Skip to main content

Tokoh Edisi 820 | Tokoh

Page 1

24

27 Oktober - 2 November 2014

Benetta Lingerie

Jalan Diponegoro 98. Pertokoan Kertha Wijaya D15.Denpasar Bali Telepon (0361) 922.2221 Pin BB 75028454, 2AFDA235 Amour Boutique Jalan Gatot Subroto IV Blok I No 6, Denpasar Telepon (0361) 208 8899, 9239.888, 900 9088


2

Ekspresso DAri daPUr Redaksi

27 Oktober - 2 November 2014

Wanita Hebat Pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI ketujuh mengha­ dirkan banyak momen istimewa. Mulai dari pidato Jokowi yang hanya tujuh menit, salam-salaman dengan anggota MPR, naik andong ke Istana hingga konser pesta rakyat di Monas. Dari sekian banyak momen itu, perhatian juga tertuju kepada Ny. Iriana Joko Widodo. Penampil­an first lady Indonesia ini banyak menuai pujian. Ibu tiga anak ini dinilai menampilkan sosok wanita Indonesia. Pakaian kebaya dan rambut disanggul menjadikan Iriana terlihat anggun. Ia juga kalem dan tak banyak pergerakan. Kepada media massa, Iriana mengaku dirinya tetaplah seorang ibu rumah tangga. Namun, ia akan menyesuaikan diri karena sekarang ia bukan ibu rumah tangga biasa. Ia adalah ibu negara. Peran Iriana sebagai pendamping Jokowi makin memperkuat pernyataan yang mengatakan di belakang lakilaki yang hebat ada wanita yang juga hebat yang selalu memberi dukungan. Ketika Jokowi memotong

tumpeng di pesta rakyat, ia memberikan potongan tumpengan kepada lima wanita hebat. Mere­ ka adalah Siti Bugiah, seorang single parent yang sembilan tahun berjuang keras menghidupi kedua anaknya dengan menjadi sopir taksi; tiga orang mama dari Jayapura -Yuliana Pigay, Miriam Awarawi, dan Dolfiance Sraun yang menjadi perintis pasar tradisional Mama Papua; dan yang termuda Josephine Monica, siswi pertama yang berhasil meraih medali emas di Olimpiade Fisika Internasional sejak Indonesia ikut serta di ajang tersebut pada 1993. Jokowi salut dengan kiprah kelima wanita hebat yang diharapkan bisa menginspirasi wanitawanita lain di Indonesia untuk ikut bersama-sama memajukan bangsa Indonesia. Apa yang disampaikan Jokowi memang benar. Wanita memiliki peran penting untuk melahirkan generasi-generasi mendatang yang lebih hebat. Tak hanya di tingkat nasional, kiprah wanita di tingkat lokal juga tak kalah hebat. Edisi kali ini Tokoh sebagai bacaan wanita dan keluarga menghadirkan dua lurah wanita yang ada di Denpasar, Lurah Dauh Puri Gusti Ayu Made Suryani dan Lurah Renon Luh Oka Ayu Arya Tustani. Sebelumnya kami juga

menulis kiprah Lurah Tonja Ade Indahsari Putri. Segera menyusul edisi berikutnya Lurah Dangin Puri. Semuanya adalah lurah-lurah wanita yang ada di Kota Denpasar di bawah kepemimpinan Wali Kota IB Rai Dharmawijaya Mantra. Eksistensi mereka sudah diakui masyarakat dan pemerintah. Ini membuktikan wanita-wanita hebat dan mampu berprestasi. Semoga semua terus menunjukkan prestasi. Salam

Hampir Tenggelam Hari itu, aku tumben ba­ ngun pagi saat libur. Sebenarnya sih, bukan pagi, tapi mumpung hari libur, pukul 07.00 bagiku kepagian. Biasanya, pagi setelah bangun tidur, aku jalan-jalan ke Taman Kota. Namun, hari itu, aku malas jalan-jalan. Aku memutuskan pergi berenang. Biasanya, aku berenang di kolam renang yang letaknya tak begitu jauh dari rumahku. Namun, aku ingin mencoba kolam renang lain, yang merupakan kolam renang di hotel. Apalagi, kata temanku, kolam renang itu barus aja direnovasi, lebih bagus. Aku tertarik ke sana. Aku janjian dengan temanku di kolam renang tersebut. Ternyata benar, sampai di sana, kolam renangnya baru karena baru saja direnovasi. Saat aku datang, aku melihat tiga orang remaja sedang be­ renang. Mereka diantar orang­ tuanya karena aku melihat ada dua orang laki-laki dan perempuan paruh baya sedang duduk

mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

di teras kolam renang. Karena temanku belum datang, dengan semangat 45, aku mengganti pakaian dengan baju renang. Kemudian, tak menunggu lama aku langsung terjun ke air, tanpa berpikir, sedalam apakah kolam renang tersebut. OMG…… Aku kaget setengah mati, karena setelah terjun, kakiku tak sampai ke dasar kolam. Ternyata kolam sangat dalam. Aku gelagapan, untungnya aku bisa berenang. Dengan serta merta aku meraih lantai kolam bagian pinggir. Syukurlah dua kali mencoba, aku bisa meraihnya dan segera sekuat tenaga menaikkan badanku. Tanganku dengan kuat memegang lantai kolam karena takut ke-

peleset karena licin. Segera aku naik ke atas dan duduk di pinggir kolam sambil mengucapkan doa terimakasih kepada Tuhan kare­ na aku tidak tenggelam. Tiga remaja yang sedang duduk santai mengobrol bersama orangtuanya itu, menatapku dengan tanda tanya. Mereka mungkin bingung, mengapa aku duduk terpaku di pinggir kolam. Tapi aku tak peduli. Ketika sedang bengong menenangkan diriku atas kejadian tadi, temanku datang seraya berkata, sori aku terlambat. Ayo kita nyemplung. Langsung saja, aku jawab, tak mau dan mau pulang. Sejak kejadian itu, aku tak berani lagi berenang di kolam renang itu. -Rathi

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

GORO-GORO

Putu Wijaya

soempah pemoeda

Hari Soempah Pemoeda diperingati setiap tahun di hunian Pak Amat. Tetapi sekali ini tidak. Para pemuda semua kebetulan tidak ada di tempat, dengan berbagai keperluan, kegiatan, alasan, dan dalih. Amat berang. Ia mencak-mencak mengompori semua warga, agar peringatan tetap diadakan. “Arti pemoeda di dalam Soempah Pemoeda itu, bukan hanya anak-anak usia muda,” kata Amat.” Juga bukan hanya pria. Tapi kita semua yang berjiwa muda dan peduli kepada tanah air, bangsa dan negara! Meskipun kita sudah tua bangka!” Amat dituduh “over acting”, cari muka, ingin ngetop. Tapi Amat tidak peduli. Ia terus mengajak semua warga, besarkecil, tua-muda, laki-perempuan, untuk menyambut Soempah Pemoeda dengan apel bersama di lapangan voli. Akan ada upacara pengibaran bendera. Pembacaan teks Soempah Pemoeda dan menyanyikan bersama lagu Satu NusaSatu Bangsa. Disusul malamnya acara kesenian dengan organ tunggal. Bu Amat geleng-geleng kepala, melihat suaminya begitu bersemangat. Ia khawatir kalau kesehatan Amat nanti terganggu. Lalu ia minta agar Ami ngerem bapaknya yang berkobar-kobar itu. Tapi menurut Ami, tindakan Amat bagus. Bisa jadi contoh bagi anak-anak muda yang sudah tipis rasa kebangsaannya. “Kritik kepada generasi tua yang sudah loyo karena merasa sudah pensiun.” “Bahkan kegiatan itu baik untuk kesehatan Bapak,” kata Ami melanjutkan, “Karena Bapak akan terus berpikir dan bergerak. Itu menyehatkan saraf dan otot-ototnya!” Ami tidak tahu, Amat selalu mengeluh letih dan badannya ngilu kalau sudah sampai di rumah. “Tiap malam minta dipijetin,” kata Bu Amat,”di samping itu, diam-diam sudah mengambil uang tabungan untuk biaya peringatan Soempah Pemoeda itu.” Amat sadar bahwa ambisinya memperingati Soempah Pemoeda sudah merugikan rumah tanggamya. Tetapi ia rela. “Para pahlawan perintis kemerdekaan sudah merelakan nyawanya, masak kita mengorbankan hasil cucur keringat kita, sepukul dua pukul saja, tidak mau?! Memalukan!” kata Amat. Berita Amat mau merayakan Soempah Pemoeda atas biaya sendiri, jadi berita. Wartawan datang mewawancarai Amat. “Apakah memperingati Soempah Pemoeda sebegitu perlunya? Mana yang lebih penting memperingati atau mengamalkan? Apakah dengan memperingati Bapak merasa sudah mengamalkan?” Amat tidak mau menjawab. “Silakan menjawab sendiri pertanyaan-pertanyaan itu,”jawab Amat sopan, “saya memperingati Soempah Pemoeda bukan untuk tujuan publisitas. Saya memperingati, agar saya tidak lupa, apa yang kita miliki sekarang adalah lanjutan dari perjalanan yang panjang yang akan terus memanjang ke anak cucu kita, agar mereka selalu ingat, hidup ini sambung-menyambung, tidak ada yang terjadi tanpa masa sebelumnya.” “Untuk apa?” “Untuk membuat adik ini datang dan mengritik. Bahwa peringatan ini tidak ada gunanya, karena yang lebih berguna bukan upacara peringatan, tapi mengamalkan Soempah Pemoeda yang prakteknya tidak pernah adik-adik lakukan! Benar tidak?!!” Wartawan itu tertawa terbahak-bahak. Ia kemudian menulis panjang lebar memujikan bahwa seremoni perayaan-perayaan kelihatannya saja pemborosan, tapi sebenarnya adalah tanda jiwa dari yang mengamalkan terus menyala. “Alangkah mahalnya, supaya muncul tulisan seperti ini,” kata Amat menunjukkan tulisan itu pada istrinya. “Kita memang perlu amal dan perbuatan, tapi lebih perlu lagi jiwa yang menyala! Itulah inti Soempah Pemoeda!”

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang ­Pal­m erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

27 Oktober - 2 November 2014

Jokowi Tidur di Kamar Bung Karno

Cerita hantu di Istana Kepresidenan Jakarta memang sudah lama beredar di kalangan masyarakat. Ada kisah Yenny Wahid, anak mantan Presiden Abdulrrahman Wahidyang mengaku tidak nyaman tinggal di Istana karena AC yang terlalu dingin, banyak tikus dan nyamuk. Pengalaman Inayah, adik Yenny Wahid lain lagi. Inayah merasa dirinya diganggu hantu di Istana. “Salah satu pengalaman saya adalah jam besar di Istana yang terus berdentang tanpa kenal waktu. Padahal biasanya, kalau keadaan biasa, jam besar itu hanya berdentang setiap jam. Namun pada suatu malam, saat saya sedang belajar, jam itu berdentang terus menerus. Awalnya, saya biarkan, dan saya tetap bertahan di sana. Lama kelamaan takut juga, akhirnya saya kabur dari sana..hahhhaaa,” tutur Inayah. Meski demikian Inayah mengaku belum pernah berpapas muka ataupun melihat wujud dari ‘penghuni’ Istana tersebut. Cerita hantu di Istana ini dibantah oleh mantan Deputi Sekretaris Presiden Bidang Administrasi dan Pengelola Rumah Tangga Ottyawati Adji. Menurutnya, tidak ada yang mistis di Istana Negara. Dirinya telah 30 tahun bekerja di Istana, namun tidak pernah menemui atau mendengar adanya hantu di sana.

Istana Negara

Jokowi yang setelah pelantikannya Senin (20/10) mulai tinggal di Istana pun dikejar pertanyaan mengenai hantu. Wartawan ingin tahu bagaimana pengalaman Jokowi tinggal di Istana, apalagi Presiden RI ketujuh ini menempati bekas ruang Bung Karno. Menurut Jokowi, ia justru merasa nyaman tinggal di kompleks Istana Kepresidenan. Tentang adanya ceritacerita mistis di sana, Jokowi mengaku tidak terganggu dengan hal itu. Dirinya sudah terbiasa tinggal di bangunan tua. Baik itu di Solo, saat ia menjabat Walikota Solo dimana rumah dinasnya

pun adalah bangunan tua peninggalan Belanda, begitu juga ketika ia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, yang juga merupakan bangunan tua peninggalan Belanda. Dan kini, Istana yang ia tempati pun merupakan peninggalan Belanda. “Dulu saya di Solo, juga tinggal di bangunan tua. Di sini pun (Istana Merdeka) bangunan tua juga. Di Jakarta (rumah dinas Gubernur DKI Jakarta) juga begitu,” urainya sembari menambahkan, dirinya tidak mempersoalkan bangunan yang ditinggalinya itu tua atau tidak, yang penting baginya adalah bisa dipergunakan

23

untuk bekerja. Menurut Plt Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, Jokowi kini menempati kamar tidur mantan Presiden RI, Soekarno. Padahal kamar tidur itu sejak lama dibiarkan kosong. Ia mengetahui hal ini ketika Jokowi mengajaknya jalan-jalan meninjau ruang-ruang di Istana pada Rabu (22/10) lalu, setelah jajaran Pemda DKI Jakarta menjalani prosesi mengantar Jokowi ke Istana. Jokowi lalu menunjukkan sebuah kamar yang kini ditempatinya (di Istana Merdeka), yang ternyata itu dulunya adalah kamar Bung Karno. Ahok kagum dengan keberanian Jokowi menempati kamar itu. Karena penasaran ia pun menanyakan hal itu. Jokowi menjelaskan, menempati kamar bekas Bung Karno bukan lah baru kali ini. Dulu pun saat di Solo, di rumah dinas Loji Gandrung (rumah dinas Walikota Solo), ia menempati kamar tidur Bung Karno. “Kata Pak Jokowi, rumah dinasnya di Solo, ada kamarnya Bung Karno. Jadi Bung Karno kalau datang ke Solo, menginap di sana. Dulu itu (sebelum Pak Jokowi) tidak ada yang berani tidur disana. Setelah Jokowi menjabat, ia tidur di sana,” ungkap Ahok di Balaikota sembari tertawa. –Diana Runtu

Cerita Duka dari Sosok Dayu Puniadhi Dalam kegiatan pelatihan ketrampilan tata rias yang diselenggarakan PKK Kota untuk perempuan tukang suun (tukang angkut barang) di Pasar Badung Selasa (21/10), tidak terlihat sosok Dra. Ida Ayu Putu Puniadhi, pemimpin merangkap Divisi Pendidikan Lentera Anak Bali (LAB) yang lebih dikenal dengan sebutan ‘Bu Dayu’ ini. Ia biasanya tak pernah ketinggalan dalam setiap kegiatan pembinaan dan pelatihan di Pasar Badung.

Drs. Ida Bagus Namayudha (alm)

S

etelah berusah mencari informasi, ternyata ketidak­ hadiran salah satu Tokoh Perempuan Kota Denpasar ini, karena saat itu ia tengah berada dalam suasana duka atas ber-

pulangnya sang suami tercinta. Beberapa kolega pun langsung menyambangi ke tempat tinggalnya di kawasan Jalan Noja, Denpasar. Dengan wajah yang kusut, Dayu Puniadhi menyampaikan bahwa suami tercintanya Drs. Ida Bagus Namayudha telah berpulang dengan damai pada Senin (20/10) di RSUP Sanglah Denpasar. Menurut cerita Dayu Puniadhi, ketika itu ia melihat sang suami mengalami gangguan pernafasan. Demi segera memberikan pertolongan Dayu Puniadhi pun segera menghubungi putranya, yang dengan sigap segera menyiapkan ambulans. Kemudian mereka segera membawa IB Namayudha ke RS Sanglah. Bu Dayu juga mengaku sempat bersyukur karena pada saat mengantarkan sang suami ke RS Sanglah, di perjalanan ia didampingi kedua putranya Ida Bagus Putu Adinatha AP., M.Si., dan Ida

Dayu Puniadhi dalam suasana duka

Bagus Made Purwanasara, SSTP., M.Si., juga kedua mantunya Ida Ayu Agung Sri Martini S.E., Ak., dan Ida Ayu Maharatni , S.Psi., M.Si., yang bersama-sama mendoakan sang ayah. Namun, takdir tak dapat ditolak atau dihindari, setelah didiag­ nosa oleh dokter, suami, ayah, mertua dan kakek dari lima orang cucu yang mereka sayangi dan kasihi ini telah menghembuskan nafas terakhirnya. Ia berpulang pada usia 70 tahun Bu Dayu dengan terbata–bata mengatakan ikhlas atas kepergian suaminya. Sebab selama hidupnyan, saat suaminya sedang sakit, ia dan keluarga telah melayaninya dengan baik. Namun, ketika menyadari sang suami sudah menghembuskan napasnya

yang terakhir, toh ia merasakan sangat kehilangan. Tanpa sadar ia mengakui air matanya menetes, ketika didalam hatinya ia me­ minta maaf. Dari berbagai informasi diperoleh sedikit keterangan bahwa ahli wariga yang sempat meng­ ajar di Unhi ini di masa hidupnya pernah tercatat sebagai pengajar di beberapa sekolah diantaranya di SMP 1 Sukawati, SMA 5 Denpasar, dan di SMA 3 Denpasar. Almarhum juga pernah sebagai Kepala Sekolah di SMA Su­ merta (sekarang SMA Airlangga) Selanjutnya ditanya perihal dudonan upacara, Dayu Puniadhi menyampaikan akan dilaksanakan secara berturut–turut, yakni Nyiramin Rabu, 29 Oktober dan Pelebon, Kamis, 30 Oktober 2014.

Upacara dilaksanakan di rumah duka jalan Noja II Gg. III No. 9, Br. Meranggi, Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur. Melalui Tokoh, Dayu Puniadhi menyampaikan terima kasihnya kepada Direktur Utama RS Sang­ lah dan jajarannya yang telah memberikan pelayanan terbaik­ nya selama proses amarhum dari UGD menuju ruang jenazah. Betapapun tampak tegarnya seseorang, ketika mendampingi pasangan hidup, orang yang dicintai akan menghembuskan nafasnya yang terakhir di dunia ini, akan terasa haru, duka, dan sedih yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Begitulah sosok Dayu Puniadhi mengakhiri ceritanya dengan kembali diiringi tetesan air mata. -ard


Metropolitan

22

Lima Wanita Perkasa Penerima Tumpeng Jokowi Acara Pesta Rakyat “Salam Tiga Jari” se­ bagai bentuk syukuran rakyat Indonesia atas pelantik­an Joko Widodo-Jusuf Kalla menjadi Pre­siden RI dan Wakil Presiden, telah usai. Kesan mendalam begitu terpatri di hati ke­ lima wanita perkasa yang men­dapat tumpeng dari Presiden Jokowi pada malam Pesta Rakyat tersebut. Kelimanya dianggap sebagai sosok-sosok luar biasa yang menjadi simbol kekuatan Indonesia.

M

ereka adalah Siti Bugiah, seorang single parent yang sembilan tahun berjuang keras menghidupi kedua anaknya dengan menjadi sopir taksi, tiga orang mama dari JayapuraYuliana Pigay, Miriam Awarawi, dan Dolfiance Sraun. Terakhir, adalah yang termuda dari semuanya, yakni, Josephine Monica, siswi pertama yang berhasil meraih medali emas di Olimpiade Fisika Internasional sejak Indonesia ikut serta di ajang tersebut pada 1993. Kepada Josephine, Jokowi yang tampak bangga dan kagum atas prestasinya, langsung mengacungkan jepolnya. Siti Bugiah usai menerima tumpeng, mengaku dirinya masih gemetaran mendapat tumpeng langsung dari Jokowi. Perasaannya campur aduk—senang, bahagia,

Siti Bugiah

serta penuh syukur---tak mampu diurainya dengan kata-kata. “Saya gemetaran dapat tumpeng dari Bapak Presiden. Bahagia sekali. Nggak bisa disampaikan dengan kata-kata. Masih gemetaran,” ungkap warga Ciledug itu. Siti adalah profil wanita perkasa yang perjuangan hidupnya begitu mengharukan. Sejak berpisah de­ ngan suaminya sembilan tahun lalu, Siti berjuang keras menghidupi dua anaknya yang masih kecil-kecil. Salah satu kemampuannya adalah mengendarai mobil, karena itu tetangga­nya sempat mengusulkannya untuk melamar sebagai sopir Trans Jakarta. Namun, ia gagal mendapat pekerjaan itu. Beruntung, sebuah perusahaan taksi terkenal menerimanya bekerja. “Tidak ada kata gengsi, semua ini demi anak,” ucap Siti mengomentari pekerjaan

Josephine Monica

27 oktober - 2 November 2014

27 oktober - 2 November 2014

Jokowi memberikan tumpeng pada lima wanita perkasa

yang umumnya dilakukan para lelaki. Demi anak pula, Siti sanggup bekerja 12 jam sehari, keluar rumah subuh dan kembali pada malam hari. Tak sempat mengeluh. Justru sebalik­ nya, ia sangat bersyukur karena berkat pekerjaannya ini, ia bukan saja dapat mencukupi kebutuhan hidup tapi juga menyekolahkan anak-anaknya. Malam itu di Pesta Rakyat Monas, Siti yang mengenakan blus putih datang bersama kedua anaknya yang juga diajak ke panggung bertemu dan bersalaman dengan Jokowi. Siti sempat berbincang sejenak dengan Jokowi, wajahnya tampak ingin menangis. Jokowi yang telah mengetahui perjuangan hidup Siti pun terlihat sangat terharu. Bertemu dengan Jokowi memang menjadi mimpi Siti, yang tak dinyana benar-benar terwujud. Awalnya, kata Siti, kebetulan ia mendapat seorang penumpang yang minta diantar ke­ suatu tempat. Untuk mengisi waktu selama perjalanan, keduanya sempat berbincang-bincang. Si penumpang

Para mama dari Jayapura terima tumpeng dari Jokowi

sempat mengungkapkan dirinya akan bertemu dengan Jokowi. Mendengar itu, Siti yang memang sejak lama mengagumi sepak-terjang Jokowi, lantas mengungkapkan keinginannya untuk bertemu dengan mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Meski tidak menjanjikan sesuatu yang pasti, si penumpang mengatakan, ia akan menyampaikan keinginan Siti itu pada orang dekat Jokowi. “Berdoa saja bu, Insyaallah,” kata Siti. “Seingat saya kejadian itu seusai Pilpres, dan Jokowi telah dinyatakan menang,” tambahnya. Tak diduga, kata Siti, mimpinya benar-benar jadi kenyataan. Ternyata, penumpang itu benar-benar menyampaikan harapannya kepada pihak Jokowi. “Saya ditelepon seseorang, ditanya apa benar Siti Bugiah. Lalu saya diminta datang untuk bertemu Jokowi dalam acara tumpengan di sini. Waktu dapat telepon itu, saya gemetaran, saya sampai nangis,” ungkapnya. “Harapan saya setelah menjadi Presiden, Bapak tidak melupakan rakyat kecil. Insyaalah beliau akan memenuhi janjinya. Beliau bekerja dengan tulus dan hati yang jernih,” tandas Siti yang mengaku mengagumi Jokowi sejak menjadi Gubernur DKI Jakarta. KEKUATAN EKONOMI RAKYAT Ketiga ibu asal Papua yang seharihari berjualan di pasar tradisional ‘Mama Papua’ di Kota Jayapura, sangat bersuka cita ketika mendapat kabar mereka diundang ke Jakarta untuk bertemu dengan Jokowi dalam Pesta Rakyat. Yuliana Pigay, Miriam Awarawi, dan Dolfiance Sraun, Senin (20/10) malam, dianggap sebagai simbol perjuangan ekonomi rakyat. Betapa tidak, selama 14 tahun, para mama ini, begitu mereka kerap disapa, mereka berjuang agar mendapatkan fasilitas pasar khusus ‘Mama-Mama Papua’ untuk menjual hasil bumi di tengah kota.

–Diana Runtu

3

Ni Wayan Sri Sutari

Konsepnya Melayani dengan Hati Ibu muda ini mungkin tak menyangka jika usaha yang dirintisnya sejak remaja sebagai sambilan, kini justru mengantar­kannya menjadi pemilik usaha Penyewaan Pakaian Adat dan Busana Pesta Pertama, Terlengkap dan Terbesar di Bali. Bahkan d’Tunjung yang lokasinya di Jalan Tukad Yeh Aya No. 100, Panjer ini, kini bukan hanya butik tapi juga warung makan yang cozy.

Menurut Yuliana Pigay, kedatang­ an mereka atas undangan pihak panitia Pesta Rakyat. Ia dan teman-temannya yang datang, mewakili 1.200 mama yang berjualan di Pasar Mama Papua. Ia berharap, pemerintah memberi memperhatikan pedagang kecil seperti mereka. “Kami datang untuk bertemu Bapak Jokowi untuk menyampaikan selamat dan menerima tumpeng di Monas,” ujar Yuliana yang juga koordinator pedagang Pasar Mama Papua. Menurutnya, selama 14 tahun mereka memperjuangkan agar pasar tradisional Mama Papua dibangun, namun sampai sekarang belum terwujud. MENGIDOLAKAN JOKOWI Yang juga mendapat pujian dari Jokowi pada malam Pesta Rakyat itu adalah Josephine Monica, jebolan SMAK Penabur Gading Serpong, Tangerang, Jawa Barat. Rasa suka cita dan bangga tampak jelas dari wajah Jokowi ketika pembawa acara mengumumkan prestasi luar biasa yang dicapai Josephine di ajang kompetisi fisika internasional yang baru lalu. Disebutkan, Josephine meraih medali emas dalam International Physics Olympiad (IPho) yang berlangsung di Astana Kazakhstan pada Juli 2014 lalu. Mendengar itu Jokowi dengan wajah sumringah menghampiri Josephine dan menyerahkan sepiring tumpeng. Tak ketinggalan, Jokowi pun mengacungkang jempolnya pada Josephine. Terlihat wajah terharu dari gadis yang kini me­ nempuh semester pertama Fakultas Teknik di Nanyang University Singapura ini. Sebenarnya prestasi Josephine di kancah kompetisi fisika internasional bukan hanya di Kazakhstan saja, tapi tahun 2013 lalu pun ia mencatat prestasi luar biasa pada Olimpiade Fisika Asian Physics Olympiad (APhO) 2013 di Bogor, Jawa Barat. Ketika itu, Josephine, yang berkompetisi dengan ratusan siswa dari 20 negara –di antaranya dari Cina, Australia, Rusia, India, dll--berhasil meraih medali emas juga meraih penghargaan ‘The Best Female Participant’. Josephine merupakan siswi pertama yang meraih medali emas IPho sejak Indonesia ikut serta di ajang kejuaraan internasional tersebut pada 1993. Sebelumnya, yang mendapat mendali emas di event bergengsi itu selalu saja pelajar putra. Sedang siswi putri hanya kebagian perunggu. Josephine telah mengukir sejarah prestasi siswa putri di arena bergengsi itu. Anak dari pasangan Erline dan Yusuf ini mengaku, ia merasa bahagia, bangga juga terharu mendapat kehormatan menerima tumpeng dari Jokowi yang juga menjadi tokoh idolanya sejak 2012. Ini suatu yang tidak diduganya, katanya. “Saya terharu dan bangga. Sungguh tidak menyangka, apalagi bisa bertemu dengan Pak Jokowi,” ucap Josephine.

Sosialita

S

aat ini, pemilik nama panjang Ni Wayan Sri Sutari, S.P., M.P., ini tengah sibuksibuknya memperbanyak koleksi pakaiannya di butiknya. Rupanya sejak beberapa bulan terakhir pesanan busana, khususnya kebaya modifikasi, jas, dan safari berbahan endek, catatannya sudah panjang dan masih terus mengalir setiap harinya. “November ini bulannya orang wisuda. Agar tidak kewalahan kami sudah menyiapkan yang terbaik sejak beberapa waktu lalu,” ujar istri dari I Wayan Dharma Yudha Saputra ini. Menurutnya, setiap orang pasti membutuhkan penampilan istimewa untuk momen yang istimewa, termasuk menghadiri wisuda. Bahkan kini pelanggannya bukan hanya menyewa pakaian untuk yang wisuda, namun sekaligus dengan orangtuanya yang juga akan menghadiri acara wisuda tersebut. Katanya, ini bukan hanya untuk bisa tampil sama-sama istimewa, tapi juga untuk hasil terbaik saat mereka membuat dokumentasi bersama. “Mereka sudah tahu saya selalu memberikan yang terbaik pada setiap orang,” ujarnya.

Mereka yang akan diwisuda umumnya memilih kebaya modifikasi. Sebab kebaya yang didesain istimewa ini akan memberi kesan mewah dan anggun bagi penggunanya. “Makanya, untuk menunjang kesan eksklusif pada busana yang disewa, kami juga menyiapkan aksesori yang memang dipesan khusus dengan desain istimewa juga,” papar perempun yang juga dosen di Fakultas Pertanian Unud ini. Memang saat ini, menurut ibu dari Anggita dan Ananta ini menyewa busana adalah salah satu cara cepat dan praktis untuk menunjang penampilan. “Bahkan juga bisa menjadi alternatif untuk menghemat biaya di zaman yang serba mahal seperti sekarang ini. Terutama saat kita memerlukan busana atau kostum yang sifatnya hanya untuk satu kali pakai,” cetusnya. Selanjutnya dengan wajah sumringah Sri Sutari bercerita tentang servis dan keistimewaan yang ada di tempat penyewaan busana miliknya. “Prinsipnya, apa pun yang dicari dan diminta klien kami pasti ada d’Tunjung,” ucapnya. Hal istimewa lainnya adalah bahwa

Beberapa koleksi busana d’Tunjung

ia menjamin pakaian yang disewa di tempatnya tidak akan ada yang menyamai. Sebab, setiap size hanya dibuatnya satu, baik warna maupun modelnya. “Kami ingin orang yang mengenakan busana koleksi kami tetap bisa tampil cantik, istimewa dan pastinya percaya diri,” tegas putri sulung dari tiga ber­saudara dari pasutri Ni Nyoman Suntri dan I Ketut Suwetja, S.Sos. ini. Ini, lanjutnya memang menjadi salah satu komitmennya, demi menjaga image yang baik bagi setiap pelanggannya. “Jangan sampai di momen yang sama ada beberapa orang me­ngenakan baju yang sama, tentu akan sangat tidak nyaman,” katanya serius. Perlu juga di­ketahui, di d’Tunjung setiap hari selalu ada baju baru. “Untuk menjaga keindahan busana dan kenyaman pemakainya kami menerapkan standar setelah lima kali digunakan, busana tersebut akan di sale. Jadi, jika perlu pakai­ an kapan saja dan untuk apa saja, ingat d’Tunjung,” ucapnya. Ia mengaku sejak kecil memang paling suka mengenakan kebaya. Semua dimulai dari rumah dengan kebaya milik­nya sendiri. Kebetulan sang ibu yang seorang penjahit, mendukung hobinya. Sri Sutari bocah kerap diminta menjadi model saat ibunya membuat kebaya baru. Semakin hari koleksi kebayanya semakin bertambah. Karena itu, tiap kesempatan ia pun mengenakan kebaya baru. Setelah puluhan tahun menjadi penyuka kebaya, Sri Sutari semakin piawai membuat padu-padannya termasuk dalam menciptakan kebaya modifikasi. Lingkungannya pun menjadi tertarik dan akhirnya terjadi transaksi. Mereka meminjam kebayanya dengan memberikan bayaran sebagai ganti ongkos perawatannya. Seiring berjalannya waktu, saat dirinya kuliah di Pertanian, teman-teman yang menyewa kebayanya semakin bertambah. Saat itu kebanyakan teman kuliahnya yang berasal dari hampir seluruh Indonesia. Mereka sangat tertarik dan antusias mengenakan kebaya Bali.

Sri Sutari dan keluarga

Bukan hanya untuk yudisium tapi juga saat menghadiri undangan-undangan. “Termasuk, ketika orangtua mereka datang ke Bali, untuk memenuhi permintaan kelengkapan busana lainnya terpaksa saya meminjam milik orangtua,” kenangnya. Meski baru berputar di lingkungan kampus, yang informasinya didapat dari mulut ke mulut, namun perkembangan­ nya justru sangat pesat. Mulai dari teman-teman sendiri, promosi dari mulut ke mulut ini dinilainya cukup ampuh. Berawal dari situlah, Sri Sutari mulai mendapatkan pelanggan. Ia pun terus menambah koleksi pakaiannya. Saat memasuki kehidupan berumah tangga, kegiatan yang menghasilkan sekaligus untuk menyama braya ini pun dilanjutkannya. Namun, masih dilakoni­ nya dari rumah. Kalaupun sekarang ia membuka khusus tempat penyewaan, ini karena kliennya kini semakin beragam. Mulai dari usia anak-anak, remaja yang akan mengikuti lomba, yudisium, wisuda, ke undangan, hingga keluarga yang akan melakukan untuk pemotretan. Busana yang disewakannya juga semakin lengkap, bukan hanya busana adat dan kebaya modifikasi, tapi lebih banyak lagi pilihan seperti dress dan yang lainnya. Untuk jas, di d’Tunjung tersedia dari ukuran kecil untuk anakanak sampai untuk orang dewasa de­ ngan tubuh yang paling besar. Tersedia juga safari termasuk yang berbahan endek dengan berbagai jenis busana untuk berbagai acara. Untuk busana modifikasi sangat banyak pilihan termasuk perlengkapan­ nya seperti sandal, aksesori, dan juga tas tangan, bahkan sekarang ia juga menyiapkan bawaan seperti bokor atau besek lengkap dengan isinya untuk ke undangan. Kerap pula ada yang memesan bokor dan busananya agar maching.“ Dengan demikian, sekarang ketika sembahyang, para remaja sudah bisa membawa bokor sehingga tidak lagi membawa canang dengan tas kresek seadanya. Jika dalam satu hari misalnya sese­ orang yang dari luar kota apalagi harus mengunjungi tiga tempat berbeda atau lebih, semua bisa dibereskan di d’Tunjung, mulai dari pakaian ganti hingga isin sok. Hal ini dilakukan demi memberikan pelayanan memuaskan kepada pelanggan. “Ini atas pertimbangan kebiasaan umat Hindu Bali dalam menyama braya. Apalagi jika pas hari baik, bisa upacara di sana-sini dan menghadiri undangan kesana-kemari. Belum lagi urusan macet, serta menyiapkan bawaan, pasti bawaannya ribet. Dalam hal ini, jasa d’Tunjung siap membantu,” ujarnya. Kasus lain yang banyak dibantu adalah ketika seseorang mendadak mendapat tugas dan harus mengenakan pakaian tertentu, salah satunya endek, Sri Sutari menegaskan, d’Tunjung-lah solusinya, yang siap membantu kapan saja. Saat ini pakaian koleksinya bukan hanya disewa pelanggan yang ada Bali, namun juga sampai dibawa ke luar negeri. Sebab, saat ini banyak mahasiswa

luar yang kuliah di Bali. Di samping berbagai kemudahan yang diberikan, dengan meningkatnya jumlah pelanggan, untuk menjaga agar setiap orang bisa mengembalikan tepat waktu, ia menerapkan sistem denda. Ini juga demi peminjaman berikutnya agar mudah mendapatkan busana yang diperlukan. Sebab, sebelum digunakan kembali setiap pakaian memerlukan perawatan minimal untuk pencuciannya. “Ini sama sekali bukan untuk membebani, ini untuk kita sama-sama saling memiliki tanggung jawab dan disiplin. Kalaupun karena suatu hal tidak bisa mengembalikan pada hari bersangkutan, minimal bisa menginformasikannya,” ujarnya. Selain menyewakan, Sri Sutari juga banyak membantu berbagai kegiatan seperti Pemilihan PutraPutri Tunarungu dan Duta Bahasa. Di antara koleksi-koleksi terbarunya, ia juga menyediakan cukup banyak busana endek dengan berbagai model. Ia membenarkan permintaan untuk pakaian berbahan endek baik untuk acara formal maupun informal terus meningkat, yang dikarenakan di Kota Denpasar banyak sekali acara yang memakai dresscode endek. “Mungkin ini efek dari Duta Endek Kota Denpasar dan pemerintah yang tidak henti-hentinya menggaungkan untuk terus mengenakan endek,” katanya seraya menegaskan, tidak mungkin seseorang memakai baju yang sama di beberapa momen. Tak disangka, usaha yang dilakoninya setelah hampir belasan tahun, menjadi salah satu jasa penyewaan yang menggaet pelanggan mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa, wanita karier, hingga para pengusaha dan profesional. Tak hanya itu, pada kesempatan-kesempatan mendadak, d’Tunjung menjadi tempat favorit. Dua tahun terakhir, ia juga memajang sebagian koleksinya di butiknya. “Sayang katalognya habis,” ungkapnya. Selain menyewa pakaian, pengunjung juga bisa mencicipi makanan di butik yang dilengkapi dengan warung makan ini. Warung ni pun kerap dipakai sebagai tempat bazar. Beruntung, karena latar belakangnya sebagai dosen juga pribadi yang mudah berteman, memberinya bonus networking yang kuat untuk menjaring banyak pelanggan. “Banyak pelanggan yang akhirnya mempromosikan jasan penyewaan saya di lingkungan teman-teman mereka,” ujar Sri Sutari yang mengaku saat ini telah menjalin kerjasama dengan hampir seluruh universitas di Bali. Selain jadwal rutinnya mengajar dan sibuk berbisnis, hari-hari Sri Sutari juga dihabiskan dengan menjalankan perannya sebagai ibu dua anak. Ia masih bisa mengantarkan anaknya sekolah, dan mengikuti beberapa kegiatan. Menjadi ibu juga memberinya kebahagiaan luar biasa, juga tantangan tersendiri. Ia harus ekstra sabar dan menyadari prioritas hidupnya. “Sembari mengurus keluarga, saya juga merajut usaha bisnis. Koleksi d’Tunjung selalu up to date. Buktikan sendiri dan silahkan datang langsung ke butik,” katanya. –ard


Inspirasi

4

27 Oktober - 2 November 2014

Lingkungan Tentukan Masa Depan M i c h a e l Yo

Tumbuh dalam keluarga yang ‘broken-home’ tidak harus membuat orang terlarut dalam rasa frustasi dan terus menerus menyalahkan orang lain atas kondisi yang dialaminya. Sebab jika itu yang terjadi maka ia akan terus terpuruk dan bisa jadi akan sulit ‘bangkit’ kembali. Karena seperti ungkapan orang bijak, tidak ada yang bisa mengubah nasib selain orang itu sendiri.

M

ichael Yo, peng­ usaha muda yang tengah naik daun, pernah mengalami masa-masa kelam dalam hidupnya saat sang ayah pergi meninggalkan dirinya, adik serta ibunya. Keluarga yang tadinya harmonis tiba-tiba berubah menjadi kacau. Jadilah keluarga sederhana yang ditinggal kepala keluarga itu, hidup terseok-seok. “Keluarga kami menjadi amburadul kala itu,” ungkap Michael Yo membuka kisah hidupnya dalam sebuah seminar inspirasi dan motivasi , yang gelar di Jakarta beberapa waktu lalu. Walhasil, Yo pun tumbuh menjadi anak yang sangat introvert, minder. Ia tak punya ba­ nyak teman. Ia juga tak memiliki prestasi menonjol di sekolahnya. Sebalinya, ia banyak menghabiskan waktu dengan bermain game. “Saat itu saya merasa berbeda dari yang lain (anak-anak lain). Mereka bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan, saya tidak. Saya merasa hidup saya begitu tidak bahagia, hidup ini sungguh tidak adil,” ungkap pria kelahiran Jakarta 12 Februari. Beruntung, ia cepat tersandar. Ia tak mau dirinya terpuruk dan hanya menyesali keadaan dan terbenam dalam rasa frustasi berkepanjangan. Apalagi melihat keadaan ibu dan adiknya. Kalau bukan dia, siapa lagi yang akan membantu kehidupan mereka. Yo yang kala itu usianya masih belasan tahun, akhirnya diterima bekerja sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan. Ia memang tidak punya banyak pilihan. Ka­ renanya, meski pekerjaan itu hanya diganjar gaji setara UMR pun ia terima. Selain itu, ia juga memberanikan diri untuk terjun ke dunia bisnis. Bersama temantemannya ia pun mulai merintis bisnis. Ia memang tidak ingin menyerah, tak ingin hanya pasrah pada keadaan. Ia ingin menjadi orang yang berhasil. Karenanya Yo bekerja keras untuk mewujudkan itu. Di sisi lain, di tengah keterbatasannya, ia tak melupakan cita-citanya untuk kuliah. Namun dia juga sadar bahwa biaya kuliah tidaklah murah. Berbekal uang pinjaman, akhirnya Yo pun berhasil kuliah. Tapi tentu saja itu

tak cukup, maka ia pun berupaya mengejar beasiswa. BERANI MELANGKAH Dengan motivasi tinggi, dan kerja keras yang luar biasa, upa­ yanya tidak sia-sia. Berkat nilainilai tinggi yang dicapainya, beasiswa yang diidamkannya pun berhasil dicapai. Tidak hanya itu, ia juga berhasil menyelesaikan kuliahnya. “Puji Tuhan, saya berhasil lulus sebagai sarjana ekonomi,” ungkap Yo yang juga aktif sebagai motivator di berbagai seminar inspirasi dan motivasi. Perlahan hidupnya berubah. Bisnis yang dirintisnya bersama teman-temannya pun membuahkan hasil. Padahal sebelumnya, aku Yo, ia banyak mendapat ejekan dan penolakan dari orangorang sekitar. Namun katanya, penolakan itu tidak membuatnya lemah, justru sebaliknya menjadi motivasinya semakin kuat, tekadnya semakin membaja untuk membuktikan dirinya dapat mencapai kesuksesan. Motivasi yang kuat diiringan kerja keras, dan tentu saja doa, Michael Yo berhasil menggapai mimpinya menjadi orang sukses. “Itu semua terjadi (kesuksesan) karena saya berani memngambil tindakan,” tandas Yo yang kini memiliki sejumlah perusahaan, di antaranya; event organizer, tour and travel dan IT & Desain. Bahkan salah satu perusahaannya yang bergerak dalam bidang training, bukan hanya berkiprah di dalam negeri namun merambah hingga ke Melbourne, Australia. Ia juga membangun sekolah bisnis dan komunitas bisnis untuk remaja usia 12-19 tahun. Menurut Yo, dari pengalaman hidupnya ia mencatat berberapa hal penting yang merupa­kan jalan menuju ke­suksesan.

Michael Yo

Salah satunya adalah, jika kita ingin hidup kita menjadi luar biasa maka kita harus bergaul de­ngan orangorang luar biasa (sukses) pula. Karena dari orang-orang luar biasa ini kita bisa menimba banyak ilmu. “Percaya pada saya, lingkungan menentukan hidup kita di masa depan,” tandasnya. Jangan bergaul dengan orang atau lingkungan yang memberi pe­ ngaruh negatif bagi kehidupan kita. “Sebagai misal, Anda baru keluar dari seminar dengan motivasi yang tinggi. Namun di jalan bertemu teman, dan ia bertanya Anda dari

mana. Ketika Anda menjawab, baru pulang dari seminar, si teman ini pun langsung mencela Anda. Lalu Anda bertemu teman lain. Ketika Anda mengungkapkan keinginan untuk terjun ke bisnis fashion, dia pun lantas berkomentar bahwa itu bisnis yang sulit dan Anda tidak akan bisa melakukannya. Nah, itu ‘sampah’. Ketika Anda goyah, apalagi jika langkah Anda menjadi surut karenanya, berarti ‘sampah‘ itu berhasil masuk pada Anda,” tutur Yo yang mengibaratkan pe­ ngaruh buruk yang dibawa teman Anda itu sebagai ‘sampah’. Menurutnya, lingkungan yang baik atau lingkungan yang positif adalah lingkungan yang ‘menjaga’ kita tetap positif. Lingkungan yang positif adalah lingkungan yang selalu menolong kita biarpun kita dalam keadaan yang tidak me­ng­ enakkan sekalipun. “Lingkungan yang positif adalah lingkungan yang saling mendukung untuk kemajuan,” tambahnya. Selain itu, ungkapnya lagi, kita juga memerlukan mentor. Hal ini sangat penting. Terkadang dalam melangkah kita tidak tahu apakah langkah kita benar atau salah. Kita tidak sadar dimana kesalahan kita. Kita tidak tahu apakah sudah ber­

ada di jalan yang tepat atau tidak. “Inilah pentingnya mentor. Dengan adanya mentor, kita tidak perlu mengalami kegagalan-kegagalan yang sia-sia. Kita akan diberi tahu jalan yang tepat itu seperti apa, ia akan memberi tahu kita. Itulah fungsi mentor,” ungkap Yo lagi. Di bagian lain ia mengungkap ada empat hal dasar untuk mencapai keberhasilan. Hal pertama adalah ‘profesional’. Orang profesional adalah orang yang selalu mengerjakan apapun dengan sebaik-baiknya, meskipun , misalnya, bidang yang dikerjakannya itu kurang dia sukai. Ini berlaku untuk semua bidang, bukan hanya bisnis, tapi juga bidang pekerjaan lainnya. Hal kedua adalah finansial. Yang dimaksud finasial sukses adalah kemampuan mengelola keuang­ an dengan baik. “Pengelolaan financial ini penting. Banyak orang yang mempunyai perusahaan, tapi ternyata uang perusahaannya dan uang pribadinya digabung, ini tidak baik. Dalam hal pengeluaran membeli barang, misalnya. kita membeli barang bukan berdasarkan kepentingan tapi berdasarkan keinginan,” jelasnya. Hal ketiga adalah people sukses. Maksudnya adalah bagaimana kita bisa berkomunikasi dengan bagus, bagaimana bisa bekerja sama de­ ngan orang lain dengan bagus. Hal keempat adalah personal sukses. “Apakah kita sudah mempunyai goal dalam hidup, apakah kita sudah mempunyai tujuan dalam hidup. Lalu, bagaimana dengan karakter kita, bagaimana dengan attitude kita, bagaimana personal kita, dll”. –Diana Runtu

Mandalika

27 Oktober - 2 November 2014

21

Kenali Sejarah di Museum Kunjungan ke Museum Negeri Nusa Tenggara Barat akhir-akhir ini menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kesadaran untuk memanfaatkan museum sebagai tempat belajar dan menambah wawasan tentang sejarah dan keberadaan serta identitas budaya bangsa, tampaknya mulai terasa. Museum telah dapat dimaknai sebagai tempat yang menyajikan cerita sejarah perjalanan peradaban dari sebuah kebudayaan bangsa yang dirasakan penting manfaatnya.

H

al ini ditunjukkan dengan angka kunjungan ke Museum Negeri NTB yang hampir mencapai target yang ditetapkan. “Target kunjungan Museum Negeri NTB tahun 2014 adalah sekitar 100.000 pengunjung. Angka kunjungan selama bulan Januari hingga September telah mencapai sekitar 70.000 pengunjung,” ungkap Drs. Hafid, MM., Plt. Kepala Museum Negeri NTB. Meningkatnya kunjungan tersebut tidak lepas dari upaya pemerintah daerah yang terus menatanya dengan membuat suasana kunjungan yang menyenangkan dan berkesan. Seperti beberapa waktu lalu, kunjungan Dr. Hj. Siti Maryam Salahuddin, tokoh permuseuman asal NTB, berdiskusi dan memberi masukan kepada pihak museum tentang penataan dan revisi beberapa benda koleksi museum yang tidak sesuai dengan keasliannya. Salah satu yang saat itu diperbaiki adalah mengenai pakaian adat Mbojo yang di beberapa bagiannya diperbaiki sesuai aslinya sehingga tidak meninggalkan keaslian tradisi masyarakat Suku Mbojo Bima. Hal seperti inilah yang tengah diupayakan oleh Museum Negeri NTB. ”Kami akan bekerjasama dan mendatangkan ahli yang mengetahui benar tentang selukbeluk tradisi dan budaya NTB untuk membantu menata ulang koleksi museum sesuai keaslian tradisi dan budaya masyarakat Sasak Samawa Mbojo, salah satunya tentang koleksi pakaian adat,” kata Hafid. Semua dilakukan untuk benar-benar memak-

simalkan keberadaan museum bagi masyarakat. Bagaimana tidak, museum adalah cara yang paling pas untuk belajar tentang bagaimana latar belakang sejarah sebuah bangsa atau sebuah daerah lewat peninggalan-peninggalan kehidupan masa lampaunya dari koleksi-koleksi museum. Saat ini, Museum Negeri NTB menyimpan tidak kurang dari 7.698 koleksi yang terdiri dari 10 jenis koleksi seperti, geologika, filologika, biologi, etnografi, kesenian, sejarah, kramilogika, mata uang dan heraldika (tanda jasa, stempel dan lain-lain). ”Ko­ leksi tersebut merupakan koleksi nusantara, namun 99 persennya adalah koleksi daerah Nusa Tenggara Barat,” ujar Bunyamin, M. Hum., tenaga pelayanan inti Museum Negeri NTB. Koleksi-koleksi ini dapat memberikan gambaran tentang begitu kaya dan beragamnya suku bangsa Indonesia dengan bahasa dan budayanya, khususnya Nusa Tenggara Barat. Dituntut

kepedulian untuk melakukan pengelolaan museum karena ia berfungsi sebagai jembatan yang harus bisa secara aktif menjadi jendela budaya bangsa. Dengan begitu, orang akan dengan mudah mencintai dan membanggakan daerahnya karena paham bagaimana dahulu kala nenek moyangnya mencipta, berkarya dan membangun daerahnya dengan peradaban yang tinggi. Kecintaan dan kebanggaan pada kampung halaman, adalah ujung tombak keikhlasan dan kesungguhan dalam membangun daerahnya. ”Keberadaan museum bisa mengukur kemajuan suatu bangsa, merunut sejarah yang telah dilakukan suatu bangsa di masa lalu,” kata Dr. Hj. Siti Mar­ yam Salahuddin. Pengunjung Museum Negeri NTB terbanyak berasal dari dunia pendidikan, mulai dari TK hingga SMU. Selain itu kini telah banyak wisatawan asing yang juga mengunjungi Museum Negeri NTB. ”Sepanjang bulan Januari

Kegiatan pemeliharaan koleksi Museum Negeri NTB

Museum Negeri NTB

hingga September, kunjungan wisatawan asing telah mencapai sekitar 1.000 orang,” kata Hafid. Ke depan, menurutnya, museum akan lebih proaktif dalam meningkatkan kunjungan dengan konsep ”menjemput bola”, seperti bekerjasama lebih intensif dengan pihak-pihak sekolah yang ada di NTB, terutama di Mataram. Selain Museum Negeri NTB, ada dua museum lain yang bisa dikunjungi yakni, Museum Daerah ASI Mbojo di Bima, dan satu lagi Museum Samparaja Bima, milik Puteri Maryam, salah seorang pewaris Kesultanan Bima. Benda-benda koleksi Museum Negeri berasal dari hibah, ada juga yang diperoleh dengan ganti rugi kepada masyarakat pemilik, atau tukar-menukar koleksi dengan museum daerah lainnya dan juga temuan-temuan. Penambahan koleksi museum menjadi salah satu daya tarik pengunjung. Salah satu koleksi Museum Negeri NTB yang berasal dari temuan di Desa Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur adalah nekara berukuran besar. Nekara ini terbuat dari bahan perunggu dengan ukuran

tinggi 110 cm berdiameter atas 55 cm dan diameter bawah se­ ukuran 90 cm. Meski kondisinya rusak, nekara ini menggambarkan sejarah peradaban pada masa prasejarah. Nekara bermotif hias geometris, gelombang dan jala ini berfungsi sebagai sarana untuk mengumpulkan massa, upacara pelantikan raja, lambang status sosial, upacara minta hujan juga, berfungsi sebagai genderang pengiring perjalanan roh ke alam baka (pengiring kematian). Selain itu, ada juga koleksi dua nekara–genderang lain yang ditemukan di Seteluk Sumbawa dan satu lagi dari Sambelia Lombok Timur. Nekara Pringgabaya lebih besar dibandingkan dengan dua nekara lainnya. Tersimpannya jejak-jejak sejarah masa lampau nenek moyang orang NTB di Museum Negeri NTB, seperti benda-benda purbakala ini, menjadi penting diketahui generasi sekarang. ”Tidak hanya sebagai sebuah pengetahuan dan wa­wasan melainkan lebih dari itu, agar generasi muda dapat mengetahui sejarah peradaban daerahnya,” kata Hafid. -Naniek I. Taufan

Kunjungan wisatawan asing ke Museum Negeri NTB


Nine

20

27 Oktober - 2 November 2014

Halimah

Racik Lo’i Monca dengan Doa Khusus

27 Oktober - 2 November 2014

D

Halimah

bedak dingin tradisional ini. Halimah menjadi salah seorang dari tidak banyak lagi orang yang melestarikan pembuatan obat dingin tradisional ini sehingga tradisi merawat kulit secara tradisional setidaknya bagi para perempuan di kampung tempatnya tinggal, masih dilakukan. Dengan masih berproduksinya pembuatan bedak dingin ini, tentu saja karena masih adanya permintaan akan hal itu. Sejauh ini, bedak dingin tradisi­ onal dianggap mampu merawat dan menjaga kulit dari sengatan matahari sehingga kulit tidak rusak sama sekali. Bayangkan saja, jika

Bedak dingin yang akan dijemur sebagai bagian dari pengawetan alami

tidak memakainya, sinar matahari membakar kulit hingga berjamjam dalam sehari dan berhari-hari selama musim tanam dan panen. ”Bedak tradisional ini menyimpan khasiat untuk merawat dan menghaluskan kulit karena terbuat dari berbagai tanaman obat layaknya jamu, seperti kunyit, temulawak, bangle, tepung beras, cengkeh, kencur, pala, jeruk nipis, santan kelapa, daun jarak, dan yang biasa mereka sebut tawoa, serta lo’i masa,” kata Halimah. Cukup lengkap memang. Halimah membuat bedak di­ ngin ini dengan resep yang diperolehnya secara turun-temurun. Bukan resep sembarang resep, melainkan warisan nenek moyang dari para pembuat lo’i monca. Dan, rupanya juga tidak sembarang orang bisa membuatnya, mengingat ada ritual-ritual kecil yang menyertai setiap proses pembuatannya, seperti pembacaan doa-doa khusus sebagai syarat yang pernah dilakukan oleh nenek buyut Halimah dulu. “Setidaknya, lewat doa-doa itu, saya mengirim energi positif untuk siapa pun yang memakai bedak dingin, semoga senantiasa bercahaya,” kata Halimah. Selain itu, proses pengerjaan yang juga tidak bisa dikatakan sederhana, membuat tidak banyak orang yang bisa melakukannya kecuali yang memang telah memiliki resep secara turun temurun.

Seorang lelaki datang menemui Guru Mangku Hipno, wajahnya nampak sedih, cemas, ragu, lemas, tak percaya diri, sungguh mencerminkan adanya tekanan super berat. Matanya menatap kosong tanpa gairah, “Tolong saya Guru, ubah diri saya Guru, bangkitkan hidup saya. Saya memiliki puluhan masalah yang tak mampu saya pecahkan” katanya memelas dengan nada sedih. Perjalanan panjang hidupnya dilalui dengan kegagalan. Sakit, masalah pribadi, keluarga, rezeki, dan pekerjaan, selalu ada rintangan. Putus asa dan stres selalu menjadi bagian hidupnya. Pergi ke orang pintar, melukat, duduk berjam jam bersila mencari penyelesaian masalah, ikut pelatihan ini itu, punya banyak sertifikat belajar, dan puluhan ritual lainnya termasuk disuruh melakukan beberapa ritual yang tak masuk akal sudah menghabiskan warisannya namun masalahnya tidak pernah terselesaikan.

Byang Mangku Hipno

Gadis-gadis Bima memakai bedak dingin untuk merawat kulit terutama saat pergi ke sawah

Tidak ada ukuran yang pasti dari masing-masing bahan tradisi­ onal tersebut melainkan karena keahliannya itu, Halimah mampu membuat racikan bedak dingin yang pas seperti yang dikenal selama ini. Kunyit, temulawak, bangle, kencur dan tawoa diiris setipis mungkin lalu dijemur hingga benar-benar kering. Kalau irisan agak tebal penjemuran bisa berlangsung selama tiga hari, namun jika tipis sekali, penjemuran cukup sehari di bawah panas matahari yang terik. Setelah irisan tersebut benar-benar ke­ ring, Halimah lalu mencampurnya dengan sejumput cengkeh, sedikit pala dan lo’i masa (sejenis tawas). Lalu, dengan cekatan ia menumbuknya hingga halus atau digiling. Kemudian ia menjemur kembali hingga kering. Beras yang sudah dicuci hingga benar-benar bersih, direndam sejenak dan ditiriskan lalu digiling menjadi tepung beras. Untuk setiap 3,5 ons tepung rempah dan jamu tadi ditambah dengan 3,5 ons tepung beras yang dicampur hingga benar-benar rata. ”Semua ukuran bahan harus proporsional,” ungkapnya.

Merawat kulit ala gadis Bima dengan bedak dingin tradisional, Lo’i Monca.

Kemudian, daun jarak ia tumbuk untuk diambil air perasannya yang sudah disaring. Secukupnya saja, untuk dimasukan ke dalam santan kelapa yang ditambah sedikit kunyit yang nanti akan dipakai untuk mencampur keseluruhan bahan. Santan yang dipakai diambil dari satu kelapa yang sudah dicampur dengan air perasan jeruk nipis sebanyak 5 biji untuk tiap kilo gram bahan. Kemudian semua bahan, tepung rempah dan jamu, tepung beras, dan air campuran (santan, jeruk nipis dan daun jarak) tadi diaduk hingga kalis. Setelah itu ia membuat bulatan-bulatan kecil yang kemudian di jemur kembali hingga kering. “Semakin kering dan keras, semakin lama bisa disimpan. Bahkan bisa bertahan hingga setahun,” kata Halimah. Demikian pula dengan bubuk atau tepung rempah dan jamu tadi, usai digiling bisa dijemur lagi hingga kering agar bisa di­ simpan dalam waktu yang lama. Begitu dibutuhkan, bisa langsung dicampur dengan tepung be­ras dan santan. “Jadi, tidak per­lu mengulang mengiris bahan­-bahan dasarnya,” katanya. Bulatan­bulatan lo’i monca, semakin lama warnanya semakin mengu­ning. Dan, bisa dikatakan bedak tradisi­ onal ini sulit rusak karena terbuat dari ­bahan-bahan alami dan pro­ ses yang alami pula. Dalam setiap proses pencampuran bahan-bahan tadilah, doa-doa khusus mengalir dari bibir Halimah. Doa khusus yang dirahasiakannya sebagai warisan turun-temurun ini pun ternyata tidak bisa dibagi kepada yang lain. Keturunan berikutnya­ lah yang akan mewarisi doa-doa tersebut. Kini, Halimah masih melestarikan pembuatan lo,i monca sebagai warisan nenek moyang orang Bima. -Naniek I. Taufan

5

Raih 100% Peluang Sukses dengan Hypnosis

Di bawah sinar matahari yang terik, Halimah meratakan bundaranbundaran kecil di atas sebuah nampan bambu, di halaman rumahnya di Desa Rato, Sila Bima. Ia tengah menjemur bedak dingin atau masker tradisional khas masyarakat Bima, yang disebut lo’i monca. Telapak tangannya terlihat berwarna kuning bekas kunyit. Dan warna kuning di telapak tangannya itu selalu terlihat sejak ia rajin melestarikan masker tradisional ini. i masa yang mo­ dern dan semua serba instan, termasuk kosmetik sebagai pelindung dan penghalus kulit bagi kaum perempuan yang sangat mudah diperoleh, tidak membuat Halimah melupakan kebiasaan membuat masker tradisional ini. Di rumahnya, tampak cukup banyak masker tradisional berwarna putih dan kuning yang disimpan dalam keadaan kering dengan bentuk bulat-bulat kecil. Selain tersimpan dalam toplestoples, nampan (yang masih harus dijemur), ada juga yang sudah dibungkus dalam ukuran kecil dengan jumlah bundarannya 20 biji. Satu bungkus biasanya dijual Rp 500. Ia telah mempunyai langganan yang cukup banyak yang berasal dari Dompu, Kota Bima, Donggo dan beberapa desa lainnya, baik untuk dipakai sendiri maupun dijual kembali. Bedak dingin ini tidak saja laku pada saat musim tanam dan panen melainkan juga setiap hari. Nyatanya, menurut Halimah, tidak pernah sekali pun ia berhenti membuat lo’i monca. “Begitu persediaan habis, saya membuat lagi untuk stok beberapa bulan,” ujar perempuan (50), berkulit halus ini.”Lo’i monca dipakai untuk melindungi wajah dari panas sinar matahari,” kata Halimah. Tidak banyak memang orang yang masih membuat dan menjual

Inspirasi

Guru Mangku Hipno

I

tu cerita dulu, sekarang hidupnya bahagia. Satu persatu semua berubah, mulai dari mendapat jodoh, lalu memiliki keturunan, kesehatannya pulih, usahanya berkembang baik dan sukses, memiliki keberlimpahan harta dan kasih sayang. Semuanya berawal dari satu kata “HYPNOSIS”. Dengan hypnosis, Guru telah berhasil merevolusi mentalnya, mendobrak “mental block”-nya, mengubah pola hidupnya dan memberikan pencerah­ an jiwa yang tersimpan di area bawah sadarnya. Itulah dahsyatnya hypnosis Brahmakunta yaitu ilmu hypnosis ala Bali yang menggabungkan ilmu hypnosis modern dengan ilmu hypnosis tradisional Bali yang dikenal dengan sihir “vedic” sehingga semua yang tak mungkin bisa menjadi mungkin. Ilmu ini dikembangkan Guru Mangku Hipno dan sudah menyebarkannya ke seluruh wilayah Indonesia bahkan sampai ke mancanegara. Ilmu ini telah berhasil mengubah ribuan orang yang mempelajarinya “from zero to hero” dalam waktu sangat singkat karena metodenya sangat sederhana, yaitu penyadaran, penguatan, penguasaan dan inspirasi akan muncul dari tempat yang selama ini Anda tak pernah bayangkan. Pe­ nguasaan ilmu hypnosis dengan teknik ini hanya membutuhkan waktu 10 s.d. 15 menit dengan tingkat keberhasilan menguasai ilmu hypnosis ini sampai

98%. Bahkan banyak instruktur dan praktisi hypnosis dan hypnotherapy di Bali yang sudah memiliki banyak gelar kaget saat mengetahui dan melihat kecepatan teknik ini dan akhirnya ikut bergabung mempelajari teknik ini lalu menggunakannya saat dia meng­ ajarkan dan mengadakan seminar hypnosis kepada muridnya. HYPNOSIS CARA TERCEPAT UNTUK BERUBAH DAN SUKSES Sesungguhnya tiap manusia memiliki peluang hidup bahagia yang sama dalam kehidupan ini karena Tuhan maha adil. Namun, banyak yang tidak menggali kekuatan dan potensi yang sudah Tuhan berikan didalam pikiran, perasaan, dan tubuhnya. Yang membedakan seseorang akan berhasil menjalani hidup bahagia ataupun tidak, dapat kita lihat dari dua hal, yaitu bagi mereka yang akan menuai bahagia tentu menjalani setiap detik perputaran waktu dan perubahan dengan penuh rasa syukur. Namun, bagi mereka yang akan gagal bahagia setiap saat hidupnya hanya berisikan keluhan-keluhan. Maka untuk memantapkan rasa syukur dan mengakhiri segala keluhan kami akan membantu Anda membangkitkan segala potensi yang dimiliki dengan memberdayakan area bawah sadar anda. Area bawah sadar ini adalah sebuah wilayah di hati yang bersifat quantum dan dirindukan oleh pencari kebahagiaan dan pencinta kesuksesan. Area ini diyakini berisikan segala kebutuhan hidup manusia, bagai mata air sumber kecukupan alam semesta. Bahkan para ahli sering menyebutkan wilayah ini sebagai zero point field, uni-

fied field, collective unconscious, divine matrix. Area ini bisa diakses oleh manusia melalui kunci rahasia yaitu hati yang iklas dan rela berserah kepada Sang Pencipta dan rileksasi lepas memasuki alam sad guru saat menuju dan memasuki area bawah sadar. Intinya adalah jika Anda selama ini gagal berubah atau merubah diri menuju kebaikan, kesehatan, kesukses­ an, keberlimpahan dan kebahagiaan, kami ajarkan Anda menemukan solusi­ nya sendiri dengan memperkenalkan metode self hypnosis dan bagaimana berpraktek hypnosis sehingga mampu membuat orang orang sekitar Anda, di rumah, di tempat kerja, di dalam kelompok mengubah dirinya sendiri. Dengan mempelajari dan mengikuti pembelajaran ini ada ratusan keuntungan yang akan didapatkan yang semuanya bersumber pada satu titik penting yaitu bagaimana mengeloa area bawah sadar yang merupakan pemicu awal terjadinya semua tindakan dan pembuka jalan menuju jalur tepat arah keberhasilan. Jika selama ini Anda hanyalah menjadi penonton yang penasaran sebuah pertunjukkan hypnosis di beberapa stasiun TV nasional dan internasional, jika selama ini Anda hanyalah penonton sebuah proses perubahan seseorang menjadi sukses, jika selama ini Anda belum mengenal bagaimana proses hypnosis terjadi dan banyak pertanyaan lainnya, inilah saatnya Anda berada didalamnya, kuasai hypnosis untuk apapun yang Anda cita citakan, Anda juga akan terkaget-kaget saat mengetahui bahwa tiap hari Anda telah melakukan penghypnotisan kepada orang lain dalam skala ringan. Kini saatnya Anda yang melakukannya. Ikuti seminar terdahsyat kami “100% MENJADI PENGHYPNOSIS UNTUK KESUKSESAN DIRI” diajarkan langsung oleh pakar Hypnosis Hypnotherapi yang sudah memiliki pengalaman mengajar di seluruh wilayah Indonesia bahkan sampai ke mancanegara GMH KG SUATMAYASA SH., CH., CHt., MNNLP atau yang dikenal dengan nama panggilan GURU MANGKU HIPNO. Disamping sebagai pakar hypnosis dan hypnotherapy, Guru Mangku Hipno juga dikenal sebagai spiritual psikologi motivator dan pencapaian, profesional healer, pakar prana dan palmistri, pencerah jiwa soul illumination, pinandhita dan pengiring Hyang Tridewa Brahma, Wisnu dan Iswara. GMH atau Guru Mangku Hipno juga merupakan Pinisepuh Komunitas Brahmakunta Supranatural dan Spiritual Modern Center yaitu pusat pembelajar­an, pelatihan spiritual, penyembuhan prana dan Heado Theta, pembentukan karakter dan revolusi mental yang membuka praktek di Brahmakunta Center tiap hari dari pukul 10.00 s.d. 17.00 di Perumahan Gunung Sari Indah, Jln. Tukad Buana 1/61 Kebo Iwa Utara, Denpasar Bali, 0361-8442823, 0361-7112404, Pin BB 7FB63D85, FB : Guru Mangku Hipno. HYPNO BEAUTY BANGKITKAN INNER BEAUTY Setelah seminar tentang hypnosis maka sesi kedua akan diadakan juga seminar tentang “hypno beauty” yang

akan membahas tentang rahasia membangkitkan kecantikan yang tersembunyi dalam jiwa yang selama ini gagal dimaksimalkan sebagai potensi peraih keberhasilan, kesuksesan dalam meraih tujuan kehidupan. Seminar ini akan membangkitkan peluang sukses sebagai wanita yang cerdas, fokus dan penuh percaya diri sehingga mampu menemukan potensi diri, memberdayakan diri, mengubah pola pikir dan pola rasa serta pola tindak yang diharapkan mampu mengubah diri, pasangan, keluarga, lingkungan bahkan mampu mengubah dunia. Sesungguhnya tiap wanita layak mendapatkan cinta kasih, pujian dan penghargaan sebagai cahaya bagi setiap keluarga. Karena dibalik sebuah kesuksesan setiap laki–laki tentu ada wanita cerdas dan tangguh disisinya. Namun, tak banyak wanita yang tahu dan menyadari bagaimana cara terbaik menjadi cahaya itu, maka kami akan berikan jalan terbaiknya, singkat, sederhana, namun penuh kejutan dan memberikan manfaat yang sangat luar biasa untuk bangkit kembali dari keterpurukan selama ini. Dengan metode hypno beauty yang kami miliki, kami akan berikan solusi atas segala masalah yang selama ini dihadapi dan tak pernah terselesaikan secara tuntas, seperti bagaimana menjadi cantik dan menarik luar-dalam, lahir-batin dan menemukan kecantikan yang holistik, murni tanpa polesan, tanpa mengubah fisik yang sudah dianugrahkan oleh Tuhan, tanpa biaya mahal namun memiliki daya tarik dan kecerdasan mengelola potensi diri secara dahsyat, bagaimana menghindarkan diri dari tekanan, stres, kebingungan, kecemasan, ketakutan, keterpurukan, kehilangan percaya diri, dan puluhan keluhan–keluhan yang sesungguhnya hanya membawa Anda ke arah kegagalan.

Kami akan tanamkan di area bawah sadar Anda bahwa dengan cantik lahir-batin sebagai wanita Anda mampu dan makin mantap dalam mewujudkan cita cita, meraih impian dan mengubah dunia Anda yang selama ini gagal berubah, gagal menjadi cantik, gagal menjadi sukses dan tak tahu harus kemana lagi dan berbuat apa lagi, inilah jawabanya. Ikuti seminar kami, maka ketika Anda datang dengan keluhan pasti pulang dengan senyuman dan kebahagiaan berbalut rasa syukur yang luar biasa. Kami akan membangkitkan empat hormon yang membawa keajaiban bagi hidup anda, yaitu hormon endorphine yang berfungsi membuat hati senang, ceria, semangat dan penuh motivasi; hormon encyphalein yang berfungsi untuk memperoleh ketenangan hati, lebih santai, rileks, nyaman dan jauh lebih focus; hormon beta endorphine yang bertugas untuk membuat hati tidak mudah putus asa, tidak cengeng, menjadi lebih percaya diri; dan hormon melatonine yang membuat mata lelah, mengatuk, malas, sayup akan teratasi. Hypno beauty dapat mengoptimalkan fungsi neuro transmitter sehingga jumlah hormon yang diproduksi dapat terjaga dan hippocampus (bagian penting dari otak yang terlibat mengatur, membentuk dan menyimpan memori) dapat cukup asupan. Karena hippocampus inilah yang memberi pelumas bagi neuron neuron otak. Hypno beauty merangsang otak untuk tersu­ gesti secara fisiologis. Hypno beauty ini akan diberikan langsung oleh AA SG INTEN SE.,CH, CHt., MNNLP yang biasa dipanggil Byang Mangku Hipno (BMH). Beliau adalah pakar hypno beauty ternama yang sudah sering menjadi narasumber serta melakukan terapi hypno beauty ke berbagai kota di Indonesia dan mancanegara.

SEMINAR DIADAKAN HARI MINGGU, 2 NOVEMBER 2014. TEMPAT : SANTOSA CITY HOTEL, JL PATIH JELANTIK NO 8 DENPASAR BALI (0361) 264741. HARGA TIKET UNTUK SESI HYPNOSIS HANYA Rp 995.000. HARGA TIKET UNTUK SESI HYPNO BEAUTY HANYA Rp 500.000 SEMINAR HYPNOSIS “RAIH 100% PELUANG SUKSES DENGAN MENGUASAI HYPNOSIS” MULAI PUKUL 14.00 S.D. 16.00 WITA. SEMINAR HYPNO BEAUTY “ PEMBANGKITAN INNER BEAUTY” MULAI PUKUL 17.00 S.D. 19.00 WITA UNTUK INFO DAN PEMESANAN TIKET HUB : CENTER BRAHMAKUNTA 0361 8442823, 7112404 JRO SWANDRA 085738818906 JRO PUTU ANTA 08563800133 JRO ABUK 085238640217 JRO AYUK 08123988724


Women on Top

6

Gusti Ayu Made Suryani

Utamakan Team Work Menjadi lurah perempuan pertama di Bali, merupakan hal yang membanggakan bagi Gusti Ayu Made Suryani, S.E., M.A.P. Namun, hal itu, justru membuatnya, berpikir keras. Inovasi apa yang harus dilakukan agar ia mampu membawa Kelurahan Dauh Puri, Kecamat­an Denpasar Barat, dalam kondisi yang lebih baik. Paling tidak di bawah kepemimpinaannya, ada prestasi yang diraih.

B

agi, perempuan usia 45 ta­ hun ini, baginya super tim adalah yang utama. “Saya selalu mengatakan kepada staf, bekerja tidak hanya fokus pada satu bidang, tapi kita harus mengetahui juga bidang yang lain. Tujuannya, agar dapat membantu teman lain, dan mengupaya­ kan kondisi pelayanan tetap berjalan seperti biasa. Baginya, super tim adalah tujuan utama. Karena, apabila satu tidak bekerja, semua sistem akan terganggu. Karena itu, saya selalu mengutamakan team work,” ujarnya. Saat dipercaya sebagai plt Lurah Dauh Puri tahun 2010, ia sudah menun­ jukkan kinerja kepemimpinan yang baik. Kelurah­an Dauh Puri mendapatkan Juara I tingkat Kota Denpasar. Kemudian maju ke tingkat Provinsi Bali, keluar sebagai juara 2. Prestasi ini diraihnya karena tata kelola administrasi, motivasi masyarakat, dan berbagai inovasi yang telah dilakukan. Hal ini ditunjang juga, sebelum menjabat lurah, ia dipercaya sebagai sekretaris lurah sehingga urusan

administrasi sudah sigap dikerjakan. Dalam kepemimpinanya, ada inovasi yang dilakukan, mulai dari bank sampah swakelola, pengolahan sampah organik menjadi kompos dan biogas, daur ulang sampah menjadi kreasi barang yang layak dijual. Prestasi teranyar tahun 2014 yang diraih Kelurahan Dauh Puri, dinobatkan sebagai Juara I lomba Kelurahan ting­ kat Kota Denpasar dan Juara II tingkat Provinsi Bali. Kesuksesan dalam memimpin tak lepas dari kiatnya, mengajak masyarakat saling menjaga lingkungan. Upayanya, berkoordinasi dengan LPM dan tokoh masyarakat. Buat Taman Mini Untuk menjaga kebersihan lingkungan, ia punya trik khusus. Tiap hari Minggu, masyarakat berduyun-duyun datang ke kantor lurah membawa sampah. Pukul 14.00 sampah langsung diangkut truk kerja sama dengan bank sampah Wastu Lestari. Seminggu sekali sampah yang

terkumpul hampir satu ton. Bank sampah ini baru buka sejak 17 Agustus. Namun, baru dua bulan berjalan, masyarakat sekitar sudah ada yang memiliki tabungan hingga 700 ribu. Gebrakan lain, tiap hari Jumat memelihara lingkungan dengan kerja bakti. Penghijauan di pinggir jalan dengan membuat taman mini yang sudah dilakukan melewati tiga banjar, Catur Panca, Pelita Sari, dan Pekambingan. Ia juga melakukan kerja sama dengan perusahaan sekitar. Bagi yang akan memohon izin usaha, ia meminta tanaman hias untuk ditanam di sekitar jalan, dan mengharuskan mereka memiliki tempat sampah organik dan non-organik. Dalam pembuatan biogas dan daur ulang sampah, ia melibatkan ibu-ibu PKK. Memang ia mengakui, awal­ nya sulit menga­ jak masyarakt menata hidup bersih, na­ mun, dengan kesabaran dan kegigihan, serta kesungguhan hati, ia mampu menya­ darkan masyarakat

Komunikasi Hindari Saling Kaden warga sekitar sebagai tempat penimbunan sampah. Meski beru­ langkali sudah diingatkan, masih ada saja warga yang bandel. Karena itu, ia bekerjasama dengan swakelola sampah yang kebetulan satu di antara dua, milik warganya. Tiap pagi, petugas swakelola ini “men­ jemput” sampahsampah warga hingga masuk ke gang-gang. Jadi, warga tak perlu lagi menunggu jam tertentu untuk men­ geluarkan sampah­ nya di pinggir jalan besar. Meski de­ mikian, Lurah

untuk mencintai lingkungan­nya. “Sosial­ isasi rutin kami lakukan, agar masyarakt mau memilah sampah me­reka. Saat ini, Kelurahan Dauh Puri dipercaya wakil Denpasar dalam lomba Clean and Green Provinsi Bali. Untuk kerja sama tidak ha­ nya dilakukan dengan warga setempat, tapi juga melibatkan para pedagang kaki lima dan bapak angkat dari Dinas Kebu­ dayaan untuk bersama-sama menjaga kebersihan di Kelurahan Dauh Puri,” tandas lurah yang sudah menjabat empat tahun ini. -Wirati Astiti

yang baru bertugas sejak Maret 2012 ini pun masih kecolongan, masih ada saja oknum yang mem­ buang sampah sembarangan. “Memang susah mengubah mindset orang, bahwa lingkun­ gan bersih itu untuk kesehatan kita semua. Selain itu, lingkungan bersih juga enak dipandang dan asri,” ujarnya. Karena itu pula, bekerjasama dengan desa adat, kini Bu Lurah tengah menggodok semacam aturan yang nantinya akan mengenakan sanksi kepada oknum yang mencemari ling­ kungan. KATAR KELOLA BANK SAMPAH Sebagai penasihat Karang Taruna Dharma Bhakti Kelurahan Renon, Bu Lurah sudah juga me­ melopori melakukan pemilahan sampah rumah tangganya. Hasil pemilahan sampah, khususnya sampah nonorganik diteruskannya ke bank sampah yang dikelola Karang Taruna (Katar). “Ini baru sebatas sampah nonorganik yang selanjutnya kami jual ke pengepul. Katar Kelurahan Renon yang dikawalnya ini pun beberapakali telah menorehkan prestasi mem­

banggakan, yakni sebagai Juara II se-Kota Denpasar Tahun 2012, dan berhasil menyabet Juara I di tingkat Provinsi Bali. Karena itu, 13 s.d. 17 November 2014, Karang Taruna ini pun akan ber­ laga di tingkat nasional, mewakili Bali. Menumbuhkembangkan ak­ tivitas dan kreaktivitas masyarakat juga menjadi perhatian ibu dari I Made Oka Arsawinata ini. Dengan memanfaatkan sarana bumi ban­ ten yang ada di Kelurahan Renon, sempat pula diadakan pelatihan Serati Banten dibina oleh koor­ dinator Serati Banten Kelurahan Renon yang diketuai A.A Made Rai Wardani, S.E. Dalam rangka menum­ buhkembangkan peran serta masyarakat dalam menggalakkan olahraga tradisional, digelar juga Pekan Olahraga Kelurahan (Pokel) yang melibatkan semua kom­ ponen masyarakat yang ada di Kelurahan Renon. Khusus untuk kegiatan positif generasi muda, Bu Lurah memelopori kegiatan Pemilihan Teruna-Teruni Renon yang baru pertamakalinya digelar tahun 2013. BERJALAN BERSAMA Di bidang keamanan dan ketertiban, penting untuk menin­ gkatkan peran serta Satgas Hansip serta menyamakan persepsi di bidang pengamanan. Untuk itu, diadakan pembinaan dan pelati­ han Satgas Hansip yang dibina dan dilatih langsung oleh Ban­ binkamtibmas, Babinsa dan dari Kelurahan. Penertiban adminis­

Sudut Pandang

27 oktober - 2 November 2014

trasi penduduk pendatang juga terus dilakukan. Ayu Arya Tustani sadar betul tugasnya cukup berat. Karena itu, komunikasi dan koordinasi antara staf dan pimpinan dijaganya dengan baik. “Kami bekerjasama dengan kepala lingkungan dan kepala dusun,” ucapnya. Sebagai kaum hawa yang dipercaya memegang jabatan, ia tak menampik kemampuan­ nya sempat diragukan. “Jika kaki laki-laki dan perempuan ber­ jalan bersama, jadi seimbang,” ujarnya bijak. Namun sejauh ini, istri I Ketut Arsana, S.Sos. yang membawahi 11 staf ini mengaku belum menemui kendala berarti. Semua bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Namun, meski sudah ada tupoksinya masing-masing, semua staf harus mengetahui semua tugas, minimal secara umum. Dalam artian, ke­ tika ada salah seorang staf tidak ada di tempat, staf lainnya bisa menggantikan tugasnya, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar. Demikian halnya dengan ke­ hidupan rumah tangganya, suami dan putranya memahami tugasnya sebagai abdi masyarakat, yang terkadang harus bekerja juga di luar jam kerja. “Yang terpenting tetap ada komunikasi. Baik untuk urusan dengan keluarga maupun dalam urusan kerja, seberapa besar pun permasalahan, komu­ nikasi itu penting, agar di kemu­ dian hari tak terjadi salah paham, saling kaden,” tandasnya. –Inten Indrawati

19

Buat Status Berbahasa Inggris lebih Keren? Saat ini model bahasa gaul menjangkiti bangsa I­ndonesia. Penggunanya mulai dari anakanak, remaja bahkan orangtua. Orang kadang tak sadar kerap ikut menggunakan bahasa gaul. Bagaimana menyikapi fenomena bahasa gaul ini?

M

enurut Ni Nyo­ man Krisna Kuma­ layani, S.S., Duta Bahasa Bali dan Nasional tahun 2010, pengembangan, pembinaan, perlindungan Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan tugas dari Badan Pengembangan dan Pem­ binaan Bahasa (di Provinsi Bali dikenal sebagai Balai Bahasa). Namun, tidak

semua tanggung jawab ini dibebankan kepada Balai Bahasa. Fenomena In­ donglish (Indonesia campur English) muncul dikarenakan adanya banyak faktor. Perempuan yang akrab disapa Kumala ini menambahkan kesadaran berbahasa yang baik harus berawal dari diri sendiri. Kumala mengaku sebisa mungkin menjauhi penggu­

naan bahasa “alay” tersebut. Bahasa yang digunakan oleh seseorang akan mencerminkan karakter orang ter­ sebut. Ketika kita menggunakan ba­ hasa yang baik dan benar, bukan ba­ hasa alay, maka ia akan terhindar dari cap anak alay yang mengikuti zaman dan sekaligus menunjukkan karakter yang baik di mata masyarakat. Cara lain mengatasi fenomena ini, adalah dengan memberi pengertian yang lebih mendalam akan penting­ nya berbahasa yang baik dan benar, menanamkan sikap cinta bahasa sendiri pada anak-anak atau remaja dengan berbagai cara, contohnya mengadakan lomba puisi dan lain-lain. Yang paling penting dimulai dari diri sendiri. Pilihan kata dan penggunaan bahasa seseorang ketika bertutur

Bahasa Gaul hanya Sementara

Gusti Ayu Made Suryani memakai topi dan tas daur ulang

Luh Oka Ayu Arya Tustani, S.E.

Kawasan Renon dikenal seba­ gai kawasan elit, tetap saja masalah sampah masih menjadi hal yang memerlukan penanganan ekstra. Karenanya Lurah Renon, Luh Oka Ayu Arya Tustani, S.E. fokus ke­ pada kebersihan lingkungan. Ia mengaku lahan-lahan kosong yang kepemilikannya tidak jelas, kerap dijadikan

27 oktober - 2 November 2014

Saat ini, remaja sering sekali menggunakan bahasa gaul di­ antara mereka. Kadang, bahasa gaul hanya bisa dimengerti teman sebaya. Berbahayakah untuk perkembangan Bahasa Indonesia ke depan? Menurut guru Bahasa Indo­ nesia SMAN 8 Denpasar, Drs. I Gusti Ketut Tribana, M.Hum., walaupun para remaja suka ber­ bahasa gaul, kondisi itu tidaklah perlu dikhawatirkan. “Bahasa gaul yang mereka gunakan hanya un­ tuk pergaulan atau bersosialisasi. Sementara, untuk kepentingan akademis, mereka pasti kembali ke tatanan bahasa Indonesia yang benar,” ujar Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum ini. Ia menegaskan bahasa gaul sifatnya sementara. Bahasa gaul akan hilang sendirinya, bersama dengan waktu para remaja yang meningkat menjadi dewasa. “Sama halnya dengan bahasa bayi. Setelah beranjak besar, bahasa tersebut pasti akan hilang den­ gan sendirinya,” kata guru yang juga seorang penulis buku ini. Tribana menilai, kondisi perkembangan bahasa gaul para remaja tak ubahnya seperti dialek atau variasi, seper­ti Bahasa Indonesia yang juga memiliki banyak variasi dan dialek. Remaja memang tidak bisa meng­ hindari bahasa gaul ini karena lebih mudah diterima dengan teman sebaya sekaligus juga mengakrabkan diri mereka. Ia menegaskan, perkembangan bahasa gaul diantara remaja tidak perlu dikhawatirkan. Bahasa Indonesia disebut sebagai mata pelajaran yang gampang. Namun, mengapa masih menjadi momok dan sempat menjadi “mesin pembunuh” UN tahun 2009-2010? Tribana mengakui, bahasa Indonesia memang per­ nah menjadi “mesin pembunuh” UN tahun 2009-2010. Namun, beberapa tahun terakhir, sudah tidak lagi. Cuma, kata Tribana, tidak ada nilai 10. “Saya sudah menganalisa mengapa tidak ada siswa yang mendapatkan nilai 10. Penyebabnya, karena ada beberapa soal sastra yang multitafsir. Artinya, kunci jawaban sesuai dengan versi si pembuat soal, karena soal multitafsir memungkinkan, ada beberapa jawaban. Dari analisa saya, 17 soal sastra, ada 8 multitafsir,” kata Tribana. Untuk menyiasati masalah ini, para guru sudah memberikan latihan-latihan ekstra untuk menjawab soal khusus multitafsir. Namun, sering terjadi, siswa menjawab dengan cara spekulasi, sehingga kadang ada yang benar. Terkait fenomena anjloknya nilai Bahasa Indonesia dalam UN, menurut pengamatan Prof. Dr. I Nyoman Suparwa, M.Hum, ini dikarenakan pandangan anak muda sekarang, belajar Bahasa Indonesia hanya untuk bisa mengerjaan soal. Pemahaman mereka tentang tata bahasa tidak begitu mendalam, targetnya adalah nilai. Dalam Bahasa Indonesia, soalnya tingkat mahir. Jika sedikit saja soal-soalnya diubah, anak-anak sudah bingung. Berbeda dengan Bahasa Inggris, yang biasanya pemahamannya tentang teks, itu-itu saja. Sebenarnya, seperti kata pengamat bahasa Indo­

nesia, Jus Badudu, bahasa Indone­ sia itu gampang-gampang susah. Gampangnya, karena semua orang mampu berbahasa Indonesia. Susahnya, terletak pada struktur karena masih banyak para ahli yang mempertentangkan tata bahasa baku Indonesia. “Kami para guru hanya mengikuti anjuran Pusat Bahasa, agar kami ada pegangan. Kami tidak bisa mengikuti semua para ahli bahasa,” kata Tribana. Menurutnya, kendala selama ini, para siswa tidak khusus mem­ pelajari bahasa. Disamping itu, kendala lain, soal ejaan. Guru bahasa Indonesia sering meng­ ingatkan untuk memakai ejaan yang benar. Sementara, guru mata pelajaran lain, tidak mau tahu. Mungkin karena bukan bidangnya atau memang gurunya yang tidak memahami ejaan Bahasa Indonesia yang benar.-Wirati Astiti

Kumala

akan menunjukkan tingkat kualitas orang tersebut. Sebagai orang yang berpendidikan, sudah sepantasnya generasi muda mampu menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan be­ nar. “Banyak orang yang salah men­ gartikan dan mengira tiap saat kita harus menggunakan Bahasa Indonesia ragam baku, tampak formal dan tidak luwes dalam berkomunikasi sehingga lebih banyak menggunakan istilah asing yang dipadukan dengan Bahasa Indonesia,” lanjut mahasiswi S2 Lin­ guistik Universitas Udayana ini. Menurutnya penghargaan atau apresiasi perlu juga diberikan dari lembaga bahasa untuk memberikan semangat dan memacu generasi muda untuk meningkatkan kesadaran berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Lomba-lomba seperti lomba puisi, cerpen atau lomba mengeja, ataupun salah satunya dengan pemi­ lihan Duta Bahasa telah cukup efektif melahirkan generasi muda yang peduli dan cinta Bahasa Indonesia, termasuk saya,” katanya tertawa Kumala juga menyatakan pernah melakukan sebuah penelitian kecil tentang bahasa di sosial media untuk

tugas kuliahnya. Dari 100 kuisioner, 78 orang mengaku menggunakan ba­ hasa asing untuk menulis status (update status) di sosmed-nya (twitter, FB dan BBM). “Alasannya beragam. Ada yang mengatakan merasa lebih percaya diri kalau memakai Bahasa Inggris, kesannya keren dan pintar. Ada yang memang hanya ikut-ikutan tren dan ada yang ingin melatih bahasa asingnya. Sungguh alasan yang aneh namun inilah yang terjadi ,” ucapnya Begitu juga dalam percakapan sehari-hari, dikatakan oleh Runner Up 2 Putri Pariwisata Indonesia 2012 ini banyak kaidah-kaidah bahasa yang kurang tepat yang sering digunakan sehingga kita menganggap kaidah tersebut merupakan kaidah baku. Bahasa Indonesia memang diguna­ kan dalam komunikasi sehari-hari, tetapi tidak mudah untuk memahami kaidah-kaidahnya, sehingga bahasa Indonesia tidak sepantasnya kita pandang sebelah mata dan harus kita jadikan prioritas ketika belajar. Faktor yang memengaruhi perkembangan bahasa gaul ini kata Kumala akibat arus penyebaran informasi yang cepat dan mudah, penggunaan sosial media yang tidak terkontrol dan kurangnya penga­ wasan dari orangtua, pendidik dan pihak yang berwenang. Tetapi hal yang paling memengaruhi adalah kurangnya rasa cinta dan rasa bangga menggunakan Bahasa Indonesia. Untuk mengatasi perkembangan dan pemakaian bahasa gaul terhadap remaja yang memerlukan peng­akuan, Kumala mengatakan perlu diberikan pemahaman bahwa ukuran keren, ukuran “gaul”, ukuran untuk diterima oleh lingkungan bukan dari mengikuti apa yang sedang menjadi tren. Me­ nelan bulat- bulat tren yang sedang berkembang tanpa memilah apakah hal tersebut benar atau tidak adalah sesuatu hal yang kurang baik. - Sri Ardhini

Utamakan Kenyamanan Berkomunikasi Banyak kalangan ketar-ketir melihat budaya berbahasa Indonesia anak muda sekarang yang kebablasan. Dengan bahasa “gaul” mereka, dikhawatirkan ke depannya bahasa Nusantara kita tergeserkan dengan bahasa dan istilah-istilah asing. Fenomena ini juga ditangkap Guru Besar Jurusan Bahasa Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Udayana, Prof. Dr. I Nyoman Suparwa, M.Hum. Menurut pengamatannya, anak muda sekarang kurang peduli dengan penggunaan Bahasa Indonesia yang benar dan baik. Bahasa Indonesia yang “benar” dituntut dalam bahasa tulis ilmiah dan bahasa aka­ demik. “Diperlukan kemampuan berbahasa baku. Dalam hal ini, yang dipentingkan adalah unsur ‘benar’nya. Seperti, pada penulisan skripsi, tesis, atau saat berpidato dan berdis­ kusi,” ujarnya. Sementara, Bahasa Indonesia yang “baik” bisa dipakai dalam bersosialisasi di masyarakat, disesuaikan dengan norma-norma. “Dalam pemakaian bahasa akademik, ‘benar’ yang dipentingkan. Sedangkan di masyarakat, ‘baik’ yang dipentingkan, baru dilihat kaedah penggunaan bahasanya,” tegasnya. Prof. Suparwa mengatakan anak muda sekarang cend­ erung mementingkan penggunaan Bahasa Indonesia yang mereka anggap nyaman, dengan teman sebaya, yang se­ suai dengan kehidupan mereka. Seperti, bahasa-bahasa gaul yang mereka tulis dalam SMS, BBM, FB, email, dll. “Dalam komunikasi dengan teman sebaya secara lisan, lebih mementingan kenyamanan berkomunikasi,” tegasnya. Kebiasaan berbahasa lisan itu sering dipakai juga dalam bahasa tulis. Fenomena inilah yang sebenarnya keliru dalam pemakaian bahasa. Karena, prinsip berbahasa haruslah digunakan sesuai dengan ragam bahasa. “Tuntutan berbahasa tulis dan berbahasa akademik, mementingkan unsur benarnya. Di sini diperlukan

kemampuan berbahasa baku,” ucapnya. Dalam berbahasa yang benar/baku, sudah ada aturan-aturan yang dibuat dan ada dalam Bahasa Indonesia. Mulai dari tata tulis, ejaan yang berpedoman pada EYD (Ejaan Yang Dis­ empurnakan), gramatika/tata bahasa yang dimuat dalam tata bahasa baku Bahasa Indonesia, bentuk kata baku-tidak baku yang termuat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dan pedoman umum pembentukan istilah Bahasa Indonesia sebagai pedoman masuknya istilah asing dalam Bahasa Indonesia. “Pedoman-pedoman inilah yang kurang diperhatikan, kurang dicermati, dan kurang dipelajari dalam pemakaian Bahasa Indonesia,” jelas dosen S-2 Linguistik Pascasar­ jana Udayana ini. “Jadi, tak perlu khawatirkan anak muda berbahasa gaul, sepanjang mereka sadar pe­ makaiannya sebatas pergaulan sehari-hari secara lisan dan informal,” tegasnya. Ia mengingatkan ketika menggunakan bahasa untuk berpidato atau menulis ilmiah, harus mempergunakan ragam baku. “Jika ini keliru, ini yang dikhawatirkan,” ujarnya. Tugas pemerhati bahasa, harus mengingatkan bahwa ba­ hasa dipergunakan sesuai situasi. Anak muda harus dibekali pemaham­an penggunaan bahasa benar dalam tulisan ilmiah, berpidato, atau berbahasa lisan formal. Dalam konteks di koran, jika ilmiah, harus memakai bahasa benar dan baku. Jika berbentuk sastra, bisa menggunakan ragam bahasa sastra. Hal ini pun telah ditempuh Jurusan Sastra, dengan menggelar kegiatan-kegiatan minimal tiap tahun pada Bulan Bahasa. Seperti, penyuluhan Bahasa Indonesia untuk guru-guru SD-SMP-SMA, lomba menulis naskah dan berpidato dalam Bahasa Indonesia, berdiskusi, dan pelatihan jurnalistik. Mahasiswa juga diberikan kuliah Bahasa Indonesia sebagai mata kuliah kepribadian (dulu MKU/Mata Kuliah Umum), karena Bahasa Indonesia adalah penanda kepribadian. –Inten Indrawati


18

27 oktober - 2 November 2014

27 oktober - 2 November 2014

Life

Story

7

Derita Perebut Suami Orang Semua usaha untuk bisa mendapatkan penghasilan yang layak bagi keluarga­ nya sudah dilakukan. Kini Dian (51), bukan nama sesungguhnya, tidak tahu lagi h ­ arus berbuat apa. Di depan teras rumah sederhananya, ia duduk ter­ menung. Di rumah itu ia kini tinggal bersama anak bungsunya sedangkan ke­ tiga anaknya yang lain telah pergi men­ cari “kehidupan” masing-masing.

K

isah perjalanan hidup Dian yang berat tidak mem­ buatnya jatuh ke lembah nista, ia tetap bertahan dalam pahitnya kehidupan. Saat memasuki usia dewasa, Dian memang salah mengambil lang­ kah. Atas kesalahan itulah, karma menimpanya persis seperti apa yang pernah diperbuatnya. Malah ia mengalami hal yang lebih parah dari pada yang pernah di­ lakukannya. Ketika usianya 24 tahun, Dian berkenalan dengan seorang sopir bus malam jurusan Bima-Sura­ baya. Pembawaan kocak sopir parlente ini membuatnya jatuh hati. Apalagi di mata Dian, sopir ini berwajah ganteng. Dengan tubuh tinggi dan tegap, sisiran klimis, pesona Arjuna (bukan nama sebenarnya) waktu itu tak terbendung di mata Dian. Pertemuan tidak sengaja itu terjadi ketika Dian menjadi pen­ umpang bus tersebut dan duduk di bangku tengah paling depan persis di samping sang sopir. Diana memang tidak mendapat tempat duduk yang pantas ka­ rena ia hanya naik bus itu dari Bima sampai Sumbawa saja, tidak sampai Surabaya. Karena ada keperluan mendesak, ia terpaksa menerima tawaran kernet untuk duduk di bangku tengah itu. Di situlah pertama kali mere­ka berkenalan. Rupanya, Arjuna be­ rasal dari Bima sedangkan Dian orang Sumbawa. Mereka samasama tinggal di Bima di kampung yang bersebelahan. Obrolan sepanjang lima jam di atas bus itu, telah menuai benih-benih cinta di

antara mereka. Namun, Arjuna sudah memi­ liki istri. Karena Diana sudah ter­ lanjur jatuh hati, ia seperti tidak peduli lagi sehingga melanjutkan hubungan itu diam-diam. Lamakelamaan hubungan mereka mulai tercium oleh tetangga. Arjuna ter­ lihat diam-diam sering bertandang ke rumah bibi Dian –tempatnya tinggal Dian. “Waktu itu paman dan bibi sudah memperingatkan saya agar menjauhi dia karena su­ dah beristri,” kata Dian. Tapi Dian mengacuhkan peringatan paman dan bibinya yang telah menjadi pengganti orangtuanya itu. DIANGGAP GADIS NAKAL Dian bahkan sempat berteng­ kar dengan paman dan bibinya itu sehingga sempat menghilang selama dua hari entah ke mana. Ia tidak mau menceritakan bagian ini dengan detil. “Saya merasa ber­ dosa pada almarhum paman dan bibi saya itu,” katanya menitik­ kan air mata. Kepergiannya itu sempat membuat warga kampung ribut dan menganggapnya sebagai gadis nakal. Berita hubungan ter­ larangnya pun menyebar, sampaisampai istri Arjuna beberapa kali datang melabraknya. “Saya tahu paman dan bibi malu sekali pada tetangga,” katanya menyesal. Dian beruntung memiliki pa­ man dan bibi yang bijaksana. Melihat situasi mereka yang tidak lagi bisa dipisahkan itu, pamannya mengambil inisiatif untuk me­ manggil Arjuna berdua dengan di­ rinya. “Almarhum paman sempat bertanya tentang kesungguhan Arjuna pada saya,” ujarnya. Bagi

paman Dian, dalam situasi seperti itu harus ada tindakan segera yang diambil demi menyelamatkan nama baik keluarga. Awalnya pa­ man Dian meminta agar mereka tidak melanjutkan hubungan itu karena Arjuna sudah beristri. Pelarangan itu justru membuat keduanya makin menjadi-jadi dan hampir tak punya malu lagi. “Mau tidak mau paman pun menikahkan kami,” kata Dian. Ia menangis mengingat ia telah melawan dua orang yang telah merawatnya itu. Ia tahu dengan sangat terpaksa dan berat hati pamannya kemudian menikahkan mereka. Ia juga tahu betapa malu­ nya mereka menanggung akibat perbuatan Dian. Keterpaksaan itu

tiga anak lainnya. Anak pertaman­ ya lalu diminta oleh istri pertama Arjuna untuk dirawat. “Saya kasih karena kasihan dia sayang sekali pada anak saya. bahkan kalau dua hari anak itu tidak ke rumahanya, ia yang akan datang menjemput sendiri ke rumah kontrakan saya,” katanya. Mereka berdua pun akrab dan menjadi sabahat baik yang berbagi suami. Kebetulan suami mereka cukup adil mem­ bagi waktu dan kebutuhan hidup untuk mereka berdua dan akananak Dian.

akhirnya diambil untuk menyela­ matkan Dian dari gunjingan. “Bu­ kannya paman tidak memikirkan istri Arjuna, tapi beliau bingung menghadapi situasi itu. Demi kebaikan semuanya, ya di antara tidak ada pilihan yang pas, kami pun dinikahkan,” katanya. Hubungan dengan istri per­ tama Arjuna itu sempat mem­ buruk. Namun, lama kelamaan kembali membaik, semua situasi tidak lagi panas. Terutama setelah Dian melahirkan anak pertamanya hubungan mereka terus membaik. Bahkan ia jadi akrab dengan ma­ dunya itu. Istri pertama suaminya itu tidak memiliki anak, sehingga ketika ia punya anak, istri per­ tama suaminya itu merasa senang menimang anaknya. “Bahkan bayi saya jarang pulang ke rumah, lebih banyak di rumah dia (istri pertama Arjuna),” katanya. Kehidupan mereka tenang sampai akhirnya Dian melahirkan

Arjuna itu kembali dekat dengan seorang perempuan. Betapa sakit hati Dian menerima kenyataan ini. Beruntung ia punya kawan, istri pertama suaminya yang samasama tidak rela suami mereka kawin lagi. Keduanya sempat me­ labrak perempuan yang ternyata

CERAIKAN KEDUA ISTRI Petaka itu datang justru ketika anak-anak mereka sudah dewasa.

sudah menikah diam-diam dengan suaminya. “Perempuan itu setengah sumbing bibirnya,” ujarnya ketus. Dia dan istri pertama suaminya bersatu membatalkan pernikah­ an itu, namun tidak berhasil. Mereka menduga si perempuan punya guna-guna yang “mengikat” suami mereka. Keduanya kesal karena tiap kali suaminya pulang dari Surabaya, selalu pulang ke rumah perempuan itu. Sudah jarang datang ke rumah mereka. Di sinilah ia tahu betapa sakitnya istri pertama suaminya ketika ia merampas suaminya itu. Mereka berdua merasa bahwa istri ketiga suaminya itu selalu menteror mereka lewat kekuatan gaib. Banyak hal yang mereka alami yang akhirnya dikaitkan dengan upaya itu. Tidak tahan dengan teror istri muda suaminya, keduanya minta cerai. Celakanya, suami mereka langsung mengiyakan. Mereka pun tidak dapat mempertahan­ kan rumah tangga tersebut dan Dian memilih menjadi menjadi TKW ke Saudi Arabia. Di sana ia berharap dapat memperoleh penghasilan yang cukup untuk membiayai kehidupannya ketika pulang kampung. Namun harapan itu tidak mulus tercapai, karena ia pulang ke tanah air dua tahun kemudian hanya membawa uang sekadarnya. Kini, ia hidup sendiri bersama anak bungsungnya. Man­ tan suaminya sudah tidak peduli lagi bahkan pada anak bungsunya yang masih bersekolah itu. Ia menerima nasib itu dengan ikhlas untuk menebus kesalahannya di masa lalu. -Naniek I. Taufan

Keduanya kesal karena tiap kali suaminya pulang dari Surabaya, selalu pulang ke rumah perempuan itu. Sudah jarang datang ke rumah ­mereka. Di sinilah ia tahu betapa sakitnya istri pertama suaminya ketika ia merampas suaminya itu. Mereka berdua merasa bahwa istri ketiga suaminya itu selalu menteror mereka lewat kekuatan gaib.


Bunda & Ananda

8

27 Oktober - 2 November 2014

Cium Rambut Anak

Jadwal Keramas

“A

Kalau poni sudah panjang, ia memotong sendiri rambut putrinya. Namun, sekali waktu, ia pernah juga membawa putrinya ke salon. “Waktu rambut Ayu pertumbuhannya tidak rata, karena habis sakit itu, saya bawa ke salon untuk dipotong sekalian biar bermodel,” ujar ibu tiga anak ini. Perawatan rambut anak lakilaki dan anak perempuan memang berbeda. Bu Susiani mengaku tak terlalu ribet urusan perawatan. Bu Indra pun mengakui hal yang sama. “Kalau untuk anak cowok, gampang aja. Keramas dan dirapikann ke salon jika sudah agak panjang. Kalau rambutnya agak kering tinggal pakai minyak rambut atau gel,” kata Bu Indra yang anak sulungnya laki-laki. Perawatan rambut anak perempuannya membuat Bu In-

dra memberi perhatian lebih. Ia punya tips sederhana. Mengontrol rambut putrinya dengan mencium. Jika sudah bau asem, langsung disuruh keramas. “Habis mandi disisir lalu diikat. Sebisa mungkin harus diikat, kecuali jika masih basah habis keramas. Kalau diikat nanti cepat kusut, mereka kan banyak main. Kalau sudah kusut, untuk nyisirnya susah. Mereka kadang mengeluh sakit walau rambutnya sudah dipegang,” ujarnya Keluhan yang juga sering diungkapkan anak-anak adalah gatal. Gatal ini bisa karena keringatan, ketombean dan kutuan. Kalau gatal karena keringatan, solusinya dengan keramas. Kalau karena ketombean, bisa dilakukan keramas berulang. “Ayu lebih sering minta keramas sndiri, mungkin ingin menun-

Sisir Bergigi Jarang

“Rambut yang tidak terawat, sangat mudah menyebabkan rambut kusam, mudah rontok hingga gangguan kepala seperti kutu. Karena itu, sangat perlu membiasakan merawat rambut anak sejak dini, “ ujar Kompyang Pariadnyani pemilik Adibi Salon & Spa. Khusus untuk anak ada beberapa hal yang perlu diperhatikan demi rasa aman dan nyaman si anak. Ketika mencuci rambut anak, sebaiknya dilakukan minimal seminggu dua kali atau dua hari sekali. Kebersihan rambut dapat membantu lancarnya sirkulasi darah pada kulit kepala. “Lakukan dengan lembut dan hati-hati agar tidak mengenai mata,” katanya. Sampo yang dipilih yang memang diperuntukkan untuk anak– anak. Perhatikan juga kualitas dan bahannya aktifnya, supaya tidak menyebabkan alergi. Sampo yang baik lebih mudah membersihkan minyak dan kotoran pada rambut.

Selain itu, dapat juga menjadikan rambut anak lembut dan mudah diatur. Untuk sisir pun, sebaiknya tidak meng­­gunakan yang tajam tapi pilih yang bergigi jarang agar saat menyisir rambut anak agar tidak sakit. Hindari sisir berbatkh/net han nilon dan metal, sebab dapat membuat rambut anak mudah patah dan rontok. Sisir juga lanjutnya perlu dibersihkan tiap minggu memakai air hangat dan sabun. “Kalau untuk sisir bayi , upa­ yakan pilih yang lembut. Sentuhan saat kegiatan menyisiri rambut juga dapat dijadikan ajang untuk menjalin kedekatan ibu dan anak,” ujar Kompyang. Menggunting atau memotong rambut selain menjaga penampilan juga menjadi bagian dari merawat rambut. Ini bermanfaat agar ujungujung rambut anak tetap sehat, tidak bercabang dan tidak mudah patah. Selanjutnya rambut pun perlu asupan gizi supaya terjaga kesehatannya. Jika kekurangnya vitamin dan protein, rambut bukan hanya kusam tapi juga rontok dan mudah patah. Meski anak-anak , juga disaran­ kannya untuk tidak sering berada langsung di bawah terik matahari, karena akan merusak rambut. Be-

gitu juga bagi yang hobi berenang, jangan lupa mengenakan penutup kepala dan segera mencuci rambut setelah berenang. “Setelah mencuci rambut ja­ ngan menggosok rambut basah dengan handuk, agar rambut tidak kusut dan ujungnya mudah patah.

jukkan kemandirian, dia bisa keramas sendiri. Tapi kadang, saat membilas itu samponya belum bersih. Jadi solusinya, saya keramasin ulang. Kalau Andin masih saya yang keramasin pake sampo Cukup dengan menepuk-nepuk rambut dan perlahan diurut ke arah pertumbuhan rambut. Repot tapi baik untuk pertumbuhan rambut anak,” tegasnya. Sementara merawat rambut bayi sama dengan merawat rambut untuk anak-anak. Namun, pada bayi, melakukannya dengan lebih lembut dan berhati-hati karena tulang kepalanya belum menyatu secara sempurna. –Sri Ardhini

Pesona Si Anggun Bersisik Perkembangan pertamanan di Bali, khususnya Denpasar cukup stabil. Meskipun perekonomian turun-naik, peminat tanaman hias masih tetap menggeliat. Hal ini disampaikan pebisnis tanaman, Abadi (52), pemilik Stan Bunga Langkah Abadi di kawasan Tanjung Bungkak, Denpasar.

P

Rambut anak–anak, seperti juga orang dewasa, sama-sama wajib dirawat dan dijaga kebersihannya. Jika rambut anak bersih, harum dan halus , bukan hanya orangtuanya yang senang mencium maupun membelainya tapi semua keluarga juga senang. dit dan Rizki keramas dua kali seming­ gu. Kalau pe­ rawatan lainnya, paling hanya potong rambut tiap dua bulan. Rambut mereka cepat panjang. Keluhan lain, seperti gatal-gatal atau kutuan, tidak ada,” ungkap Bu Susiani yang memiliki dua putra ini. “Ayu dan Andin juga keramas dua kali seminggu. Tapi kalau sudah bau, bisa dua hari kramas lagi. Soalnya mereka kan banyak main, jadi cepet keringatan dan jadi bau. Terutama Ayu, mungkin karena rambutnya lebih banyak dan tebal,” ujar Bu Indra tentang rambut dua putri kecilnya. Mengenai jadwal potong rambut, Bu Indra tak pernah menjadwalkan. Ia hanya berpatokan pada poni.

Griya

27 Oktober - 2 November 2014

bayi yang tidak pedih di mata. Dikeramasin dalam posisi digendong (posisi kepala direbahkan, rambut celupkan di air) atau berdiri de­ ngan kepala menengadah ke atas. Setelah keramas, ingat bilang anak pintar, rambutnya harum,” ungkap Bu Indra memberi tips sederhana lagi. Kalau rambut kutuan, ini perlu diwaspadai karena cepat menular. Solusinya, lebih sering keramas dan menggunakan obat kutu. Ja­ngan lupa untuk membilas setelah menggunakan obat kutu. Ada juga yang mengeluhkan rambut rontok. Ini pun bisa diatasi de­ ngan ramuan tradisional atau obat yang tersedia di pasaran untuk menyubur rambut.

ria asal Malang yang merintis usahanya ini sejak 2003 mencontohkan, tanaman pucuk merah yang memiliki keunggulan pada daunnya itu cukup lama menjadi trend di masyarakat. Hingga sekarang pucuk merah masih banyak peminatnya. Demikian halnya dengan tanaman sikas. Bentuk pohon dan daunnya yang unik, membuat tanaman ini cukup diminati. Di stan bunganya, jumlah koleksi tanaman sikasnya cukup mendominasi. Ia menyediakan dari ukuran kecil, mulai 20 cm yang dijual Rp 500 ribu hingga paling besar dengan tinggi 140 cm seharga Rp 4,5 juta. “Menurut orang yang membibitnya, sikas yang paling besar itu usianya 25 tahun,” ujar Abadi sembari menunjuk koleksi sikas tertingginya, yang mencapai tinggi batangnya saja 140 cm. Sikas-sikas tersebut dipasoknya dari Jember, Jawa Timur. Sikas sering juga disebut tanam­an pakis haji karena morfologisnya mendekati tanaman pakis. Bahkan, orang Amerika mengenalnya dengan nama fem palm karena batang dan daunnya mirip palem. Tanaman ini tumbuh subur di daerah tropis, seperti Indonesia. Tetapi, apa pun sebutannya, sikas memang pantas men-

Abadi

jadi incaran pencinta tanaman. Tampilannya sangat mempesona. Daya pikatnya terletak pada daundaunnya yang berbentuk seperti bulu dan tajam, tumbuh anggun melengkung mengarah ke luar batang. Meski tak terlalu kentara perbedaannya, Abadi mengatakan, di kebunnya itu ada dua jenis sikas, yakni yang berdaun panjang dan berdaun pendek. “Tetapi, saya lebih banyak punya yang berdaun panjang,” ucapnya. Selain daun, tampilan batang sikas yang berwarna kecokelatan dan bersisik seperti sisik buah nenas juga menambah kesan ang-

Mendongeng Lima Menit Kura-kura Bersayap

Seekor anak kura-kura melihat burung-burung kepodang berpesta maMade Taro kanan di ranting pohon mengkudu. Kebetulan ia sangat lapar, lalu katanya kepada ibunya, “Ibu, aku ingin berpesta bersama burung-burung itu.” “Jangan, Anakku! Kamu tidak punya sayap,” jawab ibunya. Sesaat kemudian, diam-diam anak kura-kura yang nakal itu masuk ke gudang ibunya. Di dapatinya di situ berserakan sayap-sayap burung. Ia rekatkan sayap-sayap itu di tubuhnya dengan getah pohon. Lihat, sekarang anak kura-kura itu bisa melompat dan bisa terbang. “Hyaaat…!” Anak kura-kura itu terbang dan bertengger di ranting pohon. Ia berkenalan, bergabung dan ikut berpesta. Mula-mula burung-burung kepodang tidak curiga. Namun, melihat hewan bersayap itu makan dengan sangat lahap dan cepat, lalu mereka bertanya,

“Siapa kamu?” “Aku kepodang, keluargamu.” “Mengapa warna sayapmu warna-warni?” “Aku baru datang dari negeri Warna-warni.” “Cobalah bernyanyi seperti kami! Cilalong, kuk…, cilalong, kuk…!” Kura-kura nakal itu tidak bisa menirukan suara burung-burung itu. Keluarga kepodang marah lalu beramai-ramai mencabut sayap anak kura-kura. Nah, tampak sekarang, burung palsu itu adalah kura-kura yang berpunggung keras dan bersayap palsu. Kemarahan keluarga kepodang memuncak. Mereka mendorong anak kura-kura itu. Buk! Buk! Buk! Kura-kura itu jatuh ke tanah berguling-guling. Punggungnya pecah berantakan. Sambil menitikkan air mata, Ibu Kura-kura menyambung pecahan punggung anak kura-kura itu dengan getah pohon. Itulah sebabnya sampai sekarang bangsa kura-kura memiliki punggung yang disambungsambung.

Tanaman sikas yang diserang hama

Tunas anakan sikas yang keluar dari batangnya

gun. Pertumbuhan batang sikas amat lamban. Tinggi batang sikas 1 meter saja baru bisa dicapai jika sudah berumur lebih kurang 10 tahun. Umumnya tanaman ini diperbanyak secara vegetatif yakni de­ngan memisahkan anakannya. Sikas biasanya mengeluarkan beberapa tunas anakan dari batang atau dari pangkal akarnya. “Anakan ini diambil atau dipisahkan, kemudian ditanam di media pasir sampai keluar akarnya, sekitar dua bulan. Setelah itu, baru dipindahkan ke pot atau polibag dengan media sekam dan tanah. Perbandingannya 4 tanah : 1 sekam. Paling cepat empat bulan, baru tanaman sikas bisa terlihat cantiknya,” paparnya. Karena bentuknya yang cantik itu pula, tanaman sikas kerap dipakai sebagai central of point dalam sebuah taman outdoor. Sikas bisa ditempatkan indoor maupun outdoor. Secara umum, tanaman sikas menyukai cahaya matahari langsung. Namun, ada beberapa spesies justru akan tumbuh lebih baik jika di letakkan di tempat yang teduh atau semiteduh. Jenis tanaman sikas yang dikoleksi Abadi, perlu penyinaran yang cukup. Yang paling perlu diingat adalah rutin melalukan penyemprotan dengan obat antiracun, karena sikas sangat cepat dicari hama. “Sekarang ini, yang menyerang kupu-kupu putih. Kupu-kupu itu bertelur di daun, telur menetas jadi ulat, dan ulatnya ini yang menggorogoti daun-daun sikas,” ujarnya seraya memperlihatkan satu tanaman sikas koleksinya yang terserang hama. Selain disiram, sikas juga perlu pemupukan minimal sebulan sekali, agar tumbuh subur dan tetap cantik. –Inten Indrawati

Pesona tanaman sikas

17


16

Edukasi

27 oktober - 2 November 2014

Green School Rangkul Kearifan Lokal

T

hingga kegiatan akademis. Murid tidak hanya paham definisi sustainability ,tapi menjalankan hidup yang sustainable .Seperti, penggunaan bahan bambu pada hampir seluruh area yang ada. Beberapa contoh meliputi penggunaan bambu pada hampir seluruh bangunan yang ada di sekolah, pembangkit listrik tenaga matahari, toilet kompos dan kebun organik. Berbagai fasilitas ini merupakan cara Green School memperkenalkan terhadap alternatif kehidupan yang dapat membangun masa depan lebih baik, lebih bertanggung jawab dan lebih ramah lingkungan. “Agar, dunia dan alam ini bisa terjaga bukan hanya untuk saat ini, namun untuk anak cucu kita kelak,” ujar Irma. JAGA ALAM & BUDAYA LOKAL Praktik ramah lingkungan yang ditujukan untuk meminimalisir pencemaran yang ada di Green School patut diacungi jempol. Seperti toilet kompos, sebuah upaya untuk mengura­n gi penggunaan air dan mendaur ulang limbah. “Limbah padat manusia akan didaur ulang dan dipergunkan untuk menyuburkan tanah sehingga kualitas tanahnya

tetap terjaga. Tanah ini akan ditanami bambu yang akan dipergunakan untuk bahan bangunan di sekolah,” terang Irma. Begitu halnya dengan limbah urin, melalui penyulingan khusus, dimanfaatkan untuk membantu

9

Aura Gizella

Jalani tanpa Beban Pemilik nama panjang I Gusti Ayu Aura Gizella ini, akhir­nya berhak menyandang gelar Duta Endek 2014 untuk ­kategori putri. Ia berhasil mengungguli 130 peserta lainnya. ­Bagaimana dara yang akrab disapa Aura ini mempersiapkan diri hingga meraih kesuksesan?

Inilah Green School. Sebuah sekolah yang memberikan pendidikan tentang lingkungan hidup yang menakjubkan dengan metode pendidikan berbasis holistik. Green School mempersiapkan murid-muridnya menjadi individu yang kritis, kreatif, serta selalu sadar lingkungan agar dapat tumbuh menjadi pemimpin-pemimpin hijau masa depan. idak salah rasanya jika kita ikut bangga, betapa di tengah mirisnya pendidikan di negeri ini, sebuah inovasi baru di bidang pendidikan Indonesia hadir di Bali, jantung pariwisata negeri kita. Bukan hanya itu, Green School sebagai sekolah internasional juga memiliki komitmen merangkul kearifan lokal demi menjaga harmoni dengan lingkungannya. Green School, yang terdiri dari tingkat PAUD hingga sekolah menengah atas ini, terletak di Desa Sibang Kaja, 30 km dari pusat Kota Denpasar. Sekolah unik yang berada di tengah alam dengan ruang kelas, kantor hingga area pertemuannya sebagian besar dibuat dengan bambu dan alang-alang sebagai penutup atapnya ini, digagas dan didirikan pasangan John E.Hardy bersama Cynthia Hardy, desainer dan pengusaha perhiasan yang sukses dan telah tinggal di Bali lebih dari 30 tahun. Menurut Irma Sitompul, Communication Manager Green School, John dan Cynthia memiliki alasan sangat kuat dan terpuji. Mereka mendirikan sekolah karena merasa prihatin terhadap sistem pendidikan yang kebanyakan hanya memokuskan pada pertumbuhan intelektual dan terkadang melupakan aspek-aspek penting dalam individu yang harus dikembangkan secara seimbang dan menyeluruh seperti aspek emosional, spiritual, dan kreativitas. Fisik dan sosial Green School juga ingin memberikan sistem pendidikan yang holistik, yang dapat diakses oleh siapa saja. Irma mengatakan, kini Green School adalah salah satu dari sedikit sekolah yang dapat membuat anakanak senang belajar dan bahagia ke sekolah. Anak juga dapat menikmati pelajaran dengan menggunakan ‘bahasa’ mereka, dimana konsep dan teori pembelajaran akan selalu dikaitkan dengan konteks lokal . Selain itu , Green School yang juga sering disebut Sekolah Hijau ini juga menerapkan prinsip sustaina­ bility atau keberlanjutan dalam segala aspek, mulai dari konsep bangunan dan fasilitas sekolah, menu makanan

Dara

27 oktober - 2 November 2014

P

erempuan berkulit putih kelahiran 17 Februari 1994 ini merupakan sosok dengan kepribadian yang hangat dan ramah. Ia menuturkan untuk mengikuti lomba Duta Endek, dirinya mempersiapkan mental, busana-busana berbahan endek serta pengetahuan tentang endek, seperti jenis dan pembuatannya. Aura juga mendapatkan bekal tambahan pengetahuan lagi terkait endek sebagai wairsan budaya yang harus dilestarikan dan dikembangkan saat pembekalan setelah dirinya masuk sebagai finalis Duta Endek 2014. memberikan nutrisi pada tanah. Green School selalu mengajarkan murid-muridnya menanamkan nilai-nilai kehijauan. Semua ruangan seperti ruang pertemuan, ruang makan, ruang serbaguna dan kamar kecil menampilkan keharmonisan antara bangunan buatan manusia dengan alam sekitarnya. Prinsip kelangsungan hidup alam diusung dan diterapkan pula melalui listrik mandiri yakni memanfaatkan sumber ramah lingkung­ an, seperti pembangkit tenaga listrik tenaga surya dan tenaga air. Namun sustainability yang dipraktikkan di Green School tidak hanya bicara mengenai alam dan lingkungan,

namun juga sosial sustainability. Keberlanjutan sosial ditujukan agar se­ luruh komunitas Green School senantiasa memperhitungkan dampak dari keputusan dan program mereka bagi masyarakat lokal, dan orang-orang

yang hidup di sekitar. Hal menarik lainnya adalah komitmen Green School untuk benarbenar merangkul dan menciptakan harmoni dengan budaya dan kehidup­ an sekitarnya dengan mencantumkan nilai muatan pada pembelajaran murid. Pengetahuan dan kearifan lokal termasuk keterampilan, keseni­ an, dan kebijaksanaan ada dalam segala sesuatu yang mereka lakukan. “Green School yang didirikan sejak tahun 2008, kini dengan sekitar 400an orang murid, yang sangat menghormati kearifan lokal, hadir dengan prinsip: Ketika kami maju, kami juga harus bisa memajukan keluarga-keluarga Indonesia, ter­ utama keluarga orang Bali yang ada di sekitar kami,” lanjut Irma. Selanjutnya, sebagai sekolah internasional yang mandiri, ada lagi program yang sangat baik untuk anak-anak Bali di sekitarnya, yakni beasiswa yang murni didanai donatur dan dukungan komunitas yang ada Green School. Hingga kini tercatat berhasil membiayai sekolah 34 anak Indonesia dengan komitmen kuat untuk dapat meluluskan siswa-siswi ini nantinya. Beasiswa ini, kata Dr.Tirka Widan­ti, Pembina Yayasan Kul Kul yang menaungi Green School, adalah salah satu perwujudan kepedulian kepada anak-anak lokal. Selain itu, mereka juga memiliki program yang diberi nama Kul Kul Connection, sebuah program yang menjembatani keluarga Green School dengan ke­ luarga yang ada di sekitar sekolah. “Setiap hari, mulai Senin sampai

Jumat, kami menyediakan les Bahasa Inggris gratis untuk tiga kelas. Program ini dikoordinir oleh seorang guru Bahasa Indonesia tingkat SMA yakni Pak Soma,” ujarnya. Ditanya soal kelulusan, Irma kembali menerangkan bahwa saat ini, Green School sudah meluluskan dua angkatan murid SMA. Di antaranya terdapat empat orang murid lokal penerima beasiswa. Tiga dari mere­ ka tengah melanjutkan kuliah di luar negeri, masing-masing dua di Kanada dan satu di Belanda. Seorang lagi kuliah di Sastra Inggris Unud dan sudah bekerja di Green School sebagai development asisstant. Di sini jelas terlihat bahwa Green School tidak main-main dalam mendukung anakanak penerima beasiswa. Komitmennya bukan hanya semasa mengikuti pendidikan di sana hingga SMA saja, namun juga membantu karier mereka selanjutnya. Program lainnya terkait harmoni dengan nilai-nilai lokal, seperti ter­ sedianya dapur tradisional Bali yang ditangani Bu Kadek, yang memasak menu Indonesia dan internasional dengan bahan organik yang segar, setiap harinya untuk 500 orang. Dari dapur ini juga dikenalkan menu-menu lokal kepada anak-anak internasional. Ketika ditanya kenapa Green School ingin ada anak Indonesia atau lokal di sekolahnya, menurut Irma di sana diharapkan anak-anak dari se­luruh dunia saling belajar toleransi dan lebih lagi mengenal budaya Indonesia. Hal ini juga dilakukan melalui berbagai pilihan mata pelajaran kesenian, mulai dari bermain musik gamelan, jegog, dan lainnya. Selain pelajaran Bahasa Indonesia, mereka juga diajarkan Indonesian Studies yang mempelajari segala aspek tentang Indonesia. Satu lagi yang unik dan menarik di sini, adalah dimasukkannya seni budaya mepantigan ke dalam mata pelajaran spesialis. Mepantigan, kata Irma dapat mewakili dari sisi kreativitas dan fisik serta membentuk kepercayaan diri. Melihat komitmen dan keseriusan Green School dalam menjaga nilai lokal dan mengajak mereka yang di sekitarnya maju bersama-sama, tak pelak “Green School” ini semakin lama makin tumbuh menjadi sekolah pilihan bukan hanya bagi anak-anak internasional, tapi juga lokal. -ard

Cerita keikutsertaanya di ajang ini berawal ketika ia ditunjuk untuk mewakili kampusnya, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Waktu itu, Aura sempat ragu-ragu ka­ rena ia dalam kondisi tidak enak badan. “Tetapi, demi orang-orang yang sudah memercayai saya, saya akan melakukannya semaksimal mungkin agar tidak mengecewakan me­reka,” papar mahasiswi yang dikenal multitalenta ini. Putri dari pasangan I Gusti Ngurah Tika Indrawan dan Ayu Rai Sriwulan ini, bercerita dirinya juga sangat didukung oleh keluarganya terutama kakak pertamanya. Sang kakak malah sangat antusias me­

ngatakan bahwa Aura akan menjadi juara kali ini. Aura yang mengaku bukan pri­ badi ambisius menjalani serangkaian penilaian dari panitia penyelenggara dengan santai dan tidak menjadikannya beban. Namun, ia tetap melakukan yang terbaik. Ketika ditanya tentang kuatnya rasa percaya diri yang dimilikinya, Aura kembali menjawab kalau ia menjalaninya tanpa beban dan dibawa enjoy saja. Ia sangat ber­ syukur bisa masuk grand final . Meski targetnya cukup bisa berada di jajaran tiga besar dan tanpa ambisi, ia malah terpilih sebagai pemenang. Aura sangat percaya Tuhan sudah mengatur semuanya yang pantas dan tepat untuk dirinya termasuk dalam lomba Duta Endek yang diikutinya itu. Aura menambahkan sejak awal ia merasa kurang yakin dengan jawabannya di babak tiga besar. Ternyata dengan jawaban yang sederhana, ia berhasil menempati posisi pertama. “Saya jadi berpikir terkadang sesuatu yang berlebihan belum tentu menjamin hasil yang baik,” ujar perempuan yang meng­ idolakan pemain film, Kirsten Stewart dan memiliki setumpuk prestasi di bidang modeiling yang sudah ditekuninya sejak usia belia ini. Sebagai perempuan yang dikenal aktif dan multitalenta, untuk urusan seni, Aura mengaku dance dan modelling adalah dua hal yang

sangat dikuasainya. Ia meraih posisi lima besar Best Photo Model Competition Miss Celebrity Indonesia 2013, serta 10 Besar Finalis Miss Celebrity Yogyakarta 2013. Aura yang bercita-cita menjadi entertainer sejak kecil ini, mengatakan setelah menyandang Duta Endek tahun ini, ia akan menjalankan tugasnya yang mulia untuk memperkenalkan kain endek ke masyarakat khususnya kalangan remaja. Selain itu ia juga tidak pelit berbagi akan apa dampak positif yang ia dapatkan dari keikutsertaaanya dalam pemilihan Duta Endek ini. Sebagai Duta Endek pula, selain menambah wawasanya

ia juga bisa bertatap muka dengan Wali Kota Denpasar . “Pemilihan ini juga menjadi ajang menambah teman,” ungkapnya. Juara satu Teruni Jegeg Resman tahun 2009 ini berharap acara pemilihan Duta Endek tahun berikutnya terlaksana dengan baik. “Dalam sebuah pemilihan sudah pasti akan ada yang menang dan kalah, Maka yakinlah bahwa Tuhan sudah mengatur dimana keberuntungan yang akan kita raih atau duduki. Saya berharap duta-duta tahun depan dan seterusnya akan lebih baik” jelas Aura yang juga piawai bermain teater dan tampil berrmain di beberapa judul FTV SCTV ini .–-Nina

Awas Herbal “Tipu-tipu” “Dok, aku bercerai karena aku lihat sendiri istriku berselingkuh dengan atasannya. Sejak saat itu jika bertemu perempuan dan pacaran, aku menjadi takut dia juga akan seperti mantan istriku. Sekarang aku merasa kurang bergairah, termasuk dalam hal seks. Sempat beberapa kali mencoba dengan pacar, juga dengan teman, malah tidak berhasil karena sepertinya aku memang kehilangan gairah, bahkan ereksipun mengalami hambatan. Maunya aku meminum obat, tetapi obat yang herbal, Dok. Kan banyak ditawarkan obat kuat buat laki-laki di koran-koran dan internet. Karena kalau herbal pastinya tidak akan ada efek sampingnya. Kira-kira itu bisa membantu kondisi saya nggak, Dok?” (Wez, Jakarta, 29) “Obat kuat” masih saja menjadi diskusi dan dicari para laki-laki dari dulu hingga sekarang. Bahkan sekarang makin banyak jenisnya. Hingga detik ini banyak penderita disfungsi ereksi mencari jalan pengobatan sendiri, sering kali dengan mengonsumsi obat kuat herbal tanpa mengetahui efek samping yang dapat timbul pada ke­ sehatannya. Makin gencarnya masyarakat dunia kembali ke konsep “back to nature”, membentuk sebuah persepsi bahwa obat yang berbahan herbal pastinya aman. Padahal ini ternyata tidak selalu benar. Mau bukti? Ganja salah

satunya.Lintingan ganja yang dikonsumsi para penikmatnya itu berbahan herbal, dari daun ganja yang dikeringkan. Mirip seperti tembakau pada rokok. Kenyataannya, ganja dan bahkan tembakau, memberikan efek negatif ke tubuh yang jauh lebih banyak dibanding efek relaksasi semu sesaat yang diberikannya. Semua orang pasti tahu tulisan bahaya rokok di bungkus kemasan rokok yang menyebutkan akibat buruk merokok adalah impotensi, penyakit jantung, gangguan kesuburan dan janin dan seterusnya. Ganja malah lebih parah lagi bahayanya bagi tubuh manusia. Itu semua herbal.

