Skip to main content

Tokoh Edisi 897 | Tokoh

Page 1

24

Edisi 897/ 18 - 24 April 2016

DPD Iwapi Bali

Gelar Talk Show “Confidence in A Tube” Kompak, gesit dan kerjasama tim yang solid serta sinergi yang luar biasa itulah yang dipertontonkan DPD Iwapi Bali ketika menghadirkan Talk Show bertema “Confidence in A Tube”, Rabu (13/4) di Hotel Puri Dalem, Sanur.

Foto bersama setelah Talk Show Confidence in A Tube

Moderator bersama Narasumber

tiga faktor yakni fundamental; cantik, sehat dan cerdas. Pada kesempatan tersebut, Estri juga menjabarkan perihal keunggulan Dermatix & Emtrix beserta cara penggunaannya yang cukup simpel namun dapat bekerja maksimal. Dikatakannya pula bahwa di Indonesia, menurut survey yang dilakukan Reseach Team dari Dermatix & Emtrix ditemukan sekitar 30 juta masyarakat mengalami masalah pada kulit. Jadi sekitar 12% dari seluruh penduduk Indonesia. Hal tersebut selain disebabkan oleh cuaca atau udara yang panas, juga akibat kurang terpeliharanya kulit atau masyarakat cenderung membiarkan

masalah kulit dan tidak segera disembuhkan. Sehingga, luka atau gangguan di kulit semakin parah. Sedangkan, dokter Dwija Sanjaya memaparkan lebih jauh tentang kondisi kulit dan kuku ideal dan berbagai jenis luka yang bisa terjadi serta tahapan penyembuhan yang dilakukan. Ia menambahkan, untuk menyembuhkan luka 100% seperti kondisi kulit semula dan sempurna memang tidak bisa, namun yang bisa dilakukan adalah menyamarkan bekas luka dan scars sehingga kulit tampak lebih cantik. Produk Emtrix memiliki keunggulan dalam perawatan kuku. Produk asal Jerman ini banyak digunakan di Korea pada

musim dingin, karena kuku cenderung lebih sensitif dan rawan terkena jamur. Wanita yang sering menggunakan produk pewarna kuku (nail polish & remover) sangat disarankan untuk rajin membersihkan kuku dan memilih produk pewarna kuku yang cocok demi menghindari masalah pada kuku seperti kuku rapuh, kuku berubah warna menjadi cokelat dan rusak. Permasalahan lain yang biasanya juga menurunkan rasa percaya diri wanita adalah selulit dan stretch mark. Menurut pembicara, para wanita kini sudah tidak perlu khawatir lagi karena sudah ada GlyDerm yang dapat mengurangi kerutan berlebih pada kulit. -ard

Berkat Sinergi Kita lebih Cerdas WKU II bersama Branch Manager Dermatix dan Emtrix

U

ntuk acara kali ini, DPD Iwapi Bali menggandeng Dermatrix dan Emtrix, yakni produk kecantikan, kesehatan kulit dan kuku. “Kegiatan ini merupakan implementasi program kami Wakil Ketua (WKU) II Iwapi Bali, yang membidangi Pendidikan, Hukum, Advokasi, dan Pemberdayaan Pengembangan Perempuan,” ujar WKU II Iwapi Bali,

Ni Luh Ketut Ayu Sudha Sucandrawati, S.H., M.M. Talk show kesehatan seputar kecantikan kulit dan kuku yang mengambil tema “Confidence in A Tube” ini menghadirkan tiga pembicara utama, yaitu Estri, S.Si., Apt, Brand Activation Mana­ ger Dermatix & Emtrix Indonesia, dr. Dwija Sanjaya, salah seorang tim dokter Dermatix & Emtrix, dan pembicara ketiga Ni Luh Ketut Ayu Sudha Sucandrawati, S.H., M.M., Direktur Utama PT Abdinusa Property yang juga tercatat sebagai WKU II Iwapi DPD Bali. Sedangkan tampil sebagai moderator adalah Made Herry Erika Sedana, A.Md., S.E., mantan pe­nyiar program berbahasa Inggris TVRI Bali Salah seorang penanya yang mendapatkan bingkisan (Balivision) yang juga duduk sebagai Wakil Komtap 1, Bidang Pendidikan, Hukum, Advokasi dan Pemberdayaan Pengembangan Perempuan, Iwapi DPD Bali. Dalam acara talk show tersebut bukan saja berhasil mengupas lebih dalam tentang kecantikan kulit dan kuku, namun juga kecantikan dalam arti yang lebih luas, keterkaitan kuat dari Salah satu sudut stan pameran

Penyerahan piagam penghargaan pada narasumber dan moderator

Selain membicarakan kesehatan dan kecantikan kulit, di acara talk show itu juga ada diskusi menarik dari Ayu Sudha Sucandrawati. Ia mengupas tentang wanita cantik dan cerdas masa kini yang kian kompeten terjun di berbagai profesi dan industri. Sementara moderator, Erika Sedana menggiring diskusi dengan pembicara ketiga menuju pembahasan soft skill perempuan cerdas dari sisi emosional dan sosial untuk mencari korelasi pengembangan dan pergeseran cara berpikir wanita cerdas masa kini antara Intelli­ gent Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ) dan Social Quotient (SQ). Menginspirasi peserta talk show, disampaikan pula sebuah statement singkat terkait kecerdasan emosional untuk wanita masa kini yang merupakan pendapat seorang filsuf Yunani, Aristotle yang diambil dari buku seorang Daniel Goleman, Emotional Intelligence.; “Siapa pun bisa marah – marah itu mudah. Tetapi, marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik – bukanlah hal mudah”. Pelaksanaan acara talk show interaktif yang dihadiri oleh 150-an

peserta yang terdiri dari perwakilan DPC Iwapi Kabupaten/Kota se-Bali ini, oleh Ketua DPD Iwapi Bali, ­Dr. A.A.A. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. disambut dengan hangat dan mengatakan kecantikan juga penting untuk wanita, yang salah satunya bisa ditanggulangi dengan pola hidup sehat. Cantik pun sebaiknya seimbang antara luar dan dalam. Selain itu, ia juga melihat bahwa di dalam kegiatan tersebut ada kekuatan yang mengagumkan dari sebuah sinergi, sebuah kerjasama yang kreatif, sehingga mampu menunjukkan kerja tim dengan

hasil yang optimal. Konsep sinergi ini, katanya akan terus dikembangkan agar dapat memberi kesempatan yang lebih luas kepada organisasi Iwapi sendiri dan masyarakat dalam menambah wawasan serta pengetahuan untuk pengembangan diri di masa-masa mendatang. “Berkat sinergi kita bisa lebih cerdas,” tandas Tini Gorda. Pada acara talk show hari itu juga dilengkapi dengan beberapa stan pameran yang diisi oleh DPD Iwapi Bali serta Binaan Klinik Konsultasi Bisnis Iwapi Bali yang merupakan implementasi WKU III DPD Iwapi Bali -ard

Suasana Talk Show Confidence in A Tube

redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id

mingguantokoh

@mingguantokoh

mingguantokoh

www.tokoh.co.id


2

Edisi 897/ 18 - 24 April 2016

GORO-GORO Peringatan Hari Kartini, 21 April, berbeda. Kali ini diselenggarakan dengan panitia Putu Wijaya yang seluruhnya pria. Tetapi inisiatifnya tetap berasal dari para ibu. “Kita kaum perempuan, perlu mengetahui bagaimana tanggapan mereka para lelaki terhadap kita. Apakah sudah sesuai dengan harapan kita, atau malah sudah menyimpang jauh. Itu nanti jadi masukan untuk mengoreksi apa yang salah dalam perjuangan kita menempatkan kaum oerempuan sama hak dan kewajiban kita, walau pun ada perbedaan fitrah kita sebagai ibu dan kaum pria sebagai bapak.” Banyak tidak setuju dengan ide “Kartini ‘16” itu. Antara lain, Amat sendiri. “Bapak tidak setuju, sebab ide itu pasti akan menimbulkan poro dan kontra!” kata Amat

beringas. “Lho memang itu yang kita cari, Pak. Karena kalau toh ada pro dan kontra tentang: wanita karier misalnya, akan ada rembugan untuk mencari solusi. Apa yang mengasuh anak itu otomatis ibu? Bagaimana kalau yang mengasuh anak itu bapak? Karena misalnya ibu sibuk sekali sebab posisinya penting?” “Ya itu dia! Pasti nanti akan menimbulkan pro dan kontra!” “Ya karena itu, jangan didiamkan pro dan kontra! Dirembug, dicari jalan keluarnya, supaya tidak jadi api dalam sekam, yang nampak aman, tapi tiba-tiba bisa membakar hangus, karena tidak pernah kita bicarakan tuntas, Pak!” “Ya, itu kan cari-cari kerjaan saja! Seperti membangunkan macan tidur!” “Betul! Macan yang tidur harus dibangunkan supaya pergi, sebelum kita tidur. Jangan sampai macannya baru bangun waktu kita

kartini ‘16 tidur, pasti kita akan dicaplok! Ya tidak?” Amat tidak menjawab. Dia mengadu ke rumah Ami. “Ami. bilangin ibu kamu, masak mau merayakan Hari Kartini dengan kepanitiaan semua pria! Kartini ‘16-nya itu bisa menimbulkan masalah baru!” Tapi celakanya, Ami pro ibunya. Ia lantas menasehati bapaknya. “Pak, zaman sudah berubah. Dominasi lelaki sudah runtuh. Tapi Bapak tak usah takut. Kami perempuan tak ingin merebut posisi pria sebagai bapak. Dan kami menyadari sekali, insting ibu hanya perempuan yang memahaminya. Kaum pria bakatnya biar sebagai bapak saja. Umumnya begitu. Tapi dalam beberapa kasus, mungkin bisa saja ada perempuan jadi bapak dan lelaki jadi ibu pengasuh anak. Misalnya Ibu Mentri, masak mesti ngurus anak. Dan lelaki pengangguran, daripada bengong kan baiknya ngasuh anak! Kalau realitanya

begitu harus diterima, Pak. Kepada yang bersangkutan perlu diberikan perlindungan, agar adil!” Amat tertegun, curiga, janganjangan semua ide itu datang datang dari Ami. “Betul, Kartini ‘16, itu sebenarnya ide Ami,” kata Ami merasakan kecurigaan bapaknya. “Saya tak menyangka ibu bukan saja menyetujuinya, tapi juga melaksanakannya. Tapi terus-terang ide itu keluar setelah diskusi panjanglebar dengan Bli Sugi.” Amat terkejut. Tak menyangka menantunya yang sibuk mengurus bidang keilmuan itu tertarik pada masalah kemasyarakatan. Lebih terkejut lagi, ketika, karena

Ekspresso penasarannya, Amat langsung menanyai menantunya, apa yang memberinya inspirasi mengusulkan “Kartini ‘16”. “Sebenarnya itu juga bukan murni ide saya, Pak,” jawab Sugi malu-malu. “Bapak ingat beberapa tahun lalu ketika kita sama-sama pulang dari Singaraja? Itu kan ide Bapak!” Amat kaget. Pulang ke rumah, ia membawa pertanyaan besar. Apakah setelah 5 tahun, ia sudah berbalik pikiran 180 derajat? Dan ketika semua itu malamnya ia beberkan ke istrinya, Bu Amat menjawab tenang. “Memang begitu. Saya dapat ide itu bukan dari Ami, tapi dari Bapak sendiri, 5 tahun lalu. Waktu Bapak kemarin nanya-nanya, tak kira itu hanya mau menguji. Makanya semua sepakat, ketua panitia Kartini ‘16 itu, Bapak!”

Cinta Kasih dalam Perkawinan Hubungan teman dekat yang berlainan jenis kelamin berkembang menjadi hubungan yang romantis, dengan salah satu cirinya adalah cinta yang membara. Dengan modal cinta yang berkembang pasangan ini akan mempersatukan cinta mereka ke jenjang perkawinan. Seseorang dengan modal cinta yang berkembang akan mempersatukan cinta mereka ke jenjang perkawinan, bahkan seorang pria rela merubah status purusa menjadi peradana dalam perkawinan Nyeburin karena telah menerima pengalaman menyenangkan (reward) dari istrinya. Diharapkan dengan hubungan cinta dalam suatu perkawinan akan berkembang dari cinta membara atau yang disebut juga eros menjadi cinta kasih atau storge ini. C����������������������������������� ara berbagi kasih adalah dengan menerapkan konsep 2 H + 2F, berikut:

Hidup ini bagaimana cara kita memandang persoalan. Satu pihak memandang Broken-home merupakan pelajaran agar kelak dapat membina rumah tangga yang tentram. Di satu sisi memandang persoalan ini dengan putus asa, penuh dendam, tanpa semangat hidup rumah tangganya hancur. Rumus 2H + 2F ini bisa dijadikan pedoman untuk membina kehidupan yang tentram. H pertama yaitu Harapan, kita tidak berhak untuk meminta orang lain untuk

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

memenuhi semua keinginan ologis dan psikologis. Aspek yaitu dengan memaafkan (forgiveness), artinya batasi harapan kita, psikologis pemberian maaf sebuah pilihan yang memiliki kekuatan yang sesuaikan dengan kenyataan. dapat meningkatkan emosi menyembuhkan dan menumbuhkan kasih H kedua yaitu Harga, kita positif (seperti gembira, sayang serta menciptakan kedamaian bagi harapkan rajin untuk membahagia dan longgar) dan seluruh anggota keluarga (2007 : 65). berikan penghargaan, pujian, menumbuhkan harapan. Untuk menjalankan rumus 2H + 2F, ini terhadap hasil yang dicaMc. Cullough . dkk (1997) diperlukan proses penyesuaian diri denpai oleh perseorangan atau yang mendalami perilaku maaf gan penuh melaksanakan 3K berikut ini: orang dekat kita walaupun mengkonsepsikan maaf seba- a. Kesabaran artinya kaya untuk memaafsekecil apapun. gai sekelompok perubahan kan F yang pertama, yaitu motivasi terhadap penga- b. Kejujuran artinya sangat bertanggungFor You, artinya berikan niayaan. Tatkala orang mejawab atau tunjukkan kepada maafkan, mereka termotivasi c. Komitmen sepakat untuk melaksanapasangan kita segala keuntuk menghindari atau menkan 2H + 2F mampuan atau apa yang gurangi hal-hal yang berkaitan kita miliki sekaligus juga dengan balas dendam (venAgar kita tidak gagal pada saat proses dengan segala kekurangan geance) serta meningkatkan berbagi kasih, maka ada tiga hal yang kita. F yang kedua yaitu motivasi yang berkaitan den- harus dijalankan: ­Forget, kita tidak menggan kasih sayang, kebaikan, a. Jangan ada pihak ketiga ingat atau lupakan segala Dra. I Gusti Ayu Suasthi, M.Si kedewasaan, persahabatan, b. Jangan selalu mengadu kepada orang perbuatan baik yang telah memberikan bantuan, empati tua kita berikan pada pasangan kita. Serta dan simpati (2007 : 64). c. Kebersamaan dimaksimalkan lupakan perbuatan buruk yang pernah Asuiar Khusmas dalam laporan abstrak dilakukan oleh pasangan kita. penelitiannya menemukan bahwa salah Dra. I Gusti Ayu Suasthi, M.Si A. M. Diponogoro dalam laporan satu solusi yang ditawarkan unuk meredukDosen Psikologi Agama FPAS Temu Ilmiah Nasional dan Kongres si family disharmony dan marital dissolution UNHI Denpasar HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia) X menguraikan bahwa maaf dalam Kata Hati psikologi dipandang sesuatu yang kuno Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk yang tetap masih relevan agar tercapai tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan suatu kehidupan yang baik ( Emmons & juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat Me Cullough, 2003). email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang Mc. Cullough pakar psikologi yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. merupakan salah satu pionir dalam peTelkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk nelitian maaf, mengatakan bahwa maaf membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia berpengaruh positif terhadap fungsi fisi-

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Sudut Pandang

Edisi 897/ 18 - 24 April 2016

Jadilah Perempuan Tangguh

Nama R.A. Kartini sudah dikenal kaum wanita Indonesia. Kartini merupakan tokoh emansipasi wanita. Tanggal 21 April pun diperingati sebgai Hari Kartini. Apa makna semangat Kartini bagi wanita?

B

agi dr. Ni Kadek Mulyantari, Sp.PK(K), kata kunci dari emansipasi adalah kesetaraan. Meskipun laki-laki dan wanita memiliki banyak perbedaan baik dari aspek emosional, fisik, intuisi dan lain-lain, keduanya tetap memiliki kesamaan hak dan kewajiban berkaitan dengan perannya di keluarga, tempat kerja maupun di masyarakat secara luas. “Contoh dalam kehidupan sehari-hari yang mungkin tidak pernah kita harapkan, jika seorang suami terpaksa harus berbaring lama karena kondisi sakit, seorang wanita pun dapat mengambil alih tugas ayah sebagai kepala keluarga. Banyak di perkantoran, jabatan direktur tidak selalu dipegang laki-laki, jabatan bupati, menteri, dan presiden pun berhak dipegang perempuan,” ujar staf di bagian Patologi Klinik FK Unud/RS Sanglah ini. Menurutnya, emansipasi dalam kehidupan masyarakat sangat banyak memberikan dampak positif. “Berkat emansipasilah wanita mempunyai kebebasan untuk bersekolah sampai jenjang tertinggi, mengembangkan ide, kreativitas serta bakat dan kemampuan yang dimiliki seh-

ingga andilnya dalam membangun masyarakat hampir sama dengan dengan laki-laki,” katanya. Di sisi lain, emansipasi juga bisa memberikan dampak negatif. Beberapa wanita bisa saja salah mengartikan emansipasi, menganggap emansipasi sebagai sebuah kebebasan untuk melakukan apa saja yang diinginkannya sehingga menyebabkan hubungan keluarga antara suami dan istri menjadi tidak harmonis, makin tingginya angka perceraian, serta hilangnya fungsi ibu sebagai pendidik anak-anak. “Yang jelas saya punya suami berarti saya adalah istri dan saya punya anak berarti saya adalah ibu. Bersyukur sampai saat ini suami masih memberikan kesempatan buat saya untuk ikut bekerja dan bersekolah, tetapi ketika sampai di rumah urusan memandikan anak, menyiapkan anak sekolah, mengerjakan PR tetap menjadi tugas saya,” ucapnya. Ia mengatakan, ibu adalah pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya. Dibalik layar kesuksesan sorang suami, ternyata ada seorang wanita yang luar biasa. Ia menilai, ibu yang bekerja hanya sebagai istri dan mengurus anak bukanlah pekerjaan yang ringan. Mungkin terlihat sederhana tapi

Ni Kadek Mulyantari

Wayan Karthi Sutardjana

sebenarnya dia sudah berperan sebagai menteri dalam rumah tangga dan melakukan sebuah pekerjaan yang tidak pernah akan habis. “Perempuan yang dengan sukarela meninggalkan karier dan pekerjaan karena permintaan suami dan demi urusan anakanak juga termasuk perempuan yang tangguh. Jadi bukan hanya perempuan bekerja yang tangguh,” kata perempuan yang akrab disapa dr. Kadek ini. Emansipasi harus dijaga agar tidak dijadikan kedok kebebasan. Hak dan kewajiban boleh setara tetapi tidak ada konsep menyaingi laki-laki. “Yang ada adalah perempuan lebih cakap dalam menjalankan kewajibannya. Mungkin prinsip yang perlu dipegang adalah emansipasi perlu diterapkan bagi perempuan namun tidak boleh meninggalkan kodratnya sebagai

perempuan. Jangan menggunakan emansipasi sebagai kesempatan untuk melakukan semua yang perempuan inginkan. Seorang perempuan tetaplah wanita yang memiliki kodrat dalam keluarga untuk melayani suami, mengurusi anak dan juga mengurus rumah tangga,” kata dr. Kadek. HARUS PUNYA DEDIKASI Sementara itu, menurut bidan senior Dr. Wayan Karthi Sutardjana, emansipasi adalah cara perempuan untuk berkiprah di segala bidang. Sebagai ketua organisasi Ikatan Bidan Indonesia Wilayah Bali dua kali periode, dari tahun 1998 sampai dengan 2008, ia membangun rumah bersalin di Buana Kubu sekaligus sebagai kantor sekretariat IBI. Ia mendorong para bidan untuk melanjutkan

23

sekolah tinggi meraih gelar S-1 dan S-2. Menurutnya, perempuan harus bernilai dalam bidang mereka masing-masing, Mereka harus memiliki dedikasi untuk memajukan kaumnya. “Saya menyekolahkan beberapa siswa miskin untuk menjadi bidan, agar mereka kelak bangga tidak hanya menjadi anak seorang penyakap sawah. Kalau bukan mereka sendiri yang mengubah nasibnya, siapa lagi. Kita tak mungkin menunggu kesempatan dari laki-laki, tapi perempuan sendiri haruslah maju dari diri mereka sendiri,” kata pendiri Yayasan Kartini Bali. Ia berharap, agar perempuan ke depan menjadi generasi yang hebat dan mampu meneruskan cita-cita Kartini untuk maju dalam segala bidang. Ia menilai, tugas seorang ibu memang berat. Selain mengurus rumah tangga, juga harus mendidik anak, dan bekerja. Bahkan, ia sendiri, walaupun sudah menjadi nenek berusia 82 tahun, dan dengan kesibukannya, tetap ada waktu bersenda-gurau dengan anak, cucu, dan cicitnya. Ia mengaku miris, banyak perempuan bekerja sibuk, dan sering melupakan tugasnya sebagai seorang ibu. “Sekarang ini jarang ada ibu bekerja yang punya waktu menemani anaknya menonton televisi di rumah, bercerita sekaligus bercengkrama. Sekarang semua sibuk mengembangkan kariernya,” katanya. Ia hanya mengingatkan, sebagai seorang perempuan karier, bagaimana pun juga, tetap seorang istri dan ibu yang harus ingat mengurus rumahtangga dan keluarga. Itulah sejatinya emansipasi yang harus dilakukan di zaman globalisasi ini. -Wirati Astiti

Mampu Bersaing di Segala Bidang Dunia olahraga bukan hanya ranah kaum laki-laki karena perempuan pun bisa berkiprah. Banyak cabang olahraga yang dianggap maskulin padahal bisa juga ditekuni perempuan. Contohnya olahraga menembak. “Makna hari Kartini bagi saya selalu atlet menembak wanita sangatlah berarti. Kartini memperjuangkan emansipasi wanita

H el g a

yaitu persamaan antara hak dan kewajiban antara wanita dan pria di segala bidang termasuk di dalamnya adalah olahraga. Dalam bidang olahraga menembak yang saya geluti, mayoritas dipenuhi oleh kaum lelaki. Namun, berkat emansipasi, kaum wanita juga bisa menggelutinya tanpa ada perbedaan. Bahkan kini atlet wanita cenderung setara dengan atlet pria baik dalam jumlah maupun prestasi yang mampu diraihnya,” ujar Helga Riftiana, S.E.

Kartini masa kini, bukan saja hanya melulu menuntut persamaan hak namun haruslah mampu menjalankan kewajiban yang notabene sama dengan kewajiban pria tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai seorang wanita. “Tugas yang berat karena harus mampu menjalani dua kewajiban. Namun itulah arti hari Kartini masa kini. Mampu bersaing dalam segala bidang,” ujar istri Made Ngurah Bagus Sakaputera, S.E,. M.M. ini Prestasi Helga di cabor

panahan antara lain juara 3 Perorangan dalam Pekan Olah Raga Propinsi Bali 2011 seri Air Rifle Hunting, juara 2 Kejuaraan Menembak Walikota Cup 2013 seri Air Rifle Match, juara 2 Kejuaraan Menembak Walikota Cup 2014 seri Air Rifle Match, juara 1 Kejuaraan Kapolresta Cup I 2014 seri Air Rifle Match, juara 1 Kejuaraan Menembak KONI Cup 2014 seri Air Rifle Match, juara 1 Kejuaraan Menembak Walikota Cup 2015 seri Air Rifle Match, dan juara 2 Perorangan dalam Pekan Olah Raga Provinsi Bali 2015 seri Air Rifle Match. Sementara itu Ariyani, juara 3 bodiku Fitness Event 2016 The International Federation of Bodybuilding (IFBB) Indonesia kategori Female Fitness Model mengatakan semangat Kartini harus dimaknai sebagai semangat kaum perempuan. “Perempuan bisa melakukan aktivitas olahraga yang menggunakan alat berat dan bahkan bisa berprestasi. Sekarang ini dunia gym sudah modern. Bukan hanya laki-laki saja yang ikut, kaum perempuan pun bisa eksis

Ariyani

dan berprestasi,” ujarnya. Perempuan yang juga salah satu pemenang Women Figure di Rai Fitness, Kuta mengatakan memilih menekuni bodybuilding karena ingin mencari tantangan sekaligus menjalank-

an pola hidup sehat. Ia pun menegaskan targetnya adalah hidup sehat. Badan seksi bagi perempuan kelahiran 9 Januari 1981 ini merupakan bonus dari hidup sehat. –Ngurah Budi


22

Sosialita

Edisi 897/18 - 24 april 2016

3

Edisi 897/ 18 - 24 april 2016

Yenli Wijaya & Dewi Suarjani

Kearifan Lokal Bercitarasa Global ilustrasi jakarta fashion and food festival 2016

Jakarta Fashion & Food Festival 2016

Hadirkan Nuansa Pecinan Lama

Anda suka fashion dan hobi berburu kuliner lezat maka datanglah ke Jakarta Fashion&Food Festival (JJJF) 2016. Event yang merupakan bagian dari program ‘Enjoy Jakarta’, ini, akan digelar selama sebulan penuh dari 22 April-22 Mei di kawasan Mal Kelapa Gading Jakarta Utara. Event ini juga sekaligus pembuka dari rangkaian kegiatan HUT Jakarta yang jatuh pada 22 Juni 2016 mendatang.

Gubernur Jakarta Basuki Tjahja Purnama saat pidato dalam acara Preview JFFF 2016 di Balai Agung Bali Kota Jakarta

S

eperti tahun-tahun sebelumnya JJJF yang kini digelar untuk yang ke-13 kalinya, menyuguhkan sesuatu yang berbeda. Salah satunya yang cukup menonjol adalah setting-an Kampoeng Tempo Doeloe (KTD), tempat berburu aneka kuliner lezat. Kalau tahun lalu Kampoeng Tempo Doeloe didesain ala Pelabuhan Sunda Kelapa tempo dulu maka tahun 2016 ini kembali memunculkan suasana tempo dulu, namun nuansa yang dibangun adalah Pecinan Lama. Indonesia memiliki ribuan jenis masakan lezat, mulai dari menu otentik khas Indonesia, hingga menu hasil percampuran budaya yang masuk ke Indonesia sejak zaman dahulu. Salah satu unsur budaya yang telah menyatu dengan Indonesia adalah unsur budaya Tionghoa, mulai dari bangunan hingga ragam menu kuliner. Industri kuliner seperti halnya fashion, beberapa tahun belakangan ini mengalami perkembangan luar biasa hingga akhirnya muncul jenis wisata baru di Indonesia yakni wisata kuliner. “Nantinya ada 100 UKM yang bergerak di bidang makanan dengan 200 ragam makanan nusantara hadir di Kampoeng Tempo Doeloe,” ujar Chairman JFFF 2016 Sugianto dalam acara preview JFFF 2016 di Balai Agung, Balaikota Jakarta, (13/4). Sesuai tema yang diangkat di KTD yakni ‘Aneka Mie Nusantara’

maka akan disajikan aneka makanan berbahan mie dari berbagai pelosok negeri. Selain di KTD, tempat berburu makanan dan minuman juga

ada di “Wine & Cheese Expo”. Di sini bisa menikmati wine serta serta beragam produk keju dan coklat. Sugianto menambahkan, bukan hanya ditujukan untuk menjadi tempat penikmat fashion dan kuliner tapi juga bagi para UKM dan pengrajin lokal untuk bisa bersinergi berkembang bersama, baik itu UKM kuliner maupun UKM di bidang fashion. “JFFF senantiasa berkomitmen menjadi sebuah event yang bukan hanya untuk penikmat kuliner dan fashion tapi juga mampu mengangkat mereka yang berada di industri UKM serta pengrajin lokal untuk bekerja sama menghasilkan produk berkualitas agar bisa diterima secara global,” ujarnya. Dalam acara Preview JFFF pekan lalu itu, acara bukan sekadar menyampaikan pidato-pidato sambutan tapi juga menyajikan cuplikan dari acara JFFF yang bakal digelar 22 April mendatang. Di antaranya adalah menyuguhkan 12 makanan nusantara yang dapat dinikmati oleh peserta Preview JFFF. Setidaknya ada 12 saung yang menjamu para

hadirin seperti; toge goreng Bogor, Bakmi 99, Mie Kangkung, sate ayam Ponorogo, dll. Tak ketinggalan acara Preview JJJF juga menghadirkan peragaan busana yang menampilkan sembilan desainer top seperti Ghea Panggabean, Yogie Pratama, Ivan Gunawan, dll. Tapi dalam Fashion

Pagelaran 100 Kebaya merupakan acara yang digagas oleh Indonesian Fashion Chamber Denpasar (IFC ) Denpasar bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Perhelatan tahun ini adalah yang kedua kalinya, setelah yang pertama tahun lalu 2015 silam.

perekonomian Bali. Secara khusus acara ini juga digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April. “Kita sebagai wanita harus tetap mempertahankan nilainilai luhur yang telah diperjuangkan oleh salah satu wanita pejuang kita, yakni Ibu Kartini,” lanjut Dewi Suarjani. Selanjutnya melalui pagelaran ini diharapkan Bali dapat menjadi daerah acuan tren kebaya yang berlandaskan kearifan lokal bercita rasa global.

Festival nanti, bukan hanya karya sembilan desainer itu yang tampil, melainkan sekitar 80 desainer lebih dengan karya-karya terbarunya. “Pada 4 Mei mendatang, Fashion Festival akan menghadirkan peragaan busana bertajuk ‘Kain Nusantara Negeri Indonesia Barat’,” tambah Sugianto. –Diana Runtu

Yenli dan Dewi bersama Ketua Dekranasda Kota Denpasar IA Selly D. Mantra

bahwa persahabatan itu menjadi tim kerja. “Apalagi, selama ini kami juga merasakan bahwa sukses itu tidak bisa diraih sendiri,” katanya. Yenli dan Dewi Suarjani juga mengatakan jika mereka sebagai insan yang ada dan bergelut di pusaran mode berharap bahwa program talk show dan fashion show kebaya ini mampu mendekatkan diri pada masyarakat juga pemerintah. Memasuki tahun kedua dari “Pagelaran 100 Kebaya” ini, membawa harapan lebih sukses lagi dengan persiapan yang lebih matang tentunya. “Dalam kegiatan ini pula Kami IFC dan ISI merasa bahagia memperoleh dukunga dari Dekranasda Kota Denpasar, terutama Ibu Selly D. Mantra yang turut memberikan nutrisi untuk kami bisa bekerja sebaikbaiknya dalam menyuguhkan pagelaran ini. Bersyukur lagi di tahun kedua ini, antusias masyarakat pun lebih terlihat. Menariknya lagi pada “Pagelaran 100 Kebaya” kali ini juga diikuti oleh IFC Nasional dan beberapa IFC dari luar daerah,” papar Yenly yang diamini oleh Dewi Suarjani. Mereka juga memaparkan kita sudah berada lingkaran MEA saat ini.

Maka bergelimangnya produk impor takkan bisa dibendung. Bukan hanya impor barang, melainkan juga impor pemikiran dan impor kebudayaan. Maka kita semua harus punya spirit sebagai bangsa untuk mampu memproduksi barang, ide, dan menjaga kekayaan budaya kita. Salah satunya adalah meningkatkan kecintaan kita pada busana nasional yang memiliki nilai keindahan tersendiri yakni kebaya. Selanjutnya, ketika bicara dan berpikir segala sesuatu tentang kebaya, mungkin selama ini sudah banyak yang tahu, mulai dari fungsinya untuk ke mana, kapan, di mana hingga tren dalam berbagai gaya kebaya. Namun masih banyak sisi lain yang bisa digali dari sepotong kebaya. Untuk ini, ikuti talk show “ Cantik Berkebaya” bersama sang maestro kebaya, Ferry Sunarto. Acara ini diselenggarakan pada Sabtu (30/4) di Gedung Citta Kelangen, ISI Denpasar. Setelah itu, masih di tempat yang sama dapat disaksikan “Pagelaran 100 Kebaya” pukul 19.00. “Mari kita mencintai busana nasional negeri kita, sebelum kita mencintai busana negeri lainnya,” ujar Yenli dan Dewi serentak. - Sri Ardhini

JAKARTA FASHION AND FOOD FESTIVAL

Kuliner Murah untuk Warga Jakarta Berbicara soal kuliner maka ada yang menarik yang diungkap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama saat berpidato. Ia mengutarakan keinginannya membangunan kawasan kuliner murah, lebih murah dari yang dijual para pedagang kaki lima. Entah seperti apa bentuknya nanti, namun yang pasti keinginan Ahok menjadikan Jakarta sebagai kota wisata kuliner tak mustahil terwujud. Jakarta yang merupakan kota pusat perdagangan, tempat berkumpulnya beragam etnis dari seluruh nusantara, juga pusat dari berkumpulnya orang asing. Maka tak heran kalau beragam makanan nusantara maupun makanan asing ada di Jakarta. Jika benar nanti akan hadir sebuah kawasan kuliner nusantara dengan harga di bawah PKL, tentu ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi Jakarta. “Tahun ini rencananya kita akan buat kawasan kuliner yang harganya lebih murah dari kaki lima. Itu pasti bisa, karena semuanya akan didukung oleh Pemprov DKI Jakarta,” ujar Ahok, begitu sapaan akrab Gubernur Jakarta. Meski harganya lebih murah,

kata Ahok, namun makanan dan minuman yang disajikan akan tetap mengutamakan aspek higienis dan halal. Untuk itu maka Pemda akan menggandeng BPOM ( Badan Pengawas Obat dan Makanan). “Jadi nantinya semua penjual makanan harus memiliki serifikat dari BPOM,” kata Ahok. Saat ini Pemda Jakarta sudah

memiliki kawasan kuliner yakni ‘Lenggang Jakarta’ yang letaknya di sekitar Monas. Kawasan kuliner yang diresmikan pada 2015 lalu itu, tercipta terkait dengan penertiban PKL. Semua pedagang makanan dan minuman di sana telah mendapat sertifikasi dari BPOM. Nah yang direncanakan Ahok kali ini berbeda dan cukup menarik,

KAMPOENG TEMPO DOELOE JJJF

lantaran ‘dibumbui’ harga makanan dan minuman yang lebih murah dari PKL. Tapi kata Ahok lagi, soal kuliner murah itu hanya khusus untuk warga Jakarta. Artinya penikmat harga murah itu hanya untuk mereka yang ber-KTP DKI Jakarta. “Kita masih mencari lokasi yang bagus dan strategis untuk membangun kawasan itu,” ujarnya.—Diana Runtu

Yenli Wijaya & Dewi Suarjani

S

ebagai asosiasi yang berkarya pada bidang industri mode di Indonesia, IFC Denpasar memiliki visi dan misi untuk turut berperan serta dalam memperkenalkan dan meningkatkan eksistensi busana nasional Indonesia. Dalam hal ini yang diusung adalah kebaya. Untuk itu pula, sarana dalam memperkenalkan tren kebaya kepada masyarakat sangat diperlukan. Begitu disampaikan oleh dua orang pengurus IFC Denpasar, Yenli Wijaya dan Dewi Suarjani. Mereka menjelaskan, berbekal semangat dalam menggarap ajang tahunan ini, IFC Denpasar menggandeng ISI Denpasar, sebagai lembaga pendidikan yang bergerak di bidang seni dan budaya, sebagai mitra yang sangat tepat dalam mewujudkan persembahan pesona nusantara “Pagelaran 100 Kebaya.” Hal ini sejalan pula dengan visi ISI Denpasar yakni menjadi pusat unggulan (centre of excellence) seni budaya berbasis kearifan lokal berwawasan universal. Yenli menambahkan ISI Denpasar juga menjadi pelopor institusi pendidikan resmi di Bali dalam pendirian D-4

Yenli dan Dewi usai sosialisasi acara Pagelaran 100 Kebaya

Program Studi Desain Fashion sejak 2012. Kerjasama antara IFC Denpasar dan ISI Denpasar dalam “Pagelaran 100 Kebaya” akan menjadi sarana edukasi yang baik bagi masyarakat untuk lebih mengenal tren serta perkembangan kebaya. Acara ini juga bisa menjadi wadah bagi lembaga pemerintahan di bidang industri dan ekonomi kreatif. Pemerintah dan praktisi seni khususnya fashion dalam meningkatkan industri

Pagelaran ini disebut 100 kebaya yang artinya “seratus adalah sebuah kekuatan yang besar”, bukan sebagai penunjuk jumlah. TALK SHOW DAN FASHION SHOW Ditanya soal kesibukan terkait acara besar di bulan April ini, kedua ibu ini menyatakan bahwa bagi mereka bekerja adalah ibadah, Hal ini pula, kata Yenli yang menjadikan dirinya yakin

Sebagain pengurus IFC usai meeting acara Pagelaran 100 Kebaya

n Pagelaran 100

IFC siap sukseska

Kebaya

IFC dan tim ISI koordinasi untuk Pagelaran 100 Kebaya


4

Edisi 897/ 18 - 24 April 2016

Dan Roberts ‘Si Hidung Merah’

Inspirasi

Uang bukan Segalanya

Indonesia rupanya membawa kesan yang mendalam dalam batin Dan Roberts, seorang warga Chicago, Amerika. Bisa jadi itu karena dia dan keluarganya tinggal cukup lama di Jakarta dan mendapat banyak pengalaman positif selama itu. Tak heran rasa ingin kembali ke Indonesia kerap muncul ketika ia telah kembali ke negaranya.

