24
What’s Up
Edisi 883/ 11 - 17 Januari 2016
Terapkan 5 R
Menyadari pada dasarnya program keselamatan dirancang untuk menciptakan lingkungan dan perilaku kerja yang menunjang keselamatan dan keamanan, maka dalam setiap proses kegiatan atau treatment yang dilaksankan di Miracle Aesthetic Clinic sebagai perintis bisnis estetika yang hadir lebih dari 18 tahun, pasti disertai dengan prosedur kerja yang baik dan benar.
M
enurut Upik Rustia, Manager Miracle Aesthetic Clinic Denpasar, untuk keselamatan kerja saat melakukan treatment misalnya, semua diwajibkan untuk memakai handscoon terutama saat facial acne karena berisiko. Terutama jika saat dilakukan extrasi (pengangkatan komedo) kemungkinan ada darah yang keluar. “Dengan mengenakan alat, terapis kami yang memang sudah terlatih dengan sangat baik ini, tidak kontak langsung dengan darah customer walaupun hanya sedikit. Sebab, kita tahu bahwa penularan penyakit sangat cepat melalui darah,” ujarnya. Begitu juga dengan para dokter, ketika melakukan tindakan , mereka juga wajib menggunakan handscoon untuk menjaga kehigienisan selama melakukan treatment. Alat-alat yang digunakan di Miracle, semuanya wajib disteril kembali. Contohnya , alat extrasi (komedo extractor). Alat ini sebelum disteril dicuci dulu dengan disinfektan kemudia di kemas/dibungkus dalam medipack selanjutnya dimasukkan ke dalam alat steril AutoClave. Upik menegaskan yang namanya kebersihan di lingkungan kerja Clinic Miracle selalu terjaga dengan baik. “Kami di sini selain tentunya komit dengan budaya melayani juga wajib menerapkan atau mengimplementasikan budaya 5R, yakni Ringkas, Resik, Rapi, Rawat, dan Rajin,” tandasnya. Selain itu, setiap tiga bulan, juga
tkh/eka adhyasa
Penerima K. Nadha Nugraha 2016 foto bersama Pimpinan KMB Satria Naradha
Anugerah Pers K.Nadha Nugraha 2016
Upik Rustia
dilakukan penilaian, mengenai kebersihan terhadap masing-masing divisi termasuk juga kebersihan diri sendiri. Kampanye tentang berbagai informasi kesehatan lainnya, seperti mengenal kanker payudara bagi para seluruh staf, juga dilakukan setiap tahun . Biasanya dirangkaian dengan bulan Peduli Kanker pada bulan Oktober. “ Di sini dokter dari Miracle menjelaskan bahaya kanker payudara dan cara mengetahui secara dini kanker tersebut,” katanya. Ia menambahkan kalau untuk tahun ini, manajemen Miracle juga sudah memiliki rencana akan mengadakan donor darah bagi seluruh karyawan. – Sri Ardhini
Anugerah Pers K. Nadha Nugraha 2016 digelar di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha, Denpasar, Selasa (5/1). Ini merupakan Anugerah Pers ke-15 yang digulirkan sejak 2002 lalu oleh Kelompok Media Bali Post. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, seperti bupati se-Bali, anggota DPD dan DPR RI, rektor se-Bali, anggota DPRD, budayawan, akademisi, serta mahasiswa. Tahun ini ada 16 penerima Anugerah K. Nadha Nugraha yakni empat tokoh individu dan 12 lembaga. Mereka adalah Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya, S.IP yang memiliki tekad tegaknya NKRI dan kemajuan Bali di kancah nasional dan internasional, Ida Cokorda Anglurah Tabanan yang tak pernah surut peduli dalam menjaga tradisi dan pewarisan budaya Bali, I Gusti Agung Prana yang berkiprah mengembangkan pariwisata berkelanjutan berbasis lingkungan, dan I Wayan Nardayana yang menjadi inspirator bangkitnya kecintaan generasi muda Bali terhadap wayang. 12 lembaga penerima anugerah antara lain Universitas Udayana yang menjadi barometer lembaga pendidikan tinggi di Bali, Yayasan PR Saraswati yang merupakan perguruan pertama di Bali, Yayasan Dwijendra Denpasar yang merupakan sekolah berbasis Hindu, IHDN yang tetap concern
melakukan pengembangan pendidikan profesi dengan tetap menjunjung kearifan lokal, Undiknas University yang melahirkan mahasiswa unggul di bidang perbankan, IKIP PGRI Bali yang eksis melahirkan guru profesional, Unhi Denpasar yang membangun SDM berkualitas di Bali, Universitas Warmadewa yang mencetak SDM andal di Bali, Undiksha Singaraja yang konsisten membangun SDM Bali berkualitas, ISI Denpasar yang konsisten menjunjung kearifan lokal, serta Universitas Ngurah Rai yang konsisten mengembangkan spirit ajaran Hindu dalam membangun SDM berkualitas, serta Kadin Bali yang memiliki andil besar dalam pengembangan ekonomi kerakyatan dengan tetap peduli terhadap budaya dan alam Bali. Pimpinan Kelompok Media Bali Post, Satria Naradha mengatakan, Bali harus melakukan terobosan yang lebih besar di tahun 2016 khususnya menjadikan Bali ini hebat. “Langkah strategis sudah dilakukan dunia pendidikan. Karena itu, mayoritas penerima Anugerah Pers K.Nadha Nugraha tahun ini diberikan kepada sejumlah perguruan tinggi. “Manusia Bali harus menjadi manusia yang hebat, manusia yang luar biasa sehingga Bali menjadi hebat dan Indonesia menjadi hebat,” tegasnya. –Rindra
redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
www.tokoh.co.id
2
Edisi 883/ 11 - 17 Januari 2016
GORO-GORO “Aku duduk melihat ke be lakang dan ku lihat apa yang tak pernah kulihat. Se gala yang salah, yang Putu Wijaya seharusnya tidak boleh terjadi, telah kejadian. Aku gemas untuk mengu lang, mengubah atau membatalkan. Tapi bagaimana mungkin memasuki yang silam?” “Ternyata segala yang kurencana kan tak terjadi. Sebentar lagi pintu ditutup. Bagaimana mungkin akan membukanya lagi.” “Begitulah selalu, setelah lampau baru ketahuan kealpaan kita. Tapi bagaimana lagi. Semua orang begitu. Permasalahan tak pernah jelas gam blang, sebelum kejadian. Kita bukan paranormal yang tahu apa yang akan terjadi.” “Aku sempat hampir putus asa karena kecewa. Namun tiba-tiba muncul seorang tua memberikan pencerahan.” “Ternyata, nyatanya, katanya, me nyesal itu normal. Memang kodrat manusia. Hampir semua orang sering kesal karena menyesal. Padahal me nyesal itu penting sekali untuk memicu perubahan dan sangat manusiawi.” “Tetapi sadarlah, kata si Tua itu, kegagalan itu, justru lebih baik dari seandainya semua yang kau inginkan terjadi. Karena menyesal akan mem buatmu marah lalu kembali mengge brak. Nah akhirnya yang jauh lebih baik akan kamu dapatkan akibat dorongan sesal itu.” “Jadi, lanjut orang tua itu, kita manusia biasa yang hanya mampu membaca yang sudah tertulis. Yang belum ada, tak terbaca. Dan kalau
2016
pun terbaca, yang kau baca hanya yang kau suka. Itulah kesalahan mendasar setiap orang yang tidak bejo.” “Jadi maksud kakek aku harus membuka diri pada masukan-masukan pertimbangan? Mendengarkan, me lihat, menyimak memertimbangkan pendapat orang lain?” “Betul, kamu harus rendah hati! Bukan hanya pendapat cs-cs kamu, juga pendapat, caci-maki, kritik lawan, saingan dan musuhmu harus kamu camkan.” “Plus pendapat si tua seperti Ente?” “Orang tua itu tertawa ngakak. Kamu sudah di kaki bulan Desember, lanjutnya. Sebentar lagi, 365 hari yang penuh tantangan dan kebodohanmu akan silam lagi.” “Tahun baru sudah mengulurkan tangan. Tidak jelas apakah tangannya yang lain akan memeluk, mengusap atau menamparmu. Tapi bersiaplah, berpikir positip, jangan stres.” “Lalu dia pergi. Tinggal sekarang aku sendiri di sini yang sedang bersiap bersalaman dengan dada deg-degan. Memberi nasehat memang enak, yang menjalaninya jantungan! Tidak ada
solusi, nasehat selamanya tak sadar tanggungjawab!” Ami berhenti membaca catatan akhir tahunnya. Lalu menoleh ke Amat. “Bagaimana, Pak, bagus?” “Si Tua itu siapa? Bapak?” Ami ketawa. “Boleh, kalau Bapak merasa itu Bapak. Tapi orang lain juga boleh.” Amat menggeleng. “Tidak, itu bukan Bapak. Juga bukan oran lain. Itu diri kamu sendiri yang su dah tua. Seperti Bima Suci dalam cerita wayang, ketika Sang Bima mencari tirta perwitasari ke dasar samudra. Ia bertemu dengan dirinya sendiri. Bagi kamu yang telah dapat pendidikan Barat, tahun lama dan tahun baru itu terpisah, seperti rekening koran yang tutup buku. Jadi kamu tegang. Tapi bagi Bapak, sesuai dengan yang diajar kan tradisi, hidup tidak dibagi episode seperti sinetron. Tahun tidak putus, tapi bersambungan. Siang dan malam tidak berlawanan tapi bermesraan. Hidup tidak disekat-sekat tapi mengalir ...” Ami memotong, “Hidup memang mengalir, tapi kita berenang supaya sampai tujuan!”
Ekspresso bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab Gde Palgunadi Redaktur Pelaksana Ngurah Budi Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten Jakarta Diana Runtu NTB Naniek Dwi Surahmi Desain Grafis IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman Sirkulasi Kadek Sepi Purnama Sekretariat Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono Alamat Redaksi/Iklan Denpasar Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 416676–Faksimile (0361) 425373 Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603-Faksimile (021) 5357605 NTB Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257
Share with Chef - Tim Tokoh berkunjung ke Quest Hotel dan berbagi peng alaman bersama Executive Chef Quest Hotel Gde Juliada, Kamis (7/1).
Salah Nguntit Kalau mau mencontoh atau mengikuti orang lain, ikutilah yang baik-baik saja. Jangan mengikuti yang buruk. Artinya, kalau mau mengikuti orang lain lihat-lihat dulu, jangan asal ngikut. Tanya-tanya dikit bolehlah. Soal ikut-ikutan ini, saya punya peng alaman lucu. Usai kegiatan di Gilimanuk, saya bermaksud kembali ke Denpasar. Be berapa teman punya saran, kalau sore, jalan Gilimanuk-Denpasar macet. Jalur lain yang bisa digunakan adalah lewat Cekik-Pemuteran-Seririt-PupuanTabanan-Denpasar. Jalur ini memang agak jauh tetapi relatif lancar. Saya dan teman yang berada da lam satu mobil, sepakat untuk mengi kuti jalur alternatif ini. Ada tiga mobil lain yang juga punya pemikiran sama. Perjalanan dengan rute alternatif pun kami lalui. Memang lebih lancar dan jalanan juga bagus. Sampai di Pasar Seririt, mobil yang paling depan belok ke arah pasar.
Kami yang ada di belakang mengikuti. Kami agak heran mengapa harus masuk jalur sempit dan dipenuhi pedagang bermobil. Saya pikir ini jalan pintas. Keluar dari keramaian Pasar Seririt, mobil paling depan mengambil jalur menuju Bedugul. Kami tetap mengikuti. Sekitar 1 km berlalu, kami merasa ada yang salah. Seharusnya jalur ke Pupuan itu lurus, bukan belok kiri. Salah seorang dari penumpang yang ada di mobil kemudian menele pon penumpang yang ada di mobil terdepan. Oh my God…ternyata mereka memang memilih jalur Bedugul kar
ena ada keperluan. Kami segera ber henti dan putar haluan. Dua mobil di belakang ikut berhenti dan bertanya, mengapa berhenti. Saya jelaskan kalau kita salah arah. Mobil pertama yang dikuntit ternyata menuju Bedugul. Akhirnya kami berhitung, kalau lewat Bedugul peluang macet juga tinggi. Kami pun memutuskan kembali ke jalur semula menuju Pupuan. Gara-gara salah nguntit, per jalanan yang direncanakan lebih singkat menjadi lebih lama. Saya pun dapat pengalaman, jangan asal ngikut in orang. Benar juga kata pepatah, malu bertanya sesat di jalan. Kalau dari awal sudah bertanya, tentu tidak ada miskomunikasi. Tapi dasar nasib apes, tetap saja kami kena macet di jalur Tabanan-Denpasar karena ada perbaikan jembatan. Haryo, Denpasar
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau meng asyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Jawa Timur
Sudut Pandang
Bali Masuk Lima Besar
Risiko kecelakaan kerja bisa terjadi kapan saja. Siapa sih yang mau celaka? Untuk itu, kesadaran mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi sangat diperlukan. Sesuai Undang-Undang No. 1/1970 dan No. 23/1992, yang mengatur K3, jaminan keselamatan dan kesehatan kerja diperuntukkan bagi seluruh pekerja yang bekerja di segala tempat kerja, baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air maupun di udara, yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia. Jadi tiap pekerja di Indonesia berhak atas jaminan keselamatan dan kesehatan kerja.
K
eselamatan dan Kes ehatan Kerja adalah suatu kondisi dalam pekerjaan yang sehat dan aman baik itu bagi pekerjaannya, perusahaan, maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar pabrik atau tem pat kerja tersebut. Keselamatan dan kesehatan kerja juga merupakan suatu usaha untuk mencegah setiap perbua tan atau kondisi tidak selamat, yang dapat mengakibatkan kecelakaan. Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bali, I Gusti Agung Sudarsana, kewajiban tenaga kerja adalah memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan, memenuhi, dan mentaati semua syarat-syarat keselamatan dan kes ehatan yang diwajibkan. Ia menilai, untuk perusahaan di wilayah Provinsi Bali, sudah banyak yang sadar betapa pentingnya pen erapan K3. Tiap tahun, perusahaan dari Bali, selalu saja mendapatkan penghargaan dari Kementerian Tenaga Kerja karena keberhasilannya menerapkan K3. Ia merasa bangga, karena wakil Bali selalu masuk uru tan tiga sampai lima besar. Namun, memang, ia tak menampik, selalu ada tantangan dalam penerapan K3 ini. “Kadang karyawannya sendiri yang tidak mematuhi aturan. Misalnya, pegawai konstruksi tidak memakai
Faksimile (031) 5675240 Surat Elektronik redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id Website www.tokoh.co.id Bank BRI Cabang G ajah Mada Denpasar.
Percetakan BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar
sepatu karet dan helm pengaman. Karyawan UKM kerajinan yang bertugas mengamplas kayu tidak memakai masker,” ujarnya. Saat sidak pengawas ke lapangan, ternyata para pegawai yang melang gar mengatakan, ribet menggunakan masker, sepatu karet atau helm. Padahal, tujuan pemakaian alat-alat tersebut, untuk meminimalisasikan kecelakaan kerja. Saat ini, ada 25 pengawas yang dimiliki Disnakertrans Prov. Bali. Tugasnya, satu orang mengawasi 50 perusahaaan, dibantu pengawas
Ergonomi untuk Mengatur
Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–
Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6
I Gusti Agung Sudarsana
dari kab/kota. Ia mengatakan, dengan keter batasan pengawas, sering temuan ter jadi karena adanya laporan masyarakat. Laporan segera ditindaklanjuti sebelum terjadinya kasus kecelakaan kerja. “Setelah ditemukan pelanggaran, karyawannya langsung dibina diberikan pencerahan. Karena pada dasarnya, perusahaan sudah menyiapkan alatnya, tapi tenaga kerja yang malas untuk memakainya,” katanya. Jika terjadi kecelakaan kerja, pe rusahaan diharuskan untuk menang gung korban. Apalagi, sejak aturan 1 Juli 2015, perusahaan diharuskan masuk BPJS. Seandainya, ada kasus, dan perusahaan tersebut belum masuk BPJS, Disnakertrans akan mencoba memfasilitasi agar perusa haan siap bertanggungjawab. “Sejak aturan BPJS ini ditetapkan, kami berusaha membuka telinga dan mata, walaupun secara keseluruhan kami tidak bisa mengecek satu persatu, tapi setidaknya jika terjadi kejadian, kami siap memfasilitasi,” tegasnya. Ia mengimbau kepada perusahaan di Bali, agar siap melaksanakan K3 dan siap juga menyediakan peralatannya. Khusus untuk tenaga kerja, jangan sampai tidak memakai kelengkapan K3, pada waktu mengambil pekerjaan demi keselamatan dan keamanan dalam bekerja. –Wirati Astiti
Dr. I Gst Ngurah Ardana, M. Erg.
Secara teori, sebenarnya program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) itu tidak perlu ada. Demikian disampaikan pakar ergonomi Dr. I Gusti Ngurah Ardana, M.Erg. “Ini kalau ergonomi sudah dijadikan suatu pegangan. Karena selama ini ergonomi tak dijadikan pegangan, seolah-olah keselamatan dan kesehatan kerja itu membutuhkan ergonomi. Padahal ergonomi itu akan berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja. Tapi karena pemerintah lebih condong kepada faktor keselamatan dan kesehatan kerja, ergonomi tidak dikenal, program
itulah yang menonjol. Dengan adanya kendala di dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja ini, seolah-olah orang lalu membutuhkan ergonomi,” ujarnya. Ergonomi dikatakannya mutlak diperlukan. Selama ini ergonomi hanya dianggap sebagai suatu sisipan. Padahal di ergonomi, semua itu ada. Bahkan menurut orang-orang yang mempelajari itu, ergonomi justru cenderung melakukan proses pencegahan. “Fungsi ergonomi seharusnya melakukan proses pencegahan agar orang itu sejahtera. Sejahtera itu selamat, sehat dan memadai dari segi finansial,” ujarnya. Di ergonomi ada istilah ENASE (Efektif, nyaman, aman, sehat, efisien). Ergonomi dan K3 ini dikatakan Ardana, memang berorientasi pada kepentingan manusia. Tapi di dalam praktiknya, K3 berorientasi pada penanggulangan. Realitanya memang K3 diterapkan setelah ada keluhan dan seringkali orang tidak mengaku jika dirinya sebenarnya tak sehat. Contoh kecil saja, setelah seharian bekerja di kantor, di rumah minta dikerokin atau dipijat. Itu berarti di kantor orang itu sudah capek. Padahal jika ergonomi, sepulang dari kantor, orang itu bisa melakukan aktivitas lagi di rumah. “Ergonomi itu mengatur, dalam
artian sejak awal sudah dirancang bagaimana manusia seharusnya beraktivitas sehingga kecelakaan diusahakan nol dan kesehatannya tetap terjaga, orang itu pun menjadi produktif,” jelas dosen FSRD ISI Denpasar ini . Makanya ketika orang bekerja 8 jam dalam sehari, dan setelah bekerja 4 jam istirahat 1 jam, dikatakannya kurang efektif. “Lebih baik setelah 60 menit bekerja, 5-10 menit itu dipakai istirahat aktifmelakukan pekerjaan lain, tetapi yang ringan. Misalnya dari duduk 1 jam, berdiri berjalan mengambil kertas, 5-10 menit istirahat, itu yang akan membuat orang tetap bugar,” ujarnya. Namun yang selama ini terjadi, orang takut menghilangkan istirahat 30 menit di depan ini karena dianggap mereka tidak produktif. Tapi sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa setelah bekerja 1 jam istirahat 5-10menit, stabilitas kerja berikutnya lebih bagus karena kelelahan akan hilang. Sementara jika 4 jam bekerja, kelelahannya menumpuk dan belum tentu bisa diatasai dengan istirahat 1 jam itu. Bahkan jika di Korea, pekerja pabrik itu, mandornya memberi abaaba setelah 1 jam bekerja harus bangun dari tempat duduknya melakukan
Edisi 883/ 11 - 17 Januari 2016
23
K3 jangan Jadi Beban Tanggal 12 Januari diperingati sebagai Hari Keselamatan dan Kes ehatan Kerja (K3). Banyak hal yang perlu dipahami tentang K3. Tujuan dari penerapan K3 ini tentu saja untuk meminimalkan terjadinya kecelakaan kerja. Meski Jakarta tidak termasuk dalam daftar daerah dengan tingkat kecelakaan kerja tertinggi namun tetap saja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta gencar menekan angka kecelakaan kerja termasuk gangguan kesehatan akibat kerja. Berbagai upaya dilakukan, di antaranya lewat penyuluhan dan sosialisasi, maupun pelatihan-pelatihan terkait K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Di sisi lain, jumlah pen gawas yang ada masih sangat terbatas, tidak sebanding dengan jumlah perusahaan yang ada di Jakarta. Terkait jumlah pengawas yang terbatas, Kadisnakertrans DKI Jakarta, Priyono, mengatakan, setiap tahun pihaknya terus berupaya menambah jumlah petugas pengawas. Meski diakuinya untuk melakukan penambahan tidak lah mudah. Untuk mengatasi jumlah tenaga pengawas yang terbatas, katanya, diinstruksikan agar para pengawas menjalankan tugas berdasarkan skala prioritas. “Misalnya perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan banyak orang atau pekerjanya mayoritas perem puan, dll,” ungkapnya. Terkait jatuhnya lift di gedung Arkadia, Jakarta Selatan, baru-baru ini dan menyebabkan dua orang tewas dan satu luka berat, Priyono mengatakan akan mengevaluasi kinerja anak buahnya di tiap wilayah, khususnya di Jakarta Selatan dimana kasus tersebut terjadi. Sebenarnya, pengawasan terhadap lift-lift gedung-gedung perkantoran yang berada di Jakarta, telah dilakukan oleh para pengawas di masing-masing Sudin Nakertrans masing-masing wilayah. Pengawasan tersebut dilakukan secara berkala, termasuk terhadap lift yang ada di gedung Arcadia. Saran-saran juga sudah diberikan, namun rupanya ada kelalaian dari pihak perusahaan (yang bertanggung jawab terhadap perawatan lift gedung-red). “Untuk kepastiannya kami menurunkan tim pengawas dari dinas turun ke sana untuk memeriksa,” ujarnya. Sebagaimana diketahui, kasus kecelakaan kerja berupa jatuhnya lift di gedung Arcadia sempat mengejutkan. Apalagi sempat muncul kabar bahwa sepekan sebelum kejadian lift tersebut telah diperbaiki oleh teknisi. Pihak berwajib menyebut, pihak petugas Nakertrans telah meminta agar sling lift diganti karena sudah berkarat. Pergantian me mang telah dilakukan, namun ternyata sling lift pengganti yang dipasang teknisi tidak sesuai dengan standar. “Lift merupakan kategori pesawat angkat angkut dan pemeriksaan nya pun harus dilakukan secara berkala dan ketat. Sebab ini menyangkut keselamatan orang yang menggunakan fasilitas itu. Pengawasnya pun tidak sembarangan tapi harus orang yang punya spesialisasi pesawat angkat angkut,” ucapnya. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah kasus kecelakaan kerja tertinggi tahun 2014 adalah Sulsel, Riau, dan Bali. Sedang jumlah pekerja yang sakit akibat kerja tertinggi tahun 2014 adalah Bali, Jatim dan Sulsel. Namun demikian secara kasus jumlah kecelakaan dan ke selamatan kerja menunjukkan tren menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Di antara itu, kasus kecelakaan kerja di bidang konstruksi masih termasuk cukup tinggi. Data Kementerian Ketenagakerjaan, jum lah kecelakaan kerja yang dialami pekerja konstruksi relatif tinggi yakni 31,9% dari total kecelakaan, dengan jenis kasus kecelakaan antara lain jatuh dari ketinggian 26%, terbentur 12% dan tertimpa 9%. Data ILO memperkirakan sekitar 337 juta kecelakaan kerja terjadi tiap tahunnya yang mengakibatkan sekitar 2,3 juta pekerja kehilangan nyawa. Sementara itu data PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) memperlihatkan bahwa sekitar 0,7 % pekerja Indonesia mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan kerugian nasional mencapai Rp 50 triliun. Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri saat acara pemberian penghargaan K3 mengatakan, penerapan K3 harus menjadi perioritas dunia usaha, jangan dijadikan beban. Tapi, penerapan K3 bukan hanya menjadi tanggung jawab manajemen perusahaan saja melainkan peran kepala daerah dalam hal pengawasan. “Penerapan K3 merupakan kegiatan lintas sektoral, dimana pemerintah, dunia industri, akademisi, praktisi dan masyarakat berkewajiban berperan aktif menerapkannya,” papar Hanif. Semua pihak, harus terlibat optimal penerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja, untuk mengurangi kecelakaan kerja dan penya kit akibat kerja. “Kesadaran pentingnya penerapan K3 di lingkungan kerja dapat meningkatkan aspek perlindungan pekerja dan menambah produktivitas serta kesejahteraan pekerja,” kata Hanif seraya menegas kan, bagi pengusaha yang tidak menerapkan K3 sesuai standar akan diberi sanksi. –Diana Runtu senam/peregangan otot. “Tapi karena sekarang pemerintah sudah terlanjur membuat program keselamatan dan kesehatan kerja, harus dirancang ergonomi,” ucapnya. Ada 8 aspek ergonomi untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan mendorong orang menjadi sehat. Delapan aspek tersebut adalah berkaitan dengan gizi, pemanfaatan otot, sikap kerja, lingkungan kerja, waktu kerja, kondisi sosial, sistem informasi, interaksi manusia dengan alat kerjanya.
Di ergonomi ada 3 hal yang menjadi perhatian, yakni masalah fisik, mental, dan psikologis. “Jadi di ergonomi, dari awal, secara nutrisi orang harus sudah diperhitungkan. Pagi apa yang harus dilakukan, apa asupannya. Demikian halnya siang, sore dan seterusnya. Jika di kesehatan kerja, jarang ditemukan seperti itu, paling pikiran orang kesehatan, kalo sakit baru ditanggulangi. Tidak dirancang bagaimana agar orang itu sehat,” tandasnya. -Inten Indrawati
22
Edisi 883/ 11 - 17 januari 2016
Edisi 883/ 11 - 17 januari 2016
Klinik Kesehatan Ilegal Beroperasi di Mal Mewah Menjamurnya klinik-klinik kesehatan liar di Jakarta kembali memakan korban. Kasus yang kali ini yang tengah menghebohkan adalah sebuah klinik mewah yang melaku kan praktek chiropractic sehingga menyebabkan tewasnya seorang wanita muda. Seperti biasanya setelah terjadinya kasus, semua pun heboh, tak terkecuali Dinas Kesehat an Pemda DKI Jakarta yang salah satu tugasnya adalah memberi perizinan dan pengawasan terhadap klinik-klinik pengobatan trandisionil.
Koesmedi Priharto
K
asus ini mencuat dan Dinas Kesehat an menemukan fakta bahwa klinik ini ternyata liar alias tidak ber izin. Fakta lainnya, klinik ini telah beroperasi selama lima tahun dan telah memiliki setidaknya delapan cabang yang rata-rata beroperasi di mal-mal mewah. Buntut dari kasus itu, petugas pun melakukan penyisiran terhadap klinik-klinik liar di Jakarta. Entah bagaimana pengawasan yang dilaku kan oleh Dinas Kesehatan, karena faktanya banyak klinik kesehatan liar itu tidak beroperasi secara sembunyi-sembunyi. Bahkan mere ka berani muncul di berbagai mal, mulai dari mal kelas biasa sampai mal kelas atas. Gara-gara kasus tersebut, kata seorang terapis yang bekerja di sebuah klinik di bilangan Jakarta Barat, kliniknya tutup kar ena khawatir kena razia. “Klinik kami tiarap dulu, kata bos,” ucap wanita yang baru seta hun bekerja di klinik kecantikan. Ketika ditanya apakah kliniknya tidak berizin, Sinta, begitu nama wanita 30 tahun itu, mengaku tidak tahu. Kasus menghebohkan ini baru
terungkap pekan lalu, padahal ke jadiannya telah terjadi pada Agustus 2015. Korbannya adalah seorang wanita muda bernama Allya Siska Nadya (33) yang menjalani pen gobatan di klinik tersebut karena masalah pada tulang belakangnya. Konon, Siska didiagnosis mempu nyai kelainan tulang belakang yang membengkok secara berlebih. Gadis malang ini sedianya akan melakukan terapi di Perancis seka ligus melanjutkan pendidikan S2 di negeri itu. Tapi akhirnya memu tuskan melakukan terapi di negeri sendiri. Dia ingin ketika menempuh pendidikan di negeri orang, di rinya sudah terbebas dari masalah yang sejak lama dideritanya. Tapi ternyata takdir berbicara lain. Wanita muda ini justru kehilangan nyawanya setelah berobat di klinik mewah itu. Ibunya, kata kuasa hukum kelu arga Siska, Rosita, sudah merasakan keanehan atas pengobatan yang dilakukan pada anaknya. “Ibu nya menemani anaknya berobat, merasa kaget melihar terapi yang dilakukan. Dia merasa janggal. Karena ibu korban sendiri pernah juga menjalani terapi chiropractic di Amerika tapi tidak seperti itu. Karenanya dia merasa aneh,” jelas Rosita Radjah, kuasa hukum kelu arga korban, kepada wartawan. Siska menjalani terapi di klinik Chiropractic First, Pondok Indah, pada 6 Agustus 2015. Seusai terapi, dia merasakan nyeri hebat pada lehernya, kesehatannya langsung menurun drastis. Pihak keluarga membawa Siska ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong. Komplain terhadap pihak klinik pun dilakukan, keluarga Siska kemu dian melaporkan masalah tersebut kepada pihak kepolisian sepekan kemudian. Sayangnya ketika polisi datang, terapis dr. Randall Caffery telah pulang ke Amerika Serikat. Kabar
Ilustrasi Chiropractic
Ilustrasi Chiropractic
yang didapat, Randall juga terlibat masalah dalam hal pengobatan. Bahkan sejak 2013 lalu, izin praktik Randall telah dicabut oleh Dewan Chiropractic di Departemen Con sumenrs Affairs, California. Akan halnya klinik tempat Siska berobat, klinik Chiropractic First yang beroperasi di Mal Pondok In dah, langsung disegel pihak kepoli sian. Bukan hanya itu, klinik yang memiliki cabang di delapan tempat di Jakarta, atas perintah Pemda DKI Jakarta disegel seluruhnya karena terbukti tidak memiliki izin operasi klinik kesehatan. TERGIUR KLINIK MEWAH DAN DOKTER ASING Sudah menjadi kebiasaan orang Indonesia yang kerap tergiur dengan penampilan klinik yang mewah, apalagi jika ‘diembelembeli’ dengan adanya pekerja as ing di sana. Tanpa ragu konsumen langsung memercayainya. Jarang sekali konsumen mau bertanya tentang apakah klinik itu berizin atau tidak. Seperti halnya klinik Chiro practic First yang bertebaran di tempat-tempat elite juga berpe nampilan mewah. Klinik yang juga memiliki banyak cabang di luar negeri ini, biaya pengobatannya tidaklah murah. Untuk pengoba tan chiropractic tidak bisa hanya dilakukan sekali melainkan berkalikali. Tak heran kalau biayanya pun bisa mencapai belasan juta bahkan puluhan juta dan harus dibayarkan dimuka untuk semua pengobatan itu. Seperti halnya Siska yang te lah membayar dimuka Rp 17 juta untuk pengobatannya dan akhirnya kehilangan nyawa.
Chiropractic First di salah satu Mal di Jakarta
Jakarta yang menjadi pusat kegiatan bisnis memang menjadi tempat menggiurkan untuk meng hasilkan uang bagi klinik-klinik liar itu. Di sisi lain pengawasan terhadap praktik liar ini sangatlah lemah. Salah satunya adalah kar ena kurangnya tenaga pengawas. Karenanya meski liar, praktikpraktik ini bisa melenggang di tempat terbuka. Seperti biasanya, masalah ini baru membuat heboh ketika terjadi kasus. “Pesan saya kepada masyarakat, pergilah ke pusat fisioterapi yang resmi yang adanya di rumah sakit. Di sana sudah pasti ada ahli-ahlinya. Jangan percaya pada orang-orang tidak jelas. Jangan dikira kalau dari luar negeri itu pasti paling bagus. Jangan mudah percaya,” tegas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Purba Hutapea, di Balai kota. Terkait perizinan, bidangnya juga mengeluarkan namun untuk panti pijat dan tempat-tempat kebugaran seperti spa, dll. Na mun, untuk Chiropatic First, dia mengaku, tidak mengeluarkan izin apapun. Pemda DKI sendiri mengaku kewalahan mengawasi klinik-klinik liar yang ada. Karenanya, kata Basuki Tjahja Purnama, Guber nur DKI Jakarta, masyarakat juga harus ikut membantu dengan cara meningkatkan kepeduliannya. “Tolong dong bantu melaporkan kalau ada klinik yang diragukan atau klinik yang dirasakan melaku kan praktik yang tidak benar,” ucap Ahok, sapaan akrab Guber nur DKI ini. Kepala Dinas Kesehatan Pem da DKI, Koesmedi Priharto, yang ditemui di Balai Kota, mengata kan, pihaknya belum mengetahui pemilik klinik Chiropractic First yang cabangnya cukup banyak di Jakarta dan rata-rata berada di mal. “Kabarnya, pemiliknya orang
dari Singapura, namun kita belum tahu persis. Kami akan menyegel juga kantor pusatnya yang berada di Jl Gatot Subroto,” ucap Koes medi yang juga dokter spesialis orthopedi ini. Dijelaskannya, di Amerika, pengobatan semacam ini masuk dalam kategori pengobatan tradis ional. Karena pengobatan tradis ional maka izin praktiknya harus dikeluarkan oleh Dinas Keseha tan. Namun, sejauh ini pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin praktik atas nama Chriropractic First. “Izin pengobatan trandis ional ke Dinkes, termasuk soal pengawasan Dinkes juga,” tambah mantan Dirut RSU Koja ini. Koemedi menambahkan, se harusnya pihak mal sudah tahu masalah seperti ini. Sebelum menerima masuk di mal kan se harusnya juga melihat perizinan. “Harusnya mal sudah tahu hal ini,” tegasnya. Karena itu, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan penertiban di semua mal karena disinyalir banyak klinik liar berop erasi di mal-mal. “Jadi nanti kami bukan hanya menertibkan klinik chiropractic tapi juga klinik-klinik yang terkait kesehatan yang berop erasi tanpa izin,” tegasnya. Terkait dengan dokter asing, jelasnya lebih lanjut, pihak Kemen terian Kesehatan yang berwenang mengeluarkan izin, mengatakan, sampai sekarang belum menge luarkan izin untuk praktik dokter asing di Indonesia. Sekalipun MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) diberlakukan, namun tegas Koes medi, dokter asing tetap harus memiliki izin praktik sebelum bekerja di Indonesia. “Sampai sekarang Kemenkes belum men geluarkan izin dokter asing. Belum ada satu pun. Jadi kalau sampai ada dokter asing berpraktek di sini, berarti ilegal. Laporkan saja,” tegasnya. –Diana Runtu
3
4
Mandalika
Edisi 883/ 11 - 17 Januari 2016
Edisi 883/ 11 - 17 Januari 2016
21
“Penamat”untuk Guru Ngaji Selama akhir bulan Desember 2015 hingga pertengahan Januari 2016, Lombok ramai oleh berbagai kegiatan dalam merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Maulid atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal (tahun Hijriyah) yang jatuh pada tanggal 24 Desember 2015 lalu, seperti biasa dirayakan hampir satu bulan penuh oleh masyarakat di Pulau Lombok. run. Maka jangan heran ketika menghadiri acara maulidan di Pulau Lombok, sajian makanan yang disusun dalam dulang-dulang besar akan memenuhi ruangan makan bersama.