Jadi, herbal tidak selalu jaminan keamanan bagi tubuh manusia. Satu lagi, sering kali justru sekarang yang dijual adalah herbal “tipu-tipu”, terutama yang berbentuk kapsul. Maksudnya, disebutkan saja herbal, tetapi sebenar­n ya oplosan, dicampur dengan bahan aktif kimia yang berbahaya jika tanpa pengawasan dan dosis yang benar dari dokter. Sayangnya sebagian besar masyarakat kita masih mudah dibodohi dan tidak terlalu tahu masalah tersebut, yang akhirnya, lagi-lagi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang ingin mengeruk keuntungan dari jualan obat kuat

yang ternyata oplosan. Banyak beredar obat herbal untuk keluhan seksual yang menyebutkan bahwa produknya murni alami tanpa campuran bahan kimia. Sesungguhnya herbal tidak boleh digunakan sembarangan sebagai obat. Seringkali harus berhati-hati, karena kan­ dungannya malah dicampur de­ ngan zat aktif tertentu. Kita bisa mencurigai ada bahan aktif kimia jika iklannya men­c antumkan kata-kata seperti “diminum satu jam sebelum berhubungan seks”, karena kata-kata tersebut khas dengan cara mengonsumsi bahan aktif kimia obat semisal sildenafil sitrat. Bahan aktif kimia obat sep-

erti sildenafil tidak seharusnya dicampurkan dalam obat herbal tradisional ataupun suplemen. Jadi, sebelum mencari peng­ obatan untuk gangguan fungsi seksual, perlu dicari tahu dulu apa jenis dan apa penyebabnya. Gangguan fungsi seksual pada dasarnya disebabkan oleh faktor fisik dan psikis. Sepertinya dalam kasus yang dialami ini, penyebab psikis bisa jadi menjadi penyebab terjadi­ nya penurunan atau gangguan dorongan seksualnya, yang akhirnya juga mengakibatkan gangguan ­e reksi dan tidak mendapatkan orgasme dan kepuasan seksual. Jangan langsung coba-coba menggunakan “obat kuat herbal” sembara­ ngan yang malah nantinya justru membahayakan. Datanglah untuk berkonsultasi ke dokter yang paham kesehatan seksual untuk dicari penyebabnya dan ditangani serta jika perlu di­ berikan obat yang tepat.


Bugar

10

27 Oktober - 2 November 2014

Rinitis Alergi pada Hidung - Mencuci alas tidur (sprei), sarung bantal dan selimut seminggu sekali, bila mungkin dengan air panas (> 55oC). Hasil yang sama mungkin dapat dicapai dengan menjemur cucian dibawah sinar matahari langsung.

dr. Conchita P. Da Silva, Sp.THT-KL Klinik Rawat Jalan (Outpatient Dept.) Rumah Sakit SILOAM Appointment: (0361) 779-900 ext. 29701 HP: 081312509819. Email: conchita.dasilva@siloamhospitals.com Pendahuluan Rinitis alergi merupakan suatu kelainan yang banyak dijumpai, tetapi karena tidak bersifat fatal maka sementara ini belum mendapat perhatian yang serius baik dari penderita maupun petugas kesehatan. Angka kejadian adalah sebesar 10-25% dari populasi di seluruh dunia dan terus mengalami peningkatan. Untuk penatalaksanaan rinitis alergi (RA) secara garis besar dibuat tahapan sebagai berikut : 1. Definisi 2. Klasifikasi 3. Diagnosis & identifikasi alergen 4. Penatalaksanaan 1. Definisi Rinitis alergi: gangguan simptomatis pada mukosa hidung yang disebabkan terpaparnya zat alergen yang dimediasi oleh hipersensitifitas/alergi tipe I, dengan gejala karakteristik berupa hidung gatal, bersin-bersin, rinore (hidung berair) dan hidung tersumbat yang bersifat reversibel secara spontan maupun dengan pengobatan. 2. Klasifikasi Berdasarkan terdapatnya simptom : - RA Intermiten, bila simptom terdapat: kurang dari 4 hari/minggu, atau bila kurang dari 4 minggu - RA Persisten, bila simptom terdapat: lebih dari 4 hari/minggu, dan bila lebih dari 4 minggu Berdasarkan beratnya gejala : - Ringan, berarti tidak terdapat salah satu dari hal-hal sebagai berikut : gangguan tidur, gangguan aktivitas sehari-hari/malas/olahraga, gangguan pekerjaan atau sekolah, gangguan rekreasi. - Sedang-berat, berarti didapatkan satu atau lebih hal-hal sebagai berikut: gangguan tidur, gangguan aktivitas sehari-hari/malas/ olahraga, gangguan pekerjaan atau sekolah, gangguan rekreasi. 3. Diagnosis dan identifikasi alergi 3.1. Anamnesis Anamnesis dimulai dengan riwayat penyakit secara umum (asma, urtikaria) termasuk keterangan mengenai tempat tinggal/kerja dan pekerjaan penderita. Lalu dilanjutkan dengan pertanyaan yang lebih spesifik meliputi gejala di hidung Gejala-gejala rinitis alergi yang perlu di­ tanyakan adalah :

Optimal : a. Menggunakan lantai rumah dengan bahan yang dapat dibersihkan seperti : dari keramik, kayu, kaca b. Sedikit mungkin menggunakan furniture dari kain/ kain berbulu c. Menggunakan penghisap debu integral dg filter HEPA dan kantong yang bahannya tebal d. Gunakan penutup tirai (gorden) yang dapat dicuci e. Mainan dari kain/ berbulu yang dapat dicuci

- Bersin-bersin (lebih dari 5 kali setiap kali serangan) - Rinore (ingus bening encer) - Hidung tersumbat (menetap/bergantiganti) - Gatal di hidung, tenggorok, langit-langit atau telinga. - Kadang disertai : mata gatal, berair atau kemerahan, hiposmia/anosmia, Post nasal drip atau batuk kronik Frekuensi serangan, beratnya penya­kit, lama sakit, intermiten atau persisten - Pengaruh terhadap kualitas hidup seperti adakah gangguan terhadap pekerjaan, sekolah, tidur dan aktifitas sehari-hari. Manifestasi penyakit alergi lain sebelum atau bersamaan dengan rinitis - asma bronkhial, dermatitis atopik, urtikaria, alergi makanan Riwayat atopi di keluarga - Apakah ada anggota keluarga, dari ayah atau dari ibu yang pernah menderita salah satu penyakit alergi tersebut diatas. Faktor pemicu timbulnya gejala rinitis alergi - Lingkungan di rumah, tempat kerja, sekolah, apakah ada hubungan antara kegemaran atau hobi penderita yang dapat memprovokasi timbulnya gejala. Penderita rinitis alergi dapat berkembang menjadi keadaan hiperreaktifitas hidung terhadap iritan non spesifik seperti asap rokok, bau merangsang, udara dingin, polutan, bau parfum, bau deodoran dsb. Riwayat pengobatan dan hasilnya - Efektifitas obat yang dipergunakan sebelumnya dan macam pengobatan yang sudah Diterimanya dan Compliance/ kepatuhan berobat 3. 2. Pemeriksaan Fisik Rinoskopi anterior menggunakan cahaya yang cukup dan spekulum hidung - Perhatikan adanya pembengkakan/edem dari konka inferior/media yang diliputi sekret encer bening, mukosa pucat dan edem. Keadaan anatomi hidung lainnya seperti septum nasi. Perhatikan pula kemungkinan adanya polip nasi. Nasoendoskopi - Adakah gambaran konka bulosa atau polip nasi kecil di meatus medius dan keadaan kompleks ostiomeatal.

dr. Conchita P. Da Silva, Sp.THT-KL

3. 3. Pemeriksaan Penunjang - Uji kulit (Uji tusuk/Skin Prick test) paling sesuai karena mudah dilakukan, dapat ditoleransi oleh sebagian penderita termasuk anak.anak. Mempunyai sensitifitas dan spesifisitas tinggi - Pemerikasaan darah (IgE serum) : sensitif namun lebih invasif dan mahal - Test provokasi hidung/nasal challenge test (bila tersedia), dilakukan bila ada keraguan dan kesulitan dalam mendiagnosis rinitis alergi, dimana riwayat rinitis alergi positif, tetapi hasil tes alergi selalu negatif. - Foto polos sinus paranasal : bila ada indikasi keterlibatan sinus paranasal - CT Scan / MRI sinus paranasal : atas indikasi, dilakukan bila : a. Untuk menentukan adakah komplikasi seperti sinusitis b. Tidak ada respons terhadap terapi c. Direncanakan tindakan operatif 4. Penatalaksanaan 4.1. Eliminasi Alergen Yang sangat berperan pada rinitis alergi di negara tropis seperti Indonesia adalah house dust mite (tungau debu rumah), pet dander dan alergen kecoa. Cara menghindari Esensial : - Membungkus kasur dan bantal dengan bahan khusus (yang tidak tembus mite), tetapi tidak ekonomis sehingga tidak dapat diterapkan pada semua kasus

Binatang piaraan (kucing dan anjing) Anjing dan kucing merupakan penyebab alergi. Tidak hanya dander nya saja, tetapi liur dan bulu binatang Cara yang paling sederhana tetapi kadang sangat sulit yaitu dengan tidak memelihara binatang tersebut dan apabila ada, maka karpet, kasur dan kursi dibersihkan dengan penghisap debu sesering mungkin. Pada dasarnya menghindari alergen tampaknya efektif, hanya saja penderita seringkali penderita sensitif terhadap beberapa allergen, sukar dicapai hasil yang maksimal. Bagaimanapun sulitnya, karena pada penderita alergi paparan alergen akan memicu timbulnya gejala, maka penjelasan dengan edukasi tentang alergen apa yang harus dihindari dan bagaimana menghindarinya harus dijelaskan kepada penderita rinitis alergi. 4.2. Farmakoterapi - Obat oral (anti histamin, dekongestan) - Glukokortikoid nasal spray (semprot hidung) - Imunoterapi : Imunoterapi adalah memberikan alergen yang sesuai dengan hasil tes kulit, dosisnya secara bertahap dinaikan sampai dosis maksimal yang tidak menimbulkan serangan/gejala alergi. Tujuannya supaya penderita berkurang gejalanya pada paparan alergen penyebab. Secara klinik imunoterapi pada rinitis alergi terbukti efektif. Kesimpulan Rinitis alergi adalah suatu gangguan simptomatis pada mukosa hidung yang disebabkan oleh zat alergen Banyak orang yang menderita RA namun kadangkala tidak menyadarinya. Penyebabnya bisa bermacam-macam termasuk benda- benda disekitar lingkungan kita. Penatalaksaannya sangat mudah, yaitu dengan pencegahan. Apabila gejala yang ditimbulkan berlanjut maka dapat dikonsultasikan ke dokter.

Style

27 Oktober - 2 November 2014

Evening Wear

High Couture

Berdasarkan pengalaman dalam mendesain koleksi evening wear dan berkiblat pada tren fashion dunia, Katrin Suthajaya mempersembahkan karyanya yang mengeksplorasi keindahan kain nusantara, terutama tenun Bali. Ia mengatakan ingin agar kain lokal yang spesial ini bisa diterima dan dikenakan para penggemar fashion di seluruh dunia.

K

atrin juga ingin lebih banyak memberikan pilihan, sembari menonjolkan kalau tenun Bali yang bernama endek ini, tidak hanya dipakai konsumen dalam negeri semata. Namun, melalui desain evening wear miliknya, ia mendekatkan keindahan lokal yang berbeda ke dunia internasional. Dengan mengusung tema”the NEW LOOK of Tenun Bali, koleksi Katrin tampil elegance dan high couture pada pagelaran Jakarta Food & Fashion Festival beberapa waktu lalu di Jakarta. Dengan kombinasi brokat dan tile, sangat terasa sentuhan cita rasa tinggi pada setiap busana yang ditampilkannya. Semua menjadi semakin glamor de­ ngan penambahan pernak-pernik sepert bead, mu­tiara dan batu – batu permata yang dikerjakan dengan tangan. Maka, siapapun yang mengenakannya pasti merasa bangga. – Sri Ardhini

15


14

Jelita

M

enurut Kompyang Pari­ adnyani pemilik Adibi Salon & Spa, pada proses pelurusan rambut kuali­ tas bahan yang digunakan juga sangat mempengaruhi lama tidaknya rambut seseorang tetap lurus dan halus termasuk menjaga tetap indah dan tidak kusam dan tidak kering. Dikatakannya memang setelah melaku­ kan proses pelurusan rambut yang lebih sering disebut dengan smoothing, tidak jarang disertai keluhan akibat kondisi rambut gampang kusam bahkan rontok. Biasanya ini akibat bahan kimiawi yang terkandung didalam produk khusus pelu­ rusan rambut. Patutnya digunakan produk pelurus­an rambut yang mengandung pro­ tein susu agar tetap terjaga kelembaban­ nya dan hindari bahan kimia amonia. “Kesehatan dan kelembaban rambut yang diluruskan akan tetap bertahan jika dilakukan perawatan dengan intensif,” ucap Kompyang sembari menyam­ paikan beberapa langkah yang dapat dilakukan demi menjaga sang mah­ kota atau mence­ gah kerusakan yang bisa mengganggu penampilan seorang perempuan. Perawatan rambut setelah pelurusan, kata Kompyang, tentu tidak boleh asalasalan. “Rambut yang rusak setelah proses pelurusan, biasanya akibat obat atau krim yang tidak sesuai saat proses pelurusan. Berbedanya jenis dan tekstur rambut se­ tiap orang sebenarnya sangat menentukan pemilihan krim yang akan dipakai. Sebab tingkat resistensi dan peresapan pada rambut cukup berpengaruh terh­ adap persoalan kering dan kusam yang akan muncul. Makanya, produk pelurus rambut harus mengandung protein susu yang mampu memberikan efek hidrasi dan bebas dari ammonia,” tuturnya. Mulai dari sampo katanya, bagi mer­ eka yang ram,butnya pernah diluruskan

hendaknya menggunakan sampo yang mengandung bahan yang mampu menutrisi rambut agar tetap sehat dan terawatt serta dan dapat digunakan untuk sehari-hari. Berlanjut dengan kondisioner, yang biasa digunakan setelah sampo, pilihlah yang memiliki kandungan khusus seperti botanical yang bisa memberikan kelem­ baban serta menguatkan batang rambut kemudian juga menjaga rambut lurus yang berkilau. Ketika meneruskan dengan perawatan masker rambut, juga disarankan melaku­ kannya secara rutin. Minimal seminggu sekali, dengan bahan yang disesuaikan den­ gan jenis rambut atau pilihan bahan-bahan alami lainnya, demi membantu menjaga kesehatan rambut mulai dari akarnya. Agar rambut selalu mudah diatur dan

mempunyai tekstur lembut berkilau, pakailah multi­ vitamin serum yang berfungsi menjadi tonik bagi batang rambut yang telah di­ luruskan. Juga agar lebih mudah diatur, dapat menggunakan anti frizz spray khusus untuk rambut. Demi hasil perawatan yang maksimal untuk rambut yang diluruskan , ada tidak boleh dilupakan, kata Kompyang yakni, mengonsumsi beberapa vitamin yang diperlukan untuk kesuburan dan kesehatan rambut . Atau bisa juga dengan meng­ konsumsi suplemen untuk memberikan asupan nutrisi. Kompyang juga mengatakan secara

tkh/net

umum, semua rambut bukan hanya yang diluruskan juga perlu perawa­ tan untuk menjaga keindahannya. Namun, tidaklah cukup hanya menjalankan perawatan dari luar saja. Harus dibantu dengan perawatan ekstra dari dalam. Meski sudah menggunakn sampo, kondisioner, serum, creambath, tetapmasih perlu disuport dengan mengon­ sumsi nutrisi.. Pada proses pertumbu­ han seseorang diperlukan bantuan protein. Begitu pula dalam pertumbuhan rambut. Kekurangan protein menjadikan rambut mudah patah dan rontok. Protein dapat diperoleh di­ antaranya dari daging merah, ikan, susu, telur, keju, yogurt dan biji bunga matahari. Mulai dari Vitamin A yang selama ini lebih dikenal berguna untuk mata, ternyata juga diperlukan un­ tuk membantu perbaikan sel-sel di dalam tubuh, termasuk rambut. Ketika rambut rapuh, maka vitamin A dapat menolong proses pemulihannya. Sumber vitamin A yakni, susu, wortel, mentega, telur, tomat, minyak ikan dan sayursayuran hijau. Vitamin B pun sangat diperlukan. Di sini untuk memabntu per­ tumbuhan kulit, rambut dan kuku yang sehat. Jika vitamin B tercukupi, maka rambut akan Nampak lebih bersinar, serta dapat pula menunda munculnya uban. Vitamin B dapat diper­ oleh pada gandum, telur, susu, kacangkacangan, kedelai, ikan, daging merah dan roti. Kemudian, vitamin C yang bermanfaat untuk penyusunan protein di dalam tubuh membantu pertumbuhan rambut.Sum­ ber vitamin C yakni dari buah berry-berryan, jeruk, pisang, alpukat, delima, jambu merah, dan sayuran hijau. Sedangkan vitamin D, diperlukan rambut untuk menggantikan rambut yang harus regenerasi. Kekuran­ gan vitamin D dapat men­ gakibatkan kerontokan dan kebotakan pada rambut. Vitamin D sumbernya da­ pat dari minyak ikan, sinar matahari pagi, telur dan susu. Vitamin E selain untuk melembabkan, juga da­ pat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan me­ nangkal radikal bebas. Sehingga rambut menjadi hitam lebih lama, proses ubanan lebih lambat dan bisa mencegah rambut rontok serta kebotakan. Vitamin E, terdapat pada kacang-kacangan, sayuran

Bugar

Patah Tulang

Pentingnya Vitamin Rambut Rambut lurus , sehat, dan berkilau menjadi idaman setiap perempuan yang ingin tampil cantik lengkap dengan mahkotanya . Salah satu yang sering dilakukan adalah smoothing atau pelurusan rambut. Namun, perlu diingat, pelurusan rambut ini tergolong pemaksaan pada rambut dan bukan proses yang alami.

27 oktober - 2 November 2014

27 oktober - 2 November 2014

Oleh dr. I Wayan Murjana, Sp.OT Patah tulang merupakan suatu kondisi terputus­nya kontinuitas tulang. Keadaan ini dapat mengganggu struktur dan kekuatan tulang, menyebabkan rasa sakit, hilangnya fungsi tubuh, dan rusak­nya jaringan yang ada di sekitarnya.

K

Kompyang Pariadnyani

hijau dan minyak sayur. Selain itu masih diperlukan pula zat besi demi membantu memperkuat dan membantu pertumbuhan rambut dari dalam, dengan mengonsumsi kacangkacangan, beras merah, bayam, sawi, bayam, alpukat dan daun singkong. Begitu juga kalsium, salah satu nutrisi yang membantu pertumbuhan rambut tetap subur dan pertumbuhannya cepat. Kalsium ada pada kacang-kacangan, keju, susu , telur, sarden dan yogurt. Juga, jan­ gan sampai kekurangan yodium , ini dapat menyebabkan kerontokan rambut. Beberapa vitamin dan kandungan lainnya tersebut juga sangat diperlu­ kan, terutama bagi mereka yang sudah mencoba berbagai sampo namun tidak berhasil membantu. Kemungkin tubuh kekurangan mengonsumsi vitamin dan kandungan lainnya yang diperlukan, termasuk yodium yang bida diperoleh pada buah-buahan kering, garaman dan makannan sari laut. – Sri Ardhini

erangka tubuh manusia terdiri dari tulang. Tulang sendiri merupakan jaringan ikat, diperkuat dengan mi­ neral dan sel sel tulang. Sel-sel darah dipro­ duksi pada sumsum tulang. Fungsi utama dari kerangka tubuh adalah untuk mendukung tubuh kita, memungkinkan gerakan dan melindungi organ-organ internal. Ada berbagai jenis patah tulang, ter­ gantung pada kekuatan dan arah gaya, tulang yang terlibat, dan usia serta kesehatan pasien secara umum. Patah tulang umumnya terjadi pada pergelangan tangan, pergelangan kaki dan pinggul. Orang tua sering mengalami patah tulang panggul. Patah tulang memerlukan waktu seki­ tar empat sampai delapan minggu untuk penyembuhan, dan tergantung pada usia, kesehatan, dan penanganannya. Penyebab patah tulang: 1.Trauma seperti cedera olahraga, kecelakaan lalu lintas dan jatuh 2.Kondisi seperti osteoporosis dan beberapa jenis tumor yang menyebabkan tulang lebih mudah patah, yang berarti dengan trauma ringan dapat menjadi serius. Gejala Patah Tulang Patah tulang berbeda dari cedera yang lain seperti dislokasi, meskipun dalam beberapa kasus akan sulit untuk membedakan. Kadang-kadang, seseorang mungkin memiliki lebih dari satu jenis cedera. Gejala-gejala patah tulang tergantung pada lokasi tulang yang terlibat dan tingkat keparahan cedera. Gejalanya adalah: 1.Rasa sakit 2.Pembengkakan dan memar 3.Kelainan bentuk 4.Ketidakmampuan untuk menggerakkan anggota badan Jenis–jenis patah tulang 1.Patah tulang tertutup Patah tulang dimana tidak ada luka yang menghubungkan antara tulang dengan dunia luar. 2.Patah tulang terbuka Patah tulang dimana ada luka yang menghubungkan antara tulang dengan dunia luar. Pada kondisi ini infeksi sangat mungkin terjadi, sehingga memerlukan penanganan yang segera untuk mencegah terjadinya infeksi tulang. Tidak semua patah terjadi pada daerah lengan atau kaki se­ seorang, trauma pada kepala, dada, tulang belakang atau panggul bisa menyebabkan patah pada tengkorak maupun tulang rusuk. Patah tulang ini makin dipersulit dengan organ penting yang terdapat didalamnya. Komplikasi patah tulang Masalah lain yang dapat timbul pada kondisi ini adalah:

1.Kehilangan darah. Tulang memiliki suplai darah yang kaya. Penanganan yang buruk dapat menyebabkan kehilangan darah dalam jumlah besar. 2.Cedera organ, jaringan atau struktur di sekitarnya. Misalnya otak bisa rusak oleh patah tulang tengkorak, organ dada dapat cedera jika patah tulang rusuk 3.Pertumbuhan tulang terhambat. Jika patah tulang panjang pada anak dekat dengan persendian di mana terdapat lempeng pertumbuhan. Pertolongan pertama untuk patah tulang 1.Pertolongan pertama yang baik untuk penderita patah tulang adalah penting. Menggerakkan tulang yang patah dapat menimbulkan rasa sakit, perdarahan dan dapat merusak jaringan di sekitar cedera. Hal ini dapat meng­ akibatkan komplikasi dalam perbaikan dan penyembuhan dari cedera nanti. 2.Penanganan pertama untuk patah tulang adalah rest (istirahat), immobi­ lisasi (memberikan penyangga seperti spalk/bidai), kompres dingin, dan ­elevasi (untuk patah tulang daerah tungkai, memberikan dukungan dan kenyamanan seperti bantal di bawah kaki atau lengan bawah adalah sangat penting) 3.Kontrol perdarahan eksternal de­ ngan melakukan penekanan langsung. Menjaga luka ditutup dengan dressing yang bersih untuk mengendalikan pendarahan. 4.Hentikan pasien dari makan atau minum sampai mereka dilihat oleh orang dokter, dalam kasus dimana mereka akan me­ merlukan tindakan pembedahan. Diagnosis dan pengobatan patah tulang Dokter dapat mendiagnosis patah tulang melakukan pemer­ iksaan klinis dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang dapat berupa X-ray, CT scan (tomografi komputer) scan dan MRI (resonansi magnetik imaging). Patah tulang sembuh sendiri – tujuan pengobatan adalah untuk memastikan potongan-potongan tulang sembuh pada posisi benar. Tulang perlu pulih sepenuhnya dalam kekuatan, gerakan dan sensitivitas. Beberapa patah tulang yang sulit mungkin memerlukan tindakan pembedahan. Penanganan patah tulang dapat berupa: 1.Secara konservatif (tanpa pembedahan ) 2.Dengan pembedahan Proses penyembuhan untuk patah tulang Bekuan darah yang terbentuk pada ujung patah tulang adalah awal dari proses penyembuhan. Selama sekitar lima minggu akan

11 terbentuk kalus (tulang muda) pada daerah patah. Kalus atau tulang muda ini tidak sekuat tulang sebenarnya. Pada kondisi ini pasien sudah tidak merasakan sakit walaupun dengan menggerakkan daerah tersebut. Kalus secara perlahan-lahan akan mengalami mineralisasi dan diganti dengan tulang yang keras. Untuk alasan ini, dokter dapat membuka gips, tetapi Anda masih perlu untuk melakukan kontrol secara teratur ke dokter. Komplikasi patah tulang, dapat terjadi bila: 1.Salah pasang gips (misalnya, terlalu ketat atau terlalu longgar). 2.Infeksi 3.Malunion (keselarasan ekstremitas yang buruk) 4.Non union (tulang tidak mengalami penyambungan oleh jaringan tulang) Perawatan mandiri setelah patah tulang 1.Jika gips telah dipasang dengan benar, hindari panas langsung atau air untuk mencegah rusaknya gips. 2.Tetap lakukan gerakan otot untuk mencegah atropi otot (otot mengecil). 3.Gunakan teknik yang ditunjukkan kepada pasien oleh perawat untuk berjalan atau mengelola kegiatan sehari-hari. Misalnya, pasien berisiko cedera lebih lanjut jika menggunakan tongkat dengan salah. 4.Hindari mengangkat atau mengemudi sampai patah tulang sembuh. 5.Jika kulit di bawah gips gatal, jangan menggaruk dengan benda keras sebaiknya gunakan pengering rambut untuk meniup udara dingin ke dalam gips. 6.Temui dokter segera jika mengalami bengkak, kebiruan atau hilangnya gerakan jari tangan atau kaki, kesemutan, mati rasa atau nyeri meningkat. Hal yang perlu diingat 1.Patah tulang adalah pecah atau retak pada tulang. 2.Patah tulang terjadi ketika gaya yang diberikan terhadap tulang lebih kuat dari struktur tulang yang menahannya. 3.Tempat yang paling umum untuk patah tulang adalah pergelangan tangan, pergelangan kaki dan pinggul. 4.Penanganan termasuk immobilisasi tulang dengan gips, atau pembedahan dengan memasukkan batang logam atau pelat untuk memegang potongan-potongan tulang. 5.Beberapa patah rumit mungkin memerlukan tindakan pembedahan. 6.Dalam kebanyakan kasus, gips pasien akan dilepas setelah beberapa minggu, tetapi pasien harus tetap hati-hati sampai dikatakan aman oleh dokter.

Profil Dokter

Dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi yang berpraktik di BIMC Hospital Nusa Dua dr. Wayan Murjana menyelesaikan pendidikan ortho­ paedi dan traumatologi di Fakultas Kedokteran Universitas ­Udayana. Selama praktiknya sebagai seorang dokter spesialis, dr . I Wayan Murjana berfokus pada prosedur untuk pen­ cegahan, diagnose, dan perawatan patah tulang baik secara

konservatif maupun pembedahan. Jadwal Praktik di BIMC Hospital Nusa Dua Senin pukul 10.00 s/d 12.00 Selasa pukul 10.00 s/d 12.00 Kamis pukul 10.00 s/d 12.00


12

Kuliner

27 Oktober - 2 November 2014

Variasi Menu Unggas Rujak Buleleng A

yam betutu dan bebek goreng merupakan dua makanan spesial dari Grand Mega Resort & Spa and Mega Boutique Hotel. Dua makanan ini menjadi favorit para tamu yang sebagian besar adalah wisatawan luar negeri. Kedua

menu ini dilengkapi dengan sambal matah dan sambal manis. Jika ingin pedas, cabai rawitnya bisa ditambah lagi. Ada juga, lawar kacang panjang yang tak kalah sedapnya menambah klop rasa kedua menu khas tradisional Bali ini. Ayam betutu dan bebek goreng bisa disajikan kapan saja

dan dalam berbagai suasana. Untuk makan di rumah ataupun acara pesta, menu unggas ini cocok dijadikan pilihan. Executive chef Grand Mega Resort & Spa and Mega Boutique Hotel, I Ketut Swastika berbagi resep spesial bersama pembaca Tokoh. Selamat mencoba.

Ayam Betutu Cara membuat:

I Ketut Swastika - Lumuri ayam dengan bumbu betutu secara ke­

Lawar Kacang Panjang Bahan: 150 gr 60 gr 30 cc 30 cc 8 gr 10 gr 5 gr 1 buah

: kacang panjang direbus dan dipotong kecil : kelapa dikupas dan dibakar lalu dipotong tipis memanjang : bumbu kesuna cekuh : santan kelapa : cabai : bawang goreng : terasi : lemo dan daun lemo

Bumbu Kesuna Cekuh: 50 gr : bawang merah dihaluskan 200 gr : bawang putih dihaluskan 65 gr : kencur dihaluskan 10 gr : cabai rawit dihaluskan 20 gr : jangu dihaluskan 100 cc : minyak sayur untuk menumis 20 gr : kunir dihaluskan Garam dan merica hitam bubuk

10 gr : gula merah Garam dan merica untuk rasa Cara membuat : - Masukkan kacang panjang yang sudah direbus ke dalam mangkok dan masukan bumbu kesuna cekuh, aduk sampai rata. - Masukan bawang goreng dan lemo, tambahkan garam me­ rica untuk rasa. - Aduk rata, siap sajikan. Cara membuat: - Panaskan minyak - Masukkan semua bahan, ditumis sampai layu dan harum. - Angkat dan dinginkan kemudian diblender sampai halus. - Panaskan kembali dan tumis sekali lagi sampai bumbu benar-benar matang. - Sisihkan.

Sambal Manis Bahan: 50 gr : tomat 100 gr : cabai merah besar 40 gr : bawang merah 20 gr : bawang putih 2 gr : terasi 30 cc : minyak untuk menumis Gula pasir secukupnya Garam dan merica sebagai rasa

Cara membuat : - Potong semua bahan dengan tipis. Bakar terasi sampai keluar aroma. - Tumis semua bahan sampai mengeluarkan aroma. Blender sampai halus. - Panaskan lagi di atas wajan dan tambahkan garam merica untuk rasa.

Sambal Matah Bahan: 100 gr : bawang merahdiiris tipis 10 buah : sereh diiris halus 2 buah : lemo 2 gr : terasi bakar 5 gr : cabai keriting dipotong tipis 10 cc : minyak sayur untuk menumis

Garam dan merica untuk rasa Cara membuat : - Campur semua bahan taburi garam dan merica secukupnya dan tambahkan minyak sayur.

seluruhan bagian luar dan dalamnya. - Masukkan daun lemo dan daun salam ke dalam perut ayam. - Bungkus ayam dengan daun pisang atau kelopak pisang. - Kukus ayam betutu lebihkurang 30 menit, kemudian oven dengan suhu 180 °C dengan waktu 1 ½ jam. Siap sajikan. Bahan Bumbu Betutu: 750 gr : cabai merah besar dihilangkan bijinya 50 gr : jahe 90 gr : kunir 120 gr : kencur 70 gr : laos 150 gr : sereh 800 gr : bawang merah 180 gr : bawang putih 30 gr : ketumbar serbuk

5 butir : kemiri 10 lembar : daun lemo 10 gr : merica hitam Minyak untuk menumis Garam secukupnya

Bahan: 1 : bebek lokal 500 cc : air kelapa 1/2 sdt : soda kue 4 siung : bawang putih, dihaluskan Garam Minyak goreng

Cara membuat : - Bersihkan bebek dan belah

Rujak adalah makanan tradisional yang terdiri dari campuran buah atau sayuran yang dibubuhi bumbu atau kuah. Di Bali khususnya, yang umum disebut rujak adalah buah-buahan yang dilumuri bumbu atau kuah. Nama rujak itu pun disesuaikan dengan bumbu yang menyertai­ nya, ada yang menyebut rujak manis, rujak kuah pindang, rujak cuka. i kabupaten pa­ ling selatan Bali, ada rujak khas yang disebut rujak Buleleng. Buah-buahan yang dipakai sama dengan umumnya, seperti mangga, kedondong, bengkuang, pepaya, mentimun, bahkan terkadang ada yang memakai ketela rambat (sela), seperti rujak ala Buleleng. Yang membuat khas, adalah bumbunya, yakni gula merah, terasi, garam, cuka, ditambah irisan pisang batu. Beberapa irisan pisang batu itu memberikan rasa sepat dalam rujak ini. Namun, tetap enak dan dapat menggoyang lidah. Berbagai bumbu itu lalu diulek

Cara membuat: Cincang semua bumbu. Tumis bumbu sampai harum. Siap digunakan.

Bebek Goreng Grand Mega menjadi dua. - Rebus bebek dengan air kelapa, soda kue, bawang putih, dan garam sampai empuk dan airnya mengering. Sisihkan

bebek. - Panaskan minyak dan goreng bebek sampai warnanya ku­ ning kecokelatan, angkat. Siap sajikan. – Wirati Astiti

13

di Denpasar D

Bahan: 1 ekor : ayam utuh 200 gr : bumbu betutu 1 buah : jeruk lemo 1 lembar : daun salam Daun pisang/kelopak pisang untuk membungkus

27 Oktober - 2 November 2014

Sarwan

Es Janasdu Bahan: 200 gr : nanas 2 ruas : jari jahe 3 sdm : madu 75 ml : air es secukupnya

Cara Membuat: - Campur semua bahan jadi satu, lalu blender sampai lembut. - Siap untuk disajikan.

Bu Kadek

hingga halus, dan diracik bersama irisan buah. Sekarang ini, untuk mendapati rujak Buleleng tak harus ke Buleleng. Di Denpasar khususnya sudah ada beberapa warung yang menawarkan camilan khas Buleleng ini. Salah satunya di Warung Buldog (Buleleng Dogen) milik Made Shihartani, atau yang akrab disapa Bu Kadek. Meski terletak di tengah Kompleks Perumahan Dinas Keuangan di Jalan Anggraini, Renon Denpasar, warung kecilnya itu selalu ramai. Bu Kadek membuka wa­ rungnya mulai pukul 06.00. Pada jam-jam pagi itu, ia mengaku lebih banyak mendapatkan pesanan

Ru ja k Bu le le ng baik yang datang langsung ataupun melalui telepon, memesan untuk beberapa jam ke depan. “Biasanya mereka yang pesan bungkus ini, minta bumbunya dipisah,” ungkap perempuan kelahiran Buleleng ini. Pelanggannya Warung Bu Kadek, warga sekitar, termasuk pegawai Pemprop yang cukup mendominasi. Warung ini mencapai puncak ramainya saat jam makan siang, sekitar pukul 11.00 hingga pukul 13.00, dan biasanya tutup sekitar pukul 16.00. Salah seorang pelanggan, Wati mengatakan paling menyukai rujaknya. Ia biasanya memilih campuran buah pepaya dan sela, dengan bumbu yang superpedas. Buahbuah tersebut diiris dengan gobet serut, sehingga rasanya menyatu. Perpaduan rasa asam, sepat, dan

pedas, diyakininya cukup ampuh “mengobati” sakit kepalanya. “Biasanya kalau mau datang bulan, pasti kepengen rujak pedas,” ujarnya. Ia mengaku mengetahui keberadaan Warung Buldog ini sekitar lima tahun lalu, saat ia berkunjung ke salah seorang rumah temannya di kompleks perumahan itu. Kemudian, temannya itu mengajaknya mencoba mencicipi rujak dan tipat cantok Bu Kadek. Sejak saat itu, Wati mengaku ketagihan. Selain rujak, Bu Kadek juga menjual makanan lainnya dengan harga cukup terjangkau, seperti nasi goreng, capcay, mi goreng Rp 7.000, rujak Rp 3.000, tipat cantok, tipat plecing, belayag, soto babi Rp 5.000, siobak Rp 6.000, dan sate plecing Rp 1.000 per tusuk. –Inten Indrawati

Kambing Rica-Rica Dower

Bahan: 1 buah : paha kambing, potong daging dan tulangnya menurut selera 100 ml : kecap manis 1 sdm : lada bubuk 2 lbr : daun salam 1,5 liter : air buat merebus Gula, garam, dan kaldu bubuk secukupnya Bahan yang diiris : 12 biji : bawang merah 4 siung : bawang putih 17 buah : cabe kecil 3 buah : cabe besar merah 1 batang : daun bawang pre

Cara membuat: - Rebus daging sampai empuk, lalu tiriskan. - Tumis bumbu irisan dan daun salam sampai harum. - Masukkan daging, kecap, lada, gula, garam dan kaldu bubuk, lalu tambahkan air kurang lebih 75 ml. Aduk merata hingga bumbu tercampur, lalu ungkep

sampai air mendidih dan air berkurang. - Siap untuk dihidangkan de­ ngan taburan bawang putih goreng.

Daging Pindang Asem Manis

Bahan: 500 gr : daging yg bagus, iris lebar, ukuran 2x4 cm 50 ml : kecap manis 2 sdm : air jeruk nipis 5 buah : blimbing wuluh 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 1 batang : serei, memarkan 1, 2 liter : air Gula, garam, dan kaldu bubuk secukupnya Bumbu yang diiris kasar : 9 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 2 ruas : jari kunyit bakar 17 buah : cabe rawit sebagian

potong jadi 2 dan utuh 3 buah : cabe merah Cara membuat: - Tumis bumbu halus sampai harum, lalu masukkan da­ging, aduk-aduk hingga matang kecokelatan. - Masukkan air, biarkan hingga mendidih lalu masukkan blimbing wuluh, kecap, gula, garam dan kaldu bubuk. Aduk-aduk lalu kecilkan api, biarkan hingga daging lunak, angkat dari perapian. - Siap untuk dihidangkan de­ ngan taburan bawang putih goreng.


