Skip to main content

Tokoh Edisi 826 | Tokoh

Page 1

8 - 14 Desember 2014

24

B

enetta lingerie membantu pembentukan bagian atas, pinggul, pinggang juga paha. Menghilangkan timbunan lemak yang berlebih sehingga penampilan Anda akan lebih sempurna dan ideal. Benetta lingerie juga menyediakan koleksi bra, panty dengan harga terjangkau dan kualitas bagus.

BeneTta

l l l

lingerie

Jl. Diponegoro 98, pertokoan kertha wijaya blok D-15, Denpasar-Bali Telp. 0361 237423; Hp: 081936073999; Pin BB : 2AFDA235 Jln ngurah rai 62 kediri - Tabanan. tlp 0361-8574634; Pin.BB. 29F0BD60 Jl Sudirman no 11A Negara . Hp 081938380908 ; Pin BB.797B180A

Adonia sbs hrg Rp.115.000 Long girdle Rp.105.000

Pembelian 1 set free 1 buah bra Pembelian 1 pc free 1 buah bra

Pembelian 1 set pc free 1 buah panty

Jl. Gatot subroto IV blok 1 no.6.Denpasar. Telp.0361 9009088. HP. 081 999 396 777. Pin BB.75028454

Bed Sheet

Tersedia 11 Warna putih

ungu

Sedia sprei & Bed Cover ­cotton jaguan polos ­sangat halus & lembut ­(motif klasik, tetapi ­polos) Terima o ­ rderan/ pesanan ­untuk Hotel, Villa, ­pribadi dll. Merah darah


2

Ekspresso

8 - 14 desember 2014

GORO-GORO

DAri daPUr Redaksi

Sedia Payung sebelum Hujan

Hujan yang dinanti-nantikan akhirnya tiba. Memasuki bulan Desember, kota Denpasar dan sekitarnya mulai rajin dikunjungi hujan. Pagi, siang, sore, bahkan malam pun bisa hujan. Hujan dan kemarau adalah siklus alam yang harus kita syukuri. Walaupun hujan, aktivitas masih bisa tetap dilakukan. Caranya, atur waktu dan lihat keadaan sekeliling. Jika sudah ada tandatanda mendung, siapkan diri dengan payung atau m a n t e l .

Kan sudah ada pepatah yang mengatakan sedia payung sebelum hujan. Apapun yang akan kita kerjakan, harus disiapkan segala sesuatunya. Musim hujan tak harus kita takuti karena air yang turun dari langit ini bisa membantu tumbuhan untuk mendapatkan energi. Tetapi, jangan terlalu terlena dengan menganggap kita boleh berhujan-hujanan. Saat hujan, air menggenang maupun banjir akan membawa berbagai macam benda, termasuk sampah. Hal inilah yang harus diwaspadai. Sebelum hal ini terjadi, biasakan

diri untuk hidup sehat. Caranya mudah. Buang sampah pada tempatnya. Jangan biarkan sampah berserakan atau menumpuk di got. Kalau hujan deras, air naik, sampahsampah ikut naik dan mengalir di jalanan. Sungguh pemandangan yang tak enak dilihat. Mari samasama menjaga lingkungan agar tetap sehat, bersih, dan nyaman. Dalam acara “Family Touring End of the Year 2014” yang kami laksanakan Minggu 7 Desember ini, salah satu agenda kami bersama peserta dan panitia adalah penanaman pohon mahoni di Pelaga. Ini hanya bagian kecil dari upaya kami untuk ikut menjaga lingkungan. Salam

Istriku Raib di Kegelapan Malam Sudah menjadi kebiasaan masyarakat di Indonesia berbagi suka dan duka dengan sesama apalagi de­ ngan keluarga. Kebiasaan tersebut juga secara turun temurun dicontohkan oleh para leluhur kami. Singkat cerita pada beberapa ming­ gu lalu, ada ponakan yang terbaring di sebuah rumah sakit karena demam tinggi. Informasi sakitnya ponakan sampai juga ke telinga kami sekeluarga. Setelah berdiskusi dengan istri dan anak-anak kami memutuskan untuk besuk pada hari Sabtu malam sekalian makan malam bersama. Namun, dari tiga anak, salah satu berhalangan karena mempersiapkan kuliah perdananya. “Ok, kalau gitu kita berangkat ber­ empat saja,” kata putra bungsu kami. “Kita pakai sepeda motor ya,” imbuh putri tertua. Akhirnya kami pun ber­ angkat ke rumah sakit yang dituju. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit tibalah kami di ruang perawatan keponakan tercinta. Sekilas melihat kondisinya rupanya sudah baikan. Di tengah obrolan de­ ngan ipar dan adik sepupu tiba-tiba dia minta digendong, jadinya kami sekeluarga tinggal lebih lama dari tuju­ an semula, karena menunggu sampai ponakan tidur pulas. Sejam kemudian kami pamit dari ruangan rawat inap. Begitu melirik jam rupanya sudah pukul 20.00. Untuk lebih cepat ke Depot lang­­ganan kami, diputuskan untuk melewati jalan pintas yang sebelum-

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

nya sudah pernah saya lalui, karena kalau menggunakan jalan awal ketika menuju ke RS jalannya harus memutar. Setelah sepakat dengan segera kami pun start dan sebelumnya saya sudah “briefing” tentang jalan yang harus dilalui. Saya membonceng istri sedangkan si bungsu dibonceng si sulung. Greng……sepeda motor kami melaju, dengan saya sebagai leader. Sedangkan sepeda motor yang dikendarai putri tertua mengikuti dibelakang. Dengan pede-nya saya memacu sepeda motor tua di barisan depan. Setelah beberapa lama menyelusuri jalan, saya mulai merasa ada keanehan tentang jalan yang saya lalui. Makin lama kok jalannya makin sempit dan suasananya gelap lagi. Namun, supaya tidak dikatakan nyasar oleh anak, saya teriak pada anak di belakang jalan terus. Tiba-tiba di depan saya ada jembatan kecil dan menanjak lagi, karena gelagapan saya tancap gas, namun apa daya motor nggak mau nurut tuannya dan larinya merambat kayak keong. Rupanya saat terjadi kemelut itu istri saya memutuskan untuk melompat turun. Karena tidak mendengar dan

merasa dia turun saya terus tancap gas. Teriakan istri memanggil nama sayapun tak terdengar, karena ketutup helm. Anehnya lagi istri saya tidak memeluk pinggang saya sebagai mana dia sering lakukan kalau lagi bocengan motor dengan saya. Selama perjalanan saya terus “ngobrol” tanpa istri. Saya baru sadar setelah kurang lebih 300 meter dari kejadian bahwa istri saya tidak ada lagi diboncengan. Ternyata tadi yang saya ajak ngobrol itu angin malam. Untung pas lampu merah saya menoleh ke belakang. Ya Tuhan istri saya tidak ada. Akhirnya saya putuskan untuk balik arah, dari kejauhan saya melihat istri saya dibonceng anak saya. Dalam perjalanan istri jadi terdiam tanpa suara, sementara saya senyumsenyum menahan geli dan rasa bersalah. Sedangkan anak cekikikan sepanjang perjalanan sampai tempat makan malam bahkan sampai rumah. Peristiwa ini menjadi “head line” di rumah tangga sampai beberapa hari. Pengalaman tak terlupakan kalau ingat istri langsung tak mau terlibat dengar ceritanya…haaaaaaaaaaaaaa. I Ketut Sukanata

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

desember

Putu Wijaya

“Kenapa setiap memasuki bulan Desember hati jadi sedih?” curhat Amat di depan Ami. Ami tercengang, matanya melotot menatap

Amat. “Memangnya. Bapak ada kenangan pahit apa di bulan Desember?” Mata Amat nampak kuyu. “Bagaimana tidak, Ami. Tiga ratus enam puluh hari yang sudah kita lalui dengan susah-payah, suka-duka, sedih- gembira, senang-susah, sulit-mudah, seret-mulus, semuanya akan lewat. Terbenam hilang, begitu saja meninggalkan kita, entah ke mana perginya, melepaskan kita sendirian ...”. Ami ketawa. “Kedengarannya seperti puisi. Karya siapa itu, Pak? Kok Bapak mendadak jadi penyair sekarang?” “ Yah, apa salahnya?! Memangnya hanya anak-anak muda yang boleh jadi penyair!” “Bukan begitu. Kalau mau bikin puisi jangan hanya mengeluh. Tulislah pendapat Bapak yang bisa memberikan inspirasi kepada orang lain jangan cuma nangis bombai begitu! Nggak pantes!” Amat jadi kesal, karena merasa curhatnya disepelekan. Selesai makan siang dia buru-buru pulang. “Ke mana saja seharian, Pak!” damprat Bu Amat, menyambut di rumah, “sudah capek-capek dimasakin, giliran sudah basi, baru pulang! Sudah makan belum?” Amat terpaksa ngibul. “Belum.” “Ayo buruan makan! Katanya minta sambal bongkot. Sudah dibuatkan malah ngelayap. Ayo makan nanti kambuh maagnya!” Meskipun sudah kenyang, untuk menggemboskan jengkel istrinya, Amat terpaksa makan. “Tambah lagi! Biasanya kalau ada sambal bongkot, makan sampai 3 piring.” Amat terpaksa nambah sampai hampir mau muntah. “Ke rumah Ami, memangnya ada apa?” “Berbagi rasa.” “Apa?” “Kenapa bulan Desember selalu bikin sedih.” “Apa? Desember bikin sedih? Tidak ada itu! Bagaimana tidak sedih. Hujan tidak ada berhentinya. Pasti nanti banjir lagi, banjir lagi. Kasihan penduduk yang harus mengungsi. Di situ kita baru bersyukur, rumah kita biar pun bukan di kompleks estate mewah, tapi kita tak perlu mengungsi dan deg-degan setiap Desember. Makanya bapak jangan suka sambat, mengeluh ini dan itu, Bersyukurlah! Ayo tambah lagi!” Amat kembali kecewai. Maunya meneruskan curhat yang terputus, istrinya malah menggurui supaya bersyukur. Maka begitu rampung makan, dengan perut hampir meledak, ia ngerumpi ke rumah Pak Made. “Pak Made, kenapa ya bulan Desember selalu bikin sedih?” Pak Made tercengang. “Desember kenapa, Pak Amat?” “ Ya Desember, kan mestinya kita harus gembira menyambut tahun baru. Tapi kok sedih rasanya? Ke mana perginya 360 hari-hari yang sudah kita lalui itu?” Pak Made manggut-manggut. Sebelum Amat sempat curhat, ia menjawab bersemangat. “Betul sekali, Pak Amat! Desember memang buntut kejepit. Desember yang lalu saya dapat proyek besar. Sebab banyak instansi pemerintah harus menghabiskan anggarannya. Kalau tidak dipakai, bakal hangus. Lalu jor-joran dibuang dengan proyek-proyek dadakan. Tahun ini sebenarnya juga begitu. Hanya saja orang dalam sekarang sudah tambah pintar. Mungkin mereka takut karena KPK tambah garang. Siapa tahu ini kesempatan terakhir. Akibatnya, sekarang mereka minta tidak mau lagi 60 persen, tapi 75 persen. Sisanya baru kita dan proyek. Dulu kita bisa dapat 20 persen, sekarang paling 10 persen, supaya proyeknya jangan terlalu kempes, nanti mengundang KPK. Jadi …...” Selama 2 jam Pak Made curhat. Amat hampir sama sekali tidak bisa bernafas. Setiap mau menyela, langsung dipotong. Amat kelelap. Untung Bu Amat muncul mengajak pulang. Amat baru bisa menarik nafas lega. “Gosip-gosipan apa lagi dengan Pak Made, sampai lupa pulang?” sodok Bu Amat begitu sampai di rumah. Amat melihat ada peluang meneruskan curhatnya. “Itulah!” “Itulah apa?” “Bulan Desember memang bulan kejepit yang membuat hati kita galau. Semua orang cuci gudang mengeluarkan unek-unek supaya bisa enteng lagi melangkah di lembaran baru. Jadi ....” “Cuci gudang apaan!” bentak Bu Amat dongkol, “yang cuci gudang itu orang kaya! Bukan kita! Kita mau cuci apa, gudang saja tidak punya. Apalagi barangnya! Paling banter hanya bisa cuci muka, cuci kaki dan cuci tangan. Kita yang kere ini kan hanya punya sengauk. Kita hanya bisa....” Bu Amat terus nyerocos curhat, pajang-lebar, ke sana ke mari sampai Amat tertidur.

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

8 - 14 desember 2014

Denpasar Raih Penghargaan Kota Peduli Konsumen

23

Di tahun 2014 ini, berbagai penghargaan telah diraih pemerintah Kota Denpasar. Pada Rabu (26 /11), satu lagi anugerah diterima oleh Ibu Kota Provinsi Bali ini dari pemerintah pusat melalui Menteri Perdagangan RI Rachmat Gobel, sebagai kota berstatus “Daerah Peduli Konsumen Tahun 2014” bersama 5 daerah lainnya yakni provinsi Jatim, Sumatra Utara, Jabar, Yogjakarta, dan Surakarta.

Melaksanakan Sosialisasi Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen di sekolah – sekolah di Kota Denpasar

A

nugerah untuk Denpasar sebagai Kota Peduli Konsumen tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Perdagang­ an RI, Rachmat Gobel kepada Pemerintah Kota Denpasar yang diterima Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si pada acara Temu Pelanggan Tahun 2014 di Bandung, Rabu (26/11). Tercatat memperoleh predikat Kota terbaik ke-2 untuk perlindung­ an konsumen, Denpasar berhak mendapatkan penambahan dana dekonsentrasi sebesar Rp75 juta. “Ini semua karena ide cerdas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dan I GN Jaya Negara dengan program revitalisasi pasar tradisional dan selalu melakukan tera ulang terhadap alat timbangan,” ujar Kadisperindag Kota Denpasar Wayan Gatra didampingi Kabid Kerjasama dan Perlindungan Konsumen Jarot Agung Iswayudi, S.E., ditemui di ruang kerjanya pekan lalu. Selain itu, Denpasar juga mendapatkan dukungan peralatan pengawasan berupa 1 set tes kit,

2 unit jangka sorong, 4 unit timbangan dan 1 set komputer serta diklat mediator untuk dua orang. “Kami juara 2 se-Indonesia. Kami hanya kalah dari Yogyakarta dan setingkat lebih baik dari Solo,” jelas Wayan Gatra. Ia juga mengatakan tahap penilaiannya ada empat (4) kriteria utama dalam penetapan kabupaten/kota sebagai daerah peduli perlindungan konsumen. Pertama, kabupaten/kota harus peduli terhadap pengembangan

program terkait dengan perlindungan konsumen. Di sini, Disperindag Kota Denpasar telah melakukan banyak inovasi terkait hal tersebut. Pemkot Denpasar juga dianggap sangat proaktif dalam proses penanganan peng­ aduan oleh konsumen. “Setiap pengaduan yang masuk, selalu kami respons dengan cepat. Kami juga sudah membuat situs resmi pengaduan konsumen sekaligus tempat melaporkan hasil pena­ nganan pengaduan yang masuk,” lanjut Wayan Gatra. Kedua, kabupaten/kota harus mempunyai Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) atau Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM). Hingga saat ini, Pemkot Denpasar menjadi satu-satunya kabupaten/ kota di Bali yang memiliki BPSK. Kinerja BPSK Denpasar, menurutnya sangat memuaskan. Selama ini, setiap kasus yang masuk selalu mencapai kata sepakat pada kedua belah pihak. “BPSK akan memanggil kedua belah pihak konsumen yang terlibat sengketa. Selanjutnya

Melaksanakan pendataan dan monitoring tera/tera ulang secara rutin Pasar Poh Gading

Melaksanakan pemantauan dan monitoring harga kebutuhan pokok setiap hari Senin dan Kamis

Mendag menganugerahi Kota Denpasar sebagai Kota Peduli Konsumen

BPSK memediasi permasalahan yang terjadi. Sampai saat ini, setiap sengketa yang dilaporkan selalu dapat diselesaikan oleh BPSK,” tutur Kadis yang dikenal ramah ini. Ketiga, kabupaten/kota harus pernah mendapatkan predikat Daerah Tertib Ukur atau Pasar Tertib Ukur. Di Denpasar, semua pasar termasuk Pasar Tertib Ukur. Sebab, Pemkot Denpasar melalui Disperindag secara rutin terus melakukan tera/tera ulang pada semua alat ukur dan timbangan di setiap pasar yang ada di Denpasar. Keempat, kabupaten/kota harus punya dukungan alokasi dana dari APBD terkait dengan program perlindungan konsumen. Kriteria tersebut, dikatakan Wayan Gatra, telah berlaku di Denpasar sejak lama. Secara umum, Pemerintah Kota Denpasar sangat peduli terhadap program-program yang berkaitan dengan perlindungan konsumen. MONITORING, PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Berikutnya, Jarot A. Iswahyudi menyampaikan perihal kegiatan

Membentuk Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) sejak tahun 2011 yang sampai saat ini telah menyelesaikan 113 kasus

Kota Denpasar dan berkaitan dengan kepedulian terhadap konsumen. Antara lain, melaksanakan monitoring, pembinaan serta peng­ awasan peredaran barang dan jasa ke pelaku usaha terhadap enam (6) parameter yaitu : Label; Standar Nasional Indonesia (SNI); Klausula Baku; Pelayanan Purna Jual; Cara Menjual; dan Pengiklanan. Kegiatan monitoring, pembinaan serta pengawasan tersebut, dikatakannya dilaksanakan secara rutin sebanyak 47 kali per tahun. Selain itu juga melaksanakan sosialisasi Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen di sekolah-sekolah di Kota Denpasar dalam rangka membentuk “Generasi Konsumen Cerdas”. Dengan melaksanakan pemantauan dan monitoring harga kebutuhan pokok setiap Senin dan Kamis di empat (4) pasar tradisional yaitu Pasar Sanglah, Pasar Badung, Pasar Kereneng dan Pasar Agung Peninjoan. Juga tak lupa, dilakukan pendataan dan monitoring tera/tera ulang secara rutin di pasar dan pelaku usaha yang memiliki UTTP, serta melakukan siding tera ulang tambahan di pasar-pasar di Kota Denpasar, yang sampai tahun 2014 telah memiliki enam (6) pasar tertib ukur yaitu : Pasar Sindhu, Pasar Batan Kendal, Pasar Agung Peninjoan, Pasar Intaran, Pasar Gunung Agung, Pasar Nyanggelan. Jarot menambahkan, tahun 2015 akan diusulkan dua (2) pasar lagi untuk menjadi pasar tertib ukur yaitu : Pasar Poh Gading dan Pasar Ketapian. Sedangkan bicara soal memberikan perlindungan kepada konsumen, Pemkot Denpasar merupakan satu-satunya daerah di Bali yang sudah membentuk Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), malah sejak tahun 2011 sampai saat ini telah menuntaskan 113 persoalan/kasus. - ard


22

Pelesir

8 - 14 DEsember 2014

8 - 14 Desember 2014

Workshop Tutur Kejernihan Bagi siapapun yang selama ini masih berkutat dengan kegagalan, dengan penderitaan, dengan keraguan jati diri, kecemasan, ketakut­ an, kemalasan, sakit berkepanjangan dan belum tersembuhan, tak peduli siapapun dimanapun, ayo bergabung dalam workshop “Tutur Kejernihan sebagai Penyembuh Utama di Abad Ini”. Workshop yang dipimpin Guru Mangku Hipno ini dilaksanakan Minggu (7/12) di Gedung PWI Bali, Jln. Gatot Subroto, Lumintang, Denpasar pukul 14.00-17.00. Harga tiket Rp 500 Ribu diskon menjadi hanya Rp 200 Ribu. Info lengkap dan tempat pendaftaran hubungi Brahmakunta Center, Perumahan Gunung Sari Indah, Jln. Tukad Buana I No 61 Kebo Iwa Utara, Telp. 0361-7112404, 0361-8442823, PIN BB : 7FB63D85, FB : GURU MANGKU HIPNO. Pembelian tiket bisa dilakukan di tempat workshop. -bns

Workshop “Building Your Professional Image”

I Gusti Bagus Sumertana

Punapi

K

awasan ini menawarkan wisata alam pertanian, mulai dari pembibitan, penanaman, perawatan hingga pemetikan bunga, sayuran, dan buah. Selain itu, kawasan ini mempunyai pemandangan yang indah dan alami dengan udara pegunungan yang menyegarkan seperti objek wisata Bedugul yang sudah terkenal. Menurut I Gusti Bagus Sumertana, Resort Manager Bagus Agro Pelaga, kawasan wisata agro Pelaga ini luasnya 18 hektare. Sistem perkebunan di sini menggunakan sistem tetes untuk pengairannya. Sistem tetes memungkinkan untuk mengatur aliran air dengan lebih efektif dan lebih efisien, yang sangat cocok untuk perkebunan. Pengunjung yang datang dapat menikmati tur agro yakni berpartisipasi dalam budidaya tanaman termasuk saat panen. Cooking class menjadi favorit para wisatawan asing karena mereka dapat belajar memasak menggunakan tungku khas Bali (punapi). “Ke depan, rencananya akan dikembangkan satu tempat untuk para turis asing belajar menabuh dan membuat canang,” ujar lelaki yang disapa Pak Gusti ini. Ia mengatakan, tanaman unggulan di Bagus Agro adalah bunga mawar Holland, sayuran asparagus, dan buah jeruk. Aktivitas yang pa­ling seru, pengunjung dapat memetik buah stroberi. Yang tertarik untuk camping, juga bisa. Kapasitas tenda bisa mencapai 500 orang. Untuk perusahaan dan komunitas yang akan melakukan outbound, meeting, dan outing, juga tersedia. Kapasitas outbound mencapai 300 orang. Bagi para penekun spiritual, tempat ini sangat cocok untuk beryoga dan meditasi. Tamu yang datang langsung disambut welcome drink di Bagus Agro dengan jus stroberi atau terong belanda. Makan siang dengan steambout ala Jepang, atau makanan khas Bali lawar asparagus, sate empol, sup jukut ares, sup asparagus, dan be sisit sambal matah. Bagi yang ingin bermalam, beberapa resort cantik sudah siap. Anda tinggal pilih sesuai keperluan. Jika Anda belum merencanakan tempat untuk berakhir tahun, Bagus Agro dapat menjadi pilihan untuk keluarga Anda. –Wirati Astiti

Kebun mawar

Wisata alam Bagus Agro Pelaga

Pentas Rakyat 2014 Untuk menyosialisasikan beberapa informasi program dan penjelasan kebijakan Pemerintah Kota Denpasar kepada warga Kota Denpasar, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kota Denpasar telah memiliki dan mengatur agendanya. Beberapa ke­giat­an sudah berlangsung di bulan November dan masih akan berlangsung hingga 20 Desember nanti. Bagi masya­­ rakat yang ingin menyaksikan langsung dapat melihat jadwal berikut.-ard

3

Ni Made Rai Sariani

Cooking Class di Punapi Hawa sejuk mulai membelai tubuh saat memasuki Kawasan Wisata B ­ agus Agro, di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Untuk mencapai kawasan ini, jarak tempuh sekitar 45 km dari kota Denpasar.

Sosialita

Untuk pertama kalinya Society of Indonesian Professional Convention Organizer (SIPCO) DPD Bali menggelar half day workshop “Building Your Professional Image”. Acara yang diikuti praktisi pariwisata kalangan travel agent dan hotel ini digelar Kamis ( 27/11) di Gedung Pelatihan Bali Tourism Board, Renon, Denpasar. Menurut Ketua SIPCO DPD Bali, Putu Juarez Robin Putra, acara ini diadakan menyambut HUT ke-25 SIPCO. “Workshop seperti ini perlu diadakan dengan tema berbeda ke depannya yang tetap menjadi kebutuhan teman-teman di travel agent, hotel dan DMC untuk program pengembangan SDMnya,” ujarnya. Tahun 2015, SIPCO akan mengadakan The 4th Advance MICE Course di Bali dan Kuala Lumpur. Tahun sebelumnya, advance course ini diadakan di Singapura dan Hongkong. Pembicara pertama , Ir. AA Ayu Oka Saraswati, M.T., mengajak peserta menggali lebih jauh tentang “Bisnis Etiket”. Pembicara kedua adalah Made Herry Erika Sedana A.Md., S.E., yang tidak asing di industri pariwisata dan industri logistics & supply chain yang sehari-hari fokus dengan development di Bali Bird Park sebagai Direktur of Sales and Marketing ini, membawakan topik yang lebih memuat analisa yaitu Business Performance Planning Session. Topik ini memuat subtopik: “Attitude, drive & confidence, Building Effective Messages, Interpersonal Communication dan Creating Goodwill “. Peserta diajak terlibat untuk bermain dan berbicara menuangkan pandangan dan pendapat. Wanita Bali yang menamatkan D3 dan S1nya dengan predikat cum laude ini menyampaikan komitmen untuk memberi support terhadap pengembangan SDM di Bali melalui people development session yang ia bawakan sejak ia dipercaya menjadi salah satu QSE Global Facilitator Asia Pacific Region untuk DHL Global Forwarding beberapa tahun lalu. – sri ardhini

JADWAL PENTAS RAKYAT 2014

Racikan Sepenuh Hati Bali menyandang sebutanPulau Dewata, karena sangat kaya dengan sumber alam yang indah dan unik. Masyarakat memiliki cara yang berbeda dalam menikmati Pulau Dewata ini, seperti berwisata di berbagai lokasi wisata yang menyediakan aneka aktivitas budaya yang menarik.

B

erbeda dari penikmat wisata tersebut, Ni Made Rai Sariani pemilik CV Gaya Warna, yang akrab di panggil Bu Rai ini mensyukuri kekayaan alam Bali ini dengan mengenal, mempelajari dan terus menggali sumber alam yang tersedia. “Sumber alam kita yang kaya dan berlimpah ini dapat diberdayakan menjadi suatu nilai produk original Bali yang bermanfaat bagi kita semua,”ujarnya saat ditemui di work shopnya di kawasan Jalan Gunung Sanghyang Gang Nusantara, Kerobokan, Badung. Salah satu hasil alam Bali yang diolah istri AA Putu Astawa, S.H., ini menjadi produk bernilai sangat tinggi karena sangat diminati sampai ke manca negara adalah minyak kelapa. Minyak kelapa inilah yang diolah oleh pikiran kreatif dan tangan terampil Bu Rai menjadi berbagai produk asli Bali seperti message oil, sabun mandi, lulur, hand body lotion,dan masih ba­ nyak jenis produk lainnya. Ibu dari AA Putu David Putra Awatara, AA Made Radja Putra Awata­ ra dan AA Kanaya Githa Putri Awatara ini mengatakan ia mulai meniti kariernya dalam pengolahan bahan alami ini pada tahun 1996. Ketika itu, ia pertama kali bekerja sebagai salah satu staf sebuah spa internasio­nal di Bali yang di­miliki oleh orang luar negeri. Di sinilah Bu Rai b el ajar secara detil metode pengolahan bahanbahan a l a m i menjadi produk y a n g bermanfaat dan bernilai tinggi. Di sini pula ia mendapat s u n t i ka n s e mangat dan motivasi yang tinggi untuk mandiri dan membuka usaha sendiri. Tahun 2003, Bu Rai mulai merintis usaha kecil sebagai spa supplier dengan nama CV Gaya Warna yang awalnya mempekerjakan 2 orang lokal yang berdomisili sekitar workshop-nya. Berkat kegigihannya sekarang sudah di bantu oleh 20 orang staf lokal yang dibina terus menerus untuk bisa kreatif membantu menghasilkan produk terbaik asli Bali. Terbukti produk hasil Gaya Warna ini sudah

diakui pelanggan yang bukan hanya dari Bali saja tetapi juga dari mancanegara diantaranya, Jepang, Malaysia, Maldive, Eropa, dan Rusia. “Sedangkan untuk di Bali dan Indonesia, produk ini biasa digunakan oleh hotel spa berbintang dan salon-salon kecantikan,” kata penyuka kebaya dan penampilan smart casual ini. Dikatakannya produk andalan Gaya Warna adalah message oil yang bahan dasarnya terbuat dari minyak kelapa murni. “Minyak kelapa murni yang berkualitas hanya dihasilkan di daerah beriklim tropis seperti Indonesia, jadi sudah sewajarnya produk yang berbahan dasar kelapa ini menjadi rebutan pelanggan luar,”tuturnya. Walaupun berbagai produk message oil sudah dihasilkan dengan menggunakan teknologi yang canggih namun sampai saat ini minyak kelapa masih menjadi primadona. “Minyak kelapa juga tetap jadi pilihan utama pelanggan, karena kualitas minyak yang dihasilkan kelapa yang tumbuh di iklim tropis jauh lebih bagus dari daerah lain,” lanjut putri pertama dari tiga bersaudara pasutri I Wayan Kanton dan Ni Wayan Sedeng ini. PACKAGING YANG FLEKSIBEL Bu Rai juga menyampaikan kalau lulur asli Bali produksi Gaya Warna pun tidak kalah digemari oleh pelanggan. Dengan racikan yang sangat telaten, detil dan sepenuh hati dan menggunakan bahan-bahan asli seperti minyak kelapa murni, dan aroma terapi yang asli maka lulur dari gaya warna ini menjadi produk asli yang sangat bermanfaat untuk membersihkan, menjaga kelembaban dan kehalus­an kulit. Selain message oil dan lulur, minyak kelapa ini juga diolah olehBu Rai menjadi sabun mandi yang beraroma relaksasi. “Dengan memadukan minyak kelapa murni dengan beras dan madu asli menghasilkan sabun mandi yang nyaman, segar dan lembab di kulit. Sabun ini sangat aman di kulit karena tidak menggunakan bahan kimia yang tidak larut dalam air, dan dapat merusak kulit,” terang perempuan yang dikenal energik ini. Minyak kelapa juga, katanya tak ketinggalan diolah menjadi vitamin rambut yang bermanfaat untuk menjaga kelembaban dan kesehatan rambut. Setelah itu, masih ada lagi bath oil, produk lain yang juga dihasilkan dari minyak kelapa murni, yang bermanfaat utnuk memberikan aroma relaksasi dan kehalusan kulit, terutama ketika berendam untuk memulihkan pikiran. Selanjutnya, pelanggan bisa mencoba hand and body lotion minyak kelapa murni olahan Bu Rai, yang sangat dijamin keaslian dan manfaatnya. Begitu banyak produk kecantikan yang bisa dihasilkan melalui pikiran kreatif dan kegigihan Bu Rai. Ia ahli memanfaatkan bahan alami dari sumber alam Bali sampai menjadi produk yang bernilai tinggi baik dari segi keaslian bahan, estetika dan sentuhan seni maupun dalam membantu peningkatan ekonomi masyarakat lokal. Disamping itu

Rai dan keluarga

produk yang dihasilkan oleh Gaya Warna ini memiliki kualitas terbaik dan sangat aman untuk dipakai, karena sudah mengantongi izin resmi pengeluaran produk dari BPOM, dan Dinas Kesehatan. Produk Gaya Warna dikatakannya juga menggunakan sistem packaging yang fleksibel. Produk ini dikemas dengan sangat menarik sesuai dengan permintaan pelanggan atau di desain sendiri dengan menggunakan bahan yang mudah di daur ulang. Kemasannya juga praktis se­hingga mudah di bawa ke mana-mana disam­ping tampilannya yang bernilai seni juga bercirikan khas budaya Bali. Memiliki usaha yang bergerak di bidang SPA retail ini, kata Bu Rai tidak selalu mulus seperti yang direncanakan. Banyak kendala-kendala yang harus dihadapi dan dilalui dalam menjual produk yang dihasilkan. Banyaknya pesaing bisnis dalam bidang yang sama yang belum me­n gantongi izin menjadi salah satu kendala dalam penjualan produk. Produk yang tidak memiliki izin sering dijual dengan harga yang lebih murah sehingga harga produk asli Gaya Warna kalah dalam persaingan harga. Kendala yang lain adalah terbatasnya hasil produksi jika dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan spa berskala besar yang sudah menggunakan teknologi produksi yang canggih. Di samping itu banyak perusahaan luar Bali yang bergerak dalam bidang yang sama yang memakai nama Bali untuk menarik minat pelanggan. Kendala-kendala tersebut merupakan kendala umum yang muncul dalam dunia usaha. Namun, berkat kegigihan dan fokus dalam usaha ini, sampai saat ini keaslian produksi perusahaan Bu Rai tetap menjadi primadona dunia wisata

spa khususnya di Bali. Bu Rai tidak ser­t a merta terlena de­ ngan kondisi sekarang ini, banyak pikiran-pikiran kreatif Bu Rai yang belum direalisasikan termasuk harapanharapan ke depan dalam pengembangan dunia usaha spa. Salah satunya untuk mengembangkan usaha sampai ke negara tetangga. Sehingga produk Bali lebih dikenal dan diakui secara kualitas. Untuk mewujudkan impian ini diperlukan SDM yang kompeten dibidang usaha ini, tangguh dan berorientasi ke depan. Untuk peningkatan kualitas SDM ini Bu Rai memberikan pembinaan kepada staf yang telah membantunya sekarang. Ia juga ingin membuka kelas-kelas pengembangan kompetensi khusus dalam bidang SPA ritel sehingga makin banyak masyarakat lokal yang terbuka pikirannya untuk kreatif memanfaatkan secara positif limpahan kekayaan alam yang dianugrahkan oleh Tuhan. -ard

Aktivitas Rai di PKK Br. Umalas Kangin Kerobokan


8 - 14 desember 2014

4

Iwapi Bali Sukses Jadi Tuan Rumah Rakernas Perak Iwapi Wanita pengusaha yang tergabung dalam Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XXV di Bali.

P

rogram tahunan yang mengusung tema ”Iwapi 39 Tahun Mendukung Program Good Govern a nce m enuj u I n don esia Sejahtera” ini berlangsung 24 s.d 26 November 2014 di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur ,Bali Pada perhelatan ini, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Iwapi Bali bersama seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten/Kota seBali bertugas sebagai tuan rumah Rakernas Pe­r ak Iwapi tersebut. Keseluruh­a n acara berjalan lancar sesuai recana berkat komunikasi dan koordinasi yang terjalin sangat baik selama ini antara DPD I wa p i d a n s e l u r u h D P C I wa p i se- Bali. “Selain seluruh DPC bekerja maksimal, kami juga memperoleh dukungan penuh dari pemda ka-

bupaten/kota se-Bali,” ujar Ketua DPD Iwapi Bali, AA Tini Rusmini Gorda. Ia juga mengatakan selama DPC melakukan audensi ke seluruh pemda, pengurus DPD selalu mendampingi. Dalam kegiatannya Iwapi mendapat bantuan kendaraan berupa Bus dari bupati Buleleng, Klungkung, Tabanan. Bangli dan Jembrana. DPD Iwapi Bali yang dikuatkan oleh seluruh DPC berhasil menjalankan tugasnya selaku tuan rumah, di antaranya pada hari pertama menjalin sinergi dengan Kadin Bali, menyelenggarakan welcome dinner untuk 750 orang peserta rakernas di Kertalangu, Denpasar. Berikutnya hari kedua, mereka didukung oleh Wali Kota Denpasar, yang menjamu 900 orang peserta rakernas di Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar. Di lokasi yang

Jamuan makan malam bersama Wali Kota Denpasar

Kegiatan tanam pohon

Mandalika

8 - 14 desember 2014

Tambora Menyapa Dunia

secara khusus menambah lagi Rp 8 juta untuk 8 siswa SD. Masih di Gianyar, DPP Iwapi juga memberikan bantuan modal kerja kepada 10 orang pengusaha mikro perempuan, yang masing-masing menerima Rp 500 ribu. Selanjutnya, melengkapi keberadan anggota Iwapi yang rakernas di Bali, mereka juga berkesempatan menikmati field trip ke Museum Blanco. Selain itu juga, melakukan penanaman pohon di Kawasan Blahbatuh Gianyar. -ard

Usai tiup lilin ultah Ny. Bintang Puspayoga sama DPC Iwapi Kota Denpasar sempat menampilkan fashion show ”Taksu Bali”. Di hari ketiga, dilangsungkan Gala dinner untuk sekitar 100 orang yang didukung oleh Bupati Gianyar bertempat di Puri Gianyar. Selain itu, para wanita pengusaha ini juga memperlihatkan kepedulian me­ reka dengan memberikan bantuan kepada beberapa siswa SD yang

Audensi dengan Bupati Buleleng

membutuhkan. Tercatat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Iwapi menyumbang Rp 5 juta untuk 5 orang siswa SD. DPD bersama DPC Iwapi Bali menyumbang Rp 10 juta untuk 10 siswa SD. Ada juga HIPPI memberikan bantuan Rp 5 juta untuk 5 siswa SD. Sementara DPC Iwapi Gianyar, tak ketinggalan

Bibir kawah Tambora di pagi hari

Terima Kasih pada Sponsor

1. Kadin Bali 2. PT Bank Pembangunan Daerah Bali 3. Hardy’s GH Holdings 4. Pemda Karangasem 5. Pemkot Denpasar 6. Pemda Gianyar 7. Pemda Badung 8. Pemda Buleleng 9. Pemda Jembrana 10.Pemda Tabanan 11. Inna Grand Bali Beach 12. Maharani Hotel 13. Bara Silver 14. Mai Bus 15. CNI 16. Nonmin 17. Sarana Dewata 18. Perdiknas Denpasar 19. Art Shop Astina 20. PT Abinusa Semesta

21. 22. 23 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41.

