24
29 September - 5 Oktober 2014
Benetta Lingerie
Jalan Diponegoro 98. Pertokoan Kertha Wijaya D15.Denpasar Bali Telepon (0361) 922.2221, 9239.888 Pin BB 75028454, 2AFDA235
2
Ekspresso
29 SEPTEMBER - 5 Oktober 2014
DAri daPUr Redaksi
Tokoh Bertemu “Bunda PAUD” Badung Gde Palgunadi, Ny. Ratna, dan Wirati Astiti
Di tengah kesibukan wanita mengejar karier, kodratnya sebagai seorang ibu dan sebagai pendamping kepala keluarga tidak boleh dilupakan. Dalam kaitan itulah, Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung menggelar beberapa kegiatan serta program untuk memberikan wasan serta pengetahuan bagi para wanita di wilayahnya. Seperti dalam hal kesehatan, pendidikan, kewirausahaan, sosialbudaya, dan sebagainya. “Tidak hanya untuk ibu-ibu tetapi juga para remaja putri,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung Ny. Ratna Gde Agung ketika mene rima kunjungan Pimpinan Umum Mingguan Tokoh Gde Palgunadi yang didampingi Redaktur T okoh Wirati Astiti serta Budarsana, Selasa (23/9). Ny. Ratna yang juga istri Bupati Badung
A.A. Gde Agung ini mengatakan ke depannya pihaknya ingin melibatkan lebih banyak pihak lagi, termasuk media massa untuk lebih memperkaya wawasan para wanita. “Kami ingin pengetahuan itu mulai dari awal, bagaimana merawat anak, pendidikan anak, kesehatan keluarga dan sebagainya,” ujar Ny. Ratna Gde Agung yang juga digelari sebagai “Bunda PAUD” Badung ini. Kesempatan untuk audensi dengan Bunda PAUD di kabupaten/kota lain di Bali sedang kami siapkan. Kami ingin memperluas jaringan untuk bersama-sama memberikan edukasi bagi para wanita dan keluarga karena Tokoh adalah bacaan wanita dan keluarga. Salam
Foto bersama usai audiensi dengan Bunda PAUD Badung PERMAKLUMAN Tokoh edisi 817 yang seharusnya beredar Minggu (5/10) tidak dapat kami edarkan sesuai jadwal karena bertepatan dengan hari libur Idul Adha 1435 H. Tokoh akan diedarkan setelah hari Minggu. Demikian permakluman ini kami sampaikan. Terima kasih.
Orang masih Hidup Dikira sudah Meninggal Suatu siang saya pergi ke warung sebelah rumah untuk membeli lauk. Warung makan ini banyak dikunjungi konsumen terutama di siang dan malam hari. Sembari menunggu pesanan saya duduk di kursi. Tak lama kemudian, datang seorang laki-laki tua memakai pakaian adat. Dia pun duduk dekat tempat saya lalu melihatlihat menu makanan. Sepertinya ia sudah hapal dengan menu yang ada sehingga tak terlalu lama memesan. Saya pun membuka obrolan dengan laki-laki dengan mena nyakan apakah sering makan di warung ini. Ternyata dia pelanggan yang biasa datang untuk makan siang. Bahkan ia sering datang sebelum warung buka. Obrolan berlanjut dengan menanyakan dimana laki-laki itu tinggal. Ia pun menyebut-
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
kan daerah asalnya. Saya sangat mengenal daerah tersebut karena punya guru SD yang berasal dari tempat itu. “Guru SD saya dari sana. Menurut kabar yang saya terima, beliau sudah meninggal. Orangnya baik sekali. Saya selalu mengenang beliau sebagai guru yang telaten dan disukai murid,” ujar saya panjang lebar. Laki-laki yang saya ajak ngobrol itu lantas tertawa. Dia lalu mengungkapkan dirinyalah yang saya maksud. Saya malu dan terkejut. Guru yang sudah lama tak pernah saya temui dan diinformasikan
sudah meninggal ternyata sekarang ada di hadapan saya. Saya lalu menyalami tangan beliau. Oh my God….selama ini saya salah informasi. Guru SD saya itu lalu bercerita tentang hidupnya yang mengalami suka-duka. Ia pernah sakit, terlunta-lunta bahkan nyaris meninggal hingga ak hirnya menemukan jalan hidup baru. Setelah pensiun sebagai guru, ia bekerja sebagai tukang pijat. Kami pun menghabiskan waktu di warung sambil ngobrol tentang kenangan masa lalu. Gung Adi, Badung
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
GORO-GORO
korupsi
Nyoman, anak muda, tetangga Amat yang kaya itu, diamankan. Ia tersangka dalam sebuah kasus korupsi. Berita itu Putu Wijaya membuat tekanan darah Amat melonjak jadi 170-100. Soalnya Nyoman selalu dipujikan Amat sebagai contoh anak muda yang pintar, sukses, jujur dan suka menolong pegawai-pegawainya. “Kalau semua generasi muda, bersih, sosial seperti Nyoman, masa depan NKRI akan hebat!” puji Amat dalam banyak pertemuan. Amat jadi suka termenung, gampang tersinggung dan sering marah. Dokter segera minta Amat minum kaptopril atau amplodipline, pil penjinak bludrek. “Obat saja, tidak cukup, Pak,” kata Bu Amat menasehati suaminya, “pikiran, terutama harus bersih?” Ami dan suaminya juga menyarankan hal yang sama. “Pikiran bersih memang obat yang mujarab. Sempurnakan dengan minum air putih setiap hari minimum 2 liter. Pola makan dijaga, jangan makan daging, lemak, jeroan, cumi, udang, kepiting dan hindari kopi, minuman keras, minuman perangsang dan duren!” Amat sudah mengikuti petunjuk itu dengan patuh. Tapi tekanan darahnya tetap tidak mau turun. Bu Amat jadi khawatir. Akhirnya ia diam-diam pergi ke dukun. “Saya bukan dukun,” kata mBah Surip yang didatangi Bu Amat, “saya juga bukan orang pinter. Saya paranormal. Saya jebolan S2 Sejarah. Menurut tanda-tanda yang saya baca di aura Ibu, siapa? Ya Bu Amat maksud saya, Ibu tidak sakit. Ibu sehat sampai usia 89 tahun.” “Maaf Pak Surip, yang sakit bukan saya, tapi suami saya.” “Ya, memang, suami Ibu maksud saya, siapa? Ya Pak Amat. Beliau sehat walafiat sampai usia 100 tahun. Tapi sekarang dapat percobaan. Darahnya kotor.” “Dokter bilang tekanannya sudah sampai batas aman.” “Ya, itu maksud saya. Tapi jangan terlalu percaya dokter. Dia itu kan sama dengan kita, manusia biasa. Soal penyakit, mereka sudah hapal obat-obatnya. Tapi untuk menyembuhkan orang sakit, obat saja tidak cukup. Harus dimulai dengan niat, setelah itu niat lagi dan niat lagi. Begitu seterusnya sampai sembuh. Dokter jarang yang paham yang satu itu. Literatur mereka bule yang sering bertolak belakang dengan kondisi kita sebagai orang Timur. Para dokter itu sudah membangun mafia kedokteran. Kedokteran artinya orang yang berkedok. Mereka sekarang bukan mengobati orang sakit, demi kemanusiaan. Tapi menimba keuntungan dari kantung orang sakit. Itu kan keji. Orang sakit bukannya ditolong tapi malah diperes. Lebih baik Ibu percaya kepada diri sendiri!” “Memang saya begitu mBah! Tapi suami saya sudah terlalu kecewa. Dokter bilang itu tidak ada obatnya, cukup menyenang-nyenangkan hati suami saya, supaya pikirannya bisa dialihkan. Saya laksanakan. Suami saya minta apa saja saya penuhi.” “Asal jangan minta kawin lagi.” “ O tidak, suami saya bukan bergajulan, mBah. Jadi sebaiknya saya bagaimana mBah?” “Ya, ditanyakan saja, apa sebenarnya keinginannya supaya tidak marah?” “Soalnya sebenarnya begini, Pak Nyoman, anak tetangga kami yang dibanggabanggakan suami saya, diperkarakan, sebagai tersangka kasus korupsi. Padahal dia orang kaya, suka menolong warga dan para pegawainya. Tak masuk akal dia mengambil uang 1 miliar padahal kekayaannya 30 miliar. Sejak itulah tekanan darahnya naik. Suami saya yakin Pak Nyoman tidak bersalah. Begitu nanti terbukti bersih, saya yakin suami saya akan normal lagi. Tapi karena keyakinan itu begitu kuat, kalau keputusan pengadilan sebaliknya, pasti tekanannya tambah tinggi!” “Ya, memang begitu maksud saya! Ibu sabar saja. Semua sudah diatur dari atas sana. Ibu harus tenang.” “Lho saya sendiri tenang, mBah. Saya tidak apa-apa. Suami saya yang saya khawatirkan!” “Ya persis, itu maksud saya. Suami Ibu harus tenang, semua sudah diatur dari atas sana.” “Tapi apa yang harus saya lakukan sekarang, supaya suami saya bisa tenang?” MBah Surip memberi isyarat supaya Bu Amat diam. Lalu dia menabur setanggi ke atas tungku di depannya. Asap mengepul menembakkan bau harum. Mbah Surip menggumamkan mantera. Bu Amat menunggu dengan khikmat. Lama sekali dukun itu komat-kamit. Ketika asap menipis, terdengar suara orang ngorok. Bu Amat terkejut, ternyata, dukun itu tertidur. “Bapak tenang saja, semua sudah diatur dari atas sana,” kata Bu Amat yang tak bisa menyembunyikan telah ke dukun. “Ah itu namanya dukun palsu. Kalau betul dukun mestinya dia menjawab: ya, Nyoman korupsi atau tidak, Nyoman difitnah!” “Ya! Memang begitu! Menurut dia, Nyoman...” “Korupsi atau difitnah?” “Korupsi atau difitnah kan sama saja. Namanya sudah ternoda!” Amat tertegun. “Kenapa, Pak?” “Itulah yang bikin pusing. Apa mungkin nama yang sudah tercoreng, entah karena penilaian objektif, atau subjektif, masih ada kesempatannya?” “Pasti. Kan Pak Nyoman masih muda, baru 44 tahun!” “Ya? Dukun bilang begitu?” Bu Amat terpaksa berbohong. “Ya!” “Kalau begitu, kita tak perlu cemas. Semua sudah diatur dari atas sana!” “Betul, semua sudah diatur!” Tapi tiba-tiba muka Amat tambah keruh. Sakit kepalanya berlipat. Ia lama membisu. Bu Amat jadi cemas. “Kenapa, Pak?” “Kalau semua sudah diatur dari atas sana. Tak ada yang perlu ditakutkan,” bisik Amat, “Apakah itu yang menyebabkan Nyoman kurang hati-hati?” “Kenapa, Pak?” “Seperti Robin Hood. Karena niat mulianya menolong rakyat miskin begitu keras, ia lupakan, tindakannya yang salah! Padahal di depan hukum apa pun alasannya, mengambil kekayaan orang lain itu, tetap saja bisa diperkarakan!!” “Apa, Pak?”
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palm erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
29 SEPTEMBER - 5 Oktober 2014
Mozaik
Beli Handphone di Cellular World
23
Terbang Gratis bersama Citilink Citilink bersama Cellular World menggelar promo yang berhadiah tiket pesawat Citilink dengan rute Surabaya, Balikpapan, Jakarta, dan Bandung. Penerbangan ini akan diberikan kepada pelanggan setia Cellular World dengan cara yang sangat mudah dan gratis. Promo ini berlaku untuk pelanggan yang berbelanja di outlet Cellular World Jalan Teuku Umar dan Cellular World Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Caranya, beli ponsel di Cellular World dan install aplikasi Citilink di ponsel tersebut, maka pembeli berhak mendapatkan kupon undian Citilink. Jumlah kupon undian yang akan diberikan berdasarkan harga ponsel yang dibeli berkelipatan Rp 1.000.000. Kupon harus diisi lengkap oleh pembeli dan dimasukkan ke dalam kotak undian yang telah disediakan. Sedangkan aplikasi yang sudah diinstall pada ponsel baru tersebut merupakan salah satu syarat bisa memenangkan tiket pesawat. Menurut Retail & Sales Man-
Suasana penyerahan hadiah program kerja sama Citilink dan Cellular World di Cellular World Gatot Subroto Denpasar
ager Cellular World, Malika Jiwaji, yang didampingi Marketing Manager Cellular World, IGN Gede Wirakusuma, program promo dengan hadiah tiket pesawat Citilink ini berlangsung dalam 2 tahap. Tahap pertama, berlangsung mulai 15 April hingga 31 Agustus. Kupon undian yang masuk pada periode tersebut sudah diundi pada Sabtu (6/9) lalu dan penyerahannya digelar pada Rabu (10/9)
di Cellular World Gatot Subroto. “Program ini cukup diminati konsumen ponsel karena untuk berkesempatan memperoleh tiket gratis Citilink, konsumen hanya perlu membeli ponsel seharga Rp 1.000.000 ke atas. Kupon yang akan diberikan kepada pelanggan, berdasarkan harga ponsel yang dibeli berkelipatan Rp 1.000.000. Selain itu, pelanggan yang ingin mengikuti pro-
gram ini juga harus mengunduh aplikasi Citilink. Aplikasi mobile ini bisa diunduh dari ponsel android maupun iOS,” ujar Malika. Wirakusuma menambahkan program promo ini cukup unik karena baru pertama kalinya digelar. Program digelar dalam 2 tahap. Tahap kedua sudah berlangsung sejak 1 September dan berakhir pada 31 Desember mendatang. “Ini merupakan kesempatan yang
Remaja Putri dan Dilema Pencitraan Tubuh Ideal Berdasarkan kenyataan aram, M.Kes. memaparkan di lapangan masih banyak materi “Tampil Ideal denremaja khususnya remaja gan Gizi Seimbang”. Gizi putri yang ingin tampil lebih seimbang adalah susunan cantik, lebih langsing, dan makanan sehari-hari yang lebih atletis. Namun, sermengandung zat-zat gizi ing terjadi salah penafsiran. dalam jenis dan jumlah yang Untuk tampil lebih cantik, sesuai dengan kebutuhan lebih langsing dan lebih tubuh, dengan memperatletis, remaja putri kurang hatikan prinsip variasi mabersabar, ingin instan, dan kanan, aktivitas fisik, berat hasilnya dapat dilihat dalam badan ideal, kebersihan dan waktu yang singkat. Segala keamanan makanan. upaya dilakukan diantaran“Prinsip menu seimya melakukan diet ketat, bang divisualisasikan berupa tidak makan atau pengmenu seimbang “piramida” Suasana seminar ”Dilema antara Pencitraan Tubuh Ideal dan Kesehatan Jangka Panjang” gunaan herbal/suplemen tertentu gizi seimbang. Tidak semua negara individu. Hal ini terjadi karena terjadi kesadaran dan perilaku yang terkait menggunakan piramida, tetapi untuk menekan nafsu makan. Remaja yang salah melakukan pembelahan sel, perubahan fungsi, dengan tubuhnya serta berkem- disesuaikan dengan budaya dan diet akan berdampak terhadap perubahan bentuk organ, dsb. bangnya melalui interaksi serta pola makan setempat. Di Indonesia pencapaian status gizi dan kes- Terungkap juga bahwa citra tubuh mengalami perubahan sepanjang disesuaikan dengan budaya Indoehatan yang optimal. Remaja yang (body image) khususnya bagi remaja kehidupan,” paparnya. nesia, menjadi bentuk tumpeng memerlukan zat gizi untuk per- putri adalah perasaan terhadap keinKomponen citra tubuh ada- dengan nampannya, yang selanjuttumbuhan dan perkembangannya, dahan dan pesona tubuhnya dan lah perceptual yaitu bagaimana nya disebut sebagai “tumpeng gizi apabila tidak cukup mendapatkan sering terbentuk dari pengalaman seseorang memandang tubuhnya seimbang”. Kemudian berkembang asupan zat gizi akan berdampak pribadi individu, aspek sosial dan sendiri dan sikap yaitu bagaimana di tahun 2014 menjadi bentuk negatif. Semua permasalah ini budaya sekitar. Yang berkontribusi seseorang merasakan tentang menyerupai kue tar, dengan pesan dikupas dalam seminar ”Dilema membentuk citra tubuh diantaranya penampilan atau tubuh yang diper- yang hampir sama,” ujar Ketua antara Pencitraan Tubuh Ideal dan keluarga, teman sebaya, lingkungan sepsikan. Citra tubuh dapat dipen- DPD Persagi Bali ini. Kesehatan Jangka Panjang” yang sekolah, masyarakat dan media garuhi oleh penilaian atau komentar Sumber karbohidrat yang diselenggarakan Sabtu (20/9) di massa,” jelasnya. orang lain, pelecehan seksual, dianjurkan untuk dikonsumsi Vivi Nur Asyiah Damanik, S.Psi., stigmatisasi, nilai-nilai sosial yang jumlahnya 3-8 porsi. Jenis bahan Auditorium Poltekkes Denpasar. Dalam seminar yang dipandu M.Psi. memaparkan remaja meru- berlaku, perubahan fisik selama makanan sumber karbohidrat Jegeg Bali 2014 Pratiwi Dew- pakan masa transisi antara masa pubertas, menpause dan kehami- diantaranya nasi, kentang, jagung, anti itu, Prof. Dr. dr. N. Mangku kanak-kanak dan dewasa. “Pada lan, sosialisasi, perasaan seseorang roti, mie, dan sebagainya. Sumber Karmaya, M.Repro. (PAK) me- periode ini remaja mengalami tentang dirinya sendiri, kekerasan vitamin dan mineral terdiri dari maparkan tumbuh kembang fisik perubahan fisik dan psikis. Citra verbal, fisik dan seksual, serta sayur dan buah. Buah dianjurkan remaja. “Terjadinya pertumbuhan tubuh merupakan gambaran sese- kondisi-kondisi aktual dari tubuh untuk dikonsumsi sebanyak 2-3 dan perkembangan ditandai dengan orang tentang penampilan, meliputi misalnya penyakit atau disabilitas. porsi, diantaranya pisang, apel, terjadinya perubahan bentuk pada pikiran, perasaan, penilaian, sensasi, Dr. Ir. I Komang Agusjaya Mat- anggur, semangka, dan seba-
sangat luar biasa dapat berkerjasama dengan Citilink yang merupakan anak perusahaan dari Garuda Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Citilink kepada Cellular World. Mudah-mudahan Cellular World dapat menjadi toko ponsel yang terdepan dengan terobosanterobosan program yang luar biasa bisa memanjakan konsumen Cellular World,” tandasnya. “Program ini cukup unik dan merupakan satu-satunya saat ini di Indonesia. Customer membeli ponsel bisa mendapatkan tiket pesawat gratis. Tidak tanggungtanggung kami siapkan 25 tiket pesawat dengan tujuan Surabaya, Balikpapan, Jakarta, dan Bandung. Semua tiket yang akan diberikan nantinya adalah pulang-pergi dan semua tujuan akan berangkat dari Denpasar,” ujar Jerrymias, District Sales Manager Citilink Bali. Pemenang dapat memilih salah satu rute dari 4 rute yang Citilink miliki. Tahap 2 berlangsung mulai 1 September 2014 s/d 31 Desember 2014. -bns gainya, sedangkan sayur sebanyak 3-5 porsi, diantaranya kangkung, bayam, wortel, buncis, brokoli, dan sebagainya. Sumber protein yang dianjurkan untuk dikonsumsi jumlahnya 2-3 porsi, diantaranya ikan, telur, ayam, daging, tahu, tempe dan sebagainya. Anjuran konsumsi bahan makanan seperti tampak pada tumpeng gizi seimbang, perlu disertai dengan aktivitas fisik secara rutin. Aktivitas fisik yang akan dilakukan dapat disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing, misalnya jalan sehat, bersepeda, jogging, bermain sepak bola, bermain bola basket dan sebagainya. Kebutuhan zat gizi seorang remaja putri yang berumur 16-18 tahun yaitu energi 2200 kkal, protein 50 g, vitamin A 600 RE, asam folat 400 ug, vitamin C 75 mg, dan Besi 26 mg. Contoh menu siang untuk memenuhi sepertiga kebutuhan tersebut yaitu nasi 150 g, ikan mujair panggang 75 g, sambel goreng teri 10 g, tempe bacem 50 g, plecing kangkung 150 g, buah jeruk manis 100 g, dan kudapan sore bubur kacang ijo 15 g. Bahan makan yang digunakan menyusun menu dapat bervariasi sesuai dengan kesenangan remaja putri. Misalnya untuk makanan pokok satu porsi nasi dengan berat 100 g, dapat diitukar dengan roti 100 g, mie basah 80 g atau kentang 200 g. Sumber protein satu porsi ikan dengan berat 50 g, dapat ditukar dengan daging 50 g, tempe 50 g atau tahu 100 g. Sayuran satu porsi bayam 100 g, dapat ditukar dengan bayam, wortel, buncis atau labu siam sebanyak 100 g. Buah satu porsi pisang 75 g, dapat ditukar semangka 150 g, nenas 75 g atau pepaya 100 g. –Ngurah Budi
Metropolitan
22
29 September - 5 oktober 2014
29 September - 5 oktober 2014
Jakarta Bersalju
Luwes tapi Tegas
Sebagian masyarakat Indonesia tentu mengenal seni melipat kertas origami. Untuk tingkat yang paling sederhana, umumnya orang bisa membuat perahu ataupun pesawat terbang. Seni melipat kertas asal Jepang ini memang sejak puluhan tahun ‘hidup’ di Indonesia. Bahkan untuk tingkat paling sederhana, seperti membuat perahu dan pesawat terbang, diajarkan guru kepada murid-murid taman kanak-kanak.
‘O
3
Legong Tri Sakti
Festival Jak-Japan Matsuri 2014
ri’ berarti melipat dan ‘gami’ berarti kertas merupakan seni tradisional melipat kertas asal Jepang yang berkembang menjadi suatu bentuk kesenian modern. Dengan origami aneka bentuk menarik dapat dibuat, tanpa lem, staples ataupun gunting. Cukup hanya dengan selembar kertas. Apa yang ingin ada buat, burung-burung, ikan, bungabungaan atau bahkan sebuah tema cerita dalam sebuah bingkai hiasan dinding, semua bisa dilakukan dengan origami. Kegiatan itulah yang dipelajari oleh para wanita yang mengunjungi Festival Jak-Japan Matsuri 2014 yang berlangsung di Plaza Senayan, Jakarta, 14-20 September, dari pagi hingga sore hari. Menurut Arum, instruktur origami dari Japan Foundation, seni melipat kertas memang memiliki tingkat kesulitan berdasarkan usia. “Seni lipat kertas untuk usia dewasa memang memiliki kesulitan lebih dibanding untuk anak-anak. Untuk usia dewasa, jumlah lipatannya semakin banyak. Makin banyak lipatan, bentuk origami akan makin bagus,” ujarnya. Seni origami di Indonesia boleh dibilang cukup tenar, bahkan karena peminatnya cukup banyak, mereka yang punya keahlian origami pun membuka kursus bagi yang berminat mendalaminya. Kalau sampai mengikuti kursus, maka yang dipelajari bukan sekadar bentuk-bentuk sederhana tapi juga kreasi-kreasi baru yang lumayan rumit. Japan Foundation sendiri, juga menggelar aneka kursus seni ketrampilan negeri tersebut, termasuk origami. Di Jak-Japan Matsuri 2014 ini, workshop origami termasuk salah satu yang menjadi favorit pengunjung yang datang bukan hanya dari Jakarta tapi juga Botabek (Bogor, Tangerang, Depok, Bekasi). Bagi mereka yang tinggal di Botabek, tak masalah jika harus menempuh jarak agak jauh menuju lokasi Plaza Senayan, asalkan bisa mendapatkan kesempatan kursus singkat berbagai ketrampilan masyarakat Jepang. “Saya senang datang ke festival ini. Ini sudah yang ketiga kalinya saya datang, tahun lalu acara puncaknya di Monas. Menurut saya, banyak hal menarik dapat dilihat dan dipelajari di sini. Pokoknya nggak rugi,” ungkap Sandra yang datang bersama sepupunya, dari Bogor. Tahun ini adalah keenam kalinya Jak-Japan Matsuri digelar di Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok yang hadir dalam acara pembukaan di kediaman Duta Besar Jepang Kojiro Shiojiri , (14/9) dan sejumlah hadirin sempat heboh ketika menyaksikan halaman belakang rumah Dubes Jepang bersalju. Maklum saja, sebagian besar wilayah Indonesia tidak pernah tersiram ‘hujan salju’, ditambah lagi akhir-akhir ini suhu Jakarta yang sangat panas. Ternyata itu adalah salju buatan sebuah mesin dari Jepang. “Kayak salju beneran,”
Sosialita
Tari Legong Tri Sakti tampil memukau masyarakat Kota Denpasar. Tiga penari legong mengenakan busana merah, putih, dan hitam terlihat indah diiringi tabuh dari Seka Gong Wanita Hindu Dewi Laksmi. Mereka tampil di Parade Gong Kebyar Wanita dan Tarian Klasik se-Kota Denpasar, Minggu (21/9) di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar. Jakarta Japan Matsuri 2014
ucap Ahok tertawa senang. BELAJAR MEMBUNGKUS BARANG Saat memberi sambutan, Ahok berharap, acara ini akan makin mempererat hubungan Jakarta dan Jepang. “ Jakarta mewakilkan Indonesia,” kata Ahok yang setelah memberi sambutan bersama Kazunori Kobayashi, Ketua Pelaksana Jak-Japan Matsuri 2014, membuka event akbar ini dengan memecahan tong kayu berisi sake. Selain origami, para pengunjung juga dapat mengikuti sejumlah work-
bermacam-macam, namun umumnya bergambar perempuan. Peserta workshop kurumi-e juga cukup banyak. Di Indonesia, kerajinan kurumi-e ini mulai digemari karena hasilnya sangat indah. Namun belajar kurumi-e tidaklah mudah, bahkan boleh dibilang terasa lebih rumit dibanding origami. Dibutuhkan ketekunan, ketelitian juga kesabaran untuk bisa menghasilkan karya yang bagus. Kelas lain yang juga cukup menarik adalah furoshiki atau seni membungkus barang. Dalam workshop beberapa cara membungkus barang
penggemar di Indonesia. Bahkan di kawasan Jl Tambak, Manggarai, Jakarta Selatan, ada kelompok ibu-ibu yang mengembangkan kreasi oshibana menjadi produk-produk yang bernilai jual. Oshibana adalah seni merangkai atau menghias dengan bunga atau dedaunan yang dikeringkan dengan cara ditekan. Oshibana berasal dari bahasa Jepang ‘oshi’ artinya ditekan dan ‘bana’ artinya bunga. Agak mirip dengan herbarium yang murni pengeringan bunga atau tumbuhan kering dan berwarna kecoklatan, dalam penerapannya oshibana bisa
Pembukaan Jakarta Japan Matsuri 2014 di rumah Dubes Jepang
shop lainnya yang digelar selama sepekan, dari 14-20 September. Beberapa dari seni ketrampilan itu, mungkin, masih belum familiar di telinga masyarakat. Atau mungkin, pernah melihat produknya yang banyak dijual di mal-mal, namun tidak tahu namanya. Sebut saja, kurumi-e, ini adalah kerajinan tradisional yang sudah ada sejak jaman Edo (tahun 1600-an). Kurumi-e adalah gambar tiga dimensi terbuat dari kapas/busa yang dibungkus dengan kertas washi, kertas origami ataupun kain perca. Kurumi-e berarti lukisan berbungkus. Menggunakan bingkai lukisan berbungkus ini bisa digantung sehingga akan mempermanis ruangan. Modelnya
diperagakan, antara lain, membungkus buku, botol, semangka dan membuat tas pinggang. Semuanya dengan cara membuat simpul. Furoshiki ini meski membuatnya dengan cara simpul-menyimpul namun memiliki nilai keekonomian, lantaran kerajinan ini juga dapat dijual. Tentunya, foroshiki yang menarik terletak pada bahan yang digunakan juga kreativitas bentuk.
menghasilkan bunga kering yang masih berwarna aslinya. Baik origami, kurumi-e, furoshiki maupun oshibana hanyalah sebagian dari sejumlah workshop ketrampilan yang digelar selama sepekan Japan Week. Workshop lainnya adalah patchwork, quilling&knitting, kirigami, kinchaku, kimekomi, kanzashi, washi ningyo, dll. Di luar itu, masih banyak lagi kegiatan, yang pastinya membuat
para pengunjung betah berlama-lama di sana. Pengenalan kimono dan yukata, misalnya. Tentu tidak semua tahu apa beda kedua pakaian tradisional Jepang itu lantaran modelnya sepintas mirip, sama-sama terlihat seperti jubah yang menutupi seluruh tubuh hingga ujung mata kaki. Dari workshop pengenalan yukata itu, baru diketahui kalau keduanya berbeda. Yukata lebih sering dipakai untuk acara santai, sedang kimono biasanya diperuntukkan untuk acara resmi. Yukata lebih sering digunakan saat musim panas, sementara kimono dapat dipakai sepanjang musim. Kegiatan lainnya adalah belajar pengenalan bahasa Jepang yang diadakan setiap hari selama sepekan. Juga, fashion OLIVE des OLIVE (Japanese Girls Fashion Exhibition), pameran foto Jakarta Shimbun dan pameran tempat-tempat wisata di Jepang, dan pameran kerajinan kaca karya. Noguchi (Noguchi Glass). Jadi, boleh dibilang selama sepekan Jak-Japan Matsuri para pengunjung dimanja dengan berbagai kegiatan menarik. Tak kalah serunya adalah pergelaran acara penutup yang berlangsung di Parkir Timur Senayan, Jakarta, (21/9). Nah, untuk acara penutupan, setiap peserta dikutip biaya tiket masuk Rp 30.000 per orang. Meski harus membayar, pengunjung tetap membludak. Ini lantaran mereka tahu banyak acara seru yang bakal mereka nikmati sepanjang pagi hingga malam hari . Sebut saja, pertunjukan genderang Jepang Oedo Sukeroku Taiko, Jakarta, tari-tarian Jepang seperti; Kodi Yosakoi, Okinawa Eisa, Yosakoi Soran, Lomba menyanyi IndonesiaJepang, Cosplay Show, akrobat tali dari Ritsumeikan University, dll. Untuk memeriahkan acara tampil sejumlah grup band, di antaranya JKT48. –Diana Runtu
PERBEDAAN YUKATA DAN KIMONO Yang juga tak kalah menariknya adalah belajar oshibana. Meski belum sepopuler origami, namun seni ketrampilan ini juga banyak memiliki
Aneka kerajinan origami
Aneka Furoshiki
Bintang Puspayoga
tra. Lebih lanjut dikatakan, saat ini dalam kapasitasnya sebagai Ketua WHDI Bali, Legong Tri Sakti selain didalamnya mengandung filosofi yang dalam tentang ajaran Agama Hindu, juga mampu mencerminkan visi WHDI, yakni mewujudkan wanita Hindu yang cerdas, mandiri, dan berbudi pekerti luhur.
AA Ngr. Mayun Tenaya
I Made Andita
Nyoman Suarsa
iga penari cantik dibalik simbul tiga Dewi tersebut adalah Ida Ayu Triana Titania Manuaba yang mengenakan busana merah simbul Dewi Saras wati. Putu Aprilyana Eka Astuti, dengan busana hitam simbul Dewi Parwati. Ni Komang Ayu Pramesti, mengenakan pakaian busana putih simbul Dewi Laksmi. Gek Nia, Ana, dan Mang Ayu mengaku senang dan bangga dipilih untuk menarikan Tarian Legong Tri Sakti, apalagi didalamnya ada campur tangan seniman-seniman senior dibidangnya. Menurut Ketua WHDI Bali, Ny. Bintang Puspayoga selaku pemrakarsa terciptanya tari Legong Tri Sakti, penampilan para penari yang dibalut busana Tri Datu dan dilengkapi senjata Tri Murti, yakni gada, cakra, dan padma, berhasil menambah keindahan tarian. Selain itu, tiga senjata itu turut menegaskan, kalau pria dan wanita harus saling mendukung dan saling menyempurnakan. Penampilan mereka di acara parade tersebut adalah pementasan untuk umum yang pertama kalinya. Proses penciptaan atau
penggodokannya sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Sedangkan launching tari kreasi Legong Tri Sakti ini, dilakukan, di Nabe Shima Creative Space, di Jalan Padma Gang Harum Penatih, Denpasar, Sabtu (15 /9) silam. Legong Tri Sakti dengan semua unsur pengembangannya, menjadi istimewa, karena sengaja dipilih untuk menggambarkan kehidupan kekinian wanita. Pribadi yang berpikir luas, bergerak dinamis namun tetap berpegang pada adat, budaya, agama (Dewi Saraswati). Memiliki kemerdekaan dalam berkreasi untuk tampil mandiri (Dewi Laksmi). Dengan kemampuan yadnya yang dimiliki, wanita mampu menyucikan atau melebur mala di jagad raya ini dalam balutan kasih sayang khas seorang wanita (Dewi Parwati). Begitu pula yang disebutkan dalam beberapa pustaka suci bahwa wanita itu tiang yadnya. “Wanita mempunyai peran dan kedudukan yang sangat penting dalam ajaran Agama Hindu. Makanya, harus bangga menjadi wanita Hindu. Tidak menyianyiakannya tapi memaknai de
ngan karya nyata,” tuturnya. Bintang Puspayoga memaparkan, mulai dari terjadinya proses penciptaan kehidupan yang ber semayam dalam rahim wanita selanjutnya melalui tangan kokohnya, bertumbuh dan terpeliharalah anak-anak menjadi generasi supu-
T
SOSIALISASIKAN KE SANGGAR Agar bisa eksis, Legong Tri Sakti ini sangat memerlukan bantuan pemangku kebijakan. Terlebih dalam tarian ini terdapat pemahaman tentang Brahma, Wisnu, dan Siwa sebagai pencipta, pemelihara, dan pelebur. “Dengan demikian secara tidak langsung Legong Tri Sakti ini, memberikan pembelajaran tentang agama pada mereka yang menarikannya. Apalagi pada anakanak akan sangat menarik, mereka dapat menari sambil belajar,” kata Bintang. Puspayoga. Nyoman Suarsa yang lebih dikenal dengan nama Yang Pung, sebagai penata tari pun membe-
Seluruh penabuh dan penari usai tampil di acara Parade Gong Kebyar Wanita dan Tarian Klasik se-Kota Denpasar, Minggu (21/9) di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar.
narkan. ide atau gagasan yang di lontarkan oleh Bintang Puspayoga ini sangat baik dikuasai oleh anakanak di Bali. “Ketika belajar menarikannya secara tidak langsung mereka juga belajar mengenal kekuatan wanita yang luwes tapi juga bisa tegas serta pelajaran lain yang ada di dalamnya,” katanya. Soal penataan gerak, dikatakannya bukan hal sulit, sebab tarian legong dengan segala pakemnya sudah ada sejak dulu. Mempertahankan benang merah di dalamnya sudah pasti dilakukan Yang Pung, namun penyesuaian juga terjadi pada beberapa sisi. Termasuk, mengemas sesuai dengan tabuh dan durasi yang tidak terlalu lama, menjadi suguhan yang indah sekaligus menghibur. Selanjutnya, senada dengan Bintang Puspayoga, tarian ini katanya perlu dilanjutkan sosialisasinya ke masyarakat, salah satunya melalui sanggar-sanggar tari. Bicara busana yang membalut ketiga penari, maka sosok AA Ngr. Mayun Tenaya, yang ada dib elakangnya. Dengan karya seninya ia berhasil melengkapi keindahan penampilan Legong Tri Sakti ini. Sebagai seorang dosen, seniman dan juga desainer, soal busana tari kreasinya ini, ia meng aku selain sebuah tantangan juga bagian dari pengabdiannya pada seni budaya lokal. Karenanya, dalam pengerjaannya, ia juga tidak main-main, terbukti ia secara mampu menuangkan detil-detil yang harus pada setiap warna busana. Ketika melihat rancangan yang dikerjakannya berhasil menyatu dengan keindahan gerak sang penari dan tabuh yang dimainkan Seka Gong Wanita Hindu Dewi Laksmi, bagi Ngurah Mayun sudah menjadi sebuah kepuasan. Meski, sudah mendapat sambutan, ia sebagaimana penata tabuh dan tari, ia juga mengatakan masih akan melakukan penyempurnaan. Ngurah Mayun ingin agar busana yang digunakan bukan hanya indah dilihat, juga ergonomis, dalam arti nyaman dikenakan ketika sang penari begerak. Penata tabuh, I Made Andita menambahkan selama proses menyiapkan tabuhnya ia tidak mengalami hambatan. Sebab semua tinggal menyesuaikan bentuk iramanya dengan gerak an yang disiapkan sang penata tari. Sebagaimana legong pada umumnya tabuh yang dimainkan pun menghadirkan kesan lembut dan keras. Ia pun bersyukur karena para pengurus WHDI dapat memainkan tabuh mengiringi Tari Kreasi Legong Tri Sakti ini. Tabuh tarian ini, katanya juga dibuat sederhana, bukan hanya agar mudah dimainkan oleh para ibu, namun untuk tujuan jangka panjang agar siapapun nantinya yang ingin memainkan tabuh ini merasa mudah melakukannya. Meski ia mengatakan Seka Gong Wanita Dewi Laksmi didampingi seniman Kota Denpasar berhasil, ia juga menyatakan akan melakukan penyempurnaan. Berikutnya, terhadap terwujudn ya Tarian Legong Tri Saki ini, Bintang Puspayoga meng akui tanpa andil ketiga penari, serta tiga sosok penata tabuh, penata tari dan penata busana yang sudah pakar dibidangnya, tentu Legong Tri Saksi tidak berhasil menjadi sebuah sajian atau garapan yang utuh, indah sehingga enak untuk ditonton. -ard
4
Inspirasi
29 SEPTEMBER - 5 Oktober 2014
Dr. Ir. Ni Putu Mariani, M.Si.
Perjuangkan Kualitas Sapi Bali Namanya, dikenal di antara para peternak sapi. Ia baru saja menyelesaikan penelitiannya tentang kebutuhan sapi bali. Dari penelitiannya, ia mendapatkan hasil, produktivitas sapi bali masih cukup rendah. Salah satu penyebabnya, pakan yang diberikan belum memenuhi kebutuhan nutrisinya. “Walaupun peternak sudah memberikan pakan, namun dari segi kuantitas dan kualitasnya belum mendapat perhatian khusus,” ujar Dr. Ir. Ni Putu Mariani, M.Si.
K
arena itu, Mariani ingin terjun langsung ke peternak sapi. Dengan berbekal hasil penelitiannya, ia akan mengupayakan bersama petani, meramu pakan ternak berdasarkan potensi setempat agar pertumbuhannya sesuai dengan yang diharapkan. Bagaimana sosok dosen Fakultas Peternakan Universitas Udayana (Unud) ini yang getol memperjuangkan kualitas sapi bali ini? Setamat SLUA I Saraswati Denpasar pada tahun 1978, dengan bekal ingin menjadi dokter, Mariani mencoba menyebrangi lautan mengadu keberuntungan di Universitas Airlangga Surabaya. Ternyata jalan yang ia lalui bukan di Surabaya. Ia mendapat informasi, ada Fakultas Kedokteran dan Peternakan (FKHP) di Universitas Udayana. Informasi ini dapat mengobati kegagalannya di Surabaya. Bersyukur akhirnya ia diterima di FKHP yang sekarang menjadi Fakultas Peternakan dan Fakultas Kedoteran Hewan. Tapi apa boleh buat, ternyata ia tidak menjadi seorang dokter juga, karena pada saat itu baru menamatkan sarjana peternakan dengan gelar Insinyur. Mariani masih tetap bersyukur, karena mampu menyelesaikan pendidikan seperti harapan orangtuanya. Perjalanan karier Mariani, tidaklah mulus seperti yang diharapkan. Setelah tamat, ia berkeinginan untuk menjadi pegawai negeri. Pada tahun 1983 ada informasi lowongan pekerjaan sebagai tenaga edukatif di Universitas Udayana, dan ia mencoba untuk berkompetisi, tapi belum berhasil. Ia sempat bekerja di swasta sebagai tenaga sosial, yang pada saat itu disebut “Poster Parent Plan”. Perusahaan ini bergerak dalam bidang sosial yang bekerja sama dengan negara lain seperti Inggris, AS, Belanda, dan Australia, yang programnya membantu masyarakat di desa dalam hal pendidikan, kesehatan, dan perumahan. Ia bekerja selama dua tahun. Keinginannya menjadi PNS tetap membara. Ia melamar sebagai tenaga edukatif yang ketiga kalinya dan akhirnya bisa lulus tes dan diterima di Universitas Udayana sebagai dosen di Fakultas Peternakan. Ia menuturkan, tantangan berkarier cukup berat terutama pada awalnya. Tahun 1986, ia diterima sebagai calon PNS di Fakultas Peternakan Unud. Agar bisa
menjadi PNS penuh, ia menunggunya cukup lama, hampir melewati masa-masa kritis. “Saat itu temanteman pada gelisah, termasuk saya tentunya, kira-kira kapan ya akan dilaksanakan Prajabatan. Setelah dua tahun barulah kami merasa lega dan sudah benar-benar menjadi PNS, karena telah lolos dari saringan Prajabatan,” tuturnya. Ia mengatakan, memilih pekerjaan menjadi PNS khususnya di bidang pendidikan, karena ia ingin dapat terus melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Hal itu, untuk menambah wawasan dalam bidang ilmu yang ditekuni. “Untuk dapat mencapai keinginan ini memang tidaklah mudah karena perlu pengorbanan, dimana harus pisah dengan keluarga dan juga perlu dana yang cukup banyak. Syukurnya kami sama-sama bekerja di lingkungan yang sama sehingga pemahaman kami sama, sehingga semuanya bisa teratasi dan akhirnya saya dan suami dapat menyelesaikan jenjang pendidikan pascasarjana, juga pendidikan anak-anak berjalan seperti yang diharapkan,” kata perempuan kelahiran Denpasar, 27 Mei 1958 ini. Begitu suaminya, Ir. Cokorda Gede Alit Semarajaya, M.S. datang dari program S-2 pada awal tahun 1992, ia sama sekali belum berminat untuk mengambil program S-2, mengingat kondisi keuangan. Setahun hampir berlalu ia lewati dengan mengasuh kedua anaknya. “Ada selentingan senior saya yang juga pembimbing skripsi saya mengatakan “apakah dengan berdiam di rumah utang akan menjadi lunas? Benar juga, pikir saya. Setelah saya diskusikan dengan suami, akhirnya saya berangkat juga mengambil program S-2 di IPB Bogor dan saya ikhlaskan anak-anak diasuh suami,” kata Mariani. Menjelang menyelesaikan penelitian, ia mendapat ujian dan atas seizin pembimbingnya, ia mesti pulang karena mertua laki-laki meninggal. Syukur akhirnya ia mampu menamatkan
program S-2. Di tahun 2009 menjelang anaknya yang pertama mengakhiri kuliahnya di Fakultas Teknologi Pertanian Unud dan anak kedua sedang kuliah di IPB Bogor, suaminya mendorong untuk mengambil program S-3 di Unud. “Keinginan ini untuk memenuhi harapan orangtua saya agar bisa sekolah sampai ke jenjang yang terakhir. Benar-benar bagaikan mimpi bagi saya dan kebanggaan bagi suami saya, karena pada saat yang bersamaan, anak saya nomor dua sedang program S-1, anak saya nomor satu lagi mengambil program S-2 di UGM Yogyakarta, dan saya sendiri mengambil program S-3 di Unud. Sebelum saya mengakhiri penelitian S-3, ternyata saya lagi mendapatkan tantangan, ibu mertua meninggal. Berbagai
Dr. Ir. Ni Putu Mariani
cobaan dalam hidup ini, mampu memunculkan keyakinan saya, begitu hal yang baik diniatkan, maka segala sesuatu yang mendukung hal tersebut akan diadakan olehNya,” ungkapnya. Mariani mengatakan, memang sedikit agak merepotkan bagi seorang ibu untuk dapat memerankan dirinya seperti yang diharapkan. Apalagi untuk dapat memerankan diri dalam keluarga besar dengan segala aktivitas sosialnya dan tuntutan keberhasilan dalam pekerjaan. “Memang sangat susah menyeimbangkan beban sekala dan niskala. Walaupun de-
mikian, harapan saya untuk meraih pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu program S-3 dapat saya selesaikan dengan berbagai cobaannya dan anak-anak sudah kami berikan minimal pendidikan sarjana. Anak saya yang nomor dua memang belum berkenan mengambil program S-2 dan sangat bersyukur anak saya yang pertama akan mengikuti jejak saya di Unud,” ucapnya. Harapannya kedepan, ingin terus mengabdikan diri di bidang ilmu nutrisi ternak, khususnya sapi bali, karena sapi bali merupakan aset daerah Bali yang perlu dikembangkan dan dijaga kelestariannya. “Saat ini produktivitas sapi bali masih cukup rendah, salah satu penyebab rendahnya produktivitas sapi bali adalah pakan yang diberikan belum memenuhi kebutuhan nutriennya. Walaupun peternak sudah memberikan pakan, namun dari segi kuantitas dan kualitasnya belum mendapat perhatian khusus,” kata Mariani. Harapan selanjutnya, ia ingin terjun langsung ke peternak, dengan berbekal hasil penelitian tentang kebutuhan sapi bali, ia akan mengupayakan bersama petani meramu pakan ternak berdasarkan potensi setempat agar pertumbuhannya sesuai dengan yang diharapkan. -Wirati Astiti
29 SEPTEMBER - 5 Oktober 2014
Mandalika
21
Air Bersih untuk Daerah Kering Air merupakan sumber kehidupan utama bagi manusia. Kehilangan sumber-sumber air adalah ancaman bagi kehidupan masyarakat. Kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Indonesia akhir-akhir ini telah menimbulkan masalah serius bagi masyarakat, termasuk yang tengah terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Beberapa wilayah di NTB, khususnya di Pulau Lombok kini mengalami kekeringan yang membutuhkan perhatian pemerintah. Masyarakat di wilayah-wilayah yang dilanda kekeringan itu mengalami krisis air bersih.