Bu Agung bersama keluarga besar Puri Agung Tabanan sebelum berangkat tirtayatra ke Pura Agung Blambangan dan Pura Semeru
AA Ayu Ketut Agung
Penata Rias Wajib Ikuti UJK
H
ari ini M in g g u (10/1), Tempat Uji Kompetensi (TUK) Agung melaksanakan uji kompetensi tata rias pengantin Bali (payas madya dan payas utama/ agung) yang diikuti 100 peserta. Uji kompetensi (UJK) ini dikatakan Dr. AA Ayu Ketut Agung, penting diikuti oleh setiap penata rias. “Dalam uji kompetensi, kualitas keahli an dan keterampilan kita di bidang masing-masing akan diuji. Dengan mengantongi sertifikat uji kompetensi, tenaga kerja, khususnya profesi perias akan mendapat pengakuan atas kompetensi (kemampuan)-nya oleh masyarakat luas, yang se cara otomatis akan mendong krak nilai jualnya dengan me miliki daya saing tinggi. Jangan sampai peluang dalam tata rias Bali ini justru diambil orang a sing. Karena itu, penata rias wajib ikuti UJK,” ujar perempuan yang akrab disapa Bu Agung ini, yang mengaku bangga dan terus mendukung Denpasar yang dideklarasikan
Sagung Diva usai merias salah seorang karyawati BI yang juga Finalis Putri Indonesia 2011 Dinantiar Andita dalam Culture Fair 2015 di BI Jakarta
sebagai Kota Kompeten pertama di Indonesia. Bahkan, putrinya, AA Sagung Diva Wastuningtyas juga sudah ikut UJK di usianya yang masih belia. Siswi kelas VII SMPN 3 Denpasar ini pun telah beberapa kali tampil di depan umum untuk mendemontrasikan kepiawaiannya merias. Bahkan, S agung Diva -demikian panggilan akrabnya juga kerap dipercaya merias orang-orang pen ting, salah satunya istri Gubernur NTT Ny. Lusia Adinda Lebu Raya. Selain itu, tujuan tata rias pengantin ini diujikan adalah agar perias mengetahui dan lebih memahami kapan dan dimana boleh menggunakan payas tradisional yang sesuai dengan pakemnya (tradisional), kapan dan dimana pula boleh menggunakan payas modifikasi. Ditegaskannya bahwa perias boleh berBu Agung bersama Sinta Nuriyah Wahid berkesempatan kreasi tetapi jangan berfoto bersama saat menghadiri acara Penghargaan “She Can! Award 2015”di Jakarta belum lama ini kebablasan. Karena
itu pula, baik payas tradisional maupun payas modifikasi keduanya diUJK-kan. Hal ini tak lain untuk tetap menjaga dan melestarikan tata rias dan busana (payas) daerah tanpa harus menolak modernisasi atau mematikan kreasi dengan payas modifikasinya. Sebagai Tempat Uji Kompetensi Tata Kecantikan Kulit satu-satunya di Bali, TUK Agung juga akan menggelar UJK Tata Kecantikan Kulit, Minggu 17 Januari 2016. Bagi mereka yang berminat ikut UJK ini, Bu Agung memberi kesempatan untuk mendapatkan beasiswa dengan syarat dan ketentuan berlaku. Dalam menjalani swadarmaning geginan sebagai perias, meyadnya selalu terselip dalam langkahnya. “Segalanya butuh
uang, tapi uang bukan segalanya”, demikian prinsip Bu Agung, pene rima Penghargaan “She Can! Award 2015”, dalam menjalani hidupnya a ga r s e i m b a n g secara vertikal maupun horizontal, yakni berusaha memberikan pelayanan bagi me reka yang belum terlayani. Salah satunya lewat Pu sat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Agung. Mereka yang ku rang mampu dan putus sekolah
ditampung di PKBM untuk bisa melanjutkan pendidikannya melalui Program Kejar Paket A (setara SD), B (setara SMP), dan C (setara SMA). Mereka juga dibekali keterampilan, salah satunya tata rias. Dari mereka yang sudah tamat Kejar Paket C ini ada yang melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, ada yang sudah menjadi perias profesional. Sebagai bentuk rasa syukur atas karunia Ida Sang Hyang Widhi Wasa, mengawali tahun 2016 ini, Bu Agung mengajak para staf, anak-anak PKBM, peserta kursus, dan keluarga besarnya nangkil ke Pura Semeru, Lumajang, Jatim, Jumat (8/1).
Sagung Diva berkesempatan merias istri Gubernur NTT
DISKON 50% KURSUS TATA RIAS
Sebagai bentuk apresiasi yang besar terhadap pelestarian budaya Bali serta untuk lebih menyosialisasikan dan membangkitkan minat masyarakat dalam tata rias dan busana adat Bali, LKP Agung memberikan diskon 50% kursus regular. Materi yang diajarkan mencakup 3 paket yakni Tata Kecantikan Kulit, Tata Kecantikan Rambut, dan Tata Rias Pengantin (payas nista, payas madya, payas agung, modifikasi, dan tengkuluk lelunakan).
Disediakan juga beasiswa kursus gratis bagi mereka yang kurang mampu dan putus sekolah, yang benar-benar berminat di bidang tata kecantikan. Syarat dan ketentuan berlaku. Silakan menghubungi Sekretariat LKP Agung, Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar. Telepon 0361 233850, faks. 0361 247153. Cabang Tohpati, Jalan WR. Supratman No. 303 A, Tohpati, Denpasar. Email: lkp_agung@yahoo.com. website: www.salonagung.com. –inten
Puncak maulid diselenggarakan dengan makan bersama dalam acara selamatan sebagai simbol berbagi
P
erayaan atau penyambutan hari lahir junjungan umat Islam ini, di Lombok tidak hanya dilakukan pada tanggal 24 Desember 2015 saja, melainkan selama nyaris sebulan penuh. Uniknya, tradisi ini tidak hanya dirayakan oleh warga Lombok asli tetapi juga oleh warga pendatang yang sudah sangat lama tinggal di Lombok. Di kampung-kampung hingga ke perkotaan di Pulau Lombok, undangan menghadiri acara selamatan yang dikenal dengan istilah Maulidan ini datang silih berganti. Warga yang mendapat banyak undangan bahkan sampai kerepotan mengatur jadwal untuk menghadiri acara tersebut. Bagaimana tidak, setiap kampung atau desa telah memiliki jadwal yang disepakati bersama dalam menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW ini, sehingga tidak berbenturan antara jadwal selamatan desa atau kampung yang satu dengan lainnya. Jadwal diatur sedemikian rupa secara bergiliran. Karena itulah, jika momen maulid tiba, acara selamatan yang selalu diakhiri dengan makan bersama itu akan meramaikan Pulau Lombok selama sebulan penuh. Sebelum puncak peringatan maulid di masing-masing desa berlangsung, momen maulid juga
biasanya diramaikan pula oleh berbagai acara lain, seperti kegiatan hataman Alquran, lomba yang bernuansa Islami hingga khitanan massal dan potong rambut bagi bayi serta lainnya. Penyambutan maulid dengan berbagai kegiatan ini merupakan penghargaan dan penghormatan umat Islam terhadap nabi junjungannya Muhammad SAW. Penghormatan serta penghargaan dengan menyelenggarakan selamatan tersebut telah menjadi tradisi di Pulau Lombok hingga hari ini. Bagi masyarakat Pulau Lombok, tradisi berbagi (setidaknya dalam acara makan bersama) ini telah dilaksanakan secara turun temu-
SUASANA MIRIP IDUL FITRI Saat kegiatan maulid berlangsung, maka bisa dipastikan kampung yang mendapat giliran maulid akan ramai didatangi para tamu. Baik tamu dalam kampung itu sendiri (yang tidak menyelenggarakan maulid) maupun tamu undangan dari luar kampung yang merupakan kawan, sahabat serta kerabat warga yang menyenggarakan maulid tersebut. Suasana kampung di hari itu atmosfirnya terasa seperti tengah merayakan hari raya Idul Fitri atau Idul Adha. Gang-gang di kampung tersebut dipenuhi oleh warga yang berdatangan ke rumah-rumah penyelenggara maulid. Hal ini juga terlihat di Desa Batu Kuta Kecamatan Narmada, Lombok Barat, NTB. Di gang-gang desa ini, tampak mobil para tamu banyak parkir di sekitar rumah penyelenggara maulid. Batu Kuta menyelenggarakan acara maulid secara serentak pada hari Minggu, 3 Januari 2016. Menurut salah seorang warga di desa ini, Ahmad Nurpail, sejak pagi hingga siang hari kampung ini ramai menerima kedatangan teta-
Suasana kampung di Batu Kuta ramai oleh warga yang menyelenggarakan selamatan maulid
Jajanan khas dalam acara maulid di Lombok
mu khususnya dari luar Batu Kuta. “Dari pagi tamu-tamu ramai sekali datang menghadiri acara maulid di Batu Kuta,” kata warga asli Batu Kuta yang juga mengundang sahabat-sahabatnya dalam acara maulid di rumahnya ini. Sebelum kegiatan maulid di rumah-rumah warga, sebelumnya di pagi hari yang sama sudah diselenggarakan acara maulid di Masjid Abu Cilam Batu Kuta, Narmada. Acara selamatan maulid hari itu di Batu Kuta bukan satu-satunya kegiatan dalam memperingati Maulid Nabi, melainkan selama dua minggu sebelumnya kampung ini diramaikan oleh kegiatan keagamaan yang juga melibatkan anak-anak bahkan hingga anakanak PAUD di desa ini, seperti lomba membaca ayat-ayat Alquran dan surat-surat pendek dalam Alquran. “Selain itu ada juga lomba terjemahan Alquran, kaligrafi, membaca hikayat (disebut mesyair; membaca riwayat Nabi Muhammad SAW) dan lainnya,” ungkap Nurpail yang juga Kepala Sekolah SMPN 3 Narmada ini. Yang tidak kalah uniknya dalam tradisi maulid ini adalah hadirnya dulang-dulang (baskom) berisi gunungan buah dan makanan lainnya yang disebut “Penamat” diantar ke rumah guru-guru mengajinya oleh anak-anak yang hatam Alquran. Inilah yang dilakukan oleh Mayhana Infiani (10) dan M. Nabil Mauladi (10), dua anak Batu Kuta yang telah menamatkan (hatam) bacaan
Alqurannya. Mereka datang mengantar penamat tersebut sebagai ucapan terima kasih kepada guru ngajinya, suami istri, Ahmad Nurpail dan Hairunnisak. Kepala Sekolah yang menjadi guru ngaji di kampungnya sejak tahun 2006 ini, merasa sangat bahagia atas perhatian santri-santrinya ini. Keduanya tidak dibayar atas profesinya tersebut. Suami istri ini ikhlas menjadi guru bagi anak-anak di kampungnya. “Kami tidak mengharapkan imbalan apa-apa selain ingin berbagi ilmu kepada anakanak di kampung ini,” kata ayah tiga anak, Firda Hutami Putri (15, Sakila Elsalma (10) dan Ragib Dawama Adzifari (4), ini. Tidak kurang dari 30 anak di kampung tersebut yang belajar mengaji darinya. Dua buah penamat yang dibawa oleh santri tersebut berisi, amplop dengan nilai tak seberapa, baju, kopiah, sarung, beras, buah, serta bahan makanan lainnya dan beraneka kue khas (jajanan) Lombok. Ini semacam “bayaran” atau lebih tepatnya sebagai ucapan terima kasih santri kepada keduanya atas keikhlasannya mengajar mereka mengaji selama bertahuntahun. Penamat ini diantar oleh para santri ke masing-masing guru mengajinya. Ini juga telah menjadi tradisi yang mewarnai kegiatan maulid di Lombok. Adalah kebahagiaan tersendiri bagi Ahmad Nurpail dan istrinya jika ada santrisantri mengaji mereka yang hatam tiap maulid tiba. -Naniek I. Taufan
20
Tahun 2016, Nusa Tenggara Barat akan mengirim perwakilan nya dalam ajang pemilihan Putri Indonesia tingkat nasional yang ke-20 pada bulan Februari 2016 mendatang. Baiq Amalia Putri Ghaesani (20) yang akrab disapa Ghea, terpilih menjadi Putri Indonesia perwakilan NTB yang akan mewakili NTB di tingkat nasional tersebut.
P
Nine
Edisi 883/ 11 - 17 Januari 2016
utri dari koreografer NTB Suryadi Mulawarman ini, saat ini masih kuliah di FKIP Universitas Mataram jurusan Bahasa Inggris. Ghea unggul dari enam kontestan lain pada pemilihan Putri Indonesia Perwakilan NTB pada Desember 2015 lalu. Dewan Juri menilai Ghea unggul dalam hal beauty, brain dan brand dari peserta lainnya. Dengan tinggi badan 170 cm dan memiliki IQ yang baik, atlet bulutangkis NTB ini akan membawa harapan NTB ke ajang pemilihan Putri Indonesia di tingkat nasional. Menurut Manajer Penyelenggara Putri Indonesia Perwakilan NTB, Ayu Setiawati, kegiatan pemilihan Putri Indonesia tahun 2016 ini diikuti pertama kalinya oleh Putri Indonesia Perwakilan NTB. Karena itu diharapkan mendapatkan dukungan dari pemerintah NTB. Harapan besar untuk promosi NTB dititipkan di pundak Ghea kala mengikuti ajang bergengsi ini. “Jadikan ajang kontes pemilihan Putri Indonesia ini sebagai momentum untuk memperkenalkan potensi daerah baik itu potensi pariwisata, budaya, pertanian maupun kulinernya,” ungkap Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin SH, M.Si., saat menerima Ghea beberapa waktu lalu.
Inspirasi
Edisi 883/ 11 - 17 Januari 2016
Luh Putu Sri Kasih
5
Kuncinya Pendekatan Kekeluargaan Menekuni bidang pariwisata merupakan hal yang menyenangkan bagi Luh Putu Sri Kasih. Jika dihitung dari awal kariernya, ia sudah 30 tahun berkiprah di bidang ini. Posisinya kini Resort Manager Bagus Agro Pelaga. Apa kiat wanita asal Temukus, Buleleng ini bisa bertahan?
“S
di Ajang Duta NTB Ghea saat diterima Wakil Gubernur NTB di Kantor Gubernur NTB
Ghea
Putri Indonesia 2016
Ketua Dekranasda NTB, Hj. Erica Zainul Majdi, juga mengapresiasi perempuan yang juga menjadi pelukis pasir NTB ini dalam mengikuti Pemilihan Putri Indonesia 2016. Tidak hanya soal kecantikan ragawi, Erica berharap agar Ghea lebih memperdalam wawasan tentang potensi daerah NTB agar dapat sekaligus mempromosikan Bumi Gora di tingkat nasional. “Selama ini Provinsi NTB hanya dikenal akan potensi wisata dan budayanya saja. Padahal dalam bidang sosial dan politik, NTB berada di posisi terdepan. Tingkat kemiskinan dan nilai IPM NTB tahun ini juga menunjukkan hasil yang positif,” pesannya kepada Ghea. Ia juga mengajak Putri Indonesia Perwakilan NTB ini untuk terus memperdalam wawasan, tidak hanya terkait dengan bidang wisata dan budaya, namun juga bidang-bidang lain seperti pendidikan, sosial, politik dan ekonomi. “Pendidikan juga harus menjadi perhatian bagi
Ghea bersama Ketua Dekranasda NTB Hj. Erica Zainul Majdi dan Ketua BKOW NTB, Hj. Syamsiah M. Amin
siapa saja yang berkiprah di ajang Putri Indonesia. Pendidikan tidak hanya diartikan sebagai jenjang formal yang saat ini
dipahami banyak orang, namun pendidikan itu lebih pada memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai berbagai hal,” katanya. PELUKIS PASIR Ghea yang sejak masa kecilnya menyukai olah raga bulutangkis hingga menjadi salah seorang atlet bulutangkis NTB ini, seungguhnya tidak terlalu besar kecenderungan ketertarikannya pada bidang seni. Padahal ayahanda dikenal dalam dunia seni sebagai koreografer sedangkan ibunya, Meilia Lili Kusuma, seorang desainer. “Ghea lebih suka olah raga dibandingkan seni. Bakatnya sejak kecil lebih cenderung pada olah raga,” ungkap Suryadi tentang anak sulungnya itu. Namun belakangan ini, menurutnya Ghea mulai memperlihatkan bakat-bakat seninya selain tari. Ia memang tidak tertarik menggeluti dunia tari meski
ayahnya seorang koreografi. Ia justru akhir-akhir ini tertarik kepada musik dengan menciptakan lagu-lagu. Ia juga rajin menulis puisi-puisi. Selain itu gadis kelahiran 5 April 1996 ini tertarik dengan seni rupa sehingga ia belajar sendiri membuat lukisan pasir. “Sayangnya, belum sempat kami dokumentasikan secara pribadi,” kata Suryadi. Ketertarikan Ghea mengikuti kontes putri-putrian seperti ini, menurutnya dimulai sejak setahun lalu, dimana Ghea kerap menonton ajang pemilihan putri-putrian di Mataram. Ghea sepertinya gelisah karena keinginannya akan perwakilan NTB bisa sampai pada ajang yang lebih tinggi sehingga dapat membawa misi penting dalam memperomosikan daerah ini. “Ghea ingin NTB memiliki putri yang tidak hanya sekedar ikut ke ajang nasional namun juga bisa ‘bicara’ banyak di tingkat nasional,” kata Suryadi. -Naniek I. Taufan
aya mahasiswa angkatan pertama D1 Pariwisata Unud, tamat 1986. Begitu tamat saya langsung bekerja di travel agent. Saat itu, mata kuliah kami memang lebih banyak tentang travel agent. Ternyata perkembanga pariwisata sangat pesat, tidak hanya travel agent saja. Saya pun banyak belajar dari pengalaman,” kenang Sri Kasih. Sejak tahun 1986 ia sudah bergabung di Nusa Dua Bali Tours and Travel. Dari biro perjalanan yang berada di bawah grup Bagus Discovery ini, ia merambah ke Puri Bagus Candidasa, Puri Bagus Manggis, Puri Bagus Lovina, Bagus Jati Ubud, dan kini Bagus Agro Pelaga. Untuk Puri Bagus Lovina, Bagus Jati Ubud, dan Bagus Agro Pelaga, Sri Kasih termasuk perintis karena ikut terlibat sejak awal pendirian. Wanita kelahiran 13 November 1966 ini sangat menikmati dunia pariwisata. “Saya senang ngobrol dan tukar pengalaman. Tidak hanya dengan tamu, tetapi juga dengan staf. Karena banyak bergaul ini, membentuk karakter saya,” ujar ibu dari L. Pt. Ratna Febrina, Made Bayu Kanaya, dan Nym. Galih Damara ini. Sri Kasih mengakui ada tantangan ketika ia mulai bekerja, salah satunya keragaman karakter. Ia pun harus menyesuaikan diri dengan lingkungan, termasuk dengan masyarakat lokal di tempatnya bekerja. Kuncinya adalah pendekatan kekeluargaan. Ia tetap profesional namun tidak membatasi diri. Saat bekerja, harus bekerja dengan baik. Saat santai, ia tidak ingin ada jarak dengan staf. “Ibaratnya ibu dengan anak. Itulah yang saya jadikan pedoman. Walau dibilang tukang ngomel, bagi saya tidak masalah. Ini demi kebaikan bersama,” ujarnya sembari tersenyum. Sebagai wanita karier, Sri Kasih mengakui pekerjaan dan keluarga sama pentingnya. Anak pertama dan keduanya memilih bidang pariwisata seperti ibunya. Karena sama-sama sibuk, mereka pun jarang berkumpul. Hanya saat Hari Raya Nyepi ia bisa
Luh Putu Sri Kasih
berkumpul dengan ketiga anaknya. Namun, komunikasi diantara mereka tetap terjalin. “Anak-anak sering diskusi atau menanyakan hal yang berkaitan dengan pariwisata. Saya menganggap mereka partner kerja saya. Saya pun bisa belajar dari mereka. Harapan saya, mereka bisa berkarier dengan baik. Minimal seperti ibunya. Saya pun akan
memberikan yang terbaik sebelum saya pensiun,” ungkapnya. Agar bisa bertahan hingga 30 tahun, Sri Kasih berbagi kiat. Ia mengaku orang yang easy going. Kalau mengalami kejenuhan, istirahatlah. Biasanya ia memilih rehat sejenak atau libur beberapa hari. Jika sudah pulih, ia kembali bekerja seperti biasa. –Ngurah Budi
Luh Putu Sri Kasih sedang memberi penjelasan tentang Bagus Agro Pelaga kepada tamu
6
Woman on Top
Edisi 883/ 11 - 17 januari 2016
Ta n t i a r i n i H i d a y a t i
Ciptakan Staf Multifungsi
Perempuan asal Yogyakarta ini memulai karier di Bali, sejak tiga tahun lalu. Ia dipercaya menjadi orang nomor satu di hotel Ibis Style Bali Kuta Legian. Dalam prinsip hidupnya, semua bisa dipelajari, termasuk cara memimpin. Baginya, tiap orang bisa jadi pemimpin, asal ada kemauan dan kerja keras. Seperti apa?
pemimpin, kita juga harus bisa mengantarkan orang lain jadi pemimpin di kemudian hari atau regenerasi. Itulah pemimpin yang berhasil,” ucapnya. Prinsip ini ia terapkan dalam mere k r u t s t a f. Saat mereka wawancara, ia minta pelamar menu-
K
etua Women of Accor Generation Regent Bali Lombok ini dalam merekrut staf, selalu ia tanyakan, kamu mau jadi apa ke depan? “Sebagai seorang
lis, apa keinginan mereka bekerja di sini. Catatan itu ia simpan, untuk di-review tahun depan. Dari catatan itu, ia bisa juga melihat, apakah staf itu ditempatkan sudah sesuai dengan potensinya. Tanti berharap, tiap tahun selalu ada karyawan yang naik posisi. Baginya, staf harus bisa menjadi pemimpin kecil di setiap departemennya. “Karena bagi saya, ini sangat membantu saya sebagai pemimpin dalam lingkup yang besar,” kata perempuan usia 48 tahun ini. Kiat yang ia terapkan ini, ternyata berhasil memotivasi karyawan. Dengan banyaknya pembangunan hotel di Bali, tentu persaingan semakin besar. Karena itu, ide dan kreativitas tiap hotel sangat diperlukan agar mempunyai nilai lebih yang ditawarkan kepada tamu. Ketika hunian rendah, kadang hotel melakukan pengurangan karyawan. Namun, bagi Tanti, selama kepemimpinannya, itu tidak terjadi. Saat ini, Ibis Style Bali Kuta Legian memiliki 38 karyawan tetap dan 27 daily worker. Ketika hunian rendah, para daily worker ini tidak bekerja sehingga saat tamu sepi, ia tak sampai merumahkan karyawan tetap. Tanti punya trik jitu dengan menjadikan karyawannya mutlfungsi. Misalnya, bagian
cook juga harus bisa membantu di front office. Begitu juga sebaliknya. Cross training ini ia gencarkan agar karyawan memiliki multiskill. Hal itu sudah dirasakan, ketika hunian sepi. Para staf bisa bekerja bersama-sama dan saling membantu satu sama lain. Menurut Tanti, ketika nantinya, staf berhenti bekerja, multiskill ini tentu berguna bagi mereka dalam industri kerjanya. Sebagai ketua Women at Accor Generation, ia juga bertugas memotivasi para perempuan. Ia mengakui, masih sedikit perempuan yang menjadi pemimpin. Dalam lingkungan hotel di Accor, memang ia akui yang memegang tampuk pimpinan nomor satu masih bisa dihitung jari. Dalam setiap pertemuan Women at Accor Generation, selalu saja ada yang dipromosikan. Tujuannya, agar memotivasi perempuan lain untuk ikut termotivasi maju. Memang ia mengakui, sebagai seorang istri, ibu dan juga wanita karier, perempuan memerlukan energi yang ekstra. Ia sendiri mengakui tak mudah agar kehidupan tersebut bisa seimbang. Ia menilai, kembali lagi, itu juga bisa terjadi karena peran suami yang sangat mendukung istri. Tanti memang tak bercita-cita menjadi general manager (GM). Namun, pencapaiannya ini ia syukuri karena sudah bisa mencapai posisi tertinggi di hotel. Tamatan S-1 di London dan S-2 di Skotlandia ini, sebelum menjadi GM, memulai kariernya dari Direktur Sales and Marketing. Memulai karier di jari ngan hotel Accor di Jakarta, Tanti memang diikutkan dalam program menjadi GM. Ia dinilai punya potensi
untuk mengembangkan kariernya untuk menjadi GM. Sebelum menjadi GM, ia pernah menjadi orang nomor dua di Hotel Novotel Yogyakarta. Setelah 2,5 tahun, ia dipindahkan ke Jakarta. Setelah menamatkan program pelatihan menjadi GM di Bangkok, ia memulai berkarier di Bali dan langsung dimin ta membuka hotel baru Ibis Style Bali Kuta Legian. Perempuan yang sudah 11 tahun berkarier di Accor ini mengakui, tak ada pengalaman dalam membuka hotel baru. Selama ini, ia ditugaskan selalu di hotel yang sudah berjalan. Tentu memulai membuka hotel di Bali dan sebagai orang yang pertamakali datang ke Bali, bukan hal yang mudah. Banyak hal yang harus ia kuasai. Mulai dari hubungan dengan pemilik, brand standar Accor. Sebagai hotel berbintang tiga, Ibis Style Bali Kuta Legian target utamanya anak muda yang trendy dan colorfull. Nuansa ceria, warna dan ornamen pepohonan menampilkan warna hijau segar. Tanti juga harus tahu soal kontraktor, begitu juga lingkungan setempat beradaptasi. Ia mengatakan, kontrak kerjanya di Ibis Style 2 tahun plus 1. Mungkin sebentar lagi, ia akan dipindahkan ke jaringan hotel Accor yang lain. Namun, ia berharap, tetap bisa di di Bali karena ia mulai mencintai Bali. Kepemimpinannya di Women at Accor Generation juga akan segera digantikan. Ia sangat berharap, siapa pun yang menggantikannya, akan tetap memberikan motivasi dan inspirasi bagi para perempuan.
Mozaik
Kampanye yang terus dilakukan oleh para aktivis go green menjadi hal yang cukup dicermati oleh masyarakat. Salah satunya berkaitan dengan pemanfaatan kertas yang disinyalir memiliki andil dalam berkurangnya lahan hijau di muka bumi.
S
ebagai salah satu benda yang paling sering digunakan oleh umat manusia sejak zaman dahulu kala, kertas menggunakan bahan alami, yaitu salah satu bagian dari kayu pada pohon. “Hal inilah yang membuat
Salam Senyum, Mengawali tahun 2016, sebagian orang mencoba membangun semangat dan opti misme dalam segala hal. Mulai dari sisi kese hatan, bisnis dan keuangan, keluarga, jodoh dan lain sebagainya dengan berbagai macam cara. Sehingga, dengan cara yang mereka bangun sendiri tumbuh keyakinan dalam diri bahwa tahun ini akan berpihak kepada mereka. Kesehatan yang prima, bisnis tumbuh dengan baik, keuangan berlimpah, keluarga tentram dan damai, teman bertambah banyak dan lain sebagainya. Sebelum melanjutkan tulisan ini, perke nalkan saya SRI SUMAHARDANI. Mungkin sebagian besar belum mengenal saya, tapi saya yakin sebagian lainnya sudah ada yang mengenal saya. Saat ini saya masih tercatat sebagai pekerja di salah satu Bank BUMN. Dua puluh tujuh tahun berkecimpung di dunia perbankan, sebagai pembicara dan motivator di berbagai instansi, khususnya mengenai layanan, communication skill, marketing, dan pemerhati layanan. Mulai minggu ini dan be berapa edisi ke depan saya hadir di hadapan Bapak/Ibu melalui rubrik “Dhani’s Art in Service”ini. Saya lanjutkan, sudahkah kita mengawali optimisme yang akan kita bangun dalam diri kita masing-masing? Dalam berbagai pelatihan dan motivasi seringkali kita mendapat tips dan trik agar bersemangat setiap harinya. Salah satu tips adalah ketika bangun tidur kita diminta bersyukur bahwa kita masih diberi kesempatan untuk menikmati pagi. Selanjut nya, kita diminta tersenyum untuk mengawali hari. Tips yang mudah dan ringan sekali untuk dilakukan, tapi cobalah bertanya pada diri
sendiri, sudahkah kita melakukannya? Masih familiar di telinga kita sebuah iklan minuman yang kira-kira berbunyi seperti ini, “apa pun makanannya, minumnya ……… (silahkan lanjutkan sendiri)”. Apa pun cara kita membangun optimisme, mulailah dengan senyuman. Senyum kejujuran untuk memulai hari, minggu, bulan dan tahun 2016 ini. Se nyum, satu kata sejuta makna. Senyum adalah sihir yang halal, senyum adalah sedekah, se nyum adalah kado terindah dan masih banyak lagi klise - klise mengenai senyuman. Dalam konteks layanan prima (service excellent), senyum merupakan salah satu ba hasa tubuh yang memegang peranan sangat penting. Seringkali kita mendengar jargon seperti “berikan mereka (pelanggan) senyum terindahmu”. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa semua bisnis yang bergerak di bidang jasa mengharapkan bahwa pelanggan keluar dengan tersenyum oleh proses layanan yang mereka dapatkan. Senyum yang baik adalah gerakan refleks yang dibiasakan. Masih ingatkah bagaimana pertama kali kita belajar mengendarai mo bil? Pengalaman yang tidak akan pernah kita lupakan. Bagaimana rasanya kita masih mencoba menghapal seluruh panel yang ada di dashboard maupun pijakan-pijakan yang berada di bawah kaki kita. Berada di traffic light saat lampu merah, berada di jalan tanjakan dan beberapa kejadian yang datang secara bersamaan. Hati deg-degan, keringat keluar, mesin mobil mati, semuanya terasa canggung dan serba salah karena kita belum terbiasa. Tidak ada gerakan refleks untuk mengambil tindakan. Sebenarnya sama dengan tersenyum, co
Salam Senyum, Sri Sumahardani
pemanfaatan kertas diamati secara khusus, karena salah satu penyebab global warming adalah pengurangan lahan hijau seperti hutan,” ujar Romli pengepul barang-barang bekas. Di tempat daur ulang yang ada di Kelurahan Keniten Ponorogo
Busana Pesta dari Bahan Bekas
-Wirati Astiti
menghilangkan perasaan grogi karena berada di panggung yang begitu megah dan ditonton ribuan bahkan jutaan penonton baik langsung menonton, maupun yang mendengarkan melalui televisi dan radio, adalah bagaimana di saat nomor undian saya dipanggil. Dengan gagahnya saya melangkah ke atas panggung dengan “senjata” saya yaitu senyuman. Saya tersenyum menyapa penonton, saya terse nyum kepada cameraman, saya tersenyum kepada pemain band yang akan mengiringi saya bahkan saya tersenyum yang paling indah kepada para dewan juri yang akan menilai saya bernyanyi..(haaaaaaa…). Dan, hasilnya saya harus menerima kalau saya ditetapkan sebagai Juara pertama (I). Saya yakin kalau salah satu penentu kemenan gan saya bukan hanya karena suara saya yang merdu dan penampilan saya yang keren (... hehehe…). Tetap,i karena hipnotis/sihir senyu man saya diwaktu saya memulai penampilan dalam perlombaan. Kalau kita gambarkan kembali, sebenarnya senyuman memberi kita hal yang sangat positif, di antaranya: 1. Senyuman dapat membuka hati kita, 2. Senyuman dapat mem berikan kesan pertama, 3. Senyuman mampu mempengaruhi orang lain, dan yang terakhir ke 4. Senyuman dapat menghilangkan keben cian dan dendam dalam hati kita. Dari beberapa cerita dan ulasan di atas, ternyata sangat penting kita melakukan se suatu dengan memulai dari diri kita sendiri. Sehingga ketika kita menularkannya kepada orang lain akan lebih menghayati dan terpan car dari panca indera kita. Jadi, kalau ingin menjadi seperti “Sang Penyihir” dengan senyu man yang seakan menghipnotis, biasakanlah tersenyum, pancarkan lewat hati melalui mata, tularkan senyum itu kepada orang di hadapan kita, dan dunia pun seakan ikut tersenyum dengan ramahnya menyapa kita (asal jangan senyum senyum sendiri ya…).
19
Bisnis Daur Ulang Kertas
“SANG PENYIHIR” balah tersenyum di saat hati kecewa atau se nyum di saat tidak punya duit…(hehehehe). Ini sepertinya tantangannya? Semua akan terasa hambar, akan terasa tidak punya jiwa dan ruh, bahkan tidak punya “sihir”…. Kenapa??? Kare na kita tidak menyatukan antara hati, pikiran dan panca indera kita untuk melakukannya. Coba lihat dan perhatikan, bagaimana senyum seorang atasan terhadap bawahan, bagaimana senyum seorang bawahan terhadap atasan, dan bagaimana senyum seseorang dengan teman atau sahabatnya. Bisa ditebak, semua menunjukkan perbedaan. Dihubungkan de ngan service/layanan, sebenarnya tidak hanya mencakup antara pelayan dengan customer/ pelanggan saja. Service itu sendiri mencakup internal dan eksternal. Sering terlupakan bagaimana kita membiasakan tersenyum dengan rekan sejawat kita, dengan bawahan kita, bahkan dengan keluarga kita. Sering di saat saya melakukan training/ pelatihan banyak yang bertanya, ”Bagaimana cara membuat senyuman yang terkesan tulus, enak dilihat dan tentunya terlihat manis”. Menjawab pertanyaan itu, saya teringat de ngan cerita sahabat saya yang menceritakan bagaimana seorang peraih Nobel “Mahatma Gandhi” dipercaya untuk menasihati seorang anak agar tidak mengonsumsi (makan) gula. Karena anak tersebut mempunyai penyakit yang hanya bisa diobati dengan tanpa me ngonsumsi gula. Mahatma Gandhi mengulur waktu sampai 4 x pertemuan (4 minggu) untuk bertemu dengan anak itu. Tapi apa yang dilakukan Mahatma Gandhi ketika bertemu dengan anak tersebut? Ternyata dia hanya bilang “Nak, berhentilah makan gula”. Terus….. Apa sebenarnya yang istimewa dari cerita tadi? Ternyata seorang Mahatma Gandhi un tuk menasihati seorang anak kecil agar tidak mengonsumsi gula, dia harus melakukannya dengan tidak mengonsumsi gula juga selama beberapa minggu. Lain lagi cerita, di saat saya menjadi Bin tang Radio dan Televisi se-Provinsi Bali di era tahun 1990an. Salah satu strategi untuk
Edisi 883/ 11 - 17 januari 2016
Wiwit Kurniawati, S.Pd.
Busana pesta rancangan Wiwit Kurniawati, S.Pd. sangat istimewa ini. Rancangannya terbuat dari bahan kertas dan plastik bekas. Penggarapannya pun halus dan rapi. Perpaduan warnanya sangat eksotik dan tidak norak. Bordir, monte atau brokat yang dipasang menambah gaya penampilannya. Orang mengira bahwa baju pesta rancangan Wiwit ini mahal karena tampil glamour. Anggapan itu salah. Baju pesta rancangan guru seni rupa salah satu SMA favorit di Kota Blitar ini hanya terbuat dari sampah yang notabene harus dibuang atau dibakar. Jenis sampah yang dibuat baju pesta ini, bermacam-macam. Mulai dari sampah kertas bungkus semen, karung wadah bawang, kardus sepatu, kantong plastik, dan lain sebagainya. Sampah-sampah ini, sebagian dikumpulkan sendiri oleh Wiwit dan sebagian lagi hasil pemberian tetangganya. Bahkan, ada sebagian bahan yang diperoleh dari tong sampah. “Nggak masalah, namanya juga sampah. Kotor,
kusam, bau itu biasa. Kalau cocok ya, saya ambil,” ungkap Wiwit. Sebelum dijadikan bahan setengah jadi, bahan sampah ini terlebih dulu harus dipilahpilah. Mulai dari jenis kertas, plastik, hingga corak warnya. Karena hal ini sangat menentukan. Baik buruknya hasil akan ditentukan dari awal pemilihan bahan. Membuat baju pesta berbahan sampah ini, kata Wiwit, lebih sulit dibanding membuat baju menggunakan bahan dasar kain. “Sulitnya ya, mudah robek,” kata perempuan berwajah cantik ini. Wiwit, harus hati-hati betul dalam merancang busana bahan bekas ini. Karena diperlukan ketelatenan dan kesabaran. Tidak boleh grasa-grusu, karena mudah sobek. Membuat baju atau busana dari bahan bekas ini, pertama kali yang perlukan adalah kejelian memilih bahan. Jika sudah mendapatkan, bahanbahan tersebut jangan lupa dibersihkan terlebih dulu dari berbagai kotoran yang menempel. Setelah bersih, bahan kertas
bisa disetrika. Tapi yang bahan plastik cukup dikeringkan saja. Setelah itu, bahan-bahan ini dimal atau di desain sesuai keinginan. Untuk menyambung jahitan bisa menggunakan benang atau lem. Agar tampil glamor dan elegan, perlu ditambah dengan brokat, aksesoris, atau bordir. Bentuknya bisa kalung, sabuk, bros, dan lain sebagainya. “Kalau mau divariasi monggo. Tinggal suka yang mana,” imbuh Wiwit. Baju pesta buatan Wiwit ini, bermacam-macam. Ter utama baju pesta ulang tahun, resepsi, dan hajatan lain yang bersifat nonformal. Untuk harga, jelas lebih murah diban ding baju bahan kain. Kendati demikian, bukan berarti baju buatan Wiwit ini murahan. Lebih lebih cocok murah kare na bahan yang digunakan juga relatif murah.” Kalau dijajar begini, sulit membedakan mana yang murah dan mana yang mahal. Karena baju bahan bekas ini juga sama cantik,” kata perempuan murah senyum ini. -Khoirul Abadi
Rancangan busana Wiwit dari bahan kertas dan plastik bekas
sering dipaparkan mengenai bahaya serta dampak yang terjadi karena pemanfaatan kertas yang berlebihan. Berbagai pihak mulai berlomba-lomba untuk mencari cara agar masalah kertas ini bisa ditanggulangi. Salah satu cara yang cukup membantu untuk mengatasi masalah ini adalah pemanfaatan kertas bekas. “Ternyata, kertas yang selama ini kita pergunakan baik untuk kepentingan sekolah, perkantoran, dan sebagainya, dapat didaur ulang. Kertas bekas tersebut dapat dimanfaatkan menjadi kertas daur ulang bahkan benda-benda siap pakai yang tentunya memiliki
Produk limbah kertas
nilai tambah,” tegasnya. Hal inilah yang dapat menjadi peluang bisnis. Siapapun kalau mau dapat menggeluti peluang usaha ini sebagai penjual kertas bekas. Kertas tersebut nantinya akan dimanfaatkan oleh industri daur ulang kertas atau industriindustri barang siap pakai yang memanfaatkan kertas bekas sebagai bahan bakunya. “Mengingat angka penggunaan kertas sehari-hari sangat tinggi, arus perputaran kertas menjadi cepat. Hal ini membuat perdagangan kertas bekas menjanjikan keuntungan yang berlipat ganda, ya lumayan baik kok,” ungkapnya. -Dinar Perdana
18
Life
Edisi 883/ 11 - 17 januari 2016
Kolonel
Inf.
