What’s Up
24
11 - 17 Agustus 2014
Lihat dan Rasakan Hasilnya dalam 2 Menit
BPOM NE 511 4010 121 00 dan Telah Lulus Uji Iritasi
Antarcticine: mempertahankan kelembaban dan melindungi kulit Manfaat: l Melembabkan kulit lMengurangi munculnya garis Âhalus dan kerutan l Mengoptimalkan produk kolagen dan elastisitas kulit lMengencangkan kulit
Extract Aloe/Lidah Buaya: nutrisi kulit Manfaat: l Mengandung 20 asam amino yang melembutkan kulit l Melembabkan kulit l Kandungan mineral membantu mengecilkan pori-pori lAnti bakteri dan anti inflamasi
Extract KBGA (Klamath Blue Green Algae): memperbaharui atau memulihkan kulit Manfaat: lMelembutkan dan memperbaiki kulit lPenunjang elemen pembentukan kolagen dan elastin lMenampilkan kulit yang sehat dan muda lSumber yang berpotensi sebagai nutrisi
2 Minute Miracle Gel Teruji Secara Klinis Hasil yang terlihat hanya sekali pemakaian: l 100% dari pengguna merasa kulit lebih lembab dan lembut l 100 % merasa adanya peningkatan yang signifikan terhadap kecerahan kulit l 97% menyadari kulit menjadi lebih cerah dan bersinar l 92% menyadari kulit lebih kencang l 92% menyadari kulit terlihat lebih muda l 90 % menyadari kerutan halus pada kulit berkurang l 80% menyadari penampilan kulit terlihat lebih sehat Hasil yang terlihat dalam 15 hari l 81,50 % peningkatan terhadap kolagen tipe-1 l 34 % peningkatan terhadap kolagen tipe-2 l 31,5 % peningkatan terhadap elastin kulit Hasil yang terlihat dalam 30 hari l 44,5 % pengurangan terhadap keriput atau kerutan kulit
Info Produk : Amour Boutique; Jalan Gatot Subroto IV Blok I No. 6 Denpasar; HP . 081 139 3341 dan Pin BB 75028454 Beauty Consultant : Wulan: Tlp. (0361) 208 8899
Ekspresso DAri daPUr Redaksi
11 - 17 AGUSTUS 2014
2
Salam Pramuka ! Tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka. Dulu Pramuka disebut Pandu. Kepanduan telah berkembang pesat lebih dari 140 negara di dunia. Organisasi-organisasi kepanduan internasional adalah organisasi yang independen dan biasa mengadakan pertemuan setiap dua tahun sekali dalam Boy Scouts World Conference. Biro Kepanduan Sedunia (The Boy Scouts Salah satu kegiatan pramuka di sekolah World Bureau), sekretariatnya berkedudukan di Jenewa, Swizerland. Orang yang (pramuka) dan sebagai sesama manusia, dan berjasa dalam pengembangan kepanduan di dunia universal artinya kepramukaan itu dapat berlaku adalah Sir Robert Baden-Powell, yang dikenal sebagai untuk siapa saja serta dapat diselenggarakan Bapak Pandu Sedunia. dimana saja. Menurut Lord Baden-Powell, kepramukaan Gerakan Pramuka adalah nama organisasi yang bukanlah suatu ilmu yang harus dipelajari de merupakan suatu wadah proses pendidikan keprangan tekun, bukan pula merupakan kumpulan mukaan yang ada di Indonesia. Untuk mencapai ajaran-ajaran dan naskah-naskah dari suatu buku. tujuan gerakan pramuka para anggota gerakan Kepramukaan adalah suatu permainan yang me pramuka harus mematuhi kode kehormatan nyenangkan di alam terbuka, tempat orang dewasa gerakan pramuka. Berdasarkan kurikulum pendan anak-anak pergi bersama-sama, mengadakan didikan tahun 2013, gerakan pramuka merupakan pengembaraan bagaikan kakak beradik, membina kegiatan ekstrakurikuler wajib di tingkat sekolah kesehatan dan kebahagiaan, keterampilan dan dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah kesediaan untuk memberi pertolongan bagi yang menengah atas. Semoga kegiatan kepramukaan ini bisa membuat generasi muda Indonesia menjadi membutuhkannya. Sifat kepramukaan nasional artinya kepramu- generasi yang lebih mandiri, cekatan, terampil, kaan itu diselenggarakan di masing-masing negara dan kreatif. Salam disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing negara tersebut, internasional artinya kepramukaan harus dapat mengembangan rasa persaudaraan dan Mohon informasi nomor persahabatan antar sesama anggota kepanduan kontak Pasraman Markandeya yang pernah dimuat di Tabloid Tokoh Ibu Ita, Gatsu Barat Ibu bisa menghubungi Bunda Dian Martika. Hp: 081999714850, 081145142424
Sok Akrab
Hari pertama anak bersekolah menjadi pengalaman yang tak boleh dilewatkan orangtua. Saat hari pertama ini, orangtua bisa berkenalan dengan guru, orangtua anak lain, bahkan penjaga sekolah. Pendampingan di hari pertama juga menjadi catatan bagaimana anak bersosialisasi dengan teman baru. Sejak anak masuk TK saya selalu meluangkan waktu untuk mengantar anak seminggu pertama. Selebihnya sudah yang antar-jemput dari sekolah. Ketika masuk SD juga saya lakukan hal yang sama. Saya ingin tahu bagaimana situasi sekolah anak saya. Siapa tahu saya ada kenal orangtua siswa. Saat anak masuk TK, saya bertemu teman SMA. Kami pernah sekelas. Ternyata anak kami se umuran. Banyaklah cerita meng alir dari pertemuan itu. Anak kami juga akrab karena orangtua