CV Taman Ayun Bali Catering Warti Buleleng IHDN Denpasar Griya Profile Endang Aji Trading Bam Service AC Bali Internasional Outdoor Ramuan Pak Oles Jangger Group Surya Tirta Buana Museum Blanco Mandala Landscape Mandiri Syariah Bali Puspa Bordir Bali Bagus Barber Shop Mondella Pemda Klungkung Pemda Bangli Puri Gede Karangasem Garuda ITDC Nusa Dua

Momen dua abad peringatan letusan dahsyat Gunung Tambora, pada tahun 2015 mendatang, kini tengah hangat dibicarakan. Pemerintah Provinsi NTB juga merancang nama kegiatan untuk peringatan tersebut sebagai Tambora Menyapa Dunia 2015.

K

edahsyatan ledakan Gunung Tambora yang sempat mengguncang dunia itu, kini meninggalkan sisa kaldera yang mahabesar, bahkan disebut sebagai kaldera terbesar di dunia. Sejarah ledakannya yang spektakuler itu mengundang banyak pendaki yang penasaran ingin melihat langsung sisa ledakan yang memangkas setengah dari “tubuh” gunung ini. Berbagai catatan menulis tentang ledakannya, termasuk dalam buku besar Kerajaan Bima yang dikenal dengan nama Bo’ Sangaji Kai. Dr. Hj. Siti Maryam, salah seorang pewaris Kesultanan Bima yang juga seorang filolog, mengungkapkan dahsyatnya ledakan itu, yang tercatat dengan jelas dalam manuskrip peninggalan (naskah kuno) Kesultanan Bima.

“Tertulis bahwa ledakan itu terjadi di Hari Selasa di waktu subuh. Bunyi letusan Gunung Tambora (itu ialah pecah Gunung Tamboraterjemahan Bo’ Sangaji Kai dalam aksara Arab berbahasa Melayu), seperti bom orang perang yang karena ledakannya itu membuat mati orang-orang Tambora dan Pekat,” ungkap Siti Maryam. Kisah bencana tersebut terjadi hampir dua abad yang lalu. Kini, karena sejarahnya itu membuat eksotika Gunung Tambora menjadi sangat “seksi” untuk dinikmati. Jika selama ini orang mengenal pintu masuk menuju pendakian Gunung Tambora bisa ditempuh dalam dua jalur, yakni melalui Dusun Pancasila di Desa Tambora yang ditempuh dengan jalan kaki selama dua malam tiga hari (bagi pendakian cepat dapat ditempuh satu malam dua hari). Selain itu

Suasana di rakernas perak iwapi

Bersama Ketua Umum Kadin Bali Gala dinner dengan Bupati Gianyar

Sekum serahkan suvenir

PenjeLasan tentang Museum Blanco dari sang pemilik Antonio Blanco

21

DR. Hj. Siti Maryam, ketika membaca kembali kisah tentang letusan Tambora dalam naskah Bo’ Sangaji Kai (Catatan Kerajaan Bima)

juga melalui Doroncanga, jalur pendakian menggunakan motor trail atau hardtop. Selain dua jalur itu, ternyata ada beberapa jalur lagi menuju kaldera Tambora, yakni lewat Doro Peri, Kawinda Toi dan Kore. “Namun dari sejumlah jalur itu, hanya lewat Dusun Pancasila dan Doroncanga yang bisa membawa kita sampai puncak,” ujar Ibnu Khaldun, salah seorang pendaki yang kerap mengantar dan menemani para pendaki Tambora, termasuk menemani Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Widjajono Partowidagdo yang akhirnya meninggal dunia saat pendakian Tambora, pada April 2012. Selain itu, menurutnya, ada pula pendakian paripurna yang bisa dilakukan, yakni naik lewat Dusun Pancasila lalu turun lewat Doroncanga, demikian pula sebaliknya. Berdiri di kaldera yang pendakiannya melalui Dusun Pancasila, akan menawarkan pemandangan spektakuler akan sebuah kawah raksasa dengan diameter yang mahaluas. Berbeda dengan melakukan pendakian melalui Doroncanga, yang menawarkan pemandangan kaldera yang biasa dan terlihat lebih sempit. Jika pendakian selama ini lebih banyak yang berhenti sampai bibir kaldera dan naik hingga puncak Tambora, maka hanya sedikit orang yang pernah turun hingga

ke dasar kawahnya. Ibnu Khaldun yang akrab disapa Adun ini, termasuk salah seorang yang paling sering turun ke dasar kawah dan menginap bermalam-malam di sana. Baginya, keindahan pesona kaldera sungguh menakjubkan, membuat tak ingin kembali ke atas. “Jika saja logistik banyak, saya ingin lebih lama lagi tinggal di sana,” ungkap pria yang sangat mengagumi Gunung Tambora ketimbang gunung-gunung lain yang pernah didakinya di Pulau Jawa dan Sumatera. Pesona Tambora yang membuatnya betah berada di sana adalah sebuah danau yang dikenal dengan nama Moti La Halo. Terdapat tiga buah aliran sungai di sana. “Satu sungai airnya agak keruh, tampaknya seperti belerang. Dua sungai lainnya, jernih. Ketiganya mengalir dan bermuara di danau Moti La Halo, dekat Doro Afi Toi (gunung api

Ibnu Khaldun

baru yang terbentuk seperti anak Tambora),” ujar Adun yang tinggal di Dompu ini. Untuk turun ke dasar kawah ini, bukanlah hal yang mudah. Setidaknya harus ditempuh dengan berjalan kaki menyisiri (melipir), memutar ke kiri dan ke kanan sehingga memakan waktu sekitar sembilan jam perjalanan turun. “Ada dua jalur untuk turun ke kawah, yakni jalur utara lewat Dusun Pancasila dan jalur selatan lewat Doroncanga,” kata Adun.

Vegetasi tanaman yang cukup, menurut Adun dapat membantu sebagai pegangan dalam perjalanan turun dengan aman melewati punggung-punggung sisa perjalanan lahar yang berbukitbukit. Perjalanan ini tampaknya tidak membahayakan, karena tali temali tidak terlalu dibutuhkan meski pun tetap harus disiapkan. “Tali yang dibawa hanya untuk pengaman biasa saja,” katanya. Biasanya, ketika akan turun ke dasar kawah, para pendaki akan menginap di sekitar kaldera. Pukul tujuh pagi, perjalanan turun ke dasar kawah dimulai dan akan tiba pada kira-kira sore hari. Di dekat sungai-sungai itulah mereka bermalam. “Di dasar kaldera inilah, rasa takjub kembali terasa,” ungkapnya. Luasnya bentangan dasar kaldera menurut Adun, dapat ditempuh dengan satu setengah jam perjalanan kaki menyusuri garis tengah kaldera mulai dari ujung selatan hingga ujung utaranya. Perjalanan naik kembali ditempuh dalam waktu yang relatif lebih cepat, yakni sekitar 7-8 jam karena beban logistik yang berkurang sehingga perjalanan menjadi lebih ringan. Di dasar kawah itulah Adun pernah menemukan rusa yang turun minum dan berbagai satwa lain seperti burung. Ada pohon pinus tumbuh di daerah berpasir campur bebatuan itu.”Ada juga jejak-jejak monyet di dasar kaldera,” katanya. Eksotika Tambora dengan pesona sejarahnya bahkan membuat Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Widjajono Partowidagdo yang juga banyak menjelajahi gununggunung tertinggi di Indonesia dan juga beberapa gunung di dunia ini, pernah menyatakan kekagumannya pada Gunung Tambora. “Kata Pak Wamen, hanya ada dua gunung di dunia ini, yang pertama Himalaya karena ketinggiannya dan Tambora karena ledakannya,” kenang Adun tentang kalimat yang disampaikan Widjajono pada dirinya saat mendampingi pendakian terakhir sang Wamen itu. --Naniek I. Taufan


20

8 - 14 desember 2014

Bahas Branding dan Packaging

S

alah satunya melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, den­ gan menggelar ”Pelatihan Trading of Branding Design”, Selasa (25/11) s.d. Rabu (26/11) dan dilanjutkan dengan “Pelatihan Packaging and Display Produk”, Kamis (4/12) yang diikuti 20 orang dari kalangan UKM dan wirausaha muda, di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar. Pada kesempatan tersebut Kadis Perindag Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si., didampingi Ka­ bid Perdagangan, Ida Ayu Dewi Cin­ trawati, S.E., M.Si., dan Kasi Usaha,

IGA Laxmy Saraswaty, S.S., mengata­ kan ingin agar pengusaha atau UKM Kota Denpasar mampu memahami dan memiliki karakter atau ciri khas brandingnya sendiri. Juga memiliki pemahaman yang cukup tentang sebuah hak kekayaan intelektual (HaKI). “Sehingga, sebagai seorang pengusaha mampu bersaing secara intelektual, bersaing secara produk serta mampu melindungi karyanya sebagai karya bangsa 100 % Indo­ nesia,” ujar Wayan Gatra. Pengusaha atau UKM juga mampu melaksanakan pemasaran dengan baik, kemudian menghasil­ kan kualitas produk yang baik dan diikuti dengan peningkatan omzet penjualan. Begitu pula sebagai pelaku UKM mampu menggambar­ kan dalam sketsa warna tentang owner brandingnya.

Mengenai apa itu branding, cara membangun strategi branding yang efektif untuk produk UKM, bagaimana mengelola bisnis dalam branding, kesalahan branding yang melumpuhkan bisnis, dan strategi branding menentukan nama dan logo produk dikupas oleh Luh Kadek Budi Martini, S.E., M.M.. Selain itu peserta juga diajak prak­ tik menggambar sebuah branding yang dimiliki oleh UKM termasuk deskripsinya. Branding dikatakannya perlu dimiliki sebagai ciri khas produk yang memiliki kenyaman tersendiri bagi konsumennya. Sebab, sebuah

branding dan desain memiliki kekuatan silent marketing dengan akses pasar sesuai target kon­ sumen Berikutnya, pembahasan di­ lanjutkan tentang pentingnya hak kekayaan intelektual (HaKI) terh­ adap sebuah branding bagi para pelaku UKM. Ini juga diperlukan dalam menghadapi MEA 2015. Demikian disampaikan I Ketut Darta, S.H., seorang konsultan HaKI. Ia menekankan pentingnya kepemilikan HaKI sebagai hak cipta produk. Mengingat masih banyak pengusaha atau UKM maupun IKM yang belum punya IUI atau izin usaha industri yang nantinya sebagai dasar proses mendapatkan HaKI. Salah seorang peserta A.A Gede Natakusuma dari Bintang Air

Terjun Mini menyatakan bahwa pelatihan trading branding desain tersebut perlu dipahami. Sangat bermanfaat bagi pengrajin atau pengusaha untuk mengetahui owner brandingnya sebuah produk. Begitu juga dengan Ir A.A Putu Agung Mediastari, MP. dari Jepun Bali Herbal yang menyampaikan ba hwa sosialisasi tentang HaKI pada pelatihan ini sangat bermanfaat untuk eksisnya suatu usaha.

KEMASAN SILENT SALESMAN Ni Made Ariati, S.Sn., seorang konsultan kemasan, pada kesem­ patan selanjutnya memaparkan peranan Denpasar Design Centre (The Spirit of Design) bagi produk UKM Kota Denpasar. Juga, penting­ nya desain kemasan untuk menun­ jang strategi pemasaran. Selama ini dikatakannya ada tendensi di lingkungan industri pangan, khususnya industri kecil, untuk melihat pengemasan sebagai hal yang dipertimbangkan belakangan. Sesuatu yang diupayakan semurah mungkin dan dipertimbangkan setelah semua yang terkait dengan produksinya diselesaikan. Padahal, khusus untuk produk makanan, kemasan seringkali meru­ pakan bagian yang tidak terpisah­ kan, dan sudah harus diperhitung­ kan sejak perencanaan produksi. Kini bersamaan dengan berkembangnya kebudayaan, ke­ masan makanan juga menjadi se­ makin terspesialisasi dan khusus. Dalam perdagangan, kemasan merupakan sarana komunikasi dari suatu produk. Kemasan ber­ peran sebagai silent salesman, baik di toko maupun di rumah. Kemasan sebagai wadah, sarana distribusi dan sarana promosi harus ampil

baik dan menarik. Karena itu, de­ sain kemasan harus sesuai dengan produk yang dikemas dan pasar yang dituju. Kemasan juga bertujuan di antaranya memperpanjang umur simpanan bahan pangan, menga­ mankan produksi bahan pangan yang berlimpah hingga memper­ mudah distribusi produk pangan dan menambah estetika dan nilai jual produk pangan. Sedangkan fungsinya, mulai dari mewadahi produk, melindungi produk dari

pengaruh fisik, melindungi produk dari kontaminasi mikroba hingga memberikan informasi kepada konsumen tentang komposisi atau ingredient-nya. Namun, fungsi terpenting ke­ masan adalah memberikan infor­ masi dan promosi, yang dapat meningkatkan penjualan. Selanjutnya, untuk mendorong peran UKM dalam peningkatan per­ ekonomian masyarakat diperlukan adanya pemahaman dan pening­

Inspirasi

5

I Gusti Ayu Sulastri Tjahjadi

Disperindag Kota Denpasar

Mendorong kalangan UKM dan IKM memi­ liki daya saing dan siap menghadapi MEA 2015, Pemerintah Kota Denpasar melak­ sankan berbagai langkah.

8 - 14 desember 2014

katan strategi pemasaran melalui brand kemasan yang sangat mem­ pengaruhi selera konsumen. Selera konsumen diterjemahkan dalam desain grafik kemasan sehingga dapat membuka akses pemasaran bagi pengusaha. Kemasan juga untuk mening­ katkan harga jual maupun kualitas dari produk UKM dan IKM serta penciptaan model pengemasan dan pengepakan yang tepat guna dan sesuai target konsumen . Saat ini, kemasan sudah melampaui fungsi basicnya sebagai pem­ bungkus dan pelindung. Dalam marketing,kemasan juga memban­ gun loyalitas konsumen terhadap produk. Sayangnya, masih banyak pemilik merek yang tidak mau berinvestasi dalam kemasan. Nur Eris Murdiana, seorang konsultan desain dari Eris Tio Graphic Design menambahkan, materi tentang pentingnya sebuah display, sebagai teknik pemajangan barang sesuai kelompok barang­ nya dengan tetap memperhatikan unsur keindahan, keamanan, dan kemudahannya. Hal ini bisa mem­ pengaruhi pola beli konsumen dalam membuat keputusan untuk membeli, begitu melihat produk yang dijual di toko.

Wayan Gatra pun menyatakan, pengusaha, baik UKM maupun IKM di Kota Denpasar mampu memahami pentingnya desain kemasan untuk menunjang strate­ gi pemasaran, bersaing secara produk serta mampu mengetahui calon konsumen ataupun menjaga hubungan baik dengan konsumen. Dikatakannya, kemasan/packaging produk berfungsi sebagai sarana promosi yang efektif sehingga hal ini juga bertujuan agar pengusaha memiliki ciri khasnya tersendiri baik itu karakter logo, tagline maupun desain dan peningkatan omzet penjualan. Pihaknya juga bicara tentang peranan Denpasar Design Centre (DDC) sebagai salah satu fasilitas ke­ masan yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Denpasar. Melalui Disperindag Kota Denpasar bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian RI, DDC mampu menjembatani kebutu­ han desain dan kemasan sebagai salah satu media promosi produk pengrajin. Peranan DDC yang me­ nyiapkan fasilitas konsultasi desain dan kemasan diharapkan mampu menjawab segala masalah tentang HaKI dan desain. -ard

“Indahnya Itu Ada di Sini” Semua orang terikat dengan hukum alam yang tidak bisa dihindari, cepat atau lam­ bat usia tua pasti datang tanpa menunggu undangan. Namun, usia senja tidak meng­ halangi seseorang dalam beraktivitas se­ lama semua disesuaikan dengan kemam­ puan. Hal ini disampaikan Ketua Perhim­ punan Wreda Sejahtera (PWS) Kota Den­ pasar, I Gusti Ayu Sulastri Tjahjadi (73), saat ditemui di Sekretariat PWS di Jalan Kenanga, Denpasar pekan lalu.

P

WS Kota Denpasar, selama ini menjadi salah satu wadah para lansia berkum­ pul dan berkomunikasi, mengeks­ plor bakat dan utamanya men­ curahkan isi hati supaya hidup ini lebih bergairah. “PWS sejak berdiri 5 tahun lalu, kini anggotanya men­ capai ribuan orang lebih, terutama setelah bergabungnya 19 banjar yang ada di Kota Denpasar,” ujar Bu Tjahjadi yang dikenal selalu penuh semangat ini. Dikatakan oleh ibu empat orang anak ini, dengan berkem­ bangnya anggota ke banjar­banjar, selama ini memberikan peran luar biasa dalam berbagai acara yang dilangsungkan oleh

PWS Kota Denpasar. Seperti dukungan yang diberikan pada peringatan HUT ke-5 Perhim­ punan Wreda Sejahtera (PWS) Kota Denpasar, belum lama ini di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Renon, Denpasar. Ketika itu, kata Bu Tjahjadi acaranya berbeda dari biasanya. Acara yang mengusung tema “Lima Tahun Bersama PWS Menuju Empat Generasi yang Se­ hat dan Bahagia” menghadirkan fragmentari dan joged bumbung. Meski acara dikemas sederhana tapi tetap hangat, sebab dihadiri juga oleh anggota keluarga para lansia. Dan saat itu, istri Menteri Ekonomi dan UMKM, Ny. Bintang Puspayoga yang juga ketua

WHDI berkesempatan hadir. Menariknya adalah penampil­ an fragmentari yang menceritan tentang 4 generasi yang sehat dan bahagia. Mulai dari bayi sampai kakek buyut dengan ko­ muniaksi yang baik. Ini tujuannya agar para lansia terus mengobar­ kan semangat kebersamaan dan pantang menyerah dalam meng­ hadapi setiap permasalahan. Sebelumnya, sudah juga dilak­ sanakan kegiatan berupa ceramah tentang komunikasi antargenerasi dalam keluarga, gerak jalan santai, dilanjutkan safari kesehatan dan persembahyangan bersama di Pura Jagatnatha. TAHUN PERGANTIAN KETUA Perayaan Ulang Tahun ke-5 PWS Kota Denpasar rupanya juga menjadi kegiatan terakhir dari is­ tri IGM Tjahjadi ini sebagai ketua. Sebab pada Minggu (30/11) se­ cara aklamasi telah terpilih ketua PWS Kota yang baru yakni Ida Bagus Ariwangsa. Mengingat pengalamannya selama 5 tahun menahkodai PWS Kota Denpasar, sejak di­ lantik oleh Wali Kota Denpasar IB Rai Mantra pada tahun 2009, banyak hal yang didapat baik suka maupun duka. “Sesung­ guhnya lebih banyak suka yang kami rasakan, karena di setiap

acara selalu mengutamakan kebersamaan. Semua kegiatan sifatnya dari dan untuk kami para lansia, jadi indahnya itu ada di sini,” katanya tersenyum sembari menunjuk jantungnya. Selama ini lanjutnya, selain kegiatan rutin senam lansia ber­ sama di Wantilan DPRD Provinsi, atas bantuan Pemkot Denpasar dan pihak lainnya, mereka juga melaksanakan kegiatan seperti pemeriksaan kesehatan gratis setiap bulan, tirtayatra, senam kesegaran, mesanti, menyanyi dan lain-lain. “Semua kami laku­ kan karena kami ingin menjadi lansia yang sehat, sejahtera dan bahagia,” tuturnya. Ia juga bangga semua lan­ sia yang bergabung di PWS, termasuk anggota yang ada

di banjar-banjar senantiasa mengobarkan semangat keber­ samaan dan pantang menyerah dalam menghadapi setiap per­ masalahan. Kondisi kesehatan maupun kejiwaan mereka ter­ jaga sehingga dalam melakukan aktivitas kesehariannya lebih bergairah dan bersemangat. Tidak pernah berhenti mengisi hari dengan penuh makna. Bu Tjahjadi bersama suami yang selalu mendampinginya tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar dan jajarannya, Ketua TP PKK Kota Denpasar IA Selly D. Mantra, Ketua WHDI Ny. Bin­ tang Puspayoga, dan banyak lagi pihak lainnya yang tidak bisa disebut satu persatu, yang telah membantunya selama menjadi Ketua PWS Denpasar. “Tentu juga terima kasih pada keluarga tercinta, suami dan anak-anak yang sangat mengerti kesibukan kami,” katanya penuh haru. Ia mengapresiasi setinggi­tingginya semua yang sudah berse­ dia duduk bersama, bekerja mak­ simal dengan penuh pengorbanan baik waktu, tenaga, pikiran,dan perasan yang menguras energi selama 5 tahun kepengurusannya. “Semoga pemerintah dan semua pihak yang selama ini membantu berbagai kegiatan yang dilakukan para lansia, terus memberikan support, semangat dan membantu dalam setiap gerak langkah lansia untuk mengisi hari-hari senja menjadi selalu indah. Sekali lagi terima kasih,” ucapnya sambil mengatakan keyakinannya pada Ketua baru yang telah terpilih pasti akan melanjutkan melakukan hal yang terbaik bahkan lebih baik lagi untuk para lansia di Kota Denpasar. - ard


Woman on Top

6

Ni Nyoman Darmini, S.Pd., M.Pd

Jadi “Orangtua Kedua” Guru adalah cita-cita Ni Nyoman Darmini sejak kecil. Ia kagum melihat guru sangat dihormati siswa. Sapaan selamat pagi, selamat siang kepada guru menunjukkan guru sangat dihormati.

“K

arena sudah tertanam keinginan untuk menjadi guru, saya mendaftar di PGA dan SPA (TGA) Saraswati Denpasar tahun 1983. Kala itu PGA menjadi prima-

dona karena lulus langsung diangkat jadi guru. Ternyata saya tak lolos di PGA, keterimanya di SPA (TGA). Yang penting cita-cita jadi guru bisa tercapai,” ujar Kepala TK Negeri Pembina Denpasar ini. Lulus SPA tahun 1986 ia sempat

Darmini bersama guru dan siswa TK Negeri Pembina Denpasar sembahyang

mengabdi di kampung halamannya di Medahan, Keramas, Gianyar. Tak sampai satu bulan, ia dipanggil untuk mengabdi di TK Bhayangkari Denpasar. “Waktu magang di TK Saraswati 1 ada penilaian dari Kepala Sekolah dan guru pamong. Saat itu saya benar-benar menikmati jadi guru. Kepala Sekolah dan guru pamong pun senang dengan kinerja saya. Dalam rapat gugus, Bu Cok (Tjok Minggu Wathini yang ketika itu Kepala TK Bhayangkari) menanyakan Kepala TK Saraswati 1 apakah ada guru yang bisa diajak ke TK Bhayangkari, langsung mereka merekomendasikan nama saya. Saya langsung dihubungi dan diterima,” kenang Darmini. Sebagai guru baru, ia masuk pukul 07.30. Tiga hari pertama, ia selalu dijaga Bu Cok Minggu di depan sekolah. Darmini merasa ada yang salah. Padahal ia merasa sudah masuk sesuai jadwal. Ternyata Bu Cok memarahinya dan mengingatkan guru harus masuk lebih awal dari siswa. Sejak itu, Darmini berangkat lebih awal ke sekolah. Ia berjalan kaki dari Yang Batu ke sekolah yang berada sebelah Polda Bali. Pukul 06.30 Darmini sudah berada di sekolah untuk menyiapkan semua perlengkapan mengajar. Selain ada Bu Cok Minggu, Darmini juga diawasi Bu Cok Oka, salah satu guru senior. Jika ada cara mengajar yang

kurang tepat, ia langsung diberitahu Bu Cok Oka. Banyak pengalaman yang ia dapatkan selama menjadi guru TK Bhayangkari. Tahun 1991, Darmini diangkat sebagai PNS dan ditugaskan di TK Negeri Pembina Denpasar. Ia berkumpul lagi dengan Cok Minggu yang menjadi Kepala TK Negeri Pembina Denpasar sejak 1990. Setelah Cok Minggu pensiun tahun 2003, Darminilah yang menjadi Kepala TK Negeri. Mengenai suka duka sebagai guru TK, ia mengatakan lebih banyak sukanya. “Saya senang melihat anakanak berhasil, berani, dan mampu melakukan hal-hal yang sebelumnya mereka belum bisa. Kami sebagai guru juga dianggap orangtua kedua. Dukanya, kalau masih ada anak yang belum bisa dilepas dari orangtua. Ini tantangan bagi guru,” ujar guru TK Berprestasi Provinsi Bali tahun 2003 dan masuk 10 besar di tingkat nasional ini. Jiwa pendidik yang sudah

8 - 14 Desember 2014

8 - 14 DEsember 2014

mengalir di darahnya membuat Ketua Paguyuban TK Negeri se-Bali ini ingin terus menjadi guru sampai tua. Di tengah kesibukannya, istri I Wayan Wiardana dan ibu dari Kadek Yogi Surya Adi Sanjaya dan Komang IndahVitri Lestari ini selalu meluangkan waktu untuk jalan-jalan bersama keluarga. Biasanya anakanak yang mengusulkan kemana mereka jalan-jalan. “Keluarga sangat mendukung karier saya. Misalnya kami sudah punya agenda, tetapi ada tugas mendadak di kantor, mereka bisa memahami. Semua berdasarkan kesepakatan kami,” ungkapnya seraya mengatakan putrinya berminat menjadi guru. –Ngurah Budi

Sudut Pandang

19

Gencarkan Kampanye Produk Lokal Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki potensi kerajinan tangan yang ­cukup beragam. Usaha mengembangkan produk lokal seperti gerabah, anyaman-anyaman, ketak, tenun dan lainnya sudah lama dikembangkan masyarakat. Konsistensi para pengrajin dalam mempertahankan keaslian dan ciri khas dari kerajinan tangan ini, membuat produk lokal NTB, yang ada di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, mampu bersaing di kancah ­nasional maupun internasional.

K

ain tenun khas yang diproduksi tangantangan terampil masyarakat daerah ini misalnya, telah mampu “bicara” di kancah nasional maupun internasional. Tenun ikat Bima bahkan pernah dipakai oleh sejumlah kepala negara pada APEC 2008 di Bali. Demikian pula pada event Women’s International Club (WIC) 2014 yang berlangsung beberapa waktu lalu, panitia WIC dan Ibu Negara serta istri para duta besar yang hadir juga mengenakan tenun khas NTB. Kerajinan lainnya yang unik dan dikenal adalah anyaman ketak yang

banyak dikerjakan oleh pengrajin di Lombok seperti di Beleke Lombok Tengah dan Narmada. Di samping itu, yang lebih dahulu mendunia adalah gerabah. Sentra kerajinan gerabah di Desa Banyumulek Lombok Barat, kini menjadi salah satu obyek wisata yang menyajikan berbagai keunikan hasil kerajinan masyarakat desa itu. Selain gerabah, ketak dan tenun, masih banyak kerajinan tangan NTB yang memiliki potensi ekspor. Dibutuhkan sentuhan yang lebih, dalam hal disain dan peningkatan keterampilan para pengrajin sehingga potensi-potensi ini dapat

dimaksimalkan, sehingga produkproduk lokal NTB, mampu bersaing secara luas. Kampanye produk lokal NTB ini sebenarnya telah dimulai di NTB sendiri dengan dipakainya tenun khas NTB oleh para pegawai negeri sipil di kabupaten dan kota yang ada di NTB. Pada hari tertentu, beberapa pemerintah kabupaten dan kota di NTB, mewajibkan PNS untuk memakai tenun khas daerah masing-masing. Selain itu, kerajinan tangan seperti ketak dan cukli, banyak menjadi aksesoris dan perabot di kantorkantor milik Pemerintah Provinsi NTB dan juga rumah dinas-rumah

Peringatan Hari AIDS Sedunia 2014

IKIP PGRI Bali Gelar Aksi Damai

Aksi damai IKIP PGRI Bali dalam Peringatan Hari AIDS Sedunia yang digelar Minggu (30/11) di areal Lapangan Renon Denpasar

Hari AIDS Sedunia diperingati tiap 1 Desember. Pada peringatan HAS tahun ini, Minggu (30/11), IKIP PGRI Bali menggelar aksi damai dengan melakukan long marc dan berorasi mengelilingi Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar sembari membagibagikan pita merah, bunga mawar merah, kondom, dan brosur. Kegiatan yang diikuti oleh anggota UKM KMPAN (Unit Kegiatan Mahasiswa-Kelompok Mahasiswa Peduli AIDS dan Narkoba), para pimpinan institut, fakultas, dan dosen ini, menggelar tiga kegiatan. Yakni, long marc, pembubuhan tandatangan peduli HIV/ AIDS, dan pertunjukan treatikal. Ketua umum UKM KMPAN IKIP PGRI Bali, Gede Ngurah Oka Bayu Suwiartha mengatakan pawai intern IKIP PGRI Bali dalam peringatan HAS ini bertujuan untuk mengedukasi masayarakat terkait penyebaran HIV/ AIDS, penularan, pencegahan, dan penanganannya. “Untuk penaganannya kami arahkan melakukan tes VCT ke puskesmas tertentu, RS Sanglah dan beberapa tempat pelayanan lain yang

menyediakan,” jelasnya. Informasi singkat tersebut tercetak pula dalam brosur yang mereka bagi-bagikan kepada masyarakat yang ditemui di areal lapangan. Dalam peringatan Hari AIDS Sedunia 2014 yang mengambil tema “Cegah dan lindungi diri, keluarga dan masyarakat dari HIV dan AIDS dalam rangka perlindungan HAM”, IKIP PGRI Bali mengangkat subtema “Perlindungan HAM bagi ODHA dari Stigma dan Diskriminasi melalui Lingkungan yang Kondusif dengan Optimalisasi Komunikasi Informasi Edukasi”. Menurut Bayu, subtema ini dipilih karena disesuaikan dengan situasi dan kondisi di masyarakat Bali. Apalagi, isu-isu penyebaran virus mematikan ini banyak beredar di media sosial yang disebarkan berntai melalui broadcast/BC. “Dari isu-isu berantai tersebut, terke-

san orang dengan HIV AIDS (ODHA) ibarat teroris yang keberadaannya sangat mengancam. Padahal semestinya mereka itu kita rangkul bersama. Dengan kegiatan seperti inilah kami ingin mengedukasi masyarakat. Karena dengan diskriminasi, ODHA akan merasa tertekan dan secara psikologis bisa melakukan tindakan ekstrem, karena tak dibimbing masyarakat,” paparnya. Karena itu, mahasiswa se-

Tenun khas Desa Sade Lombok Tengah

dinas di daerah ini. Menurut Ketua Dekranasda NTB, Hj. Erica Zainul Majdi, kebanggaan masyarakat terhadap produk lokal ini dapat dibangun dengan menunjukkan eksistensi kualitas dan kuantitasnya di kancah nasional dan internasional. Beragam kerajinan tangan asal NTB ini memiliki kekhasan yang mampu menarik minat pembeli asing. Maka kampanye produk lokal dapat dilakukan dengan memulai dari peningkatan kualitas

dan kuantitasnya. “Upaya yang mesti dilakukan oleh masyarakat dalam mengkampanyekan produk lokal NTB adalah dengan mening­ kat­k an kualitas produknya dan menghasilkan produk-produk yang unik yang tidak dimiliki produsen lain,” ungkap Erica. Di samping itu, harus juga mempelajari selera pasar nasional dan internasional dengan meningkatkan kualitas kemasan dan dapat membangun jejaring pemasar­ an yang luas secara nasional dan ­internasional. -Naniek I. Taufan

mester 5 di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) IKIP PGRI Bali ini menekankan pentingnya edukasi sebelum diri, saudara, keluarga, dan orang di sekitar kita terjangkit virus ini. Kalaupun ada yang sudah kena, diharapkan keluarga dan masyarakat siap menerima. Dengan edukasi, diharapkan ODHA bisa diterima seperti orang normal lainnya di masyarakat. “Edukasi dan advokasi inilah yang bisa kita lakukan sebagai tahap pencegahan,” tegasnya.

kami memiliki dua mitra, yakni KPA Kota Denpasar dan KPA Badung, karena senior (pendiri) UKM ini ada di sana,” jelas Bayu. Selain itu, UKM KMPAN juga bersinergi dengan Klinik Remaja untuk masalah reproduksi remaja yang ada keterkaitannya juga dengan HIV/AIDS. Dan, bekerjasama dengan BNN Provinsi Bali untuk masalah narkoba. Ada empat program kerja UKM KMPAN IKIP PGRI Bali yang dibina oleh Drs. I Wayan Budiayasa, M. Si. ini, yakni Peringatan Hari Antinarkoba Internasional, Hari AIDS Sedunia, mengikuti kegiatan seminar di luar/ pelatihan kader, dan melaksanakan pelatihan dasar untuk anggota baru. Terkait kegiatan yang dilaksanakan UKM KMPAN ini, Rektor IKIP PGRI Bali Dr. Suarta didampingi Ketua Yayasan Arthanegara memberikan apresiasi positif. Suarta mengatakan kegiatan ini menunjukkan bahwa IKIP PGRI Bali tak hanya “tebar pesona”, namun diwujudnyatakan dalam langkah-langkah riil untuk turut mengedukasi masyarakat sebagai tahap pencegahan. Bahkan, IKIP PGRI Bali juga memiliki Pusat Informasi Konseling (PIK) Widyadari yang siap menerima konsultasi se­ putar permasalahan remaja, yang sudah juga kerap terjun ke lapangan memberikan konseling, workshop, dan tes IQ. Keseriusan mahasiswa dalam bidang ini dinilainya cukup baik dan konsisten. UKM-UKM yang ada di IKIP PGRI Bali ini pun ke depannya akan terus ditingkatkan efektifitasnya, sehingga menjadi bagian skill yang dimiliki mahasiswa sebagai penguat di luar disiplin ilmunya. Ini juga merupakan bagian dari peningkatan mutu lulusan perguruan tinggi, yang sejalan dengan tuntutan KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) sebagai penyempurnaan Kurikulum Berbasis Kompetnsi (KBK). Dari ini nanti akan lahir sertifikat pendmping ijazah untuk skill yang dimiliki,” tandas Suarta. –ten

PEMBUBUHAN TTD DAN TEATRIKAL Aksi damai IKIP PGRI Bali yang dipusatkan di depan Kantor Gubernur Bali, Lapangan Renon, mengundang perhatian masyarakat. Apalagi kegiatan tersebut melibatkan partisipasi masyarakat, terutama dalam penandatanganan peduli AIDS dalam bentangan lembaran kain putih. Pembubuhan tandatangan oleh Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta., S.H., M.Hum., Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.Pd., pimpinan institut dan fakultas, dosen dan mahasiswa, diikuti pula oleh masyarakat luas. “Stop AIDS”, “Safe Our Nation from HIV AIDS”. Kegiatan yang menyedot perhatian pengunjung Lapangan renon tersebut diakhiri dengan pertujukan teatrikal dari mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Rupa FPBS IKIP PGRI Bali, dengan setring seni instalasi. Teatrikal tersebut menampilkan lakon penularan HIV AIDS dengan bertukar pasangan yang memakai alat bantu manikin. Manikinmanikin dan beberapa actor terikat tali merah yang diibaratkan virus dan penyakit HIV/AIDS yang terus menggerogoti pelakunya dan tak bisa lepas, seperti malaikat maut yang cepat atau lambat pasti mencabut nyawa. UKM KMPAN UKM KMPAN IKIP PGRI Bali aktif mengikuti advokasi yang kerap diadakan KPA Kota Denpasar. “UKM


18

8 - 14 Desember 2014

Pemerintah Kota Denpasar

Pilah dan Olah Sampah Untuk Masa Depan Hingga saat ini, sampah masih menjadi masalah yang kompleks dan serius bagi kota-kota besar di Indonesia termasuk di Denpasar. Untuk ini, pemerintah Kota Denpasar memberikan perhatian khusus dengan menggiatkan berbagai pola penanganan sampah. Baik melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), atau melibatkan pihak swasta maupun swakelola dari masyarakat.