K

esempatan itu pun datang saat ia dan rombongan sirkusnya ‘Clowns Without Border-USA’akan melawat ke sejumlah negara untuk pertunjukan sirkus sosial bagi anak-anak kurang mampu. Adalah Jakarta menjadi tempat pertama yang disinggahi Dan bersama rombongannya dalam rangka tour sirkusnya. “Itu terjadi tahun 2008, saya berkunjung ke tempat-tempat dimana anak-anak keluarga tidak mampu tinggal untuk menggelar pertunjukkan sirkus,” ungkap Dan Robert mengenang pengalamannya delapan tahun lalu. Salah satu tempat yang dikunjunginya adalah pemukiman kampung nelayan Cilincing, Jakarta Utara. Hatinya langsung tertambat. “Ketika saya menginjak Cilincing, itu adalah hari pertama saya kembali ke Indonesia,” ujarnya. “Saya sebenarnya pernah bersekolah di Indonesia (Jakarta) SMP dan SMA di Jakarta International School (JIS). Setelah lulus SMA, saya kembali ke negara saya dan kuliah di Chicago. Tapi waktu di sana dalam hati saya selalu ada keinginan untuk kembali ke Indonesia untuk berbuat sesuatu, seperti Indonesia juga pernah membantu saya,” ungkap Dan dengan bahasa Indonesia yang cukup fasih. Dalam perjalanan tur sirkus sosial itu, ia pun menyempatkan mengunjungi kawasan Kampung Nelayan Cilincing Jakarta Utara. Di sana dia menyaksikan pemandangan yang cukup memprihatinkan, di mana anak-anak tinggal di lingkungan kurang baik, juga terpaksa bekerja untuk membantu orangtua. Banyak anak putus sekolah karena orangtua tak memiliki biaya pendidikan. Hal itu juga diakui oleh Ruani, warga Kampung Nelayan, yang ketiga anaknya putus sekolah saat masih SD. “Anak-anak saya semuanya tidak ada yang lulus SD. Yang paling tua hanya sampai kelas lima SD. Tidak ada biaya untuk sekolah. Mereka bantubantu bapaknya kerja,” ungkap Ruani yang bersuamikan seorang nelayan. Namun kehadiran Dan seperti mengubah kehidupan anakanak ini. Dan datang dengan menawarkan anak-anak berlatih permainan sirkus dasar. “Saya melihat anak-anak ini walaupun tinggal di lingkungan kurang baik namun mereka memiliki hati yang ‘besar’. Mereka tetap

semangat untuk belajar dan berkembang, hanya saja kurang ada kesempatan untuk itu. Jadi saya pikir lewat ‘Hidung Merah’ anak-anak bisa belajar sirkus,” tuturnya. Sebenarnya mengajarkan sirkus itu bukan maksud menjadikan mereka menjadi pemain sirkus, namun itu hanya merupakan alat untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka, semangat mereka untuk belajar juga keceriaan mereka sebagai anak-anak. “Mereka kan biasanya harus bekerja membantu orangtua. Namun kalau mereka di ‘Hidung Merah’ bisa benar-benar 100 persen menjadi anak. Dalam artian bisa belajar, bermain, dll,” papar ayah dua anak ini. Diakuinya di awal-awal ketika dia masuk menawarkan program tersebutkepada anak-anak Kampung Nelayan Cilincing, hal itu tidak mudah. “Mungkin ketika itu mereka (orangtua) berpikir, ‘Ngapain itu bule masuk ke sini. Program apa itu?’ Ya memang tidak mudah meyakinkan para orangtua anak-anak ini. Tapi seiring jalannya waktu dan upaya yang kita buat, akhirnya lama kelamaan para orangtua bisa mempercayainya. Dan mereka pun senang dan percaya menitipkan anak-anaknya di Hidung Merah,” kata Dan yang juga Direktur Eksekutif Hidung Merah. Sebenarnya ungkap Dan lagi, saat dia kembali lagi ke Indonesia, orangtuanya pun kurang setuju. Mereka berharap dirinya untuk bekerja di negeri sendiri. “Ya, waktu itu orangtua saya memang belum paham tentang apa yang akan saya kerjakan, juga mereka belum tahu Cilincing itu seperti apa. Mungkin dia pikir saya datang ke Indonesia hanya untuk main-main. Tapi kemudian saya jelaskan apa yang akan saya kerjakan, lama-kelamaan mereka

Dan Roberts

pun ikut mendukung upaya saya ini,” kata Dan sambil menambahkan orangtuanya pada akhirnya berkunjung ke Jakarta dan meninjau hasil kerja putranya di Yayasan Hidung Merah Cilincing. “Sekarang mereka sudah sangat mendukung saya,” katanya semringah. Dan memiliki pribadi yang ramah juga kocak. Ia sangat suka bercanda. Mungkin itu sebabnya pada awalnya di kuliah akting teater di Roosevelt University Chicago College of Performing Artsmerasa tak betah. Lalu dia pun pindah jurusan ke akting lawak. Selama delapan tahun lebih Dan bersama Yayasan Hidung Merah membantu anak-anak kurang mampu di kawasan Kampung Nelayan Cilincing. Sudah banyak yang dilakukannya. “Bermain sirkus bukan yang utama, itu hanya side efek atau efek sampingan saja. Itu hanya skill agar mereka percaya diri. Tapi yang utama tujuan kita adalah pendidikan,” ujarnya. Walau demikian, Dan yang jugaanggota juga Presiden Asian Social Circus Association, ternyata menemukan anak-anak kampung nelayan yang memiliki bakat dalam bersirkus. Mereka inilah yang kemudian mendapat kesempatan keliling dunia untuk show sirkus, beberapa di antaranya malah mendapat mendidikan sirkus di Amerika. “Cukup banyak anakanak yang berbakat yang telah mengunjungi beberapa negara

Red Nose in Concert

untuk bermain sirkus. Ada juga yang ikut pendidikan di Amerika –short course--- selama tiga minggu. Mereka saya titipkan ke teman saya yang juga memiliki pendidikan sirkus untuk anakanak,” ucapnya. BEASISWA UNTUK ANAK TAK MAMPU Selain pendidikan sirkus, Yayasan Hidung Merah juga fokus pada bidang pendidikan, baik itu pendidikan formal maupun nonformal. Anak-anak mendapat mendidikan seni dan ketrampilan, juga bahasa Inggris. Sedang pendidikan formal, sebagian anak-anak ini mendapat beasiswa pendidikan. “Jika anak-anak ingin melanjutkan sekolah dan orangtuanya mengizinkan maka kami mencarikan dana untuk beasiswa sekolah. Di luar itu, anak-anak juga belajar berbagai hal di Yayasan Hidung Merah, mulai dari pendidikan seni hingga bahasa Inggris,” ungkap Dan seraya bersyukur bahwa selama delapan tahun kiprahnya di Kampung Nelayan Cilincing, banyak anak-anak ‘Red Nose’ (Hidung Merah) yang telah berhasil lulus sekolah. Ya, Red Nose telah banyak membantu anak-anak Kampung Nelayan yang terancam putus sekolah atau bahkan telah putus sekolah untuk mencapai pendidikan lebih baik. Bagi Dan hasil yang dicapainya itu adalah sungguh suatu yang membanggakan sekaligus membahagiakannya. Sudah pasti untuk menjalankan semua program itu, Red Nose membutuhkan dana yang tidak sedikit, lalu dari mana semua biaya itu didapat? Menurut Dan, dirinya sangat bersyukur karena ada banyak dermawan yang turun tangan membantu anak-anak tak mampu lewat Yayasan Hidung Merah. “Semua dana untukmenjalankan program didapat dari para sponsor, baik itu sponsor pribadi maupun perusahaan. “Sekitar 30 persen dana dari perorangan, sedang sisanya adalah dari sponsor perusahaan. Sejak 2008 kita sudah berhasil memberi

beasiswa kepada sekitar 1500 anak,” ucapnya. Untuk membangun dan mengembangkan Yayasan Hidung Merah bukan hal mudah, tapi –tentu--- tidak ada kerja keras tanpa hasil. Itu juga terjadi pada Dan dan para stafnya yang berkat ketekunan mereka berhasil mengembangkan Red Nose. Kini mereka telah memiliki bangunan sendiri di lahan seluas 400 M2 sebagai Pusat Kegiatan Komunitas Hidung Merah di Kampung Nelayan Cilincing, Jakut. Tidak itu saja, Red Nose juga mengembangkan sayap ke daerah miskin lainnya, yakni di perkampungan pemulung di Bintaro, Jakarta Selatan. Sama seperti di Cilincing, anak-anak pemulung di sana pun menjalani program yang sama yang sebelumnya diawali dengan berlatih sirkus dasar. Sirkus, ucapnya lagi, memang bukan tujuan tapi pendidikan lah yang menjadi tujuan utama. Pendidikan untuk masa depan mereka. “Tapi lewat sirkus bisa memupuk rasa percaya diri mereka. Ketika mereka belajar sirkus, kemudian pentas di ruang publik, penonton akan bertepuk tangan meriah. Begitu juga ketika mereka tampil di hadapan masyarakat di kampungnya. Masyarakat memberi tepuk tangan, itu reward untuk mereka. Anak-anak akan senang dan bangga. Kerja keras mereka langsung dihargai penonton. Perlahan percaya diri anak-anak ini akan menguat, mereka merasa ‘PD’ karena bisa melakukan sesuatu. Anak-anak menjadi percaya diri, senang dan senyum di mana-mana,” kata Dan bercerita tentang pengalamannya di Cilincing. Jadi, katanya, sirkus itu hanya awalnya untuk menunju sasaran yakni peningkatan pendidikan. “Dulu anak-anak sudah ok dalam sirkus, tapi tidak bisa baca-tulis. Jadi kita ajarkan baca-tulis. Lalu anak-anak sudah mulai sekolah, tapi gurunya bilang ‘Kamu nongkrong sama bule tapi nggak bisa bahasa Inggris’. Lalu, ok lah kita bikin kelas bahasa Inggris. Kini semuanya itu sudah berjalan baik,” tandasnya. Kepedulian Dan Roberts terhadap anak-anak kurang mampu sungguh patut diacung jempol. Meski di negaranya dia bisa mendapat pekerjaan yang bagus dengan gaji yang tinggi pula, tapi dia justru memilih berkiprah di daerah kumuh di Jakarta. “Ya memang, mungkin saya bisa saja bekerja di negara sendiri dengan gaji yang besar. Tapi bagi saya money is not everything. Uang bukan segalanya. Buat saya, lebih senang membantu temanteman. Saya sekarang punya dua anak, saya ingin bahwa apa yang saya lakukan bisa menjadi contoh untuk anak-anak saya bahwa sudah seharusnya kita melakukan sesuatu bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga buat orang lain. Itu penting,” tandasnya. -Diana Runtu

Mandalika

Edisi 897/ 18 - 24 April 2016

Siswa SMPN 1 Bolo Tembus Prestasi Nasional

Setiap Jumat pagi, siswa-siswa SMPN 1 Bolo, berkumpul di halaman tengah sekolah tersebut untuk melantunkan ayat-ayat suci Al Quran yang tertuang dalam surat Yasin. Suasana khusyuk para siswa mengaji ini memulai langkah hari Jumat di jam pertama di sekolah yang terletak di Kecamatan Bolo Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat tersebut.

K

egiatan keagamaan ini sengaja digelar untuk menyentuh hati dan menciptakan suasana religius setidaknya di lingkungan sekolah ini. Hal ini juga menjadi salah satu upaya sekolah yang berdiri tahun 1958 ini untuk meningkatkan kesadaran dan keimanan bagi seluruh keluarga besar sekolah. Uniknya, secara bergiliran, para siswa yang mewakili masing-masing kelas, turut berperan memberikan ceramah. Kegiatan ini tentu saja merupa-

kan hal yang positif bagi para siswa dalam membangun mental dan spritualnya demi mencegah hal-hal negatif seperti kenakalan remaja. SMPN 1 Bolo merupakan salah satu sekolah yang sangat serius dalam memperhatikan perkembangan siswa termasuk peningkatan prestasi-prestasinya. Meski sekolah ini berada di wilayah kecamatan, namun prestasinya melaju dengan pesat. Dalam tiga tahun terakhir saja tercatat cukup banyak

Siswa dan guru SMPN 1 Bolo, sekolah dengan banyak prestasi.

Suaedin, M.Pd., saat menerima penghargaan Indeks Integritas UN yang diserahkan Wakil Bupati Bima

prestasi yang diraih sekolah ini, baik oleh guru maupun siswanya. Tahun 2014, Sekolah Standar Nasional (SSN) ini berhasil keluar sebagai juara 1 dan 2 dalam Lomba Cerdas Cermat Matematika se-Pulau Sumbawa yang diselenggarakan oleh STKIP Taman Siswa Bima. Atas prestasi ini siswa SMPN 1 Bolo pun terjun mewakili Kabupaten Bima dalam Lomba Cerdas Cermat Matematika yang diselenggarakan oleh IKIP Makassar di Makassar. “Alhamdulillah tiap tahun siswa-siswa kami selalu mendapat juara dalam ajang OSN Matematika, Fisika, IPS dan Biologi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dan tiap tahun sejak 2014, 2015 dan 2016 pasti ada siswa kami yang mewakili Kabupaten Bima ke tingkat Provinsi NTB,” ungkap Suaedin, M.Pd., Kepala Sekolah SMPN 1 Bolo. Dua tahun berturut-turut sekolah yang berada di Desa Rato

ini juga berhasil meloloskan para siswanya sampai tingkat nasional yaitu, bidang fisika ke Banjarmasin tahun 2013 dan bidang matematika di Padang Sumatera Barat tahun 2014. Meskipun belum sempat membawa pulang juara, namun kehadiran para siswa ini telah membanggakan sekolah dan daerah. Dan justru inilah yang menjadi pemicu semangat sekolah

21

ini untuk terus memacu prestasi siswanya. Dan dalam tiga tahun terakhir pula, sekolah dengan jumlah siswa 830 orang ini mewakili Kabupaten Bima dalam Lomba Story Telling ke tingkat Provinsi NTB. Yang terbaru pada tahun 2016 ini, para siswa sekolah ini memborong piala sebagai juara 1 dalam Lomba Siswa Berprestasi, Cerdas Cermat dan Pidato Bahasa Inggris seKabupaten Bima. Siswa sekolah ini pernah mewakili NTB dan menjadi juara dalam ajang Liga Pelajar Indonesiadi Bogor Jawa Barat pada tahun 2014. Tidak hanya dalam lomba keilmuan, siswa sekolah ini juga berhasil meraih prestasi bidang olahraga. SMPN 1 Bolo berhasil keluar sebagai juara I mata lomba bulutangkis putra dan lempar lembing putri serta juara 3 mata lomba tolak peluru putri pada O2SN Provinsi NTB 2015. –Naniek I. Taufan

Belajar di teras sekolah untuk dapat mengakses wifi yang disediakan sekolah untuk mencari berbagai sumber pelajaran di dunia maya

Siswanya Berprestasi, Guru pun Tak Mau Kalah Sekolah ini patut berbangga karena bukan hanya siswanya yang berprestasi melainkan juga gurunya. Tahun 2014, Prima Damayanti berhasil keluar sebagai juara ke-3 Guru Teladan tingkat Kabupaten Bima. Dan pada tahun 2014 juga guru SMPN 1 Bolo ini juga menjadi instruktur tingkat nasional untuk pengembangan kurikulum 2013. Tiga guru masing-masing bidang studi yang menjadi instruktur nasional adalah, Prima Damayanti, S.Pd., bidang Bahasa Inggris, Muhammad Yusuf, S.Pd., bidang studi IPA dan Mustafa S.Pd., serta Suaedin, M.Pd., yang juga kepala sekolah ini menjadi instruktur nasional bidang Bahasa Indonesia. “Dua minggu lalu SMPN 1 Bolo mendapatkan piagam penghargaan indeks integritas UN (IIUN) dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud RI), Anis Baswedan atas keberhasilannya menduduki peringkat 1

Siswa-siswa bersama guru dan Kepala Sekolah SMPN 1 Bolo, Suadin, S.Pd., (tengah baju biru) di depan piala-piala prestasi yabg berhasil diraih

nilai IIUN se-Kabupaten Bima,” ungkap Suaedin. Menurut Suaedin prestasi demi prestasi yang diraih sekolahnya ini lebih karena semua pihak di sekolah, siswa, guru juga orangtua siswa serta lingkungan sekolah ini saling mendukung.

“Orangtua siswa malah sangat antusias mendukung bagaimana anak-anak mereka bisa masuk dalam pembinaan yang dilakukan sekolah ini. Sementara ini, karena berbagai kendala dan keterbatasan sekolah mengharuskan sekolah membatasi jumlah siswa

yang mengikuti pembinaan untuk lomba-lomba ini,” ujarnya. Para siswa diberikan pembelajaran bebas untuk selalu dapat mengakses dan mencari informasi melalui IT. Selain itu sekolah ini mengembangkan ekstrakurikuler dari mata-mata pelajaran yang dipilih. “Untuk ekstrakuler mata pelajaran ini, dua kali dalam seminggu, ada tidaknya lomba, siswa selalu dibimbing dan dibina oleh guru-guru yang memiliki kompetensi yang mumpuni,” katanya. Dengan cara ini, ketika tiba waktu lomba-lomba, para siswa telah siap jauh-jauh hari untuk berlomba. Hal inilah yang membuat siswa-siswa sekolah ini kerap membanggakan sekolah maupun daerahnya dengan sukses menyabet gelar-gelar juara dalm berbagai bidang. Metode yang diterapkan dalam pembinaan dan pembimbingan siswa ini lebih kepada menjadikan suasana be-

lajar yang menyenangkan tanpa tekanan. “Siswa belajar bersama guru dalam keadaan yang enjoy/ menyenangkan dan tanpa tekanan. Dalam membina dan membimbing siswa, guru juga menjadi kawan bagi siswa sehingga siswa tidak pernah takut bertanya atau mendiskusikan secara terbuka hal-hal yang tidak dipahaminya,” ungkap Suaedin. Cara ini menjadi sangat efektif dan bermanfaat bagi peningkatan prestasi siswa di SMPN 1 Bolo yang memiliki 74 orang guru dan pegawai ini. Pada bulan Mei 2016 mendatang SMPN 1 Bolo akan mewakili Kabupaten Bima dalam FL2SN lomba story telling dan lomba duta sanitasi yang diselenggarakan Dinas PU NTB. Begitu juga dengan Lomba Cerdas Cermat budaya, SMPN 1 Bolo akan mengikuti LCC tingkat Provinsi NTB pada bulan Juni mendatang. -Naniek I. Taufan


20

Nine

Edisi 897/ 18 - 24 April 2016

Peningkatan IPM NTB Tercepat di Indonesia

Indek Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi NTB meningkat dari posisi 32 menjadi posisi 30 dari 34 Provinsi yang ada di Indonesia. Meski IPM NTB berada di posisi 4 terbawah, namun kemajuan pembangunan bidang kesehatan meningkat begitu juga dengan peningkatan gizi masyarakatnya. Hal inilah yang membawa peningkatan IPM NTB termasuk yang tercepat di seluruh Provinsi di Indonesia dalam beberapa tahun ini. Kematian ibu dan anak yang dulunya terbilang tinggi di provinsi ini, kini telah menurun.

selaku Ketua Panitia NFFI Expo. Pameran ini menggelar beberapa stan, di antaranya stan masalah gizi, stan antropometri, stan penyelesaian masalah gizi, stan menu seimbang dalam daur kehidupan, stan konseling gizi, stan ASI eksklusif dan aksi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), stan ketahanan pangan, kuliner dan teknologi pangan.

“U

ntuk mencegah kematian ibu, intervensi dengan program 1000 Hari Pertama Kehidupan dianggap sudah terlambat. Berdasarkan pendapat pakar mikronutrient, mencegah kematian ibu dan kurang gizi pada anak harus dimulai dari masa remaja. Karena untuk menghasilkan generasi yang sehat harus dilahirkan dari ibu dan ayah yang sehat juga,” ungkap Hj. Erica Zainul Majdi,

dalam kegiatan Pameran Pangan dan Gizi, yang berlangsung di Mataram beberapa waktu lalu. Pameran ini dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya panganan yang bergizi demi menghasilkan generasi yang sehat. “Melalui acara ini, kami ingin menjadikan pangan dan gizi sebagai investasi untuk membangun masa depan yang sehat dan berprestasi,” ungkap Novia Zuriatun Solehah

KURANG GIZI BISA DILIHAT DARI PERILAKU ANAK Anak kurang gizi khususnya yang memasuki usia sekolah tidak hanya dapat dilihat dengan kasat mata namun perilaku tidak disiplin, suka mengganggu teman, dan tidak suka dengan pelajaran tertentu boleh jadi bagian dari tanda-tanda anak yang kurang gizi. “Jadi, anak kurang gizi tidak melulu dilihat dari anak yang sakit-sakitan, tetapi dapat dilihat dari perilaku sehari-hari,” kata Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Provinsi NTB ini. Menyediakan makanan sehat bagi anak dengan tidak membiarkan anak jajan sembarangan, merupakan peran penting orang-

Dekranas Award Pembina Teladan 2016 Untuk memotivasi para pembina dalam organisasi Dekranasda Provinsi bersama Dekranasda Kabupaten dan Kota, Dekranas Pusat menyelenggarakan Dekranas Award Pembina Teladan 2016 untuk menciptakan koordinasi dan sinergi dalam melakukan pembinaan kepada para pelaku produk kerajinan di daerah, sehingga menghasilkan produk unggulan daerah yang berdaya saing. Dekranas Award Pembina Teladan pada tahun 2016 ini merupakan rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun Dekranas yang ke-36. Sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Daerah Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi mempresentasikan paparan kerja keras Dekranasda NTB dan prestasinya di hadapan dewan juri di Kantor Dekranas, Jakarta selatan beberapa waktu lalu. Kerajinan NTB merupakan komuditi yang membawa kontribusi besar dalam peningkatan ekonomi NTB pada tahun 2015 yang merupakan angka pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional. Kami berharap kerajinan NTB dapat menjadi Duta Indonesia bagi dunia dan membantu masyarakat Nusa Tenggara Barat dalam meningkatkan kesejahteraan,” ujar Erica saat presentasi. Beberapa prestasi yang diraih

dekranasda NTB maupun pengrajin NTB seperti kerajinan ketaq NTB yang sudah diakui kualitasnya secara internasional pada kegiatan WCC (World Craft Council) tahun 2014 yang meraih The Best excellence for Handicraft untuk karya Mawar Artshop, dipresentasikan dengan baik oleh Erica. Dewan juri sempat mengapresiasi Dekranasda NTB yang berhasil menjadikan Tenun NTB pada tahun 2015 menjadi tenun Indonesia pertama kali yang ditampilkan pada peragaan pertama busana muslim di New York Fashion Week bekerjasama dengan disainer kondang Indonesia seperti Dian Pelangi, Siren Sungkar dan Barlia Asmara. “Ini merupakan

capaian yang luar biasa,” ungkap Kemal Gani salah satu dewan juri yang juga chief editor majalah SWA dan Ketua Dewan Juri Primaniarta Kementrian Perdagangan RI . Selain Kemal Gani, dewan juri award ini juga terdiri dari profesional di bidangnya seperti Robby Kusumaharta (Dewan Penasihat Kadin yogyakarta dan Pengusaha garmen), Herman kartawijaya (staf husus kementrian koperasi RI, komisaris dan founder Mark Plus Inc yang merupakan Perusahaan konsultan pemasaran terkemuka) Hendrawarsito (Ceo Mark Plus. Inc), Prieyo Pratomo (konsultan pengembangan produk kerajinan, Anggota World Craft Council Asia Pacific Region). -Naniek I. Taufan

tua khususnya kaum ibu. Ibu yang cerdas akan menyiapkan makanan yang memiliki nilai gizi tinggi tidak harus mahal melainkan bisa berasal dari bahan makanan yang harganya murah, seperti bayam, singkong dan ubi ungu. Banyak bahan makanan di lingkungan sekitar yang punya nilai ekonomis dan nilai gizi tinggi untuk diberikan pada anak-anak. Kepedulian dan kretivitas para ibu dalam mengolah makanan murah dan mudah didapat yang mengandung nilai gizi tinggi ini sangat diperlukan. Selain perbaikan gizi, perang terhadap pornografi dan narkoba, serta predator anak, kasus gizi buruk masih ada di Provinsi NTB menjadi perhatian serius pemerintah daerah ini termasuk organisasi-organisasi perempuan di NTB, seperti PKK. Karena itulah PKK NTB memiliki 10 program yang mendukung program-program pemerintah daerah tersebut, khususnya dalam hal perbaikan gizi, perlindungan terhadap bahaya narkoba serta gizi buruk. Hal inilah yang disampaikan Erica ketika membuka dan menjadi keynote speech dalam acara Nutrition For Future Investment (NFFI) Expo yang mengangkat tema Better Nutrition For Better Nation yang dihadiri oleh Direktur Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mataram H. Awan

Darmawan, S. Pd, M. Kes dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB drg. Eka Junaidi. Salah satu cara untuk meningkatkan gizi masyarakat adalah dengan kesadaran. Oleh karena itu, PKK NTB mengajak mahasiswa Poltekkes Mataram untuk membuat buku tentang kreasi makanan bergizi dengan bahanbahan yang harganya murah dan mudah diperoleh, yang nantinya buku tersebut disebarluaskan kepada masyarakat NTB. Dianggap penting untuk menempel poster di sekolah-sekolah yang berisi manfaat makanan sehat dan brosur tentang dampak negatif dari jajan sembarangan. “Jika saja informasi praktis seperti itu tersampaikan dengan baik kepada anak-anak, maka anak-anak menjadi anak-anak yang sadar gizi,” ujarnya. Menurutnya, investasi yang paling signifikan manfaatnya adalah investasi Sumber Daya Manusia (SDM). Jika manusianya sakitsakitan, maka akan menjadi beban bagi Negara. “Investasi tidak melulu tentang pembangunan infrastruktur tetapi investasi SDM lebih penting. SDM yang tidak sehat akan menjadi beban bagi negara. Padahal SDM yang sehat dapat berkontribusi pada pembangunan NTB,” ujar Erica sembari berharap ke depan generasi muda NTB menjadi generasi yang sadar gizi dan sehat lahir batinnya. –Naniek I. Taufan

“Melalui acara ini, kami ingin menjadikan ­pangan dan gizi sebagai investasi untuk membangun masa depan yang sehat dan berprestasi”

Edisi 897/ 18 - 24 April 2016

5

“PERSEMBAHAN SPEKTAKULER BRAHMAKUNTA” HIPNO YOGA (SPIRITUAL REVOLUTION - SPIRITUAL SOLUTION)

adalah olahraga ruh sistem pikiran senang, perasaan m a n i a m a ka tenang dan tubuh nyaman atau lebih Anda akan me- dikenal dengan istilah estetika bernemukan kera- spiritual. Estetika berspiritualah yang maian, teriakan, memunculkan taksu bagi kehidupan gerakan indah dan profesi seseorang, dimana kespara pemainnya enangan, ketenangan dan kenyamanan hanya dengan akan memicu munculnya inspirasi dan s a t u t u j u a n , kreativitas diri. Anda yang selama ini m e m a s u k a n bingung, ragu ataupun memiliki kelubola ke dalam han kegagalan mengelola pikiran dan gawang. Andai- perasaan (psikosomatis) dan masalah kan Anda ada- lainnya akan diubah maknanya di lah religius ma- wilayah ini, sehingga Anda dapat menia, maka Anda narik dan menemukan pemecahannya akan menemu- secara tuntas. Alfa dan theta adalah kan kedamaian, sebuah wilayah tempat ditemukannya tangis keharuan, berbagai cara pemecahan masalah, dengan tujuan karena wilayah ini tidak tersentuh penglihatan- oleh egoisme, kekasaran, keakuan dan p e n g l i h a t a n kegelapan. Itulah alasan mengapa spiribatin. Jika Anda tual yang baik membuat mereka yang spiritual ma- memasukinya memiliki kebesaran hati, nia maka Anda penuh syukur, berlimpah kebiasaanakan menemu- kebiasaan baik dan menjadikan dikan perenun- rinya mampu menunjukkan aktualisasi gan, pemurnian kualitas diri. Tentu saja pencapaian ini diri, menunggu dalam sejarahnya belum mampu Guru Mangku Hipno untuk sebuah dijangkau oleh pengetahuan lainnya. idak melatih otot dan ba- kesempatan mengetahui siapa diri ini Spiritual mampu membuat penekundan Anda, namun melalui sesungguhnya, untuk apa dan untuk nya memiliki dan mendapatkan makna olah napas Anda diarah- siapa kehidupan ini? sehingga mela- berbeda dari kebanyakan orang ketika kan melatih konsentrasi hirkan kesadaran dan kesabaran diri. mengalami suatu peristiwa. Spiritual dan otak Anda. Konsentrasi mampu mengaktifkan sel–sel kreatif otak dengan metode virtual atau lebih dikenal dengan metode Spiritual Visualisasi. Para ilmuwan percaya bahwa ketika seseorang mampu berkonsentrasi maka otak mengirimkan energi positif kepada tiga penyangga kehidupan yang sehat, sukses, keberlimpahan dan bahagia yaitu pikiran, perasaan dan tubuh. Dengan melatih hipnoyoga maka menjadi lebih mudah bagi seseorang penyembuhkan penyakitnya, memecahkan segala masalahnya, mengembalikan kekuatan pikirannya, mengakhiri ketakutan dan kekhwatirannya, menenangkan perasaannya, menemukan kemPembentukan Karakter Sukses bali semangat hidupnya, membuang kebiasaan buruknya, mengendalikan Penekun spirtual adalah mereka yang akan membuat seseorang mampu meperasaannya dan menempatkan ses- bisa berkomunikasi dengan sesama di lihat jauh lebih dalam, bahkan mampu eorang ke jalur impian keberhasilannya seluruh dunia dengan bahasa spiritual melihat bukan hanya dari satu sisi, di masa depan. Demikian pemaparan yang sederhana, tanpa sekat bagaikan namun mampu melihat dari empat sisi singkat tentang beberapa manfaat runtuhnya tembok Berlin, tanpa harus berbeda, inilah yang membuat penekun latihan hipno yoga oleh Guru Mangku saling mengenal dan diam berdekatan. spiritual menjadi terkuatkan. Hipno seorang pemberi informasi, Memasuki wilayah spiritual membuat inspirasi dan motivasi yang biasanya Anda menjadi bagian terpenting menjaSEGERA MASUKI WILAYAH disebut Spiritual Revolution. di warga dunia. karena saat ini spiritual “SPIRITUAL REVOLUTION”. Setelah setiap hari kita memberi- sudah menjadi kebutuhan dunia. Yang Hypno yoga akan memudahkan kan tubuh ini makanan, maka fokus sangat penting diperhatikan ketika Anda untuk berjalan memasuki wilayah berikutnya ada kewajiban bagi siapa berspiritual yang baik adalah etika spiritual revolusi. Wilayah ini tak dapat saja yang ingin berhasil mendapatkan berspiritual yang merupakan bagian dimasuki hanya dengan melatih otot keseimbangan hidup, agar jangan terpenting dalam menjaga kebenaran dan tubuh, wilayah ini sering disebut melupakan bahwa rohani juga mem- dan kesucian diri. Spiritual ke depan zero point field, berisikan sumber butuhkan makanan. Makanan rohani akan memudahkan kita mendapat kebercukupan diri, wilayah ini dapat itu adalah laku spiritual. Laku spiritual pengetahuan, pengalaman, karier dan dengan mudah diakses oleh mereka adalah menggunakan rasa sebagai pe- segala sisi kehidupan mendapat vibrasi yang telah melatih konsentrasi yang nyeimbang pemakaian rasio. Ketika kebenaran, kesucian dan keindahannya. menghidupkan sel-sel kreatif otaknya. suatu peristiwa terjadi antara rasio dan KUNCI INDAHNYA SPIRITUAL KARENA Jika selama ini kesembuhan adalah rasa akan memiliki perbedaan penilaian SPIRITUAL BERMAIN DI WILAYAH langka dan susah bagi Anda sekeluarga, dan perbedaan cara menerima dan cara ALFA DAN THETA. Memasuki wilayah kesuksesan jauh dari jangkauan Anda, memecahkannya. “Berani berspiritual alfa dan theta merupakan pengalaman keberlimpahan harta dan kasih sayang adalah berani sukses. Andaikan Anda terindah yang mampu membuat selu- hanyalah sebatas impian, maka kami hadirkan cara terbaik dan termudah mencapai segalanya. Otak kanan Anda akan diaktivasi, karena kebiasaan memakai otak kiri yang berkarakter linier cukup menghambat dan memberatkan Anda. Anda dilatih menggunakan otak kanan, dan banyak rahasia–rahasia tersembunyi bagaimana cara hidup dalam damai dan mencapai kesejahteraan diri dan keluarga yang selama ini tersembunyi akan terbongkar ketika anda memasuki wilayah Quantum ini.

T

Sahabat dari Canada belajar meditasi transcedental di Brahmakunta Center

Kapan Sebaiknya Hypno Yoga Dilakukan ?, Setelah berkeliling Indonesia memberikan informasi, inspirasi dan motivasi, kini Guru Mangku Hipno hadir kembali di Bali. Kehadirannya kali ini sudah ditunggu oleh mereka yang rindu pencerahan dan motivasi Guru Mangku.

Team GMH. INSTITUTE “Kelahiran dan kehidupan adalah mulia, maka jangan biarkan derita memenuhi hari–harimu, itulah alasan Tuhan memberikan umat manusia Akal, agar setiap manusia mampu segera keluar dari segala masalah yang dihadapinya, agar mampu bertindak atas apa yang buruk yang sedang terjadi dalam hidupnya,” kata Guru Mangku Hipno yang memiliki nama lengkap GMH Ketut Gd Suatmayasa SH., CHt., MNNLP. Maka segeralah bergabung bersama kami, 1. Saat permasalahan mulai berlarut larut tanpa ada ujung pangkalnya. 2. Ketika permasalahan sudah tidak lagi dapat ditangani. 3. Ketika semua upaya mengalami jalan buntu. 4. Ketika akibat permasalah tersebut fungsi sosial Anda terganggu bahkan terhenti total. 5. Ketika sugesti diri dan usaha diri tidak mampu lagi menyelesaikan permasalahan. 6. Ketika para pengobat lain dan para profesional lain tak lagi mempunyai jurus ampuh menangani permasalahan yang anda hadapi. 7. Ketika Anda menyadari dan mendapat rujukan bahwa masalah Anda adalah masalah salah mengelola pikiran dan perasaan atau mental sehingga memerlukan seorang pakar ilmu pikiran bawah sadar dan metafisika untuk mengatasinya. Berspiritual akan membawa seseorang ke arah kemajuan pemikiran dan perasaanya. Spiritual menuntun seseorang menemukan solusi jitu atas segala masalahnya yang belum terjawab selama ini. Namun, yang perlu diwaspadai dalam memasuki wilayah spiritual adalah kebiasaan kebiasaan berilusi. Kebiasaan berilusi biasanya akan mengaburkan kemampuan ses-

eorang melakukan introspeksi diri jika suatu saat menemui kendala. Spiritual ilusi adalah lawan dari sifat spiritual solusi. Spiritual ilusi akan dengan mudah membuat pernyataan bahwa “sakit Anda karena orang lain, bahkan terkadang mengatakan “sakit Anda karena pesaing usaha Anda” atau hal-hal semacam itu. Hal ini tentu menyulitkan seseorang mawas diri atau introspeksi diri atas segala kesalahnya mengolah pikiran, mengolah perasaan dan mengolah tubuhnya yang berakibat buruk bagi dirinya sendiri lalu ditimpakan kepada orang lain yang belum tentu melakukan seperti yang dituduhkan. Jangan risau, kami hadir untuk memberikan Anda sekeluarga solusi jitu. SATU SOLUSI JITU MENYELESAIKAN SEGALA MASALAH PIKIRAN DAN PERASAAN DALAM KEHIDUPAN ANDA. HUBUNGI: SATU-SATUNYA PUSAT PEMBELAJARAN DAN PENYEMBUHAN HYPNOTHERAPI, PSIKOTHERAPI, SOMATHOTHERAPI. ENERGI PRANA, HIPNO YOGA DAN MEDITASI “BRAHMAKUNTA CENTER DAN GMH INSTITUTE” P H . 0 3 6 1 8 4 4 2 8 2 3 ATA U 085103112404. Fb : Guru Mangku Hipno, PIN BB 7FB63D85. Brahmakunta Center Buka : Senin s.d. Sabtu, mulai pukul 10.00 s.d. 17.00. Secara langsung ditangani oleh pakar metafisika, pakar supranatural, pakar hypnotherapi, pakar pikiran bawah sadar, pakar energi prana, pakar palmistri (ilmu meramal kehidupan) GMH KG SUATMAYASA SH., CHt., MNNLP (Guru Mangku Hipno). Izin praktek dari Dinkes : 448.3/28.PT.XII.14/DIKES.

Pembangkitan kecerdasan (IQ, EQ, SQ, CQ)

JADWAL KEGIATAN KAMI : 1. Minggu, 24 April 2016 Waktu : 08.00 - 10.00 Lokasi : Gedung Tiga Putra Dewata Sport Center Alamat : Jalan Cocoa nomor 1x, Banjar Kedewatan, Ubud, Gianyar CP : 081338646138, 0811386443 2. Minggu, 8 Mei 2016 Waktu : 15.00 - 17.00 Lokasi : GEDUNG PWI BALI Alamat : Jalan Gatot Subroto Tengah, Lumintang, Denpasar


6

Woman on Top

Edisi 897/ 18 - 24 april 2016

Rania Putrisari

Jangan Berhenti di Satu Titik Rania Putrisari tak pernah membayangkan bahwa suatu ketika ia akan tampil sebagai peme­ran Raden Ajeng Kartini, sosok wanita yang menjadi idolanya sejak dulu. Karena itu ia sungguh terkejut kalau akhirnya ditunjuk sebagai pemeran utama film ‘Surat Cinta Untuk Kartini’.

“A

ku kaget juga bangga kalau akhirnya ditunjuk memerankan tokoh Kartini. Nggak nyangka, tapi aku senang banget. Ini adalah tantangan bagi aku untuk memerankan tokoh yang merupakan pahlawan bagi semua wanita di Indonesia,” ungkap Rania di bilan-

gan Kuningan, Jakarta Selatan. Ini merupakan film perdana Rania. Sebelumnya dia tidak pernah menggeluti dunia seni peran. Ia hanya berkiprah di dunia modeling di sela-sela kesibukan kuliahnya di jurusan International Business Management Universitas Ciputra Surabaya. Dalam film ini, gadis kelahiran Surabaya 1994

beradu akting dengan Chicco Jerikho, yang berperan sebagai Sarwadi, seorang tukang pos keliling yang sering mengantar surat ke rumah Kartini. Rencananya, film yang disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis ini, dirilis 21 April 2016. Di mata Rania, Kartini adalah sosok yang mengagumkan. Seba-

gai perempuan yang hidup pada masa itu, di mana derajat wanita dianggap lebih rendah dari kaum laki-laki, tapi Kartini bisa tampil sebagai perempuan yang visioner dan independen. Ia bukan hanya cerdas tapi juga menginginkan semua perempuan pun mendapat pendidikan. Di era itu, pemikiran Kartini adalah sesuatu yang berbeda dan boleh dikatakan maju melampaui zamannya. “Hal yang paling menginspirasi aku dari sosok Kartini adalah pemikiran dan sikapnya yang sangat independen. Dia memiliki pemikiran yang berbeda (maju) di era itu. Dalam pandangan Kartini, perempuan harus mempunyai pendidikan yang tinggi dan memiliki derajat yang sama dengan laki-laki pada saat itu,” tutur finalis Gadis Sampul 2009 ini. Untuk memerankan tokoh Kartini, bukan hal yang mudah. Bukan hanya karena dia adalah pendatang baru di dunia akting, tapi juga film yang dibintanginya ini adalah tentang seorang tokoh pahlawan bagi semua orang, khususnya perempuan. Karenanya, ia bukan hanya harus menggali sedalam-dalamnya tentang tokoh tersebut tapi juga secara fisik yang harus bergerak-gerik mirip dengan Kartini. “Aku banyak membaca buku tentang Kartini dan pemikirannya, menonton filmnya yang diperankan oleh Mbak Yenny Rachman. Di sisi lain aku juga harus mempelajari bagaimana gerak-geriknya, itu antara lain aku pelajari dari film tentang Kartini. Kita juga membuka tentang file lama untuk mencari referensi bagaimana orang Jawa zaman dulu bersikap, bagaimana gesturnya, cara berbicaranya,

budayanya, dll,” papar Rania yang dalam proses pembelajaran itu juga didampingi oleh guru yang tahu tata krama Jawa. Misalnya, dulu itu para wanita memakai kebaya, bagaimana cara berjalannya, cara duduknya. Pelajaran yang intens dilakukannya cukup membuat Rania berubah. Setidaknya duduknya yang menjadi terbiasa tegak lurus. Kartini memiliki adik. Kepada merekalah ia bercerita tentang keinginannya membangun derajat perempuan melalui pendidikan. Ia adalah sosok yang cerdas dan memiliki pengetahuan yang luas serta terampil membatik, dll. Ilmunya itu tidak disimpan sendiri tapi dia membagikannya pada perempuan-perempuan pribumi yang ada di sekitarnya. “Ia ingin meningkatkan derajat perempuan pribumi di sekitarnya. Karena dia melihat bahwa wanita pribumi pada masa itu kurang dihargai oleh kaum lelaki. Perempuan hanya dianggap bertugas di dapur untuk memasak, atau melahirkan anak, hanya sebatas itu,” tuturnya. Apa yang dicita-citakan Raden Ajeng Kartini telah menunjukkan hasil, dimana wanita bisa berkiprah sama dengan laki-laki. Dalam hal pendidikan, wanita pun memiliki kesempatan yang sama. “Itu yang kita rasakan sekarang ini. Usaha Kartini pada masa itu berdampak pada masa sekarang, khususnya untuk kaum wanita. Sekarang kita kaum wanita bisa belajar apa saja sebanyak yang kita ingin, setinggi yang kita ingin. Kita tidak ingin berhenti hanya pada satu titik. Itulah yang membuat saya sangat terinspirasi dengan tokoh Kartini,” kata gadis cantik ini.—Diana Runtu

Perempuan Jangan Lupakan Kodrat Peranan wanita sangatlah besar dalam berbagai bidang. Baik dalam peran pendidikan, sosial, budaya, ekonomi, bahkan peranan wanita telah kita rasakan di ranah publik. Hal ini dikarenakan bahwa peran atau fungsi seorang perempuan telah disetarakan dengan laki-laki. Berbicara masalah kesetaraan gender maka akan ada dua hal yang dibahas yaitu laki-laki dan perempuan. Ini diungkapkan oleh Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Buleleng Ketut Simpen, S.Sos,SST.,M.M. Menurutnya, kesetaraan gender atau kemitrasejajaraan antara perempuan dan laki-laki sudah berjalan sejak dari dulu. Laki-laki baik perempuan memiliki kesetaraan yang sama dalam bidang pekerjaan, namun ada beberapa hal pekerjaan perempuan yang tidak bisa digantikan oleh laki-laki yaitu menstruasi, hamil, melahirkan, dan menyusui. Tetapi di luar itu semua mereka sudah biasa bekerja sama dalam berbagai hal. “Jika berbicara lebih luas, baik bidang jabatan atau pun pendidikan saya rasa kesetaraan belum berjalan seratus persen,” ungkap wanita

yang akrab disapa Simpen ini. Mantan Wakil Direktur SDM RSUD Kabupaten Buleleng ini mencontohkan dalam penembatan jabatan di Buleleng hanya ada tiga sampai empat pejabat perempuan dari 35 SKPD dan 45 dari anggota DPRD ditempati oleh delapan orang perempuan. “Artinya 30% komposisi pejabat perempuan belum bisa direalisasi,” tambahnya. Hal inilah menurut wanita kelahiran 19 Agustus tersebut perlu dicari benang merahnya. Apakah ketidakmampuan, ketidakberanian, ataukah kurang menguasai bidangnya yang membuat perempuan dalam menempati kursi pejabat masih sedikit. Di dalam keluarga, kesetaraan juga belum berjalan sepenuhnya. Hal ini terbukti bahwa perempuan tidak mendapat bagian waris di keluarga. “Kami sedang bekerja keras dengan lembaga APIK untuk memperjuangkan pembagian waris bagi perempuan,” lanjut wanita yang sering mengisi ceramah tentang agama tersebut. Sudah sewajarnya kaum lakilaki memperhitungkan kemampuan dan keberadaan perempuan

sehingga tidak ada lagi diskriminasi. Perempuan saat ini memang sudah memiliki fungsi dan kedudukan yang hampir sama dengan laki-laki namun seorang perempuan juga diingatkan untuk tidak meninggalkan kodratnya. Apalagi seorang perempuan yang sibuk meniti karier sehingga melupakan kewajiban sebagai seorang istri atau ibu. “Jika ada suami yang di rumah lalu istrinya bekerja, menurut saya tidak masalah asalkan dilandasi oleh kesadaran dan kesepakatan,” lanjutnya. Menurut Simpen di dalam kemitrasejajaran seorang perempuan harus mampu menempatkan diri sejauh mana ia dapat menyejajarkan diri dengan kaum lakilaki. “Jangan hanya menuntut kesetaraan sedangkan di pihak lain ada beberapa hal yang belum mampu dilakukan,” tambahnya. Meskipun sudah dianggap memiliki kesejajaran namun seorang perempuan harus mematuhi sebuah norma. “Walaupun punya hak untuk sejajar tapi kita punya norma, dan sejauh norma itu tidak berkaitan dengan diskriminasi ya harus dilaksanakan,” imbuhnya.