Nyoman
Cantiasa,
S.E.
Kedepankan Tattwam Asi Pertiwi memanggilmu. Bertugas di tanah kelahiran merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi Komandan Korem 163/Wirasatya Bali Kolonel Inf. Nyoman Cantiasa, S.E. Ia pun bisa mengenal lebih dekat daerah Bali. Sebelumnya, hampir 29 tahun ia merantau di luar Bali. Bagaimana kiprah Cantiasa di dunia militer dan apa harapannya untuk masyarakat Bali?
Cantiasa diterima Presiden SBY setelah tim Indonesia menjadi juara umum AARM 2006
P
ria kelahiran Buleleng, 26 Juni 1967 ini anak ketiga pasangan I Nengah Tinggen-Ni Ketut Mari. Ayahnya guru yang juga penekun sastra dan pengarang buku Bahasa Bali. Sejak kecil Cantiasa sering melihat orang berseragam militer karena rumahnya di Singaraja dekat dengan Polres Buleleng dan Kodim Buleleng. Ia pun bercita-cita menjadi tentara. Tamat SMAN 1 Singaraja tahun 1986, ia lolos Akademi Militer. “Ada tiga hal yang membuat saya memilih dunia militer. Pertama karena memang citacita. Kedua, paman saya (alm. Wayan Sada, anak buah I Gusti Ngurah Rai) merupakan inspirator. Pada masa perang, tugasnya sebagai tim khusus I Gusti Ngurah Rai bagian utara yaitu Buleleng untuk mematikan atau memotong aliran listrik, telepon penjajah. Ini adalah kemampuan langka dan khusus pada masa perang. Ayah banyak bercerita tentang paman saya ini. Ketiga, lingkungan saya dekat dengan orangorang berseragam. Ada kebanggaan jika bisa memakai seragam militer,” ungkap Cantiasa yang sangat suka kolak dan pisang goreng buatan ibunya ini. Sang ayah memang merestui ketika Cantiasa berniat masuk dunia militer. Tetapi, ibunya sempat ragu-ragu. Setelah diberi pemahaman dan diyakinkan bahwa terjun di dunia militer merupakan tugas mulia, akhirnya sang ibu merestui. Cantiasa masuk Akmil tahun 1987 dan lulus tahun 1990. Saat lulus, ia meraih penghargaan Bintang Adhi Makayasa dan Bintang Tri Sakti Wirautama langsung dari Presiden RI Soeharto. Penghargaan ini diberikan kepada lulusan terbaik dari masing-masing matra dengan melihat kecakapan akademik, kepribadian, dan fisik. “Saya punya prinsip, kalau kita berpikir akan menang, sebenarnya kita sudah menang. Sebaliknya, kalau kita berpikir akan kalah, sebenarnya kita sudah kalah. Begitu masuk jadi tentara saya menanamkan pada diri sendiri akan melakukan yang terbaik dengan giat belajar dan giat berlatih,” tegas saudara kandung I Gede Cantika yang saat ini berdinas di Polisi Kehutanan, Ni Made Cantiari yang bertugas di Pemda Buleleng, Ketut Cantiana di Dinas Pertanian, dan Putu Cantiawan yang menjadi pilot di salah satu maskapai penerbangan. Setelah menyandang pangkat Letnan Dua, Cantiasa mengawali tugas di Yonif 328 Linud Kostrad yaitu pasukan
yang bermanuver bila melakukan pertempuran akan menyerbu musuh dari langit/udara dengan parasut atau terjun payung. Selanjutnya ia bergabung di satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) selama hampir 20 tahun. Posisi yang pernah diduduki Komandan Tim Intelijen Grup Sandi Yudha, Komandan Satuan Grup 81 Antiteror Kopassus serta Komandan Pusat Pendidikan Pasukan Khusus di Batujajar. Sebelum menjadi Danrem 163/Wirasatya, pria asal Bubunan, Seririt, Buleleng ini menjabat Komandan Resimen Taruna Akademi Militer Magelang atau dulu orang sering bilang Akabri. Dari semua penugasan selama 29 tahun itu, ia belum pernah bertugas di Bali. “Agustus 2015 saya mulai di Bali. Saya bersyukur bisa tugas di Bali, bisa dekat dengan keluarga besar, dan saya punya kesempatan untuk menyama braya mengenal masyarakat dan wilayah Bali,” ujar pria yang sudah ditempa makan garam di daerah operasi seperti di Timor-Timur mengejar gerombolan pengacau keamanan (GPK), Irian Jaya saat melaksanakan operasi pembebasan sandera Tim Lorentz (tim peneliti alam flora fauna) yang terdiri warga negara Inggris, Jerman, Belanda dan Prancis, kemudian ke Aceh saat masih status berlaku DOM (daerah operasi militer) dan juga ke Ambon saat kerusuhan konflik, serta melaksanakan operasi khusus pengungsi (boat people) dari Vietnam di Pulau Galang. Disamping itu operasi di luar negeri juga dilaksanakan saat ada pembajakan Kapal Sinar Kudus milik Indonesia di Somalia. Cantiasa juga sering mendapat surat perintah untuk melaksanakan tugas di wilayah
Asia, Eropa, Australia dan Amerika. Hampir semua benua dia kunjungi saat di Kopassus. Ia bersyukur karena satuan Kopassus banyak memberi kesempatan mengenal negara lain. SECURITY SEJALAN PROSPERITY Dari banyak pengalaman di daerah operasi, ia mengaku di Ambon yang paling memberi tantangan karena bertugas di daerah konflik dengan di daerah operasi pertempuran, sangat berbeda dimana ada masyarakat kita yang harus diamankan. Kala itu terjadi konflik horizontal antara dua kelompok masyarakat Saat itu hampir 900 pucuk senjata api organik tersebar di masyarakat ditambah senjata tajam. Ini jelas kerawanan rentan bentrokan dan pasti ada korban. Cantiasa yang menggunakan nama sandi Arjuna 2 menjabat Kasi Ops Sektor yang membawahi hampir 9 Batalyon di wilayah Ambon, juga menjadi incaran. Ia bahkan sempat dimaki-maki di HT. Kondisi Ambon ia bayangkan seperti pertempuran kota di Sarajevo karena suara tembakan senapan mesin, bom, TNT dll silih berganti tidak pernah berhenti baik pagi, siang apalagi pada malam hari dan yang jelas mati lampu sehingga seluruh kota gelap gulita. Situasi masyarakat ketakutan dan mencekam. Berkat pendekatan strategi yang ia lakukan bersama tim, akhirnya oknum provokator yang tidak bertanggung jawab bisa ditangkap, konflik bisa terselesaikan secara damai sampai saat ini sehingga masyarakat Ambon bisa bekerja kembali namun penyesalan yang ada butuh satu generasi untuk menghilangkan rasa trauma yang mencekam. Pengalamannya tugas terjun di daerah konflik membuatnya selalu berharap Bali tidak pernah didera konflik. Namun, ia dihadapkan pada kenyataan, di Bali juga ada konflik antar ormas bahkan sampai ada korban jiwa. “Saya prihatin, sedih, kecewa dan marah dengan apa yang terjadi. Ini ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, apalagi tega-teganya sesama masyarakat Bali yang sama sama minum dan makan dari tanah di Bali. sehingga dampaknya merugikan masyarakat luas. Wisatawan jadi takut datang dan banyak saudara kita tidak dapat pekerjaaan karena tamu sepi. Pariwisata itu sangat bergantung keamanan, Bali ini tidak terpengaruh pada nilai tukar dolar. Kalau sudah aman, wisatawan akan datang, rezeki orang Bali akan datang. karena security harus sejalan dengan prosperity atau kesejahteraan. Sebagai Danrem di Bali saya selalu berharap suasana kondusif, aman, dan nyaman. Masyarakat Bali tenang melaksanakan kegiatan sehari hari,” tegas suami Made Ayu Skriptyanti yang berasal dari Tabanan ini. Kepada ormas yang ada di Bali, Cantiasa mengimbau jangan merasa ada yang menang dan kalah atau merasa di-
Cantiasa menjadi Komandan Upacara 17 Agustis 2013
Story
Edisi 883/ 11 - 17 januari 2016
7
Silaturahmi yang Utama Transaksi Kacamata Berikutnya Bersepeda motor sembari menenteng tas ransel berisi berbagai frame kacamata, lengkap pula dengan alat yang dikenal secara umum sebagai alat ukur mata, Akeu Surya Panji, menerobos hujan dan panas berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya untuk melayani pasiennya yang membutuhkan kacamata. Dengan masker berwarna hitam untuk melindungi mulut dan hidung dari debu, pria berusia 40 tahun ini menikmati benar profesinya sebagai penyedia jasa ukur kacamata yang digelutinya sejak tahun 2002 ini.
A
Cantiasa dan istri dahului dan mendahului. Masalah tidak kalau gagal, ia dicopot jabatannya. akan selesai kalau masih ada dendam. Indonesia sudah 15 kali ikut lomba Serahkan semua ini kepada aparat pen- di luar negeri tidak pernah menang. egak hukum. Pengalaman kasus konflik Cantiasa merasa tertantang sebagai di berbagai wilayah merupakan suatu seorang prajurit Kopassus dan berkat contoh dan pelajaran yang sangat ber- kerja keras tim, mereka bisa meraih harga karena akhirnya semua rugi hanya juara umum. Dari 15 trofi Indonesia penyesalan ibarat nasi sudah jadi bubur meraih 9 trofi , Negara-negara ASEAN kita bunuh diri namanya bila situasi di bingung dan slut luar biasa dengan Bali tidak aman masyarakat kita tidak prestasi Indonesia. “Moto kami saat bisa makan karena tidak ada wisatawan itu, “impossible make possible”. Saya yang datang. Ia pun mengingatkan dan tim pun dipanggil Bapak Presiden mereka untuk mengedepankan ajaran SBY ke Istana Negara. Tidak semua agama Hindu seperti Tattwam Asi dan tentara berprestasi bisa menghadap ahimsa. Sesama orang Bali dan orang langsung dengan Presiden,” ujar Koyang tinggal di Bali, tidak mengenal mandan upacara saat upacara penudari suku mana, agama golongan yang runan bendera 17 Agustus 2013 di penting tinggal di Bali jangan mudah Istana Negara Jakarta ini. terprovokasi dan diadu domba. Kalau Sebagai tentara, Cantiasa sudah sampai ini terjadi, orang lain akan tepuk tahu konsekuensinya. Waktunya pun tangan. Keamanan bukan hanya tugas ia atur sedemikian rupa termasuk di tentara atau polisi saja tetapi ini adalah rumah tangga “Sebelum kami menikah, tugas tanggung jawab bersama. TNI saya sudah buat MoU dengan istri, adalah rakyat, bersama rakyat TNI kuat saya tanya kepada calon istri apakah dan bersama TNI rakyat sejahtera. sudah siap menjadi istri tentara. Saya perhatikan sorot matanya paling dalam, ternyata dia siap,” ujarnya KENAIKAN penerima piala Wira Karya Nugraha PANGKAT LUAR BIASA Mengenai pengalaman di daerah dari Panglima TNI saat pendidikan di operasi, Cantiasa juga menuturkan Sesko TNI tahun 2014 ini. Setelah punya anak, anak pun operasi pembebasan sandera di Kapal Sinar Kudus yang dibajak perompak diajak diskusi dan mereka paham Somalia serta di pedalaman hutan be- tugas bapaknya. “Kalau urusan dinas, lantara Irian Jaya Keberhasilan operasi saya fokus urusan dinas. Tetapi, kalau di Irian Jaya tahun 1996 ini membuat waktu untuk keluarga, saya pun meCantiasa memperoleh kenaikan pang- luangkan waktu untuk anak, walaupun kat luar biasa (KPLB) dari Letnan Satu capek, kita tidak boleh egois karena itu haknya dia yang punya waktu. Saya menjadi Kapten dari Presiden RI. Kemudian pada tahun 2006 ia di- ingin mewarnai, mendidik, dan sharing tunjuk sebagai Komandan kontingen RI dengan anak. Anak adalah investasi di ajang AARM (lomba tembak militer yang paling mahal dan luar biasa,” se-ASEAN) di Vietnam. Tantangannya, tegasnya. -Ngurah Budi
Cantiasa saat menerima penghargaan Bintang Adhi Makayasa dan Bintang Tri Sakti Wirautama dari Presiden Soeharto
keu bukanlah seorang dokter mata atau setidaknya orang yang pernah mempelajari bidang ini namun memiliki keahlian tersebut dan mendapat banyak apresiasi dari para pasiennya. Keahlian mengukur kacamata ini tidak diperolehnya dari bangku sekolah resmi, melainkan dari pengalaman yang dipelajarinya dengan sungguh-sungguh. Menemukan profesi yang akhirnya mampu menopang kehidupannya ini dilewatinya dengan pencarian yang dilandasi kesungguhan dan usaha serta bekerja keras. Selepas sekolah menengah tahun 1995 di daerah asalnya Garut Jawa Barat, Akeu merantau ke Bali. Di sana ia hidup dari bekerja serabutan apa saja, hingga menjadi supir. “Apa saja saya kerjakan asalkan halal,” ungkap pria dengan tutur bahasa bernada pelan ini. Lima tahun bekerja di Bali, kakinya lalu membawa ia ke Lombok. Di sini selama setahun ia menjadi supir di sebuah hotel dan kembali lagi ke Bali. “Tahun 2001 saya mulai bekerja di salah satu optik di Bali dan di sanalah saya mempelajari bidang ini,” ungkapnya. Saat bekerja di optik inilah Akeu menemukan ketertarikannya pada dunia mata sehingga ia bekerja keras sembari mempelajari bidang yang sama sekali tidak pernah dipelajarinya secara teori ini. Sampailah akhirnya ia kembali ke Lombok di tahun 2002 dan mulai mencoba membantu orang-orang yang dekat dan dikenalnya. Dari keahlian yang pernah diperolehnya itu, ia mulai profesi tersebut. Akeu tidak membuka sebuah toko optik besar yang lengkap, melainkan ia berkeliling mendatangi pasien dari rumah ke rumah. Kala itu, profesi sepertinya masih sangat jarang sehingga peluang usaha yang dijalankannya dengan mengedepankan kepercayaan pelanggannya ini berjalan mulus. Bagaimana tidak, waktu itu, kisahnya, jika ada yang memesan kacamata dua buah saja, ia harus ke Bali untuk mendapatkannya mengingat saat itu belum banyak toko optik di Mataram yang menyediakan kaca mata seperti yang dipesan pelanggannya. Sejak itulah ia menjadi dikenal sebagai penyedia jasa ukur kacamata dan sekaligus menjual kacamata yang dibutuhkan pelangannya. Akeu bahkan melupakan jarak dan waktu jika mendapat panggilan dari pelanggan maupun pasien barunya, sejauh apa pun jaraknya. Roda sepeda motornya bahkan telah menembus hingga ke Sembalun di kaki Gunung Rinjani Lombok Timur sampai pula di Tanjung Lombok Utara. Ia juga telah melayani permintaan kacamata sampai ke Pringgabaya hingga Labuhan Lombok di Lombok Timur dan bahkan hingga ke Bangko-Bangko, Lembar, Gerupuk di Lombok bagian Selatan serta lainnya. Untuk sampai ke pelosok-pelosok
dalam melayani pelanggannya seperti ini dengan berkendara sepeda motor, Akeu pulang ke rumahnya di Gunung Sari Lombok Barat, bisa hingga larut malam.Mendatangi tempat-tempat hingga pelosok Lombok seperti ini kerap dilakukannya demi agar tidak mengecewakan pasiennya. “Saya tidak ingin mengecewakan pelanggan/pasien, karena itu saya selalu usahakan untuk datang secepat mungkin pada panggilan pertama,” katanya. Baginya dalam hal ini lebih cepat lebih baik, apalagi pada pasien yang sangat membutuhkannya. Rupanya tidak hanya tak ingin mengecewakan pasiennya, Akeu lebih mementingkan lagi kebutuhan pasiennya. Kebutuhan kacamata khususnya bagi yang mendesak memerlukannya. Bekerja dengan cara berkeliling seperti ini sangat dinikmati olehnya. Bertemu dengan banyak orang dari berbagai kalangan adalah pekerjaannya sehari-hari. Akeu menjaga benar silaturrahmi dengan seluruh pelanggan dan pasiennya. Ia mencintai benar profesinya ini karena tiap hari ia bersilaturahmi dengan siapa saja. “Silaturahmi yang utama, soal transaksi kacamata itu nomor berikutnya,” ungkapnya. Kacamata hanya sarana saja, yang utama baginya silaturahmi. Maka itu, Akeu tidak pernah merasa takut ke mana pun karena ia merasa memiliki banyak saudara di mana-mana. SALING MENJAGA KEPERCAYAAN Demi memperpanjang silaturahmi ini, Akeu juga memberikan keluangan waktu bagi pelanggannya untuk membayar kacamata secara kredit. “Tiap kali mengambil pembayaran kreditan kacamata, di sanalah saya akan lebih sering ketemu dengan pelanggan/pasien saya,” ungkapnya. Tetap membangun silaturahmi seperti inilah yang meyakinkan dirinya akan kemurahan rezeki yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada dirinya. Dari kacamata ia membangun silaturahmi berantai. Atas komunikasi yang baik, atas silaturahmi yang dibangun, atas harga yang bersahabat hingga pelayanannya yang mengedepankan kebutuhan pasien, ia mendapat kepercayaan. Kepercayaan pelanggan itulah yang dipegangnya dengan sungguh-sungguh. Inilah sebabnya ia kerap mendapatkan pasien satu keluarga atau bahkan kawan dari pasiennya hingga kawan dari kawan dan seterusnya. Lingkaran silaturahmi yang terus membesar membuat Akeu bersyukur atas apa yang didapatkannya. Lebih dari 13 tahun ia menggeluti usaha ini dan sejauh ini menurutnya berjalan lancar meskipun tentu saja ada kendalakendala, seperti ada yang tidak bayar termasuk tidak melunasi. Namun semua itu
tidak membuatnya terlalu memikirkannya. Ia lebih suka mengikhlaskan. “Bahkan kalau ada yang sangat membutuhkan kacamata saya lebih mendahulukan kebutuhannya itu dibandingkan pembayarannya,” ujarnya. Apalagi dipakai atas nama kemaslahatan, misalnya dipakai untuk mengajar. Karena pekerjaan ini lebih mengedepankan silaturahmi, maka Akeu mengaku tidak pernah jenuh dan lelah meski harus menempuh jarak yang jauh. Ia selalu merasa senang
dengan pekerjaannya ini alias hanya rasa suka yang dirasakannya. Dari silaturahmi ini pulalah yang akhirnya mempertemukannya dengan kelompok musik Kebangru’an di Dusun Benyer Desa Telagawaru Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur. Ketertarikannya pada seni musik bernuansa magis ini bahkan telah menempatkannya sebagai Wakil Ketua Lembaga Seni Menduli Selayar, yang mengembangkan musik Kebangru’an di Lombok Timur. –Naniek I. Taufan
8
Bunda & Ananda
Edisi 883/ 11 - 17 Januari 2016
Jaga Imunitas Hindari Flu Singapura
Griya
Edisi 883/ 11 - 17 Januari 2016
Musim pancaroba sudah terjadi. Kadang panas, kadang hujan. Musim yang tak menentu ini kadang membuat anak-anak mudah sakit. Salah satu penyakit yang banyak diderita anak-anak adalah flu singapura. Apa gejalanya dan bagaimana penanganannya?
O
Dr. Sumiartini, Sp.A
ga sudah tiga hari tidak sekolah. Ia sakit demam. Mulutnya juga sariawan. Ayah dan ibunya bingung karena baru kali ini sang buah hati menderita demam yang dibarengi dengan sariawan. “Biasanya dia hanya demam saja atau sariawan saja. Kali ini malah keduanya. Makan saja susah. Bagaimana asupan nutrisinya,” ujar Bu Bian. Kondisi Oga yang melemah ini kemudian diperiksakan ke dokter. Dari diagnose diketahui Oga menderita flu singapura. “Saya sempat heran, kami yang tidak pernah ke Singapura kok bisa kena flu singapura. Ternyata setelah diberi penjelasan oleh dokter, penyebabnya bukan karena datang dari Singapura,”
ungkap perempuan yang bekerja sebagai PNS ini. Istilah kedokteran flu singapura adalah hand foot and mout disease atau disingkat HFMD. Dalam Bahasa Indonesia disebut penyakit KTM (Kaki Tangan Mulut) karena salah satu ciri penyakit ini adalah adanya lepuhan pada kaki, tangan, dan mulut. “Banyak pasien yang kaget ketika anaknya didiagnosa menderita flu singapura padahal belum pernah ke Singapura. Dulu penyakit ini pernah mewabah di Singapura hingga banyak sekolah dan fasilitas umum lainnya menjadi ditutup gara-gara penyakit ini. Sejak itu dikenalkan HFMD ini sebagai flu singapura,” jelas dr. Ni Made Sumiartini, Sp.A. Dokter anak yang praktik di RSAD, RSIA Puri Bunda, dan
Apotek Pandu Medika ini mengatakan saat ini kasus flu singapura yang diserita anak-anak cukup banyak. Flu singapura adalah penyakit infeksi virus yang menyebabkan luka seperti sariawan yang banyak pada bibir dan mulut bagian dalam. Luka lepuhan juga muncul di tangan, kaki, dan terkadang pada bokong atau daerah popok. Penyebab virus RNA famili Picornaviridae, Genus Enterovirus terdiri dari virus Coxsackie A, virus Coxsackie B, Echovirus dan Enterovirus. Karena penyebabnya virus maka flu singapura ini mudah menular. Penularannya seperti penyakit flu yaitu melalui droplet saat bersin, air liur, tinja, dan cairan dari vesikel atau ekskreta. “Misalkan ada anak yang sakit flu singapura kemudian dia kontak dengan ibunya. Ibunya lalu kontak dengan temannya. Temannya ini punya anak. Saat temannya dan sang anak kontak, virus bisa terbawa. Penularan kontak tidak langsung bisa melalui barang-barang yang terkontaminasi oleh cairan tersebut. Penyakit ini umumnya menyerang balita usia 2 minggu sampai 5 tahun, namun ada kasus yang terjadi pada anak hingga usia 10 tahun,” jelas dr. Sumi. Gejala flu singapura biasanya akan muncul 3 sampai 6 hari set-
Flu singapura
elah anak terpapar atau terkena virus. Ini merupakan masa inkubasi. Awalnya anak mengalami demam dengan suhu tubuh 101°F (38°C) sampai 103°F (39°C) disertai rewel atau lesu terkadang disertai pilek. Anak yang lebih besar biasanya mengeluh sakit tenggorokan. Ada juga bayi yang menolak ASI atau tidak mau minum apalagi makan lantaran sakit saat menelan. Satu atau dua hari berikutnya, muncul bintik-bintik merah yang kemudian menjadi luka atau lecet di mulut (bibir dan pipi bagian dalam, langit-langit dan tenggorokan) mirip sariawan kecil-kecil dan banyak. Muncul juga ruam berupa bintikbintik merah datar atau timbul berisi cairan (vesikel) atau lepuhan, dan terkadang pecah menjadi lecet (ulkus). Ruam atau lepuhan ini biasanya terdapat pada telapak tangan dan telapak kaki; dapat juga muncul pada lutut, siku, bokong atau daerah genital. Beberapa anak yang terinfeksi dengan virus flu singapura ini mungkin tidak mendapatkan semua gejala penyakit. Sebagian mungkin hanya mengalami ulkus
mulut atau lepuhan pada kulit. Seperti halnya penyakit virus lainnya, penyakit flu singapura akan membaik sendiri tanpa pengobatan dalam kurun waktu 7-10 hari. “Pengobatan biasanya dilakukan dimana keluhan, misalnya sariawan, diberi obat untuk mengatasi sariawan. Kalau sariawan sembuh, anak bisa makan dan kebutuhan nutrisinya tercukupi. Ini membuat daya tahan tubuh lebih kuat. Kalau ada ruamruam, diberi salep. Biasanya saya berikan vitamin kepada pasien untuk meningkatkan daya tahaun tubuhnya. Antibiotik sangat jarang saya berikan,” tegas istri dr. Made Tangkas, SpOG ini. Dokter Sumi menegaskan tidak ada vaksin yang dapat disuntikkan untuk melindungi terhadap virus yang menyebabkan flu singapura ini. Untuk mencegahnya, hal yang penting adalah menjaga sanitasi agar tetap bersih. Lingkungan yang bersih merupakan salah satu syarat hidup sehat. Kalau imunitas sudah kuat dan bagus, virus lebih sulit masuk tubuh. –Ngurah Budi
Mebel Bergaya Vintage
Sekarang ini gaya vintage masih digemari khususnya di properti. Salah satunya pada mebel yang sengaja difinishing agar berkesan antik dan tua. Tentunya hal ini jauh lebih murah jika dibandingkan jika kita harus “memburu” mebel antik yang usianya benar-benar tua. Untuk menekan biaya, para pengerajin mebel menyiasatinya dengan memberikan cat yang terkesan antik dan tua.
S
alah seorang pengerajin di Desa Tegalalang, Ubud, Gianyar, Wayan Sri Punduh dan suaminya juga menangkap peluang ini. Di bawah bendera Widya Dewi Handicraft, pasutri ini baru dua tahun terakhir beralih ke mebel. “Dulu kami membuat mozaik. Baru dua tahun ini kami membuat mebel-mebel antik. Selain pasarnya bagus, bahannya kayu albesia mudah didapat, murah dan ringan,” ujarnya. Sri Punduh mengatakan, setiap jenis mebel kayu, seperti peti, meja, kursi, lemari pakaian,
rak buku atau rak sepatu, dapat dibuat dengan gaya vintage. Ada model perahu juga model rak jaro. Proses pengerjaannya dikatakan Sri Punduh sederhana saja. Mebel yang sudah jadi didempul dengan serbuk kayu dan lem untuk menutup pori-porinyaa. Kemudian, disemprot dengan api agar permukaan mebel halus. Dan dari penyemprotan dengan api tersebut juga akan menimbulkan serat-serat hitam yang semakin memberi kesan antik. Setelah itu baru kemudian dicat dengan cat tembok sesuai
selera, bisa warna putih (biasa disebut finishing whitebrush), hijau (greenbrush), merah, biru dan ungu. Khusus untuk mendapatkan warna cokelat antik, Sri Punduh memakai bahan alami yakni memakai gambir dan PK dengan proses khusus. Usai dicat, mebel dicuci dengan air agar warnanya tidak luntur. “Setelah itu jemur di panas matahari sekitar 1 jam saja. Mebel bergaya antik siap dipasarkan,” ucapnya. Mebel-mebel bergaya vintage itu kini trennya banyak dipakai sebagai properti di spa, untuk pernikahan, ataupun stan. -Inten Indrawati
Mendongeng Lima Menit
KISAH SEORANG PEMBURU
Perayaan Siwaratri
tkh/eka adhyasa
Perayaan malam Siwaratri dilaksanakan di wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha, Jumat (8/1) malam. Perayaan ini diikuti keluarga besar Kelompok Media Bali Post dan masyarakat umum. Acaranya antara lain membaca Bhagawadgita dan meditasi.
Seorang pemburu melepas lelah di bawah pohon. Hingga matahari tegak ia belum juga menemukan hewan. Tiba-tiba dari kejauhan seekor harimau mengejarnya. Ia takut lalu terburu-buru memanjat pohon. Seekor induk kera Made Taro yang sedang mengasuh anaknya, menggelayut-gelayut di pohon itu. Ia kasihan dan ingin menolong pemburu yang kalangkabut itu. Lalu ia lemparkan seutas akar rambat ke arah pemburu itu. Dengan akar itulah pemburu itu naik ke atas pohon hingga selamat dari cengkeraman harimau. “Terima kasih, Kera!” kata pemburu itu kepayahan. “Bersyukur aku mendapat kesempatan menolongmu,” jawab Kera. “Namun bahaya belum berakhir. Harimau, si Raja hutan itu akan terus berjaga di bawah pohon. Ia pergi setelah mendapatkan mangsa. Maukah kau kerjasama?” “Tentu, Kera! Bagaimana caranya?” “Kita berjaga bergiliran. Aku tahu kau payah. Kau tidur terlebih dahulu, aku yang mengawasi sang Harimau.” Ketika sang Pemburu tertidur, harimau berkata
kepada Kera. “Hai, Kera! Kalau kau ingin selamat, doronglah pemburu itu hingga jatuh!” “Tidak, Harimau! Aku menolongnya dengan tulus-ikhlas.” Setelah pemburu itu bangun dari tidur, maka sang Keralah yang beristirahat. Sebelum memejamkan mata, kera itu berpesan, “Hai, Pemburu! Berhatihatilah kepada Harimau! Jangan terpancing oleh kata-katanya yang berbisa!” Harimau yang tak pernah lengah mengawasi mangsanya, berkata kepada pemburu. “Hai, Pemburu! Aku tahu istri dan anak-anakmu sedang menunggumu. Sekaranglah kesempatan yang terbaik bagimu. Doronglah induk kera itu! Aku akan menangkapnya dan melarikannya jauh-jauh. Bagianmu adalah anak kera yang kecil itu. Bawalah pulang untuk oleh-oleh!” “Benar juga harimau yang cerdas itu,” pikir pemburu. Ia pun segera mendorong induk kera itu. Dalam sekejap induk kera itu sudah berada dalam cengkeraman mulut harimau. Harimau yang kelaparan itu lalu pergi jauh masuk ke dalam semak-belukar. Bagaimana sang Pemburu? Setelah merasa aman, ia pun memasukkan anak kera itu ke dalam karungnya. Kemudian pulang dengan riang. Ditunggu-tunggu, sampai matahari tenggelam, sang Pemburu tak pernah sampai ke rumah. Di tengah jalan ia dicegat oleh harimau yang telah memangsa induk kera tadi.
Sri Punduh (tengah) saat melayani pembeli
17
16
Pelesir
Edisi 883/ 11 - 17 januari 2016
Eat, Play, & Learn Libur awal tahun 2016 banyak dimanfaatkan untuk rekreasi. Objek-objek wisata dipadati pengunjung. Wilayah Badung Selatan seperti Kuta, Legian, Jimbaran, Nusa Dua menjadi tempat tujuan wisatawan sehingga daerah ini pun dilanca kemacetan. Cobalah sekali waktu Anda datang ke Badung Utara, ada Sangeh, Carangsari,dan Pelaga yang bisa dijadikan pilihan berwisata.
B
agus Agro Pelaga merupakan salah satu objek wisata agro yang perlu Anda kunjungi. Lokasinya di Jalan Raya Pucak Mangu, Desa Pelaga, Keca-
matan Petang. Lokasinya tak jauh dari Pura Pucak Mangu. Sejuknya udara Pelaga akan membuat Anda merasa nyaman berada di lokasi ini. Untuk masuk ke Bagus Agro,
pengunjung hanya membayar tiket masuk Rp 30 ribu. Selanjutnya, pengunjung bisa berkeliling melihat perkebunan di areal seluas 18 hektare ini. “Ada jalan yang sudah disiapkan bagi pengunjung. Mulai dari lobi hingga kembali ke lobi. Jaraknya 2,2 km,” ujar I Gst. Bagus Sumertana, Product Manager Bagus Agro Pelaga yang didampingi I Gusti Ngurah Wijaya, Front Office Manager Bagus Agro Pelaga. Wisata agro yang ada di tempat ini antara lain perkebunan pepaya, stroberi, terung, selada, tomat, mawar, dan asparagus. Kebun mawar dan asparagus menjadi andalan karena perawatannya dilakukan khusus. Mawar yang ditanam merupakan mawar Hol-
Anak-anak bermain di Bagus Agro Pelaga
Lembaga The Stern Review of Climate Change mengestimasikan delapan negara yaitu Bolivia, Brasil, Kamerun, Republik DemokratikKongo, Ghana, Indonesia, Malaysia dan Papua New Guinea mengalami kehilangan pohon sebesar 6,2 miliar pohon pada 2005. Terdapat 4.805.945 hektar hutan yang gundul sepanjang 2015 dan sekitar 4.600 hektar hutan per-hari. Hal ini masih dapat meningkat karena kepentingan ekonomi manusia. Jika penebangan hutan masih terus dilakukan tanpa reboisasi, makaemisi gas meningkat; atmosfer bumi menipis; iklim bumi menjadi tidak teratur. Salah satu dampak yang secara langsung dirasakan oleh manusia adalah berkurangnya pasokan oksigen yang diproduksi oleh tumbuhan. Jika penebangan hutan terus terjadi, risikonya adalah berkurangnya jumlah gas oksigen di bumi. Hal ini dapat berdampak buruk pada kehidupan manusia.Tulisan ini mencoba untuk mendiskusikan masalah deforestasi dalam perspektif pelajaran SMP kelas 7 dan 8. Penebangan hutan dapat menyebabkan bencana alam seperti tanah longsor dan banjir. Tanah longsor terjadi karena jumlah pohon yangmengikat air tanah minim. Banjir terjadi karena hujan yang turun dalam kurun waktu yang panjang.Tanah hutan menjadi jenuh dan air tidak lagi tersaring ke dalam tanah tetapi mengalir sepanjang permukaannya. Penebangan hutan secara liar juga mengakibatkan ketidakseimbangan antara pengurangan areal hutan dengan jumlah pohon yang ditanam kembali. Dampak positif eksploitasi hutan yang terkait dengan perekonomian adalah meningkatkan pemasukan negara atas penjualan produk kayu hasil SDA hutan. Kayu dari pohon juga dapat dibuat menjadi berbagai barang seperti meja, kursi dan lemari. Deforestasi juga bisa berarti konversi lahan hutan menjadi lahan produktif untuk keperluan pertanian. Hal ini menyebabkan berlimpahnya produksi makanan dan bahan.
Okamoto
lJade
Juliana J.S.
Menggagas Manusia yang Bertanggung Jawab Terdapat beberapa pandangan agama mengenai kasus penebangan hutan.Ada yang berpendapat bahwa manusia tidak boleh merusak lingkungan, ada juga yang berpendapat bahwa manusia adalah penguasa bumi yang boleh melakukan perusakan lingkungan.Umumnya agama-agama melarang manusia untuk mene bang hutan tanpa bertanggung jawab. Dalam ajaran Hindu terdapat satu filosofi Tri Hita Karana. Salah satu cara menjaga hubungan manusia dengan alam adalah tidak merusak lingkungan. Penebangan pohon untuk kebutuhan manusia tanpa menanam kembali adalah sebuah contoh perusakan lingkungan. Untuk menjadi manusia yang bertanggung jawab, manusia harus melakukan penanaman kembali ketika menebang pohon. Dalam ajaran Kristen, manusia adalah makhluk yang berkuasa atas seluruh bumi. Ayat dalam Alkitab berkata bahwa manusia berkuasa atas seluruh bumi tidak dapat diartikan bahwa manusia bebas mengeksploitasi alam tanpa bertanggung jawab.Tuhan Allah mengambil manusia dan menempatkannya dalam dunia untuk mengusahakan dan memelihara dunia. Artinya Tuhan memberi tanggung jawab kepada manusia, bukan untuk memanfaatkannya tanpa melestarikannya. Penebangan hutan, bagi Islam tidak dapat diterima karena termasuk kegiatan perusakan alam. Jika manusia membuat kerusakan di bumi, pembuat kerusakan alam akan merasakan akibat dari perbuatannya. Tuhan tidak menciptakan dunia dan isinya dengan sia-sia maka dari itu, manusia harus menggunakannya dengan bijaksana dan tidak menyianyiakannya. Dalam ajaran Buddha, hutan adalah hal penting bagi kehidupan dan kematian Buddha. Merusak lingkungan artinya manusia merusak diri sendiri serta keturunannya sehingga ma-
9
Lusia Efriani Kiroyan
Keluar-Masuk Penjara Ciptakan Peluang Usaha Cantik, muda dan memiliki banyak prestasi, itulah sosok Lusia Efriani Kiroyan. Meski banyak yang kagum atas prestasi yang diukirnya, serta menganggapnya sebagai salah satu wanita inspiratif Indonesia, namun pendiri yayasan dan rumah singgah ‘Cinderella from Indonesia Center’ merasa apa yang dibuatnya belumlah seberapa, bahkan masih jauh dari sukses.
