Skip to main content

Tokoh Edisi 839 | Tokoh

Page 1

24

P

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

erkembangan teknologi peralatan kecantikan kini makin canggih. Seiring perkembangan zaman, tuntutan untuk bisa tampil lebih cantik dan menarik, sangat memungkinkan dilakukan. Salah satu perawatan yang kini banyak dicari adalah pengencangan vagina. “Beberapa penyebab kendurnya dinding vagina ini dikarenakan faktor bertambahnya usia, proses kelahiran bayi secara normal, dan menopause,” ungkap dr. AAA Laksmi Dewi B, Sp.KK., dokter konsultan Define Aesthetic Surgery & Beauty Clinic ini. Masalah vagina yang biasanya timbul karena faktor pertambahan usia, di antaranya vagina kendur atau vaginal relaxation syndrome (VRS) yakni berkurangnya kekencangan struktur jaringan penyokong vagina, yang menyebabkan vagina membesar dan longgar sehingga gesekan saat berhubngan seks nerkurang; stress urinary incontinence (SUI), yaitu suatu keadaan yang membuat seseorang tidak dapat menahan buang air kecil secara sadar yaitu pada saat batuk, bersin, perubahan posisi yang tiba-tiba atau saat berolahraga; tampilan bibir vagina (labia) yang melebar. Permasalahan tersebut bisa ditangani dengan laser untuk mengencangkan vagina. V spot menggunakan laser erbium YAG

Pengencangan Vagina dengan Laser

yang menghasilkan panas pada dinding vagina. Teknologi fraksional dapat memanaskan jaringan mukosa, submukosa dan bibir vagina (labia), sehingga terjadi pembentukan kolagen baru. Hasilnya, vagina menjadi lebih kencang, elastis, dan tampilan labia yang menutup dan cerah. Apakah ada rasa sakit selama tindakan laser? Dokter. Amy, demikian sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa setiap tembakan laser terasa seperti getaran hangat. “Laser vagina tightening ini sangat berbeda dengan pembedahan. Tindakan dengan pembedahan memberikan rasa nyeri serta waktu pemulihan yang jauh lebih lama. Tapi laser vagina, tidak. Tindakan dalam laser ini cukup nyaman dan tanpa rasa sakit. Pengolesan krim anastesi (pembaal) hanya diperlukan dalam pengerjaan labia. ‎​B ahkan, pasien dapat segera beraktifitas kembali sesudah tindakan laser,” jelasnya. Hanya ada beberapa syarat yang disarankan sebelum dan sesudah laser. Sebelum tindakan laser vagina sebaiknya melakukan pap smear, pastikan tidak ada keputihan, pemeriksaan urin dan uji infeksi menular seksual adalah normal, kemudian perawatan minimal dilakukan seminggu sebelum atau seminggu setelah menstruasi. Dan, setelah tindakan tidak disarankan melakukan hubungan seksual selama 1 minggu. “Jika dilakukan peremajaan labia (bibir vagina), yang perlu dilakukan pasien adalah mengoleskan krim antiseptik dan membiarkannya selama 24 jam. Jangan terkena air, setelah buang air kecil cukup seka dengan tisu dan oles kembali antiseptic. Gunakan pembalut segera setelah tindakan, hindari berenang, aktivitas berat, mandi berendam dan sauna selama seminggu, jangan menggaruk titik-titik hitam yang muncul pada

labia, dan hindari paparan sinar matahari langsung,” paparnya. Apakah ada efek samping dari tindakan laser? Dokter Amy menegaskan, V Spot (laser vagina) sangat aman dan tidak ada metode pembedahan yang menyebabkan perlukaan pada kulit. Sehingga risiko pendarahan, jaringan parut dan infeksi, akan sangat berkurang. Selain itu, sinar laser tidak menghantarkan radiasi yang berbahaya bagi kesehatan. Laser ini telah mendapatkan persetujuan dari Departemen Kesehatan RI dan lembaga FDA Amerika. Selanjutnya, tindakan laser ini bisa dilakukan sekali atau dua kali, tergantung dari tingkat beratnya VRS dan dilakukan dengan interval 30 hari. Namun hal ini tergantung dari diagnose dokter tentang kondisi pasien. Dari penelitian terbaru tentang keamanan dan efektivitas laser pengencangan vagina, dilaporkan 95% wanita dan 85% pasangannya merasakan perubahan pengencangan vagina dari level sedang sampai kuat, dan 95% pasien melaporkan peningkatan kepuasan setelah tindakan. “Jadi, temukan kembali momen intim berharga Anda dengan pasangan Anda,” ujar dr. Amy. LASER VAGINA DI DEFINE Laser Pengencangan Vagina (V Spot) ini, kini telah hadir satu-satunya di Bali, di Define Aesthetic Surgery & Beauty Clinic. Perawatan lain yang tersedia di Define adalah Bedah plastik (bleparoplasty/memperidah kelopak mata, mengencangkan wajah/fFace lift, memperindah bentuk hidung/rhinoplasty, memperindah tulang pipi maupun dagu, fat transfer untuk wajah/bibir,

liposuction/sedot lemak, breast enlargement/memperbesar payudara, breast lifting/ mengencangkan payudara, breast reduction, tummy tuck/mengencangkan perut,

hymenoplasty/perbaikan selaput dara, dan vaginoplasty/ tindakan bedah plastik yang dilakukan untuk memperbaiki selaput dara yang sudah rusak, gluteal implant/implant bokong, stemcell fat transfer). Ada juga Perawatan Kecantikan, seperti perawatan jerawat dengan laser, aquamid (Dermal Filler), botox injections, dermaroller, fruit acid peel, totok wajah, scar acne removal with Venus Viva, tatto removal, AFT (Advance Fluorescent Technology) untuk peremajaan kulit, AFT

(Advance Fluorescent Technology) untuk menghilangkan rambut, mikrodermabrasi, Oxygeneo Plus, Pengobatan kerontokan rambut dengan Platelet Rich Plasma (PRP), Terapi peremajaan Platelet Rich Plasma (PRP), Radio-Frequency (pengencangan kulit & pembentukan tubuh), Terapi pencerahan/pemutihan kulit, Produk-produk perawatan kulit, Terapi varises, Terapi stretch mark, Surgitron radiolase, TCA (Trichloracetic acid) Peel, Juvederm (Dermal filler), Silhouette Lift, dan Q-Switched Nd: YAG laser untuk rejuvenation dan kelainan kulit pigmentasi seperti bekas luka, tanda lahir, flek dan menghilangkan tato. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan menghubungi Define Aesthetic Surgery & Beauty Clinic, di Jalan Raya Puputan No. 188 Renon, Denpasar. Telepon 0361-247742, HP 0878 8327 9648. –ten


2

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

Ekspresso

DAri daPUr Redaksi

Beras

Indonesia dikenal sebagai negara agraris dengan lahan pertanian yang luas. Ini pun menjadikan Indonesia sebagai negara swasembada beras. Tetapi, kenyataannya beras masih diimpor. Kini kondisi lebih pelik lagi, harga beras terus melambung. Beras yang menjadi bahan makanan pokok orang Indonesia ini mengalami kenaikan Rp 2000 hingga Rp 2500 per kg. Kenaikan harga beras ini dialami masyarakat yang setiap hari mengonsumsi nasi. Jika biasanya mereka membeli sekaligus 25 kg, kini ada yang hanya bisa membeli eceran 1 atau 2 kg. Pedagang makanan pun mengalami dilema. Tak hanya beras yang mengalami kenaikan harga. Gas LPG ikut naik. Hal ini menyulitan pedagang makanan.

Kalau harga makanan dinaikkan, pelanggan bisa kabur. Kalau tak dinaikkan, keuntungan yang diraih sangat tipis. Pedagang beras ternyata juga mengalami kekhawatiran. Mereka tidak berani membeli beras terlalu banyak karena khawatir pembeli sedikit. Pedagang hanya menyetok secukupnya sambil menunggu harga beras stabil. Pemerintah mencoba mengatasi kondisi ini dengan mengadakan operasi pasar. Na-

mun, ini hanya solusi sementara. Harus ada upaya lebih lanjut untuk menyelamatkan petani yang sudah menghasilkan beras, masyarakat yang menjadi konsumen, serta pedagang yang menjadi penyalur dari produsen ke konsumen. Solusi yang bisa menjadi pilihan adalah mengurangi penggunaan beras dan beralih ke bahan makanan pokok lainnya, seperti ubi dan jagung. Kandungan gizinya setara. Jadi tak ada salahnya mencoba melakukan konversi ini.

“Ada Tilang Dimana Neng?” Kejadian ini terjadi baru-baru ini, saat musim hujan. Seperti biasa aku bangun pukul setengah enam pagi. Hujan di luar sana tidak begitu deras, tapi entah mengapa aku tak rela melepas selimutku yang hangat. Setelah membuka mata beberapa saat , aku pun memikirkan apa saja pekerjaanku pagi ini dan membayangkannya sambil tidur-tiduran dan akhirnya ketiduran. Mungkin karena sebelum tidur itu aku berkhayal tentang pekerjaanku itu, hingga saat tidur pun rasanya aku telah mengerjakan pekerjaanku. Aku merasakan aku merapikan tempat tidur, menyapu, mencuci, dan mandi. Semua itu terasa nyata telah kukerjakan. Lega sekali rasanya bisa melewati tahap aktivitas itu. Namun sayang beribu sayang. Kelegaan itu malah berubah menjadi kebingungan. Aku mendapati diriku masih berada di tempat tidur! Rambutku masih acakacakan, kamarku masih berantakan, lantai dan halaman rumahku masih kotor, dan kulihat di sudut kamarku cucianku menggunung. OMG! Aku bermimpi! Aku pun bertambah panik saat kulihat jam sudah menunjukan pukul enam lewat lima menit. Dengan tergesa-gesa aku pun mengerjakan semua pekerjaan itu. Dan,

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

kali ini memang nyata! Semuanya selesai pukul tujuh lewat beberapa menit. Aku pun bernafas lega. Dengan santai aku merias diriku untuk pergi kerja pukul setengah delapan nanti. Eh, aku lagi-lagi terbawa imanjinasi. Hahaha… bukannya melihat waktu , aku malah berkhayal menjadi seorang presenter, penyanyi, dan guru! Aku pun berdiri di depan cermin dan mulai berlaga menjadi presenter, lalu menyanyi, menirukan lagu di radio yang sedang kuputar. Aku tak peduli bagaimana suaraku yang penting fun dan tetap enjoy aja.. hehehe...Setelah merasa bosan bernyanyi, aku pun berakting sedang mengajari murid-muridku. Senang sekali aku melakukan hal itu hingga aku sampai lupa waktu. Huh. Sedang asyik mengajar, tak sengaja aku menoleh jam dinding kamarku menunjukan pukul 8 kurang 20 menit. Aku pun kaget! Aku langsung bergegas menyelesaikan make up itu , lalu sembahyang dan pamitan , kemudian berangkat kerja.

Sepanjang perjalanan aku merasakan ada sesuatu yang aneh. Rasanya ada sesuatu yang kulupakan. Aku pun memeriksa diriku sendiri dari ujung kaki hingga rambut. Takutnya salah pakai sandal atau salah kostum. Tapi semuanya perfect. Dengan percaya diri aku pun mempercepat langkah menuju tempat kerja. Eiiitt, astaga! Aku menjitak kepalaku sendiri. Sudah setengah perjalanan menuju jalan utama aku baru ingat. Motorku ketinggalan. Saking buru-burunya, aku telah melewati tempat parkir motorku dan malah berjalan lengkap dengan helm menutupi kepalaku. Dengan malu aku pun berbalik lagi untuk mengambil motorku. Saat itu aku tertawa sendiri dengan tingkahku. Astaga. Ini sih namanya bukan mengejar waktu, tapi malah bikin tambah telat. Untungnya tidak ada yang melihatnya. Kalau ada pasti aku malu sekali. Jalan kaki pakai helm? “Ada tilang dimana Neng?” Kartini, Bangli

GORO-GORO

nostalgia

“Apa yang paling mengesankan di tahun lalu?” tanya Amat pada istrinya. “Jokowi terpilih jadi presiden Indonesia yang ke-7!” Putu Wijaya jawab Bu Amat. Amat menggelengkan kepala, lalu mengulang pertanyannya dengan kalimat yang lain. “Apa yang paling istimewa di tahun lalu, yang membuat kita selalu akan terkenang?” Bu Amat ternyata konsisten. “Jokowi mengalahkan Prabowo dan jadi presiden RI ke-7!” Amat kesal. Tapi masih mencoba bertanya lagi. “Yang menyangkut langsung ke diri kita saja, Bu! Jangan politik terus! Apa yang selalu akan terkenang-kenang, yang terus teringat sepanjang tahun kambing ini?” “O, maksud Bapak, nostalgia?” “Betul! Apa yang akan kita nostalgiakan terus di tahun ‘embek’ ini?” “Ya itu tadi. Jokowi!” Amat kehilangan kesabaran. Ia berhenti bertanya, merasa istrinya masih konslet. Sejak pemilu, tak bisa diajak berembug santai lagi. Pikirannya terus tergenang politik. Habis makan malam, Amat ngerumpi ke rumah Pak Made. Tak terduga-duga Pak Made bertanya. “Pak Amat, kalau menoleh ke belakang, di tahun lalu, apa yang menurut Pak, paling penting?” Amat tertegun, heran, kenapa Pak Made menanyakan sesuatu yang sama dengan yang ia tanyakan pada istrinya?” “ Apa, Pak Amat?” Tiba-tiba Amat menjawab: “Jokowi.” “Yang nomor satu yang tak bisa kita lupakan.” “ Ya itu, Jokowi!” Pak Made, yang bersebrangan pilihan, langsung mengalihkan obrolan ke soal turunnya harga bahan bakar, yang tak diikuti turun tarif angkutan umum yang sudah terlanjur naik. Amat tidak tertarik. Hanya sebentar ngobrol, lalu ia cabut, pulang “Saya tahu, jawaban apa yang Bapak harapkan,” kata Bu Amat menyambut Amat. Amat tercengang. “Jawaban soal apa, Bu?” “Apa di tahun lalu yang akan jadi nostalgia kita terus di tahun ini.” “Oh, iya. Apa?” “Yang selalu kita harapkan, yang sampai sekarang belum jadi kenyataan!” “Ya, apa?” “Tapi apa yang dulu selalu kita harapkan, ternyata sekarang sudah tidak kita harapkan lagi. Bukan karena sudah terkabul, tapi sebab kita tak memerlukannya lagi. Ya kan, Pak?!” Amat bingung. “Ya, apa itu?” “Mana saya tahu. Tiap orang lain-lain!” “Tidak usah mikirin orang lain. Buat diri kita saja!?” Bu Amat menghirup nafas panjang. Ia mencoba mencari, memiih, menimbang, menguji sekali lagi, lalu memutuskan. Tapi akhirnya bingung. Amat tersenyum. Tiba-tiba saja ia menemukan jawaban. Lalu mencoba menolong istrnya dengan gumam: “Bu, tidak semua pertanyaan ada jawabannya. Ada pertanyaanpertanyaan yang sudah selesai atau yang sudah komplit tanpa jawaban. Jadi tidak semua pertanyaan harus dijawab, biarkan saja itu mengapung, karena dia sudah sempurna sebagai pertanyaan!” Bu Amat menghela nafas kembali, lalu menjawab, lirih. “Betul, Pak. Tidak semua harus dimengerti. Yang sepele bisa jadi sangat penting. Sebaliknya yang penting ternyata kemudian sepele, setelah lewat. Semua tergantung desa-kala-patra.”

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373 Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Mozaik

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

23

Camilan Brem Khas Madiun Saat masuk di Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun ternyata banyak dijumpai spanduk, poster maupun baliho tentang brem. Spanduk berbagai ukuran yang berdiri kokoh di depan masing-masing rumah warga dan bertuliskan berbagai merk brem.

W

arga desa ini sudah turun temurun menghasilkan berbagai rasa brem, seperti brem rasa coklat, stroberi, mocca, capucino dan lainnya. Namun, desa penghasil makanan camilan jenis brem ini, kadang mengalami pasang surut untuk tetap berproduksi. Disebabkan berbagai kendala, seperti harga ketan melambung, cuaca tidak memungkinkan (musim penghujan), juga yang lebih krusial soal permodalan usaha. Dari tahun ketahun pembuat brem Madiun makin menyusut. Dari semula mencapai 100 lebih, saat ini masih bertahan dibawah 75 orang. Mereka lebih memilih untuk bekerja di sawah, karena penghasilan sehari bekerja siap dinikmati oleh keluarganya. Apalagi, jika sepi permintaan brem baik dari toko oleh-oleh yang tersebar di Madiun, Ponorogo, Pacitan, Ngawi maupun Nganjuk. Mereka tidak bisa produksi, karena untuk

memaksakan diri produksi juga takut permodalannya tidak bisa kembali ditanganya. Sehingga, mereka memilih hanya menanti pesanan masuk saja. Agar tidak pasif, mereka ada saja yang menerima kerjaan dari pengusaha brem lainnya yang memang sedang banjir order pesanan. “Hal itu, kemungkinan juga tidak diimbangi dengan sumber daya manusia yang mumpuni. Contohnya soal harga brem yang tidak punya patokan yang standar, antara pengusaha satu dengan lainya, tidak merata. Sehingga terjadi perbedaan harga, dengan kualitas sama namun targetnya terpenting barang yang sudah diproduksi laku terjual,” ujar Yahya P, pemerhati home industry brem Madiun yang juga pemilik Brem Rumah Joglo. Banyak pengusaha yang tidak memikirkan soal kesinambungan permodalan untuk produksi berikutnya. Jika terjadi pengaduan harga oleh pihak pengelola toko kue maupun makanan lain, mereka tidak siap untuk menjaga kekompakaanya. Sebenarnya mereka punya

Sejumlah toples kecil berisi brem tester berbagai rasa

hak sebagai pemilik barang itu, mestinya harus tetap kuat untuk mempertahankan harga standar dari sentral brem yang telah disepakati. Namun, tidak berjalan mulus saat pihak toko membandingkan harga pasaran brem. Inilah titik kelemahan pengusaha brem, tidak kuat untuk beragumen di tingkat pasar. “Targetnya barang habis terjual. Sistem semacam itu, tidak akan kuat lama. Dengan permutaran waktu, terjadilan penyusutan pengusaha brem di Desa Kaliabu,” ungkap Yahya. TERGANTUNG RAGI TAPE Pengelolaan modal yang tidak dimanfaatkan dengan baik atau

Wali Kota Surabaya Raih Doktor HC

Walikota Surabaya Tri Rismaharini (tengah), saat foto bersama Rektor ITS Prof. Ir. Triyogi Yuwono (kiri) Rabu (4/3).

Berkat kontribusinya dalam managemen pembangunan kota, Wali Kota Surabaya dianugerahi gelar kehormatan doktor honoris causa (HC) dalam bidang manajemen pembangunan kota dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Rabu (4/3). Gelar kehormatan diserahkan Rektor ITS, Prof Ir Triyogi Yuwono. Gelar doktor HC ini merupakan gelar kehormatan honoris causa kedua dalam sejarah 55 tahun ITS tersebut. Gelar yang sama sebelumnya pernah diberikan ITS kepada Hermawan Kartajaya. “Tri Rismaha-

rini mampu mewujudkan manajemen kota dengan membangun Surabaya berbasis partisipasi warga,” kata Ketua Komisi ITS, Prof Ir Joni Hermana, dalam pembacaan surat keputusan sidang terbuka di Graha ITS. Ketua Dewan Senat ITS Prof Priyo Suprobo menambahkan, Risma memenuhi syarat prinsip green city dengan menyentuh aspek ekologi, sosial budaya, dan ekonomi. “Yang ini ternyata tidak termasuk kategori high cost, tetapi juga sustainable,” ungkapnya. Dalam pidatonya yang berjudul “Kota Hijau dalam Dimensi Inovasi dan Manusia”

Risma mengatakan keberhasilan dalam capaian ruang terbuka hijau (RTH) di Surabaya bukan hasil kerja semalam atau suatu kebetulan. Namun, merupakan jawaban dari tantangan perjalanan panjang dan upaya Wali Kota Surabaya sejak 1965. “Meski tidak semua Wali Kota memiliki prioritas sama terhadap pengembangan kota, landasan perencanaan dasar yang kuat dan implementasi dengan baik yang menjadi dasar keberhasilan. Adanya partisipasi dari semua pihak menjadi kunci dari keberhasilan,”papar Wali Kota perempuan pertama di Surabaya itu yang memiliki nama kecil Ririn itu. Risma mencoba mengombinasikan kenyataan di lapangan dengan teori. Ternyata teori di kuliah itu bisa dipakai. Itu sebenarnya bisa diaplikasikan, asalkan bisa mengolaborasikan kenyataan di lapangan dengan teori. Dalam acara penganugerahan, nampak hadir mantan Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, mantan Menteri Pendidikan Mohammad Nuh, perwakilan Forpimda, TNI, Polri, serta konsulat jenderal negara sahabat seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Jepang. -Antonius Andhika

dipergunakan sebagaimana mes- mungkin dijual dengan harga yang tinya, maka akan memberatkan sama dengan brem kualitas baik,” diri. Karena, mereka juga harus paparnya. membayar angsuran tiap bulanMemang, kata Yahya P, brem nya. Untuk menghindari terjadinya merupakan makanan camilan khas penyusutan pengusaha brem di Madiun. Brem yang diproduksi Desa Kaliabu, maka sebaiknya pun, berbagai macam rasa dan para pengusaha membuat kes- ukuran. Brem diproduksi dari epakatan bersama untuk harga tangan-tangan yang terampil dan standartnya. berpengalaman, tentunya juga “Jadi, setelah disepakati ber- mempuni kualitas rasa. Kualitas sama, maka jangan mudah diadu bahan utama, juga harus benaratau dibandingkan oleh pihak- benar kualitas ketan yang baik. “Ini pihak penjual semacam toko tidak lepas dari ragi tape, karena oleh-oleh, kue atau makanan sebagai bahan pembantu proses ringan yang tersebar di sejumlah fermentasi tape ketan,” katanya. daerah. Ini, demi kelancaran usaha -Ajun Ally juga. Pengusaha harus tetap optimis, brem yang dihasilkan oleh pengusaha di desa ini akan bertahan,” tegas Yahya, serius. Ia menjelaskan jika rasanya tetap dipertahankan, maka itu juga bagian dari menjaga khas keaslian brem yang pernah dibuat oleh nenek moyang mereka dulu. Untuk itu, para pengusaha brem tetap menjaga kualitas keaslian brem Madiun. “Tentunya, harga akan mengikuti dengan sendrinya. Jika rasa brem itu tidak Yahya P saat menunjukkan sejumlah tester brem enak, juga tidak berbagai rasa


22

Sosialita

Edisi 839/ 9 - 15 maret 2015

SOUL Reflection

Karya Bunda Arsaningsih Acara peluncuran dan bedah buku SOUL Reflection yang dihadiri lebih dari 150 orang di Bhumiku Balai Pertemuan Denpasar, Bali, dibuka dengan pembacaan puisi oleh seniman Bali Ni Nyoman Sani diiringi petikan gitar. Dilanjutkan dengan sesi bedah buku oleh empat panelis, yakni praktisi pariwisata Gilda Sagrado, Pemimpin Umum Denpost I Gede Suryawan, M.Si., Akademisi Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, SH, MH., dan perwakilan dari penerbit BIP, Redemptus Suhartono yang sekaligus memoderatori acara tersebut. “Kami bangga dan ini merupakan penghargaan bagi kami yang sudah dipercaya menerbitkan buku ini,” ungkap Redemptus Suhartono membuka sesi bedah buku.

Jakarta sebagai salah satu kota termacet di dunia, semua orang sudah tahu. Hasil survei Castrol Magnatec yang dirilis baru-baru ini menempatkan Jakarta di urutan kedua--- dari 78 kota--- kota termacet di dunia, sete­lah Istanbul, Turki. Hasil ini mungkin tidak terlalu mengejutkan, mengingat kemacetan lalu lintas di Ibukota Indonesia ini kian parah dari waktu ke waktu. Sekalipun ada penambahan jalan baru, namun kema­ cetan tetap saja parah. Salah satu penyebabnya adalah pertambahan jumlah ken­daraan yang jauh melampaui pertumbuhan jalan.

Komunitas nebeng dot com

L

alu apa yang harus dilakukan oleh masyarakat? Stress dan marah-marah setiap hari kepada Pemda DKI Jakarta yang seharusnya segera menyelesaikan persoalan yang sudah ‘berkarat’ ini, tentu tidak mungkin. Atau, melaksakanan imbauan Pemda DKI Jakarta agar meninggalkan kendaraan pribadi di rumah dan mulai membiasakan diri dengan angkutan umum, jelas saran ini tidak akan dituruti karena angkutan umum dinilai masih belum memenuhi harapan yang memungkinkan mereka beralih transportasi. Nah, di antara ‘debat’ tentang apa yang harus dilakukan, mungkin apa yang dilakukan oleh sebagian masyarakat yang seharihari beraktivitas di Jakarta, bisa dicontoh. Mereka-mereka ini bergabung dalam komunitas-komunitas nebeng yang bermunculan di Jakarta sebagai solusi menghadapi kemacetan lalu lintas. Kemacetan lalu lintas yang parah membuat ongkos perjalanan menjadi lebih mahal. Sebut saja biaya pembelian BBM menjadi meningkat. Dengan nebeng kendaraan orang lain, ongkos menjadi lebih irit juga tidak melelahkan karena tidak harus menyetir sendiri kendaraan. Lebih lagi, jauh lebih nyaman ketimbang harus berdesak-desakan naik angkutan umum. “Dua mobil menjadi satu mobil, hemat BBM 50%,” begitu slogan Komunitas Nebeng Dot Com yang didirikan sejak tahun 2005 lalu. Menurut pendiri komunitas ini, bukan hanya penghe-

matan yang dilakukan, tapi juga kegiatan ini ikut membantu mengurangi intensitas atau frekuensi penggunaan kendaraan kita. Komunitas yang kini telah memiliki anggota puluhan ribu orang ini, didirikan oleh Rudyanto yang melihat kemacetan lalu lintas di Jakarta kian parah. Ketika itu—saat lalu lintas macet--- Rudyanto kerap memperhatikan kendaraan yang hanya diisi oleh satu orang. Terlintas dalam benaknya, alangkah bagusnya jika ada penumpang lain dalam mobil bukan hanya seorang diri. Biaya perjalanan pun akan menjadi lebih irit. “Ya kalau dua mobil masingmasing disetir sendiri, lalu hanya digunakan satu mobil, kan menjadi irit BBM 50%. Apalagi waktu itu ada rencana kenaikan BBM,” ungkap Rudy. Ide ‘nebeng’ ini kemudian dikomunikasikan dengan dua temannya, sehingga lahirlah website ‘www.nebeng.com’ yang begitu diluncurkan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Dengan adanya komunitas ini, kata Rudy, banyak anggota yang tadinya menghabiskan banyak biaya untuk transportasi bisa menjadi lebih ngirit dan sisa dana yang tadinya dipakai untuk transportasi bisa dialokasikan ke pos lain. Soal keamanan, tentu saja menjadi pertimbangan utama dari pengelola. Maklum saja, sebelumnya mereka tidak saling mengenal. Artinya, mengangkut para penebeng ini tidak dilakukan secara sembarangan. Ada verifikasi data anggota terlebih dahulu. Jadi anggota harus diketahui identitasnya secara jelas, seperti alamat

3

Peluncuran dan Bedah Buku

Komunitas “Nebeng” Bermunculan di Jakarta

rumah, kantor, nomor telepon rumah, no telepon kantor, email, dll. Begitu pun penerima tumpangan, data-datanya harus jelas. Kini, hampir 10 tahun sudah komunitas ini berdiri. Jumlah anggotanya pun semakin banyak dan kegiatannya pun tidak sekadar tebeng-menebeng pergi dan pulang kerja, tapi berkembang kegiatan lain. Salah satunya adalah ‘tebeng-menebeng’ saat mudik, dll. Keberadaan komunitas ini makin dikenal masyarakat luas karena kerap dipublikasi media massa. Seiring dengan itu, bermunculan komunitas-komunitas serupa di Jakarta. Salah satunya yang juga memiliki anggota cukup banyak adalah ‘Nebengers’. Komunitas ini munculnya awalnya lewat cuitan Andreas di twitter pada Desember 2011.

Edisi 839/ 9 - 15 maret 2015

Perayaan Imlek Pelita Bangsa Perayaan Imlek 2566 dilaksanakan Sekolah Nasional Plus Pelita Bangsa, Jumat (6/3). Kali ini, perayaan yang diadakan tiap tahun itu mengambil tema “Presporous Throught Empathy and Affection” (sejahtera melalui empati dan cinta kasih). Peraya­ an yang dihadiri UPT Disdikpora Denpasar Barat, Himpaudi Denbar, Pengawas SMP Kota Denpasar, Jempiring Kindergarten Group, undangan lainnya, serta para orangtua siswa tersebut, diisi dengan pementasan kreasi dan seni anak. “Perayaan ini kami pakai sebagai wadah untuk mementaskan talenta anak. Di sekolah, bakat dan potensi anak kami gali agar bisa dikembangkan sesuai dengan bidangnya masing-masing,” ujar Ketua Yayasan Drs. Pintono Arief Priyono. –ten

Kala itu saat berkendaraan sendiri bermacet-macet ria di kawasan Senayan, Jakarta. Ia pun terpikir seandainya memiliki teman dalam mobil. Ide itu pun lantas ia cuitkan lewat twitter sesampainya di rumah. Tanggapan lantas bermun-

culan, di antaranya dari Putri dan Stefani. Akhirnya ketiga orang ini ---Andreas, Putri dan Stefani--- pun berdirilah komunitas Nebengers yang profilnya bisa diakses di website www.nebengers. com. -Diana Runtu

Ojek Motor Jadi Solusi KETIKA kemacetan lalu lintas semakin parah di Ibukota, diakui, motor merupakan transportasi paling jitu mengatasinya. Kalau dengan kendaraan roda empat, entah itu mobil pribadi ataupun kendaraan umum, waktu tempuh yang dibutuhkan tidaklah secepat motor saat menghadapi kemecatan. Tak heran kalau saat ini Jakarta menjadi ‘lautan motor’ karena selain menjadi transportasi yang murah-meriah juga dalam hal kemampuan ‘membelah’ kemacetan lalu lintas Jakarta, kendaraan roda dua ini tak diragukan lagi. Kehandalan motor juga diakui oleh beberapa mantan menteri era SBY yang terpaksa menggunakan motor ojek kesebuah acara penting saat situasi lalu lintas Jakarta macet. Kondisi ini juga membuat bisnis ojek motor semakin subur. Sekarang ini sungguh mudah menemukan ojek motor yang beroperasi, baik di jalan-jalan biasa maupun di jalan utama. Kalau tidak mangkal, banyak juga pengojek motor yang hilir mudik mencari calon penumpang. “Enakan ngojek motor, hasilnya lebih jelas, ketimbang narik becak,” ucap Jangkung yang dulunya dikenal sebagai penarik becak di lingkungannya. Dari hasil ngojek juga, Jangkung kini telah memiliki dua sepeda motor yang dibelinya dengan cara mencicil. Dia juga tak perlu repot-repot harus keliling mencari calon pen-

umpang karena dia memiliki sejumlah pelanggan tetap, di antaranya mengantar jemput pelanggan pergi-pulang kerja, juga mengantar jemput anak sekolah. Potensi bisnis dari jasa ojek ini ternyata juga dilirik oleh sejumlah pengusaha. Yang saat ini ada dan sudah dikenal adalah layanan ‘Go-Jek’ dan Wheel Line. Kedua perusahaan ini, selain menyediakan jasa transportasi ojek, juga layanan kurir. Dibanding dengan ojek-ojek yang beroperasi secara individual, jasa layanan yang disediakan perusahaan ini tentunya terlihat lebih rapi dan aman. Untuk mendapatkan pelayanan, calon pengguna jasa pun tinggal menelepon atau SMS. Keberadaan motor sebagai salah satu transportasi yang handal juga diakui oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama. Gubernur yang akrab disapa Ahok ini, rencananya akan melakukan kerjasama dengan PT Go-Jek. Ojek akan diintegrasikan dengan bus TransJakarta lewat aplikasi di smartphone. “Kita akan melink-kan dengan TransJakarta. Jadi dengan aplikasi ini orang yang naik bus bisa tahu lewat mana yang paling cepat, atau habis naik bus trus naik ojek di mana, dll,” ujar Ahok di Balaikota. Dengan Go-Jek, juga menjadi lebih tertib. Kalau biasanya kita suka menyaksikan, para pengojek berebut penumpang yang baru turun bus, sehingga menyebabkan kesemrawutan, maka dengan Go-Jek hal ini tidak diperbolehkan. Para pengojek ini juga dilarang ngetem, parkir sembarang, dll. “Dengan Go-Jek, para tukang ojek ini dilatih sehingga tertib,” tambah Ahok. Salah satu yang juga menarik, adalah ojek-ojek yang dikelola GoJek ini tidak menerima pembayaran tunai. Semua pembayaran telah terlebih dahulu ditransfer lewat bank. Ojek ini, kata Ahok lagi, bisa juga berfungsi sebagai kurir. Jadi, jika kita ingin membeli sesuatu, maka bisa mengontak Go- Jek untuk membelikan dengan memakai uang Go-Jek yang kemudian diganti oleh pemesan setelah barang tersebut diterima. -Diana Runtu

Buku SOUL Reflection dengan bonus Audio CD SOUL Purification

I

a mengaku sudah membaca buku ini. Dengan membaca sambil mendengarkan panduan relaksasi dari CD dikatakannya sangat klop karena benar-benar dapat menghayati penuh refleksi dari kalimat-kalimat sederhana yang sangat mudah dimengerti dan kerap terjadi dalam keseharian hidup manusia. Menurutnya, kekuatan buku ini ada pada penanggalan yang lengkap ditulis oleh penulis. “Di zaman sekarang, buku penyejuk seperti ini sangat dibutuhkan. Biasanya pembeli yang memilih produk, tetapi ini berbeda, produk yang memilih pembeli,” ungkapnya. Dikombinasikannya membaca

mengenal diri butuh waktu lama. Perlu mengalahkan ego, melepas sedikit demi sedikit masalah yang ada pada diri. Dengan proses energi, kita bisa selesaikan masalah-masalah kita,” imbuhnya. Gilda Sagrado membedah buku ini dari kacamata pariwisata. Bali dikatakannya sudah masuk dalam rantai pariwisata dunia. Bali sudah memiliki budaya spiritual, namun spiritual tourism belum dimaksimalkan. Ke depannya, peluang inilah yang perlu diambil. Salah satu magnet yang bisa menjadi daya tarik adalah SOUL. “Setelah berdiskusi de­ ngan Bunda dan memahami energi, ternyata bukan orang Bali saja yang Para narasumber beserta Bunda Arsaningsih dalam acara bedah buku SOUL Reflection

buku dengan CD ini dijelaskan Bunda Arsaningsih memang untuk memudahkan orang untuk bisa melakukan introspeksi diri, melepaskan memori buruk yang sudah tertanam dalam diri, sehingga proses pemurnian bisa dilakukan. “Buku ini bisa menjadi tuntunan, motivasi untuk membersihkan, dan menguatkan proses perenungan,” ucapnya. Bunda Arsaningsih menyampaikan proses penulisan bukunya ini dilakukan setelah mengheningkan diri dan mendengarkan suara hati. Menyadari siapa diri kita untuk proses kebersatuan dengan Tuhan. Mendengarkan dan mengamati proses-proses kehidupan. Dari proses ini didapatkan solusi untuk menguraikan keruwetan dan bisa membebaskan belenggu dalam diri. “Proses

Dengan sabar mengantri untuk mendapat tanda tangan dari penulis

membutuhkan ini, namun Indonesia bahkan juga dunia,” ucapnya. Sehingga menurutnya, sangat perlu buku ini diterjemahkan dalam bahasa Inggris bahkan jika memungkinkan dalam 36 bahasa. “Apa yang ditulis Bunda dalam buku ini adalah kebenaran. Ini adalah kata yang besar dan berat sekali,” tegasnya. Ada banyak buku yang hanya menyasar segmen wanita atau satu segmen tertentu, tapi buku ini bisa masuk ke segala lapisan masyarakat, masuk ke lapisan paling dasar yang menjadi pondasi pertumbuhan seorang manusia. Dari sudut pandang jurnalis, Suryawan mengilustrasikan memberikan anak kunci untuk membuka pintu, dan jawabannya ada di buku SOUL Reflection. Buku ini dikatakannya benar-benar menjadi buku harian seorang Bunda Arsaningsih yang penuh dengan masalah dan menemukan jawabannya. “Saya yakin banyak yang merasa terwakili dengan buku ini, dan buku ini menjadi jawaban permasalahan dalam kehidupan,” ujarnya. Buku SOUL Reflection dipandangnya sebagai buku manajemen jiwa, buku psikologi populer yang tercermin dalam judul-judulnya, seperti “bijaksana menerima” dan “rendah hati”. Pembaca diajak menyadari bagaimana sesuatu bisa terjadi dan bagaimana menyikapinya. Ada pesan-pesan moral di dalamnya, perpaduan psikologi manajemen dan pendidikan moral. Hal ini erat berhubungan hukum energi, memadukan pikiran, kata-kata, dan sikap. Semua aspek disentuh dalam buku ini, kesehatan, spiritual, dsb. Dari pemaparan tiga panelis lain, Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, SH, MH., yang juga dosen STIMI dan UNHI ini menegaskan kembali bahwa buku sejenis ini diperlukan pada zaman sekarang, zaman postmodern yang memiliki ciri nilai benar dan salah jadi relatif, fragmatis, dan diragukan.Buku diperlukan dan akan trus diperlukan. Dalam buku ini banyak hal universal yang perlu digarisbawahi untuk diresapi. Afirmasi dengan memasukkan ke alam bawah sadar. Afirmasi ini ditegaskan kembali dengan bahasa yang simpel.

Penyerahan buku oleh penerbit yang diwakili oleh GM BIP, Bpk. Redemptus Suhartono kepada Bunda Arsaningsih sebagai tanda telah diluncurkannya buku SOUL Reflection

Konsep rwa bhineda pun kental dalam buku ini. Bahwa, yang bertentangan pun sesungguhnya harmoni. Menegaskan bahwa kita hidup dalam keluasan energi, semua hal di dunia saling terkait, dan kita bisa menyiapkan diri dengan buku ini. “Secara umum saya berani menyimpulkan buku ini penting untuk memperkaya khasanah kita. Lebih baik lagi jika diselaraskan dengan konsep energi,” ucapnya. Hadirnya Buku SOUL Reflection dengan bonus Audio CD SOUL Puri-

fication/Pemurnian Diri ini diharapkan dapat membuat kehidupan kita menjadi lebih berkualitas, serta dapat dipraktikkan langsung oleh pembaca di manapun berada. Buku SOUL Reflection ini juga merupakan panduan bagi peserta Workshop SOUL Reflection. Untuk Jadwal Workshop dapat menghubungi SOUL Call Center Jakarta 0812 8866 1138 atau SOUL Call Center Bali 085 100 585 609/085 101 463 858, sedangkan Buku SOUL Reflection tersedia di Gramedia di seluruh Indonesia. –ten

Launching Buku SOUL Reflection juga diadakan di Gramedia Matraman Jakarta dengan peserta yang penuh antusias

Launching Buku SOUL Reflection - Jakarta “Orang yang rendah hati adalah orang yang menyiapkan ruang di dalam hatinya untuk berbagi” (Kamis, 30 Januari 2014). Kalimat ini hanyalah salah satu dari sekian banyak kata pencerahan yang ditulis Bunda Arsaningsih dalam bukunya “SOUL Reflection” Renungan Jiwa Arsaningsih. Peluncuran dan Bedah buku setebal 231 halaman yang diterbitkan Bhuana Ilmu Populer (BIP) ini dilaksanakan di dua kota di Indonesia, yaitu Minggu (22/2) di Bhumiku Balai Pertemuan, Denpasar, Bali yang ditandai dengan penyerahan buku oleh perwakilan penerbit kepada penulisnya, Bunda Arsaningsih. Kemudian peluncuran buku berikutnya dilakukan Kamis (26/2) di Gramedia Matraman, Jakarta. Pada peluncuran di Jakarta, dihadiri oleh beberapa narasumber yang berkompeten dibidangnya, di antaranya Abrar Ilyas, Monica Kumalasari (Founder MKS, Psikolog), Redemptus Suhartono (GM Bhuana Ilmu Populer) dan Ustad Bambang Irawan. Dengan adanya narasumber dari berbagai latar belakang profesi membantu Buku SOUL Reflection ini dapat dipaparkan, dikupas, dan dilihat dari berbagai sisi. Acara berlangsung semakin menarik karena dari sekitar 100 peserta yang hadir, tak hanya dari kalangan umum saja, tetapi juga artis dan berbagai media di Jakarta yang turut meliput acara ini. Para peserta pun mengikuti hingga akhir acara dimana mereka diberikan sesi pemurnian batin secara langsung oleh Bunda Arsaningsih. Acara ini berlangsung sukses serta memuaskan para peserta launching yang hadir. –ten


4

Inspirasi

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

Anis Hidayah

Pejuang Buruh W

untuk bisa kumpul dengan anakanak,” ungkap Anis. Menurutnya, meski load pekerjaannya cukup tinggi, namun ia tak merasa kesulitan membagi waktunya. Dia merasa beruntung, suaminya juga keluarga besarnya sangat memahami pekerjaannya. Dukungan suami, tambahnya, sangat membantu untuk kelancaran semuanya. “Kuncinya adalah komunikasi yang baik. Jika itu berjalan baik, maka semuanya akan berjalan lancar,” papar peraih penghargaan Alison Des Forges 2011 dari LSM Human Right Watch yang berbasis di New York, AS. Wanita kelahiran November 1976 ini memulai kiprahnya sebagai aktivis saat kuliah di Fakultas Hukum Universitas Jember. Saat itu ia terlibat dengan berbagai kegiatan kemahasiswaaan, ia juga aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Dari sana kemudian ia mulai memiliki jaringan di kalangan LSM dan kerap terlibat dalam diskusi-diskusi. Ada banyak hal yang didiskusikan namun ketertarikannya pada isu-isu buruh migran terasa lebih. Hal ini tentunya bukannya tanpa latar belakang.

