24
What’s Up
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Pelantikan Pengurus DPC IWAPI Kabupaten Gianyar Periode 2015-2020
Rai Sukmawati Kembali Terpilih sebagai Ketua Untuk kedua kalinya, Dra.Ni Made Rai Sukmawati, M.Par. kembali terpilih sebagi Ketua DPC IWAPI Kabupaten Gianyar untuk periode 2015-2020. Dalam sambutannya, Rai Sukmawati menyampaikan terimakasih kepada seluruh anggota IWAPI Gianyar yang telah memberikan kepercayaan kembali kepadanya untuk mengawal organisasi ini 5 tahun ke depan. “Saya bersama Dewan Pengurus lainnya akan berusaha mengemban amanah ini dengan baik untuk 5 tahun ke depan. Untuk itu kami mohon dukungan teman-teman, anggota, Pemerintah Kabupaten Gianyar, Kadin Gianyar, serta teman-teman organisasi profesi lainnya dalam mengemban amanah ini,” ujarnya.
I
a menyampaikan, sebagai Dewan Pengurus yang baru dilantik dan dikukuhkan oleh Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata, ia sadar akan kedudukan, tugas, kewajiban dan tanggungjawab selaku Wanita Pengusaha Indonesia yang sekaligus sebagai bagian dari pelaku ekonomi. “Karena itu, dirasa perlu untuk menghimpun diri dalam suatu wadah organisasi guna meningkatkan persatuan, kemampuan, dan pengabdian untuk ikut melaksanakan pembangunan ekonomi dengan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Gianyar, dengan induk organisasi kami Kadin Gianyar, serta organisasi profesi lainnya,” ucapnya. Selama 5 tahun ke depan, IWAPI Gianyar akan berusaha melanjutkan program-program sebelumnya serta melaksanakan program baru yang telah disusun dalam Muscab IWAPI Kabupaten Gianyar yang merupakan amanah daripada organisasi. Seperti pemeriksaan papsmear, pemberian sembako gratis bagi yang tidak mampu, mengadakan bazar murah seperti yang dilakukan Kamis (17/12), pembinaan calon-calon pengusaha kecil, pembinaan lainnya seperti pelatihan kewirausahaan bekerjasama dengan Politeknik Negeri Bali, memberikan beasiswa pendidikan
kepada anak-anak kurang mampu bekerjasama dengan APSAI Gianyar, dan juga bersinergi dengan pihak HKTDC untuk mendapatkan informasi pasar luar negeri. IWAPI Kabupaten Gianyar pun, dijelaskannya mempunyai program berupa pembinaan para pengusaha kecil khususnya pengusaha perempuan dengan memberikan bantuan modal dan jugamemantau perkembangan usahanya, agar selain sebagai Ibu rumah tangga, mereka juga mampu membantu menambah penghasilan keluarga. Selain itu, juga bersinergi dengan pihak lain dan bersama-sama melakukan kegiatan sosial. Kondisi perekonomian saat ini dikatakannya masih sangat lambat. Maka sebagai pengusaha perempuan tantangan yang dihadapi cukup berat, apalagi dengan diberlakukannya MEA. Namun, sebagai pengusaha Rai Sukmawati menegaskan harus bisa siap dengan tantangan tersebut dan MEA tidak perlu ditakuti tetapi harus pakai sebagai motivasi untuk kemajuan usaha. Dalam kesempatan tersebut, Rai Sukmawati juga menyampaikan prestasi yang berhasil diraih IWAPI Gianyar sebagai IWAPI Teladan I se-Bali, dan berlanjut keberhasilannya mempertahankan predikat IWAPI Teladan I di
Pelantikan Pengurus IWAPI Kabupaten Gianyar periode tahun 2015-2020 dilakukan oleh Ketua DPD IWAPI Provinsi Bali Dr. A.A.A Ngr Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. Inzet: Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata
tingkat nasional saat diadakan Munas di Jakarta tahun 2015. “Tentunya ini merupakan suatu kebanggaan bagi kita semua. Dengan adanya predikat tersebut minimal kita sebagai Pengurus yang baru harus termotivasi serta mampu mempertahankan bahkan meningkatkannya menjadi lebih baik daripada apa yang telah dicapai sebelumnya,” ujarnya. Pelantikan Pengurus IWAPI Kabupaten Gianyar periode tahun 20152020 ini dilakukan oleh Ketua DPD IWAPI Provinsi Bali Dr. A.A.A Ngr Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H., Rabu (16/12) bertempat di Ruang Sidang I
Kantor Bupati Gianyar. Dihadiri Bapak Bupati Gianyar, SKPD terkait, dan organisasi –organisasi wanita yang ada di Kabupaten Gianyar. –ten
SUSUNAN PENGURUS
Dewan Pengurus Cabang IWAPI Kabupaten Gianyar Periode Tahun 2015 - 2020 Dewan Pembina : 1. Bupati Gianyar Istri Wakil Bupati Gianyar Ketua DPD IWAPI Provinsi Bali Ketua KADINDA Kabupaten Gianyar Ketua GOW Kabupaten Gianyar Kepala Badan KB dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Gianyar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Gianyar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gianyar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan olah Raga Kabupaten Gianyar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gianyar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gianyar Dewan Kehormatan : A. A. Mas Paltini Dewan Pengurus Cabang Kabupaten Gianyar Ketua Sekretaris Bendahara
Para pengurus IWAPI Gianyar berfoto bersama Ketua DPD IWAPI Bali, para Penasihat, Pembina, dan Dewan Kehormatan
Usai Pelantikan Langsung Kerja
Pemeriksaan papsmear dan kesehatan reproduksi wanita di Desa Manik Tawang, Tampaksiring
bako gratis kepada kaum yang disalurkan ini akan diberikan juga kelansia, dan memberikan pada anak-anak kurang mampu di jenjang beasiswa kepada anak SMP, SMA, hingga penguruan tinggi. Ada Pasar sembako murah dan bazaar UKM murah di wilayah Pas Dalem Gianyar kurang mampu (tingkat juga program orangtua asuh, serta rehab Sehari usai pelantikan, tepatnya Kamis SD). Dan di program terbaru, beasiswa rumah khusus untuk lansia terlantar. “Sebagai pengusaha di (17/12) IWAPI Kabupaten Gianyar sudah era perekonomian yang memulai program kerjanya, yakni mengmasih dilanda krisi global gelar bazar sembako murah dan bazar ini, kami IWAPI Gianyar UKM murah yang diadakan di wilayah akan tetap berkomitPas Dalem, Gianyar, bekerjasama dengan men untuk menyisihkan HIPMI Kabupaten Gianyar dan Artha sebagian dari penghasiGraha Peduli. lan kami untuk berbagi Kegiatan sosial ini dikatakan Rai kepada sesama yang keSukmawati sebagai kegiatan ekstern betulan dari segi ekonoyang menyasar kepada masyarakat yang mi kurang beruntung,” kurang mampu. Selain itu, IWAPI Gianyar tandasnya. –ten juga memiliki program pembagian semPelatihan kewirausahaan di Desa Pujung
: Dra. Ni Made Rai Sukmawati, BSc. M Par. : 1. Ni Made Warti, S.E. 2. Ni Putu Purnami, S.E. : 1. Ni Ketut Atik Puspia, S.H. 2. I. G. A. Pradnyadari, S.E.
WKU Bidang Organisasi, Humas dan Kerja Sama Ketua Komite Bidang Organisasi, Humas dan Kerja Sama: Dra. A.A. Raka Sueni Wakil Ketua Komite 1 : Ni Made Roti Wakil Ketua Komite 2 : Ni Made Sumiathi, S.E. Wakil Ketua Komite 3 : Ni Putu Dewi Windayanti, S.E. Wakil Ketua Komite 4 : Komang Lindya Handayani Wakil Ketua Komite 5 : Ni Nyoman Kasim Yuliani WKU Bidang Pendidikan, Hukum dan Advokasi Ketua Komite Bidang Pendidikan, Hukum dan Advokasi: Desak Nyoman Dewi Ratih, S.H. Wakil Ketua Komite 1 : Ni Made Wartari Wakil Ketua Komite 2 : Putri Aristya, S.E. Wakil Ketua Komite 3 : Putu Fitri Hertaningsih, S.E. Wakil Ketua Komite 4 : Ni Kadek Ayu Trisnawati Wakil Ketua Komite 5 :A.A. Puspawati WKU Bidang Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi Ketua Komite Bidang Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi: Ir. Ni Wayan Ayani Wakil Ketua Komite 1 : Ni Ketut Bakati Anggareni, S.P. Wakil Ketua Komite 2 : Desak Putu Hartawati, S.E. Wakil Ketua Komite 3 : Ni Luh Armawati, S.E. Wakil Ketua Komite 4 :I G.A. Sri Dewi, S.E. Wakil Ketua Komite 5 : Luh Kadek Sucitasari, S.E. WKU Bidang Sosial, CSR Pariwisata dan Budaya Ketua Komite Bidang Sosial, CSR Pariwisata dan Budaya: Putu Deasy Krisna Dewi Asmady, S.E., S.H. Wakil Ketua Komite 1 : Cok Istri Eka Darmaratihasih, S.E. Wakil Ketua Komite 2 : Ni Nyoman Fitri Wakil Ketua Komite 3 : Wiwied Sydmore Wakil Ketua Komite 4 : Sang Ayu Made Delianina Wakil Ketua Komite 5 : Riana Pratiwi, S.E.
redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
www.tokoh.co.id
2
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
GORO-GORO Ini Hari Ibu, tapi saya tak punya ibu lagi. Saya meng ucapkan selamat Hari Ibu kepada se Putu Wijaya mua ibu-ibu. Ucapan itu tak pernah sempat saya ucapkan pada ibu saya. Sekarang sudah tidak ada gunanya lagi, karena ibu tidak bisa mendengarnya. Karena itu, supaya tidak menyesal seperti saya, kepada setiap anak, tak terkecuali anak saya, selalu saya ingat kan. Jangan pernah lupa mengucapkan Selamat Hari Ibu ketika ibu kamu masih ada, agar beliau bahagia. Apalagi kalau ibu sedang sakit, kecewa, sedih atau tertindas. Ucapan dari anaknya sendiri, akan menjadi obat mujarab, air surga dan anugerah terindah baginya. Ibu sudah mengandung, mera wat, membesarkan, mendidik dan menyayangimu, lebih dari sayangnya pada diri sendiri. Ibulah yang men dampingimu waktu sakit. Waktu kamu gagal dan kalah. Waktu kita jatuh, dikucilkan semua orang, ibulah yang selalu membesar kan hati kita yang ciut. Dia tak pernah lelah, menemani, memberikan kita semangat. Tidak sedetik pun ia pernah kecewa apalagi menghina kekurangan kita. Ibulah yang selalu membela kita. Kadangkala tetap membela dengan gigih, walau pun kita salah. Ia satu-satunya orang yang selalu membanggakan kita. ia selalu berpikir positif dalam menilai kita. Sehingga kelemahan-kelemahan kita berubah jadi kekuatan. Itu menyebabkan kita
hari ibu
punya kepercayaan dan harga diri Hanya saja entah kenapa, kita sudah tergiring menganggap, semua pengorbanannya yang mulia itu, me mang sudah seharusnya begitu. Sudah kita anggap semua itu adalah kewajiban, adalah tugas ibu. Bahkan kelau beliau alpa, lupa, apalagi mungkir melaksanakannya, ibu kontan akan dicap: perempuan tak bertang gungjawab. Kalau lagi susah, kalian selalu ingat ibu. Tapi kalau senang, makan enak, bergelimang kelebihan, pernahkah kalian ingat, apa yang dimakan ibu hari ini? Siapa yang memijit kakinya malam buta, kalau ia sakit? Siapa yang melind unginya kalau dia dihina tetangga? Kamu lupa di kampung jauh di pedalaman sana, ibu selalu berdoa un tuk kebahagiaanmu Kau abaikan surat tetangga yang mengabarkan dia perlu kiriman belanja! Malah kamu kirim dia ke rumah jompo, karena cerewet, mengganggu kerukunan-ketenangankedamaian rumah-tangga tanggamu. Memang ada ibu yang mengutuk anak jadi batu. Tapi itu hanya leg enda. Juga ada ibu membunuh anak, berdalih takut masa depannya gelap. Tapi itu hanya kasus langka, ibu yang terganggu. Dalam kenyataannya yang lumrah, ibu rela mati untuk kebahagiaan kita, anaknya ucapkan cinta, hormat serta perhatian kita sepenuhnya, di hari ibu ini. Mari bangkit, satukan tangan, kukuhkan tekad merdekakan ibu dari kepedihan. Mari bebaskan diri kdari kelala ian berbakti pada ibu. Ayo bertobat, minta maaf kepada ibu, sebelum terlambat! Juga bagi kalian yang punya ibu tiri yang kejam, tak terkecuali. Bahkan ke pada mereka, ucapkan selamat hari ibu dengan suara lantang, supaya telinganya yang diblokir iblis itu jebol
Kau bukan hanya teman tidur ayah kandungku yang sudah kau kuras kantong sampai nuraninya. Kau bukan pelacur yang setelah menghibur se orang ayah yang ditinggal istrinya, lalu merampok habis-habisan warisanku. Karena keserakahanmu aku terpaksa makan dari tong sampah. Sekolahku putus dan aku frustasi jadi gelandan gan, pengedar-pemakai narkoba! Berhentilah jahat! Kau injak-injak aku berlumuran tahi ayam. Kau tato tubuhku dengan sudutan rokok. Kau caci-maki aku dengan keji setiap hari. Aku bukan WC unek-unek masalah pribadimu! Selamat hari ibu, ibu yang tidak ibu! Aku juga mahluk ciptaan Tuhan, seperti kamu! Aku bukan binatang! Aku bukan petmu! Aku bukan Angeline! Selamat Hari Ibu! Lampu mati. Lalu terdengar ke plok tangan seru. Lampu hidup lagi. Pemain monolog yang membawakan monolog berjudul “Pidato Hari ibu” itu, membungkuk memberi hormat pada penonton. Ami sangat terkesan oleh pertun jukan itu. Walau pun malam sudah larut, ia memaksa diantar suaminya ke rumah orangtuanya. Amat dengan mata masih setengah terpejam membuka pintu. “Ada apa Ami?” “Ibu di mana?” “Kenapa?” Ami tak menjawab, tapi langsung masuk. Terus bergegas ke kamar. Bu Amat terkejut melihat Ami sudah ada di depan hidungnya. “Ada apa, Ami?” “Selamat Hari Ibu, ibu!” “Hari ibu?” “Ya! Ibu tidak tahu? Hari Ini ‘Hari Ibu’! Selamat Hari Ibu!” “Hari ini?” “Ya. Hari ini!” “Hari ini? Masak? Bukannya tiap hari?”
Pencuri yang Gagal Suatu hari, pukul 20.00 handphone saya berdering. Teman saya yang bernama Eka menelepon saya untuk datang ke rumahnya malam itu. Kemudian saya berangkat ke rumah teman saya itu yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumah saya. Sesampai di sana Eka dan seorang teman lainnya telah menunggu di teras rumahnya. Motor saya parkir di pinggir jalan dengan kunci yang masih nyantol di motor. Saya berpikir motor tidak akan dicuri karena saya mengo brol di teras dekat motor saya diparkir. Karena teras rumahnya agak masuk ke dalam, motor saya hanya terlihat ban depannya saja. Sekali lagi saya berpikir kalau ada yang mengambil motor saya pasti ketahuan karena ban depan motor saya masih terlihat. Setelah itu saya dan teman saya mengobrol untuk membahas ren cana touring saat liburan hari raya
nanti. Setelah mengobrol sekian lama, saya melihat ada bayangan 2 orang yang mengendap-endap mendekati motor saya. Saya coba perhatikan terus ternyata kedua orang tersebut makin mendekati motor saya. Karena kunci motor masih nyantol, seketika saya ba ngun mengecek motor saya. Oh My God,,, benar saja, ternyata kedua orang tersebut telah bera da di motor saya dan i n g i n m e n g a m b i l m o t o r s a y a . Seketika saya pergoki. “Kamu mau mencuri motor saya ya?” teriak saya. Mer eka pun kaget dan men cari alasan, “Ngga.. ngga.. saya
mau belanja di warung sebelah, ternyata w arungnya tutup,” ka tanya. “Kenapa kalian mendekati motor saya?” tanya saya lagi. “Saya cuma ingin belanja aja kok, ga ada niat mencuri.” Jawabnya sambil berbalik arah lalu menjauh. “Ambil saja motor saya, tapi jangan salahkan saya kalau kalian dikeroyok di sini,” teriak saya. Te man saya kemudian menenangkan saya dan motor saya bawa masuk ke dalam rumah teman saya. Pela jaran yang saya ambil, walaupun motor kita sudah dirasa aman, tidak menjamin motor kita terbebas dari incaran para pencuri. (Bagas)
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, sila kan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah mak simal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Ekspresso
Sudut Pandang
Ibu seperti Superwoman
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab Gde Palgunadi Redaktur Pelaksana Ngurah Budi Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten Jakarta Diana Runtu NTB Naniek Dwi Surahmi Desain Grafis IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman Sirkulasi Kadek Sepi Purnama Sekretariat Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono Alamat Redaksi/Iklan Denpasar Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 416676–Faksimile (0361) 425373 Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603-Faksimile (021) 5357605 NTB Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257 Jawa Timur Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– Faksimile (031) 5675240 Surat Elektronik redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id Website www.tokoh.co.id Bank BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6 Percetakan BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar
23
I
dr. Ratih Manuaba
bu bagi dr. Ayu Witri asih adalah sosok yang luar biasa. “Ibu adalah perempuan Bali yang luar biasa. Dia seorang pekerja keras, ulet, berwawasan luas, perhatian, dan penuh kasih sayang. Sesibuk apapun ibu selalu ada waktu un tuk keenam anaknya. Bahkan, walau kami sudah menikah dan punya anak-anak. Ibu tetap penuh perhatian,” tutur perempuan yang menjabat Kabid Binkesmas Dinas Kesehatan Kota Denpasar. Belum lagi, kata dr. Ayu, ibunya, Ny. Suwitri Riyasse, juga sangat perhatian kepada be berapa anak asuhnya. “Sampai di
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. Banyak kesan yang dialami bersama ibu. Bagaimana anak memaknai Hari Ibu? Tokoh merangkumnya dengan mewawancarai berbagai kalangan. usianya sekarang yang memasuki 85 tahun, hidupnya selalu untuk anak-anaknya. Saya selalu ingin berbuat yang terbaik yang bisa membanggakan ibu karena itu adalah obat mujarab bagi kes ehatan ibu,” kata dr. Ayu. Istri IGN Iwan Dusanta ini men gatakan, ibunya, Ny. Riyasse akan bercerita berkali-kali dan berulangulang tentang prestasi anak-anaknya kepada orang lain. “Semangat hidup ibu mengantarkan saya pada ke hidupan sekarang dan kesuksesan saya sekarang. Cara berpikir yang positif dan maju membuat ibu sebagai motivator untuk berbuat baik dan benar untuk keluarga dan
masyarakat,” ujarnya. Menurut dr. Ayu, kecantikan Ny. Riyasse selau terpancar dari dalam hatinya. Walau sudah usia senja, tidak pernah pudar. “Pesan ibu selalu jadilah perempuan yang multitalenta,” kata perempuan yang pernah menjabat sebagai Kepala Puskesmas Denpasar Selatan IV ini. Sementara, menurut dr. IA. Ratih Wulansari Manuaba, ibunya, drg. Desak Made Putri Manuaba, M.Si, adalah sosok yang patut menjadi teladan. “Selain telaten mengasuh anak-anak, ibu juga mendukung karier ayah saya, Prof. IB Manuaba. Dalam bidang bisnis,
ibu mengembangkan RS Manuaba mulai klinik sampai menjadi rumah sakit yang besar. Soal aktualisasi diri, ibu juga meneruskan pendidi kan ke jenjang yang lebih tinggi. Soal adat menyama braya sebagai wanita Bali juga tak ketinggalan,” kata dr. Ratih. Menurut perempuan yang baru saja terpilih sebagai Perempuan Inspiratif Tabloid Tokoh 2015 ini, ibunya selalu menekankan agar anak-anaknya setelah besar bisa sukses dan mandiri. Dari semangat ibunya, ia banyak belajar tentang bagaimana menjalani hidup yang seimbang, baik urusan berkarier, sebagai istri, mahluk sosial, dan ibu. “Kalau saya melihat, ibu saya
dr. Ayu Witriasih
seperti superwoman. Banyak orang bilang, perempuan berkarier tak bisa sukses mengurus rumahtangga. Padahal, anggapan itu kurang tepat. Banyak kok perempuan bekerja, tapi dia juga bisa mengurus ru mahtangga, termasuk meningkat kan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.,” ujar dokter RS Manu aba ini. Kuncinya, kata dr. Ratih, harus seimbang dan bisa membagi waktu dengan baik. –Wirati Astiti
Kasih Sayang tak harus Menunggu Hari Ibu Keluarga di Indonesia bi asanya merayakan hari ibu, se bagai peringatan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya. Menurut Kadek Andriani, awal mula peringatan hari ibu katanya untuk merayakan se mangat perempuan Indonesia dan untuk meningkatkan ke sadaran berbangsa dan berne gara. Selain itu juga sebagai pengakuan terhadap eksistensi perempuan dalam berbagai sek tor kehidupan. “Dengan begitu peringatan Hari Ibu juga mampu membawa atmosfir yang positif bagi perempuan dan keluarga juga masyarakat yang terdor ong selalu menghargai seorang perempuan,” katanya. Dikatakannya memang peng gunaan kata “ibu” membuat sebagian besar orang memahami semata-mata sebagai “ibu” yang melahirkan seorang anak atau ibu kandung kita. Padahal, ibu yang dimaksud diawal sejarah hari ibu adalah untuk menenang para perempuan yang saat itu ber juang. Jadi, ibu di sini bisa berarti dia seorang guru, tante, kakak, dan perempuan lainnya. Jadi, semangat ditetapkannya Hari Ibu adalah untuk mengenang kembali perjuangan perempuan dalam meletakkan dasar-dasar kemerdekaan Republik Indonesia pada umumnya, dan kebang kitan simbol Perempuan pada khususnya. Namun, Dek Andri, era kini hari ibu maknanya cukup men dalam, yakni mengambarkan lekatnya kasih sayang seorang ibu, anak dan keluarganya dalam membina dan membimbing agar menjadi keluarga yang berkualitas dan tananna hidup yang baik.
Namun dalam perjalanannya tidaklah mudah banyak cobaan yang dihadapi seorang ibu di za man ini. Yang benar juga mendidik anak, yang jelas semuanya mesti disuport sang suami. Adanya ker jasama yang baik antar pasangan sangat diharapkan. Semoga Tuhan juga mem berikan tuntunan selalu, karena menjaga, membimbing keluarga sebagai seorang ibu adalah penuh perjuangan tidak semulus yang dilihat.Di era globalisasi ini se orang ibu mesti mandiri. Persain gan sangat pelik, mesti disertai dengan mindset yang benar. Sesungguhnyalah kata Andri un tuk mengucapkan rasa terima kasih kepada ibu yang telah melahirkan kita. Hal ini sebenarnya bisa kita peringati setiap hari maupun setiap saat. Sebab menunjukkan kasih sayang kepada seorang ibu, tidak harus menunggu Hari Ibu. - Sri Ardhini
Kadek Andriani
22
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Hebohnya Djakarta Warehouse Project 2015
Hujan yang mengguyur Jakarta ternyata tidak menyurut langkah puluhan ribu pencinta ‘dunia gemerlap’ untuk menyerbu pesta dansa Djakarta Warehouse Project (DWP) di Jakarta International Expo Kemayoran, pekan lalu. Tak heran kalau kawasan JIExpo yang tergolong jarang macet kali ini menjadi macet parah. Lahan parkir JIExpo yang terkenal sangat luas tak mampu menampung pengunjung sehingga akhirnya meluber ke jalan yang dulunya bekas landasan pacu Bandara Kemayoran.
I
ni sungguh luar biasa. Magnet pesta dansa DWP begitu kuat menarik partygoers yang memang sejak lama menunggu event ini digelar kembali. Tahun lalu, event yang digelar oleh Ismaya Live ini berhasil menyedot 70.000 pengunjung, tahun ini pengunjung lebih membludak, diperkirakan mencapai 75.000 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 20% adalah peserta dari mancanegara. Tak heran kalau dalam dua hari pagelaran, mulai dari pukul 18.00 hingga pukul 04.00, JIExpo Kemayoran berubah menjadi lautan manusia. “Ini lebih dahsyat dari tahun lalu. Heboh abizz,” ucap Happy yang tampak bersimbah peluh lantaran bergoyang tiada henti. Mahasiswi sebuah universitas di Bandung ini mengaku tiga tahun berturut-turut tidak pernah absen hadir di pagelaran electronic dance music , dan selalu mendapatkan pengalaman berbeda. “Waktu Invasion Electric Dance di Ancol aku ikut, DWP di Kemayoran ini kedua kalinya. Perginya rombongan dengan teman-teman, jadi seru banget,” ucap Happy yang berdandan nyentrik. Bagi Happy dan teman-temannya tidak ada masalah dengan harga tiket karena memang sejak jauh-jauh hari telah dipersiapkan. Asal tahu saja, harga tiket yang dibandrol panitia mulai dari Rp 520 ribu untuk tiket presale daily hingga Rp 1 juta untuk VIP Gold. Bagi yang ingin menyaksikan DWP selama dua hari, tiket masuknya Rp 720 ribu untuk early presale hingga Rp 1,8 juta untuk VIP Gold. Happy dkk memilih harga tiket yang Rp 720
ribu. “Kalau akomodasi dan makan kita patungan saja. Nggak masalah, kan udah nabung. Sehabis acara ini kita langsung pulang naik kereta api di Stasiun Gambir,” tambahnya sembari cekikikan. Electronic Dance Music atau EDM memang tengah melanda kota-kota besar di Indonesia seiring dengan semakin semaraknya pagelaran EDM melanda dunia. Selain DWP, ada sejumlah pagelaran EDM yang juga menyedot banyak pengunjung di antaranya Dreamfield dan Ultra Music Festival, keduanya di Bali. DWP mulai digelar pertama kali tahun 2008, tahun ini adalah yang kedelapan kalinya. Tak kurang dari 31 DJ kelas dunia—dari total 65
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Dr. Kadek Dewitini
A
da beberapa alasan dokter Dewi ikut bergabung. Pertama, karena ia yakin dan percaya dengan ownernya-Ibu Kusmini dan Bapak Budaka yang notabene seorang pebisnis. Kedua, peluang yang ditawarkan cukup besar dan menjanjikan, mengingat dari perhitungan harga, berinvestasi di Bali dibandingkan dengan di Sulawesi, jauh berbeda. “Kebetulan suami kelahiran Sulawesi, jadi kami tahu situasi kontur daerah di sana. Selain mendapatkan keuntungan, dengan berinvestasi hutan
JIXPO Kemayoran berubah jadi lautan manusai pada pagelaran DWP
Jack U yang beranggotakan dua DJ top dunia, Skrillex dan Diplo, menggebrak hari pertama dengan penampilan istimewanya. Ribuan pengunjung di stage Garudha Land tanpa komando langsung berlarian histeris di depan panggung sembari meliuk-liukan badannya mengikuti alunan musik yang disu-
Tapi penampilan DJ-DJ lokal juga tak kalah cemerlang. Dipha Barus, misanya, yang sanggup menghipnotis ribuan partygoer bergoyang tak henti. Apalagi Dipha juga menyelipkan hits 90-an ‘Jump Around’ di antara lagu-lagu persembahannya. Marcel Chandrawinata, ternyata
Tawaran tampil di event terbesar di Asia Tenggara ini datang sebulan lalu, ucap Marcel. Sempat kaget juga merasa tersanjung, dan itu memberinya motivasi lebih untuk konsentrasi mempersiapkan diri. Padahal, katanya, ada syuting film, tapi terpaksa ditunda demi penampilan perdananya di DWP.
juga mendapat perhatian tersendiri dari para goer. Bisa jadi salah satu sebabnya karena wajahnya sangat dikenal publik lewat penampilannya di sinetron maupun film. Pengunjung pastinya penasaran ingin tahu kebolehan Marcel, apakah dia sama piawainya seperti ketika berakting. Untungnya Marcel dan Anza yang tergabung dalam March Mayhem mampu menjawab keinginan partygoers yang bergoyang di depan panggungnya. Meski baru setahun menekuni bidang ini, penampilan bintang film Sweetheart ini tergolong lumayan. “Saya baru setahun menekuni ini. Awalnya hanya main-main, lama-lama jadi asyik banget. Lagi pula ini nggak ganggu syuting, nge-DJ hanya Sabtu-Minggu,” ucap Marcel yang mengaku terjun ke aliran EDM karena terinspirasi DJ favoritnya, DJ Snake. Tapi bagi Marcel, DWP 2015 ini memberi kesan khusus baginya. Sebagai orang yang belum lama menekuni EDM, ia sudah mendapat kesempatan tampil satu panggung dengan DJ-DJ kenamaan.
BEBAS NARKOBA DAN MABUK Meski ajang ini tergolong ‘dugem’ yang kadang dipandang negatif oleh sebagian orang lantaran adanya anggapan ini merupakan pesta dimana alkohol dan narkoba bebas beredar, namun DWP berbeda. Tidak main-main, panitia memberlakukan peraturan yang sangat ketat di sini, mulai dari segi usia, dimana mereka yang berusia di bawah 18 tahun tidak diperkenankan masuk. Pembelian tiket pun harus menyertakan KTP, dan nama yang tertera di tiket tidak bisa diganti orang lain. Tidak itu saja. Kalaupun ada yang berbohong, mendapatkan tiket tapi sebenarnya tidak memenuhi persyaratan sebagai peserta DWP, pasti akan terjaring. Pasalnya, sebelum masuk arena festival masing-masing peserta harus menunjukkan kartu identitas diri, entah itu KTP atau SIM, yang tentu saja disertai foto yang bersangkutan. Nama yang tertera di tiket harus sama dengan identitas yang diperlihatkan. Nah jika terjaring, jangan harap uang pembelian tiket dikembalikan. Soal alkohol dan narkoba, jangan khawatir. Karena panitia menjamin kawasannya bebas narkoba dan alkohol. Saat masuk pun pemeriksaan ketat dilakukan. Polisi juga dikerahkan selain menjaga keamanan juga menjaring mereka yang kedapatan membawa narkoba dan barang-barang terlarang lainnya. Bisa jadi karena peraturan dan pengawasan yang ketat itu, meski puluhan ribu orang muda berkumpul, tumplek-bleg di arena, acara bisa berlanngsung relatif aman dan lancar. -Diana Runtu
guhkan keduanya. Entah bagaimana tapi ribuan penonton itu seperti terhipnotis terus bergerak meski berhimpit-himpit dengan yang lain. Dahsyat! Hanya satu kata itu untuk menggambarkan ‘kegilaan’ musik yang disajikan Skrillex dan Diplo yang disambut begitu meriah oleh pengunjung.
Lautan manusia di JIEXPO Kemayoran Jakarta
3
Investasi Hutan Jabon Sri Farm sangat Menjanjikan “Berinvestasi di hutan jabon Sri Farm sangat menjanjikan”. Demikian pengakuan dokter Kadek Dewitini saat ditemui di Kantor Sri Farm usai penyerahterimaan sertifikat kepemilikan lahan hutan jabon Sri Farm atas nama dirinya, beberapa waktu lalu. Dokter konsultan di Miracle Aesthetic Clinic ini mengaku sudah lama ditawari dengan Ibu Kusmini. Namun, tentu saja dokter cantik ini tak lantas setuju. Ia berdiskusi dengan suaminya, I Gde Danang Wirawan yang banyak tahu tentang hukum. Akhirnya, pasutri ini memutuskan untuk membeli 1 hektare hutan jabon. “Konsepnya, kita membeli hutan, dan ada kontraknya 10 tahun,” ucapnya.
Aksi DJ yang bikin penonton histeris
DJ--- tampil di DWP 2015 sebut saja; Armin van Buurin, Mayor Lazer, Jack U, dll. Tak ketinggalan DJ-DJ papan atas dalam negeri ikut unjuk kebolehan seperti; Dipha Barus, Tiara Eve, Mickey Moran, Ninda Felina dan March Mayhem digawangi oleh aktor kondang, Marcel Chandrawinata.
Sosialita
Serahterima sertifikat kepemilikan hutan jabon Sri Farm atas nama investor
Beberapa investor pun sudah menerima sertifikat ini, salah seorang di antaranya atas nama Rai Sudarmika
Para Dewan Direksi PT Sri Farm
jabon juga turut melestarikan alam. Kerabat kami juga sudah punya lahan di sana,” ungkap ibu dari Putu Abhiram Wirawan ini. Pernyataan dokter Dewi ini sekaligus menjawab kekhawatiran orang-orang yang belum berani berinvestasi hutan jabon Sri Farm. “Suami saya orang hukum (bekerja di Kementerian Hukum dan HAM-red). Jadi sebelum memulai, suami sudah mengecek tentang legalitasnya,” tegas perempuan kelahiran Denpasar 14 Mei 1984 ini. Pasutri ini pun sudah paham betul akan konsep, keuntungan, maupun risikorisiko yang mungkin terjadi. “Kami diiundang saat launching, dan sudah banyak mendapat penjelasan dari sang konseptor Bapak Made Robert. Dan, kami sudah paham makanya kami ambil,” akunya. Ia mengambil contoh risiko terburuk yang mungkin terjadi adalah pohonnya hilang diambil orang atau kebakaran, PT Sri Farm akan menggantinya karena perusahaan memiliki kebun inti seluas 500 hektare. Andaikata pun pohon gagal panen dikarenakan kesalahan penanaman
Berinvestasi di Hutan Jabon Sri Farm, Go Green Go Rich
Pohon jabon berusia 8 bulan
Sebagai pebisnis, pasutri Made Budaka Wijaya dan Nyoman Kusmini yang juga owner Delina Advertising ini mengamati di tengah meningkatnya kebutuhan bahan baku kayu, kehadiran kayu cepat tumbuh yang dapat dipanen dalam
waktu singkat, memberikan angin segar bagi pebisnis investasi di bidang perkebunan. Jabon (jati bongsor) adalah salah satu jenis kayu cepat tumbuh yang kini mulai menjadi andalan dalam industri perkayuan. “Prospek pengembangan jabon san-
Lahan hutan jabon
gat menguntungkan, minim risiko, dan menghijaukan bumi. Dengan Rp 225 juta bisa punya 1 hektare hutan jabon,” ujar Nyoman Kusmini. Dengan investasi Rp 225 juta, dalam 10 tahun investor bisa menikmati hasil panen senilai minimal
Rp 1.164.800.000. “Ini hasil dua kali panen, karena kelebihan jabon adalah 4-5 tahun sudah bisa dipanen. Dan nilai itu adalah perhitungan harga kayu sekarang. Sepuluh tahun ke depan dipastikan harga kayu akan semakin tinggi, bisa-bisa sepuluh kali lipat. Nilai panen jabon tentu mengikuti harga kayu saat itu. Kini Sri Farm juga sudah mengeluarkan paket jabon yang Rp 60 jutaan,” jelas ibu dari Lina, Dedi, dan Andika ini. Nyoman Kusmini menegaskan, berinvestasi di hutan jabon Sri Farm ini, benar-benar uang yang bekerja buat investor, karena semua proses dari penanaman, pemeliharaan hingga panen dikerjakan oleh tim profesional Sri Farm. Investasi di hutan jabon Sri Farm ini, dijelaskannya memiliki beberapa keuntungan. Pertama, kebutuhan kayu selalu lebih tinggi dari ketersediaannya dan harga kayu tiap tahunnya selalu meningkat. Belum lagi dengan adanya kebijakan pemerintah yang melarang penebangan hutan alam, sehingga industri perkayuan diwajibkan meng-
maka Sri Farm menjanjikan uang yang sudah kita bayarkan, dikembalikan dengan bunganya sesuai dengan bunga deposito pada saat ini. “Ketika gagal pun, masih untung walaupun tak sesuai dengan yang diharapkan 5-10 tahun berikutnya. Itu kalau buntung, ya..anggaplah sama seperti menabung di bank. Tapi menurut perhitungan kami, daripada ditabung di bank yang kemungkinan kena inflasi, mendingan diinvestasikan saja. Ini bentuk investasi yang menjanjikan,” yakinnya. Dokter Dewi yang sejak gadis senang berinvestasi ini membandingkannya dengan investasi jenis lain, seperti emas. Berinvestasi emas (logam mulia) memang menguntungkan untuk jangka panjang sekitar 5 tahun ke depan, tapi itu pun tergantung harga emas dunia yang untuk saat ini lagi turun. “Investasi hutan jabon Sri Farm ini memang berbeda sekali. Jika perkembangannya bagus, kami akan nambah lahan lagi,” ujar dokter Dewi yang mengaku terus mendapat laporan tentang perkembangan pohon jabon yang ditanam di 1 hektare lahannya tersebut.–ten gunakan kayu hutan tanam rakyat (HTR). “Jadi, peluang perkebunan kayu di Indonesia cukup luas dan menjanjikan. Dengan memiliki perkebunan jabon Sri Farm, para investor akan mendapatkan penghasilan berlipat ganda dari hasil investasi ini,” ujarnya. Kedua, jabon yang merupakan salah satu jenis kayu terbaik dinilai banyak memiliki keunggulan. Karena, selain cukup kebal terhadap hama dan penyakit, pertumbuhan jabon sangat cepat, sekali menanam dapat dipanen dua kali. Ketiga, selain berinvestasi dan mendapatkan hasil, kita juga mendapatkan bonus yaitu berbuat baik dengan menyediakan oksigen gratis. Karena 1 pohon jabon bisa menghasilkan oksigen untuk 3 orang setiap harinya. Dan, hal ini adalah salah satu upaya untuk mencegah global warming, yang dengan kata lain kita (investor di hutan jabon) turut menghijaukan bumi. “Dengan menanam pohon, kita bisa berumur panjang, karena kita sudah memberikan kesempatan kepada makhluk lain untuk bertumbuh. Go green go rich,” ucapnya. Karena itu, Nyoman Kusmini menegaskan setiap orang setiap individu harus berinvestasi, baik itu di daerah sendiri atau pun di daerah lain di Nusantara ini. Apalagi dengan diberlakukannya MEA 2015, yang berarti sebentar lagi investor asing akan bebas membeli tanah dan perkebunan di Indonesia. “Jadi, kita sebagai orang lokal Indonesia harus lebih dulu memiliki investasi perkebunan di tanah air kita Indonesia ini,” tegasnya. Bagi Anda yang tertarik, hadiri PRESENTASI GRATIS Sri Farm, Minggu 27 Desember 2015, pukul 16.00 wita di Pop Hotel, Jalan Teuku Umar No. 175 Denpasar. Info selengkapnya, hubungi Sri Farm Office: Jalan Tukad Batanghari No. 9 A Denpasar, Bali, Tlp. 0361 228868, 085 338 183 888,wwwsrifarm.com. –ten
4
Inspirasi
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Wiwiek Lesnowati
Pilih “Party”
P
erempuan kelahiran 15 November 1960 ini berasal dari Bandung, Jawa Barat. Pekerjaan ayahnya di PJKA membuat ia menjalani masa kecil sering berpindah-pindah kota dari Bandung, Tegal, Lampung, Palembang dan terakhir.di Jakarta. Setelah dewasa, Wiwiek meniti karier di Jakarta. Posisinya sebelum berhenti bekerja adalah Sekretaris Direksi PT Dharma Niaga. Alasannya berhenti bekerja karena ia mengikuti suami yang saat itu bekerja di PT Panca Niaga. “Tahun 1993, suami saya ditugaskan ke Irian. Saya ndak mau ikut. Saya tetap di Jakarta bersama anak-anak. Tetapi, saya janji kalau pindahnya ke Barat, saya mau ikut,” kenang istri (alm) Herdy Supiandri ini. Setahun kemudian, suaminya ditugaskan ke Bali sebagai kepala cabang. Wiwiek yang sudah berjanji untuk mendampingi suami pun ikut ke Bali. Konsekuensi dari ikut suami ini, ia harus berhenti dari pekerjaannya. Wiwiek sempat galau memikirkan apa yang harus ia kerjakan di Pulau Dewata. Ia pun teringat bisnis Tupperware yang sempat dikenalnya. Awalnya hanya memberi kesempatan kepada konsultan Tupperware untuk menyampaikan produk kepada teman kantor. Ternyata, setelah itu Wiwiek dihadiahi produk. “Dulu saya sempat meremehkan. Plastik kok dijual mahal. Setelah saya pakai kok bagus. Saya pun tertarik dengan produkproduk buatan Amerika Serikat ini. Selain jualan produk, ada jen-
Wiwiek di Roma
jang karier dan bisa dapat hadiah jalan-jalan ke luar negeri. Saya bergabung di Tupperware sejak 15 Desember 1994 sebagai konsultan,” ujar ibu dari Mochammad Andrianto, Nurina Ismawati, dan Nuranisa Herwita ini. Ketika suami sudah mulai bertugas di Bali, Wiwiek bolak-balik Denpasar-Jakarta. Ia mempersiapkan kepindahannya sekaligus merintis bisnis baru. Kebetulan saat itu Tupperware belum masuk Bali. Bulan Desember 1994 Wiwiek resmi menjadi konsultan
Wiwiek di Maroko
di Jakarta dan awal 1995 ia mulai penetrasi di Bali. Untuk pengembangan bisnis ia memperbanyak mencari konsultan baru. Pe r j u a n g a n t a k kenal lelah membuatnya berhasil merekrut orang. Dari konsultan, ia naik menjadi team captain dan April 1995 posisi Manajer sudah ia pegang. Dalam waktu enam, ia berhasil memenuhi target dan mendapat hadiah liburan ke Perth, Australia. Karier yang terus menanjak membuat nenek empat cucu ini membuka PT Widya Mutiara Bali sebagai distributor Tupperware wilayah Bali, NTB, dan Banyuwangi pada 27 September 1996. “Saya suka ngebut. Kalau mau sesuatu harus cepet. Saya gencarkan promosi di kalangan ibu-ibu. Saya ingin menginspirasi mereka, sebagai kaum perempuan bisa mencari nafkah. Mending party Tupperware daripada ngrumpi yang tidak jelas. Kumpulkan 5 orang di rumah, undang Konsultan. Habis acara, nyonya rumah dapat hadiah. Kalau ada penjualan, dapat bonus. Asyik kan party-nya,” jelasnya. Ketika mulai merintis di Bali, Wiwiek mengaku terk-
Wiwiek di Eropa
endala bahasa. Namun, ia tak menyerah. Ia pelajari karakter budaya masyarakat sehingga bisa membaur dengan mereka. Tetapi, masih saja ada yang menampik bisnis yang ia tawarkan ini. Kepada para konsultan, Wiwiek memberi semangat agar tidak mudah menyerah. Menolak sekali bisa dicoba atau ditawarkan di kesempatan lain. SALDO SISA RP 350 RIBU Perempuan yang hobi wisata kuliner ini menuturkan, dirinya punya mimpi naik haji. Berkat kerja kerasnya, ia pun bisa naik haji tahun 1999. Tahun itu, karena krisis moneter, ongkos naik haji (ONH) cukup mahal. Uang tabungan Wiwiek hanya tersisa Rp 350 ribu. Tetapi ia percaya, Tuhan pasti memberi jalan yang terbaik. “Banyak godaan sebelum saya berangkat. Ada yang nawarin rumah dan nawarin tanah. Saya tolak semuanya karena fokus saya dan suami naik haji. Akhirnya saya bisa mewujudkan mimpi ke Tanah Suci. Di sana saya berdoa, bersyukur atas apa yang sudah saya raih dan mohon bisa punya rumah di Bali dan datang lagi ke Mekkah dalam waktu dua tahun,” kenangnya. Pulang dari Tanah Suci, omzet Wiwiek yang rata-rata Rp 20 juta per bulan naik menjadi Rp 40 juta. Satu yang menggembirakan, ada kelebihan ONH yang dikembalikan ke jemaah. Bahkan, dua tahun kemudian, Wiwiek dan suami bisa melaksanakan umroh. Rumah pun bisa ia beli di Bali. Baginya semua keikhlasan akan memberi jalan
HUT ke-57 NTB Momentum Introspeksi
D
alam perjalanan pembangunan daerah ini berbagai penghargaan nasional maupun internasional telah diraih daerah ini, di antaranya The Best Mover dalam progresifitas pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM), MDGs Award 5 kali berturut-turut, National ProWiwiek
untuk meraih kesuksesan. Ke depan, ia mencetak lebih banyak perempuan yang mau seperti dirinya. Tekun bekerja dan punya mimpi untuk masa depan. Pemikiran dan sikap optimis harus dijadikan modal dan jangan merasa pesimis. “Saya bepergian sampai ke Banyuwangi, kadang nyetir sendiri. Saya tidak menjadikan perjalanan itu beban. Sedari awal saya sudah rancang, mau ke mana, makan apa. Pokoknya wisata kuliner. Jadi melakoni usaha dengan menikmati perjalanan merupakan kiat menghilangkan stres dan lelah,” ujar perempuan yang sudah berkunjung ke lima benua berkat Tupperware ini. Tahun 2016, ia ingin ke Barcelona, Spanyol untuk Summit Council (pertemuan khusus tingkat dunia dengan target harus tumbuh). Tahun 2014 silam, Wiwiek juga diundang pertemuan serupa di Hawai, Amerika.Serikat.