Edisi 897/ 18 - 24 april 2016

Pertamini “Saingi” SPBU

Konsumen Mudah Beli BBM Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mini atau sering disebut pertamini (pertamina mini) kini sudah hadir di sejumlah lokasi baik di Surabaya maupun di Sidoarjo.

K

ehadiran pertamini ini ternyata disambut gembira oleh warga masyarakat. Buktinya, banyak warga lebih suka membeli bahan bakar seperti bensin pada pertamini ketimbang ke SPBU atau kios bensin yang sudah terisi dalam botol. “Saya lebih senang membeli bensin di pertamini daripada membeli di kios bensin. Karena harganya lebih murah daripada di kios bensin dan bensinnya dijamin bersih dan ukuranya pas,” tegas Ny. Mala ditemui saat membeli bensin di pertamini. Warga Bohar itu mengatakan selama ini dia sering membeli di kios bensin tetapi ketika di dekat rumahnya sudah ada pertamini dia lebih suka membeli bensin di pertamini tersebut. Menurut dia warga di sekitar rumahnya juga lebih senang mem-

Projo Harapkan Keterbukaan Penggunaan APBD Mengacu pada UU Nomor 14 Tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik, ormas Projo (Pro Jokowi) Kabupaten Blitar meminta kepada seluruh jajaran Pemkab Blitar, agar lebih transparan dalam penggunaan APBD. Hal tersebut diharpakan agar program pemerintah bisa berjalan sesuai dengan rencana untuk kesejahteraan rakyat. Ketua DPC Projo Kabupaten Blitar, Haryono, S.H., M.H. mengatakan, Projo lahir dari relawan Jokowi saat Pilpres 2014 lalu. Kini mereka berubah menjadi

Simpen

Cantiari

TINGKATKAN KUALITAS DIRI Di lain sisi, Dra. Ni Made Cantiari, M.Si, Kabid Organisasi WHDI Kabupaten Buleleng mengatakan, dalam kesetaraan gender yang dituntut adalah hak dan kewajiban. Dalam usaha untuk menyejajarkan diri seorang perempuan harus mampu meningkatkan prestasi dan kualitas diri untuk bersaing dengan laki-laki sehingga seorang perempuan memiliki harga diri. Jika seorang perempuan sudah memiliki harga diri maka dapat dipandang sejajar dengan laki-laki. Perempuan Bali tidak dapat terlepas dari kultur dalam suatu keluarga kaum perempuan memiliki satu nahkoda yaitu lakilaki sehingga berjalan harmonis. Perempuan harus menghormati

laki-laki, namun dalam pengambilan suatu keputusan perempuan harus mampu menjadi yang terbaik. “Kalau keputusan yang diambil baik pasti akan dipakai oleh laki-laki,” ungkap istri dari Nyoman Agus Jaya Sumpena tersebut. Seorang perempuan harus mampu menempatkan diri dan cerdas, sehingga tahu batas-batas dari kesetaraan gender tersebut. Ketika perempuan memiliki karier yang bagus, jangan sampai melupakan kedudukannya sebagai seorang istri maupun ibu dari anak-anaknya. “Jangan sampai kebablasan, itu artinya melupakan kodratnya sebagai istri pendamping suami,” ungkap guru SMPN 3 Singaraja yang juga pemenang keluarga sakinah provinsi Bali tersebut.-Wiwin

beli bensin di pertamini daripada pergi jauh-jauh ke SPBU. Karena harganya juga tidak terlalu beda jauh. “Dariada cape-cape dan harus antre di SPBU lebih baik membeli bensin di pertamini saja,” ujar warga yang tidak mau menyebut jati dirinya. Mitro, pemilik pertamini mengatakan harg bensin yang dia jual Rp 7.500/liter sementara di SPBU saat ini 6.560/liter. Ada selisih Rp 940/liter. Mitro menjelaskan alat tersebut baru digunakan selama dua minggu, sejak awal April 2016 ini. Dia mengaku alat tersebut dibeli di Jakarta lewat temannya Rp 10 juta lengkap dengan berbagai peralatan yang dibutuhkan. Pertamini milik Mitro ini, dilengkapi sebuah tangki segi empat berukuran panjang 60 cm, lebar 60 cm dan tinggi 80 cm.

Di atas tangki dilengkapi dengan sebuah tabung kaca yang sudah tertera angka yang menunjukkan jumlah liternya dan maksimal hanya lima liter. Selain itu dilengkapi selang berukuran satu dim dan nosel warna kuning. Rangkaian tengki dan perlatan lainnya itu, dilengkapi dengan roda di bagian bawah tengki untuk memudahkan pertamini ini bergeser atau berpindah tempat. Untuk menaikan bensin dari tengki ke tabung bensin yang sudah tertera angka literanya itu, dilakukan dengan pompa manual. Dari situ akan disalurkan ke tangki sepeda motor atau mobil melalui sebuah selang satu dim yang dilengkapi sebuah nosel warna kuning. Pertamini ini juga dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran mini yang diletak di samping atas pertamini dan di sebelahnya ada tempat untuk menaruh daftar harga bensin yang dijual. Ditanya berapa liter bensin yang laku terjual dalam sehari, menurut Mitro hingga 60 liter sehari. “Rata-rata saya jual sekitar 60 liter dan yang membeli hanya

Haryono

ormas nasional, sejak dikumandangkan melalui Kongres I DPP Projo pada 23 Agustus 2014 di Jakarta. “Hasil Konggres I Projo tersebut, ditetapkan Budiari Setiadi sebagai Ketua Umum, dan Joko Widodo sebagai Ketua Dewan Pembina,” kata Haryono. Lebih lanjut Haryono menyampaikan, sesuai amanat Ketua Dewan Pembina, relawan Projo jangan dibubarkan. Projo harus menjadi garda terdepan dalam mengawal pemerintahan saat ini. Bahkan Projo diminta untuk menjadi mata dan telinga mengawal program Nawacita. “Sebagai ormas nasional, Projo sudah memiliki pengurus baik di tingkat DPD, DPC dan PAC. Hampir di seluruh wilayah Indonesia. Bahkan terus konsolidasi untuk pembentukan pengurus sampai di tingkat ranting dan anak ranting. Untuk itu Projo sudah siap mengawal program pemerintahan Jokowi,” jelasnya. Projo sebagai ormas independen, imbuh Haryono, tidak boleh berpolitik praktis, tetapi tetap ikut mengawasi proses demokrasi yang sehat. “Sebagai ormas baru, tentunya membutuhkan masukan-masukan yang kritis dan membangun dalam upaya mendampingi masyarakat juga pemerintah,” imbuhnya.

Dia juga berpesan, jika mendapati oknum yang membawa nama Projo untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan undang-undang, untuk melaporkan kepada DPC Projo Kab Blitar, agar secepatnya mendapat tindakan tegas. “Kami tidak ingin ada oknum Projo justru merusak nama baik Jokowi,” tegasnya. Haryono yang juga menjabat Ketua FK LPMK Kota Blitar, DPC Projo Kabupaten Blitar mengharapkan kepada seluruh jajaran Pemkab Blitar, agar lebih transparan dalam penggunaan APBD untuk rakyat. Karena sudah saatnya pemerintah terbuka dengan hak-hak rakyat. Jangan ada lagi permainan APBD untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Pihaknya juga berharap semua dinas, kantor, badan bisa memberikan akses informasi tentang penggunaan APBD untuk rakyat seperti diamanatkan UU Nomor 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik. “Berikan kami akses sebagai elemen masyarakat untuk ikut mengawal program pemerintah Kabupaten Blitar, agar berjalan sesuai dengan yang sudah direncanakan untuk kesejah­ teraan rakyat. Kami seluruh jajaran pengurus Projo akan membantu penuh pemerintah yang pro rakyat,” pungkasnya. -Khoirul Abadi

warga sekitar lokasi pertamini ini,” ujarnya. Minimnya pembeli bensin di pertamininya, menurut Mitro mungkin karena masih baru sehingga belum banyak orang yang mengetahui. Selain itu, mungkin lokasinya terletak di jalan kampung. Jika pertamini ini dipasang di jalan yang lebih ramai mungkin banyak orang yang melihat dan mau membeli bensin di pertamini tersebut. Ditanya apa ini menjadi saingan SPBU, menurut

19

Mitro tidak mungkin SPBU tersaingi oleh pertamini. Karena jumlah bensin yang bisa dibeli di sini tidak sebanyak di SPBU. Mitro mengaku selain sepeda motor, banyak juga mobil yang mau membeli bensin di pertamini. Hanya prosesnya agak lama karena harus dipompa dengan tangan dulu untuk naikkan bensin ke atas tabung, setelah itu baru disalurkan lewat nosel ke tengki mobil. Kalau sudah habis lima liter harus pompa lagi dan setelah itu baru disalurkan ke tengki lagi. Lebih jauh dia menjelaskan saat ini sudah banyak yang memproduksi pertamini dengan variasi ukuran. Ada yang tengkinya relatif besar dan harganya juga mahal dan yang paling mahal Rp 60 juta satu unit. Jenisnya pun bervariasi seperti solar, pertamax, pertalite dan sebagainya. Mitro juga mengaku tidak tahu perusahaan dan lokasi produksi pertamini tersebut. “Saya sendiri tidak tahu dimana tempat membuatnya alat pertamini ini. Karena milik saya ini dibeli dari Jakarta dan diantar oleh teman,” ujarnya. -Yosef Sintar

BRI “Jemput Bola” Lesunya perekonomian membuat perbankan membuat berbagai strategi untuk menggaet nasabah. Salah satunya dengan membuat program tabungan berhadiah. Hal ini diterapkan Bank BRI dari level nasional hingga ke unit terkecil. Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Fankar Umran dalam diskusi Selasa (12/4) mengatakan dari level nasional ada program Untung Beliung Britama, kemudian ada juga program Britama Pilih Sendiri Hadiah (PSH), serta Britama Tebar Hadiah. Nasabah bisa mendapatkan benefit dari ketiga program tersebut dengan membuka rekening baru atau top up minimal Rp 10 juta. Fankar menambahkan hingga Maret 2016 pihaknya berhasil menghimpun Rp 10,5 triliun dana pihak ketiga (DPK). Hingga akhir tahun 2016, mereka menargetkan kenaikan 14,5% dari pencapaian di tahun 2015. Fankar yang didampingi Kabag Dana dan Jasa I Wayan Purnata yakin pihaknya mampu mencapai target tersebut. Mereka pun rajin melakukan sosialisasi dan “jemput bola” ke masyarakat. Daripada uang disimpan di rumah, lebih baik disimpan di bank yang lebih aman dan berpeluang mendapatkan hadiah. –Ngurah Budi

Puri Bunda Adakan Donor Darah

RSIA Puri Bunda Denpasar mengadakan kegiatan donor darah dalam rangka Hari Kartini 2016. Donor darah dilaksanakan Jumat (22/4) di lobi basement RSIA Puri Bunda pukul 09.00-12.00. Direktur RSIA Puri Bunda dr. IGAP Yudihartini mengatakan donor darah yang bekerja sama dengan PMI ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan makin meningkatnya kebutuhan darah. Ia menambahkan, pihaknya rutin mengadakan donor darah, dua kali dalam setahun. Pada bulan April yang berkaitan dengan Hari Kartini dan bulan Oktober atau November untuk memeriahkan ulang tahun RSIA Puri Bunda. –Ngurah Budi


18

Life

Edisi 897/ 18 - 24 april 2016

Janger Kolok

Warisan Budaya Desa Bengkala

Desa Bengkala di Kecamatan Kubutambahan terbilang cukup unik. Hal ini dikarenakan puluhan warganya menderita tuli bisu (kolok) yang tidak jelas penyebabnya. Lewat keterbatasan tersebut akhirnya berdiri sebuah sanggar tari janger khusus penyandang disabilitas tuli bisu yang disebut Janger Kolok. Demikian yang disampaikan oleh Perbekel Desa Bengkala, I Made Arpana.

K

esenian janger merupakan kesenian warisan yang sudah ada di Bengkala secara turun menurun

bahkan sampai saat ini pun janger untuk orang normal masih ada. Akan tetapi karena orang-orang kolok tersebut sering melihat latihan janger, maka mereka

memiliki keinginan yang sangat besar untuk ikut menari janger. “Tahun 1968 mereka bergabung menjadi sebuah perkumpulan janger,” ungkap Arpana. Tari janger kolok hampir sama dengan janger pada umumnya, hanya saja pada tari janger kolok hanya diiringi musik kendang sebagai pengatur irama. Karena terdiri dari orang-orang penyandang kebutuhan khusus, maka pelatihnya pun harus benar-benar yang dapat menguasai bahasa isyarat. “Tidak sembarang orang bisa melatih. Mereka kan tidak bisa mendengar jadi pelatih harus bisa bahasa tubuh,” imbuhnya. Menurut pria asli desa Bengkala ini, keberadaan janger kolok tidak hanya dikenal di Buleleng melainkan beberapa kali sudah pernah pentas di mancanegara. “Kalau pentas rasanya di semua kabupaten di Bali sudah pernah bahkan sudah sampai ke luar,” ungkapnya. Wisatawan asing pun kerap berkunjung ke desa Bengkala. “Mereka tidak hanya melihat dari sisi seninya saja tetapi juga dari kreativitas masyarakat,” tambahnya. Arpana mengungkapkan jika masyarakat penyandang tuli bisu memang banyak ada di negara lain, tetapi yang membuat warga kolok di Bengkala berbeda adalah tidak dimarginalkannya keberadaan mereka di

I Made Arpana

tengah-tengah interaksi sosial di masyarakat. Bahkan antara warga yang kolok dan yang normal tidak nampak perbedaan sama sekali kecuali diajak berbicara. “Hal ini yang menjadi daya tarik bagi wisatawan, kami justru sangat menganggap dan merasa bangga dengan keberadaan warga kolok di Bengkala ini,” tambahnya. Satu hal yang bisa dipelajari dari warga kolok ini adalah bukan dari keunikan desanya tetapi orang-orang yang terlahir dari keterbatasan fisik namun dapat menghasilkan karya yang tidak kalah hebat dengan orang normal lainnya. Ia juga menjelaskan bahwa aparat desa melakukan pem-

berdayaan terhadap warga kolok. “Tidak hanya memerhatikan dari segi seninya saja tetapi kami juga memerhatikan segi pendapatannya,” ungkapknya. Dalam hal ini pihak desa menjalin kerjasama dengan pemerintah pusat yaitu Kementerian Sosial yang sudah memberikan kucuran dana dalam pengembangan ekonomi produktif untuk warga kolok. Mereka diberikan bibit sapi maupun babi tujuannya adalah karena keterbatasan yang dimiliki agar tidak mencari pekerjaan ke luar. Arpana mengungkapkan, pendidikan warga kolok di desa Bengkala sudah tidak ada masalah. Hal ini dikarenakan sejak tahun 2007 sudah didirikan sekolah inklusi pertama dan satu-satunya di Bengkala. Sekolah tersebut menggunakan kurikulum reguler sehingga tidak ada perbedaan dengan sekolah pada umumnya, hanya saja tenaga pengajar merupakan guru khusus untuk penyandang disabilitas. “Bagi mereka yang sebelum tahun 2007 seharusnya mengikuti pendidikan, mereka tidak ikut inklusi melainkan kami ikutkan paket A, paket B, atau paket C,” jelasnya. Ke depannya Perbekel Bengkala berharap mendapat bantuan berupa tenaga pengajar dari pemerintah sehingga tidak lagi ada ketertinggalan untuk warga kolok di desa Bengkala. -Wiwin

Story

Edisi 897/18 - 24 april 2016

Ruang Kecil untuk Karya Besar

Koes Hendratmo dan Andre Hehanusa, dua penyanyi bersuara emas itu hadir menebar keromantisan lewat lagu-lagu yang dinyanyikannya saat berkunjung ke Bandini Koffie Kafe di Mataram Nusa Tenggara Barat. Kehadiran mereka sekaligus memeriahkan Bulan Apresiasi Bandini 2016, dalam rangka memperingati HUT Bandini Koffie Kafe yang jatuh pada tanggal 19 April. Tanggal ini juga bersamaan dengan tanggal lahir Jasmine Ghia dan Salsabilla Austin, putri kembar Imam Sofian dan istrinya Nuniks Gayatri. Ini bukan HUT biasa melainkan lebih kepada menyiapkan ruang apresiasi bagi karya yang lahir dari anak-anak NTB.

Sanggar Panji Mesuriak

Berharap Gedung Kesenian Berawal dari keinginan untuk menciptakan ruang kreativitas dan membangkitkan seni yang sempat hilang maka didirikan sebuah sanggar seni yang bernama sanggar Panji Mesuriak. Konsep yang dibangun dari sanggar ini adalah siapa pun yang memiliki bakat seni dapat bergabung ke dalamnya sehingga anggotanya pun terdiri atas lintas generasi. Hal tersebut disampaikan oleh Ketut Ngurah Alit Maruta, ketua sanggar. Nama Panji Mesuriak itu sendiri dimaknai secara sederhana oleh pendirinya, yaitu mesu yang berarti keluar, riak diartikan bersorak sehingga ketika sanggar menampilakan kreatifitas penonton bisa mengeluarkan kegembiraanya. Nama Mesuriak juga dapat dimaknai lain yang terdiri dari kata Me (saya) + sure (yakin) + act (tindakan). Sanggar yang beridiri sejak 23 Juli

Nyoman Marsajaya dan Ketut Ngurah Alit Maruta

2013 ini menampung orang-orang yang memiliki bakat seni baik seni lukis, kerajinan batu permata, ulatan, teater, seni drama, dan tari

Koleksi benda-benda lama

yang nantinya akan ditampilkan dengan bekerja sama dengan desa adat. Banyaknya seniman dari berbagai bakat seni, tidak membuat Ngurah sapaan akrabnya kesulitan mengatur jadwal latihan dari masing-masing anggota. “Kami biasanya kumpul di sanggar tiap sub bagian dan tiap sub bagian akan di bantu oleh masing-masing yang berbakat di bidangnya. Misalnya di teater dibantu oleh Pak Marsa, kemudian di seni tari ada Pak Mangku Meres, dan benda-benda antik seperti batu pertama ada tiang sendiri,” ungkapnya. Pria kelahiran 18 April ini juga mengungkapkan bahwa karya-karya yang dihasilkan dari anggota sanggar akan ditampilkan pada kegiatan-kegiatan desa. “Kami sempat tampilkan di festival desa yang diadakan oleh desa Panji,” tambahnya. Hal ini bertujuan untuk memberi ruang kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan oleh masyarakat desa Panji. “Kami merasa di desa Panji saat ini tidak menampilkan apaapa, dengan adanya festival ini bisa memancing partisipasi masyarakat,” lanjutnya. Bahkan baru-baru ini sanggar Panji Masuriak ditunjuk oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk mengikuti parade budaya dalam rangka memeriahkan HUT Kota Singaraja. Sanggar ini juga mengoleksi berbagai macam barang-barang lama yang sudah sulit ditemui di zaman sekarang. “Ada pis bolong satakan, bokor yang dibuat zaman dulu, ya pokoknya sarat dengan edukasi,” tambahnya. Mengoleksi benda-benda purba ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada generasi selanjutnya agar tahu apa yang sudah tidak mungkin ditemui saat ini. Salah satu koleksi yang sempat ramai dibicarakan adalah

Pameran foto dan lukisan dalam Bulan Apresiasi Bandini

P

Koleksi di Sanggar Panji Mesuriak

batu akik. Salah satu anggotanya adalah pengrajin batu akik bahkan di sanggar ini mengembangkan khusus batu Bali Utara (Pulaki). Hanya berselang tiga bulan, peminat dari batu akik kian menurun sehingga sang pengrajin pun ganti haluan menjadi tukang cukur kembali. Meskipun mengaku mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik itu aparat desa, kecamatan maupun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata namun masalah pendanaan masih menjadi kendala. “Ya banyak yang mendukung namun masih sebatas dukungan saja,” ungkap Ngurah. Didampingi Kelian Banjar Dinas Kelod Kauh Desa Panji Nyoman Marsajaya, ia mengatakan,

sanggar Panji Mesuriak memiliki empat orang anggota yang menjadi donatur tetap dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan. “Biayanya dari, oleh dan untuk kami,” tandasnya. Ke depan ketua sanggar Panji Mesuriak sangat berharap pihak desa bekerja sama dengan pemerintah menyediakan gedung seni untuk menampilakan karya atau ruang pentas. “Kami sama sekali tidak punya, yang ada hanya wantilan dan itu bukan untuk pertunjukkan seni,” imbuhnya. Hal ini dikarenakan makin tinggi minat masyarakat desa Panji terhadap seni, khususnya seni tari. “Pesertanya terus bertambah, kami tentu tidak bisa melarang,” tambahnya. -Wiwin

otensi karya seni dan sumber daya manusia Nusa Tenggara Barat sungguhlah besar. Daerah ini memiliki tokoh-tokoh muda, calon pemimpin-pemimpin, fotograferfotografer keren, anak-anak muda penulis, perupa dan pelukis, desainer, para musisi, seniman, budayawan dengan pemikiran-pemikiran maju dan lain-lain. Mereka semua adalah sosok visioner dan memiliki energi yang besar untuk maju dan memajukan daerah ini. Namun, tidak banyak yang bisa memberikan apresiasi yang baik terhadap karya-karya yang dilahirkan anak-anak Bumi Gora ini. Bahkan bisa dikatakan jarang ada yang melirik potensi tersebut. Dari sangat sedikit yang mau mengapresiasi karya-karya anak NTB ini adalah, Imam Sofian, memiliki kepedulian yang besar untuk menghargai keberadaan dan karya-karya tersebut. Melalui Bandini Koffie Kafe miliknya, Imam dengan sukarela menyediakan panggung dan ruang secara gratis bagi banyak gen-

erasi muda NTB untuk menggelar karyanya dalam Bulan Apresiasi Bandini 2016. Bandini Koffie Kafe sengaja memfasilitasi karya-karya tersebut untuk tampil live atau pun dalam berbagai pameran dalam ulang tahun kafe tersebut. Bisa dikatakan, seluruh areal kafe tersebut selama bulan April 2016 ini menjadi “wilayah” ekspresi bagi banyak karya keren yang dihasilkan anak-anak NTB. “Selama satu bulan penuh, kawan-kawan yang memiliki karya kami hadirkan di sini dalam Bukan Apresiasi Bandini untuk tampil secara bergantian,” ujar Imam. Pengacara muda ini selain secara reguler memberikan ruang bagi para musisi di Mataram untuk tampil di kafe ini, ia juga secara khusus mengikhlaskan panggung, ruang dan waktu di kafe miliknya selama sebulan ini menjadi “milik” para pemilik karya. Bulan Apresiasi Bandini memberikan apresiasi yang riil bagi karya yang lahir, bukan formalitas belaka dengan menampilkan karya-karya dalam pameran foto dari para fotografer NTB yang terdaftar, lukisan-lukisan dari para

pelukis, disain unik dari disainer. Tidak itu saja, Bandini menampilkan sanggar-sanggar kesenian dari ujung timur hingga barat NTB. Selain pameran foto Bandini Koffie Kafe juga menggelar acara bedah buku karya generasi NTB. Dua di antaranya adalah karya TGH. Hasanain Juawaini dan M. Syafwan. Selain itu ada momen talkshow mengenal pemimpin muda masa depan NTB dan diskusi trigger pembangunan NTB dengan topik-topik mengenai inovasi, teknologi, tata lingkungan dan public service. Di samping itu juga ada kegiatan bertajuk “Dari Timur ke Barat”, yang menghadirkan anakanak muda NTB yang telah sukses di luar daerah. Mereka sukses menduduki jabatan-jabatan penting di luar daerah. “Ini adalah bukti bahwa generasi NTB memiliki kemampuan yang mumpuni dan tidak bisa dianggap sebelah mata. Dua di antara anak muda ini ada Mirdal yang menjadi direktur keuangan Media Grup dan Dwi Nadha yang menjadi direktur video klip pada perusahaan video klip di Jakarta. Hebatnya, dalam pembuatan video klip yang memakai jasanya, Dwi menegosiasikan agar lokasi pembuatan video klip tersebut harus di Lombok,” ujar Imam. TALKSHOW HARI KARTINI Organic Mind Exhibition Mantra Ardana, perupa NTB menampilkan painting, musik, dan seni instalasi. Ada pula clothing expo “Creative Style” (expo fashion style kekinian dengan desain unik, positif dan menyerukan kebaikan). Pelukis L. Syaukani tampil dengan karya painting exhibition & live painting & act by zaeni mohammad. Event lain yang digelar adalah “de Tambora Exhibition”, launching album musisi NTB dan juga menampilkan mini orchestra in Concern, powered by Lombok Light Orchestra. Tidak ketinggalan dalam memperingati Hari Kartini, Bandini Koffie Kafe juga menyiapkan acara talkshow “Perempuan Biasa yang Tak Biasa”. Di ruang kecil seperti Bandini Koffie Kafe ini menjadi semacam

7

Imam Sofian tampil bersama Koea Hendratmo dalam Bulan Apresiasi Bandini

tempat secara nyata tanpa adanya formalitas apalagi basa-basi yang tidak perlu, untuk menghadirkan “karya besar” yang lahir dari keseriusan berkarya generasi NTB. Dan para pemilik karya yang telah melahirkan karya-karya, tentu saja berharap adanya ruang-ruang apresiasi lain seperti yang dilakukan Bandini. Imam tampaknya telah menyiapkan ruang Bandini tidak semata dipandang dari kaca mata bisnis saja melainkan juga bisa menjadi “corong” bagi banyak karya generasi NTB.

Dari Bulan Apresiasi Bandini ini, sudah ada transaksi-transaksi dari karya yang dipamerkan. Juga ada karya yang kemudian diminta untuk melanjutkan tampil di ruang publik seperti hotel yang ada di Lombok. Potensi besar daerah ini ada pada generasi yang mau berkarya dan mau mengapresiasi karyakarya tersebut dengan layak. Maka, merugilah suatu daerah jika tidak memperhatikan dan mengapresiasi potensi besar yang dimilikinya ini. -Naniek I. Taufan

karya-karya yang dipamerkan di Bulan Apresiasi Bandini yang laku terjual sebagai bentuk apresiasi masyarakat terhadap karya anak-anak NTB

TGH. Hasanain Juwaini, bedah buku di Bandini Koffie Kafe


8

Bunda & Ananda

Edisi 897/ 18 - 24 April 2016

Edisi 897/ 18 - 24 April 2016

“Empu” dalam Pembentukan Karakter Anak

Ratusan tahun lalu, Raden Ajeng Kartini berjuang menegakkan hak-hak kaum perempuan Indonesia. Perjuangan Kartini berbuah kesetaraan gender agar wanita tidak lagi menjadi subordinir. Saat ini perjuangan wanita sudah sesuai dengan apa yang diamanatkan oleh Raden Ajeng Kartini namun seiring kemajuan zaman dan tekhnologi ternyata ada penyimpangan nilai perjuangan yang terjadi sebagai dampak dari kemajuan zaman dan teknologi tersebut. Demikian yang diungkapkan oleh Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M. A.

Prof. Kerti Nitiasih

S

eorang perempuan harus mampu mengatur antara beban dalam berkarier dan kodrat sebagai perempuan. Titik sapaan akrab Kerti Nitiasih juga berpikir bahwa Kartini masa kini dan masa depan adalah seorang perempuan dan bukan wanita. “Saya cenderung menggunakan istilah perempuan karena wanita identik digunakan untuk istilah yang berkonotasi negatif,” ungkapnya. Menurutnya, dalam kata perempuan itu sendiri terdapat kata ‘Mpu’ yang diartikan sebagai

orang yang ahli, orang yang cerdas, punya wawasan yang tinggi, mempunyai daya pikir yang kritis dan orang yang bijaksana. “Kartini masa kini harus orang yang cerdas,” imbuhnya. Perempuan kelahiran 26 Juni ini juga mengatakan bahwa dalam kata perempuan itu terdapat kata ‘empu’ atau ‘ngempu’ yang berarti mengemong, mengayomi dan memelihara. “Kalau saya sebagai perempuan Bali tugas sebagai ‘empu’ ini sangat diperlukan dalam pembentukan karakter anak, “ungkapnya. Karakter hanya dapat dibentuk dari pemodelan dan kebiasaan. Oleh karena itulah seorang perempuan juga akan menjadi model untuk anak-anaknya dalam memberikan pembiasaan dan contoh yang baik, sehingga dari pembiasaan itu akan terlahir anak yang berkarakter. Jadi Kartini masa depan adalah perempuan yang benar-benar tangguh karena mampu menyelaraskan antara bergerak untuk diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Untuk melanjutkan perjuangan Kartini, seorang perempuan harus belajar dan menutut ilmu setinggi-tingginya karena dengan begitu mereka dapat meraih kesempatan dalam pekerjaan baik dalam bidang politik, ekonomi maupun pendidikan.

“Jangan berpikir bahwa kita sebagai perempuan tidak bisa,” ujar perempuan yang masuk 10

besar tokoh wanita tahun 2012 tersebut. Banyak perempuan yang mampu namun ketika disandingkan dengan laki-laki akan mendahulukan kaum laki-laki. “Contoh di jurusan bahasa Inggris, banyak anak-anak perempuan yang mampu tetapi ketika disuruh menyampaikan sesuatu mereka akan menunjuk atau mendahulukan laki-laki,” tambahnya. Menurutnya hal tersebut masih wajar karena budaya Bali yang patrilineal.

Emansipasi menurut perempuan peraih juara II keluarga sukinah tingkat nasional ini adalah dalam tataran pendidikan dan pekerjaan. Jika emansipasi dibawa ke dalam ranah keluarga hal tersebut akan menyebabkan bentrok karena tidak sesuai dengan budaya patrelineal. Ketika seorang perempuan ada pada posisi puncak jangan ego dan arogan karena tanpa laki-laki dan anak perempuan tidak akan maju. –Wiwin

Mendongeng Lima Menit

Profesor dan buku tebalnya

Tersebutlah seorang profesor yang sangat kesohor. Ia bukan saja ahli di bidang teknologi tetapi juga ahli di bidang komunikasi. Keahlia n n y a i t u d i p e rolehnya dari sebuah buku setebal 2000 halaman. Seharusnya Made Taro ia mengamalkan isi buku itu kepada mahasiswa-mahasiswanya, tetapi guru besar itu sangat pelit. Tak seorang pun yang boleh mengetahui isi buku itu. Konon melalui buku itu ia dapat berbicara dalam segala bahasa dan dapat melihat kesibukan masyarakat di luar rumahnya. Karena tak seorang pun yang boleh membukanya, maka kulit buku itu dilapisi logam dan dipasangi gembok. Suatu pagi, guru besar itu berangkat tergesagesa ke kampus. Kepada pelayannya ia berpesan. “Bersihkan kamar kerjaku! Ingat, jangan sekali-kali membuka yang terkunci!” Pelayan yang setia itu pun bekerja sesuai dengan pesan majikannya. Setelah menyapu halaman, ia pun membersihkan kamar kerja sang profesor. Ya, peralatan dalam kamar itu semua tertutup dan terkunci. Ketika membersihkan meja, ia tertarik kepada sebuah buku tebal yang tergeletak. Karena buku itu tak terkunci, ia iseng membukanya. Ia melihat gambar-gambar yang menarik. Ia juga tertarik kepada huruf-huruf yang berwarna-warni. Ia mencoba meraba jejeran huruf-huruf timbul yang berwarna keemasan. Apa yang terjadi? Kamar kerja itu terasa terguncang, lalu tiba-tiba di sebelahnya berdiri sesosok makhluk besar menyeramkan. Suaranya menggeram. “Perintahkan segera, apa yang mesti kulakukan!” demikian katanya.

Pelayan itu gemetar. Ia tidak mampu mengucapkan kata-kata. Makhluk besar itu berteriak lagi, “Perintahkan segera, apa yang mesti kulakukan! Kalau tidak, akan kucekik lehermu!” Makhluk raksasa itu mendekat lalu memegang leher pelayan itu. Si pelayan memberanikan diri berucap, “Tolong, siramlah pot bunga itu!” Aneh, makhluk ajaib itu seketika melepaskan cekikannya. Ia masuk ke sebuah kamar lalu keluar membawa selang penyemprot air. Mula-mula makhluk itu menyiram pot bunga, lalu mengarahkan semprotannya ke barang-barang dalam kamar. Pelayan itu berteriak agar makhluk itu menghentikan semprotannya. Namun sia-sia. Makhluk raksasa itu tidak mengerti perintah, dan pelayan pun tidak tahu bagaimana cara menghentikannya. Lama-kelamaan air dalam kamar itu bertambah tinggi dan akhirnya mencapai jendela. Dari jendela air itu menyembur ke luar. Sang profesor yang sedang asyik memberi kuliah di kampusnya, tiba-tiba teringat akan kunci buku tebalnya. Ia meraba-raba sakunya. Ternyata ia lupa mengunci buku rahasia itu. Seketika ia menghentikan kuliah, lalu tergopoh-gopoh menuju rumahnya. Apa yang dilihatnya? Dari jendela kamarnya tersembur air terjun. Ia segera menuju kamarnya. Didapatinya sesosok makhluk raksasa sibuk menyemprotkan air, dan sang pelayan berdiri di atas meja menjunjung buku setebal 2000 halaman. Sang guru besar segera mengambil buku itu. Ia buka halaman 1506. Ia pencet kalimat alinea 2 dari bawah. Aneh, makhluk raksasa itu menghentikan semprotannya lalu masuk kamar dengan tenang. Sang pelayan berkali-kali minta ampun dan menyembah-nyembah sang profesor. “Tak apalah!” kata sang majikan. “Buku yang kau selamatkan itu jauh lebih berharga dari pada kerugian yang kau perbuat.”

Tari Ballet oleh siswi Playgroup DCC

17

Gerak dan Lagu Persahabatan oleh siswa TK B DCC

PENTAS CILIK DENPASAR CHILDREN CENTRE

Kembali Getarkan Panggung Ksirarnawa Denpasar Children Centre (DCC) kembali meriahkan Gedung Ksirarnawa, Art Centre, Denpasar pada Sabtu (9/4). Di panggung yang ditata spesial itulah seluruh siswa DCC unjuk kebolehannya melalui pergelaran seni yang megah dalam ”Pentas Cilik DCC 2016”.

T

ak kurang dari lima ratusan anak didik, baik itu siswa Playgroup, TK maupun SD Cerdas Mandiri DCC ini, terlihat sumringah penuh suka cita menyajikan aneka kreativitas seni. Persembahan visualisasi mereka sangat memikat dan berhasil menumbuhkan suasana gembira dan gemuruh tepukan pun tiada henti. Begitu pula kehadiran empat pasang MC Pentas Cilik DCC selalu istimewa dan memukau. Mereka sangat piawai secara bergilir berceloteh memandu acara dalam bahasa Inggris, Jepang, Indonesia,

Seluruh siswa, dari Playgroup, TK A, TK B hingga SD Cerdas Mandiri DCC, selalu berhasil tampil dengan gerak dan gaya yang memukau penonton. Mulai dari penampilan dengan aksi kanakkanak yang polos, lucu, berani, menggemaskan dan gaya yang riang, ceria pada wajah-wajah menawan. Menjadi semakin menarik ketika seluruh penampilan di atas panggung dibungkus semangat dan rasa percaya diri yang tinggi sehingga memukau semua penonton yang hadir kala itu. Begitulah anak-anak, ketika

Gerak dan Lagu Children of the World oleh Siswa TK A DCC

dan bahasa Bali. Decak kagum penonton dan gemuruhnya tepuk tangan terus mengalir sejak awal persembahan yakni Tari Puspanjali, dan dilanjutkan dengan Tari Balet oleh siswa Playgroup yang imut-imut dan menggemaskan, yang kemudian disusul dengan beberapa pilihan tari kreasi, gerak dan lagu dalam bahasa Indonesia maupun bahasa asing, hingga disuguhkannya sebuah tontonan kolosal yakni Drama Musikal ”Malin Kundang” serta nyanyi bersama sebagai penutup acara Pentas Cilik DCC tahun ini.

berkumpul yang ada adalah rasa gembira. Maka atraksi penuh warna persembahan talenta seni murid-murid DCC ini pun selalu memperoleh acungan jempol. Apalagi persembahan seluruh murid DCC tersebut bukan semata menghibur tapi di dalamnya ada penanaman rasa kebersamaan, toleransi, disiplin hingga kemandirian disertai rasa tanggung jawab. Seperti pada pementasan kolosal Drama Musikal ”Malin Kundang” yang dimainkan oleh 75 orang siswa itu dilengkapi dengan properti seperti perahu Malin Kundang, semakin memotivasi seluruh pemain untuk tampil maksimal membawakan karakter masing-masing tokoh yang diperankan. Penonton pun nampak terhanyut. Betapa siswa Playgroup dan TK DCC saja sudah begitu memesona, apalagi kakak-kakak mereka yang di SD Cerdas Mandiri. Ketika melihat hasil pementasan seni persembahan siswa DCC tahun ini dengan rangkaian karya yang mampu memukau penonton sejak awal hingga penghujung acara, tentu ada tangantangan terampil dibaliknya. Nyanyi Bersama oleh siswa Playgroup dan TK DCC Rupanya Bapak dan Ibu guru

Tari Seledet Pong oleh siswi TK A dan TK B DCC

DCC ini dengan tangan dingin dan kesabarannya berhasil mengakomodasi dan mengasah seluruh talenta anak didiknya sekaligus mendorong semangat seluruh siswa untuk berani tampil dipanggung yang besar dan megah. Bukan hanya itu, mereka juga berhasil menyuguhkan totalitas aksi serta ekpresi seninya pada acara Pentas Cilik DCC ini.

