24
8 - 14 September 2014
2
Ekspresso DAri daPUr Redaksi
8 - 14 SEPTEMBER 2014
GORO-GORO
“Sedia Payung sebelum Hujan” Seorang teman bercerita tentang pengalamannya melakukan operasi. Ia tak perlu menge luarkan uang untuk biaya operasi dan obat-obatan. Semua sudah ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebagai bagian dari sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia hanya perlu bersabar untuk menunggu giliran. Kalau tak ada BPJS, ia “ngeri” membayangkan biaya yang harus dikeluarkan untuk operasi itu. Pengalaman ini didengar teman yang lain. Ia pun sibuk mencari informasi mengenai jaminan kesehatan untuk masyarakat ini. Ternyata, jaminan kesehatan ini tak hanya untuk orang yang peduli kesehatan tetapi untuk seluruh masyarakat. Orang yang tidak bekerja pun bisa ikut asalkan ada yang membayarkan iurannya. Akhirnya, teman yang sudah mengumpulkan banyak informasi ini mendaftarkan orangtua untuk ikut BPJS Kesehatan. Sistem
pendaftaran yang mudah dan pembayaran yang praktis karena bisa melalui ATM membuatnya menjadi lega. Ia mengaku mengusung konsep “sedia payung sebelum hujan” atau menyiapkan sesuatu sebelum hal itu terjadi. Jika orangtuanya sakit, ia bisa fokus untuk perawatan saja karena biaya pengobatan sudah ditanggung. Program BPJS Kesehatan ini memiliki prinsip yang sehat membantu yang sakit, bukan yang kaya membantu yang miskin. Secara umum JKN ibarat 4 sehat 5 sempurna. Empatnya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif. Yang kelima prolanis (program pengelolaan penyakit kronis) yang terdiri dari Diabetes Melitus (DM) dan hipertensi. Penyakit yang berkaitan dengan keinginan dan perilaku, seperti HIV AIDS tidak ditanggung BPJS karena sudah ada program lain dari pemerintah. Pelayanan yang diberikan kepada peserta berjenjang dan menggunakan sistem rayonisasi, mulai dari pelayanan primer di fasili- tas kesehatan (faskes) primer seperti puskesmas, klinik, dokter keluarga, dokter praktek swasta,
Pisang Kembar
Kejadian ini sudah lama berlalu. Hampir tujuh belas tahun yang lalu. Saat itu aku masih duduk di bangku SMA. Aku memiliki sahabat karib, Retno dan Ambar. Hampir tiap pekan kami menghabiskan waktu bersama-sama untuk mengisi waktu luang. Biasanya kami memilih rumah Retno, karena di sana lebih nyaman dan teduh rumahnya. Kebetulan di sana ada pohon mangga dan kami sering bikin rujak. Retno memiliki seorang adik laki-laki, namanya Heri. Tahun itu dia masuk SMP. Jadi dia harus mengikuti ospek seperti biasa nya. Suatu hari rujakan, bersenda gurau bersama keluarga Retno kecuali Heri yang tidak kelihatan dari tadi. Setelah makan siang kami lewatkan dengan tidurtiduran di kamar Retno. Saat kami tidur, Heri datang dan sibuk menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan de ngan ospek. Ada tas yang dari karung, botol air mineral, topi petani dan buah pisang satu tandan. Khusus buah pisang dia letakkan tersendiri di dekat dapur. Semua yang ada di rumah
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
sudah diberi tahu, barang-barang itu adalah kelengkapan untuk ospek. Kami yang masih tiduran di kamar Retno tak mengetahui hal tersebut. Hari sudah menjelang sore, kami keluar dari kamar dan langsung menuju dapur. Menengok dapur barangkali ada piring yang bisa kami cuci. Pandanganku pun tertuju pada buah pisang itu. Heemm…apalagi ada yang pisannya kembar alias dempet, lumayan pikirku bisa bikin perut kenyang hehe… Aku pun makan pisang kembar dengan santai sampai habis dan kubuang kulitnya di bak sampah dapur. Kami pun melanjutkan obrolan di dapur. Sampai Heri datang mengejutkan kami. “Hah siapa yang memakan pisang kembar ini? Waduh bisa
dokter gigi. Jika tidak bisa dita ngani di faskes primer akan dirujuk ke faskes sekunder. Jika tidak bisa juga, dirujuk ke faskes tersier. Dalam memilih faskes primer, peserta diharapkan memilih yang terdekat. Selain memudahkan saat melakukan pemeriksaan juga menghemat waktu. Jika khawatir Puskesmas atau dokter praktik swasta tidak buka 24 jam, peserta bisa memilih klinik yang buka 24 jam. Namun, seringkali masyarakat menganggap berobat ke RS lebih baik dengan mengabaikan persyaratan rujukan dari faskes primer. Sistem rujukan yang dulu sering dilanggar, sekarang harus diperketat. Kalau sakit ringan ke faskes primer dulu. Kalau tidak bisa ditangani baru ke faskes sekunder dan tersier. Sosialisasi harus terus dilakukan semua pihak bisa melalui ceramah pendek maupun format lain agar semua paham. Masyarakat yang sakit ringan biar tidak langsung ke RS. RS tidak menolak pasien, tetapi dalam klaim peserta BPJS hanya untuk pasien yang dirujuk dari RS kabupaten atau pasien dalam kondisi gawat darurat. Mari patuhi aturan untuk hidup yang lebih baik. Salam
mati aku..ini untuk ospek.” Mulutku menganga...Oh my God…dan pecahlah tawa seisi dapur. Retno dan Ambar tertawa ngakak sambil menunjuk mukaku. “Dia tuh yang makan,” keduanya kompak menunjuk aku. “Kenapa juga yang dipilih yang kembar mbak… bukan pisang yang lainnya saja, susah mbak cari pisang yang kembar, padahal yang kembar inilah yang saya bawa untuk ospek,“ begitu Heri menjelaskan padaku. Tanpa dikomando lagi aku langsung kutarik Ambar untuk kuajak mencari pisang kembar di seluruh warung-warung, pasarpasar di kota Karanganyar. “Hari ini harus dapat entah bagaimana caranya karena esok Heri sudah harus berangkat untuk ospek,” kata Heri dari pintu dapur. “Iya..iya,” jawabku. Kulihat Ambar hanya tertawa saja melihat mukaku yang nggak karuan. Niken Siddharti
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Sopan-santun “Anak-anak sekarang tidak tahu sopan-santun!” umpat Amat sambil membersihkan tangannya yang belepotan tanah. “Siapa, Pak?” “Semua!” “Kenapa?’ “Masak Bapak lagi asyik mencabuti rumput di depan rumah, mendadak dia nyodok saja dari belakang dengan motor bututnya yang suaranya menyakitkan itu, tanpa permisi, rrrrrrrrrr begitu, sampai Bapak jatuh ke selokan kaget. Lihat, sampai basah begini! Ee, jangankan minta maaf, menoleh saja tidak!” “Mungkin lagi buru-buru, Pak.” “Ya! Tapi ngagetin orang begitu apa haknya. Kalau jantungan, orang bisa lewat dikageti begitu!” “Bapak menghalangi jalan barangkali” “Menghalangi bagaimana orang jongkok di pinggir jalan begitu!” “Mungkin dia menghindar dari lubang di depan itu.” “Lubang apa? Lubangnya sudah ditutup begitu. Bapak yang menutupnya! Dianya saja yang ugal-ugalan, minta perhatian! Kok mengageti orang lagi kerja? Kalau mau balapan, jangan di jalan raya, kan ada tempatnya, berani tidak?” “Maklum anak-anak, Pak,” “Anak-anak apa! Kelihatannya sudah mahasiswa begitu! Dasar orangnya saja bandel! Anak-anak sekarang memang sudah tidak punya sopan-santun! Dasar zaman edan! Ditabrak truk baru tahu rasa!” “Jangan ngomong begitu, Pak. Pamali! Nanti kejadian!” “Biarin, biar tahu aturan sedikit! Jalan kan bukan punya dia, bukan hanya milik motor! Mahasiswa harusnya lebih tahu bagaimana hidup bermasyarakat. Kalau tidak, nanti kalau jadi pemimpin bisa menindas rakyat, bukannya jadi abdi rakyat!” Bu Amat lalu ngeloyor ke dapur, sebab Amat terus ngomel. Tapi di dapur suara Amat terus mengejar. “Itu teman anaknya Pak Made! Mentang-mentang motor baru, main seruduk saja di rumah orang. Bilangin itu Pak Made, biar anaknya ngasih tahu temannya bagaimana sopan-santun naik motor di rumah orang. Kalau masih kurang ajar, nanti tak kerahkan pemuda-pemuda kita biar orangnya digebukin saja sampai minta ampun!” Bu Amat capek mendengar ocehan Amat. Ia pergi memulangkan piring bekas antaran kue dari Bu Made kemarin. Tapi begitu hendak masuk, terdengar suara, putra Pak Made keras: “Hampir saja Budi nabrak putra Pak Alit Bu, untung masih sempat membelokkan stirnya. Masak main lari-larian di jalanan. Belum lagi Pak Amat! “Kenapa Pak Amat?” “Masak nyabutin rumput di tengah jalan. Sudah tahu ini jalanan umum. Dia pikir ini warisan nenek moyangnya kali. Dasar sudah tua, pikun, seenak udelnya sendiri! Tangan Budi sampai patah membelokkan stir!” “Patah?” “Ya. Ini Budi ada SMSnya dari Ibu Bupati!” “O, Budi putra Pak Bupati yang tadi mengantar kue itu?” “Ya. Ini sekarang lagi di UGD. Saya mau nengok. Tolong bilangin Pak Amat Kalau nyantai-nyantai di rumah saja, jangan di jalanan. Untung Budi sigap. Kalau tidak, Pak Amat sudah lewat disambar truk!” Bu Amat, tak jadi masuk. Ia cepat-cepat balik langkah. Di rumah Pak Amat masih saja ngomel. “Itulah akibatnya, kalau pelajaran budi pekerti dihapus dari kurikulum. Anak-anak hanya otaknya diasah, tapi nuraninya dibiarkan karatan! Mau jadi apa nanti bangsa ini kalau tidak punya kesantunan? Anak muda brengsek!” “Maksud Bapak, Budi putra bupati?” Amat kaget. “Budi? Bukan! Nak Budi, lain. Dia anak santun seperti Pak Bupati. Kalau ketemu selalu menyapa sopan. Orangnya rendah hati, menghormati orang tua. Kalau lewat selalu bilang, permisi. Yang kurang ajar itu anak-anak lain, seperti jalanan itu warisan nenek moyangnya saja! Jahanam yang hampir nabrak Bapak itu, termasuk genersi baru yang sampah! Mereka itu yang akan membawa keruntuhan bangsa!” “Ya Itu, Budi! Putra bupati itu sudah menyelamatkan Bapak!” “Apa?” “Bukan mau nabrak Bapak, tapi Budi sudah menolong. Bapak minggir, kalau tidak, mestinya bapak yang di UGD, bukan Budi! Kan mendingan masuk selokan, daripada lewat.”
Putu Wijaya
Mozaik
8 - 14 SEPTEMBER 2014
Guru Mangku Hipno
Sehat, Sukses, Kaya, Bahagia, & Sembuh dalam Sekejap Setelah perjalanan berkeli ling mengguncang Yogyakarta, Semarang, Jakarta, Bandung, Palembang, dan Surabaya dengan berbagai pencerahan, motivasi spiritual, dan pe nyembuhan sekejapnya, kini Guru Mangku Hipno (GMH) banyak menerima undangan untuk memberikan pencerah an jiwa, motivasi spiritual, dan penyembuhan massal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, bahkan sampai ke mancanegara. Inilah salah satu fakta kemampuan orang Bali untuk bersaing secara elegan di berbagai bidang. Dikenal sebagai pencerah mo dern universal, motivator spiritual, penyembuh sekejap dan pembangkit kekuatan energi pikiran, perasaan dan tubuh, serta sebagai pakar prana dan hypnotherapy, NLP dan energi quantum Brahmakunta, Guru Mangku Hipno yang memiliki nama lengkap GMH KG Suatmayasa, S.H., CH, CHt, MNNLP adalah seseorang yang mengajarkan bahwa hidup ini haruslah bergerak. Hanya dengan bergerak akan muncul sebuah reaksi. Jika ingin reaksi positif, maka setiap gerakan haruslah didasarkan pada kekuatan penilai pikiran, penilai hati (positive thinking dan positive felling). Kekuatan penilaian pikiran adalah langkah kita benar secara teoritis dan kekuatan penilaian hati adalah langkah kita benar sesuai dengan hati nurani, hal ini menjadi penting agar kita tak cemas, ragu dan tertekan oleh hasil yang akan didapatkan (psikosomatis) sehingga sampai mengganggu kesenangan pikiran, ketenangan hati dan kenyaman tubuh karena inilah sumber dahsyat berawalnya segala penyakit seperti dyspepsia (gangguan pencernaan, hepatitis, penurunan kekebalan tubuh, diabetes, dimensia scenele (pelupa dan kontrol fungsi tubuh menurun), leukimia, depresi, stres, kolesterol, hipertensi, serangan jantung, rematik, arthretis (peradangan sendi), stroke (penyumbatan pembuluh darah), nyeri punggung, insomnia (susah tidur) gangguan tulang belakang bagian bawah dan penyakit ginjal. Sesungguhnya segala hambatan, kegagalan dan penyakit hanyalah bersumber pada tiga hal yaitu akibat salah olah pikir yang akan menghilangan rasa senang, salah olah rasa yang akan menghilangkan rasa tenang dan salah olah tubuh yang berakibat hilangnya rasa nyaman. Seperti diketahui efek dari ketiga salah olah tersebut akan berakibat fatal jika tidak tersembuhkan jadi kenali dan sembuhkan saat baru menjadi gejala. Satu hal lagi yang meski diingat jangan mengkambinghitamkan (menuduh) orang lain sebagai penyebab kegagalan dan sakitnya,
Peserta workshop selalu membludak
karena secara metafisika tidak ada seperti itu karena setiap kegagalan dan sakit yang kita alami akibat dari perilaku kita, dan mengkambinghitamkan orang lain itulah yang akan membuat kegagalan dan sakit bertambah parah, karena menghilangkan kesempatan kita untuk segera introspeksi diri dan memperbaikinya dan menjadi lebih parah lagi akibat disamping memikirkan kesuksesan diri dan kesembuhan diri juga memikirkan dan menjadi takut pada sesuatu yang tak bisa dibuktikan. Seharusnya jika seseorang gagal ataupun sakit sebaiknya introspeksi diri kesalahan apa dari ketiga salah olah itu kita lakukan? “Atasi kesalahan olah itu dengan penyadaran diri diikuti perbaikan olah pikir, olah rasa, olah tubuh (tindakan), jika tak mampu menemukannya dan tak mampu mengatasinya disinilah fungsi pencerah, motivator spiritual dan penyembuh sangat dibutuhkan untuk membuka, memperjelas, mengatasi segalanya dengan pengetahuan dan guru suci (pengalaman) yang dimilikinya lalu mencerahkan, memberi spirit dan menyembuhkan dengan cara menyerahkan dirinya sebagai alat Tuhan dan bukan justru membingungkan, memberatkan seseorang yang gagal ataupun sakit dengan menuduh ini menuduh itu yang tak jelas kebenarannya,” kata GMH. POTENSI MANUSIA Tiap manusia dilahirkan dengan potensi sehat, sukses, kaya, bahagia, siapapun dan dimanapun berada. Namun, tidak banyak yang sanggup menggalinya, mengenalinya lalu memanfaatkannya. Apalagi bagi seseorang yang telah kehilangan motivasi, kepercayaan diri, salah persepsi dan pernah gagal, memiliki mental block (malas, tidak fokus, lemas, penakut, sering mengeluh, cemas, bingung, menarik diri, dendam, khawatir, sering marah, negative thinking, apatis (cuek), mengganggap sepele setiap persoalan, sering bersedih) dan tidak memiliki motivasi dan tujuan hidup. Untuk menetralisir itu semua sehingga segala inspirasi baru hadir, terjadi perubahan pola hidup kearah lebih baik maka sangat diperlukan mengadakan body mind soul refreshment (pemurnian diri). Pemurnian diri meliputi tiga hal
vital yaitu pemurnian pikiran, pemurnian hati (perasaan) dan pemurnian tubuh dari segala bebannya, baik beban di masa lalu, masa sekarang dan beban kecemasan terhadap masa depan. Ketika seseorang telah menjalani kehidupan dari usia 5 tahun sampai saat ini, tentu telah mengalami banyak hal dalam perjalanan hidupnya ada susah, ada senang namun yang lebih mendominasi isi pikiran, hati seseorang biasanya justru hal-hal yang bersifat negatif ditambah dengan kebiasaan seseorang yang sangat suka menyimpulkan hidupnya seolah olah telah menderita sehingga yang ada hanya keluhan, padahal sesungguhnya hidup masih panjang dan selalu memberi harapan baik dimasa depan, tentu ketika kita mengarahkan pikiran dan tindakan kita kearah lebih baik “kemana dan apa fokus pikiran kita, ke sanalah arah membawa kita dan itulah yang terjadi” itulah kekuatan hukum tarik menarik. Dalam workshop sehat, sukses, kaya, bahagia, yang berdurasi dua jam kali ini, Guru akan mengajak para peserta mengguncang, menggoyang, mendobrak dan membobol kenapa selalu gagal, kenapa tak tersembuhkan padahal sudah berobat kemana-mana dan menghabiskan harta dan menyita waktu, segala hambatan yang menjadi sumber runtuhnya masa depan, hilangnya kebahagiaan, kesalahan penerapan persepsi tentang langkah kehidupan, kebiasaan kegagalan, sakit berkepanjangan, penderitaan dan penyakit (mental block) mengunakan metode by said (pembangkitan kekuatan bayu sabda idep). Tiap peserta dituntun dan dicerahkan detik demi detik bagaimana rahasia cepat mencapai sehat, sukses, kaya, dan bahagia dengan bahasa dan cara yang sangat sederhana yang tentu sesungguhnya para peserta sudah tahu dan memilikinya sejak lahir namun sayang melupakannya, lalu diakhir sesi Guru akan melakukan penyembuhan manik sekecap (penyembuhan dalam sekejap) dengan menggabungkan prana, energy quantum, neuro linguistic program, hypnotherapy bahkan sihir vedic sehingga para peserta tanpa sadar telah berubah dan tersembuhkan dari segala apapun yang selama ini menjadi masalahnya, semuanya dilakukan di
Blessing Guru Mangku Hipno untuk seluruh peserta workshop
area theta, yaitu dua gelombang di bawah pikiran sadar (betha). Gelombang theta adalah dimana seseorang kehilangan egoismenya, keangkuhannya, kesombonganya, keakuannya, untuk menolak saran, usalan dan perubahan pola yang bertentangan dengan kebiasaannya. Jika seseorang diubah pola pikirnya di area sadar maka cenderung akan mengadakan reaksi penolakan mesti sebenarnya tujuannya sangat baik dan efektivitas perubahan ataupun penyembuhan di area sadar hanyalah 12%, inilah mengapa seseorang sangat susah disembuhkan dan dirubah kebiasaan kebiasaan buruknya, namun dijika perubahan dan penyembuhan itu di area bawah sadar maka efektivitasnya sampai 88%. Kehebatan perubahan pola dan penyembuhan ini adalah tanpa obat, tanpa sentuhan, tanpa mantram, secara langsung akan bergerak melalui energi pikiran, perasaan dan tubuh, menuju ke sembilan titik cakra manusia dan membangkitkan aura kesehatan, kesuksesan, keber-
Peserta berjanji mengubah diri
Guru Mangku Hipno memimpin peserta memurnikan diri
limpahan serta kebahagiaan, tanpa waktu (berlangsung dalam hitungan detik demi detik) dan inilah satu satunya di Indonesia dan di Bali dan telah diikuti oleh para peserta dari mancanegara seperti dari Jepang, Korea, Australia, UEA, India, Filipina, Prancis, dan Singapura. Workshop ini diadakan oleh BRAHMAKUNTA SUPRANATURAL DAN SPIRITUAL MODERN CENTER DENGAN KOMUNITAS BRAHMAKUNTA PRANA DAN HYPNOSIS CLUB BALI, dimana Guru Mangku Hipno sebagai pinisepuh dan pendirinya. Workshop dan penyembuhan sekejap ini boleh diikuti oleh siapapun dimana pun, minimal usia tujuh tahun dan tidak ada batasan maksimalnya selama seseorang mampu berkomunikasi dan mampu mendengar dengan baik, karena ini murni tentang komunikasi dan pendekatan humanis dan inilah persembahan terdahsyat kami untuk para sahabat dimana pun berada. “Selamat bergabung “ kata Guru Mangku Hipno.
Workshop Sehat, Sukses, Kaya, Bahagia & Penyembuhan Sekejap Diadakan hari : Minggu, 14 September 2014 Tempat : Gedung PWI Bali, Jln. Gatot Subroto Tengah, Lumintang, Denpasar Waktu : 15.00 s.d. 17.00 wita Harga tiket : Hanya Rp 300 ribu Daftarkan diri Anda segera, tempat sangat terbatas hanya untuk 100 orang.
Center Brahmakunta Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palm erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
23
Perumahan Gunung Sari Indah, Jln Tukad Buana 1 no 61 Kebo Iwa Utara Denpasar. (pin bb 7FB63D85, fb: Guru Mangku Hipno) Untuk info lengkap, pemesanan dan antar tiket, hubungi : 1. 0361-8442823, 0361-7112404 (Center Brahmakunta) 2. 085738818906 (Jro Mangku Swandra) 3. 085238640217 (Jro Abuck) 4. 08563800133 (Jro Putu Anta) 5. 0361-9133725 (Jro Ayuk)
Metropolitan
22
8 - 14 September 2014
Berburu Paket Wisata Hemat di Pameran Liburan akhir tahun sebentar lagi. Mereka yang memang sudah berancang-ancang m enghabiskan liburan akhir tahun dengan mengunjungi tempat-tempat wisata di berbagai daerah ataupun ke luar negeri, biasanya sejak sekarang sudah mulai sibuk mencaricari dengan berselancar di internet. Maklum, biasa nya saat-saat inilah biro-biro perjalanan mulai gencar mempromosikan paket liburan akhir tahun.
B
erbagai keuntungan didapat jika memesan paket liburan jauhjauh hari, salah satunya adalah biaya bisa lebih hemat alias paket liburan bisa didapat dengan harga yang lebih murah dibanding memesan paket liburan menjelang hari ‘H’. Hal lainnya, tentu bisa lebih siap khususnya dari sisi budget yang dibutuhkan. Bambang Widodo adalah salah satu yang melakukan itu. Disela-sela kesibukannya bekerja, ia menyempatkan diri berselancar di internet untuk mencari destinasi wisata menarik untuk dikunjungi saat libur akhir tahun yang masih empat bulan lagi. “Saya dan istri memang senang travelling. Setidaknya setahun sekali kami menyediakan waktu untuk travelling, entah di dalam atau luar negeri. Jauh-jauh hari cari tempat wisata, biar bisa lebih irit dan kami punya waktu untuk mempersiapkannya. Kemarin-kemarin saya nyari di internet, trus dengar kabar ada pameran tempat wisata, jadi saya ke sini. Ternyata lebih asyik,” tutur Bambang yang ditemui di pameran Indonesia Tourism and Creative Economy Fair (ITCEF) 2014 yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Senayan, sejak Jumat (29/8). Tahun ini, Bambang dan keluarganya berencana menikmati wisata bahari. “Tahun lalu kami ke luar negeri, tahun ini rencananya di dalam negeri saja,” ucap Bambang yang sibuk mendatangi sejumlah travel agent yang ikut berpameran di ITCEF. Di tangannya setumpuk brosur promo paket-paket liburan. “Saya sudah dapat banyak pilihan. Ini (sambil menunjukkan brosur-brosur di tangannya) untuk dibahas dengan istri. Tapi saya sendiri sudah punya beberapa pilihan, salah satunya Raja Ampat di Papua Barat,” ungkap Bambang sambil tersenyum. Bambang hanyalah salah satu dari banyaknya pengunjung yang ‘menyer bu’ stan-stan yang menawarkan paket wisata, pada hari pembukaan pameran ITCEF. Rupanya mereka pun
berburu paket-paket wisata murah yang biasanya digelar stan-stan tempat wisata ataupun biro perjalanan di saat pameran. Menurut Idhan Alfisyahrin Ismail, Direktur Tour& Travel Tanaza, yang juga membuka stan di pameran ini mengatakan, soal harga paket-paket wisata miliknya dapat dinegosiasikan. Asalkan, jumlah peserta yang ikut cukup banyak, setidaknya 10 orang. Bahkan tempat-tempat kunjungan wisatanya pun bisa dinegosiasikan. “Misalnya, dalam satu paket kami menawarkan lima atau enam objek, nah wisatawan hanya ingin tiga atau empat objek, sisanya bisa pilih sendiri. Tentunya, harga pun jadi berbeda. Jadi prinsipnya semua bisa dinegosiasikan, baik soal harga maupun tempat,” ungkap Idhan. CITY TOUR MASIH DIMINATI Dalam pameran kali ini, ia juga mengangkat tema wisata bahari yang belakangan ini sedang ‘naik daun’. Banyak turis asing, khususnya, datang ke Indonesia untuk menikmati keindahan wisata bahari seperti pantai, selancar, diving, dll. Untuk wisata bahari tahun ini, pihaknya mengangkat beberapa potensi wisata bahari di antaranya Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, yang menurutnya akhir-akhir ini banyak diminati wisatawan asing maupun domestik. Juga, Tanjung Kelayang dan Tanjung Pandan, keduanya di Belitung, serta Pulau Derawan di Kalimantan Timur. “Selain itu, tentu saja ada paket tur yang memang selama ini menjadi favorit turis yakni, Bali dan Lombok,” ucapnya. Untuk city tour, Idhan menawarkan tiga paket city tour unggulan dan belakangan banyak diminta turis mancanegara yakni, Jakarta City Tour dan Bandung City Tour, serta Cirebon City Tour. “Banyak orang asing datang ke Jakarta yang karena waktunya terbatas, tidak sempat keliling Indonesia. Mereka biasanya minta diajak ke tempat-tempat wisata yang ada di Jakarta. Kami, memperkenalkan lima sampai enam objek wisata di Jakarta
Salah satu stan biro perjalanan, budget bisa dinegosiasikan
Kombinasi Imajinasi
D
per-paket seperti belajar membatik di sebuah café di Jakarta Barat, museum-museum, TMII, Monumen Nasional,” jelas Idham yang sudah dua tahun memperkenalkan paket city tour ini. “Awalnya Jakarta City Tour dan Bandung, baru beberapa bulan terakhir kami memperkenalkan Cirebon karena banyaknya wisatawan dari Timur Tengah ingin wisata religi. Sedang Bandung City Tour, wisatawan tidak diajak wisata belanja tapi lebih kepada budaya dan alam. Misalnya, mendatangi pusat angklung, perkebunan kopi juga menyusuri kawasan Braga yang merupakan kawasan tua Bandung,” paparnya. Soal biaya paket city tour, baik Jakarta, Bandung, Cirebon, adalah sama yakni, 127 dolar AS per orang . Lain lagi dengan tempat wisata ‘Kampung Duhur’ yang terletak di sebuah perkampungan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tempat wisata yang luasnya mencapai 2200 m2 ini, mengangkat tema alam. Meski terbilang baru berdiri, namun nama ‘Kampung Duhur’ cepat melejit. Menurut Rino, staf pemasaran ‘Kampung Duhur’ , hal ini selain karena paket wisata yang ditawarkan, juga karena pelayanan prima yang diberikan kepada klien. “Sejak pertama kali dioperasikan yakni Maret 2013 lalu, tingkat kunjungan terus meningkat,” tuturnya.
Wisatawan yang datang, tambahnya, bukan hanya lokal tapi juga dari mancanegara. “Bulan Oktober nanti, akan datang rombongan wisatawan dari Belanda. Memang, kebanyakan yang datang ke tempat kami adalah rombongan, jumlahnya puluhan bahkan belum lama ini mencapai ratusan. Mereka kebanyakan dari perusahaanperusahaan juga sekolah-sekolah,” ucapnya. Banyak wisata menarik yang ditawarkan seperti, berpetualang di air terjun Curug Jingkrang, menjelajah hutan pinus, hutan lindung sembari melewati jembatan gantung yang menakjubkan. Juga tersedia kesempatan menikmati paralayang bermesin atau mengunjungi penangkaran elang. Paket lainnya adalah rafting dan outbound. “Untuk anak-anak atau remaja, kami juga menyediakan kegiatan bersawah atau camping,” tambahnya. Beragam pilihan tempat liburan, memang membuat pengunjung betah berlama-lama untuk bertanya ini dan itu tentang paket wisata yang diminatinya. Pada pameran ITCEF tahun ini, memang, banyak pelaku industri pariwisata khususnya biro perjalanan dan tempat wisata yang ikut berpartisipasi. Setidaknya ada 160 peserta di antaranya travel agent, airlines, hotel juga tempat-tempat wisata. Tak ketinggalan berbagai produk unggulan daerah seperti craft, ikut
Stan wisata alam ‘kampung duhur’
meramaikan event akbar ini. ASEAN TERTINGGI Ketua Badan Promosi Pariwisata Indonesia, Wiryanti Sukamdani, yang juga penyelenggara event ini, menyebut, pihaknya menargetkan 50.000 pengunjung dengan nilai transaksi sebesar 18 miliar. Tahun lalu, jumlah pengunjung mencapai 17.300 orang dengan nilai transaksi Rp 15 miliar. Tahun ini, tambahnya, pameran mengusung paket-paket liburan wisata bahari yang berada di kawasan Indonesia Timur, seperti Raja Ampat, Wakatobi, Bunaken, dll. Yang juga menarik, tambahnya, event ini juga diikuti oleh negara lain di antaranya Paraguay, Tiongkok, Italia dan Korea Selatan. Ia berharap, lewat pameran yang telah tiga kali digelar ini, pertumbuh an pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia semakin pesat. Bahkan dapat memenuhi target kunjungan wisatawan 9,6 juta orang pada tahun ini. Di sisi lain, melalui pameran ini pihaknya ingin agar Indonesia tidak sekadar menjadi pasar bagi negara ASEAN tapi justru mampu menguasai ASEAN. “Semoga bisa menaikkan pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia,” harap Yanti yang juga Ketua Umum BPP PHRI. Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, membaiknya pariwisata ASEAN membawa dampak positif bagi Indonesia. Pertumbuhan sektor pariwisata ASEAN tertinggi di dunia sepanjang periode 2005-2012, yakni rata-rata 8,3% per tahun. “Budaya, sumber daya alam serta harga, merupakan beberapa peluang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia,” ungkapnya. Pertumbuhan ini di atas rata-rata pertumbuhan pariwisata global yang hanya 3,6% per tahun. Bahkan tahun 2013, arus kunjungan wisatawan ke negara-negara ASEAN mencapai 92,7% atau meningkat 12% dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan global hanya 5%. “Data dari The Travel and Tourism Competitiveness Index 2013, daya saing pariwisata Indonesia naik empat tingkat, kini berada di posisi 70,” ujar Mari. –Diana Runtu
3
Paloma & Tary
Berangkat dari hobi dan sense of a rt-yang sama pada dunia mode, menjadikan dua perempuan cantik ini sepakat merintis bisnis bersama di dunia fashion. Apalagi fashion sudah menjadi aksesori untuk mempercantik penampilan, sekaligus bagian dari gaya hidup masyarakat kota.
Industri fashion juga meramaikan pameran ITCEF 2014
Sosialita
8 - 14 September 2014
engan label “Urban Ikat”, mereka mempersembahkan koleksi busana wanita siap pakai dan garis desain klasik modern. Koleksi ini dilengkapi dengan detil uniknya berupa aksesori berornamen Bali. Mengusung tema “Contemporary Culture” inilah penyatuan karya perdana dua orang desainer muda Kota Denpasar yang dipersembahkan untuk memenuhi selera fashionista di Bali. M e n g gali inspirasi d i s e p u t a r an mereka, dengan segala keunikan yang didukung daya pakai, kerapian, dan kenyamanan hadir dalam total look pada tiap busana endek koleksi “Urban Ikat “ ini. Semua dipersembahkan sebagai pilihan gaya berbusana untuk kalangan wanita usia 14-30an yang tampil beda, Mengenakan produk lokal tapi kemasannya modern dan eksklusif.
Menurut I Gusti Ayu Paloma Adjani Blanco Oka dan Ida Ayu Uttari Priyadarshini yang biasa disapa Paloma dan Tary ini, awalnya mereka senang berkreasi memakai bahan endek hanya digunakan untuk diri sendiri. Ternyata desain mereka yang feminin, elegan, seksi dan modern ini banyak dilirik teman-temannya. Hingga akhir nya, mereka melakukan test market dengan menggelar koleksi karyanya di Sanur Festival beberapa waktu lalu. M e s k i Paloma sehari-harinya d i s i b u k k a n dengan dua putri cantiknya juga bisnis pro perti dan Ta r y y a n g mesti menyelesaikan tugas–tugasnya di Fakultas Kedokteran Unud, hobi keduanya di dunia fashion menguatkan mereka bisa mengatur waktu terus berkreasi untuk pengembangan produk endek ini. Terlebih dengan respons dan sambutan yang luar biasa mengalir untuk “Urban Ikat” milik mereka setelah fashion show tersebut. Meski demikian, ke
duanya juga paham kalau membuat label yang besar itu tidaklah terjadi hanya semalam. Ada proses yang mesti mereka jalani. Karena itu, Paloma dan Tary mengaku untuk sementara waktu memilih lebih konsentrasi memasarkan semua rancangannya melalui media on line. Menariknya mereka akan meng-up date koleksi yang ditampilkan setiap enam bulan sekali. Paloma, istri dari IB Ngurah Sidhayatra Hijaya Mantra, yang menyelesaikan pendidikannya di Australia ini menuturkan endek dan aksesori bernuansa etnik khas Bali pilihan mereka ini adalah bagian produk seni, yang selama ini sangat dikagumi oleh tamutamu mancanegara. Mereka lalu mengembangkannya sesuai dengan era kekinian, diantaranya beragam motif endek yang dikombinasikan dengan kulit dan terlihat sangat istimewa. Tary , putri dari IB Rai D. Mantra dan IA Selly D. Mantra menambahkan, persembahan koleksi yang mengangkat produk lokal ke area modern ini juga menjadi salah satu cara yang dipilih mereka untuk mengedukasi masyarakat agar lebih lagi mengapresiasi karya seni lokal atau buatan dalam negeri ini. Subeng misalnya, yang selama ini merupakan hiasan telinga bergaya klasik yang biasa dikenakan perempuan Bali saat berbusana adat. Begitu pula dengan bros beronamen Bali umumnya disematkan pada kebaya. Di tangan dua perempuan kreatif ini, subeng pun menjadi pelengkap busana kasual dan bros yang dipadukan dengan kulit hadir sebagai ikat pinggang yang cantik. MENYERAP IDE DI SEKELILING Bicara subeng dan bros sebagai produk seni budaya milik masyarakat Bali, Paloma dan Tary sebagai generasi muda patut dibanggakan. Sebab mereka bukan hanya berupaya agar produk lokal yang indah ini makin banyak di kenakan tapi juga ditambah dengan sentuhan ala mereka ini bisa menjadi lebih menarik. Subeng dan bros ini, bukan saja di pakai saat ada kegiatan upacara adat semata, melainkan disuguhkan sebagai pelengkap penampilan yang modern di berbagai kesempatan.
“Kami tidak mendesain, namun tetap menggunakan subeng dan bros gold plated yang sudah ada, tetap dengan motif kedaerahannya. Mungkin yang diubah ukuran nya atau penempatannya serta dikombinasikan dengan material lainnya untuk memberikan sentuhan atau nuansa berbeda,” ujar Paloma yang diamini Tary. Berikutnya mengenai warisan adat dan tradisi masyarakat di Bali bernama endek, menantu dan putri orang nomor satu di Kota Denpasar ini, mengatakan juga merasa wajib ikut melestarikan. Apalagi mereka juga makin tertarik untuk lebih mengenal lagi keberadaan dan keragaman motif endek. Paloma dan Tary juga melihat kain tenun Bali yang dulu hanya dipakai untuk keperluan upacara keagamaan dan pakaian adat ini telah menjadi bagian dari penampilan sehari-hari sejak digaungkan kembali oleh pemerintrah Kota Denpasar. Koleksi “Urban Ikat” kedua desainer ini bakal lebih banyak memunculkan kreasi endek dengan pilihan warna terang dan berani. Soal kreativitas dan ide-ide
kreatif menurut Tary bisa didapat dari mana saja. Saat ini ia dan Paloma beranjak dari karakter mereka masing-masing dan lebih banyak menyerap ide yang ada di sekelilingnya. Dengan kepekaan mereka menangkapnya kemudian mengombinasikannya dengan imajinasi pribadi sampai menjadi sebuah busana siap pakai. Mengenai mimpi, keduanya serentak mengatakan, melalui label “Urban Ikat” selain ingin endek makin dikenal lebih luas di masyarakat lokal. Mereka juga berharap dapat mengangkat citra endek di kancah fashion internasional. Mereka juga mengajak semua masyarakat Bali khususnya untuk “be proud and appreciate our nation’s heritage”. Dalam waktu dekat, inovasi keduanya bakal diuji lagi dengan akan diluncurkannya koleksi baru yakni “Urban Kids”, busana-busana endek yang istimewa untuk anak-anak usia balita. Seperti model dan apa gaya desainnya? Nantikan penampilannya di halaman Style Tokoh yang akan datang. Masihkah Anda berpikir me ngenakan endek hanya untuk pergi ke acara-acara resmi? Inginkah Anda mendapatkan pilihan busana endek yang cocok untuk acara santai? Segera kunjungi akun instagram @urbanikat. -ard
Inspirasi
4
8 - 14 SEPTEMBER 2014
Prof. Sutjiati Beratha
Imbangi Budaya dengan Bahasa Gamelan Bali, memang sudah sangat akrab dengan Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. sejak ia bocah. Pasalnya, sang ayah I Wayan Beratha (alm.) adalah seniman karawitan yang memiliki workshop di rumah tinggal mereka. Jadilah, Sutjiati bocah peka dengan nada gamelan, dan sudah mulai memegang gamelan sejak SD. Terlebih, di rumah mereka di Jalan Pucuk No. 11, Br. Abian Kapas Kaja, Sumerta, juga membuka Kursus Tari Kridaloka. Ia pun bergabung dalam sanggar tersebut.
Prof. Sutjiati Beratha
T
ak hanya di bidang seni, Sutjiati juga berprestasi dalam bidang lain. Di SMP, ia pernah berprestasi di tingkat Porseni, dalam cabang lari 100 meter putri sebagai Juara 1, dan lari 200 meter sebagai Juara 2. Ia pun pernah tercatat sebagai anggota paskibrada. Sutjiathi memilih melanjutkan sekolah menengah atasnya di SMKI Denpasar dan mulai mendalami gamelan, khususnya kendang, di samping berguru langsung pada sang ayah. Sutjiati termasuk cepat dalam menangkap lagu, karena itu ia kerapkali memegang juru ugal (pemegang melodi/lagu) dalam satu grup penabuh. Tak jarang pula ia lantas diajak kemana-mana oleh sang ayah. Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika ia ikut pelayaran nusa tenggara selama tiga minggu. Pengalaman lain yang tak kalah mengesankan, ketika ia yang tergabung dalam rombongan kesenian Bali, menarikan Tari Legong Kraton, turut membawa misi kesenian bersama almarhum Prof. Mantra ke Australia sekitar tahun 1973-1974. Dari pengalaman-pengalaman itulah, Sutjiati Beratha kemudian berpikir bahwa sebagai seorang perempuan Bali yang terkenal dengan ikon pariwisata, seni budaya yang sudah ia kuasai akan lebih klop lagi jika diimbangi dengan bahasa Inggris. Istri Prof. Dr. I Wayan Ardika, M.A. ini pun meneruskan S-1nya di Fakultas Sastra unud , Jurusan Sastra Inggris tahun 1979. Di samping itu, ia juga menyebut nama I Nyoman Oka (alm.) alias Nang Lecir, seorang tokoh pariwisata, guide Bahasa Inggris kawa-
kan yang cukup terkenal saat itu, yang sangat menginspirasinya. Kebetulan Nang Lecir adalah tetangga dekat rumahnya. Jadilah, setiap saat ia mendalami ilmu bahasa Inggrisnya pada Nang Lecir. Ia belajar praktik berbahasa Inggris satu jam tiap hari. Dari Nang Lecir yang pergaulannya dengan para tamu asing itu pula, selain bahasa Inggris, Sutjiati juga belajar disiplin. Sebagai mahasiswi Unud, Sutjiati bergabung dalam UKM Kesenian. Dalam sebuah pementasan Sendratari Udayana kala itu ia pernah berperan sebagai tokoh Raja Putri Sri Wijaya Mahadewi. Setelah menamatkan kuliah S-1, Sutjiati diangkat menjadi dosen PNS tahun 1984. Sebagai seorang dosen, salah satu aplikasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah melakukan penelitian-penelitian. Itu pula yang dilakoni ibu dari L.P. Mia Wijayanti Ardika ini. Salah satu hasil penelitiannya, “Dari Tatapan Mata ke Pelaminan Sampai di Desa Pakraman: Studi tentang Hubungan Orang Bali dengan Orang Cina di Bali” ini mendapat pengakuan dunia, yang akhirnya mengantarkannya ke Jerman. Artikel yang mengangkat konsep multikultural, hidup berdampingan dalam ke bhinnekaan ini dipublikasikan dalam jurnal internasional tahun 2014. SEKA GONG WANITA FAKSAS Sejak 1984 sampai sekarang, Sutjiati mengabdi sebagai dosen Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra (Faksas) Universitas Udayana. Tahun 2003, suaminya, Prof. Dr. I Wayan Ardika, M.A. menjabat sebagai Dekan Fakultas Sastra. Sebagai istri Dekan, ia otomatis mengetuai Dharma Wanita Faksas Unud. Dalam kepemimpinannya, Sutjiati yang memiliki background gamelan Bali menghimpun ibuibu (dosen, istri dosen, pegawai) membentuk seka gong wanita. Seka Gong Aji Gurnita Faksas Unud pun diresmikan bertepatan dengan Odalan Saraswati, Desember 2003. Di bawah kendalinya, seka gong ini rutin latihan secara intensif, hingga tampil tak hanya di lingkup fakultas, seperti acara yudisium. Seka gong Faksa ini pun kerapkali didaulat mengiringi acara pelepasan wisudawan Unud. Nama seka gong ini kian dikenal, hingga akhirnya berkesempatan tampil dalam acara Tri Hita Karana Award di Kantor DPRD Bali, sampai dipercaya ma
gambel saat pembukaan Burn Unit RSUP Sanglah yang dibuka Presiden Megawati Soekarnoputri Sejak menjabat istri Dekan sekaligus Ketua DW Faksas Unud selama dua periode (tahun 2003 s.d. 2008 dan 2008 s.d. 2011), seka gong ini berkolaborasi dengan seniman besar Wayan Beratha (alm.) dan seniman tari, menciptakan beberapa lagu (tabuh) seperti untuk tari penyambutan Widya Maha Merta, dan Tari Saraswati yang merupakan Tari Kebesaran Fakultas Sastra Unud.