12

Kuliner

27 Oktober - 2 November 2014

Variasi Menu Unggas Rujak Buleleng A

yam betutu dan bebek goreng merupakan dua makanan spesial dari Grand Mega Resort & Spa and Mega Boutique Hotel. Dua makanan ini menjadi favorit para tamu yang sebagian besar adalah wisatawan luar negeri. Kedua

menu ini dilengkapi dengan sambal matah dan sambal manis. Jika ingin pedas, cabai rawitnya bisa ditambah lagi. Ada juga, lawar kacang panjang yang tak kalah sedapnya menambah klop rasa kedua menu khas tradisional Bali ini. Ayam betutu dan bebek goreng bisa disajikan kapan saja

dan dalam berbagai suasana. Untuk makan di rumah ataupun acara pesta, menu unggas ini cocok dijadikan pilihan. Executive chef Grand Mega Resort & Spa and Mega Boutique Hotel, I Ketut Swastika berbagi resep spesial bersama pembaca Tokoh. Selamat mencoba.

Ayam Betutu Cara membuat:

I Ketut Swastika - Lumuri ayam dengan bumbu betutu secara ke­

Lawar Kacang Panjang Bahan: 150 gr 60 gr 30 cc 30 cc 8 gr 10 gr 5 gr 1 buah

: kacang panjang direbus dan dipotong kecil : kelapa dikupas dan dibakar lalu dipotong tipis memanjang : bumbu kesuna cekuh : santan kelapa : cabai : bawang goreng : terasi : lemo dan daun lemo

Bumbu Kesuna Cekuh: 50 gr : bawang merah dihaluskan 200 gr : bawang putih dihaluskan 65 gr : kencur dihaluskan 10 gr : cabai rawit dihaluskan 20 gr : jangu dihaluskan 100 cc : minyak sayur untuk menumis 20 gr : kunir dihaluskan Garam dan merica hitam bubuk

10 gr : gula merah Garam dan merica untuk rasa Cara membuat : - Masukkan kacang panjang yang sudah direbus ke dalam mangkok dan masukan bumbu kesuna cekuh, aduk sampai rata. - Masukan bawang goreng dan lemo, tambahkan garam me­ rica untuk rasa. - Aduk rata, siap sajikan. Cara membuat: - Panaskan minyak - Masukkan semua bahan, ditumis sampai layu dan harum. - Angkat dan dinginkan kemudian diblender sampai halus. - Panaskan kembali dan tumis sekali lagi sampai bumbu benar-benar matang. - Sisihkan.

Sambal Manis Bahan: 50 gr : tomat 100 gr : cabai merah besar 40 gr : bawang merah 20 gr : bawang putih 2 gr : terasi 30 cc : minyak untuk menumis Gula pasir secukupnya Garam dan merica sebagai rasa

Cara membuat : - Potong semua bahan dengan tipis. Bakar terasi sampai keluar aroma. - Tumis semua bahan sampai mengeluarkan aroma. Blender sampai halus. - Panaskan lagi di atas wajan dan tambahkan garam merica untuk rasa.

Sambal Matah Bahan: 100 gr : bawang merahdiiris tipis 10 buah : sereh diiris halus 2 buah : lemo 2 gr : terasi bakar 5 gr : cabai keriting dipotong tipis 10 cc : minyak sayur untuk menumis

Garam dan merica untuk rasa Cara membuat : - Campur semua bahan taburi garam dan merica secukupnya dan tambahkan minyak sayur.

seluruhan bagian luar dan dalamnya. - Masukkan daun lemo dan daun salam ke dalam perut ayam. - Bungkus ayam dengan daun pisang atau kelopak pisang. - Kukus ayam betutu lebihkurang 30 menit, kemudian oven dengan suhu 180 °C dengan waktu 1 ½ jam. Siap sajikan. Bahan Bumbu Betutu: 750 gr : cabai merah besar dihilangkan bijinya 50 gr : jahe 90 gr : kunir 120 gr : kencur 70 gr : laos 150 gr : sereh 800 gr : bawang merah 180 gr : bawang putih 30 gr : ketumbar serbuk

5 butir : kemiri 10 lembar : daun lemo 10 gr : merica hitam Minyak untuk menumis Garam secukupnya

Bahan: 1 : bebek lokal 500 cc : air kelapa 1/2 sdt : soda kue 4 siung : bawang putih, dihaluskan Garam Minyak goreng

Cara membuat : - Bersihkan bebek dan belah

Rujak adalah makanan tradisional yang terdiri dari campuran buah atau sayuran yang dibubuhi bumbu atau kuah. Di Bali khususnya, yang umum disebut rujak adalah buah-buahan yang dilumuri bumbu atau kuah. Nama rujak itu pun disesuaikan dengan bumbu yang menyertai­ nya, ada yang menyebut rujak manis, rujak kuah pindang, rujak cuka. i kabupaten pa­ ling selatan Bali, ada rujak khas yang disebut rujak Buleleng. Buah-buahan yang dipakai sama dengan umumnya, seperti mangga, kedondong, bengkuang, pepaya, mentimun, bahkan terkadang ada yang memakai ketela rambat (sela), seperti rujak ala Buleleng. Yang membuat khas, adalah bumbunya, yakni gula merah, terasi, garam, cuka, ditambah irisan pisang batu. Beberapa irisan pisang batu itu memberikan rasa sepat dalam rujak ini. Namun, tetap enak dan dapat menggoyang lidah. Berbagai bumbu itu lalu diulek

Cara membuat: Cincang semua bumbu. Tumis bumbu sampai harum. Siap digunakan.

Bebek Goreng Grand Mega menjadi dua. - Rebus bebek dengan air kelapa, soda kue, bawang putih, dan garam sampai empuk dan airnya mengering. Sisihkan

bebek. - Panaskan minyak dan goreng bebek sampai warnanya ku­ ning kecokelatan, angkat. Siap sajikan. – Wirati Astiti

13

di Denpasar D

Bahan: 1 ekor : ayam utuh 200 gr : bumbu betutu 1 buah : jeruk lemo 1 lembar : daun salam Daun pisang/kelopak pisang untuk membungkus

27 Oktober - 2 November 2014

Sarwan

Es Janasdu Bahan: 200 gr : nanas 2 ruas : jari jahe 3 sdm : madu 75 ml : air es secukupnya

Cara Membuat: - Campur semua bahan jadi satu, lalu blender sampai lembut. - Siap untuk disajikan.

Bu Kadek

hingga halus, dan diracik bersama irisan buah. Sekarang ini, untuk mendapati rujak Buleleng tak harus ke Buleleng. Di Denpasar khususnya sudah ada beberapa warung yang menawarkan camilan khas Buleleng ini. Salah satunya di Warung Buldog (Buleleng Dogen) milik Made Shihartani, atau yang akrab disapa Bu Kadek. Meski terletak di tengah Kompleks Perumahan Dinas Keuangan di Jalan Anggraini, Renon Denpasar, warung kecilnya itu selalu ramai. Bu Kadek membuka wa­ rungnya mulai pukul 06.00. Pada jam-jam pagi itu, ia mengaku lebih banyak mendapatkan pesanan

Ru ja k Bu le le ng baik yang datang langsung ataupun melalui telepon, memesan untuk beberapa jam ke depan. “Biasanya mereka yang pesan bungkus ini, minta bumbunya dipisah,” ungkap perempuan kelahiran Buleleng ini. Pelanggannya Warung Bu Kadek, warga sekitar, termasuk pegawai Pemprop yang cukup mendominasi. Warung ini mencapai puncak ramainya saat jam makan siang, sekitar pukul 11.00 hingga pukul 13.00, dan biasanya tutup sekitar pukul 16.00. Salah seorang pelanggan, Wati mengatakan paling menyukai rujaknya. Ia biasanya memilih campuran buah pepaya dan sela, dengan bumbu yang superpedas. Buahbuah tersebut diiris dengan gobet serut, sehingga rasanya menyatu. Perpaduan rasa asam, sepat, dan

pedas, diyakininya cukup ampuh “mengobati” sakit kepalanya. “Biasanya kalau mau datang bulan, pasti kepengen rujak pedas,” ujarnya. Ia mengaku mengetahui keberadaan Warung Buldog ini sekitar lima tahun lalu, saat ia berkunjung ke salah seorang rumah temannya di kompleks perumahan itu. Kemudian, temannya itu mengajaknya mencoba mencicipi rujak dan tipat cantok Bu Kadek. Sejak saat itu, Wati mengaku ketagihan. Selain rujak, Bu Kadek juga menjual makanan lainnya dengan harga cukup terjangkau, seperti nasi goreng, capcay, mi goreng Rp 7.000, rujak Rp 3.000, tipat cantok, tipat plecing, belayag, soto babi Rp 5.000, siobak Rp 6.000, dan sate plecing Rp 1.000 per tusuk. –Inten Indrawati

Kambing Rica-Rica Dower

Bahan: 1 buah : paha kambing, potong daging dan tulangnya menurut selera 100 ml : kecap manis 1 sdm : lada bubuk 2 lbr : daun salam 1,5 liter : air buat merebus Gula, garam, dan kaldu bubuk secukupnya Bahan yang diiris : 12 biji : bawang merah 4 siung : bawang putih 17 buah : cabe kecil 3 buah : cabe besar merah 1 batang : daun bawang pre

Cara membuat: - Rebus daging sampai empuk, lalu tiriskan. - Tumis bumbu irisan dan daun salam sampai harum. - Masukkan daging, kecap, lada, gula, garam dan kaldu bubuk, lalu tambahkan air kurang lebih 75 ml. Aduk merata hingga bumbu tercampur, lalu ungkep

sampai air mendidih dan air berkurang. - Siap untuk dihidangkan de­ ngan taburan bawang putih goreng.

Daging Pindang Asem Manis

Bahan: 500 gr : daging yg bagus, iris lebar, ukuran 2x4 cm 50 ml : kecap manis 2 sdm : air jeruk nipis 5 buah : blimbing wuluh 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 1 batang : serei, memarkan 1, 2 liter : air Gula, garam, dan kaldu bubuk secukupnya Bumbu yang diiris kasar : 9 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 2 ruas : jari kunyit bakar 17 buah : cabe rawit sebagian

potong jadi 2 dan utuh 3 buah : cabe merah Cara membuat: - Tumis bumbu halus sampai harum, lalu masukkan da­ging, aduk-aduk hingga matang kecokelatan. - Masukkan air, biarkan hingga mendidih lalu masukkan blimbing wuluh, kecap, gula, garam dan kaldu bubuk. Aduk-aduk lalu kecilkan api, biarkan hingga daging lunak, angkat dari perapian. - Siap untuk dihidangkan de­ ngan taburan bawang putih goreng.


14

Jelita

M

enurut Kompyang Pari­ adnyani pemilik Adibi Salon & Spa, pada proses pelurusan rambut kuali­ tas bahan yang digunakan juga sangat mempengaruhi lama tidaknya rambut seseorang tetap lurus dan halus termasuk menjaga tetap indah dan tidak kusam dan tidak kering. Dikatakannya memang setelah melaku­ kan proses pelurusan rambut yang lebih sering disebut dengan smoothing, tidak jarang disertai keluhan akibat kondisi rambut gampang kusam bahkan rontok. Biasanya ini akibat bahan kimiawi yang terkandung didalam produk khusus pelu­ rusan rambut. Patutnya digunakan produk pelurus­an rambut yang mengandung pro­ tein susu agar tetap terjaga kelembaban­ nya dan hindari bahan kimia amonia. “Kesehatan dan kelembaban rambut yang diluruskan akan tetap bertahan jika dilakukan perawatan dengan intensif,” ucap Kompyang sembari menyam­ paikan beberapa langkah yang dapat dilakukan demi menjaga sang mah­ kota atau mence­ gah kerusakan yang bisa mengganggu penampilan seorang perempuan. Perawatan rambut setelah pelurusan, kata Kompyang, tentu tidak boleh asalasalan. “Rambut yang rusak setelah proses pelurusan, biasanya akibat obat atau krim yang tidak sesuai saat proses pelurusan. Berbedanya jenis dan tekstur rambut se­ tiap orang sebenarnya sangat menentukan pemilihan krim yang akan dipakai. Sebab tingkat resistensi dan peresapan pada rambut cukup berpengaruh terh­ adap persoalan kering dan kusam yang akan muncul. Makanya, produk pelurus rambut harus mengandung protein susu yang mampu memberikan efek hidrasi dan bebas dari ammonia,” tuturnya. Mulai dari sampo katanya, bagi mer­ eka yang ram,butnya pernah diluruskan

hendaknya menggunakan sampo yang mengandung bahan yang mampu menutrisi rambut agar tetap sehat dan terawatt serta dan dapat digunakan untuk sehari-hari. Berlanjut dengan kondisioner, yang biasa digunakan setelah sampo, pilihlah yang memiliki kandungan khusus seperti botanical yang bisa memberikan kelem­ baban serta menguatkan batang rambut kemudian juga menjaga rambut lurus yang berkilau. Ketika meneruskan dengan perawatan masker rambut, juga disarankan melaku­ kannya secara rutin. Minimal seminggu sekali, dengan bahan yang disesuaikan den­ gan jenis rambut atau pilihan bahan-bahan alami lainnya, demi membantu menjaga kesehatan rambut mulai dari akarnya. Agar rambut selalu mudah diatur dan

mempunyai tekstur lembut berkilau, pakailah multi­ vitamin serum yang berfungsi menjadi tonik bagi batang rambut yang telah di­ luruskan. Juga agar lebih mudah diatur, dapat menggunakan anti frizz spray khusus untuk rambut. Demi hasil perawatan yang maksimal untuk rambut yang diluruskan , ada tidak boleh dilupakan, kata Kompyang yakni, mengonsumsi beberapa vitamin yang diperlukan untuk kesuburan dan kesehatan rambut . Atau bisa juga dengan meng­ konsumsi suplemen untuk memberikan asupan nutrisi. Kompyang juga mengatakan secara

tkh/net

umum, semua rambut bukan hanya yang diluruskan juga perlu perawa­ tan untuk menjaga keindahannya. Namun, tidaklah cukup hanya menjalankan perawatan dari luar saja. Harus dibantu dengan perawatan ekstra dari dalam. Meski sudah menggunakn sampo, kondisioner, serum, creambath, tetapmasih perlu disuport dengan mengon­ sumsi nutrisi.. Pada proses pertumbu­ han seseorang diperlukan bantuan protein. Begitu pula dalam pertumbuhan rambut. Kekurangan protein menjadikan rambut mudah patah dan rontok. Protein dapat diperoleh di­ antaranya dari daging merah, ikan, susu, telur, keju, yogurt dan biji bunga matahari. Mulai dari Vitamin A yang selama ini lebih dikenal berguna untuk mata, ternyata juga diperlukan un­ tuk membantu perbaikan sel-sel di dalam tubuh, termasuk rambut. Ketika rambut rapuh, maka vitamin A dapat menolong proses pemulihannya. Sumber vitamin A yakni, susu, wortel, mentega, telur, tomat, minyak ikan dan sayursayuran hijau. Vitamin B pun sangat diperlukan. Di sini untuk memabntu per­ tumbuhan kulit, rambut dan kuku yang sehat. Jika vitamin B tercukupi, maka rambut akan Nampak lebih bersinar, serta dapat pula menunda munculnya uban. Vitamin B dapat diper­ oleh pada gandum, telur, susu, kacangkacangan, kedelai, ikan, daging merah dan roti. Kemudian, vitamin C yang bermanfaat untuk penyusunan protein di dalam tubuh membantu pertumbuhan rambut.Sum­ ber vitamin C yakni dari buah berry-berryan, jeruk, pisang, alpukat, delima, jambu merah, dan sayuran hijau. Sedangkan vitamin D, diperlukan rambut untuk menggantikan rambut yang harus regenerasi. Kekuran­ gan vitamin D dapat men­ gakibatkan kerontokan dan kebotakan pada rambut. Vitamin D sumbernya da­ pat dari minyak ikan, sinar matahari pagi, telur dan susu. Vitamin E selain untuk melembabkan, juga da­ pat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan me­ nangkal radikal bebas. Sehingga rambut menjadi hitam lebih lama, proses ubanan lebih lambat dan bisa mencegah rambut rontok serta kebotakan. Vitamin E, terdapat pada kacang-kacangan, sayuran

Bugar

Patah Tulang

Pentingnya Vitamin Rambut Rambut lurus , sehat, dan berkilau menjadi idaman setiap perempuan yang ingin tampil cantik lengkap dengan mahkotanya . Salah satu yang sering dilakukan adalah smoothing atau pelurusan rambut. Namun, perlu diingat, pelurusan rambut ini tergolong pemaksaan pada rambut dan bukan proses yang alami.

27 oktober - 2 November 2014

27 oktober - 2 November 2014

Oleh dr. I Wayan Murjana, Sp.OT Patah tulang merupakan suatu kondisi terputus­nya kontinuitas tulang. Keadaan ini dapat mengganggu struktur dan kekuatan tulang, menyebabkan rasa sakit, hilangnya fungsi tubuh, dan rusak­nya jaringan yang ada di sekitarnya.

K

Kompyang Pariadnyani

hijau dan minyak sayur. Selain itu masih diperlukan pula zat besi demi membantu memperkuat dan membantu pertumbuhan rambut dari dalam, dengan mengonsumsi kacangkacangan, beras merah, bayam, sawi, bayam, alpukat dan daun singkong. Begitu juga kalsium, salah satu nutrisi yang membantu pertumbuhan rambut tetap subur dan pertumbuhannya cepat. Kalsium ada pada kacang-kacangan, keju, susu , telur, sarden dan yogurt. Juga, jan­ gan sampai kekurangan yodium , ini dapat menyebabkan kerontokan rambut. Beberapa vitamin dan kandungan lainnya tersebut juga sangat diperlu­ kan, terutama bagi mereka yang sudah mencoba berbagai sampo namun tidak berhasil membantu. Kemungkin tubuh kekurangan mengonsumsi vitamin dan kandungan lainnya yang diperlukan, termasuk yodium yang bida diperoleh pada buah-buahan kering, garaman dan makannan sari laut. – Sri Ardhini

erangka tubuh manusia terdiri dari tulang. Tulang sendiri merupakan jaringan ikat, diperkuat dengan mi­ neral dan sel sel tulang. Sel-sel darah dipro­ duksi pada sumsum tulang. Fungsi utama dari kerangka tubuh adalah untuk mendukung tubuh kita, memungkinkan gerakan dan melindungi organ-organ internal. Ada berbagai jenis patah tulang, ter­ gantung pada kekuatan dan arah gaya, tulang yang terlibat, dan usia serta kesehatan pasien secara umum. Patah tulang umumnya terjadi pada pergelangan tangan, pergelangan kaki dan pinggul. Orang tua sering mengalami patah tulang panggul. Patah tulang memerlukan waktu seki­ tar empat sampai delapan minggu untuk penyembuhan, dan tergantung pada usia, kesehatan, dan penanganannya. Penyebab patah tulang: 1.Trauma seperti cedera olahraga, kecelakaan lalu lintas dan jatuh 2.Kondisi seperti osteoporosis dan beberapa jenis tumor yang menyebabkan tulang lebih mudah patah, yang berarti dengan trauma ringan dapat menjadi serius. Gejala Patah Tulang Patah tulang berbeda dari cedera yang lain seperti dislokasi, meskipun dalam beberapa kasus akan sulit untuk membedakan. Kadang-kadang, seseorang mungkin memiliki lebih dari satu jenis cedera. Gejala-gejala patah tulang tergantung pada lokasi tulang yang terlibat dan tingkat keparahan cedera. Gejalanya adalah: 1.Rasa sakit 2.Pembengkakan dan memar 3.Kelainan bentuk 4.Ketidakmampuan untuk menggerakkan anggota badan Jenis–jenis patah tulang 1.Patah tulang tertutup Patah tulang dimana tidak ada luka yang menghubungkan antara tulang dengan dunia luar. 2.Patah tulang terbuka Patah tulang dimana ada luka yang menghubungkan antara tulang dengan dunia luar. Pada kondisi ini infeksi sangat mungkin terjadi, sehingga memerlukan penanganan yang segera untuk mencegah terjadinya infeksi tulang. Tidak semua patah terjadi pada daerah lengan atau kaki se­ seorang, trauma pada kepala, dada, tulang belakang atau panggul bisa menyebabkan patah pada tengkorak maupun tulang rusuk. Patah tulang ini makin dipersulit dengan organ penting yang terdapat didalamnya. Komplikasi patah tulang Masalah lain yang dapat timbul pada kondisi ini adalah:

1.Kehilangan darah. Tulang memiliki suplai darah yang kaya. Penanganan yang buruk dapat menyebabkan kehilangan darah dalam jumlah besar. 2.Cedera organ, jaringan atau struktur di sekitarnya. Misalnya otak bisa rusak oleh patah tulang tengkorak, organ dada dapat cedera jika patah tulang rusuk 3.Pertumbuhan tulang terhambat. Jika patah tulang panjang pada anak dekat dengan persendian di mana terdapat lempeng pertumbuhan. Pertolongan pertama untuk patah tulang 1.Pertolongan pertama yang baik untuk penderita patah tulang adalah penting. Menggerakkan tulang yang patah dapat menimbulkan rasa sakit, perdarahan dan dapat merusak jaringan di sekitar cedera. Hal ini dapat meng­ akibatkan komplikasi dalam perbaikan dan penyembuhan dari cedera nanti. 2.Penanganan pertama untuk patah tulang adalah rest (istirahat), immobi­ lisasi (memberikan penyangga seperti spalk/bidai), kompres dingin, dan ­elevasi (untuk patah tulang daerah tungkai, memberikan dukungan dan kenyamanan seperti bantal di bawah kaki atau lengan bawah adalah sangat penting) 3.Kontrol perdarahan eksternal de­ ngan melakukan penekanan langsung. Menjaga luka ditutup dengan dressing yang bersih untuk mengendalikan pendarahan. 4.Hentikan pasien dari makan atau minum sampai mereka dilihat oleh orang dokter, dalam kasus dimana mereka akan me­ merlukan tindakan pembedahan. Diagnosis dan pengobatan patah tulang Dokter dapat mendiagnosis patah tulang melakukan pemer­ iksaan klinis dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang dapat berupa X-ray, CT scan (tomografi komputer) scan dan MRI (resonansi magnetik imaging). Patah tulang sembuh sendiri – tujuan pengobatan adalah untuk memastikan potongan-potongan tulang sembuh pada posisi benar. Tulang perlu pulih sepenuhnya dalam kekuatan, gerakan dan sensitivitas. Beberapa patah tulang yang sulit mungkin memerlukan tindakan pembedahan. Penanganan patah tulang dapat berupa: 1.Secara konservatif (tanpa pembedahan ) 2.Dengan pembedahan Proses penyembuhan untuk patah tulang Bekuan darah yang terbentuk pada ujung patah tulang adalah awal dari proses penyembuhan. Selama sekitar lima minggu akan

11 terbentuk kalus (tulang muda) pada daerah patah. Kalus atau tulang muda ini tidak sekuat tulang sebenarnya. Pada kondisi ini pasien sudah tidak merasakan sakit walaupun dengan menggerakkan daerah tersebut. Kalus secara perlahan-lahan akan mengalami mineralisasi dan diganti dengan tulang yang keras. Untuk alasan ini, dokter dapat membuka gips, tetapi Anda masih perlu untuk melakukan kontrol secara teratur ke dokter. Komplikasi patah tulang, dapat terjadi bila: 1.Salah pasang gips (misalnya, terlalu ketat atau terlalu longgar). 2.Infeksi 3.Malunion (keselarasan ekstremitas yang buruk) 4.Non union (tulang tidak mengalami penyambungan oleh jaringan tulang) Perawatan mandiri setelah patah tulang 1.Jika gips telah dipasang dengan benar, hindari panas langsung atau air untuk mencegah rusaknya gips. 2.Tetap lakukan gerakan otot untuk mencegah atropi otot (otot mengecil). 3.Gunakan teknik yang ditunjukkan kepada pasien oleh perawat untuk berjalan atau mengelola kegiatan sehari-hari. Misalnya, pasien berisiko cedera lebih lanjut jika menggunakan tongkat dengan salah. 4.Hindari mengangkat atau mengemudi sampai patah tulang sembuh. 5.Jika kulit di bawah gips gatal, jangan menggaruk dengan benda keras sebaiknya gunakan pengering rambut untuk meniup udara dingin ke dalam gips. 6.Temui dokter segera jika mengalami bengkak, kebiruan atau hilangnya gerakan jari tangan atau kaki, kesemutan, mati rasa atau nyeri meningkat. Hal yang perlu diingat 1.Patah tulang adalah pecah atau retak pada tulang. 2.Patah tulang terjadi ketika gaya yang diberikan terhadap tulang lebih kuat dari struktur tulang yang menahannya. 3.Tempat yang paling umum untuk patah tulang adalah pergelangan tangan, pergelangan kaki dan pinggul. 4.Penanganan termasuk immobilisasi tulang dengan gips, atau pembedahan dengan memasukkan batang logam atau pelat untuk memegang potongan-potongan tulang. 5.Beberapa patah rumit mungkin memerlukan tindakan pembedahan. 6.Dalam kebanyakan kasus, gips pasien akan dilepas setelah beberapa minggu, tetapi pasien harus tetap hati-hati sampai dikatakan aman oleh dokter.

Profil Dokter

Dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi yang berpraktik di BIMC Hospital Nusa Dua dr. Wayan Murjana menyelesaikan pendidikan ortho­ paedi dan traumatologi di Fakultas Kedokteran Universitas ­Udayana. Selama praktiknya sebagai seorang dokter spesialis, dr . I Wayan Murjana berfokus pada prosedur untuk pen­ cegahan, diagnose, dan perawatan patah tulang baik secara

konservatif maupun pembedahan. Jadwal Praktik di BIMC Hospital Nusa Dua Senin pukul 10.00 s/d 12.00 Selasa pukul 10.00 s/d 12.00 Kamis pukul 10.00 s/d 12.00


Bugar

10

27 Oktober - 2 November 2014

Rinitis Alergi pada Hidung - Mencuci alas tidur (sprei), sarung bantal dan selimut seminggu sekali, bila mungkin dengan air panas (> 55oC). Hasil yang sama mungkin dapat dicapai dengan menjemur cucian dibawah sinar matahari langsung.

dr. Conchita P. Da Silva, Sp.THT-KL Klinik Rawat Jalan (Outpatient Dept.) Rumah Sakit SILOAM Appointment: (0361) 779-900 ext. 29701 HP: 081312509819. Email: conchita.dasilva@siloamhospitals.com Pendahuluan Rinitis alergi merupakan suatu kelainan yang banyak dijumpai, tetapi karena tidak bersifat fatal maka sementara ini belum mendapat perhatian yang serius baik dari penderita maupun petugas kesehatan. Angka kejadian adalah sebesar 10-25% dari populasi di seluruh dunia dan terus mengalami peningkatan. Untuk penatalaksanaan rinitis alergi (RA) secara garis besar dibuat tahapan sebagai berikut : 1. Definisi 2. Klasifikasi 3. Diagnosis & identifikasi alergen 4. Penatalaksanaan 1. Definisi Rinitis alergi: gangguan simptomatis pada mukosa hidung yang disebabkan terpaparnya zat alergen yang dimediasi oleh hipersensitifitas/alergi tipe I, dengan gejala karakteristik berupa hidung gatal, bersin-bersin, rinore (hidung berair) dan hidung tersumbat yang bersifat reversibel secara spontan maupun dengan pengobatan. 2. Klasifikasi Berdasarkan terdapatnya simptom : - RA Intermiten, bila simptom terdapat: kurang dari 4 hari/minggu, atau bila kurang dari 4 minggu - RA Persisten, bila simptom terdapat: lebih dari 4 hari/minggu, dan bila lebih dari 4 minggu Berdasarkan beratnya gejala : - Ringan, berarti tidak terdapat salah satu dari hal-hal sebagai berikut : gangguan tidur, gangguan aktivitas sehari-hari/malas/olahraga, gangguan pekerjaan atau sekolah, gangguan rekreasi. - Sedang-berat, berarti didapatkan satu atau lebih hal-hal sebagai berikut: gangguan tidur, gangguan aktivitas sehari-hari/malas/ olahraga, gangguan pekerjaan atau sekolah, gangguan rekreasi. 3. Diagnosis dan identifikasi alergi 3.1. Anamnesis Anamnesis dimulai dengan riwayat penyakit secara umum (asma, urtikaria) termasuk keterangan mengenai tempat tinggal/kerja dan pekerjaan penderita. Lalu dilanjutkan dengan pertanyaan yang lebih spesifik meliputi gejala di hidung Gejala-gejala rinitis alergi yang perlu di­ tanyakan adalah :

Optimal : a. Menggunakan lantai rumah dengan bahan yang dapat dibersihkan seperti : dari keramik, kayu, kaca b. Sedikit mungkin menggunakan furniture dari kain/ kain berbulu c. Menggunakan penghisap debu integral dg filter HEPA dan kantong yang bahannya tebal d. Gunakan penutup tirai (gorden) yang dapat dicuci e. Mainan dari kain/ berbulu yang dapat dicuci

- Bersin-bersin (lebih dari 5 kali setiap kali serangan) - Rinore (ingus bening encer) - Hidung tersumbat (menetap/bergantiganti) - Gatal di hidung, tenggorok, langit-langit atau telinga. - Kadang disertai : mata gatal, berair atau kemerahan, hiposmia/anosmia, Post nasal drip atau batuk kronik Frekuensi serangan, beratnya penya­kit, lama sakit, intermiten atau persisten - Pengaruh terhadap kualitas hidup seperti adakah gangguan terhadap pekerjaan, sekolah, tidur dan aktifitas sehari-hari. Manifestasi penyakit alergi lain sebelum atau bersamaan dengan rinitis - asma bronkhial, dermatitis atopik, urtikaria, alergi makanan Riwayat atopi di keluarga - Apakah ada anggota keluarga, dari ayah atau dari ibu yang pernah menderita salah satu penyakit alergi tersebut diatas. Faktor pemicu timbulnya gejala rinitis alergi - Lingkungan di rumah, tempat kerja, sekolah, apakah ada hubungan antara kegemaran atau hobi penderita yang dapat memprovokasi timbulnya gejala. Penderita rinitis alergi dapat berkembang menjadi keadaan hiperreaktifitas hidung terhadap iritan non spesifik seperti asap rokok, bau merangsang, udara dingin, polutan, bau parfum, bau deodoran dsb. Riwayat pengobatan dan hasilnya - Efektifitas obat yang dipergunakan sebelumnya dan macam pengobatan yang sudah Diterimanya dan Compliance/ kepatuhan berobat 3. 2. Pemeriksaan Fisik Rinoskopi anterior menggunakan cahaya yang cukup dan spekulum hidung - Perhatikan adanya pembengkakan/edem dari konka inferior/media yang diliputi sekret encer bening, mukosa pucat dan edem. Keadaan anatomi hidung lainnya seperti septum nasi. Perhatikan pula kemungkinan adanya polip nasi. Nasoendoskopi - Adakah gambaran konka bulosa atau polip nasi kecil di meatus medius dan keadaan kompleks ostiomeatal.

dr. Conchita P. Da Silva, Sp.THT-KL

3. 3. Pemeriksaan Penunjang - Uji kulit (Uji tusuk/Skin Prick test) paling sesuai karena mudah dilakukan, dapat ditoleransi oleh sebagian penderita termasuk anak.anak. Mempunyai sensitifitas dan spesifisitas tinggi - Pemerikasaan darah (IgE serum) : sensitif namun lebih invasif dan mahal - Test provokasi hidung/nasal challenge test (bila tersedia), dilakukan bila ada keraguan dan kesulitan dalam mendiagnosis rinitis alergi, dimana riwayat rinitis alergi positif, tetapi hasil tes alergi selalu negatif. - Foto polos sinus paranasal : bila ada indikasi keterlibatan sinus paranasal - CT Scan / MRI sinus paranasal : atas indikasi, dilakukan bila : a. Untuk menentukan adakah komplikasi seperti sinusitis b. Tidak ada respons terhadap terapi c. Direncanakan tindakan operatif 4. Penatalaksanaan 4.1. Eliminasi Alergen Yang sangat berperan pada rinitis alergi di negara tropis seperti Indonesia adalah house dust mite (tungau debu rumah), pet dander dan alergen kecoa. Cara menghindari Esensial : - Membungkus kasur dan bantal dengan bahan khusus (yang tidak tembus mite), tetapi tidak ekonomis sehingga tidak dapat diterapkan pada semua kasus

Binatang piaraan (kucing dan anjing) Anjing dan kucing merupakan penyebab alergi. Tidak hanya dander nya saja, tetapi liur dan bulu binatang Cara yang paling sederhana tetapi kadang sangat sulit yaitu dengan tidak memelihara binatang tersebut dan apabila ada, maka karpet, kasur dan kursi dibersihkan dengan penghisap debu sesering mungkin. Pada dasarnya menghindari alergen tampaknya efektif, hanya saja penderita seringkali penderita sensitif terhadap beberapa allergen, sukar dicapai hasil yang maksimal. Bagaimanapun sulitnya, karena pada penderita alergi paparan alergen akan memicu timbulnya gejala, maka penjelasan dengan edukasi tentang alergen apa yang harus dihindari dan bagaimana menghindarinya harus dijelaskan kepada penderita rinitis alergi. 4.2. Farmakoterapi - Obat oral (anti histamin, dekongestan) - Glukokortikoid nasal spray (semprot hidung) - Imunoterapi : Imunoterapi adalah memberikan alergen yang sesuai dengan hasil tes kulit, dosisnya secara bertahap dinaikan sampai dosis maksimal yang tidak menimbulkan serangan/gejala alergi. Tujuannya supaya penderita berkurang gejalanya pada paparan alergen penyebab. Secara klinik imunoterapi pada rinitis alergi terbukti efektif. Kesimpulan Rinitis alergi adalah suatu gangguan simptomatis pada mukosa hidung yang disebabkan oleh zat alergen Banyak orang yang menderita RA namun kadangkala tidak menyadarinya. Penyebabnya bisa bermacam-macam termasuk benda- benda disekitar lingkungan kita. Penatalaksaannya sangat mudah, yaitu dengan pencegahan. Apabila gejala yang ditimbulkan berlanjut maka dapat dikonsultasikan ke dokter.

Style

27 Oktober - 2 November 2014

Evening Wear

High Couture

Berdasarkan pengalaman dalam mendesain koleksi evening wear dan berkiblat pada tren fashion dunia, Katrin Suthajaya mempersembahkan karyanya yang mengeksplorasi keindahan kain nusantara, terutama tenun Bali. Ia mengatakan ingin agar kain lokal yang spesial ini bisa diterima dan dikenakan para penggemar fashion di seluruh dunia.

K

atrin juga ingin lebih banyak memberikan pilihan, sembari menonjolkan kalau tenun Bali yang bernama endek ini, tidak hanya dipakai konsumen dalam negeri semata. Namun, melalui desain evening wear miliknya, ia mendekatkan keindahan lokal yang berbeda ke dunia internasional. Dengan mengusung tema”the NEW LOOK of Tenun Bali, koleksi Katrin tampil elegance dan high couture pada pagelaran Jakarta Food & Fashion Festival beberapa waktu lalu di Jakarta. Dengan kombinasi brokat dan tile, sangat terasa sentuhan cita rasa tinggi pada setiap busana yang ditampilkannya. Semua menjadi semakin glamor de­ ngan penambahan pernak-pernik sepert bead, mu­tiara dan batu – batu permata yang dikerjakan dengan tangan. Maka, siapapun yang mengenakannya pasti merasa bangga. – Sri Ardhini

15


16

Edukasi

27 oktober - 2 November 2014

Green School Rangkul Kearifan Lokal

T

hingga kegiatan akademis. Murid tidak hanya paham definisi sustainability ,tapi menjalankan hidup yang sustainable .Seperti, penggunaan bahan bambu pada hampir seluruh area yang ada. Beberapa contoh meliputi penggunaan bambu pada hampir seluruh bangunan yang ada di sekolah, pembangkit listrik tenaga matahari, toilet kompos dan kebun organik. Berbagai fasilitas ini merupakan cara Green School memperkenalkan terhadap alternatif kehidupan yang dapat membangun masa depan lebih baik, lebih bertanggung jawab dan lebih ramah lingkungan. “Agar, dunia dan alam ini bisa terjaga bukan hanya untuk saat ini, namun untuk anak cucu kita kelak,” ujar Irma. JAGA ALAM & BUDAYA LOKAL Praktik ramah lingkungan yang ditujukan untuk meminimalisir pencemaran yang ada di Green School patut diacungi jempol. Seperti toilet kompos, sebuah upaya untuk mengura­n gi penggunaan air dan mendaur ulang limbah. “Limbah padat manusia akan didaur ulang dan dipergunkan untuk menyuburkan tanah sehingga kualitas tanahnya

tetap terjaga. Tanah ini akan ditanami bambu yang akan dipergunakan untuk bahan bangunan di sekolah,” terang Irma. Begitu halnya dengan limbah urin, melalui penyulingan khusus, dimanfaatkan untuk membantu

9

Aura Gizella

Jalani tanpa Beban Pemilik nama panjang I Gusti Ayu Aura Gizella ini, akhir­nya berhak menyandang gelar Duta Endek 2014 untuk ­kategori putri. Ia berhasil mengungguli 130 peserta lainnya. ­Bagaimana dara yang akrab disapa Aura ini mempersiapkan diri hingga meraih kesuksesan?