Pada masa itu, tutur peraih penghargaan Yap Thiam Award 2014 ini, isu-isu buruh migran belum lah semarak saat ini. Malah boleh dibilang jarang sekali mengemuka. Masyarakat tidak banyak yang tahu tentang persoalan buruh migran, buruh migran pun tidak paham akan hak-haknya. Di sisi lain, sikap pemerintah pun seperti kurang peduli. Perlindungan terhadap buruh migran boleh dibilang sangat kurang. “Ya, pada masa itu belum sep-

erti sekarang. Sekarang adalah era kebebasan informasi sehingga menjadi lebih terbuka. Sehingga, baik masyarakat maupun para buruh sendiri jadi tahu. Kalau dulu tidak begitu,” paparnya. Juga, lanjutnya, kehidupan buruh migran ini sudah diketahuinya sejak lama. Pasalnya, daerah di mana dia berasal, yakni Bojonegoro, Jawa Timur, termasuk salah satu yang paling banyak ‘memasok’ buruh migran. Dari sana jugalah dia jadi banyak tahu kisah-kisah sedih para tetangganya yang menjadi buruh migran. Angka kekerasan terhadap TKI pada masa itu cukup tinggi. Kondisi itu akhirnya mendorong Anis dan kawan-kawannya mendirikan Solidaritas Perempuan pada tahun 1998. Dalam wadah ini bergabung para aktivis mahasiswa juga mantan buruh migran untuk memberikan advokasi terhadap kasus-kasus kekerasan yang menimpa para TKI. Lulus dari Universitas Jember, ia pun mengambil program pasca sarjana di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Di sana pun Anis tetap aktif. Kemudian ia memutuskan

hijrah ke Jakarta dan bergabung dengan sebuah LSM. Barulah pada 2004, Anis bersama teman-temannya mendirikan Migrant Care yang salah satu tugasnya, selain melakukan advokasi terhadap para buruh migran yang mengalami masalah, juga menyebar luaskan informasi terkait buruh migran. “Kami membuka informasi seluas-luasnya, ingin menunjukkan kepada publik begini loh persoalan TKI kita. Ini sekaligus juga untuk membangun kesadaran publik tentang masalah ini. Soalnya kan selama ini berita-berita yang diterima masyarakat adalah hal-hal yang baik-baik saja, padahal yang sebenarnya tidak begitu. Jadi kita menyebar luaskan apa yang sesungguhnya terjadi,” papar peraih berbagai macam penghargaan ini. Selain itu, lanjutnya, juga mendidik para buruh migran juga keluarganya untuk memiliki kesadaran kolektif tentang hak-hak mereka. Dengan demikian mereka dapat menyuarakan sendiri apa yang dialaminya. RISIKO PERJUANGAN Dari aktivitasnya yang bertahun-tahun menggeluti permasalah buruh migran ini, dia pun mendapat kenyataan tentang betapa kompleksnya persoalan buruh migran ini. Peliknya masalah perburuan ini, tidak membuat langkah Anis dan kawan-kawannya surut. Mereka terus saja berjuang dengan berbagai cara agar permasalahan-permasalan TKI ini mendapat perhatian yang seharusnya. Sebutan ‘Pahlawan Devisa’ hendaknya tidak hanya menjadi slogan.

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

21

Berbeda dalam Persatuan

Kita bangga sebagai Bangsa Indonesia Suku Tionghoa. Tulisan ini terpampang dalam dua layar lebar yang dipasang di sisi kiri dan kanan Gedung Hakka Narmada, saat perayaan bersama Tahun Baru Imlek, 2566 Kongzili. Kalimat tersebut menggambarkan rasa nasionalisme warga Tionghoa terhadap Bangsa Indonesia.

Sibuk mengurus keluarga, sekaligus juga harus menangani tumpukan pekerjaan di luar rumah, tentu bukan hal yang mudah bagi seorang wanita. Ia harus pandai-pandai membagi waktu dan perhatian agar keduanya dapat berjalan seiring. Hal ini memang menjadi tantangan terbesar dari kaum wanita yang berkeluarga namun juga memiliki aktivitas rutin di luar rumah. Anis Hidayah, Direktur Migrant Care, termasuk salah satu yang mengalami itu. anita yang memiliki dua anak masing-masing berusia 10 tahun dan 4 tahun ini, harus pandai menyiasati waktunya agar tumpukan pekerjaannya di luar rumah tidak menyita waktunya terlalu banyak sehingga perhatian kepada keluarga, khususnya kedua anaknya yang dalam masa pertumbuhan, berkurang. “Tadi saya habis rapat jam 4 sore langsung buru-buru pulang

Mandalika

K

Anis Hidayah Perlahan perjuangan Anis dan kawan-kawannya mulai terlihat hasilnya, meski belum sesuai harapan. Namun kondisi saat ini tentunya lebih baik dari pada dulu. “Kini perhatian pemerintah sudah lebih baik. Pemerintah juga lebih terbuka. Ada banyak kasus-kasus yang direspon pemerintah,” katanya. Salah satu hasil yang signifikan, tutur Anis, adalah pemerintah dan DPR meratifikasi RUU tentang Konvensi Internasional tentang Perlindungan Hak Pekerja Buruh Migran dan Anggota Keluarganya (International Convention on The Protection of The Rights of All Migrant Workers and Members of Their Families) menjadi undangundang. Ini dilakukan pada April 2012 lalu, setelah tertunda belasan tahun. Dengan adanya ini maka langkah Indonesia untuk berdiplomasi dengan Negara lain tempat para pekerja migran bekerja menjadi lebih kuat karena pemerintah bisa mendesak agar Negara tersebut juga melakukan hal yang sama dengan memberi perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia dan keluarganya. “Ini adalah salah satu hasil yang signifikan dari 10 tahun perjalanan Migrant Care,” ucap Anis. Namun hal yang belum berubah hingga kini adalah masih banyaknya ancaman, tekanan, dan terror yang diterimanya terkait pekerjaannya.

Anis pimpin demo save TKI

Maklum saja, sikap keras dan tegasnya tak jarang dianggap merugikan pihak-pihak tertentu yang selama ini mendapatkan ‘keuntungan’ dari TKI. Langkah membeberkan semua persoalan yang dihadapi TKI, pengungkapan kasus-kasus mereka, dianggap mengganggu oleh sejumlah pihak. “Wah, kalau ancaman, teror dan tekanan, itu sudah dari dulu. Bahkan sampai sekarang pun masih terjadi,” ucap wanita berambut pendek ini. Sebagai aktivis, halhal semacam itu, memang sudah menjadi risiko perjuangan. Mereka yang bergerak sebagai aktivis, tambahnya, memang rentan terhadap hal-hal semacam itu. “Risiko seperti itu selalu muncul. Tapi kami, ketika mengambil pilihan sebagai aktivis sudah menyadari risiko apa yang akan kita hadapi,” ujarnya. Karena itu, saat ini pihaknya juga berbagai elemen yang bergerak di bidang pembelaan hak asasi manusia, tengah memperjuangkan lahirnya undang-undang tentang perlindungan terhadap para aktivis, mengingat betapa rentannya keselamatan mereka. Ada banyak kasus dimana para aktivis menjadi korban kekerasan. Salah satu contohnya adalah kasus pembunuhan aktivis Munir. “Sampai saat ini kami masih berjuang agar undang-undang itu ada. Namun belum ada respon dari DPR,” kata Anis. –Diana Runtu

onsep pelangi adalah konsep ya n g d ip ega n g dalam filosofi warga Tionghoa di NTB. Betapa indahnya perbedaan di dalam persatuan, seindah pelangi yang warna warni namun tetap sejajar dalam satu arah lintasan. Yang

satu di atas yang lain tidak dipermasalahkan. Dan tiap-tiap warna tidak saling mengganggu warna yang lain. Yang terpenting untuk kita adalah satu arah dalam satu visi, satu misi, satu tujuan, satu perjuangan membangun Indonesia dalam mewujudkan integritas NKRI.

Ketua PSMTI NTB, Prajadi Agus Winaktu, saat menyerahkan Ang Pao bagi para Lansia, pada puncak perayaan Imlek di Lombok

Para ibu melenggak-lenggok saat mengisi acara dengan berbagai kesenian khas Tionghoa

Dan lewat Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) NTB, di bawah kepemimpinan Prajadi Agus Winaktu, kini warga Tionghoa NTB melangkah untuk membaur dengan masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial. Tidak dapat dimungkiri, peran serta warga negara Indonesia yang bersuku Tionghoa di negara ini, termasuk di NTB, makin terlihat dalam pembangunan di berbagai bidang. Di NTB, peran itu tidak hanya dalam bidang ekonomi melainkan juga pada dunia pendidikan dan birokrasi serta lainnya. Kegiatan Imlek bersama yang dilaksanakan oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Nusa Tenggara Barat, (1/3) merupa-

kan rangkaian perayaan Imlek di daerah ini yang berakhir pada Cap Gomeh yang berlangsung pada (5/3). Selama 15 hari mulai dari 19 Februari 2015 (tanggal 1 Imlek) hingga tanggal 5 Maret 2015, nuansa merah dan tulisan Gong Xi Fa Cai, menghiasi pusatpusat perbelanjaan, pertokoan hingga rumah-rumah warga Tionghoa yang ada Mataram Khususnya. Setelah terkungkung selama masa orde baru (Tionghoa menjadi sesuatu identitas yang tabu untuk ditunjukkan), warga Tionghoa baru bisa bernafas lega dan melakukan sosialisasi serta berbaur dengan damai bersama masyarakat Indonesia secara umum yakni di era pemerintahan Presiden Abdur-

rahman Wahid yang mengakui keberadaan warga Tionghoa sebagai bagian dari bangsa ini. Demikian pula dengan Presiden Megawati Soekarno Putri yang kemudian menetapkan Hari Raya Imlek sebagai Hari Libur Nasional. Dan budaya Tionghoa resmi digelar untuk pertama kalinya pada acara kenegaraan yaitu pada HUT ke-55 Proklamasi RI, tahun 2000. Sejak era itulah hingga kini, warga Tionghoa baru dapat menunjukkan rasa nasionalismenya secara optimal. Keterbukaan dan kebebasan yang diberikan oleh pemerintah terhadap keberadaan warga Tionghoa Indonesia, berpengaruh ke seluruh daerah di Indonesia termasuk Nusa Tenggara Barat. –Naniek I. Taufan

Hormati Orang Tua Nuansa merah dengan lampion-lampion yang menggantung di seluruh areal perayaan Tahun Baru Imlek 2566 di Nusa Tenggara Barat, tampak memeriahkan hari raya warga Tionghoa di daerah ini. Lebih dari sebagian warga Tionghoa yang hadir, demikian pula dengan undangan lainnya yang datang dari berbagai kalangan, memakai pakaian berwarna merah. Hal ini menambah nuansa Imlek yang khas dengan warna merah. Lebih dari 1.700 warga Tionghoa Nusa Tenggara Barat, khususnya yang ada di Pulau Lombok, berkumpul di Gedung Hakka Narmada, melaksanakan perayaan Imlek bersama pada tanggal 1 Maret 2015 lalu. Kebersamaan dalam perayaan bersama seperti ini, setidaknya sudah empat kali dilakukan dalam kurun waktu empat tahun terakhir ini. Yang menarik dari kegiatan ini adalah bagaimana warga Tionghoa sangat menghargai orang tua. Secara khusus, 200 lansia yang berusia 70 tahun ke atas yang hadir, tanpa memandang dari mana asal dan sukunya, diberi kehormatan untuk naik ke atas panggung menerima Ang Pao dari berbagai organisasi Tionghoa yang ada di NTB, khususnya dari

PSMTI NTB. Ini adalah bagian tradisi menghormati orang tua dalam masyarakat Tionghoa. “Berpuluh ribu kali kita berbuat kebajikan, namun jika kita tidak menghormati orang tua, maka semuanya akan sia-sia semua, percuma dan tidak ada artinya,” ujar salah seorang pembawa acara ketika pembagiaan Ang Pao dilakukan oleh Ketua PSMTI NTB, Prajadi Agus Winaktu dan juga Tokoh Tionghoa lainnya. Di salah satu meja tamu, seorang perempuan Tionghoa yang duduk bersama para lansia, yang usianya lebih muda dari para lansia itu, Merry Warti, dengan sukarela mengangkat mangkok-mangkok makanan dan menyendokkan nasi serta lauk pauk juga sayuran ke piring-piring makan para lansia yang ada di dekatnya. Tanpa memandang suku (dalam komunitas Tionghoa), latar belakang dan status, Merry melakukan hal itu secara spontan. Ini menggambarkan filosofi yang tinggi dari sebuah tradisi Tionghoa yang masih melekat dalam kehidupan masyarakat Tionghoa di mana pun mereka berada. Perayaan seperti ini memiliki arti tersendiri bagi warga Tionghoa NTB. “Kami ingin agar agar masyarakat Tionghoa di Lombok khususnya bisa lebih

mengenal kebudayaannya sendiri terutama muda-mudinya,” ujar Bing Hamidy, Ketua Panitia Imlek Bersama tahun 2015. Ia juga menitip pesan agar suku Tionghoa di daerah ini dapat memelihara kebersamaan dan kekompakan satu sama lain. “Kami juga mengajak semua Ormas Tionghoa khususnya dan Ormas lainnya, melalui perayaan bersama Tahun Baru Imlek kali ini dapat menjalin komunikasi dengan baik, sehingga pemikiran yang positif baik berupa masukan maupun saran, dapat diwujudkan untuk kebaikan bersama. Dan kerukunan antara Ormas Tionghoa khususnya dan Ormas lain umumnya dapat terjaga dengan baik,” katanya. Berbagai kesenian dari kebudayaan Tionghoa tampil silih berganti. Uniknya, hanya sedikit anak-anak dan remaja yang mengisi acara tersebut. Pengisi acara terbanyak justru adalah para ibu yang sudah berumur. Di akhir acara, seluruh tamu kemudian mendapatkan Ang Pao. Amplop berwarna merah ini merupakan kesenangan anak-anak, namun di hari itu, yang menerima Ang Pao sebagai sebuah tradisi yang hidup dalam masyarakat Tionghoa, bukan hanya anak-anak melainkan juga orang dewasa.

Donor darah menyambut Imlek 2566 yang dilaksanakan oleh PSMTI NTB, bekerja sama dengan TNI Polri, berbagai komunitas dan masyarakt umum.

Kemeriahan perayaan Imlek tahun ini, tidak membuat warga Tionghoa larut dalam kemewahan. Kesan sederhana dan biasa saja terlihat dari perayaan tersebut. sebagai organisasi Tionghoa berskala nasional yang non partisan (bukan organisasi politik maupun organsiasi partai), PSMTI NTB justru lebih banyak menggelar kegiatan sosial dalam perayaan Imlek, salah satunya adalah donor darah yang dilakukan di Rumah Sakit Harapan Keluarga beberapa waktu lalu. Donor darah dipilih sebagai kegiatan sosial karena dianggap sangat penting untuk tujuan kemanusiaan, membantu sesame yang membutuhkan darah. “Donor darah seperti ini dilakukan warga PSMTI NTB, dalam lima tahun terakhir setidaknya dua kali dalam setahun,” ungkap

Darminto, Ketua Panitia Donor Darah dalam menyambut Imlek 2566. Ketua PMI NTB, Mesir Suryadi yang turun langsung dalam kegiatan ini memberikan apresiasi yang baik terhadap penyelenggara mengingat NTB masih sangat membutuhkan darah untuk menolong sesama. “Darah tidak ada dijual di apotik, maka kepedulian seperti inilah yang kita harapkan untuk dapat membantu mereka yang membutuhkan. Jika ada orang meninggal karena masalah tidak ada darah, alangkah berdosanya kita yang hidup ini, yang sesungguhnya bisa menolongnya,” ujar Mesir Suryadi. Ini menjadi salah satu program sosial yang dilakukan PSMTI NTB selain pembagian tali asih atau bingkisan bagi masyarakat tidak mampu. - Naniek I. Taufan


20

Nine

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

Ervinna Darma Adinata

Sembuh dengan Yoga Gerakan lentur para perempuan saat menyusun tubuh-tubuh mereka dalam komposisi dan formasi yang unik, mengundang decak kagum dan tepuk tangan dari para undangan yang menghadiri acara Imlek bersama di Mataram, beberapa waktu lalu. Ervinna Darma Adinata (41), dengan tubuhnya yang ramping dan tampak enteng naik ke tubuh kawannya untuk membentuk formasi-formasi indah dalam Akroyoga tersebut.

Ervina grup kanan saat akroyoga di acara Imlek bersama

M

omen ini adalah kali ke sekian bagi Ervinna dan kawankawannya untuk Akroyoga yang sudah dipelajarinya sejak setahun yang lalu. Dibutuhkan keahlian khusus untuk dapat melakukan hal ini dengan baik, karena menurut Ervinna, tingkat bahayanya terbilang tinggi, jika tidak dilakukan dengan hati-hati dan teliti. Untuk bisa seperti itu, latihan dan konsentrasi sangat dibutuhkan. Siapa sangka, kecintaan Ervinna pada yoga berawal dari rasa sakit yang kerap dialaminya, khususnya pada persendian dan tulang-tulangnya. Tidak kurang dari dua tahun (sekitar waktu antara tahun 2011-2014), Ervinna tersiksa dengan rasa sakit pada tubuhnya hingga tidak bisa berjalan. “Tulang-tulang dan persendian saya sakit sekali, badan terasa kaku terutama saat bangun pagi,” kata Ervinna.

Atas rasa sakit itu, Ervinna sudah berkali-kali berobat pada dokter, terapi hingga pijat tradisional. Namun semua usaha itu, gagal. Hingga akhirnya ia ikut yoga yang dimulai dengan latihan-latihan seperti meditasi dan pernapasan juga senam kelenturan. Dua bulan pertama mengikuti yoga, Ervinna mengaku merasa lebih baik. “Bahkan pada satu bulan kemudian, sakit saya sembuh total,” ungkap pengusaha kue di Mataram ini. Apa yang dilakukan oleh Ervinna dalam mencari kesembuhan dirinya ini, semata-mata alasan keinginannya untuk bisa mengurus anak-anaknya dengan lebih baik. Demikian pula agar usaha kue yang digelutinya di rumah bisa berjalan dengan baik. “Tangan saya sempat sakit sampai tidak bisa membuat kue dan hampir dioperasi, ternyata sembuh dengan yoga,” katanya. –Naniek I. Taufan

Mulai dari Melihat Ervinna adalah sosok perempuan yang ulet dan pekerja keras. Saat ini, ibu dari Nicole Divina Adinata (14) dan Winsley Tandivin Adinata (10) ini, memang tidak memiliki toko kue yang besar karena sementara ia memilih bekerja di rumah saja demi tetap bisa mengurus rumah, anak-anak dan keluarganya. Selain tiap pagi ia harus mengerjakan pembuatan kue untuk dijual di kantin Rumah Sakit Harapan Keluarga, ia juga membantu administrasi dan perbankan pada usaha suaminya. “Itu juga saya kerjakan dari rumah,” ujar lulusan Teknik Industri Universitas Maranatha Bandung. Ervinna meniti usahanya benar-benar dari nol, bahkan dari ketidaktahuan sama sekali. Namun, karena ia merupakan perempuan bertipe tidak mudah

Hanya dengan modal percaya diri dan mau bekerja keras, kue buatan Ervinna terlihat apik meski ia tidak pernah belajar atau kursus membuat kue.

menyerah dan berani mengambil langkah besar hanya dengan modal percaya pada kemampuannya, membuatnya sukses untuk “menjadi” sesuatu yang tadinya tidak pernah terbayangkan olehnya. Suatu hari, ketika seorang kawannya mencicipi kue buatannya merasa cocok lalu memesan kue untuk merayakan HUT perkawinannya. “Saya sempat bingung, tapi saya jawab bisa,” ungkap istri dari Suriadi Adinata (44) ini yakin. Ini pengalaman yang tidak bisa dilupakan oleh Ervinna, karena dari peristiwa inilah ia memulai usaha rumah tangganya tersebut. Di hari yang ia janjikan untuk mengantar pesanan kue HUT pernikahan itu, Ervinna sempat dibuat repot. Bayangkan saja, ia telah berjuang sejak pukul delapan pagi untuk membuat kue tersebut dan harus diantar pada setidaknya pukul tiga sore, kue itu belum jadi juga. Alangkah berdosa serta malunya ia, jika harus menggagalkan kebahagiaan perayaan HUT perkawinan kawannya tersebut, hanya gara-gara kue yang dibuatnya tidak sesuai dengan janjinya alias rusak atau lebih parah, tidak jadi. Ini benar-benar kali pertama Ervinna membuat kue secara profesional tanpa bekal keahlian ilmu atau wawasan membuat kue. Ia hanya pernah melihat tiap kali ibunya membuat kue untuk konsumsi sendiri. Hari itu, sesungguhnya Ervinna sudah berhasil membuat kue dasarnya dengan peralatan sederhana miliknya. Namun, ia kesulitan menghias kue tersebut dan tidak jua ketemu

jalan keluarnya. Hingga pukul satu siang, hiasan kue itu masih tampak belepotan sementara waktu untuk mengantarkan kue tersebut tinggal dua jam lagi. “Saya sampai keringat dingin membuatnya,” ujar Ervinna yang khawatir sekali mengecewakan kawannya itu di hari bahagianya. Beruntunglah hari itu ada iparnya yang kemudian mengantarnya membawa kue tersebut untuk dihias pada seorang ahli yang dikenalnya. Kue itu pun jadi dalam bentuk yang sangat indah dan tepat waktu untuk diantarkan. “Wah… kuenya bagus sekali,” kata kawan Ervina. “Kalimat itu benar-benar membuat saya malu. Saya mendapat pujian atas apa yang tidak saya lakukan,” kata Ervinna yang kala itu malu ingin mengakui terus terang bahwa itu bukan hasil karyanya. Dari sanalah, perempuan ini memperlihatkan kegigihannya untuk membuktikan dirinya bisa melakukan hal itu. “Pulang dari rumah kawan itu, saya langsung membuat kue serupa dengan hiasannya sekalian dan berhasil sukses,” katanya. Kesuksesannya membuat kue itu, rupanya hanya dari pengamatannya ketika si ahli menghias kue tadi bekerja. “Saya perhatikan benar-benar caranya menghias, lalu saya praktikkan ternyata bisa,” ujar perempuan kelahiran 7 Februari 1974 ini. Baginya, tidak ada yang tidak dapat dilakukan jika kemauan itu ada. Banyak hal yang kebetulan dilakukan oleh Ervinna dalam karya-karya seperti ini yang berhasil sukses. Termasuk saat ia

Ervina bersama keluaraga

menggeluti usaha pertamanya dalam bidang garmen. Ia juga sukses mulai dari satu mesin jahit hingga memiliki 40 mesin jahit dan puluhan karyawan. Usaha itu ia lakukan mulai dari hanya melihat tukang jahit yang menjadi karyawan pertamanya membuat pola sampai akhirnya ia mahir membuat pola sendiri. Usaha yang dirintisnya di Bandung itu sesungguhnya berkembang baik, tapi sayang, ia harus pindah ke Lombok mengikuti suaminya. Usaha kue yang diberi nama Ervinna Bakery yang diproduksi secara sederhana di rumahnya di Cakranegara, selain mengisi kafe miliknya di rumah sakit Harapan Keluarga, ia juga menerima pesanan berbagai kue. Keahlian membuat kue yang berawal dari hobi yang ditambah dengan kepercayaan diri yang tinggi meski tanpa pernah kursus atau belajar secara khusu, Ervinna akhirnya membuktikan bahwa kemauan dan kerja keras itu pasti akan membawa hasil yang baik. “Jangan pernah menyerah, percayalah bahwa dalam diri

setiap orang, pasti ada kelebihan yang diberikan oleh Tuhan,” ujar Ervinna yang meski sibuk mengurus usahanya, juga aktif di gereja ini. Aneka kue yang ada di etalase rumahnya, membuktikan bahwa usaha Ervinna berjalan dengan baik. Inilah yang membuat ia punya rencana untuk membuka toko kue di luar rumahnya. Sejauh ini, kue produksi rumahan miliknya, dijaga benar higienisnya agar dapat bertahan lama. Berangkat dari berkah sehat yang kini dirasakannya setelah pikirannya seimbang dengan yoga, Ervinna menjaga benar arti kesehatan bagi orang lain, khususnya yang membeli kue buatannya. Ervinna memilih berani memproduksi kue tanpa bahan pengawet. Itulah sebabnya ia memproduksi kue secukupnya, tidak dalam jumlah berlebihan. Dan untuk menjaga kualitas dan rasa kue buatannya stabil, Ervinna membuat sendiri kue-kue tersebut. Seorang karyawannya hanya membantu dalam urusan di luar dari pembuatan kue tersebut. -Naniek I. Taufan

Inspirasi

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

Leeyonk Sinatra

5

Ungkap Realita lewat Lagu Musisi Bali tidak henti-hentinya berkarya dalam mengeluarkan single atau album untuk penikmat lagu-lagu Bali. Leeyonk Sinatra merupakan salah satunya, setelah mengeluarkan album pertama berjudul “ Bahagia itu Sederhana”, grup band ini kembali merilis album keduanya yang diberi judul “Sebuah Kisah Sebuah Cerita”. Dengan iringan musik yang sederhana, permainan akustik ringan yang lebih menonjolkan permainan keyboard sebagai harmoni dan melodi akan memanjakan pendengar setia Leeyonk Sinatra di Bali.

K

Leeyonk Sinatra saat merayakan HUT ke 1

emunculan Leeyonk Sinatra di blantika musik Bali terbilang fenomenal. Ketika single “Tetep Mekenyem” melejit naik, menjadikan mereka musisi yang ba­ nyak gandrungi oleh anak-anak remaja dan juga orang dewasa. “Saya tidak menyangka kalau single kami ini akan menjadi hits di masyarakat, padahal itu hanya coba-coba saja,” ujar Indra, sang gitaris Leeyonk. Single ini pun menjadi sangat disenangi oleh kalangan remaja, menceritakan realita kehidupan remaja dan keinginan untuk tetap tersenyum walaupun permasalahan selalu menimpa kita. Begitulah makna yang terkan­ dung dalam lagunya. Mengenai nama band, Indra yang merupakan pendiri dari Leeyonk Sinatra menuturkan asal mula nama itu ber­awal dari grup band bernama Leeyonk Jak Telu pada tahun 2003 yang bergenre funk rock. “Karena personil ada kesibukan masingmasing, sehingga resmi bubar pada tahun 2007”, kenang Indra yang akrab disapa Leeyonk ini. Setelah grup bandnya bu­ bar, Indra sempat mengisi ke­ kosongan­nya dengan mencoba bersolo karier membuat single pertama “ Tari Sing Pedidi” dengan nama Leeyonk Sinatra. Nama Sinatra dipilih tak lepas dari kekaguman Indra terhadap penyanyi legendaris dunia, Frank Sinatra. Hingga tahun 2009 Indra atau biasa dipanggil Leeyonk ini membuat project lagu berbahasa Bali de­n gan campuran bahasa Indonesia dan Inggris, dibawah label Ba’n Ba Studio. Cukup lama project ini di-

rintis hingga 2013, Indra yang merintis usaha Castro coffee shop di Jalan Suli ini bertemu seorang rekan bernama Yudi Dharmawan. Berawal dari obrol­an ringan di coffee shop, Indra pun mengajak Yudi yang saat itu sudah mempunyai grup band yang bernama Wangsa untuk bergabung sebagai vokalis Leeyonk Sinatra. Pertemuannya berikutnya dengan Kadek Dwi atau biasa dipanggil Jiggo yang menjadi pentolan grup musik etnik Palawara. Dengan ketiga personil inilah grup band Leeyonk Sinatra memulai mengenalkan karakter musik dengan konsep musik akustik ringan dan juga sederhana. Menonjolkan permainan keyboard dan piano sebagai harmoni dan melodi, berbeda de­ ngan konsep musik sebelum­nya. Akhirnya grup musik Leeyonk Sinatra memberanikan diri un-

tuk merekam semua lagu-lagu ciptaan dari Indra sendiri di studio Palawara. Perkembangan Leeyonk Sinatra juga tidak terlepas dari motivasi teman-teman Indra. Membantu kepercayaan diri dari Indra untuk keberanian dalam melangkah ke depan di dunia musik lagi. Salah satu yang membantu dalam perkembangan Leeyonk Sinatra yaitu Widi yang merupakan artis Bali dari Duo Thiwi. Dalam singlenya “Kamu Sing Nawang” Leeyonk juga mengajak Widi berduet. Kesibukan Leeyonk Sinatra sekarang ini masih tetap manggung ke desa-desa di Bali. Job manggung tidak hanya mencari materi tetapi mengenalkan single-single dan mengajak penggemarnya tetap setia dengan Leeyonk Sinatra. “Sudah semua kabupaten di Bali kami kunjungi, untuk menampilkan musik kami dan juga bernyanyi bersama fansfans kami, tidak hanya ke desa saja tapi ke sekolah-sekolah juga kami lakukan,” tutur Indra yang mempunyai tato di lengan itu. DIKENAL KARENA KARYANYA Perayaan ulangtahun pertama Leeyonk Sinatra di Shankara Resto minggu lalu menghibur semua para fans dan juga penonton yang ada di sana. Acara dirangkaikan dengan launching single terbarunya yaitu LDR (Lelah Dilanda Rindu) di hada-

Penampilan Leeyonk Sinatra

Leeyonk Sinatra

pan para penggemar Leeyonk Sinatra. Leeyonk Sinatra juga berbagi kisah dari single tersebut. Album pertama Leeyonk Sinatra diberi judul “Bahagia Itu Sederhana” dengan lagulagu yang sudah memanjakan semua penikmat lagu Bali. Sete­ lah satu tahun lamanya album tersebut menjajaki dunia musik, Leeyonk Sinatra kembali meliris album keduanya di tahun ini dengan judul “Sebuah Kisah Sebuah Cerita”. Album kedua yang menceritakan tentang realita, kemudian diangkat menjadi sebuah single yang menarik untuk didengarkan. Realita kehidupan sepasang remaja, menjadi sebuah lirik lagu dari tiap single dari album kedua Leeyonk Sinatra. Tidak mengherankan pencinta musik Leeyonk Sinatra kebanyakan remaja-remaja yang tumbuh dewasa. Menurut Yudi, sang vokalis, single-single dari album ini bukan hanya realita tentang pasangan manusia, tetapi juga kepada saudara, teman dan ke­ lu­arga yang berhubungan dengan realita kehidupan kita. “Realita kehidupan terkadang tidak bisa diungkapkan nyata dalam ke-

hidupan. Dengan mencoba untuk mengungkapkannya dengan lagu adalah hal yang wajar dalam dunia musisi,” ujarnya. Dalam berkarier khususnya di dunia musik, tentunya ada motivasi dan dorongan temanteman juga keluarga yang mendukung mereka. Begitu juga dalam penggarapan album kedua dari Leeyonk Sinatra ini. Semua kegiatan dalam merilis album dibantu oleh temen-temen satu manajemen. “Dalam merilis album kedua ini, dukungan keluarga masing-masing juga membantu dalam bentuk tenaga maupun masukan-masukan yang memotivasi, selain itu temanteman juga setia menemani dalam semua kegiatan manggung kami,” ujar Indra. Ulang tahun yang pertama ini merupakan dedikasi Leeyonk Sinatra untuk terus berkarya di dunia musik. Pengemar yang mendukung setiap kegiatannya merupakan modal untuk tetap di dunia musik. Saat ditanya bagaimana menjaga penggemar tetap setia dengan Leeyonk Sinatra, Indra menuturkan menjaga penggemar agar tetap setia bersama Leeyonk Sinatra tersebut dengan menggunakan media sosial yang sudah ada, seperti facebook, twitter, dan instagram. Dengan media sosial ini, maka setiap kegiatan akan di unggah ke media tersebut. Hal itu akan membuat penggemar mengetahui kegiatan-kegiatan dari Leeyonk Sinatra. Harapan ke depan untuk Leeyonk Sinatra yaitu tetap di terima oleh masyarakat dengan karya-karyanya tersebut. Menjadikan Leeyonk Sinatra grup band yang bisa menghibur de­n gan lagu-lagunya. Terkenal lewat karya, begitulah kata yang diungkapkan Indra. “Semua mu­sisi mempunyai harapan ke depan untuk karyanya. Begitu juga grup musik Leeyonk Sinatra, ingin lebih dikenal melalui karya dan masih diterima oleh masyarakat,” tegasnya. -Jelantik


6

Woman on Top

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

Anak Agung Ayu Ketut Agung

ini kelihatan sepele, namun ber­ dampak luas. Seperti wanita karir yang harus selalu tampil menarik dan percaya diri. Walau hanya ibu rumah tangga pun, perempuan juga harus berias untuk menjaga keharmonisan keluarga, yang tentunya tata rias itu disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Se­ lain, tata rias juga identik dengan kesehatan,” ujar peraih Anugerah Peduli Pendidikan (APP) dari Kemendikbud ini.

berdomisili di sana, baik itu yang mendapatkan beasiswa maupun yang ikut kursus regular tata rias. Dan, dalam waktu dekat ini Bu Agung bersama rombongan

sudah kembali mengagendakan roadshow ke Nusa Penida sambil sembahyang. Roadshow pelatihan tata rias dan sosialisasi etika berbusana adat Bali yang baik dan benar, berlanjut Sabtu (28/2) di Desa Sumerta, Denpasar. Kegiatan yang berlangsung di Jaba Pura Desa Sumerta itu dihadiri Kepala Desa, bendesa adat, STT, dan PKK Desa. Mereka sangat antusias menden­ gar pemaparan Bu Agung, salah satunya tentang bagaimana me­ makai sanggul Bali (pusung tagel) yang praktis, serta tata rias dan busana ke pura. Respons besar masyarakat itulah yang dikatakan Bu Agung membuatnya tambah semangat. Senin (1/3), roadshow tata rias digelar di Gedung Bung Karno, Jembrana, yang dibuka langsung oleh Bupati Jembrana I Putu Artha didampingi Ketua TP PKK Jembrana Ny. I Putu Artha, dan Ny. I Made Kembang Hartawan. Pelati­ han tata rias dan busana adat Bali yang diikuti ratusan peserta itu, dihadiri pula oleh anggota GOW, PKK, dan Dharma Wanita Kabu­ paten Jembrana. Dalam tiap pelatihan tata rias yang digelar Bu Agung yang selalu disupport Viva Cosmetic dan BaliTV ini, yang tampak hanya saling pakedek pakenyung. Pemaparan lugas yang diselingi guyonan oleh Bu Agung, kerap membuat peserta tertawa, seakan terlepas dari beban pikirannya. Namun, dalam suasana akrab dan santai itulah mereka menda­ patkan teknik-teknik praktis yang gampang dari Bu Agung, seperti membuat sanggul. Dengan begitu, Bu Agung berharap masyarakat Bali khususnya yang sarat dengan kegiatan adat, tak melulu harus ke salon karena mereka sudah bisa mandiri. “Memang tata rias

terhadap PRT. Disisi lain, aparat penegak hukum diminta bertindak adil dan melindungi pembantu ang menjadi korban penyiksaan. Sebab, dalam banyak kasus, posisi PRT lemah dari sisi akses, pengetahuan, dan perlindungan hukum. Menurut Direktur LBH Apik Bali, Budawati, dalam RUU istilah pembantu rumah tangga diganti menjadi pekerja rumah tangga. Korelasinya, dengan upah cuti, akses jaminan sosial. Sesuai konvensi ILO, perlakukan PRT seperti pekerja bukan pembantu. Waktu kerja 8 jam sehari. Idealnya, seharusnya istirahat saat malam. Upah lebih jika lembur kerja. Yohana dari Unit Reskrim V yang menangani ketenagakerjaan Polda Bali menyatakan, setuju dengan UU PRT. Ia meminta, sebelum memperjuangkan RUU ini, marilah kita mulai dari diri sendiri. Apakah kita sudah memperlakukan PRT

kita dengan lebih baik? Menahan gaji dan KTP PRT itu sudah merupakan tindak pidana. Ia menilai, UU PRT ini juga menjamin kepastian hukum PRT dan penyalur. Karena, di dalamnya, ada perjanjian kerja antara penyalur dengan PRT. Ia juga menyarankan kepada penyalur PRT, saat membuat perjanjian, hendaknya PRT tidak langsung tandatangan, tapi penyalur menjelaskan detil apa isi dan maksud perjanjian tersebut. PRT perlu pekerjaan tapi mereka juga perlu dilindungi. Ia berharap, ada standar prosedur perekrutan PRT, pengelola atau penyalur, tempat penampungan PRT, termasuk pendidikan bagi PRT. Yastini dari LBH Bali menambahkan, soal umur, awalnya, mereka tidak ingin melibatkan anak. Namun, karena kondisi di Indonesia, PRT disepakati 15 tahun. Syarat tetap bisa bermain dan sekolah.

Perjanjian yang dibuat tidak hanya antara penyalur dan PRT tapi melibatkan orang ketiga, misalnya lurah. Tujuannya, mengawasi dan meminimalkan tindak KDRT. RUU PRT ini mengadopsi UU ketenagakerjaan, ada hak lembur, cuti, termasuk mekanisme penyelesaian masalah. PRT mendapatkan pendidikan dan sertifikat kemudian baru bisa disalurkan. Dengan kondisi ini, PRT juga berhak menuntut gaji sesuai UMP. “Setelah hilang dari prolegnas, kami mendorong agar RUU PRT kembali dibahas,” ucap Yastini. Menurut Anggreni, diskusi yang digelar dalam rangkaian Hari Perempuan Internasional 8 Maret ini, sebelumnya, diisi dengan aksi Jaringan Peduli Perempuan dan Anak Korban Kekerasan. Mereka membawa spanduk mengampanyekan “Bali Free of Violence”, di depan seputaran KFC Sanur. –Wirati Astiti

Ngayah Hingga ke Pelosok Desa Di samping kesibukannnya sebagai Pengawas SD, Anak Agung Ayu Ketut Agung, juga seorang perias. Dari keterampilan merias ini pulalah ia kemudian dikenal sebagai praktisi, pemerhati, pakar tata rias dan busana adat Bali. Hal ini juga tak terlepas dari kegiatan-kegiatan Bu agung-sapaan karibnya, dalam menyosialisasikan dan memberikan pelatihan tata rias serta etika berbusana adat Bali yang baik dan benar kepada masyarakat luas termasuk anak-anak SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Tak hanya di Denpasar, roadshow tata rias tanpa dipungut biaya ini pun diberikannya hingga ke pelosok desa, dari ujung timur hingga ujung barat, dari ujung utara sampai ujung selatan Pulau Bali.

Bu Agung (kiri) bersama Bupati Jembrana I Putu Artha didampingi Ketua TP PKK Jembrana Ny. I Putu Artha, dan Ny. I Made Kembang Hartawan

umat (20/2) misalnya, Bu J Agung melakukan roadshow ke Banjar Kelod Desa Jungut Batu, Nusa Lembongan, Klung­ kung. Hari itu merupakan kese­

kiankalinya pemilik Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung memberikan pelatih­a n di Nusa Lembongan maupun Nusa Penida. Karena, banyak anak didiknya

DISKON 50% KURSUS TATA RIAS Melihat tingginya minat masyarakat dalam bidang tata rias, LKP Agung memberikan diskon 50% kursus regular. Ma­ teri yang diajarkan mencakup 3 paket yakni Tata Kecantikan Ku­ lit, Tata Kecantikan Rambut, dan Tata Rias Pengantin (payas nista, madya, utama, modifikasi, dan tengkuluk lelunakan). LKP Agung memiliki tempat belajar yang memadai dan kondusif di dua tempat di Denpasar dan ditan­ gani langsung Bu Agung dibantu instruktur lain yang mempunyai latar belakang keahlian dan pen­ galaman legal yang telah men­ gantongi sertifikat kompetensi di bidang tata kecantikan. Semua peralatan kursus disiapkan lem­ baga. Disediakan juga beasiswa kursus gratis bagi mereka yang kurang mampu dan putus seko­ lah, yang benar-benar berminat di bidang tata kecantikan. Syarat dan ketentuan berlaku. Silakan menghubungi Sekretariat LKP Agung, Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar. Telepon 0361 233850, 081 1393602, faks. 0361 247153. Cabang Toh­ pati, Jalan WR. Supratman No. 303 A, Tohpati, Denpasar. Email: lkp_agung@yahoo.com. website: www.salonagung.com. –iin

PRT juga Pekerja

Budawati

Maraknya kasus kekerasan terhadap pembantu rumah tangga (PRT) akhir-akhir ini membuat berbagai pihak mendesak untuk segera membahas dan mengesahkan RUU PRT. Walaupun sempat masuk dalam prolegnas tahun 2014, namun, RUU PRT kini “tenggelam”. Materi RUU PRT ini menjadi topik diskusi Jaringan Peduli Perempuan dan Anak Korban Kekerasan (JPAAKK), di Taman Baca Kesiman, Kamis (5/3). Menurut aktivis perempuan, Luh Anggreni, PRT berada dalam posisi yang rawan dilanggar hak-

haknya sebagai pekerja. Dua orang PRT di Medan mendapat tindak kekerasan dari majikan dan upahnya tak dibayar. Ia menilai, upaya untuk meminimalisir terulangnya kasus kekerasan terhadap PRT seharusnya dapat dilakukan dengan cara menerbitkan UU PRT. Akan tetapi, baik pemerintah maupun DPR belum serius membahas hal tersebut. Walaupun sempat masuk dalam prolegnas tahun 2014, namun, RUU PRT kini “tenggelam”. Padahal, dalam RUU PRT bisa dimasukkan berbagai ketentuan dalam rangka memberi perlindu­ngan

Dari kanan:Yohana,Luh Anggreni, dan aktivis perempuan

19

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

Beras Naik

Masyarakat Menjerit Harga beras terus mengalami kenaikan. Hal ini membuat masyarakat bertanya-tanya sampai kapan hal ini akn terjadi. Masyarakat pun berharap pemerintah segera memberi solusi.

