 2016 melalui Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar. Presiden menilai pungli harus segera diselesaikan. Masalahnya kerugian yang diderita negara akibat praktik pungli cukup besar. Selanjutnya Presiden Joko Widodo menggelar rapat koordinasi dengan seluruh gubernur seIndonesia di Istana Negara pada 20 Oktober 2016. Ini merupakan tindak lanjut seluruh daerah dalam membentuk tim Satgas Saber Pungli di masing-masing kabupaten/kota. Selanjutnya pemerintah secara khusus membentuk Satgas Saber Pungli yang

memiliki empat fungsi. Di antaranya sebagai intelijen, pencegahan, penindakan dan yustisi. Satgas Intelijen bertugas melakukan pemetaan pada beberapa instansi yang rawan pungli. Pada bagian ini, satgas dapat melakukan pengumpulan data dan informasi dari berbagai pihak. Selanjutnya adalah pencegahan. Satgas dapat melakukan upaya-upaya yang bersifat preventif dan edukatif. Contoh upaya yang dapat dilakukan meliputi kegiatan sosialisasi, supervisi, penyuluhan maupun pelatihan. Selain keduanya, satgas dengan fungsi lain adalah

penindakan. Kewenangannya lebih pada upaya represif. Satgas penindakan dapat menerima laporan dari masyarakat dengan melalui teknologi informasi. Baik melalui media sosial atau aduan secara langsung. Satgas penindakan juga dapat melakukan koordinasi untuk merencanakan dan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Terakhir adalah Satgas Yustisi. Ini merupakan bagian yang menjadi penentu. Penentu dalam hal ini adalah dengan memberikan rekomendasi terkait sanksi yang akan diberikan kepada pelaku pungli. Satgas Yustisi dapat

DESEMBER 2021 |

|

41


membantu tugas aparat penegak hukum memberantas pungli. Salah satu cara yang dilakukan adalah melakukan penangkapan, pemeriksaan dan penahanan. Pelayanan publik menjadi tempat yang paling rawan terjadi praktik pungli. Itu sebabnya dibutuhkan komitmen dan keseriusan. Ini juga terjadi pada Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Keputusan Bupati Mojokerto Nomor 188.45/819/HK/416012/2016 Tentang Pembentukan Unit Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar. Sebagaimana Keputusan tersebut, Penanggung Jawab UPP Sapu Bersih Pungutan Liar adalah Bupati Mojokerto, Kepala Kepolisian Resor Mojokerto, Kepala Kepolisian Resor Mojokerto Kota, Komandan Distrik Militer 0815 Mojokerto, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto dan Komandan Detasemen Polisi Militer V/2 Brawijaya, Wakil Bupati sebagai pengarah dan Sekretrais Daerah sebagai Pembina. Ketua Pelaksana UPP Saber Pungli adalah Wakil Kepala Kepolisian Resor Mojokerto dan Inspektur Kabupaten Mojokerto, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Mojokerto dan Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokero sebagai Wakil Ketua. Di dalam struktur UPP Saber Pungli juga dibagi dalam beberapa kelompok kerja (Pokja). Antara lain Ketua Pokja Unit Intelijen adalah Kasat Intelkam Polres Mojokerto dan Ketua Pokja Unit Pencegahan adalah Inspektur Pembantu Wilayah II Inspektorat Kabupaten Mojokerto.

42

|

| NOVEMBER DESEMBER 2021 2021

Kemudian Ketua Pokja Penindakan adalah Kasat Serse Krimininal Polres Mojokerto dan ketua Kelompok Kerja Yustisi dijabat Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Mojokerto. Kegiatan preventif yang dilakukan Satgas Saber Pungli meliputi sosialisasi, supevisi, pengawasan dan monitoring. Beberapa kegiatan UPP Saber Pungli Kabupaten Mojokerto antara lain menggelar rapat pertemuan dalam bentuk video conference bersama UPP Saber Pungli Pusat dan Provinsi. Selanjutnya melakukan sosialisasi hukum tentang pencegahan pungli di beberapa kecamatan, Supervisi tim UPP ke beberapa lembaga pendidikan/sekolah dan monitoring kegiatan penyaluran Bantuan Sosial Pangan Program Sembako (BSPPP), Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tindak Pidana Korupsi di Indonesia telah menjadi fenomena yang sangat mencemaskan. Hal ini ditandai dengan beberapa indikator. Seperti rendahnya kualitas pelayanan publik, rendahnya kualitas sarana dan prasarana masyarakat, inefisiensi dan tidak efektifnya pengelolaan sumber daya kebutuhan pelayanan publik. Tindak pidana korupsi sebagai extra ordinary crime (kejahatan luar biasa), harus ditangani dengan cara yang luar biasa. Pungli adalah salah satu bagian dari tindak pidana korupsi. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pelaksana layanan publik melakukan pungli yang disebabkan karena ketidakjelasan prosedur layanan.

Selain itu, adanya penyalahgunaan wewenang dan keterbatasan informasi layanan yang diberikan sehingga tidak dapat diakses pengguna layanan. Penyebab lain karena kurangnya integritas pelaksana layanan, kurangnya pengawasan dari atasan dan pengawas internal, serta adanya kebiasaan dari pelaksana dan pengguna layanan. Pungli dapat diberantas dengan catatan adanya komitmen bersama antara penyelenggara layanan publik dan masyarakat sebagai pengguna layanan publik. Bagi penyelenggara layanan publik, salah satu bentuk komitmen sederhana yang dapat dilaksanakan adalah dengan melakukan pemenuhan terhadap setiap komponen standar layanan. Minimal apabila standar layanan tersebut sudah terpampang dengan jelas, masyarakat dapat mengetahui dengan jelas dalam pelayanan yang diterimanya apakah dikenakan biaya atau tidak. Bagi masyarakat, komitmen sederhana yang dapat dilakukan adalah mulai menghentikan segala bentuk permakluman praktik pungli dalam bentuk apapun. Tidak lagi membiarkan dan memaafkan perilaku pungli. Apabila melihat dan mengalami pungli, silahkan laporkan ke instansi yang berwenang. Jangan takut untuk melapor, sertakan bukti dan keterangan yang kuat, identitas pelapor dirahasiakan. Jika melihat atau mengetahui bisa melaporkan melalui call cebter (0321) 6853535, WhatsApp 085852121344, email saberpunglimojokerto@gmail. com.***


DESEMBER 2021 |

|

43


informatif & Kreatif

OFFICE Jl. Komando Hayam Wuruk – Pacet Telp. (0321) 690689

WIKA FM 95,7 STUDIO MINI Jl. KH. Hasyim Ashari No. 12, Mojokerto Kantor DISKOMINFO Kab. Mojokerto

E-mail: radiowikafm@gmail.com FanPage: Wikafm Mojokerto

Telp.: (0321) 391268 WebSite: www.mojokertokab.go.id

PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO

44

|

| DESEMBER 2021

DISKOMINFO KABUPATEN MOJOKERTO


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook