1 - 7 Desember 2014
24
Lindia V-Shape Milk Coffee Underwire Full Lace Cup 1/2 Hard Cup, Strapless Bra
» Tidak percaya diri ketika mengenakan pakaian adat, pakaian upacara keagamaan atau pakaian pesta yang agak tembus pandang karena menampakkan bentuk tubuh yang tidak proposional atau ideal ? Untuk Anda ada kabar gembira. telah ditemukan metode modern yang dapat menampilkan betuk tubuh ramping ideal., dengan mengenakn Long Torso Fiori saat mengenakan pakaian upacara adat atau pakaian pesta yang agak tembus pandang.
Long Torso Fiori l Terbuat dari bahan nylon spandex dengan kelenturan menyesuaikan lekuk tubuh. Teknologi serat berongga yang renggang untuk sirkulasi udara hingga tetap sejuk dan sangat nyaman saat dipakai. l 4 spiral bone (stick) : 2 di depan agak samping, 2 di belakang agak samping. Untuk efek lebih menopang dan membentuk, sekaligus menopang tulang belakang (punggung dan pinggang) yang kadang akan terasa nyeri/ sakit saat mempertahankan sikap tubuh tetap tegak saat beraktivitas cukup lama, menjalankan kegiatan upacara adat atau pesta dan yang lainnya. lMenghilangkan tampilan lemak berlebih pada bagian perut dan belakang . Selain itu membentuk lekukan pinggang yang indah hingga tampak lebih langsing, lCup yang dirancang menyatu dengan torso sekaligus membantu menopang payudara hingga tampak rapi dan lebih padat berisi. Penampilan pun akan nampak lebih seksi seketika.
Kini tersedia Fiori Long Torso dengan warna milk coffee yang senada dengan kulit warna sawo matang wanita Indonesia hingga tampak sangat natural.
BARBARA Fiori Milk Coffee untuk tetap tampil ramping ideal di keseharian Anda: l 4 spiral bone (stick) : 2 di depan agak samping, 2 dibelakang agak samping. Untuk efek lebih menopang dan membentuk. l Cocok bagi yang suka agak ketat, dan ingin proses pembentukan lebih cepat, bagai putri keraton yang biasa pakai stagen ketat. * Bahan nylon spandex dengan kelenturan menyesuaikan lekuk tubuh, teknologi serat berongga yang renggang untuk sirkulasi udara hingga tetap sejuk dan sangat nyaman saat dipakai sehari-hari * Hilangkan tampilan lemak berlebih pada bagian perut dan belakang * Membentuk lekukan pinggang yang indah hingga tampak lebih langsing,Sangat bermanfaat juga untuk : lUntuk yang baru melahirkan
lYang ingin proses perampingan lebih cepat terjadi lKeluhan nyeri/sakit pada bagian tulang belakang dan cegah ter-
jadinya skoliosis akibat kesalahan sikap tubuh jangka panjang. Pemakaian setiap hari jangka waktu tertentu dapat menurunkan lingkar pinggang Anda l BARBARA dapat dipadukan dengan “VIO Fiori” untuk sekaligus menopang payudara
Free konsultasi untuk pastikan ukuran ideal Anda
Jln. Gatot Subroto IV Bok 1/6 Denpasar Tlp. (0361) 9009088; Hp 081 238 26388 Faks. (0361) 430109; Pin BB. 2B126B74 Gianyar Jln. Pudak - Gianyar Tlp. (0361) 208 6353; SMS. 081 6472 8192
Denpasar Jln. Nagasari No.1 Siulan PenatihDenpasar Tlp. (0361) 790 5547 SMS. 0821 4712 3079 Nusa Dua Jln. By Pass Ngurah Rai 50 Jimbaran-Nusa Dua Tlp. (0361) 365 1336; SMS. 0819 1625 8667 Pin BB. 2A44CE2C
Negara Jln. Sudirman No. 11A, Negara Hp 081938380908/ 082237799371 Pin BB 51794A6C
Tabanan Jln. Ngurah Rai No.62 Kediri-Tabanan Tlp. 0878 6009 1187 Faks. (0361)810 098 SMS (0361) 7822277
Klungkung Pasar SemarapuraLantai Basement Blok C. No.5 Klungkung Tlp. 0812 3875 997 Faks.( 0366)31523 SMS. 0878 6244 4768; Pin BB 7C9A15F9
Karangasem Jln. Ahmad Yani No.12 Subagan-Karangasem Tlp. 085792767065, 08123837028 SMS 08563855676
KUTA Jln.Raya Kuta No. 32 – Kuta, Bali Faks. 0361-774 410 SMS. 0878 6214 4005
SINGARAJA Jln. Raya Pemaron (depan pabrik kopi bubuk Banyuatis- Singaraja) 0852 3875 4521, 0877 6215 0757 Pin BB.2931E457
2
Ekspresso
1 - 7 desember 2014
GORO-GORO
DAri daPUr Redaksi
Momen Kebersamaan
Tanpa terasa kita berada di pengujung tahun 2014. November terlewati, Desember siap kita masuki. Banyak momen yang sudah kita lalui. Ada yang indah, ada yang sedih. Tetapi, semua harus dinikmati sebagai warna dalam perjalanan hidup. Momen-momen pribadi tentu dengan mudah kita rekam dan abadikan. Banyak cara untuk mengabadikannya. Tiap orang punya caranya sendiri. Kadang, dalam keberagaman ini terajut harmoni. Bagaimana dengan momen bersama keluarga? Apakah sudah semua sudah diabadikan? Salah satu cara untuk mengabadikan momen bersama adalah dengan pergi bersama. Ada yang libur bersama, makan bersama, atau jalanjalan bersama. Dalam kebersamaan ini, rasa asah, asih, asuh akan makin kuat. Harmonisasi keluarga pun bisa diraih. Sebagai aplikasi dari kebersamaan ini, Tokoh bersama Bali TV menggelar “Family Touring End of the Year 2014. Satu Momen Banyak Cerita”. Kegiatan turing ini diawali di Gedung Pers Bali K. Nadha dan akan melintasi jalur perkotaan, perdesaan, persawahan, pasar, hingga finish di Bagus Agro, Pelaga. Momen kebersamaan ini tak hanya selama perjalanan saja. Ada momen keluarga peduli lingkungan dan keluarga peduli masyarakat. Banyak cerita yang bisa didapatkan dalam acara ini. Rangkaian cerita-cerita ini akan menambah pengalaman hidup kita. Suasana Badung Utara yang menjadi jalur segitiga emas kopi (Badung- Bangli, Buleleng) yang sejuk merupakan pilihan yang tepat sebagai tempat berkumpul. Selama ini masyarakat perkotaan lebih banyak beraktivitas di kota
Suasana Bagus Agro Pelaga. Salah satu aktivitas yang bisa dilakukan adalah panen tomat ceri.
atau Badung Selatan. Sekali waktu mari kita menyegarkan diri dengan udara pegunungan, melepas kepenatan untuk menikmati pesona alam negeri ini. Kebanggaan kepada negeri sendiri harus terus kita tanamkan sejak dini karena kalau bukan kita, siapa yang akan melakukannya. Hal ini pun sejalan dengan tema Aku Cinta Produk Indonesia yang kami jadikan tema “Sudut Pandang” edisi ini serta tulisan aktivitas Siswa Pencinta Alam (Sispala) yang harus peduli alam. Mari mengeksplorasi keindahan alam dan mencintai produk lokal. Salam
Biskuit “Orange” Sampai hari ini saya masih ingat pengalaman saya sewaktu SD kelas 3, tepatnya tahun 1995. Pada masa itu jarang sekali saya dikasi uang jajan oleh orangtua. Suatu hari ada rapat guru sekecamatan diadakan di sekolah saya. Saya bertemu dengan paman, beliau mengajar di SD lain. Betapa senangnya saya karena paman memberikan uang Rp 500. Dengan uang itu saya langsung pergi ke kantin. Untuk pertama kalinya saya melihat di kantin menjual biskuit “orange”. Sayapun mengambil biskuit tersebut dan membaca dengan seksama tulisan yang tertera di biskuit itu. Yang saya tahu “biskuit” itu sejenis roti. Lalu
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
“orange”? Kata “orange” dalam bahasa sehari-hari saya, kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti “katanya”. Sehingga saya menyimpulkan bahwa biskuit “orange” artinya biskuit “katanya”. Saya pikir jika itu katanya biskuit, berarti bisa jadi itu bukan biskuit. Saya pun menaruh kembali biskuit itu, tanpa berani bertanya kepada penjaga kantin. Setelah kejadian itu saya terus kepikiran tentang biskuit itu.
Saya ingin membuktikan kebenarannya, tapi saya tidak berani. 1998 saya melanjutkan pedidikan di SMP, dan barulah saya mendapatkan pelajaran bahasa Inggris. Hingga saya teringat dengan biskuit “orange”. Oh my God....... betapa bodohnya. Saya tidak berani membeli biskuit “orange” karena mengira itu hanya “katanya biskuit” bisa jadi itu bukan biskuit. Sungguh pengalaman keluguan masa kecil. Arliani
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Putu Wijaya
BUDI
“Jangan berkaca di cermin!” kata Amat kepada beberapa mahasiswa, kelompok yang sedang ditugaskan dosennya membuat ulasan tentang pergantian pemerintahan SBY ke Jokowi. “Berkacalah di opini orang lain,” lanjut Amat. “Cermin memang jujur, tetapi kesimpulannya sangat tergantung dari orang yang berkaca. Jadi tidak pernah objektif,” Para mahasiswa mengganguk tanda paham pemikiran Amat. Tapi itu tidak nyambung dengan pertanyaan mereka. “Apa hubungannya dengan perbandingan pemerintahan Pak SBY dan Pak Jokowi yang mau kami tulis?” “Tidak ada!” Semua ketawa. Amat melanjutkan: “Budi Jiung, nama aslinya, Budi Setiawan, asisten sutradara Arifin C Noor dalam film “Serangan Fajar” itu, bagai sebuah legenda. Energinya luar biasa, tidak pernah lelah atau sakit, suka menolong dan bergaul, spontan, berani, blak-blakan, dan tidak pernah lepas dari rokok kretek.” “Maaf, pak Amat, kami datang bukan untuk menanyakan soal film, tapi ...” “Budi pernah menginap di rumah bapak ini. Beliau menjadi semacam keajaiban. Bayangkan, mampu mengemudikan mobil dari Jakarta - Bali non stop, tanpa tidur. Bahkan langsung disambung mondar-mandir ke seluruh Bali mencari tempat untuk lokasi shooting. Tidak pernah mengeluh. Membuat bapak jadi malu.” “Maaf, Pak, sekali lagi, kami datang ke mari ...” “Bapak terlambat dibuatkan kopi oleh ibu saja, sudah stres. Jalan sedikit belum 1 km sudah ngos-ngosan, lalu minta dipijit. Pusing sedikit sudah morang-maring. Baru setelah berkenalan dengan Pak Budi, apalagi kemaren ada kabar dari jakarta, Pak Budi meninggal, di samping kaget, bapak baru sadar, baru mengerti memang bapak ini cengeng. Tukang mengeluh, seperti yang selalu dikatakan ibunya Ami. Paham?” Para mahasiswa mulai kesal, karena tidak ada kaitannya semua itu dengan urusan mereka. Semua gelisah, saling colak-colek mau cabut. “Maaf, Pak, mungkin kami salah waktu, datang pas saat yang tidak tepat, ketika sahabat bapak. Pak Budi itu meninggal. Jadi begitu saja, lain waktu saja kami datang.” Amat mengangguk. “Sebentar, memang cerita bapak tadi tidak ada hubungannya dengan tujuan kalian datang ke mari. Tetapi sebenarnya itulah jawaban bapak atas pertanyaan kalian.” Para mahasiswa makin heran dan ingin cepat pergi. Tapi supaya sopan, pimpinannya pura-pura bertanya. “Maaf, Pak, kami tidak melihat kaitan cerita bapak dengan pertanyaan kami. Kami justru merasa itu tidak nyambung!” Amat langsung memotong. “Itu istilah yang tepat. Memperbandingkan Pak SBY dan Pak Jokowi dengan maksud untuk memprediksi, apa yang akan terjadi selama 5 tahun ke depan di negara kita ini, itu yang tidak nyambung . Karena dalam 5 tahun ke depan persoalanpersoalan yang akan kita hadapi pasti berbeda, lain, bahkan tantangannya bisa bertentangan sama sekali dengan apa yang sudah terjadi selama 10 tahun kepemimpinan Pak SBY. Jadi perbandingan itu bila dipakai dasar memprediksi yang akan terjadi, tidak nyambung! Kok kalian para mahasiswa ikutikutan latah tidak nyambung?!” “Lho, Pak ke mana anak-anak itu?” tanya Bu Amat muncul dengan suguhan. “Sudah kabur!” “Kenapa?” “Habis tidak nyambung!! Bu Amat terhenyak, lalu ngedumel, “Jangan berkaca di cermin! Berkacalah di opini orang lain!”
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
1 - 7 desember 2014
Denpasar Menuju Kota Sehat Melalui Program Pro Rakyat
23
Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen untuk selalu menghadirkan program-program yang bersifat solutif terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, alokasi belanja daerah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Denpasar tahun anggaran 2015 lebih diprioritaskan pada program pro-rakyat. Sektor yang diprioritaskan, mulai dari pendidikan, peningkatan kualitas kesehatan, peningkatan ekonomi kerakyatan hingga pengembangan infrastruktur.
W
ali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra mengatakan pada program prioritas bidang pendidikan mencakup pendidikan anak usia dini, wajib belajar, nonformal, peningkatan mutu pendidikan dan tenaga pendidik serta manajemen pelayanan pendidikan dan peningkatan mutu. “Saat ini usia harapan sekolah anak Denpasar di atas 10 tahun. Kami masih terus mengevaluasi kelemahan-kelemahan yang ada,” ujarnya. Pemkot Denpasar juga menyiapkan tim dari PP dan KB, serta bidang terkait melalui penandatanganan sebuah MoU, untuk membantu sekolah menghadapi anak bermasalah, agar guru tak sampai mengambil tindakan yang melanggar hak anak. “Tahun 2015 kami mengagendakan pembangunan 100 kelas termasuk di dalamnya perbaikan dan penambahan kelas,” katanya. Sementara dalam peningkatan kesehatan dilakukan melalui program standarisasi pelayanan ke sehatan, pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin, serta pengadaan peningkatan dan perbaikan sarana prasarana puskesmas. Termasuk di dunia pendidikan, yang diperhatikan tak hanya ruang kelas. Namun diperlukan juga kantin dan toilet yang sehat. “Jika saya kunjungan, pasti toilet dulu yang saya lihat. Jika toilet bersih, makan di sebelah toilet pun tak masalah,” ujar Wali Kota yang kerap blusukan ke pasarpasar tradisional ini. Selanjutnya untuk penanggulangan kemiskinan, di antaranya dilaksanakann bedah rumah sehat. Tahun 2014, rencana bedah rumah adalah 84 dengan anggaran senilai Rp 20 juta per rumah. Dan pada tahun ini ditargetkan 100 rumah dengan anggaran Rp 30 juta per rumah, meski realita di lapangan tiap rumah berbeda kondisinya. “Bisa saja ada yang lebih besar dari Rp 30 juta atau sebaliknya kurang dari Rp 30 juta,” katanya. Program ini bukan sekadar bedah rumah, tapi bedah rumah sehat, yang memperhitungkan adanya sanitasi dan minimal dapur mini, sehingga bukan hanya layak ditempati tapi juga nyaman dan sehat, menuju Denpasar Kota Sehat.
Sehingga, usia harapan hidup yang saat ini rata-rata 74 tahun, bisa menjadi lebih tingggi,” ucapnya. Dalam kota sehat ada kota layak anak, kota disabilitas dan kota lansia, menjadi satu kesatuan yang terintegrasi di dalamnya. Ia menambahkan untuk mendukung kota sehat, pasar tradisonal pun harus menjadi pasar sehat dengan merevitalisasinya. Pada infrastruktuk, ada program penanggulangan kemiskinan, termasuk beasiswa miskin, perbaikan rumah, pelatihan dagang canang, dan fasilitas usaha kecil. “Serapan dana yang sudah dicanangkan dan digunakan, dievaluasi setiap tahunnya melalui rapat evaluasi. Memang tidak pernah ada yang sempurna, sebab kendalanya kondisi di lapangan seringkali berubah. Tetapi ada juga yang serapan dananya mencapai 100%,” ujar IB Rai D. Mantra yang berprinsip “tenang dalam segala hal, bahagia dalam pengabdian” ini. Pada bidang sosial, selain dilaksanakan oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, program pemberdayaan fakir miskin, penyandang masalah kesejahteraan sosial, pembinaan bagi penyandang di sabilitas, dan trauma pembinaan eks penyandang penyakit sosial ini juga dibantu oleh K3S Kota Denpasar sebagai mitra kerja pemerintah. K3S PARTNER PEMERINTAH KOTA DENPASAR Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar sebagai partner atau mitra Pemerintah Kota Denpasar dalam berbagai pelaksanaan kegiatan sosial. K3S telah memberikan perhatian kepada masyarakat yang kurang mampu, lansia dan para disabilitas dengan program bantuan dan pelatihan, serta bedah rumah sehat. Ketua K3S Kota Denpasar IA Selly D. Mantra, Wakil Ketua K3S Ny. Antari Jayanegara serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara, selama dikenal kompak tanpa memandang momen, konsisten mendatangi langsung rumah warga hingga ke pemukiman yang ada di pelosok. Hal ini, katanya
agar bantuan yang diserahkan dapat betul-betul bermanfaat sesuai dengan kondisi mereka masingmasing. Begitu pun pada para lansia, utamanya dari keluarga kurang mampu. Selain memberi sembako, juga disupport untuk selalu bersemangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari serta terus menjaga kesehatan. Apa yang dilakukan IA Selly D. Mantra itu bukan hanya sebatas tugasnya selaku ketua K3S, namun lebih kepada pribadi yang memiliki kepedulian kepada sesama. Ka rena terbiasa langsung ke rumah warga pula, mereka menjadi sangat terbantu. Masyarakat di empat kecamatan di Kota Denpasar sudah sangat dekat dengan semua petugas K3S. Sehingga, begitu ada masyarakat yang kurang mampu yang memerlukan bantuan, masyarakat maupun melalui lurah setempat segera menyampaikannya, dan penanganan dapat segera dilakukan. Kepada masyarakat kurang mampu penyandang disabilitas di Kota Denpasar misalnya, perhatian dan bantuan kepada mereka di antaranya dilakukan dengan memberikan bantuan berupa kursi roda dan alat bantu dengar. Bantuan K3S, bukan hanya terbatas pada bentuk alat-alat bantu saja, namun juga diberikan pelatihan kete rampilan modal kerja bagi yang memiliki usaha. Selain itu, berkat bimbingan K3S Kota Denpasar, beberapa anak penyandang di sabilitas berhasil meraih prestasi hingga ke tingkat nasional. IA Selly D. Mantra mengatakan pelatihan keterampilan diberikan untuk menunjang kemandirian mereka, seperti memijat, me rangkai bunga, hingga pelatihan menjadi penyiar radio. Malah, sudah ada beberapa dari mereka saat ini sudah menjadi penyiar di Radio Pemerintah Kota Denpasar (RPKD). Begitu juga di beberapa dinas pemerintrah kota sudah pula mempekerjakan penyandang disabilitas,” paparnya Menurut Selly D. Mantra, mereka adalah orang-orang yang penuh semangat. Meski memiliki kekurangan, namun mampu hidup mandiri dan tidak tergantung dengan orang lain. Maka, di tahun 2015 sudah pula
disiapkan program khusus belajar menenun untuk mereka kalangan tunarungu. “Menyusul akan dilakukan launching buku dari seorang anak difabel, untuk dapat menjadi motivasi bagi anak-anak yang lain,” ujar istri Wali Kota Denpasar yang beberapa kali pula mendapatkan penghargaan terkait kepeduliannya yang sangat tinggi pada para penyandang disabilitas. Selanjutnya, K3S juga tak ke tinggalan ikut membantu Peme rintah Kota untuk program bedah rumah. Tentu untuk mampu menjalankan program ini seperti juga sebagian besar program lainnya, K3S dibantu oleh para donatur, program corporate social responsibility (CSR) BUMN dan berbagai perusahaan swasta yang ada di Kota Denpasar. Mengenai bedah rumah, ia mengatakan cukup terbantu de ngan kebiasaan mereka blusukan
langsung ke rumah warga, sehingga dapat dengan mudah membantu untuk mengetahui kondisi rumah yang tidak layak huni dan benarbenar pantas dan harus dibedah. Informasi riil inilah yang disampaikannya pada pemerintah. “Biasanya, begitu Bapak Wali Kota memperoleh informasi, secepatnya juga turun ke lokasi,” katanya sambil menambahkan bahwa bantuan bedah rumah sehat ini, untuk memberikan tempat tinggal yang nyaman serta sehat, baik dari segi penataan juga sanitasi rumah tersebut. Sekali lagi ia merasa bersyukur, keberadaan K3S saat ini sudah diketahui seluruh masyarakat Denpasar. “Sehingga, ketika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, langsung menghubungi dan kami langsung pula turun ke lokasi memberikan bantuan,” tandasnya. -ard
Metropolitan
22
1 - 7 DEsember 2014
1 - 7 Desember 2014
Sosialita
3
Cok Istri Mirah, S.E.
Gala Dinner WAN-IFRA
Ratusan peserta WAN-IFRA World Young Reader Summit & Ideathon mengikuti gala dinner yang dilaksanakan di halaman Gedung Pers Bali K. Nadha, Senin (24/11) malam. Rombongan yang dipimpin Dr. Aralynn Abare McMane, Executive Director Youth Engagement & News Literacy ini disuguhkan makan malam dan hiburan seperti tari Pendet, tari Kecak, dan Joged Bumbung. Acara WAN-IFRA World Young Reader Summit & Ideathon berlangsung di Nusa Dua dari Senin (24/11) hingga Rabu (26/11). Pertemuan membahas perkembangan surat kabar di masa mendatang dan strategi untuk menggaet pembaca muda. –wah
Connector Pen Challenge 2014
Ketua BPOM Roy Sparringa, Deputi bidang Pengawasan Bahdar Johan Hamid dan pejabat lainnya menunjukkan hasil razia BPOM terhadap obat-obatan tradisional
Waspadai Jamu Berefek ‘Cespleng’ Kebanyakan konsumen menggemari jamu (obat tradisional) yang apabila dikonsumsi langsung menunjukkan reaksi positif bagi tubuh. Jamu yang dianggap ‘cespleng’ ini pun direkomendasikan kepada orang-orang terdekatnya, tanpa mengerti bahwa jamu yang bersifat ‘cespleng’ atau instan tersebut sebetulnya perlu diwaspadai.
E
fek ‘cespleng’ ini dianggap masyarakat sebagai kemanjuran dari jamu itu. Padahal, justru itulah yang salah. Menurut Bahdar Johan Hamid, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen Badan POM, efek jamu tradisional tidak ada yang ‘cespleng’ atau langsung terasa. Jamu tradisional baru akan menunjukkan khasiatnya jika dikonsumsi beberapa waktu lamanya. “Jadi harus diwaspadai jika jamu yang dikonsumsi, misalnya jamu pegel linu, rematik, langsung meredakan keluhan. Jamu itu patut diduga mengandung bahan kimia obat,” jelas Bahdar. Apa yang disampaikan Bahdar ini terkait dengan maraknya penjualan produk jamu yang dicampur bahan kimia obat dipasaran. Ia meminta agar masyarakat berhati-hati dalam memilih produk. Kalaupun melihat kemasan tertulis ada registrasi jangan langsung percaya begitu saja. “Cek alamat dan nomor teleponnya. Anda bisa melakukan pengecekan lewat website BPOM atau ada hotline BPOM untuk pengaduan jika mencurigai sebuah produk. Karena ada saja yang mencoba memalsukan, padahal setelah dicek ternyata tidak terd aftar. Jadi masyarakat harus waspada dan hatihati,” ungkapnya lagi. Masalah peredaran obat-obatan tradisional berbahaya memang bukanlah hal baru. Dalam banyak kesempat an, berbagai pihak, termasuk BPOM telah menyosialisasikan masalah ini pada masyarakat. Bahkan, razia pun kerap dilakukan dan berhasil menjaring ratus an produk jamu illegal yang beredar bebas di pasaran. Namun, ibarat ‘mati satu tumbuh seribu’, itulah yang terjadi pada produk-produk liar ini. Banyak yang sudah terjaring, bahkan kasusnya dimajukan ke pengadilan, namun industri jamu liar ini terus bertumbuhan.
Sudaryatmo
Hasil temuan BPOM hasil razia sepanjang November 2013-Agustus 2014, berhasil menjaring 51 jenis obat tradisional mengandung bahan kimia obat, 42 di antaranya merupakan produk tanpa izin edar atau ilegal. “Temuan ini hanyalah puncak gunung es, masih banyak produk mengandung bahan berbahaya di luar sana,” ungkap Kepala BPOM, Roy Sparringa, dalam jumpa pers Rabu (26/11). Terkait peredaran obat tradisional mengandung bahan kimia obat, kata Roy, BPOM melakukan upaya penanggulangan dari dua sisi, yaitu, pemutusan rantai supply dan demand. Pemutus an rantai supply dilakukan dengan meningkatkan pengawasan ketat di sarana produksi dan distribusi melalui operasi pasar, pemusnahan produk serta tindak lanjut secara administratif dan pro-justitia. “Pemutusan rantai demand dilakukan dengan meningkatkan komunikasi, edukasi dan informasi kepada masyarakat dan pelaku usaha,” jelasnya. “Obat tradisional yang telah terdaftar
namun ditemukan mengandung bahan kimia obat, nomor izinnya dicabut serta diproses secara pro-justitia,” tambahnya. Dikatakannya, obat tradisional tidak boleh mengandung bahan kimia, namun konsumen seringkali menginginkan efek yang ‘cespleng’. Sehingga dengan sengaja bahan kimia ditambahkan dalam obat tradisional tersebut. Padahal, jika dikonsumsi terus-menerus, konsumen bisa mengalami kerusakan fungsi hati, gagal ginjal, gagal jantung, bahkan kematian. “Bahan kimia yang sering dicampurkan dalam obat tradisional kebanyakan berupa pereda nyeri dan obat rematik, seperti parasetamol, fenilbutason serta penambah stamina seperti sildenafil,” paparnya. Karena itu, Roy kembali mengingatkan kepada masyarakat agar lebih teliti sebelum membeli atau mengkonsumsi obat tradisional agar terhindar dari obat tradisional yang bisa merugikan kesehatan. Selain 51 jenis obat-obatan tradisional, Roy juga meminta agar masyarakat waspada terhadap 62 obat tradisional dan suplemen makanan yang mengandung bahan kimia obat. Memang, hal ini belum ditemukan di pasaran Indonesia namun tetap saja masyarakat harus mewaspadainya. “Karena berdasarkan informasi dari negara lain yang diterima melalui skema Post-Market Alert System, ditemukan 62
Produsen alat tulis tertua dan terbesar di dunia, FaberCastell kembali mengajak anak-anak Indonesia untuk berkreasi membuat craft dalam “Connector Pen Challenge 2014”. Di Bali, kegiatan dilaksanakan Minggu (23/11) diikuti 700 siswa SD. Product Manager PT Faber-Castell International Indonesia, Richard Panelewen mengatakan kegiatan ini sebagai bukti komitmen Faber-Castell untuk terus mendorong kreativitas anak-anak Indonesia. Dalam lomba ini peserta diajak membuat craft sesuai dengan ide dan kreativitasnya sendiri, sesuai dengan tema “Kamu Bisa Bikin Apa?”. Richard menambahkan Connector Pen aman bagi anak-anak karena berbahan tinta makanan dan air serta gampang dihapus. Pemenang lomba mendapatkan hadiah uang tunai, produk, piala, dan sertifikat. -wah obat tradisional dan suplemen makanan mengandung BKO. Negara pemberi informasi produk TMS tersebut adalah Singapura, Malaysia, Thailand, Australia, dan Amerika Serikat,” jelasnya. PENEGAKAN HUKUM LEMAH Menurut Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Sudaryatmo, salah satu penyebab tetap maraknya peredaran jamu mengandung bahan kimia obat, meski sudah berkali-kali dirazia, karena hukuman yang dijatuhkan pada para pelaku tergolong ringan. Penerapan hukum maksimal jarang dilakukan, padahal produk ini membahayakan keselamatan masyarakat. “Mengapa razia seolah tidak memberi efek jera, karena salah satu sebabnya adalah hukuman yang diterapkan pada pelakunya relatif ringan. Jarang sekali ada yang dihukum berat. Jadi pelaku industri ini menjadi berani karena lemahnya penegakan hukum,” ujar Sudaryatmo kepada Tokoh. Temuan 51 jenis obat-obatan tradisional mengandung bahan kimia obat itu, bukan hal baru alias temuan berulang. Karenanya, BPOM harus mencari terobosan untuk mengatasi masalah ini. Dia melihat, selama ini ada kesan, putusan kasus-kasus yang dimejahijaukan kurang signifikan, dalam pengertian banyak perkara diputus dengan hanya memberi hukuman ringan pada pelakunya. Padahal jelasjelas mengedarkan obat-obatan illegal bisa membahayakan masyarakat. Pun
pelaku yang ditangkap, kebanyakan adalah pelaku lapangan. Inilah yang harus dicarikan terobosan. “Kalau soal regulasinya, sepertinya sudah jelas. Hukumannya pun cukup berat namun jarang diterapkan pada yang maksimal. Jadi salah satu persoalannya adalah pada penegakan hukum,” tegasnya. Hal lain menurutnya adalah pentingnya memutus mata rantai. Jadi bukan hanya melakukan razia terhadap produk-produk itu, tapi trader bahan kimia itupun harus diburu. Namun, tak dapat dimungkiri suburnya industri obat tradisional ilegal ini juga karena permintaan pasar yang cukup tinggi. Ada supply dan demand. Jadi yang harus dilakukan, edukasi yang terus menerus kepada masyarakat. Ini memang bukan pekerjaan mudah, kata Daryatmo. Tapi tetap saja harus dilakukan secara intensif agar masyarakat benar-benar memahaminya. Dari sisi pengawasan, harus lebih efektif lagi. “Contoh-contoh produk harus lebih sering diuji,” tandasnya. Adanya kasus-kasus semacam ini, sebenarnya merusak industri jamu tradisional. Padahal ini hanyalah ulah dari segelintir pengusaha nakal. Karenanya pihak asosiasi jamu harus tegas dengan menindak pengusaha-pengusaha jamu nakal itu. “Ini kan ulah segelintir pengusaha yang merusak industri jamu tradisional. Asosiasi harus tegas,” katanya. Industri jamu, tambahnya, juga mempunya kepentingan mengedukasi masyarakat. –Diana Runtu
Bisnis tanpa Risiko
Keperluan masyarakat Bali terhadap brokat, kain batik maupun endek cukup besar. Peluang ini ditangkap Cok Istri Mirah, S.E. dengan nyambi menjual produk tersebut di toko kosmetiknya sekitar tahun 1996. Jiwa bisnis Cok Mirah, sapaan akrabnya, memang sudah terlihat sejak ia masih mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi, Unud.
T
ahun 1993, sembari kuliah, putri Tjokorda Arnawa Pemayun, S.H., dan Indrawati ini memegang authorized dealer satu merek kosmetik di Denpasar. Melihat manajemennya yang sudah tidak bagus, Cok Mirah mencoba menangkap pel uang lain. “Kebetulan ada salesman yang nawarin batik, saya coba saja menjualkannya ke keluarga, dan teman-teman saya. Ternyata banyak yang berminat. Pengambilan batik saya waktu itu lumayan, sampai 1.000 pcs sebulan,” kisahnya. Produkproduk batik itu pun dipajang di
toko kosmetiknya. Tidak itu saja, beberapa brokat yang dinilainya bagus, dibeli, dipajang dan dijualnya kembali di toko tersebut. Melihat peluang pasar yang cukup menjanjikan, apalagi ba nyak produk tekstil yang di datangkan dari luar Bali, Cok Mirah dengan sang suami, Cokorda Gde Agung, S.H. kemudian merintis usaha dengan membuka grosir batik, brokat dan
endek, yang mana 90% produk batik dan endeknya diproduksi sendiri. Tahun 1998 pasutri ini membuka Toko Pratiwi Textile di Jalan Tukad Yeh Aya 162, Renon Denpasar. Motif-motif batik dari luar Bali dikombinasikannya dengan motif-motif Bali, dengan ragam pilihan jenis kain/kelas, seperti katun, dobi, sutra dan ATBM. Tarifnya mulai Rp 20 ribu sampai Rp 1 juta. Untuk pemasaran produknya tersebut, ibu dari Cokorda Istri Eka Pratiwi dan Cokorda Gde Ananta Wijaya ini memakai konsep reseller. “Karena saya kurang ‘kejam’ di bisnis, jadi saya cari tangan kedua untuk
berhubungan langsung dengan konsumen,” ujar perempuan kelahiran Denpasar yang menikah ke Puri Singapadu, Gianyar ini. Melihat perkembangan yang cukup bagus, karena konsumennya yang mayoritas umat Hindu di Bali selalu mencari produk ini, Cok Mirah mengembangkan sayapnya dengan membuka Ode-nant Textile di Jalan Kenyeri 154 Denpasar, Agustus 2013.
Aksi panggung para koordinator menghibur undangan dalam “Semarak Ode-nant 2014”
Di tokonya ini, ia mencoba me nerapkan konsep berbeda, yakni direct selling, penjualan melalui koordinator dan member, di samping retail. Ia mengumpulkan 20 teman-teman yang diajaknya saat menjalankan usaha kosmetik dulu, dan dijadikan sebagai koordinator. Mereka diberikan tantangan untuk menjalankan bisnis tekstil yang menjalankan konsep “membantu masyarakat Bali yang ingin berpenghasilan di tekstil dan berkelanjutan”. “Konsep Ode-nant, menjalani bisnis bersama. Fee untuk para koordinator dan member diambil dari keuntungan toko yang dikurangi, sehingg a tak menaikkan harga produk,” ujarnya. Seorang koordinator Tabanan sangat bersemangat menjalankan “bisnis tanpa risiko” ini, dan menjawab tantangan Cok Mirah dengan penjualan yang bagus di Tabanan. Ode-nant pun membuka cabang di Tabanan, di Jalan Mawar 99, Gerokgak Gede, Mei 2014. Sampai saat ini member-nya sudah 600an. “Saya tak pernah takut bersaing dengan toko tekstil lainnya, kare na kami beda. Ode-nant toko yang benar-benar beda. Menjalankan bisnis Ode-nant tanpa risiko, dan justru mendapat banyak keuntungan,” jelasnya. Keuntungan menjadi member Ode-nant, men dapatkan diskon belanja, bisa meminjam barang dengan rekomendasi dari koordinator, punya kesempatan jalan-jalan/reward, dan bisa mendapatkan harga promo saat asembly atau event khusus. Koordinator bertanggung jawab kepada member-nya. Jika salah satu member “nakal”, semua member-
Cok Mirah bersama suami dan kedua anaknya
nya tak diperkenankan meminjam produk/barang. “Jadi, yang mau menjalankan bisnis ini harus yang serius dan benar-benar perlu pekerjaan,” tegasnya sembari mengatakan sudah memberangkatkan 21 koordinator dan member peraih reward ke Malaysia Juli 2014. Tahun 2015, reward yang sama dijadwalkan ke Thailand. Baru berjalan setahun, perkembangan usahanya ini cukup pesat. Januari 2014, saat acara “Semarak Ode-nant 2014” telah 1.000-an member. Enam bulan berjalan, saat 1 st Anniversary Ode-nant, Agustus 2014, perkembangannya begitu pesat hingga tercatat 2.000 member. SEMARAK ODE-NANT 2015 Tiap tahun Ode-nant me ngadakan Semarak Ode-nant. Dalam acara yang dikemas apik ini ada promo produk dengan harga terbagus, pemberian reward kepada koordinator dan member, pelantikan koordinator baru dan member prioritas. Mereka yang mencapai target, diberikan fasilitas khusus. Untuk “Semarak Ode-nant 2015” yang akan diselenggarakan 11 Januari
2015 dan dihibur artis pop Bali, AA Raka Sidan, tiket undangan telah habis. “Target 400 peserta sudah jauh terlampau hingga 600an. Jadi mohon maaf, untuk Semarak Ode-nant 2015, tiket undangan sudah tak tersedia. Mungkin bisa ikut bergabung pada acara kami berikutnya,” ujar Cok Mirah. Antusiasme masyarakat yang cukup besar tersebut tentunya menunjukkan bagaimana “bisnis tanpa risiko” yang dijalankan Ode-nant ini benar-benar membantu masyarakat. Hal ini dikatakan Cok Mirah tak terlepas dari dukungan masyarakat, pihak perbankan, suami, anak, dan keluarganya, terutama Ajik (ayah) yang tak henti-hentinya memberi semangat pada dirinya. Soal ditipu atau produk dibajak, semua pernah dilaluinya. Saat dalam kondisi terpuruk itu, pemilik moto hidup “Apapun pekerjaan yang dilakukan dengan hati dan selalu bekerja keras, hasilnya pasti baik” ini, selalu mengingat petuah Ajiknya. Bahwa, hukum karmapala tetap berjalan, dan yang paling penting tetap berusaha dengan jujur, sehingga orang akan percaya kita. –ten
Kebersamaan Cok Mirah dengan keluarga dan para koordinator Ode-nant dalam “1st Anniversary Ode-nant”, Agustus 2014
4
Inspirasi
1 - 7 desember 2014
Siti Nurbaya Bakar
“Blusukan” ke Hutan Banyaknya menteri wanita dalam Kabinet Jokowi-JK memang dipuji banyak orang, namun yang lebih mengaggumkan lagi, beberapa dari mereka mendapat tugas yang terasa ‘maskulin’. Lihat saja bagaimana Menteri Susi Pudjiastuti yang harus ‘berhadap-hadapan’ dengan pencurian ikan.
S
ementara medan yang dihadapi Menteri Siti Nurbaya Bakar pun tak kurang kerasnya. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini, harus berhadapan dengan berbagai isu krusial di dua kementerian yang disatukan itu. Berdasarkan data, akibat ulah tak bertanggungjawab, hutan Indonesia kini tinggal 28%. Deforestasi Indonesia melebihi Brasil.
Macam-macam penyebabnya, dari pembalakan liar hingga pembakaran hutan yang kini terus terjadi. Soal illegal logging, misalnya, bukan perkara mudah. Ini adalah persoalan yang selalu menjadi ‘PR’ yang tak pernah terselesaikan oleh pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. Sementara dari bidang lingkungan hidup, Indonesia dituding sebagai penyumbang emisi gas rumah kaca ketiga setelah Tiongkok dan Amerika. Sebagaimana diketahui, emisi gas rumah kaca adalah penyebab terjadinya perubahan iklim. Tak hanya itu, disinyalir, kerusakan dan pencemaran lingkungan di Indonesia sudah sangat memprihatinkan. Inilah sebagian tantangan yang dihadapi Siti. Di sisi lain, untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut,
ia harus berhadapan dengan orang-orang yang berada di balik semua ini. Selama ini, kebanyakan hanya ‘kroco-kroco’ yang ditangkap, baik itu soal illegal logging maupun pembakaran hutan. Namun siapa tokoh atau dalangnya, itulah yang sulit dikejar. Mengatasi ini berarti Siti harus berhadapan dengan orang-orang yang memiliki banyak kepentingan dan ‘bermental garang’.
