Skip to main content

Tokoh Edisi 827 | Tokoh

Page 1

15 - 21 Desember 2014

24

Gunung Agung Menyapa Peserta “Family Touring End of The Year 2014”

S

ebanyak 50 unit mobil Toyota meramaikan acara “Family Touring End of The Year 2014”, kerja sama Tabloid Tokoh dan Bali TV, Minggu (7/12). Dengan mengambil start di Gedung Pers. K. Nadha tepat pukul 08.15, peserta touring dilepas Kepala Badan KB Kabupaten Badung Putu Rianing­sih, S.E., M.Si dan Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Badung IA Yutri Indahgustari, S.E., M.M. didampingi Penanggung Jawab Tabloid Tokoh Gde Palgunadi dan Ketua Panitia Ngurah Budi. Dengan jarak 57 km, peserta melewati rute, mulai dari Gedung Pers K.Nadha, menuju Jalan Kebo Iwa, Jalan Gatot Subroto Barat, Jalan Cokroami-

Pengibasan bendera start oleh Kepala Badan KB Kabupaten Badung Putu Rianingsih, S.E., M.Si didampingi Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Badung IA Yutri Indahgustari, S.E., M.M. , Pe­nanggung Jawab Tokoh Gde Palgunadi dan Ketua Panitia Ngurah Budi

Para peserta Family Touring End of the Year 2014 foto bersama di Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Minggu (7/12).

kan dengan menanam pohon mahoni di areal Pura Puseh Desa Pelaga. Kesempatan ini tidak disia-siakan peserta untuk mengitari kawasan alam perkebunan tersebut, sekaligus memanfaatkan untuk berfoto selfie. Peserta touring juga melakukan bakti sosial dengan mengumpulkan alat-alat tulis yang secara simbolis diserahkan kepada siswa-siswi SD 1 Pelaga. Saat makan siang, peserta dihibur oleh penyanyi Bali Irene, dan tarian Oleg. Acara ditutup dengan penyerahan pemenang lomba foto selfie, pemilihan kostum terkompak, dan doorprize. –Wirati Astiti Suasana Bagus Agro Pelaga Kepala Cabang Auto2000 Tabanan Triyana Anom (baju putih) bersama Manajer Iklan Bali Post Ketut Suryantha dan Redaktur Pelaksana Bali Post Alit Purnata

noto, Jalan Raya Sempidi, Jalan Raya Lukluk, Jalan Raya Darmasaba, Jalan Raya Sibang, Jalan Raya Mambal, Jalan Raya Abiansemal, Jalan Raya Sangeh, Jalan Raya Petang, Jalan Angantiga, Jalan Raya Pelaga, Jalan Raya Puncak Mangu, dan berakhir di Bagus Agro Pelaga. Tepat pukul 10.00, peserta t­ ouring tiba di kawasan Wisata Alam Bagus Agro Pelaga. Walaupun sempat diwarnai hujan rintik-rintik, namun, tak menyurutkan semangat peserta yang sebagian besar diikuti oleh para keluarga ini. Setelah turun dari kendaraan, peserta menuju panggung utama yang sangat eksotik. Tampak hamparan Gunung Agung dan Gunung Batur jelas terlihat, seolah-olah menyapa dan mengucapkan selamat datang di daerah perkebunan yang kini menjadi andalan wisata Badung Utara ini. Pemilik Bagus Agro, Bagus Sudibya dan Ny. Djaya Wardani berkesempat­an hadir menyambut peserta touring. Acara dibuka de­ngan tari penyambutan, Tari Pendet yang dibawakan seka tabuh dan penari Sanggar Yayasan Yasa Putra Sedana Pengaji Payangan Gianyar, pimpinan Dewa Putra Diasa. Dalam sambutannya, Bagus Sudibya berkisah perjalanan panjang mewujudkan Bagus Agro. “Tidak mudah

membuat tempat ini dikenal dan ramai dikunjungi. Pariwisata Bali adalah pariwisata yang berbasiskan budaya. Namun, membangun pariwisata budaya bernapaskan pertanian untuk membangun desa tidak mudah. Sulit mencari untung. Saya ingin berbuat, kalau bukan kita, siapa lagi. Sejak 10 tahun lalu, saya berusaha mewujudkan ini. Sampai saat ini, baru ini yang bisa saya lakukan,” ujarnya. Setelah sambutan, peserta me­lanjut­

Penyerahan alat-alat tulis yang secara simbolis diserahkan kepada siswa-siswi SD 1 Pelaga oleh panitia dan perwakilan dari Bali Yaris Community

Tari penyambutan yang dibawakan seka tabuh dan penari Sanggar Yayasan Yasa Putra Sedana Pengaji Payangan Gianyar.

Penampilan Irene menghibur peserta touring

Peserta touring melintasi Jalan Raya Sempidi

Mobil pustaka Bali Post turut memeriahkan family touring

Pembagian goodie bag dari Yuasa kepada peserta


2

Ekspresso DAri daPUr Redaksi

15 - 21 desember 2014

GORO-GORO

Satu Momen Banyak Cerita

Akhirnya event “Family Touring End of the Year 2014” berhasil kami selenggarakan. Berkat dukungan semua pihak, event akhir tahun ini berjalan lancar. Tak ada gading yang tak retak. Kami menyadari event yang pertama kali kami garap ini menghasilkan banyak catatan dan banyak cerita. Ini menjadi bahan evaluasi kami untuk menggarap event yang lebih baik di tahun berikutnya. Antusiasme peserta mengikuti touring ini terlihat ketika peserta berdatangan ke Gedung Pers Bali K. Nadha, Minggu (7/12). Satu per satu mobil yang sudah ditempeli stiker “Family Touring End of the Year 2014” memasuki halaman parkir dan menempati posisinya. Rangkaian acara yang kami susun sudah dimuat dalam buku panduan. Ini memudahkan peserta untuk mengetahui apa saja kegiatan yang akan dilakukan. Perjalanan dari Gedung Pers Bali K. Nadha menuju Bagus Agro Pelaga kami tempuh dalam waktu 1 jam 45 menit. Kami berangkat pukul 08.15 dan tiba di finish pukul 10.00. Selama perjalanan semua lancar. Cuaca mendung, lalu gerimis berubah menjadi cerah ketika acara penanaman pohon mahoni dimulai. Bagus Sudibya, owner Bagus Agro Pelaga termasuk orang yang sangat antusias dengan event ini. Ia salut dengan perpaduan acara yang mengusung harmonisasi Tri Hita Karana (parhyangan, palemahan,

Putu Wijaya

Panitia “Family Touring End of the Year 2014” foto bersama Bagus Sudibya dan Ny. Djaya Wardani di Bagus Agro Pelaga dan pawongan) ini. Sebelum acara, panitia bersembahyang ke Pura Pucak Mangu, lalu Pura Puseh Pelaga dan Beji serta Pura di areal Bagus Agro untuk mohon keselamatan. Ini merupakan wujud bakti kepada Ida Sanghyang Widhi. Selanjutnya dilakukan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Ini merupakan bentuk harmonisasi dengan alam. Manusia tidak hanya peduli diri sendiri tetapi harus peduli dengan alam lingkungan. Harmonisasi juga dilakukan dengan peduli sesama. Panitia dan peserta memberikan sumbangan alat sekolah untuk siswa SD 1 Pelaga. Setelah dirangkai menjadi satu momen, banyaklah cerita yang

Doaku Dijawab Tuhan Awal November 2005, semua rangkaian acara prosesi meminang sudah berjalan sesuai rencana. Saya merasa lega. Yang saya pinang pun, segera akan jadi mantan teman dan naik peringkat jadi yang lebih istimewa. Selanjutnya saya akan balik kembali ke Denpasar. Saya mengejar penerbangan Garuda Indonesia dari Makassar ke Denpasar pukul 07.00. Usai sholat Subuh di Masjid yang dibangun keluarga Kalla, saya berangkat menuju bandara. Saya rogoh saku celana, hanya ada uang Rp. 50.000. Waktu itu bayar airport tax antara Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu. Mau naik taksi bayarnya Rp 75 ribu. Mau naik pete-pete (angkot) bayarnya Rp 50 ribu. Saya makin bingung. Waktu sudah menunjukkan pukul 06.10. Saya harus segera sampai biar gak ketinggalan pesawat. Saya hampir menangis. Tetapi ini bukan pertama kali saya temukan kondisi seperti ini. Pasti ada jalan, ada hikmah di baliknya. Saya harus kuatkan diri. “ Ya Allah, mudahkan urusan saya. Lapangkan jalan saya” Bismillah saya harus ke bandara pakai pete-pete apapun risikonya. Untuk bayar pajak bandara, urusan nanti. Yang penting sampai sana dulu. Saya duduk didekat pintu mobil. Di depan saya ada seorang lelaki paruh baya yang duduk di samping sopir. Saat dia menyapa saya, sama sekali dia tidak menoleh ke belakang. Kami sempat ngobrol karena dia menanyakan tujuan saya. Dia pun menawarkan untuk mengajak berangkat ke bandara bersama-sama karena dia

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

dan keluarganya akan ke Nabire, Papua. Kami turun di persimpangan jalan tol dan hanya keluar uang Rp 3.000. Selanjutnya kami naik mobil Innova menuju bandara. Lelaki itu lagi-lagi tanpa menoleh memberi instruksi ke saya. Dia langsung naik dan duduk di depan samping sopir, saya masuk lalu duduk paling belakang. Di kursi tengah ada seorang ibu, sepertinya orangtua dari lelaki itu duduk disampingnya anak seusia SMP. Rasanya suasana di dalam mobil begitu dingin. Sedikitpun tiada yang berisik sampai di bandara. Mobil berhenti sekitar 20 meter sebelum pintu keberangkatan domestic. Saya turun dan langsung ngeloyor pergi. Terus terang yang terbayang hanya, saya terlambat dan mungkin saya ketinggalan pesawat. Waktu sudah pukul 06.35. Penerbangan ke Denpasar sesuai tiket pukul 07.00. “Duhai Garuda, jangan tinggalkan daku. Ku ingin kau mendekap letihku di salah satu lipatan ketiak sayapmu,” gumam saya dalam hati. Saya di urutan ke lima di belakang orang yang mau masuk check in. Satu per satu para calon penumpang menyodorkan tiketnya kepada petugas di pintu. Saat itulah

bisa didapatkan. Terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga acara ini berjalan lancar dan mohon maaf bila ada yang kurang berkenan. Semoga ini bisa menginspirasi yang lainnya untuk melakukan hal yang lebih baik. Melalui momen ini seluruh keluarga besar Tokoh juga mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan, semoga kemenangan Dharma melawan Adharma menjadi inspirasi bagi kita untuk menyongsong hari esok yang lebih baik. RALAT Terjadi kekeliruan dalam penulisan angka di berita “Iwapi Bali Sukses....” Tokoh edisi 826 halaman 4, paragraf 6. Tertulis “100 orang” seharusnya “1.000 orang”. Redaksi mohon maaf atas kekeliruan ini. Terima kasih.

terdengar pengumuman, “Perhatianperhatian. Para penumpang pesawat Garuda Indonesia tujuan Denpasar dengan nomor penerbangan GA….. (saya lupa) ditunda satu jam ke depan karena kesalahan teknis. Demikian untuk maklum. Terimakasih”. Allahu Akbar ya Tuhan. Terima kasih Kau telah menjawab doaku. Karena masih ada waktu, saya bergegas kembali ke tempat saya turun dari mobil tadi. Maksud saya mau menyampaikan terima kasih kepada bapak yang telah menolong saya. Ternyata sudah tidak ada. Saya ingat persis warna cat mobil itu, seluas mata saya memandang, tidak tampak jua. Saya juga sangat ingat wajah ibu sama anak-anak yang di sampingnya di dalam mobil. Seteliti itu mata saya menyapa setiap wajah para calon penumpang, tetap juga tidak ada. Saya sedih karena tidak sempat kenalan dengan seisi mobil tadi. Pun memang saya gembira karena tidak jadi ketinggalan pesawat. Menurut saya, orang-orang tadi hanya kelebat bayangan dari eksistensi yang lain. Mereka hanya secuil cara Tuhan membantu hamba-Nya sesuai dengan kemanusiaan sang hamba. Mereka para penolong bukan diperbantukan untuk dikenal dan menadah ucapan terima kasih. Berbeda dengan kebanyakan kita, yang selalu berharap adanya pamrih. Syamsudin M.

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

15 - 21 desember 2014

sedih

Padi-pagi, Bu Amat menangis. Amat bingung, lalu mencoba melipur dengan menggodanya. “Ada dua hal yang menyebabkan orang tua seperti kita, pagi-pagi menangis,” kata Amat. “Pertama karena sedih dan kedua karena terharu. Ini yang mana, Bu?” “Yang pertama!” Amat mengangguk, tanda paham. Tapi kemudian melanjutkan. “Sedih juga ada dua. Sedih karena kecewa, atau sedih karena kalah?” “Yang pertama!” “Kecewa karena kenyataan kurang dari harapan, atau kecewa karena harapan menyimpang dari kenyataan?” “Yang pertama!” “Harapannya apa? “Menanam kebaikan mestinya berbuah kebaikan.” “Kenyataannya?” “Menanam kebaikan buahnya tidak ada.” “Tegasnya bagaimana?” “Walau pun sama-sama dalam kekurangan, kalau ada teman, tetangga, apalagi keluarga yang sakit dan perlu obat, atau untuk membayar uang sekolah anaknya, kita tidak pernah tidak membantu. Walau pun tidak seberapa. Kita mau menghibur mereka, bahwa mereka tidak sedirian, masih ada kita yang mau berbagi. Tapi giliran kita yang susah, jangankan membantu, menyapa pun tidak ada. Semua menjauh seperti takut kita rongrong.” “Jadi karena itu, sedih?” “Ya. Kok manusia begitu amat sekarang. Tidak usah menghindar begitu, kita juga tidak menuntut mereka untuk balas budi. Kita dulu menolong bukan seperti orang menanam kelapa, menanam untuk nanti mengharap pohon itu berbuah. Kita menolong hanya karena mau membantu meringankan bebannya. Tidak untuk cari pahala! Ya kan?” “Ya! Betul! Kita menolong bukan untuk cari pahala. Kita menolong tidak seperti orang menanam pohon kelapa, demi mengharapkan buahnya! Begitu?” “Betul sekali!” “Kalau memang betul begitu, kenapa waktu kelapanya tidak berbuah, sedih!” Bu Amat tertegun. Lalu berhenti menangis. “Sedih, karena ternyata kita sama saja dengan orangng lain, menanam kelapa dengan harapan akan bisa memetik buahnya. Begitu, Bu?” Bu Amat merengut, lalu membentak. “Ah! Bapak ini selalu begitu! Tidak punya perasaan! Tidak pernah mengerti hati perempuan!” Sambil menyeret cemberutnya, Bu Amat pergi ke dapur. Amat ketawa di dalam hati. Tapi tidak lama. Sekitar sepuluh menit Amat menunggu, tapi istrinya belum juga muncul membawa kopinya. Ketika diam-diam ia mengintip ke dapur, ternyata istrinya melanjutkan tangisnya di dapur. Sampai sore sedih Bu Amat berkelanjutan. Amat tidak dapat kopi. Lauk makannya juga hanya ikan asin sisa kemarin. “Bapak tidak mengerti kelakuan ibumu sekarang, Ami,” curhat Amat di rumah Ami, “tambah tua, tsmbah cerewet. Masak bapak dituduh tidak mengerti perasaan perempuan? Ah?! Katanya, orang hanya suka menuntut ditolong tapi giliran harus menolong, lari. Itu kan sudah biasa. Sifat manusia kota kan memang begitu sekarang! Individualistis, mau enak sendiri, gotong royang sudah ditinggalkan. Kenapa sedih karena ternyata kita sama saja dengan mereka, menolong karena ada pamrih? Masak begitu saja ibumu sedih, Ami?!” Ami tidak memberi tanggapan. Malah acuh tak acuh. Amat yang datang untuk cari dukungan jadi kecewa, lalu cepat-cepat pulang. “Bagaimana sih anakmu si Ami itu, Bu?!” kata Amat mengadu kepada istrinya, setelah sampai di rumah, “Masak sudah jauh-jauh datang, sudah tak bawakan bakmi kesukaannya, … kok acuh tak acuh. Bakmi sama sekali tak disentuh, ya akhirnya tak makan sendiri!” “Sampai habis?” “Iya, yalah tak habisin sekalian daripada dikasi makan kucing!” Bu Amat menarik nafas panjang. “Ya, memang begitu kelakuannya sekarang. Baru ditegur sekali, supaya jangan terlalu banyak arisan, lebih tekun menjaga anak, langsung marah, masak sudah 3 bulan tidak pernah pulang. Marah. Apa orangtua tidak boleh menasehati anaknya?” Tiba-tiba Bu Amat menangis lagi. Amat tertegun. Kini! sebagai suami, dia harus waspada. Sedih mengalir mencari lubang, ke mana saja, tak peduli lubang apa pun, untuk pelepasan. Kalau tidak, orang bisa bikin gila. Esok paginya, sebelum Bu Amat sempat menangis lagi, Amat menjemput Ami.

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Penyandang Disabilitas Kota Denpasar

23

Kesempatan Luas Berkreativitas Tidak ada yang tidak bisa dikerjakan di kehidupan ini. Keterbatasan fisik pun bukan halangan. ­Setiap orang mampu mengerjakan sesuatu. Namun, untuk itu diperlukan kesempatan, ruang dan waktu. Seperti juga para penyandang disabilitas di Kota Denpasar, ketika diberikan waktu, ruang dan kesempatan, ternyata mereka mampu melakukan kreativitas sebagaimana orang normal.

H

al ini kembali tergambar pada per­ingatan Hari Internasional Penyandang Cacat (Hipenca) tahun ini. Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Dinas Komunikasi dan Informatika, dan juga Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar, kali ini memberikan kesempatan penyandang disabilitas mengisi panggung pentas dengan beragam kreativitas dengan melibatkan seluruh penyandang disabilitas di Kota Denpasar. Menurut Ketua K3S Kota Denpasar, Ny. IA Selly D. Mantra didam­ pingi Wakil Ketua Ny. Antari Jaya Negara, kegiatan yang juga sebagai hari kreativitas penyandang disabilitas itu rutin dilaksanakan tiap Bulan Desember. Pagelaran itu juga sebagai

momentum menampilkan potensi seni mulai dari menari dan memajang karya lukisan yang ditampilkan oleh penyandang disabilitas tunarungu dan autis. Serta menyanyi, paduan suara, puisi dan bermain alat musik oleh penyandang disabilitas tuna­ netra. Gemuruh suara tepuk tangan pun menggema di Gedung Graha Sewaka Dharma, Lumintang. Yang tak kalah menarik pada acara Hipenca tersebut, Wali Kota Denpasar, Rai D.Mantra yang tak hanya sebatas mengapresiasi lukisan penyandang disabilitas tuna­rungu, langsung membeli untuk dijadikan koleksinya. GANDENG PENYANDANG DISABILITAS DI SEMUA EVENT Selama ini, kegiatan K3S Kota Denpasar bersama Pemkot Den-

Talk show di acara Hipenca 2014

Ketua K3S saat menghadiri acara Hipenca 2014

pasar dalam peringatan Hipenca, selalu memberikan ruang berkreativitas yang seluas-luasnya untuk menampilkan karya-karya terbaik mereka. Perhatian Pemerintah Kota Denpasar terhadap para penyandang cacat khususnya di Kota Denpasar tidak perlu diragukan. Pemkot telah melakukan penanganan yang komprehensif, terintegrasi, serta berkesinambungan.Terlebih de­ ngan melihat aksi mereka kala itu, tentu terlintas bahwa sebelumnya seluruh penyandang disabilitas Kota Denpasar sudah memperoleh bimbingan, pelatihan dan motivasi hingga mereka mampu mengusung karya terbaiknya untuk disajikan bagi masyarakat luas.

Pada kesempatan yang melibatkan ratusan penyandang di­ sabilitas Kota Denpasar tersebut, selain penampilan kreativitas juga dilangsungkan talk show yang menghadirkan narasumber Yulius dari perwakilan tunanetra, dan perwakilan orangtua tunanetra, Dayu Pradnyani. Tampil juga saat itu Yuliana, Putri Tunarungu Bali 2014. Sedangkan, tunadaksa diwakili Ayu Diah dan ibunya. Mereka membahas tentang kehidupan sehari-hari sebagai tunanetra, tunarungu dan tunadaksa, termasuk peran keluarga terhadap mereka. Rupanya secara menyeluruh kemampuan para penyandang di­ sabilitas itu tak kalah dengan orang normal, sehingga pagelaran tahunan Pemkot Denpasar tersebut dapat dilaksanakan secara berkesinambungan. Berbagai program dan peluang untuk pengembangan diri dan memberd aya k a n b e r b a ga i ke m a m p u a n atau keterampilan mereka sudah dijalankan. Bahkan untuk pengembang­ Pelatihan merangkai bunga untuk tuna rungu an ekonomi, sudah

banyak pula di antara para penyandang disabilitas ini memiliki kelompok usaha bersama (KUBE) dan mendapatkan bantuan usaha ekonomi produktif (UEP). Selain itu masih ada bentuk ke­terampilan lainnya terkait kegiatan budaya yang nantinya diharapkan dapat memperkuat adat dan budaya Bali dalam globalisasi saat ini. Pemkot Denpasar setiap tahunnya menggelar lomba Utsawa Dharma Gita (UDG) Penyandang Disabilitas. UDG ini melibatkan ratusan penyandang disabilitas di Kota Denpasar maupun peserta penyandang disabilitas di seluruh kabupaten di Bali. Dikatakan oleh Selly D. Mantra melalui kreativitas nantinya mereka mampu meningkatkan percaya diri dan bisa mandiri soal pendapatan keluarga. Apalagi sepanjang tahun K3S menggandeng pihak terkait tidak pernah terputus melakukan pelatihan kepada penyandang disabilitas, mulai dari pelatihan memijat hingga pelatihan merangkai bunga. “Bagaimana kita selaku masyarakat normal mampu memberikan mereka ruang kreativitas yang bisa menjadi motivasi bagi pemberdayaan penyandang disabi­ litas ini,” ujar Istri Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra ini. - ard

Rai Mantra dan Jaya Negara Ucapkan Selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan Beberapa hari lagi umat Hindu akan merayakan Hari Galungan dan Kuningan yang merupakan hari kemenangan Dharma melawan Adharma. Untuk itu secara khusus Wali Kota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota IGN. Jaya Negara, mengucapkan “Selamat Hari Raya Galungan, Rabu 17 Desember dan Kuningan, Sabtu 27 Desember 2014” kepada umat sedharma. “Melalui perayaan hari suci bagi umat Hindu ini, kami mengajak masyarakat Kota Denpasar untuk selalu meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Menumbuh­kan rasa persaudaraan di kalang­an umat beragama, sehingga dapat menimbulkan ”Shanti” atau kedamaian di kalangan masyarakat. Selanjutnya Ibu Kota Provinsi Bali ini, tetap terjaga ke­a manannya, nyaman dan

kondusif,” ujar Rai Mantra. Pada momentum yang baik ini pula Wali Kota Rai D. Mantra juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Denpasar yang telah ikut berpartisipasi menyukseskan program-program pembangun­ an yang diluncurkan Pemerintah Kota Denpasar. ”Kesadaran dan partisipasi masyarakat Kota Denpasar sudah semakin baik sehingga semua program pembangunan dapat berjalan dengan baik dan didukung pula oleh masyarakat. Selaku Wali Kota saya sangat mengapresiasi partisipasi yang diberikan masyarakat. Ke­depan, dukungan dan partisipasi masyarakat sangat kami harapkan, guna mewujudkan Denpasar Kotaku Rumahku yang sejahtera, aman dan damai,” kata Rai Mantra. Sementara itu Jaya Negara juga mengingatkan krama Denpasar dalam menjalankan dan

Wali Kota dan Wakil Walikota

merayakan kemenangan dharma melawan adharma, agar berjalan dengan aman, khidmat dan penuh tenggang rasa. Tingginya kesadaran tenggang rasa yang selama ini ditunjukkan masyarakat sangat membantu

pemerintah dalam melaksanakan berbagai program yang digulirkan Pemkot Denpasar. Hari suci Galungan yang kita rayakan setiap Rabu Kliwon Wuku Dungulan ini, sesungguhnya adalah sebagai rasa ce-

tusan kebebasan dari belenggu Sadripu dan merupakan hari untuk memperingati kebenaran (dharma) terhadap ketidakbenaran (adharma). Sehingga, Galungan dapat merupakan suatu momentum untuk berbuat lebih baik dalam perjuang­ an hidup, yakni perjuangan manusia di dalam mempertahankan hidupnya dan untuk mewujudkan cita-citanya de­ ngan menegakkan kebenaran, baik ke dalam dirinya maupun keluar terhadap alam lingku­ ngannya. Selain itu, Jaya Negara mengajak masyarakat Denpasar dalam kesucian makna hari suci Galungan dan Kuningan ini selalu berpikir, berkata dan berbuat yang baik. Akhir kata Rai Mantra dan Jaya Negara ber sama-sama mengucapkan Selamat Galungan dan Kuningan kepada seluruh masyarakat Kota Denpasar dan umat Hidu dimana pun berada. - ard/dw


Metropolitan

22

Wisata Malam di Kota Tua Jakarta Mengunjungi museum pada pagi hingga sore hari adalah hal biasa. Bagaimana jika malam hari? Bagaimana jika ada tur ke museum atau ke gedunggedung tua yang usianya ratusan tahun pada malam hari, apakah Anda ingin ikut?

P

rogram tur menyusuri gedung-gedung tua di Kota Tua Jakarta, belakangan digelar sejumlah komunitas di Jakarta. Meski digelar malam hari namun wisata malam hari di Kota Tua ini bukanlah wisata berburu hantu atau wisata mistis. Ini murni tur budaya dan sejarah, tidak ada kaitannya dengan hantu-hantuan. Karena dilaksanakan pada malam hari, suasana seram menghinggapi diri para peserta. Maklum, gedung-gedung tua yang dikunjungi usianya sudah ratus­

an tahun. Beberapa di antaranya malah memiliki riwayat menyeramkan. Sebut saja salah satu ruangan di Museum Mandiri yang konon pernah menjadi penjara setelah Belanda dikalahkan Jepang. Atau, alun-alun di depan Museum Fatahillah atau Museum Jakarta yang dulu sempat dijadikan arena pem­ bantaian orang-orang Tionghoa yang tinggal di Batavia. Kabarnya, selama sepekan sekitar 10 ribu orang Tionghoa tewas di sini. Begitu juga gedung-gedung tua lainnya yang juga me­nyimpan

misteri. Kalau kita berkunjung pada pagi atau siang hari, tentunya suasana seram ini tidak terlalu terasa lantaran ramai. Namun, malam hari tentu berbeda. Penerangan yang seadanya, suasana yang sunyi senyap, mempengaruhi pengunjung. Namanya tur, tentu pesertanya banyak dan ini tentu memberi ‘hiburan’ bagi yang merasa sedikit takut. Sejak Pemda DKI Jakarta giat memoles kawasan Kota Tua, merevitalisasi gedung-gedungnya, menggelar berbagai acara seni dan budaya hampir setiap hari demi menarik banyak peng­ unjung, membuat pengunjung kawasan itu meningkat cukup signifikan. Bahkan malam hari, pelataran gedung-gedung tua itu kerap ramai dengan masyarakat yang datang untuk menikmati suasana malam di Kota Tua. Diakui atau tidak, suasana Kota Tua

Tembok 1 Meter Pintu 5 Ton

Wisata malam di halaman Museum Fatahillah

Museum yang satu ini termasuk salah satu yang paling banyak dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun asing. Jika Anda berkesempatan datang ke kawasan Kota Tua, jangan lupa mampirlah ke gedung megah berarsitektur art deco klasik ini. Letak persisnya, tepat di depan Stasiun Kota (Beos). Sebagai bangunan tua, gedung yang berusia ratusan tahun ini boleh dibilang cukup terawat baik. Kesan megahnya tak lekang dimakan waktu. Gedung yang dulunya bernama Nederlandsche HandelMaatschappij (NHM) dibangun pada tahun 1929 dan resmi dibuka pada 14 Januari 1933, merupakan perusahaan dagang milik Belanda yang kemudian berkembang menjadi perusahaan di bidang perbankan. Sesuai jadwal, Museum Mandiri buka setiap Selasa-Minggu pukul 09-16.00. Namun, dengan izin tertentu, dapat pula kelompok orang melakukan tur pada malam hari sebagaimana yang digelar oleh sejumlah komunitas selama ini. Bagi Anda nasabah Bank Mandiri, mahasiswa, pelajar dan anak-anak, dapat berkunjung secara gratis. Cukup memperlihatkan tanda

bukti sebagai nasabah atau sodorkan kartu mahasiwa/pelajar. Di luar itu, pengunjung harus membayar Rp 2000. Sedang jika rombongan, minimal 20 orang hanya membayar Rp 1000 per orang. Begitu Anda masuk, maka akan disambut sepasang patung satpam tempo dulu. Mereka menyandang senjata laras panjang. Di ruang utama terdapat meja-meja panjang yang dulu dipakai oleh para teller. Patung-patung manekin para pegawai bank yang ada di sana membantu imajinasi kita tentang suasana perbankan tempo dulu. Ada banyak koleksi dipamerkan di museum ini yang menggambarkan tentang sejarah per­kembangan dunia perbankan Indonesia. Barangbarang yang dipamerkan antara lain mesin hitung kuno, komputer dan printer yang berusia beberapa dekade, bahkan dipamerkan pula mesin ATM dari berbagai masa. Patung-patung manekin yang seolah ingin menghidupkan suasana bank pada masa itu, akan sangat membantu imajinasi pengunjung. Dari sana juga tergambar betapa pada masa itu orang Tionghoa telah memiliki peranan besar dalam per­ ekonomian. Di bank milik pemerintah Hindia Belanda ini, warga Tion-

ghoa memiliki posisi penting. Hal itu terlihat dari adanya ruang kasir Tionghoa. Di ruangan itu, petugas banknya adalah orang Tionghoa lengkap dengan pakaian khasnya. Yang juga menarik dijelajahi adalah gudang harta orang kaya masa itu. Mereka rupanya sudah juga membiasakan diri menyimpan hartanya di bank. Gudang harta ini terletak di ruang bawah tanah. Yang namanya gudang harta, maka pengamanannya pun khusus. Maklum di sinilah, baik uang, emas batangan, surat-surat berharga disimpan oleh orang-orang kaya pribumi maupun Belanda. Jadi, bukan hanya temboknya saja yang tebal 1 meter tapi pintunya pun terbuat dari besi dengan berat 5 ton. Untuk membukanya, tidak bisa sem­barang waktu. Rupanya pintu itu sudah di-setting sehingga hanya bisa dibuka pada waktu-waktu tertentu saja. –Diana Runtu

Sosialita

15 - 21 DEsember 2014

15 - 21 Desember 2014

3

Tini Gorda & Agek

Bersama Pasti Bisa Lebih Cepat Potret sebagian kawasan Kota Tua Jakarta yang dipenuhi gedung-gedung tua peninggalan Belanda

justru lebih terasa di malam hari. Apa­ lagi, gedung-gedung tua yang sebagian sudah ‘dipoles’ diberi hiasan lampu, sehingga pada malam hari terlihat sungguh megah. Suasana yang mendukung membawa imajinasi pengunjung pada kejayaan Kota Tua di masa lalu. Daya tarik Kota Tua berpadu dengan tingginya animo masyarakat, membuat lahirlah program-program tur Kota Tua, baik yang diselenggarakan oleh travel agent maupun komunitaskomunitas. Namun yang sudah banyak dikenal dan rutin menggelar acara tur adalah Komunitas Historia Indonesia dan Komunitas Jelajah Budaya. Bahkan kedua komunitas ini secara konsisten menggelar tur kawasan Kota Tua sejak lama, jauh sebelum Pemda DKI Jakarta serius membenahi kasawan tersebut. Kawasan Kota Tua bukan hanya museum-museum yang ada di sana, tapi juga meliputi Pelabuhan Sunda Kepala, Pecinan Glodok, Kota Intan, Masjid Luar Batang, Gedung Merah, dll. Untuk paket tur, ada macam-macam, peserta boleh memilihnya. Asalkan dalam satu rombongan minimal jumlahnya antara 10-15 orang, tur dengan tempattempat pilihan bisa dilaksanakan. Yang uniknya, tur itu bukan hanya pagi hingga sore tapi ada yang digelar pada malam hari. Ini memang pilihan

yang unik dan terasa penuh tantangan. Tapi siapa nyana, banyak orang justru tertarik berkunjung gedung-gedung tua usianya telah berabad-abad itu, pada malam hari. Alasan mereka, selain penasaran, ingin merasakan suasana Kota Tua yang sesungguhnya. Maklum kalau siang, kawasan itu termasuk sangat sibuk. Suasana hiruk-pikuk, belum lagi kemacetan lalu lintas yang bisa bikin orang ‘suntuk’. “View Kota Tua di malam hari terasa lebih indah, ya. Belum lagi ada suasana mistisnya, maklum, ini kan gedung-gedung tua yang usianya ratusan tahun. Tapi bukan itu (mistis) yang kita cari,” ungkap seorang peserta. Hal ini diamini oleh peserta jelajah Kota Tua lain. “Penasaran, ingin tahu rasanya menelusuri Kota Tua pada malam hari. Dulu Kota Tua seperti ‘kota mati’ di malam hari. Namun sekarang suasananya lumayan ramai. Malah bagus banget kalau malam hari. Apalagi gedung-gedung tua itu diberi lampu sehingga terkesan megah,” ungkap Neta. Berbagai event yang digelar masyarakat untuk ‘menghidupkan’ Kota Tua, sudah barang tentu disambut gembira oleh Pemda DKI Jakarta yang juga punya tujuan serupa. Pemkot Jakarta Barat misalnya, kerap menyelenggarakan berbagai acara, salah satu yang rutin adalah ‘Festival Jakarta Tempo Doeloe’ yang digelar di kawasan Taman Fatahillah. Menurut Kasi Pergelaran dan Pameran Sudin Kebudayaan Jakbar, Wawan, Jakarta tengah mempromosikan Kota Tua sebagai Cagar Budaya Dunia. “Kawasan Kota Tua sedang diajukan sebagai kawasan Cagar Budaya Warisan Dunia yang diakui UNESCO,” ucapnya. –Diana Runtu

Kedua perempuan Bali ini dikenal aktif berorganisasi. Istimewanya, mereka tidak lupa meningkatkan wawasan melalui pendidikan formal. Keharmonisan Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H,. sebagai Ketua Iwapi Bali dan Ni Wayan Agek Parwati Asih, S.Pd., M.Pd, selaku Sekretaris Umum (Sekum) Iwapi Bali patut diacungi jempol.

Tini Gorda

Tini Gorda dan Agek Parwati bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof. Dr. Yohana Susana Yembise, Dip.Apling, M.A., dan Ketua WHDI Bali Ny. Bintang Puspayoga

K

ualitas diri dan kerja sama keduanya mampu memberikan teladan pada perempuan yang berorganisasi, untuk meningkatkan kualitas diri secara intelektual dan formal. Meski pendidikan formal bukan satu-satunya yang menyebabkan kemajuan, namun karena tercatat sebagai pendidik dan pengusaha yang juga tugasnya mencerdaskan kehidupan bangsa, mereka sudah seharusnya menjadi teladan bagi mahasiswa atau siswa- siswinya. Ada benang merah yang sama antara Ketua Iwapi dengan Sekumnya, yakni keduanya bergerak dan berkecimpung di bidang pendidik­ an di bawah naungan Perdiknas. Tini Gorda di Undiknas dan Agek di SMK. Selanjutnya dengan sem­ boyan “SMK Bisa” menjadikan motivasi untuk menyamakan perubah­ an pola pikir bagi embrio-embrio wirausaha yang tangguh. Menurut Tini Gorda dan Agek, walau mereka menjalankan tugas berorganisasi, namun mampu méngelola waktu hingga menghasilkan tingkat pendidikan yang tinggi. Selain itu kedua perempuan energik ini pun berhasil memberikan kotribusi positif bagi lembaga pendidikan yang menaunginya. Bersama dalam lembaga Perdiknas serta di Iwapi, menghasilkan duet kepemimpinan ini menjadi role model bagi perempuan lain, bahwa perempuan tidak sepenuhnya bersaing secara negatif , justru di sini mereka secara positif saling menguatkan, meningkatkan pendidikan demi tujuan terbaik bagi lembaga dan organisasinya. “Membawa bendera Iwapi tidak bisa sendiri tetapi dengan menjalin sinergisitas baik kepada pemerintah, perusahaan, lembaga sosial lainnya dan orang-perorang, untuk bisa bergandeng tangan dengan Iwapi dalam visi-misi meningkatkan perempuan berwirausaha dengan baik dan meningkatkan semangat menggeliatkan UMKM

agar memiliki daya saing,” ujar Tini Gorda. Ditanya terkait upaya untuk menghadapi ASEAN Community pada 2015 dimana akan terjadi persaingan cukup hebat dalam perdagangan bebas di ASEAN, menurut Tini Gorda, salah satu tantangannya adalah SDM yang memiliki daya saing. Karena mereka berdua bergerak di bidang pendidikan, maka paling tidak di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini mereka menitikberatkan pada peningkatan usaha mikro. Keduanya menyampaikan akan memberikan semangat untuk kembali pada penguatan pasar lokal, Memenuhi kebutuhan dengan memberdayakan semua kemampuan diri, sehingga MEA bukan hal yang berat. “Misalnya dengan menindaklanjuti secara positif dan dengan implementatif terkait pengembangan konsep one village one product. Di Bali, dimana suatu kabupaten/kota diharapkan bisa memaksimalkan salah satu produk unggulannya yang bisa dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ucap Tini Gorda yang diamini Agek. Itulah konsep swadesi sebenar­ nya, yang bisa menyelamatkan bangsa ini. Sembilan kabupaten/

kota yang ada di Bali dapat saling memenuhi kebutuhan masyarakat Bali.Maka, MEA Januari 2015 pun tidak masalah karena pasar lokal dikuasai dengan baik. Semangat swadesi ini mesti dipegang bersama, antara pemerintah, pengusaha, masyarakat dan lembaga pendidikan dengan sinkron dan jelas. Implementasinya, siapa berbuat apa. “Semoga wanita-wanita pengusaha di Bali ini, yang melahirkan pikiran positif dapat diimplementasikan dan didukung pemerintah. Kerja sama inilah yang akan menjadi kehidupan,” kata Tini Gorda, yang juga Ketua Perdiknas ini. MEA, lanjut Agek bukanlah sepenuhnya tantangan bagi masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Bali. Tetapi, ada peluang besar yang bisa diraih atau didapatkan dalam pasar global tersebut. MEA dipilih oleh negaranegara Asean untuk meningkatkan kemakmuran rakyatnya secara bersama-sama, mengingat cara ini merupakan cara yang paling efisien dibandingkan jika peningkatan kemakmuran dilaksanakan secara unilateral. Asean, katanya sebagai pasar tunggal dan basis produksi internasional dengan elemen aliran bebas barang, jasa, investasi tenaga

Iwapi Bali jali kerja sama dengan IHDN Denpasar

kerja yang terampil bisa menjadi ancaman. Kesiapan dari berbagai sektor sangat dibutuhkan dalam menghadapi MEA. Peluang de­ ngan adanya MEA sangat terbuka. “Kalau tidak segera dimanfaatkan, kita akan tertinggal karena proses ini juga akan diikuti oleh gerak negara lain yang terus bergulir. Kita ber­benah diri untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompetitif dan berkualitas global yang mampu menangkap dan memanfaatkan peluang besar tersebut,” ujar Agek yang juga pemilik Jangger Grup ini. Selanjutnya, Tini Gorda menegaskan berwirausaha bukan menjadi kelas dua, namun akan menjadi pilihan utama untuk menjawab tantangan ke depan.Saat ini Iwapi tengah menghadapi tantang pembentukan 1000 pengusaha. “Kami sudah digandeng oleh Koran Bisnis Bali dan akan kami tingkatkan dalam MoU, sehingga tidak hanya sekadar roadshow tapi bisa berjalan bersama dengan agenda yang jelas,” ucapnya. “Iwapi juga membuka rubrik khusus di Bisnis Bali untuk memberikan solusi terhadap kendala yang dihadapi pen-

Agek Parwati

gusaha dan calon pengusaha agar kedepannya mampu menjalankan usaha lebih baik dan berkembang sesuai harapan,” imbuh Agek. Seperti ketika mereka ada di Tabanan, ada harapan yang digantungkan para pelaku koperasi di sana. Mereka bukan hanya antusias mengapresiasi keberadaan Iwapi, tapi juga ingin pembinaan Iwapi tersebut mampu mengubah pola pikir para calon pengusaha. Program tersebut juga diapresiasi positif oleh Kadin yang juga menaungi Iwapi. “Apalagi sekarang menteri koperasi dan UMKM dari Bali, semoga fokus pemerintah pusat bersentuhan dengan bagaimana perempuan menggerakkan perekonomian mikro ini,” cetus Tini Gorda. Iwapi Bali lanjut keduanya, sudah pula menjalin kerjasama dengan para pendukung yang bisa menguatkan tujuannya mencetak seribu pengusaha. Di antaranya kerjasama dengan Stikom dari sisi akses teknologi dan dengan IHDN Denpasar, yang bertujuan melahir­kan generasi pengusaha yang menjalan­kan usahanya de­ ngan baik dan benar. -ard

Tini Gorda dan Agek Parwati saat mengikuti rakernas ke-XXV Iwapi

Iwapi Bali jalin kerja sama dengan STIKOM


4

Inspirasi

15 - 21 desember 2014

Bagus Sudibya

“Diselamatkan” Pertanian

tkh/eka

Bicara tentang pertanian, Bagus Sudibya sangat bersemangat. Lelaki yang menjabat Wakil Ketua Asita Pusat ini, menuturkan, kecintaannya pada pertanian, karena sejarah dalam hidupnya sangat dekat dengan pertanian.