Prof. Sutjiati Beratha (paling kiri) kerapkali tampil sebagai juru ugal (pemegang melodi/lagu) dalam satu grup penabuh
Yang cukup monumental kala itu adalah istri Rektor Unud Prof. Dr. dr. Wita, Sp. JP (kala itu), Ketut Gadung, M.Si. yang dosen ISI, menciptakan dua tarian, “Tri Hita Karana” dan “Om Swastyastu”. Tarian tersebut ditarikan mahasiswa Unud, dan penabuhnya adalah seka gong DWP Faksas. Selain istri dosen dan pegawai, Sutjiati juga merangkul mahasiswa
Faksas, membuat Janger Dharma Wanita Faksas yang dipentaskan Badan Kekeluargaan Faksas Sastra Unud (BKSS) tahun 2011. Semua aktifitas seka gong Faksas tersebut, terdokumentasikan dengan baik yang menghiasi Lobi Fakultas Sastra Unud. Bagi seorang Sutjiati, hidup adalah sebuah perjuangan yang dilandaskan asas kejujuran dan ketekunan. -Inten Indrawati
Mandalika
8 - 14 SEPTEMBER 2014
Terapkan Zero Waste lewat Budidaya UGADI Kabupaten Lombok Timur, di Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu kabupaten yang dipilih oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI sebagai daerah percontohan penerapan industrialisasi perikanan budidaya berbasis blue economy dalam program Industrialisasi Kelautan dan Perikanan yang dicanangkan kementerian ini.
M
enurut Direktur Jenderal Perikan an Budidaya, Slamet Soebjakto, Lombok Timur merupakan salah satu kawasan minapolitan perikanan budidaya diterapkannya pelaksanaan kawasan pengembangan blue economy berdasarkan memorandum saling pengertian (MoU) antara KKP dengan FAO (Food and Agricultural Organization) pada tahun 2013. Di bidang perikanan budidaya ini, industrialiasi berbasis blue economy diterapkan dalam suatu bisnis model dengan menerapkan beberapa prinsip. “Model Bisnis Akuakultur yang Berbasis Blue Economy atau disingkat “BISA BERSEMI”, yang menerapkan prinsip zero waste atau tanpa limbah, social inclusiveness atau peningkatan nilai
tambah produk dan peningkat an lapangan kerja, multi product yaitu menghasilkan beberapa jenis produk dan yang terakhir adalah menciptakan inovasi dan mampu beradaptasi di segala usaha. “Salah satu model usaha BISA BERSEMI ini adalah usaha budidaya udang galah bersama padi atau UGADI, salah satunya seperti yang dilakukan di Desa Pringgasela, Lombok Timur ini,” ujar Slamet Soebjakto, saat melakukan panen perdana udang galah dengan sistem budidaya UGADI, di kolam Kelompok Tani Batu Tambun, Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, beberapa waktu lalu. Ini tentu menunjukkan bahwa Lombok Timur memiliki po tensi pengembangan perikan an budidaya yang cukup besar
Gubernur NTB tengah melakukan panen perdana udang galah dengan sistem budidaya UGADI di Pringgasela Lombok Timur
yang akan dikembangkan dengan mengedepankan pemberian nilai tambah produk dan tentunya dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja. UGADI merupakan salah satu sistem budidaya yang mampu meningkatkan produktivitas lahan sawah. Dengan sistem budidaya UGADI, budidaya ikan dapat berkembang tanpa merubah sawah menjadi kolam. “Melalui UGADI, penghasilan dari petani atau pembudidaya akan meningkat. Sebagai contoh, dari 1 hektare lahan sawah yang diterapkan sistem UGADI, diperoleh Rp 63
juta baik dari panen udang galah maupun dari panen padinya. Sedangkan, apabila hanya menanam padi, hasil yang diperoleh sekitar Rp 21 juta/ha. Dengan UGADI, kita harapkan terjadi peningkatan kesejahteraan petani/pembudidaya dan mampu meningkatkan perekonomian daerah,” lanjutnya. Saat ini di Kabupaten Lombok Timur potensi lahan yang dapat dipakai untuk dikembangkannya UGADI mencapai 12.000 ha. Percontohan Budidaya UGADI di Kabupaten Lombok Timur ini mendukung pelaksanaan In-
21 dustrialisasi Perikanan Budidaya berbasis blue economy. Padi yang dihasilkan dari budidaya UGADI adalah padi organik karena tidak menggunakan pestisida, pupuk yang diberikan berasal dari kotoran udang galah dan juga sisa pakannya. Ini bukti dari nilai tambah produk yang dihasilkan. Selain itu, dengan UGADI petani/petambak akan mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari dari padi yang dihasilkan dan membeli kebutuhan tambahan dari hasil panen udang galahnya. Ini adalah prinsip BISA BERSEMI yang dimaksud. Program percontohan budidaya UGADI ini, memiliki dampak yang positif bagi masyarakat yang mau mencobanya. “Karena itulah perlu didukung dengan penyediaan benih udang galah yang berasal dari wilayah Nusa Tenggara Barat, sehingga harganya menjadi terjangkau, kualitasnya juga meningkat dan kesediaannya selalu terjaga. Mengingat budidaya UGADI juga mendukung penerapan blue eco nomy di NTB, tentunya dukungan harus diberikan secara simultan dari semua SKPD untuk menjadikan NTB dikenal,” ungkap Gubernur NTB, Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi. Selain di Pringgasela Lombok Timur, saat ini model percontohan UGADI yang telah dilaksanakan sejak tahun 2013 ini ada di enam lokasi di Provinsi Jawa Barat (Kab. Cianjur, Garut), Jawa Tengah (Kab. Sragen, Temanggung), Jawa Timur (Kab. Malang) dan Banten (Kab. Pandeglang). Dan, di hahun 2014 sedang dilaksanakan percontohan UGADI di Prov. Jawa Tengah (Kab. Boyolali), DI Yogyakarta (Kab. Sleman) dan NTB (Kab. Lombok Tengah dan Lombok Timur). -Naniek I Taufan
Gubernur Tegur Keras PNS Indisipliner Bagi para PNS yang indisipliner, khususnya di Nusa Tenggara Barat, kini mesti berpikir seribu kali. Pasalnya, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan Wakil Gubernur NTB, siap mengambil langkah-langkah tegas bagi PNS yang tidak disiplin. Ke b e r h a s i l a n p e m e r i n t a h dalam menyukseskan programprogramnya khususnya yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat adalah terletak pada pelayanan. Pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat ini dilakukan oleh para pegawai pemerintah yaitu pegawai ne geri sipil (PNS). Jika PNS tidak disiplin, maka program-program pemerintah baik pusat maupun daerah, yang ditujukan pada pelayanan terhadap masyarakat untuk kesejahteraannya, tentu saja tidak akan berjalan maksimal. Beberapa daerah menghadapi ketidakdisiplinan PNS seperti ini, salah satunya Nusa Tenggara Barat. Sehingga tidak jarang Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, “menegur keras” para PNS lingkungan Pemerintah Provinsi NTB yang terindikasi indisipliner. Tidak hanya staf PNS yang tidak disiplin dan mendapat teguran dari gubernur melainkan juga pejabat eselon III dan IV. Berdasarkan data dari tim penegakan disiplin di beberapa
Gubernur NTB memberi teguran keras pada PNS lingkup Pemerintah Provinsi NTB yang tidak disiplin dalam apel indispliner
Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), ditemukan sejumlah 214 PNS yang terindikasi indisipliner. Mereka terdiri dari sembilan orang pejabat eselon III dan 23 pejabat eselon IV serta selebihnya staf dari PNS lingkup Peme rintah Provinsi NTB. Atas sikap ketidakdisiplinan ini, secara khusus Gubernur NTB melakukan Apel Penegakan Disiplin Pegawai Negeri Sipil lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berlangsung di Halaman Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan menegakkan aturan yang ada, Gubernur menegur sekaligus berharap
agar Pegawai Negeri Sipil di lingkup Pemerintah Provinsi NTB menjadi contoh bagi PNS yang bertugas di kabupaten/kota. “Saya sebagai pimpinan harus menegakkan disiplin, mari kita laksanakan tugas dengan sebaikbaiknya,” ujarnya. Selaku pimpinan daerah yang diberikan kewenangan berdasarkan Undang-undang, Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. TGH. M. Zainul Majdi berharap kepada para pejabat eselon dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemprov. Nusa Tenggara Barat dapat memberikan contoh yang baik. Terkait hal itu, bagi yang terindikasi akan diberikan sanksi pemotongan Tunjangan Kinerja
Daerah (TKD), bahkan untuk ke depan hal ini akan dipertegas dengan dicetuskannya Peraturan Gubernur sehingga tidak ada to leransi untuk ketidakdisiplinan. Langkah Pemerintah Provinsi NTB dalam mendisiplinkan para PNS, terlihat sangat serius. Selain Gubernur yang secara langsung mengambil apel indisipliner itu, sejumlah PNS yang terindikasi indisipliner melakukan dialog dengan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Muh. Amin S.H., MSi., didampingi Asisten Tata Praja dan Aparatur Setda Prov. NTB, Dr. Ir. H. Rosyadi Sayuti bersama Kasat Pol. PP. Ibnu Salim M.Si., di Gedung Graha Bhakti Praja terkait ken-
dala dan persoalan yang dihadapi di lapangan. Menanggapi permasalahan yang dihadapi sebagian PNS, Wakil Gubernur H. Muh Amin menyampaikan bahwa disiplin harus tetap ditegakkan jika di hadapi dengan persoalan individu yang perlu diselesaikan pada jam kerja hendaknya disertai dengan keterangan yang jelas. “Silakan menyampaikan fakta yang dihadapi secara tertulis dengan catatan tidak akan lagi melakukan kesalahan dalam tugas,” jelasnya. Tindakan tegas pun siap diambil Pemerintah Provinsi NTB, terhadap PNS yang kerap mengulangi kesalahan yang sama (indisipliner). -Naniek I. Taufan
20
Nine
8 - 14 SEPTEMBER 2014
Dra. Siti Syarah, M.Pd.
Kenalkan Belajar dengan Lagu Endonom, etionon, hygroskopis. Hygroskopis contohnya biji polongpolongan juga pecahnya spora. Gerak etionom ada tiga, taksis, nasti dan tropisme. Fototaksis, kemotaksis, fototropi, geotropi, hygrotropi, tygnotropi. Fotonasti, niktinasi, seismosnasi, tigmonasti, nasti kompleks.
L
agu tentang gerak tumbuhan memakai kata-kata latin dalam pelajar an biologi siswa kelas 2 SMP ini fasih dinyanyikan oleh Kharisma, Rafka, Aura Luna dan beberapa anak lain yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Lagu ini juga dengan semangat dinyanyikan oleh siswa SMPN 2 Bolo, saat mereka belajar mata pelajaran biologi khususnya saat belajar tentang gerak tumbuhan, sejak beberapa tahun lalu. Di depan kelas berdiri guru biologi mereka, juga dengan semangat membantu mereka menghapal kata-kata latin tersebut melalui lagu ini. Bukan cerita baru, sulitnya siswa menghafal bahasa dan kata-kata latin ketika belajar bio logi menjadi kendala berarti bagi siswa dalam memahami pelajaran biologi. Hal inilah yang membuat siswa akhirnya cenderung malas belajar biologi. Mata pelajaran biologi menjadi salah satu mata pelajaran yang jarang disukai siswa karena untuk memahaminya banyak kata-kata latin yang harus dihapal terlebih dahulu. Adalah Dra. Siti Syarah, M.Pd., (46), seorang guru biologi lulusan Universitas Mataram dari Desa Rato Kecamatan Bolo, yang akhirnya memperkenalkan bio logi bisa menjadi pelajaran yang menyenangkan. Berawal dari
keptihatinannya melihat siswasiswanya kesulitan menghapal kata-kata latin dan kesulitan siswa tersebut juga menjadi kendala bagi dirinya dalam mengajar. Ia akhirnya berinisiatif untuk mengajar bahasa latin tersebut menggunakan lagu. Dalam pelajaran biologi, salah satunya menyangkut gerak tumbuhan inilah hapalan kata latin yang paling sulit. Sementara dalam praktik pembelajarannya siswa harus dapat menghapal dengan tepat tiga gerak tumbuhan ini lengkap dengan contohnya. “Saya prihatin melihat siswa kesulitan sekali dalam menghapal dan itu menjadi kendala berarti bagi mereka untuk bisa memahami pelajaran bio logi. Karena itu saya berpikir, tampaknya lewat lagulah yang paling mudah dan cepat mereka menghapalnya,” ungkap Syarah yang telah mengajar lebih dari 20 tahun ini. Lewat lagu, terbukti bisa memperkuat ingatan siswa. Se hingga biasanya sebelum ulang an, Syarah mengajak siswanya menyanyi terlebih dahulu lagu ini. Ia membandingkan sebelum dan setelah ia mengajar dengan lagu, siswa sukses menjawab pertanyaan khususnya berkaitan dengan gerak tumbuhan ini dengan tepat. “Senangnya me ngoreksi ulangan siswa kalau
tepat menjawab bahasa dan kata latinnya yang biasanya lebih banyak salah,” ungkap guru yang aktif sebagai pengurus Kwarcab Pramuka Andalan Puteri Kabupaten Bima ini. Akhirnya lagu ini menjadi sangat familiar di sekolahnya dan juga dengan mudah dinyanyikan anak-anak dan keponakan-keponakannya yang kebanyakan masih duduk di bangku sekolah dasar. Siti Syarah termasuk guru yang aktif juga kreatif dengan tidak kurang dari 13 kali ia dipercaya menjadi instruktur, penatar, narasumber dan fasilitator di Kabupaten Bima. Selain mengenalkan belajar dengan lagu ia juga pernah melakukan penelitian dan tindakan kelas dengan membuat Media Audio-Visual Untuk Meningkatan Motivasi dan Hasil Belajar tentang Reproduksi Manusia. Ibu dari, Diah Alifa Ningtiyas (15), Dwi Atmi Khairaninggrum (13) dan Raras (8), yang kini menjadi instruktur nasional Kurikilum 2013 mata pelajaran IPA untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat ini, rajin mencoba hal-hal baru dalam menemukan metode pengajaran yang memudahkan siswa dalam memahami pelajaran biologi. Seperti halnya menghapal bahasa latin tentang gerak tumbuhan, ia juga pernah membuat media yang mewakili model jantung yang dibuat dari barang-barang bekas seperti botol dan selang infus, yang menggambarkan kerja jantung. Sehingga media yang memperlihatkan cara kerja jantung ini bisa dibuat dan dipelajari oleh siswa-siswa di kota maupun
Dra. Siti Syarah, M.Pd.
di desa. Inovasinya ini juga pernah diikutkan dalam lomba Inovasi Pembelajaran Guru SMP mewa kili Nusa Tenggara Barat bidang biologi tingkat nasional tahun 2009. “Waktu itu hanya masuk nominasi saja, tapi jadi pelajaran penting untuk mencari yang baru, ya....ketemu pembelajaran dengan lagu ini,” ujarnya tertawa mengenang ketika ia mendemonstrasikan media jatung buatannya di depan juri, sempat terjadi kebocoran ketika ia memompa jantung yang membuat darah buatan bocor menyebabkan ia gagal “mempertanggungjawabkan” inovasinya ini. Untuk inovasi lagunya ini, tidak kurang dari empat tahun, sejak 2007-2011, ia melakukan penelitian dan uji coba secara terus-menerus tentang efektifitas pembelajaran biologi dalam menghapal kata-kata latin ini dengan lagu di sekolah tempatnya mengajar. Dengan penelitian tindakan kelas ini efektifitas kecepatan daya hapal dan daya ingat siswa mencapai 80% dan dakam waktu yang cepat. “Dalam tiga kali pertemuan sembari mereka diberi tugas menghapal lagu gerak tumbuhan dengan
Alumni Customised Course For Indonesian Secondary Science Educators
kaya latin tersebut, rata-rata siswa telah menghapalnya,” kata Syarah. Awalnya, lagu ini hanya dibuat tak pakai musik dan tanpa notasi, tapi dinyanyikan begitu saja. Namun untuk lebih memudahkan dalam menghapal, dibantu suaminya, Hidayat Sulistyanto (50), yang juga seorang guru, mereka membuat notasi lagunya. Mereka mencari nadanya langsung merekam dengan cara yang sangat sederhana sampai menjadi lagu yang siap diperdengarkan dengan harapan siswa dapat menghapal dengan mudah. Hingga akhirnya di tahun 2011 ia membawa karya kreativitasnya dalam lomba Inovasi Pembelajar an Guru SMP mewakili Nusa Tenggara Barat bidang biologi dan berhasil keluar sebagai terbaik ke-4 tingkat nasional, saat lomba ini digelar tahun 2011 di Cisarua Bogor, Jawa Barat. Atas prestasinya tersebut, baru-baru ini, di tahun 2013 ia mendapat kesempatan meng ikuti overseas training di Southeast Asian Ministers of Education Organisation (SEAMEO) Regional Centre for Education in Science and Mathematics (RECSAM)SEAMEO-RECSAM (pelatihan guru bidang matematika dan IPA), Asia Tenggara yang di ikuti 12 negara di antaranya, Indonesia, Malaysia, Singapura, Banglades, Myanmar, Colombo, di Penang Malaysia. Semua ini dilakukan Syarah untuk efektivitas pembelajaran, membuat siswa lebih mudah mengerti dan memahami pelajar an dengan cara mengajar menggunakan media kontekstual bukan media konsep sesuai dengan kurikulum 2013. Syarah berusaha menciptakan suasana yang memberi pengalaman belajar yang melibatkan siswa secara langsung untuk melihat, mendengar dan melakukan, bukan sekadar mendengar konsep-konsep, khususnya dalam mata pelajaran biologi yang diajarkannya. Selanjutnya, Syarah masih bercita-cita untuk menyempurnakan media jantung buatannya yang dulu pernah gagal dalam lomba di tingkat nasional yang dige rakkan dengan bantuan mesin tanpa tekanan manual namun masih menggunakan barang bekas agar dapat diakses oleh siswa di kota maupun di desa sehingga dapat dengan jelas memperlihatkan anatomi, bagian-bagian, fungsi dan proses kerja jantung. -Naniek I. Taufan
Inspirasi
8 - 14 SEPTEMBER 2014
5
Ratna Somantri
Perlakukan Teh dengan Cara Istimewa Bicara teh, mungkin sebagian orang berpikir itu, itu biasa saja, tidak ada yang istimewa. Maklum, hampir kebanyakan orang Indonesia adalah peminum teh. Tapi anggapan itu, bisa jadi berubah, jika Anda berbincang dengan Ratna Somantri, seorang pecinta teh yang mendalami seluk-beluk teh. Darinya bukan hanya didapat berbagai informasi tentang teh tapi juga hal-hal yang tidak banyak diketahui umum.
M
isalnya saja hal paling sederhana, yang biasa kita lakukan sehari-hari yakni menyeduh teh. Tahukah Anda bahwa menyeduh teh, ternyata, tidak boleh menggunakan air terlalu panas seperti 90 atau 100°C karena akan merusak kandungan antioksidan yang dimiliki teh? Tahukah Anda bahwa daun teh yang telah diseduh air panas tidak boleh dibiarkan lebih dari dua menit? Tahukah Anda kalau teh yang bagus terasa manis alami bukannya pahit? Itu hanya contoh dari sekian banyak info terkait teh yang dibagikan Ratna kepada Tabloid Tokoh. Tapi sekarang, tutur wanita cantik berusia 35 tahun ini, sudah semakin banyak orang mengenal teh lebih jauh. Setidaknya, tutur Ratna, anggota Komunitas Pecinta Teh yang kini membernya sudah mencapai 600 orang lebih, telah banyak tahu tentang ‘dunia teh’, mulai dari cara menyeduh teh yang benar, aneka jenis teh hingga kondisi teh Indonesia dan pasar internasional. Ini tak heran, karena Komunitas Pecinta Teh yang didirikan pada 2007, memiliki agenda kopi darat setidaknya sebulan sekali. Saat kopi darat itulah segala informasi teh, termasuk mencicipi berbagai jenis teh. Pembicara di acara tersebut juga beragam, di antaranya para pengusaha teh, dan orang-orang yang memiliki pengetahuan tentang teh. Maka tak heran kalau para member ini memiliki pengetahuan lebih dibanding orang kebanyakan. “Jadi intinya, para member komunitas, khususnya yang senior bisa berbicara banyak tentang teh, termasuk mendemo menyeduh teh yang benar,” papar Ketua Bidang Promosi Dewan Teh Indonesia, ini. Ratna bertutur, meskipun suka teh sejak kecil karena itu adalah minuman favorit keluarganya, namun ketertarikannya mendalami teh tidaklah serta-merta. Itu ada prosesnya, kata Ratna. Dulu, ungkapnya, sama seperti yang lain, ia pun tidak tahu banyak
Ratna Somantri
tentang teh. “Waktu kecil saya hanya punya pengetahuan sedikit tentang teh, itu pun dari mama. Misalnya, bagaimana menyeduh teh yang benar, bagaimana suhu air panasnya, menyimpannya tidak bisa sembarangan, minum teh yang bagus tidak pakai gula, dll. Itu bukan pengetahuan yang spesial namun penting karena kita meminum teh setiap hari,” tuturnya. Barulah setelah sekolah di Sydney, Australia, dan diajak temannya bergabung dalam bisnis café, ia pun tertarik pada dunia teh. Pasalnya, di negeri kangguru itu, ia menemukan begitu banyak jenis teh. “Semakin saya mendalami, semakin tertarik. Dari mulai culture, history, manfaat, dan perkembangan teh di dunia. Saya merasa teh begitu luar biasa dan special. Begitu juga tentang sejarah teh Indonesia dan kenapa teh Indonesia kurang terdengar gaungnya di pasaran internasional. Padahal, secara komoditi, Indonesia berada di peringkat delapan dunia Negara pengekspor teh terbesar. Yang lebih menyedihkan lagi, tingkat kesejahteraan petani teh yang masih kurang baik, banyak perkebunan teh semakin menyusut di negri ini, berganti menjadi kebun sawit dan kebun sayur. Padahal teh Indonesia memiliki potensi besar dari segi perekonomian.
Asalkan, tentu saja, diperhatikan kualitasnya juga packaging (kemasan) sehingga memiliki nilai tambah. Kita harusnya punya brand teh level premium, sampai sekarang tidak ada,” paparnya bersemangat. Terkait dengan itu juga, tutur wanita kelahiran Cirebon 1978 ini, dirinya berencana untuk memproduksi teh Indonesia kelas premium untuk kalangan atas. Bersama dengan partner bisnisnya, seorang pengusaha batik terkenal, ia akan meluncurkan teh premium pada November 2014 mendatang. Nantinya selain membuka café teh, juga akan memasarkan aneka teh Indonesia berkualitas bagus. Kita akan membuat brand sendiri juga packagingnya dibuat mewah. “Memang koleksi tehnya belum banyak. Kita punya teh putih dari Jawa Barat. Asal tahu saja, teh putih ini harganya mahal sekali. Teh putih asal Cina harganya Rp13 juta per-kg. Nah kalau teh putih local kita jual dengan harga Rp 4-5 juta, kan, bisa memberi keuntungan pada petani. Di café atau restoran, harga satu poci kecil bisa mencapai Rp 95 ribu. Ternyata, orang Indonesia mau beli kok, karena rasanya memang enak. Teh putih berasal dari pucuk daun, proses pembuatannya tidak mudah. Itu sebabnya harganya mahal,jelasnya sembari menambahkan, saat ini, meski bisnis tehnya belum resmi diluncurkan, tapi sudah mulai menjaki pasar dengan membagikan sample teh putih. Banyak yang memuji, kata mereka teh ini enak sekali”. Menurut Ratna, dia terjun ke bisnis teh premium karena saat ini para pengusaha teh lainnya belum tergerak untuk menekuni secara serius pasar teh premium. “Para produsen kita sepertinya tidak mau susah-susah masuk ke pasar premium. Mereka lebih focus pada pasar middle low yang terus berkembang bahkan, mungkin, membuat mereka kewalahan karena permintaan naik terus,”katanya. Sebenarnya, lanjut Ratna, dulu pernah ada beberapa pengusaha
Ratna memeragakan cara menyeduh teh yang benar
yang mencoba tapi sekarang tidak terdengar lagi kiprahnya. “Yahh namanya juga orang bisnis, yang terpikir kan bagaimana making money. Jadi menggarap pasar yang sudah pasti saja. Apalagi pasar kelas premium ini, pesaingnya banyak yang berasal dari perusahaanperusahaan teh kelas dunia. Ironinya, justru perusahaan-perusahaan teh kelas dunia lah yang masuk dan memasarkan produknya di sini. Harganya mahal, tapi orang Indonesia tetap membeli. Itu kan artinya orang Indonesia mau membayar mahal asalkan mutu
atau kualitasnya bagus,” jelasnya alumni Teknik Industri Universitas Trisakti, Jakarta, ini. Dirinya berharap, sekalipun bisnis yang ditekuni bersama partnernya ini, nilainya tidak terlalu besar, namun bisa berjalan sesuai harapan. Jika bisnis ini berhasil, katanya, tentu pengusahapengusaha teh Indonesia lainnya akan tergerak ikut ‘bermain’ . “Jadi sebenarnya bisnis yang akan diluncurkan ini juga bertujuan untuk mendorong para pengusaha Indonesia untuk memasuki pasar teh kelas premium. -Diana Runtu
Sekilas Teh yang harus Anda Tahu APAKAH Anda termasuk orang yang kerap membiarkan teh celup terendam lama di dalam air panas saat menyeduh teh? Atau membiarkan daun teh lama terpapar air panas? Menurut Ratna Somantri, itu adalah cara yang salah dalam menyeduh teh. Untuk teh ukuran kecil seperti poci misalnya, yang terbaik didiamkan hanya 1-2 menit. Untuk teh hitam, sekitar 3-4 menit. Jangan lebih dari itu karena teh akan berubah menjadi pekat dan rasanya pun berubah. Asal tahu saja, kata Ratna, rasa teh sebenarnya adalah manis alami. Jika pekat dan terasa pahit, pasti ada yang salah dalam penyeduhan, juga kualitas tehnya. Hal lain yang juga tak kalah pentingnya, tutur Ratna lagi, adalah suhu air panas yang digunakan. Untuk teh hijau misalnya, suhu air panas yang terbaik adalah 70-80°C. Jika lebih dari itu, kandungan antioksidannya akan berkurang atau malah hilang. “Antioksidan akan hilang jika diseduh dengan air bersuhu lebih dari 80°C. Rasanya pun menjadi tidak enak karena terlalu pahit. Berbeda dengan teh hitam. Jenis teh ini justru kurang enak kalau diseduh dengan air yang suhunya 70-80°C. Teh hitam akan nikmat jika diseduh dengan air bersuhu 90°C ke atas. Namun meski terasa enak, tapi tetap saja, kandungan antioksidan akan rusak,” tuturnya. Nah, lanjut Ratna, jangankan orang awam, kafe-kafe juga hotel-hotel pun, tak semua stafnya mengerti tentang cara menyeduh teh yang baik. “Lihat ini, sambil menunjuk sepoci teh hijau yang dipesan, airnya bersuhu lebih dari 80°C dan kualitas tehnya pun kurang baik, daunnya pecah-pecah,” ujar Ratna sembari menduga air panas itu didapat dari mesin kopi yang suhunya memang sangat panas. “Teh memang harus mendapat perlakuan berbeda, lain dengan menyeduh kopi yang memang harus menggunakan air yang bersuhu panas sekali,” tambahnya. –Diana Runtu
Woman on Top
6
Ni Nyoman Rai Sudani
Libatkan Kelian Banjar Susun RAK Awalnya, ia seorang bidan. Kini tugas utamanya sebagai perbekel Sibang Kaja. Ia adalah Ni Nyoman Rai Sudani. Perempuan yang akrab disapa Bu Rai ini mengaku terpilih sebagai perbekel berkat suara para lansia. Seperti apa kiat perempuan kelahiran 28 Oktober 1960 ini dalam menjalankan tugasnya memimpin 7 banjar di Sibang Kaja?
D
itemui saat siaran interaktif di radio pemerintah ini, perempuan murah senyum ini bertutur ketertarikannya ikut dalam pemilihan perbekel. “Sebelum menjadi perbekel awalnya saya bidan di puskesmas Sibang Kaja,” tutur Paramedis Teladan II Provinsi Bali ini. Tahun 2008, ketika Rai Sudani masih sebagai bidan di Puskesmas Induk Sibang Kaja, ia membuat satu terobosan membentuk klub lansia di desa Sibang Kaja. Ia membuat perayaan ulangtahun bersama para lansia dan menggagas senam lansia. Acara tersebut, diiringi isak tangis haru para lansia. Sejak saat, itu klub lansia terus eksis. Tujuh banjar yang bernaung di Desa Sibang Kaja, rutin melakukan senam lansia tiap Minggu. Ia sangat terharu, karena programnya sangat didukung warga masyarakat. Tahun 2012 ia sempat ditarik ke Dinas Kesehatan Kabupaten
Badung. Dari sana, ia banyak belajar tentang alur administrasi birokrasi. Ternyata, ke depannya, pengalaman yang ia dapatkan saat bertugas di Dinas Kesehatan Kab. Badung sangat berguna ketika menjadi perbekel. Setahun kemudian ada pergantian perbekel, suaminya menawarkan Rai Sudani untuk ikut berkompetisi. “Saya juga banyak mendapat masukan dan saran dari warga agar saya ikut mencalonkan diri. Karena itu, saya mantapkan diri ikut. Modal saya hanya kepercayaan masyarakat bukan politik uang,” kata Bidan Inspirasional tahun 2011 versi Majalah Kartini ini. Dalam benaknya, ia memiliki harapan ingin melakukan suatu perubahan ke arah yang lebih baik di Desa Sibang Kaja. Apalagi banyak dukungan untuknya, terutama dari para lansia. Rata-rata para lansia berjumlah 100-an tiap banjar. Mereka ingin memiliki perbekel perempuan. “Dados perbekel mangda polih
ngayah ring desa,” motivasi para lansia kepada dirinya. Ia sangat bersyukur, kemenangannya murni karena kepercayaan masyarakat bukan politik uang. Karena ia ingin memimpin Desa Sibang Kaja ke depan dengan program yang transparan. Ta n g g a l 2 7 D e s e m ber 2013 ia resm i menjadi Perbekel Desa Sibang Kaja. Dalam mengelola manajamen, ia menuturkan, banyak belajar dari staf lama. Kiatnya, melihat cara kerja mereka. Dari sana, ia banyak belajar dan tahu. Ia selalu menekankan, sama-sama belajar untuk ke depan yang lebih baik. Ketika desa diberikan mengelola anggaran 4 miliar, ia libatkan semua kelian banjar untuk ikut dalam pembuatan rencana anggaran kegiatan (RAK). Ia ingin mereka juga tahu proses pengelolaan anggaran. Awalnya, mereka menolak. Namun, berkat komunikasi yang baik dan kekeluargaan, semua komponen siap bersama-sama turut melibatkan diri dalam penyusunan RAK. Untuk mematangkan rencana kegiatan, dia sering melakukan rapat bersama tokoh masyarakat. “Biasanya, rapat rutin dilakukan tiap Kamis dengan para kelian. Mereka diminta untuk menyampaikan rencana kegiatan
yang akan dilakukan termasuk apa saja yang sudah dilakukan,” tuturnya. Syukur kata dia, uang sudah masuk rekening desa. Kini, tantangannya adalah proses pelaksaanan kegiatan termasuk evaluasi. Juara II Tokoh Perempuan Bali 2012 ini mengatakan, kegiatan yang sedang menjadi prioritas, pengelolaan sampah dan tempat pembuangan sampah terpadu, termasuk
8 - 14 September 2014
8 - 14 September 2014
pembelian truk sampah, tapal batas desa, dan jogging track di lapangan. Memang ia mengakui, sebagai pemimpin dan sebagai manusia biasa, pasti pernah punya masalah. Namun, Rai biasanya curhat kepada suami di rumah. Apa saja masalah yang ia hadapi. Sabar adalah kunci utamanya dan menerima apa adanya. Ada satu harapannya ke depan, ia ingin meningkatkan peran perempuan. Ada satu program yang sedang digagasnya, mewajibkan PKK tiap banjar menari Sekar Jepun dan membuat paduan suara. Mereka akan melakukan parade seni 28 Oktober mendatang. Awalnya, program ini ditolak para laki-laki karena menambah pekerjaan para istri mereka. Namun, perlawanan para suami terbantahkan, karena para ibu PKK sangat mengapresiasi program tersebut. Dengan program ini mereka bisa mengekspreasikan jiwa seni mereka. “Sekarang semua sibuk berlatih untuk pentas 28 Oktober nanti. Saya juga berikan dukungan dana masing-masing Rp 2 juta,” ujarnya. Di sela-sela kesibukannya sebagai perbekel, ia tetap menjalankan tugasnya sebagai bidan mandiri. Ia dibantu dua orang di rumahnya saat ia sibuk menjalankan tugas sebagai perbekel. –Wirati Astiti
Sudut Pandang
19
Optimalisasi Pelayanan Primer Gencarkan Promotif dan Preventif Hari itu, Yessica, sedang kontrol bersama putrinya yang baru berusia dua bulan ke Puskesmas IV Denpasar Selatan. Ia menggunakan kartu Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Ketika ditanya bagaimana pelayanan kesehatan dengan pengunaan kartu tersebut, Yessica langsung menjawab dengan semangat. “Kartu ini semacam asuransi kesehatan. Menurut saya bagus. Bagi yang tidak bekerja, bisa mengurus sendiri. Prosesnya juga cepat dan mudah. Walaupun tak memiliki KTP Bali, saya mengurus kartu BPJS dengan KTP dan Kartu Keluarga dari Jawa,” kata Yessica.
P
erempuan yang tinggal di Sesetan Denpasar ini mengatakan, penggunaan kartu BPJS Kesehatan juga sangat mudah di puskesmas. Ia mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan apa yang ia bayar. Saat ia melahirkan putri sulungnya, ia sempat dirujuk ke RS Wangaya karena ada sesua tu masalah dalam persalinannya. Akhirnya, ia melahirkan dengan operasi caesar. Menurut Yessica, proses rujukannya dari puskesmas ke RS Wangaya juga tidak sulit. Sementara, Ni Made Sutini, pasien penyakit hipertensi dan asma ini menuturkan, untuk penyakit kronis, ia bisa mendapatkan pelayanan rujukan balik. Artinya, kalau sebelumnya, ia harus ke RS Wangaya untuk kontrol tiap bulan, kini petugas puskesmas sudah boleh memberikan resep, sehingga ia bisa langsung ke apotek. “Pelayanan rujukan balik ini sangat mempermudah pasien penyakit kronis,” kata perempuan yang berprofesi sebagai PNS ini. Menurut Kepala Puskesmas IV Denpasar Selatan (Densel), dr. Ayu Witriasih, dokter di pelayanan primer sangat berperan sebagai gate keeper yang akan menentukan apakah pasien bisa ditangani di tingkat primer atau harus dirujuk. Karena itu, dibutuhkan dokter layanan primer yang andal, yang
mampu menerapkan pendekat an kedokteran keluarga secara utuh. “Kalau di puskesmas, hanya didukung dokter umum. Untuk kompetensi dokter umum yang ada di Bali belum semua dokter keluarga (DK). Padahal, di luar Bali hampir semua dokter umum sudah dilantik menjadi DK. Di Bali baru ada 5 orang DK. Saya salah satunya. Pada pendidikan dokter keluarga, ada penambahan beberapa ilmu yang sangat penting yang sering diperlukan dalam mengoptimalkan pelayanan primer. Pengetahuan tersebut meliputi 4 bidang yakni penyakit dalam, kebidanan, anak, dan bedah. Mungkin ke depannya perlu ada pendidikan dokter layanan primer selama dua tahun dengan gelarnya Sp.FM (spesialis Family Medicine atau dokter keluarga) bagi para dokter umum,” kata perempuan yang sudah memimpin Puskesmas IV Densel ini menjadi puskesmas berprestasi tingkat nasional ini. Menurut dr. Ayu Witriasih, dokter di pelayanan primer swasta harus paham konsep pembayaran secara kapitasi, sehingga mereka mampu menekan kunjungan, dan meningkatkan promotif dan preventif. Artinya, semakin sedikit keluarga yang sakit semakin baik. Sisa kapitasi nanti dapat dibagi dua yakni dipakai untuk promosi preventif dan sebagian lagi untuk
kesejahteraan dokter. Yang terjadi saat ini adalah dana dikelola oleh yang mempunyai klinik dan dokternya dibayar secara fee for service oleh pemilik klinik. “Kalau sampai ini terjadi maka tujuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia tidak akan tercapai tapi akan menguntungkan segelintir orang. Karena dokter tidak bisa memporsikan dana yang diterima untuk preventif dan kuratif. Mereka hanya menerima uang sesuai jasa dan sesuai jumlah yang diperiksa,” kata dr Ayu. Menurutnya, dana JKN jangan ditafsirkan keuntungan semata tanpa melakukan suatu usaha promotif-preventif, harus jelas pengelolaannya antara dokter dengan pemilik fasilitas sehingga tujuan JKN tercapai. DOKTER KELUARGA SAHABAT MASYARAKAT Pembayaran fee for service de ngan kapitasi sangatlah berbeda. Jika dokter dibayar oleh pemilik klinik untuk jumlah kunjungan maka dokter akan mengharapkan sebanyakbanyaknya kunjungan “kuratif”. Hal ini diluar konsep JKN. Padahal, sistem kapitasi yang dilakukan BPJS mengharapkan dokter proaktif menekan angka kunjungan dengan memberikan lebih banyak edukasi melalui penyuluhan dan konseling untuk merubah gaya hidup sehinga
dr. Ayu Witriasih
Ni Made Sutini
pasien yang sakit menjadi sehat, masyarakat yang sehat tetap sehat. “Kalau dokter yang sudah menjadi dokter keluarga tentu sudah paham prinsip ini. Dokter di pelayanan primer harus menganggap setiap kontak dengan pasiennya sebagai suatu kesempatan untuk menyelenggarakan pelayanan pencegahan penyakit atau pendidikan kesehat an,” tegasnya. Dalam penelitian Magister-nya pada beberapa dokter keluarga di kota Denpasar, malah dokter keluarganya tidak tahu keseluruhan keluarga yang dibina. Mereka hanya tahu jumlahnya saja, begitu pula masyarakat tidak tahu dan tidak kenal dengan dokter keluarganya hanya tahu nama dokter bahkan tidak tahu alamat praktiknya. Hal ini, seharusnya tidak boleh terjadi karena komunikasi masyarakat de ngan dokter keluarganya harus terjadi justru sebelum mereka men dapat masalah kesehatan. “Saran saya pada kedua pihak atau BPJS
yang memfasilitasi pertemuan dokter keluarga dengan masyarakat yang dibina. Artinya masyarakat harus kenal siapa dokter keluarga nya atau dokter keluarga diberikan nama dan alamat lengkap dari masyarakat yang dibina sehingga mereka mengenal satu sama lain, karena dokter keluarga adalah sahabat masyarakat,” sarannya. Menurut dr. Ayu, untuk meng optimalkan pelayanan primer, yang harus disiapkan sekarang adalah SDM/petugas kesehatan yang mampu melakukan layanan promotif dan preventif. “Konsep pelayanan primer adalah peningkatan mutu pelayanan yang menekankan pada prinsip pencegahan sehingga dapat menurunkan biaya perawat an dan pengobatan. Pelaksanaan sistem ini membutuhkan dokter layanan primer yang andal, yang mampu menerapkan pendekatan kedokteran keluarga secara utuh,” katanya. -Wirati Astiti
Upaya Menjaga Kesehatan sebelum Sakit Kabar gembira ini diperolehnya dari seorang teman. Tanpa banyak berpikir lagi ia pun segera mendaftarkan diri dan seluruh anggota keluarganya menjadi anggota Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). “Saya tertarik karena mendapatkan informasi dari seorang teman yang bisa dipercaya. Program BPJS ini disebut sangat baik memberi pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Jadi kenapa tidak, kami gunakan untuk upaya prefentif,” papar Surya Dharma Wijaya (49) didampingi Dewi Suarjani, istrinya. Sebagai kepala keluarga, Surya mesti bertanggung jawab terhadap kesehatan keluarganya. Selama beberapa tahun ini, katanya ia sudah mengikuti program kesehatan di sebuah perusahaan asuransi. Namun, ia merasa cukup berat untuk pembayaran setiap bulannya. Ternyata ketika ia mencoba mengurus kepesertaan BPJS , ia tidak merasakan kesulitan. Meski program ini baru, ternyata prosesnya tidak ribet. Disamping itu ia mengaku mendapatkan informasi jika suatu saat pembayaran tertunda, misalnya sampai 3 bulan, keanggotaan tidak akan hangus, dengan catatan setelah mampu segera diselesaikan pembayarannya disertai dendanya. Konsep BPJS tentulah menarik karena semua orang akan mendapatkan tanggungan. Namun, kata Surya di masyarakat masih banyak orang belum mengetahui tata cara pembuatan kartu BPJS, bagaimana pendaftarannya, apa saja berkas yang disiapkan, cara pembayaran hingga cara pengunaannya. Menurutnya petugas dari BPJS lebih gencar, sebab masyarakat tidak semua proaktif bisa dan mau melihat dan bisa langsung bertanya pada petugas atau malah melakukan pendaftaran peserta BPJS melalui online. Proses yang cepat dan bisa langsung dicetak. Tidak perlu antri dan tidak memerlukan waktu yang panjang. “Sesungguhnya jika mau menyadari, kehadiran BPJS bagi masyarakat seperti kami ini, secara tidak langsung mengingatkan juga betapa pentingnya menjaga kesehatan, menjalankan gaya hidup sehat,” kata Surya. Yang menarik masyarakat bisa memilih perawatan sesuai dengan kemampuan.