C
urah hujan yang rendah menyebabkan sumber-sumber air sumur mengering, warga terpaksa membeli air bersih. Data yang disampaikan Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil (Disosdukcapil) Provinsi NTB, Bachruddin, saat ini ancaman kekeringan yang parah melanda 78 dusun di Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur dan beberapa desa lainnya seperti Desa Kuan, Rundun, Serewe, Sunut, Pandan Wangi Batu Nam-
par, termasuk di beberapa titik di Lombok Utara. Kekeringan juga terjadi di Dusun Tunjung Polak, Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, serta Desa Sekaroh Lombok Timur. Menyikapi masalah ini, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyempatkan turun lapangan melakukan kunjungan ke tengah masyarakat yang mengalami kekeringan di Dusun Tunjung Polak Gunung Sari dan langsung memerintahkan Kepala Dinas PU NTB, Ir. H. Dwi Sugianto, untuk melakukan
intervensi penyediaan saranaprasarana saluran perpipaan air bersih di tempat tersebut. Di beberapa wilayah yang mengalami kekeringan, Wakil Gubernur NTB, H. Muh Amin S.H., M.Si, juga turun lapangan ke salah satu desa yang dilanda kekeringan, Desa Serewe Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lotim untuk membagikan air bersih bagi warga yang ditimpa kekeringan. Pada kemarau panjang tahun ini berdampak terhadap konsumsi masyarakat khususnya air bersih.
Wakil Gubernur NTB H.M. Amin saat turun lapangan membagikan air bersih untuk masyarakat yang dilanda kekeringan
Wakil Gubernur menyambangi masyarakat Serewe, Lombok Tengah sekaligus memberikan bantuan air bersih. Untuk meringankan beban masyarakat yang dilanda kekeringan, saat ini Pemerintah Provinsi NTB mendistribusikan air bersih dengan tangkitangki air ke wilayah-wilayah yang dilanda kekeringan itu. Menghadapi situasi ini, Wak-
il Gubernur meminta kepada masyarakat untuk tetap sabar. “Pemerintah akan selalu bersama rakyat dalam mengatasi kesulitan masyarakat, apalagi ini adalah musim kemarau yang setiap tahunnya kita alami. Ke depan pemerintah akan membangun sarana dan prasarana air bersih sehingga dampak kekeringan dapat diatasi,” katanya. -Naniek I. Taufan
Cuci Tangan Pakai Sabun untuk Indonesia Sehat Anak-anak SD tengah cuci tangan dengan sabun untuk membiasakan anak hidup bersih bersama Ketua TP PKK NTB Hj. Erica Zainul Majdi
Salah satu hal menyangkut kesehatan yang kurang mendapat perhatian dari lingkungan keluarga maupun sekitar adalah soal membersihan anggota badan dengan sabun, khususnya cuci tangan pakai sabun. Kebersihan mencuci tanpa sabun sepertinya dianggap sepele, padahal ini sangat penting. Ada lima kebiasaan mencuci pakai sabun yang merupakan saat penting yaitu mandi menggunakan sabun, cuci tangan pakai sabun sebelum makan pagi, sebelum makan siang, sebelum makan malam, dan setelah dari toilet. Dari ke lima itu, saat ini yang paling jarang dilakukan adalah mencuci tangan pakai sabun. Untuk membiasakan hidup sehat mulai kebiasaan mencuci pakai sabun, khususnya cuci tangan, PKK Provinsi NTB, menggelar kegiatan School Program-Training
of Trainer (TOT) Gerakan 21 Hari Cuci Tangan Pakai Sabun, di Mataram, NTB beberapa waktu lalu. Mengapa dinamakan 21 hari? Selama 21 hari tersebut kebiasaan mencuci tangan harus dilakukan secara terus-menerus. Dengan dilakukan tanpa putus, dengan sendirinya anak-anak akan menjadikan kebiasaan mencuci tangan sebagai sebuah gaya hidup sehat. Sebanyak 150 guru Pembina UKS yang berasal dari sekolah dasar di tiga kabupaten/kota sePulau Lombok, yakni Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah dan Kota Mataram, ramai-ramai mencuci tangan mereka menggunakan sabun. Kegiatan ini diselenggarakan di lingkungan Pendopo Gubernur Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu. Kepedulian PKK NTB dalam gerakan ini sebagai wujud
kepedulian untuk pembiasaan hidup sehat. Kegiatan ini dirangkaikan dengan pembacaan ikrar gerakan perilaku hidup bersih dan cuci tangan pakai sabun oleh perwakilan Guru UKS dan dokter kecil. TOT Gerakan 21 Hari Cuci Tangan Pakai Sabun ini, merupakan sebuah program kemitraan PT Unilever Indonesia dengan TP PKK di tingkat pusat, yang secara berkesinambungan dilaksanakan pula di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Sementara Waila Wisnu, Perwakilan PT Unilever Indonesia mengungkapkan kebahagiaannya karena PT Unilever bisa menjadi bagian dari program mewujudkan generasi Indonesia yang sehat. Melalui gerakan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir di lima saat penting. Program Unilever ini, lanjutnya, telah berjalan hampir di seluruh Provinsi di Indonesia sejak tahun 2011. Pentingnya cuci tangan pakai sabun mengingat data yang dilansir Unicef, menggambarkan bahwa pada tahun 2012 lalu masih ada 152.000 balita Indonesia meninggal dunia tiap tahunnya. Artinya 17 balita meninggal pada tiap jamnya. Dan, 2/3 penyebab
kematian disebabkan karena diare. Hal ini adalah hal yang memprihatinkan karena sesungguhnya diare merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan cuci tangan pakai sabun menggunakan air mengalir. Cuci tangan pakai sabun, secara efektif dapat mencegah penularan penyakit yang disebabkan tangan tak bersih. Hal ini sangat mudah dilakukan, namun seringkali diabaikan. Di samping itu, peran ibu dalam mengurus dan merawat anak-anak mulai dari bayi, sangat signifikan, sehingga kebersihan tangan ibu menentukan kesehatan anaknya. Sejalan dengan pertumbuhannya, anak-anak akan mencontoh teladan ibunya ini, yang akhirnya akan diikuti oleh anaknya. Program ini kini masuk sekolah, sehingga diharapkan berhasil mengubah perilaku menuju hidup sehat. Karena itu, guru di sekolah memiliki peran penting untuk menyosialisasikan pentingnya cuci tangan pakai sabun kepada murid di sekolah. Data research kesehatan dasar tahun 2013 menunjukkan peningkatan penduduk Indonesia yang melakukan cuci tangan pakai sabun dengan benar, yaitu dari
23,2% di 2007 ke 47% di tahun 2013. Apabila dilakukan terusmenerus secara konsisten, akan membantu untuk menekan angka kematian balita hingga 32 dari per 1.000 kelahiran hidup. Plt. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj. Syamsiah M. Amin mengungkapkan usia sekolah merupakan saat yang tepat untuk memulai dan menumbuhkan pola hidup bersih dan sehat. Salah satu upaya pembentukan karakter anak untuk hidup bersih dan sehat adalah program perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS di sekolah. “Anak-anak sekolah merupakan sasaran yang tepat untuk program ini. Selain mudah dijangkau, siswa telah terorganisir dalam wadah sekolah, juga merupakan kelompok yang mudah untuk dimotivasi, khususnya melalui para guru dan contoh-contoh nyata di sekolah,” ujar Syamsiah. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah, akan membawa manfaat besar bagi terciptanya sekolah yang bersih dan sehat, sehingga peserta didik, guru dan masyarakat di lingkungan sekolah dapat terlindungi dari berbagai gangguan dan ancaman penyakit. --Naniek I. Taufan
Nine
20
29 SEPTEMBER - 5 Oktober 2014
29 SEPTEMBER - 5 Oktober 2014
Inspirasi
5
Perjodohan dalam Hajatan Laris Manis Berkat Getok Tular Ratu Tria
Gelak tawa dan canda terdengar begitu akrab dari para ibu yang tengah sibuk memasak di halaman belakang rumah salah satu warga di Bima, Nusa Tenggara Barat. Sejak pagi para ibu rumah tangga ini satu demi satu datang untuk ikut serta membantu memasak untuk pemilik rumah yang tengah berhajat. Begitu juga dengan para ibu warga Mantang Lombok Tengah yang juga terlihat sibuk menyiapkan hidangan untuk acara hajatan pemilik rumah. Pemandangan seperti ini tampaknya tidak lagi bisa ditemukan secara umum di kehidupan perkotaan, melainkan hanya masih ramai di desa-desa. Berkumpulnya para ibu ini, secara tidak langsung merupakan pelestarian nilai-nilai gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
Pelestarian nilai-nilai gotong royong banyak dilakukan oleh ibu-ibu
D
alam masyarakat tradisional di Lombok dan Sumbawa, sesungguhnya perempuan memiliki peran yang penting. Selain melestarikan nilai-nilai gotong royong juga ada peran-peran tradisi yang mereka lakoni. Sebut saja peran unin, seorang perempuan yang menjadi subandar (seperti mak comblang) dalam masyarakat Sasak. Peran ini bukanlah peran yang dilakukan secara resmi
dalam sebuah prosesi adat, melainkan peran itu hidup dan mempunyai ruang dalam masyarakat tradisional. Ia berfungsi sebagai subandar justru pada saat sibuk melakukan kegiatan memasak di dapur. Dalam kegiatan adat Sasak, misalnya persiapan perhelatan perkawinan adat Sasak atau pun pada saat ada acara doa bagi keluarga yang sudah meninggal, biasanya dilakukan acara rowah atau begawe (hajatan). Pada bagian tertentu dari begawe inilah, lazim diselipkan kegiatan pe n d ek a ta n b a g i para terune (pemuda) dan dedare (pemudi), baik yang sudah saling kenal maupun yang belum kenal sama sekali. Contohnya di Lombok Selatan. Dalam rowah pada saat ada yang meninggal, ada acara yang dikenal dengan ngamarin atau ngamer-ngamer (meramaikan untuk menghibur keluarga yang ditinggalkan). Saat inilah pendekatan satu sama lain itu dilakukan. Sedangkan dalam Sandro tamang saat mengusap perut wanita hamil sebagai rowah atau begawe perkawinan, acara simbol memohon kemudahan saat melahirkan kelak
khusus pendekatan ini dilakukan pada acara jelo jait, menjelang puncak acara. Di saat ini ada acara masak nasi untuk kegiatan esok hari. Menurut HL. Agus Faturrahman, salah seorang budayawan Sasak, saling mendekati dalam masyarakat Sasak, merupakan proses sosial yang dilembagakan secara adat. Saat rowah, terune (pemuda) dan dedare (pemudi) dengan sendirinya berkumpul untuk ikut membantu yang punya hajatan sekaligus datang meramaikan. Terune biasanya membantu pekerjaan-pekerjaan lain yang dibutuhkan selama kegiatan, sedangkan dedare datang untuk ngedang (persiapan untuk acara besok) bersama ibu-ibu di dapur. Pada saat inilah subandar (perantara) mulai berperan untuk menjodohkan satu dengan yang lain. Proses ini dikawal oleh orang dewasa yang berfungsi sebagai subandar yang biasanya seorang perempuan. Jika ada yang saling tertarik, maka subandar-lah yang membuka pembicaraan. Tidak resmi memang, melainkan mengikuti irama kesibukan di dapur tersebut. Dalam masyarakat Sumbawa, peran-peran perempuan juga tidak kalah uniknya. Mulai dari sandro tamang (dukun bayi), inak odak yang bertugas mengurus semua persiapan calon pengantin perempuan khususnya melulur dan memberi nasihatnasihat perkawinan. Ada pula sekelompok perempuan yang sibuk membunyikan lesung (alat penumbuk padi khas masyarakat Sumbawa yang terbuat dari kayu berukuran panjang) dan alu yang terbuat dari bambu. Suara lesung yang dihantam alu dalam irama yang teratur dan indah yang disebut baguntung itu adalah bentuk pengumuman bahwa di kampung tersebut akan ada yang berhajat. “Jika baguntung dilakukan menjelang Magrib, maka isi pengumuman lebih kurang akan ada hajatan pernikahan,” kata HL. Muhadli, salah seorang budayawan Sumbawa di Taliwang. Baguntung berbunyi tepat di saat seorang gadis dibaya’ (pem-
Baguntung, pengumuman akan ada hajatan
beritahuan pada si gadis bahwa dirinya akan dinikahkan). Peran lain dari perempuan Sumbawa adalah Nuwang. Pemimpin gotong royong dalam masyarakat tradisional Suku Samawa. Ia juga sekaligus akan menjadi penghibur bagi para ibu yang bekerja di dapur menyiapkan segala keperluan hajatan, dengan berpantun. Ia biasanya akan melempar pantun lalu disahut oleh para ibu lainnya dalam suasana yang hangat. Tidak jarang berbalas pantun inilah yang akan meramaikan suasana bekerja bagi para ibu. Kelakar dan kegembiraan karena pantun
dituakan di Desa Rato Bima. Para ibu yang datang teka ra ne’e ini mengetahui kegiatan ini bukan dari selembar kertas undangan, melainkan ada peran perempuan yang berprofesi sebagai penyampai pesan tradisional. Perempuan ini akan berjalan keliling kampung untuk menyampaikan kabar hajatan tersebut kapan dimulainya sehingga para ibu tahu hari apa mereka mulai terlibat untuk membantu. Ada pula perempuan yang berperan memandikan calon pengantin perempuan dalam tradisi boho oi ndeu (mandi bagi
Peran perempuan menyiapkan simbol-simbol tradisi dalam kegiatan adat
inilah yang menghilangkan rasa penat dan capek saat para ibu bekerja. Mereka bekerja dalam situasi yang akrab dan hangat. Selain di Lombok dan Sumbawa, perempuan Bima juga memiliki banyak peran dalam masyarakat tradisionalnya. Gotong royong tidak hanya dibangun oleh para ibu di dapur-dapur tempat menyiapkan kebutuhan hajatan, melainkan juga membantu dari segi materi. Para ibu akan berbondong-bondong datang ke acara khusus ibu-ibu dengan calon pengantin perempuan (jika acara perkawinan) atau dalam hajatan lain, untuk melakukan teka ra ne’e. “Di acara teka ra ne’e inilah para ibu membantu yang hajatan dengan gula, beras atau kebutuhan dapur lainnya bahkan uang,” kata Hj. Itam, salah seorang yang
calon pengantin perempuan sehari sebelum akad nikah). Dalam upacara-upacara adat juga peran perempuan menjadi penting seperti peta kapanca (tradisi menghias tangan calon pengantin perempuan dengan daun pacar). Selain sebagai penyedia seluruh kebutuhan simbol-simbol tradisi yang dipasang saat acara berlangsung, ia juga yang memimpin para ibu lain untuk menghias tangan calon pengantin perempuan. Meski banyak tradisi yang melibatkan perempuan sudah tidak eksis lagi dalam masyarakat, namun tidak sedikit tradisi-tradisi itu yang masih membutuhkan sentuhan tangan perempuan di Lombok, Sumbawa dan Bima. Dari peran perempuan inilah nilai-nilai gotong royong itu lestari hingga hari ini. -Naniek I. Taufan
Jangan meremehkan hobi. Terbukti banyak entrepreneur sukses berawal dari hobi. Yang namanya hobi, berarti segala sesuatu dikerjakan dengan hati senang. Tak heran ketika hobi diboyong ke dalam wilayah bisnis kerap kali berhasil dengan baik. Ini lantaran salah satu kesuksesan dalam berbisnis adalah bekerja dengan hati yang senang. Ada kesungguhan baik dalam memuai usaha maupun mengembangkannya, semuanya dilakukan dengan landasan cinta, tidak ada keterpaksaan.
I
tu juga yang terjadi pada Ratu Tria, pemilik penginapan Kampung Duhur, yang terletak di kaki Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Berawal dari kesenangannya bersosialisasi dan menjamu temantemannya di vila keluarga, justru melahirkan ide membangun bisnis penginapan di kaki gunung. Awalnya, tutur Tria, dia dan suaminya, tidak pernah terpikir untuk berbisnis penginapan ketika membangun vila di Kampung Duhur, beberapa tahun lalu. Vila yang dibangun di lahan seluas 5.000 m² itu, hanyalah untuk tempat berlibur keluarga setiap akhir pekan. Kebetulan mereka tinggal di Jakarta, dan jarak Jakarta-Kampung Duhur tidak lah terlalu jauh. “Hampir setiap akhir pekan kami sekeluarga berlibur ke sini. Alamnya asri, masyarakat sekitar juga sangat baik. Sejauh mata memandang adalah areal persawahan juga gunung. Di belakang kami adalah Gunung Salak, di depan adalah Gunung Gede Pangrango. Jadi bisa dibayangkan betapa indahnya. ‘Sumpeknya’ Jakarta dan rutinitas harian, sepertinya langsung hilang jika kami datang kemari,” ungkap Ratu Tria. Maklum saja, Tria dan juga suaminya adalah sama-sama pengusaha. Tria bergerak di bidang
hospitality sedang suaminya pengusaha bidang IT. Tak heran hari-hari keduanya selalu diwarnai kesibukan bekerja. “Kalau tidak ke vila, biasanya kami traveling. Kebetulan saya dan suami memiliki hobi yang sama yakni traveling,” tambahnya. Selain traveling salah satu yang tak bisa lepas dari diri Tria adalah gemar bersosialisasi dan menjamu teman-temannya. Pribadinya yang selalu ceria dan mudah akrab dengan siapa saja, membuatnya memiliki banyak teman dari berbagai kalangan. “Nggak tahu kenapa, tapi saya paling suka bersosialisasi, menjalin pertemanan. Mungkin karena latar belakang saya yang berkecimpung di bidang event organizer,” ucap alumni UGM Yogyakarta ini. Tak dinyana hobinya bersosialisasi, membuka network , dikemudian hari justru memberinya keuntungan saat membuka bisnis baru. “Saya juga suami paling suka ngumpulin teman, lalu kami ajak menginab di vila, bikin acara kecil. Pokoknya seru aja. Kadang teman-teman suka meminjam vila kami untuk acara-acara mereka. Saya sih welcome saja, karena vila itu dibangun cukup besar, ada bangunan-bangunan pendukung yang memang dimaksudkan untuk menampung teman-teman atau
saudara yang datang. Jadi tidak masalah kalau teman-teman datang bersama keluarganya, karena mereka bisa tinggal di bangunan yang lain,” ungkap wanita berusia 44 tahun ini. Seringnya teman-teman meminjam vilanya untuk menyelenggarakan berbagai acara mereka, ataupun dipakai tempat shooting acara televise, membuat Tria berpikir untuk membangun bisnis penginapan. “Peluang bisnis itu, kadang, munculnya tak terduga, ya. Seperti yang terjadi pada saya. Teman-teman bilang, kenapa saya tidak membangun bisnis penginapan saja. Saya sempat kaget, ohh iya juga ya, kenapa tidak?,” katanya. Setelah mengkomunikasikan dengan suami dan memperoleh izinnya, maka Tria pun mulai mempersiapkan vilanya sebagai tempat penginapan. Banyak yang harus dipersiapkan, seperti ruangan aula, kamar-kamar tambahan, furnitur, dll. Lalu bagaimana dengan SDM? Nah, untuk yang satu ini, Tria harus bekerja keras. Pasalnya, meski secara kuantitas dalam artian jumlah pekerja dia tidak memiliki masalah dengan memberdayakan masyarakat kampung, namun secara kualitas tentunya masih jauh dari harapan. “Di sinilah saya harus bekerja keras. Men-training mereka, mengajarkan bagaimana melayani tamu, menjaga kebersihan vila, dll. Ini tentu tidak mudah ya. Soal services, misalnya. Itu kan berhubungan dengan manusia sehingga membutuhkan profesionalisme yang tinggi, bagaimana orang harus nyaman. Nyaman yang dimaksud adalah standar kenyamanan tamu, bukan standar kenyamanan kita. Jadi inilah yang saya harus ajarkan kepada mereka secara terus menerus. Dan untuk ini, memang dibutuhkan energi ekstra dan kesabaran tinggi. Ini adalah tantangan,” tandas Tria yang memiliki 450 anak asuh dari Kampung Duhur. Inilah, kata Tria lagi, enjoy-nya mengerjakan bisnis yang me-
mang menjadi passion-nya. Meskipun tidak mudah, dan membutuhkan kerja keras, namun semua itu tidak terasa karena mengerjakannya dengan senang hati. Untuk tahap awal, kata Tria, dia tidak melakukan promosi gencar, kecuali lewat websitenya. Selebihnya adalah promosi getok tular alias dari mulut ke mulut yang secara tak sengaja dilakukan oleh temantemannya ataupun relasirelasi yang pernah merasakan menginab di Kampung Duhur. Hobi Tria yang rajin bersosialisasi dan membuka network, tanpa disadarinya menjadi sangat berguna ketika ia memulai bisnis barunya. Memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar di awal bisnis, inilah yang dilakukan Tria. “Promosi dari mulut ke mulut dari mereka yang pernah menginap di sini. Dulu, sebelum menjadi bisnis, saya senang mengundang mereka menginab, menjamu mereka. Dan kini, inilah hasilnya. Meski belum jor-joran berpromosi, tapi bisnis ini telah berkembang dengan baik. Setelah running, kini kami baru mulai berpromosi, misalnya, dengan mengikuti pameran-pemaran,” kata Tria yang saat ini tengah mempersiapkan membuka guest house di Yogyakarta. Menurut Tria, kebanyakan yang datang ketempatnya adalah rombongan instansi, perkumpulan-perkumpulan juga rombongan sekolah. “Untuk anak-anak sekolah, juga dibangun areal camping ground. Semua perlengkapan camping juga disiapkan di sini,” tambahnya. Dengan bisnis barunya yang semakin berkembang, boleh dibilang Tria pun semakin sibuk. Pasalnya, kini tamu tidak hanya datang pada week end tapi juga week days. Biasanya, itu adalah acara-acara instansi ataupun acara sekolah. “Nah, kalau ada tamu, saya pasti akan terjun langsung menemui tamu dan melayani mereka. Saya ingin tamu saya mendapat kenyamanan dan pelayanan yang baik. Saya kira itulah kunci kenapa mereka akhirnya kembali
Ratu Tria
dan kembali ke sini atau bahkan ‘membantu’ mempromosikan tempat kami kepada yang lain,” ujar Tria yang kedua putranya kuliah di Malaysia sehingga memiliki banyak waktu untuk focus pada bisnisnya. Menyikapi persaingan bisnis penginapan di kawasan Bogor dan sekitarnya yang cukup ketat, Tria mengaku, hal itu juga menjadi bahan pemikirannya. Diakui Tria, banyak bisnis penginapan yang juga sama-sama ‘menjual’ alam sekitarnya sebagai kelebihan dari penginapannya, atau bahkan tambahan fasilitas-fasilitas yang bagus. Namun, Tria mengaku tidak khawatir dengan semua itu. “Saya tidak mau neko-neko, tidak mau melawan alam. Saya percaya kekuatan alam. Dan kami memiliki ketulusan untuk memberikan yang terbaik,” ucapnya. Menurutnya, alam di sekitar Kampung Duhur adalah suatu kelebihan, tak perlu dipolespoles lagi. Pemandangan Gunung Salak, Gunung Gede Pangrango serta suasana pedesaan yang alami dan masyarakat sekitar, adalah kelebihannya. Di luar itu, katanya, tentu saja, pelayanan yang baik, fasilitas yang tersedia, serta kenyamanan tamu adalah hal utama. –Diana Runtu
Woman on Top
6
29 September - 5 oktober 2014
Ni Kadek Dian Riastiarini, S.Pd., M.Pd.
Pahami Karakter Anak Dunia anak memang unik dan penuh warna. Mungkin inilah yang menjadi tantangan ter sendiri bagi Ni Kadek Dian Riastiarini, S.Pd., M.Pd. memilih jalurnya berkarier.
I
a kini menjabat sebagai Kepala PG/TK Lingga Murti School (LMS), sekolah bilingual yang berlokasi di Jalan Gurita, Sesetan, Denpasar. Sebelumnya, ia pernah mengajar beberapa tahun di TK nasional plus di daerah Jimbaran. Pengalamannya bertahun-tahun menangani anakanak dengan beragam karakter, tentunya membuat Dian Riastiarini semakin paham bagaimana menangani problematika anak. Apalagi,
ia menamatkan S1-nya di Jurusan Bimbingan Konseling IKIP PGRI Bali. Dan, meneruskan program magisternya di Undiksha, mengambil konsentrasi Teori Dasar Pendidikan. Jadi, ilmu-ilmu yang didapatkannya selama mengenyam pendidikan strata 1 dan 2nya, benar-benar terkait dengan apa yang dilakoninya kini. Banyak orang bilang, menjadi guru PG/TK seperti menjadi pengasuh (pengempu). Tanggapan itu tak ditampiknya, karena memang
Dian Riastiarini (tiga dari kanan ) bersama sebagian guru dan anak-anak didiknya di Lingga Murti School
demikian adanya. “Sebagai guru TK, kita harus bisa mengambil hati anak, memahami karakter anak, dan pastinya ekstra sabar,” ujarnya. Bahkan, tak jarang ia pun sampai menerima cakaran atau pukulan dari anak. Ia pun mengisahkan pengalamannya menghadapi anak dengan karakter keras. Anak itu sering tak mau masuk kelas dan jika kemauannya tak dituruti, mengamuk, menangis, sampai memukul. Untuk menangani anak seperti ini, Dian tak hanya membimbing sang anak, namun orangtua anak juga diajak komunikasi. Karena menurutnya, seperti apa karakter anak pasti ada hubungannya dengan didikan orangtuanya di rumah. Usut punya usut, ternyata benar, ibu dari sang anak ini mengaku sangat keras mendidik anaknya di rumah bahkan sampai memukul. Setelah diajak duduk bereng untuk mencarikan solusi terbaik bagi anak, ibu dari anak tersebut setuju mengikuti saran Dian, mendidik tanpa kekerasan. Alhasil, dalam hitungan bulan, anak laki-laki yang sudah menamatkan pendidikannya di LMS dua tahun lalu, kini menjadi pribadi yang me nyenangkan dan tak cepat marah. “Prinsipnya, dalam menghadapi anak itu harus bersabar. Misalkan anak tidak mau belajar, alihkan perhatian sebentar kepada hal-hal yang membuatnya senang, membujuk, merayu agar anak merasa dekat
Dian Riastiarini
dengan guru. Jika sudah tenang baru melanjutkan ke permainan bercerita, dsb. sambil belajar,” ucapnya. Sebagai guru TK, ekstra sabar itu wajib. Selain itu, dibutuhkan juga keterampilan mengambil hati anak, menciptakan susana interaksi yang menyenangkan, yang tidak terlalu serius yang penting happy. Kegiatan belajar-mengajar khususnya di LMS mngacu pada Paikem, pembelajaran aktif inovatif kraetif efektif dan menyenangkan. Sebagai Kasek LMS yang membawahi sembilan guru dan tiga staf, tentunya Dian bertanggung secara keseluruhan. Sebelumya, ia telah membagi tugas dan tanggungjawab masing-masing guru dan staf. Selanjutnya, tugas dan tanggungjawab mereka tersebut dimonitoring tiap harinya. Jika ada yangtidak menjalani, komunikasi dan koordinasi menjadi jalan keluarnya, yakni melalui pemberian pengarahan dan dibina. Sebagai sekolah bilingual, ten-
tunya berbeda dengan sekolah negeri. Kelebihannya adalah dalam KBM menggunakan dua bahasa (Indonesia dan Inggris) dan memiliki beragam ekstra untuk menyalurkan minat dan bakat anak. Program-program yang dikembangkan di sekolah ini tetap mengacu pada kurikulum yang sudah baku. Pengembangan ini disesuaikan dengan umur anak dengan indikatornya yang berbeda-beda. Selain di TK, Dian juga mengajar di IKIP PGRI Bali mengampu mata kuliah Dasar Teori Pembelajaran dan Profesi Kependidikan di FPOK. Jam efektif di TK yang hanya sampai pukul 11.00, memungkinkan Dian untuk mengatur waktunya mengabdi di kampus. Lalu, bagaimana dengan kewajibannya di keluarga dan di masyarakat? Sebagai istri dari Nyoman Juliarta, dan ibu dari tiga anak (Kadek Adi Artika, Ketut Oka Darmaputra, Ni Luh Ayu Jasinta Dewi), komunikasi adalah hal yang terpenting. Usai menjalankan tugasnya di TK dan kampus, Dian mengurusi keluarganya. Teoriteori strategi belajar-mengajar ini diakuinya juga diterapkan kepada anak-anaknya, terutama kepada anak pertamanya yang sedang beranjak remaja. Ia berupaya menempatkan anak sebagai sahabat sehingga apapun permasalahan yang dihadapi mau didiskusikan kepada dirinya. Meski tak bisa penuh mengontrol anak, apapun tindak-tanduk mereka tetap dalam pengawasan ia dan suaminya. Sementara untuk kegiatan di masyarakat, Dian memanfaatkan waktu sore haria atau hari libur untuk berkegiatan adat. –Inten Indrawati
29 September - 5 oktober 2014
Sudut Pandang
19
Stop Bicara Perempuan Lemah Saatnya Revolusi Mental Janganlah kau berjalan di depanku karena kau bukan pemimpinku. Janganlah kau berjalan di belakangku karena kau bukan pelayanku. Mari kita jalan berdampingan untuk mencapai cita-cita bersama.
Dr. Putu Saroyini Piartrini, S.E. M.M.
I
tulah sebait puisi yang dilontarkan Dr. Dyah Paramita Duarsa, selaku moderator dalam seminar “Peran Perempuan dalam Membangun Karakter Unggul, Mandiri, dan Berbudaya di Era Permisif”, Jumat (26/9) di Gedung Ksirarnawa, Art Centre, Taman Budaya Denpasar. Puisi tersebut dilukiskan sebagai ungkapan, perempuan hendaknya bersama-sama kaum pria menjalani tugas dan kewajibannya, demi mencapai tujuan dan cita-cita bersama. Begitu juga, kaum perempuan hendaknya maju bersama perempuan lainnya, dalam menjalani perannya dan memberi teladan bagi semua lapisan. Seminar yang dirangkaikan dalam
memperingati Dies Natalis Universitas Udayana (Unud) yang ke- 52 dan Reuni Agung Alumni Udayana ini dibuka Ketua Tim Penggerak PKK Prov. Bali, Ny. Ayu Pastika. Seminar menghadirkan tiga pembicara, Ny. Bintang Puspayoga, TIA Kusuma Wardani, dan Prof. LK Suryani. Ny. Ayu Pastika berharap, kaum perempuan hendaknya memberi teladan bagi segenap lapisan. Ia mengajak semua organisasi dan aktivis perempuan terus memantapkan langkah dan upaya program bersama demi mewujudkan generasi yang mandiri dan unggul. Ia mengatakan, Tim Penggerak PKK juga mempunyai misi membangun karakter generasi Bali yang adiluhung, jengah, pantang menyerah dan semangat puputan. “Kita wajib mengajak kaum intelektual terutama lulusan Unud, menjadi terdepan dari perubahan ini,” ujarnya. Putu Sinta Sutami dan Ni Putu Widayanti merupakan dua orang wakil Ikatan Alumni Universitas Udayana (Ikayana) yang memberikan testimoni suka-duka dalam pencapaian karier mereka. Uniknya, Sinta yang alumnus Fakultas Hukum, malah kini terjun sebagai spiritualis, dengan berbagai tantangan hidup yang ia alami sebelum nya. Sementara, Widayanti, walau hanya anak petani, dengan beasiswa dari Unud, mampu menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Kimia dan kini sedang melanjutkan ke Program Magister. Kisah unik yang dituturkan, Sinta Sutami dan Widayanti, menurut Bintang Puspayoga, diharapkan, dapat memberi inspirasi bagi peserta seminar. Ia bangga mendengar testimoni dua alumni Unud tersebut. Menurutnya, perempuan tidak hanya pandai dan cerdas, tapi juga memiliki pendidikan karakter. Ia menegaskan, saat ini kita perlu
Ketua Tim Penggerak PKK Prov. Bali, Ny. Ayu Pastika memukul gong sebagai tanda dibukanya Seminar “Peran Perempuan dalam Membangun Karakter Unggul, Mandiri, dan Berbudaya di Era Permisif”
revolusi mental yang berorientasi ke depan. Bersifat hemat, menilai prestasi, kemampuan diri sendiri dan berani mengambil tanggungjawab merupakan salah satu bagian dari revolusi mental. Sifat mental yang suka menyuap, nepotisme dalam meraih jabatan atau kekayaan dan mengabaikan kerja keras dan prestasi, sudah seharusnya direvolusi. Pendidikan karakter, sikap, budi pekerti, yang harus ditanamkan sejak dini. Dalam karakter, tercakup value and action. Peran perempuan Bali sangat dominan, dapat dikatakan perempuan Bali adalah tiang yadnya. Dari proses persiapan dan pelaksanaan, peran domestik, sebagai ibu anak-anak, sebagai istri suami. Juga berperan mencari nafkah, membantu finansial keluarga. Perempuan Bali tumbuh menjadi perempuan unggul, dapat bertanggungjawab, baik terhadap keluarganya maupun kegiatan agama. Namun, Ketua WHDI Prov. Bali ini mengakui, banyak tantangan mewujudkan perempuan
Dr. Dyah Paramita Duarsa (kiri), para pembicara seminar, Ketua Dharma Wanita Persatuan Unud Dr. RA. Tuty Kuswardhani (dua dari kanan), Ny. Wakapolda Bali (kanan)
unggul. Perempuan masih minim terjun berorganisasi dan dunia politik. Karena itu, WHDI Prov. Bali meluncurkan program tanggal 2 Mei lalu tentang pendidikan pranikah. Tujuannya, agar generasi Hindu yang menuju ajang grahasta siap fisik, mental, dan spiritual. “Intinya, kami ingin mewujudkan perempuan Hindu yang cerdas, maju, dan berbudi pekerti luhur,” ucapnya. MEMBANGUN KESADARAN MENTAL TIA Kusuma Wardani memaparkan siapkah kita memasuki tahun 2015 dengan Masyarakat Ekonomi Asia, dimana persaingan akan semakin ketat. Supir tidak saja dituntut bisa menyetir mobil, dia juga harus bisa menjadi montir, mampu berbahasa Inggris, bahkan bila perlu juga harus memiliki keterampilan lain seperti bela diri atau memasak. Kalau tidak, orang asing yang akan mengambil peluang tersebut. Pemerintah Bali menargetkan 30 ribu sarjana dicetak di usia 20 tahun. Menurut Prof Suryani, anak tidak hanya pandai, tapi juga mandiri, kreatif, sehat fisik, mental, dan spiritual. Perempuan memegang peranan penting dalam melahirkan anak yang dimaksud. Di tangan perempuan, anak bisa tumbuh baik atau tidak. Di tangan perempuan, rumahtangga bisa rukun atau tidak. Ia menegaskan, berhenti bicara perempuan lemah. Ia sejak dulu sudah belajar konsep mind body spirit sosial budaya. Namun, konsep ini tidak bisa diterima banyak orang karena disebut lebih ke arah spiritual. Konsep ini sudah ia pelajari sejak kecil dan sudah dipraktikkan di keluarga, termasuk dengan pasien. Menghadapi pasar bebas, menurutnya, tidak cukup kemampuan logika. Tapi perlu ajarkan anak berani mengajukan pendapat. Motivasi juang perlu dibangkitkan, dan menyeimbangkan kepen tingan spiritual dan material. Saat seminar, ada pertanyaan dilontarkan salah seorang peserta. Perempuan masih menjadi korban eksploitasi. Biaya pendidikan dan kesehatan tinggi, biaya kebutuhan pokok naik, kita menderita karena kebijakan politik. Bagaimana membangun kesadara n mental? Apa revolusi mental bisa menyelesaikan masalah itu?
Menurut Bintang Puspayoga, membangun kesadaran dapat dilakukan dengan revolusi mental. Caranya, jiwa manusianya dulu dibenahi. Dimulai dari pendidikan karakter dan budi pekerti. Sementara, menurut TIA Kusuma Wardani, ada lima kecerdasan; intelektual, emosional, spiritual, kecerdasan menghadapi lingkungan, dan kecerdasan dalam mengelola masalah. Di Jepang, angka bunuh diri tinggi. Justru, bunuh diri banyak dilakukan anak-anak yang mengenyam pendidikan tinggi. Kini, banyak orangtua berhenti bekerja dan mulai mengurusi anak mereka. Kecerdasan intelektual hanya mengantarkan kesuksesan sekitar 20 persen. Sementara, sisanya, 80 persen kecerdasan emosional, spiritual, mengelola lingkungan, dan menghadapi masalah. Sementara, menurut Prof. Suryani, orang-orang yang mudah marah, sedih, dan suka mengamuk, meurpakan korban masa kecilnya. Mereka tidak diajarkan berdiskusi untuk memahami diri mereka. Latihan pemahaman diri ini, sering dilakukan di Wantilan DPRD Prov. Bali. Namun, tempat terbatas hanya bisa menampung 200 orang. Setelah melakukan latihan pemahaman diri, kata Suryani, b anyak guru yang suka marah tern yata punya memori buruk waktu kecil. Menurut ketua panitia seminar Dr. Putu Saroyini Piartrini, S.E. M.M. untuk menghadapi tantangan masa depan, tiap individu harus membangun diri, agar bisa mandiri dalam artian selain memenuhi kebutuhan, juga dapat mengatasi masalah yang mungkin hadir dalam perjalanan mewujudkan cita-cita, baik itu pribadi, kelompok, maupun bangsa. Saat ini, kemandirian mulai memudar misalnya, dari aspek ekonomi kita tergantung produk di luar dan lebih menghargai karya luar negeri. Sabtu (27/7) sebuah buku berjudul “52 Jejak Inspiratif Perempuan Alumni Universitas Udayana” di luncurkan bertepatan dengan puncak peringatan Dies Natalis Universitas Udayana yang ke-52 dan Reuni Agung Alumni Udayana. Buku ini memuat profil 52 perempuan alumni Udayana yang dipilih tim panitia dan ditulis tim tabloid Tokoh. -Wirati Astiti
Kreasi
18
Kemanakah Topeng Bali?
Dinginnya malam yang cukup menggigit Kota Solo, Jawa Tengah, pada 14-15 September 2014, dihangatkan oleh sajian beragam karakter topeng oleh sebuah perhelatan dengan label Indonesia International Mask Festival (IIMF). Pentas seni pertunjukan topeng bertarap internasional ini disokong oleh Kementeriaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Tak kurang dari 13 peserta dari dalam dan luar negeri ditampilkan di Benteng Vastenburg dan ISI Surakarta. Sajian seluruh peserta diarahkan pada fokus tema The Greatest Panji. Kitab Negarakertagama (abad ke XIII) menuturkan, cerita Panji telah menyebar luas hingga ke Asia Tenggara. Karena itu, penggiat tari topeng dari Malaysia, Thailand, Kamboja, dan Singapura pun hadir unjuk kebolehan. Dari dalam negeri tampil pelaku tari topeng dari sejumlah daerah di Pulau Jawa. Kemanakah penari topeng dari Bali?
