Skip to main content

Tokoh Edisi 843 | Tokoh

Page 1

2

Ekspresso DAri daPUr Redaksi

GORO-GORO

Edisi 843/ 6 - 12 April 2015

Akik masih Menarik Demam batu akik yang melanda Indonesia menjadi hal yang habis diperbincangkan. Mulai dari kalangan masyarakat perdesaan hingga pejabat pusat membicarakan akik. Ada yang pamer akik sampai jemarinya dihiasi cincin akik yang konon bertuah. Tessy adalah salah satu public figure yang kerap memamerkan akik yang dimiliki. Tiap ada acara yang diperankannya, jemari Tessy dipenuhi akik. Ada juga pejabat yang gontaganti cincin. Alasannya, tergantung keperluan dan menyesuaikan dengan penampilan. Ada orang yang meyakini, dengan membawa akik, mereka bisa mendapat energi tambahan. Ada rasa percaya diri sehingga menjadikan penampilan lebih mantap. Ada juga yang menjadikan akik hiasan semata karena orangorang sedang demam akik. Demam batu akik yang melanda Indonesia ini sebenarnya

Suasana bursa batu akik

bukan hal baru. Sejak zaman dulu, orang-orang sudah menjadi batu akik sebagai koleksi. Tuah dari masing-masing batu itu berbedabeda, tergantung keinginan si empunya. Ada yang ingin terlihat berwibawa, ada yang menggunakan untuk aktualisasi diri, ada yang menggunakan untuk penarik perhatian lawan jenis, dan masih banyak tuah. Percaya atau tidak, kembali kepada masing-masing pengguna akik. Beberapa pengamat batu akik mengatakan batu akik merupakan batu alam yang mengandung unsur alam. Jika memang ada “jodoh” dengan batu alam itu, bisa saja batu itu menjadi

“Bom” Jeruk Basi Kejadian ini sudah terjadi sekitar bulan Januari. Hari sudah siang, waktu menunjukkan pukul 13.00. Seharusnya murid-murid sudah pulang semuanya, tetapi kelas 12 tetap berada di sekolah. Yah, itu karena hari itu diadakan pelajaran tambahan wajib bagi kelas 12 agar bisa menghadapi berbagai ujian yang akan datang seperti ujian pemantapan, ujian sekolah dan ujian nasional. Well, kami harus belajar keras mulai sekarang. Pelajaran tambahan dimulai pukul 14.00. Wah, masih cukup lama. Jadi aku dan teman-temanku memutuskan untuk istirahat di dalam kelas. Kebetulan juga hari itu sedang sedikit hujan gerimis, jadi malas deh keluar kelas. Untung tadi pas istirahat sudah belanja di kantin, jadi kami tetap diam di kelas sambil jajan dan ngobrol. Sudah 30 menit berlalu, ternyata waktu masih banyak tersisa. Kami mulai bosan dan mengantuk. Bahkan sampai ada yang sudah tidur di bangkunya. Ada juga yang masih asyik ngerumpi, ada yang SMS-an, BBM-an, selfie, main game, corat-coret buku, baca

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

novel, ada yang bengong, sampai dengerin musik pake headset. Aku asyik ngobrol sambil ketawa-ketawa dengan teman-teman, tapi kemudian kami mulai lelah dan berhenti. Kami kemudian larut dalam suasana kelas yang garing dan membosankan. Lalu aku bersandar di kursiku. Tiba-tiba ada suara, “Duaarrrrrrr!!!” OMG! Semua orang terkejut dan mencari-cari asal suara “bom” itu. Aku merasa bom itu dekat dengan tempat dudukku, aku pikir dari luar jendela, jadi aku membuka jendela tapi tidak ada apa-apa. Semua orang juga mencari-cari sumber suara yang mirip bom tersebut. Kemudian teman yang duduk di sebelahku mencium bau busuk mirip arak dan tangannya terciprat sesuatu. Aku baru menyadari ada cipratan oranye di atas mejaku. Lalu

milik kita. Ada beberapa hal yang dilakukan untuk mencari “jodoh” itu. Pertama, tiba-tiba muncul di hadapan kita. Ini kesannya mistis namun banyak yang mempercayai. Secara supranatural, ini memang benar-benar “jodoh”. Kedua, ada orang yang memberikan. Bisa jadi pemberian ini dibarengi dengan kompensasi atau barter. Atau, bisa juga diberikan secara cumacuma. Ketiga, membeli. Ini terjadi ketika niat ada dan uang ada. Tinggal transaksi, batu akik jadi milik kita. Demam akik juga menjadikan akik “naik daun”. Kepala negara peserta Konferensi Asia Afrika di Bandung akan dihadiahi batu akik jenis baturaja berwarna biru. Masing-masing kepala negara akan diberi 1 set yang terdiri dari satu cincin pria dan satu cincin wanita. Di sisi lain, pemberian akik untuk kepala negara ini menunjukkan pemerintah sudah mulai memperhatikan pengrajin batu akik. Akik tak hanya dibicarakan di emperen toko, tetapi sudah merambah istana para kepala negara. Jadi, akik memang tetap menarik.

temanku berteriak padaku,”eh, baju belakangmu basah!” aku juga baru menyadarinya. Lalu aku langsung membuka tasku yang ada di atas tempat duduk dan ternyata… Buku-buku basah dan bau, selain itu disana juga ada botol bekas minuman rasa jeruk. Ternyata ini penyebabnya! Minuman rasa jeruk itu sudah lama dan basi, dan masih bersisa sedikit. Mungkin ketika aku bersandar di bangku dan tas, botol itu tertekan dan isinya meloncat keluar. Karena ada udara dalam botol, tekanan itu menyebabkan suara yang keras. Karena penyebabnya adalah sebuah “botol minuman rasa jeruk”, teman-teman sekelasku malah tertawa terpingkal-pingkal. Ngantuk mereka hilang. Tapi aku punya masalah, tas dan bukubukuku jadi basah, sekarang bangkuku jadi bau dan aku jadi malu karena peristiwa ini. Sri Agung, Gianyar

BEGAL

Berita maraknya begal dan jambret di Jakarta, membuat pikiran Amat ngelantur. “Di zaman kita kecil dulu, juga ada begal,” kata Amat di warung, sembari makan rujak, “tapi alasannya beda dengan begal-begal sekarang!” “Bedanya apa, Pak Amat?” tanya tukang warung iseng menanggapi. “Bedanya, dulu orang membegal karena tekanan ekonomi!” “Sekarang juga, kan Pak?” Amat tengok kiri-kanan lalu melirihkan suaranya, “sekarang karena tekanan istri.” Tukang warung ketawa geli sambil mengedipkan matanya. “Betul, Pak Amat! Sekarang, sandang, pangan, papan saja, tidak cukup. Karena istri-istri maunya kelihatan kaya. Seperti apa namanya di TV itu, Pak?” “Kelompok sosialita.” “Ya itu!” “Dari rambut sampai ke alas kakinya bisa berharga miliaran. Bagaimana kaum hawa tidak ngiler!” “Betul! Tetangga punya motor, dia mau motor. Mau ditaruh di mana?! Tetangga beli rumah, dia juga mau beli rumah. Tapi giliran tetangga kawin lagi, kita distrap, satu bulan tidak ada jatah!” Amat tersenyum. Sementara tukang warung tertawa kesenangan. Tapi begitu muncul istrinya, ia langsung ganti pembicaraan. “Jadi Perdana Menteri Australia minta hukuman mati penyeludup narkotika itu dibatalkan, Pak Amat?” Amat tidak menjawab. Di rumah ia meneruskan diskusi dengan istrinya. “Ternyata orang tidak puas lagi hanya berkecukupan sandang, pangan, papan tok. Mereka juga ingin bergaya. Tidak cukup hanya rumah mereka maunya istana. Caranya ya jalan pintas, judi, korupsi dan begal!” Bu Amat tidak menanggapi. Amat terus ngoceh. “Selama tidak ada kesadaran bahwa: materi bukan segala-galanya hukum lemah, petugas lebih sibuk menjebak pengendara supaya melakukan pelanggaran, aksi begal dan jambret akan merambat ke Bali. Untung mayarakat bertindak. Ada begal yang dibakar mati. Aneh, Ami dapat kabar, ada SMS beredar, bahwa kelompok begal marah, mengancam akan membalas dendam. Malamnya, ada mahasiswa yang dibegal, tapi untung dia jago bela diri, kedua begal itu dihajar, setelah tergeletak dia tinggakan. Serem kan, Bu?” Bu Amat hanya mendehem! Dengan penasaran Amat melanjutkan “Apa sebenarnya yang menyulut aksi begal kambuh lagi?” Bu Amat mengangguk, lalu masuk kamar. Amat mematikan TV lalu menyusul ke kamar. Meski mata istrinya sudah terpejam Amat tahu itu hanya pura-pura. Ia terus bicara. “Bukan tak mungkin aksi jamret dan begal itu akan merambat ke mari. Kita akan mengalami pengadilan rakyat. Seram sekali, Bu. Jadi ....” Amat tertidur. Setelah terdengar ngorok, Bu Amat menatap wajah suaminya, lalu berbisik; “Aksi jamret, begal dan aksi apa saja yang kasat mata, pasti akan berakhir. Tapi begal yang tidak kasat mata, yang membegal milik kita yang juga tidak kasat mata, seperti keadilan dan kemanusiaan, tidak pernah kita ketahui kapan dimulai dan kapan berakhirnya, karena kita tidak merasa dibegal. Itu yang lebih serem, Pak.”

Putu Wijaya

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373 Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Metropolitan

Edisi 843/ 6 - 12 April 2015

Ruang Gerak

23

Jakarta Car Free Day

makin Sempit Jakarta Car Free Day (CFD) sudah tidak nyaman lagi. Setidaknya itu yang dikeluhkan oleh kebanyakan masyarakat Jakarta yang merasa terganggu karena perkembangan Jakarta CFD makin semrawut.

B

erbagai event ‘tumplek-blek’ di sana, mulai dari event olahraga, promosipromosi produk, acara seni budaya hingga demonstrasi. Belum

lagi para pedagang kaki lima yang menjajakan aneka dagangan, mulai dari baju, mainan hingga makanan. Mereka juga tak segan-segan menaruh bangku-bangku untuk duduk para pembeli. Walhasil,

Suasana Car Free Day di Jakarta

ruang gerak warga yang ingin bersantai dan berolahraga menjadi makin sempit bahkan tidak leluasa lagi saking ramainya. Pemandangan ini tentu berbeda dengan dua tahun lalu, ketika kawasan Jakarta CFD yang membentang dari Jl Thamrin hingga Sudirman, masih nyaman dan terasa nikmat bagi warga yang ingin berolahraga tiap Minggu pagi. Mulai dari pukul 06.00 hingga 11.00, masyarakat bebas beraktivitas di jalanan, seperti main badminton, bersepeda santai, jogging ataupun olahraga lainnya, bahkan menggelar eventevent kesenian atau sekadar kumpul-kumpul dengan teman. Jika pun tidak ingin berolahraga, misalnya hanya sekadar berjalanjalan, Jakarta Car Free Day tetap saja menjadi arena menyenangkan untuk dikunjungi. Tak heran kalau ajang CFD

ini menjadi begitu populer di Jakarta. Pengunjungnya bisa mencapai ribuan orang setiap minggunya. Di sana semua orang berbaur menikmati hobinya masing-masing. Di sana juga warga bisa menyaksikan para petinggi negara datang bersepeda, bahkan bisa menyapa Jokowi dari dekat, baik ketika ia menjadi Gubernur Jakarta, atau pun setelah kini menjadi Presiden RI. Warga juga bisa melihat para artis idola yang kebetulan datang berolahraga atau tengah menggelar acara. Suasana seperti itu tentu jarang mereka temui pada hari-hari biasa. Usia Jakarta CFD sudah 13 tahun, sekarang. Event ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2001 di Jln. Iman Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, pada saat Hari Bumi. Setelah itu setiap tahun CFD rutin digelar

memperingati Hari Bumi. Pada 2007, Jakarta CFD ditingkatkan menjadi tiga kali dalam setahun, dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta ditunjuk sebagai koordinator. Melihat perkembangan yang makin baik dan animo masyarakat yang luar biasa, acara ini pun ditingkatkan menjadi sekali dalam sebulan untuk kawasan Jl Thamrin-Sudirman, dan mulai 2008 digelar di lima wilayah kota sekali dalam setahun. Ketika Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta, ia pun membuat terobosan dengan menggelar Jakarta CFD di Thamrin-Sudirman tiap minggu. Tidak hanya itu, Jokowi pun rajin bersepeda ria di kawasan tersebut. Walhasil, pamor CFD pun makin melonjak, masyarakat dari berbagai penjuru berduyunduyun datang ke sana. –Diana Runtu

trasi khusus yang berbau politik. “Ya, tadi dalam rapat juga sudah dibicarakan, diminta untuk mengembalikan (CFD) seperti cita-cita awal. Kalau sekarang kan sering dipakai sebagai ajang politik. Nantinya, hal itu tidak boleh lagi. Acara-acara promosi juga harus berizin, “ kata Sekda DKI Jakarta, Saefullah, di Balaikota. Menurutnya, semangat awal dari digelarnya Jakarta CFD adalah untuk meningkatkan kualitas udara Jakarta, juga untuk warga

beraktivitas seperti olahraga dan bersantai. Namun belakangan, ajang itu kerap disalahgunakan. “Nantinya, kalau ada aksi harus ada izin dari kepolisian. Kegiatankegiatan yang akan digelar biasanya dirapatkan setiap Sabtu. Di sana juga akan dilihat apakah ada izin dari kepolisian atau tidak. Jadi nanti kalau yang tidak berizin akan ditertibkan,” jelasnya. CFD kembali ke ‘khitah’ itu yang dirindukan warga Jakarta. –Diana Runtu

Dikagumi Wali Kota London Dikeluhkan Warga Jakarta Jakarta Car Free Day sempat membuat Walikota London, Inggris, Boris Jhonson terkagumkagum itu, belakangan menjadi makin tidak karuan alias semrawut. Ruang untuk bersantai dan berolahraga menjadi makin mengecil karena terisi dengan banyaknya event di sana. Suasana justru menjadi mirip seperti ‘pasar’ karena banyaknya acara promosi produk dan iklan-iklan. “Jakarta Car Free Day sudah nggak seperti dulu. Kacau banget, orang jualan, demo, olahraga, semua jadi satu. Mau bersepeda santai aja susah, karena jalanan penuh dengan macam-macam acara. Sudah seperti pasar,” ungkap Firman, warga Jakarta Selatan, yang kerap bersepeda bersama kelompoknya. Apa yang diungkap Firman seolah mewakili keluhan banyak warga lainnya yang makin merasa terusik dengan kondisi CFD yang dirasakan makin tidak jelas. Apalagi akhir-akhir ini ajang CFD juga dipakai oleh kelompok-kelompok tertentu untuk berdemonstrasi.

Yang teranyar adalah demonstrasi terkait perseteruan Ahok dan DPRD DKI Jakarta terkait APBD 2015. Perseteruan ini berbuntut hingga ke para pendukung masingmasing yang rajin beraksi di acara CFD. Masing-masing berupaya meminta dukungan dari masyarakat dengan cara menggelar spanduk untuk tanda tangan warga. Arena Jakarta CFD memang sangat strategis. Betapa tidak, di sana ribuan orang berkumpul, wartawan berbagai media massa pun selalu standby memantau

berbagai kegiatan disana. Maka tak heran, seperti halnya berbagai produk berlomba-lomba berjualan disana, begitu juga berbagai demonstrasi baik yang berbau politik maupun masalah-masalah sosial-budaya, ramai-ramai demo menyuarakan aspirasi. Soal kesemrawutan itu ternyata juga menjadi perhatian Pemda DKI Jakarta yang menyebut akan segera melakukan penertiban terhadap pelaksanaan Jakarta CFD. Salah satu yang pasti akan ditertibkan adalah soal demon-

Para pedagang ikut meramaikan Car Free Day di Jakarta

Foto-foto: Gunawan Kartapranata


22

Sosialita

Figur

Edisi 843/ 6 - 12 April 2015

Kadek Wirati

I Gusti Ayu Mas Sumatri

Klik dengan Politik

Bertekad Karangasem Bersih dan Bermartabat I Gusti Ayu Mas Sumatri merupakan tokoh masyarakat Kabupaten Karangasem yang dikenal luas sebagai anggota DPRD Kabupaten Karangasem dan istri seorang pengusaha terkenal Gusti Made Tusan. Sebelum terjun ke dunia politik, perempuan yang biasa disapa Bu Mas ini merupakan sosok ibu rumah tangga yang aktif dalam kegiatan organisasi.

B

erbagai organisasi kewanitaan berhasil ia pimpin, mulai dari organisasi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Daerah Karangasem periode 20052010 dan ketua Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Karangasem periode 20102015. Selain aktif di organisasi kewanitaan, lulusan S2 bidang sosial ini juga terlibat dalam dunia politik sebagai wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Karangasem bidang Pemberdayaan Perempuan dan Olahraga periode 2005-2010 dan terpilih kembali untuk menduduki posisi yang sama periode 2010-2015. Jabatan tersebut berhasil diemban sebagai bentuk konsistensinya di dalam berorganisasi. Dengan pengalaman berorganisasi tersebut, Bu Mas kemudian terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Karangasem. Jabatan sebagai wakil rakyat berhasil ia emban selama dua periode. Perjalanannya menggapai posisi anggota DPRD Kabupaten Karangasem diiringi dengan prestasi yang membanggakan yakni berhasil meraih suara terbanyak pertama di Kabupaten Karangasem. Kunci keberhasilan Bu Mas menggapai keberhasilan dalam berorganisasi dan berpolitik tak lepas dari dukungan keluarga termasuk suami tercinta. “Dukungan ini membuat saya makin mantap melangkahkan kaki lebih jauh di dunia politik,” ujar Bu Mas yang tengah mempersiapkan langkahnya menjadi bakal calon kepala daerah Kabupaten Karangasem periode 2015-2020 dari PDIP ini. Ia terjun menjadi bakal calon Bupati Karangasem bukan atas keinginan pribadi semata. Besarnya dukungan masyarakat Kabupaten Karangasem yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Terpadu (GMT) menjadi pendorong utama langkahnya menuju

kursi Karangasem 1. Dorongan tersebut tidak bisa diabaikan begitu saja oleh Bu Mas karena merupakan sebuah amanat yang harus dijalankan. “Bu Mas merupakan sosok yang bersahaja dan keibuan yang menjadi salah satu alasan bagi GMT mendukungnya menjadi bakal calon bupati,” ujar Ketua GMT I Wayan Artha Dipa, S.H., M.H. Selain itu wawasan dan pengalamannya yang kerap menjadi perbincangan ha­ ngat di beberapa media dan masyarakat luas juga menjadi alasan lainnya. GMT meyakini Ayu Mas Sumatri sebagai calon kuat dalam pilbup Karangasem. Pengalaman di partai politik selama belasan tahun dan menjadi anggota DPRD Karangasem selama dua periode diyakini GMT yang terdiri dari tokoh masyarakat, akademisi, politikus dan kalangan birokrasi tersebut menjadi mo­ dal memenangkan pertarungan. GMT juga menginginkan agar ada srikandi yang maju memimpin Karangasem. Masyarakat Karangasem sangat membutuhkan figur pemimpin yang lemah lembut seperti srikandi. Srikandi yang satu ini dianggap sudah memiliki kedekatan dengan masyarakat Karangasem melalui berbagai kegiatan sosial yang sering dilakukannya baik ber-

Edisi 843/ 6 - 12 april 2015

I Gusti Ayu Mas Sumatri bersama Ketua GMT I Wayan Artha Dipa

sama ­organisasi wanita maupun suami tercinta. Bu Mas sudah terbiasa turun ke lapangan menemui masyarakat untuk memberikan bantuan sembako hingga bedah rumah bagi warga miskin. Kegiatan sosial yang dilakukannya tak hanya di satu kecamatan saja, melainkan merata ke seluruh kecamatan di Kabupaten Karangasem. Pengalaman tersebut dijadikan dasar untuk mendukung Bu Mas di pilbup Karangasem. Semangat dan dorongan yang bermunculan tersebut kemudian dijadikan pemicu bagi Bu Mas untuk memantapkan langkahnya menjadi bakal calon Bupati Karangasem periode lima tahun ke depan. Keputusan ini menjadi sebuah yadnya baginya karena dengan menduduki posisi Karangasem 1, dirinya bisa berbuat lebih banyak lagi untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Karangasem. Bu Mas optimis bisa memenuhi harapan masyarakat di Kabupaten Karangasem apalagi didukung oleh rekomendasi dari partai pengusungnya. Selain lebih mendekatkan diri dengan konstituen dan masyarakat luas, ia juga tengah

mengumpulkan semangat dan kesehatan untuk menyongsong perhelatan pilbup Karangasem. Dalam perjalannya nanti, Bu Mas sangat mengharapkan sosok pendamping yang memiliki pengalaman yang sudah diakui oleh masyarakat. Sosok pendampingnya juga tidak boleh memiliki cedera seperti korupsi ataupun kasus lainnya. Persyaratan tersebut sangat mutlak bagi Bu Mas untuk meringankan bebannya dalam menggapai posisi Bupati Karangasem. Pasangan tersebut menurut Bu Mas kini sudah ada tinggal menunggu keluarnya rekomendasi dari partai politik pengusung. Pasangan dengan bibit, bebet, dan bobot yang sempurna akan makin memantapkan langkah Bu Mas ngayah untuk mewujudkan Karang­asem yang berwibawa dan memiliki masyarakat yang sejahtera. Bu Mas menyatakan legowo dan siap ngayah untuk kepentingan Karangasem de­ ngan mewujudkan pemerintahan yang bersih dan transparan. Dirinya juga menegaskan siap kalah ataupun menang dalam pertarungan nanti, sebagai bentuk komitmennya terhadap Karangasem.

Awalnya, sedikitpun tak berpikir, akan masuk ke ­ranah politik. Semuanya mengalir bagai air. Perempuan ­bernama lengkap Dra. Kadek Wirati, M.H., malah ­merasa klik, dan sangat enjoy menikmati tugasnya sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali ini. Ia mengatakan, semua yang dijalani penuh ­keseruan. Seperti apa?

“S

etamat kuliah, saya kerja di bank. Jabat­ an sebagai sekretaris dan Human Ressources Development ,” kisah perempuan kelahiran 22 Juli 1964 ini. Lima tahun berkiprah di bank, ia memutuskan berhenti bekerja ­setelah menikah. “Saya diminta suami, m e m ­b u k a usaha sendiri agar lebih banyak waktu untuk bermasyarakat. Saya maklum karena menikah dengan keluarga puri,” tutur istri A.A. Ngurah Rai Santika yang dikenal sebagai ­K etua ISSI Ko t a D e n pasar dan ketua beberapa Ormas/ LSM, dan sampai saat ini masih menikmati hobi olahraga m ­ otorcross dan sepeda gunung. Awalnya, Wirati membuka usaha pro­ perti. Namun, karena kondisi lesu, ia ber­ alih membuka usaha restoran. Namun, usaha bisnis ini akhirnya tutup juga, karena kelesuan pasar akibat dampak Bom Bali. Otomatis waktunya hanya difokuskan pada kegiatan adat manyamabraya di puri. Tahun 2003, ada yang menawarkan, untuk mengisi waktu luangnya menjadi staf sekretariat pengawasan pemilu (panwaslu). “Saya pikir itu sangat menarik.

Walau ilmu saya ekonomi manajemen, tak ada salahnya belajar ilmu hukum,” kata Wirati tentang kiprah awalnya, mulai klik dengan politik. Walaupun ia ditempatkan sebagai staf, namun, paling tidak ada urusan keadministrasian yang ia pelajari menyangkut perpolitikan. Dari belajar membuat laporan, belajar aturan, Wirati makin tertantang untuk mengenal lebih dalam tentang politik. Tahun 2005, ia dipercaya menjadi sekretaris Panwaslu Kota ­Denpasar. Ta h u n 2 0 0 8 , ia berpindah ­m e n j a d i s t a f sekretariat Panwaslu Provinsi Bali, dan berpartisipasi dalam perhelatan pilgub 2008. Tahun 2009, ia tertarik mencalonkan diri menjadi Panwaslu Provinsi Bali. Namun, ia belum beruntung. Bagi Wirati, kegagalan itu tak mengurungkan niatnya untuk berpartisipasi dalam kancah politik di Bali. Ia ingin terus tetap belajar mengapa ia sampai tidak diterima, karena baginya, kegagalan adalah guru yang baik. Dengan banyaknya dorongan teman-temannya, ia mencoba

mengajukan diri untuk ikut menjadi pengawas pemilu menjelang pilkada Kota Denpasar. Ternyata, ia mengalami banyak rintangan. Walaupun sudah dinyatakan lolos tes tertulis menjadi 7 besar, nama­ nya tak termasuk dalam 6 besar. Padahal, dari semua kandidat, ­Wirati, satu-satunya perempuan. Dengan segala perjuangan, ia mencoba menyuarakan keter­wakilan suara perempuan. Usaha­nya itu, membuahkan hasil. Wirati, akhirnya terpilih menjadi ketua Panwaslu Kota Denpasar, pada pilkada tahun 2010.

3

Dibalik kesibukannya menjadi anggota pengawas pemilu, Wirati juga memiliki butik. Usaha itu dilakoni, mengisi waktu luangnya, jika tak ada perhelatan pemilu ataupun urusan adat. “Saya ini memang dasarnya tak suka diam. Masih ada waktu luang, saya gunakan untuk mengurus butik,” katanya sembari tertawa. Agar lebih memahami dan mengerti lebih dalam tentang aturan hukum, ia juga melanjutkan pendidikannya ke Magister Hukum. -ast

Kawal Quota 30% Perempuan Tahun 2012, ia kembali terpilih menjadi anggota Panwaslu Provinsi Bali untuk pilgub Bali 2013. Tahun 2012-2013, sebagai anggota Panwaslu Provinsi Bali, Wirati mampu mengawal hampir di seluruh Panwaslu kabupaten/kota, agar quota 30 % perempuan terisi. Dalam masa kerja Panwaslu, ia mendengar ada rekrutmen Bawaslu permanen di Provinsi Bali. Sayang sekali, ia tak lolos 6 besar. Namun, bagi Wirati, tak ada kata menyerah walaupun ia sempat gagal. Ia selalu tertarik untuk mencoba, tanpa menargetkan hasilnya. Ketika, ada beberapa orang teman mendorongnya untuk ikut berkompetisi dalam pemilihan anggota komisioner KPU Provinsi Bali, Wirati tergerak untuk ikut. Namun, ia tak terlalu ambisi dan malah mengatakan, tanpa target. “Lakukan saja, jangan melihat hasil,” ucapnya tentang prinsipnya itu. Tujuannya, hanya ingin meng­aktualisasikan diri , mengawal demokrasi itu kata kuncinya, dan ikut menyumbangkan pemikiran dalam kancah perpolitikan di Bali. Niat mulianya ini, ternyata berjalan mulus. Tahun 2013, tanpa hambatan yang berarti, langkahnya moncer masuk dalam 5 besar. Ia merasa sangat terharu, karena dari 5 orang anggota, ada 3 perempuan. Menurutnya, itu suatu terobosan yang luar biasa karena quota perempuan sudah melebihi 30%. Ia bertekad meng­ awal, agar quota 30 % perempuan bisa terpenuhi di setiap KPU kabupaten/kota di Bali. Bicara soal politik, bagi Wirati, banyak keseruan yang ia temui. Hambatan dan tantangan yang ia rasakan, memacunya semakin ingin terus untuk belajar. Bagi ­Wirati, kegagalan dalam mencapai ke­i nginan, bukan­l ah suatu yang harus ditangisi. “Justru, membuat kita harus menjadi lebih tertantang untuk mempelajari dimana kesalahan dan kekurangan yang harus dibenahi,” ucap perempuan yang selalu bersemangat dan murah senyum sebagai kiat jitunya tetap awet muda ini. Kesukaannya berorganisasi, ia sebut,

sebagai salah satu motivasinya berkiprah di politik. Disamping itu, latar belakang keluarga suami, yang membuatku makin tertarik berpolitik. Walaupun ia mengatakan, untuk saat ini, belum ingin ke politik praktis. “Banyak yang sudah meminang masuk partai, tapi belum ada keinginan. Jalani saja dulu di jalur independen, saya tidak tahu ke depan seperti apa,” kata Wirati sembari tersenyum. Kesuksesannya berkarier di luar rumah, juga ia sebut sebagai dukungan dari suami dan keluarga besar di puri, termasuk penglingsir puri AA. Gede Ngurah Kusuma Wardana. Latar belakang pejuang dari keluarga suami, dan sering mendengar kisah heroik terus menjadi motivasi bagi Wirati. Tentu, ia tak menampik banyak belajar dari suami dan keluarga besarnya. Perempuan asal Besakih, Karangasem ini, juga menambahkan, sejak kecil, ia sudah dididik kedua orangtuanya dengan selalu menjalankan kejujuran dalam setiap langkah. Hal yang sering ditekankan kedua orangtuanya, bagaimana ia bisa memberi tanpa mengharapkan balasan. Dari ibu rumahtangga biasa, akhirnya bergelut soal politik, dengan tantangan yang ia hadapi, ia anggap keseruan yang sangat menarik. Memang, ia mengakui, saat perhelatan pemilu kesibukannya luar biasa. Namun, hari-hari biasa, ia senang melakukan berbagai aktivitas. “Semasih aktif di panwaslu, saya sempat dipilih sebagai wakil ketua PKK Banjar Dajan Tangluk Kesiman, Denpasar Timur,” kata Wirati. Baginya, pemberdayaan perempuan bisa dilakukan dalam semua lini. Misalnya, mulai dari lingkungan PKK banjar. Ada beberapa gebrakan yang ia sudah lakukan seperti, mengajak para ibu-ibu membuat jajan bali. Pelatihan ini bertujuan agar membuka wawasan para perempuan dan memberi pemhaman banyak hal yang bisa dilakukan untuk menambah penghasilan. Kadang, ia mengajak para ibu mengumpulkan sampah barang plastik di banjar dan menjualnya ke agen pemulung. Dalam pandangannya, sebagai pengurus PKK, hendaknya mampu mening­ katkan SDM perempuan dengan cara mengaktifkan kegiatan di banjar. Banyak pelatihan bisa diberikan, seperti mema-

sak, atau membuat banten. Ia mengaku bahagia, bisa ikut berpartisipasi sebagai wakil ketua PKK di banjarnya selama tiga tahun. Bagi Wirati, dalam mengaktualisasikan diri dapat dilakukan dimana –mana. Di banjar pun, tempat yang sangat relevan untuk melakukan itu. Menurut­nya, pemberdayaan perempuan memang sebaiknya dimulai dari lini kehidupan yang terbawah yakni keluarga. Satu gebrakan teranyar dibuat Wirati. Ia melakukan yadnya dengan membuka toko banten. Tujuannya, agar banten yang dibuat sesuai ajaran Weda. Ia menghimpun 5 orang yang sangat piawai membuat banten. Ia mencoba memasarkan kepada beberapa orang teman yang memang ­karena kesibukan tidak bisa membuat banten. “Saya tergerak melihat ada te­ tangga atau saudara yang tidak bekerja, tapi memiliki potensi membuat banten. Saya coba membantu dengan membuatkan toko banten ini. Baru akhir Maret ini dibuka. Syukurlah, ada beberapa orang yang sudah tertarik untuk berpartsipasi membeli,” kata Wirati. Ke depannya, ia berharap, jumlah anggota terus bertambah sehingga makin banyak perempuan yang bisa meng­ aktualisasikan diri mereka dengan potensi yang mereka punya untuk membantu kesejahteraan keluarganya. Wirati berharap, dapat menjadi motivator bagi perempuan lain khususnya dalam bidang politik. Ia sangat ingin anak muda khususnya perempuan berani bersuara dan maju ke kancah politik. “Perempuan harus merebut kesempatan. Saatnya perempuan membuktikan kemampuan mereka,” tegas Wirati. Ia menilai, pemberdayaan perempuan juga dapat dilakukan dengan memberi motivasi dan semangat kepada perempuan untuk tertarik berkiprah di politik. Satu pesannya, semua memang tak bisa lepas dari dukungan keluarga dan juga suami. Karena itu, ia mengingatkan, jagalah kepercayaan suami dan keluarga karena itu modal utama perempuan bisa berkiprah. Ia menambahkan, filasafat Tri Kaya Parisudha jangan dilupakan. Berpikir, berkata, dan bertingkah yang baik dan selalu memegang komitmen dan konsekwen dalam segala hal. -ast


4

Mozaik

Edisi 843/ 6 - 12 April 2015

Kirab Meriahkan Hari Jadi Kota Gresik

Kirab Hari Jadi Gresik

Kereta kencana yang lain dinaiki anggota Forpimda (Forum Pimpinan Daerah) Gresik. Mereka yang naik kereta kencana tersebut yaitu Ketua DPRD Gresik, Sekda Gresik, Komandan Kodim 0817 Gresik dan Kapolres Gresik. Di belakang kereta kencana, tampak puluhan kendaraan hias beraneka bentuk. Mulai dari bentuk kapal dagang tempo dulu (Kapalnya Nyi Ageng Pinatih), gapura kerajaan Giri, miniatur gedung, dan lain-lain. Beberapa kendaraan lain juga dihias seperti berbentuk taman yang dilengkapi beberapa set sound system yang suaranya memecah keramaian penonton kirab. Kelompok seni

Edisi 843/ 6 - 12 April 2015

Menyongsong Peringatan Tambora Menyapa Dunia

21

Gelar Tambora Classical Concert Aku tak pernah tahu siapa yang berikan nama padamu. Menjulang tinggi anggun berdiri seakan menopang langit. Dari jauh kebirua-biruan diselimuti kabut didekati ternyata, hijau lumut pekat merimba. Berjuta rasa kau simpan dalam. Berjuta cerita kau simpul erat. Berjuta hembusan kau tetap tegar berdiri. Berjuta kerontang kau alami juga. Oh Tambora tepat waktu untukmu, tak terduga untukku. Meletus menggoncang jagat, menggelegar menyapa dunia. Sebelas April satu delapan satu lima. Oh Tambora, sampai kini tegar berdiri, indah anggun mempesona penuh kenangan selamanya, Ta...mbora...

Meski diguyur hujan lebat, prosesi hari jadi kota Gresik tetap meriah. Acara yang dihelat untuk memperingati hari jadi kota Gresik ke-528 ini berlangsung semarak. Ribuan masyarakat Gresik memadati tempat berlangsungnya kirab, Senin siang (9/3). Rekonstruksi penobatan Prabu Satmoto yang dilanjutkan dengan kirab menuju pendopo Bupati Gresik, disutradarai oleh ahli sejarah Gresik dan juga seorang Kyai, yaitu Kyai Haji Muchtar Jamil. Bak pagelaran drama kolosal, Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Sambari-Qosim memimpin rombongan kirab. Keduanya berpakaian baju gamis warna putih bersurban dan mengenakan penutup kepala ala seorang Sultan Jawa zaman dulu. Sambari-Qosim mengendalikan kuda kereta kencana, sementara didalamnya duduk isteri Sambari dan istri Qosim layaknya permaisuri.

dan tarian mengikuti dibelakangnya sambil memainkan atraksi baik itu tari, nyanyian, serta kesenian tradisional Pencak Macan, Reog, Jaranan, Tayub serta beberapa kesenian lain. Menurut Bupati Sambari Halim Radianto, kegiatan ini merupakan bagian dari promosi daerah. “Meski jauh dari sempurna, namun kami berharap agar masyarakat Gresik tahu sejarah, terutama saat berdirinya Gresik yaitu tanggal 9 Maret 1487 sebagai penobatan Prabu Satmoto. Kami bertekad agar kegiatan yang bernafaskan Islam ini bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ungkap Sambari sebelum menaiki kereta kencana. Tentang kegiatan ini, Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim menyatakan kegiatan ini bagian dari syiar Islam. Melalui kegiatan ini kami mengajak masyarakat untuk menghormati leluhur kita yaitu Prabu Ainul Yaqin. “Dengan penghormatan ini kami berharap berkah Allah. Selain itu kami ingin mengajari masyarakat untuk bersyukur kepada Allah dan membangun kebersamaan,” tambah Qosim. Melihat kemeriahan kirab budaya tersebut, Siti Kholifah (31) warga Klangonan menyatakan trenyuh dan senang. Kirab yang diadakan setahun sekali ini tampaknya menjadi hiburan khusus yang paling ditunggu-tunggu masyarakat sekitar Giri Kebomas. Hal senada juga disampaikan Fuad, warga Giri yang menyatakan dirinya senang mengikuti acara ini.“Saya sudah 4 kali mengikuti acara ini dan selalu mengabadikan kegiatan ini,” ujarnya sambil jeprat-jepret dengan kamera yang dia bawa. -Samudera Ghozuwan

Mandalika

Wakil Gubernur NTB, H. MUH. amin, SH., Msi., menandatangani buku Tambora Sampai ke Kita dan CD lagu Tambora Menyapa Dunia

Baju Pengantin Bekasri khas Lamongan

Baju pengantin khas Lamongan mulai diperkenalkan lagi. Peragaan baju pengantin disuguhkan di hadapan ratusan wanita pengusaha di Lamongan yang tergabung dalam Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Lamongan. Pengantin Adat Bekasri adalah baju adat pengantin khas Lamongan. Peragaan busana pengantin dibarengkan dengan pelantikan pengurus Iwapi, di pendopo Pemkab Lamongan, Selasa lalu. Ketua Dewan Pengurus Daerah Iwapi Provinsi Jawa Timur Wiwik Sunarti, melantik kepengurusan DPC Iwapi Kabupaten Lamongan periode 2014-2019 dengan Ketua Sri Wahyuni. Salah seorang budayawan Lamongan, Eko Budi Sugiarto menjelaskan Bekasri berasal dari kata “beg” yang berarti penuh dan “kasri” yang berarti indah yang jika digabung menjadi penuh keindahan. Ditambahkannya, Pengantin Bekasri menggambarkan suasana kerajaan atau tumenggungan di Lamongan pada masa lalu. Dalam pakem Bekasri, kedua mahkota baik mempelai pria maupun wanita yang dihiasi oleh cunduk mentul atau kembang goyang yang seraya bergoyang saat berjalan menggambarkan kegembiraan diantaranya keduanya. Kedua mempelai, lanjut Eko, menggunakan sumping (mawar melok) dan untaian bunga melati, yang merupakan maskot Lamongan, berujungkan kembang kanthil. “Maknanya, dalam mengarungi bahtera rumah tangga agar selalu berperilaku terpuji sehingga namanya harum di tengah masyarakat,“ katanya. Selain itu, mempelai juga menggunakan badongan (kalung) bertahtakan permata bermotif lung-lungan (pohon gadung) selur yang banyak didapati sebagai hiasan makam atau gapura Sendang Dhuwur. Warna dasar baju pengantin yang berwarna hijau menyimbolkan kemakmuran. Sedangkan hiasan warna kuning keemasan menyimbolkan kejayaan dan kewibawaan. -Samudera Ghozuwan

Jalan sehat yang diikuti ribuan orang dalam menyambut event Tambora Menyapa Dunia

L

agu berjudul Tambora Menyapa Dunia yang diciptakan oleh Simon Matulessi dan

Dae Udin, mengalun mengalir dalam alunan suara Devy Elthia Yurine, saat diluncurkan pertama kali beberapa waktu

lalu. Lagu ini diluncurkan dalam sebuah Tambora Classical Concert, menyongsong peringatan dua abad meletusnya Gunung Tambora 11 April 2015, yang bertajuk Tambora Menyapa Dunia. Konser musik klasik yang digelar di Lapangan Bumi Gora halaman Kantor Gubernur NTB ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi NTB bekerjasama dengan Mataram String Institut. Even ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Tambora Menyapa Dunia. Pa n g g u n g d e n g a n p i j a r

lampu warna warni menggelorakan konser dengan musik-musik klasik karya komposer-komposer dunia, salah satunya Bethoven. Tidak itu saja, konser musik ini juga mengangkat tema-tema lokal dengan lagu-lagu daerah NTB, seperti Poto Tano dari Sumbawa, Dambe-Dambe dari Bima dan Kadal Nongak lagu daerah Lombok. Ratusan penonton memadati h a l a m a n Ka n t o r G u b e r n u r NTB, menyaksikan konser musik dari Komunitas Biola Mataram. Panggung utama dengan layar besar menjadi background utama, silih berganti menampil-

kan secara visual eksotisme pariwisata dan kekayaan budaya NTB. Tiga kegiatan dalam menyambut peringatan Tambora Menyapa Dunia ini, menghangatkan persiapan menuju puncak peringatan April mendatang di Doro Ncanga Dompu, yang rencananya dihadiri oleh Presiden RI, Joko Widodo. Selain konser musik klasik dan peluncuran lagu Tambora Menyapa Dunia, diluncurkan pula sebuah buku yang mengangkat tentang Tambora dan geliat aktivitas lingkar gunung Tambora setelah dua abad erupsi besar gunung ini, berjudul Tambora Sampai ke Kita. -Naniek I. Taufan

Muh. Amin, SH., M.Si. Konser musik klasik dan peluncuran buku serta lagu bertema Tambora ini meninggalkan kesan bagi para penonton yang tampak tidak langsung berajak meski acara telah berakhir.

Sebuah kegiatan lain juga digelar melengkapi rangkaian penyambutan 2 abad meletusnya Tambora tersebut, yakni salah satu tradisi masyarakat Lombok, pagelaran wayang kulit Sasak. -Naniek I. Taufan

Tambora Classical Concert

Branding Nama Tambora Buku yang ditulis oleh Naniek I. Taufan ini memotret Tambora hari ini, dikonsep serupa catatan perjalanan dan penjelajahan Gunung Tambora secara keseluruhan, mulai dari lingkar Tambora, kaki hingga puncak dan dasar kawah terbesar di dunia ini, khususnya dalam bingkai pariwisata. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB H. lalu Mohammad Faozal, mengatakan selain konser dan peluncuran buku serta lagu bernuansa Tambora, kegiatan ini sekaligus memperkenalkan produk kopi NTB yang dibranding dengan nama Tambora. Sebelumnya juga telah

diselenggarakan kegiatan jalan sehat menyambut Tambora Menyapa Dunia yang diikuti ribuan orang, di Mataram, NTB. “Kawasan Tambora memiliki potensi yang luar biasa baik dari sektor pariwisata maupun sumberdaya alamnya. Kawasan ini betul-betul berisi dan mengandung berbagai potensi yang luar biasa. Potensi ini harus bisa dieksplorasi dan kita pasarkan menjadi sebuah destinasi yang unggul di Nusa Tenggara Barat,” ujar Faozal. Tambora Menyapa Dunia adalah tagline promosi pariwisata NTB untuk menarik minat wisatawan berkunjung

ke NTB, khususnya ke Pulau Sumbawa. Kegiatan Tambora Menyapa Dunia terus diwarnai beragam kegiatan hingga akhir tahun 2015 mendatang. “Ini merupakan event budaya yang menitik beratkan pada pernak-pernik keunikan dari Gunung Tambora yang meletus pada 200 tahun yang lalu. Tambora adalah sebuah anugerah yang luar biasa. Meski letusannya pernah menyebabkan malapetaka, tapi dibalik itu ada potensi yang bisa kita eksplor untuk memajukan pariwisata dan perekonomian daerah kita hari ini,” ujar Wakil Gubernur NTB, H.