Sebagian orang sempat ragu akan kemampuan Siti bersikap tegas karena di balik semua ini tentunya bukan orang sembarangan. Buktinya, puluhan tahun masalah ini tak kunjung selesai. Orang bertanya-tanya, apakah dia tidak akan gentar? Bisa jadi beratnya permasalahan dan ‘kerasnya’ tantangan di lapangan, membuat sejak dulu hanya laki-laki lah yang diberi kepercayaan mengurusi Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tapi Presiden Jokowi berpandangan lain. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, ditunjuk seorang menteri perempuan untuk memimpin dua kementerian yang dilebur itu. Ibu dua anak ini, tak menampik kalau isu-isu yang ditanganinya di lingkungan hidup dan kehutanan, bernuansa
Siti Nurbaya
‘maskulin’. ‘Pekerjaan laki-laki’! Namun bukan berarti perempuan tidak dapat melakukannya. Ia percaya, mampu melakukannya, termasuk soal ketegasan yang menurutnya tak perlu diragukan. “Saya tidak gentar! Memang jika melihat isu lingkungan dan kehutanan, sepertinya ini ‘isu maskulin’, ya. ‘Pekerjaan maskulin’. Tapi kita diberi kesempatan, artinya, tidak ada perbedaan lagi antara laki-laki dan perempuan. Presiden menugaskan saya di ruang itu, saya sangat menghargai sekali,” tandasnya. “Dan saya tidak pernah merasa ragu (bertindak),” tambah wanita kelahiran Jakarta 28 Agustus 1956. Kepala Greenpeace Indonesia Longgena Ginting percaya bahwa perempuan memiliki kemampuan untuk menangani tugas berat seperti halnya masalah lingkungan hidup maupun kehutanan. “Saya percaya, kalau ada tugas berat, serahkan pada perempuan. Mereka punya kemampuan dan cara pandang berbeda dari laki-laki,” kata Longgena seraya berharap agar di tangan Siti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bisa membangun cara pandang baru tentang lingkungan. Dimana lingkungan tidak lagi didikotomikan dengan pertumbuhan ekonomi. “Pertumbuhan ekonomi hanya bisa berjalan dalam lingkungan yang terlindungi,” ujarnya. Pengamat lingkungan, Tengku Ariful Amri mengatakan, pria lebih rasional dibanding wanita, tetapi wanita lebih telaten dibandingkan lelaki. Untuk menyelesaikan persoalan lingkungan dan kehutanan, dibutuhkan kesabaran dan ini lebih mudah dilakukan oleh seorang
wanita. Kesabaran yang dimaksud adalah fungsi pengawasan dan ini akan lebih baik jika dilakukan oleh seorang wanita. Siti, ujarnya, memiliki tugas berat untuk memperbaiki tata kelola lingkungan yang sejauh ini telah mengalami krisis hebat akibat gundulnya hutan. Dalam pandangan Ariful Amri, Siti mempunyai komitmen yang bagus, memliki semangat juang yang baik. “Dia mampu berkoordinasi dengan berbagai pihak dengan cara yang komunikatif. Ini artinya, ada harapan di balik latar belakang kepribadian Siti Nurbaya,” katanya. Siti yang mendapat sarjana S1 nya di Intitut Pertanian Bogor dan S2 pada International Institute for Aerospace Survey and Earth Sciences (ITC), Enschede, Belanda, mengatakan, sebagai orang yang berkarier di bidang birokrasi selama 30 tahun, salah satu tugasnya adalah mengartikulasikan banyak kepentingan dan mempersiapkan berbagai kebijakan. “Jadi dalam beberapa hal, kurang lebih saya cukup familiar. Jadi saya tidak ragu sama sekali,” ungkapnya. Pemegang Bintang Jasa Utama 2011 ini, memang seorang birokrat tulen. Ia memulai kari-
baga baru yang dibentuk untuk menjembatani kepentingan legislatif pemerintah provinsi dengan Dewan Perwakilan Rakyat. Saat menjabat Sekjen DPD itu, Siti juga menjabat sebagai Komisaris PT Pusri, sebuah perusahaan BUMN yang mengurusi masalah pupuk. Tujuh tahun di DPD, Siti pun mengundurkan diri dan terjun ke dunia politik, bergabung dengan Partai Nasional Demokrat dengan jabatan Ketua DPP bidang Otonomi Daerah. Sepanjang kariernya 30 tahun sebagai birokrat, Siti yang menyelesaikan S3 nya di IPB, menerima sejumlah penghargaan, di antaranya adalah Satya Lencana Karya Satya XXX dan XX dan PNS Teladan. Puncaknya pada 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan Bintang Jasa Utama. Ia juga pernah dinobatkan sebagai 99 perempuan paling berpengaruh di Indonesia versi Majalah Globe Asia tahun 2007. Seperti menteri lain di kabint Jokowi-JK, Siti pun langsung tancap gas begitu usai dilantik. Tugas dan tantangannya luar biasa besar. Melebur dua kementerian besar bukan hal mudah. Itu sebabnya, wanita yang sebelumnya juga aktif sebagai dosen di sekolah pascasarjana Institut Pertanian Bogor program studi pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup ini, menjadi luar biasa sibuk. Bahkan Minggu pun dipakainya untuk bekerja. “Peleburan dua kementerian dan masa transisinya
Siti Nurbaya jalan kaki dari kantornya ke Gedung DPD RI
ernya di lingkungan PNS tahun 1981 di Provinsi Lampung. Tahun 1998, masuk ke Jakarta dan menempati pos di Departemen Dalam Negeri (Depdagri). Kariernya terus melesat, sampai akhirnya ia menjadi Sekjen Depdagri (20012005). Peraih penghargaan ‘PNS Teladan 2004’ ini kemudian ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI (2006-2013). DPD, ketika itu, adalah lem-
menjadi program utama saya dalam dua bulan ini,” ungkap Siti. Baik kehutanan maupun lingkungan hidup, katanya, memiliki urgensi masing-masing. Keduanya memiliki tantangan yang sama, yakni, bagaimana memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia tanpa rusak berkelanjutannya. “Perlu perbaikan di bidang perizinan supaya control dan peralihan hak dari Negara kepada pihak tertentu bisa lebih terukur,” jelasnya. Salah satu cirri khas dari menteri-menteri kabinet Jokowi-JK adalah blusukan, Siti pun melakukan itu. Hanya bedanya, kalau yang lain blusukan ke pasar-pasar, kampong-kampung, dll, maka Siti sesuai bidang tugasnya dia pun blusukan ke hutan. Salah satu yang dilakukannya baru-baru ini adalah blusukan ke hutan produksi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Ini untuk melihat langsung lokasi relokasi warga korban letusan Gunung Sinabung. Rencananya sekitar 30 ha dari hutan produksi itu akan dipakai untuk menampung warga pengungsi yang terdiri dari tujuh desa. –Diana Runtu
1 - 7 desember 2014
Mandalika
21
Berburu Kuliner Segar di Nipah Asap mengepul menebar aroma sedap ikan bakar memenuhi sepanjang jalan pinggir pantai di Dusun Nipah. Tidak kurang dari 50 lapak berjejer rapi sepanjang jalan utama yang menghubungkan Senggigi Lombok Barat ke Lombok Utara ini. Silih berganti mobil-mobil berhenti memilih lapak-lapak yang hendak mereka kunjungi. Para pemburu kuliner segar ini biasanya sengaja datang bersama keluarga mereka ataupun mobil-mobil yang melintas, singgah dari perjalanan dari dan menuju Senggigi atau Lombok Utara.
L
okasi makan dengan penjualnya. “Bisa yang akrab memesan lewat telepon, disebut Nipah kapan mau ke mari, agar ini terletak di saya carikan ikan segar yang antara Kota Mataram, Sencukup dari nelayan,” ujar ggigi Lombok Barat dan Endi, salah seorang penjual Bangsal (pelabuhan menuju ikan bakar di Nipah. Tiga Gili, Gili Trawangan, Gili Namun sembari menanti Meno dan Gili Air), Lombok makanan tersaji, biasanya Utara. Perjalanan menuju pembeli memakai kesemlokasi makan di Nipah sekitar patan tersebut untuk men40 menit dari Kota Mataram, gobrol sambil minum kopi menuju ke arah Senggigi, yang juga tersedia di sini. lalu meneruskan perjalanan Suasana yang nyaman dengan menyusuri jalan tersebut lapak-lapak semi permanen ke arah utara. Melewati membuat tempat ini asyik perbatasan Lombok Barat untuk mengobrol dan berdan Lombok Utara, di sansantai. Seperti halnya lokasi alah tempat makan yang lain di pinggir jalan di Senggigi, setahun terakhir ini menlokasi berjualan ikan bakar gundang banyak kunjungan. ini, dulunya adalah tempat Dari Nipah, perjalanan bisa berjualan jagung bakar. “Tapi diteruskan hingga ke Bangsal setahun terakhir ini tidak ada Salah satu penjual ikan bakar di Dusun Nipah dan Lombok Utara. Lokasi lagi di Nipah yang berjualan yang asyik, membuat hari Sabtu dalam sterefoam yang dipenuhi es jagung bakar, tapi beralih jualan ikan terutama di Hari Minggu, tempat batu. Mereka tidak menggunakan bakar,” ungkap Endi. pengawet apa pun untuk ikanini dipadati pengunjung. Perkembangan penjualan ikan Sebenarnya tidak ada yang is- ikan ini, kecuali es batu. Jika ingin bakar di Nipah, terbilang baik. timewa dari hidangan kuliner yang makan di Nipah, sebaiknya meny- Hanya dalam waktu setahun disajikan di sepanjang jalan pinggir iapkan waktu yang tidak terburu- terakhir, tempat ini menjadi sangat pantai Dusun Nipah, Desa Malaka, buru. Karena begitu datang dan dikenal karena menjadi salah satu Kecamatan Pemenang, Lombok pesan, barulah ikan-ikan, sambal alternatif pilihan bagi masyarakat Utara, NTB ini. Ikan bakar, sambal dan sayur beningnya dimasak. khususnya Pulau Lombok terutomat dan sayur bening, biasa saja. “Rupanya, ikan-ikan yang mem- tama lagi warga Mataram, untuk Namun, tempat ini terbilang unik beku, harus dibersihkan terlebih berwisata bersama keluarga. “Di untuk tempat berburu kuliner yang dahulu, baru dimasak, itu yang samping bisa makan bersama kesegar. Selain lokasinya berada di membuat hidangan lumayan lama luarga, anak-anak juga bisa sambil pinggir pantai, makanan yang disa- tersaji,” kata Arif, salah seorang mandi di pantai,” kata Mardiana, jikan di sini serba segar. Ikan yang pengunjung yang tengah menanti yang tengah berwisata bersama baru saja dibakar ketika pelanggan makanan disajikan di salah satu anak-anaknya. Ia datang memesan memesan, sambal tomat dan sayur lapak di Nipah ini. makanan untuk makan siang, lalu Demikian pula dengan sayur mengajak anak-anaknya bermain kelor atau sayur bening lainnya, yang akan dibuat segar sembari bening dan sambalnya serta terong di pantai sambil menunggu makamembakar ikan-ikan yang juga bakar. Namun jika ingin cepat, nan matang. Anak-anak Mardiana, segar yang biasanya baru keluar maka bisa menelepon untuk memesan terlebih dahulu agar bedari bibir pantai. Ikan-ikan ini dibawa oleh ne- gitu tiba, tidak lagi menunggu lama, layan yang berlayar semalam dan makanan bisa langsung terhidang. dibeli oleh para penjual makanan Memesan lewat telepon biasanya di Nipah ini, pada subuh harinya. dilakukan oleh mereka yang sudah Ikan-ikan ini langsung dimasukkan sering datang ke Nipah dan kenal
mandi di pantai yang tidak jauh dari lokasi makan tersebut. Tempat ini memang sangat ramai dikunjungi ketika hari Minggu atau hari-hari libur. “Akan membludak kunjungan di Hari Lebaran Idul Fitri, Lebaran Topat dan Tahun Baru,” ungkap Endi. Menurut Endi, ia bisa menghabiskan 25 kilogram ikan sehari dan rata-rata penjual ikan akan menghabiskan jumlah yang sama dangan Endi. Namun di beberapa bagian tertentu yang lokasi lapaknya lebih strategis, menurut Endi, bisa menghabiskan hingga 100 kg ikan di hari libur yang sangat padat. Para pembeli akan mengantri di hari libur. “Kalau Tahun Baru, kami bahkan banyak yang berjualan hingga 24 jam,” kata Endi. Meski hanya hari libur yang ramai, para penjual ikan bakar di Nipah ini tetap berjualan tiap hari karena selalu saja ada kunjungan pembeli ikan bakar. Mereka tidak ingin mengecewakan pembeli. Berbagai ikan mereka siapkan untuk dipilih. Ada ikan baronang, kakap merah, kakap putih dan lainnya. Mereka yang berjualan di sini adalah warga Nipah, yang tinggal di Dusun Nipah yang tidak jauh dari lokasi tersebut.
Mereka mulai membuka lapak-lapak ini sekitar pukul 08.00 hingga malam hari jika pengunjung ramai. “Kalau ada pesanan jam 07.00, ya kami akan segera membuka lapak sebelum jam tersebut,” ujar Endi. Pokoknya di Nipah semua bisa dipesan sesuai keperluan dan kebutuhan pelanggan/pembeli. Dulu saat berjualan jagung bakar, lapak-lapak mereka tidak rapi, cenderung kumuh karena dibuat seadanya. Namun setelah Pemerintah Lombok Utara melihat prospek yang baik dari usaha masyarakatnya ini, dibuatlah lapaklapak semi permanen yang cukup baik. Bahkan telah ada fasilitas listrik yang pembayarannya diatur sendiri oleh para penjual ikan bakar. Bagusnya, sejak sekitar setahun lalu hingga saat ini, Pemda Lombok Utara memberikan hak pakai lapak yang bisa menampung 6-8 orang pembeli, ini secara gratis. “Sejauh ini kami tidak membayar sewa lapak,” kata Endi. Mereka yang berhak mendapatkan lapak-lapak ini, kata Endi, secara umum adalah yang dulu berjualan jagung dan memiliki lapak sederhana sebelumnya. -Naniek I. Taufan
20
Nine
1 - 7 desember 2014
Gusti Agung Mistari
Inspirasi
1 - 7 desember 2014
5
Bagus Sakaputera
Beri Keuntungan Dobel
Bekerja karena Hobi
Dua orang karyawan salon kecantikan Agung Simpatik, Ratmi dan Suri, tengah asyik melayani pelanggan yang melakukan creambath dan facial. Sesekali Gusti Agung Mistari, pemilik salon datang mengecek ketika mereka bekerja untuk memastikan semua pekerjaan berjalan dengan baik. Dua orang karyawannya ini, khususnya Ratmi, sudah lebih dari 18 tahun bekerja di salon ini. Saat ini, Agung memang hanya memiliki dua orang karyawan ditambah lagi dengan dua orang dari sebuah balai pelatihan yang tengah magang.
Berkecimpung di dunia event organizer (EO) membuat Bagus Sakaputera menemukan kepuasan. Sudah banyak event yang sudah digarap pria yang akrab disapa Guzaka ini bersama Sakabros, EO miliknya. Ia tak pernah berhenti untuk mencari ide-ide dan inspirasi baru demi kesuksesan sebuah event.
S
alon-salon kecantikan di Kota Mataram, akhirakhir ini terlihat tumbuh cukup baik. Namun, tidak banyak salon kecantikan yang mampu bertahan dalam waktu yang lama apalagi berpuluh-puluh tahun. Banyak yang buka, banyak pula yang lekas tutup. Kurangnya pelanggan yang memakai jasa salon-salon baru ini, membuatnya tidak banyak yang bisa bertahan lama. Tidak demikian halnya dengan Salon Kecantikan Agung Simpatik yang berada di Jalan Arif Rahman Hakim Mataram. Dari tidak banyak salon kecantikan yang ada di Mataram yang mampu bertahan, meski dalam segala keterbatasan, salon yang dibuka sejak tahun 1994 sampai saat ini, terus melayani pelanggan hingga 20 tahun lamanya. Dan sejak itu, salon ini tidak pernah tutup. “Hanya tutup di harihari besar saja,” ungkap Ratmi. Seperti halnya ketika dilakukan renovasi total bangunan salon ini, aktivitas salon berpindah ke rumah Gusti Agung Mistari, yang berada di belakang salon. Bagi perempuan berusia 57 tahun yang biasa dipanggil Agung ini, hal tersebut dilakukan agar pelanggannya tidak kecewa, meski pun beberapa pelanggan ada yang menyangka bahwa salon ini sudah tutup waktu itu. Berawal dari suka ke salon, Agung tertarik untuk mendalami dunia kecantikan ini. Kebetulan juga beberapa saudara dan keluarganya di Bali, menggeluti usaha salon kecantikan. Tahun 1993 ia mulai mengambil kursus kecantikan di Bali hingga mahir dan berani membuka salon sendiri di Mataram tahun 1994. Saat pertama kali membuka salon, Agung dibantu beberapa karyawan. Uniknya, semua karyawannya ia didik sendiri dari nol (dari tidak tahu menahu soal kecantikan)
Aktivitas di salon milik Agung yang masih bertahan di tengah banyaknya klìnik keçantikan di Mataram
hingga mahir dan memiliki keahlian menangani kecantikan. “Semua karyawan saya didik dari nol sampai mereka bisa menangani berbagai hal seputar kecantikan, seperti facial, creambath, gunting rambut dan lainlain,” ujarnya. Puluhan orang yang pernah menjadi karyawan di salon ini, termasuk Ratmi dan Suri, mendapat kursus gratis dari Agung dan langsung bekerja di salon ini. Pegawainya dapat keuntungan dobel, keahlian dan dapat gaji. Suka duka sepanjang 20 tahun mengelola salon yang memiliki pelanggan tetap ini sudah dilalui olehnya. Mulai dari ditinggalkan oleh karyawan yang telah dididiknya kemudian membuka salon sendiri hingga ditinggal minggat karyawannya. Saat ditinggal minggat karyawannya, Agung sempat meminta “bala bantuan” dari salon keluarganya di Bali yang kemudian meminjamkan tiga karyawannya untuk membantu di Agung Simpatik, sembari Agung sendiri melatih calon karyawan baru. Bagi Agung, meski ia kecewa dengan mantan-mantan karyawannya itu, terutama yang minggat, itu adalah
Agung bersama dua karyawannya, Ratmi (kiri) dan Suri (kanan)
bagian dari suka duka perjalanannya dalam mengelola salon kecantikan. Namun, ia bangga bahwa orangorang yang pernah dididiknya bisa membuka sendiri salon kecantikan. “15 orang mantan karyawan yang saya didik di sini sudah buka salon sendiri,” kata Agung yang ketika
muda dikenal sebagai perias pengantin Sasak, Bali, Jawa, bahkan gaya Eropa ini. Salon ini awalnya bernama New Simpatik. Namun seiring dengan perubahan nama berdasarkan aturan pemerintah untuk meniadakan semua nama asing pada perusahanaan atau usaha dan lain-lainnya, nama tersebut berubah menjadi Agung Simpatik. “Nama itu diberikan oleh pelangan dan saya setuju,” kata Agung tertawa. Kebetulan juga, Agung Simpatik memiliki arti mengutamakan kebaikan. Kemampuan salon ini bertahan di tengah gempuran klinik-klinik kecantikan yang banyak bermunculan di Mataram saat ini, terbilang baik. Walaupun banyak perempuan yang beralih merawat kulit di klinik-klinik kecantikan, salon Agung Simpatik tetap saja didatangi pelanggan. Tarif yang relatif murah, tetap dipertahankan oleh Agung agar pelanggannya tetap datang melakukan perawatan. Menurut Agung, meski salonnya tidak tampak ramai antrian pelanggan, tiap hari selalu saja ada pelanggan yang datang. Tidak kurang dari Rp 4-Rp 7 juta sebulan penghasilan salon bisa diperolehnya. Dari penghasilan salon ini, yang pertama kali disisihkannya adalah membayar gaji karyawannya. Selebihnya ia mengaku tetap rajin bayar pajak. Tarif murah meriah di salon ini bisa diberlakukan oleh Agung karena ia merasa beruntung tidak harus mengontrak tempat karena tempat ini miliknya sendiri. “Saya tidak perlu kejar setoran, yang penting pelangan tetap setia datang ke mari,” ujarnya.
Gusti Agung Mistari
Dan demi kenyamanan pelanggan pulalah, ia melakukan renovasi keseluruhan terhadap bangunan salonnya yang kini dilengkapi pendingin ruangan. Meski kini harga BBM naik, rupanya salon ini tidak terpengaruh. “Harga masih sama, tidak ada pengaruhnya dengan kenaikan BBM,” kata Agung yang memiliki ijazah nasional pada dasar, terampil, mahir dan profesional dalam hal kecantikan. Kini, sekalipun dirinya tidak lagi menangani pelanggan secara langsung karena alasan kesehatan, Agung tetap bersemangat menerima anak-anak yang magang demi mendapatkan keahlian. Baginya, ini adalah bagian dari keinginannya untuk membuat anakanak muda memiliki keahlian yang nantinya dapat membuka usaha sendiri. Dua karyawannya, Ratmi dan Suri, sampai kini setia bekerja di salon ini menunggu para pelanggan perempuan dan laki-laki yang silih berganti datang melakukan perawatan. -Naniek I. Taufan
G
uzaka mengawali kariernya sebagai model di tahun 1990-an. “Sejak SMA saya sudah mendalami kegiatan kesenian di atas panggung dari modeling, operet, dan drama musikal. Ini berlanjut sampai kuliah, saya selalu mendapatkan posisi koordinator sie kesenian baik di OSIS maupun di senat,” kenangnya. Keaktifan di organisasi ini menjadi bekal bagi Guzaka untuk mendapatkan banyak relasi. Ia rajin bergaul dengan banyak kalangan. Baginya, relasi ini penting untuk menambah wawasan sekaligus membuka peluang bisnis di kemudian hari. Hal inilah yang kemudian membuatnya mantap untuk menekuni dunia EO bersama istrinya Helga Riftiana. “Saya dan istri berangkat dari model tetapi lama-kelamaan saya beralih menjadi koreografer, music director dan terakhir show director jika ada pagelaran busana sedangkan istri sampai sekarang masih menjadi model,” ujar pria kelahiran Denpasar, 23 April 1972 ini. Untuk menggarap kegiatan, Guzaka belajar dan mencari inspirasi dari kegiatan sebelumnya baik saat di atas panggung maupun dari event di luar negeri yang sering diikuti. Ia juga selalu meng-update kegiatan kreatif melalui internet dan media massa khususnya yang mempublikasikan event. Ayah dari Arkana Putera Saka dan Arkananta Putera Saka ini mengaku dulu banyak orang yang mencibir ketika ia menekuni dunia EO. “Saya dibilang salah jurusan. Kuliah Ekonomi tetapi kerjaan ngurus event. Bagi saya, mengerjakan event itu hobi. Saya ingin
Guzaka
memberikan yang terbaik untuk klien. Semuanya harus dipersiapkan dengan detail agar saat eksekusi bisa berjalan lancar. Kalau sudah lancar, acara sukses, event berikutnya akan datang. Bagi saya bekerja itu disesuaikan dengan hobi biar sejalan,” tegasnya. Selain mengurus EO, Guzaka juga instruktur advertising dan film di Alfa Prima Denpasar serta fasilitator etika event organizer (EO) di John Robert Power Denpasar. Pria yang meraih gelar sarjana ekonomi dari Fakultas Ekonomi Unud dan Magister Manajemen juga dari Unud ini bahkan pernah menjadi instruktur Production Management di New Media Interactive Computer Education. Selain mengajar, Guzaka pernah aktif di Pengda Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Bali. “Sejak SMP saya gemar bersepeda, khususnya sepeda balap. Sampai sekarang saya masih sering men-
Guzaka dalam acara Jakarta Fashion & Food Festival 2013
jajal medan baru untuk jenis MTB. Bahkan anak-anak kerap saya ajak,” ujarnya. Kini Guzaka beralih ke olahraga menembak tetapi bukan sebagai petembak. Ia kerap menemani Helga yang menjadi atlet menembak Kota Denpasar. Putra keduanya pun mulai ikut berlatih saat ibunya berlatih. Guzaka mengaku ia dan istri tidak pernah memaksakan anak-anaknya untuk mengikuti orangtua. Mereka membebaskan kedua buah hatinya untuk menekuni apa yang mereka mau. Sebagai orang baru di dunia menembak, Guzaka tak canggung. Ia tak segan ikut membantu tim menembak Kota Denpasar. Bahkan ketika Porprov tahun 2013 ia didaulat menjadi Manajer Tim Menembak Kota Denpasar. Hasilnya, Denpasar menjadi juara umum di cabang ini. Guzaka bahkan tercatat sebagai pengurus Pengcab Perbakin Denpasar bidang Organisasi. KENANGAN RAMBUT KRIBO Guzaka juga aktif di Nyanyian Dharma Foundation yang membawanya terbang ke India menjadi stage manager untuk Nyanyian Dharma & Rokavatar Tour of India, 15–22 Februari 2010. Saat acara Doa untuk Pertiwi Nyanyian Dharma Foundation di Candi Prambanan Stage, 11 Januari 2012, ia menjadi show director. “Di tepi Sungai Gangga, kami tampil untuk menghibur masyarakat India. Saya ikut menarikan barong untuk mengiringi salah satu lagu. Walau dengan perlengkapan seadaanya, kami berusaha tampil maksimal,” kenangnya. Beberapa waktu yang
akan datang ia akan ikut serta melawat ke AS bersama Nyanyian Dharma Journey to USA. Pengalaman tampil di luar negeri juga diungkapkan pria asal Kubutambahan, Buleleng ini. Ketika Mardiana Ika mengadakan show di Hongkong Fashion Week, Juli 2007, Guzaka menjadi music director. Sampai di Hongkong, ia malah diberi kepercayaan menjadi first face (orang yang pertama melenggang di cat walk). “Ternyata Ibu Ika ingat saya pernah menjadi model dengan mengenakan wig rambut kribo. Saya pun diminta untuk pakai wig kribo juga untuk opening show. Saat show, saya pakai kacamata karena visa saya visa wisatawan, bukan visa kerja,” kenang Guzaka. Pekerjaan sebagai penata musik dan pembuka show bisa ia lakoni dengan sukses. Dua tahun kemudian, ia kembali ke Hongkong menjadi music director untuk Ali Charisma House Show yang juga tampil di Hongkong Fashion Week 2009.
Pelepasan ribuan pengendara Harley
Sampai kini sudah ratusan event berskala lokal, nasional, hingga internasional ia garap melalui bendera Sakabros. Mulai dari event fashion, acara musik, peluncuran produk, hingga outbond bisa ia garap bersama timnya. “Nama Sakabros berasal dari Saka dan Bros yang artinya Saka Bersaudara. Dulu Sakabros ini nama bus milik keluarga yang melayani trayek Denpasar-Singaraja. Setelah bus pensiun, saya yang mohon izin kepada keluarga besar untuk menggunakan nama Sakabros,” ungkapnya. Di kalangan pecinta fashion show, nama Sakabros sudah sangat dikenal. Tahun 2012 dan 2013 ikut mendukung Denpasar di ajang Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF). Dari tahun 2012 hingga 2014 ia menjadi fashion show coordinator di Sanur Village Festival dan terakhir menjadi music director di ajang Bali Fashion Tendence 2015. –Ngurah Budi
Woman on Top
6
Sudut Pandang
1 - 7 Desember 2014
1 - 7 DEsember 2014
Cinta Produk Dalam Negeri tetapi Beli Produk Luar Negeri
Punia Pedaksinan Pura Agung Kentel Gumi Dari, Oleh, dan Untuk Umat Sebagai tindak lanjut dari kegiatan Punia Pe daksinan atau penggalian dana serangkaian Karya Pangusabhan Jagat Pura Agung Kentel Gumi lan Nyanggra Palelastian Pura Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir yang berlangsung Oktober s.d November 2014, Rabu ( 26/11) telah dilaksanakan penyerahan hadiah kepada pemenang undian.
P
eraih hadiah utama I dan II masing-masing berupa 1 unit mobil Toyota Agya. Dalam pengundian Punia Pedaksinan yang dilaksanakan secara terbuka pada 17 November 2014 tersebut disaksikan oleh Wakil Bupati Klungkung, Camat dan Notaris Ida Ayu Indra Kondi Santosa, S.H,,M.Kn. Keluar sebagai peraih pemenang utama I adalah Desa Tebuana, Taro, Kecamatan Tegalalang, Gianyar. Sedangkan hadiah pemenang utama II diraih oleh Desa Pakraman Lebih, Sebudi, Kecamatan Selat, Karang asem. Sementara hadiah pemenang
lainnya tersebar di seluruh Bali. Dalam pertemuan penyerahan hadiah kenangan tersebut, dipaparkan sekilas perihal keberadaan Pura Agung Kentel Gumi oleh Bendesa Pura, dr. Made Siangan. “Apa yang tersurat dalam Raja Purana Batur mempertegas keberadaan status Pura Agung Kentel Gumi yang merupakan satu kesatuan dengan Pura Batur dan Pura Besakih sebagai Tri Gunaning Pura atau Kahyangan Tiga Jagat Bali, tempat untuk nunas kadegdegan jagat,” ungkap Bendesa Pura mengutip Raja Purana Batur. Dijelaskan pula bahwa upacara yang berlangsung pada Oktober
hingga November 2014 ini menjadi sangat khusus karena mampertemukan prosesi dua (2) pura besar yaitu Pura Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir dan Pura Agung Kentel Gumi dalam upacara Melasti dan Tawur Labuh Gentuh di Pantai Klotok, Klungkung. Sebagaimana dijelaskan oleh Manggala Prawartaka Karya Pangusabhan Jagat Pura Agung Kentel Gumi Klungkung, Ngakan Putu Gede Bawa. Punia Pedaksinan yang telah direkomendasi oleh Majelis Utama Desa Pakraman bukan semata menghimpun punia umat namun bertujuan pula untuk menyampaikan
informasi keberadaan pura sebagai Kahyangan Jagat berikut yadnya yang diselenggarakan secara berkelanjutan. “Setiap kupon Punia Pedaksinan yang dikirim ke Desa Pakraman di Bali kami sertai dengan brosur perihal Pura Agung Kentel Gumi, sehingga umat mengetahui keberadaan pura sebagai pura sungsungan jagat. Selain itu, Punia Pedaksinan ini adalah wujud realisasi dari upacara Tedun ke Paselang dan Mapedanan yang intinya umat ngaturang punia dan Ida Hyang Widhi mapaica dana. Bukan itu saja, kami juga menggagas penyaluran punia secara sosial, khususnya pada anak-anak dan remaja melalui pen-
didikan dan pembinaan seni budaya,” ujar Ngakan Putu Gede Bawa. Ide pelaksanaan Punia Pedaksinan tersebut digagas oleh notaris Ida Ayu Indra Kondi Wananjaya, S.H., M.Kn., yang juga selaku penasihat di Pura Agung Kentel Gumi. Menyikapi perihal pelaksanaannya tersebut, Dayu Kondi mengatakan “Keterbukaan, kejujuran dan pendataan yang akurat dalam pelaksanaan punia pedaksinan itu adalah suatu keharusan agar memiliki kekuatan hukum sehingga umat percaya bahwa punia yang dihaturkan tersalurkan dengan benar.” Selanjutnya, prajuru Desa Pakraman Tebuana, I Wayan Pelor dan prajuru Desa Pakraman Lebih, Jro Mangku Gede Wenten pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih atas kesigapan panitia dalam menyelenggarakan Punia Pedaksinan ini. “Kami justru mengetahui informasi sebagai peraih hadiah kenangan setelah dihubungi oleh panitia, Hal ini menandakan panitia bekerja secara jujur. Awalnya. kami berniat ngaturang punia tanpa berambisi meraih hadiah. Namun, ketika kami mendapatkan paica Ida Sasuhunan, maka terima kasih yang tak terhingga kami haturkan kehadapan Ida Hyang Widhi. Hadiah kenangan berupa mobil ini diluar dugaan kami dan tentunya sangat bermanfaat bagi kami dalam mendukung tugas kami di desa pakraman kami,” ungkap mereka. -ard
19
Srie Agustina
Kampanye ‘Cinta Produk Dalam Negeri’ sudah puluhan tahun didengungkan, sejak zaman Orde Baru hingga Orde Reformasi. Namun, produk Indonesia tidak jua menjadi ‘tuan di rumah sendiri’. Untuk membuat produk Indonesia berjaya di dalam negeri, memang tidak bisa hanya kampanye, imbauan. Ada banyak yang harus dilakukan, termasuk soal regulasi, juga keteladanan.
B
agaimana mungkin meminta masyarakat memakai produk dalam negeri sementara mereka yang mengimbau ternyata juga penggemar barang impor. Berdasarkan riset Universitas Indonesia, terdapat 91% responden menyatakan bangga dengan produk Indonesia. Namun ironisnya, dalam hasil riset yang sama pula, ditemukan hanya 34% yang mau membeli produk Indonesia. Pada INA Craft 2009, pencanangan ‘Cinta Indonesia’ dihidupkan kembali, namun setelah itu hanya ‘sayup-sayup’ terdengar. Bersamaan dengan itu serbuan barang-barang impor ke pasar Indonesia semakin menjadi-jadi. Tidak hanya di mal-mal tapi merangsek sampai ke pasarpasar biasa. Belakangan, seiring semakin dekatnya pemberlakukan perdagangan bebas ASEAN, kampanye ‘Cinta Produk Indonesia’ terasa kuat berhembus. Berbagai pameran produk Indonesia marak digelar, khususnya di Jakarta. Entah kenapa masyarakat kita begitu ‘tergila-gila’ dengan segala yang berbau luar negeri. Padahal banyak barang produk dalam negeri kualitasnya tak kalah dengan produk
impor, bahkan bisa jadi di atasnya. Tapi para konsumen juga berkilah, bukan tidak cinta produk dalam negeri tapi produk dalam negeri yang berkualitas harganya mahal. Sedang yang impor, meski secara kualitas berada sedikit di bawahnya, harganya lebih murah. Soal harga, memang menjadi salah satu masalah kenapa masyarakat kita lebih suka membeli produk asing ketimbang negeri sendiri. Umumnya kita, jika berhadapan dengan ‘harga’ maka tentu akan memilih yang lebih murah. Jadi bukan soal ‘Cinta Indonesia’ atau tidak. Masalah keunggulan kompetitif, termasuk di dalamnya soal harga telah sering dibicarakan dalam berbagai forum. Karena inilah yang menjadi salah satu kunci utama jika produk Indonesia ingin berjaya, bukan hanya di dalam negeri tapi juga di pasaran internasional. Tapi di sisi lain banyak pengusaha kecil mengeluh soal sulitnya mereka masuk ke pasar modern. Bagaimana bisa barang mereka dikenal masyarakat kalau ruang pasar modern sulit ditembus. Keluhan itu rupanya didengar pemerintah. Sejak akhir tahun lalu, Kementerian Perdagangan mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan No 70 Tahun 2013 ten-
Cinta Produk Dalam Negeri di Trade Expo Kemayoran
tang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern. Peraturan ini dengan tegas memuat kewajiban pusatpusat perbelanjaan dan toko modern menyediakan barang dagangan produksi dal a m negeri sekurang-kurangnya 80% dari total produk yang diperdagangkan, baik dari volume maupun jenisnya. Belum lagi peraturan tersebut berlaku, pemerintah pun melakukan revisi. Adanya keberatan sejumlah pengusaha akan kewajiban 80%. Akhirnya peraturan itu pun direvisi, salah satunya tentang kewajiban 80%. Permendang No 56 tentang Perubahan atas Permendag 70/M-DAG/2013 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat
Perbelanjaan, dan Toko Modern. PERLINDUNGA PRODUK DALAM NEGERI Direktur Jenderal Perdagang an Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Srie Agustina, di sela-sela acara Trade Expo (TEI) yang berlangsung di JIE Kemayoran, Jakarta, baru-baru ini, mengatakan, pengusaha yang dikecualikan dalam ketentuan tersebut adalah yang masuk dalam global chain (rantai pasokan global). Artinya, produk yang diperdagangkan itu juga bisa diproduksi di berbagai negara lain. Kedua, menjual produk premium brand, dimana produk tersebut belum bisa diproduksi di Indonesia. Ketiga, produk yang memang diperuntukkan bagi warga negara tertentu yang tinggal di Indonesia. Misalnya, makanan Korea dan Jepang. “Permendag No 56 melengkapi Permendag 70,” kata Srie.
Peraturan ini dibaca sebagai perlindungan terhadap produk dalam negeri dari serbuan produk luar yang kini membanjiri Indonesia, sekaligus membuka pintu seluas-luasnya bagi produk dalam negeri untuk memasuki pasar. Karena dengan kewajiban 80% produk lokal, berarti produk impor hanya boleh sekitar 20%. Di sisi lain, ini merupakan tantangan bagi para pengusaha dalam negeri terkait kemampuan memasok produk. Tidak hanya itu, pengusaha juga harus mampu menghadirkan barang-barang berkualitas unggulan agar mampu mengganti barangbarang impor. Pengusaha memiliki waktu untuk mempersiapkan diri. Setidaknya, meski Permedag No 70 lahir tahun lalu, dan revisi Permendag No 56 dilakukan baru-baru ini, namun implementasi dari peraturan tersebut baru akan dilakukan pada 12 Juni 2016 mendatang. –Diana Runtu
1 - 7 Desember 2014
18
Pasar Desa Sudha Merta
Siap Suguhkan Pelayanan Modern Di tengah gempuran pusat perbelanjaan m odern, eksistensi pasar tradisonal hingga saat ini tetap terjaga. Malah pasar tradisional di Kota Denpasar khususnya mengalami perkembangan yang cukup pesat akhir-akhir ini. Setiap desa memiliki pasar adat sendiri. Pada beberapa desa, bahkan memiliki lebih dari satu pasar tradisional.