L

antas bagaimana dengan masih adanya pemandangan menumpuknya sampah di pinggir jalan? Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra mengakui perilaku serta kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, masih menjadi salah satu kendala “Sekarang, bagi siapa pun jika melihat dan mengetahuinya langsung cari dan sampaikan kepada kepala desa atau lurah setempat. Karena itu menjadi wilayah tanggung jawab mereka,” ucap IB Rai Mantra dengan tegas ketika disinggung soal sampah yang masih berserakan di beberapa lokasi tersebut. Dikatakannya, untuk urusan persampahan tersebut pemerintah Kota Denpasar memberikan kewenangan di tingkat desa/kelurahan untuk mengelola kebersihan termasuk sanitasi kota. Ini katanya guna mewujudkan pengelolaan sampah secara mandiri. Membentuk, membina, dan mengefektifkan pengelolaan sampah melalui kelompok swakelola kebersihan. Memang di satu sisi kendala yang dihadapi Kota Denpasar sebagai kota besar tentu menjadi tujuan kaum urban. Di samping masih kurangnya kesadaran warga terhadap perilaku hidup bersih, menimbulkan cukup banyak pelanggaran terhadap jadwaljadwal pembuangan sampah. Bahkan, masih ada orang-orang yang sering membuang sampah ke sungai dan tempat-tempat kosong. “Kami perlu perhatian, kesadaran dan kepedulian warga, agar tidak berlomba-lomba membuang sampah ke jalan, mulut gang di ruas jalan, apalagi tidak dalam keadaan terbungkus sehingga kekumuhan yang akan muncul,” ujar wali kota yang t idak sungkan-sungkan turun langsung dan berbaur dengan masyarakat melakukan kegiatan bersih-bersih ini. Berikutnya, untuk mengubah mindset masyarakat agar mau turut peduli terhadap kebersihan, sudah pula dilaksanakan langkah tipiring (tindak pidana ringan) untuk pembuang sampah sembarangan. Apalagi saat ini sudah mulai musim hujan, partisipasi masyarakat sangat diharap-

kan dengan tidak membuang sampah ke saluran air maupun sungai yang nantinya bisa menimbulkan banjir. Kedepannya, dengan semakin banyak yang menyosialisasikan kebersihan dan diikuti dengan tindakan tegas dari tipiring ini diharapkan lebih cepat mewujudkan Denpasar bersih dan hijau. “Ketika kita sudah cukup memohon kesadaran, memohon pengertian, terkadang masyarakat memang perlu dipaksa untuk memahami arti kebersihan,” cetusnya serius. Dibalik kendala, ada sepercik harapan di hati orang nomor satu di Kota Denpasar ini, melihat semakin menjamur tumbuhnya bank sampah dan masyarakat yang terus menabung sampah untuk membantu ekonomi keluarga. Malah, katanya di beberapa bank sampah, nilai rupiahnya dapat dijadikan sebagai pembayaran iuran BPJS. “Semoga semakin banyak bank sampah yang beroperasi dan bisa membantu masyarakat juga mendorong mereka untuk terus memerangi sampah,” lanjutnya. Karenanya, pemerintah terus mendorong peran aktif masyarakat untuk turut mengatasi permasalah sampah tersebut. “Terlebih lagi saat ini sampah bukan lagi menjadi hal yang kotor dan jorok, melainkan membawa berkah. Tentunya jika mau melakukannya, ketika sampah dipilah dan diolah degan baik, akan memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” katanya Untuk itu Rai Mantra masih berharap ada gerakan yang berkesinambungan soal pemilahan sampah dan kebersihan dengan koordinasi Camat, Kepala Desa/Lurah serta Kaling. Dan, berlanjut dengan perhatian dari berbagai pihak terhadap upaya penanganan sampah, termasuk adanya tipiring tersebut Kota Denpasar selalu bersih. Sehingga, di tahun 2015 mampu mewujudkan Kota Denpasar yang bersih dan hijau sebagai kota layak lingkungan dan kota sehat. PKK JUGA MOTOR PENGGERAK Kebersihan di Kota Denpasar

Aksi bersih-bersih bersama masyarakat

Jika semua ibu-ibu rumah tangga mampu melaksanakan hal tersebut, diyakininya permasalahan sampah di Kota Denpasar perlahan-lahan dapat diatasi. Terlebih lagi sampahsampah yang dihasilkan tersebut bisa memiliki nilai ekonomi dengan menjualnya ke bank sampah. Selain itu, jika dilakukan penanganan yang baik beberapa bagian dari sampah masih dapat dipergunakan lagi (recycling) menjadi barang yang bermanfaat. Selanjutnya, upaya pelestarian lingkungan melalui pengolahan sampah yang bernilai tinggi ini dikatakannya sangat baik jika dilakukan sejak dini. Karena, anakanak lebih mudah menyerap berbagai informasi serta aktif men-

coba sesuatu yang baru. Jika upaya pengolahan ini dilakukan sejak dini juga bisa menggetoktularkan kesadaran dan kepedulian terhadap sampah dan kebersihan tersebut kepada teman sebaya dan lingkungannya. “Jika demikian, pada tahun 2015 nanti, sebagaimana yang diserukan Bapak Wali Kota, kita sudah terbiasa memilah sampah tanpa menyisakan persoalan berikutnya. Di sini kepedulian dan kebersihan lingkungan harus menjadi prioritas utama. Kita semua harus bisa mengerti dan memahami perilaku pola hidup bersih dan sehat. Jika sudah, kita pasti bisa mewujudkan Denpasar bersih dan Denpasar sebagai Kotaku Rumahku,” tegasnya. -ard

Di suatu sore, di depan teras rumahnya yang baru, Sarmila (60), bukan nama sebenarnya, duduk bersama suaminya, Tarno (68), juga bukan nama sebenarnya, yang tengah menikmati segelas kopi. Rumah mereka sangat sederhana. Usia mereka sudah tidak lagi, hidup mereka kini biasa saja, bahkan terbilang kekurangan dibandingkan ketika mereka muda dahulu. Hidup dalam ekonomi yang sangat mapan membuat mereka dapat menikmati hidup mewah. Empat anaknya juga turut hidup serba kecukupan. amun, keindahan, kemewah­ an, dan kenikmatan hidup bergelimang harta itu, tidak berlangsung hingga mereka tua. Keduanya bahkan tidak lagi bisa menikmati hari tua dalam kesenan­ gan. Keempat anaknya sudah menikah dan tinggal terpisah dengan mereka. hanya di hari Sabtu atau Minggu saja mereka bisa berkumpul. Kini, inilah satu-satunya saat yang paling membahagiakan bagi Sally dan Tarno, berkumpul dengan anak dan cucu-cucunya. Mereka seperti sudah melupakan masa lalu penuh dengan materi itu. Apa pun yang dibawakan oleh anak-anaknya, mereka menerima dengan ikhlas. Ia masih terbilang beruntung, karena keempat orang anaknya masih mengingat mereka, meski keempatnya juga kini hidup dalam ekonomi yang biasa saja. Keempatnya selalu membagi tugas untuk membawakan kebutuhan hidup sehari-hari bagi orang­ tua mereka ini. Sebagai seorang kontraktor listrik, Tarno memiliki sebuah perusahaan yang cukup besar di kotanya di Pulau Sum­ bawa. Pekerjaan yang tiada putus selalu memberikannya proyek-proyek bernilai uang cukup besar. Keberhasilannya se­ bagai seorang kontraktor, berawal dari rajinnya Tarno saat bekerja di sebuah perusahaan kontraktor listrik milik se­

orang sahabatnya. Ia adalah orang rajin, rendah hati, dan jujur dalam bekerja. Tapi sayang, istrinya adalah perempuan yang angkuh. Kehidupan ekonomi mereka terus meningkat hingga akhirnya Tarno memiliki perusahaan sendiri. Saat inilah usaha Tarno naik, tabungannya sangat banyak dan ia memiliki be­ berapa mobil dan rumah mewah untuk ukuran orang di kotanya masa-masa tahun 1990-an. Pegawainya banyak karena Tarno suka mempekerjakan anak-anak muda yang tidak sekolah. “Asal dia rajin, Bapak selalu minta mereka untuk kerja bersama Bapak,” u j a r H e n y, a n a k pertama Tarno. Puluhan anak seperti inilah yang membantunya di pe­ ru­ sahaannya. Ia selalu memberi kepercayaan kepada pegawainya yang diterima tanpa surat lamaran ini. Tarno memang men­ jalankan perusahaan seperti perusahaan keluarga. Inilah kekurangan Tarno dalam mengatur perusahaannya. Kekurangan itu diakui anak-anak Tarno yang baru kini menyadarinya. “Bapak itu terlalu percaya pada anak

Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di ­amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi ­Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

Femidom Bakti Sosial dan Penghijauan di Pura Dalem Sakenan

Story

7

Manajemen Royal Kontraktor Listrik N

tidak bisa hanya ditangani oleh Pemerintah, namun harus terus melibatkan seluruh komponen masyarakat. Menyadari hal ini, Wali Kota Denpasar, Rai D. Mantra juga mengajak para kader PKK dan Posyandu se-Kota Denpasar untuk bersama-sama melakukan gerakan kebersihan. Menurut Ketua TP PKK Kota Denpasar Ida Ayu Selly D. Mantra, permasalahan sampah di Kota Denpasar memang tidak bisa hanya ditanggulangi dari sisi pembersihan semata, namun harus disertai dengan edukasi bertahap dan terus menerus kepada masyarakat. Karena itu, ibuibu PKK menjadi salah satu ujung tombak yang diberikan pemahaman tentang sampah. Ini, agar mereka dapat berperan aktif membantu program pemerintah. PKK sebagai motor penggerak , mampu memberikan motivasi, menyosialisasikan serta mengajak lingkungan keluarganya di rumah, terutama anak-anak mereka untuk menumbuhkan prilaku hidup bersih dan sehat dengan mengolah dan memilah sampah. Diingatkannya pula bahwa ibuibulah penghasil sampah terbanyak, yakni yang berasal dari rumah tangga. Diharapkan melalui pemilahan sampah dari rumah tangga dapat menekan hasil sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir. “Terutama setelah diajarkan bagaimana memilah sampah dan mengolah sampah rumah tangga tersebut menjadi kompos dan yang lainnya,” ujar istri Wali Kota Denpasar ini.

Life

8 - 14 Desember 2014

“Dok, beberapa hari yang lalu ada sebuah organisasi mengadakan penyuluhan ke ibu-ibu di area rumah saya, serangkaian Hari AIDS. Saya terlambat datang saat sempat dibahas tentang kondom perempuan. Saya sudah pernah menikah, saat ini memiliki pacar dan bersamanya saya aktif melakukan hubungan seksual, tetapi pacar saya enggan menggunakan kondom. Maunya saya yang akan menggunakan kondom perempuan, karena saya masih belum siap hamil lagi. Bisa jelaskan tentang kondom perempuan ini? Terimakasih” (Rum, Semarang) Kondom perempuan disebut dengan femidom. Ada juga yang menyebutnya femindom. Fungsinya sama saja dengan kondom pada lakilaki, tetapi tentu bentuknya berbeda karena disesuaikan dengan bentuk atau anatomi organ kelamin perempuan karena memang mesti di­ pasangkan di vagina. Femidom juga memiliki fungsi ganda,

yaitu mencegah kehamilan dan memproteksi dari penularan infeksi menular seksual (IMS) termasuk HIV. Ukuran femidom lebih besar dibandingkan dengan kondom. Femidom berbentuk silinder dengan panjang 17 cm dan diameter sekitar 7 cm. Pada kedua ujungnya terdapat cincin yang terbuat dari polyuretan yang berguna untuk mengha­ langi cairan sperma masuk ke

buahnya, jadi selama itu Bapak tidak tahu kalau uang setoran dari kerja listrik yang ditangani Bapak, dibawa lari oleh pegawainya. Itu terjadi beberapa kali,” ungkap Heny. Awalnya ketika Tarno mem­ inta mereka untuk menagih, mereka cuma bilang belum dibayar. Sampai akhirnya beberapa tagihan besar raib tak pernah disetorkan. Dari sanalah ekonomi Tarno mulai goyang. Tagihan banyak yang tidak masuk, sementara biaya-biaya seperti untuk gaji karyawan, kuliah dua anaknya, biaya rumah tangga dan lain-lain harus ditanggung. Satu tahun hal itu tidak terasa, karena Tar­ no masih p u n y a simpan­ an uang di bank. Kebetul­ an pula pekerja­ an mulai menurun. Beberapa pegawai yang menumpang hidup di rumahnya, satu persatu mulai pergi mencari pekerjaan lain. Dalam tahun-tahun berikutnya, satu persatu mobil Tarno dijual, untuk membayai rumah tangga dan semua kebutuhan lainnya. Biaya kuliah anaknya yang terbilang hidup royal di Mataram, terus dipenuhin­ ya, sementara kejatuhan mulai terasa. Dulu, anak-anak Tarno cenderung hidup royal karena Tarno siap menyuplai uang berapa saja untuk anak-anaknya, tanpa perhitungan. Tetapi ketika kejatuhan itu nyata di depan mata, dukungan hidup enak itu tidak lagi bisa didapatkan mereka

dalam rahim. Selain terbuat dari polyuretan, femidom juga ada yang berbahan lateks. Sebenarnya femidom bukan­ lah hal baru. Dalam kepentingan sebagai alat kontrasepsi, femi­ dom sudah pernah digunakan secara luas juga sebagai salah satu pilihan alat kontrasepsi yang ada. Tetapi karena sem­ pat dianggap kurang praktis dibandingkan pilihan yang lain pada perempuan seperti pil KB, susuk KB, suntik KB dan spiral, akhirnya tidak diprod­ uksi dalam jumlah besar lagi. Tetapi memang beberapa tahun belakangan, dalam konteks pencegahan HIV, terutama di Indonesia, femidom kembali diproduksi dan seolah menjadi sebuah hal yang baru, sehingga disosialisasikan cukup gencar, sekalian juga dipromosikan dan didistribusikan sebagai pilihan alat kontrasepsi lagi. Serupa dengan kondom, femidom juga berfungsi untuk mencegah IMS, termasuk HIV dan AIDS, karena fungsinya mencegah kontak cairan ke­ lamin dan darah saat berhubun­ gan seksual. Selama ini salah satu kendala dari kampanye HIV dan AIDS adalah tidak optimalnya pencegahan karena masih lemah dan timpangnya pengambilan keputusan dalam penggunaan kondom. Sebagian laki-laki masih enggan untuk menggunakan kondom dengan berbagai alasan. Ini tentu sangat

di perantauan. Kuliah Heny dan adiknya mulai kocar-kacir. JUAL SEMBAKO Heny sendiri yang tadinya kuliah di salah satu universitas swasta di Mataram, batal menyelesaikan kuliahnya gara-gara menikah tanpa memikirkan perasaan orangtuanya. Anak kedua Tarno juga kuliahnya gagal. Anaknya yang kala itu SMA juga hampir gagal, namun berhasil lulus. Sedangkan yang satu lagi masih duduk di bangku SMP, memilih berhenti sekolah dan ikut kerja serabutan bersama mantan karyawan bapaknya. Rumah Tarno juga akhirnya dijual untuk menopang kebutuhan sehari-hari. Ia mem­ beli rumah yang sekarang ditempatinya. Namun, karena kebutuhan hidup sehari-hari, sebagian tanah yang masih kosong di sam­ ping rumahnya juga akhirnya dijual. Semua harta yang dimiliki Tarno dijual sedikit demi sedikit demi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Ya.. mau bagaimana lagi, kami juga tidak bisa banyak membantu Bapak dan Ibu,” kata Heny yang merasa bersalah dengan kehidupannya yang royal tempo dulu. Bagi Henny, apa yang terjadi pada orangtuanya itu, jadi pelajaran yang sangat berharga baginya yang kini harus berjualan sembako di pasar. Tidak ada rasa malu dalam diri Heny yang dulu menjadi bintang di sekolahnya itu. Padahal dulu ia dikenal sebagi pribadi yang “gengsian”. “Kalau saya tidak berjualan seperti ini, mau makan apa saya dan anak-anak saya,” ujarnya, tertawa. Di mata Heny, kesalahan orang tuanya yang tidak melakukan manajemen perusahaan dengan baik dan cenderung royal serta terlalu percaya pada karyawan, menjadi cer­ min baginya untuk tidak mengikuti langkah tersebut. “Tapi, mungkin itu memang garis hidup Bapak, setidaknya bisa memberikan kami pelajaran untuk berhati-hati serta tidak royal yang berlebihan,” kata Henny.

menghambat upaya pencegahan atau penekanan laju pertamba­ han kasus HIV. Karena itu sudah selayaknya femidom disosial­ isasikan lagi sebagai salah satu pilihan lain dan ini artinya sudah saatnya juga perempuan juga bisa berdaya, dan ikut ber­ peran dalam upaya pencegahan HIV dan AIDS lewat femidom ini. Perempuan bisa aktif ikut dalam pencegahan, sekaligus melindungi dirinya juga dari HIV. Penggunaan femidom juga untuk “memindahkan” keputusan penggunaan kondom kepada perempuan, karena umumnya laki-laki masih banyak yang ma­ las menggunakan kondom. Ada persepsi dan pertanyaan juga sering muncul seperti ini: Bukannya femidom itu kurang praktis? Bahkan dulu sebagian perempuan juga bilang takut kalau femidom nya “tertelan”. Lalu keunggulannya di mana? Berbagai alat bantu yang digu­ nakan pada tubuh kita tentunya memiliki teknik sendiri dalam penggunaannya. Apa pun itu pasti ada baik buruknya. Ter­ masuk kenyamanan dalam pe­ makaian dan penggunaan. Tetapi femidom sudah dirancang sangat elastis dan mampu mengikuti kontur dari vagina, sehingga bila sudah terbiasa memakai maka perempuan tidak akan kesulitan lagi. Femidom telah dirancang dengan 2 ring di kedua ujung­ nya, sehingga aman digunakan. Sebagian kalangan yang

–Naniek I. Taufan

masih ragu-ragu sering men­ ganggap pemakaian femidom memang lebih rumit dibanding­ kan dengan kondom laki-laki. Untuk pemakaiannya, salah satu cincin bagian dalam di­ masukkan ke dalam vagina dan ditempelkan ke mulut rahim, sementara sisi lainnya mena­ han posisi kondom di mulut vagina. Keberadaannya yang masih jarang dan juga harganya yang lebih mahal dibandingkan kondom laki-laki juga membuat femidom menjadi tidak terlalu dilirik. Tetapi seharusnya itu semua bisa diatasi, karena bila sudah terbiasa, maka semuanya bukan masalah lagi. Dan ada nilai plus­ nya, berbeda dengan kondom pria yang disebutkan katanya bisa mengurangi kenikmatan seksual, femidom justru bisa meningkatkan kenikmatan sek­ sual kedua pasangan pada saat melakukan hubungan seksual, karena ada busa tipis di ring sebelah dalam yang bisa men­ imbulkan sensasi seksual yang berbeda. Kelebihan femidom lainnya adalah dapat dipasang selama lebih dari 8 jam sebe­ lum melakukan hubungan seks. Dengan demikian sejak fase foreplay hingga penetrasi tak akan terjadi interupsi ‘me­ masang kondom’ yang akan membuat hubungan seksual sedikit terganggu. Jadi, kenapa tidak mencoba femidom sekarang juga?


Bunda & Ananda

8

Biasakan Berbagi Peran Pulang sekolah, Damar dijemput ibunya. Ia tersenyum bahagia ketika melihat ibunya yang datang. Sambil berlari ia mendekati ibunya lalu memeluk sang bunda. “Saya kaget… tumben saya jemput dia, dia manja dan pamer ke temennya. Bilang aku dijemput ibu,” ungkap Bu Gung Ayu, ibu Damar.

S

etelah beberapa saat saat Bu Gung Ayu baru sadar kebanyakan siswa dijemput ibunya. “Mungkin anak saya pengen menunjukkan dirinya juga dijemput ibunya. Selama ini saya dan suami bagi tugas. Saya mengantar anak pertama, suami mengantar Damar. Soal jemputan memang suami yang lebih sering karena waktu kerjanya dia lebih fleksibel,” imbuh wanita yang be­kerja di bagian keuangan di sebuah perusahaan swasta ini. Kedekatan anak dengan ibu sudah ada sejak dalam kandungan. Mereka sudah memiliki kontak secara spiritual. Jika dalam perkembangan pengasuhan dan kasih sayang ibu berkurang atau hilang,

jauhlah anak kita apalagi kalau sudah punya teman sebaya. “Sebaiknya jika akan menjadi seorang ibu, harus benar-benar belajar perkembangan anak sejak dalam kandungan sampai masa pubertas. Namun, perkembangan anak berbeda dan unik satu sama lain, walaupun kembar identik sekalipun. Inilah yang penting dikenali sehingga teori yang dibaca, didengar tidak harus selalu sama persis dilakukan pada anak-anak. Fase-fase kritis perkembangan anak cepat dapat diketahui jika ibu benar-benar mengenali bagaimana anak-anak itu tumbuh dan berkembang,” ujar dr. AA Sri Wahyuni, Sp.KJ, Ketua Bagian/SMF Psikiatri. FK Unud/ RSUP Sanglah.

Mendongeng Lima Menit

Lomba Melukis

Made Taro

Tersebutlah seorang raja yang sangat berkuasa dan disegani rakyat. Sayang, raja itu cacat. Kelopak mata kanannya tak dapat dibuka dan kaki kirinya lumpuh. Ketika tiba hari ulang tahun Raja, para pembantu kerajaan menginginkan agar hari penting itu dirayakan dengan menyelenggarakan lomba melukis. Tokoh yang dilukis adalah Paduka Raja. “Lukisan yang paling bagus dan memuaskan hati Raja, akan mendapat hadiah satu kilogram emas,” demikian pengumuman yang disebar ke seluruh negeri. Dari dua ratus lukisan yang dinilai, dewan juri hanya meloloskan tiga lukisan. Paduka Raja ingin langsung mewawancarai ketiga pelukis itu. Dimulai dengan memperhatikan lukisan pertama. Tokoh lukisan itu kelihatan sangat tampan dan berwibawa. Kedua matanya terbuka, memandang ke depan, dan berjalan dengan langkah yang sempurna. “Bagus! Tetapi kamu tidak jujur,” kata Raja seraya membuang lukisan itu.

Raja lalu mengamati lukisan kedua. Tampak mata kanan raja buta dan berjalan timpang. “Apa-apaan kamu? Seorang pelukis harus tahu nilai keindahan,” kata Raja seraya membuang lukisan tersebut. Ketika mengamati lukisan ketiga, Raja tersenyum. Ia melihat dirinya sendiri sedang berburu di dalam hutan. Raja langsung bertanya kepada pelukisnya. “Sedang mengapa rajamu itu?” “Ampun, Paduka!” jawab pelukis ketiga. “Tuanku Raja sedang berburu di dalam hutan. Ketika melihat seekor burung yang bertengger di pohon, Tuanku segera mengambil senapan. Sungguh tepat cara Tuanku membidik burung itu! Tuan menopangkan kaki kiri Tuanku pada akar pohon, sehingga Tuanku hanya bertumpu dengan kaki kanan. Dan lihat itu, Tuanku! Cara Tuanku membidik sangat tepat. Tuan tutup mata kanan Tuanku, sehingga burung itu sangat jelas terlihat hanya dengan satu mata.” Raja menyuruh pembantu raja menggantung lukisan itu di tembok ruang rapat. Sang pelukis pun pulang dengan sekilogram emas. “Seorang pelukis harus jujur dan dapat memenuhi selera penikmat,” katanya dalam hati.

dr. AA Sri Wahyuni, Sp.KJ

Ia juga mengingatkan ibu untuk membiasakan diri berbagi peran dengan ayah. Tidak semua harus ibu atau ayah. Dari sini anak akan mencari model komunikasi. Perlu perilaku yang satu visi dalam memberi asuhan pada anak. Jika tidak satu bahasa atau komitmen dalam memberikan asuhan sejak bawah lima tahun, sebelum pubertas, anak cendrung akan lebih dekat pada yang memberi perlindungan dan kemudahan atau kemanjaan, pembiaran, atau pengasuhan yang permisif. Contoh, jika ayah melarang A, sedangkan ibu atau nenek, kakek, dll mengatakan boleh kok A tapi jangan bilang-bilang, ini berkelanjutan menyebabkan ketidakseimbangan

8 - 14 desember 2014

terjadi. Mulailah anak mencari siapa tegasnya. yang lebih memberi kenyamanan Agar anak merasa mendapat dan kemudahan dan mulai belajar kasih sayang sama, dr. Yuni menginberbohong. gatkan orangtua untuk memberikan Menjadi orangtua ideal dilaku- pengasuhan sesuai umur, dalam hal kan dengan mengenal diri sendiri, ini bermain, belajar, mengisi waktu membaca buku perkembangan luang, membantu pekerjaan rumah, anak sesuai umur kalender dan mendapat hadiah, pujian, kritik, humental. Mengenal anak dengan kuman dengan komunikasi yang sekelebihan dan kekurangan masing hat dua arah, tanpa ada musyawarah masing, walaupun kembar identik untuk memperbaiki kekurangan atau mereka berbeda, masing masing saling menyalahkan atau mencari dengan pendekatan dan contoh kambing hitam, membandingkan berbeda. “Dengarkan suara atau dengan tetangga atau orang lain. Jika pendapat anak- anak sejak dia mulai terjadi kelalaian, anak dan orangtua mampu berkomuniksi verbal. Dari siap menyatakan secara sportif salah tangisan pun sudah merupakan dan akan membaiki pada kesemkomunikasi,” ujar mantan Ketua patan lain mohon maaf. Jika haruh Komisi Perlindungan Anak Indone- dijatuhi hukuman, harus diputuskan sia (KPAI) Bali ini. bersama dan disepakati seluruh angDokter Yuni menambahkan, gota keluarga sesuai dengan umur orangtua harus menjelaskan apapun dan jenis kelamin. Hukuman yang yang akan dilakukan bersama anak. diberikan harus bermanfaat, menTanya pendapatnya setelah itu lalu didik dan sportif dalam memahami pertimbangkan, ambil kebijakan kekurangan. –Ngurah Budi yang seimbang antara keinginan anak dan orangtua dengan alasan alasan yang jelas. Usahakan dalam segala hal, mulai dari tugas-tugas dalam rumah tangga, belajar, bermain, berekreasi, makanan yang akan dimasak esok pun diputuskan bersama. Jangan lupa konsekuensi dari keputusan yang telah disepakati jika dilanggar sangsi apa yang siap diterima seluruh anggota keluarga yang sudah disepakati, termasuk orangtau. “Menjadi orangtua harus bijaksana, fleksibel mengikuti umur, jenis kelamin dan perkembangan masing masing anak. Jangan mem- Orangtua harus “satu bahasa” dalam memberikan banding-bandingkan pengasuhan terhadap anak. Misalnya kapan mereka belajar, bermain, dan istirahat satu dengan lainnya,”

Griya

8 - 14 desember 2014

17

Lebih Unik

dengan

Pot Paras

Keberadaan taman dalam sebuah bangunan, memberikan nuansa hijau nan sejuk yang diyakini mampu mempengaruhi psikologis seseorang menjadi lebih tenang dan nyaman. Tanaman-tanaman dalam taman ini umumnya ditanam langsung di tanah atau memakai media pot. Pemilih­an pot juga tak kalah menentukan tampilan sebuah taman.

B

elakangan ini ketersediaan pot di pasaran makin bervariasi, mulai dari yang berbahan plastik, gerabah, cor-coran beton, paras, hingga keramik. Salah satu jenis

pot yang banyak dicari konsumen khususnya di Bali adalah pot paras. Alasan mereka menyukai pot ini, karena unik dan memberikan kesan alami, dengan beragam pilihan bentuk dan motif.

General Contractor

Tingginya minat pasar akan pot paras ini diakui salah seorang pembuat dan penjual pot paras di Denpasar, Made Suardana. Dalam sebulan, ia bisa menjual hingga 600 pot paras. Dalam sehari, Suardana yang juga berprofesi sebagai guru olah raga di sebuah SD di Batu Bulan, Gianyar, rata-rata bisa memproduksi 25 pot dalam sehari, dibantu dua karyawan. Pot paras yang diproduksinya tersebut berbahan paras taro dan bata gosok bubuk (yang sudah dihancurkan). Proses pembuatannya, dicetak dengan komposisi campuran 1 semen : 3 paras/bata bubuk. Memerlukan waktu empat hari bagi pot paras untuk siap dijual. Pada hari pertama, pot paras dicetak; hari kedua dibuka, dan dalam kondisi setengah kering tersebutlah

Building Consultant Architectural Drawing

pot paras diberikan tekstur berupa serat-serat garis agar lebih terkesan alami. “Kami menyebut proses ini ngecek secara manual memakai cangkul kecil,” jelas Suardana yang sudah menggeluti usaha ini sejak 11 tahun silam. Sementara untuk pot paras yang bermotif, biasanya memakai material bata merah, pada hari kedua ini pula dilakukan pengerikan untuk menghilangkan menghaluskan bentuk motif. Hari ketiga diberikan jeda, dan hari keempat pot paras siap dijual. “Pot paras ini sama kuatnya dengan pot beton, karena memakai perbandingan 1:3 itu. Bisa bertahan sampai 15 tahun,” ungkapnya. Ada beragam bentuk, motif dan ukuran pot paras yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Jika difungsikan untuk menanam tanaman air seperti, tertai, lotus, kapu-kapu, bisa memilih pot paras parabola dengan segala ukuran. Untuk tanaman air jenis padi-padian, umumnya dipakai pot paras minima-

Interior & Exterior Designer

lis, berbentuk persegi dengan ketinggian 30 cm dan panjang standar 1 meter. “Biasanya pot paras ini dijejer beberapa buah dan ditempatkan di atas pagar atau sering juga dipakai pembatas,” jelasnya. Motif lainnya, ada rantai, kupukupu, payuk (karena bentuknya seperti payuk), gambol (karena bentuknya ada gembolan-gembolannya), dan pot iruk (karena ada ngiruk dalam proses pembuatannya). Dari sekian motif yang diproduksinya, Suardana mengaku jenis pot gembol yang paling laris di stannya, Rama Garden, karena bentuknya yang manis dengan lekukan yang pas. Khusus untuk jenis pot ini, ia bisa menjual hingga 100 buah per bulan. Harga pot-pot paras ini bervariasi tergantung motif dan ukurannya, mulai Rp 35 ribu hingga ratusan ribu yang ukurannya bisa disesuaikan dengan pesanan. Umumnya pot-pot model ini difungsikan untuk menanam tanaman hias, seperti pucuk merah, gelombang cinta, adhenium, dll. –Inten Indrawati

Landscaping Work Art Work

Jln. Pemuda V/11B Renon. Tlp. (0361) 247060. Email: tms_group@yahoo.com

Optimalisasi Ruang di Lahan Sempit Pertanyaan seputar griya dan properti dapat Anda kirim ke tms_group@yahoo.com atau redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Tata Mitra Selaras, Ketua Tim Arsitek: N.G. Dwi Mahadipta, ST.MT.IAI

Tanya: Saya memiliki lahan 1,5 are yang akan segera saya bangun untuk rumah tinggal. Bagaimana caranya agar di lahan terbatas tersebut saya mendapatkan banyak ruang? Made Suparta, Denpasar Jawab: Sekarang ini, ketersediaan lahan khususnya di Kota Denpasar sudah sangat terbatas dan harganya mahal. Karena

itu, optimalisasi lahan terbatas sangat dibutuhkan untuk dapat memenuhi kebutuhan ruang. Satu-satunya cara adalah dengan perluasan pembangunan memakai pola vertikal, yakni ke atas (penambahan lantai). Dalam merancang bangunan rumah tinggal, tentunya ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan. Di antaranya, konsep yang akan diterapkan pada rumah, jumlah orang yang beraktivitas, kebutuhan ruang, sirkulasi udara, dan sistem sanitasi. Untuk mendapatkan sirkulasi udara yang baik, optimalkan pengudaraan dan pencahayaan alami melalui pemasangan pintu dan jendela dengan bukaan lebar, dengan cross circulation.

Untuk memberikan kesan luas pada lahan sempit, minimalkan pembatas ruang. Dalam artian, ruang-ruang yang multifungsi atau ruang yang memiliki keterkaitan, seperti ruang dapur dan ruang makan, ruang makan dan ruang keluarga, biarkan saja menyatu tanpa pembatas ruang masif. Dengan begitu juga akan lebih terasa kesatuan ruang dan

Denah lantai 1

kebersamaan keluarga. Bisa juga memanfaatkan cermin yang dipasang di beberapa bidang dinding untuk memberikan kesan luas. Meski lahan terbatas atau sempit, perlu juga dipikirkan untuk pengadaan taman atau ruang terbuka hijau. Selain enak dipandang dan memberikan kesejukan, keberadaan tanaman

ini juga berfungsi sebagai area resapan air hujan sehingga bisa masuk ke dalam tanah, juga memberikan kontribusi yang cukup penting untuk sirkulasi udara yang segar dan bersih. Taman ini bisa diletakkan di halaman depan, samping, dan halaman belakang. Untuk itu, berikut kami buatkan gambar yang bisa dipakai acuan.

Denah lantai 2


Edukasi

16

8 - 14 Desember 2014

SMP & SMK Bintang Persada

Perayaan hari guru merupakan suatu momen spesial yang diselenggarakan lembaga pendidikan. Sebagai salah satu lembaga pendidikan, SMP dan SMK Farmasi Bintang Persada tak ketinggalan menyelenggarakan kegiatan sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja dan jasa guru dalam melaksanakan pendidikan di Indonesia umumnya dan di sekolah Bintang Persada khususnya.