Surya dan Dewi yang memiliki dua anak ini memilih untuk dirawat di kelas I jika sakit. Ia pun wajib membayar Rp 59.500 , untuk setiap orang per bulan. Sebenarnya masih ada pilihan lainnya , yang dapat dipilih sesuai dengan kemampuan apakah ingin layanan kelas II, dengan iuran Rp 42.500 per bulan, serta kelas III Rp 25.500 per bulan. “Saya juga bahagia saudara yang kurang mampu juga masih bisa membayar iurannya. Kami yakin bagi banyak orang ini masuk pengiritan,” katanya. Surya rupanya sangat menyadari perlunya usaha preventif dalam urusan kesehatan, sebab jauh lebih murah dibandingkan dengan mengobati yang disediakan BPJS sekalipun. Kalau sakit tentu ia tidak bisa bekerja, yang berarti pula pendapatan.berkurang. Yang menjadi daya tarik lainnya adalah pembayarannya bisa dilakukan melalui ATM , ini memudahkan mereka, sebab waktunya bisa lebih hemat. Tinggal menyimpan bukti transfer yang ada. Surya pun dengan lancar menyampaikan bagaimana ketika ia melakukan pendaftaran. Pertama, tiap calon peserta melakukan pendaftaran ke BPJS Kesehatan dengan mengisi formulir daftar isian peserta dan menunjukkan kartu identitas. Kedua, pihak BPJS bakal memberikan informasi tentang virtual account calon peserta. “Virtual account ini berlaku untuk masing-masing individu calon peserta. Kemudian yang ketiga sebagai calon peserta bisa melakukan pembayaran ke bank dengan virtual account yang sudah diberikan BPJS Kesehatan. Selanjutnya peserta melakukan konfirmasi pembayaran iuran pertama ke BPJS Kesehatan. Terakhir, BPJS Kesehatan memberikan kartu BPJS Kesehatan kepada kami sebagai peserta,” tuturnya. Surya juga mengatakan kalau pembayaran iuran BPJS dilakukan paling lambat tanggal 10 setiap bulan, dan apabila ada keterlambatan dikenakan denda administratif sebesar 2 persen dari total iuran yang tertunggak paling banyak untuk waktu 3 (tiga) bulan. Namun Surya juga mengingatkan, kalau program BPJS ini akan berhasil , jika orang-orang terkait tak berhenti mengomunikasikan langsung dengan masyarakat sehingga menjadi sebuah langkah pelayanan yang mulia untuk kesehatan paripurna bagi masyarakat. –Sri Ardhini
Kreasi
18
8 - 14 September 2014
WHDI Bali dan WHDI Kota Denpasar
Gelar Pelatihan Merangkai Bunga Lokal
Tiga peserta berbakat bersama pengurus WHDI, instruktur merangkai bunga dan Ayu Dewi dari Dinas Pertanian Denpasar
U
ntuk itu pula WHDI Provinsi Bali dan WHDI Kota Denpasar menggandeng Dinas Pertanian Kota Denpasar menyelenggarakan “Pelatihan Merangkai Bunga Lokal” untuk anggota dan pengurus WHDI pada Jumat (29/8), di Jl. Padma Gang Harum,Penatih, Denpasar. Ketua WHDI Bali, Ny. Bintang Puspayoga mengatakan, selama ini kemungkinan masyarakat melihat kegiatan WHDI lebih banyak di bidang keagamaan seperti ngayah. Sesungguhnya, programnya juga fokus dengan pemberdayaan perempuan Hindu, baik bidang organisasi, penguatan ekonomi, budaya dan pendidikan. Salah satu langkah penguatan ekonomi yang dipilih kali ini adalah kegiatan berlatih keterampilan merangkai bunga. Ini juga bagian dari upaya menambah wawasan, keterampilan, dan nilai tambah bagi pengurus dan anggota WHDI, Ia menyampaikan kepada peserta pelatihan agar mereka yang sudah memperoleh pelatihan selanjutnya dapat menyosialisasikannya kembali di lingkungannya. Sebab, jika hobi merangkai bunga ini ditekuni dengan baik dan serius, dapat mendatangkan penghasilan dan menambah pemasukan keluarga. Artinya, jika pandai melihat celah, tentunya sangat
bisa menjadi lahan usaha yang bagus. Apalagi saat ini, dikatakannya sangat banyak hajatan yang digelar selalu menampilkan seni merangkai bunga sebagai hiasan. Begitu pula di kala hari besar dan hari raya atau acara merayakan tahun baru, biasanya para perangkai bunga sibuk menerima pesanan. Kabid Pembinaan dan Pemasaran Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ketut Ayu Dewi Aggreni Cahyani menambahkan, selain meningkatkan wawasan dan keterampilan, pelatihan merangkai bunga ini juga bertujuan untuk mengangkat hasil pertanian lokal, khususnya bunga. Bahkan, ia berharap ke depannya jika mungkin kita semua bersama-sama mampu bukan hanya membangkitkan pasar bunga lokal tapi juga buah lokal. Selain itu kata Ayu Dewi, ter wujudnya rangkaian bunga yang menarik sudah dipastikan akan membuat suasana ruangan menjadi semakin terlihat menarik dan indah. Selain memberikan keindahan, rangkaian bunga juga akan terkesan memberikan sentuhan berbeda dan hasil karya yang dibuat sendiri bisa memberikan kepuasan batin. RANGKAIAN NUANSA KEBUN Dalam pelatihan tersebut terlihat antusiasme para peserta. Mer e
Life
Story
Susu Terakhir untuk Al Sebuah foto dengan momen sangat meng harukan, beredar luas di dunia maya dan menjadi perbincangan, khususnya di lingkungan Polri. Inspektur Jenderal Polisi Drs. Mochamad Iriawan, Kapolda Jawa Barat, tengah memangku dan memberi susu botol pada seorang bayi bernama Muhammad Zaidan Al Farizi yang kala itu berusia 3,5 bulan, putra dari Briptu Nurul Affandi, anggota Polsek Kelapa Nunggal, Bogor, Jawa Barat, yang tewas ditembak pelaku curanmor.
Seiring perkembangan zaman, rangkaian floraflori pun sangat dinamis. Bahkan, seni merangkai bunga tersebut tidak pernah berhenti, terus ditemukan teknik merangkai bunga yang baru. Mulai dari teknik yang paling sederhana sampai ke teknik yang membutuhkan imajinasi.
Salah satu kreasi dengan bahan yang dipetik dari halaman rumah
8 - 14 September 2014
ka nampak menikmati dan dengan perasaan senang merangkai bunga yang telah disiapkan untuk berlatih. Putu Leli Rahayu, salah seorang peserta mengatakan ini pengalaman menarik baginya. Selain mengenal teori dasar merangkai bunga, juga tahu dan semakin terinspirasi untuk bisa memanfaatkan tanaman yang ada di sekitarnya. Bukan hanya itu, ia juga ingin lebih banyak lagi menanam bunga-bunga lokal di rumahnya. Begitu pula instruktur floris yang hari itu memberikan ilmunya, Didon Kajeng ditemanin rekannya Fransiska Hera dan Ayu Rara, dengan semangat pula tangan-tangan cekatan dan terampil mereka secara bertahap menunjukkan bagaimana cara merangkai bunga segar yang benar agar diperoleh hasil rangkaian yang bagus, menarik, natural, dan tentunya dapat tahan lebih lama. Didon mengatakan, sebelum memulai alangkah baiknya jika kita mengenal sifat-sifat bunga. Bunga juga mempunyai bentuk yang berbeda setiap jenisnya dengan warna yang berbeda pula. Ada ribuan jenis bunga yang tersebar di dunia ini. “Namun, bunga yang digunakan untuk pelatihan kali ini sengaja dipilih bunga-bunga lokal yang mudah diperoleh di sekitar kita, bunga yang ada dihalaman kita sendiri,” ujarnya. Selama ini, ucap Didon, bunga impor cukup merajalela. Padahal
Ketua WHDI Bali dan Kota Denpasar diantara hasil rangkaian bunga peserta
jika dirangkai bunga lokal tidak kalah keindahannya. Maka, ia pun juga mengajak peserta pelatihan untuk bangga dengan bunga-bunga lokal yang kita miliki. Beberapa bunga yang disiapkan kala itu di antaranya jempiring, gumitir, krisan, mawar, ekor tupai, daun andong, bunga pecah seribu, daun cemara, dan janur. Didon pun memaparkan langkahlangkah yang sederhana dan mudah dikerjakan. Meski merangkai bunga tidak ada aturan baku atau ketat dalam mendapatkan hasil yang indah, namun menurutnya kita perlu memahami teknik dasar untuk me-
Dikatakannya, daun dengan bentuknya yang unik dan eksotik juga bisa mempercantik tampilan rangkaian bunga. Selain itu, daun pun men jadikan rangkaian lebih bernilai dan alami. Sebagai aksen juga dapat digunakan janur dengan bentuk paku pipit atau bentuk lainnya. Batang dan daun dapat digunakan untuk memenuhi vas sebab efek penuh pada rangkaian akan membuatnya lebih menarik. Selain dua bentuk standar yang diajarkannya, Didon juga memberikan model lainnya yang tengah tren, family aranggement, yaitu dalam sebuah rangkain, ada benang merah
M
ochamad Iriawan yang terpukul atas kejadian tragis yang menimpa anggota nya itu, makin terenyuh ketika melihat bayi mungil itu sudah ditinggal ayahnya. Bolak-balik Kapolda Jawa Barat ini keluar masuk ruangan jenazah di rumah duka, menahan haru manakala melihat istri dan bayi anggotanya itu. Ia pun menguatkan hati Lita, istri dari Nurul agar tabah menghadapi cobaan tersebut. Berlinangan air mata, Lita melepas kepergian suami tercinta, Brigadir Anumerta Nurul Affandi, anggota Polsek Kelapa Nunggal, Bogor Jawa Barat. Tak sedikit pun firasat itu dapat dibacanya, sejak seminggu sebelum kepergian tragis suaminya yang ditembak pelaku curanmor yang kala itu hendak mencuri motornya di sebuah warung, usai ia melaksanakan salat Jumat tanggal 10 Januari 2014. Kini, setelah beberapa bulan berlalu, ia masih kerap meneteskan air mata kesedihannya tatkala memandang foto mendiang suaminya itu yang
masih terpajang di dinding rumah mereka dengan pakaian dinas kepolisian. Pedih hati ditinggal laki-laki yang amat menyayanginya itu dengan cara mengenaskan, membuat ia tak mampu membendung air matanya tiap kali menceritakan kebaikan dan perhatian Nurul bahkan sejak mereka berpacaran. Inilah kisah yang di ceritakan Lita setelah beberapa bulan kepergian suaminya itu dalam sebuah wawancara yang sangat mengharukan. Menggendong si buah hati Muhammad Zaidan Al Farizi yang lahir 23 September 2013, Lita tersenyum dan berusaha sekuat tenaga untuk siap menerima kenyataan bahwa kini Nurul sudah tidak bersamanya lagi. Ia ingat persis, seminggu sebelum penembakan yang merenggut nyawa Nurul, ia sempat mencatat beberapa hal yang akhirnya ia tahu bahwa itu tanda-tanda kematian yang hanya menjadi rahasia Allah SWT.
Sebagian peserta tengah asyik merangkai bunga
nancapkan bunga. Untuk peserta yang sebagian besar masih tergolong pemula , Didon memberikan contoh dua model susunan tancap yang paling sederhana yakni susunan tancap radial dan pararel. Susunan tancap radial, adalah susunan yang berpusat pada satu titik. Titik ini diandaikan terletak di bawah busa atau foam. Dicontohkannya dengan sebuah rangkaian bulat memakai bunga gumitir, krisan dan daun paku. “Pada rangkaian model ini, semakin banyak bunga akan semakin bagus,” kata Didon. Berikutnya adalah susunan tancap pararel. Masing-masing tangkai bunga seolah-olah tumbuh secara pararel. Di sini keuntungannya bisa menggunakan jenis bunga lebih beragam. “Rangkain bunga yang kami buat kali ini menggunakan daun palma, ekor tupai, krisan standar dan daun andong hijau. Untuk rangkaian pararel, semakin ringan jenis suatu bunga, dapat dipasang semakin tinggi,” kata Didon.
nya yang menyatukannya. “Cara merangkai bunga yang baik adalah duduk. Tujuannya agar semua sisi rangkaian dengan mudah terlihat,” cetusnya memberikan tips. Selanjutnya untuk tempat bunga atau vas, disarankannya pula dapat memanfaatkan benda-benda bekas yang ada di rumah, seperti kaleng biskuit atau yang lainnya. Sebab, membuat rangkaian bunga yang indah, dengan bahan yang murah pun bisa. Yang diperlukan adalah daya kreativitas dalam menata dan mengharmonisasikan rangkaian bunganya. Di akhir acara, sambil memilih tiga peserta berbakat, kembali ditekankan oleh Didon, dalam proses merangkai bunga intinya tergantung dari kreasi dalam menata susunan bunga itu sendiri. Namun, untuk menghasilkan suatu rangkaian bunga yang sempurna tetap diperlukan sebuah tehnik dasar agar menghasilkan komposisi keindahan warna yang lebih cantik. – Sri Ardhini
Muhammad Zaidan Al Farizi, anak Lita dan Nurul, tengah dipangku dan diberi susu oleh Kapolda Jawa Barat
bahkan ia tidak pulang seharian. Saat tiba di rumah, belum lagi ia duduk dan minum melainkan ia langsung menenteng kain lap dan siap mengepel. Oleh Lita ia diminta istirahat saja, masih ada waktu besok untuk bersih-bersih. Namun, ia tetap melanjutkan mengepelnya. Ia hanya istirahat sebentar saat adzan magrib berkumandang dan ia melaksanakan salat magrib. “Setelah itu Mas langsung melanjutkan lagi mengepel dan menyapu rumah,” Lita. Hari itu ia pulang membawa dua kaleng susu untuk bayi mereka. Lita sempat bertanya kenapa ia membeli dua kaleng susu padahal biasanya beli susu satu kaleng, setelah habis baru beli lagi. “Ya gak apaapa, mana tahu minggu depan saya tidak bisa belikan susu lagi untuk Al (panggilan kepada anaknya),” kata Nurul dikisahkan Lita dengan suara tersendatsendat. “Selama seminggu, Mas (sapaannya pada Nurul), membeli bungabunga dan mengaturnya di halaman serta teras rumah, juga rajin mengepel rumah,” ungkap Lita tersedak. Ia diam beberapa saat lalu mencoba tersenyum. Hampir tiap hari selama seminggu itu, Nurul ditemani adik iparnya membeli dan menata bungabunga di rumah baru yang baru sekitar 3 bulan mereka tempati itu. Saat itu Lita berpikir bahwa menata rumah itu adalah hal yang biasa bagi orang yang baru tinggal di rumah baru. Hanya saja ia sempat heran, dalam kesibukan Nurul yang biasanya jarang pulang ke rumah, ia lebih banyak beristirahat atau bercanda dengan ia dan anaknya jika ada waktu pulang ke rumah. Meski ia tahu, Nurul adalah pribadi yang rajin dan sangat peduli pada keluarga dan rumah tempat mereka tinggal, Lita memang sedikit merasa suaminya itu kelewat rajin. Ia bahkan sempat meminta agar suaminya itu istirahat saja, tidak usah terlalu capek di rumah karena sewaktu-waktu, siang, malam bahkan dinihari ia bisa mendapat panggilan tugas. Tapi Nurul selalu menjawab bahwa ia ingin me lihat rumahnya rapi dan bersih. Tanda-tanda lain yang tidak di pahami Lita saat itu adalah, hari Kamis sore, sehari sebelum kejadian, Nurul pulang lebih cepat dari biasanya sekitar menjelang pukul enam sore dan setelah itu tidak keluar lagi. Biasanya menurut Lita, jika dan ia pulang sore, maka malam ia akan keluar lagi karena mendapat panggilan tugas. Atau,
BAJU HADIAH ULTAH Semalaman Nurul tidak keluar lagi, melainkan duduk di gazebo menerima tamu kawan-kawannya yang datang berkunjung hingga malam. Subuh di hari Jumat, seperti biasa Nurul bersiap untuk beraktivitas dan berangkat ke kantor. “Selesai salat subuh, Mas memeluk Al, menciuminya bertubitubi, mengganggu seperti tidak ingin meninggalkannya,” kata Lita. Itu hal yang tidak biasa ia lakukan. Jika ia lihat anaknya tengah tertidur, ia malah selalu berhati-hati agar jangan sampai mengganggu tidurnya. Tapi subuh itu berbeda. Lita sampai menegurnya untuk tidak mengganggu si kecil yang sedang terlelap itu agar tidak rewel. Ia hanya berkata pada Lita, “Jaga Al, ya..” Usai mandi Nurul pun bersiap ganti pakaian. “Biasanya pakaian apa saja yang saya siapkan selalu dipakainya, namun pagi itu ia berganti baju sampai tiga kali,” ungkap Lita. Nurul yang sehari-hari berpakaian preman suka mengenakan kaos atau hem biasa. Hari itu, Lita menyiapkan kaos warna kuning, namun dilepasnya dan mengganti dengan baju lain warna biru. Lita sempat juga bertanya mengapa bajunya diganti. Nurul menjawab, ia terlihat tidak pantas dan terlihat jelek memakai baju-baju tersebut. “Akhirnya yang terakhir ia memakai baju warna abu-abu, baju hadiah ulang tahunnya yang ke–28, hadiah dari saya,” kata Lita menangis. Waktu ia berangkat ke kantor, ia
7
sempat mencium kening Lita agak lama dan itu juga tidak biasa ia lakukan sehingga dalam hati Lita sempat berkata, tumben sekali ia begitu. Langkah terakhirnya dari rumah itu, ia kembali berujar, “Jaga Al ya…”. Lita melepas belahan jiwanya itu seperti biasanya, tanpa mampu membaca tanda-tanda, tanpa menyadari betapa banyak firasat yang harusnya ia rasakan. Itulah ter akhir kalinya Lita melihat suami yang sangat dicintainya itu dalam hembusan napasnya yang penuh cinta. Lelaki yang di matanya adalah suami yang sangat bertanggung jawab, berprilaku baik dan sangat sayang dengan keluarga. Seorang polisi, yang ia rasakan seluruh pengabdiannya diberikan untuk bangsa dan negara itu. Yang segala kerelaan dan keihklasan bertugas ia berikan untuk menerima takdir apa pun yang kelak ia terima sekali pun nyawa taruhannya. “Mas selalu bilang jika pun suatu waktu saya mati di tangan penjahat, itu kan takdir,” kata Lita yang memahami benar risiko suaminya dalam tugas-tugas lapangan. Sebagai seorang anggota Reskrim yang bertugas dalam tim buru sergap (Buser), risiko itu telah dipahaminya. Ia selalu berserah diri pada takdir-Nya. Takdir itu pun menjemputnya dengan cara yang sangat tragis. Ia ditembak oleh seorang pelaku curanmor yang hendak mencuri sepeda motornya yang di parkir di sebuah warung tempat ia makan. Usai salat Jumat, sekitar pukul 13.45 Wib, Nurul melepas lelah dan makan siang di warung yang terletak di jalan raya Narogong, Kecamatan Klapa Nunggal, Kabupaten Bogor. Tiba-tiba pemilik warung melihat dan memberitahukan Nurul bahwa ada orang yang mencurigakan hendak mencuri motor yang diparkir di depan warung nasi tersebut. Naluri polisi Nurul pun terpanggil sehingga ia kemudian warung dan sempat menegur pelaku dengan ucapan “Ngapain kamu?”. Si pelaku menjawab “Gak ada apa-apa, Pak”. Beberapa saat kemudian Nurul kembali masuk dan kemudian pelaku masuk ke warung itu melalui pintu samping warung dan langsung menembak Nurul dari dalam warung tersebut pada jarak kurang lebih 10 meter dari Nurul. Tembakan itu mengenai kepala bagian belakang persis di bawah telinga sebelah kanan sehingga Nurul pun meninggal dunia seketika di tempat kejadian perkara, tanpa sempat ditolong. Saat itu, jenazah Nurul dibawa ke Rumah Sakit Kramat Jati Jakarta, kemudian malam harinya dipulangkan ke rumah duka. Esoknya, diiringi isak tangis Lita dan keluarganya dan penghormatan terakhir dari Kapolda Jawa Barat beserta seluruh jajaran Polda Jawa Barat, jenazah Nurul pun dimakamkan di Taman Makam Penghormatan Cikeas Bogor dengan kenaikan pangkat menjadi Brigadir Anumerta. -Naniek I. Taufan
8
Bunda & Ananda
8 - 14 SEPTEMBER 2014
Waspadai Pubertas Dini
Saat jam istirahat, empat siswa SD duduk dekat kantin. Mereka makan snack sambil ngobrol. “Ke kemarin nonton film porno ya. Aku sempat nonton, tapi jorok kali,” ujar seorang anak. Anak yang lain hanya tersenyum. “Coba kalau ndak keburu dijemput, pasti nonton sampai selesai,” imbuh temannya yang lain.
S
alah satu penyebab mudahnya anak-anak menonton tayangan dewasa adalah ponsel atau tablet. Mereka bisa meng unduh dari internet atau mentransfer video dari gadget milik temannya. Di sisi lain, seorang ibu yang punya putri umur 3,5 tahun menuturkan putrinya senang sekali memegang-megang kelaminnya. Putrinya juga suka sekali memeluk guling dan bonek-bonekanya sambil ditekan-tekankan ke kelaminnya. “Saat saya tanya, dia jujur kalau dirinya merasakan geli dan rasa menyenangkan,” ujar ibu ini. Perkembangan fase seksual anak memang mengalami perubah an. “Sesuai dengan perkembangan psikoseksualnya, ada fase falik atau fase di mana si anak merasakan sensasi seksual di kelaminnya. Kalau ditelusuri lagi ada tahapan fase-fase sensasi seksual yang berbeda di tahapan perkembangannya. Usia baru lahir sampai dua tahun, sensasi seksualnya di mulut, sehingga disebut fase oral. Sekitar usia 2-3 tahun sensasi seksualnya di dubur, sehingga disebut fase anal. Lalu sekitar usia 3-5 atau 3-6 tahun sensasi seksualnya di kelamin, yang di sebut fase falik tadi, sering kali tanpa disadari dan dipahami dengan baik. Lalu sekitar usia 6-11 tahun adalah fase laten dimana si anak tidak fokus dengan sensasi seksual tetapi lebih banyak waktu hidupnya untuk tumbuh kembang fisik dan kognitif (masa belajar di sekolah). Usia 12 tahun ke atas sudah masuk fase genital, yaitu memasuki perkenalan dan tahapan kehidupan seksual sesungguhnya yang ditandai dengan adanya tanda-tanda pubertas, dan sensasi seksual sudah dinikmati di organ-organ seksnya secara sadar,” jelas dr. Oka Negara, FIAS. Bagaimana cara menjelaskan hal ini pada si kecil? Sebenarnya cukup dengan dibiarkan saja, selama tidak mengganggu lingkungan sekitar. Seringkali malah bukan hanya memegang dan menggesek-gesekkan kelaminnya secara sembunyi, tetapi bisa juga, ada beberapa kasus, si anak sering telanjang dan memegang-megang kelaminnya di depan orang lain, misalnya di hadapan tamu saat ada yang berkunjung ke rumah atau saat ibunya arisan bareng temanteman ibunya. Kejadian ini kadang membuat malu atau si ibu menjadi tidak nyaman. Kalau kejadiannya seperti ini tinggal ajak ke dalam
kamar dan alihkan perhatian, mi salnya dengan mengajak bermain yang lain atau diberikan permainan yang lebih menarik dan disukainya. Anak jangan dimarahi karena nanti terekam dalam memorinya sebagai sebuah kejadian yang baginya memegang kelamin atau beraktivitas seksual itu adalah sebuah hal terlarang. Ini akan berpotensi akan persepsi buruk seksual di masa depannya. Karena kebiasaan ini akan hilang seiring waktu dengan beralih ke fase laten. Jadi akan berhenti sekitar usia 5 tahun biasanya. Orangtua juga harus mema hami tentang tahapan perkembangan seksual anak, karena se sungguhnya hal ini wajar dan nanti juga akan menghilang berjalan usia. Sekarang tinggal bagaimana menyikapi ekses dari kejadian yang dilakukan si anak “Dalam memberikan pendidika n seks awal di rumah, ciptakan suasana bahwa kebersamaan orangtua, baik ayah dan ibu adalah sebagai sumber informasi seksual yang sama. Tetapi memang akhirnya nanti akan terseleksi, yang sebaiknya lebih berperan adalah yang memang paling punya kualitas waktu terbaik yang paling sering bersama si anak. Misalnya ibunya. Tetapi bukan berarti si ayah lalu tidak melakukan apa-apa atau tidak berperan dalam komunikasi seksual bersama anaknya, hal ini tetap harus dilakukan. Pendidikan seks pada anak tentu saja disesuaikan dengan usianya. Di usia bermain, ajarkan anak untuk memahami dirinya dengan menye nangkan dan berkomunikasi sambil bermain. Ajarkan anak dengan menggunakan alat bantu permainan yang disukainya, serta libatkan anak untuk mengenali organ tubuhnya dengan baik sambil melakukan aktivitas sehari-hari. Mi salnya memberitahukan tentang nama dan fungsi kelaminnya sambil menga jarkan mandi sendiri saat dimandikan di kamar mandi.
dr. Oka Negara
Ini akan baik buat si anak dan melekat memorinya akan hal baik dan berguna seputar keadaan seksualitasnya.” ujar Sekretaris Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar ini. BATASI PAPARAN PORNOGRAFI Pada orang dewasa yang sudah aktif secara seksual jika sering menonton film porno, bahkan jika menjadi rutinitas, akan dapat membuat seseorang merasa tidak tertarik dengan hubungan seksual yang nyata. Dorongan dan ekspektasi seks seseorang yang sering menonton film porno
cenderung menjadi lebih tinggi dari orang biasanya. Ini karena menonton tayangan pornografi membuat stimulasi dopamin, suatu neurotransmitter yang mengaktifkan pusat kesenangan di otak, akan terjadi secara terus-menerus. Otak dapat kehilangan kemampuannya untuk merespons level normal dopamin dan seorang yang sering menonton tayangan pornografi sering kali perlu peng alaman yang bersifat lebih ekstrem dan rangsangan seksual yang lebih kuat untuk bisa membuatnya terangsang. “Jika menonton pornografi sudah dilakukan pada anak-anak, jika itu termemori sebagai sebuah rangsangan yang menyenangkan, maka otak akan merespons dan merekamnya sebagai sebuah hal yang menyenangkan dan cenderung untuk dicari lagi dan lagi. Jika ini tidak dikendalikan maka paparan berulang tayangan pornografi yang berulang juga menjadi salah satu penyebab terjadinya pubertas dini atau precock puberty. Anak menjadi puber lebih awal, mulai dari tanda fisik muncul
lebih dulu hingga perubahan psikis dan perilakunya. Kasuskasus hubungan seksual di usia lebih muda se ring dihubungkan juga dengan kebiasaan dan paparan pornografi yang di alami anak,” jelas dr. Oka. Pornografi sering kali tidak cuma sengaja diakses tetapi bisa tanpa disadari si anak terlihat begitu saja di lingkungannya, misalnya media-media yang ada hingga misalnya karena faktor kemiskinan bisa jadi orangtua dan anak tinggal sekamar sejak kecil dan tanpa disadari anak secara berulang sering melihat orangtuanya berhubungan seksual. Jadi tentu saja mengedukasi dan membatasi paparan pornografi pada anak-anak haruslah bisa dilakukan dengan bijak. –Ngurah Budi
8 - 14 SEPTEMBER 2014
17
Samas Bali
Kampanye Bike to School Usul Car Free Nite Sekretariat Bersama Sepeda (Samas) Bali sukses mengelar rangkaian HUT ke-5. Puncak acara pada Minggu (31/8) dimeriahkan dengan “Samas Hi-5! City Ride”. Ribuan penggemar sepeda menikmati Minggu pagi dengan mengayuh sepeda keliling kota Denpasar.
“R
angkaian acara sudah kami mulai minggu pertama Agustus. Kami menggunakan hari Jumat, Sabtu, dan Minggu untuk aktivitas bersepeda,” ung kap Made Gede Sugiartha yang akrab disapa Dek Otel. Ia adalah Sie Kegiatan Samas Bali. Tiap Jumat malam mereka mengadakan night riding yang dimulai pukul 19.00. Peserta memulai kegiatan bersepeda di malam hari ini di lapangan Bajra Sandhi, Renon. Rutenya di seputaran kota Denpasar. Patung Catur Muka yang kini dihiasi air mancur warnawarni menjadi salah satu lokasi pemotretan para pesepeda malam. Hari Sabtu minggu I Agustus dimanfaatkan untuk kampanye Bike to School (B2S) ke SMPN 1 Bangli, Sabtu berikutnya di ming gu II hingga minggu V diadakan sepeda cross country (XC) ke Ubud dan Sayan. “Hari Minggu, acara mereka tak kalah seru. Minggu I Samas menggelar Gowes XC ke Luwus, minggu II ke Tanah Lot, minggu III Kirab Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Bali, minggu IV fun bike di Renon, dan minggu V Samas City Ride,” papar Dek Otel yang juga aktif di Satak CC, klub sepeda Kayumas Kaja. Kesuksesan kegiatan Samas ini tak lepas dari dukungan peme rintah, masyarakat, serta penggemar sepeda yang ada di Bali. “Perjalanan masih panjang. Kami masih punya banyak harapan untuk langkah Samas ke depan. Beberapa di antaranya, UU no 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dilaksanakan
dengan baik oleh pemerintah daerah dan kota, makin banyak anak-anak SMP yang bersepeda ke sekolah sebagai bagian dari program B2S, serta pemerintah membuat lajur sepeda menuju sekolah-sekolah,” ujar Endra Datta, Ketua Samas Bali. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Pangdam IX/Udayana beserta jajaran yang turut mendukung kegiatan bersepeda ini serta Wali Kota bersama Peme rintah Kota Denpasar yang banyak mendukung kegiatan Samas. PEDULI LINGKUNGAN Samas merupakan “payung” bagi komunitas atau klub-klub sepeda di Bali. Samas terbentuk 15 Agustus 2009 dan aktif
Rangkaian acara Samas Festival
sepeda adalah program peng hijauan tanaman langka untuk upacara adat. Tahun 2013, mere ka menanam bibit tanaman langka seperti daun mesui dan pohon majegau, di 40 pura di Kabupaten Bangli.
Peserta night riding berfoto di Patung Catur Muka
melakukan kampanye bersepeda dan menggaungkan isu lingkungan. “Kami lahir dan dibentuk atas semangat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” imbuh Endra. Kegiatan Samas selain ber-
Kampanye Bike to School
E n d r a y a n g j u g a Ke t u a Pengembangan Wilayah Indonesia Timur untuk Bike to Work Indonesia menuturkan Samas dicetuskan Dewa Merthakota yang kemudian menjabat sebagai Ketua Umum Samas di Denpasar. Hingga tahun ketiga, Samas Denpasar telah berhasil mendorong terbentuknya forum komunikasi Samas di hampir seluruh Kabupaten di Bali. Seiring berjalannya waktu, Samas Denpasar bersama dengan Samas seluruh Bali yang telah terbentuk, sepakat membentuk Samas Bali dengan kepengurusan ex-officio Samas Denpasar. Kata Samas ini sendiri dipilih dari budaya masyarakat Bali dalam membentuk kekuatan komunitas sosial-budaya masyarakat Bali yang dimulai dari “penyasuran” (urat kata: sasur = 35 yang kemudian membentuk bebanjaran) menyatukan diri menjadi “penyatu-
san” (satus = 100), “penyatakan” (satak = 200), “penyamasan” (empat ratus = 400). Kegiatan bersepeda atau fun bike merupakan agenda rutin mereka yang mereka lakukan. “Kegiatan ini kini bisa dilakukan dengan siapa saja, karena hampir tak ada batas antarklub,” tandasnya. Sepeda memiliki filosofi mendalam yakni bisa dimaknai senyum an penuh damai. Dengan bersepeda orang bisa bertegur sapa, menumbuhkan rasa sikap rendah hati dan sebagai moda transportasi yang sangat relevan untuk kondisi global warming saat ini. Ia pun menuturkan kegiatan bersepada bangkit lagi sejak tahun 2006 dan menjadi trend sampai tahun 2011. Trend ini kemudian perlahan menurun tetapi sejak 2013 bangkit lagi. “Harapan kami masyarakat tetap memiliki budaya bersepeda,” kata Endra seraya mengatakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau car free day (CFD) dan lajur sepeda pertama di Bali sebagai bentuk sinergi untuk meningkatkan budaya bersepeda. Untuk program B2S, Samas ingin lebih menggiatkan penggunaan sepeda bagi siswa-siswi SMP dan SMA sebagai moda transpor-
Endra Datta
tasi alternatif ke sekolah. Program edukasi siswa mengenai pentingnya bersepeda ini dilakukan melalui kunjungan ke sekolah-sekolah yang telah berjalan sejak tahun 2012 dengan menggelar pemutaran film Bike to School Bali, yang mendapat sambutan yang luar biasa dari siswa maupun sekolah. “Kami juga mengusulkan ke Pemkot Denpasar agar sebulan sekali ada car free nite di sekitar patung Catur Muka. Acara nya bisa diisi dengan musik dan hiburan kesenian. Tujuannya untuk menghidupkan taksu kota budaya dan tetap pada jalur penanaman pemahaman peduli lingkungan,” ujar Endra. –Ngurah Budi
Suasana pelepasan Samas Hi-5! City Ride
Edukasi
16
8 - 14 September 2014
Pengembangan Soft Skills dan Hard Skills Berkualitas
Fikom Universitas Dwijendra Makin Diminati Dunia pekerjaan adalah jenjang lanjut an dari bangku perkuliahan yang tak ayal membutuhkan banyak koneksi, baik antar sesama pekerja dan hubung an kerja den gan pihak luar. Kondisi ini, mendorong perusahaan-perusahaan untuk mencari sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya berk ompetensi di bidang keilmuannya, melainkan turut menguasai kemampuan berkomunikasi dan interpersonal skills.
B
erdasarkan hasil survei yang dilaku kan oleh National Association of Colleges and Employers (NACE) terhadap 450 pemimpin peru sahaan di Amerika, terdapat dua puluh nilai yang harus dikuasai lulusan universitas dalam mela mar pekerjaan, dengan urutan pertama didominasi oleh ke mampuan berkomunikasi, diikuti oleh integritas yang tinggi pada urutan kedua, dan indeks prestasi kumulatif (IPK) pada urutan ke tujuh belas. Pernyataan ini berbeda dengan kenyataan yang ada di lapangan, lulusan universitas cenderung lebih pintar dalam bidang ilmunya tanpa memerhatikan kualitas softskills-nya. Demikian pernyataan Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Dwijendra (Undwi) Drs. I Wayan Kotani artha, S.H., M.H., yang sejak 12 juli 2014 dilantik sebagai Dekan Fikom Universitas Dwijendra periode 2014- 2019. Dalam kepemimpinan periode ke depan,Wayan Kotaniartha di dampingi oleh Drs. Anak Agung Gede Bagus, M.Si. sebagai Pem bantu Dekan Bidang Akademik, dan Anak Agung Gede Putra Dalem, S.E., M.Si. sebagai Pem bantu Dekan Bidang Administrasi dan Kemahasiswaan. Kotaniartha menegaskan bah wa Fikom Undwi terus mengikuti dinamika tuntutan dunia kerja, sehingga outputnya semakin dil irik oleh dunia usaha. Kompetensi
Praktik siaran radio
bidang ilmu komunikasi se makin dibutuhkan di tengah kompetisi ekonomi global. Di samping hard skills, kata nya pengembangan soft skills sangat menjadi penekanan penting saat ini di Fikom Undwi. Diantaranya: Pertama; M engasah Kemampuan Public Speaking. Kemampuan mahasiswa da lam hal public speaking, dioptimal kan melalui berbagai mata ku liah dan juga melalui kegiatan pelatihan untuk memperdalam
kebutuhannya ke depan. Jadi, public speaking merupa kan sebuah skill yang sangat perlu diasah atau dipelajari oleh sia papun, kapanpun dan dimanapun. Baik itu oleh pelajar, mahasiswa, pengusaha, artis, pejabat, karya
Melalui radio komunitas pendidikan Dwijendra para mahasiswa dapat meng aktualisasikan diri guna mempertajam kemampuan komunikasinya. Keberadaan radio komunitas(Rakom) sangat besar artinya sebagai media penunjang pembelaja ran dan mengomunikasikan berbagai aktivitas seputaran kampus. Radio Komunitas yang diawali oleh para ma hasiswa dan alumni ini sudah memililiki izin penyeleng garaan penyiaran. Perolehan izin tidaklah mudah, karena memerlukan berbagai per syaratan yang cukup berat. Karena itu, Radio Komuni tas Dwijendra adalah satusatunya Rakom pendidikan di Bali yang memiliki izin Penyelenggaraan Penyiaran dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kedua;Pengembangan Kemampuan Literasi Media. Mahasiswa Fikom dilatih untuk cerdas bermedia dengan pengem bangan kemampuan mencermati,
Penyuluhan literasi media untuk pelajar
kompetensinya sebagai seorang public relations officer. Rata-rata profesi dunia modern sekarang ini memerlukan kemampuan berbicara dihadapan orang ba nyak. Baik untuk dunia marketing, pendidikan, pariwisata, pimpinan perusahaan, termasuk dibidang politik akan semakin dirasakan
wan, pengajar politisi dan lain-lain. Karena itu hal ini menjadi prioritas dalam pembelajaran di Fikom agar setiap ide yang ingin diso sialisasikan dapat tersampaikan dengan baik. Salah satu media pe nunjang untuk pengembanganan skill tersebut telah tersedia labo ratorium Radio.
memantau konten media massa yang merugikan hak publik un tuk mendapatkan informasi dan siaran berkualitas. Media massa , terutama media televisi dan on line terlalu banyak kontennya yang tidak edukatif. Di antaranya sarat dengan unsur kekerasan, tidak melindungi hak anak-anak,
Pelatihan pengambilan gambar
mengandung pornografi, katakata kasar, berita yang tidak proporsional dan masih banyak lagi yang tidak sesuai dengan pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran. Hasil-hasil kajian mahasiswa kemudian secara permanen dapat dijadikan karya tulis akhir berupa skripsi. Sebagian dari mahasiswa yang telah terlatih dapat menjadi partner dosen dalam melaksana kan penyuluhan literasi media bagi masyarakat. Selama ini Fikom Undwi telah sering melakukan kegiatan penyuluhan literasi me dia terutama menyasar kalangan pelajar. Ketiga; Memperkuat Jaringan dan Kerjasama. Guna meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam mengaplikasi kan teori-teori yang diperoleh, maka Fikom Undwi telah menjalin kerjasama melaui MoU dengan berbagai pihak seperti dengan LPP RRI Denpasar. LPP TVRI Denpasar, Dinas Kebudayaan Prov. Bali, Komisi Penyiaran In donesia (KPI) Daerah Bali, Kantor Berita Antara dan beberapa me dia massa cetak lainnya. Setiap ta hun terus dilakukan penambahan mitra kerjasama dengan berbagai institusi yang relevan. Keempat; Mengacu Standar dan Tertib Akademik Dalam penyelenggaraan bi dang pendidikan dan pengajaran mahasiswa mendapatkan kualitas pembelajaran yang baik karena prosesnya telah mengacu pada standar dan tertib akademik sesuai ketentuan yang berlaku. Demikian pula didukung oleh para dosen tetap yang memadai dan praktisi yang berpengalaman di bidangnya masing-masing. Ru ang kuliah yang sangat nyaman dan representatif, dilengkapi pula sarana pembelajaran yang memadai seperti laboratorium radio, komputer, bahasa, dan lab. editing. Berkat pengembangan ke mampuan soft skills yang inten sif, Fikom Undwi telah mampu mengantarkan para alumninya direkrut di berbagai instansi pemerintah dan swasta. Para ma hasiswa melalui kegiatan kemaha siswaan juga berhasil menoreh kan berbagai prestasi yang cukup membanggakan seperti, Juara II lomba Film Dokumenter Budaya Bali dari Pemprov. Bali, Juara III Nasional Lomba Produksi Acara Televisi TVRI, Festival Juara hara pan II Tingkat Nasional Lomba Film Kearifan Budaya Lokal dari Kementerian Pariwisata. Pernah juga meraih mahasiswa berprestasi Juara III tingkat Kop ertis Wiilayah VIII, menjadi salah satu utusan Bali dalam lomba wirausaha muda mandiri di ting kat nasional, dan Juara pertama Putri Bali tahun 2014 sehingga berhak mewakili Bali ke tingkat nasional. -ard
8 - 14 September 2014
9
PKKMB IKIP PGRI Bali
Bangun Karakter Guru dengan Pembiasaan Saat ini telah terjadi degradasi moral anak bangsa. Banyak terjadi penyimpangan yang dikarenakan kurangnya pemahaman pendidikan karakter. Hal ini disampaikan Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M. Hum. kepada 626 mahasiswa baru yang mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru PKKMB IKIP PGRI Bali di kampus setempat.
R
ektor yang sejak mulai kepemimpinannya tahun 2010 telah mengusung “pendidikan karakter” ini berkesempatan mengisi ceramah pertama pada hari pertama PKKMB dengan materi “Pembangunan Karakter Berdasarkan Nilai Humanisme”. Untuk mencairkan suasana, ia meminta empat maba menceritakan apa yang dilakukan setelah bangun tidur. Jawaban mereka bermacam-macam, yang tak jarang me munculkan gelak tawa maba lain. Dari keempat jawaban maba terse but, Made Suarta menyimpulkan, satu hal yang tak boleh terlupakan adalah minum air putih dan berdoa. Air putih dikatakannya untuk memperlancar pencernaan yang bermuara pada kese hatan jasmani. Sementara doa, adalah untuk kesehatan rohani. Made Suarta sengaja mengajak maba untuk mereview apa yang dilakukan mulai dari bangun tidur hingga beraktivitas lanjut. “Dari proses pembiasaan inilah yang akan membentuk karakter kita. Jadi, jangan pernah membatalkan pikiran positif.
Ketika berpikir untuk berdoa, berdoalah. Ini bagian dari pendidikan karakter,” ucapnya. Dalam perkuliahan nanti, lanjutnya, para dosen akan membina mahasiswa sehingga mereka memiliki ciri khas un tuk menjadi calon guru yang digugu dan ditiru. Pada prinsipnya, tujuan pendidik an adalah meningkatkan kesejahteraan. Karena, hanya dengan pendidikan, kita bisa pintar. Pintar dekat dengan kaya,
bodoh dekat dengan miskin. Ketua Panitia, Drs. IGB Ardana Adnya, M.Si. mengatakan PKKMB IKIP PGRI Bali 2014 yang mengambil tema “Kita Tingkatkan Budaya dan Atmosfer Akademik untuk Mewujudkan Guru Profesional” ini bertujuan memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru agar dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus, khususnya kegiatan pembelajaran dan kemahasiswaan.