Cerdas, Mandiri dan Berwawasan Internasional Hingga saat ini DCC sudah cukup banyak mendidik dan memberikan bekal kepada para siswanya untuk melangkah ke jenjang pendidikan lebih tinggi. DCC hadir di tengah-tengah Kota Denpasar untuk mendukung para orangtua agar memiliki anak–anak bukan hanya cerdas dibidang intelektual namun juga mandiri dan perkepribadian humanis. Menurut Ir. Anak Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., PhD., Ketua Yayasan DCC, anak yang pintar di bidang intelektual saja belumlah cukup. Mereka masih memerlukan kecerdasan pendukung lainnya, yakni kecerdasan sosial-emosional dengan kemandirian. Untuk hal ini, lanjut Dr. Ir. IGA Oka Suryawardani, M.Mgt., PhD., Direktur DCC yang mengelola program pendidikan pra-sekolah dan sekolah dasar terpadu, yakni: Playgroup, TK dan SD ini bahwa melalui proses pemelajaran berkualitas dengan suasana yang menyenangkan, mampu menghasilkan siswa yang berkualitas. Sedangkan, untuk

keseimbangan potensi kecerdasan sosial–emosional dan kemadirian anak dioptimalkan melalui wahana pagelaran ”Pentas Cilik DCC”, yang telah menjadi agenda rutin pada bulan April setiap tahunnya. ”Semua ini kami laksanakan dalam rangka menyeimbangkan perkembangan otak kanan dan otak kiri serta mengekspresikan talenta anak di bidang seni. Selanjutnya kreativitas yang dihasilkan anak usia dini itu nantinya dapat dijadikan bekal dalam mengikuti pendidikan jenjang berikutnya,’’ tandas Bu Dani. Selain itu, lanjut Pak Agung, siswa DCC juga di arahkan me-

miliki wawasan internasional, dengan dilaksanakannya program Students Exchange Program ke Australia, yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa SD Cerdas Mandiri DCC, khususnya yang sudah kelas 5, dalam menimba ilmu serta pengalaman internasional. Tahun ini merupakan kunjungan yang ke 8 (delapan) kalinya ke Ironside State School di Brisbane - Australia. - ard Pentas Cilik DCC ini juga direkam oleh Bali TV dan akan ditayangkan pada acara ”Taman Sari” dalam dua episode, yakni: Minggu, 8 Mei 2016 Pkl. 09.00 dan Selasa, 10 Mei 2016 Pkl. 17.30 wita.

Drama Musikal MALIN KUNDANG oleh siswa SD DCC

MENERIMA SISWA BARU, TEMPAT TERBATAS PG, TK dan SD CERDAS MANDIRI DENPASAR CHILDREN CENTRE Jalan Bedugul 18 C, Sidakarya, Denpasar Informasi: Senin s.d. Jumat, Pkl. 08.00 - 16.00 Wita Telepon: (0361) 725 725

MC Berbahasa Bali oleh Gek Alin dan Gung Adhit


16

Edukasi

Edisi 897/ 18 - 24 april 2016

Jurnalistik Bekal Terjun ke Masyarakat

Penandatangan MoU antara IKIP PGRI Bali dengan PWI Bali didampingi pula oleh Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGN Arthanegara, S.H., M.Pd. dan Sekretaris Yayasan I Gusti Ngurah Oka, S.H.

Amanah Kurikulum Dikti bahwa setiap lulusan perguruan tinggi diharuskan memiliki SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah) dari Dikti, diimplementasikan IKIP PGRI Bali dengan memberikan soft skill kepada mahasiswa. Salah satunya dengan Pelatihan Jurnalistik yang dilaksanakan 14 s.d. 16 April 2016 di kampus setempat.

R

ektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H. M.Hum mengatakan pelaksanaan pelatihan merupakan bagian dari upaya lembaga untuk membekali mahasiswa. Selain itu, dalam rangka persiapan SDM untuk penerbitan Koran kampus, yang akan berisikan informasi tentang kampus. “Keberhasilan berawal dari kebaikan dan berani mulai. Ketika takut memulai Anda ada di batas ambang kehancuran”. Demikian kalimat bijak yang dilontarkan Rektor yang juga seorang seniman ini. “Yang penting mulai dari hal positif,” ujarnya. Pelatihan jurnalistik ini pun merupakan skill tambahan yang dibekali lembaga yang harus dimiliki mahasiswa. Hal ini dika-

takannya sekaligus menjadi upaya dalam menerjemahkan ucapan Gubernur Bali Made Mengku Pastika, yang dikutipnya, bahwa “ketika satu pintu tertutup, ada pintu lain terbuka”. Bahwa, tak ada jalan buntu asalkan kita punya kecerdasan, skill, kemauan, dan berani memulai. “Kami di IKIP PGRI Bali sudah memberikan skill-skill sehingga ketika tamat dari sini mahasiswa memiliki kemampuan untuk berkompetisi,” ucapnya dan berharap setelah pelatihan ini, mereka mampu menjadi jurnalis minimal di lingkup perguruan tinggi. Kegiatan yang dimo-

tori Lembaga Pusat Pengembangan Karir IKIP PGRI Bali yang diketuai Putu Meding Edie Gunarta, S.H., M.Psi. ini merangkul PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Bali. Ketua PWI Bali I Gusti Bagus Dwikora Putra menyambut baik kegiatan. Ia mengatakan, sebuah kebanggaan bagi lembaganya jika perguruan tinggi juga memiliki perhatian terhadap jurnalistik dan pers. “Harapan kami ke depan, pers makin sehat dan baik,” ucapnya. Ia menegaskan, belajar dan memahami jurnalistik mulai dari proses awal hingga penerbitan

tak semata-mata untuk menjadi wartawan. Ia menegaskan, memahami lebih akan suatu hal merupakan bekal mahasiswa untuk nanti terjun di masyarakat.” Ilmu jurnalistik sangat bermanfaat. Jangan hanya berpikir ini untuk kalangan wartawan. Jurnalistik ini terbuka untuk disiplin ilmu apa saja. Yang penting punya niat memahami kegiatan jurnalistik/ menulis,” ujar Dwikora. Made Adnyana, salah satu narasumber menjelaskan berita berasal dari suatu kejadian atau beristiwa. Sehingga tak ada istilah “mengarang” berita, karena prinsip jurnalistik yang paling dasar sekali adalah fakta/faktual. Setiap peristiwa bisa diliput, bisa dijadkan bahan berita. Dan yang paling penting harus ada nilai beritanya. Yang bisa menjadi daya tarik berita adalah peristiwa tersebut penting, terkini/aktual, mengakibatkan

dampak, berhubungan dengan keseharian, ada kedekatan emosional, figur publik, sesuatu yang keanehan, pertentangan, human interest (memancing peraasaan marah,sedih, dll), dsb. Ketika sudah mengetahui suatu peristiwa namun masih bingung akan apa yang harus diliput, Adnyana mengingatkan akan kunci yang harus dipegang, yakni 5W 1H; what, where, when, who, why, dan how. “Jika ingin beritanya lebih mendalam, pakai ‘why’ dan ‘how’ ,” sarannya. Karena itu ia menyampaikan untuk selalu menumbuhkan rasa ingin tahu, dengan pertanyaan kenapa dan bagaimana. Mungkin karena itu pula wartawan kerap disebut makhluk terkepo sedunia. Ia juga mengingatkan, jangan malu bertanya serta yang paling penting memahami kondisi dan aturan di tempat liputan. –Inten Indrawati

Dara

a d n i h D n a Dhandi d

Mutiara yang Terus Diasah Indonesia merupakan salah satu negara yang diperhitungkan di cabang olahraga bulutangkis. Masa kejayaan pernah dialami Indonesia di Piala Thomas dan Uber Cup, Piala Sudirman, hingga Olimpiade. Kini banyak pesaing Indonesia makin banyak. Salah satu cara untuk mendapatkan pebulutangkis andal adalah mencari bibit-bibit hingga ke pelosok Tanah Air. Dhandi dan Dhinda merupakan “mutiara” Bali yang berhasil ditemukan Ataw, pemilik sekaligus pelatih SB Matthew Jaya/ Dwi Jaya Astec Jakarta.

D

Suasana Pelatihan Jurnalistik

9

Edisi 897/18 - 24 april 2016

handi yang bernama lengkap I Putu Dhandi Ananda Pratama mengawali kiprahnya di olahraga bulutangkis dengan bergabung di PB Anugerah Denpasar. “Waktu itu saya lihat koran yang isinya penerimaan anggota. Saya bilang sama Bapak mau ikut klub. Bapak memperbolehkan dan saya diantar untuk latihan,” ujar putra sulung dari Putu Prama Wintara, S.E.-Ni Nyoman Ngatminiasih, S.E. ini. Kegemaran Dhandi bermain bulutangkis menurun dari bapaknya yang saat SMP kerap menjadi juara. Hingga kini Prama pun masih bermain bulutangkis dan bergabung dengan klub yang ada di Mambal. Jika Dhandi berlatih, Dhinda yang bernama leng-

Dhandi dan Dhinda bersama Ataw

Dhandi dan Dhinda bersama keluarga

kap Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi merengek untuk ikut. “Saya tes dulu di rumah dengan menggantung bola. Dhinda bisa mukul. Saya tes lagi dengan servis, ternyata dia bisa mengembalikan. Kemana pun bola bisa didapat. Akhirnya, saya daftarkan masuk PB Anugerah juga,” ucap Prama. Dhandi dan Dhinda pun terus berlatih dan ikut kejuaraan. Di salah satu event, mereka bertemu Ataw. “Saya seperti menemukan mutiara melihat semangat dan gaya permainan mereka. Ada anak yang senang bermain tetapi orangtuanya tidak mendukung. Ada orangtua yang semangat, tetapi si anak yang tidak berminat. Kalau Dhandi dan Dhinda punya semangat dan orangtuanya mendukung. Orangtuanya rela berpisah dengan anak demi karier anak,” kenang Ataw ketika mereka bertemu pertama kali Maret 2013. Keduanya pun diboyong ke Jakarta untuk bergabung dengan sekolah bulutangkis Matthew Jaya/Dwi Jaya Astec. Dhandi saat itu berusia 11 tahun dan Dhinda yang berusia 6 tahun tinggal di mes bersama para atlet lain yang dibina Ataw. Keduanya juga menjadi anak angkat Ataw. Kejuaraan per-

Dhandi

tama yang mereka ikuti, Polinela Cup VIII, Juni 2013 di Lampung. Dhinda berhasil meraih juara 3 KU 8 Tahun Putri. Dhandi hanya beberapa bulan saja berada di Jakarta. Ia pulang ke Bali karena harus mengikuti ujian. Sang adik masih tetap di Jakarta masuk sekolah TK di Cengkareng. “Saya mau jadi

Dhandi bersama Taufiq Hidayat

juara dunia,” ujar Dhinda yang kini tercatat sebagai siswi SDN 3 Mambal. Latihan keras pun dijalani Dhinda. Hasilnya tak mengecewakan. Dhinda menjadi juara I Tunggal Usia Dini A Putri di Kejurkot Jakarta Barat 2013, juara I Singaraja Open 2013 dan 2015, juara I Walikota Tangerang Open 2015,juara 3 Tunggal Putri Usia Dini Kejuaraan Junior Championship 2015 di Taufiq Hidayat Arena. Di ajang Sirkuit Kota I PBSI Jakarta Barat 2016, bocah kelahiran 13 Juni 2007 ini menjadi juara I Tunggal Putri Usia Dini dan juara I Ganda Putri Anakanak berpasangan dengan Anisa N. Kamila. SELEKTIF PILIH TURNAMEN Dari pengamatan Ataw, Dhinda memiliki semangat luar biasa, lincah, fisiknya kuat, dan mentalnya luar biasa. “Saya sudah anggap dia sebagai anak sendiri. Suka dukanya banyak. Kalau bisa jadi juara, sebagai pelatih tentu saya

Dhinda

ikut gembira,” ujarnya. Hal yang sama juga diungkapkan Prama. Ia mempercayakan anaknya dibina Ataw. “Kalau kangen, kami telepon dia. Sekali waktu, kami yang ke Jakarta untuk memberi semangat,” kata ayah empat anak ini. Prestasi Dhandi juga lumayan mentereng. Ia meraih juara 3 Tunggal Usia Dini Putra Piala Wali Kota Denpasar 2012, juara 1 Tunggal Putra SD kelas V-VI Kejuaraan Antar Sekolah Bali Post Anugerah Cup 2014, juara 2 Kejurprov Bali 2014, dan juara 3 Singaraja Open 2015. Keberhasilan Dhinda meraih prestasi membuat Dhandi yang tercatat sebagai siswa SMPN 3 Abiansemal jengah. Ia pun kembali bergabung dengan adiknya di Jakarta pada Oktober 2015. Hasilnya, Dhandi menjadi juara I Tunggal Putra Pemula Sirkuit Kota I PBSI Jakarta Barat 2016 dan juara I Ganda Putra Pemula berpasangan dengan Samuel Lee di ajang yang sama. Di rumah, Dhandi yang mengidolan Lin Dan (Tiongkok) dan Dhinda mengidolakan Ratchanok Intanon (Thailand) bersaing untuk mengumpulkan piala, medali, dan penghargaan. Puluhan kejuaraaan sudah mereka ikuti dan hasilnya puluhan juga prestasi yang mereka raih. Sebagai orangtua, Prama ingin anaknya terus berprestasi. “Kami sebenarnya ingin anak-anak ikut lebih banyak turnamen. Tetapi, biaya sangat tinggi. Kami harus memilih mana saja turnamen yang bisa dijangkau. Untungnya pihak SB Matthew Jaya/Dwi Jaya Astec banyak membantu,” ujar warga Banjar Mambal Kajanan, Desa Mambal, Badung ini. Ataw pun mengaku pihaknya memang selektif memilih anggota klub dan menerjunkan mereka di turnamen. “Kami ingin mencetak atlet bulutangkis andalan. Dhandi dan Dhinda merupakan mutiara yang terus kami asah. Perjalanan mereka masih panjang. Target mereka menjadi juara dunia bukan hal mustahil,” ujar pelatih yang anak didiknya sudah ada menjadi pelatih di luar negeri ini seperti Robin di Singapura, Jaenaa Gozali di AS, dan Hermansyah di Swedia. –Ngurah Budi


10

Kreasi

Edisi 897/ 18 - 24 April 2016

Kepala Burung di Tamiang

Style

Edisi 897/ 18 - 24 April 2016

Kreasi Para Guru TK Pelatihan kreasi tamiang dari bungkus Ting Ting Garuda kembali digelar ­untuk yang ketigakalinya, Sabtu (9/4). Kali ini mengambil lokasi di Kantor Camat ­Denpasar Timur. Pelatihan diikuti yang diikuti para guru TK dan PAUD se-Kota Denpasar merupakan kerja sama Garudafood dengan TP PKK Kota Denpasar dan Tabloid Tokoh.

Gaun Etnik Modern I

da Bagus Asta Wibawa, Regional Sales and Promotion Garudafood BaliNusra saat membuka acara mengatakan, produk Ting Ting Garuda merupakan satu produk camilan bukan permen atau cokelat, tapi kacang yang sangat enak. Makan satu saja tidak cukup. Pasti ingin terus nambah lagi. Inilah keistimewaan Ting Ting Garuda ini. Sebagai bentuk kepedulian terhadap program pemerintah,

Denpasar bersih dari sampah, Garudafood mengajak masyarakat Kota Denpasar untuk belajar memanfaatkan bungkus Ting Ting Garuda. Aneka kreasi tamiang yang sangat cantik dapat dihasilkan dari bungkus Ting Ting Garuda. Berbagai kreasi para guru-guru ini tertuang dari tamiang yang mereka hasilkan. Masingmasing kecamatan, tidak mau kalah menunjukkan kreasinya. Yang paling unik, satu kecamatan membuat tamiang dengan satu

ide kreatif yakni membuat kepala burung dari bungkus Ting Ting Garuda. Seperti dalam pelatihan sebelumnya, I Wayan Sumatra dari Pokja IV PKK Kota Denpasar didapuk sebagai instruktur dalam pembuatan tamiang ini. Ia mengatakan, sangat bangga, para guru TK dan PAUD ini begitu kreatif dengan tamiang yang mereka hasilkan. Ide menampilkan kepala burung di tamiang menurutnya, mendapatkan nilai plus. Ia berharap, saat lomba digelar, Minggu, 17 April 2016 di Wantilan Bali TV, akan bermunculkan lebih banyak lagi kreasi dari para ibuibu PKK. Made Ayu, salah seorang peserta mengatakan, bagus juga ide Garudafood memberikan pelatihan daur ulang seperti ini. “Tamiang ini bisa dijadikan bahan hiasan ada upacara pernikahan atau peresmian gedung. Warna bungkus Ting Ting yang merah dan menyala berkelap-kelip, tentu akan lebih menarik lagi jika terkena lampu di malam hari,” ujarnya. Ia berharap, makin banyak

perusahaan yang peduli dengan lingkungan dengan memberikan pelatihan seperti ini. Lain lagi, penuturan Widi. Menurutnya, kreasi bungkus Ting Ting Garuda ini bisa dikerjakan para guru bersama anak-anak TK. “Membuat kreasi sembari

bermain. Bukan hanya untuk tamiang kreasi, tapi bungkus Ting Ting bisa untuk kreasi lain, misalnya membuat bunga. Murid TK diajak belajar melipat, atau membentuk, sementara gurunya mengerjakan proses yang lebih sulit,” ucapnya. -Wirati Astiti

Tjok Abi hadir kembali semarakkan perhelatan “Indonesia Fashion Week” (IFW) 2016 di Jakarta, belum lama ini. Komitmennya menonjolkan budaya lokal dengan ciri khas Bali, terlihat sangat kental pada kreativitasnya yang mengusung tema “Ardhanareswari”.

D

ikatakannya tema kali ini mengekspresikan kekuatan sosok perempuan ningrat yang ayu dan bijaksana, perempuan yang akan melahirkan sosok raja yang nantinya bakal naik tahta. Di sini Tjok Abi menggarap koleksinya dengan gaya feminin dan lady like yang seksi tapi juga anggun. Namun, pada gaya etnik

dengan sentuhan kekinian ini, di dalamnya tetap terkandung etika dan estetika. Ada pesona perempuan yang penuh keagungan, keindahan,kebijaksanaan serta kearifan. Pada serangkaian desain yang dipersembahkannya untuk para pecinta fashion di tanah air ini, menggunakan bahan utama tenun ikat Bali dan songket Bali dengan nuansa warna merah, kuning, hitam dan emas. Sementara material penunjang lainnya dipilih sutra dan brokat. Sedangkan untuk aksen melengkapi keindahan gaun-gaunnya, Tjok Abi memainkan hiasan renda, bordir, pa­ yet dan lukisan ta­ ngan. – Sri Ardhini Foto : By Edi Bogel

15


14

Jelita

Edisi 897/ 18 - 24 april 2016

Bugar

Edisi 897/ 18 - 24 april 2016

11

Penyakit Jantung Koroner (PJK)
 dr. I Made Junior Rina Artha, Sp.JP(K), FIHA

Penulis adalah Spesialis & Konsultan Jantung dan Pembuluh darah Siloam Hospitals Bali

dr. I Made Junior Rina Artha, Sp.JP(K), FIHA

Beberapa faktor risiko terpenting penyakit jantung koroner : •Kadar kolesterol total dan LDL tinggi •Kadar kolesterol HDL rendah •Tekanan darah tinggi (hipertensi) •Merokok •Diabetes Mellitus
 •Kegemukan/obesitas
 •Riwayat keturunan penyakit jantung dalam keluarga •Kurang olah raga
 •Stres

Rahasia 7 Cakra dalam Miracle Power Retinol Facial Perkembangan perawatan kecantikan yang akan datang tidak lagi hanya memperhatikan salah satu aspek kesehatan dan keindahan kulit, melainkan menggunakan sudut pandang estetika yang lebih utuh, proporsional dan seimbang. Kesehatan dan keindahan kulit haruslah dipandang dari berbagai sisi yang saling melengkapi dan menjadikannya lebih sempurna. Itulah yang kami sebut sebagai “Miracle Facial Harmony”. Menjelang hari Kartini ini, Miracle Aesthetic Clinic sudah menyiapkan berbagai perawatan maupun produk terbaru dengan mengusung konsep tersebut. Salah satunya adalah perawatan Miracle Power Retinol Facial. Miracle Power Retinol Facial Miracle Power Retinol Facial merupakan perawatan wajah untuk mengatasi berbagai problem penuaan kulit. Facial ini yang sangat unik dan akan menjadi signature facial dari Miracle. Mengapa unik? Miracle Power Retinol Facial memadukan harmoni antara filosofi Timur dan kemajuan teknologi Barat (East meets West). Filosofi Timur tercermin pada ritual pijat pada bagian wajah, leher dan dada untuk mengawali proses perawatan, yang disebut Miracle Opening 7 Cakra of Beauty. Bahan aktif Retinol yang merupakan penemuan negara Barat, terbukti sangat efektif untuk peremajaan kulit, seperti meregenerasi sel-sel kulit baru yang akan menggantikan sel-sel kulit yang telah mengalami kerusakan akibat proses penuaan. Kulit yang

Miracle

mulai terlihat kusam, muncul kerutan dan keriput serta tampak tak muda lagi, akan segera digantikan dengan kulit yang lebih sehat dan tampak awet muda. Apa itu Cakra? Dalam filosofi India, dipercaya bahwa dalam tubuh manusia terdapat titik-titik tertentu sebagai sumber dan pusat energi yang digunakan dalam beraktivitas, berpikir dan bergerak. Titik-titik inilah yang dikenal dengan istilah cakra. Cakra berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti roda atau kemudi, dan digambarkan sebagai bunga teratai, yang terdiri dari beberapa kelopak yang membuka dirinya satu per satu dan berputar seperti roda, layaknya kinerja tubuh manusia. Cakra juga mampu mengalirkan energi positif, pusat pengendali dan menjaga keseimbangan fungsi tubuh. Energi inilah yang berpengaruh terhadap metabolisme tubuh, termasuk dalam mempengaruhi fungsi sel-sel kulit agar kesehatan dan keindahan kulit akan terjaga. Miracle Opening 7 Cakra of Beauty Perawatan Miracle Power Retinol Facial diawali dengan ritual “Miracle Opening 7 Cakra of Beauty”, dengan tujuan mempersiapkan kulit wajah sebelum menyerap bahan-bahan aktif yang akan diaplikasikan. Miracle Opening 7 Cakra of Beauty dilakukan dengan teknik pijatan dan penekanan pada titik-titik tertentu berdasarkan letak 7 cakra yang berpengaruh terhadap kesehatan dan kecantikan kulit. Manfaatnya akan segera dirasakan, seperti aliran darah dan limfatik menjadi lebih lancar, otot-otot wajah dan leher menjadi lebih relaks sehingga proses perawatan berikutnya akan lebih dirasa nyaman dan hasilnya akan lebih optimal, yakni kulit tampak lebih segar dan bercahaya. Manfaat Retinol Retinol merupakan struktur kimia yang menjadi turunan Vitamin A, yang banyak digunakan sebagai bahan aktif untuk peremajaan kulit. Dalam Miracle Power Retinol Facial, digunakan sinergi dari 3 macam bahan aktif utama yang efektif, dan dikombinasikan dengan teknologi canggih untuk mendapatkan hasil yang

Aesthetic Clinic Denpasar

menakjubkan. Penambahan bahan antioksidan lainnya sangat bermanfaat untuk menangkal radikal bebas yang mengakibatkan kerusakan sel karena penuaan, mengatasi kerutan halus/keriput dan melembutkan tekstur kulit. Untuk hasil lebih optimal, Anda dipuaskan dengan dua macam masker, yaitu retinol mask dan whitening mask pada tahap akhir perawatan ini. Segera kunjungi MIRACLE Aesthetic Clinic terdekat. Nikmati diskon istimewa untuk Miracle Power Retinol Facial dan perawatan atau produk lainnya. Let’s experience the Miracle touch!

Jl. Letda. Tantular No. 47 A Denpasar Ph. (0361) 246148 HP. 08123849929

Penyakit jantung koroner pada mulanya disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding dalam pembuluh darah jantung (pembuluh koroner) dan hal ini lama kelamaan diikuti oleh berbagai proses seperti penimbunan jaringan ikat, perkapuran, pembekuan darah dll, yang ke­semuanya akan mempersempit atau menyumbat pembuluh darah tersebut. Hal ini akan mengakibatkan otot jantung di daerah tersebut mengalami kekurangan aliran darah dan dapat menimbulkan berbagai akibat yang cukup serius, dari angina pectoris (nyeri dada) sampai infark jantung, yang dalam masyarakat di kenal dengan serangan jantung yang dapat menyebabkan kematian mendadak.

Bila Anda menyandang salah satu atau beberapa faktor risiko tersebut diatas, Anda dianjurkan secara berkala memeriksakan kesehatan jantung Anda kepada seorang ahli. Adanya dua atau lebih faktor risiko akan berlipat kali menaikkan risiko total terhadap penyakit jantung koroner. Gejala Penyakit Jantung Koroner Gejala yang sering timbul adalah rasa berat atau tertekan atau tidak enak di daerah dada yang biasa disebut sebagai angina pectoris, yang timbul terutama saat beraktivitas atau ketika mengalami stres emosional dan biasanya keluhan akan hilang setelah pasien beristirahat. Terkadang pasien merasakan sebagai sesak nafas. Keluhan angina tidak hanya bisa dirasakan di daerah dada, tetapi juga dapat dijumpai di daerah bahu, leher, punggung sampai ke ulu hati. Rasa nyeri dapat disertai keringat dingin dan pusing. Akan tetapi banyak penderita yang mengalami gejala yang tidak khas atau bahkan tidak ada gejala sama sekali sampai terjadi serangan jantung mendadak dan dapat mengakibatkan kematian. Deteksi Penyakit Jantung Koroner Beberapa pemeriksaan dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya penyakit jantung koroner antar lain : ECG/ Elektrokardiogram, Treadmill, Echokardiografi, MSCT Koroner, MRI, Nuklir dan Arteriografi Koroner (yang sering dikenal sebagai Kateterisasi). Dengan pemeriksaan ECG dapat diketahui kemungkinan adanya kelainan pada jantung Anda. Kemudian bila dianggap perlu Anda akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan Treadmill dan Echokardiografi. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut kemungkinan Anda akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan MSCT Koroner atau Arteriografi Koroner (Kateterisasi) yang mempunyai tingkat ketepatan paling tinggi (99 - 100%) untuk memastikan apakah Anda mempunyai penyakit jantung koroner. Apakah Kateterisasi Jantung? Kateterisasi jantung merupakan pemeriksaan yang bertujuan untuk memeriksa struktur serta fungsi jantung, termasuk ruang jantung, katup jantung, otot jantung, serta pembuluh darah jantung termasuk pembuluh darah koroner, terutama untuk mendeteksi adanya pem-

buluh darah jantung yang tersumbat. Prosedur tersebut dilakukan oleh dokter spesialis jantung dengan menggunakan alat Angiografi. Dengan pemberian zat kontras melalui kateter, dokter dapat mengetahui secara tepat letak, luas, serta berat atau derajat penyempitan pembuluh darah koroner. Hasil akan direkam secara jelas dalam film atau CD (Compact Disc)

Potongan melintang pembuluh arteri yang normal/ sehat

Potongan melintang pembuluh arteri yang menyempit karena timbunan kolesterol

Bagaimana dengan hasil Kateterisasi Jantung? Dokter akan menjelaskan hasil film yang direkam selama tindakan dan kemungkinan pengobatan selanjutnya. Bila hasil dari film tersebut diketahui adanya penyempitan pembuluh koroner, maka dokter akan memberitahukan tindakan pengobatan selanjutnya apakah cukup dengan obat atau dengan tindakan pelebaran bagian pembuluh darah jantung yang menyempit atau tersumbat dengan menggunakan alat alat tertentu atau ditiup, Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty, di singkat PTCA atau akhir akhir ini disebut Percutaneous Coronary intervention yang disingkat PCI; atau harus dilakukan Operasi Jantung Terbuka (Open Heart Surgery) untuk memasang pembuluh darah baru menggantikan pembuluh darah jantung yang tersumbat Coronary Artery Bypass Surgery disingkat CABG. Bagaimana dengan Risiko Kateterisasi Jantung? Dengan makin canggihnya peralatan Angiografi dan berkembangnya teknik teknik baru, pada umumnya tindakan kateterisasi secara praktis dianggap tidak ada risiko.

Sebelum Tindakan

Sesudah Tindakan

Apa yang dimaksud dengan tindakan “Peniupan” (PTCA-PCI)? Tindakan “peniupan” atau “balonisasi” atau “Angioplasti” bertujuan untuk melebarkan penyempitan pembuluh koroner dengan menggunakan kateter khusus yang ujungnya mempunyai balon. Balon dimasukkan dan dikembangkan tepat ditempat penyempitan pembuluh darah jantung. Dengan demikian penyempitan tersebut menjadi terbuka. Untuk menyempurnakan hasil peniupan ini, kadang-kadang diperlukan tindakan lain yang dilakukan dalam waktu yang sama, seperti pemasangan ring atau cincin penyanggah (stent), pengeboran kerak di dalam pembuluh darah (rotablation) atau pengerokan kerak pembuluh darah (directional atherectomy).


12

Kuliner

Edisi 897/ 18 - 24 April 2016

Becak dari Indonesia Ramaikan FHA Singapura

Edisi 897/ 18 - 24 April 2016

Pizza dan Bakso Bali Jimbaran

J

imbaran dikenal sebagai tempat yang sangat eksotik untuk menikmati makan malam. Sembari menyantap ikan bakar ditemani suara ombak pantai dan sinar bulan menambah kenyamanan kita berada di tempat itu. Selain ikan bakar, di areal Muaya Beach Jimbaran, ada juga menu lain, yakni warung pizza dan bakso Bali. Pemiliknya, I Made Witha yang juga chef senior dan warga asli Jimbaran. Ia mengatakan,

Ajang Food, HotelAsia (FHA) digelar 12 sampai 15 April di Singapore Expo. Acara ini ­merupakan pameran dagang terbesar makanan yang dikunjungi lebih dari 70% pengunjung dari Asia Tenggara. Pameran dagang ini menampilkan, Bakery & Pastry, Tea & Coffee, ­Hospitality Technology, Hospitality Style Asia, dan Hotel Asia. Selain pameran, ada juga kompetisi ­memasak dan pameran makanan. Seperti apa? Berikut catatan perjalanan Chef Made Suarsa, yang berkesempatan menyaksikan langsung ajang bergengsi tersebut.

P

ameran dagang FHA merupakan pameran terbesar, bila dibandingkan dengan Food, Hotel, and Tourism (FHT) yang digelar di Bali atau Jakarta. Mulai dari tempat lokasi pameran yang sangat luas, mulai dari hall 1 sampai hall 10. Masing-masing hall menampilkan item tersendiri. “Karena basis saya di pastry bakery, saya fokus ke soal itu. Pamerannya ada di hall 2 dan hall 3. Tempatnya sangat luas, sangat berbeda dengan FHT di Bali,” kata Suarsa. Ia mengatakan, di Hall 2 dan Hall 3 menampilkan pameran ingredient pastry atau bahan-bahan yang digunakan dalam pengolahan kue dan roti, mulai dari mentega, pengembang, yogurt, susu, krim, bahan hiasan, dll. “Pengunjungnya sangat banyak dan antusias, walaupun letak lokasi satu dan yang lainnya lumayan luas, otomatis membuat kami lebih banyak berjalan, tapi sangat menarik,” kata Suarsa. Suarsa mengatakan, dibandingkan dengan FHT yang digelar di Bali, FHA di Singapura lebih banyak menampilkan ingredient pastry, sementara kalau di FHT Bali, alat-alat masak yang lebih ditonjolkan. “Ada alat-alat masak yang dipamerkan di FHA Singapura, tapi lebih sedikit,” kata Suarsa. Selain urusan makanan dan hotel, urusan teknologi juga melengkapi FHA di Singapura. Yang menarik lagi, kompetisi memasak yang digelar, sangat antusias diikuti peserta. Uniknya, peserta kontes diberikan kesempatan memasak sesuai keinginan mereka. Hanya diberi batasan, mereka harus menyajikan makan­an mulai pembuka sampai penutup. Sementara, untuk temanya diberikan bebas sesuai keinginan peserta. Dalam kompetisi memasak

Sajian dari Hyatt Indonesia

tersebut, setelah selesai penjurian, makanan langsung didisplay dan dijual kepada penonton. Satu set makanan dijual seharga 60 dolar Singapura. “Para penonton yang menyaksikan acara, berdesakan untuk bisa mencicipi rasa masakan hasil para chef tersebut,” kata Suarsa. Suarsa sempat bertemu dengan tim panitia dalam acara FHA tersebut. Dari mereka, ia mendapatkan informasi, makanan khas Singapura yaitu lasagna, bak kut teh, chicken Hainan, memang tidak dipertandingkan dalam ajang tersebut. Kompetisi hanya mengambil tema western food. Saking penasarannya, Suarsa sempat melihat lebih dekat ke dalam ruang­ an pameran tersebut. Ia melihat, para tim terdiri dari chef-chef yang masih sangat muda, dan cara kerjanya sangat profesional. Saat break hanya diberi kesempatan 15 menit, mereka tidak ada waktu untuk makan atau duduk di kursi, tapi mereka tetap berdiri sem-

bari menikmati minuman dan kudapan, hanya dalam waktu 15 menit, mereka kembali bekerja. “Mereka stand by mulai pameran buka pukul 10 pagi sampai pukul 16.00, kemudian clear up, dan pukul 18.00 mereka stand by lagi sampai pameran tutup pukul 22.00,” ujarnya. Suarsa melihat, tim terlihat saling mengisi, dan mengaku sangat kagum dengan cara kerja mereka. Bagi Suarsa, ada satu kebanggaaan melihat ada stan Indonesia yang ikut serta adalam ajang FHA yakni dari Hyatt Indonesia. Satu konsep ditam­ pilkan yakni olahan cokelat dengan model becak. “Mungkin mereka ingin memperkenalkan alat transportasi Indonesia, namanya becak. Kebetulan saya tidak sempat mengobrol dengan peserta dari Indonesia karena mereka tampak sangat sibuk menyiapkan makanan,” kata Suarsa. Dari pengamatannya, olahan cokelat tersebut, selain dibentuk menjadi becak, mereka juga menyajikan item-item detail dari becak tersebut, mulai roda, gerigi, dll, dengan warna-warni. Intinya, kata Suarsa, penyajian dari Indonesia sangat menarik dan unik. Dalam pameran makanan, ia melihat dalam presentasi makanan masih menggunakan jelly untuk mengkilapkan makanan agar terlihat lebih menarik. “Mungkin tujuannya, agar keesokan harinya, masih terlihat bagus dan menarik bagi pengunjung. Sementara, di FHT Bali, makanan

tetap dipamerkan dalam kondisi yang se­ sungguhnya, sehingga kita hanya bisa melihat pameran makanan tersebut pada hari itu,” kata Suarsa. Bagi Suarsa, tujuan datang ke FHA Singa­ pura adalah sebagai pembelajaran baik dari segi bahan, ataupun teknologi dalam urusan kuliner. Namun, ia sangat yakin, para chef Indonesia tak kalah dengan chef luar, terlihat dari urusan kreasi makanan yang disajikan, chef Indonesia lebih mampu menyajikan hal yang lebih. Bahkan, banyak chef Indonesia yang sudah berprestasi tingkat dunia. Namun, kata dia, dalam setiap ajang pameran dagang makanan, tentu selalu ada manfaat yang bisa dipetik. “Masing-masing tempat penyelenggara mempunyai trik tersendiri untuk menarik minat pengunjung. Singapura memang selalu menarik untuk dikunjungi, apapun bentuknya. Ia berharap, semoga Bali bisa meraup wisatawan semakin banyak dengan berbagai kegiatan yang diselenggarakan, termasuk kegiatan pameran kuliner, seperti Singapura. “Yang saya baca, FHA Singapura tahun 2014 dikunjungi turis dari 97 negara. Semoga

Bakso Bali

Bahan: 2 kg 300 gr 80 gr 60 gr 20 gr 20 gr 4 butir 10 gr 10 gr

: daging ayam : tepung kanji : bawang putih goreng : kaldu bubuk : garam : merica putih bubuk : telur ayam : seledri : bihun

Cara membuat: - Daging ayam dicincang halus. - Tambahkan bumbu yang sudah di­­haluskan, kemudian aduk rata. Tam­­bahkan telur ayam, aduk rata.

- Rebus air sampai mendidih. Adonan bakso dicetak dengan tangan dan dimasukkan ke dalam air mendidih sampai mengambang. Angkat dan sisihkan. - Buat kuah bakso: rebus tulang ayam sampai mendidih, kemudian

disaring. Tambahkan kaldu ayam, garam, dan merica. Siap digunakan. - Tata bihun, seledri, dan bawang goreng di mangkok. Masukkan bakso dan siram dengan kuahnya. Siap dihidangkan.

Made Suarsa

Macaroni Tuna Brongkoli

even FHT di Bali dan Jakarta juga mampu menyedot banyak wisatawan untuk datang ke Indonesia,” kata Suarsa. –Wirati Astiti

Sarwan

Made Suarsa bersama tim dari Singapura

ati Nikm

Chinesse Food

Hanya di...

& Aneka Es Taiwan

Cafe Santai

Setiap pembelanjaan Rp 100 ribu

Dapatkan voucher makan senilai Rp 25 ribu di Cafe Mie Bali *ciri khas Taiwan

Tanggal 21 April 2016. Buka mulai jam 11.00 s.d. 20.00 Wita Alamat: Jln. Raya Sesetan, Pesanggaran Tlp. (0361) 725544

Serabut Ice Cream

JWB Pizza

Bawang Bombay Jamur (mushroom) Keju mozarela

Bahan Dough (adonan dasar pizza) 1 kg : tepung terigu 15 gr : yeast 5 bread : improver 10 gr : gula 20 gr : garam 100 cc : minyak salad 450 cc : air es

Cara membuat dough: - Semua bahan dicampur menjadi satu. Aduk rata sampai menjadi adonan yang kalis. Adonan digiling sampai tipis mencapai 1 milimeter. Cetak sesuai ukuran. Diamkan sekitar 15 menit. - Dough kemudian diberi saus tomat, bawang bombay cincang, mushroom, black olive yang sudah dipotong-potong, ham, oregano, basil, keju mozarela, panggang sekitar 10 menit. Siap disajikan panaspanas. -Wirati Astiti

Bahan isi: Saus tomat Oregano Basil Black olive Daging ham

Salad Pasta ala Chef Sarwan

Segera dibuka “Cafe Mie Bali”

Pameran pastry

saat masih bekerja di salah satu hotel di Jimbaran, ia berpikir, ingin sekali membuat satu warung yang tampil beda. Keinginan itu akhirnya bisa terwujud tahun 2007. Awalnya, ia hanya fokus pada Western Food. Namun, enam bulan lalu, ia tertarik mengembangkan bakso Bali. Sembari menikmati masa pensiunnya, Made Witha kini eksis dengan Jimbaran Witha Bakery (JWB). Pada kesempatan ini, ia berbagi resep kepada pembaca tokoh.

Murah Meriah & Bersih

Kangkung Balacan

Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678

Bahan: Makaroni : rebus sampai matang, tiriskan 3 sdm : minyak zaitun 2 sdm : margarin 3 siung : bawang putih cincang halus 150 gr : brongkoli hijau potong kecil 100 gr : kacang polong 200 gr : tuna asap 100 gr : keju parmesan atau menurut selera 2 sdm : saus tiram ½ sdt : lada bubuk Gula, garam, kaldu bubuk ­secukupnya

Cara membuat: - Tumis irisan bawang putih bersama margarin hingga harum, masukkan irisan brongkoli serta minyak zaitun, masak selama 3 menit. Lalu masukkan ikan tuna, makaroni kacang polong,

garam, gula, kaldu bubuk, saus tiram, lada bubuk, aduk-aduk hingga tercampur dan bumbu meresap. - Siap untuk disajikan bersama taburan keju parmasan dan sajikan selagi masih panas.

13

Bahan: 300 gr 100 gr 100 gr 100 gr 150 gr 100 gr 1 sdm 100 gr 5 sdm 1 sdm 2 sdm

: pasta fusilli : ayam fille dada : kacang merah kalengan, buang airnya, tiriskan : jagung manis kalengan, buang airnya, tiriskan : tomat ceri belah 4 : daun basil segar, biarkan utuh atau potong-potong : bawang merah cincang : keju parmesan parut : saus raja rasa : minyak wijen : saus tiram

Cara Membuat : - Rebus pasta sesuai petunjuk dalam kemasan, setelah matang bilas dengan air dingin, tiriskan. - Panggang dada ayam fille hingga matang, potong dadu, atau suwirsuwir, masukkan dalam mang­kok besar, lalu masukkan pasta, saus tiram, saus raja rasa dan minyak wijen, aduk ja­di satu. Kemudian, tomat, kacang merah, jagung kalengan dimasukkan juga, aduk jadi satu rata. Lalu simpan dalam lemari es selama 30 menit agar bumbu meresap. Ketika hendak disajikan, tambahkan daun basil dan irisan bawang merah dan keju parmesan, aduk rata, siap disantap.