20

Nine

Edisi 843/ 6 - 12 April 2015

Devy Elthia Yurine

Dari Penyanyi Kapal ke Wedding Singer Suara merdu Devy Elthia Yurine melantunkan lagu “Tambora Menyapa Dunia”, menghangatkan panggung Tambora Classical Concert yang digelar di halaman Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu. Lagu tersebut pertama kali dinyanyikan pada acara tersebut. Menjadi orang pertama yang menyanyikan lagu dalam menyongsong peringatan dua abad meletusnya Gunung Tambora yang pernah mengguncang dunia itu, merupakan kebanggaan tersendiri bagi Devy.

M

eski l a g u i n i baru pertama kali dinyanyikan, Devy melewatkan momen itu dengan baik. Pengalaman menyanyi membuat Devy mampu menyanyikan lagu ini dengan percaya diri yang baik. Devy tampak nyaman menyanyikannya di depan ratusan penonton yang memadati halaman kantor gubernur tersebut. Perjalanan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mataram ini dalam bernyanyi, rupanya sudah dimulai sejak ia berusia 10 tahun. “Saya menyanyi pertama kali saat kelas empat SD, waktu itu usia saya 10 tahun,” kata Devy. Sejak itulah ia banyak ikut lomba menyanyi dan beberapa kali sempat menjuarai kontes menyanyi di Mataram. Kecintaan Devy pada dunia tarik suara, lahir begitu saja. Tampaknya darah seni itu mengalir dari ayahnya, Yasper Amruzi yang seorang pemain keyboard dan ibunya, Juariah pemain kulintang.

Dari satu panggung ke panggung lain dan dari satu lomba ke lomba lainnya, di usianya yang masih kecil itu, rupanya membentuk rasa percaya dirinya untuk tampil di depan umum. Hingga akhirnya, di usia yang terbilang sangat muda, yakni saat kelas dua SMP, Devy telah menjadi penyanyi profesional. “Kelas dua SMP, saya mulai menyanyi dan dibayar,” ujarnya. Uniknya, meski usianya masih sangat belia, Devy menyanyi live di atas kapal dalam penyeberangan rute Lembar Lombok ke Padangbai Bali. Itu ia lakoni dengan senang hati karena kesukaannya menyanyi. Kebetulan, tiap kali ia menyanyi selalu didampingi dan diiringi oleh ayahnya dan pemain musik lainnya. Pekerjaan ini dilakoninya hingga ia duduk di kelas dua SMA. Tiga kali dalam seminggu Devy harus bolak-balik Lembar-Padangbai dalam perjalanan yang memakan waktu sedikitnya

10 jam atau dua trip perjalanan itu. Sepanjang jalan menuju Lembar ke Padangbai, ia harus menyanyi selama 1,5 jam. Begitu juga dari Padangbai ke Lembar. “Satu kali perjalanan pergi dan pulang, saya menyanyi selama tiga jam,” katanya mengenang. Selama menyanyi di kapal, Devy mengatur waktunya agar sekolahnya tidak banyak terganggu. Ia biasanya berangkat pukul satu siang dan mengakhiri pekerjaannya pukul 10 malam. “Saya biasanya minta izin dari sekolah jika waktunya menyanyi tiba,” kata Devy. Untungnya ia menyanyi di hari Jumat, Sabtu dan Minggu, meski diakuinya karena ini, sekolahnya sempat terganggu karena ia harus minta izin pulang

Devy Elthia Yurine

lebih awal. Namun, atas hal itu, ia bertanggung jawab sepenuhnya sampai akhirnya kini ia bisa melanjutkan kuliahnya. Kala itu satu kali kapal jalan ia menyanyi dibayar Rp 350.000. Itu artinya dalam seminggu Devy kecil bisa mengumpulkan uang setidaknya Rp 1 juta. “Satu bulan saya bisa menabung karena dibayar sekitar Rp 4 juta,” kata Devy yang menyerahkan pengelolaan penghasilannya itu pada orang tuanya. Bahkan hingga kini, ketika ia memilih menjadi wedding singer dan tidak lagi menyanyi di kapal, Devy masih menyerahkan penghasilannya untuk dikelola orang tuanya. Dengan menjadi wedding singer dan menyanyi di acara-acara pertemuan dan lain-

nya, yang biasanya tetap mendapatkan job di hari Sabtu dan Minggu ini, ia bisa membiayai kuliah dan kebutuhannya. Alasan Devy menyerahkan pengelolaan keuangan pada orang tuanya adalah agar ia bisa menabung dan sekaligus membantu mengurangi beban orang tuanya (ayahnya) yang kini telah pensiun dari TNI AD. “Selain untuk kebutuhan kuliah dan lainnya, saya ingin bisa membantu orang tua meskipun tidak banyak,” ujar perempuan kelahiran 6 September 1995 ini. Anak ketiga dari empat bersaudara ini telah memilih menyanyi sebagai profesinya sambil ia menyelesaikan kuliahnya. Namun, meskipun kecintaannya pada dunia menyanyi begitu besar, rupanya Devy menyimpan cita-cita yang tampaknya sulit ia wujudkan. Ia sangat ingin menjadi tentara. “Postur tubuh saya tidak memungkinkan saya diterima jadi tentara,” katanya tertawa. Dengan tinggi kurang dari 160 cm, tentu Devy tidak ingin bermimpi terlalu tinggi untuk mengikuti jejak ayahnya sebagai prajurit dan bergabung dengan Kowad. “Jika memang tidak bisa jadi tentara, saya tetap ingin bekerja di lingkungan tentara, misalnya jadi PNS tentaralah,” ujarnya. Ia keukeh ingin berkerja di lingkungan tentara sembari ia akan tetap menyanyi. Itulah cita-cita yang kini tengah dimimpikan Devy. -Naniek I. Taufan

Inspirasi

Edisi 843/ 6 - 12 April 2015

5

SEMINAR & PENYEMBUHAN TERSPEKTAKULER TAHUN INI TERBUKA, MENGALIR, TERSENYUM SESI II.

Anda berada di area bawah sadar,” kata Guru Mangku. Menurut penuturan si pasien bule ini, dia telah berobat secara medis hampir setahun, dan telah menghabiskan banyak uang, waktu dan telah menelan berbagai macam obat-obatan, dan setelah lama menjalani itu kesembuhan yang diharapkan malah makin menjauh, efek negatif dari obat yang ditelannya selama hampir setahun justru mulai terasakan di bagian tubuhnya. Sesungguhnya apa yang Guru lakukan sehingga dalam hitungan beberapa menit mampu menyembuhkan si Guru Mangku Hipno pasien asing tersebut eorang wanita asing berusia hanyalah hal yang sederhana. Guru hanya muda dengan wajah kuyu, memberikan tutur kejernihan untuk area tegang, tertekan, stress, pikiran bawah sadarnya lalu membuka terseok seok serta meny- kesadaran nuraninya, memotivasinya dan eret kaki kanannya yang sakit, datang meniupkan harapan hidup dan meyamenemui Guru Mangku Hipno diantar kinkan dia bahwa jalan kehidupan masih oleh guide-nya. “Guru, tamu saya benar terlalu panjang untuk dilewatkan dengan benar sedang terpuruk, stres, sering kesedihan dan keputusasaan. teriak sendiri, tidak bisa tidur, mengeluh Untuk mengatasi segala masalah, sakit di kaki dan di lambung, mohon penderitaan, penyakit, kekecewaan, disembuhkan,” kata Pak Sastra, guide kegagalan, kesialan ataupun hal-hal yang yang mengantarnya. terjadi yang menyakiti kita dan mengBeberapa saat kemudian Guru lang- hambat kita mencapai kesehatan optimal, sung meminta tamunya duduk, pejamkan kesuksesan, keberlimpahan harta dan mata, dan hanya perlu mendengarkan, kasih sayang dan menghambat kita untuk memikirkan dan merasakan apa pun yang bahagia, maka Tuhan telah melengkapi Guru katakan. Guru meminta tamunya tiap kelahiran dengan tiga kekuatan prinmembuka diri, tidak bertanya, tidak sip rahasia, yaitu TERBUKA, MENGALIR, menjawab, dan hanya mengikuti apa pun TERSENYUM. yang Guru katakan. Setelah sekitar satu Jika kita seorang yang terbuka dan menit memberikan pencerahan jiwa, tiba membuka hati maka tiap saat akan tiba wanita itu lemas dan rebah, wajahnya mampu mengikuti perubahan ruang dan mulai tampak sangat tenang, rilek dan mu- waktu dengan penuh kreativitas dan lai muncul senyum di bibirnya. Dua menit kecerdasan. Jika kita mampu memiliki kemudian Guru meminta wanita itu mem- jiwa yang mengalir bagaikan air maka buka mata, dan keajaiban sungguh terjadi segala rintangan sekuat batu pun tetaplah di depan mata semua orang yang ada di akan mampu diterobos oleh kekuatan ruangan praktek Guru yang adem. air. Jika kita mampu selalu tersenyum, Tiba-tiba pasien asing yang saat maka sesungguhnya kita telah mendatang benar benar seakan hancur dan gucap rasa syukur kepada Tuhan sang putus asa, stres dan mentalnya terganggu Pencipta atas apa yang terjadi adalah membuka mata. “Dimana saya, apa kehendakNya. Inilah kuasa Tuhan yang yang terjadi, kok semua bagian tubuh tentu merencanakan sesuatu dengan saya dari kepala sampai keujung kaki kesempurnaanNya. Setelah diadakan di ringan tanpa beban, pikiran saya sangat seluruh wilayah Indonesia dari daerah senang, jiwa saya sangat tenang, tubuh Jawa sampai daerah Sumatra kini Seminar saya sangat nyaman,” katanya heran. Dahsyat ini diadakan di Bali. Lalu dia bangun, melompat lompat riang, Jika ingin mengetahui secara detail tertawa lepas, dan berteriak yes..yes bagaimana mengenali dan mengaktifkan saya sembuh, lihat saya telah sembuh ketiga rahasia tersebut maka Guru Mangdan normal, sambil mengucapkan rasa ku Hipno akan memaparkan dengan cara syukur menunduk sambil menyentuh sangat sederhana dan akan membawa kaki Guru. “Maaf, Anda berada di tempat perubahan besar saat Anda mengambil Guru, tadi Anda datang dalam kondisi sebuah keputusan atas jalan hidup Anda. yang benar benar kacau, menangis tanpa Detik demi detik pencerahan jiwa dan henti, kadang berteriak dan menyeret penyadaran dari Guru akan menyadarkan kaki, Anda menderita psikosomatis, sakit dan membawa Anda ke dalam keajaiban karena perasaan Anda terganggu dan ketiga rahasia tersebut. “Untuk itu ikutlah Anda kehilangan rasa tenang dan jika sakit bergabung dalam seminar kami “ kata seperti ini maka obat apapun digunakan Guru Mangku Hipno. untuk menyembuhkan akan sangat sulit, karena sakit Anda adanya di bagian rasa, DOSA DAN DOA bagian yang tak mampu terdeteksi oleh Disamping ketiga rahasia terdalam alat apapun dan secanggih apapun. Sakit tadi, sesungguhnya ada dua hal yang

S

Peserta workshop selalu membludak

juga dapat menghambat kesembuhan dan cita-cita serta keinginan kita, sehingga sebuah kesembuhan dan cita-cita hanyalah menjadi keinginan yang abadi. Banyak orang tanpa sadar telah berbuat dosa dan celakanya tanpa disadari dosa itu sesungguhnya akan menjadi beban yang cukup menyita tempat dalam relung hati terdalam. Bayangkan berapa banyak dosa yang kita miliki sejak kecil, baik dosa kepada Tuhan ketika kita melanggar ajaran agama, dosa kepada orangtua kita sendiri baik kepada ibu ataupun kepada bapak, dosa kepada sahabat dan dosa kepada orang orang terkasih kita, dosa kepada pertiwi juga dosa yang lainnya. Inilah sesungguhnya sumber penyakit yang dahsyat, karena segala bentuk dosa menghilangkan kesenangan, ketenangan, kenyamanan kita dan rasa bersalah di hati ini akan membebani Anda dan membuat hidup Anda terlalu berat untuk dijalani seumur hidup. Seperti kita tahu bahagia itu letaknya di hati, maka pengendapan dosa-dosa inilah yang akan mengurangi bahagia Anda dan secara perlahan menghilangkan kemampuan berpikir, kepekaan rasa Anda sehingga berpotensi kena penyakit cemas, ragu, bingung, kehilangan percaya diri, kehilangan fokus, depresi, stres, kolesterol/hipertensi, serangan jantung, rematik, artthretis/peradangan sendi, stroke/penyumbatan pembuluh darah, nyeri punggung, insomnia/susah tidur, gangguan tulang belakang bagian bawah bahkan sampai penyakit ginjal serta penyakit yang paling susah terdeteksi yaitu psikosomatis. Apalagi di zaman ini menurut hasil survei bahwa 90% penyakit yang diderita kebanyakan bersifat psikis (pikiran dan perasaan/mental). Tuhan bekerja secara diam diam bagi mereka yang berdoa tulus dalam keikhlasan. Doa adalah cara menemukan kesembuhan dan kesuksesan serta kebahagiaan terbaik setelah kita bekerja keras dan mensyukuri kesehatan kita. Doalah yang menyempurnakan pekerjaan kita sehingga berhasil baik. Namun, tidak banyak yang memahami bagaimana berdoa yang baik sehingga doa kita sampai di alam kebenaran (Satyam) dimana dipercaya apapun yang kita doakan segera terkabulkan. Doa yang baik adalah doa yang didasari oleh rasa ikhlas, niat yang tulus dan hati yang bersih. Doa seseorang yang cepat terkabulkan adalah doa orang orang yang memiliki sifat Satvik, yaitu berpegang gaya hidupnya pada kebenaran, kesucian dan keindahan (satyam, siwam, sundaram). Bagi seseorang yang memiliki sifat Satvik maka doanya menembus alam Bhur, Bwah, Swah, Mahah, Janah, Tapah, Satyam dipuncak kebenaran tertinggi yang diyakini sangat dekat dengan keberadaan cinta kasih Tuhan. Namun, bagi mereka yang hidupnya penuh dengan dosa, penuh dengan kemalasan, penuh dengan ambisi, penuh dengan nafsu dan penuh dengan kemarahan yang tak terkendali maka akan sangat susah doanya sampai ke alam satyam, sehingga untuk sebuah doa sederhana dipercaya melalui proses waktu yang sangat panjang sampai bisa terkabulkan. Untuk itulah Guru akan memberikan dan mengajarkan pemurnian diri (Yoga Pranayama Brahma Krya) kepada masing masing peserta sehingga terbebaskan dari segala beban dosa kemudian diberikan pencerahan jiwa dan memotivasi bagaimana cara terbaik untuk meringankan beban pikiran, perasaan dan tubuh Anda dengan bahasa sederhana dan sangat mudah dilakukan sehingga dapat menjadi penyelamat untuk masa depan Anda. Semua ini akan dibahas tuntas kalau Anda mengikuti seminar Guru. 9 CAKRA ADALAH PETUNJUK TUHAN UNTUK KEBERLIMPAHAN Seperti kita tahu tubuh manusia dilengkapi potensi yang luar biasa oleh penciptanya, namun banyak dari mereka yang tak pernah ingin tahu, tak pernah memanfaatkan bahkan mengacuhkan potensi itu. Tuhan yang sesungguhnya

telah memberikan kesempatan sehat, sukses, keberlimpahan harta dan kasih sayang lalu berbahagia hanyalah lewat begitu saja tanpa dikenali, dan Anda masih mengatakan Tuhan tidak adil, Tuhan tidak sayang pada diri Anda dan segala keluhan lainnya. Padahal sesungguhnya yang terjadi Tuhan telah mengabulkan banyak keinginan dari hasil kerja keras dan doamu, sayang Anda melewatkan kesempatan menikmatinya. 9 cakra yang merupakan linggam 9 dewata dalam Tubuh kita adalah pembuka jalan menuju hal yang kita harapkan, sebagai penjaga dan pemelihara segala kebaikan yang kita telah miliki, dan sebagai penghilang atau penetralisir segala hal yang buruk yang terlanjur kita pelihara. Jika 9 cakra Anda dimurnikan maka tubuh, perasaan dan pikiran Anda akan membuat aura Anda menyala bagaikan kunang kunang di malam hari. Anda menjadi sangat menarik bagi siapa pun dan bagi rejeki. Untuk itu dalam seminar ini, Guru Mangku Hipno akan memurnikan 9 cakra Anda mulai dari cakra dasar linggam Dewa Brahma yang mengatur keberuntungan, cakra seks linggam Dewa Wisnu yang mengatur perasaan, cakra pusar linggam Dewa Rudra yang mengatur energi, cakra jantung linggam Dewa Iswara yang mengatur kemampuan berintuisi, cakra tenggorokkan linggam Dewa Mahesora yang mengatur kemampuan berbicara, cakra ajna linggam Dewa Mahadewa yang mengatur kemampuan berinspirasi dan berpikir, cakra kembar linggam Dewa Sambu dan Sangkara yang mengatur tentang pendengaran jujur, benar atau bohong, dan cakra mahkota linggam Dewa Siwa yang mengatur firasat serta kemampuan berspiritual. Jika semua cakra-cakra itu telah dimurnikan maka inspirasi KESEHATAN, KESUKSESAN, KEBERLIMPAHAN DAN

KEBAHAGIAAN akan muncul dari tempat yang selama ini Anda tidak pernah pikirkan dan bayangkan. Ketika 9 cakra dimurnikan Anda pun berpotensi mampu menjadi menyembuh untuk diri Anda sendiri, mampu meningkatkan imunitas diri dari serangan energi negatif, black magic bahkan jika Anda secara rutin berlatih meditasi cakra dan meyakini Tuhan diatas segalanya maka Anda mampu meningkatkan perlindungan diri atau imunitas diri dari serangan senjata saat Anda dalam ancaman. “Begitu banyak manfaat dan pencerahan jiwa yang akan Guru Mangku Hipno berikan dalam seminar kali ini. Maka sangat sayang jika Anda melewatkannya, karena kesempatan terbaik biasanya hanya datang sekali, inilah saatnya dalam waktu 2 jam saja Anda sembuh dari segala penyakit, Anda bangkit dari keterpurukan, bangun dari keputusasaan, menggantikan ketakutan menjadi keberanian, membuang malas, cemas, ragu, tak percaya diri dan hal-hal buruk lainnya lalu Anda akan menemukan jati diri Anda yaitu menjadi seseorang dengan pola pikir baru, bermental kuat, penuh rasa syukur dan menyakini Tuhan diatas segalanya sehingga hidup ini bermanfaat dan menjadi sederhana, tegas dan berani bertindak. Saat itulah hidup Anda ditaburi keajaiban seperti habis gelap terbitlah terang,” kata GMH KG Suatmayasa, SH, CH, CHt, MNNLP yang akan menjadi narasumber dalam seminar tersebut. GMH yang merupakan guru besar Brahmakunta Supranatural & Spiritual Modern Center, pendiri Brahmakunta Prana & Hypnosis Club, GMH Institut. Guru Mangku Hipno adalah seorang spiritualis, pakar prana, pakar hypnosis hypnotherapy, pakar metafisika, instruktur NLP, EFT, EQB, palmistri, motivator spiritual, profesional healer sosio medis dan heado theta.

SEMINAR DAN PENYEMBUHAN TERSPEKTAKULER TAHUN INI, DIADAKAN PADA: HARI : MINGGU, 12 April 2015 TEMPAT : GEDUNG PWI BALI . Jln. GATOT SUBROTO TENGAH LUMINTANG DENPASAR JAM : 15.00 S.D. 17.00 WITA HARGA TIKET : HANYA RP 350 RIBU DAFTARKAN DIRI ANDA SEGERA, TEMPAT SANGAT TERBATAS HANYA UNTUK 50 ORANG. Untuk info lebih lengkap tentang pembelajaran dan penyembuhan Hub: BRAHMAKUNTA CENTER PUSAT PEMBELAJARAN SPIRITUAL, SUPRANATURAL, METAFISIKA, HYPNOSIS HYPNOTHERAPI , PRANA DAN PUSAT PENYEMBUHAN SEGALA PENYAKIT PIKIRAN, PERASAAN (MENTAL), PERUBAHAN KARAKTER. D/A PERUMAHAN GUNUNG SARI INDAH, JL TUKAD BUANA 1 NO 61 KEBO IWA UTARA DENPASAR, 03618442823/085103112404, PIN BB 7FB63D85 Pembelajaran dan praktik penyembuhan tiap Senin s.d. Sabtu mulai pukul 09.00 s.d. 17.00 Untuk pesan antar tiket seminar hubungi : 1. 0361-8442823, 085103112404 (Brahmakunta Center) 2. 085738818906 (Jro Mangku Swandra) 3. 085238640217 (Jro Abuck) 4. 08563800133 (Jro Putu Anta) 5. 08123988724 (Jro Ayuk) 6. 08124681851 (Jro Musna) 7. 085738192585 (Jro Made Chung)


6

Woman on Top

Edisi 843/ 6 - 12 april 2015

Dra. Ida Ayu Putu Tirta

Disiplin dan Iman harus Kuat Sesuai dengan namanya, sekolah dasar (SD), di tempat inilah dasar-dasar pendidikan bagi anak didapatkan. Karena itu pula, dalam kepemimpinan Dra. Ida Ayu Putu Tirta, ­disiplin menjadi hal utama.

“D

isiplin ditanamkan melalui pembentukan karakter yang memberikan pembiasaan, sehingga akhirnya menjadi budaya. Contoh sederhana saja, menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya. Jika hal tersebut sudah diterapkan di sekolah dan menjadi pembiasaan, otomatis ketika di luar sekolah, di rumah atau di masyarakat, perilaku ini akan berlanjut menjadi budaya. Disiplin mengikuti peraturan,” papar Kepala SDN 8 Dauh Puri, Denpasar ini. Bagaimana jika anak-anak melanggar peraturan? Apakah anak kena sanksi? Dayu Putri mengakui pernah mengenakan denda Rp 1.000 bagi anak-anak yang melanggar. “Namun ini kurang efektif. Mungkin anakanak menganggap nilainya kecil,”

ujarnya. Untuk menegakkan peraturan kuncinya ada pada guru. Guru memberikan contoh dan teladan kepada anak. Jika ada anak yang melanggar, siapa pun yang melihat akan melaporkannya ke wali kelas. “Dengan saling mengingatkan, ini lebih efektif,” imbuh istri IB Ketut Jelantik ini. Memberi salam, dan pembiasaan-pembiasaan lainnya untuk pembentukan karakter anak agar jadi budaya, dikatakan Dayu Tirta lebih susah dibandingkan menjadikan anak pintar. Namun, alangkah baiknya jika kedua hal tersebut seimbang, anak pintar serta berkarakter dan berbudaya. Dayu Putri yang memimpin SDN terfavorit di Denpasar sejak tahun 2005 ini bertekad mengawal SD ini bisa maju baik secara akademis maupun nonakademis. Ini pun sudah dibuktikannya, didukung seluruh guru, staf, dan komite sekolah. Dari beberapa prestasi

yang ditoreh SDN 8 Dauh Puri, yang paling menonjol adalah bidang olahraga artistik dan ritmik. Bahkan, sejak tahun 2000, SDN 8 Dauh Puri mewakili Provinsi Bali ke tingkat nasional dalam olahraga tersebut. Juga, pernah meraih Juara 3 Lomba Klub Olahraga tingkat Nasional di tahun yang sama. Prestasi membanggakan juga ditunjukkan dalam bidang akademis dalam Olimpiade Matematika hingga melenggang ke tingkat nasional, tahun 2009. Satu lagi yang menonjol dari sekolah ini adalah Sanggar Dedari yang dibina Made Taro. Ekskul bermuatan budaya Bali yang beranggotakan lebih dari 50 anak ini dilaksanakan tiap Senin sore. Sanggar yang pernah dua kali mementaskan permainan tradional anak di tingkat nasional ini, tiap bulannya juga mengisi acara di TVRI Denpasar. “Saya kagum dengan Pak Made Taro. Di tengah era modernisasi dengan kecanggihan teknologi, beliau bisa menjadikan dan mengemas permainan tradisional ini menjadi menarik sehingga bisa eksis,” ungkap ibu dari Evan Sasmika, S.E., IB Eri Pramana, S.E., dan Ari Pramana, S.E. ini. Ia punya tips untuk para orangtua ketika mendampingi anak-anak belajar. Hendaknya orangtua hanya mendampingi dan mengarahkan anak. Tuntun anak untuk bisa menemukan jawabannya sendi. “Ketika anak berhasil menemukan jawabannya sendiri, anak akan luar biasa senangnya dan anak akan tambah bersemangat belajarnya,” ucapnya. Memberikan PR pada anak ini pun dikatakan menjadi bagian dari pembiasaan agar anak terbiasa belajar ada maupun tak ada PR, membuka buku, melihat jadwal besoknya, dan membuka buku penghubung. Di

SD yang memiliki 680 siswa ini, buku penghubung masih dijalankan untuk saling mengingatkan antara guru, siswa, dan orangtua. Sebagai sarjana BK yang menamatkan kuliah di IKIP PGRI Bali, ia tahu betul bagaimana menghadapi anak yang bermasalah. Ia yakin semua itu pasti ada penyebabnya, bisa dari keluarga atau dari lingkungannya. Semua ada jalan keluarnya. TIGA ANAK LAKI Memiliki anak yang ketiganya laki-laki seperti yang banyak dikhawatirkan orang, tak terjadi pada Dayu Tirta. Sebagai umat Hindu Bali, ada kekhawatiran ketika tak memiliki anak perempuan, tak akan ada yang membantu mebanten, dan kegiatan lain yang umum dikerjakan perempuan. “Semua bisa dipelajari. Sejak kecil mereka sudah membantu saya membuat tumpeng, metanding. Saya agak keras mendidik anak, sejak kecil belajar disiplin,” ujar perempuan kelahiran 29 Maret 1962 ini.

Dayu Tirta menekankan kepada anak-anaknya harus belajar agar dapat sekolah negeri. “Syukurnya anak-anak mengerti perekonomian kami. Saya selalu tekankan, saya tak punya uang, hanya bisa membekali pendidikan. Dengan pendidikan, dimana pun mencari kerja pasti bisa, dengan pendidikanlah kita mencari kehidupan,” ucapnya kepada anakanaknya. Dayu Tirta menyadari, dalam pergaulan anak-anaknya di masyarakat, tentu tak terlepas dari pengaruh positif-negatif. Namun, tak mungkin juga jika ia melarang putra-putranya bergaul. “Dengan modal disiplin dan imam kuat, jalan berkerikil dan berbatu pasti bisa dilewati,” ucapnya. –Inten Indrawati

harapan yang mengemuka dalam pemberian Tri Hita Karana (THK) Nugraha di Gedung Pers Bali K. Nadha, Rabu (1/4). Menurut Pemimpin Umum Bali Travel News (BTN) Gde Palgunadi, penghargaan ini diberikan oleh BTN yang merupakan salah satu anggota Kelompok Media Bali Post kepada individu, desa, korporasi, lembaga swadaya masyarakat atau siapapun yang dipandang mempunyai kontribusi positif bagi perkembangan pariwisata, sosial serta budaya masyarakat Bali serta memenuhi kriteria yang telah ditentukan. “Pemberian penghargaan ini, bertujuan untuk menggugah masyarakat Bali terutama komponen pariwisata agar makin peduli terhadap lingkungan hidup, lingkungan masyarakat sekitar dan mendekatkan diri dengan Tuhan Yang Maha Esa. Ini merupakan implementasi dari konsep THK,” ujarnya.

Penerima THK Nugraha foto bersama Pimpinan KMB Satria Naradha dan Pemimpin Umum BTN Gde Palgunadi

Acara penganugerahan THK Nugraha 2015 dihadiri Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha, Vice Konsul India Virender K. Jatav, dan beberapa General Manager hotel di Bali. Tahun ini ada delapan penerima THK Nugraha yakni Green School, Desa Kamasan, Yayasan Begawan, Puri Sunia Resort, Putu Sudiarta, I Wayan Candra atau Mangku Candra, Legian Beach Hotel, dan Pemerintah Kabupa­ ten Buleleng. Dalam kesempatan itu, juga ada presentasi tentang keris oleh Mpu Keris, Pande Wayan Suteja Neka yang mengatakan keris itu sebagai simbul kehidupan. Menurut Neka, keris melambangkan purusapredana, akasa-pertiwi serta linggayoni. Lingga, akasa dan purusa sebagai simbul laki-laki (ayah) yang digambarkan dengan bilah keris. Sementara predana, pertiwi dan yoni sebagai simbul wanita (ibu) yang merupakan sarung keris itu sendiri. “Kalau keris itu masuk ke sarungnya akan melahirkan keserasian, murah rejeki dan terhindar

Ayo Gemarikan

Dirjen P2HP Saut P. Hutagalung kampanye makan ikan di Bintaro

Berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO) Indonesia adalah negara produsen perikanan terbesar ketiga di dunia setelah Tiongkok dan India. Dengan produksi ikan terbanyak ketiga di dunia, seharusnya, masyarakat Indonesia termasuk dalam kelompok penggemar makan ikan. Sayangnya kenyataan berkata sebaliknya. Fakta di lapangan menyebut konsumsi ikan masyarakat Indonesia tergolong rendah, bahkan lebih rendah dari hampir semua negara-negara di ASEAN.

B

Pariwisata Budaya Bali Ditopang Filosofi Keseimbangan Filosofi Tri Hita Karana (THK) hendaknya jangan dipahami dalam tataran konsep saja, tetapi lebih pada implementasi di lapangan yang pada akhirnya bermuara pada wujud nyata dari keluhuran filosofi itu sendiri. Masyarakat Bali harus mengerti dan mengamalkan apa yang terkandung dalam Tri Hita Karana itu. Harmonisasi dengan sang pencipta (parhyangan), dengan masyarakat sekitarnya (pawongan) maupun dengan lingkungan alamnya (palemahan). Tokoh masyarakat, korporasi di bidang pariwisata hendaknya terus menggelorakan semangat ini agar Bali tetap terjaga budayanya, terjaga alamnya. Bali dengan konsep pariwisata budayanya, sangat ditopang dengan kelestarian alam serta kualitas sumber daya masyarakatnya yang benar-benar paham tentang filosofi keseim­bangan alam semesta. Inilah harapan

Edisi 843/ 6 - 12 april 2015

erdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2014 tingkat konsumsi nasional hanya mencapai 38 kg per kapita per tahun. Kalah jauh dengan Malaysia yang mencapai 70 kg per kapita pertahun, apalagi dengan Jepang yang masyarakatnya dikenal sebagai penggemar makanan laut, mengonsumsi 140 kg per kapita per tahun. Kondisi ini tentunya sangat memprihatinkan. Padahal dengan jumlah penduduk yang mencapai 250 juta jiwa lebih dan potensi produksi ikan yang diperkirakan mencapai 7,3 juta ton per tahun, seharusnya tingkat konsumsi ikan pun tinggi pula, bahkan mengalahkan negara-negara ASEAN. Tapi yang terjadi tidak demikian. Karenanya untuk mendongkrak tingkat konsumsi ikan dalam negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama instansi terkait serta berbagai kelompok dalam masyarakat, saat ini bahu-membahu mengkampanyekan ‘Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan’ (Gemarikan) ke seluruh Indonesia.

“Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat mengetahui dan paham tentang manfaat mengonsumsi ikan, kemudian secara suka rela akan mengkonsumsi ikan. Ke depan, makan ikan akan terus dipromosikan dan diharapkan menjadi gaya hidup masyarakat dan bahkan pada akhirnya menjadi budaya bangsa Indonesia,” kata Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikan (P2HP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KPP), Saut P. Hutagalung. Untuk menarik minat masyarakat berbagai kegiatan gencar dilakukan, mulai dari yang bersifat promotif, advokatif hingga kegiatan yang bersifat edukatif. Pemerintah berharap tingkat konsumsi ikan akan terus mengalami kenaikan. Tahun ini ditargetkan konsumsi ikan mencapai 40 kg per kapita per tahun. Terkait masih rendahnya tingkat konsumsi masyarakat, juga diakui Saut. “Konsumsi ikan untuk masyarakat Indonesia saat ini baru mencapai 89%. Padahal negara-negara anggota ASEAN lainnya rata-rata sudah mencapai 91,3%. Kita masih di bawah Malaysia, Singapura dan Filipina. Padahal potensi kita mencapai 7,3 juta ton per tahun,” ucapnya.

Ikan bukan hanya sumber protein yang sangat diperlukan oleh tubuh, tapi juga mengandung lemak, vitamin dan mineral. Salah satu kandungan yang paling penting pada ikan adalah Omega3. “Dibanding daging hewan lainnya, kandungan Omega 3 pada ikan jauh di atas rata-rata. Karena itu tingkat konsumsi ikan perlu terus didorong,” ujarnya lagi. Berdasarkan data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) – BPS menunjukkan bahwa sumbangan protein ikan terhadap konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia 57,2% (daging 19,6%, telur dan susu 23,2%). Peningkatan ini terjadi seiring dengan kecenderungan pergeseran konsumen dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani dari red meat kepada white meat. Mutu protein pada bahan pangan ditentukan oleh tinggi-rendahnya asam amino esensial yang dikandungnya. Protein ikan memiliki keunggulan dibandingkan dengan sumber protein lainnya yaitu kelengkapan komposisi asam amino dan kemudahannya untuk dicerna tubuh. Disamping itu, kandungan gizi ikan yang kaya omega 3 juga menyumbang terhadap peningkatan kecerdasan masyarakat Indonesia. Gemar makan ikan, kata Saut, sebaiknya mulai dilakukan sejak anak usia dini. Pada masa itu pondasi kesehatan menjadi sangat penting, terutama dalam pemenuhan gizi dan perkembangan otak. Ikan dan segala kandungan gizinya, tambahnya, merupakan jawaban atas masalah bayi lahir pendek (stunting) dan kegemukan berlebih (obesitas) yang masih cukup tinggi di Indonesia. “Konsumsi ikan sejak dini dapat meningkatkan IQ sehingga apabila kebiasaan ini ditanamkan sejak kecil maka kualitas sumber daya manusia di negeri ini dapat meningkat. Karena itu kami akan terus mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi ikan seperti pada program yang sudah kami terus jalankan yaitu Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan,” katanya saat menghadiri kampanye makan ikan yang digelar di Bintaro. –Diana Runtu

19

Datangkan Lele dari Jawa Kegemaran masyarakat Bali untuk makan ikan sudah meningkat. Namun, jumlah produksi ikan di Bali, belum mampu mencukupi kebutuhan permintaan pasar. Tahun 2014, produksi perikanan budidaya, sebanyak 102.465,4 ton. Data produksi masing-masing kabupaten/ kota, Denpasar 475,10 ton, Badung 507,40 ton, Tabanan 3.900 ton, Jembrana 2.929,50 ton, Buleleng 2.054,18 ton, Ka r a n g a s e m 5 8 4 , 6 1 t o n , Klungkung 83.790,60 ton, Gianyar 1.823,90 ton, dan Bangli 6.397 ton. Kabid Perikanan Tangkap dan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Ir. A.A. Gede Agung Sanjaya, mengatakan, budi daya ikan di Bali, masih ada kendala, yakni sulitnya benih dan mahalnya pakan ikan. “Saat ini harga pakan Rp 10 ribu per kilogram. Perbandingan ikan dengan pakan 1:1½. Pakan ikan bahannya juga banyak impor. Dengan kenaikan dolar tentu berimbas pada mahalnya harga pakan,” kata Agung Sanjaya. Ia menilai, dengan dua kendala ini tentu berpengaruh pada harga ikan. Namun, hambatan ini sudah coba ditangani dengan mencarikan solusi, yakni pembuatan pakan ikan modifikasi yakni dari limbah rumahtangga. Misalnya, dari ampas tahu, sisa pemotongan ayam, atau sisa pengolahan rumahtangga. Bahkan, kini dari limbah sapi dengan proses fermentasi sudah bisa dipakai bahan pakan ikan. “Warga Bangli sudah mampu membuat pakan ikan dengan kombinasi tepung ikan, tepung darah, dan ampas tahu. Mereka bisa menjual harga pakan kombinasi ini dengan harga Rp 6000 per kilogram,” kata Agung Sanjaya. Ia menambahkan, pada dasarnya dalam proses pembesaran ikan, semua pakan ikan sama. Yang membedakan, mulai dari pembenihan dan khusus pembuatan induknya. Untuk kendala benih, Dinas Perikanan sudah memberikan bantuan benih. Saat ini, benih juga sudah dapat dikerjakan di Bali. Untuk sentral ikan lele ada di Tabanan, sentral ikan nila di Jembrana, dan gurami di Bangli. Agung Sanjaya juga mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan pasar, ikan masih didatangkan dari luar Bali. “Biasanya untuk di restoran, mereka menginginkan ukuran ikan gurami seberat 500 gram. Sementara, hasil produksi di Bali, belum mampu mencukupi permintaan pasar dengan stabil. Kekurangan ini terpaksa didatangkan dari luar Bali,” ujarnya. Data tahun 2014, sebanyak 127 ton ikan gurami atau 10 ton tiap bulannya didatangkan dari luar Bali. Begitu juga, ikan lele yang sudah makin digemari, sebanyak 75 ton atau 1,5 ton per minggu, didatangkan dari Pulau Jawa. “Dengan banyaknya permintaan ikan, kami berusaha mengenjot budidaya ikan ini, mulai dengan bantuan benih, pakan, induk, untuk meningkatkan produksi. Kami juga sedang menggerakkan potensi sawah dengan program mina padi,” kata Agung Sanjaya. –Wirati Astiti

Omega 3 Ada di Mata Ikan Ikan memiliki kandungan gizi yang tinggi. “Ikan dan seafood lainnya memiliki komposisi protein lebih tinggi daripada karbohidrat dan lemak, namun risikonya gampang menimbulkan reaksi alergi,” ujar dokter ahli gizi RSUP Sanglah, Dr. dr. Gde Ngurah Indraguna Pinatih,M.Sc., Akp. Sp.GK. Jika alergi, sumber protein hewani ini bisa digantikan dengan sumber protein nabati, seperti kacangkacangan ( k a dari marabahaya,” paparnya. Bersamaan dengan penyerahan penghargaan THK Nugraha, juga diselenggarakan bursa keris dan batu permata di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha selama tiga hari (1-3 April). Pameran ini dibuka secara resmi oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnya didampingi Satria Naradha dan Suteja Neka dengan pemukulan kulkul bambu. Peserta bursa berasal dari Bali, Madura, Yogyakarta, Malang, Blitar, dan Surabaya. -kmb

cang merah, kedelai, kacang hijau). Namun, nilai protein hewani diakuinya lebih baik dari nabati. Protein yang mengandung asam amino ini lengkap ada pada sumber hewani. Meski demikian, kandungan mineral dalam seafood dikatakannya bagus, zink pada kerang dan zat yodium banyak pada ikan. Kelebihan lain, seafood banyak mengandung karoten yang merupakan antioksidan. Karoten ini bisa dipakai antioksidan dan calon vitamin A (pro vitamin A). Dalam seafood juga banyak mengandung kolagen yang bagus untuk jaringan pada umumnya seperti kulit dan tulang. “Dan, yang lebih bagus lagi banyak kandungan lemak omega 3,” ungkapnya. Di Indonesia, jenis ikan yang mengandung omega 3 tinggi adalah cumicumi, rumput laut dan ikan. “Rata-rata pada semua ikan laut, kandungan omega 3 tepatnya berada di

lemak bawah matanya,” ucapnya. Omega 3 memiliki dua fungsi dalam tubuh yakni sebagai aktioksidan dan dan bahan dasar dari pembentukan EPA dan DHA, yang nantinya akan menjadi bagian pembentukan sel otak anak. Perlu diketahui, fase pembentukan seluruh organ anak terjadi pada 8 minggu pertama, termasuk otak. Sel otak anak akan terus bertumbuh dan berkmbag sampai umur 2 tahun. Jadi, pada usia ini diberikan omega 3 sebagai bahan dasar otak. Lalu, berapa seharusnya komposisi omega 3 yang diperlukan? Dr. Indraguna Pinatih menyebut yang terpenting porsi seimbang antara lauk, makanan pokok dan buah. Yang disebut seimbang adalah kebutuhan total diproyeksikan seberapa porsi untuk ikan, lauk, sayur dan buah. Komposisinya tidak berbeda. Standarnya, porsi untuk protein tidak lebih dari 20% asupan total, lemak tidak lebih dari 30%, dan karbohidrat antara 50%-60% dari asupan total. Bagaimana dengan ikan air tawar? Dr. Indraguna Pinatih menjelaskan, sebenarnya kandungan proteinnya sama, hanya saja kondisi mineral air laut, seperti yodium dan

zink, berbeda dengan air tawar, komposisinya lebih rendah daripada ikan di air laut. Yang menjadi kekhawatiran adalah dengan sistem pemberian makannya. Pada air tawar, ikan disangkarkan atau dibuat keramba. Mereka diberi makan, yang umumnya palet, karena ingin cepat panen. Palet mengandung hormon pertumbuhan sama seperti pada ayam dan babi. Meski ikan di laut bebas hormon, ia mengingatkan, laut adalah tempat pembuangan sampah terbesar, plus tanpa pengolahan. Kemudian, yang dikhawatirkn pada produk laut adalah tingginya kadar merkuri (air raksa/Hg) dan timbal (Pb). Ini terutama pada sumber laut yang merayap seperti kepiting dan udang, serta ikan laut yang umurnya panjang seperti ikan tuna dan paus. Sehingga, ia menyarankan untuk tidak mengonsumsi makanan yang sama terus-menerus. “Beri variasi agar fungsinya makanan satu dengan makanan lain dalam tubuh saling mematahkan. Untuk kelanjutannya, kebersihan laut kita harus dijaga, terutama pembuangan limbah ke laut yang harus di-treatment dulu,” ucapnya. –Inten Indrawati


18

Kreasi

Edisi 843/ 6 - 12 april 2015

Life

Story

Edisi 843/ 6 - 12 april 2015

7

Ingin Kembali ke Pelukan Keluarga Dengan langkah sedikit ragu, Dina menggandeng tangan anak perempuannya yang masih memakai seragam taman kanak-kanak, menuju rumah salah seorang saudaranya. Saat akan berbelok di sebuah gang yang mengarah ke rumah saudaranya itu, Dina menghentikan langkahnya sejenak lalu berbelok masuk ke sebuah warung di mulut gang tersebut. Ia sejenak ragu. Sambil membujuk anaknya untuk makan dulu di warung itu, Dina berpikir keras. Dadanya bergemuruh, jantungnya berdetak kencang, Dina gelisah.

Kebangkitan Kesenian Gandrung Bali Ketika mendengar kata “Tari Gandrung”, yang terlintas di pikiran kita pastinya sebuah tarian tradisional dari daerah Banyuwangi yang bersifat sebagai tari hiburan atau tari pergaulan. Demikian halnya oleh masyarakat Sasak di Lombok. Namun di Bali, Tari Gandrung tak sepopuler Gandrung Banyuwangi dan Gandrung Lombok. Ini dikarenakan Tari Gandrung tersebut jarang dipentaskan kecuali untuk kelengkapan kegiatan ritual yang sifatnya sakral. Seperti untuk otonan, nelu bulanin, pawiwahan, dan upacara odalan di pura-pura.

H

al ini tak ditam­ pik I Nyoman Sumantra, Ke­ lian Seka Gan­ drung Semara Metu, Banjar Tembawu Kelod, Penatih, Den­ pasar Timur. Sejatinya, seka gandrung di banjarnya ini sudah ada sejak tahun 30an dan men­ capai masa keemasan tahun 1945. Seiring perkembangan zaman, kesenian gandrung ini

mengalami keredupan alias pu­ tus generasi (vakum). “Dengan melakukan beberapa tahapan serta dukungan dari masyarakat, tahun 2009 kesenian gandrung ini bisa dihidupkan kembali dan tetap eksis sampai sekarang,” ujar karyawan Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung ini. Bahkan sekarang ini, Sumantra menga­ takan masyarakat mulai mase­ sangi (berkaul) Tari Gandrung.