K
ondisi tersebut tak lepas dari upaya Pe merintah Kota Den pasar yang berhasil melakukan revitalisasi, untuk selalu menjaga keberadaan pasar tradi sional sebagai refleksi dari ekonomi kerakyatan. Pekan lalu, Minggu (23/11), giliran Pasar Desa Sudha Merta , Desa Pakraman Sidakarya, Denpasar Selatan melakukan pemelaspasan setelah melakukan berbagai pembenahan. Upacara yang dipuput Peranda Tegal Jingga, Banjar Pande tersebut, dihadiri Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, Pimpinan SKPD di lingkungan Kota Denpasar, pengurus pasar, tokoh masyarakat serta para pedagang pasar desa setempat. Pada kesempatan tersebut Ben desa Adat Sidakarya, I Nyoman Kantun menyampaikan perkem bangan yang terjadi sejak dilakukan revitalisasi, yang sudah diawali peletakan batu pertama oleh Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra, lima bulan silam. Dikatakannya sebelum direvitalisasi, Pasar Sudha Merta memiliki 20 kios dan setelahnya menjadi 38 kios; los yang semula 61 menjadi 76, sedangkan jumlah pelataran 24 menjadi 40 dengan jumlah pedagang dari 121 orang menjadi 138 pedagang. Selain itu, pasar desa juga dilengkapi dengan ruang menyusui serta ruang bemain anak. “Sumber dana pembangunan Pasar Sudha Merta adalah kerja sama dari Kementerian Perdagan gan Republik Indonesia dan dana alokasi khusus bidang sarana per dagangan Kota Denpasar dengan nilai tender Rp 2.223.044. 000,” ujar Kantun sambil mengatakan dari keseluruhan luas tanah 3.170 yang sudah bersertifikat tersebut, ada bagian yang digunakan untuk pasar malam. Kepala Pasar Sudha Merta Sida karya I Made Sarja, menambahkan secara singkat kalau pasar tersebut dirancang dan dibangun desa sejak tahun 1997 dan mulai beroperasi tahun 1998. Melihat potensi yang
ada, termasuk adanya lahan parkir yang memadai di lingkungan pasar disertai keinginan kuat untuk terus mengembangkan perekononiam masyarakat desa, maka pada ta hun 2014 mereka bersama-sama mengajuka n perm ohonan yang direspons oleh pemerintah melalui SKPD terkait. Sarja yang bertugas sejak tahun 2003 ini, juga mengatakan setelah mendapat berbagai pembinaan dan pelatihan dari Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Denpasar, bersama kepala desa, bendesa adat ia duduk bersama, bahwa mereka bukan hanya memikirkan persoalan cara mencari keuntungan, tapi pasar juga dapat melaksakan fungsi sosial nya dengan baik. Karenanya, pasar Desa Sudha Merta berhasil meraih beberapa predikat, salah satunya di tahun 2011 berhasil meraih predikat juara pertama untuk ke bersihan di Kota Denpasar. Harapannya, dengan revitalisasi ini mindset pedagang yang sudah terbiasa memberikan pelayanan alakadarnya juga sudah berubah. Kemudian pasar desa yang tra disional ini mampu hadir dengan pelayanannya yang modern. Ada senyum, sopan santun di tengah ciri khasnya yang sekaligus menjadi keunggulan yang tidak dimiliki oleh pusat perbelanjaaan modern berupa kegiatan tawar-menawar. “Setelah menjadi aman, bersih, nyaman kami dapat memberikan pelayanan yang baik bagi semua pihak sehingga terjadi peningkatan kemampuan daya saing pasar tradisional dengan pasar modern,” kata Sarja.
Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra saat meninjau Pasar Sudha Merta
pada peningkatan pendapatan para pedagang, masyarakat desa serta meningkatnya kapasitas ekonomi kerakyatan. Dari revitalisasi pula diperoleh peningkatan jumlah pedagang yang diserap oleh pasar Sudha Merta. Sehingga manfaatnya, ketersediaan tempat bagi masyarakat sekitar yang sebelumnya belum memper oleh tempat berdagang. Apalagi pasar tradisional di Bali memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh pusat perbelanjaan modern atau pun pasar tradisional di daerah lainnya. Selain memasarkan barang kebutuhan sehari-hari seperti pasar umumnya, pasar tradisional di Bali juga memasarkan berbagai poduk keperluan upacara. Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan
MEMECAH KEPADATAN DI TENGAH KOTA Revitalisasi Pasar Desa Sudha Merta dilaksanakan demi mewujud kan kondisi pasar tradisional den gan pelayanan semi modern. Baik bangunan fisik dengan sarana dan prasarananya, maupun peningkatan kualitas pengelola dan pedagang. Di samping itu, untuk memperluas penyerapan pedagang tradisional di desa dan meningkatkan arus perpu taran barang dan jasa yang berujung
Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra saat menghadiri upacara pemelaspasan Pasar Sudha Merta
Perdagangan Kota Denpasar, I Wayan Gatra di sela-sela kegiatannya meng hadiri pemelaspasan dan meninjau Pasar Sudha Merta menyatakan sebagai salah satu sumber penda patan, pasar desa memang memer lukan pengelolaan yang intensif agar bisa bersaing. Agar masyarakatnya mampu memproduksi dan mengolah hasil produksi serta memasarkan nya. “Disinilah tugas pemerintah bagaimana mengatur kepetingan untuk orang banyak atau umum ini dapat didahulukan,” katanya Dengan revitalisasi, lanjutnya minat ke pasar tradisional semakin tinggi. Yang tak kalah penting juga untuk menuju kota sehat. Setelah pembenahan secara fisik, keadaan nya bersih, ditambah dengan pem benahan lainnya semoga juga bisa mengubah perilaku masyarakat secara bertahap. Sekarang, Pasar
Sudha Merta menuju pasar dengan pelayanan semi modern, ditunjuk kan dengan kondisi pasar yang ra mah, aman, bersih dan nyaman bagi pedagang, pengelola pasar maupun konsumen. “Bahkan untuk pedagang sudah ada pendidikan, berupa sekolah pasar yang dilaksanakan oleh BPM. Malah, selain kepala pasarnya, sekarang pedagangnya pun juga dilombakan setiap tahun. Terkait bagaimana mer eka berdagang, mengemas dan mengelola barang dagangannya, termasuk pelayanan di dalamnya, Bahkan kalau ada yang berhutang dicatat,” tutur Wali Kota yang dikenal konsisten meng galakkan ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif ini. Rai Mantra juga menyatakan bahwa revitalisasi pasar tradisional akan menjadi program berkelan jutan Pemerintah Kota Denpasar. Sebab revitalisasi pasar tidak saja merubah fisik pasar dan masyarakat untuk selalu hidup bersih dan sehat tapi juga bermanfaat untuk memecah kepadatan lalu lintas di tengah kota. Pihaknya melihat dari revitali sasi pasar tradisional juga mem berikan dampak bukan hanya pada peningkatan kunjungan masyarakat, tapi juga omzetnya. Ia mencontohkan yang terjadi pada Pasar Agung di Penatih yang sudah lebih dahulu direvitalisasi, berhasil mengalami peningkatan omzet. “Sebelumnya perputaran omzetnya berkisar Rp 3 miliar na mun sekarang menjadi Rp 15 miliar. Ini sangat luar biasa. Semoga setelah Pasar Desa Sudha Merta saat ini di lengkapi dengan peningkatan fisik, disertai peningkatan secara mana jerial dan mampu memiliki daya saing,” ujarnya Rai Mantra. -ard.
Suasana pasar yang bersih dan nyaman
Upacara Pemelaspasan Pasar Sudha Merta
1 - 7 Desember 2014
Life
Story
7
W OR K S H OP M ENG HIDUPK AN K ETEDUHAN HATI
“TUTUR KEJERNIHAN”
“Saya sakit Guru, sakitnya di sini,” kata seorang ibu muda datang dengan berurai air mata sambil memegang dadanya. “Tiba–tiba emosi saya sangat tinggi, saya menjadi sensitif, tidak enak makan, amat susah tidur. Leher saya kaku, pundak seperti ada beban berat, sering mual, dan yang paling parah kepala saya setiap pagi dan sore sakitnya luar biasa. Saya sudah berobat kebeberapa tempat, baik secara medis maupun alternatif, katanya sih kena black magic dan sejenisnya, lalu saya diobati, disuruh membeli mahal ramuan, dan pernah di tempat lain diberikan sesuatu yang dibungkus kain, namun sakit saya tak kunjung sembuh dengan tuntas,” ujarnya dengan nada sedih.
D
engan tenang dan sabar Guru mend engarkan keluhan yang disampaikan, setelah bercerita hampir 9 menit tentang segala bebannya, barulah Guru mengatakan, “Tutup mata, tarik napas, tahan di dada, hembus kan lewat bibirnya perlahan, den garkan kata- kata Guru dengan hati terbuka, jangan ada penyangkalan, jangan ada perlawanan, cukup de ngarkan, pikirkan, dan rasakan saja,” kata Guru. “Kamu lahir karena atas ke hendak Tuhan, kamu disinipun karena kehendak Tuhan, ketika kamu penuhi dirimu dengan cahaya Tuhan, maka tiada tersisa ruang kosong untuk memelihara sakitmu. Sadari dirimu lahir dari cinta kasih, penuhi dirimu dengan cinta kasih, kasihi apapun yang sedang terjadi, ingatlah kamu lahir untuk masa depan bahagia, jangan ber henti disini, jangan hidup untuk mengurusi hal hal yang bukan menjadi pili han terbaikmu. Kembalikan pikiranmu untuk memikir kan masa depanmu, ting galkan masa lalu karena tak akan mengurangi apapun yang saat ini telah kamu miliki. Ayo bangkit lagi, rasakan tiba-tiba pikiranmu senang, perasaanmu tenang, dan ragamu nyaman, rasa kan setiap peristiwa adalah penyelamatanmu. Setiap kejadian adalah perubahan yang meringankanmu, mun culkan rasa syukur yang be sar dihatimu, ikhlaskan se muanya ditangan Tuhan, jika Tuhan telah kamu mohonkan sebagai tem pat berlindungmu, tapi kamu tetap merasakan sebuah pend eritaan, apalagi jika tak ada perlindungan dari Tuhanmu, maka derita ribuan kali besarnya akan mewarnai jalan hidupmu,” kata Guru. Setelah itu Guru meminta Ibu muda itu membuka matanya. Ke ajaiban terjadi, wajah Ibu muda itu seperti bercahaya, matanya berbinar, suaranya sangat tenang, terdiam sesaat dan berkata, “Guru, entah apa yang Guru lakukan, tibatiba pikiran, perasaan dan tubuh saya sangat ringan, saya mampu menarik napas dengan plong untuk pertama kalinya. Saya merasakan
sangat sehat, lebih kuat dan kini mampu menerima apa yang selama ini sangat menjadi beban dalam hidup saya, kini saya siap bangkit lagi, karena pandangan saya fokus ke masa depan lagi dan terpenting saya tak akan mau hanya hidup untuk memikirkan sakit dan derita. Suksma Guru, saya seperti keluar dari alam lain, Astungkara Tuhan atas semua keajaiban yang terjadi hari ini,” kata Ibu muda itu lagi. “Itu lah ….TUTUR KEJERNIHAN…..,” kata Guru Mangku Hipno yang memiliki nama lengkap GMH KG Suatmayasa, SH.,CH.,CHt.,MNNLP.
TUTUR KEJERNIHAN Tutur kejernihan adalah rangka ian kata yang mengandung energi sehingga secara langsung ditang
kap oleh hati nurani dan memiliki kekuatan perubahan dan penyem buhan 88% dibandingkan dengan nasehat biasa tanpa energi yang hanya mengandung 12% kekuatan perubahan dan penyembuhan. Tutur kejernihan akan mengalir bagai indahnya harmoni semesta yang sanggup menggetarkan setiap hati yang tertutup menjadi terbuka. Tutur kejernihan bagaikan napas yang merupakan sumber kehidupan bagi setiap insani sehingga tutur kejernihan merupakan obat utama untuk segala penyakit. Tutur kejernihan akan meny entuh sisi terdalam dari sebuah hati dengan energi cahaya Tuhan dan kemurnian cinta kasih, dimana
Menerima tutur kejernihan dari GMH
sesungguhnya manusia memiliki energi ini dalam dirinya. Tubuh ma nusia benar-benar dikelilingi oleh energi cinta kasih yang dipengaruhi oleh alam semesta, itulah mengapa ketika seseorang disentuh dan di belai dengan kelembutan muncul perasaan bahagia di hati terdalam. Bagian terluar dari sisi manusia adalah perputaran energi cinta kasih yang muncul dalam bentuk aura. Aura inilah yang kemudian me mancar dan memiliki kemampuan untuk membedakan mana baik dan mana yang buruk, siapa yang bisa dijadikan sahabat, siapa yang harus kita waspadai. Pancaran aura akan memberikan kodenya pada kita melalui getaran yang ditangkap oleh nurani dan hawa yang ditangkap dengan kepekaan rasa. Tutur kejernihan ada lah salah satu cara terbaik, untuk menemukan segala solusi masalah kehidu pan dan tutur kejerni han mampu menjawab setiap tanya yang hadir pada setiap individu yang mengalami penderita an atau masalah. Inilah yang hampir terlupakan di zaman ini, padahal fakta riilnya setiap manusia membutuhkannya untuk memurnikan pikirannya menjadi mengarah pada perubahan yang lebih baik. Tutur kejernihan mampu membersihkan dan memurnikan tujuh cakra yang berada dalam sistem tubuh manusia yang mengatur tujuh hal pokok untuk menjalani sebuah kehidupan yaitu mampu me murnikan dan membersihkan cakra Dasar yang memunculkan keberun tungan, membersihkan cakra Sex untuk memunculkan perasaan yang peka, cakra Pusar untuk memuncul kan energi positif, cakra Jantung untuk membangkitkan intuisi, cakra Tenggorokan untuk membangkitkan kemampuan mengolah kata, cakra Ajna untuk memunculkan ide ce merlang , kecerdasan , daya ingat dan kemampuan untuk menemukan jalan keluar atas segala masalah dan cakra Mahkota untuk memberikan vibrasi kebenaran , kesucian, kein dahan yang memunculkan rasa syukur dan ikhlas dalam setiap doa serta pengharapan kita kepada Yang Maha Kuasa. Tutur kejernihanlah yang sang gup membebaskan nurani seseorang dari tekanan dan penderitaan kare na tutur kejernihan mengandung ribuan obat yang dibutuhkan untuk mencapai kebahagiaan hidup. Tutur kejernihan adalah metode yang bersifat rahasia namun terbukti kha siatnya sebagai penyembuh utama bagi segala penderita penyakit, baik penyakit yang bersumber dari kes alahan olah pikir, Olah rasa maupun penyakit yang muncul sebagai aki bat kesalahan olah tubuh. Di zaman dahulu ada beberapa jenis penyem buh utama yang biasa dipakai yaitu tutur, mantra, ritual, dan air sebagai sarana penyucian. Tutur kejernihan
Guru Mangku Hipno dan Bhaktabram
berisikan tutur kebenaran, tutur kesucian dan tutur keindahan yang dalam penjabarannya mengajarkan bagaimana seseorang yang ingin berubah menjadi lebih baik dalam beberapa segi kehidupan seperti berubah menjadi lebih sehat, lebih sukses, lebih keberlimpahan kasih sayang dan lebih bahagia. Jika seseorang sudah berubah ke arah lebih baik tentu hasil akhir yang didapatkan juga pastinya lebih baik. Dalam tutur kejernihan akan diajarkan bagaimana perubahan itu selalu mulai dari diri sendiri dengan melakukan Tapa, Brata, Dhiksa, Dak sina, Sradda. Tapa adalah bagaimana cara mengolah dan mengendalikan pikiran, Brata adalah bagaimana cara mengolah dan mengendalikan perbuatan, Diksha adalah bagaima na memperoleh penyucian bukan hanya dengan air namun juga den gan pengetahuan yang mulia, Dak sina adalah bagaimana memberikan pelayanan kepada kehidupan lain dan penghormatan kepada Dewa Mata atau Tuhan dan leluhur, Deha Mata penghormatan kepada orang tua, Veda Mata penghormatan kepada ilmu pengetahuan suci, dan Bhumi Mata yaitu bagaimana kita menjaga alam semesta dengan baik agar selaras dengan kehidupan kita, sehingga mampu memberikan perlindungan optimal bagi setiap kehidupan ini.
WORKSHOP TUTUR KEJERNIHAN. Bagi siapapun yang selama ini masih berkutat dengan kegagalan, dengan penderitaan, dengan kera guan jati diri, kecemasan, ketakutan, kemalasan, sakit berkepanjangan dan belum tersembuhan, tak peduli siapapun dimanapun, ayo bergabung dalam workshop ini. Workshop ini telah terbukti menyembuhkan se cara Tuntas ribuan penderita sakit
di seluruh wilayah Indonesia saat Guru Mangku Hipno dan komunitas Brahmakunta keliling Indonesia mengadakan workshop, seperti Yogyakarta, Semarang, Bandung, Jakarta, Sumatera, Surabaya. Bah kan tutur kejernihan Guru Mangku Hipno berhasil menyembuhan pasien yang datang dari mancane gara seperti Australia, Philipina, Korea, Jepang, UEA, India, Prancis, Singapura dan Malaysia. Kini untuk menyambut hari raya Galungan dan Kuningan kepada seluruh sa habat dimanapun berada, dengan bangga kami persembahkan di Bali, “WORKSHOP TUTUR KEJERNIHAN SEBAGAI PENYEMBUH UTAMA DI ABAD INI”. Saat seminar nanti detik demi detik, perserta akan diguncang, disadarkan, dibangunkan, dibobol dari segala pikiran negatif menuju pola pikir baru yang positif. Kata demi kata Guru Mangku Hipno akan membawa peserta mengalami pencerahan nurani, penguatan hati dan pembangkitan kecerdasan dan yang terpenting ada kolabo rasi penyembuhan komunitas Brah makunta dengan Byang Mangku Hipno Inten. Seluruh peserta akan menjalani pemurnian diri dan memperoleh penyembuhan dah syat melalui Hypnotherapi Brah makunta. Datang dengan derita, dipas tikan pulang dengan senyum ke bahagiaan, mari sebarkan cerita damai kepada setiap keluarga dimanapun, gunakan kesempatan ini sebagai kesempatan terbaik un tuk tersembuhkan dan mengakhiri segala masalah. Kami melayani umat untuk konsultasi dan penyembuhan se tiap hari Senin s/d Sabtu mu lai pukul: 10.00-17.00 di Center Brahmakunta Supranatural dan Spiritual Universal.
“WORKSHOP TUTUR KEJERNIHAN SEBAGAI PENYEMBUH UTAMA DI ABAD INI”.
HARI : MINGGU, 7 DESEMBER 2014 TEMPAT : GEDUNG PWI BALI JL. GATOT SUBROTO, LUMINTANG, DENPASAR WAKTU : 14.00-17.00 HARGA TIKET :Rp. 500 RIBU diskon menjadi hanya Rp. 200 RIBU INFO LENGKAP DAN TEMPAT PENDAFTARAN : BRAHMAKUNTA CENTER, PERUMAHAN GUNUNG SARI INDAH, JL. TUKAD BUANA I NO 61 KEBO IWA UTARA.TELP. 0361-7112404, 0361-8442823, PIN BB: 7FB63D85, FB : GURU MANGKU HIPNO. TIKET JUGA DAPAT DIPESAN DAN DIANTAR MELALUI : 085238640217 (JRO ABUCK) 08563800133 (JRO ANTA) 081999205505 (JRO GUS KIKO, CH) 085738818906 (JRO SUWANDRA, CH) 082247357268 (JRO AGUS ADI) 08123988724 (JRO AYUK) 085935051555 (JRO MULYAWAN) 08124681851 (JRO MUSNA)
Bunda & Ananda
8
1 - 7 desember 2014
Orangtua Wajib Jadi Pelopor W
“Kadang ada orangtua yang tidak sadar tentang keselamatan berlalu lintas. Contohnya ya penggunaan helm. Hanya dirinya saja yang dipakaikan helm sedangkan anaknya tidak. Seharusnya anak juga dipakaikan helm,” kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas Polda Bali) Kombespol Drs. I Wayan Sunartha.
Drs. I Wayan Sunartha tidak kepanasan sedangkan pakai jaket agar tangan tidak terpapar sinar matahari langsung sekaligus mengurangi terpaan angin,” ungkap Pak Yudi yang tiap pagi dan siang mengantarjemput anaknya. Sekolah ternyata memiliki kepedulian terhadap kese lamatan siswa yang dibonceng ke sekolah. Salah satunya dengan menyiapkan rak helm. “Kami siapkan rak helm untuk tempat helm siswa,” ujar Ni Nyoman Darmini,S.Pd,M.Pd. Kepala TK Negeri Pembina Denpasar. Ia menuturkan,siswa sudah diperkenalkan sejak dini tentang tata tertib lalu lintas. Sekolah di dekat Taman Kota Lumintang ini rutin mengundang pihak kepolisian untuk mengajak siswa mengenal tata tertib lalu lintas. Program Polisi Sahabat Anak ini diharapkan mampu membuat anak peduli tata tertib lalu lintas dan mengingatkan orangtuanya tentang tertib lalu lintas.
ORANGTUA SAYANG ANAK Ia menegaskan orangtua seharusnya menjadi pelopor keselamatan berlau lintas. Caranya dengan mematuhi peraturan lalu lintas dan menggunakan perlengkapan standar. Helm yang dipakai pun harus standar, jangan asal helm yang menutupi kepala. Kalau orangtua sudah disiplin, anak pun mudah meniru. Nantinya orang lain akan meniru dan semua pun tertib berlalu lintas. “Kalau orangtua sayang anak pasti dia tertib lalu lintas dan memakaikan helm
Cantik dengan Dekorasi Ingin kamar/ruangan Anda tampil beda tanpa biaya tinggi? Solusinya mudah, tambahkan saja dekorasi di sudut-sudut ruangan atau bidang-bidang tertentu pada dinding ruangan Anda. Bagaimana caranya?
S
Orangtua membonceng anak tanpa menggunakan helm
untuk anaknya,” tegas Kombes Sunartha. Mantan Kapolresta Denpasar ini menambahkan saat ini pihaknya menggencarkan program Dekade Aksi Keselamatan Lalu Lintas. Program ini mencakup banyak aspek dan melibatkan banyak pilar dalam mendukung keselamatan berlalu lintas. Semua harus tertib dan menjadi teladan dalam hal aturan, kendaraan dan perlengkapan, serta administrasi (surat-surat). Salah satu yang menjadi prioritas adalah menindak pengendara motor yang tidak memakai
helm atau helmnya tidak standar. “Dari data yang kami miliki, 75% kecelakaan yang terjadi di Bali melibatkan sepeda motor dan kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia didominasi oleh mereka yang tidak pakai helm atau helmnya tidak standar,” tegasnya. Ke depan, pihak kepolisian akan terus bekerja sama dengan sekolah untuk memberikan materi mengenai safety riding. Kegiatannya antara lain menjadikan polisi sebagai pembina upacara dan menggiatkan program Polisi Sahabat Anak. -Ngurah Budi
aat ini sudah banyak tersedia wall sticker di pasaran. Wall sticker (stiker dinding) adalah gambar atau tulisan yang dapat melekat pada permukaan datar, baik pada dinding maupun langit-langit yang didesain sedemikian rupa sebagai dekorasi untuk menambah cantik sebuah ruangan. Ini pula yang dilakukan Dian Kristyawati. Tiga tahun lalu ia ingin mengubah tampilan kamar tidurnya. Setelah browsing internet, ia tertarik pada tampilan wall
sticker. Untuk mendapatkan harga murah, ia mengajak beberapa temannya urunan membeli di online shop tersebut. “Ternyata banyak yang berminat, sekalian saja saya jadi reseller,” ucapnya tersenyum. Setelah mengaplikasikan wall sticker tersebut di kamar indekosnya, Dian memotret dan memakainya sebagai PP (Photo Profile). Dari sana, semakin banyak teman-temannya berminat. Akhirnya, bisnis wall sticker ini pun menjadi sumber penghasilan tambahannya. “Kebetulan di Bali, belum banyak yang jual. Jadi peluang pasarnya masih terbuka banget,” ujar Dian. Untuk menjalani bisnis ini, ia dibantu sang pacar Gede Suparta. Saat ini mereka menyediakan beberapa jenis wall sticker, seperti transparan, 3D, glow in the dark, dan wall sticker clock. “Jenis transparan, stikernya trans-
Penjual Kelapa
banyak kelapa berjatuhan. Petani itu memungut kelapa-kelapa yang berserakan, lalu memasukkannya kembali ke kantong satu persatu. “Anak Muda!” serunya kepada seorang pemuda yang dijumpainya. “Adakah jalan piñtas ke pasar?” “Maaf, Tuan! Tak ada jalan lain ke pasar. Kalau Tuan ingin cepat dan selamat, sebaiknya jalan perlahan-lahan.” “Perlahan-lahan? Ah, dasar anak muda jail!” gerutu petani itu. Matahari telah condong ke barat. Petani itu khawatir, kalau-kalau pasar itu segera tutup. Ia melecut kudanya berkali-kali. Namun, setiap kuda itu melangkah cepat, beberapa butir kelapa berjatuhan, bahkan ada yang menggelinding ke selokan. Petani itu memungut barang jualannya satu persatu lalu memasukkannya ke kantong. Menjelang matahari tenggelam, petani itupun sampai dengan selamat di pintu gerbang pasar. Sekali lagi ia melecut kudanya. Kuda itu terkejut sehingga beberapa butir kelapa tumpah. Untuk terakhir kali petani itu memungut kembali butirbutir kelapanya. Sial, ketika ia masuk pasar, didapatinya keadaan lengang. Tak ada pembeli dan tak ada penjual.
paran, putih di pinggirnya itu tidak kelihatan,” jelas Gede. Sementara jenis 3 Dimensi, gambar stiker ini memberikan kesan timbul. Sedangkan untuk jenis wall sticker clock, sama seperti lainnya, hanya saja ada jamnya. Menurut Gede, yang paling banyak digemari adalah jenis glow in the dark yang mampu bercahaya di ruangan gelap. “Jenis ini unik, karena tidak saja bagus di ruangan terang, tapi juga kelihatan menarik di ruangan gelap,” ujar Gede yang mengaku seharinya bisa menjual 15 sampai 20 pcs. “Bahkan satu orang ada yang sampai order 10 pcs hingga 30 pcs untuk dekorasi rumahnya,” ujar Dian menimpali. Konsumennya ada dari Gianyar, Singaraja, Karangasem, Negara, bahkan sampai Banyuwangi dan Lombok. Ukuran standar wall sticker yang tersedia 50 x 70 cm, 60 x 90 cm, 80x 120 cm, 180 x 270 cm, dengan berbagai motif seperti, pohon, bunga, binatang, Paris, klasik, tokoh sepak bola, dan tokoh-tokoh kartun. Pemi-
natnya semua kalangan, dari anakanak, remaja, sampai orangtua. Pemasangan wall sticker sangat mudah dan bisa dilakukan sendiri. “Bisa dipasang tergantung kreasi kita atau bisa juga mengikuti contoh gambar yang sudah ada. Di sana juga ada petunjuk pemasangan,” ujar Gede. –Inten Indrawati
Dian dan Gede Suparta
Cara Pemasangan Wall Sticker: - Bersihkan permukaan yang akan ditempel menggunakan air dan sabun. Tunggu sampai kering sebelum menempel. Pastikan permukaan tersebut rata dan tidak ada gelombang. - Buka wall sticker dari wadahnya. - Tempelkan ke permukaan seperti gambar yang ada atau sesuai dengan kreasi sendiri. - Tekan, dan ruang Anda jadi tampil beda
Mendongeng Lima Menit Seorang petani yang memiliki kebun luas seMade Taro dang panen buah kelapa. Ia berniat menjual kelapa-kelapa itu ke pasar. Disewanya seekor kuda. Petani itu memasukkan butir-butir kelapa itu ke kantong besar yang dipasang di kiri-kanan pelana kuda. Karena beban penuh dan terlalu berat, dalam perjalanan banyak kelapa jatuh dari kantongnya. Petani itu terpaksa memungut kelapa yang berserakan itu, lalu memasukkannya kembali ke dalam kantong. “Banyak waktu yang terbuang,” demikian omelan petani itu. Berkali-kali ia disibukkan oleh kelapa-kelapa yang berjatuhan. Ia khawatir, kalau-kalau pasar segera tutup. Ia bertanya kepada seorang anak yang kebetulan lewat. “Anak kecil, adakah jalan pintas ke pasar?” “Maaf, Tuan! Tak ada jalan lain ke pasar. Kalau Tuan ingin cepat dan selamat sampai di pasar, sebaiknya Tuan jalan perlahan-lahan.” “Perlahan-lahan? Ah, dasar anak nakal!” katanya menggerutu. Petani saudagar kelapa itu melecut kudanya. Kuda itu mempercepat langkahnya, namun sial,
17
Wall Sticker
Suatu pagi Asti berhenti di depan sebuah warung makan. Ia bermaksud membeli sarapan. Baru turun dari kendaraan, tibatiba terdengar suara brakkkk..... Asti menoleh, rupanya terjadi kecelakaan. Seorang ibu yang membonceng anaknya terlempar ke jalan. Kendaraan mereka tabrakan dengan sebuah mobil. arga pun berdatangan ke lokasi kecelakaan untuk menolong si ibu dan anaknya. Keduanya lalu dibawa ke rumah sakit karena kepala mereka berdarah. Saat mengendarai kendaraan, ibu ini tidak memakai helm, demikian juga anaknya. “Niat saya untuk membeli makan langsung hilang karena adanya kecelakaan itu. Saya kepikiran dengan korban yang mengalami luka, terutama si anak. Harusnya orangtua melindungi anaknya dengan memakaikan helm. Si ibu pun harusnya memakai helm,” ujar Asti. Urusan memakai helm kadang diremehkan pengendara motor. Alasan jarak yang dekat kadang menjadi pembelaan. Tetapi, kalau sudah kena musibah, siapa yang harus disalahkan? Di jalan raya masih banyak ditemui pengendara yang tidak memakai helm. Orang yang dibonceng tidak pakai helm bisa lebih banyak lagi. Ini kerap dilihat di jalan dekat sekolah. Ada saja yang tidak pakai helm. “Keponakan saya tidak senang pakai helm, katanya gerah di kepala. Padahal ayahnya sudah membelikan helm bergambar tokoh idola anakanak,” ujar seorang penjemput di sebuah sekolah dasar. Namun, ada juga anak yang mau memakai helm demi keselamatan. Hal ini terlihat di rak yang tersedia di depan kelas. Beberapa helm nangkring di rak itu. “Saya wajibkan anak untuk pakai helm dan jaket kalau saya bonceng. Pakai helm agar kepala
Griya
1 - 7 desember 2014
Beberapa motif dan aplikasi wall sticker
General Contractor
Building Consultant Architectural Drawing
Interior & Exterior Designer
Landscaping Work Art Work
Jln. Pemuda V/11B Renon. Tlp. (0361) 247060. Email: tms_group@yahoo.com
Pentingnya Taman Asri di Rumah Pertanyaan seputar griya dan properti dapat Anda kirim ke tms_group@yahoo.com atau redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Tata Mitra Selaras, Ketua Tim Arsitek: N.G. Dwi Mahadipta, ST.MT.IAI Tanya : Rumah saya baru selesai dibangun. Rencananya di halaman depan, samping, dan di halaman belakang akan saya buatkan taman. Mohon petunjuk dan sarannya. (Ngurah, Denpasar) Jawab: Keberadaan taman dalam sebuah rumah tinggal atau bangunan apapun, memang mampu memberikan atmosfir berbeda. Keberadaan sebuah taman di rumah sebenarnya mempunyai banyak fungsi. Selain taman asri di rumah sebagai peneduh dan penyejuk lingkungan, juga bisa mempercantik tampilan rumah. Taman juga membuat suasana rumah
tidak gersang, sehingga rumah akan terasa nyaman. Keberadaan sebuah eksterior taman, sebenarnya sangat penting. Taman tidak sekadar pengisi ruang kosong, melainkan mempunyai banyak fungsi dan peran yang jauh lebih besar. Beberapa manfaat taman rumah antara lain sebagai berikut: 1. Taman yang berisi tanaman hidup memberikan keseimbangan terhadap rumah yang dibangun dengan batu dan semen. Keseimbangan ini penting untuk membuat rumah jadi terasa lebih nyaman dan enak sebagai tempat tinggal. 2. Tanaman yang terdapat di taman akan memberikan kontribusi yang cukup penting untuk sirkulasi udara yang segar dan bersih bagi penghuni rumah. Terlebih jika kita tinggal di perkotaan yang tingkat polusi udaranya cukup tinggi. Di tempat semacam ini taman dapat berperan sebagai penyangga ekosistem dan sebagai suplai oksigen dan udara bersih yang
menyehatkan. 3. Taman berfungsi sebagai area resapan air hujan sehingga bisa masuk ke dalam tanah. Dengan begini, kita bisa turut berperan dalam program green building, termasuk juga sebagai upaya mengatasi banjir.
4. Taman bisa dimanfaatkan sebagai arena rekreatif yang bermanfaat bagi anggota keluarga. Apalagi bila luas taman cukup besar untuk bermain dan berkumpul bersama keluarga, tentu berguna untuk meningkatkan komunikasi. 5. Taman juga berguna sebagai media
atau sarana untuk mengisi kegiatan penghuni rumah ataupun untuk menyalurkan hobi berkebun/ bercocok tanam. 6. Taman bisa dimanfaatkan sebagai bisnis rumahan bagi yang hendak melakukan usaha jual beli tanaman hias. 7. Taman bisa dimanfaatkan sebagai tempat menyegarkan pikiran dari aktifitas kelelahan ketika pulang kerja. Kelelahan atau stres yang dialami saat bekerja di kantor akan segera hilang dengan sekadar menyiram tanaman atau memandang dan menikmati keindahan tanaman yang ada. Mengingat pentingnya fungsi taman, tak ada salahnya bila kita berusaha menghadirkan taman di rumah. Dimanapun tinggal dan berapa pun luas halaman yang ada, kita dapat membuatnya. Apabila luas halaman rumah hanya tersisa sedikit, kita dapat membuat taman dengan pola menempel ke dinding tembok atau dengan membuat tanaman gantung.
Edukasi
16
1 - 7 Desember 2014
Jangan Sampai Pencinta Alam tak Cinta Alam
Ekstra kurikuler Siswa Pencinta Alam (Sispala) memang merupakan salah satu ekskul yang “menantang”. Kegiatan ekskul ini di antaranya panjat tebing, turun tebing, dan mendaki, tentunya cukup menguji adrenalin anggotanya.
“P
okoknya seru, apalagi saat acara api unggun, sangat terasa sekali kekompak an di antara kami,” ujar Firmansyah Setyadji Prayoga, Ketua Umum Sispala “Semara Giri” SMAN 7 (Sisma) Denpasar. Bahkan, saat mendaki Gunung Batur 17 Agustus lalu, tak hanya tim Semara Giri yang ikut, para senior/alumni pun turut serta. Tim Sispala Sisma ini pun bergabung dengan tim sispala lain yang bertujuan mengibarkan Sang Merah Putih di puncak gunung tersebut. “Kami berangkat siang dari Denpasar, tiba sore di sana. Kami berangkat mendaki
dari kaki Gunung Batur sekitar jam 17.00. Di tengah perjalanan camping istirahat sebentar, dan sekitar pukul 01.00 melanjutkan jalan sampai puncak. Kami sampai sekitar pukul 03.30, menunggu sunrise dan mengibarkan bendera bersama sispala dan mapala lain,” kisahnya. Gilang Dwi Cahya, anggota Sispala Sisma lainnya mengisahkan pengalamannya ketika mengikuti Temu Cinta Alam (TCA) se-Bali Juni 2014, yang digagas Mapala (Mahasiswa Pencinta Alam) Buana Giri, Universitas Maha saraswati (Unmas) Denpasar. Pesertanya diharuskan tracking dari Jatiluwih mengambil jalur hutan, hingga akhirnya tiba di finish, Danau Tamblingan. Perjalanan itu ditempuh selama tiga hari. “Kami hanya diberi bekal bekal peta dan kompas. Di sini dituntut ketelitian, kerjasama yang kompak untuk mencapai satu tujuan. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok diberikan jalur yang berbeda, namun titik temunya sama, di Danau Tamblingan,” kisahnya. Selama perjalanan menyusuri hutan itu, mereka juga berbekal plastik kantung hitam besar. Karena, dari pengalam-pengalaman sebelumnya, masih ada saja ditemui sampah, khususnya sampah plastik yang dibuang sembarangan. “Jadi, kami tracking sambil m ungut sampah. Biasanya dapat sampai satu plastik penuh,” ungkap Gilang yang juga menjadi Ketua Panitia Latdiksar (Latihan Pendidikan Dasar) Sispala Semara Giri Sisma di Danau Buyan. Beberapa kegiatan Sispala “Semara Giri” Sisma
MENGASAH NALAR Kondisi yang cukup memprihatinkan yang mereka temui di hutan adalah kondisi tanah yang hancur terkikis akibat aktivitas tracking dengan motor trail. Belum lagi, sisa-sisa dek yang hancur yang dibiarkan begitu saja mencemari hutan. “Tapi sekarang sudah ada aturan baru, motor dan mobil tidak diperbolehkan lagi offroad di hutan. Jangan sampai pencinta alam tak cinta alam,” ujar Firman yang diamini Gilang. Ekskul ini pun dikatakan Firman tak cuma ekstra biasa. Ia yang tergabung dalam Sispala sejak 2013 mengaku banyak mendapatkan pengalaman baru, seperti belajar berorganisasi, memanajemen sesuatu, mengatur uang, pekerjaan, dll. “Di sini juga diasah nalar kita untuk bisa mencari jalan keluar atas suatu permasalahan,” ucap Firman yang turut dalam kegiatan penghijauan di Pantai Mertasari dan Pantai Lebih, juga panjat tebing di Pantai Pondok Pemuda, belum lama ini. Sispala “Semara Giri” beranggotakan 31
(24 laki-laki 7 perempuan) orang dengan calon anggota baru 38 orang. Sebelum dilantik menjadi anggota, mereka diberikan beberapa pembekalan materi, seperti bagaimana bertahan hidup di alam liar/ bebas; pertolongan pertama gawat darurat (PPGD), latihan SAR untuk membantu me nemukan orang tersesat, talitemali yang di antaranya untuk membuat tandu, mengikat alat untuk panjat tebing, serta persiapan untuk pendakian. Wakasek Kesiswaan SMAN 7 Denpasar, I Wayan Sedana, S.Pd., M.M. mengimbuhkan, kalau saja ekskul ini sungguh-sungguh dilakukan, banyak manfaat yang didapat. “Kekompakan, disiplin, mencintai anugerah Tuhan dengan mencintai alam, keyakinan diri tumbuh, berani menghadapi tantangan. Inilah yang seharusnya kita miliki dalam menghadapi realita hidup yang penuh lika-liku,” ujar Sedana yang dulu sempat turut serta dalam kegiatan Sispala yang sudah berumur 16 tahun tersebut. Ia pun mengaku merasa lebih dekat dengan alam, dengan anak didik, serta dengan guru lain yang mendampingi saat itu. Karena mengetahui langsung bagaimana kondisi di alam bebas itulah, Sedana kerapkali memberikan pandangan/nasihat kepada siswa untuk tidak melakukan hal-hal yang tak terpuji. Dalam tiap kegiatan pun, tiap anggota yang ikut diharuskan mendapatkan pernyataan izin dari orangtuanya. “Ekstra ini pilihan, jadi sudah sepantasnya tiap siswa berlatih dengan penuh kesadaran, tanpa dipaksa dan bertanggung jawab,” tandasnya. –Inten Indrawati
Dekranasda Kota Denpasar
Bangun Tren Fashion Berbasis Budaya Salah satu perhelatan akbar mode “Bali Fashion Tendance 2015” di ST Suites, Seminyak, Kuta belum lama ini sukses digelar. Di antara para desainer dari Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), hadir pula desainer binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar dengan koleksi spesial mereka. Ketua Dekranasda Kota Denpasar, IA Selly D. Mantra, didampingi Sekretaris Dekranasda Kota Denpasar IA Dewi Citrawati mengatakan kehadiran mereka pada
pagelaran yang ditujukan sebagai gambaran tren 2015 tersebut, turut menjadi saksi semakin berkibarnya kain tradisional Bali. Sebab, suguhan fashion show itu juga menghadirkan interpretasi kekayaan budaya lokal Bali dalam olah karya mode yang dilengkap sentuhan tren gaya hidup masa kini. Fashion salah satu bagian yang tidak dapat dilepaskan dari penampilan keseharian semua orang. Fashion selain sebagai pencitraan diri juga merupakan identitas budaya. Dikatakan, banyak cara untuk
mengajak masyarakat lebih peka dengan produk budayanya sendiri. Salah satunya, menggelar acara bertemakan pelestarian budaya, seperti ajang fashion show yang mengusung bahan lokal. “Kami di Kota Denpasar, selalu mengusung pagelaran fashion yang berbasis budaya,” tegas Selly D. Mantra sambil mengatakan bagaimana fashion mampu mengonstruksikan nilai-nilai budaya dan mengidentifikasikan budaya yang dianut melalui cara mereka menggunakan fashion sebagai sebuah identitas. Termasuk beberapa anggota Asabest yang didorong menjadi desainer, berawal dari seringnya mereka tampil di Denpasar Festival. ”Karena jam terbangnya semakin banyak maka karakter dan identitas masing-masing semakin nampak,” lanjutnya. Pihaknya juga menyatakan, setiap tahun selalu ada program bagi para desainer untuk menambah jam terbangnya baik secara lokal maupun nasional. Dengan semakin sering berekspresi menampilkan karya-karya baru akan meningkatkan pengalaman sekaligus keterampilannya, yang berarti juga meningkatkan rasa percaya dirinya. Bicara pencapaian yang diraih oleh para pelaku fashion di Kota Denpasar dalam menggunakan elemen lokal, disebutnya sudah mampu mengangkat budaya lokal untuk go national bahkan ada yang go international. Ditegaskannya pula, Dekranasda
Selly D. Mantra
Kota Denpasar jelas ingin terus mengangkat citra, harkat dan martabat Kota Denpasar melalui industri berbasis budaya. Apalagi industri berbasis budaya dalam konteks sebuah industri kreatif, umumnya sangat dekat dengan produk lokal hasil karya pengrajin. ”Kepesertaan kami di ’Bali Fashion Tendance 2015’ adalah salah satu rangkaian pra-Denfes, yang akan dilanjutkan pada Desember nanti. Semua potensi pengrajin/UKM yang ada di Kota Denpasar akan dipamerkan,” paparnya.