Berbagai materi ceramah disuguhkan kepada maba, salah satunya tentang pendidikan karakter
BKKBN Dukung Gerakan KB PRIMA Mandiri
Penyuluhan kader posyandu oleh tim PKBRS Prima Medika
Perwakilan BKKBN Provinsi Bali sebagai in stansi pemerintah yang bertanggung jawab dalam pelayanan KB terus mendorong keterlibatan pihak swasta dalam peningkatan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi di Bali. Hal ini direalisasi kan dalam program Pelayanan Keluarga Berencana Rumah Sakit (PKBRS). Rumah Sakit Prima Medika Denpasar merupakan rumah sakit yang berhasil da lam pelayanan ini. RS Prima Medika telah berperan aktif untuk meningkatkan pencapaian peserta dan kualitas pelayanan melalui “Gerakan KB PRIMA Mandiri”. PRIMA merupakan singkatan dari profe sional, ramah, inovatif, motivasi, dan aman. Tim PKBRS Prima Medika dibentuk sejak 5 Februari 2009. Kini tim PKBRS Prima Medika diketuai dr. H.M. Ilyas Angsar, Sp.O.G.(K). Tim ini bertanggung jawab dalam penyelenggaraan program KB di RS Prima Medika antara lain perencanaan program, pelayanan konseling, dan pelayanan medis KB. “Kami juga bekerja sama dengan Perwakilan BKKBN Bali untuk pelayanan tubektomi bagi pasien kurang mampu di RS Prima Medika. Kami juga menyediakan sarana dan prasa rana pelatihan tubektomi untuk wilayah Bali dan nasional,” ujar dr. Ilyas. Fasilitas pelayanan KB dan kesehatan reproduk si yang ada di RS Prima Medika berupa Poliklinik KB, Pojok KB dan ASI, dan Klinik Bayi Tabung. RS Prima Medika juga menyasar masyarakat sekitar rumah sakit dengan membina Posyandu Bumisari, Sanglah. “Kami bekerja sama dengan Puskesmas untuk melakukan kegiatan posyandu tiap tanggal 15. Ada layanan konseling, edukasi, dan informasi. Bagi masyarakat yang memerlukan pelayanan KB dapat dirujuk ke Poliklinik KB RS Prima Medika
atau Puskesmas setempat,” imbuh dr. Putu Dian Ekawati, M.P.H., sekretaris tim PKBRS. Selama tahun 2013, rumah sakit ini mencatat 1463 pasien yang melakukan persalinan, 324 men galami keguguran sehingga jumlah totalnya 1787 pasien. Pelayanan KB pascapersalinan tercatat 108 dan semuanya memilih MOW sedangkan pelayanan KB pasien yang keguguran ada 29 dan memilih penggunaan IUD (24) serta MOW (5). Dilihat dari persentase pemakaian alat kontrasepsi, pasien pasca persalinan 7,38% sedangkan pasien pasca keguguran 8,95%. Tim PKBR juga mendata dis tribusi pelayanan KB menurut metode kontrasepsi selama tahun 2013, IUD (22%), MOW (33,34%), suntik (30,86%), implant (0,85%), pil (1,14%), dan kondom (11,71%). Tahun 2014, hingga bulan Juli RS Prima Medika sudah melayani 144 akseptor KB baru, IUD 32 pasien (22,22%), MOW 67 pasien (46,52%), im plant 1 pasien (0,69%), suntik 35 pasien (5,83%) dan pil 9 pasien (1,5%). “Banyak hal yang harus kami benahi dan evaluasi. Namun, kami juga terus melakukan inovasi agar gerakan KB ini mencapai hasil cakupan yang ideal. Kepada pemerintah agar selalu memberikan dukungan, pembinaan, dan kerja sama yang baik agar program, dapat berjalan berkesinambungan dan mencapai hasil yang maksimal sesuai target,” ujar dr. Dian yang juga Direktur Pelayanan Medik RS Prima Medika. BKKBN memberi respons positif atas kinerja RS Prima Medika dalam mendukung program KB. Hal ini dibuktikan dengan adanya piagam peng hargaan dari BKKBN untuk RS Prima Medika atas partisipasinya dalam pelakansaan program KB di Klinik Kesehatan Reproduksi, KP Spesialistik, dan Bayi Tabung. Penghargaan ini diberikan 3 April 2013 oleh Plt. Kepala BKKBN Dr. Sudibyo Alimoeso, M.A. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Ida Bagus Wirama, S.H., M.Kes. mengatakan kerja sama dengan semua pihak akan terus dilakukan untuk mendukung kesuksesan program KB di Bali. “Kami berharap seluruh rumah sakit swasta di Bali bisa meniru program RS Prima Medika yang sudah banyak mendapatkan peserta KB baru MKJP dan Kontap,” ujarnya. –wah
Penyematan tanda peserta dan pelepasan balon menandai dibukanya PKKMB IKIP PGRI Bali 2014
Profesional ini ditegaskan Rektor Made Suarta penekanannya pada disiplin dan ilmu. Kurikulum IKIP PGRI Bali pun kini sudah mengarah ke KKNI yang mengedepankan character building dan entrepreneurship. “Jadi, ke depan, lulusan kami tak hanya sebagai guru tetapi juga sebagai wirausaha, ada penguasaan ilmu dan skill yang sekaligus untuk menyam but MEA,” ujarnya. Karena itu, ia berharap agar PKKMB bisa dilaksanakan dengan sungguh-sung guh. Selain itu, PKKMB ini merupakan bagian dari budaya akademik, dan mela lui budaya akademik kita akan mampu meningkatkan daya saing bangsa. Banyak maba yang secara psikologis belum siap melaksanakan proses pembelajaran pendidikan tinggi. Karena itu, kesiapan mahasiswa dalam memasuki kehidupan kampus sangat penting. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap kesuksesan yang bersangkutan dalam menempuh studinya. Materi-materi ceramah yang diberi kan dalam PKKMB ini dikatakan Ardana Adnya yang juga Pembantu Rektor III ini, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kekinian di masyarakat, seperti
Kantibmas, Penyalahgunaan Obat-obat Terlarang/Narkoba. Ceramah juga diisi oleh Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M. Pd. yang mengenalkan Sejarah dan Perkembangan IKIP PGRI Bali; Kegiatan Akademik di PT oleh PR I, Drs Pande Wayan Bawa, M. Si.; Organisasi dan Kegiatan Kemahasiswaan di IKIP PGRI Bali oleh PR III Ardana Adnya; Layanan Mahasiswa diisi oleh PR II, Drs. I Dewa Putu Juwana, M. Pd.; dan hal-hal teknis terkait proses belajar-mengajar, serta hak dan kewajiban mahasiswa selama mengikuti pendidikan di fakultas/pro gram studi. Selain itu, PKKMB yang berlangsung selama empat hari tersebut diisi juga dengan kegiatan kerja bakti di seputar Kelurahan Tonja. PKKMB dibuka Rektor Made Suarta, bersama Pembina Yayasan Drs. Dewa Putu Tengah dan Sekretaris Yayasan Ngurah Oka, S.H., Kamis (4/9), ditandai dengan penyematan tanda peserta dan pelepasan balon. Diawali dengan persem bahyangan bersama di Pura Widya Aksara IKIP PGRI Bali, dan ditutup Minggu (7/9) di Wantilan Pura Agung Gunung Rawung, Desa Taro, Gianyar. –ten
Gusti Ayu Sunarsih
Bisa Membujuk karena Jadi Contoh Kepala BKKBN RI Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D, Sp.GK sedang wawancara langsung dengan Gusti Ayu Sunarsih
Menjadi kader pos pelayanan terpadu (po syandu) sungguh mulia. Mereka tak mendapat gaji untuk pekerjaannya itu. Hanya ada insentif yang dibayar per tahun dan nominalnya kecil. Namun, bagi Gusti Ayu Sunarsih, salah satu kader di po syandu paripurna Banjar Kaja, Kelurahan Pedun gan, Denpasar Selatan, uang bukan yang utama. Ia pun menuturkan suka-dukanya menjadi kader. “Saya mulai jadi kader posyandu tahun 2007. Waktu itu di kelurahan dibentuk posyandu paripur na. Saya pun ikut bergabung. Tugas kami melakukan penimbangan warga lanjut usia (lansia), mengajak mereka senam, dan kegiatan lainnya,” ujar istri Nyoman Sucipta dan ibu dari Putu Chintia Lestari Anggarini dan Made Yogi Darma Nugraha.ini. Dari hanya bertugas sebagai kader posyandu paripurna, Bu Ayu kadang ikut membantu keg iatan penyuluhan di wilayahnya. Dibalik suka itu, kadang ada duka dan tantangan yang harus hadapi. Misalnya, ketika ada lansia yang tak mau datang ke banjar karena malu. Ia harus merajuk mereka untuk datang. “Kalau ndak mau datang ke banjar, saya bawakan gong untuk jemput”, itu yang ia sampaikan kepada lansia. Kesuksesan membujuk para lansia ternyata membuat Bu Ayu diberi tugas tambahan untuk membujuk para akseptor KB yang ada di wilayah binaan Puskesmas Denpasar Selatan IV ini. “Awalnya saya hanya mendata akseptor KB. Lama-lama saya tanya, pakai KB apa? Ada yang
pakai IUD, ada yang pakai pil, suntik bahkan kontrasepsi mantap (kontap). Kebanyakan ibu-ibu yang pakai alat kontrasepsinya. Saya lalu menyarankan mereka yang mau pilih alat kontrasepsi untuk berkonsultasi dengan bidan. Saya bujuk mereka ke bidan agar mendapat penjelasan yang tepat,” ungkap mantan karyawati hotel ini. Ia pun mengingatkan pasangan usia subur (PUS) untuk menghindari “Empat Terlalu” dalam urusan keluarga berencana (KB), terlalu tua, terlalu muda, terlalu sering, dan terlalu dekat. Selain itu diingatkan untuk merencanakan kelahiran dengan baik serta selalu ingat slogan KB, dua anak cukup. “Saya bisa memberitahu yang lain dan men jadi contoh karena saya sudah mengalami. Anak saya dua, saya pakai alat kontrasepsi. Semua itu bertujuan untuk membuat keluarga yang bahagia dan sejahtera,” tegasnya seraya menuturkan ratarata keluarga di Banjar Kaja memiliki dua anak. Sepak terjang Bu Ayu sebagai kader ini diakui Kepala Puskesmas Densel IV dr. Made Ayu Witri asih, M.Kes. “Kader-kader yang ada di wilayah Puskesmas Densel IV sangat mendukung program Puskesmas. Mereka aktif dan komunikatif. Kader itu setelah mendapat pelatihan, apa yang didapat itu bisa bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Sinergi dengan kader inilah yang terus kami lakukan. Kami ingin kader kami pintar. Jika ada seminar, kader kami ikutkan agar pengetahuan mereka bertambah,” ujarnya. Ia juga salut dengan kiprah Bu Ayu dalam men dukung program KB di wilayah tersebut. “Bu Ayu bisa membujuk orang yang belum menggunakan alat kontrasepsi menjadi menggunakan alat kon trasepsi, dari orang yang sudah memakai alat kon trasepsi menjadi memilih alat kontrasepsi jangka panjang, seperti IUD,” tegas dr. Ayu. –wah
Bugar
10
8 - 14 SEPTEMBER 2014
Anemia pada Kehamilan Pada kehamilan dapat terjadi anemia yang fisi ologis atau normal, hal ini terjadi karena terdapat peningkatan volume plasma darah sehingga terjadi pengenceran darah. Apa penyebab anemia pada kehamilan? Pada saat kehamilan terjadi peningkatan keperluan nutrisi untuk tubuh dan bayi untuk berkembang. Pe nyebab anemia tersering adalah defisiensi zat–zat nu trisi. Namun, penyebab mendasar anemia nutrisional meliputi asupan nutrisi yang tidak cukup, absorpsi yang tidak cukup, bertambahnya zat gizi yang hilang dan kebutuhan yang berlebihan. Sekitar 75% anemia pada kehamilan disebab kan oleh defisiensi zat besi. Anemia ini akibat kekurangan besi karena si ibu kurang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, atau karena terjadi gangguan penyerapan, gangguan penggunaan akibat terlalu banyak zat besi yang keluar dari tubuh seperti perdarahan atau berkeringat. Anemia jenis ini yang paling dijumpai dalam kehamilan. Khusus nya pada trimester ketiga kehamilan, kebutuhan zat besi juga makin meningkat. jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, maka akan mudah terjadi anemia yang disebabkan oleh kurangnya zat besi. Penyebab tersering kedua adalah anemia megaloblastik yang disebabkan oleh defisiensi asam folat dan vitamin B12. Apa saja gejala anemia pada kehamilan? Gejala anemia pada kehamilan yaitu ibu mengeluh cepat lelah, sering pusing, mata berkunang–kunang, nafsu makan turun, konsentrasi hilang, mual muntah lebih hebat pada saat hamil muda.
dr. A.A.G. Adi Parathama, Sp.OG Anemia adalah kondisi dimana kadar haemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari 12 gr %, sedangkan pada kehamilan adalah dimana kondisi ibu dengan kadar haemoglobin dibawah 11 gr%.
Apa pengaruh anemia pada kehamilan? Bagi janin, anemia berat yang diderita ibu hamil dapat menyebabkan IUGR (intra uterine growth retardation/gangguan pertumbuhan janin), abortus, dan berat badan lahir rendah (BBLR). Hal ini disebabkan karena anemia selama kehamilan akan menyebabkan berkurangnya transpor oksigen ke dalam janin yang sedang berkembang sehingga akan menimbulkan efek yang merugikan pada pertumbuhan janin. Selama kehamilan, anemia berat (Hb <7 g/dL) dapat menyebabkan perubahan sirkulasi yang ber
hubungan dengan peningkatan risiko gagal jantung. Selama persalinan, wanita dengan anemia berat kurang mampu menoleransi kehilangan darah, me skipun hanya dalam jumlah moderat, sehingga me miliki risiko lebih tinggi untuk menerima transfusi darah selama persalinan. Anemia selama persalinan juga menyebabkan lemahnya kontraksi uterus, te naga mengejan lemah, dan perdarahan post partum (perdarahan setelah melahirkan) akibat atonia uteri (kontraksi uterus yang lemah). Padahal, perdarahan adalah penyebab terbanyak kematian maternal di Indonesia. Apa cara untuk menghindari anemia pada kehamilan? Meningkatkan konsumsi makanan bergizi. Perhati kan komposisi hidangan setiap kali makan dan makan makanan yang banyak mengandung besi dari bahan makanan hewani (daging, ikan, ayam, hati, telur) dan bahan makanan nabati (sayuran berwarna hijau tua, kacang-kacangan, tempe). Perlu juga makan sayursayuran dan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C (daun katuk, daun singkong, bayam, jambu, tomat, jeruk dan nanas) sangat bermanfaat untuk meningkatkan penyerapan zat besi dalam usus. Ma kanan yang berasal dari nabati meskipun kaya akan zat besi, namun hanya sedikit yang bisa diserap de ngan baik oleh usus. Menambah pemasukan zat besi ke dalam tubuh dengan minum tablet tambah darah (tablet besi/tablet tambah darah). Pola makan adalah pola konsumsi makan seharihari yang sesuai dengan kebutuhan gizi setiap indi vidu untuk hidup sehat dan produktif. Untuk dapat mencapai keseimbangan gizi maka setiap orang harus mengonsumsi minimal 1 jenis bahan makanan dari tiap golongan bahan makanan yaitu karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayuran, buah dan susu. Wanita hamil cenderung terkena anemia pada triwulan III karena pada masa ini janin menimbun cadangan zat besi untuk dirinya sendiri sebagai persediaan bulan pertama setelah lahir. dr. A.A.G. Adi Parathama, Sp.OG Klinik Kandungan & Kebidanan Rumah Sakit Siloam Bali HP: 081320501018 / 081957334218
8 - 14 SEPTEMBER 2014
Style
Parade Busana Modifikasi Ketika keanggunan menjadi segalanya dalam sebuah pesta pernikahan, tentu setiap pengantin wanita ingin tampil menawan. Begitu juga dengan tamu undangan yang hadir. Semua akan berupaya dengan memilih gaun dan busana yang tepat.
K
ini, busana pe ngantin tradisional tampil dimodifikasi dengan tren masa kini. Mulai dari kebaya dengan bawahan kain songket Bali, yang dirancang modern. Seperti kolek si dari Cahya Dewi Bridal yang dapat dilihat pada foto di halaman Style pekan ini, yang diambil saat Pagelaran Parade Budaya oleh Iwapi Badung di Shankara Resto, Jalan Danau Toba No. 7 Sanur, beberapa waktu lalu.
Para model menampilkan gaun pengantin dengan bagian rok yang bervolume penuh, sehingga menciptakan siluet mewah. De ngan desain dan detil sederhana pun, gaun ini akan tetap terlihat mewah. Ditampilkan pula desain gaun pengantin dengan siluet mirip gaun dewi-dewi, yang tak kalah menarik. Juga beberapa pengembangan desain lainnya demi mencapai penampilan mak simal nan sempurna Begitu juga dengan model
lainnya yang mengenakan kebaya modern untuk menghadiri acara pesta. Disuguhkan beberapa de sain kebaya dari Calista Kebaya yang dapat dijadikan sebagai in spirasi untuk menghadiri undang an pesta. Salah satunya kebaya lengan pendek berwarna cerah yang saat ini telah menjadi kebaya favorit bagi banyak perempuan, karena kebaya ini membuat pemakainya terlihat seksi, simpel, dan modis. – Sri Ardhini
15
Jelita
14
Tata Rias Minimalis
enis tata rias wajah natural atau minimalis memang paling disukai perempuan. Tata rias yang simpel, tidak berat, dan natural sangat cocok untuk dipakai sehari hari, seperti ke kantor, kuliah ataupun untuk santai dan sekadar jalan jalan. Menurut Tatik, salah seorang penata rias di Denpasar , ses uai dengan namanya tata rias wajah minimalis, artinya sangat meminimalkan komposisi make up di wajah, yang digunakan bahkan hanya bedak. Namun, pada um umnya untuk melengkapi supaya menjadi kesatuan yang lebih sem purna ada baiknya melengkapinya dengan beberapa kosmetik pen dukung lainnya seperti mascara, eyeliner , perona mata dan lipstik atau lipgloss. Ditekankan oleh Tatik , tidak seperti tata rias wajah pengantin, make up wajah untuk foto ataupun panggung lebih mengutamakan koreksi pada wajah. Tata rias wajah minimalis digunakan untuk menimbulkan kesan wajah lebih fresh dan cerah. Berikut adalah beberapa tips
Tatik
make up wajah minimalis untuk tampil lebih cantik dan sempurna. Pilih produk yang aman untuk kulit. Perhatikan komposisi pemaka ian kosmetik jangan terlalu tebal karena tujuan dari tat arias wajah minimalis itu sendiri bukan untuk merubah karakter atau bahkan ko reksi tetapi hanya untuk menimbul kan kesan cerah pada wajah. Pilih
warna yang natural seperti pink, orange muda atau cokelat Tatik juga mengatakan pilih juga kosmetik kwalitas yang baik dengan tingkat covering skin yang bisa dikatakan sempurna tapi tetap terlihat natural dan akan terasa ringan sehingga Anda tidak akan merasakan sama sekali sedang memakai riasan wajah. Sebelum mulai mengaplikasikan make up di wajah cari tahu apa jenis kulit yang dimiliki, apakah berminyak, kombinasi, normal, lembab, kering, dan sebagainya. Saat ini banyak counter kosmetik yang memberikan pelayanan untuk dapat melakukan analisis kondisi kulit dan merekomendasikan be berapa produk. Setelah mendapatkan itemitem kosmetik standar, kita mulai langkah-langkah berikut ini. Mulai lah dengan membersihkan tangan dan wajah. Mengoleskan pelembab ringan pada wajah menggunakan jari atau spons dan hindari daerah mata. Hal ini akan membantu kulit berminyak kering, dan kulit kering menjadi lebih halus. Selanjutnya oleskan alas bedak
11
BPJS Kesehatan Ayomi Seluruh Rakyat Sejak pagi, Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Renon Denpasar dipenuhi masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan. Di sisi timur depan kantor ini, disiapkan ruang terbuka khusus tempat masyarakat mengisi formulir. Di tempat ini juga dipajang spanduk besar yang bertuliskan ratusan jenis penyakit yang ditangani di fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama, tempat-tempat faskes, dan teknis pelayanan BPJS kesehatan lainnya.
Berpenampilan cantik dan menawan memang menjadi salah satu tuntutan perempuan demi menunjang penampilannya sehari -hari. Selain mengenakan busana sesuai dengan tema kegiatan yang dijalani, tata rias wajah juga diperlukan agar sesuai d engan pakaian yang dikenakan, sehingga dapat menjadikan penampilan lebih terlihat menarik.
J
Mitos
8 - 14 September 2014
8 - 14 September 2014
www.creamwajahalami.com
sesuai dengan warna kulit dan kon disi kulit wajah saat itu. Bubuhkan bedak pada wajah. Gunakan spons riasan wajah, mulai sekitar garis rambut ke bawah. Ingatlah untuk menerapkan riasan dengan me nyapunya ke daerah tenggorokan. Jangan terlihat seperti menggu nakan topeng. Sebaiknya gunakan kuas untuk menyapukan bedak padat atau bedak tabur pada wajah, agar bedak dapat menutup wajah dengan rata, sempurna dan terlihat lebih ringan. Olesan berikutnya adalah sedikit perona pipi , gunakan sambil terse nyum sehingga dapat terlihat tulang pipinya. Mengusapkannya mulai dari dalam ke luar mengikuti jalan nya tulang pipi. Haluskan dengan menurunkan sedikit ke bawah pipi dalam lalu menuju daun telinga. Lanjutkan dengan garis mata dengan eyeliner hitam coklat atau lembut. Untuk tampilan yang lebih menarik oleskan dengan sangat ringan untuk bagian dalam kemudian membelai menuju sudut luar mata.
Sebelum menggunakan mas cara , jepitlah bulu mata terlebih dahulu .Setelah itu aplikasikan maskara dengan satu sapuan saja agar terkesan natural, lalu sisir bulu mata agar terlihat lebih tebal. Sedangkan, mengenakan perona mata, kebanyakan warna perona mata terdiri dari dua atau tiga warna pada palet dan warna yang lebih ringan untuk tutupnya. Begitu juga untuk mengaplikasikan pensil alis, gunakan pensil warna alis yang sangat dekat dengan warna alis alami, jika anda hanya ingin mengisi warna alis yang hilang. Untuk lipstik atau lip gloss, oleskan dengan kuas agar penyeba rannya merata. Ini adalah ide yang baik untuk menyikat kuas bibir saat menggunakan lipstik, sehingga bibir akan segar alami. Gunakan lipstik dengan warna -warna natural atau warna bibir. Jika ingin sedikit lebih cerah bisa memilih warna seperti pink, oranye, dan cokelat bersemu oranye sesuai dengan warna kulit. – Sri Ardhini
S
eorang perempuan sepuh tampak duduk sabar menanti sang adik yang menguru si berkas-berkasnya ke dalam. Perempuan itu, Gung Mas (70) mengaku, sejak dulu tak pernah tertarik mengurus dan memakai layanan kesehatan yang disiapkan pemerintah. Namun kali ini, ia benar-benar tertarik dan menggan tung harapan besar pada BPJS. Hal ini tak terlepas dari rekomendasi seorang keluarganya yang sempat memakai BPJS Kesehatan. “Kelu arga saya itu kena sakit paru-paru dan opname di RS. Ia menghabiskan biaya sekitar 40 juta, dan itu ditang gung full BPJS. Karena itu, keluarga mendesak saya untuk segera men cari kartu BPJS, dan menyarankan mencari layanan kelas satu yang hanya membayar Rp 59.500 tiap bulannya,” ungkapnya. Alasan lain yang makin men guatkan niatnya mengurus BPJS ini adalah karena kondisi salah seorang putrinya yang kini sedang sakit. Baru seminggu lalu putrinya yang mengidap infeksi saluran kencing itu melakukan pemeriksaan dan tindakan tahap awal. Sebagai pasien umum, dalam tiga hari tersebut ia harus mengeluarkan kocek hingga Rp 16 juta. “Karena itu, saya ber harap banyak dengan BPJS Kes ehatan ini bisa memudahkan dan meringankan kami dalam berobat. Mudah-mudahan saja di lapangan lancar dan tidak berbelit-belit,”
ujarnya berharap. Kepala Cabang BPJS Kesehatan Denpasar dr. I Putu Gede Widnyana mengatakan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diseleng garakan pemerintah ini, yang salah satunya adalah tunjangan kesehat an, dinilainya sangat bagus dalam upaya meng-cover kesehatan se luruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali. Pun, bagi warga negara asing yang bekerja di Indonesia paling singkat enam bulan. Peserta jaminan sosial ini dibagi menjadi dua kelompok besar yakni penerima bantuan iuran (PBI) ja minan kesehatan (JK) dan bukan PBI JK. “Kelompok penerima ban tuan iuran ini adalah masyarakat miskin. Mereka yang benar-benar tidak mampu ini, iurannya diba yarkan oleh pemerintah melalui dana APBN,” jelasnya. Sementara, kelompok bukan PBI JK dikatego rikan lagi menjadi tiga kelompok, yakni; pekerja penerima upah (PPU), yang termasuk di dalamnya PNS, anggota TNI, ABRI, Polri, pejabat Negara, pegawai pemerin tah non PNS, pegawai swasta, dll.); pekerja bukan penerima upah (PBPU), mencakup pekerja mandiri dan sektor informal; dan bukan pekerja (BP), di antaranya investor, pemberi kerja, penerima pensiun, veteran, perintis kemerdekaan, dll. “Layanan BPJS Kesehatan ini sudah merangkul semua kelom pok masyarakat. Kepesertaannya wajib bagi seluruh rakyat Indonesia atas asas kegotong-
royongan. Jadi di sini, bukan orang kaya membantu orang miskin, tetapi orang sehat membantu orang sakit,” tegas Widnyana. Persyaratan pendaftaran men jadi peserta JKN-BPJS Kesehatan untuk pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja ini cukup mudah, yakni harus memiliki KTP atau jika berusia di bawah 17 tahun, namanya masuk dalam Kartu Kelu arga (KK). Cukup datang ke Kantor BPJS Kesehatan, lengkapi diri de ngan KK/KTP/paspor, dan pasfoto berwarna 3x4, mengisi daftar isian peserta. Untuk mendaftarkan ang gota keluarga, tunjukkan KK/Surat Nikah/Akte Kelahiran. “Jika semua sudah lengkap, data akan diproses petugas untuk diterbitkan nomor virtual account (VA) perorangan dan diserahkan kepada calon peserta. Sehari bisa langsung jadi, karena semuanya sudah memakai sistem.
dr. I Putu Gede Widnyana
Bagi pensiunan PNS/TNI/Polri, ve teran, perintis kemerdekaan, sudah terdaftar otomatis sebagai peserta BPJS Kesehatan, tidak perlu lagi melakukan pendaftaran peserta,” ucapnya. Sementara, untuk pekerja penerima upah, pendaftaran di lakukan oleh pemberi kerja/badan usaha, yang mendaftarkan selu ruh karyawan beserta anggota keluarganya. Besaran iuran untuk pekerja penerima upah ini pun su dah diatur persentasenya, termasuk
Antusiasme masyarakat untuk memiliki BPJS Kesehatan
Senang di Atas Apa yang ditanyakan adalah tentang posisi seksual dengan perempuan di atas dan meme gang kendali aktivitas seksual atau yang lebih dikenal dengan Woman on Top. Secara seder hana posisi hubungan seksual ini dilakukan dengan cara, laki-laki berbaring telentang dan perem puan berada di atas tubuh lakilaki. Perempuan duduk di atas pinggul laki-laki dengan lutut yang tertekuk kebelakang dan penis pasangannya diarahkan untuk penetrasi maksimal. Sesungguhnya posisi hubung an seks ini merupakan salah satu posisi seks yang disukai banyak pasangan. Dalam posisi ini,
“Dok, setelah tiga tahun menikah dan lebih sering tidak mendapatkan kepuasan seksual yang maksimal saat berhubungan seksual, saya akhirnya mencoba saran yang pernah dokter sampaikan di media ini beberapa bulan lalu tentang mencoba merubah gaya dan posisi seksual. Saya mencobanya dengan melakukan posisi perempuan di atas, dan ternyata saya sangat menikmatinya. Pertanyaannya apakah sebenarnya suami saya juga menikmatinya, Dok“ (Rina, 29 thn) perempuan memegang semua kendali, dari kecepatan sampai dengan kedalaman penetrasi pe nis yang diinginkan. Posisi seksual woman on top dapat memberikan kepuasan seksual perempuan menjadi terasa luar biasa. Setelah mencobanya, ternyata sebagian besar perempuan di dunia me nyukai posisi ini. Jika dilihat lagi mengapa perempuan menyukai posisi ini saat melakukan hubung an seks, tentu jawabnya karena titik-titik sensitif (zonaerogen) perempuan terstimulasi dengan maksimal. Dua target utama
yang selama ini jarang diperhati kan laki-laki adalah G-Spot yang berada di dinding vagina sebelah atas akan terangsang dengan baik dan klitoris, yang juga bisa menjadi fokus perhatian untuk mendapatkan stimulus seksual yang optimal. Artinya, dengan posisi ini perempuan lebih bisa mengon trol kenikmatan yang diinginkan nya. Di posisi ini, perempuan yang lebih dominan dalam mengendalikan hubungan sek sual, sedangkan laki-laki cen derung pasif. Banyak perempuan
yang mengeluh sebelumnya tidak dapat merasakan kenikmatan saat berhubungan seks, menjadi kanposisi ini sebagai pilihannya, karena sanggup mendapatkan orgasme. Beberapa kelebihan lain yang juga dirasakan perempuan dari posisi ini adalah pertama, po sisi ini membuat perempuan dapat mengontrol hampir kes eluruhan aktivitas seksual sep erti kecepatan dan kedalaman penetrasi penis. Kedua, posisi ini membuat klitoris perempuan menjadi terbuka sehingga me mungkinkan bagi laki-laki untuk menstimulasinya menggunakan jari tangan, sehingga akhirnya perempuan mencapai orgasme dengan lebih cepat selama ber hubungan seks. Laki-laki pun menikmati po sisi ini. Ada beberapa keuntungan yang diperoleh laki-laki. Pertama, laki-laki dengan lebih bebas me
berapa yang harus dibayarkan pekerja dan pemberi kerja. Dan, bagi pekerja bukan penerima upah ditentukan tiga pilihan nominal yang wajib dibayarkan per orang tiap bulannya, yakni sebesar Rp 25.500 untuk mendapatkan layanan rawap inap kelas 3, Rp 42.500 ranap kelas 2, dan Rp 59.500 untuk ranap kelas 1. Widnyana menjelaskan, BPJS Kesehatan ini adalah transformasi dari PT Askes (Persero) di bawah Menteri BUMN yang semula hanya menjamin kesehatan PNS dan pensiunan TNI/Polri, perintis ke merdekaan, veteran. Sebelumnya, banyak badan/institusi yang menye lenggarakan pelayanan kesehatan. Namun, per 1 Januari 2014, hanya satu yang mengayomi untuk seluruh warga Negara Indonesia, yakni BPJS Kesehatan. Badan hukum publik ini langsung bertanggung jawab kepada Presiden untuk mengelola jaminan kesehatan seluruh rakyat Indonesia. Sistem jaminan sosial nasional ini hak konstitusional setiap orang dan merupakan tanggung jawab negara untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur. Setelah berjalan tujuh bulan pada bulan kemarin, BPJS Kesehatan ini mendaptkan respons positif dari masyarakat. Hasil pene litian dari Unit Kerja Presiden Bi dang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) mendaptkan nilai plus. “Pembenahan terus kami lakukan baik dari sisi administrasi kepesertaan maupun pelayanan di fasilitas kesehatan. Sudah banyak orang yang memanfaatkan ke untungan BPJS Kesehatan yang memiliki visi cakupan semesta 2019. Dalam artian, per 1 Januari 2019 nanti seluruh rakyat Indonesia memiliki jaminan kesehatan dalam naungan BPJS Keshatan. Semoga semuanya bisa berjalan lancar,” pungkas Widnyana. –Inten Indrawati
nyentuh dan meraba seluruh tubuhpasangannya. Kedua, pe nis akan mendapatkan penetrasi yang lebih dalam dan maksimal. Ketiga, laki-laki mendapatkan visual stimulation, mendapat kan pemandangan yang erotis saat pasangan perempuannya merasakan kenikmatan. Ke empat, penis akanmerasakan gesekan-gesekan menyenang kan saat pasangan perempuan melakukan gerakan kedepanbelakang, atas-bawahdan juga gerakan memutar. Kelima, di posisi ini laki-laki tidak membu tuhkan energi banyak sehingga dapat menyimpan energi untuk melakukan posisi seks yang lain. Untuk itulah, sebaiknya posisi woman on top ini sebai knya dimasukkan dalam tiap ak tivitas hubungan seksual dengan pasangan, sehingga menjadi ter biasa dan mendapatkan kepuas an seksual yang lebih maksimal. Tetapi, tentu saja setiap posisi hubungan seksual dan variasi seksual harusnya sudah diko munikasidan disepakati bersama tanpa ada perasaan terpaksa dan tertekan melakukannya.
12
Kuliner
8 - 14 SEPTEMBER 2014
Kreasi Kue Pie Kue pie sangat terkenal sebagai oleholeh khas Bali. Kini, ada satu terobos an yang dilakukan Chef Suama yang membuka Igloo’s Bakery di Jalan Bypass Ngurah Rai Sanur. Aneka laukpauk dijadikan isian kue pie. Rasanya sangat istimewa. Yuk, kita belajar Chef Suama membuat kreasi kue pie.
Puff Pastry Bahan: 1 gr 25 gr 500 cc 650 gr
: : : :
tepung terigu garam air butter sheet/mentega lembaran
Cara membuat: - Aduk tepung, garam, dan air sampai kalis. Angkat dan simpan di lemari pendingin. - Buat adonan lipat dengan butter sheet dengan cara dilipat 2 kali single dan 1 kali double. - Simpan di lemari pembeku dan pada saat digunakan tipiskan sesuai keperluan.
Short Crust Dought (Adonan Dasar/Pie Dought )
Bahan: 500 gr 200 gr 7 gr 1 gr 150 gr
: : : : :
tepung terigu mentega garam telur ayam air
Cara membuat: - Semua bahan diaduk sampai kalis. Simpan di lemari pendingin. Saat digunakan dibuat tipis dengan cara di-roll/dipipihkan.
Pie Gule Kambing Bahan: 500 gr : daging kambing 20 gr : kunyit 20 gr : lengkuas 20 gr : bawang merah 20 gr : bawang putih 20 gr : kemiri 20 gr : cabai merah besar ½ sdt : ketumbar 25 gr : sereh 5 gr : kapulaga 50 gr : santan 1 sdt : garam 1 sdt : merica 35 gr : bawang goreng 200 gr : kentang kecil-kecil
Cara membuat: - Semua bumbu dihaluskan dan ditumis. - Masukan daging kambing yang sudah dipotong dadu. Tambahkan air dan rebus sampai empuk. Masukkan santan dan kentang kecil yang sudah direbus. - K e n t a l k a n d e n g a n campuran tepung dan mentega biarkan hingga dingin. - Siapkan loyang yang sudah dialasi dengan adonan pie, tuangkan gulai ke
dalam loyang dan tutup dengan puff pastry yang sudah ditipiskan. - Panggang pie hingga matang dengan suhu 170°C selama 25 menit atau sampai matang.
Pie Rendang Daging Sapi Bahan: 500 gr 50 gr 40 gr 20 gr 20 gr 35 gr 2 gr 2 gr 30 gr 50 gr 1 sdt 1 sdt 50 gr 200 gr
: : : : : : : : : : : : : :
daging sapi kunyit lengkuas bawang putih bawang merah cabai merah besar ketumbar kapulaga gula merah santan garam merica minyak untuk menumis kentang
Cara membuat: - Semua bumbu dihaluskan terus ditumis. - Potong daging berbentuk dadu masukkan ke tumisan bumbu. Tambahkan air rebus sampai
daging empuk dan tambahkan santan. - Masukan kentang yang dipotong dadu, diamkan hingga dingin. - Siapkan loyang yang sudah dialasi dengan adonan pie dan masukkan isian daging rendang tadi. Tutup dengan adonan puff pastry olesi dengan kuning telur. - Oven dengan suhu 170 derajat celcius selama 25 menit atau sampai matang dan berwarna kuning keemasan. -Wirati Astiti
8 - 14 SEPTEMBER 2014
Nikmati Sensasi Jejak Bali Kuliner
13
Bagi pencinta kuliner, Anda dapat mencoba satu food center yang hadir di Kota Denpasar belum lama ini. Namanya, Jebak singkatan dari Jejak Bali Kuliner yang berlokasi di Jalan Teuku Umar.
Pie Ayam Betutu Bahan: 1000 gr 50 gr 250 gr 250 gr 150 gr 50 gr 10 gr 75 gr 50 gr 12 gr 75 gr 12 gr 12 gr 12 gr 50 gr 200 gr
: ayam panggang bumbu bali : kunyit : bawang merah : bawang putih : lengkuas : jahe : ketumbar : cabai merah besar : kemiri : cabai rawit : kencur : sereh : terasi goreng : basa wangen (bisa dibeli di pedagang bumbu di pasar) : minyak goreng : kentang
Cara membuat: - Semua bumbu dirajang atau diulek kasar, kemudian ditumis dan tambahkan daun salam dan sereh yang sudah digeprak. - Ayam yang sudah dipanggang diambil dagingnya dan dipotong kotak kecil. - Tumis bumbu genep sampai harum tambahkan sereh dan daun salam. - Masukkan potongan daging ayam yang sudah dipotong dadu - Tambahkan kaldu ayam dari rebusan tulang ayam yang telah diambil dagingnya. - Tambahkan kentang goreng yang berbentuk dadu. - Kentalkan kuah betutu dengan campuran tepung dan mentega. - Siapkan loyang yang sudah dilapisi dengan adonan pie dan masukkan adonan isi ayam betutu tadi. - Tutup dengan adonan puff pastry yang sudah ditipiskan. - Oven dengan panas 170 derajat celcius selama 25 menit atau sampai matang dan berwarna kuning keemasan.
T
empatnya sangat luas dan nyaman. Selain untuk makan, Anda dapat bersantai alias nongkrong bersama keluarga, teman, sahabat, orang yang terkasih ataupun relasi bisnis Anda. Tempat ini buka mulai pukul 10.00 dan tutup pukul 23.00. Saat jam makan siang dan makan malam, tempat ini selalu ramai pengunjung. Apalagi, Hari Sabtu dan Minggu. Tersedia aneka makanan yang tersebar dalam beberapa stan di lantai satu dan dua. Mulai dari makanan khas Bali seperti rujak, ada makanan Nusantara seperti makanan Sunda, makanan Palembang, Madura, Bandung, Malang, makanan Cina, menu Jepang seperti sushi, makanan Thailand, dan makanan Western dan Italia seperti steak, dan pizza. Tak ketinggalan juga, berbagai camilan seperti siomay, gado-gado, tahu genjrot, kue serabi Bandung, dan roti, serta aneka minuman seperti es cendol, jus, juga memanjakan
selera makan Anda. Jika ingin suasana santai makan di taman, tersedia juga. Biasanya, tempat makan di taman, dipenuhi para remaja yang sedang hang out.
Harga makanan juga sangat terjangkau. Anda dapat memilih sesuai isi kantong Anda. Jadi, Anda punya banyak pilihan menu untuk acara makan Anda. Selamat menikmati. -Wirati Astiti
Paket Bebek Goreng
Tips Mengolah Bebek
- Daging bebek memiliki keunikan tersendiri dibandingkan daging unggas lain. Dagingnya lebih liat dan basah, tetapi rasanya gurih. Namun, untuk menciptakan hidangan atau masakan dari bebek yang sesuai lezat dan sesuai selera dibutuhkan pengetahuan, pengenalan bahan, serta teknik memasak yang benar. Agar tak salah mengolahnya, berikut tipsnya: - Sebelum mengolah daging bebek menjadi masakan tertentu, tangani dulu bulu-bulunya yang dikenal sulit terlepas. Setelah direndam dengan air panas, sisanya bisa kita cabuti dengan alat penjepit. Lalu letakkan sebentar di atas api. Setelah itu, baru bisa merebusnya dengan air yang lebih banyak biar empuk. - Untuk mengurangi aroma anyir, daging bebek bisa direndam dalam larutan jeruk nipis atau cuka. Ketika memasaknya, campurkanlah bumbu penambah aroma seperti sereh, daun salam, daun jeruk, atau lengkuas. Dengan cara ini, aroma anyir daging bebek akan hilang sehingga tidak merusak selera penggemar masakan daging bebek.
Paket Sate Meranggi
Terong Bumbu Kecap
Oseng-oseng Kangkung Saos Tiram Sarwan Bahan: 2 ikat : 250 gr : 1 buah :
kangkung, potong menurut selera udang, bersihkan, belah punggungnya, sisakan ekornya bawang bombai, iris korek api
1 ruas : jari, memarkan 2 buah : cabe merah, iris korek api, buang bijinya 5 buah : cabe kecil, potong jadi 2 2 sdm : saos tiram 1 sdm : kecap manis 1 sdt : lada bubuk 50 ml : air 1 sdm : margarin Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya. Cara membuat: - Panaskan wajan, masukkan
margarin hingga panas lalu masukkan bawang bombai dan lengkuas hinga harum. - Masukkan udang sampai kekuningan, lalu masukkan cabe merah, cabe kecil, air, kecap manis, lada, saus tiram, aduk perlahan. - Masukkan kangkung, aduk, masak hinga kangkung matang, masukkan gula, garam dan kaldu bubuk campur dan kakung. - Siap dihidangkan.
Bahan: 3 buah : terong, potong serong 7 buah : bawang merah, iris serong 3 siung : bawang putih iris serong 2 ruas : lengkuas, memarkan 2 buah : cabe iris serong 9 buah : cabe kecil, iris kecil-kecil 5 sdm : kecap manis 1/4 lada : bubuk Garam, gula, kaldu bubuk
Cara membuat: - Panaskan margarin, masukan irisan bumbu-bumbu. Masukkan terong, tumis terong hingga matang, tambahkan kecap manis, aduk-aduk hingga tercampur dan matang. - Siap untuk dihidangkan.
Oseng-oseng Pedas Kikil Bahan: 500 gr : kikil yang sudah matang, iris menurut selera 2 buah : tahu goreng matang, iris ukuran satu ruas jari 7 buah : bawang merah, iris kecil 3 butir : bawang merah 2 buah : cabe merah, iris serong 2 buah : cabe hijau besar, iris serong 7 buah : cabe kecil, belah jadi dua 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 1 ruas : jari jahe, memarkan 50 ml : air Garam, lada, gula, kaldu bubuk secukupnya
Cara membuat: - Panaskan margarin lalu masukkan irisan bawang merah, bawang putih, lengkuas, jahe hinga harum. - Masukkan irisan cabe merah, cabe kecil, lalu irisan kikil, tahu dan air, aduk-aduk merata, masak hingga mendidih. - Masukkan garam, lada, gula, kaldu bubuk, aduk, masak hinga matang dan air berkurang. - Siap untuk disajikan dengan taburan bawang putih goreng.