S

ebagai pedagang kecil, jelas Sumarni yang sehari-harinya berjualan nasi goreng di kawasan Jalan Dokter Goris, sebelah kampus Universitas Udayana, Denpasar ini merasa cukup berat dengan naiknya harga beras. Setiap kilonya naik Rp 1.000, dan ini katanya membuat dirinya har-

us pintar-pintar mengolah modal yang ada agar cukup. Karena, menurut Sumarni dengan naiknya harga beras diikuti pula dengan sembako yang lain seperti minyak goreng, telur dan kebutuhan jualan lainnya. Sebagai pedagang kecil yang merasakan langsung dampaknya, Sumarni yang biasa berbelanja kebutuhan untuk sehari-hari maupun bahan jualannya di Pasar Sanglah ini, sangat berharap pemerintah bisa melihat keadaan yang dilapangan sebenarnya. “Kalau sudah bahan pokok naik rakyat pasti susah, “ucap Sumarni didampingi cucunya Caecilia. Begitu juga yang dikeluhkan Ida, ibu dua anak, di Denpasar ini, mengaku heran harga beras di pasar bisa naik tajam. “Padahal saya dengar diberitakan

stok kebutuhan pokok itu cukup banyak,” katanya. Sumarni dan Ida juga samasama merasa khawatir, kalau kondisi ini hanya permainan sepihak para pedagang beras. Apalagi naiknya juga cukup tinggi, sehingga jelas berdampak pada pengeluaran rata-rata ibu rumah tangga, sebab beras merupakan kebutuhan pokok yang wajib dibeli. “Makanya saya susah, dipaspasin agar mencukupi, soalnya beras harus beli, belum lagi ini itu di pasar juga naik. Hal ini juga wajib mendapat perhatian pemerintah dan perlu mencari penyebab utama harga beras naik,” cetusnya. Bayangkan saja, katanya lebih lanjut beras kualitas medium maupun kualitas terbaik semua naik tajam. “Pemerintah juga perlu lakukan operasi pasarlah supaya bisa menstabilkan kembali harga beras dan harga-harga lainnya di pasaran. Jangan biarkan kami rakyat kecil makin menjerit,” tegas Ida. - Sri Ardhini

Pedagang Batasi Stok Beras

Kenaikan harga beras akhir-akhir ini tidak hanya dikeluhkan oleh para pembeli, melainkan juga oleh pedagang. Di samping tidak berani menyetok (membeli) beras dalam jumlah yang banyak, para penjual beras juga relatif sulit mendapatkan beras untuk dijual kembali. Di samping itu menurut dua pedagang beras di pasar tradisional Cakranegara Mataram, pembeli menurun terutama dalam seminggu terakhir ini. “Pembeli menurun hingga setengahnya (50%). Saya juga tidak berani stok beras banyak-banyak, hanya beli secukupnya saja untuk dijual kembali,” ujar Nengah Reni, penjual sembako termasuk beras di Pasar Cakranegara, Mataram. Ia mengaku beras yang tadinya dijual seharga Rp 10.000/kilogram, seminggu terakhir ini mau tidak mau harus dijual dengan harga Rp 12.000/ kilogram, karena harga beras yang ia beli juga naik. Penurunan drastis jumlah pembeli beras dalam seminggu terakhir ini, menurut Nengah Reni, kemungkinan disebabkan operasi pasar yang dilakukan oleh pemerintah. “Orang lebih memilih membeli beras tersebut ketimbang beras di pasar,” ujarnya dengan wajah tampak kecewa. Penurunan pembeli juga dirasakan oleh salah seorang pedagang beras lainnya di Pasar Cakranegara. Meski pasokan beras tetap ada, ia tidak berani menyetok beras dalam jumlah yang banyak. “Tidak berani stok beras banyak, karena khawatir jika harga turun maka kami akan merugi,” katanya. Karena itulah ia menyetok beras secukupnya saja agar tidak mengecewakan pembeli sambil menanti harga stabil. Sebagai pedagang beras yang lumayan besar dibandingkan Nengah Reni dan lainnya, pedagang yang tidak mau disebutkan namanya ini, mengaku jika biasanya menjual beras kualitas baik dengan harga di bawah Rp 10.000/kilogram, maka sekarang ia menjualnya dengan harga Rp 11.500/kilogram. Marina, pedagang beras lain di pasar tradisional Kebon Roek Ampenan juga mengeluhkan hal yang sama. Beberapa waktu terakhir, ia bahkan tidak mendapatkan beras dari tempatnya biasanya membeli beras untuk dijual kembali. “Sudah beberapa hari beras sempat tidak datang, baru hari ini tiba berasnya,” ujar Marina yang tengah sibuk memasukan beras-beras yang baru dikirim. Dengan keuntungan menjual beras yang relatif dikatakan sedikit, Marina dan pedagang beras lainnya, membatasi menyetok beras dalam jumlah yang banyak “Jual beras itu untungnya sedikit, mana ongkos angkutnya lumayan mahal, jadi dengan naiknya harga beras ini, saya hanya berani menyetok secukupnya saja,” kata Marina. Situasi ini membuat tiga penjual beras tersebut sangat berharap agar harga beras lekas stabil. “Mudahan-mudahan harga beras cepat stambil, jangan naik lagi, kasihan pembeli sekarang jika beli beras tidak bisa banyakbanyak seperti sebelumnya,” kata Nengah Reni. Kedua penjual beras lainnya menyampaikan harapan yang sama agar setok beras mereka juga bisa berada pada jumlah yang normal seperti biasa. -Naniek I. Taufan

Mencari Pengganti Beras Banyak bahan pangan lokal yang bisa menjadi alternatif pengganti beras. Selain enak, juga lebih sehat, dan kaya nutrisi. Menurut dosen Poltekkes Denpasar, Ida Ayu Eka Padmiari, SKM.M.Kes., beras dapat diganti dengan aneka umbi-umbian, seperti singkong, kentang, talas, jagung, dan ubi jalar. “Nilai gizi pengganti beras tidak kalah, contohnya, nilai gizi 100 gram nasi sama dengan 200 gram kentang atau 100 gram singkong atau 150 gram ubi atau talas 200 gram,” ujarnya. Singkong menyediakan energi sebesar 160 kkal, jumlah karbohidrat 38.06 g, protein 1,36 g 2,5, total lemak 0.28g, kolesterol 0 mg, dan serat 1,8 g. Selain kandungan zat gizi, pengganti beras tersebut mengandung vitamin dan mineral yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Kandungan vitamin tertinggi singkong adalah folat (vitamin B9) 27 mg, vitamin C 20,6 mg, dan vitamin K 1,9 mg. Beberapa mineral,

seperti sodium, kalium, kalsium, magnesium, fosfor, zinc, dan mangan. Bahan-bahan pengganti tersebut juga merupakan sumber energi. Singkong rendah lemak dan kolesterol, namun ia cukup tinggi kalori, bahkan hampir dua kali lipat kalori daripada kentang. Hal ini mungkin yang tertinggi dari setiap umbi tropis yang kaya pati. 100 gram singkong menyediakan 160 kalori, terutama berasal dari sukrosa yang membentuk sebagian besar gula pada umbi-umbian, yang total terhitung lebih dari 69 % dari total gula. Gula kompleks amilosa lainnya adalah sumber karbohidrat utama yaitu sekitar 16-17 %. Dengan demikian, singkong

bisa sebagai makanan alternatif selain nasi untuk mendapatkan cukup energi bagi tubuh kita. Singkong mengandung serat dan nol kolesterol. Mengonsumsi makanan yang tinggi serat akan sangat bermanfaat untuk kesehatan, seperti menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol, dan membantu pencernaan. Singkong sangat rendah lemak, juga lebih rendah protein jika dibanding dengan sereal dan kacang-kacangan. Meskipun demikian, makanan murah meriah ini, mengandung lebih banyak protein, dibandingkan dengan ubi jalar atau

kentang. Protein tertinggi terutama terdapat dalam daun singkong yang juga tinggi manfaatnya bagi kesehatan. Umbi-umbian juga bebas gluten. Pati singkong yang bebas gluten digunakan sebagai makanan khusus untuk pasien penyakit celiac dan autisme. Ia menyarankan, jangan hanya tergantung dengan beras. Apalagi, harga beras terus naik. “Cobalah mencari pengganti beras dari umbi-umbian. Banyak menu spesial yang dapat dikreasikan dari umbi-umbian. Selain itu, rasanya tak kalah sedap,” sarannya. Ia menambahkan, tak usah khawatir, sumber karbohidrat pengganti beras sangat banyak dengan kandungan gizi yang lebih lengkap. Ia menganjurkan, makanlah pengganti beras secara bergantian setiap kali makan. Tujuanya, agar tidak bosan dan bervariasi, serta kebutuhan gizi tercukupi. “Jangan lupa, tetaplah makan protein, karena pengganti beras tidak bisa mencukupi kebutuhan protein tubuh,” ucapnya. -Wirati Astiti


18

Kreasi

Edisi 839/ 9 - 15 maret 2015

Ogoh-ogoh Mini

Berawal dari Tangisan Anak Ogoh-ogoh yang identik dengan ukuran yang besar dan berat membuat anak-anak kecil kesulitan untuk mengarak. Namun, ini memberi ide bagi Wayan Gede Jati Widarma untuk berkreasi membuat ogoh-ogoh mini.

“D

ulu anak saya menangis minta dibuatkan ogoh-ogoh. Akhir­ nya saya buat dan dipajang di depan warung. Ternyata banyak yang berminat,” ujar pria yang juga PNS di Kabupaten Badung ini. Usaha kerajinan styrofoam Kapten Ogoh-Ogoh yang berada di jalan Kapten Agung, Denpasar ini dimulai tahun 2008. Ketika itu, kerajinan styrofoam dengan produk ogoh-ogoh mini ini dianggap belum sehingga Gede Jati berusaha mengembang­ kannya. Pemesan ogoh-ogoh mini ini tak hanya dai Denpasar dan Bali, tetapi sampai ke luar Bali “Ogoh-ogoh hasil karya saya udah sampai ke Lumajang, Banyuwangi dan berbagai kota di Jawa dan pernah ogoh-ogoh dikirim ke Australia,” ujar Gede Jati atau biasa dipanggil Koko ini. Dalam pembuatan ogohogoh ini bahan dasarnya styrofoam, bukan spon. “Saya memakai styrofoam, karena dalam membentuk ogoh-ogoh seperti tangan, kaki, badan dan

patah. Pembuatannya diawali dengan bentuk badan dari ogoh-ogoh, yaitu bentuk dada, perut, punggung dan bokong. selanjutnya anggota badan yang lain seperti tangan, kaki dan kepala pun dibuat. Setelah semua anggota badan lengkap, tinggal menyatukan semua anggota badan tersebut. Dalam menyatukan anggota badan, menggunakan lem khusus styrofoam. Selain menggunakan lem, menyatukannya juga menggunakan tusuk sate, biar ogoh-ogoh mini lebih kuat dan tidak mudah lepas dari pengeleman tersebut.

kepala menjadi kelihatan bagus dan nyata. Proses pembentukan dasar ogoh-ogoh membutuhkan waktu sekitar 2 jam tergantung dengan ukurannya. Ukuran yang lebih besar sekitar 3 meter membutuhkan waktu seminggu,” ujar Koko lagi. Membentuk sebuah ogohogoh dilakukan dengan membuat satu demi satu anggota badan atau terpisah pembuatannya. Fungsinya untuk memudahkan membuat dan tidak mudah

DICAT DUA KALI Ogoh-ogoh yang sudah berbentuk dan lengkap tersebut, selanjutnya dibuatkan tempat atau dasar biar ogoh–ogoh bisa berdiri. Tempat atau dasar ogoh-ogoh dibuat berbentuk kotak ini menggunakan kayu balok kecil. Kemudian ogohogoh ditancapkan ke kayu atau besi sebagai penunjang ogoh-ogoh. Menancapkannya mulai dari bawah kaki hingga ke badan ogoh-ogoh. Menancapkan ogoh-ogoh tergantung bagai­ mana bentuk dan kreativitasnya,

terkadang menancapkannya di antara selangkangan atau di tangan ogoh-ogoh. Setelah pembentukan badan dan pemasangan ke dasar ogoh-ogoh, proses selanjutnya yaitu proses penempelan kertas. Proses ini perlu waktu yang lama. Badan ogoh-ogoh harus tertutup semua oleh kertas yang di potong kecil-kecil. Dengan kertas yang dipotong-potong kecil akan membuat tangan, kaki dan badan ogoh-ogoh menjadi terbentuk. Selanjutnya ogoh-ogoh yang sudah selesai proses penempelan, dijemur atau didiamkan supaya kertas dan lem menjadi kering. Proses penjemuran lebih dari 1 jam lamanya. Hal ini dilakukan supaya cat bisa meresap dengan baik di permukaan ogoh-ogoh. Proses berikutnya pengecatan. Pengecatan ogoh-ogoh dilakukan 2 kali. Pertama ogoh-ogoh dicat dasar sebagai dasar dari warna. Proses

pengecatan dasar menggunakan kuas. Dalam pengecatan dasar tidak memakan waktu yang lama, sekitar 15 menit. Setelah pengecatan dasar selesai, ogohogoh dijemur kembali agar cat cepat kering. Ogoh-ogoh yang sudah kering dari pengecatan dasar, ogoh-ogoh kembali dicat proses kedua. Dalam proses pengecatan kedua ini menggunakan air brush. Penggunaan air brush ini supaya warna dari ogoh-ogoh menjadi lebih bagus. Fungsi air brush juga untuk membuat warna-warna gelap pada ogoh-ogoh. Selanjutnya ogoh-ogoh kembali di jemur. Setelah ogoh-ogoh selesai pengecatan yang kedua, selanjutnya ogoh-ogoh dipasangkan hiasan-hiasan seperti gelang, kain dan rambut yang membuat ogoh-ogoh lebih menarik. Proses ini merupakan proses yang ter­akhir dari pembuatan ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh pun siap untuk dijual atau dikirim ke pemesan. -Jelantik

Seminggu Laku 10 Menjelang Tahun Baru Caka pesanan ogoh-ogoh mini pun meningkat. Ini menjadi tambahan rezeki bagi Gede Jati dan keluarganya. Pesanan yang sudah dimulai dari bulan Januari membuat Gede Jati harus begadang membuat ogoh-ogoh mini. Pekerjaan ini dilakukan pada jam pulang kerja dari kantor, sehingga pembuatannya hingga malam hari. Pembuatan ogoh-ogoh mini yang tidak begitu besar modalnya, membuat Gede Jati terus berkreasi dalam pembuatan ogoh-ogoh mini. “Modal tidak terlalu besar untuk membuat ogoh-ogoh mini, kalau yang ogoh-ogoh yang besar sekitar 3 meter itu modalnya Rp 2 juta,” ujar Gede Jati. Ia menambahkan penjualan ogoh-ogoh mini berkisar mulai Rp 100 ribu sampai Rp 5 juta. Pak Dika yang tinggal di Jalan Kenyeri, Denpasar juga ikut memanfaatkan peluang dengan menjual ogoh-ogoh mini di warungnya. “Ini kali kedua saya menjual ogoh-ogoh mini. Sekarang saya menjual lebih banyak dari tahun lalu,” ujar Dika seraya mengatakan

penjualan ogoh-ogoh sudah dimulai sejak Januari di warung Dika. Kisaran harga ogoh-ogoh mini yang dijual di wa­ rung Dika mulai Rp 90 ribu sampai Rp 800 ribu. Harga tergantung bentuk dan ukuran dari ogoh-ogoh mini. Untung yang didapatkan dari menjual satu ogoh-ogoh ini mulai Rp 5 ribu sampai Rp 25 ribu. Ogoh-ogoh mini yang dijual di warung Pak Dika pembuatannya berasal dari Gianyar berbahan dasar spon. Pedagang lainnya, Bu Dayu di Jalan Katrangan, Denpasar mengatakan baru pertama kali menjual ogoh-ogoh mini ini. “Ada teman yang ngajak untuk jualan ogoh-ogoh mini ini,” ujar Bu Dayu kalem. Ogoh-ogoh di warung Bu Dayu datangnya dari Klungkung dan Gianyar. Ogoh-ogoh tersebut dibawa langsung ke warungnya. Dalam seminggu penjualan ogoh-ogohnya sudah laku hingga 10 buah. Harganya mulai Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu. Keuntungan yang diperoleh mulai Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu. -Jelantik

Life

Story

Edisi 839/ 9 - 15 maret 2015

Halusinasi selalu Menghantui Pukul 23.15 wita, di tahun 2007, adalah malam yang tidak terlupakan dalam hidup Arman (45). Malam itu, ia baru saja pulang dari berkunjung ke rumah keluarganya di Mata­ ram dan hendak pulang ke rumahnya di Lombok Timur. Ia memacu sepeda motornya seorang diri dalam cuaca yang sangat dingin malam itu. Tiba-tiba pada sebuah persimpa­ ngan jalan (ia menyebut nama jalan itu), ia merasa aneh, seperti ada yang mengikutinya. Malam memang menjelang larut, suasana jalan yang dilaluinya juga mulai sepi. Hanya satu dua kendaraan yang masih melintas.

R

asa aneh itu terus terasa seperti ada yang membonceng di belakangnya. Namun, ia tidak mengindahkan perasaannya itu dengan terus saja melaju menuju Lombok Timur. “Saya sempat berhenti beberapa saat untuk menengok ke belakang, tapi tidak ada siapa-siapa. Saya tetap merasa ada sesuatu di belakang saya,” ungkap Arman. Menurut Arman, ia memang tidak takut saat itu karena ia mencoba menguasai diri dan beruasaha keras membuang rasa takut tersebut. Sampai akhirnya Arman tiba dengan selamat di rumahnya. Sejujurnya, Arman merasa yang mengikutinya itu bahkan sampai ia tiba di rumah dan masuk ke kamarnya. Namun, ia tidak menceritakan kejadian itu pada orangtuanya. Di kamar itu, Arman yang masih bujangan ini tidur sendirian. Meski masih bertanya-tanya tentang apakah hal yang baru dialaminya itu hanya perasaannya saja atau memang ada “sesuatu” yang mengikutinya. Semalaman ia tidak bisa memejamkan mata, karena pengikut misteriusnya

masih dapat ia rasakan. Sampai pagi tiba ia masih merasakannya. Demikian pula hari-hari berikutnya, terus dan terus ia rasakan. “Bahkan terasanya makin menjadi dan saya seperti mendengar bisikan,” ujarnya. Bisikan-bisikan itu makin lama makin menguasai dirinya. Beberapa kawan dekatnya, mulai merasa ada keanehan pada Arman. Menurut Parman, salah seorang kawan Arman yang suka menginap bersama di kamar Arman, Arman bisa tiba-tiba keluar rumah meski dalam hujan lebat sekali pun. “Dia ambil sepeda motor dan melaju dengan kencang di tengah hujan deras,” kata Parman. KOMA DUA MINGGU Tidak itu saja, Arman kadang pergi ke suatu tempat lalu menyerahkan seluruh uang atau jam tangan atau apa saja yang ada miliknya kepada orang lain yang bahkan tidak dikenalnya. “Saya selalu mendengar seperti ada perintah-perintah yang harus saya lakukan,” ujar Arman, ketika ia dalam keadaan sadar. Arman memang mampu menceritakan dengan baik apa yang dialaminya

itu. Berbulan-bulan ini terjadi, Arman hidup dalam halusinasi yang ia sendiri tidak bisa memahaminya. Orangtua dan keluarganya sebenarnya sudah menangkap kejanggalan sikap Arman. Namun, mereka tidak bisa menganggap Arman gila karena Arman lebih banyak tampak normal.

Sampailah di suatu hari, di malam yang naas itu. Tiba-tiba ia mengendarai sepeda motor tanpa tahu tujuannya. Ia mengebut mengikuti halusinasi dari bisikan yang makin kuat didengarnya. Tiba pada titik di mana sepeda motornya dan sebuah truk bertabrakan. Arman bersimbah darah, kepalanya retak, ia tidak sadarkan diri. Hampir dua minggu ia koma di rumah sakit. Melihat kondisi Arman yang sangat parah, keluarganya telah berpikir untuk ikhlas jika pun ­Arman dipanggil oleh Sang Pencipta sewaktu-waktu. Diiringi doa-doa dari seluruh keluarga besarnya yang masih berharap ia sembuh, Arman yang koma tetap dalam perawatan dokter. Hingga akhirnya dua minggu kemudian, tanda-tanda kehidupan itu terlihat. Arman sadar dan seperti sebuah keajaiban, proses penyembuhannya berjalan cepat dan lancar. Dua minggu kemudian Arman diperbolehkan pulang. Ia tampak seperti biasa saja dan tidak terlihat seperti orang yang baru mengalami kecelakaan yang membuat tengkorak kepalanya sempat retak. Arman beraktivitas seperti biasa. Namun, ia mengaku halusinasi dan bisikan itu masih ada. “Saya kembali mendengar bisikan-bisikan seperti sebelum kecelakaan terjadi,” katanya. MENIKAH DAN PUNYA TIGA ANAK Sikap Arman makin aneh-aneh saja. Bisikan-bisikan itu membuatnya seperti orang gila. Ia bahkan mendengar bisikan untuk pergi keluar kota yang sangat jauh yang ia sendiri tidak punya tujuan apa-

7

apa. Ia mengikuti itu tanpa bisa menolaknya. “Ketika sadar, saya langsung pulang,” ujarnya saat suatu hari ia sadar telah berada di luar kota yang jauh dari rumahnya. Keanehan sikapnya membuat keluarganya khawatir. Ia sendiri menyadari hal itu. Bagusnya, tiap kali menyadari apa yang tengah terjadi pada dirinya, Arman selalu mampu menceritakan dengan baik tentang apa yang dialaminya. Hal ini membuatnya sadar untuk berinisiatif berobat ke rumah sakit jiwa. Selama satu tahun, secara rutin ia berobat ke Rumah Sakit Jiwa di Lombok. Ia juga mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter. Arman termasuk laki-laki yang beruntung. Meski situasinya seperti itu, ia kemudian menemukan jodohnya. Perempuan yang akhirnya merawatnya dengan sangat telaten. Kini mereka dikarunia tiga anak yang masih kecil-kecil. Menikah telah membuat Arman merasa lebih mudah mengendalikan halusinasi dan bisikan yang hingga kini masih kerap menghampirinya. “Frekuensi saya mendengar bisikan sekarang sudah banyak berkurang,” katanya. Arman tetap rutin berobat di rumah sakit jiwa dan mengonsumsi obat dari dokter. Kini, demi kesem­buhan Arman, istri, keluarga dan kawan-kawannya semakin sering mengingatkan Arman untuk melawan tiap kali bisikan itu datang. Arman berharap, suatu hari nanti ia bisa benar-benar lepas dari halusinasi yang tidak dipahaminya itu. -Naniek I. Taufan


8

Bunda & Ananda

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

Perbaiki Posisi Tidur Anak

Prof. Adiputra

A

ktivitas anak-anak umumnya sangat banyak, mulai dari pergi ke sekolah, belajar, bermain, hingga mengikuti les. Aktivitas ini memberi kesempatan bagi anak-anak untuk bergerak. Banyak gerakan ini tentu harus dibarengi dengan asupan nutrisi dan waktu istirahat yang cukup. Tujuannya tentu mendapatkan tumbuh kembang yang proporsional. Dede yang berusia 6 tahun termasuk anak yang banyak kegiatan. Selain belajar dan bermain di sekolahnya, ia juga punya jadwal les renang tiap hari Selasa dan les robot tiap hari Sabtu. Selain itu, di rumah ia masih menyempatkan diri bermain bersama saudara-saudaranya. “Kalau sudah lelah, ia langsung tidur. Asal ada bantal guling, dipeluk, langsung lelap,” ujar Yati, ibu Dede

“Orangtualah yang berperan aktif untuk memperhatikan posisi tidur anaknya. Kalau dilihat dalam posisi kurang nyaman, misalnya miring, meringkuk, atau yang lainnya, segera perbaiki. Jika posisi tidur yang kurang nyaman itu dibiarkan akan menjadi format begitulah tidur si anak. Posisi tidur ideal yang alamiah sesuai anatomi tubuh tentunya dengan kaki dan badan lurus, wajah menghadap ke atas,

Gebrak Panggung Indonesia Fashion Week 2015

17

Denpasar Konsisten Mengusung Endek

Tidur merupakan istirahat yang paling baik. Saat tidur, tubuh melakukan recovery setelah aktivitas yang kita lakukan. Hal ini pun berlaku bagi anak-anak. Tidur merupakan saat tubuh beristirahat. Hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua adalah posisi tidur anak. Namun, yang dikhawatirkan ibunya adalah posisi tidur Dede yang meringkuk. Posisi ini menjadi posisi favorit, apalagi meringkuk sambil memeluk bantal guling. Kadang pernah juga ia tidur dalam posisi nungging. Walaupun sudah diperbaiki, tetap posisi idolanya tetap bisa dilakukan. “Sebelum tidur, sudah sering saya nasihati agar tidur dengan kaki lurus. Tetapi, Dede mengaku tidak bisa tidur kalau kaki lurus,” ungkap Yati. Ia khawatir, kalau tidurnya meringkuk akan mengganggu pertumbuhan badan dan kaki. Posisi tidur memang bisa bermacam-macam, apalagi bagi anak-anak. Hal ini masih dalam tahap wajar. “Orangtualah yang berperan aktif untuk memperhatikan posisi tidur anaknya. Kalau dilihat dalam posisi kurang nyaman, misalnya miring, meringkuk, atau yang lainnya, segera perbaiki. Jika posisi tidur yang kurang nyaman itu dibiarkan akan menjadi format begitulah tidur si anak. Posisi tidur ideal yang alamiah sesuai anatomi tubuh tentunya dengan kaki dan badan lurus, wajah menghadap ke atas,” jelas Prof. Dr. dr. Nyoman Adiputra, MOH, Sp.Erg., AIFO, guru besar Fisiologi Olahraga dan Ergonomi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Ia menambahkan posisi tidur yang meringkuk ini tak memengaruhi tumbuh kembang anak. Pertumbuhan anak akan terus terjadi hingga usia 16 tahun. Dari

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kota Denpasar hadirkan “Endek” pada perhelatan Indonesia Fashion Week (IFW), the biggest fashion movement Indonesia 2015 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta yang berlangsung 26 Februari s.d 1 Maret. Ilustrasi

Anak tidur meringkuk

usia 0 hingga 5 tahun (balita) merupakan fase pertumbuhan otak, sedangkan di atas 5 tahun didominasi pertumbuhan fisik. Tumbuh kembang anak bisa dipengaruhi oleh aktivitas dan asupan nutrisi. Aktivitas seperti renang dan senam merupakan cara paling baik untuk mempercepat pertumbuhan. “Pertumbuhan menjadi lebih optimum dengan melakukan renang dan senam. Saat berenang dan senam, tubuh banyak bergerak dan ini merangsang pertumbuhan ujung-ujung tulang panjang,” ujar profesor asal Bangli ini. Nutrisi bagi anak pun perlu diperhatikan, khususnya keseimbangan kalori. Patokan yang sering dipakai adalah bagi orang yang bekerja keras perlu 5000 kalori per hari sedangkan yang lebih banyak duduk, perlu 2500 kalori per hari. Untuk anak-anak menyesuaikan aktivitasnya. Makin banyak aktivitas, makin banyak asupan nutrisi. Minimal anak makan tiga kali sehari. Anak juga diingatkan untuk makan sayur dan orangtua harus menjadi contoh. Di rumah tangga, ada prioritas yang harus diberi makan. Pertama, ibu hamil, kedua anak-anak, ketiga orang dewasa. Ia memperhatikan saat ini

banyak anak-anak yang mengalami obesitas karena aktivitas fisik menurun, lebih banyak menonton televisi dan bermain games disertai dengan mulut dan tangan sibuk dengan makanan. Anak-anak juga dimanjakan karena pergi dalam jarak dekat harus diantar dengan kendaraan. Ini membuat aktivitas fisik anak sangat kurang. Agar bisa mengetahui tumbuh kembang anak, orangtua harus memiliki tabel atau grafik perkembangan anak. Dari tabel ini bisa dilihat jika usianya sekian, berat badannya sekian, tingginya sekian. Jika sudah keluar dari jalur grafik, harus dicek kondisi kesehatannya untuk mencari tahu apa penyebabnya. Jika asupan nutrisi dan aktivitas sudah sesuai, selanjutnya waktu

istirahat yang harus diperhatikan. Tidur adalah istirahat yang paling baik untuk recovery atau pengembalian ke posisi semula. Tidur yang baik tentu dengan posisi alamaiah, telentang menghadap ke atas. Kalau sesekali bolakbalik masih wajar karena tidak ada tidur yang posisinya benar-benar diam. Suasana tempat tidur juga bisa memengaruhi posisi tidur. “Anak-anak tidurnya bisa meringkuk, hadap kanan, hadap kiri itu tidak masalah asalkan orangtua segera memperbaiki jika melihat posisi anak tidak tepat. Contohnya, kalau posisi leher dan kepala salah, saluran pernapasan menyempit dan terganggu. Ini yang menyebabkan mendengkur. Segera perbaiki posisi kepalanya,” tegas Prof. Adiputra. -Ngurah Budi

dihadiri masyarakat pecinta fashion dari berbagai kalangan tersebut, Dekranasda Kota Denpasar menggandeng 3 desainer Kota Denpasar, yakni Rhea Cempaka, Dhevinta Tito dan Katrin Suthajaya untuk menyuguhkan kreasi endek mereka di panggung utama IFW, Sabtu (28/2). Saat acara, para pecinta mode yang me­ madati kursi penonton terlihat antusias. Apalagi di sana juga hadir menyaksikan secara langsung, Menteri Koperasi dan UMKM RI A.A.Ngr. Puspayoga bersama Ny. Bintang Puspayoga, serta Wakil Ketua

Pilihan kehadiran menteri koperasi dan UMKM

Dekranasda Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara dan Ny. Kerti Rai Iswara. Salah seorang penonton dari Jakarta, Winda yang mengaku penggemar kain tenun Bali, mengatakan sangat tepat Dekranasda Kota Denpasar memilih ketiga desainernya. Karya mereka begitu indah untuk dinikmati. Ketiganya, katanya meng­ hadirkan kreasi motif endek yang berbeda dan setiap desain juga dapat dikenakan langsung atau siap pakai, tinggal disesuai­ kan dengan tema acara. Bulantrisna Djelantik, seorang penari Istana dan pengamat seni, yang juga me­ nyaksikan fashion show tersebut berdecak kagum. “Endek ternyata luar biasa ketika dikreasikan. Ide-idenya sangat menarik,

baik pada motif maupun warnanya. Saya banyak mendapat inspirasi melihat persembahan desainer Kota Denpasar. Unsur endek akan saya masukkan nanti dalam busana-busana tari kami,” kata pemilik Sanggar Legong di Jakarta ini. Begitu juga desainer papan atas Ali Kharisma dan Poppy Dharsono juga tak ketingggalan hadir mengapresiasi persem­ bahan Kota Denpasar. Selain tampil di panggung runway, Dekranasda Kota Denpasar juga me­ nyertakan pengrajin binaannya sebagai peserta exhibition (pameran dagang) di area yang sama, menyajikan produk tekstil lokal (baca: endek ) dan berbagai bentuk kerajinan lainnya. –ard

BERSAMA JALANKAN PROGRAM PEMKOT DENPASAR Anak-anak berenang

Mendongeng Lima Menit Aku bukan Dokter

Seekor serigala yang sedang lapar mondarmandir di lapangan luas pinggir hutan. Suatu saat ia melihat seekor keledai yang merumput. “Pucuk dicinta ulam tiba,” kaMade Taro tanya. Ia berlari mendekati keledai itu, hendak memangsanya. Aneh, keledai itu diam merunduk, menyerah dan merintih kesakitan. “Tolonglah aku, Dokter!” kata Keledai. “Aku tahu bahwa aku patut menjadi mangsamu, tetapi aku ingin agar kau benar-benar menikmatiku. Dengan demikian arwahku akan mendapat tempat yang baik.” “Apa maksudmu, Keledai?” tanya Serigala. “Lihat kakiku,” kata Keledai sambil mengangkat sebelah kaki belakangnya. “Kerikil tajam melekat di kukuku, sehingga aku tidak bisa berlari. Tuan Dokter bisa saja memangsaku, tetapi

P

ada ajang tahunan garapan Asosiasi Perancang Peng­ usaha Mode Indonesia (APP­ MI) yang keempat kalinya ini, Denpasar mempersembahkan peragaan busana berbasis budaya. Menurut Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. IA Selly D. Mantra, tenun ikat bernama endek ini milik Bali. Namun Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali konsisten mengusung kekayaan budaya lokal ini menjadi produk unggulan. Karenanya, pada IFW di JCC yang

akibatnya sangat berbahaya. Batu kerikil yang melekat itu ikut pula masuk ke dalam perut Tuan Dokter.” “Benar juga keledai itu. Ia pasrah dan tulus hati,” pikir Serigala. Serigala yang merasa dirinya sebagai dokter penolong, lalu menyuruh Keledai mengangkat kakinya tinggi-tinggi. Ia mencermati batu yang melekat itu sambil berkali-kali memiringkan kepalanya. Lalu dengan sigap dokter yang terampil itu mencabut batu itu dengan gigi-giginya yang tajam. Setelah tercabut, …. Pang! Dokter Serigala merasa dirinya terbang di angkasa, lalu mendarat di onggokan batu. Sejenak, ia tidak ingat peristiwa yang menimpanya. Setelah siuman, ia melihat keledai yang ditolongnya tadi berlari sangat jauh. “Bodoh benar aku!” umpatnya sendirian. “Aku ini hewan pemangsa keledai, bukan dokter. Keledai itu bukan pasien, tetapi makanan gurih Serigala. Setiap makhluk seharusnya menyadari, siapa dirinya, dan apa yang harus diperbuatnya.”

Mengambil tema ”Lelakon Dedari“, koleksi Rhea Cempaka yang mengawali peragaan busana berhasil menghadirkan sisi kein­ dahan warisan budaya Bali yang tersimpan dalam endek. Kreasi­ nya dipadukan bordir, lace, payet serta ciri khas endek Denpasar dengan bordir di bagian tumpal. Melalui rangkaian kebaya dengan padanan kain bawahan berbalut masa kini menjadikannya khas ala Rhea. Sedangkan Devinta Tito dengan suguhan tema, “Segara Amerta” mempersembahkan dress cocktail dan casual glamour. Ia juga ber­ hasil memanjakan mata penonton dengan memadukan detil khasnya dengan olahan material endek dalam warna-warna segar. Sebagai suguhan terakhir, Katrin Suthajaya membawa pe­

nonton kepada gaya berpakaian sofistikasi dan elegansi pada tema “Fearless Beauty” . Suguhan kreasi yang menggabungkan keelokan endek dipadukan dengan juntaian chiffon dan dilengkapi palet rona keemasan. Melihat karya dan kreasi endek ketiga desainer Kota Denpasar itu, Selly D. Mantra mengaku puas, se­ bab ketiganya kuat dengan karak­ ternya masing-masing. Meski mereka sama-sama menggunakan endek tenunan dari satu peng­ rajin Denpasar yakni Sekar Jepun, namun motifnya berbeda sesuai gaya masing-masing, menjunjung tradisi namun tetap mengikuti perkembangan zaman. Lebih lanjut dikatakannya bah­ wa ajang tersebut bukan sematamata memberikan kesempatan bagi desainer Kota Denpasar

berkiprah di tingkat nasional namun lebih dari itu mengajak mereka bersama-sama melan­ jutkan program pemerintah Kota Denpasar yang telah menetapkan endek sebagai salah satu produk unggulan, dalam upaya mewu­ judkan Kota Denpasar sebagai kota kreatif. Para Desainer Kota Denpasar ini, kata Selly D. Mantra memi­ liki komitmen yang sama bukan hanya untuk fokus melestarikan tapi juga mengembangkan dan meningkatkan kualitas, kreativitas serta inovasi dan lanjut mempro­ mosikannya. Untuk kali ini dipilih­ nya ajang fashion show sebab di sana ada aspek bisnisnya de­ ngan melibatkan pengrajin serta melihat potensi pasar, sehingga endek tetap berkibar dan menjadi kebanggaan Denpasar khususnya

Ny. Bintang Puspayoga saat mengunjungi stan Dekranasda Kota Denpasar

dan Bali umumnya. Bahkan kedepannya bersamasama pula, mengeksplor komoditi mode yang potensial ini meram­ bah pasar global. Selain itu, bisa menjadi referensi tren fashion siap pakai yang menarik di kalangan anak muda bukan hanya di Bali tapi di tingkat nasional. “Apa­ lagi jika melihat gagasan APPMI ingin menjadi­ kan Indonesia sebagai pusat mode dunia di tahun 2025. Dan, local move­­ment ini juga sebagai bagian dari gerakan untuk

bangga, dukung, dan pakai produk lokal,” papar Selly D.Mantra Sementara Kabag Ekonomi Setda Kota Denpasar, I Made Saryawan, S.E., M.Si., dalam aca­ ra jumpa pers menyampaikan, Denpasar memilih fashion untuk menunjukkan budaya luhur dan sekaligus bisa menjadi alat dalam ekonomi kreatif. “Jelas terlihat keindahan serta keunikan endek peng­ rajin Denpasar di IFW. Dari koleksi tiga orang desainer Kota Denpasar, kreasi dan inovasi mereka sangat menawan ketika disuguhkan di panggung utama. Mereka berhasil menghadirkan kesan modern tanpa mening­ galkan sisi tradisinya,” lanjut Sarya­wan usai pagelaran busa­ na di IFW pekan lalu. –ard


16

Dara

Edisi 839/ 9 - 15 maret 2015

Mengunjungi Istana Kesultanan Bima

Arsitektur Perpaduan Bima-Eropa

S

alah satu objek wisata di Bima, Nusa Tenggara Barat yang menyimpan sejarah salah satu kerajaan yang pernah berjaya di zamannya adalah Istana Kesultanan Bima. Tidak lengkap rasanya, jika berkunjung ke Bima, tanpa mampir ke Istana Kesultanan Bima (ASI Mbojo). Hingga hari ini, Istana Kesultanan Bima yang mulai dibangun tahun 1927 bertepatan dengan tahun kelahiran putri ketujuh Sultan Muhammad Salahuddin, DR. Hj. Siti Maryam Salahudin, hingga kini masih berdiri kokoh. Dari penuturan Siti Maryam yang kini berusia 87 tahun diketahui bahwa arsitek dari istana megah itu adalah Ir. Rehata yang berasal dari Ambon. “Ir. Mr. Obzicter Rehatta adalah orang Ambon yang kala itu bertugas sebagai Kepala PU (istilah zaman sekarang),” ungkapnya. Arsitekturnya dibuat dari perpaduan konstruksi tradisional Bima dan Eropa. Suasana asri dan keaslian bangunan istana dan kompleksnya ini masih terjaga dengan baik. Nilai-nilai sejarah yang terkandung di dalamnya, kini banyak memberikan “cerita” majunya peradaban dan kebudayaan orang Bima tempo dulu yang bisa dilihat dari jejak pusaka peninggalan Kesultanan Bima. Di dalam istana yang saat ini menjadi Museum Daerah Bima, kini tersimpan bendabenda peninggalan kerajaan. “Barang utama milik Kerajaan Bima yang masih tersimpan di dalam istana yang dike-

nal dengan nama ASI Mbojo, adalah Mahkota asli Kerajaan Bima yang bertahtakan intan berlian, Keris Samparaja dan sebuah parang istimewa dari abad ke-XIV bernama La

Nggunti Rante. Parang ini peninggalan Indra Zamrud, Raja Bima yang pertama,” ungkap Siti Maryam. Kerajaan Bima berubah menjadi Kesultanan sejak abad XVI. Inilah yang menjadi salah satu daya tarik istana ini di samping banyak koleksi kerajaan lainnya yang disimpan di sini. Koleksi-koleksi peninggalan Kerajaan Bima ini tersimpan di salah satu ruangan istana sebelah utara, yang terjaga dengan ketat. Pengunjung yang masuk ke ruang koleksi ini bisa melihat dari jarak sekitar satu meter saja, karena koleksi-koleksi ini telah dilindungi

dengan terali-terali yang cukup tebal untuk keamanan benda-benda asli peninggalan Kerajaan Bima. Istana Kesultanan Bima, ini didirikan mulai tahun 1927 hingga selesai pada tahun 1930. Setelah bangunan istana ini dapat dipergunakan maka sebuah acara besar pun dihelat yakni pernikahan Sultan Sumbawa yang terakhir, yakni Sultan Kaharuddin dengan salah seorang putri Kesultanan Bima, Sultan Muhammad Salahudin, yakni Siti Hadijah. “Itulah perhelatan besar pertama yang dilakukan di Istana pada tahun 1930, tepat setelah selesainya pembangunan Istana Bima,” kata Siti Maryam. Menurut Siti Maryam, istana yang terdiri dari dua lantai itu, memiliki sembilan kamar tidur di atasnya, termasuk kamar tidur dirinya yang hingga saat itu koleksi dan suasana kamar-kamar tidur dipelihara seperti aslinya dulu. Selain itu di lantai atas istana juga terdapat beberapa ruangan lainnya. Di sana bisa dilihat dan dibayangkan situasi kamar tidur putri-putri raja tempo dulu. Di lantai bawah istana terdapat setidaknya lima kamar tidur lain dan ruanganruangan besar serta ruang makan dan ruang rapat untuk penyelenggaraan acara-acara istana.

Di komplek istana itu (ASI Mbojo), terdapat pula sebuah istana tua yang terbuat dari kayu yang hingga kini masih dipertahankan keasliannya. Istana ini berada di samping timur Istana Kesultanan Bima. Dikenal sebagai ASI Bou (istana baru), istana ini dibangun oleh Sultan Ibrahim untuk Sultan Salahuddin (ayahanda Siti Maryam) ketika menikah dengan seorang perempuan anak dari Raja Bicara Kesultanan Bima. Jika melihat kondisi ASI Bou itu, saat ini, tentulah kondisi ASI Bou terlihat lebih tua dari Istana Kesultanan Bima yang ada sekarang. “Disebut ASI Bou (istana baru) itu karena saat dibangun, istana asli Sultan Ibrahim yang juga terbuat dari setengah kayu dan setengah batu, kondisinya dulu sudah tua,” kata Siti Maryam. Karena

itulah ASI Bou menjadi istana baru. Namun ketika istana tua Sultan Ibrahim itu dibongkar dan dibangun baru seperti yang ada sekarang, maka ASI Bou (istana baru) itu tampak tua. Kini Istana Kesultanan Bima menjadi museum yang dapat dikunjungi tiap hari kecuali hari libur. Selain difungsikan sebagai museum, ASI Mbojo juga difungsikan sebagai tempat menyelenggarakan kegiatan-kegiatan adat, seperti upacara Adat Hanta Ua Pua yang diselenggarakan tiap kali memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW. Selain itu kegiatan lainnya yang selalu memakai istana ini adalah saat penobatan Sultan Bima serta kegiatan adat lainnya. Di saat itulah, istana dan seluruh halamannya akan dipenuhi masyarakat Bima. -Naniek I. Taufan

Manusia adalah mahluk luar biasa dan paling sempurna yang diciptakan oleh Tuhan.Tak perlu diragukan lagi bahwa sesunguhnya manusia dapat melakukan apapun jika mereka mau. Manusia dapat mengadakan sesuatu yang belum mereka miliki, mereka dapat mempertahankan sesuatu yang telah mereka miliki dan juga mereka dapat menghilangkan sesuatu yang sedang mereka miliki. Semua pilihannya ada dalam dirinya sendiri, dan untuk menghidupkan kemampuannya sangat tergantung pada kemauannya. Setelah mengadakan workshop berkeliling Indonesia dan tampil di beberapa media televisi kini Guru Mangku Hipno akan hadir dan kembali menggelar workshop dahsyat di Bali. Workshop dahsyat kali ini akan mengajak para peserta membongkar rahasia terdalam “PEMURNIAN 9 CAKRA UNTUK SEMBUH DAN SUKSES”. Di awal acara para peserta akan disuguhkan kata kata magis dengan bahasa gampang dipahami, lugas dan padat, berisi. Di akhir workshop seluruh peserta akan disembuhkan melalui psiko hypnotherapi massal. Keistimewaan manusia juga dikarenakan mereka bisa mengakses tiga energi dasar kehidupanya yaitu energi tanah (Pertiwi) atau energi Brahma, energi Alam Semesta atau Energi Wisnu dan energi Akasa atau energi Iswara. Ketiga energi ini jika diolah secara baik dan terkendali akan menciptakan kekuatan dahsyat bagi seseorang. Kekuatan itu bisa dilihat secara nyata, dirasakan secara langsung dan bisa dibuktikan secara duniawi. Kekuatan ini menciptakan imunitas atau kekebalan tubuh bagi seseorang, menciptakan daya tahan tubuh yang luar biasa dari segala serangan mematikan, dan mampu menciptakan daya penyembuhan yang luar biasa dari segala serangan penyakit termasuk penyakit dan masalah yang tidak terdeteksi ataupun teridentifikasi oleh alat-alat medis tercanggih sekali pun. 9 cakra yang merupakan linggam 9 Dewata dalam tubuh kita, adalah pembuka jalan menuju hal yang kita harapkan, sebagai penjaga dan pemelihara segala kebaikan yang kita telah miliki, dan sebagai penghilang atau penetralisir segala hal yang buruk yang terlanjur kita pelihara. Jika 9 cakra dimurnikan maka energi tubuh, perasaan dan pikiran Anda akan membuat aura Anda menyala bagaikan kunangkunang di malam hari. Anda menjadi sangat menarik bagi siapapun dan bagi rezeki.