H

drung Semara Metu, Br. Tem­ bawu Kelod ini pun mendapat kesempatan pentas di PKB dan pada Parade Kesenian Klasik seKota Denpasar. Sebelum tari ini dipentaskan,

Mereka berkeyakinan dengan berkaul tarian sakral ini akan mendapatkan keselamatan dan kemakmuran. Kebangkitan kembali kese­ nian Gandrung Bali ini tak terlepas dari peran Pemerin­ tah Kota Denpasar dalam menggali, mengembangkan, dan melestarikan keseniankesenian klasik yang ada di Kota Denpasar. Seka Gan­

Kini, Kesenian Gandrung Bali yang bersifst sakral banyak dipentaskan untuk berkaul

ada ritual yang harus dilalui. Setelah itu, penari memakai ge­ lungan due sesuhunan Ratu Ayu Mas yang berstana di Merajan Banjar Tembawu Kelod, yang juga lunga saat odalan di Pura Dalem Tembawu. Seusai me­ nari, penarinya pasti kerauhan (kesurupan), dan akan sadar kembali setelah diritualkan kembali. Ini juga terjadi pada penari kedua, yang notabene memakai gelungan duplikat. “Itu karena gelungan ini sudah metaksu,” ucapnya. Dalam tiap pementasan yang diiringi seperangkat alat tabuh, yakni ugal, barangan, jegogan, cengceng, kajar, kem­ pli, gong, dan kendang, yang dimainkan sekitar 17 penabuh, diawali dengan gending petegak saron. Ketika penari menari yang juga diisi ibing-ibingan, diiringi dengan gending gan­ drangan. Dan, sebagai tabuh penutup dilantunkan gending gingsir. –Inten Indrawati

ari itu ia harus mengambil keputusan yang sangat sulit setelah enam tahun ia tinggalkan keluarganya demi mengejar cinta seorang laki-laki yang akhirnya juga meninggalkannya. Atas pilihannya itu, Dina dibuang oleh keluarga besarnya, bahkan ia sudah dianggap “mati”. Kisah perjalanan hidup Dina yang terbuang ini, tidak serta merta menjadi seperti ini, melainkan Dina harus merasakan pahitnya hidup tanpa dukungan keluarga, akibat perbuatannya sendiri. Kebiasaan hidup royal dan berfoya-foya serta bergaul dalam hura-hura membawanya pada satu titik di mana ia akhirnya merasakan akibatnya. Sebagai anak bungsu dari 6 bersaudara, Dina (35), men­ dapatkan kasih sayang penuh dari saudara-saudaranya. Sebagai seorang gadis kala itu, seluruh kebutuhannya terpenuhi oleh saudaranya terutama sepening­ gal orang tuanya yang meninggal dunia saat usianya baru 20 tahun. Memegang bagian warisan yang lumayan banyak, Dina hidup berkecukupan. “Dari sanalah dia mulai hidup foya-foya,” kata Wartiah, bukan nama sebe­ narnya, kakak tertuanya. Dina memang berbeda dengan kelima kakaknya yang hidup religius dan taat pada normanorma terutama agama. Ia suka dugem, suka pula dunia yang “hingar-bingar”. “Dia senang bergaul dengan dunia malam,” kata Wartiah. Warisan peninggalan orang­ tuanya yang cukup banyak ia habiskan untuk mempercantik diri sekaligus jalan-jalan ke berba­ gai daerah bahkan luar negeri. Dina menjadi gadis yang mem­

bawa dirinya seperti perempuan berkelas. “Warisan bagiannya habis dijual untuk foya-foya,” ungkap Wartiah kesal. Sesungguhnya dalam kehidu­ pan religius keluarga besarnya, sikap Dina tidak disukai. Namun sebagai saudara meski sudah capek menasehati Dina, Wartiah dan saudaranya yang lain tetap menerima Dina jika ia datang berkunjung. Namun setelah Dina menikah dengan laki-laki beda agama dan ia meninggalkan aga­ manya, keluarga besar Dina telah menganggapnya mati. Sikap keras seluruh keluarga besarnya yang taat beragama ini, telah melalui rapat serius keluarga perihal mengeluarkan Dina dari daftar keluarga sudah diketa­ hui oleh Dina sejak ia memilih mengejar cinta laki-laki itu dan menikah hingga punya anak. Me­ nyebut namanya saja, keluarganya tidak mau. “Seluruh kelakuannya selama ini masih bisa kami terima, tapi soal berpindah keyakinan itu sama sekali tidak bisa diterima keluarga,” kata Wartiah. Oleh sebab itulah, Dina me­ mahami benar kepulangannya ke rumah saudaranya itu tidak dikehendaki. Setelah disia-siakan suaminya yang akhirnya mening­ galkan dan menceraikannya, Dina bersama anaknya hidup sebatang kara. Tak punya apa-apa dan tidak punya siapa-siapa karena seluruh warisannya telah ludes dijual. Kini ia gigit jari. Entah karena sudah sadar atau tidak tahu malu, kini Dina ingin kembali ke pelukan keluarg­ anya. Dari pulau Jawa ia menuju Lombok, pulang ke kampung halamannya. Ia menyewa kamar kos dan menyekolahkan anaknya dengan uang-uang sisa yang dimilikinya. Hari itu ia memang berhasil

datang ke rumah saudaranya. Namun penolakan terlihat nyata. Ia dicueki dan tak seorang pun menegurnya. Ia pun pulang dengan kepala tertunduk. Na­ mun, sebelum pulang, Dina yang masih tampak berpenampilan bak jetset itu, kepada saudaranya ia mengaku telah bercerai dan ingin kembali memeluk agamanya. “Mempermainkan agama sungguh bukan hal yang bisa kami terima,” ungkap Wartiah. Kini, nasib Dina sedang diper­ taruhkan dalam rapat keluarga. Apakah ia akan diterima kembali ataukah ia akan dibuang selaman­ ya. “Syarat utamanya ia mau men­ gubah semua kelakuannya selama ini, mungkin hanya itu yang bisa meluluhkan hati keluarga,” kata Wartiah. Itu pun menurut War­ tiah, masih menunggu rapat ke­ luarga besar yang akan dilakukan dua minggu lagi.-Naniek i. Taufan

LPTB Susan Budihardjo di Bali Sebuah parade busana bertajuk “Permixtio” digelar Sabtu (28/3) di Atrium Beach Walk, Kuta menandai secara resmi dibukanya Lembaga Tata Busana Su­ san Budihardjo (LPTB Susan Budihardjo) di Bali. Pada peragaan tersebut, para alumni seperti Andreas Wen, Galih Prakarsa, Jasmine Darwin dan Ernesto Abram yang telah memiliki label sendiri mempersembahkan karya terbaik mereka di hadapan masyarakat pecinta mode di Bali. Melalui karya busana yang ditampil­ kan, dapat dilihat tolok ukur dan standar yang dimiliki LPTB Susan Budihardjo sebagai lembaga pendidikan yang bersifat non- franchise. Lembaga Tata Busana yang sudah memasuki usia 35 tahun ini, menawarkan program belajar selama satu tahun penuh dan program short couse/kursus kilat. Disamping itu sekolah ini juga mendirikan toko (school –owned clothing store) yang menampung karya alumni dan dijual untuk umum bernama “acakacak”. – Sri Ardhini

#BioskopKlasik Meriahkan Hari Film Memeriahkan hari Film Nasional yang jatuh pada 30 Maret 2015, OLX Indonesia bekerjasama dengan Masyarakat Film Indonesia dan KPFIJ (Ko­ munitas Pecinta Film Indonesia Jadul) mengadakan acara #BioskopKlasik. Acara ini adalah bentuk apresiasi OLX kepada para pecinta dan penggemar film Indonesia untuk lebih menghargai karya film dalam negeri. “Kualitas film lama kita tidak perlu dipertanyakan lagi, walaupun teknologi yang digunakan tidak secanggih saat ini. Kami sangat menghargai karya anak bangsa dan ingin mengajak semua komunitas dan pecinta film untuk berkumpul bersama di acara #BioskopKlasik,” ujar Alif Priyono, CMO OLX Indonesia. Acara ini merupakan rangkaian acara Filartc 2015 (Film and Art Celebration) yang digelar selama tiga hari berturut-turut di Taman Ismail Marzuki Jakarta. Acara yang dimulai pada Jumat (27/3) bukan hanya film saja yang ditayangkan tiap hari, tapi ada juga pertunjukan musik, tarian, pencarian bakat dan permainan seru. –Ngurah Budi


8

Bunda & Ananda

Edisi 843/ 6 - 12 April 2015

Belajar Kelompok

dapat “Bonus”

Belajar bisa dilakukan sendiri dan bisa dilakukan berkelompok. Masing-masing ada kelebihan dan ada tantangannya. Mau pilih yang mana?

Swasti Wulan

P

ulang sekolah, Gung Gus hanya sempat makan dan mandi. Ia lalu bersiap menuju ke rumah Devan. Hari itu, mereka ada janji untuk mengerjakan tugas kelompok. “Dia sering belajar kelompok di rumah temannya. Kadang di gerai makanan cepat saji yang ada fasilitas wifi gratis,” ujar Bu Dita, ibu Gung Gus. Ia tak mempermasalahkan anaknya belajar di luar rumah. Yang penting Gung Gus bisa mengikuti pelajaran dan waktunya benar-benar dimanfaatkan untuk belajar. Lingkungan sekolah yang kompetitif mau tak mau, harus diikuti agar tidak ketinggalan pelajaran. Menurut Dr. Ni Made Swasti Wulanyani, S.Psi, M.Erg, Psi, belajar bagi anak-anak harus menjadi hal yang menyenangkan. “Ada anak yang lebih senang belajar sendiri karena dia perlu konsentrasi sendiri. Misalnya saat membaca atau menghapal. Si anak merasa nyaman dengan belajar sendiri. Ada juga anak yang senangnya belajar berkelompok,

tetapi dalam artian benar-benar belajar atau mengerjakan tugas,” ujar dosen Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Ia meyakini dengan belajar berkelompok akan memberi pengaruh terhadap perkembangan kognitif. Anak bisa tukar pikiran dan mencari solusi dari sebuah permasalahan. Jika anak hanya belajar sendiri, tidak ada yang diajak bertukar pikiran atau sekadar menguji apakah jawaban yang ia buat sudah tepat atau belum. “Belajar kelompok bisa mendapat bonus. Pertama, kemampuan komunikasi anak akan terlatih. Ia akan bisa mengungkapkan pendapat, menyanggah, maupun memberi saran dengan cara yang elegan tanpa membuat teman merasa digurui. Kedua, kecerdasan sosial akan juga terasah. Kecerdasan sosial berkaitan dengan peran anak dalam sebuah kelompok. Biasanya ada yang dominan yang bisa mengatur teman-temannya tetapi tidak boleh otoriter. Dalam situasi ini, kecerdasan sosial harus berjalan beriringan dengan kecerdasan emosional. Membuat teman yang pasif menjadi aktif dan yang aktif jangan terlalu mendominasi,” papar Wakil Ketua Himpunan Psikologi (Himpsi) Bali ini. Di balik kelebihan tersebut, Swasti melihat ada tantangan yang dihadapi saat belajar berkelompok. Teman yang diajak belajar berkelompok tentu memiliki karakter yang berbeda-beda. Jika terjadi perbedaan pendapat dalam diskusi, harus diselesaikan dalam diskusi. Ini merupakan dinamika kelompok. Kalau belajar sendiri, tantangannya adalah tidak punya sarana uji apakah pikirannya itu benar menurut orang lain. Namun, ada yang memang lebih senang untuk belajar sendiri dan tidak

“Biarkan anak bermain dengan temanteman sebaya. Bermain juga merupakan bagi dari belajar berkelompok. Misalnya, hanya ada 1 mainan yang ingin dipakai banyak anak. Solusinya tentu dengan bergiliran. Ini akan menumbuhkan sikap tenggang rasa serta empati si anak”

memerlukan orang lain untuk diajak berdiskusi. Bagi orangtua, alumnus Psikologi UGM dan Ergonomi Unud ini mengingatkan untuk membiasakan anak berinteraksi dengan orang lain. “Biarkan anak bermain dengan teman-teman sebaya. Bermain juga merupakan bagi dari belajar berkelompok. Misalnya, hanya ada 1 mainan yang ingin dipakai banyak anak. Solusinya tentu dengan bergiliran. Ini akan menumbuhkan sikap tenggang rasa serta empati si anak,” ujar istri dari IGA Mayun Pariwijaya dan ibu dari IGA Narendra Pramawijaya ini. Orangtua juga harus mengawasi anak saat bermain atau belajar kelompok. Tetapi, pengawasan tidak perlu dilakukan dengan memelototi saat mereka belajar. Jika anak-anak belajar di ruangan, lihatlah mereka sesekali.

si anak untuk berorganisasi. Keberadaan teman-teman yang diajak diskusi dan belajar kelompok bisa menjadi pengontrol. Hal ini berkaitan dengan rambu-rambu yang disepakati sebelum belajar kelompok. “Buat rambu-rambu seperti berapa lama waktu untuk belajar. Pembagian tugas antara satu anak

BUAT RAMBU-RAMBU Swasti menambahkan metode belajar kelompok lazimnya dilakukan orang dewasa. Namun, jika dari kecil sudah dibiasakan untuk berdiskusi dalam belajar kelompok, ini akan menjadi modal

dengan anak yang lain harus seimbang. Kalau sudah selesai belajar, apakah boleh bermain. Semua harus disepakati bersama,” ujar psikolog yang hobi jalan-jalan dan menyanyi ini. Satu hal yang kerap ditemui adalah anak-anak yang memilih belajar kelompok di tempat yang menyediakan layanan wifi. Bagi Swasti hal ini sah-sah saja jika mereka memang memerlukan bahan yang hanya bisa dicari di internet. Namun, jangan sampai saat mengerjakan tugas malah sibuk sendiri dengan laptop masing-masing. Ini malah akan menimbulkan kesan sibuk sendiri dalam kelompok. Pembagian tugas harus jelas. Semua boleh sibuk mencari bahan. Setelah mendapat bahan, semua harus kembali berdiskusi untuk mendapat hasil karya terbaik.

Menunggu Yakult Lady Rabu pagi itu, Nyoman Sudarti (40) sudah menunggu kedatangan Butut Yakult ke rumahnya, sembari melakukan pekerjaan rutinnya mengelola usaha laundry di rumahnya di salah satu kompleks perumahan di Dalung, Badung. Sekitar pukul 08.00, tepat seperti yang dijdwalkan seminggu sebelumnya, Ni Ketut Widiati (43) yang akrab disapa Butut Yakult datang membawakan Yakult. Seperti biasa pula, Sudarti, ibu tiga anak ini membeli 3 pak yang isinya 15 botol. “Sudah dari dulu, kami sekeluarga minum Yakult. Tiga tahun terakhir berlangganan dengan Butut Yakult,” ujarnya.

–Ngurah Budi

S

Anak-anak belajar berkelompok

Mendongeng Lima Menit Bahasa Langit

Di antara dewad e w a y a n g b e rsemayam di langit, Dewa Bahasalah yang paling jarang blusukan ke bumi. Beliau turun ke bumi hanya setahun sekali. Sekali waktu keMade Taro tika sedang menikmati keindahan bumi yang menghijau, beliau berpikir, “Manusia perlu belajar bahasa langit, sehingga mereka bisa bergaul satu sama lainnya.” Maka beliau mulai menebarkan kata-kata dan kalimat di desa-desa pegunungan. “Hai, manusia! Hapalkanlah kalimat ini, oosfo dedering rum isterklam.” Manusia pun menirukan kalimat itu berkali-kali. Setiba di desa-desa di pinggir pantai, Dewa Bahasa berseru, “Hai, manusia! Hapalkanlah kalimat ini, cibreskos los nongos simeos.” Manusia pun menirukan kalimat itu berkali-kali. Tahun berikutnya Dewa Bahasa mendapati manusia-manusia itu sangat fasih berbahasa langit. Dewa sangat senang. Namun, ketika Dewa Bahasa mempertemukan manusia gunung dengan manusia pantai, mereka tidak saling memahami, karena bahasa mereka berbeda-beda. Timbul pikiran sang Dewa untuk mengajarkan satu kata yang dapat dipahami oleh semua manusia. Kata yang dimaksud adalah ‘Ayo!’ “Hai semua manusia, teriakkanlah ‘Ayo’ bersamasama sambil mengangkat kedua tangan. “Ayo, ayo, ayo…!” Suara itu menggelegar sampai ke langit,

Edisi 843/ 6 - 12 April 2015

memecah awan dan menggetarkan bumi. “Apa itu?” Dewa Bahasa menengadah ke atas. Semua manusia menengadah ke atas. Tampak langit makin lama makin turun. Ya, langit itu makin turun dan sebentar lagi akan menghimpit manusia. Udara panas dan pengap. Untunglah Dewa Bahasa cepat berbikir, lalu segera membagikan tongkat kepada semua manusia. Sambil duduk manusia itu diharuskan mengacungacungkan tongkat sambil berteriak, “Ayo, ayo, ayo…..!” Langit berguncang sedikit naik. Manusia diharuskan bernyanyi sambil mengacungkan tongkat, “Ayo, ayo, ayo…!” “Bernyanyilah keras-keras!” seru Dewa. “Ayo, ayo, ayo…! Ayo, ayo, ayo…!” Langit perlahan-lahan naik, lalu bergantungan di tempat semula. Semua manusia bersorak gembira, namun tidak demikian Dewa Bahasa. Wajah beliau merah padam, lalu teriaknya, “Ternyata tiga orang di antaramu berniat buruk! Mereka tidak ikut bernyanyi dan mengacungkan tongkat, tetapi meloncat ke langit. Di sana mereka mencuri ikan, padi dan kain tenun. Ketika hendak turun ke bumi, didapatinya langit sudah tinggi. Mereka tidak bisa memijakkan kaki di bumi.” Mula-mula manusia marah-marah, tetapi kemudian mereka menaruh belas kasihan, karena teman-temannya itu adalah teman baik yang suka menolong. “Hai, manusia!” kata Dewa Bahasa. “Relakanlah mereka menetap di langit. Apabila kamu merindukannya, tataplah baik-baik bintang biduk, bintang waluku dan bulan. Benda langit itu adalah penjelmaan dari teman-temanmu yang mencuri ikan, padi dan kain tenun. Mintalah petunjuk, kapan saat yang baik untuk menangkap ikan, menanam padi dan menenun kain.

udarti mengatakan semua keluarganya menyukai Yakult. “Sejak berlangganan dengan Butut Yakult, saya jadi tahu manfaatnya yang begitu bagus untuk kesehatan, terutama untuk saluran pencernaan. Anak bontot saya suka minum susu cokelat, dengan minum Yakult setiap hari, BABnya jadi lancar,” ujarnya. Jika sudah habis, dan kalau ketemu dengan Butut Yakult di sekolah, Sudarti pasti beli lagi 3 pak. “Dalam seminggu Ibu Sudarti ratarata beli 6 pak atau 30 botol,” imbuh Ketut Widiati. Di kompleks perumahan ini, hampir semua rumah berlangganan Yakult yang dikunjunginya berkala tiap minggu. Dengan seragam khas kotak-kotak merah,

memakai topi, tas, dan boks merah dengan atribut Yakult, dengan sikap sopan, ramah dan bersahabat, Widiati mendatangi satupersatu rumah pelanggannya. Perempuan asal Singaraja ini selalu menjelaskan manfaat Yakult kepada pelanggan. Bahwa, tanpa disadari, tumbuh 6 ribu sel kanker dalam tubuh setiap harinya. Dengan minum Yakult setiap hari dan diimbangi dengan mengonsumsi tahu-tempe serta pola makan sehat, bisa menekan pertumbuhan sel kanker hingga 65%. Widiati juga menyampaikan cara penyimpanan Yakult yang baik adalah pada lemari pendingin dengan suhu 00 C-100 C, untuk menjaga manfaat dan kualitas Yakult tetap baik. Dan, baik dikonsumsi sampai 40 hari sejak

tanggal produksi. Widiati bersama 15 Yakult Lady lainnya yang bermarkas di Kantor Yakult area Dalung ini, rata-rata mendistribusikan 500 botol Yakult setiap harinya. Dan tak lupa, di akhir kunjungannya, Widiati selalu mengucapkan, “Terima kasih. Semoga sehat selalu. Minggu depan hari rabu jam 8 pagi saya akan berkunjung kembali. Selamat pagi”. ER

TEKAN PERTUMBUHAN SEL KANK-

Widiati tak menyangkal, saat pertamakali bergabung sebagai Yakult Lady, Juni 2012 ia masih malu karena belum tahu manfaatnya. Namun, sete­lah mengikuti masa training selama 1 bulan dan mengetahui manfaat besar Yakult untuk kesehatan, Widiati justru bangga menjadi seorang Yakult Lady karena mengajak pelanggan hidup sehat. Dengan langkah mantap dan percaya diri pula ia menyampaikan pesanpesan kesehatan ini kepada pelanggan. Apalagi ia dan keluarganya sendiri benarbenar merasakan manfaatnya, terutama bagi dirinya dan anak bungsunya. Widiati mengisahkan pengalaman pribadinya yang divonis mengidap kanker payudara, Agustus 2013. Dilihat dari ciri-ciri serta usianya di atas 40 tahun, dokter cenderung mengategorikannya sebagai kanker ganas. Dan kemungkinan terburuknya adalah, payudara Widiati harus diangkat. Hasil operasi pertama, Agustus 2013, dikatakan tidak tampak sel kanker ganas. Sebulan berikutnya, Widiati kembali dibiopsi untuk memastikan kemungkinan adanya sel kanker ganas. Setelah benjolan sebesar pentol bakso itu diangkat, dan perkembangannya dipantau terus, di tahun 2014 ia dinyatakan terbebas dari kanker. Selain karena tekad kuatnya untuk sembuh, Widiati yakin Yakult juga berperan di dalamnya. “Saya ingin membuktikan sendiri dulu manfaat Yakult, baru saya pede menjelaskannya ke pelanggan. Dan ternyata, memang Yakult tidak menyembuhkan kanker, namun Yakult mampu mem­perlambat perkembangan sel kanker saya dengan diimbangi juga pola makan sehat. Dengan rutin minum Yakult, daya tahan tubuh saya meningkat. De­ngan pengalaman ini, saya menjadi lebih percaya diri berjualan Yakult,” ucap Widiati yang mengaku sampai saat ini tak mengalami keluhan berarti lagi pada payudara kirinya itu. –ten

Yakult Pelopor Probiotik Kesehatan adalah kebutuhan universal yang didambakan seti­ap orang. Tanpa disadari dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari memberikan juga kesempatan bagi masuknya bakteri merugikan melalui makanan atau udara luar yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan seperti keracunan, diare atau sembelit dan lainnya. Menurut Senior Assistant Manager Marketing Communication and Commercial PT Yakult Indonesia Persada, Zulkarnain, ada lebih dari 100 triliun bakteri ada dalam setiap pencernaan manusia yang terdiri dari bakteri baik dan bakteri jahat. Bakteri ini mempunyai pe­ranan masing-masing yang menjadikan tubuh sehat ataupun sakit. Jika bakteri baik lebih dominan, manusia akan dapat hidup sehat dan terhindar dari penyakit. Sebab, bakteri ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh hingga titik optimum. Sebaliknya jika bakteri merugikan yang lebih dominan, tubuh akan sakit karena bakteri ini menghasilkan racun dalam tubuh. Karena itu, keseimbangan bakteri ini perlu selalu dijaga. Namun sayang, tidak semua bakteri baik mampu melewati asam lambung, sehingga tidak hidup sampai di usus kecil. Hanya bakteri unggullah yang bisa melakukan hal tersebut. “Salah satu yang terbukti mampu adalah bakteri L. Casei Shirota strain yang memiliki lebih dari 6,5 miliar di setiap botol Yakult. Ini dapat dibuktikan jika mengkonsumsi produk yang mengandung bakteri baik tersebut rutin dalam waktu tiga minggu, maka pada fases akan ditemukan bakteri tersebut masih dalam keadaan hidup,” jelas Zulkarnain. Dari pembuktian itu berarti kekuatan bakteri tersebut benar-benar mampu menekan racun dan menekan pertumbuhan bakteri merugikan termasuk sel-sel kanker yang sangat berbahaya. Dari manfaat itu pula, pada pertengahan 1990, peneliti dari Eropa menerbitkan istilah PROBIOTIK. Yaitu, sekumpulan bakteri menguntungkan yang jika dikonsumsi mampu mencapai usus dalam keadaan hidup dan terbukti bermanfaat. Bakteri L. Casei Shirota strain tersebut terbukti telah melakukannya sejak 1930 sehingga disebut menjadi pelopor PROBIOTIK. “Mulai sekarang mari Cintai Ususmu, minum Yakult setiap hari,” tandasnya. KUNCI PANJANG UMUR President Director PT Yakult Indonesia Persada, Mr. Sanae Ueno menjelaskan

Yakult Lady, Pusat Informasi Berjalan Senior Manager Yakult Lady Departement, Harry J. Palit mengatakan, PT Yakult Indonesia Persada mempunyai dua sistem pendistribusian Yakult, yakni distribusi langsung ke gerai (toko, swalayan, pabrik, dll.) oleh sales force menggunakan mobil berpendingin khusus menggunakan seragam resmi perusahaan, dan melalui Yakult Lady yang mengunjungi konsumen langsung ke rumah, sekolah, kantor, dll. sambil menjelaskan manfaat menjaga pola hidup yang baik dan kesehatan pencernaan. Yakult Lady yang dilakoni perempuan dewasa dan ibu rumah tangga ini merupakan wujud sosial dari PT Yakult Indonesia Persada, karena mereka yang direkrut ini selain dididik cara berkomunikasi yang

baik untuk menyampaikan manfaat Yakult, juga sekaligus mendapatkan penghasilan untuk membantu menopang perekonomian keluarga. “Karena itu, salah satu syarat bekerja, mereka harus mendapat dukungan dari suami,” imbuh Harry. Penghasilan rata-rata mereka Rp 4 juta per bulan. Bahkan, ada yang mampu meraih hingga Rp 9 juta per bulan. Di Bali, ada 200 Yakult Lady, dan sekitar 6 ribu di Indonesia. Para Yakult Lady ini adalah petugas resmi Yakult yang telah terdidik dalam disiplin dan pengetahuan produk, sehingga dapat menjadi pusat informasi berjalan dalam komunitas tempat kerjanya. “Kami tak hanya menjual rasa, namun punya manfaat lebih untuk kesehatan,” ujarnya. –ten

17

usus yang sehat menjadi kunci untuk umur panjang. Karena itu, penting untuk selalu menjaga usus sebagai sistem pencernaan dengan memasukkan bakteri-bakteri baik yang menguntungkan. Bakteri baik ini salah satunya bisa didapat dengan mengonsumsi susu fermentasi. Hal ini telah dibuktikan sendiri oleh Iliya Metchnikov, pemenang hadiah Nobel (1908) yang menemukan pola hidup sehat masyarakat pegunungan Kaukasus yang minum susu fermentasi, sehingga memiliki usia hidup panjang dalam keadaan sehat. Penemuan ini kemudian menjadi dasar penelitian lebih dalam oleh seorang mikrobiologis dari Kyoto University Japan bernama Dr. Minoru Shirota yang berhasil mengulturkan bakteri baik L. Casei Shirota strain menjadi bakteri unggul yang tahan terhadap asam lambung dan cairan empedu, sehingga mampu mencapai usus dalam keadaan hidup. Inilah yang menjadi cikal bakal perusahaan ini berdiri sejak tahun 1935 di Jepang dengan merk produk minuman susu fermentasi Yakult. Sejak berhasil diterima sebagai minuman yang bermanfaat baik bagi tubuh manusia, Yakult mulai dikembangkan keluar Jepang seperti Taiwan, Korea, Indonesia, dll. Perusahaan PMA yang berasal dari Jepang ini berdiri di Indonesia tahun 1991 dan memberikan lowongan pekerjaan bagi lebih dari 4 ribu orang. Memiliki dua pabrik besar yakni di Sukabumi (Jawa Barat) dan Mojokerto (Jawa Timur). Selain itu, Yakult juga memiliki program CSR yakni melakukan penanaman di wilayah taman nasional di lereng Gunung Salak yang dari luas 3.000 hektare, 700 hektare merupakan lahan kritis. Untuk turut menjaga dan melestarikan alam, PT Yakult Indonesia Persada membuat sumur biopori dan resapan sekitar 300 lubang di taman nasional tersebut. Guna menyosialisasikan pesan kese­ hatan ini, perusahaan ini pun sempat berkunjung ke Kantor Bali Post yang diterima oleh Pemimpin Redaksi Bali Post Nyoman Wirata didampingi Redaktur Pelaksana Bali Post, Alit Purnata. Mereka memberikan apresiasi positif terhadap produk Yakult dan berterima kasih karena sudah turut membuat masyarakat dan bangsa Indonesia sehat. –ten

Probiotik dalam Susu Terfermentasi Seorang peneliti dari Unud, I Nengah Sujaya, Ph.D. yang fokus meneliti bakteri pada saluran pencernaan mengatakan, penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh perubahan pola makan ini dapat ditanggulangi atau dicegah dengan memodifikasi/meng­ ubah komposisi bakteri pada saluran pencernaan. “Bakteri pada saluran pencernaan dapat diubah dengan mengonsumsi bakteri hidup yang menyehatkan (probiotik). Probiotik adalah golongan bakteri menguntungkan yang umumnya merupakan kelompok bakteri asam laktat, seperti laktobasilus, bifidobacterium,” ujar Dosen PS Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Unud ini yang pernah meneliti tentang diare tahun 2006, serta kolesterol dan lemak dari tahun 2010sekarang. Ia menegaskan, jika bakteri dikonsumsi dalam keadaan hidup akan berkembangbiak dalam saluran pencernaan dan menghasilkan metabolit yang menyehatkan. Umumnya, laktobasilus lebih banyak berkembangbiak di usus halus, sedangkan bifidobacterium di usus besar. Aktivitas kedua bakteri ini akan menyebabkan dampak menyehatkan, seperti mempengaruhi metabolisme empedu sehingga menyebabkan penurunan kolesterol jahat dalam darah; meningkatkan imunitas sehingga dapat me­

ningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit, seperti penyakit yang disebabkan oleh virus, influenza, rotavirus, dan bahkan untuk pasien penderita HIV/Aids. “Bakteri laktobasilus dan bifidobacterium ini dapat membunuh bakteri patogen (bakteri jahat) dalam saluran pencernaan, seperti bakteri escherichia coli (e. coli), penyebab utama diare,” tegasnya. Sujaya mengatakan, saat ini probiotik tersebut mulai banyak dipergunakan untuk mencegah penyakit di luar saluran pencernaan, seperti penyakit yang terkait dengan saluran kencing dan ginjal, beberapa jenis kanker, termasuk meningkatkan penyerap­ an mineral sehingga dapat mencegah anemia (kekurangan zat besi) pada ibu hamil, diberikan pada bayi yang lahir caesar, menanggulangi konstipasi (susah buang air besar) yang diakibatkan karena mengonsumsi suplemen yang berlebihan, serta penggunaan probiotik untuk kecantikan. Sumber makanan yang mengandung probiotik adalah makanan atau minuman yang terfermentasi yang umumnya dicirikan dengan rasa asam, yang terdapat dalam produk susu fermentasi (Yakult, susu kuda sumbawa, dadih/susu kerbau fermentasi di Sumatera), yogurt, sayur fermentasi (asinan bogor), dan tape. –ten


16

Edukasi

Edisi 843/ 6 - 12 april 2015

Pelantikan Pejabat IKIP PGRI Bali 2015-2019

Bersama Kita Bisa B

Kepada para pejabat baru ia berpesan bahwa eksistensi lembaga adalah hal utama. Maju mundurnya lembaga sangat tergantung dari kualitas pimpinan, kemauan, keberanian dan kemampuannya. Ketika tidak bertindak, sudah dipastikan tidak ada hasil. “untuk itu, mari menuntaskan program-program ke depan untuk mencapai cita-cita ke depan yang lebih baik,” ucapnya. Kepada pejabat yang masa jabatannya tidak diperpanjang, Suarta mengucapkan terimakasih atas kerjasamanya selama ini. Ia pun menyampaikan tak menutup kemungkinan membuka dialog untuk saling mengisi yang tentunya untuk bisa membawa IKIP PGRI Bali ke depan yang lebih baik. Kepada segenap civitas akademika, ia pun berpesan untuk selalu bersamasama menciptakan kenyamanan baik skala maupun niskala melalui perilaku yang bisa ditauladani. IKIP PGRI Bali dikatakannya sudah terkenal di tingkat regional, nasional hingga internasional. IKIP PGRI Bali memiliki potensi yang luar biasa dan harus terus digali serta dikembangkan. Dengan pelantikan pejabat baru ini ia berharap dapat memajukan IKIP PGRI Bali dalam peningkatan kualitas lembaga yang mengacu berdasarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Terkait dosen, pihak lembaga dan yayasan terus memberikan motivasi untuk meningkatkan kualitas diri dengan mendorong melanjutkan kuliah ke S2 dan S3. Terkait penlitian, IKIP PGRI Bali pernah mencapai 4 besar di Kopertis Wilayah VIII yang menjadi dasar acuan untuk meningkatkan lebih jauh lagi kiprah penelitian. Para dosen pun diimbau untuk melakukan penelitian sekurangkurangnya 1 penelitian setahun. “Jika 185 dosen melakukan 1 penelitian saja, berarti sudah ada 185 penelitian. Ini sudah bagus,” ucapa Suarta. Pihak yayasan juga secara berkelanjutan memberikan dana motivasi untuk penelitian. Karena kualitas dosen muaranya pada kualitas lulusan mahasiswa. Dalam hal pengabdian masyarakat, sejak 2012 IKIP PGRI Bali melakukan program bedah rumah. Sampai saat ini

Jaga Terumbu Karang

9

Tangkap Ikan jangan Pakai Bom Daya dukung luas kawasan hutan di Bali relatif sangat minimum dibandingkan ketentuan UU. Namun, luas tersebut dapat ditutupi dari hutan rakyat. “Berdasarkan aturan, 30 % kawasan hutan harus dipertahankan. Namun, Bali, sudah melampaui batas. Sekitar 23 % hutan yang masih tersisa. Untungnya, sekitar 15 % hutan rakyat masih bisa menolong jika dilihat dari segi fungsinya,” kata Novrizal Tahar, Kepala PPE Bali Nusa Tenggara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

I

Pelantikan pejabat di lingkungan IKIP PGRI Bali periode 2015-2019 dilaksanakan Rabu (1/4) di Ruang Auditorium Redha Gunawan, setelah sebelumnya melaksanakan upacara mejaya-jaya di Pura Jagat Widya Aksara Kampus IKIP PGRI Bali. Dari ke 60 pejabat yang dilantik dalam “kabinet” tersebut, ada beberapa formasi baru dan formasi lama. eberapa nama pejabat yang diangkat dan dilantik tersebut, di antaranya; Pembantu Rektor I Drs. Pande Wayan Bawa, M.Si., Drs. I Dewa Putu Juwana, M.Pd. (PR II), Dr. Drs. I Wayan Citrawan, M.Pd. (PR III), Putu Siti Firmani, S.E. (Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan), Drs. IGB Ardana Adnya, M.Si. (Kepala Biro Administrasi Umum), Drs. I Wayan Waga , M.Si. (Dekan FIP), Dr. I Ketut Yarsama, M.Hum. (Dekan FPBS), Drs. I Dewa Made Alit, M.Pd (Dekan FPIPS), Dr. Drs. I Wayan Adnyana.,M.M., M.Erg. (Dekan FPOK), Dra. Ni Nyoman Parmithi, M.M. (Dekan FPMIPA). Pelantikan pejabat dilakukan Rektor IKIP PGRI Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum., dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan yang disaksikan Ida Pedanda dan Pastur, serta penandatanganan berita acara oleh Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd. dan Sekretaris Yayasan Gusti Ngurah Oka. Dalam sejarah IKIP PGRI Bali yang tahun ini memasuki usia 32 tahun, Rektor Suarta mengatakan, baru pertamakalinya ada dekan perempuan. Ini menunjukkan bahwa IKIP PGRI Bali memberikan peluang sama untuk kaum perempuan untuk bersama-sama memimpin dan bersama-samau melakukan yang terbaik untuk IKIP PGRI Bali. “Bersama Kita Bisa,” tegasnya. Dalam sambutannya, Rektor Suarta menyampaikan ucapan terimakasih kepada pejabat lama dan pihak yayasan yang sudah memasilitasi kegiatan ini. Proses pemilihan dekan pun diacunginya jempol karena semua berjalan dengan sangat demokratis. “Semua menghormati atauran dan sistem yang berlaku. Inilah cerminan dari seorang guru yang patut digugu dan ditiru. Dalam pendidikan karakter, tauladan menjadi yang paling utama. Tak ada keberhasilan tanpa kebersamaan dan tak ada hasil tanpa usaha,” ujar Suarta yang selalu mengucap syukur dan berterimakasih pada Ida Sesuhunan ring Pura Jagat Widya Aksara Kampus IKIP PGRI Bali.

Edisi 843/ 6 - 12 april 2015

Penandatanganan berita acara oleh Ketua Yayasan dan Sekretaris Yayasan

sudah 9 rumah di Denpasar dibedah, 3 rumah dan 3 sekolah di Karangasem, dan 3 rumah di Klungkung. Program ini dikatakannya dalam rangka turut mendukung program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. “Ini yang menjadi acuan kami ke depan untuk melakukan terobosan-terobosan,” ujarnya. Salah satunya dengan meningkatkan UKM-UKM untuk menghadapi MEA, agar mahasiswa tak asing di negeri sendiri.mata kuliah kewirausaahaan juga dicantumkan, dan bagi mahasiswa baru dalam matrikulasi akan dimasukkan Bahasa Inggris di semua prodi. Ini sebagai bentuk peningkatan kualitas dan antisipasi yang kemungkinan terjadi ke depan dengan situasi sangat terbatas dalam komunikasi lgsung tapi tidak terbatas dalam komunkasi online. Suarta mengingatkan, pejabat yang baru dilantik jangan berpikir baru akan diganti 4 tahun mendatang. Karena pihak lembaga dan yayasan sudah menyepakati akan mengevaluasi kinerja pejabat dalam waktu tertentu. Jika kinerjanya dianggap buruk, akan langsung dimutasi. Semua ini demi menjaga kualitas PBM tetap baik. Untuk itu pun, Ketua Yayasan Arthanegara mengatakan terus melakukan peningkatan sarana prasarana, seperti menambah lab microteaching, dan peningkatan kualitas dosen/SDM. Bahkan, kini di tiap Prodi sudah ada dosen bergelar doktor dan beberapa kandidat doktor. Dengan sistem pelantikan secara demokrasi tersebut, Artanegara mengatakan bahwa kepemimpinan juga menjadi perhatian lembaga dan yayasan. Karena itu pula, secara berkesinambungan IKIP PGRI Bali melaksanakan TOT, dan ini diharapkan bisa berkembang. “Yang jelas, Anda harus bekerja bekerja dan bekerja. Karena jika berpikir tanpa implemantasi, dan bertindak tanpa berpikir akan menghasilkan sesuatu yang kurang baik,” ujarnya. “Mari bangun suasana yang nyaman di kampus kita tercinta ini sehingga muncullah ide-ide baik untuk menjadi lebih berkualitas,” pungkas Suarta. -ten.

a menilai, hal ini akan berimbas pada perubahan tata guna lahan hutan rakyat sangat rentan terjadi. Implikasi dari fungsi hutan sebagai kawasan penyangga, memberikan dampak terhadap daya dukung air di Bali. “Ini berpengaruh pada 5 kabupaten menjadi defisit air, dan hanya 4 yang masih surplus. Untuk itu, kawasan hutan yang masih tersisa 23 % ini, harga mati harus dilindungi,” ujarnya, Kamis, (2/4) di Renon, Denpasar. Pada umumnya, sungai di Selat­ an dan Utara Bali, daya tampungnya

restorasi. Kawasan dan ekosistem yang rusak dan tercemar seperti Danau Buyan, Danau Batur, perlu penanaman pohon keras sesuai potensi daerah,” kata Novrizal. Ia mencontohkan, seperti di Buleleng bagian Selatan sudah bagus menanam cengkih. “Tanaman durian, manggis, bisa di­pilih sesuai potensi daerah yang ada. Hal ini, juga memberi nilai ekonomis bagi petani,” tegasnya. Beberapa rekomendasi dapat dilakukan, perlu pengembangan instrumen ekonomi lingkungan

Bali Defisit Air Pulau Bali telah tumbuh menjadi salah satu destinasi wisata terkemuka di dunia. Ini tentu memberi konsekuensi yang makin kompleks terhadap kondisi Bali. Pembangun­an semakin pesat. Sementara luasan Pulau Bali secara keseluruhan tidak bertambah. Demikian disam­paikan Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Udayana, Prof. Ir. I Wayan Arthana, M.S., Ph.D. Ia mengatakan, sumber daya alam dan lingkungan hidup Pulau Bali terus mengalami degradasi yang cukup mengkhawatirkan. Sumber daya air makin berkurang baik air permukaan maupun air tanah. Kebutuhan lahan juga terus meningkat yang berarti lahan produktif akan kian menyempit. “Permasalah­ an yang mengikuti bermunculan antara lain, kerusakan hutan, penurnan keanekaragaman hayati, lahan kritis, kerusakan lahan akibat penambahangan galian C, kerusakan daerah aliran sungai, permasalahan sampah dan limbah,” ujarnya. Luas lahan persawahan tahun 2005 jika dibandingkan tahun 2004 mengalami pe­ nurunan 1,08% atau 885 hektare. Tahun 2006 luas sawah di Bali 80.997 hektare mengalami penurunan sekitar 213 hektare yang memicu kerawanan pangan. Data BPS menyebutkan, luas sawah

tahun 2007, 81.235 hektare, tahun 2008, 81.482, dan tahun 2013, 81.165 hektare. “Kabupaten Badung memang telah melakukan pencetakan sawah baru di Badung Utara, namun, tambahan ini kalah jauh dengan laju fenomena alih fungsi lahan,” kata Prof. Arthana. Ia menyatakan, daya dukung lahan juga sudah mengalami defisit. Dari hasil perhitungan daya dukung lahan Provinsi Bali 2007 dengan asumsi kebutuhan layak per penduduk setara beras 1000 kg/kapita/tahun, dapat dilihat beberapa kabupaten sudah defisit lahan. Kabupaten Badung dengan jumlah penduduk 337.480, kebutuh­ an lahan

Novrizal Tahar

seperti bank sampah. “Sampah yang masuk ke TPA hanya 20 % saja, karena sebelumnya sampah sudah dipilah ada yang bisa didaur ulang atau dibuat kompos,” sarannya. Selain itu, pemberian insentif bagi masyarakat yang mempertahankan tata guna lahannya, juga dapat dilakukan.