Bagus Sudibya dan istri Ny. Djaya Wardani menanam bibit pohon mahoni di depan areal Pura Puseh, Desa Pelaga

“S

aya lahir di lingkungan para petani. Hidup saya juga pernah “diselamatkan” dari pertanian. Tatkala usaha orang­ tua nyaris tidak jalan karena bencana Gunung Agung tahun 1963. Saat itu, keluarga saya tinggal di Manggis, Karangasem. Kemudian, usaha orangtua yang bergerak dalam bidang angkutan laut pindah ke Denpasar. Kuat­ nya arus laut Bali membuat ope­ rasional usaha merugi. Kehidup­ an rumahtangga benar-benar sulit,” tutur Dewan Pembina Asita Daerah Bali ini. Honorary Consul of South Africa ini, bersama adik-adiknya, tinggal bersama neneknya. Ia diajak bertani sebagai penopang hidup. “Kebetulan kami punya lahan. Saya tanami kangkung, papaya, juga beternak ayam dan tawon. Saya memimpin teman sekolah bersama-sama meng­ garap lahan. Dari hasil itu, selain untuk kebutuhan di rumah ada uang lebih dari hasil penjualan sayuran dan ternak,” kata Wakil Ketua Gabungan Industri Pari­ wisata Indonesia ini. Dalam pandangannya, tidak ada orang yang mati kelaparan kalau sudah punya lahan. “Kalau sampai ada, itu artinya, orang malas,” tegas Pimpinan Bagus Discovery yang mengelola be­

berapa hotel ini. Singkat cerita, ia pindah ke Denpasar, kemudi­ an meneruskan pendidikannya di Bandung, dan ia berkesempatan mengenyam pendidikan di Eropa selama lima tahun. Ia mengamati, daya tarik pari­ wisata, memang dari pertani­an. Para wisatawan Eropa dan AS, sangat mengagumi indahnya teras sering sawah, sistem su­ bak, dan ketulusan umat melaku­ kan upacara seperti nangluk merana, tumpek uduh, tumpek kandang. “Ternyata setelah saya dalami daya tarik pariwisata kita merupa­kan sesuatu yang tidak bisa dibandingkan dan tidak ada duanya,” kata suami Djaya Wardani ini. Namun, sektor pari­ wisata seolah-olah “mengekspoitasi” ak­ tivitas kultur budaya. Anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali ini melihat, kalau terus dibiarkan, bisa kehi­ langan. Padahal, sek­ tor pariwisata sangat tergantung keajegan budaya. “Berpertani­ an menjadikan kita rendah hati, sangat berterimakasih dan mensyukuri hal kecil. Di sanalah manusia itu diuji alam, bahwa­

sanya manusia tak ada artinya, dibandingkan alam. ketika alam murka, siapa yang bisa mela­ wan kuasa. Orang pariwisata harus eling bertindak membantu pertanian untuk melestarikan pariwisata juga. Itu namanya pembangunan berkelanjutan,” kata lelaki yang jago main musik dan menyanyi ini. Menurutnya, dalam pertani­ an, harus ada penciptaan nilai tambah. Jangan tanam bambu dijual bambu. Tapi jual kursi bambu, chop stick, atau lantai bambu. Tanam tomat jangan jual tomat tapi jus tomat atau saus tomat, maka akan memberikan nilai tambah. Karena itu, ia mencoba ber­ buat sesuatu. Ia membeli lahan di wilayah Tegalalang, Gianyar tahun 1980, yang kini dikenal sebagai kawasan wisata Bagus Jati. Seolah-olah ada penyesalan pada awalnya. Tidak ada air, tidak ada penerang­a n, tidak ada jalan, tidak ada orang yang mau bekerja di sana. Ia coba memeta­kan dengan baik. Satu persatu persoalan, ia tangani. Termasuk, tanaman apa yang harus ditanam. Brokoli, selada, tomat ceri, dan jagung manis diliriknya.Ternyata, di pasar ada mafia. Maka, diputuskan semua hasil tanamannya digunakan un­ tuk keperluan vilanya di Manggis. “Saya membuktikan, lima tahun ada jeda, lahan tidak diapa­a pakan hanya dikelola petani sendiri, mereka mendapatkan hasil Rp 50 ribu tiap bulan. Tatkala sudah bertanam produk unggulan, dan sudah dibawa ke hotel penghasilan petani mencapai Rp 500 ribu tiap bulan. Kemudian terus berlanjut, saya mulai membangun pondok wisata, ada tempat untuk yoga, cooking lesson, mulai para turis asing berdatangan. Kehidupan petani juga ikut membaik,”

tkh/eka

Penampilan spesial Bagus Sudibya di depan peserta Family Touring End of the Year 2014 di Bagus Agro Pelaga

tuturnya. Begitu juga, 10 tahun lalu, ia mulai mengelola lahan 20 hektare di Bagus Agro Pelaga, Badung, yang kini sudah menjadi wisata andalan Badung Utara. TANAM 365 POHON Ia menegaskan, ketersedia­an air berasal dari seberapa banyak ketersediaan pohon. Untuk pa­ sokan air, seharusnya, pemilik hotel menanam 365 pohon per kamar tiap tahun. Jika memiliki 100 kamar, harus­nya menanam 36.500 pohon pertahun. Dalam

Bagus Sudibya dan istri di depan tanaman asparagus

tkh/eka

tahun ke 11, saat memperpan­ jang izin, dia harus bisa membuk­ tikan sudah melakukan kompen­ sasi pengguna­a n air, sehingga tidak mengorbankan kebutuhan masyarakat miskin. “Jumlah kamar hotel di Bali sudah men­ capai 50 ribu. Hitungannya, 50 ribu x 365 pohon itu yang harus ditanam hotel secara mandiri untuk mengelola airnya. Pohon yang tumbuh dengan diameter 10 cm, sudah menyumbangkan dua kubik air per tahun. Kita anggap saja, yang memelihara tanaman diberi uang Rp 1 juta. Seandainya, mempekerjakan lima orang akan mengeluarkan uang Rp 5 juta dalam 5 tahun. Uang Rp 300 juta untuk seorang hotelier yang membangun 100 kamar dengan fasilitas elit tidak ada artinya. Jika, dibandingkan, dengan apa yang bisa dihasilkan dari penanaman pohon itu,” kata Bagus Sudibya. Ia menambahkan, selain kual­ itas air dan udara Bali menjadi lebih baik, kepedulian pariwisata juga sangat baik dan masyarakat berterimakasih terhadap industri pariwisata, dan industri pari­ wisata akan rendah hati kepada petani. Hubungan simbiosis yang saling menguntungkan satu sama lain. –Wirati Astiti

15 - 21 desember 2014

21


20

Mandalika

15 - 21 desember 2014

Keterbukaan Informasi Publik

NTB Raih Peringkat Pertama Setelah pada tahun 2012 dan 2013 berada pada peringkat 6, tahun ini Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berhasil meraih peringkat pertama mengungguli provinsi lainnya dalam hal Keterbukaan Informasi Publik. Lompatan ini memiliki arti bahwa Nusa Tenggara Barat diakui sebagai daerah yang transparan dalam pelaksanaan penyelenggaraan berbagai sendi pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik kepada masyarakat.

P

emeringkatan atas pelaksanaan keterbukaan informasi publik oleh badan publik ini dilakukan oleh Komisi Informasi Pusat (KIP) sesuai amanat Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. Penganugerahan penghargaan atas prestasi ini diterima oleh Gubernur NTB, Dr. TGH M. Zainul Majdi, langsung dari Wakil Presisen RI di Istana Wakil Presiden Jln. Merdeka Selatan, Jumat (12/12/2014). Jika pada tahun sebelumnya terdapat lima kelompok badan publik yaitu Kementerian, Lem-

Inspirasi

15 - 21 desember 2014

Prof. Dr. Ir. I Nyoman Sucipta, MP.

Terapkan Pendekatan Agro Ergonomi untuk Tingkatkan Produktivitas Petani Banyak upaya telah dilakukan untuk meningkatkan produktivitas petani lewat pengembangan atau perbaikan teknologi dan fasilitas produksi lainnya. �������������������������������������������� Namun, upaya pengembangan ke arah petani se� bagai pelaksana kerja, masih sedikit dilakukan. Menyermati realita ini, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Sucipta, MP., guru besar pada Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, yang lebih dikenal dengan­ sapaan Nyoman Sucipta, telah melakukan beberapa penelitian dan salah satunya penelitian dengan mesin perontok padi ergonomi meningkatkan produktivitas kerja petani di Subak Pohmanis dan Subak Saba, Denpasar Timur.

baga, Pemerintah Provinsi, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Partai Politik yang dinilai, tahun 2014 ini, kriteria badan publik yang dinilai tersebut bertambah yakni satu kelompok badan publik yaitu Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Dalam pemeringkatan tahun ini dilakukan pola penilaian Self Assessement yang kemudian dilakukan visitasi atas 10 peringkat tertinggi. Wakil Presiden Republik Indonesia, Yusuf Kalla yang menyerahkan penghargaan kepada peringkat pertama, kedua dan ketiga, menyatakan bahwa pilihan atas sistem pemerintahan demokrasi mengharuskan terlaksananya transparansi dalam

penyelenggaraan berbagai sendi pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik kepada masyarakat. Transparansi ini pula yang akan mewujudkan akuntabilitas dari badan publik tersebut. Ia berharap bahwa keterbukaan informasi ini nantinya dapat terus dioptimalkan. Capaian prestasi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat ini tidak lepas dari komitmen Gubernur dan Jajaran Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam menyelenggarakan keterbukaan informasi publik. Hal ini ditandai dengan penyampaian informasi yang wajib diumumkan berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku

melaui website atau pun media lainnya. Penyiapan informasi yang wajib disediakan serta memenuhi dan menyiapkan proses pelayanan para pemohon informasi, antara lain dengan memanfaatkan mekanisme Sistem Informasi PublikPejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (SIP-PPID).

Selain NTB, beberapa provinsi lain yang mendapat penghargaan yang sama, yakni peringkat kedua dan seterusnya adalah Nangroe Aceh Darussalam, Kalimantan Timur, Banten, Bali, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Jawa Timur, Kalimantan Tengah dan DI Jogjakarta. --Naniek I. Taufan

5

M

Prof. Nyoman Sucipta bersama keluarga

aksud dari pene� litian ergonomi pada petani adalah mendapatkan suatu pengetahuan yang utuh tentang permasalahan-permasalahan in� teraksi manusia dengan teknologi dan produk-produknya, sehingga dimungkinkan adanya suatu ran� cangan sistem manusia-mesin “manmachine interface” yang optimal. Sehingga, petani dan mesin atau produk lainnya bisa berfungsi lebih efektif dan efisien sebagai sistem manusia-mesin yang terpadu, yang pada akhirnya membawa ke arah proses perancangan mesin yang tidak saja memiliki kemampuan produksi yang lebih canggih lagi, melainkan juga memperhatikan aspek-aspek yang berkaitan dengan kemampuan dan keterbatasan ma� nusia yang mengoperasikan mesin tersebut. Sosok intelektual dan akademisi asal Penatih, Denpasar Timur kela� hiran 6 Mei 1955 ini mengatakan bahwa pendekatan agro ergonomi akan memainkan peran yang pent� ing dalam upaya meningkatkan produktivitas petani. Untuk itu, faktor petani sebagai unsur penentu bagi kenaikan produktivitas dalam kondisi tertentu haruslah mendapa� tkan prioritas, dalam upaya menin� gkatkan kesejahteraan petani. “Di sini harus diusahakan untuk meng­ eleminir pemakaian dan penerapan teknologi yang lebih berorientasi pada proses mekanisasi atau oto� matisasi yang tanpa batas. Untuk itu kita harus lebih berpandai-pandai mengelola dan memanfaatkan sega� la sumber daya dan potensi petani dengan sebaik-baiknya. Faktor yang mempunyai pengaruh terhadap

usaha-usaha yang dilakukan petani di dalam menyelesaikan pekerjaann� ya dan menjadi tugas dan tanggung jawabnya yaitu kemampuan kerja (ability) dari petani tersebut dan motivasi kerja yang merupakan pendorong ke arah kemajuan dan peningkatan prestasi kerja,” ujar putra dari pasangan I Made Suka (alm.) dan Ni Ketut Narwi (alm.), sosok pejuang kemerdekaan ini. Faktor teknis yang berhubungan dengan pemakaian dan penerapan fasilitas produksi secara lebih baik adalah penerapan metode kerja yang lebih efektif dan efisien atau penggunaan bahan baku yang lebih ekonomis. Produktivitas petani dapat ditingkatkan dengan men� dayagunakan seoptimal mungkin sumber daya manusia yang ada dan menumbuhkembangkan partisipatory managemen, meningkatkan efisiensi dan efektifitas (do the right thing and do the thing right). Kebijakan modernisasi perta� nian di Indonesia, dikatakannya ten� gah mencari jalan untuk mengubah petani-petani gaya lama (peasant) menjadi petani-petani gaya baru (farmer), dan memodernisasikan pertanian gaya lama untuk me� menuhi industrialisasi ekonomi nasional dalam rentang waktu dari tahun 1970 sampai 2020. Dalam hal ini, pengertian farmer adalah petani gaya baru yang kreatif dan memili� ki inovasi serta berorientasi pada pasar, dan mampu memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang. Dengan kata lain, farmer dikate� gorikan sebagai petani modern. Sementara peasant adalah petani penggarap yang menggantungkan nasibnya pada si pemiliki tanah, dan tidak mempunyai kebebasan

erbatasan ini tergantung pada kesiapan, keahlian, kondisi mental dan moti� vasinya.

PENGALAMAN JADI PEMIMPIN Dalam menjalankan swadharmanya sebagai dosen, Nyoman Sucipta selalu didampingi istri ter� cinta Dr. Ir Ketut Suriasih, M.App.Sc. yang juga dosen Fakultas Peternakan Uni� versitas Udayana. Perjalan� an karir mantan Koordina� tor Kopertis Wilayah VIII ini juga tak lepas dari du� kungan keluarga, yaitu tiga mengembangkan inovasinya dalam putranya, dr. Wayan Citra Wulan,SP., S.Ked, Made kegiatan pertanian. Karena itu, Nyoman Sucipta yang Dwi Indira Asih, SP., ST., Prof. Dr. Ir. I Nyoman Sucipta, MP. adalah Pakar Ergonomi di bidang M.Si. dan dr. I Nyoman Esha pertanian atau Agro Ergonomi ini Pradnyana, SP. S.Ked. Serta mengembangkan sebuah pendekat­ menantu, dr.Putu Setiawan.S.Ked., Ketua KNPI Bali tahun 1979. an ergonomi untuk peningkatan Made Adi Dharmadi, ST. dan dr. Lulus S1, ia melanjutkan Pro� produktivitas pertanian melalui Made Putri Hendaria S.Ked. dengan gram S2 di Universitas Gajah Mada pendekatan ke SDM (petani)nya. keceriaan dua cucu, Putu Kevin Pra� Yogyakarta di bidang Ilmu-Ilmu Disiplin ilmu ergonomi ini mem� dipta Setiawan dan Abi Rama Pertanian, dan gelar doktor (S3) Di kehidupan masa kecilnya, di Prodi Kedokteran Universitas pelajari akibat-akibat jasmani, keji� waan, dan sosial dari teknologi dan Nyoman Sucipta yang bersekolah Udayana dengan konsentrasi Er� produk-produknya terhadap manu� di SDN 10 Denpasar, kerap ditunjuk gonomi Fisiologi Kerja. Setelah men� sia melalui pengetahuan-pengeta� menjadi ketua kelas, bahkan sebagai jadi dosen di Universitas Udayana, huan tersebut pada jenjang mikro pemimpin barisan dalam lomba ia dipercaya mengemban beberapa maupun makro. Dari sini diketahui gerak jalan SD se-Kota Denpasar. Ia jabatan, seperti ������������������ Sekretaris Labora� permasalahan-permasalahan in� juga aktif di kegiatan pramuka. Sete­ torium Biokimia Fakultas Pertanian teraksi manusia dengan teknologi lah lulus SD, ia melanjutkan seko� UNUD (1982-1990), Sekretaris La� dan produk-produknya, sehingga lahnya di SMPN 1 Denpasar. Ia pun boratorium Fisiologi Pasca Panen dimungkinkan adanya suatu ran� tergabung dalam Organisasi Siswa Program Studi Teknologi Pertanian cangan sistem manusia-mesin yang Intra Sekolah (OSIS), dan kembali Universitas Udayana (1985-1988), optimal. “Dengan demikian, disiplin dipercaya sebagai instruktur latihan Ketua Laboratorium Pengawas­ ergonomi melihat permasalahan baris-berbaris pada masa perke� an Mutu Pangan Program Studi interaksi tersebut sebagai sistem nalan siswa baru. Teknologi Pertanian Universitas Setelah lulus SMP, langkahnya Udayana (1988-1990), Ketua La� dengan pemecahan-pemecahan malahnya melalui proses pendekat­ mantap ke SMAN 1 Denpasar, dan boratorium Elektronika Program aktif berorganisasi di OSIS dan Studi Teknologi Pertanian Univer� an sistem pula,” tegasnya. Human engineering atau sering­ pada organisasi mendaki gunung. sitas Udayana (1998-2000), Ketua pula disebut sebagai ergonomi Kegiatan keorganisasiannya ber� Laboratorium Alat Mesin Pertanian didefinisikan sebagai perancangan lanjut hingga di bangku kuliah. Program Studi Teknologi Pertanian “man-machine interface”, sehingga Nyoman Sucipta yang melanjutkan Universitas Udayana (1998-2000), pekerja dan mesin atau produk pendidikannya di Fakultas Pertanian Kepala Bagian Teknik Pertanian lainnya bisa berfungsi lebih efektif Universitas Udayana, aktif pada or� Program Studi Teknologi Pertanian dan efisien sebagai sistem manusia- ganisasi kemahasiswaan di kampus Universitas Udayana (1998-2001), Wakil Ketua Senat Mahasis� Dekan Fakultas Teknologi Pertanian mesin terpadu. Interaksi antara sebagai �������������������������� manusia, mesin, dan lingkungannya wa Fakultas Pertanian Universitas Universitas Udayana2005-2006, dipengaruhi oleh rekayasa pefor� Udayana (1976-1977), Ketua Badan Pembatu Rektor Bidang Kemahasis� as Per� waan Universitas Udayana (2006masi manusia (human performance Perwakilan Mahasiswa Fakult������� engineering) yaitu kemampuan tanian Universitas Udayana (1978- 2009), SC Program-Program Dirjen manusia beradaptasi dengan mesin 1979). Organisasi kemahasiswaan di Dikti (2007-2008), Ketua LPM dan lingkungannya. Dan ditegas� luar kampus pun dijabaninya, yakni Universitas Udayana 2009-2010, ������������������������� ketua GMNI Komisariat Fa� Koordinator Kopertis Wilayah VIII kannya pula, kemampuan manusia sebagai�������������������������� berinteraksi tersebut mempunyai kultas Pertanian Univeritas Udayana Bali Nusra 2010- 2014, dan Ketua keterbatasan-keterbatasan. Ket� tahun 1977-1979, dan sebagai Wakil Laboratorium Ergonomika dan Rekayasa Pangan Program Studi Teknik Pertanian Fakultas Tekno� logi Pertanian Universitas Udayana (2014-sekarang). Nyoman Sucipta juga terlibat dalam organisasi di luar kampus. Tercatat beberapa jabatan yang pernah dipegangnya, seperti Ke� ��� tua Departemen Pertanian Porum Alumni GMNI tahun1993-1996, Ketua Departemen Pertanian HIPMI Bali Tahun 1988-1990, Ketua De� partemen Pertanian HIPMI Badung (1989-1994), Ketua Kompartemen Pertanian Kadinda Bali (19901995), Sekretaris Umum Ardin Bali (1996-2002), Dewan Kehormatan Ardin Bali (2002- sekarang), Dewan Pertimbangan Kadinda Bali (2009sekarang), Ketua Perhimpunan Ergonomi Indonesia Cabang Bali (2004-2011), Wakil Ketua Bapomi dan BPSMI Bali (2006- 2009), Ketua Asosiasi Dosen Indonesia Perwakilan Bali (2012-sekarang), .Dari hasil penelitian Prof. Nyoman Sucipta, terciptalah sebuah alat mesin perontok dan Penasihat Forum Pimpinan PT padi ergonomi, yang dapat meningkatkan produktivitas kerja dan mengurangi Provinsi Bali (2013-sekarang). kecelakaan kerja –ten


6

Woman on Top

Djaya Wardani

Terapkan Sistem Kekeluargaan Selalu berpikiran positif di mana pun kita berada dan dalam lingkungan kita, akan memberikan manfaat positif bagi diri kita secara pribadi maupun orang lain. Itulah kiat Djaya Wardani dalam menjalankan kariernya selama ini sebagai Direktur Properti Bagus Discovery Group.

B

aginya, tiap orang pasti punya masalah, namun, bagaimana masalah itu bisa kita sederhanakan sehingga mem­ buat hidup kita menjadi lebih simpel. “Mungkin terlihat klise, tapi ketika

15 - 21 DEsember 2014

kita mampu menjalankan, ada satu kebahagiaan yang bisa kita dapatkan,” ucap wanita yang terlihat cantik di usianya yang sudah tak muda lagi ini. Ia berpandangan, dalam menjalankan peker­ jaan, orang harus disiplin dan profesional. Ke­ mauan untuk maju dan bekerja sama, harus selalu ditanamkan. Membagi waktu secara efisien dan ada keseimbangan antara yang mana harus didahulukan, serta selalu bertenggang rasa, juga harus dilakukan. “Jika itu semua dilakukan, pasti pekerjaan apapun yang dijalani akan dinikmati dan membawa kebahagiaan,” katanya sembari tertawa. Wanita yang murah senyum ini, mengawali karier sebagai pengacara, saat era Ida Bagus Man­ tra menjabat sebagai Gubernur Bali. Ia sempat juga bekerja sebagai PNS di Balai Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah. Saat suaminya, Bagus Sudibya memulai membangun hotel tahun 1989, ia putuskan untuk mengundurkan diri dari PNS. Ia ingin membantu usaha suaminya, sesuai dengan kemampuannya. Kemudian menyusul tahun 1995, satu hotel lagi dibangun di Lovina. Pembangunan beberapa resort membuat kesibukan Djaya War­ dani terus bertambah. Ada satu kiat yang dijalankan dalam mengelola sumber daya manusia. “Kami selalu mengedepan­ kan suasana kekeluargaan. Tapi dalam menjalankan pekerjaan harus tetap professional. Itu yang selalu diajarkan bapak. Kalau terus gonta-ganti karyawan agak repot. Jadi kami memiliki kedekatan dengan karyawan penuh suasana kekeluargaan. Karena bagaimana pun, kita tak bisa bekerja sendiri. Mari kita bekerja sama untuk maju bersama-sama. Itulah yang sering saya tekankan dalam rapat,” ujar wanita yang sangat enerjik ini. Untuk menjaga kebugaran, ia selalu rutin melakukan treadmill tiga kali seminggu. Selain itu, untuk mengecek lingkungan hotel yang luas, de­ ngan berjalan kaki, juga sudah merupakan olah­ raga baginya. Mengonsumsi lebih banyak sayuran juga kiatnya menjaga kesehatan. Sementara, tips untuk tetap terlihat cantik, sangat sederhana, yakni murah senyum. –Wirati Astiti

15 - 21 Desember 2014

19

Cipta Karya Kreatif 2014

Dukung Industri Kreatif Kota Denpasar

Dewasa ini, peran dan pengaruh desain kian mendapat perhatian dan makin diakui dalam pergerakan industri kreatif. Karena, totalitas desain sebagai ilmu, seni, dan teknologi, ternyata secara fundamental menata cara dan pola kita berkomunikasi dan berinteraksi.

D

esain berkembang menjadi katalis untuk merevitalisasi produk, merek, kuali­tas pelayanan, hingga destinasi kota. Kemampuan mengelola daya tarik estetika dan daya tarik fungsional menjadi penting tidak hanya untuk menghasilkan vibrasi positif bagi produk maupun pelayanan, namun juga meningkatkan efektivitas dan efisiensi entitas dalam memenangkan persaingan. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si., didampingi Koordinator 4 Denpasar Design Centre (DDC), I Gst, Ngurah Gede Suyasa mengatakan, kehadiran DDC sebagai salah satu bentuk fasilitas dan layanan one stop service untuk mendorong laju pertumbuhan IKM dan UKM di Denpasar dan Bali, terutama dalam aspek desain kemasan, produk tekstil, teknologi informasi dan komunikasi, serta hak kekayaan intelektual (HAKI). Karena itu, untuk merekatkan sinergi pemerintah, swasta, komunitas, kreator, dan publik luas dalam ranah kreativitas dan desain, Pemerintah Kota Denpasar melalui Disperindag Kota Denpasar serta Denpasar Design Centre (DDC), di tahun 2014 ini kembali melaksanakan lomba dengan berbagai kategori yang berkaitan dengan kompetensi inti industri Daerah Denpasar, dalam acara “Cipta Karya Kreatif 2014”.

Ketua Panitia, I Nyoman Sudarsana, S.Sos., M.Si. menyampaikan, Lomba Cipta Karya Kreatif 2014 yang dikelola dan diselenggarakan oleh DDC ini bertujuan untuk: merangsang dan mendorong laju pertumbuhan karya-karya kreatif, inovatif, dan aplikatif yang bermutu tinggi dan bermanfaat bagi publik luas; me­ ningkatkan apresiasi, konsumsi dan pemberdayaan pilar-pilar industri kreatif lokal yang mampu bersaing di kancah nasional dan internasional;

meningkatkan dan mengembangkan minat, bakat, keahlian dan kreativitas budaya di kalangan masyarakat profesi dan khalayak umum di Bali; meluaskan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, serta media lainnya yang berbasis akar kultur dan kearifan lokal. “Lomba Cipta Karya Kreatif 2014

Konten Mobile

Kemasan untuk ayam betutu

Kemasan untuk pie susu

Peserta lomba motif endek

Wakil Wali Kota Jaya Negara didampingi Sekda Rai Iswara usai menyaksikan lomba cipta karya kreatif di DDC

yang melombakan 4 kategori ini di­ ikuti 55 peserta untuk Lomba Cipta Desain Motif Endek, Lomba Cipta Kemasan Produk Makanan (82 peserta), Lomba Cipta Aplikasi Konten Mobile (12 peserta), dan Lomba Cipta Desain Produk Inovatif (19 peserta). Total 168 hasil karya,” ujarnya. Menurut Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Sekda Rai Iswara, saat hadir langsung di acara penilaian Lomba Cipta Karya Kreatif pekan lalu , melihat jumlah peserta ini menan­ dakan lomba cipta kreatif ini semakin diminati. Program ini , katanya sesuai dengan visi dan misi pemerintah Kota Denpasar. Kiranya lomba ter­sebut dapat semakin membangkitkan gairah para desainer diberbagai bidang, khususnya desain kemasan. Dalam kesempatan ber­beda,Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra yang mengapresiasi positif kegiatan ini mengatakan, pengembangan IKM di Kota Denpasar didorong untuk meningkatkan daya saing industri menuju industri kreatif berlandaskan budaya unggulan melalui sistem ekonomi kerakyatan. “Salah satu strategi yang bisa ditempuh untuk mewujudkan hal tersebut adalah pengembangan desain dan inovasi produk IKM melalui gelar Lomba Cipta Karya Kreatif yang kita selengggarakan saat ini,” ungkapnya. Lomba ini dikatakannya me­ rupakan wujud dari peran serta masyarakat dalam pembangunan

industri, yang juga dapat meningkatkan kompetensi SDM industri, sehingga kebutuhan SDM industri di Kota Denpasar menjadi terpenuhi. “Kedepan, semoga DDC dapat memberikan pelayanan yang terbaik dan dapat dimanfaatkan oleh IKM dan UKM untuk kemajuan usaha yang dijalankan,” ujarnya. Orang nomor satu di Kota Denpasar tersebut berharap

Desain Inovatif

para pengerajin Kota Denpasar dapat memanfaatkan DDC sebaik-baiknya, untuk memulai d a n men g em bangkan usaha yang telah ada. Wali Kota Rai D. Mantra juga mengatakan, beragam upaya penguatan IKM memang tak semudah membalikkan telapak ta­ngan. “Namun, dengan kemauan, kerja keras serta keterlibatan dari berbagai pihak yang terkait, terbersit harapan cerah akan terwujudnya industri-industri berskala kecil dan menengah yang tangguh, kompetitif dan mampu berbicara di pentas global,” tegasnya. – ten/ard

Suasana penjurian lomba cipta karya kreatif di DDC

PEMENANG LOMBA CIPTA KARYA KREATIF 2014

Lomba Cipta Desain Endek Juara I : Mohammad Ridho Firdaus Juara II : Ida Bagus Cakra Manuaba Juara III : Made Adi Parbawa Dewan Juri : Cok Istri Ratna Cora Sudharsana, S.Sn., M.Si., I Wayan Sarja, B.Teks, Drs. I Gst Made Arsawan Lomba Desain Produk Makanan: Lomba Desain Kemasan Pie Susu Juara I : I Wayan Surya Aditya Putra Juara II : Ni Luh Ayu Suryantini Juara III : I Putu Gede Suardana Lomba Desain Kemasan Ayam Betutu Juara I : Ni Luh Desi Indiana Sari Juara II : Ni Luh Ayu Suryantini Juara III : I Wayan Surya Aditya Putra Dewan Juri : Tuti Hudani, I Gst. Ngurah Marianta, S.Sn., Nur Elis Murdiana Lomba Cipta Aplikasi Konten Mobile Juara I : I Made Dwi Puja Astawa Juara II : Andrianto Juara III : Made Arya Kusuma Dewan Juri : Yogi Sunaryono,S.T., I Wayan Joniartha Siada, S.T., AA Gd Bagus Ariana, S.T. Lomba Cipta Desain Produk Inovatif Juara I : Ida Bagus Adnyana Juara II : dr. M. Candra Wijanadi, S.Ked dan dr. Ketut Gede Budhi Riyantha, S.Ked. Juara III : Made Arya Kusuma Dewan Juri : Ketut Rahmadiana, I Nyoman Nurcaya, S.E., M.M., Daja Pamilu Arso Putra *Pengumuman, penyerahan hadiah dan pameran karya pemenang akan dilakukan saat Denpasar Festival 2014 *Keputusan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat


15 - 21 Desember 2014

18

Denpasar Horticulture Festival 2014

Ajang Lomba dan Media Edukasi Denpasar Horticulture Festival 2014 dibuka secara res­ mi oleh Wakil Ketua Tim Peng­gerak PKK, Ny. Antari Jaya Negara di­dampingi Ny. Rai Iswara pada Rabu (10/12) di Taman Kota Lumintang.

P

ada acara yang dihadiri Wakil Wali Kota Den­ pasar, IGN Jaya Negara dan Sekda Kota Den­ pasar AAN Rai Iswara ini, juga dilaksanakan Pasar Murah Galungan yang diadakan oleh TP PKK Kota Denpasar dan berlangsung hingga Minggu (14/12). Hal ini, sebagai wujud perhatian Pemerintah Kota Denpasar kepada masyakarat dalam menyediakan perlengkapan yang murah dan lengkap dalam menyambut Galungan. ”Masyarakat kami berikan subsidi sebesar 20% berupa kupon belanja, sehingga dapat membantu mendapatkan perlengkapan Galungan seperti janur, buah , perlengkap­ an penjor dan yang lainnya,” ujar I Gede Ambara Putra, Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar. PENYANDANG DISABILITAS IKUT LOMBA Denpasar Horticulture Festival juga mengagendakan sejumlah acara lainnya, di antaranya lomba merangkai bunga. Tahun ini adalah pelaksaan yang kedua kalinya dan sebagai pra-event Denpasar Festival 2014. Lomba dibagi menjadi 3 kategori, yakni tingkat pemula, profesional dan kategori khusus untuk penyadang disabilitas. Untuk kelompok profesional diikuti oleh floris, desai­ ner floral, pemilik toko bunga, hotel, instruktur merangkai bunga dan mereka yang memiliki keahlian di bidang desain floral. Sedangkan untuk tingkat pemula diikuti oleh anggota PKK Kota Denpasar dan Siswa SMA/SMK se-Kota Denpasar. Yang paling menarik adalah keikutsertaan penyandang disabilitas yang diprakarsai oleh Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu) Kota Denpasar. “Mereka punya bakat, dan kami juga berharap setelah ini mereka diberdayakan dan diberikan kesempatan. Misal­ nya, untuk berbagai acara yang ada di setiap SKPD di Kota Denpasar,” ujar Ny. Antari Jaya Negara dan Ny. Rai Iswara saat melihat acara lomba. “Hal ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelum­ nya yaitu pelatihan merangkai bunga untuk ibu-ibu PKK dan bagi penyandang disabilitas yang diprakarsai Ny. IA Selly D. Mantra sebagai Ketua TP PKK sekaligus Ketua K3S Kota Denpasar,” lanjut Panitia Lomba Merangkai Bunga sekaligus Kabid. Pembinaan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Drh. KAD Anggreni Cahyani. Menurut Anggreni Cahyani, Ny. IA Selly Mantra sangat perhatian terhadap pemberdayaan perempuan utamanya untuk anggota PKK Kota Denpasar, juga memberikan ruang gerak kepada penyandang disabilitas untuk dapat berkreativitas sekaligus menambah penghasilan keluarga. Sementara bagi tingkat profesional, ajang ini merupakan salah satu media promosi kepada masyarakat untuk memperkenalkan usahanya. “Selama ini kami sudah banyak memberikan pelatihan merangkai bunga, termasuk dengan WHDI Bali dan Kota Denpasar. Kegiatan ini akan kami lanjutkan, mungkin ke banjar-banjar atau teruni-teruni dan siapa saja, secara berkelompok. Jika ingin belajar bisa langsung mendaf­ tar dengan bersurat ke dinas kami, gratis. Apalagi usaha di bidang ini sangat diperlukan, mengingat Bali sebagai daerah wisata,” kata Gede Ambara sambil berharap dengan keterampilan ini dapat ikut menekan angka pengangguran.