Dalam seminar ini, Guru Mangku Hipno akan memurnikan 9 cakra Anda mulai dari cakra dasar linggam Dewa Brahma yang mengatur keberuntungan, cakra seks linggam Dewa Wisnu yang mengatur perasaan, cakra pusar linggam Dewa Rudra yang mengatur energi, cakra jantung linggam Dewa Iswara yang mengatur kemampuan berintuisi, cakra tenggorokan linggam Dewa Mahesora yang mengatur kemampuan berbicara, cakra ajna linggam Dewa Mahadewa yang mengatur kemampuan berinspirasi dan berpikir, cakra kembar linggam Dewa Sambu dan Sangkara yang mengatur pendengaran jujur, benar, atau bohong, dan cakra mahkota linggam Dewa Siwa yang mengatur firasat serta kemampuan berspiritual. Jika semua cakra-cakra itu telah dimurnikan maka inspirasi KESEHATAN, KESUK­ SESAN, KEBERLIMPAHAN DAN KEBAHAGIAAN akan muncul dari tempat yang selama ini Anda tidak pernah pikirkan dan bayangkan sebelumnya. Ketika 9 cakra dimurnikan Anda pun berpotensi mampu menjadi penye “Begitu banyak manfaat dan pencerahan jiwa yang akan Guru Mangku Hipno berikan dalam seminar kali ini, maka sangat sayang jika Anda melewatkannya, karena kesempatan terbaik biasanya hanya datang sekali, inilah saatnya dalam waktu 2 jam saja Anda sembuh dari segala penyakit, Anda bangkit dari keterpurukan, bangun dari keputusasaan, menggantikan ketakutan menjadi keberanian, membuang malas, cemas, ragu, tak percaya diri dan hal-hal buruk lainnya lalu menemukan jati diri Anda yaitu menjadi seseorang dengan pola pikir baru, bermental kuat, penuh rasa syukur dan menyakini Tuhan diatas segalanya sehingga hidup ini bermanfaat dan menjadi sederhana, tegas dan berani bertindak, saat itulah hidup Anda ditaburi keajaiban seperti habis gelap terbitlah terang,” kata GMH KG Suatmayasa, SH, CH, CHt, MNNLP yang akan menjadi narasumber dalam seminar tersebut. GMH KG Suatmayasa merupakan guru besar Brahmakunta Supranatural & Spiritual Modern Center, pendiri Brahmakunta Prana & Hypnosis Club, yang dikenal dengan panggilan GMH atau Guru Mangku Hipno yang juga merupakan seorang spiritualis, pakar prana, pakar hypnosis hypnotherapy, instruktur NLP, EFT, EQB, palmistri, motivator spiritual, profesional healer, sosio medis dan Heado Theta. YANG ANDA TUNGGU ADA DI CENTER KAMI. ...sebuah metode dengan sentuhan keajaiban Tuhan. ...karena hanya hitungan menit, cepat, efisien, murah, efektif dan terbukti. Metode penyembuhan mind body soul refreshment di Center Brahmakunta, adalah metode universal unggulan yang telah terbukti mampu menyembuhkan ribuan pasien baik dari seluruh wilayah Indonesia maupun manca negara seperti Prancis, Ukraina, Amerika, Jepang, Australia, UEA, India, Singapura, dan Filipina.

Metode ini diciptakan dengan tujuan mulia yaitu mampu menjawab setiap masalah yang belum terpecahkan oleh penyembuh lainnya baik yang bersifat medis maupun non medis. Metode ini mampu men­deteksi dan menyentuh sisi terdalam misteri sebuah penyakit. sehingga segala keluhan dan penyakit yang selama ini belum tersembuhkan menjadi memiliki peluang sangat besar disembuhkan, tanpa menyangkutkan orang lain, agama, kepercayaan, tanpa obat, tanpa klenik, tanpa ritual, tanpa alat apapun. 100% murni pembangkitan kekuatan penyembuhan diri melalui penyadaran diri, dan pengeluaran tekanan pikiran, perasaan dan tubuh. metode ini hanya bisa dilakukan oleh pakar metafisika, psiko hypnotherapy, dan mind body soul reinstall. Metode ini hanya dapat dilakukan di area bawah sadar manusia yaitu area THETA DAN DELTA dan sangat tidak mungkin dilakukan oleh orang yang bukan ahli dan berpengalaman di bidangnya. Sebagai penemu metode ini, Guru Mangku Hipno yang sudah berpengalam­an 3 tahun menjalankan metode ini dengan tingkat keberhasilan luar biasa, hampir mencapai 90 persen. Kini kesempatan terbuka untuk Anda dan orang orang terkasih Anda, dengan segala keluhan di bidang kehidupan, manfaatkan keberadaan kami, kunjungi center kami untuk segera menemukan solusi atas kesehatan, kesuksesan, keberlimpahan harta serta kasih sayang Anda. Anda akan mendapati diri sudah terbebaskan dari segala masalah apapun dan mendapat inspirasi atas kesenangan, ketenangan dan kenyamanan hidup anda. Untuk solusi terbaik segala masalah Anda sekeluarga hubungi: BRAHMAKUNTA CENTER DAN GMH INSTITUTE Alamat : Perumahan Gunung Sari Indah, Jl. Tukad Buana 1/61 Kebo Iwa Utara, Denpasar. Phone : 0361 8442823 / 085103112404. Pin BBM : 7FB63D83. Buka : Senin s/d Sabtu, Pukul 10.00 wita s/d 17.00 wita. Malam : Rabu dan Sabtu, Pukul 20.00 wita s/d 22.00 wita.

IKUTI WORKSHOP KAMI: HARI : MINGGU, 15 MARET 2015 TEMPAT : GEDUNG PWI BALI . Jl. GATOT SUBROTO TENGAH LUMINTANG DENPASAR PUKUL : 15.00 SD 17.30 WITA HARGA TIKET : HANYA Rp 350 RIBU Daftarkan diri Anda segera, tempat sangat terbatas hanya untuk 65 orang saja, dengan cara mendaftar : KETIK WPC (SPASI) NAMA (SPASI) ALAMAT Kirim ke : l085 103 112 404 (Center Brahmakunta) l081 337 228 580 (GMH) l085 238 640 217 (Jro Abuck) l085 638 001 33 (Jro Putu Anta) l0361-9133 725 (Jro Ayuk) l081 246 818 51 (Jro Musna)

Santi & Sinta

9

Jepang membuatnya gelenggeleng kepala.Terutama ketika memanfaatkan fasilitas publik yang nyaris tanpa cela. Transportasi umum sangat canggih. Jauh dari kemacetan seperti yang terjadi di sejumlah kota di Indonesia. Kebersihan kota dan disiplin warga berlalulintas patut dijadikan contoh. Terpenting yang membuat Santi terharu, begitu fanatiknya masyarakat Jepang menjunjung tinggi dan melestrasikan budaya adiluhung, yang diwaris­ kan pendahulunya. Di bidang pendidikan, Jepang benar-benar memperhatikan perkembangan sumber daya manusianya. Sekolahsekolah di Jepang mendapat perhatian sungguh-sungguh pemerintah. Jumlah siswa di tiap kelas dibatasi sehingga proses belajar mengajar berlangsung efektif dan meluluskan siswa berkualitas. Santi pun tak habis pikir, selama proses belajar mengajar berlangsung, tak ada satu pun siswa yang lain-lain. Apalagi berani berbicara de­ ngan teman-temannya.

Belajar Disiplin dari Jepang Lolos mengikuti seleksi Program JENESYS 2.0, mengantarkan si kembar Santi dan Sinta mendapat kesempatan jalan-jalan gratis ke Negeri Matahari Terbit 26 Januari-3 Februari lalu. Selama delapan hari Santi dan Sinta yang bernama lengkap Ida Ayu Santi Dharmastri Laksmi dan Ida Ayu Sinta Dharmastri Laksmi ini, bermukim di negera maju tersebut.

B

WORKSHOP PEMURNIAN 9 CAKRA UNTUK SEMBUH DAN SUKSES DALAM SEKEJAP BERSAMA GURU MANGKU HIPNO

Edisi 839/ 9 - 15 maret 2015

Santi dan Sinta

agi kedua siswa SMAN 3 Denpasar ini, bisa menginjakkan kaki di Jepang seperti mimpi saja. Santi yang saat ini duduk di bangku kelas XI MIPA 6 menceritakan Program JENESYS 2.0 merupakan kegiatan pertukaran pemuda dan pelajar dari pemerintah Jepang. Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan potential interesi, di kalangan pemuda ASEAN dan negara lain terhadap Jepang. Selain itu juga untuk mempromosikan “global understanding on Japan’s strengths, attractions and values’’. Sebagai program pertukaran pelajar dan pemuda yang diluncurkan pemerintah Jepang, JENESYS 2.0. memiliki berbagai tema. Salah satunya Mass Me-

dia Programe, yang bertujuan mempromosikan pemahaman global nilai-nilai Jepang, dengan fokus pada media massa. “Program JENESYS 2.0. ini memberikan kesempatan kepada pelajar maupun pemuda Indonesia untuk menyaksikan berbagai macam atraksi tentang Jepang, kunjungan ke sejumlah media di Jepang, dan mengikuti program home stay selama dua hari. Dari Indonesia ada 51 peserta yang ikut,” kata Santi. Sulung empat bersaudara yang semuanya perempuan ini, mendapatkan banyak manfaat dari kunjungannya ke Jepang. Terutama dia banyak belajar disiplin dari masyarakat Jepang. Di mata putri sulung pasangan Ir. Ida Bagus Gede Eka Dharmaputra –Ida Ayu Dewi Laksmi ini, disiplin masyarakat

Dimanjakan Fasilitas Publik Fasilitas publik yang disediakan pemerintah Jepang benar-benar memanjakan masyarakatnya. Air keran yang banyak tersedia di sejumlah tempat umum, merupakan air yang siap diminum. Santi pun sangat terharu begitu mengikuti kegiatan homestay, yang mengharuskannya tinggal di rumah salah seorang warga Jepang. Dia pun sempat salah tingkah begitu harus menjadi penghuni baru di rumah itu. Hal yang berbeda dengan kebiasaan Santi sehari-hari di rumahnya di Jalan Nuansa Kori Utama II No. 11 Pedungan, Denpasar Selatan. Mulai dari cara menaruh sepatu jika hendak masuk ruangan, yang harus menghadap ke pintu, cara duduk, cara makan

dan sebagainya. Warga Jepang umumnya terdidik dan terlatih untuk mandiri. Selesai makan, sudah menjadi kewajiban masing-masing orang untuk mencuci t piring sendiri. Tingginya kepedulian masyaraka yang ya buda un maup si tradi dap Jepang terha telah diwariskan leluhurnya, menjadikan tradisi, seni maupun budaya di Jepang sampai saat ini tetap lestari. Santi yang bercita-cita ingin menjadi seorang k psikolog ini, mengajak generasi muda Bali untu Terug. Jepan t mengambil sikap positif masyaraka tama disiplin dan menjunjung tinggi tradisi yang ada di negeri tersebut.

Disiplin Kunci Keberhasilan Lain halnya dengan Sinta, yang lebih melihat Jepang itu sebuah negara maju yang tetap kuat mempertahankan sikap disiplin masyarakat serta menjunjung tinggi tradisinya. Disiplin yang dimiliki masyarakat Jepang, diyakini putri kedua dari empat bersaudara ini menjadikan negara Jepang negara industri maju di dunia. Siapa pun sepakat dengan ungkapan remaja berbintang Aries ini, “disiplin menjadi kunci keberhasilan”. ‘’Disiplin itu harus dimulai dari diri sendiri dan didukung lingkungan. Jika hal itu dapat dilakukan dengan baik, bukan hal yang mustahil. Indonesia akan bisa seperti Jepang,’’ kata siswa kelas XI MIPA 2 ini. Sinta menyoroti sikap tegas pemerintah di Indonesia, yang sepertinya membiarkan pelanggaran demi pelanggaran terus terjadi. Kondisi seperti itu tentu tidak baik untuk penegakan

disiplin. Sinta merindukan Indonesia bisa seperti Jepang. Walaupun tidak sepenuhnya, minimal fasilitas publiknya berpihak pada masyarakat. Sesungguhnya jika saja ada kesungguhan berbagai pihak, menciptakan kondisi seperti di Jepang tentu bukan hal yang sulit. Walaupun harus melalui proses panjang, setidak-tidaknya ada upaya untuk menjadi lebih baik. Untuk bisa disiplin seperti masyarakat Jepang, selain diperlukan kesadaran warga, sangat dibutuhkan tindakan tegas aparat. Justru tindakan tegas itu yang lemah di Indonesia. Buktinya banyak fasiltas publik yang dirusak oknum dan aparat terkesan membiarkan. Fasiltas umum lainnya banyak yang rusak, ada corat-coret di sana-sini, tiang listrik, telepon maupun gardu listrik penuh tempelan. Padahal untuk mendapatkan pemasangnya bukan perkara sulit karena sudah ada nomor telepon. “Jangan salahkan jika ada kesan seper-

tinya dibiarkan begitu saja. Kenapa tidak ditindak tegas karena sudah melanggar,’’ ujar Sinta serius. Sinta yang hobi menari, menyanyi dan menulis ini, diam-diam bercita-cita menjadi seorang dokter. Profesi yang berhubungan dengan tugas-tugas kemanusiaan, yang sejak kecil sudah diimpikannya. Santi dan Sinta terlahir dengan satu ari-hari dan jarak kelahiran berselang 10 menit. Lahir prematur dengan berat badan rendah, merupakan masa kecil yang sangat sulit dilupakan. Dia pun sangat beryukur bisa sehat-walafiat seperti saat inidan sangat berterima kasih kepada kedua orangtunya, yang telah dengan sabar merawat dan membesarkannya. Walaupun kebanyakan orang sulit membedakan si kembar Santi dan Sinta, namun alis kedua ABG ini jika diperhatikan dengan baik yang membedakannya. Santi memiliki alis tipis, sedangkan Sinta lumayan tebal. Penampilan Sinta lebih polos dibandingkan Sinta yang

terkesan tegas. Ditanya suka duka terlahir kembar, Santi maupun Sinta dengan puitis menjawabnya, jika boleh memilih dia tidak ingin lahir kembar. Alasannya pun sangat sederhana. Dia kasihan sama ibunya, yang tak terbayang repotnya mengasuh dua bayi sekaligus. Apalagi jika diingat cerita ibunya, waktu kecil sering keduanya sakit dan selalu bergantian. Santi dan Sinta yang tamatan SMPN 5 Denpasar pun mengakui sewaktu kecil sering berantem dan musuhan. Namun sejak masuk SMP berubah 180 derajat. Keduanya begitu akrab dan sering berbagi cerita. Termasuk masalah yang sangat pribadi sekalipun. Sebelum mengikuti program pertukaran pelajar ke Jepang, Santi dan Sinta juga sempat mengikuti kegiatan yang sama di Thailand bersama 20 peserta dari Indonesia . Mereka berharap bisa terus mendapat kesempatan mengkuti kegiatan yang sama di negara lainnya. –Astra


10

Bugar

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

Bolehkah Minum Soft Drink tiap Hari? Minuman ringan memang nikmat dan segar di tenggorokan. Apalagi diminum dingin, saat perjalanan jauh dan panas. Tak salah, minum­an ini sangat digemari semua kalangan. Ditam­bah lagi, promosi minuman ini dijadikan peneman makanan siap saji. Apakah soft drink menyehatkan atau malah berbahaya bagi ke­ sehatan?

I Wayan Gede Sutadarma, M.Gizi.

M

enurut ahli gizi, dr. I Wayan Gede Sutadarma, M.Gizi., minum­ an ringan merupakan minuman dalam kemasan yang mengandung air, atau karbonasi (soda) atau yang mengandung gula atau pengganti gula ataupun bahan lain seperti perasa buah. Minuman ini, meliputi minuman bersoda (soft drink), minuman isotonic (sport drink), teh dalam kemasan (sweetened tea), minuman bervitamin (vitamin water) atau minuman berenergi

“

(energy drink). Ia menyatakan, minuman ber­ energi diketahui mengandung kafein, sehingga dapat menimbulkan efek ketagihan. “Efek ketagihan terjadi apabila minuman berenergi dikonsumsi dalam jumlah banyak dan frekwensi sering bahkan hampir setiap hari,” jelasnya. Jika ketagihan, akan menimbulkan gejala yang ditimbulkan meliputi gangguan neurologis se­ perti rasa tidak nyaman di perut, insomnia, gangguan cemas atau bahkan sakit kepala. Kandungan nilai gizi yang tercantum dalam label minuman sangat terbatas. “Zat gizi dalam minuman ringan hanya golongan karbohidrat meliputi glukosa, fruktosa atau karbohidrat golong­ an lainnya,” imbuhnya. Selain itu, bahan yang terkandung hanya zat nongizi meliputi pengganti gula, kafein, taurine, serat larut ataupun bahan pengawet dari golongan natrium. Minuman bersoda (soft drink) mengan­ dung air sebagai bahan utama, karbonasi, gula atau pengganti gula, dan perasa makanan. Ia menegaskan, mi-

Penyakit yang dapat ditimbulkan, meliputi kegemukan atau obesitas, karies gigi terutama pada anak-anak, gangguan neurologis akibat kafein yang tinggi, atau penyakit degeneratif akibat tidak langsung dari obesitas se­perti kencing ­manis, penyakit darah tinggi ataupun gangguan ginjal

”

Tips menghentikan kebiasaan minuman bersoda:

- Tidak menyediakan minuman ringan di rumah (terutama dalam lemari pendingin) - Hanya minum satu gelas sekali sebulan atau maksimal sekali seminggu - Mengganti dengan minuman dari buah-buahan segar seperti jus buah atau air jeruk nipis yang lebih sehat. - Selalu minum air putih jika merasa haus. - Selalu membaca label minuman yang tertera dalam kemasan. - Orangtua harus bisa memberikan contoh pada anakanaknya untuk mampu mengendalikan diri minum minuman ringan. -Wirati Astiti

Style

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

Intip Gaya Busana

di Indonesia

Fashion Week

Sudah biasa ketika ada ajang mode sebesar Indonesia Fashion Week (IFW), maka Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta , areal berlangsungnya acara akan bertabur para pecinta fashion.

S

numan ringan yang diminum dalam jumlah yang banyak dan hampir setiap hari, memiliki efek samping, di antaranya, menimbulkan kalori berlebihan, tingkat keasaman pada mulut meningkat, dan kafein berlebihan. “Penyakit yang dapat ditimbulkan, meliputi kegemukan

atau obesitas, karies gigi terutama pada anak-anak, gangguan neurologis akibat kafein yang tinggi, atau penyakit degeneratif akibat tidak langsung dari obesitas se­perti kencing manis, penyakit darah tinggi ataupun gangguan ginjal,” ucap staf pengajar Fakultas Kedok-

teran Unud/RS Sanglah ini. Ia menyarankan, untuk minuman bersoda hanya boleh diminum dalam jumlah sedikit, sebaiknya hanya satu gelas dan tidak setiap hari. “Sebaiknya minum hanya satu kali sebulan,” sarannya.

eperti yang terjadi pekan lalu, bukan hanya para selebriti yang hadir di perhelatan mode bergengsi ini dengan tampilan yang modis atau fashionable, namun para pengunjung atau street styler lain pun tak kalah gaya demi acara ini. Ketika berkeliling di JCC pada acara tersebut, Tokoh melihat setiap orang yang hadir di IFW, baik yang hanya jalan-jalan maupun menonton fashion show, punya gaya berpakaian tersendiri. Banyak juga yang berenampilan menarik dengan sentuhan etnik. Sebagian besar dari mereka mengaku

tidak memerlukan persiapan khusus untuk berpenampilan yang berhasil mencuri perhatian ini. Yang pasti, kata Dewi Anyar salah seorang ibu muda yang sempat ngobrol dengan Tokoh , menghadiri apapun pakaian yang terbaik adalah konsepnya yang nyaman. Kalaupun muncul kesan stylish den gan sisi feminin perempuan, karena memang itulah personal style mereka dalam berbusana. Begitu juga aksesori dan pilihan warna yang dikenakan turut melengkapi pesona penampilan mereka. Berikut beberapa penonton yang hadir di acara IFW dan sempat terekam kamera Tokoh. -Sri Ardhini

15


14

Mitos

Edisi 839/ 9 - 15 maret 2015

Edisi 839/ 9 - 15 maret 2015

Pengencangan Wajah dengan Laser Teknologi laser kini banyak dikembangkan dalam dunia kecantikan untuk berbagai jenis perawatan. “Perawatan laser membuahkan hasil yang cukup efektif dan relatife aman sepanjang dilakukan oleh dokter atau tenaga yang memiliki kompetensi di bidangnya,” ujar dr. Inri Samaria Orend, dokter konsultan Klinik Kecantikan House of Dura Bali.

D

i House of Dura, perwatan ini disebut P- Flash yang merupakan teknologi terbaru dan teraman yaitu teknologi photothermolysis. Sistem inimenggunakan energy cahaya dan panas (LHE) yang bekerja secara sinergis. “P-Flash merupkan satu-satunya teknologi phototherapy yang menggunakan panas yang dihasilkan dari tembakan cahaya (light flash) sehingga mencapai target organ/titik koagulasi yang ingin diperbaiki. Dengan menggunakan internal filler, panas yang dihasilkan tersebut akan menimbulkan proses phototermal yang jauh lebih efektif, efisien, dan tanpa efek samping,” tegasnya. Customer yang mengambil perawat a n PFlash ini, sebelumnya

Wortel Sembuhkan Mata Minus?

melalui tahapan Aqua Peel yang berfungsi mengangkat sel kulit mati dengan teknologi kombinasi mikro-hydra. Dilanjutkan dengan pemberian nutrisi lewat vitamin ampoule dan diakhiri dengan peel-off mask atau collagen mask. “Selain bagian wajah, perawatan ini juga bisa diaplikasikan pada bagian tubuh lainnya, seperti leher, dada, punggung, paha, dan bagian tubuh lain yang memiliki masalah seperti bekas luka/cacar atau warna kulit tidak merata,” tandasnya. –Inten Indrawati

Prof. Dr. Ketut Niti Susila, Sp.M (K)

B

anyak mitos terkait mata yang masih simpang-siur kebenarannya. Yang paling sering kita dengar adalah wortel yang katanya bisa menyembuhkan mata minus. Bagaimana pendapat Prof. Dr. Ketut Niti Susila, Sp.M (K) terkait pernyataan ini, berikut penjelasannya. Mitos: Makan wortel dapat menyembuhkan mata minus Fakta : Wortel memang makanan bagus yang mengandung betakaroten yang berfungsi antioksidan. Mata seringkali dikaitkan dengan Vitamin A, dan betakaroten adalah inti dari Vitamin A. Memang,

mengonsumsi wortel dianjurkan kepada penderita kelainan refraksi seperti minus, namun ditegaskan ini bukan untuk menyembuhkan, tapi lebih kepada untuk mempertahankan atau memperlambat bertambah besarnya ukuran kaca mata. Tak hanya wortel, semua buah yang berwarna kuning dan merah, juga sayuran berwarna hijau mengandung zat yang tinggi. Namun, jika dikonsumsi berlebihan akan mengakibatkan kulit menguning (bukan sakit kuning), karena Vitamin A tidak bisa terbuang, berbeda dengan vitamin lain. Minus pada anak umumnya akan bertambah terus karena

Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di ­amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi ­Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

“Dok, saya baru menikah dan berencana segera punya anak. Saya punya keinginan agar bisa memiliki anak laki-laki. Apa ada cara dan posisi seksual tertentu yang dapat dilakukan untuk mendapatkan anak laki-laki?” (Vera,25) Jenis kelamin seorang anak ditentukan oleh kromosom seks yang ada pada sel sperma dari pihak laki-laki yang membuahi sel telur. Kromosom seks pada sel sperma laki-laki ada dua jenis, yaitu X dan Y. Sementara sel telur hanya memiliki satu jenis kromosom seks yaitu X. Jadi laki-laki yang menentukan akan jadi apa nanti jenis kelamin anaknya. Karena jika jenis kromosom pada sel sperma yang bertemu sel telur adalah yang Y, maka akan terbentuk kromosom gabungan XY yang

selanjutnya lahir menjadi anak laki-laki. Sedangkan jika jenis kromosom pada sel sperma yang bertemu sel telur adalah yang X, maka akan menjadi XX, atau yang nanti terlahir sebagai anak perempuan. Secara umum, kemungkinan jenis kelamin bayi adalah tetap berkisar 50-50. Keinginan dan upaya untuk dapat menentukan anak yang lahir sesuai dengan keinginan suami-istri sudah lama terjadi, bahkan sejak zaman purbakala. Minum ramuan tertentu, mengonsumsi makanan tertentu, hingga perilaku-perilaku tertentu

bola mata pada anak akan terus membesar dan melonjong, namun sumbu penglihatan anak panjangnya sama/tidak berubah. Inilah yang menyebabkan ukuran kaca mata pada anak akan bertambah terus. Mitos : Membaca sambil tiduran bisa membuat mata minus Fakta : Benar, khususnya untuk anak. Karena tanpa disadari semakin lama media baca akan makin dekat dengan mata, dan mata dipaksa bekerja keras dengan berakomodasi maksimum. Minus pada orang dewasa tidak terlalu berpengaruh. Bisa dikurangi dengan banyak mengonsumsi makanan sehat.

Mitos: ASI atau air kencing bisa menghilangkan mata merah Fakta : Air kencing tidak direkomendasikan, karena bisa saja mengandung bakteri yang justru memperparah keluhan pada mata. Air susu ibu (ASI) boleh, asalkan si ibu sehat. ASI umumnya kaya akan protein dan vitamin. Namun perlu dipahami bahwa, mata merah (konjungtivitis) tanpa diobati pun bisa sembuh. ASI sesungguhnya bukan untuk mengobati, namun hanya sebagai pencuci mata saja yang terserap sebagai antibakteri. Mitos: Memakai kontak lens malah membuat mata semakin rusak Fakta: Boleh saja memakai kontak lens dengan syarat air mata harus bagus, mata tidak infeksi, dan harus disiplin. Kontak lens boleh dipakai setiap hari namun tidak untuk pemakaian dalam waktu lama. Pemakaian terlalu lama bisa menyebabkan konjungtivitis folikularis, yakni munculnya warna merah di batas garis hitam dan putih pada bola mata. Jika sudah begini, sebaiknya pemakaian kontak lens dihentikan. Sesungguhnya, lebih aman memakai kacamata daripada kontak lens. Mitos: Mata minus adalah keturunan Fakta: Tidak benar. Minus dapat terjadi pada siapa saja, terutama bagi mereka yang beraktivitas di tempat gelap dan juga mereka yang berinteraksi secara intens di depan komputer, televisi, dan gudget. Mata minus merupakan salah satu gangguan pada mata yang menyebabkan

11

seseorang tidak dapat melihat suatu objek atau benda dengan normal pada jarak yang terlalu jauh. Biasanya objek yang dilihat dalam jarak yang jauh akan menjadi tidak fokus atau buram. Gangguan pada mata ini dapat dialami oleh siapa saja tanpa memandang pria maupun anak-anak atau dewasa. Mitos : Melihat yang hijau-hijau bisa menyembuhkan minus Fakta : Melihat hamparan sawah yang hijau, taman yang sejuk tentunya akan membuat relaks dan mata tak berakomodasi maksimum. Ini sesungguhnya hanya memberikan waktu untuk mata beristirahat dan relaks. Jika terbiasa bekerja di depan komputer atau setelah lama berkonsentrasi dengan sesuatu yang melelahkan mata, tak ada salahnya jika luangkan sedikit waktu untuk sekadar memalingkan mata ke tempat lain, atau bahkan beranjak dari tempat duduk untuk sekedar berjalan-jalan dan melihat pemandangan di luar jendela. Mitos: melakukan senam mata akan menunda kebutuhan anda untuk memakai kacamata Fakta : Sejauh ini belum ada penelitian terkait itu. Dalam pernyataan ini berarti senam mata dihubungkan dengan pembuluh darah. Senam mata bisa bermanfaat untuk melatih daya fokus mata Anda. Senam mata ini bisa dilakukan dengan cara melihat berbagai objek dengan jarak pandang yang berbedabeda, kemudian mengedipkan mata secara normal yaitu jangan terlalu cepat maupun terlalu lambat. –Inten Indrawati

Posisi Hubungan Seksual dan Jenis Kelamin Anak sempat dilakukan turun temurun dan memunculkan mitos. Tentang adanya dugaan bahwa posisi hubungan seksual bisa menentukan jenis kelamin adalah sebuah pernyataan keliru. Mitos yang sering terde­ngar adalah posisi seks yang dapat menentukan jenis kelamin bayi yang lahir. Masih ada yang percaya jika ingin berhubungan seksual dengan istri dengan memulai “menaiki” istri dari sebelah kanan akan mendapatkan anak laki-laki, sedangkan bila dari sebelah kiri akan mendapatkan anak perempuan. Tidak ada pengaruh absolut posisi mi­ ring atau gaya yang lain saat berhubungan seksual terhadap jenis kelamin anak yang akan dihasilkan. Jadi, posisi hubung­ an seksual tidaklah menentukan jenis kelamin bayi yang akan dilahirkan. Antara posisi yang konvensional (missionaries), woman on top, hingga doggy style juga tidak lah memiliki pengaruh yang be-

rarti terhadap penentuan jenis kelamin anak. Tetapi memang ada cara atau faktor tertentu yang sering dicoba dan bisa berpengaruh terhadap jenis kelamin anak dalam konteks hubungan seksual. Sebelumnya dikenal ada teknik mengatur asam basa liang vagina, tetapi itu kegagalannya tinggi. Saat ini ada sebuah cara dengan teknik lebih canggih, tetapi tentu saja tidak bisa dikerjakan di rumah dan harus datang ke ahlinya karena tentu saja ini hanya bisa dilakukan oleh kalangan profesional medis terlatih dan didukung alat-alat yang juga mutakhir. Salah satunya yang populer adalah dengan melakukan separasi atau memilah dan memilih sel sperma X dan Y dengan jalan disaring menggunakan cairan albumin. Metode ini sekarang banyak digunakan untuk proses inseminasi. Lalu bisa juga menggunakan teknik mikro sortir (microsort). Sperma Y atau X disortir atau

dipilih sesuai dengan keperluan. Keberhasilan metode ini diklaim paling tinggi, walaupun masih muncul pro-kontra seputar keamanan pewarna yang digunakan. Hal yang perlu diketahui adalah semua metode hanya dapat meningkatkan persentase keberhasilan. Tidak ada yang bisa menjamin 100 persen bahwa nanti yang lahir pasti bayi laki-laki atau bayi perempuan. Tetapi dalam kenyataan yang terjadi secara global, usaha ke arah riset dan pemanfaatannya untuk pemilihan jenis kelamin anak ini sudah tidak lagi menjadi hal menarik di dunia, kalaupun ada hanya di beberapa daerah dan negara saja. Karena sesungguhnya dengan kemajuan pemahaman akan hak asasi manusia dan kesetaraan gender, posisi anak laki-laki dan perempuan di dunia global sudah tidak lagi menyisakan perbedaan yang bermakna.


12

Sedap Sekejap Wayan Bagiana

Memasak bagi sebagian orang justru menjadi sebuah keahlian langka. Apalagi, di zaman yang serba praktis ini. Mau makan apa saja semua tersedia, tinggal keluarkan beberapa lembar rupiah, makanan siap tersaji di depan mata. Kalau begitu, sajian sedap sekejap berikut ini, dapat dijadikan wahana belajar memasak. Berikut resep dari Wayan Bagiana Corporate Executive Chef Komaneka. Selamat mencoba.

Sapi Menyanyat Jus Lombok Hijau Bahan : 300 gr 1 sdm 1 sdm ½ sdm ½ sdm 1 sdm

Kuliner

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

: : : : : :

daging sapi diiris tipis bawang putih cincang bawang merah cincang cincang jahe cincang lengkuas cincang lombok merah

Cara membuat : - Bumbui ikan dengan garam, merica, dan lumuri dengan sedikit santan. - Tata ikan di atas piring dan siram dengan sisa santan tadi. - Kukus ikan sampai matang. - Panaskan wajan dan isi sedikit minyak. - Masukkan jahe dan ikan asin lalu tumis sampai beraroma

Bahan : 300 gr : iga babi dipotong pendek 300 gr : rebung yang dipotong tipis 1 genggam : daun kayu manis Tomat untuk hiasan Kaldu opor dari iga babi

Bahan kaldu opor : Iga babi yg sudah dipotong pendek 1 sdm : bumbu opor (boleh yang sudah dijual kemasan) 3 cm : lengkuas yang dimemarkan 3 cm : jahe yang dimemarkan 2 batang : sereh yang dimemarkan 200 ml : santan dari kelapa yang dibakar

Sirup Anggur

Buah anggur, tentu Anda sangat mengenalnya dengan baik. Ada anggur lokal yang berwarna hitam, khas produksi warga Buleleng. Rasanya agak asam dibandingkan dengan buah anggur impor yang berwarna merah dan hijau.

N

Cara membuat: Siapkan panci dengan sedikit air lalu panaskan sampai mendidih. Masukkan iga babi dan rebus selama 10 menit lalu angkat, tiriskan dan bersihkan. Siapkan air yang baru dalam panci lalu masukkan semua bahan kaldu opor. Panaskan hingga mendidih lalu kecilkan apinya dan masak sampai iga babinya empuk. Masukkan rebung dan daun kayu manis, aduk rata. Siap sajikan. –Wirati Astiti

Sirup Anggur

Cara membuat: - Panaskan pan dengan sedikit minyak. - Masukkan bawang putih, bawang merah lalu tumis sampai beraroma harum. - Masukkan jahe, lengkuas, lombok merah dan aduk sampai layu. - Masukkan daging sapi lalu aduk rata sampai berubah warna. - Masukkan semua bahan lain dan tambahkan sedikit air. - Masak sampai daging empuk dan airnya mengental.

- Masukkan jamur lalu aduk lagi, bisa tambahkan sedikit air jika kurang berkuah. - Masukkan toge dan kecap manis, aduk rata. - Keluarkan ikan dari kukusan, lalu tata di atas piring - Siram dengan tumis jamur dan ikan asin tadi.

Kue Cubit Durian

s a h k Buleleng

50 gr : lombok hijau diblender dibuat jus 4 batang : sereh diblender buat jus 50 ml : santan 1/2 sdt : merica hitam 20 ml : kecap manis Garam dan merica secukupnya

Ikan Kukus Santan Saus Jamur Ikan Asin Bahan: 400 gr : ikan bersih 50 ml : santan 1 sdt : jahe cincang 50 gr : ikan asin disuwir agak kecil 3 biji : jamur shitake dipotong kecil kecil 2 sdm : toge 20 ml : kecap manis Garam dan merica

Kuah Opor Iga Babi dan Daun Kayu Manis

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

amun, tahukah Anda, dari buah anggur hitam justru dapat dibuat minuman atau sirup lezat khas Buleleng. Minuman ini diperkenalkan Bu Rupiadi, seorang perempuan yang kesehariannya sebagai penggiat kuliner dari Buleleng. Runner up II Ibu Teladan Tokoh 2005, dan Ibu Teladan Provinsi Bali ini, ikut berpartisipasi dalam pameran Denpasar Expo, di Taman Kota Lumintang, pekan lalu. Menurut Rupiadi, cara membuat sirup anggur ini sangat mudah. Anggur diblender, kemudian disaring, dan direbus. “Sebaiknya diberi sedikit gula pasir, agar rasa sirup lebih mantap,” kata Rupiadi. Namun, jika anggur yang dipakai sudah terasa manis, dan tidak terlalu suka gula, tak masalah jika tak diberi campuran gula. Setelah rebusan anggur mendidih, diangkat, dan didinginkan. Sirup siap dikonsumsi dalam kondisi dingin.

Bu Rupiadi

Ia menambahkan, sirup ini tanpa bahan pengawet. Jadi daya tahannya satu minggu. Jika melebihi satu bulan, sirup ini akan berubah menjadi wine (minuman beralkohol) karena fermentasi yang terjadi di dalamnya.

13

Anda penyuka durian? Ada satu kreasi baru kue mungil buatan Ira. Namanya kue cubit, karena dibuat dengan cara mencubit adonan. Kue ini diberi aneka variasi toping. Mulai dari cokelat, oreo, permen bulat, mesis, keju, dan permen cokelat. Sebelum diberi toping, kue cubit dilapisi saus durian. Perpaduan rasa kue dengan saus durian dan aneka toping, membuat rasa kue ini lebih enak. Apalagi, jika dimakan masih panas-panas. Tentu lebih enak. Menurut perempuan suai 31 tahun ini, resep kue cubit, ia ciptakan sendiri. Nama kue juga ia buat seunik mungkin agar menarik pembeli. “Saya terinspirasi dari kue laklak. Terciptakan kue cubit,” kata Ira yang biasa berjualan dari pameran ke pameran. Satu porsi kue cubit isi 7 dijual Rp 10 ribu, dengan aneka toping. Selain variasi kue cubit, Ira juga menjual segala macam kreasi durian, mulai dari pan cake, ketan saus durian, sup durian, dan risoles durian. Cara pengolahan durian adalah, durian diblender agar halus. Kemudian durian ditambahkan gula pasir, dan dimasak sampai menjadi satu adonan yang kalis dan lembut. Olahan durian ini, ia gunakan sebagai saus ataupun isi dari pan cake, dan risoles. Menurut Ira, mengapa dia tertarik mengolah durian, karena ia sangat suka durian. Apalagi, saat ini, kata Ira, musim durian. “ Durian juga enak dibuat aneka kreasi makanan, dan bisa jadi peluang usaha,” kata Ira yang berjualan bersama dengan temannya Kue Cubit Durian ini. –Wirati Astiti Namun, jika Anda penyuka wine, tak masalah Anda mencoba menyimpannya sampai sebulan. Menurut Rupiadi, sirup anggurnya ini sering ia gunakan sebagai makanan penutup dalam menu kateringnya. Dari 10 kilogram anggur ia bisa mendapatkan 20 liter sirup. Ia

hanya membuat sirup anggur untuk pesanan, belum menjual dengan jumlah porsi yang banyak. Dari penelitian yang dia baca, anggur hitam sangat baik untuk antioksidan. Satu botol anggur dengan ukuran botol air mineral tanggung ia jual Rp 20 ribu. –Wirati Astiti

Bandeng Bakar Kecap Cabe Iris

Orak-Arik Buncis Lada Hitam Sarwan Bahan: 500 gr : potong menurut selera 2 butir : telur 1 buah : wortel sedang, iris serong 1 batang : bawang prei, iris serong 1 buah : bawang bombay sedang, cincang halus 7 buah : cabe rawit, cincang halus 1/5 sdm : lada hitam 3 sdm : saus raja rasa 1sdm : minyak wijen 70 ml : air Gula, garam, kaldu bubuk, margarin secukupnya

Cara Membuat: - Tumis irisan bawang bombay dan irisan bawang pre hingga harum, lalu masukkan telur, orak- arik hingga matang, masukkan buncis dan masukkan pula air lalu aduk hingga buncis layu.

- Masukkan irisan wortel, aduk perlahan, lalu masukkan saus raja rasa, gula,garam dan kaldu bubuk, diamkan hingga bumbu meresap. - Masukkan minyak wijen, adukaduk hinga matang. - Siap untuk disajikan.

Bahan: 500 gr : bandeng, bersihkan, belah 2 sdm : bawang putih halus 1 sdm : kunyit halus 1 sdt : ketumbar halus Garam, kaldu bubuk, margarin secukupnya Sambel Kecap Cabe Iris: 150 ml : kecap 17 buah : cabe rawit atau kecil, iris halus 2 sdm : saus tiram 5 buah : bawang merah cincang kasar

Campur semuanya jadi satu, aduk-aduk merata Cara Membuat: - Rendam bandeng bersama bawang putih halus, kunyit, ketumbar, garam dan kaldu bubuk, diamkan selama 10menit agar bumbu meresap, lalu bakar di atas grill pan, olesi dengan margarine, lalu masukkan bandeng dan diamkan sampai matang, bolak-balik dengan olesan margarin lalu siap untuk dihidangan dengam sambal kecep cabe iris.

Gurami Asam Manis Pedas Bahan: 500 gr : 2 buah : 100 gr : 75 gr : 2 sdm : 300 gr : ½ buah :

gurami fille wortel iris serong jagung manis pipil nanas, iris menurut selera cuka tepung maizena mentimun, ambil dagingnya, iris korek api

1 buah : bawang bombay, iris korek api 2 ruas : jahe, iris korek api 2 buah : cabe merah, iris korek api 5 sdm : saus tomat 3 sdm : saus sambal 1 sdt : lada bubuk 1 batang : bawang pre, iris korek api 100 ml : air Gula, garam, kaldu bubuk, minyak secukupnya

Cara Membuat: - Lumuri ikan dengan tepung maizena hingga ikan terbalut tepung, lalu goreng hingga matang dan kecokelaran, tiriskan. - Tumis bawang bombay dan bawang pre hingga layu, lalu masukkan semua sisa bahan jadi satu. Aduk-aduk, masak hingga mendidih, masukkan gorengan ikan, aduk perlahan hingga kuah mendidih lagi, angkat. - Siap untuk disajikan.