Inilah Green School. Sebuah sekolah yang memberikan pendidikan tentang lingkungan hidup yang menakjubkan dengan metode pendidikan berbasis holistik. Green School mempersiapkan murid-muridnya menjadi individu yang kritis, kreatif, serta selalu sadar lingkungan agar dapat tumbuh menjadi pemimpin-pemimpin hijau masa depan. idak salah rasanya jika kita ikut bangga, betapa di tengah mirisnya pendidikan di negeri ini, sebuah inovasi baru di bidang pendidikan Indonesia hadir di Bali, jantung pariwisata negeri kita. Bukan hanya itu, Green School sebagai sekolah internasional juga memiliki komitmen merangkul kearifan lokal demi menjaga harmoni dengan lingkungannya. Green School, yang terdiri dari tingkat PAUD hingga sekolah menengah atas ini, terletak di Desa Sibang Kaja, 30 km dari pusat Kota Denpasar. Sekolah unik yang berada di tengah alam dengan ruang kelas, kantor hingga area pertemuannya sebagian besar dibuat dengan bambu dan alang-alang sebagai penutup atapnya ini, digagas dan didirikan pasangan John E.Hardy bersama Cynthia Hardy, desainer dan pengusaha perhiasan yang sukses dan telah tinggal di Bali lebih dari 30 tahun. Menurut Irma Sitompul, Communication Manager Green School, John dan Cynthia memiliki alasan sangat kuat dan terpuji. Mereka mendirikan sekolah karena merasa prihatin terhadap sistem pendidikan yang kebanyakan hanya memokuskan pada pertumbuhan intelektual dan terkadang melupakan aspek-aspek penting dalam individu yang harus dikembangkan secara seimbang dan menyeluruh seperti aspek emosional, spiritual, dan kreativitas. Fisik dan sosial Green School juga ingin memberikan sistem pendidikan yang holistik, yang dapat diakses oleh siapa saja. Irma mengatakan, kini Green School adalah salah satu dari sedikit sekolah yang dapat membuat anakanak senang belajar dan bahagia ke sekolah. Anak juga dapat menikmati pelajaran dengan menggunakan ‘bahasa’ mereka, dimana konsep dan teori pembelajaran akan selalu dikaitkan dengan konteks lokal . Selain itu , Green School yang juga sering disebut Sekolah Hijau ini juga menerapkan prinsip sustaina­ bility atau keberlanjutan dalam segala aspek, mulai dari konsep bangunan dan fasilitas sekolah, menu makanan

Dara

27 oktober - 2 November 2014

P

erempuan berkulit putih kelahiran 17 Februari 1994 ini merupakan sosok dengan kepribadian yang hangat dan ramah. Ia menuturkan untuk mengikuti lomba Duta Endek, dirinya mempersiapkan mental, busana-busana berbahan endek serta pengetahuan tentang endek, seperti jenis dan pembuatannya. Aura juga mendapatkan bekal tambahan pengetahuan lagi terkait endek sebagai wairsan budaya yang harus dilestarikan dan dikembangkan saat pembekalan setelah dirinya masuk sebagai finalis Duta Endek 2014. memberikan nutrisi pada tanah. Green School selalu mengajarkan murid-muridnya menanamkan nilai-nilai kehijauan. Semua ruangan seperti ruang pertemuan, ruang makan, ruang serbaguna dan kamar kecil menampilkan keharmonisan antara bangunan buatan manusia dengan alam sekitarnya. Prinsip kelangsungan hidup alam diusung dan diterapkan pula melalui listrik mandiri yakni memanfaatkan sumber ramah lingkung­ an, seperti pembangkit tenaga listrik tenaga surya dan tenaga air. Namun sustainability yang dipraktikkan di Green School tidak hanya bicara mengenai alam dan lingkungan,

namun juga sosial sustainability. Keberlanjutan sosial ditujukan agar se­ luruh komunitas Green School senantiasa memperhitungkan dampak dari keputusan dan program mereka bagi masyarakat lokal, dan orang-orang

yang hidup di sekitar. Hal menarik lainnya adalah komitmen Green School untuk benarbenar merangkul dan menciptakan harmoni dengan budaya dan kehidup­ an sekitarnya dengan mencantumkan nilai muatan pada pembelajaran murid. Pengetahuan dan kearifan lokal termasuk keterampilan, keseni­ an, dan kebijaksanaan ada dalam segala sesuatu yang mereka lakukan. “Green School yang didirikan sejak tahun 2008, kini dengan sekitar 400an orang murid, yang sangat menghormati kearifan lokal, hadir dengan prinsip: Ketika kami maju, kami juga harus bisa memajukan keluarga-keluarga Indonesia, ter­ utama keluarga orang Bali yang ada di sekitar kami,” lanjut Irma. Selanjutnya, sebagai sekolah internasional yang mandiri, ada lagi program yang sangat baik untuk anak-anak Bali di sekitarnya, yakni beasiswa yang murni didanai donatur dan dukungan komunitas yang ada Green School. Hingga kini tercatat berhasil membiayai sekolah 34 anak Indonesia dengan komitmen kuat untuk dapat meluluskan siswa-siswi ini nantinya. Beasiswa ini, kata Dr.Tirka Widan­ti, Pembina Yayasan Kul Kul yang menaungi Green School, adalah salah satu perwujudan kepedulian kepada anak-anak lokal. Selain itu, mereka juga memiliki program yang diberi nama Kul Kul Connection, sebuah program yang menjembatani keluarga Green School dengan ke­ luarga yang ada di sekitar sekolah. “Setiap hari, mulai Senin sampai

Jumat, kami menyediakan les Bahasa Inggris gratis untuk tiga kelas. Program ini dikoordinir oleh seorang guru Bahasa Indonesia tingkat SMA yakni Pak Soma,” ujarnya. Ditanya soal kelulusan, Irma kembali menerangkan bahwa saat ini, Green School sudah meluluskan dua angkatan murid SMA. Di antaranya terdapat empat orang murid lokal penerima beasiswa. Tiga dari mere­ ka tengah melanjutkan kuliah di luar negeri, masing-masing dua di Kanada dan satu di Belanda. Seorang lagi kuliah di Sastra Inggris Unud dan sudah bekerja di Green School sebagai development asisstant. Di sini jelas terlihat bahwa Green School tidak main-main dalam mendukung anakanak penerima beasiswa. Komitmennya bukan hanya semasa mengikuti pendidikan di sana hingga SMA saja, namun juga membantu karier mereka selanjutnya. Program lainnya terkait harmoni dengan nilai-nilai lokal, seperti ter­ sedianya dapur tradisional Bali yang ditangani Bu Kadek, yang memasak menu Indonesia dan internasional dengan bahan organik yang segar, setiap harinya untuk 500 orang. Dari dapur ini juga dikenalkan menu-menu lokal kepada anak-anak internasional. Ketika ditanya kenapa Green School ingin ada anak Indonesia atau lokal di sekolahnya, menurut Irma di sana diharapkan anak-anak dari se­luruh dunia saling belajar toleransi dan lebih lagi mengenal budaya Indonesia. Hal ini juga dilakukan melalui berbagai pilihan mata pelajaran kesenian, mulai dari bermain musik gamelan, jegog, dan lainnya. Selain pelajaran Bahasa Indonesia, mereka juga diajarkan Indonesian Studies yang mempelajari segala aspek tentang Indonesia. Satu lagi yang unik dan menarik di sini, adalah dimasukkannya seni budaya mepantigan ke dalam mata pelajaran spesialis. Mepantigan, kata Irma dapat mewakili dari sisi kreativitas dan fisik serta membentuk kepercayaan diri. Melihat komitmen dan keseriusan Green School dalam menjaga nilai lokal dan mengajak mereka yang di sekitarnya maju bersama-sama, tak pelak “Green School” ini semakin lama makin tumbuh menjadi sekolah pilihan bukan hanya bagi anak-anak internasional, tapi juga lokal. -ard

Cerita keikutsertaanya di ajang ini berawal ketika ia ditunjuk untuk mewakili kampusnya, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Waktu itu, Aura sempat ragu-ragu ka­ rena ia dalam kondisi tidak enak badan. “Tetapi, demi orang-orang yang sudah memercayai saya, saya akan melakukannya semaksimal mungkin agar tidak mengecewakan me­reka,” papar mahasiswi yang dikenal multitalenta ini. Putri dari pasangan I Gusti Ngurah Tika Indrawan dan Ayu Rai Sriwulan ini, bercerita dirinya juga sangat didukung oleh keluarganya terutama kakak pertamanya. Sang kakak malah sangat antusias me­

ngatakan bahwa Aura akan menjadi juara kali ini. Aura yang mengaku bukan pri­ badi ambisius menjalani serangkaian penilaian dari panitia penyelenggara dengan santai dan tidak menjadikannya beban. Namun, ia tetap melakukan yang terbaik. Ketika ditanya tentang kuatnya rasa percaya diri yang dimilikinya, Aura kembali menjawab kalau ia menjalaninya tanpa beban dan dibawa enjoy saja. Ia sangat ber­ syukur bisa masuk grand final . Meski targetnya cukup bisa berada di jajaran tiga besar dan tanpa ambisi, ia malah terpilih sebagai pemenang. Aura sangat percaya Tuhan sudah mengatur semuanya yang pantas dan tepat untuk dirinya termasuk dalam lomba Duta Endek yang diikutinya itu. Aura menambahkan sejak awal ia merasa kurang yakin dengan jawabannya di babak tiga besar. Ternyata dengan jawaban yang sederhana, ia berhasil menempati posisi pertama. “Saya jadi berpikir terkadang sesuatu yang berlebihan belum tentu menjamin hasil yang baik,” ujar perempuan yang meng­ idolakan pemain film, Kirsten Stewart dan memiliki setumpuk prestasi di bidang modeiling yang sudah ditekuninya sejak usia belia ini. Sebagai perempuan yang dikenal aktif dan multitalenta, untuk urusan seni, Aura mengaku dance dan modelling adalah dua hal yang

sangat dikuasainya. Ia meraih posisi lima besar Best Photo Model Competition Miss Celebrity Indonesia 2013, serta 10 Besar Finalis Miss Celebrity Yogyakarta 2013. Aura yang bercita-cita menjadi entertainer sejak kecil ini, mengatakan setelah menyandang Duta Endek tahun ini, ia akan menjalankan tugasnya yang mulia untuk memperkenalkan kain endek ke masyarakat khususnya kalangan remaja. Selain itu ia juga tidak pelit berbagi akan apa dampak positif yang ia dapatkan dari keikutsertaaanya dalam pemilihan Duta Endek ini. Sebagai Duta Endek pula, selain menambah wawasanya

ia juga bisa bertatap muka dengan Wali Kota Denpasar . “Pemilihan ini juga menjadi ajang menambah teman,” ungkapnya. Juara satu Teruni Jegeg Resman tahun 2009 ini berharap acara pemilihan Duta Endek tahun berikutnya terlaksana dengan baik. “Dalam sebuah pemilihan sudah pasti akan ada yang menang dan kalah, Maka yakinlah bahwa Tuhan sudah mengatur dimana keberuntungan yang akan kita raih atau duduki. Saya berharap duta-duta tahun depan dan seterusnya akan lebih baik” jelas Aura yang juga piawai bermain teater dan tampil berrmain di beberapa judul FTV SCTV ini .–-Nina

Awas Herbal “Tipu-tipu” “Dok, aku bercerai karena aku lihat sendiri istriku berselingkuh dengan atasannya. Sejak saat itu jika bertemu perempuan dan pacaran, aku menjadi takut dia juga akan seperti mantan istriku. Sekarang aku merasa kurang bergairah, termasuk dalam hal seks. Sempat beberapa kali mencoba dengan pacar, juga dengan teman, malah tidak berhasil karena sepertinya aku memang kehilangan gairah, bahkan ereksipun mengalami hambatan. Maunya aku meminum obat, tetapi obat yang herbal, Dok. Kan banyak ditawarkan obat kuat buat laki-laki di koran-koran dan internet. Karena kalau herbal pastinya tidak akan ada efek sampingnya. Kira-kira itu bisa membantu kondisi saya nggak, Dok?” (Wez, Jakarta, 29) “Obat kuat” masih saja menjadi diskusi dan dicari para laki-laki dari dulu hingga sekarang. Bahkan sekarang makin banyak jenisnya. Hingga detik ini banyak penderita disfungsi ereksi mencari jalan pengobatan sendiri, sering kali dengan mengonsumsi obat kuat herbal tanpa mengetahui efek samping yang dapat timbul pada ke­ sehatannya. Makin gencarnya masyarakat dunia kembali ke konsep “back to nature”, membentuk sebuah persepsi bahwa obat yang berbahan herbal pastinya aman. Padahal ini ternyata tidak selalu benar. Mau bukti? Ganja salah

satunya.Lintingan ganja yang dikonsumsi para penikmatnya itu berbahan herbal, dari daun ganja yang dikeringkan. Mirip seperti tembakau pada rokok. Kenyataannya, ganja dan bahkan tembakau, memberikan efek negatif ke tubuh yang jauh lebih banyak dibanding efek relaksasi semu sesaat yang diberikannya. Semua orang pasti tahu tulisan bahaya rokok di bungkus kemasan rokok yang menyebutkan akibat buruk merokok adalah impotensi, penyakit jantung, gangguan kesuburan dan janin dan seterusnya. Ganja malah lebih parah lagi bahayanya bagi tubuh manusia. Itu semua herbal.

Jadi, herbal tidak selalu jaminan keamanan bagi tubuh manusia. Satu lagi, sering kali justru sekarang yang dijual adalah herbal “tipu-tipu”, terutama yang berbentuk kapsul. Maksudnya, disebutkan saja herbal, tetapi sebenar­n ya oplosan, dicampur dengan bahan aktif kimia yang berbahaya jika tanpa pengawasan dan dosis yang benar dari dokter. Sayangnya sebagian besar masyarakat kita masih mudah dibodohi dan tidak terlalu tahu masalah tersebut, yang akhirnya, lagi-lagi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang ingin mengeruk keuntungan dari jualan obat kuat

yang ternyata oplosan. Banyak beredar obat herbal untuk keluhan seksual yang menyebutkan bahwa produknya murni alami tanpa campuran bahan kimia. Sesungguhnya herbal tidak boleh digunakan sembarangan sebagai obat. Seringkali harus berhati-hati, karena kan­ dungannya malah dicampur de­ ngan zat aktif tertentu. Kita bisa mencurigai ada bahan aktif kimia jika iklannya men­c antumkan kata-kata seperti “diminum satu jam sebelum berhubungan seks”, karena kata-kata tersebut khas dengan cara mengonsumsi bahan aktif kimia obat semisal sildenafil sitrat. Bahan aktif kimia obat sep-

erti sildenafil tidak seharusnya dicampurkan dalam obat herbal tradisional ataupun suplemen. Jadi, sebelum mencari peng­ obatan untuk gangguan fungsi seksual, perlu dicari tahu dulu apa jenis dan apa penyebabnya. Gangguan fungsi seksual pada dasarnya disebabkan oleh faktor fisik dan psikis. Sepertinya dalam kasus yang dialami ini, penyebab psikis bisa jadi menjadi penyebab terjadi­ nya penurunan atau gangguan dorongan seksualnya, yang akhirnya juga mengakibatkan gangguan ­e reksi dan tidak mendapatkan orgasme dan kepuasan seksual. Jangan langsung coba-coba menggunakan “obat kuat herbal” sembara­ ngan yang malah nantinya justru membahayakan. Datanglah untuk berkonsultasi ke dokter yang paham kesehatan seksual untuk dicari penyebabnya dan ditangani serta jika perlu di­ berikan obat yang tepat.


Bunda & Ananda

8

27 Oktober - 2 November 2014

Cium Rambut Anak

Jadwal Keramas

“A

Kalau poni sudah panjang, ia memotong sendiri rambut putrinya. Namun, sekali waktu, ia pernah juga membawa putrinya ke salon. “Waktu rambut Ayu pertumbuhannya tidak rata, karena habis sakit itu, saya bawa ke salon untuk dipotong sekalian biar bermodel,” ujar ibu tiga anak ini. Perawatan rambut anak lakilaki dan anak perempuan memang berbeda. Bu Susiani mengaku tak terlalu ribet urusan perawatan. Bu Indra pun mengakui hal yang sama. “Kalau untuk anak cowok, gampang aja. Keramas dan dirapikann ke salon jika sudah agak panjang. Kalau rambutnya agak kering tinggal pakai minyak rambut atau gel,” kata Bu Indra yang anak sulungnya laki-laki. Perawatan rambut anak perempuannya membuat Bu In-

dra memberi perhatian lebih. Ia punya tips sederhana. Mengontrol rambut putrinya dengan mencium. Jika sudah bau asem, langsung disuruh keramas. “Habis mandi disisir lalu diikat. Sebisa mungkin harus diikat, kecuali jika masih basah habis keramas. Kalau diikat nanti cepat kusut, mereka kan banyak main. Kalau sudah kusut, untuk nyisirnya susah. Mereka kadang mengeluh sakit walau rambutnya sudah dipegang,” ujarnya Keluhan yang juga sering diungkapkan anak-anak adalah gatal. Gatal ini bisa karena keringatan, ketombean dan kutuan. Kalau gatal karena keringatan, solusinya dengan keramas. Kalau karena ketombean, bisa dilakukan keramas berulang. “Ayu lebih sering minta keramas sndiri, mungkin ingin menun-

Sisir Bergigi Jarang

“Rambut yang tidak terawat, sangat mudah menyebabkan rambut kusam, mudah rontok hingga gangguan kepala seperti kutu. Karena itu, sangat perlu membiasakan merawat rambut anak sejak dini, “ ujar Kompyang Pariadnyani pemilik Adibi Salon & Spa. Khusus untuk anak ada beberapa hal yang perlu diperhatikan demi rasa aman dan nyaman si anak. Ketika mencuci rambut anak, sebaiknya dilakukan minimal seminggu dua kali atau dua hari sekali. Kebersihan rambut dapat membantu lancarnya sirkulasi darah pada kulit kepala. “Lakukan dengan lembut dan hati-hati agar tidak mengenai mata,” katanya. Sampo yang dipilih yang memang diperuntukkan untuk anak– anak. Perhatikan juga kualitas dan bahannya aktifnya, supaya tidak menyebabkan alergi. Sampo yang baik lebih mudah membersihkan minyak dan kotoran pada rambut.

Selain itu, dapat juga menjadikan rambut anak lembut dan mudah diatur. Untuk sisir pun, sebaiknya tidak meng­­gunakan yang tajam tapi pilih yang bergigi jarang agar saat menyisir rambut anak agar tidak sakit. Hindari sisir berbatkh/net han nilon dan metal, sebab dapat membuat rambut anak mudah patah dan rontok. Sisir juga lanjutnya perlu dibersihkan tiap minggu memakai air hangat dan sabun. “Kalau untuk sisir bayi , upa­ yakan pilih yang lembut. Sentuhan saat kegiatan menyisiri rambut juga dapat dijadikan ajang untuk menjalin kedekatan ibu dan anak,” ujar Kompyang. Menggunting atau memotong rambut selain menjaga penampilan juga menjadi bagian dari merawat rambut. Ini bermanfaat agar ujungujung rambut anak tetap sehat, tidak bercabang dan tidak mudah patah. Selanjutnya rambut pun perlu asupan gizi supaya terjaga kesehatannya. Jika kekurangnya vitamin dan protein, rambut bukan hanya kusam tapi juga rontok dan mudah patah. Meski anak-anak , juga disaran­ kannya untuk tidak sering berada langsung di bawah terik matahari, karena akan merusak rambut. Be-

gitu juga bagi yang hobi berenang, jangan lupa mengenakan penutup kepala dan segera mencuci rambut setelah berenang. “Setelah mencuci rambut ja­ ngan menggosok rambut basah dengan handuk, agar rambut tidak kusut dan ujungnya mudah patah.

jukkan kemandirian, dia bisa keramas sendiri. Tapi kadang, saat membilas itu samponya belum bersih. Jadi solusinya, saya keramasin ulang. Kalau Andin masih saya yang keramasin pake sampo Cukup dengan menepuk-nepuk rambut dan perlahan diurut ke arah pertumbuhan rambut. Repot tapi baik untuk pertumbuhan rambut anak,” tegasnya. Sementara merawat rambut bayi sama dengan merawat rambut untuk anak-anak. Namun, pada bayi, melakukannya dengan lebih lembut dan berhati-hati karena tulang kepalanya belum menyatu secara sempurna. –Sri Ardhini

Pesona Si Anggun Bersisik Perkembangan pertamanan di Bali, khususnya Denpasar cukup stabil. Meskipun perekonomian turun-naik, peminat tanaman hias masih tetap menggeliat. Hal ini disampaikan pebisnis tanaman, Abadi (52), pemilik Stan Bunga Langkah Abadi di kawasan Tanjung Bungkak, Denpasar.

P

Rambut anak–anak, seperti juga orang dewasa, sama-sama wajib dirawat dan dijaga kebersihannya. Jika rambut anak bersih, harum dan halus , bukan hanya orangtuanya yang senang mencium maupun membelainya tapi semua keluarga juga senang. dit dan Rizki keramas dua kali seming­ gu. Kalau pe­ rawatan lainnya, paling hanya potong rambut tiap dua bulan. Rambut mereka cepat panjang. Keluhan lain, seperti gatal-gatal atau kutuan, tidak ada,” ungkap Bu Susiani yang memiliki dua putra ini. “Ayu dan Andin juga keramas dua kali seminggu. Tapi kalau sudah bau, bisa dua hari kramas lagi. Soalnya mereka kan banyak main, jadi cepet keringatan dan jadi bau. Terutama Ayu, mungkin karena rambutnya lebih banyak dan tebal,” ujar Bu Indra tentang rambut dua putri kecilnya. Mengenai jadwal potong rambut, Bu Indra tak pernah menjadwalkan. Ia hanya berpatokan pada poni.

Griya

27 Oktober - 2 November 2014

bayi yang tidak pedih di mata. Dikeramasin dalam posisi digendong (posisi kepala direbahkan, rambut celupkan di air) atau berdiri de­ ngan kepala menengadah ke atas. Setelah keramas, ingat bilang anak pintar, rambutnya harum,” ungkap Bu Indra memberi tips sederhana lagi. Kalau rambut kutuan, ini perlu diwaspadai karena cepat menular. Solusinya, lebih sering keramas dan menggunakan obat kutu. Ja­ngan lupa untuk membilas setelah menggunakan obat kutu. Ada juga yang mengeluhkan rambut rontok. Ini pun bisa diatasi de­ ngan ramuan tradisional atau obat yang tersedia di pasaran untuk menyubur rambut.

ria asal Malang yang merintis usahanya ini sejak 2003 mencontohkan, tanaman pucuk merah yang memiliki keunggulan pada daunnya itu cukup lama menjadi trend di masyarakat. Hingga sekarang pucuk merah masih banyak peminatnya. Demikian halnya dengan tanaman sikas. Bentuk pohon dan daunnya yang unik, membuat tanaman ini cukup diminati. Di stan bunganya, jumlah koleksi tanaman sikasnya cukup mendominasi. Ia menyediakan dari ukuran kecil, mulai 20 cm yang dijual Rp 500 ribu hingga paling besar dengan tinggi 140 cm seharga Rp 4,5 juta. “Menurut orang yang membibitnya, sikas yang paling besar itu usianya 25 tahun,” ujar Abadi sembari menunjuk koleksi sikas tertingginya, yang mencapai tinggi batangnya saja 140 cm. Sikas-sikas tersebut dipasoknya dari Jember, Jawa Timur. Sikas sering juga disebut tanam­an pakis haji karena morfologisnya mendekati tanaman pakis. Bahkan, orang Amerika mengenalnya dengan nama fem palm karena batang dan daunnya mirip palem. Tanaman ini tumbuh subur di daerah tropis, seperti Indonesia. Tetapi, apa pun sebutannya, sikas memang pantas men-

Abadi

jadi incaran pencinta tanaman. Tampilannya sangat mempesona. Daya pikatnya terletak pada daundaunnya yang berbentuk seperti bulu dan tajam, tumbuh anggun melengkung mengarah ke luar batang. Meski tak terlalu kentara perbedaannya, Abadi mengatakan, di kebunnya itu ada dua jenis sikas, yakni yang berdaun panjang dan berdaun pendek. “Tetapi, saya lebih banyak punya yang berdaun panjang,” ucapnya. Selain daun, tampilan batang sikas yang berwarna kecokelatan dan bersisik seperti sisik buah nenas juga menambah kesan ang-

Mendongeng Lima Menit Kura-kura Bersayap

Seekor anak kura-kura melihat burung-burung kepodang berpesta maMade Taro kanan di ranting pohon mengkudu. Kebetulan ia sangat lapar, lalu katanya kepada ibunya, “Ibu, aku ingin berpesta bersama burung-burung itu.” “Jangan, Anakku! Kamu tidak punya sayap,” jawab ibunya. Sesaat kemudian, diam-diam anak kura-kura yang nakal itu masuk ke gudang ibunya. Di dapatinya di situ berserakan sayap-sayap burung. Ia rekatkan sayap-sayap itu di tubuhnya dengan getah pohon. Lihat, sekarang anak kura-kura itu bisa melompat dan bisa terbang. “Hyaaat…!” Anak kura-kura itu terbang dan bertengger di ranting pohon. Ia berkenalan, bergabung dan ikut berpesta. Mula-mula burung-burung kepodang tidak curiga. Namun, melihat hewan bersayap itu makan dengan sangat lahap dan cepat, lalu mereka bertanya,

“Siapa kamu?” “Aku kepodang, keluargamu.” “Mengapa warna sayapmu warna-warni?” “Aku baru datang dari negeri Warna-warni.” “Cobalah bernyanyi seperti kami! Cilalong, kuk…, cilalong, kuk…!” Kura-kura nakal itu tidak bisa menirukan suara burung-burung itu. Keluarga kepodang marah lalu beramai-ramai mencabut sayap anak kura-kura. Nah, tampak sekarang, burung palsu itu adalah kura-kura yang berpunggung keras dan bersayap palsu. Kemarahan keluarga kepodang memuncak. Mereka mendorong anak kura-kura itu. Buk! Buk! Buk! Kura-kura itu jatuh ke tanah berguling-guling. Punggungnya pecah berantakan. Sambil menitikkan air mata, Ibu Kura-kura menyambung pecahan punggung anak kura-kura itu dengan getah pohon. Itulah sebabnya sampai sekarang bangsa kura-kura memiliki punggung yang disambungsambung.

Tanaman sikas yang diserang hama

Tunas anakan sikas yang keluar dari batangnya

gun. Pertumbuhan batang sikas amat lamban. Tinggi batang sikas 1 meter saja baru bisa dicapai jika sudah berumur lebih kurang 10 tahun. Umumnya tanaman ini diperbanyak secara vegetatif yakni de­ngan memisahkan anakannya. Sikas biasanya mengeluarkan beberapa tunas anakan dari batang atau dari pangkal akarnya. “Anakan ini diambil atau dipisahkan, kemudian ditanam di media pasir sampai keluar akarnya, sekitar dua bulan. Setelah itu, baru dipindahkan ke pot atau polibag dengan media sekam dan tanah. Perbandingannya 4 tanah : 1 sekam. Paling cepat empat bulan, baru tanaman sikas bisa terlihat cantiknya,” paparnya. Karena bentuknya yang cantik itu pula, tanaman sikas kerap dipakai sebagai central of point dalam sebuah taman outdoor. Sikas bisa ditempatkan indoor maupun outdoor. Secara umum, tanaman sikas menyukai cahaya matahari langsung. Namun, ada beberapa spesies justru akan tumbuh lebih baik jika di letakkan di tempat yang teduh atau semiteduh. Jenis tanaman sikas yang dikoleksi Abadi, perlu penyinaran yang cukup. Yang paling perlu diingat adalah rutin melalukan penyemprotan dengan obat antiracun, karena sikas sangat cepat dicari hama. “Sekarang ini, yang menyerang kupu-kupu putih. Kupu-kupu itu bertelur di daun, telur menetas jadi ulat, dan ulatnya ini yang menggorogoti daun-daun sikas,” ujarnya seraya memperlihatkan satu tanaman sikas koleksinya yang terserang hama. Selain disiram, sikas juga perlu pemupukan minimal sebulan sekali, agar tumbuh subur dan tetap cantik. –Inten Indrawati

Pesona tanaman sikas

17


18

27 oktober - 2 November 2014

27 oktober - 2 November 2014

Life

Story

7

Derita Perebut Suami Orang Semua usaha untuk bisa mendapatkan penghasilan yang layak bagi keluarga­ nya sudah dilakukan. Kini Dian (51), bukan nama sesungguhnya, tidak tahu lagi h ­ arus berbuat apa. Di depan teras rumah sederhananya, ia duduk ter­ menung. Di rumah itu ia kini tinggal bersama anak bungsunya sedangkan ke­ tiga anaknya yang lain telah pergi men­ cari “kehidupan” masing-masing.

K

isah perjalanan hidup Dian yang berat tidak mem­ buatnya jatuh ke lembah nista, ia tetap bertahan dalam pahitnya kehidupan. Saat memasuki usia dewasa, Dian memang salah mengambil lang­ kah. Atas kesalahan itulah, karma menimpanya persis seperti apa yang pernah diperbuatnya. Malah ia mengalami hal yang lebih parah dari pada yang pernah di­ lakukannya. Ketika usianya 24 tahun, Dian berkenalan dengan seorang sopir bus malam jurusan Bima-Sura­ baya. Pembawaan kocak sopir parlente ini membuatnya jatuh hati. Apalagi di mata Dian, sopir ini berwajah ganteng. Dengan tubuh tinggi dan tegap, sisiran klimis, pesona Arjuna (bukan nama sebenarnya) waktu itu tak terbendung di mata Dian. Pertemuan tidak sengaja itu terjadi ketika Dian menjadi pen­ umpang bus tersebut dan duduk di bangku tengah paling depan persis di samping sang sopir. Diana memang tidak mendapat tempat duduk yang pantas ka­ rena ia hanya naik bus itu dari Bima sampai Sumbawa saja, tidak sampai Surabaya. Karena ada keperluan mendesak, ia terpaksa menerima tawaran kernet untuk duduk di bangku tengah itu. Di situlah pertama kali mere­ka berkenalan. Rupanya, Arjuna be­ rasal dari Bima sedangkan Dian orang Sumbawa. Mereka samasama tinggal di Bima di kampung yang bersebelahan. Obrolan sepanjang lima jam di atas bus itu, telah menuai benih-benih cinta di

antara mereka. Namun, Arjuna sudah memi­ liki istri. Karena Diana sudah ter­ lanjur jatuh hati, ia seperti tidak peduli lagi sehingga melanjutkan hubungan itu diam-diam. Lamakelamaan hubungan mereka mulai tercium oleh tetangga. Arjuna ter­ lihat diam-diam sering bertandang ke rumah bibi Dian –tempatnya tinggal Dian. “Waktu itu paman dan bibi sudah memperingatkan saya agar menjauhi dia karena su­ dah beristri,” kata Dian. Tapi Dian mengacuhkan peringatan paman dan bibinya yang telah menjadi pengganti orangtuanya itu. DIANGGAP GADIS NAKAL Dian bahkan sempat berteng­ kar dengan paman dan bibinya itu sehingga sempat menghilang selama dua hari entah ke mana. Ia tidak mau menceritakan bagian ini dengan detil. “Saya merasa ber­ dosa pada almarhum paman dan bibi saya itu,” katanya menitik­ kan air mata. Kepergiannya itu sempat membuat warga kampung ribut dan menganggapnya sebagai gadis nakal. Berita hubungan ter­ larangnya pun menyebar, sampaisampai istri Arjuna beberapa kali datang melabraknya. “Saya tahu paman dan bibi malu sekali pada tetangga,” katanya menyesal. Dian beruntung memiliki pa­ man dan bibi yang bijaksana. Melihat situasi mereka yang tidak lagi bisa dipisahkan itu, pamannya mengambil inisiatif untuk me­ manggil Arjuna berdua dengan di­ rinya. “Almarhum paman sempat bertanya tentang kesungguhan Arjuna pada saya,” ujarnya. Bagi

paman Dian, dalam situasi seperti itu harus ada tindakan segera yang diambil demi menyelamatkan nama baik keluarga. Awalnya pa­ man Dian meminta agar mereka tidak melanjutkan hubungan itu karena Arjuna sudah beristri. Pelarangan itu justru membuat keduanya makin menjadi-jadi dan hampir tak punya malu lagi. “Mau tidak mau paman pun menikahkan kami,” kata Dian. Ia menangis mengingat ia telah melawan dua orang yang telah merawatnya itu. Ia tahu dengan sangat terpaksa dan berat hati pamannya kemudian menikahkan mereka. Ia juga tahu betapa malu­ nya mereka menanggung akibat perbuatan Dian. Keterpaksaan itu

tiga anak lainnya. Anak pertaman­ ya lalu diminta oleh istri pertama Arjuna untuk dirawat. “Saya kasih karena kasihan dia sayang sekali pada anak saya. bahkan kalau dua hari anak itu tidak ke rumahanya, ia yang akan datang menjemput sendiri ke rumah kontrakan saya,” katanya. Mereka berdua pun akrab dan menjadi sabahat baik yang berbagi suami. Kebetulan suami mereka cukup adil mem­ bagi waktu dan kebutuhan hidup untuk mereka berdua dan akananak Dian.

akhirnya diambil untuk menyela­ matkan Dian dari gunjingan. “Bu­ kannya paman tidak memikirkan istri Arjuna, tapi beliau bingung menghadapi situasi itu. Demi kebaikan semuanya, ya di antara tidak ada pilihan yang pas, kami pun dinikahkan,” katanya. Hubungan dengan istri per­ tama Arjuna itu sempat mem­ buruk. Namun, lama kelamaan kembali membaik, semua situasi tidak lagi panas. Terutama setelah Dian melahirkan anak pertamanya hubungan mereka terus membaik. Bahkan ia jadi akrab dengan ma­ dunya itu. Istri pertama suaminya itu tidak memiliki anak, sehingga ketika ia punya anak, istri per­ tama suaminya itu merasa senang menimang anaknya. “Bahkan bayi saya jarang pulang ke rumah, lebih banyak di rumah dia (istri pertama Arjuna),” katanya. Kehidupan mereka tenang sampai akhirnya Dian melahirkan

Arjuna itu kembali dekat dengan seorang perempuan. Betapa sakit hati Dian menerima kenyataan ini. Beruntung ia punya kawan, istri pertama suaminya yang samasama tidak rela suami mereka kawin lagi. Keduanya sempat me­ labrak perempuan yang ternyata

CERAIKAN KEDUA ISTRI Petaka itu datang justru ketika anak-anak mereka sudah dewasa.

sudah menikah diam-diam dengan suaminya. “Perempuan itu setengah sumbing bibirnya,” ujarnya ketus. Dia dan istri pertama suaminya bersatu membatalkan pernikah­ an itu, namun tidak berhasil. Mereka menduga si perempuan punya guna-guna yang “mengikat” suami mereka. Keduanya kesal karena tiap kali suaminya pulang dari Surabaya, selalu pulang ke rumah perempuan itu. Sudah jarang datang ke rumah mereka. Di sinilah ia tahu betapa sakitnya istri pertama suaminya ketika ia merampas suaminya itu. Mereka berdua merasa bahwa istri ketiga suaminya itu selalu menteror mereka lewat kekuatan gaib. Banyak hal yang mereka alami yang akhirnya dikaitkan dengan upaya itu. Tidak tahan dengan teror istri muda suaminya, keduanya minta cerai. Celakanya, suami mereka langsung mengiyakan. Mereka pun tidak dapat mempertahan­ kan rumah tangga tersebut dan Dian memilih menjadi menjadi TKW ke Saudi Arabia. Di sana ia berharap dapat memperoleh penghasilan yang cukup untuk membiayai kehidupannya ketika pulang kampung. Namun harapan itu tidak mulus tercapai, karena ia pulang ke tanah air dua tahun kemudian hanya membawa uang sekadarnya. Kini, ia hidup sendiri bersama anak bungsungnya. Man­ tan suaminya sudah tidak peduli lagi bahkan pada anak bungsunya yang masih bersekolah itu. Ia menerima nasib itu dengan ikhlas untuk menebus kesalahannya di masa lalu. -Naniek I. Taufan

Keduanya kesal karena tiap kali suaminya pulang dari Surabaya, selalu pulang ke rumah perempuan itu. Sudah jarang datang ke rumah ­mereka. Di sinilah ia tahu betapa sakitnya istri pertama suaminya ketika ia merampas suaminya itu. Mereka berdua merasa bahwa istri ketiga suaminya itu selalu menteror mereka lewat kekuatan gaib.


Women on Top

6

Gusti Ayu Made Suryani

Utamakan Team Work Menjadi lurah perempuan pertama di Bali, merupakan hal yang membanggakan bagi Gusti Ayu Made Suryani, S.E., M.A.P. Namun, hal itu, justru membuatnya, berpikir keras. Inovasi apa yang harus dilakukan agar ia mampu membawa Kelurahan Dauh Puri, Kecamat­an Denpasar Barat, dalam kondisi yang lebih baik. Paling tidak di bawah kepemimpinaannya, ada prestasi yang diraih.

B

agi, perempuan usia 45 ta­ hun ini, baginya super tim adalah yang utama. “Saya selalu mengatakan kepada staf, bekerja tidak hanya fokus pada satu bidang, tapi kita harus mengetahui juga bidang yang lain. Tujuannya, agar dapat membantu teman lain, dan mengupaya­ kan kondisi pelayanan tetap berjalan seperti biasa. Baginya, super tim adalah tujuan utama. Karena, apabila satu tidak bekerja, semua sistem akan terganggu. Karena itu, saya selalu mengutamakan team work,” ujarnya. Saat dipercaya sebagai plt Lurah Dauh Puri tahun 2010, ia sudah menun­ jukkan kinerja kepemimpinan yang baik. Kelurah­an Dauh Puri mendapatkan Juara I tingkat Kota Denpasar. Kemudian maju ke tingkat Provinsi Bali, keluar sebagai juara 2. Prestasi ini diraihnya karena tata kelola administrasi, motivasi masyarakat, dan berbagai inovasi yang telah dilakukan. Hal ini ditunjang juga, sebelum menjabat lurah, ia dipercaya sebagai sekretaris lurah sehingga urusan

administrasi sudah sigap dikerjakan. Dalam kepemimpinanya, ada inovasi yang dilakukan, mulai dari bank sampah swakelola, pengolahan sampah organik menjadi kompos dan biogas, daur ulang sampah menjadi kreasi barang yang layak dijual. Prestasi teranyar tahun 2014 yang diraih Kelurahan Dauh Puri, dinobatkan sebagai Juara I lomba Kelurahan ting­ kat Kota Denpasar dan Juara II tingkat Provinsi Bali. Kesuksesan dalam memimpin tak lepas dari kiatnya, mengajak masyarakat saling menjaga lingkungan. Upayanya, berkoordinasi dengan LPM dan tokoh masyarakat. Buat Taman Mini Untuk menjaga kebersihan lingkungan, ia punya trik khusus. Tiap hari Minggu, masyarakat berduyun-duyun datang ke kantor lurah membawa sampah. Pukul 14.00 sampah langsung diangkut truk kerja sama dengan bank sampah Wastu Lestari. Seminggu sekali sampah yang

terkumpul hampir satu ton. Bank sampah ini baru buka sejak 17 Agustus. Namun, baru dua bulan berjalan, masyarakat sekitar sudah ada yang memiliki tabungan hingga 700 ribu. Gebrakan lain, tiap hari Jumat memelihara lingkungan dengan kerja bakti. Penghijauan di pinggir jalan dengan membuat taman mini yang sudah dilakukan melewati tiga banjar, Catur Panca, Pelita Sari, dan Pekambingan. Ia juga melakukan kerja sama dengan perusahaan sekitar. Bagi yang akan memohon izin usaha, ia meminta tanaman hias untuk ditanam di sekitar jalan, dan mengharuskan mereka memiliki tempat sampah organik dan non-organik. Dalam pembuatan biogas dan daur ulang sampah, ia melibatkan ibu-ibu PKK. Memang ia mengakui, awal­ nya sulit menga­ jak masyarakt menata hidup bersih, na­ mun, dengan kesabaran dan kegigihan, serta kesungguhan hati, ia mampu menya­ darkan masyarakat

Komunikasi Hindari Saling Kaden warga sekitar sebagai tempat penimbunan sampah. Meski beru­ langkali sudah diingatkan, masih ada saja warga yang bandel. Karena itu, ia bekerjasama dengan swakelola sampah yang kebetulan satu di antara dua, milik warganya. Tiap pagi, petugas swakelola ini “men­ jemput” sampahsampah warga hingga masuk ke gang-gang. Jadi, warga tak perlu lagi menunggu jam tertentu untuk men­ geluarkan sampah­ nya di pinggir jalan besar. Meski de­ mikian, Lurah

untuk mencintai lingkungan­nya. “Sosial­ isasi rutin kami lakukan, agar masyarakt mau memilah sampah me­reka. Saat ini, Kelurahan Dauh Puri dipercaya wakil Denpasar dalam lomba Clean and Green Provinsi Bali. Untuk kerja sama tidak ha­ nya dilakukan dengan warga setempat, tapi juga melibatkan para pedagang kaki lima dan bapak angkat dari Dinas Kebu­ dayaan untuk bersama-sama menjaga kebersihan di Kelurahan Dauh Puri,” tandas lurah yang sudah menjabat empat tahun ini. -Wirati Astiti

yang baru bertugas sejak Maret 2012 ini pun masih kecolongan, masih ada saja oknum yang mem­ buang sampah sembarangan. “Memang susah mengubah mindset orang, bahwa lingkun­ gan bersih itu untuk kesehatan kita semua. Selain itu, lingkungan bersih juga enak dipandang dan asri,” ujarnya. Karena itu pula, bekerjasama dengan desa adat, kini Bu Lurah tengah menggodok semacam aturan yang nantinya akan mengenakan sanksi kepada oknum yang mencemari ling­ kungan. KATAR KELOLA BANK SAMPAH Sebagai penasihat Karang Taruna Dharma Bhakti Kelurahan Renon, Bu Lurah sudah juga me­ melopori melakukan pemilahan sampah rumah tangganya. Hasil pemilahan sampah, khususnya sampah nonorganik diteruskannya ke bank sampah yang dikelola Karang Taruna (Katar). “Ini baru sebatas sampah nonorganik yang selanjutnya kami jual ke pengepul. Katar Kelurahan Renon yang dikawalnya ini pun beberapakali telah menorehkan prestasi mem­

banggakan, yakni sebagai Juara II se-Kota Denpasar Tahun 2012, dan berhasil menyabet Juara I di tingkat Provinsi Bali. Karena itu, 13 s.d. 17 November 2014, Karang Taruna ini pun akan ber­ laga di tingkat nasional, mewakili Bali. Menumbuhkembangkan ak­ tivitas dan kreaktivitas masyarakat juga menjadi perhatian ibu dari I Made Oka Arsawinata ini. Dengan memanfaatkan sarana bumi ban­ ten yang ada di Kelurahan Renon, sempat pula diadakan pelatihan Serati Banten dibina oleh koor­ dinator Serati Banten Kelurahan Renon yang diketuai A.A Made Rai Wardani, S.E. Dalam rangka menum­ buhkembangkan peran serta masyarakat dalam menggalakkan olahraga tradisional, digelar juga Pekan Olahraga Kelurahan (Pokel) yang melibatkan semua kom­ ponen masyarakat yang ada di Kelurahan Renon. Khusus untuk kegiatan positif generasi muda, Bu Lurah memelopori kegiatan Pemilihan Teruna-Teruni Renon yang baru pertamakalinya digelar tahun 2013. BERJALAN BERSAMA Di bidang keamanan dan ketertiban, penting untuk menin­ gkatkan peran serta Satgas Hansip serta menyamakan persepsi di bidang pengamanan. Untuk itu, diadakan pembinaan dan pelati­ han Satgas Hansip yang dibina dan dilatih langsung oleh Ban­ binkamtibmas, Babinsa dan dari Kelurahan. Penertiban adminis­

Sudut Pandang

27 oktober - 2 November 2014

trasi penduduk pendatang juga terus dilakukan. Ayu Arya Tustani sadar betul tugasnya cukup berat. Karena itu, komunikasi dan koordinasi antara staf dan pimpinan dijaganya dengan baik. “Kami bekerjasama dengan kepala lingkungan dan kepala dusun,” ucapnya. Sebagai kaum hawa yang dipercaya memegang jabatan, ia tak menampik kemampuan­ nya sempat diragukan. “Jika kaki laki-laki dan perempuan ber­ jalan bersama, jadi seimbang,” ujarnya bijak. Namun sejauh ini, istri I Ketut Arsana, S.Sos. yang membawahi 11 staf ini mengaku belum menemui kendala berarti. Semua bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Namun, meski sudah ada tupoksinya masing-masing, semua staf harus mengetahui semua tugas, minimal secara umum. Dalam artian, ke­ tika ada salah seorang staf tidak ada di tempat, staf lainnya bisa menggantikan tugasnya, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar. Demikian halnya dengan ke­ hidupan rumah tangganya, suami dan putranya memahami tugasnya sebagai abdi masyarakat, yang terkadang harus bekerja juga di luar jam kerja. “Yang terpenting tetap ada komunikasi. Baik untuk urusan dengan keluarga maupun dalam urusan kerja, seberapa besar pun permasalahan, komu­ nikasi itu penting, agar di kemu­ dian hari tak terjadi salah paham, saling kaden,” tandasnya. –Inten Indrawati

19

Buat Status Berbahasa Inggris lebih Keren? Saat ini model bahasa gaul menjangkiti bangsa I­ndonesia. Penggunanya mulai dari anakanak, remaja bahkan orangtua. Orang kadang tak sadar kerap ikut menggunakan bahasa gaul. Bagaimana menyikapi fenomena bahasa gaul ini?

M

enurut Ni Nyo­ man Krisna Kuma­ layani, S.S., Duta Bahasa Bali dan Nasional tahun 2010, pengembangan, pembinaan, perlindungan Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan tugas dari Badan Pengembangan dan Pem­ binaan Bahasa (di Provinsi Bali dikenal sebagai Balai Bahasa). Namun, tidak

semua tanggung jawab ini dibebankan kepada Balai Bahasa. Fenomena In­ donglish (Indonesia campur English) muncul dikarenakan adanya banyak faktor. Perempuan yang akrab disapa Kumala ini menambahkan kesadaran berbahasa yang baik harus berawal dari diri sendiri. Kumala mengaku sebisa mungkin menjauhi penggu­

naan bahasa “alay” tersebut. Bahasa yang digunakan oleh seseorang akan mencerminkan karakter orang ter­ sebut. Ketika kita menggunakan ba­ hasa yang baik dan benar, bukan ba­ hasa alay, maka ia akan terhindar dari cap anak alay yang mengikuti zaman dan sekaligus menunjukkan karakter yang baik di mata masyarakat. Cara lain mengatasi fenomena ini, adalah dengan memberi pengertian yang lebih mendalam akan penting­ nya berbahasa yang baik dan benar, menanamkan sikap cinta bahasa sendiri pada anak-anak atau remaja dengan berbagai cara, contohnya mengadakan lomba puisi dan lain-lain. Yang paling penting dimulai dari diri sendiri. Pilihan kata dan penggunaan bahasa seseorang ketika bertutur

Bahasa Gaul hanya Sementara

Gusti Ayu Made Suryani memakai topi dan tas daur ulang

Luh Oka Ayu Arya Tustani, S.E.