12

Kuliner

Edisi 897/ 18 - 24 April 2016

Becak dari Indonesia Ramaikan FHA Singapura

Edisi 897/ 18 - 24 April 2016

Pizza dan Bakso Bali Jimbaran

J

imbaran dikenal sebagai tempat yang sangat eksotik untuk menikmati makan malam. Sembari menyantap ikan bakar ditemani suara ombak pantai dan sinar bulan menambah kenyamanan kita berada di tempat itu. Selain ikan bakar, di areal Muaya Beach Jimbaran, ada juga menu lain, yakni warung pizza dan bakso Bali. Pemiliknya, I Made Witha yang juga chef senior dan warga asli Jimbaran. Ia mengatakan,

Ajang Food, HotelAsia (FHA) digelar 12 sampai 15 April di Singapore Expo. Acara ini ­merupakan pameran dagang terbesar makanan yang dikunjungi lebih dari 70% pengunjung dari Asia Tenggara. Pameran dagang ini menampilkan, Bakery & Pastry, Tea & Coffee, ­Hospitality Technology, Hospitality Style Asia, dan Hotel Asia. Selain pameran, ada juga kompetisi ­memasak dan pameran makanan. Seperti apa? Berikut catatan perjalanan Chef Made Suarsa, yang berkesempatan menyaksikan langsung ajang bergengsi tersebut.

P

ameran dagang FHA merupakan pameran terbesar, bila dibandingkan dengan Food, Hotel, and Tourism (FHT) yang digelar di Bali atau Jakarta. Mulai dari tempat lokasi pameran yang sangat luas, mulai dari hall 1 sampai hall 10. Masing-masing hall menampilkan item tersendiri. “Karena basis saya di pastry bakery, saya fokus ke soal itu. Pamerannya ada di hall 2 dan hall 3. Tempatnya sangat luas, sangat berbeda dengan FHT di Bali,” kata Suarsa. Ia mengatakan, di Hall 2 dan Hall 3 menampilkan pameran ingredient pastry atau bahan-bahan yang digunakan dalam pengolahan kue dan roti, mulai dari mentega, pengembang, yogurt, susu, krim, bahan hiasan, dll. “Pengunjungnya sangat banyak dan antusias, walaupun letak lokasi satu dan yang lainnya lumayan luas, otomatis membuat kami lebih banyak berjalan, tapi sangat menarik,” kata Suarsa. Suarsa mengatakan, dibandingkan dengan FHT yang digelar di Bali, FHA di Singapura lebih banyak menampilkan ingredient pastry, sementara kalau di FHT Bali, alat-alat masak yang lebih ditonjolkan. “Ada alat-alat masak yang dipamerkan di FHA Singapura, tapi lebih sedikit,” kata Suarsa. Selain urusan makanan dan hotel, urusan teknologi juga melengkapi FHA di Singapura. Yang menarik lagi, kompetisi memasak yang digelar, sangat antusias diikuti peserta. Uniknya, peserta kontes diberikan kesempatan memasak sesuai keinginan mereka. Hanya diberi batasan, mereka harus menyajikan makan­an mulai pembuka sampai penutup. Sementara, untuk temanya diberikan bebas sesuai keinginan peserta. Dalam kompetisi memasak

Sajian dari Hyatt Indonesia

tersebut, setelah selesai penjurian, makanan langsung didisplay dan dijual kepada penonton. Satu set makanan dijual seharga 60 dolar Singapura. “Para penonton yang menyaksikan acara, berdesakan untuk bisa mencicipi rasa masakan hasil para chef tersebut,” kata Suarsa. Suarsa sempat bertemu dengan tim panitia dalam acara FHA tersebut. Dari mereka, ia mendapatkan informasi, makanan khas Singapura yaitu lasagna, bak kut teh, chicken Hainan, memang tidak dipertandingkan dalam ajang tersebut. Kompetisi hanya mengambil tema western food. Saking penasarannya, Suarsa sempat melihat lebih dekat ke dalam ruang­ an pameran tersebut. Ia melihat, para tim terdiri dari chef-chef yang masih sangat muda, dan cara kerjanya sangat profesional. Saat break hanya diberi kesempatan 15 menit, mereka tidak ada waktu untuk makan atau duduk di kursi, tapi mereka tetap berdiri sem-

bari menikmati minuman dan kudapan, hanya dalam waktu 15 menit, mereka kembali bekerja. “Mereka stand by mulai pameran buka pukul 10 pagi sampai pukul 16.00, kemudian clear up, dan pukul 18.00 mereka stand by lagi sampai pameran tutup pukul 22.00,” ujarnya. Suarsa melihat, tim terlihat saling mengisi, dan mengaku sangat kagum dengan cara kerja mereka. Bagi Suarsa, ada satu kebanggaaan melihat ada stan Indonesia yang ikut serta adalam ajang FHA yakni dari Hyatt Indonesia. Satu konsep ditam­ pilkan yakni olahan cokelat dengan model becak. “Mungkin mereka ingin memperkenalkan alat transportasi Indonesia, namanya becak. Kebetulan saya tidak sempat mengobrol dengan peserta dari Indonesia karena mereka tampak sangat sibuk menyiapkan makanan,” kata Suarsa. Dari pengamatannya, olahan cokelat tersebut, selain dibentuk menjadi becak, mereka juga menyajikan item-item detail dari becak tersebut, mulai roda, gerigi, dll, dengan warna-warni. Intinya, kata Suarsa, penyajian dari Indonesia sangat menarik dan unik. Dalam pameran makanan, ia melihat dalam presentasi makanan masih menggunakan jelly untuk mengkilapkan makanan agar terlihat lebih menarik. “Mungkin tujuannya, agar keesokan harinya, masih terlihat bagus dan menarik bagi pengunjung. Sementara, di FHT Bali, makanan

tetap dipamerkan dalam kondisi yang se­ sungguhnya, sehingga kita hanya bisa melihat pameran makanan tersebut pada hari itu,” kata Suarsa. Bagi Suarsa, tujuan datang ke FHA Singa­ pura adalah sebagai pembelajaran baik dari segi bahan, ataupun teknologi dalam urusan kuliner. Namun, ia sangat yakin, para chef Indonesia tak kalah dengan chef luar, terlihat dari urusan kreasi makanan yang disajikan, chef Indonesia lebih mampu menyajikan hal yang lebih. Bahkan, banyak chef Indonesia yang sudah berprestasi tingkat dunia. Namun, kata dia, dalam setiap ajang pameran dagang makanan, tentu selalu ada manfaat yang bisa dipetik. “Masing-masing tempat penyelenggara mempunyai trik tersendiri untuk menarik minat pengunjung. Singapura memang selalu menarik untuk dikunjungi, apapun bentuknya. Ia berharap, semoga Bali bisa meraup wisatawan semakin banyak dengan berbagai kegiatan yang diselenggarakan, termasuk kegiatan pameran kuliner, seperti Singapura. “Yang saya baca, FHA Singapura tahun 2014 dikunjungi turis dari 97 negara. Semoga

Bakso Bali

Bahan: 2 kg 300 gr 80 gr 60 gr 20 gr 20 gr 4 butir 10 gr 10 gr

: daging ayam : tepung kanji : bawang putih goreng : kaldu bubuk : garam : merica putih bubuk : telur ayam : seledri : bihun

Cara membuat: - Daging ayam dicincang halus. - Tambahkan bumbu yang sudah di­­haluskan, kemudian aduk rata. Tam­­bahkan telur ayam, aduk rata.

- Rebus air sampai mendidih. Adonan bakso dicetak dengan tangan dan dimasukkan ke dalam air mendidih sampai mengambang. Angkat dan sisihkan. - Buat kuah bakso: rebus tulang ayam sampai mendidih, kemudian

disaring. Tambahkan kaldu ayam, garam, dan merica. Siap digunakan. - Tata bihun, seledri, dan bawang goreng di mangkok. Masukkan bakso dan siram dengan kuahnya. Siap dihidangkan.

Made Suarsa

Macaroni Tuna Brongkoli

even FHT di Bali dan Jakarta juga mampu menyedot banyak wisatawan untuk datang ke Indonesia,” kata Suarsa. –Wirati Astiti

Sarwan

Made Suarsa bersama tim dari Singapura

ati Nikm

Chinesse Food

Hanya di...

& Aneka Es Taiwan

Cafe Santai

Setiap pembelanjaan Rp 100 ribu

Dapatkan voucher makan senilai Rp 25 ribu di Cafe Mie Bali *ciri khas Taiwan

Tanggal 21 April 2016. Buka mulai jam 11.00 s.d. 20.00 Wita Alamat: Jln. Raya Sesetan, Pesanggaran Tlp. (0361) 725544

Serabut Ice Cream

JWB Pizza

Bawang Bombay Jamur (mushroom) Keju mozarela

Bahan Dough (adonan dasar pizza) 1 kg : tepung terigu 15 gr : yeast 5 bread : improver 10 gr : gula 20 gr : garam 100 cc : minyak salad 450 cc : air es

Cara membuat dough: - Semua bahan dicampur menjadi satu. Aduk rata sampai menjadi adonan yang kalis. Adonan digiling sampai tipis mencapai 1 milimeter. Cetak sesuai ukuran. Diamkan sekitar 15 menit. - Dough kemudian diberi saus tomat, bawang bombay cincang, mushroom, black olive yang sudah dipotong-potong, ham, oregano, basil, keju mozarela, panggang sekitar 10 menit. Siap disajikan panaspanas. -Wirati Astiti

Bahan isi: Saus tomat Oregano Basil Black olive Daging ham

Salad Pasta ala Chef Sarwan

Segera dibuka “Cafe Mie Bali”

Pameran pastry

saat masih bekerja di salah satu hotel di Jimbaran, ia berpikir, ingin sekali membuat satu warung yang tampil beda. Keinginan itu akhirnya bisa terwujud tahun 2007. Awalnya, ia hanya fokus pada Western Food. Namun, enam bulan lalu, ia tertarik mengembangkan bakso Bali. Sembari menikmati masa pensiunnya, Made Witha kini eksis dengan Jimbaran Witha Bakery (JWB). Pada kesempatan ini, ia berbagi resep kepada pembaca tokoh.

Murah Meriah & Bersih

Kangkung Balacan

Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678

Bahan: Makaroni : rebus sampai matang, tiriskan 3 sdm : minyak zaitun 2 sdm : margarin 3 siung : bawang putih cincang halus 150 gr : brongkoli hijau potong kecil 100 gr : kacang polong 200 gr : tuna asap 100 gr : keju parmesan atau menurut selera 2 sdm : saus tiram ½ sdt : lada bubuk Gula, garam, kaldu bubuk ­secukupnya

Cara membuat: - Tumis irisan bawang putih bersama margarin hingga harum, masukkan irisan brongkoli serta minyak zaitun, masak selama 3 menit. Lalu masukkan ikan tuna, makaroni kacang polong,

garam, gula, kaldu bubuk, saus tiram, lada bubuk, aduk-aduk hingga tercampur dan bumbu meresap. - Siap untuk disajikan bersama taburan keju parmasan dan sajikan selagi masih panas.

13

Bahan: 300 gr 100 gr 100 gr 100 gr 150 gr 100 gr 1 sdm 100 gr 5 sdm 1 sdm 2 sdm

: pasta fusilli : ayam fille dada : kacang merah kalengan, buang airnya, tiriskan : jagung manis kalengan, buang airnya, tiriskan : tomat ceri belah 4 : daun basil segar, biarkan utuh atau potong-potong : bawang merah cincang : keju parmesan parut : saus raja rasa : minyak wijen : saus tiram

Cara Membuat : - Rebus pasta sesuai petunjuk dalam kemasan, setelah matang bilas dengan air dingin, tiriskan. - Panggang dada ayam fille hingga matang, potong dadu, atau suwirsuwir, masukkan dalam mang­kok besar, lalu masukkan pasta, saus tiram, saus raja rasa dan minyak wijen, aduk ja­di satu. Kemudian, tomat, kacang merah, jagung kalengan dimasukkan juga, aduk jadi satu rata. Lalu simpan dalam lemari es selama 30 menit agar bumbu meresap. Ketika hendak disajikan, tambahkan daun basil dan irisan bawang merah dan keju parmesan, aduk rata, siap disantap.


14

Jelita

Edisi 897/ 18 - 24 april 2016

Bugar

Edisi 897/ 18 - 24 april 2016

11

Penyakit Jantung Koroner (PJK)
 dr. I Made Junior Rina Artha, Sp.JP(K), FIHA

Penulis adalah Spesialis & Konsultan Jantung dan Pembuluh darah Siloam Hospitals Bali

dr. I Made Junior Rina Artha, Sp.JP(K), FIHA

Beberapa faktor risiko terpenting penyakit jantung koroner : •Kadar kolesterol total dan LDL tinggi •Kadar kolesterol HDL rendah •Tekanan darah tinggi (hipertensi) •Merokok •Diabetes Mellitus
 •Kegemukan/obesitas
 •Riwayat keturunan penyakit jantung dalam keluarga •Kurang olah raga
 •Stres

Rahasia 7 Cakra dalam Miracle Power Retinol Facial Perkembangan perawatan kecantikan yang akan datang tidak lagi hanya memperhatikan salah satu aspek kesehatan dan keindahan kulit, melainkan menggunakan sudut pandang estetika yang lebih utuh, proporsional dan seimbang. Kesehatan dan keindahan kulit haruslah dipandang dari berbagai sisi yang saling melengkapi dan menjadikannya lebih sempurna. Itulah yang kami sebut sebagai “Miracle Facial Harmony”. Menjelang hari Kartini ini, Miracle Aesthetic Clinic sudah menyiapkan berbagai perawatan maupun produk terbaru dengan mengusung konsep tersebut. Salah satunya adalah perawatan Miracle Power Retinol Facial. Miracle Power Retinol Facial Miracle Power Retinol Facial merupakan perawatan wajah untuk mengatasi berbagai problem penuaan kulit. Facial ini yang sangat unik dan akan menjadi signature facial dari Miracle. Mengapa unik? Miracle Power Retinol Facial memadukan harmoni antara filosofi Timur dan kemajuan teknologi Barat (East meets West). Filosofi Timur tercermin pada ritual pijat pada bagian wajah, leher dan dada untuk mengawali proses perawatan, yang disebut Miracle Opening 7 Cakra of Beauty. Bahan aktif Retinol yang merupakan penemuan negara Barat, terbukti sangat efektif untuk peremajaan kulit, seperti meregenerasi sel-sel kulit baru yang akan menggantikan sel-sel kulit yang telah mengalami kerusakan akibat proses penuaan. Kulit yang

Miracle

mulai terlihat kusam, muncul kerutan dan keriput serta tampak tak muda lagi, akan segera digantikan dengan kulit yang lebih sehat dan tampak awet muda. Apa itu Cakra? Dalam filosofi India, dipercaya bahwa dalam tubuh manusia terdapat titik-titik tertentu sebagai sumber dan pusat energi yang digunakan dalam beraktivitas, berpikir dan bergerak. Titik-titik inilah yang dikenal dengan istilah cakra. Cakra berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti roda atau kemudi, dan digambarkan sebagai bunga teratai, yang terdiri dari beberapa kelopak yang membuka dirinya satu per satu dan berputar seperti roda, layaknya kinerja tubuh manusia. Cakra juga mampu mengalirkan energi positif, pusat pengendali dan menjaga keseimbangan fungsi tubuh. Energi inilah yang berpengaruh terhadap metabolisme tubuh, termasuk dalam mempengaruhi fungsi sel-sel kulit agar kesehatan dan keindahan kulit akan terjaga. Miracle Opening 7 Cakra of Beauty Perawatan Miracle Power Retinol Facial diawali dengan ritual “Miracle Opening 7 Cakra of Beauty”, dengan tujuan mempersiapkan kulit wajah sebelum menyerap bahan-bahan aktif yang akan diaplikasikan. Miracle Opening 7 Cakra of Beauty dilakukan dengan teknik pijatan dan penekanan pada titik-titik tertentu berdasarkan letak 7 cakra yang berpengaruh terhadap kesehatan dan kecantikan kulit. Manfaatnya akan segera dirasakan, seperti aliran darah dan limfatik menjadi lebih lancar, otot-otot wajah dan leher menjadi lebih relaks sehingga proses perawatan berikutnya akan lebih dirasa nyaman dan hasilnya akan lebih optimal, yakni kulit tampak lebih segar dan bercahaya. Manfaat Retinol Retinol merupakan struktur kimia yang menjadi turunan Vitamin A, yang banyak digunakan sebagai bahan aktif untuk peremajaan kulit. Dalam Miracle Power Retinol Facial, digunakan sinergi dari 3 macam bahan aktif utama yang efektif, dan dikombinasikan dengan teknologi canggih untuk mendapatkan hasil yang

Aesthetic Clinic Denpasar

menakjubkan. Penambahan bahan antioksidan lainnya sangat bermanfaat untuk menangkal radikal bebas yang mengakibatkan kerusakan sel karena penuaan, mengatasi kerutan halus/keriput dan melembutkan tekstur kulit. Untuk hasil lebih optimal, Anda dipuaskan dengan dua macam masker, yaitu retinol mask dan whitening mask pada tahap akhir perawatan ini. Segera kunjungi MIRACLE Aesthetic Clinic terdekat. Nikmati diskon istimewa untuk Miracle Power Retinol Facial dan perawatan atau produk lainnya. Let’s experience the Miracle touch!

Jl. Letda. Tantular No. 47 A Denpasar Ph. (0361) 246148 HP. 08123849929

Penyakit jantung koroner pada mulanya disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding dalam pembuluh darah jantung (pembuluh koroner) dan hal ini lama kelamaan diikuti oleh berbagai proses seperti penimbunan jaringan ikat, perkapuran, pembekuan darah dll, yang ke­semuanya akan mempersempit atau menyumbat pembuluh darah tersebut. Hal ini akan mengakibatkan otot jantung di daerah tersebut mengalami kekurangan aliran darah dan dapat menimbulkan berbagai akibat yang cukup serius, dari angina pectoris (nyeri dada) sampai infark jantung, yang dalam masyarakat di kenal dengan serangan jantung yang dapat menyebabkan kematian mendadak.

Bila Anda menyandang salah satu atau beberapa faktor risiko tersebut diatas, Anda dianjurkan secara berkala memeriksakan kesehatan jantung Anda kepada seorang ahli. Adanya dua atau lebih faktor risiko akan berlipat kali menaikkan risiko total terhadap penyakit jantung koroner. Gejala Penyakit Jantung Koroner Gejala yang sering timbul adalah rasa berat atau tertekan atau tidak enak di daerah dada yang biasa disebut sebagai angina pectoris, yang timbul terutama saat beraktivitas atau ketika mengalami stres emosional dan biasanya keluhan akan hilang setelah pasien beristirahat. Terkadang pasien merasakan sebagai sesak nafas. Keluhan angina tidak hanya bisa dirasakan di daerah dada, tetapi juga dapat dijumpai di daerah bahu, leher, punggung sampai ke ulu hati. Rasa nyeri dapat disertai keringat dingin dan pusing. Akan tetapi banyak penderita yang mengalami gejala yang tidak khas atau bahkan tidak ada gejala sama sekali sampai terjadi serangan jantung mendadak dan dapat mengakibatkan kematian. Deteksi Penyakit Jantung Koroner Beberapa pemeriksaan dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya penyakit jantung koroner antar lain : ECG/ Elektrokardiogram, Treadmill, Echokardiografi, MSCT Koroner, MRI, Nuklir dan Arteriografi Koroner (yang sering dikenal sebagai Kateterisasi). Dengan pemeriksaan ECG dapat diketahui kemungkinan adanya kelainan pada jantung Anda. Kemudian bila dianggap perlu Anda akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan Treadmill dan Echokardiografi. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut kemungkinan Anda akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan MSCT Koroner atau Arteriografi Koroner (Kateterisasi) yang mempunyai tingkat ketepatan paling tinggi (99 - 100%) untuk memastikan apakah Anda mempunyai penyakit jantung koroner. Apakah Kateterisasi Jantung? Kateterisasi jantung merupakan pemeriksaan yang bertujuan untuk memeriksa struktur serta fungsi jantung, termasuk ruang jantung, katup jantung, otot jantung, serta pembuluh darah jantung termasuk pembuluh darah koroner, terutama untuk mendeteksi adanya pem-

buluh darah jantung yang tersumbat. Prosedur tersebut dilakukan oleh dokter spesialis jantung dengan menggunakan alat Angiografi. Dengan pemberian zat kontras melalui kateter, dokter dapat mengetahui secara tepat letak, luas, serta berat atau derajat penyempitan pembuluh darah koroner. Hasil akan direkam secara jelas dalam film atau CD (Compact Disc)

Potongan melintang pembuluh arteri yang normal/ sehat

Potongan melintang pembuluh arteri yang menyempit karena timbunan kolesterol

Bagaimana dengan hasil Kateterisasi Jantung? Dokter akan menjelaskan hasil film yang direkam selama tindakan dan kemungkinan pengobatan selanjutnya. Bila hasil dari film tersebut diketahui adanya penyempitan pembuluh koroner, maka dokter akan memberitahukan tindakan pengobatan selanjutnya apakah cukup dengan obat atau dengan tindakan pelebaran bagian pembuluh darah jantung yang menyempit atau tersumbat dengan menggunakan alat alat tertentu atau ditiup, Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty, di singkat PTCA atau akhir akhir ini disebut Percutaneous Coronary intervention yang disingkat PCI; atau harus dilakukan Operasi Jantung Terbuka (Open Heart Surgery) untuk memasang pembuluh darah baru menggantikan pembuluh darah jantung yang tersumbat Coronary Artery Bypass Surgery disingkat CABG. Bagaimana dengan Risiko Kateterisasi Jantung? Dengan makin canggihnya peralatan Angiografi dan berkembangnya teknik teknik baru, pada umumnya tindakan kateterisasi secara praktis dianggap tidak ada risiko.

Sebelum Tindakan

Sesudah Tindakan

Apa yang dimaksud dengan tindakan “Peniupan” (PTCA-PCI)? Tindakan “peniupan” atau “balonisasi” atau “Angioplasti” bertujuan untuk melebarkan penyempitan pembuluh koroner dengan menggunakan kateter khusus yang ujungnya mempunyai balon. Balon dimasukkan dan dikembangkan tepat ditempat penyempitan pembuluh darah jantung. Dengan demikian penyempitan tersebut menjadi terbuka. Untuk menyempurnakan hasil peniupan ini, kadang-kadang diperlukan tindakan lain yang dilakukan dalam waktu yang sama, seperti pemasangan ring atau cincin penyanggah (stent), pengeboran kerak di dalam pembuluh darah (rotablation) atau pengerokan kerak pembuluh darah (directional atherectomy).


10

Kreasi

Edisi 897/ 18 - 24 April 2016

Kepala Burung di Tamiang

Style

Edisi 897/ 18 - 24 April 2016

Kreasi Para Guru TK Pelatihan kreasi tamiang dari bungkus Ting Ting Garuda kembali digelar ­untuk yang ketigakalinya, Sabtu (9/4). Kali ini mengambil lokasi di Kantor Camat ­Denpasar Timur. Pelatihan diikuti yang diikuti para guru TK dan PAUD se-Kota Denpasar merupakan kerja sama Garudafood dengan TP PKK Kota Denpasar dan Tabloid Tokoh.

Gaun Etnik Modern I

da Bagus Asta Wibawa, Regional Sales and Promotion Garudafood BaliNusra saat membuka acara mengatakan, produk Ting Ting Garuda merupakan satu produk camilan bukan permen atau cokelat, tapi kacang yang sangat enak. Makan satu saja tidak cukup. Pasti ingin terus nambah lagi. Inilah keistimewaan Ting Ting Garuda ini. Sebagai bentuk kepedulian terhadap program pemerintah,

Denpasar bersih dari sampah, Garudafood mengajak masyarakat Kota Denpasar untuk belajar memanfaatkan bungkus Ting Ting Garuda. Aneka kreasi tamiang yang sangat cantik dapat dihasilkan dari bungkus Ting Ting Garuda. Berbagai kreasi para guru-guru ini tertuang dari tamiang yang mereka hasilkan. Masingmasing kecamatan, tidak mau kalah menunjukkan kreasinya. Yang paling unik, satu kecamatan membuat tamiang dengan satu

ide kreatif yakni membuat kepala burung dari bungkus Ting Ting Garuda. Seperti dalam pelatihan sebelumnya, I Wayan Sumatra dari Pokja IV PKK Kota Denpasar didapuk sebagai instruktur dalam pembuatan tamiang ini. Ia mengatakan, sangat bangga, para guru TK dan PAUD ini begitu kreatif dengan tamiang yang mereka hasilkan. Ide menampilkan kepala burung di tamiang menurutnya, mendapatkan nilai plus. Ia berharap, saat lomba digelar, Minggu, 17 April 2016 di Wantilan Bali TV, akan bermunculkan lebih banyak lagi kreasi dari para ibuibu PKK. Made Ayu, salah seorang peserta mengatakan, bagus juga ide Garudafood memberikan pelatihan daur ulang seperti ini. “Tamiang ini bisa dijadikan bahan hiasan ada upacara pernikahan atau peresmian gedung. Warna bungkus Ting Ting yang merah dan menyala berkelap-kelip, tentu akan lebih menarik lagi jika terkena lampu di malam hari,” ujarnya. Ia berharap, makin banyak

perusahaan yang peduli dengan lingkungan dengan memberikan pelatihan seperti ini. Lain lagi, penuturan Widi. Menurutnya, kreasi bungkus Ting Ting Garuda ini bisa dikerjakan para guru bersama anak-anak TK. “Membuat kreasi sembari

bermain. Bukan hanya untuk tamiang kreasi, tapi bungkus Ting Ting bisa untuk kreasi lain, misalnya membuat bunga. Murid TK diajak belajar melipat, atau membentuk, sementara gurunya mengerjakan proses yang lebih sulit,” ucapnya. -Wirati Astiti

Tjok Abi hadir kembali semarakkan perhelatan “Indonesia Fashion Week” (IFW) 2016 di Jakarta, belum lama ini. Komitmennya menonjolkan budaya lokal dengan ciri khas Bali, terlihat sangat kental pada kreativitasnya yang mengusung tema “Ardhanareswari”.

D

ikatakannya tema kali ini mengekspresikan kekuatan sosok perempuan ningrat yang ayu dan bijaksana, perempuan yang akan melahirkan sosok raja yang nantinya bakal naik tahta. Di sini Tjok Abi menggarap koleksinya dengan gaya feminin dan lady like yang seksi tapi juga anggun. Namun, pada gaya etnik

dengan sentuhan kekinian ini, di dalamnya tetap terkandung etika dan estetika. Ada pesona perempuan yang penuh keagungan, keindahan,kebijaksanaan serta kearifan. Pada serangkaian desain yang dipersembahkannya untuk para pecinta fashion di tanah air ini, menggunakan bahan utama tenun ikat Bali dan songket Bali dengan nuansa warna merah, kuning, hitam dan emas. Sementara material penunjang lainnya dipilih sutra dan brokat. Sedangkan untuk aksen melengkapi keindahan gaun-gaunnya, Tjok Abi memainkan hiasan renda, bordir, pa­ yet dan lukisan ta­ ngan. – Sri Ardhini Foto : By Edi Bogel

15


16

Edukasi

Edisi 897/ 18 - 24 april 2016

Jurnalistik Bekal Terjun ke Masyarakat

Penandatangan MoU antara IKIP PGRI Bali dengan PWI Bali didampingi pula oleh Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGN Arthanegara, S.H., M.Pd. dan Sekretaris Yayasan I Gusti Ngurah Oka, S.H.

Amanah Kurikulum Dikti bahwa setiap lulusan perguruan tinggi diharuskan memiliki SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah) dari Dikti, diimplementasikan IKIP PGRI Bali dengan memberikan soft skill kepada mahasiswa. Salah satunya dengan Pelatihan Jurnalistik yang dilaksanakan 14 s.d. 16 April 2016 di kampus setempat.

R

ektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H. M.Hum mengatakan pelaksanaan pelatihan merupakan bagian dari upaya lembaga untuk membekali mahasiswa. Selain itu, dalam rangka persiapan SDM untuk penerbitan Koran kampus, yang akan berisikan informasi tentang kampus. “Keberhasilan berawal dari kebaikan dan berani mulai. Ketika takut memulai Anda ada di batas ambang kehancuran”. Demikian kalimat bijak yang dilontarkan Rektor yang juga seorang seniman ini. “Yang penting mulai dari hal positif,” ujarnya. Pelatihan jurnalistik ini pun merupakan skill tambahan yang dibekali lembaga yang harus dimiliki mahasiswa. Hal ini dika-

takannya sekaligus menjadi upaya dalam menerjemahkan ucapan Gubernur Bali Made Mengku Pastika, yang dikutipnya, bahwa “ketika satu pintu tertutup, ada pintu lain terbuka”. Bahwa, tak ada jalan buntu asalkan kita punya kecerdasan, skill, kemauan, dan berani memulai. “Kami di IKIP PGRI Bali sudah memberikan skill-skill sehingga ketika tamat dari sini mahasiswa memiliki kemampuan untuk berkompetisi,” ucapnya dan berharap setelah pelatihan ini, mereka mampu menjadi jurnalis minimal di lingkup perguruan tinggi. Kegiatan yang dimo-

tori Lembaga Pusat Pengembangan Karir IKIP PGRI Bali yang diketuai Putu Meding Edie Gunarta, S.H., M.Psi. ini merangkul PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Bali. Ketua PWI Bali I Gusti Bagus Dwikora Putra menyambut baik kegiatan. Ia mengatakan, sebuah kebanggaan bagi lembaganya jika perguruan tinggi juga memiliki perhatian terhadap jurnalistik dan pers. “Harapan kami ke depan, pers makin sehat dan baik,” ucapnya. Ia menegaskan, belajar dan memahami jurnalistik mulai dari proses awal hingga penerbitan

tak semata-mata untuk menjadi wartawan. Ia menegaskan, memahami lebih akan suatu hal merupakan bekal mahasiswa untuk nanti terjun di masyarakat.” Ilmu jurnalistik sangat bermanfaat. Jangan hanya berpikir ini untuk kalangan wartawan. Jurnalistik ini terbuka untuk disiplin ilmu apa saja. Yang penting punya niat memahami kegiatan jurnalistik/ menulis,” ujar Dwikora. Made Adnyana, salah satu narasumber menjelaskan berita berasal dari suatu kejadian atau beristiwa. Sehingga tak ada istilah “mengarang” berita, karena prinsip jurnalistik yang paling dasar sekali adalah fakta/faktual. Setiap peristiwa bisa diliput, bisa dijadkan bahan berita. Dan yang paling penting harus ada nilai beritanya. Yang bisa menjadi daya tarik berita adalah peristiwa tersebut penting, terkini/aktual, mengakibatkan

dampak, berhubungan dengan keseharian, ada kedekatan emosional, figur publik, sesuatu yang keanehan, pertentangan, human interest (memancing peraasaan marah,sedih, dll), dsb. Ketika sudah mengetahui suatu peristiwa namun masih bingung akan apa yang harus diliput, Adnyana mengingatkan akan kunci yang harus dipegang, yakni 5W 1H; what, where, when, who, why, dan how. “Jika ingin beritanya lebih mendalam, pakai ‘why’ dan ‘how’ ,” sarannya. Karena itu ia menyampaikan untuk selalu menumbuhkan rasa ingin tahu, dengan pertanyaan kenapa dan bagaimana. Mungkin karena itu pula wartawan kerap disebut makhluk terkepo sedunia. Ia juga mengingatkan, jangan malu bertanya serta yang paling penting memahami kondisi dan aturan di tempat liputan. –Inten Indrawati

Dara

a d n i h D n a Dhandi d

Mutiara yang Terus Diasah Indonesia merupakan salah satu negara yang diperhitungkan di cabang olahraga bulutangkis. Masa kejayaan pernah dialami Indonesia di Piala Thomas dan Uber Cup, Piala Sudirman, hingga Olimpiade. Kini banyak pesaing Indonesia makin banyak. Salah satu cara untuk mendapatkan pebulutangkis andal adalah mencari bibit-bibit hingga ke pelosok Tanah Air. Dhandi dan Dhinda merupakan “mutiara” Bali yang berhasil ditemukan Ataw, pemilik sekaligus pelatih SB Matthew Jaya/ Dwi Jaya Astec Jakarta.

D

Suasana Pelatihan Jurnalistik

9

Edisi 897/18 - 24 april 2016

handi yang bernama lengkap I Putu Dhandi Ananda Pratama mengawali kiprahnya di olahraga bulutangkis dengan bergabung di PB Anugerah Denpasar. “Waktu itu saya lihat koran yang isinya penerimaan anggota. Saya bilang sama Bapak mau ikut klub. Bapak memperbolehkan dan saya diantar untuk latihan,” ujar putra sulung dari Putu Prama Wintara, S.E.-Ni Nyoman Ngatminiasih, S.E. ini. Kegemaran Dhandi bermain bulutangkis menurun dari bapaknya yang saat SMP kerap menjadi juara. Hingga kini Prama pun masih bermain bulutangkis dan bergabung dengan klub yang ada di Mambal. Jika Dhandi berlatih, Dhinda yang bernama leng-

Dhandi dan Dhinda bersama Ataw

Dhandi dan Dhinda bersama keluarga

kap Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi merengek untuk ikut. “Saya tes dulu di rumah dengan menggantung bola. Dhinda bisa mukul. Saya tes lagi dengan servis, ternyata dia bisa mengembalikan. Kemana pun bola bisa didapat. Akhirnya, saya daftarkan masuk PB Anugerah juga,” ucap Prama. Dhandi dan Dhinda pun terus berlatih dan ikut kejuaraan. Di salah satu event, mereka bertemu Ataw. “Saya seperti menemukan mutiara melihat semangat dan gaya permainan mereka. Ada anak yang senang bermain tetapi orangtuanya tidak mendukung. Ada orangtua yang semangat, tetapi si anak yang tidak berminat. Kalau Dhandi dan Dhinda punya semangat dan orangtuanya mendukung. Orangtuanya rela berpisah dengan anak demi karier anak,” kenang Ataw ketika mereka bertemu pertama kali Maret 2013. Keduanya pun diboyong ke Jakarta untuk bergabung dengan sekolah bulutangkis Matthew Jaya/Dwi Jaya Astec. Dhandi saat itu berusia 11 tahun dan Dhinda yang berusia 6 tahun tinggal di mes bersama para atlet lain yang dibina Ataw. Keduanya juga menjadi anak angkat Ataw. Kejuaraan per-

Dhandi

tama yang mereka ikuti, Polinela Cup VIII, Juni 2013 di Lampung. Dhinda berhasil meraih juara 3 KU 8 Tahun Putri. Dhandi hanya beberapa bulan saja berada di Jakarta. Ia pulang ke Bali karena harus mengikuti ujian. Sang adik masih tetap di Jakarta masuk sekolah TK di Cengkareng. “Saya mau jadi

Dhandi bersama Taufiq Hidayat

juara dunia,” ujar Dhinda yang kini tercatat sebagai siswi SDN 3 Mambal. Latihan keras pun dijalani Dhinda. Hasilnya tak mengecewakan. Dhinda menjadi juara I Tunggal Usia Dini A Putri di Kejurkot Jakarta Barat 2013, juara I Singaraja Open 2013 dan 2015, juara I Walikota Tangerang Open 2015,juara 3 Tunggal Putri Usia Dini Kejuaraan Junior Championship 2015 di Taufiq Hidayat Arena. Di ajang Sirkuit Kota I PBSI Jakarta Barat 2016, bocah kelahiran 13 Juni 2007 ini menjadi juara I Tunggal Putri Usia Dini dan juara I Ganda Putri Anakanak berpasangan dengan Anisa N. Kamila. SELEKTIF PILIH TURNAMEN Dari pengamatan Ataw, Dhinda memiliki semangat luar biasa, lincah, fisiknya kuat, dan mentalnya luar biasa. “Saya sudah anggap dia sebagai anak sendiri. Suka dukanya banyak. Kalau bisa jadi juara, sebagai pelatih tentu saya

Dhinda

ikut gembira,” ujarnya. Hal yang sama juga diungkapkan Prama. Ia mempercayakan anaknya dibina Ataw. “Kalau kangen, kami telepon dia. Sekali waktu, kami yang ke Jakarta untuk memberi semangat,” kata ayah empat anak ini. Prestasi Dhandi juga lumayan mentereng. Ia meraih juara 3 Tunggal Usia Dini Putra Piala Wali Kota Denpasar 2012, juara 1 Tunggal Putra SD kelas V-VI Kejuaraan Antar Sekolah Bali Post Anugerah Cup 2014, juara 2 Kejurprov Bali 2014, dan juara 3 Singaraja Open 2015. Keberhasilan Dhinda meraih prestasi membuat Dhandi yang tercatat sebagai siswa SMPN 3 Abiansemal jengah. Ia pun kembali bergabung dengan adiknya di Jakarta pada Oktober 2015. Hasilnya, Dhandi menjadi juara I Tunggal Putra Pemula Sirkuit Kota I PBSI Jakarta Barat 2016 dan juara I Ganda Putra Pemula berpasangan dengan Samuel Lee di ajang yang sama. Di rumah, Dhandi yang mengidolan Lin Dan (Tiongkok) dan Dhinda mengidolakan Ratchanok Intanon (Thailand) bersaing untuk mengumpulkan piala, medali, dan penghargaan. Puluhan kejuaraaan sudah mereka ikuti dan hasilnya puluhan juga prestasi yang mereka raih. Sebagai orangtua, Prama ingin anaknya terus berprestasi. “Kami sebenarnya ingin anak-anak ikut lebih banyak turnamen. Tetapi, biaya sangat tinggi. Kami harus memilih mana saja turnamen yang bisa dijangkau. Untungnya pihak SB Matthew Jaya/Dwi Jaya Astec banyak membantu,” ujar warga Banjar Mambal Kajanan, Desa Mambal, Badung ini. Ataw pun mengaku pihaknya memang selektif memilih anggota klub dan menerjunkan mereka di turnamen. “Kami ingin mencetak atlet bulutangkis andalan. Dhandi dan Dhinda merupakan mutiara yang terus kami asah. Perjalanan mereka masih panjang. Target mereka menjadi juara dunia bukan hal mustahil,” ujar pelatih yang anak didiknya sudah ada menjadi pelatih di luar negeri ini seperti Robin di Singapura, Jaenaa Gozali di AS, dan Hermansyah di Swedia. –Ngurah Budi


8

Bunda & Ananda

Edisi 897/ 18 - 24 April 2016

Edisi 897/ 18 - 24 April 2016

“Empu” dalam Pembentukan Karakter Anak

Ratusan tahun lalu, Raden Ajeng Kartini berjuang menegakkan hak-hak kaum perempuan Indonesia. Perjuangan Kartini berbuah kesetaraan gender agar wanita tidak lagi menjadi subordinir. Saat ini perjuangan wanita sudah sesuai dengan apa yang diamanatkan oleh Raden Ajeng Kartini namun seiring kemajuan zaman dan tekhnologi ternyata ada penyimpangan nilai perjuangan yang terjadi sebagai dampak dari kemajuan zaman dan teknologi tersebut. Demikian yang diungkapkan oleh Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M. A.

Prof. Kerti Nitiasih

S

eorang perempuan harus mampu mengatur antara beban dalam berkarier dan kodrat sebagai perempuan. Titik sapaan akrab Kerti Nitiasih juga berpikir bahwa Kartini masa kini dan masa depan adalah seorang perempuan dan bukan wanita. “Saya cenderung menggunakan istilah perempuan karena wanita identik digunakan untuk istilah yang berkonotasi negatif,” ungkapnya. Menurutnya, dalam kata perempuan itu sendiri terdapat kata ‘Mpu’ yang diartikan sebagai

orang yang ahli, orang yang cerdas, punya wawasan yang tinggi, mempunyai daya pikir yang kritis dan orang yang bijaksana. “Kartini masa kini harus orang yang cerdas,” imbuhnya. Perempuan kelahiran 26 Juni ini juga mengatakan bahwa dalam kata perempuan itu terdapat kata ‘empu’ atau ‘ngempu’ yang berarti mengemong, mengayomi dan memelihara. “Kalau saya sebagai perempuan Bali tugas sebagai ‘empu’ ini sangat diperlukan dalam pembentukan karakter anak, “ungkapnya. Karakter hanya dapat dibentuk dari pemodelan dan kebiasaan. Oleh karena itulah seorang perempuan juga akan menjadi model untuk anak-anaknya dalam memberikan pembiasaan dan contoh yang baik, sehingga dari pembiasaan itu akan terlahir anak yang berkarakter. Jadi Kartini masa depan adalah perempuan yang benar-benar tangguh karena mampu menyelaraskan antara bergerak untuk diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Untuk melanjutkan perjuangan Kartini, seorang perempuan harus belajar dan menutut ilmu setinggi-tingginya karena dengan begitu mereka dapat meraih kesempatan dalam pekerjaan baik dalam bidang politik, ekonomi maupun pendidikan.