83.725,32, ketersediaan lahan 38.170,80. Daya dukung lahannya hanya mencapai 0,456. Statusnya defisit. Denpasar dengan jumlah penduduk 608.595, kebutuhan lahan 153.313,94, ketersediaan lahan 9.169,15. Daya dukung lahan hanya mencapai 0,060. Statusnya defisit. Gianyar jumlah penduduk 421.067, kebutuhan lahan 115.881,49, ketersediaan lahan 52.708,68, daya dukung lahan 0,455, status defisit. Tabanan jumlah penduduk 414.220, kebutuhan lahan 118.317,81, ketersediaan lahan 105.141,86, daya dukung lahan 0,889, status defisit. Jembrana jumlah penduduk 264.865, kebutuhan lahan 71.221,52. Ketersedia­ an lahan 34.471,55. Daya dukung lahan 0,484, status defisit. Bang­li jumlah penduduk 106.762, ­k e b u t u h a n l a h a n 34,951,22, ketersediaan

Perairan Bali dan Nusa Tenggara, atau yang disebut Lesier Sunda merupakan pertumbuhan terumbu karang. Dua samudra bertemu di kawasan ini, hendak­ nya dijaga dan diamankan, jangan sampai rusak. Misalnya, penangkapan ikan jangan menggunakan bom. –Wirati Astiti

lahan 79.439,90, daya dukung lahan 2, 273, status surplus. Klungkung jumlah penduduk 175.430, kebutuhan lahan 47.161,79, keter­ sediaan lahan 51.316,52, daya dukung lahan 1,088, status surplus. Buleleng jumlah penduduk 643.274, kebutuhan lahan 175.622,61, ketersediaan lahan 93.124,96, daya dukung lahan 0,530, status defisit. Karangasem jumlah penduduk 427.481, kebutuhan lahan 116.839,56, ketersediaan lahan 124.274,18, daya dukung 1,064, status surplus. Bali dengan jumlah penduduk 3.372.880, kebutuhan lahan 970.833,03, ketersediaan lahan 604.926,80. Daya dukung lahan hanya 0,623, statusnya defisit. Penduduk Bali terus mengalami peningkatan. Tahun 2007 sebanyak 3.372.880 jiwa, tahun 2008, 3.409.845 jiwa, tahun 2013, 4.056.300 jiwa. Peningkatan penduduk tahun 2007-2013 mencapai 20,26% dalam kurun waktu enam tahun penduduk telah meningkat seperlimanya. Bali juga mengalami krisis air. Laporan tahun 1995, Bali mengalami defisit air sebanyak 1,5 miliar m3/tahun. Defisit terus meningkat hingga 7,5 miliar M3/tahun pada tahun 2000. “Diperkirakan tahun 2015, desifit air menjadi 26,5 miliar M3/tahun. Ditambah lagi dengan menurunnya kualitas kawasan hutan, danau, daerah resapan maupun daerah aliran ­sungai sehingga menurunkan ketersediaan air,” ucapnya. Kalau dirinci tiap kabupaten, Jembrana, Tabanan, Bangli, dan Karangasem masih surplus, sementara, Badung, Gianyar, Klungkung, Denpasar, dan Buleleng defisit air. –Wirati Astiti

Baru 30% Potensi Kelautan dan Perikanan NTB Tergarap

Aminollah, Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB.

Pelantikan 60 pejabat baru periode 2015-2019 di lingkungan IKIP PGRI Bali oleh Rektor Suarta dan disaksikan oleh Ida Pedanda dan Pastur

terhadap beban pencemaran menurun. Misalnya, Tukad Badung dan Ayung, sedimennya tinggi bahkan, sampah sampai masuk ke sungai. Daya tampung TPA di Bali sudah mendekati over capacity. Begitu juga, emisi perkapita CO2 untuk menjadi kota modern harus diturunkan menjadi 0,33 CO2/ka­ pita/tahun. Saat ini, kota Denpasar yang merupakan kota modern, emisi CO2-nya sudah di atas nilai tersebut. Menurutnya, ada beberapa hal yang harus segera dilakukan. “Perlu rehabilitasi, remediasi, dan

Nusa Tenggara Barat memiliki kekayaan kelautan dan perikanan yang sangat besar. Puluhan ribu hektare potensi tersebut telah dimanfaatkan untuk budi daya air tawar dan laut. Mulai dari budi daya rumput laut, kerapu, udang, pembibitan lobster dan lainnya yang banyak dibudidayakan di Lombok

Timur bagian Selatan, seperti Batu Nampar, Teluk Ekas dan Telong Elong. Di Lombok Barat ada di Teluk Sepi dan Pengantap serta di beberapa tempat lainnya. Di Lombok Tengah budi daya ini dilakukan di Selong Belanak, Teluk Bumbung, Gerupuk, Teluk Awang dan lainnya. Demikian juga di pulau Sumbawa. Selain ikan, potensi rumput laut NTB juga terbilang berkembang baik, bahkan hingga terjadi surplus produksi. Budi daya ikan air tawar seperti nila, lele, karper dan lainnya banyak dikembangkan di Kota Mataram, Lombok Barat dan pulau Lombok secara umum. Besarnya potensi budi daya ini membuka peluang usaha bagi masyarakat NTB, khususnya dalam hal budi daya ikan air tawar. Karena itulah cukup banyak masyarakat yang berusaha di bidang ini. Namun begitu, meskipun potensi kelautan dan perikanan NTB sangat besar, belum semuanya termanfaatkan. “Dari seluruh potensi kelautan dan perikanan yang ada di NTB, baru 30% yang tergarap. Sehingga peluang investasi bidang ini masih cukup banyak,” kata

Aminollah, Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB. Tidak kurang dari 27.000 hektare telah dimanfaatkan untuk budi daya air dan dan 25.000 hektare dikembangkan untuk budi daya laut. Sejauh ini komoditas bidang perikanan dan kelautan yang melimpah di NTB

bahkan telah diekspor hingga ke luar negeri. “Dari 179 ribu ton data penangkapan ikan di laut, 60%nya adalah tuna dan itu dikirim ke luar NTB,” ujarnya. Demikian pula dengan bibit lobster NTB yang diekspor hingga Vietnam dan Tiongkok, tidak kurang dari 5,3

Gubernur NTB, DR. TGH. M. Zainul Majdi (tengah) bersama nelayan di Lombok.

juta ekor bibit diekspor tahun 2014. Budi daya air tawar yang berkembang sangat pesat khususnya di Pulau Lombok, produksinya terbilang sangat banyak. Meskipun tidak diekspor, menurut Aminollah, ikan air tawar diproduksi untuk konsumsi masyarakat NTB. Untuk memenuhi konsumsi ikan di daerah ini, Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, telah lama melepas benih-benih berbagai ikan air tawar di embung-embung atau bendungan yang ada di seluruh NTB. “Ini dilakukan sebagai upaya untuk memenuhi dan melakukan pemerataan terhadap kebutuhan gizi masyarakat yang notabene jauh dari laut,” ujar Aminollah. Karena itulah masyarakat bebas mendapatkan ikan di embung/bendungan tersebut. Tentu saja dengan cara yang baik seperti memancing, tidak memakai jaring, agar semua orang bisa menikmatinya. Pada tahun 2014, konsumsi ikan di NTB telah mencapai 30 kg/kapita. Sedangkan di tahun 2015 ini ditargetkan konsumsi ikan meningkat menjadi 32 kg/kapita mendekati tingkat konsumsi nasional 36kg/kapita. -Naniek I. Taufan


10

Edisi 843/ 6 - 12 April 2015

Waspada Tuli Mendadak

S

etiap tahunnya kira-kira 15.000 kasus dilaporkan terjadi ketulian mendadak di seluruh dunia. 4000 diantaranya terjadi di AS. 1 dari 10.000 -15.000 orang akan mengalami hal ini, dimana insiden tertinggi antara usia 50-60 tahun. Sedangkan insiden terendah antara usia 20-30 tahun. 2 % dari pasien ketulian mendadak tersebut sifatnya bilateral dan insidennya sama antara pria dan wanita. Tuli mendadak merupakan keadaan emergensi di telinga, dimana telinga mengalami ketulian secara mendadak, kadang tanpa disertai keluhan, umumnya mengenai satu telinga dengan kehilangan pendengaran 30 dB atau lebih pada 3 frekuensi dan berlangsung selama kurang dari 3 hari. Dikatakan emergensi karena keadaan ini sering kali menetap, jika tidak diketahui cepat penyebabnya. Tuli mendadak merupakan tuli sensorineural yang berarti terjadi kelainan atau kerusakan pada koklea atau rumah siput. Umumnya unilateral dan dapat disertai tinitus dan vertigo. Terjadinya secara progresif dalam beberapa detik sampai 5-7 hari. Penyakit ini memerlukan diagnosis sedini mungkin dan terapi segera sehingga prognosis menjadi lebih baik. Penyebab pasti kadang sulit untuk diketahui diantaranya oleh iskemik koklea, infeksi virus, trauma kepala, trauma bising yang keras, perubahan tekanan atmosfer, autoimun, obat ototoksis, penyakit Meniere dan neuroma akustik. Kasus yang terbanyak disebabkan iskemik koklea dan infeksi virus. Penyebab utama tuli mendadak adalah iskemia koklea. Pembuluh

Oleh: dr. Ida Ayu Alit Widiantari darah koklea merupakan ujung arteri (end artery), sehingga bila terjadi gangguan pada pembuluh darah ini koklea sangat mudah mengalami kerusakan, Pada kasus emboli, trombosis, vasospasme, dan hiperkoagulasi atau viskositas yang meningkat terjadi iskemia yang berakibat degenerasi luas pada sel-sel ganglion stria vaskularis dan ligament spiralis. Kemudian diikuti oleh pembentukan jaringan ikat dan penulangan. Ketulian mendadak sensorineural ditemukan pada kasus-kasus penyakit MUMPS, measles, rubella, dan influenza yang disebabkan oleh infeksi adenovirus dan sitomegalovirus (CMV). Pemeriksaan serologis terhadap pasien dengan ketulian sensorineural idiopatik menunjukkan adanya peningkatan titer antibodi terhadap sejumlah virus. Antara 2530 % pasien dilaporkan dengan riwayat infeksi saluran nafas atas dengan kurang satu bulan onset kehilangan pendengaran. Pemeriksaan histopatologi tulang temporal pasien yan mengalami ketulian mendadak menunjukkan adanya atrofi organ corti, atrofi stria vaskularis dan membran tektorial serta hilangnya sel rambut dan sel penyokong dari koklea. Tuli dapat unilateral atau bilateral, dapat disertai dengan tinitus atau vertigo. Pada infeksi virus, kemungkinan disertai adanya gejala dan tanda penyakit virus seperti parotis varisela, variola atau pada anamnesis baru sembuh dari penyakit virus tersebut. Pada pemeriksaan klinis/ otoskopis tidak terdapat kelainan telinga. Audiometri nada murni menunjukkan tuli sensorineural ringan sampai berat, Pemeriksaan

Dispepsia

Oleh: dr. I Gusti Putu Hery Sikesa, S.Ked Dispepsia berasal dari bahasa Yunani yaitu dys berarti sulit dan pepse berarti pencernaan. Dispepsia adalah ketidaknyamanan bahkan hingga nyeri pada saluran pencernaan terutama bagian atas. Dispepsia merupakan suatu sindroma (kumpulan gejala) yang mencerminkan gangguan saluran cerna. Kumpulan gejala tersebut adalah rasa tidak nyaman, mual, muntah, nyeri ulu hati, bloating (lambung merasa penuh/sebah), kembung, sendawa, cepat kenyang, perut keroncongan (bor-

Bugar

borgygmi) hingga sering kentut. Gejala itu bisa akut, berulang, dan bisa juga menjadi kronis. Disebut kronis jika gejala itu berlangsung lebih dari satu bulan terus-menerus. Tidak ada perbedaan jenis kelamin, laki-laki maupun perempuan mengalami dispepsia. Penyebab dispepsia bervariasi dari psikis sampai kelainan serius seperti kanker lambung. Dispepsia dibedakan menjadi organik dan fungsional. Dispepsia fungsional adalah dispepsia yang terjadi tanpa adanya kelainan struktur organ lambung, baik dari pemeriksaan klinis, biokimiawi hingga pemeriksaan penunjang lainnya, seperti USG, endoskopi, rontgen hingga CT scan. Dispepsia organik adalah dispepsia yang disebabkan adanya kelainan struktur organ percernaan (perlukaan, kanker). Ilustrasi gejala dyspepsia sering sendawa dan nyeri Dispepsia fungsional perut (Sumber: www.koreaherald.com) berhubungan dengan

Oleh: dr. Ida Ayu Alit Widiantari

audiometri tutur dan audiometri impedans menunjukkan tuli sensori neural, foto temporal stenvers mencari kemungkinan neuroma akustik, Tes Keseimbangan ENG (electro nystagmography) mungkin terdapat paresis kanal. Tirah baring (total bed rest), istirahat fisik dan mental selama dua minggu untuk menghilangkan atau mengurangi stress yang besar pengaruhnya pada keadaan kegagalan neurovaskuler. Pengobatan dengan mengoreksi terhadap penyebab, misalnya bising, DM, peny vaskuler. Obat-obat yang sering dipakai antara lain vasodilator yang cukup kuat misalnya complamin injeksi 3 x 12000 mg/4 ampul selama 3 hari, 3 x 900 mg 3 hari, 3 x 600 mg 3 hari, 3 x 300 mg 3 hari, disertai vasodilator oral complamin 3X 2 tablet tiap hari. Perlu dipertimbangkan vasodilator lain karena complamin sudah mulai kurang diproduksi kortikosteroid merupakan obat antiinflamasi yang gangguan motilitas (pergerakan) dari saluran pencernaan bagian atas (kerongkongan, lambung dan usus halus bagian atas). Selain itu, terjadi akibat gangguan irama listrik dari lambung. Sebab lain bisa juga karena infeksi bakteri lambung Helicobacter pylori. Keadaan yang membuat lambung terasa penuh atau bersendawa terus bisa menyebabkan dispepsia, kebiasaan tersebut adalah menelan terlalu banyak udara, misalnya, mereka yang mempunyai kebiasaan mengunyah secara salah (dengan mulut terbuka atau sambil berbicara). Atau, mereka yang senang menelan makanan tanpa dikunyah (biasanya konsistensi makanannya cair). Kebiasaan lain yang bisa menyebabkan dispesia adalah merokok, konsumsi kafein (kopi), alkohol, atau minuman yang sudah dikarbonasi (softdrink), atau makanan yang menghasilkan gas (tape, nangka, durian). Begitu juga dengan jenis obat-obatan tertentu, seperti suplemen besi/ kalium, anti-nyeri tertentu, antibiotika tertentu, dan anti-radang. Obat-obatan itu sering dihubungkan dengan keadaan dispepsia. Yang paling sering dilupakan orang adalah faktor stres/tekanan psikologis yang berlebihan. Pada pasien diabetes pun dapat men-

digunakan untuk mengobati ketulian sensorineural mendadak idiopatik. Prednisone 4 x 10 mg tapering off tiap tiga hari, hati-hati pada penderita DM. Obat antivirus asiklovir dan amantadin pengobatan pada etiologi virus. Terapi hiperbarik oksigen menggunakan 100% oksigen dengan tekanan 250 kPA selama 60 menit dalam ruangan tertutup. Roborantia Vit C dan neurotropik Pada umumnya makin cepat diberikan pengobatan, makin besar kemungkinan untuk sembuh, bila lebih dari 2 minggu kemungkinan sembuh menjadi lebih kecil. Penyembuhan dapat sebagian atau lengkap, tetapi dapat juga tidak sembuh. Evaluasi dilakukan tiap minggu selama 1 bulan Hasil sangat baik bila perbaikan lebih 30 db pada 5 frequensi, baik bila 10-30 db pada 5 frekuensi, dan dikatakan tidak ada perbaikan bila kurang 10 db pada 5 frekuensi. Bila gangguan pendengaran tidak sembuh dengan

pengobatan di atas dapat dipertimbangkan alat bantu dengar. Bila dengan alat bantu dengar masih belum bisa komunikasi dengan baik maka dilakukan psikoterapi agar penderita dapat menerima keadaan. Tingkat kesembuhan tergantung dari waktu pertama kali mendapat pengobatan karena penelitian menunjukkan bahwa semakin cepat pasien diobati maka semakin baik pula pemulihan yang dicapai. Bila lebih 2 minggu kemungkinan sembuh kecil, rata-rata usia yang mengalami pemulihan sempurna adalah 41, 8 tahun. Usia kurang dari 15 tahun dan lebih dari 60 tahun memiliki masa pemulihan yang kurang baik. Penderita dengan vertigo berat menunjukkan tingkat kesembuhan yang kurang baik dibanding pasien tanpa gejala vertigo. Pasien dengan kondisi yang memperberat penyembuhan antara lain Diabetes Mellitus, riwayat minum obat ototoksik lama, kelainan darah akan menurunkan tingkat kesembuhan. Maka saat Anda atau keluaraga Anda mengalami tuli mendadak maka segera hubungi dokter keluarga untuk mendapatkan pengobatan sedini mungkin.

galami dispepsia karena gerakan lambungnya mengalami gangguan akibat kerusakan saraf. Beberapa penyakit yang menyerupai gejala dispepsia yaitu Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)/penyakit refluks asam lambung. Umumnya, penderita penyakit ini sering melaporkan nyeri perut bagian ulu hati. Kemungkinan lain, irritable bowel syndrome (IBS) yang ditandai dengan nyeri perut yang berulang, yang berhubungan dengan buang air besar yang tidak teratur dan perut kembung. Pankreatitis kronik juga dapat dipikirkan. Gejalanya berupa nyeri perut atas yang hebat dan konstan, menyebar ke belakang. Dalam hal itu pengobatan dispepsia dokter harus dengan teliti membedakan antara dispepsia fungsional dan dispepsia organik. Beberapa hal yang bisa dijadikan petunjuk oleh para dokter, yaitu sebagai berikut. - Nyeri ulu hati yang terjadi pada malam hari dan berkurang dengan pemberian antasid, cenderung dihubungkan dengan luka pada lambung (peptic ulcer). - Pada dispepsia fungsional, tidak terjadi komplikasi dari perdarahan seperti kurang darah, penurunan berat badan atau

muntah-muntah. - Nyeri atau ketidaknyamanan akibat IBS dapat terjadi pada ulu hati. Untuk membedakannya dengan dispepsia adalah dengan memperhatikan pola buang air besar. - Dengan pemeriksaan fisik saja, sangat sukar membedakan dispepsia fungsional dan organik Intervensi dini terhadap dispepsia adalah dengan mengonsumsi obat yang bisa menetralkan atau menghambat produksi yang berlebih asam lambung. Bisa juga diberikan obat yang memperbaiki pergerakan lambung. Apabila setelah dua minggu obat yang diberikan tidak bermanfaat, biasanya dokter akan memeriksa dengan endoskopi. Hindari makanan yang dapat meningkatkan asam lambung, menghindari faktor risiko seperti alkohol, makanan yang pedas, obat-obatan yang berlebihan, nikotin rokok, dan stres serta mengatur pola makan. Refernsi: Manjoer, A, et al, 2000, Kapita Selekta Kedokteran, edisi 3, Jakarta, Medika Aeusculapeus Suryono Slamet, et al, 2001, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid 2, edisi, Jakarta, FKUI

Style

Edisi 843/ 6 - 12 April 2015

Mengintip Gaya India B Busana India selama ini dikenal unik dan berkarakter serta menjadi salah satu identitas masyarakat India. Pakaian tradisional India juga memiliki kecantikan dengan corak warna yang etnik dan menarik.

elum lama ini dalam acara promosi kerajinan asal Gujarat yakni “Gurjari 2015” dilangsunkan fashion show busana –busana India . Dalam pagelaran tersebut, Ketua dan beberapa pengurus Iwapi Badung, berkesempatan menyaksikan langsung di Gujarat, India. Pekan ini kami tampilkan beberapa busana India yang menarik dan fashionable. Mulai dari sari yang disampirkan di tubuh dengan sempurna hingga model lainnya yang terlihat lebih modis dan cantik. Sebab, bersama berkembangnya dunia fashion dunia, para desainer di India pun menghadirkan bahan tadisional India ke dalam berbagai model busana kontemporer.

Corak alami dan warna kain India yang eksotik juga merupakan sumber kecantikan alami Busana India. Di acara “Gurjari “ beberapa sengaja dirancang dalam balutan desain modern. Gaya busananya juga bisa di mix and macth namun tetap berani bermain warna. Dengan berbagai kombinasi yang apik, meski simpel tapi tetap stylish karena corak khas India yang menghiasinya. Jika ingin sentuhan yang lebih khas lagi, tinggal dilengkapi dengan aksesori khas India. Bagi Anda penyuka gaya etnik yang berpadu dengan modern, gaya fashion India ini bisa menjadi inspirasi. –Sri Ardhini Foto : by Sri Utari

15


14

Mitos

Edisi 843/ 6 - 12 april 2015

Botox Atasi Problem Kulit Hei wajahmu kok terlihat segar dan muda terus, apa sih rahasianya? Rasa­nya tidak ada seorang perempuan pun yang tidak suka dengan sapaan indah tersebut ketika bertemu dengan orang lain diberbagai kesempatan.

S

esungguhnyalah tampil segar dan awet muda adalah idaman setiap perempuan. Namun faktanya dengan berjalannya waktu, tidak semua perempuan terlahir dengan wajah yang bebas masalah.Terkadang yang namanya kerutan –kerutan bisa lebih awal munculnya. Menurut dr. Kadek Dewitini dari Miracle Aethetic Clinic, Denpasar, untuk menjaga penampilan wajah agar selalu enak dipandang mata setiap hari, untuk saat ini bukan lagi menjadi sesuatu yang sulit dilakukan. Ada beberapa treatment atau perawatan yang bisa dipilih. “Perawatan agar kulit wajah tetap kenyal, sehingga kesegarannya terjaga bahkan terlihatnya pun lebih muda, dapat dilakukan dengan dua langkah yaitu tanpa atau dengan injeksi,” ucapnya. Dikatakannya perawatan tanpa injeksi dilakukan mulai dari yang ringan, sedang hingga medium, seperti peeling, mikrodermabrasi, radio frekuensi , trimax rejuvenation yang menggunakan kombinasi tiga teknologi, hingga ultradeep

(ultherapy). Perawatan yang diberikan, kata dokter Dewi,tentunya akan disesuaikan dengan kebutuhan kulit setiap orang. “Perawatan paling ringan adalah peeling atau kalau di kami namanya Miracle duo peel rejuve facial. Ini, dilakukan dalam satu sesi perawatan menggunakan ensim dan mikrodermabrasi. Manfaatnya adalah mengangkat sel kulit mati, mencerahkan mengecilkan pori-pori serta memperbaiki tekstur kulit. Perawatan ini dilengkapi dengan masker , semprotan oksigen murni dan serum yang berfungsi mencerahkan sekaligus memperbaiki regenerasi kulit,” tutur dokter Dewi. Ketika kendur muncul pada bagian bawah wajah,dagu, dan leher mulai terasa mengganggu penampilan. Begitu juga dengan kelopak mata atas yang turun atau garis rahang kurang tegas serta menggelambir tentu akan mengurangi rasa percaya diri. Hal ini, lanjut dokter Dewi

dapat ditangani dengan ultradeep (ultherapy) lifting , yakni teknologi terkini yang mampu mengungkap rahasia tampilan kulit kencang alami hanya dalam 30 menit. “Miracle ultradeep (ultherapy) lifting ini, merupakan teknologi focusedand non invasive ultrasound untuk mengencangkan kulit yang pertama kali mendapatkan US FDA-approved. Perawatannya menggunakan energi ultrasound yang dapat menembus 3,5 mm hingga 5 mm di bawah permukaan kulit,”terangnya. Energi ultrasound akan merangsang pertumbuhan kolagen,

seiring berjalannya waktu akan mengencangkan jaringan kulit yang lebih dalam serta memberikan tampilan kulit yang lebih kencang. “Efek pengencangan kulitnya pun terlihat sangat alami. Ultrasound merupakan satusatunya teknologi pengencangan kulit yang mampu menembus ke dalam lapisan kulit dan lapisan di atas otot (dualdepth),” tandasnya. Selanjutnya perawatan tanpa injeksi yang juga cukup menarik adalah Miracle trimax rejuvenation, yakni tindakan estetik menggunakan kombinasi tiga teknologi , yakni light based, laser dan radio frequency, yang dirangkai dalam satu sesi perawatan agar lebih optimal. Hal ini bermanfaat untuk mengoreksi warna kulit mulai dari problem pigmentasi , pelebaran pembuluh darah dan peremajaan kulit. Juga mengencangkan kulit wajah dan leher secara instan dan membantu mengurangi kerutan kulit dan mernagsang pembentuka kolagen. Sedangkan perawatan kulit wajah yang dilakukan dengan injeksi, salah satu pilihannya adalah melakukan botox cosmetic. Bahkan beberapa orang yang sudah melakukan perawatan mengatakan alasan mereka memilih botox cosmetic sebagai perawatan wajahnya karena efeknya yang

dr. Kadek Dewitini

segera terlihat. Disamping itu prosedur ini relatif tidak sakit dan bertahan cukup lama. Botox bekerja di area yang dikehendaki saja, sebab disuntikkan sedikit di bawah permukaan kulit dan tidak mempengaruhi organ dalam sehingga aman digunakan. Dengan botox cosmetic menurut dokter Dewi dapat mengatasi beberapa problem seperti kerutan di antara dua alis, mata, dahi dan ujung luar mata; Kelopak mata dan sudut bibir yang turun; Mengurangi garis horizontal pada leher; Membuat wajah lebih tirus (mengecilkan otot rahang) hingga mengencangkan kulit wajah dan mengecilkan pori-pori. Dokter Dewi juga mengatakan, kita tidak perlu ragu melakukan perawatan wajah baik dengan atau tanpa injeksi selama sudah melakukan kosnsultasi pada ahlinya dan memperoleh informasi yang lengkap dan benar. –Sri Ardhini

Edisi 843/ 6 - 12 april 2015

Autisme bisa Diatasi T iap tanggal 2 April diperingati sebagai Hari Peduli Autisme. Bagaimanakah sebenarnya anak autisme tersebut? Bagaimana penanganannya. Berikut penjelasan Bunda Agus Binti Khoiriyah.,Psi,CH., CHt., M., NLP, pemilik Madia Center yang banyak menangani anak autis.

Mitos: Semua anak dengan autisme memiliki kesulitan belajar Fakta: Autisme memiliki manifestasi yang berbeda pada setiap orang. Simptom gangguan ini dapat bervariasi secara signifikan dan meski beberapa anak memiliki kesulitan belajar yang berat, beberapa anak lain dapat memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi dan mampu menyelesaikan materi pembelajaran yang sulit, seperti persoalan matematika. Contohnya, anak dengan sindrom Asperger biasanya berhasil di sekolah dan dapat menjadi mandiri ketika ia dewasa. Mitos: Anak autis kecerdasannya rendah

Fakta: Banyak ada anak autis yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Pada dasarnya semua anak di dunia ini cerdas. Itu hanya pengelompokkan untuk cara penanganan. Yang membedakan, cerdas dalam hal apa? Secara intelegensi, ada test IQ yang melihat nalar dan perfomance. Dari performance, anak autis jika berhubungan dengan IT itu cepat. Kecenderungan anak autis, cerdas secara musikal, naturalis, dan yang berhubungan dengan aplikatif seperti bermain puzzle. Penalaran rendah ini berhubungan dengan pemahaman, yang pada anak autis umumnya memiliki gangguan pada linguistik sehingga penangkapan informasi

tidak sama dengan anak normal lainnya. Perlu tahap stimualsi untuk merangkaikan kata. Secara akademis memang tidak nyambung, namun dari kreativitasnya, anak autis luar bisa. Mitos: Semua anak dengan autisme memiliki kesulitan belajar Fakta: Kesulitan belajar dalam hal apa? Jika tak dipersiapkan, iya, anak autis akan mengalami kesulitan. Tidak, jika dipersiapkan dengan konsisten sejak dini. Ada tahapan-tahapan treatment untuk anak autis yang tidak sama dengan anak umumnya. Anak autis memiliki gangguan perkembangan pada bicara, perilaku, dan sosial interaksi, sehingga memerlukan treatment khusus. Mitos: Anak autis tidak bisa bergaul Fakta: Ini berkaitan dengan gangguan interaksi sosial. Anak autis memang asyik dengan dunianya sendiri. Mereka tidak memiliki insting dalam pergaulan. Anak normal lainnya biasanya mengerti bagaimana cara beradaptasi dengan lingkungan baru. Mereka akan bertegur sapa saat bertemu dengan orang baru. Kecenderungan itu tidak tampak pada anak autis. Anak autis juga gemar dengan sebuah benda secara berlebihan dan akan bercerita tentang hal tersebut terus-menerus dan mengatakan kalimat yang sama berulang-ulang. Namun, jika sejak kecil sudah dilatih dan konsisten

dilakukan, anak autis bisa berinteraksi. Mitos: Anak autis bisa disembuhkan Fakta: Autis bukan penyakit. Autis merupakan gangguan perkembangan yang terjadi pada anak. Anak autis bisa diatasi dalam artian diberikan perlakuan terapi terpadu (medis, psikologis, terapi okupasi, terapi sensori integrasi), dan semua harus dilakukan konsisten. Karena mayoritas anak autis mengalami gangguan pencernaan, disarankan melakukan diet khusus yang disebut diet GF-CF (Glutenfree dan Casein-free). Gluten adalah sejenis protein yang ada pada jenis padi-padian, sedangkan kasein adalah sejenis protein yang ditemukan pada semua produk yang berbahan dasar dari susu. Bagi anak dengan autisme, gluten dan kasein dianggap sebagai racun, karena tubuh mereka tidak menghasilkan e n z i m u n t u k mencerna gluten. Akibatnya, protein yang tidak tercerna ini akan

11

diubah menjadi komponen kimia yang disebut opioid .Opioid itu bersifat layaknya obat-obatan seperti opium, morfin, dan heroin yang bekerja sebagai racun yang dapat mengganggu fungsi otak dan sistem imunitas, sehingga menimbulkan gangguan perilaku. Dengan menjalankan diet ini, artinya, anak autis dilarang untuk mengonsumsi makanan seperti roti, makanan yang dibalut dengan tepung dan pasta. Namun yang lebih penting dari semua itu adalah lebih kepada penanganan yang tepat yang dilakukan secara konsisten. Ini memerlukan pemahaman orangtua. Apa penyebab autis? Hal ini masih menjadi perdebatan, namun ini bisa karena faktor genetik juga lingkungan. Mayoritas yang berpeluang besar adalah lakilaki. Namun, sebuah penelitian menyebutkan, terjadinya infeksi atau demam pada ibu hamil berisiko melahirkan anak autis. “Perilaku autis ini saya amati sudah mewabah ke pengguna gadget. Mereka asyik dengan dunianya sendiri tanpa menghiraukan sekelilingnya,” ujar Bunda Agus. –Inten Indrawati

Seks saat Bulan Madu Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di ­amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi ­Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar. “Dok, saat menikah kemarin, kami belum sempat berpikir untuk me­ nikmati malam pertama dan hubungan romantisme seksual kami. Kami berencana untuk mengadakan bulan madu yang romantis dan menikmati­ nya. Apa yang perlu kami perhatikan, Dok?” (Ayu, 28 thn) Dalam sejarah asal-usul bulan madu versi Yunani Kuno diceritakan setelah upacara pernikahan, laki-laki akan membawa mempelainya ke suatu tempat di mana keluarga maupun sahabat tidak dapat menemukan mereka. Mereka akan tinggal selama satu bulan di tempat dan meminum sejenis makanan dan campuran anggur yang terbuat dari campuran madu untuk menambah kemesraan mereka. Dari kebiasaan itulah istilah honey moon atau bulan madu berasal. Sebuah survei mencatat sekitar 78% perempuan melakukan hubungan seks pada malam pertama mereka. Tetapi, jika Anda menjadi bagian dari yang 22%, jangan khawatir, Anda dapat beristirahat pada malam itu dan memberikan kejutan lebih hebat lagi pada suami Anda dengan

aksi bulan madu menyenangkan di saat yang ditentukan. Bagi banyak pasangan, bulan madu selalu dinanti dan direncanakan. Tetapi ternyata tidak selalu memuaskan dan menyenangkan jadinya jika tidak direncanakan dengan matang. Berikut tips untuk merencanakan seks menyenangkan saat bulan madu. Rencanakan tempat terbaik. Tidak salah jika banyak pasangan yang sedang bahagia beranggapan bahwa daerah tropis merupakan pilihan utama yang romantis dan paling menyenangkan. Perpaduan semilir angin pantai dan udara hangat, di bawah teduhnya pepohonan tropis bisa membawa gairah yang pas buat menikmati romantisme bersama. Tetapi yang lebih menyukai dinginnya pegunungan, tentu

bisa memilih berbulan madu di daerah dataran tinggi yang sejuk. Komunikasikan yang baik bersama pasangan, karena pemilihan tempat adalah sangat menentukan semuanya. Gunakan busana yang pas. Tentunya akan menjadi terlalu panas jika harus mengenakan busana yang berat. Gunakan kesempatan istimewa tersebut dengan busana ringan yang memudahkan dan membebaskan gerakan Anda. Manfaatkan fasilitas yang ada dengan tepat. Misalnya, jika menginap di hotel yang ada kolam air panas dan bathtub-nya, maka kolam air panas bisa dijadikan tempat untuk memulai hubungan (foreplay). Demikian pula bathtub yang ada di kamar mandi bisa menjadi babak lanjutannya. Sebagai pasangan yang sedang bahagia Anda bisa mencoba cara ini. Menyediakan waktu yang cukup dan tetap rawat diri. Saat bulan madu waktu Anda akan serasa lebih sedikit dibandingkan hari-hari biasa. Silakan coba seharian bersama pasangan Anda tanpa melakukan kegiatan yang berat dan jauh dari hal rutin. Rileks, bersenang-senang

dan nikmati aktivitas seksual Anda bersama. Tetapi jangan lupa stamina dan kesehatan diri juga dijaga. Selama bulan madu sebaiknya tetap merawat kesehatan dan kecantikan diri. Mulai dari fitnes, spa hingga mencoba aromaterapi. Jangan jadikan orgasme sebagai satu-satunya tujuan. Jadikan orgasme sebagai salah satu bagian menyenangkan dan kesempatan buat saling berbagi rasa dan memahami bersama dari hati ke hati. Rasakan apa yang terjadi dan nikmati setiap detik aktivitas seksual yang dilakukan. Ini akan menjadi lebih menarik. Tetapi untuk mencapai orgasme yang diinginkan kedua pasangan, mungkin perlu melakukan inovasi baru saat berhubungan seks. Kenapa tidak dengan mencoba mengeksplorasi mulut dan jari jemari Anda. Dengan kata lain variasi seksual seperti oral seks dan fingering akan menambah kenikmatan menelusuri perjalanan aktivitas seks selama bulan madu. Berhati-hati dengan infeksi. Pengantin baru biasanya begitu bersemangat melakukan hubungan seksual. Kegiatan bulan madu pun lebih banyak

diisi dengan menikmati hubungan seksual. Buat perempuan, pengalaman pertama dengan frekuensi melakukan hubungan seksual yang tinggi bisa berisiko terkena infeksi saluran kemih yang dinamakan “honeymoon cystitis”. Jika tidak ditangani bisa menyebabkan gangguan kandung kemih dan infeksi di ginjal. Gejala yang muncul termasuk sensasi terbakar, nyeri saat buang air kecil, ingin terus buang air kecil, urine berwarna keruh serta rasa nyeri di atas tulang kemaluan. Hubungan seks yang dilakukan mendorong bakteri yang biasanya berada di vagina masuk ke dalam uretra (saluran yang menghubungkan lubang vagina dengan kandung kemih), itulah penyebabnya. Beberapa tindakan sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegahnya adalah mengonsumsi air yang cukup, tambahkan dengan selingan minum jus buah, hindari minum kopi, sebaiknya buang air kecil dulu sebelum dan setelah melakukan aktivitas seksual dan jika timbul gejala yang menunjukkan adanya infeksi, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Semoga informasi ini bermanfaat.


Segar dan Sehat

12

Kuliner

Edisi 843/ 6 - 12 April 2015

Tiga hidangan istimewa mengisi rubrik kuliner kali ini. Menu spesial dengan konsep “fresh dan healthy food”, kreasi Chef Gde Juastra, dari Harris POP and Convention Cokroaminoto. Segar dan sehat untuk dinikmati bagi keluarga Anda. Selamat mencoba.

Edisi 843/ 6 - 12 April 2015

13

Menu Sehat Herbal Chicken Es Potong D

Strawberry and Avocado Fritter

aging ayam mudah diolah menjadi beragam menu makanan. Kini hadir menu baru, ayam bakar herbal chicken di Jalan Gunung Rinjani Monang-maning Denpasar. Menurut pemilik warung, Ary Widianti, herbal chicken merupakan ayam boiler yang dibudidayakan dari lahir sampai panen dengan menggunakan racikan pakan khusus dari bahan-bahan pilihan

seperti jagung, dedak, tepung ikan, tulang ikan, daging, dll. Selain itu, ada tambahan ‘jamu ternak’ atau ramuan herbal sebagai probiotik alami pengganti antibiotik dan antistres kimia yang biasa digunakan dalam peternakan ayam boiler biasa. Racikan pakan khusus dan suplemen ‘jamu ternak’ ini menghasilkan ayam herbal berkualitas, aman dikonsumsi, bebas residu antibiotik dan lemak, kolesterol lebih rendah, aroma segar, serta

rasa lebih enak. Menurut Ary, untuk satu paket ayam bakar, ia sajikan dengan satu porsi nasi putih, satu potong paha/ dada ayam, plecing, dan sambal. Ia mengatakan, rasa ayam bakarnya mungkin sama dengan ayam bakar di warung lain. Namun, yang membedakan, produknya organik dan tentu saja sehat. Selain bahan utama ayam, dari herbal chicken, beras yang digunakan juga organik, jadi makin sehat. –Wirati Astiti

Bahan: - Alpukat yang setengah matang diiris sesuai keinginan. - Stroberi yang utuh - Adonan pisang goreng secukupnya - Kelapa parut - Minyak untuk menggoreng

Singapura

Di Singapura, ada satu es yang sangat terkenal, namanya es potong. Disebut es potong, karena es ini terbuat dari es krim yang dicetak dalam bentuk empat persegi panjang. Harganya satu dolar sehingga sering disebut es one dollar. Jika ingin menikmati es potong ini, Anda tak harus datang jauh-jauh ke Singapura. Kini, di warung herbal chicken juga tersedia. Aneka macam rasa tersedia, ada cokelat, stroberi, durian, alpukat, green tea, dan yang lainnya. Aneka pilihan ini membuat Anda akan ketagihan. Dengan harga Rp 15 ribu, Anda sudah menikmati es potong ini dengan ukuran yang lumayan besar. Satu lembar roti tawar sebagai pembungkus es potong membuat Anda makin kenyang, dengan mengonsumsi satu buah saja. –Wirati Astiti

Cara membuat: - Beri alpukat dan stroberi dengan kelapa parut. - Kemudian dimasukkan ke adonana pisang goreng. - Goreng sampai berwarna kuning keemasan. Siap sajikan.

Baked Avocado

with Vegetables, Mushroom, and Cheese

Grilled Fillet Baby Snapper,Kiwi Salsa, Beetroot Orange Sauce Bahan: - Ikan snapper, kiwi, olive oil, madu, jeruk nipis, jeruk sunkies, bawang putih cincang, daun ketumbar

Tips:

diperngat baik a s i iw k h muri - Bua t u k m e lu n u n a k a gun ng alot. daging ya diremas/dihalusu k p a - Kiwi cu udian diolesi pad m e k n a k saat daging. nit. Nanti ak e m 5 4 n a - Diamk gang atau memas memang dicuci lagi. tidak usah

Cara membuat: - Ikan di-fillet. Direndam dengan garam, merica, dan air jeruk nipis. - Kemudian ikan dipanggang dengan sedikit minyak, bolak-balik sampai matang. Pembuatan saus: - Bit merah direbus sampai matang, kemudian diblender sampai halus. - Tambahkan jeruk sunkies. Bisa juga isi jeruk diiris-iris dan dicampur ke dalam sausnya. Pembuatan kiwi salsa: - Kiwi dikupas dan potong kecilkecil. Tambahkan bahan lain seperti olive oil, madu, bawang putih cincang, parutan kulit jeruk nipis, dan daun ketumbar. - Setelah semua persiapan lengkap, mulailah tata makanannya di piring dan siap disajikan.

Ayam Bakar Herbal Chicken

Es Potong Singapura

Gulai Ikan Tongkol

Bahan: - Alpukat, tomat, brokoli hijau, jagung muda, air jeruk nipis, garam, merica, keju Cara membuat: - Alpukat yang matang dibelah menjadi dua. Direndam dengan air jeruk nipis, garam, dan merica. - Tumis sayuran. - Taruh sayuran yang sudah ditumis di alpukat. Atasnya diberi parutan keju, kemudian dioven sampai keju meleleh. - Setelah matang, siap disajikan. -Wirati Astiti

Iga Bakar Pedas Madu nyedap rasa, secukupnya

Sarwan Bahan: 750 gr : iga sapi, potong menurut selera 4 siung : bawang putih, cincang halus 1 buah : bawang bombay ukuran sedang, cincang halus 3 ruas : jari jahe, memarkan 5 sdm : madu 2 sdm : kecap manis 1 sdm : saus raja rasa 1 sdm : saus tiram atau teriyaki 1 sdt : lada bubuk 1 sdt : pala bubuk 1000 ml : air 1 sdm : minyak wijen Margarin, gula, garam, pe-

Cara membuat: - Tumis bawang putih, bawang bombay dan jahe hingga harum, masukkan iga, aduk-aduk hingga berubah warna, lalu masukkan madu dan bahan-bahan bumbu lainnya, aduk perlahan hingga

tercampur merata, masukkan air, ungkap hingga iga matang dan bumbu meresap. - Siapkan grill pan anti lengket, olesi grill pan dengan margarin, masukkan iga, bolak-balik selama 5 menit, angkat. - Iga bakar madu siap disajikan dengan kentang goreng.

Bahan: 700 gr : ikan tongkol, iris serong, kukus hingga matang, tiriskan. 3 lembar : daun jeruk purut 3 lembar : daun salam 2 batang : serai, memarkan 2 ruas : jari jahe, memarkan 5 buah : cengkih 300 ml : santan encer 200 ml : santan kental Gula, garam, kaldu bubuk, minyak secukupnya Bumbu yang Dihaluskan: 7 buah : bawang merah

C e k e r B ledeq B umbu Kecap

Chef Gde Juastra

Bahan: 1 kg : 4 lembar : 4 lembar : 150 ml : 2 sdm : 1000 ml : 1 sdm :

ceker bersih, potong kukunya daun jeruk daun salam kecap manis saus tiram air lada bubuk

Bumbu yang Dicincang: 10 buah :bawang merah, cincang halus 1 buah : bawang bombay, cincang halus 4 buah : cabe besar merah, cincang kasar 23 buah : cabe rawit, cincang halus Cara Membuat: - Tumis cincangan bumbu dalam wajan agak

besar, masukkan daun jeruk salam dan bahan hingga harum, lalu masukkan ceker bersama air, kecap, gula dan garam. - Masak hingga ceker empuk dan kuah berkurang agak kental, tambahkan kaldu bubuk, aduk-aduk hingga tercampur, siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.

3 siung : 7 buah : 17 buah : 3 butir : 2 ruas : kan 1 sdm : 1 sdt : 2 ruas :

bawang putih cabe keriting merah cabe rawit kemiri sangrai jari kunyit, memarketumbar jinten jari kencur

Cara Membuat: - Tumis bumbu halus bersama daun jeruk, serai, jahe dan daun salam hingga harum, masukkan ikan tongkol dan santan encer, diamkan sampai mendidih dan santan encer berkurang. Lalu masukkan santan kental, masak dengan api sedang, aduk-aduk perlahan agar santan tidak pecah, masukkan garam, gula, dan kaldu bubuk, aduk-aduk, masak hingga mendidih dan bumbu meresap, angkat. - Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.