Fashion show pada Denfes tahun ini, katanya pagelaran busananya akan melibatkan desainer-desainer baru dan muda, khususnya dari kalangan Finalis Duta Endek. Ia yakin dengan karya kreatif dan inovatifnya menggunakan bahan tradisional dan tetap mengikuti tren styling, dapat lebih mewakili budaya anak muda dengan tampilan yang fashionable. “Artinya, bagaimana mengolah bahan lokal agar terlihat global. Inilah tantangannya,” cetusnya. Apalagi sejak tahun 2010, Kementerian Parekraf juga mendukung promosi mode di pusat- pusat belanja agar generasi muda tertarik menggunakan produk mode dalam negeri. Arena Denfes juga menjadi gambaran pergerakan sebuah budaya di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan pengaruh globalisasi. Lewat momen ini, istri Wali Kota Denpas ar IB Rai D Mantra ini mengjak masyarakat Kota Denpasar dan Bali umumnya, tidak berhenti menggali lebih dalam potensi budaya lokal untuk tetap eksis dan menjadi sebuah inspirasi dunia, salah satunya melalui industri fashion. Melalui Denfes pula , IA Selly D. Mantra berharap berbagai produk lokal berbasis budaya dapat lebih lagi diapresiasi dengan baik oleh masyarakat. Karena dengan meningkatnya kesadaran masyarakat menggunakan dan mengonsumsi produk lokal, maka akan membantu meningkatkan perekonomian secara mandiri. - ard
1 - 7 Desember 2014
9
Bugar
10
1 - 7 desember 2014
Mungkin Anda sudah pernah mendengar tentang hemodialisa atau yang lebih dikenal awam dengan cuci darah. Tapi apa sebenarnya hemodialisa itu? Bagaimana proses hemodialisa sebenarnya? Amankah untuk dilakukan terus menerus? Apa itu hemodialisa? Hemodialisa adalah metode pencucian darah dengan membuang cairan berlebih dan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh melalui alat dialysis untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak. Kapan saya harus melakukan hemodialisa? Hemodialisa dilakukan bila ginjal Anda sudah tidak mampu melaksanakan fungsinya atau biasa disebut dengan gagal ginjal. Gagal ginjal dapat dibagi dua yaitu gagal ginjal akut dimana fungsi ginjal terganggu untuk sementara waktu sehingga hemodialisa dilakukan hanya hingga fungsi ginjal membaik dan gagal ginjal kronis dimana fungsi ginjal rusak secara permanen akibatnya hemodialisa harus dilakukan seumur hidupnya.
Mengapa hemodialisa ini penting? Ginjal merupakan organ vital yang berfungsi membersihkan darah kita dari cairan berlebih, zat-zat sisa yang berbahaya dan elektrolit berlebih. Ginjal juga berfungsi menghasilkan hormone yang penting dalam proses metabolisme tubuh dan merangsang pembentuk sel darah merah. Jika ginjal ini rusak maka bisa dibayangkan bahayanya bagi tubuh kita bahkan bisa menyebabkan kematian akibat menumpuknya cairan dan zat berbahaya dalam tubuh, karena itulah hemodialisa harus dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjal tersebut. Bagaimana hemodialisa bekerja? Pertama kita harus mempersiapkan pembuluh darah sebagai
dr. Benny Arthawibawa, Sp.PD
akses masuknya selang dari alat dialysis. Pembuluh darah yang digunakan ada dua yaitu arteri sebagai akses keluarnya darah kotor ke dalam mesin dan vena sebagai jalan masuknya darah bersih dari mesin ke dalam tubuh. Melalui jarum maka selang dimasukkan ke dalam pembuluh darah. Biasanya Anda akan diberikan bius lokal untuk mengurangi nyerinya. Pembuluh darah yang digunakan biasanya yang berukuran besar misalnya di daerah pangkal paha, daerah lengan dll. Pembuluh darah ini akan digunakan secara bergantian untuk mencegah mengerasnya pembuluh darah yang akhirnya nanti tidak bisa digunakan kembali. Tentu Anda akan bertanya, bagaimana dengan orang yang harus melakukan hemodialisa seumur hidupnya, apakah tidak ada cara yang lebih praktis?. Anda tidak perlu khawatir, karena ada cara baru untuk membuat akses yang permanen bagi pembuluh darah yaitu dengan membuat anatomosis antara arteri dan vena yang biasa disebut dengan Cimino-Breschia fistula atau dengan menghubungkan arteri dengan vena lewat pembuluh darah tambahan (graft). Daerah yang
dipilih biasanya pembuluh darah di lengan bawah. Dengan cimino, Anda hanya perlu menggunakan satu akses setiap kali melakukan hemodialisa hanya saja Anda perlu menunggu 2-6 minggu hingga luka operasi sembuh dan cimino bisa digunakan. Cimino ini bisa bertahan selama 3 tahun untuk kemudian harus dicari pembuluh darah yang lain. Setelah akses didapatkan, maka proses hemodialisa akan dilakukan. Hemodialisa dilakukan dengan alat yang disebut dialyzer. Mesin akan memompa darah kita keluar dari tubuh secara sedikit demi sedikit untuk kemudian dicuci dalam dialyzer ini. Dialyzer merupakan alat seperti filter dengan ribuan serat halus yang akan menyaring semua zat berbahaya, cairan dan elektrolit berlebih. Di dalam dialyzer terdapat cairan khusus yang disebut dialysate yang mengandung cairan dan formula khusus yang berfungsi menyerap zat yang tidak perlu dan menambahkan zat atau mineral atau elektrolit yang kurang. Komposisi dialysate dapat berubah-ubah sesuai dengan keadaan cairan dan darah Anda saat melakukan hemodialisa. Karena itulah setiap kali akan melakukan hemodialisa Anda akan melalui pemeriksaan darah terlebih dahulu dulu untuk melihat komposisi elektrolit dan berbagai komponen kimia darah dalam tubuh saat itu. Setelah selesai disaring, maka darah yang sudah bersih akan dipompa kembali ke dalam tubuh. Proses ini akan diulang berkali-kali hingga seluruh darah berhasil disaring. Berapa lama proses hemodialisa berlangsung? Rata-rata tiap orang memerlu kan waktu 9 – 12 jam dalam se minggu untuk mencuci seluruh darah yang ada, tetapi karena ini waktu yang cukup panjang, maka biasanya akan dibagi menjadi tiga kali pertemuan dalam seminggu selama 3-5 jam setiap kali hemodialisa.
Simpel, feminin tapi seksi. Kesan itu yang ingin dipamerkan sederet koleksi dari SRI SRI Embroidery & Textile dihadapan para penonton ajang “Bali Fashion Tendance 2015”, di Seminyak, Kuta, belum lama ini.
Tentu saja ini tidak sama untuk tiap orang, lamanya waktu yang dibutuhkan dan berapa kali dalam seminggu harus dilakukan hemodialisa sangat tergantung pada derajat kerusakan ginjal, diet sehari-hari, penyakit lain yang menyertai, ukuran tubuh dll. Karena itu penting untuk konsultasi secara teratur pada dokter yang menangani Anda mengenai jadwal hemodialisa Anda. Apa komplikasi yang dapat muncul selama hemodialisa? Hipotensi : ini paling sering pada pasien gagal ginjal dengan diabetes mellitus atau kencing manis tapi seiring dengan kemajuan teknologi, resiko ini semakin berkurang. Kram otot. Dulu hal ini sering terjadi tetapi dengan mesin dialysis sekarang angka kejadiannya berkurang. Reaksi anafilaktik atau alergi terhadap cairan dialysate. Biasanya ini terjadi pada hemodialisa pertama kalinya tapi akan berkurang seirirng seringnya hemodialisa dilakukan. Selain itu Anda dapat merasa mual, mengantuk, lelah, pusing, dan dingin selama proses hemodialisa dilakukan. Beritahukanlah pada staf yang bertugas agar mereka dapat membantu Anda merasa lebih baik. Apakah saya harus melakukan hemodialisa seumur hidup saya? Bila Anda belum bisa melakukan transplantasi ginjal untuk menggantikan ginjal Anda yang rusak maka Anda harus melakukan hemodialisa seumur hidup Anda. Jadi apakah hemodialisa ini aman? Selama dilakukan oleh tenaga terlatih dan di tempat dengan fasilitas sesuai maka hemodialisa ini aman untuk Anda. * Penulis adalah staf Bagian Penyakit Dalam Rumah Sakit Siloam Bali.
15
Metropolitan Sexy
Mengenal Lebih Jauh Hemodialisa atau Cuci Darah Oleh: dr. Benny Arthawibawa, Sp.PD
Style
1 - 7 desember 2014
U
AA Ayu Sri Wariyani
ntuk karyanya kali ini, AA Ayu Sri Wariyani sang desainer meng usung tema “Metropolitan Sexy”. Menggunakan material utama endek motif tradisional dilengkapi sentuhan tenun ikat polos dan sutra organza, busananya ditampilkan dalam siluet kombinasi loose and fit on body.
Busana yang didominasi warna maroon dilengkapi hitam dan oranye ini, katanya terinspirasi dari perempuan yang berkarier termasuk ibu rumah tangga yang independen dan memiliki kegiatan usaha. Mereka tentu memerlukan busana yang nyaman, sekalipun terdiri dari 3 potong namun tetap mudah dikenakan.
Selain itu, meski dengan busana model midi dan maxi seorang perempuan tetap bisa tampil seksi. Melengkapi karyanya desainer bina an Dekransda Kota Denpasar ini menambahkan aksesori buatannya sendiri. Mulai dari kalung, anting, dan gelang dari rangkaian batu permata seperti african jade, cornelian, snake agate, coral, citrine, turquoise yang diikat dengan perak. Satu lagi catatan yang menarik dari karya seorang AA Ayu Sri Wariytani ini, bahwa setiap kali mendesain busana ia selalu menekankan perawatan nya yang mudah. Mulai dari mudah disetrika, rok yang bertumpuk mudah di buka dan mudah digunakan untuk semua ukuran. – Sri Ardhini
14
Jelita
1 - 7 Desember 2014
Perawatan Wajah di Akhir Tahun Setiap orang terutama perempuan tentu ingin memiliki kulit sehat, lembab, dan cerah. Apalagi menjelang akhir tahun dan menyambut tahun baru, akan ada banyak acara yang mungkin akan dihadiri. Alangkah bahagianya ketika banyak yang memuji terlihat cantik, berkulit sehat, lebih muda dan segar.
M
enjawab keinginan para perempuan terhadap perawatan kulit yang saat ini semakin kompleks, dan khusunya untuk menyambut tahun baru, Miracle Aesthetic Clinic Denpasar, menyelenggarakan acara “Miracle Year End Salesation” untuk memanjakan para perempuan di Bali. Program ini juga sekaligus menghadirkan bentuk inovasi perawatan terbaru dan rangkaian perawat an lainnya yang aman dengan hasil yang efektif di akhir tahun ini. Menurut Aesthetic Consultant dr. Kadek Dewitini, didampingi Clinik Manager Miracle Aesthetic Clinic Cabang Denpasar Upik Rustiah, untuk persembahan istime wa diakhir tahun sengaja menyuguhkan perawatan terbarunya bernama ‘Miracle Pearl Shine Facial’ . Ini merupakan premium facial dengan bahan dasar utama ekstrak mutiara. Aksesori yang indah bernama mutiara, ternyata memiliki kandungan yang sangat bermanfaat untuk kulit. Dokter Dewi begitu ia biasa disapa menyampaikan kalau kandungan asam amino dan mineral alami mutiara mampu meregenerasi sel kulit, merangsang ko lagen, mengurangi problem pigmentasi serta melindungi kulit kita sinar UVA/UVB. Selain itu bisa juga mencegah pemben tukan tanda penuaan dini, diantaranya kerutan halus pada wajah. Perawatan ini, katanuya sangat bermanfaat memberikan solusi untuk problem kulit kusam, keriput halus, mengurangi garis-garis ekspresi dan mengatasi penuaan kulit . Miracle Pearl Shine Facial, juga dapat dilakukan setelah melakukan perawatan Miracle Dermal Filler untuk mempertahan kan efek filler- nya. “Kelebihan facial ini adalah treatment-nya dapat dikombinasi kan dengan perawatan jenis lainnya ,” ujar dokter Dewi ditemui saat acara “Miracle Year End Salesation” di Miracle Aesthetic
Clinic Denpasar di kawasan Jalan Letda Tantular, Renon, Denpasar pekan lalu. Perawatan Miracle Pearl Shine Facial ini, lanjut dokter Dewi mengandung beberapa bahan aktif seperti peptide complex yang mampu membantu mengurangi garis-garis kerutan di wajah. Ada juga hyaluronic concentrate (wrinkle filler) juga berfungsi untuk mengurangi keriput halus dan garisgaris ekspresi. Berikutnya pembaluran regenerating mask , yang mengandung ekstrak mutiara untuk melembutkan dan mencerahkan wajah. Perawatan Miracle Pearl Shine Facial ini biasanya dilakukan sekitar 90 menit, dengan jarak pengulangan perawatan setiap dua minggu sampai dengan satu bulan. “Hasil yang akan didapatkan setelah melakukan perawatan ini secara teratur adalah wajah yang bebas dari tanda-tanda penuaan, lebih bersih, cerah,lembab, kecang alamai dan terasa lebih lembut,” ucapnya.
Selain itu, katanya ada pilihan berupa Miracle Baby Shine, yang merupakan rangkaian kombinasi perawatan, yang diciptakan khusus untuk membuat kulit wajah lebih lembab, lembut, kenyal dan kencang bagaikan kulit bayi. Miracle Baby Shine juga dapat untuk mengatasi kulit kering, kulit kusam, kerutan halus akibat dehidrasi, poripori besar serta kulit yang mulai kehilangan elastisitasnya Perawatan ini menggunakan serum khusus dan mesin bertek nologi iontophoresis yang ber guna untuk mencerahkan , me lembabkan dan mengencangkan kulit. “Dalam satu kali perawatan diperoleh beberapa manfaat sekaligus,”cetus dokter Dewi. Wajah Panjang dan Tirus Untuk melengkapi persiapan penampi lan wajah menjadi lebih cantik di tahun
baru nanti, bagi mereka yang ingin membentuk bagian bawah wajah men jadi lebih panjang dan tirus, sebagaimana yang banyak dilakukan para aktris dan sosialita di Ibu Kota. Di sini dokter Dewi menyampaikan untuk memilih perawatan Miracle Chin Beauty. “Hasilnya sangat luar biasa. Bukan hanya langsung terlihat tetapi juga tahan lama,” katanya dengan senyum ramahnya. Miracle Chin Beauty ini, dikatakannya merupakan kombinasi perawatan yang melengkapi seri perawa tan Miracle Eye Beauty Perfection dan Miracle Nose Beauty Perfection, yang bakal membentuk wajah menjadi V-Shape, yakni membuat dagu menjadi lebih indah dan ideal se suai dengan harmoni dan keseimbangan bagian wa jah lainnya. Berikutnya dokter
Dewi menyampaikan, kalau selain tiga perawatan tersebut, ada tambahan pro gram yang dapat menjadikan wajah VShape lebih terbentuk tegas, yakni Miracle Barby 3D Lift. Ini merupakan perawatan medis dengan menggunakan dua jenis benang PDO (polydioxanone) generasi terbaru yang memiliki daya cengkram pada kulit lebih kuat. “Dua jenis benang PDO ini sangat unik karena yang satunya memiliki ‘barb’ yang memberikan efek tarikan pada kulit, dipadu dengan benang PDO berpilin, sehingga mampu mem berikan efek pengencangan (lifting) pada bagian tengah dan bawah wajah,” papar dokter Dewi. ‘’Hasilnya, akan lebih menegaskan bentuk V pada wajah. Benang PDO generasi terbaru ini lebih mudah diserap oleh jaringan kulit sehingga hasilnya dapat langsung terlihat sangat prima dengan efek pengencangan kulit nampak natural,” ucapnya di sela-sela acara demo sekaligus menyemarakkan ‘’Year End Salesation’’ yang berlangsung 21-23 November dan 28-30 November 2014 ini. – Sri Ardhini
Mitos
1 - 7 Desember 2014
11
Scalling Tipiskan Gigi?
M
enjaga kesehatan gigi dan mulut, wajib hukumnya. Karena jika tidak, akan menjadi sarang kuman. Perawatan gigi dianjurkan dilakukan secara berkala. Namun, masih ada kekhawatiran masyarakat akan tindakan-tindakan dalam perawatan tersebut. Berikut penjelasan drg. Dewa Ayu Wulandari yang praktik di Kamandhani Dental Care dan di Klinik Kecantikan House of Dura Bali. Mitos: Pembersihan karang gigi (scalling) membuat gigi tipis Fakta: Tidak benar. Scaler adalah alat untuk membersihkan karang gigi memiliki ujung meruncing dengan getaran yang sangat tinggi. Alat ini hanya mampu menghancurkan karang gigi namun tidak memiliki kemampuan untuk menghancurkan atau mengikis permukaan email gigi.
berbeda. Anda dapat membersihkan karang gigi setiap 3 bulan dan bahkan 6 bulan sekali. Namun, dengan memer iksakan gigi secara periodik seperti 6 bulan sekali merupakan hal yang sangat disarankan oleh praktisi kesehatan gigi. Tidak hanya membersihkan karang gigi, Anda dapat memeriksakan kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan.
Mitos: Makanan dari sisa-sisa cokelat atau makanan manis-manis yang masih menempel, bisa menyebabkan karang gigi Fakta: Tidak. Tetapi, jika Anda tidak menyikat gigi atau setidaknya berkumur setiap kali setelah makan cokelat, Anda berisiko lebih tinggi untuk mendapat kan kerusakan gigi.
Mitos: Pencabutan gigi atas, bisa mempengaruhi penglihatan atau me nyebabkan kebutaan Fakta: Saraf yang ada di gigi-geligi atas berbeda dengan saraf mata. Bila seseorang sakit gigi karena gigi berlubang pada gigi atas, penjalaran infeksinya memang dapat mencapai pipi hingga mata, namun pencabutan gigi atas tidak menyebabkan kebutaan.
Mitos: Pembersihan karang gigi bisa dilakukan tiap 6 bulan Fakta: Masing-masing individu memiliki tingkat asam-basa mulut yang
Mitos: Penggunaan obat kumur se tiap hari bisa menggantikan menyikat gigi untuk menghilangkan plak dan mencegah bau mulut
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
Apakah Boleh Ciuman? “Dok, saya seorang guru BP di sebuah SMP. Saya sangat terkejut dan panik sekali, saat minggu lalu anak murid saya yang berusia 13 tahun, masih duduk di kelas 2 SMP, bertanya kepada saya tentang apakah yang seumuran dia sudah boleh berciuman? Saya tunda buat menjawabnya, karena saya memang tidak siap menjawabnya. Anak saya di rumah juga seusia ini, kalau dia juga nanya, mungkin saya juga bingung. Bisa bantu saya bagaimana menjawabnya, Dok” (Rani, 38 thn) Rupanya kepanikan untuk menjawab hal-hal sensitif sep erti ini hampir dialami oleh sebagian besar orang dewasa. Sebenarnya merasa bingung dan panik berlebihan tentu saja tidak baik untuk ditunjukkan, terlebih dengan sikap yang emosional, di hadapan anak atau remaja yang
sedang bertanya seputar seksuali tas. Keingintahuan seorang anak tentang seksualitasnya di usia ini sebenarnya perlu disikapi dengan tenang dan bijak. Terlebih di usia 13, adalah usia di mana seorang anak ada di fase genital, di fase nya yang memang sudah mulai mengalami paparan seksual dan
Fakta: Obat kumur hanya efektif da lam jangka waktu yang pendek. Malahan, pemilihan obat kumur harus dilakukan secara hati-hati, karena obat kumur berbahan dasar alkohol yang justru memperberat bau mulut bila digunakan secara berlebihan. Alkohol mampu me nyebabkan mulut menjadi kering. Mitos: Bila gusi berdarah, sebaiknya daerah tersebut jangan disikat dulu biar tidak makin parah Fakta: Membersih kan daerah yang luka wajib dilakukan untuk mempercepat proses penyembuhan, seperti misalnya menggunakan sikat gigi yang halus, obat kumur yang mengandung clo rhexsidin, dan dibantu dengan vitamin. Gusi berdarah mer upakan pe nyebab awal terjadinya sakit gigi atau dikarenakan adanya gigi berlubang. Gusi berd arah disebab kan oleh ban yak faktor. Bisa karena kesalahan menggosok gigi yang terlalu keras dan mendorong sikat gigi melewati
mulai menikmati hal-hal seksual secara sadar. Ka l a u d i t e l u s u r i l a g i a d a tahapan fase-fase sensasi seksual yang berbeda di tahapan perkem bangan manusia. Usia baru lahir sampai dua tahun, sensasi seksu alnya di mulut, sehingga disebut fase oral. Usia 2-3 tahun sensasi seksualnya di dubur, sehingga dis ebut fase anal. Waktu usia 3-5 atau 3-6 tahun sensasi seksualnya di kelamin, yang disebut fase falik, seringkali tanpa disadari dan tanpa dipahami dengan baik. Lalu 6-11 tahun adalah fase laten di mana si anak tidak fokus dengan sensasi seksual tetapi lebih banyak di area tumbuh kembang fisik dan kognitif (masa sekolah). Usia 12 tahun ke atas sudah masuk fase genital, me masuki perkenalan dan tahapan kehidupan seksual sesungguhnya yang ditandai dengan adanya tanda-tanda pubertas, dan sensasi seksual sudah dinikmati di organorgan seksnya secara sadar. Lalu, kali ini, bagaimana me nyikapi pertanyaan seorang anak belasan tahun yang bertanya tentang ciuman? Ini sebenarnya juga menjadi bekal buat guru dan orangtua. Karena sebenarnya relatif mudah mengatasi situasi seperti ini. Asal tidak usah panik dan terkejut berlebihan, karena sesungguhnya harus bersyukur si anak mau bertanya kepada orang dewasa. Itu yang pertama yang
batas garis gusi, sehingga melukai gusi dan gusi mengalami peradangan. Selain kesalahan dalam menggosok gigi, gusi berdarah bisa juga disebabkan karena kurang perhatian dalam menjaga keber sihan gigi, juga kebiasaan mencungkil sisa makanan yang terselip dengan gigi menggunakan tusuk gigi. Gusi berdarah yang terus terjadi dapat menyebabkan gingivitis yang diakibatkan penumpukan plak gigi dari sisa makanan, atau kebi asaan mencungkil sisa makanan di antara gusi dan gigi.
harus ditunjukkan. Saat seorang dewasa tampil panik, si anak akan mengalami kebingungan dan berpikir bahwa dia tidak seharus nya menanyakan itu ke orangtua atau gurunya, dan memilih untuk bertanya ke orang lain, ini malah bisa mengundang masalah jika bertanya ke orang yang tidak tepat. Yang kedua, orang dewasa harus mulai berpikir lebih ter buka, bahwa sebenarnya si anak sudah punya banyak informasi, dari berbagai sumber, yang bisa jadi lebih banyak dari guru atau orangtuanya. Saat si anak bertanya kepada guru atau orangtua, sudah seharusnya malah bersyukur, karena si anak mau bertanya halhal sensitif kepadanya, dan hal ini harusnya membuat menjadi senang, karena dari sini artinya guru atau orangtua dipercaya oleh si anak. Yang ketiga, dalam situasi sep erti ini justru yang harus dilakukan adalah bukan dengan memberikan langsung jawaban boleh atau tidak boleh, tetapi dengan men dengarkan dan menanyakan balik terlebih dulu. Sering kali akan menjadi bumerang jika dijawab langsung, misalnya kalau dijawab dengan tidak boleh dan dilarang, maka si anak bisa saja menjawab guru atau orangtuanya tidak gaul dan tahunya melarang saja, yang membuatnya akhirnya mengambil
Mitos: Sariawan di mu lut merupakan pertanda tubuh kekurangan vitamin C Fakta : Sariawan dalam dunia medis disebut dengan aphtous stomatitis. Ada beberapa faktor yang memicu terjadinya sari awan. Di antaranya alergi makanan, menurunnya sistem imun, stres, trauma seperti tergigit yang beru lang-ulang, kurang nutrisi, atau karena obat-obatan tertentu. Bila sariawan terjadi berulang-ulang dan hilang timbul, maka disebut recurrent aph tous stomatitis. Sari awan di mulut sering diidentikkan dengan kekurangan vitamin C. Untuk mencegahnya, perbanyak mengonsumsi makanan berserat sep erti sayur dan buah agar tubuh mendapatkan asupan nutrisi yang dibutuhkan tu buh. –Inten Indrawati jarak bahkan menutup diri dari pertanyan-pertanyaan seksuali tas yang sensitif. Demikian juga bila dijawab dengan kata boleh, jangan-jangan si anak akan “pam er“ kemana-mana, bilang bahwa gurunya sudah membolehkan dia dan teman-teman seumurannya untuk melakukan ciuman, dan kabar bisa menyebar kemanamana dengan cepat. Jadi sebenar nya, cukup dibalikkan dengan pertanyaan lagi, seperti, ”Menu rut kamu sendiri, bagaimana? Apa sudah boleh?” Maka saat itu juga akhirnya guru atau orangtua menjadi pendengar yang baik, sekaligus mendengar pemaha man dan persepsi si anak tentang aktivitas ciuman, syukur-syukur jika si anak memilih bahwa ciu man jangan dulu dilakukan, atau kalau dilakukan sudah tahu mana yang boleh, mana yang tidak boleh, beserta risikonya. Itu semua biarkan si anak yang me nyampaikan terlebih dahulu. Bila si anak belum paham, termasuk tentang risikonya, saat itulah guru atau orangtua memberikan pemahaman baik yang sifatnya normatif, hingga risiko biologis dan kesehatan. Sebenarnya cukup seder hana, semua jadi lega, dan si anak menjadi paham dan senang karena sudah diberikan informasi yang benar langsung dari orang dewasa yang dipercaya.
Kuliner
1 - 7 desember 2014
12
Gathering Indonesian Chef Association
Nikmati Suasana Kekeluargaan di Bali Bird Park
Minggu, 23 November, merupakan hari spesial bagi keluarga besar Indonesian Chef Association (ICA) Bali. Komunitas yang terdiri dari para koki masak profesional, suplayer makanan, dan pencinta serta pemerhati kuliner ini mengadakan family day dan gathering di Bali Bird Park, Gianyar.
1 - 7 desember 2014
Gado-gado Khas Surabaya Siapa yang tak pernah mencicipi gado-gado? Dari namanya saja, sudah terbayang sajian isian makanan ini campur-campur. Benar, gado-gado memang salah satu makanan asal Indonesia berupa sayur-sayuran yang direbus dan dicampur jadi satu dengan bumbu atau saus kacang yang dihaluskan. Umumnya, gado-gado disertai irisan telur rebus, emping dan krupuk.
Rombong dagang gado-gado khas Surabaya milik Ahmad selalu ramai dikunjungi pembeli Direktur Sales and Marketing Bali Bird Park, Herry Erika Sedana
Chef Juliada
Ketua ICA Bali, Komang Adi Arsana
cara menjadi meriah, karena para chef dan keluarganya menikmati suasana alam dan keindahan aneka koleksi burung di taman burung yang sangat terkenal
di Bali ini. Tak hanya para anggota ICA Bali, puluhan awak media turut bergabung dalam acara tersebut, sekaligus menimati sajian makanan istimewa khas Bali olahan chef Putu Juliada.
A
Sebagai pembuka, kata pengantar dari Direktur Sales and Marketing Bali Bird Park, Herry Erika Sedana, yang sangat menyambut baik acara gathering ICA Bali di Bali Bird Park. Menurut chef Juliada, masakan yang tersaji dalam gathering tersebut memang sangat spesial. Menu tradisional Bali menjadi menu favorit, di antaranya, babi guling, la-
war kuwir, be sampi mebasa Bali, sambal sere tabia, lawar nangka dan paku, dan bebek panggang. Acara juga dimeriahkan dengan perayaaan ualng tahun bagi para tamu yang berulangtahun di bulan November, salah satunya Ketua ICA Bali, Komang Adi Arsana. Menurutnya, pertemuan tersebut lebih banyak bersifat kekeluargaan
ajang silaturahmi selain menjelang akhir tahun. Saat gathering, tempat bekerja para chef bergiliran menjadi tuan rumah, dengan tujuan, agar mereka mendapat masukan dari rekan sesama chef lainnya, mengenai rasa dan penyajian makanan. “Dalam acara gathering kami bisa juga berbagi ilmu satu sama lain,” tutur Chef Adi Arsana. -Wirati Astiti
D
emikian halnya dengan gado-gado khas khas Surabaya yang dijual Ahmad Safei (33). Laki-laki asal Jember, Jawa Timur ini sudah bertahun-tahun berjualan gado-gado di tanah kelahirannya. Sejak hijrah ke Denpasar, Bali tahun 1999, ia pun meneruskan jualannya di pulau dewata ini. Tahun 2000, Ahmad berkeliling di seputaran Jalan Teuku Umar Denpasar menjajakan dagangannya, hingga akhirnya Ahmad menemukan temapat yang strategis sebagai tempat mangkal tetapnya, yakni di
Oleh-oleh Bali Mr. Bali Crab
A
nda penyuka makanan kepiting? Kini sudah ada spesial menu k epiting krispi dari Mr. Bali Crab. Tampilannya sungguh spesial, karena bisa disajikan sebagai oleh-oleh khas Bali. Menurut General Manager Putu Darmana, bahan baku kepiting ini adalah kepiting soka dengan cangkang yang sangat lunak. Diolah dengan standar berkelas racikan chef profesional. Bahan baku didatangkan dari Tarakan, Kalimantan. “Ketika dibalur tepung dan digoreng, kepiting krispi
bisa dimakan sampai habis, tanpa tulang,” kata Darmana. Anda tidak percaya? Coba saja, makan kepiting krispi Mr. Bali Crab ini. Tersaji dalam satu kotak dengan dua buah daging kepiting goreng de ngan berat 80 gram. Tak ketinggalan sambal spesial pendampingnya, ada manis dan pedas. Tinggal pilih, mau yang mana. Menu unik ini bisa Anda dapatkan di Rai Restaurant Seafood and Water Sport Tanjung Benoa, yang diluncurkan Senin (24/11). Menurut Putu Darmana, kepiting
krispi Mr. Bali Crab sedang digagas untuk menjadi oleh-oleh khas Bali. “Kini, makan daging kepiting tak lagi harus mahal. Dengan harga yang standar, enak dan spesial, menu kepiting krispi Mr. Bali Crab ini cocok sekali dijadikan bekal para tamu yang melakukan olahraga air (water sport), dan juga oleh-oleh khas dari Bali. Karena itu, kami buka di Tanjung Benoa. Rencana kami akan buka juga di Kuta. Tak usah khawatir harga tetap sesuai kantong,” kata Darmana. –Wirati Astiti
Jalan Serma Made Pil, Denpasar. “Sekitar 10 tahun lalu, ketika berjualan keliling, di tempat ini yang paling lama berhenti karena banyak pembelinya. Jadinya, saya tetapkan mangkal di sini saja,” ujarnya. Kawasan sekolah Santo Yoseph Denpasar ini memang cukup ramai, terutama siang menjelang jam pulang sekolah. Beberapa pedagang makanan rombong berjejer di sisi timur Jalan Serma Made Pil, termasuk rombong gado-gado Ahmad. Ia biasanya datang sekitar pukul 10.00. Meski belum waktunya pulang sekolah, ada saja murid atau
para orangtua murid, bahkan orang luar yang datang membeli gadogadonya. Seperti siang itu, baru saja buka, Ahmad sudah menerima 10 pesanan gado-gado yang akan diambil jam 11.00. Dengan serta merta ia menjejerkan kertas nasi yang peletakannya diatur sedemikian rupa agar bisa berjejer 10. Setelah siap, dengan cekatan ia mengisi satu-persatu isian gado-gado tersebut, mulai dari sayur toge dan kol, irisan lontong, kentang rebus, tahu, mentimun, dan selada. Setelah semuanya terisi, kemudian dibungkus. Pembelian gado-gado yang dibungkus, bumbu dipisahkan dengan sayurannya. Demikian juga emping dan krupuk. Kecuali jika gado-gado dimakan di tempat, baru sayuran dan bumbunya dicampur, dan di atasnya ditaburi emping dan krupuk. Dari rumah, Ahmad mengaku sudah mempersiapkan emping dan krupuk yang sudah dibungkusbungkus, demikian juga dengan bumbu. “Kalau tidak begitu, bisa menghabiskan waktu setengah jam untuk menyiapkan 10 porsi gado-gado,” ungkap Ahmad kepada salah seorang pelanggannya, Dewi (36) yang saat itu juga memesan 10 bungkus gado-gado. Dewi yang
Ga do -ga do kh as Su rab aya sejak kecil memang suka gadogado, mengaku dari sekian banyak gado-gado yang pernah dicicipinya, gado-gado khas Surabaya buatan Ahmad inilah yang paling enak. “Saya sudah jadi pelanggan sejak 9 tahun lalu, saat hamil anak kedua saya,” ucapnya tersenyum. Ketika gadogado ini dipakainya oleh-oleh untuk anak, suami, orangtua, dan temantemannya, semua mengatakan enak. Cita rasa yang berada pada bumbunya ini sangat pas di lidah. Ahmad mengatakan tak ada yang spesial dari bumbu racikannya, sama seperti bumbu gado-gado lain pada umumnya. Untuk satu kali berjualan dengan kurang lebih 80 porsi, ia membutuhkan 4 kg kacang tanah yang digoreng sebagai bahan utama bumbu. Kacang tanah goreng ini diblender dicampur dengan gula merah, bawang putih, garam
secukupnya, dan cabe besar untuk memberikan warna cerah pada bumbu, kemudian ditumis. Bumbu kacang inilah yang kemudian disiram di atas sayuran tadi, yang di atasnya lalu ditaburi emping dan krupuk. “Ini kalau langsung dimakan di tempat. Dan, kalau mau lebih enak, pakai krupuk udang,” ujar Ahmad yang mengaku jika untuk berjualan dengan harga Rp 8.000 per porsi seperti gado-gado yang dijualnya, memakai krupuk udang terbilang mahal. Dagangan Ahmad ini rata-rata habis pukul 15.30. Lalu, apakah sayur yang direbusnya tidak basi, terutama toge? Dari pemgalaman pribadinya, rupanya Ahmad punya trik agar sayurannya tak basi. “Toge dan kol saya jadikan satu, sehingga ada celah rongga. Dulu saat toge saya rebus sendiri, cepat basi,” tandasnya. –Inten Indrawati
Oseng-oseng Rorjuk
Sarwan
Salad Buah
Bahan: 1 buah 1 buah 1 buah 50 gr 100 ml 100 gr 1 sdm
: apel merah, potong dadu : pir, potong dadu : jambu mente, potong dadu : keju parut : susu kental manis : mayones : madu
Cara Membuat: - Campur semua bahan dalam gelas saji, lalu dinginkan dalam kulkas selama 30 menit. - Campur susu, mayones dan madu jadi satu, lalu dinginkan. - Siap untuk dihidangkan dengan irisan buah dan taburi dengan keju parut. - Hias dengan irisan anggur merah belah jadi dua.
General Manager Putu Darmana (kedua dari kiri)
13
Bahan: 1 kg : rorjuk yang sudah dibersihkan 7 buah : bawang merah, iris halus 4 siung : bawang putih, iris halus 2 ruas : jari jahe, memarkan 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 2 batang : bawang pre, cincang kasar 10 cabe : rawit, cincang kasar 2 buah : cabe merah besar, cincang kasar 1 sdt : lada halus 2 sdm : kecap manis 3 sdm : saus tiram 75 ml : air 2 sdm : margarin Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya Cara Membuat: - Panaskan margarin, tumis irisan bawang merah dan bawang putih hingga harum. - Masukkan irisan bawang pre, jahe, lengkuas dan rorjuk, aduk hingga tercampur merata. - Masukkan air serta bumbu-bumbu lainnya, lalu aduk-aduk lagi hingga mendidih dan matang. Diamkan selama 10 menit atau hingga rorjuk matang dan siap untuk disajikan dengan taburan bawang putih goreng di atasnya.
Mie Soto Ampela Ati Bahan: 500 gr : mi ayam yang siap saji 150 gr : ampela ati, bersihkan 100 gr : ayam fille 1 iket : sawi hijau rebus 2 lbr : daun jeruk 1 ruas : jari lengkuas 1 batang : serai, memarkan 1 batang : bawang pre, potong kecil-kecil 800 ml : air Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya Bumbu yang dihaluskan: 7 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 3 butir : kemiri sangrai 1 ruas : jari kunyit bakar 1 ruas : jari jahe
Cara Membuat: - Tumis bumbu hingga harum. Rebus air dalam panic, masukkan semua bahan jadi satu bersama bumbu-bumbu lainya (selain mi). Masak hingga mendidih dan bumbu meresap, lalu siap dihidangkan dengan bahan mi. - Tata mi ke dalam mangkok dan hiasi dengan sawi hijau, lalu siram dengan kuah soto, ampela ati dan ayam. Irisan menurut selera - Siap untuk dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng. Bisa juga dihidangkan dengan sambal cabe atau saus cabe yang siap pakai.