Untuk menjaga profe­ sionalisme lomba, panitia mendatangkan juri lang­ sung dari Jakarta, yaitu Ketua LSK (Lembaga Serti­ fikasi Kompetensi) Merang­ kai Bunga dan Desain Floral Indonesia, Teresa M. Ineke Turangan, BA, AIFD; Kepala Bidang Pengujian & Serti­ fikasi LSK, Indra Yulika ; dan Mr. Gunter Weber, se­ orang berkebangsaan Aus­ tria yang telah menggeluti desain floral sejak lama. “Kriteria yang terpent­ ing adalah muatan lokal floralnya, terutama floral Bali yang didesain sede­ mikian rupa sehingga men­ gandung unsur keindahan. Para pemula dan kelompok disabilitas juga sangat semangat. Untuk yang profe­ sional kategorinya agak luas. Jadi, untuk memutuskan pemenangnya tidak mudah, secara teknik mereka harus sudah menguasai dan kami juga harus melihat dari begitu banyak faktor. Ada yang idenya brilian namun finishingnya kurang tepat jika untuk seorang profesional, makanya kami cukup lama untuk menen­ tukan pemenangya,” terang Ineke Turangan di sela-sela penjurian sambil mengaku bangga dengan Bali karena minat dan kreativitasnya cukup tinggi. KEMBANGKAN MKRPL Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL) meru­ pakan pengembangan program pertanian perkotaan mela­ lui optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan maupun lahan tidur. Tujuan dari MKRPL yakni untuk memenuhi

Pemenang Lomba Merangkai Bunga

Tingkat Profesional: Juara I , II dan III , adalah I Nengah Soda, dari Ayana Resort; I Gede Suka Winatajaya (Bali Rose Florist); dan Desak Nyoman Wartini (Inna Grand Bali Beach). Mereka berhak atas trophi, sertifikat, dan uang tunai masing-masing senilai Rp 5.000.000, Rp 4.000.000, dan Rp 3.000.000. Tingkat Pemula: Juara I, II dan III masing-masing diraih oleh I Gede Ketut Purwadi dari Tabanan; Nyoman Suwerti (PKK Dangin Puri Kauh); dan Ni Luh Oka Novi Asriyanti (SMK Negeri 3 Denpasar). Ketiganya ber­ hak atas tropi, sertifikat, dan uang tunai senilai Rp 1.000.000, Rp 700.000, dan Rp 500.000.

Peserta Disabilitas: Juara I , II dan III diraih oleh A.A Sunitri dari Gerkatin Kota Denpasar, Dewa Ayu Alit Putri Santi dan Ni Nyoman Adinda Savitri yang keduanya dari SLBBN Sidakarya. Mereka juga berhak atas tro­ phi, sertifikat, dan uang tunai Rp 700.000, Rp 500.000, dan Rp 400.000.

Story

Bayi Tertukar Jenazah Di sebuah rumah sakit di Mataram, Sally (39), bukan nama sebenarnya, duduk di kursi antrian untuk memeriksakan kehamilannya yang sudah berusia tujuh bulan. Bersama seorang ibu yang juga tengah hamil anak pertama­nya, Sally meng­ obrol seputar kehamilan mereka. Sally yang kini hamil anak ke 4-nya terdengar memberi nasihat kepada kawan bicaranya itu tentang bagaimana menghadapi hari-hari menjelang kelahiran bayi. Ia juga sempat bertanya, di mana si ibu itu hen­ dak melahirkan bayinya.

N

kebutuhan pangan dan gizi keluarga, mengembangkan ekonomi produktif serta menciptakan lingkungan hijau berbasis tanaman pangan maupun tanaman obat untuk kebutuhan kelurga (Toga). “Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura telah mengembangkan kawasan ini dengan cara melakukan pembinaan, monitoring, penyuluhan dan bantuan bibit pada kelompok-kelompok yang telah terbentuk. Harapannya ada­ lah nantinya kelompok yang terbentuk mampu menularkan pada keluarga lainnya, sehingga konsep MKRPL dengan tujuannya dapat tercapai,” ujar Gede Ambara . Tujuan besarnya adalah terpenuhinya pangan bagi setiap rumah tangga sekaligus sebagai sasaran dari ketahanan pangan di Indonesia dapat tercapai. Kota Denpasar, sebagai jantung Provinsi Bali, dimana terdapat banyak keluarga den­ gan lahan pekarangan yang sangat sempit, wajib ikut serta mendukung tujuan nasional demi tercapainya ketahanan pangan keluarga dengan inovasi dan teknologi kekinian. Ia berharap, dengan dilangsungkannya Den­ pasar Horticulture Festival 2014 ini, masyakarat dapat melihat langsung bentuk dari MKRPL. Sehingga, harapan selanjutnya adalah masya­ karat Denpasar segera meng­adopsi MKRPL ini di lingkungan keluarganya masing-masing. -ard

Life

15 - 21 Desember 2014

asihat untuk berhatihati disampaikannya ketika mendengar ibu ini hendak melahirkan di sebuah rumah sakit. Obrolan ini sebenarnya tidak ada hubungan langsung dengan peristiwa yang pernah dialami oleh Sally, melainkan obrolan yang mengalir begitu saja untuk berbagi pengalaman. Pengalaman yang dialami Sally ini lebih dari 20 tahun lalu ketika keluarganya sempat heboh akibat, salah seorang keponakannya tertukar dengan jenazah dari sebuah rumah sakit di Pulau Jawa, asal Sally. Ketika itu seorang keponakannya yang baru berusia satu bulan meng­ alami radang tenggorokan dan sempat dirawat di rumah sakit dimana tempat ia dilahirkan sebulan yang lalu. Bayi perempuan yang lucu dan menggemaskan itu membawa warna baru dalam keluarga Sally kare­na itulah cucu perempuan pertama bagi ayah dan ibunya. Bayi itu anak dari

salah seorang kakak Sally. Dalam masa-masa yang menggemaskan itulah, ia terserang radang tenggorokan yang cukup parah sehingga dibawa ke rumah sakit. “Malam itu juga dokter mengatakan bahwa keponakan saya harus dirawat inap,” kata Sally. Selama lebih dari seminggu, keponakannya itu dirawat inap dan makin hari makin menurun sampai masuk ruang rawat intensif ICU di rumah sakit itu. Ada beberapa bayi yang juga dirawat di sana saat itu. “Kami semua tidak boleh sem­ barang menjenguknya, hanya bisa lihat dari kaca saja,” kata Sally. Ibunda Sally yang mengkhawatirkan keadaan cucunya, tiap hari menjenguknya lewat ruangan kaca. Hingga akhirnya, pada hari keempat di ICU, ibunya meminta izin pada perawat untuk bisa menjenguk cucunya itu lebih dekat (melihat langsung ke dalam). “Tapi tidak diizinkan oleh perawat,” ujar Sally.

Menurut Sally, hari itu si perawat seperti menghalang-halangi ibunya dan keluarga juga ibu kandung si bayi untuk melihat langsung kondisinya. “Perawat langsung memberitahu kalau bayi keponakan saya sudah meninggal dunia,” kata Sally. Perawat itu menunjuk bayi yang meninggal itu yang ada dalam inkubator. Ibunda Sally yang melihat bayi yang ditunjukkan oleh perawat itu merasa bahwa itu bukan cucunya. “Cucu saya bukan yang di dalam inkubator, tapi yang di sampingnya itu,” kata ibunda Sally. Namun, perawat ngeyel mengatakan bahwa keponakan Sally yang meninggal dalam inkubator dan sama sekali tidak membolehkan mereka untuk melihatnya ke dalam. “Saking kesalnya, ibu saya sempat bertengkar dengan perawat itu. Karena ibu merasa mengenal sekali cucunya dan yang ditunjukkan jenazah itu meski dari jauh, ibu kenal itu bukan cucunya,” kata Sally. Namun karena perdebatan yang panjang dan menjengkelkan, ibunda Sally yang merasa itu bukan cucunya, lama-lama luluh juga dengan penjelas­ an perawat itu. “Karena perawat yang memberitahu ya ... lama-lama

7

ibu saya percaya juga,” kata Sally. Akhirnya, dengan rasa sedih mereka pun membawa jenazah bayi yang sudah dibungkus itu pulang ke rumah, tanpa sebelumnya melihat kondisi terakhir jenazah. “Kami menerima bayi itu sudah dibungkus kain batik, karena oleh perawat tidak dibolehkan melihatnya,” kata Sally. Suasana duka menyelimuti keluarga Sally ketika jenazah bayi itu tiba di rumah. Hari itu rencananya bayi itu langsung dimakamkan, namun se­belumnya dimandikan terlebih

dahulu. Saat dimandikan itu, tukang memandikan jenazah sempat keluar dan menanyakan apakah bayi keponakan Sally itu laki-laki atau perempuan? Kebetulan tukang memandikan jenazah itu masih tetangga Sally yang setidaknya mengetahui bahwa ke-

ponakan Sally itu bayi perempuan. Ibunda Sally mengatakan bahwa cucunya adalah bayi perempuan. “Yang hendak kami mandikan ini, bayi laki-laki, Bu..,” kata tukang memandikan jenazah. Hal ini tentu mengaget­ kan keluarga besar Sally dan juga para tetangga. “Begitu dilihat ternyata jenazah bayi itu laki-laki, ibu saya langsung membawa kembali jenazah itu ke rumah sakit,” kata Sally. Protes keras dilakukan oleh ibunda Sally yang sebenarnya sudah jengkel sekali pada perawat yang mengajaknya bertengkar kala mempertahankan keyakinannya jika jenazah bayi itu bukan cucunya. Kejadian ini sempat menghebohkan keluarga dan para tetangganya. Pihak rumah sakit meminta maaf pada keluarga Sally atas kejadian itu. “Direktur rumah sakit sempat datang ke rumah saya meminta maaf langsung pada keluarga kami,” ungkapnya. Begitu juga perawat yang bersangkutan datang meminta maaf atas kekhilafan dan kesombongannya. Ibunda Sally dan keluarganya, memaafkan perawat itu, namun rupanya rumah sakit tidak mentolerir kesalahan fatal itu. “Saya dengar perawat itu akhirnya dipecat,” katanya. Keponakan Sally yang tengah sakit keras itu akhirnya pun tidak bisa bertahan karena menurut Sally, dua minggu kemudian keponakannya itu meninggal dunia. “Tuhan sudah mengatur semuanya dan kami semua merelakannya,” kata Sally. Pengalaman itu tidak bisa dilupakan oleh Sally yang selalu membagi kisahnya pada orang lain, agar lebih berhati-hati. Ia meyakini, tidak semuanya ada niat jahat orang lain dalam kasus-kasus seperti ini, melainkan ada pula karena kelalaian dan ketelodoran. Setidaknya, ini sebagai alarm, peng­ ingat dirinya sendiri. -Naniek I. Taufan

PT Asuransi Purna Artanugraha (ASPAN) Cabang Bali

Serahkan Santunan Klaim Asuransi Leability Pada 3 November 2014, sebuah rom­ bongan yang terdiri dari 6 wisatawan asal India yang masih satu keluar­ ga, pukul.11.00 wita mengikuti kegiatan wisata rafting ber­ sama Bali Adventure Rafting di Sungai Ayung. Mereka pun dibagi menjadi dua perahu.

P

erahu 1 terdiri dari dua orang tamu, penumpang Suken Shah dan Riddhi yang dipandu seorang pemandu, I Wayan Sutana. Perahu 2, berisi­ kan 4 orang (dua laki dan dua perempuan), yakni Khyati Shah, Karisma Shah, Kartik Shah dan Bhavik Shah, dipandu I Wayan Rasna. Setelah sekitar 1 km me­ nyusuri Sungai Ayung, oleh para pemandu sudah diingatkan

akan melalui jeram yang berba­ haya dan memerlukan tenaga yang maksimal untuk menarik perahu. Pemandu meminta para tamu agar berjalan kaki dan tidak menggunakan perahu. Namun penumpang perahu 2, yang terdiri dari empat orang tersebut, ketika disarankan untuk berjalan kaki, hanya 2 tamu perempuannya saja yang bersedia melakukannya. Se­ dangkan dua tamu lelaki lainnya meminta untuk tetap berada di atas perahu. Dengan berat hati pemandu Wayan Rasna men­ gizinkan mereka tetap di atas perahu. Mereka akan melewati dua cabang jeram yang berbahaya. Yang lebih berbahaya posisinya di sebelah kiri, dan mereka melewati yang tidak terlalu berbahaya di sebelah kanan. Singkat cerita, perjalanan ber­ lanjut dan setelah beberapa meter perahu menyangkut di batu. Salah satu tamu yang duduk di sebelah kanan terjatuh. Awalnya tamu tersebut ter­ lihat bisa menyelamatkan diri dan duduk di atas sebuah batu. Karena sang pemandu dan kerabat sang tamu yang masih di perahu melihat posisi tamu yang satunya tersebut sudah aman, pemandu pun menarik perahu yang tersang­ kut agar bisa digunakan kembali untuk menyelamatkan tamu yang duduk di atas batu tersebut. Namun,ternyata setelah memper­ baiki perahu, rupanya dalam hi­

Pemimpin Asuransi Aspan Cabang Bali saat menyerahkan kliam kepada kuasa hukum korban di kantor Bali Adventure Rafting

tungan detik tamu tersebut sudah tidak ada lagi di atas batu. Setelah pencarian dilakukan, akhirnya sekitar pukul 13.00 keesokan harinya jasad korban, Bhavik Shah (27), ditemukan di bawah sebuah batui besar dan terjepit batang kayu. Warga negara India dengan no. paspor H 9255807 tersebut berhasil di­ evakuasi pada pukul 17.00 wita. Begitulah kronologis keja­ dian sampai akhirnya Bhavik Shah ditemukan sudah mening­ gal dunia, sebagaimana tercatat dalam Berita Acara Survei yang diperlihatkan oleh IGA Arimurti Diwia AAAIK, pemimpin Kantor Asuransi Aspan Cabang Bali ini. Dikatakannya karena kejadian ini, pihak Bali Adventure Rafting yang telah membeli polis Asuransi Liability di Asuransi Aspan, segera

menginformasikan peristiwa ke­ celakaan tersebut ke Kantor As­ pan Denpasar. Oleh Aspan hal ini segera pula ditindak lanjuti, den­ gan melakukan survei kronologis kejadian langsung ke lokasi. Berikutnya, Arimurti Di ­ wia juga menyampaikan bahwa persetujuan klaim telah disampai­ kan melalui kuasa hukum keluarga yakni Low Office Budiman & Co pada 8 November 2014 bertempat di Kantor Bali Adventure, disaksi­ kan oleh President Direktur Bali Adventure, Made Yanie Mason. Santunan tersebut segera diserah­kan setelah formulir pe­ ngajuan klaim diisi oleh pihak Bali

Adventure Rafting dan semua dokumen yang diperlukan sudah lengkap. Kenyamanan dan kemu­ dahan pelayanan Asuransi Aspan pun langsung dibuktikan oleh Bali Adventure Rafting dengan terealisasinya persetujuan pem­ bayaran ganti rugi untuk warga negara India yang meninggal di Sungai Ayung, Ubud, pada 3 Desember 2014 senilai USD 50 ribu. Arimurti mengatakan, be­ gitulah keunggulan jasa Asuransi Aspan yang prosesnya sangat cepat serta pertanggungan yang tinggi. Selain itu, Asuransi Aspan yang didirikan pada 10 Juni 1991 dengan kegiatan utamanya di bidang asuransi kerugian, juga menyediakan pelayanan asuransi kerugian lainnya berupa Asur­ ansi Kecelakaan Diri, Asuransi Rangka Kapal, Asuransi Pemban­ gunan Kapal, Asuransi Pengang­ kutan, Asuransi Penyimpanan Uang, Asuransi Pengangkutan Uang, Asuransi Pesawat Terbang, Asuransi Kebakaran, Asuransi Kendaraan Bermotor, Asuransi Rekayasa, Asuransi Leability, Asuransi Kecurangan Pegawai, Asuransi Peralatan Elektronik dan Asuransi Kerusakan Mesin. -ard

PT Asuransi Purna Artanugraha (ASPAN) Kantor Cabang Bali, Jalan Suli No. 14 , Denpasar Telepon (0361) 244353


Bunda & Ananda

8

15 - 21 desember 2014

Rajin Cuci Tangan

Minimalkan Kuman Masuk Tubuh Musim hujan sudah mulai menyapa. Cuaca jadi tak menentu. Kadang hujan kadang mendung, kadang cerah. Namun, tak berarti aktivitas berhenti. Apa yang dilakukan harus memperhatikan cuaca. Jangan sampai memaksakan diri yang bisa berakibat kondisi tubuh drop. Hal yang sama juga harus dilakukan orangtua terhadap anak-anak.

P

ulang sekolah, Satya dijemput pengasuhnya. Cuaca mendung berubah menjadi gerimis. Satya dibonceng tanpa memakai helm dan jas hujan padahal butiran air sudah mulai membasahi bumi. “Dia memang tidak suka pakai jas hujan, katanya ribet. Saya sudah menyiapkan tetapi tidak mau dipakai,” ujar pengasuhnya. Di sisi lain, Rama sibuk dipasangkan jaket, jas hujan, helm, dan mantel sepatu oleh ibunya. Kebetulan hari itu, ayah dan ibunya yang menjemput. Semua keperluan siaga hujan sudah tersimpan di bagasi motor. “Kalau cuaca mendung, kami sudah menyiapkan semua peralatan. Daripada kehujanan di jalan, lebih baik semua perlengkapan dibawa,” ujar ibu Rama. Saat hujan, anak-anak kadang merasa senang karena mereka bisa

melihat butiran air jatuh dari langit. Melintasi jalan sambil menengadahkan tangan untuk menampung air menjadi salah satu aksi anak-anak. Namun, jangan sampai orangtua lengah dan membiarkan anak berhujan-hujanan hingga anak sakit. “Ada tiga faktor yang menyebabkan orang sakit. Pertama kuman, kedua orangnya, ketiga lingkungan. Kuman bisa berada di mana saja tanpa kita lihat. Hal yang bisa dilakukan ada sedapat mungkin tidak bersentuhan dengan kuman. Faktor orangnya juga berpengaruh. Kalau kondisi atau daya tahan tubuh lemah, kita mudah diserang penyakit. Sebaliknya, kalau kondisi sehat, penyakit lebih sulit menyerang. Faktor lingkungan juga perlu diperhatikan. Kalau lingkungan kotor, kuman lebih mudah menjangkiti kita. Karena itu kebersihan lingkungan harus dijaga,” jelas dr. Ni Made Sumiartini, Sp.A.

Mendongeng Lima Menit

Tidak Lagi Minum Air Tebu

Sudah sejak lama Maharaja Pretu berusaha agar orang Bali tidak lagi minum air tebu. Usahanya selalu gagal, karena tidak ada tumbuhtumbuhan lain yang bisa dimakan. Ia teringat kepada seorang temannya, Dewi Pertiwi yang terkenal cerdas. Mungkin dewi itu bisa menciptakan bahan makanan lain yang sehat dan enak. Namun, Dewi Pertiwi selalu menghindar agar tidak bertemu dengan Maharaja Pretu. Made Taro “Dewi Pertiwi, untuk kesejahteraan rakyatku aku perlu bantuanmu,” kata Maharaja ketika memergoki Dewi Pertiwi di rumahnya. “Dapatkah kau menemukan tumbuhan lain untuk makanan orang Bali, sehingga tidak lagi tergantung air tebu?” “Maaf, Maharaja!” jawab Dewi Pertiwi. Semula ia mencurigai rajanya yang suka blusukan itu mencari-cari kesalahannya, namun setelah mendengar permintaan yang sungguh-sungguh itu, lalu katanya, “Sebaiknya, Paduka mohon petunjuk kepada Dewa Indra, sebab dewa itu punya hubungan baik dengan dewa-dewa di kayangan.” “Dewa Indra, aku perlu bantuanmu. Tolong sampaikan permohonanku kepada dewa kayangan agar memberikan bahan makanan yang sehat dan enak untuk rakyat Bali.” “Aku ini Dewa Perang, Maharaja! Setiap permintaan harus didahului dengan perang,” jawab Dewa Indra. Demi kesejahteraan rakyat Bali, Maharaja Pretu rela berkorban. Oleh karena itu ia meladeni tantangan Dewa Indra yang tidak ramah itu. Setelah perang tanding yang hebat, akhirnya Dewa Indra bertekuk lutut. “Baiklah, akan kusampaikan permohonanmu kepada Dewa Wisnu di kayangan,” katanya. Seketika itu pula Dewa Indra menghadap Dewa Wisnu, tetapi dewa pemelihara itu sedang blusukan ke bumi. Yang menerima kedatangan Dewa Indra adalah Dewi Sri. “Maaf, Dewa Indra,” kata Dewi Sri. “Dewa Wisnu sedang menjelma menjadi raja bernama Maharaja Pretu. Beliau sedang bertugas di Bali untuk memperbaiki keadaan buruk yang diwariskan oleh raja sebelumnya, Prabu Wena. Sebetulnya permohonan Maharaja Pretu untuk mengganti makanan pokok air tebu sudah kupenuhi. Beberapa waktu yang lalu telah kukirim burung-burung untuk mengangkut biji padi. Biji padi itu telah diterima oleh Dewi Pertiwi. Selanjutnya Dewi Pertiwi mempersembahkan biji padi itu kepada Maharaja Pretu.” “Terimakasih, Dewi Sri. Kalau demikian tugasku selesai,” kata Dewa Indra. Ketika dewa perang itu turun ke bumi, didapatinya Maharaja yang sangat mencintai rakyatnya itu sedang mengajar bagaimana menanam padi, memasaknya dan memakannya. Sejak peristiwa itu, rakyat Bali tidak lagi mengandalkan air tebu, tetapi mengganti makanan pokoknya dengan nasi.

Dokter Sumiartini

Dokter yang praktik di RSAD, RS Puri Bunda, dan Apotek Pandu Medika ini menuturkan ketiga faktor ini harus diperhatikan dengan baik. Satu faktor saja diabaikan, orang apalagi anak-anak akan mudah sakit. Ia mencontohkan, upaya untuk menjaga kebersihan adalah dengan selalu mencuci tangan setelah beraktivitas dan sebelum makan. “Tangan menjadi sumber penularan penyakit. Misalkan ada yang bersin dan menutup bersinnya dengan tangan, lalu tanpa sengaja tangannya memegang gagang pintu. Berikutnya kita yang memegang gagang pintu. Ada kemungkinan kita akan tertular. Karena itu, selalu menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan merupakan salah satu upaya untuk meminimalkan kuman masuk ke dalam tubuh,” ujar dokter spesialis anak ini. Ia juga mengingatkan di musim pancaroba ini, orangtua harus memperhatikan kondisi anak. Ada

beberapa hal yang bisa dilakukan. Dari sisi nutrisi, anak harus banyak minum air putih, memberikan suplemen vitamin C untuk daya tahan tubuh, jangan terlalu sering memberikan anak makanan atau minuman yang panas atau dingin, serta memperhatikan asupan gizi anak serta makan yang teratur. “Makanlah makan yang bergizi. Ini sebenarnya bukan di musim pancaroba saja dilakukan tetapi setiap saat. Makanan yang sehat akan berdampak kepada tubuh yang sehat. Anak-anak pun sama. Kalau makanan mereka sehat, tubuh mereka sehat dan terhindar dari penyakit,” jelas ibu empat anak ini. Perubahan suhu memang membuat tubuh menjadi rentan. Suhu kadang berubah dari panas menjadi dingin atau sebaliknya dan ini membuat tubuh bekerja keras untuk membentuk sistem pertahanan.

Penyakit yang biasanya menyerang di musim pancaroba antara lain flu, batuk, demam, gangguan tenggorokan, gangguan pernafasan, diare dan demam berdarah. Dari sisi sandang, jangan terlalu memakaikan anak pakaian yang tebal dan rangkap. Biarkan anak memakai pakaian yang nyaman dan mudah menyerap keringat. Jika beraktivitas di luar ruangan dan cuaca gerimis atau hujan, ingatkan anak untuk memakai jas hujan. “Perubahan cuaca yang terlalu ekstrem bisa mempengaruhi daya tahan tubuh anak. Satu hal yang juga perlu diperhatikan adalah waktu istirahat anak. Saat musim pancaroba, orang dihadapkan pada cuaca yang tak menentu. Jika tak ada keperluan mendesak, sebaiknya gunakan untuk untuk beristirahat,” kata istri dr. I Made Tangkas, SpOG.,MPH ini. –Ngurah Budi

15 - 21 desember 2014

17

Happy Healthy Soul Upgrade Your Mind, Body, and Soul

D

alam era peme­ rintahan yang baru berjalan saat ini, salah satu isu ter­ penting bagi kita adalah mengenai “Revolusi Mental”. Seluruh rakyat Indonesia sepertinya euforia de­ ngan gagasan Revolusi Mental ini, termasuk di Bali. Namun sampai saat ini, gagasan tersebut masih belum tampak apli­kasinya. Pa­ dahal, Revolusi Mental ini sangat penting artinya bagi masyarakat kita yang akan masuk ke era glo­ balisasi tanpa batas. SOUL (Spirit of Universal Life), dalam menghadapi era globali­sasi tanpa batas ini, membuat suatu program yang diharapkan da­ pat merubah mental dan kualitas masyarakat. Program ini dibuat sedemikian rupa sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan mudah. Salah satu kegiatan yang baru-baru ini diselenggarakan oleh SOUL ada­ lah HAPPY HEALTHY SOUL yang telah berlangsung pada tanggal 29-30 November 2014. Kegiatan

Peserta Happy Healthy Soul Retreat dalam salah satu sesi pemurnian batin

yang menitikberatkan keseim­ bangan Soul, Mind and Body ini dibuka oleh Director of SOUL, Adek Dharana yang memapar­ kan latar belakang diadakannya kegiatan ini. Dilanjutkan dengan

paparan berbagai materi yang disampaikan lima narasumber yang berkompeten di bidangnya, Bunda Arsaningsih, dr. Rastho Mahotama, dr. Netty Santyari, dr. Satria Wibawa dan Alberto Da­

Rajin mencuci tangan meminimal kuman masuk ke dalam tubuh

Bunda Arsaningsih sebagai narasumber utama, sedang memaparkan materi yang berkaitan dengan mind

Gilda Sagrado (BPPD Bali) “Saya setiap beberapa bulan kerap ke luar negeri untuk menge­ jar guru-guru kelas dunia untuk mendapatkan pendalaman tentang cara berpikir, mental serta skill bisnis untuk diterapkan dalam diri saya maupun orang-orang yang saya cintai. Saya telah mengikuti workshop Robert Kiyosaki (Rich Dad Poor Dad-Cashflow Quadrant), T. Harv Eker (Mental Milyarder), Richard Branson (pebisnis terkaya ke-7 di dunia, pemilik Virgin Group,

owner brandnya Lady Gaga), Nick Vujicic (tanpa tangan, tanpa kaki dan tanpa masalah) dan masih banyak lagi tokoh panutan dunia. Saya menyadari bahwa apa yang mereka bawakan tidak sebanding dengan apa yang saya alami ketika mengikuti kegiatan Happy Healthy Soul selama 2 hari. Secara ilmiah, perubahan permanen dalam diri seorang manusia memerlukan 4 unsur mendasar yaitu IQ, EQ, SQ dan PQ (mental, emosional, spiri­ tual dan fisikal). Sebuah keharusan untuk menggunakan keempat unsur agar perubahan permanen terjadi dalam diri peserta kegia­ tan dan guru-guru sukses dunia memahami ini. Menariknya, dalam Happy Healthy Soul, unsur spiritual di­ angkat lebih mendalam diband­ ingkan dengan kegiatan kelas dunia manapun yang pernah saya ikuti. Kita diajak untuk ingat bahwa kekuatan spiritual kita berdampak terhadap kebahagiaan dan kes­ ehatan (happy healthy). Memupuk kekuatan spiritual berupa keter­ hubungan kita dengan Tuhan, kepasrahan dan selalu berprasang­ ka baik terhadap rencana Tuhan.

Berbeda daripada program lainnya, dalam kegiatan ini per­ tama-tama peringkat kesehatan saya diukur dengan menggunakan Teknik SOUL Meter. Contohnya, peringkat stres saya di awal kegia­ tan ada di angka “7” yang artinya cukup tinggi dalam skala 1 hingga 10. Kemudian setelah menjalani kegiatan penuh selama dua hari di akhir kegiatan saya kembali diukur, seluruh peringkat kesehatan saya membaik, peringkat stres saya ada di angka “0” yang artinya stres saya sudah hilang sama sekali, dan saya merasakan damai yang benarbenar membahagiakan. Selain itu, saya bertemu den­ gan banyak kenalan lama yang ternyata sudah sangat sering ikut acara Bunda Arsaningsih. Bahkan, mereka mengajak anak dan me­ nantunya. Saya jadi kagum bahwa dampak nyata sebuah program yang benar-benar bermanfaat akan menyebabkan orang yang pernah ikut mengajak keluarga dan teman­ nya untuk turut merasakan manfaat program tersebut. Program yang bermanfaat pasti akan menarik banyak orang lain lagi untuk diberi­ kan manfaatnya.”

costa Ximenes. Para narasumber ini membagikan informasi dan pengetahuan yang membantu para peserta menyeimbangkan hidup mereka yang akan men­ ciptakan hidup yang sehat dan bahagia. Bunda Arsaningsih mem­ b awa ka n m a te r i M i n d ya n g menitik­beratkan pada bagaimana membentuk mindset yang baik. Selain memberikan bagaimana membangun mindset yang baik, Bunda Arsaningsih juga meng­ ajarkan keterhubungan de­n gan Tuhan. Keterhubungan dengan Tuhan ini menjadi kunci dalam proses-­p roses berikutnya, sep­ erti peningkatan fungsi otak dan jiwa (Brain Upgrade dan Soul Upgrade). Selain membentuk pikiran yang baik, para peserta juga diajak untuk bergerak dalam SOUL Balancing Yoga yang men­ jelaskan gerakan-gerakan yoga tertentu untuk menyeimbangkan energi tubuh. Proses Happy and Healthy Soul juga dipantau secara en­ ergi dengan metode pengukuran SOUL Meter yang dijelaskan oleh dr. Rastho Mahotama pada awal acara, sehingga peruba­ han dapat diukur secara pasti dengan singkat dan tepat. Hal ini menjadi mungkin karena dengan menerapkan SOUL Meter seseorang memiliki bekal untuk menerjemah­k an informasi-in­ formasi alam menjadi informasi yang tepat. Hal ini juga berguna dalam proses pengambilan kepu­ tusan dalam kehidupan. Penjelasan fungsi otak dipa­ parkan secara sederhana namun menyeluruh oleh dr. Netty Sant­ yari. Peserta juga dibuat tercen­ gang oleh dr. Satria Wibawa yang menjelaskan bahwa asupan maka­ nan memiliki efek yang berbeda pada tiap individu, dan dengan

SOUL Meter para peserta mulai mengukur kecocokan makananmakanan de­n gan diri mereka sendiri, sehingga dapat mengatur pola makan yang terbaik. Semen­ tara Alberto Dacosta Ximenes, membahas tentang keseimbangan otak kanan dan otak kiri yang memungkinkan hidup makin seimbang. Bertempat di Hotel Werd­ hapura, Denpasar Bali, kegiatan SOUL kali ini diikuti tidak hanya peserta dari Bali. Peserta dari Jakarta, Lombok, Yogyakarta, Surabaya, bahkan Kalimantan pun datang untuk belajar ber­ sama. Untuk acara kali ini, ter­ hitung 105 orang peserta belajar materi-materi yang bertujuan un­ tuk menyeimbangkan pola pikir, kesehatan tubuh dan kesehatan jiwa. Keseimbangan tiga unsur (pikiran, tubuh dan jiwa) inilah yang ditargetkan agar menjadi selaras, memperbaiki seluruh sistem dalam tubuh supaya men­ jadi seimbang. Setelah mengikuti kegiat­an ini, peserta diharapkan menjadi jiwa yang baru, terbebas dari berbagai mental blok yang membelenggu kesehatan jiwa, terlahir kembali dengan kualitas mental yang lebih tinggi untuk mencapai jiwa yang sehat dan bahagia. SOUL, yang baru saja di­ resmikan sebagai anggota VIP dari Badan Promosi Pariwisata Daerah Bali (BPPD Bali), akan ber­u saha untuk terus mencip­ takan program-­p rogram yang bermanfa­at agar dapat mening­ katkan kualitas jiwa agar se­ makin kuat secara fisik dan mental. Hal ini sejalan dengan program Spiritual Tourism yang digalakkan BPPD Bali. Selain kegiatan empat bu­ lanan seperti Happy Healthy Soul, SOUL juga secara rutin menyelenggarakan berbagai program seperti SOUL Healing dan Konsultasi bagi mereka yang memerlukan bantuan dalam bidang kesehatan, kemakmuran, hubungan maupun spiritual. Selain itu, ada juga SOUL Kids sebagai persiapan anak-anak di bawah 15 tahun agar siap men­ jalani hidup dengan lebih sehat, cerdas, ceria dan penuh cinta. Bagi kalangan dewasa, tersedia berbagai program seperti, SOUL Meter, SOUL Public Speaking, SOUL Balancing Yoga, Spiri­ tual Camp serta berbagai macam workshop lainnya yang dapat membantu pengembangan kuali­ tas diri. Untuk mendapatkan info lengkap dapat datang ke SOUL Of­ fice Jln. Gunung Sanghyang 118D Denpasar atau hubungi nomor 0361 - 7463858. -ten

Sesi Soul Balancing Yoga yang diikuti peserta dengan antusias


15 - 21 Desember 2014

16

15 - 21 Desember 2014

IWAPI Kota Denpasar

D rs. Nyoman Win ata, M. H u m.

Siap Bersinergi

Guru Jadi Contoh

Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Denpasar me­

rupakan cabang dari DPD IWAPI Bali yang terbentuk pada tahun 2003. Saat ini anggota IWAPI Denpasar tercatat 85% sebagai pengusaha mikro dan kecil. Sedangkan 15%nya merupakan peng­usaha menengah, antara lain bergerak di bidang kerajinan, perhotelan, tekstil, garmen, restoran, katering dan berbagai produk jasa lainnya.

S

ejak dilantik pada 23 Januari 2014, DPC IWAPI Kota Denpasar men­ jalankan beberapa kegiatan, seperti menerima kunjungan studi banding dari GOW Kota Malang, Jawa Timur, bersiner­ gi dengan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Denpasar dalam lomba Utsawa Dharma Dharma Gita bagi penyandang disabilitas dan juga dalam ke­gi­at­an Hari Lanjut Usia Nasional. Sementara, kegiatan besar ­yang belum lama sukses di­ laksanakan adalah menggelar fashi­on ­show endek dengan tema “Taksu from Denpasar”. Aca­ra tersebut dipersem­ bahkan pada jamuan makan malam bersama Wali Kota

Denpasar dan juga digelar beberapa stan pameran dari anggota IWAPI dan UMKM Kota Denpasar yang meru­ pakan rangkaian kegiatan Raker­nas IWAPI XXV tahun 2014, di Graha Sewaka Dhar­ ma, Lumintang, Denpasar.

Audiensi dengan Kadis Perindag Kota Denpasar

Selain kegiatan tersebut, DPC IWAPI Kota Denpasar tetap menjalankan program kerjanya, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Juga, melakukan audiensi ke pembina-pembina IWAPI untuk mencapai sinergisitas

Pengurus DPC IWAPI Kota Denpasar

dalam menjalankan program kerja dari DPC IWAPI Kota Denpasar. “Kami juga tetap melakukan sosialisasi me­nge­ nai IWAPI agar masyarakat mengetahui eksistensi DPC

IWAPI Kota Denpasar,” ujar Ketua IWAPI Kota Denpasar, Jro Puspawati, S.Par. di­ dampingi Sekretarisnya, Made Asri Restuastuti Kar­ dha, S.P. - ard

Perayaan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-69, baru saja dilaksanakan, tanggal 25 No­ vember, lalu. Para guru hendaknya merenungkan, revolusi mental yang diharapkan pada semua lini, ter­ masuk guru itu sendiri. “Guru zaman sekarang tidak lagi harus membentak dan memerintah. Guru zaman sekarang harus menjadi contoh dan mau terus bela­ jar untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik,” ujar Ketua PGRI Kota Denpasar, Drs. Nyoman Winata, M.Hum., yang juga Kepala SMAN 5 Denpasar ini.

D

Audiensi dengan Wali Kota Denpasar

Audensi dengan Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar

Terima Kasih Kepada Pendukung Acara “Taksu from Denpasar” 1. Pemkot Denpasar 2. Istri Walikota Denpasar 3. DPD IWAPI Bali 4. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 5. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bali 6. Tiara Dewata 7. PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar 8. Bank Anda 9. Erha Clinic 10. Bali Berry 11. B-Farabi 12. Wisesa Group 13. Pondok Kuring Resto 14. Bali Izatta Wedding & Décor

15. CV Trisna Motor 16. I am Model Management 17. Latulipe Cosmetic 18. Garuda Indonesia 19. Anahata Service 20. Indah Asri 21. APPMI 22. Asbest Kota Denpasar 23. Turah Mayun 24. Komang TRi 25. Bali Puspa Bordir & Tekstil 26. Semua pihak yang telah membantu pelaksanaan acara tersebut.

9

Audiensi dengan istri Wali Kota Denpasar

alam pan­ dangannya, menjadi guru haruslah mer­ upakan panggilan hati, seh­ ingga apapun yang dirasakan ketika menjadi guru tidak merupakan keluhan. “Guru tidak boleh mengeluh melihat siswa bandel dan malas. Justru seorang guru harus tertantang mengubah kemalasan dan ke­ bandelan siswa menjadi rajin dan disiplin. Itulah guru yang patut menjadi contoh,” kata lelaki kelahiran Tabanan, 28 Juli 1955 ini. Winata memang selalu berapi-api ketika bicara ten­ tang profesi guru. Karena bagi­nya, sesuai dengan na­ manya, guru digugu dan ditiru. Ia ingin para guru tak hanya meminta hak dan terus mem­ inta kenaik­an gaji, tapi laku­

kan kewajiban guru dengan baik. “Saya rasa pemerintah sudah memberi apresiasi yang baik kepada para guru. Jadi, mari kita para guru terus ber­ benah diri untuk meningkatkan prestasi secara pribadi maupun sekolah,” kata Winata. Kecintaan Winata kepada profesi guru, memang ada se­ babnya. Sebagai seorang anak petani di desa kecil, PereanTabanan, Sejak kecil, Winata ingin menjadi PNS. Walaupun ia tak tahu menjadi PNS di bi­ dang apa, tapi perjalanan hidup mengantarkannya menjadi guru bahasa Inggris. Padahal, kata Winata, sebelum­ nya, nilai bahasa Inggris­nya sela­ lu jelek. Namun,

ketika ia melihat orang lain begitu fasih berbicara Bahasa Inggris dengan turis asing, di matanya terlihat sangat hebat. Ia pun merasa tertantang untuk menjadi guru Bahasa Inggris. Setamat SMA, Winata, meneruskan pendidikannya ke jurusan Bahasa Inggris di Fakul­ tas Keguruan/Ilmu Pendidi­ kan Unud Singaraja. Karier­nya sebagai guru Bahasa Inggris dimulai dengan menjadi Guru SGO Negeri Denpasar tahun 1979-1990. Tahun 1990 ia mulai mengajar di SMA Negeri 5 Denpasar hingga tahun 2005. Niatnya yang selalu in­ gin mengembangkan diri, terlihat dari keikut­ sertaanya dalam ber­ bagai penataran-penat­ aran. Hingga, ia terpilih menjadi guru Inti Kota Denpasar. Beberapa ta­ hun kemudian ia terpilih menjadi instruktur para guru di Bali.