Wiwiek umroh bersama keluarha
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
17 Desember 2015, Provinsi Nusa Tenggara Barat berulang tahun ke-57. Bagi pemerintah daerah NTB, peringatan hari ulang tahun ini merupakan momentum yang tepat untuk melakukan introspeksi terhadap apa yang telah diperbuat bagi kemajuan daerah ini. “Bila menengok kembali perjalanan daerah kita, tergambar ikhtiar tiada henti, perjuangan tak pernah putus yang dilaksanakan oleh seluruh warga masyarakat untuk membangun fondasi yang kokoh bagi kemajuan Nusa Tenggara Barat kini dan masa mendatang,” ungkap Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat, saat memberikan pidato sambutan dalam puncak peringatan HUT ke-57 NTB di Lapangan Kantor Gubernur NTB.
daripada “Ngrumpi” Memiliki impian itu penting. Impian itu menjadi target yang harus dicapai. Caranya berbagai macam. Hal terpenting adalah fokus bekerja dan rajin berdoa. Ini yang dijalankan Wiwiek Lesnowati.
Mandalika
-Ngurah Budi
curement Award, memperoleh predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) 4 kali berturutturut, world’s best halal tourism destination dan world’s best halal honeymoon destination dan banyak penghargaan lainnya. Dalam usia yang terbilang matang tersebut, meski masih terdapat kekurangan-kekurangan dalam pembangunan daerah ini, berbagai
prestasi dan peningkatan pembangunan telah diraihnya. Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal bulan September 2015 lalu, merilis potret pembangunan manusia NTB dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) nasional 20102014, menunjukkan NTB masuk dalam kelompok “Indonesia top movers” karena lompatan kinerja pembangunan manusianya yang
21
Di HUT ke-57 NTB, Gubernur NTB memberikan penghargaan bagi masyarakat NTB yang berkontribusi dalam berbagai bidang bagi pembangunan NTB
progresif. Terkoreksinya IPM NTB dari urutan ke 33 menjadi 30 nasional ini diperoleh pada masa pemerintahan Dr.TGH. M. Zainul Majdi dan H.Muh. Amin, SH.M.Si. Wajah pembangunan manusia NTB ini menegaskan capaian kinerja pembangunan yang masih membutuhkan komitmen politik dan kebijakan yang konsisten dari para pengambil kebijakan. Keberhasilan ini terlihat pada angka harapan hidup saat lahir kini 64,9
tahun. Harapan lama sekolah 12,7 tahun. Rata-rata lama sekolah 6,7 tahun. Pengeluaran perkapita Rp 8,9 juta pertahun. “Harus disadari betul, membangun manusia bukan perkara sekali jadi. Membangun manusia adalah investasi jangka panjang yang mahal dan hasilnya pun tidak seketika bisa dinikmati. Namun mengabaikannya, sama saja dengan meruntuhkan bangunan peradaban suatu bangsa,” ungkap Gubernur NTB. –Naniek I. Taufan
Tinggi, Angka Harapan Lama Sekolah di NTB
Gubernur NTB mendampingi Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SP. dalam peresmian Rumah Sakit Provinsi NTB yang baru
Kinerja pembangunan manusia pada sektor pendidikan dilihat pada dua indikator utama: angka harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah. Angka harapan lama sekolah dimaknai sebagai lamanya waktu sekolah yang diharapkan bisa ditempuh anak usia 7 tahun ke atas. Untuk angka harapan lama sekolah, NTB boleh berlega hati. Indeks harapan lama sekolah anak NTB pada 2014 sudah 12,73 tahun. Sudah melampaui angka nasional yang 12,39 tahun. Relatif tingginya angka harapan lama sekolah di NTB, tidak datang dengan sendirinya. Melainkan buah dari kebijakan progresif gubernur bersama-sama bupati dan walikota yang mengucurkan Beasiswa Siswa Miskin (BSM) untuk siswa miskin di semua jenjang pendidikan (SD-SMA sederajat). Setidaknya sejak 2009 hingga akhir 2013, tak kurang 500 ribu siswa miskin di seluruh NTB telah mendapatkan manfaat nyata dari kucuran dana BSM itu.
Demikian pula tentang i������������� ndikator kesehatan pada perhitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dicerminkan pada Angka Harapan Hidup (AHH). Indikator ini didefinisikan sebagai rata-rata perkiraan
banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang sejak ia lahir. Semakin banyak tahun yang bisa ditempuh sejak ia lahir, menunjukkan besarnya angka harapan hidup seseorang. Dalam 5 tahun terakhir, derajat kesehatan masyarakat NTB makin meningkat. Indikator Pokok Kesehatan seperti Angka Kematian Bayi dari 72 per 1.000 kelahiran hidup tahun 2007 menjadi 57 di tahun 2012. Angka kematian ibu juga telah diturunkan secara bermakna dari 360 per 100.000 kelahiran hidup (2002) menjadi 251 tahun 2010. Keberhasilan tersebut tercermin pada indeks pembangunan kesehatan Masyarakat (IPKM) tahun 2013 yang menempatkan NTB pada posisi 19 dari 34 provinsi. Demikian juga dengan indikator-indikator kesehatan dalam MDGs seperti perbaikan gizi, kesehatan anak, kesehatan ibu, penyakit menular, dan kesehatan lingkungan telah menunjukkan progres yang meyakinkan, sehinggga berkontribusi penting bagi keberhasilan pemerintah NTB sebagai
Kegiatan takbir akbar menyambut HUT ke-57 NTB
provinsi terbaik MDGs dalam 3 tahun terakhir. BPS menempatkan NTB sebagai “top movers Indonesia” karena kinerja pembangunan manusianya dinilai yang paling progresif di tingkat nasional. Namun, ini belumlah cukup bagi NTB karena kenyataannya posisi IPM NTB secara nasional masih harus terus dipacu. Daerah ini menyadari bahwa capaian baik hari ini akan berhadapan dengan tantangan ke depan yang tidak kalah besarnya. Hari ini NTB masih sangat membutuhkan lompatan besar pembangunan manusia. Lompatan itu memberi kepastian kepada setiap orang mendapatkan pilihan untuk berumur panjang dan sehat, mendapat akses pendidikan yang layak dan peningkatan pendapatan yang signifikan. NTB saat ini masih masuk dalam kategori daerah dengan IPM sedang (indeks 6070). Untuk bisa menjadi daerah dengan IPM yang berkategori baik (70-80) perlu usaha yang lebih terencana, sistematik dan total. -Naniek I. Taufan
Peresmian Rumah Sakit Provinsi NTB yang baru, bertepatan dengan HUT NTB, 17 Desember 2015, ikhtiar pembangunan bidang kesehatan bagi masyarakat di Bumi Gora
20
Nine
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
5
Ultra Dewi
Lulusan Magister Memilih jadi Ibu RT
Tiap bulan Ultra Dewi selalu asyik di depan buku catatan sembari menulis laporan bulanan tentang berbagai kegiatan di lingkungannya. Untuk menjalankan tanggung jawab ini, bukan karena ia seorang pegawai kantoran atau pun karyawan swasta, melainkan ia hanyalah seorang ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga yang peduli pada lingkungan sekitarnya sehingga ia memilih aktif dalam organisasi terkecil, lingkungan yang paling dekat dengannya.
B
Ultra Dewi
agi seorang perempuan, menjadi ibu rumah tangga tidak hanya melulu mengurus anak, rumah dan kebutuhan keluarga melainkan juga dapat berkiprah dalam masyarakat, hatta (sekalipun) itu dari lingkungan yang terkecil seperti RT atau pun RW. Memberikan manfaat bagi tetangga,
orang lain serta lingkungan dengan menyumbangkan tenaga dan pikiran menjadi salah satu pilihan untuk menjadi ibu rumah tangga plus. Ultra Dewi (46), ibu tiga anak ini adalah salah satunya. Meski ia bukan satu-satunya perempuan yang aktif di lingkungan tempatnya tinggal, aktivitas Dewi terbilang padat. “Biar dapat tetap bersi-
laturahmi dan saya ingin punya kawan yang banyak,” ungkap ibu dari Muhammad Zam-zam Daffa Ramadhan (16), Alya Nurrahmah (12) dan Dayana Sausan Nur Ahza (6). Untuk dapat berkontribusi pada lingkungan sekitarnya, perempuan asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat yang mengikuti suaminya sejak tahun 2007 menetap di Kelurahan Bantarsoka, Kecamatan Purwokerto Barat, Purwokerto Jawa Tengah ini, tidak perlu muluk-muluk duduk mewakili masyarakat pada tingkat yang tinggi, melainkan ia mulai dari lingkungan sekitarnya. Tidak tanggung-tanggung, di samping mengurus anak dan keluarganya, sebagian waktu lainnya banyak ia habiskan untuk
aktif dalam berbagai organisasi RT/RW maupun perkumpulan silaturahmi lainnya sebagai pengurus. Dewi mulai aktif dalam berbagai kegiatan ini sejak tahun 2007, bahkan sejak anakanaknya masih kecil. Semua ini dijalankan Dewi selain karena kepercayaan yang diberikan padanya juga sebagai usaha untuk dapat tetap menyambung silaturahmi dengan para tetangga maupun lingkungannya. Juga untuk mengisi waktu luangnya agar tidak siasia. Hari-hari Dewi selalu diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari kegiatan organisasi terkecil dari Rukun Tetangga tempatnya tinggal yakni sebagai Ketua Dasawisma, Sekretaris PKK RT, Kader Posyandu Balita, men-
gurus keuangan simpan pinjam RW, juga sebagai bendahara Badan Kesehatan Ibu dan Anak perwakilan RW di kelurahan setempat. Tidak itu saja, ia juga aktif dalam persatuan orangtua murid dan guru di SDIT Putra Harapan Purwokerto tempat putri bungsunya bersekolah. Ia juga pernah menjadi Ketua Komite TK ketika putrinya ini duduk di TKIT Putra Harapan. Dalam hal keagamaan, Dewi juga turut aktif dalam berbagai pengajian bahkan menjadi ketua salah satu kelompok pengajian di kota ini. Ia terbilang rajin mengikuti kegiatankegiatan pengajian yang hampir ada setiap harinya, namun yang rutin ia ikuti setidaknya dua kali seminggu. –Naniek I. Taufan
Setor Satu Juz Setiap Hari Kesibukan-kesibukan tersebut tidak membuat Dewi melupakan tanggung jawab pribadinya sebagai seorang muslim dengan ikut dalam komunitas ODOJ (one Day One Juz) sejak dua tahun terakhir ini. Dan setiap harinya, di sela-sela kesibukannya Dewi menyempatkan diri untuk menyetor satu juz bacaan Al Quran. Dengan berbagai aktivitas yang dijalankan istri dari Urip Prasetya Sukartono (46), menunjukkan bahwa menjadi ibu rumah tangga itu tidak mesti hanya mengurus anak dan keluarga melainkan dengan pandai mengatur waktu dapat pula berkiprah di lingkungan sekitar, hatta (sekalipun) lingkungan RT maupun RW. Dewi memilih ikut terlibat dalam berbagai kegiatan RT/RW ini juga karena tidak ingin membuang waktu percuma. Menurutnya, sebagai ibu rumah tangga sesungguhnya memiliki waktu luang yang cukup. Apalagi setelah anak-anaknya besar dan bersekolah, tidak kurang dari tujuh jam ia sendirian berada di rumah karena sang suami yang bekerja sebagai pegawai perpajakan beberapa tahun terakhir ini bertugas di Batam. Karena itulah ia man-
faatkan waktu tersebut dengan kegiatan yang berguna, baik untuk dirinya, keluarga maupun untuk lingkungannya. Kemampuan Dewi dalam memanajemen banyak kegiatan ini, tidak lepas dari latar belakang pendidikannya. Dewi bukan ibu rumah tangga biasa. Ia adalah lulusan magister manajemen yang dengan sadar memilih untuk menjadi seorang ibu rumah tangga. Karena itulah, selain fokus utamanya adalah keluarga, selebihnya ia terjun menjadi bagian dalam kegiatan kemasyarakatan. Latar belakang pendidikannya yang seorang magister manajemen tentulah memberikan kontribusi yang besar dalam menjadikannya pandai mengatur waktu. Dewi tidak harus duduk pada level yang tinggi untuk dapat memberi manfaat melainkan serius dalam kiprahnya di RT dan RW. Karenanya, hampir setiap hari Dewi selalu memiliki aktivitas baik di rumah maupun di lingkungannya. Pilihan Dewi untuk turut aktif mengurus kepentingan RT/RW ini selain ingin agar tetap dapat menyambung silaturahmi dan juga bersosialisasi juga agar dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Ia
Atta Labeji Villas Masterplan
bergaul positif seperti ini yang membuat ia banyak memiliki kawan dan sahabat. “Alhamdulillah, di perantauan ini saya jadi banyak kawan dan sahabat,” ungkapnya tersenyum. --Naniek I. Taufan
Atta Labeji Villas Deluxeroom Interior
ATTA LABEJI VILLAS MENGUSUNG KONSEP KEARIFAN LOKAL “MEPATUNG” “Mulai 12 juta bisa punya Unit Atta Labeji Villas”
Beberapa bulan terakhir ini, perhatian masyarakat Bali tertuju dengan kehadiran Atta Labeji Vil las, setelah sebelumnya proyek serupa Villa Mesari telah sukses mengantarkan masyarakat lokal Bali mensejajarkan diri dengan in vestor asing. Karena, hanya dengan Rp 12 juta, masyarakat Bali sudah bisa memiliki atau menjadi owner villa. “Ini karena kami memakai konsep mepatung, konsep waris an leluhur masyarakat Bali. Saya terinspirasi dari konsep ini, untuk dapat menjadikan masyarakat Bali sebagai investor dan memperta hankan tanah Bali dengan menjadi ‘tuan’ di tanahnya sendiri,” ungkap
Made Robert, pendiri sekaligus konseptor Mesari Land dengan proyek villatel Villa Mesari dan Bos Land dengan proyek Atta Labeji Villas. Ada 3 prinsip yang dijelas kannya dalam konsep mepatung ini. Pertama, masyarakat Bali sudah biasa mepatung (urunan) dalam berkehidupan sosial dan agama. Contohnya, masyarakat Bali mepatung dalam hal upacara seperti ngaben massal, karena jika dilakukan sendiri biayanya besar. Dengan ngaben massal, biaya bisa dibagi-bagi. Demikian halnya saat hari raya Galungan, masyarakat Bali juga biasa me
patung membeli dan membagi be celeng. “ M e l i h a t fe n o m e n a i n i , masyarakat Bali sudah biasa urunan/mepatung, hanya saja tidak di sektor ekonomi/bisnis. Saya belajar dari kearifan lokal, karena sistemnya sudah ada, hanya saja sekarang ini saya ubah mepatungnya ke investasi/bisnis. Kami mulai dari usaha yang luxury bagi masyarakat Bali, yakni villa dan hotel. Karena villa dan hotel bia sanya hanya bisa dikerjakan oleh pemodal besar. Tetapi, dengan konsep mepatung ini hal-hal besar menjadi kecil, karena dipotongpotong, dibagi-bagi. Kami mulai
dengan proyek hotel dan villa dulu, jika berjalan baik kedepannya bisa merambah ke sektor ekonomi/ bisnis yang lain,” papar Direktur Utama BOS Land ini. Kedua, dengan adanya kon sep mepatung alias bisnis ke royokan/rame-rame ini, ber gabung menjadi investor/owner Atta Labeji Villas, akan ter bentuk networking/berkumpul sesama investor. “Dulu biasanya masyarakat Bali berkumpul hanya membicarakan hal-hal yang bersifat sosial/suka-duka. Tetapi dengan bergabung di Atta Labeji, mereka berkumpul mem bicarakan kehidupan nyata yang
berhubungan dengan bisnis dan investasi. Karena kita hidup se lalu butuh uang, namun sayang uang jarang dibicarakan ketika berkumpul,” ucap suami dari Made Ayu Dewi Saraswati ini. Ketiga, dulu biasanya ma syarakat Bali berkumpul meng habiskan uang, sekarang berkum pul berinvestasi untuk menghasil kan uang. “Jadi, berkumpulnya diubah, biasanya tiap ada acara apa pun di Bali termasuk suka-duka, berkumpul selalu menghabiskan uang. Tetapi di era sekarang, saat nya menghasilkan uang dengan bergabung di Atta Labeji Villas,” ajaknya. –ten
Bangun Nasionalisme Orang Bali dengan jadi Investor di Tanah Sendiri
ilustrasi: lesprivat99.com
senang karena masih punya arti bagi sesama. Lebih dari itu, Dewi menyadari bahwa ia tinggal di perantauan dan mestilah pandai membawa diri dalam pergaulan. Dan ia merasa benar manfaatnya
Atta Labeji Villas Pool Villa Exterior Couple
Pasutri Made Robert dan Made Ayu Dewi
Atta Labeji Villas yang ber lokasi di Kenderan, Ubud, Bali ini, boleh dikatakan menjadi sebuah usaha Made Robert un tuk membangun nasionalisme orang Bali untuk mencintai tanah kelahirannya, sekaligus menjadi kannya sebagai peluang usaha dengan berinvestasi. “Belajar dari investasi yang kecil dulu, mulai Rp 12 juta,” ujar Komisaris Utama BOS Land Made Ayu Dewi Saraswati menambahkan. Dengan berinvestasi di Atta Labeji Villas, selain aman inves tor pun mendapatkan berbagai keuntungan, di antaranya: uang pembelian lot dikembalikan 100 persen dalam beberapa tahun, mendapatkan 1 surat lot yang saat ini nilainya Rp 12 juta dan seiring waktu harganya pasti naik, voucher menginap senilai Rp 12 juta, penghasilan pasif 10% setiap tahun selama 2 ta hun dan setiap 6 bulan selama 23 tahun, satu box kartu nama Atta Labeji Villas dengan jaba tan owner, kupon undian untuk memenangkan grand prize 2 hektare hutan jabon dengan hasil milyaran rupiah, dan lain-lain. “Klausa ini dituangkan dalam
Penandatanganan perjanjian investor Atta Labeji Villas di notaris
perjanjian notaris. Beberapa investor bahkan telah melaku kan penandatanganan kontrak kepemilikan unit Atta Labeji Vil las di notaris,” jelasnya. Untuk itu, Made Ayu men gajak masyarakat Bali untuk bersama-sama sukses di investasi villatel ini, bersama-sama mem pertahankan tanah Bali dengan menjadi investor (owner) Atta Labeji Villas. Untuk lebih jelas nya, silakan datang ke acara PRESENTASI GRATIS yang akan
dilaksanakan Rabu, 23 Desember 2015, pukul 17.30 wita di IBIS Style Hotel, Jalan Teuku Umar 184 Denpasar. Atau bagi caloncalon investor yang tidak bisa hadir, bisa langsung datang ke kantor Bos Land untuk membeli lot Atta Labeji Villas. Untuk infor masi lebih lanjut, silakan datang langsung ke Kantor BOS Land di Jalan Tukad Pakerisan No. 79 Panjer, Denpasar, tlp. 0361-4723 260, 082 247 365 888, 087 861 999 658. –ten
6
Woman on Top
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Venna
Melinda
Berani Jawab Tantangan Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desem ber bukan sekadar simbol dimana kita harus meng hargai keberadaan, eksistensi, dedikasi seorang ibu tapi memiliki makna lebih luas dan dalam. Dalam wilayah domestik, ibu adalah tokoh sentral dalam kehidupan seorang anak. Ibu sangat berperan da lam pembentukan karakter anak sejak masih dalam kandungan hingga tumbuh dewasa, peran ibu tidak berhenti. Peran ibu tetap disandang sepanjang hayat di kandung badan.
“H
idup ini tidak akan ada tanpa kehadiran seorang ibu. Kita tidak berada di bumi jika tanpa seorang ibu. Jadi sikap, karakter kita, ibulah yang paling ‘menoreh’ dalam kehidupan seorang anak, mau menjadi seperti apa anak itu kelak,” ungkap Venna Melinda. Seperti umumnya, ujar Venna, kebahagiaan terbesar seorang ibu adalah jika melihat keberhasilan anak-anaknya dalam meniti kehidupannya. Semua ibu pasti memiliki impian yang sama, yakni melihat anaknya tumbuh dengan baik, berkarakter baik, berperilaku baik dan mampu meraih apa yang diimpikannya. “Perhatian dari anak pada Hari Ibu memang menyenangkan,
namun lebih dari itu, bagi saya yang terpenting adalah dari hari ke hari anak semakin respek, care, dan mau mendengarkan apa yang saya sampaikan, itu sudah merupakan ‘kado’ dalam hidup saya. Kado itu semakin indah karena mereka mampu membuat prestasi, tidak narkoba, tidak berperilaku ‘aneh’ dalam artian menjalani kehidupannya ‘on the track’. Artinya sikap sehari-hari itulah yang terpenting, itu yang membuat saya bahagia,” ungkap Putri Indonesia 1994 ini. Namun, dia juga tak menampik kalau ungkapan cinta dari anak-anaknya pada Hari Ibu membuatnya bahagia. Biasanya, kata Venna, selain memberi ucapan selamat, kedua anaknya memberinya sesuatu. “Kalau Verrel misalnya, dia anak yang
romantis, biasanya saya menerima bunga. Sedang dari Athalla biasanya memberi sesuatu yang kadang di luar ekspektasi, suatu kejutan,” kata wanita 43 tahun ini. BUKAN HANYA SLOGAN Di bagian lain penulis buku “Venna Melinda’s Guide to Good Living” ini juga berbicara tentang Hari Ibu dalam arti luas. Hari Ibu, tidak hanya dimaknai dalam konteks domestik, namun lebih luas lagi, yakni, tentang perjuangan perempuan dalam mencapai kesetaraan gender dan ikut berpartisipasi dalam setiap aspek kehidupan. “Saya melihat banyak hal telah dicapai oleh perempuan Indonesia. Di berbagai bidang perempuan telah ikut ambil peran penting. Jadi buat saya, perempuan zaman sekarang sudah sangat pantas untuk bisa disejajarkan. Pengarusutamaan gender bukan lagi sekadar slogan tapi sudah diaplikasikan. Adanya reformasi, saya kira, ikut memberi andil dimana kesempatan perempuan untuk berperan dan membuktikan diri, makin terbuka,” ujar mantan artis kondang yang kini berkiprah sebagai anggota DPR RI ini
Dengan kesempatan-kesempatan yang ada, lanjut pemeran sejumlah sinetron dan film ngetop di jamannya seperti ; ‘Catatan Si Boy’, ‘Bella Vista’ dan ‘Tersanjung’, tinggal bagaimana perempuan memanfaatkannya. “Jadi tinggal bagaimana mental kita saja dalam menjawab globalisasi. Apakah kita mempunyai mental yang kuat? Karena bagi saya sekarang ini, perempuan cantik itu bukan karena fisiknya tapi karena keberaniannya menjawab tantangan, keberaniannya memperjuangan sesuatu dalam hidupnya dan kemampuannya untuk bermanfaat bagi orang lain. Itulah definisi
perempuan cantik menurut saya,” tegas Venna yang beribukan seorang wanita Bali, Ayu Made Rachmawati ini “Semuanya kini berpulang pada perempuan, mau atau tidak, bisa atau tidak. Mungkin banyak perempuan punya kemampuan, tapi bagaimana dengan mental? Saya kira, di luar kualitas, mental adalah nomor satu. Itu paling penting, dan membuat kita ‘hidup’! Saat ini semua sudah tersedia, tidak ada yang menghalang-halangi. Satu hal yang bisa menghalangi, ya, diri kita sendiri,” tambahnya.
THE TURNING POINT Sebuah buku karya Malcolm Gladwell yakni The Tipping Point: How Little Things Can Make a Big Difference banyak menjelaskan tentang perubahan-perubahan sosiologis sehari-hari. Mereka yang mengalami perubahan perilaku sebagai respons terhadap perubahan yang tidak disangka akan terjadi dan membawa dampak luar biasa terhadap kehidupan berikutnya. Situasinya bisa mermacam-macam sehingga memberi pengalaman yang berbeda bagi setiap orang. Bisa menjadi situasi yang luar biasa kacau dan tidak terkendali bagi mereka (the moment of critical mess) dan barangkali bisa juga disebut sebagai the boiling point. Mari ambil beberapa menit untuk merenungkan kembali berapa kali dalam satu tahun kita mengalami hal serupa. Di berbagai peran yang kita mainkan, kemungkinan chaos atau
munculnya setuasi yang tidak terkendali, akan selalu ada. Bagi mereka yang mengalami guncangan kuat, situasi ini mampu melumpuhkan kemampuan berpikir jernih, obyektif, dan rasional mereka. Bukan hal yang mengejutkan lagi apabila situasi ini berdampak terhadap hilangnya motivasi untuk maju, cenderung memandang rendah diri mereka sendiri, serta kondisi yang tidak rasional dengan membandingkan diri mereka dengan situasi yang dialami orang lain. Seorang Ibu sangat peka melihat, membaca dan merasakan perubahan yang terjadi pada putra-putri mereka dan sangat peka membaca situasi kritis yang terjadi, baik di saat mereka kecil maupun di saat mereka menjadi putra-putri dewasa. Dan saya berpendapat bahwa seorang Ibu bisa menjadi the best leader yang mempunyai kemampuan luar biasa untuk menarik putraputri mereka keluar dari critical moment atau perfect chaos yang mereka alami. Terkadang hanya dengan kata-kata sederhana – hanya dengan sikap sederhana – hanya dengan senyum sederhana. Izinkan saya berbagi satu hal yang terlintas di pikiran saya saat menyusun paragrap demi paragraf dalam tulisan ini, saat saya sendiri mengalami the moment of critical mess, Ibu saya memberi sebuah kalimat sederhana namun luar biasa menguatkan dan
THE MOTHER WAY Ketika membaca The Mother Way, apa yang terlintas di pikiran kita? Barangkali boleh kita sebut The Mother Way sebagai jurus jitu para Ibu melakukan pendekatan dengan kasih kepada putra-putri mereka. Berbicara tentang pedekatan atau approach, sering sekali kita terlibat dengan diskusi tentang inter-personal approach, successful people approach, hingga pemahaman tentang Law of Attraction. Bukankah sangat unik apabila kita menganalisa pendekatan yang sesungguhnya dilakukan seorang Ibu? Law of Attraction merupakan konsep fokus pikiran negatif yang diyakini akan membawa hal negatif. Sebaliknya konsep fokus pikiran positif membawa pengalaman positif. Saya mengamati bahwa seorang Ibu justru melakukan hal-hal yang sederhana yang mewakili pendekatan terbaik dalam hubungan antar personal dan dalam pengelolaan sisi inter-personal. Para Ibu sangat memahami pendekatan dengan hati dan pendekatan dengan pengertian mendalam. Dalam kaitannya dengan Law of Attraction, saya melihat pikiran sederhana ini muncul dengan konsep energi yang sederhana yaitu like attracts like dan love
Sekitar 2.500 pecinta topeng yang terdiri dari seniman, ma hasiswa dan peng unjung, bersama-sa ma memakai topeng asli nusantara di Car Free Day di Jalan Tunjungan Surabaya, pekan lalu. Mereka juga menari-nari di sepanjang jalan memberikan hiburan pada pengunjung.
S
attracts love. Ibu-Ibu yang luar biasa, rupanya telah menerapkan konsep ini sejak putra-putri mereka ada di dalam kandungan. KEEPING ON TRACK & GOING FOR GOLD Beberapa tahun belakangan ini pada banyak forum, kita mendiskusikan generasi Y sebagai generasi produktif dengan evolusi cara pandang dan kinerja yang luar biasa efektif. Generasi ini juga menguasai perkembangan dan memahami betul konsep technology optimization. Ibu-Ibu yang melahirkan generasi Y telah mengantongi pengetahuan yang luar biasa istimewa dan melihat putra-putri mereka saat ini menjadi generasi yang istimewa. Generasi ini sangat dekat dengan teknologi, sangat pandai dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan menurut berbagai sumber, ciri lain mereka adalah menyayangi dan akrab dengan orangtua, serta dapat berbicara terbuka tentang apa saja dengan orangtua mereka. Tanpa disadari, seorang Ibu juga mengalami evolusi cara pandang dan evolusi sikap sebagai respons terhadap permintaan dari perubahan luar yang terjadi – sebuah evolusi yang menjadikannya sebagai smart mother yang mengarahkan putra-putri mereka menuju definisi sukses (going for gold). Menyelesaikan tulisan ini di sebuah sudut coffee shop kecil di kawasan Ubud, duduk di samping saya, seorang Ibu muda yang menarik dan pintar, berbisik kepada saya ; people are like sheep that can get lost one day. But God will guide them back to their respective right track. Ia menekankan kembali bahwa kita semua seperti domba yang juga bisa tersesat kapan saja, tetapi Tuhan akan membawa kita kembali ke jalannya masing-masing. Enlightening & Strengthening! Selamat Hari Ibu!
19
Masyarakat Pamer Topeng Nusantara
elain sebagai pelestarian kesenian daerah, acara tersebut juga sebagai bentuk diplomasi pertahanan budaya lokal menjelang dilaksanakan era MEA. Tak ayal, hadirnya topeng-topeng menjadi hiburan bagi pengunjung
Special Topic on Mother’s Day Celebration
Pada saat menyadari perayaan Hari Ibu akan tiba, terlintas di benak saya untuk merenungkan lebih dalam dan menulis tentang Building On Strength. Satu momentum luar biasa untuk mengingat kembali seseorang yang istimewa yang telah banyak membentuk dan membangun kekuatan untuk kita, yaitu Ibu.
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
-Diana Runtu
Building on Strength menjadi the turning point atau titik balik untuk menguatkan dan merubah cara pandang saya terhadap situasi saat itu; ‘Erika, You have to be strong!” Seorang Ibu rupanya memiliki sense of crisis yang sehat. Seorang kawan baik mengirim sebuah pesan singkat dan membagi the turning point dari almarhum ibunda tercinta yang mengatakan; Pelajarilah tanggung jawab. Kalimat sederhana penuh makna pembelajaran yang menjadikannya seorang entrepreneur sukses. Luar biasa!
Mozaik
Car Free Day. “Ini bentuk kreasi kami dalam mempertahankan budaya asli nusantara. Semua tahu, anak-anak usia dini lebih gemar dengan topeng super hero dari negara lain. Dan kebetulan kita lakukan pada saat hari nusantara ini,” kata
Ketua Dewan Kesenian Jatim, Taufik Monyong. Taufik Monyong mengatakan, inti dari kegiatan tersebut merupakan perlawanan terhadap kebudayaan asing yang paling kental di Indonesia, yakni topeng Halloween. Jika topeng asing
dibiarkan, lanjut Taufik, maka topeng asil pribumi akan musnah dan direbut negara lain. Taufik mencontohkan, di negara Thailand ada event kesenian tahunan untuk memperingati topeng Panji. Padahal, topeng Panji berasal dari Kediri, Jawa Timur. “Kita tidak ingin itu terulang, kesenian topeng kita dicuri atau diakui oleh negara lain. Nah kegiatan ini juga sebagai bentuk kritikan kepada pemerintah untuk ikut andil dalam memperkenalkan
budaya kesenian lokal,” tandas Taufik. Dalam kegiatan tersebut, ada sekitar 11 jenis topeng yang dikenakan, diantaranya topeng Gettah dari Madura, topeng Patenteng dari Madura, Panji Asmorobangun dari Malang dan Kediri, Kolossuwandono dari Ponorogo dan topeng Barong dari Pasuruan, topeng Gandrung dari Banyuwangi serta topeng Reog Kendang dari Tulungagung. -Romadhona Yulian
Waralaba Makanan Jadi Peluang Baru di Ponorogo Bisnis waralaba makanan sekarang ini sudah semakin berkembang dengan pesat. Mulai dari lokal maupun internasional sudah menghiasi perkembangan dunia bisnis terutama di Kota Ponorogo. Munculnya bisnis waralaba sekarang ini sudah banyak dicari oleh masyarakat mengingat peluang bisnis ini sangat menjanjikan bagi para pelakunya. Ari Bilowo salah satu pengamat ekonomi di Ponorogo mengungkapkan, bisnis waralaba makanan memang memiliki prospek yang sangat cerah. Jika diperhatikan, bisnis ini semakin meningkat seiring dengan banyaknya para pencari bisnis makanan dengan
sistem kemitraan. “Dengan melihat kultur budaya masyarakat Ponorogo sangat membantu para pemula bisnis yang ingin mendapatkan kemudahan dalam bisnis franchise makanan,” ujar Ari. Ada berbagai jenis makanan yang telah banyak ditawarkan menggunakan sistem kemitraan ini. Biaya untuk investasi pun juga beragam mulai dari biaya rendah sampai yang tinggi. “Semakin terkenal merek yang dimiliki, maka akan semakin mahal juga biaya investasi yang ditawarkan,” imbuhnya. Bisnis makanan telah menjadi wahana yang mulai sejak dulu memiliki prospek bisnis yang sangat menguntungkan. Berbagai
macam jenis makanan banyak menghiasi sepanjang jalan. Hal itu karena banyak ditawarkan bisnis waralaba makanan dengan modal relatif kecil namun keuntungan yang dijanjikan lumayan besar. “Bisnis waralaba makanan dapat dengan mudah dijalankan. Mulai dari bahan-bahan makanan, resep makanan hingga alat produksinya sudah disiapkan dan disediakan oleh para pemberi waralaba,” terangnya Selain itu, makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok atau primer bagi seluruh manusia. Karena alasan itulah bisnis makanan tersebut tidak akan pernah ada matinya selama manusia hidup
dan masih membutuhkan makanan untuk memenuhi kebutuhannya. “Oleh sebab itu, peluang bisnis waralaba makanan sangatlah besar dan berpotensi pada keuntungan yang tentunya juga lebih besar,”ungkap Ari yang juga pengurus HIPMI Ponorogo ini. Hal yang tak kalah penting lagi adalah pilihan untuk bisnis waralaba makanan sangat banyak
dan beraneka ragam. Sehingga sebagai calon pelaku bisnis waralaba dapat dengan leluasa memilih jenis produk atau jasa dalam bisnis tersebut. Selain itu, para pemberi waralaba juga akan bersikap terbuka dan tidak enggan untuk memberikan pelatihan khusus bagi para penerima waralaba untuk meningkatkan potensi keuntungan dari bisnis makanan.-Dinar Perdana
18
Life
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Disperindag Kota Denpasar
Gelar Pelatihan Strategi Sukses Menuju Pameran Internasional
Setiap pengusaha tentu ingin sukses saat mengikuti pameran dagang, apalagi yang kategori internasional. Ingin memperoleh peluang dagang yang besar demi mendapatkan transaksi bisnis. Namun yang sering menjadi masalah adalah tidak semua perusahaan mengetahui cara yang paling tepat agar peluang tersebut diproses untuk menghasilkan keuntungan maksimal.