Segar dan Sehat

12

Kuliner

Edisi 843/ 6 - 12 April 2015

Tiga hidangan istimewa mengisi rubrik kuliner kali ini. Menu spesial dengan konsep “fresh dan healthy food”, kreasi Chef Gde Juastra, dari Harris POP and Convention Cokroaminoto. Segar dan sehat untuk dinikmati bagi keluarga Anda. Selamat mencoba.

Edisi 843/ 6 - 12 April 2015

13

Menu Sehat Herbal Chicken Es Potong D

Strawberry and Avocado Fritter

aging ayam mudah diolah menjadi beragam menu makanan. Kini hadir menu baru, ayam bakar herbal chicken di Jalan Gunung Rinjani Monang-maning Denpasar. Menurut pemilik warung, Ary Widianti, herbal chicken merupakan ayam boiler yang dibudidayakan dari lahir sampai panen dengan menggunakan racikan pakan khusus dari bahan-bahan pilihan

seperti jagung, dedak, tepung ikan, tulang ikan, daging, dll. Selain itu, ada tambahan ‘jamu ternak’ atau ramuan herbal sebagai probiotik alami pengganti antibiotik dan antistres kimia yang biasa digunakan dalam peternakan ayam boiler biasa. Racikan pakan khusus dan suplemen ‘jamu ternak’ ini menghasilkan ayam herbal berkualitas, aman dikonsumsi, bebas residu antibiotik dan lemak, kolesterol lebih rendah, aroma segar, serta

rasa lebih enak. Menurut Ary, untuk satu paket ayam bakar, ia sajikan dengan satu porsi nasi putih, satu potong paha/ dada ayam, plecing, dan sambal. Ia mengatakan, rasa ayam bakarnya mungkin sama dengan ayam bakar di warung lain. Namun, yang membedakan, produknya organik dan tentu saja sehat. Selain bahan utama ayam, dari herbal chicken, beras yang digunakan juga organik, jadi makin sehat. –Wirati Astiti

Bahan: - Alpukat yang setengah matang diiris sesuai keinginan. - Stroberi yang utuh - Adonan pisang goreng secukupnya - Kelapa parut - Minyak untuk menggoreng

Singapura

Di Singapura, ada satu es yang sangat terkenal, namanya es potong. Disebut es potong, karena es ini terbuat dari es krim yang dicetak dalam bentuk empat persegi panjang. Harganya satu dolar sehingga sering disebut es one dollar. Jika ingin menikmati es potong ini, Anda tak harus datang jauh-jauh ke Singapura. Kini, di warung herbal chicken juga tersedia. Aneka macam rasa tersedia, ada cokelat, stroberi, durian, alpukat, green tea, dan yang lainnya. Aneka pilihan ini membuat Anda akan ketagihan. Dengan harga Rp 15 ribu, Anda sudah menikmati es potong ini dengan ukuran yang lumayan besar. Satu lembar roti tawar sebagai pembungkus es potong membuat Anda makin kenyang, dengan mengonsumsi satu buah saja. –Wirati Astiti

Cara membuat: - Beri alpukat dan stroberi dengan kelapa parut. - Kemudian dimasukkan ke adonana pisang goreng. - Goreng sampai berwarna kuning keemasan. Siap sajikan.

Baked Avocado

with Vegetables, Mushroom, and Cheese

Grilled Fillet Baby Snapper,Kiwi Salsa, Beetroot Orange Sauce Bahan: - Ikan snapper, kiwi, olive oil, madu, jeruk nipis, jeruk sunkies, bawang putih cincang, daun ketumbar

Tips:

diperngat baik a s i iw k h muri - Bua t u k m e lu n u n a k a gun ng alot. daging ya diremas/dihalusu k p a - Kiwi cu udian diolesi pad m e k n a k saat daging. nit. Nanti ak e m 5 4 n a - Diamk gang atau memas memang dicuci lagi. tidak usah

Cara membuat: - Ikan di-fillet. Direndam dengan garam, merica, dan air jeruk nipis. - Kemudian ikan dipanggang dengan sedikit minyak, bolak-balik sampai matang. Pembuatan saus: - Bit merah direbus sampai matang, kemudian diblender sampai halus. - Tambahkan jeruk sunkies. Bisa juga isi jeruk diiris-iris dan dicampur ke dalam sausnya. Pembuatan kiwi salsa: - Kiwi dikupas dan potong kecilkecil. Tambahkan bahan lain seperti olive oil, madu, bawang putih cincang, parutan kulit jeruk nipis, dan daun ketumbar. - Setelah semua persiapan lengkap, mulailah tata makanannya di piring dan siap disajikan.

Ayam Bakar Herbal Chicken

Es Potong Singapura

Gulai Ikan Tongkol

Bahan: - Alpukat, tomat, brokoli hijau, jagung muda, air jeruk nipis, garam, merica, keju Cara membuat: - Alpukat yang matang dibelah menjadi dua. Direndam dengan air jeruk nipis, garam, dan merica. - Tumis sayuran. - Taruh sayuran yang sudah ditumis di alpukat. Atasnya diberi parutan keju, kemudian dioven sampai keju meleleh. - Setelah matang, siap disajikan. -Wirati Astiti

Iga Bakar Pedas Madu nyedap rasa, secukupnya

Sarwan Bahan: 750 gr : iga sapi, potong menurut selera 4 siung : bawang putih, cincang halus 1 buah : bawang bombay ukuran sedang, cincang halus 3 ruas : jari jahe, memarkan 5 sdm : madu 2 sdm : kecap manis 1 sdm : saus raja rasa 1 sdm : saus tiram atau teriyaki 1 sdt : lada bubuk 1 sdt : pala bubuk 1000 ml : air 1 sdm : minyak wijen Margarin, gula, garam, pe-

Cara membuat: - Tumis bawang putih, bawang bombay dan jahe hingga harum, masukkan iga, aduk-aduk hingga berubah warna, lalu masukkan madu dan bahan-bahan bumbu lainnya, aduk perlahan hingga

tercampur merata, masukkan air, ungkap hingga iga matang dan bumbu meresap. - Siapkan grill pan anti lengket, olesi grill pan dengan margarin, masukkan iga, bolak-balik selama 5 menit, angkat. - Iga bakar madu siap disajikan dengan kentang goreng.

Bahan: 700 gr : ikan tongkol, iris serong, kukus hingga matang, tiriskan. 3 lembar : daun jeruk purut 3 lembar : daun salam 2 batang : serai, memarkan 2 ruas : jari jahe, memarkan 5 buah : cengkih 300 ml : santan encer 200 ml : santan kental Gula, garam, kaldu bubuk, minyak secukupnya Bumbu yang Dihaluskan: 7 buah : bawang merah

C e k e r B ledeq B umbu Kecap

Chef Gde Juastra

Bahan: 1 kg : 4 lembar : 4 lembar : 150 ml : 2 sdm : 1000 ml : 1 sdm :

ceker bersih, potong kukunya daun jeruk daun salam kecap manis saus tiram air lada bubuk

Bumbu yang Dicincang: 10 buah :bawang merah, cincang halus 1 buah : bawang bombay, cincang halus 4 buah : cabe besar merah, cincang kasar 23 buah : cabe rawit, cincang halus Cara Membuat: - Tumis cincangan bumbu dalam wajan agak

besar, masukkan daun jeruk salam dan bahan hingga harum, lalu masukkan ceker bersama air, kecap, gula dan garam. - Masak hingga ceker empuk dan kuah berkurang agak kental, tambahkan kaldu bubuk, aduk-aduk hingga tercampur, siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.

3 siung : 7 buah : 17 buah : 3 butir : 2 ruas : kan 1 sdm : 1 sdt : 2 ruas :

bawang putih cabe keriting merah cabe rawit kemiri sangrai jari kunyit, memarketumbar jinten jari kencur

Cara Membuat: - Tumis bumbu halus bersama daun jeruk, serai, jahe dan daun salam hingga harum, masukkan ikan tongkol dan santan encer, diamkan sampai mendidih dan santan encer berkurang. Lalu masukkan santan kental, masak dengan api sedang, aduk-aduk perlahan agar santan tidak pecah, masukkan garam, gula, dan kaldu bubuk, aduk-aduk, masak hingga mendidih dan bumbu meresap, angkat. - Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.


14

Mitos

Edisi 843/ 6 - 12 april 2015

Botox Atasi Problem Kulit Hei wajahmu kok terlihat segar dan muda terus, apa sih rahasianya? Rasa­nya tidak ada seorang perempuan pun yang tidak suka dengan sapaan indah tersebut ketika bertemu dengan orang lain diberbagai kesempatan.

S

esungguhnyalah tampil segar dan awet muda adalah idaman setiap perempuan. Namun faktanya dengan berjalannya waktu, tidak semua perempuan terlahir dengan wajah yang bebas masalah.Terkadang yang namanya kerutan –kerutan bisa lebih awal munculnya. Menurut dr. Kadek Dewitini dari Miracle Aethetic Clinic, Denpasar, untuk menjaga penampilan wajah agar selalu enak dipandang mata setiap hari, untuk saat ini bukan lagi menjadi sesuatu yang sulit dilakukan. Ada beberapa treatment atau perawatan yang bisa dipilih. “Perawatan agar kulit wajah tetap kenyal, sehingga kesegarannya terjaga bahkan terlihatnya pun lebih muda, dapat dilakukan dengan dua langkah yaitu tanpa atau dengan injeksi,” ucapnya. Dikatakannya perawatan tanpa injeksi dilakukan mulai dari yang ringan, sedang hingga medium, seperti peeling, mikrodermabrasi, radio frekuensi , trimax rejuvenation yang menggunakan kombinasi tiga teknologi, hingga ultradeep

(ultherapy). Perawatan yang diberikan, kata dokter Dewi,tentunya akan disesuaikan dengan kebutuhan kulit setiap orang. “Perawatan paling ringan adalah peeling atau kalau di kami namanya Miracle duo peel rejuve facial. Ini, dilakukan dalam satu sesi perawatan menggunakan ensim dan mikrodermabrasi. Manfaatnya adalah mengangkat sel kulit mati, mencerahkan mengecilkan pori-pori serta memperbaiki tekstur kulit. Perawatan ini dilengkapi dengan masker , semprotan oksigen murni dan serum yang berfungsi mencerahkan sekaligus memperbaiki regenerasi kulit,” tutur dokter Dewi. Ketika kendur muncul pada bagian bawah wajah,dagu, dan leher mulai terasa mengganggu penampilan. Begitu juga dengan kelopak mata atas yang turun atau garis rahang kurang tegas serta menggelambir tentu akan mengurangi rasa percaya diri. Hal ini, lanjut dokter Dewi

dapat ditangani dengan ultradeep (ultherapy) lifting , yakni teknologi terkini yang mampu mengungkap rahasia tampilan kulit kencang alami hanya dalam 30 menit. “Miracle ultradeep (ultherapy) lifting ini, merupakan teknologi focusedand non invasive ultrasound untuk mengencangkan kulit yang pertama kali mendapatkan US FDA-approved. Perawatannya menggunakan energi ultrasound yang dapat menembus 3,5 mm hingga 5 mm di bawah permukaan kulit,”terangnya. Energi ultrasound akan merangsang pertumbuhan kolagen,

seiring berjalannya waktu akan mengencangkan jaringan kulit yang lebih dalam serta memberikan tampilan kulit yang lebih kencang. “Efek pengencangan kulitnya pun terlihat sangat alami. Ultrasound merupakan satusatunya teknologi pengencangan kulit yang mampu menembus ke dalam lapisan kulit dan lapisan di atas otot (dualdepth),” tandasnya. Selanjutnya perawatan tanpa injeksi yang juga cukup menarik adalah Miracle trimax rejuvenation, yakni tindakan estetik menggunakan kombinasi tiga teknologi , yakni light based, laser dan radio frequency, yang dirangkai dalam satu sesi perawatan agar lebih optimal. Hal ini bermanfaat untuk mengoreksi warna kulit mulai dari problem pigmentasi , pelebaran pembuluh darah dan peremajaan kulit. Juga mengencangkan kulit wajah dan leher secara instan dan membantu mengurangi kerutan kulit dan mernagsang pembentuka kolagen. Sedangkan perawatan kulit wajah yang dilakukan dengan injeksi, salah satu pilihannya adalah melakukan botox cosmetic. Bahkan beberapa orang yang sudah melakukan perawatan mengatakan alasan mereka memilih botox cosmetic sebagai perawatan wajahnya karena efeknya yang

dr. Kadek Dewitini

segera terlihat. Disamping itu prosedur ini relatif tidak sakit dan bertahan cukup lama. Botox bekerja di area yang dikehendaki saja, sebab disuntikkan sedikit di bawah permukaan kulit dan tidak mempengaruhi organ dalam sehingga aman digunakan. Dengan botox cosmetic menurut dokter Dewi dapat mengatasi beberapa problem seperti kerutan di antara dua alis, mata, dahi dan ujung luar mata; Kelopak mata dan sudut bibir yang turun; Mengurangi garis horizontal pada leher; Membuat wajah lebih tirus (mengecilkan otot rahang) hingga mengencangkan kulit wajah dan mengecilkan pori-pori. Dokter Dewi juga mengatakan, kita tidak perlu ragu melakukan perawatan wajah baik dengan atau tanpa injeksi selama sudah melakukan kosnsultasi pada ahlinya dan memperoleh informasi yang lengkap dan benar. –Sri Ardhini

Edisi 843/ 6 - 12 april 2015

Autisme bisa Diatasi T iap tanggal 2 April diperingati sebagai Hari Peduli Autisme. Bagaimanakah sebenarnya anak autisme tersebut? Bagaimana penanganannya. Berikut penjelasan Bunda Agus Binti Khoiriyah.,Psi,CH., CHt., M., NLP, pemilik Madia Center yang banyak menangani anak autis.

Mitos: Semua anak dengan autisme memiliki kesulitan belajar Fakta: Autisme memiliki manifestasi yang berbeda pada setiap orang. Simptom gangguan ini dapat bervariasi secara signifikan dan meski beberapa anak memiliki kesulitan belajar yang berat, beberapa anak lain dapat memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi dan mampu menyelesaikan materi pembelajaran yang sulit, seperti persoalan matematika. Contohnya, anak dengan sindrom Asperger biasanya berhasil di sekolah dan dapat menjadi mandiri ketika ia dewasa. Mitos: Anak autis kecerdasannya rendah

Fakta: Banyak ada anak autis yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Pada dasarnya semua anak di dunia ini cerdas. Itu hanya pengelompokkan untuk cara penanganan. Yang membedakan, cerdas dalam hal apa? Secara intelegensi, ada test IQ yang melihat nalar dan perfomance. Dari performance, anak autis jika berhubungan dengan IT itu cepat. Kecenderungan anak autis, cerdas secara musikal, naturalis, dan yang berhubungan dengan aplikatif seperti bermain puzzle. Penalaran rendah ini berhubungan dengan pemahaman, yang pada anak autis umumnya memiliki gangguan pada linguistik sehingga penangkapan informasi

tidak sama dengan anak normal lainnya. Perlu tahap stimualsi untuk merangkaikan kata. Secara akademis memang tidak nyambung, namun dari kreativitasnya, anak autis luar bisa. Mitos: Semua anak dengan autisme memiliki kesulitan belajar Fakta: Kesulitan belajar dalam hal apa? Jika tak dipersiapkan, iya, anak autis akan mengalami kesulitan. Tidak, jika dipersiapkan dengan konsisten sejak dini. Ada tahapan-tahapan treatment untuk anak autis yang tidak sama dengan anak umumnya. Anak autis memiliki gangguan perkembangan pada bicara, perilaku, dan sosial interaksi, sehingga memerlukan treatment khusus. Mitos: Anak autis tidak bisa bergaul Fakta: Ini berkaitan dengan gangguan interaksi sosial. Anak autis memang asyik dengan dunianya sendiri. Mereka tidak memiliki insting dalam pergaulan. Anak normal lainnya biasanya mengerti bagaimana cara beradaptasi dengan lingkungan baru. Mereka akan bertegur sapa saat bertemu dengan orang baru. Kecenderungan itu tidak tampak pada anak autis. Anak autis juga gemar dengan sebuah benda secara berlebihan dan akan bercerita tentang hal tersebut terus-menerus dan mengatakan kalimat yang sama berulang-ulang. Namun, jika sejak kecil sudah dilatih dan konsisten

dilakukan, anak autis bisa berinteraksi. Mitos: Anak autis bisa disembuhkan Fakta: Autis bukan penyakit. Autis merupakan gangguan perkembangan yang terjadi pada anak. Anak autis bisa diatasi dalam artian diberikan perlakuan terapi terpadu (medis, psikologis, terapi okupasi, terapi sensori integrasi), dan semua harus dilakukan konsisten. Karena mayoritas anak autis mengalami gangguan pencernaan, disarankan melakukan diet khusus yang disebut diet GF-CF (Glutenfree dan Casein-free). Gluten adalah sejenis protein yang ada pada jenis padi-padian, sedangkan kasein adalah sejenis protein yang ditemukan pada semua produk yang berbahan dasar dari susu. Bagi anak dengan autisme, gluten dan kasein dianggap sebagai racun, karena tubuh mereka tidak menghasilkan e n z i m u n t u k mencerna gluten. Akibatnya, protein yang tidak tercerna ini akan

11

diubah menjadi komponen kimia yang disebut opioid .Opioid itu bersifat layaknya obat-obatan seperti opium, morfin, dan heroin yang bekerja sebagai racun yang dapat mengganggu fungsi otak dan sistem imunitas, sehingga menimbulkan gangguan perilaku. Dengan menjalankan diet ini, artinya, anak autis dilarang untuk mengonsumsi makanan seperti roti, makanan yang dibalut dengan tepung dan pasta. Namun yang lebih penting dari semua itu adalah lebih kepada penanganan yang tepat yang dilakukan secara konsisten. Ini memerlukan pemahaman orangtua. Apa penyebab autis? Hal ini masih menjadi perdebatan, namun ini bisa karena faktor genetik juga lingkungan. Mayoritas yang berpeluang besar adalah lakilaki. Namun, sebuah penelitian menyebutkan, terjadinya infeksi atau demam pada ibu hamil berisiko melahirkan anak autis. “Perilaku autis ini saya amati sudah mewabah ke pengguna gadget. Mereka asyik dengan dunianya sendiri tanpa menghiraukan sekelilingnya,” ujar Bunda Agus. –Inten Indrawati

Seks saat Bulan Madu Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di ­amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi ­Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar. “Dok, saat menikah kemarin, kami belum sempat berpikir untuk me­ nikmati malam pertama dan hubungan romantisme seksual kami. Kami berencana untuk mengadakan bulan madu yang romantis dan menikmati­ nya. Apa yang perlu kami perhatikan, Dok?” (Ayu, 28 thn) Dalam sejarah asal-usul bulan madu versi Yunani Kuno diceritakan setelah upacara pernikahan, laki-laki akan membawa mempelainya ke suatu tempat di mana keluarga maupun sahabat tidak dapat menemukan mereka. Mereka akan tinggal selama satu bulan di tempat dan meminum sejenis makanan dan campuran anggur yang terbuat dari campuran madu untuk menambah kemesraan mereka. Dari kebiasaan itulah istilah honey moon atau bulan madu berasal. Sebuah survei mencatat sekitar 78% perempuan melakukan hubungan seks pada malam pertama mereka. Tetapi, jika Anda menjadi bagian dari yang 22%, jangan khawatir, Anda dapat beristirahat pada malam itu dan memberikan kejutan lebih hebat lagi pada suami Anda dengan

aksi bulan madu menyenangkan di saat yang ditentukan. Bagi banyak pasangan, bulan madu selalu dinanti dan direncanakan. Tetapi ternyata tidak selalu memuaskan dan menyenangkan jadinya jika tidak direncanakan dengan matang. Berikut tips untuk merencanakan seks menyenangkan saat bulan madu. Rencanakan tempat terbaik. Tidak salah jika banyak pasangan yang sedang bahagia beranggapan bahwa daerah tropis merupakan pilihan utama yang romantis dan paling menyenangkan. Perpaduan semilir angin pantai dan udara hangat, di bawah teduhnya pepohonan tropis bisa membawa gairah yang pas buat menikmati romantisme bersama. Tetapi yang lebih menyukai dinginnya pegunungan, tentu

bisa memilih berbulan madu di daerah dataran tinggi yang sejuk. Komunikasikan yang baik bersama pasangan, karena pemilihan tempat adalah sangat menentukan semuanya. Gunakan busana yang pas. Tentunya akan menjadi terlalu panas jika harus mengenakan busana yang berat. Gunakan kesempatan istimewa tersebut dengan busana ringan yang memudahkan dan membebaskan gerakan Anda. Manfaatkan fasilitas yang ada dengan tepat. Misalnya, jika menginap di hotel yang ada kolam air panas dan bathtub-nya, maka kolam air panas bisa dijadikan tempat untuk memulai hubungan (foreplay). Demikian pula bathtub yang ada di kamar mandi bisa menjadi babak lanjutannya. Sebagai pasangan yang sedang bahagia Anda bisa mencoba cara ini. Menyediakan waktu yang cukup dan tetap rawat diri. Saat bulan madu waktu Anda akan serasa lebih sedikit dibandingkan hari-hari biasa. Silakan coba seharian bersama pasangan Anda tanpa melakukan kegiatan yang berat dan jauh dari hal rutin. Rileks, bersenang-senang

dan nikmati aktivitas seksual Anda bersama. Tetapi jangan lupa stamina dan kesehatan diri juga dijaga. Selama bulan madu sebaiknya tetap merawat kesehatan dan kecantikan diri. Mulai dari fitnes, spa hingga mencoba aromaterapi. Jangan jadikan orgasme sebagai satu-satunya tujuan. Jadikan orgasme sebagai salah satu bagian menyenangkan dan kesempatan buat saling berbagi rasa dan memahami bersama dari hati ke hati. Rasakan apa yang terjadi dan nikmati setiap detik aktivitas seksual yang dilakukan. Ini akan menjadi lebih menarik. Tetapi untuk mencapai orgasme yang diinginkan kedua pasangan, mungkin perlu melakukan inovasi baru saat berhubungan seks. Kenapa tidak dengan mencoba mengeksplorasi mulut dan jari jemari Anda. Dengan kata lain variasi seksual seperti oral seks dan fingering akan menambah kenikmatan menelusuri perjalanan aktivitas seks selama bulan madu. Berhati-hati dengan infeksi. Pengantin baru biasanya begitu bersemangat melakukan hubungan seksual. Kegiatan bulan madu pun lebih banyak

diisi dengan menikmati hubungan seksual. Buat perempuan, pengalaman pertama dengan frekuensi melakukan hubungan seksual yang tinggi bisa berisiko terkena infeksi saluran kemih yang dinamakan “honeymoon cystitis”. Jika tidak ditangani bisa menyebabkan gangguan kandung kemih dan infeksi di ginjal. Gejala yang muncul termasuk sensasi terbakar, nyeri saat buang air kecil, ingin terus buang air kecil, urine berwarna keruh serta rasa nyeri di atas tulang kemaluan. Hubungan seks yang dilakukan mendorong bakteri yang biasanya berada di vagina masuk ke dalam uretra (saluran yang menghubungkan lubang vagina dengan kandung kemih), itulah penyebabnya. Beberapa tindakan sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegahnya adalah mengonsumsi air yang cukup, tambahkan dengan selingan minum jus buah, hindari minum kopi, sebaiknya buang air kecil dulu sebelum dan setelah melakukan aktivitas seksual dan jika timbul gejala yang menunjukkan adanya infeksi, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Semoga informasi ini bermanfaat.


10

Edisi 843/ 6 - 12 April 2015

Waspada Tuli Mendadak

S

etiap tahunnya kira-kira 15.000 kasus dilaporkan terjadi ketulian mendadak di seluruh dunia. 4000 diantaranya terjadi di AS. 1 dari 10.000 -15.000 orang akan mengalami hal ini, dimana insiden tertinggi antara usia 50-60 tahun. Sedangkan insiden terendah antara usia 20-30 tahun. 2 % dari pasien ketulian mendadak tersebut sifatnya bilateral dan insidennya sama antara pria dan wanita. Tuli mendadak merupakan keadaan emergensi di telinga, dimana telinga mengalami ketulian secara mendadak, kadang tanpa disertai keluhan, umumnya mengenai satu telinga dengan kehilangan pendengaran 30 dB atau lebih pada 3 frekuensi dan berlangsung selama kurang dari 3 hari. Dikatakan emergensi karena keadaan ini sering kali menetap, jika tidak diketahui cepat penyebabnya. Tuli mendadak merupakan tuli sensorineural yang berarti terjadi kelainan atau kerusakan pada koklea atau rumah siput. Umumnya unilateral dan dapat disertai tinitus dan vertigo. Terjadinya secara progresif dalam beberapa detik sampai 5-7 hari. Penyakit ini memerlukan diagnosis sedini mungkin dan terapi segera sehingga prognosis menjadi lebih baik. Penyebab pasti kadang sulit untuk diketahui diantaranya oleh iskemik koklea, infeksi virus, trauma kepala, trauma bising yang keras, perubahan tekanan atmosfer, autoimun, obat ototoksis, penyakit Meniere dan neuroma akustik. Kasus yang terbanyak disebabkan iskemik koklea dan infeksi virus. Penyebab utama tuli mendadak adalah iskemia koklea. Pembuluh

Oleh: dr. Ida Ayu Alit Widiantari darah koklea merupakan ujung arteri (end artery), sehingga bila terjadi gangguan pada pembuluh darah ini koklea sangat mudah mengalami kerusakan, Pada kasus emboli, trombosis, vasospasme, dan hiperkoagulasi atau viskositas yang meningkat terjadi iskemia yang berakibat degenerasi luas pada sel-sel ganglion stria vaskularis dan ligament spiralis. Kemudian diikuti oleh pembentukan jaringan ikat dan penulangan. Ketulian mendadak sensorineural ditemukan pada kasus-kasus penyakit MUMPS, measles, rubella, dan influenza yang disebabkan oleh infeksi adenovirus dan sitomegalovirus (CMV). Pemeriksaan serologis terhadap pasien dengan ketulian sensorineural idiopatik menunjukkan adanya peningkatan titer antibodi terhadap sejumlah virus. Antara 2530 % pasien dilaporkan dengan riwayat infeksi saluran nafas atas dengan kurang satu bulan onset kehilangan pendengaran. Pemeriksaan histopatologi tulang temporal pasien yan mengalami ketulian mendadak menunjukkan adanya atrofi organ corti, atrofi stria vaskularis dan membran tektorial serta hilangnya sel rambut dan sel penyokong dari koklea. Tuli dapat unilateral atau bilateral, dapat disertai dengan tinitus atau vertigo. Pada infeksi virus, kemungkinan disertai adanya gejala dan tanda penyakit virus seperti parotis varisela, variola atau pada anamnesis baru sembuh dari penyakit virus tersebut. Pada pemeriksaan klinis/ otoskopis tidak terdapat kelainan telinga. Audiometri nada murni menunjukkan tuli sensorineural ringan sampai berat, Pemeriksaan

Dispepsia

Oleh: dr. I Gusti Putu Hery Sikesa, S.Ked Dispepsia berasal dari bahasa Yunani yaitu dys berarti sulit dan pepse berarti pencernaan. Dispepsia adalah ketidaknyamanan bahkan hingga nyeri pada saluran pencernaan terutama bagian atas. Dispepsia merupakan suatu sindroma (kumpulan gejala) yang mencerminkan gangguan saluran cerna. Kumpulan gejala tersebut adalah rasa tidak nyaman, mual, muntah, nyeri ulu hati, bloating (lambung merasa penuh/sebah), kembung, sendawa, cepat kenyang, perut keroncongan (bor-

Bugar

borgygmi) hingga sering kentut. Gejala itu bisa akut, berulang, dan bisa juga menjadi kronis. Disebut kronis jika gejala itu berlangsung lebih dari satu bulan terus-menerus. Tidak ada perbedaan jenis kelamin, laki-laki maupun perempuan mengalami dispepsia. Penyebab dispepsia bervariasi dari psikis sampai kelainan serius seperti kanker lambung. Dispepsia dibedakan menjadi organik dan fungsional. Dispepsia fungsional adalah dispepsia yang terjadi tanpa adanya kelainan struktur organ lambung, baik dari pemeriksaan klinis, biokimiawi hingga pemeriksaan penunjang lainnya, seperti USG, endoskopi, rontgen hingga CT scan. Dispepsia organik adalah dispepsia yang disebabkan adanya kelainan struktur organ percernaan (perlukaan, kanker). Ilustrasi gejala dyspepsia sering sendawa dan nyeri Dispepsia fungsional perut (Sumber: www.koreaherald.com) berhubungan dengan

Oleh: dr. Ida Ayu Alit Widiantari

audiometri tutur dan audiometri impedans menunjukkan tuli sensori neural, foto temporal stenvers mencari kemungkinan neuroma akustik, Tes Keseimbangan ENG (electro nystagmography) mungkin terdapat paresis kanal. Tirah baring (total bed rest), istirahat fisik dan mental selama dua minggu untuk menghilangkan atau mengurangi stress yang besar pengaruhnya pada keadaan kegagalan neurovaskuler. Pengobatan dengan mengoreksi terhadap penyebab, misalnya bising, DM, peny vaskuler. Obat-obat yang sering dipakai antara lain vasodilator yang cukup kuat misalnya complamin injeksi 3 x 12000 mg/4 ampul selama 3 hari, 3 x 900 mg 3 hari, 3 x 600 mg 3 hari, 3 x 300 mg 3 hari, disertai vasodilator oral complamin 3X 2 tablet tiap hari. Perlu dipertimbangkan vasodilator lain karena complamin sudah mulai kurang diproduksi kortikosteroid merupakan obat antiinflamasi yang gangguan motilitas (pergerakan) dari saluran pencernaan bagian atas (kerongkongan, lambung dan usus halus bagian atas). Selain itu, terjadi akibat gangguan irama listrik dari lambung. Sebab lain bisa juga karena infeksi bakteri lambung Helicobacter pylori. Keadaan yang membuat lambung terasa penuh atau bersendawa terus bisa menyebabkan dispepsia, kebiasaan tersebut adalah menelan terlalu banyak udara, misalnya, mereka yang mempunyai kebiasaan mengunyah secara salah (dengan mulut terbuka atau sambil berbicara). Atau, mereka yang senang menelan makanan tanpa dikunyah (biasanya konsistensi makanannya cair). Kebiasaan lain yang bisa menyebabkan dispesia adalah merokok, konsumsi kafein (kopi), alkohol, atau minuman yang sudah dikarbonasi (softdrink), atau makanan yang menghasilkan gas (tape, nangka, durian). Begitu juga dengan jenis obat-obatan tertentu, seperti suplemen besi/ kalium, anti-nyeri tertentu, antibiotika tertentu, dan anti-radang. Obat-obatan itu sering dihubungkan dengan keadaan dispepsia. Yang paling sering dilupakan orang adalah faktor stres/tekanan psikologis yang berlebihan. Pada pasien diabetes pun dapat men-

digunakan untuk mengobati ketulian sensorineural mendadak idiopatik. Prednisone 4 x 10 mg tapering off tiap tiga hari, hati-hati pada penderita DM. Obat antivirus asiklovir dan amantadin pengobatan pada etiologi virus. Terapi hiperbarik oksigen menggunakan 100% oksigen dengan tekanan 250 kPA selama 60 menit dalam ruangan tertutup. Roborantia Vit C dan neurotropik Pada umumnya makin cepat diberikan pengobatan, makin besar kemungkinan untuk sembuh, bila lebih dari 2 minggu kemungkinan sembuh menjadi lebih kecil. Penyembuhan dapat sebagian atau lengkap, tetapi dapat juga tidak sembuh. Evaluasi dilakukan tiap minggu selama 1 bulan Hasil sangat baik bila perbaikan lebih 30 db pada 5 frequensi, baik bila 10-30 db pada 5 frekuensi, dan dikatakan tidak ada perbaikan bila kurang 10 db pada 5 frekuensi. Bila gangguan pendengaran tidak sembuh dengan

pengobatan di atas dapat dipertimbangkan alat bantu dengar. Bila dengan alat bantu dengar masih belum bisa komunikasi dengan baik maka dilakukan psikoterapi agar penderita dapat menerima keadaan. Tingkat kesembuhan tergantung dari waktu pertama kali mendapat pengobatan karena penelitian menunjukkan bahwa semakin cepat pasien diobati maka semakin baik pula pemulihan yang dicapai. Bila lebih 2 minggu kemungkinan sembuh kecil, rata-rata usia yang mengalami pemulihan sempurna adalah 41, 8 tahun. Usia kurang dari 15 tahun dan lebih dari 60 tahun memiliki masa pemulihan yang kurang baik. Penderita dengan vertigo berat menunjukkan tingkat kesembuhan yang kurang baik dibanding pasien tanpa gejala vertigo. Pasien dengan kondisi yang memperberat penyembuhan antara lain Diabetes Mellitus, riwayat minum obat ototoksik lama, kelainan darah akan menurunkan tingkat kesembuhan. Maka saat Anda atau keluaraga Anda mengalami tuli mendadak maka segera hubungi dokter keluarga untuk mendapatkan pengobatan sedini mungkin.

galami dispepsia karena gerakan lambungnya mengalami gangguan akibat kerusakan saraf. Beberapa penyakit yang menyerupai gejala dispepsia yaitu Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)/penyakit refluks asam lambung. Umumnya, penderita penyakit ini sering melaporkan nyeri perut bagian ulu hati. Kemungkinan lain, irritable bowel syndrome (IBS) yang ditandai dengan nyeri perut yang berulang, yang berhubungan dengan buang air besar yang tidak teratur dan perut kembung. Pankreatitis kronik juga dapat dipikirkan. Gejalanya berupa nyeri perut atas yang hebat dan konstan, menyebar ke belakang. Dalam hal itu pengobatan dispepsia dokter harus dengan teliti membedakan antara dispepsia fungsional dan dispepsia organik. Beberapa hal yang bisa dijadikan petunjuk oleh para dokter, yaitu sebagai berikut. - Nyeri ulu hati yang terjadi pada malam hari dan berkurang dengan pemberian antasid, cenderung dihubungkan dengan luka pada lambung (peptic ulcer). - Pada dispepsia fungsional, tidak terjadi komplikasi dari perdarahan seperti kurang darah, penurunan berat badan atau

muntah-muntah. - Nyeri atau ketidaknyamanan akibat IBS dapat terjadi pada ulu hati. Untuk membedakannya dengan dispepsia adalah dengan memperhatikan pola buang air besar. - Dengan pemeriksaan fisik saja, sangat sukar membedakan dispepsia fungsional dan organik Intervensi dini terhadap dispepsia adalah dengan mengonsumsi obat yang bisa menetralkan atau menghambat produksi yang berlebih asam lambung. Bisa juga diberikan obat yang memperbaiki pergerakan lambung. Apabila setelah dua minggu obat yang diberikan tidak bermanfaat, biasanya dokter akan memeriksa dengan endoskopi. Hindari makanan yang dapat meningkatkan asam lambung, menghindari faktor risiko seperti alkohol, makanan yang pedas, obat-obatan yang berlebihan, nikotin rokok, dan stres serta mengatur pola makan. Refernsi: Manjoer, A, et al, 2000, Kapita Selekta Kedokteran, edisi 3, Jakarta, Medika Aeusculapeus Suryono Slamet, et al, 2001, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid 2, edisi, Jakarta, FKUI

Style

Edisi 843/ 6 - 12 April 2015

Mengintip Gaya India B Busana India selama ini dikenal unik dan berkarakter serta menjadi salah satu identitas masyarakat India. Pakaian tradisional India juga memiliki kecantikan dengan corak warna yang etnik dan menarik.

elum lama ini dalam acara promosi kerajinan asal Gujarat yakni “Gurjari 2015” dilangsunkan fashion show busana –busana India . Dalam pagelaran tersebut, Ketua dan beberapa pengurus Iwapi Badung, berkesempatan menyaksikan langsung di Gujarat, India. Pekan ini kami tampilkan beberapa busana India yang menarik dan fashionable. Mulai dari sari yang disampirkan di tubuh dengan sempurna hingga model lainnya yang terlihat lebih modis dan cantik. Sebab, bersama berkembangnya dunia fashion dunia, para desainer di India pun menghadirkan bahan tadisional India ke dalam berbagai model busana kontemporer.

Corak alami dan warna kain India yang eksotik juga merupakan sumber kecantikan alami Busana India. Di acara “Gurjari “ beberapa sengaja dirancang dalam balutan desain modern. Gaya busananya juga bisa di mix and macth namun tetap berani bermain warna. Dengan berbagai kombinasi yang apik, meski simpel tapi tetap stylish karena corak khas India yang menghiasinya. Jika ingin sentuhan yang lebih khas lagi, tinggal dilengkapi dengan aksesori khas India. Bagi Anda penyuka gaya etnik yang berpadu dengan modern, gaya fashion India ini bisa menjadi inspirasi. –Sri Ardhini Foto : by Sri Utari

15


16

Edukasi

Edisi 843/ 6 - 12 april 2015

Pelantikan Pejabat IKIP PGRI Bali 2015-2019

Bersama Kita Bisa B

Kepada para pejabat baru ia berpesan bahwa eksistensi lembaga adalah hal utama. Maju mundurnya lembaga sangat tergantung dari kualitas pimpinan, kemauan, keberanian dan kemampuannya. Ketika tidak bertindak, sudah dipastikan tidak ada hasil. “untuk itu, mari menuntaskan program-program ke depan untuk mencapai cita-cita ke depan yang lebih baik,” ucapnya. Kepada pejabat yang masa jabatannya tidak diperpanjang, Suarta mengucapkan terimakasih atas kerjasamanya selama ini. Ia pun menyampaikan tak menutup kemungkinan membuka dialog untuk saling mengisi yang tentunya untuk bisa membawa IKIP PGRI Bali ke depan yang lebih baik. Kepada segenap civitas akademika, ia pun berpesan untuk selalu bersamasama menciptakan kenyamanan baik skala maupun niskala melalui perilaku yang bisa ditauladani. IKIP PGRI Bali dikatakannya sudah terkenal di tingkat regional, nasional hingga internasional. IKIP PGRI Bali memiliki potensi yang luar biasa dan harus terus digali serta dikembangkan. Dengan pelantikan pejabat baru ini ia berharap dapat memajukan IKIP PGRI Bali dalam peningkatan kualitas lembaga yang mengacu berdasarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Terkait dosen, pihak lembaga dan yayasan terus memberikan motivasi untuk meningkatkan kualitas diri dengan mendorong melanjutkan kuliah ke S2 dan S3. Terkait penlitian, IKIP PGRI Bali pernah mencapai 4 besar di Kopertis Wilayah VIII yang menjadi dasar acuan untuk meningkatkan lebih jauh lagi kiprah penelitian. Para dosen pun diimbau untuk melakukan penelitian sekurangkurangnya 1 penelitian setahun. “Jika 185 dosen melakukan 1 penelitian saja, berarti sudah ada 185 penelitian. Ini sudah bagus,” ucapa Suarta. Pihak yayasan juga secara berkelanjutan memberikan dana motivasi untuk penelitian. Karena kualitas dosen muaranya pada kualitas lulusan mahasiswa. Dalam hal pengabdian masyarakat, sejak 2012 IKIP PGRI Bali melakukan program bedah rumah. Sampai saat ini

Jaga Terumbu Karang

9

Tangkap Ikan jangan Pakai Bom Daya dukung luas kawasan hutan di Bali relatif sangat minimum dibandingkan ketentuan UU. Namun, luas tersebut dapat ditutupi dari hutan rakyat. “Berdasarkan aturan, 30 % kawasan hutan harus dipertahankan. Namun, Bali, sudah melampaui batas. Sekitar 23 % hutan yang masih tersisa. Untungnya, sekitar 15 % hutan rakyat masih bisa menolong jika dilihat dari segi fungsinya,” kata Novrizal Tahar, Kepala PPE Bali Nusa Tenggara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

I

Pelantikan pejabat di lingkungan IKIP PGRI Bali periode 2015-2019 dilaksanakan Rabu (1/4) di Ruang Auditorium Redha Gunawan, setelah sebelumnya melaksanakan upacara mejaya-jaya di Pura Jagat Widya Aksara Kampus IKIP PGRI Bali. Dari ke 60 pejabat yang dilantik dalam “kabinet” tersebut, ada beberapa formasi baru dan formasi lama. eberapa nama pejabat yang diangkat dan dilantik tersebut, di antaranya; Pembantu Rektor I Drs. Pande Wayan Bawa, M.Si., Drs. I Dewa Putu Juwana, M.Pd. (PR II), Dr. Drs. I Wayan Citrawan, M.Pd. (PR III), Putu Siti Firmani, S.E. (Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan), Drs. IGB Ardana Adnya, M.Si. (Kepala Biro Administrasi Umum), Drs. I Wayan Waga , M.Si. (Dekan FIP), Dr. I Ketut Yarsama, M.Hum. (Dekan FPBS), Drs. I Dewa Made Alit, M.Pd (Dekan FPIPS), Dr. Drs. I Wayan Adnyana.,M.M., M.Erg. (Dekan FPOK), Dra. Ni Nyoman Parmithi, M.M. (Dekan FPMIPA). Pelantikan pejabat dilakukan Rektor IKIP PGRI Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum., dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan yang disaksikan Ida Pedanda dan Pastur, serta penandatanganan berita acara oleh Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd. dan Sekretaris Yayasan Gusti Ngurah Oka. Dalam sejarah IKIP PGRI Bali yang tahun ini memasuki usia 32 tahun, Rektor Suarta mengatakan, baru pertamakalinya ada dekan perempuan. Ini menunjukkan bahwa IKIP PGRI Bali memberikan peluang sama untuk kaum perempuan untuk bersama-sama memimpin dan bersama-samau melakukan yang terbaik untuk IKIP PGRI Bali. “Bersama Kita Bisa,” tegasnya. Dalam sambutannya, Rektor Suarta menyampaikan ucapan terimakasih kepada pejabat lama dan pihak yayasan yang sudah memasilitasi kegiatan ini. Proses pemilihan dekan pun diacunginya jempol karena semua berjalan dengan sangat demokratis. “Semua menghormati atauran dan sistem yang berlaku. Inilah cerminan dari seorang guru yang patut digugu dan ditiru. Dalam pendidikan karakter, tauladan menjadi yang paling utama. Tak ada keberhasilan tanpa kebersamaan dan tak ada hasil tanpa usaha,” ujar Suarta yang selalu mengucap syukur dan berterimakasih pada Ida Sesuhunan ring Pura Jagat Widya Aksara Kampus IKIP PGRI Bali.

