24
6 - 12 Oktober 2014
2
Ekspresso
6 - 12 Oktober 2014
GORO-GORO
DAri daPUr Redaksi
Superteam
Panitia Festival Keluarga Tokoh 2014 Sejuk Bersama Coolant
Festival Keluarga Tokoh 2014 Sejuk Bersama Coolant akhirnya terselenggara dengan lancar. 15 ribu peserta hadir untuk memeriah kan event tahunan Tokoh yang dirangkaikan dengan HUT ke-69 TNI ini. Kemeriahan suasana sudah terlihat sejak pagi ketika peserta berdatangan ke Lapangan Bajra Sandi, Renon, Denpasar. Antusiasme masyarakat terlihat ketika mereka sabar menunggu start fun bike yang dilaksana-
kan serentak di seluruh Indonesia. Ketika Panglima TNI Jendral Moeldoko mengibaskan bendera start di Jakarta, peserta di Denpasar pun langsung mengayuhkan pedal sepeda. Saking banyaknya peserta, start harus dilakukan tiga kali untuk 12 ribu peserta fun bike. Berikutnya dilakukan pelepasan peserta fun walk yang berjumlah tiga ribu orang. Panitia dan sponsor pun sumringah karena ekspektasi untuk mendatangkan 15 ribu peserta tercapai. Kemeriahan suasana festival keluarga makin lengkap karena semua anggota keluarga bisa ter-
Salah Sambung Pembawa Berkah Kejadian ini mungkin sudah menjadi hal biasa dalam kehidup an kita, tapi cukup menarik untuk saya ceritakan disini. Yah, sekaligus juga untuk mengenang masa lalu yang indah. Saat itu saya adalah wani ta s ingle yang sedang galaugalaunya, karena belum dapat jodoh. Bukannya ga laku, tapi masih belum ada yang cocok. Suatu ketika tanpa sengaja saya bertemu sahabat lama saat SMU dulu. Saya senang sekali. Kami melepas kangen sambil bercerita tentang kehidupan masing-masing. Dia sudah berkeluarga dan memiliki seorang putri yang cantik. Jadi iri deh. Dengan penuh semangat kami bertukar nomor handphone, PIN, FB, pokoknya biar bisa komunikasi terus. Kebetulan dia orangnya asyik banget. Malamnya, daripada gak ada
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
kerjaan, saya mencoba meng hubungi dia. Syukurlah telepon langsung diangkat, tanpa menunggu jawaban lagi dan tanpa basa basi, dengan begitu pedenya saya nyerocos sana sini.Tiba-tiba, terdengar suara dari seberang. “Halo” Saya sedikit tersentak, ternyata seorang cowok! “Aduh maaf, ini suaminya Vani yaa..ha ha Vaninya ada nih, saya Sugismi sahabatnya”. Untung wajah saya yang memerah karena malu, tidak kelihatan dari sana. “Maaf juga, ibu salah sambung, saya Parta yang punya nomor ini”
libat dalam event ini. Ayah, ibu, dan anak bisa ikut berolahraga, bergembira dan bernyanyi. Apalagi bisa meraih hadiah doorprize. Tokoh tidak sen dirian dalam menggarap event ini. Kami didukung penuh tim Kelompok Media Bali Post (KMB), Enesis Grup, Dwi Sapta, dan TNI. Namun, kami menyadari masih ada hal-hal yang perlu dibenahi. Tak ada gading yang tak retak. Semua menjadi bahan evaluasi dan introspeksi bagi kami yang mengusung konsep superteam better than superman/ superwoman. Usai Festival Keluarga, kami mendapat kabar gembira karena salah satu wartawan kami, Inten Indrawati meraih juara harapan lomba karya jurnalistik BPJS. Inten satu-satunya wartawan dari Bali yang masuk 6 besar. Tak hanya itu, Wirati Astiti juga meraih Juara II dan Juara favorit lomba foto “Borneo Extravaganza”, (22/9) yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI di Kuta. Semoga prestasi-prestasi lain bisa kami raih. Salam Saya kembali melihat nomor telepon sahabat saya ini. Yaaa ampun, saya salah menekan nomor dua digit di belakang. Oh My God! Seketika saya tertawa dengan kesalahan saya sendiri. Tapi, aji mumpung saya melanjutkan obrolan dengan cowok itu. Singkat kata, kami bertemu. Gayung bersambut, kami samasama single, mempunyai latar belakang yang sama pula. Hanya saja bedanya, dia lebih dewasa 5 tahun dari saya. Dan, akhirnya, kami berpa caran kemudian memutuskan menikah setelah saling mengenal cukup lama. Wahhh, gara-gara salah sambung saya bertemu juga dengan jodoh saya. Tidak disangka memang. Tuhan sudah mengatur semuanya. Sugismi
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
6 - 12 Oktober 2014
Putu Wijaya
janji
Ibu Made, tetangga Bu Amat, bertanya: “Bagaimana sih Bu, apa sekarang ini janji memang sudah boleh tidak perlu ditepati?” Bu Amat jadi berpikir keras. Jangan-jangan ia pernah pinjam sesuatu, tapi belum sempat mengembalikannya. Bukan karena ingkar janji, tapi semata-mnata karena lupa. “Maklum usia,” kata Bu Amat pada suaminya. “Lupa tidak bisa lagi dipakai sebagai alasan,”jawab Amat memberikan pertimbangan, “Kalau ada orang pinjam buku, misalnya, tapi berkali-kali mengaku lupa mengembalikannya, berarti di bawah sadarnya, ia memang tidak mau mengembalikan. Ia ingin memiliki buku itu.” Bu Amat lalu teringat pada Bu Wira. Sahabat lamanya itu, setelah 20 tahun berpisah, tiba-tiba muncul. Ia mengaku anaknya mau masuk perguruan tinggi, tapi uangnya kurang. Lalu berharap Bu Amat meminjaminya 30 juta. “Akan saya kembalikan bulan depan sesudah mobil kami laku dijual,”katanya waktu itu dengan suara memelas. “Jangankan 30 juta, sepeser pun kita tak punya waktu itu,”kenang Bu Amat,”tapi karena teman baik dan sedih kalau putranya yang semata wayang itu hancur masa depannya, lalu kita gadaikan perhiasan yang ada. Lalu meminjamkan kepadanya 3 juta. Eh sekarang sudah 3 tahun, sampai malu kita mengingatkan dan menagih, belum juga dikembalikan. Malah kalau ketemu, ia kelihatan judes, seakanakan kita yang alpa pada janji kita. Ya kan, Pak?!” Amat mengangguk, lalu memberi solusi.”Sebaiknya, supaya hubungan kita dengan Bu Made tidak rusak atau tegang, tanyakan saja langsung. Janji kita yang mana belum sempat atau lupa kita penuhi?” Bu Amat setuju, tapi bertanya langsung blak-blakan memang baik, namun sulit melaksanakannya. “Salah ngomong urusannya bisa tambah gawat. Ya kan, Pak?” “Tambah gawat bagaimana?” “Bapak ingat dengan Bu Erwati, ibunya Pak Putu?” “Yang cantik meskipun sudah tua itu?” “Betul. Satu ketika Pak Putu mengajak Bu Erwati ke rumah Pak Baron. Eh, di rumah Pak Baron, Bu Er karena lugunya lalu bercerita pada Diana, anak pungut Pak Baron itu, bahwa Pak Baron sebetulnya bukan ayah kandung Diana. Langsung Diana nenangis, Pak Baron marah besar dan mencaci Bu Er sebagai perempuan kampung yang gila, Sampai sekarang hubungan Pak Putu dan Pak Baron terputus.” Amat termenung mendengar cerita itu. “Kebenaran memang bermata dua. Kadang dipaparkan salah, tapi ditutup-tutupi juga salah,” bisik Amat. “Jadi. Kalau begitu, bagaimana baiknya?” Amat termenung. “Ya sudah diapungkan saja dulu. Siapa tahu, nanti penyelesainnya menggelinding sendiri.” “Sampai kapan diapungkan?” “Ya itu juga, diapungkan saja dulu. Biar saja mengalir seperti air sungai.” Tapi Bu Amat tidak mau jadi air sungai. Malam itu juga ia bertemu empat mata dengan Bu Made. “Saya minta maaf terlebih dahulu. Demi untuk kenyamanan kita bertetangga, lalu saya tanyakan langsung, apa ada janji kita yang sudah kita langgar,”cerita Bu Amat kepada suaminya kemudian. “Jawabnya apa? Janji apa yang tidak kita tepati?” Bu Amat ketawa. “Bu Made yang tadinya tegang lalu ketawa, jadi rupanya habis nonton televisi suaminya sambat. Mengapa Pak Jokowi yang menjanjikan waktu kampanye postur kabinetnya akan lebih ramping dari kabinet Pak SBY, jebulnya sama gemuknya, Itu!” Bu Amat terus ketawa gembira. Tapi Amat nampak sedih. Lalu berbisik. “Bapak jadi ingat janji Bapak sebelum kita menikah, akan membelikan mobil. Nyatanya sampai sekarang kita hanya jalan kaki.” Bu Amat berhenti ketawa. Ia menatap suaminya dengan sungguh-sungguh, “Itu bukan melanggar janji, Pak, tapi menyempurnakan dengan desa-kala-patra. Untuk apa mobil, rumah dan pendidikan anak lebih penting. Kalau Bapak mau beli mobil juga saya akan, menolak!”
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palm erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Mozaik
Aura Gizella dan Candra Kardana
23
Duta Endek Kota Denpasar 2014 Grand Final Pemilihan Duta Endek Kota Denpasar 2014 berlangsung semarak. Acara yang mengusung tema “The Colour of Wastra” ini digelar di Gedung Ksirarnawa Art Centre, Denpasar Kamis (2/10). tanyaan dari tiga dewan juri, AAA Mayun K. Tenaya, Qory Veronika dan I Gst Ngr Mariantha (Rah Tut XXX) yang secara bergiliran melemparkan pertanyaan. Rupanya seluruh finalis malam itu paham tentang etika dan estetika apa yang dapat dilihat dari kain endek. Termasuk mengenal kain Endek Denpasar, dengan Foto bersama usai penobatan Duta Endek 2014 penambahan desain modern yang dibordir pada bagian de- rarnawa oleh undangan dan remaja siap, lebih memahami apa itu endek, remaja dan masyarakat. pan kain (tumpal) sebagai ciri dari berbagai sekolah dengan aneka mungkn juga mereka sudah belajar Wayan Gatra mengatakan, seleksi khasnya dan telah telah pula mode busana endek, di panggung banyak dari kakak-kakaknya, yang Duta Endek tahun ini diikuti 130 dipatenkan dan terdaftar pada pun berdiri tiga besar Putra-Putri sudah lebih dahulu ikut Duta Endek. orang. Setelah mengikuti serangkai Dirjen Hak Cipta. Duta Endek tampak sumringah dan pengetahuan mereka juga bertambah an penilaian, mulai dari seleksi awal Salah seorang juri Mayun bersinar mengenakan busana ran- saat karatina dengan adanya pem- oleh panitia dilakukan tes tulis dan Teanaya, mengatakan, secara cangan dari AA Ngr Mayun Tenaya. bekalan tentang endek maupun bekal seputar pengetahuan umum. Dilanumum para finalis duta endek Mereka adalah I Gusti Ayu Aura pengetahuan public speaking. jutkan dengan seleksi kedua, dalam tahun ini sudah memahami tiga Gizella, Ida Ayu Candra Yunita Sari Pesertanya juga bisa dikatakan bentuk tes interview meliputi, brain, poin utama yang harus mereka dan Ni Made Ayu Satya Driti dari membludak, karena sosialisasi yang inner beauty, behaviour, public speakmiliki, yakni attitude yang baik, kategori Putri. Dan , I Gede Candra dilakukan ke sekolah-sekolah menda- ing serta kemampuan cooperates punya bekal pengetahuan atau Kardana Noprasetyo, AA Bagus patkan sambutan yang baik, termasuk in team. Setelah terpilih 12 besar product knowledge tentang Magha Shambara dan Kadek Wisnu adanya kepedulian para guru. dilakukan pembekalan dan pelatihanCandra Kardana dan Aura, Duta Endek 2014 endek yang baik, serta memiliki Yogi Saputra, untuk kategori Putra, Karena itu pula dipilih Ksirar- pelatihan. juga kemampuan public speak- masing-masing sebagai pemenang nawa sebagai tempat acara, agar Duta Endek yang terpilih kali ini ada pagelaran yang juga I, II, III. Sementara pemenang favorit bisa menampung seluruh pendukung akan bertugas memberi layanan indihadiri Wali Kota Den- ing yang memadai. Selain itu Finalis Putra-Putri diraih oleh I Gusti Ayu Agung Ade peserta. Keinginannya pasti, setiap formasi kepada masyarakat tentang pasar, IB Rai D. Mantra, Sekda Kota Denpasar, yang masuk dalam tiga besar juga Tresya Dewi. Mereka berhak atas tahunnya Pemilihan Duta Endek endek dan mempromosikan endek AA Rai Iswara, Ketua Dekranasda mampu dengan lugas menjawab piala, piagam, hadiah uang, selem- bisa lebih baik, dengan mengevaluasi sebagai produk lokal unggulan Kota acara sebelumnya. “Semoga tujuan Denpasar. Finalis yang lolos sebagai Kota Denpasar IA Selly D. Mantra, pertanyaan khusus dari Wali Kota pang, dan suvenir. pelestarian dan mencintai produk Juara I, II, III resmi menjadi Duta Ketua Darma Wanita Persatuan Ny. dalam negeri benar-benar terlaksana Endek dengan lisensi (all right reRai Iswara, Kepala Dinas Perindusdan semakin banyak generasi muda served) di bawah Dekaranasda Kota trian dan Perdagangan Kabupaten/ yang peduli,” cetus istri Wali Kota Denpasar dan bertugas mulai Januari Kota se-Bali, Jajaran SKPD Kota Denpasar ini. 2015 menandatangani MoU dengan Denpasar dan undangan lainnya, Melalui pemilihan Duta Endek ini Dekranasda Kota Denpasar. malam itu endek pun menjadi pripula, harapannya ke depan para finalis Sedangkan, Cakra Manuaba dan madona. Sebab, hampir semua yang nantinya dapat memberikan layanan Nian Anggara, Duta Endek 2013 hadir di Gedung Ksirarnawa malam informasi kepada masyarakat tentang sebelum memasangkan selempang itu mengenakan endek, termasuk pelestarian endek sebagai produk pada penggantinya dengan lantang dua penyanyi Bali, Gede Bagus dan unggulan Kota Denpasar. Secara tidak menyerukan “Endek Kita Punya Dewa Sugama pun tak ketinggalan langsung juga finalis Duta Endek dapat Kita Pakai dan Kita Bangga”. Mereka tampil mengenakan endek. mempromosikan endek di kalangan mengaku sangat bangga pada endek Endek, wastra Bali dengan ciri remaja khususnya dan masyarakat yang merupakan salah satu produk khas beserta inovasinya menjadikanumumnya. kearifan lokal bernilai seni tinggi. nya jauh dari kesan kuno dan tidak Sementara Kepala Disperindag Produk ini pula telah menjadi salah monoton lagi. Terlebih saat ini endek Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, satu produk unggulan, pada Industri sudah banyak digarap oleh para deM.Si., didampingi Kabid Perdagangan Kreatif Kota Denpasar. sainer papan atas bahkan di kalangan IA Dewi Citrawati, M.Si., dan Kasi Selanjutnya, keduanya menyamDuta Endek pun sudah pula berkreasi menjadikan endek sebagai karya Ny. IA Selly D. Mantra, Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra, dan Kadisperindag Kota Bina Usaha IGA Laxmy Sraswaty S.S., paikan bahwa dengan menyandang Denpasar Wayan Gatra, saat memberikan pertanyaan pada finalis Duta Endek menyatakan Pemkot Denpasar melalui gelar Duta Endek, mereka bukan busana yang trendi sesuai dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan hanya bertugas untuk terus mengusia kalangan remaja. Aplikasi dan dan Ketua Dekranasda Kota DenENDEK KITA PUNYA KITA (Disperindag) dengan menggandeng gaungkan dan menyosialisasikan padanannya pun semakin beragam pasar. Dengan penuh antusias me PAKAI dan KITA BANGGA Dewan Kerajinan Nasional Daerah endek di kalangan anak muda untuk termasuk dengan jeans dan pakaian reka menyampaikan pengalamanIA Selly D. Mantra mengatakan, kasual lainnya. Hal ini juga menjadikan nya tentang endek, bahkan ada yang endek, kain tenun khas Bali ini sangat (Dekranasda) Denpasar terus ber semakin mencintai produk lokal ini, endek sangat memungkinkan dike- menyatakan rasa optimismenya mampu bertahan sepanjang masa, upaya melestarikan, mengembangkan namun juga mendapatkan kesempanakan di berbagai kesempatan dan bahwa endek ke depannya akan tak lekang oleh zaman. Bahkan produk tekstil melalui berbagai pro- tan meraup banyak pengalaman serta acara yang lebih santai atau bersifat lebih dikenal di kancah nasional endek kini mampu menyesuaikan gram, termasuk membentuk Duta tambahan pengetahuan dengan diser Endek, yang nantinya lanjut dapat takannya mereka dalam berbagai nonformal. maupun internasional. dengan perkembangan mode dan mempromosikan endek di kalangan even lokal maupun nasional. -ard Itulah cuplikan beberapa ungDi tengah padatnya gedung Ksi tren tanpa meninggalkan nilai-nilai kapan para finalis menjawab pertradisionalnya, sehingga makin diminati berbagai kalangan. Warisan budaya ini wajib kita lestarikan. Dari sekian langkah yang sudah dilaksanakan demi mengembangkan dan melestarikan, salah satunya adalah digagasnya Pemilihan Duta Endek Kota Denpasar. Ia menuturkan, pe milihan Duta Endek ini dilaksanakan pertamakali di Kota Denpasar pada tahun 2012. Kali ini adalah agenda tahun ketiga. Peserta tahun Dewan Juri, Mayun Tenaya, Qory, dan Rah Tut ini dikatakannya lebih Seluruh Finalis Duta Endek 2014
P
Metropolitan
22
Kopi Kintamani Kemasan Taiwan
Akhir-akhir ini banyak sekali pameran produk dalam negeri dan industri kreatif digelar di Jakarta. Mulai dari pameran aneka kerajinan, kuliner, mainan kreatif, fashion, aksesoris, dll. Melalui pameran-pameran ini diharapkan para UMKM dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik dalam menghadapi masyarkat ekonomi ASEAN (MEA) yang akan dimulai 2015 mendatang.
S
alah satu pameran terbesar yang baru saja selesai digelar adalah Pameran Pangan Nusa (PPN) dan Produk Dalam Negeri (PDN) 2014 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan di Monas, Jakarta. Event ini merupa kan puncak dari rangkaian pameran yang sama yang digelar di tiga kota sebelumnya oleh Kementerian Perdagangan, yakni, Lampung, Pur wokerto dan Malang, yang diadakan Mei dan Juni lalu. Ada pemandangan menarik begitu memasuki arena pameran pangan nusa. Kedatangan peng unjung langsung disambut dengan hasil bumi seperti buah-buahan segar, sayur-mayur seperti tomat, cabai, bawang merah, jagung, dll. Di antara itu ada biji kopi dari berbagai daerah, lengkap dengan alat roasting-nya. Nah, untuk se mua hasil bumi yang ditata dengan menarik itu, tidak dijual. Pengujung hanya diperkenankan berfoto-foto di arena itu. Jika ingin membeli produk-produk itu, berjalanlah ke stanstan daerah peng hasil yang terletak di sisi kanan dan kiri arena. Jika ingin ma kan, tak perlu khawatir karena di bagian belakang tersedia arena ku liner nusantara. Berbagai makanan khas tiap daerah itu dapat dinikma ti dengan harga terjangkau. Arena pameran pangan nusa menjadi begi tu ramai. Di antara pengunjung tam pak juga para turis asing berlalu lalang. Nyoman Ariani yang mengusung kopi Bali di pameran itu, mengaku sangat senang mendapat kesempa tan berpameran di event sebesar ini. Di stand Disperindag Provinsi Bali, Ariani yang menempati stand 3X3 m tersebut berbagi tempat dengan dua rekannya, menggelar beberapa produk di antaranya kopi Bali, beras merah dan organic brown sugar. Sedang kedua temannya, menjual makanan oleh-oleh dan herbal. “Saya tidak membawa banyak, ini semua hanya untuk contoh,” ungkap Ariani yang menggunakan ‘Niraa Bali’ untuk produknya. Perempuan yang merintis bisnisnya sejak 2012 lalu, boleh berbangga karena dalam pameran itu kopi Bali dan teh beras merah yang dibawanya mendapat respons
positif dari pengunjung. Seperti, peaberry coffee yang terbuat dari kopi olah basah jantan, kopi luwak arabika Kintamani, kopi luwak Pu puan Tabanan, dll. Dari segi harga pun relatif, dari yang murah sampai yang mahal. Yang paling mahal adalah kopi luwak Kintamani yang harga per 200 gram dibandrol Rp 250 ribu. “Ini salah satu kopi terbaik kami. Harga 1 kg, Rp 1,25 juta. Kopi ini sangat diminati wisatawan asing,” ucapnya. Selain kopi, yang juga tengah gencar dipopulerkannya adalah teh beras merah dari Jatiluwih, Tambanan, salah satu sentra peng hasil beras di Bali. Menurutnya, teh beras merah (red rice tea) ini memang belum terlalu popular di masyarakat umum, meskipun sudah lama dikonsumsi masyarakat Bali. “Tidak semua beras merah bisa dijadikan teh,” tambahnya. Teh beras merah, selain berman faat bagi kesehatan juga memiliki cita-rasanya yang khas. “Rasanya
gurih. Bagusnya, dikonsumsi tanpa gula. Tapi yang belum biasa, mung kin bisa menambah sedikit gula tapi jangan gula putih melainkan dengan brown sugar,” jelasnya. MENEMBUS PASAR INTERNASIONAL Ariani berharap bisnis kopi dan teh beras merahnya dapat menem bus pasar internasional. Potensi itu terbuka lebar. Apalagi kualitas kopi Bali sudah dikenal pasar interna sional. Dalam beberapa event inter nasional di Bali, di mana Ariani ikut serta memamerkan produknya, sejumlah buyer mendekatinya. Mereka ingin memasarkan kopi bali ke mancanegara. “Beberapa buyer yang saya temui di pameran mengajak kerja sama, tentu saya senang sekali. Sekarang masih da lam proses. Semoga saja hal ini bisa
6 - 12 oktober 2014
6 - 12 oktober 2014
Sosialita
3
3G Angels
Hibur dengan Goyang “Nyongcong” Agenda tahunan Tokoh, “Festival Keluarga Tokoh 2014 Sejuk Bersama Coolant” yang dilangsungkan Minggu (28/9) di Lapangan Bajra Sandi, Renon Denpasar, menyedot perhatian khalayak umum. Tak kurang dari 15.000 orang merapat memenuhi lapangan. Terlebih ketika panggung utama diguncang goyang “nyongcong” 3G Angels.
T
Aneka Kopi Bali dan Teh Beras Merah jadi andalan
terwujud, kopi saya bisa menembus pasar internasional,” ucapnya. Saat ini, ia juga telah melakukan ekspor ‘kecil-kecilan’ ke sejumlah negara, seperti Qatar, dan Tion gkok. “Malah tamu dari Qatar sampai datang ke rumah saya un tuk melihat,” katanya. Disela-sela menawarkan kopi Bali itulah, tak lupa ibu dua anak ini, menyelipkan promosi tentang teh beras merah. “Ternyata mereka tertarik. Waktu pameran Agustus lalu, banyak del egasi asing turut mencicipi. Menurut mereka, rasanya enak. Malah man tan Presiden Timor Leste yang kini menjadi Perdana Menteri Timor Leste, termasuk yang ikut bertanya tentang teh be ras maupun kopi. Seorang istri de legasi Timor Leste sempat membeli beberapa produk saya. Katanya, suaminya sangat suka,” tutur wanita kelahiran tahun 1958 ini. Bercerita ten tang usahanya, Ariani yang men jalankan bisnisnya dibantu suami dan dua anaknya, mengaku, berawal dari dirinya sering berkunjung ke kampung suaminya di Pupuan, Tam banan Bali, yang juga dikenal seba gai daerah peng hasil kopi. “Pulang dari Pupuan, bi asanya, saya bawa oleh- oleh kopi yang saya bagikan kepada teman-te
man. Mereka suka bahkan kerap memesan kopi Pupuan dari saya. Dari situ saya berpikir, kenapa tidak mencoba bisnis kopi pupuan, karena peminatnya banyak. Jadi saya ajak petani setempat bekerja sama, saya bantu memasarkan,” tuturnya. Awalnya dia menggarap pasar di lingkungan terdekat yakni temanteman, tetangga dan saudara. Ternyata strateginya ini manjur karena orang-orang terdekatnya ikut membantu mempromosikan. “Jadi awalnya hanya promosi dari mulut ke mulut ,” ujarnya. Tak ber henti hanya di kopi Pupuan, ia pun mulai merambah ke kopi-kopi dari daerah lain di Bali. Salah satunya adalah kopi Kintamani yang sudah dikenal dunia. Guna menarik hati pembeli, maka ia pun mengemas kopi dengan baik. Bahkan untuk kopi tertentu, kemasannya dari Taiwan. Masalah kemasan, memang dia tidak ingin ‘main-main’. Karena menurutnya selain kualitas produk, kemasan juga menjadi salah satu faktor menentukan. “Kemasan ini (sambil menunjuk kopi luwak Kintamani) adalah khusus. Ini dari Taiwan, harga per piece Rp 6 ribu. Cukup mahal. Tapi ini sesuai
dengan harga kopi ini . Kalau kopi biasa, kemasannya buatan dalam negeri namun yang kualitas bagus,” tambahnya. “Lihat kemasan ini, dibagian be lakangnya ada seperti lubang angin. Kemasan ini didesain bisa mengelu arkan angin dari dalam namun angin dari luar tidak bisa masuk. Mutu kemasannya pun sangat bagus. Di Indonesia, kemasan seperti ini tidak ada yang memproduksi. Saya sudah cari kemana-mana, tidak ada,” jelasnya. Kemasan tersebut, katanya, juga menarik hati teman-temannya sesame UMKM. Karena sulit di dapat maka mereka pun membeli dari Ariani. “Sebenarnya kemasan itu juga menjadi prospek bisnis tersendiri karena banyak pemi natnya. menjadi prospek bisnis tersendiri. Tapi saya belum berpikir untuk menanganinya secara serius karena bisnis kemasan itu mem butuhkan modal besar. Kalau saya memesan langsung ke pabriknya di Taiwan, mereka bilang minimal har us satu kontainer. Masih berat buat saya. Lebih baik fokus ke kopi saja yang juga, jika ingin dikembangkan lebih jauh, membutuhkan modal tidak sedikit,” ungkapnya. —Diana Runtu
iga lagu berjudul ”Mik Pok Neh”, “Pokoke Joged”, dan “Kereta Malam” di suguhkan “Trio Macannya Bali” yang digawangi Gek Diah, Gek Yuri, dan Gek Ria tersebut, mampu menarik para peserta fun bike dan fun walk mendekati bibir panggung. Mereka pun larut, turut bergoyang, meski siang itu panas kian memanas. Nama 3G Angels merupakan transformasi dari nama sebelum nya, yakni 3G. “Tahun lalu 3G sempat diundang Pelangi Enterprise ke Jakarta. Bahkan, kami sempat manggung di Jakarta dan Bandung. Ternyata nama 3G sudah ada yang pakai. Karena itu, pihak manaje men kami menambahkan nama ‘Angels’ di bela kangnya,” ujar Tjok Is tri Diah Dar mayanti, yang ke rap disapa Gek Diah ini. Saat itu, 3G Angels dim
inta menyiapkan single Indonesia dengan sentuhan aransemen Bali. Sebenarnya mereka sudah men coba membawakan lagunya Cozy Republic, namun karena kesibuk an masing-masing personel dan mungkin belum ada hoki, projek itu tertunda lama. Grup 3G, yang sejak 14 Februari 2013 bertransformasi menjadi 3G Angels, terbentuk 14 Februari 2006, dan mengambil jalur rock dangdut. Tak hanya bermodalkan cantik, seksi, dengan goyang mautnya, masing-masing personel memang memiliki basic bahkan jam terbang tinggi dalam urusan tarik suara. Gek Diah yang mengaku basicnya bukan penyanyi dangdut, sudah memiliki grup band sejak SMP. Tahun
Aksi panggung 3G Angles dalam Festival Keluarga Tokoh 2014
2014 ia dan agensinya sempat “ngamen” di Kauhshiung, Taiwan. “Sepulangnya ke Bali tahun 2005, saya dirangkul Punkwala Band diajak ‘ngamen keliling’, terjun ke musik Bali. Di sinilah saya ketemu Gek Yuri,” kisahnya. Gek Yuri yang memiliki nama lengkap I Dewa Ayu Sri Dama yanti ini basicnya memang pe nyanyi dangdut. Ia pernah meng ikuti berbagai lomba di tahun 2001. Tak disangka, pertamakali ikut lomba karaoke lagu pop Bali di RRI, ia masuk lima besar. Dari sana ia terus memburu berbagai ajang lomba tarik suara dan terjun menyanyi ke banjar-banjar bersama teman-temannya tanpa meminta imbalan. “Tibatiba saja kami dibayar Rp 20 ribu. Senang sekali rasanya karena biasanya kami tidak pernah diba yar, hanya menjalani hobi,” ujarnya. Tahun 2003 pe nyanyi dangdut fenome nal Inul Daratista naik daun. Lagu beraliran dangdut mulai dige mari masyarakat. Gek Yuri pun men jajal kemampuan olah vokalnya den gan mengikuti lomba nyanyi dangdut di salah satu stasiun radio. Juara I dan Juara favorit berhasil diraihnya. Prestasi nya berlanjut den gan keberhasilannya menggondol Juara I dalam lomba ratu jo get dan ratu dangdut di RRI Denpasar. Ja dilah namanya makin berkibar dan dilirik para musisi untuk tampil di beberapa
pameran. “Dari sering manggung ini saya sering digandeng diajak menyanyi ke mana-mana,” kisah putri dari I Dewa Ketut Oka dan Mekel Tunjung Asih ini. Menyanyi dari panggung satu ke panggung lain inilah yang akhirnya mempertemukan Gek Diah dan Gek Yuri, bahkan mereka sempat duet beberapa kali. Saat itu, sedang “demam Trio Macan”, pedangdut nasional yang digawangi tiga cewek cantik dan seksi dengan goyang nya yang heboh. Gek Diah dan Gek Yuri terinspirasi oleh grup ini dan kemudian terbersit keinginan untuk membuat trio dengan lagu dangdut berbahasa Bali. “Kebetulan adik Gek Yuri yakni Gek Ria juga penyanyi, yang akhirnya kami ajak bergabung dalam formasi 3G,” ujar Gek Diah yang mengaku formasi 3G sempat berganti-ganti sebelum formasi seperti sekarang ini. I Dewa Ayu Tri Astuti Ningrum yang akrab disapa Gek Ria ber gabung di 3G tahun 2007. Ia men gaku banyak belajar menyanyi dan bergoyang dangdut dari sang kakak. Awalnya ia pesimis banting stir dari jalur pop ke jalur dangdut. Bahkan, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Warmadewa ini sampai menangis karena diledeki temantemannya, menyanyi dangd ut. Namun, berkat dukungan kakak, orangtua dan kerabatnya, Gek Ria bisa tampil seperti sekarang ini memperkuat formasi 3G Angels. GOYANG “NYONGCONG” Sebagian besar penyanyi dangdut memiliki goyangan khas, seper ti goyang ngebor Inul Daratista, goyang patah-patah Anisa Bahar, goyang ngecor Uut Permatasari, goyang gergaji Dewi Persik. 3G Angels pun memiliki goyang “nyong cong”. “Istilah itu awalnya hanya celotehan teman-teman saja,” kilah Gek Diah. Namun paling tidak,
goyangan heboh 3G Angels tak kalah dengan pedangdut nasional. Dari pengalamannya manggung, menurut Gek Diah, dangdut tanpa goyang heboh, akan mengecewa kan penonton. Meski demikian, 3G Angels tak semata mengandalkan keseksian dan goyang dangdutnya di atas panggung, kualitas vokal mereka juga lumayan. “Kami mulai dari menjual suara. Namun karena yang disenangi penonton adalah goyangnya, jadi kualitas vokal kami imbangi juga dengan goyang. Go yang ini hanya untuk hiburan saja,” tutur putri sulung Tjok Gede Agung dan Anak Agung Istri Mayun ini. Goyang “Nyongcong” 3G Angels dijelaskan Gek Diah tak semata memperlihatkan erotisnya, namun ada sisi koreografi dan gerak tari Balinya. “Sebenarnya susah banget menyanyi sambil goyang, karena sambil bergerak kami harus tetap menjaga suara tetap stabil,” te gasnya. Sampai saat ini 3G Angels sudah memiliki lima single yakni “Go yang Asyik”, “Negak Dadi Mejujuk Dadi”, “Bali Goyang”, “Tulilu”, dan “Mik Pok Neh”. Lagu “Tulilu” ini dipopulerkan oleh Bayu KW, dan versi dangdutnya dilagukan olah 3G Angels. Demikian halnya dengan lagu “Mik Pok Neh” yang di-recycle versi 3G Angel dari singlenya grup band Bintang. Meski kerap mem bawakan lagu-lagu penyanyi lain, 3G Angels memiliki warna yang khas. “Kami sebenarnya sedang mempersiapkan album, namun karena masing-masing personel punya kesibukan, jadi perampung an albumnya tidak kelar-kelar,” ungkapnya. Saat ini, selain manggung dalam berbagi even, 3G Angels tengah mempersiapkan penggarapan klip “Mik Pok Neh” dan klip duet de ngan Jhonz dalam lagu “Krupuk Be”. –Inten Indrawati
4
Inspirasi
Ni Putu Widayanti
6 - 12 Oktober 2014
Pengorbanan
yang tak Pernah Sia-sia Perempuan yang akrab disapa Wida ini terlahir dari keluarga sederhana. Orantuanya, I Wayan Paka dan Ni Ketut Surniti hanya petani, namun mereka tidak pernah melarang Wida untuk mengejar impian. Sifat mandiri dan tekun dalam mengerjakan sesuatu yang selalu me reka tanamkan pada Wida dari sejak kecil. “Hal tersebut yang selalu menjadi pegangan hidup saya hingga saat ini,” ujar pemilik nama lengkap Ni Putu Widayanti ini.