U
ntuk itu, Pemerintah Kota Denpasar, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar menyelenggarakan pelatihan “Sukses Menuju Pameran Internasional”. Kegiatan menghadirkan narasumber Budiman Sutrisno B. Arch., Eng., seorang konsultan produk kerajinan. Pelatihan yang diikuti oleh kalangan UKM dan IKM se-Kota Denpasar ini berlangsung di Kantor Disperindag Kota Denpasar di Gedung Graha Sewaka Dharma Lantai III, Lumintang Denpasar, Jumat (18/12). Kabid Perdagangan Disperindag Kota Denpasar Ida Ayu Dewi Citrawati, S.E., M.Si., didamping Kasi Bidang Perdagangan didampingi Kasi Bina Usaha IGA Laxmy Saraswaty, S.S., menyampaikan bahwa pameran adalah salah satu untuk memperluas perdagangan bisnis, ini cara yang sudah dipercaya sejak dahulu berdasarkan bebera survei. Dikatakannya pula bahwa pameran dagang internasional tidak selalu berarti diselenggarakan di luar negeri. Namun, banyak pameran dagang internasional yang juga diselenggarakan di Indonesia, terutama di Jakarta dan ciri internasional menjadi tambah kuat jika juga dikunjungi oleh para calon pembeli dari luar Indonesia.
Selanjutnya narasumber hari itu, Budiman cukup banyak mengupas bagaimana membuka peluang dan menghasilkan keuntungan yang maksimal, memperoleh peluang dagang yang besar untuk transaksi bisnis lengkap dengan berbagai ilustrasinya. Budiman juga memaparkan beberapa alasan pengusaha atau pengrajin mengikuti pameran internasional, seperti : Menentukan target pengunjung pembeli potensial yang kita inginkan dapat hadir. Menemukan new market/ new buyers baik di dalam maupun di luar negeri untuk mengetahui daya saing produk dibandingkan produk pesaing. Promosi dua arah, diskusi atau tawar menawar sampai terjadinya kesepakatan dagang.Calon pembeli akan lebih proaktif berkunjung ke stan kita, mereka serius, meluangkan waktu dan biaya demi produk yang diinginkan. Calon pembeli (visitors) dan penjual (exhibitors) tidak merasa tertekan saat berkomunikasi di stan pameran karena tidak harus terjadi transaksi.Tempat yang tepat bagi pengunjung mencari produk unggulan dan produk baru, ini kesempatan bagi pembeli untuk menjadi agen dan penjual mencari agen.Memperbandingkan kualitas, harga dan produk serta mempelajari perkembangan bisnis pesaing kita, dan menjadi bahan riset
pengembangan tren pasar yang sesuai dengan bisnis kita. Selanjutnya ia juga memaparkan trik untuk berpameran di luar negeri, dengan menekankan bahwa stan di pameran merupakan kantor atau show room sementara dan merupakan tempat yang ideal untuk melakukan komunikasi dagang, baik dengan old buyers/ new buyers dan mengundang mereka ke stan pameran. “Pastikan jenis pameran sesuai dengan tema dari produk Anda,” katanya mengingatkan sambil mengatakan
pameran merupakan bagian dari strategi pemasaran yang komprehensif dan hasil lebih sempurna. Salah seorang peserta pelatihan Rhea Cempaka menyampaikan bahwa materi yang ia terima ini sangat bermanfaat. Sebab, sebelum mendapatkan materi ini ia pernah ke luar negeri. Saat itu banyak hal yang ia belum ketahui. “Seandainya saya tahu lebih awal tentu akan mendapatkan hasil yang lebih baik,” ujarnya. Di pameran pula, katanya kita akan memperkenalkan produk
baru atau produk lama atau meningkatkan penjualan produk lama di pasar lama. Juga menjadi riset pasar di dalam dan luar negeri, komunikasi pergerakan produk kita di agen-agen, dan riset pasar di LN dari ITPC Indonesia di luar negeri. Selain itu Budiman juga membicarakan perihal masuk dan kompetisi di pasar internasional serta bagaimana melakukan total customer service, termasuk juga pelayanan kepada pelanggan secara menyeluruh. –ard
Segera Sertifikasi
Pada kesempatan tersebut, Kadisperindag Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra M.Si. menginformasikan tentang pentingnya sertifikasi untuk dapat bersaing dalam pasar bebas antar anggota negara di Asia akhir tahun ini juga. Dikatakannya, masuknya MEA 31 Desember ini, hanya tinggal menghitung hari dan jam saja. Untuk ini, Pemerintah Kota Denpasar menginformasikan kepada seluruh pengusaha sektor industri atau kerajinan yang ada di Kota Denpasar untuk bersip-siap akan dilaksanakannya sertifikasi.
Demi memudahkan pelaksanaannya, pemerintah Kota Denpasar sudah bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi di Surabaya yang sudah membuka cabang di Denpasar untuk memberikan informasi perihal maksud dan tujuan sertifikasi juga materinya, agar memudahkan pada saat pelaksanaannya tiba. “Jika saat ini dunia pariwisata sudah melakukan sertifikasi, maka untuk dunia industri di Kota Denpasar pelaksanaannya diawali pada Januari 2016,” tegasnya. Wayan Gatra juga memohon agar informasi penting ini dapat disebarluaskan pada para pengusaha atau pengrajin di Kota Denpasar. Pada proses sertifikasi tersebut katanya ada tiga kesempatan yang dapat dimanfaatkan yakni sertifikasi untuk pemilik, tenaga marketingnya dan managernya. “Gunakan kesempatan ini dengan baik. Sangat disayangkan jika nantinya para pengusaha atau pengrajin kalah bersaing karena tidak memiliki sertifikat ini,” lanjutnya. - ard
Story
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Dulu Royal Kini Bayar Utang Hari masih pagi, kerepotan Agus (47), mulai terlihat. Ia baru saja mengantar anaknya ke sekolah menggunakan sepeda motor. Tiba kembali di rumah ia harus bergelut dengan aktivitas rumah tangga. Sambil menyuapi anaknya yang masih kecil, ia mengawasi mesin cuci yang terus berputar. Sesekali ia harus membuang air dari mesin cuci manual itu untuk kemudian membilasnya beberapa kali. Kemudian ia menjemurnya. Inilah aktivitas yang dilakukan ayah tiga anak ini sejak sebulan terakhir.
“S
ejak sebulan yang lalu, saya memutuskan meninggalkan pekerjaan saya yang hanya mengejar uang saja,” kata Agus tersenyum. Memang, orang yang mengenalnya akan merasa heran dengan keputusan Agus untuk mengurus rumah tangga seperti ini. Namun, apa yang dialami Agus tampaknya dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang mau merubah hidupnya menjadi lebih baik. Sejak menikah dengan Kiran, seorang pegawai swasta dengan gaji yang tinggi dan karier yang terus melejit, kehidupan rumah tangga mereka khususnya dalam hal ekonomi tidak pernah bermasalah. Ia tidak harus merangkak dari nol seperti kebanyakan rekan-rekannya dalam membangun rumah tangga tersebut. Agus dan
Kiran dapat menikmati kehidupan yang stabil sejak awal pernikahan mereka. Hingga akhirnya, karier Kiran begitu baik sampai diangkat untuk memimpin kantor cabang dari perusahaan tempatnya bekerja itu. Itu berarti pendapatan Kiran terus meningkat. Itu awal masalah menimpa Agus. Melejitnya karier dan penghasilan Kiran rupanya mengganggu Agus secara psikologis. Sebagai laki-laki Agus merasa bahwa ia harus lebih tinggi dari istrinya. Jika awalnya ia berbisnis kecil-kecilan, maka kini ia menjadi sangat spekulatif dalam mengambil putusan. Ia meminjam modal yang cukup banyak pada istrinya. “Saya merasa bahwa sebagai suami dan kepala keluarga, maka sayalah yang harus membiayai rumah tangga ini,” ungkapnya. Dari sanalah Agus mengambil pekerjaan-pekerjaan besar bidang
“Saya sekarang memilih mengurus anak-anak dan rumah tangga. Tidak ada pembantu, karena itu saya harus mengerjakan sendiri semua pekerjaan rumah tangga ini,”
tkh/net
pencetakan yang membuatnya harus banyak meninggalkan keluarga untuk bekerja. Agus merasa sangat bangga dengan seringnya ia keluar kota. “Kadang meskipun tidak ada pekerjaan saya selalu keluar kota demi agar terlihat saya sibuk,” katanya. Hasil pembayaran pekerjaan yang seharusnya disetor ke perusahaan tempatnya bekerja, sebagiannya ia bawa pulang untuk keluarganya, semacam penghasilan bulanannya. Padahal sesungguhnya gaji Agus terbilang kecil. Dari sinilah Agus merasa bisa membuktikan perannya sebagai kepala keluarga yang bisa mem-
biayai keluarganya. Dalam pergaulan Agus juga terbilang royal pada kawan-kawannya, traktir sana traktir sini. “Padahal semua itu semu,” akunya. Tiap berkumpul dengan kawan-kawannya, ia sengaja terlihat sibuk dengan tiga telepon genggam yang terus berbunyi. Agar terlihat lebih sibuk lagi, Agus sampai harus berbohong mengatakan dirinya sedang berada di satu kota ke kota lainnya manakala kawan-kawannya meneleponnya. “Padahal saya ada di rumah saya,” ujarnya. Pekerjaan-pekerjaan besar yang ditangani itu sesungguhnya memang memiliki nilai bisnis yang besar, namun karena ia terlalu berani agar terlihat sibuk itulah yang membuat akhirnya kliennya tidak terkendali. Ditambah lagi sesungguhnya dari perusahaan itu ia tidak mendapat uang perjalanan yang besar ketika ia harus datang menagih ke kota-kota tempat kliennya berada. Dalam seminggu ia bisa menghabiskan uang puluhan juta rupiah untuk terbang ke sana kemari. “Sampai-sampai uang untuk perjalanan menagih itu saya pinjam dari istri saya. Nilainya bahkan sampai Rp 280 juta untuk menagih saja karena tidak ada biaya dari kantor sebesar itu,” katanya. Nilai tagihan itu memang besar. Bahkan sempat mencapai Rp 8 miliar. Keberanian Agus menangani klien sebanyak dan sebesar itu sesungguhnya karena ia sangat menginginkan bonus yang jelas sangat besar dari nilai tersebut. Namun, ia tidak pernah berhitung soal kemampuan dan kesiapannya menjalankan bisnis tersebut. Hingga terbukti ia gagal. Banyak klien yang mangkir membayar dan perusahaan tidak mau tahu akan hal itu. “Perusahaan tidak mau tahu soal lain, mereka hanya mau pekerjaan itu dibayar dan saya harus bertanggung jawab untuk itu,” ungkapnya. Agus mulai kelimpungan. Ia oleng. Masalah ini tidak harus ia tanggung pada perusahaannya melainkan juga dalam rumah tangganya. Istrinya akhirnya merasa bahwa penghasilan yang dibawa suaminya sangat tidak seimbang dengan nilai yang telah dikeluarkannya. Belum lagi Agus harus melunasi tanggung jawabnya pada perusahaan tersebut yang otomatis uangnya diambil dari istrinya. “Saya memahami jika istri saya marah dan sekarang cuek pada saya,” katanya. INGIN PULANG KAMPUNG Selama dua tahun, Agus berjuang membayar sedikit demi
7
sedikit utang pada perusahaan terutama uang yang ia pakai yang dikatakannya sangat banyak. Setidaknya ia sudah dapat membayar setengah dari kerugian perusahaannya itu. “Saya harus mencari Rp 2 miliar lagi untuk dapat melunasinya,” katanya sedih. Karena masalah ini, diakuinya hubungan dengan istrinya tidak terlalu baik. Termasuk juga dengan keluarga istrinya yang selama ini mendapat pasokan finansial dari istrinya yang harus ikut membiayai kebutuhan keluarga. Permasalahan yang dialami dengan istrinya tidaklah mudah. Namun Agus sadar sesadarsadarnya akan kesalahannya yang besar itu. Ketika masalah ini nyaris tak terkendali dan nyaris membuat ia harus berpisah dengan istrinya, Agus bahkan memohon maaf berulang-ulang pada istrinya. Ia berjanji akan mengubah semua prilakunya. Sampai akhirnya ia memilih keluar dari pekerjaannya dan melunasi seluruh utang-utangnya. “Saya sekarang memilih mengurus anak-anak dan rumah tangga. Tidak ada pembantu, karena itu saya harus mengerjakan sendiri semua pekerjaan rumah tangga ini,” katanya. Agus harus menerima keadaan ini untuk menebus kesalahannya. Ia kini tak memiliki apa-apa lagi. Mobil telah dijual dan pembantu juga sudah diberhentikan. Keuangan semua terfokus untuk membayar utangutangnya. Tiap pagi ia harus mengantar jemput anak-anaknya ke sekolah menggunakan sepeda motor. Ia juga harus mengurus rumah dan seorang anak mereka yang masih berusia 3 tahun. Pukul tujuh ia harus me ngatar anaknya yang kelas satu sekolah dasar. Pukul 10 juga ia harus kembali ke sekolah untuk mengantar anaknya yang lain yang masuk siang. Bayinya ia gendong di depan selama mengantar anak-anaknya ini. Di rumah seluruh pekerjaan rumah tangga harus ia urus. Ia tidak ingin istrinya marah melihat rumah yang berantakan ketika pulang kerja dalam keadaan capek. Sungguh ia sangat merasa kerepotan. Demi menyelamatkan rumah tangganya, ia mengaku ikhlas mengalah untuk membayar semua kesalahannya ini. Agus tengah menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi keluarganya di kampung halamannya di Lombok. “Saya ingin membawa istri dan anak-anak saya meninggalkan ibu kota ini dan kembali ke Lombok,” ujarnya. -Naniek I. Taufan
8
Bunda & Ananda
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Melali sambil Melajah
Lapangan Renon yang hijau makin menghijau karena ada pameran alat utama system persenjataan (alutsista) dalam rangka Hari Juang Kartika tahun 2015. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh berbagai kalangan untuk melihat dari dekat apa saja senjata yang dimiliki TNI AD.
“S
aya bisa melihat dari dekat teknologi dan persenjataan TNI. Bagaimana cara pembuatannya dan bagaimana pemanfaatannya pun dijelaskan oleh petugas. Ini sangat luar biasa,” ungkap Oka Mulyana, Ketua Caka Wira Kartika Kodim 1626/Bangli yang ditemui di arena pameran. Siswa SMA 1 Tembuku yang bercita-cita menjadi tentara ini menambahkan dengan pameran ini wawasannya makin bertambah. Ia pun berharap sistem persenjataan Indonesia bisa terus dikembangkan. Hal senada diungkapkan Ni Kadek Tia Cahayasari yang juga anggota Caka Wira Kartika Kodim 1626/Bangli. “Kami jadi tahu beragam bentuk senjata mulai dari yang kecil sampai yang besar,” tegas siswi SMA 1 Susut ini. Pelda Ketut Suarka, pamong yang mendampingi Caka Wira Kartika Kodim 1626/Bangli menambahkan kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan bagai para pramuka ini, apalagi kesempatan seperti pameran ini sangat jarang. “Mereka ibaratnya melali sambil melajah,” ujarnya. Tak hanya remaja, anak-anak pun semangat menyaksikan pam-
Women at Accor Generation 3rd Anniversary Women at Accor Generation (WAAG) adalah sebuah komunitas yang terbentuk dalam manajemen Accor yang memiliki tujuan mencapai kesetaraan gender antara wanita dan pria. Pada hari Kamis, 10 Desember, bertempat di Mercure Resort Sanur, WAAG merayakan hari jadi yang ketiga dengan berbagai kegiatan menarik, diantaranya: talkshow dengan tema kecantikan dimulai dari pola hidup sehat, bersama Bintang Mira Afriningrum (Bali Fashion Designer & Top 5 Inspiring Women 2015 in Bali), talkshow ini berjudul “Pretty is not Expensive, but being Pretty you have to be healthy”. Acara lainnya sosialisasi dan testimoni Accor Solidarity Week 2015, yang merupakan komitmen Accor dalam rangka memperingati International Disability Day untuk memberikan lapangan pekerjaan di hotel Accor bagi orang–orang yang memiliki keterbatasan fisik. Untuk memeriahkan acara, hadir pula penampilan dari Puspadi Bali. Acara juga diisi dengan Zumba Class untuk mendukung tema yang diusung yakni “Pretty is not expensive but being Pretty you have to be Healthy”. -rls
panser. Saya ajak keliling, semua stand dikunjungi,” ungkapnya. Komandan Korem 163/Wirasatya Kolonel Inf Nyoman Cantiasa mengatakan melalui pameran alutsista (military open house) ini generasi muda dan anak-anak ditanamkan nilai-nilai wawasan kebangsaan dan cinta tanah air. Hal ini penting agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang memilki karakter dan ber disiplin serta memiliki kebanggaan terhadap bangsa dan negara. –Ngurah Budi
Mendongeng Lima Menit bangau jatuh cinta
Ketika musim tanam, tidak ada lagi burung-burung mencari makan di sawah. Selama itu, si Bangau sangat merindukan si Gelatik yang dicintainya. Baginya, burung mungil itu amat cantik. Si Bangau belum pernah terangMade Taro terangan menyatakan cintanya. Ia malu dan ragu, apakah tubuhnya yang tinggi besar itu sepadan dengan si Gelatik? “Cetrung!” Si Bangau memanggil tetangganya, seekor burung kecil dan kurus. “Pergilah ke rumah Gelatik! Katakan kepadanya bahwa aku mencintainya dan segera memperistrinya.” “Maaf, Tuan! Rumah Gelatik amat jauh di balik bukit,” jawab Cetrung ketakutan. “Kalau tak mau, kau akan kularang mencari makan di sawah ini!” bentak Bangau. Cetrung terpaksa menjalankan perintah Bangau. Setelah payah, ia hinggap di depan rumah Gelatik. “Nona cantik!” serunya. “Aku datang ke sini untuk menyampaikan pesan Tuan Bangau.” “Pesan apa itu? Katakan segera!” “Tuan Bangau jatuh cinta kepadamu sejak lama. Ia akan memperistrimu.” Burung cantik itu terkejut. Ia tak pernah membayangkan burung berkaki dan berleher panjang itu jatuh cinta kepadanya. Kenal saja pun tidak, apalagi jatuh cinta. Ia menganggap ini olok-olok saja. “Cetrung!” kata Gelatik. “Aku memenuhi permintaannya dengan satu syarat.” “Syarat apa itu?” “Kalau ia benar-benar cinta, suruh ia memotong kedua kakinya, sebab tubuhnya yang jangkung itu
mempersulit aku memeluknya.” Setiba di rumah bangau, Cetrung pun menyampaikan persyaratan Gelatik. Bangau sangat senang, lalu ia mengambil sebuah pisau. Plak! Ia memotong kedua kakinya. “Demi cinta telah kupenuhi permintaan kekasihku. Sekarang jemputlah calon istriku itu!” demikian perintah Bangau kepada Cetrung. Cetrung pun terbang dengan berat hati. Tak lama kemudian ia kembali membawa pesan kedua. “Tuan, kekasihmu minta agar Tuan memotong sayap Tuan, sebab sayap yang lebar itu membuat napasnya sesak.” Bangau mengambil pisau. Plak! Ia memotong sayapnya. “Demi cinta telah kupenuhi permintaan calon istriku. Sekarang jemputlah ia segera!” Sekembali yang ketiga, Cetrung belum juga membawa Gelatik. Bahkan ia menyampaikan persyaratan yang ketiga. “Nona Gelatik minta agar Tuan memotong paruhmu, sebab paruh yang panjang itu mempersulit dia menciummu.” Demi cinta, Bangau pun memotong paruhnya. Plak! Nah, sekarang Bangau yang kasmaran itu tidak dapat berdiri, tidak dapat terbang dan tidak dapat berbicara. Demi cinta! “Ini syarat terakhir, Tuan!” kata Cetrung sekembali yang keempat. “Kekasihmu ingin agar pernikahan itu berlangsung meriah. Jemputlah dia dengan kereta yang diiringi musik bertalu-talu. Nona Gelatik akan mendampingi Tuan di atas kereta.” Betapa gembiranya si Bangau! Ia mengerahkan semua burung bernyanyi-nyanyi mengiringi kereta menuju rumah Gelatik. Ketika berhenti di depan pintu, burung mungil dan cantik itu melihat dari jendela. “Hai, Bangau!” teriak Gelatik. “Lihat dirimu baik-baik! Dalam keadaan sempurna saja aku tak pernah jatuh cinta, apalagi sekarang kau telah kehilangan jati diri!” Burung gelatik itu terbang dan tak pernah kembali lagi.
Denpasar Festival (Denfes) 2015 Segera Hadir Beberapa jenis tarian yang ditampilkan saat pembukaan Denfes 2014
Pelaksanaan Denpasar Festival (Denfes) sebagai kalender atau agenda tahunan Pemerintah Kota Denpasar kembali digelar di tahun 2015 ini. Memasuki tahun ke-8 pelaksanaan Denfes tidak dipungkiri masih ada beberapa kekurang an yang memerlukan perbaikan dan evalusi.
Pelda Ketut Suarka bersama Oka dan Tia
eran alutsista ini. Hasan Alfatah, bocah yang masih duduk di TK B bahkan memoles wajahnya ala tentara. “Kalau sudah besar, mau jadi pilot,” ujarnya saat bermain-bain di stand Korem 163/Wirasatya. Stand ini juga menyiapkan beberapa permainan untuk anak-anak, seperti dart, susun gelas, dan puzzle. Ada hadiah bagi anak-anak yang berhasil menyelesaikan permainan. Emi, ibunda Hasan menuturkan, anaknya sangat senang dengan pameran ini. “Tadi dia naik
17
Tari Topeng Manis saat Melepas Matahari 2014
Seminar dan FGD LPSK Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Republik Indonesia bekerja sama dengan Kelompok Media Bali Post mengadakan seminar dan Focus Group Discussion (FGD) di Sanur, Rabu (16/12). Topik yang dibahas “Penyusunan Pola Pencegahan dan Penanganan Saksi dan Korban Tindak Pidana Kekerasan dalam Rumah Tangga dan Tindak Pidana dengan Kekerasan Lainnya”. Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai, S.H., LL.M. dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Hak Azasi Manusia (HAM). Ia juga menjelaskan tentang UU Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Salah satu perubahan yang atur adalah layanan psikososial bagi korban. Seminar yang menghadirkan berbagai kalangan ini juga ditandai dengan penandatanganan MoU antara LPSK dengan RS Puri Raharja dan Universitas Warmadewa. –Ngurah Budi
Tutup Tahun Family Gathering IDI Denpasar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Denpasar mengadakan acara family gathering menyambut tutup tahun 2015 bertempat di Gong Perdamaian Desa Budaya Kertalangu Denpasar, minggu, (20/12). Acara kumpul keluarga ini mengundang seluruh anggota IDI cabang Denpasar beserta keluarga, yang tersebar bekerja di puluhan rumah sakit negeri dan swasta, puskesmas, dinas kesehatan, universitas dan klinik-klinik di Denpasar. Menurut ketua panitia gathering, dr. Rai Putra Wiguna SpKJ, acara family gathering ini diadakan sebagai sarana silaturahmi dan komunikasi dalam rangka meningkatkan rasa kesejawatan di antara dokter-dokter Denpasar. Family gathering dimulai pukul 6.30 dengan acara jalan santai bersama mengitari jogging track desa Kertalangu dan dilanjutkan dengan senam bersama. Acara lomba-lomba antar perhimpunan dokter/RS juga disiapkan selain acara lomba untuk anak-anak. Acara hiburan berupa bondres dari para dokter RS Wangaya Denpasar akan menghibur peserta sambil makan bersama. Acara senam hand hyigene persembahan RS Prima Medika juga akan tampil mengisi acara dilanjutkan menyanyi bersama dari anggota IDI Denpasar. Diharapkan dari acara ini kesejawatan dan kekompakan dokter Denpasar makin terjaga menyambut tutup tahun 2015 dan menjelang Tahun Baru 2016. – dr. Widiyasa
U
ntuk ini, beberapa waktu lalu telah dilaksanakan focus group discussion (FGD) yang melibatkan SKPD terkait, dan para tokoh seniman serta komunitas yang ada di Kota Denpasar. Dari perumusan FGD tersebut melahirkan sebuah tematik yang akan diusung pada Denfes ke-8 ini, yaitu “Demi Denpasar” Dalam evaluasi dan FGD juga turut dibahas berbagai
persoalan termasuk keluhan dan masukan masyarakat yang berkunjung ke Denfes, mulai dari kegiatan kuliner, penataan panggung, penyebar luasan informasi hingga urusan keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan Denfes. Di samping itu, pelaksaan Denfes juga mendapatkan apresiasi dari kalangan seniman, budayawan, musisi dan berbagai komunitas masyarakat. Menurut mereka kegiatan Denfes
Pemerintah Kota Denpasar sibuk persiapan Denpasar Festival (Denfes )2015. Festival ke-8 itu terkemas sedemikian rupa dan berbeda dari tahuntahun sebelumnya dengan tetap mengacu pada ruang kreativitas dan kegiatan edukasi bagi masyarakat.
Dari pelaksanaan Denfes selama ini, lanjutnya beberapa tematik telah dilahirkan. Di antaranya pada tahun 2013 dengan spirit bergerak melahirkan tema “Creatif in Motion”. Tahun 2014 mengangkat spirit mencipta dengan tematik “ Dharma Cipta Maha Budaya”.
berhasil terus mengetengahkan dan menggali berbagai tema kreatif juga ide-ide baru. Menurut Kabag Humas Pemerintah Kota Denpasar, I.B Rahoela yang didampingi Kasubag Pemberitaan Dewa Gede Rai yang ditemui pekan lalu, mengatakan bahwa evaluasi dan FGD merupakan bagian dari upaya agar pelaksanaan Denfes selanjutnya selalu lebih baik dan lebih baik lagi. Selain itu, juga ingin bisa merangkul peran serta yang lebih luas dari masyarakat. “Jadi, acara Denfes tidak hanya sekadar berlalu atau lewat begitu saja, namum
Demi Denpasar
Pagelaran Fashion Show tahun lalu
Begitu pula dengan pelaksanaan Denfes tahun 2015 ini yang mengusung spirit kontribusi dengan pelaksanaan event yang terus terbarukan telah menentukan sebuah tema “Demi Denpasar”. Denpasar Festival (Denfes) adalah sebuah peristiwa tahunan masyarakat Denpasar yang dicanangkan oleh IB Rai D. Mantra pada tahun 2008 melalui Gajah Mada Town Festival yang kemudian bertransformasi menjadi Denpasar Festival sejak tahun 2009. Denpasar Festival sebagai perhelatan puncak akhir tahun di Denpasar merupakan sebuah strategi pemanggungan dan pengembangan pilar-pilar industri kreatif di Bali yang telah terbukti memberi manfaat yang sangat besar bagi masyarakat Denpasar.
bagaimana mampu memberikan nilai kemanfaatan bagi masyarakat yang lebih luas lagi. Tentunya dengan terbuka berbagai masukan dari masyarakat sebagai perbaikan pelaksanaan acara ke depan,” ujar Rahoela. Dikatakan oleh Rahoela, aktivitas di Denfes tidak hanya menampilkan ide kreatif penyelenggara namun lebih lagi dalam setiap pelaksanaannya menampung seluruh ide masyarakat untuk dapat dimunculkan setiap minggunya sebagai kegiatan rutin. Sementara itu, Dewa Gede Rai menambahkan bahwa ke-
masan event Denfes juga diawali dari Pra Event, yang meliputi kegiatan D’TIK Festival, Pets Festival, Mahabandana Prasada, serta even Festival Puputan Badung yang dikemas oleh warga Banjar Tainsiat Kecamatan Denpasar Utara. Sedangkan rangkaian dari seluruh even tersebut sebagai puncak dari setiap kegiatan pra event,dipusatkan di kawasan titik nol Km Patung Catur Muka Denpasar. Kemudian dalam Post Event dilaksanakan pula tahap evaluasi pelaksanaan festival yang tak terlepas dari pra event hingga puncak kegiatan Denfes. --ard
Cooking competition saat Denfes ke 7
Denpasar Festival juga telah melahirkan bentuk-bentuk karya kreatif dan inovatif yang memiliki kualitas tinggi dan menjadi modal utama pengembangan ekonomi kreatif di Denpasar serta tidak saja menjadikan kreativitas hidup dan berkembang dengan jiwa
baru, tetapi juga memberikan kesejahteraan material dan spiritual kepada masyarakat. Lantas apa yang menjadi persembahan pada Denpasar Festival ke-8 tahun ini yang mengangkat tema “Demi Denpasar” ? Nantikan berita selanjutnya minggu depan. -ard
16
Pelesir
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Garut “Kilau Mutiara” Jawa Barat
Jika suatu saat berkesempatan berkunjung ke Kabupaten Garut, Jawa Barat, entah karena liburan atau tugas kantor, jangan lupa menyempatkan diri mampir ke sejumlah objek wisatanya yang sekarang tengah naik daun. Sebut saja Cipanas yang terletak di kaki Gunung Guntur,Ngamplang yang berlatar belakang Gunung Cikuray, konon pernah dikunjungi Charlie Chaplin, Ratu Belanda serta para petinggi negeri Eropalain. Belum lagi pantai-pantainya dan sejumlah air terjun, yang tak pernah absen dikunjungi turis yang datang ke Garut.
B
oleh dibilang Garut memiliki pariwisata alam yang lengkap. Bagi wisatawan yang hobi bertualang maka Garut adalah ‘sorga’-nya karena banyak objek menantang untuk dijelajahi. Dari gunung hingga laut, semua ada. Dan pastinya, apa yang dijumpai di Garut berbeda dari wisata alam daerah lain. Jika penat, sisihkan waktu untuk datang ke permandian air panas di Cipanasuntuk relaksasi mengusir penat. Selain di Cipanas, permandian air panas juga bisa ditemui di Puncak Darajat atau Darajat Pass yang berada di bawah kaki Gunung Papandayang, 24 km dari
kota Garut. Di sini pun memiliki fasilitas lengkap dan tak kalah nyamannya dengan Cipanas. Bagi wisatawan yang suka seni budaya, mungkin ada baiknya mengunjungi Candi Cangkuang. Letak candi Hindu peninggalan abad ke VII, ini, unik karena berada di pulau kecil di tengah danau. Nah untuk berkunjung ke Candi Cangkuang, anda harus menggunakan rakit bambu untuk menyeberangi Situ Cangkuang. Sayangnya tak banyak cerita yang bisa digali tentang sejarah candi ini,misalnya, kenapa bisa berada di tengah danau dan pada masa kerajaan apa candi ini berdiri. Banyak yang menyebut kisah di balik keberadaan candi
yang dinamakan Kampung Pulo. Enam rumah adat ini kini masuk dalam kawasan cagar budaya. Informasi yang diperoleh, d u l u n y a Ka m p u n g Pulo dikelilingi oleh danau. Namun kini hanya bagian utara masih berupa danau sedang bagian selatan berubah menjadi lahan persawahan. Bagi penggemar wisata budaya, mungCandi Cangkuang kin ada baiknya mengunjungi salah satu ini misterius lantaran minim sekali kampung adat yang terkenal di data.Terlebih yang menimbulkan Garut, yakni, Kampung Dukuh. tanda tanya adanya makam kuno Kampung yang sudah berdiri pemuka agama Islam, Embah sejak tahun 1700-an ini, hanya Dalem Arief Muammad, di samp- ada 40 rumah adat Sunda.Di sini ing candi. Bagaimana kisahnya, tidak boleh menggunakan peralamembuat penasaran para pen- tan modern. gunjung. Jika berminat mengunjungi Selain Candi Cangkuang, di kampung ini, anda sebelumnya pulau mungil itu kita juga bisa harus mengetahui ‘pantanganmenjumpai enam rumah adat pantangan’ yang berlaku di daerah
Permandian air panas di Puncak Darajat di kaki Gunung Papandayan
Kawah gunung Papandayan salah satu objek wisata andalan Garut
ini sehingga tidak berbuat kesalahan. Misalnya saja, laki-laki dan perempuan tidak boleh terlalu dekat, tidak boleh bicara ketika sedang makan, tidak boleh selonjorkan kaki ke arah utara, harus memakai kaos polos tanpa motif atau gambar, tidak boleh menggunakan peralatan elektronik saat berziarah, dll. Selain objek wisata yang telah disebut itu, masih banyak lagi objek menarik di Garut yang sayang dilewatkan. Misalnya saja, Curug Orok, Curug Cihangawar, Curug Neglasari, Kawah Gunung Papandayan juga Situ Bagendit dan Pantai Santolo yang kini tengah ‘naik daun’. Begitu banyak daerah wisata yang ‘wajib’ dikunjungi sehingga sepertinya tidak bisa hanya seharidua hari berada di Garut untuk menjangkau semua tempat wisata itu. Jika selesai berkeliling dan ingin pulang, jangan lupa membeli oleh-oleh khas Garut, mulai dari makanan hingga kerajinan kulit. Semoga anda tidak lupa, kalau Garut terkenal dengan kerajinan kulitnya. Mulai dari pakaian dari kulit, jaket, sarung tangan, dll. Soal harga, tak usah khawatir, karena harganya tentu jauh lebih murah dibanding daerah lain karena anda datang langsung ke sentranya. Lalu bagaimana soal biaya liburan di Garut? Jangan khawatir, mungkin karena ini adalah daerah pariwisata baru, maka soal harga pun tidak bakal ‘mencekik leher’. Artinya, anda bisa menikmati semuanya meski dengan budget terbatas. Mulai dari penginapan murah, kelas sedang hingga kelas atas ada di sana. Anda tinggal pilih.-Diana Runtu
Whimiscal Christmas Performance Hadirkan Dirly Indonesian Idol Bulan ini Beachwalk Shopping Center membawakan tema “Whimsical Christmas” untuk memeriahkan Natal tahun 2015. Pengunjung dapat melihat Christmas Chocolate House di Fountain Stage level 1 yang dibuat oleh Beachwalk Shopping Center bekerjasama dengan 71 Decoration Bali, Rosado Doll House & Bali Luna dari tanggal 4 Desember 2015 – 4 Januari 2016.
S
elain Christmas Chocolate House terdapat acara lain seperti bazar, demo memasak, stand up comedy dan lainnya. “Pada tanggal 19 Desember ada penampilan live music performance oleh Dirly Indonesian Idol yang membawakan lagu-lagu Natal di Fountain Stage Level 1 Beachwalk,” ujar Syama Sara Jini Devi Dasi, Marketing Communications Beachwalk Shopping Center. Dearly Dave Sompie atau Dirly adalah penyanyi kelahiran Manado, Sulawesi Utara, 10 Desember 1989. Ia runner-up Indonesian Idol 3 tahun 2006. Sejak kecil, bakat menyanyi Dirly sudah terlihat. Kelas 5 SD, ia menjadi
pemenang lomba Bintang Vokalia seSulawesi Utara. Bagi para shopaholic, jangan lewatkan Beachwalk YEAR END SALE yang akan diikuti oleh berbagai took dan restoran dengan memberikan diskon sampai 80% untuk menyambut musim liburan. Diskon hingga 80% dari SATU – Bali’s Finest Designers, diskon hingga 70% dari Guess, La Senza Watch World, Gingersnaps, diskon hingga 60% dari GAP, diskon hingga 50% dari Everbest, LEGO, Furla, Boss Sport, Armani Jeans, Versace Jeans dan masih banyak lagi. Pengunjung juga dapat mengikuti program Shop & Win dengan melakukan pembelanjaan minimum Rp
2 juta dan mendapatkan kesempatan memenangkan hadiah LUCKY DRAW seperti YAMAHA NMAX, paket liburan ke Lombok untuk 2 orang; paket liburan ke Bandung untuk 2 orang; tiket pesawat
pulang pergi Denpasar-Jakarta dan masih banyak lagi. “Beachwalk Shopping Center selalu menghadirkan pengalaman berbeda dan menarik bagi pengunjung Beachwalk. Tentu saja pengunjung tidak bisa melewatkan rangkaian kegiatan dan program yang diadakan Beachwalk Shopping Center selama Bulan Desember,” ujar Syama. Sebelumnya dalam rangka memeriahkan ulang tahun Beachwalk Shopping Center yang ke-3 dengan tema “3 Tahun Beachwalk dari Kita untuk Kita”, Beachwalk Shopping Center bersama Park23 Entertainment Center mengadakan kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility). Kegiatan itu antara lain donor darah, berbagi kasih, dan bekerjasama dengan Yayasan Pita Merah Muda (Bali Pink Ribbon).
Dara
9
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Kado Terindah Ibu adalah Anak-anak
Biasanya Hari Ibu itu diperingati dengan memberikan kebebasan seorang ibu dari beban dan tugasnya di dalam rumah tangga, seperti menyapu, mencuci, nyetrika, menjemur pakaian, memasak, dll. “Di keluarga kami saat hari ibu tugas diambil alih oleh saya dan adik. Pembagian tugas di rumah pun kadang diberikan oleh ibu atau inisiatif dari anak-anaknya, tapi tidak semua tugas,” ungkap Vibhuti Kumarananda, mahasiswa Jurusan Pertanian Univer sitas Udayana.
T
etapi, kalau sudah urusan memasak, walaupun Hari Ibu tetap ibu yang memasak. “Anak-anaknya cuma bisa masak mie instan. Masakan Ibu lebih enak daripada masakan siapapun. Mungkin karena ibu memasaknya pakai cinta kasih,” ujar pria yang akrab disapa Vibhuti. Ia menambahkan, saat Hari Ibu, mereka memberikan bunga atau cokelat atau apapun yang sesuai anggaran dari tabungan. Hari Ibu diperingati bukan untuk ibu saja, ingat juga sama nenek. “Intinya di Hari Ibu berikan yang terbaik untuk ibu kita, namun jangan hanya di Hari Ibu saja, lakukan yang terbaik untuk hari-hari selanjutnya. Mungkin kita pernah membuat kesalahan, membuat ibu kita kesal, bahkan membuat ibu menangis di masa lalu, namun kini berubahlah. Jadikan Hari Ibu selain membantu tugas–tugas rumah tangga, menjadi hari perenungan bagi kita semua
anak-anak atas apa yang pernah kita lakukan dan apa yang telah kita berikan. Kado terindah bagi ibu dari Tuhan adalah kita semua anak-anak. Sekarang tergantung gimana cara anak buat membahagikan ibunya,” ujar alumnus SMA 7 Denpasar ini.