12
Kuliner
8 - 14 SEPTEMBER 2014
Kreasi Kue Pie Kue pie sangat terkenal sebagai oleholeh khas Bali. Kini, ada satu terobos an yang dilakukan Chef Suama yang membuka Igloo’s Bakery di Jalan Bypass Ngurah Rai Sanur. Aneka laukpauk dijadikan isian kue pie. Rasanya sangat istimewa. Yuk, kita belajar Chef Suama membuat kreasi kue pie.
Puff Pastry Bahan: 1 gr 25 gr 500 cc 650 gr
: : : :
tepung terigu garam air butter sheet/mentega lembaran
Cara membuat: - Aduk tepung, garam, dan air sampai kalis. Angkat dan simpan di lemari pendingin. - Buat adonan lipat dengan butter sheet dengan cara dilipat 2 kali single dan 1 kali double. - Simpan di lemari pembeku dan pada saat digunakan tipiskan sesuai keperluan.
Short Crust Dought (Adonan Dasar/Pie Dought )
Bahan: 500 gr 200 gr 7 gr 1 gr 150 gr
: : : : :
tepung terigu mentega garam telur ayam air
Cara membuat: - Semua bahan diaduk sampai kalis. Simpan di lemari pendingin. Saat digunakan dibuat tipis dengan cara di-roll/dipipihkan.
Pie Gule Kambing Bahan: 500 gr : daging kambing 20 gr : kunyit 20 gr : lengkuas 20 gr : bawang merah 20 gr : bawang putih 20 gr : kemiri 20 gr : cabai merah besar ½ sdt : ketumbar 25 gr : sereh 5 gr : kapulaga 50 gr : santan 1 sdt : garam 1 sdt : merica 35 gr : bawang goreng 200 gr : kentang kecil-kecil
Cara membuat: - Semua bumbu dihaluskan dan ditumis. - Masukan daging kambing yang sudah dipotong dadu. Tambahkan air dan rebus sampai empuk. Masukkan santan dan kentang kecil yang sudah direbus. - K e n t a l k a n d e n g a n campuran tepung dan mentega biarkan hingga dingin. - Siapkan loyang yang sudah dialasi dengan adonan pie, tuangkan gulai ke
dalam loyang dan tutup dengan puff pastry yang sudah ditipiskan. - Panggang pie hingga matang dengan suhu 170°C selama 25 menit atau sampai matang.
Pie Rendang Daging Sapi Bahan: 500 gr 50 gr 40 gr 20 gr 20 gr 35 gr 2 gr 2 gr 30 gr 50 gr 1 sdt 1 sdt 50 gr 200 gr
: : : : : : : : : : : : : :
daging sapi kunyit lengkuas bawang putih bawang merah cabai merah besar ketumbar kapulaga gula merah santan garam merica minyak untuk menumis kentang
Cara membuat: - Semua bumbu dihaluskan terus ditumis. - Potong daging berbentuk dadu masukkan ke tumisan bumbu. Tambahkan air rebus sampai
daging empuk dan tambahkan santan. - Masukan kentang yang dipotong dadu, diamkan hingga dingin. - Siapkan loyang yang sudah dialasi dengan adonan pie dan masukkan isian daging rendang tadi. Tutup dengan adonan puff pastry olesi dengan kuning telur. - Oven dengan suhu 170 derajat celcius selama 25 menit atau sampai matang dan berwarna kuning keemasan. -Wirati Astiti
8 - 14 SEPTEMBER 2014
Nikmati Sensasi Jejak Bali Kuliner
13
Bagi pencinta kuliner, Anda dapat mencoba satu food center yang hadir di Kota Denpasar belum lama ini. Namanya, Jebak singkatan dari Jejak Bali Kuliner yang berlokasi di Jalan Teuku Umar.
Pie Ayam Betutu Bahan: 1000 gr 50 gr 250 gr 250 gr 150 gr 50 gr 10 gr 75 gr 50 gr 12 gr 75 gr 12 gr 12 gr 12 gr 50 gr 200 gr
: ayam panggang bumbu bali : kunyit : bawang merah : bawang putih : lengkuas : jahe : ketumbar : cabai merah besar : kemiri : cabai rawit : kencur : sereh : terasi goreng : basa wangen (bisa dibeli di pedagang bumbu di pasar) : minyak goreng : kentang
Cara membuat: - Semua bumbu dirajang atau diulek kasar, kemudian ditumis dan tambahkan daun salam dan sereh yang sudah digeprak. - Ayam yang sudah dipanggang diambil dagingnya dan dipotong kotak kecil. - Tumis bumbu genep sampai harum tambahkan sereh dan daun salam. - Masukkan potongan daging ayam yang sudah dipotong dadu - Tambahkan kaldu ayam dari rebusan tulang ayam yang telah diambil dagingnya. - Tambahkan kentang goreng yang berbentuk dadu. - Kentalkan kuah betutu dengan campuran tepung dan mentega. - Siapkan loyang yang sudah dilapisi dengan adonan pie dan masukkan adonan isi ayam betutu tadi. - Tutup dengan adonan puff pastry yang sudah ditipiskan. - Oven dengan panas 170 derajat celcius selama 25 menit atau sampai matang dan berwarna kuning keemasan.
T
empatnya sangat luas dan nyaman. Selain untuk makan, Anda dapat bersantai alias nongkrong bersama keluarga, teman, sahabat, orang yang terkasih ataupun relasi bisnis Anda. Tempat ini buka mulai pukul 10.00 dan tutup pukul 23.00. Saat jam makan siang dan makan malam, tempat ini selalu ramai pengunjung. Apalagi, Hari Sabtu dan Minggu. Tersedia aneka makanan yang tersebar dalam beberapa stan di lantai satu dan dua. Mulai dari makanan khas Bali seperti rujak, ada makanan Nusantara seperti makanan Sunda, makanan Palembang, Madura, Bandung, Malang, makanan Cina, menu Jepang seperti sushi, makanan Thailand, dan makanan Western dan Italia seperti steak, dan pizza. Tak ketinggalan juga, berbagai camilan seperti siomay, gado-gado, tahu genjrot, kue serabi Bandung, dan roti, serta aneka minuman seperti es cendol, jus, juga memanjakan
selera makan Anda. Jika ingin suasana santai makan di taman, tersedia juga. Biasanya, tempat makan di taman, dipenuhi para remaja yang sedang hang out.
Harga makanan juga sangat terjangkau. Anda dapat memilih sesuai isi kantong Anda. Jadi, Anda punya banyak pilihan menu untuk acara makan Anda. Selamat menikmati. -Wirati Astiti
Paket Bebek Goreng
Tips Mengolah Bebek
- Daging bebek memiliki keunikan tersendiri dibandingkan daging unggas lain. Dagingnya lebih liat dan basah, tetapi rasanya gurih. Namun, untuk menciptakan hidangan atau masakan dari bebek yang sesuai lezat dan sesuai selera dibutuhkan pengetahuan, pengenalan bahan, serta teknik memasak yang benar. Agar tak salah mengolahnya, berikut tipsnya: - Sebelum mengolah daging bebek menjadi masakan tertentu, tangani dulu bulu-bulunya yang dikenal sulit terlepas. Setelah direndam dengan air panas, sisanya bisa kita cabuti dengan alat penjepit. Lalu letakkan sebentar di atas api. Setelah itu, baru bisa merebusnya dengan air yang lebih banyak biar empuk. - Untuk mengurangi aroma anyir, daging bebek bisa direndam dalam larutan jeruk nipis atau cuka. Ketika memasaknya, campurkanlah bumbu penambah aroma seperti sereh, daun salam, daun jeruk, atau lengkuas. Dengan cara ini, aroma anyir daging bebek akan hilang sehingga tidak merusak selera penggemar masakan daging bebek.
Paket Sate Meranggi
Terong Bumbu Kecap
Oseng-oseng Kangkung Saos Tiram Sarwan Bahan: 2 ikat : 250 gr : 1 buah :
kangkung, potong menurut selera udang, bersihkan, belah punggungnya, sisakan ekornya bawang bombai, iris korek api
1 ruas : jari, memarkan 2 buah : cabe merah, iris korek api, buang bijinya 5 buah : cabe kecil, potong jadi 2 2 sdm : saos tiram 1 sdm : kecap manis 1 sdt : lada bubuk 50 ml : air 1 sdm : margarin Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya. Cara membuat: - Panaskan wajan, masukkan
margarin hingga panas lalu masukkan bawang bombai dan lengkuas hinga harum. - Masukkan udang sampai kekuningan, lalu masukkan cabe merah, cabe kecil, air, kecap manis, lada, saus tiram, aduk perlahan. - Masukkan kangkung, aduk, masak hinga kangkung matang, masukkan gula, garam dan kaldu bubuk campur dan kakung. - Siap dihidangkan.
Bahan: 3 buah : terong, potong serong 7 buah : bawang merah, iris serong 3 siung : bawang putih iris serong 2 ruas : lengkuas, memarkan 2 buah : cabe iris serong 9 buah : cabe kecil, iris kecil-kecil 5 sdm : kecap manis 1/4 lada : bubuk Garam, gula, kaldu bubuk
Cara membuat: - Panaskan margarin, masukan irisan bumbu-bumbu. Masukkan terong, tumis terong hingga matang, tambahkan kecap manis, aduk-aduk hingga tercampur dan matang. - Siap untuk dihidangkan.
Oseng-oseng Pedas Kikil Bahan: 500 gr : kikil yang sudah matang, iris menurut selera 2 buah : tahu goreng matang, iris ukuran satu ruas jari 7 buah : bawang merah, iris kecil 3 butir : bawang merah 2 buah : cabe merah, iris serong 2 buah : cabe hijau besar, iris serong 7 buah : cabe kecil, belah jadi dua 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 1 ruas : jari jahe, memarkan 50 ml : air Garam, lada, gula, kaldu bubuk secukupnya
Cara membuat: - Panaskan margarin lalu masukkan irisan bawang merah, bawang putih, lengkuas, jahe hinga harum. - Masukkan irisan cabe merah, cabe kecil, lalu irisan kikil, tahu dan air, aduk-aduk merata, masak hingga mendidih. - Masukkan garam, lada, gula, kaldu bubuk, aduk, masak hinga matang dan air berkurang. - Siap untuk disajikan dengan taburan bawang putih goreng.
Jelita
14
Tata Rias Minimalis
enis tata rias wajah natural atau minimalis memang paling disukai perempuan. Tata rias yang simpel, tidak berat, dan natural sangat cocok untuk dipakai sehari hari, seperti ke kantor, kuliah ataupun untuk santai dan sekadar jalan jalan. Menurut Tatik, salah seorang penata rias di Denpasar , ses uai dengan namanya tata rias wajah minimalis, artinya sangat meminimalkan komposisi make up di wajah, yang digunakan bahkan hanya bedak. Namun, pada um umnya untuk melengkapi supaya menjadi kesatuan yang lebih sem purna ada baiknya melengkapinya dengan beberapa kosmetik pen dukung lainnya seperti mascara, eyeliner , perona mata dan lipstik atau lipgloss. Ditekankan oleh Tatik , tidak seperti tata rias wajah pengantin, make up wajah untuk foto ataupun panggung lebih mengutamakan koreksi pada wajah. Tata rias wajah minimalis digunakan untuk menimbulkan kesan wajah lebih fresh dan cerah. Berikut adalah beberapa tips
Tatik
make up wajah minimalis untuk tampil lebih cantik dan sempurna. Pilih produk yang aman untuk kulit. Perhatikan komposisi pemaka ian kosmetik jangan terlalu tebal karena tujuan dari tat arias wajah minimalis itu sendiri bukan untuk merubah karakter atau bahkan ko reksi tetapi hanya untuk menimbul kan kesan cerah pada wajah. Pilih
warna yang natural seperti pink, orange muda atau cokelat Tatik juga mengatakan pilih juga kosmetik kwalitas yang baik dengan tingkat covering skin yang bisa dikatakan sempurna tapi tetap terlihat natural dan akan terasa ringan sehingga Anda tidak akan merasakan sama sekali sedang memakai riasan wajah. Sebelum mulai mengaplikasikan make up di wajah cari tahu apa jenis kulit yang dimiliki, apakah berminyak, kombinasi, normal, lembab, kering, dan sebagainya. Saat ini banyak counter kosmetik yang memberikan pelayanan untuk dapat melakukan analisis kondisi kulit dan merekomendasikan be berapa produk. Setelah mendapatkan itemitem kosmetik standar, kita mulai langkah-langkah berikut ini. Mulai lah dengan membersihkan tangan dan wajah. Mengoleskan pelembab ringan pada wajah menggunakan jari atau spons dan hindari daerah mata. Hal ini akan membantu kulit berminyak kering, dan kulit kering menjadi lebih halus. Selanjutnya oleskan alas bedak
11
BPJS Kesehatan Ayomi Seluruh Rakyat Sejak pagi, Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Renon Denpasar dipenuhi masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan. Di sisi timur depan kantor ini, disiapkan ruang terbuka khusus tempat masyarakat mengisi formulir. Di tempat ini juga dipajang spanduk besar yang bertuliskan ratusan jenis penyakit yang ditangani di fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama, tempat-tempat faskes, dan teknis pelayanan BPJS kesehatan lainnya.
Berpenampilan cantik dan menawan memang menjadi salah satu tuntutan perempuan demi menunjang penampilannya sehari -hari. Selain mengenakan busana sesuai dengan tema kegiatan yang dijalani, tata rias wajah juga diperlukan agar sesuai d engan pakaian yang dikenakan, sehingga dapat menjadikan penampilan lebih terlihat menarik.
J
Mitos
8 - 14 September 2014
8 - 14 September 2014
www.creamwajahalami.com
sesuai dengan warna kulit dan kon disi kulit wajah saat itu. Bubuhkan bedak pada wajah. Gunakan spons riasan wajah, mulai sekitar garis rambut ke bawah. Ingatlah untuk menerapkan riasan dengan me nyapunya ke daerah tenggorokan. Jangan terlihat seperti menggu nakan topeng. Sebaiknya gunakan kuas untuk menyapukan bedak padat atau bedak tabur pada wajah, agar bedak dapat menutup wajah dengan rata, sempurna dan terlihat lebih ringan. Olesan berikutnya adalah sedikit perona pipi , gunakan sambil terse nyum sehingga dapat terlihat tulang pipinya. Mengusapkannya mulai dari dalam ke luar mengikuti jalan nya tulang pipi. Haluskan dengan menurunkan sedikit ke bawah pipi dalam lalu menuju daun telinga. Lanjutkan dengan garis mata dengan eyeliner hitam coklat atau lembut. Untuk tampilan yang lebih menarik oleskan dengan sangat ringan untuk bagian dalam kemudian membelai menuju sudut luar mata.
Sebelum menggunakan mas cara , jepitlah bulu mata terlebih dahulu .Setelah itu aplikasikan maskara dengan satu sapuan saja agar terkesan natural, lalu sisir bulu mata agar terlihat lebih tebal. Sedangkan, mengenakan perona mata, kebanyakan warna perona mata terdiri dari dua atau tiga warna pada palet dan warna yang lebih ringan untuk tutupnya. Begitu juga untuk mengaplikasikan pensil alis, gunakan pensil warna alis yang sangat dekat dengan warna alis alami, jika anda hanya ingin mengisi warna alis yang hilang. Untuk lipstik atau lip gloss, oleskan dengan kuas agar penyeba rannya merata. Ini adalah ide yang baik untuk menyikat kuas bibir saat menggunakan lipstik, sehingga bibir akan segar alami. Gunakan lipstik dengan warna -warna natural atau warna bibir. Jika ingin sedikit lebih cerah bisa memilih warna seperti pink, oranye, dan cokelat bersemu oranye sesuai dengan warna kulit. – Sri Ardhini
S
eorang perempuan sepuh tampak duduk sabar menanti sang adik yang menguru si berkas-berkasnya ke dalam. Perempuan itu, Gung Mas (70) mengaku, sejak dulu tak pernah tertarik mengurus dan memakai layanan kesehatan yang disiapkan pemerintah. Namun kali ini, ia benar-benar tertarik dan menggan tung harapan besar pada BPJS. Hal ini tak terlepas dari rekomendasi seorang keluarganya yang sempat memakai BPJS Kesehatan. “Kelu arga saya itu kena sakit paru-paru dan opname di RS. Ia menghabiskan biaya sekitar 40 juta, dan itu ditang gung full BPJS. Karena itu, keluarga mendesak saya untuk segera men cari kartu BPJS, dan menyarankan mencari layanan kelas satu yang hanya membayar Rp 59.500 tiap bulannya,” ungkapnya. Alasan lain yang makin men guatkan niatnya mengurus BPJS ini adalah karena kondisi salah seorang putrinya yang kini sedang sakit. Baru seminggu lalu putrinya yang mengidap infeksi saluran kencing itu melakukan pemeriksaan dan tindakan tahap awal. Sebagai pasien umum, dalam tiga hari tersebut ia harus mengeluarkan kocek hingga Rp 16 juta. “Karena itu, saya ber harap banyak dengan BPJS Kes ehatan ini bisa memudahkan dan meringankan kami dalam berobat. Mudah-mudahan saja di lapangan lancar dan tidak berbelit-belit,”
ujarnya berharap. Kepala Cabang BPJS Kesehatan Denpasar dr. I Putu Gede Widnyana mengatakan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diseleng garakan pemerintah ini, yang salah satunya adalah tunjangan kesehat an, dinilainya sangat bagus dalam upaya meng-cover kesehatan se luruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali. Pun, bagi warga negara asing yang bekerja di Indonesia paling singkat enam bulan. Peserta jaminan sosial ini dibagi menjadi dua kelompok besar yakni penerima bantuan iuran (PBI) ja minan kesehatan (JK) dan bukan PBI JK. “Kelompok penerima ban tuan iuran ini adalah masyarakat miskin. Mereka yang benar-benar tidak mampu ini, iurannya diba yarkan oleh pemerintah melalui dana APBN,” jelasnya. Sementara, kelompok bukan PBI JK dikatego rikan lagi menjadi tiga kelompok, yakni; pekerja penerima upah (PPU), yang termasuk di dalamnya PNS, anggota TNI, ABRI, Polri, pejabat Negara, pegawai pemerin tah non PNS, pegawai swasta, dll.); pekerja bukan penerima upah (PBPU), mencakup pekerja mandiri dan sektor informal; dan bukan pekerja (BP), di antaranya investor, pemberi kerja, penerima pensiun, veteran, perintis kemerdekaan, dll. “Layanan BPJS Kesehatan ini sudah merangkul semua kelom pok masyarakat. Kepesertaannya wajib bagi seluruh rakyat Indonesia atas asas kegotong-
royongan. Jadi di sini, bukan orang kaya membantu orang miskin, tetapi orang sehat membantu orang sakit,” tegas Widnyana. Persyaratan pendaftaran men jadi peserta JKN-BPJS Kesehatan untuk pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja ini cukup mudah, yakni harus memiliki KTP atau jika berusia di bawah 17 tahun, namanya masuk dalam Kartu Kelu arga (KK). Cukup datang ke Kantor BPJS Kesehatan, lengkapi diri de ngan KK/KTP/paspor, dan pasfoto berwarna 3x4, mengisi daftar isian peserta. Untuk mendaftarkan ang gota keluarga, tunjukkan KK/Surat Nikah/Akte Kelahiran. “Jika semua sudah lengkap, data akan diproses petugas untuk diterbitkan nomor virtual account (VA) perorangan dan diserahkan kepada calon peserta. Sehari bisa langsung jadi, karena semuanya sudah memakai sistem.
dr. I Putu Gede Widnyana
Bagi pensiunan PNS/TNI/Polri, ve teran, perintis kemerdekaan, sudah terdaftar otomatis sebagai peserta BPJS Kesehatan, tidak perlu lagi melakukan pendaftaran peserta,” ucapnya. Sementara, untuk pekerja penerima upah, pendaftaran di lakukan oleh pemberi kerja/badan usaha, yang mendaftarkan selu ruh karyawan beserta anggota keluarganya. Besaran iuran untuk pekerja penerima upah ini pun su dah diatur persentasenya, termasuk
Antusiasme masyarakat untuk memiliki BPJS Kesehatan
Senang di Atas Apa yang ditanyakan adalah tentang posisi seksual dengan perempuan di atas dan meme gang kendali aktivitas seksual atau yang lebih dikenal dengan Woman on Top. Secara seder hana posisi hubungan seksual ini dilakukan dengan cara, laki-laki berbaring telentang dan perem puan berada di atas tubuh lakilaki. Perempuan duduk di atas pinggul laki-laki dengan lutut yang tertekuk kebelakang dan penis pasangannya diarahkan untuk penetrasi maksimal. Sesungguhnya posisi hubung an seks ini merupakan salah satu posisi seks yang disukai banyak pasangan. Dalam posisi ini,
“Dok, setelah tiga tahun menikah dan lebih sering tidak mendapatkan kepuasan seksual yang maksimal saat berhubungan seksual, saya akhirnya mencoba saran yang pernah dokter sampaikan di media ini beberapa bulan lalu tentang mencoba merubah gaya dan posisi seksual. Saya mencobanya dengan melakukan posisi perempuan di atas, dan ternyata saya sangat menikmatinya. Pertanyaannya apakah sebenarnya suami saya juga menikmatinya, Dok“ (Rina, 29 thn) perempuan memegang semua kendali, dari kecepatan sampai dengan kedalaman penetrasi pe nis yang diinginkan. Posisi seksual woman on top dapat memberikan kepuasan seksual perempuan menjadi terasa luar biasa. Setelah mencobanya, ternyata sebagian besar perempuan di dunia me nyukai posisi ini. Jika dilihat lagi mengapa perempuan menyukai posisi ini saat melakukan hubung an seks, tentu jawabnya karena titik-titik sensitif (zonaerogen) perempuan terstimulasi dengan maksimal. Dua target utama
yang selama ini jarang diperhati kan laki-laki adalah G-Spot yang berada di dinding vagina sebelah atas akan terangsang dengan baik dan klitoris, yang juga bisa menjadi fokus perhatian untuk mendapatkan stimulus seksual yang optimal. Artinya, dengan posisi ini perempuan lebih bisa mengon trol kenikmatan yang diinginkan nya. Di posisi ini, perempuan yang lebih dominan dalam mengendalikan hubungan sek sual, sedangkan laki-laki cen derung pasif. Banyak perempuan
yang mengeluh sebelumnya tidak dapat merasakan kenikmatan saat berhubungan seks, menjadi kanposisi ini sebagai pilihannya, karena sanggup mendapatkan orgasme. Beberapa kelebihan lain yang juga dirasakan perempuan dari posisi ini adalah pertama, po sisi ini membuat perempuan dapat mengontrol hampir kes eluruhan aktivitas seksual sep erti kecepatan dan kedalaman penetrasi penis. Kedua, posisi ini membuat klitoris perempuan menjadi terbuka sehingga me mungkinkan bagi laki-laki untuk menstimulasinya menggunakan jari tangan, sehingga akhirnya perempuan mencapai orgasme dengan lebih cepat selama ber hubungan seks. Laki-laki pun menikmati po sisi ini. Ada beberapa keuntungan yang diperoleh laki-laki. Pertama, laki-laki dengan lebih bebas me
berapa yang harus dibayarkan pekerja dan pemberi kerja. Dan, bagi pekerja bukan penerima upah ditentukan tiga pilihan nominal yang wajib dibayarkan per orang tiap bulannya, yakni sebesar Rp 25.500 untuk mendapatkan layanan rawap inap kelas 3, Rp 42.500 ranap kelas 2, dan Rp 59.500 untuk ranap kelas 1. Widnyana menjelaskan, BPJS Kesehatan ini adalah transformasi dari PT Askes (Persero) di bawah Menteri BUMN yang semula hanya menjamin kesehatan PNS dan pensiunan TNI/Polri, perintis ke merdekaan, veteran. Sebelumnya, banyak badan/institusi yang menye lenggarakan pelayanan kesehatan. Namun, per 1 Januari 2014, hanya satu yang mengayomi untuk seluruh warga Negara Indonesia, yakni BPJS Kesehatan. Badan hukum publik ini langsung bertanggung jawab kepada Presiden untuk mengelola jaminan kesehatan seluruh rakyat Indonesia. Sistem jaminan sosial nasional ini hak konstitusional setiap orang dan merupakan tanggung jawab negara untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur. Setelah berjalan tujuh bulan pada bulan kemarin, BPJS Kesehatan ini mendaptkan respons positif dari masyarakat. Hasil pene litian dari Unit Kerja Presiden Bi dang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) mendaptkan nilai plus. “Pembenahan terus kami lakukan baik dari sisi administrasi kepesertaan maupun pelayanan di fasilitas kesehatan. Sudah banyak orang yang memanfaatkan ke untungan BPJS Kesehatan yang memiliki visi cakupan semesta 2019. Dalam artian, per 1 Januari 2019 nanti seluruh rakyat Indonesia memiliki jaminan kesehatan dalam naungan BPJS Keshatan. Semoga semuanya bisa berjalan lancar,” pungkas Widnyana. –Inten Indrawati
nyentuh dan meraba seluruh tubuhpasangannya. Kedua, pe nis akan mendapatkan penetrasi yang lebih dalam dan maksimal. Ketiga, laki-laki mendapatkan visual stimulation, mendapat kan pemandangan yang erotis saat pasangan perempuannya merasakan kenikmatan. Ke empat, penis akanmerasakan gesekan-gesekan menyenang kan saat pasangan perempuan melakukan gerakan kedepanbelakang, atas-bawahdan juga gerakan memutar. Kelima, di posisi ini laki-laki tidak membu tuhkan energi banyak sehingga dapat menyimpan energi untuk melakukan posisi seks yang lain. Untuk itulah, sebaiknya posisi woman on top ini sebai knya dimasukkan dalam tiap ak tivitas hubungan seksual dengan pasangan, sehingga menjadi ter biasa dan mendapatkan kepuas an seksual yang lebih maksimal. Tetapi, tentu saja setiap posisi hubungan seksual dan variasi seksual harusnya sudah diko munikasidan disepakati bersama tanpa ada perasaan terpaksa dan tertekan melakukannya.
Bugar
10
8 - 14 SEPTEMBER 2014
Anemia pada Kehamilan Pada kehamilan dapat terjadi anemia yang fisi ologis atau normal, hal ini terjadi karena terdapat peningkatan volume plasma darah sehingga terjadi pengenceran darah. Apa penyebab anemia pada kehamilan? Pada saat kehamilan terjadi peningkatan keperluan nutrisi untuk tubuh dan bayi untuk berkembang. Pe nyebab anemia tersering adalah defisiensi zat–zat nu trisi. Namun, penyebab mendasar anemia nutrisional meliputi asupan nutrisi yang tidak cukup, absorpsi yang tidak cukup, bertambahnya zat gizi yang hilang dan kebutuhan yang berlebihan. Sekitar 75% anemia pada kehamilan disebab kan oleh defisiensi zat besi. Anemia ini akibat kekurangan besi karena si ibu kurang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, atau karena terjadi gangguan penyerapan, gangguan penggunaan akibat terlalu banyak zat besi yang keluar dari tubuh seperti perdarahan atau berkeringat. Anemia jenis ini yang paling dijumpai dalam kehamilan. Khusus nya pada trimester ketiga kehamilan, kebutuhan zat besi juga makin meningkat. jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, maka akan mudah terjadi anemia yang disebabkan oleh kurangnya zat besi. Penyebab tersering kedua adalah anemia megaloblastik yang disebabkan oleh defisiensi asam folat dan vitamin B12. Apa saja gejala anemia pada kehamilan? Gejala anemia pada kehamilan yaitu ibu mengeluh cepat lelah, sering pusing, mata berkunang–kunang, nafsu makan turun, konsentrasi hilang, mual muntah lebih hebat pada saat hamil muda.
dr. A.A.G. Adi Parathama, Sp.OG Anemia adalah kondisi dimana kadar haemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari 12 gr %, sedangkan pada kehamilan adalah dimana kondisi ibu dengan kadar haemoglobin dibawah 11 gr%.
Apa pengaruh anemia pada kehamilan? Bagi janin, anemia berat yang diderita ibu hamil dapat menyebabkan IUGR (intra uterine growth retardation/gangguan pertumbuhan janin), abortus, dan berat badan lahir rendah (BBLR). Hal ini disebabkan karena anemia selama kehamilan akan menyebabkan berkurangnya transpor oksigen ke dalam janin yang sedang berkembang sehingga akan menimbulkan efek yang merugikan pada pertumbuhan janin. Selama kehamilan, anemia berat (Hb <7 g/dL) dapat menyebabkan perubahan sirkulasi yang ber
hubungan dengan peningkatan risiko gagal jantung. Selama persalinan, wanita dengan anemia berat kurang mampu menoleransi kehilangan darah, me skipun hanya dalam jumlah moderat, sehingga me miliki risiko lebih tinggi untuk menerima transfusi darah selama persalinan. Anemia selama persalinan juga menyebabkan lemahnya kontraksi uterus, te naga mengejan lemah, dan perdarahan post partum (perdarahan setelah melahirkan) akibat atonia uteri (kontraksi uterus yang lemah). Padahal, perdarahan adalah penyebab terbanyak kematian maternal di Indonesia. Apa cara untuk menghindari anemia pada kehamilan? Meningkatkan konsumsi makanan bergizi. Perhati kan komposisi hidangan setiap kali makan dan makan makanan yang banyak mengandung besi dari bahan makanan hewani (daging, ikan, ayam, hati, telur) dan bahan makanan nabati (sayuran berwarna hijau tua, kacang-kacangan, tempe). Perlu juga makan sayursayuran dan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C (daun katuk, daun singkong, bayam, jambu, tomat, jeruk dan nanas) sangat bermanfaat untuk meningkatkan penyerapan zat besi dalam usus. Ma kanan yang berasal dari nabati meskipun kaya akan zat besi, namun hanya sedikit yang bisa diserap de ngan baik oleh usus. Menambah pemasukan zat besi ke dalam tubuh dengan minum tablet tambah darah (tablet besi/tablet tambah darah). Pola makan adalah pola konsumsi makan seharihari yang sesuai dengan kebutuhan gizi setiap indi vidu untuk hidup sehat dan produktif. Untuk dapat mencapai keseimbangan gizi maka setiap orang harus mengonsumsi minimal 1 jenis bahan makanan dari tiap golongan bahan makanan yaitu karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayuran, buah dan susu. Wanita hamil cenderung terkena anemia pada triwulan III karena pada masa ini janin menimbun cadangan zat besi untuk dirinya sendiri sebagai persediaan bulan pertama setelah lahir. dr. A.A.G. Adi Parathama, Sp.OG Klinik Kandungan & Kebidanan Rumah Sakit Siloam Bali HP: 081320501018 / 081957334218
8 - 14 SEPTEMBER 2014
Style
Parade Busana Modifikasi Ketika keanggunan menjadi segalanya dalam sebuah pesta pernikahan, tentu setiap pengantin wanita ingin tampil menawan. Begitu juga dengan tamu undangan yang hadir. Semua akan berupaya dengan memilih gaun dan busana yang tepat.
K
ini, busana pe ngantin tradisional tampil dimodifikasi dengan tren masa kini. Mulai dari kebaya dengan bawahan kain songket Bali, yang dirancang modern. Seperti kolek si dari Cahya Dewi Bridal yang dapat dilihat pada foto di halaman Style pekan ini, yang diambil saat Pagelaran Parade Budaya oleh Iwapi Badung di Shankara Resto, Jalan Danau Toba No. 7 Sanur, beberapa waktu lalu.
Para model menampilkan gaun pengantin dengan bagian rok yang bervolume penuh, sehingga menciptakan siluet mewah. De ngan desain dan detil sederhana pun, gaun ini akan tetap terlihat mewah. Ditampilkan pula desain gaun pengantin dengan siluet mirip gaun dewi-dewi, yang tak kalah menarik. Juga beberapa pengembangan desain lainnya demi mencapai penampilan mak simal nan sempurna Begitu juga dengan model
lainnya yang mengenakan kebaya modern untuk menghadiri acara pesta. Disuguhkan beberapa de sain kebaya dari Calista Kebaya yang dapat dijadikan sebagai in spirasi untuk menghadiri undang an pesta. Salah satunya kebaya lengan pendek berwarna cerah yang saat ini telah menjadi kebaya favorit bagi banyak perempuan, karena kebaya ini membuat pemakainya terlihat seksi, simpel, dan modis. – Sri Ardhini
15
Edukasi
16
8 - 14 September 2014
Pengembangan Soft Skills dan Hard Skills Berkualitas
Fikom Universitas Dwijendra Makin Diminati Dunia pekerjaan adalah jenjang lanjut an dari bangku perkuliahan yang tak ayal membutuhkan banyak koneksi, baik antar sesama pekerja dan hubung an kerja den gan pihak luar. Kondisi ini, mendorong perusahaan-perusahaan untuk mencari sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya berk ompetensi di bidang keilmuannya, melainkan turut menguasai kemampuan berkomunikasi dan interpersonal skills.
B
erdasarkan hasil survei yang dilaku kan oleh National Association of Colleges and Employers (NACE) terhadap 450 pemimpin peru sahaan di Amerika, terdapat dua puluh nilai yang harus dikuasai lulusan universitas dalam mela mar pekerjaan, dengan urutan pertama didominasi oleh ke mampuan berkomunikasi, diikuti oleh integritas yang tinggi pada urutan kedua, dan indeks prestasi kumulatif (IPK) pada urutan ke tujuh belas. Pernyataan ini berbeda dengan kenyataan yang ada di lapangan, lulusan universitas cenderung lebih pintar dalam bidang ilmunya tanpa memerhatikan kualitas softskills-nya. Demikian pernyataan Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Dwijendra (Undwi) Drs. I Wayan Kotani artha, S.H., M.H., yang sejak 12 juli 2014 dilantik sebagai Dekan Fikom Universitas Dwijendra periode 2014- 2019. Dalam kepemimpinan periode ke depan,Wayan Kotaniartha di dampingi oleh Drs. Anak Agung Gede Bagus, M.Si. sebagai Pem bantu Dekan Bidang Akademik, dan Anak Agung Gede Putra Dalem, S.E., M.Si. sebagai Pem bantu Dekan Bidang Administrasi dan Kemahasiswaan. Kotaniartha menegaskan bah wa Fikom Undwi terus mengikuti dinamika tuntutan dunia kerja, sehingga outputnya semakin dil irik oleh dunia usaha. Kompetensi
Praktik siaran radio
bidang ilmu komunikasi se makin dibutuhkan di tengah kompetisi ekonomi global. Di samping hard skills, kata nya pengembangan soft skills sangat menjadi penekanan penting saat ini di Fikom Undwi. Diantaranya: Pertama; M engasah Kemampuan Public Speaking. Kemampuan mahasiswa da lam hal public speaking, dioptimal kan melalui berbagai mata ku liah dan juga melalui kegiatan pelatihan untuk memperdalam
kebutuhannya ke depan. Jadi, public speaking merupa kan sebuah skill yang sangat perlu diasah atau dipelajari oleh sia papun, kapanpun dan dimanapun. Baik itu oleh pelajar, mahasiswa, pengusaha, artis, pejabat, karya
Melalui radio komunitas pendidikan Dwijendra para mahasiswa dapat meng aktualisasikan diri guna mempertajam kemampuan komunikasinya. Keberadaan radio komunitas(Rakom) sangat besar artinya sebagai media penunjang pembelaja ran dan mengomunikasikan berbagai aktivitas seputaran kampus. Radio Komunitas yang diawali oleh para ma hasiswa dan alumni ini sudah memililiki izin penyeleng garaan penyiaran. Perolehan izin tidaklah mudah, karena memerlukan berbagai per syaratan yang cukup berat. Karena itu, Radio Komuni tas Dwijendra adalah satusatunya Rakom pendidikan di Bali yang memiliki izin Penyelenggaraan Penyiaran dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kedua;Pengembangan Kemampuan Literasi Media. Mahasiswa Fikom dilatih untuk cerdas bermedia dengan pengem bangan kemampuan mencermati,
Penyuluhan literasi media untuk pelajar
kompetensinya sebagai seorang public relations officer. Rata-rata profesi dunia modern sekarang ini memerlukan kemampuan berbicara dihadapan orang ba nyak. Baik untuk dunia marketing, pendidikan, pariwisata, pimpinan perusahaan, termasuk dibidang politik akan semakin dirasakan
wan, pengajar politisi dan lain-lain. Karena itu hal ini menjadi prioritas dalam pembelajaran di Fikom agar setiap ide yang ingin diso sialisasikan dapat tersampaikan dengan baik. Salah satu media pe nunjang untuk pengembanganan skill tersebut telah tersedia labo ratorium Radio.
memantau konten media massa yang merugikan hak publik un tuk mendapatkan informasi dan siaran berkualitas. Media massa , terutama media televisi dan on line terlalu banyak kontennya yang tidak edukatif. Di antaranya sarat dengan unsur kekerasan, tidak melindungi hak anak-anak,
Pelatihan pengambilan gambar
mengandung pornografi, katakata kasar, berita yang tidak proporsional dan masih banyak lagi yang tidak sesuai dengan pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran. Hasil-hasil kajian mahasiswa kemudian secara permanen dapat dijadikan karya tulis akhir berupa skripsi. Sebagian dari mahasiswa yang telah terlatih dapat menjadi partner dosen dalam melaksana kan penyuluhan literasi media bagi masyarakat. Selama ini Fikom Undwi telah sering melakukan kegiatan penyuluhan literasi me dia terutama menyasar kalangan pelajar. Ketiga; Memperkuat Jaringan dan Kerjasama. Guna meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam mengaplikasi kan teori-teori yang diperoleh, maka Fikom Undwi telah menjalin kerjasama melaui MoU dengan berbagai pihak seperti dengan LPP RRI Denpasar. LPP TVRI Denpasar, Dinas Kebudayaan Prov. Bali, Komisi Penyiaran In donesia (KPI) Daerah Bali, Kantor Berita Antara dan beberapa me dia massa cetak lainnya. Setiap ta hun terus dilakukan penambahan mitra kerjasama dengan berbagai institusi yang relevan. Keempat; Mengacu Standar dan Tertib Akademik Dalam penyelenggaraan bi dang pendidikan dan pengajaran mahasiswa mendapatkan kualitas pembelajaran yang baik karena prosesnya telah mengacu pada standar dan tertib akademik sesuai ketentuan yang berlaku. Demikian pula didukung oleh para dosen tetap yang memadai dan praktisi yang berpengalaman di bidangnya masing-masing. Ru ang kuliah yang sangat nyaman dan representatif, dilengkapi pula sarana pembelajaran yang memadai seperti laboratorium radio, komputer, bahasa, dan lab. editing. Berkat pengembangan ke mampuan soft skills yang inten sif, Fikom Undwi telah mampu mengantarkan para alumninya direkrut di berbagai instansi pemerintah dan swasta. Para ma hasiswa melalui kegiatan kemaha siswaan juga berhasil menoreh kan berbagai prestasi yang cukup membanggakan seperti, Juara II lomba Film Dokumenter Budaya Bali dari Pemprov. Bali, Juara III Nasional Lomba Produksi Acara Televisi TVRI, Festival Juara hara pan II Tingkat Nasional Lomba Film Kearifan Budaya Lokal dari Kementerian Pariwisata. Pernah juga meraih mahasiswa berprestasi Juara III tingkat Kop ertis Wiilayah VIII, menjadi salah satu utusan Bali dalam lomba wirausaha muda mandiri di ting kat nasional, dan Juara pertama Putri Bali tahun 2014 sehingga berhak mewakili Bali ke tingkat nasional. -ard
8 - 14 September 2014
9
PKKMB IKIP PGRI Bali
Bangun Karakter Guru dengan Pembiasaan Saat ini telah terjadi degradasi moral anak bangsa. Banyak terjadi penyimpangan yang dikarenakan kurangnya pemahaman pendidikan karakter. Hal ini disampaikan Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M. Hum. kepada 626 mahasiswa baru yang mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru PKKMB IKIP PGRI Bali di kampus setempat.
R
ektor yang sejak mulai kepemimpinannya tahun 2010 telah mengusung “pendidikan karakter” ini berkesempatan mengisi ceramah pertama pada hari pertama PKKMB dengan materi “Pembangunan Karakter Berdasarkan Nilai Humanisme”. Untuk mencairkan suasana, ia meminta empat maba menceritakan apa yang dilakukan setelah bangun tidur. Jawaban mereka bermacam-macam, yang tak jarang me munculkan gelak tawa maba lain. Dari keempat jawaban maba terse but, Made Suarta menyimpulkan, satu hal yang tak boleh terlupakan adalah minum air putih dan berdoa. Air putih dikatakannya untuk memperlancar pencernaan yang bermuara pada kese hatan jasmani. Sementara doa, adalah untuk kesehatan rohani. Made Suarta sengaja mengajak maba untuk mereview apa yang dilakukan mulai dari bangun tidur hingga beraktivitas lanjut. “Dari proses pembiasaan inilah yang akan membentuk karakter kita. Jadi, jangan pernah membatalkan pikiran positif.
Ketika berpikir untuk berdoa, berdoalah. Ini bagian dari pendidikan karakter,” ucapnya. Dalam perkuliahan nanti, lanjutnya, para dosen akan membina mahasiswa sehingga mereka memiliki ciri khas un tuk menjadi calon guru yang digugu dan ditiru. Pada prinsipnya, tujuan pendidik an adalah meningkatkan kesejahteraan. Karena, hanya dengan pendidikan, kita bisa pintar. Pintar dekat dengan kaya,
bodoh dekat dengan miskin. Ketua Panitia, Drs. IGB Ardana Adnya, M.Si. mengatakan PKKMB IKIP PGRI Bali 2014 yang mengambil tema “Kita Tingkatkan Budaya dan Atmosfer Akademik untuk Mewujudkan Guru Profesional” ini bertujuan memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru agar dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus, khususnya kegiatan pembelajaran dan kemahasiswaan.