Tugasnya, membina para guru kabupaten/kota se-Bali. Tahun 1998, ia mendapat kesem­patan mengikuti pertukaran guru Bali-Australia Selatan. Tahun 2006, ketika ada per­ gantian kepala sekolah di SMAN 5 Denpasar, Winata ditunjuk untuk menggantikannya. Tentu merupakan suatu prestasi bag­ inya dan sekaligus mengemban tugas berat, untuk memajukan SMAN 5 Denpasar. Ia mengatakan, banyak su­ ka-dukanya menjadi kepala sekolah. Ia harus belajar me­ nyelami jiwa para guru, begitu juga beragam karakter siswa, mulai dari yang bandel dan na­ kal. Tapi, ia melihat semua ada seninya. Ketika siswa bandel mampu diubah menjadi rajin,

mendapat kesempatan mela­ wat ke Ing­gris. Winata, meru­ pakan satu-satu­nya kepala sekolah dari Bali yang menda­ patkan prestasi tersebut. Ia juga sudah mengan­ tarkan SMAN 5 Denpasar, mendapatkan penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono , sebagai sekolah Adi Wiyata berturut-turut mulai tahun 2007, 2008, 2009, dan 2010. Tahun 2010, ia ter­ pilih menjadi ketua PGRI Kota Denpasar setelah sebelumnya menjabat Sekretaris Umum PGRI Provinsi Bali. Tahun 2012, Nyoman Wi­ nata, mendapat penghargaan Widya Kusuma, sebagai Tokoh Pendidikan dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Saat ini,

“Saya rasa pemerintah sudah memberi apresiasi yang baik kepada para guru. Jadi, mari kita para guru terus berbenah diri untuk meningkatkan prestasi secara pribadi maupun sekolah,” dan guru yang malas menjadi lebih disiplin, tentu ada kepua­ san luar biasa bagi Winata. Berkat kegigihan, kerja keras, dan semangatnya dalam men­ jalankan tugas sebagai kepala sekolah, tahun 2008, ia men­ dapat predikat Kepala Sekolah Berprestasi tingkat SMA/SMK Kota Denpasar. Dan, predikat Kepala Sekolah Berprestasi tingkat SMA/SMK Provinsi Bali juga disandangnya. Kemudian, ia terpilih mengikuti workshop kepala sekolah seluruh Indone­ sia dan mendapatkan prestasi peserta terbaik ber­ sama 10 orang lainnya dari seluruh Indo­ nesia, dan

Winata juga menjabat, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Seko­ lah se-Kota Denpasar. Ia juga menjalin kerja sama dengan Yayasan Barbara and King Foundation di Australia, untuk membantu siswa SMAN 5 Denpasar, yang bahasa Ing­grisnya bagus men­dapat kesem­ patan mengunjungi Australia. Kerja sama ini sudah terjalin sejak tahun 2007 sampai seka­ rang. Menurut Winata, walaupun sudah banyak prestasi yang diraihnya, ia masih tetap ingin belajar. Ia memiliki kiat sukses dalam menjalankan kariernya. “Tips saya sederhana, lakukan yang terbaik, bagi tugas sesuai porsi yang benar, enjoy, terbuka, dan berbagi dengan orang lain,” kata lelaki yang selalu ber­ semangat, ramah, dan murah senyum ini. –Wirati Astiti


Bugar

10

15 - 21 desember 2014

Epilepsi

Tak Kenal maka tak Sayang dr. I.G.A Riantarini, Sp.S.

dr. I.G.A Riantarini, Sp.S.

E

pilepsi adalah salah satu penyakit otak yang sering kita temukan. Menurut WHO, epilepsi menyerang 1% penduduk dunia dan dapat terjadi pada siapa saja di seluruh dunia tanpa batasan ras/sosial ekonomi. Angka kejadiannya tinggi di negara berkembang, 114 (70-190) per 100.000 penduduk per tahun. Bila jumlah penduduk Indonesia sekitar 220 juta, maka jumlah penyandang epilepsi baru 250.000 per tahun. Prevalensi epilepsi pada bayi dan anak-anak cukup tinggi, menurun pada usia dewasa muda dan pertengahan, akan meningkat pada kelompok usia lanjut. Secara umum epilepsi dapat diobati, dengan data penelitian menunjukkan 55-68 % kasus berhasil menunjukkan remisi dalam jangka waktu cukup panjang. Di kalangan masyarakat negara berkembang, stigma terhadap epilepsi masih tinggi karena kurangnya penge-

tahuan tentang epilepsi itu sendiri. Epilepsi bukanlah penyakit akibat kutukan/guna-guna, kerasukan/gangguan jiwa/mental, dan tidak menular. Kendala lainnya keterbatasan tenaga medik, sarana pelayanan, dana dan kemampuan masyarakat terhadap penanggulangan epilepsi sehingga tidak optimalnya upaya pelayanan penyandang epilepsi. Epilepsi dapat berefek terhadap sosial dan psikosial pasien, misalnya terjadi kehidupan sosial yang terisolir, stigma dan disabilitas. Semua itu akan mengakibat tingkat pendidikan yang rendah, kesempatan memperoleh pekerjaan yang terganggu, kesulitan mendapatkan tanggungan asuransi atau surat izin mengemudi Otak manusia meliputi jutaan sel saraf yang menghasilkan dan menerima rangsangan listrik. Sel saraf berkomunikasi dengan sel saraf lainnya melalui rangsangan listrik. Aktivitas tersebut berlangsung beberapa detik atau menit. Epilepsi merupakan suatu kondisi yang menyebabkan seseorang berisiko mengalami bangkitan berulang dan dapat mulai terjadi di segala usia. Tidak semua orang yang mengalami bangkitan kejang disebabkan oleh epilepsi. Bangkitan epileptic (bangkitan) terjadi pada penderita epilepsi karena disfungsi otak yang secara intermitten mengakibatkan episode aktivitas listrik abnormal. Penyebabnya beragam, yaitu injuri otak (seperti trauma, stroke, infeksi otak, tumor otak), kondisi genetik , atau sebagian besar kasus penyebabnya tidak diketahui. Bangkitan terprovokasi adalah terjadinya aktivitas listrik di otak abnormal yang disebabkan oleh obat-obatan/ alkohol/metabolik seperti kadar gula darah yang rendah. Dalam hal ini, bangkitan tidak akan terjadi kembali setelah masalah tersebut teratasi dan tidak dinyatakan menderita epilepsi. Ada juga dikenal sebagai bangkitan kejang non epileptik yang tampak seperti bangkitan

kejang namun tidak disebabkan oleh aktivitas otak abnormal. Bangkitan ini dapat disebabkan oleh kondisi psikologis, penyakit otot atau pingsan. Kejang merupakan tipe bangkitan yang terbanyak (60 %). Dari 60 % tersebut, dua pertiganya mengalami kejang fokal/parsial yang dapat diikuti dengan kejang seluruh tubuh. Empat puluh persen sisanya merupakan bangkitan epilepsi tidak kejang, sebagai contoh seseorang tiba-tiba tampak tidak ada kontak dengan sekitarnya selama kira-kira 10 detik. Kejang umum disebut sebagai kejang tonik-klonik, penderita mengalami kaku seluruh tubuh menghentak-hentak dan tidak sadar sehingga terkadang dapat menggigit lidahnya sendiri, dan tampak mulutnya berbuih atau mengompol. Bentuk kejang lainnya hanya salah satu bagian tubuh/wajah yang bergerakgerak, atau penderita tampak tiba-tiba berhenti beraktifitas dan terlihat bengong, terkadang tampak mengunyah atau mengecap-ngecap bibirnya. Bangkitan juga dapat mengakibatkan penderita merasakan suatu sensasi, seperti merasa perut tidak nyaman/mules, ketakutan atau mencium bebauan tertentu. Perasaan tersebut dapat dianggap sebagai ‘aura’, mendahului suatu bangkitan kejang. Beberapa faktor dapat memicu terjadinya bangkitan pada orang tertentu, seperti emosi/stres, olahraga berlebihan, suara musik yang keras, sinar lampu berkedip, panas badan, telat makan, kedinginan, menstruasi dll. Setelah mengalami bangkitan penderita dapat merasa kebingungan/kelelahan atau nyeri kepala berdenyut yang berlangsung beberapa menit/jam/hari. Ada juga yang mengalami kelemahan separuh tubuh/ kesulitan berbicara/gangguan penglihatan/gangguan sensorik. Untuk menentukan seseorang mengalami bangkitan epilepsi atau tidak, dengan menggali informasi dari pasien sendiri atau saksi mata saat bangkitan terjadi. Sesuai dengan jenis bangkitan, usia atau situasi individu dapat dilakukan beberapa tes, seperti tes laboratorium untuk darah (menilai kadar gula darah), lumbal punksi untuk menentukan adanya

infeksi sebagai pencetus (terutama apabila penderita tetap tidak sadar setelah kejang, panas tinggi dan ada tanda lain dari infeksi otak). Tes lainnya adalah EEG (elektroensefalografi) untuk menilai adanya aktivitas listrik abnormal di otak. Selama dilakukan tes EEG, pada kulit kepala dipasang electrode-elektrode untuk merekam gelombang listrik otak, beberapa tes provokasi dikerjakan untuk merangsang aktivitas otak abnormal, sehingga mampu membantu dalam mendiagnosis epilepsi. Untuk menilai otak secara anatomi, dapat dikerjakan CT scan atau MRI, sehingga akan tampak adanya tumor/stroke/masalah struktural lainnya. Sebagian besar penderita epilepsi dengan hasil CT scan/MRI/EEG dalam batas normal. Penanganan epilepsi dengan memberikan obat anti epilepsi (OAE). Obatanti epilepsi tidak menyembuhkan epilepsi, namun membantu mencegah terjadinya bangkitan epilepsi. Apabila gagal dengan OAE, alternatif lainnya dengan pembedahan. Obat antiepilepsi mulai diberikan sesuai dengan jenis bangkitannya dan apabila mengalami bangkitan dua kali atau lebih. Dapat diberikan pada keadaan hanya mengalami satu kali bangkitan kejang apabila berisiko tinggi untuk mengalami bangkitan lagi. Apabila epilepsi disebabkan oleh stroke/ tumor atau tipe lain dari injuri otak, maka akan diberikan satu atau 2 macam OAE. Pemberian OAE selalu dengan dimulai dengan dosis terendah dan satu macam obat. Obat yang paling tepat adalah OAE yang dapat melindungi dari terjadinya bangkitan lagi dan dengan efek samping paling minimal. Efek samping yang biasa terjadi adalah merasa lelah/pusing/gatal-gatal kemerahan. Apabila efek samping terjadi, harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan melanjutkan OAE tersebut atau menggantinya. Pada beberapa kondisi perlu melakukan pemeriksaan laboratorium untuk menentukan adanya efek samping obat/kadar obat dalam darah.

Style

15 - 21 desember 2014

15

Taksu from

Denpasar

Bintang Mira

Jro Puspa

Fashion show spesial ini merupakan rangkaian dari Rakernas Iwapi XXV dan menjadi bagian acara Gala Dinner bersama Wali Kota Denpasar. Dihadiri 900 peserta rakernas Iwapi seluruh Indonesia, Iwapi Kota Denpasar mengajak APPMI Bali dan Asbest Kota Denpasar mempersembahkan karya dalam tema “Taksu From Denpasar”. - A.A.A Mayun Tenaya, hadir dengan busana pernikahan yang istimewa dengan bahan tenun ikat dan aksesori yang didesain sendiri. - Tjok Abi, kali ini menampilkan ciri khasnya kain poleng, menjadi busana malam yang cantik dan elegan - Dwi Iskandar, Ketua APPMI Bali, mempersembahkan busana wanita yang simple cut dan modern untuk beberapa kesempatan. - Bintang Mira, memamerkan batik Bali bernuansa biru navy, untuk busana wanita dengan potongan simple tapi berkarakter. - Jro Puspa dari Bali Puspa Border &

- - - - -

Tekstil, suguhkan desain dengan bertemakan “Lila Cita” Frida dari Wijaya Kusuma, memilih mengangakat spirit Kota Denpasar melalui ornamen Balinya. Desi Tri Kerti menawarkan busana ready to wear Wh – Fashion oleh Jayagita, mengangkat seni Patra dengan motif bunga dan dedaunan. Rhea Cempaka, konsisten dengan kreasi kebaya elegance kebaya of ikat Komang Tri, desainer aksesori ini pun tak ketinggalan dengan karyanya. – Sri Ardhini

Desi Tri Kerti Frida

Karya Turah Mayun Rhea Cempaka Jayagita

Wh Fashion

Mayun

Komang Tri

Tjok Abi

Dwi Iskandar

Karya Tjok Abi

Tude Togog

Penulis adalah staf divisi penyakit saraf Siloam Hospitals Bali

Karya Rhea Cempaka

Karya Bintang Mira

Karya Jro Puspa

Karya Frida

Karya Desi Tri Kerti

Karya Dwi Iskandar

Karya Tude Togog

Aksesori dari Komang Tri


Jelita

14

15 - 21 Desember 2014

Wajah Kencang dan Segar dengan Filler Tampil cantik dan sempurna adalah idaman setiap perempuan. Namun faktanya tidak semua perempuan terlahir dengan wajah yang ter­golong cantik atau indah untuk dilihat. Ter­kadang ada beberapa bagian dari wajah mereka yang memerlukan koreksi.

S

eiring dengan kemajuan teknologi kecantikan, banyak program yang bisa dipilih untuk memperbaiki penampilan seseorang, khususnya para perempuan. Filler adalah salah satu item favorit dalam dunia kecantikan saat ini. Filler dilakukan dengan tujuan membantu wajah lebih proporsional bahkan memberikan bentuk kesempurnaan. Dengan filler bukan hanya proses koreksi tapi juga pengencangan kulit wajah dan kesegarannya dapat dilakukan secara cepat, praktis, dan nyaman Menurut dr. Kadek Trisnadewi M.,Biomed (AAM) dari Indivara Aesthetic, ketika se­s eorang mengalami permasalahan dengan kontur wajahnya atau akibat usia, sekarang tidak perlu khawatir sebab masih ada yang dapat dilakukan untuk perbaikan, yakni dermal filler atau teknik perawatan kulit dengan memasukkan bahan yang aman ke dalam jaringan kulit Dokter Kadek juga menyatakan ketika seseorang ingin memperbaiki wajah bawah yang kendur bukanlah perkara mudah. Perlu pengetahuan dan analisa yang mendalam tentang permasalahan yang dihadapi. Makanya yang boleh mengerjakan filler adalah dokter yang sudah terlatih dan mempunyai kompetensi melakukan filler. Sebab, dalam melakukan penyuntikan filler pada bagian tertentu di wajah, sangat diperlukan keahlian dan kecermatan luar biasa. Termasuk pemahaman menyeluruh terhadap struktur dari area dan jaringan lunak yang ada di bawah lapisan kulit. Dermal filler atau filler banyak dilakukan pada lapisan kulit yang memerlukan tambahan volume. Diantaranya garis senyum dan kerut­an halus bawah mata. Bentuk wajah sangat menentukan bagian wajah mana yang sebaiknya diperbaiki agar jadi sempurna. Teknik ini mengatasi kerutan secara cepat dan nyata tanpa melalui operasi. Dengan jenis bahan tertentu teknik ini juga bermanfaat untuk meremajakan kulit. Selain itu katanya injeksi filler juga bisa untuk mengisi pipi yang cekung, tanpa melalui operasi. Anestesi tetap diperlukan, tapi hanya anes­ tesi blok atau lokal atau topikal. Tidak memerlukan anestesi general, karena penyuntikan bahan filler hanya dilakukan di bawah kulit dengan volume yangg tidak terlalu besar Pada saat difiller lanjutnya, tidak terasa sakit karena sudah dilakukan anestesi lokal/blok anestesi. Untuk anestesi topikal terkadang masih ada rasa sakit sedikit seperti digigit semut. Sedangkan waktu penyuntikan tergantung berapa luas area yang disuntik, dan tingkat kesulitannya. “Misalnya membentuk hidung lebih, prosenya akan lama diban­ dingkan dengan mengisi

cekungan nasolabial fold. Namun selama ini rata-rata memerlukan waktu antara 10 menit s.d 30 menit. Itulah keuntungan dari dermal filler, proses pengerjaan yang relatif cepat dan hasilnya pun dapat segera dilihat dan natural look,”bebernya. Langkah dalam melakukan filler lanjut dokter Kadek Trisnadewi, pertama-tama dilakukan cleansing pada area filler. Kemudian dilanjutkan dengan anestesi sesuai keperluan, Setelahnya mulai dilakukan penyuntikan bahan filler pada area yang akan dikoreksi. “Filler bisa disuntikkan di daerah yang berkerut dalam, di bibir untuk menambah volume bibir, cekung­an bawah mata, cekungan nasolabial, pipi yang cekung, cekungan di sam­ping sudut bibir, hidung hingga dagu,” terangnya sambil mengatakan injeksi filler aman sepanjang tidak ada alergi dan kontraindikasi pada pasien yang bakal melakukan filler tersebut. Mengenai bahan filler, dokter Kadek menyebutnya ada beberapa. Salah satunya adalah hyaluronic acid. Filler juga ada yang permanen dan ada yang tidak. “Ini tergantung bahan yang digunakan. Bahan hyaluronic acid bersifat tidak permanen,”cetusnya Karena fungsi filler yang tidak hanya mengatasi kerutan tapi juga pembentukan hidung dan dagu, mengisi daerah-daerah cekung, maka jika menyebut usia. Tidak hanya dikalangan wanita dan pria dewasa, tetapi juga sudah merambah ke remaja mulai di atas 17 tahun sudah bisa dilakukan filler Pertimbangan­ nya lebih kepada keperluannya. “Tetapi umumnya filler dilakukan setelah usia 30an tahun, karena mulai usia itu-

lah penua­an nyata mulai tampak,”katanya Setelah dilakukan filler yang perlu dihindari katanya adalah paparan suhu panas yang ekstrim, seperti sauna, olah raga yang berat. Hindari tekanan atau massage pada area filler selama minimal 2 minggu setelah melakukan filler. “Hindari kosmetik yang mengandung AHA, retinol, vit C, atau produk kosmetik berbasis minyak selama 24 sampai 48 jam setelah filler. Hindaripuloa facial, perawatan pengelupasan, atau laser selama 2 minggu pasca filler,”lanjutnya. Selama ini yang paling sering dikoreksi dengan melakukan filler adalah cekungan nasolabial yaitu cekungan dari pinggir hidung sampai sudut bibir, cekungan bawah mata, kerut-kerut dalam, pembentukan hidung. “Namun apapun nama metode yang dilakukan untuk kecantika. Adalah sangat baik jika ditunjang dengan menghindari gaya hidup yang kurang sehat, seperti me­rokok dan minum-minuman berakohol. -Sri Ardhini

Ucapan terima kasih kepada mitra kerja “family touring end of the year 2014” lBagus

Agro Pelaga Kabupaten Badung lBadan Keluarga Berencana Kabupaten Badung lKantor Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Badung lDinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Badung lAuto2000 Tabanan lIMI Bali lDitlantas Polda Bali lYuasa Battery lAqua lV-Kool lCellular World lSri Sri Embroidery lIWAPI Kota Denpasar lFaber-Castell lBali Bird Park lHouse of Dura lBali Yaris Community lSanggar Yayasan Yasa Putra Sedana Pengaji Payangan Gianyar lThe Sambas lYupi lIrene lKelompok Media Bali Post lPemerintah

Mitos

15 - 21 Desember 2014

Waspadai

Chikungunya

M

usim penghujan telah tiba. Beberapa penyakit yang rentan terjadi pada musim ini, salah satu­ nya chikungunya. Untuk mengetahui lebih jelas tentang penyakit chikungunya, berikut penjelas­ an Kepala Puskesmas I Denpasar Utara dr. A.A.Ampera Priha­ tini M.M. yang juga berpraktik di Klinik Mesari Usada Mitos: Chikungunya rentan terjadi hanya saat musim hujan Fakta: Penyakit chikungunya disebabkan oleh virus chikungunya (HIKV) adalah arthopod borne virus yang ditransmisikan oleh beberapa spesies nyamuk. Vektor utamanya sama dengan demam berdarah dengue (DBD) yaitu penyakit Aedes agypti dan Aedes albopictus. Tempat hidupnya adalah di tempat- tempat yang dapat menampung air, di dalam maupun di luar rumah. Tempat penampungan air (TPA) seperti, bak mandi, tangki reservoir, drum, tempayan, ember. Perhatikan juga tempat penampungan lain seperti, tempat minum burung, vas bunga, perangkap semut, bak

kontrol pembuangan air, tempat pembuangan air kulkas/dispenser, barang-barang bekas. Juga, tempat penampungan alamiah seper­ti lubang pohon, pelepah daun/pisang, tempurung kelapa, potongan bambu, dan lubang tempat tedung atau penjor. Jadi, walaupun tidak musim hujan, jika tempat penampung air dan tempat yang bisa menampung air tidak ditutup atau dikuras setiap minggu, bisa menjadi sumber tempat perkembang biakan nyamuk chikungunya. Pada musim hujan populasi Aedes sp akan meningkat karena telur nyamuk akan menetas ketika tempat pembuangan air mulai terisi

Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di ­amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi ­Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

Payudara Kendor karena ML? Dok, aku merasa payudaraku berukuran kecil, jadi bikin minder. Apa benar dok, pria suka dengan payudara perempuan yang besar? Terus apa benar payudara bisa diperbesar dengan diremas-remas? Dan satu lagi, apa benar kalau payudara kendor itu artinya sudah pernah ML? (Ayu,18th)

Tidak sedikit wanita mengubah ukuran payudara agar terlihat sesuai keinginannya. Banyak pria berpikir bahwa bagian tubuh wanita yang paling memiliki daya tarik seksual adalah payudara. Karenanya payudara sangat sering menjadi topik pembicaraan yang tiada habisnya. Bagi wanita, tentu saja payudara merupakan aset yang sangat berharga. Tetapi, walaupun payudara makin sering dijadikan bahan obrolan, pada kenyataan masih

banyak yang tidak tahu apa saja yang harus dilakukan terhadap kesehatan payudara. Padahal membicarakan payudara, sebenarnya ukuran bukanlah hal yang penting. Yang penting adalah merawatnya agar tetap sehat. Tentang ukuran payudara, sering kali wanita berpayudara mungil merasa rendah diri saat membanding-bandingkan kepunyaannya dengan wanita lain karena masih banyak yang berpikir bahwa payudara yang memikat adalah

11

air hujan, sehingga dapat mengakibatkan peningkatan penularan penyakit demam chikungunya. Mitos: Penyakit chikungunya tidah berbahaya, tapi patut diwaspadai Fakta: Demam chikungunya tidak berbahaya, tapi karena nyeri persendian yang dirasakan sangat hebat nyerinya terutama pada pergelangan kaki, pergelangan tangan, siku, jari, lutut, panggul serta nyeri otot perlu diwaspadai. Mitos : Jika persendian sakit, pasti kena chikungunya Fakta: Nyeri persendian bisa juga terjadi pada penyakit artritis rhematoid, osteoarthritis, Gout, Psoriatic artrhritis.

yang berukuran besar, padahal itu tidaklah benar. Akhirnya tidak heran jika ada yang sampai memperbesar payudaranya dengan menggunakan silikon misalnya, walaupun itu sesungguhnya berisiko demi meningkatkan kepercayaan diri dan kenyamanan saat berhubungan seksual juga. Sebenarnya, upaya pembesaran payudara bukan jaminan bisa meningkatkan potensi seksual seorang wanita. Ada banyak kasus yang terjadi dimana saat payudara diperbesar justru membuat wanita menjadi sesak dan merasa tidak nyaman saat berhubungan seksual, terlebih lagi sensitivitas payudara, terutama di bagian puting juga mengalami penurunan pascapembesaran payudara. Banyak juga wanita yang memiliki payudara yang mungil tetapi performa seksualnya tetap bagus dan disukai oleh pasangannya. Kunci hubungan seksual yang hangat adalah mencintai pasangan dan menerima baik kelebihan maupun kekurangannya. Jangan lupa, diskusikan variasi-variasi baru saat berhubungan. Kalau sudah begitu, payudara kecil bukan lagi kendala lagi. Apakah selalu benar pria lebih suka wanita yang berpayudara besar karena lebih seksi? Ini juga tidak selalu benar karena ukuran tentang seksi atau tidak sangat relatif dan

Mitos: Gejala penyakit chikungunya sama dengan demam berdarah Fakta: Gejala demam chikungunya dengan demam berdarah adalah adanya demam, bercak kemerahan (rash) pada kulit. Pada demam chikungunya adanya gejala nyeri persendian sering merupakan keluhan yang pertama muncul sebelum demam. Nyeri sendi dapat ringan sampai berat. Pada kasus berat terdapat tandatanda radang sendi yaitu kemerahan, kaku dan bengkak. Mitos: Seseorang yang sudah pernah kena chikungunya, tidak akan bisa lagi kena penyakit ini Fakta: Sekali seseorang terinfeksi virus chikungunya maka akan diikuti dengan terbentuknya imunitas jangka panjang (long lasting imunity) di dalam tubuh penderita (WHO PAHO 2011). Sampai saat ini hanya diketahui satu serotipe chikungunya.Terjadinya serangan kedua belum diketahui dengan pasti. Tips Mencegah Penyakit Chikungunya: Mengingat sampai saat ini belum ada obat dan vaksin terhadap penyakit ini, upaya pencegahan penyakit chikungunya, dengan berprilaku hidup bersih melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk ( PSN), menguras tempat- tempat penampungan air setiap satu minggu sekali, menutup tempat penampungan air dan membasmi jentik nyamuk penularan di sekitar tempat tinggal melalui gerakan PSN 3M Plus. –Inten Indrawati

tergantung pada persepsi masingmasing orang. Merupakan hal yang biasa kalau kita punya persepsi tentang pasangan yang ideal. Seperti juga pria, ada yang senang dengan pria yang atletis dan berbulu lebat, ada yang lebih memilih pria yang kurus tinggi berkacamata, ada yang suka yang pria chubby dan lain-lain. Pria juga begitu. Ekspektasi mengenai pasangan ideal ini bisa bervariasi menyangkut tinggi badan, warna kulit, rambut ikal atau lurus, sampai masalah payudara. Selera pria tentang payudara wanita juga banyak dipengaruhi oleh lingkungan. Apakah benar sentuhan dan remasan pria pada payudara wanita dapat merangsang pembesaran payudara? Tentu saja ini juga keliru. Ukuran payudara itu sangat individual. Ukuran ini sangat tergantung dari genetik. Tidak ada tindakan apapun yang dapat memperbesar atau mengecilkan payudara selain operasi atau bedah plastik. Berhatihati saja, jika pria bilang begitu, janganlah dipercaya. Demikian juga masih banyak yang percaya jika wanita yang payudaranya kendor dan melorot pasti sudah pernah berhubungan seks. Padahal ini jelas salah. Bila payudara yang besar dengan jaringan lemaknya banyak, otomatis bentuknya akan turun. Dengan

bertambahnya umur, terjadi perubahan pada payudara. Pada usia 20-30 tahun payudara didominasi kelenjar susu, jadi bentuknya sangat padat. Sementara di atas usia 30 tahun, kelenjar susu berubah menjadi jaringan lemak. Sehingga secara alami, di atas usia 35 tahun, komposisi payudara lebih banyak jaringan lemak dibandingkan dengan kelenjar susu. Olahraga berperan penting dalam membentuk otot dinding dada, dan bila otot ini kencang, secara otomatis akan menarik payudara. Dan satu lagi, ukuran dan bentuk bukanlah segalanya, tetapi justru yang perlu diperhatikan adalah merawatnya dan mendeteksi gangguan sejak dini. Potensi seksual juga tidaklah selalu terkait dengan ukuran payudara. Perhatikan selalu keadaan payudara, rajinlah melakukan pemeriksaan payudara mandiri baik dengan melihat di cermin ataupun dengan meraba-raba dengan cermat di setiap area payudara. Jika misalnya belum pernah berhubugan seks dan tidak sedang hamil, tapi payudara mengeluarkan cairan, atau pada payudara terdapat benjolan, payudara terasa selalu sakit padahal tidak sedang dalam masa menjelang atau sedang menstruasi, maka perlu segera melakukan pemeriksan lebih lanjut.


12

Kuliner Mebat di Galungan

15 - 21 desember 2014

Lawar Asparagus ala Bagus Agro

Spesial menyambut Galungan, Tokoh menyajikan resep dari Chef Juliada, dari Bali Bird Park.

Lawar merupakan makanan khas Bali yang sudah sangat ­terkenal. ­Aneka macam bahan sayuran dan daging dapat dijadikan bahan ­lawar. Salah satunya, asparagus. Makanan ini sedang dibudidayakan di Desa Pelaga, Badung. Lawar asparagus merupakan menu andalan dari restoran di Kawasan Wisata Alam Bagus Agro, Pelaga, Badung. ­Makanan ini disajikan kepada peserta “Family Touring End of the Year 2014”, yang digelar Tabloid Tokoh dan BaliTV, Minggu (7/12).

L

awar asparagus menjadi menu fa­v orit peserta. Me­­­reka tak menyangka, asparagus dapat diolah menjadi lawar. Bahkan, rasanya sangat enak dan lezat. Salah seorang peserta, Diah Yunity mengatakan, sangat takjub karena asparagus yang ia kenal biasanya digunakan untuk sup. “Sekarang ada menu baru, lawar asparagus. Enak sekali. Selain lezat juga sehat,” tutur perempuan yang ikut touring ka­ rena ingin bernostalgia bersama teman-teman SMAnya dulu. Menurut Manager Bagus Agro Pelaga, Gusti Bagus Sumertana, untuk membuat lawar asparagus ini tidaklah sulit. “Pembuatan lawar asparagus sama dengan pembuatan lawar biasa. Hanya merebus aspragusnya jangan terlalu lama agar sayuran tidak terlalu lembek. Selain itu, untuk memantapkan rasa, ada sedikit irisan kacang panjang yang ditambah ke dalam lawar. Tapi prosentasinya tak sampai 10 persen. Tujuannya, hanya untuk menyatukan rasa dan warna. Ada campuran daging ayam juga,” katanya. Agar lawar ini tahan lama,

Masak dengan tungku tradisional Bali

kelapa parut yang digunakan sudah dibakar sehingga selain memberikan rasa gurih, juga agar lawar tak cepat basi. Untuk bumbu menggunakan basa genap Bali ditambah campuran sambal goreng, terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai rawit goreng, dan terasi. Tambahan perasan air lemo dan irisan daun jeruk membuat rasa lawar menjadi lebih mantap. Kelezatan lawar asparagus terus menjadi perbincangan. Banyak peserta touring ketagihan lawar ini. Bahkan, beberapa dari

tkh/eka

mereka menambah lagi hanya untuk merasakan kelezatan lawar asparagus ini. “Kapan lagi bisa makan lawar asparagus. Ini yang pertamakalinya. Cocok sekali dengan hawa sejuk pegunungan di Pelaga ini. Makan jadi enak dan tambah seru sembari memandang pemandangan Gunung Agung dan Gunung Batur yang terlihat dari sini,” tutur Ani, peserta touring lainnya. Lawar asparagus memang menjadi buah bibir. Namun, keseluruhan menu yang disajikan Restoran Bagus Agro Pelaga

memang luar biasa. Mulai dari welcome drink dengan suguhan jus stroberi segar. Kemudian menu makan siang terdiri dari sup ares, lawar asparagus, be siap sisit sambal matah, dan sate empol. Sebagai makanan seling­ an, sajian kopi dan teh ditemani urapan jagung manis dan ketela rebus. Sungguh sajian yang unik mengajak kita kembali ke alam dan lebih mencintai alam. Tentu yang paling menarik, di Bagus Agro, air untuk kopi dan teh dimasak di tungku api tradisional khas Bali atau punapi. Inilah yang menjadi daya tarik peserta touring. Bahkan, beberapa dari me­ reka mencoba sekadar ikut menyalakan api tungku. “Ternyata susah juga ya,” kata Ayuk yang mencoba berkali-kali meniup agar api membesar. Selain menu khas Bali, restoran Bagus Agro juga punya andal­ an lain, yakni menyajikan menu steambout ala makanan Jepang

. Menu ini tentu sangat cocok dinikmati di suasana udara dingin seperti di Desa Pelaga. Apalagi, saat turun hujan dan malam hari, menu ini tentu jadi penghangat badan. Di meja, sudah disediakan tungku tempat memasak steambout yang langsung bisa dilakukan sembari makan. Aneka sayuran dan daging dapat disuguhkan untuk sajian steambout. Untuk makannya, menggunakan sumpit. Memasak makanan ini tak sulit, Kita hanya memasukkan satu persatu sayuran atau daging ke dalam kuah yang sudah mendidih. Biarkan setengah menit, angkat, dan siap disantap. Rasanya, tak lengkap hanya membaca dan mendengar ce­ rita dari orang lain. Anda harus merasa­kan sendiri sensasi makan­ an ala Bagus Agro Pelaga. Jangan lupa, masukkan dalam daftar rencana liburan Anda berwisata kuliner ke Bagus Agro Pelaga. Sensasi siap menunggu Anda. –Wirati Astiti

Jus Stroberi

Sup ares

tkh/eka

Jagung manis dan ketela rebus

Sate empol

Bahan: 1 cangkir : basa gede 5 sdm : sambal sere tabia 1 kg : daging bebek sisit ½ butir : kelapa parut 1 kg : nangka muda 1 kg : daun paku Daun lemo yang dicincang

pis. Rebus sampai matang. Rebus daun paku kemudian siram dengan air dingin. Sisihkan. - Basa genep dicampur dengan semua bumbu. Masukkan kelapa parut, nangka, dan paku. Tambahkan daging bebek sisit. Beri garam dan merica. Tambahkan daun jeruk lemo. Siap sajikan.

Basa Be Sampi Basa Bali Sambal Gede Sera Tabia

Bahan: 300 gram cabai merah besar, 500 gram bawang merah, 100 gam bawang putih, 75 gram lengkuas, 75 gram jahe, 175 gram kunyit, 75 gram kemiri, 2 sendok makan terasi, 2 sendok makan ketumbar, 1 sendok makan merica hitam, 1 sendok teh pala, 8 butir cengkih, 150 ml minyak kelapa, 250 ml air.

Bahan: 4 sendok makan minyak, 100 gram bawang merah, 75 gram bawang putih, 25 gram cabai rawit, 1 sendok makan terasi yang sudah dihancurkan, 1 sendok teh garam.

Cara membuat: Semua bahan diiris. Kemudian dihaluskan. Tambahkan air, tumis sampai harum. Siap sajikan.

Cara membuat: Bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit diiris. Kemudian digoreng. Tambahkan terasi. Aduk rata. Sisihkan.

Sarwan

Es Serut Kacang Merah Steambout

13

Lawar Nangka dan Paku

Cara membuat: - Bersihkan nangka. Iris ti-

Lawar Asparagus

15 - 21 desember 2014

Bahan: 500 gr : kacang merah 2 lbr : daun salam 300 gr : gula merah 1 sdt : garam 100 ml : susu cokelat 750 ml : air es serut secukupnya Cara Membuat : - Rebus kacang merah bersama air daun pandan dan garam sampai matang, masak hingga kacang merah lunak, lalu masukkan gula merah, aduk-aduk hingga gula larut,, angkat dan dinginkan. - Masukkan kulkas selama 3 jam. - Siap disajikan dengan es serut dan taburi dengan susu cokelat

Bahan: 2 sdm : 1 cangkir : 800 gr : 2 batang : 2 lembar : 70 gr : 1 liter :

minyak basa gede daging sapi yang dipotong kecil sereh daun salam lengkuas kaldu

1 liter : santan

Cara membuat: - Tumis daging sapi sampai berubah warna. Tambahkan bumbu, tuang kaldu. Masak dengan api kecil. Tambahkan santan, aduk rata. Tambahkan garam dan merica. –Wirati Astiti

Juliada

Ikan Mas Bakar Sambal Kecap Bahan: 750 gr : ikan mas, bersihkan sayat-sayat 150 ml : kecap manis 2 sdm : kecap asin 1 sdt : lada bubuk 5 buah : cabe rawit, iris kecil 7 buah : bawang merah, iris dadu 2 sdm : bawang putih, remas 1 sdm : air jeruk nipis Margarin secukupnya (digunakan sebagai olesan bakar) Cara Membuat: - C a m p u r k e c a p manis, kecap asin, irisan bawang merah, cabe dan lada, aduk jadi satu, lalu bagi menjadi dua bagian, ambik seperempat bagian bahan untuk dipakai sebagai rendaman ikan dan tambahin dengan air jeruk, rendam

selama 5 menit. - Panggang ikan mas di teflon antilengket, olesin dengan margarin, bakar ikan mas, bolak-balik hingga ikan matang merata. Olesin dengan bahan rendaman lalu siap untuk dihidangkan dengan sisa sausnya. - Siap disajikan dengan lalapan menurut kesukaan.

Sambel Goreng Kentang Ati Bahan: 1 kg : kentang kupas, iris dadu, rendam dalam air agar tidak menghitam 20 gr : ati sapi rebus, iris dadu 2 lbr : daun jeruk 2 lbr : daun salam 1 batang : serai, memarkan Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Minyak goreng secukupnya Bumbu yang dihaluskan: 9 buah : bawang merah 4 siung : bawang merah 1 ruas : jari kunyit bakar 1 ruas : jari jahe

3 buah : cabe merah besar 10 buah : cabe kecil 4 butir : kemiri sangrai Cara Membuat: - Goreng irisan kentang hingga matang, tiriskan. - Tumis bumbu halus, masukkan daun jeruk salam, serai dan lengkuas hingga harum, lalu masukkan ati campur dengan bumbu - Masukkan kentang goreng, aduk-aduk hingga bumbu tercampur merata dan diamkan sampai bumbu meresap - Siap untuk dihidangkan.