“Jangan berpikir bahwa kita sebagai perempuan tidak bisa,” ujar perempuan yang masuk 10

besar tokoh wanita tahun 2012 tersebut. Banyak perempuan yang mampu namun ketika disandingkan dengan laki-laki akan mendahulukan kaum laki-laki. “Contoh di jurusan bahasa Inggris, banyak anak-anak perempuan yang mampu tetapi ketika disuruh menyampaikan sesuatu mereka akan menunjuk atau mendahulukan laki-laki,” tambahnya. Menurutnya hal tersebut masih wajar karena budaya Bali yang patrilineal.

Emansipasi menurut perempuan peraih juara II keluarga sukinah tingkat nasional ini adalah dalam tataran pendidikan dan pekerjaan. Jika emansipasi dibawa ke dalam ranah keluarga hal tersebut akan menyebabkan bentrok karena tidak sesuai dengan budaya patrelineal. Ketika seorang perempuan ada pada posisi puncak jangan ego dan arogan karena tanpa laki-laki dan anak perempuan tidak akan maju. –Wiwin

Mendongeng Lima Menit

Profesor dan buku tebalnya

Tersebutlah seorang profesor yang sangat kesohor. Ia bukan saja ahli di bidang teknologi tetapi juga ahli di bidang komunikasi. Keahlia n n y a i t u d i p e rolehnya dari sebuah buku setebal 2000 halaman. Seharusnya Made Taro ia mengamalkan isi buku itu kepada mahasiswa-mahasiswanya, tetapi guru besar itu sangat pelit. Tak seorang pun yang boleh mengetahui isi buku itu. Konon melalui buku itu ia dapat berbicara dalam segala bahasa dan dapat melihat kesibukan masyarakat di luar rumahnya. Karena tak seorang pun yang boleh membukanya, maka kulit buku itu dilapisi logam dan dipasangi gembok. Suatu pagi, guru besar itu berangkat tergesagesa ke kampus. Kepada pelayannya ia berpesan. “Bersihkan kamar kerjaku! Ingat, jangan sekali-kali membuka yang terkunci!” Pelayan yang setia itu pun bekerja sesuai dengan pesan majikannya. Setelah menyapu halaman, ia pun membersihkan kamar kerja sang profesor. Ya, peralatan dalam kamar itu semua tertutup dan terkunci. Ketika membersihkan meja, ia tertarik kepada sebuah buku tebal yang tergeletak. Karena buku itu tak terkunci, ia iseng membukanya. Ia melihat gambar-gambar yang menarik. Ia juga tertarik kepada huruf-huruf yang berwarna-warni. Ia mencoba meraba jejeran huruf-huruf timbul yang berwarna keemasan. Apa yang terjadi? Kamar kerja itu terasa terguncang, lalu tiba-tiba di sebelahnya berdiri sesosok makhluk besar menyeramkan. Suaranya menggeram. “Perintahkan segera, apa yang mesti kulakukan!” demikian katanya.

Pelayan itu gemetar. Ia tidak mampu mengucapkan kata-kata. Makhluk besar itu berteriak lagi, “Perintahkan segera, apa yang mesti kulakukan! Kalau tidak, akan kucekik lehermu!” Makhluk raksasa itu mendekat lalu memegang leher pelayan itu. Si pelayan memberanikan diri berucap, “Tolong, siramlah pot bunga itu!” Aneh, makhluk ajaib itu seketika melepaskan cekikannya. Ia masuk ke sebuah kamar lalu keluar membawa selang penyemprot air. Mula-mula makhluk itu menyiram pot bunga, lalu mengarahkan semprotannya ke barang-barang dalam kamar. Pelayan itu berteriak agar makhluk itu menghentikan semprotannya. Namun sia-sia. Makhluk raksasa itu tidak mengerti perintah, dan pelayan pun tidak tahu bagaimana cara menghentikannya. Lama-kelamaan air dalam kamar itu bertambah tinggi dan akhirnya mencapai jendela. Dari jendela air itu menyembur ke luar. Sang profesor yang sedang asyik memberi kuliah di kampusnya, tiba-tiba teringat akan kunci buku tebalnya. Ia meraba-raba sakunya. Ternyata ia lupa mengunci buku rahasia itu. Seketika ia menghentikan kuliah, lalu tergopoh-gopoh menuju rumahnya. Apa yang dilihatnya? Dari jendela kamarnya tersembur air terjun. Ia segera menuju kamarnya. Didapatinya sesosok makhluk raksasa sibuk menyemprotkan air, dan sang pelayan berdiri di atas meja menjunjung buku setebal 2000 halaman. Sang guru besar segera mengambil buku itu. Ia buka halaman 1506. Ia pencet kalimat alinea 2 dari bawah. Aneh, makhluk raksasa itu menghentikan semprotannya lalu masuk kamar dengan tenang. Sang pelayan berkali-kali minta ampun dan menyembah-nyembah sang profesor. “Tak apalah!” kata sang majikan. “Buku yang kau selamatkan itu jauh lebih berharga dari pada kerugian yang kau perbuat.”

Tari Ballet oleh siswi Playgroup DCC

17

Gerak dan Lagu Persahabatan oleh siswa TK B DCC

PENTAS CILIK DENPASAR CHILDREN CENTRE

Kembali Getarkan Panggung Ksirarnawa Denpasar Children Centre (DCC) kembali meriahkan Gedung Ksirarnawa, Art Centre, Denpasar pada Sabtu (9/4). Di panggung yang ditata spesial itulah seluruh siswa DCC unjuk kebolehannya melalui pergelaran seni yang megah dalam ”Pentas Cilik DCC 2016”.

T

ak kurang dari lima ratusan anak didik, baik itu siswa Playgroup, TK maupun SD Cerdas Mandiri DCC ini, terlihat sumringah penuh suka cita menyajikan aneka kreativitas seni. Persembahan visualisasi mereka sangat memikat dan berhasil menumbuhkan suasana gembira dan gemuruh tepukan pun tiada henti. Begitu pula kehadiran empat pasang MC Pentas Cilik DCC selalu istimewa dan memukau. Mereka sangat piawai secara bergilir berceloteh memandu acara dalam bahasa Inggris, Jepang, Indonesia,

Seluruh siswa, dari Playgroup, TK A, TK B hingga SD Cerdas Mandiri DCC, selalu berhasil tampil dengan gerak dan gaya yang memukau penonton. Mulai dari penampilan dengan aksi kanakkanak yang polos, lucu, berani, menggemaskan dan gaya yang riang, ceria pada wajah-wajah menawan. Menjadi semakin menarik ketika seluruh penampilan di atas panggung dibungkus semangat dan rasa percaya diri yang tinggi sehingga memukau semua penonton yang hadir kala itu. Begitulah anak-anak, ketika

Gerak dan Lagu Children of the World oleh Siswa TK A DCC

dan bahasa Bali. Decak kagum penonton dan gemuruhnya tepuk tangan terus mengalir sejak awal persembahan yakni Tari Puspanjali, dan dilanjutkan dengan Tari Balet oleh siswa Playgroup yang imut-imut dan menggemaskan, yang kemudian disusul dengan beberapa pilihan tari kreasi, gerak dan lagu dalam bahasa Indonesia maupun bahasa asing, hingga disuguhkannya sebuah tontonan kolosal yakni Drama Musikal ”Malin Kundang” serta nyanyi bersama sebagai penutup acara Pentas Cilik DCC tahun ini.

berkumpul yang ada adalah rasa gembira. Maka atraksi penuh warna persembahan talenta seni murid-murid DCC ini pun selalu memperoleh acungan jempol. Apalagi persembahan seluruh murid DCC tersebut bukan semata menghibur tapi di dalamnya ada penanaman rasa kebersamaan, toleransi, disiplin hingga kemandirian disertai rasa tanggung jawab. Seperti pada pementasan kolosal Drama Musikal ”Malin Kundang” yang dimainkan oleh 75 orang siswa itu dilengkapi dengan properti seperti perahu Malin Kundang, semakin memotivasi seluruh pemain untuk tampil maksimal membawakan karakter masing-masing tokoh yang diperankan. Penonton pun nampak terhanyut. Betapa siswa Playgroup dan TK DCC saja sudah begitu memesona, apalagi kakak-kakak mereka yang di SD Cerdas Mandiri. Ketika melihat hasil pementasan seni persembahan siswa DCC tahun ini dengan rangkaian karya yang mampu memukau penonton sejak awal hingga penghujung acara, tentu ada tangantangan terampil dibaliknya. Nyanyi Bersama oleh siswa Playgroup dan TK DCC Rupanya Bapak dan Ibu guru

Tari Seledet Pong oleh siswi TK A dan TK B DCC

DCC ini dengan tangan dingin dan kesabarannya berhasil mengakomodasi dan mengasah seluruh talenta anak didiknya sekaligus mendorong semangat seluruh siswa untuk berani tampil dipanggung yang besar dan megah. Bukan hanya itu, mereka juga berhasil menyuguhkan totalitas aksi serta ekpresi seninya pada acara Pentas Cilik DCC ini.

Cerdas, Mandiri dan Berwawasan Internasional Hingga saat ini DCC sudah cukup banyak mendidik dan memberikan bekal kepada para siswanya untuk melangkah ke jenjang pendidikan lebih tinggi. DCC hadir di tengah-tengah Kota Denpasar untuk mendukung para orangtua agar memiliki anak–anak bukan hanya cerdas dibidang intelektual namun juga mandiri dan perkepribadian humanis. Menurut Ir. Anak Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., PhD., Ketua Yayasan DCC, anak yang pintar di bidang intelektual saja belumlah cukup. Mereka masih memerlukan kecerdasan pendukung lainnya, yakni kecerdasan sosial-emosional dengan kemandirian. Untuk hal ini, lanjut Dr. Ir. IGA Oka Suryawardani, M.Mgt., PhD., Direktur DCC yang mengelola program pendidikan pra-sekolah dan sekolah dasar terpadu, yakni: Playgroup, TK dan SD ini bahwa melalui proses pemelajaran berkualitas dengan suasana yang menyenangkan, mampu menghasilkan siswa yang berkualitas. Sedangkan, untuk

keseimbangan potensi kecerdasan sosial–emosional dan kemadirian anak dioptimalkan melalui wahana pagelaran ”Pentas Cilik DCC”, yang telah menjadi agenda rutin pada bulan April setiap tahunnya. ”Semua ini kami laksanakan dalam rangka menyeimbangkan perkembangan otak kanan dan otak kiri serta mengekspresikan talenta anak di bidang seni. Selanjutnya kreativitas yang dihasilkan anak usia dini itu nantinya dapat dijadikan bekal dalam mengikuti pendidikan jenjang berikutnya,’’ tandas Bu Dani. Selain itu, lanjut Pak Agung, siswa DCC juga di arahkan me-

miliki wawasan internasional, dengan dilaksanakannya program Students Exchange Program ke Australia, yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa SD Cerdas Mandiri DCC, khususnya yang sudah kelas 5, dalam menimba ilmu serta pengalaman internasional. Tahun ini merupakan kunjungan yang ke 8 (delapan) kalinya ke Ironside State School di Brisbane - Australia. - ard Pentas Cilik DCC ini juga direkam oleh Bali TV dan akan ditayangkan pada acara ”Taman Sari” dalam dua episode, yakni: Minggu, 8 Mei 2016 Pkl. 09.00 dan Selasa, 10 Mei 2016 Pkl. 17.30 wita.

Drama Musikal MALIN KUNDANG oleh siswa SD DCC

MENERIMA SISWA BARU, TEMPAT TERBATAS PG, TK dan SD CERDAS MANDIRI DENPASAR CHILDREN CENTRE Jalan Bedugul 18 C, Sidakarya, Denpasar Informasi: Senin s.d. Jumat, Pkl. 08.00 - 16.00 Wita Telepon: (0361) 725 725

MC Berbahasa Bali oleh Gek Alin dan Gung Adhit


18

Life

Edisi 897/ 18 - 24 april 2016

Janger Kolok

Warisan Budaya Desa Bengkala

Desa Bengkala di Kecamatan Kubutambahan terbilang cukup unik. Hal ini dikarenakan puluhan warganya menderita tuli bisu (kolok) yang tidak jelas penyebabnya. Lewat keterbatasan tersebut akhirnya berdiri sebuah sanggar tari janger khusus penyandang disabilitas tuli bisu yang disebut Janger Kolok. Demikian yang disampaikan oleh Perbekel Desa Bengkala, I Made Arpana.

K

esenian janger merupakan kesenian warisan yang sudah ada di Bengkala secara turun menurun

bahkan sampai saat ini pun janger untuk orang normal masih ada. Akan tetapi karena orang-orang kolok tersebut sering melihat latihan janger, maka mereka

memiliki keinginan yang sangat besar untuk ikut menari janger. “Tahun 1968 mereka bergabung menjadi sebuah perkumpulan janger,” ungkap Arpana. Tari janger kolok hampir sama dengan janger pada umumnya, hanya saja pada tari janger kolok hanya diiringi musik kendang sebagai pengatur irama. Karena terdiri dari orang-orang penyandang kebutuhan khusus, maka pelatihnya pun harus benar-benar yang dapat menguasai bahasa isyarat. “Tidak sembarang orang bisa melatih. Mereka kan tidak bisa mendengar jadi pelatih harus bisa bahasa tubuh,” imbuhnya. Menurut pria asli desa Bengkala ini, keberadaan janger kolok tidak hanya dikenal di Buleleng melainkan beberapa kali sudah pernah pentas di mancanegara. “Kalau pentas rasanya di semua kabupaten di Bali sudah pernah bahkan sudah sampai ke luar,” ungkapnya. Wisatawan asing pun kerap berkunjung ke desa Bengkala. “Mereka tidak hanya melihat dari sisi seninya saja tetapi juga dari kreativitas masyarakat,” tambahnya. Arpana mengungkapkan jika masyarakat penyandang tuli bisu memang banyak ada di negara lain, tetapi yang membuat warga kolok di Bengkala berbeda adalah tidak dimarginalkannya keberadaan mereka di

I Made Arpana

tengah-tengah interaksi sosial di masyarakat. Bahkan antara warga yang kolok dan yang normal tidak nampak perbedaan sama sekali kecuali diajak berbicara. “Hal ini yang menjadi daya tarik bagi wisatawan, kami justru sangat menganggap dan merasa bangga dengan keberadaan warga kolok di Bengkala ini,” tambahnya. Satu hal yang bisa dipelajari dari warga kolok ini adalah bukan dari keunikan desanya tetapi orang-orang yang terlahir dari keterbatasan fisik namun dapat menghasilkan karya yang tidak kalah hebat dengan orang normal lainnya. Ia juga menjelaskan bahwa aparat desa melakukan pem-

berdayaan terhadap warga kolok. “Tidak hanya memerhatikan dari segi seninya saja tetapi kami juga memerhatikan segi pendapatannya,” ungkapknya. Dalam hal ini pihak desa menjalin kerjasama dengan pemerintah pusat yaitu Kementerian Sosial yang sudah memberikan kucuran dana dalam pengembangan ekonomi produktif untuk warga kolok. Mereka diberikan bibit sapi maupun babi tujuannya adalah karena keterbatasan yang dimiliki agar tidak mencari pekerjaan ke luar. Arpana mengungkapkan, pendidikan warga kolok di desa Bengkala sudah tidak ada masalah. Hal ini dikarenakan sejak tahun 2007 sudah didirikan sekolah inklusi pertama dan satu-satunya di Bengkala. Sekolah tersebut menggunakan kurikulum reguler sehingga tidak ada perbedaan dengan sekolah pada umumnya, hanya saja tenaga pengajar merupakan guru khusus untuk penyandang disabilitas. “Bagi mereka yang sebelum tahun 2007 seharusnya mengikuti pendidikan, mereka tidak ikut inklusi melainkan kami ikutkan paket A, paket B, atau paket C,” jelasnya. Ke depannya Perbekel Bengkala berharap mendapat bantuan berupa tenaga pengajar dari pemerintah sehingga tidak lagi ada ketertinggalan untuk warga kolok di desa Bengkala. -Wiwin

Story

Edisi 897/18 - 24 april 2016

Ruang Kecil untuk Karya Besar

Koes Hendratmo dan Andre Hehanusa, dua penyanyi bersuara emas itu hadir menebar keromantisan lewat lagu-lagu yang dinyanyikannya saat berkunjung ke Bandini Koffie Kafe di Mataram Nusa Tenggara Barat. Kehadiran mereka sekaligus memeriahkan Bulan Apresiasi Bandini 2016, dalam rangka memperingati HUT Bandini Koffie Kafe yang jatuh pada tanggal 19 April. Tanggal ini juga bersamaan dengan tanggal lahir Jasmine Ghia dan Salsabilla Austin, putri kembar Imam Sofian dan istrinya Nuniks Gayatri. Ini bukan HUT biasa melainkan lebih kepada menyiapkan ruang apresiasi bagi karya yang lahir dari anak-anak NTB.

Sanggar Panji Mesuriak

Berharap Gedung Kesenian Berawal dari keinginan untuk menciptakan ruang kreativitas dan membangkitkan seni yang sempat hilang maka didirikan sebuah sanggar seni yang bernama sanggar Panji Mesuriak. Konsep yang dibangun dari sanggar ini adalah siapa pun yang memiliki bakat seni dapat bergabung ke dalamnya sehingga anggotanya pun terdiri atas lintas generasi. Hal tersebut disampaikan oleh Ketut Ngurah Alit Maruta, ketua sanggar. Nama Panji Mesuriak itu sendiri dimaknai secara sederhana oleh pendirinya, yaitu mesu yang berarti keluar, riak diartikan bersorak sehingga ketika sanggar menampilakan kreatifitas penonton bisa mengeluarkan kegembiraanya. Nama Mesuriak juga dapat dimaknai lain yang terdiri dari kata Me (saya) + sure (yakin) + act (tindakan). Sanggar yang beridiri sejak 23 Juli

Nyoman Marsajaya dan Ketut Ngurah Alit Maruta

2013 ini menampung orang-orang yang memiliki bakat seni baik seni lukis, kerajinan batu permata, ulatan, teater, seni drama, dan tari

Koleksi benda-benda lama

yang nantinya akan ditampilkan dengan bekerja sama dengan desa adat. Banyaknya seniman dari berbagai bakat seni, tidak membuat Ngurah sapaan akrabnya kesulitan mengatur jadwal latihan dari masing-masing anggota. “Kami biasanya kumpul di sanggar tiap sub bagian dan tiap sub bagian akan di bantu oleh masing-masing yang berbakat di bidangnya. Misalnya di teater dibantu oleh Pak Marsa, kemudian di seni tari ada Pak Mangku Meres, dan benda-benda antik seperti batu pertama ada tiang sendiri,” ungkapnya. Pria kelahiran 18 April ini juga mengungkapkan bahwa karya-karya yang dihasilkan dari anggota sanggar akan ditampilkan pada kegiatan-kegiatan desa. “Kami sempat tampilkan di festival desa yang diadakan oleh desa Panji,” tambahnya. Hal ini bertujuan untuk memberi ruang kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan oleh masyarakat desa Panji. “Kami merasa di desa Panji saat ini tidak menampilkan apaapa, dengan adanya festival ini bisa memancing partisipasi masyarakat,” lanjutnya. Bahkan baru-baru ini sanggar Panji Masuriak ditunjuk oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk mengikuti parade budaya dalam rangka memeriahkan HUT Kota Singaraja. Sanggar ini juga mengoleksi berbagai macam barang-barang lama yang sudah sulit ditemui di zaman sekarang. “Ada pis bolong satakan, bokor yang dibuat zaman dulu, ya pokoknya sarat dengan edukasi,” tambahnya. Mengoleksi benda-benda purba ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada generasi selanjutnya agar tahu apa yang sudah tidak mungkin ditemui saat ini. Salah satu koleksi yang sempat ramai dibicarakan adalah

Pameran foto dan lukisan dalam Bulan Apresiasi Bandini

P

Koleksi di Sanggar Panji Mesuriak

batu akik. Salah satu anggotanya adalah pengrajin batu akik bahkan di sanggar ini mengembangkan khusus batu Bali Utara (Pulaki). Hanya berselang tiga bulan, peminat dari batu akik kian menurun sehingga sang pengrajin pun ganti haluan menjadi tukang cukur kembali. Meskipun mengaku mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik itu aparat desa, kecamatan maupun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata namun masalah pendanaan masih menjadi kendala. “Ya banyak yang mendukung namun masih sebatas dukungan saja,” ungkap Ngurah. Didampingi Kelian Banjar Dinas Kelod Kauh Desa Panji Nyoman Marsajaya, ia mengatakan,

sanggar Panji Mesuriak memiliki empat orang anggota yang menjadi donatur tetap dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan. “Biayanya dari, oleh dan untuk kami,” tandasnya. Ke depan ketua sanggar Panji Mesuriak sangat berharap pihak desa bekerja sama dengan pemerintah menyediakan gedung seni untuk menampilakan karya atau ruang pentas. “Kami sama sekali tidak punya, yang ada hanya wantilan dan itu bukan untuk pertunjukkan seni,” imbuhnya. Hal ini dikarenakan makin tinggi minat masyarakat desa Panji terhadap seni, khususnya seni tari. “Pesertanya terus bertambah, kami tentu tidak bisa melarang,” tambahnya. -Wiwin

otensi karya seni dan sumber daya manusia Nusa Tenggara Barat sungguhlah besar. Daerah ini memiliki tokoh-tokoh muda, calon pemimpin-pemimpin, fotograferfotografer keren, anak-anak muda penulis, perupa dan pelukis, desainer, para musisi, seniman, budayawan dengan pemikiran-pemikiran maju dan lain-lain. Mereka semua adalah sosok visioner dan memiliki energi yang besar untuk maju dan memajukan daerah ini. Namun, tidak banyak yang bisa memberikan apresiasi yang baik terhadap karya-karya yang dilahirkan anak-anak Bumi Gora ini. Bahkan bisa dikatakan jarang ada yang melirik potensi tersebut. Dari sangat sedikit yang mau mengapresiasi karya-karya anak NTB ini adalah, Imam Sofian, memiliki kepedulian yang besar untuk menghargai keberadaan dan karya-karya tersebut. Melalui Bandini Koffie Kafe miliknya, Imam dengan sukarela menyediakan panggung dan ruang secara gratis bagi banyak gen-

erasi muda NTB untuk menggelar karyanya dalam Bulan Apresiasi Bandini 2016. Bandini Koffie Kafe sengaja memfasilitasi karya-karya tersebut untuk tampil live atau pun dalam berbagai pameran dalam ulang tahun kafe tersebut. Bisa dikatakan, seluruh areal kafe tersebut selama bulan April 2016 ini menjadi “wilayah” ekspresi bagi banyak karya keren yang dihasilkan anak-anak NTB. “Selama satu bulan penuh, kawan-kawan yang memiliki karya kami hadirkan di sini dalam Bukan Apresiasi Bandini untuk tampil secara bergantian,” ujar Imam. Pengacara muda ini selain secara reguler memberikan ruang bagi para musisi di Mataram untuk tampil di kafe ini, ia juga secara khusus mengikhlaskan panggung, ruang dan waktu di kafe miliknya selama sebulan ini menjadi “milik” para pemilik karya. Bulan Apresiasi Bandini memberikan apresiasi yang riil bagi karya yang lahir, bukan formalitas belaka dengan menampilkan karya-karya dalam pameran foto dari para fotografer NTB yang terdaftar, lukisan-lukisan dari para

pelukis, disain unik dari disainer. Tidak itu saja, Bandini menampilkan sanggar-sanggar kesenian dari ujung timur hingga barat NTB. Selain pameran foto Bandini Koffie Kafe juga menggelar acara bedah buku karya generasi NTB. Dua di antaranya adalah karya TGH. Hasanain Juawaini dan M. Syafwan. Selain itu ada momen talkshow mengenal pemimpin muda masa depan NTB dan diskusi trigger pembangunan NTB dengan topik-topik mengenai inovasi, teknologi, tata lingkungan dan public service. Di samping itu juga ada kegiatan bertajuk “Dari Timur ke Barat”, yang menghadirkan anakanak muda NTB yang telah sukses di luar daerah. Mereka sukses menduduki jabatan-jabatan penting di luar daerah. “Ini adalah bukti bahwa generasi NTB memiliki kemampuan yang mumpuni dan tidak bisa dianggap sebelah mata. Dua di antara anak muda ini ada Mirdal yang menjadi direktur keuangan Media Grup dan Dwi Nadha yang menjadi direktur video klip pada perusahaan video klip di Jakarta. Hebatnya, dalam pembuatan video klip yang memakai jasanya, Dwi menegosiasikan agar lokasi pembuatan video klip tersebut harus di Lombok,” ujar Imam. TALKSHOW HARI KARTINI Organic Mind Exhibition Mantra Ardana, perupa NTB menampilkan painting, musik, dan seni instalasi. Ada pula clothing expo “Creative Style” (expo fashion style kekinian dengan desain unik, positif dan menyerukan kebaikan). Pelukis L. Syaukani tampil dengan karya painting exhibition & live painting & act by zaeni mohammad. Event lain yang digelar adalah “de Tambora Exhibition”, launching album musisi NTB dan juga menampilkan mini orchestra in Concern, powered by Lombok Light Orchestra. Tidak ketinggalan dalam memperingati Hari Kartini, Bandini Koffie Kafe juga menyiapkan acara talkshow “Perempuan Biasa yang Tak Biasa”. Di ruang kecil seperti Bandini Koffie Kafe ini menjadi semacam

7

Imam Sofian tampil bersama Koea Hendratmo dalam Bulan Apresiasi Bandini

tempat secara nyata tanpa adanya formalitas apalagi basa-basi yang tidak perlu, untuk menghadirkan “karya besar” yang lahir dari keseriusan berkarya generasi NTB. Dan para pemilik karya yang telah melahirkan karya-karya, tentu saja berharap adanya ruang-ruang apresiasi lain seperti yang dilakukan Bandini. Imam tampaknya telah menyiapkan ruang Bandini tidak semata dipandang dari kaca mata bisnis saja melainkan juga bisa menjadi “corong” bagi banyak karya generasi NTB.

Dari Bulan Apresiasi Bandini ini, sudah ada transaksi-transaksi dari karya yang dipamerkan. Juga ada karya yang kemudian diminta untuk melanjutkan tampil di ruang publik seperti hotel yang ada di Lombok. Potensi besar daerah ini ada pada generasi yang mau berkarya dan mau mengapresiasi karyakarya tersebut dengan layak. Maka, merugilah suatu daerah jika tidak memperhatikan dan mengapresiasi potensi besar yang dimilikinya ini. -Naniek I. Taufan

karya-karya yang dipamerkan di Bulan Apresiasi Bandini yang laku terjual sebagai bentuk apresiasi masyarakat terhadap karya anak-anak NTB

TGH. Hasanain Juwaini, bedah buku di Bandini Koffie Kafe


6

Woman on Top

Edisi 897/ 18 - 24 april 2016

Rania Putrisari

Jangan Berhenti di Satu Titik Rania Putrisari tak pernah membayangkan bahwa suatu ketika ia akan tampil sebagai peme­ran Raden Ajeng Kartini, sosok wanita yang menjadi idolanya sejak dulu. Karena itu ia sungguh terkejut kalau akhirnya ditunjuk sebagai pemeran utama film ‘Surat Cinta Untuk Kartini’.

“A

ku kaget juga bangga kalau akhirnya ditunjuk memerankan tokoh Kartini. Nggak nyangka, tapi aku senang banget. Ini adalah tantangan bagi aku untuk memerankan tokoh yang merupakan pahlawan bagi semua wanita di Indonesia,” ungkap Rania di bilan-

gan Kuningan, Jakarta Selatan. Ini merupakan film perdana Rania. Sebelumnya dia tidak pernah menggeluti dunia seni peran. Ia hanya berkiprah di dunia modeling di sela-sela kesibukan kuliahnya di jurusan International Business Management Universitas Ciputra Surabaya. Dalam film ini, gadis kelahiran Surabaya 1994

beradu akting dengan Chicco Jerikho, yang berperan sebagai Sarwadi, seorang tukang pos keliling yang sering mengantar surat ke rumah Kartini. Rencananya, film yang disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis ini, dirilis 21 April 2016. Di mata Rania, Kartini adalah sosok yang mengagumkan. Seba-

gai perempuan yang hidup pada masa itu, di mana derajat wanita dianggap lebih rendah dari kaum laki-laki, tapi Kartini bisa tampil sebagai perempuan yang visioner dan independen. Ia bukan hanya cerdas tapi juga menginginkan semua perempuan pun mendapat pendidikan. Di era itu, pemikiran Kartini adalah sesuatu yang berbeda dan boleh dikatakan maju melampaui zamannya. “Hal yang paling menginspirasi aku dari sosok Kartini adalah pemikiran dan sikapnya yang sangat independen. Dia memiliki pemikiran yang berbeda (maju) di era itu. Dalam pandangan Kartini, perempuan harus mempunyai pendidikan yang tinggi dan memiliki derajat yang sama dengan laki-laki pada saat itu,” tutur finalis Gadis Sampul 2009 ini. Untuk memerankan tokoh Kartini, bukan hal yang mudah. Bukan hanya karena dia adalah pendatang baru di dunia akting, tapi juga film yang dibintanginya ini adalah tentang seorang tokoh pahlawan bagi semua orang, khususnya perempuan. Karenanya, ia bukan hanya harus menggali sedalam-dalamnya tentang tokoh tersebut tapi juga secara fisik yang harus bergerak-gerik mirip dengan Kartini. “Aku banyak membaca buku tentang Kartini dan pemikirannya, menonton filmnya yang diperankan oleh Mbak Yenny Rachman. Di sisi lain aku juga harus mempelajari bagaimana gerak-geriknya, itu antara lain aku pelajari dari film tentang Kartini. Kita juga membuka tentang file lama untuk mencari referensi bagaimana orang Jawa zaman dulu bersikap, bagaimana gesturnya, cara berbicaranya,

budayanya, dll,” papar Rania yang dalam proses pembelajaran itu juga didampingi oleh guru yang tahu tata krama Jawa. Misalnya, dulu itu para wanita memakai kebaya, bagaimana cara berjalannya, cara duduknya. Pelajaran yang intens dilakukannya cukup membuat Rania berubah. Setidaknya duduknya yang menjadi terbiasa tegak lurus. Kartini memiliki adik. Kepada merekalah ia bercerita tentang keinginannya membangun derajat perempuan melalui pendidikan. Ia adalah sosok yang cerdas dan memiliki pengetahuan yang luas serta terampil membatik, dll. Ilmunya itu tidak disimpan sendiri tapi dia membagikannya pada perempuan-perempuan pribumi yang ada di sekitarnya. “Ia ingin meningkatkan derajat perempuan pribumi di sekitarnya. Karena dia melihat bahwa wanita pribumi pada masa itu kurang dihargai oleh kaum lelaki. Perempuan hanya dianggap bertugas di dapur untuk memasak, atau melahirkan anak, hanya sebatas itu,” tuturnya. Apa yang dicita-citakan Raden Ajeng Kartini telah menunjukkan hasil, dimana wanita bisa berkiprah sama dengan laki-laki. Dalam hal pendidikan, wanita pun memiliki kesempatan yang sama. “Itu yang kita rasakan sekarang ini. Usaha Kartini pada masa itu berdampak pada masa sekarang, khususnya untuk kaum wanita. Sekarang kita kaum wanita bisa belajar apa saja sebanyak yang kita ingin, setinggi yang kita ingin. Kita tidak ingin berhenti hanya pada satu titik. Itulah yang membuat saya sangat terinspirasi dengan tokoh Kartini,” kata gadis cantik ini.—Diana Runtu

Perempuan Jangan Lupakan Kodrat Peranan wanita sangatlah besar dalam berbagai bidang. Baik dalam peran pendidikan, sosial, budaya, ekonomi, bahkan peranan wanita telah kita rasakan di ranah publik. Hal ini dikarenakan bahwa peran atau fungsi seorang perempuan telah disetarakan dengan laki-laki. Berbicara masalah kesetaraan gender maka akan ada dua hal yang dibahas yaitu laki-laki dan perempuan. Ini diungkapkan oleh Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Buleleng Ketut Simpen, S.Sos,SST.,M.M. Menurutnya, kesetaraan gender atau kemitrasejajaraan antara perempuan dan laki-laki sudah berjalan sejak dari dulu. Laki-laki baik perempuan memiliki kesetaraan yang sama dalam bidang pekerjaan, namun ada beberapa hal pekerjaan perempuan yang tidak bisa digantikan oleh laki-laki yaitu menstruasi, hamil, melahirkan, dan menyusui. Tetapi di luar itu semua mereka sudah biasa bekerja sama dalam berbagai hal. “Jika berbicara lebih luas, baik bidang jabatan atau pun pendidikan saya rasa kesetaraan belum berjalan seratus persen,” ungkap wanita

yang akrab disapa Simpen ini. Mantan Wakil Direktur SDM RSUD Kabupaten Buleleng ini mencontohkan dalam penembatan jabatan di Buleleng hanya ada tiga sampai empat pejabat perempuan dari 35 SKPD dan 45 dari anggota DPRD ditempati oleh delapan orang perempuan. “Artinya 30% komposisi pejabat perempuan belum bisa direalisasi,” tambahnya. Hal inilah menurut wanita kelahiran 19 Agustus tersebut perlu dicari benang merahnya. Apakah ketidakmampuan, ketidakberanian, ataukah kurang menguasai bidangnya yang membuat perempuan dalam menempati kursi pejabat masih sedikit. Di dalam keluarga, kesetaraan juga belum berjalan sepenuhnya. Hal ini terbukti bahwa perempuan tidak mendapat bagian waris di keluarga. “Kami sedang bekerja keras dengan lembaga APIK untuk memperjuangkan pembagian waris bagi perempuan,” lanjut wanita yang sering mengisi ceramah tentang agama tersebut. Sudah sewajarnya kaum lakilaki memperhitungkan kemampuan dan keberadaan perempuan

sehingga tidak ada lagi diskriminasi. Perempuan saat ini memang sudah memiliki fungsi dan kedudukan yang hampir sama dengan laki-laki namun seorang perempuan juga diingatkan untuk tidak meninggalkan kodratnya. Apalagi seorang perempuan yang sibuk meniti karier sehingga melupakan kewajiban sebagai seorang istri atau ibu. “Jika ada suami yang di rumah lalu istrinya bekerja, menurut saya tidak masalah asalkan dilandasi oleh kesadaran dan kesepakatan,” lanjutnya. Menurut Simpen di dalam kemitrasejajaran seorang perempuan harus mampu menempatkan diri sejauh mana ia dapat menyejajarkan diri dengan kaum lakilaki. “Jangan hanya menuntut kesetaraan sedangkan di pihak lain ada beberapa hal yang belum mampu dilakukan,” tambahnya. Meskipun sudah dianggap memiliki kesejajaran namun seorang perempuan harus mematuhi sebuah norma. “Walaupun punya hak untuk sejajar tapi kita punya norma, dan sejauh norma itu tidak berkaitan dengan diskriminasi ya harus dilaksanakan,” imbuhnya.

Edisi 897/ 18 - 24 april 2016

Pertamini “Saingi” SPBU

Konsumen Mudah Beli BBM Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mini atau sering disebut pertamini (pertamina mini) kini sudah hadir di sejumlah lokasi baik di Surabaya maupun di Sidoarjo.

K

ehadiran pertamini ini ternyata disambut gembira oleh warga masyarakat. Buktinya, banyak warga lebih suka membeli bahan bakar seperti bensin pada pertamini ketimbang ke SPBU atau kios bensin yang sudah terisi dalam botol. “Saya lebih senang membeli bensin di pertamini daripada membeli di kios bensin. Karena harganya lebih murah daripada di kios bensin dan bensinnya dijamin bersih dan ukuranya pas,” tegas Ny. Mala ditemui saat membeli bensin di pertamini. Warga Bohar itu mengatakan selama ini dia sering membeli di kios bensin tetapi ketika di dekat rumahnya sudah ada pertamini dia lebih suka membeli bensin di pertamini tersebut. Menurut dia warga di sekitar rumahnya juga lebih senang mem-

Projo Harapkan Keterbukaan Penggunaan APBD Mengacu pada UU Nomor 14 Tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik, ormas Projo (Pro Jokowi) Kabupaten Blitar meminta kepada seluruh jajaran Pemkab Blitar, agar lebih transparan dalam penggunaan APBD. Hal tersebut diharpakan agar program pemerintah bisa berjalan sesuai dengan rencana untuk kesejahteraan rakyat. Ketua DPC Projo Kabupaten Blitar, Haryono, S.H., M.H. mengatakan, Projo lahir dari relawan Jokowi saat Pilpres 2014 lalu. Kini mereka berubah menjadi

Simpen

Cantiari

TINGKATKAN KUALITAS DIRI Di lain sisi, Dra. Ni Made Cantiari, M.Si, Kabid Organisasi WHDI Kabupaten Buleleng mengatakan, dalam kesetaraan gender yang dituntut adalah hak dan kewajiban. Dalam usaha untuk menyejajarkan diri seorang perempuan harus mampu meningkatkan prestasi dan kualitas diri untuk bersaing dengan laki-laki sehingga seorang perempuan memiliki harga diri. Jika seorang perempuan sudah memiliki harga diri maka dapat dipandang sejajar dengan laki-laki. Perempuan Bali tidak dapat terlepas dari kultur dalam suatu keluarga kaum perempuan memiliki satu nahkoda yaitu lakilaki sehingga berjalan harmonis. Perempuan harus menghormati

laki-laki, namun dalam pengambilan suatu keputusan perempuan harus mampu menjadi yang terbaik. “Kalau keputusan yang diambil baik pasti akan dipakai oleh laki-laki,” ungkap istri dari Nyoman Agus Jaya Sumpena tersebut. Seorang perempuan harus mampu menempatkan diri dan cerdas, sehingga tahu batas-batas dari kesetaraan gender tersebut. Ketika perempuan memiliki karier yang bagus, jangan sampai melupakan kedudukannya sebagai seorang istri maupun ibu dari anak-anaknya. “Jangan sampai kebablasan, itu artinya melupakan kodratnya sebagai istri pendamping suami,” ungkap guru SMPN 3 Singaraja yang juga pemenang keluarga sakinah provinsi Bali tersebut.-Wiwin

beli bensin di pertamini daripada pergi jauh-jauh ke SPBU. Karena harganya juga tidak terlalu beda jauh. “Dariada cape-cape dan harus antre di SPBU lebih baik membeli bensin di pertamini saja,” ujar warga yang tidak mau menyebut jati dirinya. Mitro, pemilik pertamini mengatakan harg bensin yang dia jual Rp 7.500/liter sementara di SPBU saat ini 6.560/liter. Ada selisih Rp 940/liter. Mitro menjelaskan alat tersebut baru digunakan selama dua minggu, sejak awal April 2016 ini. Dia mengaku alat tersebut dibeli di Jakarta lewat temannya Rp 10 juta lengkap dengan berbagai peralatan yang dibutuhkan. Pertamini milik Mitro ini, dilengkapi sebuah tangki segi empat berukuran panjang 60 cm, lebar 60 cm dan tinggi 80 cm.

Di atas tangki dilengkapi dengan sebuah tabung kaca yang sudah tertera angka yang menunjukkan jumlah liternya dan maksimal hanya lima liter. Selain itu dilengkapi selang berukuran satu dim dan nosel warna kuning. Rangkaian tengki dan perlatan lainnya itu, dilengkapi dengan roda di bagian bawah tengki untuk memudahkan pertamini ini bergeser atau berpindah tempat. Untuk menaikan bensin dari tengki ke tabung bensin yang sudah tertera angka literanya itu, dilakukan dengan pompa manual. Dari situ akan disalurkan ke tangki sepeda motor atau mobil melalui sebuah selang satu dim yang dilengkapi sebuah nosel warna kuning. Pertamini ini juga dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran mini yang diletak di samping atas pertamini dan di sebelahnya ada tempat untuk menaruh daftar harga bensin yang dijual. Ditanya berapa liter bensin yang laku terjual dalam sehari, menurut Mitro hingga 60 liter sehari. “Rata-rata saya jual sekitar 60 liter dan yang membeli hanya

Haryono

ormas nasional, sejak dikumandangkan melalui Kongres I DPP Projo pada 23 Agustus 2014 di Jakarta. “Hasil Konggres I Projo tersebut, ditetapkan Budiari Setiadi sebagai Ketua Umum, dan Joko Widodo sebagai Ketua Dewan Pembina,” kata Haryono. Lebih lanjut Haryono menyampaikan, sesuai amanat Ketua Dewan Pembina, relawan Projo jangan dibubarkan. Projo harus menjadi garda terdepan dalam mengawal pemerintahan saat ini. Bahkan Projo diminta untuk menjadi mata dan telinga mengawal program Nawacita. “Sebagai ormas nasional, Projo sudah memiliki pengurus baik di tingkat DPD, DPC dan PAC. Hampir di seluruh wilayah Indonesia. Bahkan terus konsolidasi untuk pembentukan pengurus sampai di tingkat ranting dan anak ranting. Untuk itu Projo sudah siap mengawal program pemerintahan Jokowi,” jelasnya. Projo sebagai ormas independen, imbuh Haryono, tidak boleh berpolitik praktis, tetapi tetap ikut mengawasi proses demokrasi yang sehat. “Sebagai ormas baru, tentunya membutuhkan masukan-masukan yang kritis dan membangun dalam upaya mendampingi masyarakat juga pemerintah,” imbuhnya.