K
einginan untuk bisa memberikan yang terbaik pada keluarga selalu memotivasi Wida untuk tidak pernah menyerah menghadapi tantangan hidup. Tahun 2002 ia melanjutkan ke jenjang sekolah menengah pertama di SMPN 2 Mengwi yang letaknya tidak jauh dari rumah. “Pada saat itu, saya mendapat tawaran dari bibi untuk membantu pekerjaan rumah tangganya. Dalam pikiran saya saat itu, jangan pernah melewatkan kesempatan yang ada di depanmu, sehingga tanpa perlu pikir panjang saya pun menerima tawaran tersebut. Setidaknya saya bisa mengurangi beban orang tua dalam membiayai uang sekolah,” kenangnya. Kegiatan rutin membantu bibi sepulang sekolah tersebut, ia lakukan hingga duduk di bangku SMA. “Walaupun saya banyak kehilang an waktu untuk bermain dan berkumpul dengan teman-teman karena memiliki kewajiban membantu bibi setiap hari, namun hal tersebut tidak mematahkan semangat saya untuk terus belajar. Dari sinilah saya mulai belajar menghargai waktu, kesibukan yang saya miliki saat itu selalu mendorong saya untuk menjadi pribadi yang lebih tekun dan ulet. Petualang an di bidang akademik dimulai ketika saya diberi kesempatan oleh guru untuk mewakili sekolah pada ajang olimpiade tingkat SMA terutama dalam bidang matematika dan ilmu pengetahuan alam (MIPA) yang sangat saya minati. Kesempatan itu saya gunakan sebaik-baiknya untuk menguji kemampuan diri. Nilai-nilai kehidupan yang selama ini saya anut, berbuah manis yaitu pada tahun 2007 saya berhasil memenangkan juara 2 olimpiade MIPA se-kabupaten Badung dan juga sebagai finalis gema olimpiade fisika se-Bali. Saya ingin membuktikan kepada semua orang bahwa keterbatasan waktu dan materi yang kita miliki bukanlah hambatan bagi kita untuk mengukir prestasi jika kita selalu gigih dan menganggap semua tantangan yang datang adalah peluang,” ungkapnya. Impiannya untuk melanjutkan ke jenjang kuliah dihadang keterbatasan materi yang dimiliki orangtua. Wida hampir mengurungkan niat untuk kuliah. Prestasi yang ia miliki ternyata telah didengar oleh paman dan bibinya yang tinggal di Jimbaran, yang kemudian menyarankan ia untuk melanjutkan ke jenjang kuliah dan bersedia membiayai kuliah sepenuhnya. Wida makin yakin kegigihan dan ketekunan yang selalu ia pegang teguh telah memberi petun-
juk untuk mengejar cita-cita. Untuk mewujudkan impian tersebut, ia rela berada jauh dari orangtua dan tinggal dengan keluarga paman dan bibi. “Saya ingin sekali bisa melanjutkan ke fakultas kedokteran karena sangat menyukai bidang sains. Namun, saya menyadari biaya kuliah yang saya gunakan masih membebani orang lain. Saya berpikir bahwa kemampuan dan kecintaan saya di bidang sains tidak hanya dapat saya salurkan lewat fakultas kedokteran namun juga fakultas yang lain seperti MIPA. Pada tahun 2008 saya meng ikuti jalur PMDK dan memilih Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Udayana. Ketika memasuki gerbang kuliah, saya berusaha mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai beasiswa di bagian akademik karena selalu ada keinginan besar untuk mengurangi beban paman dan bibi. Pada saat itu, mulai muncul sifat mandiri dalam diri saya. Tuhan merestui setiap usaha yang saya lakukan dan akhirnya saya lolos beasiswa jalur prestasi dan kurang mampu (beasiswa Ida Bagus Mantra) sehingga saya bebas biaya pendidikan selama kuliah,” ujar Wida. Semester 4, ia mulai memiliki keinginan untuk bisa menghasilkan uang sendiri. Wida melamar di beberapa yayasan maupun bimbingan belajar dan diterima sebagai pengajar privat maupun kelas. Berbagai tawaran ia terima mulai dari mengajar TK, SD, SMP maupun SMA. Dari hobi mengajar, ia menjadi tahu bagaimana karakter murid, permasalahan yang mereka miliki saat belajar, bagaimana melakukan pendekatan kepada murid sampai pada akhirnya saya mampu membangun kepercayaan diri sebagai tenaga pengajar. Rutinitas mengajar yang ia jalani pun mulai bertambah di sela-sela tugas kuliah. Oleh ka rena tekad yang begitu besar, kuliah dan kegiatan mengajar bisa sama-sama berjalan tanpa harus mengorbankan salah satunya. Berbagai peng alaman yang diperoleh
selama kuliah seperti membangun relasi dan komunikasi dengan orang lain, belajar menghargai pendapat ataupun hasil karya orang lain, kemampuan berorganisasi, bersaing yang sehat hingga melatih kesabaran dan ketekunan saat menunaikan tugas perkuliahan. “Saya sangat bersyukur selama kuliah di Universitas Udayana saya bisa menjalin relasi dengan orangorang hebat dan pekerja keras. Mereka adalah para dosen yang sekaligus memberi saya motivasi serta inspirasi. Saya ingin sekali meng ikuti jejak mereka dan melanjutkan perjuangan mereka. Atas alasan tersebut dan juga dilatarbelakangi oleh kecintaan mengajar, yang pada akhirnya mengantarkan saya untuk melanjutkan pendidikan S2 di Uni-
versitas Udayana. Ketika ada peluang untuk melanjutkan pendidikan dan setelah saya mendapat restu dari orangtua, saya langsung melanjutkan S2 Prodi Kimia Terapan di Universitas Udayana. Saya lahir dan dibesarkan oleh bunda Udayana, oleh karena itu muncul keinginan pada suatu saat nanti untuk mengabdikan kemampuan yang saya miliki pada universitas tercinta ini,” harapnya. Tantangan maupun peluang yang selalu menghampirinya, selalu membawa hikmah dan pembelajar an baru. Langkah yang ia ambil saat ini didasari oleh banyak alasan mulai dari keinginan untuk membangga kan orangtua, mengubah masa depan keluarga untuk menjadi lebih baik, kecintaan saya pada Udayana, keinginan untuk mendalami studi kimia, keinginan untuk berbagi ilmu yang saya miliki kepada generasi penerus serta keinginan untuk menjadi pribadi yang yang lebih matang dalam berpikir dan berbuat. “Sampai saat ini dan seterusnya saya akan selalu berpegang teguh pada sikap gigih, tekun dan ulet karena modal tersebut yang akan mengantarkan saya pada pintu kesuksesan. Saya yakin pengorbanan dan perjuangan yang telah saya lakukan selama ini tidak akan pernah sia-sia,” tegasnya. –Ngurah Budi
Mandalika
6 - 12 Oktober 2014
21
Rela Tidur di Samping Kambing Hari Raya Idul Adha tahun 2014 jatuh pada tanggal 5 Oktober. Kebahagiaan menyambut hari raya ini dirasakan oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia, tidak terkecuali di Nusa Tenggara Barat. Bulan ini merupakan bulan bersejarah bagi umat Islam karena di bulan inilah kaum Muslimin melaksanakan rukun Islam yang kelima, yaitu ibadah haji.
Ni Putu Widayanti
S
Pembagian hewan kurban
elain pelaksanaan ibadah haji, pada bulan ini juga umat Islam merayakan hari raya Idul Adha. Di hari inilah kaum Muslimin selain melakukan salat Idul Adha, juga dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban bagi yang mampu. Kurban ini akan dibagikan pada mereka yang berhak menerimanya, terutama sekali mereka yang tidak mampu. Oleh karena itu, di hari raya inilah, kebutuhan hewan kurban sangat banyak. Banyaknya kebutuhan akan hewan kurban membuat para pedagang hewan kurban seperti sapi dan kambing bermunculan. Hampir di tiap sudut kota hingga desa, pedagang musiman ini ada sehingga terbilang mudah mencari tempat membeli hewan kurban. Di Kota Mataram, sangat mudah menemukan para pedagang hewan kurban. Mereka tersebar
hampir di setiap sudut kota, mulai dari Ampenan hingga Cakranegara. Bahkan ada yang menjual hewan kurban di trotoar-trotoar jalan. Di sentra-sentra penjualan hewan kurban di Kota Mataram khususnya, telah terpasang plang bertuliskan “telah diperiksa oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB dan Kota Mataram”, yang menandakan bahwa semua hewan kurban di tempat penjualan tersebut telah diperiksa secara resmi oleh instansi terkait demi melin dungi konsumen. Selain itu juga hewan-hewan yang dijual telah memenuhi syarat-syarat sebagai hewan kurban salah satunya hewan tidak cacat. Para pedagang hewan musim an ini biasanya mulai menggelar hewan dagangannya rata-rata dua minggu atau empat hari sebelum hari raya Idul Adha tiba. Islamuddin (30), misalnya baru
Salah satu tempat penjualan hewan kurban di Mataram
dua minggu terakhir berdagang hewan kurban di Tanjung Karang Ampenan. Ada 15 ekor kambing yang dijual dengan harga berkisar Rp 1.5 juta – Rp 3 juta. Untuk menanti pembeli, ia rela tidur di tempat penjualan hewan tersebut dua minggu terakhir. “Saya tidur di sini, mana tahu ada pembeli yang datang malam hari,” ungkapnya. Selain itu, ia juga meng alami kesulitan jika harus tiap hari memindahkan kambing-kambing tersebut ke rumahnya dan ke tempatnya berdagang. Karena itulah ia memilih cara praktis, tidur di tempatnya berdagang. Ia membeli kambing-kambing tersebut dua minggu yang lalu dan berharap akan laku semua sehingga ia bisa mendapat keuntungan yang lumayan. BELI LANGSUNG TITIP Di tempat lain, terlihat sebuah tempat penjualan hewan kurban yang cukup besar di Jalan Panji Tilar Ampenan. Sebuah spanduk bertuliskan “Sedia hewan kurban Abah Khairullah, kambing dan sapi” terpampang di depan are al tanah kosong yang dipakai sebagai tempat penjualan hewan kurban. Khairullah tampak tengah asyik melakukan tawar-menawar dengan pembeli. Setelah sepakat harga, si pembeli langsung memberitahukan namanya dan meminta nama tersebut digantung pada leher kambing yang dibelinya tersebut. “Bapak itu menitip kambingnya di sini dan diambil sehari sebelum hari raya Idul Adha,” ungkap Khairullah. Rupanya selain menjual hewan kurban, Khairullah juga
Persiapan penyembelihan hewan kurban
menerima penitipan hewan yang dibeli tersebut. Dengan senang hati ia merawat hewan kurban titipan tersebut. Selain itu, ada satu kelebihan lain yang ditawarkan Khairullah yang sudah enam tahun terakhir berjualan hewan kurban di musim lebaran haji (Idul Adha) seperti inji, yaitu, pesan antar. “Pembeli bisa menelepon dan hewan kurban diantar ke rumah. Ongkosnya gratis,” kata penjual yang juga seorang PNS di Mataram ini. Harga yang ditawarkan Khairullah untuk hewan yang dijualnya berkisar antara Rp 1,5 juta – Rp 2,6 juta. Di tempat penjualan hewan ini juga telah terpampang plang telah dipe riksa oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB dan Kota Mataram. Khairullah baru membuka tempat penjualan hewannya pada seminggu sebelum Hari Raya Idul Adha. Ia membeli hewan-hewan tersebut dari langganan-langganannya di Lombok Tengah mau pun di pasar-pasar hewan lainnya di Pulau Lombok. Tidak kurang dari 70 ekor kambing yang dijualnya. Hingga H-4 Lebaran Haji, telah lebih dari 20 ekor kambing laku terjual. “Biasanya H-1 baru pembeli banyak ber-
datangan,” ujarnya. Sepanjang enam tahun menjadi pedagang musiman, ia mengaku tidak pernah ada hewan yang tidak laku dijual. Semua habis terjual sehingga usahanya ini berjalan lancar dan baik. Tingginya kebutuhan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha, membuat harga hewan kurban ini relatif naik. Untuk menyiasati hal ini, beberapa pembeli hewan kurban membeli bahkan sebulan sebelum Hari Raya Idul Adha. Keluarga Muhammad Amin di Bima misalnya, telah membeli hewan kurban jauh-jauh hari sebelum hari raya tiba. “Harganya lumayan murah dan bisa dititip di pedagangnya untuk dirawat hingga hari H tiba,” katanya. Menurutnya, tidak ada biaya tambahan untuk itu melainkan ia memang dengan sukarela menambah harga sapi yang dibelinya sebagai biaya lelah pemeliharaannya. Sehari sebelum Hari Raya Idul Adha, sapi tersebut telah berada di rumahnya. Pemotongan dilakukan di halaman belakang rumahnya dan kemudian dibagibagikan kepada yang berhak menerimanya. Inilah salah satu kenikmatan merayakan Idul Adha, dapat berbagi hewan kurban de ngan sesama. -Naniek I. Taufan
Tempat penjualan hewan kurban di Mataram disertai plang telah Hewan kurban yang dibeli bisa dititip di tempat pembelian hingga H-1 diperiksa kesehatan dan kelayakannya sebagai hewan kurban
Nine
20
6 - 12 Oktober 2014
Agresifnya Pembeli Emas Gang Ester Kota tua Ampenan, masih menggeliat meski pun kini tidak lagi menjadi pusat keramaian seperti dulu. Lalu lintas perdagangan di antara gedung-gedung tua tersebut masih lancar. Demikian pula dengan puluhan perempuan pembeli emas yang duduk di salah satu lorong yang paling ramai dilalui di kota tersebut.
Mahnur dan Siti Aisyah di Gang Ester Ampenan
dengan layak. Ia dan puluhan perempuan lain, tahan duduk sepanjang hari di sekitar lorong tersebut di emperemper pertokoan di Ampenan. Dengan tas kecil terjepit di ketiak, mereka duduk berselonjor di lantai teras-teras toko sepanjang hari menanti penjual emas yang biasanya tengah kepepet butuh uang atau lebih banyak karena ingin cepat dan praktis.
Mahnur (kiri) dan Siti Aisyah (kanan) tengah menimbang emas yang dibeli dari para penjual emas
D
i sepanjang lorong bernama Gang Ester di Kota Am penan ini, para perempuan duduk berjejer me nanti orang datang menjual emasemas sisa atau pun yang masih utuh yang hendak dijual. Inilah keseharian para perempuan yang dengan sabar menanti datangnya orang yang menjual emas. Mereka adalah generasi ke sekian yang mengisi dan memenuhi Gang Ester tersebut. Bagi yang sering melintasi kota tua Ampenan, pasti mengenal tempat ini dengan baik. Bagaimana tidak, setiap me lewati lorong ini akan bertemu dengan agresifnya para pembeli emas yang duduk sejak pagi hingga sore hari tersebut menyodorkan tangan bertanya, “jual emas…?” kata mereka silih berganti. “Jual emas, Mbak..,” tanya Mahnur (58) dan Siti Aisyah (53). Tiap ada orang lewat mereka selalu melontarkan pertanyaan berbunyi….jual emas, jual emas…. Pertanyaan ini diakui Mahnur se bagai kebiasaan yang sulit dihilang kan kalau sudah duduk di lorong tersebut. Mahnur juga mengaku, bertanya seperti itu bisa menarik orang yang ragu-ragu menjual emas akhirnya mau menjualnya. Para pembeli emas ini men deteksi keinginan para pen jual dari cara mereka melintas
perlahan-lahan dan melihat-lihat ke sana ke mari atau mondar mandir. Jika ada yang bersikap demikian, bisa serentak perem puan pembeli emas ini berdiri dan mendekati penjual dengan sigap. Mereka yang ingin menjual emas ke tempat tersebut –utamanya yang baru- kadang malu-malu dan kurang berani terang-terangan. Hal inilah yang mengharuskan mereka lebih agresif melakukan pendekatan pada para penjual. Kecuali yang sudah biasa menjual emas ke lorong ini, biasanya tidak mengalami kendala psikis dan su dah mampu bersikap biasa. Mahnur yang berasal dari Pe jarakan Ampenan ini adalah satu dari sekitar 100 orang —rata-rata perempuan— yang memilih profesi sebagai pembeli emas yang terse bar di Ampenan dan Cakranegara. Ia telah 35 tahun bertahan dengan profesi sebagai pembeli emas ini. “Saya membeli emas sejak harga emas masih Rp 18.000,” kata Mahnur. Segala duka dalam menjalani profesi ini telah ia lalui, termasuk pernah tertipu jutaan rupiah. Sukanya adalah sesuatu yang menyenangkan untuk ia jalani. “Meski pun saya duduk di emperan toko seperti ini, alhamdulillah saya bisa beli tanah dan menyekolahkan anak-anak saya,” katanya. Dari pekerjaan ini diakui Mahnur ia dapat hidup
BERAPA PUN BISA DIBAYAR Emas yang dijual semua jenis, bentuk dan ukuran selain yang masih utuh, juga yang sudah rusak seperti putus atau patah. Ada juga yang tidak utuh lagi seperti anting-anting sebelah atau po tongan mata kalung dan lainnya. Uniknya, berapa pun jumlah emas yang dijual, ia mengaku mampu membelinya meski pun nilainya puluhan atau ratusan juta rupiah. “Pokoknya yang namanya emas apa pun bentuknya kami beli dan berapa pun nilainya saya bisa bayar,” kata Mahnur. Ini memang terbilang peker jaan unik karena meski pun tanpa modal, mereka bisa be kerja dengan lancar. Menurut Mahnur dan Siti Aisyah, mereka mempunyai tempat yang selalu bisa meminjamkan uang untuk membeli emas-emas itu berapa pun nilainya. “Saya dan rekanrekan yang bekerja di sini, dengan atau tanpa modal, bisa jalan,” ujar Mahnur dan Siti Aisyah. Hanya butuh datang dan duduk di emper-emper toko menanti penjual emas, mereke menunggu rezeki itu datang. Jika ada penjual yang datang, emas diuji karatnya kemudian ditimbang beratnya dan sepakat harga, Mahnur dan rekan lain nya lalu membayarnya. Jika tidak cukup uangnya, mereka meminta uang sebagai modal kepada me reka yang biasa disebut bos un tuk membayar emas yang dijual. “Kami bagi hasil,” ujar Mahnur. Usaha tanpa modal ini, diakui Mahnur, bisa memberikan keun tungan bersih yang lumayan untuk memenuhi kebutuhan dapur se
tiap hari. Jika penjual ramai datang ke lorong tersebut, penghasilan mereka pun bisa mencapai ra tusan ribu rupiah/hari. Menurut Mahnur dan Siti Aisyah, penjualan emas ramai terjadi menjelang dan usai hari raya Idul Fitri. Hari-hari lainnya biasa saja, bahkan kadang berhari-hari tanpa penjual. Rezeki mereka fluktuatif, ka dang ramai dan kadang pula sepi sekali. “Kadang sehari bisa dapat emas Rp 1,5 juta - Rp 3 juta, namun terkadang berharihari tidak dapat emas,” ungkap Mahnur. Meski berhari-hari tidak ada yang datang menjual emas, Mahnur dan rekan-rekannya tetap duduk di lorong tersebut menanti dan menanti, sama seperti orang yang membuka dagangan. “Ada atau tidak ada penjual emas, kami tetap datang ke sini setiap hari. Dari pukul 8.00 sampai 18.00 saya di sini,” ujarnya. SIAPA SIGAP DIA DAPAT Ada kesepakatan yang tidak tertulis di kalangan perempuan pembeli emas ini dalam berak tivitas. Tidak ada aturan siapa yang harus maju lebih dulu jika ada penjual yang datang, namun, siapa yang paling sigap dialah yang
dapat. Meski demikian, ada aturan tidak tertulis yang menjadi kebia saan di antara sesama pembeli, mereka tidak akan menyabotase rekannya jika sudah ‘memegang’ penjual hingga akhirnya tawar menawar mentok dan tidak mendapatkan hasil. Emas-emas yang mereka beli dijual kembali kepada yang disebut bos dengan bagi hasil atau ke toko-toko yang banyak berada di sekitar lorong tersebut. Dari sinilah penghasilan yang mereka dapatkan setiap hari. Bisnis mereka ini berjalan lancar dan terus mengikuti per kembangan harga pasar. Ketika sore menjelang, barulah mereka beranjak untuk pulang. Hari itu, Mahnur dan Siti Aisyah pulang membawa rezeki keuntungan bersih untuk biaya hidup de ngan keluarganya. Memang tidak semua seberuntung M ahnur yang tampaknya telah “mantap” dengan profesi yang telah 35 tahun digelutinya itu. Ada pula dari mereka yang mendapat keuntungan sekadarnya untuk biaya hidup sehari-hari, seperti halnya Siti Aisyah. “Yang pen ting cukup untuk makan dengan anak-anak,” ungkap perempuan asal Bali ini. -Naniek I. Taufan
Mahnur (kiri) dan Siti Aisyah
6 - 12 Oktober 2014
Inspirasi
5
Dr. Ni Made Arshiniwati, SST, M.Si.
Raih Doktor Berkat Sakralisasi Tari Andir Denpasar ini, ia tertarik mengam bil tema ini ka rena Tari Andir merupakan ke senian langka. Selain itu, ia me lihat, kesenian ini dulunya difungsi kan sebagai seni sekuler belakan gan menjadi seni sakral dengan melibatkan rangda sungsungan. Da lam pementasan nya yang terkait dengan upacara tersebut, rangda sungsungan selalu dilibatkan baik se bagai perwujudan dari salah satu Ni Made Arshiniwati bersama suami tokoh di tempat i Bali pada umum suci, dipercaya memiliki kekuat nya, agama Hin an pelindung yang telah me du dan kesenian nyaksikan, menyertai, sekaligus sangat berkaitan. melindungi pementasannya. Sebagian besar upacara dalam Ia mengatakan, selama ini agama Hindu menghadirkan pakar seni belum mengkaji Tari kesenian di dalamnya. Bahkan, Andir secara menyeluruh dan kesenian khususnya seni pertun mendalam. “Belum ada satu tu jukkan sering dijadikan sebagai lisan pun menyinggung sakralisasi simbol dari ekspresi masyarakat. Tari Andir di Desa Tista, Keram Namun, transformasi masyarakat bitan. Hal ini mengisyarakatkan ke arah masyarakat industri dan bahwa permasalahan ini masih jasa telah menggeser sebagain merupakan sebuah misteri dan fungsi kesenian sebagai simbol untuk memecahkan misteri ini komoditi yang berorientasi pada dibutuhkan sebuah penelitian,” pasar. Fenomena ini, memang ujarnya. pada kenyataannya banyak ter Wujud sakralisasi Tari Andir jadi. Hal tersebut ditunjukkan adalah berupa penuangan ide, dengan banyaknya seni tradisi gagasan, nilai, maupun norma yang sebelumnya difungsikan se yang dimiliki oleh masyarakat se bagai seni sakral, belakangan tempat melalui aktivitas sakral difungsikan sebagai seni profan. isasi dengan menyinergikan Tari Hal ini, merupakan realitas yang Andir dan rangda sungsungan tidak bisa dihindari. Namun, yang menghasilkan Tari Andir hal sebaliknya juga terjadi. Be yang sakral. Sebelum tahun 1994 berapa kesenian tradisonal yang Tari Andir difungsikan sebagai sebelumnya difungsikan sebagai seni bebali dan balih-balihan, seni profan justru belakangan Namun, dari tahun 1994, sampai difungsikan sebagai seni sakral. saat ini Tari Andir difungsikan Salah satunya adalah Tari Andir sebagai seni wali dan bebali yang di Desa Tista Kerambitan, Kabu dalam pementasannya selalu paten Tabanan. melibatkan rangda sungsungan Hal inilah yang diangkat Ni masyarakat, baik ditampilkan Made Arshiniwati, SST.,M.Si. sebagai bagian dari cerita mau dalam disertasinya yang berjudul pun hanya sebagai” saksi” pe “Sakralisasi Tari Andir di Desa mentasannya. Tista Kerambitan Kabupaten Dalam konteks budaya, Tabanan”. sakralisasi Tari Andir dilakukan Menurut Dosen Jurusan Tari sesuai dengan ciri-ciri seni sakral Fakultas Seni Pertunjukan ISI sebagai berikut (1) penggunaaan
D
benda-benda keramat berupa rangda sungsungan Ratu Ayu Lingsir dan Ratu Ayu Anom. (2) Setiap kegiatan yang dilaku kan selalu melewati suatu pro ses upacara dengan berbagai upakara yang melengkapinya. (3) Pelakunya adalah orang pi lihan biasanya dipilih anak-anak gadis yang belum akil balig. (4) Tempat pementasannya di tempat suci berkaitan dengan upacara yadnya. (5) Waktu pe mentasannya merupakan waktu yang dianggap keramat dan terkait dengan upacara yadnya. Masyarakat Tista yakin Tari Andir yang merupakan tari sakral dan kesakralannya bersumber dari rangda sungsungan merupakan kehendak Tuhan untuk menjaga sistem kepercayaan dan sistem nilai yang ada di Desa Tista. Dari penelitian Tari Andir dapat digali temuan baru, di antaranya, Tari Andir adalah
Ni Made Arshiniwati menerima sertifikat tanda kelulusan doktor
sebagai seni sakral. Hal ini menunjukkan sakralisasi dapat menjadi solusi terhadap per masalahan yang dihadapi dalam hal pelestarian dan regenerasi pemain. Tarian ini selalu dihadiri seluruh masyarakat Tista dalam bentuk ngayah sehingga tarian ini juga menjadi sarana integrasi masyarakat se tempat. Masyarakat pendukung Tari Andir yang ter himpun dalam p e r k u m p u l a n atau kesatuan so sial dengan dasar keanggotaannya adalah kesuka relaan yang di landasi ikatan simbolis rangda yang dipuja, baik oleh seka dan masyarakat Tista. Dengan demikian semangat komunal mas yar akat dan rasa ket erikata n terhadap kelom Promotor Prof. Dr. Ir. Sulistyawati bersama Ni Made Arshiniwati pok juga bisa di pertahankan. Dari hasil disertasi ini, ia me nama lain tari legong keraton yang ditunjukkan dengan adanya nyarankan, penulisan Tari Andir ciri tarian ini ditarikan tiga orang perlu diteruskan. Penulisan ini penari putri sebagai penari inti. dipandang penting karena akan Struktur pertunjukkan Tari sangat bermanfaat bag usaha Andir tersusun ke dalam pola pelestarian khususnya dan men garapan pokok pangawit, pang jadi bagian revitalisasi tari di Bali. awak, pan gencet, dan pakaad. Partisipasi Pemkab Tabanan sa Aktivitas Tari Andir berjalan ngat diperlukan terutama dalam lebih stabil setelah difungsikan memberikan pembinaan secara berkesinambungan terhadap Tari Andir mengingat tari ini merupa kan aset penting yang menjadikan Pemkab Tabanan sebagai satusatunya kabupaten di Bali yang masih memiliki Tari Andir. Untuk itu, perlu dilakukan upaya, mengikutsertakan Tari Andir dalam festival sakral yang dilakukan secara rutin, atau melakukan pembinaan terhadap kesenian ini secara rutin. Lem baga pendidikan yang mempu nyai peranan mengembangkan kesenian tradisional juga perlu memberikan perhatian serius Ni Made Arshiniwati berfoto bersama para penguji terhadap Tari Andir ini.
Dukungan media televisi dan cetak, juga sangat diperlukan termasuk memberi penghargaan terhadap tokoh yang berperan mengembangkan kesenian tra disional. I Nyoman Danuwangsa S.H.,M.H., M.Kn., suami dari Arshiniwati, mengatakan sangat bangga dengan kelulusan istrinya dengan sangat memuaskan, saat ujian terbuka doktor, Rabu (1/10). Ia berharap, Arshini wati terus melakukan peneli tian khususnya di bidang seni tari yang sakral di Bali maupun Indonesia. Promotor Prof. Dr. Ir. Sulis tyawati,MS.,MM.,M.Mis.,D.Th. mengatakan, temuan Made Arshiniwati ini sangat menarik. Pariwisata maupun globalisasi seringkali dipandang sebagai hal yang memberi pengaruh negatif terhadap seni tradisi. Kenyataan nya, tidak sepenuhnya berlaku bagi masyarakat Desa Tista. Arshiniwati menemukan, sesuatu yang baru, dengan adanya peli batan rangda sungsungan pada Tari Andir tetap mampu menjaga kesakralannya demi pelestarian agar seni pertunjukan ini tidak punah. Prof. Sulistyawati mengatakan sangat bangga, sudah banyak anak didiknya lulus doktor den gan sangat memuaskan, di antaranya, Yulia Muliawati Harun (Universitas Indonesia, 2005-2007) lulus sa ngat memuaskan, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Unud, 20062008) lulus cum laude, I Gusti Made Putra (Unud, 2006-2011) lulus cum laude, I Putu Rumawan Salain (Unud 2008-2011) lulus cum laude, I Made Adhika (Unud, 2009-2011) lulus sangat memuas kan, I.B.Wirawibawa M antra (Unud, 2007-2012) lulus sangat memuaskan, Ida Ayu Armeli (Unud, 2007-2012) lulus sangat memuaskan, Drs. I Gede Mugi Raharja, (Unud, 2010-2013) lulus cum laude, Ni Made Arshiniwati (Unud, 2008-2014) lulus sangat memuaskan. Ia sangat berharap, semoga penelitian yang dilakukan, dapat berguna bagi kemajuan perkem bangan seni budaya di Bali dan Indonesia pada umumnya. –ast
Woman on Top
6
6 - 12 oktober 2014
Restu Suami Pendukung Utama “S
aya tidak pernah membayangkan akan jadi Lurah di sini. Na mun, saya senang karena bisa ‘pulang kampung’ dan mengabdi di sini,” ungkap lulusan Akademi Pendidik an Dalam Negeri (APDN) tahun 1988 ini. Kenangan masa kecil nya akan kejayaan Kota Tua Ampenan yang dulunya menjadi pusat perdagangan di Mataram, membuatnya ingin merasakan kembali geliatnya kota pelabuhan ini. Revitalisasi Kota Tua Ampenan yang dilakukan di masa Walikota Mataram H. Ahyar Abduh ini, mem berinya semangat untuk menyukseskan kegiatan ini karena dapat membuatnya bernostalgia akan masa lalu kota yang tempo dulu pa ling ramai di Mataram ini. Keberagaman etnis yang hidup di Ampenan Tengah juga memberi
warna tersendiri bagi keunikan Kota Tua Ampenan. Di sana hidup dengan damai etnis Tionghoa, Arab,
Melayu dan pribumi. Toleransi hidup antar etnis inilah yang menjadi salah satu perhatian Elya untuk dijaga demi terpeliharanya tatanan hidup yang damai antar warganya. Ia ber syukur, dalam tugasnya yang “pulang kampung” yang sama sekali tidak pernah dibayangkannya itu, ia tidak mengalami kendala berarti meng hadapi dinamika masyarakatnya. Setidaknya, karena ia telah mengenal kultur, karakter, sifat dan watak masyarakat di sana sehingga lebih memudahkan ia masuk dan diterima oleh masyarakat. Bagi Elya, ada seni tersend iri dalam memimpin wilayah dengan luas tujuh kilometer persegi dengan jumlah warga 11 ribu orang yang tersebar di 10 lingkungan. Ampenan Tengah termasuk daerah yang kaya dengan keberagaman budaya. Masalah-masalah yang muncul di wilayah ini menurut Elya yang sudah hampir lima tahun ter akhir menjadi Lurah Ampenan Tengah, bukanlah konflik sosial melainkan masalah-masalah kecil yang bisa diselesaikan dan tidak sampai mengganggu ta tanan kehidupan bermasyarakat. “Biasanya masalah yang muncul hanya masalah antar keluarga, rumah tangga, pernikahan di bawah umur atau lainnya,” kata perempuan kelahiran 10 Agus tus 1965 ini. Elya menikmati tiap kali
ia ia bisa menyelesaikan masalah yang terjadi pada warganya. Ada kepuasan tersendiri baginya jika bisa mendamaikan mereka yang bertikai. Menurutnya, inilah seninya memimpin warga. “Itu jadi seni tersendiri buat saya,” katanya. Elya menikmati tugas tersebut sebagai bagian dari ibadah nya. Menjadi lurah tentu membuat kesibukannya menjadi lebih dari perempuan lain di sekitarnya. Selain karena panggilan tugas yang meng haruskannya banyak menghabiskan waktu di luar rumah, ia juga harus bisa membagi waktu lainnya untuk mengurus rumah tangganya. Sebagai perempuan, Elya tidak melupakan keluarganya meski dalam kesibukan sebagai seorang lurah. “Pu lang kantor, saya langsung berganti pakaian dan mulai fokus mengurus keluarga,” ujar ibu dari Septian Hadi nata (25), Amelia Putri Permatasari (21) dan Ivan Fadillah (16) ini. Na mun, meski tengah dalam waktu mengurus keluarga, jika wilayah atau warga membutuhkannya, maka ia akan turun lapangan kapan pun itu waktunya. Bahkan malam hari ia tidak segan turun bersama warganya. Misalnya tiap kali gelombang pasang Pantai Ampenan di musim angin tiba, ia akan mendampingi warganya mengatasi situasi tersebut. Maklum, beberapa wilayah Ampenan Timur berada di pesisir Pantai Ampenan. Meski ada rasa takut melihat amukan gelombang pasang, Elya tetap sigap menghadapi bencana alam itu demi
19
15 Ribu Peserta Penuhi Lapangan Renon
Hj. Elya Hadiana
Memimpin di “kampung halaman” sendiri memang menjadi pengalaman tersendiri bagi Hj. Elya Hadiana, Lurah Ampenan Tengah, Kota Mataram. Ia lahir dan tumbuh hingga dewasa di Kampung Melayu Ampenan, salah satu kampung atau lingkungan yang dalam wilayah Ampenan Tengah yang kini dipimpinannya. Ia tidak pernah membayangkan jika akhirnya ditugaskan memimpin kampung halamannya itu.
Sudut Pandang
6 - 12 oktober 2014
Perhelatan Festival Keluarga Tokoh 2014 Sejuk Bersama Coolant, Minggu (28/9) berlangsung sukses dan sangat meriah di Lapangan Renon, Denpasar. Peserta yang datang mencapai 15 ribu, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga orang tua.
Hj. Elya Hadiana
menguatkan warganya. Tanggung jawablah yang membuat ia selalu berada di tengah warga jika hal ini terjadi hampir di setiap tahunnya. Memiliki staf hanya sembilan orang, Elya tidak mengalami kendala dalam bekerja. Kepandaiannya men gelola dan memanajemen membuat semua hal berjalan baik dan lancar. Selain dibantu stafnya, rupanya ada seorang lagi yang menurut Elya sangat membantunya dalam men jalankan tugas sebagai lurah. “Suami saya adalah kawan diskusi yang selalu memberi masukan positif bagi karir saya,” ujarnya. Drs. Muhammad Amin, suami Elya yang bertugas di Disperidag Lombok Barat adalah kekuatan tersendiri baginya. Restu dan dukungan penuh darinyalah yang membuat Elya tetap bersemangat memimpin warga dan mengelola wilayahnya. “Saat saya dilantik seba gai lurah pada Februari 2010, restu suami saya adalah pendukung utama,” ungkapnya tersenyum.