Sementara itu, Ayu Titha Paramitha mengatakan Hari Ibu adalah hari dimana kita menunjukkan bagaimana rasa sayang kita terhadap seorang ibu yang telah melahirkan kita ke dunia dengan segala perjuangan dan pengorbanannya. “Kita juga mengetahui bahwa surga di telapak kaki ibu. Kita tidak boleh melawan seorang ibu sebagaimana sosok beliau
Gek Tha bersama ibunya
dengan segala kekurangannya namun bisa menjadi luar biasa mendidik anaknya. Bila kita sudah besar nanti saatnya kita membalas semua kebaikan dan kasih sayang ibu kita,” tegas Gek Tha. Menurutnya, tidak hanya di Hari Ibu ia harus memberikan kasih sayang kepada ibu. Namun, setiap hari ia berusaha bagaimana cara membuat hati
ibu menjadi senang walaupun sebagai anak terkadang ia sering membuat kesalahan sehingga pernah melukai hati ibu saya. “Saya sebagai seorang anak pasti akan selalu mendoakan ibu saya agar sehat, panjang usianya dan agar selalu diberi kesabaran dalam mendidik anak-anaknya,” ujar mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Udayana ini. –Ngurah Budi
Pameran Alutsista
Anggota TNI di areal pameran Alutsista
Kirim surat Anda ke Redaksi T okoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
dr.Oka Negara, FIAS
Obat Kuat “Dok, teman-teman saya sering membeli “obat kuat” untuk dipakai mengatasi masalah seksualnya. Reaksinya macam-macam, ada yang bilang merasakan efeknya yang dahsyat, ada juga yang malah tidak bereaksi apa-apa, malah jadi sakit kepala setelah meminumnya. Belakangan teman saya juga menyarankan terus ke saya, karena saya sering mengeluh lelah dan merasa ada gangguan seksual. Bisa dijelaskan Dok, yang mana harus saya pilih, karena saya ingin mencobanya?” (Gus,27 thn) Ini menarik. Sering kali seseorang menggunakan “obat kuat” atau bahan tertentu untuk meningkatkan potensi seksualnya sebenarnya karena ingin tahu dan coba-coba semata. Biasanya atas rekomendasi teman dan relasi. Sebagian benar-benar melanjutkannya karena merasakan manfaatnya, sebagian lagi menghentikannya karena ada efek samping atau tidak merasakan efeknya. Uniknya,
Vibhuti dan ibunya
sebagian masih mengaku menggunakannya dan menyebutkan ke temanteman yang merekomendasikannya bahwa dia masih menggunakan obat kuat padahal sesungguhnya sudah tidak digunakan lagi. Bisa jadi karena rasa malu, tidak enak hati, atau demi gengsi solidaritas semata. Apakah Anda benar-benar memerlukannya? Bisa jadi iya, bisa juga tidak. Jika hanya sering lelah, sesung-
Anak-anak bermain dart di stand Korem 163 Wirasatya
guhnya yang dibutuhkan adalah ambil cuti buat rileks, plus minum vitamin. Itu sudah cukup. Atau, suka jamu penambah tenaga dan segar bugar yang diracik langsung dari bahan yang diyakini berbahan alami bikinan sendiri atau bikinan mbok jamu gendong? Silakan itu bisa dinikmati. Istirahat juga bagus buat membuat lebih tenang, karena jangan-jangan penyebab gangguan seksualnya justru karena sedang stres berlebihan. Tetapi jika rupanya Anda mengalami gangguan seksual dengan ada riwayat kencing manis, kolesterol tinggi, merokok dan sering minum alkohol, sudah bisa dipastikan Anda justru butuh bantuan dokter yang paham kesehatan seksual untuk diberikan obat. Jadi, jangan sembarang meminum obat kuat buat mendongkrak stamina seksual. Juga perlu diketahui, jangan-jangan itu semua adalah “efek plasebo”. Ketidakpercayaan diri membuat seseorang tergantung pada orang lain dan bahan tertentu. Mereka yang tergantung dengan pil tidur menjadi benar-benar susah tidur jika tidak meminumnya. Padahal tidak ada masalah. Seorang pasien sering kali merasa sakitnya sudah sembuh dengan hanya baru bertemu muka dengan dokter kepercayaannya. Begitu pula jika Anda diyakini jika dengan meminum “jamu herbal kuat
Anak-anak menjajal panser TNI di pameran Hari Juang Kartika 2015 di Lapangan Renon
perkasa”, maka dorongan seksual akan meningkat dan sanggup memuaskan pasangan berkali-kali lipat. Padahal sesungguhnya Anda tidak membutuhkannya, tetapi Anda merasakan manfaatnya. Nah, pada kasus ini, sugesti yang berjalan. Ini namanya efek plasebo. Ini akan serupa dengan kejadian serupa lainnya misalnya sahabat Anda merekomendasikan kepada Anda untuk mencoba mengonsumsi darah kobra, daging ular, tangkur buaya buat meningkatkan performa seksual Anda. Tetapi ketika yang ditawarkan adalah pil, kapsul atau suntikan yang disebutkan berbahan herbal, sebaiknya pikirkan baik-baik, karena saat ini makin banyak herbal oplosan, disebutkan herbal tetapi kenyataannya dicampurkan dengan bahan obat kimia tanpa dosis yang jelas. Ini bisa sangat berbahaya. Bisa dibayangkan jika kapsul herbal yang disebutkan bisa menambah gairah seksual, memperpanjang durasi ereksi dan menunda ejakulasi, ternyata dicampur dengan kandungan obat, misalnya sildenafil sitrat, seorang penderita jantung yang meminum kapsul ini bisa meninggal payah jantung saat hubungan seksual. Ini sudah sering terjadi. Lalu, bagaimana jika seandainya Anda benar-benar mengalami gangguan seksual? Mengapa Anda tidak
memastikannya ke dokter? Janganjangan Anda mengalami salah satu dari jenis disfungsi seksual berikut: dorongan seksual menurun, disfungsi ereksi, ejakulasi dini atau disfungsi orgasme. Kalau sudah terjadi salah satunya, obat kuat yang dibeli di jalanan jenis apapun tidak akan menolong. Kalaupun masih ingin mencobanya, tentu saja diskusikan dulu bahan atau obat yang Anda akan konsumsi seizin dokter. Yang mengandung tribulus, ginseng, macca, ginkgo, hingga purwaceng masih tidak masalah buat dikonsumsi. Tetapi bahan yang mencurigakan karena kemungkinan dioplos dengan bahan kimia obat, sebaiknya tidak dikonsumsi. Dan terakhir, apapun yang kemudian diputuskan untuk digunakan, haruslah tetap dibicarakan dan sepengetahuan pasangan Anda. Dan sebagai tambahan pekerjaan rumah buat pasangan yang merasa sudah mulai kehilangan kenyamanan dan gairah berhubungan seksual, kenapa tidak mencoba membina komunikasi seksual dengan lebih baik, membahas masalah seksual Anda dan pasangan bersama dan mencoba melakukan variasi seksual, mulai dari membuat suasana lebih menggairahkan hingga variasi tempat dan posisi hubungan seksual. Sebelum berpikir menggunakan obat kuat sembarangan.
10
Style
Potret Kebaya
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Modifikasi Pasar sembako murah Artha Graha Peduli yang digelar Kamis (17/12) diserbu warga Pas Dalem, Gianyar
Warga Gianyar Serbu Pasar Sembako Murah Artha Graha Peduli kembali menggelar Pasar Murah di seluruh Indonesia sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok pada saat Natal dan menjelang Tahun Baru.
“S
etelah Pasar Murah pada bulan Ramadhan lalu, di akhir tahun ini kami juga ingin berbagi dalam suasana perayaan Natal dan Tahun Baru,” kata Koordinator Wilayah Pasar Murah Artha Graha Peduli Bali, Pandu Djojoadisoeprapto di sela-sela kegiatan Pasar Sembako Murah di Banjar Pas Dalem, Gianyar, Kamis (17/12).
Selama tahun 2015 Pasar Murah Artha Graha Peduli (AGP) telah menjangkau hampir 2.000 titik di seluruh Indonesia. Dalam kurun waktu setahun terakhir, AGP telah menjual lebih dari satu juta paket sembako murah di berbagai pelosok tanah air yang penyalurannya dilakukan bersama dengan para sahabat, dan mitra AGP di seluruh Indonesia.
Menjelang Natal dan Tahun baru kali ini, Pasar Murah Artha Graha Peduli diselenggarakan pada 13 – 31 Desember 2015. “Pasar murah sembako telah menjadi salah satu program utama Yayasan Artha Graha Peduli yang dilakukan sepanjang waktu pada berbagai kesempatan dengan memberikan subsidi lebih dari harga normal dan difokuskan di kantong-kantong masyarakat kurang mampu di seluruh Indonesia,” lanjut Pandu. Penyelenggaraan pasar sembako murah AGP di Gianyar ini merupakan pelaksanaan hari ke-4. Bekerjasama dengan IWAPI dan HIPMI Gianyar, AGP menjual sembako murah sebanyak 650 paket dengan harga Rp
Artha Graha Peduli Gelar Pasar Murah Natal dan Tahun Baru
Selama Ramadhan 2015 lalu, AGP menggelar pasar murah serentak di ribuan titik di wilayah jaringan usaha Artha Graha Network (AGN) di seluruh Indonesia, yang tersebar di perkotaan, pedalaman, hingga perbatasan. Begitu juga pada Natal dan Tahun Baru tahun-tahun sebelumnya. Senada dengan apa yang dikatakan Pandu, Koordinator Panitia Pasar Murah Artha Graha Peduli, Bapak Andy Kasih di Jakarta juga mengatakan hal yang serupa. Artha Graha Peduli konsisten memberikan sumbangsih dan membantu masyarakat dan bangsa Indonesia. Kegiatan-kegiatan kemanusiaan seperti bantuan terhadap korban bencana, pengobatan gratis, pelestarian lingkungan, pasar daging dan sembako murah, dll, terus diselenggarakan di seluruh pelosok dari Aceh sampai Papua lewat unit-unit usaha Artha Graha Network di seluruh Indonesia. Sudah lebih dari 25 tahun, katanya, Yayasan Artha Graha Peduli melakukan berbagai kegiatan bantuan sembako secara konsisten kepada masyarakat kurang mampu. Kegiatan Pasar Murah Sem-
Pandu Djojoadisoeprapto
bako, melibatkan seluruh jajaran Artha Graha Network bersama Yayasan Artha Graha Peduli dengan terjun langsung mulai dari pengepakan, hingga pendistribusian kepada masyarakat. Kepedulian untuk berbagi ini sesuai dengan komitmen pendiri Yayasan Artha Graha Peduli dan menjadi bagian penting dari fondasi Yayasan Artha Graha Peduli untuk berpartisipasi dalam menyejahterakan masyarakat dan Bangsa Indonesia. Spirit ini menjadi jati diri seluruh jajaran Artha Graha Network,
sesuai dengan falsafah pendiri Yayasan Artha Graha Peduli . Dengan filosofi pengabdian bagi masyarakat dan bangsa Indonesia, setiap momentum untuk bergotong royong selalu menjadi kegiatan penting bagi keluarga besar Artha Graha Network dan Yayasan Artha Graha Peduli. Selaku Kelompok Pengusaha yang lahir dan dibesarkan serta mencari nafkah di Bumi Pertiwi, Indonesia, bersama dengan mitra-mitra Artha Graha Network di seluruh Indonesia, para pendiri Yayasan Artha Graha Peduli senantiasa terpanggil untuk selalu berbagi untuk negeri. “Kami berbisnis tak hanya mengejar profit, kepedulian terhadap sesama yang kami utamakan. Bahkan sebagian besar dari pendapatan grup Artha Graha dapat ditransformasikan menjadi pelayanan publik bagi masyarakat Indonesia yang kurang mampu. Intinya kami ingin menjadi social enterpreneur,” kata Pandu Djojoadisoeprapto. Terminologi social enterpreneur mengacu pada pengusaha yang memiliki kepedulian sosial tinggi, dan bukan hanya bisnis semata. –ten
25.000 per paketnya yang berisi 2 kg beras, 1 kg gula pasir, 1 liter minyak goreng dan 3 bungkus mi instan. Acara yang dibuka jam 9 pagi di Banjar Pas Dalem Gianyar tepatnya di depan patung Arjuna mendapat apresiasi yang sangat tinggi dari warga sekitar. Terbukti antrean warga yang akan membeli sembako sangat banyak membuat tim AGP kewalahan dalam proses penginputan data dan pengaturan warga yang antre. Dibantu oleh
IWAPI dan HIPMI Gianyar, acara ini pun dapat terselenggara dengan baik. Hanya dalam waktu 3 jam sembako yang disediakan panitia, habis diserbu warga. Banyak warga yang tidak kebagian sembako karena mereka datang agak siang. Hal ini dikatakan pihak panitia, di luar dugaan. Ternyata antusias warga Banjar Pas Dalem Gianyar sangat tinggi dan banyak yang mengharapkan kembali diadakannya acara sembako murah ini.
TENTANG ARTHA GRAHA PEDULI
Artha Graha Peduli (AGP) adalah lembaga nirlaba berbentuk yayasan yang merupakan penyalur dari berbagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab korporasi dari jaringan usaha Artha Graha Network pada khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya. AGP memiliki visi untuk membangun berbagai kepedulian sosial, kemanusiaan dan lingkungan hidup secara berkelanjutan dan membawa misi untuk mewujudkan kepedulian tersebut dalam berbagai program berbasis kemasyarakatan guna mendukung terciptanya kemandirian bangsa dan negara melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan Artha Graha Peduli memiliki 5 pilar program yang menjadi fondasi utama kepedulian Artha Graha yaitu : - Artha Graha Peduli Pelestarian Lingkungan - Artha Graha Peduli Penanggulangan Bencana - Artha Graha Peduli Sosial Kemasyarakatan - Artha Graha Peduli Pemberdayaan Masyarakat - Artha Graha Peduli Bantuan Hukum dan Keadilan
Jadi, Artha Graha Peduli berusaha menjangkau bidang sosial, bencana alam, pendidikan, konservasi lingkungan, serta orang-orang yang kurang mampu. Dimana kita bisa menyentuh akan kita sentuh, kita bekerja sebatas kemampuan yang kita miliki. Kami berharap Artha Graha dapat semakin berkembang, sehingga dapat lebih banyak berbuat untuk masyarakat Indonesia. AGP didirikan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami hanya ingin menjadi bagian yang dapat mempererat bangsa dan tanah air. Sebagai anak Indonesia, kami terpanggil untuk berbuat terhadap sesama. Kami berbisnis tak hanya mengejar profit, kepedulian terhadap sesama yang kami utamakan bagi masyarakat Indonesia yang kurang mampu. Intinya kami ingin menjadi social entrepreneur, yaitu perusahaan yang memiliki kepedulian sosial bukan hanya mengejar keuntungan bisnis semata. Kami punya cita-cita bahwa penghasilan Artha Graha menjadi bagian dari social activity kami untuk kepentingan Indonesia, termasuk dengan menciptakan lapangan pekerjaan terus menerus. Setiap profit yang dihasilkan Artha Graha diupayakan untuk tidak dibagi, tetapi diinvestasikan kembali untuk memberikan kesejahteraan sosial, dan membantu masyarakat yang membutuhkan. –ten Sekretariat Pasar Murah Artha Graha Peduli Posko Pasar Murah Akhir Tahun 2015 Discovery Kartika Plaza Hotel Bali, 0361-751067
Kebaya adalah salah satu warisan busana nasional dengan ciri khas tersendiri.Balutannya a menjadi bagian fashion yang semakin digemari. Tranformasi model dan warnanya pun semakin berkembang mengiktui tren mode.
P
e k a n i n i To k o h menghadirkan konsep kebaya dengan tampilannya yang modern. Potret kebaya yang biasa dikenakan kalangan sosialita sebagai pilihan gaya fashion masa
kini di berbagai kesempatan. Menariknya hampir sebagian penampilaan dilengkapi dengan unsur lokal melalui padanan endek maupun aneka songket Bali. Ada yang terlihat dengan gaya modifikasi yang anggun dan indah.
Ada juga yang sangat kaya dengan berbagai sentuhan dan detil namun sehingga dapat terlihat elegan. Sementara yang lainnya berani tampil dengan kesan seksi dan glamor. Begitu pula dengan bentuk lengan kebayanya, dari lengan panjang, hingga model seperempat lengan atau lengan pendek berdetil unik. Yang pasti, aneka warna yang disuguhkan adalah piliham gaya urban di kota-kota besar ini istimewa dan stylis.Seperti beberapa hasil jepretan di berbagai acara pesta di Bali yang bertabur keindahan berikut ini. - Sri Ardhini
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
15
14
Jelita
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Cegah Datangnya Komedo Komedo gak banget deh! Begitu mungkin teriak an perempuan saat mendengarnya. Rata-rata me ngaku risih melihat bintik-bintik hitam di hidung nya. Berita buruknya lagi komedo juga bisa me ngakibatkan munculnya jerawat dan rasanya tangan ingin memencetnya sampai hilang.
S
iapapun tidak bisa mem perlakukan komedo sem barangan , sebab risikonya bukannya hilang tapi malah menimbulkan masalah baru. Yang pasti, jika tidak segera ditangani dengan cara yang benar, maka bisa berkembang menjadi peradangan dan jerawat. Tentu saja hal ini akan mengganggu kecantikan dan kepercayaan diri seseorang. Menurut pemilik D&I Skin Centre, dr. Darmaputra, Sp.K.K., jika ingin memberantas si komedo, sebelumnya alangkah baiknya jika kita tahu menge nai apa itu komedo. “Komedo adalah timbunan minyak yang mengeras, hasil produksi kelenjar minyak kulit (kelenjar sebasea),”terangnya. Komedo ada 2 jenis, yaitu komedo terbuka dan komedo tertutup. Kita perlu mengenalinya karena berbeda cara penanganannya. Untuk komedo yang terbuka terlihat seperti pori-pori membesar dan berwarna hitam pada bagian tengahnya. Komedo ini tergo long mudah dikeluarkan, sedangkan komedo tertutup, nampak seperti tonjolan putih kecil yang lebih mudah terlihat apabila kulit kita regangkan. Untuk mengeluarkan isi komedo tertu tup dibutuhkan tindakan medis berupa tusukan jarum steril untuk membuka jalan agar minyak yang mengeras tadi dapat keluar. Pada komedo hitam (komedo terbuka), lanjutnya bintik hitam yang muncul pada bagian tengahnya terjadi karena bagian minyak yang mengeras tadi teroksidasi dengan udara luar. Se dangkan pada komedo tertutup, karena tidak terdapat kontak antara minyak yang mengeras dan udara luar sehingga tidak terjadi perubahan warna. Komedo hitam atau yang disebut juga blackheads adalah jenis komedo yang paling sering dialami oleh kebanya kan orang, mulai dari usia remaja hingga dewasa, terutama pada kulit wajah yang berminyak. Benar, komedo tidak terli hat jelas seperti jerawat yang ukuran nya lebih besar dan kadang berwarna kemerahan serta bisa tumbuh di mana saja pada wajah. Tetapi, komedo hitam pada hidung tetap mengganggu kecantikan kulit wajah. Komedo putih (komedo tertutup) adalah bintik putih yang menonjol dari dalam kulit wajah (ko
medonya di bawah epitel kulit). Dikatakannya komedo disebabkan oleh sumbatan keluarnya minyak dari pori-pori kita. Komedo cenderung ter jadi pada mereka yang berada di masa pubertas atau menstruasi. Komedo juga dapat akibat dari make up yang berlebi han dan mengiritasi kulit. Namun, dapat juga diakibatkan oleh gaya hidup tidak sehat, diantaranya banyak merokok, minum alkohol dan kafein.
dr. Darmaputra, Sp.K.K.
Komedo putih tidak selalu muncul di hidung, bisa di pipi atau di dahi dan komedo ini lebih sulit diatasi karena letaknya yaitu di bawah epitel kulit. Sekarang coba cek jenis komedo apa yang bertengger di wajahmu? Sebab, beda jenis komedo beda pula pera watannya. PERAWATAN KOMEDO Bagi siapapun untuk menjaga ke bersihan wajah, yang mesti dilakukan adalah merawat wajah secara rutin. Bagi yang berkomedo dan ingin menghilang kannya selanjutnya yaitu perhatikan kebersihan wajah kamu. Pastikan setelah berpergian atau beraktivitas di luar yang terkena debu dan pa paran sinar matahari, bersihkan wajah dengan sabun wajah. Debu dan sisa-sisa kosmetik yang tidak dibersihkan dengan baik akan memicu mun culnya komedo. Ketika malam hari menjelang tidur juga pas tikan wajah terhindar dari sisa make up sehingga kulit dapat bernafas den gan bebas. Jangan lupa pula, katanya rutin men gonsumsi air putih minimal 8 gelas perhari bisa memperlancar metabolisme tubuh, sehingga racun dan zat yang tidak diper lukan tubuh bisa dibuang secara teratur. Selain itu air putih juga bisa menjadi terapi untuk ke cantikan Penggunaan Es batu juga dapat digunakan merawat wajah, agar pori-pori wajah kamu mengecil. Pori pori yang besar memungkinkan kotoran-kotoran mu dah menempel di wajah kamu. Cara merawat wajah dengan es batu adalah tempelkan es batu pada bagian berkomedo 5-10 menit. Selain itu juga, disa
rankan untuk menghindari mengon sumsi makanan berminyak. Walaupun kita kita menggunakan berbagai bentuk perawatan, namun ketika kita tidak bisa ngerem akan gorengan, besar kemungkinan susah bebas dari komedo. Karena komedo adalah penyum batan di pori pori, maka diingatkan kembali untuk rajin-rajin member sihkan muka. Tidak mudah memang untuk terlihat cantik? Ada harga yang mesti dibayar. Semua tergantung Anda, lebih baik mencegaah atau mengobati? Jika setelah mencoba semua cara di atas dan masih belum puas dengan hasilnya, Tidak ada salahnya coba mengunjungi klinik kecantikan. Di sana ada beragam pilihan untuk membersihkan komedo dari wajah kita. Salah satunya adalah facial. Facial adalah perawatan kecantikan kulit wajah yang dapat dilakukan sekali sebulan. Metode ini cukup terjangkau tetapi agak menyakitkan karena ko medo akan dipencet keluar satu per satu. Sebelumnya sudah membasuh wajah dengan air hingga bersih, untuk menyingkirkan debu dan keringat yang menempel. Campurkan susu pembersih dan scrub. Kemudian laku kan pengurutan dan pemijatan lembut selama 10-15 menit ke semua bagian wajah dan leher Jika kita tidak tahan dengan proses yang menyakitkan dan agak lama ini, dapat memilih metode lain seperti peeling. Memilih metode peeling, yakni perawatan wajah dengan cara mengelupas sel-sel kulit mati. Walaupun tidak begitu sakit, peeling
Bugar
PENAMBALAN GIGI drg. Eka Chitra F.
Dokter gigi di Siloam Hospitals Bali
akan menyebabkan kulit wajah sedikit sensitif sehingga kita perlu melindungi wajah dari paparan sinar matahari atau debu.Hindari juga penggunaan kosmetik wajah selama beberapa hari. Peeling da pat dilakukan sekali dalam tiga bulan. .Apa pun pilihan kita dalam upaya menghilangkan komedo pada wajah,
pastikan melakukannya secara rutin. Selain itu juga harus tetap rajin member sihkan dan melindungi wajah dari debu dan kotoran. Hindari terlalu sering men gonsumsi makanan berminyak atau yang banyak mengandung lemak agar kulit wajah tetap mulus dan bercahaya. – Sri Ardhini
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Salah satu masalah kes ehatan mulut yang paling sering kita jumpai adalah gigi rusak dan berlubang. Gigi rusak dan berlubang dapat terjadi pada semua tingkat usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Gigi rusak dan ber lubang membuat seseorang kurang merasa nyaman dalam melakukan aktivitas sehari-hari, tidak hanya aktivitas makan saja yang terganggu tetapi juga aktivi tas sosial karena gigi rusak dan berlubang dapat meng ganggu estetika, dan meru drg. Eka Chitra F. pakan salah satu penyebab bau mulut (halitosis). Solusi terbaik untuk mengatasinya adalah dengan melakukan penambalan gigi. Penambalan gigi adalah salah satu cara untuk memperbaiki kerusakan gigi, agar gigi bisa kembali ke bentuknya semula dan berfungsi dengan baik. Lubang pada gigi yang dibiarkan terbuka akan menjadi jalan masuk bakteri, sehingga menutupnya dengan tambalan akan menghentikan proses kerusakan gigi sampai disitu saja. Gigi yg patah akibat trauma terjatuh atau terbentur juga dapat dikembalikan ke bentuknya semula sehingga estetik tetap terjaga. Tambalan gigi atau yang disebut juga tumpatan gigi merupakan suatu perawatan gigi yang rusak atau berlubang dengan membersihkan jaringan gigi yang rusak atau terinfeksi kemudian menggantikan dengan bahan tumpatan. Jika kondisi gigi rusak atau berlubang seseorang masih dalam tahap yang ringan dalam artian belum mencapai pulpa (melibatkan syaraf gigi) maka penambalan gigi dapat langsung di lakukan secara permanen. Namun, jika sudah mencapai pulpa maka perlu dilakukan perawatan terlebih dahulu sebelum dilakukan penambalan permanen. Ada beberapa jenis tambalan yang digunakan oleh dokter gigi: 1. Amalgam Tambalan amalgam telah dipakai selama lebih dari 150 tahun. Tambalan amalgam terbuat dari percampuran merkuri cair (43-54%) dan beberapa bubuk logam (46-57%). Tambalan ini biasa digunakan untuk menambal bagian permukaan kunyah pada gigi karena memang amalgam memiliki kekuatan yang besar di bandingkan tambalan yang lain. Namun warna dari tambalan amalgan tidak sewarna gigi, sehingga mengurangi keindahan gigi, terkadang tambalan ini juga menimbulkan alergi. Oleh karena itu, saat ini tambalan amalgam sudah jarang digu nakan oleh dokter gigi. Tidak jarang belakangan ini banyak yg meminta untuk mengganti tambalan amalgam lamanya dengan tambalan komposit, karena mengingat kandungan merkuri yang terdapat didalamnya. 2. Resin komposit Resin komposit adalah bahan tambal sewarna gigi, dengan
bahan dasar polimer dan ditambahkan dengan partikel anor ganik sebagai penguat. Bahan tambal ini umumnya mengalami reaksi pengerasan dengan bantuan sinar. Tumpatan komposit dibuat dengan warna yang sesuai dengan gigi (bisa dipilih den gan macam jenis shade warna yang sesuai gigi perindividu), bersifat keras sehingga mencegah dari keausan. Bahan ini diletakkan pada lubang gigi yang sebelumnya telah dibersihkan, kemudian dengan light cure dilakukan pengerasan sehingga akan bereaksi dengan jaringan gigi dan melekat kuat. Bahan ini paling banyak digunakan oleh dokter gigi belakangan ini.
Gmbr. 1. Karies pada leher gigi (servikal), dan setelah di tumpat dengan resin komposit (composite filling)
Gmbr. 2. Gigi depan seorang laki-laki yang patah akibat terjatuh dari jet ski
Gmbr. 3. Gigi tersebut setelah diperbaiki dengan resin komposit / composite filling
Kelebihan lSecara estetik sangat memuaskan, terutama resin kom posit dengan formulasi terkini di mana hasil akhirnya sangat menyerupai gigi asli. Namun tentu membutuhkan keterampilan dan keahlian dari dokter gigi. Karena kelebihannya ini, resin komposit adalah bahan tambal yang paling sering digunakan dalam “cosmetic dentistry”. lAplikasinya cukup luas. Meski dulu ada keraguan bahwa bahan tambal resin komposit tidak cukup kuat untuk digunakan pada gigi geraham di mana tekanan kunyah di daerah tersebut paling besar, namun bahan tambal ini terus menerus mengalami perkembangan sehingga kini cukup dapat diandalkan untuk menambal gigi geraham meskipun kekuatannya masih tetap di bawah amalgam. lWarna bahan tambal dapat disesuaikan dengan keadaan gigi pasien, karena resin komposit memiliki pilihan shade/ warna. Kekurangan : lMaterial ini membutuhkan tahapan-tahapan yang membu tuhkan pengetahuan dan keterampilan yang cukup mendalam dari dokter gigi untuk mendapatkan hasil yang benar-benar memuaskan dan tahan lama. Jika tidak, tambalan dapat mudah lepas/patah, berubah warna, atau terlihat batas antara tepi tambalan dengan gigi sehingga mengurangi estetika. lPada saat penambalan diperlukan suasana mulut yang cukup kering karena kontaminasi saliva dapat mempengaruhi sifat-sifat jangka panjang dari resin komposit, seperti kekuatan dan daya tahannya.
11
lResin komposit dapat menyerap warna dari zat pewarna dari makanan atau minuman sehingga dalam jangka waktu lama dapat berubah warna.
Gmbr. 4. Gigi depan seorang anak lakilaki yang m engalami karies
Gmbr. 5. Gigi tersebut setelah diperbaiki dengan resin komposit
Glass Ionomer Cement (GIC) Glass ionomer cement adalah bahan tambal sewarna gigi yang komponen utamanya adalah : lLikuid yang merupakan gabungan air dengan polyacid lBubuk yang berupa fluoroaluminosilicate glass Kelebihan: lBahan tambal ini meraih popularitas karena sifatnya yang dapat melepas fluor yang sangat berperan sebagai anti karies. Dengan adanya bahan tambal ini, resiko kemungkinan untuk terjadinya karies sekunder di bawah tambalan jauh lebih kecil dibanding bila menggunakan bahan tambal lain. lBiokompatibilitas bahan ini terhadap jaringan sangat baik (tidak menimbulkan reaksi merugikan terhadap tubuh). Kekurangan: lKekuatannya lebih rendah bila dibandingkan bahan tambal lain, sehingga tidak disarankan untuk digunakan pada gigi yang menerima beban kunyah besar seperti gigi molar (geraham). lWarna tambalan ini lebih opaque, sehingga dapat dibeda kan secara jelas antara tambalan dan permukaan gigi asli. lTambalan glass ionomer cement lebih mudah aus di banding tambalan lain Gambar. 6. Abrasi pada daerah servikal gigi Merupakan salah satu indikasi dari bahan tambal GIC, namun sekarang kebanyakan dokter gigi menggunakan bahan tambal resin komposit untuk memperbaiki lesi seperti ini.
4. Tambalan sementara Tambalan ini dibutuhkan di antara perawatan gigi yang tidak dapat diselesaikan dalam satu kali kunjungan. Misalnya pera watan saluran akar, di mana lubang gigi yang sedang dirawat tidak dapat dibiarkan terbuka, namun belum dapat dibuatkan restorasi (penambalan) akhir. Oleh karena itu dibuatkan tambalan sementara, memiliki kelarutan yang cukup tinggi dan kekuatannya tidak begitu tinggi sehingga memang hanya bersifat sementara dan pembongkarannya pada saat kunjungan berikutnya tidak begitu sulit. Aktivitas makan yang kita lakukan tidak hanya soal rasa saja tetapi juga melibatkan organ lainnya sebelum makanan itu sampai ke dalam perut kita, sudah pasti melibatkan juga fungsi gigi untuk mengunyah makanan. Fungsi gigi yang setiap harinya untuk mengunyah makanan perlu dijaga kebersihannya dengan menggosok gigi secara rutin dan teratur. Selain itu, perlu juga dilakukan check up minimal 6 bulan sekali ke dokter gigi untuk melakukan pembersihan karang gigi (scall ing) dan pemeriksaan keseluruhan gigi geligi, sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin.
Kuliner
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
12
Sensasi Rujak Bali
I Wayan Perean
Di Bali, menu rujak sudah sangat familiar. Ada bermacam-macam jenis rujak. Yang paling terkenal rujak gula. Namun, tahukah Anda, rujak gula tidak harus disajikan begitu saja dalam piring. Rujak gula bisa dikemas dan disajikan menjadi satu kreasi menu istimewa seperti siomay. Dengan rice papers rujak bisa menjadi isian istimewa dan disajikan sebagai camilan. Tiga menu berikut ini disajikan khusus I Wayan Perean, Executive Chef Swiss-Belhotel Petitenget, Kuta. Anda tertarik? Selamat mencoba. –Wirati Astiti
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
“100 Maknyus Bali”
Rujak Bebali
Populerkan Megibung
Bahan: Mangga muda secukupnya Bengkoang secukupnya 3 biji : cabai rawit 1 ons : kacang tanah Gula merah secukupnya Asam secukupnya Rice papers
Pengamat kuliner nusantara, Bondan “Maknyus” Winarno, merilis buku baru berjudul “100 Maknyus Bali”, Rabu (16/12) di Periplus, Shopping Area Bandara Ngurah Rai. Buku yang diterbitkan oleh Periplus ini berisi 50 makanan khas Bali dan juga tempat makan terkenal di Bali. Bondan mengatakan sangat tertarik dengan menu kas Bali. Buku “100 Maknyus Bali” ini dibuat karena murni ingin memajukan kuliner Bali.
Cara membuat: - Haluskan bumbu rujak hingga halus. - Parut kasar mangga dan bengkoang. Aduk bersama bumbu rujak. - Rendam rice papers dengan air es tiriskan di atas talenan. - Ambil satu lembar rice papers, beri rujak di dalamnya. Kemudian bentuk bunga. - Tata di atas piring, beri bumbu rujak di bawahnya. Siap sajikan.
K
arena menurutnya kuliner Bali saat ini terlalu banyak disalah mengerti. Masyarakat luar Bali kadang bertanya, apakah Bali ikon kulinernya hanya babi guling. “Di dalam buku ini yang ditampilkan
Ayam Jamur Sambal Asam Udang Sere Lemo Bahan: 150 gr : udang ukuran 30 cm 10 gr : cabai merah 10 gr : bawang merah 5 gr : terasi 100 ml : minyak bali 1 biji : jeruk lemo Garam secukupnya
Bahan: 150 gr : dada ayam 3 buah : bawang merah 3 buah : cabai merah 5 gr : terasi 5 gr : asam 100 ml : minyak 50 gr : jamur ¼ sdt : gula Garam secukupnya Cara membuat: - Iris dada ayam sesuai selera. Beri garam secukupnya, biarkan sejenak. Giling semua bumbu jadi satu sampai halus. - Panggang daging ayam yang sudah diiris tadi supaya ada aromanya. - Panaskan panci, masukkan minyak goreng. Tumis jamur, aduk sebentar, masukkan bumbu yang sudah dihaluskan, aduk rata hingga aromanya keluar.
- Tambahkan ayam, kembali aduk rata supaya bumbu me-
resap ke daging ayam masak hingga matang. Siap sajikan.
Cara membuat: - Bersihkan udang dan buang kulitnya sampai ke ekor. Kemudian belah punggung udang, bersihkan. - Iris bawang merah dan cabai merah, kemudian diaduk bersama terasi dan minyak bali. - Goreng udang sampai ¾ matang. Panaskan wajan, tumis bumbu sampai harum. Masukkan udang yang sudah digoreng. Masak lebih kurang 10 menit sambil diaduk. Masukkan perasan jeruk lemo. Siap sajikan.
i
at Nikm
Chinesse Food
Hanya di...
13
& Aneka Es Taiwan
Cafe Santai
Free Rujak Gula
setiap pembelanjaan Rp 50.000
Es Momochacha
Murah Meriah & Bersih Nasi Goreng Setan
Berlaku mulai 1 s.d. 31 Desember 2015
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678
Sarwan Bahan: 300 gr : sawi putih 2 buah : tahu kuning, potong dadu kecil 3 sdm : minyak goreng 7 buah : bawang merah, iris halus 4 siung : bawang putih, cincang halus 10 buah : cabe rawit, iris serong 2 buah : cabe merah besar, iris serong 3 ruas : jari jahe, memarkan 400 ml : air 2 sdm : saus tiram ½ sdm : cuka 1 sdt : lada bubuk Gula, garam, kaldu bubuk se cukupnya. Cara Membuat: - Potong sawi putih agak besar, cuci bersih, sisihkan. - Goreng tahu kuning setengah matang, angkat, tiriskan. - Panaskan minyak, tumis irisan
adalah resep-resep Bali yang justru tidak mengandung bahan-bahan yang diharamkan, sehingga bisa dinikmati oleh siapa saja,” katanya. Selain itu dia juga mulai kawatir beberapa kuliner Bali mulai tidak populer bahkan munculnya hanya sesekali di rumah-rumah. Dengan
Buku ini dia berharap masyarakat maupun wisatawan akan mencintai kuliner tradisional Bali sehingga ikut membantu melestarikannya.Bondan ingin memberikan satu edukasi bahwa di Bali ada banyak makanan enak yang bisa dinikmati oleh siapa saja. Hal kedua yang menjadi obsesinya
Bondan Winarno
dalam menulis buku tersebut adalah membuat budaya megibung menjadi menu yang diandalkan di sejumlah restoran dan mengusulkan agar restoran tidak lagi memasang slogan nama Balinese Risjttafel. Dia mengaku tidak anti dengan makanan internasional, namun hal itu harus mulai dipikirkan untuk memajukan kuliner Bali. “Istilah
rijsttafel kan cara orang Belanda untuk mempopulerkan masakan tradisional dengan cara mereka, tetapi Bali kan punya istilah megibung. Menurut saya makin cerdas lidah kita, makin kita sadar bahwa makanan Indonesia itu jauh diatas makanan-makanan lain, khususnya makanan khas Bali,” jelasnya. –Yudi Karnaedi
Sayur Sawi Putih Pedas Salad Pepaya Muda bawah merah, bawang putih, irisan cabe, jahe hingga layu lalu masukkan tahu dan sawi putih, tambahkan air cuka,
garam, gula, lada dan kaldu bubuk. Aduk-aduk sampai sawi matang dan mendidih, angkat, sajikan.
Bahan: 400 gr : pepaya mangkal, potong korek api 150 gr : bengkuang, potong korek api 50 gr : udang, kupas kulitnya, belah punggungnya, rebus hingga matang, tiriskan 200 gr : dada ayam fille, potong dadu 1 sdm : daun seledri, cincang halus 3 sdm : kecap ikan 3 siung : bawang putih iris tipis 1 buah : jeruk nipis, ambil airnya 3 buah : cabe merah besar, iris serong 7 buah : cabe rawit, iris serong Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Pelengkap: - Bawang putih goreng secukupnya. - Kacang goreng secukupnya. - Emping.
Cara Membuat: - Campur irisan pepaya dan bengkuang, udang, ayam, seledri, bawang, kecap ikan, gula, garam, kaldu bubuk, air jeruk nipis, cabe rawit, dan cabe merah. Aduk merata, lalu simpan salad pepaya muda dalam lemari pendingin. Jikalau sudah dingin, siap disajikan bersama pelengkapnya.