Edisi 843/ 6 - 12 april 2015

Penandatanganan berita acara oleh Ketua Yayasan dan Sekretaris Yayasan

sudah 9 rumah di Denpasar dibedah, 3 rumah dan 3 sekolah di Karangasem, dan 3 rumah di Klungkung. Program ini dikatakannya dalam rangka turut mendukung program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. “Ini yang menjadi acuan kami ke depan untuk melakukan terobosan-terobosan,” ujarnya. Salah satunya dengan meningkatkan UKM-UKM untuk menghadapi MEA, agar mahasiswa tak asing di negeri sendiri.mata kuliah kewirausaahaan juga dicantumkan, dan bagi mahasiswa baru dalam matrikulasi akan dimasukkan Bahasa Inggris di semua prodi. Ini sebagai bentuk peningkatan kualitas dan antisipasi yang kemungkinan terjadi ke depan dengan situasi sangat terbatas dalam komunikasi lgsung tapi tidak terbatas dalam komunkasi online. Suarta mengingatkan, pejabat yang baru dilantik jangan berpikir baru akan diganti 4 tahun mendatang. Karena pihak lembaga dan yayasan sudah menyepakati akan mengevaluasi kinerja pejabat dalam waktu tertentu. Jika kinerjanya dianggap buruk, akan langsung dimutasi. Semua ini demi menjaga kualitas PBM tetap baik. Untuk itu pun, Ketua Yayasan Arthanegara mengatakan terus melakukan peningkatan sarana prasarana, seperti menambah lab microteaching, dan peningkatan kualitas dosen/SDM. Bahkan, kini di tiap Prodi sudah ada dosen bergelar doktor dan beberapa kandidat doktor. Dengan sistem pelantikan secara demokrasi tersebut, Artanegara mengatakan bahwa kepemimpinan juga menjadi perhatian lembaga dan yayasan. Karena itu pula, secara berkesinambungan IKIP PGRI Bali melaksanakan TOT, dan ini diharapkan bisa berkembang. “Yang jelas, Anda harus bekerja bekerja dan bekerja. Karena jika berpikir tanpa implemantasi, dan bertindak tanpa berpikir akan menghasilkan sesuatu yang kurang baik,” ujarnya. “Mari bangun suasana yang nyaman di kampus kita tercinta ini sehingga muncullah ide-ide baik untuk menjadi lebih berkualitas,” pungkas Suarta. -ten.

a menilai, hal ini akan berimbas pada perubahan tata guna lahan hutan rakyat sangat rentan terjadi. Implikasi dari fungsi hutan sebagai kawasan penyangga, memberikan dampak terhadap daya dukung air di Bali. “Ini berpengaruh pada 5 kabupaten menjadi defisit air, dan hanya 4 yang masih surplus. Untuk itu, kawasan hutan yang masih tersisa 23 % ini, harga mati harus dilindungi,” ujarnya, Kamis, (2/4) di Renon, Denpasar. Pada umumnya, sungai di Selat­ an dan Utara Bali, daya tampungnya

restorasi. Kawasan dan ekosistem yang rusak dan tercemar seperti Danau Buyan, Danau Batur, perlu penanaman pohon keras sesuai potensi daerah,” kata Novrizal. Ia mencontohkan, seperti di Buleleng bagian Selatan sudah bagus menanam cengkih. “Tanaman durian, manggis, bisa di­pilih sesuai potensi daerah yang ada. Hal ini, juga memberi nilai ekonomis bagi petani,” tegasnya. Beberapa rekomendasi dapat dilakukan, perlu pengembangan instrumen ekonomi lingkungan

Bali Defisit Air Pulau Bali telah tumbuh menjadi salah satu destinasi wisata terkemuka di dunia. Ini tentu memberi konsekuensi yang makin kompleks terhadap kondisi Bali. Pembangun­an semakin pesat. Sementara luasan Pulau Bali secara keseluruhan tidak bertambah. Demikian disam­paikan Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Udayana, Prof. Ir. I Wayan Arthana, M.S., Ph.D. Ia mengatakan, sumber daya alam dan lingkungan hidup Pulau Bali terus mengalami degradasi yang cukup mengkhawatirkan. Sumber daya air makin berkurang baik air permukaan maupun air tanah. Kebutuhan lahan juga terus meningkat yang berarti lahan produktif akan kian menyempit. “Permasalah­ an yang mengikuti bermunculan antara lain, kerusakan hutan, penurnan keanekaragaman hayati, lahan kritis, kerusakan lahan akibat penambahangan galian C, kerusakan daerah aliran sungai, permasalahan sampah dan limbah,” ujarnya. Luas lahan persawahan tahun 2005 jika dibandingkan tahun 2004 mengalami pe­ nurunan 1,08% atau 885 hektare. Tahun 2006 luas sawah di Bali 80.997 hektare mengalami penurunan sekitar 213 hektare yang memicu kerawanan pangan. Data BPS menyebutkan, luas sawah

tahun 2007, 81.235 hektare, tahun 2008, 81.482, dan tahun 2013, 81.165 hektare. “Kabupaten Badung memang telah melakukan pencetakan sawah baru di Badung Utara, namun, tambahan ini kalah jauh dengan laju fenomena alih fungsi lahan,” kata Prof. Arthana. Ia menyatakan, daya dukung lahan juga sudah mengalami defisit. Dari hasil perhitungan daya dukung lahan Provinsi Bali 2007 dengan asumsi kebutuhan layak per penduduk setara beras 1000 kg/kapita/tahun, dapat dilihat beberapa kabupaten sudah defisit lahan. Kabupaten Badung dengan jumlah penduduk 337.480, kebutuh­ an lahan

Novrizal Tahar

seperti bank sampah. “Sampah yang masuk ke TPA hanya 20 % saja, karena sebelumnya sampah sudah dipilah ada yang bisa didaur ulang atau dibuat kompos,” sarannya. Selain itu, pemberian insentif bagi masyarakat yang mempertahankan tata guna lahannya, juga dapat dilakukan.

83.725,32, ketersediaan lahan 38.170,80. Daya dukung lahannya hanya mencapai 0,456. Statusnya defisit. Denpasar dengan jumlah penduduk 608.595, kebutuhan lahan 153.313,94, ketersediaan lahan 9.169,15. Daya dukung lahan hanya mencapai 0,060. Statusnya defisit. Gianyar jumlah penduduk 421.067, kebutuhan lahan 115.881,49, ketersediaan lahan 52.708,68, daya dukung lahan 0,455, status defisit. Tabanan jumlah penduduk 414.220, kebutuhan lahan 118.317,81, ketersediaan lahan 105.141,86, daya dukung lahan 0,889, status defisit. Jembrana jumlah penduduk 264.865, kebutuhan lahan 71.221,52. Ketersedia­ an lahan 34.471,55. Daya dukung lahan 0,484, status defisit. Bang­li jumlah penduduk 106.762, ­k e b u t u h a n l a h a n 34,951,22, ketersediaan

Perairan Bali dan Nusa Tenggara, atau yang disebut Lesier Sunda merupakan pertumbuhan terumbu karang. Dua samudra bertemu di kawasan ini, hendak­ nya dijaga dan diamankan, jangan sampai rusak. Misalnya, penangkapan ikan jangan menggunakan bom. –Wirati Astiti

lahan 79.439,90, daya dukung lahan 2, 273, status surplus. Klungkung jumlah penduduk 175.430, kebutuhan lahan 47.161,79, keter­ sediaan lahan 51.316,52, daya dukung lahan 1,088, status surplus. Buleleng jumlah penduduk 643.274, kebutuhan lahan 175.622,61, ketersediaan lahan 93.124,96, daya dukung lahan 0,530, status defisit. Karangasem jumlah penduduk 427.481, kebutuhan lahan 116.839,56, ketersediaan lahan 124.274,18, daya dukung 1,064, status surplus. Bali dengan jumlah penduduk 3.372.880, kebutuhan lahan 970.833,03, ketersediaan lahan 604.926,80. Daya dukung lahan hanya 0,623, statusnya defisit. Penduduk Bali terus mengalami peningkatan. Tahun 2007 sebanyak 3.372.880 jiwa, tahun 2008, 3.409.845 jiwa, tahun 2013, 4.056.300 jiwa. Peningkatan penduduk tahun 2007-2013 mencapai 20,26% dalam kurun waktu enam tahun penduduk telah meningkat seperlimanya. Bali juga mengalami krisis air. Laporan tahun 1995, Bali mengalami defisit air sebanyak 1,5 miliar m3/tahun. Defisit terus meningkat hingga 7,5 miliar M3/tahun pada tahun 2000. “Diperkirakan tahun 2015, desifit air menjadi 26,5 miliar M3/tahun. Ditambah lagi dengan menurunnya kualitas kawasan hutan, danau, daerah resapan maupun daerah aliran ­sungai sehingga menurunkan ketersediaan air,” ucapnya. Kalau dirinci tiap kabupaten, Jembrana, Tabanan, Bangli, dan Karangasem masih surplus, sementara, Badung, Gianyar, Klungkung, Denpasar, dan Buleleng defisit air. –Wirati Astiti

Baru 30% Potensi Kelautan dan Perikanan NTB Tergarap

Aminollah, Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB.

Pelantikan 60 pejabat baru periode 2015-2019 di lingkungan IKIP PGRI Bali oleh Rektor Suarta dan disaksikan oleh Ida Pedanda dan Pastur

terhadap beban pencemaran menurun. Misalnya, Tukad Badung dan Ayung, sedimennya tinggi bahkan, sampah sampai masuk ke sungai. Daya tampung TPA di Bali sudah mendekati over capacity. Begitu juga, emisi perkapita CO2 untuk menjadi kota modern harus diturunkan menjadi 0,33 CO2/ka­ pita/tahun. Saat ini, kota Denpasar yang merupakan kota modern, emisi CO2-nya sudah di atas nilai tersebut. Menurutnya, ada beberapa hal yang harus segera dilakukan. “Perlu rehabilitasi, remediasi, dan

Nusa Tenggara Barat memiliki kekayaan kelautan dan perikanan yang sangat besar. Puluhan ribu hektare potensi tersebut telah dimanfaatkan untuk budi daya air tawar dan laut. Mulai dari budi daya rumput laut, kerapu, udang, pembibitan lobster dan lainnya yang banyak dibudidayakan di Lombok

Timur bagian Selatan, seperti Batu Nampar, Teluk Ekas dan Telong Elong. Di Lombok Barat ada di Teluk Sepi dan Pengantap serta di beberapa tempat lainnya. Di Lombok Tengah budi daya ini dilakukan di Selong Belanak, Teluk Bumbung, Gerupuk, Teluk Awang dan lainnya. Demikian juga di pulau Sumbawa. Selain ikan, potensi rumput laut NTB juga terbilang berkembang baik, bahkan hingga terjadi surplus produksi. Budi daya ikan air tawar seperti nila, lele, karper dan lainnya banyak dikembangkan di Kota Mataram, Lombok Barat dan pulau Lombok secara umum. Besarnya potensi budi daya ini membuka peluang usaha bagi masyarakat NTB, khususnya dalam hal budi daya ikan air tawar. Karena itulah cukup banyak masyarakat yang berusaha di bidang ini. Namun begitu, meskipun potensi kelautan dan perikanan NTB sangat besar, belum semuanya termanfaatkan. “Dari seluruh potensi kelautan dan perikanan yang ada di NTB, baru 30% yang tergarap. Sehingga peluang investasi bidang ini masih cukup banyak,” kata

Aminollah, Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB. Tidak kurang dari 27.000 hektare telah dimanfaatkan untuk budi daya air dan dan 25.000 hektare dikembangkan untuk budi daya laut. Sejauh ini komoditas bidang perikanan dan kelautan yang melimpah di NTB

bahkan telah diekspor hingga ke luar negeri. “Dari 179 ribu ton data penangkapan ikan di laut, 60%nya adalah tuna dan itu dikirim ke luar NTB,” ujarnya. Demikian pula dengan bibit lobster NTB yang diekspor hingga Vietnam dan Tiongkok, tidak kurang dari 5,3

Gubernur NTB, DR. TGH. M. Zainul Majdi (tengah) bersama nelayan di Lombok.

juta ekor bibit diekspor tahun 2014. Budi daya air tawar yang berkembang sangat pesat khususnya di Pulau Lombok, produksinya terbilang sangat banyak. Meskipun tidak diekspor, menurut Aminollah, ikan air tawar diproduksi untuk konsumsi masyarakat NTB. Untuk memenuhi konsumsi ikan di daerah ini, Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, telah lama melepas benih-benih berbagai ikan air tawar di embung-embung atau bendungan yang ada di seluruh NTB. “Ini dilakukan sebagai upaya untuk memenuhi dan melakukan pemerataan terhadap kebutuhan gizi masyarakat yang notabene jauh dari laut,” ujar Aminollah. Karena itulah masyarakat bebas mendapatkan ikan di embung/bendungan tersebut. Tentu saja dengan cara yang baik seperti memancing, tidak memakai jaring, agar semua orang bisa menikmatinya. Pada tahun 2014, konsumsi ikan di NTB telah mencapai 30 kg/kapita. Sedangkan di tahun 2015 ini ditargetkan konsumsi ikan meningkat menjadi 32 kg/kapita mendekati tingkat konsumsi nasional 36kg/kapita. -Naniek I. Taufan


8

Bunda & Ananda

Edisi 843/ 6 - 12 April 2015

Belajar Kelompok

dapat “Bonus”

Belajar bisa dilakukan sendiri dan bisa dilakukan berkelompok. Masing-masing ada kelebihan dan ada tantangannya. Mau pilih yang mana?

Swasti Wulan

P

ulang sekolah, Gung Gus hanya sempat makan dan mandi. Ia lalu bersiap menuju ke rumah Devan. Hari itu, mereka ada janji untuk mengerjakan tugas kelompok. “Dia sering belajar kelompok di rumah temannya. Kadang di gerai makanan cepat saji yang ada fasilitas wifi gratis,” ujar Bu Dita, ibu Gung Gus. Ia tak mempermasalahkan anaknya belajar di luar rumah. Yang penting Gung Gus bisa mengikuti pelajaran dan waktunya benar-benar dimanfaatkan untuk belajar. Lingkungan sekolah yang kompetitif mau tak mau, harus diikuti agar tidak ketinggalan pelajaran. Menurut Dr. Ni Made Swasti Wulanyani, S.Psi, M.Erg, Psi, belajar bagi anak-anak harus menjadi hal yang menyenangkan. “Ada anak yang lebih senang belajar sendiri karena dia perlu konsentrasi sendiri. Misalnya saat membaca atau menghapal. Si anak merasa nyaman dengan belajar sendiri. Ada juga anak yang senangnya belajar berkelompok,

tetapi dalam artian benar-benar belajar atau mengerjakan tugas,” ujar dosen Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Ia meyakini dengan belajar berkelompok akan memberi pengaruh terhadap perkembangan kognitif. Anak bisa tukar pikiran dan mencari solusi dari sebuah permasalahan. Jika anak hanya belajar sendiri, tidak ada yang diajak bertukar pikiran atau sekadar menguji apakah jawaban yang ia buat sudah tepat atau belum. “Belajar kelompok bisa mendapat bonus. Pertama, kemampuan komunikasi anak akan terlatih. Ia akan bisa mengungkapkan pendapat, menyanggah, maupun memberi saran dengan cara yang elegan tanpa membuat teman merasa digurui. Kedua, kecerdasan sosial akan juga terasah. Kecerdasan sosial berkaitan dengan peran anak dalam sebuah kelompok. Biasanya ada yang dominan yang bisa mengatur teman-temannya tetapi tidak boleh otoriter. Dalam situasi ini, kecerdasan sosial harus berjalan beriringan dengan kecerdasan emosional. Membuat teman yang pasif menjadi aktif dan yang aktif jangan terlalu mendominasi,” papar Wakil Ketua Himpunan Psikologi (Himpsi) Bali ini. Di balik kelebihan tersebut, Swasti melihat ada tantangan yang dihadapi saat belajar berkelompok. Teman yang diajak belajar berkelompok tentu memiliki karakter yang berbeda-beda. Jika terjadi perbedaan pendapat dalam diskusi, harus diselesaikan dalam diskusi. Ini merupakan dinamika kelompok. Kalau belajar sendiri, tantangannya adalah tidak punya sarana uji apakah pikirannya itu benar menurut orang lain. Namun, ada yang memang lebih senang untuk belajar sendiri dan tidak

“Biarkan anak bermain dengan temanteman sebaya. Bermain juga merupakan bagi dari belajar berkelompok. Misalnya, hanya ada 1 mainan yang ingin dipakai banyak anak. Solusinya tentu dengan bergiliran. Ini akan menumbuhkan sikap tenggang rasa serta empati si anak”

memerlukan orang lain untuk diajak berdiskusi. Bagi orangtua, alumnus Psikologi UGM dan Ergonomi Unud ini mengingatkan untuk membiasakan anak berinteraksi dengan orang lain. “Biarkan anak bermain dengan teman-teman sebaya. Bermain juga merupakan bagi dari belajar berkelompok. Misalnya, hanya ada 1 mainan yang ingin dipakai banyak anak. Solusinya tentu dengan bergiliran. Ini akan menumbuhkan sikap tenggang rasa serta empati si anak,” ujar istri dari IGA Mayun Pariwijaya dan ibu dari IGA Narendra Pramawijaya ini. Orangtua juga harus mengawasi anak saat bermain atau belajar kelompok. Tetapi, pengawasan tidak perlu dilakukan dengan memelototi saat mereka belajar. Jika anak-anak belajar di ruangan, lihatlah mereka sesekali.

si anak untuk berorganisasi. Keberadaan teman-teman yang diajak diskusi dan belajar kelompok bisa menjadi pengontrol. Hal ini berkaitan dengan rambu-rambu yang disepakati sebelum belajar kelompok. “Buat rambu-rambu seperti berapa lama waktu untuk belajar. Pembagian tugas antara satu anak

BUAT RAMBU-RAMBU Swasti menambahkan metode belajar kelompok lazimnya dilakukan orang dewasa. Namun, jika dari kecil sudah dibiasakan untuk berdiskusi dalam belajar kelompok, ini akan menjadi modal

dengan anak yang lain harus seimbang. Kalau sudah selesai belajar, apakah boleh bermain. Semua harus disepakati bersama,” ujar psikolog yang hobi jalan-jalan dan menyanyi ini. Satu hal yang kerap ditemui adalah anak-anak yang memilih belajar kelompok di tempat yang menyediakan layanan wifi. Bagi Swasti hal ini sah-sah saja jika mereka memang memerlukan bahan yang hanya bisa dicari di internet. Namun, jangan sampai saat mengerjakan tugas malah sibuk sendiri dengan laptop masing-masing. Ini malah akan menimbulkan kesan sibuk sendiri dalam kelompok. Pembagian tugas harus jelas. Semua boleh sibuk mencari bahan. Setelah mendapat bahan, semua harus kembali berdiskusi untuk mendapat hasil karya terbaik.

Menunggu Yakult Lady Rabu pagi itu, Nyoman Sudarti (40) sudah menunggu kedatangan Butut Yakult ke rumahnya, sembari melakukan pekerjaan rutinnya mengelola usaha laundry di rumahnya di salah satu kompleks perumahan di Dalung, Badung. Sekitar pukul 08.00, tepat seperti yang dijdwalkan seminggu sebelumnya, Ni Ketut Widiati (43) yang akrab disapa Butut Yakult datang membawakan Yakult. Seperti biasa pula, Sudarti, ibu tiga anak ini membeli 3 pak yang isinya 15 botol. “Sudah dari dulu, kami sekeluarga minum Yakult. Tiga tahun terakhir berlangganan dengan Butut Yakult,” ujarnya.

–Ngurah Budi

S

Anak-anak belajar berkelompok

Mendongeng Lima Menit Bahasa Langit

Di antara dewad e w a y a n g b e rsemayam di langit, Dewa Bahasalah yang paling jarang blusukan ke bumi. Beliau turun ke bumi hanya setahun sekali. Sekali waktu keMade Taro tika sedang menikmati keindahan bumi yang menghijau, beliau berpikir, “Manusia perlu belajar bahasa langit, sehingga mereka bisa bergaul satu sama lainnya.” Maka beliau mulai menebarkan kata-kata dan kalimat di desa-desa pegunungan. “Hai, manusia! Hapalkanlah kalimat ini, oosfo dedering rum isterklam.” Manusia pun menirukan kalimat itu berkali-kali. Setiba di desa-desa di pinggir pantai, Dewa Bahasa berseru, “Hai, manusia! Hapalkanlah kalimat ini, cibreskos los nongos simeos.” Manusia pun menirukan kalimat itu berkali-kali. Tahun berikutnya Dewa Bahasa mendapati manusia-manusia itu sangat fasih berbahasa langit. Dewa sangat senang. Namun, ketika Dewa Bahasa mempertemukan manusia gunung dengan manusia pantai, mereka tidak saling memahami, karena bahasa mereka berbeda-beda. Timbul pikiran sang Dewa untuk mengajarkan satu kata yang dapat dipahami oleh semua manusia. Kata yang dimaksud adalah ‘Ayo!’ “Hai semua manusia, teriakkanlah ‘Ayo’ bersamasama sambil mengangkat kedua tangan. “Ayo, ayo, ayo…!” Suara itu menggelegar sampai ke langit,

Edisi 843/ 6 - 12 April 2015

memecah awan dan menggetarkan bumi. “Apa itu?” Dewa Bahasa menengadah ke atas. Semua manusia menengadah ke atas. Tampak langit makin lama makin turun. Ya, langit itu makin turun dan sebentar lagi akan menghimpit manusia. Udara panas dan pengap. Untunglah Dewa Bahasa cepat berbikir, lalu segera membagikan tongkat kepada semua manusia. Sambil duduk manusia itu diharuskan mengacungacungkan tongkat sambil berteriak, “Ayo, ayo, ayo…..!” Langit berguncang sedikit naik. Manusia diharuskan bernyanyi sambil mengacungkan tongkat, “Ayo, ayo, ayo…!” “Bernyanyilah keras-keras!” seru Dewa. “Ayo, ayo, ayo…! Ayo, ayo, ayo…!” Langit perlahan-lahan naik, lalu bergantungan di tempat semula. Semua manusia bersorak gembira, namun tidak demikian Dewa Bahasa. Wajah beliau merah padam, lalu teriaknya, “Ternyata tiga orang di antaramu berniat buruk! Mereka tidak ikut bernyanyi dan mengacungkan tongkat, tetapi meloncat ke langit. Di sana mereka mencuri ikan, padi dan kain tenun. Ketika hendak turun ke bumi, didapatinya langit sudah tinggi. Mereka tidak bisa memijakkan kaki di bumi.” Mula-mula manusia marah-marah, tetapi kemudian mereka menaruh belas kasihan, karena teman-temannya itu adalah teman baik yang suka menolong. “Hai, manusia!” kata Dewa Bahasa. “Relakanlah mereka menetap di langit. Apabila kamu merindukannya, tataplah baik-baik bintang biduk, bintang waluku dan bulan. Benda langit itu adalah penjelmaan dari teman-temanmu yang mencuri ikan, padi dan kain tenun. Mintalah petunjuk, kapan saat yang baik untuk menangkap ikan, menanam padi dan menenun kain.

udarti mengatakan semua keluarganya menyukai Yakult. “Sejak berlangganan dengan Butut Yakult, saya jadi tahu manfaatnya yang begitu bagus untuk kesehatan, terutama untuk saluran pencernaan. Anak bontot saya suka minum susu cokelat, dengan minum Yakult setiap hari, BABnya jadi lancar,” ujarnya. Jika sudah habis, dan kalau ketemu dengan Butut Yakult di sekolah, Sudarti pasti beli lagi 3 pak. “Dalam seminggu Ibu Sudarti ratarata beli 6 pak atau 30 botol,” imbuh Ketut Widiati. Di kompleks perumahan ini, hampir semua rumah berlangganan Yakult yang dikunjunginya berkala tiap minggu. Dengan seragam khas kotak-kotak merah,

memakai topi, tas, dan boks merah dengan atribut Yakult, dengan sikap sopan, ramah dan bersahabat, Widiati mendatangi satupersatu rumah pelanggannya. Perempuan asal Singaraja ini selalu menjelaskan manfaat Yakult kepada pelanggan. Bahwa, tanpa disadari, tumbuh 6 ribu sel kanker dalam tubuh setiap harinya. Dengan minum Yakult setiap hari dan diimbangi dengan mengonsumsi tahu-tempe serta pola makan sehat, bisa menekan pertumbuhan sel kanker hingga 65%. Widiati juga menyampaikan cara penyimpanan Yakult yang baik adalah pada lemari pendingin dengan suhu 00 C-100 C, untuk menjaga manfaat dan kualitas Yakult tetap baik. Dan, baik dikonsumsi sampai 40 hari sejak

tanggal produksi. Widiati bersama 15 Yakult Lady lainnya yang bermarkas di Kantor Yakult area Dalung ini, rata-rata mendistribusikan 500 botol Yakult setiap harinya. Dan tak lupa, di akhir kunjungannya, Widiati selalu mengucapkan, “Terima kasih. Semoga sehat selalu. Minggu depan hari rabu jam 8 pagi saya akan berkunjung kembali. Selamat pagi”. ER

TEKAN PERTUMBUHAN SEL KANK-

Widiati tak menyangkal, saat pertamakali bergabung sebagai Yakult Lady, Juni 2012 ia masih malu karena belum tahu manfaatnya. Namun, sete­lah mengikuti masa training selama 1 bulan dan mengetahui manfaat besar Yakult untuk kesehatan, Widiati justru bangga menjadi seorang Yakult Lady karena mengajak pelanggan hidup sehat. Dengan langkah mantap dan percaya diri pula ia menyampaikan pesanpesan kesehatan ini kepada pelanggan. Apalagi ia dan keluarganya sendiri benarbenar merasakan manfaatnya, terutama bagi dirinya dan anak bungsunya. Widiati mengisahkan pengalaman pribadinya yang divonis mengidap kanker payudara, Agustus 2013. Dilihat dari ciri-ciri serta usianya di atas 40 tahun, dokter cenderung mengategorikannya sebagai kanker ganas. Dan kemungkinan terburuknya adalah, payudara Widiati harus diangkat. Hasil operasi pertama, Agustus 2013, dikatakan tidak tampak sel kanker ganas. Sebulan berikutnya, Widiati kembali dibiopsi untuk memastikan kemungkinan adanya sel kanker ganas. Setelah benjolan sebesar pentol bakso itu diangkat, dan perkembangannya dipantau terus, di tahun 2014 ia dinyatakan terbebas dari kanker. Selain karena tekad kuatnya untuk sembuh, Widiati yakin Yakult juga berperan di dalamnya. “Saya ingin membuktikan sendiri dulu manfaat Yakult, baru saya pede menjelaskannya ke pelanggan. Dan ternyata, memang Yakult tidak menyembuhkan kanker, namun Yakult mampu mem­perlambat perkembangan sel kanker saya dengan diimbangi juga pola makan sehat. Dengan rutin minum Yakult, daya tahan tubuh saya meningkat. De­ngan pengalaman ini, saya menjadi lebih percaya diri berjualan Yakult,” ucap Widiati yang mengaku sampai saat ini tak mengalami keluhan berarti lagi pada payudara kirinya itu. –ten

Yakult Pelopor Probiotik Kesehatan adalah kebutuhan universal yang didambakan seti­ap orang. Tanpa disadari dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari memberikan juga kesempatan bagi masuknya bakteri merugikan melalui makanan atau udara luar yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan seperti keracunan, diare atau sembelit dan lainnya. Menurut Senior Assistant Manager Marketing Communication and Commercial PT Yakult Indonesia Persada, Zulkarnain, ada lebih dari 100 triliun bakteri ada dalam setiap pencernaan manusia yang terdiri dari bakteri baik dan bakteri jahat. Bakteri ini mempunyai pe­ranan masing-masing yang menjadikan tubuh sehat ataupun sakit. Jika bakteri baik lebih dominan, manusia akan dapat hidup sehat dan terhindar dari penyakit. Sebab, bakteri ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh hingga titik optimum. Sebaliknya jika bakteri merugikan yang lebih dominan, tubuh akan sakit karena bakteri ini menghasilkan racun dalam tubuh. Karena itu, keseimbangan bakteri ini perlu selalu dijaga. Namun sayang, tidak semua bakteri baik mampu melewati asam lambung, sehingga tidak hidup sampai di usus kecil. Hanya bakteri unggullah yang bisa melakukan hal tersebut. “Salah satu yang terbukti mampu adalah bakteri L. Casei Shirota strain yang memiliki lebih dari 6,5 miliar di setiap botol Yakult. Ini dapat dibuktikan jika mengkonsumsi produk yang mengandung bakteri baik tersebut rutin dalam waktu tiga minggu, maka pada fases akan ditemukan bakteri tersebut masih dalam keadaan hidup,” jelas Zulkarnain. Dari pembuktian itu berarti kekuatan bakteri tersebut benar-benar mampu menekan racun dan menekan pertumbuhan bakteri merugikan termasuk sel-sel kanker yang sangat berbahaya. Dari manfaat itu pula, pada pertengahan 1990, peneliti dari Eropa menerbitkan istilah PROBIOTIK. Yaitu, sekumpulan bakteri menguntungkan yang jika dikonsumsi mampu mencapai usus dalam keadaan hidup dan terbukti bermanfaat. Bakteri L. Casei Shirota strain tersebut terbukti telah melakukannya sejak 1930 sehingga disebut menjadi pelopor PROBIOTIK. “Mulai sekarang mari Cintai Ususmu, minum Yakult setiap hari,” tandasnya. KUNCI PANJANG UMUR President Director PT Yakult Indonesia Persada, Mr. Sanae Ueno menjelaskan

Yakult Lady, Pusat Informasi Berjalan Senior Manager Yakult Lady Departement, Harry J. Palit mengatakan, PT Yakult Indonesia Persada mempunyai dua sistem pendistribusian Yakult, yakni distribusi langsung ke gerai (toko, swalayan, pabrik, dll.) oleh sales force menggunakan mobil berpendingin khusus menggunakan seragam resmi perusahaan, dan melalui Yakult Lady yang mengunjungi konsumen langsung ke rumah, sekolah, kantor, dll. sambil menjelaskan manfaat menjaga pola hidup yang baik dan kesehatan pencernaan. Yakult Lady yang dilakoni perempuan dewasa dan ibu rumah tangga ini merupakan wujud sosial dari PT Yakult Indonesia Persada, karena mereka yang direkrut ini selain dididik cara berkomunikasi yang

baik untuk menyampaikan manfaat Yakult, juga sekaligus mendapatkan penghasilan untuk membantu menopang perekonomian keluarga. “Karena itu, salah satu syarat bekerja, mereka harus mendapat dukungan dari suami,” imbuh Harry. Penghasilan rata-rata mereka Rp 4 juta per bulan. Bahkan, ada yang mampu meraih hingga Rp 9 juta per bulan. Di Bali, ada 200 Yakult Lady, dan sekitar 6 ribu di Indonesia. Para Yakult Lady ini adalah petugas resmi Yakult yang telah terdidik dalam disiplin dan pengetahuan produk, sehingga dapat menjadi pusat informasi berjalan dalam komunitas tempat kerjanya. “Kami tak hanya menjual rasa, namun punya manfaat lebih untuk kesehatan,” ujarnya. –ten

17

usus yang sehat menjadi kunci untuk umur panjang. Karena itu, penting untuk selalu menjaga usus sebagai sistem pencernaan dengan memasukkan bakteri-bakteri baik yang menguntungkan. Bakteri baik ini salah satunya bisa didapat dengan mengonsumsi susu fermentasi. Hal ini telah dibuktikan sendiri oleh Iliya Metchnikov, pemenang hadiah Nobel (1908) yang menemukan pola hidup sehat masyarakat pegunungan Kaukasus yang minum susu fermentasi, sehingga memiliki usia hidup panjang dalam keadaan sehat. Penemuan ini kemudian menjadi dasar penelitian lebih dalam oleh seorang mikrobiologis dari Kyoto University Japan bernama Dr. Minoru Shirota yang berhasil mengulturkan bakteri baik L. Casei Shirota strain menjadi bakteri unggul yang tahan terhadap asam lambung dan cairan empedu, sehingga mampu mencapai usus dalam keadaan hidup. Inilah yang menjadi cikal bakal perusahaan ini berdiri sejak tahun 1935 di Jepang dengan merk produk minuman susu fermentasi Yakult. Sejak berhasil diterima sebagai minuman yang bermanfaat baik bagi tubuh manusia, Yakult mulai dikembangkan keluar Jepang seperti Taiwan, Korea, Indonesia, dll. Perusahaan PMA yang berasal dari Jepang ini berdiri di Indonesia tahun 1991 dan memberikan lowongan pekerjaan bagi lebih dari 4 ribu orang. Memiliki dua pabrik besar yakni di Sukabumi (Jawa Barat) dan Mojokerto (Jawa Timur). Selain itu, Yakult juga memiliki program CSR yakni melakukan penanaman di wilayah taman nasional di lereng Gunung Salak yang dari luas 3.000 hektare, 700 hektare merupakan lahan kritis. Untuk turut menjaga dan melestarikan alam, PT Yakult Indonesia Persada membuat sumur biopori dan resapan sekitar 300 lubang di taman nasional tersebut. Guna menyosialisasikan pesan kese­ hatan ini, perusahaan ini pun sempat berkunjung ke Kantor Bali Post yang diterima oleh Pemimpin Redaksi Bali Post Nyoman Wirata didampingi Redaktur Pelaksana Bali Post, Alit Purnata. Mereka memberikan apresiasi positif terhadap produk Yakult dan berterima kasih karena sudah turut membuat masyarakat dan bangsa Indonesia sehat. –ten

Probiotik dalam Susu Terfermentasi Seorang peneliti dari Unud, I Nengah Sujaya, Ph.D. yang fokus meneliti bakteri pada saluran pencernaan mengatakan, penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh perubahan pola makan ini dapat ditanggulangi atau dicegah dengan memodifikasi/meng­ ubah komposisi bakteri pada saluran pencernaan. “Bakteri pada saluran pencernaan dapat diubah dengan mengonsumsi bakteri hidup yang menyehatkan (probiotik). Probiotik adalah golongan bakteri menguntungkan yang umumnya merupakan kelompok bakteri asam laktat, seperti laktobasilus, bifidobacterium,” ujar Dosen PS Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Unud ini yang pernah meneliti tentang diare tahun 2006, serta kolesterol dan lemak dari tahun 2010sekarang. Ia menegaskan, jika bakteri dikonsumsi dalam keadaan hidup akan berkembangbiak dalam saluran pencernaan dan menghasilkan metabolit yang menyehatkan. Umumnya, laktobasilus lebih banyak berkembangbiak di usus halus, sedangkan bifidobacterium di usus besar. Aktivitas kedua bakteri ini akan menyebabkan dampak menyehatkan, seperti mempengaruhi metabolisme empedu sehingga menyebabkan penurunan kolesterol jahat dalam darah; meningkatkan imunitas sehingga dapat me­

ningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit, seperti penyakit yang disebabkan oleh virus, influenza, rotavirus, dan bahkan untuk pasien penderita HIV/Aids. “Bakteri laktobasilus dan bifidobacterium ini dapat membunuh bakteri patogen (bakteri jahat) dalam saluran pencernaan, seperti bakteri escherichia coli (e. coli), penyebab utama diare,” tegasnya. Sujaya mengatakan, saat ini probiotik tersebut mulai banyak dipergunakan untuk mencegah penyakit di luar saluran pencernaan, seperti penyakit yang terkait dengan saluran kencing dan ginjal, beberapa jenis kanker, termasuk meningkatkan penyerap­ an mineral sehingga dapat mencegah anemia (kekurangan zat besi) pada ibu hamil, diberikan pada bayi yang lahir caesar, menanggulangi konstipasi (susah buang air besar) yang diakibatkan karena mengonsumsi suplemen yang berlebihan, serta penggunaan probiotik untuk kecantikan. Sumber makanan yang mengandung probiotik adalah makanan atau minuman yang terfermentasi yang umumnya dicirikan dengan rasa asam, yang terdapat dalam produk susu fermentasi (Yakult, susu kuda sumbawa, dadih/susu kerbau fermentasi di Sumatera), yogurt, sayur fermentasi (asinan bogor), dan tape. –ten


18

Kreasi

Edisi 843/ 6 - 12 april 2015

Life

Story

Edisi 843/ 6 - 12 april 2015

7

Ingin Kembali ke Pelukan Keluarga Dengan langkah sedikit ragu, Dina menggandeng tangan anak perempuannya yang masih memakai seragam taman kanak-kanak, menuju rumah salah seorang saudaranya. Saat akan berbelok di sebuah gang yang mengarah ke rumah saudaranya itu, Dina menghentikan langkahnya sejenak lalu berbelok masuk ke sebuah warung di mulut gang tersebut. Ia sejenak ragu. Sambil membujuk anaknya untuk makan dulu di warung itu, Dina berpikir keras. Dadanya bergemuruh, jantungnya berdetak kencang, Dina gelisah.

Kebangkitan Kesenian Gandrung Bali Ketika mendengar kata “Tari Gandrung”, yang terlintas di pikiran kita pastinya sebuah tarian tradisional dari daerah Banyuwangi yang bersifat sebagai tari hiburan atau tari pergaulan. Demikian halnya oleh masyarakat Sasak di Lombok. Namun di Bali, Tari Gandrung tak sepopuler Gandrung Banyuwangi dan Gandrung Lombok. Ini dikarenakan Tari Gandrung tersebut jarang dipentaskan kecuali untuk kelengkapan kegiatan ritual yang sifatnya sakral. Seperti untuk otonan, nelu bulanin, pawiwahan, dan upacara odalan di pura-pura.

H

al ini tak ditam­ pik I Nyoman Sumantra, Ke­ lian Seka Gan­ drung Semara Metu, Banjar Tembawu Kelod, Penatih, Den­ pasar Timur. Sejatinya, seka gandrung di banjarnya ini sudah ada sejak tahun 30an dan men­ capai masa keemasan tahun 1945. Seiring perkembangan zaman, kesenian gandrung ini

mengalami keredupan alias pu­ tus generasi (vakum). “Dengan melakukan beberapa tahapan serta dukungan dari masyarakat, tahun 2009 kesenian gandrung ini bisa dihidupkan kembali dan tetap eksis sampai sekarang,” ujar karyawan Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung ini. Bahkan sekarang ini, Sumantra menga­ takan masyarakat mulai mase­ sangi (berkaul) Tari Gandrung.

H

drung Semara Metu, Br. Tem­ bawu Kelod ini pun mendapat kesempatan pentas di PKB dan pada Parade Kesenian Klasik seKota Denpasar. Sebelum tari ini dipentaskan,

Mereka berkeyakinan dengan berkaul tarian sakral ini akan mendapatkan keselamatan dan kemakmuran. Kebangkitan kembali kese­ nian Gandrung Bali ini tak terlepas dari peran Pemerin­ tah Kota Denpasar dalam menggali, mengembangkan, dan melestarikan keseniankesenian klasik yang ada di Kota Denpasar. Seka Gan­

Kini, Kesenian Gandrung Bali yang bersifst sakral banyak dipentaskan untuk berkaul

ada ritual yang harus dilalui. Setelah itu, penari memakai ge­ lungan due sesuhunan Ratu Ayu Mas yang berstana di Merajan Banjar Tembawu Kelod, yang juga lunga saat odalan di Pura Dalem Tembawu. Seusai me­ nari, penarinya pasti kerauhan (kesurupan), dan akan sadar kembali setelah diritualkan kembali. Ini juga terjadi pada penari kedua, yang notabene memakai gelungan duplikat. “Itu karena gelungan ini sudah metaksu,” ucapnya. Dalam tiap pementasan yang diiringi seperangkat alat tabuh, yakni ugal, barangan, jegogan, cengceng, kajar, kem­ pli, gong, dan kendang, yang dimainkan sekitar 17 penabuh, diawali dengan gending petegak saron. Ketika penari menari yang juga diisi ibing-ibingan, diiringi dengan gending gan­ drangan. Dan, sebagai tabuh penutup dilantunkan gending gingsir. –Inten Indrawati

ari itu ia harus mengambil keputusan yang sangat sulit setelah enam tahun ia tinggalkan keluarganya demi mengejar cinta seorang laki-laki yang akhirnya juga meninggalkannya. Atas pilihannya itu, Dina dibuang oleh keluarga besarnya, bahkan ia sudah dianggap “mati”. Kisah perjalanan hidup Dina yang terbuang ini, tidak serta merta menjadi seperti ini, melainkan Dina harus merasakan pahitnya hidup tanpa dukungan keluarga, akibat perbuatannya sendiri. Kebiasaan hidup royal dan berfoya-foya serta bergaul dalam hura-hura membawanya pada satu titik di mana ia akhirnya merasakan akibatnya. Sebagai anak bungsu dari 6 bersaudara, Dina (35), men­ dapatkan kasih sayang penuh dari saudara-saudaranya. Sebagai seorang gadis kala itu, seluruh kebutuhannya terpenuhi oleh saudaranya terutama sepening­ gal orang tuanya yang meninggal dunia saat usianya baru 20 tahun. Memegang bagian warisan yang lumayan banyak, Dina hidup berkecukupan. “Dari sanalah dia mulai hidup foya-foya,” kata Wartiah, bukan nama sebe­ narnya, kakak tertuanya. Dina memang berbeda dengan kelima kakaknya yang hidup religius dan taat pada normanorma terutama agama. Ia suka dugem, suka pula dunia yang “hingar-bingar”. “Dia senang bergaul dengan dunia malam,” kata Wartiah. Warisan peninggalan orang­ tuanya yang cukup banyak ia habiskan untuk mempercantik diri sekaligus jalan-jalan ke berba­ gai daerah bahkan luar negeri. Dina menjadi gadis yang mem­

bawa dirinya seperti perempuan berkelas. “Warisan bagiannya habis dijual untuk foya-foya,” ungkap Wartiah kesal. Sesungguhnya dalam kehidu­ pan religius keluarga besarnya, sikap Dina tidak disukai. Namun sebagai saudara meski sudah capek menasehati Dina, Wartiah dan saudaranya yang lain tetap menerima Dina jika ia datang berkunjung. Namun setelah Dina menikah dengan laki-laki beda agama dan ia meninggalkan aga­ manya, keluarga besar Dina telah menganggapnya mati. Sikap keras seluruh keluarga besarnya yang taat beragama ini, telah melalui rapat serius keluarga perihal mengeluarkan Dina dari daftar keluarga sudah diketa­ hui oleh Dina sejak ia memilih mengejar cinta laki-laki itu dan menikah hingga punya anak. Me­ nyebut namanya saja, keluarganya tidak mau. “Seluruh kelakuannya selama ini masih bisa kami terima, tapi soal berpindah keyakinan itu sama sekali tidak bisa diterima keluarga,” kata Wartiah. Oleh sebab itulah, Dina me­ mahami benar kepulangannya ke rumah saudaranya itu tidak dikehendaki. Setelah disia-siakan suaminya yang akhirnya mening­ galkan dan menceraikannya, Dina bersama anaknya hidup sebatang kara. Tak punya apa-apa dan tidak punya siapa-siapa karena seluruh warisannya telah ludes dijual. Kini ia gigit jari. Entah karena sudah sadar atau tidak tahu malu, kini Dina ingin kembali ke pelukan keluarg­ anya. Dari pulau Jawa ia menuju Lombok, pulang ke kampung halamannya. Ia menyewa kamar kos dan menyekolahkan anaknya dengan uang-uang sisa yang dimilikinya. Hari itu ia memang berhasil

datang ke rumah saudaranya. Namun penolakan terlihat nyata. Ia dicueki dan tak seorang pun menegurnya. Ia pun pulang dengan kepala tertunduk. Na­ mun, sebelum pulang, Dina yang masih tampak berpenampilan bak jetset itu, kepada saudaranya ia mengaku telah bercerai dan ingin kembali memeluk agamanya. “Mempermainkan agama sungguh bukan hal yang bisa kami terima,” ungkap Wartiah. Kini, nasib Dina sedang diper­ taruhkan dalam rapat keluarga. Apakah ia akan diterima kembali ataukah ia akan dibuang selaman­ ya. “Syarat utamanya ia mau men­ gubah semua kelakuannya selama ini, mungkin hanya itu yang bisa meluluhkan hati keluarga,” kata Wartiah. Itu pun menurut War­ tiah, masih menunggu rapat ke­ luarga besar yang akan dilakukan dua minggu lagi.-Naniek i. Taufan

LPTB Susan Budihardjo di Bali Sebuah parade busana bertajuk “Permixtio” digelar Sabtu (28/3) di Atrium Beach Walk, Kuta menandai secara resmi dibukanya Lembaga Tata Busana Su­ san Budihardjo (LPTB Susan Budihardjo) di Bali. Pada peragaan tersebut, para alumni seperti Andreas Wen, Galih Prakarsa, Jasmine Darwin dan Ernesto Abram yang telah memiliki label sendiri mempersembahkan karya terbaik mereka di hadapan masyarakat pecinta mode di Bali. Melalui karya busana yang ditampil­ kan, dapat dilihat tolok ukur dan standar yang dimiliki LPTB Susan Budihardjo sebagai lembaga pendidikan yang bersifat non- franchise. Lembaga Tata Busana yang sudah memasuki usia 35 tahun ini, menawarkan program belajar selama satu tahun penuh dan program short couse/kursus kilat. Disamping itu sekolah ini juga mendirikan toko (school –owned clothing store) yang menampung karya alumni dan dijual untuk umum bernama “acakacak”. – Sri Ardhini

#BioskopKlasik Meriahkan Hari Film Memeriahkan hari Film Nasional yang jatuh pada 30 Maret 2015, OLX Indonesia bekerjasama dengan Masyarakat Film Indonesia dan KPFIJ (Ko­ munitas Pecinta Film Indonesia Jadul) mengadakan acara #BioskopKlasik. Acara ini adalah bentuk apresiasi OLX kepada para pecinta dan penggemar film Indonesia untuk lebih menghargai karya film dalam negeri. “Kualitas film lama kita tidak perlu dipertanyakan lagi, walaupun teknologi yang digunakan tidak secanggih saat ini. Kami sangat menghargai karya anak bangsa dan ingin mengajak semua komunitas dan pecinta film untuk berkumpul bersama di acara #BioskopKlasik,” ujar Alif Priyono, CMO OLX Indonesia. Acara ini merupakan rangkaian acara Filartc 2015 (Film and Art Celebration) yang digelar selama tiga hari berturut-turut di Taman Ismail Marzuki Jakarta. Acara yang dimulai pada Jumat (27/3) bukan hanya film saja yang ditayangkan tiap hari, tapi ada juga pertunjukan musik, tarian, pencarian bakat dan permainan seru. –Ngurah Budi


6

Woman on Top

Edisi 843/ 6 - 12 april 2015

Dra. Ida Ayu Putu Tirta

Disiplin dan Iman harus Kuat Sesuai dengan namanya, sekolah dasar (SD), di tempat inilah dasar-dasar pendidikan bagi anak didapatkan. Karena itu pula, dalam kepemimpinan Dra. Ida Ayu Putu Tirta, ­disiplin menjadi hal utama.