F
estival Keluarga me rupakan acara yang rutin digelar Tokoh sejak tahun 2006. Ta hun ini Festival Keluarga didukung penuh oleh Coolant dan dirangkai kan dengan HUT ke-69 TNI. Acara yang diselenggarakan antara lain fun walk, fun bike, senam bersama, games, hiburan, bazar kuliner, serta pengundian doorprize. Acara pembukaan Festival Ke luarga Tokoh 2014 Sejuk Bersama Coolant dihadiri CEO Kelompok Media Bali Post ABG Satria Naradha, CEO Enesis Grup Bambang Soen doro, mantan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya, Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Ruslian Hariadi, Kapolda Bali Irjen Pol. Drs. Benny Mokalu, serta Wagub Bali Ketut Sudikerta. Pembukaan diawali dengan mi num Coolant bersama diiringi seka balaganjur Sanggar Cenik Lantang
bawa bendera Coolant, anggota TNI dan masyarakat umum. Pe serta yang membludak membuat start dibagi tiga kali. Setelah pelepasan fun bike, pe serta fun walk yang mencapai tiga ribu orang sudah siap memadati areal start. Mereka dihibur Tari Cendrawasih. Barisan peserta fun walk dipimpin pasukan Coolant yang membawa walking board Coolant sembari menebar senyum dan membawa satu botol minuman Coolant. Coolant adalah minuman ion dan penyejuk, kandungannya be rupa: ion (Na+, K+, Mg2+ dari Air Pegunungan) dan sari penyejuk yaitu ekstrak bengkuang, ekstrak chrysanthemum (bunga krisan). Dengan formula baru yang lebih disempurnakan, Coolant baru rasanya lebih menyegarkan dan bermanfaat untuk melancarkan sirkulasi tubuh. Coolant sangat
Pelepasan start fun bike CEO Enesis Grup Bambang Soendoro
Sambil menunggu peserta tiba di garis finish, modern dance menghibur pengunjung festival yang sudah me madati areal panggung sejak pukul 06.00. Mereka juga diajak senam bersama Vegeta. Bukan hanya senam, mereka juga diberi tips-tips kesehatan oleh dr. Dewi. “Untuk hidup sehat pastikan makanan yang dikonsumsi cukup serat dan olahraga yang harusnya dilakukan setiap hari. Serat ber guna untuk melancarkan BAB dan mengatasi konstipasi, mencegah wasir, mengontrol berat badan
-Naniek I. Taufan
hadiah hiburan oleh Coolant. Karena dirangkaikan dengan HUT TNI, disampaikan juga sambutan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Torry Djohar Banguntoro yang dibacakan Kasdam IX/Udayana. Tampil juga Brass Band dari Kodam IX/Udayana. Selanjutnya, peserta dihibur penampilan Ayumang Rimba, Ayu Viona, Mr. Botax, dan 3G Angels yang sangat komunikatif membuat penonton betah berada di lapangan. Walaupun terik matahari begitu menyengat, pengunjung tidak be ranjak pergi dari acara yang dipandu Sonny Wijaya dan Yupi ini. Mereka sabar menunggu pengundian doorprize yang mulai dari hadiah bing kisan, voucer, alat-alat elektronik,
hingga sepeda. Undian hadiah 2 unit motor dilakukan Ny. Ruslian Hariadi ber sama Ny. Bintang Puspayoga (Ketua WHDI Bali) dan Ny. Satria Naradha, yang sekaligus menyerahkannya kepada pemenang, I Made Juniarta dan Ketut Berata. Tepat pukul 11.30, undian hadiah utama mobil Daihatsu Ayla dilakukan Kasdam IX/ Udayana Brigjen TNI Ruslian Hariadi dan Product Manager Coolant Jane Sally. Mereka dibantu gaya unik Gek Diah dari 3G Angels mengocok un dian. Hadiah utama satu unit mobil Daihatsu Ayla akhirnya diraih Ni Wayan Roti. Selamat kepada pe menang. Sampai jumpa di Festival Keluarga Tokoh tahun depan. –Wirati Astiti/Nina
Beli Sepeda dapat Mobil Pelepasan peserta fun walk
dan lagu-lagu yang dilantunkan Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya dan Kowad. Pelepasan 12 ribu pe serta fun bike di Denpasar dilakukan Panglima TNI Jenderal Moeldoko dari Jakarta melalui tayangan video conference tepat pukul 07.00. Pe serta terdepan adalah rombongan VIP disusul Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Bali yang mem
cocok diminum untuk berbagai aktivitas terutama saat tubuh gerah, kepanasan dan keringatan, sehingga tubuh menjadi sejuk kembali dan haus cepat hilang salah satunya seperti aktivitas fun walk, fun bike dan senam bersama seperti yang telah dilakukan oleh para peserta Festival Keluarga Tokoh 2014 Sejuk Bersama Coolant.
atau/membantu diet, mencegah kanker kolon dan mengontrol ko lesterol serta menurunkan risiko sakit jantung. Namun, kebiasaan mengonsumsi serat nampaknya belum sepenuhnya diterapkan oleh masyarakat. Vegeta mengatasi kekurangan serat yang terjamin aman,”kata dr.Dewi. Selanjutnya, masyarakat diajak Senam Vegeta dipandu ibu-ibu yang mengena kan pakaian hijau. Gera kannya mulai dari tangan kemudian gerakan kepala dilanjutkan dengan gera kan-gerakan tangan seka ligus gerakan kaki dengan tempo cepat kemudian gerakan pinggang sambil melambaikan tangan. Hampir 15 menit mere ka melakukan gerakangerakan tersebut. Games-games me narik juga disajikan di Minggu pagi itu. Mulai dari peserta dengan gaya senam terheboh, joget Coolant, drop the girl hingga membuat pantun. Semua peserta diberi
Tak menyangka, itulah yang dilontarkan Ni Wayan Roti, pemenang hadiah utama Festival Keluarga Tokoh 2014 Sejuk Bersama Coolant. Matanya tampak berkaca-kaca. Dengan nada parau, ia memeluk MC, saat nomor undiannya disebut sebagai peraih hadiah utama berupa satu unit mobil Daihatsu Ayla. Ni Wayan Roti, merupakan salah satu PNS di Pomdam IX/Udayana. Ia tak terlalu berharap mendapatkan hadiah. Karena perintah atasan, ia harus ikut naik sepeda. Mau tidak mau, ia akhirnya membeli satu unit sepeda sehari sebelum festival digelar. “Karena perintah komandan, harus ikut, jadinya saya ikut. Saya langsung beli sepeda hari Sabtu seharga Rp 4 juta,” katanya. Roti mengaku sebelumnya pernah memiliki mobil, namun sudah dijual. Ia pun sangat berbahagia, karena kini ia justru mendapatkan mobil baru. Setelah turun pang gung, ucap an selamat mengalir kepadanya. Wayan Roti tampak ke bingungan, ketika harus masuk ke dalam mo bil. Ia dimin ta membuka pintu mobil, tapi ternyata mobil masih terkunci. Akhirnya, ia memanfaatkan foto bersama dengan keluarganya di depan mobil. Ni Wayan Roti berkali-kali mengusap air matanya. Keharuannya terus menggulir, sampai pulang. “Terimakasih, terimakasih ya,”ucapnya sembari melambai-lambaikan tangan ke arah panitia. –Wirati Astiti
6 - 12 oktober 2014
18
Semarak Festival Keluarga Tokoh 2014
6 - 12 oktober 2014
Life
H
Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta bersama CEO Enesis Grup Bambang Soendoro memimpin prosesi minum Coolant bersama
Stan Coolant, Vegeta, dan Adem Sari di Festival Keluarga Tokoh 2014 diramaikan pengunjung
Ribuan peserta fun walk melewati garis start
Ucapan Terimakasih kepada para mitra kerja dan pendukung acara “Festival Keluarga Tokoh 2014 Sejuk Bersama Coolant” - CEO Enesis Grup bersama manajemen - CEO Kelompok Media Bali Post - Pangdam IX/Udayana beserta jajaran - Danrem 163/WSA bersama jajaran - Dandim 1611 Badung bersama jajaran - Wakil Gubernur Bali - Kapolda Bali - Bali Bird Park - ATW - Bali Tangi - Amour Boutique - BHCC - Heroxyn - BCA - Mama & Leon - Cellular World - Cap Lang - Healing Beauty Water - Kamandhani Dental Care
- - - - - - - - - - - - - - - - - -
Cempaka Boutique Anyar Boutique Warti Buleleng Fakultas Kedokteran Unud RS Manuaba Psikiatri RS Sanglah WHDI Bali Tim Sakabros Samas Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Bali United Bike SMAN 7 Denpasar SMAN 8 Denpasar SMAN 3 Denpasar SMAN 4 Denpasar Perdiknas Kelompok Media Bali Post Masyarakat penggemar fun bike dan fun walk
Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya ikut megambel bersama sanggar Cenik Lantang
Dokter Dewi memberikan tips kesehatan dipandu MC Sony Wijaya dan Yuppi
7
Suamiku Pilihan Ibuku Menggendong bayi yang baru berumur tiga bulan, perempuan itu terlihat gelisah. Ia bolak-balik keluar-masuk menengok pintu rumahnya yang masih terbuka. Sesekali ia keluar halaman dan melongok ke jalan di depan rumahnya.
Komunitas sepeda tua ikut memeriahkan fun bike
Story
ari sudah menjelang senja, ia masih saja geli sah. Hingga malam tiba, kegelisahannya memuncak manakala suami tercintanya belum juga pulang ke rumah. Ia menanti dan terus berharap sosok tampan suaminya itu me nyeruak dari balik malam dan masuk ke dalam rumah memeluk ia dan bayi mereka. Namun, harapan itu sepertinya sirna. Detik demi detik ia perhatikan jam din ding yang berdetak teratur. Dalam penan tian itu, ia sempat berpikir, andaikan jarum jam itu bisa berputar terbalik, mungkin hidupnya akan bahagia. Hari itu, ia sangat berharap waktu dapat berputar mundur dan ia bisa memilih untuk bahagia. Semua itu sia-sia karena seperti pepatah, nasi telah menjadi bubur dan ia nasibnya harus menjalani apa yang tengah terjadi hari ini, termasuk dengan semua kegelisahan, ke cemasan dan segala ketidakbahagiaan. Tiap jam berlalu, dentang jam selalu mengagetkannya. Hingga pukul sepuluh malam ia masih menanti. Ia putuskan un tuk menunggu suaminya di teras rumah sembari memangku bayi mungil itu. Bayi itu satu-satunya penghibur hatinya. Dalam kecemasan itu, ia sabar menanti hingga tak terasa ia pun tertidur di teras itu sambil memangku buah hatinya. Malam beranjak larut, perempuan yang menggendong bayinya itu tertidur di teras ditemani bunyi binatang malam di sekitar rumahnya yang berada di tengah per kebunan yang jauh dari permukiman pen duduk. “Astagafirullah Aladzim….,” ungkap nya kaget sembari menatap anaknya yang tertidur pulas di pangkuannya. Ternyata hari sudah pagi. Ia terbangun karena sinar matahari yang mulai nampak itu, bersinar tepat di wajahnya. Perempuan itu sontak menangis memeluk bayinya erat-erat. Ia sangat bersedih menemukan di rinya tertidur di teras dengan bayi di pangkuannya. Terisak-isak ia menangisi anak pertamanya itu yang sampai harus ikut menanggung derita bersamanya hanya karena menunggu seorang laki-laki pilihan ibundanya itu. Itulah kisah pedih yang pernah di alami Wardah (65) yang terjadi sekitar 40-an tahun yang lalu. Kisah yang hingga kini masih melekat dalam ingatan nya. Yang hampir tak pernah diceritakannya
pada empat anak laki-lakinya yang kini telah dewasa. Ia hanya menceritakan kisah itu kepada menantu-menantunya. Wardah lahir dari keluarga yang cukup berada. Hidupnya bersama orangtuanya tidak pernah kekurangan. Ia tumbuh men jadi gadis yang penurut. Semasa gadis ia banyak disukai laki-laki hingga akhirnya ia berpacaran dengan seorang pemuda yang tampan dan berpendidikan. Hubungan merek a terbilang baik-baik saja hingga akhirnya pemuda itu keluar daerah untuk menempuh pendidikan lebih tinggi dari anak lain di desanya yang berada di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Mereka telah saling berjanji untuk menikah ketika pemuda ini selesai meram pungkan sekolahnya dan pulang ke desa sebagai seorang sarjana. Namun, janji tinggalah janji. Memang bukan mereka yang mengingkari janji itu, tapi orang tua Wardah terutama ibunya akhirnya memilihk an jadoh untuknya. Menolak tentu saja dilakukan Wardah waktu itu. Tetapi apa hendak dikata, komunikasi juga saat itu belum selancar hari ini, sehingga ia tidak bisa mengabarkan “berita duka” itu pada sang kekasih di Pulau Jawa. Desakan untuk menikah begitu kuat dari sang ibu, membuat Wardah tak bisa menolak. “Ya…di zaman dulu, mana berani saya menolak,” ujarnya tersenyum. Wardah be rada pada posisi serba sulit. Perjodohan itu dilakukan antar keluarga. Calon suaminya adalah keluarga dekat dan seluruh keluarga besar sudah saling mengenal. Di masa itu, tentu saja rasa malu akan menghantam keluarganya jika ia tidak mau menerima perjodohan itu dengan cara melawan. Ia tidak bisa membayangkan rasa malu yang harus ditanggung keluarganya jika ia nekat melawan atau kabur dari rumah. “Mau lari dari rumah juga saya kebingungan mau ke mana. Komunikasi dan kendaraan tidak semudah sekarang. Dan kalau pun saya lari, mau lari ke mana, saya tidak tahu,” ujarnya. Hingga akhirnya ia pasrah menikah dengan pilihan ibunya itu. Calon suaminya itu juga berasal dari keluarga lebih mampu dari keluarganya. Sehingga perayaan pernikahan itu dilakukan secara besarbesaran. Seluruh keluarga besar hadir yang turut menyumbang kebahagiaan bagi acara
pernikahan itu. “Mereka semua tidak tahu kalau saya menangis di antara senyuman mereka,” ungkapnya. Setelah semua pesta berakhir, sedikit demi sedikit Wardah me nata hatinya, mencoba sekuat tenaga untuk menerima pernikahan itu dengan ikhlas. Ia menjalankan tugas sebagai seorang istri dengan sebaik-baiknya, sembari melu pakan masa lalu dengan mantan kekasihnya yang kini telah sukses dan berkelas itu. Ia urus suaminya itu dengan baik. Namun apa yang diterimanya? Setelah ia mengikuti suaminya di tempat tugasnya yang nun jauh di sana di Pulau Kalimantan, laki-laki itu menyia-siakan dirinya. Sifatnya yang kasar membuat Wardah sempat mengalami ke kerasan dalam rumah tangga. Kebiasaannya judi juga makin menjadi. Belum lagi yang paling menyakitkan adalah masih senang berpacaran dengan banyak wanita. Ia bahkan tidak pulang berhari-hari karena kebiasaannya itu. SUAMI KECELAKAAN Hampir habis waktu Wardah hanya un tuk menantinya pualng kerja. Hingga akh irnya suatu hari dalam penantian panjang pula, Wardah dihinggapi rasa sakit yang amat sangat ketika seseorang datang ke rumahnya mengabarkan bahwa suaminya mengalami kecelakaan. Rasa kaget dan khawatir akan keselamatan suaminya itu berubah menjadi rasa sakit hati yang tak terkira karena setelah tiba di rumah sakit, ia menemu kan suaminya mengalami kecelakaan dengan seorang perempuan. “Perempuan itu mungkin pacarnya,” ungkapnya cuek. Kejadian itu terjadi ke tika mereka telah kembali tinggal di Pulau Sumbawa bersama orangtua Wardah. Di sanalah Wardah se ring curhat pada ibunda nya betapa ia mengala mi masa-masa sulit dan menyakitkan bersuamikan laki-laki pilihan ibunda nya itu. Setelah tinggal bersama inilah, sang ibu melihat kelakuan laki-laki pilihannya untuk putrinya itu. Harapan membahagia kan putrinya itu rupanya berubah menjadi petaka bagi putrinya itu. Hal inilah yang membuat ibunya sa ngat menyesal karena telah menjodohkannya, dengan paksa pula. Hingga suatu hari, perempuan tua ini tidak
lagi mampu menahan sakit hati karena rasa bersalah pada putrinya itu. “Ibu menangis histeris dan berteriak-teriak sambil ber guling di lantai karena tidak tahan dengan rasa bersalahnya itu,” kata Wardah dengan mata berkaca-kaca mengenang almarhu mah ibundanya itu. Dalam tangisannya di depan menantunya itu, ibunda Wardah membeberkan semua alasan mengapa ia menjodohkan mereka. “Saya memilih kamu untuk membahagiakan anak saya, bukan untuk menyakitinya,” kata ibunda Wardah pada menantu itu. Rupanya, peristiwa itu membuat suami Wardah tiba-tiba tersadar akan apa yang sudah dilakukannya pada Wardah juga telah menyakiti mertuanya itu. “Sejak itulah suami saya berubah menjadi baik,” kata Wardah. Itulah titik balik kehidupan rumah tangga Wardah yang akhirnya hidup bahagia dengan suaminya hingga hari ini. Ia bersyukur tidak sampai berada pada posisi meminta cerai meski ia akui hal itu terbersit dalam benaknya dulu. Kisah-kisah pilunya di masa muda itu menjadi cerita yang tidak ingin ia ulang pada kehidupan rumah tangga anak-anaknya. Ia rajin menasehati anak lakilaki dan menantu-menantunya agar tidak sampai mengalami hal seperti yang pernah dialaminya. Kini Wardah hidup bahagia menemani suaminya di masa tua bersama keempat anak serta tiga orang cucunya. -Naniek I. Taufan
8
Bunda & Ananda
6 - 12 Oktober 2014
Operasi Amandel, Haruskah? Anak-anak sering ditakut-takuti dengan mengatakan kalau mereka sering minum es, bisa kena radang amandel. Bahkan ada yang bilang radang amandel hanya bisa disembuhkan dengan operasi. Benarkah? ada peradangan di amandel,” ujar Nilawati, ibu Ananda Yoga. Radang amandel (tonsillitis) adalah infeksi pada amandel yang kadang mengakibatkan sakit tenggorokan dan demam. Secara klinis peradangan ini ada yang akut (baru), ditandai dengan nyeri menelan dan tidak jarang dr. Setiawati, Sp.THT-KL disertai demam. udah tiga hari Yoga Sedangkan yang sudah menahun batuk-batuk. Bocah biasanya tidak nyeri menelan, berusia 8 tahun ini tapi jika ukurannya cukup besar mengeluhkan teng- akan menyebabkan kesulitan gorokannya gatal. Ibunya pun menelan. memberi obat batuk untuk Gejala umum tonsilitis antara meredakan keluhan Yoga. lain sakit tenggorokan, sulit menelTetapi, bukannya sembuh, an makanan, batuk, sakit kepala, Yoga malah demam. “Selain tubuh sakit,demam, dan hidung batuk-batuk, ia juga demam. Kami mampet. Tonsilitis akut disebablalu periksa ke dokter, katanya kan oleh bakteri dan virus dan
S
Tips Cegah Amandel 1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh Jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang buruk, besar kemungkinan Anda akan mengalami radang amandel. Karena itu, perbanyak asupan vitamin C dari buah-buahan seperti mangga, jeruk, dan sayuran lainnya. 2. Hilangkan kebiasaan buruk Sebaiknya hilangkan kebiasaan buruk seperti merokok dan minum minuman beralkohol. Selain menurunkan daya tahan tubuh, kebiasaan buruk ini juga membuat Anda berisiko untuk mengidap kanker di masa depan. Jangan minum es, sirop, es krim, makanan dan minuman yang didinginkan, gorengan, makanan awetan yang diasinkan, dan manisan. Serta istirahat yang cukup. 3. Penggunaan antibiotik Radang amandel dapat dicegah dengan minum antibiotik yang diresepkan oleh dokter Anda. Jika radang amandel muncul disertai dengan demam tinggi, antibiotik dapat menjadi obat terbaik. Anda juga bisa berkumur dengan sari cuka apel untuk mengurangi peradangan di tenggorokan. 4. Sering berkumur Ketika Anda mulai merasa muncul gejala radang amandel, segera perbanyak berkumur dengan obat kumur atau air garam. Sebaikanya berkumur air garam hangat 3-4 kali sehari. Jika Anda melakukan ini secara teratur, bakteri akan hilang dan mengurangi risiko munculnya radang amandel. 5. Jaga kebersihan gigi Ini merupakan faktor yang paling penting. Untuk mencegah datangnya radang amandel, Anda perlu menjaga kebersihan gigi. Dianjurkan untuk mengunjungi dokter gigi secara teratur. Selain itu, rajinlah menggosok gigi agar terhindar dari datangnya bakteri dan virus penyebab penyakit. 6. Gunakan pasta gigi beroksigen Cara terbaik untuk mencegah tonsilitis adalah dengan menggunakan pasta gigi beroksigen. Hal ini tidak hanya akan menjaga mulut Anda tetap bersih, tetapi juga akan membunuh bakteri terakumulasi di lidah, gusi, dan langit-langit mulut.
akan disertai dengan gejala sakit telinga saat menelan, bau mulut, dan air liur bersama dengan radang tenggorokan dan demam. Dalam hal ini, permukaan tonsil mungkin merah cerah atau memiliki lapisan putih keabu-abuan, sedangkan kelenjar getah bening di leher akan membengkak. Secara umum, ada dua tonsil yang penting, tonsil palatina dan tonsil faringeal (adenoid). “Tonsil palatina adalah suatu massa jaring an limfoid yang terletak di dalam fosa tonsil pada kedua sudut orofaring. Tonsil ini berbentuk oval dengan panjang 2-5 cm, letaknya di tenggorokan. Adenoid merupakan jaringan jaringan limfoid yang sama dengan yang terdapat pada tonsil, letaknya dekat salur an pernapasan. Ukuran adenoid bervariasi pada masing-masing anak. Umumnya adenoid akan mencapai ukuran maksimal antara usia 3-7 tahun, kemudian akan mengalami regresi,” jelas dr. Ni Putu Setiawati, Sp.THT-KL. Dokter spesialis THT yang praktik di RSIA Puri Bunda dan Apotek Pandu Medika ini menambahkan ada empat indikasi absolut yakni pembengkakan tonsil menyebabkan obstruksi saluran napas, gangguan tidur, dan komplikasi kardiopulmoner; abses peritonsil yang tidak membaik dengan pengobatan medis dan drainase; tonsillitis yang menimbul-
kan kejang demam; dan tonsillitis yang memerlukan biopsi untuk menentukan patologi anatomi. “Untuk keadaan emergency seperti yang disebutkan dalam empat indikasi absolut tersebut, tonsilektomi sudah tidak diperdebatkan lagi. Namun, pada keadaan indikasi relatif
bisa operasi bisa tidak,” ujar dr. Setiawati. Tonsilektomi adalah operasi pengangkatan seluruh tonsil palatina. Inilah yang dikenal masyarakat sebagai operasi amandel. Ia menambahkan indikasi relatif itu antara lain terjadi tiga episode atau lebih infeksi tonsil per tahun dengan terapi antibiotik adekuat; halitosis akibat tonsilitis kronik yang tidak membaik dengan pemberian terapi medis; dan tonsilitis kronik atau berulang pada karier streptokokus yang tidak membaik dengan pemberian antibiotik. –Ngurah Budi
Solusi Menambah Ruang dengan Basement
Amandel
Waktu berlalu, entah berapa tahun kemudian, Tuan Bergug jatuh sakit, lalu tiba-tiba mati. Walaupun mayatnya diarak ke kuburan dengan upacara meriah oleh penduduk negeri Basang Lantang, namun arwahnya marah-marah. Dengan berkacak-pinggang arwah Tuan Bergug menghadap kepada petugas kematian yang pernah diberi tiga amplop uang. “Hai, petugas!” bentaknya. “Mengapa aku dipanggil tiba-tiba? Bukankah telah kuperingatkan agar aku diberitahu, dua atau tiga tahun sebelumnya?” “Maaf! Menurut catatan, Tuan sudah tiga kali diperingati, tetapi Tuan tak mau mengerti. Peringatan pertama melalui rambut. Rambut Tuan sudah diputihkan, tetapi Tuan segera menghitamkannya kembali dengan semir. Peringatan kedua, melalui gigi. Gigi Tuan sudah diompongkan, tetapi Tuan secepatnya mengganti gigi-gigi itu dengan gigi-gigi baru. Dan…, ini yang terakhir, Tuan! Mata Tuan sudah buta. Tetapi Tuan segera menggantinya dengan mata baru.” Arwah Tuan Bergug tidak bisa menyangkal. Hatinya berkata jujur, bahwa segala daya-upayanya untuk menghindari kematian itu, tidak bisa melawan hukum alam. Ia pun menyerah ketika diantar masuk ke pintu gerbang kematian.
17
Perkembangan hunian di kota-kota besar semakin meningkat dan tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan yang cukup. Untuk menyiasati keterbatasan lahan, ada dua hal yang dapat dilakukan. Pertama, menambahkan jumlah lantai ke atas atau yang biasa disebut dengan bangunan bertingkat. Kedua, menambahkan jumlah lantai ke bawah yang disebut dengan basement.
B
Mendongeng Lima Menit Menunda Kematian Tuan Bergug adalah orang terkaya di Negeri Basang Lantang. Dengan Made Taro kekayaannya yang berlimpah-limpah itu, ia dapat membeli segala apa yang diinginkan. Kalau mau, ia dapat membeli seluruh kekayaan negeri, bukan saja tanahnya, gunungnya, lautnya, bahkan penduduknya. Satu hal yang tidak dapat dibelinya adalah kematian. Berkali-kali ia menghadap Dewa Kematian, minta agar dibebaskan dari hukum kematian itu. “Dengan harga berapa pun akan kubayar agar aku dibebaskan dari kematian,” katanya. “Tidak bisa!” jawab Dewa Kematian. “Kematian itu menimpa setiap orang. Mungkin besok, mungkin setahun lagi. Rahasia kematian ada di tangan Dewa Tertinggi.” “Kalau tak bisa dibeli, tak apalah! Tapi tolonglah aku, Dewa Junjunganku! Dua, tiga tahun sebelum aku mati, berilah aku kabar, sehingga aku bisa mempersiapkan diri. Aku punya banyak anak, cucu, dan cicit. Menjelang kematian, akan kuurus surat-menyurat pembagian warisan,” katanya, sambil menyerahkan tiga amplop berisi uang kepada petugas kematian itu.
Griya
6 - 12 Oktober 2014
asement adalah sebuah tingkat ataupun penambahan beberapa tingkat lantai bangunan yang terletak di bawah tanah. “Karena posisinya yang berada di bawah tanah, maka dalam membuat basement diperlukan perencanaan yang matang agar basement dapat difungsikan sesuai dengan kegunaannya,” ujar Ida Bagus Gede Wahyudi Saraswati. Basement banyak dijumpai pada gedung-gedung bertingkat seperti gedung perkantoran, mal, hotel, apartemen, bahkan pada rumah tinggal. Basement diperlukan untuk menunjang supaya bangunan tersebut lebih kokoh menjejak tanah. “Semakin tinggi sebuah gedung, maka semakin banyak pula lantai basementnya. Biasanya basement lebih difungsikan sebagai areal parkir dan ruang-ruang utilitas serta ruang penunjang dari gedung,” ujar Principal Designer Kusa Architect and Associates ini. Basement dibagi dalam dua jenis yaitu: Semi basement adalah penambahan jumlah lantai di bawah tanah, tetapi tidak keseluruhan lantai ada di bawah tanah, sehingga masih memungkinkan untuk membuat jendela sebagai sirkulasi udara dan pencahayaan. Full basement adalah penambahan jumlah lantai di bawah ba ngunan yang keseluruhannya ada di bawah tanah, sehingga diperlukan pencahayaan dan sirkulasi
Ben Sarasvati
udara buatan. Pada rumah tinggal, basement jarang dibangun mengingat biaya yang dikeluarkan bisa mencapai 1,5 kali dibandingkan dengan biaya struktur rumah biasanya. Meskipun terlihat mahal, bukan berarti pembuatan basement tidak memberikan keuntungan. Basement pada rumah tinggal sering dimanfaatkan untuk fungsi ruang sekunder, seperti gudang, workshop, ruang cuci, ataupun ruangan yang memerlukan persyaratan khusus seperti home theater, studio musik ataupun sebagai gudang minuman (wine cellar). Keuntungan dari ruangan basement adalah untuk menyembuyikan kegiatan-kegiatan yang tidak ingin diketahui publik sehingga bersifat lebih privasi. Untuk membangun basement pada rumah tinggal, Ben Sarasvati
Ruang bawah tanah (basement) sebagai gudang penyimpanan minuman (Wine Cellar)
menegaskan ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan, yaitu: Memperhatikan posisi muka air tanah. Kondisi muka air tanah pada tiap wilayah tentunya berbedabeda tergantung wilayah masing masing. Ada yang air tanahnya jauh di bawah (kering) ataupun ada yang permukaan air tanahnya tinggi, sehingga diperlukan dinding dan lantai yang kedap terhadap air tanah. Antisipasi terhadap air. Perencanaan basement harus dilengkapi dengan sistem utilitas yang baik, misalnya disediakan tangki untuk menampung air jika ada air yang masuk ke dalam basement, kemudian air tersebut dapat dipompa keluar sehingga ruangan tetap kering. Dinding basement. Dinding basement harus dirancang agar kuat dan kokoh, dengan mempergunakan dinding beton sebaiknya tidak mempergunakan dinding bata dengan ketebalan dinding 15cm dan finishing dengan waterpfroofing yang baik. Sirkulasi udara dan pencahayaan. Sirkulasi udara pada basement dapat dibagi kedalam dua jenis yaitu, sirkulasi udara alami jika basement yang dibuat semibasement. Namun, jika membuat fullbasement, diperlukan sirkulasi udara dan pencahayaan buatan dengan menambahkan AC (air conditioner) dan exhaust fan untuk membuang udara lembab dan menempatkan ti-
Ruang meeting semi basement dengan mengangkat Bangunan Jogjlo di atasnya memberikan keuntungan pencahayaan dan penghawaan alami yang lebih baik
tik lampu yang baik sehingga ruang an menjadi segar dan terang. Akses ke lokasi. Sebaiknya dipikirkan dengan baik akses ke lokasi basement sehingga mempermudah untuk membawa keluar masuk barang ataupun penempat an pintu yang cukup lebar ataupun pintu darurat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti bahaya kebakaran. Pemilihan material. Masalah utama yang sering muncul pada
basement adalah kelembaban. Mengingat letaknya yang berada di bawah tanah, hindari pemanfaatan karpet, wall paper ataupun material berbahan kayu. Untuk dinding sebaiknya mempergunakan cat water proofing dengan pemilihan warna terang, dan lantai sebaiknya mempergunakan keramik. Jika basement direncanakan dan dirancang dengan matang, area basement akan memberikan manfaat yang baik pada hunian Anda. –Inten Indrawati
Ruang bawah tanah (basement) yang dijadikan sebagai Ruang Spa
Edukasi
16
6 - 12 oktober 2014
Siap Songsong MEA 2015
Sejak pagi masyarakat sudah memadati Lapangan Renon, Denpasar. Mereka bersemangat mengikuti rangkaian acara Festival Keluarga Tokoh 2014 Sejuk Bersama Coolant. Salah satu acara yang diminati adalah games “drop the girl”.
Demi memberikan pemahaman yang komprehensif terhadap lulusan (alumni) Fakultas Hukum (FH) Universitas Dwijendra (Undwi) tentang pentingnya pengetahuan serta pemahaman menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, FH Undwi menggelar Seminar Nasional dengan tema “Penguatan Lulusan Pendidikan Tinggi Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015”, Senin (29/9) di Aula Lantai I,Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar.
S
eminar Nasional ini, menghadirkan pem bicara Dr. Sihabudin, S.H., M.H., Dekan Fakultas Hukum Universitas Bra wijaya, Dr. Bambang Winarno, S.H., S.U., Dosen Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Brawijaya dan Dr. Ida Bagus Wiasa Putra, S.H.,dari Fakultas Hukum Udayana. Seminar juga dihadiri Rektor Undwi D r. Dyatmikawati, S.H., M.Hum., Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Dr. M.S Candra Jaya, M.Hum., Sekretaris, Wayan Abdi Negara M.Si., Ketua Dewan Pembina Dr. Karnota, serta Dekan di lingkungan Undwi. Dekan Fakultas Dr. AA Sagung N. Indradewi, S.H., M.H., menekan kan ingin mengajak para alumni FH Undwi, untuk membahas secara lebih mendalam tentang kiat-kiat penyiapan SDM hukum menghadapi MEA, sepert i apa struktur MEA, dan bagaimana pula peran Indonesia dalam kerjasama MEA. Sementara, menurut Ketua Panitia, I Ketut Win dia, S.H., M.H., seminar yang dipandu moderator Dr. I Wayan Arka, S.H., M.H. ini diikuti sekitar 200 mahasiswa serta dosen di lingkungan Undwi ini, akan membahas persoalan MEA, yang didalamnya terkait pula dengan masalah ekonomi dan hukum. Dekan FH Universitas Brawijaya, Dr. Sihabudin memaparkan tentang “Harapan dan Tantangan dalam Liberalism e Ekonomi Global”. Ia mengatakan menghadapi perdagan gan dan perekonomian di ASEAN, tidak terlepas dari perjanjian-per janjian internasional yang dilengkapi dengan kepastian hukum, keadilan dan manfaatnya untuk masyarakat Indonesia. Ada pula norma-norma terkait dengan perdagangan dan in vestasi yang harus dikuasai. Sebab, se tiap negara memiliki UU penanaman modal dan perdagangan internasional tersendiri. Masyarakat Ekonomi ASEAN mensyaratkan bahwa sebelum tahun 2015, Asia Tenggara akan menjadi
satu pasar tunggal dan basis produksi. Ini berarti kalau semua rintangan perdagangan akan mengalami liber alisasi. Arus perdagangan dibebaskan dari bea masuk sebagai bentuk per dagangan proteksionisme . Namun di sisi lain, dengan adanya perdagangan bebas perusahaan transnasional dan pasar modal dunia membebaskan kekuasaan politik tanpa distorsi oleh intervensi negara. Negara, kata Sihabudin memiliki peran utama menjaga kesejahteraan warganya dalam melaksanakan per dagangan bebas, melalui pemben tukan peraturan hukum memadai serta kontrol sosial demi persaingan perdagangan yang sehat. MEA, selain menghadirkan peluang juga tantangan bagi industri di tanah air. Bicara industri perdagangan, dikatakannya di tingkat Asia, Cina merasa posisinya sebagai jendral. Namun, di tingkat internasional Cina adalah pusat kegiatan ekonomi. Da lam perekonomian, perdagangan dan investasi antara Cina dan Amerika sering terjadi konflik, dan yang dim intai bantuan untuk penyelesaiannya adalah ASEAN. Jika ingin menguasai, atau meng antisipasi bahkan mau berperan di era global ini, sangat diperlukan kemam puan berbahasa Inggris. Akan lebih
baik pula jika lebih lagi menguasai bahasa asing yang agak mengkhusus dan susah, seperti bahasa Rusia, Itali dan bahasa negara tertentu lainnya. Bagi sarjana hukum yang menguasai bahasa asing memudahkannya men cari kerja. Selain itu, disinggung pula oleh Sihabudin, ada empat bidang profesi yang hanya bisa diisi oleh sarjana hu kum, yakni hakim, jaksa, notaris, dan advokat. Namun, sarjana hukum tetap bisa bekerja di profesi lainnya, yang sarjana lainnya juga bisa. Sedangkan, keterkaitan antara peluang Indonesia dalam MEA dengan penguatan lulusan pendidikan tinggi menyongsong MEA 2015, katanya Perguruan Tinggi harus mengubah mindset, termasuk juga menyempurnakan kurikulum . Sedangkan Dr. Bambang Winarno yang menyoroti tentang “Keterkaitan Peluang Indonesia dalam MEA dengan Penguatan Lulusan Pendidikan Tinggi Menyongsong MEA 2015”, menge mukakan untuk mewujudkan MEA yang berlaku mulai 2015, empat pilar menjadi prioritas. Pertama, ASEAN sebagai pasar tunggal berbasis produksi tunggal yang didukung aliran bebas barang, jasa, tenaga terdidik dan aliran modal yang lebih bebas. Kedua, ASEAN sebagai kawasan dengan daya saing
Suasana Seminar Nasional di FH Undwi
9
Antri “Drop The Girl”
FH Undwi
Dari kiri: Dr. Arka, Dr. Sihabudin, Dr.Bambang, dan Dr.Wyasa Putra
Dara
6 - 12 oktober 2014
I Ketut Windia, S.H., M.H.
Dr. AA Sagung N. Indradewi, S.H., M.H.
ekonomi tinggi dengan norma hukum tentang persaingan, perlindungan konsumen, hak atas kekayaan intelek tual, pengembangan infrastruktur, perpajakan dan e- commerce. Ketiga, ASEAN sebagai kawasan pengembangan ekonomi yang merata dengan pengembangan usaha kecil dan menengah , dan prakarsa integrasi negara-negara Kamboja, Myanmar, Laos dan Vietnam. Keempat, ASEAN sebagai kawasan terintegrasi secara penuh dengan perekonomian global melalui pendekatan yang koheren dalam hubungan ekonomi di luar ka wasan dan meningkatkan peran serta pada jenjang produksi global. Jika melihat dan menelaah ke empat pilar itu, menurut Bambang, peluang keberhasilan Indonesia dalam integrasi MEA 2015 cukup besar. Apalagi, sebagai salah satu negara ASEAN, Indonesia memiliki sepuluh komoditi ekspor unggulan di tingkat dunia. Di bidang investasi langsung , Indonesia semestinya mampu me narik investor asing untuk menana mkan modalnya. Namun, problematika muncul ke tika dikaitkan dengan lulusan pendidi kan tinggi , khususnya Fakultas Hu kum. Maka, diperlukan lulusan yang memiliki kompetensi. Selanjutnya, perlu peningkatan kualitas pendidikan menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi dan kebijakan berupa perundang-undangan tentang Indo nesian Qualivication Framework atau lazim disebut Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
kerjasama, serta untuk memecahkan persoalan yang dihadapi di kawasan ASEAN. Sehingga, orientasi pem bangunannya bukan untuk memenuhi kebutuhan negaranya masing-masing, namun untuk kepentingan bersama. Problemnya adalah, apakah kebijakan yang dibuat bersentuhan dengan rakyat ASEAN atau tidak? Dimana pun mereka berada, masyarakat ASEAN berharap kebijakan ini bisa dirasakan nyata dalam kehidupan mereka. IB Wyasa pun mengidentifikasi masalah ini dari sisi ilmu pengetahuan sesuai bidang yang ditekuninya. Dika takannya, ada dua sebab yang biasanya mengakibatkan suatu kebijakan itu tidak nyaman bagi kehidupan rakyat di suatu negara, karena para pembentuk kebijakan itu tidak memiliki pengeta huan yang cukup tentang kondisi sosial rakyatnya. Mereka membangun suatu kebijakan tanpa gambar yang nyata tentang rakyat. Juga, akibat kebijakan tersebut tidak bersentuhan dengan rakyat , berjalan di satu wilayah ter tentu. Jadilah kehidupan nyata rakyat berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh para pembuat kebijakan. Karena tidak mendapatkan dukungan rakyat, maka kebijakan ASEAN itu menjadi melambat. Tibatiba sekarang kita sudah berada di satu titik, tepat di depan pintu Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. Tahun depan tenaga kerja seluruh ASEAN bebas bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain dari satu negara ke negara yang lain. Seluruh hambatan dalam bidang barang akan dibuka habis. Begitu juga hambatan dalam bidang jasa juga akan dibuka habis. Tahun depan tanpa kita sadari kita harus bersaing dengan para penyedia jasa dari seluruh negara ASEAN. Pedrlu diketahui , ada beberapa tujuan yang diinginkan dalam pem bentukan ASEAN tersebut, yakni melaksanakan kerjasama ekonomi, meningkatkan perdamaian dan stabili tas regional, ASEAN, serta melindungi rakyat negara-negara ASEAN dan membangun perdamaian. Namun dalam pelaksanaannya, ia melihat ke bijakan Komunitas Ekonomi ASEAN lebih menampakkan kelemahan, Ia juga berbicara tentang cakupan ker jasama ASEAN. Saat ini ASEAN ter diri dari 10 negara, yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, Cambodia, Lao PDR, Myanmar, dan Vietnam, yang kebijakannya hanyalah bersifat ilusi. Salah satunya akibat kelemahan ko munikasi antara pembentuk kebijakan dengan konteksnya. Begitu pula akibat kurangnya peran kebijakan partai politik sehingga ada peran kelompok kepentingan yang sangat dominan mengendalikan pemerintah. Karenanya, diperlukan pemer intah dan legislator membangun kompetensi dan kebijakan publik yang memadai serta memahami kepentingan pemangku kepentingan dan menyeimbangkannya secara adil. Jika tidak, kebijakan dapat berlabuh seluruhnya di dermaga pemilik modal dan tidak di dermaga kecil milik rakyat ASEAN. -ard
MASYARAKAT PERLU KEBIJAKAN YANG BERPIHAK Sementara, Dr. IB Wyasa Putra yang mengupas “Problem Konteks dalam Struktur Kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN ” ini mengatakan, masyarakat ASEAN sudah berusia 47 tahun. Dulu, sempat ada konflik antara tiga negara yakni Indonesia, Malaysia dan Thailand , terkait sum ber daya alam dan Thailand sebagai mediator. Selain itu, di masa tersebut juga terjadi kemacetan ekonomi di ka wasan ASEAN. Sedangkan, Amerika dan Eropa mengalami kemajuan yang luar biasa. Karena hal tersebut, akhirnya lima negara, yakni Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, men gawali memikirkan jalan keluar untuk
Penampilan Mr. Botax di acara Festival Keluarga Tokoh 2014 Sejuk Bersama Coolant.