Kuliner
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
12
Sensasi Rujak Bali
I Wayan Perean
Di Bali, menu rujak sudah sangat familiar. Ada bermacam-macam jenis rujak. Yang paling terkenal rujak gula. Namun, tahukah Anda, rujak gula tidak harus disajikan begitu saja dalam piring. Rujak gula bisa dikemas dan disajikan menjadi satu kreasi menu istimewa seperti siomay. Dengan rice papers rujak bisa menjadi isian istimewa dan disajikan sebagai camilan. Tiga menu berikut ini disajikan khusus I Wayan Perean, Executive Chef Swiss-Belhotel Petitenget, Kuta. Anda tertarik? Selamat mencoba. –Wirati Astiti
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
“100 Maknyus Bali”
Rujak Bebali
Populerkan Megibung
Bahan: Mangga muda secukupnya Bengkoang secukupnya 3 biji : cabai rawit 1 ons : kacang tanah Gula merah secukupnya Asam secukupnya Rice papers
Pengamat kuliner nusantara, Bondan “Maknyus” Winarno, merilis buku baru berjudul “100 Maknyus Bali”, Rabu (16/12) di Periplus, Shopping Area Bandara Ngurah Rai. Buku yang diterbitkan oleh Periplus ini berisi 50 makanan khas Bali dan juga tempat makan terkenal di Bali. Bondan mengatakan sangat tertarik dengan menu kas Bali. Buku “100 Maknyus Bali” ini dibuat karena murni ingin memajukan kuliner Bali.
Cara membuat: - Haluskan bumbu rujak hingga halus. - Parut kasar mangga dan bengkoang. Aduk bersama bumbu rujak. - Rendam rice papers dengan air es tiriskan di atas talenan. - Ambil satu lembar rice papers, beri rujak di dalamnya. Kemudian bentuk bunga. - Tata di atas piring, beri bumbu rujak di bawahnya. Siap sajikan.
K
arena menurutnya kuliner Bali saat ini terlalu banyak disalah mengerti. Masyarakat luar Bali kadang bertanya, apakah Bali ikon kulinernya hanya babi guling. “Di dalam buku ini yang ditampilkan
Ayam Jamur Sambal Asam Udang Sere Lemo Bahan: 150 gr : udang ukuran 30 cm 10 gr : cabai merah 10 gr : bawang merah 5 gr : terasi 100 ml : minyak bali 1 biji : jeruk lemo Garam secukupnya
Bahan: 150 gr : dada ayam 3 buah : bawang merah 3 buah : cabai merah 5 gr : terasi 5 gr : asam 100 ml : minyak 50 gr : jamur ¼ sdt : gula Garam secukupnya Cara membuat: - Iris dada ayam sesuai selera. Beri garam secukupnya, biarkan sejenak. Giling semua bumbu jadi satu sampai halus. - Panggang daging ayam yang sudah diiris tadi supaya ada aromanya. - Panaskan panci, masukkan minyak goreng. Tumis jamur, aduk sebentar, masukkan bumbu yang sudah dihaluskan, aduk rata hingga aromanya keluar.
- Tambahkan ayam, kembali aduk rata supaya bumbu me-
resap ke daging ayam masak hingga matang. Siap sajikan.
Cara membuat: - Bersihkan udang dan buang kulitnya sampai ke ekor. Kemudian belah punggung udang, bersihkan. - Iris bawang merah dan cabai merah, kemudian diaduk bersama terasi dan minyak bali. - Goreng udang sampai ¾ matang. Panaskan wajan, tumis bumbu sampai harum. Masukkan udang yang sudah digoreng. Masak lebih kurang 10 menit sambil diaduk. Masukkan perasan jeruk lemo. Siap sajikan.
i
at Nikm
Chinesse Food
Hanya di...
13
& Aneka Es Taiwan
Cafe Santai
Free Rujak Gula
setiap pembelanjaan Rp 50.000
Es Momochacha
Murah Meriah & Bersih Nasi Goreng Setan
Berlaku mulai 1 s.d. 31 Desember 2015
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678
Sarwan Bahan: 300 gr : sawi putih 2 buah : tahu kuning, potong dadu kecil 3 sdm : minyak goreng 7 buah : bawang merah, iris halus 4 siung : bawang putih, cincang halus 10 buah : cabe rawit, iris serong 2 buah : cabe merah besar, iris serong 3 ruas : jari jahe, memarkan 400 ml : air 2 sdm : saus tiram ½ sdm : cuka 1 sdt : lada bubuk Gula, garam, kaldu bubuk se cukupnya. Cara Membuat: - Potong sawi putih agak besar, cuci bersih, sisihkan. - Goreng tahu kuning setengah matang, angkat, tiriskan. - Panaskan minyak, tumis irisan
adalah resep-resep Bali yang justru tidak mengandung bahan-bahan yang diharamkan, sehingga bisa dinikmati oleh siapa saja,” katanya. Selain itu dia juga mulai kawatir beberapa kuliner Bali mulai tidak populer bahkan munculnya hanya sesekali di rumah-rumah. Dengan
Buku ini dia berharap masyarakat maupun wisatawan akan mencintai kuliner tradisional Bali sehingga ikut membantu melestarikannya.Bondan ingin memberikan satu edukasi bahwa di Bali ada banyak makanan enak yang bisa dinikmati oleh siapa saja. Hal kedua yang menjadi obsesinya
Bondan Winarno
dalam menulis buku tersebut adalah membuat budaya megibung menjadi menu yang diandalkan di sejumlah restoran dan mengusulkan agar restoran tidak lagi memasang slogan nama Balinese Risjttafel. Dia mengaku tidak anti dengan makanan internasional, namun hal itu harus mulai dipikirkan untuk memajukan kuliner Bali. “Istilah
rijsttafel kan cara orang Belanda untuk mempopulerkan masakan tradisional dengan cara mereka, tetapi Bali kan punya istilah megibung. Menurut saya makin cerdas lidah kita, makin kita sadar bahwa makanan Indonesia itu jauh diatas makanan-makanan lain, khususnya makanan khas Bali,” jelasnya. –Yudi Karnaedi
Sayur Sawi Putih Pedas Salad Pepaya Muda bawah merah, bawang putih, irisan cabe, jahe hingga layu lalu masukkan tahu dan sawi putih, tambahkan air cuka,
garam, gula, lada dan kaldu bubuk. Aduk-aduk sampai sawi matang dan mendidih, angkat, sajikan.
Bahan: 400 gr : pepaya mangkal, potong korek api 150 gr : bengkuang, potong korek api 50 gr : udang, kupas kulitnya, belah punggungnya, rebus hingga matang, tiriskan 200 gr : dada ayam fille, potong dadu 1 sdm : daun seledri, cincang halus 3 sdm : kecap ikan 3 siung : bawang putih iris tipis 1 buah : jeruk nipis, ambil airnya 3 buah : cabe merah besar, iris serong 7 buah : cabe rawit, iris serong Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Pelengkap: - Bawang putih goreng secukupnya. - Kacang goreng secukupnya. - Emping.
Cara Membuat: - Campur irisan pepaya dan bengkuang, udang, ayam, seledri, bawang, kecap ikan, gula, garam, kaldu bubuk, air jeruk nipis, cabe rawit, dan cabe merah. Aduk merata, lalu simpan salad pepaya muda dalam lemari pendingin. Jikalau sudah dingin, siap disajikan bersama pelengkapnya.
14
Jelita
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Cegah Datangnya Komedo Komedo gak banget deh! Begitu mungkin teriak an perempuan saat mendengarnya. Rata-rata me ngaku risih melihat bintik-bintik hitam di hidung nya. Berita buruknya lagi komedo juga bisa me ngakibatkan munculnya jerawat dan rasanya tangan ingin memencetnya sampai hilang.
S
iapapun tidak bisa mem perlakukan komedo sem barangan , sebab risikonya bukannya hilang tapi malah menimbulkan masalah baru. Yang pasti, jika tidak segera ditangani dengan cara yang benar, maka bisa berkembang menjadi peradangan dan jerawat. Tentu saja hal ini akan mengganggu kecantikan dan kepercayaan diri seseorang. Menurut pemilik D&I Skin Centre, dr. Darmaputra, Sp.K.K., jika ingin memberantas si komedo, sebelumnya alangkah baiknya jika kita tahu menge nai apa itu komedo. “Komedo adalah timbunan minyak yang mengeras, hasil produksi kelenjar minyak kulit (kelenjar sebasea),”terangnya. Komedo ada 2 jenis, yaitu komedo terbuka dan komedo tertutup. Kita perlu mengenalinya karena berbeda cara penanganannya. Untuk komedo yang terbuka terlihat seperti pori-pori membesar dan berwarna hitam pada bagian tengahnya. Komedo ini tergo long mudah dikeluarkan, sedangkan komedo tertutup, nampak seperti tonjolan putih kecil yang lebih mudah terlihat apabila kulit kita regangkan. Untuk mengeluarkan isi komedo tertu tup dibutuhkan tindakan medis berupa tusukan jarum steril untuk membuka jalan agar minyak yang mengeras tadi dapat keluar. Pada komedo hitam (komedo terbuka), lanjutnya bintik hitam yang muncul pada bagian tengahnya terjadi karena bagian minyak yang mengeras tadi teroksidasi dengan udara luar. Se dangkan pada komedo tertutup, karena tidak terdapat kontak antara minyak yang mengeras dan udara luar sehingga tidak terjadi perubahan warna. Komedo hitam atau yang disebut juga blackheads adalah jenis komedo yang paling sering dialami oleh kebanya kan orang, mulai dari usia remaja hingga dewasa, terutama pada kulit wajah yang berminyak. Benar, komedo tidak terli hat jelas seperti jerawat yang ukuran nya lebih besar dan kadang berwarna kemerahan serta bisa tumbuh di mana saja pada wajah. Tetapi, komedo hitam pada hidung tetap mengganggu kecantikan kulit wajah. Komedo putih (komedo tertutup) adalah bintik putih yang menonjol dari dalam kulit wajah (ko
medonya di bawah epitel kulit). Dikatakannya komedo disebabkan oleh sumbatan keluarnya minyak dari pori-pori kita. Komedo cenderung ter jadi pada mereka yang berada di masa pubertas atau menstruasi. Komedo juga dapat akibat dari make up yang berlebi han dan mengiritasi kulit. Namun, dapat juga diakibatkan oleh gaya hidup tidak sehat, diantaranya banyak merokok, minum alkohol dan kafein.
dr. Darmaputra, Sp.K.K.
Komedo putih tidak selalu muncul di hidung, bisa di pipi atau di dahi dan komedo ini lebih sulit diatasi karena letaknya yaitu di bawah epitel kulit. Sekarang coba cek jenis komedo apa yang bertengger di wajahmu? Sebab, beda jenis komedo beda pula pera watannya. PERAWATAN KOMEDO Bagi siapapun untuk menjaga ke bersihan wajah, yang mesti dilakukan adalah merawat wajah secara rutin. Bagi yang berkomedo dan ingin menghilang kannya selanjutnya yaitu perhatikan kebersihan wajah kamu. Pastikan setelah berpergian atau beraktivitas di luar yang terkena debu dan pa paran sinar matahari, bersihkan wajah dengan sabun wajah. Debu dan sisa-sisa kosmetik yang tidak dibersihkan dengan baik akan memicu mun culnya komedo. Ketika malam hari menjelang tidur juga pas tikan wajah terhindar dari sisa make up sehingga kulit dapat bernafas den gan bebas. Jangan lupa pula, katanya rutin men gonsumsi air putih minimal 8 gelas perhari bisa memperlancar metabolisme tubuh, sehingga racun dan zat yang tidak diper lukan tubuh bisa dibuang secara teratur. Selain itu air putih juga bisa menjadi terapi untuk ke cantikan Penggunaan Es batu juga dapat digunakan merawat wajah, agar pori-pori wajah kamu mengecil. Pori pori yang besar memungkinkan kotoran-kotoran mu dah menempel di wajah kamu. Cara merawat wajah dengan es batu adalah tempelkan es batu pada bagian berkomedo 5-10 menit. Selain itu juga, disa
rankan untuk menghindari mengon sumsi makanan berminyak. Walaupun kita kita menggunakan berbagai bentuk perawatan, namun ketika kita tidak bisa ngerem akan gorengan, besar kemungkinan susah bebas dari komedo. Karena komedo adalah penyum batan di pori pori, maka diingatkan kembali untuk rajin-rajin member sihkan muka. Tidak mudah memang untuk terlihat cantik? Ada harga yang mesti dibayar. Semua tergantung Anda, lebih baik mencegaah atau mengobati? Jika setelah mencoba semua cara di atas dan masih belum puas dengan hasilnya, Tidak ada salahnya coba mengunjungi klinik kecantikan. Di sana ada beragam pilihan untuk membersihkan komedo dari wajah kita. Salah satunya adalah facial. Facial adalah perawatan kecantikan kulit wajah yang dapat dilakukan sekali sebulan. Metode ini cukup terjangkau tetapi agak menyakitkan karena ko medo akan dipencet keluar satu per satu. Sebelumnya sudah membasuh wajah dengan air hingga bersih, untuk menyingkirkan debu dan keringat yang menempel. Campurkan susu pembersih dan scrub. Kemudian laku kan pengurutan dan pemijatan lembut selama 10-15 menit ke semua bagian wajah dan leher Jika kita tidak tahan dengan proses yang menyakitkan dan agak lama ini, dapat memilih metode lain seperti peeling. Memilih metode peeling, yakni perawatan wajah dengan cara mengelupas sel-sel kulit mati. Walaupun tidak begitu sakit, peeling
Bugar
PENAMBALAN GIGI drg. Eka Chitra F.
Dokter gigi di Siloam Hospitals Bali
akan menyebabkan kulit wajah sedikit sensitif sehingga kita perlu melindungi wajah dari paparan sinar matahari atau debu.Hindari juga penggunaan kosmetik wajah selama beberapa hari. Peeling da pat dilakukan sekali dalam tiga bulan. .Apa pun pilihan kita dalam upaya menghilangkan komedo pada wajah,
pastikan melakukannya secara rutin. Selain itu juga harus tetap rajin member sihkan dan melindungi wajah dari debu dan kotoran. Hindari terlalu sering men gonsumsi makanan berminyak atau yang banyak mengandung lemak agar kulit wajah tetap mulus dan bercahaya. – Sri Ardhini
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Salah satu masalah kes ehatan mulut yang paling sering kita jumpai adalah gigi rusak dan berlubang. Gigi rusak dan berlubang dapat terjadi pada semua tingkat usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Gigi rusak dan ber lubang membuat seseorang kurang merasa nyaman dalam melakukan aktivitas sehari-hari, tidak hanya aktivitas makan saja yang terganggu tetapi juga aktivi tas sosial karena gigi rusak dan berlubang dapat meng ganggu estetika, dan meru drg. Eka Chitra F. pakan salah satu penyebab bau mulut (halitosis). Solusi terbaik untuk mengatasinya adalah dengan melakukan penambalan gigi. Penambalan gigi adalah salah satu cara untuk memperbaiki kerusakan gigi, agar gigi bisa kembali ke bentuknya semula dan berfungsi dengan baik. Lubang pada gigi yang dibiarkan terbuka akan menjadi jalan masuk bakteri, sehingga menutupnya dengan tambalan akan menghentikan proses kerusakan gigi sampai disitu saja. Gigi yg patah akibat trauma terjatuh atau terbentur juga dapat dikembalikan ke bentuknya semula sehingga estetik tetap terjaga. Tambalan gigi atau yang disebut juga tumpatan gigi merupakan suatu perawatan gigi yang rusak atau berlubang dengan membersihkan jaringan gigi yang rusak atau terinfeksi kemudian menggantikan dengan bahan tumpatan. Jika kondisi gigi rusak atau berlubang seseorang masih dalam tahap yang ringan dalam artian belum mencapai pulpa (melibatkan syaraf gigi) maka penambalan gigi dapat langsung di lakukan secara permanen. Namun, jika sudah mencapai pulpa maka perlu dilakukan perawatan terlebih dahulu sebelum dilakukan penambalan permanen. Ada beberapa jenis tambalan yang digunakan oleh dokter gigi: 1. Amalgam Tambalan amalgam telah dipakai selama lebih dari 150 tahun. Tambalan amalgam terbuat dari percampuran merkuri cair (43-54%) dan beberapa bubuk logam (46-57%). Tambalan ini biasa digunakan untuk menambal bagian permukaan kunyah pada gigi karena memang amalgam memiliki kekuatan yang besar di bandingkan tambalan yang lain. Namun warna dari tambalan amalgan tidak sewarna gigi, sehingga mengurangi keindahan gigi, terkadang tambalan ini juga menimbulkan alergi. Oleh karena itu, saat ini tambalan amalgam sudah jarang digu nakan oleh dokter gigi. Tidak jarang belakangan ini banyak yg meminta untuk mengganti tambalan amalgam lamanya dengan tambalan komposit, karena mengingat kandungan merkuri yang terdapat didalamnya. 2. Resin komposit Resin komposit adalah bahan tambal sewarna gigi, dengan
bahan dasar polimer dan ditambahkan dengan partikel anor ganik sebagai penguat. Bahan tambal ini umumnya mengalami reaksi pengerasan dengan bantuan sinar. Tumpatan komposit dibuat dengan warna yang sesuai dengan gigi (bisa dipilih den gan macam jenis shade warna yang sesuai gigi perindividu), bersifat keras sehingga mencegah dari keausan. Bahan ini diletakkan pada lubang gigi yang sebelumnya telah dibersihkan, kemudian dengan light cure dilakukan pengerasan sehingga akan bereaksi dengan jaringan gigi dan melekat kuat. Bahan ini paling banyak digunakan oleh dokter gigi belakangan ini.
Gmbr. 1. Karies pada leher gigi (servikal), dan setelah di tumpat dengan resin komposit (composite filling)
Gmbr. 2. Gigi depan seorang laki-laki yang patah akibat terjatuh dari jet ski
Gmbr. 3. Gigi tersebut setelah diperbaiki dengan resin komposit / composite filling
Kelebihan lSecara estetik sangat memuaskan, terutama resin kom posit dengan formulasi terkini di mana hasil akhirnya sangat menyerupai gigi asli. Namun tentu membutuhkan keterampilan dan keahlian dari dokter gigi. Karena kelebihannya ini, resin komposit adalah bahan tambal yang paling sering digunakan dalam “cosmetic dentistry”. lAplikasinya cukup luas. Meski dulu ada keraguan bahwa bahan tambal resin komposit tidak cukup kuat untuk digunakan pada gigi geraham di mana tekanan kunyah di daerah tersebut paling besar, namun bahan tambal ini terus menerus mengalami perkembangan sehingga kini cukup dapat diandalkan untuk menambal gigi geraham meskipun kekuatannya masih tetap di bawah amalgam. lWarna bahan tambal dapat disesuaikan dengan keadaan gigi pasien, karena resin komposit memiliki pilihan shade/ warna. Kekurangan : lMaterial ini membutuhkan tahapan-tahapan yang membu tuhkan pengetahuan dan keterampilan yang cukup mendalam dari dokter gigi untuk mendapatkan hasil yang benar-benar memuaskan dan tahan lama. Jika tidak, tambalan dapat mudah lepas/patah, berubah warna, atau terlihat batas antara tepi tambalan dengan gigi sehingga mengurangi estetika. lPada saat penambalan diperlukan suasana mulut yang cukup kering karena kontaminasi saliva dapat mempengaruhi sifat-sifat jangka panjang dari resin komposit, seperti kekuatan dan daya tahannya.
11
lResin komposit dapat menyerap warna dari zat pewarna dari makanan atau minuman sehingga dalam jangka waktu lama dapat berubah warna.
Gmbr. 4. Gigi depan seorang anak lakilaki yang m engalami karies
Gmbr. 5. Gigi tersebut setelah diperbaiki dengan resin komposit
Glass Ionomer Cement (GIC) Glass ionomer cement adalah bahan tambal sewarna gigi yang komponen utamanya adalah : lLikuid yang merupakan gabungan air dengan polyacid lBubuk yang berupa fluoroaluminosilicate glass Kelebihan: lBahan tambal ini meraih popularitas karena sifatnya yang dapat melepas fluor yang sangat berperan sebagai anti karies. Dengan adanya bahan tambal ini, resiko kemungkinan untuk terjadinya karies sekunder di bawah tambalan jauh lebih kecil dibanding bila menggunakan bahan tambal lain. lBiokompatibilitas bahan ini terhadap jaringan sangat baik (tidak menimbulkan reaksi merugikan terhadap tubuh). Kekurangan: lKekuatannya lebih rendah bila dibandingkan bahan tambal lain, sehingga tidak disarankan untuk digunakan pada gigi yang menerima beban kunyah besar seperti gigi molar (geraham). lWarna tambalan ini lebih opaque, sehingga dapat dibeda kan secara jelas antara tambalan dan permukaan gigi asli. lTambalan glass ionomer cement lebih mudah aus di banding tambalan lain Gambar. 6. Abrasi pada daerah servikal gigi Merupakan salah satu indikasi dari bahan tambal GIC, namun sekarang kebanyakan dokter gigi menggunakan bahan tambal resin komposit untuk memperbaiki lesi seperti ini.
4. Tambalan sementara Tambalan ini dibutuhkan di antara perawatan gigi yang tidak dapat diselesaikan dalam satu kali kunjungan. Misalnya pera watan saluran akar, di mana lubang gigi yang sedang dirawat tidak dapat dibiarkan terbuka, namun belum dapat dibuatkan restorasi (penambalan) akhir. Oleh karena itu dibuatkan tambalan sementara, memiliki kelarutan yang cukup tinggi dan kekuatannya tidak begitu tinggi sehingga memang hanya bersifat sementara dan pembongkarannya pada saat kunjungan berikutnya tidak begitu sulit. Aktivitas makan yang kita lakukan tidak hanya soal rasa saja tetapi juga melibatkan organ lainnya sebelum makanan itu sampai ke dalam perut kita, sudah pasti melibatkan juga fungsi gigi untuk mengunyah makanan. Fungsi gigi yang setiap harinya untuk mengunyah makanan perlu dijaga kebersihannya dengan menggosok gigi secara rutin dan teratur. Selain itu, perlu juga dilakukan check up minimal 6 bulan sekali ke dokter gigi untuk melakukan pembersihan karang gigi (scall ing) dan pemeriksaan keseluruhan gigi geligi, sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin.
10
Style
Potret Kebaya
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Modifikasi Pasar sembako murah Artha Graha Peduli yang digelar Kamis (17/12) diserbu warga Pas Dalem, Gianyar
Warga Gianyar Serbu Pasar Sembako Murah Artha Graha Peduli kembali menggelar Pasar Murah di seluruh Indonesia sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok pada saat Natal dan menjelang Tahun Baru.
“S
etelah Pasar Murah pada bulan Ramadhan lalu, di akhir tahun ini kami juga ingin berbagi dalam suasana perayaan Natal dan Tahun Baru,” kata Koordinator Wilayah Pasar Murah Artha Graha Peduli Bali, Pandu Djojoadisoeprapto di sela-sela kegiatan Pasar Sembako Murah di Banjar Pas Dalem, Gianyar, Kamis (17/12).
Selama tahun 2015 Pasar Murah Artha Graha Peduli (AGP) telah menjangkau hampir 2.000 titik di seluruh Indonesia. Dalam kurun waktu setahun terakhir, AGP telah menjual lebih dari satu juta paket sembako murah di berbagai pelosok tanah air yang penyalurannya dilakukan bersama dengan para sahabat, dan mitra AGP di seluruh Indonesia.
Menjelang Natal dan Tahun baru kali ini, Pasar Murah Artha Graha Peduli diselenggarakan pada 13 – 31 Desember 2015. “Pasar murah sembako telah menjadi salah satu program utama Yayasan Artha Graha Peduli yang dilakukan sepanjang waktu pada berbagai kesempatan dengan memberikan subsidi lebih dari harga normal dan difokuskan di kantong-kantong masyarakat kurang mampu di seluruh Indonesia,” lanjut Pandu. Penyelenggaraan pasar sembako murah AGP di Gianyar ini merupakan pelaksanaan hari ke-4. Bekerjasama dengan IWAPI dan HIPMI Gianyar, AGP menjual sembako murah sebanyak 650 paket dengan harga Rp
Artha Graha Peduli Gelar Pasar Murah Natal dan Tahun Baru
Selama Ramadhan 2015 lalu, AGP menggelar pasar murah serentak di ribuan titik di wilayah jaringan usaha Artha Graha Network (AGN) di seluruh Indonesia, yang tersebar di perkotaan, pedalaman, hingga perbatasan. Begitu juga pada Natal dan Tahun Baru tahun-tahun sebelumnya. Senada dengan apa yang dikatakan Pandu, Koordinator Panitia Pasar Murah Artha Graha Peduli, Bapak Andy Kasih di Jakarta juga mengatakan hal yang serupa. Artha Graha Peduli konsisten memberikan sumbangsih dan membantu masyarakat dan bangsa Indonesia. Kegiatan-kegiatan kemanusiaan seperti bantuan terhadap korban bencana, pengobatan gratis, pelestarian lingkungan, pasar daging dan sembako murah, dll, terus diselenggarakan di seluruh pelosok dari Aceh sampai Papua lewat unit-unit usaha Artha Graha Network di seluruh Indonesia. Sudah lebih dari 25 tahun, katanya, Yayasan Artha Graha Peduli melakukan berbagai kegiatan bantuan sembako secara konsisten kepada masyarakat kurang mampu. Kegiatan Pasar Murah Sem-
Pandu Djojoadisoeprapto
bako, melibatkan seluruh jajaran Artha Graha Network bersama Yayasan Artha Graha Peduli dengan terjun langsung mulai dari pengepakan, hingga pendistribusian kepada masyarakat. Kepedulian untuk berbagi ini sesuai dengan komitmen pendiri Yayasan Artha Graha Peduli dan menjadi bagian penting dari fondasi Yayasan Artha Graha Peduli untuk berpartisipasi dalam menyejahterakan masyarakat dan Bangsa Indonesia. Spirit ini menjadi jati diri seluruh jajaran Artha Graha Network,
sesuai dengan falsafah pendiri Yayasan Artha Graha Peduli . Dengan filosofi pengabdian bagi masyarakat dan bangsa Indonesia, setiap momentum untuk bergotong royong selalu menjadi kegiatan penting bagi keluarga besar Artha Graha Network dan Yayasan Artha Graha Peduli. Selaku Kelompok Pengusaha yang lahir dan dibesarkan serta mencari nafkah di Bumi Pertiwi, Indonesia, bersama dengan mitra-mitra Artha Graha Network di seluruh Indonesia, para pendiri Yayasan Artha Graha Peduli senantiasa terpanggil untuk selalu berbagi untuk negeri. “Kami berbisnis tak hanya mengejar profit, kepedulian terhadap sesama yang kami utamakan. Bahkan sebagian besar dari pendapatan grup Artha Graha dapat ditransformasikan menjadi pelayanan publik bagi masyarakat Indonesia yang kurang mampu. Intinya kami ingin menjadi social enterpreneur,” kata Pandu Djojoadisoeprapto. Terminologi social enterpreneur mengacu pada pengusaha yang memiliki kepedulian sosial tinggi, dan bukan hanya bisnis semata. –ten
25.000 per paketnya yang berisi 2 kg beras, 1 kg gula pasir, 1 liter minyak goreng dan 3 bungkus mi instan. Acara yang dibuka jam 9 pagi di Banjar Pas Dalem Gianyar tepatnya di depan patung Arjuna mendapat apresiasi yang sangat tinggi dari warga sekitar. Terbukti antrean warga yang akan membeli sembako sangat banyak membuat tim AGP kewalahan dalam proses penginputan data dan pengaturan warga yang antre. Dibantu oleh
IWAPI dan HIPMI Gianyar, acara ini pun dapat terselenggara dengan baik. Hanya dalam waktu 3 jam sembako yang disediakan panitia, habis diserbu warga. Banyak warga yang tidak kebagian sembako karena mereka datang agak siang. Hal ini dikatakan pihak panitia, di luar dugaan. Ternyata antusias warga Banjar Pas Dalem Gianyar sangat tinggi dan banyak yang mengharapkan kembali diadakannya acara sembako murah ini.
TENTANG ARTHA GRAHA PEDULI
Artha Graha Peduli (AGP) adalah lembaga nirlaba berbentuk yayasan yang merupakan penyalur dari berbagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab korporasi dari jaringan usaha Artha Graha Network pada khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya. AGP memiliki visi untuk membangun berbagai kepedulian sosial, kemanusiaan dan lingkungan hidup secara berkelanjutan dan membawa misi untuk mewujudkan kepedulian tersebut dalam berbagai program berbasis kemasyarakatan guna mendukung terciptanya kemandirian bangsa dan negara melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan Artha Graha Peduli memiliki 5 pilar program yang menjadi fondasi utama kepedulian Artha Graha yaitu : - Artha Graha Peduli Pelestarian Lingkungan - Artha Graha Peduli Penanggulangan Bencana - Artha Graha Peduli Sosial Kemasyarakatan - Artha Graha Peduli Pemberdayaan Masyarakat - Artha Graha Peduli Bantuan Hukum dan Keadilan
Jadi, Artha Graha Peduli berusaha menjangkau bidang sosial, bencana alam, pendidikan, konservasi lingkungan, serta orang-orang yang kurang mampu. Dimana kita bisa menyentuh akan kita sentuh, kita bekerja sebatas kemampuan yang kita miliki. Kami berharap Artha Graha dapat semakin berkembang, sehingga dapat lebih banyak berbuat untuk masyarakat Indonesia. AGP didirikan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami hanya ingin menjadi bagian yang dapat mempererat bangsa dan tanah air. Sebagai anak Indonesia, kami terpanggil untuk berbuat terhadap sesama. Kami berbisnis tak hanya mengejar profit, kepedulian terhadap sesama yang kami utamakan bagi masyarakat Indonesia yang kurang mampu. Intinya kami ingin menjadi social entrepreneur, yaitu perusahaan yang memiliki kepedulian sosial bukan hanya mengejar keuntungan bisnis semata. Kami punya cita-cita bahwa penghasilan Artha Graha menjadi bagian dari social activity kami untuk kepentingan Indonesia, termasuk dengan menciptakan lapangan pekerjaan terus menerus. Setiap profit yang dihasilkan Artha Graha diupayakan untuk tidak dibagi, tetapi diinvestasikan kembali untuk memberikan kesejahteraan sosial, dan membantu masyarakat yang membutuhkan. –ten Sekretariat Pasar Murah Artha Graha Peduli Posko Pasar Murah Akhir Tahun 2015 Discovery Kartika Plaza Hotel Bali, 0361-751067
Kebaya adalah salah satu warisan busana nasional dengan ciri khas tersendiri.Balutannya a menjadi bagian fashion yang semakin digemari. Tranformasi model dan warnanya pun semakin berkembang mengiktui tren mode.
P
e k a n i n i To k o h menghadirkan konsep kebaya dengan tampilannya yang modern. Potret kebaya yang biasa dikenakan kalangan sosialita sebagai pilihan gaya fashion masa
kini di berbagai kesempatan. Menariknya hampir sebagian penampilaan dilengkapi dengan unsur lokal melalui padanan endek maupun aneka songket Bali. Ada yang terlihat dengan gaya modifikasi yang anggun dan indah.
Ada juga yang sangat kaya dengan berbagai sentuhan dan detil namun sehingga dapat terlihat elegan. Sementara yang lainnya berani tampil dengan kesan seksi dan glamor. Begitu pula dengan bentuk lengan kebayanya, dari lengan panjang, hingga model seperempat lengan atau lengan pendek berdetil unik. Yang pasti, aneka warna yang disuguhkan adalah piliham gaya urban di kota-kota besar ini istimewa dan stylis.Seperti beberapa hasil jepretan di berbagai acara pesta di Bali yang bertabur keindahan berikut ini. - Sri Ardhini
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
15
16
Pelesir
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Garut “Kilau Mutiara” Jawa Barat
Jika suatu saat berkesempatan berkunjung ke Kabupaten Garut, Jawa Barat, entah karena liburan atau tugas kantor, jangan lupa menyempatkan diri mampir ke sejumlah objek wisatanya yang sekarang tengah naik daun. Sebut saja Cipanas yang terletak di kaki Gunung Guntur,Ngamplang yang berlatar belakang Gunung Cikuray, konon pernah dikunjungi Charlie Chaplin, Ratu Belanda serta para petinggi negeri Eropalain. Belum lagi pantai-pantainya dan sejumlah air terjun, yang tak pernah absen dikunjungi turis yang datang ke Garut.
B
oleh dibilang Garut memiliki pariwisata alam yang lengkap. Bagi wisatawan yang hobi bertualang maka Garut adalah ‘sorga’-nya karena banyak objek menantang untuk dijelajahi. Dari gunung hingga laut, semua ada. Dan pastinya, apa yang dijumpai di Garut berbeda dari wisata alam daerah lain. Jika penat, sisihkan waktu untuk datang ke permandian air panas di Cipanasuntuk relaksasi mengusir penat. Selain di Cipanas, permandian air panas juga bisa ditemui di Puncak Darajat atau Darajat Pass yang berada di bawah kaki Gunung Papandayang, 24 km dari
kota Garut. Di sini pun memiliki fasilitas lengkap dan tak kalah nyamannya dengan Cipanas. Bagi wisatawan yang suka seni budaya, mungkin ada baiknya mengunjungi Candi Cangkuang. Letak candi Hindu peninggalan abad ke VII, ini, unik karena berada di pulau kecil di tengah danau. Nah untuk berkunjung ke Candi Cangkuang, anda harus menggunakan rakit bambu untuk menyeberangi Situ Cangkuang. Sayangnya tak banyak cerita yang bisa digali tentang sejarah candi ini,misalnya, kenapa bisa berada di tengah danau dan pada masa kerajaan apa candi ini berdiri. Banyak yang menyebut kisah di balik keberadaan candi
yang dinamakan Kampung Pulo. Enam rumah adat ini kini masuk dalam kawasan cagar budaya. Informasi yang diperoleh, d u l u n y a Ka m p u n g Pulo dikelilingi oleh danau. Namun kini hanya bagian utara masih berupa danau sedang bagian selatan berubah menjadi lahan persawahan. Bagi penggemar wisata budaya, mungCandi Cangkuang kin ada baiknya mengunjungi salah satu ini misterius lantaran minim sekali kampung adat yang terkenal di data.Terlebih yang menimbulkan Garut, yakni, Kampung Dukuh. tanda tanya adanya makam kuno Kampung yang sudah berdiri pemuka agama Islam, Embah sejak tahun 1700-an ini, hanya Dalem Arief Muammad, di samp- ada 40 rumah adat Sunda.Di sini ing candi. Bagaimana kisahnya, tidak boleh menggunakan peralamembuat penasaran para pen- tan modern. gunjung. Jika berminat mengunjungi Selain Candi Cangkuang, di kampung ini, anda sebelumnya pulau mungil itu kita juga bisa harus mengetahui ‘pantanganmenjumpai enam rumah adat pantangan’ yang berlaku di daerah
Permandian air panas di Puncak Darajat di kaki Gunung Papandayan
Kawah gunung Papandayan salah satu objek wisata andalan Garut
ini sehingga tidak berbuat kesalahan. Misalnya saja, laki-laki dan perempuan tidak boleh terlalu dekat, tidak boleh bicara ketika sedang makan, tidak boleh selonjorkan kaki ke arah utara, harus memakai kaos polos tanpa motif atau gambar, tidak boleh menggunakan peralatan elektronik saat berziarah, dll. Selain objek wisata yang telah disebut itu, masih banyak lagi objek menarik di Garut yang sayang dilewatkan. Misalnya saja, Curug Orok, Curug Cihangawar, Curug Neglasari, Kawah Gunung Papandayan juga Situ Bagendit dan Pantai Santolo yang kini tengah ‘naik daun’. Begitu banyak daerah wisata yang ‘wajib’ dikunjungi sehingga sepertinya tidak bisa hanya seharidua hari berada di Garut untuk menjangkau semua tempat wisata itu. Jika selesai berkeliling dan ingin pulang, jangan lupa membeli oleh-oleh khas Garut, mulai dari makanan hingga kerajinan kulit. Semoga anda tidak lupa, kalau Garut terkenal dengan kerajinan kulitnya. Mulai dari pakaian dari kulit, jaket, sarung tangan, dll. Soal harga, tak usah khawatir, karena harganya tentu jauh lebih murah dibanding daerah lain karena anda datang langsung ke sentranya. Lalu bagaimana soal biaya liburan di Garut? Jangan khawatir, mungkin karena ini adalah daerah pariwisata baru, maka soal harga pun tidak bakal ‘mencekik leher’. Artinya, anda bisa menikmati semuanya meski dengan budget terbatas. Mulai dari penginapan murah, kelas sedang hingga kelas atas ada di sana. Anda tinggal pilih.-Diana Runtu
Whimiscal Christmas Performance Hadirkan Dirly Indonesian Idol Bulan ini Beachwalk Shopping Center membawakan tema “Whimsical Christmas” untuk memeriahkan Natal tahun 2015. Pengunjung dapat melihat Christmas Chocolate House di Fountain Stage level 1 yang dibuat oleh Beachwalk Shopping Center bekerjasama dengan 71 Decoration Bali, Rosado Doll House & Bali Luna dari tanggal 4 Desember 2015 – 4 Januari 2016.
S
elain Christmas Chocolate House terdapat acara lain seperti bazar, demo memasak, stand up comedy dan lainnya. “Pada tanggal 19 Desember ada penampilan live music performance oleh Dirly Indonesian Idol yang membawakan lagu-lagu Natal di Fountain Stage Level 1 Beachwalk,” ujar Syama Sara Jini Devi Dasi, Marketing Communications Beachwalk Shopping Center. Dearly Dave Sompie atau Dirly adalah penyanyi kelahiran Manado, Sulawesi Utara, 10 Desember 1989. Ia runner-up Indonesian Idol 3 tahun 2006. Sejak kecil, bakat menyanyi Dirly sudah terlihat. Kelas 5 SD, ia menjadi
pemenang lomba Bintang Vokalia seSulawesi Utara. Bagi para shopaholic, jangan lewatkan Beachwalk YEAR END SALE yang akan diikuti oleh berbagai took dan restoran dengan memberikan diskon sampai 80% untuk menyambut musim liburan. Diskon hingga 80% dari SATU – Bali’s Finest Designers, diskon hingga 70% dari Guess, La Senza Watch World, Gingersnaps, diskon hingga 60% dari GAP, diskon hingga 50% dari Everbest, LEGO, Furla, Boss Sport, Armani Jeans, Versace Jeans dan masih banyak lagi. Pengunjung juga dapat mengikuti program Shop & Win dengan melakukan pembelanjaan minimum Rp
2 juta dan mendapatkan kesempatan memenangkan hadiah LUCKY DRAW seperti YAMAHA NMAX, paket liburan ke Lombok untuk 2 orang; paket liburan ke Bandung untuk 2 orang; tiket pesawat
pulang pergi Denpasar-Jakarta dan masih banyak lagi. “Beachwalk Shopping Center selalu menghadirkan pengalaman berbeda dan menarik bagi pengunjung Beachwalk. Tentu saja pengunjung tidak bisa melewatkan rangkaian kegiatan dan program yang diadakan Beachwalk Shopping Center selama Bulan Desember,” ujar Syama. Sebelumnya dalam rangka memeriahkan ulang tahun Beachwalk Shopping Center yang ke-3 dengan tema “3 Tahun Beachwalk dari Kita untuk Kita”, Beachwalk Shopping Center bersama Park23 Entertainment Center mengadakan kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility). Kegiatan itu antara lain donor darah, berbagi kasih, dan bekerjasama dengan Yayasan Pita Merah Muda (Bali Pink Ribbon).