12

Sedap Sekejap Wayan Bagiana

Memasak bagi sebagian orang justru menjadi sebuah keahlian langka. Apalagi, di zaman yang serba praktis ini. Mau makan apa saja semua tersedia, tinggal keluarkan beberapa lembar rupiah, makanan siap tersaji di depan mata. Kalau begitu, sajian sedap sekejap berikut ini, dapat dijadikan wahana belajar memasak. Berikut resep dari Wayan Bagiana Corporate Executive Chef Komaneka. Selamat mencoba.

Sapi Menyanyat Jus Lombok Hijau Bahan : 300 gr 1 sdm 1 sdm ½ sdm ½ sdm 1 sdm

Kuliner

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

: : : : : :

daging sapi diiris tipis bawang putih cincang bawang merah cincang cincang jahe cincang lengkuas cincang lombok merah

Cara membuat : - Bumbui ikan dengan garam, merica, dan lumuri dengan sedikit santan. - Tata ikan di atas piring dan siram dengan sisa santan tadi. - Kukus ikan sampai matang. - Panaskan wajan dan isi sedikit minyak. - Masukkan jahe dan ikan asin lalu tumis sampai beraroma

Bahan : 300 gr : iga babi dipotong pendek 300 gr : rebung yang dipotong tipis 1 genggam : daun kayu manis Tomat untuk hiasan Kaldu opor dari iga babi

Bahan kaldu opor : Iga babi yg sudah dipotong pendek 1 sdm : bumbu opor (boleh yang sudah dijual kemasan) 3 cm : lengkuas yang dimemarkan 3 cm : jahe yang dimemarkan 2 batang : sereh yang dimemarkan 200 ml : santan dari kelapa yang dibakar

Sirup Anggur

Buah anggur, tentu Anda sangat mengenalnya dengan baik. Ada anggur lokal yang berwarna hitam, khas produksi warga Buleleng. Rasanya agak asam dibandingkan dengan buah anggur impor yang berwarna merah dan hijau.

N

Cara membuat: Siapkan panci dengan sedikit air lalu panaskan sampai mendidih. Masukkan iga babi dan rebus selama 10 menit lalu angkat, tiriskan dan bersihkan. Siapkan air yang baru dalam panci lalu masukkan semua bahan kaldu opor. Panaskan hingga mendidih lalu kecilkan apinya dan masak sampai iga babinya empuk. Masukkan rebung dan daun kayu manis, aduk rata. Siap sajikan. –Wirati Astiti

Sirup Anggur

Cara membuat: - Panaskan pan dengan sedikit minyak. - Masukkan bawang putih, bawang merah lalu tumis sampai beraroma harum. - Masukkan jahe, lengkuas, lombok merah dan aduk sampai layu. - Masukkan daging sapi lalu aduk rata sampai berubah warna. - Masukkan semua bahan lain dan tambahkan sedikit air. - Masak sampai daging empuk dan airnya mengental.

- Masukkan jamur lalu aduk lagi, bisa tambahkan sedikit air jika kurang berkuah. - Masukkan toge dan kecap manis, aduk rata. - Keluarkan ikan dari kukusan, lalu tata di atas piring - Siram dengan tumis jamur dan ikan asin tadi.

Kue Cubit Durian

s a h k Buleleng

50 gr : lombok hijau diblender dibuat jus 4 batang : sereh diblender buat jus 50 ml : santan 1/2 sdt : merica hitam 20 ml : kecap manis Garam dan merica secukupnya

Ikan Kukus Santan Saus Jamur Ikan Asin Bahan: 400 gr : ikan bersih 50 ml : santan 1 sdt : jahe cincang 50 gr : ikan asin disuwir agak kecil 3 biji : jamur shitake dipotong kecil kecil 2 sdm : toge 20 ml : kecap manis Garam dan merica

Kuah Opor Iga Babi dan Daun Kayu Manis

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

amun, tahukah Anda, dari buah anggur hitam justru dapat dibuat minuman atau sirup lezat khas Buleleng. Minuman ini diperkenalkan Bu Rupiadi, seorang perempuan yang kesehariannya sebagai penggiat kuliner dari Buleleng. Runner up II Ibu Teladan Tokoh 2005, dan Ibu Teladan Provinsi Bali ini, ikut berpartisipasi dalam pameran Denpasar Expo, di Taman Kota Lumintang, pekan lalu. Menurut Rupiadi, cara membuat sirup anggur ini sangat mudah. Anggur diblender, kemudian disaring, dan direbus. “Sebaiknya diberi sedikit gula pasir, agar rasa sirup lebih mantap,” kata Rupiadi. Namun, jika anggur yang dipakai sudah terasa manis, dan tidak terlalu suka gula, tak masalah jika tak diberi campuran gula. Setelah rebusan anggur mendidih, diangkat, dan didinginkan. Sirup siap dikonsumsi dalam kondisi dingin.

Bu Rupiadi

Ia menambahkan, sirup ini tanpa bahan pengawet. Jadi daya tahannya satu minggu. Jika melebihi satu bulan, sirup ini akan berubah menjadi wine (minuman beralkohol) karena fermentasi yang terjadi di dalamnya.

13

Anda penyuka durian? Ada satu kreasi baru kue mungil buatan Ira. Namanya kue cubit, karena dibuat dengan cara mencubit adonan. Kue ini diberi aneka variasi toping. Mulai dari cokelat, oreo, permen bulat, mesis, keju, dan permen cokelat. Sebelum diberi toping, kue cubit dilapisi saus durian. Perpaduan rasa kue dengan saus durian dan aneka toping, membuat rasa kue ini lebih enak. Apalagi, jika dimakan masih panas-panas. Tentu lebih enak. Menurut perempuan suai 31 tahun ini, resep kue cubit, ia ciptakan sendiri. Nama kue juga ia buat seunik mungkin agar menarik pembeli. “Saya terinspirasi dari kue laklak. Terciptakan kue cubit,” kata Ira yang biasa berjualan dari pameran ke pameran. Satu porsi kue cubit isi 7 dijual Rp 10 ribu, dengan aneka toping. Selain variasi kue cubit, Ira juga menjual segala macam kreasi durian, mulai dari pan cake, ketan saus durian, sup durian, dan risoles durian. Cara pengolahan durian adalah, durian diblender agar halus. Kemudian durian ditambahkan gula pasir, dan dimasak sampai menjadi satu adonan yang kalis dan lembut. Olahan durian ini, ia gunakan sebagai saus ataupun isi dari pan cake, dan risoles. Menurut Ira, mengapa dia tertarik mengolah durian, karena ia sangat suka durian. Apalagi, saat ini, kata Ira, musim durian. “ Durian juga enak dibuat aneka kreasi makanan, dan bisa jadi peluang usaha,” kata Ira yang berjualan bersama dengan temannya Kue Cubit Durian ini. –Wirati Astiti Namun, jika Anda penyuka wine, tak masalah Anda mencoba menyimpannya sampai sebulan. Menurut Rupiadi, sirup anggurnya ini sering ia gunakan sebagai makanan penutup dalam menu kateringnya. Dari 10 kilogram anggur ia bisa mendapatkan 20 liter sirup. Ia

hanya membuat sirup anggur untuk pesanan, belum menjual dengan jumlah porsi yang banyak. Dari penelitian yang dia baca, anggur hitam sangat baik untuk antioksidan. Satu botol anggur dengan ukuran botol air mineral tanggung ia jual Rp 20 ribu. –Wirati Astiti

Bandeng Bakar Kecap Cabe Iris

Orak-Arik Buncis Lada Hitam Sarwan Bahan: 500 gr : potong menurut selera 2 butir : telur 1 buah : wortel sedang, iris serong 1 batang : bawang prei, iris serong 1 buah : bawang bombay sedang, cincang halus 7 buah : cabe rawit, cincang halus 1/5 sdm : lada hitam 3 sdm : saus raja rasa 1sdm : minyak wijen 70 ml : air Gula, garam, kaldu bubuk, margarin secukupnya

Cara Membuat: - Tumis irisan bawang bombay dan irisan bawang pre hingga harum, lalu masukkan telur, orak- arik hingga matang, masukkan buncis dan masukkan pula air lalu aduk hingga buncis layu.

- Masukkan irisan wortel, aduk perlahan, lalu masukkan saus raja rasa, gula,garam dan kaldu bubuk, diamkan hingga bumbu meresap. - Masukkan minyak wijen, adukaduk hinga matang. - Siap untuk disajikan.

Bahan: 500 gr : bandeng, bersihkan, belah 2 sdm : bawang putih halus 1 sdm : kunyit halus 1 sdt : ketumbar halus Garam, kaldu bubuk, margarin secukupnya Sambel Kecap Cabe Iris: 150 ml : kecap 17 buah : cabe rawit atau kecil, iris halus 2 sdm : saus tiram 5 buah : bawang merah cincang kasar

Campur semuanya jadi satu, aduk-aduk merata Cara Membuat: - Rendam bandeng bersama bawang putih halus, kunyit, ketumbar, garam dan kaldu bubuk, diamkan selama 10menit agar bumbu meresap, lalu bakar di atas grill pan, olesi dengan margarine, lalu masukkan bandeng dan diamkan sampai matang, bolak-balik dengan olesan margarin lalu siap untuk dihidangan dengam sambal kecep cabe iris.

Gurami Asam Manis Pedas Bahan: 500 gr : 2 buah : 100 gr : 75 gr : 2 sdm : 300 gr : ½ buah :

gurami fille wortel iris serong jagung manis pipil nanas, iris menurut selera cuka tepung maizena mentimun, ambil dagingnya, iris korek api

1 buah : bawang bombay, iris korek api 2 ruas : jahe, iris korek api 2 buah : cabe merah, iris korek api 5 sdm : saus tomat 3 sdm : saus sambal 1 sdt : lada bubuk 1 batang : bawang pre, iris korek api 100 ml : air Gula, garam, kaldu bubuk, minyak secukupnya

Cara Membuat: - Lumuri ikan dengan tepung maizena hingga ikan terbalut tepung, lalu goreng hingga matang dan kecokelaran, tiriskan. - Tumis bawang bombay dan bawang pre hingga layu, lalu masukkan semua sisa bahan jadi satu. Aduk-aduk, masak hingga mendidih, masukkan gorengan ikan, aduk perlahan hingga kuah mendidih lagi, angkat. - Siap untuk disajikan.


14

Mitos

Edisi 839/ 9 - 15 maret 2015

Edisi 839/ 9 - 15 maret 2015

Pengencangan Wajah dengan Laser Teknologi laser kini banyak dikembangkan dalam dunia kecantikan untuk berbagai jenis perawatan. “Perawatan laser membuahkan hasil yang cukup efektif dan relatife aman sepanjang dilakukan oleh dokter atau tenaga yang memiliki kompetensi di bidangnya,” ujar dr. Inri Samaria Orend, dokter konsultan Klinik Kecantikan House of Dura Bali.

D

i House of Dura, perwatan ini disebut P- Flash yang merupakan teknologi terbaru dan teraman yaitu teknologi photothermolysis. Sistem inimenggunakan energy cahaya dan panas (LHE) yang bekerja secara sinergis. “P-Flash merupkan satu-satunya teknologi phototherapy yang menggunakan panas yang dihasilkan dari tembakan cahaya (light flash) sehingga mencapai target organ/titik koagulasi yang ingin diperbaiki. Dengan menggunakan internal filler, panas yang dihasilkan tersebut akan menimbulkan proses phototermal yang jauh lebih efektif, efisien, dan tanpa efek samping,” tegasnya. Customer yang mengambil perawat a n PFlash ini, sebelumnya

Wortel Sembuhkan Mata Minus?

melalui tahapan Aqua Peel yang berfungsi mengangkat sel kulit mati dengan teknologi kombinasi mikro-hydra. Dilanjutkan dengan pemberian nutrisi lewat vitamin ampoule dan diakhiri dengan peel-off mask atau collagen mask. “Selain bagian wajah, perawatan ini juga bisa diaplikasikan pada bagian tubuh lainnya, seperti leher, dada, punggung, paha, dan bagian tubuh lain yang memiliki masalah seperti bekas luka/cacar atau warna kulit tidak merata,” tandasnya. –Inten Indrawati

Prof. Dr. Ketut Niti Susila, Sp.M (K)

B

anyak mitos terkait mata yang masih simpang-siur kebenarannya. Yang paling sering kita dengar adalah wortel yang katanya bisa menyembuhkan mata minus. Bagaimana pendapat Prof. Dr. Ketut Niti Susila, Sp.M (K) terkait pernyataan ini, berikut penjelasannya. Mitos: Makan wortel dapat menyembuhkan mata minus Fakta : Wortel memang makanan bagus yang mengandung betakaroten yang berfungsi antioksidan. Mata seringkali dikaitkan dengan Vitamin A, dan betakaroten adalah inti dari Vitamin A. Memang,

mengonsumsi wortel dianjurkan kepada penderita kelainan refraksi seperti minus, namun ditegaskan ini bukan untuk menyembuhkan, tapi lebih kepada untuk mempertahankan atau memperlambat bertambah besarnya ukuran kaca mata. Tak hanya wortel, semua buah yang berwarna kuning dan merah, juga sayuran berwarna hijau mengandung zat yang tinggi. Namun, jika dikonsumsi berlebihan akan mengakibatkan kulit menguning (bukan sakit kuning), karena Vitamin A tidak bisa terbuang, berbeda dengan vitamin lain. Minus pada anak umumnya akan bertambah terus karena

Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di ­amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi ­Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

“Dok, saya baru menikah dan berencana segera punya anak. Saya punya keinginan agar bisa memiliki anak laki-laki. Apa ada cara dan posisi seksual tertentu yang dapat dilakukan untuk mendapatkan anak laki-laki?” (Vera,25) Jenis kelamin seorang anak ditentukan oleh kromosom seks yang ada pada sel sperma dari pihak laki-laki yang membuahi sel telur. Kromosom seks pada sel sperma laki-laki ada dua jenis, yaitu X dan Y. Sementara sel telur hanya memiliki satu jenis kromosom seks yaitu X. Jadi laki-laki yang menentukan akan jadi apa nanti jenis kelamin anaknya. Karena jika jenis kromosom pada sel sperma yang bertemu sel telur adalah yang Y, maka akan terbentuk kromosom gabungan XY yang

selanjutnya lahir menjadi anak laki-laki. Sedangkan jika jenis kromosom pada sel sperma yang bertemu sel telur adalah yang X, maka akan menjadi XX, atau yang nanti terlahir sebagai anak perempuan. Secara umum, kemungkinan jenis kelamin bayi adalah tetap berkisar 50-50. Keinginan dan upaya untuk dapat menentukan anak yang lahir sesuai dengan keinginan suami-istri sudah lama terjadi, bahkan sejak zaman purbakala. Minum ramuan tertentu, mengonsumsi makanan tertentu, hingga perilaku-perilaku tertentu

bola mata pada anak akan terus membesar dan melonjong, namun sumbu penglihatan anak panjangnya sama/tidak berubah. Inilah yang menyebabkan ukuran kaca mata pada anak akan bertambah terus. Mitos : Membaca sambil tiduran bisa membuat mata minus Fakta : Benar, khususnya untuk anak. Karena tanpa disadari semakin lama media baca akan makin dekat dengan mata, dan mata dipaksa bekerja keras dengan berakomodasi maksimum. Minus pada orang dewasa tidak terlalu berpengaruh. Bisa dikurangi dengan banyak mengonsumsi makanan sehat.

Mitos: ASI atau air kencing bisa menghilangkan mata merah Fakta : Air kencing tidak direkomendasikan, karena bisa saja mengandung bakteri yang justru memperparah keluhan pada mata. Air susu ibu (ASI) boleh, asalkan si ibu sehat. ASI umumnya kaya akan protein dan vitamin. Namun perlu dipahami bahwa, mata merah (konjungtivitis) tanpa diobati pun bisa sembuh. ASI sesungguhnya bukan untuk mengobati, namun hanya sebagai pencuci mata saja yang terserap sebagai antibakteri. Mitos: Memakai kontak lens malah membuat mata semakin rusak Fakta: Boleh saja memakai kontak lens dengan syarat air mata harus bagus, mata tidak infeksi, dan harus disiplin. Kontak lens boleh dipakai setiap hari namun tidak untuk pemakaian dalam waktu lama. Pemakaian terlalu lama bisa menyebabkan konjungtivitis folikularis, yakni munculnya warna merah di batas garis hitam dan putih pada bola mata. Jika sudah begini, sebaiknya pemakaian kontak lens dihentikan. Sesungguhnya, lebih aman memakai kacamata daripada kontak lens. Mitos: Mata minus adalah keturunan Fakta: Tidak benar. Minus dapat terjadi pada siapa saja, terutama bagi mereka yang beraktivitas di tempat gelap dan juga mereka yang berinteraksi secara intens di depan komputer, televisi, dan gudget. Mata minus merupakan salah satu gangguan pada mata yang menyebabkan

11

seseorang tidak dapat melihat suatu objek atau benda dengan normal pada jarak yang terlalu jauh. Biasanya objek yang dilihat dalam jarak yang jauh akan menjadi tidak fokus atau buram. Gangguan pada mata ini dapat dialami oleh siapa saja tanpa memandang pria maupun anak-anak atau dewasa. Mitos : Melihat yang hijau-hijau bisa menyembuhkan minus Fakta : Melihat hamparan sawah yang hijau, taman yang sejuk tentunya akan membuat relaks dan mata tak berakomodasi maksimum. Ini sesungguhnya hanya memberikan waktu untuk mata beristirahat dan relaks. Jika terbiasa bekerja di depan komputer atau setelah lama berkonsentrasi dengan sesuatu yang melelahkan mata, tak ada salahnya jika luangkan sedikit waktu untuk sekadar memalingkan mata ke tempat lain, atau bahkan beranjak dari tempat duduk untuk sekedar berjalan-jalan dan melihat pemandangan di luar jendela. Mitos: melakukan senam mata akan menunda kebutuhan anda untuk memakai kacamata Fakta : Sejauh ini belum ada penelitian terkait itu. Dalam pernyataan ini berarti senam mata dihubungkan dengan pembuluh darah. Senam mata bisa bermanfaat untuk melatih daya fokus mata Anda. Senam mata ini bisa dilakukan dengan cara melihat berbagai objek dengan jarak pandang yang berbedabeda, kemudian mengedipkan mata secara normal yaitu jangan terlalu cepat maupun terlalu lambat. –Inten Indrawati

Posisi Hubungan Seksual dan Jenis Kelamin Anak sempat dilakukan turun temurun dan memunculkan mitos. Tentang adanya dugaan bahwa posisi hubungan seksual bisa menentukan jenis kelamin adalah sebuah pernyataan keliru. Mitos yang sering terde­ngar adalah posisi seks yang dapat menentukan jenis kelamin bayi yang lahir. Masih ada yang percaya jika ingin berhubungan seksual dengan istri dengan memulai “menaiki” istri dari sebelah kanan akan mendapatkan anak laki-laki, sedangkan bila dari sebelah kiri akan mendapatkan anak perempuan. Tidak ada pengaruh absolut posisi mi­ ring atau gaya yang lain saat berhubungan seksual terhadap jenis kelamin anak yang akan dihasilkan. Jadi, posisi hubung­ an seksual tidaklah menentukan jenis kelamin bayi yang akan dilahirkan. Antara posisi yang konvensional (missionaries), woman on top, hingga doggy style juga tidak lah memiliki pengaruh yang be-

rarti terhadap penentuan jenis kelamin anak. Tetapi memang ada cara atau faktor tertentu yang sering dicoba dan bisa berpengaruh terhadap jenis kelamin anak dalam konteks hubungan seksual. Sebelumnya dikenal ada teknik mengatur asam basa liang vagina, tetapi itu kegagalannya tinggi. Saat ini ada sebuah cara dengan teknik lebih canggih, tetapi tentu saja tidak bisa dikerjakan di rumah dan harus datang ke ahlinya karena tentu saja ini hanya bisa dilakukan oleh kalangan profesional medis terlatih dan didukung alat-alat yang juga mutakhir. Salah satunya yang populer adalah dengan melakukan separasi atau memilah dan memilih sel sperma X dan Y dengan jalan disaring menggunakan cairan albumin. Metode ini sekarang banyak digunakan untuk proses inseminasi. Lalu bisa juga menggunakan teknik mikro sortir (microsort). Sperma Y atau X disortir atau

dipilih sesuai dengan keperluan. Keberhasilan metode ini diklaim paling tinggi, walaupun masih muncul pro-kontra seputar keamanan pewarna yang digunakan. Hal yang perlu diketahui adalah semua metode hanya dapat meningkatkan persentase keberhasilan. Tidak ada yang bisa menjamin 100 persen bahwa nanti yang lahir pasti bayi laki-laki atau bayi perempuan. Tetapi dalam kenyataan yang terjadi secara global, usaha ke arah riset dan pemanfaatannya untuk pemilihan jenis kelamin anak ini sudah tidak lagi menjadi hal menarik di dunia, kalaupun ada hanya di beberapa daerah dan negara saja. Karena sesungguhnya dengan kemajuan pemahaman akan hak asasi manusia dan kesetaraan gender, posisi anak laki-laki dan perempuan di dunia global sudah tidak lagi menyisakan perbedaan yang bermakna.


10

Bugar

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

Bolehkah Minum Soft Drink tiap Hari? Minuman ringan memang nikmat dan segar di tenggorokan. Apalagi diminum dingin, saat perjalanan jauh dan panas. Tak salah, minum­an ini sangat digemari semua kalangan. Ditam­bah lagi, promosi minuman ini dijadikan peneman makanan siap saji. Apakah soft drink menyehatkan atau malah berbahaya bagi ke­ sehatan?

I Wayan Gede Sutadarma, M.Gizi.

M

enurut ahli gizi, dr. I Wayan Gede Sutadarma, M.Gizi., minum­ an ringan merupakan minuman dalam kemasan yang mengandung air, atau karbonasi (soda) atau yang mengandung gula atau pengganti gula ataupun bahan lain seperti perasa buah. Minuman ini, meliputi minuman bersoda (soft drink), minuman isotonic (sport drink), teh dalam kemasan (sweetened tea), minuman bervitamin (vitamin water) atau minuman berenergi

“

(energy drink). Ia menyatakan, minuman ber­ energi diketahui mengandung kafein, sehingga dapat menimbulkan efek ketagihan. “Efek ketagihan terjadi apabila minuman berenergi dikonsumsi dalam jumlah banyak dan frekwensi sering bahkan hampir setiap hari,” jelasnya. Jika ketagihan, akan menimbulkan gejala yang ditimbulkan meliputi gangguan neurologis se­ perti rasa tidak nyaman di perut, insomnia, gangguan cemas atau bahkan sakit kepala. Kandungan nilai gizi yang tercantum dalam label minuman sangat terbatas. “Zat gizi dalam minuman ringan hanya golongan karbohidrat meliputi glukosa, fruktosa atau karbohidrat golong­ an lainnya,” imbuhnya. Selain itu, bahan yang terkandung hanya zat nongizi meliputi pengganti gula, kafein, taurine, serat larut ataupun bahan pengawet dari golongan natrium. Minuman bersoda (soft drink) mengan­ dung air sebagai bahan utama, karbonasi, gula atau pengganti gula, dan perasa makanan. Ia menegaskan, mi-

Penyakit yang dapat ditimbulkan, meliputi kegemukan atau obesitas, karies gigi terutama pada anak-anak, gangguan neurologis akibat kafein yang tinggi, atau penyakit degeneratif akibat tidak langsung dari obesitas se­perti kencing ­manis, penyakit darah tinggi ataupun gangguan ginjal

”

Tips menghentikan kebiasaan minuman bersoda:

- Tidak menyediakan minuman ringan di rumah (terutama dalam lemari pendingin) - Hanya minum satu gelas sekali sebulan atau maksimal sekali seminggu - Mengganti dengan minuman dari buah-buahan segar seperti jus buah atau air jeruk nipis yang lebih sehat. - Selalu minum air putih jika merasa haus. - Selalu membaca label minuman yang tertera dalam kemasan. - Orangtua harus bisa memberikan contoh pada anakanaknya untuk mampu mengendalikan diri minum minuman ringan. -Wirati Astiti

Style

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

Intip Gaya Busana

di Indonesia

Fashion Week

Sudah biasa ketika ada ajang mode sebesar Indonesia Fashion Week (IFW), maka Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta , areal berlangsungnya acara akan bertabur para pecinta fashion.

S

numan ringan yang diminum dalam jumlah yang banyak dan hampir setiap hari, memiliki efek samping, di antaranya, menimbulkan kalori berlebihan, tingkat keasaman pada mulut meningkat, dan kafein berlebihan. “Penyakit yang dapat ditimbulkan, meliputi kegemukan

atau obesitas, karies gigi terutama pada anak-anak, gangguan neurologis akibat kafein yang tinggi, atau penyakit degeneratif akibat tidak langsung dari obesitas se­perti kencing manis, penyakit darah tinggi ataupun gangguan ginjal,” ucap staf pengajar Fakultas Kedok-

teran Unud/RS Sanglah ini. Ia menyarankan, untuk minuman bersoda hanya boleh diminum dalam jumlah sedikit, sebaiknya hanya satu gelas dan tidak setiap hari. “Sebaiknya minum hanya satu kali sebulan,” sarannya.

eperti yang terjadi pekan lalu, bukan hanya para selebriti yang hadir di perhelatan mode bergengsi ini dengan tampilan yang modis atau fashionable, namun para pengunjung atau street styler lain pun tak kalah gaya demi acara ini. Ketika berkeliling di JCC pada acara tersebut, Tokoh melihat setiap orang yang hadir di IFW, baik yang hanya jalan-jalan maupun menonton fashion show, punya gaya berpakaian tersendiri. Banyak juga yang berenampilan menarik dengan sentuhan etnik. Sebagian besar dari mereka mengaku

tidak memerlukan persiapan khusus untuk berpenampilan yang berhasil mencuri perhatian ini. Yang pasti, kata Dewi Anyar salah seorang ibu muda yang sempat ngobrol dengan Tokoh , menghadiri apapun pakaian yang terbaik adalah konsepnya yang nyaman. Kalaupun muncul kesan stylish den gan sisi feminin perempuan, karena memang itulah personal style mereka dalam berbusana. Begitu juga aksesori dan pilihan warna yang dikenakan turut melengkapi pesona penampilan mereka. Berikut beberapa penonton yang hadir di acara IFW dan sempat terekam kamera Tokoh. -Sri Ardhini

15


16

Dara

Edisi 839/ 9 - 15 maret 2015

Mengunjungi Istana Kesultanan Bima

Arsitektur Perpaduan Bima-Eropa

S

alah satu objek wisata di Bima, Nusa Tenggara Barat yang menyimpan sejarah salah satu kerajaan yang pernah berjaya di zamannya adalah Istana Kesultanan Bima. Tidak lengkap rasanya, jika berkunjung ke Bima, tanpa mampir ke Istana Kesultanan Bima (ASI Mbojo). Hingga hari ini, Istana Kesultanan Bima yang mulai dibangun tahun 1927 bertepatan dengan tahun kelahiran putri ketujuh Sultan Muhammad Salahuddin, DR. Hj. Siti Maryam Salahudin, hingga kini masih berdiri kokoh. Dari penuturan Siti Maryam yang kini berusia 87 tahun diketahui bahwa arsitek dari istana megah itu adalah Ir. Rehata yang berasal dari Ambon. “Ir. Mr. Obzicter Rehatta adalah orang Ambon yang kala itu bertugas sebagai Kepala PU (istilah zaman sekarang),” ungkapnya. Arsitekturnya dibuat dari perpaduan konstruksi tradisional Bima dan Eropa. Suasana asri dan keaslian bangunan istana dan kompleksnya ini masih terjaga dengan baik. Nilai-nilai sejarah yang terkandung di dalamnya, kini banyak memberikan “cerita” majunya peradaban dan kebudayaan orang Bima tempo dulu yang bisa dilihat dari jejak pusaka peninggalan Kesultanan Bima. Di dalam istana yang saat ini menjadi Museum Daerah Bima, kini tersimpan bendabenda peninggalan kerajaan. “Barang utama milik Kerajaan Bima yang masih tersimpan di dalam istana yang dike-

nal dengan nama ASI Mbojo, adalah Mahkota asli Kerajaan Bima yang bertahtakan intan berlian, Keris Samparaja dan sebuah parang istimewa dari abad ke-XIV bernama La

Nggunti Rante. Parang ini peninggalan Indra Zamrud, Raja Bima yang pertama,” ungkap Siti Maryam. Kerajaan Bima berubah menjadi Kesultanan sejak abad XVI. Inilah yang menjadi salah satu daya tarik istana ini di samping banyak koleksi kerajaan lainnya yang disimpan di sini. Koleksi-koleksi peninggalan Kerajaan Bima ini tersimpan di salah satu ruangan istana sebelah utara, yang terjaga dengan ketat. Pengunjung yang masuk ke ruang koleksi ini bisa melihat dari jarak sekitar satu meter saja, karena koleksi-koleksi ini telah dilindungi

dengan terali-terali yang cukup tebal untuk keamanan benda-benda asli peninggalan Kerajaan Bima. Istana Kesultanan Bima, ini didirikan mulai tahun 1927 hingga selesai pada tahun 1930. Setelah bangunan istana ini dapat dipergunakan maka sebuah acara besar pun dihelat yakni pernikahan Sultan Sumbawa yang terakhir, yakni Sultan Kaharuddin dengan salah seorang putri Kesultanan Bima, Sultan Muhammad Salahudin, yakni Siti Hadijah. “Itulah perhelatan besar pertama yang dilakukan di Istana pada tahun 1930, tepat setelah selesainya pembangunan Istana Bima,” kata Siti Maryam. Menurut Siti Maryam, istana yang terdiri dari dua lantai itu, memiliki sembilan kamar tidur di atasnya, termasuk kamar tidur dirinya yang hingga saat itu koleksi dan suasana kamar-kamar tidur dipelihara seperti aslinya dulu. Selain itu di lantai atas istana juga terdapat beberapa ruangan lainnya. Di sana bisa dilihat dan dibayangkan situasi kamar tidur putri-putri raja tempo dulu. Di lantai bawah istana terdapat setidaknya lima kamar tidur lain dan ruanganruangan besar serta ruang makan dan ruang rapat untuk penyelenggaraan acara-acara istana.

Di komplek istana itu (ASI Mbojo), terdapat pula sebuah istana tua yang terbuat dari kayu yang hingga kini masih dipertahankan keasliannya. Istana ini berada di samping timur Istana Kesultanan Bima. Dikenal sebagai ASI Bou (istana baru), istana ini dibangun oleh Sultan Ibrahim untuk Sultan Salahuddin (ayahanda Siti Maryam) ketika menikah dengan seorang perempuan anak dari Raja Bicara Kesultanan Bima. Jika melihat kondisi ASI Bou itu, saat ini, tentulah kondisi ASI Bou terlihat lebih tua dari Istana Kesultanan Bima yang ada sekarang. “Disebut ASI Bou (istana baru) itu karena saat dibangun, istana asli Sultan Ibrahim yang juga terbuat dari setengah kayu dan setengah batu, kondisinya dulu sudah tua,” kata Siti Maryam. Karena

itulah ASI Bou menjadi istana baru. Namun ketika istana tua Sultan Ibrahim itu dibongkar dan dibangun baru seperti yang ada sekarang, maka ASI Bou (istana baru) itu tampak tua. Kini Istana Kesultanan Bima menjadi museum yang dapat dikunjungi tiap hari kecuali hari libur. Selain difungsikan sebagai museum, ASI Mbojo juga difungsikan sebagai tempat menyelenggarakan kegiatan-kegiatan adat, seperti upacara Adat Hanta Ua Pua yang diselenggarakan tiap kali memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW. Selain itu kegiatan lainnya yang selalu memakai istana ini adalah saat penobatan Sultan Bima serta kegiatan adat lainnya. Di saat itulah, istana dan seluruh halamannya akan dipenuhi masyarakat Bima. -Naniek I. Taufan

Manusia adalah mahluk luar biasa dan paling sempurna yang diciptakan oleh Tuhan.Tak perlu diragukan lagi bahwa sesunguhnya manusia dapat melakukan apapun jika mereka mau. Manusia dapat mengadakan sesuatu yang belum mereka miliki, mereka dapat mempertahankan sesuatu yang telah mereka miliki dan juga mereka dapat menghilangkan sesuatu yang sedang mereka miliki. Semua pilihannya ada dalam dirinya sendiri, dan untuk menghidupkan kemampuannya sangat tergantung pada kemauannya. Setelah mengadakan workshop berkeliling Indonesia dan tampil di beberapa media televisi kini Guru Mangku Hipno akan hadir dan kembali menggelar workshop dahsyat di Bali. Workshop dahsyat kali ini akan mengajak para peserta membongkar rahasia terdalam “PEMURNIAN 9 CAKRA UNTUK SEMBUH DAN SUKSES”. Di awal acara para peserta akan disuguhkan kata kata magis dengan bahasa gampang dipahami, lugas dan padat, berisi. Di akhir workshop seluruh peserta akan disembuhkan melalui psiko hypnotherapi massal. Keistimewaan manusia juga dikarenakan mereka bisa mengakses tiga energi dasar kehidupanya yaitu energi tanah (Pertiwi) atau energi Brahma, energi Alam Semesta atau Energi Wisnu dan energi Akasa atau energi Iswara. Ketiga energi ini jika diolah secara baik dan terkendali akan menciptakan kekuatan dahsyat bagi seseorang. Kekuatan itu bisa dilihat secara nyata, dirasakan secara langsung dan bisa dibuktikan secara duniawi. Kekuatan ini menciptakan imunitas atau kekebalan tubuh bagi seseorang, menciptakan daya tahan tubuh yang luar biasa dari segala serangan mematikan, dan mampu menciptakan daya penyembuhan yang luar biasa dari segala serangan penyakit termasuk penyakit dan masalah yang tidak terdeteksi ataupun teridentifikasi oleh alat-alat medis tercanggih sekali pun. 9 cakra yang merupakan linggam 9 Dewata dalam tubuh kita, adalah pembuka jalan menuju hal yang kita harapkan, sebagai penjaga dan pemelihara segala kebaikan yang kita telah miliki, dan sebagai penghilang atau penetralisir segala hal yang buruk yang terlanjur kita pelihara. Jika 9 cakra dimurnikan maka energi tubuh, perasaan dan pikiran Anda akan membuat aura Anda menyala bagaikan kunangkunang di malam hari. Anda menjadi sangat menarik bagi siapapun dan bagi rezeki.

Dalam seminar ini, Guru Mangku Hipno akan memurnikan 9 cakra Anda mulai dari cakra dasar linggam Dewa Brahma yang mengatur keberuntungan, cakra seks linggam Dewa Wisnu yang mengatur perasaan, cakra pusar linggam Dewa Rudra yang mengatur energi, cakra jantung linggam Dewa Iswara yang mengatur kemampuan berintuisi, cakra tenggorokan linggam Dewa Mahesora yang mengatur kemampuan berbicara, cakra ajna linggam Dewa Mahadewa yang mengatur kemampuan berinspirasi dan berpikir, cakra kembar linggam Dewa Sambu dan Sangkara yang mengatur pendengaran jujur, benar, atau bohong, dan cakra mahkota linggam Dewa Siwa yang mengatur firasat serta kemampuan berspiritual. Jika semua cakra-cakra itu telah dimurnikan maka inspirasi KESEHATAN, KESUK­ SESAN, KEBERLIMPAHAN DAN KEBAHAGIAAN akan muncul dari tempat yang selama ini Anda tidak pernah pikirkan dan bayangkan sebelumnya. Ketika 9 cakra dimurnikan Anda pun berpotensi mampu menjadi penye “Begitu banyak manfaat dan pencerahan jiwa yang akan Guru Mangku Hipno berikan dalam seminar kali ini, maka sangat sayang jika Anda melewatkannya, karena kesempatan terbaik biasanya hanya datang sekali, inilah saatnya dalam waktu 2 jam saja Anda sembuh dari segala penyakit, Anda bangkit dari keterpurukan, bangun dari keputusasaan, menggantikan ketakutan menjadi keberanian, membuang malas, cemas, ragu, tak percaya diri dan hal-hal buruk lainnya lalu menemukan jati diri Anda yaitu menjadi seseorang dengan pola pikir baru, bermental kuat, penuh rasa syukur dan menyakini Tuhan diatas segalanya sehingga hidup ini bermanfaat dan menjadi sederhana, tegas dan berani bertindak, saat itulah hidup Anda ditaburi keajaiban seperti habis gelap terbitlah terang,” kata GMH KG Suatmayasa, SH, CH, CHt, MNNLP yang akan menjadi narasumber dalam seminar tersebut. GMH KG Suatmayasa merupakan guru besar Brahmakunta Supranatural & Spiritual Modern Center, pendiri Brahmakunta Prana & Hypnosis Club, yang dikenal dengan panggilan GMH atau Guru Mangku Hipno yang juga merupakan seorang spiritualis, pakar prana, pakar hypnosis hypnotherapy, instruktur NLP, EFT, EQB, palmistri, motivator spiritual, profesional healer, sosio medis dan Heado Theta. YANG ANDA TUNGGU ADA DI CENTER KAMI. ...sebuah metode dengan sentuhan keajaiban Tuhan. ...karena hanya hitungan menit, cepat, efisien, murah, efektif dan terbukti. Metode penyembuhan mind body soul refreshment di Center Brahmakunta, adalah metode universal unggulan yang telah terbukti mampu menyembuhkan ribuan pasien baik dari seluruh wilayah Indonesia maupun manca negara seperti Prancis, Ukraina, Amerika, Jepang, Australia, UEA, India, Singapura, dan Filipina.

Metode ini diciptakan dengan tujuan mulia yaitu mampu menjawab setiap masalah yang belum terpecahkan oleh penyembuh lainnya baik yang bersifat medis maupun non medis. Metode ini mampu men­deteksi dan menyentuh sisi terdalam misteri sebuah penyakit. sehingga segala keluhan dan penyakit yang selama ini belum tersembuhkan menjadi memiliki peluang sangat besar disembuhkan, tanpa menyangkutkan orang lain, agama, kepercayaan, tanpa obat, tanpa klenik, tanpa ritual, tanpa alat apapun. 100% murni pembangkitan kekuatan penyembuhan diri melalui penyadaran diri, dan pengeluaran tekanan pikiran, perasaan dan tubuh. metode ini hanya bisa dilakukan oleh pakar metafisika, psiko hypnotherapy, dan mind body soul reinstall. Metode ini hanya dapat dilakukan di area bawah sadar manusia yaitu area THETA DAN DELTA dan sangat tidak mungkin dilakukan oleh orang yang bukan ahli dan berpengalaman di bidangnya. Sebagai penemu metode ini, Guru Mangku Hipno yang sudah berpengalam­an 3 tahun menjalankan metode ini dengan tingkat keberhasilan luar biasa, hampir mencapai 90 persen. Kini kesempatan terbuka untuk Anda dan orang orang terkasih Anda, dengan segala keluhan di bidang kehidupan, manfaatkan keberadaan kami, kunjungi center kami untuk segera menemukan solusi atas kesehatan, kesuksesan, keberlimpahan harta serta kasih sayang Anda. Anda akan mendapati diri sudah terbebaskan dari segala masalah apapun dan mendapat inspirasi atas kesenangan, ketenangan dan kenyamanan hidup anda. Untuk solusi terbaik segala masalah Anda sekeluarga hubungi: BRAHMAKUNTA CENTER DAN GMH INSTITUTE Alamat : Perumahan Gunung Sari Indah, Jl. Tukad Buana 1/61 Kebo Iwa Utara, Denpasar. Phone : 0361 8442823 / 085103112404. Pin BBM : 7FB63D83. Buka : Senin s/d Sabtu, Pukul 10.00 wita s/d 17.00 wita. Malam : Rabu dan Sabtu, Pukul 20.00 wita s/d 22.00 wita.

IKUTI WORKSHOP KAMI: HARI : MINGGU, 15 MARET 2015 TEMPAT : GEDUNG PWI BALI . Jl. GATOT SUBROTO TENGAH LUMINTANG DENPASAR PUKUL : 15.00 SD 17.30 WITA HARGA TIKET : HANYA Rp 350 RIBU Daftarkan diri Anda segera, tempat sangat terbatas hanya untuk 65 orang saja, dengan cara mendaftar : KETIK WPC (SPASI) NAMA (SPASI) ALAMAT Kirim ke : l085 103 112 404 (Center Brahmakunta) l081 337 228 580 (GMH) l085 238 640 217 (Jro Abuck) l085 638 001 33 (Jro Putu Anta) l0361-9133 725 (Jro Ayuk) l081 246 818 51 (Jro Musna)

Santi & Sinta

9

Jepang membuatnya gelenggeleng kepala.Terutama ketika memanfaatkan fasilitas publik yang nyaris tanpa cela. Transportasi umum sangat canggih. Jauh dari kemacetan seperti yang terjadi di sejumlah kota di Indonesia. Kebersihan kota dan disiplin warga berlalulintas patut dijadikan contoh. Terpenting yang membuat Santi terharu, begitu fanatiknya masyarakat Jepang menjunjung tinggi dan melestrasikan budaya adiluhung, yang diwaris­ kan pendahulunya. Di bidang pendidikan, Jepang benar-benar memperhatikan perkembangan sumber daya manusianya. Sekolahsekolah di Jepang mendapat perhatian sungguh-sungguh pemerintah. Jumlah siswa di tiap kelas dibatasi sehingga proses belajar mengajar berlangsung efektif dan meluluskan siswa berkualitas. Santi pun tak habis pikir, selama proses belajar mengajar berlangsung, tak ada satu pun siswa yang lain-lain. Apalagi berani berbicara de­ ngan teman-temannya.

Belajar Disiplin dari Jepang Lolos mengikuti seleksi Program JENESYS 2.0, mengantarkan si kembar Santi dan Sinta mendapat kesempatan jalan-jalan gratis ke Negeri Matahari Terbit 26 Januari-3 Februari lalu. Selama delapan hari Santi dan Sinta yang bernama lengkap Ida Ayu Santi Dharmastri Laksmi dan Ida Ayu Sinta Dharmastri Laksmi ini, bermukim di negera maju tersebut.