Kawasan Renon dikenal seba­ gai kawasan elit, tetap saja masalah sampah masih menjadi hal yang memerlukan penanganan ekstra. Karenanya Lurah Renon, Luh Oka Ayu Arya Tustani, S.E. fokus ke­ pada kebersihan lingkungan. Ia mengaku lahan-lahan kosong yang kepemilikannya tidak jelas, kerap dijadikan

27 oktober - 2 November 2014

Saat ini, remaja sering sekali menggunakan bahasa gaul di­ antara mereka. Kadang, bahasa gaul hanya bisa dimengerti teman sebaya. Berbahayakah untuk perkembangan Bahasa Indonesia ke depan? Menurut guru Bahasa Indo­ nesia SMAN 8 Denpasar, Drs. I Gusti Ketut Tribana, M.Hum., walaupun para remaja suka ber­ bahasa gaul, kondisi itu tidaklah perlu dikhawatirkan. “Bahasa gaul yang mereka gunakan hanya un­ tuk pergaulan atau bersosialisasi. Sementara, untuk kepentingan akademis, mereka pasti kembali ke tatanan bahasa Indonesia yang benar,” ujar Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum ini. Ia menegaskan bahasa gaul sifatnya sementara. Bahasa gaul akan hilang sendirinya, bersama dengan waktu para remaja yang meningkat menjadi dewasa. “Sama halnya dengan bahasa bayi. Setelah beranjak besar, bahasa tersebut pasti akan hilang den­ gan sendirinya,” kata guru yang juga seorang penulis buku ini. Tribana menilai, kondisi perkembangan bahasa gaul para remaja tak ubahnya seperti dialek atau variasi, seper­ti Bahasa Indonesia yang juga memiliki banyak variasi dan dialek. Remaja memang tidak bisa meng­ hindari bahasa gaul ini karena lebih mudah diterima dengan teman sebaya sekaligus juga mengakrabkan diri mereka. Ia menegaskan, perkembangan bahasa gaul diantara remaja tidak perlu dikhawatirkan. Bahasa Indonesia disebut sebagai mata pelajaran yang gampang. Namun, mengapa masih menjadi momok dan sempat menjadi “mesin pembunuh” UN tahun 2009-2010? Tribana mengakui, bahasa Indonesia memang per­ nah menjadi “mesin pembunuh” UN tahun 2009-2010. Namun, beberapa tahun terakhir, sudah tidak lagi. Cuma, kata Tribana, tidak ada nilai 10. “Saya sudah menganalisa mengapa tidak ada siswa yang mendapatkan nilai 10. Penyebabnya, karena ada beberapa soal sastra yang multitafsir. Artinya, kunci jawaban sesuai dengan versi si pembuat soal, karena soal multitafsir memungkinkan, ada beberapa jawaban. Dari analisa saya, 17 soal sastra, ada 8 multitafsir,” kata Tribana. Untuk menyiasati masalah ini, para guru sudah memberikan latihan-latihan ekstra untuk menjawab soal khusus multitafsir. Namun, sering terjadi, siswa menjawab dengan cara spekulasi, sehingga kadang ada yang benar. Terkait fenomena anjloknya nilai Bahasa Indonesia dalam UN, menurut pengamatan Prof. Dr. I Nyoman Suparwa, M.Hum, ini dikarenakan pandangan anak muda sekarang, belajar Bahasa Indonesia hanya untuk bisa mengerjaan soal. Pemahaman mereka tentang tata bahasa tidak begitu mendalam, targetnya adalah nilai. Dalam Bahasa Indonesia, soalnya tingkat mahir. Jika sedikit saja soal-soalnya diubah, anak-anak sudah bingung. Berbeda dengan Bahasa Inggris, yang biasanya pemahamannya tentang teks, itu-itu saja. Sebenarnya, seperti kata pengamat bahasa Indo­

nesia, Jus Badudu, bahasa Indone­ sia itu gampang-gampang susah. Gampangnya, karena semua orang mampu berbahasa Indonesia. Susahnya, terletak pada struktur karena masih banyak para ahli yang mempertentangkan tata bahasa baku Indonesia. “Kami para guru hanya mengikuti anjuran Pusat Bahasa, agar kami ada pegangan. Kami tidak bisa mengikuti semua para ahli bahasa,” kata Tribana. Menurutnya, kendala selama ini, para siswa tidak khusus mem­ pelajari bahasa. Disamping itu, kendala lain, soal ejaan. Guru bahasa Indonesia sering meng­ ingatkan untuk memakai ejaan yang benar. Sementara, guru mata pelajaran lain, tidak mau tahu. Mungkin karena bukan bidangnya atau memang gurunya yang tidak memahami ejaan Bahasa Indonesia yang benar.-Wirati Astiti

Kumala

akan menunjukkan tingkat kualitas orang tersebut. Sebagai orang yang berpendidikan, sudah sepantasnya generasi muda mampu menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan be­ nar. “Banyak orang yang salah men­ gartikan dan mengira tiap saat kita harus menggunakan Bahasa Indonesia ragam baku, tampak formal dan tidak luwes dalam berkomunikasi sehingga lebih banyak menggunakan istilah asing yang dipadukan dengan Bahasa Indonesia,” lanjut mahasiswi S2 Lin­ guistik Universitas Udayana ini. Menurutnya penghargaan atau apresiasi perlu juga diberikan dari lembaga bahasa untuk memberikan semangat dan memacu generasi muda untuk meningkatkan kesadaran berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Lomba-lomba seperti lomba puisi, cerpen atau lomba mengeja, ataupun salah satunya dengan pemi­ lihan Duta Bahasa telah cukup efektif melahirkan generasi muda yang peduli dan cinta Bahasa Indonesia, termasuk saya,” katanya tertawa Kumala juga menyatakan pernah melakukan sebuah penelitian kecil tentang bahasa di sosial media untuk

tugas kuliahnya. Dari 100 kuisioner, 78 orang mengaku menggunakan ba­ hasa asing untuk menulis status (update status) di sosmed-nya (twitter, FB dan BBM). “Alasannya beragam. Ada yang mengatakan merasa lebih percaya diri kalau memakai Bahasa Inggris, kesannya keren dan pintar. Ada yang memang hanya ikut-ikutan tren dan ada yang ingin melatih bahasa asingnya. Sungguh alasan yang aneh namun inilah yang terjadi ,” ucapnya Begitu juga dalam percakapan sehari-hari, dikatakan oleh Runner Up 2 Putri Pariwisata Indonesia 2012 ini banyak kaidah-kaidah bahasa yang kurang tepat yang sering digunakan sehingga kita menganggap kaidah tersebut merupakan kaidah baku. Bahasa Indonesia memang diguna­ kan dalam komunikasi sehari-hari, tetapi tidak mudah untuk memahami kaidah-kaidahnya, sehingga bahasa Indonesia tidak sepantasnya kita pandang sebelah mata dan harus kita jadikan prioritas ketika belajar. Faktor yang memengaruhi perkembangan bahasa gaul ini kata Kumala akibat arus penyebaran informasi yang cepat dan mudah, penggunaan sosial media yang tidak terkontrol dan kurangnya penga­ wasan dari orangtua, pendidik dan pihak yang berwenang. Tetapi hal yang paling memengaruhi adalah kurangnya rasa cinta dan rasa bangga menggunakan Bahasa Indonesia. Untuk mengatasi perkembangan dan pemakaian bahasa gaul terhadap remaja yang memerlukan peng­akuan, Kumala mengatakan perlu diberikan pemahaman bahwa ukuran keren, ukuran “gaul”, ukuran untuk diterima oleh lingkungan bukan dari mengikuti apa yang sedang menjadi tren. Me­ nelan bulat- bulat tren yang sedang berkembang tanpa memilah apakah hal tersebut benar atau tidak adalah sesuatu hal yang kurang baik. - Sri Ardhini

Utamakan Kenyamanan Berkomunikasi Banyak kalangan ketar-ketir melihat budaya berbahasa Indonesia anak muda sekarang yang kebablasan. Dengan bahasa “gaul” mereka, dikhawatirkan ke depannya bahasa Nusantara kita tergeserkan dengan bahasa dan istilah-istilah asing. Fenomena ini juga ditangkap Guru Besar Jurusan Bahasa Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Udayana, Prof. Dr. I Nyoman Suparwa, M.Hum. Menurut pengamatannya, anak muda sekarang kurang peduli dengan penggunaan Bahasa Indonesia yang benar dan baik. Bahasa Indonesia yang “benar” dituntut dalam bahasa tulis ilmiah dan bahasa aka­ demik. “Diperlukan kemampuan berbahasa baku. Dalam hal ini, yang dipentingkan adalah unsur ‘benar’nya. Seperti, pada penulisan skripsi, tesis, atau saat berpidato dan berdis­ kusi,” ujarnya. Sementara, Bahasa Indonesia yang “baik” bisa dipakai dalam bersosialisasi di masyarakat, disesuaikan dengan norma-norma. “Dalam pemakaian bahasa akademik, ‘benar’ yang dipentingkan. Sedangkan di masyarakat, ‘baik’ yang dipentingkan, baru dilihat kaedah penggunaan bahasanya,” tegasnya. Prof. Suparwa mengatakan anak muda sekarang cend­ erung mementingkan penggunaan Bahasa Indonesia yang mereka anggap nyaman, dengan teman sebaya, yang se­ suai dengan kehidupan mereka. Seperti, bahasa-bahasa gaul yang mereka tulis dalam SMS, BBM, FB, email, dll. “Dalam komunikasi dengan teman sebaya secara lisan, lebih mementingan kenyamanan berkomunikasi,” tegasnya. Kebiasaan berbahasa lisan itu sering dipakai juga dalam bahasa tulis. Fenomena inilah yang sebenarnya keliru dalam pemakaian bahasa. Karena, prinsip berbahasa haruslah digunakan sesuai dengan ragam bahasa. “Tuntutan berbahasa tulis dan berbahasa akademik, mementingkan unsur benarnya. Di sini diperlukan

kemampuan berbahasa baku,” ucapnya. Dalam berbahasa yang benar/baku, sudah ada aturan-aturan yang dibuat dan ada dalam Bahasa Indonesia. Mulai dari tata tulis, ejaan yang berpedoman pada EYD (Ejaan Yang Dis­ empurnakan), gramatika/tata bahasa yang dimuat dalam tata bahasa baku Bahasa Indonesia, bentuk kata baku-tidak baku yang termuat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dan pedoman umum pembentukan istilah Bahasa Indonesia sebagai pedoman masuknya istilah asing dalam Bahasa Indonesia. “Pedoman-pedoman inilah yang kurang diperhatikan, kurang dicermati, dan kurang dipelajari dalam pemakaian Bahasa Indonesia,” jelas dosen S-2 Linguistik Pascasar­ jana Udayana ini. “Jadi, tak perlu khawatirkan anak muda berbahasa gaul, sepanjang mereka sadar pe­ makaiannya sebatas pergaulan sehari-hari secara lisan dan informal,” tegasnya. Ia mengingatkan ketika menggunakan bahasa untuk berpidato atau menulis ilmiah, harus mempergunakan ragam baku. “Jika ini keliru, ini yang dikhawatirkan,” ujarnya. Tugas pemerhati bahasa, harus mengingatkan bahwa ba­ hasa dipergunakan sesuai situasi. Anak muda harus dibekali pemaham­an penggunaan bahasa benar dalam tulisan ilmiah, berpidato, atau berbahasa lisan formal. Dalam konteks di koran, jika ilmiah, harus memakai bahasa benar dan baku. Jika berbentuk sastra, bisa menggunakan ragam bahasa sastra. Hal ini pun telah ditempuh Jurusan Sastra, dengan menggelar kegiatan-kegiatan minimal tiap tahun pada Bulan Bahasa. Seperti, penyuluhan Bahasa Indonesia untuk guru-guru SD-SMP-SMA, lomba menulis naskah dan berpidato dalam Bahasa Indonesia, berdiskusi, dan pelatihan jurnalistik. Mahasiswa juga diberikan kuliah Bahasa Indonesia sebagai mata kuliah kepribadian (dulu MKU/Mata Kuliah Umum), karena Bahasa Indonesia adalah penanda kepribadian. –Inten Indrawati


Nine

20

27 Oktober - 2 November 2014

Halimah

Racik Lo’i Monca dengan Doa Khusus

27 Oktober - 2 November 2014

D

Halimah

bedak dingin tradisional ini. Halimah menjadi salah seorang dari tidak banyak lagi orang yang melestarikan pembuatan obat dingin tradisional ini sehingga tradisi merawat kulit secara tradisional setidaknya bagi para perempuan di kampung tempatnya tinggal, masih dilakukan. Dengan masih berproduksinya pembuatan bedak dingin ini, tentu saja karena masih adanya permintaan akan hal itu. Sejauh ini, bedak dingin tradisi­ onal dianggap mampu merawat dan menjaga kulit dari sengatan matahari sehingga kulit tidak rusak sama sekali. Bayangkan saja, jika

Bedak dingin yang akan dijemur sebagai bagian dari pengawetan alami

tidak memakainya, sinar matahari membakar kulit hingga berjamjam dalam sehari dan berhari-hari selama musim tanam dan panen. ”Bedak tradisional ini menyimpan khasiat untuk merawat dan menghaluskan kulit karena terbuat dari berbagai tanaman obat layaknya jamu, seperti kunyit, temulawak, bangle, tepung beras, cengkeh, kencur, pala, jeruk nipis, santan kelapa, daun jarak, dan yang biasa mereka sebut tawoa, serta lo’i masa,” kata Halimah. Cukup lengkap memang. Halimah membuat bedak di­ ngin ini dengan resep yang diperolehnya secara turun-temurun. Bukan resep sembarang resep, melainkan warisan nenek moyang dari para pembuat lo’i monca. Dan, rupanya juga tidak sembarang orang bisa membuatnya, mengingat ada ritual-ritual kecil yang menyertai setiap proses pembuatannya, seperti pembacaan doa-doa khusus sebagai syarat yang pernah dilakukan oleh nenek buyut Halimah dulu. “Setidaknya, lewat doa-doa itu, saya mengirim energi positif untuk siapa pun yang memakai bedak dingin, semoga senantiasa bercahaya,” kata Halimah. Selain itu, proses pengerjaan yang juga tidak bisa dikatakan sederhana, membuat tidak banyak orang yang bisa melakukannya kecuali yang memang telah memiliki resep secara turun temurun.

Seorang lelaki datang menemui Guru Mangku Hipno, wajahnya nampak sedih, cemas, ragu, lemas, tak percaya diri, sungguh mencerminkan adanya tekanan super berat. Matanya menatap kosong tanpa gairah, “Tolong saya Guru, ubah diri saya Guru, bangkitkan hidup saya. Saya memiliki puluhan masalah yang tak mampu saya pecahkan” katanya memelas dengan nada sedih. Perjalanan panjang hidupnya dilalui dengan kegagalan. Sakit, masalah pribadi, keluarga, rezeki, dan pekerjaan, selalu ada rintangan. Putus asa dan stres selalu menjadi bagian hidupnya. Pergi ke orang pintar, melukat, duduk berjam jam bersila mencari penyelesaian masalah, ikut pelatihan ini itu, punya banyak sertifikat belajar, dan puluhan ritual lainnya termasuk disuruh melakukan beberapa ritual yang tak masuk akal sudah menghabiskan warisannya namun masalahnya tidak pernah terselesaikan.

Byang Mangku Hipno

Gadis-gadis Bima memakai bedak dingin untuk merawat kulit terutama saat pergi ke sawah

Tidak ada ukuran yang pasti dari masing-masing bahan tradisi­ onal tersebut melainkan karena keahliannya itu, Halimah mampu membuat racikan bedak dingin yang pas seperti yang dikenal selama ini. Kunyit, temulawak, bangle, kencur dan tawoa diiris setipis mungkin lalu dijemur hingga benar-benar kering. Kalau irisan agak tebal penjemuran bisa berlangsung selama tiga hari, namun jika tipis sekali, penjemuran cukup sehari di bawah panas matahari yang terik. Setelah irisan tersebut benar-benar ke­ ring, Halimah lalu mencampurnya dengan sejumput cengkeh, sedikit pala dan lo’i masa (sejenis tawas). Lalu, dengan cekatan ia menumbuknya hingga halus atau digiling. Kemudian ia menjemur kembali hingga kering. Beras yang sudah dicuci hingga benar-benar bersih, direndam sejenak dan ditiriskan lalu digiling menjadi tepung beras. Untuk setiap 3,5 ons tepung rempah dan jamu tadi ditambah dengan 3,5 ons tepung beras yang dicampur hingga benar-benar rata. ”Semua ukuran bahan harus proporsional,” ungkapnya.

Merawat kulit ala gadis Bima dengan bedak dingin tradisional, Lo’i Monca.

Kemudian, daun jarak ia tumbuk untuk diambil air perasannya yang sudah disaring. Secukupnya saja, untuk dimasukan ke dalam santan kelapa yang ditambah sedikit kunyit yang nanti akan dipakai untuk mencampur keseluruhan bahan. Santan yang dipakai diambil dari satu kelapa yang sudah dicampur dengan air perasan jeruk nipis sebanyak 5 biji untuk tiap kilo gram bahan. Kemudian semua bahan, tepung rempah dan jamu, tepung beras, dan air campuran (santan, jeruk nipis dan daun jarak) tadi diaduk hingga kalis. Setelah itu ia membuat bulatan-bulatan kecil yang kemudian di jemur kembali hingga kering. “Semakin kering dan keras, semakin lama bisa disimpan. Bahkan bisa bertahan hingga setahun,” kata Halimah. Demikian pula dengan bubuk atau tepung rempah dan jamu tadi, usai digiling bisa dijemur lagi hingga kering agar bisa di­ simpan dalam waktu yang lama. Begitu dibutuhkan, bisa langsung dicampur dengan tepung be­ras dan santan. “Jadi, tidak per­lu mengulang mengiris bahan­-bahan dasarnya,” katanya. Bulatan­bulatan lo’i monca, semakin lama warnanya semakin mengu­ning. Dan, bisa dikatakan bedak tradisi­ onal ini sulit rusak karena terbuat dari ­bahan-bahan alami dan pro­ ses yang alami pula. Dalam setiap proses pencampuran bahan-bahan tadilah, doa-doa khusus mengalir dari bibir Halimah. Doa khusus yang dirahasiakannya sebagai warisan turun-temurun ini pun ternyata tidak bisa dibagi kepada yang lain. Keturunan berikutnya­ lah yang akan mewarisi doa-doa tersebut. Kini, Halimah masih melestarikan pembuatan lo,i monca sebagai warisan nenek moyang orang Bima. -Naniek I. Taufan

5

Raih 100% Peluang Sukses dengan Hypnosis

Di bawah sinar matahari yang terik, Halimah meratakan bundaranbundaran kecil di atas sebuah nampan bambu, di halaman rumahnya di Desa Rato, Sila Bima. Ia tengah menjemur bedak dingin atau masker tradisional khas masyarakat Bima, yang disebut lo’i monca. Telapak tangannya terlihat berwarna kuning bekas kunyit. Dan warna kuning di telapak tangannya itu selalu terlihat sejak ia rajin melestarikan masker tradisional ini. i masa yang mo­ dern dan semua serba instan, termasuk kosmetik sebagai pelindung dan penghalus kulit bagi kaum perempuan yang sangat mudah diperoleh, tidak membuat Halimah melupakan kebiasaan membuat masker tradisional ini. Di rumahnya, tampak cukup banyak masker tradisional berwarna putih dan kuning yang disimpan dalam keadaan kering dengan bentuk bulat-bulat kecil. Selain tersimpan dalam toplestoples, nampan (yang masih harus dijemur), ada juga yang sudah dibungkus dalam ukuran kecil dengan jumlah bundarannya 20 biji. Satu bungkus biasanya dijual Rp 500. Ia telah mempunyai langganan yang cukup banyak yang berasal dari Dompu, Kota Bima, Donggo dan beberapa desa lainnya, baik untuk dipakai sendiri maupun dijual kembali. Bedak dingin ini tidak saja laku pada saat musim tanam dan panen melainkan juga setiap hari. Nyatanya, menurut Halimah, tidak pernah sekali pun ia berhenti membuat lo’i monca. “Begitu persediaan habis, saya membuat lagi untuk stok beberapa bulan,” ujar perempuan (50), berkulit halus ini.”Lo’i monca dipakai untuk melindungi wajah dari panas sinar matahari,” kata Halimah. Tidak banyak memang orang yang masih membuat dan menjual

Inspirasi

Guru Mangku Hipno

I

tu cerita dulu, sekarang hidupnya bahagia. Satu persatu semua berubah, mulai dari mendapat jodoh, lalu memiliki keturunan, kesehatannya pulih, usahanya berkembang baik dan sukses, memiliki keberlimpahan harta dan kasih sayang. Semuanya berawal dari satu kata “HYPNOSIS”. Dengan hypnosis, Guru telah berhasil merevolusi mentalnya, mendobrak “mental block”-nya, mengubah pola hidupnya dan memberikan pencerah­ an jiwa yang tersimpan di area bawah sadarnya. Itulah dahsyatnya hypnosis Brahmakunta yaitu ilmu hypnosis ala Bali yang menggabungkan ilmu hypnosis modern dengan ilmu hypnosis tradisional Bali yang dikenal dengan sihir “vedic” sehingga semua yang tak mungkin bisa menjadi mungkin. Ilmu ini dikembangkan Guru Mangku Hipno dan sudah menyebarkannya ke seluruh wilayah Indonesia bahkan sampai ke mancanegara. Ilmu ini telah berhasil mengubah ribuan orang yang mempelajarinya “from zero to hero” dalam waktu sangat singkat karena metodenya sangat sederhana, yaitu penyadaran, penguatan, penguasaan dan inspirasi akan muncul dari tempat yang selama ini Anda tak pernah bayangkan. Pe­ nguasaan ilmu hypnosis dengan teknik ini hanya membutuhkan waktu 10 s.d. 15 menit dengan tingkat keberhasilan menguasai ilmu hypnosis ini sampai

98%. Bahkan banyak instruktur dan praktisi hypnosis dan hypnotherapy di Bali yang sudah memiliki banyak gelar kaget saat mengetahui dan melihat kecepatan teknik ini dan akhirnya ikut bergabung mempelajari teknik ini lalu menggunakannya saat dia meng­ ajarkan dan mengadakan seminar hypnosis kepada muridnya. HYPNOSIS CARA TERCEPAT UNTUK BERUBAH DAN SUKSES Sesungguhnya tiap manusia memiliki peluang hidup bahagia yang sama dalam kehidupan ini karena Tuhan maha adil. Namun, banyak yang tidak menggali kekuatan dan potensi yang sudah Tuhan berikan didalam pikiran, perasaan, dan tubuhnya. Yang membedakan seseorang akan berhasil menjalani hidup bahagia ataupun tidak, dapat kita lihat dari dua hal, yaitu bagi mereka yang akan menuai bahagia tentu menjalani setiap detik perputaran waktu dan perubahan dengan penuh rasa syukur. Namun, bagi mereka yang akan gagal bahagia setiap saat hidupnya hanya berisikan keluhan-keluhan. Maka untuk memantapkan rasa syukur dan mengakhiri segala keluhan kami akan membantu Anda membangkitkan segala potensi yang dimiliki dengan memberdayakan area bawah sadar anda. Area bawah sadar ini adalah sebuah wilayah di hati yang bersifat quantum dan dirindukan oleh pencari kebahagiaan dan pencinta kesuksesan. Area ini diyakini berisikan segala kebutuhan hidup manusia, bagai mata air sumber kecukupan alam semesta. Bahkan para ahli sering menyebutkan wilayah ini sebagai zero point field, uni-

fied field, collective unconscious, divine matrix. Area ini bisa diakses oleh manusia melalui kunci rahasia yaitu hati yang iklas dan rela berserah kepada Sang Pencipta dan rileksasi lepas memasuki alam sad guru saat menuju dan memasuki area bawah sadar. Intinya adalah jika Anda selama ini gagal berubah atau merubah diri menuju kebaikan, kesehatan, kesukses­ an, keberlimpahan dan kebahagiaan, kami ajarkan Anda menemukan solusi­ nya sendiri dengan memperkenalkan metode self hypnosis dan bagaimana berpraktek hypnosis sehingga mampu membuat orang orang sekitar Anda, di rumah, di tempat kerja, di dalam kelompok mengubah dirinya sendiri. Dengan mempelajari dan mengikuti pembelajaran ini ada ratusan keuntungan yang akan didapatkan yang semuanya bersumber pada satu titik penting yaitu bagaimana mengeloa area bawah sadar yang merupakan pemicu awal terjadinya semua tindakan dan pembuka jalan menuju jalur tepat arah keberhasilan. Jika selama ini Anda hanyalah menjadi penonton yang penasaran sebuah pertunjukkan hypnosis di beberapa stasiun TV nasional dan internasional, jika selama ini Anda hanyalah penonton sebuah proses perubahan seseorang menjadi sukses, jika selama ini Anda belum mengenal bagaimana proses hypnosis terjadi dan banyak pertanyaan lainnya, inilah saatnya Anda berada didalamnya, kuasai hypnosis untuk apapun yang Anda cita citakan, Anda juga akan terkaget-kaget saat mengetahui bahwa tiap hari Anda telah melakukan penghypnotisan kepada orang lain dalam skala ringan. Kini saatnya Anda yang melakukannya. Ikuti seminar terdahsyat kami “100% MENJADI PENGHYPNOSIS UNTUK KESUKSESAN DIRI” diajarkan langsung oleh pakar Hypnosis Hypnotherapi yang sudah memiliki pengalaman mengajar di seluruh wilayah Indonesia bahkan sampai ke mancanegara GMH KG SUATMAYASA SH., CH., CHt., MNNLP atau yang dikenal dengan nama panggilan GURU MANGKU HIPNO. Disamping sebagai pakar hypnosis dan hypnotherapy, Guru Mangku Hipno juga dikenal sebagai spiritual psikologi motivator dan pencapaian, profesional healer, pakar prana dan palmistri, pencerah jiwa soul illumination, pinandhita dan pengiring Hyang Tridewa Brahma, Wisnu dan Iswara. GMH atau Guru Mangku Hipno juga merupakan Pinisepuh Komunitas Brahmakunta Supranatural dan Spiritual Modern Center yaitu pusat pembelajar­an, pelatihan spiritual, penyembuhan prana dan Heado Theta, pembentukan karakter dan revolusi mental yang membuka praktek di Brahmakunta Center tiap hari dari pukul 10.00 s.d. 17.00 di Perumahan Gunung Sari Indah, Jln. Tukad Buana 1/61 Kebo Iwa Utara, Denpasar Bali, 0361-8442823, 0361-7112404, Pin BB 7FB63D85, FB : Guru Mangku Hipno. HYPNO BEAUTY BANGKITKAN INNER BEAUTY Setelah seminar tentang hypnosis maka sesi kedua akan diadakan juga seminar tentang “hypno beauty” yang

akan membahas tentang rahasia membangkitkan kecantikan yang tersembunyi dalam jiwa yang selama ini gagal dimaksimalkan sebagai potensi peraih keberhasilan, kesuksesan dalam meraih tujuan kehidupan. Seminar ini akan membangkitkan peluang sukses sebagai wanita yang cerdas, fokus dan penuh percaya diri sehingga mampu menemukan potensi diri, memberdayakan diri, mengubah pola pikir dan pola rasa serta pola tindak yang diharapkan mampu mengubah diri, pasangan, keluarga, lingkungan bahkan mampu mengubah dunia. Sesungguhnya tiap wanita layak mendapatkan cinta kasih, pujian dan penghargaan sebagai cahaya bagi setiap keluarga. Karena dibalik sebuah kesuksesan setiap laki–laki tentu ada wanita cerdas dan tangguh disisinya. Namun, tak banyak wanita yang tahu dan menyadari bagaimana cara terbaik menjadi cahaya itu, maka kami akan berikan jalan terbaiknya, singkat, sederhana, namun penuh kejutan dan memberikan manfaat yang sangat luar biasa untuk bangkit kembali dari keterpurukan selama ini. Dengan metode hypno beauty yang kami miliki, kami akan berikan solusi atas segala masalah yang selama ini dihadapi dan tak pernah terselesaikan secara tuntas, seperti bagaimana menjadi cantik dan menarik luar-dalam, lahir-batin dan menemukan kecantikan yang holistik, murni tanpa polesan, tanpa mengubah fisik yang sudah dianugrahkan oleh Tuhan, tanpa biaya mahal namun memiliki daya tarik dan kecerdasan mengelola potensi diri secara dahsyat, bagaimana menghindarkan diri dari tekanan, stres, kebingungan, kecemasan, ketakutan, keterpurukan, kehilangan percaya diri, dan puluhan keluhan–keluhan yang sesungguhnya hanya membawa Anda ke arah kegagalan.

Kami akan tanamkan di area bawah sadar Anda bahwa dengan cantik lahir-batin sebagai wanita Anda mampu dan makin mantap dalam mewujudkan cita cita, meraih impian dan mengubah dunia Anda yang selama ini gagal berubah, gagal menjadi cantik, gagal menjadi sukses dan tak tahu harus kemana lagi dan berbuat apa lagi, inilah jawabanya. Ikuti seminar kami, maka ketika Anda datang dengan keluhan pasti pulang dengan senyuman dan kebahagiaan berbalut rasa syukur yang luar biasa. Kami akan membangkitkan empat hormon yang membawa keajaiban bagi hidup anda, yaitu hormon endorphine yang berfungsi membuat hati senang, ceria, semangat dan penuh motivasi; hormon encyphalein yang berfungsi untuk memperoleh ketenangan hati, lebih santai, rileks, nyaman dan jauh lebih focus; hormon beta endorphine yang bertugas untuk membuat hati tidak mudah putus asa, tidak cengeng, menjadi lebih percaya diri; dan hormon melatonine yang membuat mata lelah, mengatuk, malas, sayup akan teratasi. Hypno beauty dapat mengoptimalkan fungsi neuro transmitter sehingga jumlah hormon yang diproduksi dapat terjaga dan hippocampus (bagian penting dari otak yang terlibat mengatur, membentuk dan menyimpan memori) dapat cukup asupan. Karena hippocampus inilah yang memberi pelumas bagi neuron neuron otak. Hypno beauty merangsang otak untuk tersu­ gesti secara fisiologis. Hypno beauty ini akan diberikan langsung oleh AA SG INTEN SE.,CH, CHt., MNNLP yang biasa dipanggil Byang Mangku Hipno (BMH). Beliau adalah pakar hypno beauty ternama yang sudah sering menjadi narasumber serta melakukan terapi hypno beauty ke berbagai kota di Indonesia dan mancanegara.

SEMINAR DIADAKAN HARI MINGGU, 2 NOVEMBER 2014. TEMPAT : SANTOSA CITY HOTEL, JL PATIH JELANTIK NO 8 DENPASAR BALI (0361) 264741. HARGA TIKET UNTUK SESI HYPNOSIS HANYA Rp 995.000. HARGA TIKET UNTUK SESI HYPNO BEAUTY HANYA Rp 500.000 SEMINAR HYPNOSIS “RAIH 100% PELUANG SUKSES DENGAN MENGUASAI HYPNOSIS” MULAI PUKUL 14.00 S.D. 16.00 WITA. SEMINAR HYPNO BEAUTY “ PEMBANGKITAN INNER BEAUTY” MULAI PUKUL 17.00 S.D. 19.00 WITA UNTUK INFO DAN PEMESANAN TIKET HUB : CENTER BRAHMAKUNTA 0361 8442823, 7112404 JRO SWANDRA 085738818906 JRO PUTU ANTA 08563800133 JRO ABUK 085238640217 JRO AYUK 08123988724


Inspirasi

4

27 Oktober - 2 November 2014

Lingkungan Tentukan Masa Depan M i c h a e l Yo

Tumbuh dalam keluarga yang ‘broken-home’ tidak harus membuat orang terlarut dalam rasa frustasi dan terus menerus menyalahkan orang lain atas kondisi yang dialaminya. Sebab jika itu yang terjadi maka ia akan terus terpuruk dan bisa jadi akan sulit ‘bangkit’ kembali. Karena seperti ungkapan orang bijak, tidak ada yang bisa mengubah nasib selain orang itu sendiri.

M

ichael Yo, peng­ usaha muda yang tengah naik daun, pernah mengalami masa-masa kelam dalam hidupnya saat sang ayah pergi meninggalkan dirinya, adik serta ibunya. Keluarga yang tadinya harmonis tiba-tiba berubah menjadi kacau. Jadilah keluarga sederhana yang ditinggal kepala keluarga itu, hidup terseok-seok. “Keluarga kami menjadi amburadul kala itu,” ungkap Michael Yo membuka kisah hidupnya dalam sebuah seminar inspirasi dan motivasi , yang gelar di Jakarta beberapa waktu lalu. Walhasil, Yo pun tumbuh menjadi anak yang sangat introvert, minder. Ia tak punya ba­ nyak teman. Ia juga tak memiliki prestasi menonjol di sekolahnya. Sebalinya, ia banyak menghabiskan waktu dengan bermain game. “Saat itu saya merasa berbeda dari yang lain (anak-anak lain). Mereka bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan, saya tidak. Saya merasa hidup saya begitu tidak bahagia, hidup ini sungguh tidak adil,” ungkap pria kelahiran Jakarta 12 Februari. Beruntung, ia cepat tersandar. Ia tak mau dirinya terpuruk dan hanya menyesali keadaan dan terbenam dalam rasa frustasi berkepanjangan. Apalagi melihat keadaan ibu dan adiknya. Kalau bukan dia, siapa lagi yang akan membantu kehidupan mereka. Yo yang kala itu usianya masih belasan tahun, akhirnya diterima bekerja sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan. Ia memang tidak punya banyak pilihan. Ka­ renanya, meski pekerjaan itu hanya diganjar gaji setara UMR pun ia terima. Selain itu, ia juga memberanikan diri untuk terjun ke dunia bisnis. Bersama temantemannya ia pun mulai merintis bisnis. Ia memang tidak ingin menyerah, tak ingin hanya pasrah pada keadaan. Ia ingin menjadi orang yang berhasil. Karenanya Yo bekerja keras untuk mewujudkan itu. Di sisi lain, di tengah keterbatasannya, ia tak melupakan cita-citanya untuk kuliah. Namun dia juga sadar bahwa biaya kuliah tidaklah murah. Berbekal uang pinjaman, akhirnya Yo pun berhasil kuliah. Tapi tentu saja itu

tak cukup, maka ia pun berupaya mengejar beasiswa. BERANI MELANGKAH Dengan motivasi tinggi, dan kerja keras yang luar biasa, upa­ yanya tidak sia-sia. Berkat nilainilai tinggi yang dicapainya, beasiswa yang diidamkannya pun berhasil dicapai. Tidak hanya itu, ia juga berhasil menyelesaikan kuliahnya. “Puji Tuhan, saya berhasil lulus sebagai sarjana ekonomi,” ungkap Yo yang juga aktif sebagai motivator di berbagai seminar inspirasi dan motivasi. Perlahan hidupnya berubah. Bisnis yang dirintisnya bersama teman-temannya pun membuahkan hasil. Padahal sebelumnya, aku Yo, ia banyak mendapat ejekan dan penolakan dari orangorang sekitar. Namun katanya, penolakan itu tidak membuatnya lemah, justru sebaliknya menjadi motivasinya semakin kuat, tekadnya semakin membaja untuk membuktikan dirinya dapat mencapai kesuksesan. Motivasi yang kuat diiringan kerja keras, dan tentu saja doa, Michael Yo berhasil menggapai mimpinya menjadi orang sukses. “Itu semua terjadi (kesuksesan) karena saya berani memngambil tindakan,” tandas Yo yang kini memiliki sejumlah perusahaan, di antaranya; event organizer, tour and travel dan IT & Desain. Bahkan salah satu perusahaannya yang bergerak dalam bidang training, bukan hanya berkiprah di dalam negeri namun merambah hingga ke Melbourne, Australia. Ia juga membangun sekolah bisnis dan komunitas bisnis untuk remaja usia 12-19 tahun. Menurut Yo, dari pengalaman hidupnya ia mencatat berberapa hal penting yang merupa­kan jalan menuju ke­suksesan.

Michael Yo

Salah satunya adalah, jika kita ingin hidup kita menjadi luar biasa maka kita harus bergaul de­ngan orangorang luar biasa (sukses) pula. Karena dari orang-orang luar biasa ini kita bisa menimba banyak ilmu. “Percaya pada saya, lingkungan menentukan hidup kita di masa depan,” tandasnya. Jangan bergaul dengan orang atau lingkungan yang memberi pe­ ngaruh negatif bagi kehidupan kita. “Sebagai misal, Anda baru keluar dari seminar dengan motivasi yang tinggi. Namun di jalan bertemu teman, dan ia bertanya Anda dari

mana. Ketika Anda menjawab, baru pulang dari seminar, si teman ini pun langsung mencela Anda. Lalu Anda bertemu teman lain. Ketika Anda mengungkapkan keinginan untuk terjun ke bisnis fashion, dia pun lantas berkomentar bahwa itu bisnis yang sulit dan Anda tidak akan bisa melakukannya. Nah, itu ‘sampah’. Ketika Anda goyah, apalagi jika langkah Anda menjadi surut karenanya, berarti ‘sampah‘ itu berhasil masuk pada Anda,” tutur Yo yang mengibaratkan pe­ ngaruh buruk yang dibawa teman Anda itu sebagai ‘sampah’. Menurutnya, lingkungan yang baik atau lingkungan yang positif adalah lingkungan yang ‘menjaga’ kita tetap positif. Lingkungan yang positif adalah lingkungan yang selalu menolong kita biarpun kita dalam keadaan yang tidak me­ng­ enakkan sekalipun. “Lingkungan yang positif adalah lingkungan yang saling mendukung untuk kemajuan,” tambahnya. Selain itu, ungkapnya lagi, kita juga memerlukan mentor. Hal ini sangat penting. Terkadang dalam melangkah kita tidak tahu apakah langkah kita benar atau salah. Kita tidak sadar dimana kesalahan kita. Kita tidak tahu apakah sudah ber­

ada di jalan yang tepat atau tidak. “Inilah pentingnya mentor. Dengan adanya mentor, kita tidak perlu mengalami kegagalan-kegagalan yang sia-sia. Kita akan diberi tahu jalan yang tepat itu seperti apa, ia akan memberi tahu kita. Itulah fungsi mentor,” ungkap Yo lagi. Di bagian lain ia mengungkap ada empat hal dasar untuk mencapai keberhasilan. Hal pertama adalah ‘profesional’. Orang profesional adalah orang yang selalu mengerjakan apapun dengan sebaik-baiknya, meskipun , misalnya, bidang yang dikerjakannya itu kurang dia sukai. Ini berlaku untuk semua bidang, bukan hanya bisnis, tapi juga bidang pekerjaan lainnya. Hal kedua adalah finansial. Yang dimaksud finasial sukses adalah kemampuan mengelola keuang­ an dengan baik. “Pengelolaan financial ini penting. Banyak orang yang mempunyai perusahaan, tapi ternyata uang perusahaannya dan uang pribadinya digabung, ini tidak baik. Dalam hal pengeluaran membeli barang, misalnya. kita membeli barang bukan berdasarkan kepentingan tapi berdasarkan keinginan,” jelasnya. Hal ketiga adalah people sukses. Maksudnya adalah bagaimana kita bisa berkomunikasi dengan bagus, bagaimana bisa bekerja sama de­ ngan orang lain dengan bagus. Hal keempat adalah personal sukses. “Apakah kita sudah mempunyai goal dalam hidup, apakah kita sudah mempunyai tujuan dalam hidup. Lalu, bagaimana dengan karakter kita, bagaimana dengan attitude kita, bagaimana personal kita, dll”. –Diana Runtu

Mandalika

27 Oktober - 2 November 2014

21

Kenali Sejarah di Museum Kunjungan ke Museum Negeri Nusa Tenggara Barat akhir-akhir ini menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kesadaran untuk memanfaatkan museum sebagai tempat belajar dan menambah wawasan tentang sejarah dan keberadaan serta identitas budaya bangsa, tampaknya mulai terasa. Museum telah dapat dimaknai sebagai tempat yang menyajikan cerita sejarah perjalanan peradaban dari sebuah kebudayaan bangsa yang dirasakan penting manfaatnya.