P
eserta ting gal membeli tiga botol Coolant lalu mendapatkan tiga bola tenis. Bola ini dipakai untuk melempar sasaran. Jika sasaran tepat, alat akan bergerak dan me mutar sehingga wanita cantik yang ada di dalam ember akan jatuh.
Saat “girl” ini jatuh dan basah, ia akan keluar ember besar dan digantikan “girl” yang lain. Udy, seorang peserta Festival Keluarga menjajal permainan ini. Saat lemparan pertama, jauh dari sasaran. Lemparan kedua tepat mengenai sasaran. “Lem paran saya pas…,” ujarnya ber
semangat. Karena sudah berhasil menjatuhkan wanita cantik itu, ia dianggap menang dan diberi bingkisan. Namun, tak semua peserta berhasil melempar tepat sasaran. Ada yang gemas karena usahanya gagal. Ada juga yang ketawa saja karena lemparannya jauh dari sasaran. Tetapi, mereka tetap bergembira mengikuti seluruh rangkaian acara Festival Ke luarga Tokoh 2014 Sejuk Bersama Coolant. Kegembiraan peserta terlihat ketika mereka ikut bergoyang saat modern dance menari diiringi lagu Gangnam Style dan tari kreasi persembahan Sanggar Cenik Lantang. Acara hiburan lainnya adalah penampilan Ayumang Rimba dan Ayu Viona yang membawakan lagu Bali, serta Brass Band yang membawakan medley lagu-lagu daerah dengan dominasi alat musik tiup. Penonton pun ikut naik ke atas panggung untuk bergoyang dan berjoget. Penampilan yang tidak kalah
Modern dance
serunya adalah penampilan Mr. Botax yang dikenal dengan lagu “Rare Angon” dan “Barong Bangkung vs Cekcek”. Suasana makin semarak ketika anak-anak berebut naik ke panggung untuk bernyanyi bersama Mr. Botax. Sebagai hiburan pamungkas sebelum pengundian hadiah
utama, pengunjung dihibur modern dance dan 3G Angels. Gaya seksi mereka di atas panggung membuat penonton ikut berjoget di lapangan. Ada beberapa penonton yang men coba naik panggung untuk joget namun diamankan petugas.
Ayumang Rimba
Ibu-ibu pun ikut game “Drop The Girl”
Ayu Viona
-Nina
10
Bugar
6 - 12 Oktober 2014
Eksim Susu pada Bayi dan Anak D
ermatitis atopik atau eksim susu merupakan penyakit peradangan pada kulit yang sering ditemukan pada bayi, anak maupun orang dewasa. Pada bayi, kelainan kulit umumnya di daerah pipi sehingga oleh masyarakat sering dianggap akibat terkena air susu ibu (ASI) dan dikenalah istilah eksim susu. Sebenarnya pendapat tersebut tidak benar, pipi bayi yang mengalami gangguan bukan karena terkena ASI, bahkan bayi yang pada beberapa bulan pertama diberi ASI secara eksklusif akan lebih jarang terkena penyakit ini dibandingkan bayi yang mendapat susu formula. Penyebab penyakit ini belum sepenuhnya diketahui, namun tampaknya penyakit ini merupakan hasil kombinasi faktor genetik (turunan) dan lingkungan. Penyakit ini lebih sering dijumpai pada anak yang salah satu atau kedua orangtuanya menderita penyakit yang serupa atau menderita penyakit alergi lain, misalnya asma dan rhinitis alergi (bersin-bersin atau hidung berair) yang disebut stigmata atopik. Berbagai faktor lingkungan dapat mencetuskan timbulnya gejala dermatitis atopik (khususnya pada individu yang mempunyai keluarga dengan
stigmata atopik) seperti: protein susu sapi, kacang-kacangan, makanan laut maupun tungau debu rumah. Gejala dermatitis atopik dibedakan menjadi 3 kelompok usia, yaitu dermatitis atopik pada masa bayi, anak dan dewasa. Dermatitis atopik yang terjadi pada masa bayi dan anak mempunyai gejala yang berbeda-beda, baik dalam hal usia saat mulai timbul gejala maupun derajat beratnya penyakit. Pada masa bayi, umumnya gejala mulai terlihat sekitar usia 6 sampai 12 minggu. Pertama kali timbul di pipi dan dagu sebagai bercak kemerahan, bersisik dan basah. Kulitpun kemudian mudah terinfeksi. Bersamaan dengan proses tumbuh kembang bayi, saat bayi lebih banyak ber gerak dan mulai merangkak, maka daerah yang terkena dapat meluas ke tangan dan tungkai. Bayi dengan dermatitis atopik sering tampak gelisah dan rewel karena rasa gatal. Ketika mencapai usia sekitar 18 bulan kulit bayi mulai memperlihatkan tanda perbaikan. Pada masa anak, kelainan kulit cenderung terjadi di daerah lipat lutut, lipat siku, sisi leher, sekitar bibir, pergelangan tangan, pergelangan kaki dan kedua tangan. Biasanya kelainan kulit dimulai dengan beruntusan yang menjadi keras dan bersisik bila digaruk. Kulit di sekitar bibir dapat juga terkena dan upaya menjilat terus-menerus di daerah tersebut menyebabkan kulit di sekitar bibir menjadi pecah-pecah dan terasa nyeri. Sebagian orang yang mengalami dermatitis atopik pada masa anak juga mengalami gejala pada masa dewasanya, namun penyakit ini dapat juga pertama kali timbul pada saat telah dewasa. Gambaran penyakit saat dewasa
dr. Tinna Aswirani, M.Kes.,Sp.KK
serupa dengan yang terlihat pada masa anak. Penyakit ini dapat meluas atau terbatas hanya pada beberapa bagian tubuh, misalnya hanya pada tangan atau kaki. Pengobatan dermatitis atopik umumnya ditujukan pada 2 hal, yaitu mengatasi gejala penyakit dan mencegah timbulnya gejala kembali. Untuk memperoleh hasil peng obatan yang maksimal diperlukan kerja sama yang baik antara dokter dan pihak keluarga. Dokter akan memberi petunjuk rencana pengobatan sesuai dengan usia pasien dan gejala, mencakup cara pemeliharaan kulitnya dan upaya menghindarkan diri dari faktor-faktor pencetus. Mengupayakan perawatan kulit rutin setiap hari penting untuk mencegah kekambuhan penyakit. Penderita dermatitis atopik umumnya mempunyai kulit yang kering. Keadaan ini perlu diatasi dengan memberikan perawat an kulit yang baik. Bayi dimandikan dengan berendam 2 kali sehari dalam air hangat yang diberi sedikit minyak bayi diikuti dengan mengoleskan pelembab untuk mengatasi kekeringan kulit. Penggunaan sabun mandi perlu pemilihan yang
tepat. Untuk kulit yang sensitif seperti kulit pasien dermatitis atopik, penggunaan sabun yang dapat menghilangkan lemak kulit secara berlebihan dapat menambah kekeringan kulit, karena itu dianjurkan memilih sabun yang sangat minimal menghilangkan lemak dan mempunyai pH netral (non soap skin cleanser). Setelah mandi, kulit dikeringkan dengan cara ditepuk-tepuk secara perlahan menggunakan handuk yang lembut. Untuk mengurangi resiko terpapar alergen (zat penyebab alergi) misalnya tu ngau debu rumah dapat dilakukan dengan cara membungkus kasur dan bantal dengan seprei dan sarung bantal yang terbuat dari bahan yang dapat menahan debu rumah, mencuci seprei dan sarung bantal dengan air panas, menjemur kasur dan tidak menggunakan karpet. Namun, belum ada cara sempurna yang dapat membebaskan lingkungan dari alergen udara. Untuk mengatasi proses peradangan kulit pada penderita dermatitis atopik obat oles kortikosteroid merupakan pilihan utama, bila pasien tidak membaik dengan kortikosteroid yang dioles, dapat ditambahkan dengan kortikosteroid yang diminum. Obat antihistamin yang diminum dapat digunakan untuk mengurangi rasa gatal pada penderita dermatitis atopik. Pada bayi yang berisiko tinggi untuk menderita dermatitis atopik dianjurkan untuk melakukan upaya pencegahan sebagai berikut : - Tidak merokok di dekat bayi atau anak di ruang tertutup tempat anak biasa bermain atau tidur. - Tidak merokok selama ibu hamil - Beri ASI eksklusif, bila tidak memungkinkan memberi ASI, gunakan susu formula hipoalergenik - Tunda mengenalkan makanan setengah padat sampai bayi berusia 6 bulan. Tunda mengenalkan makanan yang menimbulkan alergi, misalnya telur, kacangkacangan, daging sapi dan makanan hasil laut pada masa awal kehidupannya - Upayakan mengurangi jumlah debu rumah di kamar tidur bayi dan daerah bermain dr. Tinna Aswirani, M.Kes.,Sp.KK Aesthetic Centre-Lantai 5 Rumah Sakit Siloam Telepon/sms (0361) 3311333 Whatsapp (0361) 3311333 Pin BBM 7E10625C
6 - 12 Oktober 2014
Style
Wedding Dress Endek Tak dapat dipungkiri, ‘Endek’ kini semakin digemari dan turut mendukung kemajuan dunia fashion. AAA Mayun K.Tenaya, do sen, budayawan, yang juga seorang desainer papan atas Bali ini, mampu membawa endek berhasil menjadi suguhan mahakarya dari Pulau Dewata pada pagelaran “Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF)” beberapa waktu lalu di Jakarta. Mayun Tenaya
K
eunikan dan kekhasan warna, sebagai salah satu karakteristik bahan endek ini, berhasil menguatkan deretan koleksi wedding dress dari Mayun Tenaya kali ini. Selain menggunakan bahan endek yang berkualitas tinggi, teknik pengerjaannya istimewa, karena hampir seratus persen menggunakan tangan. Mengusung tema “Glorious Beauty”, wedding dress model Barat ini tetap mempertahankan detil sarat motif atau ragam hias seni lokal Bali. Sehingga, kesan klasik, dengan sentuhan modern ini tampil elegan dan glamor. Terlebih dengan untaian aksesori yang sangat Bali. menjadi-
kannya karya adibusana seorang Mayun Tenaya. Desain ekslusif dengan napas artistik ini selain menjadi inspirasi bagi calon pengantin untuk tampil beda, semakin anggun dan cantik saat dikenakan. Sementara, menurut sang desainer, rancangannya kali ini selain untuk wedding dapat pula dikenakan sebagai evening wear ke berbagai acara resmi baik di negara sendiri maupun di luar negeri. –Sri Ardhini
15
14
Jelita
6 - 12 oktober 2014
Keistimewaan Keramas Spiritual
Kita percaya rambut membutuhkan perawa tan yang tepat. Hal ini, mesti diawali dari kulit kepala yang sehat. Karenanya, perem puan juga memerlukan waktu khusus untuk keramas atau mencuci rambut. Bicara soal keramas, ada yang menarik di Natur Line Salon & Spa di kawasan Jalan Diponegoro arah ke Benoa. Diantara pelayanan untuk perawatan rambut, ada jasa ‘Keramas Spiri tual’. Lantas apa istimewanya?
M
enurut Wati Widiani,salah seorang terapis Natur Line, dengan keramas spiritual ba nyak yang merasakan kedamaian setelahnya. Perihal keramas ini, katanya banyak juga yang menyebutnya sebagai keramas penolak bala. Sebab, menggunakan racikan sampo merang terpilih, lengkap dengan spirit Dewi Sri dan disertai pula kandungan air laut atau garam khusus. Bukan hanya itu, kata Wati gerakan dan teknik pemijatan khusus yang memutar tiga kali di ubun-ubun serta di belakang kepala bukan hanya membantu melancarkan peredaran darah namun juga memberikan kesegaran, ketenangan dan kedamaian. “Doa dan pikiran positif akan menyempurnakan kebahagiaan yang dinikmati seseorangh melalui keramas spiritual ini,” ujar Wati. Sebagian dari kita mungkin juga tahu, kalau sejak dahulu merang padi ternyata mempunyai khasiat yang bagus terutama untuk kesehatan dan perawatan rambut. Semenjak zaman dahulu pula , sering terdengar cerita khasiat merang padi, biasa digunakan oleh para putri kerajaan untuk merawat rambut mereka. “Pemilik Natur Line Salon & Spa ini, yakni Bu Eni juga mengatakan ikut melestarikan tradisi dari nenek moyang yang selalu mencuci rambut dengan air merang. Khasiat lainnya dari merang juga bisa membasmi ketombe dan menguatkan tumbuhnya rambut agar tidak lekas rontok. Disamping itu mencuci rambut dengan air merang, tergolong
sangat ramah lingkungan karena tidak mengandung bahan kimia,” ucap Wati mewakili sang pemilik salon. Apalagi hidup pada zaman modern ini perawatan rambut sangat dipentingkan. Sebab, setelah beraktivitas, seringkali tanpa disadari debu, kotoran juga me nempel di rambut. Namun, lanjut Luh Swarmini yang biasa dipanggil Ade , terapis lainnya di tempat yang sama, mengatakan ketika rambut seseorang mengalami kerusakan, seperti kusam, berketombe dan terkadang sulit diatur itu tidak selalu diakibatkan oleh debu.”Ternyata, cara yang kurang baik ketika berkeramas pun akan menyebabkan masalah-masalah itu. Keramas secara umum memang hal yang terlihat sepele, tapi harus tetap dilakukan dengan cara yang benar. Agar hasilnya bersih, mencuci rambut pun hendaknya sampai ke akar-akarnya. Kalau tidak rambut malah bisa tambah kusam dan rusak. Langkah- langkah keramas yang benar mampu mempengaruhi keindahan rambut. Tekstur, rambut menjadi lebih lembut, kulit kepala sehat, dan rambut pun tidak mudah rontok,” papar Ade lebih lanjut. Dalam melakukan kegiatan keramas, kata kedua terapis tersebut, harus dipastikan rambut dibasahi secara merata. Seluruh bagian rambut dan kulit kepala tersiram dengan baik. Hal ini, selain dapat memaksimalkan kerja sampo, rambut yang tidak dibasahi saat keramas cenderung lebih mudah rusak dan menjadi sulit diatur. Setelahnya tuangkan sampo di tangan dan gosok hingga berbusa. Baru kemudian dibubuhkan secara merata ke seluruh rambut. Secara lembut digosokkkan di kulit kepala. Selain memberikan stimulus agar aliran darah lancar, juga untuk membersihkan minyak dan kotoran yang melekat. Ini merupakan bagian terpenting yang
sering diabaikan karena lebih sering kita berkonsentrasi pada helai rambut saja. Begitu pula dengan pemijatan kepala, yang digunakan adalah ujung jari agar kandungan sampo meresap maksimal. Setelah dibilas, dilanjutkan dengan mengoleskan kondisioner pada rambut. “Pastikan tidak ada sampo yang tertinggal di kulit kepala. Jadi, oleskan saja setelah keramas, karena kondisioner digunakan hanya pada helai rambut, bukan pada kulit kepala. Diamkan beberapa saat, kemudian bilas menggunakan air dingin untuk menutup kembali folikel rambut,” ucap Wati. - Sri Ardhini
Mitos
6 - 12 oktober 2014
11
Putihkan Ketiak dengan Tawas
W
anita selalu ingin tampil can tik dan menarik. Beberapa perawatan sederhana, se ring, dan bisa dilakukan secara mandiri. Namun, apakah perawatan yang dilakukan sudah tepat? Berikut pen jelasan d r. AAA Laksmi Dewi B, Sp.KK.
Mitos: Pemakaian body lotion pada kaki pada malam hari kemudian dibungkus kaos kaki adalah cukup untuk perawatan kaki. Fakta: Ada berbagai macam perawatan untuk kaki yang dapat dilakukan. Umumnya perawatan yang dilakukan adalah untuk mengatasi kaki kering, tumit yang pecah-pecah, kasar, dan juga kaki kapalan. Beberapa literatur memang menyebutkan bahwa untuk mengatasi kaki (tumit) yang pecah dan kasar dapat dilakukan dengan pembungkusan (wrapping) kaki setelah dilumuri dengan minyak esensial, pelembab, ataupun vaselin. Pada prinsipnya pembungku-
san di sini bertujuan agar apa yang dilumuri pada kaki tersebut dapat diserap dengan lebih baik. Akan tetapi, tentu saja ada langkahlangkah yang perlu dilakukan sebelumnya, seperti menggosok bagian yang tebal dan kasar de ngan lembut menggunakan batu apung, merendam kaki dengan air suam kuku kemudian bersihkan sisa-sisa kulit mati dengan scrub kaki. Setelah kaki dikeringkan, gunakan krim kaki dan gunakan kaos kaki berbahan katun. Kaos kaki berbahan katun memungkinkan kaki bernapas secara alami sambil terus menjaga kelembaban kaki. Jangan menggunakan body
tkh/net
lotion, tetapi gunakanlah krim kaki yang memang khusus untuk perawatan kaki. M i t o s : Ta w a s u n t u k memutihkan ketiak dan selangkangan. Fakta: Tawas kalium atau lebih sering disebut sebagai tawas diperoleh dari alumina yang direaksikan dengan kalium sulfat. Namun, tawas juga dapat ditemukan dalam mineral alami alunite dan kalinite. Tawas memiliki banyak kegunaan. Karena pembentuk koloid, maka sifat yang sangat penting pada tawas adalah adsorpsi. Tawas dapat mengadsorpsi kotoran, racun dan lainnya. Karena itu tawas banyak digunakan dalam bidang kosmetik, yaitu untuk deodoran, penjernihan air, pembersihan tekstil, dan juga dapat digunakan untuk perawatan setelah bercukur. Kulit ketiak dan selangkangan memang cenderung lebih gelap. Daerah ini sering berkeringat dan menjadi tempat berkumpulnya kuman sehingga menghasilkan bau yang kurang sedap. Tawas seringkali digunakan untuk mengatasi hal ini, menghilangkan bau badan dan mencerahkan ketiak dan selangkangan. Tetapi tentu saja dengan harus dilakukan sesuai takaran dan rutin. Apabila terjadi kemerahan dan gatal segera hentikan. Mitos: Kurang minum air putih sebabkan tumit pecahpecah. Fakta: Sebagian besar tubuh kita terdiri dari cairan, dan tak dapat dimungkiri bahwa banyak manfaat air bagi tubuh kita baik dari segi kesehatan maupun kecantikan. Air putih dapat membantu menyehatkan kulit. Manfaatnya antara lain,
dr. AAA Laksmi Dewi B, Sp.KK.
mencegah dehidrasi, membantu proses pencernaan makanan dan membuang racun-racun dalam tubuh, serta membuat kita lebih segar. Itu semua akan berdampak positif untuk kulit. Namun, bukan berarti saat kita minum air, kulit langsung lembab dan bersinar. Ada banyak poin penting lain yang mempengaruhi kesehatan dan kecantikan kulit. Salah satunya adalah dengan memakai produk
untuk melindungi dan merawat kulit. Seperti, sunblock dengan kandungan SPF dan pelembab. Selain itu, konsumsi makanan yang bergizi juga memberikan pengaruh besar. Karena inilah yang akan akan diolah oleh tubuh dan diterima oleh kulit. Mitos: Pemakaian pil KB sebabkan flek di wajah Fakta: Melasma atau yang dikenal dengan flek adalah masalah kulit yang sering terjadi, berupa bercak warna cokelat di wajah, terutama di pipi, hidung, dahi, dagu, dan di atas bibir atas. Dapat pula terjadi pada bagian tubuh lain yang terpapar langsung oleh matahari, seperti lengan bawah dan leher. Penyebabnya diduga adalah sel melanosit yang terlalu aktif memproduksi melanin. Melasma dapat dicetuskan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah paparan sinar matahari, hormonal, dan kosmetik. Karena melasma dapat dicetuskan oleh faktor hormonal inilah maka pil KB (yang mengandung hormon estrogen dan/atau progestin) dapat sebabkan timbulnya flek. Hormon tersebut dapat menyebabkan produksi melanin yang berlebih sehingga kulit menjadi lebih gelap. Penghentian hormon (eksogen) ini bisa saja memudarkan flek namun efek hormon endogen (yang memang normal kita miliki) tidak dapat dihentikan. Tetapi tidak semua wanita akan mengalami hal ini karena pada melasma juga ada kecenderungan genetik. Jadi, konsultasikan ke dokter kandungan Anda mengenai kontrasepsi apa yang cocok untuk Anda. Apabila terjadi flek, konsultasikanlah hal tersebut dengan dokter kulit Anda. – Inten Indrawati
Disfungsi Ereksi, Masalah Psikis atau Fisik? “Dok, aku penasaran tentang gangguan disfungsi ereksi, ada yang bilang disebabkan karena pikiran yang lebih dominan, tetapi ada juga yang bilang justru karena faktor fisik dan penyakit jadi penyebab lebih sering. Mana yang benar, Dok?” (Robby, 28 thn) hanya sekitar 20 persen. Ini dijelaskan dari hasil survei Asia Pacific Sexual Health and Overall Wellness Dahulu, sekitar satu atau dua dekade lalu, disfungsi ereksi (APSHOW) pada tahun 2008 di secara awam lebih dikenal de 13 negara termasuk Indonesia. Memang disfungsi ereksi bisa ngan sebutan impoten, padahal istilah ini keliru. Yang lebih disebabkan karena faktor psikoltepat memang disfungsi ereksi ogis, seperti perasaan cemas, saja, dengan derajat gangguan stres, perasaan bersalah tentang ringan, sedang, dan berat. Da- seksual, kelelahan, masalah dahulu juga penyebab disfungsi lam hubungan, perasaan kepada ereksi lebih banyak dikenal pasangan, atau depresi. Tetapi, karena faktor psikis, sebelum ternyata kontribusinya memang banyak penelitian dan kajian lebih kecil dari gangguan fisik. yang mencari jawaban dari apa Sesungguhnya proses terpenyebabnya. Sekarang sudah jadinya ereksi adalah sebuah bisa ditegakkan bahwa disfungsi peristiwa mekanisme fisik karereksi lebih banyak disebabkan ena adanya aliran deras darah oleh karena masalah fisik. Malah yang memasuki dan bertahan 80 persen adalah disebabkan di dalam penis. Penis menjadi oleh penyebab fisik. Disfungsi tegang karena darah yang meereksi dengan kasus psikologis menuhi ruang pembuluh darah
di area korpus kavernosum pada penis. Jadi selama pembuluh darah berfungsi baik secara fisik maka ereksi akan bisa terjadi jika dimulai dengan adanya rangsangan seksual. Nah, banyak hal yang bisa mengganggu proses ereksi ini karena gangguan fisik. Seperti kondisi pembuluh darah yang buruk karena penyakit diabetes atau kencing manis, efek alkohol berlebihan, efek samping dari obat tertentu, fungsi saraf yang abnormal, kekurangan hormon testosteron, akibat dari operasi pengangkatan prostat karena kanker, hingga karena merokok. Dalam kenyataannya juga, sering ditemukan gangguan disfungsi ereksi karena kombinasi faktor fisik dan psikis, terutama yang kini mulai terjadi di kalangan
orang muda. Karena faktor gaya hidup yang buruk, makan yang tidak teratur dan sembarangan membuat kejadian penyakit kencing manis semakin banyak terjadi di kalangan muda, yang akhirnya ikut menyumbang kejadian rusaknya pembuluh darah, kejadian ini juga bisa dilengkapi oleh keadaan gangguan psikis seperti stres di tempat kerja, sehingga penyebab disfungsi ereksi menjadi berbaur antara fisik dan psikis yang akhirnya upaya penanganannya pun butuh pendekatan antara pengobatan penyebab fisik dan psikisnya. Disfungsi ereksi akhirnya sering menjadi masalah kompleks. Jadi, selama penyebabnya bisa diketahui dengan cermat, disfungsi ereksi dapat disembuhkan. Bisa melalui konseling dengan dokter spesialis andrologi atau ahli seksologi, atau dokter yang sudah dilatih untuk menangani kasus kesehatan seksual atau juga dimungkinkan dengan pemberian obat-obatan yang tentu saja harus dengan resep dari dokter.
Sayangnya, banyak yang masih salah kaprah dan mencoba-coba pengobatan sendiri dengan cara tidak irasional. Misalnya yang kerap terjadi dengan melakukan pembesaran penis, atau mengikuti apa yang dijanjikan iklan di media melalui obat-obatan tertentu yang tidak bisa dipertanggung jawabkan manfaatnya. Banyak obat-obat sembarangan yang dijual di lapak-lapak pinggir jalan, toko obat yang tidak ber ijin, atau via online, tanpa rujukan ilmiah dan rasional dari dokter. Bahkan sering kali yang dijual adalah oplosan atau dicampur dengan obat berbahan kimia yang jika dicampur sembarang an tanpa dosis tepat justru akan membahayakan kesehatan. Kasus seorang pria yang mendadak serangan jantung karena menggunakan “obat kuat” saat berhubungan seksual adalah sebuah contoh yang sering terdengar dan sesungguhnya tidak diharapkan. Semoga ini bisa diperhatikan untuk kepentingan bersama.
12
Kuliner Dari Vegetarian sampai Mobil Kentang
6 - 12 Oktober 2014
tkh/eka
tkh/ast
tkh/eka
tkh/ast
tkh/eka
S
tkh/ast
Sagung Alit menjual makanan tradisional seperti jagung, kacang, pisang, ketela rebus
Sementara, Tjok Adnyani, yang membawa Stan Puri Racik, menjual tipat kuah dan nasi kuning. Sebagai laukpauknya, tipat kuah dan nasi kuning, disantap dengan serombotan, dan ayam betutu khas racikannya. Bu Tjok mengatakan, ia sudah persiapan sehari sebelumnya. Saat hari H, ia bangun pukul 03.00, kemudian sudah di lapangan, pukul 05.00, persiapan stan. Setiap kegiatan, Bu Tjok, selalu ikut berpartisipasi mengisi stan kuliner bersama anggota Mom’s Line. Stan Gusti Ayu Herawati, menjual tipat cantok, serombotan, dan rujak campur. Sehari-hari, ia berjualan di warung kecil di Jalan Sedap Malam. Luh De menjual tipat cantok, rujak kuah pindang, dan jajanan Bali. Bu Luh De sehari-hari berjualan di Parkir Taman Kota, menjual Bubur Bali. Warungnya buka pukul 07.00 sampai 15.00. Stan Warung Rastiti, beda lagi. Ia menjual tipat ditemani sate babi. Sehari-hari, kata Wayan Rutiana, Warung Rastiti berjualan di Jalan Kembang Matahari. Ia selalu ikut berpartisipasi dalam acara Denpasar Festival. Salah seorang pembeli, Bu Suti menuturkan, semua keluarganya yang ikut acara jalan santai, memilih kuliner tipat dan sate babi. “Seringsering saja ada acara seperti ini. Promosikan kuliner khas Bali,” ujar karyawan swasta ini. Lain lagi Stan Luh Buleleng. Pemilik stan Luh Wiriadi yang sehari-hari bertempat tinggal di Buleleng, rela hijrah ke Denpasar, demi memasarkan makanan khas Buleleng seperti blayag. Ia juga menyediakan permen khas Buleleng kopyos yang terbuat dari gula merah dan santan. Kreasi lainnya, keripik pisang, singkong, sukun, dan keladi, tanpa bahan pengawet. Yang mau menikmati jajanan Bali, tersedia
makanan yang simpel sehingga pembeli tidak ribet membawa pulang termasuk jika makan di tempat. Govind Vegetarian, milik Ary Widianti lain lagi. Ia menjual kue-kue kering vegetarian. Ada nastar, bola nenas, dll. Kue yang tidak menggunakan telur ayam ini, menggunakan mentega khusus. Yang unik lainnya, stan warung mobil Twisty Potatoes, milik Dewa Ayu Novia Saraswati.
S
Stan warung mobil Twisty Potatoes
tan Sai Krisna menjual makanan Western, burger dan hotdog. Uniknya, untuk isian daging terbuat dari bahan utama sari kedelai. “Makanan ini terbuat dari bahan kedelai yang ditambah minyak sayur dan dicampur dengan tepung. Kemudian adonan ini dikukus dan siap diolah menjadi menu yang diinginkan,” ujar Ni
Tjok Adnyani koordinator stan kuliner menjual tipat kuah
di stan Sri dan Rai. Dua ibu ini, menyajikan jajanan Bali seperti ketan kukus, giling-giling, kukis, dan laklak yang ditambah dengan sirup gula merah. Pagi-pagi menikmati bubur ayam, pasti enak. Menu ini disajikan Stan Nasi Ayam Pengalasan milik Pak Ardi. Sehari-hari, warung ini menjual nasi ayam. Namun, saat acara Festival keluarga Tokoh 2014, bubur ayam yang disajikan kepada para penikmat kuliner yang tumpah-ruah datang ke Lapangan Renon. -Wirati Astiti
Luh Muliasih pemilik stan ini. Selain makanan Western ada juga lontong sate vegetarian. Sehari-hari, Muliasih berjualan di daerah Badak Agung, Renon dan Gatot Subroto, Denpasar. Menu makanan yang dijual di warungnya mulai dari lawar, sate, pepes, tum, ataupun chinesse food. Sementara, kuliner untuk di acaraacara pameran, ia hanya menjual
margarin secukupnya Garam, lada bubuk, gula, kaldu bubuk secukupnya
Sarwan Bahan: 1 kg : daging sapi sandung lumur, iris menurut selera 2 lbr : daun jeruk 500 ml : air 6 sdm : kecap manis bawang putih goreng secukupnya
Bumbu yg dihaluskan: 9 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 1 ruas : jari jahe 3 buah : cabe merah besar 7 buah : cabe kecil Cara membuat: - Pa n a s k a n m a r g a r i n , l a l u masukkan bumbu halus dan
Dadar Gulung Enten Bahan Dadar: 150 gr : terigu serba guna 1 butir : telur ½ sdt : garam 300 ml : susu cair 1 sdt : essen pandan 80 ml : margarin cair
Bahan Isi Enten: 100 ml : air 150 gr : gula merah 1 lbr : daun pandan ½ sdt : garam ½ butir : kelapa parut kasar Cara membuat: - Bahan enten dicampur semua
Pengunjung memadati stan kuliner
Karyawati bank ini, rela mengajak suami dan putri kecilnya turut berjualan. Ditemani dua pembantunya, kentang ulir khas Twisty Potatoes, diserbu sebagian besar anak-anak dan ABG. “Usai makan kentang goreng, seru juga minum coolant,” ujar Ayunadi, yang datang bersama suami, dan dua anaknya ini. “Segerrrrr,” sahut dua anaknya sambil mengangkat botol coolant. Warung Rani yang berlokasi
13
tkh/eka
di Jalan Teuku Umar, juga ikut meramaikan stan kuliner. Sajian mi goreng dan nasi goreng yang sudah dibungkus kotak plastik sudah ludes walau jarum jam baru menunjukkan pukul 08.30. Begitu juga Stan Dapur Ngeritik. Stan milik Dewa Made Merta Kota ini, menyajikan, tepeng Bali, dan ayam goreng ngeritik. Menu andalan ayam goreng ngeritik diserbu pembeli yang sebagian besar anak-anak. –Wirati Astiti
tkh/eka
Bistik Jawa
tkh/ast
Aneka kuliner berjejer di areal Lapangan Renon, tempat diselenggarakannya “Festival Keluarga Tokoh 2014 Sejuk Bersama Coolant”, Minggu (28/9). Mulai dari makanan tradisional Bali, makanan western, sampai makanan vegetarian. Stan kuliner ini dipadati pengunjung festival baik yang ikut jalan santai maupun sepeda sehat. Sambil menikmati aneka kuliner yang memanjakan lidah, saat pengunjung haus, kesegaran minuman ion coolant mampu menyegarkan kerongkongan. tan Dewi Ratih, menyajikan makanan rumahan seperti jagung, pisang, kacang, dan ketela rebus. Menikmati jagung, pisang, kacang, dan ketela rebus di pagi hari sangat nikmat, apalagi usai berolahraga. Seperti yang dituturkan Made Kantun, salah seorang personil TNI-AD, yang ikut sepeda santai. Satu jagung rebus, menjadi santapannya, setelah menyelesaikan rute sepeda santai. Ia mengatakan, sangat menikmati aneka kuliner yang tersedia. Sebelumnya, ia sudah mencoba tipat cantok. “Mungkin ke depannya, kalau ada acara seperti ini lagi, jumlah stan ditambah dengan banyak variasi makanan,” tuturnya. Menurut AA Sagung Alit, pemilik stan Dewi Ratih, sehari-hari, ia tak membuka warung. Tapi hanya melayani katering, termasuk pesanan nasi jinggo. “Karena ini acara keluarga, saya tambahkan juga menu burger. Ini pertamakali saya ikut acara festival. Lumayan sambutan masyarakat dengan stan kuliner,” kata Sagung Alit.
Yang unik dari stan kuliner “Festival Keluarga Tokoh 2014 Sejuk Bersama Coolant” adalah sajian makanan vegetarian. Ada dua sajian kuliner vegetarian mulai dari makanan pokok sampai kue kering.
tkh/ast
Sensasi Kuliner di Ajang Festival Keluarga Tokoh 2014
6 - 12 Oktober 2014
menjadi satu di wajan. - Masak enten dengan api kecil. Aduk terus sampai gula mencair dan menyatu dengan kelapa. - Masak terus sampai kelapa agak mengering, angkat dan biarkan hingga dingin, sisihkan. Bahan Dadar: - Campur semua bahan menjadi satu, lalu kocok merata dengan menggunakan mixer sampai adonan halus. Jika perlu adonan disaring agar tidak bergelinjil. - Ambil wajan dadar lalu buat dadar dari satu sendok sayur
Burger dan sate vegetarian
- -
-
-
daun jeruk, aduk hingga harum. Masukkan daging aduk merata hingga matang keclokatan Masukkan air, kecap manis dan bumbu-bumbu lainnya lalu ungkep atau tutup, dimasak hingga daging matang dan bumbu meresap. Angkat, taruh di piring saji, tambahkan jagung manis pipil dan wortel yang udah direbus di atasnya. Siap untuk dihidangkan de ngan taburan bawang putih goreng.
bahan dadar, sebaiknya tipis. Isikan selembar dengan 1sdm bahan enten.lalu lipat menyerupai amplop atau risol lakukan hinga bahan habis. - Siap untuk dihidangkan.
Cake Tape Kukus Bahan: 200 gr 4 butir 175 gr 1 sdt ½ sdt 150 gr 50 ml 150 gr
: : : : : : : :
tape singkong, haluskan telur gula pasir emulsifer vanili tepung terigu susu kental manis margarin, lelehkan
Cara Membuat: - Kocok telur, gula pasir, emulsifier dan vanilla, kocok sampai mengembang. - Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit bergantian dengan tape singkong sambil diaduk. - Tambahkan susu kental manis dan margarin cair, aduk rata, lalu tuang adonan ke dalam loyang berukuran 20x20cm yang sudah dioleskan margarin. - Kukus selama 40 menit sejak air mendidih, angkat, keluarkan hingga cake dingin - Siap untuk dihidangkan.