T
ari topeng Bali rupa nya luput dari hitung an penyelenggara festival. Padahal Bali adalah wilayah kultural yang kaya dengan beragam seni pertunjukan bertopeng. Selain itu, cerita Panji yang diusung sebagai tema festival, menyebar luas dan terinternalisasi mendalam di tengah masyarakat Bali. Tengok Gambuh, dramatari tua yang dianggap sumber tari dan gamelan Bali atau lihat pula teater rakyat Drama Gong, lakon-lakon utamanya bersumber dari cerita Panji. Rupanya, soal tak diundangnya Bali dalam perhelatan seni akbar itu mungkin karena tidak adanya seni pertunjukan bertopeng yang mengisahkan cerita Panji. Apa boleh buat, keindahan tari topeng Bali tak sempat disimak penonton festival tersebut. Padahal dramatari topeng Bali yang lazim menuturkan lakon babad dapat saja tampil dengan cerita Panji dimana tokoh Panji menggunakan karakter topeng Arsawijaya. Tapi sudahlah, mari cermati satu wakil dari dalam negeri (Topeng Losari Cirebon) dan satu wakil dari luar negeri (Singa pura). Jika duta seni Negeri Singa menyuguhkan tari topeng kontemporer, Topeng Losari hadir dengan ketradisiannya yang kental. Identitas Kental Sajian Topeng Losari ditandai dengan sebuah gawang 3x3 meter yang digelayuti beragam hasil pertanian. Pisang, terong, jagung, padi, dan umbi-umbian itu menjadi bingkai penampilan Topeng Losari Cirebon. Senin (15/9) siang itu, Sanggar Topeng Purwa Kencana Cirebon tampil di panggung tertutup ISI Surakarta. Tak kurang dari 30 menit penonton menyimak penampilan generasi ketujuh dari salah satu gaya topeng Cirebon itu. Gaya Losari yang tata tarinya bernuansa Jawa Te ngah tersebut kini eksis dan bahkan telah melawat ke luar negeri. Penampilan Topeng Losari diawali oleh hadirnya seorang penari mem belakangi penonton duduk khusuk di depan kotak wayang yang dikawal oleh seorang juru kecrek pria. Setelah gending gamelan bergulir dua-tiga menit, perlahan sang penari bangkit. Inilah penampil an tari Pamindo dengan topeng berwarna putih. Di Losari, topeng ini disebut Topeng Panji karena tokohnya bernama Panji Sutrawinangun. Laku estetika tubuh topeng Panji mengalir halus dan karismatik. Namun karena topeng ini menggambarkan karakter seorang raja yang berwibawa
maka ditengah alunan kehalusannya muncul aksen-aksen gerak lugas yang mencerminkan ketegasan. Se telah topeng Panji berlalu mulailah pendramaan lakonnya yang menjadi identitas Topeng Losari. Topeng Cirebon pada umumnya terikat oleh struktur baku dengan sajian sekian watak manusia. Unsur dramatik pada topeng Losari juga ditampilkan pada Topeng Klana Bandopati yang dibawakan oleh Nur’ani, dinasti penerus Topeng Losari. Sebelum menari meng gunakan Topeng Klana yang berwarna merah, Nur’ani tampil tanpa topeng. Pada kesempatan tersebut, cucu dari Ibu Sawitri itu memamerkan gerakan-gerakan tangkas dan menghentak. Hentakannya yang tajam berakhir dengan menginjakkan kaki di atas kotak wayang. Gerakan berputar-putar ini diulang sekian kali yang hentakannya diberi aksen oleh keprakan. Sekali waktu, kaki sang penari bukan mengayun menuju kotak wayang melainkan di atas bahu pemain keprak. Selingan gerakan itu sedikit mencairkan keseriusan tarian topeng Klana ini. Sang penabuh keprak bangkit seakan marah pada penari yang salah menempatkan kakinya. Penonton tertawa. Aspek dramatik humoristik tersebut membuat tarian ini kian menarik. Ta r i a n To p e n g Klana kembali serius ketika penari menggunakan topeng
berwarna merah darah. Dalam lakonnya, topeng ini menggambarkan seorang raja yang sedang cinta mabuk kepayang dengan seorang gadis. Dari aspek karakternya, Topeng Klana menggambarkan perwatakan manusia yang pemarah, sombong, rakus dan sifat-sifat angkara murka lainnya. Penggambaran karakter tersebut ditampilkan dengan begitu total oleh Nur’ani. Gerakan kepalanya yang stakato menggambarkan keberingasan. Gerakan kedua tangannya sembari mengayun sampur tampak piawai trengginas. Gerakan kakinya yang lincah meniti ruang dengan hentakan rancak. Penonton terpesona. Topeng Losari hadir dengan kekhasan gerak tarinya. Salah satunya adalah gerak galeong. Gerakan kayang ini dilakukan dengan meliukkan badan ke belakang memutar lentur seperti gerakan jarum jam. Gerakan ini tampaknya diperkuat oleh posisi kuda-kuda pasang naga seser dimana kaki penari dibuka setengah jongkok dengan kaki kiri yang ditutupi juntaian kain, menopang kuat. Gerakan khas Topeng Losari yang juga sempat diperlihatkan dalam tarian Topeng Klana itu adalah gerakan gantung sikil dimana sang penari menyangkat salah satu kakinya ke depan dalam tempo sekian menit. Perubahan zaman menjadi tantangan yang dilematis bagi ekspresi seni tradisi seperti Topeng Losari.
29 September - 5 oktober 2014
29 September - 5 oktober 2014
Di satu sisi nilai-nilai sakral, magis, simbolis yang melekat pada tarian topeng itu harus dijaga eksistensi dan kemurniannya namun disisi lain muncul dorongan-dorongan dan tuntutan untuk mereposisi diri sesuai dengan perkembangan zaman. Tetapi tampaknya Topeng Losari masih percaya diri bertahan dengan penguatan estetiknya seperti tampak pada pencapaian kekhasan tariannya. Tema Ramayana Duta seni dari Singapura yang diwakili oleh Maya Dance Theatre ini menampilkan dua nomor tari topeng kontemporer. Yang cukup menarik adalah tari bertajuk yang “You” di bawakan secara duet oleh sepasnag muda mudi. Disajikan dalam desiran angin kencang mengantar kehadiran dua penari ke tengah panggung. Penari prianya duduk tercenung dengan tatapan menjurus ke depan. Penari wanitanya yang mengenakan topeng putih hadir dari arah berlawanan, tubuhnya ditutup dengan kain oranye transparan melambai-lambai ditiup angin. Gerak lenggangnya yang menjelajah panggung diiringi latar musik (rekaman) yang bergumam berulang-ulang. Dinamika geraknya yang diterpa angin membuatnya seakan terbang yang kadang tervisualisasi secara siluet diterobos lampu dari arah belakang. Ketika si penari wanita meng hentikan geraknya, penari pria bangkit perlahan. Geraknya tenang, melangkah pelan menuju satu titik penghentian dan lalu diam menatap tajam. Dari tangan kanannya tergenggam topeng berwajah lembut. Topeng itu dipandangi, dicermati penuh arti, digerak-gerakan seperti diajak berdialog batin. Penari wanita memandangi polah penari pria lalu mendekati dengan ekspresi memelas. Si penari pria tetap asyik dengan topengnya. Topeng itu juga dicermati dari berbagai sudut pandangnya. Setelah itu, kedua penari saling m e n d e k a t i . Pe nari pria seakan mengkonfirmasi wajah topeng dalam geng-
gamannya dengan wanita di hadapannya. Sang pria seperti ragu, bi ngung dan kemudian menjauh pelan, lamat, lalu menghilang bersama padamnya lampu panggung. Tari “You” buah karya koreografer Indonesia, Danang Pamungkas, yang belakangan ba nyak berkarya di Negeri Singa itu terinspirasi dari cerita Ramayana, khususnya tentang dua tokoh utama nya, Rama dan Sita. Sinopsis yang dibacakan pembawa acara menyebut Sita yang tercederai lahir batin demi cintanya pada sang suami, tapi se baliknya Rama justru terbuai sebagai laki-laki yang tidak peka dengan rintih pergulatan batin istrinya. Rama lebih mementingkan kuasanya sebagai raja yang harus tercitra sebagai pemimpin yang adil dan bijaksana dengan menghegemoni posisi Sita sebagai istri yang patuh, penurut, dan nrimo segalanya. Secara estetik, “You” cukup menggugah. Namun kemana gerangan penonton menemukan pesan cerita atau kepahlawan tokoh Panji? Padahal nilai-nilai moral yang ingin dikomunikasikan dalam tarian tersebut begitu banyak dapat digali dalam cerita Panji. Seni pertunjukan Indonesia di Jawa dan Bali sudah sangat lazim menuturkan kisah-kisahnya, sejak dulu, bahkan kontekstualisasinya pada kehidupan masa kini masih relevan. Kenapa duta Singapura menyimpang dari tema The Greatest Panji yang digadang panitia festival? “Kami tak pernah diinformasikan panitia bahwa festival topeng ini bertema Panji,” jawab Danang Pamungkas, ketika hal ini dipertanyakan seusai pementasan. Menurutnya, Maya Dance Theatre dimana ia bernaung, hanya diundang tampil menyajikan tarian yang ada elemen topengnya. Jika benar demikian, rupanya tema The Greatest Panji hanya pajangan saja, bukan satu prinsip acuan yang ketat. Terbukti, beberapa peserta festival melenggang tampil bukan dengan cerita Panji. Jadi, bila pun seandainya tari topeng Bali dihadirkan dalam festival itu, dengan lakon Panji atau tidak, juga rupanya tak ada masalah. Malahan penampilan topeng Bali akan lebih menambah bobot cakupan keragaman tari topeng Indonesia yang berhasil dihadirkan dalam festival itu. -Suartaya
Story
7
Kesan Pertama Suamiku Begitu Menggoda Teriakan demi teriakan Agus tiap hari mengisi keseharian Intan (bukan nama sebenarnya). Perempuan yang kini ber usia 50 tahun ituharus menanggung malu pada tetangga atas ulah suaminya itu. Teriakan Agus seperti orang meracau dan tidak jelas apa yang diungkapkannya.
K
Tari Topeng Losari
Life
arena telah terbiasa, Intan kadang suka cuek dan masa bodoh terhadap apa yang dilakukan Agus (40). “Saya sekarang sudah tidak harus malu lagi sama tetangga, karena semua sudah tahu tabiatnya Agus,” kata Intan tidak ambil pusing. Agus memang punya riwayat gangguan jiwa meski pun tidak sampai gila seperti yang dikenal umum. Situasi emosinya tidak stabil, ia mudah marah dan mudah pula berubah lembut pada istrinya itu. Menurut Intan, sesungguhnya Agus sangat sayang padanya. Namun, jika kumat tidak stabilnya ia bisa kasar dan berlaku yang aneh-aneh. Inilah sekelumit kisah perjalanan hidup Intan yang tidak pernah disangkanya. Sepuluh tahun yang lalu tepatnya di tahun 2004, Intan mendapat kabar jika ada seorang ibu datang pada orangtuanya untuk melamarnya. Kala itu usia Intan memang sudah kelewat umur menikah. Entah mengapa Intan terlambat mendapatkan jodohnya. Hampir tidak terlihat sekali pun jika seorang laki-laki bertandang ke rumahnya. Tentu saja hal ini membuat orangtuanya resah. Anak gadis mereka satu-satunya terlambat menikah membuat mereka dihinggapi ketakutan. Memang, jika dilihat dari penampilan secara umum, Intan bukan perempuan yang cantik dan molek, melainkan biasa-biasa saja. Ketika ada orang yang datang melamarnya, orangtua Intan merasa senang apalagi orang yang datang melamar itu adalah orang yang mereka kenal berasal dari keluarga berada dan lumayan terpandang di kampungnya. Tidak perlu dua kali bagi orangtua Agus datang melamarnya karena di lamaran pertama, baik orangtua
maupun Intan sendiri langsung menerimanya. Kala itu Agus tidak datang bersama orangtuanya. Tetapi, orang tua Intan pernah mengenal Agus ketika masih kecil. Dari cerita ibunya, Intan mengenal sosok Agus kecil yang lucu. Itu saja referensi Intan tentang Agus. Dengan mahar yang lumayan “heboh” kebahagiaan dua keluarga ini menjadi lengkap. Meski pun orangtua Intan juga adalah orang berada, “hebohnya” mahar menjadi nilai tersendiri bagi mereka, betapa anak gadis mereka dihargai begitu tinggi keberadaannya padahal ia juga seorang perawan tua. Sebelum melangsungkan pernikahan pada waktu yang telah disepakati, Intan malu-malu bertemu Agus yang lumayan cakep. “Meski pun tidak ganteng, ya…lumayanlah, cakep,” katanya tertawa mengenang kata hatinya dulu. Sikap Agus juga manis padanya meninggalkan kesan pertama yang begitu menggoda bagi Intan. Hingga akhirnya prosesi pernikahan itu digelar besarbesaran di rumah orangtua Intan. Senyum bahagia mengembang di bibir Intan saat menggandeng Agus yang tampak bagaikan raja malam itu. Mereka pun memilih tinggal di sebuah rumah besar hadiah pernikahan dari orangtua Agus. Mereka tinggal satu kota dengan orangtua Agus di Pulau Sumbawa. Di awal pernikahannya dengan Agus, semua berjalan manis. Namun, ketika memasuki bulan pertama, sedikit demi sedikit keanehan pada sikap Agus mulai terlihat. Ia seperti mengidap kelainan seks karena tiap hari yang diinginkannya adalah seks saja. Tiap mengobrol dengan tetangga saat berkumpul, ia cenderung bicara yang berbau porno. Hal inilah yang membuat ia tidak bisa
www.blogspot.com
diterima oleh para tetangganya. Belum lagi kebiasaannya kasar jika kumat penyakit jiwanya. Sakit ini baru diketahui oleh Intan setelah mereka menikah. Agus rupanya bahkan pernah di rawat di rumah sakit jiwa. Bagi Intan hal ini menyedihkan. Namun ia menerima dengan ikhlas dan membantu proses penyembuhan suaminya itu. Meski sakit hati merasa ditipu dengan pernikahan yang tidak menginformasikan hal tersebut, Intan memilih sabar karena mertuanya juga sangat menyayanginya. Apa pun yang dimintanya, mertuanya selalu memenuhinya asal jangan meninggalkan Agus. Apalagi empat tahun kemudian mereka memiliki seorang anak. Lengkaplah sudah alasan Intan untuk tidak meninggalkan suaminya itu. “Secara jujur, di awal pernikah an saya merasa sama sekali tidak menemukan kebahagiaan yang dimaksud dalam sebuah per kawinan,” ungkapnya. Berbagai prilaku aneh dan mengada-ada dari Agus menjadi pelajaran hidup tersendiri baginya. Sakit itu semakin bertambah manakala ia mendengar cerita bahwa sebelum nya Agus pernah menghamili pembantunya dan orangtuanya malah mengusir pembantu itu dan menikahkannya dengan orang lain yang “dibayar” asal mau mengakui bayi dalam kandungan pembantu itu adalah bayinya. Sungguh bukan kehidupan yang dicita-citakan oleh Intan.
TIDAK MAU PULANG Semua sudah terlanjur, nasi telah menjadi bubur. Semua kepahitan itu ia kubur dalam-dalam demi untuk kelanjutan hidupnya memelihara anak semata wayang mereka. Dengan sabar ia merawat Agus dan kerap menasehatinya. Dalam situasi Agus seperti itu, ia dihinggapi rasa bingung. “Kalau ada di rumah kami, dia suka kumat, tapi kalau ada di rumah keluarga atau orangtua saya, dia baik-baik saja, tidak pernah aneh-aneh,” kata Intan. Intan mempelajari benar prilaku suaminya itu. Hingga akhirnya ia mencoba tinggal dalam waktu yang lama di rumah orangtuanya. “Satu bulan di rumah mama, dia normal dan tidak pernah kumat,” kata Intan. Namun, bagaimana pun, ia harus kembali ke rumahnya sendiri karena mereka berdua juga bekerja di kota yang sama. Selalu saja Agus kumat ketika tinggal di rumah itu. Setelah berkali-kali mereka hidup di dua tempat, Intan menemukan kehidupan yang itu ada di kota di mana orangtuanya tinggal. Dengan segala pertimbangan, atas alasan untuk kesehatan suaminya, Intan kini memilih tinggal di kota asalnya. Ia sempat setahun bolak-balik dua jam perjalanan tiap hari untuk bekerja demi suaminya sebelum akhirnya ia bisa pindah tugas di kota asalnya. Penyakit yang aneh yang sendiri tidak mampu “membacanya”, meski pun sudah berkalikali di rawat dokter yang khusus.
Kini, mereka hidup tenang. Sesekali Intan pulang ke rumah mereka untuk menengok rumahnya. Ia membayar orang untuk merawat rumahnya itu. Anehnya lagi, sejak pindah tinggal ke kota asal Intan, Agus sama sekali tidak pernah mau pulang ke ruamhnya itu. “Sudah lima tahun dia tidak ingin pulang meski pun saya membujuknya sekadar untuk bertemu tetangga dan sungkeman pada orangtuanya,” kata Intan. Orangtua Agus sendiri maklum. Namun demi kebaikan putra yang mereka cintai itu, mereka berdualah yang rela menjenguk Intan dan Agus serta cucu semata wayang mereka itu. Apa pun yang terjadi pada mereka kelak, Intan kini telah menemukan kebahagiaan itu dari seorang suami yang menyayanginya. Suami yang normal seperti laki-laki lain. Dan, dengan bangga, kini Intan dapat menggandeng sang suami untuk berjalan-jalan. Hal yang tidak pernah dilakukannya ketika tinggal di kota asal suami yang usianya 10 tahu lebih muda dari dirinya itu, karena mere ka berdua lebih banyak mengurung diri akibat malu pada tetangga. Hanya satu keinginan Intan yang belum tercapai, ingin mengajak suaminya itu sekali saja pulang untuk bertemu dengan tetangganya. Sepertinya Intan ingin membuktikan pada tetangganya, bahwa suaminya itu tidak lagi seperti yang mereka kenal dulu. Melainkan ia telah menjelma menjadi pangeran hatinya. -Naniek I. Taufan
Bunda & Ananda
8
29 SEPTEMBER - 5 Oktober 2014
Lebih Dini Lebih Baik
Prof. Adiputra
M
inggu sore, Wina bersama suami dan dua anaknya datang ke lapangan Puputan Badung. Aktivitas ini dilakukan karena Wina dan suaminya sama-sama libur. “Kalau hari Senin sampai Sabtu jadwal kerja saya dan suami beda-beda sehingga kami tidak bisa pergi bersama anak-anak. Hari Minggu kami sama-sama libur. Ini kesempatan untuk mengajak anak-anak jalan-jalan,” ujarnya. Wina menambahkan, pemilihan lapangan Puputan Badung berdasarkan lokasinya yang strategis , dekat rumah, dan cukup luas. “Halaman rumah kami sempit, anak-anak tidak bisa berlarian. Kalau di lapangan ini mereka bisa berlarian. Setelah lelah bermain, mereka bisa menyaksikan pentas seni anak-anak. Olahraga dapat, hiburan dapat,” ungkap Wina. Memilih lapangan luas untuk berolahraga bersama anak juga dilakukan Dewi Yuni. Ibu satu putra ini mengajak anaknya berolahraga di Taman Kota Lumintang. “Anak saya baru bisa naik sepeda. Bermain sepeda di lapangan membuatnya leluasa. Kami tinggal mengawasi saja sambil ikut olahraga,” kata penggemar jogging ini.
Griya
Anak-anak bermain di lapangan
yang cukup. Selain itu kegiatan yang dilakukan juga harus berkesinambungan. Orangtua juga tidak boleh memaksakan anak untuk terus beraktivitas. “Mengajak anak untuk olahraga atau bermain di lapangan bisa menjadi solusi mengatasi kepenatan rutinitas. Orangtua jenuh dengan pekerjaan kantor, anak jenuh dengan tugas sekolah. Imbangi kejenuna dengan olahraga. Setelah olahraga, pikiran yang lelah seimbang dengan fisik yang lelah, maka istirahat dan tidur pun menjadi nyenyak,” jelas Ketua Program Studi Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini. Pilihan olahraga seperti re-
nang, senam, maupun lari bisa menjadi pilihan. Satu hal yang diingatkan adalah jangan terlalu dipaksakan apalagi dilakukan tiap hari karena akan menyebabkan over dosis. Membiarkan anak bermain di luar rumah juga penting dilakukan orangtua. Adaptasi dengan lingkungan rumah sangat penting untuk membentuk kekebalan tubuh anak. Kedekatan dengan alam akan membentuk kekebalan alami bagi anak. Prof. Adiputra mencontohkan anak-anak perlu diperkenalkan sawah agar mereka tahu bagaimana bentuk sawah. Pada masa lalu, anak-anak diajak ikut membajak sawah. Ini merupaka
bentuk magang kepada anak-anak agar mereka memahami aktivitas tersebut Olahraga bagi anak-anak yang diawali dengan kesenangan akan membuat anak-anak riang gembira. Kegembiraan ini akan menambah semangat mereka. Jika dilakukan bersama teman-teman sebaya, akan menumbuhkan semangat kebersamaan, keceriaan, dan gotong royong. Kegemaran olahraga sejak dini bisa menjadi salah satu faktor yang membuat orang memilih hidup sebagai atlet. Ini bisa menjadi modal dalam mengarungi kehidupan. Ayo mulai sekarang ajak anak berolahraga. -Ngurah Budi
Mendongeng Lima Menit Mencari Raja Baru
Ketika Raja Tua mangkat, sebagian rakyat menghendaki agar putra mahkota Made Taro satu-satunya diangkat menjadi penggantinya. Akan tetapi sang ibu tidak setuju. Permaisuri Raja Tua itu malu, apabila putranya yang bodoh dan pemalas itu menjadi pemimpin jutaan rakyat. “Ia bodoh dan pemalas,” kata sang Ibu. “Ia mungkin bisa mendengarkan pengaduan rakyat dari singgasana, tetapi sebentar lagi ia akan tertidur.” Para penasihat kerajaan bingung dan habis akal. Siapakah yang cocok menjadi pengganti raja, dan di mana mencarinya? Penasihat-penasihat lanjut usia mengusulkan agar pemimpin baru itu diangkat dari rakyat yang berani mengorbankan dirinya demi kepentingan rayat. “Bagaimana caranya?” tanya penasihat raja yang lain. “Di lereng gunung ada ular galak. Barang siapa yang berhasil membawa ular itu ke ibukota kerajaan, hidup atau mati, kita angkat menjadi raja,” demikian keputusan penasihat kerajaan. Lama menunggu, tak seorang warga pun yang berani berkorban. Namun, ketika para penasihat kerajaan bersidang, tiba-tiba muncul seorang anak muda. “Demi rakyat, saya sanggup berkorban,” kata pemuda itu yakin. Tibalah saat yang menegangkan. Pagi-pagi benar pemuda pemberani itu berangkat ke lereng gunung. Berkali-kali para penasihat kerajaan merajuk agar anak muda itu mengurungkan niatnya. Para penasihat kerajaan tahu bahwa setiap orang yang mendaki gunung itu, tak pernah pulang kembali. Ular galak yang bersembunyi di lereng gunung itu mematuknya, lalu memangsanya. Namun pemuda yang satu itu
tak mau mengurungkan niatnya. Sahabat-sahabat pemuda itu sangat sedih melihat temannya berpisah untuk selama-lamanya. Dengan berlinang air mata, mereka menyerahkan bekal tiga butir telur rebus. Siang hari, ketika tiba di lereng gunung, pemuda pemberani itu mendengar desis ular dari celah batu. Pemuda itu mendekat. Baru tiga langkah maju, tibatiba ular itu keluar dari liangnya, meliuk-liuk, dan siap mematuk kaki pemuda itu. Untunglah, pemuda yang waspada itu, dengan sigap berbalik haluan, lalu lari secepatnya. Ketika menoleh, ia melihat ular galak itu hampir mematuk kakinya. Ia lempar ular itu dengan tiga butir telur bekalnya. Aneh, ketiga butir telur itu berubah bentuk. Telur pertama pecah menjadi berpuluh-puluh kodok, telur kedua juga pecah menjadi berpuluh-puluh kadal dan telur ketiga utuh namun membesar. Ular itu dengan lahap menyaplok dan menelan kodok-kodok yang berlompatan dan kadal-kadal yang merayap. Kesempatan yang baik itu digunakan oleh sang pemuda untuk berlari cepat. Ketika tiba di pintu gerbang ibukota, pemuda yang kepayahan itu mengira dirinya selamat. Namun, sesaat kemudian ular itu sudah meliuk-liuk mendekati kakinya. Ular itu masih juga ingin mematuk sang pemuda, tetapi terhalang oleh telur ketiga yang menyangkut di kerongkongannya. Pemuda pemberani itu berteriak-teriak. Orangorang ramai mendekatinya. Ikut pula penasihatpenasihat kerajaan. Mereka semua menyaksikan pemuda itu berhasil membawa ular galak itu ke ibukota kerajaan. Beberapa orang mengambil tongkat lalu memukul-mukul ular itu hingga mati. Sesuai dengan janji, para penasihat kerajaan lalu melantik pemuda itu menjadi Raja Baru. Rakyat bergembira ria. “Hidup Raja Baru! Hidup Raja Baru!”
17
Memilih dan Merawat Sofa
Dalam hunian, keberadaan sofa sangat dibutuhkan untuk mendukung segala aktivitas. Sebagai salah satu elemen terpenting dalam interior, selain memberi kenyamanan pada tamu yang datang berkunjung, sofa juga dapat digunakan untuk tempat bersantai bersama keluarga atau sekadar untuk menonton televisi. Fungsi sofa tidak hanya sebagai tempat duduk. Sofa dibuat nyaman agar bisa digunakan untuk berbaring melepas lelah, atau untuk sekadar menikmati nuansa rumah, sehingga penting untuk membuat sofa impian pada ruang kesayangan Anda.
Olahraga bisa dilakukan siapa saja mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Asal dilakukan dengan baik dan benar, olahraga banyak memberi manfaat bagi kesehatan. Dengan olahraga, orang juga bisa menghilangkan kepenatan setelah melakukan rutinitas. Mengajak anak berolahraga tak terlalu sulit. Olahraga apalagi sambil bermain sangat dinikmati anak-anak. Biasanya olahraga di sekolah khususnya untuk siswa kelas 1 dan 2 dikombinasikan dengan permainan seperti “Meong dan Bikul” dan “Ular Naga”. “Biarkan anak-anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan fasenya. Pada usia anak-anak, apa yang mereka lakukan harus didasari atas kesenangan. Misalnya, bermain bersama teman sebaya. Pilihan permainan cukup banyak. Ada petak umpet, gobak sodor, main benteng, dan menabuh. Semuanya ini bermanfaat untuk perkembangan fisik dan mental anak,” ujar Prof. Dr. dr. Nyoman Adiputra, PFK, MOH, Sp.Erg. Keseimbangan antara otak kanan dan otak kiri yang dihasilkan aktivitas rutin belajar di sekolan dan aktivitas bermain sangat bagus bagi tumbuh kembang anak. Melalui permainan ataupun olahraga pendidikan, anak-anak bisa mendapatkan pendidikan budi pekerti, kerja tim, sportivitas, dan apresiasi. “Pengenalan olahraga ataupun permainan tradisional bisa dilakukan sedini mungkin. Lebih dini lebih baik. Makin banyak beraktivitas, tumbuh kembang anak akan menjadi maksimal. Bandingkan jika anak-anak hanya duduk bermain PS. Aktivitasnya tidak maksimal. Karena itu permainan tradisional yang ada sejak dulu jangan dianggap kuno. Ada manfaat dari permainan tersebut,” ujar Prof. Adiputra. Dengan memperkenalkan dan membiarkan anak-anak berolahraga, orangtua turut mendukung tumbuh kembang anak. Makin sering beraktivitas, pertumbuhan tulang panjang menjadi maksimal karena terus dirangsang. Namun, aktivitas olahraga ini harus dibarengi dengan asupan nutrisi yang tepat dan istirahat
29 SEPTEMBER - 5 Oktober 2014
sofa pun bisa ditempatkan meja dengan lampu. Jika penempatan sofa pada area keluarga, perhatikan jarak pandang Anda saat menonton televisi. Besaran ruang ini sangat mempengaruhi ukuran dan bentuk sofa agar dapat menunjang jumlah penggunanya.
M
Sofa dengan rak televisi
enurut desainer interior Ni Made Teny Agustiana, S.Sn., dalam memilih desain sofa, entah Anda ingin membuat atau membelinya, ada beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan yaitu :
Sofa untuk hunian klasik biasanya dikombinasikan dengan material kayu dan ukiran, dengan motif-motif kain padat. Hal yang terpenting dalam pemilihan ini adalah selera Anda, karena Anda yang akan menikmati keberadaan sofa tersebut.
Tema/Konsep Ruang Penempatan Sofa Ada berbagai macam desain sofa, dari yang bergaya klasik, kontemporer-ekletik hingga modern-minimalis. Sesuaikan pilihan sofa Anda mengikuti tema ruang yang ada, sehingga keberadaan sofa dapat mendukung dan memperkuat konsep hunian Anda. Perhatikan detail –detail motif kain penutup hingga bantal-bantal sofa. Saat ini banyak sofa yang dijual dipasaran berdesain minimalis, dengan berbagai warna. Perhatikan agar warna tidak membuat ruang menjadi monoton ataupun berkesan ramai.
Luas Ruang Penempatan Sofa Setelah mempertimbangkan konsep hunian dengan desain sofa yang Anda pilih, perhatikan luas ruangan yang Anda miliki, jangan sampai keberadaan sofa membuat ruang berkesan sempit dan berat. Kendati pada ruang yang kecil penempatan sofa hendaknya dibuat agar ruang tetap berkesan lapang. Jarak antara meja satu dengan yang lain agar tidak berbenturan, pertimbangkan sirkulasi untuk aktivitas Anda, tidak hanya meja depan sebagai coffe table, penempatan majalah, dan vas bunga, bagian samping
Sofa modern minimalis
Bentuk dan Ukuran Bentuk sofa umumnya persegi panjang, dengan kapasitas satu hingga empat orang atau lebih banyak, tergantung besaran ruang. Jika ruang memadai biasanya bentuk persegi panjang ini dikombinasikan sehingga berbentuk ‘L” atau ‘U”. Perhatikan pula ukuran sofa lebar dan tinggi sandaran sofa. Jika sofa digunakan untuk santai dan berbaring, memiliki ukuran lebar lebih besar sekitar 90-120 cm. Tinggi sandaran belakang dan samping dari 60-80 cm. Sebelum membeli sofa, pertimbangkan pula berat dan tingginya. Hal ini penting jika sofa akan ditempatkan di lantai atas sehingga harus lewat tangga. Catat ukuran panjang, lebar dan tinggi pintu yang cocok untuk melewati pintu masuk. Material dan Perawatannya Pastikan memilih sofa yang berkualitas, baik itu dari bahan dan juga jahitan yang rapi. Berbagai pilihan jenis kain penutup sofa sangat beragam, dari material katun, polyester, sutra hingga kulit. Pertimbangan pemilihan material akan berbeda jika Anda memiliki anak-anak, baik warna dan motifnya. Hal ini berkaitan dengan perawatan sofa.
Sofa dengan bentuk bulat
Sofa set dengan lebar 120 cm
Tips Merawat Sofa Sebelum memulai membersihkan sofa Anda, perhatikan dahulu bahan dari cover sofa Anda. Berikut ini adalah beberapa bahan jenis cover sofa dan perawatanya: Bahan katun, cukup dibersihkan dengan air ataupun disetrika. Bahan polyster, pastikan tidak boleh terkena air. Cara terbaik untuk membersihkanya dengan dry cleaning. Bahan sutra (silk) dan wol. Cover sofa dengan bahan ini
bantal-bantal sofa secara teratur dan hindari duduk di satu tempat yang sama setiap kali duduk di sofa. Keringat dapat menimbulkan noda air, garam dan lemak di atas sofa Anda. Untuk membersihkannya, gunakan kain basah dan gosokkan pada daerah yang terkena sentuhan tangan, jari, dan kepala. Gunakan kain penutup atau yang sering disebut slipcover pada sofa kulit Anda. Jika noda lilin mengenai sofa Anda, Anda bisa menggunakan satu sendok air cuka untuk membersihkan dan menghilangkannya. Hindari membersihkan sofa kulit dengan
Sofa klasik elegan
sangat jarang digunakan, biasanya digunakan untuk sarung bantal sofa. Cara terbaik untuk membersihkanya dengan menggunakan dry cleaning. Bahan kulit. Cover sofa dengan bahan kulit ini paling banyak digunakan. Hindari penempatan sofa kulit pada tempat yang terkena sinar matahari secara langsung dan terlalu lama. Hindari juga untuk menempatkan sofa kulit berdekatan dengan radiator, karena dapat menyebabkan kulit kering hingga pecah. Untuk menjaga agar kulit sofa Anda tetap kelihatan baik seperti semula, putar/ganti posisi penempatan
menggunakan bahan pembersih kimiawi, karena akan membuat warna dan permukaan kulit sofa Anda mengalami abrasi. Desainer interior dari “Kayu Manis Interior” ini mengingatkan, dalam hal membersihkan sofa, yang terpenting adalah selalu membersihkan kain penutupnya (cover). Biasanya umur dari cover maksimal lima tahun. Jadi jika sofa Anda telah berumur lima tahun sebaiknya cover sofa Anda diganti. Cover pada sofa pun ada dua jenis, cover yang tidak bisa dilepas dari rangka dan cover yang bisa dilepas dari rangka. Jika cover tersebut mudah dilepas, Anda bisa mencucinya kapan saja. Sedangkan jika cover tersebut tidak dapat dilepas, Anda harus rajin membersihkanya dengan vacuum cleaner secara berkala (satu minggu sekali) –Inten Indrawati
Edukasi
16
29 September - 5 oktober 2014
Seminar Internasional FH Undiknas
Soroti UU Desa dan Pembangunan Berkelanjutan
Fakultas Hukum Undiknas sebagai penyelenggara pendidikan tinggi Ilmu Hukum terbukti memiliki komitmen tinggi untuk menghasilkan Sarjana Hukum yang bermutu dan kompeten di bidang hukum serta dipastikan mampu bersaing di tingkat nasional dan global.
Prof. Nyoman Budiana
K
ualitas para maha siswa ini, salah sa tunya terlihat ketika mereka aktif me respons atau menanggapi Seminar Internasional yang diselenggarakan Fakultas Hukum Undikans yang me ngusung tema “The Tragedy of The Common’s and The Future of Custom ary “, di Auditorium Undiknas, di Jalan Bedugul, Jumat (26/9). Seminar yang menghadirkan pem bicara Prof. Dr. Carol Warren dari Murdoch University Australia dan Prof. Dr. I Nyoman Nurjaya, S.H., M.S. dari Universitas Bwawijaya Ma lang ini dipandu I Gst Agung Made Wardana,S.H., L.L.M , salah seorang dosen FH Undiknas. Hadir pula per wakilan Konsul Australia, Konsul Kan ada, Prof. Dr. Wayan P. Windia, Dekan FH Undwi, Dr. AA Sagung Indradewi, Dekan di lingkungan Undiknas serta tamu undangan dari kampus lainnya. Dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor Undiknas Prof. Dr. I Nyoman Budiana, S.H.,M.Si., mengatakan sen gaja menghadirkan dua pembicara, yakni Prof. Carol Warren dan Prof. Nurjaya, seorang antropologi dan ahli ilmu antropolgi hukum, sebab mereka ingin membongkar atau mengkritisi keberadaan Bali sebagai lembaga adat yang unik, dengan kekayaan kearifan lokalnya. Hal ini, dikatakan oleh Prof. Bu diana penting, sebab mereka saat ini tengah galau dengan hadirnya UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. Fenom ena yang berkembang di Bali masih dalam kontroversi antara pemahaman konsep norma hukum dalam UU tersebut dan kepentingan realitas untuk men dapatkan bantuan dana dari pusat.
“Sesungguhnya dari perspektif norma hukum baik penjelasan dalam pasal UU Desa ini, keberadaan desa adat dan desa administratif di Bali tidak tumpang tindih. Sebab keduanya mem punyai aturan, fungsi dan peran yang berbeda. Kalaupun ada wilayah desa adat pada desa-desa tertentu saling seluk di antara satu desa adat dengan lainnya, sebenarnya ini hanya ada dalam wilayahnya keyakinan mereka, salah satunya terkait dengan wilayah kesucian,” ucapnya. Wilayah desa administratrif ada lah wilayah kewenanangan meng atur tanggung jawab pembangunan yang berorientasi pada fisik. Ketika ada bagian desa yang saling seluk tersebut terjadi investasi ekonomi, maka dalam konteks ini pemerintah daerah harus lebih cepat lagi mengatur wilayah irisan tersebut agar dapat dimusyawarahkan. Prof. Carol Warren dalam pa parannya menyampaikan telah terjadi kapitalisme global, merusak budaya , lingkungan serta kehidupan di dunia ini. Juga, hilangnya budaya kebersamaan di masyarakat Indonesia, dan munculnya individualisme bahkan hedonisme yang mengutamakan kesenangan dan bermuara pada kerusakan. Pihaknya menyatakan Tri Hita Karana merupakan prinsip keseim bangan yang sebenarnya. Prinsip ini dibutuhkan bukan hanya di Bali saja, tapi juga oleh dunia luas. Apalagi saat ini alam Bali tengah menghadapi kerusakan, tragedi akibat budaya yang terlalu materialistis, hingga pupusnya nilai kebersamaan, termasuk di dalam nya ada persoalan ekonomi, politik, lingkungan dan budaya, yang semuanya saling terkait. Ia juga menyoroti dari sisi daya dukung dunia yang semakin terbatas, persaingan yang tidak sehat, ketimpa ngan sosial dan yang lainnya. Untuk ini diperlukan kerjasama antara disiplin antropologi dengan ilmu hukum, untuk menemukan jalan keluar agar tidak terjadi penyalahgunaan anugrah alam dan sesuai pula dengan prinsipTri Hita Karana. Sayangnya ketika filsafat Tri Hita Karana sangat dibutuhkan untuk mem benahi keseimbangan antara manusia, lingkungan dan yang menciptakan dunia ini, justru kenyataanya berbeda dari beberapa contoh yang disampaikan melalui foto-foto. Salah satunya reklamasi pulau Serangan yang disebutnya melanggar tata ruang, melanggar bhisama ke sucian Pura dan merusak lingkungan termasuk tidak peduli pada SDM lokal. Kini kesalahan diperbesar lagi dengan
29 September - 5 oktober 2014
Dara
9
Ni Made Diah Pujawati
Keroncong perlu Penghayatan Lebih Dunia tarik suara memang sudah akrab dengan dara cantik kelahiran Denpasar 24 Januari 1998 ini. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Ni Made Diah Pujawati merasa jatuh cinta dengan dunia olah vokal ini. “Dengan bernyanyi, semua beban jadi hilang, dan rasanya enjoy,” ujar Puja, sapaan akrabnya.