Dara
9
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Kado Terindah Ibu adalah Anak-anak
Biasanya Hari Ibu itu diperingati dengan memberikan kebebasan seorang ibu dari beban dan tugasnya di dalam rumah tangga, seperti menyapu, mencuci, nyetrika, menjemur pakaian, memasak, dll. “Di keluarga kami saat hari ibu tugas diambil alih oleh saya dan adik. Pembagian tugas di rumah pun kadang diberikan oleh ibu atau inisiatif dari anak-anaknya, tapi tidak semua tugas,” ungkap Vibhuti Kumarananda, mahasiswa Jurusan Pertanian Univer sitas Udayana.
T
etapi, kalau sudah urusan memasak, walaupun Hari Ibu tetap ibu yang memasak. “Anak-anaknya cuma bisa masak mie instan. Masakan Ibu lebih enak daripada masakan siapapun. Mungkin karena ibu memasaknya pakai cinta kasih,” ujar pria yang akrab disapa Vibhuti. Ia menambahkan, saat Hari Ibu, mereka memberikan bunga atau cokelat atau apapun yang sesuai anggaran dari tabungan. Hari Ibu diperingati bukan untuk ibu saja, ingat juga sama nenek. “Intinya di Hari Ibu berikan yang terbaik untuk ibu kita, namun jangan hanya di Hari Ibu saja, lakukan yang terbaik untuk hari-hari selanjutnya. Mungkin kita pernah membuat kesalahan, membuat ibu kita kesal, bahkan membuat ibu menangis di masa lalu, namun kini berubahlah. Jadikan Hari Ibu selain membantu tugas–tugas rumah tangga, menjadi hari perenungan bagi kita semua
anak-anak atas apa yang pernah kita lakukan dan apa yang telah kita berikan. Kado terindah bagi ibu dari Tuhan adalah kita semua anak-anak. Sekarang tergantung gimana cara anak buat membahagikan ibunya,” ujar alumnus SMA 7 Denpasar ini.
Sementara itu, Ayu Titha Paramitha mengatakan Hari Ibu adalah hari dimana kita menunjukkan bagaimana rasa sayang kita terhadap seorang ibu yang telah melahirkan kita ke dunia dengan segala perjuangan dan pengorbanannya. “Kita juga mengetahui bahwa surga di telapak kaki ibu. Kita tidak boleh melawan seorang ibu sebagaimana sosok beliau
Gek Tha bersama ibunya
dengan segala kekurangannya namun bisa menjadi luar biasa mendidik anaknya. Bila kita sudah besar nanti saatnya kita membalas semua kebaikan dan kasih sayang ibu kita,” tegas Gek Tha. Menurutnya, tidak hanya di Hari Ibu ia harus memberikan kasih sayang kepada ibu. Namun, setiap hari ia berusaha bagaimana cara membuat hati
ibu menjadi senang walaupun sebagai anak terkadang ia sering membuat kesalahan sehingga pernah melukai hati ibu saya. “Saya sebagai seorang anak pasti akan selalu mendoakan ibu saya agar sehat, panjang usianya dan agar selalu diberi kesabaran dalam mendidik anak-anaknya,” ujar mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Udayana ini. –Ngurah Budi
Pameran Alutsista
Anggota TNI di areal pameran Alutsista
Kirim surat Anda ke Redaksi T okoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
dr.Oka Negara, FIAS
Obat Kuat “Dok, teman-teman saya sering membeli “obat kuat” untuk dipakai mengatasi masalah seksualnya. Reaksinya macam-macam, ada yang bilang merasakan efeknya yang dahsyat, ada juga yang malah tidak bereaksi apa-apa, malah jadi sakit kepala setelah meminumnya. Belakangan teman saya juga menyarankan terus ke saya, karena saya sering mengeluh lelah dan merasa ada gangguan seksual. Bisa dijelaskan Dok, yang mana harus saya pilih, karena saya ingin mencobanya?” (Gus,27 thn) Ini menarik. Sering kali seseorang menggunakan “obat kuat” atau bahan tertentu untuk meningkatkan potensi seksualnya sebenarnya karena ingin tahu dan coba-coba semata. Biasanya atas rekomendasi teman dan relasi. Sebagian benar-benar melanjutkannya karena merasakan manfaatnya, sebagian lagi menghentikannya karena ada efek samping atau tidak merasakan efeknya. Uniknya,
Vibhuti dan ibunya
sebagian masih mengaku menggunakannya dan menyebutkan ke temanteman yang merekomendasikannya bahwa dia masih menggunakan obat kuat padahal sesungguhnya sudah tidak digunakan lagi. Bisa jadi karena rasa malu, tidak enak hati, atau demi gengsi solidaritas semata. Apakah Anda benar-benar memerlukannya? Bisa jadi iya, bisa juga tidak. Jika hanya sering lelah, sesung-
Anak-anak bermain dart di stand Korem 163 Wirasatya
guhnya yang dibutuhkan adalah ambil cuti buat rileks, plus minum vitamin. Itu sudah cukup. Atau, suka jamu penambah tenaga dan segar bugar yang diracik langsung dari bahan yang diyakini berbahan alami bikinan sendiri atau bikinan mbok jamu gendong? Silakan itu bisa dinikmati. Istirahat juga bagus buat membuat lebih tenang, karena jangan-jangan penyebab gangguan seksualnya justru karena sedang stres berlebihan. Tetapi jika rupanya Anda mengalami gangguan seksual dengan ada riwayat kencing manis, kolesterol tinggi, merokok dan sering minum alkohol, sudah bisa dipastikan Anda justru butuh bantuan dokter yang paham kesehatan seksual untuk diberikan obat. Jadi, jangan sembarang meminum obat kuat buat mendongkrak stamina seksual. Juga perlu diketahui, jangan-jangan itu semua adalah “efek plasebo”. Ketidakpercayaan diri membuat seseorang tergantung pada orang lain dan bahan tertentu. Mereka yang tergantung dengan pil tidur menjadi benar-benar susah tidur jika tidak meminumnya. Padahal tidak ada masalah. Seorang pasien sering kali merasa sakitnya sudah sembuh dengan hanya baru bertemu muka dengan dokter kepercayaannya. Begitu pula jika Anda diyakini jika dengan meminum “jamu herbal kuat
Anak-anak menjajal panser TNI di pameran Hari Juang Kartika 2015 di Lapangan Renon
perkasa”, maka dorongan seksual akan meningkat dan sanggup memuaskan pasangan berkali-kali lipat. Padahal sesungguhnya Anda tidak membutuhkannya, tetapi Anda merasakan manfaatnya. Nah, pada kasus ini, sugesti yang berjalan. Ini namanya efek plasebo. Ini akan serupa dengan kejadian serupa lainnya misalnya sahabat Anda merekomendasikan kepada Anda untuk mencoba mengonsumsi darah kobra, daging ular, tangkur buaya buat meningkatkan performa seksual Anda. Tetapi ketika yang ditawarkan adalah pil, kapsul atau suntikan yang disebutkan berbahan herbal, sebaiknya pikirkan baik-baik, karena saat ini makin banyak herbal oplosan, disebutkan herbal tetapi kenyataannya dicampurkan dengan bahan obat kimia tanpa dosis yang jelas. Ini bisa sangat berbahaya. Bisa dibayangkan jika kapsul herbal yang disebutkan bisa menambah gairah seksual, memperpanjang durasi ereksi dan menunda ejakulasi, ternyata dicampur dengan kandungan obat, misalnya sildenafil sitrat, seorang penderita jantung yang meminum kapsul ini bisa meninggal payah jantung saat hubungan seksual. Ini sudah sering terjadi. Lalu, bagaimana jika seandainya Anda benar-benar mengalami gangguan seksual? Mengapa Anda tidak
memastikannya ke dokter? Janganjangan Anda mengalami salah satu dari jenis disfungsi seksual berikut: dorongan seksual menurun, disfungsi ereksi, ejakulasi dini atau disfungsi orgasme. Kalau sudah terjadi salah satunya, obat kuat yang dibeli di jalanan jenis apapun tidak akan menolong. Kalaupun masih ingin mencobanya, tentu saja diskusikan dulu bahan atau obat yang Anda akan konsumsi seizin dokter. Yang mengandung tribulus, ginseng, macca, ginkgo, hingga purwaceng masih tidak masalah buat dikonsumsi. Tetapi bahan yang mencurigakan karena kemungkinan dioplos dengan bahan kimia obat, sebaiknya tidak dikonsumsi. Dan terakhir, apapun yang kemudian diputuskan untuk digunakan, haruslah tetap dibicarakan dan sepengetahuan pasangan Anda. Dan sebagai tambahan pekerjaan rumah buat pasangan yang merasa sudah mulai kehilangan kenyamanan dan gairah berhubungan seksual, kenapa tidak mencoba membina komunikasi seksual dengan lebih baik, membahas masalah seksual Anda dan pasangan bersama dan mencoba melakukan variasi seksual, mulai dari membuat suasana lebih menggairahkan hingga variasi tempat dan posisi hubungan seksual. Sebelum berpikir menggunakan obat kuat sembarangan.
8
Bunda & Ananda
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Melali sambil Melajah
Lapangan Renon yang hijau makin menghijau karena ada pameran alat utama system persenjataan (alutsista) dalam rangka Hari Juang Kartika tahun 2015. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh berbagai kalangan untuk melihat dari dekat apa saja senjata yang dimiliki TNI AD.
“S
aya bisa melihat dari dekat teknologi dan persenjataan TNI. Bagaimana cara pembuatannya dan bagaimana pemanfaatannya pun dijelaskan oleh petugas. Ini sangat luar biasa,” ungkap Oka Mulyana, Ketua Caka Wira Kartika Kodim 1626/Bangli yang ditemui di arena pameran. Siswa SMA 1 Tembuku yang bercita-cita menjadi tentara ini menambahkan dengan pameran ini wawasannya makin bertambah. Ia pun berharap sistem persenjataan Indonesia bisa terus dikembangkan. Hal senada diungkapkan Ni Kadek Tia Cahayasari yang juga anggota Caka Wira Kartika Kodim 1626/Bangli. “Kami jadi tahu beragam bentuk senjata mulai dari yang kecil sampai yang besar,” tegas siswi SMA 1 Susut ini. Pelda Ketut Suarka, pamong yang mendampingi Caka Wira Kartika Kodim 1626/Bangli menambahkan kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan bagai para pramuka ini, apalagi kesempatan seperti pameran ini sangat jarang. “Mereka ibaratnya melali sambil melajah,” ujarnya. Tak hanya remaja, anak-anak pun semangat menyaksikan pam-
Women at Accor Generation 3rd Anniversary Women at Accor Generation (WAAG) adalah sebuah komunitas yang terbentuk dalam manajemen Accor yang memiliki tujuan mencapai kesetaraan gender antara wanita dan pria. Pada hari Kamis, 10 Desember, bertempat di Mercure Resort Sanur, WAAG merayakan hari jadi yang ketiga dengan berbagai kegiatan menarik, diantaranya: talkshow dengan tema kecantikan dimulai dari pola hidup sehat, bersama Bintang Mira Afriningrum (Bali Fashion Designer & Top 5 Inspiring Women 2015 in Bali), talkshow ini berjudul “Pretty is not Expensive, but being Pretty you have to be healthy”. Acara lainnya sosialisasi dan testimoni Accor Solidarity Week 2015, yang merupakan komitmen Accor dalam rangka memperingati International Disability Day untuk memberikan lapangan pekerjaan di hotel Accor bagi orang–orang yang memiliki keterbatasan fisik. Untuk memeriahkan acara, hadir pula penampilan dari Puspadi Bali. Acara juga diisi dengan Zumba Class untuk mendukung tema yang diusung yakni “Pretty is not expensive but being Pretty you have to be Healthy”. -rls
panser. Saya ajak keliling, semua stand dikunjungi,” ungkapnya. Komandan Korem 163/Wirasatya Kolonel Inf Nyoman Cantiasa mengatakan melalui pameran alutsista (military open house) ini generasi muda dan anak-anak ditanamkan nilai-nilai wawasan kebangsaan dan cinta tanah air. Hal ini penting agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang memilki karakter dan ber disiplin serta memiliki kebanggaan terhadap bangsa dan negara. –Ngurah Budi
Mendongeng Lima Menit bangau jatuh cinta
Ketika musim tanam, tidak ada lagi burung-burung mencari makan di sawah. Selama itu, si Bangau sangat merindukan si Gelatik yang dicintainya. Baginya, burung mungil itu amat cantik. Si Bangau belum pernah terangMade Taro terangan menyatakan cintanya. Ia malu dan ragu, apakah tubuhnya yang tinggi besar itu sepadan dengan si Gelatik? “Cetrung!” Si Bangau memanggil tetangganya, seekor burung kecil dan kurus. “Pergilah ke rumah Gelatik! Katakan kepadanya bahwa aku mencintainya dan segera memperistrinya.” “Maaf, Tuan! Rumah Gelatik amat jauh di balik bukit,” jawab Cetrung ketakutan. “Kalau tak mau, kau akan kularang mencari makan di sawah ini!” bentak Bangau. Cetrung terpaksa menjalankan perintah Bangau. Setelah payah, ia hinggap di depan rumah Gelatik. “Nona cantik!” serunya. “Aku datang ke sini untuk menyampaikan pesan Tuan Bangau.” “Pesan apa itu? Katakan segera!” “Tuan Bangau jatuh cinta kepadamu sejak lama. Ia akan memperistrimu.” Burung cantik itu terkejut. Ia tak pernah membayangkan burung berkaki dan berleher panjang itu jatuh cinta kepadanya. Kenal saja pun tidak, apalagi jatuh cinta. Ia menganggap ini olok-olok saja. “Cetrung!” kata Gelatik. “Aku memenuhi permintaannya dengan satu syarat.” “Syarat apa itu?” “Kalau ia benar-benar cinta, suruh ia memotong kedua kakinya, sebab tubuhnya yang jangkung itu
mempersulit aku memeluknya.” Setiba di rumah bangau, Cetrung pun menyampaikan persyaratan Gelatik. Bangau sangat senang, lalu ia mengambil sebuah pisau. Plak! Ia memotong kedua kakinya. “Demi cinta telah kupenuhi permintaan kekasihku. Sekarang jemputlah calon istriku itu!” demikian perintah Bangau kepada Cetrung. Cetrung pun terbang dengan berat hati. Tak lama kemudian ia kembali membawa pesan kedua. “Tuan, kekasihmu minta agar Tuan memotong sayap Tuan, sebab sayap yang lebar itu membuat napasnya sesak.” Bangau mengambil pisau. Plak! Ia memotong sayapnya. “Demi cinta telah kupenuhi permintaan calon istriku. Sekarang jemputlah ia segera!” Sekembali yang ketiga, Cetrung belum juga membawa Gelatik. Bahkan ia menyampaikan persyaratan yang ketiga. “Nona Gelatik minta agar Tuan memotong paruhmu, sebab paruh yang panjang itu mempersulit dia menciummu.” Demi cinta, Bangau pun memotong paruhnya. Plak! Nah, sekarang Bangau yang kasmaran itu tidak dapat berdiri, tidak dapat terbang dan tidak dapat berbicara. Demi cinta! “Ini syarat terakhir, Tuan!” kata Cetrung sekembali yang keempat. “Kekasihmu ingin agar pernikahan itu berlangsung meriah. Jemputlah dia dengan kereta yang diiringi musik bertalu-talu. Nona Gelatik akan mendampingi Tuan di atas kereta.” Betapa gembiranya si Bangau! Ia mengerahkan semua burung bernyanyi-nyanyi mengiringi kereta menuju rumah Gelatik. Ketika berhenti di depan pintu, burung mungil dan cantik itu melihat dari jendela. “Hai, Bangau!” teriak Gelatik. “Lihat dirimu baik-baik! Dalam keadaan sempurna saja aku tak pernah jatuh cinta, apalagi sekarang kau telah kehilangan jati diri!” Burung gelatik itu terbang dan tak pernah kembali lagi.
Denpasar Festival (Denfes) 2015 Segera Hadir Beberapa jenis tarian yang ditampilkan saat pembukaan Denfes 2014
Pelaksanaan Denpasar Festival (Denfes) sebagai kalender atau agenda tahunan Pemerintah Kota Denpasar kembali digelar di tahun 2015 ini. Memasuki tahun ke-8 pelaksanaan Denfes tidak dipungkiri masih ada beberapa kekurang an yang memerlukan perbaikan dan evalusi.
Pelda Ketut Suarka bersama Oka dan Tia
eran alutsista ini. Hasan Alfatah, bocah yang masih duduk di TK B bahkan memoles wajahnya ala tentara. “Kalau sudah besar, mau jadi pilot,” ujarnya saat bermain-bain di stand Korem 163/Wirasatya. Stand ini juga menyiapkan beberapa permainan untuk anak-anak, seperti dart, susun gelas, dan puzzle. Ada hadiah bagi anak-anak yang berhasil menyelesaikan permainan. Emi, ibunda Hasan menuturkan, anaknya sangat senang dengan pameran ini. “Tadi dia naik
17
Tari Topeng Manis saat Melepas Matahari 2014
Seminar dan FGD LPSK Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Republik Indonesia bekerja sama dengan Kelompok Media Bali Post mengadakan seminar dan Focus Group Discussion (FGD) di Sanur, Rabu (16/12). Topik yang dibahas “Penyusunan Pola Pencegahan dan Penanganan Saksi dan Korban Tindak Pidana Kekerasan dalam Rumah Tangga dan Tindak Pidana dengan Kekerasan Lainnya”. Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai, S.H., LL.M. dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Hak Azasi Manusia (HAM). Ia juga menjelaskan tentang UU Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Salah satu perubahan yang atur adalah layanan psikososial bagi korban. Seminar yang menghadirkan berbagai kalangan ini juga ditandai dengan penandatanganan MoU antara LPSK dengan RS Puri Raharja dan Universitas Warmadewa. –Ngurah Budi
Tutup Tahun Family Gathering IDI Denpasar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Denpasar mengadakan acara family gathering menyambut tutup tahun 2015 bertempat di Gong Perdamaian Desa Budaya Kertalangu Denpasar, minggu, (20/12). Acara kumpul keluarga ini mengundang seluruh anggota IDI cabang Denpasar beserta keluarga, yang tersebar bekerja di puluhan rumah sakit negeri dan swasta, puskesmas, dinas kesehatan, universitas dan klinik-klinik di Denpasar. Menurut ketua panitia gathering, dr. Rai Putra Wiguna SpKJ, acara family gathering ini diadakan sebagai sarana silaturahmi dan komunikasi dalam rangka meningkatkan rasa kesejawatan di antara dokter-dokter Denpasar. Family gathering dimulai pukul 6.30 dengan acara jalan santai bersama mengitari jogging track desa Kertalangu dan dilanjutkan dengan senam bersama. Acara lomba-lomba antar perhimpunan dokter/RS juga disiapkan selain acara lomba untuk anak-anak. Acara hiburan berupa bondres dari para dokter RS Wangaya Denpasar akan menghibur peserta sambil makan bersama. Acara senam hand hyigene persembahan RS Prima Medika juga akan tampil mengisi acara dilanjutkan menyanyi bersama dari anggota IDI Denpasar. Diharapkan dari acara ini kesejawatan dan kekompakan dokter Denpasar makin terjaga menyambut tutup tahun 2015 dan menjelang Tahun Baru 2016. – dr. Widiyasa
U
ntuk ini, beberapa waktu lalu telah dilaksanakan focus group discussion (FGD) yang melibatkan SKPD terkait, dan para tokoh seniman serta komunitas yang ada di Kota Denpasar. Dari perumusan FGD tersebut melahirkan sebuah tematik yang akan diusung pada Denfes ke-8 ini, yaitu “Demi Denpasar” Dalam evaluasi dan FGD juga turut dibahas berbagai
persoalan termasuk keluhan dan masukan masyarakat yang berkunjung ke Denfes, mulai dari kegiatan kuliner, penataan panggung, penyebar luasan informasi hingga urusan keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan Denfes. Di samping itu, pelaksaan Denfes juga mendapatkan apresiasi dari kalangan seniman, budayawan, musisi dan berbagai komunitas masyarakat. Menurut mereka kegiatan Denfes
Pemerintah Kota Denpasar sibuk persiapan Denpasar Festival (Denfes )2015. Festival ke-8 itu terkemas sedemikian rupa dan berbeda dari tahuntahun sebelumnya dengan tetap mengacu pada ruang kreativitas dan kegiatan edukasi bagi masyarakat.
Dari pelaksanaan Denfes selama ini, lanjutnya beberapa tematik telah dilahirkan. Di antaranya pada tahun 2013 dengan spirit bergerak melahirkan tema “Creatif in Motion”. Tahun 2014 mengangkat spirit mencipta dengan tematik “ Dharma Cipta Maha Budaya”.
berhasil terus mengetengahkan dan menggali berbagai tema kreatif juga ide-ide baru. Menurut Kabag Humas Pemerintah Kota Denpasar, I.B Rahoela yang didampingi Kasubag Pemberitaan Dewa Gede Rai yang ditemui pekan lalu, mengatakan bahwa evaluasi dan FGD merupakan bagian dari upaya agar pelaksanaan Denfes selanjutnya selalu lebih baik dan lebih baik lagi. Selain itu, juga ingin bisa merangkul peran serta yang lebih luas dari masyarakat. “Jadi, acara Denfes tidak hanya sekadar berlalu atau lewat begitu saja, namum
Demi Denpasar
Pagelaran Fashion Show tahun lalu
Begitu pula dengan pelaksanaan Denfes tahun 2015 ini yang mengusung spirit kontribusi dengan pelaksanaan event yang terus terbarukan telah menentukan sebuah tema “Demi Denpasar”. Denpasar Festival (Denfes) adalah sebuah peristiwa tahunan masyarakat Denpasar yang dicanangkan oleh IB Rai D. Mantra pada tahun 2008 melalui Gajah Mada Town Festival yang kemudian bertransformasi menjadi Denpasar Festival sejak tahun 2009. Denpasar Festival sebagai perhelatan puncak akhir tahun di Denpasar merupakan sebuah strategi pemanggungan dan pengembangan pilar-pilar industri kreatif di Bali yang telah terbukti memberi manfaat yang sangat besar bagi masyarakat Denpasar.
bagaimana mampu memberikan nilai kemanfaatan bagi masyarakat yang lebih luas lagi. Tentunya dengan terbuka berbagai masukan dari masyarakat sebagai perbaikan pelaksanaan acara ke depan,” ujar Rahoela. Dikatakan oleh Rahoela, aktivitas di Denfes tidak hanya menampilkan ide kreatif penyelenggara namun lebih lagi dalam setiap pelaksanaannya menampung seluruh ide masyarakat untuk dapat dimunculkan setiap minggunya sebagai kegiatan rutin. Sementara itu, Dewa Gede Rai menambahkan bahwa ke-
masan event Denfes juga diawali dari Pra Event, yang meliputi kegiatan D’TIK Festival, Pets Festival, Mahabandana Prasada, serta even Festival Puputan Badung yang dikemas oleh warga Banjar Tainsiat Kecamatan Denpasar Utara. Sedangkan rangkaian dari seluruh even tersebut sebagai puncak dari setiap kegiatan pra event,dipusatkan di kawasan titik nol Km Patung Catur Muka Denpasar. Kemudian dalam Post Event dilaksanakan pula tahap evaluasi pelaksanaan festival yang tak terlepas dari pra event hingga puncak kegiatan Denfes. --ard
Cooking competition saat Denfes ke 7
Denpasar Festival juga telah melahirkan bentuk-bentuk karya kreatif dan inovatif yang memiliki kualitas tinggi dan menjadi modal utama pengembangan ekonomi kreatif di Denpasar serta tidak saja menjadikan kreativitas hidup dan berkembang dengan jiwa
baru, tetapi juga memberikan kesejahteraan material dan spiritual kepada masyarakat. Lantas apa yang menjadi persembahan pada Denpasar Festival ke-8 tahun ini yang mengangkat tema “Demi Denpasar” ? Nantikan berita selanjutnya minggu depan. -ard
18
Life
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Disperindag Kota Denpasar
Gelar Pelatihan Strategi Sukses Menuju Pameran Internasional
Setiap pengusaha tentu ingin sukses saat mengikuti pameran dagang, apalagi yang kategori internasional. Ingin memperoleh peluang dagang yang besar demi mendapatkan transaksi bisnis. Namun yang sering menjadi masalah adalah tidak semua perusahaan mengetahui cara yang paling tepat agar peluang tersebut diproses untuk menghasilkan keuntungan maksimal.
U
ntuk itu, Pemerintah Kota Denpasar, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar menyelenggarakan pelatihan “Sukses Menuju Pameran Internasional”. Kegiatan menghadirkan narasumber Budiman Sutrisno B. Arch., Eng., seorang konsultan produk kerajinan. Pelatihan yang diikuti oleh kalangan UKM dan IKM se-Kota Denpasar ini berlangsung di Kantor Disperindag Kota Denpasar di Gedung Graha Sewaka Dharma Lantai III, Lumintang Denpasar, Jumat (18/12). Kabid Perdagangan Disperindag Kota Denpasar Ida Ayu Dewi Citrawati, S.E., M.Si., didamping Kasi Bidang Perdagangan didampingi Kasi Bina Usaha IGA Laxmy Saraswaty, S.S., menyampaikan bahwa pameran adalah salah satu untuk memperluas perdagangan bisnis, ini cara yang sudah dipercaya sejak dahulu berdasarkan bebera survei. Dikatakannya pula bahwa pameran dagang internasional tidak selalu berarti diselenggarakan di luar negeri. Namun, banyak pameran dagang internasional yang juga diselenggarakan di Indonesia, terutama di Jakarta dan ciri internasional menjadi tambah kuat jika juga dikunjungi oleh para calon pembeli dari luar Indonesia.
Selanjutnya narasumber hari itu, Budiman cukup banyak mengupas bagaimana membuka peluang dan menghasilkan keuntungan yang maksimal, memperoleh peluang dagang yang besar untuk transaksi bisnis lengkap dengan berbagai ilustrasinya. Budiman juga memaparkan beberapa alasan pengusaha atau pengrajin mengikuti pameran internasional, seperti : Menentukan target pengunjung pembeli potensial yang kita inginkan dapat hadir. Menemukan new market/ new buyers baik di dalam maupun di luar negeri untuk mengetahui daya saing produk dibandingkan produk pesaing. Promosi dua arah, diskusi atau tawar menawar sampai terjadinya kesepakatan dagang.Calon pembeli akan lebih proaktif berkunjung ke stan kita, mereka serius, meluangkan waktu dan biaya demi produk yang diinginkan. Calon pembeli (visitors) dan penjual (exhibitors) tidak merasa tertekan saat berkomunikasi di stan pameran karena tidak harus terjadi transaksi.Tempat yang tepat bagi pengunjung mencari produk unggulan dan produk baru, ini kesempatan bagi pembeli untuk menjadi agen dan penjual mencari agen.Memperbandingkan kualitas, harga dan produk serta mempelajari perkembangan bisnis pesaing kita, dan menjadi bahan riset
pengembangan tren pasar yang sesuai dengan bisnis kita. Selanjutnya ia juga memaparkan trik untuk berpameran di luar negeri, dengan menekankan bahwa stan di pameran merupakan kantor atau show room sementara dan merupakan tempat yang ideal untuk melakukan komunikasi dagang, baik dengan old buyers/ new buyers dan mengundang mereka ke stan pameran. “Pastikan jenis pameran sesuai dengan tema dari produk Anda,” katanya mengingatkan sambil mengatakan
pameran merupakan bagian dari strategi pemasaran yang komprehensif dan hasil lebih sempurna. Salah seorang peserta pelatihan Rhea Cempaka menyampaikan bahwa materi yang ia terima ini sangat bermanfaat. Sebab, sebelum mendapatkan materi ini ia pernah ke luar negeri. Saat itu banyak hal yang ia belum ketahui. “Seandainya saya tahu lebih awal tentu akan mendapatkan hasil yang lebih baik,” ujarnya. Di pameran pula, katanya kita akan memperkenalkan produk
baru atau produk lama atau meningkatkan penjualan produk lama di pasar lama. Juga menjadi riset pasar di dalam dan luar negeri, komunikasi pergerakan produk kita di agen-agen, dan riset pasar di LN dari ITPC Indonesia di luar negeri. Selain itu Budiman juga membicarakan perihal masuk dan kompetisi di pasar internasional serta bagaimana melakukan total customer service, termasuk juga pelayanan kepada pelanggan secara menyeluruh. –ard
Segera Sertifikasi
Pada kesempatan tersebut, Kadisperindag Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra M.Si. menginformasikan tentang pentingnya sertifikasi untuk dapat bersaing dalam pasar bebas antar anggota negara di Asia akhir tahun ini juga. Dikatakannya, masuknya MEA 31 Desember ini, hanya tinggal menghitung hari dan jam saja. Untuk ini, Pemerintah Kota Denpasar menginformasikan kepada seluruh pengusaha sektor industri atau kerajinan yang ada di Kota Denpasar untuk bersip-siap akan dilaksanakannya sertifikasi.
Demi memudahkan pelaksanaannya, pemerintah Kota Denpasar sudah bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi di Surabaya yang sudah membuka cabang di Denpasar untuk memberikan informasi perihal maksud dan tujuan sertifikasi juga materinya, agar memudahkan pada saat pelaksanaannya tiba. “Jika saat ini dunia pariwisata sudah melakukan sertifikasi, maka untuk dunia industri di Kota Denpasar pelaksanaannya diawali pada Januari 2016,” tegasnya. Wayan Gatra juga memohon agar informasi penting ini dapat disebarluaskan pada para pengusaha atau pengrajin di Kota Denpasar. Pada proses sertifikasi tersebut katanya ada tiga kesempatan yang dapat dimanfaatkan yakni sertifikasi untuk pemilik, tenaga marketingnya dan managernya. “Gunakan kesempatan ini dengan baik. Sangat disayangkan jika nantinya para pengusaha atau pengrajin kalah bersaing karena tidak memiliki sertifikat ini,” lanjutnya. - ard
Story
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Dulu Royal Kini Bayar Utang Hari masih pagi, kerepotan Agus (47), mulai terlihat. Ia baru saja mengantar anaknya ke sekolah menggunakan sepeda motor. Tiba kembali di rumah ia harus bergelut dengan aktivitas rumah tangga. Sambil menyuapi anaknya yang masih kecil, ia mengawasi mesin cuci yang terus berputar. Sesekali ia harus membuang air dari mesin cuci manual itu untuk kemudian membilasnya beberapa kali. Kemudian ia menjemurnya. Inilah aktivitas yang dilakukan ayah tiga anak ini sejak sebulan terakhir.
“S
ejak sebulan yang lalu, saya memutuskan meninggalkan pekerjaan saya yang hanya mengejar uang saja,” kata Agus tersenyum. Memang, orang yang mengenalnya akan merasa heran dengan keputusan Agus untuk mengurus rumah tangga seperti ini. Namun, apa yang dialami Agus tampaknya dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang mau merubah hidupnya menjadi lebih baik. Sejak menikah dengan Kiran, seorang pegawai swasta dengan gaji yang tinggi dan karier yang terus melejit, kehidupan rumah tangga mereka khususnya dalam hal ekonomi tidak pernah bermasalah. Ia tidak harus merangkak dari nol seperti kebanyakan rekan-rekannya dalam membangun rumah tangga tersebut. Agus dan
Kiran dapat menikmati kehidupan yang stabil sejak awal pernikahan mereka. Hingga akhirnya, karier Kiran begitu baik sampai diangkat untuk memimpin kantor cabang dari perusahaan tempatnya bekerja itu. Itu berarti pendapatan Kiran terus meningkat. Itu awal masalah menimpa Agus. Melejitnya karier dan penghasilan Kiran rupanya mengganggu Agus secara psikologis. Sebagai laki-laki Agus merasa bahwa ia harus lebih tinggi dari istrinya. Jika awalnya ia berbisnis kecil-kecilan, maka kini ia menjadi sangat spekulatif dalam mengambil putusan. Ia meminjam modal yang cukup banyak pada istrinya. “Saya merasa bahwa sebagai suami dan kepala keluarga, maka sayalah yang harus membiayai rumah tangga ini,” ungkapnya. Dari sanalah Agus mengambil pekerjaan-pekerjaan besar bidang
“Saya sekarang memilih mengurus anak-anak dan rumah tangga. Tidak ada pembantu, karena itu saya harus mengerjakan sendiri semua pekerjaan rumah tangga ini,”
tkh/net
pencetakan yang membuatnya harus banyak meninggalkan keluarga untuk bekerja. Agus merasa sangat bangga dengan seringnya ia keluar kota. “Kadang meskipun tidak ada pekerjaan saya selalu keluar kota demi agar terlihat saya sibuk,” katanya. Hasil pembayaran pekerjaan yang seharusnya disetor ke perusahaan tempatnya bekerja, sebagiannya ia bawa pulang untuk keluarganya, semacam penghasilan bulanannya. Padahal sesungguhnya gaji Agus terbilang kecil. Dari sinilah Agus merasa bisa membuktikan perannya sebagai kepala keluarga yang bisa mem-
biayai keluarganya. Dalam pergaulan Agus juga terbilang royal pada kawan-kawannya, traktir sana traktir sini. “Padahal semua itu semu,” akunya. Tiap berkumpul dengan kawan-kawannya, ia sengaja terlihat sibuk dengan tiga telepon genggam yang terus berbunyi. Agar terlihat lebih sibuk lagi, Agus sampai harus berbohong mengatakan dirinya sedang berada di satu kota ke kota lainnya manakala kawan-kawannya meneleponnya. “Padahal saya ada di rumah saya,” ujarnya. Pekerjaan-pekerjaan besar yang ditangani itu sesungguhnya memang memiliki nilai bisnis yang besar, namun karena ia terlalu berani agar terlihat sibuk itulah yang membuat akhirnya kliennya tidak terkendali. Ditambah lagi sesungguhnya dari perusahaan itu ia tidak mendapat uang perjalanan yang besar ketika ia harus datang menagih ke kota-kota tempat kliennya berada. Dalam seminggu ia bisa menghabiskan uang puluhan juta rupiah untuk terbang ke sana kemari. “Sampai-sampai uang untuk perjalanan menagih itu saya pinjam dari istri saya. Nilainya bahkan sampai Rp 280 juta untuk menagih saja karena tidak ada biaya dari kantor sebesar itu,” katanya. Nilai tagihan itu memang besar. Bahkan sempat mencapai Rp 8 miliar. Keberanian Agus menangani klien sebanyak dan sebesar itu sesungguhnya karena ia sangat menginginkan bonus yang jelas sangat besar dari nilai tersebut. Namun, ia tidak pernah berhitung soal kemampuan dan kesiapannya menjalankan bisnis tersebut. Hingga terbukti ia gagal. Banyak klien yang mangkir membayar dan perusahaan tidak mau tahu akan hal itu. “Perusahaan tidak mau tahu soal lain, mereka hanya mau pekerjaan itu dibayar dan saya harus bertanggung jawab untuk itu,” ungkapnya. Agus mulai kelimpungan. Ia oleng. Masalah ini tidak harus ia tanggung pada perusahaannya melainkan juga dalam rumah tangganya. Istrinya akhirnya merasa bahwa penghasilan yang dibawa suaminya sangat tidak seimbang dengan nilai yang telah dikeluarkannya. Belum lagi Agus harus melunasi tanggung jawabnya pada perusahaan tersebut yang otomatis uangnya diambil dari istrinya. “Saya memahami jika istri saya marah dan sekarang cuek pada saya,” katanya. INGIN PULANG KAMPUNG Selama dua tahun, Agus berjuang membayar sedikit demi
7
sedikit utang pada perusahaan terutama uang yang ia pakai yang dikatakannya sangat banyak. Setidaknya ia sudah dapat membayar setengah dari kerugian perusahaannya itu. “Saya harus mencari Rp 2 miliar lagi untuk dapat melunasinya,” katanya sedih. Karena masalah ini, diakuinya hubungan dengan istrinya tidak terlalu baik. Termasuk juga dengan keluarga istrinya yang selama ini mendapat pasokan finansial dari istrinya yang harus ikut membiayai kebutuhan keluarga. Permasalahan yang dialami dengan istrinya tidaklah mudah. Namun Agus sadar sesadarsadarnya akan kesalahannya yang besar itu. Ketika masalah ini nyaris tak terkendali dan nyaris membuat ia harus berpisah dengan istrinya, Agus bahkan memohon maaf berulang-ulang pada istrinya. Ia berjanji akan mengubah semua prilakunya. Sampai akhirnya ia memilih keluar dari pekerjaannya dan melunasi seluruh utang-utangnya. “Saya sekarang memilih mengurus anak-anak dan rumah tangga. Tidak ada pembantu, karena itu saya harus mengerjakan sendiri semua pekerjaan rumah tangga ini,” katanya. Agus harus menerima keadaan ini untuk menebus kesalahannya. Ia kini tak memiliki apa-apa lagi. Mobil telah dijual dan pembantu juga sudah diberhentikan. Keuangan semua terfokus untuk membayar utangutangnya. Tiap pagi ia harus mengantar jemput anak-anaknya ke sekolah menggunakan sepeda motor. Ia juga harus mengurus rumah dan seorang anak mereka yang masih berusia 3 tahun. Pukul tujuh ia harus me ngatar anaknya yang kelas satu sekolah dasar. Pukul 10 juga ia harus kembali ke sekolah untuk mengantar anaknya yang lain yang masuk siang. Bayinya ia gendong di depan selama mengantar anak-anaknya ini. Di rumah seluruh pekerjaan rumah tangga harus ia urus. Ia tidak ingin istrinya marah melihat rumah yang berantakan ketika pulang kerja dalam keadaan capek. Sungguh ia sangat merasa kerepotan. Demi menyelamatkan rumah tangganya, ia mengaku ikhlas mengalah untuk membayar semua kesalahannya ini. Agus tengah menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi keluarganya di kampung halamannya di Lombok. “Saya ingin membawa istri dan anak-anak saya meninggalkan ibu kota ini dan kembali ke Lombok,” ujarnya. -Naniek I. Taufan
6
Woman on Top
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Venna
Melinda
Berani Jawab Tantangan Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desem ber bukan sekadar simbol dimana kita harus meng hargai keberadaan, eksistensi, dedikasi seorang ibu tapi memiliki makna lebih luas dan dalam. Dalam wilayah domestik, ibu adalah tokoh sentral dalam kehidupan seorang anak. Ibu sangat berperan da lam pembentukan karakter anak sejak masih dalam kandungan hingga tumbuh dewasa, peran ibu tidak berhenti. Peran ibu tetap disandang sepanjang hayat di kandung badan.