12
Kuliner Dari Vegetarian sampai Mobil Kentang
6 - 12 Oktober 2014
tkh/eka
tkh/ast
tkh/eka
tkh/ast
tkh/eka
S
tkh/ast
Sagung Alit menjual makanan tradisional seperti jagung, kacang, pisang, ketela rebus
Sementara, Tjok Adnyani, yang membawa Stan Puri Racik, menjual tipat kuah dan nasi kuning. Sebagai laukpauknya, tipat kuah dan nasi kuning, disantap dengan serombotan, dan ayam betutu khas racikannya. Bu Tjok mengatakan, ia sudah persiapan sehari sebelumnya. Saat hari H, ia bangun pukul 03.00, kemudian sudah di lapangan, pukul 05.00, persiapan stan. Setiap kegiatan, Bu Tjok, selalu ikut berpartisipasi mengisi stan kuliner bersama anggota Mom’s Line. Stan Gusti Ayu Herawati, menjual tipat cantok, serombotan, dan rujak campur. Sehari-hari, ia berjualan di warung kecil di Jalan Sedap Malam. Luh De menjual tipat cantok, rujak kuah pindang, dan jajanan Bali. Bu Luh De sehari-hari berjualan di Parkir Taman Kota, menjual Bubur Bali. Warungnya buka pukul 07.00 sampai 15.00. Stan Warung Rastiti, beda lagi. Ia menjual tipat ditemani sate babi. Sehari-hari, kata Wayan Rutiana, Warung Rastiti berjualan di Jalan Kembang Matahari. Ia selalu ikut berpartisipasi dalam acara Denpasar Festival. Salah seorang pembeli, Bu Suti menuturkan, semua keluarganya yang ikut acara jalan santai, memilih kuliner tipat dan sate babi. “Seringsering saja ada acara seperti ini. Promosikan kuliner khas Bali,” ujar karyawan swasta ini. Lain lagi Stan Luh Buleleng. Pemilik stan Luh Wiriadi yang sehari-hari bertempat tinggal di Buleleng, rela hijrah ke Denpasar, demi memasarkan makanan khas Buleleng seperti blayag. Ia juga menyediakan permen khas Buleleng kopyos yang terbuat dari gula merah dan santan. Kreasi lainnya, keripik pisang, singkong, sukun, dan keladi, tanpa bahan pengawet. Yang mau menikmati jajanan Bali, tersedia
makanan yang simpel sehingga pembeli tidak ribet membawa pulang termasuk jika makan di tempat. Govind Vegetarian, milik Ary Widianti lain lagi. Ia menjual kue-kue kering vegetarian. Ada nastar, bola nenas, dll. Kue yang tidak menggunakan telur ayam ini, menggunakan mentega khusus. Yang unik lainnya, stan warung mobil Twisty Potatoes, milik Dewa Ayu Novia Saraswati.
S
Stan warung mobil Twisty Potatoes
tan Sai Krisna menjual makanan Western, burger dan hotdog. Uniknya, untuk isian daging terbuat dari bahan utama sari kedelai. “Makanan ini terbuat dari bahan kedelai yang ditambah minyak sayur dan dicampur dengan tepung. Kemudian adonan ini dikukus dan siap diolah menjadi menu yang diinginkan,” ujar Ni
Tjok Adnyani koordinator stan kuliner menjual tipat kuah
di stan Sri dan Rai. Dua ibu ini, menyajikan jajanan Bali seperti ketan kukus, giling-giling, kukis, dan laklak yang ditambah dengan sirup gula merah. Pagi-pagi menikmati bubur ayam, pasti enak. Menu ini disajikan Stan Nasi Ayam Pengalasan milik Pak Ardi. Sehari-hari, warung ini menjual nasi ayam. Namun, saat acara Festival keluarga Tokoh 2014, bubur ayam yang disajikan kepada para penikmat kuliner yang tumpah-ruah datang ke Lapangan Renon. -Wirati Astiti
Luh Muliasih pemilik stan ini. Selain makanan Western ada juga lontong sate vegetarian. Sehari-hari, Muliasih berjualan di daerah Badak Agung, Renon dan Gatot Subroto, Denpasar. Menu makanan yang dijual di warungnya mulai dari lawar, sate, pepes, tum, ataupun chinesse food. Sementara, kuliner untuk di acaraacara pameran, ia hanya menjual
margarin secukupnya Garam, lada bubuk, gula, kaldu bubuk secukupnya
Sarwan Bahan: 1 kg : daging sapi sandung lumur, iris menurut selera 2 lbr : daun jeruk 500 ml : air 6 sdm : kecap manis bawang putih goreng secukupnya
Bumbu yg dihaluskan: 9 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 1 ruas : jari jahe 3 buah : cabe merah besar 7 buah : cabe kecil Cara membuat: - Pa n a s k a n m a r g a r i n , l a l u masukkan bumbu halus dan
Dadar Gulung Enten Bahan Dadar: 150 gr : terigu serba guna 1 butir : telur ½ sdt : garam 300 ml : susu cair 1 sdt : essen pandan 80 ml : margarin cair
Bahan Isi Enten: 100 ml : air 150 gr : gula merah 1 lbr : daun pandan ½ sdt : garam ½ butir : kelapa parut kasar Cara membuat: - Bahan enten dicampur semua
Pengunjung memadati stan kuliner
Karyawati bank ini, rela mengajak suami dan putri kecilnya turut berjualan. Ditemani dua pembantunya, kentang ulir khas Twisty Potatoes, diserbu sebagian besar anak-anak dan ABG. “Usai makan kentang goreng, seru juga minum coolant,” ujar Ayunadi, yang datang bersama suami, dan dua anaknya ini. “Segerrrrr,” sahut dua anaknya sambil mengangkat botol coolant. Warung Rani yang berlokasi
13
tkh/eka
di Jalan Teuku Umar, juga ikut meramaikan stan kuliner. Sajian mi goreng dan nasi goreng yang sudah dibungkus kotak plastik sudah ludes walau jarum jam baru menunjukkan pukul 08.30. Begitu juga Stan Dapur Ngeritik. Stan milik Dewa Made Merta Kota ini, menyajikan, tepeng Bali, dan ayam goreng ngeritik. Menu andalan ayam goreng ngeritik diserbu pembeli yang sebagian besar anak-anak. –Wirati Astiti
tkh/eka
Bistik Jawa
tkh/ast
Aneka kuliner berjejer di areal Lapangan Renon, tempat diselenggarakannya “Festival Keluarga Tokoh 2014 Sejuk Bersama Coolant”, Minggu (28/9). Mulai dari makanan tradisional Bali, makanan western, sampai makanan vegetarian. Stan kuliner ini dipadati pengunjung festival baik yang ikut jalan santai maupun sepeda sehat. Sambil menikmati aneka kuliner yang memanjakan lidah, saat pengunjung haus, kesegaran minuman ion coolant mampu menyegarkan kerongkongan. tan Dewi Ratih, menyajikan makanan rumahan seperti jagung, pisang, kacang, dan ketela rebus. Menikmati jagung, pisang, kacang, dan ketela rebus di pagi hari sangat nikmat, apalagi usai berolahraga. Seperti yang dituturkan Made Kantun, salah seorang personil TNI-AD, yang ikut sepeda santai. Satu jagung rebus, menjadi santapannya, setelah menyelesaikan rute sepeda santai. Ia mengatakan, sangat menikmati aneka kuliner yang tersedia. Sebelumnya, ia sudah mencoba tipat cantok. “Mungkin ke depannya, kalau ada acara seperti ini lagi, jumlah stan ditambah dengan banyak variasi makanan,” tuturnya. Menurut AA Sagung Alit, pemilik stan Dewi Ratih, sehari-hari, ia tak membuka warung. Tapi hanya melayani katering, termasuk pesanan nasi jinggo. “Karena ini acara keluarga, saya tambahkan juga menu burger. Ini pertamakali saya ikut acara festival. Lumayan sambutan masyarakat dengan stan kuliner,” kata Sagung Alit.
Yang unik dari stan kuliner “Festival Keluarga Tokoh 2014 Sejuk Bersama Coolant” adalah sajian makanan vegetarian. Ada dua sajian kuliner vegetarian mulai dari makanan pokok sampai kue kering.
tkh/ast
Sensasi Kuliner di Ajang Festival Keluarga Tokoh 2014
6 - 12 Oktober 2014
menjadi satu di wajan. - Masak enten dengan api kecil. Aduk terus sampai gula mencair dan menyatu dengan kelapa. - Masak terus sampai kelapa agak mengering, angkat dan biarkan hingga dingin, sisihkan. Bahan Dadar: - Campur semua bahan menjadi satu, lalu kocok merata dengan menggunakan mixer sampai adonan halus. Jika perlu adonan disaring agar tidak bergelinjil. - Ambil wajan dadar lalu buat dadar dari satu sendok sayur
Burger dan sate vegetarian
- -
-
-
daun jeruk, aduk hingga harum. Masukkan daging aduk merata hingga matang keclokatan Masukkan air, kecap manis dan bumbu-bumbu lainnya lalu ungkep atau tutup, dimasak hingga daging matang dan bumbu meresap. Angkat, taruh di piring saji, tambahkan jagung manis pipil dan wortel yang udah direbus di atasnya. Siap untuk dihidangkan de ngan taburan bawang putih goreng.
bahan dadar, sebaiknya tipis. Isikan selembar dengan 1sdm bahan enten.lalu lipat menyerupai amplop atau risol lakukan hinga bahan habis. - Siap untuk dihidangkan.
Cake Tape Kukus Bahan: 200 gr 4 butir 175 gr 1 sdt ½ sdt 150 gr 50 ml 150 gr
: : : : : : : :
tape singkong, haluskan telur gula pasir emulsifer vanili tepung terigu susu kental manis margarin, lelehkan
Cara Membuat: - Kocok telur, gula pasir, emulsifier dan vanilla, kocok sampai mengembang. - Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit bergantian dengan tape singkong sambil diaduk. - Tambahkan susu kental manis dan margarin cair, aduk rata, lalu tuang adonan ke dalam loyang berukuran 20x20cm yang sudah dioleskan margarin. - Kukus selama 40 menit sejak air mendidih, angkat, keluarkan hingga cake dingin - Siap untuk dihidangkan.
14
Jelita
6 - 12 oktober 2014
Keistimewaan Keramas Spiritual
Kita percaya rambut membutuhkan perawa tan yang tepat. Hal ini, mesti diawali dari kulit kepala yang sehat. Karenanya, perem puan juga memerlukan waktu khusus untuk keramas atau mencuci rambut. Bicara soal keramas, ada yang menarik di Natur Line Salon & Spa di kawasan Jalan Diponegoro arah ke Benoa. Diantara pelayanan untuk perawatan rambut, ada jasa ‘Keramas Spiri tual’. Lantas apa istimewanya?
M
enurut Wati Widiani,salah seorang terapis Natur Line, dengan keramas spiritual ba nyak yang merasakan kedamaian setelahnya. Perihal keramas ini, katanya banyak juga yang menyebutnya sebagai keramas penolak bala. Sebab, menggunakan racikan sampo merang terpilih, lengkap dengan spirit Dewi Sri dan disertai pula kandungan air laut atau garam khusus. Bukan hanya itu, kata Wati gerakan dan teknik pemijatan khusus yang memutar tiga kali di ubun-ubun serta di belakang kepala bukan hanya membantu melancarkan peredaran darah namun juga memberikan kesegaran, ketenangan dan kedamaian. “Doa dan pikiran positif akan menyempurnakan kebahagiaan yang dinikmati seseorangh melalui keramas spiritual ini,” ujar Wati. Sebagian dari kita mungkin juga tahu, kalau sejak dahulu merang padi ternyata mempunyai khasiat yang bagus terutama untuk kesehatan dan perawatan rambut. Semenjak zaman dahulu pula , sering terdengar cerita khasiat merang padi, biasa digunakan oleh para putri kerajaan untuk merawat rambut mereka. “Pemilik Natur Line Salon & Spa ini, yakni Bu Eni juga mengatakan ikut melestarikan tradisi dari nenek moyang yang selalu mencuci rambut dengan air merang. Khasiat lainnya dari merang juga bisa membasmi ketombe dan menguatkan tumbuhnya rambut agar tidak lekas rontok. Disamping itu mencuci rambut dengan air merang, tergolong
sangat ramah lingkungan karena tidak mengandung bahan kimia,” ucap Wati mewakili sang pemilik salon. Apalagi hidup pada zaman modern ini perawatan rambut sangat dipentingkan. Sebab, setelah beraktivitas, seringkali tanpa disadari debu, kotoran juga me nempel di rambut. Namun, lanjut Luh Swarmini yang biasa dipanggil Ade , terapis lainnya di tempat yang sama, mengatakan ketika rambut seseorang mengalami kerusakan, seperti kusam, berketombe dan terkadang sulit diatur itu tidak selalu diakibatkan oleh debu.”Ternyata, cara yang kurang baik ketika berkeramas pun akan menyebabkan masalah-masalah itu. Keramas secara umum memang hal yang terlihat sepele, tapi harus tetap dilakukan dengan cara yang benar. Agar hasilnya bersih, mencuci rambut pun hendaknya sampai ke akar-akarnya. Kalau tidak rambut malah bisa tambah kusam dan rusak. Langkah- langkah keramas yang benar mampu mempengaruhi keindahan rambut. Tekstur, rambut menjadi lebih lembut, kulit kepala sehat, dan rambut pun tidak mudah rontok,” papar Ade lebih lanjut. Dalam melakukan kegiatan keramas, kata kedua terapis tersebut, harus dipastikan rambut dibasahi secara merata. Seluruh bagian rambut dan kulit kepala tersiram dengan baik. Hal ini, selain dapat memaksimalkan kerja sampo, rambut yang tidak dibasahi saat keramas cenderung lebih mudah rusak dan menjadi sulit diatur. Setelahnya tuangkan sampo di tangan dan gosok hingga berbusa. Baru kemudian dibubuhkan secara merata ke seluruh rambut. Secara lembut digosokkkan di kulit kepala. Selain memberikan stimulus agar aliran darah lancar, juga untuk membersihkan minyak dan kotoran yang melekat. Ini merupakan bagian terpenting yang
sering diabaikan karena lebih sering kita berkonsentrasi pada helai rambut saja. Begitu pula dengan pemijatan kepala, yang digunakan adalah ujung jari agar kandungan sampo meresap maksimal. Setelah dibilas, dilanjutkan dengan mengoleskan kondisioner pada rambut. “Pastikan tidak ada sampo yang tertinggal di kulit kepala. Jadi, oleskan saja setelah keramas, karena kondisioner digunakan hanya pada helai rambut, bukan pada kulit kepala. Diamkan beberapa saat, kemudian bilas menggunakan air dingin untuk menutup kembali folikel rambut,” ucap Wati. - Sri Ardhini
Mitos
6 - 12 oktober 2014
11
Putihkan Ketiak dengan Tawas
W
anita selalu ingin tampil can tik dan menarik. Beberapa perawatan sederhana, se ring, dan bisa dilakukan secara mandiri. Namun, apakah perawatan yang dilakukan sudah tepat? Berikut pen jelasan d r. AAA Laksmi Dewi B, Sp.KK.
Mitos: Pemakaian body lotion pada kaki pada malam hari kemudian dibungkus kaos kaki adalah cukup untuk perawatan kaki. Fakta: Ada berbagai macam perawatan untuk kaki yang dapat dilakukan. Umumnya perawatan yang dilakukan adalah untuk mengatasi kaki kering, tumit yang pecah-pecah, kasar, dan juga kaki kapalan. Beberapa literatur memang menyebutkan bahwa untuk mengatasi kaki (tumit) yang pecah dan kasar dapat dilakukan dengan pembungkusan (wrapping) kaki setelah dilumuri dengan minyak esensial, pelembab, ataupun vaselin. Pada prinsipnya pembungku-
san di sini bertujuan agar apa yang dilumuri pada kaki tersebut dapat diserap dengan lebih baik. Akan tetapi, tentu saja ada langkahlangkah yang perlu dilakukan sebelumnya, seperti menggosok bagian yang tebal dan kasar de ngan lembut menggunakan batu apung, merendam kaki dengan air suam kuku kemudian bersihkan sisa-sisa kulit mati dengan scrub kaki. Setelah kaki dikeringkan, gunakan krim kaki dan gunakan kaos kaki berbahan katun. Kaos kaki berbahan katun memungkinkan kaki bernapas secara alami sambil terus menjaga kelembaban kaki. Jangan menggunakan body
tkh/net
lotion, tetapi gunakanlah krim kaki yang memang khusus untuk perawatan kaki. M i t o s : Ta w a s u n t u k memutihkan ketiak dan selangkangan. Fakta: Tawas kalium atau lebih sering disebut sebagai tawas diperoleh dari alumina yang direaksikan dengan kalium sulfat. Namun, tawas juga dapat ditemukan dalam mineral alami alunite dan kalinite. Tawas memiliki banyak kegunaan. Karena pembentuk koloid, maka sifat yang sangat penting pada tawas adalah adsorpsi. Tawas dapat mengadsorpsi kotoran, racun dan lainnya. Karena itu tawas banyak digunakan dalam bidang kosmetik, yaitu untuk deodoran, penjernihan air, pembersihan tekstil, dan juga dapat digunakan untuk perawatan setelah bercukur. Kulit ketiak dan selangkangan memang cenderung lebih gelap. Daerah ini sering berkeringat dan menjadi tempat berkumpulnya kuman sehingga menghasilkan bau yang kurang sedap. Tawas seringkali digunakan untuk mengatasi hal ini, menghilangkan bau badan dan mencerahkan ketiak dan selangkangan. Tetapi tentu saja dengan harus dilakukan sesuai takaran dan rutin. Apabila terjadi kemerahan dan gatal segera hentikan. Mitos: Kurang minum air putih sebabkan tumit pecahpecah. Fakta: Sebagian besar tubuh kita terdiri dari cairan, dan tak dapat dimungkiri bahwa banyak manfaat air bagi tubuh kita baik dari segi kesehatan maupun kecantikan. Air putih dapat membantu menyehatkan kulit. Manfaatnya antara lain,
dr. AAA Laksmi Dewi B, Sp.KK.
mencegah dehidrasi, membantu proses pencernaan makanan dan membuang racun-racun dalam tubuh, serta membuat kita lebih segar. Itu semua akan berdampak positif untuk kulit. Namun, bukan berarti saat kita minum air, kulit langsung lembab dan bersinar. Ada banyak poin penting lain yang mempengaruhi kesehatan dan kecantikan kulit. Salah satunya adalah dengan memakai produk
untuk melindungi dan merawat kulit. Seperti, sunblock dengan kandungan SPF dan pelembab. Selain itu, konsumsi makanan yang bergizi juga memberikan pengaruh besar. Karena inilah yang akan akan diolah oleh tubuh dan diterima oleh kulit. Mitos: Pemakaian pil KB sebabkan flek di wajah Fakta: Melasma atau yang dikenal dengan flek adalah masalah kulit yang sering terjadi, berupa bercak warna cokelat di wajah, terutama di pipi, hidung, dahi, dagu, dan di atas bibir atas. Dapat pula terjadi pada bagian tubuh lain yang terpapar langsung oleh matahari, seperti lengan bawah dan leher. Penyebabnya diduga adalah sel melanosit yang terlalu aktif memproduksi melanin. Melasma dapat dicetuskan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah paparan sinar matahari, hormonal, dan kosmetik. Karena melasma dapat dicetuskan oleh faktor hormonal inilah maka pil KB (yang mengandung hormon estrogen dan/atau progestin) dapat sebabkan timbulnya flek. Hormon tersebut dapat menyebabkan produksi melanin yang berlebih sehingga kulit menjadi lebih gelap. Penghentian hormon (eksogen) ini bisa saja memudarkan flek namun efek hormon endogen (yang memang normal kita miliki) tidak dapat dihentikan. Tetapi tidak semua wanita akan mengalami hal ini karena pada melasma juga ada kecenderungan genetik. Jadi, konsultasikan ke dokter kandungan Anda mengenai kontrasepsi apa yang cocok untuk Anda. Apabila terjadi flek, konsultasikanlah hal tersebut dengan dokter kulit Anda. – Inten Indrawati
Disfungsi Ereksi, Masalah Psikis atau Fisik? “Dok, aku penasaran tentang gangguan disfungsi ereksi, ada yang bilang disebabkan karena pikiran yang lebih dominan, tetapi ada juga yang bilang justru karena faktor fisik dan penyakit jadi penyebab lebih sering. Mana yang benar, Dok?” (Robby, 28 thn) hanya sekitar 20 persen. Ini dijelaskan dari hasil survei Asia Pacific Sexual Health and Overall Wellness Dahulu, sekitar satu atau dua dekade lalu, disfungsi ereksi (APSHOW) pada tahun 2008 di secara awam lebih dikenal de 13 negara termasuk Indonesia. Memang disfungsi ereksi bisa ngan sebutan impoten, padahal istilah ini keliru. Yang lebih disebabkan karena faktor psikoltepat memang disfungsi ereksi ogis, seperti perasaan cemas, saja, dengan derajat gangguan stres, perasaan bersalah tentang ringan, sedang, dan berat. Da- seksual, kelelahan, masalah dahulu juga penyebab disfungsi lam hubungan, perasaan kepada ereksi lebih banyak dikenal pasangan, atau depresi. Tetapi, karena faktor psikis, sebelum ternyata kontribusinya memang banyak penelitian dan kajian lebih kecil dari gangguan fisik. yang mencari jawaban dari apa Sesungguhnya proses terpenyebabnya. Sekarang sudah jadinya ereksi adalah sebuah bisa ditegakkan bahwa disfungsi peristiwa mekanisme fisik karereksi lebih banyak disebabkan ena adanya aliran deras darah oleh karena masalah fisik. Malah yang memasuki dan bertahan 80 persen adalah disebabkan di dalam penis. Penis menjadi oleh penyebab fisik. Disfungsi tegang karena darah yang meereksi dengan kasus psikologis menuhi ruang pembuluh darah
di area korpus kavernosum pada penis. Jadi selama pembuluh darah berfungsi baik secara fisik maka ereksi akan bisa terjadi jika dimulai dengan adanya rangsangan seksual. Nah, banyak hal yang bisa mengganggu proses ereksi ini karena gangguan fisik. Seperti kondisi pembuluh darah yang buruk karena penyakit diabetes atau kencing manis, efek alkohol berlebihan, efek samping dari obat tertentu, fungsi saraf yang abnormal, kekurangan hormon testosteron, akibat dari operasi pengangkatan prostat karena kanker, hingga karena merokok. Dalam kenyataannya juga, sering ditemukan gangguan disfungsi ereksi karena kombinasi faktor fisik dan psikis, terutama yang kini mulai terjadi di kalangan
orang muda. Karena faktor gaya hidup yang buruk, makan yang tidak teratur dan sembarangan membuat kejadian penyakit kencing manis semakin banyak terjadi di kalangan muda, yang akhirnya ikut menyumbang kejadian rusaknya pembuluh darah, kejadian ini juga bisa dilengkapi oleh keadaan gangguan psikis seperti stres di tempat kerja, sehingga penyebab disfungsi ereksi menjadi berbaur antara fisik dan psikis yang akhirnya upaya penanganannya pun butuh pendekatan antara pengobatan penyebab fisik dan psikisnya. Disfungsi ereksi akhirnya sering menjadi masalah kompleks. Jadi, selama penyebabnya bisa diketahui dengan cermat, disfungsi ereksi dapat disembuhkan. Bisa melalui konseling dengan dokter spesialis andrologi atau ahli seksologi, atau dokter yang sudah dilatih untuk menangani kasus kesehatan seksual atau juga dimungkinkan dengan pemberian obat-obatan yang tentu saja harus dengan resep dari dokter.
Sayangnya, banyak yang masih salah kaprah dan mencoba-coba pengobatan sendiri dengan cara tidak irasional. Misalnya yang kerap terjadi dengan melakukan pembesaran penis, atau mengikuti apa yang dijanjikan iklan di media melalui obat-obatan tertentu yang tidak bisa dipertanggung jawabkan manfaatnya. Banyak obat-obat sembarangan yang dijual di lapak-lapak pinggir jalan, toko obat yang tidak ber ijin, atau via online, tanpa rujukan ilmiah dan rasional dari dokter. Bahkan sering kali yang dijual adalah oplosan atau dicampur dengan obat berbahan kimia yang jika dicampur sembarang an tanpa dosis tepat justru akan membahayakan kesehatan. Kasus seorang pria yang mendadak serangan jantung karena menggunakan “obat kuat” saat berhubungan seksual adalah sebuah contoh yang sering terdengar dan sesungguhnya tidak diharapkan. Semoga ini bisa diperhatikan untuk kepentingan bersama.
10
Bugar
6 - 12 Oktober 2014
Eksim Susu pada Bayi dan Anak D
ermatitis atopik atau eksim susu merupakan penyakit peradangan pada kulit yang sering ditemukan pada bayi, anak maupun orang dewasa. Pada bayi, kelainan kulit umumnya di daerah pipi sehingga oleh masyarakat sering dianggap akibat terkena air susu ibu (ASI) dan dikenalah istilah eksim susu. Sebenarnya pendapat tersebut tidak benar, pipi bayi yang mengalami gangguan bukan karena terkena ASI, bahkan bayi yang pada beberapa bulan pertama diberi ASI secara eksklusif akan lebih jarang terkena penyakit ini dibandingkan bayi yang mendapat susu formula. Penyebab penyakit ini belum sepenuhnya diketahui, namun tampaknya penyakit ini merupakan hasil kombinasi faktor genetik (turunan) dan lingkungan. Penyakit ini lebih sering dijumpai pada anak yang salah satu atau kedua orangtuanya menderita penyakit yang serupa atau menderita penyakit alergi lain, misalnya asma dan rhinitis alergi (bersin-bersin atau hidung berair) yang disebut stigmata atopik. Berbagai faktor lingkungan dapat mencetuskan timbulnya gejala dermatitis atopik (khususnya pada individu yang mempunyai keluarga dengan
stigmata atopik) seperti: protein susu sapi, kacang-kacangan, makanan laut maupun tungau debu rumah. Gejala dermatitis atopik dibedakan menjadi 3 kelompok usia, yaitu dermatitis atopik pada masa bayi, anak dan dewasa. Dermatitis atopik yang terjadi pada masa bayi dan anak mempunyai gejala yang berbeda-beda, baik dalam hal usia saat mulai timbul gejala maupun derajat beratnya penyakit. Pada masa bayi, umumnya gejala mulai terlihat sekitar usia 6 sampai 12 minggu. Pertama kali timbul di pipi dan dagu sebagai bercak kemerahan, bersisik dan basah. Kulitpun kemudian mudah terinfeksi. Bersamaan dengan proses tumbuh kembang bayi, saat bayi lebih banyak ber gerak dan mulai merangkak, maka daerah yang terkena dapat meluas ke tangan dan tungkai. Bayi dengan dermatitis atopik sering tampak gelisah dan rewel karena rasa gatal. Ketika mencapai usia sekitar 18 bulan kulit bayi mulai memperlihatkan tanda perbaikan. Pada masa anak, kelainan kulit cenderung terjadi di daerah lipat lutut, lipat siku, sisi leher, sekitar bibir, pergelangan tangan, pergelangan kaki dan kedua tangan. Biasanya kelainan kulit dimulai dengan beruntusan yang menjadi keras dan bersisik bila digaruk. Kulit di sekitar bibir dapat juga terkena dan upaya menjilat terus-menerus di daerah tersebut menyebabkan kulit di sekitar bibir menjadi pecah-pecah dan terasa nyeri. Sebagian orang yang mengalami dermatitis atopik pada masa anak juga mengalami gejala pada masa dewasanya, namun penyakit ini dapat juga pertama kali timbul pada saat telah dewasa. Gambaran penyakit saat dewasa
dr. Tinna Aswirani, M.Kes.,Sp.KK
serupa dengan yang terlihat pada masa anak. Penyakit ini dapat meluas atau terbatas hanya pada beberapa bagian tubuh, misalnya hanya pada tangan atau kaki. Pengobatan dermatitis atopik umumnya ditujukan pada 2 hal, yaitu mengatasi gejala penyakit dan mencegah timbulnya gejala kembali. Untuk memperoleh hasil peng obatan yang maksimal diperlukan kerja sama yang baik antara dokter dan pihak keluarga. Dokter akan memberi petunjuk rencana pengobatan sesuai dengan usia pasien dan gejala, mencakup cara pemeliharaan kulitnya dan upaya menghindarkan diri dari faktor-faktor pencetus. Mengupayakan perawatan kulit rutin setiap hari penting untuk mencegah kekambuhan penyakit. Penderita dermatitis atopik umumnya mempunyai kulit yang kering. Keadaan ini perlu diatasi dengan memberikan perawat an kulit yang baik. Bayi dimandikan dengan berendam 2 kali sehari dalam air hangat yang diberi sedikit minyak bayi diikuti dengan mengoleskan pelembab untuk mengatasi kekeringan kulit. Penggunaan sabun mandi perlu pemilihan yang
tepat. Untuk kulit yang sensitif seperti kulit pasien dermatitis atopik, penggunaan sabun yang dapat menghilangkan lemak kulit secara berlebihan dapat menambah kekeringan kulit, karena itu dianjurkan memilih sabun yang sangat minimal menghilangkan lemak dan mempunyai pH netral (non soap skin cleanser). Setelah mandi, kulit dikeringkan dengan cara ditepuk-tepuk secara perlahan menggunakan handuk yang lembut. Untuk mengurangi resiko terpapar alergen (zat penyebab alergi) misalnya tu ngau debu rumah dapat dilakukan dengan cara membungkus kasur dan bantal dengan seprei dan sarung bantal yang terbuat dari bahan yang dapat menahan debu rumah, mencuci seprei dan sarung bantal dengan air panas, menjemur kasur dan tidak menggunakan karpet. Namun, belum ada cara sempurna yang dapat membebaskan lingkungan dari alergen udara. Untuk mengatasi proses peradangan kulit pada penderita dermatitis atopik obat oles kortikosteroid merupakan pilihan utama, bila pasien tidak membaik dengan kortikosteroid yang dioles, dapat ditambahkan dengan kortikosteroid yang diminum. Obat antihistamin yang diminum dapat digunakan untuk mengurangi rasa gatal pada penderita dermatitis atopik. Pada bayi yang berisiko tinggi untuk menderita dermatitis atopik dianjurkan untuk melakukan upaya pencegahan sebagai berikut : - Tidak merokok di dekat bayi atau anak di ruang tertutup tempat anak biasa bermain atau tidur. - Tidak merokok selama ibu hamil - Beri ASI eksklusif, bila tidak memungkinkan memberi ASI, gunakan susu formula hipoalergenik - Tunda mengenalkan makanan setengah padat sampai bayi berusia 6 bulan. Tunda mengenalkan makanan yang menimbulkan alergi, misalnya telur, kacangkacangan, daging sapi dan makanan hasil laut pada masa awal kehidupannya - Upayakan mengurangi jumlah debu rumah di kamar tidur bayi dan daerah bermain dr. Tinna Aswirani, M.Kes.,Sp.KK Aesthetic Centre-Lantai 5 Rumah Sakit Siloam Telepon/sms (0361) 3311333 Whatsapp (0361) 3311333 Pin BBM 7E10625C
6 - 12 Oktober 2014
Style
Wedding Dress Endek Tak dapat dipungkiri, ‘Endek’ kini semakin digemari dan turut mendukung kemajuan dunia fashion. AAA Mayun K.Tenaya, do sen, budayawan, yang juga seorang desainer papan atas Bali ini, mampu membawa endek berhasil menjadi suguhan mahakarya dari Pulau Dewata pada pagelaran “Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF)” beberapa waktu lalu di Jakarta. Mayun Tenaya
K
eunikan dan kekhasan warna, sebagai salah satu karakteristik bahan endek ini, berhasil menguatkan deretan koleksi wedding dress dari Mayun Tenaya kali ini. Selain menggunakan bahan endek yang berkualitas tinggi, teknik pengerjaannya istimewa, karena hampir seratus persen menggunakan tangan. Mengusung tema “Glorious Beauty”, wedding dress model Barat ini tetap mempertahankan detil sarat motif atau ragam hias seni lokal Bali. Sehingga, kesan klasik, dengan sentuhan modern ini tampil elegan dan glamor. Terlebih dengan untaian aksesori yang sangat Bali. menjadi-
kannya karya adibusana seorang Mayun Tenaya. Desain ekslusif dengan napas artistik ini selain menjadi inspirasi bagi calon pengantin untuk tampil beda, semakin anggun dan cantik saat dikenakan. Sementara, menurut sang desainer, rancangannya kali ini selain untuk wedding dapat pula dikenakan sebagai evening wear ke berbagai acara resmi baik di negara sendiri maupun di luar negeri. –Sri Ardhini
15
Edukasi
16
6 - 12 oktober 2014
Siap Songsong MEA 2015
Sejak pagi masyarakat sudah memadati Lapangan Renon, Denpasar. Mereka bersemangat mengikuti rangkaian acara Festival Keluarga Tokoh 2014 Sejuk Bersama Coolant. Salah satu acara yang diminati adalah games “drop the girl”.
Demi memberikan pemahaman yang komprehensif terhadap lulusan (alumni) Fakultas Hukum (FH) Universitas Dwijendra (Undwi) tentang pentingnya pengetahuan serta pemahaman menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, FH Undwi menggelar Seminar Nasional dengan tema “Penguatan Lulusan Pendidikan Tinggi Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015”, Senin (29/9) di Aula Lantai I,Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar.
S
eminar Nasional ini, menghadirkan pem bicara Dr. Sihabudin, S.H., M.H., Dekan Fakultas Hukum Universitas Bra wijaya, Dr. Bambang Winarno, S.H., S.U., Dosen Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Brawijaya dan Dr. Ida Bagus Wiasa Putra, S.H.,dari Fakultas Hukum Udayana. Seminar juga dihadiri Rektor Undwi D r. Dyatmikawati, S.H., M.Hum., Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Dr. M.S Candra Jaya, M.Hum., Sekretaris, Wayan Abdi Negara M.Si., Ketua Dewan Pembina Dr. Karnota, serta Dekan di lingkungan Undwi. Dekan Fakultas Dr. AA Sagung N. Indradewi, S.H., M.H., menekan kan ingin mengajak para alumni FH Undwi, untuk membahas secara lebih mendalam tentang kiat-kiat penyiapan SDM hukum menghadapi MEA, sepert i apa struktur MEA, dan bagaimana pula peran Indonesia dalam kerjasama MEA. Sementara, menurut Ketua Panitia, I Ketut Win dia, S.H., M.H., seminar yang dipandu moderator Dr. I Wayan Arka, S.H., M.H. ini diikuti sekitar 200 mahasiswa serta dosen di lingkungan Undwi ini, akan membahas persoalan MEA, yang didalamnya terkait pula dengan masalah ekonomi dan hukum. Dekan FH Universitas Brawijaya, Dr. Sihabudin memaparkan tentang “Harapan dan Tantangan dalam Liberalism e Ekonomi Global”. Ia mengatakan menghadapi perdagan gan dan perekonomian di ASEAN, tidak terlepas dari perjanjian-per janjian internasional yang dilengkapi dengan kepastian hukum, keadilan dan manfaatnya untuk masyarakat Indonesia. Ada pula norma-norma terkait dengan perdagangan dan in vestasi yang harus dikuasai. Sebab, se tiap negara memiliki UU penanaman modal dan perdagangan internasional tersendiri. Masyarakat Ekonomi ASEAN mensyaratkan bahwa sebelum tahun 2015, Asia Tenggara akan menjadi
satu pasar tunggal dan basis produksi. Ini berarti kalau semua rintangan perdagangan akan mengalami liber alisasi. Arus perdagangan dibebaskan dari bea masuk sebagai bentuk per dagangan proteksionisme . Namun di sisi lain, dengan adanya perdagangan bebas perusahaan transnasional dan pasar modal dunia membebaskan kekuasaan politik tanpa distorsi oleh intervensi negara. Negara, kata Sihabudin memiliki peran utama menjaga kesejahteraan warganya dalam melaksanakan per dagangan bebas, melalui pemben tukan peraturan hukum memadai serta kontrol sosial demi persaingan perdagangan yang sehat. MEA, selain menghadirkan peluang juga tantangan bagi industri di tanah air. Bicara industri perdagangan, dikatakannya di tingkat Asia, Cina merasa posisinya sebagai jendral. Namun, di tingkat internasional Cina adalah pusat kegiatan ekonomi. Da lam perekonomian, perdagangan dan investasi antara Cina dan Amerika sering terjadi konflik, dan yang dim intai bantuan untuk penyelesaiannya adalah ASEAN. Jika ingin menguasai, atau meng antisipasi bahkan mau berperan di era global ini, sangat diperlukan kemam puan berbahasa Inggris. Akan lebih
baik pula jika lebih lagi menguasai bahasa asing yang agak mengkhusus dan susah, seperti bahasa Rusia, Itali dan bahasa negara tertentu lainnya. Bagi sarjana hukum yang menguasai bahasa asing memudahkannya men cari kerja. Selain itu, disinggung pula oleh Sihabudin, ada empat bidang profesi yang hanya bisa diisi oleh sarjana hu kum, yakni hakim, jaksa, notaris, dan advokat. Namun, sarjana hukum tetap bisa bekerja di profesi lainnya, yang sarjana lainnya juga bisa. Sedangkan, keterkaitan antara peluang Indonesia dalam MEA dengan penguatan lulusan pendidikan tinggi menyongsong MEA 2015, katanya Perguruan Tinggi harus mengubah mindset, termasuk juga menyempurnakan kurikulum . Sedangkan Dr. Bambang Winarno yang menyoroti tentang “Keterkaitan Peluang Indonesia dalam MEA dengan Penguatan Lulusan Pendidikan Tinggi Menyongsong MEA 2015”, menge mukakan untuk mewujudkan MEA yang berlaku mulai 2015, empat pilar menjadi prioritas. Pertama, ASEAN sebagai pasar tunggal berbasis produksi tunggal yang didukung aliran bebas barang, jasa, tenaga terdidik dan aliran modal yang lebih bebas. Kedua, ASEAN sebagai kawasan dengan daya saing
Suasana Seminar Nasional di FH Undwi
9
Antri “Drop The Girl”
FH Undwi
Dari kiri: Dr. Arka, Dr. Sihabudin, Dr.Bambang, dan Dr.Wyasa Putra
Dara
6 - 12 oktober 2014
I Ketut Windia, S.H., M.H.