Dia juga berpesan, jika mendapati oknum yang membawa nama Projo untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan undang-undang, untuk melaporkan kepada DPC Projo Kab Blitar, agar secepatnya mendapat tindakan tegas. “Kami tidak ingin ada oknum Projo justru merusak nama baik Jokowi,” tegasnya. Haryono yang juga menjabat Ketua FK LPMK Kota Blitar, DPC Projo Kabupaten Blitar mengharapkan kepada seluruh jajaran Pemkab Blitar, agar lebih transparan dalam penggunaan APBD untuk rakyat. Karena sudah saatnya pemerintah terbuka dengan hak-hak rakyat. Jangan ada lagi permainan APBD untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Pihaknya juga berharap semua dinas, kantor, badan bisa memberikan akses informasi tentang penggunaan APBD untuk rakyat seperti diamanatkan UU Nomor 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik. “Berikan kami akses sebagai elemen masyarakat untuk ikut mengawal program pemerintah Kabupaten Blitar, agar berjalan sesuai dengan yang sudah direncanakan untuk kesejah­ teraan rakyat. Kami seluruh jajaran pengurus Projo akan membantu penuh pemerintah yang pro rakyat,” pungkasnya. -Khoirul Abadi

warga sekitar lokasi pertamini ini,” ujarnya. Minimnya pembeli bensin di pertamininya, menurut Mitro mungkin karena masih baru sehingga belum banyak orang yang mengetahui. Selain itu, mungkin lokasinya terletak di jalan kampung. Jika pertamini ini dipasang di jalan yang lebih ramai mungkin banyak orang yang melihat dan mau membeli bensin di pertamini tersebut. Ditanya apa ini menjadi saingan SPBU, menurut

19

Mitro tidak mungkin SPBU tersaingi oleh pertamini. Karena jumlah bensin yang bisa dibeli di sini tidak sebanyak di SPBU. Mitro mengaku selain sepeda motor, banyak juga mobil yang mau membeli bensin di pertamini. Hanya prosesnya agak lama karena harus dipompa dengan tangan dulu untuk naikkan bensin ke atas tabung, setelah itu baru disalurkan lewat nosel ke tengki mobil. Kalau sudah habis lima liter harus pompa lagi dan setelah itu baru disalurkan ke tengki lagi. Lebih jauh dia menjelaskan saat ini sudah banyak yang memproduksi pertamini dengan variasi ukuran. Ada yang tengkinya relatif besar dan harganya juga mahal dan yang paling mahal Rp 60 juta satu unit. Jenisnya pun bervariasi seperti solar, pertamax, pertalite dan sebagainya. Mitro juga mengaku tidak tahu perusahaan dan lokasi produksi pertamini tersebut. “Saya sendiri tidak tahu dimana tempat membuatnya alat pertamini ini. Karena milik saya ini dibeli dari Jakarta dan diantar oleh teman,” ujarnya. -Yosef Sintar

BRI “Jemput Bola” Lesunya perekonomian membuat perbankan membuat berbagai strategi untuk menggaet nasabah. Salah satunya dengan membuat program tabungan berhadiah. Hal ini diterapkan Bank BRI dari level nasional hingga ke unit terkecil. Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Fankar Umran dalam diskusi Selasa (12/4) mengatakan dari level nasional ada program Untung Beliung Britama, kemudian ada juga program Britama Pilih Sendiri Hadiah (PSH), serta Britama Tebar Hadiah. Nasabah bisa mendapatkan benefit dari ketiga program tersebut dengan membuka rekening baru atau top up minimal Rp 10 juta. Fankar menambahkan hingga Maret 2016 pihaknya berhasil menghimpun Rp 10,5 triliun dana pihak ketiga (DPK). Hingga akhir tahun 2016, mereka menargetkan kenaikan 14,5% dari pencapaian di tahun 2015. Fankar yang didampingi Kabag Dana dan Jasa I Wayan Purnata yakin pihaknya mampu mencapai target tersebut. Mereka pun rajin melakukan sosialisasi dan “jemput bola” ke masyarakat. Daripada uang disimpan di rumah, lebih baik disimpan di bank yang lebih aman dan berpeluang mendapatkan hadiah. –Ngurah Budi

Puri Bunda Adakan Donor Darah

RSIA Puri Bunda Denpasar mengadakan kegiatan donor darah dalam rangka Hari Kartini 2016. Donor darah dilaksanakan Jumat (22/4) di lobi basement RSIA Puri Bunda pukul 09.00-12.00. Direktur RSIA Puri Bunda dr. IGAP Yudihartini mengatakan donor darah yang bekerja sama dengan PMI ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan makin meningkatnya kebutuhan darah. Ia menambahkan, pihaknya rutin mengadakan donor darah, dua kali dalam setahun. Pada bulan April yang berkaitan dengan Hari Kartini dan bulan Oktober atau November untuk memeriahkan ulang tahun RSIA Puri Bunda. –Ngurah Budi


20

Nine

Edisi 897/ 18 - 24 April 2016

Peningkatan IPM NTB Tercepat di Indonesia

Indek Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi NTB meningkat dari posisi 32 menjadi posisi 30 dari 34 Provinsi yang ada di Indonesia. Meski IPM NTB berada di posisi 4 terbawah, namun kemajuan pembangunan bidang kesehatan meningkat begitu juga dengan peningkatan gizi masyarakatnya. Hal inilah yang membawa peningkatan IPM NTB termasuk yang tercepat di seluruh Provinsi di Indonesia dalam beberapa tahun ini. Kematian ibu dan anak yang dulunya terbilang tinggi di provinsi ini, kini telah menurun.

selaku Ketua Panitia NFFI Expo. Pameran ini menggelar beberapa stan, di antaranya stan masalah gizi, stan antropometri, stan penyelesaian masalah gizi, stan menu seimbang dalam daur kehidupan, stan konseling gizi, stan ASI eksklusif dan aksi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), stan ketahanan pangan, kuliner dan teknologi pangan.

“U

ntuk mencegah kematian ibu, intervensi dengan program 1000 Hari Pertama Kehidupan dianggap sudah terlambat. Berdasarkan pendapat pakar mikronutrient, mencegah kematian ibu dan kurang gizi pada anak harus dimulai dari masa remaja. Karena untuk menghasilkan generasi yang sehat harus dilahirkan dari ibu dan ayah yang sehat juga,” ungkap Hj. Erica Zainul Majdi,

dalam kegiatan Pameran Pangan dan Gizi, yang berlangsung di Mataram beberapa waktu lalu. Pameran ini dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya panganan yang bergizi demi menghasilkan generasi yang sehat. “Melalui acara ini, kami ingin menjadikan pangan dan gizi sebagai investasi untuk membangun masa depan yang sehat dan berprestasi,” ungkap Novia Zuriatun Solehah

KURANG GIZI BISA DILIHAT DARI PERILAKU ANAK Anak kurang gizi khususnya yang memasuki usia sekolah tidak hanya dapat dilihat dengan kasat mata namun perilaku tidak disiplin, suka mengganggu teman, dan tidak suka dengan pelajaran tertentu boleh jadi bagian dari tanda-tanda anak yang kurang gizi. “Jadi, anak kurang gizi tidak melulu dilihat dari anak yang sakit-sakitan, tetapi dapat dilihat dari perilaku sehari-hari,” kata Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Provinsi NTB ini. Menyediakan makanan sehat bagi anak dengan tidak membiarkan anak jajan sembarangan, merupakan peran penting orang-

Dekranas Award Pembina Teladan 2016 Untuk memotivasi para pembina dalam organisasi Dekranasda Provinsi bersama Dekranasda Kabupaten dan Kota, Dekranas Pusat menyelenggarakan Dekranas Award Pembina Teladan 2016 untuk menciptakan koordinasi dan sinergi dalam melakukan pembinaan kepada para pelaku produk kerajinan di daerah, sehingga menghasilkan produk unggulan daerah yang berdaya saing. Dekranas Award Pembina Teladan pada tahun 2016 ini merupakan rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun Dekranas yang ke-36. Sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Daerah Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi mempresentasikan paparan kerja keras Dekranasda NTB dan prestasinya di hadapan dewan juri di Kantor Dekranas, Jakarta selatan beberapa waktu lalu. Kerajinan NTB merupakan komuditi yang membawa kontribusi besar dalam peningkatan ekonomi NTB pada tahun 2015 yang merupakan angka pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional. Kami berharap kerajinan NTB dapat menjadi Duta Indonesia bagi dunia dan membantu masyarakat Nusa Tenggara Barat dalam meningkatkan kesejahteraan,” ujar Erica saat presentasi. Beberapa prestasi yang diraih

dekranasda NTB maupun pengrajin NTB seperti kerajinan ketaq NTB yang sudah diakui kualitasnya secara internasional pada kegiatan WCC (World Craft Council) tahun 2014 yang meraih The Best excellence for Handicraft untuk karya Mawar Artshop, dipresentasikan dengan baik oleh Erica. Dewan juri sempat mengapresiasi Dekranasda NTB yang berhasil menjadikan Tenun NTB pada tahun 2015 menjadi tenun Indonesia pertama kali yang ditampilkan pada peragaan pertama busana muslim di New York Fashion Week bekerjasama dengan disainer kondang Indonesia seperti Dian Pelangi, Siren Sungkar dan Barlia Asmara. “Ini merupakan

capaian yang luar biasa,” ungkap Kemal Gani salah satu dewan juri yang juga chief editor majalah SWA dan Ketua Dewan Juri Primaniarta Kementrian Perdagangan RI . Selain Kemal Gani, dewan juri award ini juga terdiri dari profesional di bidangnya seperti Robby Kusumaharta (Dewan Penasihat Kadin yogyakarta dan Pengusaha garmen), Herman kartawijaya (staf husus kementrian koperasi RI, komisaris dan founder Mark Plus Inc yang merupakan Perusahaan konsultan pemasaran terkemuka) Hendrawarsito (Ceo Mark Plus. Inc), Prieyo Pratomo (konsultan pengembangan produk kerajinan, Anggota World Craft Council Asia Pacific Region). -Naniek I. Taufan

tua khususnya kaum ibu. Ibu yang cerdas akan menyiapkan makanan yang memiliki nilai gizi tinggi tidak harus mahal melainkan bisa berasal dari bahan makanan yang harganya murah, seperti bayam, singkong dan ubi ungu. Banyak bahan makanan di lingkungan sekitar yang punya nilai ekonomis dan nilai gizi tinggi untuk diberikan pada anak-anak. Kepedulian dan kretivitas para ibu dalam mengolah makanan murah dan mudah didapat yang mengandung nilai gizi tinggi ini sangat diperlukan. Selain perbaikan gizi, perang terhadap pornografi dan narkoba, serta predator anak, kasus gizi buruk masih ada di Provinsi NTB menjadi perhatian serius pemerintah daerah ini termasuk organisasi-organisasi perempuan di NTB, seperti PKK. Karena itulah PKK NTB memiliki 10 program yang mendukung program-program pemerintah daerah tersebut, khususnya dalam hal perbaikan gizi, perlindungan terhadap bahaya narkoba serta gizi buruk. Hal inilah yang disampaikan Erica ketika membuka dan menjadi keynote speech dalam acara Nutrition For Future Investment (NFFI) Expo yang mengangkat tema Better Nutrition For Better Nation yang dihadiri oleh Direktur Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mataram H. Awan

Darmawan, S. Pd, M. Kes dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB drg. Eka Junaidi. Salah satu cara untuk meningkatkan gizi masyarakat adalah dengan kesadaran. Oleh karena itu, PKK NTB mengajak mahasiswa Poltekkes Mataram untuk membuat buku tentang kreasi makanan bergizi dengan bahanbahan yang harganya murah dan mudah diperoleh, yang nantinya buku tersebut disebarluaskan kepada masyarakat NTB. Dianggap penting untuk menempel poster di sekolah-sekolah yang berisi manfaat makanan sehat dan brosur tentang dampak negatif dari jajan sembarangan. “Jika saja informasi praktis seperti itu tersampaikan dengan baik kepada anak-anak, maka anak-anak menjadi anak-anak yang sadar gizi,” ujarnya. Menurutnya, investasi yang paling signifikan manfaatnya adalah investasi Sumber Daya Manusia (SDM). Jika manusianya sakitsakitan, maka akan menjadi beban bagi Negara. “Investasi tidak melulu tentang pembangunan infrastruktur tetapi investasi SDM lebih penting. SDM yang tidak sehat akan menjadi beban bagi negara. Padahal SDM yang sehat dapat berkontribusi pada pembangunan NTB,” ujar Erica sembari berharap ke depan generasi muda NTB menjadi generasi yang sadar gizi dan sehat lahir batinnya. –Naniek I. Taufan

“Melalui acara ini, kami ingin menjadikan ­pangan dan gizi sebagai investasi untuk membangun masa depan yang sehat dan berprestasi”

Edisi 897/ 18 - 24 April 2016

5

“PERSEMBAHAN SPEKTAKULER BRAHMAKUNTA” HIPNO YOGA (SPIRITUAL REVOLUTION - SPIRITUAL SOLUTION)

adalah olahraga ruh sistem pikiran senang, perasaan m a n i a m a ka tenang dan tubuh nyaman atau lebih Anda akan me- dikenal dengan istilah estetika bernemukan kera- spiritual. Estetika berspiritualah yang maian, teriakan, memunculkan taksu bagi kehidupan gerakan indah dan profesi seseorang, dimana kespara pemainnya enangan, ketenangan dan kenyamanan hanya dengan akan memicu munculnya inspirasi dan s a t u t u j u a n , kreativitas diri. Anda yang selama ini m e m a s u k a n bingung, ragu ataupun memiliki kelubola ke dalam han kegagalan mengelola pikiran dan gawang. Andai- perasaan (psikosomatis) dan masalah kan Anda ada- lainnya akan diubah maknanya di lah religius ma- wilayah ini, sehingga Anda dapat menia, maka Anda narik dan menemukan pemecahannya akan menemu- secara tuntas. Alfa dan theta adalah kan kedamaian, sebuah wilayah tempat ditemukannya tangis keharuan, berbagai cara pemecahan masalah, dengan tujuan karena wilayah ini tidak tersentuh penglihatan- oleh egoisme, kekasaran, keakuan dan p e n g l i h a t a n kegelapan. Itulah alasan mengapa spiribatin. Jika Anda tual yang baik membuat mereka yang spiritual ma- memasukinya memiliki kebesaran hati, nia maka Anda penuh syukur, berlimpah kebiasaanakan menemu- kebiasaan baik dan menjadikan dikan perenun- rinya mampu menunjukkan aktualisasi gan, pemurnian kualitas diri. Tentu saja pencapaian ini diri, menunggu dalam sejarahnya belum mampu Guru Mangku Hipno untuk sebuah dijangkau oleh pengetahuan lainnya. idak melatih otot dan ba- kesempatan mengetahui siapa diri ini Spiritual mampu membuat penekundan Anda, namun melalui sesungguhnya, untuk apa dan untuk nya memiliki dan mendapatkan makna olah napas Anda diarah- siapa kehidupan ini? sehingga mela- berbeda dari kebanyakan orang ketika kan melatih konsentrasi hirkan kesadaran dan kesabaran diri. mengalami suatu peristiwa. Spiritual dan otak Anda. Konsentrasi mampu mengaktifkan sel–sel kreatif otak dengan metode virtual atau lebih dikenal dengan metode Spiritual Visualisasi. Para ilmuwan percaya bahwa ketika seseorang mampu berkonsentrasi maka otak mengirimkan energi positif kepada tiga penyangga kehidupan yang sehat, sukses, keberlimpahan dan bahagia yaitu pikiran, perasaan dan tubuh. Dengan melatih hipnoyoga maka menjadi lebih mudah bagi seseorang penyembuhkan penyakitnya, memecahkan segala masalahnya, mengembalikan kekuatan pikirannya, mengakhiri ketakutan dan kekhwatirannya, menenangkan perasaannya, menemukan kemPembentukan Karakter Sukses bali semangat hidupnya, membuang kebiasaan buruknya, mengendalikan Penekun spirtual adalah mereka yang akan membuat seseorang mampu meperasaannya dan menempatkan ses- bisa berkomunikasi dengan sesama di lihat jauh lebih dalam, bahkan mampu eorang ke jalur impian keberhasilannya seluruh dunia dengan bahasa spiritual melihat bukan hanya dari satu sisi, di masa depan. Demikian pemaparan yang sederhana, tanpa sekat bagaikan namun mampu melihat dari empat sisi singkat tentang beberapa manfaat runtuhnya tembok Berlin, tanpa harus berbeda, inilah yang membuat penekun latihan hipno yoga oleh Guru Mangku saling mengenal dan diam berdekatan. spiritual menjadi terkuatkan. Hipno seorang pemberi informasi, Memasuki wilayah spiritual membuat inspirasi dan motivasi yang biasanya Anda menjadi bagian terpenting menjaSEGERA MASUKI WILAYAH disebut Spiritual Revolution. di warga dunia. karena saat ini spiritual “SPIRITUAL REVOLUTION”. Setelah setiap hari kita memberi- sudah menjadi kebutuhan dunia. Yang Hypno yoga akan memudahkan kan tubuh ini makanan, maka fokus sangat penting diperhatikan ketika Anda untuk berjalan memasuki wilayah berikutnya ada kewajiban bagi siapa berspiritual yang baik adalah etika spiritual revolusi. Wilayah ini tak dapat saja yang ingin berhasil mendapatkan berspiritual yang merupakan bagian dimasuki hanya dengan melatih otot keseimbangan hidup, agar jangan terpenting dalam menjaga kebenaran dan tubuh, wilayah ini sering disebut melupakan bahwa rohani juga mem- dan kesucian diri. Spiritual ke depan zero point field, berisikan sumber butuhkan makanan. Makanan rohani akan memudahkan kita mendapat kebercukupan diri, wilayah ini dapat itu adalah laku spiritual. Laku spiritual pengetahuan, pengalaman, karier dan dengan mudah diakses oleh mereka adalah menggunakan rasa sebagai pe- segala sisi kehidupan mendapat vibrasi yang telah melatih konsentrasi yang nyeimbang pemakaian rasio. Ketika kebenaran, kesucian dan keindahannya. menghidupkan sel-sel kreatif otaknya. suatu peristiwa terjadi antara rasio dan KUNCI INDAHNYA SPIRITUAL KARENA Jika selama ini kesembuhan adalah rasa akan memiliki perbedaan penilaian SPIRITUAL BERMAIN DI WILAYAH langka dan susah bagi Anda sekeluarga, dan perbedaan cara menerima dan cara ALFA DAN THETA. Memasuki wilayah kesuksesan jauh dari jangkauan Anda, memecahkannya. “Berani berspiritual alfa dan theta merupakan pengalaman keberlimpahan harta dan kasih sayang adalah berani sukses. Andaikan Anda terindah yang mampu membuat selu- hanyalah sebatas impian, maka kami hadirkan cara terbaik dan termudah mencapai segalanya. Otak kanan Anda akan diaktivasi, karena kebiasaan memakai otak kiri yang berkarakter linier cukup menghambat dan memberatkan Anda. Anda dilatih menggunakan otak kanan, dan banyak rahasia–rahasia tersembunyi bagaimana cara hidup dalam damai dan mencapai kesejahteraan diri dan keluarga yang selama ini tersembunyi akan terbongkar ketika anda memasuki wilayah Quantum ini.

T

Sahabat dari Canada belajar meditasi transcedental di Brahmakunta Center

Kapan Sebaiknya Hypno Yoga Dilakukan ?, Setelah berkeliling Indonesia memberikan informasi, inspirasi dan motivasi, kini Guru Mangku Hipno hadir kembali di Bali. Kehadirannya kali ini sudah ditunggu oleh mereka yang rindu pencerahan dan motivasi Guru Mangku.

Team GMH. INSTITUTE “Kelahiran dan kehidupan adalah mulia, maka jangan biarkan derita memenuhi hari–harimu, itulah alasan Tuhan memberikan umat manusia Akal, agar setiap manusia mampu segera keluar dari segala masalah yang dihadapinya, agar mampu bertindak atas apa yang buruk yang sedang terjadi dalam hidupnya,” kata Guru Mangku Hipno yang memiliki nama lengkap GMH Ketut Gd Suatmayasa SH., CHt., MNNLP. Maka segeralah bergabung bersama kami, 1. Saat permasalahan mulai berlarut larut tanpa ada ujung pangkalnya. 2. Ketika permasalahan sudah tidak lagi dapat ditangani. 3. Ketika semua upaya mengalami jalan buntu. 4. Ketika akibat permasalah tersebut fungsi sosial Anda terganggu bahkan terhenti total. 5. Ketika sugesti diri dan usaha diri tidak mampu lagi menyelesaikan permasalahan. 6. Ketika para pengobat lain dan para profesional lain tak lagi mempunyai jurus ampuh menangani permasalahan yang anda hadapi. 7. Ketika Anda menyadari dan mendapat rujukan bahwa masalah Anda adalah masalah salah mengelola pikiran dan perasaan atau mental sehingga memerlukan seorang pakar ilmu pikiran bawah sadar dan metafisika untuk mengatasinya. Berspiritual akan membawa seseorang ke arah kemajuan pemikiran dan perasaanya. Spiritual menuntun seseorang menemukan solusi jitu atas segala masalahnya yang belum terjawab selama ini. Namun, yang perlu diwaspadai dalam memasuki wilayah spiritual adalah kebiasaan kebiasaan berilusi. Kebiasaan berilusi biasanya akan mengaburkan kemampuan ses-

eorang melakukan introspeksi diri jika suatu saat menemui kendala. Spiritual ilusi adalah lawan dari sifat spiritual solusi. Spiritual ilusi akan dengan mudah membuat pernyataan bahwa “sakit Anda karena orang lain, bahkan terkadang mengatakan “sakit Anda karena pesaing usaha Anda” atau hal-hal semacam itu. Hal ini tentu menyulitkan seseorang mawas diri atau introspeksi diri atas segala kesalahnya mengolah pikiran, mengolah perasaan dan mengolah tubuhnya yang berakibat buruk bagi dirinya sendiri lalu ditimpakan kepada orang lain yang belum tentu melakukan seperti yang dituduhkan. Jangan risau, kami hadir untuk memberikan Anda sekeluarga solusi jitu. SATU SOLUSI JITU MENYELESAIKAN SEGALA MASALAH PIKIRAN DAN PERASAAN DALAM KEHIDUPAN ANDA. HUBUNGI: SATU-SATUNYA PUSAT PEMBELAJARAN DAN PENYEMBUHAN HYPNOTHERAPI, PSIKOTHERAPI, SOMATHOTHERAPI. ENERGI PRANA, HIPNO YOGA DAN MEDITASI “BRAHMAKUNTA CENTER DAN GMH INSTITUTE” P H . 0 3 6 1 8 4 4 2 8 2 3 ATA U 085103112404. Fb : Guru Mangku Hipno, PIN BB 7FB63D85. Brahmakunta Center Buka : Senin s.d. Sabtu, mulai pukul 10.00 s.d. 17.00. Secara langsung ditangani oleh pakar metafisika, pakar supranatural, pakar hypnotherapi, pakar pikiran bawah sadar, pakar energi prana, pakar palmistri (ilmu meramal kehidupan) GMH KG SUATMAYASA SH., CHt., MNNLP (Guru Mangku Hipno). Izin praktek dari Dinkes : 448.3/28.PT.XII.14/DIKES.

Pembangkitan kecerdasan (IQ, EQ, SQ, CQ)

JADWAL KEGIATAN KAMI : 1. Minggu, 24 April 2016 Waktu : 08.00 - 10.00 Lokasi : Gedung Tiga Putra Dewata Sport Center Alamat : Jalan Cocoa nomor 1x, Banjar Kedewatan, Ubud, Gianyar CP : 081338646138, 0811386443 2. Minggu, 8 Mei 2016 Waktu : 15.00 - 17.00 Lokasi : GEDUNG PWI BALI Alamat : Jalan Gatot Subroto Tengah, Lumintang, Denpasar


4

Edisi 897/ 18 - 24 April 2016

Dan Roberts ‘Si Hidung Merah’

Inspirasi

Uang bukan Segalanya

Indonesia rupanya membawa kesan yang mendalam dalam batin Dan Roberts, seorang warga Chicago, Amerika. Bisa jadi itu karena dia dan keluarganya tinggal cukup lama di Jakarta dan mendapat banyak pengalaman positif selama itu. Tak heran rasa ingin kembali ke Indonesia kerap muncul ketika ia telah kembali ke negaranya.

K

esempatan itu pun datang saat ia dan rombongan sirkusnya ‘Clowns Without Border-USA’akan melawat ke sejumlah negara untuk pertunjukan sirkus sosial bagi anak-anak kurang mampu. Adalah Jakarta menjadi tempat pertama yang disinggahi Dan bersama rombongannya dalam rangka tour sirkusnya. “Itu terjadi tahun 2008, saya berkunjung ke tempat-tempat dimana anak-anak keluarga tidak mampu tinggal untuk menggelar pertunjukkan sirkus,” ungkap Dan Robert mengenang pengalamannya delapan tahun lalu. Salah satu tempat yang dikunjunginya adalah pemukiman kampung nelayan Cilincing, Jakarta Utara. Hatinya langsung tertambat. “Ketika saya menginjak Cilincing, itu adalah hari pertama saya kembali ke Indonesia,” ujarnya. “Saya sebenarnya pernah bersekolah di Indonesia (Jakarta) SMP dan SMA di Jakarta International School (JIS). Setelah lulus SMA, saya kembali ke negara saya dan kuliah di Chicago. Tapi waktu di sana dalam hati saya selalu ada keinginan untuk kembali ke Indonesia untuk berbuat sesuatu, seperti Indonesia juga pernah membantu saya,” ungkap Dan dengan bahasa Indonesia yang cukup fasih. Dalam perjalanan tur sirkus sosial itu, ia pun menyempatkan mengunjungi kawasan Kampung Nelayan Cilincing Jakarta Utara. Di sana dia menyaksikan pemandangan yang cukup memprihatinkan, di mana anak-anak tinggal di lingkungan kurang baik, juga terpaksa bekerja untuk membantu orangtua. Banyak anak putus sekolah karena orangtua tak memiliki biaya pendidikan. Hal itu juga diakui oleh Ruani, warga Kampung Nelayan, yang ketiga anaknya putus sekolah saat masih SD. “Anak-anak saya semuanya tidak ada yang lulus SD. Yang paling tua hanya sampai kelas lima SD. Tidak ada biaya untuk sekolah. Mereka bantubantu bapaknya kerja,” ungkap Ruani yang bersuamikan seorang nelayan. Namun kehadiran Dan seperti mengubah kehidupan anakanak ini. Dan datang dengan menawarkan anak-anak berlatih permainan sirkus dasar. “Saya melihat anak-anak ini walaupun tinggal di lingkungan kurang baik namun mereka memiliki hati yang ‘besar’. Mereka tetap

semangat untuk belajar dan berkembang, hanya saja kurang ada kesempatan untuk itu. Jadi saya pikir lewat ‘Hidung Merah’ anak-anak bisa belajar sirkus,” tuturnya. Sebenarnya mengajarkan sirkus itu bukan maksud menjadikan mereka menjadi pemain sirkus, namun itu hanya merupakan alat untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka, semangat mereka untuk belajar juga keceriaan mereka sebagai anak-anak. “Mereka kan biasanya harus bekerja membantu orangtua. Namun kalau mereka di ‘Hidung Merah’ bisa benar-benar 100 persen menjadi anak. Dalam artian bisa belajar, bermain, dll,” papar ayah dua anak ini. Diakuinya di awal-awal ketika dia masuk menawarkan program tersebutkepada anak-anak Kampung Nelayan Cilincing, hal itu tidak mudah. “Mungkin ketika itu mereka (orangtua) berpikir, ‘Ngapain itu bule masuk ke sini. Program apa itu?’ Ya memang tidak mudah meyakinkan para orangtua anak-anak ini. Tapi seiring jalannya waktu dan upaya yang kita buat, akhirnya lama kelamaan para orangtua bisa mempercayainya. Dan mereka pun senang dan percaya menitipkan anak-anaknya di Hidung Merah,” kata Dan yang juga Direktur Eksekutif Hidung Merah. Sebenarnya ungkap Dan lagi, saat dia kembali lagi ke Indonesia, orangtuanya pun kurang setuju. Mereka berharap dirinya untuk bekerja di negeri sendiri. “Ya, waktu itu orangtua saya memang belum paham tentang apa yang akan saya kerjakan, juga mereka belum tahu Cilincing itu seperti apa. Mungkin dia pikir saya datang ke Indonesia hanya untuk main-main. Tapi kemudian saya jelaskan apa yang akan saya kerjakan, lama-kelamaan mereka

Dan Roberts

pun ikut mendukung upaya saya ini,” kata Dan sambil menambahkan orangtuanya pada akhirnya berkunjung ke Jakarta dan meninjau hasil kerja putranya di Yayasan Hidung Merah Cilincing. “Sekarang mereka sudah sangat mendukung saya,” katanya semringah. Dan memiliki pribadi yang ramah juga kocak. Ia sangat suka bercanda. Mungkin itu sebabnya pada awalnya di kuliah akting teater di Roosevelt University Chicago College of Performing Artsmerasa tak betah. Lalu dia pun pindah jurusan ke akting lawak. Selama delapan tahun lebih Dan bersama Yayasan Hidung Merah membantu anak-anak kurang mampu di kawasan Kampung Nelayan Cilincing. Sudah banyak yang dilakukannya. “Bermain sirkus bukan yang utama, itu hanya side efek atau efek sampingan saja. Itu hanya skill agar mereka percaya diri. Tapi yang utama tujuan kita adalah pendidikan,” ujarnya. Walau demikian, Dan yang jugaanggota juga Presiden Asian Social Circus Association, ternyata menemukan anak-anak kampung nelayan yang memiliki bakat dalam bersirkus. Mereka inilah yang kemudian mendapat kesempatan keliling dunia untuk show sirkus, beberapa di antaranya malah mendapat mendidikan sirkus di Amerika. “Cukup banyak anakanak yang berbakat yang telah mengunjungi beberapa negara

Red Nose in Concert

untuk bermain sirkus. Ada juga yang ikut pendidikan di Amerika –short course--- selama tiga minggu. Mereka saya titipkan ke teman saya yang juga memiliki pendidikan sirkus untuk anakanak,” ucapnya. BEASISWA UNTUK ANAK TAK MAMPU Selain pendidikan sirkus, Yayasan Hidung Merah juga fokus pada bidang pendidikan, baik itu pendidikan formal maupun nonformal. Anak-anak mendapat mendidikan seni dan ketrampilan, juga bahasa Inggris. Sedang pendidikan formal, sebagian anak-anak ini mendapat beasiswa pendidikan. “Jika anak-anak ingin melanjutkan sekolah dan orangtuanya mengizinkan maka kami mencarikan dana untuk beasiswa sekolah. Di luar itu, anak-anak juga belajar berbagai hal di Yayasan Hidung Merah, mulai dari pendidikan seni hingga bahasa Inggris,” ungkap Dan seraya bersyukur bahwa selama delapan tahun kiprahnya di Kampung Nelayan Cilincing, banyak anak-anak ‘Red Nose’ (Hidung Merah) yang telah berhasil lulus sekolah. Ya, Red Nose telah banyak membantu anak-anak Kampung Nelayan yang terancam putus sekolah atau bahkan telah putus sekolah untuk mencapai pendidikan lebih baik. Bagi Dan hasil yang dicapainya itu adalah sungguh suatu yang membanggakan sekaligus membahagiakannya. Sudah pasti untuk menjalankan semua program itu, Red Nose membutuhkan dana yang tidak sedikit, lalu dari mana semua biaya itu didapat? Menurut Dan, dirinya sangat bersyukur karena ada banyak dermawan yang turun tangan membantu anak-anak tak mampu lewat Yayasan Hidung Merah. “Semua dana untukmenjalankan program didapat dari para sponsor, baik itu sponsor pribadi maupun perusahaan. “Sekitar 30 persen dana dari perorangan, sedang sisanya adalah dari sponsor perusahaan. Sejak 2008 kita sudah berhasil memberi

beasiswa kepada sekitar 1500 anak,” ucapnya. Untuk membangun dan mengembangkan Yayasan Hidung Merah bukan hal mudah, tapi –tentu--- tidak ada kerja keras tanpa hasil. Itu juga terjadi pada Dan dan para stafnya yang berkat ketekunan mereka berhasil mengembangkan Red Nose. Kini mereka telah memiliki bangunan sendiri di lahan seluas 400 M2 sebagai Pusat Kegiatan Komunitas Hidung Merah di Kampung Nelayan Cilincing, Jakut. Tidak itu saja, Red Nose juga mengembangkan sayap ke daerah miskin lainnya, yakni di perkampungan pemulung di Bintaro, Jakarta Selatan. Sama seperti di Cilincing, anak-anak pemulung di sana pun menjalani program yang sama yang sebelumnya diawali dengan berlatih sirkus dasar. Sirkus, ucapnya lagi, memang bukan tujuan tapi pendidikan lah yang menjadi tujuan utama. Pendidikan untuk masa depan mereka. “Tapi lewat sirkus bisa memupuk rasa percaya diri mereka. Ketika mereka belajar sirkus, kemudian pentas di ruang publik, penonton akan bertepuk tangan meriah. Begitu juga ketika mereka tampil di hadapan masyarakat di kampungnya. Masyarakat memberi tepuk tangan, itu reward untuk mereka. Anak-anak akan senang dan bangga. Kerja keras mereka langsung dihargai penonton. Perlahan percaya diri anak-anak ini akan menguat, mereka merasa ‘PD’ karena bisa melakukan sesuatu. Anak-anak menjadi percaya diri, senang dan senyum di mana-mana,” kata Dan bercerita tentang pengalamannya di Cilincing. Jadi, katanya, sirkus itu hanya awalnya untuk menunju sasaran yakni peningkatan pendidikan. “Dulu anak-anak sudah ok dalam sirkus, tapi tidak bisa baca-tulis. Jadi kita ajarkan baca-tulis. Lalu anak-anak sudah mulai sekolah, tapi gurunya bilang ‘Kamu nongkrong sama bule tapi nggak bisa bahasa Inggris’. Lalu, ok lah kita bikin kelas bahasa Inggris. Kini semuanya itu sudah berjalan baik,” tandasnya. Kepedulian Dan Roberts terhadap anak-anak kurang mampu sungguh patut diacung jempol. Meski di negaranya dia bisa mendapat pekerjaan yang bagus dengan gaji yang tinggi pula, tapi dia justru memilih berkiprah di daerah kumuh di Jakarta. “Ya memang, mungkin saya bisa saja bekerja di negara sendiri dengan gaji yang besar. Tapi bagi saya money is not everything. Uang bukan segalanya. Buat saya, lebih senang membantu temanteman. Saya sekarang punya dua anak, saya ingin bahwa apa yang saya lakukan bisa menjadi contoh untuk anak-anak saya bahwa sudah seharusnya kita melakukan sesuatu bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga buat orang lain. Itu penting,” tandasnya. -Diana Runtu

Mandalika

Edisi 897/ 18 - 24 April 2016

Siswa SMPN 1 Bolo Tembus Prestasi Nasional

Setiap Jumat pagi, siswa-siswa SMPN 1 Bolo, berkumpul di halaman tengah sekolah tersebut untuk melantunkan ayat-ayat suci Al Quran yang tertuang dalam surat Yasin. Suasana khusyuk para siswa mengaji ini memulai langkah hari Jumat di jam pertama di sekolah yang terletak di Kecamatan Bolo Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat tersebut.

K

egiatan keagamaan ini sengaja digelar untuk menyentuh hati dan menciptakan suasana religius setidaknya di lingkungan sekolah ini. Hal ini juga menjadi salah satu upaya sekolah yang berdiri tahun 1958 ini untuk meningkatkan kesadaran dan keimanan bagi seluruh keluarga besar sekolah. Uniknya, secara bergiliran, para siswa yang mewakili masing-masing kelas, turut berperan memberikan ceramah. Kegiatan ini tentu saja merupa-

kan hal yang positif bagi para siswa dalam membangun mental dan spritualnya demi mencegah hal-hal negatif seperti kenakalan remaja. SMPN 1 Bolo merupakan salah satu sekolah yang sangat serius dalam memperhatikan perkembangan siswa termasuk peningkatan prestasi-prestasinya. Meski sekolah ini berada di wilayah kecamatan, namun prestasinya melaju dengan pesat. Dalam tiga tahun terakhir saja tercatat cukup banyak

Siswa dan guru SMPN 1 Bolo, sekolah dengan banyak prestasi.

Suaedin, M.Pd., saat menerima penghargaan Indeks Integritas UN yang diserahkan Wakil Bupati Bima

prestasi yang diraih sekolah ini, baik oleh guru maupun siswanya. Tahun 2014, Sekolah Standar Nasional (SSN) ini berhasil keluar sebagai juara 1 dan 2 dalam Lomba Cerdas Cermat Matematika se-Pulau Sumbawa yang diselenggarakan oleh STKIP Taman Siswa Bima. Atas prestasi ini siswa SMPN 1 Bolo pun terjun mewakili Kabupaten Bima dalam Lomba Cerdas Cermat Matematika yang diselenggarakan oleh IKIP Makassar di Makassar. “Alhamdulillah tiap tahun siswa-siswa kami selalu mendapat juara dalam ajang OSN Matematika, Fisika, IPS dan Biologi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dan tiap tahun sejak 2014, 2015 dan 2016 pasti ada siswa kami yang mewakili Kabupaten Bima ke tingkat Provinsi NTB,” ungkap Suaedin, M.Pd., Kepala Sekolah SMPN 1 Bolo. Dua tahun berturut-turut sekolah yang berada di Desa Rato

ini juga berhasil meloloskan para siswanya sampai tingkat nasional yaitu, bidang fisika ke Banjarmasin tahun 2013 dan bidang matematika di Padang Sumatera Barat tahun 2014. Meskipun belum sempat membawa pulang juara, namun kehadiran para siswa ini telah membanggakan sekolah dan daerah. Dan justru inilah yang menjadi pemicu semangat sekolah

21

ini untuk terus memacu prestasi siswanya. Dan dalam tiga tahun terakhir pula, sekolah dengan jumlah siswa 830 orang ini mewakili Kabupaten Bima dalam Lomba Story Telling ke tingkat Provinsi NTB. Yang terbaru pada tahun 2016 ini, para siswa sekolah ini memborong piala sebagai juara 1 dalam Lomba Siswa Berprestasi, Cerdas Cermat dan Pidato Bahasa Inggris seKabupaten Bima. Siswa sekolah ini pernah mewakili NTB dan menjadi juara dalam ajang Liga Pelajar Indonesiadi Bogor Jawa Barat pada tahun 2014. Tidak hanya dalam lomba keilmuan, siswa sekolah ini juga berhasil meraih prestasi bidang olahraga. SMPN 1 Bolo berhasil keluar sebagai juara I mata lomba bulutangkis putra dan lempar lembing putri serta juara 3 mata lomba tolak peluru putri pada O2SN Provinsi NTB 2015. –Naniek I. Taufan

Belajar di teras sekolah untuk dapat mengakses wifi yang disediakan sekolah untuk mencari berbagai sumber pelajaran di dunia maya

Siswanya Berprestasi, Guru pun Tak Mau Kalah Sekolah ini patut berbangga karena bukan hanya siswanya yang berprestasi melainkan juga gurunya. Tahun 2014, Prima Damayanti berhasil keluar sebagai juara ke-3 Guru Teladan tingkat Kabupaten Bima. Dan pada tahun 2014 juga guru SMPN 1 Bolo ini juga menjadi instruktur tingkat nasional untuk pengembangan kurikulum 2013. Tiga guru masing-masing bidang studi yang menjadi instruktur nasional adalah, Prima Damayanti, S.Pd., bidang Bahasa Inggris, Muhammad Yusuf, S.Pd., bidang studi IPA dan Mustafa S.Pd., serta Suaedin, M.Pd., yang juga kepala sekolah ini menjadi instruktur nasional bidang Bahasa Indonesia. “Dua minggu lalu SMPN 1 Bolo mendapatkan piagam penghargaan indeks integritas UN (IIUN) dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud RI), Anis Baswedan atas keberhasilannya menduduki peringkat 1

Siswa-siswa bersama guru dan Kepala Sekolah SMPN 1 Bolo, Suadin, S.Pd., (tengah baju biru) di depan piala-piala prestasi yabg berhasil diraih

nilai IIUN se-Kabupaten Bima,” ungkap Suaedin. Menurut Suaedin prestasi demi prestasi yang diraih sekolahnya ini lebih karena semua pihak di sekolah, siswa, guru juga orangtua siswa serta lingkungan sekolah ini saling mendukung.

