24
Sudut Pandang
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Kumpulkan Teman Yoga di Rumah
Masyarakat mengenal yoga sebagai aktivitas senam yang latihan utamanya adalah pada postur (tubuh). Selain sebagai senam untuk kebugaran tubuh, masyarakat masa kini juga melakukan Yoga sebagai salah satu cara pengobatan alternatif yang biasanya dilakukan dengan latihan pernapasan, olah tubuh dan meditasi.
S
ejak lebih dari dua tahun lalu, Yoga di Mataram, N u s a Te n g g a r a B a r a t berkembang demikian pesat. Awalnya hanya satu tempat yoga yang aktif dilakukan oleh komunitas yoga seperti Lombok Yoga Center (LYC) dengan puluhan peserta. Salah satunya Ervinna Darma Adinata, yang sangat merasakan manfaat bagi kesehatannya dari melakukan yoga ini. Sebelum melakukan yoga, Ervinna menderita sakit tulang dan persendiannya tiap kali bangun pagi. Lalu saat yoga mulai ada di Mataram, ia mengikutinya sebagai terapi bagi rasa sakit yang dialaminya itu. Baginya yoga bukan hanya senam semata melainkan juga sebagai salah satu cara pengobatan alternatif. “Setelah melakukan yoga selama dua bulan pertama, saya merasakan perubahan baik itu sangat terasa. Tiap bangun pagi tulang dan sendi saya tidak pernah terasa sakit,” ujar Ervinna yang seharisehari berbisnis kue ini. Manfaat yoga yang kemudian diceritakan dari mulut ke mulut inilah yang kemudian membuat senam yoga berkembang sangat baik di Mataram. Menurut Ervinna yang
dua bulan terakhir ini sempat meninggalkan yoga karena kesibukannya dan berencana membuat komunitas yoga yang baru, komunitas yoga di Mataram sekarang terus bermunculan. “Malah sekarang komunitas yoga banyak di Mataram. Tempat-tempat senam aerobik juga kini banyak yang menyelenggarakan yoga,” katanya. Beberapa tempat yoga yang ada
di Mataram sekarang merupakan pecahan dari LYC yang saat ini sudah tidak aktif karena kesibukan masing-masing anggotanya, seperti yang disampaikan Ervinna. “Beberapa anggota LYC ada yang buka tempat yoga dan menjadi guru yoga di tempat terse-
lah,” katanya. Perkembangan yoga di Mataram tidak hanya sebatas pada pembukaan tempat-tempat yoga baru melainkan, menurut Ervinna sudah merambah k e k e g i a t a n - kegiatan yoga di rumah-rumah secara privat. “Biasanya ibu-ibu kumpulkan rekanrekannya lalu menyelenggarakan yoga
but,” ujarnya. Te r m a s u k i a salah satunya yang tengah bersiap untuk membuka tempat yoga karena merasakan manfaat dari yoga untuk kesehatannya. “Setelah berhenti yoga selama dua tahun terakhir, tubuh saya kembali merasakan sakit dan mudah sekali le-
di rumah. Beberapa orang yang sudah lama menekuni yoga yang menjadi guru-guru yoga ke rumah-rumah,” ungkap Ervinna. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan yoga di Mataram meningkat. Biasanya yang rajin mengikuti yoga adalah perempuan usia 30-40an tahun. Usia yang menurut Ervinna mulai membutuhkan perhatian kesehatan yang lebih. Usia dimana orang semakin sadar akan pentingnya kesehatan. -Naniek I. Taufan
Padukan Akrobatik dan Yoga Seiring dengan perkembangan zaman, olahraga dilakukan bukan hanya untuk menyehatkan badan namun sudah menjadi gaya hidup. Terutama bagi mereka yang hidup di perkotaan dan salah satu yang tengah digemari adalah olahraga akroyoga. Akroyoga adalah olahraga yang dilakukan dengan memadukan gerakan yoga dan akrobat. Setiap gerakan yang dilakukan mengandung unsur akrobatik. Karena bentuk gerakannya, akroyoga juga dikatakan sebagai salah satu langkah alternatif yang baik untuk membentuk tubuh dengan cara alami. Hal ini diakui oleh Rina Diana, salah seorang yang menyukai kegiatan olahraga ini. Ia tercatat aktif berlatih sejak dua tahun terakhir di Yogasati Roof Garden Yoga Centre di kawasan Renon, Denpasar. Bagi Rina Diana, akroyoga merupakan salah satu jenis olahraga yoga, yang dapat dilakukan di dalam ruangan dengan waktu yang relatif lebih singkat dibanding olahraga lainnya. Olahraga ini, katanya sangat menyenangkan
karena dilakukan dengan cara berpasangan, dilengkapi dengan gerakan yang memadukan gaya akrobatik dan yoga. Karena akroyoga dilakukan secara berpasangan, kata Rina Diana, maka koneksi yang terhubung akan mengajarkan kita, bahwa saat aktivitas yoga dilakukan merupakan sebuah energi yang dapat dilihat, didengar, dirasakan dan saling percaya satu sama lain. “Tiap jenis gerakan akroyoga ini dapat membantu kita untuk lebih rileks dan mampu melepaskan stres. Selain itu pula, katanya melalui gerakan akroyoga pula, kita akan dilatih untuk terus mengasah kepercayan diri. Jika ini berhasil kita lakukan. sudah pasti membantu menumbuhkan kepercayaan diri,” ujarnya. Sekarang jelas
kalau akroyoga ini mempunyai banyak manfaat selain menjaga kesehatan fisik seperti olah raga lainnya juga menjaga keseimbangan pikiran. Secara umum. Berikut beberapa manfaat akroyoga, mulai dari melatih lebih tenang dan sabar, menyelaraskan fisik dan emosi, melatih keberanian,meningkatkan fokus dan memori, meningkatkan sistem kekebalan, menguatkan kaki dan menghilangkan ketegangan tubuh hingga mengharmoniskan hubungan. -Sri Ardhini
Ayushita Widyartoeti Nugraha
Yoga Membantu Keseimbangan Fisik dan Pikiran Seorang artis atau public figure memang dituntut bukan saja harus memiliki kemampuan yang prima tapi juga berpenampilan maksimal. Karena itu sebisa mungkin mereka ini berusaha menjaga penampilannya dengan berbagai cara, di antaranya lewat olah raga. Itu juga yang dilakukan artis multitalenta, Ayushita Widyartoeti Nugraha. Salah satu olahraga yang ditekuni pemeran film komedi action horor ‘Gila Jiwa’ ini adalah yoga. “Pada dasarnya aku suka olah raga, bukan hanya yoga. Aku suka banyak olahraga, termasuk pilates. Cuma untuk yoga dan pilates aku rutin melakukannya, minimal seminggu tiga kali. Selain itu aku juga aktif nge-gym. Bahkan kalau yoga aku sudah lama banget menekuninya,” kata peraih penghargaan Indonesia Movie Awards 2015 yang mengaku badannya cepat melar jika
tidak berolahraga rutin. Selama 11 tahun menekuni yoga, kata Ayu, banyak manfaat yang didapatnya. Bukan saja dari segi kesehatan dan tubuh indah, tapi lebih dari itu ia menjadi lebih mampu mengontrol emosi serta fokus dengan apa yang dilakukan. Itu sebabnya, meski banyak jenis olah raga juga dilakoninyal, yoga tak pernah ketinggalan. Karena lewat Yoga, ia merasa mendapat lebih, bukan sekadar tubuh sehat. Yoga membantu keseimbangan fisik dan pikirannya. Gadis cantik berambut keriting ini memiliki kegiatan segudang, mulai dari syuting film, presenter bahkan mengurus bisnis restorannya. Di tengahtengah kesibukannya, ia berusaha tetap berolahraga minimal setengah jam. Itu, akan membuat moodnya tetap terjaga, juga tidak jenuh dengan rutinitas pekerjaan. “Tapi ya tidak hanya yoga, aku juga olah raga yang lain kok. Jadi kalau bosan satu, pindah ke lain, yang mana yang lagi mood aja,” kata pemeran film Me vs High Heels ini. Hal yang sama juga dilakukan Andien Aisyah. Pelantun tembang hits ‘Bisikan Hati’ ini juga mengaku menggemari yoga sejak lama. Bahkan beberapa tahun terakhir ia aktif menekuni acroyoga,
sebuah olah raga yoga dimana setiap gerakan yang dilakukan mengandung unsur yang menggabungkan unsur akrobatik dan yoga. Selain yoga, ia juga menekuni sejumlah olah raga lainnya seperti pilates, muay thai, gym, dll. Olah raga ini dilakukan secara bergantian setiap harinya. Yang pasti, dia berusaha berolah raga setiap hari. “Pokoknya setiap hari, meski sibuk, tetap diusahakan untuk berolahraga, meski hanya sebentar,” kata wanita kelahiran Agustus 1985 ini. Menurut Andien, aktif berolahraga bukan sekadar untuk kesehatan diri tapi juga menjaga penampilannya di panggung. “Dengan rajin berolahraga performa di panggung lebih terjaga. Kalau dulu sebelum rajin olah raga nyanyi beberapa lagu bisa bikin ngos-ngosan, karena kan di panggung bukan sekadar menyanyi tapi juga ada gerakannya. Nah, kalau sekarang tidak lagi,” ujar penembang ‘Let it Be My Baby’, ini. Apalagi ia pernah terkena kanker. Karena itu, selain kini menjaga kesehatannya lewat asupan makanan, ia juga harus rajin olah raga. “Dengan rajin olah raga kita juga menjadi tidak mudah capai juga pikiran positif tetap terjaga,” katanya.—Diana Runtu
redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
www.tokoh.co.id
2
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
GORO-GORO A m a t berduka. Soalnya, pahlawan yang dikaguminya menPutu Wijaya inggal. “Siapa lagi, kalau bukan si Mulut Besar Mohammad Ali,” kata Bu Amat menjelaskan kepada Ami, dengan rada keki. “Dulu keponakan Ibu meninggal, bapakmu biasa-biasa saja, ini si Ali, orang Amerika, kenal saja tidak, kok bapakmu itu pakai tidak enak makan seharian segala?!” Ami ketawa. “Jangan begitu, Bu. Dulu waktu Gus Dur tidak ada, Bapak juga menangis, tapi Ibu biasabiasa saja. Baru waktu kucing ibu
mati, Ibu menangis. Ingat?” “Ya, tapi itu kan kucing kesayangan Ibu yang setia menemani ibu tidur ?” Amat muncul, langsung nimbrung. “Ya, itu artinya kita kompak gotong-royong. Bapak sedih, ibu tidak. Kalau dua-duanya sedih nanti siapa yang masak? Ibu nangis, Bapak tidak. Kalau Bapak ikut nangis nanti siapa ngubur kucingnya?” Ami ketawa. Bu Amat melengos terus ngeloyor ke dapur, tak mau mendengar “jab” Amat. Tapi kemudian ia ke tetangga dan bergunjing tentang Ali. “Bu Made, Pak Made tidak sedih Ali meninggal?” Bu Made tercengang. “O, masak? Kasihan, Minggu
ali
lalu dia baru nawarkan kompor gas yang bisa dicicil 10 kali.” Bu Amat tertawa. “Bukan si Ali tukang kredit, Bu Made, tapi Mohammad AlI!” “Ali yang mana, Bu Amat?” “Masak tidak tahu?! Ali juara tinju dunia! Semua orang tahu! Ali itu kan kesayangan suami saya! Dia kagum, sebab Ali rela dicopot gelar juara dunia dan masuk penjara, karena dia menolak wajib militer - padahal itu kewajiban setiap warga negara Amerika - karena Ali tak mau terlibat dengan perang Vietnam!” “Lho kenapa Itu kan membela negara?” Bu Amat tidak bisa menjawab. Setelah kembali ke rumah, dia menggebrak Amat.
Ekspresso “Pak! Kenapa Ali tidak mau berperang ke Vietnam, padahal dia kan juara tinju, tukang berkelahi? Apa gunanya jadi juara kalau tidak membela negara.” Amat terkejut. “Siapa bilang Ali tidak membela negara?” “Habis kata Bapak dia menolak wajib militer jadi dimasukkan ke penjara?! “Memang! Sebab perang Vietnam itu politik. Amerika sudah mencampuri urusan dalam negara orang. Ali menolak ikut memerangi orang Vietnam, karena dia yakin itu bukan urusan membela negaranya tapi urusan politik. Akhirnya Amerika menarik tentaranya,
tapi sudah banyak sekali yang mati dan jadi korban. Ali berani melawan negaranya yang keliru. Tidak banyak orang seperti dia. Banyak petinju juara dunia yang hebat, tapi hanya Ali yang di samping petinju hebat juga aktivis kebenaran! Yang berani!” Amat begitu berapi-api sampai naik ke kursi. “O, jadi karena itu Bapak mengagumi Ali?” Amat tiba-tiba sadar, lalu turun dari kursi dan berbisik lirih: “Ya. Bapak mengagumi AlI karena dia berani, melawan ketidakbenaran, meskipun itu negaranya sendiri. Bapak mengagumi Ali, karena Bapak sendiri pengecut.”
Pendidikan Wirausaha dalam Keluarga Banyak orangtua yang belum mengerti cara-cara mendidik anak yang efektif. Kebanyakan dari mereka melaksanakan pendidikan dengan menggunakan kekuasaan atau otoritas orangtua. Anak dianggap sebagai makhluk yang harus tunduk dan patuh kepa da segenap kehendak dan aturan-aturan orangtua. Sikap berkuasa sementara orangtua ini ditunjukkan kepada anak-anak, terlebihlebih kepada anak-anak yang bukan anak kandung mereka atau anak-anak dari sanak saudara yang berasal dari lingkungan lain, misalnya dari desa. Pendidikan yang mereka berikan lebih banyak berupa nasihat-nasihat dan teguran-teguran yang tidak memperhatikan taraf pertumbuhan dan perkembangan anak. Mereka anti terhadap tindakan-tindakan anak yang dianggap salah atau tidak pantas. Bagi para orangtua yang belum mengenal perkembangan jiwa anak, cenderung lebih suka men ga nggap aneka tingkah laku anak kecil sebagai keanehan yang tidak pantas. Para orangtua cenderung menekan dan membatasi gerakan dan variasi tingkah laku anak-anak.
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Pe n d i d i k a n w i r a u s a h a pada umumnya merupakan suatu proses pendidikan untuk menumbuhkan jiwa berwirausaha, upaya ini semakin lama semakin digalakkan dan di beberapa sekolahpun sudah diberikan, hal ini bertujuan untuk mengimbangi perkembangan arus globalisasi yang mana setiap orang dituntut untuk mampu bersaing dan mengembangkan inovasi-inovasi dalam berwirausaha. Fondasi utama dalam menumbuhkan jiwa wirausahawan adalah mental untuk berwirausaha dan hanya dapat dibentuk oleh lingkungan, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat. Penanaman jiwa wirausaha oleh keluarga sejak dini akan sangat berdampak besar terhadap kemampuan anak dalam berwirausaha ke depan. Keluarga merupakan tempat pertama bagi kita dalam mendapatkan segala hal, mulai dari pendidikan, tingkah laku, sopan santun bahkan gaya kehidupan mendatang juga sangat terpengaruh dengan kondisi keluarga. Berwirausaha merupakan salah satu kegiatan yang juga tidak luput dari pengaruh keluarga. Tanpa disadari sejak kecil semua orang dilatih untuk bekerja,
Dr. Putri Anggreni, S.E., M. Pd.
mandiri, dan tidak malasmalasan. Pasti setelah itu kita langsung disuruh untuk untuk melakukan sesuatu, seperti menyapu, memberi makan ternak, mencuci, dll. Apapun itu bentuk pekerjaannya, itu semua merupakan suatu bentuk pendidikan yang langsung terjun di lapangan.dan merupakan awal dari keluarga untuk mendidik berwirausaha. Tetapi kini semuanya seperti terbalik, orangtua menginginkan anaknya untuk terus belajar, mereka ingin kita dapat menghafalkan materi yang banyak, mampu menghitung dengan cepat, lulus dengan nilai yang bagus
dan juga mendapatkan gelar yang tinggi. Tetapi seberapa penting itu semua jika setelah lulus sarjana hanya menganggur, dan banyak sekali yang mengalihan kepada wirausaha. Mendidik anak untuk memiliki mental wirausaha sejak dini dapat berbentuk seperti mengajari anak tidak boros, rajin menabung, dan perbuatan terpuji lainnya. Dengan begitu, apabila ini dilakukan secara kontinyu, secara bertahap akan membentuk karakter wirausaha yang kuat dalam diri anak. Sebagai contoh, anak yang masih di Sekolah Dasar diminta untuk memberikan hadiah ulang tahun (sesuatu yang tak ada di toko). Akhirnya, dengan kreativitasnya sendiri, anak menyusun sebuah lagu lengkap dengan aransemen musik ciptaannya sendiri. Beberapa langkah yang dapat diajarkan
sejak anak balita sampai usia dini adalah: Pertama, membiasakan anak untuk mengungkapkan gejolak jiwanya dalam bentuk sesuatu yang tertulis baik berupa tulisan maupun gambar; Kedua, mendidik anak dengan kebaikan-kebaikan yang muncul dari dirinya sendiri sebagai hasil dari serapan anak terhadap lingkungan atau apa yang dilihat dari orang tua, guru dan teman-temannya; Ketiga, membiasakan perbuatan baik yang sudah dilakukan; Keempat, menjadikan kebiasaan itu menjadi karakter. Salah satu ciri menjadi karakter adalah jika perbuatan itu tidak dilakukan, maka anak akan merasa kehilangan dan atau mengingatkan akan kebiasaan yang belum dilakukan tersebut. Dr. Putri Anggreni, S.E., M. Pd Dekan FE Unmar
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Sudut Pandang
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
23
Belajar Berkomunikasi dengan Tubuh
Di tengah hiruk pikuk kegiatan yang dilakukan masyarakat, yoga adalah salah satu alternatif untuk mengembalikan ketenangan pikiran dari kepenatan. Rutinitas yang kadang menyita waktu dan segala permasalahannya membuat masyarakat cenderung mengalami kelelahan dan dilanda rasa stress yang berakibat buruk bagi kesehatan. Hal tersebut disampaikan oleh Ni Ketut Stariani.
O
lahraga yoga beberapa tahun terakhir memang sangat berkembang pesat di Bali, akan tetapi di Buleleng belum terlalu mendapat respons dan digandrungi oleh masyarakat. Hal tersebut dikarenakan masyarakat belum terlalu tahu dan paham manfaat dibalik olahraga yang mengutamakan pengaturan pernafasan tersebut. “Yang lebih ngetrend olahraga yang lain, dikarenakan hasilnya terhadap fisik lebih nyata dibandingkan dengan yoga,” ungkapnya. Menurut wanita yang menempuh pendidikan yoga healing di Pesraman Markandeya, Ubud
tersebut mengatakan ada banyak manfaat yoga yang didapatkan jika mampu mengenal yoga secara keseluruhan. Jika olahraga lain hanya mendapatkan kesehatan fisik saja, maka lain halnya dengan mengikuti kelas yoga. Ada tiga manfaat dari yoga antara lain, kesehatan fisik, kesehatan mental, dan kesehatan spiritual. Wanita yang memperoleh gelar Master yoga tersebut juga mengungkapkan bahwa setiap olahraga akan berdampak bagi kesehatan fisik, namun banyak kegiatan maupun kondisi yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental. “Zaman sekarang kesehatan mental sangat penting, banyak hal membuat seseorang stres akan tetapi di dalam yoga kita diajarkan bagaimana menghilangkan hal tersebut,” imbuhnya. Manfaat yang paling besar
Jro Stariani sedang mengajar kelas yoga
didapatkan adalah kesehatan spiritual. Spiritual sangat erat kaitannya dengan keyakinan, baik terhadap alam maupun dengan Tuhan. “Kalau keyakinan kuat maka pikiranpun akan kuat, tidak goyah ataupun berpikir pendek,” papar wanita murah senyum ini. Semakin banyaknya orang yang merasakan secara nyata manfaat dari olahraga yoga, semakin tinggi pula minat masyarakat yang ingin mengikuti kelas yoga di Buleleng. Pemilik Bhuana Markandeya Yoga tersebut juga mengatakan untuk dapat mendapatkan ketiga manfaat itu secara maksimal memang tidak mudah. Sebagai seorang guru yoga, ia harus mampu berlaku sabar dalam menuntun muridnya dalam memahami yoga. Selain kesabaran juga harus didasari
Jro Stariani
oleh keyakinan. “Kita harus mampu menanamkan keyakinan diri dan keyakinan pada Tuhan, dan juga belajar komunikasi dengan tubuh,” ujarnya wanita yang berulang tahun 21 Oktober tersebut. Jika dalam belajar yoga tidak mampu berkomunikasi dengan tubuh maka seseorang hanya mampu mempelajari gerak saja, sebab belajar yoga berarti memainkan rasa dan juga memainkan jiwa. Menurutnya perempuan yang akrab disapa Bu Jro ini, manfaat yoga akan benar-benar dirasakan jika dilakukan secara total dan bukan hanya sekadar ikut-ikutan. “Sebenarnya, aura dan cakra setiap orang sudah terbuka karena dipengaruhi oleh pikiran negatif maka kedua hal tersebut menjadi kotor, sehingga dalam yoga hal tersebut akan dibersihkan,” tambahnya. Jika pikiran negatif sudah mampu dibersihkan maka seseorang akan memiliki kepercayaan tinggi sekaligus akan terlihat lebih menarik. Hal tersebutlah yang dikatakan bahwa yoga dapat bermanfaat bagi kecantikan. Meskipun dalam yoga diajarkan cara mengatur nafas yang benar dan menjaga kesabaran, akan tetapi yoga tidak bisa disamakan
Mulai dari yang Mudah Yoga adalah aktifitas fisik yang usianya cukup tua yang sering diidentikkan dengan urusan spiritual. Aspek-aspek yang menjadi fokus dalam latihan yoga adalah kekuatan otot dan kelenturan. Inilah keunikan yoga sebagai satu olahraga dibandingkan dengan olahraga lainnya. Demikian diungkapkan dr. I Putu Adiartha Griadhi, M.Fis. AIFO. Saat melakukan olahraga jogging, berenang, ketahanan jantung (aerobik) sangat dominan dilatih. Sedangkan, pada yoga, aspek penting bukanlah ketahanan jantung tapi kekuatan otot dan kelenturan. Ada bermacammacam pendapat, dari riset ilmiah, yoga disebut bisa
menurunkan tekanan darah dan risiko jantung. Namun, ada juga yang tidak mendapatkan manfaat tersebut. Selain gerakan tubuh, yoga biasanya diikuti dengan olah pikir, sebagai bagian dari kegiatan spiritual. Untuk mendapatkan, hasil yang maksimal, gerakan yoga harus dilakukan secara utuh. “Kalau hanya mengandalkan dari hasil gerakan tubuh, manfaat yoga hanya sebatas pada kekuatan otot dan kelenturan,” ujar staf pengajar Ilmu Fisiologi Olahraga Fakultas Kedokteran Unud ini. Ia menyarankan, yoga hendaknya dilakukan rutin dan utuh untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Utuh, dalam artian, tidak hanya gerakan yang benar tapi diikuti dengan
olah pikiran dan pengaturan nafas. “Sambil yoga mengendalikan pikiran, rileks sehingga membuat perasaan tenang dan dapat mempengaruhi hormon. Kemungkinan dengan kondisi ini bisa memberi pengaruh kepada beberapa organ tubuh,” katanya. Untuk efek negatif, menurutnya, jika gerakan yoga bagi pemula dilakukan tanpa instruktur. “Ada beberapa gerakan yoga yang awalnya harus dibantu instruktur untuk menghindari cedera,” ujarnya. Gerakan yoga hendaknya dilakukan bertahap mulai dari yang mudah sampai yang sulit. Biasanya, para pengajar yoga adalah orang yang sudah terampil di bidangnya. Mer-
dr. I Putu Adiartha Griadhi eka bisa melakukan gerakan dengan kelenturan tubuh yang maksimal sehingga mampu melakukan gerakan seperti melipat atau melingkar. Tentu hal ini tidak mudah, perlu lati-
dengan meditasi. “Kalau meditasi itu tujuaanya hanya memfokuskan dan menyucikan pikiran maupun kegiatan saja,” tambah perempuan yang tinggal di desa Penarukan tersebut. Selain berlatih yoga di dalam ruangan, ia juga sering mengajak muridnya untuk berlatih di alam terbuka seperti pantai Kerobokan. Hal tersebut dimaksudkan untuk mendekatkan jiwa dengan alam. Selain mengajurkan yoga untuk mesyarakat pada umumnya, Bu Jro juga sangat menganjurkan yoga bagi ibu hamil. hal tersebut sangat bermanfaat bagi kesehatan janin di dalam kandungan. “Kenapa saya katakan untuk kesehatan janin, karena kalau kesehatan ibunya kan dapat dilihat secara langsung. Akan tetapi kalau bagi janinnya hanya dirasakan melalui sentuhan,” tandasnya. Jika seorang ibu rajin bergerak maka bagi di dalam kandungan juga akan leluasa bergerak. Selain baik untuk kesehatan fisik juga baik untuk kesehatan spiritual janin. “Dari dalam kandungan bayi harus disucikan dan dibersihkan melalui sebuah sentuhan dari seorang ibu dengan kata lain mengaktifkan kembali gerakan bayi yang berada di dalam kandungan,” tambahnya. -Wiwin
han dalam waktu yang lama. Celakanya, sebagian orang melihat hasil akhirnya saja, dan mereka ingin instan. Bicara tentang manfaat yoga, aka ada banyak jawaban. Ada yang menyebut bisa memperbaiki cakra dll. Namun, dari konteks fisiologi olahraga, yoga hanya memberikan manfaat kelenturan tubuh dan kekuatan otot. Tiap orang mempunyai sensifitas masing-masing. Tiap orang mendapatkan hasl yang berbeda. “Intinya, kalau latihan fisik misalnya membesaran otot, otomatis ototnya besar. Sementara, pada yoga lebih kompleks, tiap orang mendapatkan hasil yang berbeda. Latihan yoga tidak bisa fokus pada gerakan saja, tapi ada pengaturan nafas, olah pikiran yang membuat hasil yoga menjadi maksimal,” ucapnya. –Wirati Astiti
22
Sosialita
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Belanja Keperluan Lebaran di JFK
Meski Bulan Puasa ternyata Jakarta Fair Kemayoran (JFK) tetap menjadi magnet bagi masyarakat. Buktinya pengunjung event akbar menyambut HUT Jakarta ini tetap membludak khususnya di malam hari setelah berbuka puasa. Bahkan keriuhan pengunjung ini sudah muncul sejak hari pertama event ini digelar. Berdasarkan laporan, dalam tiga hari pertama jumlah pengunjung menembus angka 120.000 orang.
menargetkan kenaikan jumlah pengunjung di tahun ini yakni 5,2 juta, naik 100.000 orang dibanding tahun 2015 yang tembus 5,1 juta pengunjung. Begitu juga jumlah transaksi yang ditargetkan naik menjadi Rp 5,8 triliun dari Rp 5,5 triliun di tahun sebelumnya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, jika ingin mengunjungi semua areal di arena Jakarta Fair ini, dibutuhkan stamina
Saat ini semua lini profesi bisa mengandalkan perempuan sebagai sumber daya manusia yang produktif dan andal. Salah satunya terbukti pada sosok yang satu ini. Kecantikan perempuan ini bisa dikatakan komplit, memiliki kualitas SDM yang mumpuni dan dilengkapi inner power yang terpancar sangat kuat.
TAMAN LAMPION Banyak hal yang menarik dilihat di JFK ini, khususnya permainan yang makin bertambah banyak. Salah satunya yang cukup mengundang perhatian pengunjung adalah hadirnya Taman Lampion atau Garden Light Festival. Ini salah satu wahana yang baru di JFK. Menempati areal seluas dua hektare di Gambir Expo, Taman Lampion ini sungguh menarik perhatian apalagi ketika malam hari warna-warni lampion memikat hati. Di sini para pengunjung disuguhi dengan tampilan lampion yang menggunakan tiga konsep tematik. Yakni, konsep Nusantara, Tiongkok, dan Timur
Tengah. Di area Nusantara misalnya, para pengunjung disuguhi lampion berukuran besar menyerupai wajah para Presiden Indonesia mulai dari Soekarno hingga Presiden Joko widodo. Di area Tiongkok, pengunjung akan menjumpai aneka lampion khas negeri itu, di antaranya adalah naga raksasa. Sedang di area Timur Tengah, bisa dijumpai aneka lampion khas Ramadan. Di luar lampion tematik itu, masih ada ‘taman bunga’ lampion yang sungguh indah. Untuk masuk ke Taman Lampion, pengunjung dikenakan tarif Rp 20.000. Wahana lain yang juga cukup menyedot pengunjung adalah ‘Wild West’ atau areal permainan yang memacu adrenalin, seperti flying fox, wall climbing, target shooting, horse riding, hingga area rodeo. Nah jika ingin menikmati salju, bisa datang ke Hall A1 dimana hadir ice skating, snow play ground, dll. Bagi yang suka seram-seram, ada wahana ‘Penjara Setan’ di lantai dua Gedung Pusat Niaga. Nuansa yang dibangun di sini benar-benar mengerikan. Bagi pengunjung yang ingin uji nyali, akan diberikan enam tantangan atau enam cluster yang harus dilewati dengan suasana ‘alam lain’ yang berbeda-beda, termasuk merangkak di sebuah lorong yang berada di bawah kuburan, setelah itu nyebur ke kolam yang berisi makhlukmakhluk penghuni kolam. Bagaimana dengan fashion? Tentu saja, produk-produk fashion seperti pakaian, tas, sepatu, sandal, dll, menjadi
salah satu yang paling diburu pengunjung. Pasalnya, semua produk yang digelar itu memberikan diskon yang tidak tanggungtanggung 80- 90%, termasuk untuk produk-produk branded. Hanya saja, khusus untuk pakaian, para pengunjung diharuskan ‘bekerja sedikit keras’ yakni mengaduk-ngaduk bak yang berisi aneka produk garmen itu. Yang juga diserbu pengunjung adalah penjualan aneka helm di areal pameran otomotif. Helm-helm yang digelar di areal ini, bukan saja dari berbagai merk tapi juga harga bervariasi, mulai dari Rp 100.000-an hingga jutaan rupiah. Salah satu yang termahal adalah helm bermerk Suomy berasal dari Italia yang harganya Rp 6,5 juta. “Ini yang paling mahal Rp6,5 juta. Kami mendatangkan bahannya dari Italia, kemudian dirakit di Indonesia. Sebenarnya ada lagi yang lebih mahal harganya sekitar Rp12 juta-an tapi barangnya tidak dipamerkan di sini,” ungkap Imam, penjaga stan sembari menambahkan mahalnya harga produk ini karena material baik fiber maupun carbonnya digunakan bahan terbaik. Meski relatif mahal, pengunjungpengunjung tertentu banyak mencarinya. Hal senada juga diungkap oleh Wati, penjaga stan helm merk ‘NHK’ yang dijual Rp 3 juta. “Selain keamanan, ketahanan dan kenyamanan, harga helm juga ditentukan oleh desain, aksesoris, dll. Harga helm ini lebih mahal dari yang lain, salah satunya karena carbonnya,” ujar Wati meyakinkan. –Diana Runtu
Ahok Pamerkan “Jakarta Smart City” Ada yang berbeda dalam Jakarta Fair tahun ini, salah satunya adalah tampilan stan Pemda DKI Jakarta. Selain ‘menguasai’ areal Hall C 1 yang cukup luas, juga tak
Pendidikan, Setia Kawan, dan Tanggung Jawab
DKI Jakarta adalah Jakarta berserta program-program yang sudah dan akan dilaksanakan. Di antaranya yang dapat dilihat pengunjung ada rencana pembangunan MRT (Mass
wilayah kota Jakarta, juga tidak jual produk makanan, dll. “Mulai tahun ini saya minta stan pemerintah daerah tidak diisi dengan penjualan produk,” ucap Ahok saat berkunjung ke stan Pe m d a
Di acara Kongres XXII Ikatan Notaris Indonesia di Palembang Gek Rani bersama keluarga
I
GA Mas Seri Lestari, S.H., M.Kn., dikenal sebagai pribadi yang penuh ketenangan, ketulusan dengan komitmen yang tinggi. Bagi notaris dan PPAT di Kota Denpasar ini menyelesaikan tugas dengan tanggung jawab hingga tuntas, mutlak adanya. Seperti saat dirinya sebagai Ketua DPD Golkar Denpasar versi Agung Laksono, dan mengemban tugas selaku Wakil Ketua Tim Darma -Negara menuju Wali Kota Denpasar beberapa waktu lalu. Gek Rani begitu panggilannya, melaksakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan all out. Apalagi, kedua pemimpin tersebut memang memiliki kapasitas serta jiwa pengabdian dan yang tinggi. Sementara, Gek Rani mengaku menggeluti dunia politik karena dorongan hati nuraninya. Ia memandang politik itu sebagai art dan challenge. Maka, dengan mengusung rasa kesetiakwanan yang tinggi, pemilik usaha “Royal Maharani Group” ini bersama tim menjalankan tugasnya dengan nilai-nilai kesetiaan dan sikap yang teguh, bersama untuk sebuah keberhasilan. Menurut Gek Rani, di setiap lang-
katanya Gek Rani juga mengatakan jika kita mau “membuka mata” dan menyadari sepenuhnya, tujuan utama dari menimba ilmu setinggi- tingginya bagi seorang perempuan bukanlah untuk mendapat pekerjaan semata, tapi tujuan utamanya mempersiapkan diri jadi ibu terbaik sedangkan pekerjaan hanyalah bonus. Karena ibu adalah sekolah pertama dan utama dari setiap anak, sang generasi penerus bangsa ini. Dengan menjadi ibu yang terdidik, diharapkan
Gek Rani dalam kegiatan Darma Negara menuju Wali Kota Denpasar beberapa waktu lalu
kahnya kesetiakawanan merupakan komitmen yang terefleksi melalui sikap dan perilaku yang dilandasi kesadaran, keyakinan , tanggung jawab dengan semangat kebersamaan, kerelaan untuk berkorban demi sesama. Memang sudah sepatutnyalah, kesetiakawanan sosial sebagai nilai dasar atau modal sosial (social capital) yang ada dalam masyarakat terus digali, dikembangkan dan didayagunakan demi mewujudkan cita-cita agar
makan aman ada aplikasinya. Jadi kalau orang datang ke Jakarta pun, bisa lebih mudah dan nyaman,” ungkapnya. Ahok berharap, Jakarta bisa menjadi kota yang ramah bagi semua orang. Karena itu, Pemda Jakarta akan memudahkan akses menuju Jakarta
Gek Rani di kantornya
namp a k tampilan masing-masing wilayah kota Jakarta seperti biasanya. Semuanya dijadikan satu dalam bentuk ‘Jakarta Smart City’. Stan Pemda DKI Jakarta juga tidak menghadirkan produk-produk makanan, pakaian juga kerajinan UMKM. Jadi isi ruang pamer Pemda
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Taman Lampion para Tokoh Indonesia
yang lebih. Areal JIExpo luasnya puluhan hektare. Di sini ada 2000 stan lebih menawarkan aneka produk beserta diskondiskon yang menggiurkan, juga arena bermain serta panggung musik.
T
ahun lalu pun Bulan Puasa bersamaan dengan digelarnya Jakarta Fair. Hanya saja tahun lalu, Jakarta Fair digelar delapan hari lebih dulu sebelum jatuhnya Bulan Puasa, sehingga sempat beberapa hari jumlah pengunjung menurun cukup signifikan saat hari-hari awal Puasa. Dulu sempat turun sekitar 15% beberapa hari di awal puasa. Tapi setelah itu normal kembali. Sementara tahun ini, Bulan Puasa sudah dimulai sejak 6 Juni, sedang Jakarta Fair baru digelar 10 Juni dan akan berakhir pada 17 Juli 2016 mendatang. Jadi katanya, meski sama-sama Bulan Puasa, situasinya agak berbeda. Menurut panitia, tetap ramainya Jakarta Fair meski di Bulan Puasa juga karena bertepatan dengan musim liburan, itulah yang mendongkrak jumlah pengunjung tetap membludak. Momen ini justru memberi keuntungan tersendiri karena masyarakat juga tengah mempersiapkan diri untuk Idul Fitri dapat membeli aneka produk yang dibutuhkan. Dari sisi pengusaha, momen ini adalah peluang yang bagus dalam memasarkan produknya. Berkunjung ke Jakarta Fair saat ini adalah tepat karena masyarakat selain bisa menikmati liburan bersama keluarga juga bisa berbelanja untuk keperluan Lebaran. Karena aneka produk, mulai dari makanan, pakaian, dll, ada di sini. Apalagi bagi mereka yang berpuasa tidak khawatir ketinggalan ibadahnya karena JFK juga menyediakan makanan takjil gratis untuk mereka yang berpuasa, juga tausiah dan tarawih. Antusias pengunjung juga membuat pihak penyelenggara optimis target yang hendak dicapai, baik itu dalam hal jumlah pengunjung maupun transaksi, akan terpenuhi. Jakarta Fair yang telah digelar 49 kali sejak 1968. Kali ini mengambil tema ‘Semangat Membangun Negeri’
IGA Mas Seri Lestari
Rapid Transit) yang saat ini tengah dilaksanakan di Jakarta. Menurut Gubernur Ahok, pihaknya memang mengubah tampilan stan Pemda DKI Jakarta mulai tahun ini. Seperti misalnya tidak menampilkan stan-stan masing-masing
Dki Jakarta. Stan Pemda DKI Jakarta tahun ini berkonsep ‘Jakarta Smart City’ yang dapat menjadi akses informasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui berbagai fsasilitas pelayanan publik dengan memanfaatkan teknologi. “Mau naik bus ada aplikasi, mau
de n g a n memberikan subsidi yang besar terhadap sarana transportasi. –Diana Runtu
masyarakat sejahtera. “Terlebih sebagai nilai dasar kesejahteraan sosial, kesetiakawanan sosial, yang sudah ada sejak zaman nenek moyang kita, jauh sebelum negara kita berdiri, harus terus direvitalisasi sesuai dengan kondisi aktual bangsa dan diimplementasikan dalam wujud nyata di kehidupan kita sehari-hari,” lanjut pengamat sosial dan politik yang sempat tercatat sebagai pengurus AMPI Bali, Koalisi Rakyat Bali, KNPI Bali, HKTI Badung, dan Kadin Bali ini. Ia memberi contoh yang sangat sederhana, yaitu menolong orang yang sedang sakit. Selanjutnya ibu dari AA Ngurah Yudistira Taradiva, AA Bagus Yudhara Taradiva, AA Istri Tasya Paramita Taradiva dan AA Istri Anisya Nanda Taradiva ini mengatakan pastinya kemampuan yang ada pada dirinya untuk menuntaskan semua tugasnya adalah karena pendidikan. Pendidikan yang membuka pikiran dan memperluas cakrawala hiingga memungkinkannya memahami tugasnya sebagai warga negara, sebagai pribadi, profesional dan juga seorang ibu. Dikatakanya, ini kenyataan yang tak dapat dimungkiri bahwa orang yang berpendidikan adalah warga negara yang lebih baik. Tentunya bukan hanya karena titel, melainkan dari sisi perilaku. Mengingat, hakikat pendidikan adalah membangun karakter yang baik. “Pendidikan adalah proses belajar dan mengetahui, yang tidak terbatas pada sekolah dan teks dari buku. Ini adalah proses holistik dan terus berjalan dalam kehidupan kita. Bahkan kejadian atau peristiwa di sekitar kita akan dapat mendidik kita. Keberadaan kita akan sia-sia jika jadi orang yang tanpa pendidikan, orang yang tidak pernah mau belajar,”
3
dapat mendidik dan mengasuh anak menjadi diri mereka yang terbaik. “Pendidikan juga salah satu poin yang memainkan peran dasar di masyarakat sebagai elemen yang membantu kita mengembangkan lingkungan yang sehat dan juga menghasilkan komunitas sosial yang baik. Sebagai fakta, segala sesuatu yang kita buat hari ini tentunya berdasarkan pengetahuan diperoleh sepanjang hidup,” ujar Pengurus Pusat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah yang tengah meneruskan pendidikan doktoralnya di Universitas Brawijaya, Malang ini, sambil menambahkan kalau orang yang berpendidikan akan lebih mudah untuk memahami sudut pandang yang berbeda serta memperluas lanskap mental kita dan cara ke depan untuk mencapai pencerahan yang lebih besar, tujuan akhir dari setiap manusia dalam kehidupan. JADILAH PEREMPUAN CERDAS DAN BERDAYA Menurut Sekretaris Badan Advokasi Hukum Partai Golkar Bali ini, jika kita perempuan ingin terjun di politik. Saat ini tantangan serius yang perlu dipikirkan, adalah membangun kultur politik egaliter dan sadar keadilan gender. Mereformasi parpol agar tidak oligarki dan membangun orientasi keadilan dengan mendukung politisi yang baik dan cerdas bukan karena uang. Di sini, perempuan mesti cerdas dan mampu menampilkan dirinya sebagai politisi yang kritis, berdaya dan anti korupsi, politik yang bersih , agar demokrasi kian bermakna dan meningkat kualitasnya. Begitu pula dirinya sebagai pemimpin di kantornya tentu ia mesti memiliki kemampuan untuk bisa tegas, disiplin, tanggung jawab, independen, profesional. Bukan hanya itu ia pun mesti menunjukkan sikap yang santun, berwawasan luas, luwes, menerima pendapat, visioner, dan kooperatif, terhadap klien-kliennya . Kalaupun suatu kali terbentur rintangan atau menyentuh kegagalan ini justru dijadikannya pelecut untuk bergerak semakin maju. Disinggung rahasia penampilannya yang selalu segar dan penuh semangat, Gek Rani memberikan jawaban yang sangat simpel, bahwa dengan merawat tubuh secara benar berarti kita mensyukuri apa yang dianugerahkan oleh Tuhan. Kemudian, rasa syukur itu akan mampu mempengaruhi kecantikan lahir. Ketika kita bersyukur, lanjutnya umumnya membantu pikiran jadi positif sehingga a u r a yang d i -
pancarkan pun positif. Sedangkan, untuk menjaga semangat tinggi yang dimiliknya yakni dengan membaca biografi orang-orang hebat ataupun berkumpul dengan orangorang hebat. -ard
4
Inspirasi
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Sudika Arsana-Rusdianingsih
Limbah Jadi Berkah
Pasangan I Wayan Sudika Arsana, S.Pd-Ni Luh Putu Rusdianingsih, A.Md.Keb akhirnya meraih predikat Juara I Keluarga Harmonis Sejahtera Provinsi Bali 2016. Pasangan yang dikaruiniai dua anak, Ni Luh Sudiasih dan I Made Dwi Arsana ini memiliki beberapa inovasi yang membuat mereka layak menyandang keluarga harmonis sejahtera.
beberapa sudut rumah, tanaman obat keluarga juga tertata rapi. “Saya ini dari keluarga petani. Dari kecil sudah berkutat dengan pertanian dan perkebunan. Menjadi petani itu pekerjaan jujur. Kalau tidak bekerja, tidak punya hasil. Karena itu saya bangga menjadi petani,” ujar pria kelahiran 28 Mei 1970 ini. Hobinya bertani dan berkebun ternyata sejalan dengan sang istri. Mereka pun sepakat untuk menata halaman rumah dengan menanam berbagai sayuran dengan pola hidroponik. Tak hanya itu, mereka juga beternak sapi di belakang rumah. Sudika pun mengadopsi program Simantri secara mandiri sehingga berhasil mengubah limbah menjadi berkah. “Kotoran sapi kami olah menghasilkan biogas untuk keperluan memasak di dapur. Ada juga produk biourine yang kami manfaatkan sebagai pupuk. Konsep yang kami kembangkan di rumah adalah 4B+1H yang terdiri dari biopori, biourine, biogas, biodisc, dan hidroponik,” jelas Keluarga I Wayan Sudika Arsana, S.Pd Ni Luh Putu Rusdianingsih, A.Md.Keb Sudika yang juga Wakil
Pameran hasil kebun Sudika Arsana dan keluarga
Kepala SMPN 2 Petang ini. Di rumahnya yang asri, juga ada ruang bersalin karena Rusdianingsih berprofesi sebagai bidan. Ia pun aktif di masyarakat sebagai Pembina kelompok PKK. Perempuan kelahiran 3 Maret 1979 ini selalu menyempatkan diri untuk menata lingkungan rumah. Kebun di belakang rumah pun menghasilkan kopi, cengkeh, kelapa, pisang, kakao, manggis, srikaya, dan durian. Hasil kebun inipun bisa menambah penghasilan keluarga. Anak-anak pun mereka biasakan untuk bertanggung jawab menjaga lingkungan rumah. “Kami punya moto, komitmen, komunikasi, dan kebersamaan kunci dari keharmonisan berkeluarga,” tegas Sudika. Baginya, untuk membangun kelaurga harmonis
Sudika menyerahkan Profil Keluarga kepada Tim Penilai Lomba Keluarga Harmonis Sejahtera Provinsi Bali
dari pemerintah dan kita semua dalam upaya menjadikan keluarga sebagai subjek dan objek pembangunan bangsa. Setiap tahun
21
Listrik Dorong Tumbuhnya Usaha Kecil Rumah Tangga
T
sejahtera tidaklah mudah dan memerlukan suatu komitmen yang kuat dan kesadaran yang terus menerus, baik secara fisik
maupun mental spiritual untuk memenuhi berbagai kebutuhan keluarga secara selaras, serasi, dan seimbang. –Ngurah Budi
“Saya ini dari keluarga petani. Dari kecil sudah berkutat dengan pertanian dan perkebunan. Menjadi petani itu pekerjaan jujur. Kalau tidak bekerja, tidak punya hasil. Karena itu saya bangga menjadi petani”
kita diingatkan kembali akan pentingnya keluarga sebagai tempat persemaian putra putri kita dalam membangun nilai luhur bangsa
entu saja peristiwa menjadi sesuatu yang unik yang menjadi bagian dalam kunjungan Jokowi ke NTB beberapa waktu lalu. Dalam kegiatan groundbreaking dan meninjau Mobile Power Plant (MPP) berkapasitas 2 x 25 MW Lombok di Jeranjang Desa Taman Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat, Presiden dikerumuni warga kampung yang tinggal di sekitar lokasi MPP
Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menseskab Pramono Anung dan Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi serta Dirut PLN Sofyan Basir. Hadir juga Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, sejumlah pejabat lingkup Pemprov NTB, ratusan masyarakat di sekitar yang masuk undangan, dan kalangan TNI dan Polri. Kehadiran Jokowi melakukan groundbreaking memang diharapkan
Presiden RI saat kegiatan groundbreaking dan peninjauan Mobile Power Plant (MPP) berkapasitas 2 x 25 MW Lombok di Jeranjeng Desa Taman Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat
Kebun hidroponik di halaman rumah Sudika Arsana
Keluarga sebagai Subjek dan Objek Pembangunan Bangsa Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Bali Ida Bagus Wirama, S.H., M.Kes mengatakan kegiatan lomba-lomba dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional ini telah dilakukan secara rutin dan sudah merupakan kalender tetap bagi jajaran BKKBN beserta SKPD-KB Kabupaten/Kota, yang melibatkan hampIr seluruh komponen masyarakat. Hasilnya dirasakan cukup besar manfaatnya dalam upaya mendorong partisipasi dan peran serta masyarakat dalam program Kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga melalui Program Pembangunan Keluarga. “Hari Keluarga Nasional merupakan perwujudan kepedulian
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Panggung kehormatan Presiden RI Joko Widodo, di hari kunjungannya ke Lombok Barat Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu itu heboh. Hal yang tidak biasa bagi kegiatan seorang presiden yang penuh dengan protokoler ketat, hari itu terlihat begitu akrab dan bersahaja. Mungkin bagi presiden lain pemandangan ini tidak biasa, namun bagi seorang Jokowi, hal itu lumrah terjadi. Karena ia adalah pemimpin rakyat Indonesia yang merakyat.