Kuliner
1 - 7 desember 2014
12
Gathering Indonesian Chef Association
Nikmati Suasana Kekeluargaan di Bali Bird Park
Minggu, 23 November, merupakan hari spesial bagi keluarga besar Indonesian Chef Association (ICA) Bali. Komunitas yang terdiri dari para koki masak profesional, suplayer makanan, dan pencinta serta pemerhati kuliner ini mengadakan family day dan gathering di Bali Bird Park, Gianyar.
1 - 7 desember 2014
Gado-gado Khas Surabaya Siapa yang tak pernah mencicipi gado-gado? Dari namanya saja, sudah terbayang sajian isian makanan ini campur-campur. Benar, gado-gado memang salah satu makanan asal Indonesia berupa sayur-sayuran yang direbus dan dicampur jadi satu dengan bumbu atau saus kacang yang dihaluskan. Umumnya, gado-gado disertai irisan telur rebus, emping dan krupuk.
Rombong dagang gado-gado khas Surabaya milik Ahmad selalu ramai dikunjungi pembeli Direktur Sales and Marketing Bali Bird Park, Herry Erika Sedana
Chef Juliada
Ketua ICA Bali, Komang Adi Arsana
cara menjadi meriah, karena para chef dan keluarganya menikmati suasana alam dan keindahan aneka koleksi burung di taman burung yang sangat terkenal
di Bali ini. Tak hanya para anggota ICA Bali, puluhan awak media turut bergabung dalam acara tersebut, sekaligus menimati sajian makanan istimewa khas Bali olahan chef Putu Juliada.
A
Sebagai pembuka, kata pengantar dari Direktur Sales and Marketing Bali Bird Park, Herry Erika Sedana, yang sangat menyambut baik acara gathering ICA Bali di Bali Bird Park. Menurut chef Juliada, masakan yang tersaji dalam gathering tersebut memang sangat spesial. Menu tradisional Bali menjadi menu favorit, di antaranya, babi guling, la-
war kuwir, be sampi mebasa Bali, sambal sere tabia, lawar nangka dan paku, dan bebek panggang. Acara juga dimeriahkan dengan perayaaan ualng tahun bagi para tamu yang berulangtahun di bulan November, salah satunya Ketua ICA Bali, Komang Adi Arsana. Menurutnya, pertemuan tersebut lebih banyak bersifat kekeluargaan
ajang silaturahmi selain menjelang akhir tahun. Saat gathering, tempat bekerja para chef bergiliran menjadi tuan rumah, dengan tujuan, agar mereka mendapat masukan dari rekan sesama chef lainnya, mengenai rasa dan penyajian makanan. “Dalam acara gathering kami bisa juga berbagi ilmu satu sama lain,” tutur Chef Adi Arsana. -Wirati Astiti
D
emikian halnya dengan gado-gado khas khas Surabaya yang dijual Ahmad Safei (33). Laki-laki asal Jember, Jawa Timur ini sudah bertahun-tahun berjualan gado-gado di tanah kelahirannya. Sejak hijrah ke Denpasar, Bali tahun 1999, ia pun meneruskan jualannya di pulau dewata ini. Tahun 2000, Ahmad berkeliling di seputaran Jalan Teuku Umar Denpasar menjajakan dagangannya, hingga akhirnya Ahmad menemukan temapat yang strategis sebagai tempat mangkal tetapnya, yakni di
Oleh-oleh Bali Mr. Bali Crab
A
nda penyuka makanan kepiting? Kini sudah ada spesial menu k epiting krispi dari Mr. Bali Crab. Tampilannya sungguh spesial, karena bisa disajikan sebagai oleh-oleh khas Bali. Menurut General Manager Putu Darmana, bahan baku kepiting ini adalah kepiting soka dengan cangkang yang sangat lunak. Diolah dengan standar berkelas racikan chef profesional. Bahan baku didatangkan dari Tarakan, Kalimantan. “Ketika dibalur tepung dan digoreng, kepiting krispi
bisa dimakan sampai habis, tanpa tulang,” kata Darmana. Anda tidak percaya? Coba saja, makan kepiting krispi Mr. Bali Crab ini. Tersaji dalam satu kotak dengan dua buah daging kepiting goreng de ngan berat 80 gram. Tak ketinggalan sambal spesial pendampingnya, ada manis dan pedas. Tinggal pilih, mau yang mana. Menu unik ini bisa Anda dapatkan di Rai Restaurant Seafood and Water Sport Tanjung Benoa, yang diluncurkan Senin (24/11). Menurut Putu Darmana, kepiting
krispi Mr. Bali Crab sedang digagas untuk menjadi oleh-oleh khas Bali. “Kini, makan daging kepiting tak lagi harus mahal. Dengan harga yang standar, enak dan spesial, menu kepiting krispi Mr. Bali Crab ini cocok sekali dijadikan bekal para tamu yang melakukan olahraga air (water sport), dan juga oleh-oleh khas dari Bali. Karena itu, kami buka di Tanjung Benoa. Rencana kami akan buka juga di Kuta. Tak usah khawatir harga tetap sesuai kantong,” kata Darmana. –Wirati Astiti
Jalan Serma Made Pil, Denpasar. “Sekitar 10 tahun lalu, ketika berjualan keliling, di tempat ini yang paling lama berhenti karena banyak pembelinya. Jadinya, saya tetapkan mangkal di sini saja,” ujarnya. Kawasan sekolah Santo Yoseph Denpasar ini memang cukup ramai, terutama siang menjelang jam pulang sekolah. Beberapa pedagang makanan rombong berjejer di sisi timur Jalan Serma Made Pil, termasuk rombong gado-gado Ahmad. Ia biasanya datang sekitar pukul 10.00. Meski belum waktunya pulang sekolah, ada saja murid atau
para orangtua murid, bahkan orang luar yang datang membeli gadogadonya. Seperti siang itu, baru saja buka, Ahmad sudah menerima 10 pesanan gado-gado yang akan diambil jam 11.00. Dengan serta merta ia menjejerkan kertas nasi yang peletakannya diatur sedemikian rupa agar bisa berjejer 10. Setelah siap, dengan cekatan ia mengisi satu-persatu isian gado-gado tersebut, mulai dari sayur toge dan kol, irisan lontong, kentang rebus, tahu, mentimun, dan selada. Setelah semuanya terisi, kemudian dibungkus. Pembelian gado-gado yang dibungkus, bumbu dipisahkan dengan sayurannya. Demikian juga emping dan krupuk. Kecuali jika gado-gado dimakan di tempat, baru sayuran dan bumbunya dicampur, dan di atasnya ditaburi emping dan krupuk. Dari rumah, Ahmad mengaku sudah mempersiapkan emping dan krupuk yang sudah dibungkusbungkus, demikian juga dengan bumbu. “Kalau tidak begitu, bisa menghabiskan waktu setengah jam untuk menyiapkan 10 porsi gado-gado,” ungkap Ahmad kepada salah seorang pelanggannya, Dewi (36) yang saat itu juga memesan 10 bungkus gado-gado. Dewi yang
Ga do -ga do kh as Su rab aya sejak kecil memang suka gadogado, mengaku dari sekian banyak gado-gado yang pernah dicicipinya, gado-gado khas Surabaya buatan Ahmad inilah yang paling enak. “Saya sudah jadi pelanggan sejak 9 tahun lalu, saat hamil anak kedua saya,” ucapnya tersenyum. Ketika gadogado ini dipakainya oleh-oleh untuk anak, suami, orangtua, dan temantemannya, semua mengatakan enak. Cita rasa yang berada pada bumbunya ini sangat pas di lidah. Ahmad mengatakan tak ada yang spesial dari bumbu racikannya, sama seperti bumbu gado-gado lain pada umumnya. Untuk satu kali berjualan dengan kurang lebih 80 porsi, ia membutuhkan 4 kg kacang tanah yang digoreng sebagai bahan utama bumbu. Kacang tanah goreng ini diblender dicampur dengan gula merah, bawang putih, garam
secukupnya, dan cabe besar untuk memberikan warna cerah pada bumbu, kemudian ditumis. Bumbu kacang inilah yang kemudian disiram di atas sayuran tadi, yang di atasnya lalu ditaburi emping dan krupuk. “Ini kalau langsung dimakan di tempat. Dan, kalau mau lebih enak, pakai krupuk udang,” ujar Ahmad yang mengaku jika untuk berjualan dengan harga Rp 8.000 per porsi seperti gado-gado yang dijualnya, memakai krupuk udang terbilang mahal. Dagangan Ahmad ini rata-rata habis pukul 15.30. Lalu, apakah sayur yang direbusnya tidak basi, terutama toge? Dari pemgalaman pribadinya, rupanya Ahmad punya trik agar sayurannya tak basi. “Toge dan kol saya jadikan satu, sehingga ada celah rongga. Dulu saat toge saya rebus sendiri, cepat basi,” tandasnya. –Inten Indrawati
Oseng-oseng Rorjuk
Sarwan
Salad Buah
Bahan: 1 buah 1 buah 1 buah 50 gr 100 ml 100 gr 1 sdm
: apel merah, potong dadu : pir, potong dadu : jambu mente, potong dadu : keju parut : susu kental manis : mayones : madu
Cara Membuat: - Campur semua bahan dalam gelas saji, lalu dinginkan dalam kulkas selama 30 menit. - Campur susu, mayones dan madu jadi satu, lalu dinginkan. - Siap untuk dihidangkan dengan irisan buah dan taburi dengan keju parut. - Hias dengan irisan anggur merah belah jadi dua.
General Manager Putu Darmana (kedua dari kiri)
13
Bahan: 1 kg : rorjuk yang sudah dibersihkan 7 buah : bawang merah, iris halus 4 siung : bawang putih, iris halus 2 ruas : jari jahe, memarkan 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 2 batang : bawang pre, cincang kasar 10 cabe : rawit, cincang kasar 2 buah : cabe merah besar, cincang kasar 1 sdt : lada halus 2 sdm : kecap manis 3 sdm : saus tiram 75 ml : air 2 sdm : margarin Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya Cara Membuat: - Panaskan margarin, tumis irisan bawang merah dan bawang putih hingga harum. - Masukkan irisan bawang pre, jahe, lengkuas dan rorjuk, aduk hingga tercampur merata. - Masukkan air serta bumbu-bumbu lainnya, lalu aduk-aduk lagi hingga mendidih dan matang. Diamkan selama 10 menit atau hingga rorjuk matang dan siap untuk disajikan dengan taburan bawang putih goreng di atasnya.
Mie Soto Ampela Ati Bahan: 500 gr : mi ayam yang siap saji 150 gr : ampela ati, bersihkan 100 gr : ayam fille 1 iket : sawi hijau rebus 2 lbr : daun jeruk 1 ruas : jari lengkuas 1 batang : serai, memarkan 1 batang : bawang pre, potong kecil-kecil 800 ml : air Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya Bumbu yang dihaluskan: 7 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 3 butir : kemiri sangrai 1 ruas : jari kunyit bakar 1 ruas : jari jahe
Cara Membuat: - Tumis bumbu hingga harum. Rebus air dalam panic, masukkan semua bahan jadi satu bersama bumbu-bumbu lainya (selain mi). Masak hingga mendidih dan bumbu meresap, lalu siap dihidangkan dengan bahan mi. - Tata mi ke dalam mangkok dan hiasi dengan sawi hijau, lalu siram dengan kuah soto, ampela ati dan ayam. Irisan menurut selera - Siap untuk dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng. Bisa juga dihidangkan dengan sambal cabe atau saus cabe yang siap pakai.
14
Jelita
1 - 7 Desember 2014
Perawatan Wajah di Akhir Tahun Setiap orang terutama perempuan tentu ingin memiliki kulit sehat, lembab, dan cerah. Apalagi menjelang akhir tahun dan menyambut tahun baru, akan ada banyak acara yang mungkin akan dihadiri. Alangkah bahagianya ketika banyak yang memuji terlihat cantik, berkulit sehat, lebih muda dan segar.
M
enjawab keinginan para perempuan terhadap perawatan kulit yang saat ini semakin kompleks, dan khusunya untuk menyambut tahun baru, Miracle Aesthetic Clinic Denpasar, menyelenggarakan acara “Miracle Year End Salesation” untuk memanjakan para perempuan di Bali. Program ini juga sekaligus menghadirkan bentuk inovasi perawatan terbaru dan rangkaian perawat an lainnya yang aman dengan hasil yang efektif di akhir tahun ini. Menurut Aesthetic Consultant dr. Kadek Dewitini, didampingi Clinik Manager Miracle Aesthetic Clinic Cabang Denpasar Upik Rustiah, untuk persembahan istime wa diakhir tahun sengaja menyuguhkan perawatan terbarunya bernama ‘Miracle Pearl Shine Facial’ . Ini merupakan premium facial dengan bahan dasar utama ekstrak mutiara. Aksesori yang indah bernama mutiara, ternyata memiliki kandungan yang sangat bermanfaat untuk kulit. Dokter Dewi begitu ia biasa disapa menyampaikan kalau kandungan asam amino dan mineral alami mutiara mampu meregenerasi sel kulit, merangsang ko lagen, mengurangi problem pigmentasi serta melindungi kulit kita sinar UVA/UVB. Selain itu bisa juga mencegah pemben tukan tanda penuaan dini, diantaranya kerutan halus pada wajah. Perawatan ini, katanuya sangat bermanfaat memberikan solusi untuk problem kulit kusam, keriput halus, mengurangi garis-garis ekspresi dan mengatasi penuaan kulit . Miracle Pearl Shine Facial, juga dapat dilakukan setelah melakukan perawatan Miracle Dermal Filler untuk mempertahan kan efek filler- nya. “Kelebihan facial ini adalah treatment-nya dapat dikombinasi kan dengan perawatan jenis lainnya ,” ujar dokter Dewi ditemui saat acara “Miracle Year End Salesation” di Miracle Aesthetic
Clinic Denpasar di kawasan Jalan Letda Tantular, Renon, Denpasar pekan lalu. Perawatan Miracle Pearl Shine Facial ini, lanjut dokter Dewi mengandung beberapa bahan aktif seperti peptide complex yang mampu membantu mengurangi garis-garis kerutan di wajah. Ada juga hyaluronic concentrate (wrinkle filler) juga berfungsi untuk mengurangi keriput halus dan garisgaris ekspresi. Berikutnya pembaluran regenerating mask , yang mengandung ekstrak mutiara untuk melembutkan dan mencerahkan wajah. Perawatan Miracle Pearl Shine Facial ini biasanya dilakukan sekitar 90 menit, dengan jarak pengulangan perawatan setiap dua minggu sampai dengan satu bulan. “Hasil yang akan didapatkan setelah melakukan perawatan ini secara teratur adalah wajah yang bebas dari tanda-tanda penuaan, lebih bersih, cerah,lembab, kecang alamai dan terasa lebih lembut,” ucapnya.
Selain itu, katanya ada pilihan berupa Miracle Baby Shine, yang merupakan rangkaian kombinasi perawatan, yang diciptakan khusus untuk membuat kulit wajah lebih lembab, lembut, kenyal dan kencang bagaikan kulit bayi. Miracle Baby Shine juga dapat untuk mengatasi kulit kering, kulit kusam, kerutan halus akibat dehidrasi, poripori besar serta kulit yang mulai kehilangan elastisitasnya Perawatan ini menggunakan serum khusus dan mesin bertek nologi iontophoresis yang ber guna untuk mencerahkan , me lembabkan dan mengencangkan kulit. “Dalam satu kali perawatan diperoleh beberapa manfaat sekaligus,”cetus dokter Dewi. Wajah Panjang dan Tirus Untuk melengkapi persiapan penampi lan wajah menjadi lebih cantik di tahun
baru nanti, bagi mereka yang ingin membentuk bagian bawah wajah men jadi lebih panjang dan tirus, sebagaimana yang banyak dilakukan para aktris dan sosialita di Ibu Kota. Di sini dokter Dewi menyampaikan untuk memilih perawatan Miracle Chin Beauty. “Hasilnya sangat luar biasa. Bukan hanya langsung terlihat tetapi juga tahan lama,” katanya dengan senyum ramahnya. Miracle Chin Beauty ini, dikatakannya merupakan kombinasi perawatan yang melengkapi seri perawa tan Miracle Eye Beauty Perfection dan Miracle Nose Beauty Perfection, yang bakal membentuk wajah menjadi V-Shape, yakni membuat dagu menjadi lebih indah dan ideal se suai dengan harmoni dan keseimbangan bagian wa jah lainnya. Berikutnya dokter
Dewi menyampaikan, kalau selain tiga perawatan tersebut, ada tambahan pro gram yang dapat menjadikan wajah VShape lebih terbentuk tegas, yakni Miracle Barby 3D Lift. Ini merupakan perawatan medis dengan menggunakan dua jenis benang PDO (polydioxanone) generasi terbaru yang memiliki daya cengkram pada kulit lebih kuat. “Dua jenis benang PDO ini sangat unik karena yang satunya memiliki ‘barb’ yang memberikan efek tarikan pada kulit, dipadu dengan benang PDO berpilin, sehingga mampu mem berikan efek pengencangan (lifting) pada bagian tengah dan bawah wajah,” papar dokter Dewi. ‘’Hasilnya, akan lebih menegaskan bentuk V pada wajah. Benang PDO generasi terbaru ini lebih mudah diserap oleh jaringan kulit sehingga hasilnya dapat langsung terlihat sangat prima dengan efek pengencangan kulit nampak natural,” ucapnya di sela-sela acara demo sekaligus menyemarakkan ‘’Year End Salesation’’ yang berlangsung 21-23 November dan 28-30 November 2014 ini. – Sri Ardhini
Mitos
1 - 7 Desember 2014
11
Scalling Tipiskan Gigi?
M
enjaga kesehatan gigi dan mulut, wajib hukumnya. Karena jika tidak, akan menjadi sarang kuman. Perawatan gigi dianjurkan dilakukan secara berkala. Namun, masih ada kekhawatiran masyarakat akan tindakan-tindakan dalam perawatan tersebut. Berikut penjelasan drg. Dewa Ayu Wulandari yang praktik di Kamandhani Dental Care dan di Klinik Kecantikan House of Dura Bali. Mitos: Pembersihan karang gigi (scalling) membuat gigi tipis Fakta: Tidak benar. Scaler adalah alat untuk membersihkan karang gigi memiliki ujung meruncing dengan getaran yang sangat tinggi. Alat ini hanya mampu menghancurkan karang gigi namun tidak memiliki kemampuan untuk menghancurkan atau mengikis permukaan email gigi.
berbeda. Anda dapat membersihkan karang gigi setiap 3 bulan dan bahkan 6 bulan sekali. Namun, dengan memer iksakan gigi secara periodik seperti 6 bulan sekali merupakan hal yang sangat disarankan oleh praktisi kesehatan gigi. Tidak hanya membersihkan karang gigi, Anda dapat memeriksakan kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan.
Mitos: Makanan dari sisa-sisa cokelat atau makanan manis-manis yang masih menempel, bisa menyebabkan karang gigi Fakta: Tidak. Tetapi, jika Anda tidak menyikat gigi atau setidaknya berkumur setiap kali setelah makan cokelat, Anda berisiko lebih tinggi untuk mendapat kan kerusakan gigi.
Mitos: Pencabutan gigi atas, bisa mempengaruhi penglihatan atau me nyebabkan kebutaan Fakta: Saraf yang ada di gigi-geligi atas berbeda dengan saraf mata. Bila seseorang sakit gigi karena gigi berlubang pada gigi atas, penjalaran infeksinya memang dapat mencapai pipi hingga mata, namun pencabutan gigi atas tidak menyebabkan kebutaan.
Mitos: Pembersihan karang gigi bisa dilakukan tiap 6 bulan Fakta: Masing-masing individu memiliki tingkat asam-basa mulut yang
Mitos: Penggunaan obat kumur se tiap hari bisa menggantikan menyikat gigi untuk menghilangkan plak dan mencegah bau mulut
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
Apakah Boleh Ciuman? “Dok, saya seorang guru BP di sebuah SMP. Saya sangat terkejut dan panik sekali, saat minggu lalu anak murid saya yang berusia 13 tahun, masih duduk di kelas 2 SMP, bertanya kepada saya tentang apakah yang seumuran dia sudah boleh berciuman? Saya tunda buat menjawabnya, karena saya memang tidak siap menjawabnya. Anak saya di rumah juga seusia ini, kalau dia juga nanya, mungkin saya juga bingung. Bisa bantu saya bagaimana menjawabnya, Dok” (Rani, 38 thn) Rupanya kepanikan untuk menjawab hal-hal sensitif sep erti ini hampir dialami oleh sebagian besar orang dewasa. Sebenarnya merasa bingung dan panik berlebihan tentu saja tidak baik untuk ditunjukkan, terlebih dengan sikap yang emosional, di hadapan anak atau remaja yang
sedang bertanya seputar seksuali tas. Keingintahuan seorang anak tentang seksualitasnya di usia ini sebenarnya perlu disikapi dengan tenang dan bijak. Terlebih di usia 13, adalah usia di mana seorang anak ada di fase genital, di fase nya yang memang sudah mulai mengalami paparan seksual dan
Fakta: Obat kumur hanya efektif da lam jangka waktu yang pendek. Malahan, pemilihan obat kumur harus dilakukan secara hati-hati, karena obat kumur berbahan dasar alkohol yang justru memperberat bau mulut bila digunakan secara berlebihan. Alkohol mampu me nyebabkan mulut menjadi kering. Mitos: Bila gusi berdarah, sebaiknya daerah tersebut jangan disikat dulu biar tidak makin parah Fakta: Membersih kan daerah yang luka wajib dilakukan untuk mempercepat proses penyembuhan, seperti misalnya menggunakan sikat gigi yang halus, obat kumur yang mengandung clo rhexsidin, dan dibantu dengan vitamin. Gusi berdarah mer upakan pe nyebab awal terjadinya sakit gigi atau dikarenakan adanya gigi berlubang. Gusi berd arah disebab kan oleh ban yak faktor. Bisa karena kesalahan menggosok gigi yang terlalu keras dan mendorong sikat gigi melewati
mulai menikmati hal-hal seksual secara sadar. Ka l a u d i t e l u s u r i l a g i a d a tahapan fase-fase sensasi seksual yang berbeda di tahapan perkem bangan manusia. Usia baru lahir sampai dua tahun, sensasi seksu alnya di mulut, sehingga disebut fase oral. Usia 2-3 tahun sensasi seksualnya di dubur, sehingga dis ebut fase anal. Waktu usia 3-5 atau 3-6 tahun sensasi seksualnya di kelamin, yang disebut fase falik, seringkali tanpa disadari dan tanpa dipahami dengan baik. Lalu 6-11 tahun adalah fase laten di mana si anak tidak fokus dengan sensasi seksual tetapi lebih banyak di area tumbuh kembang fisik dan kognitif (masa sekolah). Usia 12 tahun ke atas sudah masuk fase genital, me masuki perkenalan dan tahapan kehidupan seksual sesungguhnya yang ditandai dengan adanya tanda-tanda pubertas, dan sensasi seksual sudah dinikmati di organorgan seksnya secara sadar. Lalu, kali ini, bagaimana me nyikapi pertanyaan seorang anak belasan tahun yang bertanya tentang ciuman? Ini sebenarnya juga menjadi bekal buat guru dan orangtua. Karena sebenarnya relatif mudah mengatasi situasi seperti ini. Asal tidak usah panik dan terkejut berlebihan, karena sesungguhnya harus bersyukur si anak mau bertanya kepada orang dewasa. Itu yang pertama yang
batas garis gusi, sehingga melukai gusi dan gusi mengalami peradangan. Selain kesalahan dalam menggosok gigi, gusi berdarah bisa juga disebabkan karena kurang perhatian dalam menjaga keber sihan gigi, juga kebiasaan mencungkil sisa makanan yang terselip dengan gigi menggunakan tusuk gigi. Gusi berdarah yang terus terjadi dapat menyebabkan gingivitis yang diakibatkan penumpukan plak gigi dari sisa makanan, atau kebi asaan mencungkil sisa makanan di antara gusi dan gigi.
harus ditunjukkan. Saat seorang dewasa tampil panik, si anak akan mengalami kebingungan dan berpikir bahwa dia tidak seharus nya menanyakan itu ke orangtua atau gurunya, dan memilih untuk bertanya ke orang lain, ini malah bisa mengundang masalah jika bertanya ke orang yang tidak tepat. Yang kedua, orang dewasa harus mulai berpikir lebih ter buka, bahwa sebenarnya si anak sudah punya banyak informasi, dari berbagai sumber, yang bisa jadi lebih banyak dari guru atau orangtuanya. Saat si anak bertanya kepada guru atau orangtua, sudah seharusnya malah bersyukur, karena si anak mau bertanya halhal sensitif kepadanya, dan hal ini harusnya membuat menjadi senang, karena dari sini artinya guru atau orangtua dipercaya oleh si anak. Yang ketiga, dalam situasi sep erti ini justru yang harus dilakukan adalah bukan dengan memberikan langsung jawaban boleh atau tidak boleh, tetapi dengan men dengarkan dan menanyakan balik terlebih dulu. Sering kali akan menjadi bumerang jika dijawab langsung, misalnya kalau dijawab dengan tidak boleh dan dilarang, maka si anak bisa saja menjawab guru atau orangtuanya tidak gaul dan tahunya melarang saja, yang membuatnya akhirnya mengambil
Mitos: Sariawan di mu lut merupakan pertanda tubuh kekurangan vitamin C Fakta : Sariawan dalam dunia medis disebut dengan aphtous stomatitis. Ada beberapa faktor yang memicu terjadinya sari awan. Di antaranya alergi makanan, menurunnya sistem imun, stres, trauma seperti tergigit yang beru lang-ulang, kurang nutrisi, atau karena obat-obatan tertentu. Bila sariawan terjadi berulang-ulang dan hilang timbul, maka disebut recurrent aph tous stomatitis. Sari awan di mulut sering diidentikkan dengan kekurangan vitamin C. Untuk mencegahnya, perbanyak mengonsumsi makanan berserat sep erti sayur dan buah agar tubuh mendapatkan asupan nutrisi yang dibutuhkan tu buh. –Inten Indrawati jarak bahkan menutup diri dari pertanyan-pertanyaan seksuali tas yang sensitif. Demikian juga bila dijawab dengan kata boleh, jangan-jangan si anak akan “pam er“ kemana-mana, bilang bahwa gurunya sudah membolehkan dia dan teman-teman seumurannya untuk melakukan ciuman, dan kabar bisa menyebar kemanamana dengan cepat. Jadi sebenar nya, cukup dibalikkan dengan pertanyaan lagi, seperti, ”Menu rut kamu sendiri, bagaimana? Apa sudah boleh?” Maka saat itu juga akhirnya guru atau orangtua menjadi pendengar yang baik, sekaligus mendengar pemaha man dan persepsi si anak tentang aktivitas ciuman, syukur-syukur jika si anak memilih bahwa ciu man jangan dulu dilakukan, atau kalau dilakukan sudah tahu mana yang boleh, mana yang tidak boleh, beserta risikonya. Itu semua biarkan si anak yang me nyampaikan terlebih dahulu. Bila si anak belum paham, termasuk tentang risikonya, saat itulah guru atau orangtua memberikan pemahaman baik yang sifatnya normatif, hingga risiko biologis dan kesehatan. Sebenarnya cukup seder hana, semua jadi lega, dan si anak menjadi paham dan senang karena sudah diberikan informasi yang benar langsung dari orang dewasa yang dipercaya.
Bugar
10
1 - 7 desember 2014
Mungkin Anda sudah pernah mendengar tentang hemodialisa atau yang lebih dikenal awam dengan cuci darah. Tapi apa sebenarnya hemodialisa itu? Bagaimana proses hemodialisa sebenarnya? Amankah untuk dilakukan terus menerus? Apa itu hemodialisa? Hemodialisa adalah metode pencucian darah dengan membuang cairan berlebih dan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh melalui alat dialysis untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak. Kapan saya harus melakukan hemodialisa? Hemodialisa dilakukan bila ginjal Anda sudah tidak mampu melaksanakan fungsinya atau biasa disebut dengan gagal ginjal. Gagal ginjal dapat dibagi dua yaitu gagal ginjal akut dimana fungsi ginjal terganggu untuk sementara waktu sehingga hemodialisa dilakukan hanya hingga fungsi ginjal membaik dan gagal ginjal kronis dimana fungsi ginjal rusak secara permanen akibatnya hemodialisa harus dilakukan seumur hidupnya.
Mengapa hemodialisa ini penting? Ginjal merupakan organ vital yang berfungsi membersihkan darah kita dari cairan berlebih, zat-zat sisa yang berbahaya dan elektrolit berlebih. Ginjal juga berfungsi menghasilkan hormone yang penting dalam proses metabolisme tubuh dan merangsang pembentuk sel darah merah. Jika ginjal ini rusak maka bisa dibayangkan bahayanya bagi tubuh kita bahkan bisa menyebabkan kematian akibat menumpuknya cairan dan zat berbahaya dalam tubuh, karena itulah hemodialisa harus dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjal tersebut. Bagaimana hemodialisa bekerja? Pertama kita harus mempersiapkan pembuluh darah sebagai
dr. Benny Arthawibawa, Sp.PD
akses masuknya selang dari alat dialysis. Pembuluh darah yang digunakan ada dua yaitu arteri sebagai akses keluarnya darah kotor ke dalam mesin dan vena sebagai jalan masuknya darah bersih dari mesin ke dalam tubuh. Melalui jarum maka selang dimasukkan ke dalam pembuluh darah. Biasanya Anda akan diberikan bius lokal untuk mengurangi nyerinya. Pembuluh darah yang digunakan biasanya yang berukuran besar misalnya di daerah pangkal paha, daerah lengan dll. Pembuluh darah ini akan digunakan secara bergantian untuk mencegah mengerasnya pembuluh darah yang akhirnya nanti tidak bisa digunakan kembali. Tentu Anda akan bertanya, bagaimana dengan orang yang harus melakukan hemodialisa seumur hidupnya, apakah tidak ada cara yang lebih praktis?. Anda tidak perlu khawatir, karena ada cara baru untuk membuat akses yang permanen bagi pembuluh darah yaitu dengan membuat anatomosis antara arteri dan vena yang biasa disebut dengan Cimino-Breschia fistula atau dengan menghubungkan arteri dengan vena lewat pembuluh darah tambahan (graft). Daerah yang
dipilih biasanya pembuluh darah di lengan bawah. Dengan cimino, Anda hanya perlu menggunakan satu akses setiap kali melakukan hemodialisa hanya saja Anda perlu menunggu 2-6 minggu hingga luka operasi sembuh dan cimino bisa digunakan. Cimino ini bisa bertahan selama 3 tahun untuk kemudian harus dicari pembuluh darah yang lain. Setelah akses didapatkan, maka proses hemodialisa akan dilakukan. Hemodialisa dilakukan dengan alat yang disebut dialyzer. Mesin akan memompa darah kita keluar dari tubuh secara sedikit demi sedikit untuk kemudian dicuci dalam dialyzer ini. Dialyzer merupakan alat seperti filter dengan ribuan serat halus yang akan menyaring semua zat berbahaya, cairan dan elektrolit berlebih. Di dalam dialyzer terdapat cairan khusus yang disebut dialysate yang mengandung cairan dan formula khusus yang berfungsi menyerap zat yang tidak perlu dan menambahkan zat atau mineral atau elektrolit yang kurang. Komposisi dialysate dapat berubah-ubah sesuai dengan keadaan cairan dan darah Anda saat melakukan hemodialisa. Karena itulah setiap kali akan melakukan hemodialisa Anda akan melalui pemeriksaan darah terlebih dahulu dulu untuk melihat komposisi elektrolit dan berbagai komponen kimia darah dalam tubuh saat itu. Setelah selesai disaring, maka darah yang sudah bersih akan dipompa kembali ke dalam tubuh. Proses ini akan diulang berkali-kali hingga seluruh darah berhasil disaring. Berapa lama proses hemodialisa berlangsung? Rata-rata tiap orang memerlu kan waktu 9 – 12 jam dalam se minggu untuk mencuci seluruh darah yang ada, tetapi karena ini waktu yang cukup panjang, maka biasanya akan dibagi menjadi tiga kali pertemuan dalam seminggu selama 3-5 jam setiap kali hemodialisa.
Simpel, feminin tapi seksi. Kesan itu yang ingin dipamerkan sederet koleksi dari SRI SRI Embroidery & Textile dihadapan para penonton ajang “Bali Fashion Tendance 2015”, di Seminyak, Kuta, belum lama ini.
Tentu saja ini tidak sama untuk tiap orang, lamanya waktu yang dibutuhkan dan berapa kali dalam seminggu harus dilakukan hemodialisa sangat tergantung pada derajat kerusakan ginjal, diet sehari-hari, penyakit lain yang menyertai, ukuran tubuh dll. Karena itu penting untuk konsultasi secara teratur pada dokter yang menangani Anda mengenai jadwal hemodialisa Anda. Apa komplikasi yang dapat muncul selama hemodialisa? Hipotensi : ini paling sering pada pasien gagal ginjal dengan diabetes mellitus atau kencing manis tapi seiring dengan kemajuan teknologi, resiko ini semakin berkurang. Kram otot. Dulu hal ini sering terjadi tetapi dengan mesin dialysis sekarang angka kejadiannya berkurang. Reaksi anafilaktik atau alergi terhadap cairan dialysate. Biasanya ini terjadi pada hemodialisa pertama kalinya tapi akan berkurang seirirng seringnya hemodialisa dilakukan. Selain itu Anda dapat merasa mual, mengantuk, lelah, pusing, dan dingin selama proses hemodialisa dilakukan. Beritahukanlah pada staf yang bertugas agar mereka dapat membantu Anda merasa lebih baik. Apakah saya harus melakukan hemodialisa seumur hidup saya? Bila Anda belum bisa melakukan transplantasi ginjal untuk menggantikan ginjal Anda yang rusak maka Anda harus melakukan hemodialisa seumur hidup Anda. Jadi apakah hemodialisa ini aman? Selama dilakukan oleh tenaga terlatih dan di tempat dengan fasilitas sesuai maka hemodialisa ini aman untuk Anda. * Penulis adalah staf Bagian Penyakit Dalam Rumah Sakit Siloam Bali.
15
Metropolitan Sexy
Mengenal Lebih Jauh Hemodialisa atau Cuci Darah Oleh: dr. Benny Arthawibawa, Sp.PD
Style
1 - 7 desember 2014
U
AA Ayu Sri Wariyani
ntuk karyanya kali ini, AA Ayu Sri Wariyani sang desainer meng usung tema “Metropolitan Sexy”. Menggunakan material utama endek motif tradisional dilengkapi sentuhan tenun ikat polos dan sutra organza, busananya ditampilkan dalam siluet kombinasi loose and fit on body.
Busana yang didominasi warna maroon dilengkapi hitam dan oranye ini, katanya terinspirasi dari perempuan yang berkarier termasuk ibu rumah tangga yang independen dan memiliki kegiatan usaha. Mereka tentu memerlukan busana yang nyaman, sekalipun terdiri dari 3 potong namun tetap mudah dikenakan.
Selain itu, meski dengan busana model midi dan maxi seorang perempuan tetap bisa tampil seksi. Melengkapi karyanya desainer bina an Dekransda Kota Denpasar ini menambahkan aksesori buatannya sendiri. Mulai dari kalung, anting, dan gelang dari rangkaian batu permata seperti african jade, cornelian, snake agate, coral, citrine, turquoise yang diikat dengan perak. Satu lagi catatan yang menarik dari karya seorang AA Ayu Sri Wariytani ini, bahwa setiap kali mendesain busana ia selalu menekankan perawatan nya yang mudah. Mulai dari mudah disetrika, rok yang bertumpuk mudah di buka dan mudah digunakan untuk semua ukuran. – Sri Ardhini
Edukasi
16
1 - 7 Desember 2014
Jangan Sampai Pencinta Alam tak Cinta Alam
Ekstra kurikuler Siswa Pencinta Alam (Sispala) memang merupakan salah satu ekskul yang “menantang”. Kegiatan ekskul ini di antaranya panjat tebing, turun tebing, dan mendaki, tentunya cukup menguji adrenalin anggotanya.