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
juga akrab. Nostalgia masa SMA pun menjadi bahan obrolan saat bertemu. Nah, ketika anak SD, saya pun memikirkan pasti ada orangtua siswa yang saya kenal. Karena sekolah anak saya jauh dari tempat dia TK dulu dan hanya ada tiga temannya, tentu perlu adaptasi lebih intens. Apa yang saya pikirkan benarbenar terjadi. Saat menunggu anak keluar kelas, ada seorang pria mendekati saya. “Halo bro… apa kabar? Lama ndak bertemu. Anakmu sekolah disini toh.” Saya agak kaget karena disapa orang yang terus terang saya belum
kenal. Agar dia tidak malu, saya jawab, kabar saya baik-baik saja. Kebetulan anak kami sekelas, jadi pembicaraan fokus pada anakanak. Lama-kelamaan dia mena nyakan bagaimana kabar sekolah, sembari menyebut alamat sekolah di Jalan Nusa Indah, Denpasar. Saya kaget, lalu mengatakan de ngan sopan dan hati-hati, SMA saya dulu di Jalan Kamboja. Dia mulai kikuk, lalu mengira saya temannya saat SMP, ternyata salah juga. SMP kami beda. Akhirnya untuk menutupi rasa malu karena sok akrab, dia pun mengatakan wajah saya mirip temannya. Sejak itu, kami kalau bertemu tetap saling menyapa, halo bro…dan sesekali ngobrol tentang anak-anak. Rama, Denpasar
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
11 - 17 AGUSTUS 2014
GORO-GORO
merdeka
Memasuki bulan Agustus, terasa kembali betapa tak mudahnya para pejuang kita di masa revolusi, merebut kemerdekaan. Tetapi mengisi kemerdekaan pun tidak gampang. “Coba mana yang lebih berat, merebut kemerdekaan atau mengisi kemerdekaan?” tanya Amat iseng-iseng kepada Pak Made dan Pak Alit. Langsung dijawab Pak Made, tegas: “Tentu saja merebut kemerdekaan Pak Amat!” “Kenapa?” potong Pak Alit. “Merebut kemerdekaan harus dibayar dengan darah. Harus ditebus dengan nyawa. Sedang mengisi kemerdekaan yang diperlukan cukup hanya keringat!” Pak Alit tidak setuju. “Kelihatannya saja merebut kemerdekaan lebih sulit, Pak Made. Tapi sebenarnya mengisi kemerdekaan jauh lebih berat lagi!” “Mana bisa! Tak mungkin!”’ “Coba bayangkan usia kemerdekaan kita sekarang sudah 69 tahun, tapi apa yang sudah kita capai? Yang kaya, kaya sekali, yang miskin untuk makan hari-hari saja tidak ada. Demokrasi politik sudah ada, tapi demokrasi ekonomi, mana? Masih jauh! Sedangkan revolusi kita tahun 45 langsung mencapai sasarannya: merdeka!” Pak Made dan Pak Alit lantas berdebat sengit. Amat hanya mendengarkan saja. Ia mengerti kenapa kedua tetangga yang dalam pemilu satu kubu itu. bertentangan keras. “Pak Made kehilangan lima keluarganya dalam revolusi,” kata Amat menjelaskan pada Bu Amat, “sedangkan Pak Alit, beberapa sanak keluarganya jadi pejabat sesudah tercapai kemerdekaan. Jadi sebenarnya Pak Made maupun Pak Alit, tak berpikir jernih objektif, mereka hanya berusaha menunjukkan potensi keluarganya.” Bu Amat manggut-manggut. “Kalau pendapat Bapak sendiri bagaimana?” Amat bimbang. “Kedua perjuangan itu sama beratnya, tapi dalam banyak hal, berbeda. Jadi tidak bisa diperbandingkan. Yang jelas, keduanya memerlukan pengorbanan. Masalahnya waktu revolusi, tekad kita bulat. Musuh kita hanya satu. Kolonial. Di masa merdeka kebulatan tekad kita terganggu, musuh kita banyak. Keduanya memerlukan perjuangan yang berbeda. Di dalam revolusi diperlukan keberanian. Dalam mengisi kemerdekaan diperlukan kebijakan, kesabaran, keuletan dan sebagainya.” “Jadi mana yang lebih berat?” “Keduanya berat!” “Yang lebih berat?” “Keduanya masing-masing punya kelebihan berat.” Bu Amat kesal. “Yang lebih berat?” “Inilah masalahnya! Kita selalu mau tahu mana yang lebih dan mana yang kurang. Akhirnya cakar-cakaran di antara kita sendiri!” Bu Amat menggeleng-gelengkan kepala. “Lho bapak ini bagaimana. Yang mulai bertanya kan Bapak sendiri. Kenapa Bapak menyalahkan orang yang memperbandingkan?” Amat terpaku. Terkejut menyadari pertanyaan isengnya awal dari perdebatan itu. Lalu mengangguk. “Ya itulah watak kita semua, suka iseng, membangunkan macan yang sedang tidur. Tak terkecuali Bapak. Kita suka memperbandingkan, tapi tidak suka kalah. Makanya kita berkelahi terus!” Bu Amat langsung memotong. “Siapa bilang! Watak saya tidak begitu, Pak! Bapak jangan suka memukul rata! Itu yang selalu jadi gara-gara!” Amat termenung. Ketika esoknya ia masih mendengar Pak Made dan Pak Alit masih hangat memperdebatkan mana yang lebih berat, merebut atau mengisi kemerderkaan, ia kontan menengahi. “Cukup! Sebenarnya yang lebih berat, bukan merebut atau mengisi kemerdekaan, tapi memperbandingkan keduanya untuk menentukan, mana yang lebih berat! Jadi tidak usah dibahas lagi!” Tapi Pak Made dan Pak Alit, terus saja berdebat. Malah tambah sengit.