Berbagai materi ceramah disuguhkan kepada maba, salah satunya tentang pendidikan karakter
BKKBN Dukung Gerakan KB PRIMA Mandiri
Penyuluhan kader posyandu oleh tim PKBRS Prima Medika
Perwakilan BKKBN Provinsi Bali sebagai in stansi pemerintah yang bertanggung jawab dalam pelayanan KB terus mendorong keterlibatan pihak swasta dalam peningkatan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi di Bali. Hal ini direalisasi kan dalam program Pelayanan Keluarga Berencana Rumah Sakit (PKBRS). Rumah Sakit Prima Medika Denpasar merupakan rumah sakit yang berhasil da lam pelayanan ini. RS Prima Medika telah berperan aktif untuk meningkatkan pencapaian peserta dan kualitas pelayanan melalui “Gerakan KB PRIMA Mandiri”. PRIMA merupakan singkatan dari profe sional, ramah, inovatif, motivasi, dan aman. Tim PKBRS Prima Medika dibentuk sejak 5 Februari 2009. Kini tim PKBRS Prima Medika diketuai dr. H.M. Ilyas Angsar, Sp.O.G.(K). Tim ini bertanggung jawab dalam penyelenggaraan program KB di RS Prima Medika antara lain perencanaan program, pelayanan konseling, dan pelayanan medis KB. “Kami juga bekerja sama dengan Perwakilan BKKBN Bali untuk pelayanan tubektomi bagi pasien kurang mampu di RS Prima Medika. Kami juga menyediakan sarana dan prasa rana pelatihan tubektomi untuk wilayah Bali dan nasional,” ujar dr. Ilyas. Fasilitas pelayanan KB dan kesehatan reproduk si yang ada di RS Prima Medika berupa Poliklinik KB, Pojok KB dan ASI, dan Klinik Bayi Tabung. RS Prima Medika juga menyasar masyarakat sekitar rumah sakit dengan membina Posyandu Bumisari, Sanglah. “Kami bekerja sama dengan Puskesmas untuk melakukan kegiatan posyandu tiap tanggal 15. Ada layanan konseling, edukasi, dan informasi. Bagi masyarakat yang memerlukan pelayanan KB dapat dirujuk ke Poliklinik KB RS Prima Medika
atau Puskesmas setempat,” imbuh dr. Putu Dian Ekawati, M.P.H., sekretaris tim PKBRS. Selama tahun 2013, rumah sakit ini mencatat 1463 pasien yang melakukan persalinan, 324 men galami keguguran sehingga jumlah totalnya 1787 pasien. Pelayanan KB pascapersalinan tercatat 108 dan semuanya memilih MOW sedangkan pelayanan KB pasien yang keguguran ada 29 dan memilih penggunaan IUD (24) serta MOW (5). Dilihat dari persentase pemakaian alat kontrasepsi, pasien pasca persalinan 7,38% sedangkan pasien pasca keguguran 8,95%. Tim PKBR juga mendata dis tribusi pelayanan KB menurut metode kontrasepsi selama tahun 2013, IUD (22%), MOW (33,34%), suntik (30,86%), implant (0,85%), pil (1,14%), dan kondom (11,71%). Tahun 2014, hingga bulan Juli RS Prima Medika sudah melayani 144 akseptor KB baru, IUD 32 pasien (22,22%), MOW 67 pasien (46,52%), im plant 1 pasien (0,69%), suntik 35 pasien (5,83%) dan pil 9 pasien (1,5%). “Banyak hal yang harus kami benahi dan evaluasi. Namun, kami juga terus melakukan inovasi agar gerakan KB ini mencapai hasil cakupan yang ideal. Kepada pemerintah agar selalu memberikan dukungan, pembinaan, dan kerja sama yang baik agar program, dapat berjalan berkesinambungan dan mencapai hasil yang maksimal sesuai target,” ujar dr. Dian yang juga Direktur Pelayanan Medik RS Prima Medika. BKKBN memberi respons positif atas kinerja RS Prima Medika dalam mendukung program KB. Hal ini dibuktikan dengan adanya piagam peng hargaan dari BKKBN untuk RS Prima Medika atas partisipasinya dalam pelakansaan program KB di Klinik Kesehatan Reproduksi, KP Spesialistik, dan Bayi Tabung. Penghargaan ini diberikan 3 April 2013 oleh Plt. Kepala BKKBN Dr. Sudibyo Alimoeso, M.A. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Ida Bagus Wirama, S.H., M.Kes. mengatakan kerja sama dengan semua pihak akan terus dilakukan untuk mendukung kesuksesan program KB di Bali. “Kami berharap seluruh rumah sakit swasta di Bali bisa meniru program RS Prima Medika yang sudah banyak mendapatkan peserta KB baru MKJP dan Kontap,” ujarnya. –wah
Penyematan tanda peserta dan pelepasan balon menandai dibukanya PKKMB IKIP PGRI Bali 2014
Profesional ini ditegaskan Rektor Made Suarta penekanannya pada disiplin dan ilmu. Kurikulum IKIP PGRI Bali pun kini sudah mengarah ke KKNI yang mengedepankan character building dan entrepreneurship. “Jadi, ke depan, lulusan kami tak hanya sebagai guru tetapi juga sebagai wirausaha, ada penguasaan ilmu dan skill yang sekaligus untuk menyam but MEA,” ujarnya. Karena itu, ia berharap agar PKKMB bisa dilaksanakan dengan sungguh-sung guh. Selain itu, PKKMB ini merupakan bagian dari budaya akademik, dan mela lui budaya akademik kita akan mampu meningkatkan daya saing bangsa. Banyak maba yang secara psikologis belum siap melaksanakan proses pembelajaran pendidikan tinggi. Karena itu, kesiapan mahasiswa dalam memasuki kehidupan kampus sangat penting. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap kesuksesan yang bersangkutan dalam menempuh studinya. Materi-materi ceramah yang diberi kan dalam PKKMB ini dikatakan Ardana Adnya yang juga Pembantu Rektor III ini, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kekinian di masyarakat, seperti
Kantibmas, Penyalahgunaan Obat-obat Terlarang/Narkoba. Ceramah juga diisi oleh Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M. Pd. yang mengenalkan Sejarah dan Perkembangan IKIP PGRI Bali; Kegiatan Akademik di PT oleh PR I, Drs Pande Wayan Bawa, M. Si.; Organisasi dan Kegiatan Kemahasiswaan di IKIP PGRI Bali oleh PR III Ardana Adnya; Layanan Mahasiswa diisi oleh PR II, Drs. I Dewa Putu Juwana, M. Pd.; dan hal-hal teknis terkait proses belajar-mengajar, serta hak dan kewajiban mahasiswa selama mengikuti pendidikan di fakultas/pro gram studi. Selain itu, PKKMB yang berlangsung selama empat hari tersebut diisi juga dengan kegiatan kerja bakti di seputar Kelurahan Tonja. PKKMB dibuka Rektor Made Suarta, bersama Pembina Yayasan Drs. Dewa Putu Tengah dan Sekretaris Yayasan Ngurah Oka, S.H., Kamis (4/9), ditandai dengan penyematan tanda peserta dan pelepasan balon. Diawali dengan persem bahyangan bersama di Pura Widya Aksara IKIP PGRI Bali, dan ditutup Minggu (7/9) di Wantilan Pura Agung Gunung Rawung, Desa Taro, Gianyar. –ten
Gusti Ayu Sunarsih
Bisa Membujuk karena Jadi Contoh Kepala BKKBN RI Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D, Sp.GK sedang wawancara langsung dengan Gusti Ayu Sunarsih
Menjadi kader pos pelayanan terpadu (po syandu) sungguh mulia. Mereka tak mendapat gaji untuk pekerjaannya itu. Hanya ada insentif yang dibayar per tahun dan nominalnya kecil. Namun, bagi Gusti Ayu Sunarsih, salah satu kader di po syandu paripurna Banjar Kaja, Kelurahan Pedun gan, Denpasar Selatan, uang bukan yang utama. Ia pun menuturkan suka-dukanya menjadi kader. “Saya mulai jadi kader posyandu tahun 2007. Waktu itu di kelurahan dibentuk posyandu paripur na. Saya pun ikut bergabung. Tugas kami melakukan penimbangan warga lanjut usia (lansia), mengajak mereka senam, dan kegiatan lainnya,” ujar istri Nyoman Sucipta dan ibu dari Putu Chintia Lestari Anggarini dan Made Yogi Darma Nugraha.ini. Dari hanya bertugas sebagai kader posyandu paripurna, Bu Ayu kadang ikut membantu keg iatan penyuluhan di wilayahnya. Dibalik suka itu, kadang ada duka dan tantangan yang harus hadapi. Misalnya, ketika ada lansia yang tak mau datang ke banjar karena malu. Ia harus merajuk mereka untuk datang. “Kalau ndak mau datang ke banjar, saya bawakan gong untuk jemput”, itu yang ia sampaikan kepada lansia. Kesuksesan membujuk para lansia ternyata membuat Bu Ayu diberi tugas tambahan untuk membujuk para akseptor KB yang ada di wilayah binaan Puskesmas Denpasar Selatan IV ini. “Awalnya saya hanya mendata akseptor KB. Lama-lama saya tanya, pakai KB apa? Ada yang
pakai IUD, ada yang pakai pil, suntik bahkan kontrasepsi mantap (kontap). Kebanyakan ibu-ibu yang pakai alat kontrasepsinya. Saya lalu menyarankan mereka yang mau pilih alat kontrasepsi untuk berkonsultasi dengan bidan. Saya bujuk mereka ke bidan agar mendapat penjelasan yang tepat,” ungkap mantan karyawati hotel ini. Ia pun mengingatkan pasangan usia subur (PUS) untuk menghindari “Empat Terlalu” dalam urusan keluarga berencana (KB), terlalu tua, terlalu muda, terlalu sering, dan terlalu dekat. Selain itu diingatkan untuk merencanakan kelahiran dengan baik serta selalu ingat slogan KB, dua anak cukup. “Saya bisa memberitahu yang lain dan men jadi contoh karena saya sudah mengalami. Anak saya dua, saya pakai alat kontrasepsi. Semua itu bertujuan untuk membuat keluarga yang bahagia dan sejahtera,” tegasnya seraya menuturkan ratarata keluarga di Banjar Kaja memiliki dua anak. Sepak terjang Bu Ayu sebagai kader ini diakui Kepala Puskesmas Densel IV dr. Made Ayu Witri asih, M.Kes. “Kader-kader yang ada di wilayah Puskesmas Densel IV sangat mendukung program Puskesmas. Mereka aktif dan komunikatif. Kader itu setelah mendapat pelatihan, apa yang didapat itu bisa bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Sinergi dengan kader inilah yang terus kami lakukan. Kami ingin kader kami pintar. Jika ada seminar, kader kami ikutkan agar pengetahuan mereka bertambah,” ujarnya. Ia juga salut dengan kiprah Bu Ayu dalam men dukung program KB di wilayah tersebut. “Bu Ayu bisa membujuk orang yang belum menggunakan alat kontrasepsi menjadi menggunakan alat kon trasepsi, dari orang yang sudah memakai alat kon trasepsi menjadi memilih alat kontrasepsi jangka panjang, seperti IUD,” tegas dr. Ayu. –wah
8
Bunda & Ananda
8 - 14 SEPTEMBER 2014
Waspadai Pubertas Dini
Saat jam istirahat, empat siswa SD duduk dekat kantin. Mereka makan snack sambil ngobrol. “Ke kemarin nonton film porno ya. Aku sempat nonton, tapi jorok kali,” ujar seorang anak. Anak yang lain hanya tersenyum. “Coba kalau ndak keburu dijemput, pasti nonton sampai selesai,” imbuh temannya yang lain.
S
alah satu penyebab mudahnya anak-anak menonton tayangan dewasa adalah ponsel atau tablet. Mereka bisa meng unduh dari internet atau mentransfer video dari gadget milik temannya. Di sisi lain, seorang ibu yang punya putri umur 3,5 tahun menuturkan putrinya senang sekali memegang-megang kelaminnya. Putrinya juga suka sekali memeluk guling dan bonek-bonekanya sambil ditekan-tekankan ke kelaminnya. “Saat saya tanya, dia jujur kalau dirinya merasakan geli dan rasa menyenangkan,” ujar ibu ini. Perkembangan fase seksual anak memang mengalami perubah an. “Sesuai dengan perkembangan psikoseksualnya, ada fase falik atau fase di mana si anak merasakan sensasi seksual di kelaminnya. Kalau ditelusuri lagi ada tahapan fase-fase sensasi seksual yang berbeda di tahapan perkembangannya. Usia baru lahir sampai dua tahun, sensasi seksualnya di mulut, sehingga disebut fase oral. Sekitar usia 2-3 tahun sensasi seksualnya di dubur, sehingga disebut fase anal. Lalu sekitar usia 3-5 atau 3-6 tahun sensasi seksualnya di kelamin, yang di sebut fase falik tadi, sering kali tanpa disadari dan dipahami dengan baik. Lalu sekitar usia 6-11 tahun adalah fase laten dimana si anak tidak fokus dengan sensasi seksual tetapi lebih banyak waktu hidupnya untuk tumbuh kembang fisik dan kognitif (masa belajar di sekolah). Usia 12 tahun ke atas sudah masuk fase genital, yaitu memasuki perkenalan dan tahapan kehidupan seksual sesungguhnya yang ditandai dengan adanya tanda-tanda pubertas, dan sensasi seksual sudah dinikmati di organ-organ seksnya secara sadar,” jelas dr. Oka Negara, FIAS. Bagaimana cara menjelaskan hal ini pada si kecil? Sebenarnya cukup dengan dibiarkan saja, selama tidak mengganggu lingkungan sekitar. Seringkali malah bukan hanya memegang dan menggesek-gesekkan kelaminnya secara sembunyi, tetapi bisa juga, ada beberapa kasus, si anak sering telanjang dan memegang-megang kelaminnya di depan orang lain, misalnya di hadapan tamu saat ada yang berkunjung ke rumah atau saat ibunya arisan bareng temanteman ibunya. Kejadian ini kadang membuat malu atau si ibu menjadi tidak nyaman. Kalau kejadiannya seperti ini tinggal ajak ke dalam
kamar dan alihkan perhatian, mi salnya dengan mengajak bermain yang lain atau diberikan permainan yang lebih menarik dan disukainya. Anak jangan dimarahi karena nanti terekam dalam memorinya sebagai sebuah kejadian yang baginya memegang kelamin atau beraktivitas seksual itu adalah sebuah hal terlarang. Ini akan berpotensi akan persepsi buruk seksual di masa depannya. Karena kebiasaan ini akan hilang seiring waktu dengan beralih ke fase laten. Jadi akan berhenti sekitar usia 5 tahun biasanya. Orangtua juga harus mema hami tentang tahapan perkembangan seksual anak, karena se sungguhnya hal ini wajar dan nanti juga akan menghilang berjalan usia. Sekarang tinggal bagaimana menyikapi ekses dari kejadian yang dilakukan si anak “Dalam memberikan pendidika n seks awal di rumah, ciptakan suasana bahwa kebersamaan orangtua, baik ayah dan ibu adalah sebagai sumber informasi seksual yang sama. Tetapi memang akhirnya nanti akan terseleksi, yang sebaiknya lebih berperan adalah yang memang paling punya kualitas waktu terbaik yang paling sering bersama si anak. Misalnya ibunya. Tetapi bukan berarti si ayah lalu tidak melakukan apa-apa atau tidak berperan dalam komunikasi seksual bersama anaknya, hal ini tetap harus dilakukan. Pendidikan seks pada anak tentu saja disesuaikan dengan usianya. Di usia bermain, ajarkan anak untuk memahami dirinya dengan menye nangkan dan berkomunikasi sambil bermain. Ajarkan anak dengan menggunakan alat bantu permainan yang disukainya, serta libatkan anak untuk mengenali organ tubuhnya dengan baik sambil melakukan aktivitas sehari-hari. Mi salnya memberitahukan tentang nama dan fungsi kelaminnya sambil menga jarkan mandi sendiri saat dimandikan di kamar mandi.
dr. Oka Negara
Ini akan baik buat si anak dan melekat memorinya akan hal baik dan berguna seputar keadaan seksualitasnya.” ujar Sekretaris Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar ini. BATASI PAPARAN PORNOGRAFI Pada orang dewasa yang sudah aktif secara seksual jika sering menonton film porno, bahkan jika menjadi rutinitas, akan dapat membuat seseorang merasa tidak tertarik dengan hubungan seksual yang nyata. Dorongan dan ekspektasi seks seseorang yang sering menonton film porno
cenderung menjadi lebih tinggi dari orang biasanya. Ini karena menonton tayangan pornografi membuat stimulasi dopamin, suatu neurotransmitter yang mengaktifkan pusat kesenangan di otak, akan terjadi secara terus-menerus. Otak dapat kehilangan kemampuannya untuk merespons level normal dopamin dan seorang yang sering menonton tayangan pornografi sering kali perlu peng alaman yang bersifat lebih ekstrem dan rangsangan seksual yang lebih kuat untuk bisa membuatnya terangsang. “Jika menonton pornografi sudah dilakukan pada anak-anak, jika itu termemori sebagai sebuah rangsangan yang menyenangkan, maka otak akan merespons dan merekamnya sebagai sebuah hal yang menyenangkan dan cenderung untuk dicari lagi dan lagi. Jika ini tidak dikendalikan maka paparan berulang tayangan pornografi yang berulang juga menjadi salah satu penyebab terjadinya pubertas dini atau precock puberty. Anak menjadi puber lebih awal, mulai dari tanda fisik muncul
lebih dulu hingga perubahan psikis dan perilakunya. Kasuskasus hubungan seksual di usia lebih muda se ring dihubungkan juga dengan kebiasaan dan paparan pornografi yang di alami anak,” jelas dr. Oka. Pornografi sering kali tidak cuma sengaja diakses tetapi bisa tanpa disadari si anak terlihat begitu saja di lingkungannya, misalnya media-media yang ada hingga misalnya karena faktor kemiskinan bisa jadi orangtua dan anak tinggal sekamar sejak kecil dan tanpa disadari anak secara berulang sering melihat orangtuanya berhubungan seksual. Jadi tentu saja mengedukasi dan membatasi paparan pornografi pada anak-anak haruslah bisa dilakukan dengan bijak. –Ngurah Budi
8 - 14 SEPTEMBER 2014
17
Samas Bali
Kampanye Bike to School Usul Car Free Nite Sekretariat Bersama Sepeda (Samas) Bali sukses mengelar rangkaian HUT ke-5. Puncak acara pada Minggu (31/8) dimeriahkan dengan “Samas Hi-5! City Ride”. Ribuan penggemar sepeda menikmati Minggu pagi dengan mengayuh sepeda keliling kota Denpasar.
“R
angkaian acara sudah kami mulai minggu pertama Agustus. Kami menggunakan hari Jumat, Sabtu, dan Minggu untuk aktivitas bersepeda,” ung kap Made Gede Sugiartha yang akrab disapa Dek Otel. Ia adalah Sie Kegiatan Samas Bali. Tiap Jumat malam mereka mengadakan night riding yang dimulai pukul 19.00. Peserta memulai kegiatan bersepeda di malam hari ini di lapangan Bajra Sandhi, Renon. Rutenya di seputaran kota Denpasar. Patung Catur Muka yang kini dihiasi air mancur warnawarni menjadi salah satu lokasi pemotretan para pesepeda malam. Hari Sabtu minggu I Agustus dimanfaatkan untuk kampanye Bike to School (B2S) ke SMPN 1 Bangli, Sabtu berikutnya di ming gu II hingga minggu V diadakan sepeda cross country (XC) ke Ubud dan Sayan. “Hari Minggu, acara mereka tak kalah seru. Minggu I Samas menggelar Gowes XC ke Luwus, minggu II ke Tanah Lot, minggu III Kirab Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Bali, minggu IV fun bike di Renon, dan minggu V Samas City Ride,” papar Dek Otel yang juga aktif di Satak CC, klub sepeda Kayumas Kaja. Kesuksesan kegiatan Samas ini tak lepas dari dukungan peme rintah, masyarakat, serta penggemar sepeda yang ada di Bali. “Perjalanan masih panjang. Kami masih punya banyak harapan untuk langkah Samas ke depan. Beberapa di antaranya, UU no 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dilaksanakan
dengan baik oleh pemerintah daerah dan kota, makin banyak anak-anak SMP yang bersepeda ke sekolah sebagai bagian dari program B2S, serta pemerintah membuat lajur sepeda menuju sekolah-sekolah,” ujar Endra Datta, Ketua Samas Bali. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Pangdam IX/Udayana beserta jajaran yang turut mendukung kegiatan bersepeda ini serta Wali Kota bersama Peme rintah Kota Denpasar yang banyak mendukung kegiatan Samas. PEDULI LINGKUNGAN Samas merupakan “payung” bagi komunitas atau klub-klub sepeda di Bali. Samas terbentuk 15 Agustus 2009 dan aktif
Rangkaian acara Samas Festival
sepeda adalah program peng hijauan tanaman langka untuk upacara adat. Tahun 2013, mere ka menanam bibit tanaman langka seperti daun mesui dan pohon majegau, di 40 pura di Kabupaten Bangli.
Peserta night riding berfoto di Patung Catur Muka
melakukan kampanye bersepeda dan menggaungkan isu lingkungan. “Kami lahir dan dibentuk atas semangat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” imbuh Endra. Kegiatan Samas selain ber-
Kampanye Bike to School
E n d r a y a n g j u g a Ke t u a Pengembangan Wilayah Indonesia Timur untuk Bike to Work Indonesia menuturkan Samas dicetuskan Dewa Merthakota yang kemudian menjabat sebagai Ketua Umum Samas di Denpasar. Hingga tahun ketiga, Samas Denpasar telah berhasil mendorong terbentuknya forum komunikasi Samas di hampir seluruh Kabupaten di Bali. Seiring berjalannya waktu, Samas Denpasar bersama dengan Samas seluruh Bali yang telah terbentuk, sepakat membentuk Samas Bali dengan kepengurusan ex-officio Samas Denpasar. Kata Samas ini sendiri dipilih dari budaya masyarakat Bali dalam membentuk kekuatan komunitas sosial-budaya masyarakat Bali yang dimulai dari “penyasuran” (urat kata: sasur = 35 yang kemudian membentuk bebanjaran) menyatukan diri menjadi “penyatu-
san” (satus = 100), “penyatakan” (satak = 200), “penyamasan” (empat ratus = 400). Kegiatan bersepeda atau fun bike merupakan agenda rutin mereka yang mereka lakukan. “Kegiatan ini kini bisa dilakukan dengan siapa saja, karena hampir tak ada batas antarklub,” tandasnya. Sepeda memiliki filosofi mendalam yakni bisa dimaknai senyum an penuh damai. Dengan bersepeda orang bisa bertegur sapa, menumbuhkan rasa sikap rendah hati dan sebagai moda transportasi yang sangat relevan untuk kondisi global warming saat ini. Ia pun menuturkan kegiatan bersepada bangkit lagi sejak tahun 2006 dan menjadi trend sampai tahun 2011. Trend ini kemudian perlahan menurun tetapi sejak 2013 bangkit lagi. “Harapan kami masyarakat tetap memiliki budaya bersepeda,” kata Endra seraya mengatakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau car free day (CFD) dan lajur sepeda pertama di Bali sebagai bentuk sinergi untuk meningkatkan budaya bersepeda. Untuk program B2S, Samas ingin lebih menggiatkan penggunaan sepeda bagi siswa-siswi SMP dan SMA sebagai moda transpor-
Endra Datta
tasi alternatif ke sekolah. Program edukasi siswa mengenai pentingnya bersepeda ini dilakukan melalui kunjungan ke sekolah-sekolah yang telah berjalan sejak tahun 2012 dengan menggelar pemutaran film Bike to School Bali, yang mendapat sambutan yang luar biasa dari siswa maupun sekolah. “Kami juga mengusulkan ke Pemkot Denpasar agar sebulan sekali ada car free nite di sekitar patung Catur Muka. Acara nya bisa diisi dengan musik dan hiburan kesenian. Tujuannya untuk menghidupkan taksu kota budaya dan tetap pada jalur penanaman pemahaman peduli lingkungan,” ujar Endra. –Ngurah Budi
Suasana pelepasan Samas Hi-5! City Ride
Kreasi
18
8 - 14 September 2014
WHDI Bali dan WHDI Kota Denpasar
Gelar Pelatihan Merangkai Bunga Lokal
Tiga peserta berbakat bersama pengurus WHDI, instruktur merangkai bunga dan Ayu Dewi dari Dinas Pertanian Denpasar
U
ntuk itu pula WHDI Provinsi Bali dan WHDI Kota Denpasar menggandeng Dinas Pertanian Kota Denpasar menyelenggarakan “Pelatihan Merangkai Bunga Lokal” untuk anggota dan pengurus WHDI pada Jumat (29/8), di Jl. Padma Gang Harum,Penatih, Denpasar. Ketua WHDI Bali, Ny. Bintang Puspayoga mengatakan, selama ini kemungkinan masyarakat melihat kegiatan WHDI lebih banyak di bidang keagamaan seperti ngayah. Sesungguhnya, programnya juga fokus dengan pemberdayaan perempuan Hindu, baik bidang organisasi, penguatan ekonomi, budaya dan pendidikan. Salah satu langkah penguatan ekonomi yang dipilih kali ini adalah kegiatan berlatih keterampilan merangkai bunga. Ini juga bagian dari upaya menambah wawasan, keterampilan, dan nilai tambah bagi pengurus dan anggota WHDI, Ia menyampaikan kepada peserta pelatihan agar mereka yang sudah memperoleh pelatihan selanjutnya dapat menyosialisasikannya kembali di lingkungannya. Sebab, jika hobi merangkai bunga ini ditekuni dengan baik dan serius, dapat mendatangkan penghasilan dan menambah pemasukan keluarga. Artinya, jika pandai melihat celah, tentunya sangat
bisa menjadi lahan usaha yang bagus. Apalagi saat ini, dikatakannya sangat banyak hajatan yang digelar selalu menampilkan seni merangkai bunga sebagai hiasan. Begitu pula di kala hari besar dan hari raya atau acara merayakan tahun baru, biasanya para perangkai bunga sibuk menerima pesanan. Kabid Pembinaan dan Pemasaran Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ketut Ayu Dewi Aggreni Cahyani menambahkan, selain meningkatkan wawasan dan keterampilan, pelatihan merangkai bunga ini juga bertujuan untuk mengangkat hasil pertanian lokal, khususnya bunga. Bahkan, ia berharap ke depannya jika mungkin kita semua bersama-sama mampu bukan hanya membangkitkan pasar bunga lokal tapi juga buah lokal. Selain itu kata Ayu Dewi, ter wujudnya rangkaian bunga yang menarik sudah dipastikan akan membuat suasana ruangan menjadi semakin terlihat menarik dan indah. Selain memberikan keindahan, rangkaian bunga juga akan terkesan memberikan sentuhan berbeda dan hasil karya yang dibuat sendiri bisa memberikan kepuasan batin. RANGKAIAN NUANSA KEBUN Dalam pelatihan tersebut terlihat antusiasme para peserta. Mer e
Life
Story
Susu Terakhir untuk Al Sebuah foto dengan momen sangat meng harukan, beredar luas di dunia maya dan menjadi perbincangan, khususnya di lingkungan Polri. Inspektur Jenderal Polisi Drs. Mochamad Iriawan, Kapolda Jawa Barat, tengah memangku dan memberi susu botol pada seorang bayi bernama Muhammad Zaidan Al Farizi yang kala itu berusia 3,5 bulan, putra dari Briptu Nurul Affandi, anggota Polsek Kelapa Nunggal, Bogor, Jawa Barat, yang tewas ditembak pelaku curanmor.
Seiring perkembangan zaman, rangkaian floraflori pun sangat dinamis. Bahkan, seni merangkai bunga tersebut tidak pernah berhenti, terus ditemukan teknik merangkai bunga yang baru. Mulai dari teknik yang paling sederhana sampai ke teknik yang membutuhkan imajinasi.
Salah satu kreasi dengan bahan yang dipetik dari halaman rumah
8 - 14 September 2014
ka nampak menikmati dan dengan perasaan senang merangkai bunga yang telah disiapkan untuk berlatih. Putu Leli Rahayu, salah seorang peserta mengatakan ini pengalaman menarik baginya. Selain mengenal teori dasar merangkai bunga, juga tahu dan semakin terinspirasi untuk bisa memanfaatkan tanaman yang ada di sekitarnya. Bukan hanya itu, ia juga ingin lebih banyak lagi menanam bunga-bunga lokal di rumahnya. Begitu pula instruktur floris yang hari itu memberikan ilmunya, Didon Kajeng ditemanin rekannya Fransiska Hera dan Ayu Rara, dengan semangat pula tangan-tangan cekatan dan terampil mereka secara bertahap menunjukkan bagaimana cara merangkai bunga segar yang benar agar diperoleh hasil rangkaian yang bagus, menarik, natural, dan tentunya dapat tahan lebih lama. Didon mengatakan, sebelum memulai alangkah baiknya jika kita mengenal sifat-sifat bunga. Bunga juga mempunyai bentuk yang berbeda setiap jenisnya dengan warna yang berbeda pula. Ada ribuan jenis bunga yang tersebar di dunia ini. “Namun, bunga yang digunakan untuk pelatihan kali ini sengaja dipilih bunga-bunga lokal yang mudah diperoleh di sekitar kita, bunga yang ada dihalaman kita sendiri,” ujarnya. Selama ini, ucap Didon, bunga impor cukup merajalela. Padahal
Ketua WHDI Bali dan Kota Denpasar diantara hasil rangkaian bunga peserta
jika dirangkai bunga lokal tidak kalah keindahannya. Maka, ia pun juga mengajak peserta pelatihan untuk bangga dengan bunga-bunga lokal yang kita miliki. Beberapa bunga yang disiapkan kala itu di antaranya jempiring, gumitir, krisan, mawar, ekor tupai, daun andong, bunga pecah seribu, daun cemara, dan janur. Didon pun memaparkan langkahlangkah yang sederhana dan mudah dikerjakan. Meski merangkai bunga tidak ada aturan baku atau ketat dalam mendapatkan hasil yang indah, namun menurutnya kita perlu memahami teknik dasar untuk me-
Dikatakannya, daun dengan bentuknya yang unik dan eksotik juga bisa mempercantik tampilan rangkaian bunga. Selain itu, daun pun men jadikan rangkaian lebih bernilai dan alami. Sebagai aksen juga dapat digunakan janur dengan bentuk paku pipit atau bentuk lainnya. Batang dan daun dapat digunakan untuk memenuhi vas sebab efek penuh pada rangkaian akan membuatnya lebih menarik. Selain dua bentuk standar yang diajarkannya, Didon juga memberikan model lainnya yang tengah tren, family aranggement, yaitu dalam sebuah rangkain, ada benang merah
M
ochamad Iriawan yang terpukul atas kejadian tragis yang menimpa anggota nya itu, makin terenyuh ketika melihat bayi mungil itu sudah ditinggal ayahnya. Bolak-balik Kapolda Jawa Barat ini keluar masuk ruangan jenazah di rumah duka, menahan haru manakala melihat istri dan bayi anggotanya itu. Ia pun menguatkan hati Lita, istri dari Nurul agar tabah menghadapi cobaan tersebut. Berlinangan air mata, Lita melepas kepergian suami tercinta, Brigadir Anumerta Nurul Affandi, anggota Polsek Kelapa Nunggal, Bogor Jawa Barat. Tak sedikit pun firasat itu dapat dibacanya, sejak seminggu sebelum kepergian tragis suaminya yang ditembak pelaku curanmor yang kala itu hendak mencuri motornya di sebuah warung, usai ia melaksanakan salat Jumat tanggal 10 Januari 2014. Kini, setelah beberapa bulan berlalu, ia masih kerap meneteskan air mata kesedihannya tatkala memandang foto mendiang suaminya itu yang
masih terpajang di dinding rumah mereka dengan pakaian dinas kepolisian. Pedih hati ditinggal laki-laki yang amat menyayanginya itu dengan cara mengenaskan, membuat ia tak mampu membendung air matanya tiap kali menceritakan kebaikan dan perhatian Nurul bahkan sejak mereka berpacaran. Inilah kisah yang di ceritakan Lita setelah beberapa bulan kepergian suaminya itu dalam sebuah wawancara yang sangat mengharukan. Menggendong si buah hati Muhammad Zaidan Al Farizi yang lahir 23 September 2013, Lita tersenyum dan berusaha sekuat tenaga untuk siap menerima kenyataan bahwa kini Nurul sudah tidak bersamanya lagi. Ia ingat persis, seminggu sebelum penembakan yang merenggut nyawa Nurul, ia sempat mencatat beberapa hal yang akhirnya ia tahu bahwa itu tanda-tanda kematian yang hanya menjadi rahasia Allah SWT.
Sebagian peserta tengah asyik merangkai bunga
nancapkan bunga. Untuk peserta yang sebagian besar masih tergolong pemula , Didon memberikan contoh dua model susunan tancap yang paling sederhana yakni susunan tancap radial dan pararel. Susunan tancap radial, adalah susunan yang berpusat pada satu titik. Titik ini diandaikan terletak di bawah busa atau foam. Dicontohkannya dengan sebuah rangkaian bulat memakai bunga gumitir, krisan dan daun paku. “Pada rangkaian model ini, semakin banyak bunga akan semakin bagus,” kata Didon. Berikutnya adalah susunan tancap pararel. Masing-masing tangkai bunga seolah-olah tumbuh secara pararel. Di sini keuntungannya bisa menggunakan jenis bunga lebih beragam. “Rangkain bunga yang kami buat kali ini menggunakan daun palma, ekor tupai, krisan standar dan daun andong hijau. Untuk rangkaian pararel, semakin ringan jenis suatu bunga, dapat dipasang semakin tinggi,” kata Didon.
nya yang menyatukannya. “Cara merangkai bunga yang baik adalah duduk. Tujuannya agar semua sisi rangkaian dengan mudah terlihat,” cetusnya memberikan tips. Selanjutnya untuk tempat bunga atau vas, disarankannya pula dapat memanfaatkan benda-benda bekas yang ada di rumah, seperti kaleng biskuit atau yang lainnya. Sebab, membuat rangkaian bunga yang indah, dengan bahan yang murah pun bisa. Yang diperlukan adalah daya kreativitas dalam menata dan mengharmonisasikan rangkaian bunganya. Di akhir acara, sambil memilih tiga peserta berbakat, kembali ditekankan oleh Didon, dalam proses merangkai bunga intinya tergantung dari kreasi dalam menata susunan bunga itu sendiri. Namun, untuk menghasilkan suatu rangkaian bunga yang sempurna tetap diperlukan sebuah tehnik dasar agar menghasilkan komposisi keindahan warna yang lebih cantik. – Sri Ardhini
Muhammad Zaidan Al Farizi, anak Lita dan Nurul, tengah dipangku dan diberi susu oleh Kapolda Jawa Barat
bahkan ia tidak pulang seharian. Saat tiba di rumah, belum lagi ia duduk dan minum melainkan ia langsung menenteng kain lap dan siap mengepel. Oleh Lita ia diminta istirahat saja, masih ada waktu besok untuk bersih-bersih. Namun, ia tetap melanjutkan mengepelnya. Ia hanya istirahat sebentar saat adzan magrib berkumandang dan ia melaksanakan salat magrib. “Setelah itu Mas langsung melanjutkan lagi mengepel dan menyapu rumah,” Lita. Hari itu ia pulang membawa dua kaleng susu untuk bayi mereka. Lita sempat bertanya kenapa ia membeli dua kaleng susu padahal biasanya beli susu satu kaleng, setelah habis baru beli lagi. “Ya gak apaapa, mana tahu minggu depan saya tidak bisa belikan susu lagi untuk Al (panggilan kepada anaknya),” kata Nurul dikisahkan Lita dengan suara tersendatsendat. “Selama seminggu, Mas (sapaannya pada Nurul), membeli bungabunga dan mengaturnya di halaman serta teras rumah, juga rajin mengepel rumah,” ungkap Lita tersedak. Ia diam beberapa saat lalu mencoba tersenyum. Hampir tiap hari selama seminggu itu, Nurul ditemani adik iparnya membeli dan menata bungabunga di rumah baru yang baru sekitar 3 bulan mereka tempati itu. Saat itu Lita berpikir bahwa menata rumah itu adalah hal yang biasa bagi orang yang baru tinggal di rumah baru. Hanya saja ia sempat heran, dalam kesibukan Nurul yang biasanya jarang pulang ke rumah, ia lebih banyak beristirahat atau bercanda dengan ia dan anaknya jika ada waktu pulang ke rumah. Meski ia tahu, Nurul adalah pribadi yang rajin dan sangat peduli pada keluarga dan rumah tempat mereka tinggal, Lita memang sedikit merasa suaminya itu kelewat rajin. Ia bahkan sempat meminta agar suaminya itu istirahat saja, tidak usah terlalu capek di rumah karena sewaktu-waktu, siang, malam bahkan dinihari ia bisa mendapat panggilan tugas. Tapi Nurul selalu menjawab bahwa ia ingin me lihat rumahnya rapi dan bersih. Tanda-tanda lain yang tidak di pahami Lita saat itu adalah, hari Kamis sore, sehari sebelum kejadian, Nurul pulang lebih cepat dari biasanya sekitar menjelang pukul enam sore dan setelah itu tidak keluar lagi. Biasanya menurut Lita, jika dan ia pulang sore, maka malam ia akan keluar lagi karena mendapat panggilan tugas. Atau,
BAJU HADIAH ULTAH Semalaman Nurul tidak keluar lagi, melainkan duduk di gazebo menerima tamu kawan-kawannya yang datang berkunjung hingga malam. Subuh di hari Jumat, seperti biasa Nurul bersiap untuk beraktivitas dan berangkat ke kantor. “Selesai salat subuh, Mas memeluk Al, menciuminya bertubitubi, mengganggu seperti tidak ingin meninggalkannya,” kata Lita. Itu hal yang tidak biasa ia lakukan. Jika ia lihat anaknya tengah tertidur, ia malah selalu berhati-hati agar jangan sampai mengganggu tidurnya. Tapi subuh itu berbeda. Lita sampai menegurnya untuk tidak mengganggu si kecil yang sedang terlelap itu agar tidak rewel. Ia hanya berkata pada Lita, “Jaga Al, ya..” Usai mandi Nurul pun bersiap ganti pakaian. “Biasanya pakaian apa saja yang saya siapkan selalu dipakainya, namun pagi itu ia berganti baju sampai tiga kali,” ungkap Lita. Nurul yang sehari-hari berpakaian preman suka mengenakan kaos atau hem biasa. Hari itu, Lita menyiapkan kaos warna kuning, namun dilepasnya dan mengganti dengan baju lain warna biru. Lita sempat juga bertanya mengapa bajunya diganti. Nurul menjawab, ia terlihat tidak pantas dan terlihat jelek memakai baju-baju tersebut. “Akhirnya yang terakhir ia memakai baju warna abu-abu, baju hadiah ulang tahunnya yang ke–28, hadiah dari saya,” kata Lita menangis. Waktu ia berangkat ke kantor, ia
7
sempat mencium kening Lita agak lama dan itu juga tidak biasa ia lakukan sehingga dalam hati Lita sempat berkata, tumben sekali ia begitu. Langkah terakhirnya dari rumah itu, ia kembali berujar, “Jaga Al ya…”. Lita melepas belahan jiwanya itu seperti biasanya, tanpa mampu membaca tanda-tanda, tanpa menyadari betapa banyak firasat yang harusnya ia rasakan. Itulah ter akhir kalinya Lita melihat suami yang sangat dicintainya itu dalam hembusan napasnya yang penuh cinta. Lelaki yang di matanya adalah suami yang sangat bertanggung jawab, berprilaku baik dan sangat sayang dengan keluarga. Seorang polisi, yang ia rasakan seluruh pengabdiannya diberikan untuk bangsa dan negara itu. Yang segala kerelaan dan keihklasan bertugas ia berikan untuk menerima takdir apa pun yang kelak ia terima sekali pun nyawa taruhannya. “Mas selalu bilang jika pun suatu waktu saya mati di tangan penjahat, itu kan takdir,” kata Lita yang memahami benar risiko suaminya dalam tugas-tugas lapangan. Sebagai seorang anggota Reskrim yang bertugas dalam tim buru sergap (Buser), risiko itu telah dipahaminya. Ia selalu berserah diri pada takdir-Nya. Takdir itu pun menjemputnya dengan cara yang sangat tragis. Ia ditembak oleh seorang pelaku curanmor yang hendak mencuri sepeda motornya yang di parkir di sebuah warung tempat ia makan. Usai salat Jumat, sekitar pukul 13.45 Wib, Nurul melepas lelah dan makan siang di warung yang terletak di jalan raya Narogong, Kecamatan Klapa Nunggal, Kabupaten Bogor. Tiba-tiba pemilik warung melihat dan memberitahukan Nurul bahwa ada orang yang mencurigakan hendak mencuri motor yang diparkir di depan warung nasi tersebut. Naluri polisi Nurul pun terpanggil sehingga ia kemudian warung dan sempat menegur pelaku dengan ucapan “Ngapain kamu?”. Si pelaku menjawab “Gak ada apa-apa, Pak”. Beberapa saat kemudian Nurul kembali masuk dan kemudian pelaku masuk ke warung itu melalui pintu samping warung dan langsung menembak Nurul dari dalam warung tersebut pada jarak kurang lebih 10 meter dari Nurul. Tembakan itu mengenai kepala bagian belakang persis di bawah telinga sebelah kanan sehingga Nurul pun meninggal dunia seketika di tempat kejadian perkara, tanpa sempat ditolong. Saat itu, jenazah Nurul dibawa ke Rumah Sakit Kramat Jati Jakarta, kemudian malam harinya dipulangkan ke rumah duka. Esoknya, diiringi isak tangis Lita dan keluarganya dan penghormatan terakhir dari Kapolda Jawa Barat beserta seluruh jajaran Polda Jawa Barat, jenazah Nurul pun dimakamkan di Taman Makam Penghormatan Cikeas Bogor dengan kenaikan pangkat menjadi Brigadir Anumerta. -Naniek I. Taufan
Woman on Top
6
Ni Nyoman Rai Sudani
Libatkan Kelian Banjar Susun RAK Awalnya, ia seorang bidan. Kini tugas utamanya sebagai perbekel Sibang Kaja. Ia adalah Ni Nyoman Rai Sudani. Perempuan yang akrab disapa Bu Rai ini mengaku terpilih sebagai perbekel berkat suara para lansia. Seperti apa kiat perempuan kelahiran 28 Oktober 1960 ini dalam menjalankan tugasnya memimpin 7 banjar di Sibang Kaja?