Kebun mawar Holland
land. Warnyanya ada yang merah, putih, dan pink. Pengunjung bisa membeli mawar seharga Rp 5 ribu per tangkai. Kebun asparagus juga menjadi andalan karena daerah Pelaga sangat cocok untuk untuk pertumbuhan asparagus. Bagi yang datang dan ingin menginap di Bagus Agro, ada banyak pilihan. Kamar farm house mulai harga Rp 800 ribu dan farm villa mulai Rp 1,3 juta. Bahkan bagi yang ingin melaksanakan rapat pun tersedia tempat representatif. Harga yang ditawarkan relatif terjangkau. Juniko, salah seorang pengunjung dari Surabaya mengaku kagum dengan penataan Bagus Agro. Ia bahkan sempat melihatmelihat ruang rapat yang berlatar
belakang pemandangan alam Pelaga. Pria yang bekerja di sebuah bank ini akan menyampaikan ke koleganya kalau di Badung Utara ada tempat yang bisa digunakan untuk meeting sekalian outbond. “Anak-anak juga menikmati suasana Pelaga. Mereka bisa bermain di lapangan rumput dan berlarian,” ujarnya. Ia juga kagum dengan pemandangan tiga gunung, Gunung Agung, Gunung Abang, dan Gunung Batur yang terlihat dari Pelaga serta jembatan Tukad Bangkung. Paket yang juga ditawarkan di kawasan ini antara lain Yoga by the Nature, Lunch by the Nature of Pelaga, dan paket untuk sekolah yang diberi nama Eat, Play, & Learn. –Ngurah Budi
Hutan dan Masa Depan Dunia lAlvina
Edisi 883/ 11 - 17 januari 2016
lKania
Putri S.
lRei
nusia tidak lagi dapat bertahan hidup. Sama dengan pandangan deep ecology yang memandang bahwa manusia adalah bagian dari alam semesta. Berbeda dengan shallow ecology yang memandang bahwa melakukan eksploitasi dapat dilakukan tanpa harus memikirkan keberlanjutannya. Sebagai mahluk yang berbudi, manusia hendaknya melakukan sifat-sifat baik dan membantu sesama manusia yang membutuhkan. Dalai Lama mengatakan bahwa manusia perlu mengembangkan sifat baik dan berhenti untuk berbuat hal yang mengancam keberlangsungan hidup di bumi. Dengan demikian manusia dapat disebut menghormati keturunan bumi (generasi masa depan). Masa Depan Dunia: Imajinasi Remaja Bali Kegundulan hutan tidak hanya terjadi karena kebutuhan manusia terhadap hutan tinggi, juga tidak bisa dikatakan lemahnya penegakan hukum dan agama. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan penegak hukum tidak menjalankan tugasnya. Salah satu faktornya adalah karena malas. Egoisme juga merupakan akar masalah dari masalah ini. Manusia egois hanya memikirkan tentang diri sendiri. Manusia mementingkan diri sendiri dan tidak mementingkan orang lain karena mereka memiliki sifat egois. Orang menjadi egois karena mereka melupakan orang-orang yang mencintai mereka. Interaksi sosial membuat manusia tertarik pada hidup orang lain. Egoisme mungkin tampak
Ito seperti hal kecil tetapi dapat menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi manuisa, seperti meninggalkan teman hanya karena keuntungan diri sendiri, rela membunuh sesama hanya karena jabatan, atau juga karena hal kecil seperti, mendahului diri sendiri di mana pun juga.Keegoisan manusia juga sebagian dise babkan oleh lemahnya pada ajaran tentang egoisme. Lemahnya pada ajaran tentang egoisme juga merupakan akar masalah dari masalah ini. Di sekolah para murid seharusnya diajarkan tentang egoism tetapi kenyataannya masih banyak sekolah yang sebagian besar mengajarkan cara mendapatkan angka dan menghiraukan pelajaran tentang egoisme. Solusinya pengajar harus lebih memperhatikan pengajaran tentang egoisme. Ajaran tentang egoisme di sekolah lemah juga dipengaruhi oleh agama. Agama mempunyai fungsi sebagai pencerah bagi umatnya.Tetapi kenyataanya agama hanya membodohi manusia. Agama seharusnya membuat umatnya berpikir dan bukan menghibur. Seharusnya agama menganjurkan manusia untuk mencoba dahulu, melakukan yang terbaik lalu berdoa dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Ini yang membuat manusia menjadi malas dan selalu menyerah. Contohnya jika manusia sedang menghadapi masalah agama akan menganjurkan manusia untuk berdoa dan menyerahkan semua masalah kepada Tuhan. Agama juga bisa melatih umatnya untuk berfikir lebih keras agar mereka bisa menyelesaikan masalah dan tidak berdiam diri.
SMP Cendekia Institut Bali, Indonesia Alamat: Jalan Seruni i2/8 Perumahan Puri Gading Telepon (0361) 702121 Website: www.balichildrenshouse.com
Warga binaan di Rutan Batam menjalani pelatihan usaha yang dimotori oleh Lusi
“B
elum banyak yang saya bisa lakukan, jadi rasanya belum pantas disebut sukses. Yang terpenting bagi saya bukan soal penghargaannya tapi apa yang saya lakukan bisa membantu banyak orang, khususnya mereka dari kalangan marjinal,” ungkap Lusi merendah. Peraih penghargaan ‘The International Alliance For Women (TIAW) World Difference’ di Washington DC, AS, tahun 2012, mengawali kiprah sosialnya di Batam, daerah dimana dia kini bermukim. Tak dinyana upayanya memberdayakan masyarakat mendapat perhatian banyak pihak, tak terkecuali kalangan internasional. Juga yang tak kalah menariknya adalah upayanya memberdayakan para napi wanita di penjara-penjara lewat pembuatan boneka yang dikenal dengan ‘Batik Girl’. Apa yang membuat Lusi, begitu nama wanita 35 tahun ini akrab disapa, tertarik terjun ke dunia sosial, bahkan terdorong untuk membantu kalangan marjinal meningkatkan perekonomiannya, padahal Lusi termasuk wanita yang sangat sibuk? Dia memiliki sejumlah bisnis, salah satunya yang cukup besar adalah bisnis pembuatan arang dari batok kelapa. Bisnis yang dirintisnya sejak lama ini, telah berkembang dengan sangat baik. Di luar itu dia juga memiliki sejumlah bisnis lain. Namun, di antara kesibukannya itu, ia masih menyempatkan diri membagi waktu dan perhatiannya untuk mengurusi kegiatan sosialnya. “Saya memang tipe wanita yang tak bisa diam. Bahkan ketika sedang sakit pun diharuskan istirahat, saya rasanya sangat tidak
betah untuk diam. Saya merasa ada banyak hal yang harus saya lakukan, namun karena tidak sehat, terpaksa harus ditahan dan ini sangat menyiksa,” ungkap ibu dua anak ini saat bercakap-cakap dengan Tokoh. Saat berbincang itu, kondisi Lusi memang sedang tidak fit. “Iya saya terkena batuk dan flu. Mungkin karena terlalu capek ya,” kata wanita berdarah Manado-Jawa, ini. Melihat capaian hidup saat ini, mungkin orang mengira kalau dia melalui semuanya dengan mulusmulus saja. Padahal kalau mendengar ceritanya, betapa untuk mencapai seperti sekarang ia harus melalui banyak rintangan. Hanya berkat kekuatan yang diberikan Tuhan, ia mampu tegar. “Tuhan itu adil dan baik. Itu sungguh terjadi dalam hidup aku,” ucap Lusi dengan penuh syukur. Lulusan Fakultas Sastra Universitas Airlangga, Surabaya, ini, adalah anak kelima dari lima bersaudara. Sebagai anak bungsu dan satusatunya anak perempuan dalam keluarga pasangan Maria Susiati dan JB Max Kiroyan, bukan berarti hidupnya penuh kemudahan dan dimanjakan keluarga. “Sejak kecil, orangtua mendidik kami dengan sangat disiplin, khususnya ibu. Meski saya anak perempuan satusatunya dan bungsu pula, bukan berarti hidup penuh kemanjaan. Saya diperlakukan sama dengan kakak yang lain yang semuanya laki-laki. Dulu, karena kerasnya orangtua, saya sempat merasa kesal dan sedih. Namun, kini setelah didera banyak pengalaman, saya sungguh bersyukur kalau dulu didik seperti itu. Karena ternyata hasil didikan itu membuat saya menjadi wanita tegar dan mandiri,” kata Lusi yang bercerai dengan sang suami lima tahun lalu.
BERJUANG MENJADI WANITA TEGAR Pernikahannya kandas saat ia berusia 30 tahun dengan dua anak yang masih kecil-kecil. “Saat pisah itu saya benar-benar susah secara ekonomi. Tidak punya apa-apa dan terbelit utang pula,” ucap Lusi yang memulai berbisnis sejak masih terikat pernikahan. Karena usia mudanya serta minim pengalaman, akhirnya banyak usaha yang dirintisnya gagal. Dia pun terpuruk. Saat bersamaan rumahtangganya goncang dan akhirnya bercerai. Tapi Lusi tak berlama-lama dalam keterpurukan, dia pun lantas bangkit lagi. Tuhan membuka jalan, ia pun berhasil meraih kesempatan mengikuti International Visitor Leadership Program di AS. Sepulang dari sana dia kembali merintisan usahanya. Berkat kerja kerasnya, bisnis pembuatan arang dari batok kelapa berkembang. Tapi Lusi tak mau ‘serakah’ hanya mencari keuntungan buat dirinya sendiri. Jiwa sosialnya tergugah untuk berbagi pada sesama yang membutuhkan bantuannya, khususnya mereka dari kalangan marjinal. “Aku ini merasakan bagaimana susahnya hidup aku dulu, jadi aku juga memahami kesusahan mereka. Aku ingin berbagi, membantu mereka,” tambahnya. “Tapi saya tak suka membagikan uang. Saya ingin membagikan pengetahuan, ketrampilan yang bisa digunakan mereka untuk meningkatkan perekonomiannya. Karena saya adalah single parent maka saya pun melatih para ibu single parent untuk meningkatkan perekonomiannya. Saya sediakan materialnya, mereka yang buat produk untuk dijual. Begitu juga anak-anak jalanan,” kata peraih ‘Small Medium Business Award’, ini. Kiprahnya ini pun mulai dilirik banyak pihak. Dia pun mulai sering diundang untuk menjadi motivator dalam event-event seminar, khususnya terkait usaha kecil menengah. Tak hanya di dalam negeri, kiprah Lusia pun bergaung hingga ke negeri jauh. Dia pun mulai mendapat undangan untuk berbicara di forum-forum internasional. Tahun 2013, Lusi pun mendirikan Yayasan dan rumah singgah Cinderella from Indonesia Center (CFIC) yang awalnya fokus kepada pemberdayaan perempuan single parent dan anak jalanan. Dalam perjalanannya, kegiatan yayasan ini berkembang hingga akhirnya mencakup pemberdayaan masyarakat secara umum. Namun, kata Lusi,
Lusi dan dua anaknya
masyarakat kalangan marjinal tetap menjadi prioritas programnya. DARI PENJARA KE PENJARA Keluar-masuk penjara, kata Lusi, bukan hal yang baru baginya. Sejak aktif di kegiatan sosial, ia kerap menyambangi ‘hotel prodeo’ untuk mengisi acaraacara motivasi yang diadakan di lingkungan penjara. “Tapi saat itu saya belum terpikir untuk mengadakan program pemberdayaan ekonomi,” katanya. Sampai suatu ketika, ia teringat mimpinya mempunyai sebuah bisnis dan pabrik yang bisa mempekerjakan banyak orang. Tapi bisnis apa, dimana, dan bagaimana mendapatkan tenaga kerja belum terpikirkan caranya. Lalu muncul inspirasi, kenapa tidak memberdayakan para napi untuk membuat sebuah produk yang
nantinya bisa dipasarkan. Akhir nya lahirlah gagasan membuat ‘Batik Girl’, boneka ala barbie yang memakai baju batik. “Program ini ditujukan untuk para napi wanita. Material saya sediakan, mereka tinggal mengerjakan saja sesuai petunjuk. Sebelum itu mereka mengikuti pelatihan dulu selama beberapa hari yang diberikan oleh para relawan. Jadi mereka tinggal membuat baju boneka, tapi modelnya harus berbeda-beda. Ini akan memacu daya kreativitas mereka. Per 1 boneka saya memberi mereka Rp 10.000,“ jelasnya. Ternyata para napi sangat menyukainya. Selain ini bisa mengisi waktu luang, mereka juga bisa menambah penghasilan,” ungkap Lusi yang awalnya hanya memberdayakan para napi di tiga penjara, yakni Lapas Baloi dan Barelang, keduanya di Batam, dan Rutan Wanita Pondok Bambu, Jakarta. Bukan hanya membuat ‘Batik Girl’ tapi dia juga mengajarkan para napi bisnis lainnya seperti pembuatan kue dan es krim. Hasil penjualan dari boneka ini, digunakan untuk membiayai kegiatan sosial lainnya, di antaranya; melaksanakan program Save Street Children, program motivasi untuk para ODHA serta pelatihan usaha untuk wanita single parent yang tak mampu, serta anak-anak pen derita kanker. –Diana Runtu
10
Kreasi
Edisi 883/ 11 - 17 Januari 2016
Style
Tampil dengan Taksu Dibalik Topeng Tetantrian Gaya Feminin “Tapak Dara Mahasomya”
Ketika gamelan mulai ditabuh, ratusan penari cantik bergerak penuh ekspresi. Mereka menari kompak, meliuk lembut, ngegol, menghentak, nyeledet dan terkadang berlari mengikuti irama gending dinamis. Kreasi geraknya inovatif yang memadukan gerak tari murni dan gerak hasil dari eksplorasi dengan busana cerah dan apik yang bercitarasa tumbuh-tumbuhan.
I
tulah Inagurasi “Tapak Dara Mahasomya-Taksu Dibalik Topeng Tetantrian” yang tampil pada pembukaan Denpasar Festival (Denfest) Ke-8 di areal Catur Muka Denpasar, Senin (28/12). Sajian spektakuler itu merupakan kerjasama antara Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Nabhesima, Cahya Art, dan SMK Negeri 5 Denpasar. Garapan seni berdurasi 20 menit itu didukung sebanyak 250 seniman tari dan tabuh. I Nyoman Suarsa selaku koordinator memang mengemas “Taksu Dibalik Topeng Tetantrian” ini secara apik. Tak hanya sebagai sebuah penyajian karya seni, tetapi juga menjadi media pendidikan khususnya bagi seorang pemimpin. Dipercaya sebagai peñata tari Kadek Diah Pramanasari dan Mang Adi sebagai penata tari, I Ketut Lanus penata tabuh yang didukung oleh Sanggar Cahya Art serta Gung Pertu dan Desak Rai sebagai pembaca narasi. Gaparan kolosal ini begitu memukau. Gerak indah para penari dibarengi dengan pola lantai kreatif, menjadi sajian seni yang menarik. Permainan tempo, ritme, dan komposisi para penari dalam membentuk bunga tunjung besar, menengah ataupun kecil serta dengan kelopak yang berwarna
warni sebagai simbul keragaman namun indah. Pembagian penari yang pas pada empat tempat membuat suasana menjadi lebih hidup. Walau dituntut indah, tetapi cerita dan pesan juga disajikan dengan lugas dan jelas. Para penari mampu memberikan jiwa indah pada setiap gerak ataupun property kipas yang mereka bawa. Dengan olahan gerak dan komposisi para penari, penggambaran suasana hutan dengan konfigurasi menjadi lebih menarik. Dan didukung komposisi figur-figur binatang hutan yang aktif, membuat sajian seni itu menjadi lebih berisi. Percakapan antara Raja Iswaryadala dan Ni Diah Tantri menjadi tokoh sentral yang memaparkan isi dari sajian seni tersebut. Untuk memperjelas pesan yang ingin disampaikan, garapan itu menyajikan dua pembaca narasi dengan vokalnya yang kuat. Mereka memaparkan pesan, kritik ataupun ajakan untuk berbuat kebajikan secara lugas dan jelas. Dua pembaca narasi itu saling adu taktik, terkadang mengkritik dan mengelitik. Berawal dari kisah persahabatan antara Lembu Nandaka dengan raja hutan Sang Mong. Dibawah asuhan Brahmana Dharmasuami yang menyebabkan
Cantik, seksi, juga berani. Siapa yang tak akan terpikat dengan penampilan sosok perempuan seperti ini. Terlebih, warna yang dipilih untuk ditampilkan pekan ini adalah warna yang memiliki unsur kuat seperti hitam, emas, merah dan biru.
W
muncul rasa dengki dikalangan abdinya raja hutan yaitu Patih Sembada (anjing) untuk mengadu domba persahabatan antara Sang Mong dan Lembu Nandaka. Patih Sembada begitu piawai menghasut mereka sehingga terjadi pertengkaran antara dua sahabat itu. Pertengkaran itu tak hanya membuat mereka hancur, tetapi juga mengakibatkan tatanan hutan menjadi rusak. Hal itu ulah dari orang-orang yang mengabdikan dirinya pada keserakahan, keangkuhan dan selalu memiliki hasrat untuk menghacurkan tatanan yang damai dan bersahaja. “Itulah refleksi seorang pemimpin agar jangan mendengarkan bisikan yang belum pasti kebenarannya,” kata Suarsa. Ni Diah Tantri kemudian menyudahi ceritanya yang penuh dengan pesan moral. Ketika itu Raja Iswaryadala menyadari betapa pengabdian diah Tantri
sangatlah tulus demi menegakan dharma dan demi menjunjung asas bernegara Tantri rela mengorbankan kehidupannya. “Nah inilah implementasi Demi Kota Tercinta Denpasar,” imbuh pencipta Tari Gopala dan Sekar Ibing itu. Menjadi seorang raja atau pemimpin, kupas Suarsa, tak semudah dibayangkan orang. Hanya menginginkan kesenangan, keserakahan ternyata rapuh dihadapan Ni Diah Tantri. Orang bijaksana pasti pintar, tetapi orang pintar belum tentu bijaksana. “Nah, seorang pemimpin itu harus menempatkan kebijaksanaan atas dasar keputusannya,” terang seniman yang akrab disapa Yangpung itu. Sementara Kadek Diah Pramanasari mengatakan, garapan ini melibatkan ratusan penari hutan dengan menggunakan property kipas besar sebagai identitas Kota Denpasar yang hitrogen. Masyarakat yang ada dari berbagai agama hidup rukun bahkan menjadi satu kesatuan yang damai. “Kami tetap mengedepankan gerak tardisi dan dikombinasi gerak pembaharuan dengan menonjolkan banyak bunga tunjung,” ucapnya. Dengan menyesuaikan dengan irama musik, lanjut Diah maka mengkombinasikan gerak dengan pola-pola yang didukung property kipas seperti indahnya bunga tunjung, liukan ombak dan rindang hutan yang indah. “Karena itu para penari membentuk polapola dari 20 kelompok, menjadi 10 kelompok, kemudian menjadi
lima kelompok. Awalnya menampilkan permainan kipas, baru masuk alam ceritera,” tuturnya. Dan yang pasti, pementasan ini menjadi lebih menarik karena didukung iringan music yang menyatu. Artinya, music itu tak berdiri sendiri yang egois dengan pola-pola garapan musik, tetapi bersatu dan luluh dalam gerak tari. Permainan nada, melodi dan aksen-aksen dari setiap music menjadi satu kesatuan. “Musik sebagai iringan tari, maka harus menyatu dangen tari dan sesuai dengan ide ceritera,” kata Lanus penata music iringannya. Walau semikian, jelas Lanus, tak hanya menggunakan gamelan tradisional Bali, tetapi juga memadukan dengan musik modern seperti gitar, keyboard, kajon, jembe dan kendang sunda. “Alat musik ini untuk memberikan aksen yang kuat, disamping memperkenalkan kalau music modern juga bisa menyatu dalam music tradisional Bali,” papar pemimpin Cahya Art itu. Karya musik kreasi ini lebih banyak melalui kendali nafas kehidupan, sehingga makna yang ingin disampaikan mampu memberi pesan positip bagi kehidupan. Perpaduan warna music ini bukan sekedar tempelan, melainkan ditata menjadi satu kesatuan music yang utuh dan lebih mengedepankan kebersamaan. “Semua itu tetap disesuaikan dengan ide cerita dan adegan termasuk maksud yang ingin disampaikan lewat gerak tari,” ujarnya. –Darsana.
Percakapan antara Raja Iswaryadala dan Ni Diah Tantri menjadi tokoh sentral yang memaparkan isi dari sajian seni tersebut. Untuk memperjelas pesan yang ingin disampaikan, garapan itu menyajikan dua pembaca narasi dengan vokalnya yang kuat.
arna ini juga semakin menambah kesan seksi sekaligus merepresentasikan sosok perempuan yang tidak lemah. Bagi perempuan muda yang ingin berpenampilan feminin namun tetap terlihat kuat di tahun 2016, dapat mencoba memilih karya dari seorang desainer yang sangat berbakat Chalih Cipta, yang selama ini dikenal fokus pada gaun-gaun untuk cocktail. Belum lama juga Chalih men-
Chalih Cipta
geluarkan karyanya yang terinspirasi sosok Cleopatra yang tak hanya seorang beauty icon namun juga memiliki kharisma yang tinggi serta berani dalam mengambil setiap keputusan atas dirinya. We’re not in Victorian Era. We’re young girl who think like a man, act like a lady. Koleksi terbaru dari Chalih kali ini , bukan hanya dapat dikenakan untuk acara semi formal, tapi juga dapat dikenakan untuk acara hangout bersama teman-teman ke mall atau sekadar makan siang di restoran favorit. – Sri Ardhini
Edisi 883/ 11 - 17 Januari 2016
15
14
Jelita
Edisi 883/ 11 - 17 januari 2016
Membentuk Pinggang Ramping dan Seksi
Setiap perempuan sudah pasti memimpikan pinggang yang ramping, selain mendukung penampilan yang meanrik juga lebih mudah dalam memilih busana. Misalnya untuk bisa tampil seksi dengan aneka model celana serta tampil seksi saat menggunakan pakaian renang.
S
aat ini, keinginan untuk membentuk tubuh dengan menghilangkan lemak yang berlebihan pada area-area tertentu yang tidak disukai sudah ada solusinya. Langkah atau solusi terbaik untuk menghilangkan lemak yang berlebihan adalah dengan sedot lemak atau liposuction. Sedot lemak ini dikenal juga dengan istilah “liposculpture” atau memahat tubuh. Di sini dokter bekerja menghilangkan lemak, bukan dengan sembarangan sedot menghilangkan lemak sebanyakbanyaknya, melainkan mengatur bagian mana lemak yang harus dihilangkan dan bagian mana yang perlu dibiarkan. Sebab, pada beberapa area, lemak juga dibutuhkan agar tubuh tampil ideal dan seksi. Menurut dr I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.,K.K., owner D&I Skin Centre, sedot lemak bukanlah cara utama untuk menurunkan berat badan secara instan, sebab dengan mengurangi lemak hanya pada bagian tubuh yang disedot, berat badan tidak banyak berkurang. Pasien yang ideal menjalani sedot lemak adalah orang dengan berat badan ideal atau mendekati ideal namun memiliki kelebihan lemak pada bagian tubuh tertentu seperti lengan, paha, perut dan pinggang. Dikatakannya kelebihan lemak ini umumnya tidak bisa hilang walau sudah melakukan diet dan olah raga. Pinggang merupakan bagian tubuh yang paling banyak dikeluhkan memiliki lemak yang berlebihan, baik bagi perempuan muda maupun yang sudah melahirkan. “Sedot lemak telah terbukti secara ilmiah dan secara nyata lemak dapat dilihat langsung keluar dari tubuh sehingga hasil-
dr I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.,K.K.
nya langsung terlihat dalam sekali tindakan,” ujar Ketua Bidang VII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bali ini. Apa sih yang dimaksud sedot lemak atau liposuction itu? Sedot lemak,katanya merupakan suatu tindakan pembedahan yang dilakukan dengan cara menyedot lemak pada bagian tubuh tertentu, untuk mendapatkan bentuk tubuh yang diidamkan. Penting diingatkan bahwa tujuan dari sedot lemak bukanlah untuk menurunkan berat badan melainkan hanya digunakan untuk mendapatkan lekuk tubuh yang indah. Sebelum melakukan tindakan sedot lemak pasien harus memiliki kondisi kesehatan yang optimal, sehingga sebelumnya diperlukan pemeriksaan darah dan jantung. Langkah pertama dalam sedot
lemak adalah memberikan penanda atau marking bagian lemak yang ingin dihilangkan, di sini diperlukan komunikasi yang baik antara dokter dan pasien. Pasien lanjut dokter Darmaputra umumnya sudah mempunyai prioritas bagian mana yang ingin dihilangkan dan menginginkan bentuk seperti apa. Jadi bukan hanya dokter yang menentukan bentuk yang ideal namun juga mempertimbangkan keinginan pasien. Setelah itu dilakukan pembiusan lokal dengan cairan khusus, formula yang ditemukan oleh Jeffrey Klein seorang dokter spesialis kulit di Amerika. “Formula tersebut menggunakan campuran lidocain, adrenalin, bicnat dan NaCl dengan komposisi yang khusus. Sehingga, dapat mengurangi nyeri dan perdarahan saat tindakan. Karenanya, saat ini sedot lemak menjadi tindakan operasi yang aman dan mudah dilakukan,” tutur dokter Darmaputra , yang saat ini sedang menempuh Pendidikan S3 di FK Unair , Surabaya. HASIL TERBAIK SETELAH ENAM BULAN Proses penghancuran lemak dapat dilakukan dengan meng-
terlihat segera setelah operasi. Jadi sedot lemak bukan seperti sulap yang hasilnya langsung ideal dalam sekejap. Seperti operasi pada umumnya perlu masa recovery. Setelah operasi akan muncul memar, pembengkakan dan umumnya terjadi selama 2-3 minggu, sehingga membuat tubuh seolah tampak lebih besar. “Biasanya, pasien akan merasakan hasilnya pada satu bulan pasca operasi tkh/net dan hasil terbaik pada 3-6 bulan pasca sedot lemak,” gunakan peralatan laser, mekanik (microaire) bahkan secara tadas dokter Darmaputra. Meski hasilnya akan memuasmanual. Setelah melalui proses kan, setiap tindakan operasi pasti penyedotan, bagian tubuh tersebut akan dibungkus dengan memiliki resiko dan komplikasi menggunakan korset khusus seperti infeksi, pendarahan, hasil yang harus terus digunakan oleh yang tidak simetris kanan dan pasien selama 3-6 bulan agar ku- kiri, nekrosis kulit serta kemalit yang kendor setelah tindakan tian. Namun, pengerjaan yang teliti oleh tenaga ahli di bidangmenjadi kencang kembali. Umumnya pula kata dok- nya akan menjauhkan pasien dari ter Darmaputra sedot lemak hal tersebut. Selanjutnya dokter Darmatidak membutuhkan rawat inap dan persiapan khusus sebelum putra mengatakan untuk menoperasi. Pasien bisa langsung jaga hasil tubuh yang ideal, pola pulang setelah tindakan. Namun, makan dan gaya hidup sehat tak lupa ditekankannya bahwa, harus tetap dilakukan oleh para walau hanya memerlukan sekali pasien untuk mencegah kembali tindakan sudah mendapatkan terjadinya penumpukan lemak hasil yang diinginkan, hasil se- pada bagian tubuh yang tidak dot lemak tidak bisa langsung diinginkan. – Sri Ardhini
Bugar
Edisi 883/ 11 - 17 januari 2016
11
Timbang Berat Badan tiap Minggu
Tahun baru ingin tubuh yang ideal? Asyik juga. Namun, apa yang harus diperhatikan untuk mendapatkan berat badan ideal? Pernahkan Anda mendengar ungkapan “you are what you eat”. Kesehatan, penampilan fisik, dan mental kita tergantung dari apa yang kita makan sepanjang kehidupan.
S
alah satu akibat dari apa yang kita makan adalah timbangan berat badan. “Timbanglah berat badan anda minimal setiap minggu,” ujar ahli gizi Ida Ayu Eka Padmiari, SKM, M.Kes. Mengapa kita harus memantau berat badan secara teratur? “Berat badan merupakan early warning bagi kesehatan Anda,” ujarnya. Menurut dosen Poltekkes Denpasar ini, seorang balita yang berat badannya tidak mengalami kenaikan selama dua atau tiga bulan berturut-turut, wajib hukumnya untuk segera memeriksakan kesehatannya ke petugas kesehatan. Kondisi tersebut merupakan indikator telah terjadi masalah kesehatan pada dirinya, meskipun penampakan luar masih terlihat baik-baik saja. Ia mengatakan, orang dewasa yang memiliki tren peningkatan berat badan juga harus segera memeriksakan kesehatannya ke petugas kesehatan, paling tidak segera melakukan pemeriksaan laboratorium, seperti kadar glukosa darah, profil lipid seperti kolesterol, HDL, LDL & trigliserida, dll. “Peningkatan berat badan secara pelan tapi pasti berkorelasi positif dengan beberapa penyakit kardiovaskular,” jelasnya. Menurutnya, memantau berat badan tidak harus dilakukan orang yang mau berdiet atau menurunkan/ menaikkan berat badan saja, namun, kita juga wajib melakukan hal tersebut. Caranya cukup mudah, sediakan timbangan di rumah. Buat buku register atau sebuah buku catatan kecil untuk mencatat berat badan Anda setiap minggu. Sebaiknya menimbang saat pagi hari, sesaat setelah bangun. Gunakan timbangan yang sama setiap minggu. “Bagi orang dewasa salah satu indikator yang menunjukkan telah terjadi keseimbangan zat gizi adalah tercapainya berat badan (BB) yang normal, yaitu berat badan yang sesuai untuk tinggi badannya. Indikator tersebut dikenal dengan Indeks Massa Tubuh (IMT). Oleh karena itu, pemantauan BB normal merupakan hal yang harus menjadi bagian dari ‘pola hidup’ dengan ‘gizi seimbang’, sehingga dapat mencegah penyimpangan berat badan normal. “Apabila terjadi penyimpangan berat bada maka dapat segera dilakukan langkah- pen
cegahan dan penanganannya. Yang dimaksud dengan berat badan normal untuk orang dewasa jika IMT berkisar 18,5 – 25,0,” kata perempuan yang akrab disapa Dayu Padmiari ini. CARA MENGHITUNG BERAT BADAN IDEAL Body Mass Index (BMI) atau index massa Tubuh (IMT) adalah perhitungan berat badan ideal yang dapat digunakan sebagai salah satu rujukan untuk menghitung berat badan. Catatan penting yang perlu diketahui adalah rumus ini hanya dipergunakan untuk orang dewasa (18-60 tahun). Berat badan (kg) BMI ( IMT) = ------------------Tinggi badan 2 (m) Misalnya: BB = 50 kg, TB = 155 cm, BMI = (50) /(1.55) x (1.55) = 20.8. Hasil IMT/BMI:< 18,5 (BB kurang), 18,5 – < 25 (normal ), 25- < 27 (kelebihan berat badan (overweight), ≥ 27 (obesitas). Ida Ayu Eka Padmiari, SKM, M.Kes. Menurut IMT/ BMI versi WHO, BMI < 18.5 = un18.5 – 22.9 = berat badan ideal, sangat bagus. BMI 23 derweight atau berat – 24.9 = masuk kategori ideal, akan tetapi kategori ini badan kurang, disamasuk ke dalam kategori warning, sehingga perlu untuk rankan untuk meninmenjaga pola makan dan perbanyak olahraga. BMI 25 – gkatkan olahraga dan 29.9 = kondisi berat badan memasuki batas obesitas, makan makanan padat segera bulatkan tekad untuk mulai program diet. BMI kalori dari jenis com>= 30 = sudah termasuk kategori obesitas, berbagai plex karbohidrat. BMI penyakit siap menghampiri. –Wirati Astiti
Contoh Menu Gizi Seimbang
Mencapai dan menjaga berat badan ideal sangatlah mudah dengan menerapkan gizi seimbang. Contoh menu (2500 Kkal): pagi hari: mi goreng lengkap (mi basah 200 gram, margarin 10 gram, daging 50 gram, kacang polong 25 gram, mentimun 25 gram, wortel 15 gram), susu bubuk 25 gram, gula pasir 10 gram. Pukul 10.00: 2 lembar roti tawar/40 gram, 1 butir telur, 10 gram margarin, 1 lembar daun selada. 100 gram jus apel.
Siang hari: nasi/beras 125 gram, ikan bumbu Bali 50 gram, tempe penyet 50 gram, soup tofu (50 gram tahu, 20 gram sawi, 25 gram terong, 20 gram kentang, 25 gram wortel), buah melon 100 gram.
Sore hari: 1 potong kue brownies, teh tawar. Malam hari: spageti saus boloness (spageti 50 gram, daging 50 gram , margarin 10 gram, tomat 100 gram), sup bakso 50 gram, buah jeruk 100 gram. –Wirati Astiti
12
Kuliner
Edisi 883/ 11 - 17 Januari 2016
Edisi 883/ 11 - 17 Januari 2016
Selai Nangka Manis Legit
Breakfast on Thursday
Musim buah nangka yang berlimpah jangan disia-siakan. Olah buah nangka menjadi selai sebagai pengisi roti tawar. Rasanya tak kalah mantap dengan isi roti tawar yang biasa kita makan, seperti selai stroberi, kacang, nenas atau jeruk. Kreasi ini dari Tjok Agung Istri Adnyani, seorang penggiat home industry yang tinggal di Sanur. Selamat mencoba.
Anda tak harus meng inap di hotel jika ingin menikmati sarapan yang lengkap. Coba datanglah ke Quest hotel di Jalan Kediri Kuta. Hanya dengan harga Rp 40 ribu, Anda bisa menikmati aneka makanan spesial sajian executive chef I Gde Juliada dan staf.
Selai Nangka Bahan: 5 kg : nangka matang 1 kg : gula pasir 2 gelas : santan kental ¼ kg : tepung ketan Garam secukupnya Cara membuat: - Nangka dibersihkan dari ampas dan batubatunya. Cuci nangka kemudian dijus. - Santan dan gula dipanaskan sampai mendidih. - Tepung ketan dan garam dicampurkan ke dalam nangka yang sudah dijus tadi, aduk sampai rata. - Masukkan nangka tadi ke dalam campuran gula dan santan yang sudah dipanaskan. Aduk sekitar dua jam sampai keliatan adonannya berminyak dan aromanya
tercium harum. Angkat dan dinginkan. - Setelah dingin masukkan dodol ke dalam botol yang sudah disiapkan. –Wirati Astiti
Bokcoy Ca Sukiyaki Cah Tahu Udang
H
ari yang istimewa, tanggal 7 Januari, kru Tokoh memilih Quest Hotel untuk melakukan syukuran dan membicarakan ide kreatif di tahun 2016, sekaligus sarapan bersama. Menu spesial di hari Kamis, nasi putih, nasi goreng jagung, mi goreng, tumis sayur, potato lyonese, bubur kemangi, sosis ayam, telur tahu balado, sambal hijau, aneka roti, cocktail fruits, fresh fruit dice (jus), salad, dressing, dua sereal, fresh milk, pan cake, omelet, dan aneka kerupuk. Untuk menu omelet kita bisa melihat langsung cara pembuatan nya. Pertama, telur dikocok ter lebih dahulu, kemudian dituang ke teflon yang sudah diberi men tega. Di atas telur, diberi taburan bawang bombay, tomat, paprika, sosis, jamur, keju, ditambah bum bu garam dan merica. Tunggu satu menit kemudian dibalik. Omelet siap disajikan. Omelet enak dimakan bersama saus tomat dan saus cabai. Menu istimewa lainnya, potato lyonese. Kentang dicuci bersih, tidak dikupas. Kemudian, kentang diiris tidak terlalu tipis,
13
Bahan: 1 sdm : margarin untuk menumis 1 sdm : minyak wijen 3 siung : bawang putih, cincang halus 1 batang : bawang pre, cincang serong 300 gr : daging asap siap pakai 200 gr : baby bokcay, belah jadi dua 2 sdm : saus tiram 2 sdm : saus raja rasa 1 sdt : lada bubuk 200 ml : air 1 sdm : tepung maizena, larut kan dengan air sedikit
Sarwan dan digoreng. Sisihkan sebentar. Tumis bawang bombay bersama beberapa bumbu lain, kemudian masukkan kentang tadi. Aduk rata, Siap sajikan. Hidangan ini disajikan panas-panas dengan wadah gerabah yang ada tungku di bawahnya. Restoran tempat breakfast dekat dengan kolam
renang. Jika ingin suasana lebih berkesan, Anda bisa memilih tempat duduk di samping kolam renang. Apakah Anda tertarik untuk mencobanya? Datang saja Hari Sabtu dan Minggu, Quest Hotel sangat ramai dikunjungi tamu yang khusus datang untuk sarapan. –Wirati Astiti
Potato Lyonese
Chinesse Food
ati Nikm Hanya di...
& Aneka Es Taiwan
Cafe Santai
Omelet
Dapatkan Diskon
10%
Es Toping Traditional
Murah Meriah & Bersih Rujak Pedas
Chef I Gde Juliada
Bonus Valentine
setiap pembelanjaan
minimal 100.000 Berlaku mulai 28 Desember 2015 s.d. 31 Januari 2016
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678
Bahan: 1 lembar : kembang tahu 3 sdm : minyak untuk menumis 1 buah : bawang bombay ukuran sedang, cincang halus 3 siung : bawang putih, cincang halus 2 ruas : jari jahe, cincang kasar 300 ekor : udang sedang, kupas kulitnya, kerat punggungnya 50 gr : tahu cina, potong dadu, goreng setengah matang 1 sdm : kecap asin 300 ml : kaldu ikan 70 gr : kacang polong 4 sdm : kecap manis 1/5 sdt : lada bubuk Gula, garam, kaldu bubuk se cukupnya Cara Membuat: - Rendam kembang tahu lalu,
potong-potong, sisihkan. - Tumis irisan bawang Bombay dan bawang putih juga jahe sampai harum. Masukkan udang, aduk-aduk hingga berubah warna, tambahkan kembang tahu dan tahu cina,
masukkan kecap asin, kecap manis, garam, gula, kaldu dan lada, aduk rata. Tuang kaldu ikan, masak sampai mendidih, masukkan kacang polong, aduk dan masak sampai matang, angkat, sajikan.
Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Cara Membuat: - Panaskan margarin lalu masukkan irisan bawang putih dan irisan bawang pre hingga harum. Masukkan irisan daging asap dan baby bokcay lalu adukaduk hingga layu. Masukkan semuan bahan jadi satu kecuali tepung maizena, aduk-aduk hingga matang dan siram dengan larutan tepung maizena. Aduk sampai mendidih dan menggental, siap disajikan.