Putu Wijaya
Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palm erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Mozaik
Seminar & Penyembuhan Terspektakuler Tahun Ini
23
Terbuka, Mengalir, Tersenyum
S
eorang wanita asing dengan wajah kuyu, tegang, tertekan, stres, terseok-seok serta menyeret kaki kanannya yang sakit, datang menemui Guru Mangku Hipno diantar oleh guide-nya. “Guru, tamu saya benar-benar sedang terpuruk, stres, sering teriak sendiri, tidak bisa tidur, mengeluh sakit di kaki dan di lambung, mohon disembuhkan” kata Pak Sastra, guide yang meng antarnya. Beberapa saat kemudian Guru langsung meminta tamunya duduk, pejamkan mata, dan hanya perlu mendengarkan, memikirkan dan merasakan apapun yang Guru katakan. Guru meminta tamunya membuka diri, tidak bertanya, tidak menjawab, dan hanya mengikuti apa pun yang Guru katakan. Setelah sekitar satu menit memberikan pencerahan jiwa, tiba-tiba wanita itu lemas dan rebah. Wajahnya mulai tampak sangat tenang, rileks dan mulai muncul senyum di bibirnya. Dua menit kemudian Guru meminta wanita itu membuka mata, dan keajaiban sungguh terjadi di depan mata semua orang yang ada di ruangan praktek Guru yang adem. Tiba-tiba pasien asing yang saat datang seakan hancur dan putus asa, stres dan mentalnya terganggu membuka mata dan bertanya, “Di mana saya, apa yang terjadi, kok semua bagian tubuh saya dari kepala sampai ke ujung kaki ringan tanpa beban, pikiran saya sangat senang, jiwa saya sangat tenang, tubuh saya sangat nyaman.” Lalu dia bangun, melompat lompat riang, tertawa lepas, dan berteriak, “Yes…yes saya sembuh. Lihat saya telah sembuh dan normal,” ujarnya sambil mengucapkan rasa syukur menunduk sambil menyentuh kaki Guru. “Maaf, Anda berada di tempat Guru, tadi Anda datang dalam kondisi yang kacau, menangis tanpa henti, kadang berteriak dan menyeret kaki. Anda menderita psikosomatis, sakit karena perasaan Anda terganggu dan Anda kehilangan rasa tenang. Jika sakit seperti ini maka obat apa pun digunakan untuk menyembuhkan akan sangat sulit, karena sakit Anda adanya di bagian rasa. Bagian yang tak mampu terdeteksi oleh alat apa pun dan secanggih apapun. Sakit Anda berada di area bawah sadar,” kata Guru Mangku. Menurut penuturan pasien bule ini, dia telah berobat secara medis hampir setahun dan telah menghabiskan banyak uang, waktu dan telah menelan berbagai macam obat obatan. Setelah lama menjalani itu, kesembuhan yang diharapkan malah makin menjauh, efek negatif dari obat yang ditelannya selama hampir
setahun justru mulai terasakan di bagian tubuhnya. Sesungguhnya apa yang Guru lakukan sehingga dalam hitungan beberapa menit mampu menyembuhkan pasien bule tersebut hanyalah hal yang sederhana. Guru hanya membuka kesadaran nuraninya, memotivasinya dan meniupkan harapan hidup dan meyakinkan dia bahwa jalan kehidupan masih terlalu panjang untuk dilewatkan dengan kesedihan dan keputusasaan. Untuk mengatasi segala masalah, penderitaan, penyakit, kekecewaan, kegagalan, kesialan ataupun hal-hal yang terjadi yang menyakiti dan menghambat kita mencapai kesehatan optimal, kesuksesan, keberlimpahan harta dan Guru kasih sayang, serta kebahagiaan, Tuhan telah melengkapi tiap kelahiran dengan tiga kekuatan rahasia, yaitu “Terbuka, Mengalir, dan Tersenyum”. Jika kita seorang yang terbuka dan membuka hati maka tiap saat akan mampu mengikuti perubah an ruang dan waktu dengan penuh kreativitas dan kecerdasan. Jika kita mampu memiliki jiwa yang mengalir maka segala rintangan sekuat batu pun tetaplah akan mampu diterobos oleh kekuatan air. Jika kita mampu selalu tersenyum, maka sesungguhnya kita telah mengucap rasa syukur kepada Tuhan sang Pencipta atas apa yang terjadi adalah kehendakNya. Inilah kuasa Tuhan yang tentu merencanakan sesuatu dengan ke sempurnaan-Nya. Jika ingin mengetahui secara detail bagaimana mengenali dan mengaktifkan ketiga rahasia tersebut maka Guru akan menjelaskan dengan cara sangat sederhana dan akan membawa perubahan besar, saat Anda mengambil sebuah keputusan atas jalan hidup Anda. Detik demi detik pencerahan jiwa dan penyadaran dari Guru akan menyadarkan dan membawa Anda ke dalam keajaiban tiga rahasia tersebut. “Untuk itu ikutlah bergabung dalam seminar kami, “ kata Guru Mangku Hipno. DOSA DAN DOA Di samping tiga rahasia terdalam tadi, sesungguhnya ada dua hal yang juga dapat menghambat kesembuh an dan cita-cita serta keinginan kita, sehingga sebuah kesembuhan dan cita-cita hanyalah menjadi keinginan yang abadi. Banyak orang tanpa sadar telah berbuat dosa dan celakanya tanpa disadari dosa itu sesungguhnya
sangat panjang. Untuk itulah Guru akan memberikan pemurnian diri kepada masingmasing peserta dari segala beban dosa dan pencerahan jiwa lalu memotivasi serta meringankan beban pikiran, perasaan dan tubuh Anda dengan bahasa sederhana dan sangat mudah dilakukan. Ini dapat menjadi penyelamat untuk masa depan Anda, Semua ini akan dibahas tuntas kalau Anda mengikuti seminar Guru.