B

WORKSHOP PEMURNIAN 9 CAKRA UNTUK SEMBUH DAN SUKSES DALAM SEKEJAP BERSAMA GURU MANGKU HIPNO

Edisi 839/ 9 - 15 maret 2015

Santi dan Sinta

agi kedua siswa SMAN 3 Denpasar ini, bisa menginjakkan kaki di Jepang seperti mimpi saja. Santi yang saat ini duduk di bangku kelas XI MIPA 6 menceritakan Program JENESYS 2.0 merupakan kegiatan pertukaran pemuda dan pelajar dari pemerintah Jepang. Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan potential interesi, di kalangan pemuda ASEAN dan negara lain terhadap Jepang. Selain itu juga untuk mempromosikan “global understanding on Japan’s strengths, attractions and values’’. Sebagai program pertukaran pelajar dan pemuda yang diluncurkan pemerintah Jepang, JENESYS 2.0. memiliki berbagai tema. Salah satunya Mass Me-

dia Programe, yang bertujuan mempromosikan pemahaman global nilai-nilai Jepang, dengan fokus pada media massa. “Program JENESYS 2.0. ini memberikan kesempatan kepada pelajar maupun pemuda Indonesia untuk menyaksikan berbagai macam atraksi tentang Jepang, kunjungan ke sejumlah media di Jepang, dan mengikuti program home stay selama dua hari. Dari Indonesia ada 51 peserta yang ikut,” kata Santi. Sulung empat bersaudara yang semuanya perempuan ini, mendapatkan banyak manfaat dari kunjungannya ke Jepang. Terutama dia banyak belajar disiplin dari masyarakat Jepang. Di mata putri sulung pasangan Ir. Ida Bagus Gede Eka Dharmaputra –Ida Ayu Dewi Laksmi ini, disiplin masyarakat

Dimanjakan Fasilitas Publik Fasilitas publik yang disediakan pemerintah Jepang benar-benar memanjakan masyarakatnya. Air keran yang banyak tersedia di sejumlah tempat umum, merupakan air yang siap diminum. Santi pun sangat terharu begitu mengikuti kegiatan homestay, yang mengharuskannya tinggal di rumah salah seorang warga Jepang. Dia pun sempat salah tingkah begitu harus menjadi penghuni baru di rumah itu. Hal yang berbeda dengan kebiasaan Santi sehari-hari di rumahnya di Jalan Nuansa Kori Utama II No. 11 Pedungan, Denpasar Selatan. Mulai dari cara menaruh sepatu jika hendak masuk ruangan, yang harus menghadap ke pintu, cara duduk, cara makan

dan sebagainya. Warga Jepang umumnya terdidik dan terlatih untuk mandiri. Selesai makan, sudah menjadi kewajiban masing-masing orang untuk mencuci t piring sendiri. Tingginya kepedulian masyaraka yang ya buda un maup si tradi dap Jepang terha telah diwariskan leluhurnya, menjadikan tradisi, seni maupun budaya di Jepang sampai saat ini tetap lestari. Santi yang bercita-cita ingin menjadi seorang k psikolog ini, mengajak generasi muda Bali untu Terug. Jepan t mengambil sikap positif masyaraka tama disiplin dan menjunjung tinggi tradisi yang ada di negeri tersebut.

Disiplin Kunci Keberhasilan Lain halnya dengan Sinta, yang lebih melihat Jepang itu sebuah negara maju yang tetap kuat mempertahankan sikap disiplin masyarakat serta menjunjung tinggi tradisinya. Disiplin yang dimiliki masyarakat Jepang, diyakini putri kedua dari empat bersaudara ini menjadikan negara Jepang negara industri maju di dunia. Siapa pun sepakat dengan ungkapan remaja berbintang Aries ini, “disiplin menjadi kunci keberhasilan”. ‘’Disiplin itu harus dimulai dari diri sendiri dan didukung lingkungan. Jika hal itu dapat dilakukan dengan baik, bukan hal yang mustahil. Indonesia akan bisa seperti Jepang,’’ kata siswa kelas XI MIPA 2 ini. Sinta menyoroti sikap tegas pemerintah di Indonesia, yang sepertinya membiarkan pelanggaran demi pelanggaran terus terjadi. Kondisi seperti itu tentu tidak baik untuk penegakan

disiplin. Sinta merindukan Indonesia bisa seperti Jepang. Walaupun tidak sepenuhnya, minimal fasilitas publiknya berpihak pada masyarakat. Sesungguhnya jika saja ada kesungguhan berbagai pihak, menciptakan kondisi seperti di Jepang tentu bukan hal yang sulit. Walaupun harus melalui proses panjang, setidak-tidaknya ada upaya untuk menjadi lebih baik. Untuk bisa disiplin seperti masyarakat Jepang, selain diperlukan kesadaran warga, sangat dibutuhkan tindakan tegas aparat. Justru tindakan tegas itu yang lemah di Indonesia. Buktinya banyak fasiltas publik yang dirusak oknum dan aparat terkesan membiarkan. Fasiltas umum lainnya banyak yang rusak, ada corat-coret di sana-sini, tiang listrik, telepon maupun gardu listrik penuh tempelan. Padahal untuk mendapatkan pemasangnya bukan perkara sulit karena sudah ada nomor telepon. “Jangan salahkan jika ada kesan seper-

tinya dibiarkan begitu saja. Kenapa tidak ditindak tegas karena sudah melanggar,’’ ujar Sinta serius. Sinta yang hobi menari, menyanyi dan menulis ini, diam-diam bercita-cita menjadi seorang dokter. Profesi yang berhubungan dengan tugas-tugas kemanusiaan, yang sejak kecil sudah diimpikannya. Santi dan Sinta terlahir dengan satu ari-hari dan jarak kelahiran berselang 10 menit. Lahir prematur dengan berat badan rendah, merupakan masa kecil yang sangat sulit dilupakan. Dia pun sangat beryukur bisa sehat-walafiat seperti saat inidan sangat berterima kasih kepada kedua orangtunya, yang telah dengan sabar merawat dan membesarkannya. Walaupun kebanyakan orang sulit membedakan si kembar Santi dan Sinta, namun alis kedua ABG ini jika diperhatikan dengan baik yang membedakannya. Santi memiliki alis tipis, sedangkan Sinta lumayan tebal. Penampilan Sinta lebih polos dibandingkan Sinta yang

terkesan tegas. Ditanya suka duka terlahir kembar, Santi maupun Sinta dengan puitis menjawabnya, jika boleh memilih dia tidak ingin lahir kembar. Alasannya pun sangat sederhana. Dia kasihan sama ibunya, yang tak terbayang repotnya mengasuh dua bayi sekaligus. Apalagi jika diingat cerita ibunya, waktu kecil sering keduanya sakit dan selalu bergantian. Santi dan Sinta yang tamatan SMPN 5 Denpasar pun mengakui sewaktu kecil sering berantem dan musuhan. Namun sejak masuk SMP berubah 180 derajat. Keduanya begitu akrab dan sering berbagi cerita. Termasuk masalah yang sangat pribadi sekalipun. Sebelum mengikuti program pertukaran pelajar ke Jepang, Santi dan Sinta juga sempat mengikuti kegiatan yang sama di Thailand bersama 20 peserta dari Indonesia . Mereka berharap bisa terus mendapat kesempatan mengkuti kegiatan yang sama di negara lainnya. –Astra


8

Bunda & Ananda

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

Perbaiki Posisi Tidur Anak

Prof. Adiputra

A

ktivitas anak-anak umumnya sangat banyak, mulai dari pergi ke sekolah, belajar, bermain, hingga mengikuti les. Aktivitas ini memberi kesempatan bagi anak-anak untuk bergerak. Banyak gerakan ini tentu harus dibarengi dengan asupan nutrisi dan waktu istirahat yang cukup. Tujuannya tentu mendapatkan tumbuh kembang yang proporsional. Dede yang berusia 6 tahun termasuk anak yang banyak kegiatan. Selain belajar dan bermain di sekolahnya, ia juga punya jadwal les renang tiap hari Selasa dan les robot tiap hari Sabtu. Selain itu, di rumah ia masih menyempatkan diri bermain bersama saudara-saudaranya. “Kalau sudah lelah, ia langsung tidur. Asal ada bantal guling, dipeluk, langsung lelap,” ujar Yati, ibu Dede

“Orangtualah yang berperan aktif untuk memperhatikan posisi tidur anaknya. Kalau dilihat dalam posisi kurang nyaman, misalnya miring, meringkuk, atau yang lainnya, segera perbaiki. Jika posisi tidur yang kurang nyaman itu dibiarkan akan menjadi format begitulah tidur si anak. Posisi tidur ideal yang alamiah sesuai anatomi tubuh tentunya dengan kaki dan badan lurus, wajah menghadap ke atas,

Gebrak Panggung Indonesia Fashion Week 2015

17

Denpasar Konsisten Mengusung Endek

Tidur merupakan istirahat yang paling baik. Saat tidur, tubuh melakukan recovery setelah aktivitas yang kita lakukan. Hal ini pun berlaku bagi anak-anak. Tidur merupakan saat tubuh beristirahat. Hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua adalah posisi tidur anak. Namun, yang dikhawatirkan ibunya adalah posisi tidur Dede yang meringkuk. Posisi ini menjadi posisi favorit, apalagi meringkuk sambil memeluk bantal guling. Kadang pernah juga ia tidur dalam posisi nungging. Walaupun sudah diperbaiki, tetap posisi idolanya tetap bisa dilakukan. “Sebelum tidur, sudah sering saya nasihati agar tidur dengan kaki lurus. Tetapi, Dede mengaku tidak bisa tidur kalau kaki lurus,” ungkap Yati. Ia khawatir, kalau tidurnya meringkuk akan mengganggu pertumbuhan badan dan kaki. Posisi tidur memang bisa bermacam-macam, apalagi bagi anak-anak. Hal ini masih dalam tahap wajar. “Orangtualah yang berperan aktif untuk memperhatikan posisi tidur anaknya. Kalau dilihat dalam posisi kurang nyaman, misalnya miring, meringkuk, atau yang lainnya, segera perbaiki. Jika posisi tidur yang kurang nyaman itu dibiarkan akan menjadi format begitulah tidur si anak. Posisi tidur ideal yang alamiah sesuai anatomi tubuh tentunya dengan kaki dan badan lurus, wajah menghadap ke atas,” jelas Prof. Dr. dr. Nyoman Adiputra, MOH, Sp.Erg., AIFO, guru besar Fisiologi Olahraga dan Ergonomi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Ia menambahkan posisi tidur yang meringkuk ini tak memengaruhi tumbuh kembang anak. Pertumbuhan anak akan terus terjadi hingga usia 16 tahun. Dari

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kota Denpasar hadirkan “Endek” pada perhelatan Indonesia Fashion Week (IFW), the biggest fashion movement Indonesia 2015 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta yang berlangsung 26 Februari s.d 1 Maret. Ilustrasi

Anak tidur meringkuk

usia 0 hingga 5 tahun (balita) merupakan fase pertumbuhan otak, sedangkan di atas 5 tahun didominasi pertumbuhan fisik. Tumbuh kembang anak bisa dipengaruhi oleh aktivitas dan asupan nutrisi. Aktivitas seperti renang dan senam merupakan cara paling baik untuk mempercepat pertumbuhan. “Pertumbuhan menjadi lebih optimum dengan melakukan renang dan senam. Saat berenang dan senam, tubuh banyak bergerak dan ini merangsang pertumbuhan ujung-ujung tulang panjang,” ujar profesor asal Bangli ini. Nutrisi bagi anak pun perlu diperhatikan, khususnya keseimbangan kalori. Patokan yang sering dipakai adalah bagi orang yang bekerja keras perlu 5000 kalori per hari sedangkan yang lebih banyak duduk, perlu 2500 kalori per hari. Untuk anak-anak menyesuaikan aktivitasnya. Makin banyak aktivitas, makin banyak asupan nutrisi. Minimal anak makan tiga kali sehari. Anak juga diingatkan untuk makan sayur dan orangtua harus menjadi contoh. Di rumah tangga, ada prioritas yang harus diberi makan. Pertama, ibu hamil, kedua anak-anak, ketiga orang dewasa. Ia memperhatikan saat ini

banyak anak-anak yang mengalami obesitas karena aktivitas fisik menurun, lebih banyak menonton televisi dan bermain games disertai dengan mulut dan tangan sibuk dengan makanan. Anak-anak juga dimanjakan karena pergi dalam jarak dekat harus diantar dengan kendaraan. Ini membuat aktivitas fisik anak sangat kurang. Agar bisa mengetahui tumbuh kembang anak, orangtua harus memiliki tabel atau grafik perkembangan anak. Dari tabel ini bisa dilihat jika usianya sekian, berat badannya sekian, tingginya sekian. Jika sudah keluar dari jalur grafik, harus dicek kondisi kesehatannya untuk mencari tahu apa penyebabnya. Jika asupan nutrisi dan aktivitas sudah sesuai, selanjutnya waktu

istirahat yang harus diperhatikan. Tidur adalah istirahat yang paling baik untuk recovery atau pengembalian ke posisi semula. Tidur yang baik tentu dengan posisi alamaiah, telentang menghadap ke atas. Kalau sesekali bolakbalik masih wajar karena tidak ada tidur yang posisinya benar-benar diam. Suasana tempat tidur juga bisa memengaruhi posisi tidur. “Anak-anak tidurnya bisa meringkuk, hadap kanan, hadap kiri itu tidak masalah asalkan orangtua segera memperbaiki jika melihat posisi anak tidak tepat. Contohnya, kalau posisi leher dan kepala salah, saluran pernapasan menyempit dan terganggu. Ini yang menyebabkan mendengkur. Segera perbaiki posisi kepalanya,” tegas Prof. Adiputra. -Ngurah Budi

dihadiri masyarakat pecinta fashion dari berbagai kalangan tersebut, Dekranasda Kota Denpasar menggandeng 3 desainer Kota Denpasar, yakni Rhea Cempaka, Dhevinta Tito dan Katrin Suthajaya untuk menyuguhkan kreasi endek mereka di panggung utama IFW, Sabtu (28/2). Saat acara, para pecinta mode yang me­ madati kursi penonton terlihat antusias. Apalagi di sana juga hadir menyaksikan secara langsung, Menteri Koperasi dan UMKM RI A.A.Ngr. Puspayoga bersama Ny. Bintang Puspayoga, serta Wakil Ketua

Pilihan kehadiran menteri koperasi dan UMKM

Dekranasda Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara dan Ny. Kerti Rai Iswara. Salah seorang penonton dari Jakarta, Winda yang mengaku penggemar kain tenun Bali, mengatakan sangat tepat Dekranasda Kota Denpasar memilih ketiga desainernya. Karya mereka begitu indah untuk dinikmati. Ketiganya, katanya meng­ hadirkan kreasi motif endek yang berbeda dan setiap desain juga dapat dikenakan langsung atau siap pakai, tinggal disesuai­ kan dengan tema acara. Bulantrisna Djelantik, seorang penari Istana dan pengamat seni, yang juga me­ nyaksikan fashion show tersebut berdecak kagum. “Endek ternyata luar biasa ketika dikreasikan. Ide-idenya sangat menarik,

baik pada motif maupun warnanya. Saya banyak mendapat inspirasi melihat persembahan desainer Kota Denpasar. Unsur endek akan saya masukkan nanti dalam busana-busana tari kami,” kata pemilik Sanggar Legong di Jakarta ini. Begitu juga desainer papan atas Ali Kharisma dan Poppy Dharsono juga tak ketingggalan hadir mengapresiasi persem­ bahan Kota Denpasar. Selain tampil di panggung runway, Dekranasda Kota Denpasar juga me­ nyertakan pengrajin binaannya sebagai peserta exhibition (pameran dagang) di area yang sama, menyajikan produk tekstil lokal (baca: endek ) dan berbagai bentuk kerajinan lainnya. –ard

BERSAMA JALANKAN PROGRAM PEMKOT DENPASAR Anak-anak berenang

Mendongeng Lima Menit Aku bukan Dokter

Seekor serigala yang sedang lapar mondarmandir di lapangan luas pinggir hutan. Suatu saat ia melihat seekor keledai yang merumput. “Pucuk dicinta ulam tiba,” kaMade Taro tanya. Ia berlari mendekati keledai itu, hendak memangsanya. Aneh, keledai itu diam merunduk, menyerah dan merintih kesakitan. “Tolonglah aku, Dokter!” kata Keledai. “Aku tahu bahwa aku patut menjadi mangsamu, tetapi aku ingin agar kau benar-benar menikmatiku. Dengan demikian arwahku akan mendapat tempat yang baik.” “Apa maksudmu, Keledai?” tanya Serigala. “Lihat kakiku,” kata Keledai sambil mengangkat sebelah kaki belakangnya. “Kerikil tajam melekat di kukuku, sehingga aku tidak bisa berlari. Tuan Dokter bisa saja memangsaku, tetapi

P

ada ajang tahunan garapan Asosiasi Perancang Peng­ usaha Mode Indonesia (APP­ MI) yang keempat kalinya ini, Denpasar mempersembahkan peragaan busana berbasis budaya. Menurut Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. IA Selly D. Mantra, tenun ikat bernama endek ini milik Bali. Namun Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali konsisten mengusung kekayaan budaya lokal ini menjadi produk unggulan. Karenanya, pada IFW di JCC yang

akibatnya sangat berbahaya. Batu kerikil yang melekat itu ikut pula masuk ke dalam perut Tuan Dokter.” “Benar juga keledai itu. Ia pasrah dan tulus hati,” pikir Serigala. Serigala yang merasa dirinya sebagai dokter penolong, lalu menyuruh Keledai mengangkat kakinya tinggi-tinggi. Ia mencermati batu yang melekat itu sambil berkali-kali memiringkan kepalanya. Lalu dengan sigap dokter yang terampil itu mencabut batu itu dengan gigi-giginya yang tajam. Setelah tercabut, …. Pang! Dokter Serigala merasa dirinya terbang di angkasa, lalu mendarat di onggokan batu. Sejenak, ia tidak ingat peristiwa yang menimpanya. Setelah siuman, ia melihat keledai yang ditolongnya tadi berlari sangat jauh. “Bodoh benar aku!” umpatnya sendirian. “Aku ini hewan pemangsa keledai, bukan dokter. Keledai itu bukan pasien, tetapi makanan gurih Serigala. Setiap makhluk seharusnya menyadari, siapa dirinya, dan apa yang harus diperbuatnya.”

Mengambil tema ”Lelakon Dedari“, koleksi Rhea Cempaka yang mengawali peragaan busana berhasil menghadirkan sisi kein­ dahan warisan budaya Bali yang tersimpan dalam endek. Kreasi­ nya dipadukan bordir, lace, payet serta ciri khas endek Denpasar dengan bordir di bagian tumpal. Melalui rangkaian kebaya dengan padanan kain bawahan berbalut masa kini menjadikannya khas ala Rhea. Sedangkan Devinta Tito dengan suguhan tema, “Segara Amerta” mempersembahkan dress cocktail dan casual glamour. Ia juga ber­ hasil memanjakan mata penonton dengan memadukan detil khasnya dengan olahan material endek dalam warna-warna segar. Sebagai suguhan terakhir, Katrin Suthajaya membawa pe­

nonton kepada gaya berpakaian sofistikasi dan elegansi pada tema “Fearless Beauty” . Suguhan kreasi yang menggabungkan keelokan endek dipadukan dengan juntaian chiffon dan dilengkapi palet rona keemasan. Melihat karya dan kreasi endek ketiga desainer Kota Denpasar itu, Selly D. Mantra mengaku puas, se­ bab ketiganya kuat dengan karak­ ternya masing-masing. Meski mereka sama-sama menggunakan endek tenunan dari satu peng­ rajin Denpasar yakni Sekar Jepun, namun motifnya berbeda sesuai gaya masing-masing, menjunjung tradisi namun tetap mengikuti perkembangan zaman. Lebih lanjut dikatakannya bah­ wa ajang tersebut bukan sematamata memberikan kesempatan bagi desainer Kota Denpasar

berkiprah di tingkat nasional namun lebih dari itu mengajak mereka bersama-sama melan­ jutkan program pemerintah Kota Denpasar yang telah menetapkan endek sebagai salah satu produk unggulan, dalam upaya mewu­ judkan Kota Denpasar sebagai kota kreatif. Para Desainer Kota Denpasar ini, kata Selly D. Mantra memi­ liki komitmen yang sama bukan hanya untuk fokus melestarikan tapi juga mengembangkan dan meningkatkan kualitas, kreativitas serta inovasi dan lanjut mempro­ mosikannya. Untuk kali ini dipilih­ nya ajang fashion show sebab di sana ada aspek bisnisnya de­ ngan melibatkan pengrajin serta melihat potensi pasar, sehingga endek tetap berkibar dan menjadi kebanggaan Denpasar khususnya

Ny. Bintang Puspayoga saat mengunjungi stan Dekranasda Kota Denpasar

dan Bali umumnya. Bahkan kedepannya bersamasama pula, mengeksplor komoditi mode yang potensial ini meram­ bah pasar global. Selain itu, bisa menjadi referensi tren fashion siap pakai yang menarik di kalangan anak muda bukan hanya di Bali tapi di tingkat nasional. “Apa­ lagi jika melihat gagasan APPMI ingin menjadi­ kan Indonesia sebagai pusat mode dunia di tahun 2025. Dan, local move­­ment ini juga sebagai bagian dari gerakan untuk

bangga, dukung, dan pakai produk lokal,” papar Selly D.Mantra Sementara Kabag Ekonomi Setda Kota Denpasar, I Made Saryawan, S.E., M.Si., dalam aca­ ra jumpa pers menyampaikan, Denpasar memilih fashion untuk menunjukkan budaya luhur dan sekaligus bisa menjadi alat dalam ekonomi kreatif. “Jelas terlihat keindahan serta keunikan endek peng­ rajin Denpasar di IFW. Dari koleksi tiga orang desainer Kota Denpasar, kreasi dan inovasi mereka sangat menawan ketika disuguhkan di panggung utama. Mereka berhasil menghadirkan kesan modern tanpa mening­ galkan sisi tradisinya,” lanjut Sarya­wan usai pagelaran busa­ na di IFW pekan lalu. –ard


18

Kreasi

Edisi 839/ 9 - 15 maret 2015

Ogoh-ogoh Mini

Berawal dari Tangisan Anak Ogoh-ogoh yang identik dengan ukuran yang besar dan berat membuat anak-anak kecil kesulitan untuk mengarak. Namun, ini memberi ide bagi Wayan Gede Jati Widarma untuk berkreasi membuat ogoh-ogoh mini.

“D

ulu anak saya menangis minta dibuatkan ogoh-ogoh. Akhir­ nya saya buat dan dipajang di depan warung. Ternyata banyak yang berminat,” ujar pria yang juga PNS di Kabupaten Badung ini. Usaha kerajinan styrofoam Kapten Ogoh-Ogoh yang berada di jalan Kapten Agung, Denpasar ini dimulai tahun 2008. Ketika itu, kerajinan styrofoam dengan produk ogoh-ogoh mini ini dianggap belum sehingga Gede Jati berusaha mengembang­ kannya. Pemesan ogoh-ogoh mini ini tak hanya dai Denpasar dan Bali, tetapi sampai ke luar Bali “Ogoh-ogoh hasil karya saya udah sampai ke Lumajang, Banyuwangi dan berbagai kota di Jawa dan pernah ogoh-ogoh dikirim ke Australia,” ujar Gede Jati atau biasa dipanggil Koko ini. Dalam pembuatan ogohogoh ini bahan dasarnya styrofoam, bukan spon. “Saya memakai styrofoam, karena dalam membentuk ogoh-ogoh seperti tangan, kaki, badan dan

patah. Pembuatannya diawali dengan bentuk badan dari ogoh-ogoh, yaitu bentuk dada, perut, punggung dan bokong. selanjutnya anggota badan yang lain seperti tangan, kaki dan kepala pun dibuat. Setelah semua anggota badan lengkap, tinggal menyatukan semua anggota badan tersebut. Dalam menyatukan anggota badan, menggunakan lem khusus styrofoam. Selain menggunakan lem, menyatukannya juga menggunakan tusuk sate, biar ogoh-ogoh mini lebih kuat dan tidak mudah lepas dari pengeleman tersebut.

kepala menjadi kelihatan bagus dan nyata. Proses pembentukan dasar ogoh-ogoh membutuhkan waktu sekitar 2 jam tergantung dengan ukurannya. Ukuran yang lebih besar sekitar 3 meter membutuhkan waktu seminggu,” ujar Koko lagi. Membentuk sebuah ogohogoh dilakukan dengan membuat satu demi satu anggota badan atau terpisah pembuatannya. Fungsinya untuk memudahkan membuat dan tidak mudah

DICAT DUA KALI Ogoh-ogoh yang sudah berbentuk dan lengkap tersebut, selanjutnya dibuatkan tempat atau dasar biar ogoh–ogoh bisa berdiri. Tempat atau dasar ogoh-ogoh dibuat berbentuk kotak ini menggunakan kayu balok kecil. Kemudian ogohogoh ditancapkan ke kayu atau besi sebagai penunjang ogoh-ogoh. Menancapkannya mulai dari bawah kaki hingga ke badan ogoh-ogoh. Menancapkan ogoh-ogoh tergantung bagai­ mana bentuk dan kreativitasnya,

terkadang menancapkannya di antara selangkangan atau di tangan ogoh-ogoh. Setelah pembentukan badan dan pemasangan ke dasar ogoh-ogoh, proses selanjutnya yaitu proses penempelan kertas. Proses ini perlu waktu yang lama. Badan ogoh-ogoh harus tertutup semua oleh kertas yang di potong kecil-kecil. Dengan kertas yang dipotong-potong kecil akan membuat tangan, kaki dan badan ogoh-ogoh menjadi terbentuk. Selanjutnya ogoh-ogoh yang sudah selesai proses penempelan, dijemur atau didiamkan supaya kertas dan lem menjadi kering. Proses penjemuran lebih dari 1 jam lamanya. Hal ini dilakukan supaya cat bisa meresap dengan baik di permukaan ogoh-ogoh. Proses berikutnya pengecatan. Pengecatan ogoh-ogoh dilakukan 2 kali. Pertama ogoh-ogoh dicat dasar sebagai dasar dari warna. Proses

pengecatan dasar menggunakan kuas. Dalam pengecatan dasar tidak memakan waktu yang lama, sekitar 15 menit. Setelah pengecatan dasar selesai, ogohogoh dijemur kembali agar cat cepat kering. Ogoh-ogoh yang sudah kering dari pengecatan dasar, ogoh-ogoh kembali dicat proses kedua. Dalam proses pengecatan kedua ini menggunakan air brush. Penggunaan air brush ini supaya warna dari ogoh-ogoh menjadi lebih bagus. Fungsi air brush juga untuk membuat warna-warna gelap pada ogoh-ogoh. Selanjutnya ogoh-ogoh kembali di jemur. Setelah ogoh-ogoh selesai pengecatan yang kedua, selanjutnya ogoh-ogoh dipasangkan hiasan-hiasan seperti gelang, kain dan rambut yang membuat ogoh-ogoh lebih menarik. Proses ini merupakan proses yang ter­akhir dari pembuatan ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh pun siap untuk dijual atau dikirim ke pemesan. -Jelantik

Seminggu Laku 10 Menjelang Tahun Baru Caka pesanan ogoh-ogoh mini pun meningkat. Ini menjadi tambahan rezeki bagi Gede Jati dan keluarganya. Pesanan yang sudah dimulai dari bulan Januari membuat Gede Jati harus begadang membuat ogoh-ogoh mini. Pekerjaan ini dilakukan pada jam pulang kerja dari kantor, sehingga pembuatannya hingga malam hari. Pembuatan ogoh-ogoh mini yang tidak begitu besar modalnya, membuat Gede Jati terus berkreasi dalam pembuatan ogoh-ogoh mini. “Modal tidak terlalu besar untuk membuat ogoh-ogoh mini, kalau yang ogoh-ogoh yang besar sekitar 3 meter itu modalnya Rp 2 juta,” ujar Gede Jati. Ia menambahkan penjualan ogoh-ogoh mini berkisar mulai Rp 100 ribu sampai Rp 5 juta. Pak Dika yang tinggal di Jalan Kenyeri, Denpasar juga ikut memanfaatkan peluang dengan menjual ogoh-ogoh mini di warungnya. “Ini kali kedua saya menjual ogoh-ogoh mini. Sekarang saya menjual lebih banyak dari tahun lalu,” ujar Dika seraya mengatakan

penjualan ogoh-ogoh sudah dimulai sejak Januari di warung Dika. Kisaran harga ogoh-ogoh mini yang dijual di wa­ rung Dika mulai Rp 90 ribu sampai Rp 800 ribu. Harga tergantung bentuk dan ukuran dari ogoh-ogoh mini. Untung yang didapatkan dari menjual satu ogoh-ogoh ini mulai Rp 5 ribu sampai Rp 25 ribu. Ogoh-ogoh mini yang dijual di warung Pak Dika pembuatannya berasal dari Gianyar berbahan dasar spon. Pedagang lainnya, Bu Dayu di Jalan Katrangan, Denpasar mengatakan baru pertama kali menjual ogoh-ogoh mini ini. “Ada teman yang ngajak untuk jualan ogoh-ogoh mini ini,” ujar Bu Dayu kalem. Ogoh-ogoh di warung Bu Dayu datangnya dari Klungkung dan Gianyar. Ogoh-ogoh tersebut dibawa langsung ke warungnya. Dalam seminggu penjualan ogoh-ogohnya sudah laku hingga 10 buah. Harganya mulai Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu. Keuntungan yang diperoleh mulai Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu. -Jelantik

Life

Story

Edisi 839/ 9 - 15 maret 2015

Halusinasi selalu Menghantui Pukul 23.15 wita, di tahun 2007, adalah malam yang tidak terlupakan dalam hidup Arman (45). Malam itu, ia baru saja pulang dari berkunjung ke rumah keluarganya di Mata­ ram dan hendak pulang ke rumahnya di Lombok Timur. Ia memacu sepeda motornya seorang diri dalam cuaca yang sangat dingin malam itu. Tiba-tiba pada sebuah persimpa­ ngan jalan (ia menyebut nama jalan itu), ia merasa aneh, seperti ada yang mengikutinya. Malam memang menjelang larut, suasana jalan yang dilaluinya juga mulai sepi. Hanya satu dua kendaraan yang masih melintas.

R

asa aneh itu terus terasa seperti ada yang membonceng di belakangnya. Namun, ia tidak mengindahkan perasaannya itu dengan terus saja melaju menuju Lombok Timur. “Saya sempat berhenti beberapa saat untuk menengok ke belakang, tapi tidak ada siapa-siapa. Saya tetap merasa ada sesuatu di belakang saya,” ungkap Arman. Menurut Arman, ia memang tidak takut saat itu karena ia mencoba menguasai diri dan beruasaha keras membuang rasa takut tersebut. Sampai akhirnya Arman tiba dengan selamat di rumahnya. Sejujurnya, Arman merasa yang mengikutinya itu bahkan sampai ia tiba di rumah dan masuk ke kamarnya. Namun, ia tidak menceritakan kejadian itu pada orangtuanya. Di kamar itu, Arman yang masih bujangan ini tidur sendirian. Meski masih bertanya-tanya tentang apakah hal yang baru dialaminya itu hanya perasaannya saja atau memang ada “sesuatu” yang mengikutinya. Semalaman ia tidak bisa memejamkan mata, karena pengikut misteriusnya

masih dapat ia rasakan. Sampai pagi tiba ia masih merasakannya. Demikian pula hari-hari berikutnya, terus dan terus ia rasakan. “Bahkan terasanya makin menjadi dan saya seperti mendengar bisikan,” ujarnya. Bisikan-bisikan itu makin lama makin menguasai dirinya. Beberapa kawan dekatnya, mulai merasa ada keanehan pada Arman. Menurut Parman, salah seorang kawan Arman yang suka menginap bersama di kamar Arman, Arman bisa tiba-tiba keluar rumah meski dalam hujan lebat sekali pun. “Dia ambil sepeda motor dan melaju dengan kencang di tengah hujan deras,” kata Parman. KOMA DUA MINGGU Tidak itu saja, Arman kadang pergi ke suatu tempat lalu menyerahkan seluruh uang atau jam tangan atau apa saja yang ada miliknya kepada orang lain yang bahkan tidak dikenalnya. “Saya selalu mendengar seperti ada perintah-perintah yang harus saya lakukan,” ujar Arman, ketika ia dalam keadaan sadar. Arman memang mampu menceritakan dengan baik apa yang dialaminya

itu. Berbulan-bulan ini terjadi, Arman hidup dalam halusinasi yang ia sendiri tidak bisa memahaminya. Orangtua dan keluarganya sebenarnya sudah menangkap kejanggalan sikap Arman. Namun, mereka tidak bisa menganggap Arman gila karena Arman lebih banyak tampak normal.

Sampailah di suatu hari, di malam yang naas itu. Tiba-tiba ia mengendarai sepeda motor tanpa tahu tujuannya. Ia mengebut mengikuti halusinasi dari bisikan yang makin kuat didengarnya. Tiba pada titik di mana sepeda motornya dan sebuah truk bertabrakan. Arman bersimbah darah, kepalanya retak, ia tidak sadarkan diri. Hampir dua minggu ia koma di rumah sakit. Melihat kondisi Arman yang sangat parah, keluarganya telah berpikir untuk ikhlas jika pun ­Arman dipanggil oleh Sang Pencipta sewaktu-waktu. Diiringi doa-doa dari seluruh keluarga besarnya yang masih berharap ia sembuh, Arman yang koma tetap dalam perawatan dokter. Hingga akhirnya dua minggu kemudian, tanda-tanda kehidupan itu terlihat. Arman sadar dan seperti sebuah keajaiban, proses penyembuhannya berjalan cepat dan lancar. Dua minggu kemudian Arman diperbolehkan pulang. Ia tampak seperti biasa saja dan tidak terlihat seperti orang yang baru mengalami kecelakaan yang membuat tengkorak kepalanya sempat retak. Arman beraktivitas seperti biasa. Namun, ia mengaku halusinasi dan bisikan itu masih ada. “Saya kembali mendengar bisikan-bisikan seperti sebelum kecelakaan terjadi,” katanya. MENIKAH DAN PUNYA TIGA ANAK Sikap Arman makin aneh-aneh saja. Bisikan-bisikan itu membuatnya seperti orang gila. Ia bahkan mendengar bisikan untuk pergi keluar kota yang sangat jauh yang ia sendiri tidak punya tujuan apa-

7

apa. Ia mengikuti itu tanpa bisa menolaknya. “Ketika sadar, saya langsung pulang,” ujarnya saat suatu hari ia sadar telah berada di luar kota yang jauh dari rumahnya. Keanehan sikapnya membuat keluarganya khawatir. Ia sendiri menyadari hal itu. Bagusnya, tiap kali menyadari apa yang tengah terjadi pada dirinya, Arman selalu mampu menceritakan dengan baik tentang apa yang dialaminya. Hal ini membuatnya sadar untuk berinisiatif berobat ke rumah sakit jiwa. Selama satu tahun, secara rutin ia berobat ke Rumah Sakit Jiwa di Lombok. Ia juga mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter. Arman termasuk laki-laki yang beruntung. Meski situasinya seperti itu, ia kemudian menemukan jodohnya. Perempuan yang akhirnya merawatnya dengan sangat telaten. Kini mereka dikarunia tiga anak yang masih kecil-kecil. Menikah telah membuat Arman merasa lebih mudah mengendalikan halusinasi dan bisikan yang hingga kini masih kerap menghampirinya. “Frekuensi saya mendengar bisikan sekarang sudah banyak berkurang,” katanya. Arman tetap rutin berobat di rumah sakit jiwa dan mengonsumsi obat dari dokter. Kini, demi kesem­buhan Arman, istri, keluarga dan kawan-kawannya semakin sering mengingatkan Arman untuk melawan tiap kali bisikan itu datang. Arman berharap, suatu hari nanti ia bisa benar-benar lepas dari halusinasi yang tidak dipahaminya itu. -Naniek I. Taufan


6

Woman on Top

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

Anak Agung Ayu Ketut Agung

ini kelihatan sepele, namun ber­ dampak luas. Seperti wanita karir yang harus selalu tampil menarik dan percaya diri. Walau hanya ibu rumah tangga pun, perempuan juga harus berias untuk menjaga keharmonisan keluarga, yang tentunya tata rias itu disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Se­ lain, tata rias juga identik dengan kesehatan,” ujar peraih Anugerah Peduli Pendidikan (APP) dari Kemendikbud ini.

berdomisili di sana, baik itu yang mendapatkan beasiswa maupun yang ikut kursus regular tata rias. Dan, dalam waktu dekat ini Bu Agung bersama rombongan

sudah kembali mengagendakan roadshow ke Nusa Penida sambil sembahyang. Roadshow pelatihan tata rias dan sosialisasi etika berbusana adat Bali yang baik dan benar, berlanjut Sabtu (28/2) di Desa Sumerta, Denpasar. Kegiatan yang berlangsung di Jaba Pura Desa Sumerta itu dihadiri Kepala Desa, bendesa adat, STT, dan PKK Desa. Mereka sangat antusias menden­ gar pemaparan Bu Agung, salah satunya tentang bagaimana me­ makai sanggul Bali (pusung tagel) yang praktis, serta tata rias dan busana ke pura. Respons besar masyarakat itulah yang dikatakan Bu Agung membuatnya tambah semangat. Senin (1/3), roadshow tata rias digelar di Gedung Bung Karno, Jembrana, yang dibuka langsung oleh Bupati Jembrana I Putu Artha didampingi Ketua TP PKK Jembrana Ny. I Putu Artha, dan Ny. I Made Kembang Hartawan. Pelati­ han tata rias dan busana adat Bali yang diikuti ratusan peserta itu, dihadiri pula oleh anggota GOW, PKK, dan Dharma Wanita Kabu­ paten Jembrana. Dalam tiap pelatihan tata rias yang digelar Bu Agung yang selalu disupport Viva Cosmetic dan BaliTV ini, yang tampak hanya saling pakedek pakenyung. Pemaparan lugas yang diselingi guyonan oleh Bu Agung, kerap membuat peserta tertawa, seakan terlepas dari beban pikirannya. Namun, dalam suasana akrab dan santai itulah mereka menda­ patkan teknik-teknik praktis yang gampang dari Bu Agung, seperti membuat sanggul. Dengan begitu, Bu Agung berharap masyarakat Bali khususnya yang sarat dengan kegiatan adat, tak melulu harus ke salon karena mereka sudah bisa mandiri. “Memang tata rias

terhadap PRT. Disisi lain, aparat penegak hukum diminta bertindak adil dan melindungi pembantu ang menjadi korban penyiksaan. Sebab, dalam banyak kasus, posisi PRT lemah dari sisi akses, pengetahuan, dan perlindungan hukum. Menurut Direktur LBH Apik Bali, Budawati, dalam RUU istilah pembantu rumah tangga diganti menjadi pekerja rumah tangga. Korelasinya, dengan upah cuti, akses jaminan sosial. Sesuai konvensi ILO, perlakukan PRT seperti pekerja bukan pembantu. Waktu kerja 8 jam sehari. Idealnya, seharusnya istirahat saat malam. Upah lebih jika lembur kerja. Yohana dari Unit Reskrim V yang menangani ketenagakerjaan Polda Bali menyatakan, setuju dengan UU PRT. Ia meminta, sebelum memperjuangkan RUU ini, marilah kita mulai dari diri sendiri. Apakah kita sudah memperlakukan PRT

kita dengan lebih baik? Menahan gaji dan KTP PRT itu sudah merupakan tindak pidana. Ia menilai, UU PRT ini juga menjamin kepastian hukum PRT dan penyalur. Karena, di dalamnya, ada perjanjian kerja antara penyalur dengan PRT. Ia juga menyarankan kepada penyalur PRT, saat membuat perjanjian, hendaknya PRT tidak langsung tandatangan, tapi penyalur menjelaskan detil apa isi dan maksud perjanjian tersebut. PRT perlu pekerjaan tapi mereka juga perlu dilindungi. Ia berharap, ada standar prosedur perekrutan PRT, pengelola atau penyalur, tempat penampungan PRT, termasuk pendidikan bagi PRT. Yastini dari LBH Bali menambahkan, soal umur, awalnya, mereka tidak ingin melibatkan anak. Namun, karena kondisi di Indonesia, PRT disepakati 15 tahun. Syarat tetap bisa bermain dan sekolah.

Perjanjian yang dibuat tidak hanya antara penyalur dan PRT tapi melibatkan orang ketiga, misalnya lurah. Tujuannya, mengawasi dan meminimalkan tindak KDRT. RUU PRT ini mengadopsi UU ketenagakerjaan, ada hak lembur, cuti, termasuk mekanisme penyelesaian masalah. PRT mendapatkan pendidikan dan sertifikat kemudian baru bisa disalurkan. Dengan kondisi ini, PRT juga berhak menuntut gaji sesuai UMP. “Setelah hilang dari prolegnas, kami mendorong agar RUU PRT kembali dibahas,” ucap Yastini. Menurut Anggreni, diskusi yang digelar dalam rangkaian Hari Perempuan Internasional 8 Maret ini, sebelumnya, diisi dengan aksi Jaringan Peduli Perempuan dan Anak Korban Kekerasan. Mereka membawa spanduk mengampanyekan “Bali Free of Violence”, di depan seputaran KFC Sanur. –Wirati Astiti

Ngayah Hingga ke Pelosok Desa Di samping kesibukannnya sebagai Pengawas SD, Anak Agung Ayu Ketut Agung, juga seorang perias. Dari keterampilan merias ini pulalah ia kemudian dikenal sebagai praktisi, pemerhati, pakar tata rias dan busana adat Bali. Hal ini juga tak terlepas dari kegiatan-kegiatan Bu agung-sapaan karibnya, dalam menyosialisasikan dan memberikan pelatihan tata rias serta etika berbusana adat Bali yang baik dan benar kepada masyarakat luas termasuk anak-anak SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Tak hanya di Denpasar, roadshow tata rias tanpa dipungut biaya ini pun diberikannya hingga ke pelosok desa, dari ujung timur hingga ujung barat, dari ujung utara sampai ujung selatan Pulau Bali.