12
Kuliner
Edisi 883/ 11 - 17 Januari 2016
Edisi 883/ 11 - 17 Januari 2016
Selai Nangka Manis Legit
Breakfast on Thursday
Musim buah nangka yang berlimpah jangan disia-siakan. Olah buah nangka menjadi selai sebagai pengisi roti tawar. Rasanya tak kalah mantap dengan isi roti tawar yang biasa kita makan, seperti selai stroberi, kacang, nenas atau jeruk. Kreasi ini dari Tjok Agung Istri Adnyani, seorang penggiat home industry yang tinggal di Sanur. Selamat mencoba.
Anda tak harus meng inap di hotel jika ingin menikmati sarapan yang lengkap. Coba datanglah ke Quest hotel di Jalan Kediri Kuta. Hanya dengan harga Rp 40 ribu, Anda bisa menikmati aneka makanan spesial sajian executive chef I Gde Juliada dan staf.
Selai Nangka Bahan: 5 kg : nangka matang 1 kg : gula pasir 2 gelas : santan kental ¼ kg : tepung ketan Garam secukupnya Cara membuat: - Nangka dibersihkan dari ampas dan batubatunya. Cuci nangka kemudian dijus. - Santan dan gula dipanaskan sampai mendidih. - Tepung ketan dan garam dicampurkan ke dalam nangka yang sudah dijus tadi, aduk sampai rata. - Masukkan nangka tadi ke dalam campuran gula dan santan yang sudah dipanaskan. Aduk sekitar dua jam sampai keliatan adonannya berminyak dan aromanya
tercium harum. Angkat dan dinginkan. - Setelah dingin masukkan dodol ke dalam botol yang sudah disiapkan. –Wirati Astiti
Bokcoy Ca Sukiyaki Cah Tahu Udang
H
ari yang istimewa, tanggal 7 Januari, kru Tokoh memilih Quest Hotel untuk melakukan syukuran dan membicarakan ide kreatif di tahun 2016, sekaligus sarapan bersama. Menu spesial di hari Kamis, nasi putih, nasi goreng jagung, mi goreng, tumis sayur, potato lyonese, bubur kemangi, sosis ayam, telur tahu balado, sambal hijau, aneka roti, cocktail fruits, fresh fruit dice (jus), salad, dressing, dua sereal, fresh milk, pan cake, omelet, dan aneka kerupuk. Untuk menu omelet kita bisa melihat langsung cara pembuatan nya. Pertama, telur dikocok ter lebih dahulu, kemudian dituang ke teflon yang sudah diberi men tega. Di atas telur, diberi taburan bawang bombay, tomat, paprika, sosis, jamur, keju, ditambah bum bu garam dan merica. Tunggu satu menit kemudian dibalik. Omelet siap disajikan. Omelet enak dimakan bersama saus tomat dan saus cabai. Menu istimewa lainnya, potato lyonese. Kentang dicuci bersih, tidak dikupas. Kemudian, kentang diiris tidak terlalu tipis,
13
Bahan: 1 sdm : margarin untuk menumis 1 sdm : minyak wijen 3 siung : bawang putih, cincang halus 1 batang : bawang pre, cincang serong 300 gr : daging asap siap pakai 200 gr : baby bokcay, belah jadi dua 2 sdm : saus tiram 2 sdm : saus raja rasa 1 sdt : lada bubuk 200 ml : air 1 sdm : tepung maizena, larut kan dengan air sedikit
Sarwan dan digoreng. Sisihkan sebentar. Tumis bawang bombay bersama beberapa bumbu lain, kemudian masukkan kentang tadi. Aduk rata, Siap sajikan. Hidangan ini disajikan panas-panas dengan wadah gerabah yang ada tungku di bawahnya. Restoran tempat breakfast dekat dengan kolam
renang. Jika ingin suasana lebih berkesan, Anda bisa memilih tempat duduk di samping kolam renang. Apakah Anda tertarik untuk mencobanya? Datang saja Hari Sabtu dan Minggu, Quest Hotel sangat ramai dikunjungi tamu yang khusus datang untuk sarapan. –Wirati Astiti
Potato Lyonese
Chinesse Food
ati Nikm Hanya di...
& Aneka Es Taiwan
Cafe Santai
Omelet
Dapatkan Diskon
10%
Es Toping Traditional
Murah Meriah & Bersih Rujak Pedas
Chef I Gde Juliada
Bonus Valentine
setiap pembelanjaan
minimal 100.000 Berlaku mulai 28 Desember 2015 s.d. 31 Januari 2016
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678
Bahan: 1 lembar : kembang tahu 3 sdm : minyak untuk menumis 1 buah : bawang bombay ukuran sedang, cincang halus 3 siung : bawang putih, cincang halus 2 ruas : jari jahe, cincang kasar 300 ekor : udang sedang, kupas kulitnya, kerat punggungnya 50 gr : tahu cina, potong dadu, goreng setengah matang 1 sdm : kecap asin 300 ml : kaldu ikan 70 gr : kacang polong 4 sdm : kecap manis 1/5 sdt : lada bubuk Gula, garam, kaldu bubuk se cukupnya Cara Membuat: - Rendam kembang tahu lalu,
potong-potong, sisihkan. - Tumis irisan bawang Bombay dan bawang putih juga jahe sampai harum. Masukkan udang, aduk-aduk hingga berubah warna, tambahkan kembang tahu dan tahu cina,
masukkan kecap asin, kecap manis, garam, gula, kaldu dan lada, aduk rata. Tuang kaldu ikan, masak sampai mendidih, masukkan kacang polong, aduk dan masak sampai matang, angkat, sajikan.
Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Cara Membuat: - Panaskan margarin lalu masukkan irisan bawang putih dan irisan bawang pre hingga harum. Masukkan irisan daging asap dan baby bokcay lalu adukaduk hingga layu. Masukkan semuan bahan jadi satu kecuali tepung maizena, aduk-aduk hingga matang dan siram dengan larutan tepung maizena. Aduk sampai mendidih dan menggental, siap disajikan.
14
Jelita
Edisi 883/ 11 - 17 januari 2016
Membentuk Pinggang Ramping dan Seksi
Setiap perempuan sudah pasti memimpikan pinggang yang ramping, selain mendukung penampilan yang meanrik juga lebih mudah dalam memilih busana. Misalnya untuk bisa tampil seksi dengan aneka model celana serta tampil seksi saat menggunakan pakaian renang.
S
aat ini, keinginan untuk membentuk tubuh dengan menghilangkan lemak yang berlebihan pada area-area tertentu yang tidak disukai sudah ada solusinya. Langkah atau solusi terbaik untuk menghilangkan lemak yang berlebihan adalah dengan sedot lemak atau liposuction. Sedot lemak ini dikenal juga dengan istilah “liposculpture” atau memahat tubuh. Di sini dokter bekerja menghilangkan lemak, bukan dengan sembarangan sedot menghilangkan lemak sebanyakbanyaknya, melainkan mengatur bagian mana lemak yang harus dihilangkan dan bagian mana yang perlu dibiarkan. Sebab, pada beberapa area, lemak juga dibutuhkan agar tubuh tampil ideal dan seksi. Menurut dr I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.,K.K., owner D&I Skin Centre, sedot lemak bukanlah cara utama untuk menurunkan berat badan secara instan, sebab dengan mengurangi lemak hanya pada bagian tubuh yang disedot, berat badan tidak banyak berkurang. Pasien yang ideal menjalani sedot lemak adalah orang dengan berat badan ideal atau mendekati ideal namun memiliki kelebihan lemak pada bagian tubuh tertentu seperti lengan, paha, perut dan pinggang. Dikatakannya kelebihan lemak ini umumnya tidak bisa hilang walau sudah melakukan diet dan olah raga. Pinggang merupakan bagian tubuh yang paling banyak dikeluhkan memiliki lemak yang berlebihan, baik bagi perempuan muda maupun yang sudah melahirkan. “Sedot lemak telah terbukti secara ilmiah dan secara nyata lemak dapat dilihat langsung keluar dari tubuh sehingga hasil-
dr I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.,K.K.
nya langsung terlihat dalam sekali tindakan,” ujar Ketua Bidang VII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bali ini. Apa sih yang dimaksud sedot lemak atau liposuction itu? Sedot lemak,katanya merupakan suatu tindakan pembedahan yang dilakukan dengan cara menyedot lemak pada bagian tubuh tertentu, untuk mendapatkan bentuk tubuh yang diidamkan. Penting diingatkan bahwa tujuan dari sedot lemak bukanlah untuk menurunkan berat badan melainkan hanya digunakan untuk mendapatkan lekuk tubuh yang indah. Sebelum melakukan tindakan sedot lemak pasien harus memiliki kondisi kesehatan yang optimal, sehingga sebelumnya diperlukan pemeriksaan darah dan jantung. Langkah pertama dalam sedot
lemak adalah memberikan penanda atau marking bagian lemak yang ingin dihilangkan, di sini diperlukan komunikasi yang baik antara dokter dan pasien. Pasien lanjut dokter Darmaputra umumnya sudah mempunyai prioritas bagian mana yang ingin dihilangkan dan menginginkan bentuk seperti apa. Jadi bukan hanya dokter yang menentukan bentuk yang ideal namun juga mempertimbangkan keinginan pasien. Setelah itu dilakukan pembiusan lokal dengan cairan khusus, formula yang ditemukan oleh Jeffrey Klein seorang dokter spesialis kulit di Amerika. “Formula tersebut menggunakan campuran lidocain, adrenalin, bicnat dan NaCl dengan komposisi yang khusus. Sehingga, dapat mengurangi nyeri dan perdarahan saat tindakan. Karenanya, saat ini sedot lemak menjadi tindakan operasi yang aman dan mudah dilakukan,” tutur dokter Darmaputra , yang saat ini sedang menempuh Pendidikan S3 di FK Unair , Surabaya. HASIL TERBAIK SETELAH ENAM BULAN Proses penghancuran lemak dapat dilakukan dengan meng-
terlihat segera setelah operasi. Jadi sedot lemak bukan seperti sulap yang hasilnya langsung ideal dalam sekejap. Seperti operasi pada umumnya perlu masa recovery. Setelah operasi akan muncul memar, pembengkakan dan umumnya terjadi selama 2-3 minggu, sehingga membuat tubuh seolah tampak lebih besar. “Biasanya, pasien akan merasakan hasilnya pada satu bulan pasca operasi tkh/net dan hasil terbaik pada 3-6 bulan pasca sedot lemak,” gunakan peralatan laser, mekanik (microaire) bahkan secara tadas dokter Darmaputra. Meski hasilnya akan memuasmanual. Setelah melalui proses kan, setiap tindakan operasi pasti penyedotan, bagian tubuh tersebut akan dibungkus dengan memiliki resiko dan komplikasi menggunakan korset khusus seperti infeksi, pendarahan, hasil yang harus terus digunakan oleh yang tidak simetris kanan dan pasien selama 3-6 bulan agar ku- kiri, nekrosis kulit serta kemalit yang kendor setelah tindakan tian. Namun, pengerjaan yang teliti oleh tenaga ahli di bidangmenjadi kencang kembali. Umumnya pula kata dok- nya akan menjauhkan pasien dari ter Darmaputra sedot lemak hal tersebut. Selanjutnya dokter Darmatidak membutuhkan rawat inap dan persiapan khusus sebelum putra mengatakan untuk menoperasi. Pasien bisa langsung jaga hasil tubuh yang ideal, pola pulang setelah tindakan. Namun, makan dan gaya hidup sehat tak lupa ditekankannya bahwa, harus tetap dilakukan oleh para walau hanya memerlukan sekali pasien untuk mencegah kembali tindakan sudah mendapatkan terjadinya penumpukan lemak hasil yang diinginkan, hasil se- pada bagian tubuh yang tidak dot lemak tidak bisa langsung diinginkan. – Sri Ardhini
Bugar
Edisi 883/ 11 - 17 januari 2016
11
Timbang Berat Badan tiap Minggu
Tahun baru ingin tubuh yang ideal? Asyik juga. Namun, apa yang harus diperhatikan untuk mendapatkan berat badan ideal? Pernahkan Anda mendengar ungkapan “you are what you eat”. Kesehatan, penampilan fisik, dan mental kita tergantung dari apa yang kita makan sepanjang kehidupan.
S
alah satu akibat dari apa yang kita makan adalah timbangan berat badan. “Timbanglah berat badan anda minimal setiap minggu,” ujar ahli gizi Ida Ayu Eka Padmiari, SKM, M.Kes. Mengapa kita harus memantau berat badan secara teratur? “Berat badan merupakan early warning bagi kesehatan Anda,” ujarnya. Menurut dosen Poltekkes Denpasar ini, seorang balita yang berat badannya tidak mengalami kenaikan selama dua atau tiga bulan berturut-turut, wajib hukumnya untuk segera memeriksakan kesehatannya ke petugas kesehatan. Kondisi tersebut merupakan indikator telah terjadi masalah kesehatan pada dirinya, meskipun penampakan luar masih terlihat baik-baik saja. Ia mengatakan, orang dewasa yang memiliki tren peningkatan berat badan juga harus segera memeriksakan kesehatannya ke petugas kesehatan, paling tidak segera melakukan pemeriksaan laboratorium, seperti kadar glukosa darah, profil lipid seperti kolesterol, HDL, LDL & trigliserida, dll. “Peningkatan berat badan secara pelan tapi pasti berkorelasi positif dengan beberapa penyakit kardiovaskular,” jelasnya. Menurutnya, memantau berat badan tidak harus dilakukan orang yang mau berdiet atau menurunkan/ menaikkan berat badan saja, namun, kita juga wajib melakukan hal tersebut. Caranya cukup mudah, sediakan timbangan di rumah. Buat buku register atau sebuah buku catatan kecil untuk mencatat berat badan Anda setiap minggu. Sebaiknya menimbang saat pagi hari, sesaat setelah bangun. Gunakan timbangan yang sama setiap minggu. “Bagi orang dewasa salah satu indikator yang menunjukkan telah terjadi keseimbangan zat gizi adalah tercapainya berat badan (BB) yang normal, yaitu berat badan yang sesuai untuk tinggi badannya. Indikator tersebut dikenal dengan Indeks Massa Tubuh (IMT). Oleh karena itu, pemantauan BB normal merupakan hal yang harus menjadi bagian dari ‘pola hidup’ dengan ‘gizi seimbang’, sehingga dapat mencegah penyimpangan berat badan normal. “Apabila terjadi penyimpangan berat bada maka dapat segera dilakukan langkah- pen
cegahan dan penanganannya. Yang dimaksud dengan berat badan normal untuk orang dewasa jika IMT berkisar 18,5 – 25,0,” kata perempuan yang akrab disapa Dayu Padmiari ini. CARA MENGHITUNG BERAT BADAN IDEAL Body Mass Index (BMI) atau index massa Tubuh (IMT) adalah perhitungan berat badan ideal yang dapat digunakan sebagai salah satu rujukan untuk menghitung berat badan. Catatan penting yang perlu diketahui adalah rumus ini hanya dipergunakan untuk orang dewasa (18-60 tahun). Berat badan (kg) BMI ( IMT) = ------------------Tinggi badan 2 (m) Misalnya: BB = 50 kg, TB = 155 cm, BMI = (50) /(1.55) x (1.55) = 20.8. Hasil IMT/BMI:< 18,5 (BB kurang), 18,5 – < 25 (normal ), 25- < 27 (kelebihan berat badan (overweight), ≥ 27 (obesitas). Ida Ayu Eka Padmiari, SKM, M.Kes. Menurut IMT/ BMI versi WHO, BMI < 18.5 = un18.5 – 22.9 = berat badan ideal, sangat bagus. BMI 23 derweight atau berat – 24.9 = masuk kategori ideal, akan tetapi kategori ini badan kurang, disamasuk ke dalam kategori warning, sehingga perlu untuk rankan untuk meninmenjaga pola makan dan perbanyak olahraga. BMI 25 – gkatkan olahraga dan 29.9 = kondisi berat badan memasuki batas obesitas, makan makanan padat segera bulatkan tekad untuk mulai program diet. BMI kalori dari jenis com>= 30 = sudah termasuk kategori obesitas, berbagai plex karbohidrat. BMI penyakit siap menghampiri. –Wirati Astiti
Contoh Menu Gizi Seimbang
Mencapai dan menjaga berat badan ideal sangatlah mudah dengan menerapkan gizi seimbang. Contoh menu (2500 Kkal): pagi hari: mi goreng lengkap (mi basah 200 gram, margarin 10 gram, daging 50 gram, kacang polong 25 gram, mentimun 25 gram, wortel 15 gram), susu bubuk 25 gram, gula pasir 10 gram. Pukul 10.00: 2 lembar roti tawar/40 gram, 1 butir telur, 10 gram margarin, 1 lembar daun selada. 100 gram jus apel.
Siang hari: nasi/beras 125 gram, ikan bumbu Bali 50 gram, tempe penyet 50 gram, soup tofu (50 gram tahu, 20 gram sawi, 25 gram terong, 20 gram kentang, 25 gram wortel), buah melon 100 gram.
Sore hari: 1 potong kue brownies, teh tawar. Malam hari: spageti saus boloness (spageti 50 gram, daging 50 gram , margarin 10 gram, tomat 100 gram), sup bakso 50 gram, buah jeruk 100 gram. –Wirati Astiti
10
Kreasi
Edisi 883/ 11 - 17 Januari 2016
Style
Tampil dengan Taksu Dibalik Topeng Tetantrian Gaya Feminin “Tapak Dara Mahasomya”
Ketika gamelan mulai ditabuh, ratusan penari cantik bergerak penuh ekspresi. Mereka menari kompak, meliuk lembut, ngegol, menghentak, nyeledet dan terkadang berlari mengikuti irama gending dinamis. Kreasi geraknya inovatif yang memadukan gerak tari murni dan gerak hasil dari eksplorasi dengan busana cerah dan apik yang bercitarasa tumbuh-tumbuhan.
I
tulah Inagurasi “Tapak Dara Mahasomya-Taksu Dibalik Topeng Tetantrian” yang tampil pada pembukaan Denpasar Festival (Denfest) Ke-8 di areal Catur Muka Denpasar, Senin (28/12). Sajian spektakuler itu merupakan kerjasama antara Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Nabhesima, Cahya Art, dan SMK Negeri 5 Denpasar. Garapan seni berdurasi 20 menit itu didukung sebanyak 250 seniman tari dan tabuh. I Nyoman Suarsa selaku koordinator memang mengemas “Taksu Dibalik Topeng Tetantrian” ini secara apik. Tak hanya sebagai sebuah penyajian karya seni, tetapi juga menjadi media pendidikan khususnya bagi seorang pemimpin. Dipercaya sebagai peñata tari Kadek Diah Pramanasari dan Mang Adi sebagai penata tari, I Ketut Lanus penata tabuh yang didukung oleh Sanggar Cahya Art serta Gung Pertu dan Desak Rai sebagai pembaca narasi. Gaparan kolosal ini begitu memukau. Gerak indah para penari dibarengi dengan pola lantai kreatif, menjadi sajian seni yang menarik. Permainan tempo, ritme, dan komposisi para penari dalam membentuk bunga tunjung besar, menengah ataupun kecil serta dengan kelopak yang berwarna
warni sebagai simbul keragaman namun indah. Pembagian penari yang pas pada empat tempat membuat suasana menjadi lebih hidup. Walau dituntut indah, tetapi cerita dan pesan juga disajikan dengan lugas dan jelas. Para penari mampu memberikan jiwa indah pada setiap gerak ataupun property kipas yang mereka bawa. Dengan olahan gerak dan komposisi para penari, penggambaran suasana hutan dengan konfigurasi menjadi lebih menarik. Dan didukung komposisi figur-figur binatang hutan yang aktif, membuat sajian seni itu menjadi lebih berisi. Percakapan antara Raja Iswaryadala dan Ni Diah Tantri menjadi tokoh sentral yang memaparkan isi dari sajian seni tersebut. Untuk memperjelas pesan yang ingin disampaikan, garapan itu menyajikan dua pembaca narasi dengan vokalnya yang kuat. Mereka memaparkan pesan, kritik ataupun ajakan untuk berbuat kebajikan secara lugas dan jelas. Dua pembaca narasi itu saling adu taktik, terkadang mengkritik dan mengelitik. Berawal dari kisah persahabatan antara Lembu Nandaka dengan raja hutan Sang Mong. Dibawah asuhan Brahmana Dharmasuami yang menyebabkan
Cantik, seksi, juga berani. Siapa yang tak akan terpikat dengan penampilan sosok perempuan seperti ini. Terlebih, warna yang dipilih untuk ditampilkan pekan ini adalah warna yang memiliki unsur kuat seperti hitam, emas, merah dan biru.
W
muncul rasa dengki dikalangan abdinya raja hutan yaitu Patih Sembada (anjing) untuk mengadu domba persahabatan antara Sang Mong dan Lembu Nandaka. Patih Sembada begitu piawai menghasut mereka sehingga terjadi pertengkaran antara dua sahabat itu. Pertengkaran itu tak hanya membuat mereka hancur, tetapi juga mengakibatkan tatanan hutan menjadi rusak. Hal itu ulah dari orang-orang yang mengabdikan dirinya pada keserakahan, keangkuhan dan selalu memiliki hasrat untuk menghacurkan tatanan yang damai dan bersahaja. “Itulah refleksi seorang pemimpin agar jangan mendengarkan bisikan yang belum pasti kebenarannya,” kata Suarsa. Ni Diah Tantri kemudian menyudahi ceritanya yang penuh dengan pesan moral. Ketika itu Raja Iswaryadala menyadari betapa pengabdian diah Tantri
sangatlah tulus demi menegakan dharma dan demi menjunjung asas bernegara Tantri rela mengorbankan kehidupannya. “Nah inilah implementasi Demi Kota Tercinta Denpasar,” imbuh pencipta Tari Gopala dan Sekar Ibing itu. Menjadi seorang raja atau pemimpin, kupas Suarsa, tak semudah dibayangkan orang. Hanya menginginkan kesenangan, keserakahan ternyata rapuh dihadapan Ni Diah Tantri. Orang bijaksana pasti pintar, tetapi orang pintar belum tentu bijaksana. “Nah, seorang pemimpin itu harus menempatkan kebijaksanaan atas dasar keputusannya,” terang seniman yang akrab disapa Yangpung itu. Sementara Kadek Diah Pramanasari mengatakan, garapan ini melibatkan ratusan penari hutan dengan menggunakan property kipas besar sebagai identitas Kota Denpasar yang hitrogen. Masyarakat yang ada dari berbagai agama hidup rukun bahkan menjadi satu kesatuan yang damai. “Kami tetap mengedepankan gerak tardisi dan dikombinasi gerak pembaharuan dengan menonjolkan banyak bunga tunjung,” ucapnya. Dengan menyesuaikan dengan irama musik, lanjut Diah maka mengkombinasikan gerak dengan pola-pola yang didukung property kipas seperti indahnya bunga tunjung, liukan ombak dan rindang hutan yang indah. “Karena itu para penari membentuk polapola dari 20 kelompok, menjadi 10 kelompok, kemudian menjadi
lima kelompok. Awalnya menampilkan permainan kipas, baru masuk alam ceritera,” tuturnya. Dan yang pasti, pementasan ini menjadi lebih menarik karena didukung iringan music yang menyatu. Artinya, music itu tak berdiri sendiri yang egois dengan pola-pola garapan musik, tetapi bersatu dan luluh dalam gerak tari. Permainan nada, melodi dan aksen-aksen dari setiap music menjadi satu kesatuan. “Musik sebagai iringan tari, maka harus menyatu dangen tari dan sesuai dengan ide ceritera,” kata Lanus penata music iringannya. Walau semikian, jelas Lanus, tak hanya menggunakan gamelan tradisional Bali, tetapi juga memadukan dengan musik modern seperti gitar, keyboard, kajon, jembe dan kendang sunda. “Alat musik ini untuk memberikan aksen yang kuat, disamping memperkenalkan kalau music modern juga bisa menyatu dalam music tradisional Bali,” papar pemimpin Cahya Art itu. Karya musik kreasi ini lebih banyak melalui kendali nafas kehidupan, sehingga makna yang ingin disampaikan mampu memberi pesan positip bagi kehidupan. Perpaduan warna music ini bukan sekedar tempelan, melainkan ditata menjadi satu kesatuan music yang utuh dan lebih mengedepankan kebersamaan. “Semua itu tetap disesuaikan dengan ide cerita dan adegan termasuk maksud yang ingin disampaikan lewat gerak tari,” ujarnya. –Darsana.
Percakapan antara Raja Iswaryadala dan Ni Diah Tantri menjadi tokoh sentral yang memaparkan isi dari sajian seni tersebut. Untuk memperjelas pesan yang ingin disampaikan, garapan itu menyajikan dua pembaca narasi dengan vokalnya yang kuat.
arna ini juga semakin menambah kesan seksi sekaligus merepresentasikan sosok perempuan yang tidak lemah. Bagi perempuan muda yang ingin berpenampilan feminin namun tetap terlihat kuat di tahun 2016, dapat mencoba memilih karya dari seorang desainer yang sangat berbakat Chalih Cipta, yang selama ini dikenal fokus pada gaun-gaun untuk cocktail. Belum lama juga Chalih men-
Chalih Cipta
geluarkan karyanya yang terinspirasi sosok Cleopatra yang tak hanya seorang beauty icon namun juga memiliki kharisma yang tinggi serta berani dalam mengambil setiap keputusan atas dirinya. We’re not in Victorian Era. We’re young girl who think like a man, act like a lady. Koleksi terbaru dari Chalih kali ini , bukan hanya dapat dikenakan untuk acara semi formal, tapi juga dapat dikenakan untuk acara hangout bersama teman-teman ke mall atau sekadar makan siang di restoran favorit. – Sri Ardhini
Edisi 883/ 11 - 17 Januari 2016
15
16
Pelesir
Edisi 883/ 11 - 17 januari 2016
Eat, Play, & Learn Libur awal tahun 2016 banyak dimanfaatkan untuk rekreasi. Objek-objek wisata dipadati pengunjung. Wilayah Badung Selatan seperti Kuta, Legian, Jimbaran, Nusa Dua menjadi tempat tujuan wisatawan sehingga daerah ini pun dilanca kemacetan. Cobalah sekali waktu Anda datang ke Badung Utara, ada Sangeh, Carangsari,dan Pelaga yang bisa dijadikan pilihan berwisata.
B
agus Agro Pelaga merupakan salah satu objek wisata agro yang perlu Anda kunjungi. Lokasinya di Jalan Raya Pucak Mangu, Desa Pelaga, Keca-
matan Petang. Lokasinya tak jauh dari Pura Pucak Mangu. Sejuknya udara Pelaga akan membuat Anda merasa nyaman berada di lokasi ini. Untuk masuk ke Bagus Agro,
pengunjung hanya membayar tiket masuk Rp 30 ribu. Selanjutnya, pengunjung bisa berkeliling melihat perkebunan di areal seluas 18 hektare ini. “Ada jalan yang sudah disiapkan bagi pengunjung. Mulai dari lobi hingga kembali ke lobi. Jaraknya 2,2 km,” ujar I Gst. Bagus Sumertana, Product Manager Bagus Agro Pelaga yang didampingi I Gusti Ngurah Wijaya, Front Office Manager Bagus Agro Pelaga. Wisata agro yang ada di tempat ini antara lain perkebunan pepaya, stroberi, terung, selada, tomat, mawar, dan asparagus. Kebun mawar dan asparagus menjadi andalan karena perawatannya dilakukan khusus. Mawar yang ditanam merupakan mawar Hol-
Anak-anak bermain di Bagus Agro Pelaga
Lembaga The Stern Review of Climate Change mengestimasikan delapan negara yaitu Bolivia, Brasil, Kamerun, Republik DemokratikKongo, Ghana, Indonesia, Malaysia dan Papua New Guinea mengalami kehilangan pohon sebesar 6,2 miliar pohon pada 2005. Terdapat 4.805.945 hektar hutan yang gundul sepanjang 2015 dan sekitar 4.600 hektar hutan per-hari. Hal ini masih dapat meningkat karena kepentingan ekonomi manusia. Jika penebangan hutan masih terus dilakukan tanpa reboisasi, makaemisi gas meningkat; atmosfer bumi menipis; iklim bumi menjadi tidak teratur. Salah satu dampak yang secara langsung dirasakan oleh manusia adalah berkurangnya pasokan oksigen yang diproduksi oleh tumbuhan. Jika penebangan hutan terus terjadi, risikonya adalah berkurangnya jumlah gas oksigen di bumi. Hal ini dapat berdampak buruk pada kehidupan manusia.Tulisan ini mencoba untuk mendiskusikan masalah deforestasi dalam perspektif pelajaran SMP kelas 7 dan 8. Penebangan hutan dapat menyebabkan bencana alam seperti tanah longsor dan banjir. Tanah longsor terjadi karena jumlah pohon yangmengikat air tanah minim. Banjir terjadi karena hujan yang turun dalam kurun waktu yang panjang.Tanah hutan menjadi jenuh dan air tidak lagi tersaring ke dalam tanah tetapi mengalir sepanjang permukaannya. Penebangan hutan secara liar juga mengakibatkan ketidakseimbangan antara pengurangan areal hutan dengan jumlah pohon yang ditanam kembali. Dampak positif eksploitasi hutan yang terkait dengan perekonomian adalah meningkatkan pemasukan negara atas penjualan produk kayu hasil SDA hutan. Kayu dari pohon juga dapat dibuat menjadi berbagai barang seperti meja, kursi dan lemari. Deforestasi juga bisa berarti konversi lahan hutan menjadi lahan produktif untuk keperluan pertanian. Hal ini menyebabkan berlimpahnya produksi makanan dan bahan.
Okamoto
lJade
Juliana J.S.
Menggagas Manusia yang Bertanggung Jawab Terdapat beberapa pandangan agama mengenai kasus penebangan hutan.Ada yang berpendapat bahwa manusia tidak boleh merusak lingkungan, ada juga yang berpendapat bahwa manusia adalah penguasa bumi yang boleh melakukan perusakan lingkungan.Umumnya agama-agama melarang manusia untuk mene bang hutan tanpa bertanggung jawab. Dalam ajaran Hindu terdapat satu filosofi Tri Hita Karana. Salah satu cara menjaga hubungan manusia dengan alam adalah tidak merusak lingkungan. Penebangan pohon untuk kebutuhan manusia tanpa menanam kembali adalah sebuah contoh perusakan lingkungan. Untuk menjadi manusia yang bertanggung jawab, manusia harus melakukan penanaman kembali ketika menebang pohon. Dalam ajaran Kristen, manusia adalah makhluk yang berkuasa atas seluruh bumi. Ayat dalam Alkitab berkata bahwa manusia berkuasa atas seluruh bumi tidak dapat diartikan bahwa manusia bebas mengeksploitasi alam tanpa bertanggung jawab.Tuhan Allah mengambil manusia dan menempatkannya dalam dunia untuk mengusahakan dan memelihara dunia. Artinya Tuhan memberi tanggung jawab kepada manusia, bukan untuk memanfaatkannya tanpa melestarikannya. Penebangan hutan, bagi Islam tidak dapat diterima karena termasuk kegiatan perusakan alam. Jika manusia membuat kerusakan di bumi, pembuat kerusakan alam akan merasakan akibat dari perbuatannya. Tuhan tidak menciptakan dunia dan isinya dengan sia-sia maka dari itu, manusia harus menggunakannya dengan bijaksana dan tidak menyianyiakannya. Dalam ajaran Buddha, hutan adalah hal penting bagi kehidupan dan kematian Buddha. Merusak lingkungan artinya manusia merusak diri sendiri serta keturunannya sehingga ma-
9
Lusia Efriani Kiroyan
Keluar-Masuk Penjara Ciptakan Peluang Usaha Cantik, muda dan memiliki banyak prestasi, itulah sosok Lusia Efriani Kiroyan. Meski banyak yang kagum atas prestasi yang diukirnya, serta menganggapnya sebagai salah satu wanita inspiratif Indonesia, namun pendiri yayasan dan rumah singgah ‘Cinderella from Indonesia Center’ merasa apa yang dibuatnya belumlah seberapa, bahkan masih jauh dari sukses.
Kebun mawar Holland
land. Warnyanya ada yang merah, putih, dan pink. Pengunjung bisa membeli mawar seharga Rp 5 ribu per tangkai. Kebun asparagus juga menjadi andalan karena daerah Pelaga sangat cocok untuk untuk pertumbuhan asparagus. Bagi yang datang dan ingin menginap di Bagus Agro, ada banyak pilihan. Kamar farm house mulai harga Rp 800 ribu dan farm villa mulai Rp 1,3 juta. Bahkan bagi yang ingin melaksanakan rapat pun tersedia tempat representatif. Harga yang ditawarkan relatif terjangkau. Juniko, salah seorang pengunjung dari Surabaya mengaku kagum dengan penataan Bagus Agro. Ia bahkan sempat melihatmelihat ruang rapat yang berlatar
belakang pemandangan alam Pelaga. Pria yang bekerja di sebuah bank ini akan menyampaikan ke koleganya kalau di Badung Utara ada tempat yang bisa digunakan untuk meeting sekalian outbond. “Anak-anak juga menikmati suasana Pelaga. Mereka bisa bermain di lapangan rumput dan berlarian,” ujarnya. Ia juga kagum dengan pemandangan tiga gunung, Gunung Agung, Gunung Abang, dan Gunung Batur yang terlihat dari Pelaga serta jembatan Tukad Bangkung. Paket yang juga ditawarkan di kawasan ini antara lain Yoga by the Nature, Lunch by the Nature of Pelaga, dan paket untuk sekolah yang diberi nama Eat, Play, & Learn. –Ngurah Budi
Hutan dan Masa Depan Dunia lAlvina
Edisi 883/ 11 - 17 januari 2016
lKania
Putri S.
lRei
nusia tidak lagi dapat bertahan hidup. Sama dengan pandangan deep ecology yang memandang bahwa manusia adalah bagian dari alam semesta. Berbeda dengan shallow ecology yang memandang bahwa melakukan eksploitasi dapat dilakukan tanpa harus memikirkan keberlanjutannya. Sebagai mahluk yang berbudi, manusia hendaknya melakukan sifat-sifat baik dan membantu sesama manusia yang membutuhkan. Dalai Lama mengatakan bahwa manusia perlu mengembangkan sifat baik dan berhenti untuk berbuat hal yang mengancam keberlangsungan hidup di bumi. Dengan demikian manusia dapat disebut menghormati keturunan bumi (generasi masa depan). Masa Depan Dunia: Imajinasi Remaja Bali Kegundulan hutan tidak hanya terjadi karena kebutuhan manusia terhadap hutan tinggi, juga tidak bisa dikatakan lemahnya penegakan hukum dan agama. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan penegak hukum tidak menjalankan tugasnya. Salah satu faktornya adalah karena malas. Egoisme juga merupakan akar masalah dari masalah ini. Manusia egois hanya memikirkan tentang diri sendiri. Manusia mementingkan diri sendiri dan tidak mementingkan orang lain karena mereka memiliki sifat egois. Orang menjadi egois karena mereka melupakan orang-orang yang mencintai mereka. Interaksi sosial membuat manusia tertarik pada hidup orang lain. Egoisme mungkin tampak
Ito seperti hal kecil tetapi dapat menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi manuisa, seperti meninggalkan teman hanya karena keuntungan diri sendiri, rela membunuh sesama hanya karena jabatan, atau juga karena hal kecil seperti, mendahului diri sendiri di mana pun juga.Keegoisan manusia juga sebagian dise babkan oleh lemahnya pada ajaran tentang egoisme. Lemahnya pada ajaran tentang egoisme juga merupakan akar masalah dari masalah ini. Di sekolah para murid seharusnya diajarkan tentang egoism tetapi kenyataannya masih banyak sekolah yang sebagian besar mengajarkan cara mendapatkan angka dan menghiraukan pelajaran tentang egoisme. Solusinya pengajar harus lebih memperhatikan pengajaran tentang egoisme. Ajaran tentang egoisme di sekolah lemah juga dipengaruhi oleh agama. Agama mempunyai fungsi sebagai pencerah bagi umatnya.Tetapi kenyataanya agama hanya membodohi manusia. Agama seharusnya membuat umatnya berpikir dan bukan menghibur. Seharusnya agama menganjurkan manusia untuk mencoba dahulu, melakukan yang terbaik lalu berdoa dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Ini yang membuat manusia menjadi malas dan selalu menyerah. Contohnya jika manusia sedang menghadapi masalah agama akan menganjurkan manusia untuk berdoa dan menyerahkan semua masalah kepada Tuhan. Agama juga bisa melatih umatnya untuk berfikir lebih keras agar mereka bisa menyelesaikan masalah dan tidak berdiam diri.