M
Dekan FH Sri Rahayu Gorda bersama pembicara seminar Prof. Carol dan Prof. Nurjaya serta dosen FH Udiknas
rencana reklamasi Teluk Benoa. Prof. Carol melihat dan masyarakat pun mengakui , atas nama kepentingan uang, Tri Hita Karana hanya wacana dan tidak dilaksanakan. Selanjutnya dikatakan sangat diper lukan peran penegakan hukum, berwa wasan sosial budaya yang merelakan kepentingan pribadi untuk kepentingan umum. Daripada memberi izin terus kepada hotel besar yang keunutungan nya lari ke luar negeri, kenapa pemerintah Bali tidak menggunakan hasil pajak untuk meningkatkan ekowisata berbasis komunitas Selain itu Prof. Carol juga menge mukakan untuk menerapkan pinsip ekologi, dengan prinsip kehati-hatian (precautionary principle). Menjaga ke bijakan terkait pemerataan ekonomi. Tidak terjadi lagi tumpang tindih kewenangan (nesting principle).
demi pemerataan dan mengendalikan konsumsi berlebihan. INKONSISTENSI UU NO. 6 TAHUN 2014 Pembicara lainnya, Prof. Dr. I Nyoman Nurjaya, mengatakan yang menyebabkan rusaknya alam adalah kebijakan dan peraturan perundan gan-undangan. Jeleknya lagi, setelah rusak baru berpikir apa yang harus dilakukan Pembangunan itu wajib dilakukan, tidak perlu alergi dengan pembangunan. Hal ini maksudnya mewujudkan pem bukaan alenia keempat UUD RI. Namun, orientasi pembangunan yang terjadi hanya mengejar target dan eksploitasi. Hal ini terjadi, katanya tidak hanya di level lokal tapi nasional bahkan regional hingga global. Inilah yang menimbulkan global warming. Di
adalah desa dan desa adat. Pasal 6 mengatakan bahwa desa terdiri atas desa adminstrasi dan desa adat. Ked uanya diakui, namun menurutnya UU ini inkonsistensi mengatur normanya. Melihat penjelasan pasal demi pasal ada kesan bahwa pembuat UU itu curiga dengan keberadaan desa adat makanya dikatakan desa adat dengan desa dinas tumpang tindih. Yang men gatakan ini tidak tahu kalau keduanya di Bali memiliki filosofi, fungsi dan peran yang berbeda. Namun, asumsinya desa adat dan desa dinas itu tumpang tindih, yang menyebabkan konflik. Dalam seminar internasional tersebut, Prof. IB Raka Suardana juga sempat mengungkapkan keprihati nannya menanggapi tentang program MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia). Ia mengatakan banyak pro
Suasana seminar internasional yang diselenggarakan FH Undiknas
Begitu pula terkait praktek ekonomi soal pasar bebas, patutnya dikenda likan demi kepentingan umum dan keberlanjutan alam. Menerapkan pajak progressif dan subsidi silang
Dari kiri: Prof. Nurjaya, Made Wardana, dan Prof. Carol
sini negara punya andil merusak. Agar pembangunan nasional tidak terus menjauh dari prinsip-prinsip penting dalam pengelolaan lingkungan hidup. Prof . Nurjana senada dengan Prof, Carol, mengtakan perlunya meng gunakan prisip ekologi, yakni prinsip kehati-hatian atau prinsip pencegahan dini. Sebab apa yang terjadi di hulu akan berpengaruh di tengah dan di hilir. Selain urusan lingkungan hidup , kini Bali menghadapi masalah penting lainnya setelah adanya UU No 6 tahun 2014. Bahkan masalah terkait UU ini bukan hanya dihadapi di Bali tapi di seluruh Indonesia. UU No 6 tahun 2014 yang disahkan pada Januari itu, mengatur tentang desa, menghapus banyak pasal tentang pemerintahan desa di undang-UU No 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. Dalam UU No 6 tahun 2014 , jika dicermati sebenarnya semangat mor alnya, pengakuan terhadap dua tipe desa di Indonesia sangat jelas. Desa
gram pemerintah, seperti percepatan pembangunan yang tidak memperha tikan lingkungan. Begitu pula yang disampaikan Dekan Fakultas Hukum Undiknas Dr. AAA Ngr. Sri Rahayu Gorda, S.H., M.M., M.H., ketika konsep ajaran Tri Hita Karana sudah diakui dunia, faktanya manusia Bali belum berprilaku sesuai dengan Tri Hita Karana dan baru sebatas wacana dan hanya menjadi slogan. Hal ini perlu mendapat perhatian. Karenanya, untuk urusan menata dan mengelola Bali, menurut Sri Gorda sangat diperlukan konsep ke hati-hatian. Di sini pula perlu dikembangkannya kualitas SDM agar mampu mengelola dengan baik dan benar kekayaan alam yang dimiliki. Diharapkan masyrakat Bali tidak mudah untuk menjual kekayaan yang dimilikinya. Pesona alam Bali adalah warisan yang harus di rawat bahkan dipertahankan, sebab anak cucu kita pun mempunyai hak atas yang sama atas semuanya. -ard
eski saat pentas nyanyi perdana waktu kelas 5 SD diakui Puja masih dengan perasaan deg-degan dan minder, tak lantas membuatnya menyerah. Ia terus mengasah ke mampuan dirinya dengan mengikuti les vokal di Sanggar Eka Mahardika Putra. Dari sini ia banyak tahu ten tang teknik vokal/bernyanyi. Selain, menambah teman dan bisa sharing di bidang yang sama. Untuk menguji kemampuannya, Puja pun rajin mengikuti lombalomba atau event-event menyanyi. Berpartisipasi dalam Parade Lagu Pop Bali di PKB (Pesta Kesenian Bali) dari tahun 2010 sampai 2014 tak pernah dilewatinya. Terlebih-lebih ajang Pekan Seni Remaja (PSR) dalam Porsenijar. Meski belum berhasil menjadi yang terbaik saat itu, paling tidak predikat juara III sampai harap an I berhasil disabetnya selama tiga tahun berturut-turut. Sayang, PSR tahun 2014 ini, Puja sama sekali tidak mendapat juara. “Kondisi saya saat itu lagi drop, jadi persiapannya kurang maksimal,” ungkapnya kecewa. Namun, untuk mengobati keke cewaannya, ia mencoba menjajal kemampuan olah vokalnya dalam Lomba Lagu keroncong BRTV/RRI Denpasar 2014 yang diadakan Agus tus lalu. Puja berhasil menjadi Juara I. “Awalnya, saya iseng mencoba mengikuti lomba tersebut. Memang dari dulu saya ingin mempelajari lagu keroncong karena tingkat kesulitannya sangat tinggi,” ucap Puja yang telah menghasilkan album kompilasi “Solas Bintang” saat masih SD dan album single dengan judul lagu “Luh Luwih Luh Luhu” ini. Puja pun tak menyangkal bahwa cengkok keroncong lebih sulit daripada lagu pop, serta membutuhkan penghayatan yang baik, tenang, dan tidak tergesa- g e s a . Prestasinya inilah
yang kemudian mengantarkannya diadu kembali di tingkat korwil yang dihelat di Jakarta. Puja kembali ber hasil menggondol Juara I. “Tanggal 19 Oktober mendatang, saya mewakili korwil Bali akan diadu lagi di Kupang, untuk mencari Juara 1,2, dan 3. Doa kan semoga Bali berhasil jadi Juara I ya,” ujarnya berharap. Prestasi ini dikatakan yang paling membanggakan baginya karena membawa nama Bali ke tingkat nasional. Pengalaman berkesan lainnya dikisahkan gadis 16 tahun ini. Dua tahun lalu ia sempat terpilih sebagai Ing Tai kecil untuk pementasan Pra musti di PKB 2012. Terpilihnya Puja menjadi pemeran Ing Tai karena sebelumnya ia berhasil sebagai Juara I Lomba Lagu Pop Bali. Bergabung bersama Pramusti Bali membuka kesempatan bagi Puja un tuk semakin menambah jaringannya dan belajar dari para penyanyi senior. “Saya banyak belajar dari mereka, terutama untuk men cari ciri khasnya diri,” ucap Puja yang ter gabung da lam Remaja Kreatif Bali
(RKB). Pengalaman berkesan, memalu kan, mengecewakan sudah pernah dilaluinya. Dari situ ia selalu belajar dan bangkit dari kegagalan. Untuk mendapatkan hasil terbaik memang memerlukan perjuangan dan pengor banan. Persiapan yang ia lakukan selama ini cukup menguras tenaga dan waktu, karena jika ingin meraih terbaik harus latihan yang tekun. Lati han, latihan, dan terus latihan, juga berdoa. Dan, semua keberhasilan nya itu juga tak lepas dari dukungan keluarga, teman-teman, dan pihak sekolah. semua ini juga berkat du kungan dan doa orangtua , sekolah , dan teman teman. KAsek Kepala SMAN 7 Denpasar Drs. IB Suyasaputra, M.Si. memberikan apresiasi besar kepada siswinya itu. Ia mengatakan potensi Puja da lam olah vokal cukup bagus. “Dari PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru), perekrutan dilakukan juga lewat jalur prestasi, tak hanya akademis,” tegasnya. Semua itu kembali mengacu kepada visi sekolah yang unggul dalam akademis, peduli lingkungan, pelayanan prima, dan ber wawasan meta kecerdasan. Cerdas intelektual, cerdas sosial, cerdas emosional, dan cerdas spiritual. Berkenaan dengan pembinaan sikap men tal dan karakter siswa ini, Suyasaputra men gatakan sesungguh nya revolusi mental khususnya untuk siswa SMAN 7 Denpasar, sudah diawali dari tahap perekrutan siswa. Dengan bukti fisik, tak hanya calon siswa saja yang di wawancara, tetapi orangtua siswa juga. Ini ditegas kannya agar calon siswa yang ingin masuk si sekolah yang dipimpinnya itu benar-benar dari keinginan siswanya, bukan karena pak saan orangtua. Den gan begitu, siswa akan merasa nyaman da lam kegiatan belajarmengajar dalam sua sana menyenangkan. Selain itu, keluarga merupakan tem pat pendidi kan pertama dan utama bagi siswa, jadi apa pun minat dan bakat siswa juga harus diketahui dan
Kasek IB Suyasaputra bersama Puja, Peraih Juara I Lagu Keroncong 2014
Biodata
Nama lengkap: Ni Made Diah Pujawati Nama panggilan: Puja Kelahiran: Denpasar 24 Januari 1998 Orangtua: I Ketut Jaya Wiratama/Ni Luh Yayuk Sri Laksmi Saudara: Listu Ayu Wiratama Sekolah: Kelas XI IPS 1 SMAN 7 Denpasar Hobi : Menyanyi dan menari Cita-cita : Guru seni Prestasi terpilih: Juara III Lomba Lagu Pop Bali, PSR (Por senijar), 2011; Juara III Lomba Lagu Pop Bali, PSR (Porsenijar) 2012, Juara Harapan I Lomba Lagu Pop Bali, PSR (Porsenijar) 2013; Juara Umum Lomba Lagu Pop Bali se-Kabupaten Ba dung Tahun 2012; Juara Umum Lomba Lagu Pop Bali se-Kabu paten Badung Tahun 2013; Juara I Lomba Lagu Pop Bali Piala Gubernur Made Mangku Pastika; Juara I Keroncong BRTV/RRI Denpasar Tahun 2014 Warna Favorit: Hitam, biru Makanan Favorit: Ayam goreng Penyanyi Favorit : Agnes Monica dan Dewi Persik Moto Hidup: Jangan puas dengan apa yang sudah diraih. Seperti ilmu padi semakin berisi semakin merunduk didukung orangtuanya. Demikian halnya dengan Puja. Sejak awal masuk SMAN 7 lewat jalur prestasi, Puja memang sudah menunjukkan potensi olah vokalnya. Di sekolah ini, bakatnya tersebut mendapatkan penyaluran yang tepat, diasah dan digembleng oleh guru vokal khusus. Di SMAN 7 Denpasar ada 36 ekstrakurikuler, yang terdiri dari kegiatan akademis terkait dengan mata pelajaran yang diolimpiade kan, olahraga (seperti voli, basket softball, baseball, sepak takrow, bulu tangkis) dan seni. “Hampir se mua cabang di Porsenijar kita ikuti, karena memang muaranya adalah kesana,” ujarnya. Banyaknya ekskul pilihan di sekolah ini pun dikatakn Suyasaputra untuk lebih mandekatkan bakat
dan minat siswa, sehingga siswa bisa melakoninya dengan menyenangkan. Disamping, ekstra wajib pramuka. SMAN 7 (Sisma) Denpasar me mang sarat akan prestasi akademis maupun nonakademis. Salah satunya, Juara I KSPAN tingkat provinsi tahun 2013. Sekolah ini juga mengacu pada peduli lingkunga terkait dengan Seko lah Adiwiyata yang Berwawasan Ling kungan. Aplikasinya di sekolah ini tak hanya penataan taman dan lingkungan sekolah yang hijau, tetapi sudah me nerapkan pemilahan sampah, hingga ke pengolahan sampah menjadi kompos, dan dijual. Hasil penjualan kompos ini pun dimasukkan ke tabungan dan OSIS melalui Koperasi OSIS. SMAN 7 Denpasar, Matuha Migasa Mawredya, makin berumur makin perkasa makin berkembang,” ujarnya. –Inten Indrawati
10
Bugar
29 SEPTEMBER - 5 Oktober 2014
Awas, Meningitis Mengancam Nyawa
M
eningitis adalah penyakit yang disebabkan oleh proses peradangan pada selaput jaringan otak dan sumsum tulang belakang (meningen). Meningitis dapat mengenai rentang usia yang lebar, dari balita sampai orang dewasa. Kejadian meningitis di negara berkembang 10 kali lebih tinggi dibanding negara maju dan merupakan penyakit yang berbahaya karena dapat menimbulkan kecacatan seperti ketulian, gangguan daya ingat, kelumpuhan, kejang, bahkan kematian. Untuk itu, ketepatan diagnosis dan penanganan menjadi kunci menyelamatkan penderita meningitis. Apa penyebab meningitis? Penyakit meningitis dapat disebabkan oleh bakteri spesifik/nonspesifik, virus, parasit, atau jamur. Pada orang dewasa, gangguan imun merupakan faktor risiko penting terjadinya meningitis. Sumber infeksinya bisa berupa perluasan infeksi dari struktur di dalam kepala (seperti sinusitis dan infeksi telinga dalam), trauma kepala, atau sumber infeksi dari organ lain yang menyebar lewat darah (hematogen) seperti infeksi pada paru dan diare. Beberapa laporan juga menyebutkan ada obat-obatan yang menyebabkan meningitis. Pada pasien dengan transplantasi organ juga sering dijumpai meningitis di kemudian hari. Meningitis dapat menular melalui cairan ludah pasien meningitis ataupun terhirup oleh orang di sekitar. Berbagi perabotan sehari-hari seperti piring, sendok, handuk yang tidak bersih dengan pasien meningitis juga dapat menularkan penyakit ini. Apa gejala dan tanda meningitis? Gejala meningitis umumnya muncul dan berkembang dalam beberapa
dr. Deddy Andaka, M.Biomed., Sp.S
hari sampai minggu, tergantung dari penyebab. Tiga gejala meningitis yang sering dijumpai adalah nyeri kepala, kaku kuduk, dan panas badan. Sekitar 80-95% pasien meningitis mengeluhkan nyeri kepala hebat yang disertai panas badan. Gejala lain dapat berupa sensitif terhadap cahaya (photophobia), muntah, gelisah, sulit diajak berkomunikasi, dan bila melibatkan bagian otak yang lebih luas dapat menimbulkan kejang. Dari pemeriksaan, pada pasien meningitis dapat dijumpai tanda perangsangan meningeal seperti kekakuan pada leher untuk ditekuk ke depan (kaku kuduk) dan nyeri ketika sendi panggul dan lutut ditekuk. Selain dari gejala di atas, pemeriksaan neurologis yang lebih dalam perlu dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin keterlibatan susunan saraf pusat.
Bagaimana menegakkan diagnosis meningitis? Untuk menegakkan diagnosis meningitis tidak cukup dengan melihat gejala dan tanda di atas. Kaku kuduk misalnya, selain meningitis, perdarahan subaraknoid juga dapat menimbulkan tanda ini (araknoid merupakan lapisan dari meningen). Dokter perlu melakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium untuk melihat penanda infeksi, rontgen dada untuk melihat ada tidaknya sumber infeksi di paru, pemeriksaan imaging kepala (CT-sken dan/atau MRI) untuk melihat adanya komplikasi hidrosefalus dan menyingkirkan penyebab lain, serta punksi lumbal. Punksi lumbal adalah sebuah prosedur untuk mengambil cairan otak melalui penyuntikan di daerah punggung bawah. Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan baku emas (gold standar) yang wajib dilakukan (bila tidak ada penyulit) untuk menegakkan diagnosis dan mencari penyebab meningitis, apakah bakteri, virus atau jamur. Dengan diketahui penyebabnya, pengobatan yang tepat dapat dilakukan. Punksi lumbal perlu diulang kurang lebih 1 minggu setelah pengobatan untuk melihat perkembangan dan keberhasilan pengobatan. Bagaimana pengobatan meningitis? Pengobatan meningitis dimulai sejak awal tanpa menunggu hasil dari punksi lumbal. Dari tanda dan gejala yang ada, dokter dapat menduga penyebab yang mungkin dari meningitis. Ketika dicurigai ke arah meningitis bakteri maka diberikan antibiotika. Bila virus diduga sebagai penyebab, maka perlu pemberian antivirus. Begitu juga ketika tuberkulosis (TB) yang diduga sebagai penyebab, maka perlu diberikan obat antiTB. Selain itu, perlu juga diberikan obat-obatan untuk mengurangi tekanan otak yang meningkat. Bila penyebab tekanan yang meningkat ini berupa sumbatan di saluran cairan
otak, tindakan operasi perlu dilakukan. Selain itu obat-obatan untuk mengurangi gejala seperti panas, nyeri kepala, dan kejang juga diperlukan. Bagaimana tingkat kesembuhan meningitis? Tingkat kesembuhan atau prognosis pasien meningitis sangat tergantung dari usia, penyebab, status imun, waktu diagnosis dan memberi terapi, serta komplikasi yang ada. Dengan penanganan yang tepat, penyakit ini pada umumnya dapat diatasi, walaupun kematian dapat disebabkan oleh hebatnya respon imun pada pasien. Pasien meningitis TB dapat dikelompokkan menjadi stadium awal, pertengahan dan stadium lanjut tergantung dari gejala yang ada. Dikatakan pada stadium lanjut memiliki tingkat kematian sampai 87%. Pasien tua dengan tingkat kesadaran yang rendah memiliki prognosis yang buruk. Bagaimana mencegah tertular meningitis? Jauh lebih baik mencegah daripada mengobati. Membiasakan hidup sehat yang dapat dimulai dari hal-hal kecil seperti membiasakan cuci tangan sebelum dan sesudah makan, tidak membiasakan berbagi makanan/minuman dengan perabot yang sama, mempertahankan imun tubuh dengan berolahraga, makan makanan yang sehat dan istirahat yang cukup adalah cara yang efektif untuk mencegah tertular meningitis. Beberapa meningitis dapat dicegah dengan vaksin tertentu, seperti pemberian vaksin pada mereka yang akan berangkat ibadah haji. dr. Deddy Andaka, M.Biomed., Sp.S Spesialis Penyakit Saraf Klinik Rawat Jalan (Outpatient Dept.) Rumah Sakit SILOAM Appointment: (0361) 779-900 ext 29701 HP: 08174750822 Email: deddy.andaka@siloamhospitals.com
29 SEPTEMBER - 5 Oktober 2014
Style
15
Kebaya Bergaya Dinamis Kebaya, kini semakin beragam modelnya. Pekan ini Tokoh menghadirkan konsep kebaya dengan tampilannya yang modern. Kebaya ini, dapat dikenakan berbagai kalangan mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Kebaya modern, dihadirkan demi menambah pilihan gaya fashion perempuan masa kini.
R
hea, pemilik butik Cempaka di kawasan Jalan Batur Sari, Sanur ini pun tak ketinggalan mengembangkan modifikasi kebaya berkonsep modern. Kebaya kolek-
sinya pun menjadi lebih cantik dan unik tanpa meninggalkan ciri khasnya. Rancangan kebayanya yang dinamis ini juga sempat meramaikan “Jakarta Fashion & Food Festival� di Jakarta beberapa waktu lalu.
Meski modern, terlihat salah satu desainnya ada yang bertahan dengan kerah bergaya klasik seperti shawl collar (syal kerah). Begitu pula dengan bentuk lengan kebayanya, dari lengan panjang, hingga model seperempat lengan atau lengan pendek berdetil unik. Keindahannya semakin lengkap dengan permukaan kebaya yang dihiasi beragam motif bordir. Namun, apapun sebutan dan modelnya kebaya modern ataupun kebaya tradisional tetap menarik. Melengkapi gaya kebaya kali adalah tenun ikat atau endek dasar yang warna putih bermotif songket bunga benang warna-warni, membuat pemakainya tampil fresh, cantik, dan elegan. - Sri Ardhini
Jelita
14
Kenali Parfum Anda Tidak dipungkiri, parfum menjadi salah satu poin penting penampilan . Dengan parfum yang tepat, juga bisa menambah rasa percaya diri ketika berdekatan dengan orang lain. Terutama bagi mereka yang aktivitasnya banyak ketemu orang.
W
anginya parfum pun disebut-sebut dapat membantu meningkatkan mood dan semangat seseorang dalam menjalankan aktivitasnya. Setiap orang mempunyai penilaian dan selera tersendiri ketika memilih parfum yang ingin dipakai. Sebab, wangi parfum yang digunakan seseorang juga menjadi salah satu identitas. Karenanya, tak jarang ada orang yang setia dengan wangi pafum tertentu dan tidak ingin menggantikannya dengan yang lain. Menurut AA Sagung Mas Lestari, pengamat kecantikan ini, bicara selera parfum, memang agak sulit diprediksi, termasuk dari usia. Walau demikian, ia setuju bahwa wangi yang simpel dan manis, seperti aroma bunga dan buah-buahan lebih banyak di minati para remaja atau anak muda. Kadang, mereka juga masih cenderung memakai parfum yang serupa seperti teman-temannya atau selebriti yang mereka kagumi. Dikatakannya pilihan wangi parfum juga banyak bergantung pada faktor emosi dan pengalaman hidup seseorang, “Meski ada juga pengaruh dari temantemannya,” kata pemilik toko kosmetik Kencana, di kawasan Jalan Ratna, Denpasar ini . Untuk para remaja lanjutnya, ada beberapa aroma parfum yang sering menjadi pilihan mereka. Yakni, aroma yang sangat ringan dan segar, diantaranya; aroma khas dari melati, bunga lily, buah-buahan, seperti strawberry . Ada juga campuran aroma buah berry, buah persik, karamel, madu, cendana dan aroma
vanilia, yang wewangiannya ratarata memberi efek menyegarkan sepanjang hari. Sementara wangi bungabungaan yang lebih kompleks, sensual, hangat, dan powdery cen derung identik dengan wanita dewasa dan matang. Seringkali juga mereka itu memiliki beberapa aroma favorit, dan biasa memilih parfum yang sesuai dengan acara serta busananya. Banyak juga diantara mereka yang menyukai parfum yang bisa membangkitkan nostalgia masa mudanya. AROMA VANILLA BAGI PENGGEMAR JAZZ Mengenai memilih parfum yang cocok untuk kegiatan keseharian, Gung Mas yang sudah lebih dari puluhan tahun bergelut dibidang kosmetika ini mengatakan, kalau menemani aktivitas sehari-hari, pilihlah parfum yang beraroma ringan. “Dengan parfum yang beraroma ringan juga segar , tentu yang disekitar juga merasa nyaman,”katanya . Disamping itu, keragaman aroma dari parfum bisa disesuakan dengan kepribadian seseorang. Hal ini dapat membuat pemakainya lebih percaya diri. Untuk pribadi yang aktif misal nya, aroma parfum yang dapat dijadikan pilihan adalah perpaduan antara violet, nilam, musk, dan mandarin, serta beberapa aroma lainnya yang menggabungkan aroma seksi, pedas, dan manis. Untuk mereka yang merasa tergolong romantik, parfum beraroma floral pilihan yang cocok. Sedangkan yang bagi pribadi yang energik, maka parfum beraroma citrus yang paling pas. Sementara aroma buah-buahan (fruity) sangat tepat untuk kepribadian yang gembira dan segar. Sedangkan aroma maskulin biasanya terdiri dari kombinasi dari buah-buahan segar atau kayu-kayuan.
Namun, jangan lupa, kata Gung Mas, untuk menyesuaikan dengan waktu kita memakai parfum. Apakah siang atau malam hari. Umumnya, parfum siang hari aromanya lebih light dan energik, sehingga kita bisa memilih parfum bernuansa buahbuahan yang segar. Sedangkan di malam hari, dapat memilih yang beraroma musk, wood, atau vanilla. “Terkadang urusan parfum ini, ada pula yang menyesuaikan dengan selera musiknya. Seperti mereka yang gemar musik jazz dan lembut, aroma musk atau vanilla jauh lebih pas untuk kepribadiannya. Pada umumnya, kebanyakan perempuan meng hindari jenis wangi parfum yang memiliki aroma bunga terlalu kuat atau menyengat,” lanjutnya. Gung Mas juga memaparkan 5 kelompok aroma minyak wangi yang selama ini cukup populer dikalangan pecinta parfum yakni : Floral: yang dibuat dari gabunga n aroma bunga melati, mawar, melati dan anyelir. Oriental: merupakan campuran getah balsem, campuran rempah, dan resin dengan aroma yang d i k e n a l s u g e s t i f, s e n sualitas serta eksotis. Citrus: wewangian dari buah-buahan, diantaranya jeruk lemon, jeruk nipis, serta mandarin, yang alami memberi kesegaran. Aroma ini paling baik untuk perempuan yang tidak senang aroma kuat. Chypre: adalah keharuman lumut oak, bergamot, , jeruk, serta patchouli. Aroma kayu ini sangat pas buat merek a yang menyukai wangi kaya aroma serta membumi. Green : adalah campuran
rempah-rempah, pinus serta juniper. Wangi tajam dengan keharuman rumput ini cocok bagi perempuan penggemar kedamaian. Gung Mas juga menyampaikan, untuk menentukan minyak wangi dengan harum yang kita sukai dan cocok di tubuh, memerlukan waktu untuk bereksperimen. Namun, yang perlu diingat juga, saat parfum menempel pada kulit hasil aromanya tidak akan sama alias unik untuk setiap individu. Semua dipengaruhi oleh temperatur tubuh, diet, cuaca, serta aroma dasar tubuh seseorang. Untuk itu jangan kaget, minyak wangi yang harum pada seseorang, belum pasti harumnya pas buat Anda. –Sri Ardhini
Hari gini mempertanyakan virginitas? Banyak yang bereaksi seperti itu ketika diajak diskusi tentang keperawanan. Tetapi ternyata masih banyak juga yang menanyakannya lagi. Selama ini yang dibahas justru sebagian besar adalah tentang mengetahui keperawanan pada perempuan dan bukan keperjakaan pada laki-laki. Apakah yang membahas tentang bagaimana membuktikan keperjakaan laki-laki sudah ada? Jawabannya, memang sudah ada. Tapi berhati-hatilah kepada mitos
atau informasi yang tidak benar, karena terkadang memang menyesatkan. Sebagian besar malah berani menilai bahwa keperjakaan bisa dinilai dari segi perubahan bentuk fisik atau bentuk luar semata. Beberapa pendapat yang beredar tentang keperjakaan adalah, seorang laki-laki disebutkan masih perjaka bila saat pertama kali berhubungan seksual ejakulasi atau pengeluaran cairan spermanya cepat terjadi pada awal penetrasi. Juga ada yang bilang seperti yang ditanyakan di atas, bahwa laki-laki yang sudah kehilangan keperjakaan maka lututnya akan kopong dan runcing, pantatnya menipis, rambutnya beruban dan kulit lebih
keriput. Sebagian lagi dengan menebak bahwa laki-laki yang masih perjaka maka kepala penisnya akan berwarna kemerah-merahan sedangkan pada laki-laki sudah tidak perjaka akan berwarna gelap, kadang terdapat goresan-goresan karena gesekan. Lalu, pada laki-laki yang tidak perjaka juga disebutkan sangat mudah mengeluarkan cairan kelamin berwarna bening ketika saat terangsang, yang bukan sperma. Apa itu semua benar? Tentu saja itu semua keliru. Semuanya bisa dipastikan tidak benar. Tentang ejakulasi yang terlalu cepat terjadi saat pertama kali berhubungan seksual memang bisa terjadi, tetapi tidak menjamin itu terjadi pada
hubungan seksual pertama kali. Bisa juga pada hubungan seksual yang kesekian kali hingga bertahuntahun lamanya hubungan seksual baru bisa terjadi. Atau sebaliknya, mereka yang baru pertama kali berhubungan seksual, hubungan seksual bisa terjadi lancar-lancar saja tanpa kejadian ejakulasi yang terlalu cepat. Demikian juga dengan perubahan fisik, pada laki-laki yang sudah berhubungan seksual tidak serta merta langsung terjadi perubahan. Setelah berhubungan seksual sama sekali tidak memunculkan perubahan apa-apa yang bisa dilihat. Tidak juga berubah cara berjalan. Tidak juga merubah bentuk lutut dan bokong. Demikian juga uban dan kulit keriput itu terjadi karena proses menua, jadi bukan karena aktivitas seksual. Tidak ada yang berubah dengan bentuk, anatomi dan fisiologi dari kelamin. Jadi, jangan pernah mudah dan gampang termakan oleh mitos yang jelas
Oleh: dr. Raymond Sebastian, Sp.PD
P
tidak benar seperti ini. Lalu bagaimana cara mengetahui laki-laki yang masih perjaka dan yang sudah tidak perjaka? Tidak ada jalan lain, satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah hanya dengan ditanyakan langsung kepada yang bersangkutan, walau ini juga sering kali tidak mudah, karena bagi banyak orang masalah keperjakaan atau keperawanan merupakan rahasia yang ingin disimpan baik-baik. “Lakilaki yang benar-benar mempunyai perasaan cinta yang tulus, tidak akan membohongi Anda”. Tetapi tentu harus siap dengan berbagai konsekuensi dari jawabannya dan apakah hal ini benar-benar penting untuk ditanyakan. Jadi, silakan berpikir bijak untuk permasalahan keperawanan dan keperjakaan ini, karena justru yang terbaik untuk hubungan Anda saat ini adalah komitmen dan tanggung jawab yang disepakati bersama.
Bugar
11
Gangguan Asam Lambung (GERD) vs Sakit Maag (Gastritis)
ernahkah Anda merasa perut terasa begah, kembung, perut seperti balon gas di perut dan perlahan-lahan naik ke dada? Atau, kadang mulut Anda terasa asam/pahit yang datangnya setelah nyeri ulu hati? Atau, mungkin keluhan batuk yang tidak sembuh walaupun tidak ada masalah dari paru-paru Anda? Anda mungkin mengalami gangguan asam lambung berlebih atau biasa yang disebut GERD (Gastro Esophageal Reflux Disease)/refluks/heart burn. Sedangkan yang biasa disebut sakit maag (gastritis) adalah suatu inflamasi/pembengkakan dari lapisan dalam lambung. Lambung sendiri adalah bagian saluran makanan bagian atas yang berbentuk kantung, tempat penyerapan sari-sari makanan. Gejala gastritis biasanya berupa nyeri perut seperti perih/pedih/tertusuk jarum/ terasa seperti terbakar. Pada kasus yang berat gastritis dapat disertai dengan pendarahan saluran cerna atas (BAB berwarna hitam seperti aspal). Sebagian besar orang menganggap kedua hal ini adalah sama. Akan tetapi itu tidak sepenuhnya benar. Secara definisi, gastritis/sakit maag adalah tentunya kelainan adalah pada lambung, sedangkan kelainan GERD/gangguan asam lambung ada di esophagus (saluran kerong
Membuktikan Keperjakaan “Dok, apa sih tandanya seorang cowok sudah nggak perjaka lagi? Katanya lututnya kopong, pantatnya tepos, terus kalau dilihat kelaminnya sudah menghitam dan spermanya encer. Apa benar ya dok?” (Ferry, 22 th)
29 September - 5 oktober 2014
29 September - 5 oktober 2014
kongan yang menghubungkan mulut dengan lambung, tempat menga lirkan makanan). Akan tetapi seorang bisa mengalami 2 hal ini secara bersamaan, walaupun tidak selalu. Untuk memahami per bedaan antara gastritis dan GERD, kita harus mempelajari sedikit tentang anatomi salur an cerna bagian atas. Diantara esofagus (saluran kerong kongan) dan lambung, ter dapat ada sphincter esophagus/ kerongkongan bagian bawah. Sphincter ini adalah otot polos yang berfungsi sebagai klep, memungkinkan makana n ke lambung dan membantu untuk menjaga makanan tidak kembali ke kerongk ongan. Beberapa refluks adalah normal, seperti contohn ya sendawa. Tapi bila klep tidak berfungsi dengan baik atau karena asam lambung berlebih sehingga menimbulkan aliran balik ke saluran esophagus dan mengiritasi lapisan esophagus, maka hasilnya adalah GERD/refluks. Gejala klasik/ umumn ya adalah nyeri ulu hati, tetapi dapat juga bervariasi seperti mual, muntah nyeri dada, bahkan sampai dapat mengakibatkan batuk kronis, perubahan suara, dll Jika dilihat dari penyebabnya sakit maag dan gangguan asam lambung/GERD adalah berasal dari asam lambung yang berlebihan. Asam lambung adalah asam alami yang diproduksi oleh lambung yang membantu dalam proses pencernaan makanan. Secara alami, dalam lambung ada lapisan dalam yang berfungsi sebagai pelindung lambung dalam keadaan asam. Akan tetapi asam lambung yang berlebihan dapat merusak lapisan pelindung lambung (sehingga menyebabkan gastritis) dan atau sekaligus merusak/mengiritasi bagian bawah lapisan esophagus/ saluran kerongkongan (timbul gejala GERD). Seringkali penyebab GERD sama dengan penyebab gastritis termasuk penggunaan jangka panjang obat anti nyeri golongan NSAID (asam mefenamat, piroksicam,
Ilustrasi GERD
Ilustrasi gastritis
aspirin, ibuprofen), kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol, kopi yang berlebihan. Berikut tips untuk menghindari terjadi GERD/gejala asam lambung: 1.Hidup teratur seperti makan secara teratur, hindari stres, tidur dan berolah raga teratur 2.Hindari makanan yang menyebabkan perlambatan pengosongan lambung seperti cokelat, keju 3.Hindari makanan terlalu asin (seperti kripik)/ mengandung MSG (vetsin) karena dapat meningkatkan asam lambung 4.Hindari makan buah yang terlalu asam seperti lemon dan jeruk 5.Hindari makanan pedas karena dapat memperberat kondisi lambung sudah luka (gastritis, tukak lambung) 6.Jangan makan terlalu terburu-buru, atau mengunyah makanan terlalu cepat 7.Jangan langsung tidur ketika lambung masih penuh (misalnya keadaan setelah makan). Hal ini disebabkan karena makanan dalam lambung butuh waktu sebelum masuk ke dalam usus halus. 8.Bila terjadi asam lambung yang tinggi/gejala GERD, minum air putih hangat/teh hangat/susu low fat (rendah lemak). Gejala klasik/umum asam lambung/GERD adalah nyeri ulu hati. Akan tetapi, tidak semua gejala nyeri di ulu hati adalah pasti gejala asam lambung, tetapi dapat juga disebabkan karena penyakit hati/liver, penyakit batu empedu, penyakit pankreas, bahkan dapat disebabkan karena serangan jantung. Pengobatan untuk GERD dan gastritis juga sering sangat mirip, tetapi dapat bervariasi untuk gastritis tergantung pada penyebabnya. Biasanya bersifat untuk menyeimbangkan asam lambung yang berlebih. Pengobatan lini pertama adalah untuk menetralkan asam lambung seperti golongan antasida yang mudah didapatkan di toko obat atau warung. Akan tetapi itu hanya bersifat sementara, untuk dapat mengurangi asam lambung, dapat digunakan obat anti-asam (H2 blocker) atau proton pump inhibitor. Hal yang paling penting jika sakit berlanjut, segera hubungi dokter. Beberapa pengalaman menunjukkan kadang dokter Anda sudah berusaha mengobati dan Anda merasa lebih baik, walaupun tidak sempurna seperti yang Anda harapkan, atau gejala kembali setelah pengobatan selesai, sebaiknya Anda kembali ke dokter, karena sakit ini memang dapat berulang. Mungkin diperlukan kemungkinan diperlukan pemeriksaan faeces atau pemeriksaan nafas urea (urea breath test) untuk mendiagnosa penyakit H.pylori (bakteri yang hidup di lambung) yang dapat menyebabkan iritasi/luka lambung atau usus halus, sehingga pengobatan harus menggunakan kombinasi dengan antibiotik. Terkadang dokter memerlukan endoscopy/gastroscopy dan biopsy untuk pemeriksaan lanjutan terhadap penyakit esophagus/saluran kerongkongan dan lambung yang dapat membuat asam lambung yang berlebihan. Bekerjasama dengan dokter untuk mengetahui pengobatan terbaik untuk Anda.
Profile dr. Raymond S dr. Raymond S. adalah spesialis penyakit dalam yang berpraktik di BIMC Hospital Group. dr. Raymond Sebastian menyelesaikan pendidikan Internal Medicine dengan tambahan fellowship di bagian Gastroenterology Fellowship di Metropolitan Medical Center in Manila. Sebagai seorang dokter spesialis, dr. Raymond fokus pada prosedur untuk pencegahan, diagnosa dan perawatan penyakit dalam yang kronis maupun akut yang terjadi pada orang dewasa (internist). Sebagai internist, ia juga direferensikan sebagai dokternya, para dokter umum di BIMC, dalam memecahkan masalah diagnosa yang rumit. Saat ini dia juga berperan sebagai kepala Divisi Infectious Control dan trainer untuk para dokter umum di BIMC. Jadwal Praktik: 1.BIMC Hospital Kuta, Selasa jam 16.00 s.d. 22.00 2.BIMC Hospital Nusa Dua, Selasa jam 09.00 s.d. 13.00 dan Jumat 09.00 s.d. 20.00.
12
Kuliner Wedang Ronde Penghangat Tubuh
29 SEPTEMBER - 5 Oktober 2014
29 SEPTEMBER - 5 Oktober 2014
Cicipi Kelezatan Asian Food
Chef Hendra
Asia memang gudangnya makanan enak. Ke negara mana pun kita pergi, makanan Asia selalu tersedia. Ada Prawn Tom Yam dan Pork Ribs BBQ Sauce. Sebagai bonus, ada resep Smoked Salmon Pesto juga. Yuk, kita belajar masak makanan Asia bersama Chef Hendra, Food and Beverage (FB) Director Mars City Hotel.
Prawn Tom Yam Bahan: 250 gr 100 gr 50 gr 1 helai 1 buah
Saus tom yam: 2 sdm : tom yam pasta 1 sdt : kecap manis 1 batang : sereh 1 lembar : daun jeruk 1 helai : daun ketumbar ½ cangkir : air 2 sdm : tepung maizena Cara membuat: - Panggang udang sampai berwarna kemerahan. Sisihkan, taruh di piring. - Buat saus tom yam
Ada satu tempat nongkrong asyik di tengah Kota Denpasar, tepatnya di areal Supermarket Hero (Libi), di Jalan Teuku Umar. Namanya Warung Superhero. Namun, anak-anak muda yang kerap menjadikan warung ini sebagai tempat tongkrongan mereka, lebih sering menyebutnya “Wedang”. Kenapa? Kemungkinan karena salah satu menu favorit di warung ini adalah wedang ronde.
W
Pork Ribs BBQ Sauce
edang, dalam bahasa Jawa berarti minuman (merujuk pada air jahe panas). Sementara, ronde adalah makanan tradisional Cina, dengan nama asli tangyuan, yang merupakan metafora dari reuni keluarga. Ronde terbuat dari tepung ketan yang dicampur sedikit air dan dibentuk menjadi bola, dire-
Bahan: 350 gr : iga babi 150 gr : kentang panggang 80 gr : asparagus segar Chinese sauce (bisa dibeli di supermarket) 1 ruas : jari jahe Cara membuat: - Rebus iga babi dengan Chinese sauce. - Tambahkan jahe, masak 30 menit dengan api kecil. Angkat dan dinginkan.
: udang yang besar (lumuri garam, merica, jeruk nipis) : nasi putih : jamur segar : daun ketumbar : lemon
- Panaskan wajan, tuangkan air dan masukkan semua bahan-bahan kecuali tepung maizena. - Setelah mendidih masukkan jamur dan biarkan beberapa menit. Kemudian, tuangkan tepung maizena yang sudah dicairkan sedikit dengan air. - Cetak nasi, taruh di tengah-tengah piring. - Tata udang dengan baik, dan tuang saus melingkar di sisi piring. - Beri hiasan daun ketumbar di atas udang dan saus, supaya terlihat lebih manis. Siap disajikan.
Smoke Salmon Pesto
Bahan: 3 lembar : smoke salmon (salmon yang dipanggang) ½ gr : jamur shitake 1 buah : roti tawar yang dipanggang 2 sdm : saus pesto Cara membuat saus pesto: 50 gr : daun basil (bisa pakai daun salam) 150 gr : peterseli 100 gr : bawang putih 5 sdm : keju parmesan yang diparut 1 cangkir : olive oil Cara membuat: - Blender semua bahan menjadi satu sampai rata dan halus. -Wirati Astiti
13
Nasi Gandul
Bahan saus Asian barbeque: 2 sdt : minyak goreng 6 siung : bawang putih, dicincang ½ sdt : bubuk cabai ½ sdt : paprika bubuk 1 sdm : merica bubuk ½ sdt : cengkih bubuk 2 cangkir : saus tomat 2 cangkir : air ½ cangkir : cuka 1 sdm : gula merah 1 sdm : kecap asin ½ sdm : garam 1 sdm : L & P (bisa dibeli di supermarket di bagian bumbu-bumbu botolan) Cara membuat: - Tumis bawang putih, saus tomat, dan merica selama lebih kurang satu menit. Kemudian, masukkan bahan lain dan biarkan mendidih. Masak dengan api kecil selama 30 menit.
bus, dan disajikan dengan kuah manis. Ukurannya bisa kecil atau besar, diberi isi maupun tidak. Masyarakat Cina biasa mengonsumsi tangyuan (ronde) saat Festival Yuanxiao (Festival Lampion) atau pada setiap kesempatan diadakan perkumpulan keluarga, misalnya saat pesta pernikahan. Ronde Indonesia merupakan tangyuan yang telah bercampur dengan budaya masing-masing daerah atau selera lokal. Istilah wedang ronde merujuk pada air jahe panas yang disajikan bersama dengan ronde. Air jahe juga bisa menggunakan gula kelapa, diberi taburan kacang tanah goreng (tanpa kulit), potongan roti, kolang-kaling, dan sebagainya. Tergantung selera dan kreasi masing-masing penikmatnya. Wedang Ronde sudah sangat umum bagi masyarakat Indonesia sehingga banyak yang mengira bahwa asalnya adalah asli dari Indonesia sebagai minuman tradisional Jawa. Namun, dari mana pun asalnya, yang jelas penganan ini sangat bagus untuk kesehatan dan meningkatkan stamina. Di Warung Superhero alias Wedang, Wedang jahe disajikan dalam mangkuk kecil lengkap dengan lima bola ketan seukuran bakso ditaburi kacang tanah yang disangrai. Tentunya tak ketinggalan citarasa air jahe yang disajikan panas yang cukup mampu menghangatkan badan, terutama tenggorokan, dada dan perut. Wedang ronde ini sangat cocok dikonsumsi saat cuaca dingin atau musim penghujan. Semangkuk wedang ronde dipatok dengan harga Rp 7 ribu.
Wedang Ronde NASI GANDUL Makanan yang khas di Wedang adalah nasi gandul dan nasi pindang ayam. Penyajiannya cukup unik karena memakai piring yang dialasi daun pisang. Tampilan kedua nasi ini sama, yakni sepiring nasi putih yang kemudian disirami kuah. Yang membedakan hanyalah, nasi gandul memakai daging sapi, sementara nasi pindang memakai daging ayam. Jika dicermati, citarasa kedua makanan terkecap manis dan rasanya mirip dengan rawon. Jadi, Anda tinggal memilih mau daging sapi atau ayam? Harga yang ditawarkan juga relatif murah, hanya Rp 12 ribu per porsi. Warung ini mulai buka sekitar pukul 18.00 hingga tengah malam. Menurut salah seorang pengunjung yang kerap makan di sana, Budi, warung ini akan ramai dikunjungi pembeli mulai pukul 20.00 ke atas. “Untung kita lebih awal ke sini, jadi tidak terlalu ramai,” ujarnya kepada beberapa teman yang diajaknya makan di tempat itu. Sementara pengunjung lain, Ardani juga menyebut bahwa tempat ini kerap dipakai nongkrong oleh putranya yang kini menginjak remaja. –Inten Indrawati
Rica-rica Ayam Kampung
Sarwan Bahan: 1 buah 1 buah 2 sdm 100 ml
: kelapa muda, diserut : nanas muda, diserut : selasih : jus jeruk
Es Serut Kelapa Muda
Bahan: 1 kg : ayam kampug, potong-potong kecil, bersihkan 10 siung : bawang merah, diiris-iris 4 siung : bawang putih diiris-iris. 20 buah : cabe kecil 2 lbr : daun jeruk purut, buang tangkainya 1 batang : serai, memarkan 10 ml : kecap manis 3 buah : cabe besar, iris serong 700 ml : air Lada bubuk, garam, gula, kaldu bubuk, secukupnya.
Cara Membuat: - Campur semua bahan jadi satu (ke cuali sirup merah), aduk merata - Siap dihidangkan.
Cara Membuat: - Panaskan minyak dalam wajan, lalu masukkan bumbu-bumbu irisan, aduk merata hingga harum. - Masukkan ayam, air dan lada beserta bumbu lain, lalu tutup wajan, masak hingga ayam empuk dan bumbu meresap, masak hingga air agak habis. - Siap untuk dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng.
3 sdm
: sirup merah (digunakan sebagai topping) Es batu, diserut secukupnya
Kakap Tim Bumbu Kuning
Bahan: 500 gr : ikan gurami, bersihkan dan kerat-kerat punggungya. 1 ruas : jari jahe, iris korek api Cabe besar merah, secukupnya iris korek api Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Bahan bumbu yang dihaluskan: 7 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 2 ruas : jari kunyit bakar 4 butir : kemiri sangria
Cara Membuat: - Campur bumbu halus dan bahan irisan bersama ikan, lalu taruh ikan di pinggan tahan panas, kukus selama 20 menit. - Siap dihidangkan selagi panas.