S
uasana asri terasa di rumah keluarga Sudika Arsana di Banjar Kiadan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Udara sejuk khas daerah pegunungan menyatu dengan suasana rumah yang tertata rapi. Tanaman hidroponik menjadi penghias halaman rumah. Di
Mandalika
dan sebagai tempat berkembang mereka untuk menjadi manusia yang sehat, cerdas dan berbudi pekerti luhur sebagai persiapan agar kelak dapat menjadi keluarga yang berkualitas. Ciri-ciri Keluarga Berkualitas yang identik dengan keluarga harmonis sejahtera, secara normatif adalah keluarga yang sehat, maju, mandiri, jumlah anaknya ideal, memiliki hubungan selaras dan serasi antar anggota keluarga dan dengan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya, rumahnya bersih dan sehat, aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan serta mampu mengamalkan 8 fungsi keluarga dalam kehidupan sehari-hari ,” tegasnya. Dalam keluarga berkualitas, ada orang tua hebat yang mampu mendidik dan men-
gasuh anak dengan baik, sehingga anaknya sehat, cerdas, berbudi pekerti luhur, memiliki daya saing serta siap menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali dan berjiwa api yang menyala-nyala seperti yang diungkapkan Bung Karno dalam pidato kenegaraan 17 Agustus 1957. “Kami berharap agar momentum lomba Keluarga Harmonis Sejahtera ini dapat memberikan daya ungkit yang tinggi dalam mempercepat perwujudan keluarga kecil bahagia sejahtera,” ujar Wirama yang didampingi Kabid KS-PK Drs. Ida Bagus Adnyana yang juga Ketua Tim Penilai Lomba Keluarga Harmonis Sejahtera Provinsi Bali. – Ngurah Budi
tersebut. Seperti biasa, Jokowi yang dikenal dekat dengan rakyat kecil ini meminta warga yang bahkan hanya memakai sandal dan ada pula yang memakai sarung tersebut untuk naik ke atas panggung utama tempatnya berpidato. Presiden yang akrab dengan rakyat ini tidak canggung sama sekali berada dekat dengan rakyatnya bahkan ia berbagi panggung kehormatan itu dengan wong ciliknya Nusa Tenggara Barat, khususnya yang tinggal di sekitar pembangunan MPP Jeranjang yang hari itu dikunjunginya. Momentum ini dipakai oleh Presiden RI dan warga Jeranjang untuk berdialog. Inilah momen-momen di mana rakyat bisa secara langsung menyampaikan kesulitan-kesulitan mereka kepada presidennya, termasuk soal terbatasnya listrik bagi mereka. Kegiatan Presiden di PLTU II Jeranjang ini merupakan bagian dari penanganan intensif masalah kelistrikan, khususnya terkait program strategis pembangunan Pembangkit Listrik 35.000 MW yang tersebar di berbagai daerah. Saat peninjauan ini, Presiden Jokowi didampingi beberapa Menteri yaitu
masyarakat NTB, agar bisa langsung mengetahui kendala-kendala yang dihadapi sejak proyek PLTU Jeranjang ini mulai tahun 2009. Untuk membangun PLTU II Jeranjang di Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat pembiayaannya terdiri atas dua bagian, yaitu sebesar US$ 30,7 juta
Mobile Power Plant (MPP) berkapasitas 2 x 25 MW Lombok di Jeranjang Desa Taman Kecamatan Gerung 1Kabupaten Lombok Barat
dan Rp 354,3 miliar, dilakukan PT Barata Indonesia (Persero) menggunakan sistem turnkey (Engineering Procurement dan Construction/ EPC). Pembangunan proyek yang ditetapkan pada tahun 2009 itu, sempat terkatung-katung selama beberapa tahun. Komitmen Pemerintah RI untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat disampaikan Presiden Jokowi dalam kunjungan tersebut. Ia menekankan tentang mendesaknya program untuk memprioritaskan listrik bagi masyarakat. “Listrik dibutuhkan selain untuk kebutuhan belajar anak, juga diperlukan untuk mendorong tumbuhnya usaha kecil rumah tangga di malam hari. Seperti untuk, usaha menjahit dan pembuatan makanan untuk usaha ekonomi. Kalau di rumah tangga tidak ada listrik, jangan harap usaha-usaha tersebut berkembang. Problem-problem konkrit seperti ini yang harus kita selesaikan bersama,” ungkap Jokowi. Cukupnya kebutuhan listrik bagi masyarakat NTB sangat diharapkan oleh Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi. Karena dengan cukupnya pasokan lisrik tersebut akan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi NTB yang lebih baik lagi. “Tercukupinya kebutuhan listrik di
NTB, akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat serta mendorong daya serap tenaga kerja. Jika PLTU Jeranjang ini dapat terbangun dan dikembangkan dengan baik, sesuai dengan perencanaan, maka Insya Allah, kebutuhan listrik di NTB, khususnya di Lombok, dalam beberapa tahun ke depan dapat dipastikan mantap dan terjamin,” ungkap Majdi di depan Jokowi. JOKOWI PUJI NTB Pada kesempatan ini, ia juga menyampaikan bahwa kebutuhan listrik yang ada di NTB sangat
Warga Jeranjang berdialog dalam suasana ramah dan akrab bersama Presiden RI
penting, terutama dalam manghadapi event nasional, MTQ bulan Juli mendatang. Atas pertumbuhan ekonomi NTB yang terbilang sangat baik, Presiden Joko Widodo kembali memuji Bumi Gora atas prestasinya ini. “Di sini (NTB), pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini adalah 9,90 persen. Kalau nasional, 4,9 persen. Artinya, di Nusa Tenggara Barat ekonominya lebih baik dibandingkan propinsipropinsi lainnya,” ungkap Joko Widodo, yang hadir bersama istri, Iriana Joko Widodo. Pujian ini jelas merupakan penyemangat bagi daerah ini. Hal inilah yang membuat Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi merasa bahwa kehadiran Presiden Jokowi dan istri pada acara tersebut merupakan kebanggaan dan kehormatan bagi masyarakat NTB, sekaligus menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus membangun, mengingat saat ini masyarakat NTB sedang giat-giatnya membangun. “Insya Allah dengan seluruh ikhtiar yang sedang dilakukan dengan dukungan penuh Bapak Presiden, dengan melengkapi infrastruktur, terutama infrastruktur listrik yang ada di NTB, kami masyarakat NTB optimis bahwa daerah kami ini akan terus tumbuh dan berkembang sebaik-baiknya pada masa yang akan datang,” ungkap gubernur. -Naniek I. Taufan
20
Nine
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Gerakan Inklusi Sosial Anak Buruh Migran
Sejak Mei 2015, Suharti mengaku harus banyak mengelus dada ketika mendapati kenyataan tentang kondisi terutama psikologis anak-anak yang lahir dari tenaga kerja wanita asal dua desa tempat di mana LSM yang dipimpinnya yaitu SANTAI, melakukan penelitian dan program perlindungan dari anak-anak buruh migran. Program yang bertajuk gerakan inklusi sosial anak buruh migran yang merupakan program Peduli Provinsi Nusa Tenggara Barat ini dilakukan di dua desa yakni, Lenek Lauq dan Wanasaba Lombok Timur. Dari sanalah Suharti memulai, menyentuh dan menangani persoalan ini.
Menurut Suharti, ada tiga output yang ingin dicapai dalam program ini yaitu, penerimaan sosial terhadap keberadaan anak buruh migran dengan tidak adanya stigma terhadap anak buruh migran, mendekatkan layanan sosial dasar (adminduk/akta kelahiran, pendidikan dan kesehatan) dan adanya kebijakan mulai dari tingkat desa ampai dengan nasional yang responsif terhadap anak.
Suharti (paling kiri) dalam salah satu kegiatan SANTAI membangun perlindungan bagi anak-anak dengan melakukan pendekatan ke berbagai pihak
S
ebagai seorang perempuan yang memiliki dua anak, tentu saja Suharti merasa terpanggil untuk turut melindungi anak-anak buruh migran ini melalui lembaga yang dipimpinnya. Ia bersama rekanrekannya dan beberapa lembaga lainnya membangun program ini dengan melakukan pengorganisasian masyarakat dalam menciptakan kondisi yang inklusi sosial untuk anak buruh migran, serta pengorganisasian kelompok anak untuk membangun rasa percaya diri mereka melalui posko-posko belajar yang ada di masing-masing dusun. Selain itu melakukan pengorganisasian masyarakat melalaui kader-kader potensial yang ada di desa. Penyadaran juga dilakukan SANTAI dengan pendataan by name by addres untuk anak buruh migran di dua desa ini. “Dari sanalah kami kemudian mendapatkan data sebanyak 743 anak buruh migran dan 43 orang anak di antaranya yang dibawa oleh TKW dari negara tujuan,” ungkapnya. Advokasi sampai ke pemerintah desa juga provinsi serta ke SKPD terkait untuk mulai melakukan perlindungan terhadap anak buruh migran, dilakukan bersama tim yang disebutnya sebagai tim yang luar biasa. Dari program ini ia berharap bahwa ke depan nanti tidak hanya pada dua desa ini yang bisa memberikan perhatian terhadap anak-anak buruh migran,
melainkan harapan besar itu ada pada pemerintah daerah untuk melakukan replikasi program ini bagi perlindungan anak buruh migran terutama di kantongkantong TKW NTB,” katanya. “Kami menginginkan kegiatan ini bisa direplikasi ke desa-desa yang lain dalam rangka melindungi anak secara umum dan anak buruh migran secara khusus,” ungkap istri dari Bagus Livianto tersebut. Menurut Direktur Yayasan Tunas Alam Indonesia (SANTAI) NTB ini, yang menjadi penggerak dari program gerakan inklusi sosial anak buruh migran yang ada di kabupaten Lombok Timur tepatnya di desa Wanasaba kecamatan Wanasaba dan desa Lenek Lauq Kecamatan Aikmel yang telah berjalan selama 14 bulan ini adalah LPKP Jawa Timur dan The Asia Foundation. “Program ini bekerjasama dengan 72 LSM lokal di 84 kabupaten/kota di 26 provinsi di Indonesia ini, memiliki 6 sasaran penerima manfaat yaitu, anak dan remaja rentan, masyarakat terpencil, kelompok minoritas dan kepercayaan lokal seperti korban Ahmadiyah, korban pelanggaran HAM, orang dengan disabilitas dan kaum waria,” ungkapnya saat bicara sebagai narasumber pada seminar dan lokakarya akhir program “Gerakan Inklusi Sosial Anak Buruh Migran”, Program Peduli Provinsi Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu, di Mataram.
PEMUDA PEDULI ANAK BURUH MIGRAN Selama 14 bulan bergelut dengan persoalan yang menurutnya tidak mudah awalnya untuk bisa masuk ke dua desa ini, ia menyadari bahwa persoalan ini kala itu masih belum mendapat perhatian baik dari pemerintah desa maupun lingkungan sekitar. Pada tahap awal pelaksanaan program, tampaknya ada pembiaran atau bisa jadi juga karena ketidaktahuan dari masyarakat sehingga ‘stigma’ negatif itu menempel dengan berbagai sebutan pada anak-anak yang dibawa oleh ibu-ibu mereka dari negara tujuan itu. Dari 743 anak ini, 43 di antaranya inilah yang kerap ditempeli stigma negatif. “Mereka disebut sebagai “anak unta”, “anak Pakistan”, “anak Arab”, “anak India” dan lainnya. Karena sebutan-sebutan ini anak-anak tersebut menjadi minder dan termarjinal,” ungkapnya. Namun, ia bersyukur, dalam perjalanan program yang telah lebih dari setahun ini, Mei 2015 hingga berakhir pada bulan Juni 2016, pemerintah desa dan
yang baik bagi perlindungan anak-anak tersebut,” katanya. Suharti juga bersyukur karena mendapatkan perhatian dari Pemerintah Provinsi NTB, setidaknya melalui k e h a d i r a n Wa k i l Gubernur NTB, H. Muh. Amin, yang turut hadir dalam kegiatan seminar dan lokakarya tersebut. Muh. Amin meminta agar Suharti sebagai Direktur SANTAI dapat bekerja sama dengan berbagai pihak dan meminta peran aktif dari kepala desa setempat untuk menggunakan kewenanganSuharti nya memanfaatkan masyarakat setempat, terutama dana desa yang digulirkan oleh kader-kader yang turut mem- pemerintah untuk membantu bangun kesadaran masyarakat jalannya program peduli ini. “Saya himbau Kepala Desa di sana, menurutnya sangat luar biasa untuk melakukan peruba- jangan takut dan ragu untuk han yang besar bagi perlindungan menggunakan dana desa dalam meningkatkan kesejahteraan anak-anak tersebut. Perubahan yang terjadi set- masyarakat dan menurunkan angelah pendekatan yang dilakukan ka kemiskinan di desa. Perbaikan pihaknya adalah seperti muncul- fasilitas pendidikan dan kesehatan nya kesadaran individu yang mulai bagi anak-anak dan masyarakat memahami isu inklusi pada anak desa menjadi salah satu faktor buruh migran, muncul pula aktor– penting bagi keberhasilan menuaktor di tingkat desa yang mau runkan angka kemiskinan,” kabersama-sama menyukseskan tanya. Dukungan Wakil Gubernur program perlindungan ini serta NTB ini tampak dari harapannya keaktifan mereka memberikan agar kegitana-kegiatan semacam informasi atas isu anak buruh mi- ini, dapat merumuskan ide cerdas gran kepada masyarakat sehingga dan menghasilkan rekomendasi terjadi perubahan cara pandang penting, yang nantinya bisa ditermasyarakat di sana terhadap uskan di tingkat daerah dan pusat. anak-anak buruh migran khusus- Ia juga berharap program peduli nya yang menjadi sasaran dari ini tidak hanya berhenti di dua program ini. Selain itu bahkan desa di daerah Lombok timur itu akhirnya terbetuk sebuah forum saja tetapi akan berlanjut terus yakni Pemuda Peduli Anak Buruh menerus ke desa-desa yang lainnya. Peran aktif seluruh elemen Migran. “Kami sangat berterima kasih masyarakat sangat dibutuhkan atas kerja keras dan semangat untuk mewujudkan upaya pemerserta dukungan dari semua pihak intah dalam meningkatkan derajat yang ada di dua desa ini khususnya hidup masyarakat. -Naniek I. Taufan dalam membangun perubahan
Suharti (paling kiri) dalam salah satu kegiatan SANTAI membangun perlindungan bagi anak-anak dengan melakukan pendekatan ke berbagai pihak
Inspirasi
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Demy Raharja
5
Lestarikan Wayang Kulit Wayang kulit ataupun pertunjukan wayang kulit, semua orang rasanya sudah tahu. Budaya asli Indonesia yang telah diakui UNESCO sejak 13 tahun lalu ini, keberadaannya dirasakan semakin mengkhawatirkan. Pasalnya, seiring waktu, seni pertunjukan ini seolah mulai ditinggalkan masyarakat, khusus generasi muda yang menganggap kesenian tradisional ini sudah kuno alias ketinggalan jaman. Ini terjadi bukan hanya pada kesenian wayang tapi juga banyak kesenian tradisional lainnya. Akibatnya pertunjukan kesenian tradisional semakin menurun dan memprihatinkan.
K
Demy Raharja
ondisi ini juga dirasakan oleh sebagian pemuda Desa Pucung, Wukirsari, Bantul, Yogyakarta. Desa yang terletak tak jauh dari kompleks pemakaman Raja-raja Yogyakarta dan Solo ini, sebagian besar warganya adalah para pengrajin wayang kulit. Namun perkembangan jaman dan kemajuan teknologi yang begitu luar biasa membuat pemuda desa tersebut enggan meneruskan profesi orangtuanya. “Kebanyakan pemuda desa kami lebih memilih bekerja di sektor lain, seperti bekerja di pabrik, dll. Mereka enggan menjadi pengrajin wayang karena penghasilannya kecil. Walhasil, regenerasi pengrajin wayang kulit di desa kami sulit berjalan. Yang tersisa hanyalah para pengrajin wayang yang sudah lanjut usia, sementara yang muda-muda bekerja di sektor lain,” tutur Demy Raharja dari Wisata Wayangan Desa Pucung, saat ditemui Tokoh di areal pameran Provinsi Yogyakarta. Sikap kurang peduli terhadap wayang, aku Demy, juga sempat menghinggapi dirinya. “Dulu saya pun sempat punya sikap demikian. Dulu bapak saya minta bantuin ngurus wayang tapi saya menolak. Saya pikir, ngapain susah-susah ngurusin wayang. Lagian, jaman sudah seperti sekarang ini apa masih ada yang suka sama wayang,” tutur jebolan S2 Psikologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, ini. “Tapi itu dulu,” tandasnya. Kesadaran akan perlunya me-
lestarikan budaya sendiri, dalam hal ini wayang, baru muncul saat kuliah. Ketika itu ada pelajaran tentang kebangsaan, saya banyak membaca buku tentang kebangsaan, budaya Indonesia, dll. Hal ini menjadi ‘titik-balik’ dalam kehidupan saya. Saya berpikir, teman-teman yang memperjuangkan budaya Indonesia apapun itu karena cinta Indonesia. Sedangkan saya, dibesarkan oleh orangtua yang pengrajin wayang bahkan kuliah dari hasil wayang, tidak melakukan apaapa untuk budaya sendiri. Jadi dari peristiwa itulah kesadaran saya muncul dan akhirnya sampai seperti ini (membangun Wisata Wayang Desa Pucung),” papar lelaki yang juga menjalani bisnis tour and travel ini. Di sisi lain, kekhawatiran yang sama ternyata juga dirasakan oleh
sebagian pemuda Desa Pucung yang juga sadar jika tidak ada upaya melestarikan budaya wayang kulit maka budaya warisan leluhur pun akan hilang. Apalagi di saat sekarang, dimana budaya asing ‘menyerbu’ Indonesia dan diminati oleh sebagian generasi muda bangsa. “Kami bertekad membuat gerakan untuk melestarikan budaya wayang kulit sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang sebagian besar hidup dari kerajinan wayang. Akhirnya, lahir lah gagasan mewujudkan Wisata Wayang di Desa Pucung, Wukirsari, yang mulai beroperasi sejak 2014 lalu,” kata Demy seraya menambahkan membangun Wisata Wayang di desanya merupakan wacana lama yang baru bisa terwujud setelah mendapat support dari banyak pihak, khususnya dari program CSR BCA dan pemerintah desa kami yang membantu di antaranya dengan menyediakan lahan kas desa seluas 6000 M2,” lanjut Demy. Jadi lanjut Demy lagi, kehadirannya di Jakarta Fair ini, sesungguhnya bukanlah untuk berjualan kerajinan wayang kulit namun untuk memperkenalkan produk desanya yakni ‘Wisata Wayang’. Selama dua tahun berjalan, katanya, Wisata Wayang berjalan bagus dan mulai banyak dikenal di berbagai kalangan, khususnya para pencinta wayang. Tamu-tamu yang datang, umumnya rombongan, baik dari sekolah-sekolah, perusahaan atau kelompok-kelompok ter-
tentu. Rombongan wisatawan asing juga banyak. “Nanti, akhir Juni rombongan wisatawan dari Australia juga akan datang ke sini. Sekarang ini agenda setiap bulan selalu terisi,” tambahnya.
Proses mewarnai wayang
DESA PUCUNG ‘BERGAIRAH’ LAGI Berkembangnya Wisata Wayang ini, katanya, memberi dampak positif bukan hanya pada pelestarian budaya wayang, serta peningkatan kesejahteraan para pengrajin, namun secara umum bagi masyarakat Desa Pucung, Wukirsari, Bantul. “Karena rombongan tamu baik dari dalam maupun luar negeri banyak yang datang, otomatis desa kami pun ikut berbenah, menjadi lebih cantik dan rapih. Masyarakat desa sangat antusias sekali,” katanya seraya tersenyum. Di sisi lain, dampak positif juga dirasakan terkait regenerasi pengrajin wayang. Karena kini, seiring dengan kemajuan Wisata Wayang, para pemuda yang tadinya bekerja di sektor lain, mulai kembali lagi ke ‘asalnya’ yakni membuat wayang. “Kini banyak pemuda desa mau membuat kerajinan wayang. Setidaknya kalaupun ada sebagian yang masih bekerja di sektor lain, namun di selasela waktunya mereka menyempatkan diri membuat kerajinan,” jelas anak pertama pasangan Sabar
Raharjo-Dasia. Kemajuan Wisata Wayang ini bisa dilihat dari sejumlah fasilitas yang kini dimiliki paguyuban ini. Di antaranya yang sudah dibangun adalah joglo untuk kegiatan Wisata Wayang, show room kerajinan wayang yang menampung hasil kerajinan para pengrajin dan membantu memasarkannya. Sedang yang sedang dibangun adalah gedung pertunjukan wayang berkapasitas 300 orang. “Jika gedung ini jadi maka nantinya acara pertunjukan wayang bisa disaksikan setiap hari. Seiring perkembangannya, kami ingin Desa Pucung nantinya bisa jadi Pusat Wayang yang lengkap, baik dari pertunjukan, perpustakaan, tempat belajar wayang, dll. Itu harapan kami ke depan,” katanya. Terkait paket Wisata Wayang, katanya, ada banyak macam yang ditawarkan. Mulai dari belajar pembuatan wayang dari awal sampai selesai, ataupun hanya sebagiansebagian saja, misalnya, mewarnai wayang, memahat wayang, dll. Tapi ada juga paket menginab 3 hari 2 malam, di mana pengunjung bukan hanya belajar berbagai hal tentang wayang tapi juga akan diajak ke tempat wisata lainnya di Desa Pucung, bahkan bisa ziarah ke kompleks pemakaman Raja-raja Yogya-Solo di Imogiri. “Kami sediakan guide-nya,” tambah Demy. Bagaimana soal menginap? Nah inilah keunikan paket wisata ini. Wisatawan menginap di rumahrumah warga yang memang sudah disiapkan untuk melayani tamu Wisata Wayang. “Jadi wisatawan menginap di rumah warga dan menjalani kehidupan, seperti makan dan minum, bersama warga. Paket ini ternyata banyak peminatnya karena, mungkin, banyak wisatawan pun ingin merasakan bagaimana keseharian kehidupan di desa. Yah maklum, karena kebanyakan wisatawan yang datang itu adalah orang-orang sibuk, orang kota yang mungkin ingin merasakan hidup di desa,” katanya panjang-lebar. -Diana Runtu
6
Tuhan selalu menciptakan umatnya dengan kelebihan dan kekurang an masing-masing. Saat kekurangan diberikan kepada seseorang jangan pernah berkecil hati ataupun membenci Tuhan, karena dibalik semua itu tersimpan hal yang begitu indah yang Ia siapkan. Ada banyak orang yang memiliki kelebihan akan tetapi tidak dapat mensyukuri nikmat yang diberikan, namun tidak sedikit pula kekurangan seseorang dapat meng inspirasi banyak orang.
Referensi dari Internet
D
alam keterbatasan jika diyakini, maka ada kelebihan luar biasa yang orang biasa tidak miliki. Hidup tidak normal bagi wanita yang akrab disapa Winda memang tidak mudah. Kebebasan dalam bergerak harus direnggut selama puluhan tahun. Remaja yang bernama lengkap Kadek Windari ini hanya bisa duduk dan tidak banyak aktivitas yang bisa dilakukan. Winda menuturkan usia empat bulan, ia sempat terjatuh hingga menyebabkan pertumbuhanya terganggu, kedua ta ngan dan kakinya tidak tumbuh normal. Tulang kaki dan tangan yang terlalu kecil tidak mampu menopang berat tubuhnya sehingga ia tidak mampu berjalan. Remaja yang dilahirkan 9 Desember 1990 tersebut mengaku secara sekilas sakitnya memang seperti polio akan tetapi tim medis sendiri tidak mampu menjelaskan penyakitnya. Hal yang membuat aneh adalah kedua saudaranya pun menderita sakit yang sama dengannya. “Kakak dan adik saya juga sama seperti ini, tapi adik saya sudah meninggal ketika berusia empat setengah tahun,” tuturnya. Hidup yang ia jalani memang tidak biasa, jangankan dapat bermain dengan teman sebaya, mengenyam pendidikan
Woman on Top
Kadek Windari
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Kadek Windari saat melukis di atas kanvas
pun ia tidak pernah. Beberapa belakangan ini publik di media sosial dibuat berdecak kagum oleh sosok yang tinggal di Dusun Yehanakan, Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt tersebut. Meskipun tidak pernah mengenyam pendidikan bahkan sekolah khusus (SLB) sekali pun, ia tetap dapat menunjukkan prestasinya. Menggambar adalah hobi yang ia miliki sejak masih kecil, akan tetapi hobi tersebut beralih menjadi melukis setahun lalu sejak ia bertemu dengan seorang pengusaha bernama Santiawan dari Nusa Dua. “Beliau melihat gambar-gambar saya lalu memberikan bantuan berupa kanvas,” ungkapnya. Sejak itu, Winda dibantu sang kakak yang juga memiliki keterbatasan sama dengannya untuk
memasarkan lukisannya di media sosial facebook. Memang dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk menarik pembeli, akan tetapi Winda dan sang kakak selalu memposting lukisan-lukisan terbarunya. “Cukup lama baru ada yang beli, kira-kira setahunan,” paparnya. Lukisan-lukisan mulai banyak di pesan setelah di media mulai ramai memperbincangkan. Bahkan bakat melukis yang ia miliki tidak pernah belajar atau diajarkan oleh siapapun. Membuat sketsa ataupun sekadar mencampur warna ia pelajari sendiri, namun untuk membuat konsep lukisan ia masih menggunakan media internet sebagai bahan referensi. “Saya tidak pernah belajar khusus, mungkin karena dulu almarhum ayah seorang seniman maka
bakat menurun ke saya,” tandasnya. Anak kedua dari empat bersaudara ini mengaku jika saat ini lukisannya laku dijual dari kisaran Rp 1,5 juta hingga 2,5 juta. Bahkan lukisannya sudah mampu ia pasarkan hingga ke mancanegara. “Kalau yang pesan dari luar akan diambil pas dia liburan ke Bali, kalau dia minta dikirim bisa saja tapi ongkosnya mahal,” ujarnya. Dibutuhkan waktu hingga dua minggu dalam penyelesaian satu buah lukisan berukuran besar dari pembuatan sket hingga pewarnaan. Untuk pemesanan lukisannya pun bisa dilakukan via online dan transaksinya dilakukan melalui transfer. Dalam melukis ia mengaku sering mengalami kesulitan ketika tubuhnya mulai capek duduk berlama-lama, ia juga mengatakan di daerahnya sangat sulit mencari kanvas dan cat sebagai bahan dasar melukis. “Bahan-bahannya kan susah dicari, harus beli di kota dan itu jauh,” imbuhnya.
menghitung diajarkan di rumah, kalau masuk SLB jauh tempatnya,” ujar sang ibu. Winda terbilang anak yang cerdas, meskipun tidak pernah mengenyam pendidikan tetapi ia tidak pernah ketinggalan informasi. Internet adalah media yang selalu ia manfaatkan untuk belajar berbagai hal. Sejak sang ayah meninggal empat setengah tahun yang lalu, tidak banyak yang bisa dilakukan oleh Winda dan keluarga. Ibu yang mengurus ketiga buah hatinya juga tidak memiliki pekerjaan tetap. Maka dari itu Winda menjadi tulang punggung keluarga saat ini. Penghasilan dari melukis yang tidak tetap ia gunakan untuk keperluan sehari-hari dan menghidupi keluarganya. Meskipun hidup secara sederhana, sang ibu Ni Komang Warsiki selalu mengajarkan anaknya untuk tetap berbagi. “Saya ajarkan Winda untuk bisa berbagi, berapa pun hasilnya sedikit disumbangkan ke yayasan. Itu diharapkan di kehidupan mendatang Winda bisa hidup lebih baik lagi,” ucap sang ibu. -Wiwin
TULANG PUNGGUNG KELUARGA Dibalik sosok Winda yang kuat, ada seorang ibu yang tangguh selalu memotivasi dan mendukungnya. Ibunya yang selalu mendidik Winda w a l a u tidak pernah duduk di bangku sekolah. “Membaca
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Taman Flora Surabaya (TFS) merupakan tempat re kreasi keluarga yang murah dan menyehatkan. Objek wisata ini bisa dikatakan se bagai tempat hiburan alam yang murah yang terletak di jantung kota di kawasan Bra tang. Apalagi, tak dipungut biaya untuk tiket masuknya, tetapi hanya dikenakan parkir kendaraan bermotor. Ja ngan heran jika akhir pekan, pengunj ung yang datang membludak untuk meng habiskan waktu senggang dan berolahraga.
S
ebelum memasuki TFS, pengunjung dapat menjumpai pedagang pelet ikan dan sayuran untuk pakan rusa. Setiap pengunjung dapat memberi makan ikan yang berada di kolam air mancur. Aktivitas memberi pakan ikan ini sangat digemari anak kecil. Di samping kolam, terdapat sejumlah rusa, yang setiap individu diperbolehkan memberi
TFS
Objek Wisata di Jantung Kota makan sayuran yang dibeli dari pedagang. Tempat ini juga menyediakan area outbond untuk anak-anak, dengan pengawasan langsung orangtua. Selain wahana outbond juga ada permainan yang tak kalah
menarik serunya, papan jungkat jungkit, ayunan, prosotan, dan wahana pasir yang letaknya di pojok sebelah kanan dari pintu masuk taman ini. Kebun Bibit merupakan taman yang menarik dengan aneka
tumbuhan tropis berbagai jenis pohon. Tak kurang dari seribu pohon tumbuh di sana hingga dapat memberikan suasana yang sejuk, nyaman dan udara yang segar. Lokasi ini berdekatan dengan pasar burung dan bunga
19
di Bratang serta mempunyai areal parkir yang cukup luas. Warga Surabaya pun yang tak perlu jauh-jauh mencari tempat rekreasi keluarga. Dilengkapi de ngan Taman Bacaan yang menyediakan buku untuk anak Taman Kanak-kanak (TK), sampai yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Jadi, selain rekreasi, para orangtua bisa mengajari anaknya untuk belajar. Taman bacaan ini gratis untuk semua pengunjung, hanya mengisi daftar nama penyewa buku. Kepala UPT TFS Hendri Setianto, mengatakan, pengelolaan ruang terbuka hijau yang dilengkapi dengan berbagai macam flora, fauna dan taman bermain ini masih ditangani Pemkot Surabaya dengan menggunakan Anggaran Pendapat an Belanja Daerah (APBD). Pada 1970-1980 tempat ini digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Hingga pada 1980-1990 digunakan sebagai pembibitan tanaman kota. Karena itu, taman ini disebut warga Surabaya sebagai Kebun Bibit. Padahal, pada 1990 hingga kini telah berganti nama menjadi TFS. -Gifta Mei Safira
“FRESH FROM THE OVEN”
Salam Senyum, “Waaah rotinya kok sudah keras ya,…dan, baunya sudah tidak seharum biasanya” …. Kata-kata seperti itu, seringkali kita dengar, bahkan pernah mengucapkannya ketika kita berbelanja roti tapi rasa, bentuk, dan aromanya sudah tidak enak lagi. Dan saya berkeyakinan kalau orang atau kita mengucapkan kata-kata seperti ini, kita pernah merasakan yang sesuai harapan. Contohnya dengan hal di atas, roti yang kita nikmati sebelumnya masih terasa lembut, rasanya masih enak dengan wangi aroma yang sangat khas dan kita menyebutnya dengan “fresh from the oven”. “Saya jadi kecewa nih…gimana ndak kecewa, kemarin bilang akan dipromosikan sebagai manager.. ehh sampai sekarang belum ada tanda-tanda”… Naaah kalau kata-kata ini sering dilontarkan seorang staf yang dijanjikan promosi oleh atasannya tetapi setelah sekian lama janjinya belum direalisasikan .. hehehe… (mudahmudahan tidak banyak yang merasakan seperti ini ). Sesuai dengan concern saya di rubrik ini tentu pembaca mulai bertanya, apa hubungannya dengan dunia service? Haaaa…… mungkin mudah untuk menebaknya, ketika saya tanyakan lagi tentang hal di atas. Kenapa roti itu bisa memiliki rasa, warna dan bentuk yang berbeda dan aroma wangi yang berbeda pula? Dan kenapa staf itu kecewa dengan statement yang sudah disampaikan atasannya kepada dia? Tentu salah satu jawabannya karena yang membuat roti tidak KONSISTEN dengan rasa, atau yang punya toko tidak konsisten dengan komitmen bahwa roti yang tidak laku kemarin harusnya tidak dijual lagi. Dan untuk case dari kalimat staf yang kecewa itu adalah karena atasannya TIDAK KONSISTEN dengan janji yang diucapkannya. Naaaahhh… itulah yang saya maksud. Sama dengan dunia service. KONSISTENSI sangat penting dalam sebuah layanan dan menjadi hal yang luar biasa ketika itu berhubungan dengan kepuasan dari seorang pelanggan. Tidak konsisten dalam layanan sering kita temukan. Dan ketahuilah bahwa ketidakkonsistenan layanan ini akan menjadikan polemik bagi pelanggan yang akan memberikan rekomendasi kepada orang lain. Contoh pertanyaannya seperti ini “ Bu… bagaimana kalau kita bertransaksi di Bank X…. nyaman atau tidak ya…?