Bu Agung (kiri) bersama Bupati Jembrana I Putu Artha didampingi Ketua TP PKK Jembrana Ny. I Putu Artha, dan Ny. I Made Kembang Hartawan

umat (20/2) misalnya, Bu J Agung melakukan roadshow ke Banjar Kelod Desa Jungut Batu, Nusa Lembongan, Klung­ kung. Hari itu merupakan kese­

kiankalinya pemilik Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung memberikan pelatih­a n di Nusa Lembongan maupun Nusa Penida. Karena, banyak anak didiknya

DISKON 50% KURSUS TATA RIAS Melihat tingginya minat masyarakat dalam bidang tata rias, LKP Agung memberikan diskon 50% kursus regular. Ma­ teri yang diajarkan mencakup 3 paket yakni Tata Kecantikan Ku­ lit, Tata Kecantikan Rambut, dan Tata Rias Pengantin (payas nista, madya, utama, modifikasi, dan tengkuluk lelunakan). LKP Agung memiliki tempat belajar yang memadai dan kondusif di dua tempat di Denpasar dan ditan­ gani langsung Bu Agung dibantu instruktur lain yang mempunyai latar belakang keahlian dan pen­ galaman legal yang telah men­ gantongi sertifikat kompetensi di bidang tata kecantikan. Semua peralatan kursus disiapkan lem­ baga. Disediakan juga beasiswa kursus gratis bagi mereka yang kurang mampu dan putus seko­ lah, yang benar-benar berminat di bidang tata kecantikan. Syarat dan ketentuan berlaku. Silakan menghubungi Sekretariat LKP Agung, Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar. Telepon 0361 233850, 081 1393602, faks. 0361 247153. Cabang Toh­ pati, Jalan WR. Supratman No. 303 A, Tohpati, Denpasar. Email: lkp_agung@yahoo.com. website: www.salonagung.com. –iin

PRT juga Pekerja

Budawati

Maraknya kasus kekerasan terhadap pembantu rumah tangga (PRT) akhir-akhir ini membuat berbagai pihak mendesak untuk segera membahas dan mengesahkan RUU PRT. Walaupun sempat masuk dalam prolegnas tahun 2014, namun, RUU PRT kini “tenggelam”. Materi RUU PRT ini menjadi topik diskusi Jaringan Peduli Perempuan dan Anak Korban Kekerasan (JPAAKK), di Taman Baca Kesiman, Kamis (5/3). Menurut aktivis perempuan, Luh Anggreni, PRT berada dalam posisi yang rawan dilanggar hak-

haknya sebagai pekerja. Dua orang PRT di Medan mendapat tindak kekerasan dari majikan dan upahnya tak dibayar. Ia menilai, upaya untuk meminimalisir terulangnya kasus kekerasan terhadap PRT seharusnya dapat dilakukan dengan cara menerbitkan UU PRT. Akan tetapi, baik pemerintah maupun DPR belum serius membahas hal tersebut. Walaupun sempat masuk dalam prolegnas tahun 2014, namun, RUU PRT kini “tenggelam”. Padahal, dalam RUU PRT bisa dimasukkan berbagai ketentuan dalam rangka memberi perlindu­ngan

Dari kanan:Yohana,Luh Anggreni, dan aktivis perempuan

19

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

Beras Naik

Masyarakat Menjerit Harga beras terus mengalami kenaikan. Hal ini membuat masyarakat bertanya-tanya sampai kapan hal ini akn terjadi. Masyarakat pun berharap pemerintah segera memberi solusi.

S

ebagai pedagang kecil, jelas Sumarni yang sehari-harinya berjualan nasi goreng di kawasan Jalan Dokter Goris, sebelah kampus Universitas Udayana, Denpasar ini merasa cukup berat dengan naiknya harga beras. Setiap kilonya naik Rp 1.000, dan ini katanya membuat dirinya har-

us pintar-pintar mengolah modal yang ada agar cukup. Karena, menurut Sumarni dengan naiknya harga beras diikuti pula dengan sembako yang lain seperti minyak goreng, telur dan kebutuhan jualan lainnya. Sebagai pedagang kecil yang merasakan langsung dampaknya, Sumarni yang biasa berbelanja kebutuhan untuk sehari-hari maupun bahan jualannya di Pasar Sanglah ini, sangat berharap pemerintah bisa melihat keadaan yang dilapangan sebenarnya. “Kalau sudah bahan pokok naik rakyat pasti susah, “ucap Sumarni didampingi cucunya Caecilia. Begitu juga yang dikeluhkan Ida, ibu dua anak, di Denpasar ini, mengaku heran harga beras di pasar bisa naik tajam. “Padahal saya dengar diberitakan

stok kebutuhan pokok itu cukup banyak,” katanya. Sumarni dan Ida juga samasama merasa khawatir, kalau kondisi ini hanya permainan sepihak para pedagang beras. Apalagi naiknya juga cukup tinggi, sehingga jelas berdampak pada pengeluaran rata-rata ibu rumah tangga, sebab beras merupakan kebutuhan pokok yang wajib dibeli. “Makanya saya susah, dipaspasin agar mencukupi, soalnya beras harus beli, belum lagi ini itu di pasar juga naik. Hal ini juga wajib mendapat perhatian pemerintah dan perlu mencari penyebab utama harga beras naik,” cetusnya. Bayangkan saja, katanya lebih lanjut beras kualitas medium maupun kualitas terbaik semua naik tajam. “Pemerintah juga perlu lakukan operasi pasarlah supaya bisa menstabilkan kembali harga beras dan harga-harga lainnya di pasaran. Jangan biarkan kami rakyat kecil makin menjerit,” tegas Ida. - Sri Ardhini

Pedagang Batasi Stok Beras

Kenaikan harga beras akhir-akhir ini tidak hanya dikeluhkan oleh para pembeli, melainkan juga oleh pedagang. Di samping tidak berani menyetok (membeli) beras dalam jumlah yang banyak, para penjual beras juga relatif sulit mendapatkan beras untuk dijual kembali. Di samping itu menurut dua pedagang beras di pasar tradisional Cakranegara Mataram, pembeli menurun terutama dalam seminggu terakhir ini. “Pembeli menurun hingga setengahnya (50%). Saya juga tidak berani stok beras banyak-banyak, hanya beli secukupnya saja untuk dijual kembali,” ujar Nengah Reni, penjual sembako termasuk beras di Pasar Cakranegara, Mataram. Ia mengaku beras yang tadinya dijual seharga Rp 10.000/kilogram, seminggu terakhir ini mau tidak mau harus dijual dengan harga Rp 12.000/ kilogram, karena harga beras yang ia beli juga naik. Penurunan drastis jumlah pembeli beras dalam seminggu terakhir ini, menurut Nengah Reni, kemungkinan disebabkan operasi pasar yang dilakukan oleh pemerintah. “Orang lebih memilih membeli beras tersebut ketimbang beras di pasar,” ujarnya dengan wajah tampak kecewa. Penurunan pembeli juga dirasakan oleh salah seorang pedagang beras lainnya di Pasar Cakranegara. Meski pasokan beras tetap ada, ia tidak berani menyetok beras dalam jumlah yang banyak. “Tidak berani stok beras banyak, karena khawatir jika harga turun maka kami akan merugi,” katanya. Karena itulah ia menyetok beras secukupnya saja agar tidak mengecewakan pembeli sambil menanti harga stabil. Sebagai pedagang beras yang lumayan besar dibandingkan Nengah Reni dan lainnya, pedagang yang tidak mau disebutkan namanya ini, mengaku jika biasanya menjual beras kualitas baik dengan harga di bawah Rp 10.000/kilogram, maka sekarang ia menjualnya dengan harga Rp 11.500/kilogram. Marina, pedagang beras lain di pasar tradisional Kebon Roek Ampenan juga mengeluhkan hal yang sama. Beberapa waktu terakhir, ia bahkan tidak mendapatkan beras dari tempatnya biasanya membeli beras untuk dijual kembali. “Sudah beberapa hari beras sempat tidak datang, baru hari ini tiba berasnya,” ujar Marina yang tengah sibuk memasukan beras-beras yang baru dikirim. Dengan keuntungan menjual beras yang relatif dikatakan sedikit, Marina dan pedagang beras lainnya, membatasi menyetok beras dalam jumlah yang banyak “Jual beras itu untungnya sedikit, mana ongkos angkutnya lumayan mahal, jadi dengan naiknya harga beras ini, saya hanya berani menyetok secukupnya saja,” kata Marina. Situasi ini membuat tiga penjual beras tersebut sangat berharap agar harga beras lekas stabil. “Mudahan-mudahan harga beras cepat stambil, jangan naik lagi, kasihan pembeli sekarang jika beli beras tidak bisa banyakbanyak seperti sebelumnya,” kata Nengah Reni. Kedua penjual beras lainnya menyampaikan harapan yang sama agar setok beras mereka juga bisa berada pada jumlah yang normal seperti biasa. -Naniek I. Taufan

Mencari Pengganti Beras Banyak bahan pangan lokal yang bisa menjadi alternatif pengganti beras. Selain enak, juga lebih sehat, dan kaya nutrisi. Menurut dosen Poltekkes Denpasar, Ida Ayu Eka Padmiari, SKM.M.Kes., beras dapat diganti dengan aneka umbi-umbian, seperti singkong, kentang, talas, jagung, dan ubi jalar. “Nilai gizi pengganti beras tidak kalah, contohnya, nilai gizi 100 gram nasi sama dengan 200 gram kentang atau 100 gram singkong atau 150 gram ubi atau talas 200 gram,” ujarnya. Singkong menyediakan energi sebesar 160 kkal, jumlah karbohidrat 38.06 g, protein 1,36 g 2,5, total lemak 0.28g, kolesterol 0 mg, dan serat 1,8 g. Selain kandungan zat gizi, pengganti beras tersebut mengandung vitamin dan mineral yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Kandungan vitamin tertinggi singkong adalah folat (vitamin B9) 27 mg, vitamin C 20,6 mg, dan vitamin K 1,9 mg. Beberapa mineral,

seperti sodium, kalium, kalsium, magnesium, fosfor, zinc, dan mangan. Bahan-bahan pengganti tersebut juga merupakan sumber energi. Singkong rendah lemak dan kolesterol, namun ia cukup tinggi kalori, bahkan hampir dua kali lipat kalori daripada kentang. Hal ini mungkin yang tertinggi dari setiap umbi tropis yang kaya pati. 100 gram singkong menyediakan 160 kalori, terutama berasal dari sukrosa yang membentuk sebagian besar gula pada umbi-umbian, yang total terhitung lebih dari 69 % dari total gula. Gula kompleks amilosa lainnya adalah sumber karbohidrat utama yaitu sekitar 16-17 %. Dengan demikian, singkong

bisa sebagai makanan alternatif selain nasi untuk mendapatkan cukup energi bagi tubuh kita. Singkong mengandung serat dan nol kolesterol. Mengonsumsi makanan yang tinggi serat akan sangat bermanfaat untuk kesehatan, seperti menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol, dan membantu pencernaan. Singkong sangat rendah lemak, juga lebih rendah protein jika dibanding dengan sereal dan kacang-kacangan. Meskipun demikian, makanan murah meriah ini, mengandung lebih banyak protein, dibandingkan dengan ubi jalar atau

kentang. Protein tertinggi terutama terdapat dalam daun singkong yang juga tinggi manfaatnya bagi kesehatan. Umbi-umbian juga bebas gluten. Pati singkong yang bebas gluten digunakan sebagai makanan khusus untuk pasien penyakit celiac dan autisme. Ia menyarankan, jangan hanya tergantung dengan beras. Apalagi, harga beras terus naik. “Cobalah mencari pengganti beras dari umbi-umbian. Banyak menu spesial yang dapat dikreasikan dari umbi-umbian. Selain itu, rasanya tak kalah sedap,” sarannya. Ia menambahkan, tak usah khawatir, sumber karbohidrat pengganti beras sangat banyak dengan kandungan gizi yang lebih lengkap. Ia menganjurkan, makanlah pengganti beras secara bergantian setiap kali makan. Tujuanya, agar tidak bosan dan bervariasi, serta kebutuhan gizi tercukupi. “Jangan lupa, tetaplah makan protein, karena pengganti beras tidak bisa mencukupi kebutuhan protein tubuh,” ucapnya. -Wirati Astiti


20

Nine

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

Ervinna Darma Adinata

Sembuh dengan Yoga Gerakan lentur para perempuan saat menyusun tubuh-tubuh mereka dalam komposisi dan formasi yang unik, mengundang decak kagum dan tepuk tangan dari para undangan yang menghadiri acara Imlek bersama di Mataram, beberapa waktu lalu. Ervinna Darma Adinata (41), dengan tubuhnya yang ramping dan tampak enteng naik ke tubuh kawannya untuk membentuk formasi-formasi indah dalam Akroyoga tersebut.

Ervina grup kanan saat akroyoga di acara Imlek bersama

M

omen ini adalah kali ke sekian bagi Ervinna dan kawankawannya untuk Akroyoga yang sudah dipelajarinya sejak setahun yang lalu. Dibutuhkan keahlian khusus untuk dapat melakukan hal ini dengan baik, karena menurut Ervinna, tingkat bahayanya terbilang tinggi, jika tidak dilakukan dengan hati-hati dan teliti. Untuk bisa seperti itu, latihan dan konsentrasi sangat dibutuhkan. Siapa sangka, kecintaan Ervinna pada yoga berawal dari rasa sakit yang kerap dialaminya, khususnya pada persendian dan tulang-tulangnya. Tidak kurang dari dua tahun (sekitar waktu antara tahun 2011-2014), Ervinna tersiksa dengan rasa sakit pada tubuhnya hingga tidak bisa berjalan. “Tulang-tulang dan persendian saya sakit sekali, badan terasa kaku terutama saat bangun pagi,” kata Ervinna.

Atas rasa sakit itu, Ervinna sudah berkali-kali berobat pada dokter, terapi hingga pijat tradisional. Namun semua usaha itu, gagal. Hingga akhirnya ia ikut yoga yang dimulai dengan latihan-latihan seperti meditasi dan pernapasan juga senam kelenturan. Dua bulan pertama mengikuti yoga, Ervinna mengaku merasa lebih baik. “Bahkan pada satu bulan kemudian, sakit saya sembuh total,” ungkap pengusaha kue di Mataram ini. Apa yang dilakukan oleh Ervinna dalam mencari kesembuhan dirinya ini, semata-mata alasan keinginannya untuk bisa mengurus anak-anaknya dengan lebih baik. Demikian pula agar usaha kue yang digelutinya di rumah bisa berjalan dengan baik. “Tangan saya sempat sakit sampai tidak bisa membuat kue dan hampir dioperasi, ternyata sembuh dengan yoga,” katanya. –Naniek I. Taufan

Mulai dari Melihat Ervinna adalah sosok perempuan yang ulet dan pekerja keras. Saat ini, ibu dari Nicole Divina Adinata (14) dan Winsley Tandivin Adinata (10) ini, memang tidak memiliki toko kue yang besar karena sementara ia memilih bekerja di rumah saja demi tetap bisa mengurus rumah, anak-anak dan keluarganya. Selain tiap pagi ia harus mengerjakan pembuatan kue untuk dijual di kantin Rumah Sakit Harapan Keluarga, ia juga membantu administrasi dan perbankan pada usaha suaminya. “Itu juga saya kerjakan dari rumah,” ujar lulusan Teknik Industri Universitas Maranatha Bandung. Ervinna meniti usahanya benar-benar dari nol, bahkan dari ketidaktahuan sama sekali. Namun, karena ia merupakan perempuan bertipe tidak mudah

Hanya dengan modal percaya diri dan mau bekerja keras, kue buatan Ervinna terlihat apik meski ia tidak pernah belajar atau kursus membuat kue.

menyerah dan berani mengambil langkah besar hanya dengan modal percaya pada kemampuannya, membuatnya sukses untuk “menjadi” sesuatu yang tadinya tidak pernah terbayangkan olehnya. Suatu hari, ketika seorang kawannya mencicipi kue buatannya merasa cocok lalu memesan kue untuk merayakan HUT perkawinannya. “Saya sempat bingung, tapi saya jawab bisa,” ungkap istri dari Suriadi Adinata (44) ini yakin. Ini pengalaman yang tidak bisa dilupakan oleh Ervinna, karena dari peristiwa inilah ia memulai usaha rumah tangganya tersebut. Di hari yang ia janjikan untuk mengantar pesanan kue HUT pernikahan itu, Ervinna sempat dibuat repot. Bayangkan saja, ia telah berjuang sejak pukul delapan pagi untuk membuat kue tersebut dan harus diantar pada setidaknya pukul tiga sore, kue itu belum jadi juga. Alangkah berdosa serta malunya ia, jika harus menggagalkan kebahagiaan perayaan HUT perkawinan kawannya tersebut, hanya gara-gara kue yang dibuatnya tidak sesuai dengan janjinya alias rusak atau lebih parah, tidak jadi. Ini benar-benar kali pertama Ervinna membuat kue secara profesional tanpa bekal keahlian ilmu atau wawasan membuat kue. Ia hanya pernah melihat tiap kali ibunya membuat kue untuk konsumsi sendiri. Hari itu, sesungguhnya Ervinna sudah berhasil membuat kue dasarnya dengan peralatan sederhana miliknya. Namun, ia kesulitan menghias kue tersebut dan tidak jua ketemu

jalan keluarnya. Hingga pukul satu siang, hiasan kue itu masih tampak belepotan sementara waktu untuk mengantarkan kue tersebut tinggal dua jam lagi. “Saya sampai keringat dingin membuatnya,” ujar Ervinna yang khawatir sekali mengecewakan kawannya itu di hari bahagianya. Beruntunglah hari itu ada iparnya yang kemudian mengantarnya membawa kue tersebut untuk dihias pada seorang ahli yang dikenalnya. Kue itu pun jadi dalam bentuk yang sangat indah dan tepat waktu untuk diantarkan. “Wah… kuenya bagus sekali,” kata kawan Ervina. “Kalimat itu benar-benar membuat saya malu. Saya mendapat pujian atas apa yang tidak saya lakukan,” kata Ervinna yang kala itu malu ingin mengakui terus terang bahwa itu bukan hasil karyanya. Dari sanalah, perempuan ini memperlihatkan kegigihannya untuk membuktikan dirinya bisa melakukan hal itu. “Pulang dari rumah kawan itu, saya langsung membuat kue serupa dengan hiasannya sekalian dan berhasil sukses,” katanya. Kesuksesannya membuat kue itu, rupanya hanya dari pengamatannya ketika si ahli menghias kue tadi bekerja. “Saya perhatikan benar-benar caranya menghias, lalu saya praktikkan ternyata bisa,” ujar perempuan kelahiran 7 Februari 1974 ini. Baginya, tidak ada yang tidak dapat dilakukan jika kemauan itu ada. Banyak hal yang kebetulan dilakukan oleh Ervinna dalam karya-karya seperti ini yang berhasil sukses. Termasuk saat ia

Ervina bersama keluaraga

menggeluti usaha pertamanya dalam bidang garmen. Ia juga sukses mulai dari satu mesin jahit hingga memiliki 40 mesin jahit dan puluhan karyawan. Usaha itu ia lakukan mulai dari hanya melihat tukang jahit yang menjadi karyawan pertamanya membuat pola sampai akhirnya ia mahir membuat pola sendiri. Usaha yang dirintisnya di Bandung itu sesungguhnya berkembang baik, tapi sayang, ia harus pindah ke Lombok mengikuti suaminya. Usaha kue yang diberi nama Ervinna Bakery yang diproduksi secara sederhana di rumahnya di Cakranegara, selain mengisi kafe miliknya di rumah sakit Harapan Keluarga, ia juga menerima pesanan berbagai kue. Keahlian membuat kue yang berawal dari hobi yang ditambah dengan kepercayaan diri yang tinggi meski tanpa pernah kursus atau belajar secara khusu, Ervinna akhirnya membuktikan bahwa kemauan dan kerja keras itu pasti akan membawa hasil yang baik. “Jangan pernah menyerah, percayalah bahwa dalam diri

setiap orang, pasti ada kelebihan yang diberikan oleh Tuhan,” ujar Ervinna yang meski sibuk mengurus usahanya, juga aktif di gereja ini. Aneka kue yang ada di etalase rumahnya, membuktikan bahwa usaha Ervinna berjalan dengan baik. Inilah yang membuat ia punya rencana untuk membuka toko kue di luar rumahnya. Sejauh ini, kue produksi rumahan miliknya, dijaga benar higienisnya agar dapat bertahan lama. Berangkat dari berkah sehat yang kini dirasakannya setelah pikirannya seimbang dengan yoga, Ervinna menjaga benar arti kesehatan bagi orang lain, khususnya yang membeli kue buatannya. Ervinna memilih berani memproduksi kue tanpa bahan pengawet. Itulah sebabnya ia memproduksi kue secukupnya, tidak dalam jumlah berlebihan. Dan untuk menjaga kualitas dan rasa kue buatannya stabil, Ervinna membuat sendiri kue-kue tersebut. Seorang karyawannya hanya membantu dalam urusan di luar dari pembuatan kue tersebut. -Naniek I. Taufan

Inspirasi

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

Leeyonk Sinatra

5

Ungkap Realita lewat Lagu Musisi Bali tidak henti-hentinya berkarya dalam mengeluarkan single atau album untuk penikmat lagu-lagu Bali. Leeyonk Sinatra merupakan salah satunya, setelah mengeluarkan album pertama berjudul “ Bahagia itu Sederhana”, grup band ini kembali merilis album keduanya yang diberi judul “Sebuah Kisah Sebuah Cerita”. Dengan iringan musik yang sederhana, permainan akustik ringan yang lebih menonjolkan permainan keyboard sebagai harmoni dan melodi akan memanjakan pendengar setia Leeyonk Sinatra di Bali.

K

Leeyonk Sinatra saat merayakan HUT ke 1

emunculan Leeyonk Sinatra di blantika musik Bali terbilang fenomenal. Ketika single “Tetep Mekenyem” melejit naik, menjadikan mereka musisi yang ba­ nyak gandrungi oleh anak-anak remaja dan juga orang dewasa. “Saya tidak menyangka kalau single kami ini akan menjadi hits di masyarakat, padahal itu hanya coba-coba saja,” ujar Indra, sang gitaris Leeyonk. Single ini pun menjadi sangat disenangi oleh kalangan remaja, menceritakan realita kehidupan remaja dan keinginan untuk tetap tersenyum walaupun permasalahan selalu menimpa kita. Begitulah makna yang terkan­ dung dalam lagunya. Mengenai nama band, Indra yang merupakan pendiri dari Leeyonk Sinatra menuturkan asal mula nama itu ber­awal dari grup band bernama Leeyonk Jak Telu pada tahun 2003 yang bergenre funk rock. “Karena personil ada kesibukan masingmasing, sehingga resmi bubar pada tahun 2007”, kenang Indra yang akrab disapa Leeyonk ini. Setelah grup bandnya bu­ bar, Indra sempat mengisi ke­ kosongan­nya dengan mencoba bersolo karier membuat single pertama “ Tari Sing Pedidi” dengan nama Leeyonk Sinatra. Nama Sinatra dipilih tak lepas dari kekaguman Indra terhadap penyanyi legendaris dunia, Frank Sinatra. Hingga tahun 2009 Indra atau biasa dipanggil Leeyonk ini membuat project lagu berbahasa Bali de­n gan campuran bahasa Indonesia dan Inggris, dibawah label Ba’n Ba Studio. Cukup lama project ini di-

rintis hingga 2013, Indra yang merintis usaha Castro coffee shop di Jalan Suli ini bertemu seorang rekan bernama Yudi Dharmawan. Berawal dari obrol­an ringan di coffee shop, Indra pun mengajak Yudi yang saat itu sudah mempunyai grup band yang bernama Wangsa untuk bergabung sebagai vokalis Leeyonk Sinatra. Pertemuannya berikutnya dengan Kadek Dwi atau biasa dipanggil Jiggo yang menjadi pentolan grup musik etnik Palawara. Dengan ketiga personil inilah grup band Leeyonk Sinatra memulai mengenalkan karakter musik dengan konsep musik akustik ringan dan juga sederhana. Menonjolkan permainan keyboard dan piano sebagai harmoni dan melodi, berbeda de­ ngan konsep musik sebelum­nya. Akhirnya grup musik Leeyonk Sinatra memberanikan diri un-

tuk merekam semua lagu-lagu ciptaan dari Indra sendiri di studio Palawara. Perkembangan Leeyonk Sinatra juga tidak terlepas dari motivasi teman-teman Indra. Membantu kepercayaan diri dari Indra untuk keberanian dalam melangkah ke depan di dunia musik lagi. Salah satu yang membantu dalam perkembangan Leeyonk Sinatra yaitu Widi yang merupakan artis Bali dari Duo Thiwi. Dalam singlenya “Kamu Sing Nawang” Leeyonk juga mengajak Widi berduet. Kesibukan Leeyonk Sinatra sekarang ini masih tetap manggung ke desa-desa di Bali. Job manggung tidak hanya mencari materi tetapi mengenalkan single-single dan mengajak penggemarnya tetap setia dengan Leeyonk Sinatra. “Sudah semua kabupaten di Bali kami kunjungi, untuk menampilkan musik kami dan juga bernyanyi bersama fansfans kami, tidak hanya ke desa saja tapi ke sekolah-sekolah juga kami lakukan,” tutur Indra yang mempunyai tato di lengan itu. DIKENAL KARENA KARYANYA Perayaan ulangtahun pertama Leeyonk Sinatra di Shankara Resto minggu lalu menghibur semua para fans dan juga penonton yang ada di sana. Acara dirangkaikan dengan launching single terbarunya yaitu LDR (Lelah Dilanda Rindu) di hada-

Penampilan Leeyonk Sinatra

Leeyonk Sinatra

pan para penggemar Leeyonk Sinatra. Leeyonk Sinatra juga berbagi kisah dari single tersebut. Album pertama Leeyonk Sinatra diberi judul “Bahagia Itu Sederhana” dengan lagulagu yang sudah memanjakan semua penikmat lagu Bali. Sete­ lah satu tahun lamanya album tersebut menjajaki dunia musik, Leeyonk Sinatra kembali meliris album keduanya di tahun ini dengan judul “Sebuah Kisah Sebuah Cerita”. Album kedua yang menceritakan tentang realita, kemudian diangkat menjadi sebuah single yang menarik untuk didengarkan. Realita kehidupan sepasang remaja, menjadi sebuah lirik lagu dari tiap single dari album kedua Leeyonk Sinatra. Tidak mengherankan pencinta musik Leeyonk Sinatra kebanyakan remaja-remaja yang tumbuh dewasa. Menurut Yudi, sang vokalis, single-single dari album ini bukan hanya realita tentang pasangan manusia, tetapi juga kepada saudara, teman dan ke­ lu­arga yang berhubungan dengan realita kehidupan kita. “Realita kehidupan terkadang tidak bisa diungkapkan nyata dalam ke-

hidupan. Dengan mencoba untuk mengungkapkannya dengan lagu adalah hal yang wajar dalam dunia musisi,” ujarnya. Dalam berkarier khususnya di dunia musik, tentunya ada motivasi dan dorongan temanteman juga keluarga yang mendukung mereka. Begitu juga dalam penggarapan album kedua dari Leeyonk Sinatra ini. Semua kegiatan dalam merilis album dibantu oleh temen-temen satu manajemen. “Dalam merilis album kedua ini, dukungan keluarga masing-masing juga membantu dalam bentuk tenaga maupun masukan-masukan yang memotivasi, selain itu temanteman juga setia menemani dalam semua kegiatan manggung kami,” ujar Indra. Ulang tahun yang pertama ini merupakan dedikasi Leeyonk Sinatra untuk terus berkarya di dunia musik. Pengemar yang mendukung setiap kegiatannya merupakan modal untuk tetap di dunia musik. Saat ditanya bagaimana menjaga penggemar tetap setia dengan Leeyonk Sinatra, Indra menuturkan menjaga penggemar agar tetap setia bersama Leeyonk Sinatra tersebut dengan menggunakan media sosial yang sudah ada, seperti facebook, twitter, dan instagram. Dengan media sosial ini, maka setiap kegiatan akan di unggah ke media tersebut. Hal itu akan membuat penggemar mengetahui kegiatan-kegiatan dari Leeyonk Sinatra. Harapan ke depan untuk Leeyonk Sinatra yaitu tetap di terima oleh masyarakat dengan karya-karyanya tersebut. Menjadikan Leeyonk Sinatra grup band yang bisa menghibur de­n gan lagu-lagunya. Terkenal lewat karya, begitulah kata yang diungkapkan Indra. “Semua mu­sisi mempunyai harapan ke depan untuk karyanya. Begitu juga grup musik Leeyonk Sinatra, ingin lebih dikenal melalui karya dan masih diterima oleh masyarakat,” tegasnya. -Jelantik


4

Inspirasi

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

Anis Hidayah

Pejuang Buruh W

untuk bisa kumpul dengan anakanak,” ungkap Anis. Menurutnya, meski load pekerjaannya cukup tinggi, namun ia tak merasa kesulitan membagi waktunya. Dia merasa beruntung, suaminya juga keluarga besarnya sangat memahami pekerjaannya. Dukungan suami, tambahnya, sangat membantu untuk kelancaran semuanya. “Kuncinya adalah komunikasi yang baik. Jika itu berjalan baik, maka semuanya akan berjalan lancar,” papar peraih penghargaan Alison Des Forges 2011 dari LSM Human Right Watch yang berbasis di New York, AS. Wanita kelahiran November 1976 ini memulai kiprahnya sebagai aktivis saat kuliah di Fakultas Hukum Universitas Jember. Saat itu ia terlibat dengan berbagai kegiatan kemahasiswaaan, ia juga aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Dari sana kemudian ia mulai memiliki jaringan di kalangan LSM dan kerap terlibat dalam diskusi-diskusi. Ada banyak hal yang didiskusikan namun ketertarikannya pada isu-isu buruh migran terasa lebih. Hal ini tentunya bukannya tanpa latar belakang.

Pada masa itu, tutur peraih penghargaan Yap Thiam Award 2014 ini, isu-isu buruh migran belum lah semarak saat ini. Malah boleh dibilang jarang sekali mengemuka. Masyarakat tidak banyak yang tahu tentang persoalan buruh migran, buruh migran pun tidak paham akan hak-haknya. Di sisi lain, sikap pemerintah pun seperti kurang peduli. Perlindungan terhadap buruh migran boleh dibilang sangat kurang. “Ya, pada masa itu belum sep-

erti sekarang. Sekarang adalah era kebebasan informasi sehingga menjadi lebih terbuka. Sehingga, baik masyarakat maupun para buruh sendiri jadi tahu. Kalau dulu tidak begitu,” paparnya. Juga, lanjutnya, kehidupan buruh migran ini sudah diketahuinya sejak lama. Pasalnya, daerah di mana dia berasal, yakni Bojonegoro, Jawa Timur, termasuk salah satu yang paling banyak ‘memasok’ buruh migran. Dari sana jugalah dia jadi banyak tahu kisah-kisah sedih para tetangganya yang menjadi buruh migran. Angka kekerasan terhadap TKI pada masa itu cukup tinggi. Kondisi itu akhirnya mendorong Anis dan kawan-kawannya mendirikan Solidaritas Perempuan pada tahun 1998. Dalam wadah ini bergabung para aktivis mahasiswa juga mantan buruh migran untuk memberikan advokasi terhadap kasus-kasus kekerasan yang menimpa para TKI. Lulus dari Universitas Jember, ia pun mengambil program pasca sarjana di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Di sana pun Anis tetap aktif. Kemudian ia memutuskan

hijrah ke Jakarta dan bergabung dengan sebuah LSM. Barulah pada 2004, Anis bersama teman-temannya mendirikan Migrant Care yang salah satu tugasnya, selain melakukan advokasi terhadap para buruh migran yang mengalami masalah, juga menyebar luaskan informasi terkait buruh migran. “Kami membuka informasi seluas-luasnya, ingin menunjukkan kepada publik begini loh persoalan TKI kita. Ini sekaligus juga untuk membangun kesadaran publik tentang masalah ini. Soalnya kan selama ini berita-berita yang diterima masyarakat adalah hal-hal yang baik-baik saja, padahal yang sebenarnya tidak begitu. Jadi kita menyebar luaskan apa yang sesungguhnya terjadi,” papar peraih berbagai macam penghargaan ini. Selain itu, lanjutnya, juga mendidik para buruh migran juga keluarganya untuk memiliki kesadaran kolektif tentang hak-hak mereka. Dengan demikian mereka dapat menyuarakan sendiri apa yang dialaminya. RISIKO PERJUANGAN Dari aktivitasnya yang bertahun-tahun menggeluti permasalah buruh migran ini, dia pun mendapat kenyataan tentang betapa kompleksnya persoalan buruh migran ini. Peliknya masalah perburuan ini, tidak membuat langkah Anis dan kawan-kawannya surut. Mereka terus saja berjuang dengan berbagai cara agar permasalahan-permasalan TKI ini mendapat perhatian yang seharusnya. Sebutan ‘Pahlawan Devisa’ hendaknya tidak hanya menjadi slogan.

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

21

Berbeda dalam Persatuan

Kita bangga sebagai Bangsa Indonesia Suku Tionghoa. Tulisan ini terpampang dalam dua layar lebar yang dipasang di sisi kiri dan kanan Gedung Hakka Narmada, saat perayaan bersama Tahun Baru Imlek, 2566 Kongzili. Kalimat tersebut menggambarkan rasa nasionalisme warga Tionghoa terhadap Bangsa Indonesia.

Sibuk mengurus keluarga, sekaligus juga harus menangani tumpukan pekerjaan di luar rumah, tentu bukan hal yang mudah bagi seorang wanita. Ia harus pandai-pandai membagi waktu dan perhatian agar keduanya dapat berjalan seiring. Hal ini memang menjadi tantangan terbesar dari kaum wanita yang berkeluarga namun juga memiliki aktivitas rutin di luar rumah. Anis Hidayah, Direktur Migrant Care, termasuk salah satu yang mengalami itu. anita yang memiliki dua anak masing-masing berusia 10 tahun dan 4 tahun ini, harus pandai menyiasati waktunya agar tumpukan pekerjaannya di luar rumah tidak menyita waktunya terlalu banyak sehingga perhatian kepada keluarga, khususnya kedua anaknya yang dalam masa pertumbuhan, berkurang. “Tadi saya habis rapat jam 4 sore langsung buru-buru pulang

Mandalika

K

Anis Hidayah Perlahan perjuangan Anis dan kawan-kawannya mulai terlihat hasilnya, meski belum sesuai harapan. Namun kondisi saat ini tentunya lebih baik dari pada dulu. “Kini perhatian pemerintah sudah lebih baik. Pemerintah juga lebih terbuka. Ada banyak kasus-kasus yang direspon pemerintah,” katanya. Salah satu hasil yang signifikan, tutur Anis, adalah pemerintah dan DPR meratifikasi RUU tentang Konvensi Internasional tentang Perlindungan Hak Pekerja Buruh Migran dan Anggota Keluarganya (International Convention on The Protection of The Rights of All Migrant Workers and Members of Their Families) menjadi undangundang. Ini dilakukan pada April 2012 lalu, setelah tertunda belasan tahun. Dengan adanya ini maka langkah Indonesia untuk berdiplomasi dengan Negara lain tempat para pekerja migran bekerja menjadi lebih kuat karena pemerintah bisa mendesak agar Negara tersebut juga melakukan hal yang sama dengan memberi perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia dan keluarganya. “Ini adalah salah satu hasil yang signifikan dari 10 tahun perjalanan Migrant Care,” ucap Anis. Namun hal yang belum berubah hingga kini adalah masih banyaknya ancaman, tekanan, dan terror yang diterimanya terkait pekerjaannya.

Anis pimpin demo save TKI

Maklum saja, sikap keras dan tegasnya tak jarang dianggap merugikan pihak-pihak tertentu yang selama ini mendapatkan ‘keuntungan’ dari TKI. Langkah membeberkan semua persoalan yang dihadapi TKI, pengungkapan kasus-kasus mereka, dianggap mengganggu oleh sejumlah pihak. “Wah, kalau ancaman, teror dan tekanan, itu sudah dari dulu. Bahkan sampai sekarang pun masih terjadi,” ucap wanita berambut pendek ini. Sebagai aktivis, halhal semacam itu, memang sudah menjadi risiko perjuangan. Mereka yang bergerak sebagai aktivis, tambahnya, memang rentan terhadap hal-hal semacam itu. “Risiko seperti itu selalu muncul. Tapi kami, ketika mengambil pilihan sebagai aktivis sudah menyadari risiko apa yang akan kita hadapi,” ujarnya. Karena itu, saat ini pihaknya juga berbagai elemen yang bergerak di bidang pembelaan hak asasi manusia, tengah memperjuangkan lahirnya undang-undang tentang perlindungan terhadap para aktivis, mengingat betapa rentannya keselamatan mereka. Ada banyak kasus dimana para aktivis menjadi korban kekerasan. Salah satu contohnya adalah kasus pembunuhan aktivis Munir. “Sampai saat ini kami masih berjuang agar undang-undang itu ada. Namun belum ada respon dari DPR,” kata Anis. –Diana Runtu

onsep pelangi adalah konsep ya n g d ip ega n g dalam filosofi warga Tionghoa di NTB. Betapa indahnya perbedaan di dalam persatuan, seindah pelangi yang warna warni namun tetap sejajar dalam satu arah lintasan. Yang

satu di atas yang lain tidak dipermasalahkan. Dan tiap-tiap warna tidak saling mengganggu warna yang lain. Yang terpenting untuk kita adalah satu arah dalam satu visi, satu misi, satu tujuan, satu perjuangan membangun Indonesia dalam mewujudkan integritas NKRI.

Ketua PSMTI NTB, Prajadi Agus Winaktu, saat menyerahkan Ang Pao bagi para Lansia, pada puncak perayaan Imlek di Lombok

Para ibu melenggak-lenggok saat mengisi acara dengan berbagai kesenian khas Tionghoa

Dan lewat Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) NTB, di bawah kepemimpinan Prajadi Agus Winaktu, kini warga Tionghoa NTB melangkah untuk membaur dengan masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial. Tidak dapat dimungkiri, peran serta warga negara Indonesia yang bersuku Tionghoa di negara ini, termasuk di NTB, makin terlihat dalam pembangunan di berbagai bidang. Di NTB, peran itu tidak hanya dalam bidang ekonomi melainkan juga pada dunia pendidikan dan birokrasi serta lainnya. Kegiatan Imlek bersama yang dilaksanakan oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Nusa Tenggara Barat, (1/3) merupa-

kan rangkaian perayaan Imlek di daerah ini yang berakhir pada Cap Gomeh yang berlangsung pada (5/3). Selama 15 hari mulai dari 19 Februari 2015 (tanggal 1 Imlek) hingga tanggal 5 Maret 2015, nuansa merah dan tulisan Gong Xi Fa Cai, menghiasi pusatpusat perbelanjaan, pertokoan hingga rumah-rumah warga Tionghoa yang ada Mataram Khususnya. Setelah terkungkung selama masa orde baru (Tionghoa menjadi sesuatu identitas yang tabu untuk ditunjukkan), warga Tionghoa baru bisa bernafas lega dan melakukan sosialisasi serta berbaur dengan damai bersama masyarakat Indonesia secara umum yakni di era pemerintahan Presiden Abdur-

rahman Wahid yang mengakui keberadaan warga Tionghoa sebagai bagian dari bangsa ini. Demikian pula dengan Presiden Megawati Soekarno Putri yang kemudian menetapkan Hari Raya Imlek sebagai Hari Libur Nasional. Dan budaya Tionghoa resmi digelar untuk pertama kalinya pada acara kenegaraan yaitu pada HUT ke-55 Proklamasi RI, tahun 2000. Sejak era itulah hingga kini, warga Tionghoa baru dapat menunjukkan rasa nasionalismenya secara optimal. Keterbukaan dan kebebasan yang diberikan oleh pemerintah terhadap keberadaan warga Tionghoa Indonesia, berpengaruh ke seluruh daerah di Indonesia termasuk Nusa Tenggara Barat. –Naniek I. Taufan

Hormati Orang Tua Nuansa merah dengan lampion-lampion yang menggantung di seluruh areal perayaan Tahun Baru Imlek 2566 di Nusa Tenggara Barat, tampak memeriahkan hari raya warga Tionghoa di daerah ini. Lebih dari sebagian warga Tionghoa yang hadir, demikian pula dengan undangan lainnya yang datang dari berbagai kalangan, memakai pakaian berwarna merah. Hal ini menambah nuansa Imlek yang khas dengan warna merah. Lebih dari 1.700 warga Tionghoa Nusa Tenggara Barat, khususnya yang ada di Pulau Lombok, berkumpul di Gedung Hakka Narmada, melaksanakan perayaan Imlek bersama pada tanggal 1 Maret 2015 lalu. Kebersamaan dalam perayaan bersama seperti ini, setidaknya sudah empat kali dilakukan dalam kurun waktu empat tahun terakhir ini. Yang menarik dari kegiatan ini adalah bagaimana warga Tionghoa sangat menghargai orang tua. Secara khusus, 200 lansia yang berusia 70 tahun ke atas yang hadir, tanpa memandang dari mana asal dan sukunya, diberi kehormatan untuk naik ke atas panggung menerima Ang Pao dari berbagai organisasi Tionghoa yang ada di NTB, khususnya dari

PSMTI NTB. Ini adalah bagian tradisi menghormati orang tua dalam masyarakat Tionghoa. “Berpuluh ribu kali kita berbuat kebajikan, namun jika kita tidak menghormati orang tua, maka semuanya akan sia-sia semua, percuma dan tidak ada artinya,” ujar salah seorang pembawa acara ketika pembagiaan Ang Pao dilakukan oleh Ketua PSMTI NTB, Prajadi Agus Winaktu dan juga Tokoh Tionghoa lainnya. Di salah satu meja tamu, seorang perempuan Tionghoa yang duduk bersama para lansia, yang usianya lebih muda dari para lansia itu, Merry Warti, dengan sukarela mengangkat mangkok-mangkok makanan dan menyendokkan nasi serta lauk pauk juga sayuran ke piring-piring makan para lansia yang ada di dekatnya. Tanpa memandang suku (dalam komunitas Tionghoa), latar belakang dan status, Merry melakukan hal itu secara spontan. Ini menggambarkan filosofi yang tinggi dari sebuah tradisi Tionghoa yang masih melekat dalam kehidupan masyarakat Tionghoa di mana pun mereka berada. Perayaan seperti ini memiliki arti tersendiri bagi warga Tionghoa NTB. “Kami ingin agar agar masyarakat Tionghoa di Lombok khususnya bisa lebih

mengenal kebudayaannya sendiri terutama muda-mudinya,” ujar Bing Hamidy, Ketua Panitia Imlek Bersama tahun 2015. Ia juga menitip pesan agar suku Tionghoa di daerah ini dapat memelihara kebersamaan dan kekompakan satu sama lain. “Kami juga mengajak semua Ormas Tionghoa khususnya dan Ormas lainnya, melalui perayaan bersama Tahun Baru Imlek kali ini dapat menjalin komunikasi dengan baik, sehingga pemikiran yang positif baik berupa masukan maupun saran, dapat diwujudkan untuk kebaikan bersama. Dan kerukunan antara Ormas Tionghoa khususnya dan Ormas lain umumnya dapat terjaga dengan baik,” katanya. Berbagai kesenian dari kebudayaan Tionghoa tampil silih berganti. Uniknya, hanya sedikit anak-anak dan remaja yang mengisi acara tersebut. Pengisi acara terbanyak justru adalah para ibu yang sudah berumur. Di akhir acara, seluruh tamu kemudian mendapatkan Ang Pao. Amplop berwarna merah ini merupakan kesenangan anak-anak, namun di hari itu, yang menerima Ang Pao sebagai sebuah tradisi yang hidup dalam masyarakat Tionghoa, bukan hanya anak-anak melainkan juga orang dewasa.

Donor darah menyambut Imlek 2566 yang dilaksanakan oleh PSMTI NTB, bekerja sama dengan TNI Polri, berbagai komunitas dan masyarakt umum.