12
Kuliner Wedang Ronde Penghangat Tubuh
29 SEPTEMBER - 5 Oktober 2014
29 SEPTEMBER - 5 Oktober 2014
Cicipi Kelezatan Asian Food
Chef Hendra
Asia memang gudangnya makanan enak. Ke negara mana pun kita pergi, makanan Asia selalu tersedia. Ada Prawn Tom Yam dan Pork Ribs BBQ Sauce. Sebagai bonus, ada resep Smoked Salmon Pesto juga. Yuk, kita belajar masak makanan Asia bersama Chef Hendra, Food and Beverage (FB) Director Mars City Hotel.
Prawn Tom Yam Bahan: 250 gr 100 gr 50 gr 1 helai 1 buah
Saus tom yam: 2 sdm : tom yam pasta 1 sdt : kecap manis 1 batang : sereh 1 lembar : daun jeruk 1 helai : daun ketumbar ½ cangkir : air 2 sdm : tepung maizena Cara membuat: - Panggang udang sampai berwarna kemerahan. Sisihkan, taruh di piring. - Buat saus tom yam
Ada satu tempat nongkrong asyik di tengah Kota Denpasar, tepatnya di areal Supermarket Hero (Libi), di Jalan Teuku Umar. Namanya Warung Superhero. Namun, anak-anak muda yang kerap menjadikan warung ini sebagai tempat tongkrongan mereka, lebih sering menyebutnya “Wedang”. Kenapa? Kemungkinan karena salah satu menu favorit di warung ini adalah wedang ronde.
W
Pork Ribs BBQ Sauce
edang, dalam bahasa Jawa berarti minuman (merujuk pada air jahe panas). Sementara, ronde adalah makanan tradisional Cina, dengan nama asli tangyuan, yang merupakan metafora dari reuni keluarga. Ronde terbuat dari tepung ketan yang dicampur sedikit air dan dibentuk menjadi bola, dire-
Bahan: 350 gr : iga babi 150 gr : kentang panggang 80 gr : asparagus segar Chinese sauce (bisa dibeli di supermarket) 1 ruas : jari jahe Cara membuat: - Rebus iga babi dengan Chinese sauce. - Tambahkan jahe, masak 30 menit dengan api kecil. Angkat dan dinginkan.
: udang yang besar (lumuri garam, merica, jeruk nipis) : nasi putih : jamur segar : daun ketumbar : lemon
- Panaskan wajan, tuangkan air dan masukkan semua bahan-bahan kecuali tepung maizena. - Setelah mendidih masukkan jamur dan biarkan beberapa menit. Kemudian, tuangkan tepung maizena yang sudah dicairkan sedikit dengan air. - Cetak nasi, taruh di tengah-tengah piring. - Tata udang dengan baik, dan tuang saus melingkar di sisi piring. - Beri hiasan daun ketumbar di atas udang dan saus, supaya terlihat lebih manis. Siap disajikan.
Smoke Salmon Pesto
Bahan: 3 lembar : smoke salmon (salmon yang dipanggang) ½ gr : jamur shitake 1 buah : roti tawar yang dipanggang 2 sdm : saus pesto Cara membuat saus pesto: 50 gr : daun basil (bisa pakai daun salam) 150 gr : peterseli 100 gr : bawang putih 5 sdm : keju parmesan yang diparut 1 cangkir : olive oil Cara membuat: - Blender semua bahan menjadi satu sampai rata dan halus. -Wirati Astiti
13
Nasi Gandul
Bahan saus Asian barbeque: 2 sdt : minyak goreng 6 siung : bawang putih, dicincang ½ sdt : bubuk cabai ½ sdt : paprika bubuk 1 sdm : merica bubuk ½ sdt : cengkih bubuk 2 cangkir : saus tomat 2 cangkir : air ½ cangkir : cuka 1 sdm : gula merah 1 sdm : kecap asin ½ sdm : garam 1 sdm : L & P (bisa dibeli di supermarket di bagian bumbu-bumbu botolan) Cara membuat: - Tumis bawang putih, saus tomat, dan merica selama lebih kurang satu menit. Kemudian, masukkan bahan lain dan biarkan mendidih. Masak dengan api kecil selama 30 menit.
bus, dan disajikan dengan kuah manis. Ukurannya bisa kecil atau besar, diberi isi maupun tidak. Masyarakat Cina biasa mengonsumsi tangyuan (ronde) saat Festival Yuanxiao (Festival Lampion) atau pada setiap kesempatan diadakan perkumpulan keluarga, misalnya saat pesta pernikahan. Ronde Indonesia merupakan tangyuan yang telah bercampur dengan budaya masing-masing daerah atau selera lokal. Istilah wedang ronde merujuk pada air jahe panas yang disajikan bersama dengan ronde. Air jahe juga bisa menggunakan gula kelapa, diberi taburan kacang tanah goreng (tanpa kulit), potongan roti, kolang-kaling, dan sebagainya. Tergantung selera dan kreasi masing-masing penikmatnya. Wedang Ronde sudah sangat umum bagi masyarakat Indonesia sehingga banyak yang mengira bahwa asalnya adalah asli dari Indonesia sebagai minuman tradisional Jawa. Namun, dari mana pun asalnya, yang jelas penganan ini sangat bagus untuk kesehatan dan meningkatkan stamina. Di Warung Superhero alias Wedang, Wedang jahe disajikan dalam mangkuk kecil lengkap dengan lima bola ketan seukuran bakso ditaburi kacang tanah yang disangrai. Tentunya tak ketinggalan citarasa air jahe yang disajikan panas yang cukup mampu menghangatkan badan, terutama tenggorokan, dada dan perut. Wedang ronde ini sangat cocok dikonsumsi saat cuaca dingin atau musim penghujan. Semangkuk wedang ronde dipatok dengan harga Rp 7 ribu.
Wedang Ronde NASI GANDUL Makanan yang khas di Wedang adalah nasi gandul dan nasi pindang ayam. Penyajiannya cukup unik karena memakai piring yang dialasi daun pisang. Tampilan kedua nasi ini sama, yakni sepiring nasi putih yang kemudian disirami kuah. Yang membedakan hanyalah, nasi gandul memakai daging sapi, sementara nasi pindang memakai daging ayam. Jika dicermati, citarasa kedua makanan terkecap manis dan rasanya mirip dengan rawon. Jadi, Anda tinggal memilih mau daging sapi atau ayam? Harga yang ditawarkan juga relatif murah, hanya Rp 12 ribu per porsi. Warung ini mulai buka sekitar pukul 18.00 hingga tengah malam. Menurut salah seorang pengunjung yang kerap makan di sana, Budi, warung ini akan ramai dikunjungi pembeli mulai pukul 20.00 ke atas. “Untung kita lebih awal ke sini, jadi tidak terlalu ramai,” ujarnya kepada beberapa teman yang diajaknya makan di tempat itu. Sementara pengunjung lain, Ardani juga menyebut bahwa tempat ini kerap dipakai nongkrong oleh putranya yang kini menginjak remaja. –Inten Indrawati
Rica-rica Ayam Kampung
Sarwan Bahan: 1 buah 1 buah 2 sdm 100 ml
: kelapa muda, diserut : nanas muda, diserut : selasih : jus jeruk
Es Serut Kelapa Muda
Bahan: 1 kg : ayam kampug, potong-potong kecil, bersihkan 10 siung : bawang merah, diiris-iris 4 siung : bawang putih diiris-iris. 20 buah : cabe kecil 2 lbr : daun jeruk purut, buang tangkainya 1 batang : serai, memarkan 10 ml : kecap manis 3 buah : cabe besar, iris serong 700 ml : air Lada bubuk, garam, gula, kaldu bubuk, secukupnya.
Cara Membuat: - Campur semua bahan jadi satu (ke cuali sirup merah), aduk merata - Siap dihidangkan.
Cara Membuat: - Panaskan minyak dalam wajan, lalu masukkan bumbu-bumbu irisan, aduk merata hingga harum. - Masukkan ayam, air dan lada beserta bumbu lain, lalu tutup wajan, masak hingga ayam empuk dan bumbu meresap, masak hingga air agak habis. - Siap untuk dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng.
3 sdm
: sirup merah (digunakan sebagai topping) Es batu, diserut secukupnya
Kakap Tim Bumbu Kuning
Bahan: 500 gr : ikan gurami, bersihkan dan kerat-kerat punggungya. 1 ruas : jari jahe, iris korek api Cabe besar merah, secukupnya iris korek api Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Bahan bumbu yang dihaluskan: 7 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 2 ruas : jari kunyit bakar 4 butir : kemiri sangria
Cara Membuat: - Campur bumbu halus dan bahan irisan bersama ikan, lalu taruh ikan di pinggan tahan panas, kukus selama 20 menit. - Siap dihidangkan selagi panas.
Jelita
14
Kenali Parfum Anda Tidak dipungkiri, parfum menjadi salah satu poin penting penampilan . Dengan parfum yang tepat, juga bisa menambah rasa percaya diri ketika berdekatan dengan orang lain. Terutama bagi mereka yang aktivitasnya banyak ketemu orang.
W
anginya parfum pun disebut-sebut dapat membantu meningkatkan mood dan semangat seseorang dalam menjalankan aktivitasnya. Setiap orang mempunyai penilaian dan selera tersendiri ketika memilih parfum yang ingin dipakai. Sebab, wangi parfum yang digunakan seseorang juga menjadi salah satu identitas. Karenanya, tak jarang ada orang yang setia dengan wangi pafum tertentu dan tidak ingin menggantikannya dengan yang lain. Menurut AA Sagung Mas Lestari, pengamat kecantikan ini, bicara selera parfum, memang agak sulit diprediksi, termasuk dari usia. Walau demikian, ia setuju bahwa wangi yang simpel dan manis, seperti aroma bunga dan buah-buahan lebih banyak di minati para remaja atau anak muda. Kadang, mereka juga masih cenderung memakai parfum yang serupa seperti teman-temannya atau selebriti yang mereka kagumi. Dikatakannya pilihan wangi parfum juga banyak bergantung pada faktor emosi dan pengalaman hidup seseorang, “Meski ada juga pengaruh dari temantemannya,” kata pemilik toko kosmetik Kencana, di kawasan Jalan Ratna, Denpasar ini . Untuk para remaja lanjutnya, ada beberapa aroma parfum yang sering menjadi pilihan mereka. Yakni, aroma yang sangat ringan dan segar, diantaranya; aroma khas dari melati, bunga lily, buah-buahan, seperti strawberry . Ada juga campuran aroma buah berry, buah persik, karamel, madu, cendana dan aroma
vanilia, yang wewangiannya ratarata memberi efek menyegarkan sepanjang hari. Sementara wangi bungabungaan yang lebih kompleks, sensual, hangat, dan powdery cen derung identik dengan wanita dewasa dan matang. Seringkali juga mereka itu memiliki beberapa aroma favorit, dan biasa memilih parfum yang sesuai dengan acara serta busananya. Banyak juga diantara mereka yang menyukai parfum yang bisa membangkitkan nostalgia masa mudanya. AROMA VANILLA BAGI PENGGEMAR JAZZ Mengenai memilih parfum yang cocok untuk kegiatan keseharian, Gung Mas yang sudah lebih dari puluhan tahun bergelut dibidang kosmetika ini mengatakan, kalau menemani aktivitas sehari-hari, pilihlah parfum yang beraroma ringan. “Dengan parfum yang beraroma ringan juga segar , tentu yang disekitar juga merasa nyaman,”katanya . Disamping itu, keragaman aroma dari parfum bisa disesuakan dengan kepribadian seseorang. Hal ini dapat membuat pemakainya lebih percaya diri. Untuk pribadi yang aktif misal nya, aroma parfum yang dapat dijadikan pilihan adalah perpaduan antara violet, nilam, musk, dan mandarin, serta beberapa aroma lainnya yang menggabungkan aroma seksi, pedas, dan manis. Untuk mereka yang merasa tergolong romantik, parfum beraroma floral pilihan yang cocok. Sedangkan yang bagi pribadi yang energik, maka parfum beraroma citrus yang paling pas. Sementara aroma buah-buahan (fruity) sangat tepat untuk kepribadian yang gembira dan segar. Sedangkan aroma maskulin biasanya terdiri dari kombinasi dari buah-buahan segar atau kayu-kayuan.
Namun, jangan lupa, kata Gung Mas, untuk menyesuaikan dengan waktu kita memakai parfum. Apakah siang atau malam hari. Umumnya, parfum siang hari aromanya lebih light dan energik, sehingga kita bisa memilih parfum bernuansa buahbuahan yang segar. Sedangkan di malam hari, dapat memilih yang beraroma musk, wood, atau vanilla. “Terkadang urusan parfum ini, ada pula yang menyesuaikan dengan selera musiknya. Seperti mereka yang gemar musik jazz dan lembut, aroma musk atau vanilla jauh lebih pas untuk kepribadiannya. Pada umumnya, kebanyakan perempuan meng hindari jenis wangi parfum yang memiliki aroma bunga terlalu kuat atau menyengat,” lanjutnya. Gung Mas juga memaparkan 5 kelompok aroma minyak wangi yang selama ini cukup populer dikalangan pecinta parfum yakni : Floral: yang dibuat dari gabunga n aroma bunga melati, mawar, melati dan anyelir. Oriental: merupakan campuran getah balsem, campuran rempah, dan resin dengan aroma yang d i k e n a l s u g e s t i f, s e n sualitas serta eksotis. Citrus: wewangian dari buah-buahan, diantaranya jeruk lemon, jeruk nipis, serta mandarin, yang alami memberi kesegaran. Aroma ini paling baik untuk perempuan yang tidak senang aroma kuat. Chypre: adalah keharuman lumut oak, bergamot, , jeruk, serta patchouli. Aroma kayu ini sangat pas buat merek a yang menyukai wangi kaya aroma serta membumi. Green : adalah campuran
rempah-rempah, pinus serta juniper. Wangi tajam dengan keharuman rumput ini cocok bagi perempuan penggemar kedamaian. Gung Mas juga menyampaikan, untuk menentukan minyak wangi dengan harum yang kita sukai dan cocok di tubuh, memerlukan waktu untuk bereksperimen. Namun, yang perlu diingat juga, saat parfum menempel pada kulit hasil aromanya tidak akan sama alias unik untuk setiap individu. Semua dipengaruhi oleh temperatur tubuh, diet, cuaca, serta aroma dasar tubuh seseorang. Untuk itu jangan kaget, minyak wangi yang harum pada seseorang, belum pasti harumnya pas buat Anda. –Sri Ardhini
Hari gini mempertanyakan virginitas? Banyak yang bereaksi seperti itu ketika diajak diskusi tentang keperawanan. Tetapi ternyata masih banyak juga yang menanyakannya lagi. Selama ini yang dibahas justru sebagian besar adalah tentang mengetahui keperawanan pada perempuan dan bukan keperjakaan pada laki-laki. Apakah yang membahas tentang bagaimana membuktikan keperjakaan laki-laki sudah ada? Jawabannya, memang sudah ada. Tapi berhati-hatilah kepada mitos
atau informasi yang tidak benar, karena terkadang memang menyesatkan. Sebagian besar malah berani menilai bahwa keperjakaan bisa dinilai dari segi perubahan bentuk fisik atau bentuk luar semata. Beberapa pendapat yang beredar tentang keperjakaan adalah, seorang laki-laki disebutkan masih perjaka bila saat pertama kali berhubungan seksual ejakulasi atau pengeluaran cairan spermanya cepat terjadi pada awal penetrasi. Juga ada yang bilang seperti yang ditanyakan di atas, bahwa laki-laki yang sudah kehilangan keperjakaan maka lututnya akan kopong dan runcing, pantatnya menipis, rambutnya beruban dan kulit lebih
keriput. Sebagian lagi dengan menebak bahwa laki-laki yang masih perjaka maka kepala penisnya akan berwarna kemerah-merahan sedangkan pada laki-laki sudah tidak perjaka akan berwarna gelap, kadang terdapat goresan-goresan karena gesekan. Lalu, pada laki-laki yang tidak perjaka juga disebutkan sangat mudah mengeluarkan cairan kelamin berwarna bening ketika saat terangsang, yang bukan sperma. Apa itu semua benar? Tentu saja itu semua keliru. Semuanya bisa dipastikan tidak benar. Tentang ejakulasi yang terlalu cepat terjadi saat pertama kali berhubungan seksual memang bisa terjadi, tetapi tidak menjamin itu terjadi pada
hubungan seksual pertama kali. Bisa juga pada hubungan seksual yang kesekian kali hingga bertahuntahun lamanya hubungan seksual baru bisa terjadi. Atau sebaliknya, mereka yang baru pertama kali berhubungan seksual, hubungan seksual bisa terjadi lancar-lancar saja tanpa kejadian ejakulasi yang terlalu cepat. Demikian juga dengan perubahan fisik, pada laki-laki yang sudah berhubungan seksual tidak serta merta langsung terjadi perubahan. Setelah berhubungan seksual sama sekali tidak memunculkan perubahan apa-apa yang bisa dilihat. Tidak juga berubah cara berjalan. Tidak juga merubah bentuk lutut dan bokong. Demikian juga uban dan kulit keriput itu terjadi karena proses menua, jadi bukan karena aktivitas seksual. Tidak ada yang berubah dengan bentuk, anatomi dan fisiologi dari kelamin. Jadi, jangan pernah mudah dan gampang termakan oleh mitos yang jelas
Oleh: dr. Raymond Sebastian, Sp.PD
P
tidak benar seperti ini. Lalu bagaimana cara mengetahui laki-laki yang masih perjaka dan yang sudah tidak perjaka? Tidak ada jalan lain, satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah hanya dengan ditanyakan langsung kepada yang bersangkutan, walau ini juga sering kali tidak mudah, karena bagi banyak orang masalah keperjakaan atau keperawanan merupakan rahasia yang ingin disimpan baik-baik. “Lakilaki yang benar-benar mempunyai perasaan cinta yang tulus, tidak akan membohongi Anda”. Tetapi tentu harus siap dengan berbagai konsekuensi dari jawabannya dan apakah hal ini benar-benar penting untuk ditanyakan. Jadi, silakan berpikir bijak untuk permasalahan keperawanan dan keperjakaan ini, karena justru yang terbaik untuk hubungan Anda saat ini adalah komitmen dan tanggung jawab yang disepakati bersama.
Bugar
11
Gangguan Asam Lambung (GERD) vs Sakit Maag (Gastritis)
ernahkah Anda merasa perut terasa begah, kembung, perut seperti balon gas di perut dan perlahan-lahan naik ke dada? Atau, kadang mulut Anda terasa asam/pahit yang datangnya setelah nyeri ulu hati? Atau, mungkin keluhan batuk yang tidak sembuh walaupun tidak ada masalah dari paru-paru Anda? Anda mungkin mengalami gangguan asam lambung berlebih atau biasa yang disebut GERD (Gastro Esophageal Reflux Disease)/refluks/heart burn. Sedangkan yang biasa disebut sakit maag (gastritis) adalah suatu inflamasi/pembengkakan dari lapisan dalam lambung. Lambung sendiri adalah bagian saluran makanan bagian atas yang berbentuk kantung, tempat penyerapan sari-sari makanan. Gejala gastritis biasanya berupa nyeri perut seperti perih/pedih/tertusuk jarum/ terasa seperti terbakar. Pada kasus yang berat gastritis dapat disertai dengan pendarahan saluran cerna atas (BAB berwarna hitam seperti aspal). Sebagian besar orang menganggap kedua hal ini adalah sama. Akan tetapi itu tidak sepenuhnya benar. Secara definisi, gastritis/sakit maag adalah tentunya kelainan adalah pada lambung, sedangkan kelainan GERD/gangguan asam lambung ada di esophagus (saluran kerong
Membuktikan Keperjakaan “Dok, apa sih tandanya seorang cowok sudah nggak perjaka lagi? Katanya lututnya kopong, pantatnya tepos, terus kalau dilihat kelaminnya sudah menghitam dan spermanya encer. Apa benar ya dok?” (Ferry, 22 th)
29 September - 5 oktober 2014
29 September - 5 oktober 2014
kongan yang menghubungkan mulut dengan lambung, tempat menga lirkan makanan). Akan tetapi seorang bisa mengalami 2 hal ini secara bersamaan, walaupun tidak selalu. Untuk memahami per bedaan antara gastritis dan GERD, kita harus mempelajari sedikit tentang anatomi salur an cerna bagian atas. Diantara esofagus (saluran kerong kongan) dan lambung, ter dapat ada sphincter esophagus/ kerongkongan bagian bawah. Sphincter ini adalah otot polos yang berfungsi sebagai klep, memungkinkan makana n ke lambung dan membantu untuk menjaga makanan tidak kembali ke kerongk ongan. Beberapa refluks adalah normal, seperti contohn ya sendawa. Tapi bila klep tidak berfungsi dengan baik atau karena asam lambung berlebih sehingga menimbulkan aliran balik ke saluran esophagus dan mengiritasi lapisan esophagus, maka hasilnya adalah GERD/refluks. Gejala klasik/ umumn ya adalah nyeri ulu hati, tetapi dapat juga bervariasi seperti mual, muntah nyeri dada, bahkan sampai dapat mengakibatkan batuk kronis, perubahan suara, dll Jika dilihat dari penyebabnya sakit maag dan gangguan asam lambung/GERD adalah berasal dari asam lambung yang berlebihan. Asam lambung adalah asam alami yang diproduksi oleh lambung yang membantu dalam proses pencernaan makanan. Secara alami, dalam lambung ada lapisan dalam yang berfungsi sebagai pelindung lambung dalam keadaan asam. Akan tetapi asam lambung yang berlebihan dapat merusak lapisan pelindung lambung (sehingga menyebabkan gastritis) dan atau sekaligus merusak/mengiritasi bagian bawah lapisan esophagus/ saluran kerongkongan (timbul gejala GERD). Seringkali penyebab GERD sama dengan penyebab gastritis termasuk penggunaan jangka panjang obat anti nyeri golongan NSAID (asam mefenamat, piroksicam,
Ilustrasi GERD
Ilustrasi gastritis
aspirin, ibuprofen), kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol, kopi yang berlebihan. Berikut tips untuk menghindari terjadi GERD/gejala asam lambung: 1.Hidup teratur seperti makan secara teratur, hindari stres, tidur dan berolah raga teratur 2.Hindari makanan yang menyebabkan perlambatan pengosongan lambung seperti cokelat, keju 3.Hindari makanan terlalu asin (seperti kripik)/ mengandung MSG (vetsin) karena dapat meningkatkan asam lambung 4.Hindari makan buah yang terlalu asam seperti lemon dan jeruk 5.Hindari makanan pedas karena dapat memperberat kondisi lambung sudah luka (gastritis, tukak lambung) 6.Jangan makan terlalu terburu-buru, atau mengunyah makanan terlalu cepat 7.Jangan langsung tidur ketika lambung masih penuh (misalnya keadaan setelah makan). Hal ini disebabkan karena makanan dalam lambung butuh waktu sebelum masuk ke dalam usus halus. 8.Bila terjadi asam lambung yang tinggi/gejala GERD, minum air putih hangat/teh hangat/susu low fat (rendah lemak). Gejala klasik/umum asam lambung/GERD adalah nyeri ulu hati. Akan tetapi, tidak semua gejala nyeri di ulu hati adalah pasti gejala asam lambung, tetapi dapat juga disebabkan karena penyakit hati/liver, penyakit batu empedu, penyakit pankreas, bahkan dapat disebabkan karena serangan jantung. Pengobatan untuk GERD dan gastritis juga sering sangat mirip, tetapi dapat bervariasi untuk gastritis tergantung pada penyebabnya. Biasanya bersifat untuk menyeimbangkan asam lambung yang berlebih. Pengobatan lini pertama adalah untuk menetralkan asam lambung seperti golongan antasida yang mudah didapatkan di toko obat atau warung. Akan tetapi itu hanya bersifat sementara, untuk dapat mengurangi asam lambung, dapat digunakan obat anti-asam (H2 blocker) atau proton pump inhibitor. Hal yang paling penting jika sakit berlanjut, segera hubungi dokter. Beberapa pengalaman menunjukkan kadang dokter Anda sudah berusaha mengobati dan Anda merasa lebih baik, walaupun tidak sempurna seperti yang Anda harapkan, atau gejala kembali setelah pengobatan selesai, sebaiknya Anda kembali ke dokter, karena sakit ini memang dapat berulang. Mungkin diperlukan kemungkinan diperlukan pemeriksaan faeces atau pemeriksaan nafas urea (urea breath test) untuk mendiagnosa penyakit H.pylori (bakteri yang hidup di lambung) yang dapat menyebabkan iritasi/luka lambung atau usus halus, sehingga pengobatan harus menggunakan kombinasi dengan antibiotik. Terkadang dokter memerlukan endoscopy/gastroscopy dan biopsy untuk pemeriksaan lanjutan terhadap penyakit esophagus/saluran kerongkongan dan lambung yang dapat membuat asam lambung yang berlebihan. Bekerjasama dengan dokter untuk mengetahui pengobatan terbaik untuk Anda.
Profile dr. Raymond S dr. Raymond S. adalah spesialis penyakit dalam yang berpraktik di BIMC Hospital Group. dr. Raymond Sebastian menyelesaikan pendidikan Internal Medicine dengan tambahan fellowship di bagian Gastroenterology Fellowship di Metropolitan Medical Center in Manila. Sebagai seorang dokter spesialis, dr. Raymond fokus pada prosedur untuk pencegahan, diagnosa dan perawatan penyakit dalam yang kronis maupun akut yang terjadi pada orang dewasa (internist). Sebagai internist, ia juga direferensikan sebagai dokternya, para dokter umum di BIMC, dalam memecahkan masalah diagnosa yang rumit. Saat ini dia juga berperan sebagai kepala Divisi Infectious Control dan trainer untuk para dokter umum di BIMC. Jadwal Praktik: 1.BIMC Hospital Kuta, Selasa jam 16.00 s.d. 22.00 2.BIMC Hospital Nusa Dua, Selasa jam 09.00 s.d. 13.00 dan Jumat 09.00 s.d. 20.00.
10
Bugar
29 SEPTEMBER - 5 Oktober 2014
Awas, Meningitis Mengancam Nyawa
M
eningitis adalah penyakit yang disebabkan oleh proses peradangan pada selaput jaringan otak dan sumsum tulang belakang (meningen). Meningitis dapat mengenai rentang usia yang lebar, dari balita sampai orang dewasa. Kejadian meningitis di negara berkembang 10 kali lebih tinggi dibanding negara maju dan merupakan penyakit yang berbahaya karena dapat menimbulkan kecacatan seperti ketulian, gangguan daya ingat, kelumpuhan, kejang, bahkan kematian. Untuk itu, ketepatan diagnosis dan penanganan menjadi kunci menyelamatkan penderita meningitis. Apa penyebab meningitis? Penyakit meningitis dapat disebabkan oleh bakteri spesifik/nonspesifik, virus, parasit, atau jamur. Pada orang dewasa, gangguan imun merupakan faktor risiko penting terjadinya meningitis. Sumber infeksinya bisa berupa perluasan infeksi dari struktur di dalam kepala (seperti sinusitis dan infeksi telinga dalam), trauma kepala, atau sumber infeksi dari organ lain yang menyebar lewat darah (hematogen) seperti infeksi pada paru dan diare. Beberapa laporan juga menyebutkan ada obat-obatan yang menyebabkan meningitis. Pada pasien dengan transplantasi organ juga sering dijumpai meningitis di kemudian hari. Meningitis dapat menular melalui cairan ludah pasien meningitis ataupun terhirup oleh orang di sekitar. Berbagi perabotan sehari-hari seperti piring, sendok, handuk yang tidak bersih dengan pasien meningitis juga dapat menularkan penyakit ini. Apa gejala dan tanda meningitis? Gejala meningitis umumnya muncul dan berkembang dalam beberapa
dr. Deddy Andaka, M.Biomed., Sp.S
hari sampai minggu, tergantung dari penyebab. Tiga gejala meningitis yang sering dijumpai adalah nyeri kepala, kaku kuduk, dan panas badan. Sekitar 80-95% pasien meningitis mengeluhkan nyeri kepala hebat yang disertai panas badan. Gejala lain dapat berupa sensitif terhadap cahaya (photophobia), muntah, gelisah, sulit diajak berkomunikasi, dan bila melibatkan bagian otak yang lebih luas dapat menimbulkan kejang. Dari pemeriksaan, pada pasien meningitis dapat dijumpai tanda perangsangan meningeal seperti kekakuan pada leher untuk ditekuk ke depan (kaku kuduk) dan nyeri ketika sendi panggul dan lutut ditekuk. Selain dari gejala di atas, pemeriksaan neurologis yang lebih dalam perlu dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin keterlibatan susunan saraf pusat.
Bagaimana menegakkan diagnosis meningitis? Untuk menegakkan diagnosis meningitis tidak cukup dengan melihat gejala dan tanda di atas. Kaku kuduk misalnya, selain meningitis, perdarahan subaraknoid juga dapat menimbulkan tanda ini (araknoid merupakan lapisan dari meningen). Dokter perlu melakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium untuk melihat penanda infeksi, rontgen dada untuk melihat ada tidaknya sumber infeksi di paru, pemeriksaan imaging kepala (CT-sken dan/atau MRI) untuk melihat adanya komplikasi hidrosefalus dan menyingkirkan penyebab lain, serta punksi lumbal. Punksi lumbal adalah sebuah prosedur untuk mengambil cairan otak melalui penyuntikan di daerah punggung bawah. Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan baku emas (gold standar) yang wajib dilakukan (bila tidak ada penyulit) untuk menegakkan diagnosis dan mencari penyebab meningitis, apakah bakteri, virus atau jamur. Dengan diketahui penyebabnya, pengobatan yang tepat dapat dilakukan. Punksi lumbal perlu diulang kurang lebih 1 minggu setelah pengobatan untuk melihat perkembangan dan keberhasilan pengobatan. Bagaimana pengobatan meningitis? Pengobatan meningitis dimulai sejak awal tanpa menunggu hasil dari punksi lumbal. Dari tanda dan gejala yang ada, dokter dapat menduga penyebab yang mungkin dari meningitis. Ketika dicurigai ke arah meningitis bakteri maka diberikan antibiotika. Bila virus diduga sebagai penyebab, maka perlu pemberian antivirus. Begitu juga ketika tuberkulosis (TB) yang diduga sebagai penyebab, maka perlu diberikan obat antiTB. Selain itu, perlu juga diberikan obat-obatan untuk mengurangi tekanan otak yang meningkat. Bila penyebab tekanan yang meningkat ini berupa sumbatan di saluran cairan
otak, tindakan operasi perlu dilakukan. Selain itu obat-obatan untuk mengurangi gejala seperti panas, nyeri kepala, dan kejang juga diperlukan. Bagaimana tingkat kesembuhan meningitis? Tingkat kesembuhan atau prognosis pasien meningitis sangat tergantung dari usia, penyebab, status imun, waktu diagnosis dan memberi terapi, serta komplikasi yang ada. Dengan penanganan yang tepat, penyakit ini pada umumnya dapat diatasi, walaupun kematian dapat disebabkan oleh hebatnya respon imun pada pasien. Pasien meningitis TB dapat dikelompokkan menjadi stadium awal, pertengahan dan stadium lanjut tergantung dari gejala yang ada. Dikatakan pada stadium lanjut memiliki tingkat kematian sampai 87%. Pasien tua dengan tingkat kesadaran yang rendah memiliki prognosis yang buruk. Bagaimana mencegah tertular meningitis? Jauh lebih baik mencegah daripada mengobati. Membiasakan hidup sehat yang dapat dimulai dari hal-hal kecil seperti membiasakan cuci tangan sebelum dan sesudah makan, tidak membiasakan berbagi makanan/minuman dengan perabot yang sama, mempertahankan imun tubuh dengan berolahraga, makan makanan yang sehat dan istirahat yang cukup adalah cara yang efektif untuk mencegah tertular meningitis. Beberapa meningitis dapat dicegah dengan vaksin tertentu, seperti pemberian vaksin pada mereka yang akan berangkat ibadah haji. dr. Deddy Andaka, M.Biomed., Sp.S Spesialis Penyakit Saraf Klinik Rawat Jalan (Outpatient Dept.) Rumah Sakit SILOAM Appointment: (0361) 779-900 ext 29701 HP: 08174750822 Email: deddy.andaka@siloamhospitals.com
29 SEPTEMBER - 5 Oktober 2014
Style
15
Kebaya Bergaya Dinamis Kebaya, kini semakin beragam modelnya. Pekan ini Tokoh menghadirkan konsep kebaya dengan tampilannya yang modern. Kebaya ini, dapat dikenakan berbagai kalangan mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Kebaya modern, dihadirkan demi menambah pilihan gaya fashion perempuan masa kini.
R
hea, pemilik butik Cempaka di kawasan Jalan Batur Sari, Sanur ini pun tak ketinggalan mengembangkan modifikasi kebaya berkonsep modern. Kebaya kolek-
sinya pun menjadi lebih cantik dan unik tanpa meninggalkan ciri khasnya. Rancangan kebayanya yang dinamis ini juga sempat meramaikan “Jakarta Fashion & Food Festival� di Jakarta beberapa waktu lalu.
Meski modern, terlihat salah satu desainnya ada yang bertahan dengan kerah bergaya klasik seperti shawl collar (syal kerah). Begitu pula dengan bentuk lengan kebayanya, dari lengan panjang, hingga model seperempat lengan atau lengan pendek berdetil unik. Keindahannya semakin lengkap dengan permukaan kebaya yang dihiasi beragam motif bordir. Namun, apapun sebutan dan modelnya kebaya modern ataupun kebaya tradisional tetap menarik. Melengkapi gaya kebaya kali adalah tenun ikat atau endek dasar yang warna putih bermotif songket bunga benang warna-warni, membuat pemakainya tampil fresh, cantik, dan elegan. - Sri Ardhini
Edukasi
16
29 September - 5 oktober 2014
Seminar Internasional FH Undiknas
Soroti UU Desa dan Pembangunan Berkelanjutan
Fakultas Hukum Undiknas sebagai penyelenggara pendidikan tinggi Ilmu Hukum terbukti memiliki komitmen tinggi untuk menghasilkan Sarjana Hukum yang bermutu dan kompeten di bidang hukum serta dipastikan mampu bersaing di tingkat nasional dan global.
Prof. Nyoman Budiana
K
ualitas para maha siswa ini, salah sa tunya terlihat ketika mereka aktif me respons atau menanggapi Seminar Internasional yang diselenggarakan Fakultas Hukum Undikans yang me ngusung tema “The Tragedy of The Common’s and The Future of Custom ary “, di Auditorium Undiknas, di Jalan Bedugul, Jumat (26/9). Seminar yang menghadirkan pem bicara Prof. Dr. Carol Warren dari Murdoch University Australia dan Prof. Dr. I Nyoman Nurjaya, S.H., M.S. dari Universitas Bwawijaya Ma lang ini dipandu I Gst Agung Made Wardana,S.H., L.L.M , salah seorang dosen FH Undiknas. Hadir pula per wakilan Konsul Australia, Konsul Kan ada, Prof. Dr. Wayan P. Windia, Dekan FH Undwi, Dr. AA Sagung Indradewi, Dekan di lingkungan Undiknas serta tamu undangan dari kampus lainnya. Dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor Undiknas Prof. Dr. I Nyoman Budiana, S.H.,M.Si., mengatakan sen gaja menghadirkan dua pembicara, yakni Prof. Carol Warren dan Prof. Nurjaya, seorang antropologi dan ahli ilmu antropolgi hukum, sebab mereka ingin membongkar atau mengkritisi keberadaan Bali sebagai lembaga adat yang unik, dengan kekayaan kearifan lokalnya. Hal ini, dikatakan oleh Prof. Bu diana penting, sebab mereka saat ini tengah galau dengan hadirnya UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. Fenom ena yang berkembang di Bali masih dalam kontroversi antara pemahaman konsep norma hukum dalam UU tersebut dan kepentingan realitas untuk men dapatkan bantuan dana dari pusat.
“Sesungguhnya dari perspektif norma hukum baik penjelasan dalam pasal UU Desa ini, keberadaan desa adat dan desa administratif di Bali tidak tumpang tindih. Sebab keduanya mem punyai aturan, fungsi dan peran yang berbeda. Kalaupun ada wilayah desa adat pada desa-desa tertentu saling seluk di antara satu desa adat dengan lainnya, sebenarnya ini hanya ada dalam wilayahnya keyakinan mereka, salah satunya terkait dengan wilayah kesucian,” ucapnya. Wilayah desa administratrif ada lah wilayah kewenanangan meng atur tanggung jawab pembangunan yang berorientasi pada fisik. Ketika ada bagian desa yang saling seluk tersebut terjadi investasi ekonomi, maka dalam konteks ini pemerintah daerah harus lebih cepat lagi mengatur wilayah irisan tersebut agar dapat dimusyawarahkan. Prof. Carol Warren dalam pa parannya menyampaikan telah terjadi kapitalisme global, merusak budaya , lingkungan serta kehidupan di dunia ini. Juga, hilangnya budaya kebersamaan di masyarakat Indonesia, dan munculnya individualisme bahkan hedonisme yang mengutamakan kesenangan dan bermuara pada kerusakan. Pihaknya menyatakan Tri Hita Karana merupakan prinsip keseim bangan yang sebenarnya. Prinsip ini dibutuhkan bukan hanya di Bali saja, tapi juga oleh dunia luas. Apalagi saat ini alam Bali tengah menghadapi kerusakan, tragedi akibat budaya yang terlalu materialistis, hingga pupusnya nilai kebersamaan, termasuk di dalam nya ada persoalan ekonomi, politik, lingkungan dan budaya, yang semuanya saling terkait. Ia juga menyoroti dari sisi daya dukung dunia yang semakin terbatas, persaingan yang tidak sehat, ketimpa ngan sosial dan yang lainnya. Untuk ini diperlukan kerjasama antara disiplin antropologi dengan ilmu hukum, untuk menemukan jalan keluar agar tidak terjadi penyalahgunaan anugrah alam dan sesuai pula dengan prinsipTri Hita Karana. Sayangnya ketika filsafat Tri Hita Karana sangat dibutuhkan untuk mem benahi keseimbangan antara manusia, lingkungan dan yang menciptakan dunia ini, justru kenyataanya berbeda dari beberapa contoh yang disampaikan melalui foto-foto. Salah satunya reklamasi pulau Serangan yang disebutnya melanggar tata ruang, melanggar bhisama ke sucian Pura dan merusak lingkungan termasuk tidak peduli pada SDM lokal. Kini kesalahan diperbesar lagi dengan
29 September - 5 oktober 2014
Dara
9
Ni Made Diah Pujawati
Keroncong perlu Penghayatan Lebih Dunia tarik suara memang sudah akrab dengan dara cantik kelahiran Denpasar 24 Januari 1998 ini. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Ni Made Diah Pujawati merasa jatuh cinta dengan dunia olah vokal ini. “Dengan bernyanyi, semua beban jadi hilang, dan rasanya enjoy,” ujar Puja, sapaan akrabnya.