“Yang menjawab akan bingung, dia akan ragu- ragu karena dari pengalaman yang diberikan hari ini berbeda dengan hari sebelumnya. Beberapa kejadian yang kadang luput dari perhatian kita tentang konsisten layanan dapat saya contohkan. Seorang satpam yang melihat langsung kendaraan dari pelanggan akan membedakan sesuai dengan harga kendaraan yang dipakai. Heheheh… ini sering ya terjadi. Ketika pelanggan menggunakan kendaraan yang kelasnya menengah ke atas, dengan ramahnya si petugas satpam menyapa, membukakan pintu kendaraan, bahkan membawakan payung agar ketika pelanggannya turun dari kendaraan tidak kepanasan. Hmmmm… tetapi ketika yang datang dengan kendaraan yang biasa-biasa saja, seorang satpam dengan cueknya membiarkan begitu saja. Contoh lain lagi, ketika saya melihat seorang pelanggan masuk ke sebuah Galeri yang menjual perhiasan dengan harga yang fantastis, hanya memakai kaos oblong dan celana pendek dilengkapi dengan sandal jepit, pelayan galeri itu sangat tidak antusias untuk mengantarkan ke tempat pajangan perhiasan. Si pelayan berpikir, dengan penampilan seperti itu tidak mungkin dia bisa membeli perhiasan yang harganya fantastis. Padahal sebaliknya, ketika orang yang masuk ke galeri itu dengan penampilan yang cetar membahana, necis, perlente dan istilah-istilah lain, si pelayan dengan sigap antusias dan ramah mau mengantarkan ke tempat pajangan dari galeri itu. Hmmm… miris ya… Selanjutnya, cerita tentang pengalaman saya ketika bertransaksi di sebuah bank. Pagi hari, saya liat para pelayan bank yang disebut costumer service, kelihatan cantik, rapi, wangi dan ramah. Namun sekali waktu saya bertransaksi siang hari, waaah.. kecantikannya seperti memudar… hehehe..kenapa? yaaaa … karena make up-nya sudah mulai luntur. Semangat dan antusiasnya melemah. Parahnya lagi ketika jam layanan kas sudah akan tutup, mereka seakan-akan sudah tidak perduli lagi dengan keramahan, penampilan segar de ngan make up yang standar, bahkan ada yang mulai mengganti sepatu mereka dengan sandal. Hehehe… masa nanti diistilahkan Layanan pagi, siang, sore yang mempunyai sensasi yang berbeda…???? Ada lagi pengalaman saya ketika berbelanja di sebuah butik. Ketika saya mulai melihat-lihat kebaya dan kain yang terpajang dan ditambah berbagai pertanyaan mengenai kebaya dan kain yang saya lihat (saya mungkin termasuk pelanggan yang sangat detil). Pelayan melayani saya dengan biasa-biasa saja. Bahkan cenderung kesal karena saya terkesan memilih dengan teliti. Tetapi ketika saya
memutuskan untuk berbelanja yang lumayan banyak, nahh…. si pelayan baru menampakkan wajah sumringah dan mulai over service. Untung saya jadi beli ya,, kalau tidak, wajah si pelayan pasti akan sangat masam…. Ketika saya pernah melihat seorang pejabat memasuki sebuah rumah makan, waahh..saya lihat seluruh pelayanan di rumah makan itu sibuk melayaninya dengan ramah. Tetapi ketika yang datang itu hanya orang biasa ,tanpa jabatan dan mereka tidak dikenal, mereka melayani dengan setengah hati dan asal- asalan saja. Ini sering terjadi lho… Contoh terakhir dalam tulisan ini ketika saya melihat para pelayan di sebuah departement store, mereka ngerumpi dan bergerombol di saat masih jam kerja. Padahal saya sebagai pelanggan memerlukan layanan mereka untuk menanyakan ukuran yang berbeda, dan saya pun tidak terlayani dengan baik. Tetapi, tiba-tiba mereka bubar dan segera menghampiri dan melayani saya dengan ramah… haaaa…ternyata….setelah saya perhatikan, seorang supervisor datang untuk mengawasi mereka bekerja. Jadi… mereka hanya melayani dengan baik ketika ada pengawasan/dilihat langsung oleh atasannya. Banyak lagi contoh lain yang menggambarkan layanan yang tidak konsisten. Padahal Konsistensi adalah bagian service terbaik dari pelanggan. Senyum yang ramah, pelayanan yang cepat, memberikan informasi yang dibutuhkan, penampilan yang segar, dan lain sebagai nya. itu harus bisa diberikan ke semua pelanggan tanpa melihat kondisi dan situasi yang ada. Kenapa kita harus selalu konsisten dalan layanan?... Masih ingatkah dengan kata TRUSH/kepercayaan ?.. Bayangkan.. bagaimana jika pelanggan sudah tidak percaya lagi kepada kita karena kita melayani dengan tidak konsisten. Jadi kepercayaan adalah merupakan sebuah dampak dari konsistensi. Dan konsistensi dalam layanan sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan. Mari kita selalu berbenah dengan layanan yang konsisten. Tidak dipengaruhi apakah pagi, siang, atau sore, tidak terpengaruh oleh penampilan pelanggan, tidak terpengaruh karena jabatan seseorang, tidak dipengaruhi oleh banyak tidaknya pelanggan berbelanja, apakah kenal dan tidak kenal dengan pelanggan dan yang lainnya. Istilah tulisan layanan yang konsisten, selalu nampak segar seperti “Fresh from the oven” … Ayooooo berbenah dari sekarang ya. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani
Bisnis Keripik
Ceker Ayam Bagian ayam yang kurang disukai ternyata bisa dijadikan menu utama. Bahkan, penikmat kuliner pun rela mengantri berlama-lama untuk
H. Imam Hambali
mendapatkan masakan ceker yang sudah diolah menjadi makanan yang sedap dan lezat. Apalagi, harganya relatif lebih murah. Karena itu, banyak bermunculan warung emperan di pinggir jalan yang menawarkan menu ceker. Selain bisa dinikmati sebagai menu utama, ceker ayam dapat diolah menjadi salah satu camilan kering yang renyah bila dikunyah. Namanya keripik ceker ayam. Keripik ini sangat cocok dimakan sebagai camilan pelengkap makanan seperti mie ayam, bakso dan lainnya. Bahkan, wisatawan lokal maupun mancanegara membeli keripik ceker untuk dijadikan oleh-oleh. Pengusaha keripik ceker H. Imam Hambali mengatakan, bahan baku keripik
ceker ayam memerlukan jumlah pasokan yang besar. ‘’Sepuluh kilogram ceker basah bila diolah menjadi keripik ceker hanya menjadi 1,5 kilogram saja,’’ ujarnya. Usaha keripik ceker sudah dirintis sejak 1996. Berkat kesabaran dan keuletannya kini H. Imam
mempekerjakan sekitar 25 karyawan. Harga keripik ceker di supermarket berkisar Rp 120.000 hingga Rp 125.000 per kilogramnya. Harga yang cukup tinggi itu, sangat menggoda Imam Hambali, untuk menekuni usaha ini. Bahan baku ceker yang diperlukan diantaranya, tiga kuintal ceker ayam basah serta bahan baku lainnya. Proses pembuatannya tak sulit. Awalnya, bahan baku ceker ayam basah kemudian dikuliti/kulit dipisahkan dari tulang ceker. Selanjutnya, ceker direndam dalam air kapur selama 15 menit untuk menghilangk an lendir. Setelah itu, dijemur pada terik matahari selama lima hingga enam hari. “Kalau hujan atau mendung, kulit harus disimpan dulu, menunggu panas matahari keluar. Setelah kering kemudian digoreng,” imbuh imam sambil menjelaskan keripik ceker dipasarkan door to door mengupas kulit ceker hingga online. ang sed erja pek ng Seora -Roni Irawan
18
Semakin majunya Bule leng di bidang politik, sosial, budaya, pendidikan, maupun ekonomi, rupanya dilihat jeli oleh beberapa masyarakatnya. Buleleng yang dikatakan meng geliat, ternyata dari beberapa sisi yang mungkin tidak terja mah oleh pesatnya kemajuan. Ini yang membuat orang-orang jeli tersebut berkumpul dalam suatu wadah yang mereka namakan Buleleng Aksi Sosial. Sesuai dengan nama organisasi ini bergerak di berbagai as pek kehidupan dengan tujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
K
Life
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
omang Elly Suk mawardana selaku ketua Buleleng Aksi Sosial mengatakan tidak pernah merekrut anggota melainkan atas dasar kesadaran masing-masing. “Ada yang menjadi relawan di desanya masing-masing ada juga yang stay di basecamp di jalan Dewi Sartika,” kata pria yang akrab disapa Bhoncu tersebut. Merupakan gabungan dari beberapa komunitas yang ada di Buleleng, Buleleng Aksi Sosial memiliki mar kas besar di desa Bungkulan. “Banyak komunitas yang bergabung dan semua kami tampung dengan syarat memiliki rasa kemanusiaan,” imbuhnya. Sejak berdiri enam bulan lalu tepatnya 21 November 2015, sudah banyak yang dilakukan Bule
Buleleng Aksi Sosial
Majukan Sumber Daya dengan Ketrampilan
leng Aksi Sosial. Mereka bergerak sesuai dengan permintaan dan pang gilan dari masyarakat. “Di masing-masing desa kami kan punya relawan, mereka yang akan me laporkan kepada kami jika ada masyarakat yang memang butuh bantuan,” ujar Bhoncu. Sesuai dengan program yang dicanangkan, Bule leng Aksi Sosial tidak hanya sekadar mem bantu dengan memberi sumbangan semata, tetapi juga bermaksud untuk memajukan sum ber daya manusianya. “Program kami saat ini, memberikan ketrampilan kepada sumber daya manusianya,” imbu nya. Menurutnya, dibandingkan memberikan sumbangan dengan cuma-cuma yang akan habis de ngan hitungan hari, ia lebih memilih mengajarkan ketrampilan yang ten tu dapat menambah pengahasilan. “Kalau orang cacat kan tidak bisa kemana-mana, jadi kami ajarkan
Bhoncu bersama penyandang disabilitas
membuat kerajinan sehingga inilah yang akan kami carikan donatur,” paparnya lebih jelas. Dalam memberikan pelatihan, Bhoncu mengaku tidak bisa sem barang melakukannya. Sebab yang akan diberikan pelatihan adalah orang-orang yang memang memiliki niat. “Kami juga melihat potensi desa, pelatihan apa yang cocok
Sosialisasi untuk Menjaga Telur Penyu Wilayah perairan Buleleng khususnya laut dengan penjagaan telur-telur penyu tersebut. memiliki beragam biota yang dilindungi. Salah “Kami mengundang stakeholder terkait untuk satunya adalah penyu hijau yang biasanya ba melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” im nyak dijumpai di wilayah Indonesia mulai bagian buhnya. Terkait masalah penangkaran, pemerintah barat hingga bagian timur. Begitu juga dengan kabupaten belum memiliki kewenangan. “Kami persebarannya di wilayah pesisir Buleleng yang hanya menyampaikan apa yang ditemukan di keberadaannya semakin mengkhawatirkan. Hal sini, yang lebih berwenang adalah BPSPL (Balai tersebut disampaikan oleh Ir. Made Arnika, Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut),” Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan kabupaten tambahnya. Buleleng. Mantan Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan Sesuai dengan surat edaran dari Kementrian dan Perindustrian (Kopdagprin) itu juga menga Kelautan, ada enam jenis penyu takan sangat menyayangkan yang dilindungi oleh pemerintah kasus penyelundupan penyu di antaranya adalah penyu hijau, hijau yang terjadi belakangan penyu sisik, penyu tempayan, terakhir ini. Meskipun pe penyu belimbing, penyu abunyelundupan tersebut dapat abu, dan penyu pipih. Namun digagalkan akan tetapi pelaku untuk wilayah Buleleng, dari ke berhasil melarikan diri. Ia sa enam jenis penyu yang dilin ngat berharap tidak terjadi dungi tersebut, masih ada satu lagi kasus-kasus serupa, maka jenis yang mampu bertahan di dari itu keamanan dari Satpo perairan Buleleng yang tersebar lair perlu ditingkatkan. Seba dari pantai Tejakula, Sangsit, gai ujung tombak di daerah, Penimbangan, hingga Menja Diskanla siap memfasilitasi ngan. Dengan jumlahnya yang ke provinsi. “Sejauh ini pro sangat terbatas, pihaknya sangat gram kami hanya melakukan mengharapkan masyarakat ikut pembinaan, pengawasan,dan Ir. Made Arnika menjaga kelestarian dari penyu memfasilitasi ke provinsi, kami hijau. “Kami sangat berharap jika ada penang juga siap melaporkan kasus-kasus seperti ini ke kapan yang dilakukan dengan tidak sengaja agar pusat,” tambahnya. melepaskan kembali penyu tersebut ke habitat Terkait dengan pelaksanaan event Save the Sea aslinya yaitu laut,” paparnya. Turtle 2016 yang digelar di pantai Penimbangan Disinggung masalah penangkaran penyu hijau oleh sekelompok masyarakat, pihaknya sangat untuk menambah jumlah populasinya, pihaknya mendukung. “Dari pihak Diskanla ini merupakan tidak merekomendasi dilakukan pemeliharaan. langkah yang sangat baik bagi anak-anak muda Hal ini ditakutkan merusak habitat asli dari penyu untuk ikut serta melakukan pelestarian terhadap hijau tersebut. “Memang ditemukan telur-telur penyu hijau,” tandasnya. Ia juga sangat berharap penyu, setelah menetas tukik-tukiknya kembali dengan adanya gerakan tersebut dapat memicu sendiri ke laut. Ya, yang perlu kita lakukan hanya masyarakat lain untuk ikut melestarikan penyu menjaga. Kalau dilakukan pemeliharaan takutnya juga. “Kami sangat berharap anak-anak muda disalahgunakan,” imbuhnya. Wanita yang lahir 5 itu tetap dapat melestarikan penyu di segara Oktober 1959 ini juga mengatakan pihaknya hanya Penimbangan pada khususnya dan di Buleleng melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pada umumnya,” tegasnya. -Wiwin
diberikan kepada masyarakatnya,” ujarnya. Terkait dengan pemasaran nya pun, pihaknya tidak angkat tangan tetapi juga ikut memfasili tasi. “Mereka buat kukusan, kalau hanya kukusan biasa siapa yang akan pakai zaman sekarang? Kami yang hias kukusan tersebut men jadi barang yang memiliki nilai jual lebih tinggi, misalnya menjadi hiasan
lampu,” tandasnya. Mereka sangat berusaha untuk mendistribusikan barang-barang ketrampilan yang dihasilkan. Selain hal tersebut, dalam wak tu dekat Buleleng Aksi Sosial juga akan memperkenalkan sebuah ambulans. Pria kelahiran 16 Mei 1986 ini menilai di Buleleng me mang banyak terdapat ambulans tetapi masyarakat kurang mampu tetap membayar jika menggunakan. “Kami melihat banyak sekali or ganisasi namun belum banyak yang bergerak dalam bidang kesehatan,” tambahnya. Selain bergerak di bidang kese hatan, Buleleng Aksi Sosial juga bergerak dalam bidang pendidikan. Tindakan nyata yang dilakukan ada lah program anak asuk yang dimiliki sejak SMP hingga SMA, bahkan pihaknya juga membagikan buku tulis bagi siswa siswi yang kurang mampu. Bhoncu memandang pendidikan di Buleleng ini masih jauh dari harapan. Pengaruh negatif teknologi sangat dirasakan bagi bidang pendidikan. “Banyak anak yang lebih aktif di media sosial dan gadget-nya masing-masing,” tam banya. Ia juga menilai pendidikan di Buleleng perlu dilakukan perubahan sehingga mencapai yang diharapkan. “Kami di Buleleng Aksi Sosial sering terjun ke lapangan menghibur lewat pementasan bondres,” ucap pria yang berasal dari Bungkulan tersebut. Melalui visi kemanusian dan pendidikan bondres Buleleng Aksi Sosial memfungsikan diri sebagai media untuk memotivasi masyarakat dan sama sekali tidak memungut bayaran dari setiap aksi panggungnya. -Wiwin
Story
Ketika berdiri di podium untuk memberikan sambutan dalam aca ra Seminar dan Lokakarya Akhir Program “Gerakan Inklusi Sosial Anak Buruh Migran” Program Peduli Provinsi Nusa Tenggara Ba rat beberapa waktu lalu, H. Muh. Amin, Wakil Gubernur Nusa Teng gara Barat, sejenak tidak dapat menahan emosinya beberapa saat. Sapu tangan yang ada di sakunya diusapkannya di matanya yang berkaca-kaca. Beberapa saat ia terdiam berdiri di depan mikrofon tanpa bisa berkata apa-apa.
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Lindungi “Anak Unta”
T
erharu dan sedih, itulah yang dirasakan oleh wakil gubernur ini ketika mendengar testimoni yang dibacakan oleh anakanak buruh migran yang dibawakan puisi dan orasi sederhana. Suasana haru juga menyelimuti ruangan semi nar. Para peserta seminar terdiam membuat suasana menjadi hening seketika. Semua yang hadir larut dalam curahan hati anak-anak buruh migran dengan berbagai persoalan yang dihadapinya. Lengkingan suara kepedihan hati anak buruh migran yang dibelit kemiskinan, harapan dan asa untuk mendapatkan kasih sayang utuh dari orang tua-orang tua yang terpaksa meninggalkan mereka untuk bekerja ke luar negeri demi alasan nafkah dan harapan hidup yang layak serta ketidakadilan-ketidakadilan yang kerap mereka terima dalam berba gai sudut, menjadi isi dari curahan yang menggetarkan hati itu. Mereka mewakili kisah sedih anak-anak bu ruh migran yang tidak beruntung di Lombok. Testimoni itu merupakan fakta yang mereka hadapi. Dari begitu banyak anak-anak buruh migran asal Lombok ini, ada 43 anak yang terdata secara khusus sebagai anak yang dibawa oleh ibuibu mereka dari negara tujuan mer eka menjadi TKW. 43 anak tersebut merupakan bagian dari 743 anak bu ruh migran yang berasal dari dua desa di Lombok Timur yaitu Desa Lenek Lauk Kecamatan Aikmel dan Desa Wanasaba Kecamatan Wanasaba. “Mereka khususnya yang 43 anak ini kerap mendapat stigma sebagai anak “istimewa “ atau ada juga yang disebut sebagai “anak unta”, “anak Pakistan”, “anak India”, “anak Arab” dan sebutan-sebutan lainnya yang tentu saja menyakitkan bagi anakanak ini sehingga sangat mempengar uhi perkembangan jiwa dan psikologi mereka,” ungkap Suharti, Direk tur Yayasan Tunas Alam Indonesia (SANTAI) NTB yang telah 14 bulan terakhir melakukan program untuk membangun kesadaran masyarakat di dua desa tersebut guna memberikan perlindungan bagi anak-anak yang marjinal ini. Kondisi anak-anak ini, dapat
7
Anak-anak buruh migran yang menjadi bagian dari pemuda peduli anak buruh migran
dikatakan tumbuh dalam situasi yang tidak layak tumbuh kembang. Bagaimana tidak, menurut Suharti, mereka tumbuh tanpa pengasuhan ayah/ibu sehingga mereka sangat minim mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya. Mereka tumbuh bersama keluarga-keluarga peng ganti seperti nenek/kakek yang tidak mempunyai modal yang cukup, baik secara ekonomi maupun pendidikan dalam mengasuh mereka. Bisa dibayangkan menderitanya anak-anak ini karena 52% dari anakanak buruh migran yang ada di dua desa ini usianya 1-9 tahun. Usia di mana mereka sedang sangat mem butuhkan kasih sayang dan perlind ungan dari orang tua. Dan 35% usia mereka 10-15 tahun serta 12% usia 15-18 tahun dan 1% mereka tidak mengetahui usianya. Mereka juga menjadi anak-anak tanpa identitas hukum karena mer eka lahir dari seorang ibu dan tidak memiliki ayah. “Sementara ini, mer eka tidak bisa memiliki akte kelahiran sehingga tidak bisa bersekolah karena masuk sekolah mensyaratkan akte kelahiran. Selain itu, mereka juga tidak dapat mengakses bantuan sosial dan kesehatan,” kata Suharti. Yang menyakitkan yang dialami anak-anak ini sejak kecil adalah kerap diejek oleh teman-temannya dan juga masyarakat akibat secara fisik mereka berbeda. “Secara fisik mereka ratarata berwajah Timur Tengah tempat tujuan ibunya mereka bekerja, jadi mudah sekali mengenalinya,” tam bahnya. Selain itu ejekan juga terjadi pada status mereka sebagai anak ibu saja. Kondisi inilah yang kemudian membuat kebijakan belum berpihak pada anak-anak yang mengalami eksklusi sosial tersebut. Juga belum terakomodirnya partisipasi anak
Anak-anak buruh migran di Lombok Timur yang harus dilindungi dalam gerakan inklusi sosial
buruh migran ini dalam pengambi lan keputusan untuk pembangunan di desanya serta belum ada sistem perlindungan anak, khususnya bagi anak-anak buruh migran yang ada di desa. Dampak dari eksklusi sosial ini adalah anak jadi mengalami dis kriminasi, minder dan cenderung menutup diri. Mereka juga menga lami gangguan emosi seperti cepat marah, agresif dan cenderung balas dendam dan mereka sangat rentan menjadi korban pelecehan seksual
serta rawan eksploitasi ekonomi. Untuk melindungi anak-anak buruh migran yang tidak beruntung ini, lembaga yang konsen terhadap perlindungan anak SANTAI NTB, mendorong efektifitas kebijakan inklusi sosial dan memsosialisasikan nya model penanganan anak buruh migran yang mengalami eksklusi sosial kepada semua pihak sehingga dapat menjamin terpenuhinya hakhak anak-anak buruh migran di wilayah NTB. Sesuai dengan marwah tajuk
program inklusi sosial (upaya men empatkan martabat dan kemandirian individu sebagai modal utama untuk mencapai kualitas hidup yang ideal) bagi anak-anak buruh migran ini, diharapkan program-program yang akan menyentuh mereka dapat me nyentuh berbagai permasalahan yang dihadapi mereka dan upaya terse but dapat tersosialisasikan kepada para pihak terkait di wilayah Nusa Tenggara Barat. Sehingga anak-anak buruh migran tersebut dapat hidup dan tumbuh layaknya anak-anak lain dalam suasana yang damai dan penuh kasih sayang. Setelah program ini berjalan, tampaknya ada ‘udara’ baru bagi ke hidupan khususnya 43 anak bawaan dari negara tujuan ibunya ini. Ber dasarkan laporan dari kegiatan yang dilakukan SANTAI ini, telah muncul tingkat kepedulian pemerintah desa,kecamatan, kabupaten dan propinsi di dalam melihat persoalan yang dihadapi oleh anak buruh mi gran. Saat Musrenbang perempuan di tingkat kecamataan dan kabupaten, kader-kader yang ada di desa, sudah mulai aktif menyuarakan isu anak buruh migran mulai dari tingkat desa, sampai dengan ke tingkat provinsi. Kesadaran individu masyarakat da lam memahami isu inklusi pada anak buruh migran ini meningkat sehingga membangun kepercayaan diri bagi anak-anak tersebut. -Naniek I. Taufan
8
Bunda & Ananda
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Cerdas Ponselnya Cerdas Penggunaannya Usulan agar YouTube dan Google diblokir di Indonesia menuai kontroversi. Ada pro dan kontra terkait usulan ini. Pemanfaatan internet sekarang ini ibarat pisau dengan dua sisi, sisi yang tipis dan tajam serta sisi yang tebal dan tumpul. Bagaimana orangtua memberi penjelasan kepada anak tentang internet sehat perlu diperhatikan lagi.
S
aat menemani anak belajar, gadget tidak bisa dipisahkan lagi. Kadang ada hal-hal yang tidak ditemukan jawabannya di buku sehingga Google pun menjadi solusi. Pengalaman ini diungkapkan Bu Juni. “Anak saya belajar bahasa Bali. Ada soal mengenai sebutan untuk hewan. Saya tidak hapal. Ternyata setelah cari di internet, ada jawabannya. Kami pun sama-sama mendapat tambahan pengetahuan dari internet,” ujarnya. Hal yang sama dituturkan Bu Diana yang memiliki tiga putra. Ia menjadikan internet sebagai salah satu solusi untuk membantu anakanaknya belajar dan bermain. Namun, ada beberapa aturan yang ditetapkan. “Gadget masing-masing hanya bisa dipakai di hari Jumat, Sabtu, Minggu, dan hari libur. Kalau hari sekolah, gadget disimpan. Jika ada hal-hal yang harus dicari di internet, anak-anak pakai gadget saya,” ujarnya seraya mengatakan di rumah tersedia wifi untuk koneksi internet. Sebagai orangtua, Bu Juni dan Bu Diana paham mengenai pentingnya internet untuk memudahkan anakanak belajar. Pada masa mereka kecil
dulu, tidak ada internet sehingga buku yang menjadi acuan untuk mencari jawaban. Kini buku pun sudah dibuat dalam bentuk e-book sehingga proses pembelajaran bisa lebih mudah. Internet pun bisa membantu anak-anak berkomunikasi dengan teman-temannya. Banyak anakanak sekarang yang memiliki grup di media sosial. “Sepanjang hal yang mereka komunikasikan itu berkaitan dengan urusan sekolah dan kegiatan yang dilakukan, tidak masalah. Saya sering memantau apa yang anak-anak komunikasikan dengan temannya,” ujar Bu Diana. Menurut Ni Ketut Jeni Adhi, M.Psi. Psikolog, dalam setiap perkembangan ilmu dan teknologi selalu memberikan dua dampak yang berseberangan. Masyarakat sebagai pengguna serta penikmat kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi diminta untuk memberikan sikap yang bijaksana terhadap kondisi ini. “Orangtua sering dihadapkan pada sebuah dilema dimana seiring kemajuan teknologi membawa pengaruh terhadap perilaku anak-anak. Banyak orangtua mengeluhkan jika
DuaBe Model Gelar Bali Model Competition (BMC)
Dalam rangka Anniversary XVI DuaBe Model & Graduation Duabe Model Angkatan XIII, diselenggarakan “Bali Model Competition” (BMC), pada Sabtu 9 Juli di Warung Pan Yoga Jalan Uluwatu 1 No. 79 Jimbaran Bali. Menurut Wayan Padmi, pemilik DuaBe Model, acara yang dilaksanakan antara lain Lomba Fashion Show, Pemilihan Top Model BMC 2016 dan Lomba Foto Model BMC 2016 yang memperebutkan juara 1, 2, 3, Harapan 1, 2, 3 dengan hadiah uang tunai, piala, piagam dan hadiah dari sponsor. Selain itu acara juga dimeriahkan pagelaran busana dari lima desainer top Bali yakni Tjok Abi, Yenly Wijaya, Dewi Suarjani, Angeliqa Wu dan Dewi Calista. Untuk informasi lebih lanjut hubungi Duabe Entertainment Model & Agency, Jalan Pantai Sari 17 Jimbaran Hp 081237787117, WA 081239385637, dan BBM 294967AA2; Waroeng Pan Yoga Jalan Uluwatu Jimbaran; Komunitas Lingkara Jalan Merdeka IV, Renon Telp (0361) 4722720. – Sri Ardhini
Public Speaking Clinic Spesial Liburan
Kualitas komunikasi merupakan cermin kualitas diri. Namun, saat ini masih banyak orang yang mengalami kendala ketika berkomunikasi, khususnya berbicara di depan umum. Orang yang mengalami kondisi itu sering di istilahkan dengan demam panggung. Demam panggung dapat menyerang siapa saja ketika tampil berbicara di depan umum. Jika tidak ditangani dengan baik, demam panggung dapat mengakibatkan trauma mendalam, stres bahkan dunia terasa kiamat. Sukses pun tidak hanya tertunda tetapi melayang. Untuk mengatasi masalah ini, “Daneswara Training” menyelenggarakan program Public Speaking Clinic yang akan mengupas tuntas rahasia sukses melakukan persentasi atau berbicara di depan umum. “Kami akan tunjukkan bagaimana cara tercepat mengatasi demam panggung dan menjadi sahabat bagi audience,” ungkap Kadek Eni Marhaeni mentor dari program ini yang telah belajar ilmu public speaking di Sydney University Australia dan berguru langsung dari Anthony Robbins (guru komunikasi dan motivator no 1 dunia). Untuk mengisi liburan ini program Public Speaking Clinic diselenggarakan Selasa 28 Juni 2016, Pkl. 14.00 – 17.00 WITA. Dengan biaya Rp.175.000/orang, informasi dan pendaftaran, SMS / WA 0821 4454 3311. “Diam tidak selalu emas, banyak kesempatan emas hilang karena diam.” AYO TAKE ACTION ! -Sri Ardhini
Jeni Adhi anaknya menjadi lebih suka menyendiri, lupa waktu akan tugas, lebih memilih untuk menikmati kesendirian dengan smartphone- nya daripada membaca buku serta menjadi kurang terbuka dengan orangtua. Namun, ada pula orangtua merasa terbantu ketika dapat mencari informasi materi pelajaran sekolah anak serta update berita terbaru yang terjadi saat ini. Kondisi ini tidak dialami satu atau dua orangtua saja, namun menjadi polemik di setiap perbincangan orangtua dengan komunitasnya,” ujar staf pengajar Prodi Psikologi Universitas Dhyanapura Bali ini. Ia menjelaskan internet yang telah menghadirkan media sosial (facebook, twitter, path, Instagram, WhatsApp, Line, BBM) menjadi sarana yang mengasyikkan bagi anak-anak. Ketika anak bebas menyuarakan isi hati dan pikirannya dalam dunia maya kepada orang lain melalui media sosial, baik yang sudah dikenal ataupun belum, ketika anak
menemukan keasyikan sehingga menjadi pola kebiasaan dan mulai meninggalkan sosialisasi dalam dunia nyata. Ketika anak tetap bisa terbuka pada orangtua akan apa yang menjadi pikiran dan mau bercerita tentang pengalamannya tentu tidak akan menimbulkan masalah yang berarti. Dalam media sosial anak mampu membagi cerita tentang kegiatan yang dialami, menunjukkan prestasi apa yang sudah diraihnya serta menyuarakan apa yang tidak dikehendakinya. Di sisi lain, kemudahan anak untuk mendapat segala informasi dan pengetahuan menjadi salah satu indikasi daya juang anak menurun. Jika dulu orang harus mencari buku, segala upaya akan dilakukan untuk mendapatkan buku itu. Tetapi, sekarang semua serba mudah. Motivasi untuk berjuang pun menjari menurun. “Menurut Abraham Maslow, tokoh psikologi yang menganut aliran Humanistik, manusia memiliki kebutuhan untuk menunjukkan aktualisasi diri sebagai suatu keinginan untuk diterima dan menjadi bagian dari lingkungannya. Media sosial sebagai ajang eksistensi diri diharapkan mampu meminimalkan hal negatif seperti kepalsuan, penipuan, komentar negatif, pem-bully-an, pornografi, yang akan mengantarkan pada masalah hukum sehingga perlu adanya edukasi penggunaan media sosial kepada anak dari orangtua,” ujar psikolog dari Konsultan Psikologi Tema Insani ini. THINK BEFORE POSTING Beberapa saran disampaikan pengurus Himpsi Bali, Sie. Data dan Layanan ini. Pertama, Anak belum mampu sepenuhnya mengontrol dirinya untuk membatasi menggunakan media sosial sehingga kontrol orangtua diperlukan dengan cara mengin-
gatkan, terbuka terhadap keinginan anak, orangtua memberi alarm pada smartphone-nya jika anak membuka “situs-situs terlarang” (-yang belum boleh diketahuinya). Penggunaan aplikasi alarm ini sangat membantu anak agar tidak terjerumus masuk ke situs-situs terlarang. “Namanya sudah smartphone, ponsel cerdas yang harus dimanfaatkan dengan cerdas dan bijaksana juga,” tegas Jeni. Kedua, anak harus diajarkan untuk memberi komentar sesuatu dengan cara lebih kreatif, bukan lebay. Gunakan bahasa yang sopan tanpa menyinggung pihak-pihak lain, hindari penyebaran SARA dan pornografi. Kunci dari hal ini adalah pola komunikasi antara anak dengan orangtua. Kualitas komunikasi yang bagus di rumah akan terbawa ke luar rumah sehingga anak tidak sembarangan berkomentar. Ketiga, ingatkan anak untuk tidak selalu mem-posting segala sesuatu yang dilakukan, sehingga privasi masih dapat terjaga, dan tidak menggiring orang-orang yang berniat jahat, misalnya ”sepi…aku sendiri di rumah”, “home alone”, “baru habis dari ATM ambil transferan dari ortu”. “Posting semacam ini bisa mengundang orang untuk berniat buruk. Karena itu pesan think before posting sangat tepat dijadikan acuan,” ujar ibu dua putri ini. Keempat, sebelum melanjutkan suatu berita (informasi), pastikan kebenaran informasi tersebut. Belajar untuk tahu/melek hukum, bahwa ada Undang-undang yang mengatur tentang transaksi elektronik, sehingga dapat diminimalkan terjadinya kelalaian yang dapat menjerat hukum ataupun sanksi sosial. Anak maupun orangtua harus paham ada konsekuensi yang diterima jika melakukan pelanggaran UU. –Ngurah Budi
Mendongeng Lima Menit
melodi yang terindah
Seorang raja di negeri Antah Berantah amat suka mengajukan pertanyaan-pertanyaan aneh kepada menteri-menterinya. “Gunung apakah yang tertinggi, laut apakah yang terdalam, atau kota apakah yang Made Taro terbesar?” tanyanya. Pertanyaan itu dengan mudah dapat dijawab para menteri karena sudah termuat dalam buku-buku. Akan tetapi ketika sang raja menanyakan, “Melodi apakah yang terindah?” Menteri-menteri itu saling toleh, dan tidak pernah menemukan jawaban yang sepakat. “Seruling, Tuanku!” demikian jawab seorang menteri. “Bukan! Gitar, Tuanku!” bantah yang lainnya. Menteri lainnya mengajukan pilihan, “Gamelan, Tuanku!” Pilihan yang berbeda-beda itu menimbulkan perdebatan. Semua mengajukan alasan yang masuk akal. Raja tidak menentukan pilihan, bahkan setelah perdebatan itu, beliau siang-malam menimbangnimbang. “Melodi apakah yang terindah?” Di antara menteri-menteri itu, hanya seorang menteri yang tidak mengajukan pilihan. Ia diam saja. Sampai perdebatan berakhir pun, ia tidak menentukan pilihan.
Tiba-tiba ketika ulang tahun kelahiran menteri tersebut tiba, ia menemukan ide. Ia mengundang Paduka Raja, para menteri dan pejabat tinggi lainnya, untuk makan malam di rumahnya sendiri. Banyak acara pertunjukan yang dipertontonkannya di depan para undangan yang sudah siap duduk di kursi masing-masing. Diawali dengan pertunjukan band, lalu disusul tabuh gender, kemudian musik dangdut, bleganjur, rebana, angklung bambu, kolintang, dan lain-lainnya. Para hadirin sangat puas mendengarkan alunan bunyi-bunyian yang indah itu. Namun lama-kelamaan, mereka jemu dan letih. Ditunggu-tunggu, sampai larut malam, tuan rumah belum juga menghidangkan minuman dan makanan. Berkali-kali para undangan melirik meja makan, tetapi tak ada hidangan yang tersedia. Tepat pukul 12.00 malam, tuan rumah memberi isyarat agar pelayannya mengangkut segala jenis makanan dan menghidangkannya di atas meja. Setelah siap, tuan rumah memukulkan sebuah senduk ke bibir mangkok. “Cring, cring, cring…!” demikian bunyinya. Menyusul kemudian kata sambutan tuan rumah, “Para hadirin, kami persilakan menikmati hidangan ala kadarnya.” Para undangan yang sejak tadi menahan rasa lapar, seperti tidak sabar. Mereka berduyun-duyun dan berdesakan mengambil makanan. Pada saat itulah Paduka Raja berucap, “Melodi yang paling indah adalah bunyi cring, cring, cring … yang dilahirkan oleh pasangan sebuah senduk dan mangkok.”
Griya
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Warung Berkonsep
Kekeluargaan Berdirinya sebuah bangunan, baik itu rumah tinggal, kantor, maupun warung, tentu tak terlepas dari sentuhan selera sang pemilik. Meskipun ada campur tangan arsitek dari segi konsep desain, setidaknya itu merupakan harapan-harapan dan selera sang pemilik yang kemudian diaplikasikan pada sebuah bangunan. Demikian pula yang bisa kita lihat pada Warung Kita “Dewi Sri” yang berlokasi di Abiantuwung Kediri, Tabanan.
D
ari tampak depan bangunan ini sudah terlihat konsep yang ingin ditawarkan. Sentuhan etnik sangat kental terasa pada bangunan pertama. Bangunan ini diakui pemiliknya pasutri Ketut Carma dan Sri Labantari adalah bangunan pertama yang dibangun 8 tahun lalu, sebelum akhirnya diperluas ke bagian belakang dengan konsep alami, terbuka dan kekeluargaan. Di warung ini, kesan alami diaplikasikan dalam pemilihan material pada dinding yang mengekspos batu-batu alam, demikian juga pada pilar-pilarnya, baik pada bangunan pertama maupun bangunan di belakangnya. Ada tiga
bangunan baru yang menawarkan penataan yang berbeda, yang umumnya oleh konsumen disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Ada tempat duduk biasa, ada juga yang lesehan. Bahkan ada juga pilihan tempat makan sembari melakukan aktivitas bersama, seperti meeting. Di sediakan ruang terbuka seperti aula. Keberadaan ruangan ini dikatakan Sri Labantari tak terlepas dari masukan konsumen yang menginginkan ada sebuah tempat bertemu/ rapat sekaligus untuk makan. Di depan aula ini juga ada halaman yang cukup luas yang sangat memungkinkan untuk dilaksanakan aktivitas outdoor lainnya. Satu lagi pilihan tempat yang
Ketut Carma dan Sri Labantari
paling banyak ditempati konsumen adalah area paling belakang, yang view-nya langsung ke sawah. Makan sembari melihat hijaunya persawahan menjadi pilihan banyak orang untuk benar-benar bersantai menikmati menu rumahan yang disajikan di sini. Keberadaan area bermain anak juga menjadi sentuhan kekeluargaan yang ingin ditawarkan di Warung Kita “Dewi Sri” ini. –Inten Indrawati
17
16
Edukasi
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Bulan Ramadan menjadi bulan yang spesial bagi Dra.Rodhiyatul Farida. Guru dan terapis di Madania Center yang akrab disapa Bunda Farida ini mengaku, bulan suci ini menjadi kesempatan berkumpul bersama keluarga. Terutama anakanaknya yang sudah menikah. “Di bulan Ramadan ini kami berkumpul dan ngaji bareng. Kami sangat senang dan merasa damai,” ujarnya.
B
unda Farida yang biasanya melakukan salat lima waktu, saat bulan puasa waktu
Ajarkan Anak Toleransi Sesama Teman
salatnya ditambah lagi, tarawih dan tadarus Al Quran. Pada bulan Ramadan ini dikatakannya juga kesempatan berkumpul bersama keluarga lebih banyak. “Di waktu senggang biasanya dipakai nonton televisi, tapi sekarang kami manfaatkan untuk ngaji bareng sama anak-anak di rumah. Di bulan Ramadan ini ibadah lebih diperbanyak lagi, dan perasaan saya lebih tenang dan damai,” paparnya tersenyum. Di sekolah pun jadwal belajar men-
gajar tak berubah dan sama dengan sekolah umum. Anak-anak sudah bersiap pukul 07.15 dan mengikuti pelajaran hingga pukul 10.00 untuk tingkat TK. Sementara di jenjang SD, SMP, dan SMA proses belajarmengajar di home schooling ini berakhir pukul 12.00. “Karena di sekolah ini juga menangani terapi, kami para guru sampai jam sore. Namun selama bulan puasa sampai pukul 15.00 saja, karena untuk persiapan buka puasa,” ucapnya. Selama bulan Ramadan, anak-anak sekolah yang mayoritas Muslim ini pun dianjurkan untuk berpuasa. Anak-anak TK yang belum mampu berpuasa dan anak-anak lain yang non muslim diizinkan membawa bekal, namun tidak makan di depan teman-temannya yang berpuasa. “Kami ajarkan ikut menghargai dan bertoleransi dengan teman lain yang sedang menjalankan puasa,” ujar Bunda Farida. Ia menjelaskan, kegiatan anakanak ini sama seperti hari-hari
biasa. Setelah berbaris, senam, salat duha, baru belajar. Seminggu terakhir, untuk persiapan Pondok Ramadan dan pentas, jadwal belajar diisi dengan klasikal tadarus (ngaji/membaca ayat-ayat pendek), dan latihan untuk pentas. Mengisi bulan puasa, Madania Center menggelar beberapa kegiatan. Di antaranya, bakti sosial di sekolah. “Tiap anak membuat bingkisan sembako minimal satu. Sembako ini diserahkan kepada kaum duafa (orang-orang yang membutuhkan), di masyarakat sekitar atau disalurkan ke panti. Pondok Ramadan (pesantren kilat) dilaksanakan di sekolah 17-18 Juni yang diikuti semua siswa, diakhiri dengan pentas anak, 18 Juni sore, dihadiri orangtua/wali murid, ditutup dengan buka puasa bersama. Saat ditanya persiapan yang dilakukan saat puasa, Bunda Farida menjawab tak ada yang khusus, karena ia sudah biasa berpuasa, tak hanya di Bulan Ramadan saja. Namun ia
Kadek Ridoi Rahayu
Perempuan dan pendidikan tentu tidak bisa dipisahkan. Tidak hanya sebagai kewajiban, pendidikan merupakan batu loncatan untuk dapat menolong sesama. Ilmu yang diterapkan tentu akan sangat membawa perubahan yang baik untuk bangsa. Terlebih di era digital seperti saat ini, pendidikan bagi perempuan sangat terbuka luas. Terlebih banyak lembaga yang menawarkan beasiswa.