12

Kuliner Mebat di Galungan

15 - 21 desember 2014

Lawar Asparagus ala Bagus Agro

Spesial menyambut Galungan, Tokoh menyajikan resep dari Chef Juliada, dari Bali Bird Park.

Lawar merupakan makanan khas Bali yang sudah sangat ­terkenal. ­Aneka macam bahan sayuran dan daging dapat dijadikan bahan ­lawar. Salah satunya, asparagus. Makanan ini sedang dibudidayakan di Desa Pelaga, Badung. Lawar asparagus merupakan menu andalan dari restoran di Kawasan Wisata Alam Bagus Agro, Pelaga, Badung. ­Makanan ini disajikan kepada peserta “Family Touring End of the Year 2014”, yang digelar Tabloid Tokoh dan BaliTV, Minggu (7/12).

L

awar asparagus menjadi menu fa­v orit peserta. Me­­­reka tak menyangka, asparagus dapat diolah menjadi lawar. Bahkan, rasanya sangat enak dan lezat. Salah seorang peserta, Diah Yunity mengatakan, sangat takjub karena asparagus yang ia kenal biasanya digunakan untuk sup. “Sekarang ada menu baru, lawar asparagus. Enak sekali. Selain lezat juga sehat,” tutur perempuan yang ikut touring ka­ rena ingin bernostalgia bersama teman-teman SMAnya dulu. Menurut Manager Bagus Agro Pelaga, Gusti Bagus Sumertana, untuk membuat lawar asparagus ini tidaklah sulit. “Pembuatan lawar asparagus sama dengan pembuatan lawar biasa. Hanya merebus aspragusnya jangan terlalu lama agar sayuran tidak terlalu lembek. Selain itu, untuk memantapkan rasa, ada sedikit irisan kacang panjang yang ditambah ke dalam lawar. Tapi prosentasinya tak sampai 10 persen. Tujuannya, hanya untuk menyatukan rasa dan warna. Ada campuran daging ayam juga,” katanya. Agar lawar ini tahan lama,

Masak dengan tungku tradisional Bali

kelapa parut yang digunakan sudah dibakar sehingga selain memberikan rasa gurih, juga agar lawar tak cepat basi. Untuk bumbu menggunakan basa genap Bali ditambah campuran sambal goreng, terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai rawit goreng, dan terasi. Tambahan perasan air lemo dan irisan daun jeruk membuat rasa lawar menjadi lebih mantap. Kelezatan lawar asparagus terus menjadi perbincangan. Banyak peserta touring ketagihan lawar ini. Bahkan, beberapa dari

tkh/eka

mereka menambah lagi hanya untuk merasakan kelezatan lawar asparagus ini. “Kapan lagi bisa makan lawar asparagus. Ini yang pertamakalinya. Cocok sekali dengan hawa sejuk pegunungan di Pelaga ini. Makan jadi enak dan tambah seru sembari memandang pemandangan Gunung Agung dan Gunung Batur yang terlihat dari sini,” tutur Ani, peserta touring lainnya. Lawar asparagus memang menjadi buah bibir. Namun, keseluruhan menu yang disajikan Restoran Bagus Agro Pelaga

memang luar biasa. Mulai dari welcome drink dengan suguhan jus stroberi segar. Kemudian menu makan siang terdiri dari sup ares, lawar asparagus, be siap sisit sambal matah, dan sate empol. Sebagai makanan seling­ an, sajian kopi dan teh ditemani urapan jagung manis dan ketela rebus. Sungguh sajian yang unik mengajak kita kembali ke alam dan lebih mencintai alam. Tentu yang paling menarik, di Bagus Agro, air untuk kopi dan teh dimasak di tungku api tradisional khas Bali atau punapi. Inilah yang menjadi daya tarik peserta touring. Bahkan, beberapa dari me­ reka mencoba sekadar ikut menyalakan api tungku. “Ternyata susah juga ya,” kata Ayuk yang mencoba berkali-kali meniup agar api membesar. Selain menu khas Bali, restoran Bagus Agro juga punya andal­ an lain, yakni menyajikan menu steambout ala makanan Jepang

. Menu ini tentu sangat cocok dinikmati di suasana udara dingin seperti di Desa Pelaga. Apalagi, saat turun hujan dan malam hari, menu ini tentu jadi penghangat badan. Di meja, sudah disediakan tungku tempat memasak steambout yang langsung bisa dilakukan sembari makan. Aneka sayuran dan daging dapat disuguhkan untuk sajian steambout. Untuk makannya, menggunakan sumpit. Memasak makanan ini tak sulit, Kita hanya memasukkan satu persatu sayuran atau daging ke dalam kuah yang sudah mendidih. Biarkan setengah menit, angkat, dan siap disantap. Rasanya, tak lengkap hanya membaca dan mendengar ce­ rita dari orang lain. Anda harus merasa­kan sendiri sensasi makan­ an ala Bagus Agro Pelaga. Jangan lupa, masukkan dalam daftar rencana liburan Anda berwisata kuliner ke Bagus Agro Pelaga. Sensasi siap menunggu Anda. –Wirati Astiti

Jus Stroberi

Sup ares

tkh/eka

Jagung manis dan ketela rebus

Sate empol

Bahan: 1 cangkir : basa gede 5 sdm : sambal sere tabia 1 kg : daging bebek sisit ½ butir : kelapa parut 1 kg : nangka muda 1 kg : daun paku Daun lemo yang dicincang

pis. Rebus sampai matang. Rebus daun paku kemudian siram dengan air dingin. Sisihkan. - Basa genep dicampur dengan semua bumbu. Masukkan kelapa parut, nangka, dan paku. Tambahkan daging bebek sisit. Beri garam dan merica. Tambahkan daun jeruk lemo. Siap sajikan.

Basa Be Sampi Basa Bali Sambal Gede Sera Tabia

Bahan: 300 gram cabai merah besar, 500 gram bawang merah, 100 gam bawang putih, 75 gram lengkuas, 75 gram jahe, 175 gram kunyit, 75 gram kemiri, 2 sendok makan terasi, 2 sendok makan ketumbar, 1 sendok makan merica hitam, 1 sendok teh pala, 8 butir cengkih, 150 ml minyak kelapa, 250 ml air.

Bahan: 4 sendok makan minyak, 100 gram bawang merah, 75 gram bawang putih, 25 gram cabai rawit, 1 sendok makan terasi yang sudah dihancurkan, 1 sendok teh garam.

Cara membuat: Semua bahan diiris. Kemudian dihaluskan. Tambahkan air, tumis sampai harum. Siap sajikan.

Cara membuat: Bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit diiris. Kemudian digoreng. Tambahkan terasi. Aduk rata. Sisihkan.

Sarwan

Es Serut Kacang Merah Steambout

13

Lawar Nangka dan Paku

Cara membuat: - Bersihkan nangka. Iris ti-

Lawar Asparagus

15 - 21 desember 2014

Bahan: 500 gr : kacang merah 2 lbr : daun salam 300 gr : gula merah 1 sdt : garam 100 ml : susu cokelat 750 ml : air es serut secukupnya Cara Membuat : - Rebus kacang merah bersama air daun pandan dan garam sampai matang, masak hingga kacang merah lunak, lalu masukkan gula merah, aduk-aduk hingga gula larut,, angkat dan dinginkan. - Masukkan kulkas selama 3 jam. - Siap disajikan dengan es serut dan taburi dengan susu cokelat

Bahan: 2 sdm : 1 cangkir : 800 gr : 2 batang : 2 lembar : 70 gr : 1 liter :

minyak basa gede daging sapi yang dipotong kecil sereh daun salam lengkuas kaldu

1 liter : santan

Cara membuat: - Tumis daging sapi sampai berubah warna. Tambahkan bumbu, tuang kaldu. Masak dengan api kecil. Tambahkan santan, aduk rata. Tambahkan garam dan merica. –Wirati Astiti

Juliada

Ikan Mas Bakar Sambal Kecap Bahan: 750 gr : ikan mas, bersihkan sayat-sayat 150 ml : kecap manis 2 sdm : kecap asin 1 sdt : lada bubuk 5 buah : cabe rawit, iris kecil 7 buah : bawang merah, iris dadu 2 sdm : bawang putih, remas 1 sdm : air jeruk nipis Margarin secukupnya (digunakan sebagai olesan bakar) Cara Membuat: - C a m p u r k e c a p manis, kecap asin, irisan bawang merah, cabe dan lada, aduk jadi satu, lalu bagi menjadi dua bagian, ambik seperempat bagian bahan untuk dipakai sebagai rendaman ikan dan tambahin dengan air jeruk, rendam

selama 5 menit. - Panggang ikan mas di teflon antilengket, olesin dengan margarin, bakar ikan mas, bolak-balik hingga ikan matang merata. Olesin dengan bahan rendaman lalu siap untuk dihidangkan dengan sisa sausnya. - Siap disajikan dengan lalapan menurut kesukaan.

Sambel Goreng Kentang Ati Bahan: 1 kg : kentang kupas, iris dadu, rendam dalam air agar tidak menghitam 20 gr : ati sapi rebus, iris dadu 2 lbr : daun jeruk 2 lbr : daun salam 1 batang : serai, memarkan Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Minyak goreng secukupnya Bumbu yang dihaluskan: 9 buah : bawang merah 4 siung : bawang merah 1 ruas : jari kunyit bakar 1 ruas : jari jahe

3 buah : cabe merah besar 10 buah : cabe kecil 4 butir : kemiri sangrai Cara Membuat: - Goreng irisan kentang hingga matang, tiriskan. - Tumis bumbu halus, masukkan daun jeruk salam, serai dan lengkuas hingga harum, lalu masukkan ati campur dengan bumbu - Masukkan kentang goreng, aduk-aduk hingga bumbu tercampur merata dan diamkan sampai bumbu meresap - Siap untuk dihidangkan.


Jelita

14

15 - 21 Desember 2014

Wajah Kencang dan Segar dengan Filler Tampil cantik dan sempurna adalah idaman setiap perempuan. Namun faktanya tidak semua perempuan terlahir dengan wajah yang ter­golong cantik atau indah untuk dilihat. Ter­kadang ada beberapa bagian dari wajah mereka yang memerlukan koreksi.

S

eiring dengan kemajuan teknologi kecantikan, banyak program yang bisa dipilih untuk memperbaiki penampilan seseorang, khususnya para perempuan. Filler adalah salah satu item favorit dalam dunia kecantikan saat ini. Filler dilakukan dengan tujuan membantu wajah lebih proporsional bahkan memberikan bentuk kesempurnaan. Dengan filler bukan hanya proses koreksi tapi juga pengencangan kulit wajah dan kesegarannya dapat dilakukan secara cepat, praktis, dan nyaman Menurut dr. Kadek Trisnadewi M.,Biomed (AAM) dari Indivara Aesthetic, ketika se­s eorang mengalami permasalahan dengan kontur wajahnya atau akibat usia, sekarang tidak perlu khawatir sebab masih ada yang dapat dilakukan untuk perbaikan, yakni dermal filler atau teknik perawatan kulit dengan memasukkan bahan yang aman ke dalam jaringan kulit Dokter Kadek juga menyatakan ketika seseorang ingin memperbaiki wajah bawah yang kendur bukanlah perkara mudah. Perlu pengetahuan dan analisa yang mendalam tentang permasalahan yang dihadapi. Makanya yang boleh mengerjakan filler adalah dokter yang sudah terlatih dan mempunyai kompetensi melakukan filler. Sebab, dalam melakukan penyuntikan filler pada bagian tertentu di wajah, sangat diperlukan keahlian dan kecermatan luar biasa. Termasuk pemahaman menyeluruh terhadap struktur dari area dan jaringan lunak yang ada di bawah lapisan kulit. Dermal filler atau filler banyak dilakukan pada lapisan kulit yang memerlukan tambahan volume. Diantaranya garis senyum dan kerut­an halus bawah mata. Bentuk wajah sangat menentukan bagian wajah mana yang sebaiknya diperbaiki agar jadi sempurna. Teknik ini mengatasi kerutan secara cepat dan nyata tanpa melalui operasi. Dengan jenis bahan tertentu teknik ini juga bermanfaat untuk meremajakan kulit. Selain itu katanya injeksi filler juga bisa untuk mengisi pipi yang cekung, tanpa melalui operasi. Anestesi tetap diperlukan, tapi hanya anes­ tesi blok atau lokal atau topikal. Tidak memerlukan anestesi general, karena penyuntikan bahan filler hanya dilakukan di bawah kulit dengan volume yangg tidak terlalu besar Pada saat difiller lanjutnya, tidak terasa sakit karena sudah dilakukan anestesi lokal/blok anestesi. Untuk anestesi topikal terkadang masih ada rasa sakit sedikit seperti digigit semut. Sedangkan waktu penyuntikan tergantung berapa luas area yang disuntik, dan tingkat kesulitannya. “Misalnya membentuk hidung lebih, prosenya akan lama diban­ dingkan dengan mengisi

cekungan nasolabial fold. Namun selama ini rata-rata memerlukan waktu antara 10 menit s.d 30 menit. Itulah keuntungan dari dermal filler, proses pengerjaan yang relatif cepat dan hasilnya pun dapat segera dilihat dan natural look,”bebernya. Langkah dalam melakukan filler lanjut dokter Kadek Trisnadewi, pertama-tama dilakukan cleansing pada area filler. Kemudian dilanjutkan dengan anestesi sesuai keperluan, Setelahnya mulai dilakukan penyuntikan bahan filler pada area yang akan dikoreksi. “Filler bisa disuntikkan di daerah yang berkerut dalam, di bibir untuk menambah volume bibir, cekung­an bawah mata, cekungan nasolabial, pipi yang cekung, cekungan di sam­ping sudut bibir, hidung hingga dagu,” terangnya sambil mengatakan injeksi filler aman sepanjang tidak ada alergi dan kontraindikasi pada pasien yang bakal melakukan filler tersebut. Mengenai bahan filler, dokter Kadek menyebutnya ada beberapa. Salah satunya adalah hyaluronic acid. Filler juga ada yang permanen dan ada yang tidak. “Ini tergantung bahan yang digunakan. Bahan hyaluronic acid bersifat tidak permanen,”cetusnya Karena fungsi filler yang tidak hanya mengatasi kerutan tapi juga pembentukan hidung dan dagu, mengisi daerah-daerah cekung, maka jika menyebut usia. Tidak hanya dikalangan wanita dan pria dewasa, tetapi juga sudah merambah ke remaja mulai di atas 17 tahun sudah bisa dilakukan filler Pertimbangan­ nya lebih kepada keperluannya. “Tetapi umumnya filler dilakukan setelah usia 30an tahun, karena mulai usia itu-

lah penua­an nyata mulai tampak,”katanya Setelah dilakukan filler yang perlu dihindari katanya adalah paparan suhu panas yang ekstrim, seperti sauna, olah raga yang berat. Hindari tekanan atau massage pada area filler selama minimal 2 minggu setelah melakukan filler. “Hindari kosmetik yang mengandung AHA, retinol, vit C, atau produk kosmetik berbasis minyak selama 24 sampai 48 jam setelah filler. Hindaripuloa facial, perawatan pengelupasan, atau laser selama 2 minggu pasca filler,”lanjutnya. Selama ini yang paling sering dikoreksi dengan melakukan filler adalah cekungan nasolabial yaitu cekungan dari pinggir hidung sampai sudut bibir, cekungan bawah mata, kerut-kerut dalam, pembentukan hidung. “Namun apapun nama metode yang dilakukan untuk kecantika. Adalah sangat baik jika ditunjang dengan menghindari gaya hidup yang kurang sehat, seperti me­rokok dan minum-minuman berakohol. -Sri Ardhini

Ucapan terima kasih kepada mitra kerja “family touring end of the year 2014” lBagus

Agro Pelaga Kabupaten Badung lBadan Keluarga Berencana Kabupaten Badung lKantor Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Badung lDinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Badung lAuto2000 Tabanan lIMI Bali lDitlantas Polda Bali lYuasa Battery lAqua lV-Kool lCellular World lSri Sri Embroidery lIWAPI Kota Denpasar lFaber-Castell lBali Bird Park lHouse of Dura lBali Yaris Community lSanggar Yayasan Yasa Putra Sedana Pengaji Payangan Gianyar lThe Sambas lYupi lIrene lKelompok Media Bali Post lPemerintah

Mitos

15 - 21 Desember 2014

Waspadai

Chikungunya

M

usim penghujan telah tiba. Beberapa penyakit yang rentan terjadi pada musim ini, salah satu­ nya chikungunya. Untuk mengetahui lebih jelas tentang penyakit chikungunya, berikut penjelas­ an Kepala Puskesmas I Denpasar Utara dr. A.A.Ampera Priha­ tini M.M. yang juga berpraktik di Klinik Mesari Usada Mitos: Chikungunya rentan terjadi hanya saat musim hujan Fakta: Penyakit chikungunya disebabkan oleh virus chikungunya (HIKV) adalah arthopod borne virus yang ditransmisikan oleh beberapa spesies nyamuk. Vektor utamanya sama dengan demam berdarah dengue (DBD) yaitu penyakit Aedes agypti dan Aedes albopictus. Tempat hidupnya adalah di tempat- tempat yang dapat menampung air, di dalam maupun di luar rumah. Tempat penampungan air (TPA) seperti, bak mandi, tangki reservoir, drum, tempayan, ember. Perhatikan juga tempat penampungan lain seperti, tempat minum burung, vas bunga, perangkap semut, bak

kontrol pembuangan air, tempat pembuangan air kulkas/dispenser, barang-barang bekas. Juga, tempat penampungan alamiah seper­ti lubang pohon, pelepah daun/pisang, tempurung kelapa, potongan bambu, dan lubang tempat tedung atau penjor. Jadi, walaupun tidak musim hujan, jika tempat penampung air dan tempat yang bisa menampung air tidak ditutup atau dikuras setiap minggu, bisa menjadi sumber tempat perkembang biakan nyamuk chikungunya. Pada musim hujan populasi Aedes sp akan meningkat karena telur nyamuk akan menetas ketika tempat pembuangan air mulai terisi

Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di ­amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi ­Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

Payudara Kendor karena ML? Dok, aku merasa payudaraku berukuran kecil, jadi bikin minder. Apa benar dok, pria suka dengan payudara perempuan yang besar? Terus apa benar payudara bisa diperbesar dengan diremas-remas? Dan satu lagi, apa benar kalau payudara kendor itu artinya sudah pernah ML? (Ayu,18th)

Tidak sedikit wanita mengubah ukuran payudara agar terlihat sesuai keinginannya. Banyak pria berpikir bahwa bagian tubuh wanita yang paling memiliki daya tarik seksual adalah payudara. Karenanya payudara sangat sering menjadi topik pembicaraan yang tiada habisnya. Bagi wanita, tentu saja payudara merupakan aset yang sangat berharga. Tetapi, walaupun payudara makin sering dijadikan bahan obrolan, pada kenyataan masih

banyak yang tidak tahu apa saja yang harus dilakukan terhadap kesehatan payudara. Padahal membicarakan payudara, sebenarnya ukuran bukanlah hal yang penting. Yang penting adalah merawatnya agar tetap sehat. Tentang ukuran payudara, sering kali wanita berpayudara mungil merasa rendah diri saat membanding-bandingkan kepunyaannya dengan wanita lain karena masih banyak yang berpikir bahwa payudara yang memikat adalah

11

air hujan, sehingga dapat mengakibatkan peningkatan penularan penyakit demam chikungunya. Mitos: Penyakit chikungunya tidah berbahaya, tapi patut diwaspadai Fakta: Demam chikungunya tidak berbahaya, tapi karena nyeri persendian yang dirasakan sangat hebat nyerinya terutama pada pergelangan kaki, pergelangan tangan, siku, jari, lutut, panggul serta nyeri otot perlu diwaspadai. Mitos : Jika persendian sakit, pasti kena chikungunya Fakta: Nyeri persendian bisa juga terjadi pada penyakit artritis rhematoid, osteoarthritis, Gout, Psoriatic artrhritis.

yang berukuran besar, padahal itu tidaklah benar. Akhirnya tidak heran jika ada yang sampai memperbesar payudaranya dengan menggunakan silikon misalnya, walaupun itu sesungguhnya berisiko demi meningkatkan kepercayaan diri dan kenyamanan saat berhubungan seksual juga. Sebenarnya, upaya pembesaran payudara bukan jaminan bisa meningkatkan potensi seksual seorang wanita. Ada banyak kasus yang terjadi dimana saat payudara diperbesar justru membuat wanita menjadi sesak dan merasa tidak nyaman saat berhubungan seksual, terlebih lagi sensitivitas payudara, terutama di bagian puting juga mengalami penurunan pascapembesaran payudara. Banyak juga wanita yang memiliki payudara yang mungil tetapi performa seksualnya tetap bagus dan disukai oleh pasangannya. Kunci hubungan seksual yang hangat adalah mencintai pasangan dan menerima baik kelebihan maupun kekurangannya. Jangan lupa, diskusikan variasi-variasi baru saat berhubungan. Kalau sudah begitu, payudara kecil bukan lagi kendala lagi. Apakah selalu benar pria lebih suka wanita yang berpayudara besar karena lebih seksi? Ini juga tidak selalu benar karena ukuran tentang seksi atau tidak sangat relatif dan

Mitos: Gejala penyakit chikungunya sama dengan demam berdarah Fakta: Gejala demam chikungunya dengan demam berdarah adalah adanya demam, bercak kemerahan (rash) pada kulit. Pada demam chikungunya adanya gejala nyeri persendian sering merupakan keluhan yang pertama muncul sebelum demam. Nyeri sendi dapat ringan sampai berat. Pada kasus berat terdapat tandatanda radang sendi yaitu kemerahan, kaku dan bengkak. Mitos: Seseorang yang sudah pernah kena chikungunya, tidak akan bisa lagi kena penyakit ini Fakta: Sekali seseorang terinfeksi virus chikungunya maka akan diikuti dengan terbentuknya imunitas jangka panjang (long lasting imunity) di dalam tubuh penderita (WHO PAHO 2011). Sampai saat ini hanya diketahui satu serotipe chikungunya.Terjadinya serangan kedua belum diketahui dengan pasti. Tips Mencegah Penyakit Chikungunya: Mengingat sampai saat ini belum ada obat dan vaksin terhadap penyakit ini, upaya pencegahan penyakit chikungunya, dengan berprilaku hidup bersih melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk ( PSN), menguras tempat- tempat penampungan air setiap satu minggu sekali, menutup tempat penampungan air dan membasmi jentik nyamuk penularan di sekitar tempat tinggal melalui gerakan PSN 3M Plus. –Inten Indrawati

tergantung pada persepsi masingmasing orang. Merupakan hal yang biasa kalau kita punya persepsi tentang pasangan yang ideal. Seperti juga pria, ada yang senang dengan pria yang atletis dan berbulu lebat, ada yang lebih memilih pria yang kurus tinggi berkacamata, ada yang suka yang pria chubby dan lain-lain. Pria juga begitu. Ekspektasi mengenai pasangan ideal ini bisa bervariasi menyangkut tinggi badan, warna kulit, rambut ikal atau lurus, sampai masalah payudara. Selera pria tentang payudara wanita juga banyak dipengaruhi oleh lingkungan. Apakah benar sentuhan dan remasan pria pada payudara wanita dapat merangsang pembesaran payudara? Tentu saja ini juga keliru. Ukuran payudara itu sangat individual. Ukuran ini sangat tergantung dari genetik. Tidak ada tindakan apapun yang dapat memperbesar atau mengecilkan payudara selain operasi atau bedah plastik. Berhatihati saja, jika pria bilang begitu, janganlah dipercaya. Demikian juga masih banyak yang percaya jika wanita yang payudaranya kendor dan melorot pasti sudah pernah berhubungan seks. Padahal ini jelas salah. Bila payudara yang besar dengan jaringan lemaknya banyak, otomatis bentuknya akan turun. Dengan

bertambahnya umur, terjadi perubahan pada payudara. Pada usia 20-30 tahun payudara didominasi kelenjar susu, jadi bentuknya sangat padat. Sementara di atas usia 30 tahun, kelenjar susu berubah menjadi jaringan lemak. Sehingga secara alami, di atas usia 35 tahun, komposisi payudara lebih banyak jaringan lemak dibandingkan dengan kelenjar susu. Olahraga berperan penting dalam membentuk otot dinding dada, dan bila otot ini kencang, secara otomatis akan menarik payudara. Dan satu lagi, ukuran dan bentuk bukanlah segalanya, tetapi justru yang perlu diperhatikan adalah merawatnya dan mendeteksi gangguan sejak dini. Potensi seksual juga tidaklah selalu terkait dengan ukuran payudara. Perhatikan selalu keadaan payudara, rajinlah melakukan pemeriksaan payudara mandiri baik dengan melihat di cermin ataupun dengan meraba-raba dengan cermat di setiap area payudara. Jika misalnya belum pernah berhubugan seks dan tidak sedang hamil, tapi payudara mengeluarkan cairan, atau pada payudara terdapat benjolan, payudara terasa selalu sakit padahal tidak sedang dalam masa menjelang atau sedang menstruasi, maka perlu segera melakukan pemeriksan lebih lanjut.


Bugar

10

15 - 21 desember 2014

Epilepsi

Tak Kenal maka tak Sayang dr. I.G.A Riantarini, Sp.S.

dr. I.G.A Riantarini, Sp.S.

E

pilepsi adalah salah satu penyakit otak yang sering kita temukan. Menurut WHO, epilepsi menyerang 1% penduduk dunia dan dapat terjadi pada siapa saja di seluruh dunia tanpa batasan ras/sosial ekonomi. Angka kejadiannya tinggi di negara berkembang, 114 (70-190) per 100.000 penduduk per tahun. Bila jumlah penduduk Indonesia sekitar 220 juta, maka jumlah penyandang epilepsi baru 250.000 per tahun. Prevalensi epilepsi pada bayi dan anak-anak cukup tinggi, menurun pada usia dewasa muda dan pertengahan, akan meningkat pada kelompok usia lanjut. Secara umum epilepsi dapat diobati, dengan data penelitian menunjukkan 55-68 % kasus berhasil menunjukkan remisi dalam jangka waktu cukup panjang. Di kalangan masyarakat negara berkembang, stigma terhadap epilepsi masih tinggi karena kurangnya penge-

tahuan tentang epilepsi itu sendiri. Epilepsi bukanlah penyakit akibat kutukan/guna-guna, kerasukan/gangguan jiwa/mental, dan tidak menular. Kendala lainnya keterbatasan tenaga medik, sarana pelayanan, dana dan kemampuan masyarakat terhadap penanggulangan epilepsi sehingga tidak optimalnya upaya pelayanan penyandang epilepsi. Epilepsi dapat berefek terhadap sosial dan psikosial pasien, misalnya terjadi kehidupan sosial yang terisolir, stigma dan disabilitas. Semua itu akan mengakibat tingkat pendidikan yang rendah, kesempatan memperoleh pekerjaan yang terganggu, kesulitan mendapatkan tanggungan asuransi atau surat izin mengemudi Otak manusia meliputi jutaan sel saraf yang menghasilkan dan menerima rangsangan listrik. Sel saraf berkomunikasi dengan sel saraf lainnya melalui rangsangan listrik. Aktivitas tersebut berlangsung beberapa detik atau menit. Epilepsi merupakan suatu kondisi yang menyebabkan seseorang berisiko mengalami bangkitan berulang dan dapat mulai terjadi di segala usia. Tidak semua orang yang mengalami bangkitan kejang disebabkan oleh epilepsi. Bangkitan epileptic (bangkitan) terjadi pada penderita epilepsi karena disfungsi otak yang secara intermitten mengakibatkan episode aktivitas listrik abnormal. Penyebabnya beragam, yaitu injuri otak (seperti trauma, stroke, infeksi otak, tumor otak), kondisi genetik , atau sebagian besar kasus penyebabnya tidak diketahui. Bangkitan terprovokasi adalah terjadinya aktivitas listrik di otak abnormal yang disebabkan oleh obat-obatan/ alkohol/metabolik seperti kadar gula darah yang rendah. Dalam hal ini, bangkitan tidak akan terjadi kembali setelah masalah tersebut teratasi dan tidak dinyatakan menderita epilepsi. Ada juga dikenal sebagai bangkitan kejang non epileptik yang tampak seperti bangkitan

kejang namun tidak disebabkan oleh aktivitas otak abnormal. Bangkitan ini dapat disebabkan oleh kondisi psikologis, penyakit otot atau pingsan. Kejang merupakan tipe bangkitan yang terbanyak (60 %). Dari 60 % tersebut, dua pertiganya mengalami kejang fokal/parsial yang dapat diikuti dengan kejang seluruh tubuh. Empat puluh persen sisanya merupakan bangkitan epilepsi tidak kejang, sebagai contoh seseorang tiba-tiba tampak tidak ada kontak dengan sekitarnya selama kira-kira 10 detik. Kejang umum disebut sebagai kejang tonik-klonik, penderita mengalami kaku seluruh tubuh menghentak-hentak dan tidak sadar sehingga terkadang dapat menggigit lidahnya sendiri, dan tampak mulutnya berbuih atau mengompol. Bentuk kejang lainnya hanya salah satu bagian tubuh/wajah yang bergerakgerak, atau penderita tampak tiba-tiba berhenti beraktifitas dan terlihat bengong, terkadang tampak mengunyah atau mengecap-ngecap bibirnya. Bangkitan juga dapat mengakibatkan penderita merasakan suatu sensasi, seperti merasa perut tidak nyaman/mules, ketakutan atau mencium bebauan tertentu. Perasaan tersebut dapat dianggap sebagai ‘aura’, mendahului suatu bangkitan kejang. Beberapa faktor dapat memicu terjadinya bangkitan pada orang tertentu, seperti emosi/stres, olahraga berlebihan, suara musik yang keras, sinar lampu berkedip, panas badan, telat makan, kedinginan, menstruasi dll. Setelah mengalami bangkitan penderita dapat merasa kebingungan/kelelahan atau nyeri kepala berdenyut yang berlangsung beberapa menit/jam/hari. Ada juga yang mengalami kelemahan separuh tubuh/ kesulitan berbicara/gangguan penglihatan/gangguan sensorik. Untuk menentukan seseorang mengalami bangkitan epilepsi atau tidak, dengan menggali informasi dari pasien sendiri atau saksi mata saat bangkitan terjadi. Sesuai dengan jenis bangkitan, usia atau situasi individu dapat dilakukan beberapa tes, seperti tes laboratorium untuk darah (menilai kadar gula darah), lumbal punksi untuk menentukan adanya

infeksi sebagai pencetus (terutama apabila penderita tetap tidak sadar setelah kejang, panas tinggi dan ada tanda lain dari infeksi otak). Tes lainnya adalah EEG (elektroensefalografi) untuk menilai adanya aktivitas listrik abnormal di otak. Selama dilakukan tes EEG, pada kulit kepala dipasang electrode-elektrode untuk merekam gelombang listrik otak, beberapa tes provokasi dikerjakan untuk merangsang aktivitas otak abnormal, sehingga mampu membantu dalam mendiagnosis epilepsi. Untuk menilai otak secara anatomi, dapat dikerjakan CT scan atau MRI, sehingga akan tampak adanya tumor/stroke/masalah struktural lainnya. Sebagian besar penderita epilepsi dengan hasil CT scan/MRI/EEG dalam batas normal. Penanganan epilepsi dengan memberikan obat anti epilepsi (OAE). Obatanti epilepsi tidak menyembuhkan epilepsi, namun membantu mencegah terjadinya bangkitan epilepsi. Apabila gagal dengan OAE, alternatif lainnya dengan pembedahan. Obat antiepilepsi mulai diberikan sesuai dengan jenis bangkitannya dan apabila mengalami bangkitan dua kali atau lebih. Dapat diberikan pada keadaan hanya mengalami satu kali bangkitan kejang apabila berisiko tinggi untuk mengalami bangkitan lagi. Apabila epilepsi disebabkan oleh stroke/ tumor atau tipe lain dari injuri otak, maka akan diberikan satu atau 2 macam OAE. Pemberian OAE selalu dengan dimulai dengan dosis terendah dan satu macam obat. Obat yang paling tepat adalah OAE yang dapat melindungi dari terjadinya bangkitan lagi dan dengan efek samping paling minimal. Efek samping yang biasa terjadi adalah merasa lelah/pusing/gatal-gatal kemerahan. Apabila efek samping terjadi, harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan melanjutkan OAE tersebut atau menggantinya. Pada beberapa kondisi perlu melakukan pemeriksaan laboratorium untuk menentukan adanya efek samping obat/kadar obat dalam darah.

Style

15 - 21 desember 2014

15

Taksu from

Denpasar

Bintang Mira

Jro Puspa

Fashion show spesial ini merupakan rangkaian dari Rakernas Iwapi XXV dan menjadi bagian acara Gala Dinner bersama Wali Kota Denpasar. Dihadiri 900 peserta rakernas Iwapi seluruh Indonesia, Iwapi Kota Denpasar mengajak APPMI Bali dan Asbest Kota Denpasar mempersembahkan karya dalam tema “Taksu From Denpasar”. - A.A.A Mayun Tenaya, hadir dengan busana pernikahan yang istimewa dengan bahan tenun ikat dan aksesori yang didesain sendiri. - Tjok Abi, kali ini menampilkan ciri khasnya kain poleng, menjadi busana malam yang cantik dan elegan - Dwi Iskandar, Ketua APPMI Bali, mempersembahkan busana wanita yang simple cut dan modern untuk beberapa kesempatan. - Bintang Mira, memamerkan batik Bali bernuansa biru navy, untuk busana wanita dengan potongan simple tapi berkarakter. - Jro Puspa dari Bali Puspa Border &

- - - - -

Tekstil, suguhkan desain dengan bertemakan “Lila Cita” Frida dari Wijaya Kusuma, memilih mengangakat spirit Kota Denpasar melalui ornamen Balinya. Desi Tri Kerti menawarkan busana ready to wear Wh – Fashion oleh Jayagita, mengangkat seni Patra dengan motif bunga dan dedaunan. Rhea Cempaka, konsisten dengan kreasi kebaya elegance kebaya of ikat Komang Tri, desainer aksesori ini pun tak ketinggalan dengan karyanya. – Sri Ardhini

Desi Tri Kerti Frida

Karya Turah Mayun Rhea Cempaka Jayagita

Wh Fashion

Mayun

Komang Tri

Tjok Abi

Dwi Iskandar

Karya Tjok Abi

Tude Togog

Penulis adalah staf divisi penyakit saraf Siloam Hospitals Bali

Karya Rhea Cempaka

Karya Bintang Mira

Karya Jro Puspa

Karya Frida

Karya Desi Tri Kerti

Karya Dwi Iskandar

Karya Tude Togog

Aksesori dari Komang Tri


15 - 21 Desember 2014

16

15 - 21 Desember 2014

IWAPI Kota Denpasar

D rs. Nyoman Win ata, M. H u m.

Siap Bersinergi

Guru Jadi Contoh

Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Denpasar me­

rupakan cabang dari DPD IWAPI Bali yang terbentuk pada tahun 2003. Saat ini anggota IWAPI Denpasar tercatat 85% sebagai pengusaha mikro dan kecil. Sedangkan 15%nya merupakan peng­usaha menengah, antara lain bergerak di bidang kerajinan, perhotelan, tekstil, garmen, restoran, katering dan berbagai produk jasa lainnya.

S

ejak dilantik pada 23 Januari 2014, DPC IWAPI Kota Denpasar men­ jalankan beberapa kegiatan, seperti menerima kunjungan studi banding dari GOW Kota Malang, Jawa Timur, bersiner­ gi dengan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Denpasar dalam lomba Utsawa Dharma Dharma Gita bagi penyandang disabilitas dan juga dalam ke­gi­at­an Hari Lanjut Usia Nasional. Sementara, kegiatan besar ­yang belum lama sukses di­ laksanakan adalah menggelar fashi­on ­show endek dengan tema “Taksu from Denpasar”. Aca­ra tersebut dipersem­ bahkan pada jamuan makan malam bersama Wali Kota

Denpasar dan juga digelar beberapa stan pameran dari anggota IWAPI dan UMKM Kota Denpasar yang meru­ pakan rangkaian kegiatan Raker­nas IWAPI XXV tahun 2014, di Graha Sewaka Dhar­ ma, Lumintang, Denpasar.

Audiensi dengan Kadis Perindag Kota Denpasar

Selain kegiatan tersebut, DPC IWAPI Kota Denpasar tetap menjalankan program kerjanya, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Juga, melakukan audiensi ke pembina-pembina IWAPI untuk mencapai sinergisitas

Pengurus DPC IWAPI Kota Denpasar

dalam menjalankan program kerja dari DPC IWAPI Kota Denpasar. “Kami juga tetap melakukan sosialisasi me­nge­ nai IWAPI agar masyarakat mengetahui eksistensi DPC

IWAPI Kota Denpasar,” ujar Ketua IWAPI Kota Denpasar, Jro Puspawati, S.Par. di­ dampingi Sekretarisnya, Made Asri Restuastuti Kar­ dha, S.P. - ard

Perayaan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-69, baru saja dilaksanakan, tanggal 25 No­ vember, lalu. Para guru hendaknya merenungkan, revolusi mental yang diharapkan pada semua lini, ter­ masuk guru itu sendiri. “Guru zaman sekarang tidak lagi harus membentak dan memerintah. Guru zaman sekarang harus menjadi contoh dan mau terus bela­ jar untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik,” ujar Ketua PGRI Kota Denpasar, Drs. Nyoman Winata, M.Hum., yang juga Kepala SMAN 5 Denpasar ini.

D

Audiensi dengan Wali Kota Denpasar

Audensi dengan Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar

Terima Kasih Kepada Pendukung Acara “Taksu from Denpasar” 1. Pemkot Denpasar 2. Istri Walikota Denpasar 3. DPD IWAPI Bali 4. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 5. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bali 6. Tiara Dewata 7. PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar 8. Bank Anda 9. Erha Clinic 10. Bali Berry 11. B-Farabi 12. Wisesa Group 13. Pondok Kuring Resto 14. Bali Izatta Wedding & Décor

15. CV Trisna Motor 16. I am Model Management 17. Latulipe Cosmetic 18. Garuda Indonesia 19. Anahata Service 20. Indah Asri 21. APPMI 22. Asbest Kota Denpasar 23. Turah Mayun 24. Komang TRi 25. Bali Puspa Bordir & Tekstil 26. Semua pihak yang telah membantu pelaksanaan acara tersebut.