D
itemui saat siaran interaktif di radio pemerintah ini, perempuan murah senyum ini bertutur ketertarikannya ikut dalam pemilihan perbekel. “Sebelum menjadi perbekel awalnya saya bidan di puskesmas Sibang Kaja,” tutur Paramedis Teladan II Provinsi Bali ini. Tahun 2008, ketika Rai Sudani masih sebagai bidan di Puskesmas Induk Sibang Kaja, ia membuat satu terobosan membentuk klub lansia di desa Sibang Kaja. Ia membuat perayaan ulangtahun bersama para lansia dan menggagas senam lansia. Acara tersebut, diiringi isak tangis haru para lansia. Sejak saat, itu klub lansia terus eksis. Tujuh banjar yang bernaung di Desa Sibang Kaja, rutin melakukan senam lansia tiap Minggu. Ia sangat terharu, karena programnya sangat didukung warga masyarakat. Tahun 2012 ia sempat ditarik ke Dinas Kesehatan Kabupaten
Badung. Dari sana, ia banyak belajar tentang alur administrasi birokrasi. Ternyata, ke depannya, pengalaman yang ia dapatkan saat bertugas di Dinas Kesehatan Kab. Badung sangat berguna ketika menjadi perbekel. Setahun kemudian ada pergantian perbekel, suaminya menawarkan Rai Sudani untuk ikut berkompetisi. “Saya juga banyak mendapat masukan dan saran dari warga agar saya ikut mencalonkan diri. Karena itu, saya mantapkan diri ikut. Modal saya hanya kepercayaan masyarakat bukan politik uang,” kata Bidan Inspirasional tahun 2011 versi Majalah Kartini ini. Dalam benaknya, ia memiliki harapan ingin melakukan suatu perubahan ke arah yang lebih baik di Desa Sibang Kaja. Apalagi banyak dukungan untuknya, terutama dari para lansia. Rata-rata para lansia berjumlah 100-an tiap banjar. Mereka ingin memiliki perbekel perempuan. “Dados perbekel mangda polih
ngayah ring desa,” motivasi para lansia kepada dirinya. Ia sangat bersyukur, kemenangannya murni karena kepercayaan masyarakat bukan politik uang. Karena ia ingin memimpin Desa Sibang Kaja ke depan dengan program yang transparan. Ta n g g a l 2 7 D e s e m ber 2013 ia resm i menjadi Perbekel Desa Sibang Kaja. Dalam mengelola manajamen, ia menuturkan, banyak belajar dari staf lama. Kiatnya, melihat cara kerja mereka. Dari sana, ia banyak belajar dan tahu. Ia selalu menekankan, sama-sama belajar untuk ke depan yang lebih baik. Ketika desa diberikan mengelola anggaran 4 miliar, ia libatkan semua kelian banjar untuk ikut dalam pembuatan rencana anggaran kegiatan (RAK). Ia ingin mereka juga tahu proses pengelolaan anggaran. Awalnya, mereka menolak. Namun, berkat komunikasi yang baik dan kekeluargaan, semua komponen siap bersama-sama turut melibatkan diri dalam penyusunan RAK. Untuk mematangkan rencana kegiatan, dia sering melakukan rapat bersama tokoh masyarakat. “Biasanya, rapat rutin dilakukan tiap Kamis dengan para kelian. Mereka diminta untuk menyampaikan rencana kegiatan
yang akan dilakukan termasuk apa saja yang sudah dilakukan,” tuturnya. Syukur kata dia, uang sudah masuk rekening desa. Kini, tantangannya adalah proses pelaksaanan kegiatan termasuk evaluasi. Juara II Tokoh Perempuan Bali 2012 ini mengatakan, kegiatan yang sedang menjadi prioritas, pengelolaan sampah dan tempat pembuangan sampah terpadu, termasuk
8 - 14 September 2014
8 - 14 September 2014
pembelian truk sampah, tapal batas desa, dan jogging track di lapangan. Memang ia mengakui, sebagai pemimpin dan sebagai manusia biasa, pasti pernah punya masalah. Namun, Rai biasanya curhat kepada suami di rumah. Apa saja masalah yang ia hadapi. Sabar adalah kunci utamanya dan menerima apa adanya. Ada satu harapannya ke depan, ia ingin meningkatkan peran perempuan. Ada satu program yang sedang digagasnya, mewajibkan PKK tiap banjar menari Sekar Jepun dan membuat paduan suara. Mereka akan melakukan parade seni 28 Oktober mendatang. Awalnya, program ini ditolak para laki-laki karena menambah pekerjaan para istri mereka. Namun, perlawanan para suami terbantahkan, karena para ibu PKK sangat mengapresiasi program tersebut. Dengan program ini mereka bisa mengekspreasikan jiwa seni mereka. “Sekarang semua sibuk berlatih untuk pentas 28 Oktober nanti. Saya juga berikan dukungan dana masing-masing Rp 2 juta,” ujarnya. Di sela-sela kesibukannya sebagai perbekel, ia tetap menjalankan tugasnya sebagai bidan mandiri. Ia dibantu dua orang di rumahnya saat ia sibuk menjalankan tugas sebagai perbekel. –Wirati Astiti
Sudut Pandang
19
Optimalisasi Pelayanan Primer Gencarkan Promotif dan Preventif Hari itu, Yessica, sedang kontrol bersama putrinya yang baru berusia dua bulan ke Puskesmas IV Denpasar Selatan. Ia menggunakan kartu Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Ketika ditanya bagaimana pelayanan kesehatan dengan pengunaan kartu tersebut, Yessica langsung menjawab dengan semangat. “Kartu ini semacam asuransi kesehatan. Menurut saya bagus. Bagi yang tidak bekerja, bisa mengurus sendiri. Prosesnya juga cepat dan mudah. Walaupun tak memiliki KTP Bali, saya mengurus kartu BPJS dengan KTP dan Kartu Keluarga dari Jawa,” kata Yessica.
P
erempuan yang tinggal di Sesetan Denpasar ini mengatakan, penggunaan kartu BPJS Kesehatan juga sangat mudah di puskesmas. Ia mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan apa yang ia bayar. Saat ia melahirkan putri sulungnya, ia sempat dirujuk ke RS Wangaya karena ada sesua tu masalah dalam persalinannya. Akhirnya, ia melahirkan dengan operasi caesar. Menurut Yessica, proses rujukannya dari puskesmas ke RS Wangaya juga tidak sulit. Sementara, Ni Made Sutini, pasien penyakit hipertensi dan asma ini menuturkan, untuk penyakit kronis, ia bisa mendapatkan pelayanan rujukan balik. Artinya, kalau sebelumnya, ia harus ke RS Wangaya untuk kontrol tiap bulan, kini petugas puskesmas sudah boleh memberikan resep, sehingga ia bisa langsung ke apotek. “Pelayanan rujukan balik ini sangat mempermudah pasien penyakit kronis,” kata perempuan yang berprofesi sebagai PNS ini. Menurut Kepala Puskesmas IV Denpasar Selatan (Densel), dr. Ayu Witriasih, dokter di pelayanan primer sangat berperan sebagai gate keeper yang akan menentukan apakah pasien bisa ditangani di tingkat primer atau harus dirujuk. Karena itu, dibutuhkan dokter layanan primer yang andal, yang
mampu menerapkan pendekat an kedokteran keluarga secara utuh. “Kalau di puskesmas, hanya didukung dokter umum. Untuk kompetensi dokter umum yang ada di Bali belum semua dokter keluarga (DK). Padahal, di luar Bali hampir semua dokter umum sudah dilantik menjadi DK. Di Bali baru ada 5 orang DK. Saya salah satunya. Pada pendidikan dokter keluarga, ada penambahan beberapa ilmu yang sangat penting yang sering diperlukan dalam mengoptimalkan pelayanan primer. Pengetahuan tersebut meliputi 4 bidang yakni penyakit dalam, kebidanan, anak, dan bedah. Mungkin ke depannya perlu ada pendidikan dokter layanan primer selama dua tahun dengan gelarnya Sp.FM (spesialis Family Medicine atau dokter keluarga) bagi para dokter umum,” kata perempuan yang sudah memimpin Puskesmas IV Densel ini menjadi puskesmas berprestasi tingkat nasional ini. Menurut dr. Ayu Witriasih, dokter di pelayanan primer swasta harus paham konsep pembayaran secara kapitasi, sehingga mereka mampu menekan kunjungan, dan meningkatkan promotif dan preventif. Artinya, semakin sedikit keluarga yang sakit semakin baik. Sisa kapitasi nanti dapat dibagi dua yakni dipakai untuk promosi preventif dan sebagian lagi untuk
kesejahteraan dokter. Yang terjadi saat ini adalah dana dikelola oleh yang mempunyai klinik dan dokternya dibayar secara fee for service oleh pemilik klinik. “Kalau sampai ini terjadi maka tujuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia tidak akan tercapai tapi akan menguntungkan segelintir orang. Karena dokter tidak bisa memporsikan dana yang diterima untuk preventif dan kuratif. Mereka hanya menerima uang sesuai jasa dan sesuai jumlah yang diperiksa,” kata dr Ayu. Menurutnya, dana JKN jangan ditafsirkan keuntungan semata tanpa melakukan suatu usaha promotif-preventif, harus jelas pengelolaannya antara dokter dengan pemilik fasilitas sehingga tujuan JKN tercapai. DOKTER KELUARGA SAHABAT MASYARAKAT Pembayaran fee for service de ngan kapitasi sangatlah berbeda. Jika dokter dibayar oleh pemilik klinik untuk jumlah kunjungan maka dokter akan mengharapkan sebanyakbanyaknya kunjungan “kuratif”. Hal ini diluar konsep JKN. Padahal, sistem kapitasi yang dilakukan BPJS mengharapkan dokter proaktif menekan angka kunjungan dengan memberikan lebih banyak edukasi melalui penyuluhan dan konseling untuk merubah gaya hidup sehinga
dr. Ayu Witriasih
Ni Made Sutini
pasien yang sakit menjadi sehat, masyarakat yang sehat tetap sehat. “Kalau dokter yang sudah menjadi dokter keluarga tentu sudah paham prinsip ini. Dokter di pelayanan primer harus menganggap setiap kontak dengan pasiennya sebagai suatu kesempatan untuk menyelenggarakan pelayanan pencegahan penyakit atau pendidikan kesehat an,” tegasnya. Dalam penelitian Magister-nya pada beberapa dokter keluarga di kota Denpasar, malah dokter keluarganya tidak tahu keseluruhan keluarga yang dibina. Mereka hanya tahu jumlahnya saja, begitu pula masyarakat tidak tahu dan tidak kenal dengan dokter keluarganya hanya tahu nama dokter bahkan tidak tahu alamat praktiknya. Hal ini, seharusnya tidak boleh terjadi karena komunikasi masyarakat de ngan dokter keluarganya harus terjadi justru sebelum mereka men dapat masalah kesehatan. “Saran saya pada kedua pihak atau BPJS
yang memfasilitasi pertemuan dokter keluarga dengan masyarakat yang dibina. Artinya masyarakat harus kenal siapa dokter keluarga nya atau dokter keluarga diberikan nama dan alamat lengkap dari masyarakat yang dibina sehingga mereka mengenal satu sama lain, karena dokter keluarga adalah sahabat masyarakat,” sarannya. Menurut dr. Ayu, untuk meng optimalkan pelayanan primer, yang harus disiapkan sekarang adalah SDM/petugas kesehatan yang mampu melakukan layanan promotif dan preventif. “Konsep pelayanan primer adalah peningkatan mutu pelayanan yang menekankan pada prinsip pencegahan sehingga dapat menurunkan biaya perawat an dan pengobatan. Pelaksanaan sistem ini membutuhkan dokter layanan primer yang andal, yang mampu menerapkan pendekatan kedokteran keluarga secara utuh,” katanya. -Wirati Astiti
Upaya Menjaga Kesehatan sebelum Sakit Kabar gembira ini diperolehnya dari seorang teman. Tanpa banyak berpikir lagi ia pun segera mendaftarkan diri dan seluruh anggota keluarganya menjadi anggota Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). “Saya tertarik karena mendapatkan informasi dari seorang teman yang bisa dipercaya. Program BPJS ini disebut sangat baik memberi pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Jadi kenapa tidak, kami gunakan untuk upaya prefentif,” papar Surya Dharma Wijaya (49) didampingi Dewi Suarjani, istrinya. Sebagai kepala keluarga, Surya mesti bertanggung jawab terhadap kesehatan keluarganya. Selama beberapa tahun ini, katanya ia sudah mengikuti program kesehatan di sebuah perusahaan asuransi. Namun, ia merasa cukup berat untuk pembayaran setiap bulannya. Ternyata ketika ia mencoba mengurus kepesertaan BPJS , ia tidak merasakan kesulitan. Meski program ini baru, ternyata prosesnya tidak ribet. Disamping itu ia mengaku mendapatkan informasi jika suatu saat pembayaran tertunda, misalnya sampai 3 bulan, keanggotaan tidak akan hangus, dengan catatan setelah mampu segera diselesaikan pembayarannya disertai dendanya. Konsep BPJS tentulah menarik karena semua orang akan mendapatkan tanggungan. Namun, kata Surya di masyarakat masih banyak orang belum mengetahui tata cara pembuatan kartu BPJS, bagaimana pendaftarannya, apa saja berkas yang disiapkan, cara pembayaran hingga cara pengunaannya. Menurutnya petugas dari BPJS lebih gencar, sebab masyarakat tidak semua proaktif bisa dan mau melihat dan bisa langsung bertanya pada petugas atau malah melakukan pendaftaran peserta BPJS melalui online. Proses yang cepat dan bisa langsung dicetak. Tidak perlu antri dan tidak memerlukan waktu yang panjang. “Sesungguhnya jika mau menyadari, kehadiran BPJS bagi masyarakat seperti kami ini, secara tidak langsung mengingatkan juga betapa pentingnya menjaga kesehatan, menjalankan gaya hidup sehat,” kata Surya. Yang menarik masyarakat bisa memilih perawatan sesuai dengan kemampuan.
Surya dan Dewi yang memiliki dua anak ini memilih untuk dirawat di kelas I jika sakit. Ia pun wajib membayar Rp 59.500 , untuk setiap orang per bulan. Sebenarnya masih ada pilihan lainnya , yang dapat dipilih sesuai dengan kemampuan apakah ingin layanan kelas II, dengan iuran Rp 42.500 per bulan, serta kelas III Rp 25.500 per bulan. “Saya juga bahagia saudara yang kurang mampu juga masih bisa membayar iurannya. Kami yakin bagi banyak orang ini masuk pengiritan,” katanya. Surya rupanya sangat menyadari perlunya usaha preventif dalam urusan kesehatan, sebab jauh lebih murah dibandingkan dengan mengobati yang disediakan BPJS sekalipun. Kalau sakit tentu ia tidak bisa bekerja, yang berarti pula pendapatan.berkurang. Yang menjadi daya tarik lainnya adalah pembayarannya bisa dilakukan melalui ATM , ini memudahkan mereka, sebab waktunya bisa lebih hemat. Tinggal menyimpan bukti transfer yang ada. Surya pun dengan lancar menyampaikan bagaimana ketika ia melakukan pendaftaran. Pertama, tiap calon peserta melakukan pendaftaran ke BPJS Kesehatan dengan mengisi formulir daftar isian peserta dan menunjukkan kartu identitas. Kedua, pihak BPJS bakal memberikan informasi tentang virtual account calon peserta. “Virtual account ini berlaku untuk masing-masing individu calon peserta. Kemudian yang ketiga sebagai calon peserta bisa melakukan pembayaran ke bank dengan virtual account yang sudah diberikan BPJS Kesehatan. Selanjutnya peserta melakukan konfirmasi pembayaran iuran pertama ke BPJS Kesehatan. Terakhir, BPJS Kesehatan memberikan kartu BPJS Kesehatan kepada kami sebagai peserta,” tuturnya. Surya juga mengatakan kalau pembayaran iuran BPJS dilakukan paling lambat tanggal 10 setiap bulan, dan apabila ada keterlambatan dikenakan denda administratif sebesar 2 persen dari total iuran yang tertunggak paling banyak untuk waktu 3 (tiga) bulan. Namun Surya juga mengingatkan, kalau program BPJS ini akan berhasil , jika orang-orang terkait tak berhenti mengomunikasikan langsung dengan masyarakat sehingga menjadi sebuah langkah pelayanan yang mulia untuk kesehatan paripurna bagi masyarakat. –Sri Ardhini
20
Nine
8 - 14 SEPTEMBER 2014
Dra. Siti Syarah, M.Pd.
Kenalkan Belajar dengan Lagu Endonom, etionon, hygroskopis. Hygroskopis contohnya biji polongpolongan juga pecahnya spora. Gerak etionom ada tiga, taksis, nasti dan tropisme. Fototaksis, kemotaksis, fototropi, geotropi, hygrotropi, tygnotropi. Fotonasti, niktinasi, seismosnasi, tigmonasti, nasti kompleks.
L
agu tentang gerak tumbuhan memakai kata-kata latin dalam pelajar an biologi siswa kelas 2 SMP ini fasih dinyanyikan oleh Kharisma, Rafka, Aura Luna dan beberapa anak lain yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Lagu ini juga dengan semangat dinyanyikan oleh siswa SMPN 2 Bolo, saat mereka belajar mata pelajaran biologi khususnya saat belajar tentang gerak tumbuhan, sejak beberapa tahun lalu. Di depan kelas berdiri guru biologi mereka, juga dengan semangat membantu mereka menghapal kata-kata latin tersebut melalui lagu ini. Bukan cerita baru, sulitnya siswa menghafal bahasa dan kata-kata latin ketika belajar bio logi menjadi kendala berarti bagi siswa dalam memahami pelajaran biologi. Hal inilah yang membuat siswa akhirnya cenderung malas belajar biologi. Mata pelajaran biologi menjadi salah satu mata pelajaran yang jarang disukai siswa karena untuk memahaminya banyak kata-kata latin yang harus dihapal terlebih dahulu. Adalah Dra. Siti Syarah, M.Pd., (46), seorang guru biologi lulusan Universitas Mataram dari Desa Rato Kecamatan Bolo, yang akhirnya memperkenalkan bio logi bisa menjadi pelajaran yang menyenangkan. Berawal dari
keptihatinannya melihat siswasiswanya kesulitan menghapal kata-kata latin dan kesulitan siswa tersebut juga menjadi kendala bagi dirinya dalam mengajar. Ia akhirnya berinisiatif untuk mengajar bahasa latin tersebut menggunakan lagu. Dalam pelajaran biologi, salah satunya menyangkut gerak tumbuhan inilah hapalan kata latin yang paling sulit. Sementara dalam praktik pembelajarannya siswa harus dapat menghapal dengan tepat tiga gerak tumbuhan ini lengkap dengan contohnya. “Saya prihatin melihat siswa kesulitan sekali dalam menghapal dan itu menjadi kendala berarti bagi mereka untuk bisa memahami pelajaran bio logi. Karena itu saya berpikir, tampaknya lewat lagulah yang paling mudah dan cepat mereka menghapalnya,” ungkap Syarah yang telah mengajar lebih dari 20 tahun ini. Lewat lagu, terbukti bisa memperkuat ingatan siswa. Se hingga biasanya sebelum ulang an, Syarah mengajak siswanya menyanyi terlebih dahulu lagu ini. Ia membandingkan sebelum dan setelah ia mengajar dengan lagu, siswa sukses menjawab pertanyaan khususnya berkaitan dengan gerak tumbuhan ini dengan tepat. “Senangnya me ngoreksi ulangan siswa kalau
tepat menjawab bahasa dan kata latinnya yang biasanya lebih banyak salah,” ungkap guru yang aktif sebagai pengurus Kwarcab Pramuka Andalan Puteri Kabupaten Bima ini. Akhirnya lagu ini menjadi sangat familiar di sekolahnya dan juga dengan mudah dinyanyikan anak-anak dan keponakan-keponakannya yang kebanyakan masih duduk di bangku sekolah dasar. Siti Syarah termasuk guru yang aktif juga kreatif dengan tidak kurang dari 13 kali ia dipercaya menjadi instruktur, penatar, narasumber dan fasilitator di Kabupaten Bima. Selain mengenalkan belajar dengan lagu ia juga pernah melakukan penelitian dan tindakan kelas dengan membuat Media Audio-Visual Untuk Meningkatan Motivasi dan Hasil Belajar tentang Reproduksi Manusia. Ibu dari, Diah Alifa Ningtiyas (15), Dwi Atmi Khairaninggrum (13) dan Raras (8), yang kini menjadi instruktur nasional Kurikilum 2013 mata pelajaran IPA untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat ini, rajin mencoba hal-hal baru dalam menemukan metode pengajaran yang memudahkan siswa dalam memahami pelajaran biologi. Seperti halnya menghapal bahasa latin tentang gerak tumbuhan, ia juga pernah membuat media yang mewakili model jantung yang dibuat dari barang-barang bekas seperti botol dan selang infus, yang menggambarkan kerja jantung. Sehingga media yang memperlihatkan cara kerja jantung ini bisa dibuat dan dipelajari oleh siswa-siswa di kota maupun
Dra. Siti Syarah, M.Pd.
di desa. Inovasinya ini juga pernah diikutkan dalam lomba Inovasi Pembelajaran Guru SMP mewa kili Nusa Tenggara Barat bidang biologi tingkat nasional tahun 2009. “Waktu itu hanya masuk nominasi saja, tapi jadi pelajaran penting untuk mencari yang baru, ya....ketemu pembelajaran dengan lagu ini,” ujarnya tertawa mengenang ketika ia mendemonstrasikan media jatung buatannya di depan juri, sempat terjadi kebocoran ketika ia memompa jantung yang membuat darah buatan bocor menyebabkan ia gagal “mempertanggungjawabkan” inovasinya ini. Untuk inovasi lagunya ini, tidak kurang dari empat tahun, sejak 2007-2011, ia melakukan penelitian dan uji coba secara terus-menerus tentang efektifitas pembelajaran biologi dalam menghapal kata-kata latin ini dengan lagu di sekolah tempatnya mengajar. Dengan penelitian tindakan kelas ini efektifitas kecepatan daya hapal dan daya ingat siswa mencapai 80% dan dakam waktu yang cepat. “Dalam tiga kali pertemuan sembari mereka diberi tugas menghapal lagu gerak tumbuhan dengan
Alumni Customised Course For Indonesian Secondary Science Educators
kaya latin tersebut, rata-rata siswa telah menghapalnya,” kata Syarah. Awalnya, lagu ini hanya dibuat tak pakai musik dan tanpa notasi, tapi dinyanyikan begitu saja. Namun untuk lebih memudahkan dalam menghapal, dibantu suaminya, Hidayat Sulistyanto (50), yang juga seorang guru, mereka membuat notasi lagunya. Mereka mencari nadanya langsung merekam dengan cara yang sangat sederhana sampai menjadi lagu yang siap diperdengarkan dengan harapan siswa dapat menghapal dengan mudah. Hingga akhirnya di tahun 2011 ia membawa karya kreativitasnya dalam lomba Inovasi Pembelajar an Guru SMP mewakili Nusa Tenggara Barat bidang biologi dan berhasil keluar sebagai terbaik ke-4 tingkat nasional, saat lomba ini digelar tahun 2011 di Cisarua Bogor, Jawa Barat. Atas prestasinya tersebut, baru-baru ini, di tahun 2013 ia mendapat kesempatan meng ikuti overseas training di Southeast Asian Ministers of Education Organisation (SEAMEO) Regional Centre for Education in Science and Mathematics (RECSAM)SEAMEO-RECSAM (pelatihan guru bidang matematika dan IPA), Asia Tenggara yang di ikuti 12 negara di antaranya, Indonesia, Malaysia, Singapura, Banglades, Myanmar, Colombo, di Penang Malaysia. Semua ini dilakukan Syarah untuk efektivitas pembelajaran, membuat siswa lebih mudah mengerti dan memahami pelajar an dengan cara mengajar menggunakan media kontekstual bukan media konsep sesuai dengan kurikulum 2013. Syarah berusaha menciptakan suasana yang memberi pengalaman belajar yang melibatkan siswa secara langsung untuk melihat, mendengar dan melakukan, bukan sekadar mendengar konsep-konsep, khususnya dalam mata pelajaran biologi yang diajarkannya. Selanjutnya, Syarah masih bercita-cita untuk menyempurnakan media jantung buatannya yang dulu pernah gagal dalam lomba di tingkat nasional yang dige rakkan dengan bantuan mesin tanpa tekanan manual namun masih menggunakan barang bekas agar dapat diakses oleh siswa di kota maupun di desa sehingga dapat dengan jelas memperlihatkan anatomi, bagian-bagian, fungsi dan proses kerja jantung. -Naniek I. Taufan
Inspirasi
8 - 14 SEPTEMBER 2014
5
Ratna Somantri
Perlakukan Teh dengan Cara Istimewa Bicara teh, mungkin sebagian orang berpikir itu, itu biasa saja, tidak ada yang istimewa. Maklum, hampir kebanyakan orang Indonesia adalah peminum teh. Tapi anggapan itu, bisa jadi berubah, jika Anda berbincang dengan Ratna Somantri, seorang pecinta teh yang mendalami seluk-beluk teh. Darinya bukan hanya didapat berbagai informasi tentang teh tapi juga hal-hal yang tidak banyak diketahui umum.
M
isalnya saja hal paling sederhana, yang biasa kita lakukan sehari-hari yakni menyeduh teh. Tahukah Anda bahwa menyeduh teh, ternyata, tidak boleh menggunakan air terlalu panas seperti 90 atau 100°C karena akan merusak kandungan antioksidan yang dimiliki teh? Tahukah Anda bahwa daun teh yang telah diseduh air panas tidak boleh dibiarkan lebih dari dua menit? Tahukah Anda kalau teh yang bagus terasa manis alami bukannya pahit? Itu hanya contoh dari sekian banyak info terkait teh yang dibagikan Ratna kepada Tabloid Tokoh. Tapi sekarang, tutur wanita cantik berusia 35 tahun ini, sudah semakin banyak orang mengenal teh lebih jauh. Setidaknya, tutur Ratna, anggota Komunitas Pecinta Teh yang kini membernya sudah mencapai 600 orang lebih, telah banyak tahu tentang ‘dunia teh’, mulai dari cara menyeduh teh yang benar, aneka jenis teh hingga kondisi teh Indonesia dan pasar internasional. Ini tak heran, karena Komunitas Pecinta Teh yang didirikan pada 2007, memiliki agenda kopi darat setidaknya sebulan sekali. Saat kopi darat itulah segala informasi teh, termasuk mencicipi berbagai jenis teh. Pembicara di acara tersebut juga beragam, di antaranya para pengusaha teh, dan orang-orang yang memiliki pengetahuan tentang teh. Maka tak heran kalau para member ini memiliki pengetahuan lebih dibanding orang kebanyakan. “Jadi intinya, para member komunitas, khususnya yang senior bisa berbicara banyak tentang teh, termasuk mendemo menyeduh teh yang benar,” papar Ketua Bidang Promosi Dewan Teh Indonesia, ini. Ratna bertutur, meskipun suka teh sejak kecil karena itu adalah minuman favorit keluarganya, namun ketertarikannya mendalami teh tidaklah serta-merta. Itu ada prosesnya, kata Ratna. Dulu, ungkapnya, sama seperti yang lain, ia pun tidak tahu banyak
Ratna Somantri
tentang teh. “Waktu kecil saya hanya punya pengetahuan sedikit tentang teh, itu pun dari mama. Misalnya, bagaimana menyeduh teh yang benar, bagaimana suhu air panasnya, menyimpannya tidak bisa sembarangan, minum teh yang bagus tidak pakai gula, dll. Itu bukan pengetahuan yang spesial namun penting karena kita meminum teh setiap hari,” tuturnya. Barulah setelah sekolah di Sydney, Australia, dan diajak temannya bergabung dalam bisnis café, ia pun tertarik pada dunia teh. Pasalnya, di negeri kangguru itu, ia menemukan begitu banyak jenis teh. “Semakin saya mendalami, semakin tertarik. Dari mulai culture, history, manfaat, dan perkembangan teh di dunia. Saya merasa teh begitu luar biasa dan special. Begitu juga tentang sejarah teh Indonesia dan kenapa teh Indonesia kurang terdengar gaungnya di pasaran internasional. Padahal, secara komoditi, Indonesia berada di peringkat delapan dunia Negara pengekspor teh terbesar. Yang lebih menyedihkan lagi, tingkat kesejahteraan petani teh yang masih kurang baik, banyak perkebunan teh semakin menyusut di negri ini, berganti menjadi kebun sawit dan kebun sayur. Padahal teh Indonesia memiliki potensi besar dari segi perekonomian.
Asalkan, tentu saja, diperhatikan kualitasnya juga packaging (kemasan) sehingga memiliki nilai tambah. Kita harusnya punya brand teh level premium, sampai sekarang tidak ada,” paparnya bersemangat. Terkait dengan itu juga, tutur wanita kelahiran Cirebon 1978 ini, dirinya berencana untuk memproduksi teh Indonesia kelas premium untuk kalangan atas. Bersama dengan partner bisnisnya, seorang pengusaha batik terkenal, ia akan meluncurkan teh premium pada November 2014 mendatang. Nantinya selain membuka café teh, juga akan memasarkan aneka teh Indonesia berkualitas bagus. Kita akan membuat brand sendiri juga packagingnya dibuat mewah. “Memang koleksi tehnya belum banyak. Kita punya teh putih dari Jawa Barat. Asal tahu saja, teh putih ini harganya mahal sekali. Teh putih asal Cina harganya Rp13 juta per-kg. Nah kalau teh putih local kita jual dengan harga Rp 4-5 juta, kan, bisa memberi keuntungan pada petani. Di café atau restoran, harga satu poci kecil bisa mencapai Rp 95 ribu. Ternyata, orang Indonesia mau beli kok, karena rasanya memang enak. Teh putih berasal dari pucuk daun, proses pembuatannya tidak mudah. Itu sebabnya harganya mahal,jelasnya sembari menambahkan, saat ini, meski bisnis tehnya belum resmi diluncurkan, tapi sudah mulai menjaki pasar dengan membagikan sample teh putih. Banyak yang memuji, kata mereka teh ini enak sekali”. Menurut Ratna, dia terjun ke bisnis teh premium karena saat ini para pengusaha teh lainnya belum tergerak untuk menekuni secara serius pasar teh premium. “Para produsen kita sepertinya tidak mau susah-susah masuk ke pasar premium. Mereka lebih focus pada pasar middle low yang terus berkembang bahkan, mungkin, membuat mereka kewalahan karena permintaan naik terus,”katanya. Sebenarnya, lanjut Ratna, dulu pernah ada beberapa pengusaha
Ratna memeragakan cara menyeduh teh yang benar
yang mencoba tapi sekarang tidak terdengar lagi kiprahnya. “Yahh namanya juga orang bisnis, yang terpikir kan bagaimana making money. Jadi menggarap pasar yang sudah pasti saja. Apalagi pasar kelas premium ini, pesaingnya banyak yang berasal dari perusahaanperusahaan teh kelas dunia. Ironinya, justru perusahaan-perusahaan teh kelas dunia lah yang masuk dan memasarkan produknya di sini. Harganya mahal, tapi orang Indonesia tetap membeli. Itu kan artinya orang Indonesia mau membayar mahal asalkan mutu
atau kualitasnya bagus,” jelasnya alumni Teknik Industri Universitas Trisakti, Jakarta, ini. Dirinya berharap, sekalipun bisnis yang ditekuni bersama partnernya ini, nilainya tidak terlalu besar, namun bisa berjalan sesuai harapan. Jika bisnis ini berhasil, katanya, tentu pengusahapengusaha teh Indonesia lainnya akan tergerak ikut ‘bermain’ . “Jadi sebenarnya bisnis yang akan diluncurkan ini juga bertujuan untuk mendorong para pengusaha Indonesia untuk memasuki pasar teh kelas premium. -Diana Runtu
Sekilas Teh yang harus Anda Tahu APAKAH Anda termasuk orang yang kerap membiarkan teh celup terendam lama di dalam air panas saat menyeduh teh? Atau membiarkan daun teh lama terpapar air panas? Menurut Ratna Somantri, itu adalah cara yang salah dalam menyeduh teh. Untuk teh ukuran kecil seperti poci misalnya, yang terbaik didiamkan hanya 1-2 menit. Untuk teh hitam, sekitar 3-4 menit. Jangan lebih dari itu karena teh akan berubah menjadi pekat dan rasanya pun berubah. Asal tahu saja, kata Ratna, rasa teh sebenarnya adalah manis alami. Jika pekat dan terasa pahit, pasti ada yang salah dalam penyeduhan, juga kualitas tehnya. Hal lain yang juga tak kalah pentingnya, tutur Ratna lagi, adalah suhu air panas yang digunakan. Untuk teh hijau misalnya, suhu air panas yang terbaik adalah 70-80°C. Jika lebih dari itu, kandungan antioksidannya akan berkurang atau malah hilang. “Antioksidan akan hilang jika diseduh dengan air bersuhu lebih dari 80°C. Rasanya pun menjadi tidak enak karena terlalu pahit. Berbeda dengan teh hitam. Jenis teh ini justru kurang enak kalau diseduh dengan air yang suhunya 70-80°C. Teh hitam akan nikmat jika diseduh dengan air bersuhu 90°C ke atas. Namun meski terasa enak, tapi tetap saja, kandungan antioksidan akan rusak,” tuturnya. Nah, lanjut Ratna, jangankan orang awam, kafe-kafe juga hotel-hotel pun, tak semua stafnya mengerti tentang cara menyeduh teh yang baik. “Lihat ini, sambil menunjuk sepoci teh hijau yang dipesan, airnya bersuhu lebih dari 80°C dan kualitas tehnya pun kurang baik, daunnya pecah-pecah,” ujar Ratna sembari menduga air panas itu didapat dari mesin kopi yang suhunya memang sangat panas. “Teh memang harus mendapat perlakuan berbeda, lain dengan menyeduh kopi yang memang harus menggunakan air yang bersuhu panas sekali,” tambahnya. –Diana Runtu
Inspirasi
4
8 - 14 SEPTEMBER 2014
Prof. Sutjiati Beratha
Imbangi Budaya dengan Bahasa Gamelan Bali, memang sudah sangat akrab dengan Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. sejak ia bocah. Pasalnya, sang ayah I Wayan Beratha (alm.) adalah seniman karawitan yang memiliki workshop di rumah tinggal mereka. Jadilah, Sutjiati bocah peka dengan nada gamelan, dan sudah mulai memegang gamelan sejak SD. Terlebih, di rumah mereka di Jalan Pucuk No. 11, Br. Abian Kapas Kaja, Sumerta, juga membuka Kursus Tari Kridaloka. Ia pun bergabung dalam sanggar tersebut.
Prof. Sutjiati Beratha
T
ak hanya di bidang seni, Sutjiati juga berprestasi dalam bidang lain. Di SMP, ia pernah berprestasi di tingkat Porseni, dalam cabang lari 100 meter putri sebagai Juara 1, dan lari 200 meter sebagai Juara 2. Ia pun pernah tercatat sebagai anggota paskibrada. Sutjiathi memilih melanjutkan sekolah menengah atasnya di SMKI Denpasar dan mulai mendalami gamelan, khususnya kendang, di samping berguru langsung pada sang ayah. Sutjiati termasuk cepat dalam menangkap lagu, karena itu ia kerapkali memegang juru ugal (pemegang melodi/lagu) dalam satu grup penabuh. Tak jarang pula ia lantas diajak kemana-mana oleh sang ayah. Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika ia ikut pelayaran nusa tenggara selama tiga minggu. Pengalaman lain yang tak kalah mengesankan, ketika ia yang tergabung dalam rombongan kesenian Bali, menarikan Tari Legong Kraton, turut membawa misi kesenian bersama almarhum Prof. Mantra ke Australia sekitar tahun 1973-1974. Dari pengalaman-pengalaman itulah, Sutjiati Beratha kemudian berpikir bahwa sebagai seorang perempuan Bali yang terkenal dengan ikon pariwisata, seni budaya yang sudah ia kuasai akan lebih klop lagi jika diimbangi dengan bahasa Inggris. Istri Prof. Dr. I Wayan Ardika, M.A. ini pun meneruskan S-1nya di Fakultas Sastra unud , Jurusan Sastra Inggris tahun 1979. Di samping itu, ia juga menyebut nama I Nyoman Oka (alm.) alias Nang Lecir, seorang tokoh pariwisata, guide Bahasa Inggris kawa-
kan yang cukup terkenal saat itu, yang sangat menginspirasinya. Kebetulan Nang Lecir adalah tetangga dekat rumahnya. Jadilah, setiap saat ia mendalami ilmu bahasa Inggrisnya pada Nang Lecir. Ia belajar praktik berbahasa Inggris satu jam tiap hari. Dari Nang Lecir yang pergaulannya dengan para tamu asing itu pula, selain bahasa Inggris, Sutjiati juga belajar disiplin. Sebagai mahasiswi Unud, Sutjiati bergabung dalam UKM Kesenian. Dalam sebuah pementasan Sendratari Udayana kala itu ia pernah berperan sebagai tokoh Raja Putri Sri Wijaya Mahadewi. Setelah menamatkan kuliah S-1, Sutjiati diangkat menjadi dosen PNS tahun 1984. Sebagai seorang dosen, salah satu aplikasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah melakukan penelitian-penelitian. Itu pula yang dilakoni ibu dari L.P. Mia Wijayanti Ardika ini. Salah satu hasil penelitiannya, “Dari Tatapan Mata ke Pelaminan Sampai di Desa Pakraman: Studi tentang Hubungan Orang Bali dengan Orang Cina di Bali” ini mendapat pengakuan dunia, yang akhirnya mengantarkannya ke Jerman. Artikel yang mengangkat konsep multikultural, hidup berdampingan dalam ke bhinnekaan ini dipublikasikan dalam jurnal internasional tahun 2014. SEKA GONG WANITA FAKSAS Sejak 1984 sampai sekarang, Sutjiati mengabdi sebagai dosen Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra (Faksas) Universitas Udayana. Tahun 2003, suaminya, Prof. Dr. I Wayan Ardika, M.A. menjabat sebagai Dekan Fakultas Sastra. Sebagai istri Dekan, ia otomatis mengetuai Dharma Wanita Faksas Unud. Dalam kepemimpinannya, Sutjiati yang memiliki background gamelan Bali menghimpun ibuibu (dosen, istri dosen, pegawai) membentuk seka gong wanita. Seka Gong Aji Gurnita Faksas Unud pun diresmikan bertepatan dengan Odalan Saraswati, Desember 2003. Di bawah kendalinya, seka gong ini rutin latihan secara intensif, hingga tampil tak hanya di lingkup fakultas, seperti acara yudisium. Seka gong Faksa ini pun kerapkali didaulat mengiringi acara pelepasan wisudawan Unud. Nama seka gong ini kian dikenal, hingga akhirnya berkesempatan tampil dalam acara Tri Hita Karana Award di Kantor DPRD Bali, sampai dipercaya ma
gambel saat pembukaan Burn Unit RSUP Sanglah yang dibuka Presiden Megawati Soekarnoputri Sejak menjabat istri Dekan sekaligus Ketua DW Faksas Unud selama dua periode (tahun 2003 s.d. 2008 dan 2008 s.d. 2011), seka gong ini berkolaborasi dengan seniman besar Wayan Beratha (alm.) dan seniman tari, menciptakan beberapa lagu (tabuh) seperti untuk tari penyambutan Widya Maha Merta, dan Tari Saraswati yang merupakan Tari Kebesaran Fakultas Sastra Unud.
Prof. Sutjiati Beratha (paling kiri) kerapkali tampil sebagai juru ugal (pemegang melodi/lagu) dalam satu grup penabuh
Yang cukup monumental kala itu adalah istri Rektor Unud Prof. Dr. dr. Wita, Sp. JP (kala itu), Ketut Gadung, M.Si. yang dosen ISI, menciptakan dua tarian, “Tri Hita Karana” dan “Om Swastyastu”. Tarian tersebut ditarikan mahasiswa Unud, dan penabuhnya adalah seka gong DWP Faksas. Selain istri dosen dan pegawai, Sutjiati juga merangkul mahasiswa
Faksas, membuat Janger Dharma Wanita Faksas yang dipentaskan Badan Kekeluargaan Faksas Sastra Unud (BKSS) tahun 2011. Semua aktifitas seka gong Faksas tersebut, terdokumentasikan dengan baik yang menghiasi Lobi Fakultas Sastra Unud. Bagi seorang Sutjiati, hidup adalah sebuah perjuangan yang dilandaskan asas kejujuran dan ketekunan. -Inten Indrawati
Mandalika
8 - 14 SEPTEMBER 2014
Terapkan Zero Waste lewat Budidaya UGADI Kabupaten Lombok Timur, di Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu kabupaten yang dipilih oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI sebagai daerah percontohan penerapan industrialisasi perikanan budidaya berbasis blue economy dalam program Industrialisasi Kelautan dan Perikanan yang dicanangkan kementerian ini.