SMP Cendekia Institut Bali, Indonesia Alamat: Jalan Seruni i2/8 Perumahan Puri Gading Telepon (0361) 702121 Website: www.balichildrenshouse.com
Warga binaan di Rutan Batam menjalani pelatihan usaha yang dimotori oleh Lusi
“B
elum banyak yang saya bisa lakukan, jadi rasanya belum pantas disebut sukses. Yang terpenting bagi saya bukan soal penghargaannya tapi apa yang saya lakukan bisa membantu banyak orang, khususnya mereka dari kalangan marjinal,” ungkap Lusi merendah. Peraih penghargaan ‘The International Alliance For Women (TIAW) World Difference’ di Washington DC, AS, tahun 2012, mengawali kiprah sosialnya di Batam, daerah dimana dia kini bermukim. Tak dinyana upayanya memberdayakan masyarakat mendapat perhatian banyak pihak, tak terkecuali kalangan internasional. Juga yang tak kalah menariknya adalah upayanya memberdayakan para napi wanita di penjara-penjara lewat pembuatan boneka yang dikenal dengan ‘Batik Girl’. Apa yang membuat Lusi, begitu nama wanita 35 tahun ini akrab disapa, tertarik terjun ke dunia sosial, bahkan terdorong untuk membantu kalangan marjinal meningkatkan perekonomiannya, padahal Lusi termasuk wanita yang sangat sibuk? Dia memiliki sejumlah bisnis, salah satunya yang cukup besar adalah bisnis pembuatan arang dari batok kelapa. Bisnis yang dirintisnya sejak lama ini, telah berkembang dengan sangat baik. Di luar itu dia juga memiliki sejumlah bisnis lain. Namun, di antara kesibukannya itu, ia masih menyempatkan diri membagi waktu dan perhatiannya untuk mengurusi kegiatan sosialnya. “Saya memang tipe wanita yang tak bisa diam. Bahkan ketika sedang sakit pun diharuskan istirahat, saya rasanya sangat tidak
betah untuk diam. Saya merasa ada banyak hal yang harus saya lakukan, namun karena tidak sehat, terpaksa harus ditahan dan ini sangat menyiksa,” ungkap ibu dua anak ini saat bercakap-cakap dengan Tokoh. Saat berbincang itu, kondisi Lusi memang sedang tidak fit. “Iya saya terkena batuk dan flu. Mungkin karena terlalu capek ya,” kata wanita berdarah Manado-Jawa, ini. Melihat capaian hidup saat ini, mungkin orang mengira kalau dia melalui semuanya dengan mulusmulus saja. Padahal kalau mendengar ceritanya, betapa untuk mencapai seperti sekarang ia harus melalui banyak rintangan. Hanya berkat kekuatan yang diberikan Tuhan, ia mampu tegar. “Tuhan itu adil dan baik. Itu sungguh terjadi dalam hidup aku,” ucap Lusi dengan penuh syukur. Lulusan Fakultas Sastra Universitas Airlangga, Surabaya, ini, adalah anak kelima dari lima bersaudara. Sebagai anak bungsu dan satusatunya anak perempuan dalam keluarga pasangan Maria Susiati dan JB Max Kiroyan, bukan berarti hidupnya penuh kemudahan dan dimanjakan keluarga. “Sejak kecil, orangtua mendidik kami dengan sangat disiplin, khususnya ibu. Meski saya anak perempuan satusatunya dan bungsu pula, bukan berarti hidup penuh kemanjaan. Saya diperlakukan sama dengan kakak yang lain yang semuanya laki-laki. Dulu, karena kerasnya orangtua, saya sempat merasa kesal dan sedih. Namun, kini setelah didera banyak pengalaman, saya sungguh bersyukur kalau dulu didik seperti itu. Karena ternyata hasil didikan itu membuat saya menjadi wanita tegar dan mandiri,” kata Lusi yang bercerai dengan sang suami lima tahun lalu.
BERJUANG MENJADI WANITA TEGAR Pernikahannya kandas saat ia berusia 30 tahun dengan dua anak yang masih kecil-kecil. “Saat pisah itu saya benar-benar susah secara ekonomi. Tidak punya apa-apa dan terbelit utang pula,” ucap Lusi yang memulai berbisnis sejak masih terikat pernikahan. Karena usia mudanya serta minim pengalaman, akhirnya banyak usaha yang dirintisnya gagal. Dia pun terpuruk. Saat bersamaan rumahtangganya goncang dan akhirnya bercerai. Tapi Lusi tak berlama-lama dalam keterpurukan, dia pun lantas bangkit lagi. Tuhan membuka jalan, ia pun berhasil meraih kesempatan mengikuti International Visitor Leadership Program di AS. Sepulang dari sana dia kembali merintisan usahanya. Berkat kerja kerasnya, bisnis pembuatan arang dari batok kelapa berkembang. Tapi Lusi tak mau ‘serakah’ hanya mencari keuntungan buat dirinya sendiri. Jiwa sosialnya tergugah untuk berbagi pada sesama yang membutuhkan bantuannya, khususnya mereka dari kalangan marjinal. “Aku ini merasakan bagaimana susahnya hidup aku dulu, jadi aku juga memahami kesusahan mereka. Aku ingin berbagi, membantu mereka,” tambahnya. “Tapi saya tak suka membagikan uang. Saya ingin membagikan pengetahuan, ketrampilan yang bisa digunakan mereka untuk meningkatkan perekonomiannya. Karena saya adalah single parent maka saya pun melatih para ibu single parent untuk meningkatkan perekonomiannya. Saya sediakan materialnya, mereka yang buat produk untuk dijual. Begitu juga anak-anak jalanan,” kata peraih ‘Small Medium Business Award’, ini. Kiprahnya ini pun mulai dilirik banyak pihak. Dia pun mulai sering diundang untuk menjadi motivator dalam event-event seminar, khususnya terkait usaha kecil menengah. Tak hanya di dalam negeri, kiprah Lusia pun bergaung hingga ke negeri jauh. Dia pun mulai mendapat undangan untuk berbicara di forum-forum internasional. Tahun 2013, Lusi pun mendirikan Yayasan dan rumah singgah Cinderella from Indonesia Center (CFIC) yang awalnya fokus kepada pemberdayaan perempuan single parent dan anak jalanan. Dalam perjalanannya, kegiatan yayasan ini berkembang hingga akhirnya mencakup pemberdayaan masyarakat secara umum. Namun, kata Lusi,
Lusi dan dua anaknya
masyarakat kalangan marjinal tetap menjadi prioritas programnya. DARI PENJARA KE PENJARA Keluar-masuk penjara, kata Lusi, bukan hal yang baru baginya. Sejak aktif di kegiatan sosial, ia kerap menyambangi ‘hotel prodeo’ untuk mengisi acaraacara motivasi yang diadakan di lingkungan penjara. “Tapi saat itu saya belum terpikir untuk mengadakan program pemberdayaan ekonomi,” katanya. Sampai suatu ketika, ia teringat mimpinya mempunyai sebuah bisnis dan pabrik yang bisa mempekerjakan banyak orang. Tapi bisnis apa, dimana, dan bagaimana mendapatkan tenaga kerja belum terpikirkan caranya. Lalu muncul inspirasi, kenapa tidak memberdayakan para napi untuk membuat sebuah produk yang
nantinya bisa dipasarkan. Akhir nya lahirlah gagasan membuat ‘Batik Girl’, boneka ala barbie yang memakai baju batik. “Program ini ditujukan untuk para napi wanita. Material saya sediakan, mereka tinggal mengerjakan saja sesuai petunjuk. Sebelum itu mereka mengikuti pelatihan dulu selama beberapa hari yang diberikan oleh para relawan. Jadi mereka tinggal membuat baju boneka, tapi modelnya harus berbeda-beda. Ini akan memacu daya kreativitas mereka. Per 1 boneka saya memberi mereka Rp 10.000,“ jelasnya. Ternyata para napi sangat menyukainya. Selain ini bisa mengisi waktu luang, mereka juga bisa menambah penghasilan,” ungkap Lusi yang awalnya hanya memberdayakan para napi di tiga penjara, yakni Lapas Baloi dan Barelang, keduanya di Batam, dan Rutan Wanita Pondok Bambu, Jakarta. Bukan hanya membuat ‘Batik Girl’ tapi dia juga mengajarkan para napi bisnis lainnya seperti pembuatan kue dan es krim. Hasil penjualan dari boneka ini, digunakan untuk membiayai kegiatan sosial lainnya, di antaranya; melaksanakan program Save Street Children, program motivasi untuk para ODHA serta pelatihan usaha untuk wanita single parent yang tak mampu, serta anak-anak pen derita kanker. –Diana Runtu
8
Bunda & Ananda
Edisi 883/ 11 - 17 Januari 2016
Jaga Imunitas Hindari Flu Singapura
Griya
Edisi 883/ 11 - 17 Januari 2016
Musim pancaroba sudah terjadi. Kadang panas, kadang hujan. Musim yang tak menentu ini kadang membuat anak-anak mudah sakit. Salah satu penyakit yang banyak diderita anak-anak adalah flu singapura. Apa gejalanya dan bagaimana penanganannya?
O
Dr. Sumiartini, Sp.A
ga sudah tiga hari tidak sekolah. Ia sakit demam. Mulutnya juga sariawan. Ayah dan ibunya bingung karena baru kali ini sang buah hati menderita demam yang dibarengi dengan sariawan. “Biasanya dia hanya demam saja atau sariawan saja. Kali ini malah keduanya. Makan saja susah. Bagaimana asupan nutrisinya,” ujar Bu Bian. Kondisi Oga yang melemah ini kemudian diperiksakan ke dokter. Dari diagnose diketahui Oga menderita flu singapura. “Saya sempat heran, kami yang tidak pernah ke Singapura kok bisa kena flu singapura. Ternyata setelah diberi penjelasan oleh dokter, penyebabnya bukan karena datang dari Singapura,”
ungkap perempuan yang bekerja sebagai PNS ini. Istilah kedokteran flu singapura adalah hand foot and mout disease atau disingkat HFMD. Dalam Bahasa Indonesia disebut penyakit KTM (Kaki Tangan Mulut) karena salah satu ciri penyakit ini adalah adanya lepuhan pada kaki, tangan, dan mulut. “Banyak pasien yang kaget ketika anaknya didiagnosa menderita flu singapura padahal belum pernah ke Singapura. Dulu penyakit ini pernah mewabah di Singapura hingga banyak sekolah dan fasilitas umum lainnya menjadi ditutup gara-gara penyakit ini. Sejak itu dikenalkan HFMD ini sebagai flu singapura,” jelas dr. Ni Made Sumiartini, Sp.A. Dokter anak yang praktik di RSAD, RSIA Puri Bunda, dan
Apotek Pandu Medika ini mengatakan saat ini kasus flu singapura yang diserita anak-anak cukup banyak. Flu singapura adalah penyakit infeksi virus yang menyebabkan luka seperti sariawan yang banyak pada bibir dan mulut bagian dalam. Luka lepuhan juga muncul di tangan, kaki, dan terkadang pada bokong atau daerah popok. Penyebab virus RNA famili Picornaviridae, Genus Enterovirus terdiri dari virus Coxsackie A, virus Coxsackie B, Echovirus dan Enterovirus. Karena penyebabnya virus maka flu singapura ini mudah menular. Penularannya seperti penyakit flu yaitu melalui droplet saat bersin, air liur, tinja, dan cairan dari vesikel atau ekskreta. “Misalkan ada anak yang sakit flu singapura kemudian dia kontak dengan ibunya. Ibunya lalu kontak dengan temannya. Temannya ini punya anak. Saat temannya dan sang anak kontak, virus bisa terbawa. Penularan kontak tidak langsung bisa melalui barang-barang yang terkontaminasi oleh cairan tersebut. Penyakit ini umumnya menyerang balita usia 2 minggu sampai 5 tahun, namun ada kasus yang terjadi pada anak hingga usia 10 tahun,” jelas dr. Sumi. Gejala flu singapura biasanya akan muncul 3 sampai 6 hari set-
Flu singapura
elah anak terpapar atau terkena virus. Ini merupakan masa inkubasi. Awalnya anak mengalami demam dengan suhu tubuh 101°F (38°C) sampai 103°F (39°C) disertai rewel atau lesu terkadang disertai pilek. Anak yang lebih besar biasanya mengeluh sakit tenggorokan. Ada juga bayi yang menolak ASI atau tidak mau minum apalagi makan lantaran sakit saat menelan. Satu atau dua hari berikutnya, muncul bintik-bintik merah yang kemudian menjadi luka atau lecet di mulut (bibir dan pipi bagian dalam, langit-langit dan tenggorokan) mirip sariawan kecil-kecil dan banyak. Muncul juga ruam berupa bintikbintik merah datar atau timbul berisi cairan (vesikel) atau lepuhan, dan terkadang pecah menjadi lecet (ulkus). Ruam atau lepuhan ini biasanya terdapat pada telapak tangan dan telapak kaki; dapat juga muncul pada lutut, siku, bokong atau daerah genital. Beberapa anak yang terinfeksi dengan virus flu singapura ini mungkin tidak mendapatkan semua gejala penyakit. Sebagian mungkin hanya mengalami ulkus
mulut atau lepuhan pada kulit. Seperti halnya penyakit virus lainnya, penyakit flu singapura akan membaik sendiri tanpa pengobatan dalam kurun waktu 7-10 hari. “Pengobatan biasanya dilakukan dimana keluhan, misalnya sariawan, diberi obat untuk mengatasi sariawan. Kalau sariawan sembuh, anak bisa makan dan kebutuhan nutrisinya tercukupi. Ini membuat daya tahan tubuh lebih kuat. Kalau ada ruamruam, diberi salep. Biasanya saya berikan vitamin kepada pasien untuk meningkatkan daya tahaun tubuhnya. Antibiotik sangat jarang saya berikan,” tegas istri dr. Made Tangkas, SpOG ini. Dokter Sumi menegaskan tidak ada vaksin yang dapat disuntikkan untuk melindungi terhadap virus yang menyebabkan flu singapura ini. Untuk mencegahnya, hal yang penting adalah menjaga sanitasi agar tetap bersih. Lingkungan yang bersih merupakan salah satu syarat hidup sehat. Kalau imunitas sudah kuat dan bagus, virus lebih sulit masuk tubuh. –Ngurah Budi
Mebel Bergaya Vintage
Sekarang ini gaya vintage masih digemari khususnya di properti. Salah satunya pada mebel yang sengaja difinishing agar berkesan antik dan tua. Tentunya hal ini jauh lebih murah jika dibandingkan jika kita harus “memburu” mebel antik yang usianya benar-benar tua. Untuk menekan biaya, para pengerajin mebel menyiasatinya dengan memberikan cat yang terkesan antik dan tua.
S
alah seorang pengerajin di Desa Tegalalang, Ubud, Gianyar, Wayan Sri Punduh dan suaminya juga menangkap peluang ini. Di bawah bendera Widya Dewi Handicraft, pasutri ini baru dua tahun terakhir beralih ke mebel. “Dulu kami membuat mozaik. Baru dua tahun ini kami membuat mebel-mebel antik. Selain pasarnya bagus, bahannya kayu albesia mudah didapat, murah dan ringan,” ujarnya. Sri Punduh mengatakan, setiap jenis mebel kayu, seperti peti, meja, kursi, lemari pakaian,
rak buku atau rak sepatu, dapat dibuat dengan gaya vintage. Ada model perahu juga model rak jaro. Proses pengerjaannya dikatakan Sri Punduh sederhana saja. Mebel yang sudah jadi didempul dengan serbuk kayu dan lem untuk menutup pori-porinyaa. Kemudian, disemprot dengan api agar permukaan mebel halus. Dan dari penyemprotan dengan api tersebut juga akan menimbulkan serat-serat hitam yang semakin memberi kesan antik. Setelah itu baru kemudian dicat dengan cat tembok sesuai
selera, bisa warna putih (biasa disebut finishing whitebrush), hijau (greenbrush), merah, biru dan ungu. Khusus untuk mendapatkan warna cokelat antik, Sri Punduh memakai bahan alami yakni memakai gambir dan PK dengan proses khusus. Usai dicat, mebel dicuci dengan air agar warnanya tidak luntur. “Setelah itu jemur di panas matahari sekitar 1 jam saja. Mebel bergaya antik siap dipasarkan,” ucapnya. Mebel-mebel bergaya vintage itu kini trennya banyak dipakai sebagai properti di spa, untuk pernikahan, ataupun stan. -Inten Indrawati
Mendongeng Lima Menit
KISAH SEORANG PEMBURU
Perayaan Siwaratri
tkh/eka adhyasa
Perayaan malam Siwaratri dilaksanakan di wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha, Jumat (8/1) malam. Perayaan ini diikuti keluarga besar Kelompok Media Bali Post dan masyarakat umum. Acaranya antara lain membaca Bhagawadgita dan meditasi.
Seorang pemburu melepas lelah di bawah pohon. Hingga matahari tegak ia belum juga menemukan hewan. Tiba-tiba dari kejauhan seekor harimau mengejarnya. Ia takut lalu terburu-buru memanjat pohon. Seekor induk kera Made Taro yang sedang mengasuh anaknya, menggelayut-gelayut di pohon itu. Ia kasihan dan ingin menolong pemburu yang kalangkabut itu. Lalu ia lemparkan seutas akar rambat ke arah pemburu itu. Dengan akar itulah pemburu itu naik ke atas pohon hingga selamat dari cengkeraman harimau. “Terima kasih, Kera!” kata pemburu itu kepayahan. “Bersyukur aku mendapat kesempatan menolongmu,” jawab Kera. “Namun bahaya belum berakhir. Harimau, si Raja hutan itu akan terus berjaga di bawah pohon. Ia pergi setelah mendapatkan mangsa. Maukah kau kerjasama?” “Tentu, Kera! Bagaimana caranya?” “Kita berjaga bergiliran. Aku tahu kau payah. Kau tidur terlebih dahulu, aku yang mengawasi sang Harimau.” Ketika sang Pemburu tertidur, harimau berkata
kepada Kera. “Hai, Kera! Kalau kau ingin selamat, doronglah pemburu itu hingga jatuh!” “Tidak, Harimau! Aku menolongnya dengan tulus-ikhlas.” Setelah pemburu itu bangun dari tidur, maka sang Keralah yang beristirahat. Sebelum memejamkan mata, kera itu berpesan, “Hai, Pemburu! Berhatihatilah kepada Harimau! Jangan terpancing oleh kata-katanya yang berbisa!” Harimau yang tak pernah lengah mengawasi mangsanya, berkata kepada pemburu. “Hai, Pemburu! Aku tahu istri dan anak-anakmu sedang menunggumu. Sekaranglah kesempatan yang terbaik bagimu. Doronglah induk kera itu! Aku akan menangkapnya dan melarikannya jauh-jauh. Bagianmu adalah anak kera yang kecil itu. Bawalah pulang untuk oleh-oleh!” “Benar juga harimau yang cerdas itu,” pikir pemburu. Ia pun segera mendorong induk kera itu. Dalam sekejap induk kera itu sudah berada dalam cengkeraman mulut harimau. Harimau yang kelaparan itu lalu pergi jauh masuk ke dalam semak-belukar. Bagaimana sang Pemburu? Setelah merasa aman, ia pun memasukkan anak kera itu ke dalam karungnya. Kemudian pulang dengan riang. Ditunggu-tunggu, sampai matahari tenggelam, sang Pemburu tak pernah sampai ke rumah. Di tengah jalan ia dicegat oleh harimau yang telah memangsa induk kera tadi.
Sri Punduh (tengah) saat melayani pembeli
17
18
Life
Edisi 883/ 11 - 17 januari 2016
Kolonel
Inf.
Nyoman
Cantiasa,
S.E.
Kedepankan Tattwam Asi Pertiwi memanggilmu. Bertugas di tanah kelahiran merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi Komandan Korem 163/Wirasatya Bali Kolonel Inf. Nyoman Cantiasa, S.E. Ia pun bisa mengenal lebih dekat daerah Bali. Sebelumnya, hampir 29 tahun ia merantau di luar Bali. Bagaimana kiprah Cantiasa di dunia militer dan apa harapannya untuk masyarakat Bali?
Cantiasa diterima Presiden SBY setelah tim Indonesia menjadi juara umum AARM 2006
P
ria kelahiran Buleleng, 26 Juni 1967 ini anak ketiga pasangan I Nengah Tinggen-Ni Ketut Mari. Ayahnya guru yang juga penekun sastra dan pengarang buku Bahasa Bali. Sejak kecil Cantiasa sering melihat orang berseragam militer karena rumahnya di Singaraja dekat dengan Polres Buleleng dan Kodim Buleleng. Ia pun bercita-cita menjadi tentara. Tamat SMAN 1 Singaraja tahun 1986, ia lolos Akademi Militer. “Ada tiga hal yang membuat saya memilih dunia militer. Pertama karena memang citacita. Kedua, paman saya (alm. Wayan Sada, anak buah I Gusti Ngurah Rai) merupakan inspirator. Pada masa perang, tugasnya sebagai tim khusus I Gusti Ngurah Rai bagian utara yaitu Buleleng untuk mematikan atau memotong aliran listrik, telepon penjajah. Ini adalah kemampuan langka dan khusus pada masa perang. Ayah banyak bercerita tentang paman saya ini. Ketiga, lingkungan saya dekat dengan orangorang berseragam. Ada kebanggaan jika bisa memakai seragam militer,” ungkap Cantiasa yang sangat suka kolak dan pisang goreng buatan ibunya ini. Sang ayah memang merestui ketika Cantiasa berniat masuk dunia militer. Tetapi, ibunya sempat ragu-ragu. Setelah diberi pemahaman dan diyakinkan bahwa terjun di dunia militer merupakan tugas mulia, akhirnya sang ibu merestui. Cantiasa masuk Akmil tahun 1987 dan lulus tahun 1990. Saat lulus, ia meraih penghargaan Bintang Adhi Makayasa dan Bintang Tri Sakti Wirautama langsung dari Presiden RI Soeharto. Penghargaan ini diberikan kepada lulusan terbaik dari masing-masing matra dengan melihat kecakapan akademik, kepribadian, dan fisik. “Saya punya prinsip, kalau kita berpikir akan menang, sebenarnya kita sudah menang. Sebaliknya, kalau kita berpikir akan kalah, sebenarnya kita sudah kalah. Begitu masuk jadi tentara saya menanamkan pada diri sendiri akan melakukan yang terbaik dengan giat belajar dan giat berlatih,” tegas saudara kandung I Gede Cantika yang saat ini berdinas di Polisi Kehutanan, Ni Made Cantiari yang bertugas di Pemda Buleleng, Ketut Cantiana di Dinas Pertanian, dan Putu Cantiawan yang menjadi pilot di salah satu maskapai penerbangan. Setelah menyandang pangkat Letnan Dua, Cantiasa mengawali tugas di Yonif 328 Linud Kostrad yaitu pasukan
yang bermanuver bila melakukan pertempuran akan menyerbu musuh dari langit/udara dengan parasut atau terjun payung. Selanjutnya ia bergabung di satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) selama hampir 20 tahun. Posisi yang pernah diduduki Komandan Tim Intelijen Grup Sandi Yudha, Komandan Satuan Grup 81 Antiteror Kopassus serta Komandan Pusat Pendidikan Pasukan Khusus di Batujajar. Sebelum menjadi Danrem 163/Wirasatya, pria asal Bubunan, Seririt, Buleleng ini menjabat Komandan Resimen Taruna Akademi Militer Magelang atau dulu orang sering bilang Akabri. Dari semua penugasan selama 29 tahun itu, ia belum pernah bertugas di Bali. “Agustus 2015 saya mulai di Bali. Saya bersyukur bisa tugas di Bali, bisa dekat dengan keluarga besar, dan saya punya kesempatan untuk menyama braya mengenal masyarakat dan wilayah Bali,” ujar pria yang sudah ditempa makan garam di daerah operasi seperti di Timor-Timur mengejar gerombolan pengacau keamanan (GPK), Irian Jaya saat melaksanakan operasi pembebasan sandera Tim Lorentz (tim peneliti alam flora fauna) yang terdiri warga negara Inggris, Jerman, Belanda dan Prancis, kemudian ke Aceh saat masih status berlaku DOM (daerah operasi militer) dan juga ke Ambon saat kerusuhan konflik, serta melaksanakan operasi khusus pengungsi (boat people) dari Vietnam di Pulau Galang. Disamping itu operasi di luar negeri juga dilaksanakan saat ada pembajakan Kapal Sinar Kudus milik Indonesia di Somalia. Cantiasa juga sering mendapat surat perintah untuk melaksanakan tugas di wilayah
Asia, Eropa, Australia dan Amerika. Hampir semua benua dia kunjungi saat di Kopassus. Ia bersyukur karena satuan Kopassus banyak memberi kesempatan mengenal negara lain. SECURITY SEJALAN PROSPERITY Dari banyak pengalaman di daerah operasi, ia mengaku di Ambon yang paling memberi tantangan karena bertugas di daerah konflik dengan di daerah operasi pertempuran, sangat berbeda dimana ada masyarakat kita yang harus diamankan. Kala itu terjadi konflik horizontal antara dua kelompok masyarakat Saat itu hampir 900 pucuk senjata api organik tersebar di masyarakat ditambah senjata tajam. Ini jelas kerawanan rentan bentrokan dan pasti ada korban. Cantiasa yang menggunakan nama sandi Arjuna 2 menjabat Kasi Ops Sektor yang membawahi hampir 9 Batalyon di wilayah Ambon, juga menjadi incaran. Ia bahkan sempat dimaki-maki di HT. Kondisi Ambon ia bayangkan seperti pertempuran kota di Sarajevo karena suara tembakan senapan mesin, bom, TNT dll silih berganti tidak pernah berhenti baik pagi, siang apalagi pada malam hari dan yang jelas mati lampu sehingga seluruh kota gelap gulita. Situasi masyarakat ketakutan dan mencekam. Berkat pendekatan strategi yang ia lakukan bersama tim, akhirnya oknum provokator yang tidak bertanggung jawab bisa ditangkap, konflik bisa terselesaikan secara damai sampai saat ini sehingga masyarakat Ambon bisa bekerja kembali namun penyesalan yang ada butuh satu generasi untuk menghilangkan rasa trauma yang mencekam. Pengalamannya tugas terjun di daerah konflik membuatnya selalu berharap Bali tidak pernah didera konflik. Namun, ia dihadapkan pada kenyataan, di Bali juga ada konflik antar ormas bahkan sampai ada korban jiwa. “Saya prihatin, sedih, kecewa dan marah dengan apa yang terjadi. Ini ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, apalagi tega-teganya sesama masyarakat Bali yang sama sama minum dan makan dari tanah di Bali. sehingga dampaknya merugikan masyarakat luas. Wisatawan jadi takut datang dan banyak saudara kita tidak dapat pekerjaaan karena tamu sepi. Pariwisata itu sangat bergantung keamanan, Bali ini tidak terpengaruh pada nilai tukar dolar. Kalau sudah aman, wisatawan akan datang, rezeki orang Bali akan datang. karena security harus sejalan dengan prosperity atau kesejahteraan. Sebagai Danrem di Bali saya selalu berharap suasana kondusif, aman, dan nyaman. Masyarakat Bali tenang melaksanakan kegiatan sehari hari,” tegas suami Made Ayu Skriptyanti yang berasal dari Tabanan ini. Kepada ormas yang ada di Bali, Cantiasa mengimbau jangan merasa ada yang menang dan kalah atau merasa di-
Cantiasa menjadi Komandan Upacara 17 Agustis 2013
Story
Edisi 883/ 11 - 17 januari 2016
7
Silaturahmi yang Utama Transaksi Kacamata Berikutnya Bersepeda motor sembari menenteng tas ransel berisi berbagai frame kacamata, lengkap pula dengan alat yang dikenal secara umum sebagai alat ukur mata, Akeu Surya Panji, menerobos hujan dan panas berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya untuk melayani pasiennya yang membutuhkan kacamata. Dengan masker berwarna hitam untuk melindungi mulut dan hidung dari debu, pria berusia 40 tahun ini menikmati benar profesinya sebagai penyedia jasa ukur kacamata yang digelutinya sejak tahun 2002 ini.
A
Cantiasa dan istri dahului dan mendahului. Masalah tidak kalau gagal, ia dicopot jabatannya. akan selesai kalau masih ada dendam. Indonesia sudah 15 kali ikut lomba Serahkan semua ini kepada aparat pen- di luar negeri tidak pernah menang. egak hukum. Pengalaman kasus konflik Cantiasa merasa tertantang sebagai di berbagai wilayah merupakan suatu seorang prajurit Kopassus dan berkat contoh dan pelajaran yang sangat ber- kerja keras tim, mereka bisa meraih harga karena akhirnya semua rugi hanya juara umum. Dari 15 trofi Indonesia penyesalan ibarat nasi sudah jadi bubur meraih 9 trofi , Negara-negara ASEAN kita bunuh diri namanya bila situasi di bingung dan slut luar biasa dengan Bali tidak aman masyarakat kita tidak prestasi Indonesia. “Moto kami saat bisa makan karena tidak ada wisatawan itu, “impossible make possible”. Saya yang datang. Ia pun mengingatkan dan tim pun dipanggil Bapak Presiden mereka untuk mengedepankan ajaran SBY ke Istana Negara. Tidak semua agama Hindu seperti Tattwam Asi dan tentara berprestasi bisa menghadap ahimsa. Sesama orang Bali dan orang langsung dengan Presiden,” ujar Koyang tinggal di Bali, tidak mengenal mandan upacara saat upacara penudari suku mana, agama golongan yang runan bendera 17 Agustus 2013 di penting tinggal di Bali jangan mudah Istana Negara Jakarta ini. terprovokasi dan diadu domba. Kalau Sebagai tentara, Cantiasa sudah sampai ini terjadi, orang lain akan tepuk tahu konsekuensinya. Waktunya pun tangan. Keamanan bukan hanya tugas ia atur sedemikian rupa termasuk di tentara atau polisi saja tetapi ini adalah rumah tangga “Sebelum kami menikah, tugas tanggung jawab bersama. TNI saya sudah buat MoU dengan istri, adalah rakyat, bersama rakyat TNI kuat saya tanya kepada calon istri apakah dan bersama TNI rakyat sejahtera. sudah siap menjadi istri tentara. Saya perhatikan sorot matanya paling dalam, ternyata dia siap,” ujarnya KENAIKAN penerima piala Wira Karya Nugraha PANGKAT LUAR BIASA Mengenai pengalaman di daerah dari Panglima TNI saat pendidikan di operasi, Cantiasa juga menuturkan Sesko TNI tahun 2014 ini. Setelah punya anak, anak pun operasi pembebasan sandera di Kapal Sinar Kudus yang dibajak perompak diajak diskusi dan mereka paham Somalia serta di pedalaman hutan be- tugas bapaknya. “Kalau urusan dinas, lantara Irian Jaya Keberhasilan operasi saya fokus urusan dinas. Tetapi, kalau di Irian Jaya tahun 1996 ini membuat waktu untuk keluarga, saya pun meCantiasa memperoleh kenaikan pang- luangkan waktu untuk anak, walaupun kat luar biasa (KPLB) dari Letnan Satu capek, kita tidak boleh egois karena itu haknya dia yang punya waktu. Saya menjadi Kapten dari Presiden RI. Kemudian pada tahun 2006 ia di- ingin mewarnai, mendidik, dan sharing tunjuk sebagai Komandan kontingen RI dengan anak. Anak adalah investasi di ajang AARM (lomba tembak militer yang paling mahal dan luar biasa,” se-ASEAN) di Vietnam. Tantangannya, tegasnya. -Ngurah Budi
Cantiasa saat menerima penghargaan Bintang Adhi Makayasa dan Bintang Tri Sakti Wirautama dari Presiden Soeharto
keu bukanlah seorang dokter mata atau setidaknya orang yang pernah mempelajari bidang ini namun memiliki keahlian tersebut dan mendapat banyak apresiasi dari para pasiennya. Keahlian mengukur kacamata ini tidak diperolehnya dari bangku sekolah resmi, melainkan dari pengalaman yang dipelajarinya dengan sungguh-sungguh. Menemukan profesi yang akhirnya mampu menopang kehidupannya ini dilewatinya dengan pencarian yang dilandasi kesungguhan dan usaha serta bekerja keras. Selepas sekolah menengah tahun 1995 di daerah asalnya Garut Jawa Barat, Akeu merantau ke Bali. Di sana ia hidup dari bekerja serabutan apa saja, hingga menjadi supir. “Apa saja saya kerjakan asalkan halal,” ungkap pria dengan tutur bahasa bernada pelan ini. Lima tahun bekerja di Bali, kakinya lalu membawa ia ke Lombok. Di sini selama setahun ia menjadi supir di sebuah hotel dan kembali lagi ke Bali. “Tahun 2001 saya mulai bekerja di salah satu optik di Bali dan di sanalah saya mempelajari bidang ini,” ungkapnya. Saat bekerja di optik inilah Akeu menemukan ketertarikannya pada dunia mata sehingga ia bekerja keras sembari mempelajari bidang yang sama sekali tidak pernah dipelajarinya secara teori ini. Sampailah akhirnya ia kembali ke Lombok di tahun 2002 dan mulai mencoba membantu orang-orang yang dekat dan dikenalnya. Dari keahlian yang pernah diperolehnya itu, ia mulai profesi tersebut. Akeu tidak membuka sebuah toko optik besar yang lengkap, melainkan ia berkeliling mendatangi pasien dari rumah ke rumah. Kala itu, profesi sepertinya masih sangat jarang sehingga peluang usaha yang dijalankannya dengan mengedepankan kepercayaan pelanggannya ini berjalan mulus. Bagaimana tidak, waktu itu, kisahnya, jika ada yang memesan kacamata dua buah saja, ia harus ke Bali untuk mendapatkannya mengingat saat itu belum banyak toko optik di Mataram yang menyediakan kaca mata seperti yang dipesan pelanggannya. Sejak itulah ia menjadi dikenal sebagai penyedia jasa ukur kacamata dan sekaligus menjual kacamata yang dibutuhkan pelangannya. Akeu bahkan melupakan jarak dan waktu jika mendapat panggilan dari pelanggan maupun pasien barunya, sejauh apa pun jaraknya. Roda sepeda motornya bahkan telah menembus hingga ke Sembalun di kaki Gunung Rinjani Lombok Timur sampai pula di Tanjung Lombok Utara. Ia juga telah melayani permintaan kacamata sampai ke Pringgabaya hingga Labuhan Lombok di Lombok Timur dan bahkan hingga ke Bangko-Bangko, Lembar, Gerupuk di Lombok bagian Selatan serta lainnya. Untuk sampai ke pelosok-pelosok
dalam melayani pelanggannya seperti ini dengan berkendara sepeda motor, Akeu pulang ke rumahnya di Gunung Sari Lombok Barat, bisa hingga larut malam.Mendatangi tempat-tempat hingga pelosok Lombok seperti ini kerap dilakukannya demi agar tidak mengecewakan pasiennya. “Saya tidak ingin mengecewakan pelanggan/pasien, karena itu saya selalu usahakan untuk datang secepat mungkin pada panggilan pertama,” katanya. Baginya dalam hal ini lebih cepat lebih baik, apalagi pada pasien yang sangat membutuhkannya. Rupanya tidak hanya tak ingin mengecewakan pasiennya, Akeu lebih mementingkan lagi kebutuhan pasiennya. Kebutuhan kacamata khususnya bagi yang mendesak memerlukannya. Bekerja dengan cara berkeliling seperti ini sangat dinikmati olehnya. Bertemu dengan banyak orang dari berbagai kalangan adalah pekerjaannya sehari-hari. Akeu menjaga benar silaturrahmi dengan seluruh pelanggan dan pasiennya. Ia mencintai benar profesinya ini karena tiap hari ia bersilaturahmi dengan siapa saja. “Silaturahmi yang utama, soal transaksi kacamata itu nomor berikutnya,” ungkapnya. Kacamata hanya sarana saja, yang utama baginya silaturahmi. Maka itu, Akeu tidak pernah merasa takut ke mana pun karena ia merasa memiliki banyak saudara di mana-mana. SALING MENJAGA KEPERCAYAAN Demi memperpanjang silaturahmi ini, Akeu juga memberikan keluangan waktu bagi pelanggannya untuk membayar kacamata secara kredit. “Tiap kali mengambil pembayaran kreditan kacamata, di sanalah saya akan lebih sering ketemu dengan pelanggan/pasien saya,” ungkapnya. Tetap membangun silaturahmi seperti inilah yang meyakinkan dirinya akan kemurahan rezeki yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada dirinya. Dari kacamata ia membangun silaturahmi berantai. Atas komunikasi yang baik, atas silaturahmi yang dibangun, atas harga yang bersahabat hingga pelayanannya yang mengedepankan kebutuhan pasien, ia mendapat kepercayaan. Kepercayaan pelanggan itulah yang dipegangnya dengan sungguh-sungguh. Inilah sebabnya ia kerap mendapatkan pasien satu keluarga atau bahkan kawan dari pasiennya hingga kawan dari kawan dan seterusnya. Lingkaran silaturahmi yang terus membesar membuat Akeu bersyukur atas apa yang didapatkannya. Lebih dari 13 tahun ia menggeluti usaha ini dan sejauh ini menurutnya berjalan lancar meskipun tentu saja ada kendalakendala, seperti ada yang tidak bayar termasuk tidak melunasi. Namun semua itu
tidak membuatnya terlalu memikirkannya. Ia lebih suka mengikhlaskan. “Bahkan kalau ada yang sangat membutuhkan kacamata saya lebih mendahulukan kebutuhannya itu dibandingkan pembayarannya,” ujarnya. Apalagi dipakai atas nama kemaslahatan, misalnya dipakai untuk mengajar. Karena pekerjaan ini lebih mengedepankan silaturahmi, maka Akeu mengaku tidak pernah jenuh dan lelah meski harus menempuh jarak yang jauh. Ia selalu merasa senang
dengan pekerjaannya ini alias hanya rasa suka yang dirasakannya. Dari silaturahmi ini pulalah yang akhirnya mempertemukannya dengan kelompok musik Kebangru’an di Dusun Benyer Desa Telagawaru Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur. Ketertarikannya pada seni musik bernuansa magis ini bahkan telah menempatkannya sebagai Wakil Ketua Lembaga Seni Menduli Selayar, yang mengembangkan musik Kebangru’an di Lombok Timur. –Naniek I. Taufan
6
Woman on Top
Edisi 883/ 11 - 17 januari 2016
Ta n t i a r i n i H i d a y a t i
Ciptakan Staf Multifungsi
Perempuan asal Yogyakarta ini memulai karier di Bali, sejak tiga tahun lalu. Ia dipercaya menjadi orang nomor satu di hotel Ibis Style Bali Kuta Legian. Dalam prinsip hidupnya, semua bisa dipelajari, termasuk cara memimpin. Baginya, tiap orang bisa jadi pemimpin, asal ada kemauan dan kerja keras. Seperti apa?
pemimpin, kita juga harus bisa mengantarkan orang lain jadi pemimpin di kemudian hari atau regenerasi. Itulah pemimpin yang berhasil,” ucapnya. Prinsip ini ia terapkan dalam mere k r u t s t a f. Saat mereka wawancara, ia minta pelamar menu-
K
etua Women of Accor Generation Regent Bali Lombok ini dalam merekrut staf, selalu ia tanyakan, kamu mau jadi apa ke depan? “Sebagai seorang
lis, apa keinginan mereka bekerja di sini. Catatan itu ia simpan, untuk di-review tahun depan. Dari catatan itu, ia bisa juga melihat, apakah staf itu ditempatkan sudah sesuai dengan potensinya. Tanti berharap, tiap tahun selalu ada karyawan yang naik posisi. Baginya, staf harus bisa menjadi pemimpin kecil di setiap departemennya. “Karena bagi saya, ini sangat membantu saya sebagai pemimpin dalam lingkup yang besar,” kata perempuan usia 48 tahun ini. Kiat yang ia terapkan ini, ternyata berhasil memotivasi karyawan. Dengan banyaknya pembangunan hotel di Bali, tentu persaingan semakin besar. Karena itu, ide dan kreativitas tiap hotel sangat diperlukan agar mempunyai nilai lebih yang ditawarkan kepada tamu. Ketika hunian rendah, kadang hotel melakukan pengurangan karyawan. Namun, bagi Tanti, selama kepemimpinannya, itu tidak terjadi. Saat ini, Ibis Style Bali Kuta Legian memiliki 38 karyawan tetap dan 27 daily worker. Ketika hunian rendah, para daily worker ini tidak bekerja sehingga saat tamu sepi, ia tak sampai merumahkan karyawan tetap. Tanti punya trik jitu dengan menjadikan karyawannya mutlfungsi. Misalnya, bagian
cook juga harus bisa membantu di front office. Begitu juga sebaliknya. Cross training ini ia gencarkan agar karyawan memiliki multiskill. Hal itu sudah dirasakan, ketika hunian sepi. Para staf bisa bekerja bersama-sama dan saling membantu satu sama lain. Menurut Tanti, ketika nantinya, staf berhenti bekerja, multiskill ini tentu berguna bagi mereka dalam industri kerjanya. Sebagai ketua Women at Accor Generation, ia juga bertugas memotivasi para perempuan. Ia mengakui, masih sedikit perempuan yang menjadi pemimpin. Dalam lingkungan hotel di Accor, memang ia akui yang memegang tampuk pimpinan nomor satu masih bisa dihitung jari. Dalam setiap pertemuan Women at Accor Generation, selalu saja ada yang dipromosikan. Tujuannya, agar memotivasi perempuan lain untuk ikut termotivasi maju. Memang ia mengakui, sebagai seorang istri, ibu dan juga wanita karier, perempuan memerlukan energi yang ekstra. Ia sendiri mengakui tak mudah agar kehidupan tersebut bisa seimbang. Ia menilai, kembali lagi, itu juga bisa terjadi karena peran suami yang sangat mendukung istri. Tanti memang tak bercita-cita menjadi general manager (GM). Namun, pencapaiannya ini ia syukuri karena sudah bisa mencapai posisi tertinggi di hotel. Tamatan S-1 di London dan S-2 di Skotlandia ini, sebelum menjadi GM, memulai kariernya dari Direktur Sales and Marketing. Memulai karier di jari ngan hotel Accor di Jakarta, Tanti memang diikutkan dalam program menjadi GM. Ia dinilai punya potensi
untuk mengembangkan kariernya untuk menjadi GM. Sebelum menjadi GM, ia pernah menjadi orang nomor dua di Hotel Novotel Yogyakarta. Setelah 2,5 tahun, ia dipindahkan ke Jakarta. Setelah menamatkan program pelatihan menjadi GM di Bangkok, ia memulai berkarier di Bali dan langsung dimin ta membuka hotel baru Ibis Style Bali Kuta Legian. Perempuan yang sudah 11 tahun berkarier di Accor ini mengakui, tak ada pengalaman dalam membuka hotel baru. Selama ini, ia ditugaskan selalu di hotel yang sudah berjalan. Tentu memulai membuka hotel di Bali dan sebagai orang yang pertamakali datang ke Bali, bukan hal yang mudah. Banyak hal yang harus ia kuasai. Mulai dari hubungan dengan pemilik, brand standar Accor. Sebagai hotel berbintang tiga, Ibis Style Bali Kuta Legian target utamanya anak muda yang trendy dan colorfull. Nuansa ceria, warna dan ornamen pepohonan menampilkan warna hijau segar. Tanti juga harus tahu soal kontraktor, begitu juga lingkungan setempat beradaptasi. Ia mengatakan, kontrak kerjanya di Ibis Style 2 tahun plus 1. Mungkin sebentar lagi, ia akan dipindahkan ke jaringan hotel Accor yang lain. Namun, ia berharap, tetap bisa di di Bali karena ia mulai mencintai Bali. Kepemimpinannya di Women at Accor Generation juga akan segera digantikan. Ia sangat berharap, siapa pun yang menggantikannya, akan tetap memberikan motivasi dan inspirasi bagi para perempuan.