9

Audiensi dengan istri Wali Kota Denpasar

alam pan­ dangannya, menjadi guru haruslah mer­ upakan panggilan hati, seh­ ingga apapun yang dirasakan ketika menjadi guru tidak merupakan keluhan. “Guru tidak boleh mengeluh melihat siswa bandel dan malas. Justru seorang guru harus tertantang mengubah kemalasan dan ke­ bandelan siswa menjadi rajin dan disiplin. Itulah guru yang patut menjadi contoh,” kata lelaki kelahiran Tabanan, 28 Juli 1955 ini. Winata memang selalu berapi-api ketika bicara ten­ tang profesi guru. Karena bagi­nya, sesuai dengan na­ manya, guru digugu dan ditiru. Ia ingin para guru tak hanya meminta hak dan terus mem­ inta kenaik­an gaji, tapi laku­

kan kewajiban guru dengan baik. “Saya rasa pemerintah sudah memberi apresiasi yang baik kepada para guru. Jadi, mari kita para guru terus ber­ benah diri untuk meningkatkan prestasi secara pribadi maupun sekolah,” kata Winata. Kecintaan Winata kepada profesi guru, memang ada se­ babnya. Sebagai seorang anak petani di desa kecil, PereanTabanan, Sejak kecil, Winata ingin menjadi PNS. Walaupun ia tak tahu menjadi PNS di bi­ dang apa, tapi perjalanan hidup mengantarkannya menjadi guru bahasa Inggris. Padahal, kata Winata, sebelum­ nya, nilai bahasa Inggris­nya sela­ lu jelek. Namun,

ketika ia melihat orang lain begitu fasih berbicara Bahasa Inggris dengan turis asing, di matanya terlihat sangat hebat. Ia pun merasa tertantang untuk menjadi guru Bahasa Inggris. Setamat SMA, Winata, meneruskan pendidikannya ke jurusan Bahasa Inggris di Fakul­ tas Keguruan/Ilmu Pendidi­ kan Unud Singaraja. Karier­nya sebagai guru Bahasa Inggris dimulai dengan menjadi Guru SGO Negeri Denpasar tahun 1979-1990. Tahun 1990 ia mulai mengajar di SMA Negeri 5 Denpasar hingga tahun 2005. Niatnya yang selalu in­ gin mengembangkan diri, terlihat dari keikut­ sertaanya dalam ber­ bagai penataran-penat­ aran. Hingga, ia terpilih menjadi guru Inti Kota Denpasar. Beberapa ta­ hun kemudian ia terpilih menjadi instruktur para guru di Bali.

Tugasnya, membina para guru kabupaten/kota se-Bali. Tahun 1998, ia mendapat kesem­patan mengikuti pertukaran guru Bali-Australia Selatan. Tahun 2006, ketika ada per­ gantian kepala sekolah di SMAN 5 Denpasar, Winata ditunjuk untuk menggantikannya. Tentu merupakan suatu prestasi bag­ inya dan sekaligus mengemban tugas berat, untuk memajukan SMAN 5 Denpasar. Ia mengatakan, banyak su­ ka-dukanya menjadi kepala sekolah. Ia harus belajar me­ nyelami jiwa para guru, begitu juga beragam karakter siswa, mulai dari yang bandel dan na­ kal. Tapi, ia melihat semua ada seninya. Ketika siswa bandel mampu diubah menjadi rajin,

mendapat kesempatan mela­ wat ke Ing­gris. Winata, meru­ pakan satu-satu­nya kepala sekolah dari Bali yang menda­ patkan prestasi tersebut. Ia juga sudah mengan­ tarkan SMAN 5 Denpasar, mendapatkan penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono , sebagai sekolah Adi Wiyata berturut-turut mulai tahun 2007, 2008, 2009, dan 2010. Tahun 2010, ia ter­ pilih menjadi ketua PGRI Kota Denpasar setelah sebelumnya menjabat Sekretaris Umum PGRI Provinsi Bali. Tahun 2012, Nyoman Wi­ nata, mendapat penghargaan Widya Kusuma, sebagai Tokoh Pendidikan dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Saat ini,

“Saya rasa pemerintah sudah memberi apresiasi yang baik kepada para guru. Jadi, mari kita para guru terus berbenah diri untuk meningkatkan prestasi secara pribadi maupun sekolah,” dan guru yang malas menjadi lebih disiplin, tentu ada kepua­ san luar biasa bagi Winata. Berkat kegigihan, kerja keras, dan semangatnya dalam men­ jalankan tugas sebagai kepala sekolah, tahun 2008, ia men­ dapat predikat Kepala Sekolah Berprestasi tingkat SMA/SMK Kota Denpasar. Dan, predikat Kepala Sekolah Berprestasi tingkat SMA/SMK Provinsi Bali juga disandangnya. Kemudian, ia terpilih mengikuti workshop kepala sekolah seluruh Indone­ sia dan mendapatkan prestasi peserta terbaik ber­ sama 10 orang lainnya dari seluruh Indo­ nesia, dan

Winata juga menjabat, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Seko­ lah se-Kota Denpasar. Ia juga menjalin kerja sama dengan Yayasan Barbara and King Foundation di Australia, untuk membantu siswa SMAN 5 Denpasar, yang bahasa Ing­grisnya bagus men­dapat kesem­ patan mengunjungi Australia. Kerja sama ini sudah terjalin sejak tahun 2007 sampai seka­ rang. Menurut Winata, walaupun sudah banyak prestasi yang diraihnya, ia masih tetap ingin belajar. Ia memiliki kiat sukses dalam menjalankan kariernya. “Tips saya sederhana, lakukan yang terbaik, bagi tugas sesuai porsi yang benar, enjoy, terbuka, dan berbagi dengan orang lain,” kata lelaki yang selalu ber­ semangat, ramah, dan murah senyum ini. –Wirati Astiti


Bunda & Ananda

8

15 - 21 desember 2014

Rajin Cuci Tangan

Minimalkan Kuman Masuk Tubuh Musim hujan sudah mulai menyapa. Cuaca jadi tak menentu. Kadang hujan kadang mendung, kadang cerah. Namun, tak berarti aktivitas berhenti. Apa yang dilakukan harus memperhatikan cuaca. Jangan sampai memaksakan diri yang bisa berakibat kondisi tubuh drop. Hal yang sama juga harus dilakukan orangtua terhadap anak-anak.

P

ulang sekolah, Satya dijemput pengasuhnya. Cuaca mendung berubah menjadi gerimis. Satya dibonceng tanpa memakai helm dan jas hujan padahal butiran air sudah mulai membasahi bumi. “Dia memang tidak suka pakai jas hujan, katanya ribet. Saya sudah menyiapkan tetapi tidak mau dipakai,” ujar pengasuhnya. Di sisi lain, Rama sibuk dipasangkan jaket, jas hujan, helm, dan mantel sepatu oleh ibunya. Kebetulan hari itu, ayah dan ibunya yang menjemput. Semua keperluan siaga hujan sudah tersimpan di bagasi motor. “Kalau cuaca mendung, kami sudah menyiapkan semua peralatan. Daripada kehujanan di jalan, lebih baik semua perlengkapan dibawa,” ujar ibu Rama. Saat hujan, anak-anak kadang merasa senang karena mereka bisa

melihat butiran air jatuh dari langit. Melintasi jalan sambil menengadahkan tangan untuk menampung air menjadi salah satu aksi anak-anak. Namun, jangan sampai orangtua lengah dan membiarkan anak berhujan-hujanan hingga anak sakit. “Ada tiga faktor yang menyebabkan orang sakit. Pertama kuman, kedua orangnya, ketiga lingkungan. Kuman bisa berada di mana saja tanpa kita lihat. Hal yang bisa dilakukan ada sedapat mungkin tidak bersentuhan dengan kuman. Faktor orangnya juga berpengaruh. Kalau kondisi atau daya tahan tubuh lemah, kita mudah diserang penyakit. Sebaliknya, kalau kondisi sehat, penyakit lebih sulit menyerang. Faktor lingkungan juga perlu diperhatikan. Kalau lingkungan kotor, kuman lebih mudah menjangkiti kita. Karena itu kebersihan lingkungan harus dijaga,” jelas dr. Ni Made Sumiartini, Sp.A.

Mendongeng Lima Menit

Tidak Lagi Minum Air Tebu

Sudah sejak lama Maharaja Pretu berusaha agar orang Bali tidak lagi minum air tebu. Usahanya selalu gagal, karena tidak ada tumbuhtumbuhan lain yang bisa dimakan. Ia teringat kepada seorang temannya, Dewi Pertiwi yang terkenal cerdas. Mungkin dewi itu bisa menciptakan bahan makanan lain yang sehat dan enak. Namun, Dewi Pertiwi selalu menghindar agar tidak bertemu dengan Maharaja Pretu. Made Taro “Dewi Pertiwi, untuk kesejahteraan rakyatku aku perlu bantuanmu,” kata Maharaja ketika memergoki Dewi Pertiwi di rumahnya. “Dapatkah kau menemukan tumbuhan lain untuk makanan orang Bali, sehingga tidak lagi tergantung air tebu?” “Maaf, Maharaja!” jawab Dewi Pertiwi. Semula ia mencurigai rajanya yang suka blusukan itu mencari-cari kesalahannya, namun setelah mendengar permintaan yang sungguh-sungguh itu, lalu katanya, “Sebaiknya, Paduka mohon petunjuk kepada Dewa Indra, sebab dewa itu punya hubungan baik dengan dewa-dewa di kayangan.” “Dewa Indra, aku perlu bantuanmu. Tolong sampaikan permohonanku kepada dewa kayangan agar memberikan bahan makanan yang sehat dan enak untuk rakyat Bali.” “Aku ini Dewa Perang, Maharaja! Setiap permintaan harus didahului dengan perang,” jawab Dewa Indra. Demi kesejahteraan rakyat Bali, Maharaja Pretu rela berkorban. Oleh karena itu ia meladeni tantangan Dewa Indra yang tidak ramah itu. Setelah perang tanding yang hebat, akhirnya Dewa Indra bertekuk lutut. “Baiklah, akan kusampaikan permohonanmu kepada Dewa Wisnu di kayangan,” katanya. Seketika itu pula Dewa Indra menghadap Dewa Wisnu, tetapi dewa pemelihara itu sedang blusukan ke bumi. Yang menerima kedatangan Dewa Indra adalah Dewi Sri. “Maaf, Dewa Indra,” kata Dewi Sri. “Dewa Wisnu sedang menjelma menjadi raja bernama Maharaja Pretu. Beliau sedang bertugas di Bali untuk memperbaiki keadaan buruk yang diwariskan oleh raja sebelumnya, Prabu Wena. Sebetulnya permohonan Maharaja Pretu untuk mengganti makanan pokok air tebu sudah kupenuhi. Beberapa waktu yang lalu telah kukirim burung-burung untuk mengangkut biji padi. Biji padi itu telah diterima oleh Dewi Pertiwi. Selanjutnya Dewi Pertiwi mempersembahkan biji padi itu kepada Maharaja Pretu.” “Terimakasih, Dewi Sri. Kalau demikian tugasku selesai,” kata Dewa Indra. Ketika dewa perang itu turun ke bumi, didapatinya Maharaja yang sangat mencintai rakyatnya itu sedang mengajar bagaimana menanam padi, memasaknya dan memakannya. Sejak peristiwa itu, rakyat Bali tidak lagi mengandalkan air tebu, tetapi mengganti makanan pokoknya dengan nasi.

Dokter Sumiartini

Dokter yang praktik di RSAD, RS Puri Bunda, dan Apotek Pandu Medika ini menuturkan ketiga faktor ini harus diperhatikan dengan baik. Satu faktor saja diabaikan, orang apalagi anak-anak akan mudah sakit. Ia mencontohkan, upaya untuk menjaga kebersihan adalah dengan selalu mencuci tangan setelah beraktivitas dan sebelum makan. “Tangan menjadi sumber penularan penyakit. Misalkan ada yang bersin dan menutup bersinnya dengan tangan, lalu tanpa sengaja tangannya memegang gagang pintu. Berikutnya kita yang memegang gagang pintu. Ada kemungkinan kita akan tertular. Karena itu, selalu menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan merupakan salah satu upaya untuk meminimalkan kuman masuk ke dalam tubuh,” ujar dokter spesialis anak ini. Ia juga mengingatkan di musim pancaroba ini, orangtua harus memperhatikan kondisi anak. Ada

beberapa hal yang bisa dilakukan. Dari sisi nutrisi, anak harus banyak minum air putih, memberikan suplemen vitamin C untuk daya tahan tubuh, jangan terlalu sering memberikan anak makanan atau minuman yang panas atau dingin, serta memperhatikan asupan gizi anak serta makan yang teratur. “Makanlah makan yang bergizi. Ini sebenarnya bukan di musim pancaroba saja dilakukan tetapi setiap saat. Makanan yang sehat akan berdampak kepada tubuh yang sehat. Anak-anak pun sama. Kalau makanan mereka sehat, tubuh mereka sehat dan terhindar dari penyakit,” jelas ibu empat anak ini. Perubahan suhu memang membuat tubuh menjadi rentan. Suhu kadang berubah dari panas menjadi dingin atau sebaliknya dan ini membuat tubuh bekerja keras untuk membentuk sistem pertahanan.

Penyakit yang biasanya menyerang di musim pancaroba antara lain flu, batuk, demam, gangguan tenggorokan, gangguan pernafasan, diare dan demam berdarah. Dari sisi sandang, jangan terlalu memakaikan anak pakaian yang tebal dan rangkap. Biarkan anak memakai pakaian yang nyaman dan mudah menyerap keringat. Jika beraktivitas di luar ruangan dan cuaca gerimis atau hujan, ingatkan anak untuk memakai jas hujan. “Perubahan cuaca yang terlalu ekstrem bisa mempengaruhi daya tahan tubuh anak. Satu hal yang juga perlu diperhatikan adalah waktu istirahat anak. Saat musim pancaroba, orang dihadapkan pada cuaca yang tak menentu. Jika tak ada keperluan mendesak, sebaiknya gunakan untuk untuk beristirahat,” kata istri dr. I Made Tangkas, SpOG.,MPH ini. –Ngurah Budi

15 - 21 desember 2014

17

Happy Healthy Soul Upgrade Your Mind, Body, and Soul

D

alam era peme­ rintahan yang baru berjalan saat ini, salah satu isu ter­ penting bagi kita adalah mengenai “Revolusi Mental”. Seluruh rakyat Indonesia sepertinya euforia de­ ngan gagasan Revolusi Mental ini, termasuk di Bali. Namun sampai saat ini, gagasan tersebut masih belum tampak apli­kasinya. Pa­ dahal, Revolusi Mental ini sangat penting artinya bagi masyarakat kita yang akan masuk ke era glo­ balisasi tanpa batas. SOUL (Spirit of Universal Life), dalam menghadapi era globali­sasi tanpa batas ini, membuat suatu program yang diharapkan da­ pat merubah mental dan kualitas masyarakat. Program ini dibuat sedemikian rupa sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan mudah. Salah satu kegiatan yang baru-baru ini diselenggarakan oleh SOUL ada­ lah HAPPY HEALTHY SOUL yang telah berlangsung pada tanggal 29-30 November 2014. Kegiatan

Peserta Happy Healthy Soul Retreat dalam salah satu sesi pemurnian batin

yang menitikberatkan keseim­ bangan Soul, Mind and Body ini dibuka oleh Director of SOUL, Adek Dharana yang memapar­ kan latar belakang diadakannya kegiatan ini. Dilanjutkan dengan

paparan berbagai materi yang disampaikan lima narasumber yang berkompeten di bidangnya, Bunda Arsaningsih, dr. Rastho Mahotama, dr. Netty Santyari, dr. Satria Wibawa dan Alberto Da­

Rajin mencuci tangan meminimal kuman masuk ke dalam tubuh

Bunda Arsaningsih sebagai narasumber utama, sedang memaparkan materi yang berkaitan dengan mind

Gilda Sagrado (BPPD Bali) “Saya setiap beberapa bulan kerap ke luar negeri untuk menge­ jar guru-guru kelas dunia untuk mendapatkan pendalaman tentang cara berpikir, mental serta skill bisnis untuk diterapkan dalam diri saya maupun orang-orang yang saya cintai. Saya telah mengikuti workshop Robert Kiyosaki (Rich Dad Poor Dad-Cashflow Quadrant), T. Harv Eker (Mental Milyarder), Richard Branson (pebisnis terkaya ke-7 di dunia, pemilik Virgin Group,

owner brandnya Lady Gaga), Nick Vujicic (tanpa tangan, tanpa kaki dan tanpa masalah) dan masih banyak lagi tokoh panutan dunia. Saya menyadari bahwa apa yang mereka bawakan tidak sebanding dengan apa yang saya alami ketika mengikuti kegiatan Happy Healthy Soul selama 2 hari. Secara ilmiah, perubahan permanen dalam diri seorang manusia memerlukan 4 unsur mendasar yaitu IQ, EQ, SQ dan PQ (mental, emosional, spiri­ tual dan fisikal). Sebuah keharusan untuk menggunakan keempat unsur agar perubahan permanen terjadi dalam diri peserta kegia­ tan dan guru-guru sukses dunia memahami ini. Menariknya, dalam Happy Healthy Soul, unsur spiritual di­ angkat lebih mendalam diband­ ingkan dengan kegiatan kelas dunia manapun yang pernah saya ikuti. Kita diajak untuk ingat bahwa kekuatan spiritual kita berdampak terhadap kebahagiaan dan kes­ ehatan (happy healthy). Memupuk kekuatan spiritual berupa keter­ hubungan kita dengan Tuhan, kepasrahan dan selalu berprasang­ ka baik terhadap rencana Tuhan.

Berbeda daripada program lainnya, dalam kegiatan ini per­ tama-tama peringkat kesehatan saya diukur dengan menggunakan Teknik SOUL Meter. Contohnya, peringkat stres saya di awal kegia­ tan ada di angka “7” yang artinya cukup tinggi dalam skala 1 hingga 10. Kemudian setelah menjalani kegiatan penuh selama dua hari di akhir kegiatan saya kembali diukur, seluruh peringkat kesehatan saya membaik, peringkat stres saya ada di angka “0” yang artinya stres saya sudah hilang sama sekali, dan saya merasakan damai yang benarbenar membahagiakan. Selain itu, saya bertemu den­ gan banyak kenalan lama yang ternyata sudah sangat sering ikut acara Bunda Arsaningsih. Bahkan, mereka mengajak anak dan me­ nantunya. Saya jadi kagum bahwa dampak nyata sebuah program yang benar-benar bermanfaat akan menyebabkan orang yang pernah ikut mengajak keluarga dan teman­ nya untuk turut merasakan manfaat program tersebut. Program yang bermanfaat pasti akan menarik banyak orang lain lagi untuk diberi­ kan manfaatnya.”

costa Ximenes. Para narasumber ini membagikan informasi dan pengetahuan yang membantu para peserta menyeimbangkan hidup mereka yang akan men­ ciptakan hidup yang sehat dan bahagia. Bunda Arsaningsih mem­ b awa ka n m a te r i M i n d ya n g menitik­beratkan pada bagaimana membentuk mindset yang baik. Selain memberikan bagaimana membangun mindset yang baik, Bunda Arsaningsih juga meng­ ajarkan keterhubungan de­n gan Tuhan. Keterhubungan dengan Tuhan ini menjadi kunci dalam proses-­p roses berikutnya, sep­ erti peningkatan fungsi otak dan jiwa (Brain Upgrade dan Soul Upgrade). Selain membentuk pikiran yang baik, para peserta juga diajak untuk bergerak dalam SOUL Balancing Yoga yang men­ jelaskan gerakan-gerakan yoga tertentu untuk menyeimbangkan energi tubuh. Proses Happy and Healthy Soul juga dipantau secara en­ ergi dengan metode pengukuran SOUL Meter yang dijelaskan oleh dr. Rastho Mahotama pada awal acara, sehingga peruba­ han dapat diukur secara pasti dengan singkat dan tepat. Hal ini menjadi mungkin karena dengan menerapkan SOUL Meter seseorang memiliki bekal untuk menerjemah­k an informasi-in­ formasi alam menjadi informasi yang tepat. Hal ini juga berguna dalam proses pengambilan kepu­ tusan dalam kehidupan. Penjelasan fungsi otak dipa­ parkan secara sederhana namun menyeluruh oleh dr. Netty Sant­ yari. Peserta juga dibuat tercen­ gang oleh dr. Satria Wibawa yang menjelaskan bahwa asupan maka­ nan memiliki efek yang berbeda pada tiap individu, dan dengan

SOUL Meter para peserta mulai mengukur kecocokan makananmakanan de­n gan diri mereka sendiri, sehingga dapat mengatur pola makan yang terbaik. Semen­ tara Alberto Dacosta Ximenes, membahas tentang keseimbangan otak kanan dan otak kiri yang memungkinkan hidup makin seimbang. Bertempat di Hotel Werd­ hapura, Denpasar Bali, kegiatan SOUL kali ini diikuti tidak hanya peserta dari Bali. Peserta dari Jakarta, Lombok, Yogyakarta, Surabaya, bahkan Kalimantan pun datang untuk belajar ber­ sama. Untuk acara kali ini, ter­ hitung 105 orang peserta belajar materi-materi yang bertujuan un­ tuk menyeimbangkan pola pikir, kesehatan tubuh dan kesehatan jiwa. Keseimbangan tiga unsur (pikiran, tubuh dan jiwa) inilah yang ditargetkan agar menjadi selaras, memperbaiki seluruh sistem dalam tubuh supaya men­ jadi seimbang. Setelah mengikuti kegiat­an ini, peserta diharapkan menjadi jiwa yang baru, terbebas dari berbagai mental blok yang membelenggu kesehatan jiwa, terlahir kembali dengan kualitas mental yang lebih tinggi untuk mencapai jiwa yang sehat dan bahagia. SOUL, yang baru saja di­ resmikan sebagai anggota VIP dari Badan Promosi Pariwisata Daerah Bali (BPPD Bali), akan ber­u saha untuk terus mencip­ takan program-­p rogram yang bermanfa­at agar dapat mening­ katkan kualitas jiwa agar se­ makin kuat secara fisik dan mental. Hal ini sejalan dengan program Spiritual Tourism yang digalakkan BPPD Bali. Selain kegiatan empat bu­ lanan seperti Happy Healthy Soul, SOUL juga secara rutin menyelenggarakan berbagai program seperti SOUL Healing dan Konsultasi bagi mereka yang memerlukan bantuan dalam bidang kesehatan, kemakmuran, hubungan maupun spiritual. Selain itu, ada juga SOUL Kids sebagai persiapan anak-anak di bawah 15 tahun agar siap men­ jalani hidup dengan lebih sehat, cerdas, ceria dan penuh cinta. Bagi kalangan dewasa, tersedia berbagai program seperti, SOUL Meter, SOUL Public Speaking, SOUL Balancing Yoga, Spiri­ tual Camp serta berbagai macam workshop lainnya yang dapat membantu pengembangan kuali­ tas diri. Untuk mendapatkan info lengkap dapat datang ke SOUL Of­ fice Jln. Gunung Sanghyang 118D Denpasar atau hubungi nomor 0361 - 7463858. -ten

Sesi Soul Balancing Yoga yang diikuti peserta dengan antusias


15 - 21 Desember 2014

18

Denpasar Horticulture Festival 2014

Ajang Lomba dan Media Edukasi Denpasar Horticulture Festival 2014 dibuka secara res­ mi oleh Wakil Ketua Tim Peng­gerak PKK, Ny. Antari Jaya Negara di­dampingi Ny. Rai Iswara pada Rabu (10/12) di Taman Kota Lumintang.

P

ada acara yang dihadiri Wakil Wali Kota Den­ pasar, IGN Jaya Negara dan Sekda Kota Den­ pasar AAN Rai Iswara ini, juga dilaksanakan Pasar Murah Galungan yang diadakan oleh TP PKK Kota Denpasar dan berlangsung hingga Minggu (14/12). Hal ini, sebagai wujud perhatian Pemerintah Kota Denpasar kepada masyakarat dalam menyediakan perlengkapan yang murah dan lengkap dalam menyambut Galungan. ”Masyarakat kami berikan subsidi sebesar 20% berupa kupon belanja, sehingga dapat membantu mendapatkan perlengkapan Galungan seperti janur, buah , perlengkap­ an penjor dan yang lainnya,” ujar I Gede Ambara Putra, Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar. PENYANDANG DISABILITAS IKUT LOMBA Denpasar Horticulture Festival juga mengagendakan sejumlah acara lainnya, di antaranya lomba merangkai bunga. Tahun ini adalah pelaksaan yang kedua kalinya dan sebagai pra-event Denpasar Festival 2014. Lomba dibagi menjadi 3 kategori, yakni tingkat pemula, profesional dan kategori khusus untuk penyadang disabilitas. Untuk kelompok profesional diikuti oleh floris, desai­ ner floral, pemilik toko bunga, hotel, instruktur merangkai bunga dan mereka yang memiliki keahlian di bidang desain floral. Sedangkan untuk tingkat pemula diikuti oleh anggota PKK Kota Denpasar dan Siswa SMA/SMK se-Kota Denpasar. Yang paling menarik adalah keikutsertaan penyandang disabilitas yang diprakarsai oleh Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu) Kota Denpasar. “Mereka punya bakat, dan kami juga berharap setelah ini mereka diberdayakan dan diberikan kesempatan. Misal­ nya, untuk berbagai acara yang ada di setiap SKPD di Kota Denpasar,” ujar Ny. Antari Jaya Negara dan Ny. Rai Iswara saat melihat acara lomba. “Hal ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelum­ nya yaitu pelatihan merangkai bunga untuk ibu-ibu PKK dan bagi penyandang disabilitas yang diprakarsai Ny. IA Selly D. Mantra sebagai Ketua TP PKK sekaligus Ketua K3S Kota Denpasar,” lanjut Panitia Lomba Merangkai Bunga sekaligus Kabid. Pembinaan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Drh. KAD Anggreni Cahyani. Menurut Anggreni Cahyani, Ny. IA Selly Mantra sangat perhatian terhadap pemberdayaan perempuan utamanya untuk anggota PKK Kota Denpasar, juga memberikan ruang gerak kepada penyandang disabilitas untuk dapat berkreativitas sekaligus menambah penghasilan keluarga. Sementara bagi tingkat profesional, ajang ini merupakan salah satu media promosi kepada masyarakat untuk memperkenalkan usahanya. “Selama ini kami sudah banyak memberikan pelatihan merangkai bunga, termasuk dengan WHDI Bali dan Kota Denpasar. Kegiatan ini akan kami lanjutkan, mungkin ke banjar-banjar atau teruni-teruni dan siapa saja, secara berkelompok. Jika ingin belajar bisa langsung mendaf­ tar dengan bersurat ke dinas kami, gratis. Apalagi usaha di bidang ini sangat diperlukan, mengingat Bali sebagai daerah wisata,” kata Gede Ambara sambil berharap dengan keterampilan ini dapat ikut menekan angka pengangguran.

Untuk menjaga profe­ sionalisme lomba, panitia mendatangkan juri lang­ sung dari Jakarta, yaitu Ketua LSK (Lembaga Serti­ fikasi Kompetensi) Merang­ kai Bunga dan Desain Floral Indonesia, Teresa M. Ineke Turangan, BA, AIFD; Kepala Bidang Pengujian & Serti­ fikasi LSK, Indra Yulika ; dan Mr. Gunter Weber, se­ orang berkebangsaan Aus­ tria yang telah menggeluti desain floral sejak lama. “Kriteria yang terpent­ ing adalah muatan lokal floralnya, terutama floral Bali yang didesain sede­ mikian rupa sehingga men­ gandung unsur keindahan. Para pemula dan kelompok disabilitas juga sangat semangat. Untuk yang profe­ sional kategorinya agak luas. Jadi, untuk memutuskan pemenangnya tidak mudah, secara teknik mereka harus sudah menguasai dan kami juga harus melihat dari begitu banyak faktor. Ada yang idenya brilian namun finishingnya kurang tepat jika untuk seorang profesional, makanya kami cukup lama untuk menen­ tukan pemenangya,” terang Ineke Turangan di sela-sela penjurian sambil mengaku bangga dengan Bali karena minat dan kreativitasnya cukup tinggi. KEMBANGKAN MKRPL Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL) meru­ pakan pengembangan program pertanian perkotaan mela­ lui optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan maupun lahan tidur. Tujuan dari MKRPL yakni untuk memenuhi

Pemenang Lomba Merangkai Bunga

Tingkat Profesional: Juara I , II dan III , adalah I Nengah Soda, dari Ayana Resort; I Gede Suka Winatajaya (Bali Rose Florist); dan Desak Nyoman Wartini (Inna Grand Bali Beach). Mereka berhak atas trophi, sertifikat, dan uang tunai masing-masing senilai Rp 5.000.000, Rp 4.000.000, dan Rp 3.000.000. Tingkat Pemula: Juara I, II dan III masing-masing diraih oleh I Gede Ketut Purwadi dari Tabanan; Nyoman Suwerti (PKK Dangin Puri Kauh); dan Ni Luh Oka Novi Asriyanti (SMK Negeri 3 Denpasar). Ketiganya ber­ hak atas tropi, sertifikat, dan uang tunai senilai Rp 1.000.000, Rp 700.000, dan Rp 500.000.

Peserta Disabilitas: Juara I , II dan III diraih oleh A.A Sunitri dari Gerkatin Kota Denpasar, Dewa Ayu Alit Putri Santi dan Ni Nyoman Adinda Savitri yang keduanya dari SLBBN Sidakarya. Mereka juga berhak atas tro­ phi, sertifikat, dan uang tunai Rp 700.000, Rp 500.000, dan Rp 400.000.

Story

Bayi Tertukar Jenazah Di sebuah rumah sakit di Mataram, Sally (39), bukan nama sebenarnya, duduk di kursi antrian untuk memeriksakan kehamilannya yang sudah berusia tujuh bulan. Bersama seorang ibu yang juga tengah hamil anak pertama­nya, Sally meng­ obrol seputar kehamilan mereka. Sally yang kini hamil anak ke 4-nya terdengar memberi nasihat kepada kawan bicaranya itu tentang bagaimana menghadapi hari-hari menjelang kelahiran bayi. Ia juga sempat bertanya, di mana si ibu itu hen­ dak melahirkan bayinya.

N

kebutuhan pangan dan gizi keluarga, mengembangkan ekonomi produktif serta menciptakan lingkungan hijau berbasis tanaman pangan maupun tanaman obat untuk kebutuhan kelurga (Toga). “Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura telah mengembangkan kawasan ini dengan cara melakukan pembinaan, monitoring, penyuluhan dan bantuan bibit pada kelompok-kelompok yang telah terbentuk. Harapannya ada­ lah nantinya kelompok yang terbentuk mampu menularkan pada keluarga lainnya, sehingga konsep MKRPL dengan tujuannya dapat tercapai,” ujar Gede Ambara . Tujuan besarnya adalah terpenuhinya pangan bagi setiap rumah tangga sekaligus sebagai sasaran dari ketahanan pangan di Indonesia dapat tercapai. Kota Denpasar, sebagai jantung Provinsi Bali, dimana terdapat banyak keluarga den­ gan lahan pekarangan yang sangat sempit, wajib ikut serta mendukung tujuan nasional demi tercapainya ketahanan pangan keluarga dengan inovasi dan teknologi kekinian. Ia berharap, dengan dilangsungkannya Den­ pasar Horticulture Festival 2014 ini, masyakarat dapat melihat langsung bentuk dari MKRPL. Sehingga, harapan selanjutnya adalah masya­ karat Denpasar segera meng­adopsi MKRPL ini di lingkungan keluarganya masing-masing. -ard

Life

15 - 21 Desember 2014

asihat untuk berhatihati disampaikannya ketika mendengar ibu ini hendak melahirkan di sebuah rumah sakit. Obrolan ini sebenarnya tidak ada hubungan langsung dengan peristiwa yang pernah dialami oleh Sally, melainkan obrolan yang mengalir begitu saja untuk berbagi pengalaman. Pengalaman yang dialami Sally ini lebih dari 20 tahun lalu ketika keluarganya sempat heboh akibat, salah seorang keponakannya tertukar dengan jenazah dari sebuah rumah sakit di Pulau Jawa, asal Sally. Ketika itu seorang keponakannya yang baru berusia satu bulan meng­ alami radang tenggorokan dan sempat dirawat di rumah sakit dimana tempat ia dilahirkan sebulan yang lalu. Bayi perempuan yang lucu dan menggemaskan itu membawa warna baru dalam keluarga Sally kare­na itulah cucu perempuan pertama bagi ayah dan ibunya. Bayi itu anak dari

salah seorang kakak Sally. Dalam masa-masa yang menggemaskan itulah, ia terserang radang tenggorokan yang cukup parah sehingga dibawa ke rumah sakit. “Malam itu juga dokter mengatakan bahwa keponakan saya harus dirawat inap,” kata Sally. Selama lebih dari seminggu, keponakannya itu dirawat inap dan makin hari makin menurun sampai masuk ruang rawat intensif ICU di rumah sakit itu. Ada beberapa bayi yang juga dirawat di sana saat itu. “Kami semua tidak boleh sem­ barang menjenguknya, hanya bisa lihat dari kaca saja,” kata Sally. Ibunda Sally yang mengkhawatirkan keadaan cucunya, tiap hari menjenguknya lewat ruangan kaca. Hingga akhirnya, pada hari keempat di ICU, ibunya meminta izin pada perawat untuk bisa menjenguk cucunya itu lebih dekat (melihat langsung ke dalam). “Tapi tidak diizinkan oleh perawat,” ujar Sally.

Menurut Sally, hari itu si perawat seperti menghalang-halangi ibunya dan keluarga juga ibu kandung si bayi untuk melihat langsung kondisinya. “Perawat langsung memberitahu kalau bayi keponakan saya sudah meninggal dunia,” kata Sally. Perawat itu menunjuk bayi yang meninggal itu yang ada dalam inkubator. Ibunda Sally yang melihat bayi yang ditunjukkan oleh perawat itu merasa bahwa itu bukan cucunya. “Cucu saya bukan yang di dalam inkubator, tapi yang di sampingnya itu,” kata ibunda Sally. Namun, perawat ngeyel mengatakan bahwa keponakan Sally yang meninggal dalam inkubator dan sama sekali tidak membolehkan mereka untuk melihatnya ke dalam. “Saking kesalnya, ibu saya sempat bertengkar dengan perawat itu. Karena ibu merasa mengenal sekali cucunya dan yang ditunjukkan jenazah itu meski dari jauh, ibu kenal itu bukan cucunya,” kata Sally. Namun karena perdebatan yang panjang dan menjengkelkan, ibunda Sally yang merasa itu bukan cucunya, lama-lama luluh juga dengan penjelas­ an perawat itu. “Karena perawat yang memberitahu ya ... lama-lama

7

ibu saya percaya juga,” kata Sally. Akhirnya, dengan rasa sedih mereka pun membawa jenazah bayi yang sudah dibungkus itu pulang ke rumah, tanpa sebelumnya melihat kondisi terakhir jenazah. “Kami menerima bayi itu sudah dibungkus kain batik, karena oleh perawat tidak dibolehkan melihatnya,” kata Sally. Suasana duka menyelimuti keluarga Sally ketika jenazah bayi itu tiba di rumah. Hari itu rencananya bayi itu langsung dimakamkan, namun se­belumnya dimandikan terlebih

dahulu. Saat dimandikan itu, tukang memandikan jenazah sempat keluar dan menanyakan apakah bayi keponakan Sally itu laki-laki atau perempuan? Kebetulan tukang memandikan jenazah itu masih tetangga Sally yang setidaknya mengetahui bahwa ke-

ponakan Sally itu bayi perempuan. Ibunda Sally mengatakan bahwa cucunya adalah bayi perempuan. “Yang hendak kami mandikan ini, bayi laki-laki, Bu..,” kata tukang memandikan jenazah. Hal ini tentu mengaget­ kan keluarga besar Sally dan juga para tetangga. “Begitu dilihat ternyata jenazah bayi itu laki-laki, ibu saya langsung membawa kembali jenazah itu ke rumah sakit,” kata Sally. Protes keras dilakukan oleh ibunda Sally yang sebenarnya sudah jengkel sekali pada perawat yang mengajaknya bertengkar kala mempertahankan keyakinannya jika jenazah bayi itu bukan cucunya. Kejadian ini sempat menghebohkan keluarga dan para tetangganya. Pihak rumah sakit meminta maaf pada keluarga Sally atas kejadian itu. “Direktur rumah sakit sempat datang ke rumah saya meminta maaf langsung pada keluarga kami,” ungkapnya. Begitu juga perawat yang bersangkutan datang meminta maaf atas kekhilafan dan kesombongannya. Ibunda Sally dan keluarganya, memaafkan perawat itu, namun rupanya rumah sakit tidak mentolerir kesalahan fatal itu. “Saya dengar perawat itu akhirnya dipecat,” katanya. Keponakan Sally yang tengah sakit keras itu akhirnya pun tidak bisa bertahan karena menurut Sally, dua minggu kemudian keponakannya itu meninggal dunia. “Tuhan sudah mengatur semuanya dan kami semua merelakannya,” kata Sally. Pengalaman itu tidak bisa dilupakan oleh Sally yang selalu membagi kisahnya pada orang lain, agar lebih berhati-hati. Ia meyakini, tidak semuanya ada niat jahat orang lain dalam kasus-kasus seperti ini, melainkan ada pula karena kelalaian dan ketelodoran. Setidaknya, ini sebagai alarm, peng­ ingat dirinya sendiri. -Naniek I. Taufan

PT Asuransi Purna Artanugraha (ASPAN) Cabang Bali

Serahkan Santunan Klaim Asuransi Leability Pada 3 November 2014, sebuah rom­ bongan yang terdiri dari 6 wisatawan asal India yang masih satu keluar­ ga, pukul.11.00 wita mengikuti kegiatan wisata rafting ber­ sama Bali Adventure Rafting di Sungai Ayung. Mereka pun dibagi menjadi dua perahu.