“P
okoknya seru, apalagi saat acara api unggun, sangat terasa sekali kekompak an di antara kami,” ujar Firmansyah Setyadji Prayoga, Ketua Umum Sispala “Semara Giri” SMAN 7 (Sisma) Denpasar. Bahkan, saat mendaki Gunung Batur 17 Agustus lalu, tak hanya tim Semara Giri yang ikut, para senior/alumni pun turut serta. Tim Sispala Sisma ini pun bergabung dengan tim sispala lain yang bertujuan mengibarkan Sang Merah Putih di puncak gunung tersebut. “Kami berangkat siang dari Denpasar, tiba sore di sana. Kami berangkat mendaki
dari kaki Gunung Batur sekitar jam 17.00. Di tengah perjalanan camping istirahat sebentar, dan sekitar pukul 01.00 melanjutkan jalan sampai puncak. Kami sampai sekitar pukul 03.30, menunggu sunrise dan mengibarkan bendera bersama sispala dan mapala lain,” kisahnya. Gilang Dwi Cahya, anggota Sispala Sisma lainnya mengisahkan pengalamannya ketika mengikuti Temu Cinta Alam (TCA) se-Bali Juni 2014, yang digagas Mapala (Mahasiswa Pencinta Alam) Buana Giri, Universitas Maha saraswati (Unmas) Denpasar. Pesertanya diharuskan tracking dari Jatiluwih mengambil jalur hutan, hingga akhirnya tiba di finish, Danau Tamblingan. Perjalanan itu ditempuh selama tiga hari. “Kami hanya diberi bekal bekal peta dan kompas. Di sini dituntut ketelitian, kerjasama yang kompak untuk mencapai satu tujuan. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok diberikan jalur yang berbeda, namun titik temunya sama, di Danau Tamblingan,” kisahnya. Selama perjalanan menyusuri hutan itu, mereka juga berbekal plastik kantung hitam besar. Karena, dari pengalam-pengalaman sebelumnya, masih ada saja ditemui sampah, khususnya sampah plastik yang dibuang sembarangan. “Jadi, kami tracking sambil m ungut sampah. Biasanya dapat sampai satu plastik penuh,” ungkap Gilang yang juga menjadi Ketua Panitia Latdiksar (Latihan Pendidikan Dasar) Sispala Semara Giri Sisma di Danau Buyan. Beberapa kegiatan Sispala “Semara Giri” Sisma
MENGASAH NALAR Kondisi yang cukup memprihatinkan yang mereka temui di hutan adalah kondisi tanah yang hancur terkikis akibat aktivitas tracking dengan motor trail. Belum lagi, sisa-sisa dek yang hancur yang dibiarkan begitu saja mencemari hutan. “Tapi sekarang sudah ada aturan baru, motor dan mobil tidak diperbolehkan lagi offroad di hutan. Jangan sampai pencinta alam tak cinta alam,” ujar Firman yang diamini Gilang. Ekskul ini pun dikatakan Firman tak cuma ekstra biasa. Ia yang tergabung dalam Sispala sejak 2013 mengaku banyak mendapatkan pengalaman baru, seperti belajar berorganisasi, memanajemen sesuatu, mengatur uang, pekerjaan, dll. “Di sini juga diasah nalar kita untuk bisa mencari jalan keluar atas suatu permasalahan,” ucap Firman yang turut dalam kegiatan penghijauan di Pantai Mertasari dan Pantai Lebih, juga panjat tebing di Pantai Pondok Pemuda, belum lama ini. Sispala “Semara Giri” beranggotakan 31
(24 laki-laki 7 perempuan) orang dengan calon anggota baru 38 orang. Sebelum dilantik menjadi anggota, mereka diberikan beberapa pembekalan materi, seperti bagaimana bertahan hidup di alam liar/ bebas; pertolongan pertama gawat darurat (PPGD), latihan SAR untuk membantu me nemukan orang tersesat, talitemali yang di antaranya untuk membuat tandu, mengikat alat untuk panjat tebing, serta persiapan untuk pendakian. Wakasek Kesiswaan SMAN 7 Denpasar, I Wayan Sedana, S.Pd., M.M. mengimbuhkan, kalau saja ekskul ini sungguh-sungguh dilakukan, banyak manfaat yang didapat. “Kekompakan, disiplin, mencintai anugerah Tuhan dengan mencintai alam, keyakinan diri tumbuh, berani menghadapi tantangan. Inilah yang seharusnya kita miliki dalam menghadapi realita hidup yang penuh lika-liku,” ujar Sedana yang dulu sempat turut serta dalam kegiatan Sispala yang sudah berumur 16 tahun tersebut. Ia pun mengaku merasa lebih dekat dengan alam, dengan anak didik, serta dengan guru lain yang mendampingi saat itu. Karena mengetahui langsung bagaimana kondisi di alam bebas itulah, Sedana kerapkali memberikan pandangan/nasihat kepada siswa untuk tidak melakukan hal-hal yang tak terpuji. Dalam tiap kegiatan pun, tiap anggota yang ikut diharuskan mendapatkan pernyataan izin dari orangtuanya. “Ekstra ini pilihan, jadi sudah sepantasnya tiap siswa berlatih dengan penuh kesadaran, tanpa dipaksa dan bertanggung jawab,” tandasnya. –Inten Indrawati
Dekranasda Kota Denpasar
Bangun Tren Fashion Berbasis Budaya Salah satu perhelatan akbar mode “Bali Fashion Tendance 2015” di ST Suites, Seminyak, Kuta belum lama ini sukses digelar. Di antara para desainer dari Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), hadir pula desainer binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar dengan koleksi spesial mereka. Ketua Dekranasda Kota Denpasar, IA Selly D. Mantra, didampingi Sekretaris Dekranasda Kota Denpasar IA Dewi Citrawati mengatakan kehadiran mereka pada
pagelaran yang ditujukan sebagai gambaran tren 2015 tersebut, turut menjadi saksi semakin berkibarnya kain tradisional Bali. Sebab, suguhan fashion show itu juga menghadirkan interpretasi kekayaan budaya lokal Bali dalam olah karya mode yang dilengkap sentuhan tren gaya hidup masa kini. Fashion salah satu bagian yang tidak dapat dilepaskan dari penampilan keseharian semua orang. Fashion selain sebagai pencitraan diri juga merupakan identitas budaya. Dikatakan, banyak cara untuk
mengajak masyarakat lebih peka dengan produk budayanya sendiri. Salah satunya, menggelar acara bertemakan pelestarian budaya, seperti ajang fashion show yang mengusung bahan lokal. “Kami di Kota Denpasar, selalu mengusung pagelaran fashion yang berbasis budaya,” tegas Selly D. Mantra sambil mengatakan bagaimana fashion mampu mengonstruksikan nilai-nilai budaya dan mengidentifikasikan budaya yang dianut melalui cara mereka menggunakan fashion sebagai sebuah identitas. Termasuk beberapa anggota Asabest yang didorong menjadi desainer, berawal dari seringnya mereka tampil di Denpasar Festival. ”Karena jam terbangnya semakin banyak maka karakter dan identitas masing-masing semakin nampak,” lanjutnya. Pihaknya juga menyatakan, setiap tahun selalu ada program bagi para desainer untuk menambah jam terbangnya baik secara lokal maupun nasional. Dengan semakin sering berekspresi menampilkan karya-karya baru akan meningkatkan pengalaman sekaligus keterampilannya, yang berarti juga meningkatkan rasa percaya dirinya. Bicara pencapaian yang diraih oleh para pelaku fashion di Kota Denpasar dalam menggunakan elemen lokal, disebutnya sudah mampu mengangkat budaya lokal untuk go national bahkan ada yang go international. Ditegaskannya pula, Dekranasda
Selly D. Mantra
Kota Denpasar jelas ingin terus mengangkat citra, harkat dan martabat Kota Denpasar melalui industri berbasis budaya. Apalagi industri berbasis budaya dalam konteks sebuah industri kreatif, umumnya sangat dekat dengan produk lokal hasil karya pengrajin. ”Kepesertaan kami di ’Bali Fashion Tendance 2015’ adalah salah satu rangkaian pra-Denfes, yang akan dilanjutkan pada Desember nanti. Semua potensi pengrajin/UKM yang ada di Kota Denpasar akan dipamerkan,” paparnya.
Fashion show pada Denfes tahun ini, katanya pagelaran busananya akan melibatkan desainer-desainer baru dan muda, khususnya dari kalangan Finalis Duta Endek. Ia yakin dengan karya kreatif dan inovatifnya menggunakan bahan tradisional dan tetap mengikuti tren styling, dapat lebih mewakili budaya anak muda dengan tampilan yang fashionable. “Artinya, bagaimana mengolah bahan lokal agar terlihat global. Inilah tantangannya,” cetusnya. Apalagi sejak tahun 2010, Kementerian Parekraf juga mendukung promosi mode di pusat- pusat belanja agar generasi muda tertarik menggunakan produk mode dalam negeri. Arena Denfes juga menjadi gambaran pergerakan sebuah budaya di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan pengaruh globalisasi. Lewat momen ini, istri Wali Kota Denpas ar IB Rai D Mantra ini mengjak masyarakat Kota Denpasar dan Bali umumnya, tidak berhenti menggali lebih dalam potensi budaya lokal untuk tetap eksis dan menjadi sebuah inspirasi dunia, salah satunya melalui industri fashion. Melalui Denfes pula , IA Selly D. Mantra berharap berbagai produk lokal berbasis budaya dapat lebih lagi diapresiasi dengan baik oleh masyarakat. Karena dengan meningkatnya kesadaran masyarakat menggunakan dan mengonsumsi produk lokal, maka akan membantu meningkatkan perekonomian secara mandiri. - ard
1 - 7 Desember 2014
9
Bunda & Ananda
8
1 - 7 desember 2014
Orangtua Wajib Jadi Pelopor W
“Kadang ada orangtua yang tidak sadar tentang keselamatan berlalu lintas. Contohnya ya penggunaan helm. Hanya dirinya saja yang dipakaikan helm sedangkan anaknya tidak. Seharusnya anak juga dipakaikan helm,” kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas Polda Bali) Kombespol Drs. I Wayan Sunartha.
Drs. I Wayan Sunartha tidak kepanasan sedangkan pakai jaket agar tangan tidak terpapar sinar matahari langsung sekaligus mengurangi terpaan angin,” ungkap Pak Yudi yang tiap pagi dan siang mengantarjemput anaknya. Sekolah ternyata memiliki kepedulian terhadap kese lamatan siswa yang dibonceng ke sekolah. Salah satunya dengan menyiapkan rak helm. “Kami siapkan rak helm untuk tempat helm siswa,” ujar Ni Nyoman Darmini,S.Pd,M.Pd. Kepala TK Negeri Pembina Denpasar. Ia menuturkan,siswa sudah diperkenalkan sejak dini tentang tata tertib lalu lintas. Sekolah di dekat Taman Kota Lumintang ini rutin mengundang pihak kepolisian untuk mengajak siswa mengenal tata tertib lalu lintas. Program Polisi Sahabat Anak ini diharapkan mampu membuat anak peduli tata tertib lalu lintas dan mengingatkan orangtuanya tentang tertib lalu lintas.
ORANGTUA SAYANG ANAK Ia menegaskan orangtua seharusnya menjadi pelopor keselamatan berlau lintas. Caranya dengan mematuhi peraturan lalu lintas dan menggunakan perlengkapan standar. Helm yang dipakai pun harus standar, jangan asal helm yang menutupi kepala. Kalau orangtua sudah disiplin, anak pun mudah meniru. Nantinya orang lain akan meniru dan semua pun tertib berlalu lintas. “Kalau orangtua sayang anak pasti dia tertib lalu lintas dan memakaikan helm
Cantik dengan Dekorasi Ingin kamar/ruangan Anda tampil beda tanpa biaya tinggi? Solusinya mudah, tambahkan saja dekorasi di sudut-sudut ruangan atau bidang-bidang tertentu pada dinding ruangan Anda. Bagaimana caranya?
S
Orangtua membonceng anak tanpa menggunakan helm
untuk anaknya,” tegas Kombes Sunartha. Mantan Kapolresta Denpasar ini menambahkan saat ini pihaknya menggencarkan program Dekade Aksi Keselamatan Lalu Lintas. Program ini mencakup banyak aspek dan melibatkan banyak pilar dalam mendukung keselamatan berlalu lintas. Semua harus tertib dan menjadi teladan dalam hal aturan, kendaraan dan perlengkapan, serta administrasi (surat-surat). Salah satu yang menjadi prioritas adalah menindak pengendara motor yang tidak memakai
helm atau helmnya tidak standar. “Dari data yang kami miliki, 75% kecelakaan yang terjadi di Bali melibatkan sepeda motor dan kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia didominasi oleh mereka yang tidak pakai helm atau helmnya tidak standar,” tegasnya. Ke depan, pihak kepolisian akan terus bekerja sama dengan sekolah untuk memberikan materi mengenai safety riding. Kegiatannya antara lain menjadikan polisi sebagai pembina upacara dan menggiatkan program Polisi Sahabat Anak. -Ngurah Budi
aat ini sudah banyak tersedia wall sticker di pasaran. Wall sticker (stiker dinding) adalah gambar atau tulisan yang dapat melekat pada permukaan datar, baik pada dinding maupun langit-langit yang didesain sedemikian rupa sebagai dekorasi untuk menambah cantik sebuah ruangan. Ini pula yang dilakukan Dian Kristyawati. Tiga tahun lalu ia ingin mengubah tampilan kamar tidurnya. Setelah browsing internet, ia tertarik pada tampilan wall
sticker. Untuk mendapatkan harga murah, ia mengajak beberapa temannya urunan membeli di online shop tersebut. “Ternyata banyak yang berminat, sekalian saja saya jadi reseller,” ucapnya tersenyum. Setelah mengaplikasikan wall sticker tersebut di kamar indekosnya, Dian memotret dan memakainya sebagai PP (Photo Profile). Dari sana, semakin banyak teman-temannya berminat. Akhirnya, bisnis wall sticker ini pun menjadi sumber penghasilan tambahannya. “Kebetulan di Bali, belum banyak yang jual. Jadi peluang pasarnya masih terbuka banget,” ujar Dian. Untuk menjalani bisnis ini, ia dibantu sang pacar Gede Suparta. Saat ini mereka menyediakan beberapa jenis wall sticker, seperti transparan, 3D, glow in the dark, dan wall sticker clock. “Jenis transparan, stikernya trans-
Penjual Kelapa
banyak kelapa berjatuhan. Petani itu memungut kelapa-kelapa yang berserakan, lalu memasukkannya kembali ke kantong satu persatu. “Anak Muda!” serunya kepada seorang pemuda yang dijumpainya. “Adakah jalan piñtas ke pasar?” “Maaf, Tuan! Tak ada jalan lain ke pasar. Kalau Tuan ingin cepat dan selamat, sebaiknya jalan perlahan-lahan.” “Perlahan-lahan? Ah, dasar anak muda jail!” gerutu petani itu. Matahari telah condong ke barat. Petani itu khawatir, kalau-kalau pasar itu segera tutup. Ia melecut kudanya berkali-kali. Namun, setiap kuda itu melangkah cepat, beberapa butir kelapa berjatuhan, bahkan ada yang menggelinding ke selokan. Petani itu memungut barang jualannya satu persatu lalu memasukkannya ke kantong. Menjelang matahari tenggelam, petani itupun sampai dengan selamat di pintu gerbang pasar. Sekali lagi ia melecut kudanya. Kuda itu terkejut sehingga beberapa butir kelapa tumpah. Untuk terakhir kali petani itu memungut kembali butirbutir kelapanya. Sial, ketika ia masuk pasar, didapatinya keadaan lengang. Tak ada pembeli dan tak ada penjual.
paran, putih di pinggirnya itu tidak kelihatan,” jelas Gede. Sementara jenis 3 Dimensi, gambar stiker ini memberikan kesan timbul. Sedangkan untuk jenis wall sticker clock, sama seperti lainnya, hanya saja ada jamnya. Menurut Gede, yang paling banyak digemari adalah jenis glow in the dark yang mampu bercahaya di ruangan gelap. “Jenis ini unik, karena tidak saja bagus di ruangan terang, tapi juga kelihatan menarik di ruangan gelap,” ujar Gede yang mengaku seharinya bisa menjual 15 sampai 20 pcs. “Bahkan satu orang ada yang sampai order 10 pcs hingga 30 pcs untuk dekorasi rumahnya,” ujar Dian menimpali. Konsumennya ada dari Gianyar, Singaraja, Karangasem, Negara, bahkan sampai Banyuwangi dan Lombok. Ukuran standar wall sticker yang tersedia 50 x 70 cm, 60 x 90 cm, 80x 120 cm, 180 x 270 cm, dengan berbagai motif seperti, pohon, bunga, binatang, Paris, klasik, tokoh sepak bola, dan tokoh-tokoh kartun. Pemi-
natnya semua kalangan, dari anakanak, remaja, sampai orangtua. Pemasangan wall sticker sangat mudah dan bisa dilakukan sendiri. “Bisa dipasang tergantung kreasi kita atau bisa juga mengikuti contoh gambar yang sudah ada. Di sana juga ada petunjuk pemasangan,” ujar Gede. –Inten Indrawati
Dian dan Gede Suparta
Cara Pemasangan Wall Sticker: - Bersihkan permukaan yang akan ditempel menggunakan air dan sabun. Tunggu sampai kering sebelum menempel. Pastikan permukaan tersebut rata dan tidak ada gelombang. - Buka wall sticker dari wadahnya. - Tempelkan ke permukaan seperti gambar yang ada atau sesuai dengan kreasi sendiri. - Tekan, dan ruang Anda jadi tampil beda
Mendongeng Lima Menit Seorang petani yang memiliki kebun luas seMade Taro dang panen buah kelapa. Ia berniat menjual kelapa-kelapa itu ke pasar. Disewanya seekor kuda. Petani itu memasukkan butir-butir kelapa itu ke kantong besar yang dipasang di kiri-kanan pelana kuda. Karena beban penuh dan terlalu berat, dalam perjalanan banyak kelapa jatuh dari kantongnya. Petani itu terpaksa memungut kelapa yang berserakan itu, lalu memasukkannya kembali ke dalam kantong. “Banyak waktu yang terbuang,” demikian omelan petani itu. Berkali-kali ia disibukkan oleh kelapa-kelapa yang berjatuhan. Ia khawatir, kalau-kalau pasar segera tutup. Ia bertanya kepada seorang anak yang kebetulan lewat. “Anak kecil, adakah jalan pintas ke pasar?” “Maaf, Tuan! Tak ada jalan lain ke pasar. Kalau Tuan ingin cepat dan selamat sampai di pasar, sebaiknya Tuan jalan perlahan-lahan.” “Perlahan-lahan? Ah, dasar anak nakal!” katanya menggerutu. Petani saudagar kelapa itu melecut kudanya. Kuda itu mempercepat langkahnya, namun sial,
17
Wall Sticker
Suatu pagi Asti berhenti di depan sebuah warung makan. Ia bermaksud membeli sarapan. Baru turun dari kendaraan, tibatiba terdengar suara brakkkk..... Asti menoleh, rupanya terjadi kecelakaan. Seorang ibu yang membonceng anaknya terlempar ke jalan. Kendaraan mereka tabrakan dengan sebuah mobil. arga pun berdatangan ke lokasi kecelakaan untuk menolong si ibu dan anaknya. Keduanya lalu dibawa ke rumah sakit karena kepala mereka berdarah. Saat mengendarai kendaraan, ibu ini tidak memakai helm, demikian juga anaknya. “Niat saya untuk membeli makan langsung hilang karena adanya kecelakaan itu. Saya kepikiran dengan korban yang mengalami luka, terutama si anak. Harusnya orangtua melindungi anaknya dengan memakaikan helm. Si ibu pun harusnya memakai helm,” ujar Asti. Urusan memakai helm kadang diremehkan pengendara motor. Alasan jarak yang dekat kadang menjadi pembelaan. Tetapi, kalau sudah kena musibah, siapa yang harus disalahkan? Di jalan raya masih banyak ditemui pengendara yang tidak memakai helm. Orang yang dibonceng tidak pakai helm bisa lebih banyak lagi. Ini kerap dilihat di jalan dekat sekolah. Ada saja yang tidak pakai helm. “Keponakan saya tidak senang pakai helm, katanya gerah di kepala. Padahal ayahnya sudah membelikan helm bergambar tokoh idola anakanak,” ujar seorang penjemput di sebuah sekolah dasar. Namun, ada juga anak yang mau memakai helm demi keselamatan. Hal ini terlihat di rak yang tersedia di depan kelas. Beberapa helm nangkring di rak itu. “Saya wajibkan anak untuk pakai helm dan jaket kalau saya bonceng. Pakai helm agar kepala
Griya
1 - 7 desember 2014
Beberapa motif dan aplikasi wall sticker
General Contractor
Building Consultant Architectural Drawing
Interior & Exterior Designer
Landscaping Work Art Work
Jln. Pemuda V/11B Renon. Tlp. (0361) 247060. Email: tms_group@yahoo.com
Pentingnya Taman Asri di Rumah Pertanyaan seputar griya dan properti dapat Anda kirim ke tms_group@yahoo.com atau redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Tata Mitra Selaras, Ketua Tim Arsitek: N.G. Dwi Mahadipta, ST.MT.IAI Tanya : Rumah saya baru selesai dibangun. Rencananya di halaman depan, samping, dan di halaman belakang akan saya buatkan taman. Mohon petunjuk dan sarannya. (Ngurah, Denpasar) Jawab: Keberadaan taman dalam sebuah rumah tinggal atau bangunan apapun, memang mampu memberikan atmosfir berbeda. Keberadaan sebuah taman di rumah sebenarnya mempunyai banyak fungsi. Selain taman asri di rumah sebagai peneduh dan penyejuk lingkungan, juga bisa mempercantik tampilan rumah. Taman juga membuat suasana rumah
tidak gersang, sehingga rumah akan terasa nyaman. Keberadaan sebuah eksterior taman, sebenarnya sangat penting. Taman tidak sekadar pengisi ruang kosong, melainkan mempunyai banyak fungsi dan peran yang jauh lebih besar. Beberapa manfaat taman rumah antara lain sebagai berikut: 1. Taman yang berisi tanaman hidup memberikan keseimbangan terhadap rumah yang dibangun dengan batu dan semen. Keseimbangan ini penting untuk membuat rumah jadi terasa lebih nyaman dan enak sebagai tempat tinggal. 2. Tanaman yang terdapat di taman akan memberikan kontribusi yang cukup penting untuk sirkulasi udara yang segar dan bersih bagi penghuni rumah. Terlebih jika kita tinggal di perkotaan yang tingkat polusi udaranya cukup tinggi. Di tempat semacam ini taman dapat berperan sebagai penyangga ekosistem dan sebagai suplai oksigen dan udara bersih yang
menyehatkan. 3. Taman berfungsi sebagai area resapan air hujan sehingga bisa masuk ke dalam tanah. Dengan begini, kita bisa turut berperan dalam program green building, termasuk juga sebagai upaya mengatasi banjir.
4. Taman bisa dimanfaatkan sebagai arena rekreatif yang bermanfaat bagi anggota keluarga. Apalagi bila luas taman cukup besar untuk bermain dan berkumpul bersama keluarga, tentu berguna untuk meningkatkan komunikasi. 5. Taman juga berguna sebagai media
atau sarana untuk mengisi kegiatan penghuni rumah ataupun untuk menyalurkan hobi berkebun/ bercocok tanam. 6. Taman bisa dimanfaatkan sebagai bisnis rumahan bagi yang hendak melakukan usaha jual beli tanaman hias. 7. Taman bisa dimanfaatkan sebagai tempat menyegarkan pikiran dari aktifitas kelelahan ketika pulang kerja. Kelelahan atau stres yang dialami saat bekerja di kantor akan segera hilang dengan sekadar menyiram tanaman atau memandang dan menikmati keindahan tanaman yang ada. Mengingat pentingnya fungsi taman, tak ada salahnya bila kita berusaha menghadirkan taman di rumah. Dimanapun tinggal dan berapa pun luas halaman yang ada, kita dapat membuatnya. Apabila luas halaman rumah hanya tersisa sedikit, kita dapat membuat taman dengan pola menempel ke dinding tembok atau dengan membuat tanaman gantung.
1 - 7 Desember 2014
18
Pasar Desa Sudha Merta
Siap Suguhkan Pelayanan Modern Di tengah gempuran pusat perbelanjaan m odern, eksistensi pasar tradisonal hingga saat ini tetap terjaga. Malah pasar tradisional di Kota Denpasar khususnya mengalami perkembangan yang cukup pesat akhir-akhir ini. Setiap desa memiliki pasar adat sendiri. Pada beberapa desa, bahkan memiliki lebih dari satu pasar tradisional.
K
ondisi tersebut tak lepas dari upaya Pe merintah Kota Den pasar yang berhasil melakukan revitalisasi, untuk selalu menjaga keberadaan pasar tradi sional sebagai refleksi dari ekonomi kerakyatan. Pekan lalu, Minggu (23/11), giliran Pasar Desa Sudha Merta , Desa Pakraman Sidakarya, Denpasar Selatan melakukan pemelaspasan setelah melakukan berbagai pembenahan. Upacara yang dipuput Peranda Tegal Jingga, Banjar Pande tersebut, dihadiri Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, Pimpinan SKPD di lingkungan Kota Denpasar, pengurus pasar, tokoh masyarakat serta para pedagang pasar desa setempat. Pada kesempatan tersebut Ben desa Adat Sidakarya, I Nyoman Kantun menyampaikan perkem bangan yang terjadi sejak dilakukan revitalisasi, yang sudah diawali peletakan batu pertama oleh Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra, lima bulan silam. Dikatakannya sebelum direvitalisasi, Pasar Sudha Merta memiliki 20 kios dan setelahnya menjadi 38 kios; los yang semula 61 menjadi 76, sedangkan jumlah pelataran 24 menjadi 40 dengan jumlah pedagang dari 121 orang menjadi 138 pedagang. Selain itu, pasar desa juga dilengkapi dengan ruang menyusui serta ruang bemain anak. “Sumber dana pembangunan Pasar Sudha Merta adalah kerja sama dari Kementerian Perdagan gan Republik Indonesia dan dana alokasi khusus bidang sarana per dagangan Kota Denpasar dengan nilai tender Rp 2.223.044. 000,” ujar Kantun sambil mengatakan dari keseluruhan luas tanah 3.170 yang sudah bersertifikat tersebut, ada bagian yang digunakan untuk pasar malam. Kepala Pasar Sudha Merta Sida karya I Made Sarja, menambahkan secara singkat kalau pasar tersebut dirancang dan dibangun desa sejak tahun 1997 dan mulai beroperasi tahun 1998. Melihat potensi yang
ada, termasuk adanya lahan parkir yang memadai di lingkungan pasar disertai keinginan kuat untuk terus mengembangkan perekononiam masyarakat desa, maka pada ta hun 2014 mereka bersama-sama mengajuka n perm ohonan yang direspons oleh pemerintah melalui SKPD terkait. Sarja yang bertugas sejak tahun 2003 ini, juga mengatakan setelah mendapat berbagai pembinaan dan pelatihan dari Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Denpasar, bersama kepala desa, bendesa adat ia duduk bersama, bahwa mereka bukan hanya memikirkan persoalan cara mencari keuntungan, tapi pasar juga dapat melaksakan fungsi sosial nya dengan baik. Karenanya, pasar Desa Sudha Merta berhasil meraih beberapa predikat, salah satunya di tahun 2011 berhasil meraih predikat juara pertama untuk ke bersihan di Kota Denpasar. Harapannya, dengan revitalisasi ini mindset pedagang yang sudah terbiasa memberikan pelayanan alakadarnya juga sudah berubah. Kemudian pasar desa yang tra disional ini mampu hadir dengan pelayanannya yang modern. Ada senyum, sopan santun di tengah ciri khasnya yang sekaligus menjadi keunggulan yang tidak dimiliki oleh pusat perbelanjaaan modern berupa kegiatan tawar-menawar. “Setelah menjadi aman, bersih, nyaman kami dapat memberikan pelayanan yang baik bagi semua pihak sehingga terjadi peningkatan kemampuan daya saing pasar tradisional dengan pasar modern,” kata Sarja.
Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra saat meninjau Pasar Sudha Merta
pada peningkatan pendapatan para pedagang, masyarakat desa serta meningkatnya kapasitas ekonomi kerakyatan. Dari revitalisasi pula diperoleh peningkatan jumlah pedagang yang diserap oleh pasar Sudha Merta. Sehingga manfaatnya, ketersediaan tempat bagi masyarakat sekitar yang sebelumnya belum memper oleh tempat berdagang. Apalagi pasar tradisional di Bali memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh pusat perbelanjaan modern atau pun pasar tradisional di daerah lainnya. Selain memasarkan barang kebutuhan sehari-hari seperti pasar umumnya, pasar tradisional di Bali juga memasarkan berbagai poduk keperluan upacara. Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan
MEMECAH KEPADATAN DI TENGAH KOTA Revitalisasi Pasar Desa Sudha Merta dilaksanakan demi mewujud kan kondisi pasar tradisional den gan pelayanan semi modern. Baik bangunan fisik dengan sarana dan prasarananya, maupun peningkatan kualitas pengelola dan pedagang. Di samping itu, untuk memperluas penyerapan pedagang tradisional di desa dan meningkatkan arus perpu taran barang dan jasa yang berujung
Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra saat menghadiri upacara pemelaspasan Pasar Sudha Merta
Perdagangan Kota Denpasar, I Wayan Gatra di sela-sela kegiatannya meng hadiri pemelaspasan dan meninjau Pasar Sudha Merta menyatakan sebagai salah satu sumber penda patan, pasar desa memang memer lukan pengelolaan yang intensif agar bisa bersaing. Agar masyarakatnya mampu memproduksi dan mengolah hasil produksi serta memasarkan nya. “Disinilah tugas pemerintah bagaimana mengatur kepetingan untuk orang banyak atau umum ini dapat didahulukan,” katanya Dengan revitalisasi, lanjutnya minat ke pasar tradisional semakin tinggi. Yang tak kalah penting juga untuk menuju kota sehat. Setelah pembenahan secara fisik, keadaan nya bersih, ditambah dengan pem benahan lainnya semoga juga bisa mengubah perilaku masyarakat secara bertahap. Sekarang, Pasar
Sudha Merta menuju pasar dengan pelayanan semi modern, ditunjuk kan dengan kondisi pasar yang ra mah, aman, bersih dan nyaman bagi pedagang, pengelola pasar maupun konsumen. “Bahkan untuk pedagang sudah ada pendidikan, berupa sekolah pasar yang dilaksanakan oleh BPM. Malah, selain kepala pasarnya, sekarang pedagangnya pun juga dilombakan setiap tahun. Terkait bagaimana mer eka berdagang, mengemas dan mengelola barang dagangannya, termasuk pelayanan di dalamnya, Bahkan kalau ada yang berhutang dicatat,” tutur Wali Kota yang dikenal konsisten meng galakkan ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif ini. Rai Mantra juga menyatakan bahwa revitalisasi pasar tradisional akan menjadi program berkelan jutan Pemerintah Kota Denpasar. Sebab revitalisasi pasar tidak saja merubah fisik pasar dan masyarakat untuk selalu hidup bersih dan sehat tapi juga bermanfaat untuk memecah kepadatan lalu lintas di tengah kota. Pihaknya melihat dari revitali sasi pasar tradisional juga mem berikan dampak bukan hanya pada peningkatan kunjungan masyarakat, tapi juga omzetnya. Ia mencontohkan yang terjadi pada Pasar Agung di Penatih yang sudah lebih dahulu direvitalisasi, berhasil mengalami peningkatan omzet. “Sebelumnya perputaran omzetnya berkisar Rp 3 miliar na mun sekarang menjadi Rp 15 miliar. Ini sangat luar biasa. Semoga setelah Pasar Desa Sudha Merta saat ini di lengkapi dengan peningkatan fisik, disertai peningkatan secara mana jerial dan mampu memiliki daya saing,” ujarnya Rai Mantra. -ard.
Suasana pasar yang bersih dan nyaman
Upacara Pemelaspasan Pasar Sudha Merta
1 - 7 Desember 2014
Life
Story
7
W OR K S H OP M ENG HIDUPK AN K ETEDUHAN HATI
“TUTUR KEJERNIHAN”
“Saya sakit Guru, sakitnya di sini,” kata seorang ibu muda datang dengan berurai air mata sambil memegang dadanya. “Tiba–tiba emosi saya sangat tinggi, saya menjadi sensitif, tidak enak makan, amat susah tidur. Leher saya kaku, pundak seperti ada beban berat, sering mual, dan yang paling parah kepala saya setiap pagi dan sore sakitnya luar biasa. Saya sudah berobat kebeberapa tempat, baik secara medis maupun alternatif, katanya sih kena black magic dan sejenisnya, lalu saya diobati, disuruh membeli mahal ramuan, dan pernah di tempat lain diberikan sesuatu yang dibungkus kain, namun sakit saya tak kunjung sembuh dengan tuntas,” ujarnya dengan nada sedih.
D
engan tenang dan sabar Guru mend engarkan keluhan yang disampaikan, setelah bercerita hampir 9 menit tentang segala bebannya, barulah Guru mengatakan, “Tutup mata, tarik napas, tahan di dada, hembus kan lewat bibirnya perlahan, den garkan kata- kata Guru dengan hati terbuka, jangan ada penyangkalan, jangan ada perlawanan, cukup de ngarkan, pikirkan, dan rasakan saja,” kata Guru. “Kamu lahir karena atas ke hendak Tuhan, kamu disinipun karena kehendak Tuhan, ketika kamu penuhi dirimu dengan cahaya Tuhan, maka tiada tersisa ruang kosong untuk memelihara sakitmu. Sadari dirimu lahir dari cinta kasih, penuhi dirimu dengan cinta kasih, kasihi apapun yang sedang terjadi, ingatlah kamu lahir untuk masa depan bahagia, jangan ber henti disini, jangan hidup untuk mengurusi hal hal yang bukan menjadi pili han terbaikmu. Kembalikan pikiranmu untuk memikir kan masa depanmu, ting galkan masa lalu karena tak akan mengurangi apapun yang saat ini telah kamu miliki. Ayo bangkit lagi, rasakan tiba-tiba pikiranmu senang, perasaanmu tenang, dan ragamu nyaman, rasa kan setiap peristiwa adalah penyelamatanmu. Setiap kejadian adalah perubahan yang meringankanmu, mun culkan rasa syukur yang be sar dihatimu, ikhlaskan se muanya ditangan Tuhan, jika Tuhan telah kamu mohonkan sebagai tem pat berlindungmu, tapi kamu tetap merasakan sebuah pend eritaan, apalagi jika tak ada perlindungan dari Tuhanmu, maka derita ribuan kali besarnya akan mewarnai jalan hidupmu,” kata Guru. Setelah itu Guru meminta Ibu muda itu membuka matanya. Ke ajaiban terjadi, wajah Ibu muda itu seperti bercahaya, matanya berbinar, suaranya sangat tenang, terdiam sesaat dan berkata, “Guru, entah apa yang Guru lakukan, tibatiba pikiran, perasaan dan tubuh saya sangat ringan, saya mampu menarik napas dengan plong untuk pertama kalinya. Saya merasakan
sangat sehat, lebih kuat dan kini mampu menerima apa yang selama ini sangat menjadi beban dalam hidup saya, kini saya siap bangkit lagi, karena pandangan saya fokus ke masa depan lagi dan terpenting saya tak akan mau hanya hidup untuk memikirkan sakit dan derita. Suksma Guru, saya seperti keluar dari alam lain, Astungkara Tuhan atas semua keajaiban yang terjadi hari ini,” kata Ibu muda itu lagi. “Itu lah ….TUTUR KEJERNIHAN…..,” kata Guru Mangku Hipno yang memiliki nama lengkap GMH KG Suatmayasa, SH.,CH.,CHt.,MNNLP.
TUTUR KEJERNIHAN Tutur kejernihan adalah rangka ian kata yang mengandung energi sehingga secara langsung ditang
kap oleh hati nurani dan memiliki kekuatan perubahan dan penyem buhan 88% dibandingkan dengan nasehat biasa tanpa energi yang hanya mengandung 12% kekuatan perubahan dan penyembuhan. Tutur kejernihan akan mengalir bagai indahnya harmoni semesta yang sanggup menggetarkan setiap hati yang tertutup menjadi terbuka. Tutur kejernihan bagaikan napas yang merupakan sumber kehidupan bagi setiap insani sehingga tutur kejernihan merupakan obat utama untuk segala penyakit. Tutur kejernihan akan meny entuh sisi terdalam dari sebuah hati dengan energi cahaya Tuhan dan kemurnian cinta kasih, dimana
Menerima tutur kejernihan dari GMH
sesungguhnya manusia memiliki energi ini dalam dirinya. Tubuh ma nusia benar-benar dikelilingi oleh energi cinta kasih yang dipengaruhi oleh alam semesta, itulah mengapa ketika seseorang disentuh dan di belai dengan kelembutan muncul perasaan bahagia di hati terdalam. Bagian terluar dari sisi manusia adalah perputaran energi cinta kasih yang muncul dalam bentuk aura. Aura inilah yang kemudian me mancar dan memiliki kemampuan untuk membedakan mana baik dan mana yang buruk, siapa yang bisa dijadikan sahabat, siapa yang harus kita waspadai. Pancaran aura akan memberikan kodenya pada kita melalui getaran yang ditangkap oleh nurani dan hawa yang ditangkap dengan kepekaan rasa. Tutur kejernihan ada lah salah satu cara terbaik, untuk menemukan segala solusi masalah kehidu pan dan tutur kejerni han mampu menjawab setiap tanya yang hadir pada setiap individu yang mengalami penderita an atau masalah. Inilah yang hampir terlupakan di zaman ini, padahal fakta riilnya setiap manusia membutuhkannya untuk memurnikan pikirannya menjadi mengarah pada perubahan yang lebih baik. Tutur kejernihan mampu membersihkan dan memurnikan tujuh cakra yang berada dalam sistem tubuh manusia yang mengatur tujuh hal pokok untuk menjalani sebuah kehidupan yaitu mampu me murnikan dan membersihkan cakra Dasar yang memunculkan keberun tungan, membersihkan cakra Sex untuk memunculkan perasaan yang peka, cakra Pusar untuk memuncul kan energi positif, cakra Jantung untuk membangkitkan intuisi, cakra Tenggorokan untuk membangkitkan kemampuan mengolah kata, cakra Ajna untuk memunculkan ide ce merlang , kecerdasan , daya ingat dan kemampuan untuk menemukan jalan keluar atas segala masalah dan cakra Mahkota untuk memberikan vibrasi kebenaran , kesucian, kein dahan yang memunculkan rasa syukur dan ikhlas dalam setiap doa serta pengharapan kita kepada Yang Maha Kuasa. Tutur kejernihanlah yang sang gup membebaskan nurani seseorang dari tekanan dan penderitaan kare na tutur kejernihan mengandung ribuan obat yang dibutuhkan untuk mencapai kebahagiaan hidup. Tutur kejernihan adalah metode yang bersifat rahasia namun terbukti kha siatnya sebagai penyembuh utama bagi segala penderita penyakit, baik penyakit yang bersumber dari kes alahan olah pikir, Olah rasa maupun penyakit yang muncul sebagai aki bat kesalahan olah tubuh. Di zaman dahulu ada beberapa jenis penyem buh utama yang biasa dipakai yaitu tutur, mantra, ritual, dan air sebagai sarana penyucian. Tutur kejernihan
Guru Mangku Hipno dan Bhaktabram
berisikan tutur kebenaran, tutur kesucian dan tutur keindahan yang dalam penjabarannya mengajarkan bagaimana seseorang yang ingin berubah menjadi lebih baik dalam beberapa segi kehidupan seperti berubah menjadi lebih sehat, lebih sukses, lebih keberlimpahan kasih sayang dan lebih bahagia. Jika seseorang sudah berubah ke arah lebih baik tentu hasil akhir yang didapatkan juga pastinya lebih baik. Dalam tutur kejernihan akan diajarkan bagaimana perubahan itu selalu mulai dari diri sendiri dengan melakukan Tapa, Brata, Dhiksa, Dak sina, Sradda. Tapa adalah bagaimana cara mengolah dan mengendalikan pikiran, Brata adalah bagaimana cara mengolah dan mengendalikan perbuatan, Diksha adalah bagaima na memperoleh penyucian bukan hanya dengan air namun juga den gan pengetahuan yang mulia, Dak sina adalah bagaimana memberikan pelayanan kepada kehidupan lain dan penghormatan kepada Dewa Mata atau Tuhan dan leluhur, Deha Mata penghormatan kepada orang tua, Veda Mata penghormatan kepada ilmu pengetahuan suci, dan Bhumi Mata yaitu bagaimana kita menjaga alam semesta dengan baik agar selaras dengan kehidupan kita, sehingga mampu memberikan perlindungan optimal bagi setiap kehidupan ini.
WORKSHOP TUTUR KEJERNIHAN. Bagi siapapun yang selama ini masih berkutat dengan kegagalan, dengan penderitaan, dengan kera guan jati diri, kecemasan, ketakutan, kemalasan, sakit berkepanjangan dan belum tersembuhan, tak peduli siapapun dimanapun, ayo bergabung dalam workshop ini. Workshop ini telah terbukti menyembuhkan se cara Tuntas ribuan penderita sakit
di seluruh wilayah Indonesia saat Guru Mangku Hipno dan komunitas Brahmakunta keliling Indonesia mengadakan workshop, seperti Yogyakarta, Semarang, Bandung, Jakarta, Sumatera, Surabaya. Bah kan tutur kejernihan Guru Mangku Hipno berhasil menyembuhan pasien yang datang dari mancane gara seperti Australia, Philipina, Korea, Jepang, UEA, India, Prancis, Singapura dan Malaysia. Kini untuk menyambut hari raya Galungan dan Kuningan kepada seluruh sa habat dimanapun berada, dengan bangga kami persembahkan di Bali, “WORKSHOP TUTUR KEJERNIHAN SEBAGAI PENYEMBUH UTAMA DI ABAD INI”. Saat seminar nanti detik demi detik, perserta akan diguncang, disadarkan, dibangunkan, dibobol dari segala pikiran negatif menuju pola pikir baru yang positif. Kata demi kata Guru Mangku Hipno akan membawa peserta mengalami pencerahan nurani, penguatan hati dan pembangkitan kecerdasan dan yang terpenting ada kolabo rasi penyembuhan komunitas Brah makunta dengan Byang Mangku Hipno Inten. Seluruh peserta akan menjalani pemurnian diri dan memperoleh penyembuhan dah syat melalui Hypnotherapi Brah makunta. Datang dengan derita, dipas tikan pulang dengan senyum ke bahagiaan, mari sebarkan cerita damai kepada setiap keluarga dimanapun, gunakan kesempatan ini sebagai kesempatan terbaik un tuk tersembuhkan dan mengakhiri segala masalah. Kami melayani umat untuk konsultasi dan penyembuhan se tiap hari Senin s/d Sabtu mu lai pukul: 10.00-17.00 di Center Brahmakunta Supranatural dan Spiritual Universal.