M
Dekan FH Sri Rahayu Gorda bersama pembicara seminar Prof. Carol dan Prof. Nurjaya serta dosen FH Udiknas
rencana reklamasi Teluk Benoa. Prof. Carol melihat dan masyarakat pun mengakui , atas nama kepentingan uang, Tri Hita Karana hanya wacana dan tidak dilaksanakan. Selanjutnya dikatakan sangat diper lukan peran penegakan hukum, berwa wasan sosial budaya yang merelakan kepentingan pribadi untuk kepentingan umum. Daripada memberi izin terus kepada hotel besar yang keunutungan nya lari ke luar negeri, kenapa pemerintah Bali tidak menggunakan hasil pajak untuk meningkatkan ekowisata berbasis komunitas Selain itu Prof. Carol juga menge mukakan untuk menerapkan pinsip ekologi, dengan prinsip kehati-hatian (precautionary principle). Menjaga ke bijakan terkait pemerataan ekonomi. Tidak terjadi lagi tumpang tindih kewenangan (nesting principle).
demi pemerataan dan mengendalikan konsumsi berlebihan. INKONSISTENSI UU NO. 6 TAHUN 2014 Pembicara lainnya, Prof. Dr. I Nyoman Nurjaya, mengatakan yang menyebabkan rusaknya alam adalah kebijakan dan peraturan perundan gan-undangan. Jeleknya lagi, setelah rusak baru berpikir apa yang harus dilakukan Pembangunan itu wajib dilakukan, tidak perlu alergi dengan pembangunan. Hal ini maksudnya mewujudkan pem bukaan alenia keempat UUD RI. Namun, orientasi pembangunan yang terjadi hanya mengejar target dan eksploitasi. Hal ini terjadi, katanya tidak hanya di level lokal tapi nasional bahkan regional hingga global. Inilah yang menimbulkan global warming. Di
adalah desa dan desa adat. Pasal 6 mengatakan bahwa desa terdiri atas desa adminstrasi dan desa adat. Ked uanya diakui, namun menurutnya UU ini inkonsistensi mengatur normanya. Melihat penjelasan pasal demi pasal ada kesan bahwa pembuat UU itu curiga dengan keberadaan desa adat makanya dikatakan desa adat dengan desa dinas tumpang tindih. Yang men gatakan ini tidak tahu kalau keduanya di Bali memiliki filosofi, fungsi dan peran yang berbeda. Namun, asumsinya desa adat dan desa dinas itu tumpang tindih, yang menyebabkan konflik. Dalam seminar internasional tersebut, Prof. IB Raka Suardana juga sempat mengungkapkan keprihati nannya menanggapi tentang program MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia). Ia mengatakan banyak pro
Suasana seminar internasional yang diselenggarakan FH Undiknas
Begitu pula terkait praktek ekonomi soal pasar bebas, patutnya dikenda likan demi kepentingan umum dan keberlanjutan alam. Menerapkan pajak progressif dan subsidi silang
Dari kiri: Prof. Nurjaya, Made Wardana, dan Prof. Carol
sini negara punya andil merusak. Agar pembangunan nasional tidak terus menjauh dari prinsip-prinsip penting dalam pengelolaan lingkungan hidup. Prof . Nurjana senada dengan Prof, Carol, mengtakan perlunya meng gunakan prisip ekologi, yakni prinsip kehati-hatian atau prinsip pencegahan dini. Sebab apa yang terjadi di hulu akan berpengaruh di tengah dan di hilir. Selain urusan lingkungan hidup , kini Bali menghadapi masalah penting lainnya setelah adanya UU No 6 tahun 2014. Bahkan masalah terkait UU ini bukan hanya dihadapi di Bali tapi di seluruh Indonesia. UU No 6 tahun 2014 yang disahkan pada Januari itu, mengatur tentang desa, menghapus banyak pasal tentang pemerintahan desa di undang-UU No 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. Dalam UU No 6 tahun 2014 , jika dicermati sebenarnya semangat mor alnya, pengakuan terhadap dua tipe desa di Indonesia sangat jelas. Desa
gram pemerintah, seperti percepatan pembangunan yang tidak memperha tikan lingkungan. Begitu pula yang disampaikan Dekan Fakultas Hukum Undiknas Dr. AAA Ngr. Sri Rahayu Gorda, S.H., M.M., M.H., ketika konsep ajaran Tri Hita Karana sudah diakui dunia, faktanya manusia Bali belum berprilaku sesuai dengan Tri Hita Karana dan baru sebatas wacana dan hanya menjadi slogan. Hal ini perlu mendapat perhatian. Karenanya, untuk urusan menata dan mengelola Bali, menurut Sri Gorda sangat diperlukan konsep ke hati-hatian. Di sini pula perlu dikembangkannya kualitas SDM agar mampu mengelola dengan baik dan benar kekayaan alam yang dimiliki. Diharapkan masyrakat Bali tidak mudah untuk menjual kekayaan yang dimilikinya. Pesona alam Bali adalah warisan yang harus di rawat bahkan dipertahankan, sebab anak cucu kita pun mempunyai hak atas yang sama atas semuanya. -ard
eski saat pentas nyanyi perdana waktu kelas 5 SD diakui Puja masih dengan perasaan deg-degan dan minder, tak lantas membuatnya menyerah. Ia terus mengasah ke mampuan dirinya dengan mengikuti les vokal di Sanggar Eka Mahardika Putra. Dari sini ia banyak tahu ten tang teknik vokal/bernyanyi. Selain, menambah teman dan bisa sharing di bidang yang sama. Untuk menguji kemampuannya, Puja pun rajin mengikuti lombalomba atau event-event menyanyi. Berpartisipasi dalam Parade Lagu Pop Bali di PKB (Pesta Kesenian Bali) dari tahun 2010 sampai 2014 tak pernah dilewatinya. Terlebih-lebih ajang Pekan Seni Remaja (PSR) dalam Porsenijar. Meski belum berhasil menjadi yang terbaik saat itu, paling tidak predikat juara III sampai harap an I berhasil disabetnya selama tiga tahun berturut-turut. Sayang, PSR tahun 2014 ini, Puja sama sekali tidak mendapat juara. “Kondisi saya saat itu lagi drop, jadi persiapannya kurang maksimal,” ungkapnya kecewa. Namun, untuk mengobati keke cewaannya, ia mencoba menjajal kemampuan olah vokalnya dalam Lomba Lagu keroncong BRTV/RRI Denpasar 2014 yang diadakan Agus tus lalu. Puja berhasil menjadi Juara I. “Awalnya, saya iseng mencoba mengikuti lomba tersebut. Memang dari dulu saya ingin mempelajari lagu keroncong karena tingkat kesulitannya sangat tinggi,” ucap Puja yang telah menghasilkan album kompilasi “Solas Bintang” saat masih SD dan album single dengan judul lagu “Luh Luwih Luh Luhu” ini. Puja pun tak menyangkal bahwa cengkok keroncong lebih sulit daripada lagu pop, serta membutuhkan penghayatan yang baik, tenang, dan tidak tergesa- g e s a . Prestasinya inilah
yang kemudian mengantarkannya diadu kembali di tingkat korwil yang dihelat di Jakarta. Puja kembali ber hasil menggondol Juara I. “Tanggal 19 Oktober mendatang, saya mewakili korwil Bali akan diadu lagi di Kupang, untuk mencari Juara 1,2, dan 3. Doa kan semoga Bali berhasil jadi Juara I ya,” ujarnya berharap. Prestasi ini dikatakan yang paling membanggakan baginya karena membawa nama Bali ke tingkat nasional. Pengalaman berkesan lainnya dikisahkan gadis 16 tahun ini. Dua tahun lalu ia sempat terpilih sebagai Ing Tai kecil untuk pementasan Pra musti di PKB 2012. Terpilihnya Puja menjadi pemeran Ing Tai karena sebelumnya ia berhasil sebagai Juara I Lomba Lagu Pop Bali. Bergabung bersama Pramusti Bali membuka kesempatan bagi Puja un tuk semakin menambah jaringannya dan belajar dari para penyanyi senior. “Saya banyak belajar dari mereka, terutama untuk men cari ciri khasnya diri,” ucap Puja yang ter gabung da lam Remaja Kreatif Bali
(RKB). Pengalaman berkesan, memalu kan, mengecewakan sudah pernah dilaluinya. Dari situ ia selalu belajar dan bangkit dari kegagalan. Untuk mendapatkan hasil terbaik memang memerlukan perjuangan dan pengor banan. Persiapan yang ia lakukan selama ini cukup menguras tenaga dan waktu, karena jika ingin meraih terbaik harus latihan yang tekun. Lati han, latihan, dan terus latihan, juga berdoa. Dan, semua keberhasilan nya itu juga tak lepas dari dukungan keluarga, teman-teman, dan pihak sekolah. semua ini juga berkat du kungan dan doa orangtua , sekolah , dan teman teman. KAsek Kepala SMAN 7 Denpasar Drs. IB Suyasaputra, M.Si. memberikan apresiasi besar kepada siswinya itu. Ia mengatakan potensi Puja da lam olah vokal cukup bagus. “Dari PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru), perekrutan dilakukan juga lewat jalur prestasi, tak hanya akademis,” tegasnya. Semua itu kembali mengacu kepada visi sekolah yang unggul dalam akademis, peduli lingkungan, pelayanan prima, dan ber wawasan meta kecerdasan. Cerdas intelektual, cerdas sosial, cerdas emosional, dan cerdas spiritual. Berkenaan dengan pembinaan sikap men tal dan karakter siswa ini, Suyasaputra men gatakan sesungguh nya revolusi mental khususnya untuk siswa SMAN 7 Denpasar, sudah diawali dari tahap perekrutan siswa. Dengan bukti fisik, tak hanya calon siswa saja yang di wawancara, tetapi orangtua siswa juga. Ini ditegas kannya agar calon siswa yang ingin masuk si sekolah yang dipimpinnya itu benar-benar dari keinginan siswanya, bukan karena pak saan orangtua. Den gan begitu, siswa akan merasa nyaman da lam kegiatan belajarmengajar dalam sua sana menyenangkan. Selain itu, keluarga merupakan tem pat pendidi kan pertama dan utama bagi siswa, jadi apa pun minat dan bakat siswa juga harus diketahui dan
Kasek IB Suyasaputra bersama Puja, Peraih Juara I Lagu Keroncong 2014
Biodata
Nama lengkap: Ni Made Diah Pujawati Nama panggilan: Puja Kelahiran: Denpasar 24 Januari 1998 Orangtua: I Ketut Jaya Wiratama/Ni Luh Yayuk Sri Laksmi Saudara: Listu Ayu Wiratama Sekolah: Kelas XI IPS 1 SMAN 7 Denpasar Hobi : Menyanyi dan menari Cita-cita : Guru seni Prestasi terpilih: Juara III Lomba Lagu Pop Bali, PSR (Por senijar), 2011; Juara III Lomba Lagu Pop Bali, PSR (Porsenijar) 2012, Juara Harapan I Lomba Lagu Pop Bali, PSR (Porsenijar) 2013; Juara Umum Lomba Lagu Pop Bali se-Kabupaten Ba dung Tahun 2012; Juara Umum Lomba Lagu Pop Bali se-Kabu paten Badung Tahun 2013; Juara I Lomba Lagu Pop Bali Piala Gubernur Made Mangku Pastika; Juara I Keroncong BRTV/RRI Denpasar Tahun 2014 Warna Favorit: Hitam, biru Makanan Favorit: Ayam goreng Penyanyi Favorit : Agnes Monica dan Dewi Persik Moto Hidup: Jangan puas dengan apa yang sudah diraih. Seperti ilmu padi semakin berisi semakin merunduk didukung orangtuanya. Demikian halnya dengan Puja. Sejak awal masuk SMAN 7 lewat jalur prestasi, Puja memang sudah menunjukkan potensi olah vokalnya. Di sekolah ini, bakatnya tersebut mendapatkan penyaluran yang tepat, diasah dan digembleng oleh guru vokal khusus. Di SMAN 7 Denpasar ada 36 ekstrakurikuler, yang terdiri dari kegiatan akademis terkait dengan mata pelajaran yang diolimpiade kan, olahraga (seperti voli, basket softball, baseball, sepak takrow, bulu tangkis) dan seni. “Hampir se mua cabang di Porsenijar kita ikuti, karena memang muaranya adalah kesana,” ujarnya. Banyaknya ekskul pilihan di sekolah ini pun dikatakn Suyasaputra untuk lebih mandekatkan bakat
dan minat siswa, sehingga siswa bisa melakoninya dengan menyenangkan. Disamping, ekstra wajib pramuka. SMAN 7 (Sisma) Denpasar me mang sarat akan prestasi akademis maupun nonakademis. Salah satunya, Juara I KSPAN tingkat provinsi tahun 2013. Sekolah ini juga mengacu pada peduli lingkunga terkait dengan Seko lah Adiwiyata yang Berwawasan Ling kungan. Aplikasinya di sekolah ini tak hanya penataan taman dan lingkungan sekolah yang hijau, tetapi sudah me nerapkan pemilahan sampah, hingga ke pengolahan sampah menjadi kompos, dan dijual. Hasil penjualan kompos ini pun dimasukkan ke tabungan dan OSIS melalui Koperasi OSIS. SMAN 7 Denpasar, Matuha Migasa Mawredya, makin berumur makin perkasa makin berkembang,” ujarnya. –Inten Indrawati
Bunda & Ananda
8
29 SEPTEMBER - 5 Oktober 2014
Lebih Dini Lebih Baik
Prof. Adiputra
M
inggu sore, Wina bersama suami dan dua anaknya datang ke lapangan Puputan Badung. Aktivitas ini dilakukan karena Wina dan suaminya sama-sama libur. “Kalau hari Senin sampai Sabtu jadwal kerja saya dan suami beda-beda sehingga kami tidak bisa pergi bersama anak-anak. Hari Minggu kami sama-sama libur. Ini kesempatan untuk mengajak anak-anak jalan-jalan,” ujarnya. Wina menambahkan, pemilihan lapangan Puputan Badung berdasarkan lokasinya yang strategis , dekat rumah, dan cukup luas. “Halaman rumah kami sempit, anak-anak tidak bisa berlarian. Kalau di lapangan ini mereka bisa berlarian. Setelah lelah bermain, mereka bisa menyaksikan pentas seni anak-anak. Olahraga dapat, hiburan dapat,” ungkap Wina. Memilih lapangan luas untuk berolahraga bersama anak juga dilakukan Dewi Yuni. Ibu satu putra ini mengajak anaknya berolahraga di Taman Kota Lumintang. “Anak saya baru bisa naik sepeda. Bermain sepeda di lapangan membuatnya leluasa. Kami tinggal mengawasi saja sambil ikut olahraga,” kata penggemar jogging ini.
Griya
Anak-anak bermain di lapangan
yang cukup. Selain itu kegiatan yang dilakukan juga harus berkesinambungan. Orangtua juga tidak boleh memaksakan anak untuk terus beraktivitas. “Mengajak anak untuk olahraga atau bermain di lapangan bisa menjadi solusi mengatasi kepenatan rutinitas. Orangtua jenuh dengan pekerjaan kantor, anak jenuh dengan tugas sekolah. Imbangi kejenuna dengan olahraga. Setelah olahraga, pikiran yang lelah seimbang dengan fisik yang lelah, maka istirahat dan tidur pun menjadi nyenyak,” jelas Ketua Program Studi Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini. Pilihan olahraga seperti re-
nang, senam, maupun lari bisa menjadi pilihan. Satu hal yang diingatkan adalah jangan terlalu dipaksakan apalagi dilakukan tiap hari karena akan menyebabkan over dosis. Membiarkan anak bermain di luar rumah juga penting dilakukan orangtua. Adaptasi dengan lingkungan rumah sangat penting untuk membentuk kekebalan tubuh anak. Kedekatan dengan alam akan membentuk kekebalan alami bagi anak. Prof. Adiputra mencontohkan anak-anak perlu diperkenalkan sawah agar mereka tahu bagaimana bentuk sawah. Pada masa lalu, anak-anak diajak ikut membajak sawah. Ini merupaka
bentuk magang kepada anak-anak agar mereka memahami aktivitas tersebut Olahraga bagi anak-anak yang diawali dengan kesenangan akan membuat anak-anak riang gembira. Kegembiraan ini akan menambah semangat mereka. Jika dilakukan bersama teman-teman sebaya, akan menumbuhkan semangat kebersamaan, keceriaan, dan gotong royong. Kegemaran olahraga sejak dini bisa menjadi salah satu faktor yang membuat orang memilih hidup sebagai atlet. Ini bisa menjadi modal dalam mengarungi kehidupan. Ayo mulai sekarang ajak anak berolahraga. -Ngurah Budi
Mendongeng Lima Menit Mencari Raja Baru
Ketika Raja Tua mangkat, sebagian rakyat menghendaki agar putra mahkota Made Taro satu-satunya diangkat menjadi penggantinya. Akan tetapi sang ibu tidak setuju. Permaisuri Raja Tua itu malu, apabila putranya yang bodoh dan pemalas itu menjadi pemimpin jutaan rakyat. “Ia bodoh dan pemalas,” kata sang Ibu. “Ia mungkin bisa mendengarkan pengaduan rakyat dari singgasana, tetapi sebentar lagi ia akan tertidur.” Para penasihat kerajaan bingung dan habis akal. Siapakah yang cocok menjadi pengganti raja, dan di mana mencarinya? Penasihat-penasihat lanjut usia mengusulkan agar pemimpin baru itu diangkat dari rakyat yang berani mengorbankan dirinya demi kepentingan rayat. “Bagaimana caranya?” tanya penasihat raja yang lain. “Di lereng gunung ada ular galak. Barang siapa yang berhasil membawa ular itu ke ibukota kerajaan, hidup atau mati, kita angkat menjadi raja,” demikian keputusan penasihat kerajaan. Lama menunggu, tak seorang warga pun yang berani berkorban. Namun, ketika para penasihat kerajaan bersidang, tiba-tiba muncul seorang anak muda. “Demi rakyat, saya sanggup berkorban,” kata pemuda itu yakin. Tibalah saat yang menegangkan. Pagi-pagi benar pemuda pemberani itu berangkat ke lereng gunung. Berkali-kali para penasihat kerajaan merajuk agar anak muda itu mengurungkan niatnya. Para penasihat kerajaan tahu bahwa setiap orang yang mendaki gunung itu, tak pernah pulang kembali. Ular galak yang bersembunyi di lereng gunung itu mematuknya, lalu memangsanya. Namun pemuda yang satu itu
tak mau mengurungkan niatnya. Sahabat-sahabat pemuda itu sangat sedih melihat temannya berpisah untuk selama-lamanya. Dengan berlinang air mata, mereka menyerahkan bekal tiga butir telur rebus. Siang hari, ketika tiba di lereng gunung, pemuda pemberani itu mendengar desis ular dari celah batu. Pemuda itu mendekat. Baru tiga langkah maju, tibatiba ular itu keluar dari liangnya, meliuk-liuk, dan siap mematuk kaki pemuda itu. Untunglah, pemuda yang waspada itu, dengan sigap berbalik haluan, lalu lari secepatnya. Ketika menoleh, ia melihat ular galak itu hampir mematuk kakinya. Ia lempar ular itu dengan tiga butir telur bekalnya. Aneh, ketiga butir telur itu berubah bentuk. Telur pertama pecah menjadi berpuluh-puluh kodok, telur kedua juga pecah menjadi berpuluh-puluh kadal dan telur ketiga utuh namun membesar. Ular itu dengan lahap menyaplok dan menelan kodok-kodok yang berlompatan dan kadal-kadal yang merayap. Kesempatan yang baik itu digunakan oleh sang pemuda untuk berlari cepat. Ketika tiba di pintu gerbang ibukota, pemuda yang kepayahan itu mengira dirinya selamat. Namun, sesaat kemudian ular itu sudah meliuk-liuk mendekati kakinya. Ular itu masih juga ingin mematuk sang pemuda, tetapi terhalang oleh telur ketiga yang menyangkut di kerongkongannya. Pemuda pemberani itu berteriak-teriak. Orangorang ramai mendekatinya. Ikut pula penasihatpenasihat kerajaan. Mereka semua menyaksikan pemuda itu berhasil membawa ular galak itu ke ibukota kerajaan. Beberapa orang mengambil tongkat lalu memukul-mukul ular itu hingga mati. Sesuai dengan janji, para penasihat kerajaan lalu melantik pemuda itu menjadi Raja Baru. Rakyat bergembira ria. “Hidup Raja Baru! Hidup Raja Baru!”
17
Memilih dan Merawat Sofa
Dalam hunian, keberadaan sofa sangat dibutuhkan untuk mendukung segala aktivitas. Sebagai salah satu elemen terpenting dalam interior, selain memberi kenyamanan pada tamu yang datang berkunjung, sofa juga dapat digunakan untuk tempat bersantai bersama keluarga atau sekadar untuk menonton televisi. Fungsi sofa tidak hanya sebagai tempat duduk. Sofa dibuat nyaman agar bisa digunakan untuk berbaring melepas lelah, atau untuk sekadar menikmati nuansa rumah, sehingga penting untuk membuat sofa impian pada ruang kesayangan Anda.
Olahraga bisa dilakukan siapa saja mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Asal dilakukan dengan baik dan benar, olahraga banyak memberi manfaat bagi kesehatan. Dengan olahraga, orang juga bisa menghilangkan kepenatan setelah melakukan rutinitas. Mengajak anak berolahraga tak terlalu sulit. Olahraga apalagi sambil bermain sangat dinikmati anak-anak. Biasanya olahraga di sekolah khususnya untuk siswa kelas 1 dan 2 dikombinasikan dengan permainan seperti “Meong dan Bikul” dan “Ular Naga”. “Biarkan anak-anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan fasenya. Pada usia anak-anak, apa yang mereka lakukan harus didasari atas kesenangan. Misalnya, bermain bersama teman sebaya. Pilihan permainan cukup banyak. Ada petak umpet, gobak sodor, main benteng, dan menabuh. Semuanya ini bermanfaat untuk perkembangan fisik dan mental anak,” ujar Prof. Dr. dr. Nyoman Adiputra, PFK, MOH, Sp.Erg. Keseimbangan antara otak kanan dan otak kiri yang dihasilkan aktivitas rutin belajar di sekolan dan aktivitas bermain sangat bagus bagi tumbuh kembang anak. Melalui permainan ataupun olahraga pendidikan, anak-anak bisa mendapatkan pendidikan budi pekerti, kerja tim, sportivitas, dan apresiasi. “Pengenalan olahraga ataupun permainan tradisional bisa dilakukan sedini mungkin. Lebih dini lebih baik. Makin banyak beraktivitas, tumbuh kembang anak akan menjadi maksimal. Bandingkan jika anak-anak hanya duduk bermain PS. Aktivitasnya tidak maksimal. Karena itu permainan tradisional yang ada sejak dulu jangan dianggap kuno. Ada manfaat dari permainan tersebut,” ujar Prof. Adiputra. Dengan memperkenalkan dan membiarkan anak-anak berolahraga, orangtua turut mendukung tumbuh kembang anak. Makin sering beraktivitas, pertumbuhan tulang panjang menjadi maksimal karena terus dirangsang. Namun, aktivitas olahraga ini harus dibarengi dengan asupan nutrisi yang tepat dan istirahat
29 SEPTEMBER - 5 Oktober 2014
sofa pun bisa ditempatkan meja dengan lampu. Jika penempatan sofa pada area keluarga, perhatikan jarak pandang Anda saat menonton televisi. Besaran ruang ini sangat mempengaruhi ukuran dan bentuk sofa agar dapat menunjang jumlah penggunanya.
M
Sofa dengan rak televisi
enurut desainer interior Ni Made Teny Agustiana, S.Sn., dalam memilih desain sofa, entah Anda ingin membuat atau membelinya, ada beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan yaitu :
Sofa untuk hunian klasik biasanya dikombinasikan dengan material kayu dan ukiran, dengan motif-motif kain padat. Hal yang terpenting dalam pemilihan ini adalah selera Anda, karena Anda yang akan menikmati keberadaan sofa tersebut.
Tema/Konsep Ruang Penempatan Sofa Ada berbagai macam desain sofa, dari yang bergaya klasik, kontemporer-ekletik hingga modern-minimalis. Sesuaikan pilihan sofa Anda mengikuti tema ruang yang ada, sehingga keberadaan sofa dapat mendukung dan memperkuat konsep hunian Anda. Perhatikan detail –detail motif kain penutup hingga bantal-bantal sofa. Saat ini banyak sofa yang dijual dipasaran berdesain minimalis, dengan berbagai warna. Perhatikan agar warna tidak membuat ruang menjadi monoton ataupun berkesan ramai.
Luas Ruang Penempatan Sofa Setelah mempertimbangkan konsep hunian dengan desain sofa yang Anda pilih, perhatikan luas ruangan yang Anda miliki, jangan sampai keberadaan sofa membuat ruang berkesan sempit dan berat. Kendati pada ruang yang kecil penempatan sofa hendaknya dibuat agar ruang tetap berkesan lapang. Jarak antara meja satu dengan yang lain agar tidak berbenturan, pertimbangkan sirkulasi untuk aktivitas Anda, tidak hanya meja depan sebagai coffe table, penempatan majalah, dan vas bunga, bagian samping
Sofa modern minimalis
Bentuk dan Ukuran Bentuk sofa umumnya persegi panjang, dengan kapasitas satu hingga empat orang atau lebih banyak, tergantung besaran ruang. Jika ruang memadai biasanya bentuk persegi panjang ini dikombinasikan sehingga berbentuk ‘L” atau ‘U”. Perhatikan pula ukuran sofa lebar dan tinggi sandaran sofa. Jika sofa digunakan untuk santai dan berbaring, memiliki ukuran lebar lebih besar sekitar 90-120 cm. Tinggi sandaran belakang dan samping dari 60-80 cm. Sebelum membeli sofa, pertimbangkan pula berat dan tingginya. Hal ini penting jika sofa akan ditempatkan di lantai atas sehingga harus lewat tangga. Catat ukuran panjang, lebar dan tinggi pintu yang cocok untuk melewati pintu masuk. Material dan Perawatannya Pastikan memilih sofa yang berkualitas, baik itu dari bahan dan juga jahitan yang rapi. Berbagai pilihan jenis kain penutup sofa sangat beragam, dari material katun, polyester, sutra hingga kulit. Pertimbangan pemilihan material akan berbeda jika Anda memiliki anak-anak, baik warna dan motifnya. Hal ini berkaitan dengan perawatan sofa.
Sofa dengan bentuk bulat
Sofa set dengan lebar 120 cm
Tips Merawat Sofa Sebelum memulai membersihkan sofa Anda, perhatikan dahulu bahan dari cover sofa Anda. Berikut ini adalah beberapa bahan jenis cover sofa dan perawatanya: Bahan katun, cukup dibersihkan dengan air ataupun disetrika. Bahan polyster, pastikan tidak boleh terkena air. Cara terbaik untuk membersihkanya dengan dry cleaning. Bahan sutra (silk) dan wol. Cover sofa dengan bahan ini
bantal-bantal sofa secara teratur dan hindari duduk di satu tempat yang sama setiap kali duduk di sofa. Keringat dapat menimbulkan noda air, garam dan lemak di atas sofa Anda. Untuk membersihkannya, gunakan kain basah dan gosokkan pada daerah yang terkena sentuhan tangan, jari, dan kepala. Gunakan kain penutup atau yang sering disebut slipcover pada sofa kulit Anda. Jika noda lilin mengenai sofa Anda, Anda bisa menggunakan satu sendok air cuka untuk membersihkan dan menghilangkannya. Hindari membersihkan sofa kulit dengan
Sofa klasik elegan
sangat jarang digunakan, biasanya digunakan untuk sarung bantal sofa. Cara terbaik untuk membersihkanya dengan menggunakan dry cleaning. Bahan kulit. Cover sofa dengan bahan kulit ini paling banyak digunakan. Hindari penempatan sofa kulit pada tempat yang terkena sinar matahari secara langsung dan terlalu lama. Hindari juga untuk menempatkan sofa kulit berdekatan dengan radiator, karena dapat menyebabkan kulit kering hingga pecah. Untuk menjaga agar kulit sofa Anda tetap kelihatan baik seperti semula, putar/ganti posisi penempatan
menggunakan bahan pembersih kimiawi, karena akan membuat warna dan permukaan kulit sofa Anda mengalami abrasi. Desainer interior dari “Kayu Manis Interior” ini mengingatkan, dalam hal membersihkan sofa, yang terpenting adalah selalu membersihkan kain penutupnya (cover). Biasanya umur dari cover maksimal lima tahun. Jadi jika sofa Anda telah berumur lima tahun sebaiknya cover sofa Anda diganti. Cover pada sofa pun ada dua jenis, cover yang tidak bisa dilepas dari rangka dan cover yang bisa dilepas dari rangka. Jika cover tersebut mudah dilepas, Anda bisa mencucinya kapan saja. Sedangkan jika cover tersebut tidak dapat dilepas, Anda harus rajin membersihkanya dengan vacuum cleaner secara berkala (satu minggu sekali) –Inten Indrawati
Kreasi
18
Kemanakah Topeng Bali?
Dinginnya malam yang cukup menggigit Kota Solo, Jawa Tengah, pada 14-15 September 2014, dihangatkan oleh sajian beragam karakter topeng oleh sebuah perhelatan dengan label Indonesia International Mask Festival (IIMF). Pentas seni pertunjukan topeng bertarap internasional ini disokong oleh Kementeriaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Tak kurang dari 13 peserta dari dalam dan luar negeri ditampilkan di Benteng Vastenburg dan ISI Surakarta. Sajian seluruh peserta diarahkan pada fokus tema The Greatest Panji. Kitab Negarakertagama (abad ke XIII) menuturkan, cerita Panji telah menyebar luas hingga ke Asia Tenggara. Karena itu, penggiat tari topeng dari Malaysia, Thailand, Kamboja, dan Singapura pun hadir unjuk kebolehan. Dari dalam negeri tampil pelaku tari topeng dari sejumlah daerah di Pulau Jawa. Kemanakah penari topeng dari Bali?
T
ari topeng Bali rupa nya luput dari hitung an penyelenggara festival. Padahal Bali adalah wilayah kultural yang kaya dengan beragam seni pertunjukan bertopeng. Selain itu, cerita Panji yang diusung sebagai tema festival, menyebar luas dan terinternalisasi mendalam di tengah masyarakat Bali. Tengok Gambuh, dramatari tua yang dianggap sumber tari dan gamelan Bali atau lihat pula teater rakyat Drama Gong, lakon-lakon utamanya bersumber dari cerita Panji. Rupanya, soal tak diundangnya Bali dalam perhelatan seni akbar itu mungkin karena tidak adanya seni pertunjukan bertopeng yang mengisahkan cerita Panji. Apa boleh buat, keindahan tari topeng Bali tak sempat disimak penonton festival tersebut. Padahal dramatari topeng Bali yang lazim menuturkan lakon babad dapat saja tampil dengan cerita Panji dimana tokoh Panji menggunakan karakter topeng Arsawijaya. Tapi sudahlah, mari cermati satu wakil dari dalam negeri (Topeng Losari Cirebon) dan satu wakil dari luar negeri (Singa pura). Jika duta seni Negeri Singa menyuguhkan tari topeng kontemporer, Topeng Losari hadir dengan ketradisiannya yang kental. Identitas Kental Sajian Topeng Losari ditandai dengan sebuah gawang 3x3 meter yang digelayuti beragam hasil pertanian. Pisang, terong, jagung, padi, dan umbi-umbian itu menjadi bingkai penampilan Topeng Losari Cirebon. Senin (15/9) siang itu, Sanggar Topeng Purwa Kencana Cirebon tampil di panggung tertutup ISI Surakarta. Tak kurang dari 30 menit penonton menyimak penampilan generasi ketujuh dari salah satu gaya topeng Cirebon itu. Gaya Losari yang tata tarinya bernuansa Jawa Te ngah tersebut kini eksis dan bahkan telah melawat ke luar negeri. Penampilan Topeng Losari diawali oleh hadirnya seorang penari mem belakangi penonton duduk khusuk di depan kotak wayang yang dikawal oleh seorang juru kecrek pria. Setelah gending gamelan bergulir dua-tiga menit, perlahan sang penari bangkit. Inilah penampil an tari Pamindo dengan topeng berwarna putih. Di Losari, topeng ini disebut Topeng Panji karena tokohnya bernama Panji Sutrawinangun. Laku estetika tubuh topeng Panji mengalir halus dan karismatik. Namun karena topeng ini menggambarkan karakter seorang raja yang berwibawa
maka ditengah alunan kehalusannya muncul aksen-aksen gerak lugas yang mencerminkan ketegasan. Se telah topeng Panji berlalu mulailah pendramaan lakonnya yang menjadi identitas Topeng Losari. Topeng Cirebon pada umumnya terikat oleh struktur baku dengan sajian sekian watak manusia. Unsur dramatik pada topeng Losari juga ditampilkan pada Topeng Klana Bandopati yang dibawakan oleh Nur’ani, dinasti penerus Topeng Losari. Sebelum menari meng gunakan Topeng Klana yang berwarna merah, Nur’ani tampil tanpa topeng. Pada kesempatan tersebut, cucu dari Ibu Sawitri itu memamerkan gerakan-gerakan tangkas dan menghentak. Hentakannya yang tajam berakhir dengan menginjakkan kaki di atas kotak wayang. Gerakan berputar-putar ini diulang sekian kali yang hentakannya diberi aksen oleh keprakan. Sekali waktu, kaki sang penari bukan mengayun menuju kotak wayang melainkan di atas bahu pemain keprak. Selingan gerakan itu sedikit mencairkan keseriusan tarian topeng Klana ini. Sang penabuh keprak bangkit seakan marah pada penari yang salah menempatkan kakinya. Penonton tertawa. Aspek dramatik humoristik tersebut membuat tarian ini kian menarik. Ta r i a n To p e n g Klana kembali serius ketika penari menggunakan topeng
berwarna merah darah. Dalam lakonnya, topeng ini menggambarkan seorang raja yang sedang cinta mabuk kepayang dengan seorang gadis. Dari aspek karakternya, Topeng Klana menggambarkan perwatakan manusia yang pemarah, sombong, rakus dan sifat-sifat angkara murka lainnya. Penggambaran karakter tersebut ditampilkan dengan begitu total oleh Nur’ani. Gerakan kepalanya yang stakato menggambarkan keberingasan. Gerakan kedua tangannya sembari mengayun sampur tampak piawai trengginas. Gerakan kakinya yang lincah meniti ruang dengan hentakan rancak. Penonton terpesona. Topeng Losari hadir dengan kekhasan gerak tarinya. Salah satunya adalah gerak galeong. Gerakan kayang ini dilakukan dengan meliukkan badan ke belakang memutar lentur seperti gerakan jarum jam. Gerakan ini tampaknya diperkuat oleh posisi kuda-kuda pasang naga seser dimana kaki penari dibuka setengah jongkok dengan kaki kiri yang ditutupi juntaian kain, menopang kuat. Gerakan khas Topeng Losari yang juga sempat diperlihatkan dalam tarian Topeng Klana itu adalah gerakan gantung sikil dimana sang penari menyangkat salah satu kakinya ke depan dalam tempo sekian menit. Perubahan zaman menjadi tantangan yang dilematis bagi ekspresi seni tradisi seperti Topeng Losari.
29 September - 5 oktober 2014
29 September - 5 oktober 2014
Di satu sisi nilai-nilai sakral, magis, simbolis yang melekat pada tarian topeng itu harus dijaga eksistensi dan kemurniannya namun disisi lain muncul dorongan-dorongan dan tuntutan untuk mereposisi diri sesuai dengan perkembangan zaman. Tetapi tampaknya Topeng Losari masih percaya diri bertahan dengan penguatan estetiknya seperti tampak pada pencapaian kekhasan tariannya. Tema Ramayana Duta seni dari Singapura yang diwakili oleh Maya Dance Theatre ini menampilkan dua nomor tari topeng kontemporer. Yang cukup menarik adalah tari bertajuk yang “You” di bawakan secara duet oleh sepasnag muda mudi. Disajikan dalam desiran angin kencang mengantar kehadiran dua penari ke tengah panggung. Penari prianya duduk tercenung dengan tatapan menjurus ke depan. Penari wanitanya yang mengenakan topeng putih hadir dari arah berlawanan, tubuhnya ditutup dengan kain oranye transparan melambai-lambai ditiup angin. Gerak lenggangnya yang menjelajah panggung diiringi latar musik (rekaman) yang bergumam berulang-ulang. Dinamika geraknya yang diterpa angin membuatnya seakan terbang yang kadang tervisualisasi secara siluet diterobos lampu dari arah belakang. Ketika si penari wanita meng hentikan geraknya, penari pria bangkit perlahan. Geraknya tenang, melangkah pelan menuju satu titik penghentian dan lalu diam menatap tajam. Dari tangan kanannya tergenggam topeng berwajah lembut. Topeng itu dipandangi, dicermati penuh arti, digerak-gerakan seperti diajak berdialog batin. Penari wanita memandangi polah penari pria lalu mendekati dengan ekspresi memelas. Si penari pria tetap asyik dengan topengnya. Topeng itu juga dicermati dari berbagai sudut pandangnya. Setelah itu, kedua penari saling m e n d e k a t i . Pe nari pria seakan mengkonfirmasi wajah topeng dalam geng-
gamannya dengan wanita di hadapannya. Sang pria seperti ragu, bi ngung dan kemudian menjauh pelan, lamat, lalu menghilang bersama padamnya lampu panggung. Tari “You” buah karya koreografer Indonesia, Danang Pamungkas, yang belakangan ba nyak berkarya di Negeri Singa itu terinspirasi dari cerita Ramayana, khususnya tentang dua tokoh utama nya, Rama dan Sita. Sinopsis yang dibacakan pembawa acara menyebut Sita yang tercederai lahir batin demi cintanya pada sang suami, tapi se baliknya Rama justru terbuai sebagai laki-laki yang tidak peka dengan rintih pergulatan batin istrinya. Rama lebih mementingkan kuasanya sebagai raja yang harus tercitra sebagai pemimpin yang adil dan bijaksana dengan menghegemoni posisi Sita sebagai istri yang patuh, penurut, dan nrimo segalanya. Secara estetik, “You” cukup menggugah. Namun kemana gerangan penonton menemukan pesan cerita atau kepahlawan tokoh Panji? Padahal nilai-nilai moral yang ingin dikomunikasikan dalam tarian tersebut begitu banyak dapat digali dalam cerita Panji. Seni pertunjukan Indonesia di Jawa dan Bali sudah sangat lazim menuturkan kisah-kisahnya, sejak dulu, bahkan kontekstualisasinya pada kehidupan masa kini masih relevan. Kenapa duta Singapura menyimpang dari tema The Greatest Panji yang digadang panitia festival? “Kami tak pernah diinformasikan panitia bahwa festival topeng ini bertema Panji,” jawab Danang Pamungkas, ketika hal ini dipertanyakan seusai pementasan. Menurutnya, Maya Dance Theatre dimana ia bernaung, hanya diundang tampil menyajikan tarian yang ada elemen topengnya. Jika benar demikian, rupanya tema The Greatest Panji hanya pajangan saja, bukan satu prinsip acuan yang ketat. Terbukti, beberapa peserta festival melenggang tampil bukan dengan cerita Panji. Jadi, bila pun seandainya tari topeng Bali dihadirkan dalam festival itu, dengan lakon Panji atau tidak, juga rupanya tak ada masalah. Malahan penampilan topeng Bali akan lebih menambah bobot cakupan keragaman tari topeng Indonesia yang berhasil dihadirkan dalam festival itu. -Suartaya
Story
7
Kesan Pertama Suamiku Begitu Menggoda Teriakan demi teriakan Agus tiap hari mengisi keseharian Intan (bukan nama sebenarnya). Perempuan yang kini ber usia 50 tahun ituharus menanggung malu pada tetangga atas ulah suaminya itu. Teriakan Agus seperti orang meracau dan tidak jelas apa yang diungkapkannya.
K
Tari Topeng Losari
Life
arena telah terbiasa, Intan kadang suka cuek dan masa bodoh terhadap apa yang dilakukan Agus (40). “Saya sekarang sudah tidak harus malu lagi sama tetangga, karena semua sudah tahu tabiatnya Agus,” kata Intan tidak ambil pusing. Agus memang punya riwayat gangguan jiwa meski pun tidak sampai gila seperti yang dikenal umum. Situasi emosinya tidak stabil, ia mudah marah dan mudah pula berubah lembut pada istrinya itu. Menurut Intan, sesungguhnya Agus sangat sayang padanya. Namun, jika kumat tidak stabilnya ia bisa kasar dan berlaku yang aneh-aneh. Inilah sekelumit kisah perjalanan hidup Intan yang tidak pernah disangkanya. Sepuluh tahun yang lalu tepatnya di tahun 2004, Intan mendapat kabar jika ada seorang ibu datang pada orangtuanya untuk melamarnya. Kala itu usia Intan memang sudah kelewat umur menikah. Entah mengapa Intan terlambat mendapatkan jodohnya. Hampir tidak terlihat sekali pun jika seorang laki-laki bertandang ke rumahnya. Tentu saja hal ini membuat orangtuanya resah. Anak gadis mereka satu-satunya terlambat menikah membuat mereka dihinggapi ketakutan. Memang, jika dilihat dari penampilan secara umum, Intan bukan perempuan yang cantik dan molek, melainkan biasa-biasa saja. Ketika ada orang yang datang melamarnya, orangtua Intan merasa senang apalagi orang yang datang melamar itu adalah orang yang mereka kenal berasal dari keluarga berada dan lumayan terpandang di kampungnya. Tidak perlu dua kali bagi orangtua Agus datang melamarnya karena di lamaran pertama, baik orangtua
maupun Intan sendiri langsung menerimanya. Kala itu Agus tidak datang bersama orangtuanya. Tetapi, orang tua Intan pernah mengenal Agus ketika masih kecil. Dari cerita ibunya, Intan mengenal sosok Agus kecil yang lucu. Itu saja referensi Intan tentang Agus. Dengan mahar yang lumayan “heboh” kebahagiaan dua keluarga ini menjadi lengkap. Meski pun orangtua Intan juga adalah orang berada, “hebohnya” mahar menjadi nilai tersendiri bagi mereka, betapa anak gadis mereka dihargai begitu tinggi keberadaannya padahal ia juga seorang perawan tua. Sebelum melangsungkan pernikahan pada waktu yang telah disepakati, Intan malu-malu bertemu Agus yang lumayan cakep. “Meski pun tidak ganteng, ya…lumayanlah, cakep,” katanya tertawa mengenang kata hatinya dulu. Sikap Agus juga manis padanya meninggalkan kesan pertama yang begitu menggoda bagi Intan. Hingga akhirnya prosesi pernikahan itu digelar besarbesaran di rumah orangtua Intan. Senyum bahagia mengembang di bibir Intan saat menggandeng Agus yang tampak bagaikan raja malam itu. Mereka pun memilih tinggal di sebuah rumah besar hadiah pernikahan dari orangtua Agus. Mereka tinggal satu kota dengan orangtua Agus di Pulau Sumbawa. Di awal pernikahannya dengan Agus, semua berjalan manis. Namun, ketika memasuki bulan pertama, sedikit demi sedikit keanehan pada sikap Agus mulai terlihat. Ia seperti mengidap kelainan seks karena tiap hari yang diinginkannya adalah seks saja. Tiap mengobrol dengan tetangga saat berkumpul, ia cenderung bicara yang berbau porno. Hal inilah yang membuat ia tidak bisa
www.blogspot.com
diterima oleh para tetangganya. Belum lagi kebiasaannya kasar jika kumat penyakit jiwanya. Sakit ini baru diketahui oleh Intan setelah mereka menikah. Agus rupanya bahkan pernah di rawat di rumah sakit jiwa. Bagi Intan hal ini menyedihkan. Namun ia menerima dengan ikhlas dan membantu proses penyembuhan suaminya itu. Meski sakit hati merasa ditipu dengan pernikahan yang tidak menginformasikan hal tersebut, Intan memilih sabar karena mertuanya juga sangat menyayanginya. Apa pun yang dimintanya, mertuanya selalu memenuhinya asal jangan meninggalkan Agus. Apalagi empat tahun kemudian mereka memiliki seorang anak. Lengkaplah sudah alasan Intan untuk tidak meninggalkan suaminya itu. “Secara jujur, di awal pernikah an saya merasa sama sekali tidak menemukan kebahagiaan yang dimaksud dalam sebuah per kawinan,” ungkapnya. Berbagai prilaku aneh dan mengada-ada dari Agus menjadi pelajaran hidup tersendiri baginya. Sakit itu semakin bertambah manakala ia mendengar cerita bahwa sebelum nya Agus pernah menghamili pembantunya dan orangtuanya malah mengusir pembantu itu dan menikahkannya dengan orang lain yang “dibayar” asal mau mengakui bayi dalam kandungan pembantu itu adalah bayinya. Sungguh bukan kehidupan yang dicita-citakan oleh Intan.
TIDAK MAU PULANG Semua sudah terlanjur, nasi telah menjadi bubur. Semua kepahitan itu ia kubur dalam-dalam demi untuk kelanjutan hidupnya memelihara anak semata wayang mereka. Dengan sabar ia merawat Agus dan kerap menasehatinya. Dalam situasi Agus seperti itu, ia dihinggapi rasa bingung. “Kalau ada di rumah kami, dia suka kumat, tapi kalau ada di rumah keluarga atau orangtua saya, dia baik-baik saja, tidak pernah aneh-aneh,” kata Intan. Intan mempelajari benar prilaku suaminya itu. Hingga akhirnya ia mencoba tinggal dalam waktu yang lama di rumah orangtuanya. “Satu bulan di rumah mama, dia normal dan tidak pernah kumat,” kata Intan. Namun, bagaimana pun, ia harus kembali ke rumahnya sendiri karena mereka berdua juga bekerja di kota yang sama. Selalu saja Agus kumat ketika tinggal di rumah itu. Setelah berkali-kali mereka hidup di dua tempat, Intan menemukan kehidupan yang itu ada di kota di mana orangtuanya tinggal. Dengan segala pertimbangan, atas alasan untuk kesehatan suaminya, Intan kini memilih tinggal di kota asalnya. Ia sempat setahun bolak-balik dua jam perjalanan tiap hari untuk bekerja demi suaminya sebelum akhirnya ia bisa pindah tugas di kota asalnya. Penyakit yang aneh yang sendiri tidak mampu “membacanya”, meski pun sudah berkalikali di rawat dokter yang khusus.