P

ada perayaan HUT ke69 PGRI yang diselenggarakan pada Selasa ( 25/11), seluruh warga sekolah Bintang Persada bersuka cita dalam kegiatan yang dilaksanakan. Meski acara yang dilakukan di sekolah Bintang Persada berlangsung sederhana, tetapi tetap meriah dan bermakna. Demikian disampaikan Ketua Yayasan Bintang Persada I Gusti Made Aryasa,S.,S.P. didampingi Kepala Sekolah SMK Farmasi Ida Ayu Ary Pradnyawati, S.Pd. ditemui di ruang kerjanya pekan lalu. Selain upacara bendera, acara peringatan itu juga diisi dengan aneka lomba antarsiswa yang berte-

Ketua Yayasan I Gusti Made Aryasa

Momen Hari Guru Pererat Hubungan Guru dan Siswa

Saat audensi ke Wali Kota Denpasar

makan hari guru. Kemeriahan acara semakin terasa ketika tampilnya beberapa orang guru yang berduet dengan para siswa. Selain untuk memeriahkan HUT ke- 69 PGRI, momen ini juga dikatakan bertujuan untuk mengembangkan kreativitas siswa. Dalam momen tersebut nampak jelas berbagai kreativitas dan potensi seni siswa maupun guru tersalurkan. Dalam kegiatan itu pula tumbuh kesadaran siswa untuk berpartisipasi dan memberikan apresiasi kepada para guru yang telah mengajar mereka, dengan membagi-bagikan bunga dan ucapan selamat Hari Guru ke-69. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan tercipta hubungan yang harmonis antara guru dan siswa sehingga siswa merasa nyaman. Selanjutnya, proses belajar mengajar pun menjadi lebih kondusif. BANJIR PRESTASI DAN BEASISWA Bertepatan dengan hari guru pula, berbagai prestasi diraih oleh siswa dan siswi SMK Farmasi Bintang Persada. Prestasi teranyar siswasiswi SMK Farmasi Bintang Persada adalah berhasil menyabet Juara 1 dan 3 Olimpiade Farmasi Nasional. Lomba tersebut dilaksanakan oleh Fakultas Farmasi Universitas Jember

yang pesertanya berasal dari seluruh SMA dan SMK se-Indonesia. Tidak hanya itu, dalam lomba essay yang dilaksanakan oleh Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, siswa SMK Farmasi Bintang Persada atas nama Rochimatus Sholika berhasil meraih gelar juara pertama. Demikian pula dalam lomba essay yang diadakan oleh Jurusan Pendidikan Teknik Informatika Universitas Pendidikan Ganesha, siswi SMK Kesehatan Bintang Persada yang di Tabanan atas nama Yosinta Sasmita juga keluar sebagai pemenang pertama. Sedangkan dalam bidang nonakademik, belum lama ini siswi SMK Farmasi Bintang Persada mendapatkan juara favorit Lomba Band Akustik dalam Forkom Festival 2014. Prestasi tersebut telah mengantarkan 5 siswa kami memperoleh beasiswa untuk siswa berprestasi dari Yayasan PT. Sampoerna, baik SMK kami yang di Denpasar maupun yang di Tabanan baru-baru ini. Kehadiran Yayasan Bintang Persada pun tidak main-main dengan memberikan kesempatan yang sama, bagi siswa dari keluarga mampu maupun yang tidak mampu. Sebab dari pihak yayasan, sejak pertama kali berdiri telah mengalokasikan beasiswa secara khusus untuk siswa

Ketua yayasan bersama siswa berprestasi pada olimpiade farmasi di Fakultas Farmasi Jember

dan keluarga kurang mampu, mengingat beasiswa dari pemerintah daerah dan pusat dirasa belum mencukupi untuk meringankan beban mereka. Lebih memprihatinkan, beberapa siswa SMP berasal dari keluarga yang benar-benar miskin. Bahkan untuk melanjutkan ke jenjang SMP saja orangtuanya tidak mampu membiayai. Mereka rata-rata terbentur pada pembayaran uang pembangunan dan pakaian. Siswa yang baru tamat SD tersebut rencananya tidak akan melanjutkan ke jenjang SMP. Melihat keadaan yang mengharukan hati ini, Ketua Yayasan Bintang Persada tergerak dan tidak main-main langsung menjemput sendiri ke rumah siswa tersebut. Hal ini dituturkan sang kakak dari salah seorang siswa kurang mampu tersebut. Ia mengisahkan adiknya merasa sedih karena hanya dia saja yang tidak melanjutkan sekolah, sedangkan teman-temannya yang lain sudah mendapatkan sekolah. Ketika itu MOS tinggal dua hari lagi. Sementara ayah dari siswa tersebut saat ditanya menjelaskan, bahwa ia tidak memiliki uang sebanyak Rp 2 juta untuk pembayaran uang sekolah. Ini karena mereka hanya pegawai kebersihan di DKP Denpasar dengan pendapatan yang pas-pasan. Bahkan untuk membeli beras pun kadang masih harus meminjam. Karena keadaan inilah, mereka terkesan sebagai orang Bali asli yang terpinggirkan. Betapa senang ketika diberitahu bahwa dia mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di SMP Bintang Persada. Siswa itu terharu hingga meneteskan air mata. Hal serupa juga dialami oleh siswa yang

orangtuanya sebagai pedagang jamu dan buruh angkut. ”Kami merasa anak-anak ini secara psikologis tidak tepat ikut program paket B yang siswanya dari segala umur. Mereka perlu bergaul dengan siswa sebaya dan mendapat pendidikan yang bagus dan profesional sebagaimana halnya anak-anak dari keluarga mampu lainnya,” ujarnya. Ketua Yayayasan Bintang Persada menyampaikan sebagai sekolah baru, berbagai tantangan harus dihadapinya. Menjalankan lembaga pendidikan bukanlah perkara mudah. “Berbagai kendala dihadapi oleh sekolah Bintang Persada ini, mulai kendala SDM termasuk hal-hal yang bersifat metafisika. Semuanya itu mengharuskan kami untuk terus belajar, sampai semua hal bisa kami pahami dan dapat diatasi dengan mudah dan sederhana,” ujar I Gusti Made Aryasa. Baginya usaha untuk men­dorong kemajuan dan prestasi sekolah merupakan tantangan tersendiri. Namun,semua itu dapat dicapai berkat kerja keras dan kekompakan semua guru dan siswa. Terbukti, akhirnya berbagai prestasi, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi bahkan berkali-kali sebagai juara nasional berhasil diraih. “Kami bangga,” lanjutnya. Kare­ na, saat ini sekolah Bintang Persada berhasil menjadi SMK yang paling unggul di bidang akademik di Bali. Bahkan satu-satunya SMK di Bali yang mampu beberapa kali berhasil mengungguli SMA-SMA terfavorit di Bali, juga mampu mengungguli SMA/ SMK favorit di tingkat nasional, di antaranya saat meraih juara 1 dan 3 dalam Olimpiade Farmasi Universitas Jember, Juara 3 dalam Olimpiade Farmasi Universitas Airlangga dan Juara harapan I Olimpiade Sains Tingkat Nasional bidang Matematika. Prestasi prestisius di usia yang sangat belia yang diraih oleh SMK ini. Sejalan dengan idealisme yang ditanamkan pada proses belajar mengajar sekolah ini yang berdasarkan pada 5K (kerja keras, kejujuran, kearifan , kepatuhan dan kecepatan) dalam berkarya bagi segenap insan di sekolah ini. Idealisme ini mencerminkan idealisme ketua yayasan atau pendri sekolah ini, I Gusti Made Aryasa. Sosok pengusaha muda yang pekerja keras dan masih lajang ini. Disamping sukses mendirikan sekolah di dua kabupaten (Tabanan dan Denpasar), sekitar tahun 2000 lalu setelah tamat kuliah di Yogyakarta, sukses mendirikan CV Himalaya Gasindo (distributor gas medis dan industri untuk wilayah Bali).– ard

Ketua Yayasan bersama siswa berprestasi pada olimpiade farmasi di Fakultas Farmasi Airlangga

8 - 14 Desember 2014

9

Dinas Kominfo Denpasar Sentuh Langsung Masyarakat Mobil Informasi Keliling

Selama ini Pemerintah Kota Denpasar menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui media massa, televisi maupun radio. Namun sejak 2012, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Denpasar melakukan beberapa cara, salah satunya dengan menghidupkan kembali mobil informasi unit keliling. Mobil informasi unit keliling yang dioperasikan secara rutin sejak 2012 hingga kini tersebut, bertujuan memberikan informasi dalam bentuk suara melalui speaker yang dipasang di atas mobil yang berkeliling di seputaran Kota Denpasar. Mobil informasi keliling ini menyampaikan imbauan perihal program-program Pemerintah Kota, di antaranya mengusung topik yang mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan menginformasikan tertib kependudukan. Demikian disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Denpasar I Dewa Made Agung, S.E., M.Si., ditemui di kantornya di Graha Sewaka Dharma. Dikatakannya, mobil informasi unit keliling Kominfo ini mengitari Kota Denpasar mulai pukul 15.30 wita sampai selesai. Rute mobil biasanya mulai dari Denpasar Selatan, Denpasar Barat, Denpasar Utara, dan Denpasar Timur hingga ke pelosok Kota Denpasar. Kegiatan penyampaian informasi ini dijadwalkan setiap hari kerja dari Senin s.d Jumat. - ard

Cinema Tancap Denpasar

Informasikan Program Pemkot dengan 3 Kegiatan Dengan memadukan antara spirit pelayanan Sewaka Dharma dengan kemajuan teknologi, Pemerintah Kota Denpasar terus melakukan inovasi dan kreativitas dalam hal pelayanan informasi publik. Salah satunya adalah informasi yang langsung kepada masyarakat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Denpasar. Mengingat pula Undang Undang No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi, maka masyarakat berhak mendapatkan semua informasi yang dimiliki pemerintah. Untuk mewujudkan program pelayanan informasi publik ini, Dinas Kominfo Denpasar pun memiliki kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, berupa Mobil Informasi Keliling, Cinema Tancap Denpasar (Cinta Denpasar) dan Pertunjukan Rakyat. Kepala Dinas Kominfo Kota Denpasar, I Dewa Made Agung, S.E., M.Si., mengatakan, Cinta Denpasar, Mobil Informasi unit Keliling dan Pertunjukan Rakyat ini, semua sebagai media penyampaian informasi. Ada

yang melalui pemutaran film, penampilan berbagai kesenian rakyat serta bergerak melalui penyiaran langsung dengan menggunakan sound system, demi medukung media informasi lainnya menjadi lebih efektif. Diharapkannya, kegiatan yang dilaksanakan tersebut juga mampu memberikan informasi terkini bagi semua warga termasuk yang berada di pelosok. Sehingga, tidak terjadi kesenjangan informasi serta meminimalisir kesalahan informasi yang ada di masyarakat. “Semoga ide cemerlang Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota Denpasar I GN Jaya Negara untuk senantiasa mengalirkan informasi positif dan sehat kepada warganya dapat terlaksana dengan baik,” ujar Kadis yang di setiap kesempatan menekankan motivasi kepada seluruh jajarannya agar selalu bersemangat melaksanakan tugas sesuai dengan spirit Sewaka Dharma, yakni melayani adalah kewajiban. - ard

Pertunjukan rakyat juga merupakan program Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang sejalan dengan program Kominfo Pusat. Pertunjukan rakyat bertujuan memberikan informasi mengenai programprogram pemerintah kepada masyarakat. Kepala Dinas Kominfo Kota Denpasar, I Dewa Made Agung, S.E., M.Si., menyampaikan dengan cara informal yakni memper­ sembahkan pertunjukan rakyat diharapkan masyarakat lebih bersedia mendengarkan dan mau ikut melaksanakan program pemerintah, diban­dingkan dengan memberikan informasi secara formal. Beberapa informasi program pemerintah yang disampaikan dalam pertunjukan rakyat itu, di antaranya bahaya menggunakan atau

mengonsumsi narkoba, bahaya HIV/AIDS, menjaga kebersihan Kota Denpasar, bahaya limbah tekstil, pengenalan Gedung Sewaka Dharma, hingga informasi program pengaduan yang dapat dilakukan melalui Pe­ ngaduan Rakyat On line (PRO) Denpasar. Pertunjukan rakyat ini dilakukan dengan menampilkan kesenian bondres, acara musik bersama band-band yang digemari masyarakat, pertunjukan wayang atau arja dan bentuk kesenian lainnya. Pertunjukan rakyat biasanya dilakukan di area publik atau tempat umum di Kota Denpasar, seperti Balai Banjar, Lapangan Lumintang dan Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, maupun dalam kegiatan-kegiatan pameran yang diselenggarakan Pemkot Denpasar, pada Sabtu atau Minggu. Model informasi melalui pertunjukan rakyat ini mulai berlangsung pada tahun 2014. Untuk kegiatan ini siapa saja boleh iku t b e r p a r t i sipasi tampil, dengan catatan merupakan ke­ lompok seni atau media tra­disonal, dengan meng­ hubungi Dinas Ko m i n fo D e n pasar di Graha Sewaka Dharma - ard

Pertunjukan Rakyat

“Cinta Denpasar” merupakan singkatan dari Cinema Tancap Denpasar yang merupakan program pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Denpasar. Cinta Denpasar yang mulai dilaksanakan setahun silam ini, bertujuan memberikan informasi yang tidak jauh berbeda seperti pertunjukan rakyat maupun mobil informasi unit keliling. Namun, pada kegiatan “Cinta Den­pasar” media yang digunakan tidak sama, yakni dengan cara pemutaran film-film yang menarik untuk masyarakat. Tentunya dengan tidak lupa menyertakan berbagai informasi program-program Pemerintahan Kota Denpasar melalui tayangan-tayangan video yang disuguhkan. Kepala Dinas Kominfo Kota Denpasar, I Dewa Made Agung, S.E., M.Si., mengatakan selama ini lokasi penayangan “Cinta Denpasar” dilaksanakan di Lapangan Puputan

I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar dan Lapangan Lumintang, Denpasar. Sedangkan jadwal pemutarannya berlangsung setiap Sabtu. Program “Cinta Denpasar” ini dijelaskannya, ikut mendukung semua bentuk kegiatan termasuk pameran yang diselenggarakan Pemerintah Kota Denpasar. Film yang diputar biasanya bertema kesehatan, seperti HIV dan AIDS, film yang mengandung unsur pendidikan, termasuk film mengenai kepribadian yang berhubungan dengan sikap dan moral masyarakat. Salah satunya adalah pemutaran film berjudul “Widya” yang digarap K3S Kota Denpasar, yang mengisahkan sosok perempuan tunarungu. Menurut Dewa Made Agung, selama ini respons masyarakat dengan kegiatan tersebut cukup baik. Dibuktikan dengan ramainya mereka datang ke lokasi ketika dilaksanakannya pemutaran film oleh Pemerintah Kota Denpasar yang dilakukan melalui Dinas Kominfo. -ard


10

Bugar

8 - 14 desember 2014

Perlukah Pemasangan Cincin atau Stent pada Jantung Anda? dr. I Made Junior Rina Artha, SpJP, FIHA PENDAHULUAN Pengobatan penyakit jantung koroner dengan menggunakan metoda pasang cincin jantung atau yang sering disebut pemasangan cincin atau stent, saat ini sedang booming di kalangan kedokteran. Pemasangan cincin jantung adalah prosedur untuk melebarkan pembuluh darah koroner yang menyempit atau tersumbat di bagian jantung. Cincin jantung ini membuka pembuluh darah koroner di jantung sehingga jantung kembali menerima suplai darah yang cukup. Pada umumnya derajat penyumbatan pembuluh darah koroner yang dipasang ring jantung ini adalah lebih dari 70% pada penderita penyakit jantung koroner yang telah dilakukan pemeriksaan diagnostik non invasif jantung seperti halnya Kateterisasi jantung. Dan bila pada pemeriksaan diagnostik jantung ini didapatkan dan ditemukan adanya penyempitan pembuluh darah koroner maka tindakan selanjutnya adalah dengan dilakukan pemasangan cincin jantung (stent jantung). Pada orang yang memiliki penyakit jantung koroner, pembuluh darah yang memasok darah ke otot jantung yang tersumbat dengan deposito/kumpulan lemak disebut plak (gambar 1). Ini dapat mengurangi aliran darah ke otot jantung, yang pada gilirannya menyebabkan nyeri dada atau ketidaknyamanan, terutama saat beraktivitas. Ada dua jenis pengobatan utama untuk penderita dengan gejala ini, yang istilah medisnya adalah “angina pektoris”: pengobatan (terapi medis) dan perlakuan intervensi (perlakuan yang membuka atau melewati arteri koroner yang menyempit). Tujuan dari perawatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup se­seorang dan untuk meringankan gejala seperti angina. Pada beberapa orang, obatobatan juga dapat menunda atau menghentikan perkembangan penyakit dan dengan demikian memperpanjang hidup.

Gambar 1.

Gambar 2.

dr. I Made Junior Rina Artha, SpJP, FIHA

ANGIOPLASTI DAN STENTING UNTUK JANTUNG Apa itu angioplasti dan stenting? Angioplasti dan stenting juga dikenal sebagai intervensi koroner perkutan atau IKP/PCI, merupakan prosedur yang menggunakan kateter plastik yang fleksibel dengan balon pada ujungnya untuk melebarkan arteri yang menyempit digunakan untuk mengobati orang dengan penyakit jantung koroner. Prosedur ini biasanya meliputi penempatan stent logam untuk menahan arteri agar tetap terbuka (gambar 2). Mereka biasanya dilakukan bersama-sama tapi kadang-kadang, angioplasti dilakukan tanpa cincin. Sebelum prosedur, Anda akan menjalani tes yang disebut “angiogram koroner.” Tes ini memeriksa berapa banyak arteri jantung Anda yang tersumbat dan seberapa serius penyumbatannya. Untuk tes ini, dokter menempatkan tabung plastik tipis (disebut “kateter”) menjadi potongan kecil di bagian atas paha atau di dekat pergelangan tangan Anda. Dokter kemudian menggerak tabung melalui pembuluh darah Anda ke jantung Anda (gambar 3) dan mendo­rong pewarna ke dalam kateter. Cairan muncul pada gambar X-ray khusus.

Gambar 3.

Tergantung pada hasil, dokter mungkin segera melakukan angioplasti de­n gan cincin. Untuk prosedur ini, dokter akan memberikan balon kecil melalui tabung plastik ke jantung Anda. Se­telah mencapai pembuluh darah yang menyempit atau tersumbat, dokter akan mengembangkan balon. Hal ini akan membuka pembuluh darah dan membantu memulihkan aliran darah ke jantung. Biasanya, dokter menempatkan cincin (stent) di mana penyumbatan berada. Cincin jantung adalah tabung logam kecil yang membantu dalam menopang pembukaan pembuluh darah di jantung (gambar 4). Banyak cincin jantung yang dilapisi dengan obat yang membantu agar pembuluh darah tidak lagi menyempit atau tersumbat lagi. Dengan cara ini, angioplasti membantu untuk mengembalikan aliran darah ke otot jantung.

Gambar 4.

Mengapa saya perlu angioplasti dan stent? Nyeri dada yang merupakan konsekuensi dari penurunan darah yang kaya oksigen ke bagian otot jantung disebut “angina pectoris” (sering disebut hanya sebagai “angina”). Angina merupakan sinyal bahwa otot jantung tidak mendapatkan aliran darah yang cukup, khususnya oksigen yang cukup. Kekurangan oksigen disebut iskemia. Aliran darah adalah yang paling sering terkurangi dengan penyakit arteri koroner, yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang membawa darah ke otot jantung. Penyempitan di pembuluh darah koroner terjadi sebagai akibat dari kalsium dan deposito lemak, yang disebut plak. Seseorang dengan pembuluh darah yang menyempit dapat mengembangkan angina saat aktivitas, olahraga, atau stres fisik atau mental yang meningkatkan permintaan jantung untuk darah. Angina bisa “stabil” atau “tidak stabil”. Angina tidak stabil bila ada perubahan dalam pola yang biasa, seperti perubahan frekuensi, keparahan, durasi, atau pencetus penyebab. Angina tidak stabil dapat dikaitkan dengan kerusakan pada otot jantung (atau serangan jantung). Istilah “sindrom koroner akut” mengacu pada orang dengan angina tidak stabil atau serangan jantung; Kondisi ini memerlukan evaluasi segera di rumah sakit. Dalam kasus yang parah, serangan jantung dapat menyebabkan gagal jantung atau kematian jantung mendadak.

Apa yang terjadi setelah prosedur? Setelah prosedur, dokter akan mengeluarkankan tabung dari tubuh Anda dan memberikan tekanan pada luka kecil untuk mencegah perdarahan. Anda mungkin perlu untuk tinggal di rumah sakit semalam. Sebelum Anda meninggalkan rumah sakit, dokter Anda akan memberitahu Anda kapan Anda dapat mengemudi dan melakukan kembali aktivitas yang biasanya. Jika Anda memiliki cincin, dokter akan meresepkan aspirin dan obat-obatan lain untuk membantu mencegah penggumpalan di dalam cincin. Hal ini sangat penting bahwa Anda mengambil obat-obatan ini secara terarah dan bahwa Anda tetap membawa mereka kecuali dokter Anda mengatakan untuk menghentikannya. Orang-orang yang berhenti minum obat ini terlalu cepat meningkatkan risiko serangan jantung atau bahkan kematian. *Penulis staff spesialis Jantung Rumah Sakit Siloam Bali

8 - 14 desember 2014

Style

Dimensi

15

Gaya Kebaya

“Putri Cening Ayu”, demikian tema yang diusung Rhea Cempaka salah ­seorang anggota Asbest Denpasar pada Bali Fashion Tendance 2015 belum lama ini. Deretan koleksinya hadir dalam per­paduan nuansa tradisional modern.

K

e i n d a h a n k e b a y a b e rbahan dasar endek dan inspirasinya dari budaya lokal Bali ini katanya bukan untuk kegiatan sembahyang. Desainnya kali ini, merupakan dimensi gaya untuk menghadiri berbagai undangan di Bali, juga untuk menghadiri acara resmi atau formal lainnya. Pilihan menggunkan bahan endek katanya selain demi semakin populernya produk unggulan Kota Denpasar ini sekaligus turut melestarikannya. Selain itu

bahan endek ketika didesain untuk kebaya ternyata cantik dan tidak menerawang. Tidak hanya indah di panggung tapi juga nyaman ketika dikenakan. Kebaya berwarna pastel ini pun semakin memikat dilengkapi batu dan payet India serta sentuhan aksesori perak etnik dan unik dari Alieya berupa bros, anting, gelang, cucuk, kalung, serta subeng. Selanjutnya melengkapi keindahan koleksi keseluruhan busana ready to wear karya Rhea Cempaka adalah tas tangan dari Kamaratih. – Sri Ardhini

Rhea Cempaka


14

Jelita

8 - 14 Desember 2014

Cegah Penuaan pada Leher Tiap makhluk hidup pasti akan mengalami proses penua­an, termasuk manusia. Pada teori aging, proses penuaan dimulai dengan menurunnya fungsi berbagai organ tubuh, antara lain massa otot berkurang, lemak meningkat, daya ingat terganggu, dan sebagainya. Sedangkan, pada kulit akan terjadi kerutan yang terjadi akibat penurunan dari produksi kolagen, elastin, dan asam hyaluronat yang memegang peranan penting bagi kulit sehingga kulit tetap terlihat kencang, kenyal, dan bercahaya. De­mikian di­ungkapkan dokter anti-aging dr. A.A.Sg.Ratih K.S., M.Biomed (AAM).

P

enuaan bisa terlihat di beberapa bagian tubuh, salah satunya di leher. Jika hal itu terjadi pada kulit bagian leher, tentunya akan berpengaruh pada penampilan yang terlihat kurang menarik. Hal ini dikatakan dr. Ratih, disebabkan oleh banyak faktor, antara lain faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal meliputi matahari, gaya hidup, dll. Faktor internal, seperti genetik, radikal bebas, penurunan hormon, dan sebagainya. “Untuk itu kita perlu melakukan perawatan leher sejak dini, yakni saat menginjak usia remaja sekitar umur 14-17 tahun. Karena, pada masa ini seseorang sedang dalam proses pencarian jati diri. Berbagai hobi dan kegiatan sekolah dilakukan di dalam maupun di luar ruangan yang tinggi akan paparan sinar matahari dan radikal bebas lainnya seperti polusi dan debu. Jika pencegahan terhadap tanda penuaan pada leher tidak dilakukan sejak dini, seiring waktu penampilan kita bisa tidak sesuai dengan usia kita yang sebenarnya,” papar pemilik VZ Skin Care Bali ini. Di VZ Skin Care yang berlokasi di Dalung Permai ini, tersedia berbagai perawatan untuk mencegah penuaan pada kulit leher juga perawatan bagi kulit leher yang sudah memiliki banyak kerutan ataupun yang kulitnya sudah gelambir. Untuk perawatan pencegahan ini, dijelaskannya ada produk perawatan di rumah yaitu krim leher dan sunblock yang dipakai setiap hari dan cocok untuk usia berapa pun dan jenis kulit apapun. “Untuk perawatannya bisa dengan Kolagen Therapy, Oksigen Therapy, Microdiamond, Chemical Peeling, Radio Frekuensi atau yang lebih dikenal dengan istilah setrika wajah dan leher. Juga ada Dracula Therapy with PRP,” jelas dokter penanggung jawab VZ Skin Care Bali ini lugas. Dengan perawatan rutin sebulan sekali dan rajin menggunakan produk perawatan, dr. Ratih mengatakan penundaan proses penuaan pada leher akan sangat maksimal. “Bagi yang sudah terlanjur mengalami perubahan pada kulit leher, perawatan pencegahan juga dapat dilakukan, tetapi frekuensinya ditingkatkan menjadi dua kali sebulan untuk hasil maksimal,” ujarnya. Selain itu, untuk kasus tertentu, agar hasil lebih cepat terlihat maka perlu dilakukan Botox, Filler, maupun Tanam Benang. Agar lebih bertahan lama, perlu terapi dari dalam untuk memperbaharui sel-sel kulit, yakni dengan injeksi stem cell ataupun perbaikan hormon. Perawatan untuk leher juga tersedia di House of Dura Bali. Di klinik yang berada di kawasan Renon, Denpasar ini, perawatan itu disebut Dura ActivCell Treatment For Neck & Chin. Dokter Konsultan House of Dura Bali, dr. Rina Yusnita menjelaskan Dura ActivCell for Neck & Chin merupakan perawatan yang menggunakan teknologi Radio Frequency terkini. Dura ActivCell for Neck & Chin berfungsi untuk mengencangkan dan menghaluskan kulit leher agar tidak bergelambir dan terlihat lebih kencang. Juga berfungsi untuk meningkatkan metabolisme sekaligus memperbaiki kinerja sel-sel kulit dibagian leher dan dagu. Tujuan melakukan perawatan ini dikatakan dr. Rina, untuk mengencangkan wajah dan leher dengan

Dr. Ratih Kartikasari

Dr. Rina Yusnita

teknologi radio frequency, mencerahkan kulit di sekitar leher agar terlihat sama dengan kulit wajah, mengurangi kerutan pada leher, mengaktifkan kelenjar limfe dan meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi scar, dan mengurangi pegmentasi. Selain itu, House of dura juga memiliki perawatan lain yang mereka sebut Dura Micro Leher. “Dengan teknologi diamond microdermabrassion, Dura Micro Leher berfungsi untuk mengangkat sel kulit yang dilanjutkan pada area leher dan dilanjutkan dengan pemberian nutrisi lewat vitamin ampoule dan diakhiri dengan peel-off mask atau collagen mask,” jelasnya. Perawatan ini disebutkannya untuk mengatasi masalah, seperti tekstur dan warna kulit tidak merata di sekitar leher agar tekstur warnanya sama dengan warna kulit pada wajah, juga mengatasi kusam dan garisgaris hitam pada kulit leher. Tujuannya, mengangkat sel kulit mati, merangsang pergantian sel kulit sehingga kulit akan bercahaya dan elastisitasnya bertambah, dan memperbaiki tekstur kulit. “Micro leher untuk mengatasi kulit bermasalah, perawatan dilakukan maksimal dua kali sebulan selama tiga bulan. Namun, jika untuk menjaga kondisi kulit, cukup sekali sebulan. Apabila terjadi iritasi kemerahan dan dirasa sangat mengganggu, dapat dikompres dengan air dingin dan diberikan krim anti iritasi,” ucapnya. –Inten Indrawati

8 - 14 Desember 2014

11


12

Kuliner

8 - 14 desember 2014

Festival Asparagus

Geliat Petani Desa Pelaga Asparagus merupakan sayuran hijau yang belum dikenal banyak orang. Padahal, asparagus mengandung banyak manfaat untuk kesehatan. Asparagus disebut, memperlancar saluran urin sehingga mampu memperbaiki kinerja ginjal. Asparagus merupakan sumber terbaik asam folat nabati, sangat rendah kalori, tidak mengandung lemak atau kolesterol.

8 - 14 desember 2014

Spesial Asparagus ala Desa Pelaga

Asparagus Roll Pelaga Bahan: 200 gr : asparagus 100 gr : mayonnaise 5 lembar : nori ukuran besar Selada bulat Cara membuat: - Potong bagian bawah asparagus yang berwarna putih dan keras. Biarkan asparagus tetap memanjang. Rebus asparagus

-

- - -

hingga matang dan tiriskan dalam air dingin. Siapkan nori di atas wadah atau piring yang cukup lebar. Taruh beberapa lembar daun selada. Oleskan saus mayonnaise hingga merata. Letakkan asparagus. Bungkus dan sesuaikan dengan ukuran yang diinginkan.

13

Asparagus Bumbu Genap Bali Bahan: 200 gr : asparagus 2 siung : bawang putih 2 butir : bawang merah 1 bks : bumbu genap Bali (bisa dibeli di pasar atau buat sendiri) Garam dan gula secukupnya Cara membuat: - Potong bagian bawah asparagus yang berwarna putih dan keras. Potong 5 cm. Rebus setengah matang. Tiriskan. - Bawang merah dan bawang

putih dicincang halus kemudian tumis. Masukkan bumbu Bali, aduk rata. Beri garam

dan gula. Masukkan asparagus tadi. - Aduk rata.

Sup Asparagus

Bahan: 400 gr : asparagus segar 2 butir : telur ayam 1 liter : kaldu ayam 100 gr : jagung 2 sdm : tepung tapioka Garam dan merica secukupnya

Cara membuat: - Potong asparagus 5 cm dan cuci bersih. Jagung diiris. - Panaskan kaldu ayam, masukkan asparagus dan jagung, tunggu hingga mendidih. - Kocok telur ayam hingga merata. Tuangkan ke dalam kaldu secara perlahan-lahan sambil diaduk untuk menghindari gumpalan. - Campurkan tepung tapioka dengan air kira-kira 100 cc. Aduk hingga merata dan campurkan ke

Putu Suaryani (paling kiri) sedang membuat olahan asparagus

Ibu Sudarta

Ida Ayu Istri Yanti Agustini

sparagus merupakan jenis sayuran yang dimakan rebungnya. Rebung yang diambil adalah rebung yang besar berwarna putih mem­punyai karakter lunak dan gemuk. Walaupun asparagus belum begitu dikenal di Indonesia, tanam­a n ini memiliki prospek yang besar untuk dikembangkan sebagai peluang usaha pertanian. Usaha asparagus kini mulai mengeliat di Desa Pelaga, Kecamatan Petang. Pemkab Badung mengelar Festival Asparagus, Jumat (5/12) di Bagus Agro Pelaga. Aneka produk asparagus dipamerkan termasuk olahan aneka menu dari asparagus yang disajikan ibu-ibu kelompok tani. Menurut Putu Suaryani, ibu PKK dari banjar Bukian, asparagus dapat diolah menjadi bermacam-macam masakan.

Mulai dari isi lumpia, teh asparagus, sup asparagus, asparagus bumbu genap Bali, asparagus saus mayonnaise, asparagus saus tiram, asparagus roll pelaga. Saat ini, ia dan suaminya mengolah 10 are tanah yang ditanami 3.000 pohon asparagus. Setelah enam bulan penanaman awal, ia sudah bisa panen tiap hari. “Satu hari, saya bisa panen sekitar 6 kilogram asparagus dengan penghasilan rata-rata Rp 350 ribu tiap hari,” tutur istri Made Sandi ini. Hal senada dituturkan Ibu Sudarta yang bercocok tanam asparagus bersama suaminya sejak tahun 2011 ini. Dengan lahan 40 are yang ditanami 7.000 pohon, setahun ia bisa menghasilkan Rp 170 Juta. Sebelumnya, ia pernah bertanam jagung dan cabai, namun, hasilnya tak sesuai. Malah, kadang ia merasa rugi.

A

Olahan asparagus

Kepala Bidang Bina Usaha Koperasi dan UKM, Dinas Koperindag Kabupaten Badung, Ida Ayu Istri Yanti Agustini, menyatakan, Festival Asparagus digelar sebagai pengembangan produk unggulan daerah dengan pendekatan one village one pro­ duct (OVOP) melalui koperasi. OVOP ini berbasis potensi lokal seperti pertanian asparagus yang dikembangkan di Desa Pelaga. Saat ini, Badung dan Bangli merupakan pilot project di Indonesia untuk program OVOP ini. Upa­ya ini terbukti benar untuk pe­ ningkatan penghasilan masyarakat, seperti yang sudah dirasakan masyarakat Desa Pelaga. Menurut Ida Ayu Istri Yanti Agustini, sebagai tahap awal, para petani dibantu bibit asparagus dari Koperasi Tani Merta­ nadi. Masyarakat diberikan ke­s empatan untuk menanam asparagus di lahan mereka, maksimal dengan lahan 40 are. “Asparagus memerlukan perhati­ an yang ekstra. Lahan harus benar-benar bersih, dan panen juga harian. Jadi, kami batasi lahan hanya maksimal 40 are, agar petani bisa fokus kepada tanaman­nya,” katanya.

termasuk menentukan harganya. Kategori super, berdiameter di atas 10 mm, harga Rp 40 ribu/ kilogram, kategori A antara 8-10 mm harga Rp 30 ribu/kilogram, kategori B antara 6-7,9 mm harga Rp 20 ribu/kilogram, dan kategori C diameter kurang dari 5,9 mm harga Rp 10 ribu. –Wirati Astiti

-Wirati Astiti

Ayam Bakar Mercon

Asparagus kelas super

Di bawah konsultan seorang ahli pertanian asparagus asal Taiwan, Su Tien Chi, petani di Desa Pelaga diajarkan untuk menghasilkan asparagus yang terbaik. Spesifikasi asparagus, semua batang hijau dan mulus. Panjang maksimal 25 cm. Ukuran diameter pangkal menentukan kategori asparagus

dalam kaldu sambil diaduk. Masukkan garam dan merica. Sup siap dihidangkan.

Sarwan

Daging Bistik Telur Puyuh

Bahan: 750 gr : daging, iris menurut selera 250 gr : telur puyuh rebus, buang kulitnya 1 lembar : daun jeruk 1 buah : serai, memarkan 1 ruas : jari lengkuas, memarkan 1,5 : santan kental Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya Bumbu yang dihaluskan: 12 buah : bawang merah 5 siung : bawang putih 2 ruas : jari kunyit bakar 4 butir : kemiri sangria 200 gr : cabe keriting 20 buah : cabe rawit 2 ruas : jari jahe 3 buah : cabe merah besar Cara Membuat: - Campur semua bahan jadi satu, (kecuali telur puyuhnya) lalu rebus bersama daging sampai daging empuk dan matang. - Masukkan telur puyuh, kecilkan api kompor, masak hingga matang dan santannya sudah benar- benar habis, angkat. - Siap untuk dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng.

Bahan: 1 kg : ayam, potong jadi 4 bagian, bersihkan 1 batang : serai, memarkan 2 lembar : daun jeruk, buang tangkainya 2 lembar : daun salam 10 ml : santan kental 700 ml : santan encer 50 gr : gula merah Garam, kaldu bubuk secukupnya Bumbu yang dihaluskan: 10 buah : bawang merah 5 siung : bawang putih 1 sdt : lada kasar 1 sdt : ketumbar 25 buah : cabe rawit 4 buah : cabe merah besar 1 ruas : jari jahe 1 ruas : jari kunyit bakar 3 butir : kemiri sangria 1 ruas : jari lengkuas Cara membuat: - Tumis bumbu halus sampai harum. - Rebus ayam dengan santan encer, masukkan tumisan bumbu halus, daun jeruk, serai dan daun salam. Masukkan juga gula merah, garam dan kaldu bubuk, lalu rebus hingga ayam

lunak dan santan habis. - Masukkan santan kental, masak dengan api sedang, aduk perlahan hingga air berkurang. Matikan api, bakar ayam di atas teflon anti lengket dengan margarin, bolak-balik ayam hingga matang kecokelatan dan oleskan dengan sisa bumbu, bakar kembali hingga matang. - Ayam bakar siap dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng dan sisa bumbu.

Mie Goreng Ayam Bahan: 500 gr : mi kuning rebus, tiriskan 150 gr : ayam fille, potong dadu 5 buah : bawang merah, cincang kasar 3 siung : bawang putih, cincang kasar 1 batang : daun pre, cincang serong 5 buah : cabe kecil, cincang halus 1/5 sdm : lada bubuk 3 sdm : kecap asin 2 sdm : kecap manis 100 ml : air kaldu 1 ikat : sawi hijau, potong menurut selera 3 sdm : margarin Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Cara Membuat: - Tumis bawang, irisan bawang merah dan bawang putih, juga daun pre hingga layu. - Masukkan irisan ayam, aduk-aduk merata dan masak hingga matang dan kecokelatan, lalu masukkan mi dan bahan lainya. Aduk hingga tercampur rata, diamkan sampai matang dan bumbu meresap, lalu sajikan dengan taburan bawang putih goreng di atasnya.