“WORKSHOP TUTUR KEJERNIHAN SEBAGAI PENYEMBUH UTAMA DI ABAD INI”.
HARI : MINGGU, 7 DESEMBER 2014 TEMPAT : GEDUNG PWI BALI JL. GATOT SUBROTO, LUMINTANG, DENPASAR WAKTU : 14.00-17.00 HARGA TIKET :Rp. 500 RIBU diskon menjadi hanya Rp. 200 RIBU INFO LENGKAP DAN TEMPAT PENDAFTARAN : BRAHMAKUNTA CENTER, PERUMAHAN GUNUNG SARI INDAH, JL. TUKAD BUANA I NO 61 KEBO IWA UTARA.TELP. 0361-7112404, 0361-8442823, PIN BB: 7FB63D85, FB : GURU MANGKU HIPNO. TIKET JUGA DAPAT DIPESAN DAN DIANTAR MELALUI : 085238640217 (JRO ABUCK) 08563800133 (JRO ANTA) 081999205505 (JRO GUS KIKO, CH) 085738818906 (JRO SUWANDRA, CH) 082247357268 (JRO AGUS ADI) 08123988724 (JRO AYUK) 085935051555 (JRO MULYAWAN) 08124681851 (JRO MUSNA)
Woman on Top
6
Sudut Pandang
1 - 7 Desember 2014
1 - 7 DEsember 2014
Cinta Produk Dalam Negeri tetapi Beli Produk Luar Negeri
Punia Pedaksinan Pura Agung Kentel Gumi Dari, Oleh, dan Untuk Umat Sebagai tindak lanjut dari kegiatan Punia Pe daksinan atau penggalian dana serangkaian Karya Pangusabhan Jagat Pura Agung Kentel Gumi lan Nyanggra Palelastian Pura Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir yang berlangsung Oktober s.d November 2014, Rabu ( 26/11) telah dilaksanakan penyerahan hadiah kepada pemenang undian.
P
eraih hadiah utama I dan II masing-masing berupa 1 unit mobil Toyota Agya. Dalam pengundian Punia Pedaksinan yang dilaksanakan secara terbuka pada 17 November 2014 tersebut disaksikan oleh Wakil Bupati Klungkung, Camat dan Notaris Ida Ayu Indra Kondi Santosa, S.H,,M.Kn. Keluar sebagai peraih pemenang utama I adalah Desa Tebuana, Taro, Kecamatan Tegalalang, Gianyar. Sedangkan hadiah pemenang utama II diraih oleh Desa Pakraman Lebih, Sebudi, Kecamatan Selat, Karang asem. Sementara hadiah pemenang
lainnya tersebar di seluruh Bali. Dalam pertemuan penyerahan hadiah kenangan tersebut, dipaparkan sekilas perihal keberadaan Pura Agung Kentel Gumi oleh Bendesa Pura, dr. Made Siangan. “Apa yang tersurat dalam Raja Purana Batur mempertegas keberadaan status Pura Agung Kentel Gumi yang merupakan satu kesatuan dengan Pura Batur dan Pura Besakih sebagai Tri Gunaning Pura atau Kahyangan Tiga Jagat Bali, tempat untuk nunas kadegdegan jagat,” ungkap Bendesa Pura mengutip Raja Purana Batur. Dijelaskan pula bahwa upacara yang berlangsung pada Oktober
hingga November 2014 ini menjadi sangat khusus karena mampertemukan prosesi dua (2) pura besar yaitu Pura Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir dan Pura Agung Kentel Gumi dalam upacara Melasti dan Tawur Labuh Gentuh di Pantai Klotok, Klungkung. Sebagaimana dijelaskan oleh Manggala Prawartaka Karya Pangusabhan Jagat Pura Agung Kentel Gumi Klungkung, Ngakan Putu Gede Bawa. Punia Pedaksinan yang telah direkomendasi oleh Majelis Utama Desa Pakraman bukan semata menghimpun punia umat namun bertujuan pula untuk menyampaikan
informasi keberadaan pura sebagai Kahyangan Jagat berikut yadnya yang diselenggarakan secara berkelanjutan. “Setiap kupon Punia Pedaksinan yang dikirim ke Desa Pakraman di Bali kami sertai dengan brosur perihal Pura Agung Kentel Gumi, sehingga umat mengetahui keberadaan pura sebagai pura sungsungan jagat. Selain itu, Punia Pedaksinan ini adalah wujud realisasi dari upacara Tedun ke Paselang dan Mapedanan yang intinya umat ngaturang punia dan Ida Hyang Widhi mapaica dana. Bukan itu saja, kami juga menggagas penyaluran punia secara sosial, khususnya pada anak-anak dan remaja melalui pen-
didikan dan pembinaan seni budaya,” ujar Ngakan Putu Gede Bawa. Ide pelaksanaan Punia Pedaksinan tersebut digagas oleh notaris Ida Ayu Indra Kondi Wananjaya, S.H., M.Kn., yang juga selaku penasihat di Pura Agung Kentel Gumi. Menyikapi perihal pelaksanaannya tersebut, Dayu Kondi mengatakan “Keterbukaan, kejujuran dan pendataan yang akurat dalam pelaksanaan punia pedaksinan itu adalah suatu keharusan agar memiliki kekuatan hukum sehingga umat percaya bahwa punia yang dihaturkan tersalurkan dengan benar.” Selanjutnya, prajuru Desa Pakraman Tebuana, I Wayan Pelor dan prajuru Desa Pakraman Lebih, Jro Mangku Gede Wenten pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih atas kesigapan panitia dalam menyelenggarakan Punia Pedaksinan ini. “Kami justru mengetahui informasi sebagai peraih hadiah kenangan setelah dihubungi oleh panitia, Hal ini menandakan panitia bekerja secara jujur. Awalnya. kami berniat ngaturang punia tanpa berambisi meraih hadiah. Namun, ketika kami mendapatkan paica Ida Sasuhunan, maka terima kasih yang tak terhingga kami haturkan kehadapan Ida Hyang Widhi. Hadiah kenangan berupa mobil ini diluar dugaan kami dan tentunya sangat bermanfaat bagi kami dalam mendukung tugas kami di desa pakraman kami,” ungkap mereka. -ard
19
Srie Agustina
Kampanye ‘Cinta Produk Dalam Negeri’ sudah puluhan tahun didengungkan, sejak zaman Orde Baru hingga Orde Reformasi. Namun, produk Indonesia tidak jua menjadi ‘tuan di rumah sendiri’. Untuk membuat produk Indonesia berjaya di dalam negeri, memang tidak bisa hanya kampanye, imbauan. Ada banyak yang harus dilakukan, termasuk soal regulasi, juga keteladanan.
B
agaimana mungkin meminta masyarakat memakai produk dalam negeri sementara mereka yang mengimbau ternyata juga penggemar barang impor. Berdasarkan riset Universitas Indonesia, terdapat 91% responden menyatakan bangga dengan produk Indonesia. Namun ironisnya, dalam hasil riset yang sama pula, ditemukan hanya 34% yang mau membeli produk Indonesia. Pada INA Craft 2009, pencanangan ‘Cinta Indonesia’ dihidupkan kembali, namun setelah itu hanya ‘sayup-sayup’ terdengar. Bersamaan dengan itu serbuan barang-barang impor ke pasar Indonesia semakin menjadi-jadi. Tidak hanya di mal-mal tapi merangsek sampai ke pasarpasar biasa. Belakangan, seiring semakin dekatnya pemberlakukan perdagangan bebas ASEAN, kampanye ‘Cinta Produk Indonesia’ terasa kuat berhembus. Berbagai pameran produk Indonesia marak digelar, khususnya di Jakarta. Entah kenapa masyarakat kita begitu ‘tergila-gila’ dengan segala yang berbau luar negeri. Padahal banyak barang produk dalam negeri kualitasnya tak kalah dengan produk
impor, bahkan bisa jadi di atasnya. Tapi para konsumen juga berkilah, bukan tidak cinta produk dalam negeri tapi produk dalam negeri yang berkualitas harganya mahal. Sedang yang impor, meski secara kualitas berada sedikit di bawahnya, harganya lebih murah. Soal harga, memang menjadi salah satu masalah kenapa masyarakat kita lebih suka membeli produk asing ketimbang negeri sendiri. Umumnya kita, jika berhadapan dengan ‘harga’ maka tentu akan memilih yang lebih murah. Jadi bukan soal ‘Cinta Indonesia’ atau tidak. Masalah keunggulan kompetitif, termasuk di dalamnya soal harga telah sering dibicarakan dalam berbagai forum. Karena inilah yang menjadi salah satu kunci utama jika produk Indonesia ingin berjaya, bukan hanya di dalam negeri tapi juga di pasaran internasional. Tapi di sisi lain banyak pengusaha kecil mengeluh soal sulitnya mereka masuk ke pasar modern. Bagaimana bisa barang mereka dikenal masyarakat kalau ruang pasar modern sulit ditembus. Keluhan itu rupanya didengar pemerintah. Sejak akhir tahun lalu, Kementerian Perdagangan mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan No 70 Tahun 2013 ten-
Cinta Produk Dalam Negeri di Trade Expo Kemayoran
tang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern. Peraturan ini dengan tegas memuat kewajiban pusatpusat perbelanjaan dan toko modern menyediakan barang dagangan produksi dal a m negeri sekurang-kurangnya 80% dari total produk yang diperdagangkan, baik dari volume maupun jenisnya. Belum lagi peraturan tersebut berlaku, pemerintah pun melakukan revisi. Adanya keberatan sejumlah pengusaha akan kewajiban 80%. Akhirnya peraturan itu pun direvisi, salah satunya tentang kewajiban 80%. Permendang No 56 tentang Perubahan atas Permendag 70/M-DAG/2013 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat
Perbelanjaan, dan Toko Modern. PERLINDUNGA PRODUK DALAM NEGERI Direktur Jenderal Perdagang an Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Srie Agustina, di sela-sela acara Trade Expo (TEI) yang berlangsung di JIE Kemayoran, Jakarta, baru-baru ini, mengatakan, pengusaha yang dikecualikan dalam ketentuan tersebut adalah yang masuk dalam global chain (rantai pasokan global). Artinya, produk yang diperdagangkan itu juga bisa diproduksi di berbagai negara lain. Kedua, menjual produk premium brand, dimana produk tersebut belum bisa diproduksi di Indonesia. Ketiga, produk yang memang diperuntukkan bagi warga negara tertentu yang tinggal di Indonesia. Misalnya, makanan Korea dan Jepang. “Permendag No 56 melengkapi Permendag 70,” kata Srie.
Peraturan ini dibaca sebagai perlindungan terhadap produk dalam negeri dari serbuan produk luar yang kini membanjiri Indonesia, sekaligus membuka pintu seluas-luasnya bagi produk dalam negeri untuk memasuki pasar. Karena dengan kewajiban 80% produk lokal, berarti produk impor hanya boleh sekitar 20%. Di sisi lain, ini merupakan tantangan bagi para pengusaha dalam negeri terkait kemampuan memasok produk. Tidak hanya itu, pengusaha juga harus mampu menghadirkan barang-barang berkualitas unggulan agar mampu mengganti barangbarang impor. Pengusaha memiliki waktu untuk mempersiapkan diri. Setidaknya, meski Permedag No 70 lahir tahun lalu, dan revisi Permendag No 56 dilakukan baru-baru ini, namun implementasi dari peraturan tersebut baru akan dilakukan pada 12 Juni 2016 mendatang. –Diana Runtu
20
Nine
1 - 7 desember 2014
Gusti Agung Mistari
Inspirasi
1 - 7 desember 2014
5
Bagus Sakaputera
Beri Keuntungan Dobel
Bekerja karena Hobi
Dua orang karyawan salon kecantikan Agung Simpatik, Ratmi dan Suri, tengah asyik melayani pelanggan yang melakukan creambath dan facial. Sesekali Gusti Agung Mistari, pemilik salon datang mengecek ketika mereka bekerja untuk memastikan semua pekerjaan berjalan dengan baik. Dua orang karyawannya ini, khususnya Ratmi, sudah lebih dari 18 tahun bekerja di salon ini. Saat ini, Agung memang hanya memiliki dua orang karyawan ditambah lagi dengan dua orang dari sebuah balai pelatihan yang tengah magang.
Berkecimpung di dunia event organizer (EO) membuat Bagus Sakaputera menemukan kepuasan. Sudah banyak event yang sudah digarap pria yang akrab disapa Guzaka ini bersama Sakabros, EO miliknya. Ia tak pernah berhenti untuk mencari ide-ide dan inspirasi baru demi kesuksesan sebuah event.
S
alon-salon kecantikan di Kota Mataram, akhirakhir ini terlihat tumbuh cukup baik. Namun, tidak banyak salon kecantikan yang mampu bertahan dalam waktu yang lama apalagi berpuluh-puluh tahun. Banyak yang buka, banyak pula yang lekas tutup. Kurangnya pelanggan yang memakai jasa salon-salon baru ini, membuatnya tidak banyak yang bisa bertahan lama. Tidak demikian halnya dengan Salon Kecantikan Agung Simpatik yang berada di Jalan Arif Rahman Hakim Mataram. Dari tidak banyak salon kecantikan yang ada di Mataram yang mampu bertahan, meski dalam segala keterbatasan, salon yang dibuka sejak tahun 1994 sampai saat ini, terus melayani pelanggan hingga 20 tahun lamanya. Dan sejak itu, salon ini tidak pernah tutup. “Hanya tutup di harihari besar saja,” ungkap Ratmi. Seperti halnya ketika dilakukan renovasi total bangunan salon ini, aktivitas salon berpindah ke rumah Gusti Agung Mistari, yang berada di belakang salon. Bagi perempuan berusia 57 tahun yang biasa dipanggil Agung ini, hal tersebut dilakukan agar pelanggannya tidak kecewa, meski pun beberapa pelanggan ada yang menyangka bahwa salon ini sudah tutup waktu itu. Berawal dari suka ke salon, Agung tertarik untuk mendalami dunia kecantikan ini. Kebetulan juga beberapa saudara dan keluarganya di Bali, menggeluti usaha salon kecantikan. Tahun 1993 ia mulai mengambil kursus kecantikan di Bali hingga mahir dan berani membuka salon sendiri di Mataram tahun 1994. Saat pertama kali membuka salon, Agung dibantu beberapa karyawan. Uniknya, semua karyawannya ia didik sendiri dari nol (dari tidak tahu menahu soal kecantikan)
Aktivitas di salon milik Agung yang masih bertahan di tengah banyaknya klìnik keçantikan di Mataram
hingga mahir dan memiliki keahlian menangani kecantikan. “Semua karyawan saya didik dari nol sampai mereka bisa menangani berbagai hal seputar kecantikan, seperti facial, creambath, gunting rambut dan lainlain,” ujarnya. Puluhan orang yang pernah menjadi karyawan di salon ini, termasuk Ratmi dan Suri, mendapat kursus gratis dari Agung dan langsung bekerja di salon ini. Pegawainya dapat keuntungan dobel, keahlian dan dapat gaji. Suka duka sepanjang 20 tahun mengelola salon yang memiliki pelanggan tetap ini sudah dilalui olehnya. Mulai dari ditinggalkan oleh karyawan yang telah dididiknya kemudian membuka salon sendiri hingga ditinggal minggat karyawannya. Saat ditinggal minggat karyawannya, Agung sempat meminta “bala bantuan” dari salon keluarganya di Bali yang kemudian meminjamkan tiga karyawannya untuk membantu di Agung Simpatik, sembari Agung sendiri melatih calon karyawan baru. Bagi Agung, meski ia kecewa dengan mantan-mantan karyawannya itu, terutama yang minggat, itu adalah
Agung bersama dua karyawannya, Ratmi (kiri) dan Suri (kanan)
bagian dari suka duka perjalanannya dalam mengelola salon kecantikan. Namun, ia bangga bahwa orangorang yang pernah dididiknya bisa membuka sendiri salon kecantikan. “15 orang mantan karyawan yang saya didik di sini sudah buka salon sendiri,” kata Agung yang ketika
muda dikenal sebagai perias pengantin Sasak, Bali, Jawa, bahkan gaya Eropa ini. Salon ini awalnya bernama New Simpatik. Namun seiring dengan perubahan nama berdasarkan aturan pemerintah untuk meniadakan semua nama asing pada perusahanaan atau usaha dan lain-lainnya, nama tersebut berubah menjadi Agung Simpatik. “Nama itu diberikan oleh pelangan dan saya setuju,” kata Agung tertawa. Kebetulan juga, Agung Simpatik memiliki arti mengutamakan kebaikan. Kemampuan salon ini bertahan di tengah gempuran klinik-klinik kecantikan yang banyak bermunculan di Mataram saat ini, terbilang baik. Walaupun banyak perempuan yang beralih merawat kulit di klinik-klinik kecantikan, salon Agung Simpatik tetap saja didatangi pelanggan. Tarif yang relatif murah, tetap dipertahankan oleh Agung agar pelanggannya tetap datang melakukan perawatan. Menurut Agung, meski salonnya tidak tampak ramai antrian pelanggan, tiap hari selalu saja ada pelanggan yang datang. Tidak kurang dari Rp 4-Rp 7 juta sebulan penghasilan salon bisa diperolehnya. Dari penghasilan salon ini, yang pertama kali disisihkannya adalah membayar gaji karyawannya. Selebihnya ia mengaku tetap rajin bayar pajak. Tarif murah meriah di salon ini bisa diberlakukan oleh Agung karena ia merasa beruntung tidak harus mengontrak tempat karena tempat ini miliknya sendiri. “Saya tidak perlu kejar setoran, yang penting pelangan tetap setia datang ke mari,” ujarnya.
Gusti Agung Mistari
Dan demi kenyamanan pelanggan pulalah, ia melakukan renovasi keseluruhan terhadap bangunan salonnya yang kini dilengkapi pendingin ruangan. Meski kini harga BBM naik, rupanya salon ini tidak terpengaruh. “Harga masih sama, tidak ada pengaruhnya dengan kenaikan BBM,” kata Agung yang memiliki ijazah nasional pada dasar, terampil, mahir dan profesional dalam hal kecantikan. Kini, sekalipun dirinya tidak lagi menangani pelanggan secara langsung karena alasan kesehatan, Agung tetap bersemangat menerima anak-anak yang magang demi mendapatkan keahlian. Baginya, ini adalah bagian dari keinginannya untuk membuat anakanak muda memiliki keahlian yang nantinya dapat membuka usaha sendiri. Dua karyawannya, Ratmi dan Suri, sampai kini setia bekerja di salon ini menunggu para pelanggan perempuan dan laki-laki yang silih berganti datang melakukan perawatan. -Naniek I. Taufan
G
uzaka mengawali kariernya sebagai model di tahun 1990-an. “Sejak SMA saya sudah mendalami kegiatan kesenian di atas panggung dari modeling, operet, dan drama musikal. Ini berlanjut sampai kuliah, saya selalu mendapatkan posisi koordinator sie kesenian baik di OSIS maupun di senat,” kenangnya. Keaktifan di organisasi ini menjadi bekal bagi Guzaka untuk mendapatkan banyak relasi. Ia rajin bergaul dengan banyak kalangan. Baginya, relasi ini penting untuk menambah wawasan sekaligus membuka peluang bisnis di kemudian hari. Hal inilah yang kemudian membuatnya mantap untuk menekuni dunia EO bersama istrinya Helga Riftiana. “Saya dan istri berangkat dari model tetapi lama-kelamaan saya beralih menjadi koreografer, music director dan terakhir show director jika ada pagelaran busana sedangkan istri sampai sekarang masih menjadi model,” ujar pria kelahiran Denpasar, 23 April 1972 ini. Untuk menggarap kegiatan, Guzaka belajar dan mencari inspirasi dari kegiatan sebelumnya baik saat di atas panggung maupun dari event di luar negeri yang sering diikuti. Ia juga selalu meng-update kegiatan kreatif melalui internet dan media massa khususnya yang mempublikasikan event. Ayah dari Arkana Putera Saka dan Arkananta Putera Saka ini mengaku dulu banyak orang yang mencibir ketika ia menekuni dunia EO. “Saya dibilang salah jurusan. Kuliah Ekonomi tetapi kerjaan ngurus event. Bagi saya, mengerjakan event itu hobi. Saya ingin
Guzaka
memberikan yang terbaik untuk klien. Semuanya harus dipersiapkan dengan detail agar saat eksekusi bisa berjalan lancar. Kalau sudah lancar, acara sukses, event berikutnya akan datang. Bagi saya bekerja itu disesuaikan dengan hobi biar sejalan,” tegasnya. Selain mengurus EO, Guzaka juga instruktur advertising dan film di Alfa Prima Denpasar serta fasilitator etika event organizer (EO) di John Robert Power Denpasar. Pria yang meraih gelar sarjana ekonomi dari Fakultas Ekonomi Unud dan Magister Manajemen juga dari Unud ini bahkan pernah menjadi instruktur Production Management di New Media Interactive Computer Education. Selain mengajar, Guzaka pernah aktif di Pengda Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Bali. “Sejak SMP saya gemar bersepeda, khususnya sepeda balap. Sampai sekarang saya masih sering men-
Guzaka dalam acara Jakarta Fashion & Food Festival 2013
jajal medan baru untuk jenis MTB. Bahkan anak-anak kerap saya ajak,” ujarnya. Kini Guzaka beralih ke olahraga menembak tetapi bukan sebagai petembak. Ia kerap menemani Helga yang menjadi atlet menembak Kota Denpasar. Putra keduanya pun mulai ikut berlatih saat ibunya berlatih. Guzaka mengaku ia dan istri tidak pernah memaksakan anak-anaknya untuk mengikuti orangtua. Mereka membebaskan kedua buah hatinya untuk menekuni apa yang mereka mau. Sebagai orang baru di dunia menembak, Guzaka tak canggung. Ia tak segan ikut membantu tim menembak Kota Denpasar. Bahkan ketika Porprov tahun 2013 ia didaulat menjadi Manajer Tim Menembak Kota Denpasar. Hasilnya, Denpasar menjadi juara umum di cabang ini. Guzaka bahkan tercatat sebagai pengurus Pengcab Perbakin Denpasar bidang Organisasi. KENANGAN RAMBUT KRIBO Guzaka juga aktif di Nyanyian Dharma Foundation yang membawanya terbang ke India menjadi stage manager untuk Nyanyian Dharma & Rokavatar Tour of India, 15–22 Februari 2010. Saat acara Doa untuk Pertiwi Nyanyian Dharma Foundation di Candi Prambanan Stage, 11 Januari 2012, ia menjadi show director. “Di tepi Sungai Gangga, kami tampil untuk menghibur masyarakat India. Saya ikut menarikan barong untuk mengiringi salah satu lagu. Walau dengan perlengkapan seadaanya, kami berusaha tampil maksimal,” kenangnya. Beberapa waktu yang
akan datang ia akan ikut serta melawat ke AS bersama Nyanyian Dharma Journey to USA. Pengalaman tampil di luar negeri juga diungkapkan pria asal Kubutambahan, Buleleng ini. Ketika Mardiana Ika mengadakan show di Hongkong Fashion Week, Juli 2007, Guzaka menjadi music director. Sampai di Hongkong, ia malah diberi kepercayaan menjadi first face (orang yang pertama melenggang di cat walk). “Ternyata Ibu Ika ingat saya pernah menjadi model dengan mengenakan wig rambut kribo. Saya pun diminta untuk pakai wig kribo juga untuk opening show. Saat show, saya pakai kacamata karena visa saya visa wisatawan, bukan visa kerja,” kenang Guzaka. Pekerjaan sebagai penata musik dan pembuka show bisa ia lakoni dengan sukses. Dua tahun kemudian, ia kembali ke Hongkong menjadi music director untuk Ali Charisma House Show yang juga tampil di Hongkong Fashion Week 2009.
Pelepasan ribuan pengendara Harley
Sampai kini sudah ratusan event berskala lokal, nasional, hingga internasional ia garap melalui bendera Sakabros. Mulai dari event fashion, acara musik, peluncuran produk, hingga outbond bisa ia garap bersama timnya. “Nama Sakabros berasal dari Saka dan Bros yang artinya Saka Bersaudara. Dulu Sakabros ini nama bus milik keluarga yang melayani trayek Denpasar-Singaraja. Setelah bus pensiun, saya yang mohon izin kepada keluarga besar untuk menggunakan nama Sakabros,” ungkapnya. Di kalangan pecinta fashion show, nama Sakabros sudah sangat dikenal. Tahun 2012 dan 2013 ikut mendukung Denpasar di ajang Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF). Dari tahun 2012 hingga 2014 ia menjadi fashion show coordinator di Sanur Village Festival dan terakhir menjadi music director di ajang Bali Fashion Tendence 2015. –Ngurah Budi
4
Inspirasi
1 - 7 desember 2014
Siti Nurbaya Bakar
“Blusukan” ke Hutan Banyaknya menteri wanita dalam Kabinet Jokowi-JK memang dipuji banyak orang, namun yang lebih mengaggumkan lagi, beberapa dari mereka mendapat tugas yang terasa ‘maskulin’. Lihat saja bagaimana Menteri Susi Pudjiastuti yang harus ‘berhadap-hadapan’ dengan pencurian ikan.
S
ementara medan yang dihadapi Menteri Siti Nurbaya Bakar pun tak kurang kerasnya. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini, harus berhadapan dengan berbagai isu krusial di dua kementerian yang disatukan itu. Berdasarkan data, akibat ulah tak bertanggungjawab, hutan Indonesia kini tinggal 28%. Deforestasi Indonesia melebihi Brasil.
Macam-macam penyebabnya, dari pembalakan liar hingga pembakaran hutan yang kini terus terjadi. Soal illegal logging, misalnya, bukan perkara mudah. Ini adalah persoalan yang selalu menjadi ‘PR’ yang tak pernah terselesaikan oleh pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. Sementara dari bidang lingkungan hidup, Indonesia dituding sebagai penyumbang emisi gas rumah kaca ketiga setelah Tiongkok dan Amerika. Sebagaimana diketahui, emisi gas rumah kaca adalah penyebab terjadinya perubahan iklim. Tak hanya itu, disinyalir, kerusakan dan pencemaran lingkungan di Indonesia sudah sangat memprihatinkan. Inilah sebagian tantangan yang dihadapi Siti. Di sisi lain, untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut,
ia harus berhadapan dengan orang-orang yang berada di balik semua ini. Selama ini, kebanyakan hanya ‘kroco-kroco’ yang ditangkap, baik itu soal illegal logging maupun pembakaran hutan. Namun siapa tokoh atau dalangnya, itulah yang sulit dikejar. Mengatasi ini berarti Siti harus berhadapan dengan orang-orang yang memiliki banyak kepentingan dan ‘bermental garang’.
Sebagian orang sempat ragu akan kemampuan Siti bersikap tegas karena di balik semua ini tentunya bukan orang sembarangan. Buktinya, puluhan tahun masalah ini tak kunjung selesai. Orang bertanya-tanya, apakah dia tidak akan gentar? Bisa jadi beratnya permasalahan dan ‘kerasnya’ tantangan di lapangan, membuat sejak dulu hanya laki-laki lah yang diberi kepercayaan mengurusi Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tapi Presiden Jokowi berpandangan lain. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, ditunjuk seorang menteri perempuan untuk memimpin dua kementerian yang dilebur itu. Ibu dua anak ini, tak menampik kalau isu-isu yang ditanganinya di lingkungan hidup dan kehutanan, bernuansa
Siti Nurbaya
‘maskulin’. ‘Pekerjaan laki-laki’! Namun bukan berarti perempuan tidak dapat melakukannya. Ia percaya, mampu melakukannya, termasuk soal ketegasan yang menurutnya tak perlu diragukan. “Saya tidak gentar! Memang jika melihat isu lingkungan dan kehutanan, sepertinya ini ‘isu maskulin’, ya. ‘Pekerjaan maskulin’. Tapi kita diberi kesempatan, artinya, tidak ada perbedaan lagi antara laki-laki dan perempuan. Presiden menugaskan saya di ruang itu, saya sangat menghargai sekali,” tandasnya. “Dan saya tidak pernah merasa ragu (bertindak),” tambah wanita kelahiran Jakarta 28 Agustus 1956. Kepala Greenpeace Indonesia Longgena Ginting percaya bahwa perempuan memiliki kemampuan untuk menangani tugas berat seperti halnya masalah lingkungan hidup maupun kehutanan. “Saya percaya, kalau ada tugas berat, serahkan pada perempuan. Mereka punya kemampuan dan cara pandang berbeda dari laki-laki,” kata Longgena seraya berharap agar di tangan Siti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bisa membangun cara pandang baru tentang lingkungan. Dimana lingkungan tidak lagi didikotomikan dengan pertumbuhan ekonomi. “Pertumbuhan ekonomi hanya bisa berjalan dalam lingkungan yang terlindungi,” ujarnya. Pengamat lingkungan, Tengku Ariful Amri mengatakan, pria lebih rasional dibanding wanita, tetapi wanita lebih telaten dibandingkan lelaki. Untuk menyelesaikan persoalan lingkungan dan kehutanan, dibutuhkan kesabaran dan ini lebih mudah dilakukan oleh seorang
wanita. Kesabaran yang dimaksud adalah fungsi pengawasan dan ini akan lebih baik jika dilakukan oleh seorang wanita. Siti, ujarnya, memiliki tugas berat untuk memperbaiki tata kelola lingkungan yang sejauh ini telah mengalami krisis hebat akibat gundulnya hutan. Dalam pandangan Ariful Amri, Siti mempunyai komitmen yang bagus, memliki semangat juang yang baik. “Dia mampu berkoordinasi dengan berbagai pihak dengan cara yang komunikatif. Ini artinya, ada harapan di balik latar belakang kepribadian Siti Nurbaya,” katanya. Siti yang mendapat sarjana S1 nya di Intitut Pertanian Bogor dan S2 pada International Institute for Aerospace Survey and Earth Sciences (ITC), Enschede, Belanda, mengatakan, sebagai orang yang berkarier di bidang birokrasi selama 30 tahun, salah satu tugasnya adalah mengartikulasikan banyak kepentingan dan mempersiapkan berbagai kebijakan. “Jadi dalam beberapa hal, kurang lebih saya cukup familiar. Jadi saya tidak ragu sama sekali,” ungkapnya. Pemegang Bintang Jasa Utama 2011 ini, memang seorang birokrat tulen. Ia memulai kari-
baga baru yang dibentuk untuk menjembatani kepentingan legislatif pemerintah provinsi dengan Dewan Perwakilan Rakyat. Saat menjabat Sekjen DPD itu, Siti juga menjabat sebagai Komisaris PT Pusri, sebuah perusahaan BUMN yang mengurusi masalah pupuk. Tujuh tahun di DPD, Siti pun mengundurkan diri dan terjun ke dunia politik, bergabung dengan Partai Nasional Demokrat dengan jabatan Ketua DPP bidang Otonomi Daerah. Sepanjang kariernya 30 tahun sebagai birokrat, Siti yang menyelesaikan S3 nya di IPB, menerima sejumlah penghargaan, di antaranya adalah Satya Lencana Karya Satya XXX dan XX dan PNS Teladan. Puncaknya pada 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan Bintang Jasa Utama. Ia juga pernah dinobatkan sebagai 99 perempuan paling berpengaruh di Indonesia versi Majalah Globe Asia tahun 2007. Seperti menteri lain di kabint Jokowi-JK, Siti pun langsung tancap gas begitu usai dilantik. Tugas dan tantangannya luar biasa besar. Melebur dua kementerian besar bukan hal mudah. Itu sebabnya, wanita yang sebelumnya juga aktif sebagai dosen di sekolah pascasarjana Institut Pertanian Bogor program studi pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup ini, menjadi luar biasa sibuk. Bahkan Minggu pun dipakainya untuk bekerja. “Peleburan dua kementerian dan masa transisinya
Siti Nurbaya jalan kaki dari kantornya ke Gedung DPD RI
ernya di lingkungan PNS tahun 1981 di Provinsi Lampung. Tahun 1998, masuk ke Jakarta dan menempati pos di Departemen Dalam Negeri (Depdagri). Kariernya terus melesat, sampai akhirnya ia menjadi Sekjen Depdagri (20012005). Peraih penghargaan ‘PNS Teladan 2004’ ini kemudian ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI (2006-2013). DPD, ketika itu, adalah lem-
menjadi program utama saya dalam dua bulan ini,” ungkap Siti. Baik kehutanan maupun lingkungan hidup, katanya, memiliki urgensi masing-masing. Keduanya memiliki tantangan yang sama, yakni, bagaimana memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia tanpa rusak berkelanjutannya. “Perlu perbaikan di bidang perizinan supaya control dan peralihan hak dari Negara kepada pihak tertentu bisa lebih terukur,” jelasnya. Salah satu cirri khas dari menteri-menteri kabinet Jokowi-JK adalah blusukan, Siti pun melakukan itu. Hanya bedanya, kalau yang lain blusukan ke pasar-pasar, kampong-kampung, dll, maka Siti sesuai bidang tugasnya dia pun blusukan ke hutan. Salah satu yang dilakukannya baru-baru ini adalah blusukan ke hutan produksi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Ini untuk melihat langsung lokasi relokasi warga korban letusan Gunung Sinabung. Rencananya sekitar 30 ha dari hutan produksi itu akan dipakai untuk menampung warga pengungsi yang terdiri dari tujuh desa. –Diana Runtu
1 - 7 desember 2014
Mandalika
21
Berburu Kuliner Segar di Nipah Asap mengepul menebar aroma sedap ikan bakar memenuhi sepanjang jalan pinggir pantai di Dusun Nipah. Tidak kurang dari 50 lapak berjejer rapi sepanjang jalan utama yang menghubungkan Senggigi Lombok Barat ke Lombok Utara ini. Silih berganti mobil-mobil berhenti memilih lapak-lapak yang hendak mereka kunjungi. Para pemburu kuliner segar ini biasanya sengaja datang bersama keluarga mereka ataupun mobil-mobil yang melintas, singgah dari perjalanan dari dan menuju Senggigi atau Lombok Utara.
L
okasi makan dengan penjualnya. “Bisa yang akrab memesan lewat telepon, disebut Nipah kapan mau ke mari, agar ini terletak di saya carikan ikan segar yang antara Kota Mataram, Sencukup dari nelayan,” ujar ggigi Lombok Barat dan Endi, salah seorang penjual Bangsal (pelabuhan menuju ikan bakar di Nipah. Tiga Gili, Gili Trawangan, Gili Namun sembari menanti Meno dan Gili Air), Lombok makanan tersaji, biasanya Utara. Perjalanan menuju pembeli memakai kesemlokasi makan di Nipah sekitar patan tersebut untuk men40 menit dari Kota Mataram, gobrol sambil minum kopi menuju ke arah Senggigi, yang juga tersedia di sini. lalu meneruskan perjalanan Suasana yang nyaman dengan menyusuri jalan tersebut lapak-lapak semi permanen ke arah utara. Melewati membuat tempat ini asyik perbatasan Lombok Barat untuk mengobrol dan berdan Lombok Utara, di sansantai. Seperti halnya lokasi alah tempat makan yang lain di pinggir jalan di Senggigi, setahun terakhir ini menlokasi berjualan ikan bakar gundang banyak kunjungan. ini, dulunya adalah tempat Dari Nipah, perjalanan bisa berjualan jagung bakar. “Tapi diteruskan hingga ke Bangsal setahun terakhir ini tidak ada Salah satu penjual ikan bakar di Dusun Nipah dan Lombok Utara. Lokasi lagi di Nipah yang berjualan yang asyik, membuat hari Sabtu dalam sterefoam yang dipenuhi es jagung bakar, tapi beralih jualan ikan terutama di Hari Minggu, tempat batu. Mereka tidak menggunakan bakar,” ungkap Endi. pengawet apa pun untuk ikanini dipadati pengunjung. Perkembangan penjualan ikan Sebenarnya tidak ada yang is- ikan ini, kecuali es batu. Jika ingin bakar di Nipah, terbilang baik. timewa dari hidangan kuliner yang makan di Nipah, sebaiknya meny- Hanya dalam waktu setahun disajikan di sepanjang jalan pinggir iapkan waktu yang tidak terburu- terakhir, tempat ini menjadi sangat pantai Dusun Nipah, Desa Malaka, buru. Karena begitu datang dan dikenal karena menjadi salah satu Kecamatan Pemenang, Lombok pesan, barulah ikan-ikan, sambal alternatif pilihan bagi masyarakat Utara, NTB ini. Ikan bakar, sambal dan sayur beningnya dimasak. khususnya Pulau Lombok terutomat dan sayur bening, biasa saja. “Rupanya, ikan-ikan yang mem- tama lagi warga Mataram, untuk Namun, tempat ini terbilang unik beku, harus dibersihkan terlebih berwisata bersama keluarga. “Di untuk tempat berburu kuliner yang dahulu, baru dimasak, itu yang samping bisa makan bersama kesegar. Selain lokasinya berada di membuat hidangan lumayan lama luarga, anak-anak juga bisa sambil pinggir pantai, makanan yang disa- tersaji,” kata Arif, salah seorang mandi di pantai,” kata Mardiana, jikan di sini serba segar. Ikan yang pengunjung yang tengah menanti yang tengah berwisata bersama baru saja dibakar ketika pelanggan makanan disajikan di salah satu anak-anaknya. Ia datang memesan memesan, sambal tomat dan sayur lapak di Nipah ini. makanan untuk makan siang, lalu Demikian pula dengan sayur mengajak anak-anaknya bermain kelor atau sayur bening lainnya, yang akan dibuat segar sembari bening dan sambalnya serta terong di pantai sambil menunggu makamembakar ikan-ikan yang juga bakar. Namun jika ingin cepat, nan matang. Anak-anak Mardiana, segar yang biasanya baru keluar maka bisa menelepon untuk memesan terlebih dahulu agar bedari bibir pantai. Ikan-ikan ini dibawa oleh ne- gitu tiba, tidak lagi menunggu lama, layan yang berlayar semalam dan makanan bisa langsung terhidang. dibeli oleh para penjual makanan Memesan lewat telepon biasanya di Nipah ini, pada subuh harinya. dilakukan oleh mereka yang sudah Ikan-ikan ini langsung dimasukkan sering datang ke Nipah dan kenal
mandi di pantai yang tidak jauh dari lokasi makan tersebut. Tempat ini memang sangat ramai dikunjungi ketika hari Minggu atau hari-hari libur. “Akan membludak kunjungan di Hari Lebaran Idul Fitri, Lebaran Topat dan Tahun Baru,” ungkap Endi. Menurut Endi, ia bisa menghabiskan 25 kilogram ikan sehari dan rata-rata penjual ikan akan menghabiskan jumlah yang sama dangan Endi. Namun di beberapa bagian tertentu yang lokasi lapaknya lebih strategis, menurut Endi, bisa menghabiskan hingga 100 kg ikan di hari libur yang sangat padat. Para pembeli akan mengantri di hari libur. “Kalau Tahun Baru, kami bahkan banyak yang berjualan hingga 24 jam,” kata Endi. Meski hanya hari libur yang ramai, para penjual ikan bakar di Nipah ini tetap berjualan tiap hari karena selalu saja ada kunjungan pembeli ikan bakar. Mereka tidak ingin mengecewakan pembeli. Berbagai ikan mereka siapkan untuk dipilih. Ada ikan baronang, kakap merah, kakap putih dan lainnya. Mereka yang berjualan di sini adalah warga Nipah, yang tinggal di Dusun Nipah yang tidak jauh dari lokasi tersebut.