Dr. AA Sagung N. Indradewi, S.H., M.H.
ekonomi tinggi dengan norma hukum tentang persaingan, perlindungan konsumen, hak atas kekayaan intelek tual, pengembangan infrastruktur, perpajakan dan e- commerce. Ketiga, ASEAN sebagai kawasan pengembangan ekonomi yang merata dengan pengembangan usaha kecil dan menengah , dan prakarsa integrasi negara-negara Kamboja, Myanmar, Laos dan Vietnam. Keempat, ASEAN sebagai kawasan terintegrasi secara penuh dengan perekonomian global melalui pendekatan yang koheren dalam hubungan ekonomi di luar ka wasan dan meningkatkan peran serta pada jenjang produksi global. Jika melihat dan menelaah ke empat pilar itu, menurut Bambang, peluang keberhasilan Indonesia dalam integrasi MEA 2015 cukup besar. Apalagi, sebagai salah satu negara ASEAN, Indonesia memiliki sepuluh komoditi ekspor unggulan di tingkat dunia. Di bidang investasi langsung , Indonesia semestinya mampu me narik investor asing untuk menana mkan modalnya. Namun, problematika muncul ke tika dikaitkan dengan lulusan pendidi kan tinggi , khususnya Fakultas Hu kum. Maka, diperlukan lulusan yang memiliki kompetensi. Selanjutnya, perlu peningkatan kualitas pendidikan menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi dan kebijakan berupa perundang-undangan tentang Indo nesian Qualivication Framework atau lazim disebut Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
kerjasama, serta untuk memecahkan persoalan yang dihadapi di kawasan ASEAN. Sehingga, orientasi pem bangunannya bukan untuk memenuhi kebutuhan negaranya masing-masing, namun untuk kepentingan bersama. Problemnya adalah, apakah kebijakan yang dibuat bersentuhan dengan rakyat ASEAN atau tidak? Dimana pun mereka berada, masyarakat ASEAN berharap kebijakan ini bisa dirasakan nyata dalam kehidupan mereka. IB Wyasa pun mengidentifikasi masalah ini dari sisi ilmu pengetahuan sesuai bidang yang ditekuninya. Dika takannya, ada dua sebab yang biasanya mengakibatkan suatu kebijakan itu tidak nyaman bagi kehidupan rakyat di suatu negara, karena para pembentuk kebijakan itu tidak memiliki pengeta huan yang cukup tentang kondisi sosial rakyatnya. Mereka membangun suatu kebijakan tanpa gambar yang nyata tentang rakyat. Juga, akibat kebijakan tersebut tidak bersentuhan dengan rakyat , berjalan di satu wilayah ter tentu. Jadilah kehidupan nyata rakyat berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh para pembuat kebijakan. Karena tidak mendapatkan dukungan rakyat, maka kebijakan ASEAN itu menjadi melambat. Tibatiba sekarang kita sudah berada di satu titik, tepat di depan pintu Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. Tahun depan tenaga kerja seluruh ASEAN bebas bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain dari satu negara ke negara yang lain. Seluruh hambatan dalam bidang barang akan dibuka habis. Begitu juga hambatan dalam bidang jasa juga akan dibuka habis. Tahun depan tanpa kita sadari kita harus bersaing dengan para penyedia jasa dari seluruh negara ASEAN. Pedrlu diketahui , ada beberapa tujuan yang diinginkan dalam pem bentukan ASEAN tersebut, yakni melaksanakan kerjasama ekonomi, meningkatkan perdamaian dan stabili tas regional, ASEAN, serta melindungi rakyat negara-negara ASEAN dan membangun perdamaian. Namun dalam pelaksanaannya, ia melihat ke bijakan Komunitas Ekonomi ASEAN lebih menampakkan kelemahan, Ia juga berbicara tentang cakupan ker jasama ASEAN. Saat ini ASEAN ter diri dari 10 negara, yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, Cambodia, Lao PDR, Myanmar, dan Vietnam, yang kebijakannya hanyalah bersifat ilusi. Salah satunya akibat kelemahan ko munikasi antara pembentuk kebijakan dengan konteksnya. Begitu pula akibat kurangnya peran kebijakan partai politik sehingga ada peran kelompok kepentingan yang sangat dominan mengendalikan pemerintah. Karenanya, diperlukan pemer intah dan legislator membangun kompetensi dan kebijakan publik yang memadai serta memahami kepentingan pemangku kepentingan dan menyeimbangkannya secara adil. Jika tidak, kebijakan dapat berlabuh seluruhnya di dermaga pemilik modal dan tidak di dermaga kecil milik rakyat ASEAN. -ard
MASYARAKAT PERLU KEBIJAKAN YANG BERPIHAK Sementara, Dr. IB Wyasa Putra yang mengupas “Problem Konteks dalam Struktur Kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN ” ini mengatakan, masyarakat ASEAN sudah berusia 47 tahun. Dulu, sempat ada konflik antara tiga negara yakni Indonesia, Malaysia dan Thailand , terkait sum ber daya alam dan Thailand sebagai mediator. Selain itu, di masa tersebut juga terjadi kemacetan ekonomi di ka wasan ASEAN. Sedangkan, Amerika dan Eropa mengalami kemajuan yang luar biasa. Karena hal tersebut, akhirnya lima negara, yakni Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, men gawali memikirkan jalan keluar untuk
Penampilan Mr. Botax di acara Festival Keluarga Tokoh 2014 Sejuk Bersama Coolant.
P
eserta ting gal membeli tiga botol Coolant lalu mendapatkan tiga bola tenis. Bola ini dipakai untuk melempar sasaran. Jika sasaran tepat, alat akan bergerak dan me mutar sehingga wanita cantik yang ada di dalam ember akan jatuh.
Saat “girl” ini jatuh dan basah, ia akan keluar ember besar dan digantikan “girl” yang lain. Udy, seorang peserta Festival Keluarga menjajal permainan ini. Saat lemparan pertama, jauh dari sasaran. Lemparan kedua tepat mengenai sasaran. “Lem paran saya pas…,” ujarnya ber
semangat. Karena sudah berhasil menjatuhkan wanita cantik itu, ia dianggap menang dan diberi bingkisan. Namun, tak semua peserta berhasil melempar tepat sasaran. Ada yang gemas karena usahanya gagal. Ada juga yang ketawa saja karena lemparannya jauh dari sasaran. Tetapi, mereka tetap bergembira mengikuti seluruh rangkaian acara Festival Ke luarga Tokoh 2014 Sejuk Bersama Coolant. Kegembiraan peserta terlihat ketika mereka ikut bergoyang saat modern dance menari diiringi lagu Gangnam Style dan tari kreasi persembahan Sanggar Cenik Lantang. Acara hiburan lainnya adalah penampilan Ayumang Rimba dan Ayu Viona yang membawakan lagu Bali, serta Brass Band yang membawakan medley lagu-lagu daerah dengan dominasi alat musik tiup. Penonton pun ikut naik ke atas panggung untuk bergoyang dan berjoget. Penampilan yang tidak kalah
Modern dance
serunya adalah penampilan Mr. Botax yang dikenal dengan lagu “Rare Angon” dan “Barong Bangkung vs Cekcek”. Suasana makin semarak ketika anak-anak berebut naik ke panggung untuk bernyanyi bersama Mr. Botax. Sebagai hiburan pamungkas sebelum pengundian hadiah
utama, pengunjung dihibur modern dance dan 3G Angels. Gaya seksi mereka di atas panggung membuat penonton ikut berjoget di lapangan. Ada beberapa penonton yang men coba naik panggung untuk joget namun diamankan petugas.
Ayumang Rimba
Ibu-ibu pun ikut game “Drop The Girl”
Ayu Viona
-Nina
8
Bunda & Ananda
6 - 12 Oktober 2014
Operasi Amandel, Haruskah? Anak-anak sering ditakut-takuti dengan mengatakan kalau mereka sering minum es, bisa kena radang amandel. Bahkan ada yang bilang radang amandel hanya bisa disembuhkan dengan operasi. Benarkah? ada peradangan di amandel,” ujar Nilawati, ibu Ananda Yoga. Radang amandel (tonsillitis) adalah infeksi pada amandel yang kadang mengakibatkan sakit tenggorokan dan demam. Secara klinis peradangan ini ada yang akut (baru), ditandai dengan nyeri menelan dan tidak jarang dr. Setiawati, Sp.THT-KL disertai demam. udah tiga hari Yoga Sedangkan yang sudah menahun batuk-batuk. Bocah biasanya tidak nyeri menelan, berusia 8 tahun ini tapi jika ukurannya cukup besar mengeluhkan teng- akan menyebabkan kesulitan gorokannya gatal. Ibunya pun menelan. memberi obat batuk untuk Gejala umum tonsilitis antara meredakan keluhan Yoga. lain sakit tenggorokan, sulit menelTetapi, bukannya sembuh, an makanan, batuk, sakit kepala, Yoga malah demam. “Selain tubuh sakit,demam, dan hidung batuk-batuk, ia juga demam. Kami mampet. Tonsilitis akut disebablalu periksa ke dokter, katanya kan oleh bakteri dan virus dan
S
Tips Cegah Amandel 1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh Jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang buruk, besar kemungkinan Anda akan mengalami radang amandel. Karena itu, perbanyak asupan vitamin C dari buah-buahan seperti mangga, jeruk, dan sayuran lainnya. 2. Hilangkan kebiasaan buruk Sebaiknya hilangkan kebiasaan buruk seperti merokok dan minum minuman beralkohol. Selain menurunkan daya tahan tubuh, kebiasaan buruk ini juga membuat Anda berisiko untuk mengidap kanker di masa depan. Jangan minum es, sirop, es krim, makanan dan minuman yang didinginkan, gorengan, makanan awetan yang diasinkan, dan manisan. Serta istirahat yang cukup. 3. Penggunaan antibiotik Radang amandel dapat dicegah dengan minum antibiotik yang diresepkan oleh dokter Anda. Jika radang amandel muncul disertai dengan demam tinggi, antibiotik dapat menjadi obat terbaik. Anda juga bisa berkumur dengan sari cuka apel untuk mengurangi peradangan di tenggorokan. 4. Sering berkumur Ketika Anda mulai merasa muncul gejala radang amandel, segera perbanyak berkumur dengan obat kumur atau air garam. Sebaikanya berkumur air garam hangat 3-4 kali sehari. Jika Anda melakukan ini secara teratur, bakteri akan hilang dan mengurangi risiko munculnya radang amandel. 5. Jaga kebersihan gigi Ini merupakan faktor yang paling penting. Untuk mencegah datangnya radang amandel, Anda perlu menjaga kebersihan gigi. Dianjurkan untuk mengunjungi dokter gigi secara teratur. Selain itu, rajinlah menggosok gigi agar terhindar dari datangnya bakteri dan virus penyebab penyakit. 6. Gunakan pasta gigi beroksigen Cara terbaik untuk mencegah tonsilitis adalah dengan menggunakan pasta gigi beroksigen. Hal ini tidak hanya akan menjaga mulut Anda tetap bersih, tetapi juga akan membunuh bakteri terakumulasi di lidah, gusi, dan langit-langit mulut.
akan disertai dengan gejala sakit telinga saat menelan, bau mulut, dan air liur bersama dengan radang tenggorokan dan demam. Dalam hal ini, permukaan tonsil mungkin merah cerah atau memiliki lapisan putih keabu-abuan, sedangkan kelenjar getah bening di leher akan membengkak. Secara umum, ada dua tonsil yang penting, tonsil palatina dan tonsil faringeal (adenoid). “Tonsil palatina adalah suatu massa jaring an limfoid yang terletak di dalam fosa tonsil pada kedua sudut orofaring. Tonsil ini berbentuk oval dengan panjang 2-5 cm, letaknya di tenggorokan. Adenoid merupakan jaringan jaringan limfoid yang sama dengan yang terdapat pada tonsil, letaknya dekat salur an pernapasan. Ukuran adenoid bervariasi pada masing-masing anak. Umumnya adenoid akan mencapai ukuran maksimal antara usia 3-7 tahun, kemudian akan mengalami regresi,” jelas dr. Ni Putu Setiawati, Sp.THT-KL. Dokter spesialis THT yang praktik di RSIA Puri Bunda dan Apotek Pandu Medika ini menambahkan ada empat indikasi absolut yakni pembengkakan tonsil menyebabkan obstruksi saluran napas, gangguan tidur, dan komplikasi kardiopulmoner; abses peritonsil yang tidak membaik dengan pengobatan medis dan drainase; tonsillitis yang menimbul-
kan kejang demam; dan tonsillitis yang memerlukan biopsi untuk menentukan patologi anatomi. “Untuk keadaan emergency seperti yang disebutkan dalam empat indikasi absolut tersebut, tonsilektomi sudah tidak diperdebatkan lagi. Namun, pada keadaan indikasi relatif
bisa operasi bisa tidak,” ujar dr. Setiawati. Tonsilektomi adalah operasi pengangkatan seluruh tonsil palatina. Inilah yang dikenal masyarakat sebagai operasi amandel. Ia menambahkan indikasi relatif itu antara lain terjadi tiga episode atau lebih infeksi tonsil per tahun dengan terapi antibiotik adekuat; halitosis akibat tonsilitis kronik yang tidak membaik dengan pemberian terapi medis; dan tonsilitis kronik atau berulang pada karier streptokokus yang tidak membaik dengan pemberian antibiotik. –Ngurah Budi
Solusi Menambah Ruang dengan Basement
Amandel
Waktu berlalu, entah berapa tahun kemudian, Tuan Bergug jatuh sakit, lalu tiba-tiba mati. Walaupun mayatnya diarak ke kuburan dengan upacara meriah oleh penduduk negeri Basang Lantang, namun arwahnya marah-marah. Dengan berkacak-pinggang arwah Tuan Bergug menghadap kepada petugas kematian yang pernah diberi tiga amplop uang. “Hai, petugas!” bentaknya. “Mengapa aku dipanggil tiba-tiba? Bukankah telah kuperingatkan agar aku diberitahu, dua atau tiga tahun sebelumnya?” “Maaf! Menurut catatan, Tuan sudah tiga kali diperingati, tetapi Tuan tak mau mengerti. Peringatan pertama melalui rambut. Rambut Tuan sudah diputihkan, tetapi Tuan segera menghitamkannya kembali dengan semir. Peringatan kedua, melalui gigi. Gigi Tuan sudah diompongkan, tetapi Tuan secepatnya mengganti gigi-gigi itu dengan gigi-gigi baru. Dan…, ini yang terakhir, Tuan! Mata Tuan sudah buta. Tetapi Tuan segera menggantinya dengan mata baru.” Arwah Tuan Bergug tidak bisa menyangkal. Hatinya berkata jujur, bahwa segala daya-upayanya untuk menghindari kematian itu, tidak bisa melawan hukum alam. Ia pun menyerah ketika diantar masuk ke pintu gerbang kematian.
17
Perkembangan hunian di kota-kota besar semakin meningkat dan tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan yang cukup. Untuk menyiasati keterbatasan lahan, ada dua hal yang dapat dilakukan. Pertama, menambahkan jumlah lantai ke atas atau yang biasa disebut dengan bangunan bertingkat. Kedua, menambahkan jumlah lantai ke bawah yang disebut dengan basement.
B
Mendongeng Lima Menit Menunda Kematian Tuan Bergug adalah orang terkaya di Negeri Basang Lantang. Dengan Made Taro kekayaannya yang berlimpah-limpah itu, ia dapat membeli segala apa yang diinginkan. Kalau mau, ia dapat membeli seluruh kekayaan negeri, bukan saja tanahnya, gunungnya, lautnya, bahkan penduduknya. Satu hal yang tidak dapat dibelinya adalah kematian. Berkali-kali ia menghadap Dewa Kematian, minta agar dibebaskan dari hukum kematian itu. “Dengan harga berapa pun akan kubayar agar aku dibebaskan dari kematian,” katanya. “Tidak bisa!” jawab Dewa Kematian. “Kematian itu menimpa setiap orang. Mungkin besok, mungkin setahun lagi. Rahasia kematian ada di tangan Dewa Tertinggi.” “Kalau tak bisa dibeli, tak apalah! Tapi tolonglah aku, Dewa Junjunganku! Dua, tiga tahun sebelum aku mati, berilah aku kabar, sehingga aku bisa mempersiapkan diri. Aku punya banyak anak, cucu, dan cicit. Menjelang kematian, akan kuurus surat-menyurat pembagian warisan,” katanya, sambil menyerahkan tiga amplop berisi uang kepada petugas kematian itu.
Griya
6 - 12 Oktober 2014
asement adalah sebuah tingkat ataupun penambahan beberapa tingkat lantai bangunan yang terletak di bawah tanah. “Karena posisinya yang berada di bawah tanah, maka dalam membuat basement diperlukan perencanaan yang matang agar basement dapat difungsikan sesuai dengan kegunaannya,” ujar Ida Bagus Gede Wahyudi Saraswati. Basement banyak dijumpai pada gedung-gedung bertingkat seperti gedung perkantoran, mal, hotel, apartemen, bahkan pada rumah tinggal. Basement diperlukan untuk menunjang supaya bangunan tersebut lebih kokoh menjejak tanah. “Semakin tinggi sebuah gedung, maka semakin banyak pula lantai basementnya. Biasanya basement lebih difungsikan sebagai areal parkir dan ruang-ruang utilitas serta ruang penunjang dari gedung,” ujar Principal Designer Kusa Architect and Associates ini. Basement dibagi dalam dua jenis yaitu: Semi basement adalah penambahan jumlah lantai di bawah tanah, tetapi tidak keseluruhan lantai ada di bawah tanah, sehingga masih memungkinkan untuk membuat jendela sebagai sirkulasi udara dan pencahayaan. Full basement adalah penambahan jumlah lantai di bawah ba ngunan yang keseluruhannya ada di bawah tanah, sehingga diperlukan pencahayaan dan sirkulasi
Ben Sarasvati
udara buatan. Pada rumah tinggal, basement jarang dibangun mengingat biaya yang dikeluarkan bisa mencapai 1,5 kali dibandingkan dengan biaya struktur rumah biasanya. Meskipun terlihat mahal, bukan berarti pembuatan basement tidak memberikan keuntungan. Basement pada rumah tinggal sering dimanfaatkan untuk fungsi ruang sekunder, seperti gudang, workshop, ruang cuci, ataupun ruangan yang memerlukan persyaratan khusus seperti home theater, studio musik ataupun sebagai gudang minuman (wine cellar). Keuntungan dari ruangan basement adalah untuk menyembuyikan kegiatan-kegiatan yang tidak ingin diketahui publik sehingga bersifat lebih privasi. Untuk membangun basement pada rumah tinggal, Ben Sarasvati
Ruang bawah tanah (basement) sebagai gudang penyimpanan minuman (Wine Cellar)
menegaskan ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan, yaitu: Memperhatikan posisi muka air tanah. Kondisi muka air tanah pada tiap wilayah tentunya berbedabeda tergantung wilayah masing masing. Ada yang air tanahnya jauh di bawah (kering) ataupun ada yang permukaan air tanahnya tinggi, sehingga diperlukan dinding dan lantai yang kedap terhadap air tanah. Antisipasi terhadap air. Perencanaan basement harus dilengkapi dengan sistem utilitas yang baik, misalnya disediakan tangki untuk menampung air jika ada air yang masuk ke dalam basement, kemudian air tersebut dapat dipompa keluar sehingga ruangan tetap kering. Dinding basement. Dinding basement harus dirancang agar kuat dan kokoh, dengan mempergunakan dinding beton sebaiknya tidak mempergunakan dinding bata dengan ketebalan dinding 15cm dan finishing dengan waterpfroofing yang baik. Sirkulasi udara dan pencahayaan. Sirkulasi udara pada basement dapat dibagi kedalam dua jenis yaitu, sirkulasi udara alami jika basement yang dibuat semibasement. Namun, jika membuat fullbasement, diperlukan sirkulasi udara dan pencahayaan buatan dengan menambahkan AC (air conditioner) dan exhaust fan untuk membuang udara lembab dan menempatkan ti-
Ruang meeting semi basement dengan mengangkat Bangunan Jogjlo di atasnya memberikan keuntungan pencahayaan dan penghawaan alami yang lebih baik
tik lampu yang baik sehingga ruang an menjadi segar dan terang. Akses ke lokasi. Sebaiknya dipikirkan dengan baik akses ke lokasi basement sehingga mempermudah untuk membawa keluar masuk barang ataupun penempat an pintu yang cukup lebar ataupun pintu darurat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti bahaya kebakaran. Pemilihan material. Masalah utama yang sering muncul pada
basement adalah kelembaban. Mengingat letaknya yang berada di bawah tanah, hindari pemanfaatan karpet, wall paper ataupun material berbahan kayu. Untuk dinding sebaiknya mempergunakan cat water proofing dengan pemilihan warna terang, dan lantai sebaiknya mempergunakan keramik. Jika basement direncanakan dan dirancang dengan matang, area basement akan memberikan manfaat yang baik pada hunian Anda. –Inten Indrawati
Ruang bawah tanah (basement) yang dijadikan sebagai Ruang Spa
6 - 12 oktober 2014
18
Semarak Festival Keluarga Tokoh 2014
6 - 12 oktober 2014
Life
H
Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta bersama CEO Enesis Grup Bambang Soendoro memimpin prosesi minum Coolant bersama
Stan Coolant, Vegeta, dan Adem Sari di Festival Keluarga Tokoh 2014 diramaikan pengunjung
Ribuan peserta fun walk melewati garis start
Ucapan Terimakasih kepada para mitra kerja dan pendukung acara “Festival Keluarga Tokoh 2014 Sejuk Bersama Coolant” - CEO Enesis Grup bersama manajemen - CEO Kelompok Media Bali Post - Pangdam IX/Udayana beserta jajaran - Danrem 163/WSA bersama jajaran - Dandim 1611 Badung bersama jajaran - Wakil Gubernur Bali - Kapolda Bali - Bali Bird Park - ATW - Bali Tangi - Amour Boutique - BHCC - Heroxyn - BCA - Mama & Leon - Cellular World - Cap Lang - Healing Beauty Water - Kamandhani Dental Care
- - - - - - - - - - - - - - - - - -
Cempaka Boutique Anyar Boutique Warti Buleleng Fakultas Kedokteran Unud RS Manuaba Psikiatri RS Sanglah WHDI Bali Tim Sakabros Samas Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Bali United Bike SMAN 7 Denpasar SMAN 8 Denpasar SMAN 3 Denpasar SMAN 4 Denpasar Perdiknas Kelompok Media Bali Post Masyarakat penggemar fun bike dan fun walk
Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya ikut megambel bersama sanggar Cenik Lantang
Dokter Dewi memberikan tips kesehatan dipandu MC Sony Wijaya dan Yuppi
7
Suamiku Pilihan Ibuku Menggendong bayi yang baru berumur tiga bulan, perempuan itu terlihat gelisah. Ia bolak-balik keluar-masuk menengok pintu rumahnya yang masih terbuka. Sesekali ia keluar halaman dan melongok ke jalan di depan rumahnya.
Komunitas sepeda tua ikut memeriahkan fun bike
Story
ari sudah menjelang senja, ia masih saja geli sah. Hingga malam tiba, kegelisahannya memuncak manakala suami tercintanya belum juga pulang ke rumah. Ia menanti dan terus berharap sosok tampan suaminya itu me nyeruak dari balik malam dan masuk ke dalam rumah memeluk ia dan bayi mereka. Namun, harapan itu sepertinya sirna. Detik demi detik ia perhatikan jam din ding yang berdetak teratur. Dalam penan tian itu, ia sempat berpikir, andaikan jarum jam itu bisa berputar terbalik, mungkin hidupnya akan bahagia. Hari itu, ia sangat berharap waktu dapat berputar mundur dan ia bisa memilih untuk bahagia. Semua itu sia-sia karena seperti pepatah, nasi telah menjadi bubur dan ia nasibnya harus menjalani apa yang tengah terjadi hari ini, termasuk dengan semua kegelisahan, ke cemasan dan segala ketidakbahagiaan. Tiap jam berlalu, dentang jam selalu mengagetkannya. Hingga pukul sepuluh malam ia masih menanti. Ia putuskan un tuk menunggu suaminya di teras rumah sembari memangku bayi mungil itu. Bayi itu satu-satunya penghibur hatinya. Dalam kecemasan itu, ia sabar menanti hingga tak terasa ia pun tertidur di teras itu sambil memangku buah hatinya. Malam beranjak larut, perempuan yang menggendong bayinya itu tertidur di teras ditemani bunyi binatang malam di sekitar rumahnya yang berada di tengah per kebunan yang jauh dari permukiman pen duduk. “Astagafirullah Aladzim….,” ungkap nya kaget sembari menatap anaknya yang tertidur pulas di pangkuannya. Ternyata hari sudah pagi. Ia terbangun karena sinar matahari yang mulai nampak itu, bersinar tepat di wajahnya. Perempuan itu sontak menangis memeluk bayinya erat-erat. Ia sangat bersedih menemukan di rinya tertidur di teras dengan bayi di pangkuannya. Terisak-isak ia menangisi anak pertamanya itu yang sampai harus ikut menanggung derita bersamanya hanya karena menunggu seorang laki-laki pilihan ibundanya itu. Itulah kisah pedih yang pernah di alami Wardah (65) yang terjadi sekitar 40-an tahun yang lalu. Kisah yang hingga kini masih melekat dalam ingatan nya. Yang hampir tak pernah diceritakannya
pada empat anak laki-lakinya yang kini telah dewasa. Ia hanya menceritakan kisah itu kepada menantu-menantunya. Wardah lahir dari keluarga yang cukup berada. Hidupnya bersama orangtuanya tidak pernah kekurangan. Ia tumbuh men jadi gadis yang penurut. Semasa gadis ia banyak disukai laki-laki hingga akhirnya ia berpacaran dengan seorang pemuda yang tampan dan berpendidikan. Hubungan merek a terbilang baik-baik saja hingga akhirnya pemuda itu keluar daerah untuk menempuh pendidikan lebih tinggi dari anak lain di desanya yang berada di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Mereka telah saling berjanji untuk menikah ketika pemuda ini selesai meram pungkan sekolahnya dan pulang ke desa sebagai seorang sarjana. Namun, janji tinggalah janji. Memang bukan mereka yang mengingkari janji itu, tapi orang tua Wardah terutama ibunya akhirnya memilihk an jadoh untuknya. Menolak tentu saja dilakukan Wardah waktu itu. Tetapi apa hendak dikata, komunikasi juga saat itu belum selancar hari ini, sehingga ia tidak bisa mengabarkan “berita duka” itu pada sang kekasih di Pulau Jawa. Desakan untuk menikah begitu kuat dari sang ibu, membuat Wardah tak bisa menolak. “Ya…di zaman dulu, mana berani saya menolak,” ujarnya tersenyum. Wardah be rada pada posisi serba sulit. Perjodohan itu dilakukan antar keluarga. Calon suaminya adalah keluarga dekat dan seluruh keluarga besar sudah saling mengenal. Di masa itu, tentu saja rasa malu akan menghantam keluarganya jika ia tidak mau menerima perjodohan itu dengan cara melawan. Ia tidak bisa membayangkan rasa malu yang harus ditanggung keluarganya jika ia nekat melawan atau kabur dari rumah. “Mau lari dari rumah juga saya kebingungan mau ke mana. Komunikasi dan kendaraan tidak semudah sekarang. Dan kalau pun saya lari, mau lari ke mana, saya tidak tahu,” ujarnya. Hingga akhirnya ia pasrah menikah dengan pilihan ibunya itu. Calon suaminya itu juga berasal dari keluarga lebih mampu dari keluarganya. Sehingga perayaan pernikahan itu dilakukan secara besarbesaran. Seluruh keluarga besar hadir yang turut menyumbang kebahagiaan bagi acara
pernikahan itu. “Mereka semua tidak tahu kalau saya menangis di antara senyuman mereka,” ungkapnya. Setelah semua pesta berakhir, sedikit demi sedikit Wardah me nata hatinya, mencoba sekuat tenaga untuk menerima pernikahan itu dengan ikhlas. Ia menjalankan tugas sebagai seorang istri dengan sebaik-baiknya, sembari melu pakan masa lalu dengan mantan kekasihnya yang kini telah sukses dan berkelas itu. Ia urus suaminya itu dengan baik. Namun apa yang diterimanya? Setelah ia mengikuti suaminya di tempat tugasnya yang nun jauh di sana di Pulau Kalimantan, laki-laki itu menyia-siakan dirinya. Sifatnya yang kasar membuat Wardah sempat mengalami ke kerasan dalam rumah tangga. Kebiasaannya judi juga makin menjadi. Belum lagi yang paling menyakitkan adalah masih senang berpacaran dengan banyak wanita. Ia bahkan tidak pulang berhari-hari karena kebiasaannya itu. SUAMI KECELAKAAN Hampir habis waktu Wardah hanya un tuk menantinya pualng kerja. Hingga akh irnya suatu hari dalam penantian panjang pula, Wardah dihinggapi rasa sakit yang amat sangat ketika seseorang datang ke rumahnya mengabarkan bahwa suaminya mengalami kecelakaan. Rasa kaget dan khawatir akan keselamatan suaminya itu berubah menjadi rasa sakit hati yang tak terkira karena setelah tiba di rumah sakit, ia menemu kan suaminya mengalami kecelakaan dengan seorang perempuan. “Perempuan itu mungkin pacarnya,” ungkapnya cuek. Kejadian itu terjadi ke tika mereka telah kembali tinggal di Pulau Sumbawa bersama orangtua Wardah. Di sanalah Wardah se ring curhat pada ibunda nya betapa ia mengala mi masa-masa sulit dan menyakitkan bersuamikan laki-laki pilihan ibunda nya itu. Setelah tinggal bersama inilah, sang ibu melihat kelakuan laki-laki pilihannya untuk putrinya itu. Harapan membahagia kan putrinya itu rupanya berubah menjadi petaka bagi putrinya itu. Hal inilah yang membuat ibunya sa ngat menyesal karena telah menjodohkannya, dengan paksa pula. Hingga suatu hari, perempuan tua ini tidak
lagi mampu menahan sakit hati karena rasa bersalah pada putrinya itu. “Ibu menangis histeris dan berteriak-teriak sambil ber guling di lantai karena tidak tahan dengan rasa bersalahnya itu,” kata Wardah dengan mata berkaca-kaca mengenang almarhu mah ibundanya itu. Dalam tangisannya di depan menantunya itu, ibunda Wardah membeberkan semua alasan mengapa ia menjodohkan mereka. “Saya memilih kamu untuk membahagiakan anak saya, bukan untuk menyakitinya,” kata ibunda Wardah pada menantu itu. Rupanya, peristiwa itu membuat suami Wardah tiba-tiba tersadar akan apa yang sudah dilakukannya pada Wardah juga telah menyakiti mertuanya itu. “Sejak itulah suami saya berubah menjadi baik,” kata Wardah. Itulah titik balik kehidupan rumah tangga Wardah yang akhirnya hidup bahagia dengan suaminya hingga hari ini. Ia bersyukur tidak sampai berada pada posisi meminta cerai meski ia akui hal itu terbersit dalam benaknya dulu. Kisah-kisah pilunya di masa muda itu menjadi cerita yang tidak ingin ia ulang pada kehidupan rumah tangga anak-anaknya. Ia rajin menasehati anak lakilaki dan menantu-menantunya agar tidak sampai mengalami hal seperti yang pernah dialaminya. Kini Wardah hidup bahagia menemani suaminya di masa tua bersama keempat anak serta tiga orang cucunya. -Naniek I. Taufan
Woman on Top
6
6 - 12 oktober 2014
Restu Suami Pendukung Utama “S
aya tidak pernah membayangkan akan jadi Lurah di sini. Na mun, saya senang karena bisa ‘pulang kampung’ dan mengabdi di sini,” ungkap lulusan Akademi Pendidik an Dalam Negeri (APDN) tahun 1988 ini. Kenangan masa kecil nya akan kejayaan Kota Tua Ampenan yang dulunya menjadi pusat perdagangan di Mataram, membuatnya ingin merasakan kembali geliatnya kota pelabuhan ini. Revitalisasi Kota Tua Ampenan yang dilakukan di masa Walikota Mataram H. Ahyar Abduh ini, mem berinya semangat untuk menyukseskan kegiatan ini karena dapat membuatnya bernostalgia akan masa lalu kota yang tempo dulu pa ling ramai di Mataram ini. Keberagaman etnis yang hidup di Ampenan Tengah juga memberi
warna tersendiri bagi keunikan Kota Tua Ampenan. Di sana hidup dengan damai etnis Tionghoa, Arab,
Melayu dan pribumi. Toleransi hidup antar etnis inilah yang menjadi salah satu perhatian Elya untuk dijaga demi terpeliharanya tatanan hidup yang damai antar warganya. Ia ber syukur, dalam tugasnya yang “pulang kampung” yang sama sekali tidak pernah dibayangkannya itu, ia tidak mengalami kendala berarti meng hadapi dinamika masyarakatnya. Setidaknya, karena ia telah mengenal kultur, karakter, sifat dan watak masyarakat di sana sehingga lebih memudahkan ia masuk dan diterima oleh masyarakat. Bagi Elya, ada seni tersend iri dalam memimpin wilayah dengan luas tujuh kilometer persegi dengan jumlah warga 11 ribu orang yang tersebar di 10 lingkungan. Ampenan Tengah termasuk daerah yang kaya dengan keberagaman budaya. Masalah-masalah yang muncul di wilayah ini menurut Elya yang sudah hampir lima tahun ter akhir menjadi Lurah Ampenan Tengah, bukanlah konflik sosial melainkan masalah-masalah kecil yang bisa diselesaikan dan tidak sampai mengganggu ta tanan kehidupan bermasyarakat. “Biasanya masalah yang muncul hanya masalah antar keluarga, rumah tangga, pernikahan di bawah umur atau lainnya,” kata perempuan kelahiran 10 Agus tus 1965 ini. Elya menikmati tiap kali
ia ia bisa menyelesaikan masalah yang terjadi pada warganya. Ada kepuasan tersendiri baginya jika bisa mendamaikan mereka yang bertikai. Menurutnya, inilah seninya memimpin warga. “Itu jadi seni tersendiri buat saya,” katanya. Elya menikmati tugas tersebut sebagai bagian dari ibadah nya. Menjadi lurah tentu membuat kesibukannya menjadi lebih dari perempuan lain di sekitarnya. Selain karena panggilan tugas yang meng haruskannya banyak menghabiskan waktu di luar rumah, ia juga harus bisa membagi waktu lainnya untuk mengurus rumah tangganya. Sebagai perempuan, Elya tidak melupakan keluarganya meski dalam kesibukan sebagai seorang lurah. “Pu lang kantor, saya langsung berganti pakaian dan mulai fokus mengurus keluarga,” ujar ibu dari Septian Hadi nata (25), Amelia Putri Permatasari (21) dan Ivan Fadillah (16) ini. Na mun, meski tengah dalam waktu mengurus keluarga, jika wilayah atau warga membutuhkannya, maka ia akan turun lapangan kapan pun itu waktunya. Bahkan malam hari ia tidak segan turun bersama warganya. Misalnya tiap kali gelombang pasang Pantai Ampenan di musim angin tiba, ia akan mendampingi warganya mengatasi situasi tersebut. Maklum, beberapa wilayah Ampenan Timur berada di pesisir Pantai Ampenan. Meski ada rasa takut melihat amukan gelombang pasang, Elya tetap sigap menghadapi bencana alam itu demi
19
15 Ribu Peserta Penuhi Lapangan Renon
Hj. Elya Hadiana
Memimpin di “kampung halaman” sendiri memang menjadi pengalaman tersendiri bagi Hj. Elya Hadiana, Lurah Ampenan Tengah, Kota Mataram. Ia lahir dan tumbuh hingga dewasa di Kampung Melayu Ampenan, salah satu kampung atau lingkungan yang dalam wilayah Ampenan Tengah yang kini dipimpinannya. Ia tidak pernah membayangkan jika akhirnya ditugaskan memimpin kampung halamannya itu.