12

Kuliner

8 - 14 desember 2014

Festival Asparagus

Geliat Petani Desa Pelaga Asparagus merupakan sayuran hijau yang belum dikenal banyak orang. Padahal, asparagus mengandung banyak manfaat untuk kesehatan. Asparagus disebut, memperlancar saluran urin sehingga mampu memperbaiki kinerja ginjal. Asparagus merupakan sumber terbaik asam folat nabati, sangat rendah kalori, tidak mengandung lemak atau kolesterol.

8 - 14 desember 2014

Spesial Asparagus ala Desa Pelaga

Asparagus Roll Pelaga Bahan: 200 gr : asparagus 100 gr : mayonnaise 5 lembar : nori ukuran besar Selada bulat Cara membuat: - Potong bagian bawah asparagus yang berwarna putih dan keras. Biarkan asparagus tetap memanjang. Rebus asparagus

-

- - -

hingga matang dan tiriskan dalam air dingin. Siapkan nori di atas wadah atau piring yang cukup lebar. Taruh beberapa lembar daun selada. Oleskan saus mayonnaise hingga merata. Letakkan asparagus. Bungkus dan sesuaikan dengan ukuran yang diinginkan.

13

Asparagus Bumbu Genap Bali Bahan: 200 gr : asparagus 2 siung : bawang putih 2 butir : bawang merah 1 bks : bumbu genap Bali (bisa dibeli di pasar atau buat sendiri) Garam dan gula secukupnya Cara membuat: - Potong bagian bawah asparagus yang berwarna putih dan keras. Potong 5 cm. Rebus setengah matang. Tiriskan. - Bawang merah dan bawang

putih dicincang halus kemudian tumis. Masukkan bumbu Bali, aduk rata. Beri garam

dan gula. Masukkan asparagus tadi. - Aduk rata.

Sup Asparagus

Bahan: 400 gr : asparagus segar 2 butir : telur ayam 1 liter : kaldu ayam 100 gr : jagung 2 sdm : tepung tapioka Garam dan merica secukupnya

Cara membuat: - Potong asparagus 5 cm dan cuci bersih. Jagung diiris. - Panaskan kaldu ayam, masukkan asparagus dan jagung, tunggu hingga mendidih. - Kocok telur ayam hingga merata. Tuangkan ke dalam kaldu secara perlahan-lahan sambil diaduk untuk menghindari gumpalan. - Campurkan tepung tapioka dengan air kira-kira 100 cc. Aduk hingga merata dan campurkan ke

Putu Suaryani (paling kiri) sedang membuat olahan asparagus

Ibu Sudarta

Ida Ayu Istri Yanti Agustini

sparagus merupakan jenis sayuran yang dimakan rebungnya. Rebung yang diambil adalah rebung yang besar berwarna putih mem­punyai karakter lunak dan gemuk. Walaupun asparagus belum begitu dikenal di Indonesia, tanam­a n ini memiliki prospek yang besar untuk dikembangkan sebagai peluang usaha pertanian. Usaha asparagus kini mulai mengeliat di Desa Pelaga, Kecamatan Petang. Pemkab Badung mengelar Festival Asparagus, Jumat (5/12) di Bagus Agro Pelaga. Aneka produk asparagus dipamerkan termasuk olahan aneka menu dari asparagus yang disajikan ibu-ibu kelompok tani. Menurut Putu Suaryani, ibu PKK dari banjar Bukian, asparagus dapat diolah menjadi bermacam-macam masakan.

Mulai dari isi lumpia, teh asparagus, sup asparagus, asparagus bumbu genap Bali, asparagus saus mayonnaise, asparagus saus tiram, asparagus roll pelaga. Saat ini, ia dan suaminya mengolah 10 are tanah yang ditanami 3.000 pohon asparagus. Setelah enam bulan penanaman awal, ia sudah bisa panen tiap hari. “Satu hari, saya bisa panen sekitar 6 kilogram asparagus dengan penghasilan rata-rata Rp 350 ribu tiap hari,” tutur istri Made Sandi ini. Hal senada dituturkan Ibu Sudarta yang bercocok tanam asparagus bersama suaminya sejak tahun 2011 ini. Dengan lahan 40 are yang ditanami 7.000 pohon, setahun ia bisa menghasilkan Rp 170 Juta. Sebelumnya, ia pernah bertanam jagung dan cabai, namun, hasilnya tak sesuai. Malah, kadang ia merasa rugi.

A

Olahan asparagus

Kepala Bidang Bina Usaha Koperasi dan UKM, Dinas Koperindag Kabupaten Badung, Ida Ayu Istri Yanti Agustini, menyatakan, Festival Asparagus digelar sebagai pengembangan produk unggulan daerah dengan pendekatan one village one pro­ duct (OVOP) melalui koperasi. OVOP ini berbasis potensi lokal seperti pertanian asparagus yang dikembangkan di Desa Pelaga. Saat ini, Badung dan Bangli merupakan pilot project di Indonesia untuk program OVOP ini. Upa­ya ini terbukti benar untuk pe­ ningkatan penghasilan masyarakat, seperti yang sudah dirasakan masyarakat Desa Pelaga. Menurut Ida Ayu Istri Yanti Agustini, sebagai tahap awal, para petani dibantu bibit asparagus dari Koperasi Tani Merta­ nadi. Masyarakat diberikan ke­s empatan untuk menanam asparagus di lahan mereka, maksimal dengan lahan 40 are. “Asparagus memerlukan perhati­ an yang ekstra. Lahan harus benar-benar bersih, dan panen juga harian. Jadi, kami batasi lahan hanya maksimal 40 are, agar petani bisa fokus kepada tanaman­nya,” katanya.

termasuk menentukan harganya. Kategori super, berdiameter di atas 10 mm, harga Rp 40 ribu/ kilogram, kategori A antara 8-10 mm harga Rp 30 ribu/kilogram, kategori B antara 6-7,9 mm harga Rp 20 ribu/kilogram, dan kategori C diameter kurang dari 5,9 mm harga Rp 10 ribu. –Wirati Astiti

-Wirati Astiti

Ayam Bakar Mercon

Asparagus kelas super

Di bawah konsultan seorang ahli pertanian asparagus asal Taiwan, Su Tien Chi, petani di Desa Pelaga diajarkan untuk menghasilkan asparagus yang terbaik. Spesifikasi asparagus, semua batang hijau dan mulus. Panjang maksimal 25 cm. Ukuran diameter pangkal menentukan kategori asparagus

dalam kaldu sambil diaduk. Masukkan garam dan merica. Sup siap dihidangkan.

Sarwan

Daging Bistik Telur Puyuh

Bahan: 750 gr : daging, iris menurut selera 250 gr : telur puyuh rebus, buang kulitnya 1 lembar : daun jeruk 1 buah : serai, memarkan 1 ruas : jari lengkuas, memarkan 1,5 : santan kental Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya Bumbu yang dihaluskan: 12 buah : bawang merah 5 siung : bawang putih 2 ruas : jari kunyit bakar 4 butir : kemiri sangria 200 gr : cabe keriting 20 buah : cabe rawit 2 ruas : jari jahe 3 buah : cabe merah besar Cara Membuat: - Campur semua bahan jadi satu, (kecuali telur puyuhnya) lalu rebus bersama daging sampai daging empuk dan matang. - Masukkan telur puyuh, kecilkan api kompor, masak hingga matang dan santannya sudah benar- benar habis, angkat. - Siap untuk dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng.

Bahan: 1 kg : ayam, potong jadi 4 bagian, bersihkan 1 batang : serai, memarkan 2 lembar : daun jeruk, buang tangkainya 2 lembar : daun salam 10 ml : santan kental 700 ml : santan encer 50 gr : gula merah Garam, kaldu bubuk secukupnya Bumbu yang dihaluskan: 10 buah : bawang merah 5 siung : bawang putih 1 sdt : lada kasar 1 sdt : ketumbar 25 buah : cabe rawit 4 buah : cabe merah besar 1 ruas : jari jahe 1 ruas : jari kunyit bakar 3 butir : kemiri sangria 1 ruas : jari lengkuas Cara membuat: - Tumis bumbu halus sampai harum. - Rebus ayam dengan santan encer, masukkan tumisan bumbu halus, daun jeruk, serai dan daun salam. Masukkan juga gula merah, garam dan kaldu bubuk, lalu rebus hingga ayam

lunak dan santan habis. - Masukkan santan kental, masak dengan api sedang, aduk perlahan hingga air berkurang. Matikan api, bakar ayam di atas teflon anti lengket dengan margarin, bolak-balik ayam hingga matang kecokelatan dan oleskan dengan sisa bumbu, bakar kembali hingga matang. - Ayam bakar siap dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng dan sisa bumbu.

Mie Goreng Ayam Bahan: 500 gr : mi kuning rebus, tiriskan 150 gr : ayam fille, potong dadu 5 buah : bawang merah, cincang kasar 3 siung : bawang putih, cincang kasar 1 batang : daun pre, cincang serong 5 buah : cabe kecil, cincang halus 1/5 sdm : lada bubuk 3 sdm : kecap asin 2 sdm : kecap manis 100 ml : air kaldu 1 ikat : sawi hijau, potong menurut selera 3 sdm : margarin Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Cara Membuat: - Tumis bawang, irisan bawang merah dan bawang putih, juga daun pre hingga layu. - Masukkan irisan ayam, aduk-aduk merata dan masak hingga matang dan kecokelatan, lalu masukkan mi dan bahan lainya. Aduk hingga tercampur rata, diamkan sampai matang dan bumbu meresap, lalu sajikan dengan taburan bawang putih goreng di atasnya.


14

Jelita

8 - 14 Desember 2014

Cegah Penuaan pada Leher Tiap makhluk hidup pasti akan mengalami proses penua­an, termasuk manusia. Pada teori aging, proses penuaan dimulai dengan menurunnya fungsi berbagai organ tubuh, antara lain massa otot berkurang, lemak meningkat, daya ingat terganggu, dan sebagainya. Sedangkan, pada kulit akan terjadi kerutan yang terjadi akibat penurunan dari produksi kolagen, elastin, dan asam hyaluronat yang memegang peranan penting bagi kulit sehingga kulit tetap terlihat kencang, kenyal, dan bercahaya. De­mikian di­ungkapkan dokter anti-aging dr. A.A.Sg.Ratih K.S., M.Biomed (AAM).

P

enuaan bisa terlihat di beberapa bagian tubuh, salah satunya di leher. Jika hal itu terjadi pada kulit bagian leher, tentunya akan berpengaruh pada penampilan yang terlihat kurang menarik. Hal ini dikatakan dr. Ratih, disebabkan oleh banyak faktor, antara lain faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal meliputi matahari, gaya hidup, dll. Faktor internal, seperti genetik, radikal bebas, penurunan hormon, dan sebagainya. “Untuk itu kita perlu melakukan perawatan leher sejak dini, yakni saat menginjak usia remaja sekitar umur 14-17 tahun. Karena, pada masa ini seseorang sedang dalam proses pencarian jati diri. Berbagai hobi dan kegiatan sekolah dilakukan di dalam maupun di luar ruangan yang tinggi akan paparan sinar matahari dan radikal bebas lainnya seperti polusi dan debu. Jika pencegahan terhadap tanda penuaan pada leher tidak dilakukan sejak dini, seiring waktu penampilan kita bisa tidak sesuai dengan usia kita yang sebenarnya,” papar pemilik VZ Skin Care Bali ini. Di VZ Skin Care yang berlokasi di Dalung Permai ini, tersedia berbagai perawatan untuk mencegah penuaan pada kulit leher juga perawatan bagi kulit leher yang sudah memiliki banyak kerutan ataupun yang kulitnya sudah gelambir. Untuk perawatan pencegahan ini, dijelaskannya ada produk perawatan di rumah yaitu krim leher dan sunblock yang dipakai setiap hari dan cocok untuk usia berapa pun dan jenis kulit apapun. “Untuk perawatannya bisa dengan Kolagen Therapy, Oksigen Therapy, Microdiamond, Chemical Peeling, Radio Frekuensi atau yang lebih dikenal dengan istilah setrika wajah dan leher. Juga ada Dracula Therapy with PRP,” jelas dokter penanggung jawab VZ Skin Care Bali ini lugas. Dengan perawatan rutin sebulan sekali dan rajin menggunakan produk perawatan, dr. Ratih mengatakan penundaan proses penuaan pada leher akan sangat maksimal. “Bagi yang sudah terlanjur mengalami perubahan pada kulit leher, perawatan pencegahan juga dapat dilakukan, tetapi frekuensinya ditingkatkan menjadi dua kali sebulan untuk hasil maksimal,” ujarnya. Selain itu, untuk kasus tertentu, agar hasil lebih cepat terlihat maka perlu dilakukan Botox, Filler, maupun Tanam Benang. Agar lebih bertahan lama, perlu terapi dari dalam untuk memperbaharui sel-sel kulit, yakni dengan injeksi stem cell ataupun perbaikan hormon. Perawatan untuk leher juga tersedia di House of Dura Bali. Di klinik yang berada di kawasan Renon, Denpasar ini, perawatan itu disebut Dura ActivCell Treatment For Neck & Chin. Dokter Konsultan House of Dura Bali, dr. Rina Yusnita menjelaskan Dura ActivCell for Neck & Chin merupakan perawatan yang menggunakan teknologi Radio Frequency terkini. Dura ActivCell for Neck & Chin berfungsi untuk mengencangkan dan menghaluskan kulit leher agar tidak bergelambir dan terlihat lebih kencang. Juga berfungsi untuk meningkatkan metabolisme sekaligus memperbaiki kinerja sel-sel kulit dibagian leher dan dagu. Tujuan melakukan perawatan ini dikatakan dr. Rina, untuk mengencangkan wajah dan leher dengan

Dr. Ratih Kartikasari

Dr. Rina Yusnita

teknologi radio frequency, mencerahkan kulit di sekitar leher agar terlihat sama dengan kulit wajah, mengurangi kerutan pada leher, mengaktifkan kelenjar limfe dan meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi scar, dan mengurangi pegmentasi. Selain itu, House of dura juga memiliki perawatan lain yang mereka sebut Dura Micro Leher. “Dengan teknologi diamond microdermabrassion, Dura Micro Leher berfungsi untuk mengangkat sel kulit yang dilanjutkan pada area leher dan dilanjutkan dengan pemberian nutrisi lewat vitamin ampoule dan diakhiri dengan peel-off mask atau collagen mask,” jelasnya. Perawatan ini disebutkannya untuk mengatasi masalah, seperti tekstur dan warna kulit tidak merata di sekitar leher agar tekstur warnanya sama dengan warna kulit pada wajah, juga mengatasi kusam dan garisgaris hitam pada kulit leher. Tujuannya, mengangkat sel kulit mati, merangsang pergantian sel kulit sehingga kulit akan bercahaya dan elastisitasnya bertambah, dan memperbaiki tekstur kulit. “Micro leher untuk mengatasi kulit bermasalah, perawatan dilakukan maksimal dua kali sebulan selama tiga bulan. Namun, jika untuk menjaga kondisi kulit, cukup sekali sebulan. Apabila terjadi iritasi kemerahan dan dirasa sangat mengganggu, dapat dikompres dengan air dingin dan diberikan krim anti iritasi,” ucapnya. –Inten Indrawati

8 - 14 Desember 2014

11


10

Bugar

8 - 14 desember 2014

Perlukah Pemasangan Cincin atau Stent pada Jantung Anda? dr. I Made Junior Rina Artha, SpJP, FIHA PENDAHULUAN Pengobatan penyakit jantung koroner dengan menggunakan metoda pasang cincin jantung atau yang sering disebut pemasangan cincin atau stent, saat ini sedang booming di kalangan kedokteran. Pemasangan cincin jantung adalah prosedur untuk melebarkan pembuluh darah koroner yang menyempit atau tersumbat di bagian jantung. Cincin jantung ini membuka pembuluh darah koroner di jantung sehingga jantung kembali menerima suplai darah yang cukup. Pada umumnya derajat penyumbatan pembuluh darah koroner yang dipasang ring jantung ini adalah lebih dari 70% pada penderita penyakit jantung koroner yang telah dilakukan pemeriksaan diagnostik non invasif jantung seperti halnya Kateterisasi jantung. Dan bila pada pemeriksaan diagnostik jantung ini didapatkan dan ditemukan adanya penyempitan pembuluh darah koroner maka tindakan selanjutnya adalah dengan dilakukan pemasangan cincin jantung (stent jantung). Pada orang yang memiliki penyakit jantung koroner, pembuluh darah yang memasok darah ke otot jantung yang tersumbat dengan deposito/kumpulan lemak disebut plak (gambar 1). Ini dapat mengurangi aliran darah ke otot jantung, yang pada gilirannya menyebabkan nyeri dada atau ketidaknyamanan, terutama saat beraktivitas. Ada dua jenis pengobatan utama untuk penderita dengan gejala ini, yang istilah medisnya adalah “angina pektoris”: pengobatan (terapi medis) dan perlakuan intervensi (perlakuan yang membuka atau melewati arteri koroner yang menyempit). Tujuan dari perawatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup se­seorang dan untuk meringankan gejala seperti angina. Pada beberapa orang, obatobatan juga dapat menunda atau menghentikan perkembangan penyakit dan dengan demikian memperpanjang hidup.

Gambar 1.

Gambar 2.

dr. I Made Junior Rina Artha, SpJP, FIHA

ANGIOPLASTI DAN STENTING UNTUK JANTUNG Apa itu angioplasti dan stenting? Angioplasti dan stenting juga dikenal sebagai intervensi koroner perkutan atau IKP/PCI, merupakan prosedur yang menggunakan kateter plastik yang fleksibel dengan balon pada ujungnya untuk melebarkan arteri yang menyempit digunakan untuk mengobati orang dengan penyakit jantung koroner. Prosedur ini biasanya meliputi penempatan stent logam untuk menahan arteri agar tetap terbuka (gambar 2). Mereka biasanya dilakukan bersama-sama tapi kadang-kadang, angioplasti dilakukan tanpa cincin. Sebelum prosedur, Anda akan menjalani tes yang disebut “angiogram koroner.” Tes ini memeriksa berapa banyak arteri jantung Anda yang tersumbat dan seberapa serius penyumbatannya. Untuk tes ini, dokter menempatkan tabung plastik tipis (disebut “kateter”) menjadi potongan kecil di bagian atas paha atau di dekat pergelangan tangan Anda. Dokter kemudian menggerak tabung melalui pembuluh darah Anda ke jantung Anda (gambar 3) dan mendo­rong pewarna ke dalam kateter. Cairan muncul pada gambar X-ray khusus.

Gambar 3.

Tergantung pada hasil, dokter mungkin segera melakukan angioplasti de­n gan cincin. Untuk prosedur ini, dokter akan memberikan balon kecil melalui tabung plastik ke jantung Anda. Se­telah mencapai pembuluh darah yang menyempit atau tersumbat, dokter akan mengembangkan balon. Hal ini akan membuka pembuluh darah dan membantu memulihkan aliran darah ke jantung. Biasanya, dokter menempatkan cincin (stent) di mana penyumbatan berada. Cincin jantung adalah tabung logam kecil yang membantu dalam menopang pembukaan pembuluh darah di jantung (gambar 4). Banyak cincin jantung yang dilapisi dengan obat yang membantu agar pembuluh darah tidak lagi menyempit atau tersumbat lagi. Dengan cara ini, angioplasti membantu untuk mengembalikan aliran darah ke otot jantung.

Gambar 4.

Mengapa saya perlu angioplasti dan stent? Nyeri dada yang merupakan konsekuensi dari penurunan darah yang kaya oksigen ke bagian otot jantung disebut “angina pectoris” (sering disebut hanya sebagai “angina”). Angina merupakan sinyal bahwa otot jantung tidak mendapatkan aliran darah yang cukup, khususnya oksigen yang cukup. Kekurangan oksigen disebut iskemia. Aliran darah adalah yang paling sering terkurangi dengan penyakit arteri koroner, yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang membawa darah ke otot jantung. Penyempitan di pembuluh darah koroner terjadi sebagai akibat dari kalsium dan deposito lemak, yang disebut plak. Seseorang dengan pembuluh darah yang menyempit dapat mengembangkan angina saat aktivitas, olahraga, atau stres fisik atau mental yang meningkatkan permintaan jantung untuk darah. Angina bisa “stabil” atau “tidak stabil”. Angina tidak stabil bila ada perubahan dalam pola yang biasa, seperti perubahan frekuensi, keparahan, durasi, atau pencetus penyebab. Angina tidak stabil dapat dikaitkan dengan kerusakan pada otot jantung (atau serangan jantung). Istilah “sindrom koroner akut” mengacu pada orang dengan angina tidak stabil atau serangan jantung; Kondisi ini memerlukan evaluasi segera di rumah sakit. Dalam kasus yang parah, serangan jantung dapat menyebabkan gagal jantung atau kematian jantung mendadak.

Apa yang terjadi setelah prosedur? Setelah prosedur, dokter akan mengeluarkankan tabung dari tubuh Anda dan memberikan tekanan pada luka kecil untuk mencegah perdarahan. Anda mungkin perlu untuk tinggal di rumah sakit semalam. Sebelum Anda meninggalkan rumah sakit, dokter Anda akan memberitahu Anda kapan Anda dapat mengemudi dan melakukan kembali aktivitas yang biasanya. Jika Anda memiliki cincin, dokter akan meresepkan aspirin dan obat-obatan lain untuk membantu mencegah penggumpalan di dalam cincin. Hal ini sangat penting bahwa Anda mengambil obat-obatan ini secara terarah dan bahwa Anda tetap membawa mereka kecuali dokter Anda mengatakan untuk menghentikannya. Orang-orang yang berhenti minum obat ini terlalu cepat meningkatkan risiko serangan jantung atau bahkan kematian. *Penulis staff spesialis Jantung Rumah Sakit Siloam Bali

8 - 14 desember 2014

Style

Dimensi

15

Gaya Kebaya

“Putri Cening Ayu”, demikian tema yang diusung Rhea Cempaka salah ­seorang anggota Asbest Denpasar pada Bali Fashion Tendance 2015 belum lama ini. Deretan koleksinya hadir dalam per­paduan nuansa tradisional modern.

K

e i n d a h a n k e b a y a b e rbahan dasar endek dan inspirasinya dari budaya lokal Bali ini katanya bukan untuk kegiatan sembahyang. Desainnya kali ini, merupakan dimensi gaya untuk menghadiri berbagai undangan di Bali, juga untuk menghadiri acara resmi atau formal lainnya. Pilihan menggunkan bahan endek katanya selain demi semakin populernya produk unggulan Kota Denpasar ini sekaligus turut melestarikannya. Selain itu

bahan endek ketika didesain untuk kebaya ternyata cantik dan tidak menerawang. Tidak hanya indah di panggung tapi juga nyaman ketika dikenakan. Kebaya berwarna pastel ini pun semakin memikat dilengkapi batu dan payet India serta sentuhan aksesori perak etnik dan unik dari Alieya berupa bros, anting, gelang, cucuk, kalung, serta subeng. Selanjutnya melengkapi keindahan koleksi keseluruhan busana ready to wear karya Rhea Cempaka adalah tas tangan dari Kamaratih. – Sri Ardhini

Rhea Cempaka


Edukasi

16

8 - 14 Desember 2014

SMP & SMK Bintang Persada

Perayaan hari guru merupakan suatu momen spesial yang diselenggarakan lembaga pendidikan. Sebagai salah satu lembaga pendidikan, SMP dan SMK Farmasi Bintang Persada tak ketinggalan menyelenggarakan kegiatan sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja dan jasa guru dalam melaksanakan pendidikan di Indonesia umumnya dan di sekolah Bintang Persada khususnya.

P

ada perayaan HUT ke69 PGRI yang diselenggarakan pada Selasa ( 25/11), seluruh warga sekolah Bintang Persada bersuka cita dalam kegiatan yang dilaksanakan. Meski acara yang dilakukan di sekolah Bintang Persada berlangsung sederhana, tetapi tetap meriah dan bermakna. Demikian disampaikan Ketua Yayasan Bintang Persada I Gusti Made Aryasa,S.,S.P. didampingi Kepala Sekolah SMK Farmasi Ida Ayu Ary Pradnyawati, S.Pd. ditemui di ruang kerjanya pekan lalu. Selain upacara bendera, acara peringatan itu juga diisi dengan aneka lomba antarsiswa yang berte-

Ketua Yayasan I Gusti Made Aryasa

Momen Hari Guru Pererat Hubungan Guru dan Siswa

Saat audensi ke Wali Kota Denpasar

makan hari guru. Kemeriahan acara semakin terasa ketika tampilnya beberapa orang guru yang berduet dengan para siswa. Selain untuk memeriahkan HUT ke- 69 PGRI, momen ini juga dikatakan bertujuan untuk mengembangkan kreativitas siswa. Dalam momen tersebut nampak jelas berbagai kreativitas dan potensi seni siswa maupun guru tersalurkan. Dalam kegiatan itu pula tumbuh kesadaran siswa untuk berpartisipasi dan memberikan apresiasi kepada para guru yang telah mengajar mereka, dengan membagi-bagikan bunga dan ucapan selamat Hari Guru ke-69. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan tercipta hubungan yang harmonis antara guru dan siswa sehingga siswa merasa nyaman. Selanjutnya, proses belajar mengajar pun menjadi lebih kondusif. BANJIR PRESTASI DAN BEASISWA Bertepatan dengan hari guru pula, berbagai prestasi diraih oleh siswa dan siswi SMK Farmasi Bintang Persada. Prestasi teranyar siswasiswi SMK Farmasi Bintang Persada adalah berhasil menyabet Juara 1 dan 3 Olimpiade Farmasi Nasional. Lomba tersebut dilaksanakan oleh Fakultas Farmasi Universitas Jember

yang pesertanya berasal dari seluruh SMA dan SMK se-Indonesia. Tidak hanya itu, dalam lomba essay yang dilaksanakan oleh Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, siswa SMK Farmasi Bintang Persada atas nama Rochimatus Sholika berhasil meraih gelar juara pertama. Demikian pula dalam lomba essay yang diadakan oleh Jurusan Pendidikan Teknik Informatika Universitas Pendidikan Ganesha, siswi SMK Kesehatan Bintang Persada yang di Tabanan atas nama Yosinta Sasmita juga keluar sebagai pemenang pertama. Sedangkan dalam bidang nonakademik, belum lama ini siswi SMK Farmasi Bintang Persada mendapatkan juara favorit Lomba Band Akustik dalam Forkom Festival 2014. Prestasi tersebut telah mengantarkan 5 siswa kami memperoleh beasiswa untuk siswa berprestasi dari Yayasan PT. Sampoerna, baik SMK kami yang di Denpasar maupun yang di Tabanan baru-baru ini. Kehadiran Yayasan Bintang Persada pun tidak main-main dengan memberikan kesempatan yang sama, bagi siswa dari keluarga mampu maupun yang tidak mampu. Sebab dari pihak yayasan, sejak pertama kali berdiri telah mengalokasikan beasiswa secara khusus untuk siswa

Ketua yayasan bersama siswa berprestasi pada olimpiade farmasi di Fakultas Farmasi Jember

dan keluarga kurang mampu, mengingat beasiswa dari pemerintah daerah dan pusat dirasa belum mencukupi untuk meringankan beban mereka. Lebih memprihatinkan, beberapa siswa SMP berasal dari keluarga yang benar-benar miskin. Bahkan untuk melanjutkan ke jenjang SMP saja orangtuanya tidak mampu membiayai. Mereka rata-rata terbentur pada pembayaran uang pembangunan dan pakaian. Siswa yang baru tamat SD tersebut rencananya tidak akan melanjutkan ke jenjang SMP. Melihat keadaan yang mengharukan hati ini, Ketua Yayasan Bintang Persada tergerak dan tidak main-main langsung menjemput sendiri ke rumah siswa tersebut. Hal ini dituturkan sang kakak dari salah seorang siswa kurang mampu tersebut. Ia mengisahkan adiknya merasa sedih karena hanya dia saja yang tidak melanjutkan sekolah, sedangkan teman-temannya yang lain sudah mendapatkan sekolah. Ketika itu MOS tinggal dua hari lagi. Sementara ayah dari siswa tersebut saat ditanya menjelaskan, bahwa ia tidak memiliki uang sebanyak Rp 2 juta untuk pembayaran uang sekolah. Ini karena mereka hanya pegawai kebersihan di DKP Denpasar dengan pendapatan yang pas-pasan. Bahkan untuk membeli beras pun kadang masih harus meminjam. Karena keadaan inilah, mereka terkesan sebagai orang Bali asli yang terpinggirkan. Betapa senang ketika diberitahu bahwa dia mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di SMP Bintang Persada. Siswa itu terharu hingga meneteskan air mata. Hal serupa juga dialami oleh siswa yang

orangtuanya sebagai pedagang jamu dan buruh angkut. ”Kami merasa anak-anak ini secara psikologis tidak tepat ikut program paket B yang siswanya dari segala umur. Mereka perlu bergaul dengan siswa sebaya dan mendapat pendidikan yang bagus dan profesional sebagaimana halnya anak-anak dari keluarga mampu lainnya,” ujarnya. Ketua Yayayasan Bintang Persada menyampaikan sebagai sekolah baru, berbagai tantangan harus dihadapinya. Menjalankan lembaga pendidikan bukanlah perkara mudah. “Berbagai kendala dihadapi oleh sekolah Bintang Persada ini, mulai kendala SDM termasuk hal-hal yang bersifat metafisika. Semuanya itu mengharuskan kami untuk terus belajar, sampai semua hal bisa kami pahami dan dapat diatasi dengan mudah dan sederhana,” ujar I Gusti Made Aryasa. Baginya usaha untuk men­dorong kemajuan dan prestasi sekolah merupakan tantangan tersendiri. Namun,semua itu dapat dicapai berkat kerja keras dan kekompakan semua guru dan siswa. Terbukti, akhirnya berbagai prestasi, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi bahkan berkali-kali sebagai juara nasional berhasil diraih. “Kami bangga,” lanjutnya. Kare­ na, saat ini sekolah Bintang Persada berhasil menjadi SMK yang paling unggul di bidang akademik di Bali. Bahkan satu-satunya SMK di Bali yang mampu beberapa kali berhasil mengungguli SMA-SMA terfavorit di Bali, juga mampu mengungguli SMA/ SMK favorit di tingkat nasional, di antaranya saat meraih juara 1 dan 3 dalam Olimpiade Farmasi Universitas Jember, Juara 3 dalam Olimpiade Farmasi Universitas Airlangga dan Juara harapan I Olimpiade Sains Tingkat Nasional bidang Matematika. Prestasi prestisius di usia yang sangat belia yang diraih oleh SMK ini. Sejalan dengan idealisme yang ditanamkan pada proses belajar mengajar sekolah ini yang berdasarkan pada 5K (kerja keras, kejujuran, kearifan , kepatuhan dan kecepatan) dalam berkarya bagi segenap insan di sekolah ini. Idealisme ini mencerminkan idealisme ketua yayasan atau pendri sekolah ini, I Gusti Made Aryasa. Sosok pengusaha muda yang pekerja keras dan masih lajang ini. Disamping sukses mendirikan sekolah di dua kabupaten (Tabanan dan Denpasar), sekitar tahun 2000 lalu setelah tamat kuliah di Yogyakarta, sukses mendirikan CV Himalaya Gasindo (distributor gas medis dan industri untuk wilayah Bali).– ard

Ketua Yayasan bersama siswa berprestasi pada olimpiade farmasi di Fakultas Farmasi Airlangga

8 - 14 Desember 2014

9

Dinas Kominfo Denpasar Sentuh Langsung Masyarakat Mobil Informasi Keliling

Selama ini Pemerintah Kota Denpasar menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui media massa, televisi maupun radio. Namun sejak 2012, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Denpasar melakukan beberapa cara, salah satunya dengan menghidupkan kembali mobil informasi unit keliling. Mobil informasi unit keliling yang dioperasikan secara rutin sejak 2012 hingga kini tersebut, bertujuan memberikan informasi dalam bentuk suara melalui speaker yang dipasang di atas mobil yang berkeliling di seputaran Kota Denpasar. Mobil informasi keliling ini menyampaikan imbauan perihal program-program Pemerintah Kota, di antaranya mengusung topik yang mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan menginformasikan tertib kependudukan. Demikian disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Denpasar I Dewa Made Agung, S.E., M.Si., ditemui di kantornya di Graha Sewaka Dharma. Dikatakannya, mobil informasi unit keliling Kominfo ini mengitari Kota Denpasar mulai pukul 15.30 wita sampai selesai. Rute mobil biasanya mulai dari Denpasar Selatan, Denpasar Barat, Denpasar Utara, dan Denpasar Timur hingga ke pelosok Kota Denpasar. Kegiatan penyampaian informasi ini dijadwalkan setiap hari kerja dari Senin s.d Jumat. - ard

Cinema Tancap Denpasar

Informasikan Program Pemkot dengan 3 Kegiatan Dengan memadukan antara spirit pelayanan Sewaka Dharma dengan kemajuan teknologi, Pemerintah Kota Denpasar terus melakukan inovasi dan kreativitas dalam hal pelayanan informasi publik. Salah satunya adalah informasi yang langsung kepada masyarakat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Denpasar. Mengingat pula Undang Undang No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi, maka masyarakat berhak mendapatkan semua informasi yang dimiliki pemerintah. Untuk mewujudkan program pelayanan informasi publik ini, Dinas Kominfo Denpasar pun memiliki kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, berupa Mobil Informasi Keliling, Cinema Tancap Denpasar (Cinta Denpasar) dan Pertunjukan Rakyat. Kepala Dinas Kominfo Kota Denpasar, I Dewa Made Agung, S.E., M.Si., mengatakan, Cinta Denpasar, Mobil Informasi unit Keliling dan Pertunjukan Rakyat ini, semua sebagai media penyampaian informasi. Ada

yang melalui pemutaran film, penampilan berbagai kesenian rakyat serta bergerak melalui penyiaran langsung dengan menggunakan sound system, demi medukung media informasi lainnya menjadi lebih efektif. Diharapkannya, kegiatan yang dilaksanakan tersebut juga mampu memberikan informasi terkini bagi semua warga termasuk yang berada di pelosok. Sehingga, tidak terjadi kesenjangan informasi serta meminimalisir kesalahan informasi yang ada di masyarakat. “Semoga ide cemerlang Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota Denpasar I GN Jaya Negara untuk senantiasa mengalirkan informasi positif dan sehat kepada warganya dapat terlaksana dengan baik,” ujar Kadis yang di setiap kesempatan menekankan motivasi kepada seluruh jajarannya agar selalu bersemangat melaksanakan tugas sesuai dengan spirit Sewaka Dharma, yakni melayani adalah kewajiban. - ard

Pertunjukan rakyat juga merupakan program Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang sejalan dengan program Kominfo Pusat. Pertunjukan rakyat bertujuan memberikan informasi mengenai programprogram pemerintah kepada masyarakat. Kepala Dinas Kominfo Kota Denpasar, I Dewa Made Agung, S.E., M.Si., menyampaikan dengan cara informal yakni memper­ sembahkan pertunjukan rakyat diharapkan masyarakat lebih bersedia mendengarkan dan mau ikut melaksanakan program pemerintah, diban­dingkan dengan memberikan informasi secara formal. Beberapa informasi program pemerintah yang disampaikan dalam pertunjukan rakyat itu, di antaranya bahaya menggunakan atau

mengonsumsi narkoba, bahaya HIV/AIDS, menjaga kebersihan Kota Denpasar, bahaya limbah tekstil, pengenalan Gedung Sewaka Dharma, hingga informasi program pengaduan yang dapat dilakukan melalui Pe­ ngaduan Rakyat On line (PRO) Denpasar. Pertunjukan rakyat ini dilakukan dengan menampilkan kesenian bondres, acara musik bersama band-band yang digemari masyarakat, pertunjukan wayang atau arja dan bentuk kesenian lainnya. Pertunjukan rakyat biasanya dilakukan di area publik atau tempat umum di Kota Denpasar, seperti Balai Banjar, Lapangan Lumintang dan Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, maupun dalam kegiatan-kegiatan pameran yang diselenggarakan Pemkot Denpasar, pada Sabtu atau Minggu. Model informasi melalui pertunjukan rakyat ini mulai berlangsung pada tahun 2014. Untuk kegiatan ini siapa saja boleh iku t b e r p a r t i sipasi tampil, dengan catatan merupakan ke­ lompok seni atau media tra­disonal, dengan meng­ hubungi Dinas Ko m i n fo D e n pasar di Graha Sewaka Dharma - ard

Pertunjukan Rakyat

“Cinta Denpasar” merupakan singkatan dari Cinema Tancap Denpasar yang merupakan program pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Denpasar. Cinta Denpasar yang mulai dilaksanakan setahun silam ini, bertujuan memberikan informasi yang tidak jauh berbeda seperti pertunjukan rakyat maupun mobil informasi unit keliling. Namun, pada kegiatan “Cinta Den­pasar” media yang digunakan tidak sama, yakni dengan cara pemutaran film-film yang menarik untuk masyarakat. Tentunya dengan tidak lupa menyertakan berbagai informasi program-program Pemerintahan Kota Denpasar melalui tayangan-tayangan video yang disuguhkan. Kepala Dinas Kominfo Kota Denpasar, I Dewa Made Agung, S.E., M.Si., mengatakan selama ini lokasi penayangan “Cinta Denpasar” dilaksanakan di Lapangan Puputan

I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar dan Lapangan Lumintang, Denpasar. Sedangkan jadwal pemutarannya berlangsung setiap Sabtu. Program “Cinta Denpasar” ini dijelaskannya, ikut mendukung semua bentuk kegiatan termasuk pameran yang diselenggarakan Pemerintah Kota Denpasar. Film yang diputar biasanya bertema kesehatan, seperti HIV dan AIDS, film yang mengandung unsur pendidikan, termasuk film mengenai kepribadian yang berhubungan dengan sikap dan moral masyarakat. Salah satunya adalah pemutaran film berjudul “Widya” yang digarap K3S Kota Denpasar, yang mengisahkan sosok perempuan tunarungu. Menurut Dewa Made Agung, selama ini respons masyarakat dengan kegiatan tersebut cukup baik. Dibuktikan dengan ramainya mereka datang ke lokasi ketika dilaksanakannya pemutaran film oleh Pemerintah Kota Denpasar yang dilakukan melalui Dinas Kominfo. -ard


Bunda & Ananda

8

Biasakan Berbagi Peran Pulang sekolah, Damar dijemput ibunya. Ia tersenyum bahagia ketika melihat ibunya yang datang. Sambil berlari ia mendekati ibunya lalu memeluk sang bunda. “Saya kaget… tumben saya jemput dia, dia manja dan pamer ke temennya. Bilang aku dijemput ibu,” ungkap Bu Gung Ayu, ibu Damar.