Kemeriahan perayaan Imlek tahun ini, tidak membuat warga Tionghoa larut dalam kemewahan. Kesan sederhana dan biasa saja terlihat dari perayaan tersebut. sebagai organisasi Tionghoa berskala nasional yang non partisan (bukan organisasi politik maupun organsiasi partai), PSMTI NTB justru lebih banyak menggelar kegiatan sosial dalam perayaan Imlek, salah satunya adalah donor darah yang dilakukan di Rumah Sakit Harapan Keluarga beberapa waktu lalu. Donor darah dipilih sebagai kegiatan sosial karena dianggap sangat penting untuk tujuan kemanusiaan, membantu sesame yang membutuhkan darah. “Donor darah seperti ini dilakukan warga PSMTI NTB, dalam lima tahun terakhir setidaknya dua kali dalam setahun,” ungkap

Darminto, Ketua Panitia Donor Darah dalam menyambut Imlek 2566. Ketua PMI NTB, Mesir Suryadi yang turun langsung dalam kegiatan ini memberikan apresiasi yang baik terhadap penyelenggara mengingat NTB masih sangat membutuhkan darah untuk menolong sesama. “Darah tidak ada dijual di apotik, maka kepedulian seperti inilah yang kita harapkan untuk dapat membantu mereka yang membutuhkan. Jika ada orang meninggal karena masalah tidak ada darah, alangkah berdosanya kita yang hidup ini, yang sesungguhnya bisa menolongnya,” ujar Mesir Suryadi. Ini menjadi salah satu program sosial yang dilakukan PSMTI NTB selain pembagian tali asih atau bingkisan bagi masyarakat tidak mampu. - Naniek I. Taufan


22

Sosialita

Edisi 839/ 9 - 15 maret 2015

SOUL Reflection

Karya Bunda Arsaningsih Acara peluncuran dan bedah buku SOUL Reflection yang dihadiri lebih dari 150 orang di Bhumiku Balai Pertemuan Denpasar, Bali, dibuka dengan pembacaan puisi oleh seniman Bali Ni Nyoman Sani diiringi petikan gitar. Dilanjutkan dengan sesi bedah buku oleh empat panelis, yakni praktisi pariwisata Gilda Sagrado, Pemimpin Umum Denpost I Gede Suryawan, M.Si., Akademisi Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, SH, MH., dan perwakilan dari penerbit BIP, Redemptus Suhartono yang sekaligus memoderatori acara tersebut. “Kami bangga dan ini merupakan penghargaan bagi kami yang sudah dipercaya menerbitkan buku ini,” ungkap Redemptus Suhartono membuka sesi bedah buku.

Jakarta sebagai salah satu kota termacet di dunia, semua orang sudah tahu. Hasil survei Castrol Magnatec yang dirilis baru-baru ini menempatkan Jakarta di urutan kedua--- dari 78 kota--- kota termacet di dunia, sete­lah Istanbul, Turki. Hasil ini mungkin tidak terlalu mengejutkan, mengingat kemacetan lalu lintas di Ibukota Indonesia ini kian parah dari waktu ke waktu. Sekalipun ada penambahan jalan baru, namun kema­ cetan tetap saja parah. Salah satu penyebabnya adalah pertambahan jumlah ken­daraan yang jauh melampaui pertumbuhan jalan.

Komunitas nebeng dot com

L

alu apa yang harus dilakukan oleh masyarakat? Stress dan marah-marah setiap hari kepada Pemda DKI Jakarta yang seharusnya segera menyelesaikan persoalan yang sudah ‘berkarat’ ini, tentu tidak mungkin. Atau, melaksakanan imbauan Pemda DKI Jakarta agar meninggalkan kendaraan pribadi di rumah dan mulai membiasakan diri dengan angkutan umum, jelas saran ini tidak akan dituruti karena angkutan umum dinilai masih belum memenuhi harapan yang memungkinkan mereka beralih transportasi. Nah, di antara ‘debat’ tentang apa yang harus dilakukan, mungkin apa yang dilakukan oleh sebagian masyarakat yang seharihari beraktivitas di Jakarta, bisa dicontoh. Mereka-mereka ini bergabung dalam komunitas-komunitas nebeng yang bermunculan di Jakarta sebagai solusi menghadapi kemacetan lalu lintas. Kemacetan lalu lintas yang parah membuat ongkos perjalanan menjadi lebih mahal. Sebut saja biaya pembelian BBM menjadi meningkat. Dengan nebeng kendaraan orang lain, ongkos menjadi lebih irit juga tidak melelahkan karena tidak harus menyetir sendiri kendaraan. Lebih lagi, jauh lebih nyaman ketimbang harus berdesak-desakan naik angkutan umum. “Dua mobil menjadi satu mobil, hemat BBM 50%,” begitu slogan Komunitas Nebeng Dot Com yang didirikan sejak tahun 2005 lalu. Menurut pendiri komunitas ini, bukan hanya penghe-

matan yang dilakukan, tapi juga kegiatan ini ikut membantu mengurangi intensitas atau frekuensi penggunaan kendaraan kita. Komunitas yang kini telah memiliki anggota puluhan ribu orang ini, didirikan oleh Rudyanto yang melihat kemacetan lalu lintas di Jakarta kian parah. Ketika itu—saat lalu lintas macet--- Rudyanto kerap memperhatikan kendaraan yang hanya diisi oleh satu orang. Terlintas dalam benaknya, alangkah bagusnya jika ada penumpang lain dalam mobil bukan hanya seorang diri. Biaya perjalanan pun akan menjadi lebih irit. “Ya kalau dua mobil masingmasing disetir sendiri, lalu hanya digunakan satu mobil, kan menjadi irit BBM 50%. Apalagi waktu itu ada rencana kenaikan BBM,” ungkap Rudy. Ide ‘nebeng’ ini kemudian dikomunikasikan dengan dua temannya, sehingga lahirlah website ‘www.nebeng.com’ yang begitu diluncurkan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Dengan adanya komunitas ini, kata Rudy, banyak anggota yang tadinya menghabiskan banyak biaya untuk transportasi bisa menjadi lebih ngirit dan sisa dana yang tadinya dipakai untuk transportasi bisa dialokasikan ke pos lain. Soal keamanan, tentu saja menjadi pertimbangan utama dari pengelola. Maklum saja, sebelumnya mereka tidak saling mengenal. Artinya, mengangkut para penebeng ini tidak dilakukan secara sembarangan. Ada verifikasi data anggota terlebih dahulu. Jadi anggota harus diketahui identitasnya secara jelas, seperti alamat

3

Peluncuran dan Bedah Buku

Komunitas “Nebeng” Bermunculan di Jakarta

rumah, kantor, nomor telepon rumah, no telepon kantor, email, dll. Begitu pun penerima tumpangan, data-datanya harus jelas. Kini, hampir 10 tahun sudah komunitas ini berdiri. Jumlah anggotanya pun semakin banyak dan kegiatannya pun tidak sekadar tebeng-menebeng pergi dan pulang kerja, tapi berkembang kegiatan lain. Salah satunya adalah ‘tebeng-menebeng’ saat mudik, dll. Keberadaan komunitas ini makin dikenal masyarakat luas karena kerap dipublikasi media massa. Seiring dengan itu, bermunculan komunitas-komunitas serupa di Jakarta. Salah satunya yang juga memiliki anggota cukup banyak adalah ‘Nebengers’. Komunitas ini munculnya awalnya lewat cuitan Andreas di twitter pada Desember 2011.

Edisi 839/ 9 - 15 maret 2015

Perayaan Imlek Pelita Bangsa Perayaan Imlek 2566 dilaksanakan Sekolah Nasional Plus Pelita Bangsa, Jumat (6/3). Kali ini, perayaan yang diadakan tiap tahun itu mengambil tema “Presporous Throught Empathy and Affection” (sejahtera melalui empati dan cinta kasih). Peraya­ an yang dihadiri UPT Disdikpora Denpasar Barat, Himpaudi Denbar, Pengawas SMP Kota Denpasar, Jempiring Kindergarten Group, undangan lainnya, serta para orangtua siswa tersebut, diisi dengan pementasan kreasi dan seni anak. “Perayaan ini kami pakai sebagai wadah untuk mementaskan talenta anak. Di sekolah, bakat dan potensi anak kami gali agar bisa dikembangkan sesuai dengan bidangnya masing-masing,” ujar Ketua Yayasan Drs. Pintono Arief Priyono. –ten

Kala itu saat berkendaraan sendiri bermacet-macet ria di kawasan Senayan, Jakarta. Ia pun terpikir seandainya memiliki teman dalam mobil. Ide itu pun lantas ia cuitkan lewat twitter sesampainya di rumah. Tanggapan lantas bermun-

culan, di antaranya dari Putri dan Stefani. Akhirnya ketiga orang ini ---Andreas, Putri dan Stefani--- pun berdirilah komunitas Nebengers yang profilnya bisa diakses di website www.nebengers. com. -Diana Runtu

Ojek Motor Jadi Solusi KETIKA kemacetan lalu lintas semakin parah di Ibukota, diakui, motor merupakan transportasi paling jitu mengatasinya. Kalau dengan kendaraan roda empat, entah itu mobil pribadi ataupun kendaraan umum, waktu tempuh yang dibutuhkan tidaklah secepat motor saat menghadapi kemecatan. Tak heran kalau saat ini Jakarta menjadi ‘lautan motor’ karena selain menjadi transportasi yang murah-meriah juga dalam hal kemampuan ‘membelah’ kemacetan lalu lintas Jakarta, kendaraan roda dua ini tak diragukan lagi. Kehandalan motor juga diakui oleh beberapa mantan menteri era SBY yang terpaksa menggunakan motor ojek kesebuah acara penting saat situasi lalu lintas Jakarta macet. Kondisi ini juga membuat bisnis ojek motor semakin subur. Sekarang ini sungguh mudah menemukan ojek motor yang beroperasi, baik di jalan-jalan biasa maupun di jalan utama. Kalau tidak mangkal, banyak juga pengojek motor yang hilir mudik mencari calon penumpang. “Enakan ngojek motor, hasilnya lebih jelas, ketimbang narik becak,” ucap Jangkung yang dulunya dikenal sebagai penarik becak di lingkungannya. Dari hasil ngojek juga, Jangkung kini telah memiliki dua sepeda motor yang dibelinya dengan cara mencicil. Dia juga tak perlu repot-repot harus keliling mencari calon pen-

umpang karena dia memiliki sejumlah pelanggan tetap, di antaranya mengantar jemput pelanggan pergi-pulang kerja, juga mengantar jemput anak sekolah. Potensi bisnis dari jasa ojek ini ternyata juga dilirik oleh sejumlah pengusaha. Yang saat ini ada dan sudah dikenal adalah layanan ‘Go-Jek’ dan Wheel Line. Kedua perusahaan ini, selain menyediakan jasa transportasi ojek, juga layanan kurir. Dibanding dengan ojek-ojek yang beroperasi secara individual, jasa layanan yang disediakan perusahaan ini tentunya terlihat lebih rapi dan aman. Untuk mendapatkan pelayanan, calon pengguna jasa pun tinggal menelepon atau SMS. Keberadaan motor sebagai salah satu transportasi yang handal juga diakui oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama. Gubernur yang akrab disapa Ahok ini, rencananya akan melakukan kerjasama dengan PT Go-Jek. Ojek akan diintegrasikan dengan bus TransJakarta lewat aplikasi di smartphone. “Kita akan melink-kan dengan TransJakarta. Jadi dengan aplikasi ini orang yang naik bus bisa tahu lewat mana yang paling cepat, atau habis naik bus trus naik ojek di mana, dll,” ujar Ahok di Balaikota. Dengan Go-Jek, juga menjadi lebih tertib. Kalau biasanya kita suka menyaksikan, para pengojek berebut penumpang yang baru turun bus, sehingga menyebabkan kesemrawutan, maka dengan Go-Jek hal ini tidak diperbolehkan. Para pengojek ini juga dilarang ngetem, parkir sembarang, dll. “Dengan Go-Jek, para tukang ojek ini dilatih sehingga tertib,” tambah Ahok. Salah satu yang juga menarik, adalah ojek-ojek yang dikelola GoJek ini tidak menerima pembayaran tunai. Semua pembayaran telah terlebih dahulu ditransfer lewat bank. Ojek ini, kata Ahok lagi, bisa juga berfungsi sebagai kurir. Jadi, jika kita ingin membeli sesuatu, maka bisa mengontak Go- Jek untuk membelikan dengan memakai uang Go-Jek yang kemudian diganti oleh pemesan setelah barang tersebut diterima. -Diana Runtu

Buku SOUL Reflection dengan bonus Audio CD SOUL Purification

I

a mengaku sudah membaca buku ini. Dengan membaca sambil mendengarkan panduan relaksasi dari CD dikatakannya sangat klop karena benar-benar dapat menghayati penuh refleksi dari kalimat-kalimat sederhana yang sangat mudah dimengerti dan kerap terjadi dalam keseharian hidup manusia. Menurutnya, kekuatan buku ini ada pada penanggalan yang lengkap ditulis oleh penulis. “Di zaman sekarang, buku penyejuk seperti ini sangat dibutuhkan. Biasanya pembeli yang memilih produk, tetapi ini berbeda, produk yang memilih pembeli,” ungkapnya. Dikombinasikannya membaca

mengenal diri butuh waktu lama. Perlu mengalahkan ego, melepas sedikit demi sedikit masalah yang ada pada diri. Dengan proses energi, kita bisa selesaikan masalah-masalah kita,” imbuhnya. Gilda Sagrado membedah buku ini dari kacamata pariwisata. Bali dikatakannya sudah masuk dalam rantai pariwisata dunia. Bali sudah memiliki budaya spiritual, namun spiritual tourism belum dimaksimalkan. Ke depannya, peluang inilah yang perlu diambil. Salah satu magnet yang bisa menjadi daya tarik adalah SOUL. “Setelah berdiskusi de­ ngan Bunda dan memahami energi, ternyata bukan orang Bali saja yang Para narasumber beserta Bunda Arsaningsih dalam acara bedah buku SOUL Reflection

buku dengan CD ini dijelaskan Bunda Arsaningsih memang untuk memudahkan orang untuk bisa melakukan introspeksi diri, melepaskan memori buruk yang sudah tertanam dalam diri, sehingga proses pemurnian bisa dilakukan. “Buku ini bisa menjadi tuntunan, motivasi untuk membersihkan, dan menguatkan proses perenungan,” ucapnya. Bunda Arsaningsih menyampaikan proses penulisan bukunya ini dilakukan setelah mengheningkan diri dan mendengarkan suara hati. Menyadari siapa diri kita untuk proses kebersatuan dengan Tuhan. Mendengarkan dan mengamati proses-proses kehidupan. Dari proses ini didapatkan solusi untuk menguraikan keruwetan dan bisa membebaskan belenggu dalam diri. “Proses

Dengan sabar mengantri untuk mendapat tanda tangan dari penulis

membutuhkan ini, namun Indonesia bahkan juga dunia,” ucapnya. Sehingga menurutnya, sangat perlu buku ini diterjemahkan dalam bahasa Inggris bahkan jika memungkinkan dalam 36 bahasa. “Apa yang ditulis Bunda dalam buku ini adalah kebenaran. Ini adalah kata yang besar dan berat sekali,” tegasnya. Ada banyak buku yang hanya menyasar segmen wanita atau satu segmen tertentu, tapi buku ini bisa masuk ke segala lapisan masyarakat, masuk ke lapisan paling dasar yang menjadi pondasi pertumbuhan seorang manusia. Dari sudut pandang jurnalis, Suryawan mengilustrasikan memberikan anak kunci untuk membuka pintu, dan jawabannya ada di buku SOUL Reflection. Buku ini dikatakannya benar-benar menjadi buku harian seorang Bunda Arsaningsih yang penuh dengan masalah dan menemukan jawabannya. “Saya yakin banyak yang merasa terwakili dengan buku ini, dan buku ini menjadi jawaban permasalahan dalam kehidupan,” ujarnya. Buku SOUL Reflection dipandangnya sebagai buku manajemen jiwa, buku psikologi populer yang tercermin dalam judul-judulnya, seperti “bijaksana menerima” dan “rendah hati”. Pembaca diajak menyadari bagaimana sesuatu bisa terjadi dan bagaimana menyikapinya. Ada pesan-pesan moral di dalamnya, perpaduan psikologi manajemen dan pendidikan moral. Hal ini erat berhubungan hukum energi, memadukan pikiran, kata-kata, dan sikap. Semua aspek disentuh dalam buku ini, kesehatan, spiritual, dsb. Dari pemaparan tiga panelis lain, Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, SH, MH., yang juga dosen STIMI dan UNHI ini menegaskan kembali bahwa buku sejenis ini diperlukan pada zaman sekarang, zaman postmodern yang memiliki ciri nilai benar dan salah jadi relatif, fragmatis, dan diragukan.Buku diperlukan dan akan trus diperlukan. Dalam buku ini banyak hal universal yang perlu digarisbawahi untuk diresapi. Afirmasi dengan memasukkan ke alam bawah sadar. Afirmasi ini ditegaskan kembali dengan bahasa yang simpel.

Penyerahan buku oleh penerbit yang diwakili oleh GM BIP, Bpk. Redemptus Suhartono kepada Bunda Arsaningsih sebagai tanda telah diluncurkannya buku SOUL Reflection

Konsep rwa bhineda pun kental dalam buku ini. Bahwa, yang bertentangan pun sesungguhnya harmoni. Menegaskan bahwa kita hidup dalam keluasan energi, semua hal di dunia saling terkait, dan kita bisa menyiapkan diri dengan buku ini. “Secara umum saya berani menyimpulkan buku ini penting untuk memperkaya khasanah kita. Lebih baik lagi jika diselaraskan dengan konsep energi,” ucapnya. Hadirnya Buku SOUL Reflection dengan bonus Audio CD SOUL Puri-

fication/Pemurnian Diri ini diharapkan dapat membuat kehidupan kita menjadi lebih berkualitas, serta dapat dipraktikkan langsung oleh pembaca di manapun berada. Buku SOUL Reflection ini juga merupakan panduan bagi peserta Workshop SOUL Reflection. Untuk Jadwal Workshop dapat menghubungi SOUL Call Center Jakarta 0812 8866 1138 atau SOUL Call Center Bali 085 100 585 609/085 101 463 858, sedangkan Buku SOUL Reflection tersedia di Gramedia di seluruh Indonesia. –ten

Launching Buku SOUL Reflection juga diadakan di Gramedia Matraman Jakarta dengan peserta yang penuh antusias

Launching Buku SOUL Reflection - Jakarta “Orang yang rendah hati adalah orang yang menyiapkan ruang di dalam hatinya untuk berbagi” (Kamis, 30 Januari 2014). Kalimat ini hanyalah salah satu dari sekian banyak kata pencerahan yang ditulis Bunda Arsaningsih dalam bukunya “SOUL Reflection” Renungan Jiwa Arsaningsih. Peluncuran dan Bedah buku setebal 231 halaman yang diterbitkan Bhuana Ilmu Populer (BIP) ini dilaksanakan di dua kota di Indonesia, yaitu Minggu (22/2) di Bhumiku Balai Pertemuan, Denpasar, Bali yang ditandai dengan penyerahan buku oleh perwakilan penerbit kepada penulisnya, Bunda Arsaningsih. Kemudian peluncuran buku berikutnya dilakukan Kamis (26/2) di Gramedia Matraman, Jakarta. Pada peluncuran di Jakarta, dihadiri oleh beberapa narasumber yang berkompeten dibidangnya, di antaranya Abrar Ilyas, Monica Kumalasari (Founder MKS, Psikolog), Redemptus Suhartono (GM Bhuana Ilmu Populer) dan Ustad Bambang Irawan. Dengan adanya narasumber dari berbagai latar belakang profesi membantu Buku SOUL Reflection ini dapat dipaparkan, dikupas, dan dilihat dari berbagai sisi. Acara berlangsung semakin menarik karena dari sekitar 100 peserta yang hadir, tak hanya dari kalangan umum saja, tetapi juga artis dan berbagai media di Jakarta yang turut meliput acara ini. Para peserta pun mengikuti hingga akhir acara dimana mereka diberikan sesi pemurnian batin secara langsung oleh Bunda Arsaningsih. Acara ini berlangsung sukses serta memuaskan para peserta launching yang hadir. –ten


2

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

Ekspresso

DAri daPUr Redaksi

Beras

Indonesia dikenal sebagai negara agraris dengan lahan pertanian yang luas. Ini pun menjadikan Indonesia sebagai negara swasembada beras. Tetapi, kenyataannya beras masih diimpor. Kini kondisi lebih pelik lagi, harga beras terus melambung. Beras yang menjadi bahan makanan pokok orang Indonesia ini mengalami kenaikan Rp 2000 hingga Rp 2500 per kg. Kenaikan harga beras ini dialami masyarakat yang setiap hari mengonsumsi nasi. Jika biasanya mereka membeli sekaligus 25 kg, kini ada yang hanya bisa membeli eceran 1 atau 2 kg. Pedagang makanan pun mengalami dilema. Tak hanya beras yang mengalami kenaikan harga. Gas LPG ikut naik. Hal ini menyulitan pedagang makanan.

Kalau harga makanan dinaikkan, pelanggan bisa kabur. Kalau tak dinaikkan, keuntungan yang diraih sangat tipis. Pedagang beras ternyata juga mengalami kekhawatiran. Mereka tidak berani membeli beras terlalu banyak karena khawatir pembeli sedikit. Pedagang hanya menyetok secukupnya sambil menunggu harga beras stabil. Pemerintah mencoba mengatasi kondisi ini dengan mengadakan operasi pasar. Na-

mun, ini hanya solusi sementara. Harus ada upaya lebih lanjut untuk menyelamatkan petani yang sudah menghasilkan beras, masyarakat yang menjadi konsumen, serta pedagang yang menjadi penyalur dari produsen ke konsumen. Solusi yang bisa menjadi pilihan adalah mengurangi penggunaan beras dan beralih ke bahan makanan pokok lainnya, seperti ubi dan jagung. Kandungan gizinya setara. Jadi tak ada salahnya mencoba melakukan konversi ini.

“Ada Tilang Dimana Neng?” Kejadian ini terjadi baru-baru ini, saat musim hujan. Seperti biasa aku bangun pukul setengah enam pagi. Hujan di luar sana tidak begitu deras, tapi entah mengapa aku tak rela melepas selimutku yang hangat. Setelah membuka mata beberapa saat , aku pun memikirkan apa saja pekerjaanku pagi ini dan membayangkannya sambil tidur-tiduran dan akhirnya ketiduran. Mungkin karena sebelum tidur itu aku berkhayal tentang pekerjaanku itu, hingga saat tidur pun rasanya aku telah mengerjakan pekerjaanku. Aku merasakan aku merapikan tempat tidur, menyapu, mencuci, dan mandi. Semua itu terasa nyata telah kukerjakan. Lega sekali rasanya bisa melewati tahap aktivitas itu. Namun sayang beribu sayang. Kelegaan itu malah berubah menjadi kebingungan. Aku mendapati diriku masih berada di tempat tidur! Rambutku masih acakacakan, kamarku masih berantakan, lantai dan halaman rumahku masih kotor, dan kulihat di sudut kamarku cucianku menggunung. OMG! Aku bermimpi! Aku pun bertambah panik saat kulihat jam sudah menunjukan pukul enam lewat lima menit. Dengan tergesa-gesa aku pun mengerjakan semua pekerjaan itu. Dan,

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

kali ini memang nyata! Semuanya selesai pukul tujuh lewat beberapa menit. Aku pun bernafas lega. Dengan santai aku merias diriku untuk pergi kerja pukul setengah delapan nanti. Eh, aku lagi-lagi terbawa imanjinasi. Hahaha… bukannya melihat waktu , aku malah berkhayal menjadi seorang presenter, penyanyi, dan guru! Aku pun berdiri di depan cermin dan mulai berlaga menjadi presenter, lalu menyanyi, menirukan lagu di radio yang sedang kuputar. Aku tak peduli bagaimana suaraku yang penting fun dan tetap enjoy aja.. hehehe...Setelah merasa bosan bernyanyi, aku pun berakting sedang mengajari murid-muridku. Senang sekali aku melakukan hal itu hingga aku sampai lupa waktu. Huh. Sedang asyik mengajar, tak sengaja aku menoleh jam dinding kamarku menunjukan pukul 8 kurang 20 menit. Aku pun kaget! Aku langsung bergegas menyelesaikan make up itu , lalu sembahyang dan pamitan , kemudian berangkat kerja.

Sepanjang perjalanan aku merasakan ada sesuatu yang aneh. Rasanya ada sesuatu yang kulupakan. Aku pun memeriksa diriku sendiri dari ujung kaki hingga rambut. Takutnya salah pakai sandal atau salah kostum. Tapi semuanya perfect. Dengan percaya diri aku pun mempercepat langkah menuju tempat kerja. Eiiitt, astaga! Aku menjitak kepalaku sendiri. Sudah setengah perjalanan menuju jalan utama aku baru ingat. Motorku ketinggalan. Saking buru-burunya, aku telah melewati tempat parkir motorku dan malah berjalan lengkap dengan helm menutupi kepalaku. Dengan malu aku pun berbalik lagi untuk mengambil motorku. Saat itu aku tertawa sendiri dengan tingkahku. Astaga. Ini sih namanya bukan mengejar waktu, tapi malah bikin tambah telat. Untungnya tidak ada yang melihatnya. Kalau ada pasti aku malu sekali. Jalan kaki pakai helm? “Ada tilang dimana Neng?” Kartini, Bangli

GORO-GORO

nostalgia

“Apa yang paling mengesankan di tahun lalu?” tanya Amat pada istrinya. “Jokowi terpilih jadi presiden Indonesia yang ke-7!” Putu Wijaya jawab Bu Amat. Amat menggelengkan kepala, lalu mengulang pertanyannya dengan kalimat yang lain. “Apa yang paling istimewa di tahun lalu, yang membuat kita selalu akan terkenang?” Bu Amat ternyata konsisten. “Jokowi mengalahkan Prabowo dan jadi presiden RI ke-7!” Amat kesal. Tapi masih mencoba bertanya lagi. “Yang menyangkut langsung ke diri kita saja, Bu! Jangan politik terus! Apa yang selalu akan terkenang-kenang, yang terus teringat sepanjang tahun kambing ini?” “O, maksud Bapak, nostalgia?” “Betul! Apa yang akan kita nostalgiakan terus di tahun ‘embek’ ini?” “Ya itu tadi. Jokowi!” Amat kehilangan kesabaran. Ia berhenti bertanya, merasa istrinya masih konslet. Sejak pemilu, tak bisa diajak berembug santai lagi. Pikirannya terus tergenang politik. Habis makan malam, Amat ngerumpi ke rumah Pak Made. Tak terduga-duga Pak Made bertanya. “Pak Amat, kalau menoleh ke belakang, di tahun lalu, apa yang menurut Pak, paling penting?” Amat tertegun, heran, kenapa Pak Made menanyakan sesuatu yang sama dengan yang ia tanyakan pada istrinya?” “ Apa, Pak Amat?” Tiba-tiba Amat menjawab: “Jokowi.” “Yang nomor satu yang tak bisa kita lupakan.” “ Ya itu, Jokowi!” Pak Made, yang bersebrangan pilihan, langsung mengalihkan obrolan ke soal turunnya harga bahan bakar, yang tak diikuti turun tarif angkutan umum yang sudah terlanjur naik. Amat tidak tertarik. Hanya sebentar ngobrol, lalu ia cabut, pulang “Saya tahu, jawaban apa yang Bapak harapkan,” kata Bu Amat menyambut Amat. Amat tercengang. “Jawaban soal apa, Bu?” “Apa di tahun lalu yang akan jadi nostalgia kita terus di tahun ini.” “Oh, iya. Apa?” “Yang selalu kita harapkan, yang sampai sekarang belum jadi kenyataan!” “Ya, apa?” “Tapi apa yang dulu selalu kita harapkan, ternyata sekarang sudah tidak kita harapkan lagi. Bukan karena sudah terkabul, tapi sebab kita tak memerlukannya lagi. Ya kan, Pak?!” Amat bingung. “Ya, apa itu?” “Mana saya tahu. Tiap orang lain-lain!” “Tidak usah mikirin orang lain. Buat diri kita saja!?” Bu Amat menghirup nafas panjang. Ia mencoba mencari, memiih, menimbang, menguji sekali lagi, lalu memutuskan. Tapi akhirnya bingung. Amat tersenyum. Tiba-tiba saja ia menemukan jawaban. Lalu mencoba menolong istrnya dengan gumam: “Bu, tidak semua pertanyaan ada jawabannya. Ada pertanyaanpertanyaan yang sudah selesai atau yang sudah komplit tanpa jawaban. Jadi tidak semua pertanyaan harus dijawab, biarkan saja itu mengapung, karena dia sudah sempurna sebagai pertanyaan!” Bu Amat menghela nafas kembali, lalu menjawab, lirih. “Betul, Pak. Tidak semua harus dimengerti. Yang sepele bisa jadi sangat penting. Sebaliknya yang penting ternyata kemudian sepele, setelah lewat. Semua tergantung desa-kala-patra.”

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373 Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Mozaik

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

23

Camilan Brem Khas Madiun Saat masuk di Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun ternyata banyak dijumpai spanduk, poster maupun baliho tentang brem. Spanduk berbagai ukuran yang berdiri kokoh di depan masing-masing rumah warga dan bertuliskan berbagai merk brem.

W

arga desa ini sudah turun temurun menghasilkan berbagai rasa brem, seperti brem rasa coklat, stroberi, mocca, capucino dan lainnya. Namun, desa penghasil makanan camilan jenis brem ini, kadang mengalami pasang surut untuk tetap berproduksi. Disebabkan berbagai kendala, seperti harga ketan melambung, cuaca tidak memungkinkan (musim penghujan), juga yang lebih krusial soal permodalan usaha. Dari tahun ketahun pembuat brem Madiun makin menyusut. Dari semula mencapai 100 lebih, saat ini masih bertahan dibawah 75 orang. Mereka lebih memilih untuk bekerja di sawah, karena penghasilan sehari bekerja siap dinikmati oleh keluarganya. Apalagi, jika sepi permintaan brem baik dari toko oleh-oleh yang tersebar di Madiun, Ponorogo, Pacitan, Ngawi maupun Nganjuk. Mereka tidak bisa produksi, karena untuk

memaksakan diri produksi juga takut permodalannya tidak bisa kembali ditanganya. Sehingga, mereka memilih hanya menanti pesanan masuk saja. Agar tidak pasif, mereka ada saja yang menerima kerjaan dari pengusaha brem lainnya yang memang sedang banjir order pesanan. “Hal itu, kemungkinan juga tidak diimbangi dengan sumber daya manusia yang mumpuni. Contohnya soal harga brem yang tidak punya patokan yang standar, antara pengusaha satu dengan lainya, tidak merata. Sehingga terjadi perbedaan harga, dengan kualitas sama namun targetnya terpenting barang yang sudah diproduksi laku terjual,” ujar Yahya P, pemerhati home industry brem Madiun yang juga pemilik Brem Rumah Joglo. Banyak pengusaha yang tidak memikirkan soal kesinambungan permodalan untuk produksi berikutnya. Jika terjadi pengaduan harga oleh pihak pengelola toko kue maupun makanan lain, mereka tidak siap untuk menjaga kekompakaanya. Sebenarnya mereka punya

Sejumlah toples kecil berisi brem tester berbagai rasa

hak sebagai pemilik barang itu, mestinya harus tetap kuat untuk mempertahankan harga standar dari sentral brem yang telah disepakati. Namun, tidak berjalan mulus saat pihak toko membandingkan harga pasaran brem. Inilah titik kelemahan pengusaha brem, tidak kuat untuk beragumen di tingkat pasar. “Targetnya barang habis terjual. Sistem semacam itu, tidak akan kuat lama. Dengan permutaran waktu, terjadilan penyusutan pengusaha brem di Desa Kaliabu,” ungkap Yahya. TERGANTUNG RAGI TAPE Pengelolaan modal yang tidak dimanfaatkan dengan baik atau

Wali Kota Surabaya Raih Doktor HC

Walikota Surabaya Tri Rismaharini (tengah), saat foto bersama Rektor ITS Prof. Ir. Triyogi Yuwono (kiri) Rabu (4/3).

Berkat kontribusinya dalam managemen pembangunan kota, Wali Kota Surabaya dianugerahi gelar kehormatan doktor honoris causa (HC) dalam bidang manajemen pembangunan kota dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Rabu (4/3). Gelar kehormatan diserahkan Rektor ITS, Prof Ir Triyogi Yuwono. Gelar doktor HC ini merupakan gelar kehormatan honoris causa kedua dalam sejarah 55 tahun ITS tersebut. Gelar yang sama sebelumnya pernah diberikan ITS kepada Hermawan Kartajaya. “Tri Rismaha-

rini mampu mewujudkan manajemen kota dengan membangun Surabaya berbasis partisipasi warga,” kata Ketua Komisi ITS, Prof Ir Joni Hermana, dalam pembacaan surat keputusan sidang terbuka di Graha ITS. Ketua Dewan Senat ITS Prof Priyo Suprobo menambahkan, Risma memenuhi syarat prinsip green city dengan menyentuh aspek ekologi, sosial budaya, dan ekonomi. “Yang ini ternyata tidak termasuk kategori high cost, tetapi juga sustainable,” ungkapnya. Dalam pidatonya yang berjudul “Kota Hijau dalam Dimensi Inovasi dan Manusia”

Risma mengatakan keberhasilan dalam capaian ruang terbuka hijau (RTH) di Surabaya bukan hasil kerja semalam atau suatu kebetulan. Namun, merupakan jawaban dari tantangan perjalanan panjang dan upaya Wali Kota Surabaya sejak 1965. “Meski tidak semua Wali Kota memiliki prioritas sama terhadap pengembangan kota, landasan perencanaan dasar yang kuat dan implementasi dengan baik yang menjadi dasar keberhasilan. Adanya partisipasi dari semua pihak menjadi kunci dari keberhasilan,”papar Wali Kota perempuan pertama di Surabaya itu yang memiliki nama kecil Ririn itu. Risma mencoba mengombinasikan kenyataan di lapangan dengan teori. Ternyata teori di kuliah itu bisa dipakai. Itu sebenarnya bisa diaplikasikan, asalkan bisa mengolaborasikan kenyataan di lapangan dengan teori. Dalam acara penganugerahan, nampak hadir mantan Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, mantan Menteri Pendidikan Mohammad Nuh, perwakilan Forpimda, TNI, Polri, serta konsulat jenderal negara sahabat seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Jepang. -Antonius Andhika

dipergunakan sebagaimana mes- mungkin dijual dengan harga yang tinya, maka akan memberatkan sama dengan brem kualitas baik,” diri. Karena, mereka juga harus paparnya. membayar angsuran tiap bulanMemang, kata Yahya P, brem nya. Untuk menghindari terjadinya merupakan makanan camilan khas penyusutan pengusaha brem di Madiun. Brem yang diproduksi Desa Kaliabu, maka sebaiknya pun, berbagai macam rasa dan para pengusaha membuat kes- ukuran. Brem diproduksi dari epakatan bersama untuk harga tangan-tangan yang terampil dan standartnya. berpengalaman, tentunya juga “Jadi, setelah disepakati ber- mempuni kualitas rasa. Kualitas sama, maka jangan mudah diadu bahan utama, juga harus benaratau dibandingkan oleh pihak- benar kualitas ketan yang baik. “Ini pihak penjual semacam toko tidak lepas dari ragi tape, karena oleh-oleh, kue atau makanan sebagai bahan pembantu proses ringan yang tersebar di sejumlah fermentasi tape ketan,” katanya. daerah. Ini, demi kelancaran usaha -Ajun Ally juga. Pengusaha harus tetap optimis, brem yang dihasilkan oleh pengusaha di desa ini akan bertahan,” tegas Yahya, serius. Ia menjelaskan jika rasanya tetap dipertahankan, maka itu juga bagian dari menjaga khas keaslian brem yang pernah dibuat oleh nenek moyang mereka dulu. Untuk itu, para pengusaha brem tetap menjaga kualitas keaslian brem Madiun. “Tentunya, harga akan mengikuti dengan sendrinya. Jika rasa brem itu tidak Yahya P saat menunjukkan sejumlah tester brem enak, juga tidak berbagai rasa


24

P

Edisi 839/ 9 - 15 Maret 2015

erkembangan teknologi peralatan kecantikan kini makin canggih. Seiring perkembangan zaman, tuntutan untuk bisa tampil lebih cantik dan menarik, sangat memungkinkan dilakukan. Salah satu perawatan yang kini banyak dicari adalah pengencangan vagina. “Beberapa penyebab kendurnya dinding vagina ini dikarenakan faktor bertambahnya usia, proses kelahiran bayi secara normal, dan menopause,” ungkap dr. AAA Laksmi Dewi B, Sp.KK., dokter konsultan Define Aesthetic Surgery & Beauty Clinic ini. Masalah vagina yang biasanya timbul karena faktor pertambahan usia, di antaranya vagina kendur atau vaginal relaxation syndrome (VRS) yakni berkurangnya kekencangan struktur jaringan penyokong vagina, yang menyebabkan vagina membesar dan longgar sehingga gesekan saat berhubngan seks nerkurang; stress urinary incontinence (SUI), yaitu suatu keadaan yang membuat seseorang tidak dapat menahan buang air kecil secara sadar yaitu pada saat batuk, bersin, perubahan posisi yang tiba-tiba atau saat berolahraga; tampilan bibir vagina (labia) yang melebar. Permasalahan tersebut bisa ditangani dengan laser untuk mengencangkan vagina. V spot menggunakan laser erbium YAG

Pengencangan Vagina dengan Laser

yang menghasilkan panas pada dinding vagina. Teknologi fraksional dapat memanaskan jaringan mukosa, submukosa dan bibir vagina (labia), sehingga terjadi pembentukan kolagen baru. Hasilnya, vagina menjadi lebih kencang, elastis, dan tampilan labia yang menutup dan cerah. Apakah ada rasa sakit selama tindakan laser? Dokter. Amy, demikian sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa setiap tembakan laser terasa seperti getaran hangat. “Laser vagina tightening ini sangat berbeda dengan pembedahan. Tindakan dengan pembedahan memberikan rasa nyeri serta waktu pemulihan yang jauh lebih lama. Tapi laser vagina, tidak. Tindakan dalam laser ini cukup nyaman dan tanpa rasa sakit. Pengolesan krim anastesi (pembaal) hanya diperlukan dalam pengerjaan labia. ‎​B ahkan, pasien dapat segera beraktifitas kembali sesudah tindakan laser,” jelasnya. Hanya ada beberapa syarat yang disarankan sebelum dan sesudah laser. Sebelum tindakan laser vagina sebaiknya melakukan pap smear, pastikan tidak ada keputihan, pemeriksaan urin dan uji infeksi menular seksual adalah normal, kemudian perawatan minimal dilakukan seminggu sebelum atau seminggu setelah menstruasi. Dan, setelah tindakan tidak disarankan melakukan hubungan seksual selama 1 minggu. “Jika dilakukan peremajaan labia (bibir vagina), yang perlu dilakukan pasien adalah mengoleskan krim antiseptik dan membiarkannya selama 24 jam. Jangan terkena air, setelah buang air kecil cukup seka dengan tisu dan oles kembali antiseptic. Gunakan pembalut segera setelah tindakan, hindari berenang, aktivitas berat, mandi berendam dan sauna selama seminggu, jangan menggaruk titik-titik hitam yang muncul pada

labia, dan hindari paparan sinar matahari langsung,” paparnya. Apakah ada efek samping dari tindakan laser? Dokter Amy menegaskan, V Spot (laser vagina) sangat aman dan tidak ada metode pembedahan yang menyebabkan perlukaan pada kulit. Sehingga risiko pendarahan, jaringan parut dan infeksi, akan sangat berkurang. Selain itu, sinar laser tidak menghantarkan radiasi yang berbahaya bagi kesehatan. Laser ini telah mendapatkan persetujuan dari Departemen Kesehatan RI dan lembaga FDA Amerika. Selanjutnya, tindakan laser ini bisa dilakukan sekali atau dua kali, tergantung dari tingkat beratnya VRS dan dilakukan dengan interval 30 hari. Namun hal ini tergantung dari diagnose dokter tentang kondisi pasien. Dari penelitian terbaru tentang keamanan dan efektivitas laser pengencangan vagina, dilaporkan 95% wanita dan 85% pasangannya merasakan perubahan pengencangan vagina dari level sedang sampai kuat, dan 95% pasien melaporkan peningkatan kepuasan setelah tindakan. “Jadi, temukan kembali momen intim berharga Anda dengan pasangan Anda,” ujar dr. Amy. LASER VAGINA DI DEFINE Laser Pengencangan Vagina (V Spot) ini, kini telah hadir satu-satunya di Bali, di Define Aesthetic Surgery & Beauty Clinic. Perawatan lain yang tersedia di Define adalah Bedah plastik (bleparoplasty/memperidah kelopak mata, mengencangkan wajah/fFace lift, memperindah bentuk hidung/rhinoplasty, memperindah tulang pipi maupun dagu, fat transfer untuk wajah/bibir,

liposuction/sedot lemak, breast enlargement/memperbesar payudara, breast lifting/ mengencangkan payudara, breast reduction, tummy tuck/mengencangkan perut,

hymenoplasty/perbaikan selaput dara, dan vaginoplasty/ tindakan bedah plastik yang dilakukan untuk memperbaiki selaput dara yang sudah rusak, gluteal implant/implant bokong, stemcell fat transfer). Ada juga Perawatan Kecantikan, seperti perawatan jerawat dengan laser, aquamid (Dermal Filler), botox injections, dermaroller, fruit acid peel, totok wajah, scar acne removal with Venus Viva, tatto removal, AFT (Advance Fluorescent Technology) untuk peremajaan kulit, AFT

(Advance Fluorescent Technology) untuk menghilangkan rambut, mikrodermabrasi, Oxygeneo Plus, Pengobatan kerontokan rambut dengan Platelet Rich Plasma (PRP), Terapi peremajaan Platelet Rich Plasma (PRP), Radio-Frequency (pengencangan kulit & pembentukan tubuh), Terapi pencerahan/pemutihan kulit, Produk-produk perawatan kulit, Terapi varises, Terapi stretch mark, Surgitron radiolase, TCA (Trichloracetic acid) Peel, Juvederm (Dermal filler), Silhouette Lift, dan Q-Switched Nd: YAG laser untuk rejuvenation dan kelainan kulit pigmentasi seperti bekas luka, tanda lahir, flek dan menghilangkan tato. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan menghubungi Define Aesthetic Surgery & Beauty Clinic, di Jalan Raya Puputan No. 188 Renon, Denpasar. Telepon 0361-247742, HP 0878 8327 9648. –ten


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tokoh Edisi 839 | Tokoh by e-Paper KMB - Issuu