Sudut Pandang
6 - 12 oktober 2014
Perhelatan Festival Keluarga Tokoh 2014 Sejuk Bersama Coolant, Minggu (28/9) berlangsung sukses dan sangat meriah di Lapangan Renon, Denpasar. Peserta yang datang mencapai 15 ribu, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga orang tua.
Hj. Elya Hadiana
menguatkan warganya. Tanggung jawablah yang membuat ia selalu berada di tengah warga jika hal ini terjadi hampir di setiap tahunnya. Memiliki staf hanya sembilan orang, Elya tidak mengalami kendala dalam bekerja. Kepandaiannya men gelola dan memanajemen membuat semua hal berjalan baik dan lancar. Selain dibantu stafnya, rupanya ada seorang lagi yang menurut Elya sangat membantunya dalam men jalankan tugas sebagai lurah. “Suami saya adalah kawan diskusi yang selalu memberi masukan positif bagi karir saya,” ujarnya. Drs. Muhammad Amin, suami Elya yang bertugas di Disperidag Lombok Barat adalah kekuatan tersendiri baginya. Restu dan dukungan penuh darinyalah yang membuat Elya tetap bersemangat memimpin warga dan mengelola wilayahnya. “Saat saya dilantik seba gai lurah pada Februari 2010, restu suami saya adalah pendukung utama,” ungkapnya tersenyum.
F
estival Keluarga me rupakan acara yang rutin digelar Tokoh sejak tahun 2006. Ta hun ini Festival Keluarga didukung penuh oleh Coolant dan dirangkai kan dengan HUT ke-69 TNI. Acara yang diselenggarakan antara lain fun walk, fun bike, senam bersama, games, hiburan, bazar kuliner, serta pengundian doorprize. Acara pembukaan Festival Ke luarga Tokoh 2014 Sejuk Bersama Coolant dihadiri CEO Kelompok Media Bali Post ABG Satria Naradha, CEO Enesis Grup Bambang Soen doro, mantan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya, Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Ruslian Hariadi, Kapolda Bali Irjen Pol. Drs. Benny Mokalu, serta Wagub Bali Ketut Sudikerta. Pembukaan diawali dengan mi num Coolant bersama diiringi seka balaganjur Sanggar Cenik Lantang
bawa bendera Coolant, anggota TNI dan masyarakat umum. Pe serta yang membludak membuat start dibagi tiga kali. Setelah pelepasan fun bike, pe serta fun walk yang mencapai tiga ribu orang sudah siap memadati areal start. Mereka dihibur Tari Cendrawasih. Barisan peserta fun walk dipimpin pasukan Coolant yang membawa walking board Coolant sembari menebar senyum dan membawa satu botol minuman Coolant. Coolant adalah minuman ion dan penyejuk, kandungannya be rupa: ion (Na+, K+, Mg2+ dari Air Pegunungan) dan sari penyejuk yaitu ekstrak bengkuang, ekstrak chrysanthemum (bunga krisan). Dengan formula baru yang lebih disempurnakan, Coolant baru rasanya lebih menyegarkan dan bermanfaat untuk melancarkan sirkulasi tubuh. Coolant sangat
Pelepasan start fun bike CEO Enesis Grup Bambang Soendoro
Sambil menunggu peserta tiba di garis finish, modern dance menghibur pengunjung festival yang sudah me madati areal panggung sejak pukul 06.00. Mereka juga diajak senam bersama Vegeta. Bukan hanya senam, mereka juga diberi tips-tips kesehatan oleh dr. Dewi. “Untuk hidup sehat pastikan makanan yang dikonsumsi cukup serat dan olahraga yang harusnya dilakukan setiap hari. Serat ber guna untuk melancarkan BAB dan mengatasi konstipasi, mencegah wasir, mengontrol berat badan
-Naniek I. Taufan
hadiah hiburan oleh Coolant. Karena dirangkaikan dengan HUT TNI, disampaikan juga sambutan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Torry Djohar Banguntoro yang dibacakan Kasdam IX/Udayana. Tampil juga Brass Band dari Kodam IX/Udayana. Selanjutnya, peserta dihibur penampilan Ayumang Rimba, Ayu Viona, Mr. Botax, dan 3G Angels yang sangat komunikatif membuat penonton betah berada di lapangan. Walaupun terik matahari begitu menyengat, pengunjung tidak be ranjak pergi dari acara yang dipandu Sonny Wijaya dan Yupi ini. Mereka sabar menunggu pengundian doorprize yang mulai dari hadiah bing kisan, voucer, alat-alat elektronik,
hingga sepeda. Undian hadiah 2 unit motor dilakukan Ny. Ruslian Hariadi ber sama Ny. Bintang Puspayoga (Ketua WHDI Bali) dan Ny. Satria Naradha, yang sekaligus menyerahkannya kepada pemenang, I Made Juniarta dan Ketut Berata. Tepat pukul 11.30, undian hadiah utama mobil Daihatsu Ayla dilakukan Kasdam IX/ Udayana Brigjen TNI Ruslian Hariadi dan Product Manager Coolant Jane Sally. Mereka dibantu gaya unik Gek Diah dari 3G Angels mengocok un dian. Hadiah utama satu unit mobil Daihatsu Ayla akhirnya diraih Ni Wayan Roti. Selamat kepada pe menang. Sampai jumpa di Festival Keluarga Tokoh tahun depan. –Wirati Astiti/Nina
Beli Sepeda dapat Mobil Pelepasan peserta fun walk
dan lagu-lagu yang dilantunkan Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya dan Kowad. Pelepasan 12 ribu pe serta fun bike di Denpasar dilakukan Panglima TNI Jenderal Moeldoko dari Jakarta melalui tayangan video conference tepat pukul 07.00. Pe serta terdepan adalah rombongan VIP disusul Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Bali yang mem
cocok diminum untuk berbagai aktivitas terutama saat tubuh gerah, kepanasan dan keringatan, sehingga tubuh menjadi sejuk kembali dan haus cepat hilang salah satunya seperti aktivitas fun walk, fun bike dan senam bersama seperti yang telah dilakukan oleh para peserta Festival Keluarga Tokoh 2014 Sejuk Bersama Coolant.
atau/membantu diet, mencegah kanker kolon dan mengontrol ko lesterol serta menurunkan risiko sakit jantung. Namun, kebiasaan mengonsumsi serat nampaknya belum sepenuhnya diterapkan oleh masyarakat. Vegeta mengatasi kekurangan serat yang terjamin aman,”kata dr.Dewi. Selanjutnya, masyarakat diajak Senam Vegeta dipandu ibu-ibu yang mengena kan pakaian hijau. Gera kannya mulai dari tangan kemudian gerakan kepala dilanjutkan dengan gera kan-gerakan tangan seka ligus gerakan kaki dengan tempo cepat kemudian gerakan pinggang sambil melambaikan tangan. Hampir 15 menit mere ka melakukan gerakangerakan tersebut. Games-games me narik juga disajikan di Minggu pagi itu. Mulai dari peserta dengan gaya senam terheboh, joget Coolant, drop the girl hingga membuat pantun. Semua peserta diberi
Tak menyangka, itulah yang dilontarkan Ni Wayan Roti, pemenang hadiah utama Festival Keluarga Tokoh 2014 Sejuk Bersama Coolant. Matanya tampak berkaca-kaca. Dengan nada parau, ia memeluk MC, saat nomor undiannya disebut sebagai peraih hadiah utama berupa satu unit mobil Daihatsu Ayla. Ni Wayan Roti, merupakan salah satu PNS di Pomdam IX/Udayana. Ia tak terlalu berharap mendapatkan hadiah. Karena perintah atasan, ia harus ikut naik sepeda. Mau tidak mau, ia akhirnya membeli satu unit sepeda sehari sebelum festival digelar. “Karena perintah komandan, harus ikut, jadinya saya ikut. Saya langsung beli sepeda hari Sabtu seharga Rp 4 juta,” katanya. Roti mengaku sebelumnya pernah memiliki mobil, namun sudah dijual. Ia pun sangat berbahagia, karena kini ia justru mendapatkan mobil baru. Setelah turun pang gung, ucap an selamat mengalir kepadanya. Wayan Roti tampak ke bingungan, ketika harus masuk ke dalam mo bil. Ia dimin ta membuka pintu mobil, tapi ternyata mobil masih terkunci. Akhirnya, ia memanfaatkan foto bersama dengan keluarganya di depan mobil. Ni Wayan Roti berkali-kali mengusap air matanya. Keharuannya terus menggulir, sampai pulang. “Terimakasih, terimakasih ya,”ucapnya sembari melambai-lambaikan tangan ke arah panitia. –Wirati Astiti
Nine
20
6 - 12 Oktober 2014
Agresifnya Pembeli Emas Gang Ester Kota tua Ampenan, masih menggeliat meski pun kini tidak lagi menjadi pusat keramaian seperti dulu. Lalu lintas perdagangan di antara gedung-gedung tua tersebut masih lancar. Demikian pula dengan puluhan perempuan pembeli emas yang duduk di salah satu lorong yang paling ramai dilalui di kota tersebut.
Mahnur dan Siti Aisyah di Gang Ester Ampenan
dengan layak. Ia dan puluhan perempuan lain, tahan duduk sepanjang hari di sekitar lorong tersebut di emperemper pertokoan di Ampenan. Dengan tas kecil terjepit di ketiak, mereka duduk berselonjor di lantai teras-teras toko sepanjang hari menanti penjual emas yang biasanya tengah kepepet butuh uang atau lebih banyak karena ingin cepat dan praktis.
Mahnur (kiri) dan Siti Aisyah (kanan) tengah menimbang emas yang dibeli dari para penjual emas
D
i sepanjang lorong bernama Gang Ester di Kota Am penan ini, para perempuan duduk berjejer me nanti orang datang menjual emasemas sisa atau pun yang masih utuh yang hendak dijual. Inilah keseharian para perempuan yang dengan sabar menanti datangnya orang yang menjual emas. Mereka adalah generasi ke sekian yang mengisi dan memenuhi Gang Ester tersebut. Bagi yang sering melintasi kota tua Ampenan, pasti mengenal tempat ini dengan baik. Bagaimana tidak, setiap me lewati lorong ini akan bertemu dengan agresifnya para pembeli emas yang duduk sejak pagi hingga sore hari tersebut menyodorkan tangan bertanya, “jual emas…?” kata mereka silih berganti. “Jual emas, Mbak..,” tanya Mahnur (58) dan Siti Aisyah (53). Tiap ada orang lewat mereka selalu melontarkan pertanyaan berbunyi….jual emas, jual emas…. Pertanyaan ini diakui Mahnur se bagai kebiasaan yang sulit dihilang kan kalau sudah duduk di lorong tersebut. Mahnur juga mengaku, bertanya seperti itu bisa menarik orang yang ragu-ragu menjual emas akhirnya mau menjualnya. Para pembeli emas ini men deteksi keinginan para pen jual dari cara mereka melintas
perlahan-lahan dan melihat-lihat ke sana ke mari atau mondar mandir. Jika ada yang bersikap demikian, bisa serentak perem puan pembeli emas ini berdiri dan mendekati penjual dengan sigap. Mereka yang ingin menjual emas ke tempat tersebut –utamanya yang baru- kadang malu-malu dan kurang berani terang-terangan. Hal inilah yang mengharuskan mereka lebih agresif melakukan pendekatan pada para penjual. Kecuali yang sudah biasa menjual emas ke lorong ini, biasanya tidak mengalami kendala psikis dan su dah mampu bersikap biasa. Mahnur yang berasal dari Pe jarakan Ampenan ini adalah satu dari sekitar 100 orang —rata-rata perempuan— yang memilih profesi sebagai pembeli emas yang terse bar di Ampenan dan Cakranegara. Ia telah 35 tahun bertahan dengan profesi sebagai pembeli emas ini. “Saya membeli emas sejak harga emas masih Rp 18.000,” kata Mahnur. Segala duka dalam menjalani profesi ini telah ia lalui, termasuk pernah tertipu jutaan rupiah. Sukanya adalah sesuatu yang menyenangkan untuk ia jalani. “Meski pun saya duduk di emperan toko seperti ini, alhamdulillah saya bisa beli tanah dan menyekolahkan anak-anak saya,” katanya. Dari pekerjaan ini diakui Mahnur ia dapat hidup
BERAPA PUN BISA DIBAYAR Emas yang dijual semua jenis, bentuk dan ukuran selain yang masih utuh, juga yang sudah rusak seperti putus atau patah. Ada juga yang tidak utuh lagi seperti anting-anting sebelah atau po tongan mata kalung dan lainnya. Uniknya, berapa pun jumlah emas yang dijual, ia mengaku mampu membelinya meski pun nilainya puluhan atau ratusan juta rupiah. “Pokoknya yang namanya emas apa pun bentuknya kami beli dan berapa pun nilainya saya bisa bayar,” kata Mahnur. Ini memang terbilang peker jaan unik karena meski pun tanpa modal, mereka bisa be kerja dengan lancar. Menurut Mahnur dan Siti Aisyah, mereka mempunyai tempat yang selalu bisa meminjamkan uang untuk membeli emas-emas itu berapa pun nilainya. “Saya dan rekanrekan yang bekerja di sini, dengan atau tanpa modal, bisa jalan,” ujar Mahnur dan Siti Aisyah. Hanya butuh datang dan duduk di emper-emper toko menanti penjual emas, mereke menunggu rezeki itu datang. Jika ada penjual yang datang, emas diuji karatnya kemudian ditimbang beratnya dan sepakat harga, Mahnur dan rekan lain nya lalu membayarnya. Jika tidak cukup uangnya, mereka meminta uang sebagai modal kepada me reka yang biasa disebut bos un tuk membayar emas yang dijual. “Kami bagi hasil,” ujar Mahnur. Usaha tanpa modal ini, diakui Mahnur, bisa memberikan keun tungan bersih yang lumayan untuk memenuhi kebutuhan dapur se
tiap hari. Jika penjual ramai datang ke lorong tersebut, penghasilan mereka pun bisa mencapai ra tusan ribu rupiah/hari. Menurut Mahnur dan Siti Aisyah, penjualan emas ramai terjadi menjelang dan usai hari raya Idul Fitri. Hari-hari lainnya biasa saja, bahkan kadang berhari-hari tanpa penjual. Rezeki mereka fluktuatif, ka dang ramai dan kadang pula sepi sekali. “Kadang sehari bisa dapat emas Rp 1,5 juta - Rp 3 juta, namun terkadang berharihari tidak dapat emas,” ungkap Mahnur. Meski berhari-hari tidak ada yang datang menjual emas, Mahnur dan rekan-rekannya tetap duduk di lorong tersebut menanti dan menanti, sama seperti orang yang membuka dagangan. “Ada atau tidak ada penjual emas, kami tetap datang ke sini setiap hari. Dari pukul 8.00 sampai 18.00 saya di sini,” ujarnya. SIAPA SIGAP DIA DAPAT Ada kesepakatan yang tidak tertulis di kalangan perempuan pembeli emas ini dalam berak tivitas. Tidak ada aturan siapa yang harus maju lebih dulu jika ada penjual yang datang, namun, siapa yang paling sigap dialah yang
dapat. Meski demikian, ada aturan tidak tertulis yang menjadi kebia saan di antara sesama pembeli, mereka tidak akan menyabotase rekannya jika sudah ‘memegang’ penjual hingga akhirnya tawar menawar mentok dan tidak mendapatkan hasil. Emas-emas yang mereka beli dijual kembali kepada yang disebut bos dengan bagi hasil atau ke toko-toko yang banyak berada di sekitar lorong tersebut. Dari sinilah penghasilan yang mereka dapatkan setiap hari. Bisnis mereka ini berjalan lancar dan terus mengikuti per kembangan harga pasar. Ketika sore menjelang, barulah mereka beranjak untuk pulang. Hari itu, Mahnur dan Siti Aisyah pulang membawa rezeki keuntungan bersih untuk biaya hidup de ngan keluarganya. Memang tidak semua seberuntung M ahnur yang tampaknya telah “mantap” dengan profesi yang telah 35 tahun digelutinya itu. Ada pula dari mereka yang mendapat keuntungan sekadarnya untuk biaya hidup sehari-hari, seperti halnya Siti Aisyah. “Yang pen ting cukup untuk makan dengan anak-anak,” ungkap perempuan asal Bali ini. -Naniek I. Taufan
Mahnur (kiri) dan Siti Aisyah
6 - 12 Oktober 2014
Inspirasi
5
Dr. Ni Made Arshiniwati, SST, M.Si.
Raih Doktor Berkat Sakralisasi Tari Andir Denpasar ini, ia tertarik mengam bil tema ini ka rena Tari Andir merupakan ke senian langka. Selain itu, ia me lihat, kesenian ini dulunya difungsi kan sebagai seni sekuler belakan gan menjadi seni sakral dengan melibatkan rangda sungsungan. Da lam pementasan nya yang terkait dengan upacara tersebut, rangda sungsungan selalu dilibatkan baik se bagai perwujudan dari salah satu Ni Made Arshiniwati bersama suami tokoh di tempat i Bali pada umum suci, dipercaya memiliki kekuat nya, agama Hin an pelindung yang telah me du dan kesenian nyaksikan, menyertai, sekaligus sangat berkaitan. melindungi pementasannya. Sebagian besar upacara dalam Ia mengatakan, selama ini agama Hindu menghadirkan pakar seni belum mengkaji Tari kesenian di dalamnya. Bahkan, Andir secara menyeluruh dan kesenian khususnya seni pertun mendalam. “Belum ada satu tu jukkan sering dijadikan sebagai lisan pun menyinggung sakralisasi simbol dari ekspresi masyarakat. Tari Andir di Desa Tista, Keram Namun, transformasi masyarakat bitan. Hal ini mengisyarakatkan ke arah masyarakat industri dan bahwa permasalahan ini masih jasa telah menggeser sebagain merupakan sebuah misteri dan fungsi kesenian sebagai simbol untuk memecahkan misteri ini komoditi yang berorientasi pada dibutuhkan sebuah penelitian,” pasar. Fenomena ini, memang ujarnya. pada kenyataannya banyak ter Wujud sakralisasi Tari Andir jadi. Hal tersebut ditunjukkan adalah berupa penuangan ide, dengan banyaknya seni tradisi gagasan, nilai, maupun norma yang sebelumnya difungsikan se yang dimiliki oleh masyarakat se bagai seni sakral, belakangan tempat melalui aktivitas sakral difungsikan sebagai seni profan. isasi dengan menyinergikan Tari Hal ini, merupakan realitas yang Andir dan rangda sungsungan tidak bisa dihindari. Namun, yang menghasilkan Tari Andir hal sebaliknya juga terjadi. Be yang sakral. Sebelum tahun 1994 berapa kesenian tradisonal yang Tari Andir difungsikan sebagai sebelumnya difungsikan sebagai seni bebali dan balih-balihan, seni profan justru belakangan Namun, dari tahun 1994, sampai difungsikan sebagai seni sakral. saat ini Tari Andir difungsikan Salah satunya adalah Tari Andir sebagai seni wali dan bebali yang di Desa Tista Kerambitan, Kabu dalam pementasannya selalu paten Tabanan. melibatkan rangda sungsungan Hal inilah yang diangkat Ni masyarakat, baik ditampilkan Made Arshiniwati, SST.,M.Si. sebagai bagian dari cerita mau dalam disertasinya yang berjudul pun hanya sebagai” saksi” pe “Sakralisasi Tari Andir di Desa mentasannya. Tista Kerambitan Kabupaten Dalam konteks budaya, Tabanan”. sakralisasi Tari Andir dilakukan Menurut Dosen Jurusan Tari sesuai dengan ciri-ciri seni sakral Fakultas Seni Pertunjukan ISI sebagai berikut (1) penggunaaan
D
benda-benda keramat berupa rangda sungsungan Ratu Ayu Lingsir dan Ratu Ayu Anom. (2) Setiap kegiatan yang dilaku kan selalu melewati suatu pro ses upacara dengan berbagai upakara yang melengkapinya. (3) Pelakunya adalah orang pi lihan biasanya dipilih anak-anak gadis yang belum akil balig. (4) Tempat pementasannya di tempat suci berkaitan dengan upacara yadnya. (5) Waktu pe mentasannya merupakan waktu yang dianggap keramat dan terkait dengan upacara yadnya. Masyarakat Tista yakin Tari Andir yang merupakan tari sakral dan kesakralannya bersumber dari rangda sungsungan merupakan kehendak Tuhan untuk menjaga sistem kepercayaan dan sistem nilai yang ada di Desa Tista. Dari penelitian Tari Andir dapat digali temuan baru, di antaranya, Tari Andir adalah
Ni Made Arshiniwati menerima sertifikat tanda kelulusan doktor
sebagai seni sakral. Hal ini menunjukkan sakralisasi dapat menjadi solusi terhadap per masalahan yang dihadapi dalam hal pelestarian dan regenerasi pemain. Tarian ini selalu dihadiri seluruh masyarakat Tista dalam bentuk ngayah sehingga tarian ini juga menjadi sarana integrasi masyarakat se tempat. Masyarakat pendukung Tari Andir yang ter himpun dalam p e r k u m p u l a n atau kesatuan so sial dengan dasar keanggotaannya adalah kesuka relaan yang di landasi ikatan simbolis rangda yang dipuja, baik oleh seka dan masyarakat Tista. Dengan demikian semangat komunal mas yar akat dan rasa ket erikata n terhadap kelom Promotor Prof. Dr. Ir. Sulistyawati bersama Ni Made Arshiniwati pok juga bisa di pertahankan. Dari hasil disertasi ini, ia me nama lain tari legong keraton yang ditunjukkan dengan adanya nyarankan, penulisan Tari Andir ciri tarian ini ditarikan tiga orang perlu diteruskan. Penulisan ini penari putri sebagai penari inti. dipandang penting karena akan Struktur pertunjukkan Tari sangat bermanfaat bag usaha Andir tersusun ke dalam pola pelestarian khususnya dan men garapan pokok pangawit, pang jadi bagian revitalisasi tari di Bali. awak, pan gencet, dan pakaad. Partisipasi Pemkab Tabanan sa Aktivitas Tari Andir berjalan ngat diperlukan terutama dalam lebih stabil setelah difungsikan memberikan pembinaan secara berkesinambungan terhadap Tari Andir mengingat tari ini merupa kan aset penting yang menjadikan Pemkab Tabanan sebagai satusatunya kabupaten di Bali yang masih memiliki Tari Andir. Untuk itu, perlu dilakukan upaya, mengikutsertakan Tari Andir dalam festival sakral yang dilakukan secara rutin, atau melakukan pembinaan terhadap kesenian ini secara rutin. Lem baga pendidikan yang mempu nyai peranan mengembangkan kesenian tradisional juga perlu memberikan perhatian serius Ni Made Arshiniwati berfoto bersama para penguji terhadap Tari Andir ini.
Dukungan media televisi dan cetak, juga sangat diperlukan termasuk memberi penghargaan terhadap tokoh yang berperan mengembangkan kesenian tra disional. I Nyoman Danuwangsa S.H.,M.H., M.Kn., suami dari Arshiniwati, mengatakan sangat bangga dengan kelulusan istrinya dengan sangat memuaskan, saat ujian terbuka doktor, Rabu (1/10). Ia berharap, Arshini wati terus melakukan peneli tian khususnya di bidang seni tari yang sakral di Bali maupun Indonesia. Promotor Prof. Dr. Ir. Sulis tyawati,MS.,MM.,M.Mis.,D.Th. mengatakan, temuan Made Arshiniwati ini sangat menarik. Pariwisata maupun globalisasi seringkali dipandang sebagai hal yang memberi pengaruh negatif terhadap seni tradisi. Kenyataan nya, tidak sepenuhnya berlaku bagi masyarakat Desa Tista. Arshiniwati menemukan, sesuatu yang baru, dengan adanya peli batan rangda sungsungan pada Tari Andir tetap mampu menjaga kesakralannya demi pelestarian agar seni pertunjukan ini tidak punah. Prof. Sulistyawati mengatakan sangat bangga, sudah banyak anak didiknya lulus doktor den gan sangat memuaskan, di antaranya, Yulia Muliawati Harun (Universitas Indonesia, 2005-2007) lulus sa ngat memuaskan, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Unud, 20062008) lulus cum laude, I Gusti Made Putra (Unud, 2006-2011) lulus cum laude, I Putu Rumawan Salain (Unud 2008-2011) lulus cum laude, I Made Adhika (Unud, 2009-2011) lulus sangat memuas kan, I.B.Wirawibawa M antra (Unud, 2007-2012) lulus sangat memuaskan, Ida Ayu Armeli (Unud, 2007-2012) lulus sangat memuaskan, Drs. I Gede Mugi Raharja, (Unud, 2010-2013) lulus cum laude, Ni Made Arshiniwati (Unud, 2008-2014) lulus sangat memuaskan. Ia sangat berharap, semoga penelitian yang dilakukan, dapat berguna bagi kemajuan perkem bangan seni budaya di Bali dan Indonesia pada umumnya. –ast
4
Inspirasi
Ni Putu Widayanti
6 - 12 Oktober 2014
Pengorbanan
yang tak Pernah Sia-sia Perempuan yang akrab disapa Wida ini terlahir dari keluarga sederhana. Orantuanya, I Wayan Paka dan Ni Ketut Surniti hanya petani, namun mereka tidak pernah melarang Wida untuk mengejar impian. Sifat mandiri dan tekun dalam mengerjakan sesuatu yang selalu me reka tanamkan pada Wida dari sejak kecil. “Hal tersebut yang selalu menjadi pegangan hidup saya hingga saat ini,” ujar pemilik nama lengkap Ni Putu Widayanti ini.
K
einginan untuk bisa memberikan yang terbaik pada keluarga selalu memotivasi Wida untuk tidak pernah menyerah menghadapi tantangan hidup. Tahun 2002 ia melanjutkan ke jenjang sekolah menengah pertama di SMPN 2 Mengwi yang letaknya tidak jauh dari rumah. “Pada saat itu, saya mendapat tawaran dari bibi untuk membantu pekerjaan rumah tangganya. Dalam pikiran saya saat itu, jangan pernah melewatkan kesempatan yang ada di depanmu, sehingga tanpa perlu pikir panjang saya pun menerima tawaran tersebut. Setidaknya saya bisa mengurangi beban orang tua dalam membiayai uang sekolah,” kenangnya. Kegiatan rutin membantu bibi sepulang sekolah tersebut, ia lakukan hingga duduk di bangku SMA. “Walaupun saya banyak kehilang an waktu untuk bermain dan berkumpul dengan teman-teman karena memiliki kewajiban membantu bibi setiap hari, namun hal tersebut tidak mematahkan semangat saya untuk terus belajar. Dari sinilah saya mulai belajar menghargai waktu, kesibukan yang saya miliki saat itu selalu mendorong saya untuk menjadi pribadi yang lebih tekun dan ulet. Petualang an di bidang akademik dimulai ketika saya diberi kesempatan oleh guru untuk mewakili sekolah pada ajang olimpiade tingkat SMA terutama dalam bidang matematika dan ilmu pengetahuan alam (MIPA) yang sangat saya minati. Kesempatan itu saya gunakan sebaik-baiknya untuk menguji kemampuan diri. Nilai-nilai kehidupan yang selama ini saya anut, berbuah manis yaitu pada tahun 2007 saya berhasil memenangkan juara 2 olimpiade MIPA se-kabupaten Badung dan juga sebagai finalis gema olimpiade fisika se-Bali. Saya ingin membuktikan kepada semua orang bahwa keterbatasan waktu dan materi yang kita miliki bukanlah hambatan bagi kita untuk mengukir prestasi jika kita selalu gigih dan menganggap semua tantangan yang datang adalah peluang,” ungkapnya. Impiannya untuk melanjutkan ke jenjang kuliah dihadang keterbatasan materi yang dimiliki orangtua. Wida hampir mengurungkan niat untuk kuliah. Prestasi yang ia miliki ternyata telah didengar oleh paman dan bibinya yang tinggal di Jimbaran, yang kemudian menyarankan ia untuk melanjutkan ke jenjang kuliah dan bersedia membiayai kuliah sepenuhnya. Wida makin yakin kegigihan dan ketekunan yang selalu ia pegang teguh telah memberi petun-
juk untuk mengejar cita-cita. Untuk mewujudkan impian tersebut, ia rela berada jauh dari orangtua dan tinggal dengan keluarga paman dan bibi. “Saya ingin sekali bisa melanjutkan ke fakultas kedokteran karena sangat menyukai bidang sains. Namun, saya menyadari biaya kuliah yang saya gunakan masih membebani orang lain. Saya berpikir bahwa kemampuan dan kecintaan saya di bidang sains tidak hanya dapat saya salurkan lewat fakultas kedokteran namun juga fakultas yang lain seperti MIPA. Pada tahun 2008 saya meng ikuti jalur PMDK dan memilih Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Udayana. Ketika memasuki gerbang kuliah, saya berusaha mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai beasiswa di bagian akademik karena selalu ada keinginan besar untuk mengurangi beban paman dan bibi. Pada saat itu, mulai muncul sifat mandiri dalam diri saya. Tuhan merestui setiap usaha yang saya lakukan dan akhirnya saya lolos beasiswa jalur prestasi dan kurang mampu (beasiswa Ida Bagus Mantra) sehingga saya bebas biaya pendidikan selama kuliah,” ujar Wida. Semester 4, ia mulai memiliki keinginan untuk bisa menghasilkan uang sendiri. Wida melamar di beberapa yayasan maupun bimbingan belajar dan diterima sebagai pengajar privat maupun kelas. Berbagai tawaran ia terima mulai dari mengajar TK, SD, SMP maupun SMA. Dari hobi mengajar, ia menjadi tahu bagaimana karakter murid, permasalahan yang mereka miliki saat belajar, bagaimana melakukan pendekatan kepada murid sampai pada akhirnya saya mampu membangun kepercayaan diri sebagai tenaga pengajar. Rutinitas mengajar yang ia jalani pun mulai bertambah di sela-sela tugas kuliah. Oleh ka rena tekad yang begitu besar, kuliah dan kegiatan mengajar bisa sama-sama berjalan tanpa harus mengorbankan salah satunya. Berbagai peng alaman yang diperoleh
selama kuliah seperti membangun relasi dan komunikasi dengan orang lain, belajar menghargai pendapat ataupun hasil karya orang lain, kemampuan berorganisasi, bersaing yang sehat hingga melatih kesabaran dan ketekunan saat menunaikan tugas perkuliahan. “Saya sangat bersyukur selama kuliah di Universitas Udayana saya bisa menjalin relasi dengan orangorang hebat dan pekerja keras. Mereka adalah para dosen yang sekaligus memberi saya motivasi serta inspirasi. Saya ingin sekali meng ikuti jejak mereka dan melanjutkan perjuangan mereka. Atas alasan tersebut dan juga dilatarbelakangi oleh kecintaan mengajar, yang pada akhirnya mengantarkan saya untuk melanjutkan pendidikan S2 di Uni-
versitas Udayana. Ketika ada peluang untuk melanjutkan pendidikan dan setelah saya mendapat restu dari orangtua, saya langsung melanjutkan S2 Prodi Kimia Terapan di Universitas Udayana. Saya lahir dan dibesarkan oleh bunda Udayana, oleh karena itu muncul keinginan pada suatu saat nanti untuk mengabdikan kemampuan yang saya miliki pada universitas tercinta ini,” harapnya. Tantangan maupun peluang yang selalu menghampirinya, selalu membawa hikmah dan pembelajar an baru. Langkah yang ia ambil saat ini didasari oleh banyak alasan mulai dari keinginan untuk membangga kan orangtua, mengubah masa depan keluarga untuk menjadi lebih baik, kecintaan saya pada Udayana, keinginan untuk mendalami studi kimia, keinginan untuk berbagi ilmu yang saya miliki kepada generasi penerus serta keinginan untuk menjadi pribadi yang yang lebih matang dalam berpikir dan berbuat. “Sampai saat ini dan seterusnya saya akan selalu berpegang teguh pada sikap gigih, tekun dan ulet karena modal tersebut yang akan mengantarkan saya pada pintu kesuksesan. Saya yakin pengorbanan dan perjuangan yang telah saya lakukan selama ini tidak akan pernah sia-sia,” tegasnya. –Ngurah Budi
Mandalika
6 - 12 Oktober 2014
21
Rela Tidur di Samping Kambing Hari Raya Idul Adha tahun 2014 jatuh pada tanggal 5 Oktober. Kebahagiaan menyambut hari raya ini dirasakan oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia, tidak terkecuali di Nusa Tenggara Barat. Bulan ini merupakan bulan bersejarah bagi umat Islam karena di bulan inilah kaum Muslimin melaksanakan rukun Islam yang kelima, yaitu ibadah haji.