S

etelah beberapa saat saat Bu Gung Ayu baru sadar kebanyakan siswa dijemput ibunya. “Mungkin anak saya pengen menunjukkan dirinya juga dijemput ibunya. Selama ini saya dan suami bagi tugas. Saya mengantar anak pertama, suami mengantar Damar. Soal jemputan memang suami yang lebih sering karena waktu kerjanya dia lebih fleksibel,” imbuh wanita yang be­kerja di bagian keuangan di sebuah perusahaan swasta ini. Kedekatan anak dengan ibu sudah ada sejak dalam kandungan. Mereka sudah memiliki kontak secara spiritual. Jika dalam perkembangan pengasuhan dan kasih sayang ibu berkurang atau hilang,

jauhlah anak kita apalagi kalau sudah punya teman sebaya. “Sebaiknya jika akan menjadi seorang ibu, harus benar-benar belajar perkembangan anak sejak dalam kandungan sampai masa pubertas. Namun, perkembangan anak berbeda dan unik satu sama lain, walaupun kembar identik sekalipun. Inilah yang penting dikenali sehingga teori yang dibaca, didengar tidak harus selalu sama persis dilakukan pada anak-anak. Fase-fase kritis perkembangan anak cepat dapat diketahui jika ibu benar-benar mengenali bagaimana anak-anak itu tumbuh dan berkembang,” ujar dr. AA Sri Wahyuni, Sp.KJ, Ketua Bagian/SMF Psikiatri. FK Unud/ RSUP Sanglah.

Mendongeng Lima Menit

Lomba Melukis

Made Taro

Tersebutlah seorang raja yang sangat berkuasa dan disegani rakyat. Sayang, raja itu cacat. Kelopak mata kanannya tak dapat dibuka dan kaki kirinya lumpuh. Ketika tiba hari ulang tahun Raja, para pembantu kerajaan menginginkan agar hari penting itu dirayakan dengan menyelenggarakan lomba melukis. Tokoh yang dilukis adalah Paduka Raja. “Lukisan yang paling bagus dan memuaskan hati Raja, akan mendapat hadiah satu kilogram emas,” demikian pengumuman yang disebar ke seluruh negeri. Dari dua ratus lukisan yang dinilai, dewan juri hanya meloloskan tiga lukisan. Paduka Raja ingin langsung mewawancarai ketiga pelukis itu. Dimulai dengan memperhatikan lukisan pertama. Tokoh lukisan itu kelihatan sangat tampan dan berwibawa. Kedua matanya terbuka, memandang ke depan, dan berjalan dengan langkah yang sempurna. “Bagus! Tetapi kamu tidak jujur,” kata Raja seraya membuang lukisan itu.

Raja lalu mengamati lukisan kedua. Tampak mata kanan raja buta dan berjalan timpang. “Apa-apaan kamu? Seorang pelukis harus tahu nilai keindahan,” kata Raja seraya membuang lukisan tersebut. Ketika mengamati lukisan ketiga, Raja tersenyum. Ia melihat dirinya sendiri sedang berburu di dalam hutan. Raja langsung bertanya kepada pelukisnya. “Sedang mengapa rajamu itu?” “Ampun, Paduka!” jawab pelukis ketiga. “Tuanku Raja sedang berburu di dalam hutan. Ketika melihat seekor burung yang bertengger di pohon, Tuanku segera mengambil senapan. Sungguh tepat cara Tuanku membidik burung itu! Tuan menopangkan kaki kiri Tuanku pada akar pohon, sehingga Tuanku hanya bertumpu dengan kaki kanan. Dan lihat itu, Tuanku! Cara Tuanku membidik sangat tepat. Tuan tutup mata kanan Tuanku, sehingga burung itu sangat jelas terlihat hanya dengan satu mata.” Raja menyuruh pembantu raja menggantung lukisan itu di tembok ruang rapat. Sang pelukis pun pulang dengan sekilogram emas. “Seorang pelukis harus jujur dan dapat memenuhi selera penikmat,” katanya dalam hati.

dr. AA Sri Wahyuni, Sp.KJ

Ia juga mengingatkan ibu untuk membiasakan diri berbagi peran dengan ayah. Tidak semua harus ibu atau ayah. Dari sini anak akan mencari model komunikasi. Perlu perilaku yang satu visi dalam memberi asuhan pada anak. Jika tidak satu bahasa atau komitmen dalam memberikan asuhan sejak bawah lima tahun, sebelum pubertas, anak cendrung akan lebih dekat pada yang memberi perlindungan dan kemudahan atau kemanjaan, pembiaran, atau pengasuhan yang permisif. Contoh, jika ayah melarang A, sedangkan ibu atau nenek, kakek, dll mengatakan boleh kok A tapi jangan bilang-bilang, ini berkelanjutan menyebabkan ketidakseimbangan

8 - 14 desember 2014

terjadi. Mulailah anak mencari siapa tegasnya. yang lebih memberi kenyamanan Agar anak merasa mendapat dan kemudahan dan mulai belajar kasih sayang sama, dr. Yuni menginberbohong. gatkan orangtua untuk memberikan Menjadi orangtua ideal dilaku- pengasuhan sesuai umur, dalam hal kan dengan mengenal diri sendiri, ini bermain, belajar, mengisi waktu membaca buku perkembangan luang, membantu pekerjaan rumah, anak sesuai umur kalender dan mendapat hadiah, pujian, kritik, humental. Mengenal anak dengan kuman dengan komunikasi yang sekelebihan dan kekurangan masing hat dua arah, tanpa ada musyawarah masing, walaupun kembar identik untuk memperbaiki kekurangan atau mereka berbeda, masing masing saling menyalahkan atau mencari dengan pendekatan dan contoh kambing hitam, membandingkan berbeda. “Dengarkan suara atau dengan tetangga atau orang lain. Jika pendapat anak- anak sejak dia mulai terjadi kelalaian, anak dan orangtua mampu berkomuniksi verbal. Dari siap menyatakan secara sportif salah tangisan pun sudah merupakan dan akan membaiki pada kesemkomunikasi,” ujar mantan Ketua patan lain mohon maaf. Jika haruh Komisi Perlindungan Anak Indone- dijatuhi hukuman, harus diputuskan sia (KPAI) Bali ini. bersama dan disepakati seluruh angDokter Yuni menambahkan, gota keluarga sesuai dengan umur orangtua harus menjelaskan apapun dan jenis kelamin. Hukuman yang yang akan dilakukan bersama anak. diberikan harus bermanfaat, menTanya pendapatnya setelah itu lalu didik dan sportif dalam memahami pertimbangkan, ambil kebijakan kekurangan. –Ngurah Budi yang seimbang antara keinginan anak dan orangtua dengan alasan alasan yang jelas. Usahakan dalam segala hal, mulai dari tugas-tugas dalam rumah tangga, belajar, bermain, berekreasi, makanan yang akan dimasak esok pun diputuskan bersama. Jangan lupa konsekuensi dari keputusan yang telah disepakati jika dilanggar sangsi apa yang siap diterima seluruh anggota keluarga yang sudah disepakati, termasuk orangtau. “Menjadi orangtua harus bijaksana, fleksibel mengikuti umur, jenis kelamin dan perkembangan masing masing anak. Jangan mem- Orangtua harus “satu bahasa” dalam memberikan banding-bandingkan pengasuhan terhadap anak. Misalnya kapan mereka belajar, bermain, dan istirahat satu dengan lainnya,”

Griya

8 - 14 desember 2014

17

Lebih Unik

dengan

Pot Paras

Keberadaan taman dalam sebuah bangunan, memberikan nuansa hijau nan sejuk yang diyakini mampu mempengaruhi psikologis seseorang menjadi lebih tenang dan nyaman. Tanaman-tanaman dalam taman ini umumnya ditanam langsung di tanah atau memakai media pot. Pemilih­an pot juga tak kalah menentukan tampilan sebuah taman.

B

elakangan ini ketersediaan pot di pasaran makin bervariasi, mulai dari yang berbahan plastik, gerabah, cor-coran beton, paras, hingga keramik. Salah satu jenis

pot yang banyak dicari konsumen khususnya di Bali adalah pot paras. Alasan mereka menyukai pot ini, karena unik dan memberikan kesan alami, dengan beragam pilihan bentuk dan motif.

General Contractor

Tingginya minat pasar akan pot paras ini diakui salah seorang pembuat dan penjual pot paras di Denpasar, Made Suardana. Dalam sebulan, ia bisa menjual hingga 600 pot paras. Dalam sehari, Suardana yang juga berprofesi sebagai guru olah raga di sebuah SD di Batu Bulan, Gianyar, rata-rata bisa memproduksi 25 pot dalam sehari, dibantu dua karyawan. Pot paras yang diproduksinya tersebut berbahan paras taro dan bata gosok bubuk (yang sudah dihancurkan). Proses pembuatannya, dicetak dengan komposisi campuran 1 semen : 3 paras/bata bubuk. Memerlukan waktu empat hari bagi pot paras untuk siap dijual. Pada hari pertama, pot paras dicetak; hari kedua dibuka, dan dalam kondisi setengah kering tersebutlah

Building Consultant Architectural Drawing

pot paras diberikan tekstur berupa serat-serat garis agar lebih terkesan alami. “Kami menyebut proses ini ngecek secara manual memakai cangkul kecil,” jelas Suardana yang sudah menggeluti usaha ini sejak 11 tahun silam. Sementara untuk pot paras yang bermotif, biasanya memakai material bata merah, pada hari kedua ini pula dilakukan pengerikan untuk menghilangkan menghaluskan bentuk motif. Hari ketiga diberikan jeda, dan hari keempat pot paras siap dijual. “Pot paras ini sama kuatnya dengan pot beton, karena memakai perbandingan 1:3 itu. Bisa bertahan sampai 15 tahun,” ungkapnya. Ada beragam bentuk, motif dan ukuran pot paras yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Jika difungsikan untuk menanam tanaman air seperti, tertai, lotus, kapu-kapu, bisa memilih pot paras parabola dengan segala ukuran. Untuk tanaman air jenis padi-padian, umumnya dipakai pot paras minima-

Interior & Exterior Designer

lis, berbentuk persegi dengan ketinggian 30 cm dan panjang standar 1 meter. “Biasanya pot paras ini dijejer beberapa buah dan ditempatkan di atas pagar atau sering juga dipakai pembatas,” jelasnya. Motif lainnya, ada rantai, kupukupu, payuk (karena bentuknya seperti payuk), gambol (karena bentuknya ada gembolan-gembolannya), dan pot iruk (karena ada ngiruk dalam proses pembuatannya). Dari sekian motif yang diproduksinya, Suardana mengaku jenis pot gembol yang paling laris di stannya, Rama Garden, karena bentuknya yang manis dengan lekukan yang pas. Khusus untuk jenis pot ini, ia bisa menjual hingga 100 buah per bulan. Harga pot-pot paras ini bervariasi tergantung motif dan ukurannya, mulai Rp 35 ribu hingga ratusan ribu yang ukurannya bisa disesuaikan dengan pesanan. Umumnya pot-pot model ini difungsikan untuk menanam tanaman hias, seperti pucuk merah, gelombang cinta, adhenium, dll. –Inten Indrawati

Landscaping Work Art Work

Jln. Pemuda V/11B Renon. Tlp. (0361) 247060. Email: tms_group@yahoo.com

Optimalisasi Ruang di Lahan Sempit Pertanyaan seputar griya dan properti dapat Anda kirim ke tms_group@yahoo.com atau redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Tata Mitra Selaras, Ketua Tim Arsitek: N.G. Dwi Mahadipta, ST.MT.IAI

Tanya: Saya memiliki lahan 1,5 are yang akan segera saya bangun untuk rumah tinggal. Bagaimana caranya agar di lahan terbatas tersebut saya mendapatkan banyak ruang? Made Suparta, Denpasar Jawab: Sekarang ini, ketersediaan lahan khususnya di Kota Denpasar sudah sangat terbatas dan harganya mahal. Karena

itu, optimalisasi lahan terbatas sangat dibutuhkan untuk dapat memenuhi kebutuhan ruang. Satu-satunya cara adalah dengan perluasan pembangunan memakai pola vertikal, yakni ke atas (penambahan lantai). Dalam merancang bangunan rumah tinggal, tentunya ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan. Di antaranya, konsep yang akan diterapkan pada rumah, jumlah orang yang beraktivitas, kebutuhan ruang, sirkulasi udara, dan sistem sanitasi. Untuk mendapatkan sirkulasi udara yang baik, optimalkan pengudaraan dan pencahayaan alami melalui pemasangan pintu dan jendela dengan bukaan lebar, dengan cross circulation.

Untuk memberikan kesan luas pada lahan sempit, minimalkan pembatas ruang. Dalam artian, ruang-ruang yang multifungsi atau ruang yang memiliki keterkaitan, seperti ruang dapur dan ruang makan, ruang makan dan ruang keluarga, biarkan saja menyatu tanpa pembatas ruang masif. Dengan begitu juga akan lebih terasa kesatuan ruang dan

Denah lantai 1

kebersamaan keluarga. Bisa juga memanfaatkan cermin yang dipasang di beberapa bidang dinding untuk memberikan kesan luas. Meski lahan terbatas atau sempit, perlu juga dipikirkan untuk pengadaan taman atau ruang terbuka hijau. Selain enak dipandang dan memberikan kesejukan, keberadaan tanaman

ini juga berfungsi sebagai area resapan air hujan sehingga bisa masuk ke dalam tanah, juga memberikan kontribusi yang cukup penting untuk sirkulasi udara yang segar dan bersih. Taman ini bisa diletakkan di halaman depan, samping, dan halaman belakang. Untuk itu, berikut kami buatkan gambar yang bisa dipakai acuan.

Denah lantai 2


18

8 - 14 Desember 2014

Pemerintah Kota Denpasar

Pilah dan Olah Sampah Untuk Masa Depan Hingga saat ini, sampah masih menjadi masalah yang kompleks dan serius bagi kota-kota besar di Indonesia termasuk di Denpasar. Untuk ini, pemerintah Kota Denpasar memberikan perhatian khusus dengan menggiatkan berbagai pola penanganan sampah. Baik melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), atau melibatkan pihak swasta maupun swakelola dari masyarakat.

L

antas bagaimana dengan masih adanya pemandangan menumpuknya sampah di pinggir jalan? Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra mengakui perilaku serta kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, masih menjadi salah satu kendala “Sekarang, bagi siapa pun jika melihat dan mengetahuinya langsung cari dan sampaikan kepada kepala desa atau lurah setempat. Karena itu menjadi wilayah tanggung jawab mereka,” ucap IB Rai Mantra dengan tegas ketika disinggung soal sampah yang masih berserakan di beberapa lokasi tersebut. Dikatakannya, untuk urusan persampahan tersebut pemerintah Kota Denpasar memberikan kewenangan di tingkat desa/kelurahan untuk mengelola kebersihan termasuk sanitasi kota. Ini katanya guna mewujudkan pengelolaan sampah secara mandiri. Membentuk, membina, dan mengefektifkan pengelolaan sampah melalui kelompok swakelola kebersihan. Memang di satu sisi kendala yang dihadapi Kota Denpasar sebagai kota besar tentu menjadi tujuan kaum urban. Di samping masih kurangnya kesadaran warga terhadap perilaku hidup bersih, menimbulkan cukup banyak pelanggaran terhadap jadwaljadwal pembuangan sampah. Bahkan, masih ada orang-orang yang sering membuang sampah ke sungai dan tempat-tempat kosong. “Kami perlu perhatian, kesadaran dan kepedulian warga, agar tidak berlomba-lomba membuang sampah ke jalan, mulut gang di ruas jalan, apalagi tidak dalam keadaan terbungkus sehingga kekumuhan yang akan muncul,” ujar wali kota yang t idak sungkan-sungkan turun langsung dan berbaur dengan masyarakat melakukan kegiatan bersih-bersih ini. Berikutnya, untuk mengubah mindset masyarakat agar mau turut peduli terhadap kebersihan, sudah pula dilaksanakan langkah tipiring (tindak pidana ringan) untuk pembuang sampah sembarangan. Apalagi saat ini sudah mulai musim hujan, partisipasi masyarakat sangat diharap-

kan dengan tidak membuang sampah ke saluran air maupun sungai yang nantinya bisa menimbulkan banjir. Kedepannya, dengan semakin banyak yang menyosialisasikan kebersihan dan diikuti dengan tindakan tegas dari tipiring ini diharapkan lebih cepat mewujudkan Denpasar bersih dan hijau. “Ketika kita sudah cukup memohon kesadaran, memohon pengertian, terkadang masyarakat memang perlu dipaksa untuk memahami arti kebersihan,” cetusnya serius. Dibalik kendala, ada sepercik harapan di hati orang nomor satu di Kota Denpasar ini, melihat semakin menjamur tumbuhnya bank sampah dan masyarakat yang terus menabung sampah untuk membantu ekonomi keluarga. Malah, katanya di beberapa bank sampah, nilai rupiahnya dapat dijadikan sebagai pembayaran iuran BPJS. “Semoga semakin banyak bank sampah yang beroperasi dan bisa membantu masyarakat juga mendorong mereka untuk terus memerangi sampah,” lanjutnya. Karenanya, pemerintah terus mendorong peran aktif masyarakat untuk turut mengatasi permasalah sampah tersebut. “Terlebih lagi saat ini sampah bukan lagi menjadi hal yang kotor dan jorok, melainkan membawa berkah. Tentunya jika mau melakukannya, ketika sampah dipilah dan diolah degan baik, akan memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” katanya Untuk itu Rai Mantra masih berharap ada gerakan yang berkesinambungan soal pemilahan sampah dan kebersihan dengan koordinasi Camat, Kepala Desa/Lurah serta Kaling. Dan, berlanjut dengan perhatian dari berbagai pihak terhadap upaya penanganan sampah, termasuk adanya tipiring tersebut Kota Denpasar selalu bersih. Sehingga, di tahun 2015 mampu mewujudkan Kota Denpasar yang bersih dan hijau sebagai kota layak lingkungan dan kota sehat. PKK JUGA MOTOR PENGGERAK Kebersihan di Kota Denpasar

Aksi bersih-bersih bersama masyarakat

Jika semua ibu-ibu rumah tangga mampu melaksanakan hal tersebut, diyakininya permasalahan sampah di Kota Denpasar perlahan-lahan dapat diatasi. Terlebih lagi sampahsampah yang dihasilkan tersebut bisa memiliki nilai ekonomi dengan menjualnya ke bank sampah. Selain itu, jika dilakukan penanganan yang baik beberapa bagian dari sampah masih dapat dipergunakan lagi (recycling) menjadi barang yang bermanfaat. Selanjutnya, upaya pelestarian lingkungan melalui pengolahan sampah yang bernilai tinggi ini dikatakannya sangat baik jika dilakukan sejak dini. Karena, anakanak lebih mudah menyerap berbagai informasi serta aktif men-

coba sesuatu yang baru. Jika upaya pengolahan ini dilakukan sejak dini juga bisa menggetoktularkan kesadaran dan kepedulian terhadap sampah dan kebersihan tersebut kepada teman sebaya dan lingkungannya. “Jika demikian, pada tahun 2015 nanti, sebagaimana yang diserukan Bapak Wali Kota, kita sudah terbiasa memilah sampah tanpa menyisakan persoalan berikutnya. Di sini kepedulian dan kebersihan lingkungan harus menjadi prioritas utama. Kita semua harus bisa mengerti dan memahami perilaku pola hidup bersih dan sehat. Jika sudah, kita pasti bisa mewujudkan Denpasar bersih dan Denpasar sebagai Kotaku Rumahku,” tegasnya. -ard

Di suatu sore, di depan teras rumahnya yang baru, Sarmila (60), bukan nama sebenarnya, duduk bersama suaminya, Tarno (68), juga bukan nama sebenarnya, yang tengah menikmati segelas kopi. Rumah mereka sangat sederhana. Usia mereka sudah tidak lagi, hidup mereka kini biasa saja, bahkan terbilang kekurangan dibandingkan ketika mereka muda dahulu. Hidup dalam ekonomi yang sangat mapan membuat mereka dapat menikmati hidup mewah. Empat anaknya juga turut hidup serba kecukupan. amun, keindahan, kemewah­ an, dan kenikmatan hidup bergelimang harta itu, tidak berlangsung hingga mereka tua. Keduanya bahkan tidak lagi bisa menikmati hari tua dalam kesenan­ gan. Keempat anaknya sudah menikah dan tinggal terpisah dengan mereka. hanya di hari Sabtu atau Minggu saja mereka bisa berkumpul. Kini, inilah satu-satunya saat yang paling membahagiakan bagi Sally dan Tarno, berkumpul dengan anak dan cucu-cucunya. Mereka seperti sudah melupakan masa lalu penuh dengan materi itu. Apa pun yang dibawakan oleh anak-anaknya, mereka menerima dengan ikhlas. Ia masih terbilang beruntung, karena keempat orang anaknya masih mengingat mereka, meski keempatnya juga kini hidup dalam ekonomi yang biasa saja. Keempatnya selalu membagi tugas untuk membawakan kebutuhan hidup sehari-hari bagi orang­ tua mereka ini. Sebagai seorang kontraktor listrik, Tarno memiliki sebuah perusahaan yang cukup besar di kotanya di Pulau Sum­ bawa. Pekerjaan yang tiada putus selalu memberikannya proyek-proyek bernilai uang cukup besar. Keberhasilannya se­ bagai seorang kontraktor, berawal dari rajinnya Tarno saat bekerja di sebuah perusahaan kontraktor listrik milik se­

orang sahabatnya. Ia adalah orang rajin, rendah hati, dan jujur dalam bekerja. Tapi sayang, istrinya adalah perempuan yang angkuh. Kehidupan ekonomi mereka terus meningkat hingga akhirnya Tarno memiliki perusahaan sendiri. Saat inilah usaha Tarno naik, tabungannya sangat banyak dan ia memiliki be­ berapa mobil dan rumah mewah untuk ukuran orang di kotanya masa-masa tahun 1990-an. Pegawainya banyak karena Tarno suka mempekerjakan anak-anak muda yang tidak sekolah. “Asal dia rajin, Bapak selalu minta mereka untuk kerja bersama Bapak,” u j a r H e n y, a n a k pertama Tarno. Puluhan anak seperti inilah yang membantunya di pe­ ru­ sahaannya. Ia selalu memberi kepercayaan kepada pegawainya yang diterima tanpa surat lamaran ini. Tarno memang men­ jalankan perusahaan seperti perusahaan keluarga. Inilah kekurangan Tarno dalam mengatur perusahaannya. Kekurangan itu diakui anak-anak Tarno yang baru kini menyadarinya. “Bapak itu terlalu percaya pada anak

Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di ­amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi ­Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

Femidom Bakti Sosial dan Penghijauan di Pura Dalem Sakenan

Story

7

Manajemen Royal Kontraktor Listrik N

tidak bisa hanya ditangani oleh Pemerintah, namun harus terus melibatkan seluruh komponen masyarakat. Menyadari hal ini, Wali Kota Denpasar, Rai D. Mantra juga mengajak para kader PKK dan Posyandu se-Kota Denpasar untuk bersama-sama melakukan gerakan kebersihan. Menurut Ketua TP PKK Kota Denpasar Ida Ayu Selly D. Mantra, permasalahan sampah di Kota Denpasar memang tidak bisa hanya ditanggulangi dari sisi pembersihan semata, namun harus disertai dengan edukasi bertahap dan terus menerus kepada masyarakat. Karena itu, ibuibu PKK menjadi salah satu ujung tombak yang diberikan pemahaman tentang sampah. Ini, agar mereka dapat berperan aktif membantu program pemerintah. PKK sebagai motor penggerak , mampu memberikan motivasi, menyosialisasikan serta mengajak lingkungan keluarganya di rumah, terutama anak-anak mereka untuk menumbuhkan prilaku hidup bersih dan sehat dengan mengolah dan memilah sampah. Diingatkannya pula bahwa ibuibulah penghasil sampah terbanyak, yakni yang berasal dari rumah tangga. Diharapkan melalui pemilahan sampah dari rumah tangga dapat menekan hasil sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir. “Terutama setelah diajarkan bagaimana memilah sampah dan mengolah sampah rumah tangga tersebut menjadi kompos dan yang lainnya,” ujar istri Wali Kota Denpasar ini.

Life

8 - 14 Desember 2014

“Dok, beberapa hari yang lalu ada sebuah organisasi mengadakan penyuluhan ke ibu-ibu di area rumah saya, serangkaian Hari AIDS. Saya terlambat datang saat sempat dibahas tentang kondom perempuan. Saya sudah pernah menikah, saat ini memiliki pacar dan bersamanya saya aktif melakukan hubungan seksual, tetapi pacar saya enggan menggunakan kondom. Maunya saya yang akan menggunakan kondom perempuan, karena saya masih belum siap hamil lagi. Bisa jelaskan tentang kondom perempuan ini? Terimakasih” (Rum, Semarang) Kondom perempuan disebut dengan femidom. Ada juga yang menyebutnya femindom. Fungsinya sama saja dengan kondom pada lakilaki, tetapi tentu bentuknya berbeda karena disesuaikan dengan bentuk atau anatomi organ kelamin perempuan karena memang mesti di­ pasangkan di vagina. Femidom juga memiliki fungsi ganda,

yaitu mencegah kehamilan dan memproteksi dari penularan infeksi menular seksual (IMS) termasuk HIV. Ukuran femidom lebih besar dibandingkan dengan kondom. Femidom berbentuk silinder dengan panjang 17 cm dan diameter sekitar 7 cm. Pada kedua ujungnya terdapat cincin yang terbuat dari polyuretan yang berguna untuk mengha­ langi cairan sperma masuk ke

buahnya, jadi selama itu Bapak tidak tahu kalau uang setoran dari kerja listrik yang ditangani Bapak, dibawa lari oleh pegawainya. Itu terjadi beberapa kali,” ungkap Heny. Awalnya ketika Tarno mem­ inta mereka untuk menagih, mereka cuma bilang belum dibayar. Sampai akhirnya beberapa tagihan besar raib tak pernah disetorkan. Dari sanalah ekonomi Tarno mulai goyang. Tagihan banyak yang tidak masuk, sementara biaya-biaya seperti untuk gaji karyawan, kuliah dua anaknya, biaya rumah tangga dan lain-lain harus ditanggung. Satu tahun hal itu tidak terasa, karena Tar­ no masih p u n y a simpan­ an uang di bank. Kebetul­ an pula pekerja­ an mulai menurun. Beberapa pegawai yang menumpang hidup di rumahnya, satu persatu mulai pergi mencari pekerjaan lain. Dalam tahun-tahun berikutnya, satu persatu mobil Tarno dijual, untuk membayai rumah tangga dan semua kebutuhan lainnya. Biaya kuliah anaknya yang terbilang hidup royal di Mataram, terus dipenuhin­ ya, sementara kejatuhan mulai terasa. Dulu, anak-anak Tarno cenderung hidup royal karena Tarno siap menyuplai uang berapa saja untuk anak-anaknya, tanpa perhitungan. Tetapi ketika kejatuhan itu nyata di depan mata, dukungan hidup enak itu tidak lagi bisa didapatkan mereka

dalam rahim. Selain terbuat dari polyuretan, femidom juga ada yang berbahan lateks. Sebenarnya femidom bukan­ lah hal baru. Dalam kepentingan sebagai alat kontrasepsi, femi­ dom sudah pernah digunakan secara luas juga sebagai salah satu pilihan alat kontrasepsi yang ada. Tetapi karena sem­ pat dianggap kurang praktis dibandingkan pilihan yang lain pada perempuan seperti pil KB, susuk KB, suntik KB dan spiral, akhirnya tidak diprod­ uksi dalam jumlah besar lagi. Tetapi memang beberapa tahun belakangan, dalam konteks pencegahan HIV, terutama di Indonesia, femidom kembali diproduksi dan seolah menjadi sebuah hal yang baru, sehingga disosialisasikan cukup gencar, sekalian juga dipromosikan dan didistribusikan sebagai pilihan alat kontrasepsi lagi. Serupa dengan kondom, femidom juga berfungsi untuk mencegah IMS, termasuk HIV dan AIDS, karena fungsinya mencegah kontak cairan ke­ lamin dan darah saat berhubun­ gan seksual. Selama ini salah satu kendala dari kampanye HIV dan AIDS adalah tidak optimalnya pencegahan karena masih lemah dan timpangnya pengambilan keputusan dalam penggunaan kondom. Sebagian laki-laki masih enggan untuk menggunakan kondom dengan berbagai alasan. Ini tentu sangat

di perantauan. Kuliah Heny dan adiknya mulai kocar-kacir. JUAL SEMBAKO Heny sendiri yang tadinya kuliah di salah satu universitas swasta di Mataram, batal menyelesaikan kuliahnya gara-gara menikah tanpa memikirkan perasaan orangtuanya. Anak kedua Tarno juga kuliahnya gagal. Anaknya yang kala itu SMA juga hampir gagal, namun berhasil lulus. Sedangkan yang satu lagi masih duduk di bangku SMP, memilih berhenti sekolah dan ikut kerja serabutan bersama mantan karyawan bapaknya. Rumah Tarno juga akhirnya dijual untuk menopang kebutuhan sehari-hari. Ia mem­ beli rumah yang sekarang ditempatinya. Namun, karena kebutuhan hidup sehari-hari, sebagian tanah yang masih kosong di sam­ ping rumahnya juga akhirnya dijual. Semua harta yang dimiliki Tarno dijual sedikit demi sedikit demi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Ya.. mau bagaimana lagi, kami juga tidak bisa banyak membantu Bapak dan Ibu,” kata Heny yang merasa bersalah dengan kehidupannya yang royal tempo dulu. Bagi Henny, apa yang terjadi pada orangtuanya itu, jadi pelajaran yang sangat berharga baginya yang kini harus berjualan sembako di pasar. Tidak ada rasa malu dalam diri Heny yang dulu menjadi bintang di sekolahnya itu. Padahal dulu ia dikenal sebagi pribadi yang “gengsian”. “Kalau saya tidak berjualan seperti ini, mau makan apa saya dan anak-anak saya,” ujarnya, tertawa. Di mata Heny, kesalahan orang tuanya yang tidak melakukan manajemen perusahaan dengan baik dan cenderung royal serta terlalu percaya pada karyawan, menjadi cer­ min baginya untuk tidak mengikuti langkah tersebut. “Tapi, mungkin itu memang garis hidup Bapak, setidaknya bisa memberikan kami pelajaran untuk berhati-hati serta tidak royal yang berlebihan,” kata Henny.

menghambat upaya pencegahan atau penekanan laju pertamba­ han kasus HIV. Karena itu sudah selayaknya femidom disosial­ isasikan lagi sebagai salah satu pilihan lain dan ini artinya sudah saatnya juga perempuan juga bisa berdaya, dan ikut ber­ peran dalam upaya pencegahan HIV dan AIDS lewat femidom ini. Perempuan bisa aktif ikut dalam pencegahan, sekaligus melindungi dirinya juga dari HIV. Penggunaan femidom juga untuk “memindahkan” keputusan penggunaan kondom kepada perempuan, karena umumnya laki-laki masih banyak yang ma­ las menggunakan kondom. Ada persepsi dan pertanyaan juga sering muncul seperti ini: Bukannya femidom itu kurang praktis? Bahkan dulu sebagian perempuan juga bilang takut kalau femidom nya “tertelan”. Lalu keunggulannya di mana? Berbagai alat bantu yang digu­ nakan pada tubuh kita tentunya memiliki teknik sendiri dalam penggunaannya. Apa pun itu pasti ada baik buruknya. Ter­ masuk kenyamanan dalam pe­ makaian dan penggunaan. Tetapi femidom sudah dirancang sangat elastis dan mampu mengikuti kontur dari vagina, sehingga bila sudah terbiasa memakai maka perempuan tidak akan kesulitan lagi. Femidom telah dirancang dengan 2 ring di kedua ujung­ nya, sehingga aman digunakan. Sebagian kalangan yang

–Naniek I. Taufan

masih ragu-ragu sering men­ ganggap pemakaian femidom memang lebih rumit dibanding­ kan dengan kondom laki-laki. Untuk pemakaiannya, salah satu cincin bagian dalam di­ masukkan ke dalam vagina dan ditempelkan ke mulut rahim, sementara sisi lainnya mena­ han posisi kondom di mulut vagina. Keberadaannya yang masih jarang dan juga harganya yang lebih mahal dibandingkan kondom laki-laki juga membuat femidom menjadi tidak terlalu dilirik. Tetapi seharusnya itu semua bisa diatasi, karena bila sudah terbiasa, maka semuanya bukan masalah lagi. Dan ada nilai plus­ nya, berbeda dengan kondom pria yang disebutkan katanya bisa mengurangi kenikmatan seksual, femidom justru bisa meningkatkan kenikmatan sek­ sual kedua pasangan pada saat melakukan hubungan seksual, karena ada busa tipis di ring sebelah dalam yang bisa men­ imbulkan sensasi seksual yang berbeda. Kelebihan femidom lainnya adalah dapat dipasang selama lebih dari 8 jam sebe­ lum melakukan hubungan seks. Dengan demikian sejak fase foreplay hingga penetrasi tak akan terjadi interupsi ‘me­ masang kondom’ yang akan membuat hubungan seksual sedikit terganggu. Jadi, kenapa tidak mencoba femidom sekarang juga?


Woman on Top

6

Ni Nyoman Darmini, S.Pd., M.Pd

Jadi “Orangtua Kedua” Guru adalah cita-cita Ni Nyoman Darmini sejak kecil. Ia kagum melihat guru sangat dihormati siswa. Sapaan selamat pagi, selamat siang kepada guru menunjukkan guru sangat dihormati.