Bunda Farida
tak menyangkal, sebisanya minum madu saat sahur untuk menambah tenaga dan menyehatkan badan. –Inten Indrawati
B a k s o s I K I P P G R I B a l i Ta h u n 2 0 1 6
Sudah Bedah 16 Rumah, 2 Rumah di Petang Budaya berupa Arja Inovatif IKIP PGRI Bali dan lawak Dadong Rerod, serta lagu-lagu IKIP PGRI Bali. Rektor Made Suarta didampingi Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali IGB Arthanegara, Sekretaris Yayasan Ngurah Oka, dan Pembina Yayasan Dewa Putu Tengah menambahkan, baksos ini merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni bidang pengabdian masyarakat. Kegitan ini secara regular dilaksanakan setiap tahun oleh lembaga. Tujuannya menyatukan konsep antara teori di bangku kuliah dan praktik di lapangan. “Inti kegiatan kami, bagaimana kami memacthingkan program lembaga dengan program pemerintah. Kepedulian IKIP PGRI Bali terhadap kesejahteraan masyarakat, yang tentunya kami sesuaikan dengan kemampuan kami,” ucap Made Suarta, dan berharap keberadaan mahasiswa baksos dengan program-programnya ini benar-benar memiliki arti bagi masyarakat Petang. Demikian pula harapan Perbekel Desa Petang I Wayan Suryantara, agar mahasiswa baksos mengikuti rambu-rambu yang berlaku di desa setempat. Sementara, Bupati Badung yang diwakili Kadisnaker Ida Bagus Dirga yang sekaligus membuka acara Baksos tersebut menyambut baik kegiatan ini, yang dikatakannya sebagai wujud kepedulian sosial IKIP PGRI Bali terhadap kondisi sosial masyarakat dan lingkungan sekitar. Dimana partisipasi seluruh komponen masyarakat termasuk lembaga pendidikan dalam pembangunan, amat besar peranannya. Sehingga harapan pemerintah pusat untuk membangun Indonesia dari pinggiran yakni desa-desa untuk mewujudkan kesejahteraan seluruh masyarakat, akan tercapai. Dan, di desadesa ini pula nantinya dapat menjadi pusatpusat pertumbuhan ekonomi sehingga terjadi pemerataan pembangunan antara di desa dan di kota. –ten
easiswa pendidikan dari pemerintah Indonesia dan pemerintah luar negeri sangat banyak. Mereka menyediakan peluang bagi pelajar Indonesia yang ingin mencari pengalaman belajar di luar negeri. Salah satu perempuan Bali yang berhasil menuai sukses di bidang pendidikan yakni, Kadek Ridoi Rahayu (23). Kadek Doi atau Doi begitu panggilannya, baru-baru ini menyelesaikan pendidikan magister di New Jersey, Amerika Serikat. Perempuan kelahiran 29 Agustus 1990 tersebut, mampu menuntaskan pendidikannya berkat beasiswa USAID PRESTASI. Berbekal beasiswa tersebut, Doi menyelami lebih dalam ilmu kesehatan masyarakat di Montclair State University, New Jersey. Kini Ia pun memperoleh gelar MPH (Master of Public Health) dengan penelitian yang berjudul Empowering Youth through Strategic Partnerships and Educational Activities; Nicotine Free Challenge, Call for Actions!. Doi tentu merasa gembira setelah lulus dari Montclair State University. Ia pun berbagi cerita tentang pengalamannya. “Perasaan saya deg-degan. Mengingat kelulusan ini adalah awal dari langkah saya selanjutnya, ya saya harus kembali mempersiapkan diri untuk menjalani petualangan selanjutnya. Pada awal masa studi sempat merasa sedih karena jauh dari orangtua tapi saya bersyukur sekali berkat teknologi saat ini, doa dan semangat keluarga dan kerabat selalu menguatkan saya selama berproses di rantauan,” ungkapnya. Awalnya ia merasa seperti mimpi, tapi karena percaya pada kekuatan mimpi ia sangat bersyukur sekali hal tersebut menjadi nyata. Ia senang dan tertantang untuk menjalani lembaran baru dalam kehidupan akademis dan keseharian selama di Amerika. “Pertama kali mendengar tentang beasiswa ini dari rekan saya di Jegeg Bagus yaitu Kadek Purnawan. Ia berbagi informasi dan memotivasi saya untuk mendaftarkan diri. Awalnya saya juga sempat ragu, takut dengan skor TOEFL apalagi saya belum punya pengalaman sama sekali untuk mendaftar beasiswa pascasarjana di luar negeri. Setelah persiapan rampung akhirnya menyetorkan aplikasi juga,” ungkapnya ketika ditanya mengenai keputusannya mengambil beasiswa. Kadek Doi tentu harus mempersiapkan dengan matang aplikasi untuk beasiswa. “Persiapan yang terpenting adalah meyakinkan diri bahwa saya siap dan berkomitmen untuk daftar maka saya berusaha sebaik mungkin untuk memenuhi kriteria. Termasuk mengikuti tambahan les TOEFL untuk memenuhi skor yang telah ditentukan oleh program beasiswa. Saya juga harus melengkapi beberapa dokumen termasuk surat rekomendasi. Untuk hal ini saya didukung penuh oleh dosen pengajar di PS.IKM Universitas Udayana serta dari Lembaga Perlindungan Anak-Forum Anak Daerah Provinsi Bali,” ungkapnya. Tidak mudah memang untuk belajar di luar negeri, terlebih saat mempersiapkan tugas akhir untuk menentukan kelulusan. Begitu pun Kadek Doi, “Ya, ada banyak cerita seru dalam menyelesaikan tugas akhir saya. Terkait dengan jurusan saya di sini, yaitu Community Health Education jadi tugas akhir yang dikerjakan adalah berupa Community Project.” Tugas tersebut menjadi pengalaman menarik baginya. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kadek Doi karena menyelesaikan Community Project bersama dengan mahasiswa-mahasiswa dari berbagai latar belakang. Terlebih lagi dengan
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
perbedaan budaya, pola pikir dan pendekatan. “Kami diharuskan untuk mengimplementasikan program kami. Berbaur dengan Komunitas African American di sini mengharuskan saya untuk belajar banyak hal. Tak hanya sebatas isu kesehatan namun isu-isu lainnya yang berkaitan secara langsung dan tak langsung dengan status kesehatan mereka. Seperti sejarah, politik, ekonomi, pendidikan,dll.” AKTIVIS KESEHATAN ANAK DAN PEREMPUAN Diakuinya kecintaan terhadap bidang Ke sehatan Masyarakat (KesMas) sejak pertama kali mengikuti orientasi mahasiswa di PS. IKM Universitas Udayana. Doi merupakan aktivis yang selalu menyuarakan kesehatan. Selain itu, Ia sempat menjadi Duta Anak Nasional menyuarakan Hak Asasi Anak di Indonesia. “Kala itu salah satu dosen saya, dr. Partha Muliawan mengenalkan bidang ini dan langsung ‘klik’ di hati dan pikiran saya. Hingga 4 tahun menempuh studi, saya mendalami bidang ini dan dosen di kampus saya berperan besar dalam menumbuhkan kecintaan saya untuk memperkuat kesehatan pencegahan di Indonesia,” ujarnya. Tahun 2005 lewat Forum Anak Daerah Provinsi Bali, Kadek Doi belajar berorganisasi dan aktualisasi diri dengan kegiatan yang positif. “Bu Nyoman Masni kala itu mengajak saya untuk berpartisipasi dalam gerakan pencegahan kekerasan seksual pada anak, hingga kini saya tetap berguru pada beliau dan fokus dalam kesehatan pencegahan terutama perlindungan anak dari bahaya rokok. Saya menemukan paket komplit dalam bidang ini untuk berpikir dan bertindak kompeherensif dalam mengabdi di masyarakat. Belajar bidang ini mengajak kita untuk belajar tentang banyak bidang tak hanya kesehatan. Terkait juga politik, seni, bahasa, kepemimpinan, kedokteran, dll,” ungkapnya. Berkat ketekunannya Kadek Doi sering mendapat kesempatan memimpin organisasi. Salah satunya terpilih menjadi Presiden PERMIAS New Jersey (Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat) pada tahun 2015. Organisasi inilah yang memperkuat langkahnya untuk bertahan dan bersemangat di rantauan. “Organisasi ini sangat kekeluargaan dan masing-masing karakternya sangat unik. Melalui organisasi ini kami membawa nama Indonesia
Salon
Jln. Wijaya Kusuma No.39 Denpasar
Jln. Suli No. 151
Tlp. 085 237 028570
Tlp. 0812 3636 0808
Jln. Sedap Malam No. 79 A, Denpasar HP 08133900 3366, 0851 0349 6464
di kancah internasional. Sempat mendapatkan peringkat pertama dalam Worlds Fair Day, menjadi volunteer untuk festival Indonesia di Berkshire-Massachusetts, serta ikut berpartisipasi dalam mengajar bahasa Indonesia di Kelas AKAR PERMIAS NYC. Tiap organisasi tentu memiliki tantangan tersendiri, apalagi anggota kami kebanyakan mahasiswa Master dan PhD, jadi quality time kami memang betul-betul produktif. Saya belajar banyak hal dari teman-teman pelajar Indonesia selama berdinamika di sini,” tutur Duta Bahasa Nasional tahun 2012 ini. PENGHARGAAN DARI KEDUBES RI Selain mendapatkan Academic Excellence Award in Public Health tahun 2016, Doi juga mendapatkan penghargaan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat di Washington DC sebagai Ambassador’s Award for Excelence yang tiap tahun rutin diberikan untuk pelajar Indonesia di Amerika Serikat untuk prestasi dan dedikasinya dalam bidang akademik, non akademik dan kepemimpinan. Penghargaan tersebut tidak mudah didapat. Ia harus melalui berbagai proses dan ujian takdir. Namun, hal itu tidak mematahkan semangatnya. “Penghargaan ini memotivasi saya untuk tidak pernah berhenti belajar. Kembali teringat saat semester satu perjuangan beradaptasi dengan suasana akademik yang sangat berbeda, gegar budaya, musim di ngin pertama, wayah (kakek) meninggal dunia dan patah hati hahaha. Sempat hampir kehabisan tenaga tapi bersyukur sekali ada banyak orang yang bertahan untuk memberikan saya dukungan serta doa agar bangkit dan berprestasi,” tuturnya. Dua tahun mengeyam pendidikan di Amerika tentu membawa pengaruh yang kuat bagi kepribadian dan cara pikir Doi. Ia lebih memaknai lingkungan baru dan kebudayaan baru. “Montclair menjadi bukti transformasi saya untuk lebih banyak bersyukur dan menghargai hidup. Penduduknya sangat beragam dengan kreativitas dan keramahan serta lingkungan yang bersih dan asri. Hal yang tak akan saya lupakan dari Montclair
9
adalah ‘downtownnya’ yang selalu ramai di akhir pekan karena banyak restoran di sana,” ungkap Doi. Di tengah kesibukan, Doi menyempatkan untuk menjejaki pengalaman di daerah baru dengan lingkungan sosial, seni, dan iklim salju. “Pengalaman lain yang berkesan adalah ketika trip saya ke Alaska. Berharap dapat salju yang banyak sebelum pulang ke Indonesia, tapi tahun ini salju ternyata tak seperti biasa. Efek global warming, kata penduduk sekitarnya. Namun saat itu saya beruntung karena bertepatan dengan Festival of Native Arts di University of Alaska. Jadi sempat berinteraksi dengan penduduk asli Amerika dan menyaksikan pagelaran seni suku Indian-Alaska. Malamnya melihat langsung kecantikan Aurora Borealis atau yang disebut juga Northen Iights.” Setelah kembali ke Bali, Doi sudah menyiapkan beberapa program. “Saya ingin kembali ke komunitas, bersamasama melakukan kesehatan pencegahan. Saya juga ingin berbagi dan mengaplikasikan ilmu yang didapat selama program pendidikan,” tegasnya. Tidak hanya itu, orang-orang di lingkungan Doi juga membuatnya termotivasi. “Banyak orang yang menginspirasi saya dalam perjalanan ini. Jika lebih dispesifikasi lagi, perempuan-perempuan Bali memberikan gambaran sosok perkasa yang saya kagumi. Ibu Nyoman Masni, dari LPA Bali memberikan contoh nyata bagi saya untuk selalu menjadi perempuan Bali yang berkarakter teguh dan tekun serta selalu semangat meningkatkan kualitas diri,” ungkap Doi. Baginya, perempuan Bali saat ini sudah banyak yang berani tampil dan berprestasi dalam bidang masing-masing. Contohnya menjadi pengusaha muda wanita yang sukses, pengajar berprestasi, dan yang terpenting sudah makin banyak perempuan Bali yang menempuh pendidikan tinggi. Makin banyak berkreasi, makin banyak meng inspirasi. -Wulan
Percaya Kekuatan Mimpi
B
Kegiatan anak-anak Madia Center
diikuti 615 mahasiswa dengan 150 dosen pendamping/panitia. Kegiatan lain yang dilaksanakan yakni program kesehatan berupa penyuluhan HIV/AIDS, penyuluhan Narkoba; program keagamaanberupa dharma wacana dari Ida Pandhita Mpu Jaya Acharya Nanda; konservasi alam berupa tanaman manggis sebagai ikon Desa Petang penghaPeninjauan program bedah rumah yang diberikan kepada I Made Penyerahan program bedah rumah dan rehab rumah secara simbolis sil wine manggis serta peSudirta, oleh Rektor Made Suarta dan Ketua Yayasan Arthanegara. lestarian tanaman langka upakara yadnya; I Made Sudirta menjadi salah seorang mendukung program pemerintah, yakni mah diberikan kepada I Gusti Putu Anom program pembinaan berupa pengelolaan keuangan pada kelembagaan keuangan warga Petang, Badung yang beruntung mengentaskan kemiskinan. “Kami sudah dan I Nyoman Sudarma. mendapatkan bantuan bedah rumah dari menbedah 16 rumah, 4 rehab rumah, dan Baksos yang berlangsung mulai 17 s.d. BumDes, LPD, Koperasi, dan kelompok IKIP PGRI Bali yang diserahkan secara 3 bedah sekolah,” ungkapnya. 19 Juni 2016, yang mengusung tema “Mela- usaha lainnya; Klinik Pendidikan berupa simbolis, Jumat (17/6) dalam PembuPerinciannya, 9 rumah dibedah di Kota lui Bakti Sosial IKIP PGRI Bali Tahun 2016 pelatihan Karya Tulis Ilmiah (PTK) untuk kaan Bakti Sosial (Baksos) IKIP PGRI Denpasar tahun 2012, berlanjut ke timur Kita Tingkatkan Peduli Desa menuju Desa para guru SD/SMP/SMA dan penataan Bali Tahun 2016 di Wantilan Pura Desa yakni Karangasem 2 rumah dibedah, 3 Shantidan Jagatdhita”, disampaikan Ketua lingkungan sekolah baik pada media belaAdat Petang. direhap, dan 3 bedah sekolah tahun 2013. Panitia Baksos Dr. I Made Darmada, M.Pd. jarnya maupun landscapenya; serta Pentas Made Sudirta dan istri bersyukur Berlanjut tahun 2014, ada 3 rumah di dan mengucapkan terimakasih atas ban- Klungkung (Dawan dan Nusa) yang dibetuan ini. Ia mengatakan, dulu tahun 2013 dah. Sementara di Tampaksiring (Gianyar), Pemkab Badung sudah pernah memberi- ada 2 rumah dibedah dan 2 rumah direhab kan bantuan bedah rumah senilai Rp 10 tahun 2015. Untuk tahun 2016, giliran juta, namu diakuinya hanya cukup untuk Petang (Badung) yang mendapatkan banmembeli batako. “Kini akhirnya IKIP PGRI tuan 2 bedah rumah dan dua rehab. Nilai Bali yang mewujudkan rumah kami,” ucap bantuan tersebut, masing-masing untuk Sudirta yang langsung ikut mengerjakan bedah rumah Rp 25 juta, dan rehab rumah rumahnya dengan luas bangunan 9x5 antara Rp 12,5 juta s.d. Rp 15 juta. meter persegi tersebut. Mereka yang mendapatkan bantuan Program bedah rumah menjadi satu program bedah rumah ini dijelaskan Made dari tiga agenda rutin dalam pelaksanaan Suarta benar-benar sudah diseleksi dengan baksos, selain pengobatan mata dan berkoordinasi dengan berbagai pihak pemberian kaca mata gratis, serta pe- terkait, di antaranya Depsos, camat, dan nanaman pohon/penghijauan. Program perbekel. Dan mereka memang sangat bedah rumah yang sudah dilakukan sejak layak menerima bantuan tersebut. Mereka 2012 ini dikatakan Rektor IKIP PGRI Bali yang mendapatkan bantuan bedah rumah Penanaman pohon oleh Rektor Made Suarta, Kadisnaker IB Dirga (berkacamata), Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum., sebagai adalah Ni Wayan Reni dan I Made Sudirta. dan Perbekel Petang Suryantara bentuk kepedulian IKIP PGRI Bali dalam Sedangkan untuk bantuan rehabilitasi ru-
Dara
10
Kreasi
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Style
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Aneka Gaya Busana Endek Dari Kekurangan Menggali Kelebihan Putu Agus Setiawan
Menulis bukanlah hal yang mudah karena selain mengerti apa yang akan ditulis, seorang penulis juga harus tahu tata bahasa dan struktur kalimat. Menjadi seorang penulis yang profesional memang harus menjalani suatu proses baik dengan jalan pendidikan maupun dengan proses latihan. Tidak hanya itu, selain bakat seseorang akan mampu menuangkan ide ke dalam sebuah tulisan jika sudah ada niat dan keyakinan.
S
ebuah tulisan dikatakan baik hidupnya. Tidak ada kata putus asa ataupun dan menjadi luar biasa jika ber- menyerah, ia bersama keluarga tetap memanfaat bagi yang membacanya. nyambung hidup walau harus tertatih tatih. Jika tulisan tersebut berisikan Keterbatasan dan hidup di lingkungan yang kata-kata bijak yang mampu memberi mo- jauh dari perkotaan membuat Agus sama tivasi bagi pembacanya. Hal tersebutlah yang sekali tidak pernah mengenyam pendididilakukan oleh Putu Agus Setiawan, remaja kan. Agus memiliki kemampuan yang luar penyandang disabilitas. Memanfaatkan akun biasa dibanding anak-anak penyandang pribadinya ia selalu menulis kata-kata yang cacat lainnya. Pengetahuan yang luas memtentu memberikan semangat hidup bagi buatnya tidak pernah ketinggalan informasi teman-teman yang menderita disabilitas bahkan Agus terbilang mahir menggunakan bahkan untuk masyarakat secara umum. teknologi. Tumbuh secara tidak normal dengan kaki Dari kekurangan ia belajar menggali dan tangan yang berukuran kecil, membuat kelebihan yang ada pada dirinya. Menulis Agus sapaan akrabnya lebih banyak berdiam diri adalah salah satu kegiatan yang disukai Agus. di dalam rumah. Rumah adalah segala-galanya “Saya suka menulis apalagi kata-kata motivabaginya, karena merupakan saksi bisu segala si,” ujarnya saat ditemui di rumahnya Dusun kepahitan hidup serta cobaan yang ia rasakan. Yehanakan, Kecamatan Seririt. Melalui akun Hidup dalam keluarga sederhana, ternyata facebook Agus Kpopoers, ia sering menubukan cobaan terakhir bagi kehidupan Agus angkan tulisan-tulisan yang berbau mengajak dan keluarga. Terlahir dengan kekurangan juga hingga memotivasi seseorang untuk tetap belum cukup untuk menguji kesabarannya. semangat dalam menjalani hidup. Hingga Adik kedua dan ketiga juga menderita penyakit akhirnya salah satu rekan di akun tersebut yang sama diderita olehnya. menawarkan ia untuk menulis sebuah buku. Rupanya terpaan badai cobaan yang “Ada teman yang sering membaca tulisan selama ini menghantamnya membuat pria saya, ia menawarkan untuk menulis buku. yang lahir 14 THE Feberuari 1987 tersebut se-TEMUI Ia menilai tulisan-tulisan saya diNEGARA facebook PETINGGI SUKARNO CENTER PRESIDEN RI DI ISTANA makin tegak dan kokoh dalam menjalani sisa lumayan,” paparnya. KOMITE III DPD RI KUNJUNGI PONPES HIDAYATULLAH BANYUASRI SINGARAJA
HINDARI KASUS 2014, WEDAKARNA MINTA PERUSAHAAN HINDARI PENYERAGAMAN DI BULAN RAMADAN
berarti menyeragamkan,” ungkap Gusti Wedakarna. Wedakarna pun mengingatkan bahwa Bali secara resmi sudah menolak Desa Syariah, Wisata Syariah (Piagam Tantular) dan Hotel Syariah (Kuta Agreement) pada 2015 lalu, sehingga pihakknya ingin mengingatkan kembali jati diri di Bali sebagai pulau Dewata. “Saya minta para rakyat Bali jika ada kendala masalah SARA agar melapor ke DPD RI. Kita bisa selesaikan SATYAGRAHA – Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya masalah dengan sebaik–baiknya. Wedakarna MWS III Usai Menggelar Dialog Bersama Tokoh Adat Contoh ketika warga di Taman Griya dan Kedonganan keberatan dengan Banyuasri, Kanwil Agama Buleleng, Tokoh Muslim Singaraja suara loadspeaker tempat ibadah dan izin mushola yang belum ada tuntas, DPD RI bisa Beberapa tahun terakhir sejumlah kasus distolturun ke lapangan memberi solusi. Juga ketika eransi di Bali mencuat hebat. Sejumlah kasus antara Desa Adat Hyang Ujung Karangasem menolak umat Hindu dan umat non-Hindu mendominasi kuburan keluarga milik keluarga Muslim tanpa izin masalah intoleransi di Bali. Misalkan pada pelaksandi desa adat, kita selesaikan dengan cara diplomasi. aan Ramadan di tahun 2014, muncul sejumlah kaBegitu juga saat ada dugaan pelecehan hari Raya sus intoleransi yang menjadi keberatan masyarakat Nyepi di Bedugul Tabanan sudah diselesaikan Hindu di Bali diantaranya penyeragaman pakaian oleh pemerintah lokal di sana dan ternyata umat nuansa agama tertentu di jalan tol, di restoran, di Islam sudah meminta maaf. Saya yakin, ini adalah minimarket, di provider telekomunikasi hingga proses pendewasaan karakter dari masyarakat. pusat hiburan. Hal ini kembali diingatkan oleh Saya tidak mau seperti di luar Bali sampai rusuh, Komite III DPD RI, agar tidak terjadi lagi gesekan sampai tempat ibadah dibakar dan ada sweeping– SARA di Bali terkait ornamen Lebaran sehingga sweeping. Lakukan dengan saluran diplomasi yang mengurangi ketersinggungan umat di Bali, demikian baik. DPD RI siap untuk memediasi,” ungkap diungkap Gusti Wedakarna di sela–sela kunjungan Gusti Wedakarna. di Jembrana dan Buleleng. Lalu bagaimana terkait banyaknya tempat “Setiap hari raya agama, selalu muncul potensi ibadah, pondok dan pusat agama di Bali yang gesekan antar umat. Hal itu wajar saja karena tidak berizin? “Saya ingatkan kepada Kanwil Indonesia ini adalah negara majemuk, dan disana Agama RI di Bali Bali agar memproses apapun peran pemimpin, dan juga DPD RI terkait untuk dengan baik dan sesuai aturan. Jangan ada kesan menjadi problem solver. Saya mengingatkan agar sembunyi–sembunyi. Izin dulu keluar baru pusat kasus 2014 yang dimana marak protes terkait studi agama bisa berjalan. Tentu jika mau ada izin, pemaksaan ornamen salah satu agama selama harus matur ke desa adat. Jangan seperti sekarang, Ramadan mudah–mudahan tidak terjadi lagi. Saya bangunan ada dulu tapi baru nyusul IMB atau izin masih ingat pesan dari PHDI Bali saat mediasi aktivitas keagamaan belum ada tapi sudah berani saat itu bahwa menghormati hari raya Ramadan buka kegiatan. Coba baca SKB 2 Menteri yang bukan berarti menyeragamkan seluruh karyawan mengamanatkan ada persetujuan dari komunitas, harus memakai pakaian agama tertentu, tapi cukup belum di Bali ada perarem dan awig–awig desa dengan dekorasi. Kita akan dorong turus saling adat. Jadi hormati keberadaan Desa Adat di Bali pengertian antar umat beragama di Bali ini, khususini. Menjaga Bali bukan hanya tugas umat Hindu nya di bidang industri dan perdagangan. Toleransi tapi semua agama di Bali. Jangan bawa budaya dua arah itu sangat penting. Misalkan kita tidak bisa Arab, India, China, Barat dalam kehidupan kita melarang umat Islam memakai jilbab atau peci, tapi sehari–hari. Tapi lindungi Budaya Nusantara adalah jika sudah memaksakan karyawan yang beragam mutlak demi kebhinnekaan kita,” ungkap Gusti Hindu memakai ornamen yang bukan sesuai keperWedakarna. (humas) cayaannya itu juga salah. Saling menghormati bukan
Putu Agus Setiawan
Selama tujuh bulan sulung dari empat bersaudara itu mampu menyelesaikan sebuah naskah biografi mengenai kisah hidup keluarganya. Buku yang berjudul Kisah Hidup Ni Komang Warsiki berisi tentang perjalanan hidup ibunya sejak kecil hingga bertemu dan menikah dengan ayahnya. “Berkisah tentang
perjalanan Ibu, dari kecil hingga memiliki anak-anak,” imbuhnya. Meskipun tidak pernah mendapat pendidikan khusus mengenai teknik menulis namun tulisan Agus terbilang cukup baik. Disajikan dengan bahasa yang sederhana namun masih mampu dimengerti dan dipahami oleh pembaca. “Kalau belajar menulis sendiri saja bisa dibilang otodidak, karena saya jarang suka membaca,” ungkapnya. Bahkan selain mampu menulis, ia juga sangat menguasai teknologi. “Saya juga punya web untuk memasarkan lukisan adik,” imbuhnya. Pria yang mengidolakan motivator Mario Teguh tersebut mengaku jika naskahnya sudah dikirim ke sebuah penerbit di Jakarta. “Sudah dikirim ke Transmedia, akan tetapi diterima atau tidaknya masih menunggu kepastian. Sebab jawabannya akan diberikan setelah tiga bulan dari naskah dikirim, nah sekarang baru dua bulan jadi masih ada sebulan lagi untuk menunggu kepastian,” tandas laki-laki yang sedikit bicara tersebut. Ia sangat senang bisa menyelesaikan naskah buku biografi tersebut dan berharap apa yang ia tulis bisa menginspirasi banyak orang. “Hanya ingin memotivasi khususnya buat orang-orang penyandang kebutuhan khusus agar tetap semangat dalam menjalani hidup,” ujarnya. -Wiwin
Buat Perubahan dengan Bantu Anak tak Mampu Bulan suci Ramadan dijadikan momen penting oleh pendiri Jualo.com, Chaim Fetter, dengan mengajak para dermawan berbagi kepedulian terhadap sesama khususnya anak-anak tak mampu dengan memberikan peluang bagi donatur yang ingin melipatgandakan pahalanya melalui sedekah maupun zakat di sebuah yayasan sosial yang didirikannya, Yayasan Peduli Anak (YPA). YPA adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang sudah berdiri sejak 10 tahun lalu serta fokus membantu anak-anak yang patut dibantu di wilayah Nusa Tenggara Barat, khususnya pulau Lombok. “Hasil sedekah maupun zakat tersebut nantinya akan disalurkan ke berbagai macam program di bidang pendididikan, kesehatan, kesejahteraan keluarga, dan untuk membiayai tiga asrama bagi anak-anak terlantar dan yatim piatu. Para donatur yang ingin mengetahui YPA lebih lanjut, visi misi kami dan hendak bergabung bisa kunjungi websitenya di www.pedulianak.org ,” ujar pria asal Belanda ini. Selama lebih dari 10 tahun, YPA tidak hanya menyekolahkan lebih dari 1.000 anak kurang mampu di Lombok tapi juga memberikan bantuan kesehatan, makanan dan advokasi bagi ribuan anak lainnya. “Tahun 2006, saya bersama dengan teman karib saya mendirikan Yayasan Peduli Anak di pulau Lombok. Yayasan ini berfungsi sebagai rumah, tempat untuk mendidik anak-anak jalanan dan kurang mampu, serta memiliki fasilitas kesehatan yang memadai dan gratis. Selama 10 tahun kami sudah membina lebih dari 1.000 anak agar mereka punya masa depan yang lebih baik,” ungkap Chaim. Yayasan yang terletak di Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat ini dibangun di area seluas 1,5 hektare. Meskipun fokus utamanya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup
anak, YPA juga menaruh perhatian terhadap masalah sosial lainnya di Lombok. Kecenderungan untuk menikah dini dan tingginya angka perceraian menyebabkan banyak orangtua yang menelantarkan anaknya. Sebagian besar anak-anak yang dibina YPA memiliki latar belakang tersebut. Oleh karena itu, Peduli Anak bekerja sama dengan Kementerian Sosial RI memberikan bantuan finansial dan bimbingan untuk 250 anak-anak yang hidup dalam keluarga sangat miskin. Biaya operasional untuk yayasan pada awalnya ditanggung oleh Chaim dan beberapa teman. Lambat laun, ada donatur baik dari dalam maupun luar negeri yang ikut menyalurkan bantuan melalui programprogram YPA. Tahun lalu, Chaim diundang sebagai bintang tamu di acara TV talk show populer di Indonesia, Kick Andy. Acara tersebut ditonton jutaan pemirsa dan banyak diantaranya yang mengekspresikan dukungan terhadap kerja YPA. “Semakin banyaknya jumlah anak yang dibantu dan program-program yang dikembangkan, kami sangat membutuhkan bantuan dari masyarakat. Kami berharap semakin banyak donatur dari Indonesia yang bergabung karena Peduli Anak memberi peluang emas bagi mereka untuk membuat perubahan di negeri sendiri dengan membantu kelompok yang paling rentan, yaitu anak-anak tak mampu,” ujar Chaim. –Ngurah Budi
Chaim Fetter
Menyenangkan melihat kepopuleran endek semakin hari terus meningkat. Pancaran keindahan coraknya menginspirasi para desainer untuk berkreativitas. Sebagaiman terlihat pada “Lomba Fashion Endek Modifikasi” (Save Our Heritage) yang digelar oleh Duta Endek Kota Denpasar, belum lama ini di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar.
E
ndek ,sebagai salah satu kain tenun tradisional Bali, berhasil menampilkan busana bernuansa kasual maupun pesta yang dikenakan para model di rubrik Style Tokoh kali ini. Gaya mereka dapat menjadi alternatif pilihan dalam berbusana. Apalagi dengan kualitas serta tampilan modern ragam motif dan warna. Selanjutnya anggota
Duta Endek, sebagai generasi muda merasa wajib melakukan berbagai upaya untuk menunjukkan kepedulian dan kecintaan pada tenun endek. Selain menggfelar lomba, mereka juga mengusung misi untuk melestarikan bahkan memberikan penghargaan terhadap kekayaan budaya negeri sendiri, dengan semakin banyaknya generasi muda yang melirik dan menyukai endek. – Sri Ardhini
15
14
Tak ada seorang pun yang ingin terlihat lebih tua dari usianya, keriput, leher bergelambir, dan masalah kulit lainnya. Jika boleh jujur, setiap orang pasti meng harapkan sebaliknya, ter lihat lebih muda dari usia sebenarnya. Itu sebabnya, mengapa begitu ban yak orang yang akhirnya me mutuskan untuk melaku kan serangkain perawatan anti-aging, mencari produk untuk melindungi, memeli hara, dan menjaga kulitnya agar terlihat tetap tampak muda. “Saat ini, ada dua jenis perawatan anti-aging yang sering kita temui, yaitu berupa serum dan krim. Se lain berbeda tekstur, kedua jenis perawatan ini memiliki cara kerja yang berbeda,” ujar dr. I Gusti Nyoman Bagus Usian a, dokter konsultan House of Dura Bali.
Dr. I Gst Nyoman Bagus Usiana
I
Jelita
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
a menjelaskan, ada be berapa bahan penting yang ada dalam krim anti-aging, di antaranya vitamin C dan vitamin E. Bahkan ada beberapa produk tertentu yang menambahkan bahan alami lain di dalamnya yang dibutuhkan untuk memaksimalkan proses antipenuaan ini. Di House of Dura Bali yang
Cegah Penuaan Dini dengan Krim
berlokasi di kawasan Renon, Den pasar ini, salah satu perawatan terbaru untuk menangani antiaging ini adalah Dura Revitalizing Cell Treatment. Perawatan ini dijelaskan Dokter Bagus, meng gunakan krim nutrisi dengan teknologi Micro Needle. “Ini berfungsi untuk mengembalikan kulit sehat dan untuk semua jenis kulit. Krim ini efektif memperbaiki masalah penuaan kulit, sangat baik untuk purifikasi (pemurnian), anti-aging dan mendapatkan ku lit bersinar secara sempurna,” jelasnya. Selain itu, treatment ini dapat mengaktifkan kembali limfe dan meningkatkan sirkulasi darah pada wajah, sehingga dapat mengen cangkan wajah dan menghalus kan tekstur kulit. Treatment ini juga mampu mengurangi keru tan wajah dan membuat kulit lebih cerah, mengurangi scar, dan mampu mengurangi bekas-bekas jerawat. Bahan-bahan yang digunakan nya pun sangat alami, yang dio lah sehigienis mungkin sehingga sangat aman dan hasilnya sangat memuaskan. Ada empat bahan pokok yang digunakan dalam krim ini. Adalah Moringa pteryosperma seed oil atau lebih dikenal di Indo nesia dengan nama pohon kelor. Pohon ini biasa digunakan untuk suplemen makanan, bahan dasar kosmetik, rambut dan kulit. Dalam pohon itu terkandung Vit B, Vit C, pro vit A sebagai beta karoten, Vit K, Mangan dan protein yang berfungsi untuk per murnian, antiseptik, antioksidan, anti penuaan,nutrisi kulit, anti kerut, untuk jerawat, anti inflamasi, antimikroba, desinfektan, exfoliant, dan emolian mengha
luskan kulit. Berikutnya adalah Shea butter yang berfungsi untuk me nenangkan, kulit yang pecahpecah, mencegah keriput, tidak menyumbat pori, tabir surya, mempertahankan kelembaban dan elastisitas kulit, memperbaiki kulit rusak, antioksidan. Bahan ini cocok diaplikasikan untuk kulit berjerawat, eksim dan psoriasis,
juga baik untuk penyembuhan luka. Selanjutnya, ada Scutellaria baicalensis yang berfungsi untuk antiinflamasi, pelindung saraf, neurogenesis, memori, anti stres, kesehatan, imunologi, anti al ergi, antioksidan, menghambat replikasi HIV, antibakteri. Dan, dalam krim ini juga mengandung Paeonia Suffruticosa Root, akar
peony yang berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, antimel anogenesis, pelembab, serta berfungsi menu runkan suhu darah. Dokter Usiana mengingatkan, un tuk mendapatkan perawatan anti-aging yang tepat, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Mungkin saja kulit kita sensitive, sehingga dokter bisa merekomendasikan produk perawatan yang cocok untuk kulit kita. “Jika Anda ber pikir untuk menunda melakukan perawatan anti-aging, coba pertimbangkan kembali. Sebab prosese penuaan dapat terjadi lebih cepat dari yang kita duga,” tandas Dokter Bagus. –Inten Indrawati
Bugar
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Olahraga juga pen ting dilakukan bagi yang menjalank an ibadah puasa. Justru dengan berolahraga, dapat memberi sti mulan bagi tubuh dan memaksimalkan fungsi tubuh. Apa yang harus diperhati kan jika berolahraga saat puasa?
Bugar saat Puasa M
enurut dr. I Putu Adiartha Gria dhi, M.Fis.AIFO, bagi sebagian orang, seringkali puasa diartikan tidak makan dan minum seharian. Dalam puasa yang dilakukan umat Muslim, tetap ada waktu untuk sahur dan berbuka puasa. Arti nya, sesungguhnya tubuh men dapatkan asupan makan walaupun sedang menjalani proses puasa. Untuk menjaga kebugaran tubuh, olahraga pun hendaknya jangan dilupakan. Olahraga tetap mem beri manfaat positif bagi tubuh walaupun sedang berpuasa. Asal, dilakukan sesuai aturan. Artinya, tidak berlebihan, kata staf peng ajar fisiologi olahraga Bagian Ilmu Faal, Fakultas Kedokteran Unud ini. Olahraga dapat mengusir rasa malas dan mengantuk. Jadi, se lama berpuasa, hendaknya tetap
dr. I Putu Adiartha Griadhi, M.Fis.AIFO
melakukan aktivitas fisik seperti biasanya. Akvitas fisik dan olahraga dapat mengubah energi cadangan atau lemak tubuh menjadi glukosa yang akan mengusir rasa lesu, malas, dan mengantuk. Selain itu, selama berolahraga, tubuh melepaskan hor mon endorphin yang membuat tubuh kita merasa bersemangat. Ia mengatakan, olahraga yang dapat dilakukan saat puasa, adalah olahraga yang ringan seperti jogging, jalan santai, bersepeda dengan kecepatan ri ngan. Hindari olah raga berat yang da pat menguras energi dan menga kibatkan tubuh banyak men geluarkan kerin gat sehingga bisa memicu dehidrasi dan hipoglekimia. Berolahraga se baiknya dilakukan 2 jam sesudah sahur. Pada saat olahraga kita menghindari lambung penuh. Pada saat sesudah makan, terjadi proses penyerap an sari sari maka nan. Kalau setelah makan, langsung berolahraga, pro ses penyerapan makanan akan ter ganggu atau tidak maksimal. Dua jam setelah makan, tubuh
11
Olahraga tetap memberi man faat positif bagi tubuh walaupun sedang ber puasa. Asal, di lakukan sesuai aturan. Arti nya, tidak ber lebihan
sudah siap dan fokus pada aktivi tas lain, misalnya, untuk olahraga, katanya. Ia menambahkan, pada dasarnya olahraga dapat dilaku kan 2 jam sesudah sahur atau 2 jam setelah berbuka. Namun, bagi yang sudah terbiasa berolahraga siang, sore atau menjelang berbu ka puasa, atau malam hari, perlu juga memperhatikan suhu ling kungan. Pilihan suhu lingkungan yang nyaman agar meminimalkan dehidrasi. “Olahraga yang baik
dilakukan di tempat sejuk, seper ti taman atau kebun dengan pepohonan rindang, sarannya. Ia juga menyarankan, sebaiknya, menghindari olahraga mendekati waktu tidur. Hal ini bertujuan untuk memberi kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat. Untuk menghindari dehidrasi, sebaiknya mengonsumsi lebih banyak cairan. Idealnya, cairan yang harus masuk ke dalam tu buh setiap hari minimal 8 gelas. Sebaiknya, sebelum berolahraga, konsumsi lebih banyak air putih untuk mencegah dehidrasi. Se
telah sahur bisa minum 1 botol tanggung air mineral. Kemudian sebelum berolahraga ditambah minum 500 ml air putih lagi, sarannya. Jenis makanan, pilih makanan yang mengandung lebih banyak karbohidrat misalnya roti, agar tenaga lebih optimal saat melaku kan olahraga. Hal lain yang juga menjadi pertimbangan, adalah usia Anda. Jika anda sudah lansia, sebaiknya waktu berolahraga jan gan terlalu lama, cukup 15 menit, dan akan lebih baik konsultasikan dengan dokter. -Wirati Astiti
Kuliner Orak-arik Telur Saus Tiram Pisang Rai Mandi Madu Sajian Praktis untuk Sarapan Cita Rasa Indonesia
12
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Bahan: 2 buah : pisang raja 100 gr : tepung beras Gula secukupnya Kelapa parut secukupnya Madu secukupnya Kapur sirih secukupnya
Santika Siligita menonjolkan keunikan Indonesia, baik itu dari segi makanan termasuk pelayanan tamu. Dengan moto “Indonesian Home”, Santika Siligita memberikan kenyamanan tamu seperti di rumah sendiri. Makanan spesial yang ditampilkan, Executive Chef Santika Siligita, Nusa Dua, Kadek R. Yuniantara ini, sangat spesial. Mengusung konsep 80 persen makanan Indonesia yang disajikan di Mengiat Resto, Santika Siligita menawarkan rasa khas asli Indonesia. Iga bakar disajikan dengan bumbu sambal ulek yang sangat pas sebagai sajian makan siang atau makan malam Anda. Bebek menyatnyat, menonjolkan menu berkuah dengan aroma basa genep. Ada juga, ayam bakar dengan sambal bongkot yang tak kalah sedap. Selamat mencoba. –Wirati Astiti
Ingin menyajikan menu yang cepat saji di pagi hari? Coba pilih tiga menu berikut ini. Selain bisa dijadikan pilihan untuk sahur, bisa juga untuk menu sarapan. Selamat mencoba. Sumber: www.zonakeren.com.
Cara membuat: - Aduk tepung, gula, dan kapur sirih. Masukkan air secukupnya sampai menjadi adonan yang agak encer. Kemudian masukkan irisan pisang - Siapkan air mendidih, masukkan pisang rai satu persatu ke dalamnya sampai terlihat mengambang. Angkat, tiriskan. - Gulingkan pisang rai di parutan kepala, dan sajikan bersama madu.
Kadek R. Yuniantara
Ayam Bakar Sambal Bongkot Bahan: 250 gr 1 porsi 1 porsi 1 porsi
: : : :
dada ayam sambal bongkot urap sayur bumbu kuning
Cara membuat: - Bumbu kuning: kunyit, kemiri, bawang merah, bawang putih, dan ketumbar dicampur menjadi satu. Haluskan kemudian ditumis. Siap digunakan. - Bumbui dada ayam dengan garam, merica, dan bumbu kuning. Kemudian bakar ayam sampai matang. - Sajikan ayam bakar dengan taburan sambal bongkot di atasnya. Siap dinikmati. - Sambal bongkot: bawang merah, cabai rawit, bongkot, diiris tipis. Tumis bongkot sebentar untuk mendapatkan wangi yang sedap. Campurkan bersama terasi dan minyak tanusan. Aduk rata. Siap digunakan.
Bebek Menyatnyat
Aneka Mie & Spaghetti
ati Nikm Hanya di...
Orak-arik Tahu
Bahan: 2 sdm : minyak sayur 2 siung : bawang putih, cincang halus 25 gr : bawang Bombay, cincang 1 buah : cabai merah, buang bijinya, cincang halus 100 gr : daging ayam, cincang 300 gr : tahu putih yang bagus, tiriskan, cincang halus 100 gr : rebung rebus/kalengan, iris halus 2 sdm : air ½ sdt : merica bubuk 1 sdm : saus tiram 2 sdt : garam 1 batang : daun bawang, iris halus Cara membuat: - Tumis bawang putih dan bawang Bombay hingga harum. - M a s u k k a n c a b a i merah, aduk hingga
GRATIS minuman
untuk 100 pembeli pertama
Jln. Raya Sesetan No. 188 Pesanggaran. Tlp: (0361) 725544 Buka pukul 08.00 s.d 22.00 Wita
mati
Iga Bakar
Nik
Chinese Food
Hanya di...
Bahan: 250 gr : iga sapi 1 porsi : sambal ulek Kecap manis secukupnya Cara membuat: - Rebus iga sapi sekitar 2 jam sampai lembut. Lalu olesi dengan bumbu sambal ulek dan kecap manis. Siap dibakar sampai matang. - Sajikan bersama nasi, sup sayur, dan lalapan. - Cara membuat sambal ulek: cabai rawit, tomat, terasi,garam, ditumis. Kemudian diulek sampai halus. Siap digunakan.
& Aneka Es Taiwan
Cafe Santai Free tampin special
bagi pelanggan yang berbelanja 100K ke atas
GRATIS MINUMAN bagi yang memposting foto ke instagram
Murah Meriah & Bersih
Es Salju
Berlaku s.d. 30 Juni 2016
FREE
Tampin Special
Udang Asam Manis
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 8950526, 0811399214, 0811388698
Cara membuat: - P a n a s k a n m a r g a r i n , masukkan telur, aduk sebentar. - Bubuhi saus tiram, saus cabai, udang dan daging ayam, aduk rata. - Masukkan daun cai sim, aduk sampai layu. - Masukkan pula batang cai sim, aduk dan tuangi kecap manis. - Masak hingga matang. - Hidangkan dengan taburan bawang goreng (untuk 5 orang).
Bahan: 2 sdm : 2 siung : 3 butir : 100 gr : 150 gr : 2 batang : 250 gr : 150 ml : 1 sdm : 1 sdm : 1 sdm : ½ sdt : 1 sdt : 1 sdt :
minyak sayur bawang putih, cincang halus bawang merah, cincang halus daging has sapi iris tipis wortel, potong 3 cm, belah tipis daun bawang, potong 3 cm tahu goreng, potong-potong kaldu/air kecap manis saus tomat kecap Inggris merica bubuk garam cabai merah bubuk
- Masukkan daging sapi selembar demi selembar sambil aduk hingga kaku dan berubah warna. - Masukkan sayuran, aduk hingga layu. Tambahkan tahu dan air, aduk rata. - Bubuhi bumbu, aduk hingga mendidih dan masak hingga kuah agak menyusut dan bumbu meresap. Angkat. - Taburi cabai merah bubuk (untuk 4 orang). -Wirati Astiti
Cara membuat: - Tumis bawang putih dan bawang merah hingga layu dan harum.
3 sdm 50ml
Sarwan Taiwanese Chicken Curry
margarin telur saus tiram saus cabai botol udang kupas ayam goreng, suwir-suwir : sayur cai sim, pisahkan batang dan daunnya, potong ukuran 3 cm : kecap manis : bawang goreng untuk taburan
Tumis Tahu Sayuran
Nodle Pad Thai
bagi yang memposting foto ke instagram Diskon 10%
Kolak Ice Cream
: : : : : :
Orak-arik Sayur Udang
Ciri Khas Taiwan
jika fotonya di-tag ke 10 orang
Cara membuat: Rebus bebek selama 1,5 jam dengan basa genep. Setelah daging lembut, tuang santan, adukaduk sampai rata. Angkat, siap disajikan.
layu. - Tambahkan daging ayam, aduk hingga berubah warna dan kering. - Masukkan tahu dan rebung, aduk hingga rata. - Tambahkan air dan bumbu lainnya. Aduk rata dan masak hingga kering. - Angkat dan sajikan selagi hangat sebagai makanan sahur yang lezat dan praktis (untuk 4 orang).
Cafe Mie Santai
GRATIS makan juga
Bahan: 250 gr : daging bebek 1 porsi : basa genep (bisa dibeli di supermarket) Santan secukupnya Air secukupnya
Bahan: 2 sdm 5 butir 3 sdm 1,5 sdm 250 gr 100 gr 250 gr 1 sdm 1 sdm
13
Bahan: 1 pak 200 gr 100 gr 1 buah 3 siung 75 gr 2 butir 50 gr
: : : : : : : :
mi urai rebus, tiriskan ayam fille potong dadu udang bawang bombai cincang halus bawang putih cincang tauge siangi telur buat orak-arik wortel manis iris korek api
Bahan Saus : 4 sdm : gula palem 2 sdm : air asam jawa
: kecap ikan : air
Bahan Taburan atau Pelengkap : 1 buah : jeruk nipis 2 batang : daun ketumbar ambil daunya, cincang 100 gr : kacang mente sangrai Cara Membuat : - P a n a s k a n m i n y a k lalu masukkan irisan bawang bombai dan bawang putih, tumis hingga harum. Lalu masukan irisan ayam dan udang, aduk-aduk
hingga berubah warna. Masukkan irisan wortel, tauge, orakarik telur dan daun ketumbar. Masukkan mi dan aduk-aduk hingga bumbu meresap dan matang. Siap disajikan.
Bahan: 150 gr : buncis muda potong serong 200 gr : wortel potong menurut selera, soreng atau iris korek api 200 gr : udang kupas, bersihkan kulitnya 1 ruas : jari jahe keprok 1 ruas : jari lengkuas keprok 2 sdm : kecap manis 2 sdm : saus tiram 1 sdm : kecap raja rasa 1 buah : bawang bombai 3 siung : bawang putih 1 biji : kaldu blok rasa ayam 2 buah : cabe besar merah potong serong 5 buah : cabe rawit 1 sdt : lada bubuk Gula, garam, minyak goreng secukupnya Cara Membuat : - Bawang bombai, bawang putih
dan cabe rawit cincang menggunakan turbo coper agak kasar, lalu tumis cincangan bawang bombai, bawang putih, cabe rawit, jahe dan lengkuas hingga harum. Masukkan udang, irisan wortel dan buncis bersamaan, aduk-aduk, masak hingga layu dan berubah warna lalu masukkan semua bahan, biarkan bumbu meresap dan matang. - Angkat. Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.