P

erahu 1 terdiri dari dua orang tamu, penumpang Suken Shah dan Riddhi yang dipandu seorang pemandu, I Wayan Sutana. Perahu 2, berisi­ kan 4 orang (dua laki dan dua perempuan), yakni Khyati Shah, Karisma Shah, Kartik Shah dan Bhavik Shah, dipandu I Wayan Rasna. Setelah sekitar 1 km me­ nyusuri Sungai Ayung, oleh para pemandu sudah diingatkan

akan melalui jeram yang berba­ haya dan memerlukan tenaga yang maksimal untuk menarik perahu. Pemandu meminta para tamu agar berjalan kaki dan tidak menggunakan perahu. Namun penumpang perahu 2, yang terdiri dari empat orang tersebut, ketika disarankan untuk berjalan kaki, hanya 2 tamu perempuannya saja yang bersedia melakukannya. Se­ dangkan dua tamu lelaki lainnya meminta untuk tetap berada di atas perahu. Dengan berat hati pemandu Wayan Rasna men­ gizinkan mereka tetap di atas perahu. Mereka akan melewati dua cabang jeram yang berbahaya. Yang lebih berbahaya posisinya di sebelah kiri, dan mereka melewati yang tidak terlalu berbahaya di sebelah kanan. Singkat cerita, perjalanan ber­ lanjut dan setelah beberapa meter perahu menyangkut di batu. Salah satu tamu yang duduk di sebelah kanan terjatuh. Awalnya tamu tersebut ter­ lihat bisa menyelamatkan diri dan duduk di atas sebuah batu. Karena sang pemandu dan kerabat sang tamu yang masih di perahu melihat posisi tamu yang satunya tersebut sudah aman, pemandu pun menarik perahu yang tersang­ kut agar bisa digunakan kembali untuk menyelamatkan tamu yang duduk di atas batu tersebut. Namun,ternyata setelah memper­ baiki perahu, rupanya dalam hi­

Pemimpin Asuransi Aspan Cabang Bali saat menyerahkan kliam kepada kuasa hukum korban di kantor Bali Adventure Rafting

tungan detik tamu tersebut sudah tidak ada lagi di atas batu. Setelah pencarian dilakukan, akhirnya sekitar pukul 13.00 keesokan harinya jasad korban, Bhavik Shah (27), ditemukan di bawah sebuah batui besar dan terjepit batang kayu. Warga negara India dengan no. paspor H 9255807 tersebut berhasil di­ evakuasi pada pukul 17.00 wita. Begitulah kronologis keja­ dian sampai akhirnya Bhavik Shah ditemukan sudah mening­ gal dunia, sebagaimana tercatat dalam Berita Acara Survei yang diperlihatkan oleh IGA Arimurti Diwia AAAIK, pemimpin Kantor Asuransi Aspan Cabang Bali ini. Dikatakannya karena kejadian ini, pihak Bali Adventure Rafting yang telah membeli polis Asuransi Liability di Asuransi Aspan, segera

menginformasikan peristiwa ke­ celakaan tersebut ke Kantor As­ pan Denpasar. Oleh Aspan hal ini segera pula ditindak lanjuti, den­ gan melakukan survei kronologis kejadian langsung ke lokasi. Berikutnya, Arimurti Di ­ wia juga menyampaikan bahwa persetujuan klaim telah disampai­ kan melalui kuasa hukum keluarga yakni Low Office Budiman & Co pada 8 November 2014 bertempat di Kantor Bali Adventure, disaksi­ kan oleh President Direktur Bali Adventure, Made Yanie Mason. Santunan tersebut segera diserah­kan setelah formulir pe­ ngajuan klaim diisi oleh pihak Bali

Adventure Rafting dan semua dokumen yang diperlukan sudah lengkap. Kenyamanan dan kemu­ dahan pelayanan Asuransi Aspan pun langsung dibuktikan oleh Bali Adventure Rafting dengan terealisasinya persetujuan pem­ bayaran ganti rugi untuk warga negara India yang meninggal di Sungai Ayung, Ubud, pada 3 Desember 2014 senilai USD 50 ribu. Arimurti mengatakan, be­ gitulah keunggulan jasa Asuransi Aspan yang prosesnya sangat cepat serta pertanggungan yang tinggi. Selain itu, Asuransi Aspan yang didirikan pada 10 Juni 1991 dengan kegiatan utamanya di bidang asuransi kerugian, juga menyediakan pelayanan asuransi kerugian lainnya berupa Asur­ ansi Kecelakaan Diri, Asuransi Rangka Kapal, Asuransi Pemban­ gunan Kapal, Asuransi Pengang­ kutan, Asuransi Penyimpanan Uang, Asuransi Pengangkutan Uang, Asuransi Pesawat Terbang, Asuransi Kebakaran, Asuransi Kendaraan Bermotor, Asuransi Rekayasa, Asuransi Leability, Asuransi Kecurangan Pegawai, Asuransi Peralatan Elektronik dan Asuransi Kerusakan Mesin. -ard

PT Asuransi Purna Artanugraha (ASPAN) Kantor Cabang Bali, Jalan Suli No. 14 , Denpasar Telepon (0361) 244353


6

Woman on Top

Djaya Wardani

Terapkan Sistem Kekeluargaan Selalu berpikiran positif di mana pun kita berada dan dalam lingkungan kita, akan memberikan manfaat positif bagi diri kita secara pribadi maupun orang lain. Itulah kiat Djaya Wardani dalam menjalankan kariernya selama ini sebagai Direktur Properti Bagus Discovery Group.

B

aginya, tiap orang pasti punya masalah, namun, bagaimana masalah itu bisa kita sederhanakan sehingga mem­ buat hidup kita menjadi lebih simpel. “Mungkin terlihat klise, tapi ketika

15 - 21 DEsember 2014

kita mampu menjalankan, ada satu kebahagiaan yang bisa kita dapatkan,” ucap wanita yang terlihat cantik di usianya yang sudah tak muda lagi ini. Ia berpandangan, dalam menjalankan peker­ jaan, orang harus disiplin dan profesional. Ke­ mauan untuk maju dan bekerja sama, harus selalu ditanamkan. Membagi waktu secara efisien dan ada keseimbangan antara yang mana harus didahulukan, serta selalu bertenggang rasa, juga harus dilakukan. “Jika itu semua dilakukan, pasti pekerjaan apapun yang dijalani akan dinikmati dan membawa kebahagiaan,” katanya sembari tertawa. Wanita yang murah senyum ini, mengawali karier sebagai pengacara, saat era Ida Bagus Man­ tra menjabat sebagai Gubernur Bali. Ia sempat juga bekerja sebagai PNS di Balai Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah. Saat suaminya, Bagus Sudibya memulai membangun hotel tahun 1989, ia putuskan untuk mengundurkan diri dari PNS. Ia ingin membantu usaha suaminya, sesuai dengan kemampuannya. Kemudian menyusul tahun 1995, satu hotel lagi dibangun di Lovina. Pembangunan beberapa resort membuat kesibukan Djaya War­ dani terus bertambah. Ada satu kiat yang dijalankan dalam mengelola sumber daya manusia. “Kami selalu mengedepan­ kan suasana kekeluargaan. Tapi dalam menjalankan pekerjaan harus tetap professional. Itu yang selalu diajarkan bapak. Kalau terus gonta-ganti karyawan agak repot. Jadi kami memiliki kedekatan dengan karyawan penuh suasana kekeluargaan. Karena bagaimana pun, kita tak bisa bekerja sendiri. Mari kita bekerja sama untuk maju bersama-sama. Itulah yang sering saya tekankan dalam rapat,” ujar wanita yang sangat enerjik ini. Untuk menjaga kebugaran, ia selalu rutin melakukan treadmill tiga kali seminggu. Selain itu, untuk mengecek lingkungan hotel yang luas, de­ ngan berjalan kaki, juga sudah merupakan olah­ raga baginya. Mengonsumsi lebih banyak sayuran juga kiatnya menjaga kesehatan. Sementara, tips untuk tetap terlihat cantik, sangat sederhana, yakni murah senyum. –Wirati Astiti

15 - 21 Desember 2014

19

Cipta Karya Kreatif 2014

Dukung Industri Kreatif Kota Denpasar

Dewasa ini, peran dan pengaruh desain kian mendapat perhatian dan makin diakui dalam pergerakan industri kreatif. Karena, totalitas desain sebagai ilmu, seni, dan teknologi, ternyata secara fundamental menata cara dan pola kita berkomunikasi dan berinteraksi.

D

esain berkembang menjadi katalis untuk merevitalisasi produk, merek, kuali­tas pelayanan, hingga destinasi kota. Kemampuan mengelola daya tarik estetika dan daya tarik fungsional menjadi penting tidak hanya untuk menghasilkan vibrasi positif bagi produk maupun pelayanan, namun juga meningkatkan efektivitas dan efisiensi entitas dalam memenangkan persaingan. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si., didampingi Koordinator 4 Denpasar Design Centre (DDC), I Gst, Ngurah Gede Suyasa mengatakan, kehadiran DDC sebagai salah satu bentuk fasilitas dan layanan one stop service untuk mendorong laju pertumbuhan IKM dan UKM di Denpasar dan Bali, terutama dalam aspek desain kemasan, produk tekstil, teknologi informasi dan komunikasi, serta hak kekayaan intelektual (HAKI). Karena itu, untuk merekatkan sinergi pemerintah, swasta, komunitas, kreator, dan publik luas dalam ranah kreativitas dan desain, Pemerintah Kota Denpasar melalui Disperindag Kota Denpasar serta Denpasar Design Centre (DDC), di tahun 2014 ini kembali melaksanakan lomba dengan berbagai kategori yang berkaitan dengan kompetensi inti industri Daerah Denpasar, dalam acara “Cipta Karya Kreatif 2014”.

Ketua Panitia, I Nyoman Sudarsana, S.Sos., M.Si. menyampaikan, Lomba Cipta Karya Kreatif 2014 yang dikelola dan diselenggarakan oleh DDC ini bertujuan untuk: merangsang dan mendorong laju pertumbuhan karya-karya kreatif, inovatif, dan aplikatif yang bermutu tinggi dan bermanfaat bagi publik luas; me­ ningkatkan apresiasi, konsumsi dan pemberdayaan pilar-pilar industri kreatif lokal yang mampu bersaing di kancah nasional dan internasional;

meningkatkan dan mengembangkan minat, bakat, keahlian dan kreativitas budaya di kalangan masyarakat profesi dan khalayak umum di Bali; meluaskan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, serta media lainnya yang berbasis akar kultur dan kearifan lokal. “Lomba Cipta Karya Kreatif 2014

Konten Mobile

Kemasan untuk ayam betutu

Kemasan untuk pie susu

Peserta lomba motif endek

Wakil Wali Kota Jaya Negara didampingi Sekda Rai Iswara usai menyaksikan lomba cipta karya kreatif di DDC

yang melombakan 4 kategori ini di­ ikuti 55 peserta untuk Lomba Cipta Desain Motif Endek, Lomba Cipta Kemasan Produk Makanan (82 peserta), Lomba Cipta Aplikasi Konten Mobile (12 peserta), dan Lomba Cipta Desain Produk Inovatif (19 peserta). Total 168 hasil karya,” ujarnya. Menurut Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Sekda Rai Iswara, saat hadir langsung di acara penilaian Lomba Cipta Karya Kreatif pekan lalu , melihat jumlah peserta ini menan­ dakan lomba cipta kreatif ini semakin diminati. Program ini , katanya sesuai dengan visi dan misi pemerintah Kota Denpasar. Kiranya lomba ter­sebut dapat semakin membangkitkan gairah para desainer diberbagai bidang, khususnya desain kemasan. Dalam kesempatan ber­beda,Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra yang mengapresiasi positif kegiatan ini mengatakan, pengembangan IKM di Kota Denpasar didorong untuk meningkatkan daya saing industri menuju industri kreatif berlandaskan budaya unggulan melalui sistem ekonomi kerakyatan. “Salah satu strategi yang bisa ditempuh untuk mewujudkan hal tersebut adalah pengembangan desain dan inovasi produk IKM melalui gelar Lomba Cipta Karya Kreatif yang kita selengggarakan saat ini,” ungkapnya. Lomba ini dikatakannya me­ rupakan wujud dari peran serta masyarakat dalam pembangunan

industri, yang juga dapat meningkatkan kompetensi SDM industri, sehingga kebutuhan SDM industri di Kota Denpasar menjadi terpenuhi. “Kedepan, semoga DDC dapat memberikan pelayanan yang terbaik dan dapat dimanfaatkan oleh IKM dan UKM untuk kemajuan usaha yang dijalankan,” ujarnya. Orang nomor satu di Kota Denpasar tersebut berharap

Desain Inovatif

para pengerajin Kota Denpasar dapat memanfaatkan DDC sebaik-baiknya, untuk memulai d a n men g em bangkan usaha yang telah ada. Wali Kota Rai D. Mantra juga mengatakan, beragam upaya penguatan IKM memang tak semudah membalikkan telapak ta­ngan. “Namun, dengan kemauan, kerja keras serta keterlibatan dari berbagai pihak yang terkait, terbersit harapan cerah akan terwujudnya industri-industri berskala kecil dan menengah yang tangguh, kompetitif dan mampu berbicara di pentas global,” tegasnya. – ten/ard

Suasana penjurian lomba cipta karya kreatif di DDC

PEMENANG LOMBA CIPTA KARYA KREATIF 2014

Lomba Cipta Desain Endek Juara I : Mohammad Ridho Firdaus Juara II : Ida Bagus Cakra Manuaba Juara III : Made Adi Parbawa Dewan Juri : Cok Istri Ratna Cora Sudharsana, S.Sn., M.Si., I Wayan Sarja, B.Teks, Drs. I Gst Made Arsawan Lomba Desain Produk Makanan: Lomba Desain Kemasan Pie Susu Juara I : I Wayan Surya Aditya Putra Juara II : Ni Luh Ayu Suryantini Juara III : I Putu Gede Suardana Lomba Desain Kemasan Ayam Betutu Juara I : Ni Luh Desi Indiana Sari Juara II : Ni Luh Ayu Suryantini Juara III : I Wayan Surya Aditya Putra Dewan Juri : Tuti Hudani, I Gst. Ngurah Marianta, S.Sn., Nur Elis Murdiana Lomba Cipta Aplikasi Konten Mobile Juara I : I Made Dwi Puja Astawa Juara II : Andrianto Juara III : Made Arya Kusuma Dewan Juri : Yogi Sunaryono,S.T., I Wayan Joniartha Siada, S.T., AA Gd Bagus Ariana, S.T. Lomba Cipta Desain Produk Inovatif Juara I : Ida Bagus Adnyana Juara II : dr. M. Candra Wijanadi, S.Ked dan dr. Ketut Gede Budhi Riyantha, S.Ked. Juara III : Made Arya Kusuma Dewan Juri : Ketut Rahmadiana, I Nyoman Nurcaya, S.E., M.M., Daja Pamilu Arso Putra *Pengumuman, penyerahan hadiah dan pameran karya pemenang akan dilakukan saat Denpasar Festival 2014 *Keputusan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat


20

Mandalika

15 - 21 desember 2014

Keterbukaan Informasi Publik

NTB Raih Peringkat Pertama Setelah pada tahun 2012 dan 2013 berada pada peringkat 6, tahun ini Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berhasil meraih peringkat pertama mengungguli provinsi lainnya dalam hal Keterbukaan Informasi Publik. Lompatan ini memiliki arti bahwa Nusa Tenggara Barat diakui sebagai daerah yang transparan dalam pelaksanaan penyelenggaraan berbagai sendi pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik kepada masyarakat.

P

emeringkatan atas pelaksanaan keterbukaan informasi publik oleh badan publik ini dilakukan oleh Komisi Informasi Pusat (KIP) sesuai amanat Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. Penganugerahan penghargaan atas prestasi ini diterima oleh Gubernur NTB, Dr. TGH M. Zainul Majdi, langsung dari Wakil Presisen RI di Istana Wakil Presiden Jln. Merdeka Selatan, Jumat (12/12/2014). Jika pada tahun sebelumnya terdapat lima kelompok badan publik yaitu Kementerian, Lem-

Inspirasi

15 - 21 desember 2014

Prof. Dr. Ir. I Nyoman Sucipta, MP.

Terapkan Pendekatan Agro Ergonomi untuk Tingkatkan Produktivitas Petani Banyak upaya telah dilakukan untuk meningkatkan produktivitas petani lewat pengembangan atau perbaikan teknologi dan fasilitas produksi lainnya. �������������������������������������������� Namun, upaya pengembangan ke arah petani se� bagai pelaksana kerja, masih sedikit dilakukan. Menyermati realita ini, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Sucipta, MP., guru besar pada Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, yang lebih dikenal dengan­ sapaan Nyoman Sucipta, telah melakukan beberapa penelitian dan salah satunya penelitian dengan mesin perontok padi ergonomi meningkatkan produktivitas kerja petani di Subak Pohmanis dan Subak Saba, Denpasar Timur.

baga, Pemerintah Provinsi, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Partai Politik yang dinilai, tahun 2014 ini, kriteria badan publik yang dinilai tersebut bertambah yakni satu kelompok badan publik yaitu Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Dalam pemeringkatan tahun ini dilakukan pola penilaian Self Assessement yang kemudian dilakukan visitasi atas 10 peringkat tertinggi. Wakil Presiden Republik Indonesia, Yusuf Kalla yang menyerahkan penghargaan kepada peringkat pertama, kedua dan ketiga, menyatakan bahwa pilihan atas sistem pemerintahan demokrasi mengharuskan terlaksananya transparansi dalam

penyelenggaraan berbagai sendi pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik kepada masyarakat. Transparansi ini pula yang akan mewujudkan akuntabilitas dari badan publik tersebut. Ia berharap bahwa keterbukaan informasi ini nantinya dapat terus dioptimalkan. Capaian prestasi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat ini tidak lepas dari komitmen Gubernur dan Jajaran Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam menyelenggarakan keterbukaan informasi publik. Hal ini ditandai dengan penyampaian informasi yang wajib diumumkan berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku

melaui website atau pun media lainnya. Penyiapan informasi yang wajib disediakan serta memenuhi dan menyiapkan proses pelayanan para pemohon informasi, antara lain dengan memanfaatkan mekanisme Sistem Informasi PublikPejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (SIP-PPID).

Selain NTB, beberapa provinsi lain yang mendapat penghargaan yang sama, yakni peringkat kedua dan seterusnya adalah Nangroe Aceh Darussalam, Kalimantan Timur, Banten, Bali, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Jawa Timur, Kalimantan Tengah dan DI Jogjakarta. --Naniek I. Taufan

5

M

Prof. Nyoman Sucipta bersama keluarga

aksud dari pene� litian ergonomi pada petani adalah mendapatkan suatu pengetahuan yang utuh tentang permasalahan-permasalahan in� teraksi manusia dengan teknologi dan produk-produknya, sehingga dimungkinkan adanya suatu ran� cangan sistem manusia-mesin “manmachine interface” yang optimal. Sehingga, petani dan mesin atau produk lainnya bisa berfungsi lebih efektif dan efisien sebagai sistem manusia-mesin yang terpadu, yang pada akhirnya membawa ke arah proses perancangan mesin yang tidak saja memiliki kemampuan produksi yang lebih canggih lagi, melainkan juga memperhatikan aspek-aspek yang berkaitan dengan kemampuan dan keterbatasan ma� nusia yang mengoperasikan mesin tersebut. Sosok intelektual dan akademisi asal Penatih, Denpasar Timur kela� hiran 6 Mei 1955 ini mengatakan bahwa pendekatan agro ergonomi akan memainkan peran yang pent� ing dalam upaya meningkatkan produktivitas petani. Untuk itu, faktor petani sebagai unsur penentu bagi kenaikan produktivitas dalam kondisi tertentu haruslah mendapa� tkan prioritas, dalam upaya menin� gkatkan kesejahteraan petani. “Di sini harus diusahakan untuk meng­ eleminir pemakaian dan penerapan teknologi yang lebih berorientasi pada proses mekanisasi atau oto� matisasi yang tanpa batas. Untuk itu kita harus lebih berpandai-pandai mengelola dan memanfaatkan sega� la sumber daya dan potensi petani dengan sebaik-baiknya. Faktor yang mempunyai pengaruh terhadap

usaha-usaha yang dilakukan petani di dalam menyelesaikan pekerjaann� ya dan menjadi tugas dan tanggung jawabnya yaitu kemampuan kerja (ability) dari petani tersebut dan motivasi kerja yang merupakan pendorong ke arah kemajuan dan peningkatan prestasi kerja,” ujar putra dari pasangan I Made Suka (alm.) dan Ni Ketut Narwi (alm.), sosok pejuang kemerdekaan ini. Faktor teknis yang berhubungan dengan pemakaian dan penerapan fasilitas produksi secara lebih baik adalah penerapan metode kerja yang lebih efektif dan efisien atau penggunaan bahan baku yang lebih ekonomis. Produktivitas petani dapat ditingkatkan dengan men� dayagunakan seoptimal mungkin sumber daya manusia yang ada dan menumbuhkembangkan partisipatory managemen, meningkatkan efisiensi dan efektifitas (do the right thing and do the thing right). Kebijakan modernisasi perta� nian di Indonesia, dikatakannya ten� gah mencari jalan untuk mengubah petani-petani gaya lama (peasant) menjadi petani-petani gaya baru (farmer), dan memodernisasikan pertanian gaya lama untuk me� menuhi industrialisasi ekonomi nasional dalam rentang waktu dari tahun 1970 sampai 2020. Dalam hal ini, pengertian farmer adalah petani gaya baru yang kreatif dan memili� ki inovasi serta berorientasi pada pasar, dan mampu memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang. Dengan kata lain, farmer dikate� gorikan sebagai petani modern. Sementara peasant adalah petani penggarap yang menggantungkan nasibnya pada si pemiliki tanah, dan tidak mempunyai kebebasan

erbatasan ini tergantung pada kesiapan, keahlian, kondisi mental dan moti� vasinya.

PENGALAMAN JADI PEMIMPIN Dalam menjalankan swadharmanya sebagai dosen, Nyoman Sucipta selalu didampingi istri ter� cinta Dr. Ir Ketut Suriasih, M.App.Sc. yang juga dosen Fakultas Peternakan Uni� versitas Udayana. Perjalan� an karir mantan Koordina� tor Kopertis Wilayah VIII ini juga tak lepas dari du� kungan keluarga, yaitu tiga mengembangkan inovasinya dalam putranya, dr. Wayan Citra Wulan,SP., S.Ked, Made kegiatan pertanian. Karena itu, Nyoman Sucipta yang Dwi Indira Asih, SP., ST., Prof. Dr. Ir. I Nyoman Sucipta, MP. adalah Pakar Ergonomi di bidang M.Si. dan dr. I Nyoman Esha pertanian atau Agro Ergonomi ini Pradnyana, SP. S.Ked. Serta mengembangkan sebuah pendekat­ menantu, dr.Putu Setiawan.S.Ked., Ketua KNPI Bali tahun 1979. an ergonomi untuk peningkatan Made Adi Dharmadi, ST. dan dr. Lulus S1, ia melanjutkan Pro� produktivitas pertanian melalui Made Putri Hendaria S.Ked. dengan gram S2 di Universitas Gajah Mada pendekatan ke SDM (petani)nya. keceriaan dua cucu, Putu Kevin Pra� Yogyakarta di bidang Ilmu-Ilmu Disiplin ilmu ergonomi ini mem� dipta Setiawan dan Abi Rama Pertanian, dan gelar doktor (S3) Di kehidupan masa kecilnya, di Prodi Kedokteran Universitas pelajari akibat-akibat jasmani, keji� waan, dan sosial dari teknologi dan Nyoman Sucipta yang bersekolah Udayana dengan konsentrasi Er� produk-produknya terhadap manu� di SDN 10 Denpasar, kerap ditunjuk gonomi Fisiologi Kerja. Setelah men� sia melalui pengetahuan-pengeta� menjadi ketua kelas, bahkan sebagai jadi dosen di Universitas Udayana, huan tersebut pada jenjang mikro pemimpin barisan dalam lomba ia dipercaya mengemban beberapa maupun makro. Dari sini diketahui gerak jalan SD se-Kota Denpasar. Ia jabatan, seperti ������������������ Sekretaris Labora� permasalahan-permasalahan in� juga aktif di kegiatan pramuka. Sete­ torium Biokimia Fakultas Pertanian teraksi manusia dengan teknologi lah lulus SD, ia melanjutkan seko� UNUD (1982-1990), Sekretaris La� dan produk-produknya, sehingga lahnya di SMPN 1 Denpasar. Ia pun boratorium Fisiologi Pasca Panen dimungkinkan adanya suatu ran� tergabung dalam Organisasi Siswa Program Studi Teknologi Pertanian cangan sistem manusia-mesin yang Intra Sekolah (OSIS), dan kembali Universitas Udayana (1985-1988), optimal. “Dengan demikian, disiplin dipercaya sebagai instruktur latihan Ketua Laboratorium Pengawas­ ergonomi melihat permasalahan baris-berbaris pada masa perke� an Mutu Pangan Program Studi interaksi tersebut sebagai sistem nalan siswa baru. Teknologi Pertanian Universitas Setelah lulus SMP, langkahnya Udayana (1988-1990), Ketua La� dengan pemecahan-pemecahan malahnya melalui proses pendekat­ mantap ke SMAN 1 Denpasar, dan boratorium Elektronika Program aktif berorganisasi di OSIS dan Studi Teknologi Pertanian Univer� an sistem pula,” tegasnya. Human engineering atau sering­ pada organisasi mendaki gunung. sitas Udayana (1998-2000), Ketua pula disebut sebagai ergonomi Kegiatan keorganisasiannya ber� Laboratorium Alat Mesin Pertanian didefinisikan sebagai perancangan lanjut hingga di bangku kuliah. Program Studi Teknologi Pertanian “man-machine interface”, sehingga Nyoman Sucipta yang melanjutkan Universitas Udayana (1998-2000), pekerja dan mesin atau produk pendidikannya di Fakultas Pertanian Kepala Bagian Teknik Pertanian lainnya bisa berfungsi lebih efektif Universitas Udayana, aktif pada or� Program Studi Teknologi Pertanian dan efisien sebagai sistem manusia- ganisasi kemahasiswaan di kampus Universitas Udayana (1998-2001), Wakil Ketua Senat Mahasis� Dekan Fakultas Teknologi Pertanian mesin terpadu. Interaksi antara sebagai �������������������������� manusia, mesin, dan lingkungannya wa Fakultas Pertanian Universitas Universitas Udayana2005-2006, dipengaruhi oleh rekayasa pefor� Udayana (1976-1977), Ketua Badan Pembatu Rektor Bidang Kemahasis� as Per� waan Universitas Udayana (2006masi manusia (human performance Perwakilan Mahasiswa Fakult������� engineering) yaitu kemampuan tanian Universitas Udayana (1978- 2009), SC Program-Program Dirjen manusia beradaptasi dengan mesin 1979). Organisasi kemahasiswaan di Dikti (2007-2008), Ketua LPM dan lingkungannya. Dan ditegas� luar kampus pun dijabaninya, yakni Universitas Udayana 2009-2010, ������������������������� ketua GMNI Komisariat Fa� Koordinator Kopertis Wilayah VIII kannya pula, kemampuan manusia sebagai�������������������������� berinteraksi tersebut mempunyai kultas Pertanian Univeritas Udayana Bali Nusra 2010- 2014, dan Ketua keterbatasan-keterbatasan. Ket� tahun 1977-1979, dan sebagai Wakil Laboratorium Ergonomika dan Rekayasa Pangan Program Studi Teknik Pertanian Fakultas Tekno� logi Pertanian Universitas Udayana (2014-sekarang). Nyoman Sucipta juga terlibat dalam organisasi di luar kampus. Tercatat beberapa jabatan yang pernah dipegangnya, seperti Ke� ��� tua Departemen Pertanian Porum Alumni GMNI tahun1993-1996, Ketua Departemen Pertanian HIPMI Bali Tahun 1988-1990, Ketua De� partemen Pertanian HIPMI Badung (1989-1994), Ketua Kompartemen Pertanian Kadinda Bali (19901995), Sekretaris Umum Ardin Bali (1996-2002), Dewan Kehormatan Ardin Bali (2002- sekarang), Dewan Pertimbangan Kadinda Bali (2009sekarang), Ketua Perhimpunan Ergonomi Indonesia Cabang Bali (2004-2011), Wakil Ketua Bapomi dan BPSMI Bali (2006- 2009), Ketua Asosiasi Dosen Indonesia Perwakilan Bali (2012-sekarang), .Dari hasil penelitian Prof. Nyoman Sucipta, terciptalah sebuah alat mesin perontok dan Penasihat Forum Pimpinan PT padi ergonomi, yang dapat meningkatkan produktivitas kerja dan mengurangi Provinsi Bali (2013-sekarang). kecelakaan kerja –ten


4

Inspirasi

15 - 21 desember 2014

Bagus Sudibya

“Diselamatkan” Pertanian

tkh/eka

Bicara tentang pertanian, Bagus Sudibya sangat bersemangat. Lelaki yang menjabat Wakil Ketua Asita Pusat ini, menuturkan, kecintaannya pada pertanian, karena sejarah dalam hidupnya sangat dekat dengan pertanian.

Bagus Sudibya dan istri Ny. Djaya Wardani menanam bibit pohon mahoni di depan areal Pura Puseh, Desa Pelaga

“S

aya lahir di lingkungan para petani. Hidup saya juga pernah “diselamatkan” dari pertanian. Tatkala usaha orang­ tua nyaris tidak jalan karena bencana Gunung Agung tahun 1963. Saat itu, keluarga saya tinggal di Manggis, Karangasem. Kemudian, usaha orangtua yang bergerak dalam bidang angkutan laut pindah ke Denpasar. Kuat­ nya arus laut Bali membuat ope­ rasional usaha merugi. Kehidup­ an rumahtangga benar-benar sulit,” tutur Dewan Pembina Asita Daerah Bali ini. Honorary Consul of South Africa ini, bersama adik-adiknya, tinggal bersama neneknya. Ia diajak bertani sebagai penopang hidup. “Kebetulan kami punya lahan. Saya tanami kangkung, papaya, juga beternak ayam dan tawon. Saya memimpin teman sekolah bersama-sama meng­ garap lahan. Dari hasil itu, selain untuk kebutuhan di rumah ada uang lebih dari hasil penjualan sayuran dan ternak,” kata Wakil Ketua Gabungan Industri Pari­ wisata Indonesia ini. Dalam pandangannya, tidak ada orang yang mati kelaparan kalau sudah punya lahan. “Kalau sampai ada, itu artinya, orang malas,” tegas Pimpinan Bagus Discovery yang mengelola be­

berapa hotel ini. Singkat cerita, ia pindah ke Denpasar, kemudi­ an meneruskan pendidikannya di Bandung, dan ia berkesempatan mengenyam pendidikan di Eropa selama lima tahun. Ia mengamati, daya tarik pari­ wisata, memang dari pertani­an. Para wisatawan Eropa dan AS, sangat mengagumi indahnya teras sering sawah, sistem su­ bak, dan ketulusan umat melaku­ kan upacara seperti nangluk merana, tumpek uduh, tumpek kandang. “Ternyata setelah saya dalami daya tarik pariwisata kita merupa­kan sesuatu yang tidak bisa dibandingkan dan tidak ada duanya,” kata suami Djaya Wardani ini. Namun, sektor pari­ wisata seolah-olah “mengekspoitasi” ak­ tivitas kultur budaya. Anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali ini melihat, kalau terus dibiarkan, bisa kehi­ langan. Padahal, sek­ tor pariwisata sangat tergantung keajegan budaya. “Berpertani­ an menjadikan kita rendah hati, sangat berterimakasih dan mensyukuri hal kecil. Di sanalah manusia itu diuji alam, bahwa­

sanya manusia tak ada artinya, dibandingkan alam. ketika alam murka, siapa yang bisa mela­ wan kuasa. Orang pariwisata harus eling bertindak membantu pertanian untuk melestarikan pariwisata juga. Itu namanya pembangunan berkelanjutan,” kata lelaki yang jago main musik dan menyanyi ini. Menurutnya, dalam pertani­ an, harus ada penciptaan nilai tambah. Jangan tanam bambu dijual bambu. Tapi jual kursi bambu, chop stick, atau lantai bambu. Tanam tomat jangan jual tomat tapi jus tomat atau saus tomat, maka akan memberikan nilai tambah. Karena itu, ia mencoba ber­ buat sesuatu. Ia membeli lahan di wilayah Tegalalang, Gianyar tahun 1980, yang kini dikenal sebagai kawasan wisata Bagus Jati. Seolah-olah ada penyesalan pada awalnya. Tidak ada air, tidak ada penerang­a n, tidak ada jalan, tidak ada orang yang mau bekerja di sana. Ia coba memeta­kan dengan baik. Satu persatu persoalan, ia tangani. Termasuk, tanaman apa yang harus ditanam. Brokoli, selada, tomat ceri, dan jagung manis diliriknya.Ternyata, di pasar ada mafia. Maka, diputuskan semua hasil tanamannya digunakan un­ tuk keperluan vilanya di Manggis. “Saya membuktikan, lima tahun ada jeda, lahan tidak diapa­a pakan hanya dikelola petani sendiri, mereka mendapatkan hasil Rp 50 ribu tiap bulan. Tatkala sudah bertanam produk unggulan, dan sudah dibawa ke hotel penghasilan petani mencapai Rp 500 ribu tiap bulan. Kemudian terus berlanjut, saya mulai membangun pondok wisata, ada tempat untuk yoga, cooking lesson, mulai para turis asing berdatangan. Kehidupan petani juga ikut membaik,”

tkh/eka

Penampilan spesial Bagus Sudibya di depan peserta Family Touring End of the Year 2014 di Bagus Agro Pelaga

tuturnya. Begitu juga, 10 tahun lalu, ia mulai mengelola lahan 20 hektare di Bagus Agro Pelaga, Badung, yang kini sudah menjadi wisata andalan Badung Utara. TANAM 365 POHON Ia menegaskan, ketersedia­an air berasal dari seberapa banyak ketersediaan pohon. Untuk pa­ sokan air, seharusnya, pemilik hotel menanam 365 pohon per kamar tiap tahun. Jika memiliki 100 kamar, harus­nya menanam 36.500 pohon pertahun. Dalam

Bagus Sudibya dan istri di depan tanaman asparagus

tkh/eka

tahun ke 11, saat memperpan­ jang izin, dia harus bisa membuk­ tikan sudah melakukan kompen­ sasi pengguna­a n air, sehingga tidak mengorbankan kebutuhan masyarakat miskin. “Jumlah kamar hotel di Bali sudah men­ capai 50 ribu. Hitungannya, 50 ribu x 365 pohon itu yang harus ditanam hotel secara mandiri untuk mengelola airnya. Pohon yang tumbuh dengan diameter 10 cm, sudah menyumbangkan dua kubik air per tahun. Kita anggap saja, yang memelihara tanaman diberi uang Rp 1 juta. Seandainya, mempekerjakan lima orang akan mengeluarkan uang Rp 5 juta dalam 5 tahun. Uang Rp 300 juta untuk seorang hotelier yang membangun 100 kamar dengan fasilitas elit tidak ada artinya. Jika, dibandingkan, dengan apa yang bisa dihasilkan dari penanaman pohon itu,” kata Bagus Sudibya. Ia menambahkan, selain kual­ itas air dan udara Bali menjadi lebih baik, kepedulian pariwisata juga sangat baik dan masyarakat berterimakasih terhadap industri pariwisata, dan industri pari­ wisata akan rendah hati kepada petani. Hubungan simbiosis yang saling menguntungkan satu sama lain. –Wirati Astiti

15 - 21 desember 2014

21


Metropolitan

22

Wisata Malam di Kota Tua Jakarta Mengunjungi museum pada pagi hingga sore hari adalah hal biasa. Bagaimana jika malam hari? Bagaimana jika ada tur ke museum atau ke gedunggedung tua yang usianya ratusan tahun pada malam hari, apakah Anda ingin ikut?