M
enurut Direktur Jenderal Perikan an Budidaya, Slamet Soebjakto, Lombok Timur merupakan salah satu kawasan minapolitan perikanan budidaya diterapkannya pelaksanaan kawasan pengembangan blue economy berdasarkan memorandum saling pengertian (MoU) antara KKP dengan FAO (Food and Agricultural Organization) pada tahun 2013. Di bidang perikanan budidaya ini, industrialiasi berbasis blue economy diterapkan dalam suatu bisnis model dengan menerapkan beberapa prinsip. “Model Bisnis Akuakultur yang Berbasis Blue Economy atau disingkat “BISA BERSEMI”, yang menerapkan prinsip zero waste atau tanpa limbah, social inclusiveness atau peningkatan nilai
tambah produk dan peningkat an lapangan kerja, multi product yaitu menghasilkan beberapa jenis produk dan yang terakhir adalah menciptakan inovasi dan mampu beradaptasi di segala usaha. “Salah satu model usaha BISA BERSEMI ini adalah usaha budidaya udang galah bersama padi atau UGADI, salah satunya seperti yang dilakukan di Desa Pringgasela, Lombok Timur ini,” ujar Slamet Soebjakto, saat melakukan panen perdana udang galah dengan sistem budidaya UGADI, di kolam Kelompok Tani Batu Tambun, Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, beberapa waktu lalu. Ini tentu menunjukkan bahwa Lombok Timur memiliki po tensi pengembangan perikan an budidaya yang cukup besar
Gubernur NTB tengah melakukan panen perdana udang galah dengan sistem budidaya UGADI di Pringgasela Lombok Timur
yang akan dikembangkan dengan mengedepankan pemberian nilai tambah produk dan tentunya dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja. UGADI merupakan salah satu sistem budidaya yang mampu meningkatkan produktivitas lahan sawah. Dengan sistem budidaya UGADI, budidaya ikan dapat berkembang tanpa merubah sawah menjadi kolam. “Melalui UGADI, penghasilan dari petani atau pembudidaya akan meningkat. Sebagai contoh, dari 1 hektare lahan sawah yang diterapkan sistem UGADI, diperoleh Rp 63
juta baik dari panen udang galah maupun dari panen padinya. Sedangkan, apabila hanya menanam padi, hasil yang diperoleh sekitar Rp 21 juta/ha. Dengan UGADI, kita harapkan terjadi peningkatan kesejahteraan petani/pembudidaya dan mampu meningkatkan perekonomian daerah,” lanjutnya. Saat ini di Kabupaten Lombok Timur potensi lahan yang dapat dipakai untuk dikembangkannya UGADI mencapai 12.000 ha. Percontohan Budidaya UGADI di Kabupaten Lombok Timur ini mendukung pelaksanaan In-
21 dustrialisasi Perikanan Budidaya berbasis blue economy. Padi yang dihasilkan dari budidaya UGADI adalah padi organik karena tidak menggunakan pestisida, pupuk yang diberikan berasal dari kotoran udang galah dan juga sisa pakannya. Ini bukti dari nilai tambah produk yang dihasilkan. Selain itu, dengan UGADI petani/petambak akan mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari dari padi yang dihasilkan dan membeli kebutuhan tambahan dari hasil panen udang galahnya. Ini adalah prinsip BISA BERSEMI yang dimaksud. Program percontohan budidaya UGADI ini, memiliki dampak yang positif bagi masyarakat yang mau mencobanya. “Karena itulah perlu didukung dengan penyediaan benih udang galah yang berasal dari wilayah Nusa Tenggara Barat, sehingga harganya menjadi terjangkau, kualitasnya juga meningkat dan kesediaannya selalu terjaga. Mengingat budidaya UGADI juga mendukung penerapan blue eco nomy di NTB, tentunya dukungan harus diberikan secara simultan dari semua SKPD untuk menjadikan NTB dikenal,” ungkap Gubernur NTB, Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi. Selain di Pringgasela Lombok Timur, saat ini model percontohan UGADI yang telah dilaksanakan sejak tahun 2013 ini ada di enam lokasi di Provinsi Jawa Barat (Kab. Cianjur, Garut), Jawa Tengah (Kab. Sragen, Temanggung), Jawa Timur (Kab. Malang) dan Banten (Kab. Pandeglang). Dan, di hahun 2014 sedang dilaksanakan percontohan UGADI di Prov. Jawa Tengah (Kab. Boyolali), DI Yogyakarta (Kab. Sleman) dan NTB (Kab. Lombok Tengah dan Lombok Timur). -Naniek I Taufan
Gubernur Tegur Keras PNS Indisipliner Bagi para PNS yang indisipliner, khususnya di Nusa Tenggara Barat, kini mesti berpikir seribu kali. Pasalnya, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan Wakil Gubernur NTB, siap mengambil langkah-langkah tegas bagi PNS yang tidak disiplin. Ke b e r h a s i l a n p e m e r i n t a h dalam menyukseskan programprogramnya khususnya yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat adalah terletak pada pelayanan. Pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat ini dilakukan oleh para pegawai pemerintah yaitu pegawai ne geri sipil (PNS). Jika PNS tidak disiplin, maka program-program pemerintah baik pusat maupun daerah, yang ditujukan pada pelayanan terhadap masyarakat untuk kesejahteraannya, tentu saja tidak akan berjalan maksimal. Beberapa daerah menghadapi ketidakdisiplinan PNS seperti ini, salah satunya Nusa Tenggara Barat. Sehingga tidak jarang Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, “menegur keras” para PNS lingkungan Pemerintah Provinsi NTB yang terindikasi indisipliner. Tidak hanya staf PNS yang tidak disiplin dan mendapat teguran dari gubernur melainkan juga pejabat eselon III dan IV. Berdasarkan data dari tim penegakan disiplin di beberapa
Gubernur NTB memberi teguran keras pada PNS lingkup Pemerintah Provinsi NTB yang tidak disiplin dalam apel indispliner
Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), ditemukan sejumlah 214 PNS yang terindikasi indisipliner. Mereka terdiri dari sembilan orang pejabat eselon III dan 23 pejabat eselon IV serta selebihnya staf dari PNS lingkup Peme rintah Provinsi NTB. Atas sikap ketidakdisiplinan ini, secara khusus Gubernur NTB melakukan Apel Penegakan Disiplin Pegawai Negeri Sipil lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berlangsung di Halaman Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan menegakkan aturan yang ada, Gubernur menegur sekaligus berharap
agar Pegawai Negeri Sipil di lingkup Pemerintah Provinsi NTB menjadi contoh bagi PNS yang bertugas di kabupaten/kota. “Saya sebagai pimpinan harus menegakkan disiplin, mari kita laksanakan tugas dengan sebaikbaiknya,” ujarnya. Selaku pimpinan daerah yang diberikan kewenangan berdasarkan Undang-undang, Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. TGH. M. Zainul Majdi berharap kepada para pejabat eselon dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemprov. Nusa Tenggara Barat dapat memberikan contoh yang baik. Terkait hal itu, bagi yang terindikasi akan diberikan sanksi pemotongan Tunjangan Kinerja
Daerah (TKD), bahkan untuk ke depan hal ini akan dipertegas dengan dicetuskannya Peraturan Gubernur sehingga tidak ada to leransi untuk ketidakdisiplinan. Langkah Pemerintah Provinsi NTB dalam mendisiplinkan para PNS, terlihat sangat serius. Selain Gubernur yang secara langsung mengambil apel indisipliner itu, sejumlah PNS yang terindikasi indisipliner melakukan dialog dengan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Muh. Amin S.H., MSi., didampingi Asisten Tata Praja dan Aparatur Setda Prov. NTB, Dr. Ir. H. Rosyadi Sayuti bersama Kasat Pol. PP. Ibnu Salim M.Si., di Gedung Graha Bhakti Praja terkait ken-
dala dan persoalan yang dihadapi di lapangan. Menanggapi permasalahan yang dihadapi sebagian PNS, Wakil Gubernur H. Muh Amin menyampaikan bahwa disiplin harus tetap ditegakkan jika di hadapi dengan persoalan individu yang perlu diselesaikan pada jam kerja hendaknya disertai dengan keterangan yang jelas. “Silakan menyampaikan fakta yang dihadapi secara tertulis dengan catatan tidak akan lagi melakukan kesalahan dalam tugas,” jelasnya. Tindakan tegas pun siap diambil Pemerintah Provinsi NTB, terhadap PNS yang kerap mengulangi kesalahan yang sama (indisipliner). -Naniek I. Taufan
Metropolitan
22
8 - 14 September 2014
Berburu Paket Wisata Hemat di Pameran Liburan akhir tahun sebentar lagi. Mereka yang memang sudah berancang-ancang m enghabiskan liburan akhir tahun dengan mengunjungi tempat-tempat wisata di berbagai daerah ataupun ke luar negeri, biasanya sejak sekarang sudah mulai sibuk mencaricari dengan berselancar di internet. Maklum, biasa nya saat-saat inilah biro-biro perjalanan mulai gencar mempromosikan paket liburan akhir tahun.
B
erbagai keuntungan didapat jika memesan paket liburan jauhjauh hari, salah satunya adalah biaya bisa lebih hemat alias paket liburan bisa didapat dengan harga yang lebih murah dibanding memesan paket liburan menjelang hari ‘H’. Hal lainnya, tentu bisa lebih siap khususnya dari sisi budget yang dibutuhkan. Bambang Widodo adalah salah satu yang melakukan itu. Disela-sela kesibukannya bekerja, ia menyempatkan diri berselancar di internet untuk mencari destinasi wisata menarik untuk dikunjungi saat libur akhir tahun yang masih empat bulan lagi. “Saya dan istri memang senang travelling. Setidaknya setahun sekali kami menyediakan waktu untuk travelling, entah di dalam atau luar negeri. Jauh-jauh hari cari tempat wisata, biar bisa lebih irit dan kami punya waktu untuk mempersiapkannya. Kemarin-kemarin saya nyari di internet, trus dengar kabar ada pameran tempat wisata, jadi saya ke sini. Ternyata lebih asyik,” tutur Bambang yang ditemui di pameran Indonesia Tourism and Creative Economy Fair (ITCEF) 2014 yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Senayan, sejak Jumat (29/8). Tahun ini, Bambang dan keluarganya berencana menikmati wisata bahari. “Tahun lalu kami ke luar negeri, tahun ini rencananya di dalam negeri saja,” ucap Bambang yang sibuk mendatangi sejumlah travel agent yang ikut berpameran di ITCEF. Di tangannya setumpuk brosur promo paket-paket liburan. “Saya sudah dapat banyak pilihan. Ini (sambil menunjukkan brosur-brosur di tangannya) untuk dibahas dengan istri. Tapi saya sendiri sudah punya beberapa pilihan, salah satunya Raja Ampat di Papua Barat,” ungkap Bambang sambil tersenyum. Bambang hanyalah salah satu dari banyaknya pengunjung yang ‘menyer bu’ stan-stan yang menawarkan paket wisata, pada hari pembukaan pameran ITCEF. Rupanya mereka pun
berburu paket-paket wisata murah yang biasanya digelar stan-stan tempat wisata ataupun biro perjalanan di saat pameran. Menurut Idhan Alfisyahrin Ismail, Direktur Tour& Travel Tanaza, yang juga membuka stan di pameran ini mengatakan, soal harga paket-paket wisata miliknya dapat dinegosiasikan. Asalkan, jumlah peserta yang ikut cukup banyak, setidaknya 10 orang. Bahkan tempat-tempat kunjungan wisatanya pun bisa dinegosiasikan. “Misalnya, dalam satu paket kami menawarkan lima atau enam objek, nah wisatawan hanya ingin tiga atau empat objek, sisanya bisa pilih sendiri. Tentunya, harga pun jadi berbeda. Jadi prinsipnya semua bisa dinegosiasikan, baik soal harga maupun tempat,” ungkap Idhan. CITY TOUR MASIH DIMINATI Dalam pameran kali ini, ia juga mengangkat tema wisata bahari yang belakangan ini sedang ‘naik daun’. Banyak turis asing, khususnya, datang ke Indonesia untuk menikmati keindahan wisata bahari seperti pantai, selancar, diving, dll. Untuk wisata bahari tahun ini, pihaknya mengangkat beberapa potensi wisata bahari di antaranya Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, yang menurutnya akhir-akhir ini banyak diminati wisatawan asing maupun domestik. Juga, Tanjung Kelayang dan Tanjung Pandan, keduanya di Belitung, serta Pulau Derawan di Kalimantan Timur. “Selain itu, tentu saja ada paket tur yang memang selama ini menjadi favorit turis yakni, Bali dan Lombok,” ucapnya. Untuk city tour, Idhan menawarkan tiga paket city tour unggulan dan belakangan banyak diminta turis mancanegara yakni, Jakarta City Tour dan Bandung City Tour, serta Cirebon City Tour. “Banyak orang asing datang ke Jakarta yang karena waktunya terbatas, tidak sempat keliling Indonesia. Mereka biasanya minta diajak ke tempat-tempat wisata yang ada di Jakarta. Kami, memperkenalkan lima sampai enam objek wisata di Jakarta
Salah satu stan biro perjalanan, budget bisa dinegosiasikan
Kombinasi Imajinasi
D
per-paket seperti belajar membatik di sebuah café di Jakarta Barat, museum-museum, TMII, Monumen Nasional,” jelas Idham yang sudah dua tahun memperkenalkan paket city tour ini. “Awalnya Jakarta City Tour dan Bandung, baru beberapa bulan terakhir kami memperkenalkan Cirebon karena banyaknya wisatawan dari Timur Tengah ingin wisata religi. Sedang Bandung City Tour, wisatawan tidak diajak wisata belanja tapi lebih kepada budaya dan alam. Misalnya, mendatangi pusat angklung, perkebunan kopi juga menyusuri kawasan Braga yang merupakan kawasan tua Bandung,” paparnya. Soal biaya paket city tour, baik Jakarta, Bandung, Cirebon, adalah sama yakni, 127 dolar AS per orang . Lain lagi dengan tempat wisata ‘Kampung Duhur’ yang terletak di sebuah perkampungan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tempat wisata yang luasnya mencapai 2200 m2 ini, mengangkat tema alam. Meski terbilang baru berdiri, namun nama ‘Kampung Duhur’ cepat melejit. Menurut Rino, staf pemasaran ‘Kampung Duhur’ , hal ini selain karena paket wisata yang ditawarkan, juga karena pelayanan prima yang diberikan kepada klien. “Sejak pertama kali dioperasikan yakni Maret 2013 lalu, tingkat kunjungan terus meningkat,” tuturnya.
Wisatawan yang datang, tambahnya, bukan hanya lokal tapi juga dari mancanegara. “Bulan Oktober nanti, akan datang rombongan wisatawan dari Belanda. Memang, kebanyakan yang datang ke tempat kami adalah rombongan, jumlahnya puluhan bahkan belum lama ini mencapai ratusan. Mereka kebanyakan dari perusahaanperusahaan juga sekolah-sekolah,” ucapnya. Banyak wisata menarik yang ditawarkan seperti, berpetualang di air terjun Curug Jingkrang, menjelajah hutan pinus, hutan lindung sembari melewati jembatan gantung yang menakjubkan. Juga tersedia kesempatan menikmati paralayang bermesin atau mengunjungi penangkaran elang. Paket lainnya adalah rafting dan outbound. “Untuk anak-anak atau remaja, kami juga menyediakan kegiatan bersawah atau camping,” tambahnya. Beragam pilihan tempat liburan, memang membuat pengunjung betah berlama-lama untuk bertanya ini dan itu tentang paket wisata yang diminatinya. Pada pameran ITCEF tahun ini, memang, banyak pelaku industri pariwisata khususnya biro perjalanan dan tempat wisata yang ikut berpartisipasi. Setidaknya ada 160 peserta di antaranya travel agent, airlines, hotel juga tempat-tempat wisata. Tak ketinggalan berbagai produk unggulan daerah seperti craft, ikut
Stan wisata alam ‘kampung duhur’
meramaikan event akbar ini. ASEAN TERTINGGI Ketua Badan Promosi Pariwisata Indonesia, Wiryanti Sukamdani, yang juga penyelenggara event ini, menyebut, pihaknya menargetkan 50.000 pengunjung dengan nilai transaksi sebesar 18 miliar. Tahun lalu, jumlah pengunjung mencapai 17.300 orang dengan nilai transaksi Rp 15 miliar. Tahun ini, tambahnya, pameran mengusung paket-paket liburan wisata bahari yang berada di kawasan Indonesia Timur, seperti Raja Ampat, Wakatobi, Bunaken, dll. Yang juga menarik, tambahnya, event ini juga diikuti oleh negara lain di antaranya Paraguay, Tiongkok, Italia dan Korea Selatan. Ia berharap, lewat pameran yang telah tiga kali digelar ini, pertumbuh an pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia semakin pesat. Bahkan dapat memenuhi target kunjungan wisatawan 9,6 juta orang pada tahun ini. Di sisi lain, melalui pameran ini pihaknya ingin agar Indonesia tidak sekadar menjadi pasar bagi negara ASEAN tapi justru mampu menguasai ASEAN. “Semoga bisa menaikkan pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia,” harap Yanti yang juga Ketua Umum BPP PHRI. Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, membaiknya pariwisata ASEAN membawa dampak positif bagi Indonesia. Pertumbuhan sektor pariwisata ASEAN tertinggi di dunia sepanjang periode 2005-2012, yakni rata-rata 8,3% per tahun. “Budaya, sumber daya alam serta harga, merupakan beberapa peluang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia,” ungkapnya. Pertumbuhan ini di atas rata-rata pertumbuhan pariwisata global yang hanya 3,6% per tahun. Bahkan tahun 2013, arus kunjungan wisatawan ke negara-negara ASEAN mencapai 92,7% atau meningkat 12% dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan global hanya 5%. “Data dari The Travel and Tourism Competitiveness Index 2013, daya saing pariwisata Indonesia naik empat tingkat, kini berada di posisi 70,” ujar Mari. –Diana Runtu
3
Paloma & Tary
Berangkat dari hobi dan sense of a rt-yang sama pada dunia mode, menjadikan dua perempuan cantik ini sepakat merintis bisnis bersama di dunia fashion. Apalagi fashion sudah menjadi aksesori untuk mempercantik penampilan, sekaligus bagian dari gaya hidup masyarakat kota.
Industri fashion juga meramaikan pameran ITCEF 2014
Sosialita
8 - 14 September 2014
engan label “Urban Ikat”, mereka mempersembahkan koleksi busana wanita siap pakai dan garis desain klasik modern. Koleksi ini dilengkapi dengan detil uniknya berupa aksesori berornamen Bali. Mengusung tema “Contemporary Culture” inilah penyatuan karya perdana dua orang desainer muda Kota Denpasar yang dipersembahkan untuk memenuhi selera fashionista di Bali. M e n g gali inspirasi d i s e p u t a r an mereka, dengan segala keunikan yang didukung daya pakai, kerapian, dan kenyamanan hadir dalam total look pada tiap busana endek koleksi “Urban Ikat “ ini. Semua dipersembahkan sebagai pilihan gaya berbusana untuk kalangan wanita usia 14-30an yang tampil beda, Mengenakan produk lokal tapi kemasannya modern dan eksklusif.
Menurut I Gusti Ayu Paloma Adjani Blanco Oka dan Ida Ayu Uttari Priyadarshini yang biasa disapa Paloma dan Tary ini, awalnya mereka senang berkreasi memakai bahan endek hanya digunakan untuk diri sendiri. Ternyata desain mereka yang feminin, elegan, seksi dan modern ini banyak dilirik teman-temannya. Hingga akhir nya, mereka melakukan test market dengan menggelar koleksi karyanya di Sanur Festival beberapa waktu lalu. M e s k i Paloma sehari-harinya d i s i b u k k a n dengan dua putri cantiknya juga bisnis pro perti dan Ta r y y a n g mesti menyelesaikan tugas–tugasnya di Fakultas Kedokteran Unud, hobi keduanya di dunia fashion menguatkan mereka bisa mengatur waktu terus berkreasi untuk pengembangan produk endek ini. Terlebih dengan respons dan sambutan yang luar biasa mengalir untuk “Urban Ikat” milik mereka setelah fashion show tersebut. Meski demikian, ke
duanya juga paham kalau membuat label yang besar itu tidaklah terjadi hanya semalam. Ada proses yang mesti mereka jalani. Karena itu, Paloma dan Tary mengaku untuk sementara waktu memilih lebih konsentrasi memasarkan semua rancangannya melalui media on line. Menariknya mereka akan meng-up date koleksi yang ditampilkan setiap enam bulan sekali. Paloma, istri dari IB Ngurah Sidhayatra Hijaya Mantra, yang menyelesaikan pendidikannya di Australia ini menuturkan endek dan aksesori bernuansa etnik khas Bali pilihan mereka ini adalah bagian produk seni, yang selama ini sangat dikagumi oleh tamutamu mancanegara. Mereka lalu mengembangkannya sesuai dengan era kekinian, diantaranya beragam motif endek yang dikombinasikan dengan kulit dan terlihat sangat istimewa. Tary , putri dari IB Rai D. Mantra dan IA Selly D. Mantra menambahkan, persembahan koleksi yang mengangkat produk lokal ke area modern ini juga menjadi salah satu cara yang dipilih mereka untuk mengedukasi masyarakat agar lebih lagi mengapresiasi karya seni lokal atau buatan dalam negeri ini. Subeng misalnya, yang selama ini merupakan hiasan telinga bergaya klasik yang biasa dikenakan perempuan Bali saat berbusana adat. Begitu pula dengan bros beronamen Bali umumnya disematkan pada kebaya. Di tangan dua perempuan kreatif ini, subeng pun menjadi pelengkap busana kasual dan bros yang dipadukan dengan kulit hadir sebagai ikat pinggang yang cantik. MENYERAP IDE DI SEKELILING Bicara subeng dan bros sebagai produk seni budaya milik masyarakat Bali, Paloma dan Tary sebagai generasi muda patut dibanggakan. Sebab mereka bukan hanya berupaya agar produk lokal yang indah ini makin banyak di kenakan tapi juga ditambah dengan sentuhan ala mereka ini bisa menjadi lebih menarik. Subeng dan bros ini, bukan saja di pakai saat ada kegiatan upacara adat semata, melainkan disuguhkan sebagai pelengkap penampilan yang modern di berbagai kesempatan.
“Kami tidak mendesain, namun tetap menggunakan subeng dan bros gold plated yang sudah ada, tetap dengan motif kedaerahannya. Mungkin yang diubah ukuran nya atau penempatannya serta dikombinasikan dengan material lainnya untuk memberikan sentuhan atau nuansa berbeda,” ujar Paloma yang diamini Tary. Berikutnya mengenai warisan adat dan tradisi masyarakat di Bali bernama endek, menantu dan putri orang nomor satu di Kota Denpasar ini, mengatakan juga merasa wajib ikut melestarikan. Apalagi mereka juga makin tertarik untuk lebih mengenal lagi keberadaan dan keragaman motif endek. Paloma dan Tary juga melihat kain tenun Bali yang dulu hanya dipakai untuk keperluan upacara keagamaan dan pakaian adat ini telah menjadi bagian dari penampilan sehari-hari sejak digaungkan kembali oleh pemerintrah Kota Denpasar. Koleksi “Urban Ikat” kedua desainer ini bakal lebih banyak memunculkan kreasi endek dengan pilihan warna terang dan berani. Soal kreativitas dan ide-ide
kreatif menurut Tary bisa didapat dari mana saja. Saat ini ia dan Paloma beranjak dari karakter mereka masing-masing dan lebih banyak menyerap ide yang ada di sekelilingnya. Dengan kepekaan mereka menangkapnya kemudian mengombinasikannya dengan imajinasi pribadi sampai menjadi sebuah busana siap pakai. Mengenai mimpi, keduanya serentak mengatakan, melalui label “Urban Ikat” selain ingin endek makin dikenal lebih luas di masyarakat lokal. Mereka juga berharap dapat mengangkat citra endek di kancah fashion internasional. Mereka juga mengajak semua masyarakat Bali khususnya untuk “be proud and appreciate our nation’s heritage”. Dalam waktu dekat, inovasi keduanya bakal diuji lagi dengan akan diluncurkannya koleksi baru yakni “Urban Kids”, busana-busana endek yang istimewa untuk anak-anak usia balita. Seperti model dan apa gaya desainnya? Nantikan penampilannya di halaman Style Tokoh yang akan datang. Masihkah Anda berpikir me ngenakan endek hanya untuk pergi ke acara-acara resmi? Inginkah Anda mendapatkan pilihan busana endek yang cocok untuk acara santai? Segera kunjungi akun instagram @urbanikat. -ard
2
Ekspresso DAri daPUr Redaksi
8 - 14 SEPTEMBER 2014
GORO-GORO
“Sedia Payung sebelum Hujan” Seorang teman bercerita tentang pengalamannya melakukan operasi. Ia tak perlu menge luarkan uang untuk biaya operasi dan obat-obatan. Semua sudah ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebagai bagian dari sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia hanya perlu bersabar untuk menunggu giliran. Kalau tak ada BPJS, ia “ngeri” membayangkan biaya yang harus dikeluarkan untuk operasi itu. Pengalaman ini didengar teman yang lain. Ia pun sibuk mencari informasi mengenai jaminan kesehatan untuk masyarakat ini. Ternyata, jaminan kesehatan ini tak hanya untuk orang yang peduli kesehatan tetapi untuk seluruh masyarakat. Orang yang tidak bekerja pun bisa ikut asalkan ada yang membayarkan iurannya. Akhirnya, teman yang sudah mengumpulkan banyak informasi ini mendaftarkan orangtua untuk ikut BPJS Kesehatan. Sistem
pendaftaran yang mudah dan pembayaran yang praktis karena bisa melalui ATM membuatnya menjadi lega. Ia mengaku mengusung konsep “sedia payung sebelum hujan” atau menyiapkan sesuatu sebelum hal itu terjadi. Jika orangtuanya sakit, ia bisa fokus untuk perawatan saja karena biaya pengobatan sudah ditanggung. Program BPJS Kesehatan ini memiliki prinsip yang sehat membantu yang sakit, bukan yang kaya membantu yang miskin. Secara umum JKN ibarat 4 sehat 5 sempurna. Empatnya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif. Yang kelima prolanis (program pengelolaan penyakit kronis) yang terdiri dari Diabetes Melitus (DM) dan hipertensi. Penyakit yang berkaitan dengan keinginan dan perilaku, seperti HIV AIDS tidak ditanggung BPJS karena sudah ada program lain dari pemerintah. Pelayanan yang diberikan kepada peserta berjenjang dan menggunakan sistem rayonisasi, mulai dari pelayanan primer di fasili- tas kesehatan (faskes) primer seperti puskesmas, klinik, dokter keluarga, dokter praktek swasta,
Pisang Kembar
Kejadian ini sudah lama berlalu. Hampir tujuh belas tahun yang lalu. Saat itu aku masih duduk di bangku SMA. Aku memiliki sahabat karib, Retno dan Ambar. Hampir tiap pekan kami menghabiskan waktu bersama-sama untuk mengisi waktu luang. Biasanya kami memilih rumah Retno, karena di sana lebih nyaman dan teduh rumahnya. Kebetulan di sana ada pohon mangga dan kami sering bikin rujak. Retno memiliki seorang adik laki-laki, namanya Heri. Tahun itu dia masuk SMP. Jadi dia harus mengikuti ospek seperti biasa nya. Suatu hari rujakan, bersenda gurau bersama keluarga Retno kecuali Heri yang tidak kelihatan dari tadi. Setelah makan siang kami lewatkan dengan tidurtiduran di kamar Retno. Saat kami tidur, Heri datang dan sibuk menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan de ngan ospek. Ada tas yang dari karung, botol air mineral, topi petani dan buah pisang satu tandan. Khusus buah pisang dia letakkan tersendiri di dekat dapur. Semua yang ada di rumah
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
sudah diberi tahu, barang-barang itu adalah kelengkapan untuk ospek. Kami yang masih tiduran di kamar Retno tak mengetahui hal tersebut. Hari sudah menjelang sore, kami keluar dari kamar dan langsung menuju dapur. Menengok dapur barangkali ada piring yang bisa kami cuci. Pandanganku pun tertuju pada buah pisang itu. Heemm…apalagi ada yang pisannya kembar alias dempet, lumayan pikirku bisa bikin perut kenyang hehe… Aku pun makan pisang kembar dengan santai sampai habis dan kubuang kulitnya di bak sampah dapur. Kami pun melanjutkan obrolan di dapur. Sampai Heri datang mengejutkan kami. “Hah siapa yang memakan pisang kembar ini? Waduh bisa
dokter gigi. Jika tidak bisa dita ngani di faskes primer akan dirujuk ke faskes sekunder. Jika tidak bisa juga, dirujuk ke faskes tersier. Dalam memilih faskes primer, peserta diharapkan memilih yang terdekat. Selain memudahkan saat melakukan pemeriksaan juga menghemat waktu. Jika khawatir Puskesmas atau dokter praktik swasta tidak buka 24 jam, peserta bisa memilih klinik yang buka 24 jam. Namun, seringkali masyarakat menganggap berobat ke RS lebih baik dengan mengabaikan persyaratan rujukan dari faskes primer. Sistem rujukan yang dulu sering dilanggar, sekarang harus diperketat. Kalau sakit ringan ke faskes primer dulu. Kalau tidak bisa ditangani baru ke faskes sekunder dan tersier. Sosialisasi harus terus dilakukan semua pihak bisa melalui ceramah pendek maupun format lain agar semua paham. Masyarakat yang sakit ringan biar tidak langsung ke RS. RS tidak menolak pasien, tetapi dalam klaim peserta BPJS hanya untuk pasien yang dirujuk dari RS kabupaten atau pasien dalam kondisi gawat darurat. Mari patuhi aturan untuk hidup yang lebih baik. Salam
mati aku..ini untuk ospek.” Mulutku menganga...Oh my God…dan pecahlah tawa seisi dapur. Retno dan Ambar tertawa ngakak sambil menunjuk mukaku. “Dia tuh yang makan,” keduanya kompak menunjuk aku. “Kenapa juga yang dipilih yang kembar mbak… bukan pisang yang lainnya saja, susah mbak cari pisang yang kembar, padahal yang kembar inilah yang saya bawa untuk ospek,“ begitu Heri menjelaskan padaku. Tanpa dikomando lagi aku langsung kutarik Ambar untuk kuajak mencari pisang kembar di seluruh warung-warung, pasarpasar di kota Karanganyar. “Hari ini harus dapat entah bagaimana caranya karena esok Heri sudah harus berangkat untuk ospek,” kata Heri dari pintu dapur. “Iya..iya,” jawabku. Kulihat Ambar hanya tertawa saja melihat mukaku yang nggak karuan. Niken Siddharti
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Sopan-santun “Anak-anak sekarang tidak tahu sopan-santun!” umpat Amat sambil membersihkan tangannya yang belepotan tanah. “Siapa, Pak?” “Semua!” “Kenapa?’ “Masak Bapak lagi asyik mencabuti rumput di depan rumah, mendadak dia nyodok saja dari belakang dengan motor bututnya yang suaranya menyakitkan itu, tanpa permisi, rrrrrrrrrr begitu, sampai Bapak jatuh ke selokan kaget. Lihat, sampai basah begini! Ee, jangankan minta maaf, menoleh saja tidak!” “Mungkin lagi buru-buru, Pak.” “Ya! Tapi ngagetin orang begitu apa haknya. Kalau jantungan, orang bisa lewat dikageti begitu!” “Bapak menghalangi jalan barangkali” “Menghalangi bagaimana orang jongkok di pinggir jalan begitu!” “Mungkin dia menghindar dari lubang di depan itu.” “Lubang apa? Lubangnya sudah ditutup begitu. Bapak yang menutupnya! Dianya saja yang ugal-ugalan, minta perhatian! Kok mengageti orang lagi kerja? Kalau mau balapan, jangan di jalan raya, kan ada tempatnya, berani tidak?” “Maklum anak-anak, Pak,” “Anak-anak apa! Kelihatannya sudah mahasiswa begitu! Dasar orangnya saja bandel! Anak-anak sekarang memang sudah tidak punya sopan-santun! Dasar zaman edan! Ditabrak truk baru tahu rasa!” “Jangan ngomong begitu, Pak. Pamali! Nanti kejadian!” “Biarin, biar tahu aturan sedikit! Jalan kan bukan punya dia, bukan hanya milik motor! Mahasiswa harusnya lebih tahu bagaimana hidup bermasyarakat. Kalau tidak, nanti kalau jadi pemimpin bisa menindas rakyat, bukannya jadi abdi rakyat!” Bu Amat lalu ngeloyor ke dapur, sebab Amat terus ngomel. Tapi di dapur suara Amat terus mengejar. “Itu teman anaknya Pak Made! Mentang-mentang motor baru, main seruduk saja di rumah orang. Bilangin itu Pak Made, biar anaknya ngasih tahu temannya bagaimana sopan-santun naik motor di rumah orang. Kalau masih kurang ajar, nanti tak kerahkan pemuda-pemuda kita biar orangnya digebukin saja sampai minta ampun!” Bu Amat capek mendengar ocehan Amat. Ia pergi memulangkan piring bekas antaran kue dari Bu Made kemarin. Tapi begitu hendak masuk, terdengar suara, putra Pak Made keras: “Hampir saja Budi nabrak putra Pak Alit Bu, untung masih sempat membelokkan stirnya. Masak main lari-larian di jalanan. Belum lagi Pak Amat! “Kenapa Pak Amat?” “Masak nyabutin rumput di tengah jalan. Sudah tahu ini jalanan umum. Dia pikir ini warisan nenek moyangnya kali. Dasar sudah tua, pikun, seenak udelnya sendiri! Tangan Budi sampai patah membelokkan stir!” “Patah?” “Ya. Ini Budi ada SMSnya dari Ibu Bupati!” “O, Budi putra Pak Bupati yang tadi mengantar kue itu?” “Ya. Ini sekarang lagi di UGD. Saya mau nengok. Tolong bilangin Pak Amat Kalau nyantai-nyantai di rumah saja, jangan di jalanan. Untung Budi sigap. Kalau tidak, Pak Amat sudah lewat disambar truk!” Bu Amat, tak jadi masuk. Ia cepat-cepat balik langkah. Di rumah Pak Amat masih saja ngomel. “Itulah akibatnya, kalau pelajaran budi pekerti dihapus dari kurikulum. Anak-anak hanya otaknya diasah, tapi nuraninya dibiarkan karatan! Mau jadi apa nanti bangsa ini kalau tidak punya kesantunan? Anak muda brengsek!” “Maksud Bapak, Budi putra bupati?” Amat kaget. “Budi? Bukan! Nak Budi, lain. Dia anak santun seperti Pak Bupati. Kalau ketemu selalu menyapa sopan. Orangnya rendah hati, menghormati orang tua. Kalau lewat selalu bilang, permisi. Yang kurang ajar itu anak-anak lain, seperti jalanan itu warisan nenek moyangnya saja! Jahanam yang hampir nabrak Bapak itu, termasuk genersi baru yang sampah! Mereka itu yang akan membawa keruntuhan bangsa!” “Ya Itu, Budi! Putra bupati itu sudah menyelamatkan Bapak!” “Apa?” “Bukan mau nabrak Bapak, tapi Budi sudah menolong. Bapak minggir, kalau tidak, mestinya bapak yang di UGD, bukan Budi! Kan mendingan masuk selokan, daripada lewat.”
Putu Wijaya
Mozaik
8 - 14 SEPTEMBER 2014
Guru Mangku Hipno
Sehat, Sukses, Kaya, Bahagia, & Sembuh dalam Sekejap Setelah perjalanan berkeli ling mengguncang Yogyakarta, Semarang, Jakarta, Bandung, Palembang, dan Surabaya dengan berbagai pencerahan, motivasi spiritual, dan pe nyembuhan sekejapnya, kini Guru Mangku Hipno (GMH) banyak menerima undangan untuk memberikan pencerah an jiwa, motivasi spiritual, dan penyembuhan massal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, bahkan sampai ke mancanegara. Inilah salah satu fakta kemampuan orang Bali untuk bersaing secara elegan di berbagai bidang. Dikenal sebagai pencerah mo dern universal, motivator spiritual, penyembuh sekejap dan pembangkit kekuatan energi pikiran, perasaan dan tubuh, serta sebagai pakar prana dan hypnotherapy, NLP dan energi quantum Brahmakunta, Guru Mangku Hipno yang memiliki nama lengkap GMH KG Suatmayasa, S.H., CH, CHt, MNNLP adalah seseorang yang mengajarkan bahwa hidup ini haruslah bergerak. Hanya dengan bergerak akan muncul sebuah reaksi. Jika ingin reaksi positif, maka setiap gerakan haruslah didasarkan pada kekuatan penilai pikiran, penilai hati (positive thinking dan positive felling). Kekuatan penilaian pikiran adalah langkah kita benar secara teoritis dan kekuatan penilaian hati adalah langkah kita benar sesuai dengan hati nurani, hal ini menjadi penting agar kita tak cemas, ragu dan tertekan oleh hasil yang akan didapatkan (psikosomatis) sehingga sampai mengganggu kesenangan pikiran, ketenangan hati dan kenyaman tubuh karena inilah sumber dahsyat berawalnya segala penyakit seperti dyspepsia (gangguan pencernaan, hepatitis, penurunan kekebalan tubuh, diabetes, dimensia scenele (pelupa dan kontrol fungsi tubuh menurun), leukimia, depresi, stres, kolesterol, hipertensi, serangan jantung, rematik, arthretis (peradangan sendi), stroke (penyumbatan pembuluh darah), nyeri punggung, insomnia (susah tidur) gangguan tulang belakang bagian bawah dan penyakit ginjal. Sesungguhnya segala hambatan, kegagalan dan penyakit hanyalah bersumber pada tiga hal yaitu akibat salah olah pikir yang akan menghilangan rasa senang, salah olah rasa yang akan menghilangkan rasa tenang dan salah olah tubuh yang berakibat hilangnya rasa nyaman. Seperti diketahui efek dari ketiga salah olah tersebut akan berakibat fatal jika tidak tersembuhkan jadi kenali dan sembuhkan saat baru menjadi gejala. Satu hal lagi yang meski diingat jangan mengkambinghitamkan (menuduh) orang lain sebagai penyebab kegagalan dan sakitnya,
Peserta workshop selalu membludak
karena secara metafisika tidak ada seperti itu karena setiap kegagalan dan sakit yang kita alami akibat dari perilaku kita, dan mengkambinghitamkan orang lain itulah yang akan membuat kegagalan dan sakit bertambah parah, karena menghilangkan kesempatan kita untuk segera introspeksi diri dan memperbaikinya dan menjadi lebih parah lagi akibat disamping memikirkan kesuksesan diri dan kesembuhan diri juga memikirkan dan menjadi takut pada sesuatu yang tak bisa dibuktikan. Seharusnya jika seseorang gagal ataupun sakit sebaiknya introspeksi diri kesalahan apa dari ketiga salah olah itu kita lakukan? “Atasi kesalahan olah itu dengan penyadaran diri diikuti perbaikan olah pikir, olah rasa, olah tubuh (tindakan), jika tak mampu menemukannya dan tak mampu mengatasinya disinilah fungsi pencerah, motivator spiritual dan penyembuh sangat dibutuhkan untuk membuka, memperjelas, mengatasi segalanya dengan pengetahuan dan guru suci (pengalaman) yang dimilikinya lalu mencerahkan, memberi spirit dan menyembuhkan dengan cara menyerahkan dirinya sebagai alat Tuhan dan bukan justru membingungkan, memberatkan seseorang yang gagal ataupun sakit dengan menuduh ini menuduh itu yang tak jelas kebenarannya,” kata GMH. POTENSI MANUSIA Tiap manusia dilahirkan dengan potensi sehat, sukses, kaya, bahagia, siapapun dan dimanapun berada. Namun, tidak banyak yang sanggup menggalinya, mengenalinya lalu memanfaatkannya. Apalagi bagi seseorang yang telah kehilangan motivasi, kepercayaan diri, salah persepsi dan pernah gagal, memiliki mental block (malas, tidak fokus, lemas, penakut, sering mengeluh, cemas, bingung, menarik diri, dendam, khawatir, sering marah, negative thinking, apatis (cuek), mengganggap sepele setiap persoalan, sering bersedih) dan tidak memiliki motivasi dan tujuan hidup. Untuk menetralisir itu semua sehingga segala inspirasi baru hadir, terjadi perubahan pola hidup kearah lebih baik maka sangat diperlukan mengadakan body mind soul refreshment (pemurnian diri). Pemurnian diri meliputi tiga hal
vital yaitu pemurnian pikiran, pemurnian hati (perasaan) dan pemurnian tubuh dari segala bebannya, baik beban di masa lalu, masa sekarang dan beban kecemasan terhadap masa depan. Ketika seseorang telah menjalani kehidupan dari usia 5 tahun sampai saat ini, tentu telah mengalami banyak hal dalam perjalanan hidupnya ada susah, ada senang namun yang lebih mendominasi isi pikiran, hati seseorang biasanya justru hal-hal yang bersifat negatif ditambah dengan kebiasaan seseorang yang sangat suka menyimpulkan hidupnya seolah olah telah menderita sehingga yang ada hanya keluhan, padahal sesungguhnya hidup masih panjang dan selalu memberi harapan baik dimasa depan, tentu ketika kita mengarahkan pikiran dan tindakan kita kearah lebih baik “kemana dan apa fokus pikiran kita, ke sanalah arah membawa kita dan itulah yang terjadi” itulah kekuatan hukum tarik menarik. Dalam workshop sehat, sukses, kaya, bahagia, yang berdurasi dua jam kali ini, Guru akan mengajak para peserta mengguncang, menggoyang, mendobrak dan membobol kenapa selalu gagal, kenapa tak tersembuhkan padahal sudah berobat kemana-mana dan menghabiskan harta dan menyita waktu, segala hambatan yang menjadi sumber runtuhnya masa depan, hilangnya kebahagiaan, kesalahan penerapan persepsi tentang langkah kehidupan, kebiasaan kegagalan, sakit berkepanjangan, penderitaan dan penyakit (mental block) mengunakan metode by said (pembangkitan kekuatan bayu sabda idep). Tiap peserta dituntun dan dicerahkan detik demi detik bagaimana rahasia cepat mencapai sehat, sukses, kaya, dan bahagia dengan bahasa dan cara yang sangat sederhana yang tentu sesungguhnya para peserta sudah tahu dan memilikinya sejak lahir namun sayang melupakannya, lalu diakhir sesi Guru akan melakukan penyembuhan manik sekecap (penyembuhan dalam sekejap) dengan menggabungkan prana, energy quantum, neuro linguistic program, hypnotherapy bahkan sihir vedic sehingga para peserta tanpa sadar telah berubah dan tersembuhkan dari segala apapun yang selama ini menjadi masalahnya, semuanya dilakukan di
Blessing Guru Mangku Hipno untuk seluruh peserta workshop
area theta, yaitu dua gelombang di bawah pikiran sadar (betha). Gelombang theta adalah dimana seseorang kehilangan egoismenya, keangkuhannya, kesombonganya, keakuannya, untuk menolak saran, usalan dan perubahan pola yang bertentangan dengan kebiasaannya. Jika seseorang diubah pola pikirnya di area sadar maka cenderung akan mengadakan reaksi penolakan mesti sebenarnya tujuannya sangat baik dan efektivitas perubahan ataupun penyembuhan di area sadar hanyalah 12%, inilah mengapa seseorang sangat susah disembuhkan dan dirubah kebiasaan kebiasaan buruknya, namun dijika perubahan dan penyembuhan itu di area bawah sadar maka efektivitasnya sampai 88%. Kehebatan perubahan pola dan penyembuhan ini adalah tanpa obat, tanpa sentuhan, tanpa mantram, secara langsung akan bergerak melalui energi pikiran, perasaan dan tubuh, menuju ke sembilan titik cakra manusia dan membangkitkan aura kesehatan, kesuksesan, keber-
Peserta berjanji mengubah diri
Guru Mangku Hipno memimpin peserta memurnikan diri
limpahan serta kebahagiaan, tanpa waktu (berlangsung dalam hitungan detik demi detik) dan inilah satu satunya di Indonesia dan di Bali dan telah diikuti oleh para peserta dari mancanegara seperti dari Jepang, Korea, Australia, UEA, India, Filipina, Prancis, dan Singapura. Workshop ini diadakan oleh BRAHMAKUNTA SUPRANATURAL DAN SPIRITUAL MODERN CENTER DENGAN KOMUNITAS BRAHMAKUNTA PRANA DAN HYPNOSIS CLUB BALI, dimana Guru Mangku Hipno sebagai pinisepuh dan pendirinya. Workshop dan penyembuhan sekejap ini boleh diikuti oleh siapapun dimana pun, minimal usia tujuh tahun dan tidak ada batasan maksimalnya selama seseorang mampu berkomunikasi dan mampu mendengar dengan baik, karena ini murni tentang komunikasi dan pendekatan humanis dan inilah persembahan terdahsyat kami untuk para sahabat dimana pun berada. “Selamat bergabung “ kata Guru Mangku Hipno.
Workshop Sehat, Sukses, Kaya, Bahagia & Penyembuhan Sekejap Diadakan hari : Minggu, 14 September 2014 Tempat : Gedung PWI Bali, Jln. Gatot Subroto Tengah, Lumintang, Denpasar Waktu : 15.00 s.d. 17.00 wita Harga tiket : Hanya Rp 300 ribu Daftarkan diri Anda segera, tempat sangat terbatas hanya untuk 100 orang.
Center Brahmakunta Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palm erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
23
Perumahan Gunung Sari Indah, Jln Tukad Buana 1 no 61 Kebo Iwa Utara Denpasar. (pin bb 7FB63D85, fb: Guru Mangku Hipno) Untuk info lengkap, pemesanan dan antar tiket, hubungi : 1. 0361-8442823, 0361-7112404 (Center Brahmakunta) 2. 085738818906 (Jro Mangku Swandra) 3. 085238640217 (Jro Abuck) 4. 08563800133 (Jro Putu Anta) 5. 0361-9133725 (Jro Ayuk)
24
8 - 14 September 2014