H

al ini ditunjukkan dengan angka kunjungan ke Museum Negeri NTB yang hampir mencapai target yang ditetapkan. “Target kunjungan Museum Negeri NTB tahun 2014 adalah sekitar 100.000 pengunjung. Angka kunjungan selama bulan Januari hingga September telah mencapai sekitar 70.000 pengunjung,” ungkap Drs. Hafid, MM., Plt. Kepala Museum Negeri NTB. Meningkatnya kunjungan tersebut tidak lepas dari upaya pemerintah daerah yang terus menatanya dengan membuat suasana kunjungan yang menyenangkan dan berkesan. Seperti beberapa waktu lalu, kunjungan Dr. Hj. Siti Maryam Salahuddin, tokoh permuseuman asal NTB, berdiskusi dan memberi masukan kepada pihak museum tentang penataan dan revisi beberapa benda koleksi museum yang tidak sesuai dengan keasliannya. Salah satu yang saat itu diperbaiki adalah mengenai pakaian adat Mbojo yang di beberapa bagiannya diperbaiki sesuai aslinya sehingga tidak meninggalkan keaslian tradisi masyarakat Suku Mbojo Bima. Hal seperti inilah yang tengah diupayakan oleh Museum Negeri NTB. ”Kami akan bekerjasama dan mendatangkan ahli yang mengetahui benar tentang selukbeluk tradisi dan budaya NTB untuk membantu menata ulang koleksi museum sesuai keaslian tradisi dan budaya masyarakat Sasak Samawa Mbojo, salah satunya tentang koleksi pakaian adat,” kata Hafid. Semua dilakukan untuk benar-benar memak-

simalkan keberadaan museum bagi masyarakat. Bagaimana tidak, museum adalah cara yang paling pas untuk belajar tentang bagaimana latar belakang sejarah sebuah bangsa atau sebuah daerah lewat peninggalan-peninggalan kehidupan masa lampaunya dari koleksi-koleksi museum. Saat ini, Museum Negeri NTB menyimpan tidak kurang dari 7.698 koleksi yang terdiri dari 10 jenis koleksi seperti, geologika, filologika, biologi, etnografi, kesenian, sejarah, kramilogika, mata uang dan heraldika (tanda jasa, stempel dan lain-lain). ”Ko­ leksi tersebut merupakan koleksi nusantara, namun 99 persennya adalah koleksi daerah Nusa Tenggara Barat,” ujar Bunyamin, M. Hum., tenaga pelayanan inti Museum Negeri NTB. Koleksi-koleksi ini dapat memberikan gambaran tentang begitu kaya dan beragamnya suku bangsa Indonesia dengan bahasa dan budayanya, khususnya Nusa Tenggara Barat. Dituntut

kepedulian untuk melakukan pengelolaan museum karena ia berfungsi sebagai jembatan yang harus bisa secara aktif menjadi jendela budaya bangsa. Dengan begitu, orang akan dengan mudah mencintai dan membanggakan daerahnya karena paham bagaimana dahulu kala nenek moyangnya mencipta, berkarya dan membangun daerahnya dengan peradaban yang tinggi. Kecintaan dan kebanggaan pada kampung halaman, adalah ujung tombak keikhlasan dan kesungguhan dalam membangun daerahnya. ”Keberadaan museum bisa mengukur kemajuan suatu bangsa, merunut sejarah yang telah dilakukan suatu bangsa di masa lalu,” kata Dr. Hj. Siti Mar­ yam Salahuddin. Pengunjung Museum Negeri NTB terbanyak berasal dari dunia pendidikan, mulai dari TK hingga SMU. Selain itu kini telah banyak wisatawan asing yang juga mengunjungi Museum Negeri NTB. ”Sepanjang bulan Januari

Kegiatan pemeliharaan koleksi Museum Negeri NTB

Museum Negeri NTB

hingga September, kunjungan wisatawan asing telah mencapai sekitar 1.000 orang,” kata Hafid. Ke depan, menurutnya, museum akan lebih proaktif dalam meningkatkan kunjungan dengan konsep ”menjemput bola”, seperti bekerjasama lebih intensif dengan pihak-pihak sekolah yang ada di NTB, terutama di Mataram. Selain Museum Negeri NTB, ada dua museum lain yang bisa dikunjungi yakni, Museum Daerah ASI Mbojo di Bima, dan satu lagi Museum Samparaja Bima, milik Puteri Maryam, salah seorang pewaris Kesultanan Bima. Benda-benda koleksi Museum Negeri berasal dari hibah, ada juga yang diperoleh dengan ganti rugi kepada masyarakat pemilik, atau tukar-menukar koleksi dengan museum daerah lainnya dan juga temuan-temuan. Penambahan koleksi museum menjadi salah satu daya tarik pengunjung. Salah satu koleksi Museum Negeri NTB yang berasal dari temuan di Desa Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur adalah nekara berukuran besar. Nekara ini terbuat dari bahan perunggu dengan ukuran

tinggi 110 cm berdiameter atas 55 cm dan diameter bawah se­ ukuran 90 cm. Meski kondisinya rusak, nekara ini menggambarkan sejarah peradaban pada masa prasejarah. Nekara bermotif hias geometris, gelombang dan jala ini berfungsi sebagai sarana untuk mengumpulkan massa, upacara pelantikan raja, lambang status sosial, upacara minta hujan juga, berfungsi sebagai genderang pengiring perjalanan roh ke alam baka (pengiring kematian). Selain itu, ada juga koleksi dua nekara–genderang lain yang ditemukan di Seteluk Sumbawa dan satu lagi dari Sambelia Lombok Timur. Nekara Pringgabaya lebih besar dibandingkan dengan dua nekara lainnya. Tersimpannya jejak-jejak sejarah masa lampau nenek moyang orang NTB di Museum Negeri NTB, seperti benda-benda purbakala ini, menjadi penting diketahui generasi sekarang. ”Tidak hanya sebagai sebuah pengetahuan dan wa­wasan melainkan lebih dari itu, agar generasi muda dapat mengetahui sejarah peradaban daerahnya,” kata Hafid. -Naniek I. Taufan

Kunjungan wisatawan asing ke Museum Negeri NTB


Metropolitan

22

Lima Wanita Perkasa Penerima Tumpeng Jokowi Acara Pesta Rakyat “Salam Tiga Jari” se­ bagai bentuk syukuran rakyat Indonesia atas pelantik­an Joko Widodo-Jusuf Kalla menjadi Pre­siden RI dan Wakil Presiden, telah usai. Kesan mendalam begitu terpatri di hati ke­ lima wanita perkasa yang men­dapat tumpeng dari Presiden Jokowi pada malam Pesta Rakyat tersebut. Kelimanya dianggap sebagai sosok-sosok luar biasa yang menjadi simbol kekuatan Indonesia.

M

ereka adalah Siti Bugiah, seorang single parent yang sembilan tahun berjuang keras menghidupi kedua anaknya dengan menjadi sopir taksi, tiga orang mama dari JayapuraYuliana Pigay, Miriam Awarawi, dan Dolfiance Sraun. Terakhir, adalah yang termuda dari semuanya, yakni, Josephine Monica, siswi pertama yang berhasil meraih medali emas di Olimpiade Fisika Internasional sejak Indonesia ikut serta di ajang tersebut pada 1993. Kepada Josephine, Jokowi yang tampak bangga dan kagum atas prestasinya, langsung mengacungkan jepolnya. Siti Bugiah usai menerima tumpeng, mengaku dirinya masih gemetaran mendapat tumpeng langsung dari Jokowi. Perasaannya campur aduk—senang, bahagia,

Siti Bugiah

serta penuh syukur---tak mampu diurainya dengan kata-kata. “Saya gemetaran dapat tumpeng dari Bapak Presiden. Bahagia sekali. Nggak bisa disampaikan dengan kata-kata. Masih gemetaran,” ungkap warga Ciledug itu. Siti adalah profil wanita perkasa yang perjuangan hidupnya begitu mengharukan. Sejak berpisah de­ ngan suaminya sembilan tahun lalu, Siti berjuang keras menghidupi dua anaknya yang masih kecil-kecil. Salah satu kemampuannya adalah mengendarai mobil, karena itu tetangga­nya sempat mengusulkannya untuk melamar sebagai sopir Trans Jakarta. Namun, ia gagal mendapat pekerjaan itu. Beruntung, sebuah perusahaan taksi terkenal menerimanya bekerja. “Tidak ada kata gengsi, semua ini demi anak,” ucap Siti mengomentari pekerjaan

Josephine Monica

27 oktober - 2 November 2014

27 oktober - 2 November 2014

Jokowi memberikan tumpeng pada lima wanita perkasa

yang umumnya dilakukan para lelaki. Demi anak pula, Siti sanggup bekerja 12 jam sehari, keluar rumah subuh dan kembali pada malam hari. Tak sempat mengeluh. Justru sebalik­ nya, ia sangat bersyukur karena berkat pekerjaannya ini, ia bukan saja dapat mencukupi kebutuhan hidup tapi juga menyekolahkan anak-anaknya. Malam itu di Pesta Rakyat Monas, Siti yang mengenakan blus putih datang bersama kedua anaknya yang juga diajak ke panggung bertemu dan bersalaman dengan Jokowi. Siti sempat berbincang sejenak dengan Jokowi, wajahnya tampak ingin menangis. Jokowi yang telah mengetahui perjuangan hidup Siti pun terlihat sangat terharu. Bertemu dengan Jokowi memang menjadi mimpi Siti, yang tak dinyana benar-benar terwujud. Awalnya, kata Siti, kebetulan ia mendapat seorang penumpang yang minta diantar ke­ suatu tempat. Untuk mengisi waktu selama perjalanan, keduanya sempat berbincang-bincang. Si penumpang

Para mama dari Jayapura terima tumpeng dari Jokowi

sempat mengungkapkan dirinya akan bertemu dengan Jokowi. Mendengar itu, Siti yang memang sejak lama mengagumi sepak-terjang Jokowi, lantas mengungkapkan keinginannya untuk bertemu dengan mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Meski tidak menjanjikan sesuatu yang pasti, si penumpang mengatakan, ia akan menyampaikan keinginan Siti itu pada orang dekat Jokowi. “Berdoa saja bu, Insyaallah,” kata Siti. “Seingat saya kejadian itu seusai Pilpres, dan Jokowi telah dinyatakan menang,” tambahnya. Tak diduga, kata Siti, mimpinya benar-benar jadi kenyataan. Ternyata, penumpang itu benar-benar menyampaikan harapannya kepada pihak Jokowi. “Saya ditelepon seseorang, ditanya apa benar Siti Bugiah. Lalu saya diminta datang untuk bertemu Jokowi dalam acara tumpengan di sini. Waktu dapat telepon itu, saya gemetaran, saya sampai nangis,” ungkapnya. “Harapan saya setelah menjadi Presiden, Bapak tidak melupakan rakyat kecil. Insyaalah beliau akan memenuhi janjinya. Beliau bekerja dengan tulus dan hati yang jernih,” tandas Siti yang mengaku mengagumi Jokowi sejak menjadi Gubernur DKI Jakarta. KEKUATAN EKONOMI RAKYAT Ketiga ibu asal Papua yang seharihari berjualan di pasar tradisional ‘Mama Papua’ di Kota Jayapura, sangat bersuka cita ketika mendapat kabar mereka diundang ke Jakarta untuk bertemu dengan Jokowi dalam Pesta Rakyat. Yuliana Pigay, Miriam Awarawi, dan Dolfiance Sraun, Senin (20/10) malam, dianggap sebagai simbol perjuangan ekonomi rakyat. Betapa tidak, selama 14 tahun, para mama ini, begitu mereka kerap disapa, mereka berjuang agar mendapatkan fasilitas pasar khusus ‘Mama-Mama Papua’ untuk menjual hasil bumi di tengah kota.

–Diana Runtu

3

Ni Wayan Sri Sutari

Konsepnya Melayani dengan Hati Ibu muda ini mungkin tak menyangka jika usaha yang dirintisnya sejak remaja sebagai sambilan, kini justru mengantar­kannya menjadi pemilik usaha Penyewaan Pakaian Adat dan Busana Pesta Pertama, Terlengkap dan Terbesar di Bali. Bahkan d’Tunjung yang lokasinya di Jalan Tukad Yeh Aya No. 100, Panjer ini, kini bukan hanya butik tapi juga warung makan yang cozy.

Menurut Yuliana Pigay, kedatang­ an mereka atas undangan pihak panitia Pesta Rakyat. Ia dan teman-temannya yang datang, mewakili 1.200 mama yang berjualan di Pasar Mama Papua. Ia berharap, pemerintah memberi memperhatikan pedagang kecil seperti mereka. “Kami datang untuk bertemu Bapak Jokowi untuk menyampaikan selamat dan menerima tumpeng di Monas,” ujar Yuliana yang juga koordinator pedagang Pasar Mama Papua. Menurutnya, selama 14 tahun mereka memperjuangkan agar pasar tradisional Mama Papua dibangun, namun sampai sekarang belum terwujud. MENGIDOLAKAN JOKOWI Yang juga mendapat pujian dari Jokowi pada malam Pesta Rakyat itu adalah Josephine Monica, jebolan SMAK Penabur Gading Serpong, Tangerang, Jawa Barat. Rasa suka cita dan bangga tampak jelas dari wajah Jokowi ketika pembawa acara mengumumkan prestasi luar biasa yang dicapai Josephine di ajang kompetisi fisika internasional yang baru lalu. Disebutkan, Josephine meraih medali emas dalam International Physics Olympiad (IPho) yang berlangsung di Astana Kazakhstan pada Juli 2014 lalu. Mendengar itu Jokowi dengan wajah sumringah menghampiri Josephine dan menyerahkan sepiring tumpeng. Tak ketinggalan, Jokowi pun mengacungkang jempolnya pada Josephine. Terlihat wajah terharu dari gadis yang kini me­ nempuh semester pertama Fakultas Teknik di Nanyang University Singapura ini. Sebenarnya prestasi Josephine di kancah kompetisi fisika internasional bukan hanya di Kazakhstan saja, tapi tahun 2013 lalu pun ia mencatat prestasi luar biasa pada Olimpiade Fisika Asian Physics Olympiad (APhO) 2013 di Bogor, Jawa Barat. Ketika itu, Josephine, yang berkompetisi dengan ratusan siswa dari 20 negara –di antaranya dari Cina, Australia, Rusia, India, dll--berhasil meraih medali emas juga meraih penghargaan ‘The Best Female Participant’. Josephine merupakan siswi pertama yang meraih medali emas IPho sejak Indonesia ikut serta di ajang kejuaraan internasional tersebut pada 1993. Sebelumnya, yang mendapat mendali emas di event bergengsi itu selalu saja pelajar putra. Sedang siswi putri hanya kebagian perunggu. Josephine telah mengukir sejarah prestasi siswa putri di arena bergengsi itu. Anak dari pasangan Erline dan Yusuf ini mengaku, ia merasa bahagia, bangga juga terharu mendapat kehormatan menerima tumpeng dari Jokowi yang juga menjadi tokoh idolanya sejak 2012. Ini suatu yang tidak diduganya, katanya. “Saya terharu dan bangga. Sungguh tidak menyangka, apalagi bisa bertemu dengan Pak Jokowi,” ucap Josephine.

Sosialita

S

aat ini, pemilik nama panjang Ni Wayan Sri Sutari, S.P., M.P., ini tengah sibuksibuknya memperbanyak koleksi pakaiannya di butiknya. Rupanya sejak beberapa bulan terakhir pesanan busana, khususnya kebaya modifikasi, jas, dan safari berbahan endek, catatannya sudah panjang dan masih terus mengalir setiap harinya. “November ini bulannya orang wisuda. Agar tidak kewalahan kami sudah menyiapkan yang terbaik sejak beberapa waktu lalu,” ujar istri dari I Wayan Dharma Yudha Saputra ini. Menurutnya, setiap orang pasti membutuhkan penampilan istimewa untuk momen yang istimewa, termasuk menghadiri wisuda. Bahkan kini pelanggannya bukan hanya menyewa pakaian untuk yang wisuda, namun sekaligus dengan orangtuanya yang juga akan menghadiri acara wisuda tersebut. Katanya, ini bukan hanya untuk bisa tampil sama-sama istimewa, tapi juga untuk hasil terbaik saat mereka membuat dokumentasi bersama. “Mereka sudah tahu saya selalu memberikan yang terbaik pada setiap orang,” ujarnya.

Mereka yang akan diwisuda umumnya memilih kebaya modifikasi. Sebab kebaya yang didesain istimewa ini akan memberi kesan mewah dan anggun bagi penggunanya. “Makanya, untuk menunjang kesan eksklusif pada busana yang disewa, kami juga menyiapkan aksesori yang memang dipesan khusus dengan desain istimewa juga,” papar perempun yang juga dosen di Fakultas Pertanian Unud ini. Memang saat ini, menurut ibu dari Anggita dan Ananta ini menyewa busana adalah salah satu cara cepat dan praktis untuk menunjang penampilan. “Bahkan juga bisa menjadi alternatif untuk menghemat biaya di zaman yang serba mahal seperti sekarang ini. Terutama saat kita memerlukan busana atau kostum yang sifatnya hanya untuk satu kali pakai,” cetusnya. Selanjutnya dengan wajah sumringah Sri Sutari bercerita tentang servis dan keistimewaan yang ada di tempat penyewaan busana miliknya. “Prinsipnya, apa pun yang dicari dan diminta klien kami pasti ada d’Tunjung,” ucapnya. Hal istimewa lainnya adalah bahwa

Beberapa koleksi busana d’Tunjung

ia menjamin pakaian yang disewa di tempatnya tidak akan ada yang menyamai. Sebab, setiap size hanya dibuatnya satu, baik warna maupun modelnya. “Kami ingin orang yang mengenakan busana koleksi kami tetap bisa tampil cantik, istimewa dan pastinya percaya diri,” tegas putri sulung dari tiga ber­saudara dari pasutri Ni Nyoman Suntri dan I Ketut Suwetja, S.Sos. ini. Ini, lanjutnya memang menjadi salah satu komitmennya, demi menjaga image yang baik bagi setiap pelanggannya. “Jangan sampai di momen yang sama ada beberapa orang me­ngenakan baju yang sama, tentu akan sangat tidak nyaman,” katanya serius. Perlu juga di­ketahui, di d’Tunjung setiap hari selalu ada baju baru. “Untuk menjaga keindahan busana dan kenyaman pemakainya kami menerapkan standar setelah lima kali digunakan, busana tersebut akan di sale. Jadi, jika perlu pakai­ an kapan saja dan untuk apa saja, ingat d’Tunjung,” ucapnya. Ia mengaku sejak kecil memang paling suka mengenakan kebaya. Semua dimulai dari rumah dengan kebaya milik­nya sendiri. Kebetulan sang ibu yang seorang penjahit, mendukung hobinya. Sri Sutari bocah kerap diminta menjadi model saat ibunya membuat kebaya baru. Semakin hari koleksi kebayanya semakin bertambah. Karena itu, tiap kesempatan ia pun mengenakan kebaya baru. Setelah puluhan tahun menjadi penyuka kebaya, Sri Sutari semakin piawai membuat padu-padannya termasuk dalam menciptakan kebaya modifikasi. Lingkungannya pun menjadi tertarik dan akhirnya terjadi transaksi. Mereka meminjam kebayanya dengan memberikan bayaran sebagai ganti ongkos perawatannya. Seiring berjalannya waktu, saat dirinya kuliah di Pertanian, teman-teman yang menyewa kebayanya semakin bertambah. Saat itu kebanyakan teman kuliahnya yang berasal dari hampir seluruh Indonesia. Mereka sangat tertarik dan antusias mengenakan kebaya Bali.

Sri Sutari dan keluarga

Bukan hanya untuk yudisium tapi juga saat menghadiri undangan-undangan. “Termasuk, ketika orangtua mereka datang ke Bali, untuk memenuhi permintaan kelengkapan busana lainnya terpaksa saya meminjam milik orangtua,” kenangnya. Meski baru berputar di lingkungan kampus, yang informasinya didapat dari mulut ke mulut, namun perkembangan­ nya justru sangat pesat. Mulai dari teman-teman sendiri, promosi dari mulut ke mulut ini dinilainya cukup ampuh. Berawal dari situlah, Sri Sutari mulai mendapatkan pelanggan. Ia pun terus menambah koleksi pakaiannya. Saat memasuki kehidupan berumah tangga, kegiatan yang menghasilkan sekaligus untuk menyama braya ini pun dilanjutkannya. Namun, masih dilakoni­ nya dari rumah. Kalaupun sekarang ia membuka khusus tempat penyewaan, ini karena kliennya kini semakin beragam. Mulai dari usia anak-anak, remaja yang akan mengikuti lomba, yudisium, wisuda, ke undangan, hingga keluarga yang akan melakukan untuk pemotretan. Busana yang disewakannya juga semakin lengkap, bukan hanya busana adat dan kebaya modifikasi, tapi lebih banyak lagi pilihan seperti dress dan yang lainnya. Untuk jas, di d’Tunjung tersedia dari ukuran kecil untuk anakanak sampai untuk orang dewasa de­ ngan tubuh yang paling besar. Tersedia juga safari termasuk yang berbahan endek dengan berbagai jenis busana untuk berbagai acara. Untuk busana modifikasi sangat banyak pilihan termasuk perlengkapan­ nya seperti sandal, aksesori, dan juga tas tangan, bahkan sekarang ia juga menyiapkan bawaan seperti bokor atau besek lengkap dengan isinya untuk ke undangan. Kerap pula ada yang memesan bokor dan busananya agar maching.“ Dengan demikian, sekarang ketika sembahyang, para remaja sudah bisa membawa bokor sehingga tidak lagi membawa canang dengan tas kresek seadanya. Jika dalam satu hari misalnya sese­ orang yang dari luar kota apalagi harus mengunjungi tiga tempat berbeda atau lebih, semua bisa dibereskan di d’Tunjung, mulai dari pakaian ganti hingga isin sok. Hal ini dilakukan demi memberikan pelayanan memuaskan kepada pelanggan. “Ini atas pertimbangan kebiasaan umat Hindu Bali dalam menyama braya. Apalagi jika pas hari baik, bisa upacara di sana-sini dan menghadiri undangan kesana-kemari. Belum lagi urusan macet, serta menyiapkan bawaan, pasti bawaannya ribet. Dalam hal ini, jasa d’Tunjung siap membantu,” ujarnya. Kasus lain yang banyak dibantu adalah ketika seseorang mendadak mendapat tugas dan harus mengenakan pakaian tertentu, salah satunya endek, Sri Sutari menegaskan, d’Tunjung-lah solusinya, yang siap membantu kapan saja. Saat ini pakaian koleksinya bukan hanya disewa pelanggan yang ada Bali, namun juga sampai dibawa ke luar negeri. Sebab, saat ini banyak mahasiswa

luar yang kuliah di Bali. Di samping berbagai kemudahan yang diberikan, dengan meningkatnya jumlah pelanggan, untuk menjaga agar setiap orang bisa mengembalikan tepat waktu, ia menerapkan sistem denda. Ini juga demi peminjaman berikutnya agar mudah mendapatkan busana yang diperlukan. Sebab, sebelum digunakan kembali setiap pakaian memerlukan perawatan minimal untuk pencuciannya. “Ini sama sekali bukan untuk membebani, ini untuk kita sama-sama saling memiliki tanggung jawab dan disiplin. Kalaupun karena suatu hal tidak bisa mengembalikan pada hari bersangkutan, minimal bisa menginformasikannya,” ujarnya. Selain menyewakan, Sri Sutari juga banyak membantu berbagai kegiatan seperti Pemilihan PutraPutri Tunarungu dan Duta Bahasa. Di antara koleksi-koleksi terbarunya, ia juga menyediakan cukup banyak busana endek dengan berbagai model. Ia membenarkan permintaan untuk pakaian berbahan endek baik untuk acara formal maupun informal terus meningkat, yang dikarenakan di Kota Denpasar banyak sekali acara yang memakai dresscode endek. “Mungkin ini efek dari Duta Endek Kota Denpasar dan pemerintah yang tidak henti-hentinya menggaungkan untuk terus mengenakan endek,” katanya seraya menegaskan, tidak mungkin seseorang memakai baju yang sama di beberapa momen. Tak disangka, usaha yang dilakoninya setelah hampir belasan tahun, menjadi salah satu jasa penyewaan yang menggaet pelanggan mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa, wanita karier, hingga para pengusaha dan profesional. Tak hanya itu, pada kesempatan-kesempatan mendadak, d’Tunjung menjadi tempat favorit. Dua tahun terakhir, ia juga memajang sebagian koleksinya di butiknya. “Sayang katalognya habis,” ungkapnya. Selain menyewa pakaian, pengunjung juga bisa mencicipi makanan di butik yang dilengkapi dengan warung makan ini. Warung ni pun kerap dipakai sebagai tempat bazar. Beruntung, karena latar belakangnya sebagai dosen juga pribadi yang mudah berteman, memberinya bonus networking yang kuat untuk menjaring banyak pelanggan. “Banyak pelanggan yang akhirnya mempromosikan jasan penyewaan saya di lingkungan teman-teman mereka,” ujar Sri Sutari yang mengaku saat ini telah menjalin kerjasama dengan hampir seluruh universitas di Bali. Selain jadwal rutinnya mengajar dan sibuk berbisnis, hari-hari Sri Sutari juga dihabiskan dengan menjalankan perannya sebagai ibu dua anak. Ia masih bisa mengantarkan anaknya sekolah, dan mengikuti beberapa kegiatan. Menjadi ibu juga memberinya kebahagiaan luar biasa, juga tantangan tersendiri. Ia harus ekstra sabar dan menyadari prioritas hidupnya. “Sembari mengurus keluarga, saya juga merajut usaha bisnis. Koleksi d’Tunjung selalu up to date. Buktikan sendiri dan silahkan datang langsung ke butik,” katanya. –ard


2

Ekspresso DAri daPUr Redaksi

27 Oktober - 2 November 2014

Wanita Hebat Pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI ketujuh mengha­ dirkan banyak momen istimewa. Mulai dari pidato Jokowi yang hanya tujuh menit, salam-salaman dengan anggota MPR, naik andong ke Istana hingga konser pesta rakyat di Monas. Dari sekian banyak momen itu, perhatian juga tertuju kepada Ny. Iriana Joko Widodo. Penampil­an first lady Indonesia ini banyak menuai pujian. Ibu tiga anak ini dinilai menampilkan sosok wanita Indonesia. Pakaian kebaya dan rambut disanggul menjadikan Iriana terlihat anggun. Ia juga kalem dan tak banyak pergerakan. Kepada media massa, Iriana mengaku dirinya tetaplah seorang ibu rumah tangga. Namun, ia akan menyesuaikan diri karena sekarang ia bukan ibu rumah tangga biasa. Ia adalah ibu negara. Peran Iriana sebagai pendamping Jokowi makin memperkuat pernyataan yang mengatakan di belakang lakilaki yang hebat ada wanita yang juga hebat yang selalu memberi dukungan. Ketika Jokowi memotong

tumpeng di pesta rakyat, ia memberikan potongan tumpengan kepada lima wanita hebat. Mere­ ka adalah Siti Bugiah, seorang single parent yang sembilan tahun berjuang keras menghidupi kedua anaknya dengan menjadi sopir taksi; tiga orang mama dari Jayapura -Yuliana Pigay, Miriam Awarawi, dan Dolfiance Sraun yang menjadi perintis pasar tradisional Mama Papua; dan yang termuda Josephine Monica, siswi pertama yang berhasil meraih medali emas di Olimpiade Fisika Internasional sejak Indonesia ikut serta di ajang tersebut pada 1993. Jokowi salut dengan kiprah kelima wanita hebat yang diharapkan bisa menginspirasi wanitawanita lain di Indonesia untuk ikut bersama-sama memajukan bangsa Indonesia. Apa yang disampaikan Jokowi memang benar. Wanita memiliki peran penting untuk melahirkan generasi-generasi mendatang yang lebih hebat. Tak hanya di tingkat nasional, kiprah wanita di tingkat lokal juga tak kalah hebat. Edisi kali ini Tokoh sebagai bacaan wanita dan keluarga menghadirkan dua lurah wanita yang ada di Denpasar, Lurah Dauh Puri Gusti Ayu Made Suryani dan Lurah Renon Luh Oka Ayu Arya Tustani. Sebelumnya kami juga

menulis kiprah Lurah Tonja Ade Indahsari Putri. Segera menyusul edisi berikutnya Lurah Dangin Puri. Semuanya adalah lurah-lurah wanita yang ada di Kota Denpasar di bawah kepemimpinan Wali Kota IB Rai Dharmawijaya Mantra. Eksistensi mereka sudah diakui masyarakat dan pemerintah. Ini membuktikan wanita-wanita hebat dan mampu berprestasi. Semoga semua terus menunjukkan prestasi. Salam

Hampir Tenggelam Hari itu, aku tumben ba­ ngun pagi saat libur. Sebenarnya sih, bukan pagi, tapi mumpung hari libur, pukul 07.00 bagiku kepagian. Biasanya, pagi setelah bangun tidur, aku jalan-jalan ke Taman Kota. Namun, hari itu, aku malas jalan-jalan. Aku memutuskan pergi berenang. Biasanya, aku berenang di kolam renang yang letaknya tak begitu jauh dari rumahku. Namun, aku ingin mencoba kolam renang lain, yang merupakan kolam renang di hotel. Apalagi, kata temanku, kolam renang itu barus aja direnovasi, lebih bagus. Aku tertarik ke sana. Aku janjian dengan temanku di kolam renang tersebut. Ternyata benar, sampai di sana, kolam renangnya baru karena baru saja direnovasi. Saat aku datang, aku melihat tiga orang remaja sedang be­ renang. Mereka diantar orang­ tuanya karena aku melihat ada dua orang laki-laki dan perempuan paruh baya sedang duduk

mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

di teras kolam renang. Karena temanku belum datang, dengan semangat 45, aku mengganti pakaian dengan baju renang. Kemudian, tak menunggu lama aku langsung terjun ke air, tanpa berpikir, sedalam apakah kolam renang tersebut. OMG…… Aku kaget setengah mati, karena setelah terjun, kakiku tak sampai ke dasar kolam. Ternyata kolam sangat dalam. Aku gelagapan, untungnya aku bisa berenang. Dengan serta merta aku meraih lantai kolam bagian pinggir. Syukurlah dua kali mencoba, aku bisa meraihnya dan segera sekuat tenaga menaikkan badanku. Tanganku dengan kuat memegang lantai kolam karena takut ke-

peleset karena licin. Segera aku naik ke atas dan duduk di pinggir kolam sambil mengucapkan doa terimakasih kepada Tuhan kare­ na aku tidak tenggelam. Tiga remaja yang sedang duduk santai mengobrol bersama orangtuanya itu, menatapku dengan tanda tanya. Mereka mungkin bingung, mengapa aku duduk terpaku di pinggir kolam. Tapi aku tak peduli. Ketika sedang bengong menenangkan diriku atas kejadian tadi, temanku datang seraya berkata, sori aku terlambat. Ayo kita nyemplung. Langsung saja, aku jawab, tak mau dan mau pulang. Sejak kejadian itu, aku tak berani lagi berenang di kolam renang itu. -Rathi

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

GORO-GORO

Putu Wijaya

soempah pemoeda

Hari Soempah Pemoeda diperingati setiap tahun di hunian Pak Amat. Tetapi sekali ini tidak. Para pemuda semua kebetulan tidak ada di tempat, dengan berbagai keperluan, kegiatan, alasan, dan dalih. Amat berang. Ia mencak-mencak mengompori semua warga, agar peringatan tetap diadakan. “Arti pemoeda di dalam Soempah Pemoeda itu, bukan hanya anak-anak usia muda,” kata Amat.” Juga bukan hanya pria. Tapi kita semua yang berjiwa muda dan peduli kepada tanah air, bangsa dan negara! Meskipun kita sudah tua bangka!” Amat dituduh “over acting”, cari muka, ingin ngetop. Tapi Amat tidak peduli. Ia terus mengajak semua warga, besarkecil, tua-muda, laki-perempuan, untuk menyambut Soempah Pemoeda dengan apel bersama di lapangan voli. Akan ada upacara pengibaran bendera. Pembacaan teks Soempah Pemoeda dan menyanyikan bersama lagu Satu NusaSatu Bangsa. Disusul malamnya acara kesenian dengan organ tunggal. Bu Amat geleng-geleng kepala, melihat suaminya begitu bersemangat. Ia khawatir kalau kesehatan Amat nanti terganggu. Lalu ia minta agar Ami ngerem bapaknya yang berkobar-kobar itu. Tapi menurut Ami, tindakan Amat bagus. Bisa jadi contoh bagi anak-anak muda yang sudah tipis rasa kebangsaannya. “Kritik kepada generasi tua yang sudah loyo karena merasa sudah pensiun.” “Bahkan kegiatan itu baik untuk kesehatan Bapak,” kata Ami melanjutkan, “Karena Bapak akan terus berpikir dan bergerak. Itu menyehatkan saraf dan otot-ototnya!” Ami tidak tahu, Amat selalu mengeluh letih dan badannya ngilu kalau sudah sampai di rumah. “Tiap malam minta dipijetin,” kata Bu Amat,”di samping itu, diam-diam sudah mengambil uang tabungan untuk biaya peringatan Soempah Pemoeda itu.” Amat sadar bahwa ambisinya memperingati Soempah Pemoeda sudah merugikan rumah tanggamya. Tetapi ia rela. “Para pahlawan perintis kemerdekaan sudah merelakan nyawanya, masak kita mengorbankan hasil cucur keringat kita, sepukul dua pukul saja, tidak mau?! Memalukan!” kata Amat. Berita Amat mau merayakan Soempah Pemoeda atas biaya sendiri, jadi berita. Wartawan datang mewawancarai Amat. “Apakah memperingati Soempah Pemoeda sebegitu perlunya? Mana yang lebih penting memperingati atau mengamalkan? Apakah dengan memperingati Bapak merasa sudah mengamalkan?” Amat tidak mau menjawab. “Silakan menjawab sendiri pertanyaan-pertanyaan itu,”jawab Amat sopan, “saya memperingati Soempah Pemoeda bukan untuk tujuan publisitas. Saya memperingati, agar saya tidak lupa, apa yang kita miliki sekarang adalah lanjutan dari perjalanan yang panjang yang akan terus memanjang ke anak cucu kita, agar mereka selalu ingat, hidup ini sambung-menyambung, tidak ada yang terjadi tanpa masa sebelumnya.” “Untuk apa?” “Untuk membuat adik ini datang dan mengritik. Bahwa peringatan ini tidak ada gunanya, karena yang lebih berguna bukan upacara peringatan, tapi mengamalkan Soempah Pemoeda yang prakteknya tidak pernah adik-adik lakukan! Benar tidak?!!” Wartawan itu tertawa terbahak-bahak. Ia kemudian menulis panjang lebar memujikan bahwa seremoni perayaan-perayaan kelihatannya saja pemborosan, tapi sebenarnya adalah tanda jiwa dari yang mengamalkan terus menyala. “Alangkah mahalnya, supaya muncul tulisan seperti ini,” kata Amat menunjukkan tulisan itu pada istrinya. “Kita memang perlu amal dan perbuatan, tapi lebih perlu lagi jiwa yang menyala! Itulah inti Soempah Pemoeda!”

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang ­Pal­m erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

27 Oktober - 2 November 2014

Jokowi Tidur di Kamar Bung Karno

Cerita hantu di Istana Kepresidenan Jakarta memang sudah lama beredar di kalangan masyarakat. Ada kisah Yenny Wahid, anak mantan Presiden Abdulrrahman Wahidyang mengaku tidak nyaman tinggal di Istana karena AC yang terlalu dingin, banyak tikus dan nyamuk. Pengalaman Inayah, adik Yenny Wahid lain lagi. Inayah merasa dirinya diganggu hantu di Istana. “Salah satu pengalaman saya adalah jam besar di Istana yang terus berdentang tanpa kenal waktu. Padahal biasanya, kalau keadaan biasa, jam besar itu hanya berdentang setiap jam. Namun pada suatu malam, saat saya sedang belajar, jam itu berdentang terus menerus. Awalnya, saya biarkan, dan saya tetap bertahan di sana. Lama kelamaan takut juga, akhirnya saya kabur dari sana..hahhhaaa,” tutur Inayah. Meski demikian Inayah mengaku belum pernah berpapas muka ataupun melihat wujud dari ‘penghuni’ Istana tersebut. Cerita hantu di Istana ini dibantah oleh mantan Deputi Sekretaris Presiden Bidang Administrasi dan Pengelola Rumah Tangga Ottyawati Adji. Menurutnya, tidak ada yang mistis di Istana Negara. Dirinya telah 30 tahun bekerja di Istana, namun tidak pernah menemui atau mendengar adanya hantu di sana.

Istana Negara

Jokowi yang setelah pelantikannya Senin (20/10) mulai tinggal di Istana pun dikejar pertanyaan mengenai hantu. Wartawan ingin tahu bagaimana pengalaman Jokowi tinggal di Istana, apalagi Presiden RI ketujuh ini menempati bekas ruang Bung Karno. Menurut Jokowi, ia justru merasa nyaman tinggal di kompleks Istana Kepresidenan. Tentang adanya ceritacerita mistis di sana, Jokowi mengaku tidak terganggu dengan hal itu. Dirinya sudah terbiasa tinggal di bangunan tua. Baik itu di Solo, saat ia menjabat Walikota Solo dimana rumah dinasnya

pun adalah bangunan tua peninggalan Belanda, begitu juga ketika ia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, yang juga merupakan bangunan tua peninggalan Belanda. Dan kini, Istana yang ia tempati pun merupakan peninggalan Belanda. “Dulu saya di Solo, juga tinggal di bangunan tua. Di sini pun (Istana Merdeka) bangunan tua juga. Di Jakarta (rumah dinas Gubernur DKI Jakarta) juga begitu,” urainya sembari menambahkan, dirinya tidak mempersoalkan bangunan yang ditinggalinya itu tua atau tidak, yang penting baginya adalah bisa dipergunakan

23

untuk bekerja. Menurut Plt Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, Jokowi kini menempati kamar tidur mantan Presiden RI, Soekarno. Padahal kamar tidur itu sejak lama dibiarkan kosong. Ia mengetahui hal ini ketika Jokowi mengajaknya jalan-jalan meninjau ruang-ruang di Istana pada Rabu (22/10) lalu, setelah jajaran Pemda DKI Jakarta menjalani prosesi mengantar Jokowi ke Istana. Jokowi lalu menunjukkan sebuah kamar yang kini ditempatinya (di Istana Merdeka), yang ternyata itu dulunya adalah kamar Bung Karno. Ahok kagum dengan keberanian Jokowi menempati kamar itu. Karena penasaran ia pun menanyakan hal itu. Jokowi menjelaskan, menempati kamar bekas Bung Karno bukan lah baru kali ini. Dulu pun saat di Solo, di rumah dinas Loji Gandrung (rumah dinas Walikota Solo), ia menempati kamar tidur Bung Karno. “Kata Pak Jokowi, rumah dinasnya di Solo, ada kamarnya Bung Karno. Jadi Bung Karno kalau datang ke Solo, menginap di sana. Dulu itu (sebelum Pak Jokowi) tidak ada yang berani tidur disana. Setelah Jokowi menjabat, ia tidur di sana,” ungkap Ahok di Balaikota sembari tertawa. –Diana Runtu

Cerita Duka dari Sosok Dayu Puniadhi Dalam kegiatan pelatihan ketrampilan tata rias yang diselenggarakan PKK Kota untuk perempuan tukang suun (tukang angkut barang) di Pasar Badung Selasa (21/10), tidak terlihat sosok Dra. Ida Ayu Putu Puniadhi, pemimpin merangkap Divisi Pendidikan Lentera Anak Bali (LAB) yang lebih dikenal dengan sebutan ‘Bu Dayu’ ini. Ia biasanya tak pernah ketinggalan dalam setiap kegiatan pembinaan dan pelatihan di Pasar Badung.

Drs. Ida Bagus Namayudha (alm)

S

etelah berusah mencari informasi, ternyata ketidak­ hadiran salah satu Tokoh Perempuan Kota Denpasar ini, karena saat itu ia tengah berada dalam suasana duka atas ber-

pulangnya sang suami tercinta. Beberapa kolega pun langsung menyambangi ke tempat tinggalnya di kawasan Jalan Noja, Denpasar. Dengan wajah yang kusut, Dayu Puniadhi menyampaikan bahwa suami tercintanya Drs. Ida Bagus Namayudha telah berpulang dengan damai pada Senin (20/10) di RSUP Sanglah Denpasar. Menurut cerita Dayu Puniadhi, ketika itu ia melihat sang suami mengalami gangguan pernafasan. Demi segera memberikan pertolongan Dayu Puniadhi pun segera menghubungi putranya, yang dengan sigap segera menyiapkan ambulans. Kemudian mereka segera membawa IB Namayudha ke RS Sanglah. Bu Dayu juga mengaku sempat bersyukur karena pada saat mengantarkan sang suami ke RS Sanglah, di perjalanan ia didampingi kedua putranya Ida Bagus Putu Adinatha AP., M.Si., dan Ida

Dayu Puniadhi dalam suasana duka

Bagus Made Purwanasara, SSTP., M.Si., juga kedua mantunya Ida Ayu Agung Sri Martini S.E., Ak., dan Ida Ayu Maharatni , S.Psi., M.Si., yang bersama-sama mendoakan sang ayah. Namun, takdir tak dapat ditolak atau dihindari, setelah didiag­ nosa oleh dokter, suami, ayah, mertua dan kakek dari lima orang cucu yang mereka sayangi dan kasihi ini telah menghembuskan nafas terakhirnya. Ia berpulang pada usia 70 tahun Bu Dayu dengan terbata–bata mengatakan ikhlas atas kepergian suaminya. Sebab selama hidupnyan, saat suaminya sedang sakit, ia dan keluarga telah melayaninya dengan baik. Namun, ketika menyadari sang suami sudah menghembuskan napasnya

yang terakhir, toh ia merasakan sangat kehilangan. Tanpa sadar ia mengakui air matanya menetes, ketika didalam hatinya ia me­ minta maaf. Dari berbagai informasi diperoleh sedikit keterangan bahwa ahli wariga yang sempat meng­ ajar di Unhi ini di masa hidupnya pernah tercatat sebagai pengajar di beberapa sekolah diantaranya di SMP 1 Sukawati, SMA 5 Denpasar, dan di SMA 3 Denpasar. Almarhum juga pernah sebagai Kepala Sekolah di SMA Su­ merta (sekarang SMA Airlangga) Selanjutnya ditanya perihal dudonan upacara, Dayu Puniadhi menyampaikan akan dilaksanakan secara berturut–turut, yakni Nyiramin Rabu, 29 Oktober dan Pelebon, Kamis, 30 Oktober 2014.

Upacara dilaksanakan di rumah duka jalan Noja II Gg. III No. 9, Br. Meranggi, Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur. Melalui Tokoh, Dayu Puniadhi menyampaikan terima kasihnya kepada Direktur Utama RS Sang­ lah dan jajarannya yang telah memberikan pelayanan terbaik­ nya selama proses amarhum dari UGD menuju ruang jenazah. Betapapun tampak tegarnya seseorang, ketika mendampingi pasangan hidup, orang yang dicintai akan menghembuskan nafasnya yang terakhir di dunia ini, akan terasa haru, duka, dan sedih yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Begitulah sosok Dayu Puniadhi mengakhiri ceritanya dengan kembali diiringi tetesan air mata. -ard


24

27 Oktober - 2 November 2014

Benetta Lingerie

Jalan Diponegoro 98. Pertokoan Kertha Wijaya D15.Denpasar Bali Telepon (0361) 922.2221 Pin BB 75028454, 2AFDA235 Amour Boutique Jalan Gatot Subroto IV Blok I No 6, Denpasar Telepon (0361) 208 8899, 9239.888, 900 9088


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tokoh Edisi 820 | Tokoh by e-Paper KMB - Issuu