Mangku Hipno akan menjadi beban yang cukup menyita tempat dalam relung hati terdalam. Bayangkan berapa banyak dosa yang kita miliki sejak kecil, baik dosa kepada Tuhan ketika kita melanggar ajaran agama, dosa kepada orangtua, dosa kepada sahabat dan dosa kepada orang orang terkasih kita, dosa kepada pertiwi juga dosa-dosa yang lainnya. Inilah sesungguhnya sumber penyakit yang dahsyat, karena ini menghilangkan ketenangan kita dan rasa bersalah di hati ini akan membebani Anda dan membuat hidup Anda terlalu berat untuk dijalani seumur hidup. Bahagia itu letaknya di hati, maka pengendapan dosa-dosa inilah yang akan mengurangi bahagia Anda dan secara perlahan menghilangkan ketenangan Anda lalu berpotensi kena penyakit depresi, stres, kolesterol/hipertensi, serangan jantung, rematik, arthretis/peradangan sendi, stroke/penyumbatan pembuluh darah, nyeri punggung, insomnia/ susah tidur, gangguan tulang belakang bagian bawah bahkan sampai penyakit ginjal. Doa adalah cara menemukan kesembuhan dan kesuksesan serta kebahagiaan terbaik setelah kita bekerja keras dan mensyukuri ke sehatan kita. Namun, tidak banyak yang memahami bagaimana berdoa yang baik sehingga doa kita sampai di alam kebenaran (Satyam). Di sini di percaya apapun yang kita doakan segera terkabulkan. Doa yang baik adalah doa yang didasari oleh rasa ikhlas, niat yang tulus dan hati yang bersih. Doa seseorang yang cepat terkabulkan adalah doa orang-orang yang memiliki sifat Satvik, yaitu orang yang gaya hidupnya berpegang pada kebenaran, kesucian dan keindahan (satyam, siwam, sundaram). Bagi seseorang yang memiliki sifat Satvik maka doanya menembus alam Bhur, Bwah, Swah, Mahah, Janah, Tapah, Satyam di puncak kebenaran tertinggi yang diyakini sangat dekat dengan keberadaan cinta kasih Tuhan. Namun, bagi mereka yang hidupnya penuh dengan dosa, penuh dengan kemalasan, penuh dengan ambisi, penuh dengan nafsu dan penuh dengan kemarahan yang tak terkendali maka akan sangat susah doanya sampai ke alam satyam. Sebuah doa sederhana dipercaya melalui proses waktu yang
9 CAKRA ADALAH PETUNJUK TUHAN UNTUK KEBERLIMPAHAN. Tubuh manusia dilengkapi potensi yang luar biasa oleh penciptanya, namun banyak dari mereka yang tak pernah ingin tahu, tak pernah memanfaatkan bahkan mengacuhkan potensi itu. Tuhan telah memberikan kesempatan sehat, sukses, keberlimpahan harta dan kasih sayang lalu berbahagia hanyalah lewat begitu saja tanpa dikenali dan Anda masih mengatakan Tuhan tidak adil, Tuhan tidak sayang pada diri Anda, dan segala keluhan lainnya. Sesungguhnya Tuhan telah me ngabulkan banyak keinginan dari hasil kerja keras dan doa kita. Sayang, Anda melewatkan kesempatan menikmatinya. Sembilan cakra yang merupakan linggam 9 dewata dalam Tubuh kita adalah pembuka jalan menuju hal yang kita harapkan, sebagai penjaga dan pemelihara segala kebaikan yang kita telah miliki, dan sebagai penghilang atau penetralisir segala hal yang buruk yang terlanjur kita pelihara. Jika 9 cakra Anda dimurnikan, maka tubuh, perasaan dan pikiran Anda akan membuat aura Anda menyala bagaikan kunangkunang di malam hari. Anda menjadi sangat menarik bagi siapapun dan bagi rejeki. Dalam seminar ini, Guru Mangku Hipno akan memurnikan 9 cakra Anda mulai dari cakra dasar linggam Dewa Brahma yang mengatur keberuntungan, cakra seks linggam Dewa Wisnu yang mengatur perasaan, cakra pusar linggam Dewa Rudra yang mengatur energi, cakra jantung linggam Dewa Iswara yang mengatur kemampuan berintuisi, cakra tenggorokan linggam Dewa
Maheswara yang mengatur kemampuan berbicara, cakra ajna linggam Dewa Mahadewa yang mengatur kemampuan berinspirasi dan berpikir, cakra kembar linggam Dewa Sambu dan Sangkara yang mengatur tentang pendengaran jujur, benar atau bohong, dan cakra mahkota linggam Dewa Siwa yang mengatur firasat serta kemampuan spiritual. Jika semua cakra-cakra itu telah dimurnikan maka inspirasi KESEHATAN, KESUKSESAN, KEBERLIMPAHAN DAN KEBAHAGIAAN akan muncul dari tempat yang selama ini Anda tidak pernah pikirkan dan bayangkan. Ketika 9 cakra dimurnikan Anda pun berpotensi mampu menjadi menyembuh untuk diri Anda sendiri, mampu meningkatkan imunitas diri dari serangan energi negatif, black magic bahkan jika Anda secara rutin berlatih meditasi cakra dan meyakini Tuhan di atas segalanya maka Anda mampu meningkatkan perlindungan diri atau imunitas diri dari serangan senjata saat dalam ancaman. “Begitu banyak manfaat dan pencerahan jiwa yang akan Guru Mangku Hipno berikan dalam seminar kali ini, sangat disayangkan jika Anda melewatkannya, karena kesempatan terbaik biasanya hanya datang sekali. Inilah saatnya dalam waktu 2 jam saja Anda sembuh dari segala penyakit, bangkit dari keterpurukan, bangun dari keputusasaan, menggantikan ketakutan menjadi keberanian, membuang malas, cemas, ragu, tak percaya diri dan hal-hal buruk lainnya. Anda akan menemukan jati diri Anda yaitu menjadi seseorang dengan pola pikir baru, bermental kuat, penuh rasa syukur dan menyakini Tuhan di atas segalanya sehingga hidup ini bermanfaat dan menjadi sederhana, tegas dan berani bertindak. Saat itulah hidup Anda ditaburi keajaib an seperti habis gelap terbitlah terang,” kata GMH KG Suatmayasa, SH, CH, CHt, MNNLP yang akan menjadi narasumber dalam seminar tersebut yang merupakan guru besar Brahmakunta Supranatural & Spiritual Modern Center, pendiri Brahmakunta Prana & Hypnosis Club, yang dikenal dengan panggilan GMH atau Guru Mangku Hipno yang juga seorang spiritualis, pakar prana, pakar hypnosis, hypnotherapy, instruktur NLP, EFT, EQB, palmistri, motivator spiritual, profesional healer sosio medis dan heado theta.