Kuliner Orak-arik Telur Saus Tiram Pisang Rai Mandi Madu Sajian Praktis untuk Sarapan Cita Rasa Indonesia
12
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Bahan: 2 buah : pisang raja 100 gr : tepung beras Gula secukupnya Kelapa parut secukupnya Madu secukupnya Kapur sirih secukupnya
Santika Siligita menonjolkan keunikan Indonesia, baik itu dari segi makanan termasuk pelayanan tamu. Dengan moto “Indonesian Home”, Santika Siligita memberikan kenyamanan tamu seperti di rumah sendiri. Makanan spesial yang ditampilkan, Executive Chef Santika Siligita, Nusa Dua, Kadek R. Yuniantara ini, sangat spesial. Mengusung konsep 80 persen makanan Indonesia yang disajikan di Mengiat Resto, Santika Siligita menawarkan rasa khas asli Indonesia. Iga bakar disajikan dengan bumbu sambal ulek yang sangat pas sebagai sajian makan siang atau makan malam Anda. Bebek menyatnyat, menonjolkan menu berkuah dengan aroma basa genep. Ada juga, ayam bakar dengan sambal bongkot yang tak kalah sedap. Selamat mencoba. –Wirati Astiti
Ingin menyajikan menu yang cepat saji di pagi hari? Coba pilih tiga menu berikut ini. Selain bisa dijadikan pilihan untuk sahur, bisa juga untuk menu sarapan. Selamat mencoba. Sumber: www.zonakeren.com.
Cara membuat: - Aduk tepung, gula, dan kapur sirih. Masukkan air secukupnya sampai menjadi adonan yang agak encer. Kemudian masukkan irisan pisang - Siapkan air mendidih, masukkan pisang rai satu persatu ke dalamnya sampai terlihat mengambang. Angkat, tiriskan. - Gulingkan pisang rai di parutan kepala, dan sajikan bersama madu.
Kadek R. Yuniantara
Ayam Bakar Sambal Bongkot Bahan: 250 gr 1 porsi 1 porsi 1 porsi
: : : :
dada ayam sambal bongkot urap sayur bumbu kuning
Cara membuat: - Bumbu kuning: kunyit, kemiri, bawang merah, bawang putih, dan ketumbar dicampur menjadi satu. Haluskan kemudian ditumis. Siap digunakan. - Bumbui dada ayam dengan garam, merica, dan bumbu kuning. Kemudian bakar ayam sampai matang. - Sajikan ayam bakar dengan taburan sambal bongkot di atasnya. Siap dinikmati. - Sambal bongkot: bawang merah, cabai rawit, bongkot, diiris tipis. Tumis bongkot sebentar untuk mendapatkan wangi yang sedap. Campurkan bersama terasi dan minyak tanusan. Aduk rata. Siap digunakan.
Bebek Menyatnyat
Aneka Mie & Spaghetti
ati Nikm Hanya di...
Orak-arik Tahu
Bahan: 2 sdm : minyak sayur 2 siung : bawang putih, cincang halus 25 gr : bawang Bombay, cincang 1 buah : cabai merah, buang bijinya, cincang halus 100 gr : daging ayam, cincang 300 gr : tahu putih yang bagus, tiriskan, cincang halus 100 gr : rebung rebus/kalengan, iris halus 2 sdm : air ½ sdt : merica bubuk 1 sdm : saus tiram 2 sdt : garam 1 batang : daun bawang, iris halus Cara membuat: - Tumis bawang putih dan bawang Bombay hingga harum. - M a s u k k a n c a b a i merah, aduk hingga
GRATIS minuman
untuk 100 pembeli pertama
Jln. Raya Sesetan No. 188 Pesanggaran. Tlp: (0361) 725544 Buka pukul 08.00 s.d 22.00 Wita
mati
Iga Bakar
Nik
Chinese Food
Hanya di...
Bahan: 250 gr : iga sapi 1 porsi : sambal ulek Kecap manis secukupnya Cara membuat: - Rebus iga sapi sekitar 2 jam sampai lembut. Lalu olesi dengan bumbu sambal ulek dan kecap manis. Siap dibakar sampai matang. - Sajikan bersama nasi, sup sayur, dan lalapan. - Cara membuat sambal ulek: cabai rawit, tomat, terasi,garam, ditumis. Kemudian diulek sampai halus. Siap digunakan.
& Aneka Es Taiwan
Cafe Santai Free tampin special
bagi pelanggan yang berbelanja 100K ke atas
GRATIS MINUMAN bagi yang memposting foto ke instagram
Murah Meriah & Bersih
Es Salju
Berlaku s.d. 30 Juni 2016
FREE
Tampin Special
Udang Asam Manis
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 8950526, 0811399214, 0811388698
Cara membuat: - P a n a s k a n m a r g a r i n , masukkan telur, aduk sebentar. - Bubuhi saus tiram, saus cabai, udang dan daging ayam, aduk rata. - Masukkan daun cai sim, aduk sampai layu. - Masukkan pula batang cai sim, aduk dan tuangi kecap manis. - Masak hingga matang. - Hidangkan dengan taburan bawang goreng (untuk 5 orang).
Bahan: 2 sdm : 2 siung : 3 butir : 100 gr : 150 gr : 2 batang : 250 gr : 150 ml : 1 sdm : 1 sdm : 1 sdm : ½ sdt : 1 sdt : 1 sdt :
minyak sayur bawang putih, cincang halus bawang merah, cincang halus daging has sapi iris tipis wortel, potong 3 cm, belah tipis daun bawang, potong 3 cm tahu goreng, potong-potong kaldu/air kecap manis saus tomat kecap Inggris merica bubuk garam cabai merah bubuk
- Masukkan daging sapi selembar demi selembar sambil aduk hingga kaku dan berubah warna. - Masukkan sayuran, aduk hingga layu. Tambahkan tahu dan air, aduk rata. - Bubuhi bumbu, aduk hingga mendidih dan masak hingga kuah agak menyusut dan bumbu meresap. Angkat. - Taburi cabai merah bubuk (untuk 4 orang). -Wirati Astiti
Cara membuat: - Tumis bawang putih dan bawang merah hingga layu dan harum.
3 sdm 50ml
Sarwan Taiwanese Chicken Curry
margarin telur saus tiram saus cabai botol udang kupas ayam goreng, suwir-suwir : sayur cai sim, pisahkan batang dan daunnya, potong ukuran 3 cm : kecap manis : bawang goreng untuk taburan
Tumis Tahu Sayuran
Nodle Pad Thai
bagi yang memposting foto ke instagram Diskon 10%
Kolak Ice Cream
: : : : : :
Orak-arik Sayur Udang
Ciri Khas Taiwan
jika fotonya di-tag ke 10 orang
Cara membuat: Rebus bebek selama 1,5 jam dengan basa genep. Setelah daging lembut, tuang santan, adukaduk sampai rata. Angkat, siap disajikan.
layu. - Tambahkan daging ayam, aduk hingga berubah warna dan kering. - Masukkan tahu dan rebung, aduk hingga rata. - Tambahkan air dan bumbu lainnya. Aduk rata dan masak hingga kering. - Angkat dan sajikan selagi hangat sebagai makanan sahur yang lezat dan praktis (untuk 4 orang).
Cafe Mie Santai
GRATIS makan juga
Bahan: 250 gr : daging bebek 1 porsi : basa genep (bisa dibeli di supermarket) Santan secukupnya Air secukupnya
Bahan: 2 sdm 5 butir 3 sdm 1,5 sdm 250 gr 100 gr 250 gr 1 sdm 1 sdm
13
Bahan: 1 pak 200 gr 100 gr 1 buah 3 siung 75 gr 2 butir 50 gr
: : : : : : : :
mi urai rebus, tiriskan ayam fille potong dadu udang bawang bombai cincang halus bawang putih cincang tauge siangi telur buat orak-arik wortel manis iris korek api
Bahan Saus : 4 sdm : gula palem 2 sdm : air asam jawa
: kecap ikan : air
Bahan Taburan atau Pelengkap : 1 buah : jeruk nipis 2 batang : daun ketumbar ambil daunya, cincang 100 gr : kacang mente sangrai Cara Membuat : - P a n a s k a n m i n y a k lalu masukkan irisan bawang bombai dan bawang putih, tumis hingga harum. Lalu masukan irisan ayam dan udang, aduk-aduk
hingga berubah warna. Masukkan irisan wortel, tauge, orakarik telur dan daun ketumbar. Masukkan mi dan aduk-aduk hingga bumbu meresap dan matang. Siap disajikan.
Bahan: 150 gr : buncis muda potong serong 200 gr : wortel potong menurut selera, soreng atau iris korek api 200 gr : udang kupas, bersihkan kulitnya 1 ruas : jari jahe keprok 1 ruas : jari lengkuas keprok 2 sdm : kecap manis 2 sdm : saus tiram 1 sdm : kecap raja rasa 1 buah : bawang bombai 3 siung : bawang putih 1 biji : kaldu blok rasa ayam 2 buah : cabe besar merah potong serong 5 buah : cabe rawit 1 sdt : lada bubuk Gula, garam, minyak goreng secukupnya Cara Membuat : - Bawang bombai, bawang putih
dan cabe rawit cincang menggunakan turbo coper agak kasar, lalu tumis cincangan bawang bombai, bawang putih, cabe rawit, jahe dan lengkuas hingga harum. Masukkan udang, irisan wortel dan buncis bersamaan, aduk-aduk, masak hingga layu dan berubah warna lalu masukkan semua bahan, biarkan bumbu meresap dan matang. - Angkat. Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.
14
Tak ada seorang pun yang ingin terlihat lebih tua dari usianya, keriput, leher bergelambir, dan masalah kulit lainnya. Jika boleh jujur, setiap orang pasti meng harapkan sebaliknya, ter lihat lebih muda dari usia sebenarnya. Itu sebabnya, mengapa begitu ban yak orang yang akhirnya me mutuskan untuk melaku kan serangkain perawatan anti-aging, mencari produk untuk melindungi, memeli hara, dan menjaga kulitnya agar terlihat tetap tampak muda. “Saat ini, ada dua jenis perawatan anti-aging yang sering kita temui, yaitu berupa serum dan krim. Se lain berbeda tekstur, kedua jenis perawatan ini memiliki cara kerja yang berbeda,” ujar dr. I Gusti Nyoman Bagus Usian a, dokter konsultan House of Dura Bali.
Dr. I Gst Nyoman Bagus Usiana
I
Jelita
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
a menjelaskan, ada be berapa bahan penting yang ada dalam krim anti-aging, di antaranya vitamin C dan vitamin E. Bahkan ada beberapa produk tertentu yang menambahkan bahan alami lain di dalamnya yang dibutuhkan untuk memaksimalkan proses antipenuaan ini. Di House of Dura Bali yang
Cegah Penuaan Dini dengan Krim
berlokasi di kawasan Renon, Den pasar ini, salah satu perawatan terbaru untuk menangani antiaging ini adalah Dura Revitalizing Cell Treatment. Perawatan ini dijelaskan Dokter Bagus, meng gunakan krim nutrisi dengan teknologi Micro Needle. “Ini berfungsi untuk mengembalikan kulit sehat dan untuk semua jenis kulit. Krim ini efektif memperbaiki masalah penuaan kulit, sangat baik untuk purifikasi (pemurnian), anti-aging dan mendapatkan ku lit bersinar secara sempurna,” jelasnya. Selain itu, treatment ini dapat mengaktifkan kembali limfe dan meningkatkan sirkulasi darah pada wajah, sehingga dapat mengen cangkan wajah dan menghalus kan tekstur kulit. Treatment ini juga mampu mengurangi keru tan wajah dan membuat kulit lebih cerah, mengurangi scar, dan mampu mengurangi bekas-bekas jerawat. Bahan-bahan yang digunakan nya pun sangat alami, yang dio lah sehigienis mungkin sehingga sangat aman dan hasilnya sangat memuaskan. Ada empat bahan pokok yang digunakan dalam krim ini. Adalah Moringa pteryosperma seed oil atau lebih dikenal di Indo nesia dengan nama pohon kelor. Pohon ini biasa digunakan untuk suplemen makanan, bahan dasar kosmetik, rambut dan kulit. Dalam pohon itu terkandung Vit B, Vit C, pro vit A sebagai beta karoten, Vit K, Mangan dan protein yang berfungsi untuk per murnian, antiseptik, antioksidan, anti penuaan,nutrisi kulit, anti kerut, untuk jerawat, anti inflamasi, antimikroba, desinfektan, exfoliant, dan emolian mengha
luskan kulit. Berikutnya adalah Shea butter yang berfungsi untuk me nenangkan, kulit yang pecahpecah, mencegah keriput, tidak menyumbat pori, tabir surya, mempertahankan kelembaban dan elastisitas kulit, memperbaiki kulit rusak, antioksidan. Bahan ini cocok diaplikasikan untuk kulit berjerawat, eksim dan psoriasis,
juga baik untuk penyembuhan luka. Selanjutnya, ada Scutellaria baicalensis yang berfungsi untuk antiinflamasi, pelindung saraf, neurogenesis, memori, anti stres, kesehatan, imunologi, anti al ergi, antioksidan, menghambat replikasi HIV, antibakteri. Dan, dalam krim ini juga mengandung Paeonia Suffruticosa Root, akar
peony yang berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, antimel anogenesis, pelembab, serta berfungsi menu runkan suhu darah. Dokter Usiana mengingatkan, un tuk mendapatkan perawatan anti-aging yang tepat, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Mungkin saja kulit kita sensitive, sehingga dokter bisa merekomendasikan produk perawatan yang cocok untuk kulit kita. “Jika Anda ber pikir untuk menunda melakukan perawatan anti-aging, coba pertimbangkan kembali. Sebab prosese penuaan dapat terjadi lebih cepat dari yang kita duga,” tandas Dokter Bagus. –Inten Indrawati
Bugar
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Olahraga juga pen ting dilakukan bagi yang menjalank an ibadah puasa. Justru dengan berolahraga, dapat memberi sti mulan bagi tubuh dan memaksimalkan fungsi tubuh. Apa yang harus diperhati kan jika berolahraga saat puasa?
Bugar saat Puasa M
enurut dr. I Putu Adiartha Gria dhi, M.Fis.AIFO, bagi sebagian orang, seringkali puasa diartikan tidak makan dan minum seharian. Dalam puasa yang dilakukan umat Muslim, tetap ada waktu untuk sahur dan berbuka puasa. Arti nya, sesungguhnya tubuh men dapatkan asupan makan walaupun sedang menjalani proses puasa. Untuk menjaga kebugaran tubuh, olahraga pun hendaknya jangan dilupakan. Olahraga tetap mem beri manfaat positif bagi tubuh walaupun sedang berpuasa. Asal, dilakukan sesuai aturan. Artinya, tidak berlebihan, kata staf peng ajar fisiologi olahraga Bagian Ilmu Faal, Fakultas Kedokteran Unud ini. Olahraga dapat mengusir rasa malas dan mengantuk. Jadi, se lama berpuasa, hendaknya tetap
dr. I Putu Adiartha Griadhi, M.Fis.AIFO
melakukan aktivitas fisik seperti biasanya. Akvitas fisik dan olahraga dapat mengubah energi cadangan atau lemak tubuh menjadi glukosa yang akan mengusir rasa lesu, malas, dan mengantuk. Selain itu, selama berolahraga, tubuh melepaskan hor mon endorphin yang membuat tubuh kita merasa bersemangat. Ia mengatakan, olahraga yang dapat dilakukan saat puasa, adalah olahraga yang ringan seperti jogging, jalan santai, bersepeda dengan kecepatan ri ngan. Hindari olah raga berat yang da pat menguras energi dan menga kibatkan tubuh banyak men geluarkan kerin gat sehingga bisa memicu dehidrasi dan hipoglekimia. Berolahraga se baiknya dilakukan 2 jam sesudah sahur. Pada saat olahraga kita menghindari lambung penuh. Pada saat sesudah makan, terjadi proses penyerap an sari sari maka nan. Kalau setelah makan, langsung berolahraga, pro ses penyerapan makanan akan ter ganggu atau tidak maksimal. Dua jam setelah makan, tubuh
11
Olahraga tetap memberi man faat positif bagi tubuh walaupun sedang ber puasa. Asal, di lakukan sesuai aturan. Arti nya, tidak ber lebihan
sudah siap dan fokus pada aktivi tas lain, misalnya, untuk olahraga, katanya. Ia menambahkan, pada dasarnya olahraga dapat dilaku kan 2 jam sesudah sahur atau 2 jam setelah berbuka. Namun, bagi yang sudah terbiasa berolahraga siang, sore atau menjelang berbu ka puasa, atau malam hari, perlu juga memperhatikan suhu ling kungan. Pilihan suhu lingkungan yang nyaman agar meminimalkan dehidrasi. “Olahraga yang baik
dilakukan di tempat sejuk, seper ti taman atau kebun dengan pepohonan rindang, sarannya. Ia juga menyarankan, sebaiknya, menghindari olahraga mendekati waktu tidur. Hal ini bertujuan untuk memberi kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat. Untuk menghindari dehidrasi, sebaiknya mengonsumsi lebih banyak cairan. Idealnya, cairan yang harus masuk ke dalam tu buh setiap hari minimal 8 gelas. Sebaiknya, sebelum berolahraga, konsumsi lebih banyak air putih untuk mencegah dehidrasi. Se
telah sahur bisa minum 1 botol tanggung air mineral. Kemudian sebelum berolahraga ditambah minum 500 ml air putih lagi, sarannya. Jenis makanan, pilih makanan yang mengandung lebih banyak karbohidrat misalnya roti, agar tenaga lebih optimal saat melaku kan olahraga. Hal lain yang juga menjadi pertimbangan, adalah usia Anda. Jika anda sudah lansia, sebaiknya waktu berolahraga jan gan terlalu lama, cukup 15 menit, dan akan lebih baik konsultasikan dengan dokter. -Wirati Astiti
10
Kreasi
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Style
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Aneka Gaya Busana Endek Dari Kekurangan Menggali Kelebihan Putu Agus Setiawan
Menulis bukanlah hal yang mudah karena selain mengerti apa yang akan ditulis, seorang penulis juga harus tahu tata bahasa dan struktur kalimat. Menjadi seorang penulis yang profesional memang harus menjalani suatu proses baik dengan jalan pendidikan maupun dengan proses latihan. Tidak hanya itu, selain bakat seseorang akan mampu menuangkan ide ke dalam sebuah tulisan jika sudah ada niat dan keyakinan.
S
ebuah tulisan dikatakan baik hidupnya. Tidak ada kata putus asa ataupun dan menjadi luar biasa jika ber- menyerah, ia bersama keluarga tetap memanfaat bagi yang membacanya. nyambung hidup walau harus tertatih tatih. Jika tulisan tersebut berisikan Keterbatasan dan hidup di lingkungan yang kata-kata bijak yang mampu memberi mo- jauh dari perkotaan membuat Agus sama tivasi bagi pembacanya. Hal tersebutlah yang sekali tidak pernah mengenyam pendididilakukan oleh Putu Agus Setiawan, remaja kan. Agus memiliki kemampuan yang luar penyandang disabilitas. Memanfaatkan akun biasa dibanding anak-anak penyandang pribadinya ia selalu menulis kata-kata yang cacat lainnya. Pengetahuan yang luas memtentu memberikan semangat hidup bagi buatnya tidak pernah ketinggalan informasi teman-teman yang menderita disabilitas bahkan Agus terbilang mahir menggunakan bahkan untuk masyarakat secara umum. teknologi. Tumbuh secara tidak normal dengan kaki Dari kekurangan ia belajar menggali dan tangan yang berukuran kecil, membuat kelebihan yang ada pada dirinya. Menulis Agus sapaan akrabnya lebih banyak berdiam diri adalah salah satu kegiatan yang disukai Agus. di dalam rumah. Rumah adalah segala-galanya “Saya suka menulis apalagi kata-kata motivabaginya, karena merupakan saksi bisu segala si,” ujarnya saat ditemui di rumahnya Dusun kepahitan hidup serta cobaan yang ia rasakan. Yehanakan, Kecamatan Seririt. Melalui akun Hidup dalam keluarga sederhana, ternyata facebook Agus Kpopoers, ia sering menubukan cobaan terakhir bagi kehidupan Agus angkan tulisan-tulisan yang berbau mengajak dan keluarga. Terlahir dengan kekurangan juga hingga memotivasi seseorang untuk tetap belum cukup untuk menguji kesabarannya. semangat dalam menjalani hidup. Hingga Adik kedua dan ketiga juga menderita penyakit akhirnya salah satu rekan di akun tersebut yang sama diderita olehnya. menawarkan ia untuk menulis sebuah buku. Rupanya terpaan badai cobaan yang “Ada teman yang sering membaca tulisan selama ini menghantamnya membuat pria saya, ia menawarkan untuk menulis buku. yang lahir 14 THE Feberuari 1987 tersebut se-TEMUI Ia menilai tulisan-tulisan saya diNEGARA facebook PETINGGI SUKARNO CENTER PRESIDEN RI DI ISTANA makin tegak dan kokoh dalam menjalani sisa lumayan,” paparnya. KOMITE III DPD RI KUNJUNGI PONPES HIDAYATULLAH BANYUASRI SINGARAJA
HINDARI KASUS 2014, WEDAKARNA MINTA PERUSAHAAN HINDARI PENYERAGAMAN DI BULAN RAMADAN
berarti menyeragamkan,” ungkap Gusti Wedakarna. Wedakarna pun mengingatkan bahwa Bali secara resmi sudah menolak Desa Syariah, Wisata Syariah (Piagam Tantular) dan Hotel Syariah (Kuta Agreement) pada 2015 lalu, sehingga pihakknya ingin mengingatkan kembali jati diri di Bali sebagai pulau Dewata. “Saya minta para rakyat Bali jika ada kendala masalah SARA agar melapor ke DPD RI. Kita bisa selesaikan SATYAGRAHA – Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya masalah dengan sebaik–baiknya. Wedakarna MWS III Usai Menggelar Dialog Bersama Tokoh Adat Contoh ketika warga di Taman Griya dan Kedonganan keberatan dengan Banyuasri, Kanwil Agama Buleleng, Tokoh Muslim Singaraja suara loadspeaker tempat ibadah dan izin mushola yang belum ada tuntas, DPD RI bisa Beberapa tahun terakhir sejumlah kasus distolturun ke lapangan memberi solusi. Juga ketika eransi di Bali mencuat hebat. Sejumlah kasus antara Desa Adat Hyang Ujung Karangasem menolak umat Hindu dan umat non-Hindu mendominasi kuburan keluarga milik keluarga Muslim tanpa izin masalah intoleransi di Bali. Misalkan pada pelaksandi desa adat, kita selesaikan dengan cara diplomasi. aan Ramadan di tahun 2014, muncul sejumlah kaBegitu juga saat ada dugaan pelecehan hari Raya sus intoleransi yang menjadi keberatan masyarakat Nyepi di Bedugul Tabanan sudah diselesaikan Hindu di Bali diantaranya penyeragaman pakaian oleh pemerintah lokal di sana dan ternyata umat nuansa agama tertentu di jalan tol, di restoran, di Islam sudah meminta maaf. Saya yakin, ini adalah minimarket, di provider telekomunikasi hingga proses pendewasaan karakter dari masyarakat. pusat hiburan. Hal ini kembali diingatkan oleh Saya tidak mau seperti di luar Bali sampai rusuh, Komite III DPD RI, agar tidak terjadi lagi gesekan sampai tempat ibadah dibakar dan ada sweeping– SARA di Bali terkait ornamen Lebaran sehingga sweeping. Lakukan dengan saluran diplomasi yang mengurangi ketersinggungan umat di Bali, demikian baik. DPD RI siap untuk memediasi,” ungkap diungkap Gusti Wedakarna di sela–sela kunjungan Gusti Wedakarna. di Jembrana dan Buleleng. Lalu bagaimana terkait banyaknya tempat “Setiap hari raya agama, selalu muncul potensi ibadah, pondok dan pusat agama di Bali yang gesekan antar umat. Hal itu wajar saja karena tidak berizin? “Saya ingatkan kepada Kanwil Indonesia ini adalah negara majemuk, dan disana Agama RI di Bali Bali agar memproses apapun peran pemimpin, dan juga DPD RI terkait untuk dengan baik dan sesuai aturan. Jangan ada kesan menjadi problem solver. Saya mengingatkan agar sembunyi–sembunyi. Izin dulu keluar baru pusat kasus 2014 yang dimana marak protes terkait studi agama bisa berjalan. Tentu jika mau ada izin, pemaksaan ornamen salah satu agama selama harus matur ke desa adat. Jangan seperti sekarang, Ramadan mudah–mudahan tidak terjadi lagi. Saya bangunan ada dulu tapi baru nyusul IMB atau izin masih ingat pesan dari PHDI Bali saat mediasi aktivitas keagamaan belum ada tapi sudah berani saat itu bahwa menghormati hari raya Ramadan buka kegiatan. Coba baca SKB 2 Menteri yang bukan berarti menyeragamkan seluruh karyawan mengamanatkan ada persetujuan dari komunitas, harus memakai pakaian agama tertentu, tapi cukup belum di Bali ada perarem dan awig–awig desa dengan dekorasi. Kita akan dorong turus saling adat. Jadi hormati keberadaan Desa Adat di Bali pengertian antar umat beragama di Bali ini, khususini. Menjaga Bali bukan hanya tugas umat Hindu nya di bidang industri dan perdagangan. Toleransi tapi semua agama di Bali. Jangan bawa budaya dua arah itu sangat penting. Misalkan kita tidak bisa Arab, India, China, Barat dalam kehidupan kita melarang umat Islam memakai jilbab atau peci, tapi sehari–hari. Tapi lindungi Budaya Nusantara adalah jika sudah memaksakan karyawan yang beragam mutlak demi kebhinnekaan kita,” ungkap Gusti Hindu memakai ornamen yang bukan sesuai keperWedakarna. (humas) cayaannya itu juga salah. Saling menghormati bukan
Putu Agus Setiawan
Selama tujuh bulan sulung dari empat bersaudara itu mampu menyelesaikan sebuah naskah biografi mengenai kisah hidup keluarganya. Buku yang berjudul Kisah Hidup Ni Komang Warsiki berisi tentang perjalanan hidup ibunya sejak kecil hingga bertemu dan menikah dengan ayahnya. “Berkisah tentang
perjalanan Ibu, dari kecil hingga memiliki anak-anak,” imbuhnya. Meskipun tidak pernah mendapat pendidikan khusus mengenai teknik menulis namun tulisan Agus terbilang cukup baik. Disajikan dengan bahasa yang sederhana namun masih mampu dimengerti dan dipahami oleh pembaca. “Kalau belajar menulis sendiri saja bisa dibilang otodidak, karena saya jarang suka membaca,” ungkapnya. Bahkan selain mampu menulis, ia juga sangat menguasai teknologi. “Saya juga punya web untuk memasarkan lukisan adik,” imbuhnya. Pria yang mengidolakan motivator Mario Teguh tersebut mengaku jika naskahnya sudah dikirim ke sebuah penerbit di Jakarta. “Sudah dikirim ke Transmedia, akan tetapi diterima atau tidaknya masih menunggu kepastian. Sebab jawabannya akan diberikan setelah tiga bulan dari naskah dikirim, nah sekarang baru dua bulan jadi masih ada sebulan lagi untuk menunggu kepastian,” tandas laki-laki yang sedikit bicara tersebut. Ia sangat senang bisa menyelesaikan naskah buku biografi tersebut dan berharap apa yang ia tulis bisa menginspirasi banyak orang. “Hanya ingin memotivasi khususnya buat orang-orang penyandang kebutuhan khusus agar tetap semangat dalam menjalani hidup,” ujarnya. -Wiwin
Buat Perubahan dengan Bantu Anak tak Mampu Bulan suci Ramadan dijadikan momen penting oleh pendiri Jualo.com, Chaim Fetter, dengan mengajak para dermawan berbagi kepedulian terhadap sesama khususnya anak-anak tak mampu dengan memberikan peluang bagi donatur yang ingin melipatgandakan pahalanya melalui sedekah maupun zakat di sebuah yayasan sosial yang didirikannya, Yayasan Peduli Anak (YPA). YPA adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang sudah berdiri sejak 10 tahun lalu serta fokus membantu anak-anak yang patut dibantu di wilayah Nusa Tenggara Barat, khususnya pulau Lombok. “Hasil sedekah maupun zakat tersebut nantinya akan disalurkan ke berbagai macam program di bidang pendididikan, kesehatan, kesejahteraan keluarga, dan untuk membiayai tiga asrama bagi anak-anak terlantar dan yatim piatu. Para donatur yang ingin mengetahui YPA lebih lanjut, visi misi kami dan hendak bergabung bisa kunjungi websitenya di www.pedulianak.org ,” ujar pria asal Belanda ini. Selama lebih dari 10 tahun, YPA tidak hanya menyekolahkan lebih dari 1.000 anak kurang mampu di Lombok tapi juga memberikan bantuan kesehatan, makanan dan advokasi bagi ribuan anak lainnya. “Tahun 2006, saya bersama dengan teman karib saya mendirikan Yayasan Peduli Anak di pulau Lombok. Yayasan ini berfungsi sebagai rumah, tempat untuk mendidik anak-anak jalanan dan kurang mampu, serta memiliki fasilitas kesehatan yang memadai dan gratis. Selama 10 tahun kami sudah membina lebih dari 1.000 anak agar mereka punya masa depan yang lebih baik,” ungkap Chaim. Yayasan yang terletak di Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat ini dibangun di area seluas 1,5 hektare. Meskipun fokus utamanya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup
anak, YPA juga menaruh perhatian terhadap masalah sosial lainnya di Lombok. Kecenderungan untuk menikah dini dan tingginya angka perceraian menyebabkan banyak orangtua yang menelantarkan anaknya. Sebagian besar anak-anak yang dibina YPA memiliki latar belakang tersebut. Oleh karena itu, Peduli Anak bekerja sama dengan Kementerian Sosial RI memberikan bantuan finansial dan bimbingan untuk 250 anak-anak yang hidup dalam keluarga sangat miskin. Biaya operasional untuk yayasan pada awalnya ditanggung oleh Chaim dan beberapa teman. Lambat laun, ada donatur baik dari dalam maupun luar negeri yang ikut menyalurkan bantuan melalui programprogram YPA. Tahun lalu, Chaim diundang sebagai bintang tamu di acara TV talk show populer di Indonesia, Kick Andy. Acara tersebut ditonton jutaan pemirsa dan banyak diantaranya yang mengekspresikan dukungan terhadap kerja YPA. “Semakin banyaknya jumlah anak yang dibantu dan program-program yang dikembangkan, kami sangat membutuhkan bantuan dari masyarakat. Kami berharap semakin banyak donatur dari Indonesia yang bergabung karena Peduli Anak memberi peluang emas bagi mereka untuk membuat perubahan di negeri sendiri dengan membantu kelompok yang paling rentan, yaitu anak-anak tak mampu,” ujar Chaim. –Ngurah Budi
Chaim Fetter
Menyenangkan melihat kepopuleran endek semakin hari terus meningkat. Pancaran keindahan coraknya menginspirasi para desainer untuk berkreativitas. Sebagaiman terlihat pada “Lomba Fashion Endek Modifikasi” (Save Our Heritage) yang digelar oleh Duta Endek Kota Denpasar, belum lama ini di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar.
E
ndek ,sebagai salah satu kain tenun tradisional Bali, berhasil menampilkan busana bernuansa kasual maupun pesta yang dikenakan para model di rubrik Style Tokoh kali ini. Gaya mereka dapat menjadi alternatif pilihan dalam berbusana. Apalagi dengan kualitas serta tampilan modern ragam motif dan warna. Selanjutnya anggota
Duta Endek, sebagai generasi muda merasa wajib melakukan berbagai upaya untuk menunjukkan kepedulian dan kecintaan pada tenun endek. Selain menggfelar lomba, mereka juga mengusung misi untuk melestarikan bahkan memberikan penghargaan terhadap kekayaan budaya negeri sendiri, dengan semakin banyaknya generasi muda yang melirik dan menyukai endek. – Sri Ardhini
15
16
Edukasi
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Bulan Ramadan menjadi bulan yang spesial bagi Dra.Rodhiyatul Farida. Guru dan terapis di Madania Center yang akrab disapa Bunda Farida ini mengaku, bulan suci ini menjadi kesempatan berkumpul bersama keluarga. Terutama anakanaknya yang sudah menikah. “Di bulan Ramadan ini kami berkumpul dan ngaji bareng. Kami sangat senang dan merasa damai,” ujarnya.
B
unda Farida yang biasanya melakukan salat lima waktu, saat bulan puasa waktu
Ajarkan Anak Toleransi Sesama Teman
salatnya ditambah lagi, tarawih dan tadarus Al Quran. Pada bulan Ramadan ini dikatakannya juga kesempatan berkumpul bersama keluarga lebih banyak. “Di waktu senggang biasanya dipakai nonton televisi, tapi sekarang kami manfaatkan untuk ngaji bareng sama anak-anak di rumah. Di bulan Ramadan ini ibadah lebih diperbanyak lagi, dan perasaan saya lebih tenang dan damai,” paparnya tersenyum. Di sekolah pun jadwal belajar men-
gajar tak berubah dan sama dengan sekolah umum. Anak-anak sudah bersiap pukul 07.15 dan mengikuti pelajaran hingga pukul 10.00 untuk tingkat TK. Sementara di jenjang SD, SMP, dan SMA proses belajarmengajar di home schooling ini berakhir pukul 12.00. “Karena di sekolah ini juga menangani terapi, kami para guru sampai jam sore. Namun selama bulan puasa sampai pukul 15.00 saja, karena untuk persiapan buka puasa,” ucapnya. Selama bulan Ramadan, anak-anak sekolah yang mayoritas Muslim ini pun dianjurkan untuk berpuasa. Anak-anak TK yang belum mampu berpuasa dan anak-anak lain yang non muslim diizinkan membawa bekal, namun tidak makan di depan teman-temannya yang berpuasa. “Kami ajarkan ikut menghargai dan bertoleransi dengan teman lain yang sedang menjalankan puasa,” ujar Bunda Farida. Ia menjelaskan, kegiatan anakanak ini sama seperti hari-hari
biasa. Setelah berbaris, senam, salat duha, baru belajar. Seminggu terakhir, untuk persiapan Pondok Ramadan dan pentas, jadwal belajar diisi dengan klasikal tadarus (ngaji/membaca ayat-ayat pendek), dan latihan untuk pentas. Mengisi bulan puasa, Madania Center menggelar beberapa kegiatan. Di antaranya, bakti sosial di sekolah. “Tiap anak membuat bingkisan sembako minimal satu. Sembako ini diserahkan kepada kaum duafa (orang-orang yang membutuhkan), di masyarakat sekitar atau disalurkan ke panti. Pondok Ramadan (pesantren kilat) dilaksanakan di sekolah 17-18 Juni yang diikuti semua siswa, diakhiri dengan pentas anak, 18 Juni sore, dihadiri orangtua/wali murid, ditutup dengan buka puasa bersama. Saat ditanya persiapan yang dilakukan saat puasa, Bunda Farida menjawab tak ada yang khusus, karena ia sudah biasa berpuasa, tak hanya di Bulan Ramadan saja. Namun ia
Kadek Ridoi Rahayu
Perempuan dan pendidikan tentu tidak bisa dipisahkan. Tidak hanya sebagai kewajiban, pendidikan merupakan batu loncatan untuk dapat menolong sesama. Ilmu yang diterapkan tentu akan sangat membawa perubahan yang baik untuk bangsa. Terlebih di era digital seperti saat ini, pendidikan bagi perempuan sangat terbuka luas. Terlebih banyak lembaga yang menawarkan beasiswa.