Kini, mereka hidup tenang. Sesekali Intan pulang ke rumah mereka untuk menengok rumahnya. Ia membayar orang untuk merawat rumahnya itu. Anehnya lagi, sejak pindah tinggal ke kota asal Intan, Agus sama sekali tidak pernah mau pulang ke ruamhnya itu. “Sudah lima tahun dia tidak ingin pulang meski pun saya membujuknya sekadar untuk bertemu tetangga dan sungkeman pada orangtuanya,” kata Intan. Orangtua Agus sendiri maklum. Namun demi kebaikan putra yang mereka cintai itu, mereka berdualah yang rela menjenguk Intan dan Agus serta cucu semata wayang mereka itu. Apa pun yang terjadi pada mereka kelak, Intan kini telah menemukan kebahagiaan itu dari seorang suami yang menyayanginya. Suami yang normal seperti laki-laki lain. Dan, dengan bangga, kini Intan dapat menggandeng sang suami untuk berjalan-jalan. Hal yang tidak pernah dilakukannya ketika tinggal di kota asal suami yang usianya 10 tahu lebih muda dari dirinya itu, karena mere ka berdua lebih banyak mengurung diri akibat malu pada tetangga. Hanya satu keinginan Intan yang belum tercapai, ingin mengajak suaminya itu sekali saja pulang untuk bertemu dengan tetangganya. Sepertinya Intan ingin membuktikan pada tetangganya, bahwa suaminya itu tidak lagi seperti yang mereka kenal dulu. Melainkan ia telah menjelma menjadi pangeran hatinya. -Naniek I. Taufan
Woman on Top
6
29 September - 5 oktober 2014
Ni Kadek Dian Riastiarini, S.Pd., M.Pd.
Pahami Karakter Anak Dunia anak memang unik dan penuh warna. Mungkin inilah yang menjadi tantangan ter sendiri bagi Ni Kadek Dian Riastiarini, S.Pd., M.Pd. memilih jalurnya berkarier.
I
a kini menjabat sebagai Kepala PG/TK Lingga Murti School (LMS), sekolah bilingual yang berlokasi di Jalan Gurita, Sesetan, Denpasar. Sebelumnya, ia pernah mengajar beberapa tahun di TK nasional plus di daerah Jimbaran. Pengalamannya bertahun-tahun menangani anakanak dengan beragam karakter, tentunya membuat Dian Riastiarini semakin paham bagaimana menangani problematika anak. Apalagi,
ia menamatkan S1-nya di Jurusan Bimbingan Konseling IKIP PGRI Bali. Dan, meneruskan program magisternya di Undiksha, mengambil konsentrasi Teori Dasar Pendidikan. Jadi, ilmu-ilmu yang didapatkannya selama mengenyam pendidikan strata 1 dan 2nya, benar-benar terkait dengan apa yang dilakoninya kini. Banyak orang bilang, menjadi guru PG/TK seperti menjadi pengasuh (pengempu). Tanggapan itu tak ditampiknya, karena memang
Dian Riastiarini (tiga dari kanan ) bersama sebagian guru dan anak-anak didiknya di Lingga Murti School
demikian adanya. “Sebagai guru TK, kita harus bisa mengambil hati anak, memahami karakter anak, dan pastinya ekstra sabar,” ujarnya. Bahkan, tak jarang ia pun sampai menerima cakaran atau pukulan dari anak. Ia pun mengisahkan pengalamannya menghadapi anak dengan karakter keras. Anak itu sering tak mau masuk kelas dan jika kemauannya tak dituruti, mengamuk, menangis, sampai memukul. Untuk menangani anak seperti ini, Dian tak hanya membimbing sang anak, namun orangtua anak juga diajak komunikasi. Karena menurutnya, seperti apa karakter anak pasti ada hubungannya dengan didikan orangtuanya di rumah. Usut punya usut, ternyata benar, ibu dari sang anak ini mengaku sangat keras mendidik anaknya di rumah bahkan sampai memukul. Setelah diajak duduk bereng untuk mencarikan solusi terbaik bagi anak, ibu dari anak tersebut setuju mengikuti saran Dian, mendidik tanpa kekerasan. Alhasil, dalam hitungan bulan, anak laki-laki yang sudah menamatkan pendidikannya di LMS dua tahun lalu, kini menjadi pribadi yang me nyenangkan dan tak cepat marah. “Prinsipnya, dalam menghadapi anak itu harus bersabar. Misalkan anak tidak mau belajar, alihkan perhatian sebentar kepada hal-hal yang membuatnya senang, membujuk, merayu agar anak merasa dekat
Dian Riastiarini
dengan guru. Jika sudah tenang baru melanjutkan ke permainan bercerita, dsb. sambil belajar,” ucapnya. Sebagai guru TK, ekstra sabar itu wajib. Selain itu, dibutuhkan juga keterampilan mengambil hati anak, menciptakan susana interaksi yang menyenangkan, yang tidak terlalu serius yang penting happy. Kegiatan belajar-mengajar khususnya di LMS mngacu pada Paikem, pembelajaran aktif inovatif kraetif efektif dan menyenangkan. Sebagai Kasek LMS yang membawahi sembilan guru dan tiga staf, tentunya Dian bertanggung secara keseluruhan. Sebelumya, ia telah membagi tugas dan tanggungjawab masing-masing guru dan staf. Selanjutnya, tugas dan tanggungjawab mereka tersebut dimonitoring tiap harinya. Jika ada yangtidak menjalani, komunikasi dan koordinasi menjadi jalan keluarnya, yakni melalui pemberian pengarahan dan dibina. Sebagai sekolah bilingual, ten-
tunya berbeda dengan sekolah negeri. Kelebihannya adalah dalam KBM menggunakan dua bahasa (Indonesia dan Inggris) dan memiliki beragam ekstra untuk menyalurkan minat dan bakat anak. Program-program yang dikembangkan di sekolah ini tetap mengacu pada kurikulum yang sudah baku. Pengembangan ini disesuaikan dengan umur anak dengan indikatornya yang berbeda-beda. Selain di TK, Dian juga mengajar di IKIP PGRI Bali mengampu mata kuliah Dasar Teori Pembelajaran dan Profesi Kependidikan di FPOK. Jam efektif di TK yang hanya sampai pukul 11.00, memungkinkan Dian untuk mengatur waktunya mengabdi di kampus. Lalu, bagaimana dengan kewajibannya di keluarga dan di masyarakat? Sebagai istri dari Nyoman Juliarta, dan ibu dari tiga anak (Kadek Adi Artika, Ketut Oka Darmaputra, Ni Luh Ayu Jasinta Dewi), komunikasi adalah hal yang terpenting. Usai menjalankan tugasnya di TK dan kampus, Dian mengurusi keluarganya. Teoriteori strategi belajar-mengajar ini diakuinya juga diterapkan kepada anak-anaknya, terutama kepada anak pertamanya yang sedang beranjak remaja. Ia berupaya menempatkan anak sebagai sahabat sehingga apapun permasalahan yang dihadapi mau didiskusikan kepada dirinya. Meski tak bisa penuh mengontrol anak, apapun tindak-tanduk mereka tetap dalam pengawasan ia dan suaminya. Sementara untuk kegiatan di masyarakat, Dian memanfaatkan waktu sore haria atau hari libur untuk berkegiatan adat. –Inten Indrawati
29 September - 5 oktober 2014
Sudut Pandang
19
Stop Bicara Perempuan Lemah Saatnya Revolusi Mental Janganlah kau berjalan di depanku karena kau bukan pemimpinku. Janganlah kau berjalan di belakangku karena kau bukan pelayanku. Mari kita jalan berdampingan untuk mencapai cita-cita bersama.
Dr. Putu Saroyini Piartrini, S.E. M.M.
I
tulah sebait puisi yang dilontarkan Dr. Dyah Paramita Duarsa, selaku moderator dalam seminar “Peran Perempuan dalam Membangun Karakter Unggul, Mandiri, dan Berbudaya di Era Permisif”, Jumat (26/9) di Gedung Ksirarnawa, Art Centre, Taman Budaya Denpasar. Puisi tersebut dilukiskan sebagai ungkapan, perempuan hendaknya bersama-sama kaum pria menjalani tugas dan kewajibannya, demi mencapai tujuan dan cita-cita bersama. Begitu juga, kaum perempuan hendaknya maju bersama perempuan lainnya, dalam menjalani perannya dan memberi teladan bagi semua lapisan. Seminar yang dirangkaikan dalam
memperingati Dies Natalis Universitas Udayana (Unud) yang ke- 52 dan Reuni Agung Alumni Udayana ini dibuka Ketua Tim Penggerak PKK Prov. Bali, Ny. Ayu Pastika. Seminar menghadirkan tiga pembicara, Ny. Bintang Puspayoga, TIA Kusuma Wardani, dan Prof. LK Suryani. Ny. Ayu Pastika berharap, kaum perempuan hendaknya memberi teladan bagi segenap lapisan. Ia mengajak semua organisasi dan aktivis perempuan terus memantapkan langkah dan upaya program bersama demi mewujudkan generasi yang mandiri dan unggul. Ia mengatakan, Tim Penggerak PKK juga mempunyai misi membangun karakter generasi Bali yang adiluhung, jengah, pantang menyerah dan semangat puputan. “Kita wajib mengajak kaum intelektual terutama lulusan Unud, menjadi terdepan dari perubahan ini,” ujarnya. Putu Sinta Sutami dan Ni Putu Widayanti merupakan dua orang wakil Ikatan Alumni Universitas Udayana (Ikayana) yang memberikan testimoni suka-duka dalam pencapaian karier mereka. Uniknya, Sinta yang alumnus Fakultas Hukum, malah kini terjun sebagai spiritualis, dengan berbagai tantangan hidup yang ia alami sebelum nya. Sementara, Widayanti, walau hanya anak petani, dengan beasiswa dari Unud, mampu menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Kimia dan kini sedang melanjutkan ke Program Magister. Kisah unik yang dituturkan, Sinta Sutami dan Widayanti, menurut Bintang Puspayoga, diharapkan, dapat memberi inspirasi bagi peserta seminar. Ia bangga mendengar testimoni dua alumni Unud tersebut. Menurutnya, perempuan tidak hanya pandai dan cerdas, tapi juga memiliki pendidikan karakter. Ia menegaskan, saat ini kita perlu
Ketua Tim Penggerak PKK Prov. Bali, Ny. Ayu Pastika memukul gong sebagai tanda dibukanya Seminar “Peran Perempuan dalam Membangun Karakter Unggul, Mandiri, dan Berbudaya di Era Permisif”
revolusi mental yang berorientasi ke depan. Bersifat hemat, menilai prestasi, kemampuan diri sendiri dan berani mengambil tanggungjawab merupakan salah satu bagian dari revolusi mental. Sifat mental yang suka menyuap, nepotisme dalam meraih jabatan atau kekayaan dan mengabaikan kerja keras dan prestasi, sudah seharusnya direvolusi. Pendidikan karakter, sikap, budi pekerti, yang harus ditanamkan sejak dini. Dalam karakter, tercakup value and action. Peran perempuan Bali sangat dominan, dapat dikatakan perempuan Bali adalah tiang yadnya. Dari proses persiapan dan pelaksanaan, peran domestik, sebagai ibu anak-anak, sebagai istri suami. Juga berperan mencari nafkah, membantu finansial keluarga. Perempuan Bali tumbuh menjadi perempuan unggul, dapat bertanggungjawab, baik terhadap keluarganya maupun kegiatan agama. Namun, Ketua WHDI Prov. Bali ini mengakui, banyak tantangan mewujudkan perempuan
Dr. Dyah Paramita Duarsa (kiri), para pembicara seminar, Ketua Dharma Wanita Persatuan Unud Dr. RA. Tuty Kuswardhani (dua dari kanan), Ny. Wakapolda Bali (kanan)
unggul. Perempuan masih minim terjun berorganisasi dan dunia politik. Karena itu, WHDI Prov. Bali meluncurkan program tanggal 2 Mei lalu tentang pendidikan pranikah. Tujuannya, agar generasi Hindu yang menuju ajang grahasta siap fisik, mental, dan spiritual. “Intinya, kami ingin mewujudkan perempuan Hindu yang cerdas, maju, dan berbudi pekerti luhur,” ucapnya. MEMBANGUN KESADARAN MENTAL TIA Kusuma Wardani memaparkan siapkah kita memasuki tahun 2015 dengan Masyarakat Ekonomi Asia, dimana persaingan akan semakin ketat. Supir tidak saja dituntut bisa menyetir mobil, dia juga harus bisa menjadi montir, mampu berbahasa Inggris, bahkan bila perlu juga harus memiliki keterampilan lain seperti bela diri atau memasak. Kalau tidak, orang asing yang akan mengambil peluang tersebut. Pemerintah Bali menargetkan 30 ribu sarjana dicetak di usia 20 tahun. Menurut Prof Suryani, anak tidak hanya pandai, tapi juga mandiri, kreatif, sehat fisik, mental, dan spiritual. Perempuan memegang peranan penting dalam melahirkan anak yang dimaksud. Di tangan perempuan, anak bisa tumbuh baik atau tidak. Di tangan perempuan, rumahtangga bisa rukun atau tidak. Ia menegaskan, berhenti bicara perempuan lemah. Ia sejak dulu sudah belajar konsep mind body spirit sosial budaya. Namun, konsep ini tidak bisa diterima banyak orang karena disebut lebih ke arah spiritual. Konsep ini sudah ia pelajari sejak kecil dan sudah dipraktikkan di keluarga, termasuk dengan pasien. Menghadapi pasar bebas, menurutnya, tidak cukup kemampuan logika. Tapi perlu ajarkan anak berani mengajukan pendapat. Motivasi juang perlu dibangkitkan, dan menyeimbangkan kepen tingan spiritual dan material. Saat seminar, ada pertanyaan dilontarkan salah seorang peserta. Perempuan masih menjadi korban eksploitasi. Biaya pendidikan dan kesehatan tinggi, biaya kebutuhan pokok naik, kita menderita karena kebijakan politik. Bagaimana membangun kesadara n mental? Apa revolusi mental bisa menyelesaikan masalah itu?
Menurut Bintang Puspayoga, membangun kesadaran dapat dilakukan dengan revolusi mental. Caranya, jiwa manusianya dulu dibenahi. Dimulai dari pendidikan karakter dan budi pekerti. Sementara, menurut TIA Kusuma Wardani, ada lima kecerdasan; intelektual, emosional, spiritual, kecerdasan menghadapi lingkungan, dan kecerdasan dalam mengelola masalah. Di Jepang, angka bunuh diri tinggi. Justru, bunuh diri banyak dilakukan anak-anak yang mengenyam pendidikan tinggi. Kini, banyak orangtua berhenti bekerja dan mulai mengurusi anak mereka. Kecerdasan intelektual hanya mengantarkan kesuksesan sekitar 20 persen. Sementara, sisanya, 80 persen kecerdasan emosional, spiritual, mengelola lingkungan, dan menghadapi masalah. Sementara, menurut Prof. Suryani, orang-orang yang mudah marah, sedih, dan suka mengamuk, meurpakan korban masa kecilnya. Mereka tidak diajarkan berdiskusi untuk memahami diri mereka. Latihan pemahaman diri ini, sering dilakukan di Wantilan DPRD Prov. Bali. Namun, tempat terbatas hanya bisa menampung 200 orang. Setelah melakukan latihan pemahaman diri, kata Suryani, b anyak guru yang suka marah tern yata punya memori buruk waktu kecil. Menurut ketua panitia seminar Dr. Putu Saroyini Piartrini, S.E. M.M. untuk menghadapi tantangan masa depan, tiap individu harus membangun diri, agar bisa mandiri dalam artian selain memenuhi kebutuhan, juga dapat mengatasi masalah yang mungkin hadir dalam perjalanan mewujudkan cita-cita, baik itu pribadi, kelompok, maupun bangsa. Saat ini, kemandirian mulai memudar misalnya, dari aspek ekonomi kita tergantung produk di luar dan lebih menghargai karya luar negeri. Sabtu (27/7) sebuah buku berjudul “52 Jejak Inspiratif Perempuan Alumni Universitas Udayana” di luncurkan bertepatan dengan puncak peringatan Dies Natalis Universitas Udayana yang ke-52 dan Reuni Agung Alumni Udayana. Buku ini memuat profil 52 perempuan alumni Udayana yang dipilih tim panitia dan ditulis tim tabloid Tokoh. -Wirati Astiti
Nine
20
29 SEPTEMBER - 5 Oktober 2014
29 SEPTEMBER - 5 Oktober 2014
Inspirasi
5
Perjodohan dalam Hajatan Laris Manis Berkat Getok Tular Ratu Tria
Gelak tawa dan canda terdengar begitu akrab dari para ibu yang tengah sibuk memasak di halaman belakang rumah salah satu warga di Bima, Nusa Tenggara Barat. Sejak pagi para ibu rumah tangga ini satu demi satu datang untuk ikut serta membantu memasak untuk pemilik rumah yang tengah berhajat. Begitu juga dengan para ibu warga Mantang Lombok Tengah yang juga terlihat sibuk menyiapkan hidangan untuk acara hajatan pemilik rumah. Pemandangan seperti ini tampaknya tidak lagi bisa ditemukan secara umum di kehidupan perkotaan, melainkan hanya masih ramai di desa-desa. Berkumpulnya para ibu ini, secara tidak langsung merupakan pelestarian nilai-nilai gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
Pelestarian nilai-nilai gotong royong banyak dilakukan oleh ibu-ibu
D
alam masyarakat tradisional di Lombok dan Sumbawa, sesungguhnya perempuan memiliki peran yang penting. Selain melestarikan nilai-nilai gotong royong juga ada peran-peran tradisi yang mereka lakoni. Sebut saja peran unin, seorang perempuan yang menjadi subandar (seperti mak comblang) dalam masyarakat Sasak. Peran ini bukanlah peran yang dilakukan secara resmi
dalam sebuah prosesi adat, melainkan peran itu hidup dan mempunyai ruang dalam masyarakat tradisional. Ia berfungsi sebagai subandar justru pada saat sibuk melakukan kegiatan memasak di dapur. Dalam kegiatan adat Sasak, misalnya persiapan perhelatan perkawinan adat Sasak atau pun pada saat ada acara doa bagi keluarga yang sudah meninggal, biasanya dilakukan acara rowah atau begawe (hajatan). Pada bagian tertentu dari begawe inilah, lazim diselipkan kegiatan pe n d ek a ta n b a g i para terune (pemuda) dan dedare (pemudi), baik yang sudah saling kenal maupun yang belum kenal sama sekali. Contohnya di Lombok Selatan. Dalam rowah pada saat ada yang meninggal, ada acara yang dikenal dengan ngamarin atau ngamer-ngamer (meramaikan untuk menghibur keluarga yang ditinggalkan). Saat inilah pendekatan satu sama lain itu dilakukan. Sedangkan dalam Sandro tamang saat mengusap perut wanita hamil sebagai rowah atau begawe perkawinan, acara simbol memohon kemudahan saat melahirkan kelak
khusus pendekatan ini dilakukan pada acara jelo jait, menjelang puncak acara. Di saat ini ada acara masak nasi untuk kegiatan esok hari. Menurut HL. Agus Faturrahman, salah seorang budayawan Sasak, saling mendekati dalam masyarakat Sasak, merupakan proses sosial yang dilembagakan secara adat. Saat rowah, terune (pemuda) dan dedare (pemudi) dengan sendirinya berkumpul untuk ikut membantu yang punya hajatan sekaligus datang meramaikan. Terune biasanya membantu pekerjaan-pekerjaan lain yang dibutuhkan selama kegiatan, sedangkan dedare datang untuk ngedang (persiapan untuk acara besok) bersama ibu-ibu di dapur. Pada saat inilah subandar (perantara) mulai berperan untuk menjodohkan satu dengan yang lain. Proses ini dikawal oleh orang dewasa yang berfungsi sebagai subandar yang biasanya seorang perempuan. Jika ada yang saling tertarik, maka subandar-lah yang membuka pembicaraan. Tidak resmi memang, melainkan mengikuti irama kesibukan di dapur tersebut. Dalam masyarakat Sumbawa, peran-peran perempuan juga tidak kalah uniknya. Mulai dari sandro tamang (dukun bayi), inak odak yang bertugas mengurus semua persiapan calon pengantin perempuan khususnya melulur dan memberi nasihatnasihat perkawinan. Ada pula sekelompok perempuan yang sibuk membunyikan lesung (alat penumbuk padi khas masyarakat Sumbawa yang terbuat dari kayu berukuran panjang) dan alu yang terbuat dari bambu. Suara lesung yang dihantam alu dalam irama yang teratur dan indah yang disebut baguntung itu adalah bentuk pengumuman bahwa di kampung tersebut akan ada yang berhajat. “Jika baguntung dilakukan menjelang Magrib, maka isi pengumuman lebih kurang akan ada hajatan pernikahan,” kata HL. Muhadli, salah seorang budayawan Sumbawa di Taliwang. Baguntung berbunyi tepat di saat seorang gadis dibaya’ (pem-
Baguntung, pengumuman akan ada hajatan
beritahuan pada si gadis bahwa dirinya akan dinikahkan). Peran lain dari perempuan Sumbawa adalah Nuwang. Pemimpin gotong royong dalam masyarakat tradisional Suku Samawa. Ia juga sekaligus akan menjadi penghibur bagi para ibu yang bekerja di dapur menyiapkan segala keperluan hajatan, dengan berpantun. Ia biasanya akan melempar pantun lalu disahut oleh para ibu lainnya dalam suasana yang hangat. Tidak jarang berbalas pantun inilah yang akan meramaikan suasana bekerja bagi para ibu. Kelakar dan kegembiraan karena pantun
dituakan di Desa Rato Bima. Para ibu yang datang teka ra ne’e ini mengetahui kegiatan ini bukan dari selembar kertas undangan, melainkan ada peran perempuan yang berprofesi sebagai penyampai pesan tradisional. Perempuan ini akan berjalan keliling kampung untuk menyampaikan kabar hajatan tersebut kapan dimulainya sehingga para ibu tahu hari apa mereka mulai terlibat untuk membantu. Ada pula perempuan yang berperan memandikan calon pengantin perempuan dalam tradisi boho oi ndeu (mandi bagi
Peran perempuan menyiapkan simbol-simbol tradisi dalam kegiatan adat
inilah yang menghilangkan rasa penat dan capek saat para ibu bekerja. Mereka bekerja dalam situasi yang akrab dan hangat. Selain di Lombok dan Sumbawa, perempuan Bima juga memiliki banyak peran dalam masyarakat tradisionalnya. Gotong royong tidak hanya dibangun oleh para ibu di dapur-dapur tempat menyiapkan kebutuhan hajatan, melainkan juga membantu dari segi materi. Para ibu akan berbondong-bondong datang ke acara khusus ibu-ibu dengan calon pengantin perempuan (jika acara perkawinan) atau dalam hajatan lain, untuk melakukan teka ra ne’e. “Di acara teka ra ne’e inilah para ibu membantu yang hajatan dengan gula, beras atau kebutuhan dapur lainnya bahkan uang,” kata Hj. Itam, salah seorang yang
calon pengantin perempuan sehari sebelum akad nikah). Dalam upacara-upacara adat juga peran perempuan menjadi penting seperti peta kapanca (tradisi menghias tangan calon pengantin perempuan dengan daun pacar). Selain sebagai penyedia seluruh kebutuhan simbol-simbol tradisi yang dipasang saat acara berlangsung, ia juga yang memimpin para ibu lain untuk menghias tangan calon pengantin perempuan. Meski banyak tradisi yang melibatkan perempuan sudah tidak eksis lagi dalam masyarakat, namun tidak sedikit tradisi-tradisi itu yang masih membutuhkan sentuhan tangan perempuan di Lombok, Sumbawa dan Bima. Dari peran perempuan inilah nilai-nilai gotong royong itu lestari hingga hari ini. -Naniek I. Taufan
Jangan meremehkan hobi. Terbukti banyak entrepreneur sukses berawal dari hobi. Yang namanya hobi, berarti segala sesuatu dikerjakan dengan hati senang. Tak heran ketika hobi diboyong ke dalam wilayah bisnis kerap kali berhasil dengan baik. Ini lantaran salah satu kesuksesan dalam berbisnis adalah bekerja dengan hati yang senang. Ada kesungguhan baik dalam memuai usaha maupun mengembangkannya, semuanya dilakukan dengan landasan cinta, tidak ada keterpaksaan.
I
tu juga yang terjadi pada Ratu Tria, pemilik penginapan Kampung Duhur, yang terletak di kaki Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Berawal dari kesenangannya bersosialisasi dan menjamu temantemannya di vila keluarga, justru melahirkan ide membangun bisnis penginapan di kaki gunung. Awalnya, tutur Tria, dia dan suaminya, tidak pernah terpikir untuk berbisnis penginapan ketika membangun vila di Kampung Duhur, beberapa tahun lalu. Vila yang dibangun di lahan seluas 5.000 m² itu, hanyalah untuk tempat berlibur keluarga setiap akhir pekan. Kebetulan mereka tinggal di Jakarta, dan jarak Jakarta-Kampung Duhur tidak lah terlalu jauh. “Hampir setiap akhir pekan kami sekeluarga berlibur ke sini. Alamnya asri, masyarakat sekitar juga sangat baik. Sejauh mata memandang adalah areal persawahan juga gunung. Di belakang kami adalah Gunung Salak, di depan adalah Gunung Gede Pangrango. Jadi bisa dibayangkan betapa indahnya. ‘Sumpeknya’ Jakarta dan rutinitas harian, sepertinya langsung hilang jika kami datang kemari,” ungkap Ratu Tria. Maklum saja, Tria dan juga suaminya adalah sama-sama pengusaha. Tria bergerak di bidang
hospitality sedang suaminya pengusaha bidang IT. Tak heran hari-hari keduanya selalu diwarnai kesibukan bekerja. “Kalau tidak ke vila, biasanya kami traveling. Kebetulan saya dan suami memiliki hobi yang sama yakni traveling,” tambahnya. Selain traveling salah satu yang tak bisa lepas dari diri Tria adalah gemar bersosialisasi dan menjamu teman-temannya. Pribadinya yang selalu ceria dan mudah akrab dengan siapa saja, membuatnya memiliki banyak teman dari berbagai kalangan. “Nggak tahu kenapa, tapi saya paling suka bersosialisasi, menjalin pertemanan. Mungkin karena latar belakang saya yang berkecimpung di bidang event organizer,” ucap alumni UGM Yogyakarta ini. Tak dinyana hobinya bersosialisasi, membuka network , dikemudian hari justru memberinya keuntungan saat membuka bisnis baru. “Saya juga suami paling suka ngumpulin teman, lalu kami ajak menginab di vila, bikin acara kecil. Pokoknya seru aja. Kadang teman-teman suka meminjam vila kami untuk acara-acara mereka. Saya sih welcome saja, karena vila itu dibangun cukup besar, ada bangunan-bangunan pendukung yang memang dimaksudkan untuk menampung teman-teman atau
saudara yang datang. Jadi tidak masalah kalau teman-teman datang bersama keluarganya, karena mereka bisa tinggal di bangunan yang lain,” ungkap wanita berusia 44 tahun ini. Seringnya teman-teman meminjam vilanya untuk menyelenggarakan berbagai acara mereka, ataupun dipakai tempat shooting acara televise, membuat Tria berpikir untuk membangun bisnis penginapan. “Peluang bisnis itu, kadang, munculnya tak terduga, ya. Seperti yang terjadi pada saya. Teman-teman bilang, kenapa saya tidak membangun bisnis penginapan saja. Saya sempat kaget, ohh iya juga ya, kenapa tidak?,” katanya. Setelah mengkomunikasikan dengan suami dan memperoleh izinnya, maka Tria pun mulai mempersiapkan vilanya sebagai tempat penginapan. Banyak yang harus dipersiapkan, seperti ruangan aula, kamar-kamar tambahan, furnitur, dll. Lalu bagaimana dengan SDM? Nah, untuk yang satu ini, Tria harus bekerja keras. Pasalnya, meski secara kuantitas dalam artian jumlah pekerja dia tidak memiliki masalah dengan memberdayakan masyarakat kampung, namun secara kualitas tentunya masih jauh dari harapan. “Di sinilah saya harus bekerja keras. Men-training mereka, mengajarkan bagaimana melayani tamu, menjaga kebersihan vila, dll. Ini tentu tidak mudah ya. Soal services, misalnya. Itu kan berhubungan dengan manusia sehingga membutuhkan profesionalisme yang tinggi, bagaimana orang harus nyaman. Nyaman yang dimaksud adalah standar kenyamanan tamu, bukan standar kenyamanan kita. Jadi inilah yang saya harus ajarkan kepada mereka secara terus menerus. Dan untuk ini, memang dibutuhkan energi ekstra dan kesabaran tinggi. Ini adalah tantangan,” tandas Tria yang memiliki 450 anak asuh dari Kampung Duhur. Inilah, kata Tria lagi, enjoy-nya mengerjakan bisnis yang me-
mang menjadi passion-nya. Meskipun tidak mudah, dan membutuhkan kerja keras, namun semua itu tidak terasa karena mengerjakannya dengan senang hati. Untuk tahap awal, kata Tria, dia tidak melakukan promosi gencar, kecuali lewat websitenya. Selebihnya adalah promosi getok tular alias dari mulut ke mulut yang secara tak sengaja dilakukan oleh temantemannya ataupun relasirelasi yang pernah merasakan menginab di Kampung Duhur. Hobi Tria yang rajin bersosialisasi dan membuka network, tanpa disadarinya menjadi sangat berguna ketika ia memulai bisnis barunya. Memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar di awal bisnis, inilah yang dilakukan Tria. “Promosi dari mulut ke mulut dari mereka yang pernah menginap di sini. Dulu, sebelum menjadi bisnis, saya senang mengundang mereka menginab, menjamu mereka. Dan kini, inilah hasilnya. Meski belum jor-joran berpromosi, tapi bisnis ini telah berkembang dengan baik. Setelah running, kini kami baru mulai berpromosi, misalnya, dengan mengikuti pameran-pemaran,” kata Tria yang saat ini tengah mempersiapkan membuka guest house di Yogyakarta. Menurut Tria, kebanyakan yang datang ketempatnya adalah rombongan instansi, perkumpulan-perkumpulan juga rombongan sekolah. “Untuk anak-anak sekolah, juga dibangun areal camping ground. Semua perlengkapan camping juga disiapkan di sini,” tambahnya. Dengan bisnis barunya yang semakin berkembang, boleh dibilang Tria pun semakin sibuk. Pasalnya, kini tamu tidak hanya datang pada week end tapi juga week days. Biasanya, itu adalah acara-acara instansi ataupun acara sekolah. “Nah, kalau ada tamu, saya pasti akan terjun langsung menemui tamu dan melayani mereka. Saya ingin tamu saya mendapat kenyamanan dan pelayanan yang baik. Saya kira itulah kunci kenapa mereka akhirnya kembali
Ratu Tria
dan kembali ke sini atau bahkan ‘membantu’ mempromosikan tempat kami kepada yang lain,” ujar Tria yang kedua putranya kuliah di Malaysia sehingga memiliki banyak waktu untuk focus pada bisnisnya. Menyikapi persaingan bisnis penginapan di kawasan Bogor dan sekitarnya yang cukup ketat, Tria mengaku, hal itu juga menjadi bahan pemikirannya. Diakui Tria, banyak bisnis penginapan yang juga sama-sama ‘menjual’ alam sekitarnya sebagai kelebihan dari penginapannya, atau bahkan tambahan fasilitas-fasilitas yang bagus. Namun, Tria mengaku tidak khawatir dengan semua itu. “Saya tidak mau neko-neko, tidak mau melawan alam. Saya percaya kekuatan alam. Dan kami memiliki ketulusan untuk memberikan yang terbaik,” ucapnya. Menurutnya, alam di sekitar Kampung Duhur adalah suatu kelebihan, tak perlu dipolespoles lagi. Pemandangan Gunung Salak, Gunung Gede Pangrango serta suasana pedesaan yang alami dan masyarakat sekitar, adalah kelebihannya. Di luar itu, katanya, tentu saja, pelayanan yang baik, fasilitas yang tersedia, serta kenyamanan tamu adalah hal utama. –Diana Runtu
4
Inspirasi
29 SEPTEMBER - 5 Oktober 2014
Dr. Ir. Ni Putu Mariani, M.Si.
Perjuangkan Kualitas Sapi Bali Namanya, dikenal di antara para peternak sapi. Ia baru saja menyelesaikan penelitiannya tentang kebutuhan sapi bali. Dari penelitiannya, ia mendapatkan hasil, produktivitas sapi bali masih cukup rendah. Salah satu penyebabnya, pakan yang diberikan belum memenuhi kebutuhan nutrisinya. “Walaupun peternak sudah memberikan pakan, namun dari segi kuantitas dan kualitasnya belum mendapat perhatian khusus,” ujar Dr. Ir. Ni Putu Mariani, M.Si.
K
arena itu, Mariani ingin terjun langsung ke peternak sapi. Dengan berbekal hasil penelitiannya, ia akan mengupayakan bersama petani, meramu pakan ternak berdasarkan potensi setempat agar pertumbuhannya sesuai dengan yang diharapkan. Bagaimana sosok dosen Fakultas Peternakan Universitas Udayana (Unud) ini yang getol memperjuangkan kualitas sapi bali ini? Setamat SLUA I Saraswati Denpasar pada tahun 1978, dengan bekal ingin menjadi dokter, Mariani mencoba menyebrangi lautan mengadu keberuntungan di Universitas Airlangga Surabaya. Ternyata jalan yang ia lalui bukan di Surabaya. Ia mendapat informasi, ada Fakultas Kedokteran dan Peternakan (FKHP) di Universitas Udayana. Informasi ini dapat mengobati kegagalannya di Surabaya. Bersyukur akhirnya ia diterima di FKHP yang sekarang menjadi Fakultas Peternakan dan Fakultas Kedoteran Hewan. Tapi apa boleh buat, ternyata ia tidak menjadi seorang dokter juga, karena pada saat itu baru menamatkan sarjana peternakan dengan gelar Insinyur. Mariani masih tetap bersyukur, karena mampu menyelesaikan pendidikan seperti harapan orangtuanya. Perjalanan karier Mariani, tidaklah mulus seperti yang diharapkan. Setelah tamat, ia berkeinginan untuk menjadi pegawai negeri. Pada tahun 1983 ada informasi lowongan pekerjaan sebagai tenaga edukatif di Universitas Udayana, dan ia mencoba untuk berkompetisi, tapi belum berhasil. Ia sempat bekerja di swasta sebagai tenaga sosial, yang pada saat itu disebut “Poster Parent Plan”. Perusahaan ini bergerak dalam bidang sosial yang bekerja sama dengan negara lain seperti Inggris, AS, Belanda, dan Australia, yang programnya membantu masyarakat di desa dalam hal pendidikan, kesehatan, dan perumahan. Ia bekerja selama dua tahun. Keinginannya menjadi PNS tetap membara. Ia melamar sebagai tenaga edukatif yang ketiga kalinya dan akhirnya bisa lulus tes dan diterima di Universitas Udayana sebagai dosen di Fakultas Peternakan. Ia menuturkan, tantangan berkarier cukup berat terutama pada awalnya. Tahun 1986, ia diterima sebagai calon PNS di Fakultas Peternakan Unud. Agar bisa
menjadi PNS penuh, ia menunggunya cukup lama, hampir melewati masa-masa kritis. “Saat itu temanteman pada gelisah, termasuk saya tentunya, kira-kira kapan ya akan dilaksanakan Prajabatan. Setelah dua tahun barulah kami merasa lega dan sudah benar-benar menjadi PNS, karena telah lolos dari saringan Prajabatan,” tuturnya. Ia mengatakan, memilih pekerjaan menjadi PNS khususnya di bidang pendidikan, karena ia ingin dapat terus melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Hal itu, untuk menambah wawasan dalam bidang ilmu yang ditekuni. “Untuk dapat mencapai keinginan ini memang tidaklah mudah karena perlu pengorbanan, dimana harus pisah dengan keluarga dan juga perlu dana yang cukup banyak. Syukurnya kami sama-sama bekerja di lingkungan yang sama sehingga pemahaman kami sama, sehingga semuanya bisa teratasi dan akhirnya saya dan suami dapat menyelesaikan jenjang pendidikan pascasarjana, juga pendidikan anak-anak berjalan seperti yang diharapkan,” kata perempuan kelahiran Denpasar, 27 Mei 1958 ini. Begitu suaminya, Ir. Cokorda Gede Alit Semarajaya, M.S. datang dari program S-2 pada awal tahun 1992, ia sama sekali belum berminat untuk mengambil program S-2, mengingat kondisi keuangan. Setahun hampir berlalu ia lewati dengan mengasuh kedua anaknya. “Ada selentingan senior saya yang juga pembimbing skripsi saya mengatakan “apakah dengan berdiam di rumah utang akan menjadi lunas? Benar juga, pikir saya. Setelah saya diskusikan dengan suami, akhirnya saya berangkat juga mengambil program S-2 di IPB Bogor dan saya ikhlaskan anak-anak diasuh suami,” kata Mariani. Menjelang menyelesaikan penelitian, ia mendapat ujian dan atas seizin pembimbingnya, ia mesti pulang karena mertua laki-laki meninggal. Syukur akhirnya ia mampu menamatkan
program S-2. Di tahun 2009 menjelang anaknya yang pertama mengakhiri kuliahnya di Fakultas Teknologi Pertanian Unud dan anak kedua sedang kuliah di IPB Bogor, suaminya mendorong untuk mengambil program S-3 di Unud. “Keinginan ini untuk memenuhi harapan orangtua saya agar bisa sekolah sampai ke jenjang yang terakhir. Benar-benar bagaikan mimpi bagi saya dan kebanggaan bagi suami saya, karena pada saat yang bersamaan, anak saya nomor dua sedang program S-1, anak saya nomor satu lagi mengambil program S-2 di UGM Yogyakarta, dan saya sendiri mengambil program S-3 di Unud. Sebelum saya mengakhiri penelitian S-3, ternyata saya lagi mendapatkan tantangan, ibu mertua meninggal. Berbagai
Dr. Ir. Ni Putu Mariani
cobaan dalam hidup ini, mampu memunculkan keyakinan saya, begitu hal yang baik diniatkan, maka segala sesuatu yang mendukung hal tersebut akan diadakan olehNya,” ungkapnya. Mariani mengatakan, memang sedikit agak merepotkan bagi seorang ibu untuk dapat memerankan dirinya seperti yang diharapkan. Apalagi untuk dapat memerankan diri dalam keluarga besar dengan segala aktivitas sosialnya dan tuntutan keberhasilan dalam pekerjaan. “Memang sangat susah menyeimbangkan beban sekala dan niskala. Walaupun de-
mikian, harapan saya untuk meraih pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu program S-3 dapat saya selesaikan dengan berbagai cobaannya dan anak-anak sudah kami berikan minimal pendidikan sarjana. Anak saya yang nomor dua memang belum berkenan mengambil program S-2 dan sangat bersyukur anak saya yang pertama akan mengikuti jejak saya di Unud,” ucapnya. Harapannya kedepan, ingin terus mengabdikan diri di bidang ilmu nutrisi ternak, khususnya sapi bali, karena sapi bali merupakan aset daerah Bali yang perlu dikembangkan dan dijaga kelestariannya. “Saat ini produktivitas sapi bali masih cukup rendah, salah satu penyebab rendahnya produktivitas sapi bali adalah pakan yang diberikan belum memenuhi kebutuhan nutriennya. Walaupun peternak sudah memberikan pakan, namun dari segi kuantitas dan kualitasnya belum mendapat perhatian khusus,” kata Mariani. Harapan selanjutnya, ia ingin terjun langsung ke peternak, dengan berbekal hasil penelitian tentang kebutuhan sapi bali, ia akan mengupayakan bersama petani meramu pakan ternak berdasarkan potensi setempat agar pertumbuhannya sesuai dengan yang diharapkan. -Wirati Astiti
29 SEPTEMBER - 5 Oktober 2014
Mandalika
21
Air Bersih untuk Daerah Kering Air merupakan sumber kehidupan utama bagi manusia. Kehilangan sumber-sumber air adalah ancaman bagi kehidupan masyarakat. Kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Indonesia akhir-akhir ini telah menimbulkan masalah serius bagi masyarakat, termasuk yang tengah terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Beberapa wilayah di NTB, khususnya di Pulau Lombok kini mengalami kekeringan yang membutuhkan perhatian pemerintah. Masyarakat di wilayah-wilayah yang dilanda kekeringan itu mengalami krisis air bersih.
C
urah hujan yang rendah menyebabkan sumber-sumber air sumur mengering, warga terpaksa membeli air bersih. Data yang disampaikan Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil (Disosdukcapil) Provinsi NTB, Bachruddin, saat ini ancaman kekeringan yang parah melanda 78 dusun di Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur dan beberapa desa lainnya seperti Desa Kuan, Rundun, Serewe, Sunut, Pandan Wangi Batu Nam-
par, termasuk di beberapa titik di Lombok Utara. Kekeringan juga terjadi di Dusun Tunjung Polak, Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, serta Desa Sekaroh Lombok Timur. Menyikapi masalah ini, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyempatkan turun lapangan melakukan kunjungan ke tengah masyarakat yang mengalami kekeringan di Dusun Tunjung Polak Gunung Sari dan langsung memerintahkan Kepala Dinas PU NTB, Ir. H. Dwi Sugianto, untuk melakukan
intervensi penyediaan saranaprasarana saluran perpipaan air bersih di tempat tersebut. Di beberapa wilayah yang mengalami kekeringan, Wakil Gubernur NTB, H. Muh Amin S.H., M.Si, juga turun lapangan ke salah satu desa yang dilanda kekeringan, Desa Serewe Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lotim untuk membagikan air bersih bagi warga yang ditimpa kekeringan. Pada kemarau panjang tahun ini berdampak terhadap konsumsi masyarakat khususnya air bersih.