“K

arena sudah tertanam keinginan untuk menjadi guru, saya mendaftar di PGA dan SPA (TGA) Saraswati Denpasar tahun 1983. Kala itu PGA menjadi prima-

dona karena lulus langsung diangkat jadi guru. Ternyata saya tak lolos di PGA, keterimanya di SPA (TGA). Yang penting cita-cita jadi guru bisa tercapai,” ujar Kepala TK Negeri Pembina Denpasar ini. Lulus SPA tahun 1986 ia sempat

Darmini bersama guru dan siswa TK Negeri Pembina Denpasar sembahyang

mengabdi di kampung halamannya di Medahan, Keramas, Gianyar. Tak sampai satu bulan, ia dipanggil untuk mengabdi di TK Bhayangkari Denpasar. “Waktu magang di TK Saraswati 1 ada penilaian dari Kepala Sekolah dan guru pamong. Saat itu saya benar-benar menikmati jadi guru. Kepala Sekolah dan guru pamong pun senang dengan kinerja saya. Dalam rapat gugus, Bu Cok (Tjok Minggu Wathini yang ketika itu Kepala TK Bhayangkari) menanyakan Kepala TK Saraswati 1 apakah ada guru yang bisa diajak ke TK Bhayangkari, langsung mereka merekomendasikan nama saya. Saya langsung dihubungi dan diterima,” kenang Darmini. Sebagai guru baru, ia masuk pukul 07.30. Tiga hari pertama, ia selalu dijaga Bu Cok Minggu di depan sekolah. Darmini merasa ada yang salah. Padahal ia merasa sudah masuk sesuai jadwal. Ternyata Bu Cok memarahinya dan mengingatkan guru harus masuk lebih awal dari siswa. Sejak itu, Darmini berangkat lebih awal ke sekolah. Ia berjalan kaki dari Yang Batu ke sekolah yang berada sebelah Polda Bali. Pukul 06.30 Darmini sudah berada di sekolah untuk menyiapkan semua perlengkapan mengajar. Selain ada Bu Cok Minggu, Darmini juga diawasi Bu Cok Oka, salah satu guru senior. Jika ada cara mengajar yang

kurang tepat, ia langsung diberitahu Bu Cok Oka. Banyak pengalaman yang ia dapatkan selama menjadi guru TK Bhayangkari. Tahun 1991, Darmini diangkat sebagai PNS dan ditugaskan di TK Negeri Pembina Denpasar. Ia berkumpul lagi dengan Cok Minggu yang menjadi Kepala TK Negeri Pembina Denpasar sejak 1990. Setelah Cok Minggu pensiun tahun 2003, Darminilah yang menjadi Kepala TK Negeri. Mengenai suka duka sebagai guru TK, ia mengatakan lebih banyak sukanya. “Saya senang melihat anakanak berhasil, berani, dan mampu melakukan hal-hal yang sebelumnya mereka belum bisa. Kami sebagai guru juga dianggap orangtua kedua. Dukanya, kalau masih ada anak yang belum bisa dilepas dari orangtua. Ini tantangan bagi guru,” ujar guru TK Berprestasi Provinsi Bali tahun 2003 dan masuk 10 besar di tingkat nasional ini. Jiwa pendidik yang sudah

8 - 14 Desember 2014

8 - 14 DEsember 2014

mengalir di darahnya membuat Ketua Paguyuban TK Negeri se-Bali ini ingin terus menjadi guru sampai tua. Di tengah kesibukannya, istri I Wayan Wiardana dan ibu dari Kadek Yogi Surya Adi Sanjaya dan Komang IndahVitri Lestari ini selalu meluangkan waktu untuk jalan-jalan bersama keluarga. Biasanya anakanak yang mengusulkan kemana mereka jalan-jalan. “Keluarga sangat mendukung karier saya. Misalnya kami sudah punya agenda, tetapi ada tugas mendadak di kantor, mereka bisa memahami. Semua berdasarkan kesepakatan kami,” ungkapnya seraya mengatakan putrinya berminat menjadi guru. –Ngurah Budi

Sudut Pandang

19

Gencarkan Kampanye Produk Lokal Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki potensi kerajinan tangan yang ­cukup beragam. Usaha mengembangkan produk lokal seperti gerabah, anyaman-anyaman, ketak, tenun dan lainnya sudah lama dikembangkan masyarakat. Konsistensi para pengrajin dalam mempertahankan keaslian dan ciri khas dari kerajinan tangan ini, membuat produk lokal NTB, yang ada di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, mampu bersaing di kancah ­nasional maupun internasional.

K

ain tenun khas yang diproduksi tangantangan terampil masyarakat daerah ini misalnya, telah mampu “bicara” di kancah nasional maupun internasional. Tenun ikat Bima bahkan pernah dipakai oleh sejumlah kepala negara pada APEC 2008 di Bali. Demikian pula pada event Women’s International Club (WIC) 2014 yang berlangsung beberapa waktu lalu, panitia WIC dan Ibu Negara serta istri para duta besar yang hadir juga mengenakan tenun khas NTB. Kerajinan lainnya yang unik dan dikenal adalah anyaman ketak yang

banyak dikerjakan oleh pengrajin di Lombok seperti di Beleke Lombok Tengah dan Narmada. Di samping itu, yang lebih dahulu mendunia adalah gerabah. Sentra kerajinan gerabah di Desa Banyumulek Lombok Barat, kini menjadi salah satu obyek wisata yang menyajikan berbagai keunikan hasil kerajinan masyarakat desa itu. Selain gerabah, ketak dan tenun, masih banyak kerajinan tangan NTB yang memiliki potensi ekspor. Dibutuhkan sentuhan yang lebih, dalam hal disain dan peningkatan keterampilan para pengrajin sehingga potensi-potensi ini dapat

dimaksimalkan, sehingga produkproduk lokal NTB, mampu bersaing secara luas. Kampanye produk lokal NTB ini sebenarnya telah dimulai di NTB sendiri dengan dipakainya tenun khas NTB oleh para pegawai negeri sipil di kabupaten dan kota yang ada di NTB. Pada hari tertentu, beberapa pemerintah kabupaten dan kota di NTB, mewajibkan PNS untuk memakai tenun khas daerah masing-masing. Selain itu, kerajinan tangan seperti ketak dan cukli, banyak menjadi aksesoris dan perabot di kantorkantor milik Pemerintah Provinsi NTB dan juga rumah dinas-rumah

Peringatan Hari AIDS Sedunia 2014

IKIP PGRI Bali Gelar Aksi Damai

Aksi damai IKIP PGRI Bali dalam Peringatan Hari AIDS Sedunia yang digelar Minggu (30/11) di areal Lapangan Renon Denpasar

Hari AIDS Sedunia diperingati tiap 1 Desember. Pada peringatan HAS tahun ini, Minggu (30/11), IKIP PGRI Bali menggelar aksi damai dengan melakukan long marc dan berorasi mengelilingi Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar sembari membagibagikan pita merah, bunga mawar merah, kondom, dan brosur. Kegiatan yang diikuti oleh anggota UKM KMPAN (Unit Kegiatan Mahasiswa-Kelompok Mahasiswa Peduli AIDS dan Narkoba), para pimpinan institut, fakultas, dan dosen ini, menggelar tiga kegiatan. Yakni, long marc, pembubuhan tandatangan peduli HIV/ AIDS, dan pertunjukan treatikal. Ketua umum UKM KMPAN IKIP PGRI Bali, Gede Ngurah Oka Bayu Suwiartha mengatakan pawai intern IKIP PGRI Bali dalam peringatan HAS ini bertujuan untuk mengedukasi masayarakat terkait penyebaran HIV/ AIDS, penularan, pencegahan, dan penanganannya. “Untuk penaganannya kami arahkan melakukan tes VCT ke puskesmas tertentu, RS Sanglah dan beberapa tempat pelayanan lain yang

menyediakan,” jelasnya. Informasi singkat tersebut tercetak pula dalam brosur yang mereka bagi-bagikan kepada masyarakat yang ditemui di areal lapangan. Dalam peringatan Hari AIDS Sedunia 2014 yang mengambil tema “Cegah dan lindungi diri, keluarga dan masyarakat dari HIV dan AIDS dalam rangka perlindungan HAM”, IKIP PGRI Bali mengangkat subtema “Perlindungan HAM bagi ODHA dari Stigma dan Diskriminasi melalui Lingkungan yang Kondusif dengan Optimalisasi Komunikasi Informasi Edukasi”. Menurut Bayu, subtema ini dipilih karena disesuaikan dengan situasi dan kondisi di masyarakat Bali. Apalagi, isu-isu penyebaran virus mematikan ini banyak beredar di media sosial yang disebarkan berntai melalui broadcast/BC. “Dari isu-isu berantai tersebut, terke-

san orang dengan HIV AIDS (ODHA) ibarat teroris yang keberadaannya sangat mengancam. Padahal semestinya mereka itu kita rangkul bersama. Dengan kegiatan seperti inilah kami ingin mengedukasi masyarakat. Karena dengan diskriminasi, ODHA akan merasa tertekan dan secara psikologis bisa melakukan tindakan ekstrem, karena tak dibimbing masyarakat,” paparnya. Karena itu, mahasiswa se-

Tenun khas Desa Sade Lombok Tengah

dinas di daerah ini. Menurut Ketua Dekranasda NTB, Hj. Erica Zainul Majdi, kebanggaan masyarakat terhadap produk lokal ini dapat dibangun dengan menunjukkan eksistensi kualitas dan kuantitasnya di kancah nasional dan internasional. Beragam kerajinan tangan asal NTB ini memiliki kekhasan yang mampu menarik minat pembeli asing. Maka kampanye produk lokal dapat dilakukan dengan memulai dari peningkatan kualitas

dan kuantitasnya. “Upaya yang mesti dilakukan oleh masyarakat dalam mengkampanyekan produk lokal NTB adalah dengan mening­ kat­k an kualitas produknya dan menghasilkan produk-produk yang unik yang tidak dimiliki produsen lain,” ungkap Erica. Di samping itu, harus juga mempelajari selera pasar nasional dan internasional dengan meningkatkan kualitas kemasan dan dapat membangun jejaring pemasar­ an yang luas secara nasional dan ­internasional. -Naniek I. Taufan

mester 5 di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) IKIP PGRI Bali ini menekankan pentingnya edukasi sebelum diri, saudara, keluarga, dan orang di sekitar kita terjangkit virus ini. Kalaupun ada yang sudah kena, diharapkan keluarga dan masyarakat siap menerima. Dengan edukasi, diharapkan ODHA bisa diterima seperti orang normal lainnya di masyarakat. “Edukasi dan advokasi inilah yang bisa kita lakukan sebagai tahap pencegahan,” tegasnya.

kami memiliki dua mitra, yakni KPA Kota Denpasar dan KPA Badung, karena senior (pendiri) UKM ini ada di sana,” jelas Bayu. Selain itu, UKM KMPAN juga bersinergi dengan Klinik Remaja untuk masalah reproduksi remaja yang ada keterkaitannya juga dengan HIV/AIDS. Dan, bekerjasama dengan BNN Provinsi Bali untuk masalah narkoba. Ada empat program kerja UKM KMPAN IKIP PGRI Bali yang dibina oleh Drs. I Wayan Budiayasa, M. Si. ini, yakni Peringatan Hari Antinarkoba Internasional, Hari AIDS Sedunia, mengikuti kegiatan seminar di luar/ pelatihan kader, dan melaksanakan pelatihan dasar untuk anggota baru. Terkait kegiatan yang dilaksanakan UKM KMPAN ini, Rektor IKIP PGRI Bali Dr. Suarta didampingi Ketua Yayasan Arthanegara memberikan apresiasi positif. Suarta mengatakan kegiatan ini menunjukkan bahwa IKIP PGRI Bali tak hanya “tebar pesona”, namun diwujudnyatakan dalam langkah-langkah riil untuk turut mengedukasi masyarakat sebagai tahap pencegahan. Bahkan, IKIP PGRI Bali juga memiliki Pusat Informasi Konseling (PIK) Widyadari yang siap menerima konsultasi se­ putar permasalahan remaja, yang sudah juga kerap terjun ke lapangan memberikan konseling, workshop, dan tes IQ. Keseriusan mahasiswa dalam bidang ini dinilainya cukup baik dan konsisten. UKM-UKM yang ada di IKIP PGRI Bali ini pun ke depannya akan terus ditingkatkan efektifitasnya, sehingga menjadi bagian skill yang dimiliki mahasiswa sebagai penguat di luar disiplin ilmunya. Ini juga merupakan bagian dari peningkatan mutu lulusan perguruan tinggi, yang sejalan dengan tuntutan KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) sebagai penyempurnaan Kurikulum Berbasis Kompetnsi (KBK). Dari ini nanti akan lahir sertifikat pendmping ijazah untuk skill yang dimiliki,” tandas Suarta. –ten

PEMBUBUHAN TTD DAN TEATRIKAL Aksi damai IKIP PGRI Bali yang dipusatkan di depan Kantor Gubernur Bali, Lapangan Renon, mengundang perhatian masyarakat. Apalagi kegiatan tersebut melibatkan partisipasi masyarakat, terutama dalam penandatanganan peduli AIDS dalam bentangan lembaran kain putih. Pembubuhan tandatangan oleh Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta., S.H., M.Hum., Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.Pd., pimpinan institut dan fakultas, dosen dan mahasiswa, diikuti pula oleh masyarakat luas. “Stop AIDS”, “Safe Our Nation from HIV AIDS”. Kegiatan yang menyedot perhatian pengunjung Lapangan renon tersebut diakhiri dengan pertujukan teatrikal dari mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Rupa FPBS IKIP PGRI Bali, dengan setring seni instalasi. Teatrikal tersebut menampilkan lakon penularan HIV AIDS dengan bertukar pasangan yang memakai alat bantu manikin. Manikinmanikin dan beberapa actor terikat tali merah yang diibaratkan virus dan penyakit HIV/AIDS yang terus menggerogoti pelakunya dan tak bisa lepas, seperti malaikat maut yang cepat atau lambat pasti mencabut nyawa. UKM KMPAN UKM KMPAN IKIP PGRI Bali aktif mengikuti advokasi yang kerap diadakan KPA Kota Denpasar. “UKM


20

8 - 14 desember 2014

Bahas Branding dan Packaging

S

alah satunya melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, den­ gan menggelar ”Pelatihan Trading of Branding Design”, Selasa (25/11) s.d. Rabu (26/11) dan dilanjutkan dengan “Pelatihan Packaging and Display Produk”, Kamis (4/12) yang diikuti 20 orang dari kalangan UKM dan wirausaha muda, di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar. Pada kesempatan tersebut Kadis Perindag Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si., didampingi Ka­ bid Perdagangan, Ida Ayu Dewi Cin­ trawati, S.E., M.Si., dan Kasi Usaha,

IGA Laxmy Saraswaty, S.S., mengata­ kan ingin agar pengusaha atau UKM Kota Denpasar mampu memahami dan memiliki karakter atau ciri khas brandingnya sendiri. Juga memiliki pemahaman yang cukup tentang sebuah hak kekayaan intelektual (HaKI). “Sehingga, sebagai seorang pengusaha mampu bersaing secara intelektual, bersaing secara produk serta mampu melindungi karyanya sebagai karya bangsa 100 % Indo­ nesia,” ujar Wayan Gatra. Pengusaha atau UKM juga mampu melaksanakan pemasaran dengan baik, kemudian menghasil­ kan kualitas produk yang baik dan diikuti dengan peningkatan omzet penjualan. Begitu pula sebagai pelaku UKM mampu menggambar­ kan dalam sketsa warna tentang owner brandingnya.

Mengenai apa itu branding, cara membangun strategi branding yang efektif untuk produk UKM, bagaimana mengelola bisnis dalam branding, kesalahan branding yang melumpuhkan bisnis, dan strategi branding menentukan nama dan logo produk dikupas oleh Luh Kadek Budi Martini, S.E., M.M.. Selain itu peserta juga diajak prak­ tik menggambar sebuah branding yang dimiliki oleh UKM termasuk deskripsinya. Branding dikatakannya perlu dimiliki sebagai ciri khas produk yang memiliki kenyaman tersendiri bagi konsumennya. Sebab, sebuah

branding dan desain memiliki kekuatan silent marketing dengan akses pasar sesuai target kon­ sumen Berikutnya, pembahasan di­ lanjutkan tentang pentingnya hak kekayaan intelektual (HaKI) terh­ adap sebuah branding bagi para pelaku UKM. Ini juga diperlukan dalam menghadapi MEA 2015. Demikian disampaikan I Ketut Darta, S.H., seorang konsultan HaKI. Ia menekankan pentingnya kepemilikan HaKI sebagai hak cipta produk. Mengingat masih banyak pengusaha atau UKM maupun IKM yang belum punya IUI atau izin usaha industri yang nantinya sebagai dasar proses mendapatkan HaKI. Salah seorang peserta A.A Gede Natakusuma dari Bintang Air

Terjun Mini menyatakan bahwa pelatihan trading branding desain tersebut perlu dipahami. Sangat bermanfaat bagi pengrajin atau pengusaha untuk mengetahui owner brandingnya sebuah produk. Begitu juga dengan Ir A.A Putu Agung Mediastari, MP. dari Jepun Bali Herbal yang menyampaikan ba hwa sosialisasi tentang HaKI pada pelatihan ini sangat bermanfaat untuk eksisnya suatu usaha.

KEMASAN SILENT SALESMAN Ni Made Ariati, S.Sn., seorang konsultan kemasan, pada kesem­ patan selanjutnya memaparkan peranan Denpasar Design Centre (The Spirit of Design) bagi produk UKM Kota Denpasar. Juga, penting­ nya desain kemasan untuk menun­ jang strategi pemasaran. Selama ini dikatakannya ada tendensi di lingkungan industri pangan, khususnya industri kecil, untuk melihat pengemasan sebagai hal yang dipertimbangkan belakangan. Sesuatu yang diupayakan semurah mungkin dan dipertimbangkan setelah semua yang terkait dengan produksinya diselesaikan. Padahal, khusus untuk produk makanan, kemasan seringkali meru­ pakan bagian yang tidak terpisah­ kan, dan sudah harus diperhitung­ kan sejak perencanaan produksi. Kini bersamaan dengan berkembangnya kebudayaan, ke­ masan makanan juga menjadi se­ makin terspesialisasi dan khusus. Dalam perdagangan, kemasan merupakan sarana komunikasi dari suatu produk. Kemasan ber­ peran sebagai silent salesman, baik di toko maupun di rumah. Kemasan sebagai wadah, sarana distribusi dan sarana promosi harus ampil

baik dan menarik. Karena itu, de­ sain kemasan harus sesuai dengan produk yang dikemas dan pasar yang dituju. Kemasan juga bertujuan di antaranya memperpanjang umur simpanan bahan pangan, menga­ mankan produksi bahan pangan yang berlimpah hingga memper­ mudah distribusi produk pangan dan menambah estetika dan nilai jual produk pangan. Sedangkan fungsinya, mulai dari mewadahi produk, melindungi produk dari

pengaruh fisik, melindungi produk dari kontaminasi mikroba hingga memberikan informasi kepada konsumen tentang komposisi atau ingredient-nya. Namun, fungsi terpenting ke­ masan adalah memberikan infor­ masi dan promosi, yang dapat meningkatkan penjualan. Selanjutnya, untuk mendorong peran UKM dalam peningkatan per­ ekonomian masyarakat diperlukan adanya pemahaman dan pening­

Inspirasi

5

I Gusti Ayu Sulastri Tjahjadi

Disperindag Kota Denpasar

Mendorong kalangan UKM dan IKM memi­ liki daya saing dan siap menghadapi MEA 2015, Pemerintah Kota Denpasar melak­ sankan berbagai langkah.

8 - 14 desember 2014

katan strategi pemasaran melalui brand kemasan yang sangat mem­ pengaruhi selera konsumen. Selera konsumen diterjemahkan dalam desain grafik kemasan sehingga dapat membuka akses pemasaran bagi pengusaha. Kemasan juga untuk mening­ katkan harga jual maupun kualitas dari produk UKM dan IKM serta penciptaan model pengemasan dan pengepakan yang tepat guna dan sesuai target konsumen . Saat ini, kemasan sudah melampaui fungsi basicnya sebagai pem­ bungkus dan pelindung. Dalam marketing,kemasan juga memban­ gun loyalitas konsumen terhadap produk. Sayangnya, masih banyak pemilik merek yang tidak mau berinvestasi dalam kemasan. Nur Eris Murdiana, seorang konsultan desain dari Eris Tio Graphic Design menambahkan, materi tentang pentingnya sebuah display, sebagai teknik pemajangan barang sesuai kelompok barang­ nya dengan tetap memperhatikan unsur keindahan, keamanan, dan kemudahannya. Hal ini bisa mem­ pengaruhi pola beli konsumen dalam membuat keputusan untuk membeli, begitu melihat produk yang dijual di toko.

Wayan Gatra pun menyatakan, pengusaha, baik UKM maupun IKM di Kota Denpasar mampu memahami pentingnya desain kemasan untuk menunjang strate­ gi pemasaran, bersaing secara produk serta mampu mengetahui calon konsumen ataupun menjaga hubungan baik dengan konsumen. Dikatakannya, kemasan/packaging produk berfungsi sebagai sarana promosi yang efektif sehingga hal ini juga bertujuan agar pengusaha memiliki ciri khasnya tersendiri baik itu karakter logo, tagline maupun desain dan peningkatan omzet penjualan. Pihaknya juga bicara tentang peranan Denpasar Design Centre (DDC) sebagai salah satu fasilitas ke­ masan yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Denpasar. Melalui Disperindag Kota Denpasar bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian RI, DDC mampu menjembatani kebutu­ han desain dan kemasan sebagai salah satu media promosi produk pengrajin. Peranan DDC yang me­ nyiapkan fasilitas konsultasi desain dan kemasan diharapkan mampu menjawab segala masalah tentang HaKI dan desain. -ard

“Indahnya Itu Ada di Sini” Semua orang terikat dengan hukum alam yang tidak bisa dihindari, cepat atau lam­ bat usia tua pasti datang tanpa menunggu undangan. Namun, usia senja tidak meng­ halangi seseorang dalam beraktivitas se­ lama semua disesuaikan dengan kemam­ puan. Hal ini disampaikan Ketua Perhim­ punan Wreda Sejahtera (PWS) Kota Den­ pasar, I Gusti Ayu Sulastri Tjahjadi (73), saat ditemui di Sekretariat PWS di Jalan Kenanga, Denpasar pekan lalu.

P

WS Kota Denpasar, selama ini menjadi salah satu wadah para lansia berkum­ pul dan berkomunikasi, mengeks­ plor bakat dan utamanya men­ curahkan isi hati supaya hidup ini lebih bergairah. “PWS sejak berdiri 5 tahun lalu, kini anggotanya men­ capai ribuan orang lebih, terutama setelah bergabungnya 19 banjar yang ada di Kota Denpasar,” ujar Bu Tjahjadi yang dikenal selalu penuh semangat ini. Dikatakan oleh ibu empat orang anak ini, dengan berkem­ bangnya anggota ke banjar­banjar, selama ini memberikan peran luar biasa dalam berbagai acara yang dilangsungkan oleh

PWS Kota Denpasar. Seperti dukungan yang diberikan pada peringatan HUT ke-5 Perhim­ punan Wreda Sejahtera (PWS) Kota Denpasar, belum lama ini di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Renon, Denpasar. Ketika itu, kata Bu Tjahjadi acaranya berbeda dari biasanya. Acara yang mengusung tema “Lima Tahun Bersama PWS Menuju Empat Generasi yang Se­ hat dan Bahagia” menghadirkan fragmentari dan joged bumbung. Meski acara dikemas sederhana tapi tetap hangat, sebab dihadiri juga oleh anggota keluarga para lansia. Dan saat itu, istri Menteri Ekonomi dan UMKM, Ny. Bintang Puspayoga yang juga ketua

WHDI berkesempatan hadir. Menariknya adalah penampil­ an fragmentari yang menceritan tentang 4 generasi yang sehat dan bahagia. Mulai dari bayi sampai kakek buyut dengan ko­ muniaksi yang baik. Ini tujuannya agar para lansia terus mengobar­ kan semangat kebersamaan dan pantang menyerah dalam meng­ hadapi setiap permasalahan. Sebelumnya, sudah juga dilak­ sanakan kegiatan berupa ceramah tentang komunikasi antargenerasi dalam keluarga, gerak jalan santai, dilanjutkan safari kesehatan dan persembahyangan bersama di Pura Jagatnatha. TAHUN PERGANTIAN KETUA Perayaan Ulang Tahun ke-5 PWS Kota Denpasar rupanya juga menjadi kegiatan terakhir dari is­ tri IGM Tjahjadi ini sebagai ketua. Sebab pada Minggu (30/11) se­ cara aklamasi telah terpilih ketua PWS Kota yang baru yakni Ida Bagus Ariwangsa. Mengingat pengalamannya selama 5 tahun menahkodai PWS Kota Denpasar, sejak di­ lantik oleh Wali Kota Denpasar IB Rai Mantra pada tahun 2009, banyak hal yang didapat baik suka maupun duka. “Sesung­ guhnya lebih banyak suka yang kami rasakan, karena di setiap

acara selalu mengutamakan kebersamaan. Semua kegiatan sifatnya dari dan untuk kami para lansia, jadi indahnya itu ada di sini,” katanya tersenyum sembari menunjuk jantungnya. Selama ini lanjutnya, selain kegiatan rutin senam lansia ber­ sama di Wantilan DPRD Provinsi, atas bantuan Pemkot Denpasar dan pihak lainnya, mereka juga melaksanakan kegiatan seperti pemeriksaan kesehatan gratis setiap bulan, tirtayatra, senam kesegaran, mesanti, menyanyi dan lain-lain. “Semua kami laku­ kan karena kami ingin menjadi lansia yang sehat, sejahtera dan bahagia,” tuturnya. Ia juga bangga semua lan­ sia yang bergabung di PWS, termasuk anggota yang ada

di banjar-banjar senantiasa mengobarkan semangat keber­ samaan dan pantang menyerah dalam menghadapi setiap per­ masalahan. Kondisi kesehatan maupun kejiwaan mereka ter­ jaga sehingga dalam melakukan aktivitas kesehariannya lebih bergairah dan bersemangat. Tidak pernah berhenti mengisi hari dengan penuh makna. Bu Tjahjadi bersama suami yang selalu mendampinginya tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar dan jajarannya, Ketua TP PKK Kota Denpasar IA Selly D. Mantra, Ketua WHDI Ny. Bin­ tang Puspayoga, dan banyak lagi pihak lainnya yang tidak bisa disebut satu persatu, yang telah membantunya selama menjadi Ketua PWS Denpasar. “Tentu juga terima kasih pada keluarga tercinta, suami dan anak-anak yang sangat mengerti kesibukan kami,” katanya penuh haru. Ia mengapresiasi setinggi­tingginya semua yang sudah berse­ dia duduk bersama, bekerja mak­ simal dengan penuh pengorbanan baik waktu, tenaga, pikiran,dan perasan yang menguras energi selama 5 tahun kepengurusannya. “Semoga pemerintah dan semua pihak yang selama ini membantu berbagai kegiatan yang dilakukan para lansia, terus memberikan support, semangat dan membantu dalam setiap gerak langkah lansia untuk mengisi hari-hari senja menjadi selalu indah. Sekali lagi terima kasih,” ucapnya sambil mengatakan keyakinannya pada Ketua baru yang telah terpilih pasti akan melanjutkan melakukan hal yang terbaik bahkan lebih baik lagi untuk para lansia di Kota Denpasar. - ard


8 - 14 desember 2014

4

Iwapi Bali Sukses Jadi Tuan Rumah Rakernas Perak Iwapi Wanita pengusaha yang tergabung dalam Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XXV di Bali.

P

rogram tahunan yang mengusung tema ”Iwapi 39 Tahun Mendukung Program Good Govern a nce m enuj u I n don esia Sejahtera” ini berlangsung 24 s.d 26 November 2014 di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur ,Bali Pada perhelatan ini, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Iwapi Bali bersama seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten/Kota seBali bertugas sebagai tuan rumah Rakernas Pe­r ak Iwapi tersebut. Keseluruh­a n acara berjalan lancar sesuai recana berkat komunikasi dan koordinasi yang terjalin sangat baik selama ini antara DPD I wa p i d a n s e l u r u h D P C I wa p i se- Bali. “Selain seluruh DPC bekerja maksimal, kami juga memperoleh dukungan penuh dari pemda ka-

bupaten/kota se-Bali,” ujar Ketua DPD Iwapi Bali, AA Tini Rusmini Gorda. Ia juga mengatakan selama DPC melakukan audensi ke seluruh pemda, pengurus DPD selalu mendampingi. Dalam kegiatannya Iwapi mendapat bantuan kendaraan berupa Bus dari bupati Buleleng, Klungkung, Tabanan. Bangli dan Jembrana. DPD Iwapi Bali yang dikuatkan oleh seluruh DPC berhasil menjalankan tugasnya selaku tuan rumah, di antaranya pada hari pertama menjalin sinergi dengan Kadin Bali, menyelenggarakan welcome dinner untuk 750 orang peserta rakernas di Kertalangu, Denpasar. Berikutnya hari kedua, mereka didukung oleh Wali Kota Denpasar, yang menjamu 900 orang peserta rakernas di Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar. Di lokasi yang

Jamuan makan malam bersama Wali Kota Denpasar

Kegiatan tanam pohon

Mandalika

8 - 14 desember 2014

Tambora Menyapa Dunia

secara khusus menambah lagi Rp 8 juta untuk 8 siswa SD. Masih di Gianyar, DPP Iwapi juga memberikan bantuan modal kerja kepada 10 orang pengusaha mikro perempuan, yang masing-masing menerima Rp 500 ribu. Selanjutnya, melengkapi keberadan anggota Iwapi yang rakernas di Bali, mereka juga berkesempatan menikmati field trip ke Museum Blanco. Selain itu juga, melakukan penanaman pohon di Kawasan Blahbatuh Gianyar. -ard

Usai tiup lilin ultah Ny. Bintang Puspayoga sama DPC Iwapi Kota Denpasar sempat menampilkan fashion show ”Taksu Bali”. Di hari ketiga, dilangsungkan Gala dinner untuk sekitar 100 orang yang didukung oleh Bupati Gianyar bertempat di Puri Gianyar. Selain itu, para wanita pengusaha ini juga memperlihatkan kepedulian me­ reka dengan memberikan bantuan kepada beberapa siswa SD yang

Audensi dengan Bupati Buleleng

membutuhkan. Tercatat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Iwapi menyumbang Rp 5 juta untuk 5 orang siswa SD. DPD bersama DPC Iwapi Bali menyumbang Rp 10 juta untuk 10 siswa SD. Ada juga HIPPI memberikan bantuan Rp 5 juta untuk 5 siswa SD. Sementara DPC Iwapi Gianyar, tak ketinggalan

Bibir kawah Tambora di pagi hari

Terima Kasih pada Sponsor

1. Kadin Bali 2. PT Bank Pembangunan Daerah Bali 3. Hardy’s GH Holdings 4. Pemda Karangasem 5. Pemkot Denpasar 6. Pemda Gianyar 7. Pemda Badung 8. Pemda Buleleng 9. Pemda Jembrana 10.Pemda Tabanan 11. Inna Grand Bali Beach 12. Maharani Hotel 13. Bara Silver 14. Mai Bus 15. CNI 16. Nonmin 17. Sarana Dewata 18. Perdiknas Denpasar 19. Art Shop Astina 20. PT Abinusa Semesta

21. 22. 23 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41.

CV Taman Ayun Bali Catering Warti Buleleng IHDN Denpasar Griya Profile Endang Aji Trading Bam Service AC Bali Internasional Outdoor Ramuan Pak Oles Jangger Group Surya Tirta Buana Museum Blanco Mandala Landscape Mandiri Syariah Bali Puspa Bordir Bali Bagus Barber Shop Mondella Pemda Klungkung Pemda Bangli Puri Gede Karangasem Garuda ITDC Nusa Dua

Momen dua abad peringatan letusan dahsyat Gunung Tambora, pada tahun 2015 mendatang, kini tengah hangat dibicarakan. Pemerintah Provinsi NTB juga merancang nama kegiatan untuk peringatan tersebut sebagai Tambora Menyapa Dunia 2015.

K

edahsyatan ledakan Gunung Tambora yang sempat mengguncang dunia itu, kini meninggalkan sisa kaldera yang mahabesar, bahkan disebut sebagai kaldera terbesar di dunia. Sejarah ledakannya yang spektakuler itu mengundang banyak pendaki yang penasaran ingin melihat langsung sisa ledakan yang memangkas setengah dari “tubuh” gunung ini. Berbagai catatan menulis tentang ledakannya, termasuk dalam buku besar Kerajaan Bima yang dikenal dengan nama Bo’ Sangaji Kai. Dr. Hj. Siti Maryam, salah seorang pewaris Kesultanan Bima yang juga seorang filolog, mengungkapkan dahsyatnya ledakan itu, yang tercatat dengan jelas dalam manuskrip peninggalan (naskah kuno) Kesultanan Bima.

“Tertulis bahwa ledakan itu terjadi di Hari Selasa di waktu subuh. Bunyi letusan Gunung Tambora (itu ialah pecah Gunung Tamboraterjemahan Bo’ Sangaji Kai dalam aksara Arab berbahasa Melayu), seperti bom orang perang yang karena ledakannya itu membuat mati orang-orang Tambora dan Pekat,” ungkap Siti Maryam. Kisah bencana tersebut terjadi hampir dua abad yang lalu. Kini, karena sejarahnya itu membuat eksotika Gunung Tambora menjadi sangat “seksi” untuk dinikmati. Jika selama ini orang mengenal pintu masuk menuju pendakian Gunung Tambora bisa ditempuh dalam dua jalur, yakni melalui Dusun Pancasila di Desa Tambora yang ditempuh dengan jalan kaki selama dua malam tiga hari (bagi pendakian cepat dapat ditempuh satu malam dua hari). Selain itu

Suasana di rakernas perak iwapi

Bersama Ketua Umum Kadin Bali Gala dinner dengan Bupati Gianyar

Sekum serahkan suvenir

PenjeLasan tentang Museum Blanco dari sang pemilik Antonio Blanco

21

DR. Hj. Siti Maryam, ketika membaca kembali kisah tentang letusan Tambora dalam naskah Bo’ Sangaji Kai (Catatan Kerajaan Bima)

juga melalui Doroncanga, jalur pendakian menggunakan motor trail atau hardtop. Selain dua jalur itu, ternyata ada beberapa jalur lagi menuju kaldera Tambora, yakni lewat Doro Peri, Kawinda Toi dan Kore. “Namun dari sejumlah jalur itu, hanya lewat Dusun Pancasila dan Doroncanga yang bisa membawa kita sampai puncak,” ujar Ibnu Khaldun, salah seorang pendaki yang kerap mengantar dan menemani para pendaki Tambora, termasuk menemani Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Widjajono Partowidagdo yang akhirnya meninggal dunia saat pendakian Tambora, pada April 2012. Selain itu, menurutnya, ada pula pendakian paripurna yang bisa dilakukan, yakni naik lewat Dusun Pancasila lalu turun lewat Doroncanga, demikian pula sebaliknya. Berdiri di kaldera yang pendakiannya melalui Dusun Pancasila, akan menawarkan pemandangan spektakuler akan sebuah kawah raksasa dengan diameter yang mahaluas. Berbeda dengan melakukan pendakian melalui Doroncanga, yang menawarkan pemandangan kaldera yang biasa dan terlihat lebih sempit. Jika pendakian selama ini lebih banyak yang berhenti sampai bibir kaldera dan naik hingga puncak Tambora, maka hanya sedikit orang yang pernah turun hingga

ke dasar kawahnya. Ibnu Khaldun yang akrab disapa Adun ini, termasuk salah seorang yang paling sering turun ke dasar kawah dan menginap bermalam-malam di sana. Baginya, keindahan pesona kaldera sungguh menakjubkan, membuat tak ingin kembali ke atas. “Jika saja logistik banyak, saya ingin lebih lama lagi tinggal di sana,” ungkap pria yang sangat mengagumi Gunung Tambora ketimbang gunung-gunung lain yang pernah didakinya di Pulau Jawa dan Sumatera. Pesona Tambora yang membuatnya betah berada di sana adalah sebuah danau yang dikenal dengan nama Moti La Halo. Terdapat tiga buah aliran sungai di sana. “Satu sungai airnya agak keruh, tampaknya seperti belerang. Dua sungai lainnya, jernih. Ketiganya mengalir dan bermuara di danau Moti La Halo, dekat Doro Afi Toi (gunung api

Ibnu Khaldun

baru yang terbentuk seperti anak Tambora),” ujar Adun yang tinggal di Dompu ini. Untuk turun ke dasar kawah ini, bukanlah hal yang mudah. Setidaknya harus ditempuh dengan berjalan kaki menyisiri (melipir), memutar ke kiri dan ke kanan sehingga memakan waktu sekitar sembilan jam perjalanan turun. “Ada dua jalur untuk turun ke kawah, yakni jalur utara lewat Dusun Pancasila dan jalur selatan lewat Doroncanga,” kata Adun.