“D

isiplin ditanamkan melalui pembentukan karakter yang memberikan pembiasaan, sehingga akhirnya menjadi budaya. Contoh sederhana saja, menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya. Jika hal tersebut sudah diterapkan di sekolah dan menjadi pembiasaan, otomatis ketika di luar sekolah, di rumah atau di masyarakat, perilaku ini akan berlanjut menjadi budaya. Disiplin mengikuti peraturan,” papar Kepala SDN 8 Dauh Puri, Denpasar ini. Bagaimana jika anak-anak melanggar peraturan? Apakah anak kena sanksi? Dayu Putri mengakui pernah mengenakan denda Rp 1.000 bagi anak-anak yang melanggar. “Namun ini kurang efektif. Mungkin anakanak menganggap nilainya kecil,”

ujarnya. Untuk menegakkan peraturan kuncinya ada pada guru. Guru memberikan contoh dan teladan kepada anak. Jika ada anak yang melanggar, siapa pun yang melihat akan melaporkannya ke wali kelas. “Dengan saling mengingatkan, ini lebih efektif,” imbuh istri IB Ketut Jelantik ini. Memberi salam, dan pembiasaan-pembiasaan lainnya untuk pembentukan karakter anak agar jadi budaya, dikatakan Dayu Tirta lebih susah dibandingkan menjadikan anak pintar. Namun, alangkah baiknya jika kedua hal tersebut seimbang, anak pintar serta berkarakter dan berbudaya. Dayu Putri yang memimpin SDN terfavorit di Denpasar sejak tahun 2005 ini bertekad mengawal SD ini bisa maju baik secara akademis maupun nonakademis. Ini pun sudah dibuktikannya, didukung seluruh guru, staf, dan komite sekolah. Dari beberapa prestasi

yang ditoreh SDN 8 Dauh Puri, yang paling menonjol adalah bidang olahraga artistik dan ritmik. Bahkan, sejak tahun 2000, SDN 8 Dauh Puri mewakili Provinsi Bali ke tingkat nasional dalam olahraga tersebut. Juga, pernah meraih Juara 3 Lomba Klub Olahraga tingkat Nasional di tahun yang sama. Prestasi membanggakan juga ditunjukkan dalam bidang akademis dalam Olimpiade Matematika hingga melenggang ke tingkat nasional, tahun 2009. Satu lagi yang menonjol dari sekolah ini adalah Sanggar Dedari yang dibina Made Taro. Ekskul bermuatan budaya Bali yang beranggotakan lebih dari 50 anak ini dilaksanakan tiap Senin sore. Sanggar yang pernah dua kali mementaskan permainan tradional anak di tingkat nasional ini, tiap bulannya juga mengisi acara di TVRI Denpasar. “Saya kagum dengan Pak Made Taro. Di tengah era modernisasi dengan kecanggihan teknologi, beliau bisa menjadikan dan mengemas permainan tradisional ini menjadi menarik sehingga bisa eksis,” ungkap ibu dari Evan Sasmika, S.E., IB Eri Pramana, S.E., dan Ari Pramana, S.E. ini. Ia punya tips untuk para orangtua ketika mendampingi anak-anak belajar. Hendaknya orangtua hanya mendampingi dan mengarahkan anak. Tuntun anak untuk bisa menemukan jawabannya sendi. “Ketika anak berhasil menemukan jawabannya sendiri, anak akan luar biasa senangnya dan anak akan tambah bersemangat belajarnya,” ucapnya. Memberikan PR pada anak ini pun dikatakan menjadi bagian dari pembiasaan agar anak terbiasa belajar ada maupun tak ada PR, membuka buku, melihat jadwal besoknya, dan membuka buku penghubung. Di

SD yang memiliki 680 siswa ini, buku penghubung masih dijalankan untuk saling mengingatkan antara guru, siswa, dan orangtua. Sebagai sarjana BK yang menamatkan kuliah di IKIP PGRI Bali, ia tahu betul bagaimana menghadapi anak yang bermasalah. Ia yakin semua itu pasti ada penyebabnya, bisa dari keluarga atau dari lingkungannya. Semua ada jalan keluarnya. TIGA ANAK LAKI Memiliki anak yang ketiganya laki-laki seperti yang banyak dikhawatirkan orang, tak terjadi pada Dayu Tirta. Sebagai umat Hindu Bali, ada kekhawatiran ketika tak memiliki anak perempuan, tak akan ada yang membantu mebanten, dan kegiatan lain yang umum dikerjakan perempuan. “Semua bisa dipelajari. Sejak kecil mereka sudah membantu saya membuat tumpeng, metanding. Saya agak keras mendidik anak, sejak kecil belajar disiplin,” ujar perempuan kelahiran 29 Maret 1962 ini.

Dayu Tirta menekankan kepada anak-anaknya harus belajar agar dapat sekolah negeri. “Syukurnya anak-anak mengerti perekonomian kami. Saya selalu tekankan, saya tak punya uang, hanya bisa membekali pendidikan. Dengan pendidikan, dimana pun mencari kerja pasti bisa, dengan pendidikanlah kita mencari kehidupan,” ucapnya kepada anakanaknya. Dayu Tirta menyadari, dalam pergaulan anak-anaknya di masyarakat, tentu tak terlepas dari pengaruh positif-negatif. Namun, tak mungkin juga jika ia melarang putra-putranya bergaul. “Dengan modal disiplin dan imam kuat, jalan berkerikil dan berbatu pasti bisa dilewati,” ucapnya. –Inten Indrawati

harapan yang mengemuka dalam pemberian Tri Hita Karana (THK) Nugraha di Gedung Pers Bali K. Nadha, Rabu (1/4). Menurut Pemimpin Umum Bali Travel News (BTN) Gde Palgunadi, penghargaan ini diberikan oleh BTN yang merupakan salah satu anggota Kelompok Media Bali Post kepada individu, desa, korporasi, lembaga swadaya masyarakat atau siapapun yang dipandang mempunyai kontribusi positif bagi perkembangan pariwisata, sosial serta budaya masyarakat Bali serta memenuhi kriteria yang telah ditentukan. “Pemberian penghargaan ini, bertujuan untuk menggugah masyarakat Bali terutama komponen pariwisata agar makin peduli terhadap lingkungan hidup, lingkungan masyarakat sekitar dan mendekatkan diri dengan Tuhan Yang Maha Esa. Ini merupakan implementasi dari konsep THK,” ujarnya.

Penerima THK Nugraha foto bersama Pimpinan KMB Satria Naradha dan Pemimpin Umum BTN Gde Palgunadi

Acara penganugerahan THK Nugraha 2015 dihadiri Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha, Vice Konsul India Virender K. Jatav, dan beberapa General Manager hotel di Bali. Tahun ini ada delapan penerima THK Nugraha yakni Green School, Desa Kamasan, Yayasan Begawan, Puri Sunia Resort, Putu Sudiarta, I Wayan Candra atau Mangku Candra, Legian Beach Hotel, dan Pemerintah Kabupa­ ten Buleleng. Dalam kesempatan itu, juga ada presentasi tentang keris oleh Mpu Keris, Pande Wayan Suteja Neka yang mengatakan keris itu sebagai simbul kehidupan. Menurut Neka, keris melambangkan purusapredana, akasa-pertiwi serta linggayoni. Lingga, akasa dan purusa sebagai simbul laki-laki (ayah) yang digambarkan dengan bilah keris. Sementara predana, pertiwi dan yoni sebagai simbul wanita (ibu) yang merupakan sarung keris itu sendiri. “Kalau keris itu masuk ke sarungnya akan melahirkan keserasian, murah rejeki dan terhindar

Ayo Gemarikan

Dirjen P2HP Saut P. Hutagalung kampanye makan ikan di Bintaro

Berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO) Indonesia adalah negara produsen perikanan terbesar ketiga di dunia setelah Tiongkok dan India. Dengan produksi ikan terbanyak ketiga di dunia, seharusnya, masyarakat Indonesia termasuk dalam kelompok penggemar makan ikan. Sayangnya kenyataan berkata sebaliknya. Fakta di lapangan menyebut konsumsi ikan masyarakat Indonesia tergolong rendah, bahkan lebih rendah dari hampir semua negara-negara di ASEAN.

B

Pariwisata Budaya Bali Ditopang Filosofi Keseimbangan Filosofi Tri Hita Karana (THK) hendaknya jangan dipahami dalam tataran konsep saja, tetapi lebih pada implementasi di lapangan yang pada akhirnya bermuara pada wujud nyata dari keluhuran filosofi itu sendiri. Masyarakat Bali harus mengerti dan mengamalkan apa yang terkandung dalam Tri Hita Karana itu. Harmonisasi dengan sang pencipta (parhyangan), dengan masyarakat sekitarnya (pawongan) maupun dengan lingkungan alamnya (palemahan). Tokoh masyarakat, korporasi di bidang pariwisata hendaknya terus menggelorakan semangat ini agar Bali tetap terjaga budayanya, terjaga alamnya. Bali dengan konsep pariwisata budayanya, sangat ditopang dengan kelestarian alam serta kualitas sumber daya masyarakatnya yang benar-benar paham tentang filosofi keseim­bangan alam semesta. Inilah harapan

Edisi 843/ 6 - 12 april 2015

erdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2014 tingkat konsumsi nasional hanya mencapai 38 kg per kapita per tahun. Kalah jauh dengan Malaysia yang mencapai 70 kg per kapita pertahun, apalagi dengan Jepang yang masyarakatnya dikenal sebagai penggemar makanan laut, mengonsumsi 140 kg per kapita per tahun. Kondisi ini tentunya sangat memprihatinkan. Padahal dengan jumlah penduduk yang mencapai 250 juta jiwa lebih dan potensi produksi ikan yang diperkirakan mencapai 7,3 juta ton per tahun, seharusnya tingkat konsumsi ikan pun tinggi pula, bahkan mengalahkan negara-negara ASEAN. Tapi yang terjadi tidak demikian. Karenanya untuk mendongkrak tingkat konsumsi ikan dalam negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama instansi terkait serta berbagai kelompok dalam masyarakat, saat ini bahu-membahu mengkampanyekan ‘Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan’ (Gemarikan) ke seluruh Indonesia.

“Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat mengetahui dan paham tentang manfaat mengonsumsi ikan, kemudian secara suka rela akan mengkonsumsi ikan. Ke depan, makan ikan akan terus dipromosikan dan diharapkan menjadi gaya hidup masyarakat dan bahkan pada akhirnya menjadi budaya bangsa Indonesia,” kata Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikan (P2HP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KPP), Saut P. Hutagalung. Untuk menarik minat masyarakat berbagai kegiatan gencar dilakukan, mulai dari yang bersifat promotif, advokatif hingga kegiatan yang bersifat edukatif. Pemerintah berharap tingkat konsumsi ikan akan terus mengalami kenaikan. Tahun ini ditargetkan konsumsi ikan mencapai 40 kg per kapita per tahun. Terkait masih rendahnya tingkat konsumsi masyarakat, juga diakui Saut. “Konsumsi ikan untuk masyarakat Indonesia saat ini baru mencapai 89%. Padahal negara-negara anggota ASEAN lainnya rata-rata sudah mencapai 91,3%. Kita masih di bawah Malaysia, Singapura dan Filipina. Padahal potensi kita mencapai 7,3 juta ton per tahun,” ucapnya.

Ikan bukan hanya sumber protein yang sangat diperlukan oleh tubuh, tapi juga mengandung lemak, vitamin dan mineral. Salah satu kandungan yang paling penting pada ikan adalah Omega3. “Dibanding daging hewan lainnya, kandungan Omega 3 pada ikan jauh di atas rata-rata. Karena itu tingkat konsumsi ikan perlu terus didorong,” ujarnya lagi. Berdasarkan data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) – BPS menunjukkan bahwa sumbangan protein ikan terhadap konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia 57,2% (daging 19,6%, telur dan susu 23,2%). Peningkatan ini terjadi seiring dengan kecenderungan pergeseran konsumen dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani dari red meat kepada white meat. Mutu protein pada bahan pangan ditentukan oleh tinggi-rendahnya asam amino esensial yang dikandungnya. Protein ikan memiliki keunggulan dibandingkan dengan sumber protein lainnya yaitu kelengkapan komposisi asam amino dan kemudahannya untuk dicerna tubuh. Disamping itu, kandungan gizi ikan yang kaya omega 3 juga menyumbang terhadap peningkatan kecerdasan masyarakat Indonesia. Gemar makan ikan, kata Saut, sebaiknya mulai dilakukan sejak anak usia dini. Pada masa itu pondasi kesehatan menjadi sangat penting, terutama dalam pemenuhan gizi dan perkembangan otak. Ikan dan segala kandungan gizinya, tambahnya, merupakan jawaban atas masalah bayi lahir pendek (stunting) dan kegemukan berlebih (obesitas) yang masih cukup tinggi di Indonesia. “Konsumsi ikan sejak dini dapat meningkatkan IQ sehingga apabila kebiasaan ini ditanamkan sejak kecil maka kualitas sumber daya manusia di negeri ini dapat meningkat. Karena itu kami akan terus mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi ikan seperti pada program yang sudah kami terus jalankan yaitu Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan,” katanya saat menghadiri kampanye makan ikan yang digelar di Bintaro. –Diana Runtu

19

Datangkan Lele dari Jawa Kegemaran masyarakat Bali untuk makan ikan sudah meningkat. Namun, jumlah produksi ikan di Bali, belum mampu mencukupi kebutuhan permintaan pasar. Tahun 2014, produksi perikanan budidaya, sebanyak 102.465,4 ton. Data produksi masing-masing kabupaten/ kota, Denpasar 475,10 ton, Badung 507,40 ton, Tabanan 3.900 ton, Jembrana 2.929,50 ton, Buleleng 2.054,18 ton, Ka r a n g a s e m 5 8 4 , 6 1 t o n , Klungkung 83.790,60 ton, Gianyar 1.823,90 ton, dan Bangli 6.397 ton. Kabid Perikanan Tangkap dan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Ir. A.A. Gede Agung Sanjaya, mengatakan, budi daya ikan di Bali, masih ada kendala, yakni sulitnya benih dan mahalnya pakan ikan. “Saat ini harga pakan Rp 10 ribu per kilogram. Perbandingan ikan dengan pakan 1:1½. Pakan ikan bahannya juga banyak impor. Dengan kenaikan dolar tentu berimbas pada mahalnya harga pakan,” kata Agung Sanjaya. Ia menilai, dengan dua kendala ini tentu berpengaruh pada harga ikan. Namun, hambatan ini sudah coba ditangani dengan mencarikan solusi, yakni pembuatan pakan ikan modifikasi yakni dari limbah rumahtangga. Misalnya, dari ampas tahu, sisa pemotongan ayam, atau sisa pengolahan rumahtangga. Bahkan, kini dari limbah sapi dengan proses fermentasi sudah bisa dipakai bahan pakan ikan. “Warga Bangli sudah mampu membuat pakan ikan dengan kombinasi tepung ikan, tepung darah, dan ampas tahu. Mereka bisa menjual harga pakan kombinasi ini dengan harga Rp 6000 per kilogram,” kata Agung Sanjaya. Ia menambahkan, pada dasarnya dalam proses pembesaran ikan, semua pakan ikan sama. Yang membedakan, mulai dari pembenihan dan khusus pembuatan induknya. Untuk kendala benih, Dinas Perikanan sudah memberikan bantuan benih. Saat ini, benih juga sudah dapat dikerjakan di Bali. Untuk sentral ikan lele ada di Tabanan, sentral ikan nila di Jembrana, dan gurami di Bangli. Agung Sanjaya juga mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan pasar, ikan masih didatangkan dari luar Bali. “Biasanya untuk di restoran, mereka menginginkan ukuran ikan gurami seberat 500 gram. Sementara, hasil produksi di Bali, belum mampu mencukupi permintaan pasar dengan stabil. Kekurangan ini terpaksa didatangkan dari luar Bali,” ujarnya. Data tahun 2014, sebanyak 127 ton ikan gurami atau 10 ton tiap bulannya didatangkan dari luar Bali. Begitu juga, ikan lele yang sudah makin digemari, sebanyak 75 ton atau 1,5 ton per minggu, didatangkan dari Pulau Jawa. “Dengan banyaknya permintaan ikan, kami berusaha mengenjot budidaya ikan ini, mulai dengan bantuan benih, pakan, induk, untuk meningkatkan produksi. Kami juga sedang menggerakkan potensi sawah dengan program mina padi,” kata Agung Sanjaya. –Wirati Astiti

Omega 3 Ada di Mata Ikan Ikan memiliki kandungan gizi yang tinggi. “Ikan dan seafood lainnya memiliki komposisi protein lebih tinggi daripada karbohidrat dan lemak, namun risikonya gampang menimbulkan reaksi alergi,” ujar dokter ahli gizi RSUP Sanglah, Dr. dr. Gde Ngurah Indraguna Pinatih,M.Sc., Akp. Sp.GK. Jika alergi, sumber protein hewani ini bisa digantikan dengan sumber protein nabati, seperti kacangkacangan ( k a dari marabahaya,” paparnya. Bersamaan dengan penyerahan penghargaan THK Nugraha, juga diselenggarakan bursa keris dan batu permata di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha selama tiga hari (1-3 April). Pameran ini dibuka secara resmi oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnya didampingi Satria Naradha dan Suteja Neka dengan pemukulan kulkul bambu. Peserta bursa berasal dari Bali, Madura, Yogyakarta, Malang, Blitar, dan Surabaya. -kmb

cang merah, kedelai, kacang hijau). Namun, nilai protein hewani diakuinya lebih baik dari nabati. Protein yang mengandung asam amino ini lengkap ada pada sumber hewani. Meski demikian, kandungan mineral dalam seafood dikatakannya bagus, zink pada kerang dan zat yodium banyak pada ikan. Kelebihan lain, seafood banyak mengandung karoten yang merupakan antioksidan. Karoten ini bisa dipakai antioksidan dan calon vitamin A (pro vitamin A). Dalam seafood juga banyak mengandung kolagen yang bagus untuk jaringan pada umumnya seperti kulit dan tulang. “Dan, yang lebih bagus lagi banyak kandungan lemak omega 3,” ungkapnya. Di Indonesia, jenis ikan yang mengandung omega 3 tinggi adalah cumicumi, rumput laut dan ikan. “Rata-rata pada semua ikan laut, kandungan omega 3 tepatnya berada di

lemak bawah matanya,” ucapnya. Omega 3 memiliki dua fungsi dalam tubuh yakni sebagai aktioksidan dan dan bahan dasar dari pembentukan EPA dan DHA, yang nantinya akan menjadi bagian pembentukan sel otak anak. Perlu diketahui, fase pembentukan seluruh organ anak terjadi pada 8 minggu pertama, termasuk otak. Sel otak anak akan terus bertumbuh dan berkmbag sampai umur 2 tahun. Jadi, pada usia ini diberikan omega 3 sebagai bahan dasar otak. Lalu, berapa seharusnya komposisi omega 3 yang diperlukan? Dr. Indraguna Pinatih menyebut yang terpenting porsi seimbang antara lauk, makanan pokok dan buah. Yang disebut seimbang adalah kebutuhan total diproyeksikan seberapa porsi untuk ikan, lauk, sayur dan buah. Komposisinya tidak berbeda. Standarnya, porsi untuk protein tidak lebih dari 20% asupan total, lemak tidak lebih dari 30%, dan karbohidrat antara 50%-60% dari asupan total. Bagaimana dengan ikan air tawar? Dr. Indraguna Pinatih menjelaskan, sebenarnya kandungan proteinnya sama, hanya saja kondisi mineral air laut, seperti yodium dan

zink, berbeda dengan air tawar, komposisinya lebih rendah daripada ikan di air laut. Yang menjadi kekhawatiran adalah dengan sistem pemberian makannya. Pada air tawar, ikan disangkarkan atau dibuat keramba. Mereka diberi makan, yang umumnya palet, karena ingin cepat panen. Palet mengandung hormon pertumbuhan sama seperti pada ayam dan babi. Meski ikan di laut bebas hormon, ia mengingatkan, laut adalah tempat pembuangan sampah terbesar, plus tanpa pengolahan. Kemudian, yang dikhawatirkn pada produk laut adalah tingginya kadar merkuri (air raksa/Hg) dan timbal (Pb). Ini terutama pada sumber laut yang merayap seperti kepiting dan udang, serta ikan laut yang umurnya panjang seperti ikan tuna dan paus. Sehingga, ia menyarankan untuk tidak mengonsumsi makanan yang sama terus-menerus. “Beri variasi agar fungsinya makanan satu dengan makanan lain dalam tubuh saling mematahkan. Untuk kelanjutannya, kebersihan laut kita harus dijaga, terutama pembuangan limbah ke laut yang harus di-treatment dulu,” ucapnya. –Inten Indrawati


20

Nine

Edisi 843/ 6 - 12 April 2015

Devy Elthia Yurine

Dari Penyanyi Kapal ke Wedding Singer Suara merdu Devy Elthia Yurine melantunkan lagu “Tambora Menyapa Dunia”, menghangatkan panggung Tambora Classical Concert yang digelar di halaman Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu. Lagu tersebut pertama kali dinyanyikan pada acara tersebut. Menjadi orang pertama yang menyanyikan lagu dalam menyongsong peringatan dua abad meletusnya Gunung Tambora yang pernah mengguncang dunia itu, merupakan kebanggaan tersendiri bagi Devy.

M

eski l a g u i n i baru pertama kali dinyanyikan, Devy melewatkan momen itu dengan baik. Pengalaman menyanyi membuat Devy mampu menyanyikan lagu ini dengan percaya diri yang baik. Devy tampak nyaman menyanyikannya di depan ratusan penonton yang memadati halaman kantor gubernur tersebut. Perjalanan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mataram ini dalam bernyanyi, rupanya sudah dimulai sejak ia berusia 10 tahun. “Saya menyanyi pertama kali saat kelas empat SD, waktu itu usia saya 10 tahun,” kata Devy. Sejak itulah ia banyak ikut lomba menyanyi dan beberapa kali sempat menjuarai kontes menyanyi di Mataram. Kecintaan Devy pada dunia tarik suara, lahir begitu saja. Tampaknya darah seni itu mengalir dari ayahnya, Yasper Amruzi yang seorang pemain keyboard dan ibunya, Juariah pemain kulintang.

Dari satu panggung ke panggung lain dan dari satu lomba ke lomba lainnya, di usianya yang masih kecil itu, rupanya membentuk rasa percaya dirinya untuk tampil di depan umum. Hingga akhirnya, di usia yang terbilang sangat muda, yakni saat kelas dua SMP, Devy telah menjadi penyanyi profesional. “Kelas dua SMP, saya mulai menyanyi dan dibayar,” ujarnya. Uniknya, meski usianya masih sangat belia, Devy menyanyi live di atas kapal dalam penyeberangan rute Lembar Lombok ke Padangbai Bali. Itu ia lakoni dengan senang hati karena kesukaannya menyanyi. Kebetulan, tiap kali ia menyanyi selalu didampingi dan diiringi oleh ayahnya dan pemain musik lainnya. Pekerjaan ini dilakoninya hingga ia duduk di kelas dua SMA. Tiga kali dalam seminggu Devy harus bolak-balik Lembar-Padangbai dalam perjalanan yang memakan waktu sedikitnya

10 jam atau dua trip perjalanan itu. Sepanjang jalan menuju Lembar ke Padangbai, ia harus menyanyi selama 1,5 jam. Begitu juga dari Padangbai ke Lembar. “Satu kali perjalanan pergi dan pulang, saya menyanyi selama tiga jam,” katanya mengenang. Selama menyanyi di kapal, Devy mengatur waktunya agar sekolahnya tidak banyak terganggu. Ia biasanya berangkat pukul satu siang dan mengakhiri pekerjaannya pukul 10 malam. “Saya biasanya minta izin dari sekolah jika waktunya menyanyi tiba,” kata Devy. Untungnya ia menyanyi di hari Jumat, Sabtu dan Minggu, meski diakuinya karena ini, sekolahnya sempat terganggu karena ia harus minta izin pulang

Devy Elthia Yurine

lebih awal. Namun, atas hal itu, ia bertanggung jawab sepenuhnya sampai akhirnya kini ia bisa melanjutkan kuliahnya. Kala itu satu kali kapal jalan ia menyanyi dibayar Rp 350.000. Itu artinya dalam seminggu Devy kecil bisa mengumpulkan uang setidaknya Rp 1 juta. “Satu bulan saya bisa menabung karena dibayar sekitar Rp 4 juta,” kata Devy yang menyerahkan pengelolaan penghasilannya itu pada orang tuanya. Bahkan hingga kini, ketika ia memilih menjadi wedding singer dan tidak lagi menyanyi di kapal, Devy masih menyerahkan penghasilannya untuk dikelola orang tuanya. Dengan menjadi wedding singer dan menyanyi di acara-acara pertemuan dan lain-

nya, yang biasanya tetap mendapatkan job di hari Sabtu dan Minggu ini, ia bisa membiayai kuliah dan kebutuhannya. Alasan Devy menyerahkan pengelolaan keuangan pada orang tuanya adalah agar ia bisa menabung dan sekaligus membantu mengurangi beban orang tuanya (ayahnya) yang kini telah pensiun dari TNI AD. “Selain untuk kebutuhan kuliah dan lainnya, saya ingin bisa membantu orang tua meskipun tidak banyak,” ujar perempuan kelahiran 6 September 1995 ini. Anak ketiga dari empat bersaudara ini telah memilih menyanyi sebagai profesinya sambil ia menyelesaikan kuliahnya. Namun, meskipun kecintaannya pada dunia menyanyi begitu besar, rupanya Devy menyimpan cita-cita yang tampaknya sulit ia wujudkan. Ia sangat ingin menjadi tentara. “Postur tubuh saya tidak memungkinkan saya diterima jadi tentara,” katanya tertawa. Dengan tinggi kurang dari 160 cm, tentu Devy tidak ingin bermimpi terlalu tinggi untuk mengikuti jejak ayahnya sebagai prajurit dan bergabung dengan Kowad. “Jika memang tidak bisa jadi tentara, saya tetap ingin bekerja di lingkungan tentara, misalnya jadi PNS tentaralah,” ujarnya. Ia keukeh ingin berkerja di lingkungan tentara sembari ia akan tetap menyanyi. Itulah cita-cita yang kini tengah dimimpikan Devy. -Naniek I. Taufan

Inspirasi

Edisi 843/ 6 - 12 April 2015

5

SEMINAR & PENYEMBUHAN TERSPEKTAKULER TAHUN INI TERBUKA, MENGALIR, TERSENYUM SESI II.

Anda berada di area bawah sadar,” kata Guru Mangku. Menurut penuturan si pasien bule ini, dia telah berobat secara medis hampir setahun, dan telah menghabiskan banyak uang, waktu dan telah menelan berbagai macam obat-obatan, dan setelah lama menjalani itu kesembuhan yang diharapkan malah makin menjauh, efek negatif dari obat yang ditelannya selama hampir setahun justru mulai terasakan di bagian tubuhnya. Sesungguhnya apa yang Guru lakukan sehingga dalam hitungan beberapa menit mampu menyembuhkan si Guru Mangku Hipno pasien asing tersebut eorang wanita asing berusia hanyalah hal yang sederhana. Guru hanya muda dengan wajah kuyu, memberikan tutur kejernihan untuk area tegang, tertekan, stress, pikiran bawah sadarnya lalu membuka terseok seok serta meny- kesadaran nuraninya, memotivasinya dan eret kaki kanannya yang sakit, datang meniupkan harapan hidup dan meyamenemui Guru Mangku Hipno diantar kinkan dia bahwa jalan kehidupan masih oleh guide-nya. “Guru, tamu saya benar terlalu panjang untuk dilewatkan dengan benar sedang terpuruk, stres, sering kesedihan dan keputusasaan. teriak sendiri, tidak bisa tidur, mengeluh Untuk mengatasi segala masalah, sakit di kaki dan di lambung, mohon penderitaan, penyakit, kekecewaan, disembuhkan,” kata Pak Sastra, guide kegagalan, kesialan ataupun hal-hal yang yang mengantarnya. terjadi yang menyakiti kita dan mengBeberapa saat kemudian Guru lang- hambat kita mencapai kesehatan optimal, sung meminta tamunya duduk, pejamkan kesuksesan, keberlimpahan harta dan mata, dan hanya perlu mendengarkan, kasih sayang dan menghambat kita untuk memikirkan dan merasakan apa pun yang bahagia, maka Tuhan telah melengkapi Guru katakan. Guru meminta tamunya tiap kelahiran dengan tiga kekuatan prinmembuka diri, tidak bertanya, tidak sip rahasia, yaitu TERBUKA, MENGALIR, menjawab, dan hanya mengikuti apa pun TERSENYUM. yang Guru katakan. Setelah sekitar satu Jika kita seorang yang terbuka dan menit memberikan pencerahan jiwa, tiba membuka hati maka tiap saat akan tiba wanita itu lemas dan rebah, wajahnya mampu mengikuti perubahan ruang dan mulai tampak sangat tenang, rilek dan mu- waktu dengan penuh kreativitas dan lai muncul senyum di bibirnya. Dua menit kecerdasan. Jika kita mampu memiliki kemudian Guru meminta wanita itu mem- jiwa yang mengalir bagaikan air maka buka mata, dan keajaiban sungguh terjadi segala rintangan sekuat batu pun tetaplah di depan mata semua orang yang ada di akan mampu diterobos oleh kekuatan ruangan praktek Guru yang adem. air. Jika kita mampu selalu tersenyum, Tiba-tiba pasien asing yang saat maka sesungguhnya kita telah mendatang benar benar seakan hancur dan gucap rasa syukur kepada Tuhan sang putus asa, stres dan mentalnya terganggu Pencipta atas apa yang terjadi adalah membuka mata. “Dimana saya, apa kehendakNya. Inilah kuasa Tuhan yang yang terjadi, kok semua bagian tubuh tentu merencanakan sesuatu dengan saya dari kepala sampai keujung kaki kesempurnaanNya. Setelah diadakan di ringan tanpa beban, pikiran saya sangat seluruh wilayah Indonesia dari daerah senang, jiwa saya sangat tenang, tubuh Jawa sampai daerah Sumatra kini Seminar saya sangat nyaman,” katanya heran. Dahsyat ini diadakan di Bali. Lalu dia bangun, melompat lompat riang, Jika ingin mengetahui secara detail tertawa lepas, dan berteriak yes..yes bagaimana mengenali dan mengaktifkan saya sembuh, lihat saya telah sembuh ketiga rahasia tersebut maka Guru Mangdan normal, sambil mengucapkan rasa ku Hipno akan memaparkan dengan cara syukur menunduk sambil menyentuh sangat sederhana dan akan membawa kaki Guru. “Maaf, Anda berada di tempat perubahan besar saat Anda mengambil Guru, tadi Anda datang dalam kondisi sebuah keputusan atas jalan hidup Anda. yang benar benar kacau, menangis tanpa Detik demi detik pencerahan jiwa dan henti, kadang berteriak dan menyeret penyadaran dari Guru akan menyadarkan kaki, Anda menderita psikosomatis, sakit dan membawa Anda ke dalam keajaiban karena perasaan Anda terganggu dan ketiga rahasia tersebut. “Untuk itu ikutlah Anda kehilangan rasa tenang dan jika sakit bergabung dalam seminar kami “ kata seperti ini maka obat apapun digunakan Guru Mangku Hipno. untuk menyembuhkan akan sangat sulit, karena sakit Anda adanya di bagian rasa, DOSA DAN DOA bagian yang tak mampu terdeteksi oleh Disamping ketiga rahasia terdalam alat apapun dan secanggih apapun. Sakit tadi, sesungguhnya ada dua hal yang

S

Peserta workshop selalu membludak

juga dapat menghambat kesembuhan dan cita-cita serta keinginan kita, sehingga sebuah kesembuhan dan cita-cita hanyalah menjadi keinginan yang abadi. Banyak orang tanpa sadar telah berbuat dosa dan celakanya tanpa disadari dosa itu sesungguhnya akan menjadi beban yang cukup menyita tempat dalam relung hati terdalam. Bayangkan berapa banyak dosa yang kita miliki sejak kecil, baik dosa kepada Tuhan ketika kita melanggar ajaran agama, dosa kepada orangtua kita sendiri baik kepada ibu ataupun kepada bapak, dosa kepada sahabat dan dosa kepada orang orang terkasih kita, dosa kepada pertiwi juga dosa yang lainnya. Inilah sesungguhnya sumber penyakit yang dahsyat, karena segala bentuk dosa menghilangkan kesenangan, ketenangan, kenyamanan kita dan rasa bersalah di hati ini akan membebani Anda dan membuat hidup Anda terlalu berat untuk dijalani seumur hidup. Seperti kita tahu bahagia itu letaknya di hati, maka pengendapan dosa-dosa inilah yang akan mengurangi bahagia Anda dan secara perlahan menghilangkan kemampuan berpikir, kepekaan rasa Anda sehingga berpotensi kena penyakit cemas, ragu, bingung, kehilangan percaya diri, kehilangan fokus, depresi, stres, kolesterol/hipertensi, serangan jantung, rematik, artthretis/peradangan sendi, stroke/penyumbatan pembuluh darah, nyeri punggung, insomnia/susah tidur, gangguan tulang belakang bagian bawah bahkan sampai penyakit ginjal serta penyakit yang paling susah terdeteksi yaitu psikosomatis. Apalagi di zaman ini menurut hasil survei bahwa 90% penyakit yang diderita kebanyakan bersifat psikis (pikiran dan perasaan/mental). Tuhan bekerja secara diam diam bagi mereka yang berdoa tulus dalam keikhlasan. Doa adalah cara menemukan kesembuhan dan kesuksesan serta kebahagiaan terbaik setelah kita bekerja keras dan mensyukuri kesehatan kita. Doalah yang menyempurnakan pekerjaan kita sehingga berhasil baik. Namun, tidak banyak yang memahami bagaimana berdoa yang baik sehingga doa kita sampai di alam kebenaran (Satyam) dimana dipercaya apapun yang kita doakan segera terkabulkan. Doa yang baik adalah doa yang didasari oleh rasa ikhlas, niat yang tulus dan hati yang bersih. Doa seseorang yang cepat terkabulkan adalah doa orang orang yang memiliki sifat Satvik, yaitu berpegang gaya hidupnya pada kebenaran, kesucian dan keindahan (satyam, siwam, sundaram). Bagi seseorang yang memiliki sifat Satvik maka doanya menembus alam Bhur, Bwah, Swah, Mahah, Janah, Tapah, Satyam dipuncak kebenaran tertinggi yang diyakini sangat dekat dengan keberadaan cinta kasih Tuhan. Namun, bagi mereka yang hidupnya penuh dengan dosa, penuh dengan kemalasan, penuh dengan ambisi, penuh dengan nafsu dan penuh dengan kemarahan yang tak terkendali maka akan sangat susah doanya sampai ke alam satyam, sehingga untuk sebuah doa sederhana dipercaya melalui proses waktu yang sangat panjang sampai bisa terkabulkan. Untuk itulah Guru akan memberikan dan mengajarkan pemurnian diri (Yoga Pranayama Brahma Krya) kepada masing masing peserta sehingga terbebaskan dari segala beban dosa kemudian diberikan pencerahan jiwa dan memotivasi bagaimana cara terbaik untuk meringankan beban pikiran, perasaan dan tubuh Anda dengan bahasa sederhana dan sangat mudah dilakukan sehingga dapat menjadi penyelamat untuk masa depan Anda. Semua ini akan dibahas tuntas kalau Anda mengikuti seminar Guru. 9 CAKRA ADALAH PETUNJUK TUHAN UNTUK KEBERLIMPAHAN Seperti kita tahu tubuh manusia dilengkapi potensi yang luar biasa oleh penciptanya, namun banyak dari mereka yang tak pernah ingin tahu, tak pernah memanfaatkan bahkan mengacuhkan potensi itu. Tuhan yang sesungguhnya

telah memberikan kesempatan sehat, sukses, keberlimpahan harta dan kasih sayang lalu berbahagia hanyalah lewat begitu saja tanpa dikenali, dan Anda masih mengatakan Tuhan tidak adil, Tuhan tidak sayang pada diri Anda dan segala keluhan lainnya. Padahal sesungguhnya yang terjadi Tuhan telah mengabulkan banyak keinginan dari hasil kerja keras dan doamu, sayang Anda melewatkan kesempatan menikmatinya. 9 cakra yang merupakan linggam 9 dewata dalam Tubuh kita adalah pembuka jalan menuju hal yang kita harapkan, sebagai penjaga dan pemelihara segala kebaikan yang kita telah miliki, dan sebagai penghilang atau penetralisir segala hal yang buruk yang terlanjur kita pelihara. Jika 9 cakra Anda dimurnikan maka tubuh, perasaan dan pikiran Anda akan membuat aura Anda menyala bagaikan kunang kunang di malam hari. Anda menjadi sangat menarik bagi siapa pun dan bagi rejeki. Untuk itu dalam seminar ini, Guru Mangku Hipno akan memurnikan 9 cakra Anda mulai dari cakra dasar linggam Dewa Brahma yang mengatur keberuntungan, cakra seks linggam Dewa Wisnu yang mengatur perasaan, cakra pusar linggam Dewa Rudra yang mengatur energi, cakra jantung linggam Dewa Iswara yang mengatur kemampuan berintuisi, cakra tenggorokkan linggam Dewa Mahesora yang mengatur kemampuan berbicara, cakra ajna linggam Dewa Mahadewa yang mengatur kemampuan berinspirasi dan berpikir, cakra kembar linggam Dewa Sambu dan Sangkara yang mengatur tentang pendengaran jujur, benar atau bohong, dan cakra mahkota linggam Dewa Siwa yang mengatur firasat serta kemampuan berspiritual. Jika semua cakra-cakra itu telah dimurnikan maka inspirasi KESEHATAN, KESUKSESAN, KEBERLIMPAHAN DAN

KEBAHAGIAAN akan muncul dari tempat yang selama ini Anda tidak pernah pikirkan dan bayangkan. Ketika 9 cakra dimurnikan Anda pun berpotensi mampu menjadi menyembuh untuk diri Anda sendiri, mampu meningkatkan imunitas diri dari serangan energi negatif, black magic bahkan jika Anda secara rutin berlatih meditasi cakra dan meyakini Tuhan diatas segalanya maka Anda mampu meningkatkan perlindungan diri atau imunitas diri dari serangan senjata saat Anda dalam ancaman. “Begitu banyak manfaat dan pencerahan jiwa yang akan Guru Mangku Hipno berikan dalam seminar kali ini. Maka sangat sayang jika Anda melewatkannya, karena kesempatan terbaik biasanya hanya datang sekali, inilah saatnya dalam waktu 2 jam saja Anda sembuh dari segala penyakit, Anda bangkit dari keterpurukan, bangun dari keputusasaan, menggantikan ketakutan menjadi keberanian, membuang malas, cemas, ragu, tak percaya diri dan hal-hal buruk lainnya lalu Anda akan menemukan jati diri Anda yaitu menjadi seseorang dengan pola pikir baru, bermental kuat, penuh rasa syukur dan menyakini Tuhan diatas segalanya sehingga hidup ini bermanfaat dan menjadi sederhana, tegas dan berani bertindak. Saat itulah hidup Anda ditaburi keajaiban seperti habis gelap terbitlah terang,” kata GMH KG Suatmayasa, SH, CH, CHt, MNNLP yang akan menjadi narasumber dalam seminar tersebut. GMH yang merupakan guru besar Brahmakunta Supranatural & Spiritual Modern Center, pendiri Brahmakunta Prana & Hypnosis Club, GMH Institut. Guru Mangku Hipno adalah seorang spiritualis, pakar prana, pakar hypnosis hypnotherapy, pakar metafisika, instruktur NLP, EFT, EQB, palmistri, motivator spiritual, profesional healer sosio medis dan heado theta.