Mozaik
Kampanye yang terus dilakukan oleh para aktivis go green menjadi hal yang cukup dicermati oleh masyarakat. Salah satunya berkaitan dengan pemanfaatan kertas yang disinyalir memiliki andil dalam berkurangnya lahan hijau di muka bumi.
S
ebagai salah satu benda yang paling sering digunakan oleh umat manusia sejak zaman dahulu kala, kertas menggunakan bahan alami, yaitu salah satu bagian dari kayu pada pohon. “Hal inilah yang membuat
Salam Senyum, Mengawali tahun 2016, sebagian orang mencoba membangun semangat dan opti misme dalam segala hal. Mulai dari sisi kese hatan, bisnis dan keuangan, keluarga, jodoh dan lain sebagainya dengan berbagai macam cara. Sehingga, dengan cara yang mereka bangun sendiri tumbuh keyakinan dalam diri bahwa tahun ini akan berpihak kepada mereka. Kesehatan yang prima, bisnis tumbuh dengan baik, keuangan berlimpah, keluarga tentram dan damai, teman bertambah banyak dan lain sebagainya. Sebelum melanjutkan tulisan ini, perke nalkan saya SRI SUMAHARDANI. Mungkin sebagian besar belum mengenal saya, tapi saya yakin sebagian lainnya sudah ada yang mengenal saya. Saat ini saya masih tercatat sebagai pekerja di salah satu Bank BUMN. Dua puluh tujuh tahun berkecimpung di dunia perbankan, sebagai pembicara dan motivator di berbagai instansi, khususnya mengenai layanan, communication skill, marketing, dan pemerhati layanan. Mulai minggu ini dan be berapa edisi ke depan saya hadir di hadapan Bapak/Ibu melalui rubrik “Dhani’s Art in Service”ini. Saya lanjutkan, sudahkah kita mengawali optimisme yang akan kita bangun dalam diri kita masing-masing? Dalam berbagai pelatihan dan motivasi seringkali kita mendapat tips dan trik agar bersemangat setiap harinya. Salah satu tips adalah ketika bangun tidur kita diminta bersyukur bahwa kita masih diberi kesempatan untuk menikmati pagi. Selanjut nya, kita diminta tersenyum untuk mengawali hari. Tips yang mudah dan ringan sekali untuk dilakukan, tapi cobalah bertanya pada diri
sendiri, sudahkah kita melakukannya? Masih familiar di telinga kita sebuah iklan minuman yang kira-kira berbunyi seperti ini, “apa pun makanannya, minumnya ……… (silahkan lanjutkan sendiri)”. Apa pun cara kita membangun optimisme, mulailah dengan senyuman. Senyum kejujuran untuk memulai hari, minggu, bulan dan tahun 2016 ini. Se nyum, satu kata sejuta makna. Senyum adalah sihir yang halal, senyum adalah sedekah, se nyum adalah kado terindah dan masih banyak lagi klise - klise mengenai senyuman. Dalam konteks layanan prima (service excellent), senyum merupakan salah satu ba hasa tubuh yang memegang peranan sangat penting. Seringkali kita mendengar jargon seperti “berikan mereka (pelanggan) senyum terindahmu”. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa semua bisnis yang bergerak di bidang jasa mengharapkan bahwa pelanggan keluar dengan tersenyum oleh proses layanan yang mereka dapatkan. Senyum yang baik adalah gerakan refleks yang dibiasakan. Masih ingatkah bagaimana pertama kali kita belajar mengendarai mo bil? Pengalaman yang tidak akan pernah kita lupakan. Bagaimana rasanya kita masih mencoba menghapal seluruh panel yang ada di dashboard maupun pijakan-pijakan yang berada di bawah kaki kita. Berada di traffic light saat lampu merah, berada di jalan tanjakan dan beberapa kejadian yang datang secara bersamaan. Hati deg-degan, keringat keluar, mesin mobil mati, semuanya terasa canggung dan serba salah karena kita belum terbiasa. Tidak ada gerakan refleks untuk mengambil tindakan. Sebenarnya sama dengan tersenyum, co
Salam Senyum, Sri Sumahardani
pemanfaatan kertas diamati secara khusus, karena salah satu penyebab global warming adalah pengurangan lahan hijau seperti hutan,” ujar Romli pengepul barang-barang bekas. Di tempat daur ulang yang ada di Kelurahan Keniten Ponorogo
Busana Pesta dari Bahan Bekas
-Wirati Astiti
menghilangkan perasaan grogi karena berada di panggung yang begitu megah dan ditonton ribuan bahkan jutaan penonton baik langsung menonton, maupun yang mendengarkan melalui televisi dan radio, adalah bagaimana di saat nomor undian saya dipanggil. Dengan gagahnya saya melangkah ke atas panggung dengan “senjata” saya yaitu senyuman. Saya tersenyum menyapa penonton, saya terse nyum kepada cameraman, saya tersenyum kepada pemain band yang akan mengiringi saya bahkan saya tersenyum yang paling indah kepada para dewan juri yang akan menilai saya bernyanyi..(haaaaaaa…). Dan, hasilnya saya harus menerima kalau saya ditetapkan sebagai Juara pertama (I). Saya yakin kalau salah satu penentu kemenan gan saya bukan hanya karena suara saya yang merdu dan penampilan saya yang keren (... hehehe…). Tetap,i karena hipnotis/sihir senyu man saya diwaktu saya memulai penampilan dalam perlombaan. Kalau kita gambarkan kembali, sebenarnya senyuman memberi kita hal yang sangat positif, di antaranya: 1. Senyuman dapat membuka hati kita, 2. Senyuman dapat mem berikan kesan pertama, 3. Senyuman mampu mempengaruhi orang lain, dan yang terakhir ke 4. Senyuman dapat menghilangkan keben cian dan dendam dalam hati kita. Dari beberapa cerita dan ulasan di atas, ternyata sangat penting kita melakukan se suatu dengan memulai dari diri kita sendiri. Sehingga ketika kita menularkannya kepada orang lain akan lebih menghayati dan terpan car dari panca indera kita. Jadi, kalau ingin menjadi seperti “Sang Penyihir” dengan senyu man yang seakan menghipnotis, biasakanlah tersenyum, pancarkan lewat hati melalui mata, tularkan senyum itu kepada orang di hadapan kita, dan dunia pun seakan ikut tersenyum dengan ramahnya menyapa kita (asal jangan senyum senyum sendiri ya…).
19
Bisnis Daur Ulang Kertas
“SANG PENYIHIR” balah tersenyum di saat hati kecewa atau se nyum di saat tidak punya duit…(hehehehe). Ini sepertinya tantangannya? Semua akan terasa hambar, akan terasa tidak punya jiwa dan ruh, bahkan tidak punya “sihir”…. Kenapa??? Kare na kita tidak menyatukan antara hati, pikiran dan panca indera kita untuk melakukannya. Coba lihat dan perhatikan, bagaimana senyum seorang atasan terhadap bawahan, bagaimana senyum seorang bawahan terhadap atasan, dan bagaimana senyum seseorang dengan teman atau sahabatnya. Bisa ditebak, semua menunjukkan perbedaan. Dihubungkan de ngan service/layanan, sebenarnya tidak hanya mencakup antara pelayan dengan customer/ pelanggan saja. Service itu sendiri mencakup internal dan eksternal. Sering terlupakan bagaimana kita membiasakan tersenyum dengan rekan sejawat kita, dengan bawahan kita, bahkan dengan keluarga kita. Sering di saat saya melakukan training/ pelatihan banyak yang bertanya, ”Bagaimana cara membuat senyuman yang terkesan tulus, enak dilihat dan tentunya terlihat manis”. Menjawab pertanyaan itu, saya teringat de ngan cerita sahabat saya yang menceritakan bagaimana seorang peraih Nobel “Mahatma Gandhi” dipercaya untuk menasihati seorang anak agar tidak mengonsumsi (makan) gula. Karena anak tersebut mempunyai penyakit yang hanya bisa diobati dengan tanpa me ngonsumsi gula. Mahatma Gandhi mengulur waktu sampai 4 x pertemuan (4 minggu) untuk bertemu dengan anak itu. Tapi apa yang dilakukan Mahatma Gandhi ketika bertemu dengan anak tersebut? Ternyata dia hanya bilang “Nak, berhentilah makan gula”. Terus….. Apa sebenarnya yang istimewa dari cerita tadi? Ternyata seorang Mahatma Gandhi un tuk menasihati seorang anak kecil agar tidak mengonsumsi gula, dia harus melakukannya dengan tidak mengonsumsi gula juga selama beberapa minggu. Lain lagi cerita, di saat saya menjadi Bin tang Radio dan Televisi se-Provinsi Bali di era tahun 1990an. Salah satu strategi untuk
Edisi 883/ 11 - 17 januari 2016
Wiwit Kurniawati, S.Pd.
Busana pesta rancangan Wiwit Kurniawati, S.Pd. sangat istimewa ini. Rancangannya terbuat dari bahan kertas dan plastik bekas. Penggarapannya pun halus dan rapi. Perpaduan warnanya sangat eksotik dan tidak norak. Bordir, monte atau brokat yang dipasang menambah gaya penampilannya. Orang mengira bahwa baju pesta rancangan Wiwit ini mahal karena tampil glamour. Anggapan itu salah. Baju pesta rancangan guru seni rupa salah satu SMA favorit di Kota Blitar ini hanya terbuat dari sampah yang notabene harus dibuang atau dibakar. Jenis sampah yang dibuat baju pesta ini, bermacam-macam. Mulai dari sampah kertas bungkus semen, karung wadah bawang, kardus sepatu, kantong plastik, dan lain sebagainya. Sampah-sampah ini, sebagian dikumpulkan sendiri oleh Wiwit dan sebagian lagi hasil pemberian tetangganya. Bahkan, ada sebagian bahan yang diperoleh dari tong sampah. “Nggak masalah, namanya juga sampah. Kotor,
kusam, bau itu biasa. Kalau cocok ya, saya ambil,” ungkap Wiwit. Sebelum dijadikan bahan setengah jadi, bahan sampah ini terlebih dulu harus dipilahpilah. Mulai dari jenis kertas, plastik, hingga corak warnya. Karena hal ini sangat menentukan. Baik buruknya hasil akan ditentukan dari awal pemilihan bahan. Membuat baju pesta berbahan sampah ini, kata Wiwit, lebih sulit dibanding membuat baju menggunakan bahan dasar kain. “Sulitnya ya, mudah robek,” kata perempuan berwajah cantik ini. Wiwit, harus hati-hati betul dalam merancang busana bahan bekas ini. Karena diperlukan ketelatenan dan kesabaran. Tidak boleh grasa-grusu, karena mudah sobek. Membuat baju atau busana dari bahan bekas ini, pertama kali yang perlukan adalah kejelian memilih bahan. Jika sudah mendapatkan, bahanbahan tersebut jangan lupa dibersihkan terlebih dulu dari berbagai kotoran yang menempel. Setelah bersih, bahan kertas
bisa disetrika. Tapi yang bahan plastik cukup dikeringkan saja. Setelah itu, bahan-bahan ini dimal atau di desain sesuai keinginan. Untuk menyambung jahitan bisa menggunakan benang atau lem. Agar tampil glamor dan elegan, perlu ditambah dengan brokat, aksesoris, atau bordir. Bentuknya bisa kalung, sabuk, bros, dan lain sebagainya. “Kalau mau divariasi monggo. Tinggal suka yang mana,” imbuh Wiwit. Baju pesta buatan Wiwit ini, bermacam-macam. Ter utama baju pesta ulang tahun, resepsi, dan hajatan lain yang bersifat nonformal. Untuk harga, jelas lebih murah diban ding baju bahan kain. Kendati demikian, bukan berarti baju buatan Wiwit ini murahan. Lebih lebih cocok murah kare na bahan yang digunakan juga relatif murah.” Kalau dijajar begini, sulit membedakan mana yang murah dan mana yang mahal. Karena baju bahan bekas ini juga sama cantik,” kata perempuan murah senyum ini. -Khoirul Abadi
Rancangan busana Wiwit dari bahan kertas dan plastik bekas
sering dipaparkan mengenai bahaya serta dampak yang terjadi karena pemanfaatan kertas yang berlebihan. Berbagai pihak mulai berlomba-lomba untuk mencari cara agar masalah kertas ini bisa ditanggulangi. Salah satu cara yang cukup membantu untuk mengatasi masalah ini adalah pemanfaatan kertas bekas. “Ternyata, kertas yang selama ini kita pergunakan baik untuk kepentingan sekolah, perkantoran, dan sebagainya, dapat didaur ulang. Kertas bekas tersebut dapat dimanfaatkan menjadi kertas daur ulang bahkan benda-benda siap pakai yang tentunya memiliki
Produk limbah kertas
nilai tambah,” tegasnya. Hal inilah yang dapat menjadi peluang bisnis. Siapapun kalau mau dapat menggeluti peluang usaha ini sebagai penjual kertas bekas. Kertas tersebut nantinya akan dimanfaatkan oleh industri daur ulang kertas atau industriindustri barang siap pakai yang memanfaatkan kertas bekas sebagai bahan bakunya. “Mengingat angka penggunaan kertas sehari-hari sangat tinggi, arus perputaran kertas menjadi cepat. Hal ini membuat perdagangan kertas bekas menjanjikan keuntungan yang berlipat ganda, ya lumayan baik kok,” ungkapnya. -Dinar Perdana
20
Tahun 2016, Nusa Tenggara Barat akan mengirim perwakilan nya dalam ajang pemilihan Putri Indonesia tingkat nasional yang ke-20 pada bulan Februari 2016 mendatang. Baiq Amalia Putri Ghaesani (20) yang akrab disapa Ghea, terpilih menjadi Putri Indonesia perwakilan NTB yang akan mewakili NTB di tingkat nasional tersebut.
P
Nine
Edisi 883/ 11 - 17 Januari 2016
utri dari koreografer NTB Suryadi Mulawarman ini, saat ini masih kuliah di FKIP Universitas Mataram jurusan Bahasa Inggris. Ghea unggul dari enam kontestan lain pada pemilihan Putri Indonesia Perwakilan NTB pada Desember 2015 lalu. Dewan Juri menilai Ghea unggul dalam hal beauty, brain dan brand dari peserta lainnya. Dengan tinggi badan 170 cm dan memiliki IQ yang baik, atlet bulutangkis NTB ini akan membawa harapan NTB ke ajang pemilihan Putri Indonesia di tingkat nasional. Menurut Manajer Penyelenggara Putri Indonesia Perwakilan NTB, Ayu Setiawati, kegiatan pemilihan Putri Indonesia tahun 2016 ini diikuti pertama kalinya oleh Putri Indonesia Perwakilan NTB. Karena itu diharapkan mendapatkan dukungan dari pemerintah NTB. Harapan besar untuk promosi NTB dititipkan di pundak Ghea kala mengikuti ajang bergengsi ini. “Jadikan ajang kontes pemilihan Putri Indonesia ini sebagai momentum untuk memperkenalkan potensi daerah baik itu potensi pariwisata, budaya, pertanian maupun kulinernya,” ungkap Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin SH, M.Si., saat menerima Ghea beberapa waktu lalu.
Inspirasi
Edisi 883/ 11 - 17 Januari 2016
Luh Putu Sri Kasih
5
Kuncinya Pendekatan Kekeluargaan Menekuni bidang pariwisata merupakan hal yang menyenangkan bagi Luh Putu Sri Kasih. Jika dihitung dari awal kariernya, ia sudah 30 tahun berkiprah di bidang ini. Posisinya kini Resort Manager Bagus Agro Pelaga. Apa kiat wanita asal Temukus, Buleleng ini bisa bertahan?
“S
di Ajang Duta NTB Ghea saat diterima Wakil Gubernur NTB di Kantor Gubernur NTB
Ghea
Putri Indonesia 2016
Ketua Dekranasda NTB, Hj. Erica Zainul Majdi, juga mengapresiasi perempuan yang juga menjadi pelukis pasir NTB ini dalam mengikuti Pemilihan Putri Indonesia 2016. Tidak hanya soal kecantikan ragawi, Erica berharap agar Ghea lebih memperdalam wawasan tentang potensi daerah NTB agar dapat sekaligus mempromosikan Bumi Gora di tingkat nasional. “Selama ini Provinsi NTB hanya dikenal akan potensi wisata dan budayanya saja. Padahal dalam bidang sosial dan politik, NTB berada di posisi terdepan. Tingkat kemiskinan dan nilai IPM NTB tahun ini juga menunjukkan hasil yang positif,” pesannya kepada Ghea. Ia juga mengajak Putri Indonesia Perwakilan NTB ini untuk terus memperdalam wawasan, tidak hanya terkait dengan bidang wisata dan budaya, namun juga bidang-bidang lain seperti pendidikan, sosial, politik dan ekonomi. “Pendidikan juga harus menjadi perhatian bagi
Ghea bersama Ketua Dekranasda NTB Hj. Erica Zainul Majdi dan Ketua BKOW NTB, Hj. Syamsiah M. Amin
siapa saja yang berkiprah di ajang Putri Indonesia. Pendidikan tidak hanya diartikan sebagai jenjang formal yang saat ini
dipahami banyak orang, namun pendidikan itu lebih pada memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai berbagai hal,” katanya. PELUKIS PASIR Ghea yang sejak masa kecilnya menyukai olah raga bulutangkis hingga menjadi salah seorang atlet bulutangkis NTB ini, seungguhnya tidak terlalu besar kecenderungan ketertarikannya pada bidang seni. Padahal ayahanda dikenal dalam dunia seni sebagai koreografer sedangkan ibunya, Meilia Lili Kusuma, seorang desainer. “Ghea lebih suka olah raga dibandingkan seni. Bakatnya sejak kecil lebih cenderung pada olah raga,” ungkap Suryadi tentang anak sulungnya itu. Namun belakangan ini, menurutnya Ghea mulai memperlihatkan bakat-bakat seninya selain tari. Ia memang tidak tertarik menggeluti dunia tari meski
ayahnya seorang koreografi. Ia justru akhir-akhir ini tertarik kepada musik dengan menciptakan lagu-lagu. Ia juga rajin menulis puisi-puisi. Selain itu gadis kelahiran 5 April 1996 ini tertarik dengan seni rupa sehingga ia belajar sendiri membuat lukisan pasir. “Sayangnya, belum sempat kami dokumentasikan secara pribadi,” kata Suryadi. Ketertarikan Ghea mengikuti kontes putri-putrian seperti ini, menurutnya dimulai sejak setahun lalu, dimana Ghea kerap menonton ajang pemilihan putri-putrian di Mataram. Ghea sepertinya gelisah karena keinginannya akan perwakilan NTB bisa sampai pada ajang yang lebih tinggi sehingga dapat membawa misi penting dalam memperomosikan daerah ini. “Ghea ingin NTB memiliki putri yang tidak hanya sekedar ikut ke ajang nasional namun juga bisa ‘bicara’ banyak di tingkat nasional,” kata Suryadi. -Naniek I. Taufan
aya mahasiswa angkatan pertama D1 Pariwisata Unud, tamat 1986. Begitu tamat saya langsung bekerja di travel agent. Saat itu, mata kuliah kami memang lebih banyak tentang travel agent. Ternyata perkembanga pariwisata sangat pesat, tidak hanya travel agent saja. Saya pun banyak belajar dari pengalaman,” kenang Sri Kasih. Sejak tahun 1986 ia sudah bergabung di Nusa Dua Bali Tours and Travel. Dari biro perjalanan yang berada di bawah grup Bagus Discovery ini, ia merambah ke Puri Bagus Candidasa, Puri Bagus Manggis, Puri Bagus Lovina, Bagus Jati Ubud, dan kini Bagus Agro Pelaga. Untuk Puri Bagus Lovina, Bagus Jati Ubud, dan Bagus Agro Pelaga, Sri Kasih termasuk perintis karena ikut terlibat sejak awal pendirian. Wanita kelahiran 13 November 1966 ini sangat menikmati dunia pariwisata. “Saya senang ngobrol dan tukar pengalaman. Tidak hanya dengan tamu, tetapi juga dengan staf. Karena banyak bergaul ini, membentuk karakter saya,” ujar ibu dari L. Pt. Ratna Febrina, Made Bayu Kanaya, dan Nym. Galih Damara ini. Sri Kasih mengakui ada tantangan ketika ia mulai bekerja, salah satunya keragaman karakter. Ia pun harus menyesuaikan diri dengan lingkungan, termasuk dengan masyarakat lokal di tempatnya bekerja. Kuncinya adalah pendekatan kekeluargaan. Ia tetap profesional namun tidak membatasi diri. Saat bekerja, harus bekerja dengan baik. Saat santai, ia tidak ingin ada jarak dengan staf. “Ibaratnya ibu dengan anak. Itulah yang saya jadikan pedoman. Walau dibilang tukang ngomel, bagi saya tidak masalah. Ini demi kebaikan bersama,” ujarnya sembari tersenyum. Sebagai wanita karier, Sri Kasih mengakui pekerjaan dan keluarga sama pentingnya. Anak pertama dan keduanya memilih bidang pariwisata seperti ibunya. Karena sama-sama sibuk, mereka pun jarang berkumpul. Hanya saat Hari Raya Nyepi ia bisa
Luh Putu Sri Kasih
berkumpul dengan ketiga anaknya. Namun, komunikasi diantara mereka tetap terjalin. “Anak-anak sering diskusi atau menanyakan hal yang berkaitan dengan pariwisata. Saya menganggap mereka partner kerja saya. Saya pun bisa belajar dari mereka. Harapan saya, mereka bisa berkarier dengan baik. Minimal seperti ibunya. Saya pun akan
memberikan yang terbaik sebelum saya pensiun,” ungkapnya. Agar bisa bertahan hingga 30 tahun, Sri Kasih berbagi kiat. Ia mengaku orang yang easy going. Kalau mengalami kejenuhan, istirahatlah. Biasanya ia memilih rehat sejenak atau libur beberapa hari. Jika sudah pulih, ia kembali bekerja seperti biasa. –Ngurah Budi
Luh Putu Sri Kasih sedang memberi penjelasan tentang Bagus Agro Pelaga kepada tamu
4
Mandalika
Edisi 883/ 11 - 17 Januari 2016
Edisi 883/ 11 - 17 Januari 2016
21
“Penamat”untuk Guru Ngaji Selama akhir bulan Desember 2015 hingga pertengahan Januari 2016, Lombok ramai oleh berbagai kegiatan dalam merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Maulid atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal (tahun Hijriyah) yang jatuh pada tanggal 24 Desember 2015 lalu, seperti biasa dirayakan hampir satu bulan penuh oleh masyarakat di Pulau Lombok. run. Maka jangan heran ketika menghadiri acara maulidan di Pulau Lombok, sajian makanan yang disusun dalam dulang-dulang besar akan memenuhi ruangan makan bersama.
Bu Agung bersama keluarga besar Puri Agung Tabanan sebelum berangkat tirtayatra ke Pura Agung Blambangan dan Pura Semeru
AA Ayu Ketut Agung
Penata Rias Wajib Ikuti UJK
H
ari ini M in g g u (10/1), Tempat Uji Kompetensi (TUK) Agung melaksanakan uji kompetensi tata rias pengantin Bali (payas madya dan payas utama/ agung) yang diikuti 100 peserta. Uji kompetensi (UJK) ini dikatakan Dr. AA Ayu Ketut Agung, penting diikuti oleh setiap penata rias. “Dalam uji kompetensi, kualitas keahli an dan keterampilan kita di bidang masing-masing akan diuji. Dengan mengantongi sertifikat uji kompetensi, tenaga kerja, khususnya profesi perias akan mendapat pengakuan atas kompetensi (kemampuan)-nya oleh masyarakat luas, yang se cara otomatis akan mendong krak nilai jualnya dengan me miliki daya saing tinggi. Jangan sampai peluang dalam tata rias Bali ini justru diambil orang a sing. Karena itu, penata rias wajib ikuti UJK,” ujar perempuan yang akrab disapa Bu Agung ini, yang mengaku bangga dan terus mendukung Denpasar yang dideklarasikan
Sagung Diva usai merias salah seorang karyawati BI yang juga Finalis Putri Indonesia 2011 Dinantiar Andita dalam Culture Fair 2015 di BI Jakarta
sebagai Kota Kompeten pertama di Indonesia. Bahkan, putrinya, AA Sagung Diva Wastuningtyas juga sudah ikut UJK di usianya yang masih belia. Siswi kelas VII SMPN 3 Denpasar ini pun telah beberapa kali tampil di depan umum untuk mendemontrasikan kepiawaiannya merias. Bahkan, S agung Diva -demikian panggilan akrabnya juga kerap dipercaya merias orang-orang pen ting, salah satunya istri Gubernur NTT Ny. Lusia Adinda Lebu Raya. Selain itu, tujuan tata rias pengantin ini diujikan adalah agar perias mengetahui dan lebih memahami kapan dan dimana boleh menggunakan payas tradisional yang sesuai dengan pakemnya (tradisional), kapan dan dimana pula boleh menggunakan payas modifikasi. Ditegaskannya bahwa perias boleh berBu Agung bersama Sinta Nuriyah Wahid berkesempatan kreasi tetapi jangan berfoto bersama saat menghadiri acara Penghargaan “She Can! Award 2015”di Jakarta belum lama ini kebablasan. Karena
itu pula, baik payas tradisional maupun payas modifikasi keduanya diUJK-kan. Hal ini tak lain untuk tetap menjaga dan melestarikan tata rias dan busana (payas) daerah tanpa harus menolak modernisasi atau mematikan kreasi dengan payas modifikasinya. Sebagai Tempat Uji Kompetensi Tata Kecantikan Kulit satu-satunya di Bali, TUK Agung juga akan menggelar UJK Tata Kecantikan Kulit, Minggu 17 Januari 2016. Bagi mereka yang berminat ikut UJK ini, Bu Agung memberi kesempatan untuk mendapatkan beasiswa dengan syarat dan ketentuan berlaku. Dalam menjalani swadarmaning geginan sebagai perias, meyadnya selalu terselip dalam langkahnya. “Segalanya butuh
uang, tapi uang bukan segalanya”, demikian prinsip Bu Agung, pene rima Penghargaan “She Can! Award 2015”, dalam menjalani hidupnya a ga r s e i m b a n g secara vertikal maupun horizontal, yakni berusaha memberikan pelayanan bagi me reka yang belum terlayani. Salah satunya lewat Pu sat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Agung. Mereka yang ku rang mampu dan putus sekolah
ditampung di PKBM untuk bisa melanjutkan pendidikannya melalui Program Kejar Paket A (setara SD), B (setara SMP), dan C (setara SMA). Mereka juga dibekali keterampilan, salah satunya tata rias. Dari mereka yang sudah tamat Kejar Paket C ini ada yang melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, ada yang sudah menjadi perias profesional. Sebagai bentuk rasa syukur atas karunia Ida Sang Hyang Widhi Wasa, mengawali tahun 2016 ini, Bu Agung mengajak para staf, anak-anak PKBM, peserta kursus, dan keluarga besarnya nangkil ke Pura Semeru, Lumajang, Jatim, Jumat (8/1).
Sagung Diva berkesempatan merias istri Gubernur NTT
DISKON 50% KURSUS TATA RIAS
Sebagai bentuk apresiasi yang besar terhadap pelestarian budaya Bali serta untuk lebih menyosialisasikan dan membangkitkan minat masyarakat dalam tata rias dan busana adat Bali, LKP Agung memberikan diskon 50% kursus regular. Materi yang diajarkan mencakup 3 paket yakni Tata Kecantikan Kulit, Tata Kecantikan Rambut, dan Tata Rias Pengantin (payas nista, payas madya, payas agung, modifikasi, dan tengkuluk lelunakan).
Disediakan juga beasiswa kursus gratis bagi mereka yang kurang mampu dan putus sekolah, yang benar-benar berminat di bidang tata kecantikan. Syarat dan ketentuan berlaku. Silakan menghubungi Sekretariat LKP Agung, Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar. Telepon 0361 233850, faks. 0361 247153. Cabang Tohpati, Jalan WR. Supratman No. 303 A, Tohpati, Denpasar. Email: lkp_agung@yahoo.com. website: www.salonagung.com. –inten
Puncak maulid diselenggarakan dengan makan bersama dalam acara selamatan sebagai simbol berbagi
P
erayaan atau penyambutan hari lahir junjungan umat Islam ini, di Lombok tidak hanya dilakukan pada tanggal 24 Desember 2015 saja, melainkan selama nyaris sebulan penuh. Uniknya, tradisi ini tidak hanya dirayakan oleh warga Lombok asli tetapi juga oleh warga pendatang yang sudah sangat lama tinggal di Lombok. Di kampung-kampung hingga ke perkotaan di Pulau Lombok, undangan menghadiri acara selamatan yang dikenal dengan istilah Maulidan ini datang silih berganti. Warga yang mendapat banyak undangan bahkan sampai kerepotan mengatur jadwal untuk menghadiri acara tersebut. Bagaimana tidak, setiap kampung atau desa telah memiliki jadwal yang disepakati bersama dalam menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW ini, sehingga tidak berbenturan antara jadwal selamatan desa atau kampung yang satu dengan lainnya. Jadwal diatur sedemikian rupa secara bergiliran. Karena itulah, jika momen maulid tiba, acara selamatan yang selalu diakhiri dengan makan bersama itu akan meramaikan Pulau Lombok selama sebulan penuh. Sebelum puncak peringatan maulid di masing-masing desa berlangsung, momen maulid juga
biasanya diramaikan pula oleh berbagai acara lain, seperti kegiatan hataman Alquran, lomba yang bernuansa Islami hingga khitanan massal dan potong rambut bagi bayi serta lainnya. Penyambutan maulid dengan berbagai kegiatan ini merupakan penghargaan dan penghormatan umat Islam terhadap nabi junjungannya Muhammad SAW. Penghormatan serta penghargaan dengan menyelenggarakan selamatan tersebut telah menjadi tradisi di Pulau Lombok hingga hari ini. Bagi masyarakat Pulau Lombok, tradisi berbagi (setidaknya dalam acara makan bersama) ini telah dilaksanakan secara turun temu-
SUASANA MIRIP IDUL FITRI Saat kegiatan maulid berlangsung, maka bisa dipastikan kampung yang mendapat giliran maulid akan ramai didatangi para tamu. Baik tamu dalam kampung itu sendiri (yang tidak menyelenggarakan maulid) maupun tamu undangan dari luar kampung yang merupakan kawan, sahabat serta kerabat warga yang menyenggarakan maulid tersebut. Suasana kampung di hari itu atmosfirnya terasa seperti tengah merayakan hari raya Idul Fitri atau Idul Adha. Gang-gang di kampung tersebut dipenuhi oleh warga yang berdatangan ke rumah-rumah penyelenggara maulid. Hal ini juga terlihat di Desa Batu Kuta Kecamatan Narmada, Lombok Barat, NTB. Di gang-gang desa ini, tampak mobil para tamu banyak parkir di sekitar rumah penyelenggara maulid. Batu Kuta menyelenggarakan acara maulid secara serentak pada hari Minggu, 3 Januari 2016. Menurut salah seorang warga di desa ini, Ahmad Nurpail, sejak pagi hingga siang hari kampung ini ramai menerima kedatangan teta-
Suasana kampung di Batu Kuta ramai oleh warga yang menyelenggarakan selamatan maulid
Jajanan khas dalam acara maulid di Lombok
mu khususnya dari luar Batu Kuta. “Dari pagi tamu-tamu ramai sekali datang menghadiri acara maulid di Batu Kuta,” kata warga asli Batu Kuta yang juga mengundang sahabat-sahabatnya dalam acara maulid di rumahnya ini. Sebelum kegiatan maulid di rumah-rumah warga, sebelumnya di pagi hari yang sama sudah diselenggarakan acara maulid di Masjid Abu Cilam Batu Kuta, Narmada. Acara selamatan maulid hari itu di Batu Kuta bukan satu-satunya kegiatan dalam memperingati Maulid Nabi, melainkan selama dua minggu sebelumnya kampung ini diramaikan oleh kegiatan keagamaan yang juga melibatkan anak-anak bahkan hingga anakanak PAUD di desa ini, seperti lomba membaca ayat-ayat Alquran dan surat-surat pendek dalam Alquran. “Selain itu ada juga lomba terjemahan Alquran, kaligrafi, membaca hikayat (disebut mesyair; membaca riwayat Nabi Muhammad SAW) dan lainnya,” ungkap Nurpail yang juga Kepala Sekolah SMPN 3 Narmada ini. Yang tidak kalah uniknya dalam tradisi maulid ini adalah hadirnya dulang-dulang (baskom) berisi gunungan buah dan makanan lainnya yang disebut “Penamat” diantar ke rumah guru-guru mengajinya oleh anak-anak yang hatam Alquran. Inilah yang dilakukan oleh Mayhana Infiani (10) dan M. Nabil Mauladi (10), dua anak Batu Kuta yang telah menamatkan (hatam) bacaan
Alqurannya. Mereka datang mengantar penamat tersebut sebagai ucapan terima kasih kepada guru ngajinya, suami istri, Ahmad Nurpail dan Hairunnisak. Kepala Sekolah yang menjadi guru ngaji di kampungnya sejak tahun 2006 ini, merasa sangat bahagia atas perhatian santri-santrinya ini. Keduanya tidak dibayar atas profesinya tersebut. Suami istri ini ikhlas menjadi guru bagi anak-anak di kampungnya. “Kami tidak mengharapkan imbalan apa-apa selain ingin berbagi ilmu kepada anakanak di kampung ini,” kata ayah tiga anak, Firda Hutami Putri (15, Sakila Elsalma (10) dan Ragib Dawama Adzifari (4), ini. Tidak kurang dari 30 anak di kampung tersebut yang belajar mengaji darinya. Dua buah penamat yang dibawa oleh santri tersebut berisi, amplop dengan nilai tak seberapa, baju, kopiah, sarung, beras, buah, serta bahan makanan lainnya dan beraneka kue khas (jajanan) Lombok. Ini semacam “bayaran” atau lebih tepatnya sebagai ucapan terima kasih santri kepada keduanya atas keikhlasannya mengajar mereka mengaji selama bertahuntahun. Penamat ini diantar oleh para santri ke masing-masing guru mengajinya. Ini juga telah menjadi tradisi yang mewarnai kegiatan maulid di Lombok. Adalah kebahagiaan tersendiri bagi Ahmad Nurpail dan istrinya jika ada santrisantri mengaji mereka yang hatam tiap maulid tiba. -Naniek I. Taufan
22
Edisi 883/ 11 - 17 januari 2016
Edisi 883/ 11 - 17 januari 2016
Klinik Kesehatan Ilegal Beroperasi di Mal Mewah Menjamurnya klinik-klinik kesehatan liar di Jakarta kembali memakan korban. Kasus yang kali ini yang tengah menghebohkan adalah sebuah klinik mewah yang melaku kan praktek chiropractic sehingga menyebabkan tewasnya seorang wanita muda. Seperti biasanya setelah terjadinya kasus, semua pun heboh, tak terkecuali Dinas Kesehat an Pemda DKI Jakarta yang salah satu tugasnya adalah memberi perizinan dan pengawasan terhadap klinik-klinik pengobatan trandisionil.