“Orangtua siswa malah sangat antusias mendukung bagaimana anak-anak mereka bisa masuk dalam pembinaan yang dilakukan sekolah ini. Sementara ini, karena berbagai kendala dan keterbatasan sekolah mengharuskan sekolah membatasi jumlah siswa

yang mengikuti pembinaan untuk lomba-lomba ini,” ujarnya. Para siswa diberikan pembelajaran bebas untuk selalu dapat mengakses dan mencari informasi melalui IT. Selain itu sekolah ini mengembangkan ekstrakurikuler dari mata-mata pelajaran yang dipilih. “Untuk ekstrakuler mata pelajaran ini, dua kali dalam seminggu, ada tidaknya lomba, siswa selalu dibimbing dan dibina oleh guru-guru yang memiliki kompetensi yang mumpuni,” katanya. Dengan cara ini, ketika tiba waktu lomba-lomba, para siswa telah siap jauh-jauh hari untuk berlomba. Hal inilah yang membuat siswa-siswa sekolah ini kerap membanggakan sekolah maupun daerahnya dengan sukses menyabet gelar-gelar juara dalm berbagai bidang. Metode yang diterapkan dalam pembinaan dan pembimbingan siswa ini lebih kepada menjadikan suasana be-

lajar yang menyenangkan tanpa tekanan. “Siswa belajar bersama guru dalam keadaan yang enjoy/ menyenangkan dan tanpa tekanan. Dalam membina dan membimbing siswa, guru juga menjadi kawan bagi siswa sehingga siswa tidak pernah takut bertanya atau mendiskusikan secara terbuka hal-hal yang tidak dipahaminya,” ungkap Suaedin. Cara ini menjadi sangat efektif dan bermanfaat bagi peningkatan prestasi siswa di SMPN 1 Bolo yang memiliki 74 orang guru dan pegawai ini. Pada bulan Mei 2016 mendatang SMPN 1 Bolo akan mewakili Kabupaten Bima dalam FL2SN lomba story telling dan lomba duta sanitasi yang diselenggarakan Dinas PU NTB. Begitu juga dengan Lomba Cerdas Cermat budaya, SMPN 1 Bolo akan mengikuti LCC tingkat Provinsi NTB pada bulan Juni mendatang. -Naniek I. Taufan


22

Sosialita

Edisi 897/18 - 24 april 2016

3

Edisi 897/ 18 - 24 april 2016

Yenli Wijaya & Dewi Suarjani

Kearifan Lokal Bercitarasa Global ilustrasi jakarta fashion and food festival 2016

Jakarta Fashion & Food Festival 2016

Hadirkan Nuansa Pecinan Lama

Anda suka fashion dan hobi berburu kuliner lezat maka datanglah ke Jakarta Fashion&Food Festival (JJJF) 2016. Event yang merupakan bagian dari program ‘Enjoy Jakarta’, ini, akan digelar selama sebulan penuh dari 22 April-22 Mei di kawasan Mal Kelapa Gading Jakarta Utara. Event ini juga sekaligus pembuka dari rangkaian kegiatan HUT Jakarta yang jatuh pada 22 Juni 2016 mendatang.

Gubernur Jakarta Basuki Tjahja Purnama saat pidato dalam acara Preview JFFF 2016 di Balai Agung Bali Kota Jakarta

S

eperti tahun-tahun sebelumnya JJJF yang kini digelar untuk yang ke-13 kalinya, menyuguhkan sesuatu yang berbeda. Salah satunya yang cukup menonjol adalah setting-an Kampoeng Tempo Doeloe (KTD), tempat berburu aneka kuliner lezat. Kalau tahun lalu Kampoeng Tempo Doeloe didesain ala Pelabuhan Sunda Kelapa tempo dulu maka tahun 2016 ini kembali memunculkan suasana tempo dulu, namun nuansa yang dibangun adalah Pecinan Lama. Indonesia memiliki ribuan jenis masakan lezat, mulai dari menu otentik khas Indonesia, hingga menu hasil percampuran budaya yang masuk ke Indonesia sejak zaman dahulu. Salah satu unsur budaya yang telah menyatu dengan Indonesia adalah unsur budaya Tionghoa, mulai dari bangunan hingga ragam menu kuliner. Industri kuliner seperti halnya fashion, beberapa tahun belakangan ini mengalami perkembangan luar biasa hingga akhirnya muncul jenis wisata baru di Indonesia yakni wisata kuliner. “Nantinya ada 100 UKM yang bergerak di bidang makanan dengan 200 ragam makanan nusantara hadir di Kampoeng Tempo Doeloe,” ujar Chairman JFFF 2016 Sugianto dalam acara preview JFFF 2016 di Balai Agung, Balaikota Jakarta, (13/4). Sesuai tema yang diangkat di KTD yakni ‘Aneka Mie Nusantara’

maka akan disajikan aneka makanan berbahan mie dari berbagai pelosok negeri. Selain di KTD, tempat berburu makanan dan minuman juga

ada di “Wine & Cheese Expo”. Di sini bisa menikmati wine serta serta beragam produk keju dan coklat. Sugianto menambahkan, bukan hanya ditujukan untuk menjadi tempat penikmat fashion dan kuliner tapi juga bagi para UKM dan pengrajin lokal untuk bisa bersinergi berkembang bersama, baik itu UKM kuliner maupun UKM di bidang fashion. “JFFF senantiasa berkomitmen menjadi sebuah event yang bukan hanya untuk penikmat kuliner dan fashion tapi juga mampu mengangkat mereka yang berada di industri UKM serta pengrajin lokal untuk bekerja sama menghasilkan produk berkualitas agar bisa diterima secara global,” ujarnya. Dalam acara Preview JFFF pekan lalu itu, acara bukan sekadar menyampaikan pidato-pidato sambutan tapi juga menyajikan cuplikan dari acara JFFF yang bakal digelar 22 April mendatang. Di antaranya adalah menyuguhkan 12 makanan nusantara yang dapat dinikmati oleh peserta Preview JFFF. Setidaknya ada 12 saung yang menjamu para

hadirin seperti; toge goreng Bogor, Bakmi 99, Mie Kangkung, sate ayam Ponorogo, dll. Tak ketinggalan acara Preview JJJF juga menghadirkan peragaan busana yang menampilkan sembilan desainer top seperti Ghea Panggabean, Yogie Pratama, Ivan Gunawan, dll. Tapi dalam Fashion

Pagelaran 100 Kebaya merupakan acara yang digagas oleh Indonesian Fashion Chamber Denpasar (IFC ) Denpasar bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Perhelatan tahun ini adalah yang kedua kalinya, setelah yang pertama tahun lalu 2015 silam.

perekonomian Bali. Secara khusus acara ini juga digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April. “Kita sebagai wanita harus tetap mempertahankan nilainilai luhur yang telah diperjuangkan oleh salah satu wanita pejuang kita, yakni Ibu Kartini,” lanjut Dewi Suarjani. Selanjutnya melalui pagelaran ini diharapkan Bali dapat menjadi daerah acuan tren kebaya yang berlandaskan kearifan lokal bercita rasa global.

Festival nanti, bukan hanya karya sembilan desainer itu yang tampil, melainkan sekitar 80 desainer lebih dengan karya-karya terbarunya. “Pada 4 Mei mendatang, Fashion Festival akan menghadirkan peragaan busana bertajuk ‘Kain Nusantara Negeri Indonesia Barat’,” tambah Sugianto. –Diana Runtu

Yenli dan Dewi bersama Ketua Dekranasda Kota Denpasar IA Selly D. Mantra

bahwa persahabatan itu menjadi tim kerja. “Apalagi, selama ini kami juga merasakan bahwa sukses itu tidak bisa diraih sendiri,” katanya. Yenli dan Dewi Suarjani juga mengatakan jika mereka sebagai insan yang ada dan bergelut di pusaran mode berharap bahwa program talk show dan fashion show kebaya ini mampu mendekatkan diri pada masyarakat juga pemerintah. Memasuki tahun kedua dari “Pagelaran 100 Kebaya” ini, membawa harapan lebih sukses lagi dengan persiapan yang lebih matang tentunya. “Dalam kegiatan ini pula Kami IFC dan ISI merasa bahagia memperoleh dukunga dari Dekranasda Kota Denpasar, terutama Ibu Selly D. Mantra yang turut memberikan nutrisi untuk kami bisa bekerja sebaikbaiknya dalam menyuguhkan pagelaran ini. Bersyukur lagi di tahun kedua ini, antusias masyarakat pun lebih terlihat. Menariknya lagi pada “Pagelaran 100 Kebaya” kali ini juga diikuti oleh IFC Nasional dan beberapa IFC dari luar daerah,” papar Yenly yang diamini oleh Dewi Suarjani. Mereka juga memaparkan kita sudah berada lingkaran MEA saat ini.

Maka bergelimangnya produk impor takkan bisa dibendung. Bukan hanya impor barang, melainkan juga impor pemikiran dan impor kebudayaan. Maka kita semua harus punya spirit sebagai bangsa untuk mampu memproduksi barang, ide, dan menjaga kekayaan budaya kita. Salah satunya adalah meningkatkan kecintaan kita pada busana nasional yang memiliki nilai keindahan tersendiri yakni kebaya. Selanjutnya, ketika bicara dan berpikir segala sesuatu tentang kebaya, mungkin selama ini sudah banyak yang tahu, mulai dari fungsinya untuk ke mana, kapan, di mana hingga tren dalam berbagai gaya kebaya. Namun masih banyak sisi lain yang bisa digali dari sepotong kebaya. Untuk ini, ikuti talk show “ Cantik Berkebaya” bersama sang maestro kebaya, Ferry Sunarto. Acara ini diselenggarakan pada Sabtu (30/4) di Gedung Citta Kelangen, ISI Denpasar. Setelah itu, masih di tempat yang sama dapat disaksikan “Pagelaran 100 Kebaya” pukul 19.00. “Mari kita mencintai busana nasional negeri kita, sebelum kita mencintai busana negeri lainnya,” ujar Yenli dan Dewi serentak. - Sri Ardhini

JAKARTA FASHION AND FOOD FESTIVAL

Kuliner Murah untuk Warga Jakarta Berbicara soal kuliner maka ada yang menarik yang diungkap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama saat berpidato. Ia mengutarakan keinginannya membangunan kawasan kuliner murah, lebih murah dari yang dijual para pedagang kaki lima. Entah seperti apa bentuknya nanti, namun yang pasti keinginan Ahok menjadikan Jakarta sebagai kota wisata kuliner tak mustahil terwujud. Jakarta yang merupakan kota pusat perdagangan, tempat berkumpulnya beragam etnis dari seluruh nusantara, juga pusat dari berkumpulnya orang asing. Maka tak heran kalau beragam makanan nusantara maupun makanan asing ada di Jakarta. Jika benar nanti akan hadir sebuah kawasan kuliner nusantara dengan harga di bawah PKL, tentu ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi Jakarta. “Tahun ini rencananya kita akan buat kawasan kuliner yang harganya lebih murah dari kaki lima. Itu pasti bisa, karena semuanya akan didukung oleh Pemprov DKI Jakarta,” ujar Ahok, begitu sapaan akrab Gubernur Jakarta. Meski harganya lebih murah,

kata Ahok, namun makanan dan minuman yang disajikan akan tetap mengutamakan aspek higienis dan halal. Untuk itu maka Pemda akan menggandeng BPOM ( Badan Pengawas Obat dan Makanan). “Jadi nantinya semua penjual makanan harus memiliki serifikat dari BPOM,” kata Ahok. Saat ini Pemda Jakarta sudah

memiliki kawasan kuliner yakni ‘Lenggang Jakarta’ yang letaknya di sekitar Monas. Kawasan kuliner yang diresmikan pada 2015 lalu itu, tercipta terkait dengan penertiban PKL. Semua pedagang makanan dan minuman di sana telah mendapat sertifikasi dari BPOM. Nah yang direncanakan Ahok kali ini berbeda dan cukup menarik,

KAMPOENG TEMPO DOELOE JJJF

lantaran ‘dibumbui’ harga makanan dan minuman yang lebih murah dari PKL. Tapi kata Ahok lagi, soal kuliner murah itu hanya khusus untuk warga Jakarta. Artinya penikmat harga murah itu hanya untuk mereka yang ber-KTP DKI Jakarta. “Kita masih mencari lokasi yang bagus dan strategis untuk membangun kawasan itu,” ujarnya.—Diana Runtu

Yenli Wijaya & Dewi Suarjani

S

ebagai asosiasi yang berkarya pada bidang industri mode di Indonesia, IFC Denpasar memiliki visi dan misi untuk turut berperan serta dalam memperkenalkan dan meningkatkan eksistensi busana nasional Indonesia. Dalam hal ini yang diusung adalah kebaya. Untuk itu pula, sarana dalam memperkenalkan tren kebaya kepada masyarakat sangat diperlukan. Begitu disampaikan oleh dua orang pengurus IFC Denpasar, Yenli Wijaya dan Dewi Suarjani. Mereka menjelaskan, berbekal semangat dalam menggarap ajang tahunan ini, IFC Denpasar menggandeng ISI Denpasar, sebagai lembaga pendidikan yang bergerak di bidang seni dan budaya, sebagai mitra yang sangat tepat dalam mewujudkan persembahan pesona nusantara “Pagelaran 100 Kebaya.” Hal ini sejalan pula dengan visi ISI Denpasar yakni menjadi pusat unggulan (centre of excellence) seni budaya berbasis kearifan lokal berwawasan universal. Yenli menambahkan ISI Denpasar juga menjadi pelopor institusi pendidikan resmi di Bali dalam pendirian D-4

Yenli dan Dewi usai sosialisasi acara Pagelaran 100 Kebaya

Program Studi Desain Fashion sejak 2012. Kerjasama antara IFC Denpasar dan ISI Denpasar dalam “Pagelaran 100 Kebaya” akan menjadi sarana edukasi yang baik bagi masyarakat untuk lebih mengenal tren serta perkembangan kebaya. Acara ini juga bisa menjadi wadah bagi lembaga pemerintahan di bidang industri dan ekonomi kreatif. Pemerintah dan praktisi seni khususnya fashion dalam meningkatkan industri

Pagelaran ini disebut 100 kebaya yang artinya “seratus adalah sebuah kekuatan yang besar”, bukan sebagai penunjuk jumlah. TALK SHOW DAN FASHION SHOW Ditanya soal kesibukan terkait acara besar di bulan April ini, kedua ibu ini menyatakan bahwa bagi mereka bekerja adalah ibadah, Hal ini pula, kata Yenli yang menjadikan dirinya yakin

Sebagain pengurus IFC usai meeting acara Pagelaran 100 Kebaya

n Pagelaran 100

IFC siap sukseska

Kebaya

IFC dan tim ISI koordinasi untuk Pagelaran 100 Kebaya


2

Edisi 897/ 18 - 24 April 2016

GORO-GORO Peringatan Hari Kartini, 21 April, berbeda. Kali ini diselenggarakan dengan panitia Putu Wijaya yang seluruhnya pria. Tetapi inisiatifnya tetap berasal dari para ibu. “Kita kaum perempuan, perlu mengetahui bagaimana tanggapan mereka para lelaki terhadap kita. Apakah sudah sesuai dengan harapan kita, atau malah sudah menyimpang jauh. Itu nanti jadi masukan untuk mengoreksi apa yang salah dalam perjuangan kita menempatkan kaum oerempuan sama hak dan kewajiban kita, walau pun ada perbedaan fitrah kita sebagai ibu dan kaum pria sebagai bapak.” Banyak tidak setuju dengan ide “Kartini ‘16” itu. Antara lain, Amat sendiri. “Bapak tidak setuju, sebab ide itu pasti akan menimbulkan poro dan kontra!” kata Amat

beringas. “Lho memang itu yang kita cari, Pak. Karena kalau toh ada pro dan kontra tentang: wanita karier misalnya, akan ada rembugan untuk mencari solusi. Apa yang mengasuh anak itu otomatis ibu? Bagaimana kalau yang mengasuh anak itu bapak? Karena misalnya ibu sibuk sekali sebab posisinya penting?” “Ya itu dia! Pasti nanti akan menimbulkan pro dan kontra!” “Ya karena itu, jangan didiamkan pro dan kontra! Dirembug, dicari jalan keluarnya, supaya tidak jadi api dalam sekam, yang nampak aman, tapi tiba-tiba bisa membakar hangus, karena tidak pernah kita bicarakan tuntas, Pak!” “Ya, itu kan cari-cari kerjaan saja! Seperti membangunkan macan tidur!” “Betul! Macan yang tidur harus dibangunkan supaya pergi, sebelum kita tidur. Jangan sampai macannya baru bangun waktu kita

kartini ‘16 tidur, pasti kita akan dicaplok! Ya tidak?” Amat tidak menjawab. Dia mengadu ke rumah Ami. “Ami. bilangin ibu kamu, masak mau merayakan Hari Kartini dengan kepanitiaan semua pria! Kartini ‘16-nya itu bisa menimbulkan masalah baru!” Tapi celakanya, Ami pro ibunya. Ia lantas menasehati bapaknya. “Pak, zaman sudah berubah. Dominasi lelaki sudah runtuh. Tapi Bapak tak usah takut. Kami perempuan tak ingin merebut posisi pria sebagai bapak. Dan kami menyadari sekali, insting ibu hanya perempuan yang memahaminya. Kaum pria bakatnya biar sebagai bapak saja. Umumnya begitu. Tapi dalam beberapa kasus, mungkin bisa saja ada perempuan jadi bapak dan lelaki jadi ibu pengasuh anak. Misalnya Ibu Mentri, masak mesti ngurus anak. Dan lelaki pengangguran, daripada bengong kan baiknya ngasuh anak! Kalau realitanya

begitu harus diterima, Pak. Kepada yang bersangkutan perlu diberikan perlindungan, agar adil!” Amat tertegun, curiga, janganjangan semua ide itu datang datang dari Ami. “Betul, Kartini ‘16, itu sebenarnya ide Ami,” kata Ami merasakan kecurigaan bapaknya. “Saya tak menyangka ibu bukan saja menyetujuinya, tapi juga melaksanakannya. Tapi terus-terang ide itu keluar setelah diskusi panjanglebar dengan Bli Sugi.” Amat terkejut. Tak menyangka menantunya yang sibuk mengurus bidang keilmuan itu tertarik pada masalah kemasyarakatan. Lebih terkejut lagi, ketika, karena

Ekspresso penasarannya, Amat langsung menanyai menantunya, apa yang memberinya inspirasi mengusulkan “Kartini ‘16”. “Sebenarnya itu juga bukan murni ide saya, Pak,” jawab Sugi malu-malu. “Bapak ingat beberapa tahun lalu ketika kita sama-sama pulang dari Singaraja? Itu kan ide Bapak!” Amat kaget. Pulang ke rumah, ia membawa pertanyaan besar. Apakah setelah 5 tahun, ia sudah berbalik pikiran 180 derajat? Dan ketika semua itu malamnya ia beberkan ke istrinya, Bu Amat menjawab tenang. “Memang begitu. Saya dapat ide itu bukan dari Ami, tapi dari Bapak sendiri, 5 tahun lalu. Waktu Bapak kemarin nanya-nanya, tak kira itu hanya mau menguji. Makanya semua sepakat, ketua panitia Kartini ‘16 itu, Bapak!”

Cinta Kasih dalam Perkawinan Hubungan teman dekat yang berlainan jenis kelamin berkembang menjadi hubungan yang romantis, dengan salah satu cirinya adalah cinta yang membara. Dengan modal cinta yang berkembang pasangan ini akan mempersatukan cinta mereka ke jenjang perkawinan. Seseorang dengan modal cinta yang berkembang akan mempersatukan cinta mereka ke jenjang perkawinan, bahkan seorang pria rela merubah status purusa menjadi peradana dalam perkawinan Nyeburin karena telah menerima pengalaman menyenangkan (reward) dari istrinya. Diharapkan dengan hubungan cinta dalam suatu perkawinan akan berkembang dari cinta membara atau yang disebut juga eros menjadi cinta kasih atau storge ini. C����������������������������������� ara berbagi kasih adalah dengan menerapkan konsep 2 H + 2F, berikut:

Hidup ini bagaimana cara kita memandang persoalan. Satu pihak memandang Broken-home merupakan pelajaran agar kelak dapat membina rumah tangga yang tentram. Di satu sisi memandang persoalan ini dengan putus asa, penuh dendam, tanpa semangat hidup rumah tangganya hancur. Rumus 2H + 2F ini bisa dijadikan pedoman untuk membina kehidupan yang tentram. H pertama yaitu Harapan, kita tidak berhak untuk meminta orang lain untuk

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

memenuhi semua keinginan ologis dan psikologis. Aspek yaitu dengan memaafkan (forgiveness), artinya batasi harapan kita, psikologis pemberian maaf sebuah pilihan yang memiliki kekuatan yang sesuaikan dengan kenyataan. dapat meningkatkan emosi menyembuhkan dan menumbuhkan kasih H kedua yaitu Harga, kita positif (seperti gembira, sayang serta menciptakan kedamaian bagi harapkan rajin untuk membahagia dan longgar) dan seluruh anggota keluarga (2007 : 65). berikan penghargaan, pujian, menumbuhkan harapan. Untuk menjalankan rumus 2H + 2F, ini terhadap hasil yang dicaMc. Cullough . dkk (1997) diperlukan proses penyesuaian diri denpai oleh perseorangan atau yang mendalami perilaku maaf gan penuh melaksanakan 3K berikut ini: orang dekat kita walaupun mengkonsepsikan maaf seba- a. Kesabaran artinya kaya untuk memaafsekecil apapun. gai sekelompok perubahan kan F yang pertama, yaitu motivasi terhadap penga- b. Kejujuran artinya sangat bertanggungFor You, artinya berikan niayaan. Tatkala orang mejawab atau tunjukkan kepada maafkan, mereka termotivasi c. Komitmen sepakat untuk melaksanapasangan kita segala keuntuk menghindari atau menkan 2H + 2F mampuan atau apa yang gurangi hal-hal yang berkaitan kita miliki sekaligus juga dengan balas dendam (venAgar kita tidak gagal pada saat proses dengan segala kekurangan geance) serta meningkatkan berbagi kasih, maka ada tiga hal yang kita. F yang kedua yaitu motivasi yang berkaitan den- harus dijalankan: ­Forget, kita tidak menggan kasih sayang, kebaikan, a. Jangan ada pihak ketiga ingat atau lupakan segala Dra. I Gusti Ayu Suasthi, M.Si kedewasaan, persahabatan, b. Jangan selalu mengadu kepada orang perbuatan baik yang telah memberikan bantuan, empati tua kita berikan pada pasangan kita. Serta dan simpati (2007 : 64). c. Kebersamaan dimaksimalkan lupakan perbuatan buruk yang pernah Asuiar Khusmas dalam laporan abstrak dilakukan oleh pasangan kita. penelitiannya menemukan bahwa salah Dra. I Gusti Ayu Suasthi, M.Si A. M. Diponogoro dalam laporan satu solusi yang ditawarkan unuk meredukDosen Psikologi Agama FPAS Temu Ilmiah Nasional dan Kongres si family disharmony dan marital dissolution UNHI Denpasar HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia) X menguraikan bahwa maaf dalam Kata Hati psikologi dipandang sesuatu yang kuno Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk yang tetap masih relevan agar tercapai tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan suatu kehidupan yang baik ( Emmons & juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat Me Cullough, 2003). email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang Mc. Cullough pakar psikologi yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. merupakan salah satu pionir dalam peTelkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk nelitian maaf, mengatakan bahwa maaf membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia berpengaruh positif terhadap fungsi fisi-

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Sudut Pandang

Edisi 897/ 18 - 24 April 2016

Jadilah Perempuan Tangguh

Nama R.A. Kartini sudah dikenal kaum wanita Indonesia. Kartini merupakan tokoh emansipasi wanita. Tanggal 21 April pun diperingati sebgai Hari Kartini. Apa makna semangat Kartini bagi wanita?

B

agi dr. Ni Kadek Mulyantari, Sp.PK(K), kata kunci dari emansipasi adalah kesetaraan. Meskipun laki-laki dan wanita memiliki banyak perbedaan baik dari aspek emosional, fisik, intuisi dan lain-lain, keduanya tetap memiliki kesamaan hak dan kewajiban berkaitan dengan perannya di keluarga, tempat kerja maupun di masyarakat secara luas. “Contoh dalam kehidupan sehari-hari yang mungkin tidak pernah kita harapkan, jika seorang suami terpaksa harus berbaring lama karena kondisi sakit, seorang wanita pun dapat mengambil alih tugas ayah sebagai kepala keluarga. Banyak di perkantoran, jabatan direktur tidak selalu dipegang laki-laki, jabatan bupati, menteri, dan presiden pun berhak dipegang perempuan,” ujar staf di bagian Patologi Klinik FK Unud/RS Sanglah ini. Menurutnya, emansipasi dalam kehidupan masyarakat sangat banyak memberikan dampak positif. “Berkat emansipasilah wanita mempunyai kebebasan untuk bersekolah sampai jenjang tertinggi, mengembangkan ide, kreativitas serta bakat dan kemampuan yang dimiliki seh-

ingga andilnya dalam membangun masyarakat hampir sama dengan dengan laki-laki,” katanya. Di sisi lain, emansipasi juga bisa memberikan dampak negatif. Beberapa wanita bisa saja salah mengartikan emansipasi, menganggap emansipasi sebagai sebuah kebebasan untuk melakukan apa saja yang diinginkannya sehingga menyebabkan hubungan keluarga antara suami dan istri menjadi tidak harmonis, makin tingginya angka perceraian, serta hilangnya fungsi ibu sebagai pendidik anak-anak. “Yang jelas saya punya suami berarti saya adalah istri dan saya punya anak berarti saya adalah ibu. Bersyukur sampai saat ini suami masih memberikan kesempatan buat saya untuk ikut bekerja dan bersekolah, tetapi ketika sampai di rumah urusan memandikan anak, menyiapkan anak sekolah, mengerjakan PR tetap menjadi tugas saya,” ucapnya. Ia mengatakan, ibu adalah pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya. Dibalik layar kesuksesan sorang suami, ternyata ada seorang wanita yang luar biasa. Ia menilai, ibu yang bekerja hanya sebagai istri dan mengurus anak bukanlah pekerjaan yang ringan. Mungkin terlihat sederhana tapi

Ni Kadek Mulyantari

Wayan Karthi Sutardjana

sebenarnya dia sudah berperan sebagai menteri dalam rumah tangga dan melakukan sebuah pekerjaan yang tidak pernah akan habis. “Perempuan yang dengan sukarela meninggalkan karier dan pekerjaan karena permintaan suami dan demi urusan anakanak juga termasuk perempuan yang tangguh. Jadi bukan hanya perempuan bekerja yang tangguh,” kata perempuan yang akrab disapa dr. Kadek ini. Emansipasi harus dijaga agar tidak dijadikan kedok kebebasan. Hak dan kewajiban boleh setara tetapi tidak ada konsep menyaingi laki-laki. “Yang ada adalah perempuan lebih cakap dalam menjalankan kewajibannya. Mungkin prinsip yang perlu dipegang adalah emansipasi perlu diterapkan bagi perempuan namun tidak boleh meninggalkan kodratnya sebagai

perempuan. Jangan menggunakan emansipasi sebagai kesempatan untuk melakukan semua yang perempuan inginkan. Seorang perempuan tetaplah wanita yang memiliki kodrat dalam keluarga untuk melayani suami, mengurusi anak dan juga mengurus rumah tangga,” kata dr. Kadek. HARUS PUNYA DEDIKASI Sementara itu, menurut bidan senior Dr. Wayan Karthi Sutardjana, emansipasi adalah cara perempuan untuk berkiprah di segala bidang. Sebagai ketua organisasi Ikatan Bidan Indonesia Wilayah Bali dua kali periode, dari tahun 1998 sampai dengan 2008, ia membangun rumah bersalin di Buana Kubu sekaligus sebagai kantor sekretariat IBI. Ia mendorong para bidan untuk melanjutkan

23

sekolah tinggi meraih gelar S-1 dan S-2. Menurutnya, perempuan harus bernilai dalam bidang mereka masing-masing, Mereka harus memiliki dedikasi untuk memajukan kaumnya. “Saya menyekolahkan beberapa siswa miskin untuk menjadi bidan, agar mereka kelak bangga tidak hanya menjadi anak seorang penyakap sawah. Kalau bukan mereka sendiri yang mengubah nasibnya, siapa lagi. Kita tak mungkin menunggu kesempatan dari laki-laki, tapi perempuan sendiri haruslah maju dari diri mereka sendiri,” kata pendiri Yayasan Kartini Bali. Ia berharap, agar perempuan ke depan menjadi generasi yang hebat dan mampu meneruskan cita-cita Kartini untuk maju dalam segala bidang. Ia menilai, tugas seorang ibu memang berat. Selain mengurus rumah tangga, juga harus mendidik anak, dan bekerja. Bahkan, ia sendiri, walaupun sudah menjadi nenek berusia 82 tahun, dan dengan kesibukannya, tetap ada waktu bersenda-gurau dengan anak, cucu, dan cicitnya. Ia mengaku miris, banyak perempuan bekerja sibuk, dan sering melupakan tugasnya sebagai seorang ibu. “Sekarang ini jarang ada ibu bekerja yang punya waktu menemani anaknya menonton televisi di rumah, bercerita sekaligus bercengkrama. Sekarang semua sibuk mengembangkan kariernya,” katanya. Ia hanya mengingatkan, sebagai seorang perempuan karier, bagaimana pun juga, tetap seorang istri dan ibu yang harus ingat mengurus rumahtangga dan keluarga. Itulah sejatinya emansipasi yang harus dilakukan di zaman globalisasi ini. -Wirati Astiti

Mampu Bersaing di Segala Bidang Dunia olahraga bukan hanya ranah kaum laki-laki karena perempuan pun bisa berkiprah. Banyak cabang olahraga yang dianggap maskulin padahal bisa juga ditekuni perempuan. Contohnya olahraga menembak. “Makna hari Kartini bagi saya selalu atlet menembak wanita sangatlah berarti. Kartini memperjuangkan emansipasi wanita

H el g a

yaitu persamaan antara hak dan kewajiban antara wanita dan pria di segala bidang termasuk di dalamnya adalah olahraga. Dalam bidang olahraga menembak yang saya geluti, mayoritas dipenuhi oleh kaum lelaki. Namun, berkat emansipasi, kaum wanita juga bisa menggelutinya tanpa ada perbedaan. Bahkan kini atlet wanita cenderung setara dengan atlet pria baik dalam jumlah maupun prestasi yang mampu diraihnya,” ujar Helga Riftiana, S.E.

Kartini masa kini, bukan saja hanya melulu menuntut persamaan hak namun haruslah mampu menjalankan kewajiban yang notabene sama dengan kewajiban pria tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai seorang wanita. “Tugas yang berat karena harus mampu menjalani dua kewajiban. Namun itulah arti hari Kartini masa kini. Mampu bersaing dalam segala bidang,” ujar istri Made Ngurah Bagus Sakaputera, S.E,. M.M. ini Prestasi Helga di cabor

panahan antara lain juara 3 Perorangan dalam Pekan Olah Raga Propinsi Bali 2011 seri Air Rifle Hunting, juara 2 Kejuaraan Menembak Walikota Cup 2013 seri Air Rifle Match, juara 2 Kejuaraan Menembak Walikota Cup 2014 seri Air Rifle Match, juara 1 Kejuaraan Kapolresta Cup I 2014 seri Air Rifle Match, juara 1 Kejuaraan Menembak KONI Cup 2014 seri Air Rifle Match, juara 1 Kejuaraan Menembak Walikota Cup 2015 seri Air Rifle Match, dan juara 2 Perorangan dalam Pekan Olah Raga Provinsi Bali 2015 seri Air Rifle Match. Sementara itu Ariyani, juara 3 bodiku Fitness Event 2016 The International Federation of Bodybuilding (IFBB) Indonesia kategori Female Fitness Model mengatakan semangat Kartini harus dimaknai sebagai semangat kaum perempuan. “Perempuan bisa melakukan aktivitas olahraga yang menggunakan alat berat dan bahkan bisa berprestasi. Sekarang ini dunia gym sudah modern. Bukan hanya laki-laki saja yang ikut, kaum perempuan pun bisa eksis

Ariyani

dan berprestasi,” ujarnya. Perempuan yang juga salah satu pemenang Women Figure di Rai Fitness, Kuta mengatakan memilih menekuni bodybuilding karena ingin mencari tantangan sekaligus menjalank-

an pola hidup sehat. Ia pun menegaskan targetnya adalah hidup sehat. Badan seksi bagi perempuan kelahiran 9 Januari 1981 ini merupakan bonus dari hidup sehat. –Ngurah Budi


24

Edisi 897/ 18 - 24 April 2016

DPD Iwapi Bali

Gelar Talk Show “Confidence in A Tube” Kompak, gesit dan kerjasama tim yang solid serta sinergi yang luar biasa itulah yang dipertontonkan DPD Iwapi Bali ketika menghadirkan Talk Show bertema “Confidence in A Tube”, Rabu (13/4) di Hotel Puri Dalem, Sanur.

Foto bersama setelah Talk Show Confidence in A Tube

Moderator bersama Narasumber

tiga faktor yakni fundamental; cantik, sehat dan cerdas. Pada kesempatan tersebut, Estri juga menjabarkan perihal keunggulan Dermatix & Emtrix beserta cara penggunaannya yang cukup simpel namun dapat bekerja maksimal. Dikatakannya pula bahwa di Indonesia, menurut survey yang dilakukan Reseach Team dari Dermatix & Emtrix ditemukan sekitar 30 juta masyarakat mengalami masalah pada kulit. Jadi sekitar 12% dari seluruh penduduk Indonesia. Hal tersebut selain disebabkan oleh cuaca atau udara yang panas, juga akibat kurang terpeliharanya kulit atau masyarakat cenderung membiarkan

masalah kulit dan tidak segera disembuhkan. Sehingga, luka atau gangguan di kulit semakin parah. Sedangkan, dokter Dwija Sanjaya memaparkan lebih jauh tentang kondisi kulit dan kuku ideal dan berbagai jenis luka yang bisa terjadi serta tahapan penyembuhan yang dilakukan. Ia menambahkan, untuk menyembuhkan luka 100% seperti kondisi kulit semula dan sempurna memang tidak bisa, namun yang bisa dilakukan adalah menyamarkan bekas luka dan scars sehingga kulit tampak lebih cantik. Produk Emtrix memiliki keunggulan dalam perawatan kuku. Produk asal Jerman ini banyak digunakan di Korea pada

musim dingin, karena kuku cenderung lebih sensitif dan rawan terkena jamur. Wanita yang sering menggunakan produk pewarna kuku (nail polish & remover) sangat disarankan untuk rajin membersihkan kuku dan memilih produk pewarna kuku yang cocok demi menghindari masalah pada kuku seperti kuku rapuh, kuku berubah warna menjadi cokelat dan rusak. Permasalahan lain yang biasanya juga menurunkan rasa percaya diri wanita adalah selulit dan stretch mark. Menurut pembicara, para wanita kini sudah tidak perlu khawatir lagi karena sudah ada GlyDerm yang dapat mengurangi kerutan berlebih pada kulit. -ard

Berkat Sinergi Kita lebih Cerdas WKU II bersama Branch Manager Dermatix dan Emtrix

U

ntuk acara kali ini, DPD Iwapi Bali menggandeng Dermatrix dan Emtrix, yakni produk kecantikan, kesehatan kulit dan kuku. “Kegiatan ini merupakan implementasi program kami Wakil Ketua (WKU) II Iwapi Bali, yang membidangi Pendidikan, Hukum, Advokasi, dan Pemberdayaan Pengembangan Perempuan,” ujar WKU II Iwapi Bali,

Ni Luh Ketut Ayu Sudha Sucandrawati, S.H., M.M. Talk show kesehatan seputar kecantikan kulit dan kuku yang mengambil tema “Confidence in A Tube” ini menghadirkan tiga pembicara utama, yaitu Estri, S.Si., Apt, Brand Activation Mana­ ger Dermatix & Emtrix Indonesia, dr. Dwija Sanjaya, salah seorang tim dokter Dermatix & Emtrix, dan pembicara ketiga Ni Luh Ketut Ayu Sudha Sucandrawati, S.H., M.M., Direktur Utama PT Abdinusa Property yang juga tercatat sebagai WKU II Iwapi DPD Bali. Sedangkan tampil sebagai moderator adalah Made Herry Erika Sedana, A.Md., S.E., mantan pe­nyiar program berbahasa Inggris TVRI Bali Salah seorang penanya yang mendapatkan bingkisan (Balivision) yang juga duduk sebagai Wakil Komtap 1, Bidang Pendidikan, Hukum, Advokasi dan Pemberdayaan Pengembangan Perempuan, Iwapi DPD Bali. Dalam acara talk show tersebut bukan saja berhasil mengupas lebih dalam tentang kecantikan kulit dan kuku, namun juga kecantikan dalam arti yang lebih luas, keterkaitan kuat dari Salah satu sudut stan pameran

Penyerahan piagam penghargaan pada narasumber dan moderator

Selain membicarakan kesehatan dan kecantikan kulit, di acara talk show itu juga ada diskusi menarik dari Ayu Sudha Sucandrawati. Ia mengupas tentang wanita cantik dan cerdas masa kini yang kian kompeten terjun di berbagai profesi dan industri. Sementara moderator, Erika Sedana menggiring diskusi dengan pembicara ketiga menuju pembahasan soft skill perempuan cerdas dari sisi emosional dan sosial untuk mencari korelasi pengembangan dan pergeseran cara berpikir wanita cerdas masa kini antara Intelli­ gent Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ) dan Social Quotient (SQ). Menginspirasi peserta talk show, disampaikan pula sebuah statement singkat terkait kecerdasan emosional untuk wanita masa kini yang merupakan pendapat seorang filsuf Yunani, Aristotle yang diambil dari buku seorang Daniel Goleman, Emotional Intelligence.; “Siapa pun bisa marah – marah itu mudah. Tetapi, marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik – bukanlah hal mudah”. Pelaksanaan acara talk show interaktif yang dihadiri oleh 150-an

peserta yang terdiri dari perwakilan DPC Iwapi Kabupaten/Kota se-Bali ini, oleh Ketua DPD Iwapi Bali, ­Dr. A.A.A. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. disambut dengan hangat dan mengatakan kecantikan juga penting untuk wanita, yang salah satunya bisa ditanggulangi dengan pola hidup sehat. Cantik pun sebaiknya seimbang antara luar dan dalam. Selain itu, ia juga melihat bahwa di dalam kegiatan tersebut ada kekuatan yang mengagumkan dari sebuah sinergi, sebuah kerjasama yang kreatif, sehingga mampu menunjukkan kerja tim dengan

hasil yang optimal. Konsep sinergi ini, katanya akan terus dikembangkan agar dapat memberi kesempatan yang lebih luas kepada organisasi Iwapi sendiri dan masyarakat dalam menambah wawasan serta pengetahuan untuk pengembangan diri di masa-masa mendatang. “Berkat sinergi kita bisa lebih cerdas,” tandas Tini Gorda. Pada acara talk show hari itu juga dilengkapi dengan beberapa stan pameran yang diisi oleh DPD Iwapi Bali serta Binaan Klinik Konsultasi Bisnis Iwapi Bali yang merupakan implementasi WKU III DPD Iwapi Bali -ard

Suasana Talk Show Confidence in A Tube

redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id

mingguantokoh

@mingguantokoh

mingguantokoh

www.tokoh.co.id


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tokoh Edisi 897 | Tokoh by e-Paper KMB - Issuu