Bunda Farida
tak menyangkal, sebisanya minum madu saat sahur untuk menambah tenaga dan menyehatkan badan. –Inten Indrawati
B a k s o s I K I P P G R I B a l i Ta h u n 2 0 1 6
Sudah Bedah 16 Rumah, 2 Rumah di Petang Budaya berupa Arja Inovatif IKIP PGRI Bali dan lawak Dadong Rerod, serta lagu-lagu IKIP PGRI Bali. Rektor Made Suarta didampingi Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali IGB Arthanegara, Sekretaris Yayasan Ngurah Oka, dan Pembina Yayasan Dewa Putu Tengah menambahkan, baksos ini merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni bidang pengabdian masyarakat. Kegitan ini secara regular dilaksanakan setiap tahun oleh lembaga. Tujuannya menyatukan konsep antara teori di bangku kuliah dan praktik di lapangan. “Inti kegiatan kami, bagaimana kami memacthingkan program lembaga dengan program pemerintah. Kepedulian IKIP PGRI Bali terhadap kesejahteraan masyarakat, yang tentunya kami sesuaikan dengan kemampuan kami,” ucap Made Suarta, dan berharap keberadaan mahasiswa baksos dengan program-programnya ini benar-benar memiliki arti bagi masyarakat Petang. Demikian pula harapan Perbekel Desa Petang I Wayan Suryantara, agar mahasiswa baksos mengikuti rambu-rambu yang berlaku di desa setempat. Sementara, Bupati Badung yang diwakili Kadisnaker Ida Bagus Dirga yang sekaligus membuka acara Baksos tersebut menyambut baik kegiatan ini, yang dikatakannya sebagai wujud kepedulian sosial IKIP PGRI Bali terhadap kondisi sosial masyarakat dan lingkungan sekitar. Dimana partisipasi seluruh komponen masyarakat termasuk lembaga pendidikan dalam pembangunan, amat besar peranannya. Sehingga harapan pemerintah pusat untuk membangun Indonesia dari pinggiran yakni desa-desa untuk mewujudkan kesejahteraan seluruh masyarakat, akan tercapai. Dan, di desadesa ini pula nantinya dapat menjadi pusatpusat pertumbuhan ekonomi sehingga terjadi pemerataan pembangunan antara di desa dan di kota. –ten
easiswa pendidikan dari pemerintah Indonesia dan pemerintah luar negeri sangat banyak. Mereka menyediakan peluang bagi pelajar Indonesia yang ingin mencari pengalaman belajar di luar negeri. Salah satu perempuan Bali yang berhasil menuai sukses di bidang pendidikan yakni, Kadek Ridoi Rahayu (23). Kadek Doi atau Doi begitu panggilannya, baru-baru ini menyelesaikan pendidikan magister di New Jersey, Amerika Serikat. Perempuan kelahiran 29 Agustus 1990 tersebut, mampu menuntaskan pendidikannya berkat beasiswa USAID PRESTASI. Berbekal beasiswa tersebut, Doi menyelami lebih dalam ilmu kesehatan masyarakat di Montclair State University, New Jersey. Kini Ia pun memperoleh gelar MPH (Master of Public Health) dengan penelitian yang berjudul Empowering Youth through Strategic Partnerships and Educational Activities; Nicotine Free Challenge, Call for Actions!. Doi tentu merasa gembira setelah lulus dari Montclair State University. Ia pun berbagi cerita tentang pengalamannya. “Perasaan saya deg-degan. Mengingat kelulusan ini adalah awal dari langkah saya selanjutnya, ya saya harus kembali mempersiapkan diri untuk menjalani petualangan selanjutnya. Pada awal masa studi sempat merasa sedih karena jauh dari orangtua tapi saya bersyukur sekali berkat teknologi saat ini, doa dan semangat keluarga dan kerabat selalu menguatkan saya selama berproses di rantauan,” ungkapnya. Awalnya ia merasa seperti mimpi, tapi karena percaya pada kekuatan mimpi ia sangat bersyukur sekali hal tersebut menjadi nyata. Ia senang dan tertantang untuk menjalani lembaran baru dalam kehidupan akademis dan keseharian selama di Amerika. “Pertama kali mendengar tentang beasiswa ini dari rekan saya di Jegeg Bagus yaitu Kadek Purnawan. Ia berbagi informasi dan memotivasi saya untuk mendaftarkan diri. Awalnya saya juga sempat ragu, takut dengan skor TOEFL apalagi saya belum punya pengalaman sama sekali untuk mendaftar beasiswa pascasarjana di luar negeri. Setelah persiapan rampung akhirnya menyetorkan aplikasi juga,” ungkapnya ketika ditanya mengenai keputusannya mengambil beasiswa. Kadek Doi tentu harus mempersiapkan dengan matang aplikasi untuk beasiswa. “Persiapan yang terpenting adalah meyakinkan diri bahwa saya siap dan berkomitmen untuk daftar maka saya berusaha sebaik mungkin untuk memenuhi kriteria. Termasuk mengikuti tambahan les TOEFL untuk memenuhi skor yang telah ditentukan oleh program beasiswa. Saya juga harus melengkapi beberapa dokumen termasuk surat rekomendasi. Untuk hal ini saya didukung penuh oleh dosen pengajar di PS.IKM Universitas Udayana serta dari Lembaga Perlindungan Anak-Forum Anak Daerah Provinsi Bali,” ungkapnya. Tidak mudah memang untuk belajar di luar negeri, terlebih saat mempersiapkan tugas akhir untuk menentukan kelulusan. Begitu pun Kadek Doi, “Ya, ada banyak cerita seru dalam menyelesaikan tugas akhir saya. Terkait dengan jurusan saya di sini, yaitu Community Health Education jadi tugas akhir yang dikerjakan adalah berupa Community Project.” Tugas tersebut menjadi pengalaman menarik baginya. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kadek Doi karena menyelesaikan Community Project bersama dengan mahasiswa-mahasiswa dari berbagai latar belakang. Terlebih lagi dengan
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
perbedaan budaya, pola pikir dan pendekatan. “Kami diharuskan untuk mengimplementasikan program kami. Berbaur dengan Komunitas African American di sini mengharuskan saya untuk belajar banyak hal. Tak hanya sebatas isu kesehatan namun isu-isu lainnya yang berkaitan secara langsung dan tak langsung dengan status kesehatan mereka. Seperti sejarah, politik, ekonomi, pendidikan,dll.” AKTIVIS KESEHATAN ANAK DAN PEREMPUAN Diakuinya kecintaan terhadap bidang Ke sehatan Masyarakat (KesMas) sejak pertama kali mengikuti orientasi mahasiswa di PS. IKM Universitas Udayana. Doi merupakan aktivis yang selalu menyuarakan kesehatan. Selain itu, Ia sempat menjadi Duta Anak Nasional menyuarakan Hak Asasi Anak di Indonesia. “Kala itu salah satu dosen saya, dr. Partha Muliawan mengenalkan bidang ini dan langsung ‘klik’ di hati dan pikiran saya. Hingga 4 tahun menempuh studi, saya mendalami bidang ini dan dosen di kampus saya berperan besar dalam menumbuhkan kecintaan saya untuk memperkuat kesehatan pencegahan di Indonesia,” ujarnya. Tahun 2005 lewat Forum Anak Daerah Provinsi Bali, Kadek Doi belajar berorganisasi dan aktualisasi diri dengan kegiatan yang positif. “Bu Nyoman Masni kala itu mengajak saya untuk berpartisipasi dalam gerakan pencegahan kekerasan seksual pada anak, hingga kini saya tetap berguru pada beliau dan fokus dalam kesehatan pencegahan terutama perlindungan anak dari bahaya rokok. Saya menemukan paket komplit dalam bidang ini untuk berpikir dan bertindak kompeherensif dalam mengabdi di masyarakat. Belajar bidang ini mengajak kita untuk belajar tentang banyak bidang tak hanya kesehatan. Terkait juga politik, seni, bahasa, kepemimpinan, kedokteran, dll,” ungkapnya. Berkat ketekunannya Kadek Doi sering mendapat kesempatan memimpin organisasi. Salah satunya terpilih menjadi Presiden PERMIAS New Jersey (Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat) pada tahun 2015. Organisasi inilah yang memperkuat langkahnya untuk bertahan dan bersemangat di rantauan. “Organisasi ini sangat kekeluargaan dan masing-masing karakternya sangat unik. Melalui organisasi ini kami membawa nama Indonesia
Salon
Jln. Wijaya Kusuma No.39 Denpasar
Jln. Suli No. 151
Tlp. 085 237 028570
Tlp. 0812 3636 0808
Jln. Sedap Malam No. 79 A, Denpasar HP 08133900 3366, 0851 0349 6464
di kancah internasional. Sempat mendapatkan peringkat pertama dalam Worlds Fair Day, menjadi volunteer untuk festival Indonesia di Berkshire-Massachusetts, serta ikut berpartisipasi dalam mengajar bahasa Indonesia di Kelas AKAR PERMIAS NYC. Tiap organisasi tentu memiliki tantangan tersendiri, apalagi anggota kami kebanyakan mahasiswa Master dan PhD, jadi quality time kami memang betul-betul produktif. Saya belajar banyak hal dari teman-teman pelajar Indonesia selama berdinamika di sini,” tutur Duta Bahasa Nasional tahun 2012 ini. PENGHARGAAN DARI KEDUBES RI Selain mendapatkan Academic Excellence Award in Public Health tahun 2016, Doi juga mendapatkan penghargaan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat di Washington DC sebagai Ambassador’s Award for Excelence yang tiap tahun rutin diberikan untuk pelajar Indonesia di Amerika Serikat untuk prestasi dan dedikasinya dalam bidang akademik, non akademik dan kepemimpinan. Penghargaan tersebut tidak mudah didapat. Ia harus melalui berbagai proses dan ujian takdir. Namun, hal itu tidak mematahkan semangatnya. “Penghargaan ini memotivasi saya untuk tidak pernah berhenti belajar. Kembali teringat saat semester satu perjuangan beradaptasi dengan suasana akademik yang sangat berbeda, gegar budaya, musim di ngin pertama, wayah (kakek) meninggal dunia dan patah hati hahaha. Sempat hampir kehabisan tenaga tapi bersyukur sekali ada banyak orang yang bertahan untuk memberikan saya dukungan serta doa agar bangkit dan berprestasi,” tuturnya. Dua tahun mengeyam pendidikan di Amerika tentu membawa pengaruh yang kuat bagi kepribadian dan cara pikir Doi. Ia lebih memaknai lingkungan baru dan kebudayaan baru. “Montclair menjadi bukti transformasi saya untuk lebih banyak bersyukur dan menghargai hidup. Penduduknya sangat beragam dengan kreativitas dan keramahan serta lingkungan yang bersih dan asri. Hal yang tak akan saya lupakan dari Montclair
9
adalah ‘downtownnya’ yang selalu ramai di akhir pekan karena banyak restoran di sana,” ungkap Doi. Di tengah kesibukan, Doi menyempatkan untuk menjejaki pengalaman di daerah baru dengan lingkungan sosial, seni, dan iklim salju. “Pengalaman lain yang berkesan adalah ketika trip saya ke Alaska. Berharap dapat salju yang banyak sebelum pulang ke Indonesia, tapi tahun ini salju ternyata tak seperti biasa. Efek global warming, kata penduduk sekitarnya. Namun saat itu saya beruntung karena bertepatan dengan Festival of Native Arts di University of Alaska. Jadi sempat berinteraksi dengan penduduk asli Amerika dan menyaksikan pagelaran seni suku Indian-Alaska. Malamnya melihat langsung kecantikan Aurora Borealis atau yang disebut juga Northen Iights.” Setelah kembali ke Bali, Doi sudah menyiapkan beberapa program. “Saya ingin kembali ke komunitas, bersamasama melakukan kesehatan pencegahan. Saya juga ingin berbagi dan mengaplikasikan ilmu yang didapat selama program pendidikan,” tegasnya. Tidak hanya itu, orang-orang di lingkungan Doi juga membuatnya termotivasi. “Banyak orang yang menginspirasi saya dalam perjalanan ini. Jika lebih dispesifikasi lagi, perempuan-perempuan Bali memberikan gambaran sosok perkasa yang saya kagumi. Ibu Nyoman Masni, dari LPA Bali memberikan contoh nyata bagi saya untuk selalu menjadi perempuan Bali yang berkarakter teguh dan tekun serta selalu semangat meningkatkan kualitas diri,” ungkap Doi. Baginya, perempuan Bali saat ini sudah banyak yang berani tampil dan berprestasi dalam bidang masing-masing. Contohnya menjadi pengusaha muda wanita yang sukses, pengajar berprestasi, dan yang terpenting sudah makin banyak perempuan Bali yang menempuh pendidikan tinggi. Makin banyak berkreasi, makin banyak meng inspirasi. -Wulan
Percaya Kekuatan Mimpi
B
Kegiatan anak-anak Madia Center
diikuti 615 mahasiswa dengan 150 dosen pendamping/panitia. Kegiatan lain yang dilaksanakan yakni program kesehatan berupa penyuluhan HIV/AIDS, penyuluhan Narkoba; program keagamaanberupa dharma wacana dari Ida Pandhita Mpu Jaya Acharya Nanda; konservasi alam berupa tanaman manggis sebagai ikon Desa Petang penghaPeninjauan program bedah rumah yang diberikan kepada I Made Penyerahan program bedah rumah dan rehab rumah secara simbolis sil wine manggis serta peSudirta, oleh Rektor Made Suarta dan Ketua Yayasan Arthanegara. lestarian tanaman langka upakara yadnya; I Made Sudirta menjadi salah seorang mendukung program pemerintah, yakni mah diberikan kepada I Gusti Putu Anom program pembinaan berupa pengelolaan keuangan pada kelembagaan keuangan warga Petang, Badung yang beruntung mengentaskan kemiskinan. “Kami sudah dan I Nyoman Sudarma. mendapatkan bantuan bedah rumah dari menbedah 16 rumah, 4 rehab rumah, dan Baksos yang berlangsung mulai 17 s.d. BumDes, LPD, Koperasi, dan kelompok IKIP PGRI Bali yang diserahkan secara 3 bedah sekolah,” ungkapnya. 19 Juni 2016, yang mengusung tema “Mela- usaha lainnya; Klinik Pendidikan berupa simbolis, Jumat (17/6) dalam PembuPerinciannya, 9 rumah dibedah di Kota lui Bakti Sosial IKIP PGRI Bali Tahun 2016 pelatihan Karya Tulis Ilmiah (PTK) untuk kaan Bakti Sosial (Baksos) IKIP PGRI Denpasar tahun 2012, berlanjut ke timur Kita Tingkatkan Peduli Desa menuju Desa para guru SD/SMP/SMA dan penataan Bali Tahun 2016 di Wantilan Pura Desa yakni Karangasem 2 rumah dibedah, 3 Shantidan Jagatdhita”, disampaikan Ketua lingkungan sekolah baik pada media belaAdat Petang. direhap, dan 3 bedah sekolah tahun 2013. Panitia Baksos Dr. I Made Darmada, M.Pd. jarnya maupun landscapenya; serta Pentas Made Sudirta dan istri bersyukur Berlanjut tahun 2014, ada 3 rumah di dan mengucapkan terimakasih atas ban- Klungkung (Dawan dan Nusa) yang dibetuan ini. Ia mengatakan, dulu tahun 2013 dah. Sementara di Tampaksiring (Gianyar), Pemkab Badung sudah pernah memberi- ada 2 rumah dibedah dan 2 rumah direhab kan bantuan bedah rumah senilai Rp 10 tahun 2015. Untuk tahun 2016, giliran juta, namu diakuinya hanya cukup untuk Petang (Badung) yang mendapatkan banmembeli batako. “Kini akhirnya IKIP PGRI tuan 2 bedah rumah dan dua rehab. Nilai Bali yang mewujudkan rumah kami,” ucap bantuan tersebut, masing-masing untuk Sudirta yang langsung ikut mengerjakan bedah rumah Rp 25 juta, dan rehab rumah rumahnya dengan luas bangunan 9x5 antara Rp 12,5 juta s.d. Rp 15 juta. meter persegi tersebut. Mereka yang mendapatkan bantuan Program bedah rumah menjadi satu program bedah rumah ini dijelaskan Made dari tiga agenda rutin dalam pelaksanaan Suarta benar-benar sudah diseleksi dengan baksos, selain pengobatan mata dan berkoordinasi dengan berbagai pihak pemberian kaca mata gratis, serta pe- terkait, di antaranya Depsos, camat, dan nanaman pohon/penghijauan. Program perbekel. Dan mereka memang sangat bedah rumah yang sudah dilakukan sejak layak menerima bantuan tersebut. Mereka 2012 ini dikatakan Rektor IKIP PGRI Bali yang mendapatkan bantuan bedah rumah Penanaman pohon oleh Rektor Made Suarta, Kadisnaker IB Dirga (berkacamata), Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum., sebagai adalah Ni Wayan Reni dan I Made Sudirta. dan Perbekel Petang Suryantara bentuk kepedulian IKIP PGRI Bali dalam Sedangkan untuk bantuan rehabilitasi ru-
Dara
8
Bunda & Ananda
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Cerdas Ponselnya Cerdas Penggunaannya Usulan agar YouTube dan Google diblokir di Indonesia menuai kontroversi. Ada pro dan kontra terkait usulan ini. Pemanfaatan internet sekarang ini ibarat pisau dengan dua sisi, sisi yang tipis dan tajam serta sisi yang tebal dan tumpul. Bagaimana orangtua memberi penjelasan kepada anak tentang internet sehat perlu diperhatikan lagi.
S
aat menemani anak belajar, gadget tidak bisa dipisahkan lagi. Kadang ada hal-hal yang tidak ditemukan jawabannya di buku sehingga Google pun menjadi solusi. Pengalaman ini diungkapkan Bu Juni. “Anak saya belajar bahasa Bali. Ada soal mengenai sebutan untuk hewan. Saya tidak hapal. Ternyata setelah cari di internet, ada jawabannya. Kami pun sama-sama mendapat tambahan pengetahuan dari internet,” ujarnya. Hal yang sama dituturkan Bu Diana yang memiliki tiga putra. Ia menjadikan internet sebagai salah satu solusi untuk membantu anakanaknya belajar dan bermain. Namun, ada beberapa aturan yang ditetapkan. “Gadget masing-masing hanya bisa dipakai di hari Jumat, Sabtu, Minggu, dan hari libur. Kalau hari sekolah, gadget disimpan. Jika ada hal-hal yang harus dicari di internet, anak-anak pakai gadget saya,” ujarnya seraya mengatakan di rumah tersedia wifi untuk koneksi internet. Sebagai orangtua, Bu Juni dan Bu Diana paham mengenai pentingnya internet untuk memudahkan anakanak belajar. Pada masa mereka kecil
dulu, tidak ada internet sehingga buku yang menjadi acuan untuk mencari jawaban. Kini buku pun sudah dibuat dalam bentuk e-book sehingga proses pembelajaran bisa lebih mudah. Internet pun bisa membantu anak-anak berkomunikasi dengan teman-temannya. Banyak anakanak sekarang yang memiliki grup di media sosial. “Sepanjang hal yang mereka komunikasikan itu berkaitan dengan urusan sekolah dan kegiatan yang dilakukan, tidak masalah. Saya sering memantau apa yang anak-anak komunikasikan dengan temannya,” ujar Bu Diana. Menurut Ni Ketut Jeni Adhi, M.Psi. Psikolog, dalam setiap perkembangan ilmu dan teknologi selalu memberikan dua dampak yang berseberangan. Masyarakat sebagai pengguna serta penikmat kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi diminta untuk memberikan sikap yang bijaksana terhadap kondisi ini. “Orangtua sering dihadapkan pada sebuah dilema dimana seiring kemajuan teknologi membawa pengaruh terhadap perilaku anak-anak. Banyak orangtua mengeluhkan jika
DuaBe Model Gelar Bali Model Competition (BMC)
Dalam rangka Anniversary XVI DuaBe Model & Graduation Duabe Model Angkatan XIII, diselenggarakan “Bali Model Competition” (BMC), pada Sabtu 9 Juli di Warung Pan Yoga Jalan Uluwatu 1 No. 79 Jimbaran Bali. Menurut Wayan Padmi, pemilik DuaBe Model, acara yang dilaksanakan antara lain Lomba Fashion Show, Pemilihan Top Model BMC 2016 dan Lomba Foto Model BMC 2016 yang memperebutkan juara 1, 2, 3, Harapan 1, 2, 3 dengan hadiah uang tunai, piala, piagam dan hadiah dari sponsor. Selain itu acara juga dimeriahkan pagelaran busana dari lima desainer top Bali yakni Tjok Abi, Yenly Wijaya, Dewi Suarjani, Angeliqa Wu dan Dewi Calista. Untuk informasi lebih lanjut hubungi Duabe Entertainment Model & Agency, Jalan Pantai Sari 17 Jimbaran Hp 081237787117, WA 081239385637, dan BBM 294967AA2; Waroeng Pan Yoga Jalan Uluwatu Jimbaran; Komunitas Lingkara Jalan Merdeka IV, Renon Telp (0361) 4722720. – Sri Ardhini
Public Speaking Clinic Spesial Liburan
Kualitas komunikasi merupakan cermin kualitas diri. Namun, saat ini masih banyak orang yang mengalami kendala ketika berkomunikasi, khususnya berbicara di depan umum. Orang yang mengalami kondisi itu sering di istilahkan dengan demam panggung. Demam panggung dapat menyerang siapa saja ketika tampil berbicara di depan umum. Jika tidak ditangani dengan baik, demam panggung dapat mengakibatkan trauma mendalam, stres bahkan dunia terasa kiamat. Sukses pun tidak hanya tertunda tetapi melayang. Untuk mengatasi masalah ini, “Daneswara Training” menyelenggarakan program Public Speaking Clinic yang akan mengupas tuntas rahasia sukses melakukan persentasi atau berbicara di depan umum. “Kami akan tunjukkan bagaimana cara tercepat mengatasi demam panggung dan menjadi sahabat bagi audience,” ungkap Kadek Eni Marhaeni mentor dari program ini yang telah belajar ilmu public speaking di Sydney University Australia dan berguru langsung dari Anthony Robbins (guru komunikasi dan motivator no 1 dunia). Untuk mengisi liburan ini program Public Speaking Clinic diselenggarakan Selasa 28 Juni 2016, Pkl. 14.00 – 17.00 WITA. Dengan biaya Rp.175.000/orang, informasi dan pendaftaran, SMS / WA 0821 4454 3311. “Diam tidak selalu emas, banyak kesempatan emas hilang karena diam.” AYO TAKE ACTION ! -Sri Ardhini
Jeni Adhi anaknya menjadi lebih suka menyendiri, lupa waktu akan tugas, lebih memilih untuk menikmati kesendirian dengan smartphone- nya daripada membaca buku serta menjadi kurang terbuka dengan orangtua. Namun, ada pula orangtua merasa terbantu ketika dapat mencari informasi materi pelajaran sekolah anak serta update berita terbaru yang terjadi saat ini. Kondisi ini tidak dialami satu atau dua orangtua saja, namun menjadi polemik di setiap perbincangan orangtua dengan komunitasnya,” ujar staf pengajar Prodi Psikologi Universitas Dhyanapura Bali ini. Ia menjelaskan internet yang telah menghadirkan media sosial (facebook, twitter, path, Instagram, WhatsApp, Line, BBM) menjadi sarana yang mengasyikkan bagi anak-anak. Ketika anak bebas menyuarakan isi hati dan pikirannya dalam dunia maya kepada orang lain melalui media sosial, baik yang sudah dikenal ataupun belum, ketika anak
menemukan keasyikan sehingga menjadi pola kebiasaan dan mulai meninggalkan sosialisasi dalam dunia nyata. Ketika anak tetap bisa terbuka pada orangtua akan apa yang menjadi pikiran dan mau bercerita tentang pengalamannya tentu tidak akan menimbulkan masalah yang berarti. Dalam media sosial anak mampu membagi cerita tentang kegiatan yang dialami, menunjukkan prestasi apa yang sudah diraihnya serta menyuarakan apa yang tidak dikehendakinya. Di sisi lain, kemudahan anak untuk mendapat segala informasi dan pengetahuan menjadi salah satu indikasi daya juang anak menurun. Jika dulu orang harus mencari buku, segala upaya akan dilakukan untuk mendapatkan buku itu. Tetapi, sekarang semua serba mudah. Motivasi untuk berjuang pun menjari menurun. “Menurut Abraham Maslow, tokoh psikologi yang menganut aliran Humanistik, manusia memiliki kebutuhan untuk menunjukkan aktualisasi diri sebagai suatu keinginan untuk diterima dan menjadi bagian dari lingkungannya. Media sosial sebagai ajang eksistensi diri diharapkan mampu meminimalkan hal negatif seperti kepalsuan, penipuan, komentar negatif, pem-bully-an, pornografi, yang akan mengantarkan pada masalah hukum sehingga perlu adanya edukasi penggunaan media sosial kepada anak dari orangtua,” ujar psikolog dari Konsultan Psikologi Tema Insani ini. THINK BEFORE POSTING Beberapa saran disampaikan pengurus Himpsi Bali, Sie. Data dan Layanan ini. Pertama, Anak belum mampu sepenuhnya mengontrol dirinya untuk membatasi menggunakan media sosial sehingga kontrol orangtua diperlukan dengan cara mengin-
gatkan, terbuka terhadap keinginan anak, orangtua memberi alarm pada smartphone-nya jika anak membuka “situs-situs terlarang” (-yang belum boleh diketahuinya). Penggunaan aplikasi alarm ini sangat membantu anak agar tidak terjerumus masuk ke situs-situs terlarang. “Namanya sudah smartphone, ponsel cerdas yang harus dimanfaatkan dengan cerdas dan bijaksana juga,” tegas Jeni. Kedua, anak harus diajarkan untuk memberi komentar sesuatu dengan cara lebih kreatif, bukan lebay. Gunakan bahasa yang sopan tanpa menyinggung pihak-pihak lain, hindari penyebaran SARA dan pornografi. Kunci dari hal ini adalah pola komunikasi antara anak dengan orangtua. Kualitas komunikasi yang bagus di rumah akan terbawa ke luar rumah sehingga anak tidak sembarangan berkomentar. Ketiga, ingatkan anak untuk tidak selalu mem-posting segala sesuatu yang dilakukan, sehingga privasi masih dapat terjaga, dan tidak menggiring orang-orang yang berniat jahat, misalnya ”sepi…aku sendiri di rumah”, “home alone”, “baru habis dari ATM ambil transferan dari ortu”. “Posting semacam ini bisa mengundang orang untuk berniat buruk. Karena itu pesan think before posting sangat tepat dijadikan acuan,” ujar ibu dua putri ini. Keempat, sebelum melanjutkan suatu berita (informasi), pastikan kebenaran informasi tersebut. Belajar untuk tahu/melek hukum, bahwa ada Undang-undang yang mengatur tentang transaksi elektronik, sehingga dapat diminimalkan terjadinya kelalaian yang dapat menjerat hukum ataupun sanksi sosial. Anak maupun orangtua harus paham ada konsekuensi yang diterima jika melakukan pelanggaran UU. –Ngurah Budi
Mendongeng Lima Menit
melodi yang terindah
Seorang raja di negeri Antah Berantah amat suka mengajukan pertanyaan-pertanyaan aneh kepada menteri-menterinya. “Gunung apakah yang tertinggi, laut apakah yang terdalam, atau kota apakah yang Made Taro terbesar?” tanyanya. Pertanyaan itu dengan mudah dapat dijawab para menteri karena sudah termuat dalam buku-buku. Akan tetapi ketika sang raja menanyakan, “Melodi apakah yang terindah?” Menteri-menteri itu saling toleh, dan tidak pernah menemukan jawaban yang sepakat. “Seruling, Tuanku!” demikian jawab seorang menteri. “Bukan! Gitar, Tuanku!” bantah yang lainnya. Menteri lainnya mengajukan pilihan, “Gamelan, Tuanku!” Pilihan yang berbeda-beda itu menimbulkan perdebatan. Semua mengajukan alasan yang masuk akal. Raja tidak menentukan pilihan, bahkan setelah perdebatan itu, beliau siang-malam menimbangnimbang. “Melodi apakah yang terindah?” Di antara menteri-menteri itu, hanya seorang menteri yang tidak mengajukan pilihan. Ia diam saja. Sampai perdebatan berakhir pun, ia tidak menentukan pilihan.
Tiba-tiba ketika ulang tahun kelahiran menteri tersebut tiba, ia menemukan ide. Ia mengundang Paduka Raja, para menteri dan pejabat tinggi lainnya, untuk makan malam di rumahnya sendiri. Banyak acara pertunjukan yang dipertontonkannya di depan para undangan yang sudah siap duduk di kursi masing-masing. Diawali dengan pertunjukan band, lalu disusul tabuh gender, kemudian musik dangdut, bleganjur, rebana, angklung bambu, kolintang, dan lain-lainnya. Para hadirin sangat puas mendengarkan alunan bunyi-bunyian yang indah itu. Namun lama-kelamaan, mereka jemu dan letih. Ditunggu-tunggu, sampai larut malam, tuan rumah belum juga menghidangkan minuman dan makanan. Berkali-kali para undangan melirik meja makan, tetapi tak ada hidangan yang tersedia. Tepat pukul 12.00 malam, tuan rumah memberi isyarat agar pelayannya mengangkut segala jenis makanan dan menghidangkannya di atas meja. Setelah siap, tuan rumah memukulkan sebuah senduk ke bibir mangkok. “Cring, cring, cring…!” demikian bunyinya. Menyusul kemudian kata sambutan tuan rumah, “Para hadirin, kami persilakan menikmati hidangan ala kadarnya.” Para undangan yang sejak tadi menahan rasa lapar, seperti tidak sabar. Mereka berduyun-duyun dan berdesakan mengambil makanan. Pada saat itulah Paduka Raja berucap, “Melodi yang paling indah adalah bunyi cring, cring, cring … yang dilahirkan oleh pasangan sebuah senduk dan mangkok.”
Griya
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Warung Berkonsep
Kekeluargaan Berdirinya sebuah bangunan, baik itu rumah tinggal, kantor, maupun warung, tentu tak terlepas dari sentuhan selera sang pemilik. Meskipun ada campur tangan arsitek dari segi konsep desain, setidaknya itu merupakan harapan-harapan dan selera sang pemilik yang kemudian diaplikasikan pada sebuah bangunan. Demikian pula yang bisa kita lihat pada Warung Kita “Dewi Sri” yang berlokasi di Abiantuwung Kediri, Tabanan.
D
ari tampak depan bangunan ini sudah terlihat konsep yang ingin ditawarkan. Sentuhan etnik sangat kental terasa pada bangunan pertama. Bangunan ini diakui pemiliknya pasutri Ketut Carma dan Sri Labantari adalah bangunan pertama yang dibangun 8 tahun lalu, sebelum akhirnya diperluas ke bagian belakang dengan konsep alami, terbuka dan kekeluargaan. Di warung ini, kesan alami diaplikasikan dalam pemilihan material pada dinding yang mengekspos batu-batu alam, demikian juga pada pilar-pilarnya, baik pada bangunan pertama maupun bangunan di belakangnya. Ada tiga
bangunan baru yang menawarkan penataan yang berbeda, yang umumnya oleh konsumen disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Ada tempat duduk biasa, ada juga yang lesehan. Bahkan ada juga pilihan tempat makan sembari melakukan aktivitas bersama, seperti meeting. Di sediakan ruang terbuka seperti aula. Keberadaan ruangan ini dikatakan Sri Labantari tak terlepas dari masukan konsumen yang menginginkan ada sebuah tempat bertemu/ rapat sekaligus untuk makan. Di depan aula ini juga ada halaman yang cukup luas yang sangat memungkinkan untuk dilaksanakan aktivitas outdoor lainnya. Satu lagi pilihan tempat yang
Ketut Carma dan Sri Labantari
paling banyak ditempati konsumen adalah area paling belakang, yang view-nya langsung ke sawah. Makan sembari melihat hijaunya persawahan menjadi pilihan banyak orang untuk benar-benar bersantai menikmati menu rumahan yang disajikan di sini. Keberadaan area bermain anak juga menjadi sentuhan kekeluargaan yang ingin ditawarkan di Warung Kita “Dewi Sri” ini. –Inten Indrawati
17
18
Semakin majunya Bule leng di bidang politik, sosial, budaya, pendidikan, maupun ekonomi, rupanya dilihat jeli oleh beberapa masyarakatnya. Buleleng yang dikatakan meng geliat, ternyata dari beberapa sisi yang mungkin tidak terja mah oleh pesatnya kemajuan. Ini yang membuat orang-orang jeli tersebut berkumpul dalam suatu wadah yang mereka namakan Buleleng Aksi Sosial. Sesuai dengan nama organisasi ini bergerak di berbagai as pek kehidupan dengan tujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
K
Life
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
omang Elly Suk mawardana selaku ketua Buleleng Aksi Sosial mengatakan tidak pernah merekrut anggota melainkan atas dasar kesadaran masing-masing. “Ada yang menjadi relawan di desanya masing-masing ada juga yang stay di basecamp di jalan Dewi Sartika,” kata pria yang akrab disapa Bhoncu tersebut. Merupakan gabungan dari beberapa komunitas yang ada di Buleleng, Buleleng Aksi Sosial memiliki mar kas besar di desa Bungkulan. “Banyak komunitas yang bergabung dan semua kami tampung dengan syarat memiliki rasa kemanusiaan,” imbuhnya. Sejak berdiri enam bulan lalu tepatnya 21 November 2015, sudah banyak yang dilakukan Bule
Buleleng Aksi Sosial
Majukan Sumber Daya dengan Ketrampilan
leng Aksi Sosial. Mereka bergerak sesuai dengan permintaan dan pang gilan dari masyarakat. “Di masing-masing desa kami kan punya relawan, mereka yang akan me laporkan kepada kami jika ada masyarakat yang memang butuh bantuan,” ujar Bhoncu. Sesuai dengan program yang dicanangkan, Bule leng Aksi Sosial tidak hanya sekadar mem bantu dengan memberi sumbangan semata, tetapi juga bermaksud untuk memajukan sum ber daya manusianya. “Program kami saat ini, memberikan ketrampilan kepada sumber daya manusianya,” imbu nya. Menurutnya, dibandingkan memberikan sumbangan dengan cuma-cuma yang akan habis de ngan hitungan hari, ia lebih memilih mengajarkan ketrampilan yang ten tu dapat menambah pengahasilan. “Kalau orang cacat kan tidak bisa kemana-mana, jadi kami ajarkan
Bhoncu bersama penyandang disabilitas
membuat kerajinan sehingga inilah yang akan kami carikan donatur,” paparnya lebih jelas. Dalam memberikan pelatihan, Bhoncu mengaku tidak bisa sem barang melakukannya. Sebab yang akan diberikan pelatihan adalah orang-orang yang memang memiliki niat. “Kami juga melihat potensi desa, pelatihan apa yang cocok
Sosialisasi untuk Menjaga Telur Penyu Wilayah perairan Buleleng khususnya laut dengan penjagaan telur-telur penyu tersebut. memiliki beragam biota yang dilindungi. Salah “Kami mengundang stakeholder terkait untuk satunya adalah penyu hijau yang biasanya ba melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” im nyak dijumpai di wilayah Indonesia mulai bagian buhnya. Terkait masalah penangkaran, pemerintah barat hingga bagian timur. Begitu juga dengan kabupaten belum memiliki kewenangan. “Kami persebarannya di wilayah pesisir Buleleng yang hanya menyampaikan apa yang ditemukan di keberadaannya semakin mengkhawatirkan. Hal sini, yang lebih berwenang adalah BPSPL (Balai tersebut disampaikan oleh Ir. Made Arnika, Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut),” Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan kabupaten tambahnya. Buleleng. Mantan Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan Sesuai dengan surat edaran dari Kementrian dan Perindustrian (Kopdagprin) itu juga menga Kelautan, ada enam jenis penyu takan sangat menyayangkan yang dilindungi oleh pemerintah kasus penyelundupan penyu di antaranya adalah penyu hijau, hijau yang terjadi belakangan penyu sisik, penyu tempayan, terakhir ini. Meskipun pe penyu belimbing, penyu abunyelundupan tersebut dapat abu, dan penyu pipih. Namun digagalkan akan tetapi pelaku untuk wilayah Buleleng, dari ke berhasil melarikan diri. Ia sa enam jenis penyu yang dilin ngat berharap tidak terjadi dungi tersebut, masih ada satu lagi kasus-kasus serupa, maka jenis yang mampu bertahan di dari itu keamanan dari Satpo perairan Buleleng yang tersebar lair perlu ditingkatkan. Seba dari pantai Tejakula, Sangsit, gai ujung tombak di daerah, Penimbangan, hingga Menja Diskanla siap memfasilitasi ngan. Dengan jumlahnya yang ke provinsi. “Sejauh ini pro sangat terbatas, pihaknya sangat gram kami hanya melakukan mengharapkan masyarakat ikut pembinaan, pengawasan,dan Ir. Made Arnika menjaga kelestarian dari penyu memfasilitasi ke provinsi, kami hijau. “Kami sangat berharap jika ada penang juga siap melaporkan kasus-kasus seperti ini ke kapan yang dilakukan dengan tidak sengaja agar pusat,” tambahnya. melepaskan kembali penyu tersebut ke habitat Terkait dengan pelaksanaan event Save the Sea aslinya yaitu laut,” paparnya. Turtle 2016 yang digelar di pantai Penimbangan Disinggung masalah penangkaran penyu hijau oleh sekelompok masyarakat, pihaknya sangat untuk menambah jumlah populasinya, pihaknya mendukung. “Dari pihak Diskanla ini merupakan tidak merekomendasi dilakukan pemeliharaan. langkah yang sangat baik bagi anak-anak muda Hal ini ditakutkan merusak habitat asli dari penyu untuk ikut serta melakukan pelestarian terhadap hijau tersebut. “Memang ditemukan telur-telur penyu hijau,” tandasnya. Ia juga sangat berharap penyu, setelah menetas tukik-tukiknya kembali dengan adanya gerakan tersebut dapat memicu sendiri ke laut. Ya, yang perlu kita lakukan hanya masyarakat lain untuk ikut melestarikan penyu menjaga. Kalau dilakukan pemeliharaan takutnya juga. “Kami sangat berharap anak-anak muda disalahgunakan,” imbuhnya. Wanita yang lahir 5 itu tetap dapat melestarikan penyu di segara Oktober 1959 ini juga mengatakan pihaknya hanya Penimbangan pada khususnya dan di Buleleng melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pada umumnya,” tegasnya. -Wiwin
diberikan kepada masyarakatnya,” ujarnya. Terkait dengan pemasaran nya pun, pihaknya tidak angkat tangan tetapi juga ikut memfasili tasi. “Mereka buat kukusan, kalau hanya kukusan biasa siapa yang akan pakai zaman sekarang? Kami yang hias kukusan tersebut men jadi barang yang memiliki nilai jual lebih tinggi, misalnya menjadi hiasan
lampu,” tandasnya. Mereka sangat berusaha untuk mendistribusikan barang-barang ketrampilan yang dihasilkan. Selain hal tersebut, dalam wak tu dekat Buleleng Aksi Sosial juga akan memperkenalkan sebuah ambulans. Pria kelahiran 16 Mei 1986 ini menilai di Buleleng me mang banyak terdapat ambulans tetapi masyarakat kurang mampu tetap membayar jika menggunakan. “Kami melihat banyak sekali or ganisasi namun belum banyak yang bergerak dalam bidang kesehatan,” tambahnya. Selain bergerak di bidang kese hatan, Buleleng Aksi Sosial juga bergerak dalam bidang pendidikan. Tindakan nyata yang dilakukan ada lah program anak asuk yang dimiliki sejak SMP hingga SMA, bahkan pihaknya juga membagikan buku tulis bagi siswa siswi yang kurang mampu. Bhoncu memandang pendidikan di Buleleng ini masih jauh dari harapan. Pengaruh negatif teknologi sangat dirasakan bagi bidang pendidikan. “Banyak anak yang lebih aktif di media sosial dan gadget-nya masing-masing,” tam banya. Ia juga menilai pendidikan di Buleleng perlu dilakukan perubahan sehingga mencapai yang diharapkan. “Kami di Buleleng Aksi Sosial sering terjun ke lapangan menghibur lewat pementasan bondres,” ucap pria yang berasal dari Bungkulan tersebut. Melalui visi kemanusian dan pendidikan bondres Buleleng Aksi Sosial memfungsikan diri sebagai media untuk memotivasi masyarakat dan sama sekali tidak memungut bayaran dari setiap aksi panggungnya. -Wiwin
Story
Ketika berdiri di podium untuk memberikan sambutan dalam aca ra Seminar dan Lokakarya Akhir Program “Gerakan Inklusi Sosial Anak Buruh Migran” Program Peduli Provinsi Nusa Tenggara Ba rat beberapa waktu lalu, H. Muh. Amin, Wakil Gubernur Nusa Teng gara Barat, sejenak tidak dapat menahan emosinya beberapa saat. Sapu tangan yang ada di sakunya diusapkannya di matanya yang berkaca-kaca. Beberapa saat ia terdiam berdiri di depan mikrofon tanpa bisa berkata apa-apa.
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Lindungi “Anak Unta”
T
erharu dan sedih, itulah yang dirasakan oleh wakil gubernur ini ketika mendengar testimoni yang dibacakan oleh anakanak buruh migran yang dibawakan puisi dan orasi sederhana. Suasana haru juga menyelimuti ruangan semi nar. Para peserta seminar terdiam membuat suasana menjadi hening seketika. Semua yang hadir larut dalam curahan hati anak-anak buruh migran dengan berbagai persoalan yang dihadapinya. Lengkingan suara kepedihan hati anak buruh migran yang dibelit kemiskinan, harapan dan asa untuk mendapatkan kasih sayang utuh dari orang tua-orang tua yang terpaksa meninggalkan mereka untuk bekerja ke luar negeri demi alasan nafkah dan harapan hidup yang layak serta ketidakadilan-ketidakadilan yang kerap mereka terima dalam berba gai sudut, menjadi isi dari curahan yang menggetarkan hati itu. Mereka mewakili kisah sedih anak-anak bu ruh migran yang tidak beruntung di Lombok. Testimoni itu merupakan fakta yang mereka hadapi. Dari begitu banyak anak-anak buruh migran asal Lombok ini, ada 43 anak yang terdata secara khusus sebagai anak yang dibawa oleh ibuibu mereka dari negara tujuan mer eka menjadi TKW. 43 anak tersebut merupakan bagian dari 743 anak bu ruh migran yang berasal dari dua desa di Lombok Timur yaitu Desa Lenek Lauk Kecamatan Aikmel dan Desa Wanasaba Kecamatan Wanasaba. “Mereka khususnya yang 43 anak ini kerap mendapat stigma sebagai anak “istimewa “ atau ada juga yang disebut sebagai “anak unta”, “anak Pakistan”, “anak India”, “anak Arab” dan sebutan-sebutan lainnya yang tentu saja menyakitkan bagi anakanak ini sehingga sangat mempengar uhi perkembangan jiwa dan psikologi mereka,” ungkap Suharti, Direk tur Yayasan Tunas Alam Indonesia (SANTAI) NTB yang telah 14 bulan terakhir melakukan program untuk membangun kesadaran masyarakat di dua desa tersebut guna memberikan perlindungan bagi anak-anak yang marjinal ini. Kondisi anak-anak ini, dapat
7
Anak-anak buruh migran yang menjadi bagian dari pemuda peduli anak buruh migran
dikatakan tumbuh dalam situasi yang tidak layak tumbuh kembang. Bagaimana tidak, menurut Suharti, mereka tumbuh tanpa pengasuhan ayah/ibu sehingga mereka sangat minim mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya. Mereka tumbuh bersama keluarga-keluarga peng ganti seperti nenek/kakek yang tidak mempunyai modal yang cukup, baik secara ekonomi maupun pendidikan dalam mengasuh mereka. Bisa dibayangkan menderitanya anak-anak ini karena 52% dari anakanak buruh migran yang ada di dua desa ini usianya 1-9 tahun. Usia di mana mereka sedang sangat mem butuhkan kasih sayang dan perlind ungan dari orang tua. Dan 35% usia mereka 10-15 tahun serta 12% usia 15-18 tahun dan 1% mereka tidak mengetahui usianya. Mereka juga menjadi anak-anak tanpa identitas hukum karena mer eka lahir dari seorang ibu dan tidak memiliki ayah. “Sementara ini, mer eka tidak bisa memiliki akte kelahiran sehingga tidak bisa bersekolah karena masuk sekolah mensyaratkan akte kelahiran. Selain itu, mereka juga tidak dapat mengakses bantuan sosial dan kesehatan,” kata Suharti. Yang menyakitkan yang dialami anak-anak ini sejak kecil adalah kerap diejek oleh teman-temannya dan juga masyarakat akibat secara fisik mereka berbeda. “Secara fisik mereka ratarata berwajah Timur Tengah tempat tujuan ibunya mereka bekerja, jadi mudah sekali mengenalinya,” tam bahnya. Selain itu ejekan juga terjadi pada status mereka sebagai anak ibu saja. Kondisi inilah yang kemudian membuat kebijakan belum berpihak pada anak-anak yang mengalami eksklusi sosial tersebut. Juga belum terakomodirnya partisipasi anak
Anak-anak buruh migran di Lombok Timur yang harus dilindungi dalam gerakan inklusi sosial
buruh migran ini dalam pengambi lan keputusan untuk pembangunan di desanya serta belum ada sistem perlindungan anak, khususnya bagi anak-anak buruh migran yang ada di desa. Dampak dari eksklusi sosial ini adalah anak jadi mengalami dis kriminasi, minder dan cenderung menutup diri. Mereka juga menga lami gangguan emosi seperti cepat marah, agresif dan cenderung balas dendam dan mereka sangat rentan menjadi korban pelecehan seksual
serta rawan eksploitasi ekonomi. Untuk melindungi anak-anak buruh migran yang tidak beruntung ini, lembaga yang konsen terhadap perlindungan anak SANTAI NTB, mendorong efektifitas kebijakan inklusi sosial dan memsosialisasikan nya model penanganan anak buruh migran yang mengalami eksklusi sosial kepada semua pihak sehingga dapat menjamin terpenuhinya hakhak anak-anak buruh migran di wilayah NTB. Sesuai dengan marwah tajuk
program inklusi sosial (upaya men empatkan martabat dan kemandirian individu sebagai modal utama untuk mencapai kualitas hidup yang ideal) bagi anak-anak buruh migran ini, diharapkan program-program yang akan menyentuh mereka dapat me nyentuh berbagai permasalahan yang dihadapi mereka dan upaya terse but dapat tersosialisasikan kepada para pihak terkait di wilayah Nusa Tenggara Barat. Sehingga anak-anak buruh migran tersebut dapat hidup dan tumbuh layaknya anak-anak lain dalam suasana yang damai dan penuh kasih sayang. Setelah program ini berjalan, tampaknya ada ‘udara’ baru bagi ke hidupan khususnya 43 anak bawaan dari negara tujuan ibunya ini. Ber dasarkan laporan dari kegiatan yang dilakukan SANTAI ini, telah muncul tingkat kepedulian pemerintah desa,kecamatan, kabupaten dan propinsi di dalam melihat persoalan yang dihadapi oleh anak buruh mi gran. Saat Musrenbang perempuan di tingkat kecamataan dan kabupaten, kader-kader yang ada di desa, sudah mulai aktif menyuarakan isu anak buruh migran mulai dari tingkat desa, sampai dengan ke tingkat provinsi. Kesadaran individu masyarakat da lam memahami isu inklusi pada anak buruh migran ini meningkat sehingga membangun kepercayaan diri bagi anak-anak tersebut. -Naniek I. Taufan
6
Tuhan selalu menciptakan umatnya dengan kelebihan dan kekurang an masing-masing. Saat kekurangan diberikan kepada seseorang jangan pernah berkecil hati ataupun membenci Tuhan, karena dibalik semua itu tersimpan hal yang begitu indah yang Ia siapkan. Ada banyak orang yang memiliki kelebihan akan tetapi tidak dapat mensyukuri nikmat yang diberikan, namun tidak sedikit pula kekurangan seseorang dapat meng inspirasi banyak orang.