Mereka mulai membuka lapak-lapak ini sekitar pukul 08.00 hingga malam hari jika pengunjung ramai. “Kalau ada pesanan jam 07.00, ya kami akan segera membuka lapak sebelum jam tersebut,” ujar Endi. Pokoknya di Nipah semua bisa dipesan sesuai keperluan dan kebutuhan pelanggan/pembeli. Dulu saat berjualan jagung bakar, lapak-lapak mereka tidak rapi, cenderung kumuh karena dibuat seadanya. Namun setelah Pemerintah Lombok Utara melihat prospek yang baik dari usaha masyarakatnya ini, dibuatlah lapaklapak semi permanen yang cukup baik. Bahkan telah ada fasilitas listrik yang pembayarannya diatur sendiri oleh para penjual ikan bakar. Bagusnya, sejak sekitar setahun lalu hingga saat ini, Pemda Lombok Utara memberikan hak pakai lapak yang bisa menampung 6-8 orang pembeli, ini secara gratis. “Sejauh ini kami tidak membayar sewa lapak,” kata Endi. Mereka yang berhak mendapatkan lapak-lapak ini, kata Endi, secara umum adalah yang dulu berjualan jagung dan memiliki lapak sederhana sebelumnya. -Naniek I. Taufan
Metropolitan
22
1 - 7 DEsember 2014
1 - 7 Desember 2014
Sosialita
3
Cok Istri Mirah, S.E.
Gala Dinner WAN-IFRA
Ratusan peserta WAN-IFRA World Young Reader Summit & Ideathon mengikuti gala dinner yang dilaksanakan di halaman Gedung Pers Bali K. Nadha, Senin (24/11) malam. Rombongan yang dipimpin Dr. Aralynn Abare McMane, Executive Director Youth Engagement & News Literacy ini disuguhkan makan malam dan hiburan seperti tari Pendet, tari Kecak, dan Joged Bumbung. Acara WAN-IFRA World Young Reader Summit & Ideathon berlangsung di Nusa Dua dari Senin (24/11) hingga Rabu (26/11). Pertemuan membahas perkembangan surat kabar di masa mendatang dan strategi untuk menggaet pembaca muda. –wah
Connector Pen Challenge 2014
Ketua BPOM Roy Sparringa, Deputi bidang Pengawasan Bahdar Johan Hamid dan pejabat lainnya menunjukkan hasil razia BPOM terhadap obat-obatan tradisional
Waspadai Jamu Berefek ‘Cespleng’ Kebanyakan konsumen menggemari jamu (obat tradisional) yang apabila dikonsumsi langsung menunjukkan reaksi positif bagi tubuh. Jamu yang dianggap ‘cespleng’ ini pun direkomendasikan kepada orang-orang terdekatnya, tanpa mengerti bahwa jamu yang bersifat ‘cespleng’ atau instan tersebut sebetulnya perlu diwaspadai.
E
fek ‘cespleng’ ini dianggap masyarakat sebagai kemanjuran dari jamu itu. Padahal, justru itulah yang salah. Menurut Bahdar Johan Hamid, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen Badan POM, efek jamu tradisional tidak ada yang ‘cespleng’ atau langsung terasa. Jamu tradisional baru akan menunjukkan khasiatnya jika dikonsumsi beberapa waktu lamanya. “Jadi harus diwaspadai jika jamu yang dikonsumsi, misalnya jamu pegel linu, rematik, langsung meredakan keluhan. Jamu itu patut diduga mengandung bahan kimia obat,” jelas Bahdar. Apa yang disampaikan Bahdar ini terkait dengan maraknya penjualan produk jamu yang dicampur bahan kimia obat dipasaran. Ia meminta agar masyarakat berhati-hati dalam memilih produk. Kalaupun melihat kemasan tertulis ada registrasi jangan langsung percaya begitu saja. “Cek alamat dan nomor teleponnya. Anda bisa melakukan pengecekan lewat website BPOM atau ada hotline BPOM untuk pengaduan jika mencurigai sebuah produk. Karena ada saja yang mencoba memalsukan, padahal setelah dicek ternyata tidak terd aftar. Jadi masyarakat harus waspada dan hatihati,” ungkapnya lagi. Masalah peredaran obat-obatan tradisional berbahaya memang bukanlah hal baru. Dalam banyak kesempat an, berbagai pihak, termasuk BPOM telah menyosialisasikan masalah ini pada masyarakat. Bahkan, razia pun kerap dilakukan dan berhasil menjaring ratus an produk jamu illegal yang beredar bebas di pasaran. Namun, ibarat ‘mati satu tumbuh seribu’, itulah yang terjadi pada produk-produk liar ini. Banyak yang sudah terjaring, bahkan kasusnya dimajukan ke pengadilan, namun industri jamu liar ini terus bertumbuhan.
Sudaryatmo
Hasil temuan BPOM hasil razia sepanjang November 2013-Agustus 2014, berhasil menjaring 51 jenis obat tradisional mengandung bahan kimia obat, 42 di antaranya merupakan produk tanpa izin edar atau ilegal. “Temuan ini hanyalah puncak gunung es, masih banyak produk mengandung bahan berbahaya di luar sana,” ungkap Kepala BPOM, Roy Sparringa, dalam jumpa pers Rabu (26/11). Terkait peredaran obat tradisional mengandung bahan kimia obat, kata Roy, BPOM melakukan upaya penanggulangan dari dua sisi, yaitu, pemutusan rantai supply dan demand. Pemutus an rantai supply dilakukan dengan meningkatkan pengawasan ketat di sarana produksi dan distribusi melalui operasi pasar, pemusnahan produk serta tindak lanjut secara administratif dan pro-justitia. “Pemutusan rantai demand dilakukan dengan meningkatkan komunikasi, edukasi dan informasi kepada masyarakat dan pelaku usaha,” jelasnya. “Obat tradisional yang telah terdaftar
namun ditemukan mengandung bahan kimia obat, nomor izinnya dicabut serta diproses secara pro-justitia,” tambahnya. Dikatakannya, obat tradisional tidak boleh mengandung bahan kimia, namun konsumen seringkali menginginkan efek yang ‘cespleng’. Sehingga dengan sengaja bahan kimia ditambahkan dalam obat tradisional tersebut. Padahal, jika dikonsumsi terus-menerus, konsumen bisa mengalami kerusakan fungsi hati, gagal ginjal, gagal jantung, bahkan kematian. “Bahan kimia yang sering dicampurkan dalam obat tradisional kebanyakan berupa pereda nyeri dan obat rematik, seperti parasetamol, fenilbutason serta penambah stamina seperti sildenafil,” paparnya. Karena itu, Roy kembali mengingatkan kepada masyarakat agar lebih teliti sebelum membeli atau mengkonsumsi obat tradisional agar terhindar dari obat tradisional yang bisa merugikan kesehatan. Selain 51 jenis obat-obatan tradisional, Roy juga meminta agar masyarakat waspada terhadap 62 obat tradisional dan suplemen makanan yang mengandung bahan kimia obat. Memang, hal ini belum ditemukan di pasaran Indonesia namun tetap saja masyarakat harus mewaspadainya. “Karena berdasarkan informasi dari negara lain yang diterima melalui skema Post-Market Alert System, ditemukan 62
Produsen alat tulis tertua dan terbesar di dunia, FaberCastell kembali mengajak anak-anak Indonesia untuk berkreasi membuat craft dalam “Connector Pen Challenge 2014”. Di Bali, kegiatan dilaksanakan Minggu (23/11) diikuti 700 siswa SD. Product Manager PT Faber-Castell International Indonesia, Richard Panelewen mengatakan kegiatan ini sebagai bukti komitmen Faber-Castell untuk terus mendorong kreativitas anak-anak Indonesia. Dalam lomba ini peserta diajak membuat craft sesuai dengan ide dan kreativitasnya sendiri, sesuai dengan tema “Kamu Bisa Bikin Apa?”. Richard menambahkan Connector Pen aman bagi anak-anak karena berbahan tinta makanan dan air serta gampang dihapus. Pemenang lomba mendapatkan hadiah uang tunai, produk, piala, dan sertifikat. -wah obat tradisional dan suplemen makanan mengandung BKO. Negara pemberi informasi produk TMS tersebut adalah Singapura, Malaysia, Thailand, Australia, dan Amerika Serikat,” jelasnya. PENEGAKAN HUKUM LEMAH Menurut Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Sudaryatmo, salah satu penyebab tetap maraknya peredaran jamu mengandung bahan kimia obat, meski sudah berkali-kali dirazia, karena hukuman yang dijatuhkan pada para pelaku tergolong ringan. Penerapan hukum maksimal jarang dilakukan, padahal produk ini membahayakan keselamatan masyarakat. “Mengapa razia seolah tidak memberi efek jera, karena salah satu sebabnya adalah hukuman yang diterapkan pada pelakunya relatif ringan. Jarang sekali ada yang dihukum berat. Jadi pelaku industri ini menjadi berani karena lemahnya penegakan hukum,” ujar Sudaryatmo kepada Tokoh. Temuan 51 jenis obat-obatan tradisional mengandung bahan kimia obat itu, bukan hal baru alias temuan berulang. Karenanya, BPOM harus mencari terobosan untuk mengatasi masalah ini. Dia melihat, selama ini ada kesan, putusan kasus-kasus yang dimejahijaukan kurang signifikan, dalam pengertian banyak perkara diputus dengan hanya memberi hukuman ringan pada pelakunya. Padahal jelasjelas mengedarkan obat-obatan illegal bisa membahayakan masyarakat. Pun
pelaku yang ditangkap, kebanyakan adalah pelaku lapangan. Inilah yang harus dicarikan terobosan. “Kalau soal regulasinya, sepertinya sudah jelas. Hukumannya pun cukup berat namun jarang diterapkan pada yang maksimal. Jadi salah satu persoalannya adalah pada penegakan hukum,” tegasnya. Hal lain menurutnya adalah pentingnya memutus mata rantai. Jadi bukan hanya melakukan razia terhadap produk-produk itu, tapi trader bahan kimia itupun harus diburu. Namun, tak dapat dimungkiri suburnya industri obat tradisional ilegal ini juga karena permintaan pasar yang cukup tinggi. Ada supply dan demand. Jadi yang harus dilakukan, edukasi yang terus menerus kepada masyarakat. Ini memang bukan pekerjaan mudah, kata Daryatmo. Tapi tetap saja harus dilakukan secara intensif agar masyarakat benar-benar memahaminya. Dari sisi pengawasan, harus lebih efektif lagi. “Contoh-contoh produk harus lebih sering diuji,” tandasnya. Adanya kasus-kasus semacam ini, sebenarnya merusak industri jamu tradisional. Padahal ini hanyalah ulah dari segelintir pengusaha nakal. Karenanya pihak asosiasi jamu harus tegas dengan menindak pengusaha-pengusaha jamu nakal itu. “Ini kan ulah segelintir pengusaha yang merusak industri jamu tradisional. Asosiasi harus tegas,” katanya. Industri jamu, tambahnya, juga mempunya kepentingan mengedukasi masyarakat. –Diana Runtu
Bisnis tanpa Risiko
Keperluan masyarakat Bali terhadap brokat, kain batik maupun endek cukup besar. Peluang ini ditangkap Cok Istri Mirah, S.E. dengan nyambi menjual produk tersebut di toko kosmetiknya sekitar tahun 1996. Jiwa bisnis Cok Mirah, sapaan akrabnya, memang sudah terlihat sejak ia masih mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi, Unud.
T
ahun 1993, sembari kuliah, putri Tjokorda Arnawa Pemayun, S.H., dan Indrawati ini memegang authorized dealer satu merek kosmetik di Denpasar. Melihat manajemennya yang sudah tidak bagus, Cok Mirah mencoba menangkap pel uang lain. “Kebetulan ada salesman yang nawarin batik, saya coba saja menjualkannya ke keluarga, dan teman-teman saya. Ternyata banyak yang berminat. Pengambilan batik saya waktu itu lumayan, sampai 1.000 pcs sebulan,” kisahnya. Produkproduk batik itu pun dipajang di
toko kosmetiknya. Tidak itu saja, beberapa brokat yang dinilainya bagus, dibeli, dipajang dan dijualnya kembali di toko tersebut. Melihat peluang pasar yang cukup menjanjikan, apalagi ba nyak produk tekstil yang di datangkan dari luar Bali, Cok Mirah dengan sang suami, Cokorda Gde Agung, S.H. kemudian merintis usaha dengan membuka grosir batik, brokat dan
endek, yang mana 90% produk batik dan endeknya diproduksi sendiri. Tahun 1998 pasutri ini membuka Toko Pratiwi Textile di Jalan Tukad Yeh Aya 162, Renon Denpasar. Motif-motif batik dari luar Bali dikombinasikannya dengan motif-motif Bali, dengan ragam pilihan jenis kain/kelas, seperti katun, dobi, sutra dan ATBM. Tarifnya mulai Rp 20 ribu sampai Rp 1 juta. Untuk pemasaran produknya tersebut, ibu dari Cokorda Istri Eka Pratiwi dan Cokorda Gde Ananta Wijaya ini memakai konsep reseller. “Karena saya kurang ‘kejam’ di bisnis, jadi saya cari tangan kedua untuk
berhubungan langsung dengan konsumen,” ujar perempuan kelahiran Denpasar yang menikah ke Puri Singapadu, Gianyar ini. Melihat perkembangan yang cukup bagus, karena konsumennya yang mayoritas umat Hindu di Bali selalu mencari produk ini, Cok Mirah mengembangkan sayapnya dengan membuka Ode-nant Textile di Jalan Kenyeri 154 Denpasar, Agustus 2013.
Aksi panggung para koordinator menghibur undangan dalam “Semarak Ode-nant 2014”
Di tokonya ini, ia mencoba me nerapkan konsep berbeda, yakni direct selling, penjualan melalui koordinator dan member, di samping retail. Ia mengumpulkan 20 teman-teman yang diajaknya saat menjalankan usaha kosmetik dulu, dan dijadikan sebagai koordinator. Mereka diberikan tantangan untuk menjalankan bisnis tekstil yang menjalankan konsep “membantu masyarakat Bali yang ingin berpenghasilan di tekstil dan berkelanjutan”. “Konsep Ode-nant, menjalani bisnis bersama. Fee untuk para koordinator dan member diambil dari keuntungan toko yang dikurangi, sehingg a tak menaikkan harga produk,” ujarnya. Seorang koordinator Tabanan sangat bersemangat menjalankan “bisnis tanpa risiko” ini, dan menjawab tantangan Cok Mirah dengan penjualan yang bagus di Tabanan. Ode-nant pun membuka cabang di Tabanan, di Jalan Mawar 99, Gerokgak Gede, Mei 2014. Sampai saat ini member-nya sudah 600an. “Saya tak pernah takut bersaing dengan toko tekstil lainnya, kare na kami beda. Ode-nant toko yang benar-benar beda. Menjalankan bisnis Ode-nant tanpa risiko, dan justru mendapat banyak keuntungan,” jelasnya. Keuntungan menjadi member Ode-nant, men dapatkan diskon belanja, bisa meminjam barang dengan rekomendasi dari koordinator, punya kesempatan jalan-jalan/reward, dan bisa mendapatkan harga promo saat asembly atau event khusus. Koordinator bertanggung jawab kepada member-nya. Jika salah satu member “nakal”, semua member-
Cok Mirah bersama suami dan kedua anaknya
nya tak diperkenankan meminjam produk/barang. “Jadi, yang mau menjalankan bisnis ini harus yang serius dan benar-benar perlu pekerjaan,” tegasnya sembari mengatakan sudah memberangkatkan 21 koordinator dan member peraih reward ke Malaysia Juli 2014. Tahun 2015, reward yang sama dijadwalkan ke Thailand. Baru berjalan setahun, perkembangan usahanya ini cukup pesat. Januari 2014, saat acara “Semarak Ode-nant 2014” telah 1.000-an member. Enam bulan berjalan, saat 1 st Anniversary Ode-nant, Agustus 2014, perkembangannya begitu pesat hingga tercatat 2.000 member. SEMARAK ODE-NANT 2015 Tiap tahun Ode-nant me ngadakan Semarak Ode-nant. Dalam acara yang dikemas apik ini ada promo produk dengan harga terbagus, pemberian reward kepada koordinator dan member, pelantikan koordinator baru dan member prioritas. Mereka yang mencapai target, diberikan fasilitas khusus. Untuk “Semarak Ode-nant 2015” yang akan diselenggarakan 11 Januari
2015 dan dihibur artis pop Bali, AA Raka Sidan, tiket undangan telah habis. “Target 400 peserta sudah jauh terlampau hingga 600an. Jadi mohon maaf, untuk Semarak Ode-nant 2015, tiket undangan sudah tak tersedia. Mungkin bisa ikut bergabung pada acara kami berikutnya,” ujar Cok Mirah. Antusiasme masyarakat yang cukup besar tersebut tentunya menunjukkan bagaimana “bisnis tanpa risiko” yang dijalankan Ode-nant ini benar-benar membantu masyarakat. Hal ini dikatakan Cok Mirah tak terlepas dari dukungan masyarakat, pihak perbankan, suami, anak, dan keluarganya, terutama Ajik (ayah) yang tak henti-hentinya memberi semangat pada dirinya. Soal ditipu atau produk dibajak, semua pernah dilaluinya. Saat dalam kondisi terpuruk itu, pemilik moto hidup “Apapun pekerjaan yang dilakukan dengan hati dan selalu bekerja keras, hasilnya pasti baik” ini, selalu mengingat petuah Ajiknya. Bahwa, hukum karmapala tetap berjalan, dan yang paling penting tetap berusaha dengan jujur, sehingga orang akan percaya kita. –ten
Kebersamaan Cok Mirah dengan keluarga dan para koordinator Ode-nant dalam “1st Anniversary Ode-nant”, Agustus 2014
2
Ekspresso
1 - 7 desember 2014
GORO-GORO
DAri daPUr Redaksi
Momen Kebersamaan
Tanpa terasa kita berada di pengujung tahun 2014. November terlewati, Desember siap kita masuki. Banyak momen yang sudah kita lalui. Ada yang indah, ada yang sedih. Tetapi, semua harus dinikmati sebagai warna dalam perjalanan hidup. Momen-momen pribadi tentu dengan mudah kita rekam dan abadikan. Banyak cara untuk mengabadikannya. Tiap orang punya caranya sendiri. Kadang, dalam keberagaman ini terajut harmoni. Bagaimana dengan momen bersama keluarga? Apakah sudah semua sudah diabadikan? Salah satu cara untuk mengabadikan momen bersama adalah dengan pergi bersama. Ada yang libur bersama, makan bersama, atau jalanjalan bersama. Dalam kebersamaan ini, rasa asah, asih, asuh akan makin kuat. Harmonisasi keluarga pun bisa diraih. Sebagai aplikasi dari kebersamaan ini, Tokoh bersama Bali TV menggelar “Family Touring End of the Year 2014. Satu Momen Banyak Cerita”. Kegiatan turing ini diawali di Gedung Pers Bali K. Nadha dan akan melintasi jalur perkotaan, perdesaan, persawahan, pasar, hingga finish di Bagus Agro, Pelaga. Momen kebersamaan ini tak hanya selama perjalanan saja. Ada momen keluarga peduli lingkungan dan keluarga peduli masyarakat. Banyak cerita yang bisa didapatkan dalam acara ini. Rangkaian cerita-cerita ini akan menambah pengalaman hidup kita. Suasana Badung Utara yang menjadi jalur segitiga emas kopi (Badung- Bangli, Buleleng) yang sejuk merupakan pilihan yang tepat sebagai tempat berkumpul. Selama ini masyarakat perkotaan lebih banyak beraktivitas di kota
Suasana Bagus Agro Pelaga. Salah satu aktivitas yang bisa dilakukan adalah panen tomat ceri.
atau Badung Selatan. Sekali waktu mari kita menyegarkan diri dengan udara pegunungan, melepas kepenatan untuk menikmati pesona alam negeri ini. Kebanggaan kepada negeri sendiri harus terus kita tanamkan sejak dini karena kalau bukan kita, siapa yang akan melakukannya. Hal ini pun sejalan dengan tema Aku Cinta Produk Indonesia yang kami jadikan tema “Sudut Pandang” edisi ini serta tulisan aktivitas Siswa Pencinta Alam (Sispala) yang harus peduli alam. Mari mengeksplorasi keindahan alam dan mencintai produk lokal. Salam
Biskuit “Orange” Sampai hari ini saya masih ingat pengalaman saya sewaktu SD kelas 3, tepatnya tahun 1995. Pada masa itu jarang sekali saya dikasi uang jajan oleh orangtua. Suatu hari ada rapat guru sekecamatan diadakan di sekolah saya. Saya bertemu dengan paman, beliau mengajar di SD lain. Betapa senangnya saya karena paman memberikan uang Rp 500. Dengan uang itu saya langsung pergi ke kantin. Untuk pertama kalinya saya melihat di kantin menjual biskuit “orange”. Sayapun mengambil biskuit tersebut dan membaca dengan seksama tulisan yang tertera di biskuit itu. Yang saya tahu “biskuit” itu sejenis roti. Lalu
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
“orange”? Kata “orange” dalam bahasa sehari-hari saya, kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti “katanya”. Sehingga saya menyimpulkan bahwa biskuit “orange” artinya biskuit “katanya”. Saya pikir jika itu katanya biskuit, berarti bisa jadi itu bukan biskuit. Saya pun menaruh kembali biskuit itu, tanpa berani bertanya kepada penjaga kantin. Setelah kejadian itu saya terus kepikiran tentang biskuit itu.
Saya ingin membuktikan kebenarannya, tapi saya tidak berani. 1998 saya melanjutkan pedidikan di SMP, dan barulah saya mendapatkan pelajaran bahasa Inggris. Hingga saya teringat dengan biskuit “orange”. Oh my God....... betapa bodohnya. Saya tidak berani membeli biskuit “orange” karena mengira itu hanya “katanya biskuit” bisa jadi itu bukan biskuit. Sungguh pengalaman keluguan masa kecil. Arliani
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Putu Wijaya
BUDI
“Jangan berkaca di cermin!” kata Amat kepada beberapa mahasiswa, kelompok yang sedang ditugaskan dosennya membuat ulasan tentang pergantian pemerintahan SBY ke Jokowi. “Berkacalah di opini orang lain,” lanjut Amat. “Cermin memang jujur, tetapi kesimpulannya sangat tergantung dari orang yang berkaca. Jadi tidak pernah objektif,” Para mahasiswa mengganguk tanda paham pemikiran Amat. Tapi itu tidak nyambung dengan pertanyaan mereka. “Apa hubungannya dengan perbandingan pemerintahan Pak SBY dan Pak Jokowi yang mau kami tulis?” “Tidak ada!” Semua ketawa. Amat melanjutkan: “Budi Jiung, nama aslinya, Budi Setiawan, asisten sutradara Arifin C Noor dalam film “Serangan Fajar” itu, bagai sebuah legenda. Energinya luar biasa, tidak pernah lelah atau sakit, suka menolong dan bergaul, spontan, berani, blak-blakan, dan tidak pernah lepas dari rokok kretek.” “Maaf, pak Amat, kami datang bukan untuk menanyakan soal film, tapi ...” “Budi pernah menginap di rumah bapak ini. Beliau menjadi semacam keajaiban. Bayangkan, mampu mengemudikan mobil dari Jakarta - Bali non stop, tanpa tidur. Bahkan langsung disambung mondar-mandir ke seluruh Bali mencari tempat untuk lokasi shooting. Tidak pernah mengeluh. Membuat bapak jadi malu.” “Maaf, Pak, sekali lagi, kami datang ke mari ...” “Bapak terlambat dibuatkan kopi oleh ibu saja, sudah stres. Jalan sedikit belum 1 km sudah ngos-ngosan, lalu minta dipijit. Pusing sedikit sudah morang-maring. Baru setelah berkenalan dengan Pak Budi, apalagi kemaren ada kabar dari jakarta, Pak Budi meninggal, di samping kaget, bapak baru sadar, baru mengerti memang bapak ini cengeng. Tukang mengeluh, seperti yang selalu dikatakan ibunya Ami. Paham?” Para mahasiswa mulai kesal, karena tidak ada kaitannya semua itu dengan urusan mereka. Semua gelisah, saling colak-colek mau cabut. “Maaf, Pak, mungkin kami salah waktu, datang pas saat yang tidak tepat, ketika sahabat bapak. Pak Budi itu meninggal. Jadi begitu saja, lain waktu saja kami datang.” Amat mengangguk. “Sebentar, memang cerita bapak tadi tidak ada hubungannya dengan tujuan kalian datang ke mari. Tetapi sebenarnya itulah jawaban bapak atas pertanyaan kalian.” Para mahasiswa makin heran dan ingin cepat pergi. Tapi supaya sopan, pimpinannya pura-pura bertanya. “Maaf, Pak, kami tidak melihat kaitan cerita bapak dengan pertanyaan kami. Kami justru merasa itu tidak nyambung!” Amat langsung memotong. “Itu istilah yang tepat. Memperbandingkan Pak SBY dan Pak Jokowi dengan maksud untuk memprediksi, apa yang akan terjadi selama 5 tahun ke depan di negara kita ini, itu yang tidak nyambung . Karena dalam 5 tahun ke depan persoalanpersoalan yang akan kita hadapi pasti berbeda, lain, bahkan tantangannya bisa bertentangan sama sekali dengan apa yang sudah terjadi selama 10 tahun kepemimpinan Pak SBY. Jadi perbandingan itu bila dipakai dasar memprediksi yang akan terjadi, tidak nyambung! Kok kalian para mahasiswa ikutikutan latah tidak nyambung?!” “Lho, Pak ke mana anak-anak itu?” tanya Bu Amat muncul dengan suguhan. “Sudah kabur!” “Kenapa?” “Habis tidak nyambung!! Bu Amat terhenyak, lalu ngedumel, “Jangan berkaca di cermin! Berkacalah di opini orang lain!”
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
1 - 7 desember 2014
Denpasar Menuju Kota Sehat Melalui Program Pro Rakyat
23
Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen untuk selalu menghadirkan program-program yang bersifat solutif terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, alokasi belanja daerah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Denpasar tahun anggaran 2015 lebih diprioritaskan pada program pro-rakyat. Sektor yang diprioritaskan, mulai dari pendidikan, peningkatan kualitas kesehatan, peningkatan ekonomi kerakyatan hingga pengembangan infrastruktur.
W
ali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra mengatakan pada program prioritas bidang pendidikan mencakup pendidikan anak usia dini, wajib belajar, nonformal, peningkatan mutu pendidikan dan tenaga pendidik serta manajemen pelayanan pendidikan dan peningkatan mutu. “Saat ini usia harapan sekolah anak Denpasar di atas 10 tahun. Kami masih terus mengevaluasi kelemahan-kelemahan yang ada,” ujarnya. Pemkot Denpasar juga menyiapkan tim dari PP dan KB, serta bidang terkait melalui penandatanganan sebuah MoU, untuk membantu sekolah menghadapi anak bermasalah, agar guru tak sampai mengambil tindakan yang melanggar hak anak. “Tahun 2015 kami mengagendakan pembangunan 100 kelas termasuk di dalamnya perbaikan dan penambahan kelas,” katanya. Sementara dalam peningkatan kesehatan dilakukan melalui program standarisasi pelayanan ke sehatan, pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin, serta pengadaan peningkatan dan perbaikan sarana prasarana puskesmas. Termasuk di dunia pendidikan, yang diperhatikan tak hanya ruang kelas. Namun diperlukan juga kantin dan toilet yang sehat. “Jika saya kunjungan, pasti toilet dulu yang saya lihat. Jika toilet bersih, makan di sebelah toilet pun tak masalah,” ujar Wali Kota yang kerap blusukan ke pasarpasar tradisional ini. Selanjutnya untuk penanggulangan kemiskinan, di antaranya dilaksanakann bedah rumah sehat. Tahun 2014, rencana bedah rumah adalah 84 dengan anggaran senilai Rp 20 juta per rumah. Dan pada tahun ini ditargetkan 100 rumah dengan anggaran Rp 30 juta per rumah, meski realita di lapangan tiap rumah berbeda kondisinya. “Bisa saja ada yang lebih besar dari Rp 30 juta atau sebaliknya kurang dari Rp 30 juta,” katanya. Program ini bukan sekadar bedah rumah, tapi bedah rumah sehat, yang memperhitungkan adanya sanitasi dan minimal dapur mini, sehingga bukan hanya layak ditempati tapi juga nyaman dan sehat, menuju Denpasar Kota Sehat.
Sehingga, usia harapan hidup yang saat ini rata-rata 74 tahun, bisa menjadi lebih tingggi,” ucapnya. Dalam kota sehat ada kota layak anak, kota disabilitas dan kota lansia, menjadi satu kesatuan yang terintegrasi di dalamnya. Ia menambahkan untuk mendukung kota sehat, pasar tradisonal pun harus menjadi pasar sehat dengan merevitalisasinya. Pada infrastruktuk, ada program penanggulangan kemiskinan, termasuk beasiswa miskin, perbaikan rumah, pelatihan dagang canang, dan fasilitas usaha kecil. “Serapan dana yang sudah dicanangkan dan digunakan, dievaluasi setiap tahunnya melalui rapat evaluasi. Memang tidak pernah ada yang sempurna, sebab kendalanya kondisi di lapangan seringkali berubah. Tetapi ada juga yang serapan dananya mencapai 100%,” ujar IB Rai D. Mantra yang berprinsip “tenang dalam segala hal, bahagia dalam pengabdian” ini. Pada bidang sosial, selain dilaksanakan oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, program pemberdayaan fakir miskin, penyandang masalah kesejahteraan sosial, pembinaan bagi penyandang di sabilitas, dan trauma pembinaan eks penyandang penyakit sosial ini juga dibantu oleh K3S Kota Denpasar sebagai mitra kerja pemerintah. K3S PARTNER PEMERINTAH KOTA DENPASAR Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar sebagai partner atau mitra Pemerintah Kota Denpasar dalam berbagai pelaksanaan kegiatan sosial. K3S telah memberikan perhatian kepada masyarakat yang kurang mampu, lansia dan para disabilitas dengan program bantuan dan pelatihan, serta bedah rumah sehat. Ketua K3S Kota Denpasar IA Selly D. Mantra, Wakil Ketua K3S Ny. Antari Jayanegara serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara, selama dikenal kompak tanpa memandang momen, konsisten mendatangi langsung rumah warga hingga ke pemukiman yang ada di pelosok. Hal ini, katanya
agar bantuan yang diserahkan dapat betul-betul bermanfaat sesuai dengan kondisi mereka masingmasing. Begitu pun pada para lansia, utamanya dari keluarga kurang mampu. Selain memberi sembako, juga disupport untuk selalu bersemangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari serta terus menjaga kesehatan. Apa yang dilakukan IA Selly D. Mantra itu bukan hanya sebatas tugasnya selaku ketua K3S, namun lebih kepada pribadi yang memiliki kepedulian kepada sesama. Ka rena terbiasa langsung ke rumah warga pula, mereka menjadi sangat terbantu. Masyarakat di empat kecamatan di Kota Denpasar sudah sangat dekat dengan semua petugas K3S. Sehingga, begitu ada masyarakat yang kurang mampu yang memerlukan bantuan, masyarakat maupun melalui lurah setempat segera menyampaikannya, dan penanganan dapat segera dilakukan. Kepada masyarakat kurang mampu penyandang disabilitas di Kota Denpasar misalnya, perhatian dan bantuan kepada mereka di antaranya dilakukan dengan memberikan bantuan berupa kursi roda dan alat bantu dengar. Bantuan K3S, bukan hanya terbatas pada bentuk alat-alat bantu saja, namun juga diberikan pelatihan kete rampilan modal kerja bagi yang memiliki usaha. Selain itu, berkat bimbingan K3S Kota Denpasar, beberapa anak penyandang di sabilitas berhasil meraih prestasi hingga ke tingkat nasional. IA Selly D. Mantra mengatakan pelatihan keterampilan diberikan untuk menunjang kemandirian mereka, seperti memijat, me rangkai bunga, hingga pelatihan menjadi penyiar radio. Malah, sudah ada beberapa dari mereka saat ini sudah menjadi penyiar di Radio Pemerintah Kota Denpasar (RPKD). Begitu juga di beberapa dinas pemerintrah kota sudah pula mempekerjakan penyandang disabilitas,” paparnya Menurut Selly D. Mantra, mereka adalah orang-orang yang penuh semangat. Meski memiliki kekurangan, namun mampu hidup mandiri dan tidak tergantung dengan orang lain. Maka, di tahun 2015 sudah pula
disiapkan program khusus belajar menenun untuk mereka kalangan tunarungu. “Menyusul akan dilakukan launching buku dari seorang anak difabel, untuk dapat menjadi motivasi bagi anak-anak yang lain,” ujar istri Wali Kota Denpasar yang beberapa kali pula mendapatkan penghargaan terkait kepeduliannya yang sangat tinggi pada para penyandang disabilitas. Selanjutnya, K3S juga tak ke tinggalan ikut membantu Peme rintah Kota untuk program bedah rumah. Tentu untuk mampu menjalankan program ini seperti juga sebagian besar program lainnya, K3S dibantu oleh para donatur, program corporate social responsibility (CSR) BUMN dan berbagai perusahaan swasta yang ada di Kota Denpasar. Mengenai bedah rumah, ia mengatakan cukup terbantu de ngan kebiasaan mereka blusukan
langsung ke rumah warga, sehingga dapat dengan mudah membantu untuk mengetahui kondisi rumah yang tidak layak huni dan benarbenar pantas dan harus dibedah. Informasi riil inilah yang disampaikannya pada pemerintah. “Biasanya, begitu Bapak Wali Kota memperoleh informasi, secepatnya juga turun ke lokasi,” katanya sambil menambahkan bahwa bantuan bedah rumah sehat ini, untuk memberikan tempat tinggal yang nyaman serta sehat, baik dari segi penataan juga sanitasi rumah tersebut. Sekali lagi ia merasa bersyukur, keberadaan K3S saat ini sudah diketahui seluruh masyarakat Denpasar. “Sehingga, ketika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, langsung menghubungi dan kami langsung pula turun ke lokasi memberikan bantuan,” tandasnya. -ard
1 - 7 Desember 2014
24
Lindia V-Shape Milk Coffee Underwire Full Lace Cup 1/2 Hard Cup, Strapless Bra
» Tidak percaya diri ketika mengenakan pakaian adat, pakaian upacara keagamaan atau pakaian pesta yang agak tembus pandang karena menampakkan bentuk tubuh yang tidak proposional atau ideal ? Untuk Anda ada kabar gembira. telah ditemukan metode modern yang dapat menampilkan betuk tubuh ramping ideal., dengan mengenakn Long Torso Fiori saat mengenakan pakaian upacara adat atau pakaian pesta yang agak tembus pandang.
Long Torso Fiori l Terbuat dari bahan nylon spandex dengan kelenturan menyesuaikan lekuk tubuh. Teknologi serat berongga yang renggang untuk sirkulasi udara hingga tetap sejuk dan sangat nyaman saat dipakai. l 4 spiral bone (stick) : 2 di depan agak samping, 2 di belakang agak samping. Untuk efek lebih menopang dan membentuk, sekaligus menopang tulang belakang (punggung dan pinggang) yang kadang akan terasa nyeri/ sakit saat mempertahankan sikap tubuh tetap tegak saat beraktivitas cukup lama, menjalankan kegiatan upacara adat atau pesta dan yang lainnya. lMenghilangkan tampilan lemak berlebih pada bagian perut dan belakang . Selain itu membentuk lekukan pinggang yang indah hingga tampak lebih langsing, lCup yang dirancang menyatu dengan torso sekaligus membantu menopang payudara hingga tampak rapi dan lebih padat berisi. Penampilan pun akan nampak lebih seksi seketika.
Kini tersedia Fiori Long Torso dengan warna milk coffee yang senada dengan kulit warna sawo matang wanita Indonesia hingga tampak sangat natural.
BARBARA Fiori Milk Coffee untuk tetap tampil ramping ideal di keseharian Anda: l 4 spiral bone (stick) : 2 di depan agak samping, 2 dibelakang agak samping. Untuk efek lebih menopang dan membentuk. l Cocok bagi yang suka agak ketat, dan ingin proses pembentukan lebih cepat, bagai putri keraton yang biasa pakai stagen ketat. * Bahan nylon spandex dengan kelenturan menyesuaikan lekuk tubuh, teknologi serat berongga yang renggang untuk sirkulasi udara hingga tetap sejuk dan sangat nyaman saat dipakai sehari-hari * Hilangkan tampilan lemak berlebih pada bagian perut dan belakang * Membentuk lekukan pinggang yang indah hingga tampak lebih langsing,Sangat bermanfaat juga untuk : lUntuk yang baru melahirkan
lYang ingin proses perampingan lebih cepat terjadi lKeluhan nyeri/sakit pada bagian tulang belakang dan cegah ter-
jadinya skoliosis akibat kesalahan sikap tubuh jangka panjang. Pemakaian setiap hari jangka waktu tertentu dapat menurunkan lingkar pinggang Anda l BARBARA dapat dipadukan dengan “VIO Fiori” untuk sekaligus menopang payudara
Free konsultasi untuk pastikan ukuran ideal Anda
Jln. Gatot Subroto IV Bok 1/6 Denpasar Tlp. (0361) 9009088; Hp 081 238 26388 Faks. (0361) 430109; Pin BB. 2B126B74 Gianyar Jln. Pudak - Gianyar Tlp. (0361) 208 6353; SMS. 081 6472 8192
Denpasar Jln. Nagasari No.1 Siulan PenatihDenpasar Tlp. (0361) 790 5547 SMS. 0821 4712 3079 Nusa Dua Jln. By Pass Ngurah Rai 50 Jimbaran-Nusa Dua Tlp. (0361) 365 1336; SMS. 0819 1625 8667 Pin BB. 2A44CE2C
Negara Jln. Sudirman No. 11A, Negara Hp 081938380908/ 082237799371 Pin BB 51794A6C
Tabanan Jln. Ngurah Rai No.62 Kediri-Tabanan Tlp. 0878 6009 1187 Faks. (0361)810 098 SMS (0361) 7822277
Klungkung Pasar SemarapuraLantai Basement Blok C. No.5 Klungkung Tlp. 0812 3875 997 Faks.( 0366)31523 SMS. 0878 6244 4768; Pin BB 7C9A15F9
Karangasem Jln. Ahmad Yani No.12 Subagan-Karangasem Tlp. 085792767065, 08123837028 SMS 08563855676
KUTA Jln.Raya Kuta No. 32 – Kuta, Bali Faks. 0361-774 410 SMS. 0878 6214 4005
SINGARAJA Jln. Raya Pemaron (depan pabrik kopi bubuk Banyuatis- Singaraja) 0852 3875 4521, 0877 6215 0757 Pin BB.2931E457