Seminar dan Penyembuhan Terspektakuler Tahun ini, diadakan pada: Hari : Minggu, 17 Agustus 2014 Tempat : Gedung PWI Bali, Jln. Gatot Subroto Tengah, Lumintang, Denpasar Jam : 15.00 s.d. 17.00 Wita Harga Tiket : Hanya Rp 300.000 Daftarkan diri Anda segera, tempat sangat terbatas hanya untuk 100 orang saja. Alamat Center Brahmakunta: Perumahan Gunung Sari Indah, Jln. Tukad Buana 1 No. 61 Kebo Iwa Utara Denpasar. (Pin BB 20C6F65A, FB: GURU MANGKU HIPNO) Untuk Info Lengkap dan Pemesanan Tiket Hub : 0361-844 2823, 0361-7879 151 (centre) 085 738 818 906 ( jro mangku swandra) 085 238 640 217 ( jro abuck) 085 638 00 133 (jro putu anta) 0361-9133 725 (jro ayuk)
Metropolitan
22
Mengemis di Jakarta Kaya di Kampung
Pengemis banjiri jakarta pengahsilan Rp 6 juta sebulan
Jakarta sudah kembali normal. Ibukota yang tadi nya lengang karena ditinggal mudik sebagian warganya, sudah kembali seperti semula. Lalu lintas yang padat, kemacetan di mana-mana. Bersa maan dengan itu, para pengemis pun kembali mem banjiri Jakarta, mengadu peruntungan. Tak heran Pemda DKI Jakarta disibukkan bukan hanya mener tibkan PKL yang membandel tapi juga menertibkan para pengemis serta gubuk-gubuk liar yang tersebar di berbagai pelosok Jakarta.
P
enertiban pengemis seolah tak pernah ada habisnya. Ratusan sudah pengemis yang dijaring, kemudian dikembalikan ke kampungnya masing-masing, yakni ke wilayah Jawa Barat dan Jawa Te ngah. Namun, ratusan pengemis itu kembali dan kembali lagi ke Jakarta. Mencari uang di Jakarta lebih mudah dibanding bekerja di kampung. Pun, di Jakarta tidak perlu bekerja keras, cukup meminta-minta di perempatan jalan, mengharap belas kasihan para pengendara, uang bisa didapat. Anehnya, aksi ini hanya terjadi pada pagi hingga sore hari. Ketika hari makin sore atau bahkan men jelang malam, para pengemis yang
biasanya mangkal di berbagai perem patan jalan seperti menghilang. Lalu kemana mereka? Ternyata mereka pulang ke gubuk-gubuk liar yang mereka sewa. Harga sewa semalam antara Rp 5 ribu hingga 10 ribu per malam, tergantung bentuk bangunan dan lokasi. Namanya gubuk liar, ben tuknya jauh dari kesan rumah. Ben tuk seadanya, dinding dari tripleks. Salah satu kawasan yang dikenal sebagai kampong pengemis adalah di Kebon Singkong, Klender, Jakarta Timur. Di lahan cukup luas bekas perkebunan singkong ini, kini padat dengan rumah-rumah warga yang sebagian di antaranya ditinggali para pengemis dari luar Jakarta. Rumahrumah sewaan untuk pengemis ini,
Pengemis cacat penghasilan lebih besar
tkh/ist
tkh/ist
umumnya adalah bangunan seadanya semi permanen. Warga setempat, Udin Surat man, mengatakan, sebutan kam pung pengemis itu muncul karena banyaknya pengemis luar daerah yang menyewa rumah-rumah warga setempat. Biasanya mereka berasal dari Jawa Barat seperti Karawang, Subang, Indramayu, serta sejumlah
11 - 17 Agustus 2014 wilayah di Jawa Tengah. Banyak di antara mereka pengemis-pengemis cacat, berusia lansia ataupun anakanak. Sedang mereka yang berba dan sehat, jumlahnya tidak terlalu banyak. “Jumlah mereka akan makin banyak saat bulan puasa. Mereka itu adalah pengemis musiman, bi asanya tempat-teman sekampung para pengemis yang sudah menetap di Jakarta,” ujarnya. Bulan puasa, berbondong-bondong pengemis datang ke Jakarta karena penghasi lan jauh lebih besar dari biasanya. Kalau sedang beruntung, satu hari penghasilan mereka bisa mencapai antara Rp 400 ribu-500 ribu. Jumlah yang sangat lumayan. Ketika hari mendekati Lebaran, dan kebanyakan warga Jakarta sudah mudik, mereka pun ikut mudik pula. Penghasilan yang tinggi pula. Dua pekan setelah Lebaran, mereka kembali ke Jakarta namun jumlahnya tidak sebanyak saat bulan puasa. PENGHASILAN RP 4 JUTA Menjadi pengemis di Jakarta memang enak. Penghasilan mereka perhari bisa sampai beratus-ratus ribu. Paling apes, kata Udin, per hari mendapat Rp 150 ribu. Jika di ratarata maka dalam sebulan penghasilan mereka bisa mencapai Rp 4 juta. Tapi itu berlaku pada pengemis lanjut usia ataupun orang cacat, atau ibu dengan anak bayinya. Anak bayi tersebut biasanya disewa dengan harga Rp 40 ribu-50 ribu per hari. Bagi yang berbadan sehat, peng hasilan Rp 50 ribu per hari sudah ter masuk beruntung. Penghasilan yang minim itu, membuat banyak dari mereka akhirnya lebih suka men jadi ‘pembantu’ pengemis cacat atau