Referensi dari Internet
D
alam keterbatasan jika diyakini, maka ada kelebihan luar biasa yang orang biasa tidak miliki. Hidup tidak normal bagi wanita yang akrab disapa Winda memang tidak mudah. Kebebasan dalam bergerak harus direnggut selama puluhan tahun. Remaja yang bernama lengkap Kadek Windari ini hanya bisa duduk dan tidak banyak aktivitas yang bisa dilakukan. Winda menuturkan usia empat bulan, ia sempat terjatuh hingga menyebabkan pertumbuhanya terganggu, kedua ta ngan dan kakinya tidak tumbuh normal. Tulang kaki dan tangan yang terlalu kecil tidak mampu menopang berat tubuhnya sehingga ia tidak mampu berjalan. Remaja yang dilahirkan 9 Desember 1990 tersebut mengaku secara sekilas sakitnya memang seperti polio akan tetapi tim medis sendiri tidak mampu menjelaskan penyakitnya. Hal yang membuat aneh adalah kedua saudaranya pun menderita sakit yang sama dengannya. “Kakak dan adik saya juga sama seperti ini, tapi adik saya sudah meninggal ketika berusia empat setengah tahun,” tuturnya. Hidup yang ia jalani memang tidak biasa, jangankan dapat bermain dengan teman sebaya, mengenyam pendidikan
Woman on Top
Kadek Windari
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Kadek Windari saat melukis di atas kanvas
pun ia tidak pernah. Beberapa belakangan ini publik di media sosial dibuat berdecak kagum oleh sosok yang tinggal di Dusun Yehanakan, Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt tersebut. Meskipun tidak pernah mengenyam pendidikan bahkan sekolah khusus (SLB) sekali pun, ia tetap dapat menunjukkan prestasinya. Menggambar adalah hobi yang ia miliki sejak masih kecil, akan tetapi hobi tersebut beralih menjadi melukis setahun lalu sejak ia bertemu dengan seorang pengusaha bernama Santiawan dari Nusa Dua. “Beliau melihat gambar-gambar saya lalu memberikan bantuan berupa kanvas,” ungkapnya. Sejak itu, Winda dibantu sang kakak yang juga memiliki keterbatasan sama dengannya untuk
memasarkan lukisannya di media sosial facebook. Memang dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk menarik pembeli, akan tetapi Winda dan sang kakak selalu memposting lukisan-lukisan terbarunya. “Cukup lama baru ada yang beli, kira-kira setahunan,” paparnya. Lukisan-lukisan mulai banyak di pesan setelah di media mulai ramai memperbincangkan. Bahkan bakat melukis yang ia miliki tidak pernah belajar atau diajarkan oleh siapapun. Membuat sketsa ataupun sekadar mencampur warna ia pelajari sendiri, namun untuk membuat konsep lukisan ia masih menggunakan media internet sebagai bahan referensi. “Saya tidak pernah belajar khusus, mungkin karena dulu almarhum ayah seorang seniman maka
bakat menurun ke saya,” tandasnya. Anak kedua dari empat bersaudara ini mengaku jika saat ini lukisannya laku dijual dari kisaran Rp 1,5 juta hingga 2,5 juta. Bahkan lukisannya sudah mampu ia pasarkan hingga ke mancanegara. “Kalau yang pesan dari luar akan diambil pas dia liburan ke Bali, kalau dia minta dikirim bisa saja tapi ongkosnya mahal,” ujarnya. Dibutuhkan waktu hingga dua minggu dalam penyelesaian satu buah lukisan berukuran besar dari pembuatan sket hingga pewarnaan. Untuk pemesanan lukisannya pun bisa dilakukan via online dan transaksinya dilakukan melalui transfer. Dalam melukis ia mengaku sering mengalami kesulitan ketika tubuhnya mulai capek duduk berlama-lama, ia juga mengatakan di daerahnya sangat sulit mencari kanvas dan cat sebagai bahan dasar melukis. “Bahan-bahannya kan susah dicari, harus beli di kota dan itu jauh,” imbuhnya.
menghitung diajarkan di rumah, kalau masuk SLB jauh tempatnya,” ujar sang ibu. Winda terbilang anak yang cerdas, meskipun tidak pernah mengenyam pendidikan tetapi ia tidak pernah ketinggalan informasi. Internet adalah media yang selalu ia manfaatkan untuk belajar berbagai hal. Sejak sang ayah meninggal empat setengah tahun yang lalu, tidak banyak yang bisa dilakukan oleh Winda dan keluarga. Ibu yang mengurus ketiga buah hatinya juga tidak memiliki pekerjaan tetap. Maka dari itu Winda menjadi tulang punggung keluarga saat ini. Penghasilan dari melukis yang tidak tetap ia gunakan untuk keperluan sehari-hari dan menghidupi keluarganya. Meskipun hidup secara sederhana, sang ibu Ni Komang Warsiki selalu mengajarkan anaknya untuk tetap berbagi. “Saya ajarkan Winda untuk bisa berbagi, berapa pun hasilnya sedikit disumbangkan ke yayasan. Itu diharapkan di kehidupan mendatang Winda bisa hidup lebih baik lagi,” ucap sang ibu. -Wiwin
TULANG PUNGGUNG KELUARGA Dibalik sosok Winda yang kuat, ada seorang ibu yang tangguh selalu memotivasi dan mendukungnya. Ibunya yang selalu mendidik Winda w a l a u tidak pernah duduk di bangku sekolah. “Membaca
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Taman Flora Surabaya (TFS) merupakan tempat re kreasi keluarga yang murah dan menyehatkan. Objek wisata ini bisa dikatakan se bagai tempat hiburan alam yang murah yang terletak di jantung kota di kawasan Bra tang. Apalagi, tak dipungut biaya untuk tiket masuknya, tetapi hanya dikenakan parkir kendaraan bermotor. Ja ngan heran jika akhir pekan, pengunj ung yang datang membludak untuk meng habiskan waktu senggang dan berolahraga.
S
ebelum memasuki TFS, pengunjung dapat menjumpai pedagang pelet ikan dan sayuran untuk pakan rusa. Setiap pengunjung dapat memberi makan ikan yang berada di kolam air mancur. Aktivitas memberi pakan ikan ini sangat digemari anak kecil. Di samping kolam, terdapat sejumlah rusa, yang setiap individu diperbolehkan memberi
TFS
Objek Wisata di Jantung Kota makan sayuran yang dibeli dari pedagang. Tempat ini juga menyediakan area outbond untuk anak-anak, dengan pengawasan langsung orangtua. Selain wahana outbond juga ada permainan yang tak kalah
menarik serunya, papan jungkat jungkit, ayunan, prosotan, dan wahana pasir yang letaknya di pojok sebelah kanan dari pintu masuk taman ini. Kebun Bibit merupakan taman yang menarik dengan aneka
tumbuhan tropis berbagai jenis pohon. Tak kurang dari seribu pohon tumbuh di sana hingga dapat memberikan suasana yang sejuk, nyaman dan udara yang segar. Lokasi ini berdekatan dengan pasar burung dan bunga
19
di Bratang serta mempunyai areal parkir yang cukup luas. Warga Surabaya pun yang tak perlu jauh-jauh mencari tempat rekreasi keluarga. Dilengkapi de ngan Taman Bacaan yang menyediakan buku untuk anak Taman Kanak-kanak (TK), sampai yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Jadi, selain rekreasi, para orangtua bisa mengajari anaknya untuk belajar. Taman bacaan ini gratis untuk semua pengunjung, hanya mengisi daftar nama penyewa buku. Kepala UPT TFS Hendri Setianto, mengatakan, pengelolaan ruang terbuka hijau yang dilengkapi dengan berbagai macam flora, fauna dan taman bermain ini masih ditangani Pemkot Surabaya dengan menggunakan Anggaran Pendapat an Belanja Daerah (APBD). Pada 1970-1980 tempat ini digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Hingga pada 1980-1990 digunakan sebagai pembibitan tanaman kota. Karena itu, taman ini disebut warga Surabaya sebagai Kebun Bibit. Padahal, pada 1990 hingga kini telah berganti nama menjadi TFS. -Gifta Mei Safira
“FRESH FROM THE OVEN”
Salam Senyum, “Waaah rotinya kok sudah keras ya,…dan, baunya sudah tidak seharum biasanya” …. Kata-kata seperti itu, seringkali kita dengar, bahkan pernah mengucapkannya ketika kita berbelanja roti tapi rasa, bentuk, dan aromanya sudah tidak enak lagi. Dan saya berkeyakinan kalau orang atau kita mengucapkan kata-kata seperti ini, kita pernah merasakan yang sesuai harapan. Contohnya dengan hal di atas, roti yang kita nikmati sebelumnya masih terasa lembut, rasanya masih enak dengan wangi aroma yang sangat khas dan kita menyebutnya dengan “fresh from the oven”. “Saya jadi kecewa nih…gimana ndak kecewa, kemarin bilang akan dipromosikan sebagai manager.. ehh sampai sekarang belum ada tanda-tanda”… Naaah kalau kata-kata ini sering dilontarkan seorang staf yang dijanjikan promosi oleh atasannya tetapi setelah sekian lama janjinya belum direalisasikan .. hehehe… (mudahmudahan tidak banyak yang merasakan seperti ini ). Sesuai dengan concern saya di rubrik ini tentu pembaca mulai bertanya, apa hubungannya dengan dunia service? Haaaa…… mungkin mudah untuk menebaknya, ketika saya tanyakan lagi tentang hal di atas. Kenapa roti itu bisa memiliki rasa, warna dan bentuk yang berbeda dan aroma wangi yang berbeda pula? Dan kenapa staf itu kecewa dengan statement yang sudah disampaikan atasannya kepada dia? Tentu salah satu jawabannya karena yang membuat roti tidak KONSISTEN dengan rasa, atau yang punya toko tidak konsisten dengan komitmen bahwa roti yang tidak laku kemarin harusnya tidak dijual lagi. Dan untuk case dari kalimat staf yang kecewa itu adalah karena atasannya TIDAK KONSISTEN dengan janji yang diucapkannya. Naaaahhh… itulah yang saya maksud. Sama dengan dunia service. KONSISTENSI sangat penting dalam sebuah layanan dan menjadi hal yang luar biasa ketika itu berhubungan dengan kepuasan dari seorang pelanggan. Tidak konsisten dalam layanan sering kita temukan. Dan ketahuilah bahwa ketidakkonsistenan layanan ini akan menjadikan polemik bagi pelanggan yang akan memberikan rekomendasi kepada orang lain. Contoh pertanyaannya seperti ini “ Bu… bagaimana kalau kita bertransaksi di Bank X…. nyaman atau tidak ya…?
“Yang menjawab akan bingung, dia akan ragu- ragu karena dari pengalaman yang diberikan hari ini berbeda dengan hari sebelumnya. Beberapa kejadian yang kadang luput dari perhatian kita tentang konsisten layanan dapat saya contohkan. Seorang satpam yang melihat langsung kendaraan dari pelanggan akan membedakan sesuai dengan harga kendaraan yang dipakai. Heheheh… ini sering ya terjadi. Ketika pelanggan menggunakan kendaraan yang kelasnya menengah ke atas, dengan ramahnya si petugas satpam menyapa, membukakan pintu kendaraan, bahkan membawakan payung agar ketika pelanggannya turun dari kendaraan tidak kepanasan. Hmmmm… tetapi ketika yang datang dengan kendaraan yang biasa-biasa saja, seorang satpam dengan cueknya membiarkan begitu saja. Contoh lain lagi, ketika saya melihat seorang pelanggan masuk ke sebuah Galeri yang menjual perhiasan dengan harga yang fantastis, hanya memakai kaos oblong dan celana pendek dilengkapi dengan sandal jepit, pelayan galeri itu sangat tidak antusias untuk mengantarkan ke tempat pajangan perhiasan. Si pelayan berpikir, dengan penampilan seperti itu tidak mungkin dia bisa membeli perhiasan yang harganya fantastis. Padahal sebaliknya, ketika orang yang masuk ke galeri itu dengan penampilan yang cetar membahana, necis, perlente dan istilah-istilah lain, si pelayan dengan sigap antusias dan ramah mau mengantarkan ke tempat pajangan dari galeri itu. Hmmm… miris ya… Selanjutnya, cerita tentang pengalaman saya ketika bertransaksi di sebuah bank. Pagi hari, saya liat para pelayan bank yang disebut costumer service, kelihatan cantik, rapi, wangi dan ramah. Namun sekali waktu saya bertransaksi siang hari, waaah.. kecantikannya seperti memudar… hehehe..kenapa? yaaaa … karena make up-nya sudah mulai luntur. Semangat dan antusiasnya melemah. Parahnya lagi ketika jam layanan kas sudah akan tutup, mereka seakan-akan sudah tidak perduli lagi dengan keramahan, penampilan segar de ngan make up yang standar, bahkan ada yang mulai mengganti sepatu mereka dengan sandal. Hehehe… masa nanti diistilahkan Layanan pagi, siang, sore yang mempunyai sensasi yang berbeda…???? Ada lagi pengalaman saya ketika berbelanja di sebuah butik. Ketika saya mulai melihat-lihat kebaya dan kain yang terpajang dan ditambah berbagai pertanyaan mengenai kebaya dan kain yang saya lihat (saya mungkin termasuk pelanggan yang sangat detil). Pelayan melayani saya dengan biasa-biasa saja. Bahkan cenderung kesal karena saya terkesan memilih dengan teliti. Tetapi ketika saya
memutuskan untuk berbelanja yang lumayan banyak, nahh…. si pelayan baru menampakkan wajah sumringah dan mulai over service. Untung saya jadi beli ya,, kalau tidak, wajah si pelayan pasti akan sangat masam…. Ketika saya pernah melihat seorang pejabat memasuki sebuah rumah makan, waahh..saya lihat seluruh pelayanan di rumah makan itu sibuk melayaninya dengan ramah. Tetapi ketika yang datang itu hanya orang biasa ,tanpa jabatan dan mereka tidak dikenal, mereka melayani dengan setengah hati dan asal- asalan saja. Ini sering terjadi lho… Contoh terakhir dalam tulisan ini ketika saya melihat para pelayan di sebuah departement store, mereka ngerumpi dan bergerombol di saat masih jam kerja. Padahal saya sebagai pelanggan memerlukan layanan mereka untuk menanyakan ukuran yang berbeda, dan saya pun tidak terlayani dengan baik. Tetapi, tiba-tiba mereka bubar dan segera menghampiri dan melayani saya dengan ramah… haaaa…ternyata….setelah saya perhatikan, seorang supervisor datang untuk mengawasi mereka bekerja. Jadi… mereka hanya melayani dengan baik ketika ada pengawasan/dilihat langsung oleh atasannya. Banyak lagi contoh lain yang menggambarkan layanan yang tidak konsisten. Padahal Konsistensi adalah bagian service terbaik dari pelanggan. Senyum yang ramah, pelayanan yang cepat, memberikan informasi yang dibutuhkan, penampilan yang segar, dan lain sebagai nya. itu harus bisa diberikan ke semua pelanggan tanpa melihat kondisi dan situasi yang ada. Kenapa kita harus selalu konsisten dalan layanan?... Masih ingatkah dengan kata TRUSH/kepercayaan ?.. Bayangkan.. bagaimana jika pelanggan sudah tidak percaya lagi kepada kita karena kita melayani dengan tidak konsisten. Jadi kepercayaan adalah merupakan sebuah dampak dari konsistensi. Dan konsistensi dalam layanan sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan. Mari kita selalu berbenah dengan layanan yang konsisten. Tidak dipengaruhi apakah pagi, siang, atau sore, tidak terpengaruh oleh penampilan pelanggan, tidak terpengaruh karena jabatan seseorang, tidak dipengaruhi oleh banyak tidaknya pelanggan berbelanja, apakah kenal dan tidak kenal dengan pelanggan dan yang lainnya. Istilah tulisan layanan yang konsisten, selalu nampak segar seperti “Fresh from the oven” … Ayooooo berbenah dari sekarang ya. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani
Bisnis Keripik
Ceker Ayam Bagian ayam yang kurang disukai ternyata bisa dijadikan menu utama. Bahkan, penikmat kuliner pun rela mengantri berlama-lama untuk
H. Imam Hambali
mendapatkan masakan ceker yang sudah diolah menjadi makanan yang sedap dan lezat. Apalagi, harganya relatif lebih murah. Karena itu, banyak bermunculan warung emperan di pinggir jalan yang menawarkan menu ceker. Selain bisa dinikmati sebagai menu utama, ceker ayam dapat diolah menjadi salah satu camilan kering yang renyah bila dikunyah. Namanya keripik ceker ayam. Keripik ini sangat cocok dimakan sebagai camilan pelengkap makanan seperti mie ayam, bakso dan lainnya. Bahkan, wisatawan lokal maupun mancanegara membeli keripik ceker untuk dijadikan oleh-oleh. Pengusaha keripik ceker H. Imam Hambali mengatakan, bahan baku keripik
ceker ayam memerlukan jumlah pasokan yang besar. ‘’Sepuluh kilogram ceker basah bila diolah menjadi keripik ceker hanya menjadi 1,5 kilogram saja,’’ ujarnya. Usaha keripik ceker sudah dirintis sejak 1996. Berkat kesabaran dan keuletannya kini H. Imam
mempekerjakan sekitar 25 karyawan. Harga keripik ceker di supermarket berkisar Rp 120.000 hingga Rp 125.000 per kilogramnya. Harga yang cukup tinggi itu, sangat menggoda Imam Hambali, untuk menekuni usaha ini. Bahan baku ceker yang diperlukan diantaranya, tiga kuintal ceker ayam basah serta bahan baku lainnya. Proses pembuatannya tak sulit. Awalnya, bahan baku ceker ayam basah kemudian dikuliti/kulit dipisahkan dari tulang ceker. Selanjutnya, ceker direndam dalam air kapur selama 15 menit untuk menghilangk an lendir. Setelah itu, dijemur pada terik matahari selama lima hingga enam hari. “Kalau hujan atau mendung, kulit harus disimpan dulu, menunggu panas matahari keluar. Setelah kering kemudian digoreng,” imbuh imam sambil menjelaskan keripik ceker dipasarkan door to door mengupas kulit ceker hingga online. ang sed erja pek ng Seora -Roni Irawan
20
Nine
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Gerakan Inklusi Sosial Anak Buruh Migran
Sejak Mei 2015, Suharti mengaku harus banyak mengelus dada ketika mendapati kenyataan tentang kondisi terutama psikologis anak-anak yang lahir dari tenaga kerja wanita asal dua desa tempat di mana LSM yang dipimpinnya yaitu SANTAI, melakukan penelitian dan program perlindungan dari anak-anak buruh migran. Program yang bertajuk gerakan inklusi sosial anak buruh migran yang merupakan program Peduli Provinsi Nusa Tenggara Barat ini dilakukan di dua desa yakni, Lenek Lauq dan Wanasaba Lombok Timur. Dari sanalah Suharti memulai, menyentuh dan menangani persoalan ini.
Menurut Suharti, ada tiga output yang ingin dicapai dalam program ini yaitu, penerimaan sosial terhadap keberadaan anak buruh migran dengan tidak adanya stigma terhadap anak buruh migran, mendekatkan layanan sosial dasar (adminduk/akta kelahiran, pendidikan dan kesehatan) dan adanya kebijakan mulai dari tingkat desa ampai dengan nasional yang responsif terhadap anak.
Suharti (paling kiri) dalam salah satu kegiatan SANTAI membangun perlindungan bagi anak-anak dengan melakukan pendekatan ke berbagai pihak
S
ebagai seorang perempuan yang memiliki dua anak, tentu saja Suharti merasa terpanggil untuk turut melindungi anak-anak buruh migran ini melalui lembaga yang dipimpinnya. Ia bersama rekanrekannya dan beberapa lembaga lainnya membangun program ini dengan melakukan pengorganisasian masyarakat dalam menciptakan kondisi yang inklusi sosial untuk anak buruh migran, serta pengorganisasian kelompok anak untuk membangun rasa percaya diri mereka melalui posko-posko belajar yang ada di masing-masing dusun. Selain itu melakukan pengorganisasian masyarakat melalaui kader-kader potensial yang ada di desa. Penyadaran juga dilakukan SANTAI dengan pendataan by name by addres untuk anak buruh migran di dua desa ini. “Dari sanalah kami kemudian mendapatkan data sebanyak 743 anak buruh migran dan 43 orang anak di antaranya yang dibawa oleh TKW dari negara tujuan,” ungkapnya. Advokasi sampai ke pemerintah desa juga provinsi serta ke SKPD terkait untuk mulai melakukan perlindungan terhadap anak buruh migran, dilakukan bersama tim yang disebutnya sebagai tim yang luar biasa. Dari program ini ia berharap bahwa ke depan nanti tidak hanya pada dua desa ini yang bisa memberikan perhatian terhadap anak-anak buruh migran,
melainkan harapan besar itu ada pada pemerintah daerah untuk melakukan replikasi program ini bagi perlindungan anak buruh migran terutama di kantongkantong TKW NTB,” katanya. “Kami menginginkan kegiatan ini bisa direplikasi ke desa-desa yang lain dalam rangka melindungi anak secara umum dan anak buruh migran secara khusus,” ungkap istri dari Bagus Livianto tersebut. Menurut Direktur Yayasan Tunas Alam Indonesia (SANTAI) NTB ini, yang menjadi penggerak dari program gerakan inklusi sosial anak buruh migran yang ada di kabupaten Lombok Timur tepatnya di desa Wanasaba kecamatan Wanasaba dan desa Lenek Lauq Kecamatan Aikmel yang telah berjalan selama 14 bulan ini adalah LPKP Jawa Timur dan The Asia Foundation. “Program ini bekerjasama dengan 72 LSM lokal di 84 kabupaten/kota di 26 provinsi di Indonesia ini, memiliki 6 sasaran penerima manfaat yaitu, anak dan remaja rentan, masyarakat terpencil, kelompok minoritas dan kepercayaan lokal seperti korban Ahmadiyah, korban pelanggaran HAM, orang dengan disabilitas dan kaum waria,” ungkapnya saat bicara sebagai narasumber pada seminar dan lokakarya akhir program “Gerakan Inklusi Sosial Anak Buruh Migran”, Program Peduli Provinsi Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu, di Mataram.
PEMUDA PEDULI ANAK BURUH MIGRAN Selama 14 bulan bergelut dengan persoalan yang menurutnya tidak mudah awalnya untuk bisa masuk ke dua desa ini, ia menyadari bahwa persoalan ini kala itu masih belum mendapat perhatian baik dari pemerintah desa maupun lingkungan sekitar. Pada tahap awal pelaksanaan program, tampaknya ada pembiaran atau bisa jadi juga karena ketidaktahuan dari masyarakat sehingga ‘stigma’ negatif itu menempel dengan berbagai sebutan pada anak-anak yang dibawa oleh ibu-ibu mereka dari negara tujuan itu. Dari 743 anak ini, 43 di antaranya inilah yang kerap ditempeli stigma negatif. “Mereka disebut sebagai “anak unta”, “anak Pakistan”, “anak Arab”, “anak India” dan lainnya. Karena sebutan-sebutan ini anak-anak tersebut menjadi minder dan termarjinal,” ungkapnya. Namun, ia bersyukur, dalam perjalanan program yang telah lebih dari setahun ini, Mei 2015 hingga berakhir pada bulan Juni 2016, pemerintah desa dan
yang baik bagi perlindungan anak-anak tersebut,” katanya. Suharti juga bersyukur karena mendapatkan perhatian dari Pemerintah Provinsi NTB, setidaknya melalui k e h a d i r a n Wa k i l Gubernur NTB, H. Muh. Amin, yang turut hadir dalam kegiatan seminar dan lokakarya tersebut. Muh. Amin meminta agar Suharti sebagai Direktur SANTAI dapat bekerja sama dengan berbagai pihak dan meminta peran aktif dari kepala desa setempat untuk menggunakan kewenanganSuharti nya memanfaatkan masyarakat setempat, terutama dana desa yang digulirkan oleh kader-kader yang turut mem- pemerintah untuk membantu bangun kesadaran masyarakat jalannya program peduli ini. “Saya himbau Kepala Desa di sana, menurutnya sangat luar biasa untuk melakukan peruba- jangan takut dan ragu untuk han yang besar bagi perlindungan menggunakan dana desa dalam meningkatkan kesejahteraan anak-anak tersebut. Perubahan yang terjadi set- masyarakat dan menurunkan angelah pendekatan yang dilakukan ka kemiskinan di desa. Perbaikan pihaknya adalah seperti muncul- fasilitas pendidikan dan kesehatan nya kesadaran individu yang mulai bagi anak-anak dan masyarakat memahami isu inklusi pada anak desa menjadi salah satu faktor buruh migran, muncul pula aktor– penting bagi keberhasilan menuaktor di tingkat desa yang mau runkan angka kemiskinan,” kabersama-sama menyukseskan tanya. Dukungan Wakil Gubernur program perlindungan ini serta NTB ini tampak dari harapannya keaktifan mereka memberikan agar kegitana-kegiatan semacam informasi atas isu anak buruh mi- ini, dapat merumuskan ide cerdas gran kepada masyarakat sehingga dan menghasilkan rekomendasi terjadi perubahan cara pandang penting, yang nantinya bisa ditermasyarakat di sana terhadap uskan di tingkat daerah dan pusat. anak-anak buruh migran khusus- Ia juga berharap program peduli nya yang menjadi sasaran dari ini tidak hanya berhenti di dua program ini. Selain itu bahkan desa di daerah Lombok timur itu akhirnya terbetuk sebuah forum saja tetapi akan berlanjut terus yakni Pemuda Peduli Anak Buruh menerus ke desa-desa yang lainnya. Peran aktif seluruh elemen Migran. “Kami sangat berterima kasih masyarakat sangat dibutuhkan atas kerja keras dan semangat untuk mewujudkan upaya pemerserta dukungan dari semua pihak intah dalam meningkatkan derajat yang ada di dua desa ini khususnya hidup masyarakat. -Naniek I. Taufan dalam membangun perubahan
Suharti (paling kiri) dalam salah satu kegiatan SANTAI membangun perlindungan bagi anak-anak dengan melakukan pendekatan ke berbagai pihak
Inspirasi
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Demy Raharja
5
Lestarikan Wayang Kulit Wayang kulit ataupun pertunjukan wayang kulit, semua orang rasanya sudah tahu. Budaya asli Indonesia yang telah diakui UNESCO sejak 13 tahun lalu ini, keberadaannya dirasakan semakin mengkhawatirkan. Pasalnya, seiring waktu, seni pertunjukan ini seolah mulai ditinggalkan masyarakat, khusus generasi muda yang menganggap kesenian tradisional ini sudah kuno alias ketinggalan jaman. Ini terjadi bukan hanya pada kesenian wayang tapi juga banyak kesenian tradisional lainnya. Akibatnya pertunjukan kesenian tradisional semakin menurun dan memprihatinkan.
K
Demy Raharja
ondisi ini juga dirasakan oleh sebagian pemuda Desa Pucung, Wukirsari, Bantul, Yogyakarta. Desa yang terletak tak jauh dari kompleks pemakaman Raja-raja Yogyakarta dan Solo ini, sebagian besar warganya adalah para pengrajin wayang kulit. Namun perkembangan jaman dan kemajuan teknologi yang begitu luar biasa membuat pemuda desa tersebut enggan meneruskan profesi orangtuanya. “Kebanyakan pemuda desa kami lebih memilih bekerja di sektor lain, seperti bekerja di pabrik, dll. Mereka enggan menjadi pengrajin wayang karena penghasilannya kecil. Walhasil, regenerasi pengrajin wayang kulit di desa kami sulit berjalan. Yang tersisa hanyalah para pengrajin wayang yang sudah lanjut usia, sementara yang muda-muda bekerja di sektor lain,” tutur Demy Raharja dari Wisata Wayangan Desa Pucung, saat ditemui Tokoh di areal pameran Provinsi Yogyakarta. Sikap kurang peduli terhadap wayang, aku Demy, juga sempat menghinggapi dirinya. “Dulu saya pun sempat punya sikap demikian. Dulu bapak saya minta bantuin ngurus wayang tapi saya menolak. Saya pikir, ngapain susah-susah ngurusin wayang. Lagian, jaman sudah seperti sekarang ini apa masih ada yang suka sama wayang,” tutur jebolan S2 Psikologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, ini. “Tapi itu dulu,” tandasnya. Kesadaran akan perlunya me-
lestarikan budaya sendiri, dalam hal ini wayang, baru muncul saat kuliah. Ketika itu ada pelajaran tentang kebangsaan, saya banyak membaca buku tentang kebangsaan, budaya Indonesia, dll. Hal ini menjadi ‘titik-balik’ dalam kehidupan saya. Saya berpikir, teman-teman yang memperjuangkan budaya Indonesia apapun itu karena cinta Indonesia. Sedangkan saya, dibesarkan oleh orangtua yang pengrajin wayang bahkan kuliah dari hasil wayang, tidak melakukan apaapa untuk budaya sendiri. Jadi dari peristiwa itulah kesadaran saya muncul dan akhirnya sampai seperti ini (membangun Wisata Wayang Desa Pucung),” papar lelaki yang juga menjalani bisnis tour and travel ini. Di sisi lain, kekhawatiran yang sama ternyata juga dirasakan oleh
sebagian pemuda Desa Pucung yang juga sadar jika tidak ada upaya melestarikan budaya wayang kulit maka budaya warisan leluhur pun akan hilang. Apalagi di saat sekarang, dimana budaya asing ‘menyerbu’ Indonesia dan diminati oleh sebagian generasi muda bangsa. “Kami bertekad membuat gerakan untuk melestarikan budaya wayang kulit sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang sebagian besar hidup dari kerajinan wayang. Akhirnya, lahir lah gagasan mewujudkan Wisata Wayang di Desa Pucung, Wukirsari, yang mulai beroperasi sejak 2014 lalu,” kata Demy seraya menambahkan membangun Wisata Wayang di desanya merupakan wacana lama yang baru bisa terwujud setelah mendapat support dari banyak pihak, khususnya dari program CSR BCA dan pemerintah desa kami yang membantu di antaranya dengan menyediakan lahan kas desa seluas 6000 M2,” lanjut Demy. Jadi lanjut Demy lagi, kehadirannya di Jakarta Fair ini, sesungguhnya bukanlah untuk berjualan kerajinan wayang kulit namun untuk memperkenalkan produk desanya yakni ‘Wisata Wayang’. Selama dua tahun berjalan, katanya, Wisata Wayang berjalan bagus dan mulai banyak dikenal di berbagai kalangan, khususnya para pencinta wayang. Tamu-tamu yang datang, umumnya rombongan, baik dari sekolah-sekolah, perusahaan atau kelompok-kelompok ter-
tentu. Rombongan wisatawan asing juga banyak. “Nanti, akhir Juni rombongan wisatawan dari Australia juga akan datang ke sini. Sekarang ini agenda setiap bulan selalu terisi,” tambahnya.
Proses mewarnai wayang
DESA PUCUNG ‘BERGAIRAH’ LAGI Berkembangnya Wisata Wayang ini, katanya, memberi dampak positif bukan hanya pada pelestarian budaya wayang, serta peningkatan kesejahteraan para pengrajin, namun secara umum bagi masyarakat Desa Pucung, Wukirsari, Bantul. “Karena rombongan tamu baik dari dalam maupun luar negeri banyak yang datang, otomatis desa kami pun ikut berbenah, menjadi lebih cantik dan rapih. Masyarakat desa sangat antusias sekali,” katanya seraya tersenyum. Di sisi lain, dampak positif juga dirasakan terkait regenerasi pengrajin wayang. Karena kini, seiring dengan kemajuan Wisata Wayang, para pemuda yang tadinya bekerja di sektor lain, mulai kembali lagi ke ‘asalnya’ yakni membuat wayang. “Kini banyak pemuda desa mau membuat kerajinan wayang. Setidaknya kalaupun ada sebagian yang masih bekerja di sektor lain, namun di selasela waktunya mereka menyempatkan diri membuat kerajinan,” jelas anak pertama pasangan Sabar
Raharjo-Dasia. Kemajuan Wisata Wayang ini bisa dilihat dari sejumlah fasilitas yang kini dimiliki paguyuban ini. Di antaranya yang sudah dibangun adalah joglo untuk kegiatan Wisata Wayang, show room kerajinan wayang yang menampung hasil kerajinan para pengrajin dan membantu memasarkannya. Sedang yang sedang dibangun adalah gedung pertunjukan wayang berkapasitas 300 orang. “Jika gedung ini jadi maka nantinya acara pertunjukan wayang bisa disaksikan setiap hari. Seiring perkembangannya, kami ingin Desa Pucung nantinya bisa jadi Pusat Wayang yang lengkap, baik dari pertunjukan, perpustakaan, tempat belajar wayang, dll. Itu harapan kami ke depan,” katanya. Terkait paket Wisata Wayang, katanya, ada banyak macam yang ditawarkan. Mulai dari belajar pembuatan wayang dari awal sampai selesai, ataupun hanya sebagiansebagian saja, misalnya, mewarnai wayang, memahat wayang, dll. Tapi ada juga paket menginab 3 hari 2 malam, di mana pengunjung bukan hanya belajar berbagai hal tentang wayang tapi juga akan diajak ke tempat wisata lainnya di Desa Pucung, bahkan bisa ziarah ke kompleks pemakaman Raja-raja Yogya-Solo di Imogiri. “Kami sediakan guide-nya,” tambah Demy. Bagaimana soal menginap? Nah inilah keunikan paket wisata ini. Wisatawan menginap di rumahrumah warga yang memang sudah disiapkan untuk melayani tamu Wisata Wayang. “Jadi wisatawan menginap di rumah warga dan menjalani kehidupan, seperti makan dan minum, bersama warga. Paket ini ternyata banyak peminatnya karena, mungkin, banyak wisatawan pun ingin merasakan bagaimana keseharian kehidupan di desa. Yah maklum, karena kebanyakan wisatawan yang datang itu adalah orang-orang sibuk, orang kota yang mungkin ingin merasakan hidup di desa,” katanya panjang-lebar. -Diana Runtu
4
Inspirasi
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Sudika Arsana-Rusdianingsih
Limbah Jadi Berkah
Pasangan I Wayan Sudika Arsana, S.Pd-Ni Luh Putu Rusdianingsih, A.Md.Keb akhirnya meraih predikat Juara I Keluarga Harmonis Sejahtera Provinsi Bali 2016. Pasangan yang dikaruiniai dua anak, Ni Luh Sudiasih dan I Made Dwi Arsana ini memiliki beberapa inovasi yang membuat mereka layak menyandang keluarga harmonis sejahtera.
beberapa sudut rumah, tanaman obat keluarga juga tertata rapi. “Saya ini dari keluarga petani. Dari kecil sudah berkutat dengan pertanian dan perkebunan. Menjadi petani itu pekerjaan jujur. Kalau tidak bekerja, tidak punya hasil. Karena itu saya bangga menjadi petani,” ujar pria kelahiran 28 Mei 1970 ini. Hobinya bertani dan berkebun ternyata sejalan dengan sang istri. Mereka pun sepakat untuk menata halaman rumah dengan menanam berbagai sayuran dengan pola hidroponik. Tak hanya itu, mereka juga beternak sapi di belakang rumah. Sudika pun mengadopsi program Simantri secara mandiri sehingga berhasil mengubah limbah menjadi berkah. “Kotoran sapi kami olah menghasilkan biogas untuk keperluan memasak di dapur. Ada juga produk biourine yang kami manfaatkan sebagai pupuk. Konsep yang kami kembangkan di rumah adalah 4B+1H yang terdiri dari biopori, biourine, biogas, biodisc, dan hidroponik,” jelas Keluarga I Wayan Sudika Arsana, S.Pd Ni Luh Putu Rusdianingsih, A.Md.Keb Sudika yang juga Wakil
Pameran hasil kebun Sudika Arsana dan keluarga
Kepala SMPN 2 Petang ini. Di rumahnya yang asri, juga ada ruang bersalin karena Rusdianingsih berprofesi sebagai bidan. Ia pun aktif di masyarakat sebagai Pembina kelompok PKK. Perempuan kelahiran 3 Maret 1979 ini selalu menyempatkan diri untuk menata lingkungan rumah. Kebun di belakang rumah pun menghasilkan kopi, cengkeh, kelapa, pisang, kakao, manggis, srikaya, dan durian. Hasil kebun inipun bisa menambah penghasilan keluarga. Anak-anak pun mereka biasakan untuk bertanggung jawab menjaga lingkungan rumah. “Kami punya moto, komitmen, komunikasi, dan kebersamaan kunci dari keharmonisan berkeluarga,” tegas Sudika. Baginya, untuk membangun kelaurga harmonis
Sudika menyerahkan Profil Keluarga kepada Tim Penilai Lomba Keluarga Harmonis Sejahtera Provinsi Bali
dari pemerintah dan kita semua dalam upaya menjadikan keluarga sebagai subjek dan objek pembangunan bangsa. Setiap tahun
21
Listrik Dorong Tumbuhnya Usaha Kecil Rumah Tangga
T
sejahtera tidaklah mudah dan memerlukan suatu komitmen yang kuat dan kesadaran yang terus menerus, baik secara fisik
maupun mental spiritual untuk memenuhi berbagai kebutuhan keluarga secara selaras, serasi, dan seimbang. –Ngurah Budi
“Saya ini dari keluarga petani. Dari kecil sudah berkutat dengan pertanian dan perkebunan. Menjadi petani itu pekerjaan jujur. Kalau tidak bekerja, tidak punya hasil. Karena itu saya bangga menjadi petani”
kita diingatkan kembali akan pentingnya keluarga sebagai tempat persemaian putra putri kita dalam membangun nilai luhur bangsa
entu saja peristiwa menjadi sesuatu yang unik yang menjadi bagian dalam kunjungan Jokowi ke NTB beberapa waktu lalu. Dalam kegiatan groundbreaking dan meninjau Mobile Power Plant (MPP) berkapasitas 2 x 25 MW Lombok di Jeranjang Desa Taman Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat, Presiden dikerumuni warga kampung yang tinggal di sekitar lokasi MPP
Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menseskab Pramono Anung dan Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi serta Dirut PLN Sofyan Basir. Hadir juga Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, sejumlah pejabat lingkup Pemprov NTB, ratusan masyarakat di sekitar yang masuk undangan, dan kalangan TNI dan Polri. Kehadiran Jokowi melakukan groundbreaking memang diharapkan
Presiden RI saat kegiatan groundbreaking dan peninjauan Mobile Power Plant (MPP) berkapasitas 2 x 25 MW Lombok di Jeranjeng Desa Taman Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat
Kebun hidroponik di halaman rumah Sudika Arsana
Keluarga sebagai Subjek dan Objek Pembangunan Bangsa Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Bali Ida Bagus Wirama, S.H., M.Kes mengatakan kegiatan lomba-lomba dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional ini telah dilakukan secara rutin dan sudah merupakan kalender tetap bagi jajaran BKKBN beserta SKPD-KB Kabupaten/Kota, yang melibatkan hampIr seluruh komponen masyarakat. Hasilnya dirasakan cukup besar manfaatnya dalam upaya mendorong partisipasi dan peran serta masyarakat dalam program Kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga melalui Program Pembangunan Keluarga. “Hari Keluarga Nasional merupakan perwujudan kepedulian
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Panggung kehormatan Presiden RI Joko Widodo, di hari kunjungannya ke Lombok Barat Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu itu heboh. Hal yang tidak biasa bagi kegiatan seorang presiden yang penuh dengan protokoler ketat, hari itu terlihat begitu akrab dan bersahaja. Mungkin bagi presiden lain pemandangan ini tidak biasa, namun bagi seorang Jokowi, hal itu lumrah terjadi. Karena ia adalah pemimpin rakyat Indonesia yang merakyat.
S
uasana asri terasa di rumah keluarga Sudika Arsana di Banjar Kiadan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Udara sejuk khas daerah pegunungan menyatu dengan suasana rumah yang tertata rapi. Tanaman hidroponik menjadi penghias halaman rumah. Di
Mandalika
dan sebagai tempat berkembang mereka untuk menjadi manusia yang sehat, cerdas dan berbudi pekerti luhur sebagai persiapan agar kelak dapat menjadi keluarga yang berkualitas. Ciri-ciri Keluarga Berkualitas yang identik dengan keluarga harmonis sejahtera, secara normatif adalah keluarga yang sehat, maju, mandiri, jumlah anaknya ideal, memiliki hubungan selaras dan serasi antar anggota keluarga dan dengan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya, rumahnya bersih dan sehat, aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan serta mampu mengamalkan 8 fungsi keluarga dalam kehidupan sehari-hari ,” tegasnya. Dalam keluarga berkualitas, ada orang tua hebat yang mampu mendidik dan men-
gasuh anak dengan baik, sehingga anaknya sehat, cerdas, berbudi pekerti luhur, memiliki daya saing serta siap menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali dan berjiwa api yang menyala-nyala seperti yang diungkapkan Bung Karno dalam pidato kenegaraan 17 Agustus 1957. “Kami berharap agar momentum lomba Keluarga Harmonis Sejahtera ini dapat memberikan daya ungkit yang tinggi dalam mempercepat perwujudan keluarga kecil bahagia sejahtera,” ujar Wirama yang didampingi Kabid KS-PK Drs. Ida Bagus Adnyana yang juga Ketua Tim Penilai Lomba Keluarga Harmonis Sejahtera Provinsi Bali. – Ngurah Budi
tersebut. Seperti biasa, Jokowi yang dikenal dekat dengan rakyat kecil ini meminta warga yang bahkan hanya memakai sandal dan ada pula yang memakai sarung tersebut untuk naik ke atas panggung utama tempatnya berpidato. Presiden yang akrab dengan rakyat ini tidak canggung sama sekali berada dekat dengan rakyatnya bahkan ia berbagi panggung kehormatan itu dengan wong ciliknya Nusa Tenggara Barat, khususnya yang tinggal di sekitar pembangunan MPP Jeranjang yang hari itu dikunjunginya. Momentum ini dipakai oleh Presiden RI dan warga Jeranjang untuk berdialog. Inilah momen-momen di mana rakyat bisa secara langsung menyampaikan kesulitan-kesulitan mereka kepada presidennya, termasuk soal terbatasnya listrik bagi mereka. Kegiatan Presiden di PLTU II Jeranjang ini merupakan bagian dari penanganan intensif masalah kelistrikan, khususnya terkait program strategis pembangunan Pembangkit Listrik 35.000 MW yang tersebar di berbagai daerah. Saat peninjauan ini, Presiden Jokowi didampingi beberapa Menteri yaitu
masyarakat NTB, agar bisa langsung mengetahui kendala-kendala yang dihadapi sejak proyek PLTU Jeranjang ini mulai tahun 2009. Untuk membangun PLTU II Jeranjang di Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat pembiayaannya terdiri atas dua bagian, yaitu sebesar US$ 30,7 juta
Mobile Power Plant (MPP) berkapasitas 2 x 25 MW Lombok di Jeranjang Desa Taman Kecamatan Gerung 1Kabupaten Lombok Barat
dan Rp 354,3 miliar, dilakukan PT Barata Indonesia (Persero) menggunakan sistem turnkey (Engineering Procurement dan Construction/ EPC). Pembangunan proyek yang ditetapkan pada tahun 2009 itu, sempat terkatung-katung selama beberapa tahun. Komitmen Pemerintah RI untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat disampaikan Presiden Jokowi dalam kunjungan tersebut. Ia menekankan tentang mendesaknya program untuk memprioritaskan listrik bagi masyarakat. “Listrik dibutuhkan selain untuk kebutuhan belajar anak, juga diperlukan untuk mendorong tumbuhnya usaha kecil rumah tangga di malam hari. Seperti untuk, usaha menjahit dan pembuatan makanan untuk usaha ekonomi. Kalau di rumah tangga tidak ada listrik, jangan harap usaha-usaha tersebut berkembang. Problem-problem konkrit seperti ini yang harus kita selesaikan bersama,” ungkap Jokowi. Cukupnya kebutuhan listrik bagi masyarakat NTB sangat diharapkan oleh Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi. Karena dengan cukupnya pasokan lisrik tersebut akan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi NTB yang lebih baik lagi. “Tercukupinya kebutuhan listrik di
NTB, akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat serta mendorong daya serap tenaga kerja. Jika PLTU Jeranjang ini dapat terbangun dan dikembangkan dengan baik, sesuai dengan perencanaan, maka Insya Allah, kebutuhan listrik di NTB, khususnya di Lombok, dalam beberapa tahun ke depan dapat dipastikan mantap dan terjamin,” ungkap Majdi di depan Jokowi. JOKOWI PUJI NTB Pada kesempatan ini, ia juga menyampaikan bahwa kebutuhan listrik yang ada di NTB sangat
Warga Jeranjang berdialog dalam suasana ramah dan akrab bersama Presiden RI
penting, terutama dalam manghadapi event nasional, MTQ bulan Juli mendatang. Atas pertumbuhan ekonomi NTB yang terbilang sangat baik, Presiden Joko Widodo kembali memuji Bumi Gora atas prestasinya ini. “Di sini (NTB), pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini adalah 9,90 persen. Kalau nasional, 4,9 persen. Artinya, di Nusa Tenggara Barat ekonominya lebih baik dibandingkan propinsipropinsi lainnya,” ungkap Joko Widodo, yang hadir bersama istri, Iriana Joko Widodo. Pujian ini jelas merupakan penyemangat bagi daerah ini. Hal inilah yang membuat Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi merasa bahwa kehadiran Presiden Jokowi dan istri pada acara tersebut merupakan kebanggaan dan kehormatan bagi masyarakat NTB, sekaligus menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus membangun, mengingat saat ini masyarakat NTB sedang giat-giatnya membangun. “Insya Allah dengan seluruh ikhtiar yang sedang dilakukan dengan dukungan penuh Bapak Presiden, dengan melengkapi infrastruktur, terutama infrastruktur listrik yang ada di NTB, kami masyarakat NTB optimis bahwa daerah kami ini akan terus tumbuh dan berkembang sebaik-baiknya pada masa yang akan datang,” ungkap gubernur. -Naniek I. Taufan
22
Sosialita
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Belanja Keperluan Lebaran di JFK
Meski Bulan Puasa ternyata Jakarta Fair Kemayoran (JFK) tetap menjadi magnet bagi masyarakat. Buktinya pengunjung event akbar menyambut HUT Jakarta ini tetap membludak khususnya di malam hari setelah berbuka puasa. Bahkan keriuhan pengunjung ini sudah muncul sejak hari pertama event ini digelar. Berdasarkan laporan, dalam tiga hari pertama jumlah pengunjung menembus angka 120.000 orang.
menargetkan kenaikan jumlah pengunjung di tahun ini yakni 5,2 juta, naik 100.000 orang dibanding tahun 2015 yang tembus 5,1 juta pengunjung. Begitu juga jumlah transaksi yang ditargetkan naik menjadi Rp 5,8 triliun dari Rp 5,5 triliun di tahun sebelumnya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, jika ingin mengunjungi semua areal di arena Jakarta Fair ini, dibutuhkan stamina
Saat ini semua lini profesi bisa mengandalkan perempuan sebagai sumber daya manusia yang produktif dan andal. Salah satunya terbukti pada sosok yang satu ini. Kecantikan perempuan ini bisa dikatakan komplit, memiliki kualitas SDM yang mumpuni dan dilengkapi inner power yang terpancar sangat kuat.