SEMINAR DAN PENYEMBUHAN TERSPEKTAKULER TAHUN INI, DIADAKAN PADA: HARI : MINGGU, 12 April 2015 TEMPAT : GEDUNG PWI BALI . Jln. GATOT SUBROTO TENGAH LUMINTANG DENPASAR JAM : 15.00 S.D. 17.00 WITA HARGA TIKET : HANYA RP 350 RIBU DAFTARKAN DIRI ANDA SEGERA, TEMPAT SANGAT TERBATAS HANYA UNTUK 50 ORANG. Untuk info lebih lengkap tentang pembelajaran dan penyembuhan Hub: BRAHMAKUNTA CENTER PUSAT PEMBELAJARAN SPIRITUAL, SUPRANATURAL, METAFISIKA, HYPNOSIS HYPNOTHERAPI , PRANA DAN PUSAT PENYEMBUHAN SEGALA PENYAKIT PIKIRAN, PERASAAN (MENTAL), PERUBAHAN KARAKTER. D/A PERUMAHAN GUNUNG SARI INDAH, JL TUKAD BUANA 1 NO 61 KEBO IWA UTARA DENPASAR, 03618442823/085103112404, PIN BB 7FB63D85 Pembelajaran dan praktik penyembuhan tiap Senin s.d. Sabtu mulai pukul 09.00 s.d. 17.00 Untuk pesan antar tiket seminar hubungi : 1. 0361-8442823, 085103112404 (Brahmakunta Center) 2. 085738818906 (Jro Mangku Swandra) 3. 085238640217 (Jro Abuck) 4. 08563800133 (Jro Putu Anta) 5. 08123988724 (Jro Ayuk) 6. 08124681851 (Jro Musna) 7. 085738192585 (Jro Made Chung)


4

Mozaik

Edisi 843/ 6 - 12 April 2015

Kirab Meriahkan Hari Jadi Kota Gresik

Kirab Hari Jadi Gresik

Kereta kencana yang lain dinaiki anggota Forpimda (Forum Pimpinan Daerah) Gresik. Mereka yang naik kereta kencana tersebut yaitu Ketua DPRD Gresik, Sekda Gresik, Komandan Kodim 0817 Gresik dan Kapolres Gresik. Di belakang kereta kencana, tampak puluhan kendaraan hias beraneka bentuk. Mulai dari bentuk kapal dagang tempo dulu (Kapalnya Nyi Ageng Pinatih), gapura kerajaan Giri, miniatur gedung, dan lain-lain. Beberapa kendaraan lain juga dihias seperti berbentuk taman yang dilengkapi beberapa set sound system yang suaranya memecah keramaian penonton kirab. Kelompok seni

Edisi 843/ 6 - 12 April 2015

Menyongsong Peringatan Tambora Menyapa Dunia

21

Gelar Tambora Classical Concert Aku tak pernah tahu siapa yang berikan nama padamu. Menjulang tinggi anggun berdiri seakan menopang langit. Dari jauh kebirua-biruan diselimuti kabut didekati ternyata, hijau lumut pekat merimba. Berjuta rasa kau simpan dalam. Berjuta cerita kau simpul erat. Berjuta hembusan kau tetap tegar berdiri. Berjuta kerontang kau alami juga. Oh Tambora tepat waktu untukmu, tak terduga untukku. Meletus menggoncang jagat, menggelegar menyapa dunia. Sebelas April satu delapan satu lima. Oh Tambora, sampai kini tegar berdiri, indah anggun mempesona penuh kenangan selamanya, Ta...mbora...

Meski diguyur hujan lebat, prosesi hari jadi kota Gresik tetap meriah. Acara yang dihelat untuk memperingati hari jadi kota Gresik ke-528 ini berlangsung semarak. Ribuan masyarakat Gresik memadati tempat berlangsungnya kirab, Senin siang (9/3). Rekonstruksi penobatan Prabu Satmoto yang dilanjutkan dengan kirab menuju pendopo Bupati Gresik, disutradarai oleh ahli sejarah Gresik dan juga seorang Kyai, yaitu Kyai Haji Muchtar Jamil. Bak pagelaran drama kolosal, Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Sambari-Qosim memimpin rombongan kirab. Keduanya berpakaian baju gamis warna putih bersurban dan mengenakan penutup kepala ala seorang Sultan Jawa zaman dulu. Sambari-Qosim mengendalikan kuda kereta kencana, sementara didalamnya duduk isteri Sambari dan istri Qosim layaknya permaisuri.

dan tarian mengikuti dibelakangnya sambil memainkan atraksi baik itu tari, nyanyian, serta kesenian tradisional Pencak Macan, Reog, Jaranan, Tayub serta beberapa kesenian lain. Menurut Bupati Sambari Halim Radianto, kegiatan ini merupakan bagian dari promosi daerah. “Meski jauh dari sempurna, namun kami berharap agar masyarakat Gresik tahu sejarah, terutama saat berdirinya Gresik yaitu tanggal 9 Maret 1487 sebagai penobatan Prabu Satmoto. Kami bertekad agar kegiatan yang bernafaskan Islam ini bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ungkap Sambari sebelum menaiki kereta kencana. Tentang kegiatan ini, Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim menyatakan kegiatan ini bagian dari syiar Islam. Melalui kegiatan ini kami mengajak masyarakat untuk menghormati leluhur kita yaitu Prabu Ainul Yaqin. “Dengan penghormatan ini kami berharap berkah Allah. Selain itu kami ingin mengajari masyarakat untuk bersyukur kepada Allah dan membangun kebersamaan,” tambah Qosim. Melihat kemeriahan kirab budaya tersebut, Siti Kholifah (31) warga Klangonan menyatakan trenyuh dan senang. Kirab yang diadakan setahun sekali ini tampaknya menjadi hiburan khusus yang paling ditunggu-tunggu masyarakat sekitar Giri Kebomas. Hal senada juga disampaikan Fuad, warga Giri yang menyatakan dirinya senang mengikuti acara ini.“Saya sudah 4 kali mengikuti acara ini dan selalu mengabadikan kegiatan ini,” ujarnya sambil jeprat-jepret dengan kamera yang dia bawa. -Samudera Ghozuwan

Mandalika

Wakil Gubernur NTB, H. MUH. amin, SH., Msi., menandatangani buku Tambora Sampai ke Kita dan CD lagu Tambora Menyapa Dunia

Baju Pengantin Bekasri khas Lamongan

Baju pengantin khas Lamongan mulai diperkenalkan lagi. Peragaan baju pengantin disuguhkan di hadapan ratusan wanita pengusaha di Lamongan yang tergabung dalam Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Lamongan. Pengantin Adat Bekasri adalah baju adat pengantin khas Lamongan. Peragaan busana pengantin dibarengkan dengan pelantikan pengurus Iwapi, di pendopo Pemkab Lamongan, Selasa lalu. Ketua Dewan Pengurus Daerah Iwapi Provinsi Jawa Timur Wiwik Sunarti, melantik kepengurusan DPC Iwapi Kabupaten Lamongan periode 2014-2019 dengan Ketua Sri Wahyuni. Salah seorang budayawan Lamongan, Eko Budi Sugiarto menjelaskan Bekasri berasal dari kata “beg” yang berarti penuh dan “kasri” yang berarti indah yang jika digabung menjadi penuh keindahan. Ditambahkannya, Pengantin Bekasri menggambarkan suasana kerajaan atau tumenggungan di Lamongan pada masa lalu. Dalam pakem Bekasri, kedua mahkota baik mempelai pria maupun wanita yang dihiasi oleh cunduk mentul atau kembang goyang yang seraya bergoyang saat berjalan menggambarkan kegembiraan diantaranya keduanya. Kedua mempelai, lanjut Eko, menggunakan sumping (mawar melok) dan untaian bunga melati, yang merupakan maskot Lamongan, berujungkan kembang kanthil. “Maknanya, dalam mengarungi bahtera rumah tangga agar selalu berperilaku terpuji sehingga namanya harum di tengah masyarakat,“ katanya. Selain itu, mempelai juga menggunakan badongan (kalung) bertahtakan permata bermotif lung-lungan (pohon gadung) selur yang banyak didapati sebagai hiasan makam atau gapura Sendang Dhuwur. Warna dasar baju pengantin yang berwarna hijau menyimbolkan kemakmuran. Sedangkan hiasan warna kuning keemasan menyimbolkan kejayaan dan kewibawaan. -Samudera Ghozuwan

Jalan sehat yang diikuti ribuan orang dalam menyambut event Tambora Menyapa Dunia

L

agu berjudul Tambora Menyapa Dunia yang diciptakan oleh Simon Matulessi dan

Dae Udin, mengalun mengalir dalam alunan suara Devy Elthia Yurine, saat diluncurkan pertama kali beberapa waktu

lalu. Lagu ini diluncurkan dalam sebuah Tambora Classical Concert, menyongsong peringatan dua abad meletusnya Gunung Tambora 11 April 2015, yang bertajuk Tambora Menyapa Dunia. Konser musik klasik yang digelar di Lapangan Bumi Gora halaman Kantor Gubernur NTB ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi NTB bekerjasama dengan Mataram String Institut. Even ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Tambora Menyapa Dunia. Pa n g g u n g d e n g a n p i j a r

lampu warna warni menggelorakan konser dengan musik-musik klasik karya komposer-komposer dunia, salah satunya Bethoven. Tidak itu saja, konser musik ini juga mengangkat tema-tema lokal dengan lagu-lagu daerah NTB, seperti Poto Tano dari Sumbawa, Dambe-Dambe dari Bima dan Kadal Nongak lagu daerah Lombok. Ratusan penonton memadati h a l a m a n Ka n t o r G u b e r n u r NTB, menyaksikan konser musik dari Komunitas Biola Mataram. Panggung utama dengan layar besar menjadi background utama, silih berganti menampil-

kan secara visual eksotisme pariwisata dan kekayaan budaya NTB. Tiga kegiatan dalam menyambut peringatan Tambora Menyapa Dunia ini, menghangatkan persiapan menuju puncak peringatan April mendatang di Doro Ncanga Dompu, yang rencananya dihadiri oleh Presiden RI, Joko Widodo. Selain konser musik klasik dan peluncuran lagu Tambora Menyapa Dunia, diluncurkan pula sebuah buku yang mengangkat tentang Tambora dan geliat aktivitas lingkar gunung Tambora setelah dua abad erupsi besar gunung ini, berjudul Tambora Sampai ke Kita. -Naniek I. Taufan

Muh. Amin, SH., M.Si. Konser musik klasik dan peluncuran buku serta lagu bertema Tambora ini meninggalkan kesan bagi para penonton yang tampak tidak langsung berajak meski acara telah berakhir.

Sebuah kegiatan lain juga digelar melengkapi rangkaian penyambutan 2 abad meletusnya Tambora tersebut, yakni salah satu tradisi masyarakat Lombok, pagelaran wayang kulit Sasak. -Naniek I. Taufan

Tambora Classical Concert

Branding Nama Tambora Buku yang ditulis oleh Naniek I. Taufan ini memotret Tambora hari ini, dikonsep serupa catatan perjalanan dan penjelajahan Gunung Tambora secara keseluruhan, mulai dari lingkar Tambora, kaki hingga puncak dan dasar kawah terbesar di dunia ini, khususnya dalam bingkai pariwisata. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB H. lalu Mohammad Faozal, mengatakan selain konser dan peluncuran buku serta lagu bernuansa Tambora, kegiatan ini sekaligus memperkenalkan produk kopi NTB yang dibranding dengan nama Tambora. Sebelumnya juga telah

diselenggarakan kegiatan jalan sehat menyambut Tambora Menyapa Dunia yang diikuti ribuan orang, di Mataram, NTB. “Kawasan Tambora memiliki potensi yang luar biasa baik dari sektor pariwisata maupun sumberdaya alamnya. Kawasan ini betul-betul berisi dan mengandung berbagai potensi yang luar biasa. Potensi ini harus bisa dieksplorasi dan kita pasarkan menjadi sebuah destinasi yang unggul di Nusa Tenggara Barat,” ujar Faozal. Tambora Menyapa Dunia adalah tagline promosi pariwisata NTB untuk menarik minat wisatawan berkunjung

ke NTB, khususnya ke Pulau Sumbawa. Kegiatan Tambora Menyapa Dunia terus diwarnai beragam kegiatan hingga akhir tahun 2015 mendatang. “Ini merupakan event budaya yang menitik beratkan pada pernak-pernik keunikan dari Gunung Tambora yang meletus pada 200 tahun yang lalu. Tambora adalah sebuah anugerah yang luar biasa. Meski letusannya pernah menyebabkan malapetaka, tapi dibalik itu ada potensi yang bisa kita eksplor untuk memajukan pariwisata dan perekonomian daerah kita hari ini,” ujar Wakil Gubernur NTB, H.


22

Sosialita

Figur

Edisi 843/ 6 - 12 April 2015

Kadek Wirati

I Gusti Ayu Mas Sumatri

Klik dengan Politik

Bertekad Karangasem Bersih dan Bermartabat I Gusti Ayu Mas Sumatri merupakan tokoh masyarakat Kabupaten Karangasem yang dikenal luas sebagai anggota DPRD Kabupaten Karangasem dan istri seorang pengusaha terkenal Gusti Made Tusan. Sebelum terjun ke dunia politik, perempuan yang biasa disapa Bu Mas ini merupakan sosok ibu rumah tangga yang aktif dalam kegiatan organisasi.

B

erbagai organisasi kewanitaan berhasil ia pimpin, mulai dari organisasi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Daerah Karangasem periode 20052010 dan ketua Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Karangasem periode 20102015. Selain aktif di organisasi kewanitaan, lulusan S2 bidang sosial ini juga terlibat dalam dunia politik sebagai wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Karangasem bidang Pemberdayaan Perempuan dan Olahraga periode 2005-2010 dan terpilih kembali untuk menduduki posisi yang sama periode 2010-2015. Jabatan tersebut berhasil diemban sebagai bentuk konsistensinya di dalam berorganisasi. Dengan pengalaman berorganisasi tersebut, Bu Mas kemudian terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Karangasem. Jabatan sebagai wakil rakyat berhasil ia emban selama dua periode. Perjalanannya menggapai posisi anggota DPRD Kabupaten Karangasem diiringi dengan prestasi yang membanggakan yakni berhasil meraih suara terbanyak pertama di Kabupaten Karangasem. Kunci keberhasilan Bu Mas menggapai keberhasilan dalam berorganisasi dan berpolitik tak lepas dari dukungan keluarga termasuk suami tercinta. “Dukungan ini membuat saya makin mantap melangkahkan kaki lebih jauh di dunia politik,” ujar Bu Mas yang tengah mempersiapkan langkahnya menjadi bakal calon kepala daerah Kabupaten Karangasem periode 2015-2020 dari PDIP ini. Ia terjun menjadi bakal calon Bupati Karangasem bukan atas keinginan pribadi semata. Besarnya dukungan masyarakat Kabupaten Karangasem yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Terpadu (GMT) menjadi pendorong utama langkahnya menuju

kursi Karangasem 1. Dorongan tersebut tidak bisa diabaikan begitu saja oleh Bu Mas karena merupakan sebuah amanat yang harus dijalankan. “Bu Mas merupakan sosok yang bersahaja dan keibuan yang menjadi salah satu alasan bagi GMT mendukungnya menjadi bakal calon bupati,” ujar Ketua GMT I Wayan Artha Dipa, S.H., M.H. Selain itu wawasan dan pengalamannya yang kerap menjadi perbincangan ha­ ngat di beberapa media dan masyarakat luas juga menjadi alasan lainnya. GMT meyakini Ayu Mas Sumatri sebagai calon kuat dalam pilbup Karangasem. Pengalaman di partai politik selama belasan tahun dan menjadi anggota DPRD Karangasem selama dua periode diyakini GMT yang terdiri dari tokoh masyarakat, akademisi, politikus dan kalangan birokrasi tersebut menjadi mo­ dal memenangkan pertarungan. GMT juga menginginkan agar ada srikandi yang maju memimpin Karangasem. Masyarakat Karangasem sangat membutuhkan figur pemimpin yang lemah lembut seperti srikandi. Srikandi yang satu ini dianggap sudah memiliki kedekatan dengan masyarakat Karangasem melalui berbagai kegiatan sosial yang sering dilakukannya baik ber-

Edisi 843/ 6 - 12 april 2015

I Gusti Ayu Mas Sumatri bersama Ketua GMT I Wayan Artha Dipa

sama ­organisasi wanita maupun suami tercinta. Bu Mas sudah terbiasa turun ke lapangan menemui masyarakat untuk memberikan bantuan sembako hingga bedah rumah bagi warga miskin. Kegiatan sosial yang dilakukannya tak hanya di satu kecamatan saja, melainkan merata ke seluruh kecamatan di Kabupaten Karangasem. Pengalaman tersebut dijadikan dasar untuk mendukung Bu Mas di pilbup Karangasem. Semangat dan dorongan yang bermunculan tersebut kemudian dijadikan pemicu bagi Bu Mas untuk memantapkan langkahnya menjadi bakal calon Bupati Karangasem periode lima tahun ke depan. Keputusan ini menjadi sebuah yadnya baginya karena dengan menduduki posisi Karangasem 1, dirinya bisa berbuat lebih banyak lagi untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Karangasem. Bu Mas optimis bisa memenuhi harapan masyarakat di Kabupaten Karangasem apalagi didukung oleh rekomendasi dari partai pengusungnya. Selain lebih mendekatkan diri dengan konstituen dan masyarakat luas, ia juga tengah

mengumpulkan semangat dan kesehatan untuk menyongsong perhelatan pilbup Karangasem. Dalam perjalannya nanti, Bu Mas sangat mengharapkan sosok pendamping yang memiliki pengalaman yang sudah diakui oleh masyarakat. Sosok pendampingnya juga tidak boleh memiliki cedera seperti korupsi ataupun kasus lainnya. Persyaratan tersebut sangat mutlak bagi Bu Mas untuk meringankan bebannya dalam menggapai posisi Bupati Karangasem. Pasangan tersebut menurut Bu Mas kini sudah ada tinggal menunggu keluarnya rekomendasi dari partai politik pengusung. Pasangan dengan bibit, bebet, dan bobot yang sempurna akan makin memantapkan langkah Bu Mas ngayah untuk mewujudkan Karang­asem yang berwibawa dan memiliki masyarakat yang sejahtera. Bu Mas menyatakan legowo dan siap ngayah untuk kepentingan Karangasem de­ ngan mewujudkan pemerintahan yang bersih dan transparan. Dirinya juga menegaskan siap kalah ataupun menang dalam pertarungan nanti, sebagai bentuk komitmennya terhadap Karangasem.

Awalnya, sedikitpun tak berpikir, akan masuk ke ­ranah politik. Semuanya mengalir bagai air. Perempuan ­bernama lengkap Dra. Kadek Wirati, M.H., malah ­merasa klik, dan sangat enjoy menikmati tugasnya sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali ini. Ia mengatakan, semua yang dijalani penuh ­keseruan. Seperti apa?

“S

etamat kuliah, saya kerja di bank. Jabat­ an sebagai sekretaris dan Human Ressources Development ,” kisah perempuan kelahiran 22 Juli 1964 ini. Lima tahun berkiprah di bank, ia memutuskan berhenti bekerja ­setelah menikah. “Saya diminta suami, m e m ­b u k a usaha sendiri agar lebih banyak waktu untuk bermasyarakat. Saya maklum karena menikah dengan keluarga puri,” tutur istri A.A. Ngurah Rai Santika yang dikenal sebagai ­K etua ISSI Ko t a D e n pasar dan ketua beberapa Ormas/ LSM, dan sampai saat ini masih menikmati hobi olahraga m ­ otorcross dan sepeda gunung. Awalnya, Wirati membuka usaha pro­ perti. Namun, karena kondisi lesu, ia ber­ alih membuka usaha restoran. Namun, usaha bisnis ini akhirnya tutup juga, karena kelesuan pasar akibat dampak Bom Bali. Otomatis waktunya hanya difokuskan pada kegiatan adat manyamabraya di puri. Tahun 2003, ada yang menawarkan, untuk mengisi waktu luangnya menjadi staf sekretariat pengawasan pemilu (panwaslu). “Saya pikir itu sangat menarik.

Walau ilmu saya ekonomi manajemen, tak ada salahnya belajar ilmu hukum,” kata Wirati tentang kiprah awalnya, mulai klik dengan politik. Walaupun ia ditempatkan sebagai staf, namun, paling tidak ada urusan keadministrasian yang ia pelajari menyangkut perpolitikan. Dari belajar membuat laporan, belajar aturan, Wirati makin tertantang untuk mengenal lebih dalam tentang politik. Tahun 2005, ia dipercaya menjadi sekretaris Panwaslu Kota ­Denpasar. Ta h u n 2 0 0 8 , ia berpindah ­m e n j a d i s t a f sekretariat Panwaslu Provinsi Bali, dan berpartisipasi dalam perhelatan pilgub 2008. Tahun 2009, ia tertarik mencalonkan diri menjadi Panwaslu Provinsi Bali. Namun, ia belum beruntung. Bagi Wirati, kegagalan itu tak mengurungkan niatnya untuk berpartisipasi dalam kancah politik di Bali. Ia ingin terus tetap belajar mengapa ia sampai tidak diterima, karena baginya, kegagalan adalah guru yang baik. Dengan banyaknya dorongan teman-temannya, ia mencoba

mengajukan diri untuk ikut menjadi pengawas pemilu menjelang pilkada Kota Denpasar. Ternyata, ia mengalami banyak rintangan. Walaupun sudah dinyatakan lolos tes tertulis menjadi 7 besar, nama­ nya tak termasuk dalam 6 besar. Padahal, dari semua kandidat, ­Wirati, satu-satunya perempuan. Dengan segala perjuangan, ia mencoba menyuarakan keter­wakilan suara perempuan. Usaha­nya itu, membuahkan hasil. Wirati, akhirnya terpilih menjadi ketua Panwaslu Kota Denpasar, pada pilkada tahun 2010.

3

Dibalik kesibukannya menjadi anggota pengawas pemilu, Wirati juga memiliki butik. Usaha itu dilakoni, mengisi waktu luangnya, jika tak ada perhelatan pemilu ataupun urusan adat. “Saya ini memang dasarnya tak suka diam. Masih ada waktu luang, saya gunakan untuk mengurus butik,” katanya sembari tertawa. Agar lebih memahami dan mengerti lebih dalam tentang aturan hukum, ia juga melanjutkan pendidikannya ke Magister Hukum. -ast

Kawal Quota 30% Perempuan Tahun 2012, ia kembali terpilih menjadi anggota Panwaslu Provinsi Bali untuk pilgub Bali 2013. Tahun 2012-2013, sebagai anggota Panwaslu Provinsi Bali, Wirati mampu mengawal hampir di seluruh Panwaslu kabupaten/kota, agar quota 30 % perempuan terisi. Dalam masa kerja Panwaslu, ia mendengar ada rekrutmen Bawaslu permanen di Provinsi Bali. Sayang sekali, ia tak lolos 6 besar. Namun, bagi Wirati, tak ada kata menyerah walaupun ia sempat gagal. Ia selalu tertarik untuk mencoba, tanpa menargetkan hasilnya. Ketika, ada beberapa orang teman mendorongnya untuk ikut berkompetisi dalam pemilihan anggota komisioner KPU Provinsi Bali, Wirati tergerak untuk ikut. Namun, ia tak terlalu ambisi dan malah mengatakan, tanpa target. “Lakukan saja, jangan melihat hasil,” ucapnya tentang prinsipnya itu. Tujuannya, hanya ingin meng­aktualisasikan diri , mengawal demokrasi itu kata kuncinya, dan ikut menyumbangkan pemikiran dalam kancah perpolitikan di Bali. Niat mulianya ini, ternyata berjalan mulus. Tahun 2013, tanpa hambatan yang berarti, langkahnya moncer masuk dalam 5 besar. Ia merasa sangat terharu, karena dari 5 orang anggota, ada 3 perempuan. Menurutnya, itu suatu terobosan yang luar biasa karena quota perempuan sudah melebihi 30%. Ia bertekad meng­ awal, agar quota 30 % perempuan bisa terpenuhi di setiap KPU kabupaten/kota di Bali. Bicara soal politik, bagi Wirati, banyak keseruan yang ia temui. Hambatan dan tantangan yang ia rasakan, memacunya semakin ingin terus untuk belajar. Bagi ­Wirati, kegagalan dalam mencapai ke­i nginan, bukan­l ah suatu yang harus ditangisi. “Justru, membuat kita harus menjadi lebih tertantang untuk mempelajari dimana kesalahan dan kekurangan yang harus dibenahi,” ucap perempuan yang selalu bersemangat dan murah senyum sebagai kiat jitunya tetap awet muda ini. Kesukaannya berorganisasi, ia sebut,

sebagai salah satu motivasinya berkiprah di politik. Disamping itu, latar belakang keluarga suami, yang membuatku makin tertarik berpolitik. Walaupun ia mengatakan, untuk saat ini, belum ingin ke politik praktis. “Banyak yang sudah meminang masuk partai, tapi belum ada keinginan. Jalani saja dulu di jalur independen, saya tidak tahu ke depan seperti apa,” kata Wirati sembari tersenyum. Kesuksesannya berkarier di luar rumah, juga ia sebut sebagai dukungan dari suami dan keluarga besar di puri, termasuk penglingsir puri AA. Gede Ngurah Kusuma Wardana. Latar belakang pejuang dari keluarga suami, dan sering mendengar kisah heroik terus menjadi motivasi bagi Wirati. Tentu, ia tak menampik banyak belajar dari suami dan keluarga besarnya. Perempuan asal Besakih, Karangasem ini, juga menambahkan, sejak kecil, ia sudah dididik kedua orangtuanya dengan selalu menjalankan kejujuran dalam setiap langkah. Hal yang sering ditekankan kedua orangtuanya, bagaimana ia bisa memberi tanpa mengharapkan balasan. Dari ibu rumahtangga biasa, akhirnya bergelut soal politik, dengan tantangan yang ia hadapi, ia anggap keseruan yang sangat menarik. Memang, ia mengakui, saat perhelatan pemilu kesibukannya luar biasa. Namun, hari-hari biasa, ia senang melakukan berbagai aktivitas. “Semasih aktif di panwaslu, saya sempat dipilih sebagai wakil ketua PKK Banjar Dajan Tangluk Kesiman, Denpasar Timur,” kata Wirati. Baginya, pemberdayaan perempuan bisa dilakukan dalam semua lini. Misalnya, mulai dari lingkungan PKK banjar. Ada beberapa gebrakan yang ia sudah lakukan seperti, mengajak para ibu-ibu membuat jajan bali. Pelatihan ini bertujuan agar membuka wawasan para perempuan dan memberi pemhaman banyak hal yang bisa dilakukan untuk menambah penghasilan. Kadang, ia mengajak para ibu mengumpulkan sampah barang plastik di banjar dan menjualnya ke agen pemulung. Dalam pandangannya, sebagai pengurus PKK, hendaknya mampu mening­ katkan SDM perempuan dengan cara mengaktifkan kegiatan di banjar. Banyak pelatihan bisa diberikan, seperti mema-

sak, atau membuat banten. Ia mengaku bahagia, bisa ikut berpartisipasi sebagai wakil ketua PKK di banjarnya selama tiga tahun. Bagi Wirati, dalam mengaktualisasikan diri dapat dilakukan dimana –mana. Di banjar pun, tempat yang sangat relevan untuk melakukan itu. Menurut­nya, pemberdayaan perempuan memang sebaiknya dimulai dari lini kehidupan yang terbawah yakni keluarga. Satu gebrakan teranyar dibuat Wirati. Ia melakukan yadnya dengan membuka toko banten. Tujuannya, agar banten yang dibuat sesuai ajaran Weda. Ia menghimpun 5 orang yang sangat piawai membuat banten. Ia mencoba memasarkan kepada beberapa orang teman yang memang ­karena kesibukan tidak bisa membuat banten. “Saya tergerak melihat ada te­ tangga atau saudara yang tidak bekerja, tapi memiliki potensi membuat banten. Saya coba membantu dengan membuatkan toko banten ini. Baru akhir Maret ini dibuka. Syukurlah, ada beberapa orang yang sudah tertarik untuk berpartsipasi membeli,” kata Wirati. Ke depannya, ia berharap, jumlah anggota terus bertambah sehingga makin banyak perempuan yang bisa meng­ aktualisasikan diri mereka dengan potensi yang mereka punya untuk membantu kesejahteraan keluarganya. Wirati berharap, dapat menjadi motivator bagi perempuan lain khususnya dalam bidang politik. Ia sangat ingin anak muda khususnya perempuan berani bersuara dan maju ke kancah politik. “Perempuan harus merebut kesempatan. Saatnya perempuan membuktikan kemampuan mereka,” tegas Wirati. Ia menilai, pemberdayaan perempuan juga dapat dilakukan dengan memberi motivasi dan semangat kepada perempuan untuk tertarik berkiprah di politik. Satu pesannya, semua memang tak bisa lepas dari dukungan keluarga dan juga suami. Karena itu, ia mengingatkan, jagalah kepercayaan suami dan keluarga karena itu modal utama perempuan bisa berkiprah. Ia menambahkan, filasafat Tri Kaya Parisudha jangan dilupakan. Berpikir, berkata, dan bertingkah yang baik dan selalu memegang komitmen dan konsekwen dalam segala hal. -ast


2

Ekspresso DAri daPUr Redaksi

GORO-GORO

Edisi 843/ 6 - 12 April 2015

Akik masih Menarik Demam batu akik yang melanda Indonesia menjadi hal yang habis diperbincangkan. Mulai dari kalangan masyarakat perdesaan hingga pejabat pusat membicarakan akik. Ada yang pamer akik sampai jemarinya dihiasi cincin akik yang konon bertuah. Tessy adalah salah satu public figure yang kerap memamerkan akik yang dimiliki. Tiap ada acara yang diperankannya, jemari Tessy dipenuhi akik. Ada juga pejabat yang gontaganti cincin. Alasannya, tergantung keperluan dan menyesuaikan dengan penampilan. Ada orang yang meyakini, dengan membawa akik, mereka bisa mendapat energi tambahan. Ada rasa percaya diri sehingga menjadikan penampilan lebih mantap. Ada juga yang menjadikan akik hiasan semata karena orangorang sedang demam akik. Demam batu akik yang melanda Indonesia ini sebenarnya

Suasana bursa batu akik

bukan hal baru. Sejak zaman dulu, orang-orang sudah menjadi batu akik sebagai koleksi. Tuah dari masing-masing batu itu berbedabeda, tergantung keinginan si empunya. Ada yang ingin terlihat berwibawa, ada yang menggunakan untuk aktualisasi diri, ada yang menggunakan untuk penarik perhatian lawan jenis, dan masih banyak tuah. Percaya atau tidak, kembali kepada masing-masing pengguna akik. Beberapa pengamat batu akik mengatakan batu akik merupakan batu alam yang mengandung unsur alam. Jika memang ada “jodoh” dengan batu alam itu, bisa saja batu itu menjadi

“Bom” Jeruk Basi Kejadian ini sudah terjadi sekitar bulan Januari. Hari sudah siang, waktu menunjukkan pukul 13.00. Seharusnya murid-murid sudah pulang semuanya, tetapi kelas 12 tetap berada di sekolah. Yah, itu karena hari itu diadakan pelajaran tambahan wajib bagi kelas 12 agar bisa menghadapi berbagai ujian yang akan datang seperti ujian pemantapan, ujian sekolah dan ujian nasional. Well, kami harus belajar keras mulai sekarang. Pelajaran tambahan dimulai pukul 14.00. Wah, masih cukup lama. Jadi aku dan teman-temanku memutuskan untuk istirahat di dalam kelas. Kebetulan juga hari itu sedang sedikit hujan gerimis, jadi malas deh keluar kelas. Untung tadi pas istirahat sudah belanja di kantin, jadi kami tetap diam di kelas sambil jajan dan ngobrol. Sudah 30 menit berlalu, ternyata waktu masih banyak tersisa. Kami mulai bosan dan mengantuk. Bahkan sampai ada yang sudah tidur di bangkunya. Ada juga yang masih asyik ngerumpi, ada yang SMS-an, BBM-an, selfie, main game, corat-coret buku, baca

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

novel, ada yang bengong, sampai dengerin musik pake headset. Aku asyik ngobrol sambil ketawa-ketawa dengan teman-teman, tapi kemudian kami mulai lelah dan berhenti. Kami kemudian larut dalam suasana kelas yang garing dan membosankan. Lalu aku bersandar di kursiku. Tiba-tiba ada suara, “Duaarrrrrrr!!!” OMG! Semua orang terkejut dan mencari-cari asal suara “bom” itu. Aku merasa bom itu dekat dengan tempat dudukku, aku pikir dari luar jendela, jadi aku membuka jendela tapi tidak ada apa-apa. Semua orang juga mencari-cari sumber suara yang mirip bom tersebut. Kemudian teman yang duduk di sebelahku mencium bau busuk mirip arak dan tangannya terciprat sesuatu. Aku baru menyadari ada cipratan oranye di atas mejaku. Lalu

milik kita. Ada beberapa hal yang dilakukan untuk mencari “jodoh” itu. Pertama, tiba-tiba muncul di hadapan kita. Ini kesannya mistis namun banyak yang mempercayai. Secara supranatural, ini memang benar-benar “jodoh”. Kedua, ada orang yang memberikan. Bisa jadi pemberian ini dibarengi dengan kompensasi atau barter. Atau, bisa juga diberikan secara cumacuma. Ketiga, membeli. Ini terjadi ketika niat ada dan uang ada. Tinggal transaksi, batu akik jadi milik kita. Demam akik juga menjadikan akik “naik daun”. Kepala negara peserta Konferensi Asia Afrika di Bandung akan dihadiahi batu akik jenis baturaja berwarna biru. Masing-masing kepala negara akan diberi 1 set yang terdiri dari satu cincin pria dan satu cincin wanita. Di sisi lain, pemberian akik untuk kepala negara ini menunjukkan pemerintah sudah mulai memperhatikan pengrajin batu akik. Akik tak hanya dibicarakan di emperen toko, tetapi sudah merambah istana para kepala negara. Jadi, akik memang tetap menarik.

temanku berteriak padaku,”eh, baju belakangmu basah!” aku juga baru menyadarinya. Lalu aku langsung membuka tasku yang ada di atas tempat duduk dan ternyata… Buku-buku basah dan bau, selain itu disana juga ada botol bekas minuman rasa jeruk. Ternyata ini penyebabnya! Minuman rasa jeruk itu sudah lama dan basi, dan masih bersisa sedikit. Mungkin ketika aku bersandar di bangku dan tas, botol itu tertekan dan isinya meloncat keluar. Karena ada udara dalam botol, tekanan itu menyebabkan suara yang keras. Karena penyebabnya adalah sebuah “botol minuman rasa jeruk”, teman-teman sekelasku malah tertawa terpingkal-pingkal. Ngantuk mereka hilang. Tapi aku punya masalah, tas dan bukubukuku jadi basah, sekarang bangkuku jadi bau dan aku jadi malu karena peristiwa ini. Sri Agung, Gianyar

BEGAL

Berita maraknya begal dan jambret di Jakarta, membuat pikiran Amat ngelantur. “Di zaman kita kecil dulu, juga ada begal,” kata Amat di warung, sembari makan rujak, “tapi alasannya beda dengan begal-begal sekarang!” “Bedanya apa, Pak Amat?” tanya tukang warung iseng menanggapi. “Bedanya, dulu orang membegal karena tekanan ekonomi!” “Sekarang juga, kan Pak?” Amat tengok kiri-kanan lalu melirihkan suaranya, “sekarang karena tekanan istri.” Tukang warung ketawa geli sambil mengedipkan matanya. “Betul, Pak Amat! Sekarang, sandang, pangan, papan saja, tidak cukup. Karena istri-istri maunya kelihatan kaya. Seperti apa namanya di TV itu, Pak?” “Kelompok sosialita.” “Ya itu!” “Dari rambut sampai ke alas kakinya bisa berharga miliaran. Bagaimana kaum hawa tidak ngiler!” “Betul! Tetangga punya motor, dia mau motor. Mau ditaruh di mana?! Tetangga beli rumah, dia juga mau beli rumah. Tapi giliran tetangga kawin lagi, kita distrap, satu bulan tidak ada jatah!” Amat tersenyum. Sementara tukang warung tertawa kesenangan. Tapi begitu muncul istrinya, ia langsung ganti pembicaraan. “Jadi Perdana Menteri Australia minta hukuman mati penyeludup narkotika itu dibatalkan, Pak Amat?” Amat tidak menjawab. Di rumah ia meneruskan diskusi dengan istrinya. “Ternyata orang tidak puas lagi hanya berkecukupan sandang, pangan, papan tok. Mereka juga ingin bergaya. Tidak cukup hanya rumah mereka maunya istana. Caranya ya jalan pintas, judi, korupsi dan begal!” Bu Amat tidak menanggapi. Amat terus ngoceh. “Selama tidak ada kesadaran bahwa: materi bukan segala-galanya hukum lemah, petugas lebih sibuk menjebak pengendara supaya melakukan pelanggaran, aksi begal dan jambret akan merambat ke Bali. Untung mayarakat bertindak. Ada begal yang dibakar mati. Aneh, Ami dapat kabar, ada SMS beredar, bahwa kelompok begal marah, mengancam akan membalas dendam. Malamnya, ada mahasiswa yang dibegal, tapi untung dia jago bela diri, kedua begal itu dihajar, setelah tergeletak dia tinggakan. Serem kan, Bu?” Bu Amat hanya mendehem! Dengan penasaran Amat melanjutkan “Apa sebenarnya yang menyulut aksi begal kambuh lagi?” Bu Amat mengangguk, lalu masuk kamar. Amat mematikan TV lalu menyusul ke kamar. Meski mata istrinya sudah terpejam Amat tahu itu hanya pura-pura. Ia terus bicara. “Bukan tak mungkin aksi jamret dan begal itu akan merambat ke mari. Kita akan mengalami pengadilan rakyat. Seram sekali, Bu. Jadi ....” Amat tertidur. Setelah terdengar ngorok, Bu Amat menatap wajah suaminya, lalu berbisik; “Aksi jamret, begal dan aksi apa saja yang kasat mata, pasti akan berakhir. Tapi begal yang tidak kasat mata, yang membegal milik kita yang juga tidak kasat mata, seperti keadilan dan kemanusiaan, tidak pernah kita ketahui kapan dimulai dan kapan berakhirnya, karena kita tidak merasa dibegal. Itu yang lebih serem, Pak.”

Putu Wijaya

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373 Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Metropolitan

Edisi 843/ 6 - 12 April 2015

Ruang Gerak

23

Jakarta Car Free Day

makin Sempit Jakarta Car Free Day (CFD) sudah tidak nyaman lagi. Setidaknya itu yang dikeluhkan oleh kebanyakan masyarakat Jakarta yang merasa terganggu karena perkembangan Jakarta CFD makin semrawut.

B

erbagai event ‘tumplek-blek’ di sana, mulai dari event olahraga, promosipromosi produk, acara seni budaya hingga demonstrasi. Belum

lagi para pedagang kaki lima yang menjajakan aneka dagangan, mulai dari baju, mainan hingga makanan. Mereka juga tak segan-segan menaruh bangku-bangku untuk duduk para pembeli. Walhasil,

Suasana Car Free Day di Jakarta

ruang gerak warga yang ingin bersantai dan berolahraga menjadi makin sempit bahkan tidak leluasa lagi saking ramainya. Pemandangan ini tentu berbeda dengan dua tahun lalu, ketika kawasan Jakarta CFD yang membentang dari Jl Thamrin hingga Sudirman, masih nyaman dan terasa nikmat bagi warga yang ingin berolahraga tiap Minggu pagi. Mulai dari pukul 06.00 hingga 11.00, masyarakat bebas beraktivitas di jalanan, seperti main badminton, bersepeda santai, jogging ataupun olahraga lainnya, bahkan menggelar eventevent kesenian atau sekadar kumpul-kumpul dengan teman. Jika pun tidak ingin berolahraga, misalnya hanya sekadar berjalanjalan, Jakarta Car Free Day tetap saja menjadi arena menyenangkan untuk dikunjungi. Tak heran kalau ajang CFD

ini menjadi begitu populer di Jakarta. Pengunjungnya bisa mencapai ribuan orang setiap minggunya. Di sana semua orang berbaur menikmati hobinya masing-masing. Di sana juga warga bisa menyaksikan para petinggi negara datang bersepeda, bahkan bisa menyapa Jokowi dari dekat, baik ketika ia menjadi Gubernur Jakarta, atau pun setelah kini menjadi Presiden RI. Warga juga bisa melihat para artis idola yang kebetulan datang berolahraga atau tengah menggelar acara. Suasana seperti itu tentu jarang mereka temui pada hari-hari biasa. Usia Jakarta CFD sudah 13 tahun, sekarang. Event ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2001 di Jln. Iman Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, pada saat Hari Bumi. Setelah itu setiap tahun CFD rutin digelar

memperingati Hari Bumi. Pada 2007, Jakarta CFD ditingkatkan menjadi tiga kali dalam setahun, dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta ditunjuk sebagai koordinator. Melihat perkembangan yang makin baik dan animo masyarakat yang luar biasa, acara ini pun ditingkatkan menjadi sekali dalam sebulan untuk kawasan Jl Thamrin-Sudirman, dan mulai 2008 digelar di lima wilayah kota sekali dalam setahun. Ketika Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta, ia pun membuat terobosan dengan menggelar Jakarta CFD di Thamrin-Sudirman tiap minggu. Tidak hanya itu, Jokowi pun rajin bersepeda ria di kawasan tersebut. Walhasil, pamor CFD pun makin melonjak, masyarakat dari berbagai penjuru berduyunduyun datang ke sana. –Diana Runtu

trasi khusus yang berbau politik. “Ya, tadi dalam rapat juga sudah dibicarakan, diminta untuk mengembalikan (CFD) seperti cita-cita awal. Kalau sekarang kan sering dipakai sebagai ajang politik. Nantinya, hal itu tidak boleh lagi. Acara-acara promosi juga harus berizin, “ kata Sekda DKI Jakarta, Saefullah, di Balaikota. Menurutnya, semangat awal dari digelarnya Jakarta CFD adalah untuk meningkatkan kualitas udara Jakarta, juga untuk warga

beraktivitas seperti olahraga dan bersantai. Namun belakangan, ajang itu kerap disalahgunakan. “Nantinya, kalau ada aksi harus ada izin dari kepolisian. Kegiatankegiatan yang akan digelar biasanya dirapatkan setiap Sabtu. Di sana juga akan dilihat apakah ada izin dari kepolisian atau tidak. Jadi nanti kalau yang tidak berizin akan ditertibkan,” jelasnya. CFD kembali ke ‘khitah’ itu yang dirindukan warga Jakarta. –Diana Runtu

Dikagumi Wali Kota London Dikeluhkan Warga Jakarta Jakarta Car Free Day sempat membuat Walikota London, Inggris, Boris Jhonson terkagumkagum itu, belakangan menjadi makin tidak karuan alias semrawut. Ruang untuk bersantai dan berolahraga menjadi makin mengecil karena terisi dengan banyaknya event di sana. Suasana justru menjadi mirip seperti ‘pasar’ karena banyaknya acara promosi produk dan iklan-iklan. “Jakarta Car Free Day sudah nggak seperti dulu. Kacau banget, orang jualan, demo, olahraga, semua jadi satu. Mau bersepeda santai aja susah, karena jalanan penuh dengan macam-macam acara. Sudah seperti pasar,” ungkap Firman, warga Jakarta Selatan, yang kerap bersepeda bersama kelompoknya. Apa yang diungkap Firman seolah mewakili keluhan banyak warga lainnya yang makin merasa terusik dengan kondisi CFD yang dirasakan makin tidak jelas. Apalagi akhir-akhir ini ajang CFD juga dipakai oleh kelompok-kelompok tertentu untuk berdemonstrasi.

Yang teranyar adalah demonstrasi terkait perseteruan Ahok dan DPRD DKI Jakarta terkait APBD 2015. Perseteruan ini berbuntut hingga ke para pendukung masingmasing yang rajin beraksi di acara CFD. Masing-masing berupaya meminta dukungan dari masyarakat dengan cara menggelar spanduk untuk tanda tangan warga. Arena Jakarta CFD memang sangat strategis. Betapa tidak, di sana ribuan orang berkumpul, wartawan berbagai media massa pun selalu standby memantau

berbagai kegiatan disana. Maka tak heran, seperti halnya berbagai produk berlomba-lomba berjualan disana, begitu juga berbagai demonstrasi baik yang berbau politik maupun masalah-masalah sosial-budaya, ramai-ramai demo menyuarakan aspirasi. Soal kesemrawutan itu ternyata juga menjadi perhatian Pemda DKI Jakarta yang menyebut akan segera melakukan penertiban terhadap pelaksanaan Jakarta CFD. Salah satu yang pasti akan ditertibkan adalah soal demon-

Para pedagang ikut meramaikan Car Free Day di Jakarta

Foto-foto: Gunawan Kartapranata


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tokoh Edisi 843 | Tokoh by e-Paper KMB - Issuu