‘pembantu’ pengemis lansia. Karena dia akan mendapat pembagian dari hasil mengemis. Daya tarik Jakarta mudah mencari uang ini, menyebar sehingga seorang pengemis ketika kembali ke Jakarta akan membawa saudara ataupun tetangganya untuk sama-sama mengemis. “Orang biasanya enggan mem beri sedekah pada pengemis yang terlihat sehat. Karena itu banyak pengemis sehat namun menyamar sebagai orang cacat supaya dapat uang banyak. Mereka tinggal berkel ompok, biasanya satu rumah 10 orang. Jadi bayarnya bisa patungan,” kata Udin yang menyewakan rumah petaknya Rp 400 ribu per bulan. Para pengemis itu, meski terlihat lusuh dan miskin, namun sebenarnya banyak yang kaya raya di kam pungnya, hasil mengemis. Rumah bagus, punya motor, bahkan punya sawah. Lahan mengemis di Jakarta meng giurkan bagi sebagian orang yang jeli melihat peluang bisnis. Mereka inilah yang kemudian dikenal seba gai koordinator pengemis. Mereka mengumpulkan para calon-calon pengemis ini dari kampung-kampung, diiming-iming penghasilan besar un tuk mengemis di Jakarta. Para mafia ini, mengkordinir para pengemis dan membiayai hidup mereka di Jakarta, termasuk sewa rumah dan makan. Tapi itu bukannya gratis, karena biaya-biaya itu sebenarnya hanya dipinjamkan sementara, yang harus dibayar kembali setelah mereka mendapat penghasilan. Pendapatan koordinator sepertiga dari penghasilan bersih. Tiap subuh, mereka di antar naik truk atau mobil pick up dan diturunkan di sejumlah titik di Jakarta oleh koordi nator pengemis. –Diana Runtu
Denda Rp 30 Juta bagi Pemberi Uang Kabar bahwa para pengemis itu sebenarnya bukan orang susah di kam pungnya, juga sudah didengar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. “Pengemis itu mengemis untuk buat ru mah di kampung. Mereka bukan orang kelaparan,” ujar Ahok dengan suaranya yang lantang. Pengetahuan itu didapatnya setelah mendapat masukan juga mengamati prilaku pengemis pada dua kali Ramadan (2013 dan 2014). Saat Ramadan, biasanya di masjid disediakan makanan berbuka namun ja rang ada pengemis yang datang. Mereka lebih suka menunggu di luar. “Itu artinya, di Jakarta ini tidak ada pengemis makanan. Kalau dia pengemis makanan, dia bakal nongrong di masjid untuk dapat makanan buka atau sahur. Jadi mereka itu mengemis untuk membuat rumah di kampungnya,” tandas Ahok. Tentang para pengemis di Jakarta memiliki rumah bagus di kampungnya, juga diungkap Kepala Seksi Pelayanan Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta, Prayitno. Hal tersebut diketahui saat staf Dinas Sosial meng antar beberapa pengemis pulang kampung lantaran pengemis-pengemis itu telah berkali-kali kena razia petugas. Mereka dipulangkan secara berombongan. Namun, bagi yang telah berkali-kali kena razia, diantar langsung ke rumahnya menggunakan ken daraan operasional Dinas Sosial. “Awalnya, kami tak percaya kalau rumah para pengemis itu bagus-bagus. Tapi ketika mengantar salah salah seorang pengemis,
ternyara rumahnya bagus,” tuturnya. Dengan kenyataan tersebut, maka Pemda DKI berencana akan lebih tegas terhadap pengemis. Bukan hanya pengemis yang akan ditindak tapi pemberi uang di jalananan pun akan kena sanksi. Hal itu sesuai dengan Perda DKI Jakarta No 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Di mana salah satu pasalnya mengatur tentang larangan mengemis, juga larangan memberi uang atau barang kepada penegmis. Sanksi yang dikenakan denda Rp 20 juta untuk pengemis dan Rp 30 juta untuk warga pemberi uang. Meski sudah ada dasar hukumnya, apakah benar nantinya Pemda akan menerapkan Perda itu secara te gas. Sejak Perda itu lahir, pasal yang mengatur masalah denda pengemis dan warga, tidak pernah terdengar digunakan. Pengemis yang tertangkap hanya masuk ke panti sosial untuk kemudian di pulangkan. Warga yang memberi, didiamkan saja. –Diana Runtu
11 - 17 Agustus 2014
Sosialita
3
AAA Ngr. Sri Rahayu Gorda Memberikan inovasi yang memadai dan berkelanjut an. Ada spirit dan nilai-nilai yang ditebarkan. Men jaga atmosfir kerja yang kondusif. Menjalin hubung an kinerja yang harmonis ke dalam maupun ke luar. Itulah sebagian dari langkah yang akan dijalankan Dr. AAA Ngr. Sri Rahayu Gorda, S.H.,M.M.,M.H, yang kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum (FH) Undiknas Denpasar.
Dr. AAA Ngr. Sri Rahayu Gorda, S.H.,M.M.,M.H.