“H
idup ini tidak akan ada tanpa kehadiran seorang ibu. Kita tidak berada di bumi jika tanpa seorang ibu. Jadi sikap, karakter kita, ibulah yang paling ‘menoreh’ dalam kehidupan seorang anak, mau menjadi seperti apa anak itu kelak,” ungkap Venna Melinda. Seperti umumnya, ujar Venna, kebahagiaan terbesar seorang ibu adalah jika melihat keberhasilan anak-anaknya dalam meniti kehidupannya. Semua ibu pasti memiliki impian yang sama, yakni melihat anaknya tumbuh dengan baik, berkarakter baik, berperilaku baik dan mampu meraih apa yang diimpikannya. “Perhatian dari anak pada Hari Ibu memang menyenangkan,
namun lebih dari itu, bagi saya yang terpenting adalah dari hari ke hari anak semakin respek, care, dan mau mendengarkan apa yang saya sampaikan, itu sudah merupakan ‘kado’ dalam hidup saya. Kado itu semakin indah karena mereka mampu membuat prestasi, tidak narkoba, tidak berperilaku ‘aneh’ dalam artian menjalani kehidupannya ‘on the track’. Artinya sikap sehari-hari itulah yang terpenting, itu yang membuat saya bahagia,” ungkap Putri Indonesia 1994 ini. Namun, dia juga tak menampik kalau ungkapan cinta dari anak-anaknya pada Hari Ibu membuatnya bahagia. Biasanya, kata Venna, selain memberi ucapan selamat, kedua anaknya memberinya sesuatu. “Kalau Verrel misalnya, dia anak yang
romantis, biasanya saya menerima bunga. Sedang dari Athalla biasanya memberi sesuatu yang kadang di luar ekspektasi, suatu kejutan,” kata wanita 43 tahun ini. BUKAN HANYA SLOGAN Di bagian lain penulis buku “Venna Melinda’s Guide to Good Living” ini juga berbicara tentang Hari Ibu dalam arti luas. Hari Ibu, tidak hanya dimaknai dalam konteks domestik, namun lebih luas lagi, yakni, tentang perjuangan perempuan dalam mencapai kesetaraan gender dan ikut berpartisipasi dalam setiap aspek kehidupan. “Saya melihat banyak hal telah dicapai oleh perempuan Indonesia. Di berbagai bidang perempuan telah ikut ambil peran penting. Jadi buat saya, perempuan zaman sekarang sudah sangat pantas untuk bisa disejajarkan. Pengarusutamaan gender bukan lagi sekadar slogan tapi sudah diaplikasikan. Adanya reformasi, saya kira, ikut memberi andil dimana kesempatan perempuan untuk berperan dan membuktikan diri, makin terbuka,” ujar mantan artis kondang yang kini berkiprah sebagai anggota DPR RI ini
Dengan kesempatan-kesempatan yang ada, lanjut pemeran sejumlah sinetron dan film ngetop di jamannya seperti ; ‘Catatan Si Boy’, ‘Bella Vista’ dan ‘Tersanjung’, tinggal bagaimana perempuan memanfaatkannya. “Jadi tinggal bagaimana mental kita saja dalam menjawab globalisasi. Apakah kita mempunyai mental yang kuat? Karena bagi saya sekarang ini, perempuan cantik itu bukan karena fisiknya tapi karena keberaniannya menjawab tantangan, keberaniannya memperjuangan sesuatu dalam hidupnya dan kemampuannya untuk bermanfaat bagi orang lain. Itulah definisi
perempuan cantik menurut saya,” tegas Venna yang beribukan seorang wanita Bali, Ayu Made Rachmawati ini “Semuanya kini berpulang pada perempuan, mau atau tidak, bisa atau tidak. Mungkin banyak perempuan punya kemampuan, tapi bagaimana dengan mental? Saya kira, di luar kualitas, mental adalah nomor satu. Itu paling penting, dan membuat kita ‘hidup’! Saat ini semua sudah tersedia, tidak ada yang menghalang-halangi. Satu hal yang bisa menghalangi, ya, diri kita sendiri,” tambahnya.
THE TURNING POINT Sebuah buku karya Malcolm Gladwell yakni The Tipping Point: How Little Things Can Make a Big Difference banyak menjelaskan tentang perubahan-perubahan sosiologis sehari-hari. Mereka yang mengalami perubahan perilaku sebagai respons terhadap perubahan yang tidak disangka akan terjadi dan membawa dampak luar biasa terhadap kehidupan berikutnya. Situasinya bisa mermacam-macam sehingga memberi pengalaman yang berbeda bagi setiap orang. Bisa menjadi situasi yang luar biasa kacau dan tidak terkendali bagi mereka (the moment of critical mess) dan barangkali bisa juga disebut sebagai the boiling point. Mari ambil beberapa menit untuk merenungkan kembali berapa kali dalam satu tahun kita mengalami hal serupa. Di berbagai peran yang kita mainkan, kemungkinan chaos atau
munculnya setuasi yang tidak terkendali, akan selalu ada. Bagi mereka yang mengalami guncangan kuat, situasi ini mampu melumpuhkan kemampuan berpikir jernih, obyektif, dan rasional mereka. Bukan hal yang mengejutkan lagi apabila situasi ini berdampak terhadap hilangnya motivasi untuk maju, cenderung memandang rendah diri mereka sendiri, serta kondisi yang tidak rasional dengan membandingkan diri mereka dengan situasi yang dialami orang lain. Seorang Ibu sangat peka melihat, membaca dan merasakan perubahan yang terjadi pada putra-putri mereka dan sangat peka membaca situasi kritis yang terjadi, baik di saat mereka kecil maupun di saat mereka menjadi putra-putri dewasa. Dan saya berpendapat bahwa seorang Ibu bisa menjadi the best leader yang mempunyai kemampuan luar biasa untuk menarik putraputri mereka keluar dari critical moment atau perfect chaos yang mereka alami. Terkadang hanya dengan kata-kata sederhana – hanya dengan sikap sederhana – hanya dengan senyum sederhana. Izinkan saya berbagi satu hal yang terlintas di pikiran saya saat menyusun paragrap demi paragraf dalam tulisan ini, saat saya sendiri mengalami the moment of critical mess, Ibu saya memberi sebuah kalimat sederhana namun luar biasa menguatkan dan
THE MOTHER WAY Ketika membaca The Mother Way, apa yang terlintas di pikiran kita? Barangkali boleh kita sebut The Mother Way sebagai jurus jitu para Ibu melakukan pendekatan dengan kasih kepada putra-putri mereka. Berbicara tentang pedekatan atau approach, sering sekali kita terlibat dengan diskusi tentang inter-personal approach, successful people approach, hingga pemahaman tentang Law of Attraction. Bukankah sangat unik apabila kita menganalisa pendekatan yang sesungguhnya dilakukan seorang Ibu? Law of Attraction merupakan konsep fokus pikiran negatif yang diyakini akan membawa hal negatif. Sebaliknya konsep fokus pikiran positif membawa pengalaman positif. Saya mengamati bahwa seorang Ibu justru melakukan hal-hal yang sederhana yang mewakili pendekatan terbaik dalam hubungan antar personal dan dalam pengelolaan sisi inter-personal. Para Ibu sangat memahami pendekatan dengan hati dan pendekatan dengan pengertian mendalam. Dalam kaitannya dengan Law of Attraction, saya melihat pikiran sederhana ini muncul dengan konsep energi yang sederhana yaitu like attracts like dan love
Sekitar 2.500 pecinta topeng yang terdiri dari seniman, ma hasiswa dan peng unjung, bersama-sa ma memakai topeng asli nusantara di Car Free Day di Jalan Tunjungan Surabaya, pekan lalu. Mereka juga menari-nari di sepanjang jalan memberikan hiburan pada pengunjung.
S
attracts love. Ibu-Ibu yang luar biasa, rupanya telah menerapkan konsep ini sejak putra-putri mereka ada di dalam kandungan. KEEPING ON TRACK & GOING FOR GOLD Beberapa tahun belakangan ini pada banyak forum, kita mendiskusikan generasi Y sebagai generasi produktif dengan evolusi cara pandang dan kinerja yang luar biasa efektif. Generasi ini juga menguasai perkembangan dan memahami betul konsep technology optimization. Ibu-Ibu yang melahirkan generasi Y telah mengantongi pengetahuan yang luar biasa istimewa dan melihat putra-putri mereka saat ini menjadi generasi yang istimewa. Generasi ini sangat dekat dengan teknologi, sangat pandai dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan menurut berbagai sumber, ciri lain mereka adalah menyayangi dan akrab dengan orangtua, serta dapat berbicara terbuka tentang apa saja dengan orangtua mereka. Tanpa disadari, seorang Ibu juga mengalami evolusi cara pandang dan evolusi sikap sebagai respons terhadap permintaan dari perubahan luar yang terjadi – sebuah evolusi yang menjadikannya sebagai smart mother yang mengarahkan putra-putri mereka menuju definisi sukses (going for gold). Menyelesaikan tulisan ini di sebuah sudut coffee shop kecil di kawasan Ubud, duduk di samping saya, seorang Ibu muda yang menarik dan pintar, berbisik kepada saya ; people are like sheep that can get lost one day. But God will guide them back to their respective right track. Ia menekankan kembali bahwa kita semua seperti domba yang juga bisa tersesat kapan saja, tetapi Tuhan akan membawa kita kembali ke jalannya masing-masing. Enlightening & Strengthening! Selamat Hari Ibu!
19
Masyarakat Pamer Topeng Nusantara
elain sebagai pelestarian kesenian daerah, acara tersebut juga sebagai bentuk diplomasi pertahanan budaya lokal menjelang dilaksanakan era MEA. Tak ayal, hadirnya topeng-topeng menjadi hiburan bagi pengunjung
Special Topic on Mother’s Day Celebration
Pada saat menyadari perayaan Hari Ibu akan tiba, terlintas di benak saya untuk merenungkan lebih dalam dan menulis tentang Building On Strength. Satu momentum luar biasa untuk mengingat kembali seseorang yang istimewa yang telah banyak membentuk dan membangun kekuatan untuk kita, yaitu Ibu.
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
-Diana Runtu
Building on Strength menjadi the turning point atau titik balik untuk menguatkan dan merubah cara pandang saya terhadap situasi saat itu; ‘Erika, You have to be strong!” Seorang Ibu rupanya memiliki sense of crisis yang sehat. Seorang kawan baik mengirim sebuah pesan singkat dan membagi the turning point dari almarhum ibunda tercinta yang mengatakan; Pelajarilah tanggung jawab. Kalimat sederhana penuh makna pembelajaran yang menjadikannya seorang entrepreneur sukses. Luar biasa!
Mozaik
Car Free Day. “Ini bentuk kreasi kami dalam mempertahankan budaya asli nusantara. Semua tahu, anak-anak usia dini lebih gemar dengan topeng super hero dari negara lain. Dan kebetulan kita lakukan pada saat hari nusantara ini,” kata
Ketua Dewan Kesenian Jatim, Taufik Monyong. Taufik Monyong mengatakan, inti dari kegiatan tersebut merupakan perlawanan terhadap kebudayaan asing yang paling kental di Indonesia, yakni topeng Halloween. Jika topeng asing
dibiarkan, lanjut Taufik, maka topeng asil pribumi akan musnah dan direbut negara lain. Taufik mencontohkan, di negara Thailand ada event kesenian tahunan untuk memperingati topeng Panji. Padahal, topeng Panji berasal dari Kediri, Jawa Timur. “Kita tidak ingin itu terulang, kesenian topeng kita dicuri atau diakui oleh negara lain. Nah kegiatan ini juga sebagai bentuk kritikan kepada pemerintah untuk ikut andil dalam memperkenalkan
budaya kesenian lokal,” tandas Taufik. Dalam kegiatan tersebut, ada sekitar 11 jenis topeng yang dikenakan, diantaranya topeng Gettah dari Madura, topeng Patenteng dari Madura, Panji Asmorobangun dari Malang dan Kediri, Kolossuwandono dari Ponorogo dan topeng Barong dari Pasuruan, topeng Gandrung dari Banyuwangi serta topeng Reog Kendang dari Tulungagung. -Romadhona Yulian
Waralaba Makanan Jadi Peluang Baru di Ponorogo Bisnis waralaba makanan sekarang ini sudah semakin berkembang dengan pesat. Mulai dari lokal maupun internasional sudah menghiasi perkembangan dunia bisnis terutama di Kota Ponorogo. Munculnya bisnis waralaba sekarang ini sudah banyak dicari oleh masyarakat mengingat peluang bisnis ini sangat menjanjikan bagi para pelakunya. Ari Bilowo salah satu pengamat ekonomi di Ponorogo mengungkapkan, bisnis waralaba makanan memang memiliki prospek yang sangat cerah. Jika diperhatikan, bisnis ini semakin meningkat seiring dengan banyaknya para pencari bisnis makanan dengan
sistem kemitraan. “Dengan melihat kultur budaya masyarakat Ponorogo sangat membantu para pemula bisnis yang ingin mendapatkan kemudahan dalam bisnis franchise makanan,” ujar Ari. Ada berbagai jenis makanan yang telah banyak ditawarkan menggunakan sistem kemitraan ini. Biaya untuk investasi pun juga beragam mulai dari biaya rendah sampai yang tinggi. “Semakin terkenal merek yang dimiliki, maka akan semakin mahal juga biaya investasi yang ditawarkan,” imbuhnya. Bisnis makanan telah menjadi wahana yang mulai sejak dulu memiliki prospek bisnis yang sangat menguntungkan. Berbagai
macam jenis makanan banyak menghiasi sepanjang jalan. Hal itu karena banyak ditawarkan bisnis waralaba makanan dengan modal relatif kecil namun keuntungan yang dijanjikan lumayan besar. “Bisnis waralaba makanan dapat dengan mudah dijalankan. Mulai dari bahan-bahan makanan, resep makanan hingga alat produksinya sudah disiapkan dan disediakan oleh para pemberi waralaba,” terangnya Selain itu, makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok atau primer bagi seluruh manusia. Karena alasan itulah bisnis makanan tersebut tidak akan pernah ada matinya selama manusia hidup
dan masih membutuhkan makanan untuk memenuhi kebutuhannya. “Oleh sebab itu, peluang bisnis waralaba makanan sangatlah besar dan berpotensi pada keuntungan yang tentunya juga lebih besar,”ungkap Ari yang juga pengurus HIPMI Ponorogo ini. Hal yang tak kalah penting lagi adalah pilihan untuk bisnis waralaba makanan sangat banyak
dan beraneka ragam. Sehingga sebagai calon pelaku bisnis waralaba dapat dengan leluasa memilih jenis produk atau jasa dalam bisnis tersebut. Selain itu, para pemberi waralaba juga akan bersikap terbuka dan tidak enggan untuk memberikan pelatihan khusus bagi para penerima waralaba untuk meningkatkan potensi keuntungan dari bisnis makanan.-Dinar Perdana
20
Nine
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
5
Ultra Dewi
Lulusan Magister Memilih jadi Ibu RT
Tiap bulan Ultra Dewi selalu asyik di depan buku catatan sembari menulis laporan bulanan tentang berbagai kegiatan di lingkungannya. Untuk menjalankan tanggung jawab ini, bukan karena ia seorang pegawai kantoran atau pun karyawan swasta, melainkan ia hanyalah seorang ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga yang peduli pada lingkungan sekitarnya sehingga ia memilih aktif dalam organisasi terkecil, lingkungan yang paling dekat dengannya.
B
Ultra Dewi
agi seorang perempuan, menjadi ibu rumah tangga tidak hanya melulu mengurus anak, rumah dan kebutuhan keluarga melainkan juga dapat berkiprah dalam masyarakat, hatta (sekalipun) itu dari lingkungan yang terkecil seperti RT atau pun RW. Memberikan manfaat bagi tetangga,
orang lain serta lingkungan dengan menyumbangkan tenaga dan pikiran menjadi salah satu pilihan untuk menjadi ibu rumah tangga plus. Ultra Dewi (46), ibu tiga anak ini adalah salah satunya. Meski ia bukan satu-satunya perempuan yang aktif di lingkungan tempatnya tinggal, aktivitas Dewi terbilang padat. “Biar dapat tetap bersi-
laturahmi dan saya ingin punya kawan yang banyak,” ungkap ibu dari Muhammad Zam-zam Daffa Ramadhan (16), Alya Nurrahmah (12) dan Dayana Sausan Nur Ahza (6). Untuk dapat berkontribusi pada lingkungan sekitarnya, perempuan asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat yang mengikuti suaminya sejak tahun 2007 menetap di Kelurahan Bantarsoka, Kecamatan Purwokerto Barat, Purwokerto Jawa Tengah ini, tidak perlu muluk-muluk duduk mewakili masyarakat pada tingkat yang tinggi, melainkan ia mulai dari lingkungan sekitarnya. Tidak tanggung-tanggung, di samping mengurus anak dan keluarganya, sebagian waktu lainnya banyak ia habiskan untuk
aktif dalam berbagai organisasi RT/RW maupun perkumpulan silaturahmi lainnya sebagai pengurus. Dewi mulai aktif dalam berbagai kegiatan ini sejak tahun 2007, bahkan sejak anakanaknya masih kecil. Semua ini dijalankan Dewi selain karena kepercayaan yang diberikan padanya juga sebagai usaha untuk dapat tetap menyambung silaturahmi dengan para tetangga maupun lingkungannya. Juga untuk mengisi waktu luangnya agar tidak siasia. Hari-hari Dewi selalu diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari kegiatan organisasi terkecil dari Rukun Tetangga tempatnya tinggal yakni sebagai Ketua Dasawisma, Sekretaris PKK RT, Kader Posyandu Balita, men-
gurus keuangan simpan pinjam RW, juga sebagai bendahara Badan Kesehatan Ibu dan Anak perwakilan RW di kelurahan setempat. Tidak itu saja, ia juga aktif dalam persatuan orangtua murid dan guru di SDIT Putra Harapan Purwokerto tempat putri bungsunya bersekolah. Ia juga pernah menjadi Ketua Komite TK ketika putrinya ini duduk di TKIT Putra Harapan. Dalam hal keagamaan, Dewi juga turut aktif dalam berbagai pengajian bahkan menjadi ketua salah satu kelompok pengajian di kota ini. Ia terbilang rajin mengikuti kegiatankegiatan pengajian yang hampir ada setiap harinya, namun yang rutin ia ikuti setidaknya dua kali seminggu. –Naniek I. Taufan
Setor Satu Juz Setiap Hari Kesibukan-kesibukan tersebut tidak membuat Dewi melupakan tanggung jawab pribadinya sebagai seorang muslim dengan ikut dalam komunitas ODOJ (one Day One Juz) sejak dua tahun terakhir ini. Dan setiap harinya, di sela-sela kesibukannya Dewi menyempatkan diri untuk menyetor satu juz bacaan Al Quran. Dengan berbagai aktivitas yang dijalankan istri dari Urip Prasetya Sukartono (46), menunjukkan bahwa menjadi ibu rumah tangga itu tidak mesti hanya mengurus anak dan keluarga melainkan dengan pandai mengatur waktu dapat pula berkiprah di lingkungan sekitar, hatta (sekalipun) lingkungan RT maupun RW. Dewi memilih ikut terlibat dalam berbagai kegiatan RT/RW ini juga karena tidak ingin membuang waktu percuma. Menurutnya, sebagai ibu rumah tangga sesungguhnya memiliki waktu luang yang cukup. Apalagi setelah anak-anaknya besar dan bersekolah, tidak kurang dari tujuh jam ia sendirian berada di rumah karena sang suami yang bekerja sebagai pegawai perpajakan beberapa tahun terakhir ini bertugas di Batam. Karena itulah ia man-
faatkan waktu tersebut dengan kegiatan yang berguna, baik untuk dirinya, keluarga maupun untuk lingkungannya. Kemampuan Dewi dalam memanajemen banyak kegiatan ini, tidak lepas dari latar belakang pendidikannya. Dewi bukan ibu rumah tangga biasa. Ia adalah lulusan magister manajemen yang dengan sadar memilih untuk menjadi seorang ibu rumah tangga. Karena itulah, selain fokus utamanya adalah keluarga, selebihnya ia terjun menjadi bagian dalam kegiatan kemasyarakatan. Latar belakang pendidikannya yang seorang magister manajemen tentulah memberikan kontribusi yang besar dalam menjadikannya pandai mengatur waktu. Dewi tidak harus duduk pada level yang tinggi untuk dapat memberi manfaat melainkan serius dalam kiprahnya di RT dan RW. Karenanya, hampir setiap hari Dewi selalu memiliki aktivitas baik di rumah maupun di lingkungannya. Pilihan Dewi untuk turut aktif mengurus kepentingan RT/RW ini selain ingin agar tetap dapat menyambung silaturahmi dan juga bersosialisasi juga agar dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Ia
Atta Labeji Villas Masterplan
bergaul positif seperti ini yang membuat ia banyak memiliki kawan dan sahabat. “Alhamdulillah, di perantauan ini saya jadi banyak kawan dan sahabat,” ungkapnya tersenyum. --Naniek I. Taufan
Atta Labeji Villas Deluxeroom Interior
ATTA LABEJI VILLAS MENGUSUNG KONSEP KEARIFAN LOKAL “MEPATUNG” “Mulai 12 juta bisa punya Unit Atta Labeji Villas”
Beberapa bulan terakhir ini, perhatian masyarakat Bali tertuju dengan kehadiran Atta Labeji Vil las, setelah sebelumnya proyek serupa Villa Mesari telah sukses mengantarkan masyarakat lokal Bali mensejajarkan diri dengan in vestor asing. Karena, hanya dengan Rp 12 juta, masyarakat Bali sudah bisa memiliki atau menjadi owner villa. “Ini karena kami memakai konsep mepatung, konsep waris an leluhur masyarakat Bali. Saya terinspirasi dari konsep ini, untuk dapat menjadikan masyarakat Bali sebagai investor dan memperta hankan tanah Bali dengan menjadi ‘tuan’ di tanahnya sendiri,” ungkap
Made Robert, pendiri sekaligus konseptor Mesari Land dengan proyek villatel Villa Mesari dan Bos Land dengan proyek Atta Labeji Villas. Ada 3 prinsip yang dijelas kannya dalam konsep mepatung ini. Pertama, masyarakat Bali sudah biasa mepatung (urunan) dalam berkehidupan sosial dan agama. Contohnya, masyarakat Bali mepatung dalam hal upacara seperti ngaben massal, karena jika dilakukan sendiri biayanya besar. Dengan ngaben massal, biaya bisa dibagi-bagi. Demikian halnya saat hari raya Galungan, masyarakat Bali juga biasa me
patung membeli dan membagi be celeng. “ M e l i h a t fe n o m e n a i n i , masyarakat Bali sudah biasa urunan/mepatung, hanya saja tidak di sektor ekonomi/bisnis. Saya belajar dari kearifan lokal, karena sistemnya sudah ada, hanya saja sekarang ini saya ubah mepatungnya ke investasi/bisnis. Kami mulai dari usaha yang luxury bagi masyarakat Bali, yakni villa dan hotel. Karena villa dan hotel bia sanya hanya bisa dikerjakan oleh pemodal besar. Tetapi, dengan konsep mepatung ini hal-hal besar menjadi kecil, karena dipotongpotong, dibagi-bagi. Kami mulai
dengan proyek hotel dan villa dulu, jika berjalan baik kedepannya bisa merambah ke sektor ekonomi/ bisnis yang lain,” papar Direktur Utama BOS Land ini. Kedua, dengan adanya kon sep mepatung alias bisnis ke royokan/rame-rame ini, ber gabung menjadi investor/owner Atta Labeji Villas, akan ter bentuk networking/berkumpul sesama investor. “Dulu biasanya masyarakat Bali berkumpul hanya membicarakan hal-hal yang bersifat sosial/suka-duka. Tetapi dengan bergabung di Atta Labeji, mereka berkumpul mem bicarakan kehidupan nyata yang
berhubungan dengan bisnis dan investasi. Karena kita hidup se lalu butuh uang, namun sayang uang jarang dibicarakan ketika berkumpul,” ucap suami dari Made Ayu Dewi Saraswati ini. Ketiga, dulu biasanya ma syarakat Bali berkumpul meng habiskan uang, sekarang berkum pul berinvestasi untuk menghasil kan uang. “Jadi, berkumpulnya diubah, biasanya tiap ada acara apa pun di Bali termasuk suka-duka, berkumpul selalu menghabiskan uang. Tetapi di era sekarang, saat nya menghasilkan uang dengan bergabung di Atta Labeji Villas,” ajaknya. –ten
Bangun Nasionalisme Orang Bali dengan jadi Investor di Tanah Sendiri
ilustrasi: lesprivat99.com
senang karena masih punya arti bagi sesama. Lebih dari itu, Dewi menyadari bahwa ia tinggal di perantauan dan mestilah pandai membawa diri dalam pergaulan. Dan ia merasa benar manfaatnya
Atta Labeji Villas Pool Villa Exterior Couple
Pasutri Made Robert dan Made Ayu Dewi
Atta Labeji Villas yang ber lokasi di Kenderan, Ubud, Bali ini, boleh dikatakan menjadi sebuah usaha Made Robert un tuk membangun nasionalisme orang Bali untuk mencintai tanah kelahirannya, sekaligus menjadi kannya sebagai peluang usaha dengan berinvestasi. “Belajar dari investasi yang kecil dulu, mulai Rp 12 juta,” ujar Komisaris Utama BOS Land Made Ayu Dewi Saraswati menambahkan. Dengan berinvestasi di Atta Labeji Villas, selain aman inves tor pun mendapatkan berbagai keuntungan, di antaranya: uang pembelian lot dikembalikan 100 persen dalam beberapa tahun, mendapatkan 1 surat lot yang saat ini nilainya Rp 12 juta dan seiring waktu harganya pasti naik, voucher menginap senilai Rp 12 juta, penghasilan pasif 10% setiap tahun selama 2 ta hun dan setiap 6 bulan selama 23 tahun, satu box kartu nama Atta Labeji Villas dengan jaba tan owner, kupon undian untuk memenangkan grand prize 2 hektare hutan jabon dengan hasil milyaran rupiah, dan lain-lain. “Klausa ini dituangkan dalam
Penandatanganan perjanjian investor Atta Labeji Villas di notaris
perjanjian notaris. Beberapa investor bahkan telah melaku kan penandatanganan kontrak kepemilikan unit Atta Labeji Vil las di notaris,” jelasnya. Untuk itu, Made Ayu men gajak masyarakat Bali untuk bersama-sama sukses di investasi villatel ini, bersama-sama mem pertahankan tanah Bali dengan menjadi investor (owner) Atta Labeji Villas. Untuk lebih jelas nya, silakan datang ke acara PRESENTASI GRATIS yang akan
dilaksanakan Rabu, 23 Desember 2015, pukul 17.30 wita di IBIS Style Hotel, Jalan Teuku Umar 184 Denpasar. Atau bagi caloncalon investor yang tidak bisa hadir, bisa langsung datang ke kantor Bos Land untuk membeli lot Atta Labeji Villas. Untuk infor masi lebih lanjut, silakan datang langsung ke Kantor BOS Land di Jalan Tukad Pakerisan No. 79 Panjer, Denpasar, tlp. 0361-4723 260, 082 247 365 888, 087 861 999 658. –ten
4
Inspirasi
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Wiwiek Lesnowati
Pilih “Party”
P
erempuan kelahiran 15 November 1960 ini berasal dari Bandung, Jawa Barat. Pekerjaan ayahnya di PJKA membuat ia menjalani masa kecil sering berpindah-pindah kota dari Bandung, Tegal, Lampung, Palembang dan terakhir.di Jakarta. Setelah dewasa, Wiwiek meniti karier di Jakarta. Posisinya sebelum berhenti bekerja adalah Sekretaris Direksi PT Dharma Niaga. Alasannya berhenti bekerja karena ia mengikuti suami yang saat itu bekerja di PT Panca Niaga. “Tahun 1993, suami saya ditugaskan ke Irian. Saya ndak mau ikut. Saya tetap di Jakarta bersama anak-anak. Tetapi, saya janji kalau pindahnya ke Barat, saya mau ikut,” kenang istri (alm) Herdy Supiandri ini. Setahun kemudian, suaminya ditugaskan ke Bali sebagai kepala cabang. Wiwiek yang sudah berjanji untuk mendampingi suami pun ikut ke Bali. Konsekuensi dari ikut suami ini, ia harus berhenti dari pekerjaannya. Wiwiek sempat galau memikirkan apa yang harus ia kerjakan di Pulau Dewata. Ia pun teringat bisnis Tupperware yang sempat dikenalnya. Awalnya hanya memberi kesempatan kepada konsultan Tupperware untuk menyampaikan produk kepada teman kantor. Ternyata, setelah itu Wiwiek dihadiahi produk. “Dulu saya sempat meremehkan. Plastik kok dijual mahal. Setelah saya pakai kok bagus. Saya pun tertarik dengan produkproduk buatan Amerika Serikat ini. Selain jualan produk, ada jen-
Wiwiek di Roma
jang karier dan bisa dapat hadiah jalan-jalan ke luar negeri. Saya bergabung di Tupperware sejak 15 Desember 1994 sebagai konsultan,” ujar ibu dari Mochammad Andrianto, Nurina Ismawati, dan Nuranisa Herwita ini. Ketika suami sudah mulai bertugas di Bali, Wiwiek bolak-balik Denpasar-Jakarta. Ia mempersiapkan kepindahannya sekaligus merintis bisnis baru. Kebetulan saat itu Tupperware belum masuk Bali. Bulan Desember 1994 Wiwiek resmi menjadi konsultan
Wiwiek di Maroko
di Jakarta dan awal 1995 ia mulai penetrasi di Bali. Untuk pengembangan bisnis ia memperbanyak mencari konsultan baru. Pe r j u a n g a n t a k kenal lelah membuatnya berhasil merekrut orang. Dari konsultan, ia naik menjadi team captain dan April 1995 posisi Manajer sudah ia pegang. Dalam waktu enam, ia berhasil memenuhi target dan mendapat hadiah liburan ke Perth, Australia. Karier yang terus menanjak membuat nenek empat cucu ini membuka PT Widya Mutiara Bali sebagai distributor Tupperware wilayah Bali, NTB, dan Banyuwangi pada 27 September 1996. “Saya suka ngebut. Kalau mau sesuatu harus cepet. Saya gencarkan promosi di kalangan ibu-ibu. Saya ingin menginspirasi mereka, sebagai kaum perempuan bisa mencari nafkah. Mending party Tupperware daripada ngrumpi yang tidak jelas. Kumpulkan 5 orang di rumah, undang Konsultan. Habis acara, nyonya rumah dapat hadiah. Kalau ada penjualan, dapat bonus. Asyik kan party-nya,” jelasnya. Ketika mulai merintis di Bali, Wiwiek mengaku terk-
Wiwiek di Eropa
endala bahasa. Namun, ia tak menyerah. Ia pelajari karakter budaya masyarakat sehingga bisa membaur dengan mereka. Tetapi, masih saja ada yang menampik bisnis yang ia tawarkan ini. Kepada para konsultan, Wiwiek memberi semangat agar tidak mudah menyerah. Menolak sekali bisa dicoba atau ditawarkan di kesempatan lain. SALDO SISA RP 350 RIBU Perempuan yang hobi wisata kuliner ini menuturkan, dirinya punya mimpi naik haji. Berkat kerja kerasnya, ia pun bisa naik haji tahun 1999. Tahun itu, karena krisis moneter, ongkos naik haji (ONH) cukup mahal. Uang tabungan Wiwiek hanya tersisa Rp 350 ribu. Tetapi ia percaya, Tuhan pasti memberi jalan yang terbaik. “Banyak godaan sebelum saya berangkat. Ada yang nawarin rumah dan nawarin tanah. Saya tolak semuanya karena fokus saya dan suami naik haji. Akhirnya saya bisa mewujudkan mimpi ke Tanah Suci. Di sana saya berdoa, bersyukur atas apa yang sudah saya raih dan mohon bisa punya rumah di Bali dan datang lagi ke Mekkah dalam waktu dua tahun,” kenangnya. Pulang dari Tanah Suci, omzet Wiwiek yang rata-rata Rp 20 juta per bulan naik menjadi Rp 40 juta. Satu yang menggembirakan, ada kelebihan ONH yang dikembalikan ke jemaah. Bahkan, dua tahun kemudian, Wiwiek dan suami bisa melaksanakan umroh. Rumah pun bisa ia beli di Bali. Baginya semua keikhlasan akan memberi jalan
HUT ke-57 NTB Momentum Introspeksi
D
alam perjalanan pembangunan daerah ini berbagai penghargaan nasional maupun internasional telah diraih daerah ini, di antaranya The Best Mover dalam progresifitas pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM), MDGs Award 5 kali berturut-turut, National ProWiwiek
untuk meraih kesuksesan. Ke depan, ia mencetak lebih banyak perempuan yang mau seperti dirinya. Tekun bekerja dan punya mimpi untuk masa depan. Pemikiran dan sikap optimis harus dijadikan modal dan jangan merasa pesimis. “Saya bepergian sampai ke Banyuwangi, kadang nyetir sendiri. Saya tidak menjadikan perjalanan itu beban. Sedari awal saya sudah rancang, mau ke mana, makan apa. Pokoknya wisata kuliner. Jadi melakoni usaha dengan menikmati perjalanan merupakan kiat menghilangkan stres dan lelah,” ujar perempuan yang sudah berkunjung ke lima benua berkat Tupperware ini. Tahun 2016, ia ingin ke Barcelona, Spanyol untuk Summit Council (pertemuan khusus tingkat dunia dengan target harus tumbuh). Tahun 2014 silam, Wiwiek juga diundang pertemuan serupa di Hawai, Amerika.Serikat.
Wiwiek umroh bersama keluarha
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
17 Desember 2015, Provinsi Nusa Tenggara Barat berulang tahun ke-57. Bagi pemerintah daerah NTB, peringatan hari ulang tahun ini merupakan momentum yang tepat untuk melakukan introspeksi terhadap apa yang telah diperbuat bagi kemajuan daerah ini. “Bila menengok kembali perjalanan daerah kita, tergambar ikhtiar tiada henti, perjuangan tak pernah putus yang dilaksanakan oleh seluruh warga masyarakat untuk membangun fondasi yang kokoh bagi kemajuan Nusa Tenggara Barat kini dan masa mendatang,” ungkap Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat, saat memberikan pidato sambutan dalam puncak peringatan HUT ke-57 NTB di Lapangan Kantor Gubernur NTB.
daripada “Ngrumpi” Memiliki impian itu penting. Impian itu menjadi target yang harus dicapai. Caranya berbagai macam. Hal terpenting adalah fokus bekerja dan rajin berdoa. Ini yang dijalankan Wiwiek Lesnowati.
Mandalika
-Ngurah Budi
curement Award, memperoleh predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) 4 kali berturutturut, world’s best halal tourism destination dan world’s best halal honeymoon destination dan banyak penghargaan lainnya. Dalam usia yang terbilang matang tersebut, meski masih terdapat kekurangan-kekurangan dalam pembangunan daerah ini, berbagai
prestasi dan peningkatan pembangunan telah diraihnya. Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal bulan September 2015 lalu, merilis potret pembangunan manusia NTB dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) nasional 20102014, menunjukkan NTB masuk dalam kelompok “Indonesia top movers” karena lompatan kinerja pembangunan manusianya yang
21
Di HUT ke-57 NTB, Gubernur NTB memberikan penghargaan bagi masyarakat NTB yang berkontribusi dalam berbagai bidang bagi pembangunan NTB
progresif. Terkoreksinya IPM NTB dari urutan ke 33 menjadi 30 nasional ini diperoleh pada masa pemerintahan Dr.TGH. M. Zainul Majdi dan H.Muh. Amin, SH.M.Si. Wajah pembangunan manusia NTB ini menegaskan capaian kinerja pembangunan yang masih membutuhkan komitmen politik dan kebijakan yang konsisten dari para pengambil kebijakan. Keberhasilan ini terlihat pada angka harapan hidup saat lahir kini 64,9
tahun. Harapan lama sekolah 12,7 tahun. Rata-rata lama sekolah 6,7 tahun. Pengeluaran perkapita Rp 8,9 juta pertahun. “Harus disadari betul, membangun manusia bukan perkara sekali jadi. Membangun manusia adalah investasi jangka panjang yang mahal dan hasilnya pun tidak seketika bisa dinikmati. Namun mengabaikannya, sama saja dengan meruntuhkan bangunan peradaban suatu bangsa,” ungkap Gubernur NTB. –Naniek I. Taufan
Tinggi, Angka Harapan Lama Sekolah di NTB
Gubernur NTB mendampingi Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SP. dalam peresmian Rumah Sakit Provinsi NTB yang baru
Kinerja pembangunan manusia pada sektor pendidikan dilihat pada dua indikator utama: angka harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah. Angka harapan lama sekolah dimaknai sebagai lamanya waktu sekolah yang diharapkan bisa ditempuh anak usia 7 tahun ke atas. Untuk angka harapan lama sekolah, NTB boleh berlega hati. Indeks harapan lama sekolah anak NTB pada 2014 sudah 12,73 tahun. Sudah melampaui angka nasional yang 12,39 tahun. Relatif tingginya angka harapan lama sekolah di NTB, tidak datang dengan sendirinya. Melainkan buah dari kebijakan progresif gubernur bersama-sama bupati dan walikota yang mengucurkan Beasiswa Siswa Miskin (BSM) untuk siswa miskin di semua jenjang pendidikan (SD-SMA sederajat). Setidaknya sejak 2009 hingga akhir 2013, tak kurang 500 ribu siswa miskin di seluruh NTB telah mendapatkan manfaat nyata dari kucuran dana BSM itu.
Demikian pula tentang i������������� ndikator kesehatan pada perhitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dicerminkan pada Angka Harapan Hidup (AHH). Indikator ini didefinisikan sebagai rata-rata perkiraan
banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang sejak ia lahir. Semakin banyak tahun yang bisa ditempuh sejak ia lahir, menunjukkan besarnya angka harapan hidup seseorang. Dalam 5 tahun terakhir, derajat kesehatan masyarakat NTB makin meningkat. Indikator Pokok Kesehatan seperti Angka Kematian Bayi dari 72 per 1.000 kelahiran hidup tahun 2007 menjadi 57 di tahun 2012. Angka kematian ibu juga telah diturunkan secara bermakna dari 360 per 100.000 kelahiran hidup (2002) menjadi 251 tahun 2010. Keberhasilan tersebut tercermin pada indeks pembangunan kesehatan Masyarakat (IPKM) tahun 2013 yang menempatkan NTB pada posisi 19 dari 34 provinsi. Demikian juga dengan indikator-indikator kesehatan dalam MDGs seperti perbaikan gizi, kesehatan anak, kesehatan ibu, penyakit menular, dan kesehatan lingkungan telah menunjukkan progres yang meyakinkan, sehinggga berkontribusi penting bagi keberhasilan pemerintah NTB sebagai
Kegiatan takbir akbar menyambut HUT ke-57 NTB
provinsi terbaik MDGs dalam 3 tahun terakhir. BPS menempatkan NTB sebagai “top movers Indonesia” karena kinerja pembangunan manusianya dinilai yang paling progresif di tingkat nasional. Namun, ini belumlah cukup bagi NTB karena kenyataannya posisi IPM NTB secara nasional masih harus terus dipacu. Daerah ini menyadari bahwa capaian baik hari ini akan berhadapan dengan tantangan ke depan yang tidak kalah besarnya. Hari ini NTB masih sangat membutuhkan lompatan besar pembangunan manusia. Lompatan itu memberi kepastian kepada setiap orang mendapatkan pilihan untuk berumur panjang dan sehat, mendapat akses pendidikan yang layak dan peningkatan pendapatan yang signifikan. NTB saat ini masih masuk dalam kategori daerah dengan IPM sedang (indeks 6070). Untuk bisa menjadi daerah dengan IPM yang berkategori baik (70-80) perlu usaha yang lebih terencana, sistematik dan total. -Naniek I. Taufan
Peresmian Rumah Sakit Provinsi NTB yang baru, bertepatan dengan HUT NTB, 17 Desember 2015, ikhtiar pembangunan bidang kesehatan bagi masyarakat di Bumi Gora
22
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Hebohnya Djakarta Warehouse Project 2015
Hujan yang mengguyur Jakarta ternyata tidak menyurut langkah puluhan ribu pencinta ‘dunia gemerlap’ untuk menyerbu pesta dansa Djakarta Warehouse Project (DWP) di Jakarta International Expo Kemayoran, pekan lalu. Tak heran kalau kawasan JIExpo yang tergolong jarang macet kali ini menjadi macet parah. Lahan parkir JIExpo yang terkenal sangat luas tak mampu menampung pengunjung sehingga akhirnya meluber ke jalan yang dulunya bekas landasan pacu Bandara Kemayoran.