Ni Putu Widayanti
S
Pembagian hewan kurban
elain pelaksanaan ibadah haji, pada bulan ini juga umat Islam merayakan hari raya Idul Adha. Di hari inilah kaum Muslimin selain melakukan salat Idul Adha, juga dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban bagi yang mampu. Kurban ini akan dibagikan pada mereka yang berhak menerimanya, terutama sekali mereka yang tidak mampu. Oleh karena itu, di hari raya inilah, kebutuhan hewan kurban sangat banyak. Banyaknya kebutuhan akan hewan kurban membuat para pedagang hewan kurban seperti sapi dan kambing bermunculan. Hampir di tiap sudut kota hingga desa, pedagang musiman ini ada sehingga terbilang mudah mencari tempat membeli hewan kurban. Di Kota Mataram, sangat mudah menemukan para pedagang hewan kurban. Mereka tersebar
hampir di setiap sudut kota, mulai dari Ampenan hingga Cakranegara. Bahkan ada yang menjual hewan kurban di trotoar-trotoar jalan. Di sentra-sentra penjualan hewan kurban di Kota Mataram khususnya, telah terpasang plang bertuliskan “telah diperiksa oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB dan Kota Mataram”, yang menandakan bahwa semua hewan kurban di tempat penjualan tersebut telah diperiksa secara resmi oleh instansi terkait demi melin dungi konsumen. Selain itu juga hewan-hewan yang dijual telah memenuhi syarat-syarat sebagai hewan kurban salah satunya hewan tidak cacat. Para pedagang hewan musim an ini biasanya mulai menggelar hewan dagangannya rata-rata dua minggu atau empat hari sebelum hari raya Idul Adha tiba. Islamuddin (30), misalnya baru
Salah satu tempat penjualan hewan kurban di Mataram
dua minggu terakhir berdagang hewan kurban di Tanjung Karang Ampenan. Ada 15 ekor kambing yang dijual dengan harga berkisar Rp 1.5 juta – Rp 3 juta. Untuk menanti pembeli, ia rela tidur di tempat penjualan hewan tersebut dua minggu terakhir. “Saya tidur di sini, mana tahu ada pembeli yang datang malam hari,” ungkapnya. Selain itu, ia juga meng alami kesulitan jika harus tiap hari memindahkan kambing-kambing tersebut ke rumahnya dan ke tempatnya berdagang. Karena itulah ia memilih cara praktis, tidur di tempatnya berdagang. Ia membeli kambing-kambing tersebut dua minggu yang lalu dan berharap akan laku semua sehingga ia bisa mendapat keuntungan yang lumayan. BELI LANGSUNG TITIP Di tempat lain, terlihat sebuah tempat penjualan hewan kurban yang cukup besar di Jalan Panji Tilar Ampenan. Sebuah spanduk bertuliskan “Sedia hewan kurban Abah Khairullah, kambing dan sapi” terpampang di depan are al tanah kosong yang dipakai sebagai tempat penjualan hewan kurban. Khairullah tampak tengah asyik melakukan tawar-menawar dengan pembeli. Setelah sepakat harga, si pembeli langsung memberitahukan namanya dan meminta nama tersebut digantung pada leher kambing yang dibelinya tersebut. “Bapak itu menitip kambingnya di sini dan diambil sehari sebelum hari raya Idul Adha,” ungkap Khairullah. Rupanya selain menjual hewan kurban, Khairullah juga
Persiapan penyembelihan hewan kurban
menerima penitipan hewan yang dibeli tersebut. Dengan senang hati ia merawat hewan kurban titipan tersebut. Selain itu, ada satu kelebihan lain yang ditawarkan Khairullah yang sudah enam tahun terakhir berjualan hewan kurban di musim lebaran haji (Idul Adha) seperti inji, yaitu, pesan antar. “Pembeli bisa menelepon dan hewan kurban diantar ke rumah. Ongkosnya gratis,” kata penjual yang juga seorang PNS di Mataram ini. Harga yang ditawarkan Khairullah untuk hewan yang dijualnya berkisar antara Rp 1,5 juta – Rp 2,6 juta. Di tempat penjualan hewan ini juga telah terpampang plang telah dipe riksa oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB dan Kota Mataram. Khairullah baru membuka tempat penjualan hewannya pada seminggu sebelum Hari Raya Idul Adha. Ia membeli hewan-hewan tersebut dari langganan-langganannya di Lombok Tengah mau pun di pasar-pasar hewan lainnya di Pulau Lombok. Tidak kurang dari 70 ekor kambing yang dijualnya. Hingga H-4 Lebaran Haji, telah lebih dari 20 ekor kambing laku terjual. “Biasanya H-1 baru pembeli banyak ber-
datangan,” ujarnya. Sepanjang enam tahun menjadi pedagang musiman, ia mengaku tidak pernah ada hewan yang tidak laku dijual. Semua habis terjual sehingga usahanya ini berjalan lancar dan baik. Tingginya kebutuhan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha, membuat harga hewan kurban ini relatif naik. Untuk menyiasati hal ini, beberapa pembeli hewan kurban membeli bahkan sebulan sebelum Hari Raya Idul Adha. Keluarga Muhammad Amin di Bima misalnya, telah membeli hewan kurban jauh-jauh hari sebelum hari raya tiba. “Harganya lumayan murah dan bisa dititip di pedagangnya untuk dirawat hingga hari H tiba,” katanya. Menurutnya, tidak ada biaya tambahan untuk itu melainkan ia memang dengan sukarela menambah harga sapi yang dibelinya sebagai biaya lelah pemeliharaannya. Sehari sebelum Hari Raya Idul Adha, sapi tersebut telah berada di rumahnya. Pemotongan dilakukan di halaman belakang rumahnya dan kemudian dibagibagikan kepada yang berhak menerimanya. Inilah salah satu kenikmatan merayakan Idul Adha, dapat berbagi hewan kurban de ngan sesama. -Naniek I. Taufan
Tempat penjualan hewan kurban di Mataram disertai plang telah Hewan kurban yang dibeli bisa dititip di tempat pembelian hingga H-1 diperiksa kesehatan dan kelayakannya sebagai hewan kurban
Metropolitan
22
Kopi Kintamani Kemasan Taiwan
Akhir-akhir ini banyak sekali pameran produk dalam negeri dan industri kreatif digelar di Jakarta. Mulai dari pameran aneka kerajinan, kuliner, mainan kreatif, fashion, aksesoris, dll. Melalui pameran-pameran ini diharapkan para UMKM dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik dalam menghadapi masyarkat ekonomi ASEAN (MEA) yang akan dimulai 2015 mendatang.
S
alah satu pameran terbesar yang baru saja selesai digelar adalah Pameran Pangan Nusa (PPN) dan Produk Dalam Negeri (PDN) 2014 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan di Monas, Jakarta. Event ini merupa kan puncak dari rangkaian pameran yang sama yang digelar di tiga kota sebelumnya oleh Kementerian Perdagangan, yakni, Lampung, Pur wokerto dan Malang, yang diadakan Mei dan Juni lalu. Ada pemandangan menarik begitu memasuki arena pameran pangan nusa. Kedatangan peng unjung langsung disambut dengan hasil bumi seperti buah-buahan segar, sayur-mayur seperti tomat, cabai, bawang merah, jagung, dll. Di antara itu ada biji kopi dari berbagai daerah, lengkap dengan alat roasting-nya. Nah, untuk se mua hasil bumi yang ditata dengan menarik itu, tidak dijual. Pengujung hanya diperkenankan berfoto-foto di arena itu. Jika ingin membeli produk-produk itu, berjalanlah ke stanstan daerah peng hasil yang terletak di sisi kanan dan kiri arena. Jika ingin ma kan, tak perlu khawatir karena di bagian belakang tersedia arena ku liner nusantara. Berbagai makanan khas tiap daerah itu dapat dinikma ti dengan harga terjangkau. Arena pameran pangan nusa menjadi begi tu ramai. Di antara pengunjung tam pak juga para turis asing berlalu lalang. Nyoman Ariani yang mengusung kopi Bali di pameran itu, mengaku sangat senang mendapat kesempa tan berpameran di event sebesar ini. Di stand Disperindag Provinsi Bali, Ariani yang menempati stand 3X3 m tersebut berbagi tempat dengan dua rekannya, menggelar beberapa produk di antaranya kopi Bali, beras merah dan organic brown sugar. Sedang kedua temannya, menjual makanan oleh-oleh dan herbal. “Saya tidak membawa banyak, ini semua hanya untuk contoh,” ungkap Ariani yang menggunakan ‘Niraa Bali’ untuk produknya. Perempuan yang merintis bisnisnya sejak 2012 lalu, boleh berbangga karena dalam pameran itu kopi Bali dan teh beras merah yang dibawanya mendapat respons
positif dari pengunjung. Seperti, peaberry coffee yang terbuat dari kopi olah basah jantan, kopi luwak arabika Kintamani, kopi luwak Pu puan Tabanan, dll. Dari segi harga pun relatif, dari yang murah sampai yang mahal. Yang paling mahal adalah kopi luwak Kintamani yang harga per 200 gram dibandrol Rp 250 ribu. “Ini salah satu kopi terbaik kami. Harga 1 kg, Rp 1,25 juta. Kopi ini sangat diminati wisatawan asing,” ucapnya. Selain kopi, yang juga tengah gencar dipopulerkannya adalah teh beras merah dari Jatiluwih, Tambanan, salah satu sentra peng hasil beras di Bali. Menurutnya, teh beras merah (red rice tea) ini memang belum terlalu popular di masyarakat umum, meskipun sudah lama dikonsumsi masyarakat Bali. “Tidak semua beras merah bisa dijadikan teh,” tambahnya. Teh beras merah, selain berman faat bagi kesehatan juga memiliki cita-rasanya yang khas. “Rasanya
gurih. Bagusnya, dikonsumsi tanpa gula. Tapi yang belum biasa, mung kin bisa menambah sedikit gula tapi jangan gula putih melainkan dengan brown sugar,” jelasnya. MENEMBUS PASAR INTERNASIONAL Ariani berharap bisnis kopi dan teh beras merahnya dapat menem bus pasar internasional. Potensi itu terbuka lebar. Apalagi kualitas kopi Bali sudah dikenal pasar interna sional. Dalam beberapa event inter nasional di Bali, di mana Ariani ikut serta memamerkan produknya, sejumlah buyer mendekatinya. Mereka ingin memasarkan kopi bali ke mancanegara. “Beberapa buyer yang saya temui di pameran mengajak kerja sama, tentu saya senang sekali. Sekarang masih da lam proses. Semoga saja hal ini bisa
6 - 12 oktober 2014
6 - 12 oktober 2014
Sosialita
3
3G Angels
Hibur dengan Goyang “Nyongcong” Agenda tahunan Tokoh, “Festival Keluarga Tokoh 2014 Sejuk Bersama Coolant” yang dilangsungkan Minggu (28/9) di Lapangan Bajra Sandi, Renon Denpasar, menyedot perhatian khalayak umum. Tak kurang dari 15.000 orang merapat memenuhi lapangan. Terlebih ketika panggung utama diguncang goyang “nyongcong” 3G Angels.
T
Aneka Kopi Bali dan Teh Beras Merah jadi andalan
terwujud, kopi saya bisa menembus pasar internasional,” ucapnya. Saat ini, ia juga telah melakukan ekspor ‘kecil-kecilan’ ke sejumlah negara, seperti Qatar, dan Tion gkok. “Malah tamu dari Qatar sampai datang ke rumah saya un tuk melihat,” katanya. Disela-sela menawarkan kopi Bali itulah, tak lupa ibu dua anak ini, menyelipkan promosi tentang teh beras merah. “Ternyata mereka tertarik. Waktu pameran Agustus lalu, banyak del egasi asing turut mencicipi. Menurut mereka, rasanya enak. Malah man tan Presiden Timor Leste yang kini menjadi Perdana Menteri Timor Leste, termasuk yang ikut bertanya tentang teh be ras maupun kopi. Seorang istri de legasi Timor Leste sempat membeli beberapa produk saya. Katanya, suaminya sangat suka,” tutur wanita kelahiran tahun 1958 ini. Bercerita ten tang usahanya, Ariani yang men jalankan bisnisnya dibantu suami dan dua anaknya, mengaku, berawal dari dirinya sering berkunjung ke kampung suaminya di Pupuan, Tam banan Bali, yang juga dikenal seba gai daerah peng hasil kopi. “Pulang dari Pupuan, bi asanya, saya bawa oleh- oleh kopi yang saya bagikan kepada teman-te
man. Mereka suka bahkan kerap memesan kopi Pupuan dari saya. Dari situ saya berpikir, kenapa tidak mencoba bisnis kopi pupuan, karena peminatnya banyak. Jadi saya ajak petani setempat bekerja sama, saya bantu memasarkan,” tuturnya. Awalnya dia menggarap pasar di lingkungan terdekat yakni temanteman, tetangga dan saudara. Ternyata strateginya ini manjur karena orang-orang terdekatnya ikut membantu mempromosikan. “Jadi awalnya hanya promosi dari mulut ke mulut ,” ujarnya. Tak ber henti hanya di kopi Pupuan, ia pun mulai merambah ke kopi-kopi dari daerah lain di Bali. Salah satunya adalah kopi Kintamani yang sudah dikenal dunia. Guna menarik hati pembeli, maka ia pun mengemas kopi dengan baik. Bahkan untuk kopi tertentu, kemasannya dari Taiwan. Masalah kemasan, memang dia tidak ingin ‘main-main’. Karena menurutnya selain kualitas produk, kemasan juga menjadi salah satu faktor menentukan. “Kemasan ini (sambil menunjuk kopi luwak Kintamani) adalah khusus. Ini dari Taiwan, harga per piece Rp 6 ribu. Cukup mahal. Tapi ini sesuai
dengan harga kopi ini . Kalau kopi biasa, kemasannya buatan dalam negeri namun yang kualitas bagus,” tambahnya. “Lihat kemasan ini, dibagian be lakangnya ada seperti lubang angin. Kemasan ini didesain bisa mengelu arkan angin dari dalam namun angin dari luar tidak bisa masuk. Mutu kemasannya pun sangat bagus. Di Indonesia, kemasan seperti ini tidak ada yang memproduksi. Saya sudah cari kemana-mana, tidak ada,” jelasnya. Kemasan tersebut, katanya, juga menarik hati teman-temannya sesame UMKM. Karena sulit di dapat maka mereka pun membeli dari Ariani. “Sebenarnya kemasan itu juga menjadi prospek bisnis tersendiri karena banyak pemi natnya. menjadi prospek bisnis tersendiri. Tapi saya belum berpikir untuk menanganinya secara serius karena bisnis kemasan itu mem butuhkan modal besar. Kalau saya memesan langsung ke pabriknya di Taiwan, mereka bilang minimal har us satu kontainer. Masih berat buat saya. Lebih baik fokus ke kopi saja yang juga, jika ingin dikembangkan lebih jauh, membutuhkan modal tidak sedikit,” ungkapnya. —Diana Runtu
iga lagu berjudul ”Mik Pok Neh”, “Pokoke Joged”, dan “Kereta Malam” di suguhkan “Trio Macannya Bali” yang digawangi Gek Diah, Gek Yuri, dan Gek Ria tersebut, mampu menarik para peserta fun bike dan fun walk mendekati bibir panggung. Mereka pun larut, turut bergoyang, meski siang itu panas kian memanas. Nama 3G Angels merupakan transformasi dari nama sebelum nya, yakni 3G. “Tahun lalu 3G sempat diundang Pelangi Enterprise ke Jakarta. Bahkan, kami sempat manggung di Jakarta dan Bandung. Ternyata nama 3G sudah ada yang pakai. Karena itu, pihak manaje men kami menambahkan nama ‘Angels’ di bela kangnya,” ujar Tjok Is tri Diah Dar mayanti, yang ke rap disapa Gek Diah ini. Saat itu, 3G Angels dim
inta menyiapkan single Indonesia dengan sentuhan aransemen Bali. Sebenarnya mereka sudah men coba membawakan lagunya Cozy Republic, namun karena kesibuk an masing-masing personel dan mungkin belum ada hoki, projek itu tertunda lama. Grup 3G, yang sejak 14 Februari 2013 bertransformasi menjadi 3G Angels, terbentuk 14 Februari 2006, dan mengambil jalur rock dangdut. Tak hanya bermodalkan cantik, seksi, dengan goyang mautnya, masing-masing personel memang memiliki basic bahkan jam terbang tinggi dalam urusan tarik suara. Gek Diah yang mengaku basicnya bukan penyanyi dangdut, sudah memiliki grup band sejak SMP. Tahun
Aksi panggung 3G Angles dalam Festival Keluarga Tokoh 2014
2014 ia dan agensinya sempat “ngamen” di Kauhshiung, Taiwan. “Sepulangnya ke Bali tahun 2005, saya dirangkul Punkwala Band diajak ‘ngamen keliling’, terjun ke musik Bali. Di sinilah saya ketemu Gek Yuri,” kisahnya. Gek Yuri yang memiliki nama lengkap I Dewa Ayu Sri Dama yanti ini basicnya memang pe nyanyi dangdut. Ia pernah meng ikuti berbagai lomba di tahun 2001. Tak disangka, pertamakali ikut lomba karaoke lagu pop Bali di RRI, ia masuk lima besar. Dari sana ia terus memburu berbagai ajang lomba tarik suara dan terjun menyanyi ke banjar-banjar bersama teman-temannya tanpa meminta imbalan. “Tibatiba saja kami dibayar Rp 20 ribu. Senang sekali rasanya karena biasanya kami tidak pernah diba yar, hanya menjalani hobi,” ujarnya. Tahun 2003 pe nyanyi dangdut fenome nal Inul Daratista naik daun. Lagu beraliran dangdut mulai dige mari masyarakat. Gek Yuri pun men jajal kemampuan olah vokalnya den gan mengikuti lomba nyanyi dangdut di salah satu stasiun radio. Juara I dan Juara favorit berhasil diraihnya. Prestasi nya berlanjut den gan keberhasilannya menggondol Juara I dalam lomba ratu jo get dan ratu dangdut di RRI Denpasar. Ja dilah namanya makin berkibar dan dilirik para musisi untuk tampil di beberapa
pameran. “Dari sering manggung ini saya sering digandeng diajak menyanyi ke mana-mana,” kisah putri dari I Dewa Ketut Oka dan Mekel Tunjung Asih ini. Menyanyi dari panggung satu ke panggung lain inilah yang akhirnya mempertemukan Gek Diah dan Gek Yuri, bahkan mereka sempat duet beberapa kali. Saat itu, sedang “demam Trio Macan”, pedangdut nasional yang digawangi tiga cewek cantik dan seksi dengan goyang nya yang heboh. Gek Diah dan Gek Yuri terinspirasi oleh grup ini dan kemudian terbersit keinginan untuk membuat trio dengan lagu dangdut berbahasa Bali. “Kebetulan adik Gek Yuri yakni Gek Ria juga penyanyi, yang akhirnya kami ajak bergabung dalam formasi 3G,” ujar Gek Diah yang mengaku formasi 3G sempat berganti-ganti sebelum formasi seperti sekarang ini. I Dewa Ayu Tri Astuti Ningrum yang akrab disapa Gek Ria ber gabung di 3G tahun 2007. Ia men gaku banyak belajar menyanyi dan bergoyang dangdut dari sang kakak. Awalnya ia pesimis banting stir dari jalur pop ke jalur dangdut. Bahkan, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Warmadewa ini sampai menangis karena diledeki temantemannya, menyanyi dangd ut. Namun, berkat dukungan kakak, orangtua dan kerabatnya, Gek Ria bisa tampil seperti sekarang ini memperkuat formasi 3G Angels. GOYANG “NYONGCONG” Sebagian besar penyanyi dangdut memiliki goyangan khas, seper ti goyang ngebor Inul Daratista, goyang patah-patah Anisa Bahar, goyang ngecor Uut Permatasari, goyang gergaji Dewi Persik. 3G Angels pun memiliki goyang “nyong cong”. “Istilah itu awalnya hanya celotehan teman-teman saja,” kilah Gek Diah. Namun paling tidak,
goyangan heboh 3G Angels tak kalah dengan pedangdut nasional. Dari pengalamannya manggung, menurut Gek Diah, dangdut tanpa goyang heboh, akan mengecewa kan penonton. Meski demikian, 3G Angels tak semata mengandalkan keseksian dan goyang dangdutnya di atas panggung, kualitas vokal mereka juga lumayan. “Kami mulai dari menjual suara. Namun karena yang disenangi penonton adalah goyangnya, jadi kualitas vokal kami imbangi juga dengan goyang. Go yang ini hanya untuk hiburan saja,” tutur putri sulung Tjok Gede Agung dan Anak Agung Istri Mayun ini. Goyang “Nyongcong” 3G Angels dijelaskan Gek Diah tak semata memperlihatkan erotisnya, namun ada sisi koreografi dan gerak tari Balinya. “Sebenarnya susah banget menyanyi sambil goyang, karena sambil bergerak kami harus tetap menjaga suara tetap stabil,” te gasnya. Sampai saat ini 3G Angels sudah memiliki lima single yakni “Go yang Asyik”, “Negak Dadi Mejujuk Dadi”, “Bali Goyang”, “Tulilu”, dan “Mik Pok Neh”. Lagu “Tulilu” ini dipopulerkan oleh Bayu KW, dan versi dangdutnya dilagukan olah 3G Angels. Demikian halnya dengan lagu “Mik Pok Neh” yang di-recycle versi 3G Angel dari singlenya grup band Bintang. Meski kerap mem bawakan lagu-lagu penyanyi lain, 3G Angels memiliki warna yang khas. “Kami sebenarnya sedang mempersiapkan album, namun karena masing-masing personel punya kesibukan, jadi perampung an albumnya tidak kelar-kelar,” ungkapnya. Saat ini, selain manggung dalam berbagi even, 3G Angels tengah mempersiapkan penggarapan klip “Mik Pok Neh” dan klip duet de ngan Jhonz dalam lagu “Krupuk Be”. –Inten Indrawati
2
Ekspresso
6 - 12 Oktober 2014
GORO-GORO
DAri daPUr Redaksi
Superteam
Panitia Festival Keluarga Tokoh 2014 Sejuk Bersama Coolant
Festival Keluarga Tokoh 2014 Sejuk Bersama Coolant akhirnya terselenggara dengan lancar. 15 ribu peserta hadir untuk memeriah kan event tahunan Tokoh yang dirangkaikan dengan HUT ke-69 TNI ini. Kemeriahan suasana sudah terlihat sejak pagi ketika peserta berdatangan ke Lapangan Bajra Sandi, Renon, Denpasar. Antusiasme masyarakat terlihat ketika mereka sabar menunggu start fun bike yang dilaksana-
kan serentak di seluruh Indonesia. Ketika Panglima TNI Jendral Moeldoko mengibaskan bendera start di Jakarta, peserta di Denpasar pun langsung mengayuhkan pedal sepeda. Saking banyaknya peserta, start harus dilakukan tiga kali untuk 12 ribu peserta fun bike. Berikutnya dilakukan pelepasan peserta fun walk yang berjumlah tiga ribu orang. Panitia dan sponsor pun sumringah karena ekspektasi untuk mendatangkan 15 ribu peserta tercapai. Kemeriahan suasana festival keluarga makin lengkap karena semua anggota keluarga bisa ter-
Salah Sambung Pembawa Berkah Kejadian ini mungkin sudah menjadi hal biasa dalam kehidup an kita, tapi cukup menarik untuk saya ceritakan disini. Yah, sekaligus juga untuk mengenang masa lalu yang indah. Saat itu saya adalah wani ta s ingle yang sedang galaugalaunya, karena belum dapat jodoh. Bukannya ga laku, tapi masih belum ada yang cocok. Suatu ketika tanpa sengaja saya bertemu sahabat lama saat SMU dulu. Saya senang sekali. Kami melepas kangen sambil bercerita tentang kehidupan masing-masing. Dia sudah berkeluarga dan memiliki seorang putri yang cantik. Jadi iri deh. Dengan penuh semangat kami bertukar nomor handphone, PIN, FB, pokoknya biar bisa komunikasi terus. Kebetulan dia orangnya asyik banget. Malamnya, daripada gak ada
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
kerjaan, saya mencoba meng hubungi dia. Syukurlah telepon langsung diangkat, tanpa menunggu jawaban lagi dan tanpa basa basi, dengan begitu pedenya saya nyerocos sana sini.Tiba-tiba, terdengar suara dari seberang. “Halo” Saya sedikit tersentak, ternyata seorang cowok! “Aduh maaf, ini suaminya Vani yaa..ha ha Vaninya ada nih, saya Sugismi sahabatnya”. Untung wajah saya yang memerah karena malu, tidak kelihatan dari sana. “Maaf juga, ibu salah sambung, saya Parta yang punya nomor ini”
libat dalam event ini. Ayah, ibu, dan anak bisa ikut berolahraga, bergembira dan bernyanyi. Apalagi bisa meraih hadiah doorprize. Tokoh tidak sen dirian dalam menggarap event ini. Kami didukung penuh tim Kelompok Media Bali Post (KMB), Enesis Grup, Dwi Sapta, dan TNI. Namun, kami menyadari masih ada hal-hal yang perlu dibenahi. Tak ada gading yang tak retak. Semua menjadi bahan evaluasi dan introspeksi bagi kami yang mengusung konsep superteam better than superman/ superwoman. Usai Festival Keluarga, kami mendapat kabar gembira karena salah satu wartawan kami, Inten Indrawati meraih juara harapan lomba karya jurnalistik BPJS. Inten satu-satunya wartawan dari Bali yang masuk 6 besar. Tak hanya itu, Wirati Astiti juga meraih Juara II dan Juara favorit lomba foto “Borneo Extravaganza”, (22/9) yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI di Kuta. Semoga prestasi-prestasi lain bisa kami raih. Salam Saya kembali melihat nomor telepon sahabat saya ini. Yaaa ampun, saya salah menekan nomor dua digit di belakang. Oh My God! Seketika saya tertawa dengan kesalahan saya sendiri. Tapi, aji mumpung saya melanjutkan obrolan dengan cowok itu. Singkat kata, kami bertemu. Gayung bersambut, kami samasama single, mempunyai latar belakang yang sama pula. Hanya saja bedanya, dia lebih dewasa 5 tahun dari saya. Dan, akhirnya, kami berpa caran kemudian memutuskan menikah setelah saling mengenal cukup lama. Wahhh, gara-gara salah sambung saya bertemu juga dengan jodoh saya. Tidak disangka memang. Tuhan sudah mengatur semuanya. Sugismi
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
6 - 12 Oktober 2014
Putu Wijaya
janji
Ibu Made, tetangga Bu Amat, bertanya: “Bagaimana sih Bu, apa sekarang ini janji memang sudah boleh tidak perlu ditepati?” Bu Amat jadi berpikir keras. Jangan-jangan ia pernah pinjam sesuatu, tapi belum sempat mengembalikannya. Bukan karena ingkar janji, tapi semata-mnata karena lupa. “Maklum usia,” kata Bu Amat pada suaminya. “Lupa tidak bisa lagi dipakai sebagai alasan,”jawab Amat memberikan pertimbangan, “Kalau ada orang pinjam buku, misalnya, tapi berkali-kali mengaku lupa mengembalikannya, berarti di bawah sadarnya, ia memang tidak mau mengembalikan. Ia ingin memiliki buku itu.” Bu Amat lalu teringat pada Bu Wira. Sahabat lamanya itu, setelah 20 tahun berpisah, tiba-tiba muncul. Ia mengaku anaknya mau masuk perguruan tinggi, tapi uangnya kurang. Lalu berharap Bu Amat meminjaminya 30 juta. “Akan saya kembalikan bulan depan sesudah mobil kami laku dijual,”katanya waktu itu dengan suara memelas. “Jangankan 30 juta, sepeser pun kita tak punya waktu itu,”kenang Bu Amat,”tapi karena teman baik dan sedih kalau putranya yang semata wayang itu hancur masa depannya, lalu kita gadaikan perhiasan yang ada. Lalu meminjamkan kepadanya 3 juta. Eh sekarang sudah 3 tahun, sampai malu kita mengingatkan dan menagih, belum juga dikembalikan. Malah kalau ketemu, ia kelihatan judes, seakanakan kita yang alpa pada janji kita. Ya kan, Pak?!” Amat mengangguk, lalu memberi solusi.”Sebaiknya, supaya hubungan kita dengan Bu Made tidak rusak atau tegang, tanyakan saja langsung. Janji kita yang mana belum sempat atau lupa kita penuhi?” Bu Amat setuju, tapi bertanya langsung blak-blakan memang baik, namun sulit melaksanakannya. “Salah ngomong urusannya bisa tambah gawat. Ya kan, Pak?” “Tambah gawat bagaimana?” “Bapak ingat dengan Bu Erwati, ibunya Pak Putu?” “Yang cantik meskipun sudah tua itu?” “Betul. Satu ketika Pak Putu mengajak Bu Erwati ke rumah Pak Baron. Eh, di rumah Pak Baron, Bu Er karena lugunya lalu bercerita pada Diana, anak pungut Pak Baron itu, bahwa Pak Baron sebetulnya bukan ayah kandung Diana. Langsung Diana nenangis, Pak Baron marah besar dan mencaci Bu Er sebagai perempuan kampung yang gila, Sampai sekarang hubungan Pak Putu dan Pak Baron terputus.” Amat termenung mendengar cerita itu. “Kebenaran memang bermata dua. Kadang dipaparkan salah, tapi ditutup-tutupi juga salah,” bisik Amat. “Jadi. Kalau begitu, bagaimana baiknya?” Amat termenung. “Ya sudah diapungkan saja dulu. Siapa tahu, nanti penyelesainnya menggelinding sendiri.” “Sampai kapan diapungkan?” “Ya itu juga, diapungkan saja dulu. Biar saja mengalir seperti air sungai.” Tapi Bu Amat tidak mau jadi air sungai. Malam itu juga ia bertemu empat mata dengan Bu Made. “Saya minta maaf terlebih dahulu. Demi untuk kenyamanan kita bertetangga, lalu saya tanyakan langsung, apa ada janji kita yang sudah kita langgar,”cerita Bu Amat kepada suaminya kemudian. “Jawabnya apa? Janji apa yang tidak kita tepati?” Bu Amat ketawa. “Bu Made yang tadinya tegang lalu ketawa, jadi rupanya habis nonton televisi suaminya sambat. Mengapa Pak Jokowi yang menjanjikan waktu kampanye postur kabinetnya akan lebih ramping dari kabinet Pak SBY, jebulnya sama gemuknya, Itu!” Bu Amat terus ketawa gembira. Tapi Amat nampak sedih. Lalu berbisik. “Bapak jadi ingat janji Bapak sebelum kita menikah, akan membelikan mobil. Nyatanya sampai sekarang kita hanya jalan kaki.” Bu Amat berhenti ketawa. Ia menatap suaminya dengan sungguh-sungguh, “Itu bukan melanggar janji, Pak, tapi menyempurnakan dengan desa-kala-patra. Untuk apa mobil, rumah dan pendidikan anak lebih penting. Kalau Bapak mau beli mobil juga saya akan, menolak!”
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palm erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Mozaik
Aura Gizella dan Candra Kardana
23
Duta Endek Kota Denpasar 2014 Grand Final Pemilihan Duta Endek Kota Denpasar 2014 berlangsung semarak. Acara yang mengusung tema “The Colour of Wastra” ini digelar di Gedung Ksirarnawa Art Centre, Denpasar Kamis (2/10). tanyaan dari tiga dewan juri, AAA Mayun K. Tenaya, Qory Veronika dan I Gst Ngr Mariantha (Rah Tut XXX) yang secara bergiliran melemparkan pertanyaan. Rupanya seluruh finalis malam itu paham tentang etika dan estetika apa yang dapat dilihat dari kain endek. Termasuk mengenal kain Endek Denpasar, dengan Foto bersama usai penobatan Duta Endek 2014 penambahan desain modern yang dibordir pada bagian de- rarnawa oleh undangan dan remaja siap, lebih memahami apa itu endek, remaja dan masyarakat. pan kain (tumpal) sebagai ciri dari berbagai sekolah dengan aneka mungkn juga mereka sudah belajar Wayan Gatra mengatakan, seleksi khasnya dan telah telah pula mode busana endek, di panggung banyak dari kakak-kakaknya, yang Duta Endek tahun ini diikuti 130 dipatenkan dan terdaftar pada pun berdiri tiga besar Putra-Putri sudah lebih dahulu ikut Duta Endek. orang. Setelah mengikuti serangkai Dirjen Hak Cipta. Duta Endek tampak sumringah dan pengetahuan mereka juga bertambah an penilaian, mulai dari seleksi awal Salah seorang juri Mayun bersinar mengenakan busana ran- saat karatina dengan adanya pem- oleh panitia dilakukan tes tulis dan Teanaya, mengatakan, secara cangan dari AA Ngr Mayun Tenaya. bekalan tentang endek maupun bekal seputar pengetahuan umum. Dilanumum para finalis duta endek Mereka adalah I Gusti Ayu Aura pengetahuan public speaking. jutkan dengan seleksi kedua, dalam tahun ini sudah memahami tiga Gizella, Ida Ayu Candra Yunita Sari Pesertanya juga bisa dikatakan bentuk tes interview meliputi, brain, poin utama yang harus mereka dan Ni Made Ayu Satya Driti dari membludak, karena sosialisasi yang inner beauty, behaviour, public speakmiliki, yakni attitude yang baik, kategori Putri. Dan , I Gede Candra dilakukan ke sekolah-sekolah menda- ing serta kemampuan cooperates punya bekal pengetahuan atau Kardana Noprasetyo, AA Bagus patkan sambutan yang baik, termasuk in team. Setelah terpilih 12 besar product knowledge tentang Magha Shambara dan Kadek Wisnu adanya kepedulian para guru. dilakukan pembekalan dan pelatihanCandra Kardana dan Aura, Duta Endek 2014 endek yang baik, serta memiliki Yogi Saputra, untuk kategori Putra, Karena itu pula dipilih Ksirar- pelatihan. juga kemampuan public speak- masing-masing sebagai pemenang nawa sebagai tempat acara, agar Duta Endek yang terpilih kali ini ada pagelaran yang juga I, II, III. Sementara pemenang favorit bisa menampung seluruh pendukung akan bertugas memberi layanan indihadiri Wali Kota Den- ing yang memadai. Selain itu Finalis Putra-Putri diraih oleh I Gusti Ayu Agung Ade peserta. Keinginannya pasti, setiap formasi kepada masyarakat tentang pasar, IB Rai D. Mantra, Sekda Kota Denpasar, yang masuk dalam tiga besar juga Tresya Dewi. Mereka berhak atas tahunnya Pemilihan Duta Endek endek dan mempromosikan endek AA Rai Iswara, Ketua Dekranasda mampu dengan lugas menjawab piala, piagam, hadiah uang, selem- bisa lebih baik, dengan mengevaluasi sebagai produk lokal unggulan Kota acara sebelumnya. “Semoga tujuan Denpasar. Finalis yang lolos sebagai Kota Denpasar IA Selly D. Mantra, pertanyaan khusus dari Wali Kota pang, dan suvenir. pelestarian dan mencintai produk Juara I, II, III resmi menjadi Duta Ketua Darma Wanita Persatuan Ny. dalam negeri benar-benar terlaksana Endek dengan lisensi (all right reRai Iswara, Kepala Dinas Perindusdan semakin banyak generasi muda served) di bawah Dekaranasda Kota trian dan Perdagangan Kabupaten/ yang peduli,” cetus istri Wali Kota Denpasar dan bertugas mulai Januari Kota se-Bali, Jajaran SKPD Kota Denpasar ini. 2015 menandatangani MoU dengan Denpasar dan undangan lainnya, Melalui pemilihan Duta Endek ini Dekranasda Kota Denpasar. malam itu endek pun menjadi pripula, harapannya ke depan para finalis Sedangkan, Cakra Manuaba dan madona. Sebab, hampir semua yang nantinya dapat memberikan layanan Nian Anggara, Duta Endek 2013 hadir di Gedung Ksirarnawa malam informasi kepada masyarakat tentang sebelum memasangkan selempang itu mengenakan endek, termasuk pelestarian endek sebagai produk pada penggantinya dengan lantang dua penyanyi Bali, Gede Bagus dan unggulan Kota Denpasar. Secara tidak menyerukan “Endek Kita Punya Dewa Sugama pun tak ketinggalan langsung juga finalis Duta Endek dapat Kita Pakai dan Kita Bangga”. Mereka tampil mengenakan endek. mempromosikan endek di kalangan mengaku sangat bangga pada endek Endek, wastra Bali dengan ciri remaja khususnya dan masyarakat yang merupakan salah satu produk khas beserta inovasinya menjadikanumumnya. kearifan lokal bernilai seni tinggi. nya jauh dari kesan kuno dan tidak Sementara Kepala Disperindag Produk ini pula telah menjadi salah monoton lagi. Terlebih saat ini endek Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, satu produk unggulan, pada Industri sudah banyak digarap oleh para deM.Si., didampingi Kabid Perdagangan Kreatif Kota Denpasar. sainer papan atas bahkan di kalangan IA Dewi Citrawati, M.Si., dan Kasi Selanjutnya, keduanya menyamDuta Endek pun sudah pula berkreasi menjadikan endek sebagai karya Ny. IA Selly D. Mantra, Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra, dan Kadisperindag Kota Bina Usaha IGA Laxmy Sraswaty S.S., paikan bahwa dengan menyandang Denpasar Wayan Gatra, saat memberikan pertanyaan pada finalis Duta Endek menyatakan Pemkot Denpasar melalui gelar Duta Endek, mereka bukan busana yang trendi sesuai dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan hanya bertugas untuk terus mengusia kalangan remaja. Aplikasi dan dan Ketua Dekranasda Kota DenENDEK KITA PUNYA KITA (Disperindag) dengan menggandeng gaungkan dan menyosialisasikan padanannya pun semakin beragam pasar. Dengan penuh antusias me PAKAI dan KITA BANGGA Dewan Kerajinan Nasional Daerah endek di kalangan anak muda untuk termasuk dengan jeans dan pakaian reka menyampaikan pengalamanIA Selly D. Mantra mengatakan, kasual lainnya. Hal ini juga menjadikan nya tentang endek, bahkan ada yang endek, kain tenun khas Bali ini sangat (Dekranasda) Denpasar terus ber semakin mencintai produk lokal ini, endek sangat memungkinkan dike- menyatakan rasa optimismenya mampu bertahan sepanjang masa, upaya melestarikan, mengembangkan namun juga mendapatkan kesempanakan di berbagai kesempatan dan bahwa endek ke depannya akan tak lekang oleh zaman. Bahkan produk tekstil melalui berbagai pro- tan meraup banyak pengalaman serta acara yang lebih santai atau bersifat lebih dikenal di kancah nasional endek kini mampu menyesuaikan gram, termasuk membentuk Duta tambahan pengetahuan dengan diser Endek, yang nantinya lanjut dapat takannya mereka dalam berbagai nonformal. maupun internasional. dengan perkembangan mode dan mempromosikan endek di kalangan even lokal maupun nasional. -ard Itulah cuplikan beberapa ungDi tengah padatnya gedung Ksi tren tanpa meninggalkan nilai-nilai kapan para finalis menjawab pertradisionalnya, sehingga makin diminati berbagai kalangan. Warisan budaya ini wajib kita lestarikan. Dari sekian langkah yang sudah dilaksanakan demi mengembangkan dan melestarikan, salah satunya adalah digagasnya Pemilihan Duta Endek Kota Denpasar. Ia menuturkan, pe milihan Duta Endek ini dilaksanakan pertamakali di Kota Denpasar pada tahun 2012. Kali ini adalah agenda tahun ketiga. Peserta tahun Dewan Juri, Mayun Tenaya, Qory, dan Rah Tut ini dikatakannya lebih Seluruh Finalis Duta Endek 2014
P
24
6 - 12 Oktober 2014