M
enurut Gung Sri begitu ia biasa di sapa, ia tidak perlu terlalu ber lebihan dalam menjalankan dan melanjutkan kebijakan yang sudah baik dari dekan sebelumnya. “Kami akan memperbaiki yang belum ber jalan dengan baik,” ucap istri IGN Jelantik Manuaba, S.E., M.M, seorang wiraswastawan bidang migas ini. Jenjang pendidikan yang dilalui dan dicapainya, membuatnya lebih sensitif terhadap lingkungan sekitar. Ia juga lebih terbuka terhadap gagasan baru dan lebih mudah memahami sudut pandang orang lain. Hal ini tentu akan sangat memudahkan nya sebagai seorang dekan, demi mendayagunakan segala potensi dari untuk menjalankan fungsinya sebagai motor penggerak pengelolaan fakul tas. Lantas apa program pertama yang akan dilakukannya? Dikatakannya keberadaan FH Undiknas selama ini, dilihat dari dua indikator kecil, yaitu akreditasi B serta jumlah mahasiswa yang cen derung bertambah tiap tahunnya. Terkait Tri Darma Perguruan Tinggi, ia akan lebih memacu para dosen untuk melanjutkan ke jenjang S3, meningkatkan dan memotivasi mer eka lebih lagi bisa meraih hibah-hibah penelitian, Saat ini pula kata perempuan kelahiran, 28 Oktober 1972, ia ten gah mempersiapkan kurikulum ber basis KKNI , untuk dapat dilaksana kan pada tahun ajaran 2015/2016. Melakukan akreditasi FH, yang sudah memperoleh nilai B bisa ditingkatkan
menjadi A. “Tentunya keinginan ini merupakan PR bagi kami,” ujar putri dari pasutri Prof. Gorda (alm) dan Ratyni Gorda (almh) ini. Selanjutnya bersama seluruh tim kerjanya, ia berharap mampu lebih meningkatkan kualitas FH Undiknas. Begitu pula terhadap kualitas jurnal FH juga akan menjadi perhatiannya, agar bisa meningkat dalam 6 kali penerbitan kemudian dapat diajukan akriditasi jurnal. “Ini adalah prioritas kami,” cetusnya. Ia menambahkan ambisi ini mung kin terkesan muluk, tapi ia mempunyai keyakinan karena didampingi oleh tim yang secara kualitas akademik tidak perlu diragukan. “Ada Bu Juwita Ar sawati yang merupakan dosen senior dan sangat kompeten di bidang aka demik. I Made Oka, seorang dosen muda yang sangat potensial, mem berikan keyakinan kepada kami untuk bisa meningkatkan kuantitas maupun kualitas FH Undiknas ke depannya, astungkara,” ujar Gung Sri. Mengenai kualitas sarjana FH Un diknas , katanya harus terjaga, karena dalam era perdagangan bebas, sarjana hukum memiliki peran dan posisi strategis. Ada perdagangan bebas akan memicu banyaknya kontrak bisnis internasional dengan permasalahan makin kompleks. Untuk ini, diper lukan SDM yang mampu mengatasi persoalan hukum menggunakan pendekatan dan penalaran ilmiah. “Mereka juga berperan dalam menjembatani interaksi antarbangsa agar tidak lepas dari kaidah-kaidah hukum yang berlaku di negara masing masing dan hukum perjanjian yang
Siap Majukan FH Undiknas ada. Sebab, interaksi antar bangsa dalam era global, jika tindak ber sandarkan aspek legalitas inilah yang akan membuat persoalan di kemudian hari,” ucap doktor ilmu hukum lulusan Universitas Brawijaya ini.. Karenanya di FH Undikas, Gung Sri selain memberikan teori-teori hukum juga diberikan mata kuliah kewirausahaan dan dibentuknya forum diskusi ilmiah internasional dan nasional. Forum ini mengajak mahasiswa untuk dapat meningkat kan wawasan dan kemampuannya dalam membedah kasus-kasus hukum nasional dan internasional. “Ini sangat penting karena tahun 2015 kita su dah berhadapan dengan masyarakat ekonomi ASEAN. Mau tidak mau, lu lusan FH Undiknas tidak lagi bersaing secara lokal tapi sudah dengan pihak luar,” tegasnya. Ia menambahkan ta hun ini pendaftaran mahasiswa baru hingga Agustus. MENJAGA KESEIMBANGKAN Mengenai pendidikan untuk anakanaknya, sebagai seorang pendidik, Gung Sri mengatakan dirinya berusaha untuk tidak menggurui mereka. Justru ia berupaya menjadikan dirinya contoh nyata. “Kalau memberi contoh dengan menceritakan kehidupan orang-orang sukses itu sangat mudah. Tetapi, men jadikan diri sendiri sebagai contoh jauh lebih sulit. Sebab yang kita bicarakan bukan orang lain, tetapi diri sendiri,” ujar ibu dari I Gst Agung Ayu Istri Gita Saraswati Jelantik dan I Gusti Agung Ayu Istri Dinda Larasshanti Jelantik ini. Melalui pencapaian pendidikannya sampai ke jenjang S3 ini, lanjut Gung Sri dengan sendirinya memberikan gambaran nyata juga motivasi terhadap kedua putrinya. “Apalagi saya juga ingat pesan orangtua yang menekankan, pendidikan adalah harta kekayaan yang paling mulia. Hanya pendidikan yang dibawa sampai kita mati,” kata Gung Sri yang juga tercatat sebagai Sekretaris Perdiknas Denpasar ini. Tentang pengalaman mengajar, Gung Sri yang sebelum menjadi dekan, mengajar Hukum Bisnis di FE Undik nas dan mengajar Hukum Perbankan
Sri Rahayu Gorda bersama suami dan kedua putrinya