Wakil Gubernur NTB H.M. Amin saat turun lapangan membagikan air bersih untuk masyarakat yang dilanda kekeringan
Wakil Gubernur menyambangi masyarakat Serewe, Lombok Tengah sekaligus memberikan bantuan air bersih. Untuk meringankan beban masyarakat yang dilanda kekeringan, saat ini Pemerintah Provinsi NTB mendistribusikan air bersih dengan tangkitangki air ke wilayah-wilayah yang dilanda kekeringan itu. Menghadapi situasi ini, Wak-
il Gubernur meminta kepada masyarakat untuk tetap sabar. “Pemerintah akan selalu bersama rakyat dalam mengatasi kesulitan masyarakat, apalagi ini adalah musim kemarau yang setiap tahunnya kita alami. Ke depan pemerintah akan membangun sarana dan prasarana air bersih sehingga dampak kekeringan dapat diatasi,” katanya. -Naniek I. Taufan
Cuci Tangan Pakai Sabun untuk Indonesia Sehat Anak-anak SD tengah cuci tangan dengan sabun untuk membiasakan anak hidup bersih bersama Ketua TP PKK NTB Hj. Erica Zainul Majdi
Salah satu hal menyangkut kesehatan yang kurang mendapat perhatian dari lingkungan keluarga maupun sekitar adalah soal membersihan anggota badan dengan sabun, khususnya cuci tangan pakai sabun. Kebersihan mencuci tanpa sabun sepertinya dianggap sepele, padahal ini sangat penting. Ada lima kebiasaan mencuci pakai sabun yang merupakan saat penting yaitu mandi menggunakan sabun, cuci tangan pakai sabun sebelum makan pagi, sebelum makan siang, sebelum makan malam, dan setelah dari toilet. Dari ke lima itu, saat ini yang paling jarang dilakukan adalah mencuci tangan pakai sabun. Untuk membiasakan hidup sehat mulai kebiasaan mencuci pakai sabun, khususnya cuci tangan, PKK Provinsi NTB, menggelar kegiatan School Program-Training
of Trainer (TOT) Gerakan 21 Hari Cuci Tangan Pakai Sabun, di Mataram, NTB beberapa waktu lalu. Mengapa dinamakan 21 hari? Selama 21 hari tersebut kebiasaan mencuci tangan harus dilakukan secara terus-menerus. Dengan dilakukan tanpa putus, dengan sendirinya anak-anak akan menjadikan kebiasaan mencuci tangan sebagai sebuah gaya hidup sehat. Sebanyak 150 guru Pembina UKS yang berasal dari sekolah dasar di tiga kabupaten/kota sePulau Lombok, yakni Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah dan Kota Mataram, ramai-ramai mencuci tangan mereka menggunakan sabun. Kegiatan ini diselenggarakan di lingkungan Pendopo Gubernur Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu. Kepedulian PKK NTB dalam gerakan ini sebagai wujud
kepedulian untuk pembiasaan hidup sehat. Kegiatan ini dirangkaikan dengan pembacaan ikrar gerakan perilaku hidup bersih dan cuci tangan pakai sabun oleh perwakilan Guru UKS dan dokter kecil. TOT Gerakan 21 Hari Cuci Tangan Pakai Sabun ini, merupakan sebuah program kemitraan PT Unilever Indonesia dengan TP PKK di tingkat pusat, yang secara berkesinambungan dilaksanakan pula di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Sementara Waila Wisnu, Perwakilan PT Unilever Indonesia mengungkapkan kebahagiaannya karena PT Unilever bisa menjadi bagian dari program mewujudkan generasi Indonesia yang sehat. Melalui gerakan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir di lima saat penting. Program Unilever ini, lanjutnya, telah berjalan hampir di seluruh Provinsi di Indonesia sejak tahun 2011. Pentingnya cuci tangan pakai sabun mengingat data yang dilansir Unicef, menggambarkan bahwa pada tahun 2012 lalu masih ada 152.000 balita Indonesia meninggal dunia tiap tahunnya. Artinya 17 balita meninggal pada tiap jamnya. Dan, 2/3 penyebab
kematian disebabkan karena diare. Hal ini adalah hal yang memprihatinkan karena sesungguhnya diare merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan cuci tangan pakai sabun menggunakan air mengalir. Cuci tangan pakai sabun, secara efektif dapat mencegah penularan penyakit yang disebabkan tangan tak bersih. Hal ini sangat mudah dilakukan, namun seringkali diabaikan. Di samping itu, peran ibu dalam mengurus dan merawat anak-anak mulai dari bayi, sangat signifikan, sehingga kebersihan tangan ibu menentukan kesehatan anaknya. Sejalan dengan pertumbuhannya, anak-anak akan mencontoh teladan ibunya ini, yang akhirnya akan diikuti oleh anaknya. Program ini kini masuk sekolah, sehingga diharapkan berhasil mengubah perilaku menuju hidup sehat. Karena itu, guru di sekolah memiliki peran penting untuk menyosialisasikan pentingnya cuci tangan pakai sabun kepada murid di sekolah. Data research kesehatan dasar tahun 2013 menunjukkan peningkatan penduduk Indonesia yang melakukan cuci tangan pakai sabun dengan benar, yaitu dari
23,2% di 2007 ke 47% di tahun 2013. Apabila dilakukan terusmenerus secara konsisten, akan membantu untuk menekan angka kematian balita hingga 32 dari per 1.000 kelahiran hidup. Plt. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj. Syamsiah M. Amin mengungkapkan usia sekolah merupakan saat yang tepat untuk memulai dan menumbuhkan pola hidup bersih dan sehat. Salah satu upaya pembentukan karakter anak untuk hidup bersih dan sehat adalah program perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS di sekolah. “Anak-anak sekolah merupakan sasaran yang tepat untuk program ini. Selain mudah dijangkau, siswa telah terorganisir dalam wadah sekolah, juga merupakan kelompok yang mudah untuk dimotivasi, khususnya melalui para guru dan contoh-contoh nyata di sekolah,” ujar Syamsiah. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah, akan membawa manfaat besar bagi terciptanya sekolah yang bersih dan sehat, sehingga peserta didik, guru dan masyarakat di lingkungan sekolah dapat terlindungi dari berbagai gangguan dan ancaman penyakit. --Naniek I. Taufan
Metropolitan
22
29 September - 5 oktober 2014
29 September - 5 oktober 2014
Jakarta Bersalju
Luwes tapi Tegas
Sebagian masyarakat Indonesia tentu mengenal seni melipat kertas origami. Untuk tingkat yang paling sederhana, umumnya orang bisa membuat perahu ataupun pesawat terbang. Seni melipat kertas asal Jepang ini memang sejak puluhan tahun ‘hidup’ di Indonesia. Bahkan untuk tingkat paling sederhana, seperti membuat perahu dan pesawat terbang, diajarkan guru kepada murid-murid taman kanak-kanak.
‘O
3
Legong Tri Sakti
Festival Jak-Japan Matsuri 2014
ri’ berarti melipat dan ‘gami’ berarti kertas merupakan seni tradisional melipat kertas asal Jepang yang berkembang menjadi suatu bentuk kesenian modern. Dengan origami aneka bentuk menarik dapat dibuat, tanpa lem, staples ataupun gunting. Cukup hanya dengan selembar kertas. Apa yang ingin ada buat, burung-burung, ikan, bungabungaan atau bahkan sebuah tema cerita dalam sebuah bingkai hiasan dinding, semua bisa dilakukan dengan origami. Kegiatan itulah yang dipelajari oleh para wanita yang mengunjungi Festival Jak-Japan Matsuri 2014 yang berlangsung di Plaza Senayan, Jakarta, 14-20 September, dari pagi hingga sore hari. Menurut Arum, instruktur origami dari Japan Foundation, seni melipat kertas memang memiliki tingkat kesulitan berdasarkan usia. “Seni lipat kertas untuk usia dewasa memang memiliki kesulitan lebih dibanding untuk anak-anak. Untuk usia dewasa, jumlah lipatannya semakin banyak. Makin banyak lipatan, bentuk origami akan makin bagus,” ujarnya. Seni origami di Indonesia boleh dibilang cukup tenar, bahkan karena peminatnya cukup banyak, mereka yang punya keahlian origami pun membuka kursus bagi yang berminat mendalaminya. Kalau sampai mengikuti kursus, maka yang dipelajari bukan sekadar bentuk-bentuk sederhana tapi juga kreasi-kreasi baru yang lumayan rumit. Japan Foundation sendiri, juga menggelar aneka kursus seni ketrampilan negeri tersebut, termasuk origami. Di Jak-Japan Matsuri 2014 ini, workshop origami termasuk salah satu yang menjadi favorit pengunjung yang datang bukan hanya dari Jakarta tapi juga Botabek (Bogor, Tangerang, Depok, Bekasi). Bagi mereka yang tinggal di Botabek, tak masalah jika harus menempuh jarak agak jauh menuju lokasi Plaza Senayan, asalkan bisa mendapatkan kesempatan kursus singkat berbagai ketrampilan masyarakat Jepang. “Saya senang datang ke festival ini. Ini sudah yang ketiga kalinya saya datang, tahun lalu acara puncaknya di Monas. Menurut saya, banyak hal menarik dapat dilihat dan dipelajari di sini. Pokoknya nggak rugi,” ungkap Sandra yang datang bersama sepupunya, dari Bogor. Tahun ini adalah keenam kalinya Jak-Japan Matsuri digelar di Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok yang hadir dalam acara pembukaan di kediaman Duta Besar Jepang Kojiro Shiojiri , (14/9) dan sejumlah hadirin sempat heboh ketika menyaksikan halaman belakang rumah Dubes Jepang bersalju. Maklum saja, sebagian besar wilayah Indonesia tidak pernah tersiram ‘hujan salju’, ditambah lagi akhir-akhir ini suhu Jakarta yang sangat panas. Ternyata itu adalah salju buatan sebuah mesin dari Jepang. “Kayak salju beneran,”
Sosialita
Tari Legong Tri Sakti tampil memukau masyarakat Kota Denpasar. Tiga penari legong mengenakan busana merah, putih, dan hitam terlihat indah diiringi tabuh dari Seka Gong Wanita Hindu Dewi Laksmi. Mereka tampil di Parade Gong Kebyar Wanita dan Tarian Klasik se-Kota Denpasar, Minggu (21/9) di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar. Jakarta Japan Matsuri 2014
ucap Ahok tertawa senang. BELAJAR MEMBUNGKUS BARANG Saat memberi sambutan, Ahok berharap, acara ini akan makin mempererat hubungan Jakarta dan Jepang. “ Jakarta mewakilkan Indonesia,” kata Ahok yang setelah memberi sambutan bersama Kazunori Kobayashi, Ketua Pelaksana Jak-Japan Matsuri 2014, membuka event akbar ini dengan memecahan tong kayu berisi sake. Selain origami, para pengunjung juga dapat mengikuti sejumlah work-
bermacam-macam, namun umumnya bergambar perempuan. Peserta workshop kurumi-e juga cukup banyak. Di Indonesia, kerajinan kurumi-e ini mulai digemari karena hasilnya sangat indah. Namun belajar kurumi-e tidaklah mudah, bahkan boleh dibilang terasa lebih rumit dibanding origami. Dibutuhkan ketekunan, ketelitian juga kesabaran untuk bisa menghasilkan karya yang bagus. Kelas lain yang juga cukup menarik adalah furoshiki atau seni membungkus barang. Dalam workshop beberapa cara membungkus barang
penggemar di Indonesia. Bahkan di kawasan Jl Tambak, Manggarai, Jakarta Selatan, ada kelompok ibu-ibu yang mengembangkan kreasi oshibana menjadi produk-produk yang bernilai jual. Oshibana adalah seni merangkai atau menghias dengan bunga atau dedaunan yang dikeringkan dengan cara ditekan. Oshibana berasal dari bahasa Jepang ‘oshi’ artinya ditekan dan ‘bana’ artinya bunga. Agak mirip dengan herbarium yang murni pengeringan bunga atau tumbuhan kering dan berwarna kecoklatan, dalam penerapannya oshibana bisa
Pembukaan Jakarta Japan Matsuri 2014 di rumah Dubes Jepang
shop lainnya yang digelar selama sepekan, dari 14-20 September. Beberapa dari seni ketrampilan itu, mungkin, masih belum familiar di telinga masyarakat. Atau mungkin, pernah melihat produknya yang banyak dijual di mal-mal, namun tidak tahu namanya. Sebut saja, kurumi-e, ini adalah kerajinan tradisional yang sudah ada sejak jaman Edo (tahun 1600-an). Kurumi-e adalah gambar tiga dimensi terbuat dari kapas/busa yang dibungkus dengan kertas washi, kertas origami ataupun kain perca. Kurumi-e berarti lukisan berbungkus. Menggunakan bingkai lukisan berbungkus ini bisa digantung sehingga akan mempermanis ruangan. Modelnya
diperagakan, antara lain, membungkus buku, botol, semangka dan membuat tas pinggang. Semuanya dengan cara membuat simpul. Furoshiki ini meski membuatnya dengan cara simpul-menyimpul namun memiliki nilai keekonomian, lantaran kerajinan ini juga dapat dijual. Tentunya, foroshiki yang menarik terletak pada bahan yang digunakan juga kreativitas bentuk.
menghasilkan bunga kering yang masih berwarna aslinya. Baik origami, kurumi-e, furoshiki maupun oshibana hanyalah sebagian dari sejumlah workshop ketrampilan yang digelar selama sepekan Japan Week. Workshop lainnya adalah patchwork, quilling&knitting, kirigami, kinchaku, kimekomi, kanzashi, washi ningyo, dll. Di luar itu, masih banyak lagi kegiatan, yang pastinya membuat
para pengunjung betah berlama-lama di sana. Pengenalan kimono dan yukata, misalnya. Tentu tidak semua tahu apa beda kedua pakaian tradisional Jepang itu lantaran modelnya sepintas mirip, sama-sama terlihat seperti jubah yang menutupi seluruh tubuh hingga ujung mata kaki. Dari workshop pengenalan yukata itu, baru diketahui kalau keduanya berbeda. Yukata lebih sering dipakai untuk acara santai, sedang kimono biasanya diperuntukkan untuk acara resmi. Yukata lebih sering digunakan saat musim panas, sementara kimono dapat dipakai sepanjang musim. Kegiatan lainnya adalah belajar pengenalan bahasa Jepang yang diadakan setiap hari selama sepekan. Juga, fashion OLIVE des OLIVE (Japanese Girls Fashion Exhibition), pameran foto Jakarta Shimbun dan pameran tempat-tempat wisata di Jepang, dan pameran kerajinan kaca karya. Noguchi (Noguchi Glass). Jadi, boleh dibilang selama sepekan Jak-Japan Matsuri para pengunjung dimanja dengan berbagai kegiatan menarik. Tak kalah serunya adalah pergelaran acara penutup yang berlangsung di Parkir Timur Senayan, Jakarta, (21/9). Nah, untuk acara penutupan, setiap peserta dikutip biaya tiket masuk Rp 30.000 per orang. Meski harus membayar, pengunjung tetap membludak. Ini lantaran mereka tahu banyak acara seru yang bakal mereka nikmati sepanjang pagi hingga malam hari . Sebut saja, pertunjukan genderang Jepang Oedo Sukeroku Taiko, Jakarta, tari-tarian Jepang seperti; Kodi Yosakoi, Okinawa Eisa, Yosakoi Soran, Lomba menyanyi IndonesiaJepang, Cosplay Show, akrobat tali dari Ritsumeikan University, dll. Untuk memeriahkan acara tampil sejumlah grup band, di antaranya JKT48. –Diana Runtu
PERBEDAAN YUKATA DAN KIMONO Yang juga tak kalah menariknya adalah belajar oshibana. Meski belum sepopuler origami, namun seni ketrampilan ini juga banyak memiliki
Aneka kerajinan origami
Aneka Furoshiki
Bintang Puspayoga
tra. Lebih lanjut dikatakan, saat ini dalam kapasitasnya sebagai Ketua WHDI Bali, Legong Tri Sakti selain didalamnya mengandung filosofi yang dalam tentang ajaran Agama Hindu, juga mampu mencerminkan visi WHDI, yakni mewujudkan wanita Hindu yang cerdas, mandiri, dan berbudi pekerti luhur.
AA Ngr. Mayun Tenaya
I Made Andita
Nyoman Suarsa
iga penari cantik dibalik simbul tiga Dewi tersebut adalah Ida Ayu Triana Titania Manuaba yang mengenakan busana merah simbul Dewi Saras wati. Putu Aprilyana Eka Astuti, dengan busana hitam simbul Dewi Parwati. Ni Komang Ayu Pramesti, mengenakan pakaian busana putih simbul Dewi Laksmi. Gek Nia, Ana, dan Mang Ayu mengaku senang dan bangga dipilih untuk menarikan Tarian Legong Tri Sakti, apalagi didalamnya ada campur tangan seniman-seniman senior dibidangnya. Menurut Ketua WHDI Bali, Ny. Bintang Puspayoga selaku pemrakarsa terciptanya tari Legong Tri Sakti, penampilan para penari yang dibalut busana Tri Datu dan dilengkapi senjata Tri Murti, yakni gada, cakra, dan padma, berhasil menambah keindahan tarian. Selain itu, tiga senjata itu turut menegaskan, kalau pria dan wanita harus saling mendukung dan saling menyempurnakan. Penampilan mereka di acara parade tersebut adalah pementasan untuk umum yang pertama kalinya. Proses penciptaan atau
penggodokannya sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Sedangkan launching tari kreasi Legong Tri Sakti ini, dilakukan, di Nabe Shima Creative Space, di Jalan Padma Gang Harum Penatih, Denpasar, Sabtu (15 /9) silam. Legong Tri Sakti dengan semua unsur pengembangannya, menjadi istimewa, karena sengaja dipilih untuk menggambarkan kehidupan kekinian wanita. Pribadi yang berpikir luas, bergerak dinamis namun tetap berpegang pada adat, budaya, agama (Dewi Saraswati). Memiliki kemerdekaan dalam berkreasi untuk tampil mandiri (Dewi Laksmi). Dengan kemampuan yadnya yang dimiliki, wanita mampu menyucikan atau melebur mala di jagad raya ini dalam balutan kasih sayang khas seorang wanita (Dewi Parwati). Begitu pula yang disebutkan dalam beberapa pustaka suci bahwa wanita itu tiang yadnya. “Wanita mempunyai peran dan kedudukan yang sangat penting dalam ajaran Agama Hindu. Makanya, harus bangga menjadi wanita Hindu. Tidak menyianyiakannya tapi memaknai de
ngan karya nyata,” tuturnya. Bintang Puspayoga memaparkan, mulai dari terjadinya proses penciptaan kehidupan yang ber semayam dalam rahim wanita selanjutnya melalui tangan kokohnya, bertumbuh dan terpeliharalah anak-anak menjadi generasi supu-
T
SOSIALISASIKAN KE SANGGAR Agar bisa eksis, Legong Tri Sakti ini sangat memerlukan bantuan pemangku kebijakan. Terlebih dalam tarian ini terdapat pemahaman tentang Brahma, Wisnu, dan Siwa sebagai pencipta, pemelihara, dan pelebur. “Dengan demikian secara tidak langsung Legong Tri Sakti ini, memberikan pembelajaran tentang agama pada mereka yang menarikannya. Apalagi pada anakanak akan sangat menarik, mereka dapat menari sambil belajar,” kata Bintang. Puspayoga. Nyoman Suarsa yang lebih dikenal dengan nama Yang Pung, sebagai penata tari pun membe-
Seluruh penabuh dan penari usai tampil di acara Parade Gong Kebyar Wanita dan Tarian Klasik se-Kota Denpasar, Minggu (21/9) di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar.
narkan. ide atau gagasan yang di lontarkan oleh Bintang Puspayoga ini sangat baik dikuasai oleh anakanak di Bali. “Ketika belajar menarikannya secara tidak langsung mereka juga belajar mengenal kekuatan wanita yang luwes tapi juga bisa tegas serta pelajaran lain yang ada di dalamnya,” katanya. Soal penataan gerak, dikatakannya bukan hal sulit, sebab tarian legong dengan segala pakemnya sudah ada sejak dulu. Mempertahankan benang merah di dalamnya sudah pasti dilakukan Yang Pung, namun penyesuaian juga terjadi pada beberapa sisi. Termasuk, mengemas sesuai dengan tabuh dan durasi yang tidak terlalu lama, menjadi suguhan yang indah sekaligus menghibur. Selanjutnya, senada dengan Bintang Puspayoga, tarian ini katanya perlu dilanjutkan sosialisasinya ke masyarakat, salah satunya melalui sanggar-sanggar tari. Bicara busana yang membalut ketiga penari, maka sosok AA Ngr. Mayun Tenaya, yang ada dib elakangnya. Dengan karya seninya ia berhasil melengkapi keindahan penampilan Legong Tri Sakti ini. Sebagai seorang dosen, seniman dan juga desainer, soal busana tari kreasinya ini, ia meng aku selain sebuah tantangan juga bagian dari pengabdiannya pada seni budaya lokal. Karenanya, dalam pengerjaannya, ia juga tidak main-main, terbukti ia secara mampu menuangkan detil-detil yang harus pada setiap warna busana. Ketika melihat rancangan yang dikerjakannya berhasil menyatu dengan keindahan gerak sang penari dan tabuh yang dimainkan Seka Gong Wanita Hindu Dewi Laksmi, bagi Ngurah Mayun sudah menjadi sebuah kepuasan. Meski, sudah mendapat sambutan, ia sebagaimana penata tabuh dan tari, ia juga mengatakan masih akan melakukan penyempurnaan. Ngurah Mayun ingin agar busana yang digunakan bukan hanya indah dilihat, juga ergonomis, dalam arti nyaman dikenakan ketika sang penari begerak. Penata tabuh, I Made Andita menambahkan selama proses menyiapkan tabuhnya ia tidak mengalami hambatan. Sebab semua tinggal menyesuaikan bentuk iramanya dengan gerak an yang disiapkan sang penata tari. Sebagaimana legong pada umumnya tabuh yang dimainkan pun menghadirkan kesan lembut dan keras. Ia pun bersyukur karena para pengurus WHDI dapat memainkan tabuh mengiringi Tari Kreasi Legong Tri Sakti ini. Tabuh tarian ini, katanya juga dibuat sederhana, bukan hanya agar mudah dimainkan oleh para ibu, namun untuk tujuan jangka panjang agar siapapun nantinya yang ingin memainkan tabuh ini merasa mudah melakukannya. Meski ia mengatakan Seka Gong Wanita Dewi Laksmi didampingi seniman Kota Denpasar berhasil, ia juga menyatakan akan melakukan penyempurnaan. Berikutnya, terhadap terwujudn ya Tarian Legong Tri Saki ini, Bintang Puspayoga meng akui tanpa andil ketiga penari, serta tiga sosok penata tabuh, penata tari dan penata busana yang sudah pakar dibidangnya, tentu Legong Tri Saksi tidak berhasil menjadi sebuah sajian atau garapan yang utuh, indah sehingga enak untuk ditonton. -ard
2
Ekspresso
29 SEPTEMBER - 5 Oktober 2014
DAri daPUr Redaksi
Tokoh Bertemu “Bunda PAUD” Badung Gde Palgunadi, Ny. Ratna, dan Wirati Astiti
Di tengah kesibukan wanita mengejar karier, kodratnya sebagai seorang ibu dan sebagai pendamping kepala keluarga tidak boleh dilupakan. Dalam kaitan itulah, Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung menggelar beberapa kegiatan serta program untuk memberikan wasan serta pengetahuan bagi para wanita di wilayahnya. Seperti dalam hal kesehatan, pendidikan, kewirausahaan, sosialbudaya, dan sebagainya. “Tidak hanya untuk ibu-ibu tetapi juga para remaja putri,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung Ny. Ratna Gde Agung ketika mene rima kunjungan Pimpinan Umum Mingguan Tokoh Gde Palgunadi yang didampingi Redaktur T okoh Wirati Astiti serta Budarsana, Selasa (23/9). Ny. Ratna yang juga istri Bupati Badung
A.A. Gde Agung ini mengatakan ke depannya pihaknya ingin melibatkan lebih banyak pihak lagi, termasuk media massa untuk lebih memperkaya wawasan para wanita. “Kami ingin pengetahuan itu mulai dari awal, bagaimana merawat anak, pendidikan anak, kesehatan keluarga dan sebagainya,” ujar Ny. Ratna Gde Agung yang juga digelari sebagai “Bunda PAUD” Badung ini. Kesempatan untuk audensi dengan Bunda PAUD di kabupaten/kota lain di Bali sedang kami siapkan. Kami ingin memperluas jaringan untuk bersama-sama memberikan edukasi bagi para wanita dan keluarga karena Tokoh adalah bacaan wanita dan keluarga. Salam
Foto bersama usai audiensi dengan Bunda PAUD Badung PERMAKLUMAN Tokoh edisi 817 yang seharusnya beredar Minggu (5/10) tidak dapat kami edarkan sesuai jadwal karena bertepatan dengan hari libur Idul Adha 1435 H. Tokoh akan diedarkan setelah hari Minggu. Demikian permakluman ini kami sampaikan. Terima kasih.
Orang masih Hidup Dikira sudah Meninggal Suatu siang saya pergi ke warung sebelah rumah untuk membeli lauk. Warung makan ini banyak dikunjungi konsumen terutama di siang dan malam hari. Sembari menunggu pesanan saya duduk di kursi. Tak lama kemudian, datang seorang laki-laki tua memakai pakaian adat. Dia pun duduk dekat tempat saya lalu melihatlihat menu makanan. Sepertinya ia sudah hapal dengan menu yang ada sehingga tak terlalu lama memesan. Saya pun membuka obrolan dengan laki-laki dengan mena nyakan apakah sering makan di warung ini. Ternyata dia pelanggan yang biasa datang untuk makan siang. Bahkan ia sering datang sebelum warung buka. Obrolan berlanjut dengan menanyakan dimana laki-laki itu tinggal. Ia pun menyebut-
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
kan daerah asalnya. Saya sangat mengenal daerah tersebut karena punya guru SD yang berasal dari tempat itu. “Guru SD saya dari sana. Menurut kabar yang saya terima, beliau sudah meninggal. Orangnya baik sekali. Saya selalu mengenang beliau sebagai guru yang telaten dan disukai murid,” ujar saya panjang lebar. Laki-laki yang saya ajak ngobrol itu lantas tertawa. Dia lalu mengungkapkan dirinyalah yang saya maksud. Saya malu dan terkejut. Guru yang sudah lama tak pernah saya temui dan diinformasikan
sudah meninggal ternyata sekarang ada di hadapan saya. Saya lalu menyalami tangan beliau. Oh my God….selama ini saya salah informasi. Guru SD saya itu lalu bercerita tentang hidupnya yang mengalami suka-duka. Ia pernah sakit, terlunta-lunta bahkan nyaris meninggal hingga ak hirnya menemukan jalan hidup baru. Setelah pensiun sebagai guru, ia bekerja sebagai tukang pijat. Kami pun menghabiskan waktu di warung sambil ngobrol tentang kenangan masa lalu. Gung Adi, Badung
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
GORO-GORO
korupsi
Nyoman, anak muda, tetangga Amat yang kaya itu, diamankan. Ia tersangka dalam sebuah kasus korupsi. Berita itu Putu Wijaya membuat tekanan darah Amat melonjak jadi 170-100. Soalnya Nyoman selalu dipujikan Amat sebagai contoh anak muda yang pintar, sukses, jujur dan suka menolong pegawai-pegawainya. “Kalau semua generasi muda, bersih, sosial seperti Nyoman, masa depan NKRI akan hebat!” puji Amat dalam banyak pertemuan. Amat jadi suka termenung, gampang tersinggung dan sering marah. Dokter segera minta Amat minum kaptopril atau amplodipline, pil penjinak bludrek. “Obat saja, tidak cukup, Pak,” kata Bu Amat menasehati suaminya, “pikiran, terutama harus bersih?” Ami dan suaminya juga menyarankan hal yang sama. “Pikiran bersih memang obat yang mujarab. Sempurnakan dengan minum air putih setiap hari minimum 2 liter. Pola makan dijaga, jangan makan daging, lemak, jeroan, cumi, udang, kepiting dan hindari kopi, minuman keras, minuman perangsang dan duren!” Amat sudah mengikuti petunjuk itu dengan patuh. Tapi tekanan darahnya tetap tidak mau turun. Bu Amat jadi khawatir. Akhirnya ia diam-diam pergi ke dukun. “Saya bukan dukun,” kata mBah Surip yang didatangi Bu Amat, “saya juga bukan orang pinter. Saya paranormal. Saya jebolan S2 Sejarah. Menurut tanda-tanda yang saya baca di aura Ibu, siapa? Ya Bu Amat maksud saya, Ibu tidak sakit. Ibu sehat sampai usia 89 tahun.” “Maaf Pak Surip, yang sakit bukan saya, tapi suami saya.” “Ya, memang, suami Ibu maksud saya, siapa? Ya Pak Amat. Beliau sehat walafiat sampai usia 100 tahun. Tapi sekarang dapat percobaan. Darahnya kotor.” “Dokter bilang tekanannya sudah sampai batas aman.” “Ya, itu maksud saya. Tapi jangan terlalu percaya dokter. Dia itu kan sama dengan kita, manusia biasa. Soal penyakit, mereka sudah hapal obat-obatnya. Tapi untuk menyembuhkan orang sakit, obat saja tidak cukup. Harus dimulai dengan niat, setelah itu niat lagi dan niat lagi. Begitu seterusnya sampai sembuh. Dokter jarang yang paham yang satu itu. Literatur mereka bule yang sering bertolak belakang dengan kondisi kita sebagai orang Timur. Para dokter itu sudah membangun mafia kedokteran. Kedokteran artinya orang yang berkedok. Mereka sekarang bukan mengobati orang sakit, demi kemanusiaan. Tapi menimba keuntungan dari kantung orang sakit. Itu kan keji. Orang sakit bukannya ditolong tapi malah diperes. Lebih baik Ibu percaya kepada diri sendiri!” “Memang saya begitu mBah! Tapi suami saya sudah terlalu kecewa. Dokter bilang itu tidak ada obatnya, cukup menyenang-nyenangkan hati suami saya, supaya pikirannya bisa dialihkan. Saya laksanakan. Suami saya minta apa saja saya penuhi.” “Asal jangan minta kawin lagi.” “ O tidak, suami saya bukan bergajulan, mBah. Jadi sebaiknya saya bagaimana mBah?” “Ya, ditanyakan saja, apa sebenarnya keinginannya supaya tidak marah?” “Soalnya sebenarnya begini, Pak Nyoman, anak tetangga kami yang dibanggabanggakan suami saya, diperkarakan, sebagai tersangka kasus korupsi. Padahal dia orang kaya, suka menolong warga dan para pegawainya. Tak masuk akal dia mengambil uang 1 miliar padahal kekayaannya 30 miliar. Sejak itulah tekanan darahnya naik. Suami saya yakin Pak Nyoman tidak bersalah. Begitu nanti terbukti bersih, saya yakin suami saya akan normal lagi. Tapi karena keyakinan itu begitu kuat, kalau keputusan pengadilan sebaliknya, pasti tekanannya tambah tinggi!” “Ya, memang begitu maksud saya! Ibu sabar saja. Semua sudah diatur dari atas sana. Ibu harus tenang.” “Lho saya sendiri tenang, mBah. Saya tidak apa-apa. Suami saya yang saya khawatirkan!” “Ya persis, itu maksud saya. Suami Ibu harus tenang, semua sudah diatur dari atas sana.” “Tapi apa yang harus saya lakukan sekarang, supaya suami saya bisa tenang?” MBah Surip memberi isyarat supaya Bu Amat diam. Lalu dia menabur setanggi ke atas tungku di depannya. Asap mengepul menembakkan bau harum. Mbah Surip menggumamkan mantera. Bu Amat menunggu dengan khikmat. Lama sekali dukun itu komat-kamit. Ketika asap menipis, terdengar suara orang ngorok. Bu Amat terkejut, ternyata, dukun itu tertidur. “Bapak tenang saja, semua sudah diatur dari atas sana,” kata Bu Amat yang tak bisa menyembunyikan telah ke dukun. “Ah itu namanya dukun palsu. Kalau betul dukun mestinya dia menjawab: ya, Nyoman korupsi atau tidak, Nyoman difitnah!” “Ya! Memang begitu! Menurut dia, Nyoman...” “Korupsi atau difitnah?” “Korupsi atau difitnah kan sama saja. Namanya sudah ternoda!” Amat tertegun. “Kenapa, Pak?” “Itulah yang bikin pusing. Apa mungkin nama yang sudah tercoreng, entah karena penilaian objektif, atau subjektif, masih ada kesempatannya?” “Pasti. Kan Pak Nyoman masih muda, baru 44 tahun!” “Ya? Dukun bilang begitu?” Bu Amat terpaksa berbohong. “Ya!” “Kalau begitu, kita tak perlu cemas. Semua sudah diatur dari atas sana!” “Betul, semua sudah diatur!” Tapi tiba-tiba muka Amat tambah keruh. Sakit kepalanya berlipat. Ia lama membisu. Bu Amat jadi cemas. “Kenapa, Pak?” “Kalau semua sudah diatur dari atas sana. Tak ada yang perlu ditakutkan,” bisik Amat, “Apakah itu yang menyebabkan Nyoman kurang hati-hati?” “Kenapa, Pak?” “Seperti Robin Hood. Karena niat mulianya menolong rakyat miskin begitu keras, ia lupakan, tindakannya yang salah! Padahal di depan hukum apa pun alasannya, mengambil kekayaan orang lain itu, tetap saja bisa diperkarakan!!” “Apa, Pak?”
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palm erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
29 SEPTEMBER - 5 Oktober 2014
Mozaik
Beli Handphone di Cellular World
23
Terbang Gratis bersama Citilink Citilink bersama Cellular World menggelar promo yang berhadiah tiket pesawat Citilink dengan rute Surabaya, Balikpapan, Jakarta, dan Bandung. Penerbangan ini akan diberikan kepada pelanggan setia Cellular World dengan cara yang sangat mudah dan gratis. Promo ini berlaku untuk pelanggan yang berbelanja di outlet Cellular World Jalan Teuku Umar dan Cellular World Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Caranya, beli ponsel di Cellular World dan install aplikasi Citilink di ponsel tersebut, maka pembeli berhak mendapatkan kupon undian Citilink. Jumlah kupon undian yang akan diberikan berdasarkan harga ponsel yang dibeli berkelipatan Rp 1.000.000. Kupon harus diisi lengkap oleh pembeli dan dimasukkan ke dalam kotak undian yang telah disediakan. Sedangkan aplikasi yang sudah diinstall pada ponsel baru tersebut merupakan salah satu syarat bisa memenangkan tiket pesawat. Menurut Retail & Sales Man-
Suasana penyerahan hadiah program kerja sama Citilink dan Cellular World di Cellular World Gatot Subroto Denpasar
ager Cellular World, Malika Jiwaji, yang didampingi Marketing Manager Cellular World, IGN Gede Wirakusuma, program promo dengan hadiah tiket pesawat Citilink ini berlangsung dalam 2 tahap. Tahap pertama, berlangsung mulai 15 April hingga 31 Agustus. Kupon undian yang masuk pada periode tersebut sudah diundi pada Sabtu (6/9) lalu dan penyerahannya digelar pada Rabu (10/9)
di Cellular World Gatot Subroto. “Program ini cukup diminati konsumen ponsel karena untuk berkesempatan memperoleh tiket gratis Citilink, konsumen hanya perlu membeli ponsel seharga Rp 1.000.000 ke atas. Kupon yang akan diberikan kepada pelanggan, berdasarkan harga ponsel yang dibeli berkelipatan Rp 1.000.000. Selain itu, pelanggan yang ingin mengikuti pro-
gram ini juga harus mengunduh aplikasi Citilink. Aplikasi mobile ini bisa diunduh dari ponsel android maupun iOS,” ujar Malika. Wirakusuma menambahkan program promo ini cukup unik karena baru pertama kalinya digelar. Program digelar dalam 2 tahap. Tahap kedua sudah berlangsung sejak 1 September dan berakhir pada 31 Desember mendatang. “Ini merupakan kesempatan yang
Remaja Putri dan Dilema Pencitraan Tubuh Ideal Berdasarkan kenyataan aram, M.Kes. memaparkan di lapangan masih banyak materi “Tampil Ideal denremaja khususnya remaja gan Gizi Seimbang”. Gizi putri yang ingin tampil lebih seimbang adalah susunan cantik, lebih langsing, dan makanan sehari-hari yang lebih atletis. Namun, sermengandung zat-zat gizi ing terjadi salah penafsiran. dalam jenis dan jumlah yang Untuk tampil lebih cantik, sesuai dengan kebutuhan lebih langsing dan lebih tubuh, dengan memperatletis, remaja putri kurang hatikan prinsip variasi mabersabar, ingin instan, dan kanan, aktivitas fisik, berat hasilnya dapat dilihat dalam badan ideal, kebersihan dan waktu yang singkat. Segala keamanan makanan. upaya dilakukan diantaran“Prinsip menu seimya melakukan diet ketat, bang divisualisasikan berupa tidak makan atau pengmenu seimbang “piramida” Suasana seminar ”Dilema antara Pencitraan Tubuh Ideal dan Kesehatan Jangka Panjang” gunaan herbal/suplemen tertentu gizi seimbang. Tidak semua negara individu. Hal ini terjadi karena terjadi kesadaran dan perilaku yang terkait menggunakan piramida, tetapi untuk menekan nafsu makan. Remaja yang salah melakukan pembelahan sel, perubahan fungsi, dengan tubuhnya serta berkem- disesuaikan dengan budaya dan diet akan berdampak terhadap perubahan bentuk organ, dsb. bangnya melalui interaksi serta pola makan setempat. Di Indonesia pencapaian status gizi dan kes- Terungkap juga bahwa citra tubuh mengalami perubahan sepanjang disesuaikan dengan budaya Indoehatan yang optimal. Remaja yang (body image) khususnya bagi remaja kehidupan,” paparnya. nesia, menjadi bentuk tumpeng memerlukan zat gizi untuk per- putri adalah perasaan terhadap keinKomponen citra tubuh ada- dengan nampannya, yang selanjuttumbuhan dan perkembangannya, dahan dan pesona tubuhnya dan lah perceptual yaitu bagaimana nya disebut sebagai “tumpeng gizi apabila tidak cukup mendapatkan sering terbentuk dari pengalaman seseorang memandang tubuhnya seimbang”. Kemudian berkembang asupan zat gizi akan berdampak pribadi individu, aspek sosial dan sendiri dan sikap yaitu bagaimana di tahun 2014 menjadi bentuk negatif. Semua permasalah ini budaya sekitar. Yang berkontribusi seseorang merasakan tentang menyerupai kue tar, dengan pesan dikupas dalam seminar ”Dilema membentuk citra tubuh diantaranya penampilan atau tubuh yang diper- yang hampir sama,” ujar Ketua antara Pencitraan Tubuh Ideal dan keluarga, teman sebaya, lingkungan sepsikan. Citra tubuh dapat dipen- DPD Persagi Bali ini. Kesehatan Jangka Panjang” yang sekolah, masyarakat dan media garuhi oleh penilaian atau komentar Sumber karbohidrat yang diselenggarakan Sabtu (20/9) di massa,” jelasnya. orang lain, pelecehan seksual, dianjurkan untuk dikonsumsi Vivi Nur Asyiah Damanik, S.Psi., stigmatisasi, nilai-nilai sosial yang jumlahnya 3-8 porsi. Jenis bahan Auditorium Poltekkes Denpasar. Dalam seminar yang dipandu M.Psi. memaparkan remaja meru- berlaku, perubahan fisik selama makanan sumber karbohidrat Jegeg Bali 2014 Pratiwi Dew- pakan masa transisi antara masa pubertas, menpause dan kehami- diantaranya nasi, kentang, jagung, anti itu, Prof. Dr. dr. N. Mangku kanak-kanak dan dewasa. “Pada lan, sosialisasi, perasaan seseorang roti, mie, dan sebagainya. Sumber Karmaya, M.Repro. (PAK) me- periode ini remaja mengalami tentang dirinya sendiri, kekerasan vitamin dan mineral terdiri dari maparkan tumbuh kembang fisik perubahan fisik dan psikis. Citra verbal, fisik dan seksual, serta sayur dan buah. Buah dianjurkan remaja. “Terjadinya pertumbuhan tubuh merupakan gambaran sese- kondisi-kondisi aktual dari tubuh untuk dikonsumsi sebanyak 2-3 dan perkembangan ditandai dengan orang tentang penampilan, meliputi misalnya penyakit atau disabilitas. porsi, diantaranya pisang, apel, terjadinya perubahan bentuk pada pikiran, perasaan, penilaian, sensasi, Dr. Ir. I Komang Agusjaya Mat- anggur, semangka, dan seba-
sangat luar biasa dapat berkerjasama dengan Citilink yang merupakan anak perusahaan dari Garuda Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Citilink kepada Cellular World. Mudah-mudahan Cellular World dapat menjadi toko ponsel yang terdepan dengan terobosanterobosan program yang luar biasa bisa memanjakan konsumen Cellular World,” tandasnya. “Program ini cukup unik dan merupakan satu-satunya saat ini di Indonesia. Customer membeli ponsel bisa mendapatkan tiket pesawat gratis. Tidak tanggungtanggung kami siapkan 25 tiket pesawat dengan tujuan Surabaya, Balikpapan, Jakarta, dan Bandung. Semua tiket yang akan diberikan nantinya adalah pulang-pergi dan semua tujuan akan berangkat dari Denpasar,” ujar Jerrymias, District Sales Manager Citilink Bali. Pemenang dapat memilih salah satu rute dari 4 rute yang Citilink miliki. Tahap 2 berlangsung mulai 1 September 2014 s/d 31 Desember 2014. -bns gainya, sedangkan sayur sebanyak 3-5 porsi, diantaranya kangkung, bayam, wortel, buncis, brokoli, dan sebagainya. Sumber protein yang dianjurkan untuk dikonsumsi jumlahnya 2-3 porsi, diantaranya ikan, telur, ayam, daging, tahu, tempe dan sebagainya. Anjuran konsumsi bahan makanan seperti tampak pada tumpeng gizi seimbang, perlu disertai dengan aktivitas fisik secara rutin. Aktivitas fisik yang akan dilakukan dapat disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing, misalnya jalan sehat, bersepeda, jogging, bermain sepak bola, bermain bola basket dan sebagainya. Kebutuhan zat gizi seorang remaja putri yang berumur 16-18 tahun yaitu energi 2200 kkal, protein 50 g, vitamin A 600 RE, asam folat 400 ug, vitamin C 75 mg, dan Besi 26 mg. Contoh menu siang untuk memenuhi sepertiga kebutuhan tersebut yaitu nasi 150 g, ikan mujair panggang 75 g, sambel goreng teri 10 g, tempe bacem 50 g, plecing kangkung 150 g, buah jeruk manis 100 g, dan kudapan sore bubur kacang ijo 15 g. Bahan makan yang digunakan menyusun menu dapat bervariasi sesuai dengan kesenangan remaja putri. Misalnya untuk makanan pokok satu porsi nasi dengan berat 100 g, dapat diitukar dengan roti 100 g, mie basah 80 g atau kentang 200 g. Sumber protein satu porsi ikan dengan berat 50 g, dapat ditukar dengan daging 50 g, tempe 50 g atau tahu 100 g. Sayuran satu porsi bayam 100 g, dapat ditukar dengan bayam, wortel, buncis atau labu siam sebanyak 100 g. Buah satu porsi pisang 75 g, dapat ditukar semangka 150 g, nenas 75 g atau pepaya 100 g. –Ngurah Budi
24
29 September - 5 Oktober 2014
Benetta Lingerie
Jalan Diponegoro 98. Pertokoan Kertha Wijaya D15.Denpasar Bali Telepon (0361) 922.2221, 9239.888 Pin BB 75028454, 2AFDA235