I
ni sungguh luar biasa. Magnet pesta dansa DWP begitu kuat menarik partygoers yang memang sejak lama menunggu event ini digelar kembali. Tahun lalu, event yang digelar oleh Ismaya Live ini berhasil menyedot 70.000 pengunjung, tahun ini pengunjung lebih membludak, diperkirakan mencapai 75.000 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 20% adalah peserta dari mancanegara. Tak heran kalau dalam dua hari pagelaran, mulai dari pukul 18.00 hingga pukul 04.00, JIExpo Kemayoran berubah menjadi lautan manusia. “Ini lebih dahsyat dari tahun lalu. Heboh abizz,” ucap Happy yang tampak bersimbah peluh lantaran bergoyang tiada henti. Mahasiswi sebuah universitas di Bandung ini mengaku tiga tahun berturut-turut tidak pernah absen hadir di pagelaran electronic dance music , dan selalu mendapatkan pengalaman berbeda. “Waktu Invasion Electric Dance di Ancol aku ikut, DWP di Kemayoran ini kedua kalinya. Perginya rombongan dengan teman-teman, jadi seru banget,” ucap Happy yang berdandan nyentrik. Bagi Happy dan teman-temannya tidak ada masalah dengan harga tiket karena memang sejak jauh-jauh hari telah dipersiapkan. Asal tahu saja, harga tiket yang dibandrol panitia mulai dari Rp 520 ribu untuk tiket presale daily hingga Rp 1 juta untuk VIP Gold. Bagi yang ingin menyaksikan DWP selama dua hari, tiket masuknya Rp 720 ribu untuk early presale hingga Rp 1,8 juta untuk VIP Gold. Happy dkk memilih harga tiket yang Rp 720
ribu. “Kalau akomodasi dan makan kita patungan saja. Nggak masalah, kan udah nabung. Sehabis acara ini kita langsung pulang naik kereta api di Stasiun Gambir,” tambahnya sembari cekikikan. Electronic Dance Music atau EDM memang tengah melanda kota-kota besar di Indonesia seiring dengan semakin semaraknya pagelaran EDM melanda dunia. Selain DWP, ada sejumlah pagelaran EDM yang juga menyedot banyak pengunjung di antaranya Dreamfield dan Ultra Music Festival, keduanya di Bali. DWP mulai digelar pertama kali tahun 2008, tahun ini adalah yang kedelapan kalinya. Tak kurang dari 31 DJ kelas dunia—dari total 65
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Dr. Kadek Dewitini
A
da beberapa alasan dokter Dewi ikut bergabung. Pertama, karena ia yakin dan percaya dengan ownernya-Ibu Kusmini dan Bapak Budaka yang notabene seorang pebisnis. Kedua, peluang yang ditawarkan cukup besar dan menjanjikan, mengingat dari perhitungan harga, berinvestasi di Bali dibandingkan dengan di Sulawesi, jauh berbeda. “Kebetulan suami kelahiran Sulawesi, jadi kami tahu situasi kontur daerah di sana. Selain mendapatkan keuntungan, dengan berinvestasi hutan
JIXPO Kemayoran berubah jadi lautan manusai pada pagelaran DWP
Jack U yang beranggotakan dua DJ top dunia, Skrillex dan Diplo, menggebrak hari pertama dengan penampilan istimewanya. Ribuan pengunjung di stage Garudha Land tanpa komando langsung berlarian histeris di depan panggung sembari meliuk-liukan badannya mengikuti alunan musik yang disu-
Tapi penampilan DJ-DJ lokal juga tak kalah cemerlang. Dipha Barus, misanya, yang sanggup menghipnotis ribuan partygoer bergoyang tak henti. Apalagi Dipha juga menyelipkan hits 90-an ‘Jump Around’ di antara lagu-lagu persembahannya. Marcel Chandrawinata, ternyata
Tawaran tampil di event terbesar di Asia Tenggara ini datang sebulan lalu, ucap Marcel. Sempat kaget juga merasa tersanjung, dan itu memberinya motivasi lebih untuk konsentrasi mempersiapkan diri. Padahal, katanya, ada syuting film, tapi terpaksa ditunda demi penampilan perdananya di DWP.
juga mendapat perhatian tersendiri dari para goer. Bisa jadi salah satu sebabnya karena wajahnya sangat dikenal publik lewat penampilannya di sinetron maupun film. Pengunjung pastinya penasaran ingin tahu kebolehan Marcel, apakah dia sama piawainya seperti ketika berakting. Untungnya Marcel dan Anza yang tergabung dalam March Mayhem mampu menjawab keinginan partygoers yang bergoyang di depan panggungnya. Meski baru setahun menekuni bidang ini, penampilan bintang film Sweetheart ini tergolong lumayan. “Saya baru setahun menekuni ini. Awalnya hanya main-main, lama-lama jadi asyik banget. Lagi pula ini nggak ganggu syuting, nge-DJ hanya Sabtu-Minggu,” ucap Marcel yang mengaku terjun ke aliran EDM karena terinspirasi DJ favoritnya, DJ Snake. Tapi bagi Marcel, DWP 2015 ini memberi kesan khusus baginya. Sebagai orang yang belum lama menekuni EDM, ia sudah mendapat kesempatan tampil satu panggung dengan DJ-DJ kenamaan.
BEBAS NARKOBA DAN MABUK Meski ajang ini tergolong ‘dugem’ yang kadang dipandang negatif oleh sebagian orang lantaran adanya anggapan ini merupakan pesta dimana alkohol dan narkoba bebas beredar, namun DWP berbeda. Tidak main-main, panitia memberlakukan peraturan yang sangat ketat di sini, mulai dari segi usia, dimana mereka yang berusia di bawah 18 tahun tidak diperkenankan masuk. Pembelian tiket pun harus menyertakan KTP, dan nama yang tertera di tiket tidak bisa diganti orang lain. Tidak itu saja. Kalaupun ada yang berbohong, mendapatkan tiket tapi sebenarnya tidak memenuhi persyaratan sebagai peserta DWP, pasti akan terjaring. Pasalnya, sebelum masuk arena festival masing-masing peserta harus menunjukkan kartu identitas diri, entah itu KTP atau SIM, yang tentu saja disertai foto yang bersangkutan. Nama yang tertera di tiket harus sama dengan identitas yang diperlihatkan. Nah jika terjaring, jangan harap uang pembelian tiket dikembalikan. Soal alkohol dan narkoba, jangan khawatir. Karena panitia menjamin kawasannya bebas narkoba dan alkohol. Saat masuk pun pemeriksaan ketat dilakukan. Polisi juga dikerahkan selain menjaga keamanan juga menjaring mereka yang kedapatan membawa narkoba dan barang-barang terlarang lainnya. Bisa jadi karena peraturan dan pengawasan yang ketat itu, meski puluhan ribu orang muda berkumpul, tumplek-bleg di arena, acara bisa berlanngsung relatif aman dan lancar. -Diana Runtu
guhkan keduanya. Entah bagaimana tapi ribuan penonton itu seperti terhipnotis terus bergerak meski berhimpit-himpit dengan yang lain. Dahsyat! Hanya satu kata itu untuk menggambarkan ‘kegilaan’ musik yang disajikan Skrillex dan Diplo yang disambut begitu meriah oleh pengunjung.
Lautan manusia di JIEXPO Kemayoran Jakarta
3
Investasi Hutan Jabon Sri Farm sangat Menjanjikan “Berinvestasi di hutan jabon Sri Farm sangat menjanjikan”. Demikian pengakuan dokter Kadek Dewitini saat ditemui di Kantor Sri Farm usai penyerahterimaan sertifikat kepemilikan lahan hutan jabon Sri Farm atas nama dirinya, beberapa waktu lalu. Dokter konsultan di Miracle Aesthetic Clinic ini mengaku sudah lama ditawari dengan Ibu Kusmini. Namun, tentu saja dokter cantik ini tak lantas setuju. Ia berdiskusi dengan suaminya, I Gde Danang Wirawan yang banyak tahu tentang hukum. Akhirnya, pasutri ini memutuskan untuk membeli 1 hektare hutan jabon. “Konsepnya, kita membeli hutan, dan ada kontraknya 10 tahun,” ucapnya.
Aksi DJ yang bikin penonton histeris
DJ--- tampil di DWP 2015 sebut saja; Armin van Buurin, Mayor Lazer, Jack U, dll. Tak ketinggalan DJ-DJ papan atas dalam negeri ikut unjuk kebolehan seperti; Dipha Barus, Tiara Eve, Mickey Moran, Ninda Felina dan March Mayhem digawangi oleh aktor kondang, Marcel Chandrawinata.
Sosialita
Serahterima sertifikat kepemilikan hutan jabon Sri Farm atas nama investor
Beberapa investor pun sudah menerima sertifikat ini, salah seorang di antaranya atas nama Rai Sudarmika
Para Dewan Direksi PT Sri Farm
jabon juga turut melestarikan alam. Kerabat kami juga sudah punya lahan di sana,” ungkap ibu dari Putu Abhiram Wirawan ini. Pernyataan dokter Dewi ini sekaligus menjawab kekhawatiran orang-orang yang belum berani berinvestasi hutan jabon Sri Farm. “Suami saya orang hukum (bekerja di Kementerian Hukum dan HAM-red). Jadi sebelum memulai, suami sudah mengecek tentang legalitasnya,” tegas perempuan kelahiran Denpasar 14 Mei 1984 ini. Pasutri ini pun sudah paham betul akan konsep, keuntungan, maupun risikorisiko yang mungkin terjadi. “Kami diiundang saat launching, dan sudah banyak mendapat penjelasan dari sang konseptor Bapak Made Robert. Dan, kami sudah paham makanya kami ambil,” akunya. Ia mengambil contoh risiko terburuk yang mungkin terjadi adalah pohonnya hilang diambil orang atau kebakaran, PT Sri Farm akan menggantinya karena perusahaan memiliki kebun inti seluas 500 hektare. Andaikata pun pohon gagal panen dikarenakan kesalahan penanaman
Berinvestasi di Hutan Jabon Sri Farm, Go Green Go Rich
Pohon jabon berusia 8 bulan
Sebagai pebisnis, pasutri Made Budaka Wijaya dan Nyoman Kusmini yang juga owner Delina Advertising ini mengamati di tengah meningkatnya kebutuhan bahan baku kayu, kehadiran kayu cepat tumbuh yang dapat dipanen dalam
waktu singkat, memberikan angin segar bagi pebisnis investasi di bidang perkebunan. Jabon (jati bongsor) adalah salah satu jenis kayu cepat tumbuh yang kini mulai menjadi andalan dalam industri perkayuan. “Prospek pengembangan jabon san-
Lahan hutan jabon
gat menguntungkan, minim risiko, dan menghijaukan bumi. Dengan Rp 225 juta bisa punya 1 hektare hutan jabon,” ujar Nyoman Kusmini. Dengan investasi Rp 225 juta, dalam 10 tahun investor bisa menikmati hasil panen senilai minimal
Rp 1.164.800.000. “Ini hasil dua kali panen, karena kelebihan jabon adalah 4-5 tahun sudah bisa dipanen. Dan nilai itu adalah perhitungan harga kayu sekarang. Sepuluh tahun ke depan dipastikan harga kayu akan semakin tinggi, bisa-bisa sepuluh kali lipat. Nilai panen jabon tentu mengikuti harga kayu saat itu. Kini Sri Farm juga sudah mengeluarkan paket jabon yang Rp 60 jutaan,” jelas ibu dari Lina, Dedi, dan Andika ini. Nyoman Kusmini menegaskan, berinvestasi di hutan jabon Sri Farm ini, benar-benar uang yang bekerja buat investor, karena semua proses dari penanaman, pemeliharaan hingga panen dikerjakan oleh tim profesional Sri Farm. Investasi di hutan jabon Sri Farm ini, dijelaskannya memiliki beberapa keuntungan. Pertama, kebutuhan kayu selalu lebih tinggi dari ketersediaannya dan harga kayu tiap tahunnya selalu meningkat. Belum lagi dengan adanya kebijakan pemerintah yang melarang penebangan hutan alam, sehingga industri perkayuan diwajibkan meng-
maka Sri Farm menjanjikan uang yang sudah kita bayarkan, dikembalikan dengan bunganya sesuai dengan bunga deposito pada saat ini. “Ketika gagal pun, masih untung walaupun tak sesuai dengan yang diharapkan 5-10 tahun berikutnya. Itu kalau buntung, ya..anggaplah sama seperti menabung di bank. Tapi menurut perhitungan kami, daripada ditabung di bank yang kemungkinan kena inflasi, mendingan diinvestasikan saja. Ini bentuk investasi yang menjanjikan,” yakinnya. Dokter Dewi yang sejak gadis senang berinvestasi ini membandingkannya dengan investasi jenis lain, seperti emas. Berinvestasi emas (logam mulia) memang menguntungkan untuk jangka panjang sekitar 5 tahun ke depan, tapi itu pun tergantung harga emas dunia yang untuk saat ini lagi turun. “Investasi hutan jabon Sri Farm ini memang berbeda sekali. Jika perkembangannya bagus, kami akan nambah lahan lagi,” ujar dokter Dewi yang mengaku terus mendapat laporan tentang perkembangan pohon jabon yang ditanam di 1 hektare lahannya tersebut.–ten gunakan kayu hutan tanam rakyat (HTR). “Jadi, peluang perkebunan kayu di Indonesia cukup luas dan menjanjikan. Dengan memiliki perkebunan jabon Sri Farm, para investor akan mendapatkan penghasilan berlipat ganda dari hasil investasi ini,” ujarnya. Kedua, jabon yang merupakan salah satu jenis kayu terbaik dinilai banyak memiliki keunggulan. Karena, selain cukup kebal terhadap hama dan penyakit, pertumbuhan jabon sangat cepat, sekali menanam dapat dipanen dua kali. Ketiga, selain berinvestasi dan mendapatkan hasil, kita juga mendapatkan bonus yaitu berbuat baik dengan menyediakan oksigen gratis. Karena 1 pohon jabon bisa menghasilkan oksigen untuk 3 orang setiap harinya. Dan, hal ini adalah salah satu upaya untuk mencegah global warming, yang dengan kata lain kita (investor di hutan jabon) turut menghijaukan bumi. “Dengan menanam pohon, kita bisa berumur panjang, karena kita sudah memberikan kesempatan kepada makhluk lain untuk bertumbuh. Go green go rich,” ucapnya. Karena itu, Nyoman Kusmini menegaskan setiap orang setiap individu harus berinvestasi, baik itu di daerah sendiri atau pun di daerah lain di Nusantara ini. Apalagi dengan diberlakukannya MEA 2015, yang berarti sebentar lagi investor asing akan bebas membeli tanah dan perkebunan di Indonesia. “Jadi, kita sebagai orang lokal Indonesia harus lebih dulu memiliki investasi perkebunan di tanah air kita Indonesia ini,” tegasnya. Bagi Anda yang tertarik, hadiri PRESENTASI GRATIS Sri Farm, Minggu 27 Desember 2015, pukul 16.00 wita di Pop Hotel, Jalan Teuku Umar No. 175 Denpasar. Info selengkapnya, hubungi Sri Farm Office: Jalan Tukad Batanghari No. 9 A Denpasar, Bali, Tlp. 0361 228868, 085 338 183 888,wwwsrifarm.com. –ten
2
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
GORO-GORO Ini Hari Ibu, tapi saya tak punya ibu lagi. Saya meng ucapkan selamat Hari Ibu kepada se Putu Wijaya mua ibu-ibu. Ucapan itu tak pernah sempat saya ucapkan pada ibu saya. Sekarang sudah tidak ada gunanya lagi, karena ibu tidak bisa mendengarnya. Karena itu, supaya tidak menyesal seperti saya, kepada setiap anak, tak terkecuali anak saya, selalu saya ingat kan. Jangan pernah lupa mengucapkan Selamat Hari Ibu ketika ibu kamu masih ada, agar beliau bahagia. Apalagi kalau ibu sedang sakit, kecewa, sedih atau tertindas. Ucapan dari anaknya sendiri, akan menjadi obat mujarab, air surga dan anugerah terindah baginya. Ibu sudah mengandung, mera wat, membesarkan, mendidik dan menyayangimu, lebih dari sayangnya pada diri sendiri. Ibulah yang men dampingimu waktu sakit. Waktu kamu gagal dan kalah. Waktu kita jatuh, dikucilkan semua orang, ibulah yang selalu membesar kan hati kita yang ciut. Dia tak pernah lelah, menemani, memberikan kita semangat. Tidak sedetik pun ia pernah kecewa apalagi menghina kekurangan kita. Ibulah yang selalu membela kita. Kadangkala tetap membela dengan gigih, walau pun kita salah. Ia satu-satunya orang yang selalu membanggakan kita. ia selalu berpikir positif dalam menilai kita. Sehingga kelemahan-kelemahan kita berubah jadi kekuatan. Itu menyebabkan kita
hari ibu
punya kepercayaan dan harga diri Hanya saja entah kenapa, kita sudah tergiring menganggap, semua pengorbanannya yang mulia itu, me mang sudah seharusnya begitu. Sudah kita anggap semua itu adalah kewajiban, adalah tugas ibu. Bahkan kelau beliau alpa, lupa, apalagi mungkir melaksanakannya, ibu kontan akan dicap: perempuan tak bertang gungjawab. Kalau lagi susah, kalian selalu ingat ibu. Tapi kalau senang, makan enak, bergelimang kelebihan, pernahkah kalian ingat, apa yang dimakan ibu hari ini? Siapa yang memijit kakinya malam buta, kalau ia sakit? Siapa yang melind unginya kalau dia dihina tetangga? Kamu lupa di kampung jauh di pedalaman sana, ibu selalu berdoa un tuk kebahagiaanmu Kau abaikan surat tetangga yang mengabarkan dia perlu kiriman belanja! Malah kamu kirim dia ke rumah jompo, karena cerewet, mengganggu kerukunan-ketenangankedamaian rumah-tangga tanggamu. Memang ada ibu yang mengutuk anak jadi batu. Tapi itu hanya leg enda. Juga ada ibu membunuh anak, berdalih takut masa depannya gelap. Tapi itu hanya kasus langka, ibu yang terganggu. Dalam kenyataannya yang lumrah, ibu rela mati untuk kebahagiaan kita, anaknya ucapkan cinta, hormat serta perhatian kita sepenuhnya, di hari ibu ini. Mari bangkit, satukan tangan, kukuhkan tekad merdekakan ibu dari kepedihan. Mari bebaskan diri kdari kelala ian berbakti pada ibu. Ayo bertobat, minta maaf kepada ibu, sebelum terlambat! Juga bagi kalian yang punya ibu tiri yang kejam, tak terkecuali. Bahkan ke pada mereka, ucapkan selamat hari ibu dengan suara lantang, supaya telinganya yang diblokir iblis itu jebol
Kau bukan hanya teman tidur ayah kandungku yang sudah kau kuras kantong sampai nuraninya. Kau bukan pelacur yang setelah menghibur se orang ayah yang ditinggal istrinya, lalu merampok habis-habisan warisanku. Karena keserakahanmu aku terpaksa makan dari tong sampah. Sekolahku putus dan aku frustasi jadi gelandan gan, pengedar-pemakai narkoba! Berhentilah jahat! Kau injak-injak aku berlumuran tahi ayam. Kau tato tubuhku dengan sudutan rokok. Kau caci-maki aku dengan keji setiap hari. Aku bukan WC unek-unek masalah pribadimu! Selamat hari ibu, ibu yang tidak ibu! Aku juga mahluk ciptaan Tuhan, seperti kamu! Aku bukan binatang! Aku bukan petmu! Aku bukan Angeline! Selamat Hari Ibu! Lampu mati. Lalu terdengar ke plok tangan seru. Lampu hidup lagi. Pemain monolog yang membawakan monolog berjudul “Pidato Hari ibu” itu, membungkuk memberi hormat pada penonton. Ami sangat terkesan oleh pertun jukan itu. Walau pun malam sudah larut, ia memaksa diantar suaminya ke rumah orangtuanya. Amat dengan mata masih setengah terpejam membuka pintu. “Ada apa Ami?” “Ibu di mana?” “Kenapa?” Ami tak menjawab, tapi langsung masuk. Terus bergegas ke kamar. Bu Amat terkejut melihat Ami sudah ada di depan hidungnya. “Ada apa, Ami?” “Selamat Hari Ibu, ibu!” “Hari ibu?” “Ya! Ibu tidak tahu? Hari Ini ‘Hari Ibu’! Selamat Hari Ibu!” “Hari ini?” “Ya. Hari ini!” “Hari ini? Masak? Bukannya tiap hari?”
Pencuri yang Gagal Suatu hari, pukul 20.00 handphone saya berdering. Teman saya yang bernama Eka menelepon saya untuk datang ke rumahnya malam itu. Kemudian saya berangkat ke rumah teman saya itu yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumah saya. Sesampai di sana Eka dan seorang teman lainnya telah menunggu di teras rumahnya. Motor saya parkir di pinggir jalan dengan kunci yang masih nyantol di motor. Saya berpikir motor tidak akan dicuri karena saya mengo brol di teras dekat motor saya diparkir. Karena teras rumahnya agak masuk ke dalam, motor saya hanya terlihat ban depannya saja. Sekali lagi saya berpikir kalau ada yang mengambil motor saya pasti ketahuan karena ban depan motor saya masih terlihat. Setelah itu saya dan teman saya mengobrol untuk membahas ren cana touring saat liburan hari raya
nanti. Setelah mengobrol sekian lama, saya melihat ada bayangan 2 orang yang mengendap-endap mendekati motor saya. Saya coba perhatikan terus ternyata kedua orang tersebut makin mendekati motor saya. Karena kunci motor masih nyantol, seketika saya ba ngun mengecek motor saya. Oh My God,,, benar saja, ternyata kedua orang tersebut telah bera da di motor saya dan i n g i n m e n g a m b i l m o t o r s a y a . Seketika saya pergoki. “Kamu mau mencuri motor saya ya?” teriak saya. Mer eka pun kaget dan men cari alasan, “Ngga.. ngga.. saya
mau belanja di warung sebelah, ternyata w arungnya tutup,” ka tanya. “Kenapa kalian mendekati motor saya?” tanya saya lagi. “Saya cuma ingin belanja aja kok, ga ada niat mencuri.” Jawabnya sambil berbalik arah lalu menjauh. “Ambil saja motor saya, tapi jangan salahkan saya kalau kalian dikeroyok di sini,” teriak saya. Te man saya kemudian menenangkan saya dan motor saya bawa masuk ke dalam rumah teman saya. Pela jaran yang saya ambil, walaupun motor kita sudah dirasa aman, tidak menjamin motor kita terbebas dari incaran para pencuri. (Bagas)
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, sila kan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah mak simal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Ekspresso
Sudut Pandang
Ibu seperti Superwoman
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab Gde Palgunadi Redaktur Pelaksana Ngurah Budi Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten Jakarta Diana Runtu NTB Naniek Dwi Surahmi Desain Grafis IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman Sirkulasi Kadek Sepi Purnama Sekretariat Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono Alamat Redaksi/Iklan Denpasar Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 416676–Faksimile (0361) 425373 Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603-Faksimile (021) 5357605 NTB Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257 Jawa Timur Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– Faksimile (031) 5675240 Surat Elektronik redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id Website www.tokoh.co.id Bank BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6 Percetakan BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar
23
I
dr. Ratih Manuaba
bu bagi dr. Ayu Witri asih adalah sosok yang luar biasa. “Ibu adalah perempuan Bali yang luar biasa. Dia seorang pekerja keras, ulet, berwawasan luas, perhatian, dan penuh kasih sayang. Sesibuk apapun ibu selalu ada waktu un tuk keenam anaknya. Bahkan, walau kami sudah menikah dan punya anak-anak. Ibu tetap penuh perhatian,” tutur perempuan yang menjabat Kabid Binkesmas Dinas Kesehatan Kota Denpasar. Belum lagi, kata dr. Ayu, ibunya, Ny. Suwitri Riyasse, juga sangat perhatian kepada be berapa anak asuhnya. “Sampai di
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. Banyak kesan yang dialami bersama ibu. Bagaimana anak memaknai Hari Ibu? Tokoh merangkumnya dengan mewawancarai berbagai kalangan. usianya sekarang yang memasuki 85 tahun, hidupnya selalu untuk anak-anaknya. Saya selalu ingin berbuat yang terbaik yang bisa membanggakan ibu karena itu adalah obat mujarab bagi kes ehatan ibu,” kata dr. Ayu. Istri IGN Iwan Dusanta ini men gatakan, ibunya, Ny. Riyasse akan bercerita berkali-kali dan berulangulang tentang prestasi anak-anaknya kepada orang lain. “Semangat hidup ibu mengantarkan saya pada ke hidupan sekarang dan kesuksesan saya sekarang. Cara berpikir yang positif dan maju membuat ibu sebagai motivator untuk berbuat baik dan benar untuk keluarga dan
masyarakat,” ujarnya. Menurut dr. Ayu, kecantikan Ny. Riyasse selau terpancar dari dalam hatinya. Walau sudah usia senja, tidak pernah pudar. “Pesan ibu selalu jadilah perempuan yang multitalenta,” kata perempuan yang pernah menjabat sebagai Kepala Puskesmas Denpasar Selatan IV ini. Sementara, menurut dr. IA. Ratih Wulansari Manuaba, ibunya, drg. Desak Made Putri Manuaba, M.Si, adalah sosok yang patut menjadi teladan. “Selain telaten mengasuh anak-anak, ibu juga mendukung karier ayah saya, Prof. IB Manuaba. Dalam bidang bisnis,
ibu mengembangkan RS Manuaba mulai klinik sampai menjadi rumah sakit yang besar. Soal aktualisasi diri, ibu juga meneruskan pendidi kan ke jenjang yang lebih tinggi. Soal adat menyama braya sebagai wanita Bali juga tak ketinggalan,” kata dr. Ratih. Menurut perempuan yang baru saja terpilih sebagai Perempuan Inspiratif Tabloid Tokoh 2015 ini, ibunya selalu menekankan agar anak-anaknya setelah besar bisa sukses dan mandiri. Dari semangat ibunya, ia banyak belajar tentang bagaimana menjalani hidup yang seimbang, baik urusan berkarier, sebagai istri, mahluk sosial, dan ibu. “Kalau saya melihat, ibu saya
dr. Ayu Witriasih
seperti superwoman. Banyak orang bilang, perempuan berkarier tak bisa sukses mengurus rumahtangga. Padahal, anggapan itu kurang tepat. Banyak kok perempuan bekerja, tapi dia juga bisa mengurus ru mahtangga, termasuk meningkat kan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.,” ujar dokter RS Manu aba ini. Kuncinya, kata dr. Ratih, harus seimbang dan bisa membagi waktu dengan baik. –Wirati Astiti
Kasih Sayang tak harus Menunggu Hari Ibu Keluarga di Indonesia bi asanya merayakan hari ibu, se bagai peringatan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya. Menurut Kadek Andriani, awal mula peringatan hari ibu katanya untuk merayakan se mangat perempuan Indonesia dan untuk meningkatkan ke sadaran berbangsa dan berne gara. Selain itu juga sebagai pengakuan terhadap eksistensi perempuan dalam berbagai sek tor kehidupan. “Dengan begitu peringatan Hari Ibu juga mampu membawa atmosfir yang positif bagi perempuan dan keluarga juga masyarakat yang terdor ong selalu menghargai seorang perempuan,” katanya. Dikatakannya memang peng gunaan kata “ibu” membuat sebagian besar orang memahami semata-mata sebagai “ibu” yang melahirkan seorang anak atau ibu kandung kita. Padahal, ibu yang dimaksud diawal sejarah hari ibu adalah untuk menenang para perempuan yang saat itu ber juang. Jadi, ibu di sini bisa berarti dia seorang guru, tante, kakak, dan perempuan lainnya. Jadi, semangat ditetapkannya Hari Ibu adalah untuk mengenang kembali perjuangan perempuan dalam meletakkan dasar-dasar kemerdekaan Republik Indonesia pada umumnya, dan kebang kitan simbol Perempuan pada khususnya. Namun, Dek Andri, era kini hari ibu maknanya cukup men dalam, yakni mengambarkan lekatnya kasih sayang seorang ibu, anak dan keluarganya dalam membina dan membimbing agar menjadi keluarga yang berkualitas dan tananna hidup yang baik.
Namun dalam perjalanannya tidaklah mudah banyak cobaan yang dihadapi seorang ibu di za man ini. Yang benar juga mendidik anak, yang jelas semuanya mesti disuport sang suami. Adanya ker jasama yang baik antar pasangan sangat diharapkan. Semoga Tuhan juga mem berikan tuntunan selalu, karena menjaga, membimbing keluarga sebagai seorang ibu adalah penuh perjuangan tidak semulus yang dilihat.Di era globalisasi ini se orang ibu mesti mandiri. Persain gan sangat pelik, mesti disertai dengan mindset yang benar. Sesungguhnyalah kata Andri un tuk mengucapkan rasa terima kasih kepada ibu yang telah melahirkan kita. Hal ini sebenarnya bisa kita peringati setiap hari maupun setiap saat. Sebab menunjukkan kasih sayang kepada seorang ibu, tidak harus menunggu Hari Ibu. - Sri Ardhini
Kadek Andriani
24
What’s Up
Edisi 880/ 21 - 27 Desember 2015
Pelantikan Pengurus DPC IWAPI Kabupaten Gianyar Periode 2015-2020
Rai Sukmawati Kembali Terpilih sebagai Ketua Untuk kedua kalinya, Dra.Ni Made Rai Sukmawati, M.Par. kembali terpilih sebagi Ketua DPC IWAPI Kabupaten Gianyar untuk periode 2015-2020. Dalam sambutannya, Rai Sukmawati menyampaikan terimakasih kepada seluruh anggota IWAPI Gianyar yang telah memberikan kepercayaan kembali kepadanya untuk mengawal organisasi ini 5 tahun ke depan. “Saya bersama Dewan Pengurus lainnya akan berusaha mengemban amanah ini dengan baik untuk 5 tahun ke depan. Untuk itu kami mohon dukungan teman-teman, anggota, Pemerintah Kabupaten Gianyar, Kadin Gianyar, serta teman-teman organisasi profesi lainnya dalam mengemban amanah ini,” ujarnya.
I
a menyampaikan, sebagai Dewan Pengurus yang baru dilantik dan dikukuhkan oleh Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata, ia sadar akan kedudukan, tugas, kewajiban dan tanggungjawab selaku Wanita Pengusaha Indonesia yang sekaligus sebagai bagian dari pelaku ekonomi. “Karena itu, dirasa perlu untuk menghimpun diri dalam suatu wadah organisasi guna meningkatkan persatuan, kemampuan, dan pengabdian untuk ikut melaksanakan pembangunan ekonomi dengan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Gianyar, dengan induk organisasi kami Kadin Gianyar, serta organisasi profesi lainnya,” ucapnya. Selama 5 tahun ke depan, IWAPI Gianyar akan berusaha melanjutkan program-program sebelumnya serta melaksanakan program baru yang telah disusun dalam Muscab IWAPI Kabupaten Gianyar yang merupakan amanah daripada organisasi. Seperti pemeriksaan papsmear, pemberian sembako gratis bagi yang tidak mampu, mengadakan bazar murah seperti yang dilakukan Kamis (17/12), pembinaan calon-calon pengusaha kecil, pembinaan lainnya seperti pelatihan kewirausahaan bekerjasama dengan Politeknik Negeri Bali, memberikan beasiswa pendidikan
kepada anak-anak kurang mampu bekerjasama dengan APSAI Gianyar, dan juga bersinergi dengan pihak HKTDC untuk mendapatkan informasi pasar luar negeri. IWAPI Kabupaten Gianyar pun, dijelaskannya mempunyai program berupa pembinaan para pengusaha kecil khususnya pengusaha perempuan dengan memberikan bantuan modal dan jugamemantau perkembangan usahanya, agar selain sebagai Ibu rumah tangga, mereka juga mampu membantu menambah penghasilan keluarga. Selain itu, juga bersinergi dengan pihak lain dan bersama-sama melakukan kegiatan sosial. Kondisi perekonomian saat ini dikatakannya masih sangat lambat. Maka sebagai pengusaha perempuan tantangan yang dihadapi cukup berat, apalagi dengan diberlakukannya MEA. Namun, sebagai pengusaha Rai Sukmawati menegaskan harus bisa siap dengan tantangan tersebut dan MEA tidak perlu ditakuti tetapi harus pakai sebagai motivasi untuk kemajuan usaha. Dalam kesempatan tersebut, Rai Sukmawati juga menyampaikan prestasi yang berhasil diraih IWAPI Gianyar sebagai IWAPI Teladan I se-Bali, dan berlanjut keberhasilannya mempertahankan predikat IWAPI Teladan I di
Pelantikan Pengurus IWAPI Kabupaten Gianyar periode tahun 2015-2020 dilakukan oleh Ketua DPD IWAPI Provinsi Bali Dr. A.A.A Ngr Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. Inzet: Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata
tingkat nasional saat diadakan Munas di Jakarta tahun 2015. “Tentunya ini merupakan suatu kebanggaan bagi kita semua. Dengan adanya predikat tersebut minimal kita sebagai Pengurus yang baru harus termotivasi serta mampu mempertahankan bahkan meningkatkannya menjadi lebih baik daripada apa yang telah dicapai sebelumnya,” ujarnya. Pelantikan Pengurus IWAPI Kabupaten Gianyar periode tahun 20152020 ini dilakukan oleh Ketua DPD IWAPI Provinsi Bali Dr. A.A.A Ngr Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H., Rabu (16/12) bertempat di Ruang Sidang I
Kantor Bupati Gianyar. Dihadiri Bapak Bupati Gianyar, SKPD terkait, dan organisasi –organisasi wanita yang ada di Kabupaten Gianyar. –ten
SUSUNAN PENGURUS
Dewan Pengurus Cabang IWAPI Kabupaten Gianyar Periode Tahun 2015 - 2020 Dewan Pembina : 1. Bupati Gianyar Istri Wakil Bupati Gianyar Ketua DPD IWAPI Provinsi Bali Ketua KADINDA Kabupaten Gianyar Ketua GOW Kabupaten Gianyar Kepala Badan KB dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Gianyar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Gianyar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gianyar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan olah Raga Kabupaten Gianyar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gianyar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gianyar Dewan Kehormatan : A. A. Mas Paltini Dewan Pengurus Cabang Kabupaten Gianyar Ketua Sekretaris Bendahara
Para pengurus IWAPI Gianyar berfoto bersama Ketua DPD IWAPI Bali, para Penasihat, Pembina, dan Dewan Kehormatan
Usai Pelantikan Langsung Kerja
Pemeriksaan papsmear dan kesehatan reproduksi wanita di Desa Manik Tawang, Tampaksiring
bako gratis kepada kaum yang disalurkan ini akan diberikan juga kelansia, dan memberikan pada anak-anak kurang mampu di jenjang beasiswa kepada anak SMP, SMA, hingga penguruan tinggi. Ada Pasar sembako murah dan bazaar UKM murah di wilayah Pas Dalem Gianyar kurang mampu (tingkat juga program orangtua asuh, serta rehab Sehari usai pelantikan, tepatnya Kamis SD). Dan di program terbaru, beasiswa rumah khusus untuk lansia terlantar. “Sebagai pengusaha di (17/12) IWAPI Kabupaten Gianyar sudah era perekonomian yang memulai program kerjanya, yakni mengmasih dilanda krisi global gelar bazar sembako murah dan bazar ini, kami IWAPI Gianyar UKM murah yang diadakan di wilayah akan tetap berkomitPas Dalem, Gianyar, bekerjasama dengan men untuk menyisihkan HIPMI Kabupaten Gianyar dan Artha sebagian dari penghasiGraha Peduli. lan kami untuk berbagi Kegiatan sosial ini dikatakan Rai kepada sesama yang keSukmawati sebagai kegiatan ekstern betulan dari segi ekonoyang menyasar kepada masyarakat yang mi kurang beruntung,” kurang mampu. Selain itu, IWAPI Gianyar tandasnya. –ten juga memiliki program pembagian semPelatihan kewirausahaan di Desa Pujung
: Dra. Ni Made Rai Sukmawati, BSc. M Par. : 1. Ni Made Warti, S.E. 2. Ni Putu Purnami, S.E. : 1. Ni Ketut Atik Puspia, S.H. 2. I. G. A. Pradnyadari, S.E.
WKU Bidang Organisasi, Humas dan Kerja Sama Ketua Komite Bidang Organisasi, Humas dan Kerja Sama: Dra. A.A. Raka Sueni Wakil Ketua Komite 1 : Ni Made Roti Wakil Ketua Komite 2 : Ni Made Sumiathi, S.E. Wakil Ketua Komite 3 : Ni Putu Dewi Windayanti, S.E. Wakil Ketua Komite 4 : Komang Lindya Handayani Wakil Ketua Komite 5 : Ni Nyoman Kasim Yuliani WKU Bidang Pendidikan, Hukum dan Advokasi Ketua Komite Bidang Pendidikan, Hukum dan Advokasi: Desak Nyoman Dewi Ratih, S.H. Wakil Ketua Komite 1 : Ni Made Wartari Wakil Ketua Komite 2 : Putri Aristya, S.E. Wakil Ketua Komite 3 : Putu Fitri Hertaningsih, S.E. Wakil Ketua Komite 4 : Ni Kadek Ayu Trisnawati Wakil Ketua Komite 5 :A.A. Puspawati WKU Bidang Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi Ketua Komite Bidang Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi: Ir. Ni Wayan Ayani Wakil Ketua Komite 1 : Ni Ketut Bakati Anggareni, S.P. Wakil Ketua Komite 2 : Desak Putu Hartawati, S.E. Wakil Ketua Komite 3 : Ni Luh Armawati, S.E. Wakil Ketua Komite 4 :I G.A. Sri Dewi, S.E. Wakil Ketua Komite 5 : Luh Kadek Sucitasari, S.E. WKU Bidang Sosial, CSR Pariwisata dan Budaya Ketua Komite Bidang Sosial, CSR Pariwisata dan Budaya: Putu Deasy Krisna Dewi Asmady, S.E., S.H. Wakil Ketua Komite 1 : Cok Istri Eka Darmaratihasih, S.E. Wakil Ketua Komite 2 : Ni Nyoman Fitri Wakil Ketua Komite 3 : Wiwied Sydmore Wakil Ketua Komite 4 : Sang Ayu Made Delianina Wakil Ketua Komite 5 : Riana Pratiwi, S.E.
redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
www.tokoh.co.id