TAMAN LAMPION Banyak hal yang menarik dilihat di JFK ini, khususnya permainan yang makin bertambah banyak. Salah satunya yang cukup mengundang perhatian pengunjung adalah hadirnya Taman Lampion atau Garden Light Festival. Ini salah satu wahana yang baru di JFK. Menempati areal seluas dua hektare di Gambir Expo, Taman Lampion ini sungguh menarik perhatian apalagi ketika malam hari warna-warni lampion memikat hati. Di sini para pengunjung disuguhi dengan tampilan lampion yang menggunakan tiga konsep tematik. Yakni, konsep Nusantara, Tiongkok, dan Timur
Tengah. Di area Nusantara misalnya, para pengunjung disuguhi lampion berukuran besar menyerupai wajah para Presiden Indonesia mulai dari Soekarno hingga Presiden Joko widodo. Di area Tiongkok, pengunjung akan menjumpai aneka lampion khas negeri itu, di antaranya adalah naga raksasa. Sedang di area Timur Tengah, bisa dijumpai aneka lampion khas Ramadan. Di luar lampion tematik itu, masih ada ‘taman bunga’ lampion yang sungguh indah. Untuk masuk ke Taman Lampion, pengunjung dikenakan tarif Rp 20.000. Wahana lain yang juga cukup menyedot pengunjung adalah ‘Wild West’ atau areal permainan yang memacu adrenalin, seperti flying fox, wall climbing, target shooting, horse riding, hingga area rodeo. Nah jika ingin menikmati salju, bisa datang ke Hall A1 dimana hadir ice skating, snow play ground, dll. Bagi yang suka seram-seram, ada wahana ‘Penjara Setan’ di lantai dua Gedung Pusat Niaga. Nuansa yang dibangun di sini benar-benar mengerikan. Bagi pengunjung yang ingin uji nyali, akan diberikan enam tantangan atau enam cluster yang harus dilewati dengan suasana ‘alam lain’ yang berbeda-beda, termasuk merangkak di sebuah lorong yang berada di bawah kuburan, setelah itu nyebur ke kolam yang berisi makhlukmakhluk penghuni kolam. Bagaimana dengan fashion? Tentu saja, produk-produk fashion seperti pakaian, tas, sepatu, sandal, dll, menjadi
salah satu yang paling diburu pengunjung. Pasalnya, semua produk yang digelar itu memberikan diskon yang tidak tanggungtanggung 80- 90%, termasuk untuk produk-produk branded. Hanya saja, khusus untuk pakaian, para pengunjung diharuskan ‘bekerja sedikit keras’ yakni mengaduk-ngaduk bak yang berisi aneka produk garmen itu. Yang juga diserbu pengunjung adalah penjualan aneka helm di areal pameran otomotif. Helm-helm yang digelar di areal ini, bukan saja dari berbagai merk tapi juga harga bervariasi, mulai dari Rp 100.000-an hingga jutaan rupiah. Salah satu yang termahal adalah helm bermerk Suomy berasal dari Italia yang harganya Rp 6,5 juta. “Ini yang paling mahal Rp6,5 juta. Kami mendatangkan bahannya dari Italia, kemudian dirakit di Indonesia. Sebenarnya ada lagi yang lebih mahal harganya sekitar Rp12 juta-an tapi barangnya tidak dipamerkan di sini,” ungkap Imam, penjaga stan sembari menambahkan mahalnya harga produk ini karena material baik fiber maupun carbonnya digunakan bahan terbaik. Meski relatif mahal, pengunjungpengunjung tertentu banyak mencarinya. Hal senada juga diungkap oleh Wati, penjaga stan helm merk ‘NHK’ yang dijual Rp 3 juta. “Selain keamanan, ketahanan dan kenyamanan, harga helm juga ditentukan oleh desain, aksesoris, dll. Harga helm ini lebih mahal dari yang lain, salah satunya karena carbonnya,” ujar Wati meyakinkan. –Diana Runtu
Ahok Pamerkan “Jakarta Smart City” Ada yang berbeda dalam Jakarta Fair tahun ini, salah satunya adalah tampilan stan Pemda DKI Jakarta. Selain ‘menguasai’ areal Hall C 1 yang cukup luas, juga tak
Pendidikan, Setia Kawan, dan Tanggung Jawab
DKI Jakarta adalah Jakarta berserta program-program yang sudah dan akan dilaksanakan. Di antaranya yang dapat dilihat pengunjung ada rencana pembangunan MRT (Mass
wilayah kota Jakarta, juga tidak jual produk makanan, dll. “Mulai tahun ini saya minta stan pemerintah daerah tidak diisi dengan penjualan produk,” ucap Ahok saat berkunjung ke stan Pe m d a
Di acara Kongres XXII Ikatan Notaris Indonesia di Palembang Gek Rani bersama keluarga
I
GA Mas Seri Lestari, S.H., M.Kn., dikenal sebagai pribadi yang penuh ketenangan, ketulusan dengan komitmen yang tinggi. Bagi notaris dan PPAT di Kota Denpasar ini menyelesaikan tugas dengan tanggung jawab hingga tuntas, mutlak adanya. Seperti saat dirinya sebagai Ketua DPD Golkar Denpasar versi Agung Laksono, dan mengemban tugas selaku Wakil Ketua Tim Darma -Negara menuju Wali Kota Denpasar beberapa waktu lalu. Gek Rani begitu panggilannya, melaksakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan all out. Apalagi, kedua pemimpin tersebut memang memiliki kapasitas serta jiwa pengabdian dan yang tinggi. Sementara, Gek Rani mengaku menggeluti dunia politik karena dorongan hati nuraninya. Ia memandang politik itu sebagai art dan challenge. Maka, dengan mengusung rasa kesetiakwanan yang tinggi, pemilik usaha “Royal Maharani Group” ini bersama tim menjalankan tugasnya dengan nilai-nilai kesetiaan dan sikap yang teguh, bersama untuk sebuah keberhasilan. Menurut Gek Rani, di setiap lang-
katanya Gek Rani juga mengatakan jika kita mau “membuka mata” dan menyadari sepenuhnya, tujuan utama dari menimba ilmu setinggi- tingginya bagi seorang perempuan bukanlah untuk mendapat pekerjaan semata, tapi tujuan utamanya mempersiapkan diri jadi ibu terbaik sedangkan pekerjaan hanyalah bonus. Karena ibu adalah sekolah pertama dan utama dari setiap anak, sang generasi penerus bangsa ini. Dengan menjadi ibu yang terdidik, diharapkan
Gek Rani dalam kegiatan Darma Negara menuju Wali Kota Denpasar beberapa waktu lalu
kahnya kesetiakawanan merupakan komitmen yang terefleksi melalui sikap dan perilaku yang dilandasi kesadaran, keyakinan , tanggung jawab dengan semangat kebersamaan, kerelaan untuk berkorban demi sesama. Memang sudah sepatutnyalah, kesetiakawanan sosial sebagai nilai dasar atau modal sosial (social capital) yang ada dalam masyarakat terus digali, dikembangkan dan didayagunakan demi mewujudkan cita-cita agar
makan aman ada aplikasinya. Jadi kalau orang datang ke Jakarta pun, bisa lebih mudah dan nyaman,” ungkapnya. Ahok berharap, Jakarta bisa menjadi kota yang ramah bagi semua orang. Karena itu, Pemda Jakarta akan memudahkan akses menuju Jakarta
Gek Rani di kantornya
namp a k tampilan masing-masing wilayah kota Jakarta seperti biasanya. Semuanya dijadikan satu dalam bentuk ‘Jakarta Smart City’. Stan Pemda DKI Jakarta juga tidak menghadirkan produk-produk makanan, pakaian juga kerajinan UMKM. Jadi isi ruang pamer Pemda
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Taman Lampion para Tokoh Indonesia
yang lebih. Areal JIExpo luasnya puluhan hektare. Di sini ada 2000 stan lebih menawarkan aneka produk beserta diskondiskon yang menggiurkan, juga arena bermain serta panggung musik.
T
ahun lalu pun Bulan Puasa bersamaan dengan digelarnya Jakarta Fair. Hanya saja tahun lalu, Jakarta Fair digelar delapan hari lebih dulu sebelum jatuhnya Bulan Puasa, sehingga sempat beberapa hari jumlah pengunjung menurun cukup signifikan saat hari-hari awal Puasa. Dulu sempat turun sekitar 15% beberapa hari di awal puasa. Tapi setelah itu normal kembali. Sementara tahun ini, Bulan Puasa sudah dimulai sejak 6 Juni, sedang Jakarta Fair baru digelar 10 Juni dan akan berakhir pada 17 Juli 2016 mendatang. Jadi katanya, meski sama-sama Bulan Puasa, situasinya agak berbeda. Menurut panitia, tetap ramainya Jakarta Fair meski di Bulan Puasa juga karena bertepatan dengan musim liburan, itulah yang mendongkrak jumlah pengunjung tetap membludak. Momen ini justru memberi keuntungan tersendiri karena masyarakat juga tengah mempersiapkan diri untuk Idul Fitri dapat membeli aneka produk yang dibutuhkan. Dari sisi pengusaha, momen ini adalah peluang yang bagus dalam memasarkan produknya. Berkunjung ke Jakarta Fair saat ini adalah tepat karena masyarakat selain bisa menikmati liburan bersama keluarga juga bisa berbelanja untuk keperluan Lebaran. Karena aneka produk, mulai dari makanan, pakaian, dll, ada di sini. Apalagi bagi mereka yang berpuasa tidak khawatir ketinggalan ibadahnya karena JFK juga menyediakan makanan takjil gratis untuk mereka yang berpuasa, juga tausiah dan tarawih. Antusias pengunjung juga membuat pihak penyelenggara optimis target yang hendak dicapai, baik itu dalam hal jumlah pengunjung maupun transaksi, akan terpenuhi. Jakarta Fair yang telah digelar 49 kali sejak 1968. Kali ini mengambil tema ‘Semangat Membangun Negeri’
IGA Mas Seri Lestari
Rapid Transit) yang saat ini tengah dilaksanakan di Jakarta. Menurut Gubernur Ahok, pihaknya memang mengubah tampilan stan Pemda DKI Jakarta mulai tahun ini. Seperti misalnya tidak menampilkan stan-stan masing-masing
Dki Jakarta. Stan Pemda DKI Jakarta tahun ini berkonsep ‘Jakarta Smart City’ yang dapat menjadi akses informasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui berbagai fsasilitas pelayanan publik dengan memanfaatkan teknologi. “Mau naik bus ada aplikasi, mau
de n g a n memberikan subsidi yang besar terhadap sarana transportasi. –Diana Runtu
masyarakat sejahtera. “Terlebih sebagai nilai dasar kesejahteraan sosial, kesetiakawanan sosial, yang sudah ada sejak zaman nenek moyang kita, jauh sebelum negara kita berdiri, harus terus direvitalisasi sesuai dengan kondisi aktual bangsa dan diimplementasikan dalam wujud nyata di kehidupan kita sehari-hari,” lanjut pengamat sosial dan politik yang sempat tercatat sebagai pengurus AMPI Bali, Koalisi Rakyat Bali, KNPI Bali, HKTI Badung, dan Kadin Bali ini. Ia memberi contoh yang sangat sederhana, yaitu menolong orang yang sedang sakit. Selanjutnya ibu dari AA Ngurah Yudistira Taradiva, AA Bagus Yudhara Taradiva, AA Istri Tasya Paramita Taradiva dan AA Istri Anisya Nanda Taradiva ini mengatakan pastinya kemampuan yang ada pada dirinya untuk menuntaskan semua tugasnya adalah karena pendidikan. Pendidikan yang membuka pikiran dan memperluas cakrawala hiingga memungkinkannya memahami tugasnya sebagai warga negara, sebagai pribadi, profesional dan juga seorang ibu. Dikatakanya, ini kenyataan yang tak dapat dimungkiri bahwa orang yang berpendidikan adalah warga negara yang lebih baik. Tentunya bukan hanya karena titel, melainkan dari sisi perilaku. Mengingat, hakikat pendidikan adalah membangun karakter yang baik. “Pendidikan adalah proses belajar dan mengetahui, yang tidak terbatas pada sekolah dan teks dari buku. Ini adalah proses holistik dan terus berjalan dalam kehidupan kita. Bahkan kejadian atau peristiwa di sekitar kita akan dapat mendidik kita. Keberadaan kita akan sia-sia jika jadi orang yang tanpa pendidikan, orang yang tidak pernah mau belajar,”
3
dapat mendidik dan mengasuh anak menjadi diri mereka yang terbaik. “Pendidikan juga salah satu poin yang memainkan peran dasar di masyarakat sebagai elemen yang membantu kita mengembangkan lingkungan yang sehat dan juga menghasilkan komunitas sosial yang baik. Sebagai fakta, segala sesuatu yang kita buat hari ini tentunya berdasarkan pengetahuan diperoleh sepanjang hidup,” ujar Pengurus Pusat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah yang tengah meneruskan pendidikan doktoralnya di Universitas Brawijaya, Malang ini, sambil menambahkan kalau orang yang berpendidikan akan lebih mudah untuk memahami sudut pandang yang berbeda serta memperluas lanskap mental kita dan cara ke depan untuk mencapai pencerahan yang lebih besar, tujuan akhir dari setiap manusia dalam kehidupan. JADILAH PEREMPUAN CERDAS DAN BERDAYA Menurut Sekretaris Badan Advokasi Hukum Partai Golkar Bali ini, jika kita perempuan ingin terjun di politik. Saat ini tantangan serius yang perlu dipikirkan, adalah membangun kultur politik egaliter dan sadar keadilan gender. Mereformasi parpol agar tidak oligarki dan membangun orientasi keadilan dengan mendukung politisi yang baik dan cerdas bukan karena uang. Di sini, perempuan mesti cerdas dan mampu menampilkan dirinya sebagai politisi yang kritis, berdaya dan anti korupsi, politik yang bersih , agar demokrasi kian bermakna dan meningkat kualitasnya. Begitu pula dirinya sebagai pemimpin di kantornya tentu ia mesti memiliki kemampuan untuk bisa tegas, disiplin, tanggung jawab, independen, profesional. Bukan hanya itu ia pun mesti menunjukkan sikap yang santun, berwawasan luas, luwes, menerima pendapat, visioner, dan kooperatif, terhadap klien-kliennya . Kalaupun suatu kali terbentur rintangan atau menyentuh kegagalan ini justru dijadikannya pelecut untuk bergerak semakin maju. Disinggung rahasia penampilannya yang selalu segar dan penuh semangat, Gek Rani memberikan jawaban yang sangat simpel, bahwa dengan merawat tubuh secara benar berarti kita mensyukuri apa yang dianugerahkan oleh Tuhan. Kemudian, rasa syukur itu akan mampu mempengaruhi kecantikan lahir. Ketika kita bersyukur, lanjutnya umumnya membantu pikiran jadi positif sehingga a u r a yang d i -
pancarkan pun positif. Sedangkan, untuk menjaga semangat tinggi yang dimiliknya yakni dengan membaca biografi orang-orang hebat ataupun berkumpul dengan orangorang hebat. -ard
2
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
GORO-GORO A m a t berduka. Soalnya, pahlawan yang dikaguminya menPutu Wijaya inggal. “Siapa lagi, kalau bukan si Mulut Besar Mohammad Ali,” kata Bu Amat menjelaskan kepada Ami, dengan rada keki. “Dulu keponakan Ibu meninggal, bapakmu biasa-biasa saja, ini si Ali, orang Amerika, kenal saja tidak, kok bapakmu itu pakai tidak enak makan seharian segala?!” Ami ketawa. “Jangan begitu, Bu. Dulu waktu Gus Dur tidak ada, Bapak juga menangis, tapi Ibu biasabiasa saja. Baru waktu kucing ibu
mati, Ibu menangis. Ingat?” “Ya, tapi itu kan kucing kesayangan Ibu yang setia menemani ibu tidur ?” Amat muncul, langsung nimbrung. “Ya, itu artinya kita kompak gotong-royong. Bapak sedih, ibu tidak. Kalau dua-duanya sedih nanti siapa yang masak? Ibu nangis, Bapak tidak. Kalau Bapak ikut nangis nanti siapa ngubur kucingnya?” Ami ketawa. Bu Amat melengos terus ngeloyor ke dapur, tak mau mendengar “jab” Amat. Tapi kemudian ia ke tetangga dan bergunjing tentang Ali. “Bu Made, Pak Made tidak sedih Ali meninggal?” Bu Made tercengang. “O, masak? Kasihan, Minggu
ali
lalu dia baru nawarkan kompor gas yang bisa dicicil 10 kali.” Bu Amat tertawa. “Bukan si Ali tukang kredit, Bu Made, tapi Mohammad AlI!” “Ali yang mana, Bu Amat?” “Masak tidak tahu?! Ali juara tinju dunia! Semua orang tahu! Ali itu kan kesayangan suami saya! Dia kagum, sebab Ali rela dicopot gelar juara dunia dan masuk penjara, karena dia menolak wajib militer - padahal itu kewajiban setiap warga negara Amerika - karena Ali tak mau terlibat dengan perang Vietnam!” “Lho kenapa Itu kan membela negara?” Bu Amat tidak bisa menjawab. Setelah kembali ke rumah, dia menggebrak Amat.
Ekspresso “Pak! Kenapa Ali tidak mau berperang ke Vietnam, padahal dia kan juara tinju, tukang berkelahi? Apa gunanya jadi juara kalau tidak membela negara.” Amat terkejut. “Siapa bilang Ali tidak membela negara?” “Habis kata Bapak dia menolak wajib militer jadi dimasukkan ke penjara?! “Memang! Sebab perang Vietnam itu politik. Amerika sudah mencampuri urusan dalam negara orang. Ali menolak ikut memerangi orang Vietnam, karena dia yakin itu bukan urusan membela negaranya tapi urusan politik. Akhirnya Amerika menarik tentaranya,
tapi sudah banyak sekali yang mati dan jadi korban. Ali berani melawan negaranya yang keliru. Tidak banyak orang seperti dia. Banyak petinju juara dunia yang hebat, tapi hanya Ali yang di samping petinju hebat juga aktivis kebenaran! Yang berani!” Amat begitu berapi-api sampai naik ke kursi. “O, jadi karena itu Bapak mengagumi Ali?” Amat tiba-tiba sadar, lalu turun dari kursi dan berbisik lirih: “Ya. Bapak mengagumi AlI karena dia berani, melawan ketidakbenaran, meskipun itu negaranya sendiri. Bapak mengagumi Ali, karena Bapak sendiri pengecut.”
Pendidikan Wirausaha dalam Keluarga Banyak orangtua yang belum mengerti cara-cara mendidik anak yang efektif. Kebanyakan dari mereka melaksanakan pendidikan dengan menggunakan kekuasaan atau otoritas orangtua. Anak dianggap sebagai makhluk yang harus tunduk dan patuh kepa da segenap kehendak dan aturan-aturan orangtua. Sikap berkuasa sementara orangtua ini ditunjukkan kepada anak-anak, terlebihlebih kepada anak-anak yang bukan anak kandung mereka atau anak-anak dari sanak saudara yang berasal dari lingkungan lain, misalnya dari desa. Pendidikan yang mereka berikan lebih banyak berupa nasihat-nasihat dan teguran-teguran yang tidak memperhatikan taraf pertumbuhan dan perkembangan anak. Mereka anti terhadap tindakan-tindakan anak yang dianggap salah atau tidak pantas. Bagi para orangtua yang belum mengenal perkembangan jiwa anak, cenderung lebih suka men ga nggap aneka tingkah laku anak kecil sebagai keanehan yang tidak pantas. Para orangtua cenderung menekan dan membatasi gerakan dan variasi tingkah laku anak-anak.
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Pe n d i d i k a n w i r a u s a h a pada umumnya merupakan suatu proses pendidikan untuk menumbuhkan jiwa berwirausaha, upaya ini semakin lama semakin digalakkan dan di beberapa sekolahpun sudah diberikan, hal ini bertujuan untuk mengimbangi perkembangan arus globalisasi yang mana setiap orang dituntut untuk mampu bersaing dan mengembangkan inovasi-inovasi dalam berwirausaha. Fondasi utama dalam menumbuhkan jiwa wirausahawan adalah mental untuk berwirausaha dan hanya dapat dibentuk oleh lingkungan, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat. Penanaman jiwa wirausaha oleh keluarga sejak dini akan sangat berdampak besar terhadap kemampuan anak dalam berwirausaha ke depan. Keluarga merupakan tempat pertama bagi kita dalam mendapatkan segala hal, mulai dari pendidikan, tingkah laku, sopan santun bahkan gaya kehidupan mendatang juga sangat terpengaruh dengan kondisi keluarga. Berwirausaha merupakan salah satu kegiatan yang juga tidak luput dari pengaruh keluarga. Tanpa disadari sejak kecil semua orang dilatih untuk bekerja,
Dr. Putri Anggreni, S.E., M. Pd.
mandiri, dan tidak malasmalasan. Pasti setelah itu kita langsung disuruh untuk untuk melakukan sesuatu, seperti menyapu, memberi makan ternak, mencuci, dll. Apapun itu bentuk pekerjaannya, itu semua merupakan suatu bentuk pendidikan yang langsung terjun di lapangan.dan merupakan awal dari keluarga untuk mendidik berwirausaha. Tetapi kini semuanya seperti terbalik, orangtua menginginkan anaknya untuk terus belajar, mereka ingin kita dapat menghafalkan materi yang banyak, mampu menghitung dengan cepat, lulus dengan nilai yang bagus
dan juga mendapatkan gelar yang tinggi. Tetapi seberapa penting itu semua jika setelah lulus sarjana hanya menganggur, dan banyak sekali yang mengalihan kepada wirausaha. Mendidik anak untuk memiliki mental wirausaha sejak dini dapat berbentuk seperti mengajari anak tidak boros, rajin menabung, dan perbuatan terpuji lainnya. Dengan begitu, apabila ini dilakukan secara kontinyu, secara bertahap akan membentuk karakter wirausaha yang kuat dalam diri anak. Sebagai contoh, anak yang masih di Sekolah Dasar diminta untuk memberikan hadiah ulang tahun (sesuatu yang tak ada di toko). Akhirnya, dengan kreativitasnya sendiri, anak menyusun sebuah lagu lengkap dengan aransemen musik ciptaannya sendiri. Beberapa langkah yang dapat diajarkan
sejak anak balita sampai usia dini adalah: Pertama, membiasakan anak untuk mengungkapkan gejolak jiwanya dalam bentuk sesuatu yang tertulis baik berupa tulisan maupun gambar; Kedua, mendidik anak dengan kebaikan-kebaikan yang muncul dari dirinya sendiri sebagai hasil dari serapan anak terhadap lingkungan atau apa yang dilihat dari orang tua, guru dan teman-temannya; Ketiga, membiasakan perbuatan baik yang sudah dilakukan; Keempat, menjadikan kebiasaan itu menjadi karakter. Salah satu ciri menjadi karakter adalah jika perbuatan itu tidak dilakukan, maka anak akan merasa kehilangan dan atau mengingatkan akan kebiasaan yang belum dilakukan tersebut. Dr. Putri Anggreni, S.E., M. Pd Dekan FE Unmar
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Sudut Pandang
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
23
Belajar Berkomunikasi dengan Tubuh
Di tengah hiruk pikuk kegiatan yang dilakukan masyarakat, yoga adalah salah satu alternatif untuk mengembalikan ketenangan pikiran dari kepenatan. Rutinitas yang kadang menyita waktu dan segala permasalahannya membuat masyarakat cenderung mengalami kelelahan dan dilanda rasa stress yang berakibat buruk bagi kesehatan. Hal tersebut disampaikan oleh Ni Ketut Stariani.
O
lahraga yoga beberapa tahun terakhir memang sangat berkembang pesat di Bali, akan tetapi di Buleleng belum terlalu mendapat respons dan digandrungi oleh masyarakat. Hal tersebut dikarenakan masyarakat belum terlalu tahu dan paham manfaat dibalik olahraga yang mengutamakan pengaturan pernafasan tersebut. “Yang lebih ngetrend olahraga yang lain, dikarenakan hasilnya terhadap fisik lebih nyata dibandingkan dengan yoga,” ungkapnya. Menurut wanita yang menempuh pendidikan yoga healing di Pesraman Markandeya, Ubud
tersebut mengatakan ada banyak manfaat yoga yang didapatkan jika mampu mengenal yoga secara keseluruhan. Jika olahraga lain hanya mendapatkan kesehatan fisik saja, maka lain halnya dengan mengikuti kelas yoga. Ada tiga manfaat dari yoga antara lain, kesehatan fisik, kesehatan mental, dan kesehatan spiritual. Wanita yang memperoleh gelar Master yoga tersebut juga mengungkapkan bahwa setiap olahraga akan berdampak bagi kesehatan fisik, namun banyak kegiatan maupun kondisi yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental. “Zaman sekarang kesehatan mental sangat penting, banyak hal membuat seseorang stres akan tetapi di dalam yoga kita diajarkan bagaimana menghilangkan hal tersebut,” imbuhnya. Manfaat yang paling besar
Jro Stariani sedang mengajar kelas yoga
didapatkan adalah kesehatan spiritual. Spiritual sangat erat kaitannya dengan keyakinan, baik terhadap alam maupun dengan Tuhan. “Kalau keyakinan kuat maka pikiranpun akan kuat, tidak goyah ataupun berpikir pendek,” papar wanita murah senyum ini. Semakin banyaknya orang yang merasakan secara nyata manfaat dari olahraga yoga, semakin tinggi pula minat masyarakat yang ingin mengikuti kelas yoga di Buleleng. Pemilik Bhuana Markandeya Yoga tersebut juga mengatakan untuk dapat mendapatkan ketiga manfaat itu secara maksimal memang tidak mudah. Sebagai seorang guru yoga, ia harus mampu berlaku sabar dalam menuntun muridnya dalam memahami yoga. Selain kesabaran juga harus didasari
Jro Stariani
oleh keyakinan. “Kita harus mampu menanamkan keyakinan diri dan keyakinan pada Tuhan, dan juga belajar komunikasi dengan tubuh,” ujarnya wanita yang berulang tahun 21 Oktober tersebut. Jika dalam belajar yoga tidak mampu berkomunikasi dengan tubuh maka seseorang hanya mampu mempelajari gerak saja, sebab belajar yoga berarti memainkan rasa dan juga memainkan jiwa. Menurutnya perempuan yang akrab disapa Bu Jro ini, manfaat yoga akan benar-benar dirasakan jika dilakukan secara total dan bukan hanya sekadar ikut-ikutan. “Sebenarnya, aura dan cakra setiap orang sudah terbuka karena dipengaruhi oleh pikiran negatif maka kedua hal tersebut menjadi kotor, sehingga dalam yoga hal tersebut akan dibersihkan,” tambahnya. Jika pikiran negatif sudah mampu dibersihkan maka seseorang akan memiliki kepercayaan tinggi sekaligus akan terlihat lebih menarik. Hal tersebutlah yang dikatakan bahwa yoga dapat bermanfaat bagi kecantikan. Meskipun dalam yoga diajarkan cara mengatur nafas yang benar dan menjaga kesabaran, akan tetapi yoga tidak bisa disamakan
Mulai dari yang Mudah Yoga adalah aktifitas fisik yang usianya cukup tua yang sering diidentikkan dengan urusan spiritual. Aspek-aspek yang menjadi fokus dalam latihan yoga adalah kekuatan otot dan kelenturan. Inilah keunikan yoga sebagai satu olahraga dibandingkan dengan olahraga lainnya. Demikian diungkapkan dr. I Putu Adiartha Griadhi, M.Fis. AIFO. Saat melakukan olahraga jogging, berenang, ketahanan jantung (aerobik) sangat dominan dilatih. Sedangkan, pada yoga, aspek penting bukanlah ketahanan jantung tapi kekuatan otot dan kelenturan. Ada bermacammacam pendapat, dari riset ilmiah, yoga disebut bisa
menurunkan tekanan darah dan risiko jantung. Namun, ada juga yang tidak mendapatkan manfaat tersebut. Selain gerakan tubuh, yoga biasanya diikuti dengan olah pikir, sebagai bagian dari kegiatan spiritual. Untuk mendapatkan, hasil yang maksimal, gerakan yoga harus dilakukan secara utuh. “Kalau hanya mengandalkan dari hasil gerakan tubuh, manfaat yoga hanya sebatas pada kekuatan otot dan kelenturan,” ujar staf pengajar Ilmu Fisiologi Olahraga Fakultas Kedokteran Unud ini. Ia menyarankan, yoga hendaknya dilakukan rutin dan utuh untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Utuh, dalam artian, tidak hanya gerakan yang benar tapi diikuti dengan
olah pikiran dan pengaturan nafas. “Sambil yoga mengendalikan pikiran, rileks sehingga membuat perasaan tenang dan dapat mempengaruhi hormon. Kemungkinan dengan kondisi ini bisa memberi pengaruh kepada beberapa organ tubuh,” katanya. Untuk efek negatif, menurutnya, jika gerakan yoga bagi pemula dilakukan tanpa instruktur. “Ada beberapa gerakan yoga yang awalnya harus dibantu instruktur untuk menghindari cedera,” ujarnya. Gerakan yoga hendaknya dilakukan bertahap mulai dari yang mudah sampai yang sulit. Biasanya, para pengajar yoga adalah orang yang sudah terampil di bidangnya. Mer-
dr. I Putu Adiartha Griadhi eka bisa melakukan gerakan dengan kelenturan tubuh yang maksimal sehingga mampu melakukan gerakan seperti melipat atau melingkar. Tentu hal ini tidak mudah, perlu lati-
dengan meditasi. “Kalau meditasi itu tujuaanya hanya memfokuskan dan menyucikan pikiran maupun kegiatan saja,” tambah perempuan yang tinggal di desa Penarukan tersebut. Selain berlatih yoga di dalam ruangan, ia juga sering mengajak muridnya untuk berlatih di alam terbuka seperti pantai Kerobokan. Hal tersebut dimaksudkan untuk mendekatkan jiwa dengan alam. Selain mengajurkan yoga untuk mesyarakat pada umumnya, Bu Jro juga sangat menganjurkan yoga bagi ibu hamil. hal tersebut sangat bermanfaat bagi kesehatan janin di dalam kandungan. “Kenapa saya katakan untuk kesehatan janin, karena kalau kesehatan ibunya kan dapat dilihat secara langsung. Akan tetapi kalau bagi janinnya hanya dirasakan melalui sentuhan,” tandasnya. Jika seorang ibu rajin bergerak maka bagi di dalam kandungan juga akan leluasa bergerak. Selain baik untuk kesehatan fisik juga baik untuk kesehatan spiritual janin. “Dari dalam kandungan bayi harus disucikan dan dibersihkan melalui sebuah sentuhan dari seorang ibu dengan kata lain mengaktifkan kembali gerakan bayi yang berada di dalam kandungan,” tambahnya. -Wiwin
han dalam waktu yang lama. Celakanya, sebagian orang melihat hasil akhirnya saja, dan mereka ingin instan. Bicara tentang manfaat yoga, aka ada banyak jawaban. Ada yang menyebut bisa memperbaiki cakra dll. Namun, dari konteks fisiologi olahraga, yoga hanya memberikan manfaat kelenturan tubuh dan kekuatan otot. Tiap orang mempunyai sensifitas masing-masing. Tiap orang mendapatkan hasl yang berbeda. “Intinya, kalau latihan fisik misalnya membesaran otot, otomatis ototnya besar. Sementara, pada yoga lebih kompleks, tiap orang mendapatkan hasil yang berbeda. Latihan yoga tidak bisa fokus pada gerakan saja, tapi ada pengaturan nafas, olah pikiran yang membuat hasil yoga menjadi maksimal,” ucapnya. –Wirati Astiti
24
Sudut Pandang
Edisi 906/ 20 - 26 JUNI 2016
Kumpulkan Teman Yoga di Rumah
Masyarakat mengenal yoga sebagai aktivitas senam yang latihan utamanya adalah pada postur (tubuh). Selain sebagai senam untuk kebugaran tubuh, masyarakat masa kini juga melakukan Yoga sebagai salah satu cara pengobatan alternatif yang biasanya dilakukan dengan latihan pernapasan, olah tubuh dan meditasi.
S
ejak lebih dari dua tahun lalu, Yoga di Mataram, N u s a Te n g g a r a B a r a t berkembang demikian pesat. Awalnya hanya satu tempat yoga yang aktif dilakukan oleh komunitas yoga seperti Lombok Yoga Center (LYC) dengan puluhan peserta. Salah satunya Ervinna Darma Adinata, yang sangat merasakan manfaat bagi kesehatannya dari melakukan yoga ini. Sebelum melakukan yoga, Ervinna menderita sakit tulang dan persendiannya tiap kali bangun pagi. Lalu saat yoga mulai ada di Mataram, ia mengikutinya sebagai terapi bagi rasa sakit yang dialaminya itu. Baginya yoga bukan hanya senam semata melainkan juga sebagai salah satu cara pengobatan alternatif. “Setelah melakukan yoga selama dua bulan pertama, saya merasakan perubahan baik itu sangat terasa. Tiap bangun pagi tulang dan sendi saya tidak pernah terasa sakit,” ujar Ervinna yang seharisehari berbisnis kue ini. Manfaat yoga yang kemudian diceritakan dari mulut ke mulut inilah yang kemudian membuat senam yoga berkembang sangat baik di Mataram. Menurut Ervinna yang
dua bulan terakhir ini sempat meninggalkan yoga karena kesibukannya dan berencana membuat komunitas yoga yang baru, komunitas yoga di Mataram sekarang terus bermunculan. “Malah sekarang komunitas yoga banyak di Mataram. Tempat-tempat senam aerobik juga kini banyak yang menyelenggarakan yoga,” katanya. Beberapa tempat yoga yang ada
di Mataram sekarang merupakan pecahan dari LYC yang saat ini sudah tidak aktif karena kesibukan masing-masing anggotanya, seperti yang disampaikan Ervinna. “Beberapa anggota LYC ada yang buka tempat yoga dan menjadi guru yoga di tempat terse-
lah,” katanya. Perkembangan yoga di Mataram tidak hanya sebatas pada pembukaan tempat-tempat yoga baru melainkan, menurut Ervinna sudah merambah k e k e g i a t a n - kegiatan yoga di rumah-rumah secara privat. “Biasanya ibu-ibu kumpulkan rekanrekannya lalu menyelenggarakan yoga
but,” ujarnya. Te r m a s u k i a salah satunya yang tengah bersiap untuk membuka tempat yoga karena merasakan manfaat dari yoga untuk kesehatannya. “Setelah berhenti yoga selama dua tahun terakhir, tubuh saya kembali merasakan sakit dan mudah sekali le-
di rumah. Beberapa orang yang sudah lama menekuni yoga yang menjadi guru-guru yoga ke rumah-rumah,” ungkap Ervinna. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan yoga di Mataram meningkat. Biasanya yang rajin mengikuti yoga adalah perempuan usia 30-40an tahun. Usia yang menurut Ervinna mulai membutuhkan perhatian kesehatan yang lebih. Usia dimana orang semakin sadar akan pentingnya kesehatan. -Naniek I. Taufan
Padukan Akrobatik dan Yoga Seiring dengan perkembangan zaman, olahraga dilakukan bukan hanya untuk menyehatkan badan namun sudah menjadi gaya hidup. Terutama bagi mereka yang hidup di perkotaan dan salah satu yang tengah digemari adalah olahraga akroyoga. Akroyoga adalah olahraga yang dilakukan dengan memadukan gerakan yoga dan akrobat. Setiap gerakan yang dilakukan mengandung unsur akrobatik. Karena bentuk gerakannya, akroyoga juga dikatakan sebagai salah satu langkah alternatif yang baik untuk membentuk tubuh dengan cara alami. Hal ini diakui oleh Rina Diana, salah seorang yang menyukai kegiatan olahraga ini. Ia tercatat aktif berlatih sejak dua tahun terakhir di Yogasati Roof Garden Yoga Centre di kawasan Renon, Denpasar. Bagi Rina Diana, akroyoga merupakan salah satu jenis olahraga yoga, yang dapat dilakukan di dalam ruangan dengan waktu yang relatif lebih singkat dibanding olahraga lainnya. Olahraga ini, katanya sangat menyenangkan
karena dilakukan dengan cara berpasangan, dilengkapi dengan gerakan yang memadukan gaya akrobatik dan yoga. Karena akroyoga dilakukan secara berpasangan, kata Rina Diana, maka koneksi yang terhubung akan mengajarkan kita, bahwa saat aktivitas yoga dilakukan merupakan sebuah energi yang dapat dilihat, didengar, dirasakan dan saling percaya satu sama lain. “Tiap jenis gerakan akroyoga ini dapat membantu kita untuk lebih rileks dan mampu melepaskan stres. Selain itu pula, katanya melalui gerakan akroyoga pula, kita akan dilatih untuk terus mengasah kepercayan diri. Jika ini berhasil kita lakukan. sudah pasti membantu menumbuhkan kepercayaan diri,” ujarnya. Sekarang jelas
kalau akroyoga ini mempunyai banyak manfaat selain menjaga kesehatan fisik seperti olah raga lainnya juga menjaga keseimbangan pikiran. Secara umum. Berikut beberapa manfaat akroyoga, mulai dari melatih lebih tenang dan sabar, menyelaraskan fisik dan emosi, melatih keberanian,meningkatkan fokus dan memori, meningkatkan sistem kekebalan, menguatkan kaki dan menghilangkan ketegangan tubuh hingga mengharmoniskan hubungan. -Sri Ardhini
Ayushita Widyartoeti Nugraha
Yoga Membantu Keseimbangan Fisik dan Pikiran Seorang artis atau public figure memang dituntut bukan saja harus memiliki kemampuan yang prima tapi juga berpenampilan maksimal. Karena itu sebisa mungkin mereka ini berusaha menjaga penampilannya dengan berbagai cara, di antaranya lewat olah raga. Itu juga yang dilakukan artis multitalenta, Ayushita Widyartoeti Nugraha. Salah satu olahraga yang ditekuni pemeran film komedi action horor ‘Gila Jiwa’ ini adalah yoga. “Pada dasarnya aku suka olah raga, bukan hanya yoga. Aku suka banyak olahraga, termasuk pilates. Cuma untuk yoga dan pilates aku rutin melakukannya, minimal seminggu tiga kali. Selain itu aku juga aktif nge-gym. Bahkan kalau yoga aku sudah lama banget menekuninya,” kata peraih penghargaan Indonesia Movie Awards 2015 yang mengaku badannya cepat melar jika
tidak berolahraga rutin. Selama 11 tahun menekuni yoga, kata Ayu, banyak manfaat yang didapatnya. Bukan saja dari segi kesehatan dan tubuh indah, tapi lebih dari itu ia menjadi lebih mampu mengontrol emosi serta fokus dengan apa yang dilakukan. Itu sebabnya, meski banyak jenis olah raga juga dilakoninyal, yoga tak pernah ketinggalan. Karena lewat Yoga, ia merasa mendapat lebih, bukan sekadar tubuh sehat. Yoga membantu keseimbangan fisik dan pikirannya. Gadis cantik berambut keriting ini memiliki kegiatan segudang, mulai dari syuting film, presenter bahkan mengurus bisnis restorannya. Di tengahtengah kesibukannya, ia berusaha tetap berolahraga minimal setengah jam. Itu, akan membuat moodnya tetap terjaga, juga tidak jenuh dengan rutinitas pekerjaan. “Tapi ya tidak hanya yoga, aku juga olah raga yang lain kok. Jadi kalau bosan satu, pindah ke lain, yang mana yang lagi mood aja,” kata pemeran film Me vs High Heels ini. Hal yang sama juga dilakukan Andien Aisyah. Pelantun tembang hits ‘Bisikan Hati’ ini juga mengaku menggemari yoga sejak lama. Bahkan beberapa tahun terakhir ia aktif menekuni acroyoga,
sebuah olah raga yoga dimana setiap gerakan yang dilakukan mengandung unsur yang menggabungkan unsur akrobatik dan yoga. Selain yoga, ia juga menekuni sejumlah olah raga lainnya seperti pilates, muay thai, gym, dll. Olah raga ini dilakukan secara bergantian setiap harinya. Yang pasti, dia berusaha berolah raga setiap hari. “Pokoknya setiap hari, meski sibuk, tetap diusahakan untuk berolahraga, meski hanya sebentar,” kata wanita kelahiran Agustus 1985 ini. Menurut Andien, aktif berolahraga bukan sekadar untuk kesehatan diri tapi juga menjaga penampilannya di panggung. “Dengan rajin berolahraga performa di panggung lebih terjaga. Kalau dulu sebelum rajin olah raga nyanyi beberapa lagu bisa bikin ngos-ngosan, karena kan di panggung bukan sekadar menyanyi tapi juga ada gerakannya. Nah, kalau sekarang tidak lagi,” ujar penembang ‘Let it Be My Baby’, ini. Apalagi ia pernah terkena kanker. Karena itu, selain kini menjaga kesehatannya lewat asupan makanan, ia juga harus rajin olah raga. “Dengan rajin olah raga kita juga menjadi tidak mudah capai juga pikiran positif tetap terjaga,” katanya.—Diana Runtu
redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
www.tokoh.co.id