Vegetasi tanaman yang cukup, menurut Adun dapat membantu sebagai pegangan dalam perjalanan turun dengan aman melewati punggung-punggung sisa perjalanan lahar yang berbukitbukit. Perjalanan ini tampaknya tidak membahayakan, karena tali temali tidak terlalu dibutuhkan meski pun tetap harus disiapkan. “Tali yang dibawa hanya untuk pengaman biasa saja,” katanya. Biasanya, ketika akan turun ke dasar kawah, para pendaki akan menginap di sekitar kaldera. Pukul tujuh pagi, perjalanan turun ke dasar kawah dimulai dan akan tiba pada kira-kira sore hari. Di dekat sungai-sungai itulah mereka bermalam. “Di dasar kaldera inilah, rasa takjub kembali terasa,” ungkapnya. Luasnya bentangan dasar kaldera menurut Adun, dapat ditempuh dengan satu setengah jam perjalanan kaki menyusuri garis tengah kaldera mulai dari ujung selatan hingga ujung utaranya. Perjalanan naik kembali ditempuh dalam waktu yang relatif lebih cepat, yakni sekitar 7-8 jam karena beban logistik yang berkurang sehingga perjalanan menjadi lebih ringan. Di dasar kawah itulah Adun pernah menemukan rusa yang turun minum dan berbagai satwa lain seperti burung. Ada pohon pinus tumbuh di daerah berpasir campur bebatuan itu.”Ada juga jejak-jejak monyet di dasar kaldera,” katanya. Eksotika Tambora dengan pesona sejarahnya bahkan membuat Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Widjajono Partowidagdo yang juga banyak menjelajahi gununggunung tertinggi di Indonesia dan juga beberapa gunung di dunia ini, pernah menyatakan kekagumannya pada Gunung Tambora. “Kata Pak Wamen, hanya ada dua gunung di dunia ini, yang pertama Himalaya karena ketinggiannya dan Tambora karena ledakannya,” kenang Adun tentang kalimat yang disampaikan Widjajono pada dirinya saat mendampingi pendakian terakhir sang Wamen itu. --Naniek I. Taufan


22

Pelesir

8 - 14 DEsember 2014

8 - 14 Desember 2014

Workshop Tutur Kejernihan Bagi siapapun yang selama ini masih berkutat dengan kegagalan, dengan penderitaan, dengan keraguan jati diri, kecemasan, ketakut­ an, kemalasan, sakit berkepanjangan dan belum tersembuhan, tak peduli siapapun dimanapun, ayo bergabung dalam workshop “Tutur Kejernihan sebagai Penyembuh Utama di Abad Ini”. Workshop yang dipimpin Guru Mangku Hipno ini dilaksanakan Minggu (7/12) di Gedung PWI Bali, Jln. Gatot Subroto, Lumintang, Denpasar pukul 14.00-17.00. Harga tiket Rp 500 Ribu diskon menjadi hanya Rp 200 Ribu. Info lengkap dan tempat pendaftaran hubungi Brahmakunta Center, Perumahan Gunung Sari Indah, Jln. Tukad Buana I No 61 Kebo Iwa Utara, Telp. 0361-7112404, 0361-8442823, PIN BB : 7FB63D85, FB : GURU MANGKU HIPNO. Pembelian tiket bisa dilakukan di tempat workshop. -bns

Workshop “Building Your Professional Image”

I Gusti Bagus Sumertana

Punapi

K

awasan ini menawarkan wisata alam pertanian, mulai dari pembibitan, penanaman, perawatan hingga pemetikan bunga, sayuran, dan buah. Selain itu, kawasan ini mempunyai pemandangan yang indah dan alami dengan udara pegunungan yang menyegarkan seperti objek wisata Bedugul yang sudah terkenal. Menurut I Gusti Bagus Sumertana, Resort Manager Bagus Agro Pelaga, kawasan wisata agro Pelaga ini luasnya 18 hektare. Sistem perkebunan di sini menggunakan sistem tetes untuk pengairannya. Sistem tetes memungkinkan untuk mengatur aliran air dengan lebih efektif dan lebih efisien, yang sangat cocok untuk perkebunan. Pengunjung yang datang dapat menikmati tur agro yakni berpartisipasi dalam budidaya tanaman termasuk saat panen. Cooking class menjadi favorit para wisatawan asing karena mereka dapat belajar memasak menggunakan tungku khas Bali (punapi). “Ke depan, rencananya akan dikembangkan satu tempat untuk para turis asing belajar menabuh dan membuat canang,” ujar lelaki yang disapa Pak Gusti ini. Ia mengatakan, tanaman unggulan di Bagus Agro adalah bunga mawar Holland, sayuran asparagus, dan buah jeruk. Aktivitas yang pa­ling seru, pengunjung dapat memetik buah stroberi. Yang tertarik untuk camping, juga bisa. Kapasitas tenda bisa mencapai 500 orang. Untuk perusahaan dan komunitas yang akan melakukan outbound, meeting, dan outing, juga tersedia. Kapasitas outbound mencapai 300 orang. Bagi para penekun spiritual, tempat ini sangat cocok untuk beryoga dan meditasi. Tamu yang datang langsung disambut welcome drink di Bagus Agro dengan jus stroberi atau terong belanda. Makan siang dengan steambout ala Jepang, atau makanan khas Bali lawar asparagus, sate empol, sup jukut ares, sup asparagus, dan be sisit sambal matah. Bagi yang ingin bermalam, beberapa resort cantik sudah siap. Anda tinggal pilih sesuai keperluan. Jika Anda belum merencanakan tempat untuk berakhir tahun, Bagus Agro dapat menjadi pilihan untuk keluarga Anda. –Wirati Astiti

Kebun mawar

Wisata alam Bagus Agro Pelaga

Pentas Rakyat 2014 Untuk menyosialisasikan beberapa informasi program dan penjelasan kebijakan Pemerintah Kota Denpasar kepada warga Kota Denpasar, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kota Denpasar telah memiliki dan mengatur agendanya. Beberapa ke­giat­an sudah berlangsung di bulan November dan masih akan berlangsung hingga 20 Desember nanti. Bagi masya­­ rakat yang ingin menyaksikan langsung dapat melihat jadwal berikut.-ard

3

Ni Made Rai Sariani

Cooking Class di Punapi Hawa sejuk mulai membelai tubuh saat memasuki Kawasan Wisata B ­ agus Agro, di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Untuk mencapai kawasan ini, jarak tempuh sekitar 45 km dari kota Denpasar.

Sosialita

Untuk pertama kalinya Society of Indonesian Professional Convention Organizer (SIPCO) DPD Bali menggelar half day workshop “Building Your Professional Image”. Acara yang diikuti praktisi pariwisata kalangan travel agent dan hotel ini digelar Kamis ( 27/11) di Gedung Pelatihan Bali Tourism Board, Renon, Denpasar. Menurut Ketua SIPCO DPD Bali, Putu Juarez Robin Putra, acara ini diadakan menyambut HUT ke-25 SIPCO. “Workshop seperti ini perlu diadakan dengan tema berbeda ke depannya yang tetap menjadi kebutuhan teman-teman di travel agent, hotel dan DMC untuk program pengembangan SDMnya,” ujarnya. Tahun 2015, SIPCO akan mengadakan The 4th Advance MICE Course di Bali dan Kuala Lumpur. Tahun sebelumnya, advance course ini diadakan di Singapura dan Hongkong. Pembicara pertama , Ir. AA Ayu Oka Saraswati, M.T., mengajak peserta menggali lebih jauh tentang “Bisnis Etiket”. Pembicara kedua adalah Made Herry Erika Sedana A.Md., S.E., yang tidak asing di industri pariwisata dan industri logistics & supply chain yang sehari-hari fokus dengan development di Bali Bird Park sebagai Direktur of Sales and Marketing ini, membawakan topik yang lebih memuat analisa yaitu Business Performance Planning Session. Topik ini memuat subtopik: “Attitude, drive & confidence, Building Effective Messages, Interpersonal Communication dan Creating Goodwill “. Peserta diajak terlibat untuk bermain dan berbicara menuangkan pandangan dan pendapat. Wanita Bali yang menamatkan D3 dan S1nya dengan predikat cum laude ini menyampaikan komitmen untuk memberi support terhadap pengembangan SDM di Bali melalui people development session yang ia bawakan sejak ia dipercaya menjadi salah satu QSE Global Facilitator Asia Pacific Region untuk DHL Global Forwarding beberapa tahun lalu. – sri ardhini

JADWAL PENTAS RAKYAT 2014

Racikan Sepenuh Hati Bali menyandang sebutanPulau Dewata, karena sangat kaya dengan sumber alam yang indah dan unik. Masyarakat memiliki cara yang berbeda dalam menikmati Pulau Dewata ini, seperti berwisata di berbagai lokasi wisata yang menyediakan aneka aktivitas budaya yang menarik.

B

erbeda dari penikmat wisata tersebut, Ni Made Rai Sariani pemilik CV Gaya Warna, yang akrab di panggil Bu Rai ini mensyukuri kekayaan alam Bali ini dengan mengenal, mempelajari dan terus menggali sumber alam yang tersedia. “Sumber alam kita yang kaya dan berlimpah ini dapat diberdayakan menjadi suatu nilai produk original Bali yang bermanfaat bagi kita semua,”ujarnya saat ditemui di work shopnya di kawasan Jalan Gunung Sanghyang Gang Nusantara, Kerobokan, Badung. Salah satu hasil alam Bali yang diolah istri AA Putu Astawa, S.H., ini menjadi produk bernilai sangat tinggi karena sangat diminati sampai ke manca negara adalah minyak kelapa. Minyak kelapa inilah yang diolah oleh pikiran kreatif dan tangan terampil Bu Rai menjadi berbagai produk asli Bali seperti message oil, sabun mandi, lulur, hand body lotion,dan masih ba­ nyak jenis produk lainnya. Ibu dari AA Putu David Putra Awatara, AA Made Radja Putra Awata­ ra dan AA Kanaya Githa Putri Awatara ini mengatakan ia mulai meniti kariernya dalam pengolahan bahan alami ini pada tahun 1996. Ketika itu, ia pertama kali bekerja sebagai salah satu staf sebuah spa internasio­nal di Bali yang di­miliki oleh orang luar negeri. Di sinilah Bu Rai b el ajar secara detil metode pengolahan bahanbahan a l a m i menjadi produk y a n g bermanfaat dan bernilai tinggi. Di sini pula ia mendapat s u n t i ka n s e mangat dan motivasi yang tinggi untuk mandiri dan membuka usaha sendiri. Tahun 2003, Bu Rai mulai merintis usaha kecil sebagai spa supplier dengan nama CV Gaya Warna yang awalnya mempekerjakan 2 orang lokal yang berdomisili sekitar workshop-nya. Berkat kegigihannya sekarang sudah di bantu oleh 20 orang staf lokal yang dibina terus menerus untuk bisa kreatif membantu menghasilkan produk terbaik asli Bali. Terbukti produk hasil Gaya Warna ini sudah

diakui pelanggan yang bukan hanya dari Bali saja tetapi juga dari mancanegara diantaranya, Jepang, Malaysia, Maldive, Eropa, dan Rusia. “Sedangkan untuk di Bali dan Indonesia, produk ini biasa digunakan oleh hotel spa berbintang dan salon-salon kecantikan,” kata penyuka kebaya dan penampilan smart casual ini. Dikatakannya produk andalan Gaya Warna adalah message oil yang bahan dasarnya terbuat dari minyak kelapa murni. “Minyak kelapa murni yang berkualitas hanya dihasilkan di daerah beriklim tropis seperti Indonesia, jadi sudah sewajarnya produk yang berbahan dasar kelapa ini menjadi rebutan pelanggan luar,”tuturnya. Walaupun berbagai produk message oil sudah dihasilkan dengan menggunakan teknologi yang canggih namun sampai saat ini minyak kelapa masih menjadi primadona. “Minyak kelapa juga tetap jadi pilihan utama pelanggan, karena kualitas minyak yang dihasilkan kelapa yang tumbuh di iklim tropis jauh lebih bagus dari daerah lain,” lanjut putri pertama dari tiga bersaudara pasutri I Wayan Kanton dan Ni Wayan Sedeng ini. PACKAGING YANG FLEKSIBEL Bu Rai juga menyampaikan kalau lulur asli Bali produksi Gaya Warna pun tidak kalah digemari oleh pelanggan. Dengan racikan yang sangat telaten, detil dan sepenuh hati dan menggunakan bahan-bahan asli seperti minyak kelapa murni, dan aroma terapi yang asli maka lulur dari gaya warna ini menjadi produk asli yang sangat bermanfaat untuk membersihkan, menjaga kelembaban dan kehalus­an kulit. Selain message oil dan lulur, minyak kelapa ini juga diolah olehBu Rai menjadi sabun mandi yang beraroma relaksasi. “Dengan memadukan minyak kelapa murni dengan beras dan madu asli menghasilkan sabun mandi yang nyaman, segar dan lembab di kulit. Sabun ini sangat aman di kulit karena tidak menggunakan bahan kimia yang tidak larut dalam air, dan dapat merusak kulit,” terang perempuan yang dikenal energik ini. Minyak kelapa juga, katanya tak ketinggalan diolah menjadi vitamin rambut yang bermanfaat untuk menjaga kelembaban dan kesehatan rambut. Setelah itu, masih ada lagi bath oil, produk lain yang juga dihasilkan dari minyak kelapa murni, yang bermanfaat utnuk memberikan aroma relaksasi dan kehalusan kulit, terutama ketika berendam untuk memulihkan pikiran. Selanjutnya, pelanggan bisa mencoba hand and body lotion minyak kelapa murni olahan Bu Rai, yang sangat dijamin keaslian dan manfaatnya. Begitu banyak produk kecantikan yang bisa dihasilkan melalui pikiran kreatif dan kegigihan Bu Rai. Ia ahli memanfaatkan bahan alami dari sumber alam Bali sampai menjadi produk yang bernilai tinggi baik dari segi keaslian bahan, estetika dan sentuhan seni maupun dalam membantu peningkatan ekonomi masyarakat lokal. Disamping itu

Rai dan keluarga

produk yang dihasilkan oleh Gaya Warna ini memiliki kualitas terbaik dan sangat aman untuk dipakai, karena sudah mengantongi izin resmi pengeluaran produk dari BPOM, dan Dinas Kesehatan. Produk Gaya Warna dikatakannya juga menggunakan sistem packaging yang fleksibel. Produk ini dikemas dengan sangat menarik sesuai dengan permintaan pelanggan atau di desain sendiri dengan menggunakan bahan yang mudah di daur ulang. Kemasannya juga praktis se­hingga mudah di bawa ke mana-mana disam­ping tampilannya yang bernilai seni juga bercirikan khas budaya Bali. Memiliki usaha yang bergerak di bidang SPA retail ini, kata Bu Rai tidak selalu mulus seperti yang direncanakan. Banyak kendala-kendala yang harus dihadapi dan dilalui dalam menjual produk yang dihasilkan. Banyaknya pesaing bisnis dalam bidang yang sama yang belum me­n gantongi izin menjadi salah satu kendala dalam penjualan produk. Produk yang tidak memiliki izin sering dijual dengan harga yang lebih murah sehingga harga produk asli Gaya Warna kalah dalam persaingan harga. Kendala yang lain adalah terbatasnya hasil produksi jika dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan spa berskala besar yang sudah menggunakan teknologi produksi yang canggih. Di samping itu banyak perusahaan luar Bali yang bergerak dalam bidang yang sama yang memakai nama Bali untuk menarik minat pelanggan. Kendala-kendala tersebut merupakan kendala umum yang muncul dalam dunia usaha. Namun, berkat kegigihan dan fokus dalam usaha ini, sampai saat ini keaslian produksi perusahaan Bu Rai tetap menjadi primadona dunia wisata

spa khususnya di Bali. Bu Rai tidak ser­t a merta terlena de­ ngan kondisi sekarang ini, banyak pikiran-pikiran kreatif Bu Rai yang belum direalisasikan termasuk harapanharapan ke depan dalam pengembangan dunia usaha spa. Salah satunya untuk mengembangkan usaha sampai ke negara tetangga. Sehingga produk Bali lebih dikenal dan diakui secara kualitas. Untuk mewujudkan impian ini diperlukan SDM yang kompeten dibidang usaha ini, tangguh dan berorientasi ke depan. Untuk peningkatan kualitas SDM ini Bu Rai memberikan pembinaan kepada staf yang telah membantunya sekarang. Ia juga ingin membuka kelas-kelas pengembangan kompetensi khusus dalam bidang SPA ritel sehingga makin banyak masyarakat lokal yang terbuka pikirannya untuk kreatif memanfaatkan secara positif limpahan kekayaan alam yang dianugrahkan oleh Tuhan. -ard

Aktivitas Rai di PKK Br. Umalas Kangin Kerobokan


2

Ekspresso

8 - 14 desember 2014

GORO-GORO

DAri daPUr Redaksi

Sedia Payung sebelum Hujan

Hujan yang dinanti-nantikan akhirnya tiba. Memasuki bulan Desember, kota Denpasar dan sekitarnya mulai rajin dikunjungi hujan. Pagi, siang, sore, bahkan malam pun bisa hujan. Hujan dan kemarau adalah siklus alam yang harus kita syukuri. Walaupun hujan, aktivitas masih bisa tetap dilakukan. Caranya, atur waktu dan lihat keadaan sekeliling. Jika sudah ada tandatanda mendung, siapkan diri dengan payung atau m a n t e l .

Kan sudah ada pepatah yang mengatakan sedia payung sebelum hujan. Apapun yang akan kita kerjakan, harus disiapkan segala sesuatunya. Musim hujan tak harus kita takuti karena air yang turun dari langit ini bisa membantu tumbuhan untuk mendapatkan energi. Tetapi, jangan terlalu terlena dengan menganggap kita boleh berhujan-hujanan. Saat hujan, air menggenang maupun banjir akan membawa berbagai macam benda, termasuk sampah. Hal inilah yang harus diwaspadai. Sebelum hal ini terjadi, biasakan

diri untuk hidup sehat. Caranya mudah. Buang sampah pada tempatnya. Jangan biarkan sampah berserakan atau menumpuk di got. Kalau hujan deras, air naik, sampahsampah ikut naik dan mengalir di jalanan. Sungguh pemandangan yang tak enak dilihat. Mari samasama menjaga lingkungan agar tetap sehat, bersih, dan nyaman. Dalam acara “Family Touring End of the Year 2014” yang kami laksanakan Minggu 7 Desember ini, salah satu agenda kami bersama peserta dan panitia adalah penanaman pohon mahoni di Pelaga. Ini hanya bagian kecil dari upaya kami untuk ikut menjaga lingkungan. Salam

Istriku Raib di Kegelapan Malam Sudah menjadi kebiasaan masyarakat di Indonesia berbagi suka dan duka dengan sesama apalagi de­ ngan keluarga. Kebiasaan tersebut juga secara turun temurun dicontohkan oleh para leluhur kami. Singkat cerita pada beberapa ming­ gu lalu, ada ponakan yang terbaring di sebuah rumah sakit karena demam tinggi. Informasi sakitnya ponakan sampai juga ke telinga kami sekeluarga. Setelah berdiskusi dengan istri dan anak-anak kami memutuskan untuk besuk pada hari Sabtu malam sekalian makan malam bersama. Namun, dari tiga anak, salah satu berhalangan karena mempersiapkan kuliah perdananya. “Ok, kalau gitu kita berangkat ber­ empat saja,” kata putra bungsu kami. “Kita pakai sepeda motor ya,” imbuh putri tertua. Akhirnya kami pun ber­ angkat ke rumah sakit yang dituju. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit tibalah kami di ruang perawatan keponakan tercinta. Sekilas melihat kondisinya rupanya sudah baikan. Di tengah obrolan de­ ngan ipar dan adik sepupu tiba-tiba dia minta digendong, jadinya kami sekeluarga tinggal lebih lama dari tuju­ an semula, karena menunggu sampai ponakan tidur pulas. Sejam kemudian kami pamit dari ruangan rawat inap. Begitu melirik jam rupanya sudah pukul 20.00. Untuk lebih cepat ke Depot lang­­ganan kami, diputuskan untuk melewati jalan pintas yang sebelum-

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

nya sudah pernah saya lalui, karena kalau menggunakan jalan awal ketika menuju ke RS jalannya harus memutar. Setelah sepakat dengan segera kami pun start dan sebelumnya saya sudah “briefing” tentang jalan yang harus dilalui. Saya membonceng istri sedangkan si bungsu dibonceng si sulung. Greng……sepeda motor kami melaju, dengan saya sebagai leader. Sedangkan sepeda motor yang dikendarai putri tertua mengikuti dibelakang. Dengan pede-nya saya memacu sepeda motor tua di barisan depan. Setelah beberapa lama menyelusuri jalan, saya mulai merasa ada keanehan tentang jalan yang saya lalui. Makin lama kok jalannya makin sempit dan suasananya gelap lagi. Namun, supaya tidak dikatakan nyasar oleh anak, saya teriak pada anak di belakang jalan terus. Tiba-tiba di depan saya ada jembatan kecil dan menanjak lagi, karena gelagapan saya tancap gas, namun apa daya motor nggak mau nurut tuannya dan larinya merambat kayak keong. Rupanya saat terjadi kemelut itu istri saya memutuskan untuk melompat turun. Karena tidak mendengar dan

merasa dia turun saya terus tancap gas. Teriakan istri memanggil nama sayapun tak terdengar, karena ketutup helm. Anehnya lagi istri saya tidak memeluk pinggang saya sebagai mana dia sering lakukan kalau lagi bocengan motor dengan saya. Selama perjalanan saya terus “ngobrol” tanpa istri. Saya baru sadar setelah kurang lebih 300 meter dari kejadian bahwa istri saya tidak ada lagi diboncengan. Ternyata tadi yang saya ajak ngobrol itu angin malam. Untung pas lampu merah saya menoleh ke belakang. Ya Tuhan istri saya tidak ada. Akhirnya saya putuskan untuk balik arah, dari kejauhan saya melihat istri saya dibonceng anak saya. Dalam perjalanan istri jadi terdiam tanpa suara, sementara saya senyumsenyum menahan geli dan rasa bersalah. Sedangkan anak cekikikan sepanjang perjalanan sampai tempat makan malam bahkan sampai rumah. Peristiwa ini menjadi “head line” di rumah tangga sampai beberapa hari. Pengalaman tak terlupakan kalau ingat istri langsung tak mau terlibat dengar ceritanya…haaaaaaaaaaaaaa. I Ketut Sukanata

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

desember

Putu Wijaya

“Kenapa setiap memasuki bulan Desember hati jadi sedih?” curhat Amat di depan Ami. Ami tercengang, matanya melotot menatap

Amat. “Memangnya. Bapak ada kenangan pahit apa di bulan Desember?” Mata Amat nampak kuyu. “Bagaimana tidak, Ami. Tiga ratus enam puluh hari yang sudah kita lalui dengan susah-payah, suka-duka, sedih- gembira, senang-susah, sulit-mudah, seret-mulus, semuanya akan lewat. Terbenam hilang, begitu saja meninggalkan kita, entah ke mana perginya, melepaskan kita sendirian ...”. Ami ketawa. “Kedengarannya seperti puisi. Karya siapa itu, Pak? Kok Bapak mendadak jadi penyair sekarang?” “ Yah, apa salahnya?! Memangnya hanya anak-anak muda yang boleh jadi penyair!” “Bukan begitu. Kalau mau bikin puisi jangan hanya mengeluh. Tulislah pendapat Bapak yang bisa memberikan inspirasi kepada orang lain jangan cuma nangis bombai begitu! Nggak pantes!” Amat jadi kesal, karena merasa curhatnya disepelekan. Selesai makan siang dia buru-buru pulang. “Ke mana saja seharian, Pak!” damprat Bu Amat, menyambut di rumah, “sudah capek-capek dimasakin, giliran sudah basi, baru pulang! Sudah makan belum?” Amat terpaksa ngibul. “Belum.” “Ayo buruan makan! Katanya minta sambal bongkot. Sudah dibuatkan malah ngelayap. Ayo makan nanti kambuh maagnya!” Meskipun sudah kenyang, untuk menggemboskan jengkel istrinya, Amat terpaksa makan. “Tambah lagi! Biasanya kalau ada sambal bongkot, makan sampai 3 piring.” Amat terpaksa nambah sampai hampir mau muntah. “Ke rumah Ami, memangnya ada apa?” “Berbagi rasa.” “Apa?” “Kenapa bulan Desember selalu bikin sedih.” “Apa? Desember bikin sedih? Tidak ada itu! Bagaimana tidak sedih. Hujan tidak ada berhentinya. Pasti nanti banjir lagi, banjir lagi. Kasihan penduduk yang harus mengungsi. Di situ kita baru bersyukur, rumah kita biar pun bukan di kompleks estate mewah, tapi kita tak perlu mengungsi dan deg-degan setiap Desember. Makanya bapak jangan suka sambat, mengeluh ini dan itu, Bersyukurlah! Ayo tambah lagi!” Amat kembali kecewai. Maunya meneruskan curhat yang terputus, istrinya malah menggurui supaya bersyukur. Maka begitu rampung makan, dengan perut hampir meledak, ia ngerumpi ke rumah Pak Made. “Pak Made, kenapa ya bulan Desember selalu bikin sedih?” Pak Made tercengang. “Desember kenapa, Pak Amat?” “ Ya Desember, kan mestinya kita harus gembira menyambut tahun baru. Tapi kok sedih rasanya? Ke mana perginya 360 hari-hari yang sudah kita lalui itu?” Pak Made manggut-manggut. Sebelum Amat sempat curhat, ia menjawab bersemangat. “Betul sekali, Pak Amat! Desember memang buntut kejepit. Desember yang lalu saya dapat proyek besar. Sebab banyak instansi pemerintah harus menghabiskan anggarannya. Kalau tidak dipakai, bakal hangus. Lalu jor-joran dibuang dengan proyek-proyek dadakan. Tahun ini sebenarnya juga begitu. Hanya saja orang dalam sekarang sudah tambah pintar. Mungkin mereka takut karena KPK tambah garang. Siapa tahu ini kesempatan terakhir. Akibatnya, sekarang mereka minta tidak mau lagi 60 persen, tapi 75 persen. Sisanya baru kita dan proyek. Dulu kita bisa dapat 20 persen, sekarang paling 10 persen, supaya proyeknya jangan terlalu kempes, nanti mengundang KPK. Jadi …...” Selama 2 jam Pak Made curhat. Amat hampir sama sekali tidak bisa bernafas. Setiap mau menyela, langsung dipotong. Amat kelelap. Untung Bu Amat muncul mengajak pulang. Amat baru bisa menarik nafas lega. “Gosip-gosipan apa lagi dengan Pak Made, sampai lupa pulang?” sodok Bu Amat begitu sampai di rumah. Amat melihat ada peluang meneruskan curhatnya. “Itulah!” “Itulah apa?” “Bulan Desember memang bulan kejepit yang membuat hati kita galau. Semua orang cuci gudang mengeluarkan unek-unek supaya bisa enteng lagi melangkah di lembaran baru. Jadi ....” “Cuci gudang apaan!” bentak Bu Amat dongkol, “yang cuci gudang itu orang kaya! Bukan kita! Kita mau cuci apa, gudang saja tidak punya. Apalagi barangnya! Paling banter hanya bisa cuci muka, cuci kaki dan cuci tangan. Kita yang kere ini kan hanya punya sengauk. Kita hanya bisa....” Bu Amat terus nyerocos curhat, pajang-lebar, ke sana ke mari sampai Amat tertidur.

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

8 - 14 desember 2014

Denpasar Raih Penghargaan Kota Peduli Konsumen

23

Di tahun 2014 ini, berbagai penghargaan telah diraih pemerintah Kota Denpasar. Pada Rabu (26 /11), satu lagi anugerah diterima oleh Ibu Kota Provinsi Bali ini dari pemerintah pusat melalui Menteri Perdagangan RI Rachmat Gobel, sebagai kota berstatus “Daerah Peduli Konsumen Tahun 2014” bersama 5 daerah lainnya yakni provinsi Jatim, Sumatra Utara, Jabar, Yogjakarta, dan Surakarta.

Melaksanakan Sosialisasi Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen di sekolah – sekolah di Kota Denpasar

A

nugerah untuk Denpasar sebagai Kota Peduli Konsumen tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Perdagang­ an RI, Rachmat Gobel kepada Pemerintah Kota Denpasar yang diterima Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si pada acara Temu Pelanggan Tahun 2014 di Bandung, Rabu (26/11). Tercatat memperoleh predikat Kota terbaik ke-2 untuk perlindung­ an konsumen, Denpasar berhak mendapatkan penambahan dana dekonsentrasi sebesar Rp75 juta. “Ini semua karena ide cerdas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dan I GN Jaya Negara dengan program revitalisasi pasar tradisional dan selalu melakukan tera ulang terhadap alat timbangan,” ujar Kadisperindag Kota Denpasar Wayan Gatra didampingi Kabid Kerjasama dan Perlindungan Konsumen Jarot Agung Iswayudi, S.E., ditemui di ruang kerjanya pekan lalu. Selain itu, Denpasar juga mendapatkan dukungan peralatan pengawasan berupa 1 set tes kit,

2 unit jangka sorong, 4 unit timbangan dan 1 set komputer serta diklat mediator untuk dua orang. “Kami juara 2 se-Indonesia. Kami hanya kalah dari Yogyakarta dan setingkat lebih baik dari Solo,” jelas Wayan Gatra. Ia juga mengatakan tahap penilaiannya ada empat (4) kriteria utama dalam penetapan kabupaten/kota sebagai daerah peduli perlindungan konsumen. Pertama, kabupaten/kota harus peduli terhadap pengembangan

program terkait dengan perlindungan konsumen. Di sini, Disperindag Kota Denpasar telah melakukan banyak inovasi terkait hal tersebut. Pemkot Denpasar juga dianggap sangat proaktif dalam proses penanganan peng­ aduan oleh konsumen. “Setiap pengaduan yang masuk, selalu kami respons dengan cepat. Kami juga sudah membuat situs resmi pengaduan konsumen sekaligus tempat melaporkan hasil pena­ nganan pengaduan yang masuk,” lanjut Wayan Gatra. Kedua, kabupaten/kota harus mempunyai Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) atau Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM). Hingga saat ini, Pemkot Denpasar menjadi satu-satunya kabupaten/ kota di Bali yang memiliki BPSK. Kinerja BPSK Denpasar, menurutnya sangat memuaskan. Selama ini, setiap kasus yang masuk selalu mencapai kata sepakat pada kedua belah pihak. “BPSK akan memanggil kedua belah pihak konsumen yang terlibat sengketa. Selanjutnya

Melaksanakan pendataan dan monitoring tera/tera ulang secara rutin Pasar Poh Gading

Melaksanakan pemantauan dan monitoring harga kebutuhan pokok setiap hari Senin dan Kamis

Mendag menganugerahi Kota Denpasar sebagai Kota Peduli Konsumen

BPSK memediasi permasalahan yang terjadi. Sampai saat ini, setiap sengketa yang dilaporkan selalu dapat diselesaikan oleh BPSK,” tutur Kadis yang dikenal ramah ini. Ketiga, kabupaten/kota harus pernah mendapatkan predikat Daerah Tertib Ukur atau Pasar Tertib Ukur. Di Denpasar, semua pasar termasuk Pasar Tertib Ukur. Sebab, Pemkot Denpasar melalui Disperindag secara rutin terus melakukan tera/tera ulang pada semua alat ukur dan timbangan di setiap pasar yang ada di Denpasar. Keempat, kabupaten/kota harus punya dukungan alokasi dana dari APBD terkait dengan program perlindungan konsumen. Kriteria tersebut, dikatakan Wayan Gatra, telah berlaku di Denpasar sejak lama. Secara umum, Pemerintah Kota Denpasar sangat peduli terhadap program-program yang berkaitan dengan perlindungan konsumen. MONITORING, PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Berikutnya, Jarot A. Iswahyudi menyampaikan perihal kegiatan

Membentuk Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) sejak tahun 2011 yang sampai saat ini telah menyelesaikan 113 kasus

Kota Denpasar dan berkaitan dengan kepedulian terhadap konsumen. Antara lain, melaksanakan monitoring, pembinaan serta peng­ awasan peredaran barang dan jasa ke pelaku usaha terhadap enam (6) parameter yaitu : Label; Standar Nasional Indonesia (SNI); Klausula Baku; Pelayanan Purna Jual; Cara Menjual; dan Pengiklanan. Kegiatan monitoring, pembinaan serta pengawasan tersebut, dikatakannya dilaksanakan secara rutin sebanyak 47 kali per tahun. Selain itu juga melaksanakan sosialisasi Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen di sekolah-sekolah di Kota Denpasar dalam rangka membentuk “Generasi Konsumen Cerdas”. Dengan melaksanakan pemantauan dan monitoring harga kebutuhan pokok setiap Senin dan Kamis di empat (4) pasar tradisional yaitu Pasar Sanglah, Pasar Badung, Pasar Kereneng dan Pasar Agung Peninjoan. Juga tak lupa, dilakukan pendataan dan monitoring tera/tera ulang secara rutin di pasar dan pelaku usaha yang memiliki UTTP, serta melakukan siding tera ulang tambahan di pasar-pasar di Kota Denpasar, yang sampai tahun 2014 telah memiliki enam (6) pasar tertib ukur yaitu : Pasar Sindhu, Pasar Batan Kendal, Pasar Agung Peninjoan, Pasar Intaran, Pasar Gunung Agung, Pasar Nyanggelan. Jarot menambahkan, tahun 2015 akan diusulkan dua (2) pasar lagi untuk menjadi pasar tertib ukur yaitu : Pasar Poh Gading dan Pasar Ketapian. Sedangkan bicara soal memberikan perlindungan kepada konsumen, Pemkot Denpasar merupakan satu-satunya daerah di Bali yang sudah membentuk Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), malah sejak tahun 2011 sampai saat ini telah menuntaskan 113 persoalan/kasus. - ard


8 - 14 Desember 2014

24

B

enetta lingerie membantu pembentukan bagian atas, pinggul, pinggang juga paha. Menghilangkan timbunan lemak yang berlebih sehingga penampilan Anda akan lebih sempurna dan ideal. Benetta lingerie juga menyediakan koleksi bra, panty dengan harga terjangkau dan kualitas bagus.

BeneTta

l l l

lingerie

Jl. Diponegoro 98, pertokoan kertha wijaya blok D-15, Denpasar-Bali Telp. 0361 237423; Hp: 081936073999; Pin BB : 2AFDA235 Jln ngurah rai 62 kediri - Tabanan. tlp 0361-8574634; Pin.BB. 29F0BD60 Jl Sudirman no 11A Negara . Hp 081938380908 ; Pin BB.797B180A

Adonia sbs hrg Rp.115.000 Long girdle Rp.105.000

Pembelian 1 set free 1 buah bra Pembelian 1 pc free 1 buah bra

Pembelian 1 set pc free 1 buah panty

Jl. Gatot subroto IV blok 1 no.6.Denpasar. Telp.0361 9009088. HP. 081 999 396 777. Pin BB.75028454

Bed Sheet

Tersedia 11 Warna putih

ungu

Sedia sprei & Bed Cover ­cotton jaguan polos ­sangat halus & lembut ­(motif klasik, tetapi ­polos) Terima o ­ rderan/ pesanan ­untuk Hotel, Villa, ­pribadi dll. Merah darah


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tokoh Edisi 826 | Tokoh by e-Paper KMB - Issuu