P

rogram tur menyusuri gedung-gedung tua di Kota Tua Jakarta, belakangan digelar sejumlah komunitas di Jakarta. Meski digelar malam hari namun wisata malam hari di Kota Tua ini bukanlah wisata berburu hantu atau wisata mistis. Ini murni tur budaya dan sejarah, tidak ada kaitannya dengan hantu-hantuan. Karena dilaksanakan pada malam hari, suasana seram menghinggapi diri para peserta. Maklum, gedung-gedung tua yang dikunjungi usianya sudah ratus­

an tahun. Beberapa di antaranya malah memiliki riwayat menyeramkan. Sebut saja salah satu ruangan di Museum Mandiri yang konon pernah menjadi penjara setelah Belanda dikalahkan Jepang. Atau, alun-alun di depan Museum Fatahillah atau Museum Jakarta yang dulu sempat dijadikan arena pem­ bantaian orang-orang Tionghoa yang tinggal di Batavia. Kabarnya, selama sepekan sekitar 10 ribu orang Tionghoa tewas di sini. Begitu juga gedung-gedung tua lainnya yang juga me­nyimpan

misteri. Kalau kita berkunjung pada pagi atau siang hari, tentunya suasana seram ini tidak terlalu terasa lantaran ramai. Namun, malam hari tentu berbeda. Penerangan yang seadanya, suasana yang sunyi senyap, mempengaruhi pengunjung. Namanya tur, tentu pesertanya banyak dan ini tentu memberi ‘hiburan’ bagi yang merasa sedikit takut. Sejak Pemda DKI Jakarta giat memoles kawasan Kota Tua, merevitalisasi gedung-gedungnya, menggelar berbagai acara seni dan budaya hampir setiap hari demi menarik banyak peng­ unjung, membuat pengunjung kawasan itu meningkat cukup signifikan. Bahkan malam hari, pelataran gedung-gedung tua itu kerap ramai dengan masyarakat yang datang untuk menikmati suasana malam di Kota Tua. Diakui atau tidak, suasana Kota Tua

Tembok 1 Meter Pintu 5 Ton

Wisata malam di halaman Museum Fatahillah

Museum yang satu ini termasuk salah satu yang paling banyak dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun asing. Jika Anda berkesempatan datang ke kawasan Kota Tua, jangan lupa mampirlah ke gedung megah berarsitektur art deco klasik ini. Letak persisnya, tepat di depan Stasiun Kota (Beos). Sebagai bangunan tua, gedung yang berusia ratusan tahun ini boleh dibilang cukup terawat baik. Kesan megahnya tak lekang dimakan waktu. Gedung yang dulunya bernama Nederlandsche HandelMaatschappij (NHM) dibangun pada tahun 1929 dan resmi dibuka pada 14 Januari 1933, merupakan perusahaan dagang milik Belanda yang kemudian berkembang menjadi perusahaan di bidang perbankan. Sesuai jadwal, Museum Mandiri buka setiap Selasa-Minggu pukul 09-16.00. Namun, dengan izin tertentu, dapat pula kelompok orang melakukan tur pada malam hari sebagaimana yang digelar oleh sejumlah komunitas selama ini. Bagi Anda nasabah Bank Mandiri, mahasiswa, pelajar dan anak-anak, dapat berkunjung secara gratis. Cukup memperlihatkan tanda

bukti sebagai nasabah atau sodorkan kartu mahasiwa/pelajar. Di luar itu, pengunjung harus membayar Rp 2000. Sedang jika rombongan, minimal 20 orang hanya membayar Rp 1000 per orang. Begitu Anda masuk, maka akan disambut sepasang patung satpam tempo dulu. Mereka menyandang senjata laras panjang. Di ruang utama terdapat meja-meja panjang yang dulu dipakai oleh para teller. Patung-patung manekin para pegawai bank yang ada di sana membantu imajinasi kita tentang suasana perbankan tempo dulu. Ada banyak koleksi dipamerkan di museum ini yang menggambarkan tentang sejarah per­kembangan dunia perbankan Indonesia. Barangbarang yang dipamerkan antara lain mesin hitung kuno, komputer dan printer yang berusia beberapa dekade, bahkan dipamerkan pula mesin ATM dari berbagai masa. Patung-patung manekin yang seolah ingin menghidupkan suasana bank pada masa itu, akan sangat membantu imajinasi pengunjung. Dari sana juga tergambar betapa pada masa itu orang Tionghoa telah memiliki peranan besar dalam per­ ekonomian. Di bank milik pemerintah Hindia Belanda ini, warga Tion-

ghoa memiliki posisi penting. Hal itu terlihat dari adanya ruang kasir Tionghoa. Di ruangan itu, petugas banknya adalah orang Tionghoa lengkap dengan pakaian khasnya. Yang juga menarik dijelajahi adalah gudang harta orang kaya masa itu. Mereka rupanya sudah juga membiasakan diri menyimpan hartanya di bank. Gudang harta ini terletak di ruang bawah tanah. Yang namanya gudang harta, maka pengamanannya pun khusus. Maklum di sinilah, baik uang, emas batangan, surat-surat berharga disimpan oleh orang-orang kaya pribumi maupun Belanda. Jadi, bukan hanya temboknya saja yang tebal 1 meter tapi pintunya pun terbuat dari besi dengan berat 5 ton. Untuk membukanya, tidak bisa sem­barang waktu. Rupanya pintu itu sudah di-setting sehingga hanya bisa dibuka pada waktu-waktu tertentu saja. –Diana Runtu

Sosialita

15 - 21 DEsember 2014

15 - 21 Desember 2014

3

Tini Gorda & Agek

Bersama Pasti Bisa Lebih Cepat Potret sebagian kawasan Kota Tua Jakarta yang dipenuhi gedung-gedung tua peninggalan Belanda

justru lebih terasa di malam hari. Apa­ lagi, gedung-gedung tua yang sebagian sudah ‘dipoles’ diberi hiasan lampu, sehingga pada malam hari terlihat sungguh megah. Suasana yang mendukung membawa imajinasi pengunjung pada kejayaan Kota Tua di masa lalu. Daya tarik Kota Tua berpadu dengan tingginya animo masyarakat, membuat lahirlah program-program tur Kota Tua, baik yang diselenggarakan oleh travel agent maupun komunitaskomunitas. Namun yang sudah banyak dikenal dan rutin menggelar acara tur adalah Komunitas Historia Indonesia dan Komunitas Jelajah Budaya. Bahkan kedua komunitas ini secara konsisten menggelar tur kawasan Kota Tua sejak lama, jauh sebelum Pemda DKI Jakarta serius membenahi kasawan tersebut. Kawasan Kota Tua bukan hanya museum-museum yang ada di sana, tapi juga meliputi Pelabuhan Sunda Kepala, Pecinan Glodok, Kota Intan, Masjid Luar Batang, Gedung Merah, dll. Untuk paket tur, ada macam-macam, peserta boleh memilihnya. Asalkan dalam satu rombongan minimal jumlahnya antara 10-15 orang, tur dengan tempattempat pilihan bisa dilaksanakan. Yang uniknya, tur itu bukan hanya pagi hingga sore tapi ada yang digelar pada malam hari. Ini memang pilihan

yang unik dan terasa penuh tantangan. Tapi siapa nyana, banyak orang justru tertarik berkunjung gedung-gedung tua usianya telah berabad-abad itu, pada malam hari. Alasan mereka, selain penasaran, ingin merasakan suasana Kota Tua yang sesungguhnya. Maklum kalau siang, kawasan itu termasuk sangat sibuk. Suasana hiruk-pikuk, belum lagi kemacetan lalu lintas yang bisa bikin orang ‘suntuk’. “View Kota Tua di malam hari terasa lebih indah, ya. Belum lagi ada suasana mistisnya, maklum, ini kan gedung-gedung tua yang usianya ratusan tahun. Tapi bukan itu (mistis) yang kita cari,” ungkap seorang peserta. Hal ini diamini oleh peserta jelajah Kota Tua lain. “Penasaran, ingin tahu rasanya menelusuri Kota Tua pada malam hari. Dulu Kota Tua seperti ‘kota mati’ di malam hari. Namun sekarang suasananya lumayan ramai. Malah bagus banget kalau malam hari. Apalagi gedung-gedung tua itu diberi lampu sehingga terkesan megah,” ungkap Neta. Berbagai event yang digelar masyarakat untuk ‘menghidupkan’ Kota Tua, sudah barang tentu disambut gembira oleh Pemda DKI Jakarta yang juga punya tujuan serupa. Pemkot Jakarta Barat misalnya, kerap menyelenggarakan berbagai acara, salah satu yang rutin adalah ‘Festival Jakarta Tempo Doeloe’ yang digelar di kawasan Taman Fatahillah. Menurut Kasi Pergelaran dan Pameran Sudin Kebudayaan Jakbar, Wawan, Jakarta tengah mempromosikan Kota Tua sebagai Cagar Budaya Dunia. “Kawasan Kota Tua sedang diajukan sebagai kawasan Cagar Budaya Warisan Dunia yang diakui UNESCO,” ucapnya. –Diana Runtu

Kedua perempuan Bali ini dikenal aktif berorganisasi. Istimewanya, mereka tidak lupa meningkatkan wawasan melalui pendidikan formal. Keharmonisan Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H,. sebagai Ketua Iwapi Bali dan Ni Wayan Agek Parwati Asih, S.Pd., M.Pd, selaku Sekretaris Umum (Sekum) Iwapi Bali patut diacungi jempol.

Tini Gorda

Tini Gorda dan Agek Parwati bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof. Dr. Yohana Susana Yembise, Dip.Apling, M.A., dan Ketua WHDI Bali Ny. Bintang Puspayoga

K

ualitas diri dan kerja sama keduanya mampu memberikan teladan pada perempuan yang berorganisasi, untuk meningkatkan kualitas diri secara intelektual dan formal. Meski pendidikan formal bukan satu-satunya yang menyebabkan kemajuan, namun karena tercatat sebagai pendidik dan pengusaha yang juga tugasnya mencerdaskan kehidupan bangsa, mereka sudah seharusnya menjadi teladan bagi mahasiswa atau siswa- siswinya. Ada benang merah yang sama antara Ketua Iwapi dengan Sekumnya, yakni keduanya bergerak dan berkecimpung di bidang pendidik­ an di bawah naungan Perdiknas. Tini Gorda di Undiknas dan Agek di SMK. Selanjutnya dengan sem­ boyan “SMK Bisa” menjadikan motivasi untuk menyamakan perubah­ an pola pikir bagi embrio-embrio wirausaha yang tangguh. Menurut Tini Gorda dan Agek, walau mereka menjalankan tugas berorganisasi, namun mampu méngelola waktu hingga menghasilkan tingkat pendidikan yang tinggi. Selain itu kedua perempuan energik ini pun berhasil memberikan kotribusi positif bagi lembaga pendidikan yang menaunginya. Bersama dalam lembaga Perdiknas serta di Iwapi, menghasilkan duet kepemimpinan ini menjadi role model bagi perempuan lain, bahwa perempuan tidak sepenuhnya bersaing secara negatif , justru di sini mereka secara positif saling menguatkan, meningkatkan pendidikan demi tujuan terbaik bagi lembaga dan organisasinya. “Membawa bendera Iwapi tidak bisa sendiri tetapi dengan menjalin sinergisitas baik kepada pemerintah, perusahaan, lembaga sosial lainnya dan orang-perorang, untuk bisa bergandeng tangan dengan Iwapi dalam visi-misi meningkatkan perempuan berwirausaha dengan baik dan meningkatkan semangat menggeliatkan UMKM

agar memiliki daya saing,” ujar Tini Gorda. Ditanya terkait upaya untuk menghadapi ASEAN Community pada 2015 dimana akan terjadi persaingan cukup hebat dalam perdagangan bebas di ASEAN, menurut Tini Gorda, salah satu tantangannya adalah SDM yang memiliki daya saing. Karena mereka berdua bergerak di bidang pendidikan, maka paling tidak di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini mereka menitikberatkan pada peningkatan usaha mikro. Keduanya menyampaikan akan memberikan semangat untuk kembali pada penguatan pasar lokal, Memenuhi kebutuhan dengan memberdayakan semua kemampuan diri, sehingga MEA bukan hal yang berat. “Misalnya dengan menindaklanjuti secara positif dan dengan implementatif terkait pengembangan konsep one village one product. Di Bali, dimana suatu kabupaten/kota diharapkan bisa memaksimalkan salah satu produk unggulannya yang bisa dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ucap Tini Gorda yang diamini Agek. Itulah konsep swadesi sebenar­ nya, yang bisa menyelamatkan bangsa ini. Sembilan kabupaten/

kota yang ada di Bali dapat saling memenuhi kebutuhan masyarakat Bali.Maka, MEA Januari 2015 pun tidak masalah karena pasar lokal dikuasai dengan baik. Semangat swadesi ini mesti dipegang bersama, antara pemerintah, pengusaha, masyarakat dan lembaga pendidikan dengan sinkron dan jelas. Implementasinya, siapa berbuat apa. “Semoga wanita-wanita pengusaha di Bali ini, yang melahirkan pikiran positif dapat diimplementasikan dan didukung pemerintah. Kerja sama inilah yang akan menjadi kehidupan,” kata Tini Gorda, yang juga Ketua Perdiknas ini. MEA, lanjut Agek bukanlah sepenuhnya tantangan bagi masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Bali. Tetapi, ada peluang besar yang bisa diraih atau didapatkan dalam pasar global tersebut. MEA dipilih oleh negaranegara Asean untuk meningkatkan kemakmuran rakyatnya secara bersama-sama, mengingat cara ini merupakan cara yang paling efisien dibandingkan jika peningkatan kemakmuran dilaksanakan secara unilateral. Asean, katanya sebagai pasar tunggal dan basis produksi internasional dengan elemen aliran bebas barang, jasa, investasi tenaga

Iwapi Bali jali kerja sama dengan IHDN Denpasar

kerja yang terampil bisa menjadi ancaman. Kesiapan dari berbagai sektor sangat dibutuhkan dalam menghadapi MEA. Peluang de­ ngan adanya MEA sangat terbuka. “Kalau tidak segera dimanfaatkan, kita akan tertinggal karena proses ini juga akan diikuti oleh gerak negara lain yang terus bergulir. Kita ber­benah diri untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompetitif dan berkualitas global yang mampu menangkap dan memanfaatkan peluang besar tersebut,” ujar Agek yang juga pemilik Jangger Grup ini. Selanjutnya, Tini Gorda menegaskan berwirausaha bukan menjadi kelas dua, namun akan menjadi pilihan utama untuk menjawab tantangan ke depan.Saat ini Iwapi tengah menghadapi tantang pembentukan 1000 pengusaha. “Kami sudah digandeng oleh Koran Bisnis Bali dan akan kami tingkatkan dalam MoU, sehingga tidak hanya sekadar roadshow tapi bisa berjalan bersama dengan agenda yang jelas,” ucapnya. “Iwapi juga membuka rubrik khusus di Bisnis Bali untuk memberikan solusi terhadap kendala yang dihadapi pen-

Agek Parwati

gusaha dan calon pengusaha agar kedepannya mampu menjalankan usaha lebih baik dan berkembang sesuai harapan,” imbuh Agek. Seperti ketika mereka ada di Tabanan, ada harapan yang digantungkan para pelaku koperasi di sana. Mereka bukan hanya antusias mengapresiasi keberadaan Iwapi, tapi juga ingin pembinaan Iwapi tersebut mampu mengubah pola pikir para calon pengusaha. Program tersebut juga diapresiasi positif oleh Kadin yang juga menaungi Iwapi. “Apalagi sekarang menteri koperasi dan UMKM dari Bali, semoga fokus pemerintah pusat bersentuhan dengan bagaimana perempuan menggerakkan perekonomian mikro ini,” cetus Tini Gorda. Iwapi Bali lanjut keduanya, sudah pula menjalin kerjasama dengan para pendukung yang bisa menguatkan tujuannya mencetak seribu pengusaha. Di antaranya kerjasama dengan Stikom dari sisi akses teknologi dan dengan IHDN Denpasar, yang bertujuan melahir­kan generasi pengusaha yang menjalan­kan usahanya de­ ngan baik dan benar. -ard

Tini Gorda dan Agek Parwati saat mengikuti rakernas ke-XXV Iwapi

Iwapi Bali jalin kerja sama dengan STIKOM


2

Ekspresso DAri daPUr Redaksi

15 - 21 desember 2014

GORO-GORO

Satu Momen Banyak Cerita

Akhirnya event “Family Touring End of the Year 2014” berhasil kami selenggarakan. Berkat dukungan semua pihak, event akhir tahun ini berjalan lancar. Tak ada gading yang tak retak. Kami menyadari event yang pertama kali kami garap ini menghasilkan banyak catatan dan banyak cerita. Ini menjadi bahan evaluasi kami untuk menggarap event yang lebih baik di tahun berikutnya. Antusiasme peserta mengikuti touring ini terlihat ketika peserta berdatangan ke Gedung Pers Bali K. Nadha, Minggu (7/12). Satu per satu mobil yang sudah ditempeli stiker “Family Touring End of the Year 2014” memasuki halaman parkir dan menempati posisinya. Rangkaian acara yang kami susun sudah dimuat dalam buku panduan. Ini memudahkan peserta untuk mengetahui apa saja kegiatan yang akan dilakukan. Perjalanan dari Gedung Pers Bali K. Nadha menuju Bagus Agro Pelaga kami tempuh dalam waktu 1 jam 45 menit. Kami berangkat pukul 08.15 dan tiba di finish pukul 10.00. Selama perjalanan semua lancar. Cuaca mendung, lalu gerimis berubah menjadi cerah ketika acara penanaman pohon mahoni dimulai. Bagus Sudibya, owner Bagus Agro Pelaga termasuk orang yang sangat antusias dengan event ini. Ia salut dengan perpaduan acara yang mengusung harmonisasi Tri Hita Karana (parhyangan, palemahan,

Putu Wijaya

Panitia “Family Touring End of the Year 2014” foto bersama Bagus Sudibya dan Ny. Djaya Wardani di Bagus Agro Pelaga dan pawongan) ini. Sebelum acara, panitia bersembahyang ke Pura Pucak Mangu, lalu Pura Puseh Pelaga dan Beji serta Pura di areal Bagus Agro untuk mohon keselamatan. Ini merupakan wujud bakti kepada Ida Sanghyang Widhi. Selanjutnya dilakukan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Ini merupakan bentuk harmonisasi dengan alam. Manusia tidak hanya peduli diri sendiri tetapi harus peduli dengan alam lingkungan. Harmonisasi juga dilakukan dengan peduli sesama. Panitia dan peserta memberikan sumbangan alat sekolah untuk siswa SD 1 Pelaga. Setelah dirangkai menjadi satu momen, banyaklah cerita yang

Doaku Dijawab Tuhan Awal November 2005, semua rangkaian acara prosesi meminang sudah berjalan sesuai rencana. Saya merasa lega. Yang saya pinang pun, segera akan jadi mantan teman dan naik peringkat jadi yang lebih istimewa. Selanjutnya saya akan balik kembali ke Denpasar. Saya mengejar penerbangan Garuda Indonesia dari Makassar ke Denpasar pukul 07.00. Usai sholat Subuh di Masjid yang dibangun keluarga Kalla, saya berangkat menuju bandara. Saya rogoh saku celana, hanya ada uang Rp. 50.000. Waktu itu bayar airport tax antara Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu. Mau naik taksi bayarnya Rp 75 ribu. Mau naik pete-pete (angkot) bayarnya Rp 50 ribu. Saya makin bingung. Waktu sudah menunjukkan pukul 06.10. Saya harus segera sampai biar gak ketinggalan pesawat. Saya hampir menangis. Tetapi ini bukan pertama kali saya temukan kondisi seperti ini. Pasti ada jalan, ada hikmah di baliknya. Saya harus kuatkan diri. “ Ya Allah, mudahkan urusan saya. Lapangkan jalan saya” Bismillah saya harus ke bandara pakai pete-pete apapun risikonya. Untuk bayar pajak bandara, urusan nanti. Yang penting sampai sana dulu. Saya duduk didekat pintu mobil. Di depan saya ada seorang lelaki paruh baya yang duduk di samping sopir. Saat dia menyapa saya, sama sekali dia tidak menoleh ke belakang. Kami sempat ngobrol karena dia menanyakan tujuan saya. Dia pun menawarkan untuk mengajak berangkat ke bandara bersama-sama karena dia

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

dan keluarganya akan ke Nabire, Papua. Kami turun di persimpangan jalan tol dan hanya keluar uang Rp 3.000. Selanjutnya kami naik mobil Innova menuju bandara. Lelaki itu lagi-lagi tanpa menoleh memberi instruksi ke saya. Dia langsung naik dan duduk di depan samping sopir, saya masuk lalu duduk paling belakang. Di kursi tengah ada seorang ibu, sepertinya orangtua dari lelaki itu duduk disampingnya anak seusia SMP. Rasanya suasana di dalam mobil begitu dingin. Sedikitpun tiada yang berisik sampai di bandara. Mobil berhenti sekitar 20 meter sebelum pintu keberangkatan domestic. Saya turun dan langsung ngeloyor pergi. Terus terang yang terbayang hanya, saya terlambat dan mungkin saya ketinggalan pesawat. Waktu sudah pukul 06.35. Penerbangan ke Denpasar sesuai tiket pukul 07.00. “Duhai Garuda, jangan tinggalkan daku. Ku ingin kau mendekap letihku di salah satu lipatan ketiak sayapmu,” gumam saya dalam hati. Saya di urutan ke lima di belakang orang yang mau masuk check in. Satu per satu para calon penumpang menyodorkan tiketnya kepada petugas di pintu. Saat itulah

bisa didapatkan. Terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga acara ini berjalan lancar dan mohon maaf bila ada yang kurang berkenan. Semoga ini bisa menginspirasi yang lainnya untuk melakukan hal yang lebih baik. Melalui momen ini seluruh keluarga besar Tokoh juga mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan, semoga kemenangan Dharma melawan Adharma menjadi inspirasi bagi kita untuk menyongsong hari esok yang lebih baik. RALAT Terjadi kekeliruan dalam penulisan angka di berita “Iwapi Bali Sukses....” Tokoh edisi 826 halaman 4, paragraf 6. Tertulis “100 orang” seharusnya “1.000 orang”. Redaksi mohon maaf atas kekeliruan ini. Terima kasih.

terdengar pengumuman, “Perhatianperhatian. Para penumpang pesawat Garuda Indonesia tujuan Denpasar dengan nomor penerbangan GA….. (saya lupa) ditunda satu jam ke depan karena kesalahan teknis. Demikian untuk maklum. Terimakasih”. Allahu Akbar ya Tuhan. Terima kasih Kau telah menjawab doaku. Karena masih ada waktu, saya bergegas kembali ke tempat saya turun dari mobil tadi. Maksud saya mau menyampaikan terima kasih kepada bapak yang telah menolong saya. Ternyata sudah tidak ada. Saya ingat persis warna cat mobil itu, seluas mata saya memandang, tidak tampak jua. Saya juga sangat ingat wajah ibu sama anak-anak yang di sampingnya di dalam mobil. Seteliti itu mata saya menyapa setiap wajah para calon penumpang, tetap juga tidak ada. Saya sedih karena tidak sempat kenalan dengan seisi mobil tadi. Pun memang saya gembira karena tidak jadi ketinggalan pesawat. Menurut saya, orang-orang tadi hanya kelebat bayangan dari eksistensi yang lain. Mereka hanya secuil cara Tuhan membantu hamba-Nya sesuai dengan kemanusiaan sang hamba. Mereka para penolong bukan diperbantukan untuk dikenal dan menadah ucapan terima kasih. Berbeda dengan kebanyakan kita, yang selalu berharap adanya pamrih. Syamsudin M.

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

15 - 21 desember 2014

sedih

Padi-pagi, Bu Amat menangis. Amat bingung, lalu mencoba melipur dengan menggodanya. “Ada dua hal yang menyebabkan orang tua seperti kita, pagi-pagi menangis,” kata Amat. “Pertama karena sedih dan kedua karena terharu. Ini yang mana, Bu?” “Yang pertama!” Amat mengangguk, tanda paham. Tapi kemudian melanjutkan. “Sedih juga ada dua. Sedih karena kecewa, atau sedih karena kalah?” “Yang pertama!” “Kecewa karena kenyataan kurang dari harapan, atau kecewa karena harapan menyimpang dari kenyataan?” “Yang pertama!” “Harapannya apa? “Menanam kebaikan mestinya berbuah kebaikan.” “Kenyataannya?” “Menanam kebaikan buahnya tidak ada.” “Tegasnya bagaimana?” “Walau pun sama-sama dalam kekurangan, kalau ada teman, tetangga, apalagi keluarga yang sakit dan perlu obat, atau untuk membayar uang sekolah anaknya, kita tidak pernah tidak membantu. Walau pun tidak seberapa. Kita mau menghibur mereka, bahwa mereka tidak sedirian, masih ada kita yang mau berbagi. Tapi giliran kita yang susah, jangankan membantu, menyapa pun tidak ada. Semua menjauh seperti takut kita rongrong.” “Jadi karena itu, sedih?” “Ya. Kok manusia begitu amat sekarang. Tidak usah menghindar begitu, kita juga tidak menuntut mereka untuk balas budi. Kita dulu menolong bukan seperti orang menanam kelapa, menanam untuk nanti mengharap pohon itu berbuah. Kita menolong hanya karena mau membantu meringankan bebannya. Tidak untuk cari pahala! Ya kan?” “Ya! Betul! Kita menolong bukan untuk cari pahala. Kita menolong tidak seperti orang menanam pohon kelapa, demi mengharapkan buahnya! Begitu?” “Betul sekali!” “Kalau memang betul begitu, kenapa waktu kelapanya tidak berbuah, sedih!” Bu Amat tertegun. Lalu berhenti menangis. “Sedih, karena ternyata kita sama saja dengan orangng lain, menanam kelapa dengan harapan akan bisa memetik buahnya. Begitu, Bu?” Bu Amat merengut, lalu membentak. “Ah! Bapak ini selalu begitu! Tidak punya perasaan! Tidak pernah mengerti hati perempuan!” Sambil menyeret cemberutnya, Bu Amat pergi ke dapur. Amat ketawa di dalam hati. Tapi tidak lama. Sekitar sepuluh menit Amat menunggu, tapi istrinya belum juga muncul membawa kopinya. Ketika diam-diam ia mengintip ke dapur, ternyata istrinya melanjutkan tangisnya di dapur. Sampai sore sedih Bu Amat berkelanjutan. Amat tidak dapat kopi. Lauk makannya juga hanya ikan asin sisa kemarin. “Bapak tidak mengerti kelakuan ibumu sekarang, Ami,” curhat Amat di rumah Ami, “tambah tua, tsmbah cerewet. Masak bapak dituduh tidak mengerti perasaan perempuan? Ah?! Katanya, orang hanya suka menuntut ditolong tapi giliran harus menolong, lari. Itu kan sudah biasa. Sifat manusia kota kan memang begitu sekarang! Individualistis, mau enak sendiri, gotong royang sudah ditinggalkan. Kenapa sedih karena ternyata kita sama saja dengan mereka, menolong karena ada pamrih? Masak begitu saja ibumu sedih, Ami?!” Ami tidak memberi tanggapan. Malah acuh tak acuh. Amat yang datang untuk cari dukungan jadi kecewa, lalu cepat-cepat pulang. “Bagaimana sih anakmu si Ami itu, Bu?!” kata Amat mengadu kepada istrinya, setelah sampai di rumah, “Masak sudah jauh-jauh datang, sudah tak bawakan bakmi kesukaannya, … kok acuh tak acuh. Bakmi sama sekali tak disentuh, ya akhirnya tak makan sendiri!” “Sampai habis?” “Iya, yalah tak habisin sekalian daripada dikasi makan kucing!” Bu Amat menarik nafas panjang. “Ya, memang begitu kelakuannya sekarang. Baru ditegur sekali, supaya jangan terlalu banyak arisan, lebih tekun menjaga anak, langsung marah, masak sudah 3 bulan tidak pernah pulang. Marah. Apa orangtua tidak boleh menasehati anaknya?” Tiba-tiba Bu Amat menangis lagi. Amat tertegun. Kini! sebagai suami, dia harus waspada. Sedih mengalir mencari lubang, ke mana saja, tak peduli lubang apa pun, untuk pelepasan. Kalau tidak, orang bisa bikin gila. Esok paginya, sebelum Bu Amat sempat menangis lagi, Amat menjemput Ami.

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Penyandang Disabilitas Kota Denpasar

23

Kesempatan Luas Berkreativitas Tidak ada yang tidak bisa dikerjakan di kehidupan ini. Keterbatasan fisik pun bukan halangan. ­Setiap orang mampu mengerjakan sesuatu. Namun, untuk itu diperlukan kesempatan, ruang dan waktu. Seperti juga para penyandang disabilitas di Kota Denpasar, ketika diberikan waktu, ruang dan kesempatan, ternyata mereka mampu melakukan kreativitas sebagaimana orang normal.

H

al ini kembali tergambar pada per­ingatan Hari Internasional Penyandang Cacat (Hipenca) tahun ini. Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Dinas Komunikasi dan Informatika, dan juga Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar, kali ini memberikan kesempatan penyandang disabilitas mengisi panggung pentas dengan beragam kreativitas dengan melibatkan seluruh penyandang disabilitas di Kota Denpasar. Menurut Ketua K3S Kota Denpasar, Ny. IA Selly D. Mantra didam­ pingi Wakil Ketua Ny. Antari Jaya Negara, kegiatan yang juga sebagai hari kreativitas penyandang disabilitas itu rutin dilaksanakan tiap Bulan Desember. Pagelaran itu juga sebagai

momentum menampilkan potensi seni mulai dari menari dan memajang karya lukisan yang ditampilkan oleh penyandang disabilitas tunarungu dan autis. Serta menyanyi, paduan suara, puisi dan bermain alat musik oleh penyandang disabilitas tuna­ netra. Gemuruh suara tepuk tangan pun menggema di Gedung Graha Sewaka Dharma, Lumintang. Yang tak kalah menarik pada acara Hipenca tersebut, Wali Kota Denpasar, Rai D.Mantra yang tak hanya sebatas mengapresiasi lukisan penyandang disabilitas tuna­rungu, langsung membeli untuk dijadikan koleksinya. GANDENG PENYANDANG DISABILITAS DI SEMUA EVENT Selama ini, kegiatan K3S Kota Denpasar bersama Pemkot Den-

Talk show di acara Hipenca 2014

Ketua K3S saat menghadiri acara Hipenca 2014

pasar dalam peringatan Hipenca, selalu memberikan ruang berkreativitas yang seluas-luasnya untuk menampilkan karya-karya terbaik mereka. Perhatian Pemerintah Kota Denpasar terhadap para penyandang cacat khususnya di Kota Denpasar tidak perlu diragukan. Pemkot telah melakukan penanganan yang komprehensif, terintegrasi, serta berkesinambungan.Terlebih de­ ngan melihat aksi mereka kala itu, tentu terlintas bahwa sebelumnya seluruh penyandang disabilitas Kota Denpasar sudah memperoleh bimbingan, pelatihan dan motivasi hingga mereka mampu mengusung karya terbaiknya untuk disajikan bagi masyarakat luas.

Pada kesempatan yang melibatkan ratusan penyandang di­ sabilitas Kota Denpasar tersebut, selain penampilan kreativitas juga dilangsungkan talk show yang menghadirkan narasumber Yulius dari perwakilan tunanetra, dan perwakilan orangtua tunanetra, Dayu Pradnyani. Tampil juga saat itu Yuliana, Putri Tunarungu Bali 2014. Sedangkan, tunadaksa diwakili Ayu Diah dan ibunya. Mereka membahas tentang kehidupan sehari-hari sebagai tunanetra, tunarungu dan tunadaksa, termasuk peran keluarga terhadap mereka. Rupanya secara menyeluruh kemampuan para penyandang di­ sabilitas itu tak kalah dengan orang normal, sehingga pagelaran tahunan Pemkot Denpasar tersebut dapat dilaksanakan secara berkesinambungan. Berbagai program dan peluang untuk pengembangan diri dan memberd aya k a n b e r b a ga i ke m a m p u a n atau keterampilan mereka sudah dijalankan. Bahkan untuk pengembang­ Pelatihan merangkai bunga untuk tuna rungu an ekonomi, sudah

banyak pula di antara para penyandang disabilitas ini memiliki kelompok usaha bersama (KUBE) dan mendapatkan bantuan usaha ekonomi produktif (UEP). Selain itu masih ada bentuk ke­terampilan lainnya terkait kegiatan budaya yang nantinya diharapkan dapat memperkuat adat dan budaya Bali dalam globalisasi saat ini. Pemkot Denpasar setiap tahunnya menggelar lomba Utsawa Dharma Gita (UDG) Penyandang Disabilitas. UDG ini melibatkan ratusan penyandang disabilitas di Kota Denpasar maupun peserta penyandang disabilitas di seluruh kabupaten di Bali. Dikatakan oleh Selly D. Mantra melalui kreativitas nantinya mereka mampu meningkatkan percaya diri dan bisa mandiri soal pendapatan keluarga. Apalagi sepanjang tahun K3S menggandeng pihak terkait tidak pernah terputus melakukan pelatihan kepada penyandang disabilitas, mulai dari pelatihan memijat hingga pelatihan merangkai bunga. “Bagaimana kita selaku masyarakat normal mampu memberikan mereka ruang kreativitas yang bisa menjadi motivasi bagi pemberdayaan penyandang disabi­ litas ini,” ujar Istri Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra ini. - ard

Rai Mantra dan Jaya Negara Ucapkan Selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan Beberapa hari lagi umat Hindu akan merayakan Hari Galungan dan Kuningan yang merupakan hari kemenangan Dharma melawan Adharma. Untuk itu secara khusus Wali Kota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota IGN. Jaya Negara, mengucapkan “Selamat Hari Raya Galungan, Rabu 17 Desember dan Kuningan, Sabtu 27 Desember 2014” kepada umat sedharma. “Melalui perayaan hari suci bagi umat Hindu ini, kami mengajak masyarakat Kota Denpasar untuk selalu meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Menumbuh­kan rasa persaudaraan di kalang­an umat beragama, sehingga dapat menimbulkan ”Shanti” atau kedamaian di kalangan masyarakat. Selanjutnya Ibu Kota Provinsi Bali ini, tetap terjaga ke­a manannya, nyaman dan

kondusif,” ujar Rai Mantra. Pada momentum yang baik ini pula Wali Kota Rai D. Mantra juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Denpasar yang telah ikut berpartisipasi menyukseskan program-program pembangun­ an yang diluncurkan Pemerintah Kota Denpasar. ”Kesadaran dan partisipasi masyarakat Kota Denpasar sudah semakin baik sehingga semua program pembangunan dapat berjalan dengan baik dan didukung pula oleh masyarakat. Selaku Wali Kota saya sangat mengapresiasi partisipasi yang diberikan masyarakat. Ke­depan, dukungan dan partisipasi masyarakat sangat kami harapkan, guna mewujudkan Denpasar Kotaku Rumahku yang sejahtera, aman dan damai,” kata Rai Mantra. Sementara itu Jaya Negara juga mengingatkan krama Denpasar dalam menjalankan dan

Wali Kota dan Wakil Walikota

merayakan kemenangan dharma melawan adharma, agar berjalan dengan aman, khidmat dan penuh tenggang rasa. Tingginya kesadaran tenggang rasa yang selama ini ditunjukkan masyarakat sangat membantu

pemerintah dalam melaksanakan berbagai program yang digulirkan Pemkot Denpasar. Hari suci Galungan yang kita rayakan setiap Rabu Kliwon Wuku Dungulan ini, sesungguhnya adalah sebagai rasa ce-

tusan kebebasan dari belenggu Sadripu dan merupakan hari untuk memperingati kebenaran (dharma) terhadap ketidakbenaran (adharma). Sehingga, Galungan dapat merupakan suatu momentum untuk berbuat lebih baik dalam perjuang­ an hidup, yakni perjuangan manusia di dalam mempertahankan hidupnya dan untuk mewujudkan cita-citanya de­ ngan menegakkan kebenaran, baik ke dalam dirinya maupun keluar terhadap alam lingku­ ngannya. Selain itu, Jaya Negara mengajak masyarakat Denpasar dalam kesucian makna hari suci Galungan dan Kuningan ini selalu berpikir, berkata dan berbuat yang baik. Akhir kata Rai Mantra dan Jaya Negara ber sama-sama mengucapkan Selamat Galungan dan Kuningan kepada seluruh masyarakat Kota Denpasar dan umat Hidu dimana pun berada. - ard/dw


15 - 21 Desember 2014

24

Gunung Agung Menyapa Peserta “Family Touring End of The Year 2014”

S

ebanyak 50 unit mobil Toyota meramaikan acara “Family Touring End of The Year 2014”, kerja sama Tabloid Tokoh dan Bali TV, Minggu (7/12). Dengan mengambil start di Gedung Pers. K. Nadha tepat pukul 08.15, peserta touring dilepas Kepala Badan KB Kabupaten Badung Putu Rianing­sih, S.E., M.Si dan Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Badung IA Yutri Indahgustari, S.E., M.M. didampingi Penanggung Jawab Tabloid Tokoh Gde Palgunadi dan Ketua Panitia Ngurah Budi. Dengan jarak 57 km, peserta melewati rute, mulai dari Gedung Pers K.Nadha, menuju Jalan Kebo Iwa, Jalan Gatot Subroto Barat, Jalan Cokroami-

Pengibasan bendera start oleh Kepala Badan KB Kabupaten Badung Putu Rianingsih, S.E., M.Si didampingi Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Badung IA Yutri Indahgustari, S.E., M.M. , Pe­nanggung Jawab Tokoh Gde Palgunadi dan Ketua Panitia Ngurah Budi

Para peserta Family Touring End of the Year 2014 foto bersama di Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Minggu (7/12).

kan dengan menanam pohon mahoni di areal Pura Puseh Desa Pelaga. Kesempatan ini tidak disia-siakan peserta untuk mengitari kawasan alam perkebunan tersebut, sekaligus memanfaatkan untuk berfoto selfie. Peserta touring juga melakukan bakti sosial dengan mengumpulkan alat-alat tulis yang secara simbolis diserahkan kepada siswa-siswi SD 1 Pelaga. Saat makan siang, peserta dihibur oleh penyanyi Bali Irene, dan tarian Oleg. Acara ditutup dengan penyerahan pemenang lomba foto selfie, pemilihan kostum terkompak, dan doorprize. –Wirati Astiti Suasana Bagus Agro Pelaga Kepala Cabang Auto2000 Tabanan Triyana Anom (baju putih) bersama Manajer Iklan Bali Post Ketut Suryantha dan Redaktur Pelaksana Bali Post Alit Purnata

noto, Jalan Raya Sempidi, Jalan Raya Lukluk, Jalan Raya Darmasaba, Jalan Raya Sibang, Jalan Raya Mambal, Jalan Raya Abiansemal, Jalan Raya Sangeh, Jalan Raya Petang, Jalan Angantiga, Jalan Raya Pelaga, Jalan Raya Puncak Mangu, dan berakhir di Bagus Agro Pelaga. Tepat pukul 10.00, peserta t­ ouring tiba di kawasan Wisata Alam Bagus Agro Pelaga. Walaupun sempat diwarnai hujan rintik-rintik, namun, tak menyurutkan semangat peserta yang sebagian besar diikuti oleh para keluarga ini. Setelah turun dari kendaraan, peserta menuju panggung utama yang sangat eksotik. Tampak hamparan Gunung Agung dan Gunung Batur jelas terlihat, seolah-olah menyapa dan mengucapkan selamat datang di daerah perkebunan yang kini menjadi andalan wisata Badung Utara ini. Pemilik Bagus Agro, Bagus Sudibya dan Ny. Djaya Wardani berkesempat­an hadir menyambut peserta touring. Acara dibuka de­ngan tari penyambutan, Tari Pendet yang dibawakan seka tabuh dan penari Sanggar Yayasan Yasa Putra Sedana Pengaji Payangan Gianyar, pimpinan Dewa Putra Diasa. Dalam sambutannya, Bagus Sudibya berkisah perjalanan panjang mewujudkan Bagus Agro. “Tidak mudah

membuat tempat ini dikenal dan ramai dikunjungi. Pariwisata Bali adalah pariwisata yang berbasiskan budaya. Namun, membangun pariwisata budaya bernapaskan pertanian untuk membangun desa tidak mudah. Sulit mencari untung. Saya ingin berbuat, kalau bukan kita, siapa lagi. Sejak 10 tahun lalu, saya berusaha mewujudkan ini. Sampai saat ini, baru ini yang bisa saya lakukan,” ujarnya. Setelah sambutan, peserta me­lanjut­

Penyerahan alat-alat tulis yang secara simbolis diserahkan kepada siswa-siswi SD 1 Pelaga oleh panitia dan perwakilan dari Bali Yaris Community

Tari penyambutan yang dibawakan seka tabuh dan penari Sanggar Yayasan Yasa Putra Sedana Pengaji Payangan Gianyar.

Penampilan Irene menghibur peserta touring

Peserta touring melintasi Jalan Raya Sempidi

Mobil pustaka Bali Post turut memeriahkan family touring

Pembagian goodie bag dari Yuasa kepada peserta


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tokoh Edisi 827 | Tokoh by e-Paper KMB - Issuu