Koesmedi Priharto
K
asus ini mencuat dan Dinas Kesehat an menemukan fakta bahwa klinik ini ternyata liar alias tidak ber izin. Fakta lainnya, klinik ini telah beroperasi selama lima tahun dan telah memiliki setidaknya delapan cabang yang rata-rata beroperasi di mal-mal mewah. Buntut dari kasus itu, petugas pun melakukan penyisiran terhadap klinik-klinik liar di Jakarta. Entah bagaimana pengawasan yang dilaku kan oleh Dinas Kesehatan, karena faktanya banyak klinik kesehatan liar itu tidak beroperasi secara sembunyi-sembunyi. Bahkan mere ka berani muncul di berbagai mal, mulai dari mal kelas biasa sampai mal kelas atas. Gara-gara kasus tersebut, kata seorang terapis yang bekerja di sebuah klinik di bilangan Jakarta Barat, kliniknya tutup kar ena khawatir kena razia. “Klinik kami tiarap dulu, kata bos,” ucap wanita yang baru seta hun bekerja di klinik kecantikan. Ketika ditanya apakah kliniknya tidak berizin, Sinta, begitu nama wanita 30 tahun itu, mengaku tidak tahu. Kasus menghebohkan ini baru
terungkap pekan lalu, padahal ke jadiannya telah terjadi pada Agustus 2015. Korbannya adalah seorang wanita muda bernama Allya Siska Nadya (33) yang menjalani pen gobatan di klinik tersebut karena masalah pada tulang belakangnya. Konon, Siska didiagnosis mempu nyai kelainan tulang belakang yang membengkok secara berlebih. Gadis malang ini sedianya akan melakukan terapi di Perancis seka ligus melanjutkan pendidikan S2 di negeri itu. Tapi akhirnya memu tuskan melakukan terapi di negeri sendiri. Dia ingin ketika menempuh pendidikan di negeri orang, di rinya sudah terbebas dari masalah yang sejak lama dideritanya. Tapi ternyata takdir berbicara lain. Wanita muda ini justru kehilangan nyawanya setelah berobat di klinik mewah itu. Ibunya, kata kuasa hukum kelu arga Siska, Rosita, sudah merasakan keanehan atas pengobatan yang dilakukan pada anaknya. “Ibu nya menemani anaknya berobat, merasa kaget melihar terapi yang dilakukan. Dia merasa janggal. Karena ibu korban sendiri pernah juga menjalani terapi chiropractic di Amerika tapi tidak seperti itu. Karenanya dia merasa aneh,” jelas Rosita Radjah, kuasa hukum kelu arga korban, kepada wartawan. Siska menjalani terapi di klinik Chiropractic First, Pondok Indah, pada 6 Agustus 2015. Seusai terapi, dia merasakan nyeri hebat pada lehernya, kesehatannya langsung menurun drastis. Pihak keluarga membawa Siska ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong. Komplain terhadap pihak klinik pun dilakukan, keluarga Siska kemu dian melaporkan masalah tersebut kepada pihak kepolisian sepekan kemudian. Sayangnya ketika polisi datang, terapis dr. Randall Caffery telah pulang ke Amerika Serikat. Kabar
Ilustrasi Chiropractic
Ilustrasi Chiropractic
yang didapat, Randall juga terlibat masalah dalam hal pengobatan. Bahkan sejak 2013 lalu, izin praktik Randall telah dicabut oleh Dewan Chiropractic di Departemen Con sumenrs Affairs, California. Akan halnya klinik tempat Siska berobat, klinik Chiropractic First yang beroperasi di Mal Pondok In dah, langsung disegel pihak kepoli sian. Bukan hanya itu, klinik yang memiliki cabang di delapan tempat di Jakarta, atas perintah Pemda DKI Jakarta disegel seluruhnya karena terbukti tidak memiliki izin operasi klinik kesehatan. TERGIUR KLINIK MEWAH DAN DOKTER ASING Sudah menjadi kebiasaan orang Indonesia yang kerap tergiur dengan penampilan klinik yang mewah, apalagi jika ‘diembelembeli’ dengan adanya pekerja as ing di sana. Tanpa ragu konsumen langsung memercayainya. Jarang sekali konsumen mau bertanya tentang apakah klinik itu berizin atau tidak. Seperti halnya klinik Chiro practic First yang bertebaran di tempat-tempat elite juga berpe nampilan mewah. Klinik yang juga memiliki banyak cabang di luar negeri ini, biaya pengobatannya tidaklah murah. Untuk pengoba tan chiropractic tidak bisa hanya dilakukan sekali melainkan berkalikali. Tak heran kalau biayanya pun bisa mencapai belasan juta bahkan puluhan juta dan harus dibayarkan dimuka untuk semua pengobatan itu. Seperti halnya Siska yang te lah membayar dimuka Rp 17 juta untuk pengobatannya dan akhirnya kehilangan nyawa.
Chiropractic First di salah satu Mal di Jakarta
Jakarta yang menjadi pusat kegiatan bisnis memang menjadi tempat menggiurkan untuk meng hasilkan uang bagi klinik-klinik liar itu. Di sisi lain pengawasan terhadap praktik liar ini sangatlah lemah. Salah satunya adalah kar ena kurangnya tenaga pengawas. Karenanya meski liar, praktikpraktik ini bisa melenggang di tempat terbuka. Seperti biasanya, masalah ini baru membuat heboh ketika terjadi kasus. “Pesan saya kepada masyarakat, pergilah ke pusat fisioterapi yang resmi yang adanya di rumah sakit. Di sana sudah pasti ada ahli-ahlinya. Jangan percaya pada orang-orang tidak jelas. Jangan dikira kalau dari luar negeri itu pasti paling bagus. Jangan mudah percaya,” tegas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Purba Hutapea, di Balai kota. Terkait perizinan, bidangnya juga mengeluarkan namun untuk panti pijat dan tempat-tempat kebugaran seperti spa, dll. Na mun, untuk Chiropatic First, dia mengaku, tidak mengeluarkan izin apapun. Pemda DKI sendiri mengaku kewalahan mengawasi klinik-klinik liar yang ada. Karenanya, kata Basuki Tjahja Purnama, Guber nur DKI Jakarta, masyarakat juga harus ikut membantu dengan cara meningkatkan kepeduliannya. “Tolong dong bantu melaporkan kalau ada klinik yang diragukan atau klinik yang dirasakan melaku kan praktik yang tidak benar,” ucap Ahok, sapaan akrab Guber nur DKI ini. Kepala Dinas Kesehatan Pem da DKI, Koesmedi Priharto, yang ditemui di Balai Kota, mengata kan, pihaknya belum mengetahui pemilik klinik Chiropractic First yang cabangnya cukup banyak di Jakarta dan rata-rata berada di mal. “Kabarnya, pemiliknya orang
dari Singapura, namun kita belum tahu persis. Kami akan menyegel juga kantor pusatnya yang berada di Jl Gatot Subroto,” ucap Koes medi yang juga dokter spesialis orthopedi ini. Dijelaskannya, di Amerika, pengobatan semacam ini masuk dalam kategori pengobatan tradis ional. Karena pengobatan tradis ional maka izin praktiknya harus dikeluarkan oleh Dinas Keseha tan. Namun, sejauh ini pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin praktik atas nama Chriropractic First. “Izin pengobatan trandis ional ke Dinkes, termasuk soal pengawasan Dinkes juga,” tambah mantan Dirut RSU Koja ini. Koemedi menambahkan, se harusnya pihak mal sudah tahu masalah seperti ini. Sebelum menerima masuk di mal kan se harusnya juga melihat perizinan. “Harusnya mal sudah tahu hal ini,” tegasnya. Karena itu, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan penertiban di semua mal karena disinyalir banyak klinik liar berop erasi di mal-mal. “Jadi nanti kami bukan hanya menertibkan klinik chiropractic tapi juga klinik-klinik yang terkait kesehatan yang berop erasi tanpa izin,” tegasnya. Terkait dengan dokter asing, jelasnya lebih lanjut, pihak Kemen terian Kesehatan yang berwenang mengeluarkan izin, mengatakan, sampai sekarang belum menge luarkan izin untuk praktik dokter asing di Indonesia. Sekalipun MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) diberlakukan, namun tegas Koes medi, dokter asing tetap harus memiliki izin praktik sebelum bekerja di Indonesia. “Sampai sekarang Kemenkes belum men geluarkan izin dokter asing. Belum ada satu pun. Jadi kalau sampai ada dokter asing berpraktek di sini, berarti ilegal. Laporkan saja,” tegasnya. –Diana Runtu
3
2
Edisi 883/ 11 - 17 Januari 2016
GORO-GORO “Aku duduk melihat ke be lakang dan ku lihat apa yang tak pernah kulihat. Se gala yang salah, yang Putu Wijaya seharusnya tidak boleh terjadi, telah kejadian. Aku gemas untuk mengu lang, mengubah atau membatalkan. Tapi bagaimana mungkin memasuki yang silam?” “Ternyata segala yang kurencana kan tak terjadi. Sebentar lagi pintu ditutup. Bagaimana mungkin akan membukanya lagi.” “Begitulah selalu, setelah lampau baru ketahuan kealpaan kita. Tapi bagaimana lagi. Semua orang begitu. Permasalahan tak pernah jelas gam blang, sebelum kejadian. Kita bukan paranormal yang tahu apa yang akan terjadi.” “Aku sempat hampir putus asa karena kecewa. Namun tiba-tiba muncul seorang tua memberikan pencerahan.” “Ternyata, nyatanya, katanya, me nyesal itu normal. Memang kodrat manusia. Hampir semua orang sering kesal karena menyesal. Padahal me nyesal itu penting sekali untuk memicu perubahan dan sangat manusiawi.” “Tetapi sadarlah, kata si Tua itu, kegagalan itu, justru lebih baik dari seandainya semua yang kau inginkan terjadi. Karena menyesal akan mem buatmu marah lalu kembali mengge brak. Nah akhirnya yang jauh lebih baik akan kamu dapatkan akibat dorongan sesal itu.” “Jadi, lanjut orang tua itu, kita manusia biasa yang hanya mampu membaca yang sudah tertulis. Yang belum ada, tak terbaca. Dan kalau
2016
pun terbaca, yang kau baca hanya yang kau suka. Itulah kesalahan mendasar setiap orang yang tidak bejo.” “Jadi maksud kakek aku harus membuka diri pada masukan-masukan pertimbangan? Mendengarkan, me lihat, menyimak memertimbangkan pendapat orang lain?” “Betul, kamu harus rendah hati! Bukan hanya pendapat cs-cs kamu, juga pendapat, caci-maki, kritik lawan, saingan dan musuhmu harus kamu camkan.” “Plus pendapat si tua seperti Ente?” “Orang tua itu tertawa ngakak. Kamu sudah di kaki bulan Desember, lanjutnya. Sebentar lagi, 365 hari yang penuh tantangan dan kebodohanmu akan silam lagi.” “Tahun baru sudah mengulurkan tangan. Tidak jelas apakah tangannya yang lain akan memeluk, mengusap atau menamparmu. Tapi bersiaplah, berpikir positip, jangan stres.” “Lalu dia pergi. Tinggal sekarang aku sendiri di sini yang sedang bersiap bersalaman dengan dada deg-degan. Memberi nasehat memang enak, yang menjalaninya jantungan! Tidak ada
solusi, nasehat selamanya tak sadar tanggungjawab!” Ami berhenti membaca catatan akhir tahunnya. Lalu menoleh ke Amat. “Bagaimana, Pak, bagus?” “Si Tua itu siapa? Bapak?” Ami ketawa. “Boleh, kalau Bapak merasa itu Bapak. Tapi orang lain juga boleh.” Amat menggeleng. “Tidak, itu bukan Bapak. Juga bukan oran lain. Itu diri kamu sendiri yang su dah tua. Seperti Bima Suci dalam cerita wayang, ketika Sang Bima mencari tirta perwitasari ke dasar samudra. Ia bertemu dengan dirinya sendiri. Bagi kamu yang telah dapat pendidikan Barat, tahun lama dan tahun baru itu terpisah, seperti rekening koran yang tutup buku. Jadi kamu tegang. Tapi bagi Bapak, sesuai dengan yang diajar kan tradisi, hidup tidak dibagi episode seperti sinetron. Tahun tidak putus, tapi bersambungan. Siang dan malam tidak berlawanan tapi bermesraan. Hidup tidak disekat-sekat tapi mengalir ...” Ami memotong, “Hidup memang mengalir, tapi kita berenang supaya sampai tujuan!”
Ekspresso bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab Gde Palgunadi Redaktur Pelaksana Ngurah Budi Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten Jakarta Diana Runtu NTB Naniek Dwi Surahmi Desain Grafis IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman Sirkulasi Kadek Sepi Purnama Sekretariat Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono Alamat Redaksi/Iklan Denpasar Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 416676–Faksimile (0361) 425373 Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603-Faksimile (021) 5357605 NTB Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257
Share with Chef - Tim Tokoh berkunjung ke Quest Hotel dan berbagi peng alaman bersama Executive Chef Quest Hotel Gde Juliada, Kamis (7/1).
Salah Nguntit Kalau mau mencontoh atau mengikuti orang lain, ikutilah yang baik-baik saja. Jangan mengikuti yang buruk. Artinya, kalau mau mengikuti orang lain lihat-lihat dulu, jangan asal ngikut. Tanya-tanya dikit bolehlah. Soal ikut-ikutan ini, saya punya peng alaman lucu. Usai kegiatan di Gilimanuk, saya bermaksud kembali ke Denpasar. Be berapa teman punya saran, kalau sore, jalan Gilimanuk-Denpasar macet. Jalur lain yang bisa digunakan adalah lewat Cekik-Pemuteran-Seririt-PupuanTabanan-Denpasar. Jalur ini memang agak jauh tetapi relatif lancar. Saya dan teman yang berada da lam satu mobil, sepakat untuk mengi kuti jalur alternatif ini. Ada tiga mobil lain yang juga punya pemikiran sama. Perjalanan dengan rute alternatif pun kami lalui. Memang lebih lancar dan jalanan juga bagus. Sampai di Pasar Seririt, mobil yang paling depan belok ke arah pasar.
Kami yang ada di belakang mengikuti. Kami agak heran mengapa harus masuk jalur sempit dan dipenuhi pedagang bermobil. Saya pikir ini jalan pintas. Keluar dari keramaian Pasar Seririt, mobil paling depan mengambil jalur menuju Bedugul. Kami tetap mengikuti. Sekitar 1 km berlalu, kami merasa ada yang salah. Seharusnya jalur ke Pupuan itu lurus, bukan belok kiri. Salah seorang dari penumpang yang ada di mobil kemudian menele pon penumpang yang ada di mobil terdepan. Oh my God…ternyata mereka memang memilih jalur Bedugul kar
ena ada keperluan. Kami segera ber henti dan putar haluan. Dua mobil di belakang ikut berhenti dan bertanya, mengapa berhenti. Saya jelaskan kalau kita salah arah. Mobil pertama yang dikuntit ternyata menuju Bedugul. Akhirnya kami berhitung, kalau lewat Bedugul peluang macet juga tinggi. Kami pun memutuskan kembali ke jalur semula menuju Pupuan. Gara-gara salah nguntit, per jalanan yang direncanakan lebih singkat menjadi lebih lama. Saya pun dapat pengalaman, jangan asal ngikut in orang. Benar juga kata pepatah, malu bertanya sesat di jalan. Kalau dari awal sudah bertanya, tentu tidak ada miskomunikasi. Tapi dasar nasib apes, tetap saja kami kena macet di jalur Tabanan-Denpasar karena ada perbaikan jembatan. Haryo, Denpasar
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau meng asyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Jawa Timur
Sudut Pandang
Bali Masuk Lima Besar
Risiko kecelakaan kerja bisa terjadi kapan saja. Siapa sih yang mau celaka? Untuk itu, kesadaran mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi sangat diperlukan. Sesuai Undang-Undang No. 1/1970 dan No. 23/1992, yang mengatur K3, jaminan keselamatan dan kesehatan kerja diperuntukkan bagi seluruh pekerja yang bekerja di segala tempat kerja, baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air maupun di udara, yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia. Jadi tiap pekerja di Indonesia berhak atas jaminan keselamatan dan kesehatan kerja.
K
eselamatan dan Kes ehatan Kerja adalah suatu kondisi dalam pekerjaan yang sehat dan aman baik itu bagi pekerjaannya, perusahaan, maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar pabrik atau tem pat kerja tersebut. Keselamatan dan kesehatan kerja juga merupakan suatu usaha untuk mencegah setiap perbua tan atau kondisi tidak selamat, yang dapat mengakibatkan kecelakaan. Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bali, I Gusti Agung Sudarsana, kewajiban tenaga kerja adalah memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan, memenuhi, dan mentaati semua syarat-syarat keselamatan dan kes ehatan yang diwajibkan. Ia menilai, untuk perusahaan di wilayah Provinsi Bali, sudah banyak yang sadar betapa pentingnya pen erapan K3. Tiap tahun, perusahaan dari Bali, selalu saja mendapatkan penghargaan dari Kementerian Tenaga Kerja karena keberhasilannya menerapkan K3. Ia merasa bangga, karena wakil Bali selalu masuk uru tan tiga sampai lima besar. Namun, memang, ia tak menampik, selalu ada tantangan dalam penerapan K3 ini. “Kadang karyawannya sendiri yang tidak mematuhi aturan. Misalnya, pegawai konstruksi tidak memakai
Faksimile (031) 5675240 Surat Elektronik redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id Website www.tokoh.co.id Bank BRI Cabang G ajah Mada Denpasar.
Percetakan BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar
sepatu karet dan helm pengaman. Karyawan UKM kerajinan yang bertugas mengamplas kayu tidak memakai masker,” ujarnya. Saat sidak pengawas ke lapangan, ternyata para pegawai yang melang gar mengatakan, ribet menggunakan masker, sepatu karet atau helm. Padahal, tujuan pemakaian alat-alat tersebut, untuk meminimalisasikan kecelakaan kerja. Saat ini, ada 25 pengawas yang dimiliki Disnakertrans Prov. Bali. Tugasnya, satu orang mengawasi 50 perusahaaan, dibantu pengawas
Ergonomi untuk Mengatur
Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–
Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6
I Gusti Agung Sudarsana
dari kab/kota. Ia mengatakan, dengan keter batasan pengawas, sering temuan ter jadi karena adanya laporan masyarakat. Laporan segera ditindaklanjuti sebelum terjadinya kasus kecelakaan kerja. “Setelah ditemukan pelanggaran, karyawannya langsung dibina diberikan pencerahan. Karena pada dasarnya, perusahaan sudah menyiapkan alatnya, tapi tenaga kerja yang malas untuk memakainya,” katanya. Jika terjadi kecelakaan kerja, pe rusahaan diharuskan untuk menang gung korban. Apalagi, sejak aturan 1 Juli 2015, perusahaan diharuskan masuk BPJS. Seandainya, ada kasus, dan perusahaan tersebut belum masuk BPJS, Disnakertrans akan mencoba memfasilitasi agar perusa haan siap bertanggungjawab. “Sejak aturan BPJS ini ditetapkan, kami berusaha membuka telinga dan mata, walaupun secara keseluruhan kami tidak bisa mengecek satu persatu, tapi setidaknya jika terjadi kejadian, kami siap memfasilitasi,” tegasnya. Ia mengimbau kepada perusahaan di Bali, agar siap melaksanakan K3 dan siap juga menyediakan peralatannya. Khusus untuk tenaga kerja, jangan sampai tidak memakai kelengkapan K3, pada waktu mengambil pekerjaan demi keselamatan dan keamanan dalam bekerja. –Wirati Astiti
Dr. I Gst Ngurah Ardana, M. Erg.
Secara teori, sebenarnya program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) itu tidak perlu ada. Demikian disampaikan pakar ergonomi Dr. I Gusti Ngurah Ardana, M.Erg. “Ini kalau ergonomi sudah dijadikan suatu pegangan. Karena selama ini ergonomi tak dijadikan pegangan, seolah-olah keselamatan dan kesehatan kerja itu membutuhkan ergonomi. Padahal ergonomi itu akan berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja. Tapi karena pemerintah lebih condong kepada faktor keselamatan dan kesehatan kerja, ergonomi tidak dikenal, program
itulah yang menonjol. Dengan adanya kendala di dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja ini, seolah-olah orang lalu membutuhkan ergonomi,” ujarnya. Ergonomi dikatakannya mutlak diperlukan. Selama ini ergonomi hanya dianggap sebagai suatu sisipan. Padahal di ergonomi, semua itu ada. Bahkan menurut orang-orang yang mempelajari itu, ergonomi justru cenderung melakukan proses pencegahan. “Fungsi ergonomi seharusnya melakukan proses pencegahan agar orang itu sejahtera. Sejahtera itu selamat, sehat dan memadai dari segi finansial,” ujarnya. Di ergonomi ada istilah ENASE (Efektif, nyaman, aman, sehat, efisien). Ergonomi dan K3 ini dikatakan Ardana, memang berorientasi pada kepentingan manusia. Tapi di dalam praktiknya, K3 berorientasi pada penanggulangan. Realitanya memang K3 diterapkan setelah ada keluhan dan seringkali orang tidak mengaku jika dirinya sebenarnya tak sehat. Contoh kecil saja, setelah seharian bekerja di kantor, di rumah minta dikerokin atau dipijat. Itu berarti di kantor orang itu sudah capek. Padahal jika ergonomi, sepulang dari kantor, orang itu bisa melakukan aktivitas lagi di rumah. “Ergonomi itu mengatur, dalam
artian sejak awal sudah dirancang bagaimana manusia seharusnya beraktivitas sehingga kecelakaan diusahakan nol dan kesehatannya tetap terjaga, orang itu pun menjadi produktif,” jelas dosen FSRD ISI Denpasar ini . Makanya ketika orang bekerja 8 jam dalam sehari, dan setelah bekerja 4 jam istirahat 1 jam, dikatakannya kurang efektif. “Lebih baik setelah 60 menit bekerja, 5-10 menit itu dipakai istirahat aktifmelakukan pekerjaan lain, tetapi yang ringan. Misalnya dari duduk 1 jam, berdiri berjalan mengambil kertas, 5-10 menit istirahat, itu yang akan membuat orang tetap bugar,” ujarnya. Namun yang selama ini terjadi, orang takut menghilangkan istirahat 30 menit di depan ini karena dianggap mereka tidak produktif. Tapi sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa setelah bekerja 1 jam istirahat 5-10menit, stabilitas kerja berikutnya lebih bagus karena kelelahan akan hilang. Sementara jika 4 jam bekerja, kelelahannya menumpuk dan belum tentu bisa diatasai dengan istirahat 1 jam itu. Bahkan jika di Korea, pekerja pabrik itu, mandornya memberi abaaba setelah 1 jam bekerja harus bangun dari tempat duduknya melakukan
Edisi 883/ 11 - 17 Januari 2016
23
K3 jangan Jadi Beban Tanggal 12 Januari diperingati sebagai Hari Keselamatan dan Kes ehatan Kerja (K3). Banyak hal yang perlu dipahami tentang K3. Tujuan dari penerapan K3 ini tentu saja untuk meminimalkan terjadinya kecelakaan kerja. Meski Jakarta tidak termasuk dalam daftar daerah dengan tingkat kecelakaan kerja tertinggi namun tetap saja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta gencar menekan angka kecelakaan kerja termasuk gangguan kesehatan akibat kerja. Berbagai upaya dilakukan, di antaranya lewat penyuluhan dan sosialisasi, maupun pelatihan-pelatihan terkait K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Di sisi lain, jumlah pen gawas yang ada masih sangat terbatas, tidak sebanding dengan jumlah perusahaan yang ada di Jakarta. Terkait jumlah pengawas yang terbatas, Kadisnakertrans DKI Jakarta, Priyono, mengatakan, setiap tahun pihaknya terus berupaya menambah jumlah petugas pengawas. Meski diakuinya untuk melakukan penambahan tidak lah mudah. Untuk mengatasi jumlah tenaga pengawas yang terbatas, katanya, diinstruksikan agar para pengawas menjalankan tugas berdasarkan skala prioritas. “Misalnya perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan banyak orang atau pekerjanya mayoritas perem puan, dll,” ungkapnya. Terkait jatuhnya lift di gedung Arkadia, Jakarta Selatan, baru-baru ini dan menyebabkan dua orang tewas dan satu luka berat, Priyono mengatakan akan mengevaluasi kinerja anak buahnya di tiap wilayah, khususnya di Jakarta Selatan dimana kasus tersebut terjadi. Sebenarnya, pengawasan terhadap lift-lift gedung-gedung perkantoran yang berada di Jakarta, telah dilakukan oleh para pengawas di masing-masing Sudin Nakertrans masing-masing wilayah. Pengawasan tersebut dilakukan secara berkala, termasuk terhadap lift yang ada di gedung Arcadia. Saran-saran juga sudah diberikan, namun rupanya ada kelalaian dari pihak perusahaan (yang bertanggung jawab terhadap perawatan lift gedung-red). “Untuk kepastiannya kami menurunkan tim pengawas dari dinas turun ke sana untuk memeriksa,” ujarnya. Sebagaimana diketahui, kasus kecelakaan kerja berupa jatuhnya lift di gedung Arcadia sempat mengejutkan. Apalagi sempat muncul kabar bahwa sepekan sebelum kejadian lift tersebut telah diperbaiki oleh teknisi. Pihak berwajib menyebut, pihak petugas Nakertrans telah meminta agar sling lift diganti karena sudah berkarat. Pergantian me mang telah dilakukan, namun ternyata sling lift pengganti yang dipasang teknisi tidak sesuai dengan standar. “Lift merupakan kategori pesawat angkat angkut dan pemeriksaan nya pun harus dilakukan secara berkala dan ketat. Sebab ini menyangkut keselamatan orang yang menggunakan fasilitas itu. Pengawasnya pun tidak sembarangan tapi harus orang yang punya spesialisasi pesawat angkat angkut,” ucapnya. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah kasus kecelakaan kerja tertinggi tahun 2014 adalah Sulsel, Riau, dan Bali. Sedang jumlah pekerja yang sakit akibat kerja tertinggi tahun 2014 adalah Bali, Jatim dan Sulsel. Namun demikian secara kasus jumlah kecelakaan dan ke selamatan kerja menunjukkan tren menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Di antara itu, kasus kecelakaan kerja di bidang konstruksi masih termasuk cukup tinggi. Data Kementerian Ketenagakerjaan, jum lah kecelakaan kerja yang dialami pekerja konstruksi relatif tinggi yakni 31,9% dari total kecelakaan, dengan jenis kasus kecelakaan antara lain jatuh dari ketinggian 26%, terbentur 12% dan tertimpa 9%. Data ILO memperkirakan sekitar 337 juta kecelakaan kerja terjadi tiap tahunnya yang mengakibatkan sekitar 2,3 juta pekerja kehilangan nyawa. Sementara itu data PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) memperlihatkan bahwa sekitar 0,7 % pekerja Indonesia mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan kerugian nasional mencapai Rp 50 triliun. Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri saat acara pemberian penghargaan K3 mengatakan, penerapan K3 harus menjadi perioritas dunia usaha, jangan dijadikan beban. Tapi, penerapan K3 bukan hanya menjadi tanggung jawab manajemen perusahaan saja melainkan peran kepala daerah dalam hal pengawasan. “Penerapan K3 merupakan kegiatan lintas sektoral, dimana pemerintah, dunia industri, akademisi, praktisi dan masyarakat berkewajiban berperan aktif menerapkannya,” papar Hanif. Semua pihak, harus terlibat optimal penerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja, untuk mengurangi kecelakaan kerja dan penya kit akibat kerja. “Kesadaran pentingnya penerapan K3 di lingkungan kerja dapat meningkatkan aspek perlindungan pekerja dan menambah produktivitas serta kesejahteraan pekerja,” kata Hanif seraya menegas kan, bagi pengusaha yang tidak menerapkan K3 sesuai standar akan diberi sanksi. –Diana Runtu senam/peregangan otot. “Tapi karena sekarang pemerintah sudah terlanjur membuat program keselamatan dan kesehatan kerja, harus dirancang ergonomi,” ucapnya. Ada 8 aspek ergonomi untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan mendorong orang menjadi sehat. Delapan aspek tersebut adalah berkaitan dengan gizi, pemanfaatan otot, sikap kerja, lingkungan kerja, waktu kerja, kondisi sosial, sistem informasi, interaksi manusia dengan alat kerjanya.
Di ergonomi ada 3 hal yang menjadi perhatian, yakni masalah fisik, mental, dan psikologis. “Jadi di ergonomi, dari awal, secara nutrisi orang harus sudah diperhitungkan. Pagi apa yang harus dilakukan, apa asupannya. Demikian halnya siang, sore dan seterusnya. Jika di kesehatan kerja, jarang ditemukan seperti itu, paling pikiran orang kesehatan, kalo sakit baru ditanggulangi. Tidak dirancang bagaimana agar orang itu sehat,” tandasnya. -Inten Indrawati
24
What’s Up
Edisi 883/ 11 - 17 Januari 2016
Terapkan 5 R
Menyadari pada dasarnya program keselamatan dirancang untuk menciptakan lingkungan dan perilaku kerja yang menunjang keselamatan dan keamanan, maka dalam setiap proses kegiatan atau treatment yang dilaksankan di Miracle Aesthetic Clinic sebagai perintis bisnis estetika yang hadir lebih dari 18 tahun, pasti disertai dengan prosedur kerja yang baik dan benar.
M
enurut Upik Rustia, Manager Miracle Aesthetic Clinic Denpasar, untuk keselamatan kerja saat melakukan treatment misalnya, semua diwajibkan untuk memakai handscoon terutama saat facial acne karena berisiko. Terutama jika saat dilakukan extrasi (pengangkatan komedo) kemungkinan ada darah yang keluar. “Dengan mengenakan alat, terapis kami yang memang sudah terlatih dengan sangat baik ini, tidak kontak langsung dengan darah customer walaupun hanya sedikit. Sebab, kita tahu bahwa penularan penyakit sangat cepat melalui darah,” ujarnya. Begitu juga dengan para dokter, ketika melakukan tindakan , mereka juga wajib menggunakan handscoon untuk menjaga kehigienisan selama melakukan treatment. Alat-alat yang digunakan di Miracle, semuanya wajib disteril kembali. Contohnya , alat extrasi (komedo extractor). Alat ini sebelum disteril dicuci dulu dengan disinfektan kemudia di kemas/dibungkus dalam medipack selanjutnya dimasukkan ke dalam alat steril AutoClave. Upik menegaskan yang namanya kebersihan di lingkungan kerja Clinic Miracle selalu terjaga dengan baik. “Kami di sini selain tentunya komit dengan budaya melayani juga wajib menerapkan atau mengimplementasikan budaya 5R, yakni Ringkas, Resik, Rapi, Rawat, dan Rajin,” tandasnya. Selain itu, setiap tiga bulan, juga
tkh/eka adhyasa
Penerima K. Nadha Nugraha 2016 foto bersama Pimpinan KMB Satria Naradha
Anugerah Pers K.Nadha Nugraha 2016
Upik Rustia
dilakukan penilaian, mengenai kebersihan terhadap masing-masing divisi termasuk juga kebersihan diri sendiri. Kampanye tentang berbagai informasi kesehatan lainnya, seperti mengenal kanker payudara bagi para seluruh staf, juga dilakukan setiap tahun . Biasanya dirangkaian dengan bulan Peduli Kanker pada bulan Oktober. “ Di sini dokter dari Miracle menjelaskan bahaya kanker payudara dan cara mengetahui secara dini kanker tersebut,” katanya. Ia menambahkan kalau untuk tahun ini, manajemen Miracle juga sudah memiliki rencana akan mengadakan donor darah bagi seluruh karyawan. – Sri Ardhini
Anugerah Pers K. Nadha Nugraha 2016 digelar di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha, Denpasar, Selasa (5/1). Ini merupakan Anugerah Pers ke-15 yang digulirkan sejak 2002 lalu oleh Kelompok Media Bali Post. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, seperti bupati se-Bali, anggota DPD dan DPR RI, rektor se-Bali, anggota DPRD, budayawan, akademisi, serta mahasiswa. Tahun ini ada 16 penerima Anugerah K. Nadha Nugraha yakni empat tokoh individu dan 12 lembaga. Mereka adalah Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya, S.IP yang memiliki tekad tegaknya NKRI dan kemajuan Bali di kancah nasional dan internasional, Ida Cokorda Anglurah Tabanan yang tak pernah surut peduli dalam menjaga tradisi dan pewarisan budaya Bali, I Gusti Agung Prana yang berkiprah mengembangkan pariwisata berkelanjutan berbasis lingkungan, dan I Wayan Nardayana yang menjadi inspirator bangkitnya kecintaan generasi muda Bali terhadap wayang. 12 lembaga penerima anugerah antara lain Universitas Udayana yang menjadi barometer lembaga pendidikan tinggi di Bali, Yayasan PR Saraswati yang merupakan perguruan pertama di Bali, Yayasan Dwijendra Denpasar yang merupakan sekolah berbasis Hindu, IHDN yang tetap concern
melakukan pengembangan pendidikan profesi dengan tetap menjunjung kearifan lokal, Undiknas University yang melahirkan mahasiswa unggul di bidang perbankan, IKIP PGRI Bali yang eksis melahirkan guru profesional, Unhi Denpasar yang membangun SDM berkualitas di Bali, Universitas Warmadewa yang mencetak SDM andal di Bali, Undiksha Singaraja yang konsisten membangun SDM Bali berkualitas, ISI Denpasar yang konsisten menjunjung kearifan lokal, serta Universitas Ngurah Rai yang konsisten mengembangkan spirit ajaran Hindu dalam membangun SDM berkualitas, serta Kadin Bali yang memiliki andil besar dalam pengembangan ekonomi kerakyatan dengan tetap peduli terhadap budaya dan alam Bali. Pimpinan Kelompok Media Bali Post, Satria Naradha mengatakan, Bali harus melakukan terobosan yang lebih besar di tahun 2016 khususnya menjadikan Bali ini hebat. “Langkah strategis sudah dilakukan dunia pendidikan. Karena itu, mayoritas penerima Anugerah Pers K.Nadha Nugraha tahun ini diberikan kepada sejumlah perguruan tinggi. “Manusia Bali harus menjadi manusia yang hebat, manusia yang luar biasa sehingga Bali menjadi hebat dan Indonesia menjadi hebat,” tegasnya. –Rindra
redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
www.tokoh.co.id