dan Kontrak Komersial dan Lembaga Pembiayaan di FH Undiknas ini meng aku memiliki pengalaman menarik yang susah dilupakan. Di awal sebagai dosen , sepanjang setengah semester mengajar ia selalu didampingi ayahnya Prof. Gorda. “Karena Prof. Gorda adalah dosen yang sangat idealis, sehingga wajib tahu kualitas anaknya mengajar, untuk bisa memberikan masukan, kritik maupun saran agar teknik dan cara menyampaikan ilmu ke mahasiswa baik dan menarik. Bisa dibayangkan bagaimana groginya waktu pertama kali,” ucap Gung Sri sambil tersenyum. Kini, diakuinya sebagai anak dari seorang pendidik sekelas Prof. Gorda tentu tak terhindarkan menjadi beban sekaligus tantangan tersendiri. Na mun, demi kemajuan dunia pendidikan yang sudah menjadi komitmen kelu arganya, ia harus bisa membesarkan FH Undiknas, sama seperti Prof. Gorda membesarkan lembaga Pen didikan Undiknas Denpasar. Sebagai generasi ke-2, ia wajib melanjutkan tongkat estafet yang sudah diberikan padanya ini. Tugas sebagai seorang pendidik juga dibuktikannya dengan tidak berhenti belajar dan mau membagi gagasan ilmunya , diantaranya melalui buku yang yang telah dibuatnya. Buku
pertamanya terbit tahun 2011 dengan judul “Perlindungan Nasabah Bank yang Dirugikan akibat Cyber Crime”. Kini, satu buku, menunggu untuk bisa diedarkan. Targetnya, pada Oktober 2014 sudah bisa dilaksanakan bedah buku ke-2, yang berjudul “Wrddhi Grhiyad sebagai Dasar Perjanjian Kredit”. “Buku ke-2 ini merupakan keingi nan saya untuk bisa memperkenalkan nilai-nilai Hindu yang dapat diterapkan dalam hukum perbankan. Khususnya dalam perjanjian kredit. Karena, sela ma ini jika berbicara nilai agama dalam perbankan hanya ada Bank Syariah. padahal, dalam Hindu banyak nilai-nilai yang dapat digali dan digunakan dalam hukum perbankan,” paparnya. Meski pencapaiannya kini ter golong sukses, ketika ditanya arti keberhasilan, dengan rendah hati ia menyatakan sebuah keberhasilan itu adalah kebahagiaan semua pihak. Ini, lanjutnya sejalan dengan prinsip hidup nya yakni keseimbangan. “Kesuksesan dalam pencapaian karier harus sejalan dengan kesuksesan dalam membina rumah tangga. Begitu pula, sukses mengembangkan lembaga harus sejalan dengan sukses mengembang kan keluarga dan sukses mendidik mahasiswa harus sejalan sukses dalam mendidik anak-anak saya sendiri,” katanya. -ard
Sri Rahayu Gorda bersama dosen penguji usai ujian akhir disertasi doktor
Sri Rahayu Gorda bersama keluarga besar
Inspirasi
4
11 - 17 AGUSTUS 2014
Suciati
Makan dengan Gelandangan Menggeluti pekerjaan sosial sebenarnya bukan menjadi cita-citanya. Namun nasib telah membawanya ke sana. Cinta tumbuh karena biasa, itulah yang terjadi pada Suciati, Kepala Pengembangan Ke sejahteraan Sosial Jakarta Pusat. Pekerjaan yang awalnya kurang berkenan di hatinya kini justru dicintainya sepenuh hati. Berkat dedikasinya, ia pun berhasil menghantar binaannya menjadi Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Teladan tingkat Nasional 2013 lalu.
Suciati, Kepala Pengembangan Kesejahteraan Sosial Jakarta Pusat
D
itemui Tabloid Tokoh di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, wa nita yang 33 tahun berkecimpung di Dinas Sosial ini, bercerita tentang perjalanannya menekuni pekerjaan di bidang sosial seperti membina masyarakat kalangan bawah, membimbing anak-anak berkebutuhan khusus, dll. “Keinginan saya, dulu, adalah menekuni ilmu matematika ka rena saya suka pelajaran itu. Tapi karena masalah ekonomi, saya tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. Tidak ada pilihan. Daripada tidak sekolah, akhirnya saya pun masuk Sekolah Lanjutan Pekerja Sosial (SLPS). Ketika itu, biaya pendidikan di SLPS jauh lebih murah ketimbang SMA. Sekarang SLPS sudah tidak ada lagi, berganti menjadi SMK dengan jurusan yang diperluas,” ungkap wanita ini. Beda dengan pendidikan SMK yang ditempuh tiga tahun, SLPS harus ditempuh empat tahun. Satu tahun terakhir adalah praktik. Bagi Suciati, praktik terasa berat karena ia harus terjun ke lapang an, bertemu dengan masyarakat kalangan bawah, gelandangan. Masalahnya, kata Suciati, ia tidak suka hal yang jorok. Di sinilah, pergumulan batinnya bagaimana ia mengatasi perasaannya. “Saya ini, maaf ya, sebenarnya dulunya adalah seorang penjijik. Namun di sisi lain, saya harus menjalankan tugas
praktik saya. Saya pikir kalau ingin berhasil, saya harus menerima dan tulus menjalaninya. Karena betapa pun ini adalah pilihan saya,” ungkapnya. Waktu jua, tutur Suciati, membuat dirinya berubah. Apalagi saat diterima bekerja di lingkung an Pemda DKI Jakarta, ia lang sung ditempatkan di Dinas Sosial yang pekerjaannya sehari-hari bersentuha n langsung dengan masyarakat, khususnya dari kalang an bawah. Sama seperti apa yang dilakukannya saat praktik sekolah. “Ya, tahu sendiri bagaimana pe kerjaan di dinas sosial. Tapi lama kelamaan saya menjadi terbiasa, bahkan menyukai pekerjaan ini,” kata ibu tiga anak ini. “Hati saya kerap terharu bertemu de ngan mereka yang berkekurangan, apa lagi bertemu dengan mereka yang me miliki kebutuhan khusus yang memili ki semangat tinggi untuk berkarya namun memiliki ke terbatasan,” tambah Suciati yang telah berpindah-pindah tugas di sejumlah wilayah di Jakarta. Bagi Suciati, adalah kebahagiaan dan kepuasan tersen
diri, apabila berhasil membantu masyarakat binaannya menjalani kehidupan yang lebih baik. Ba nyak yang telah berhasil, misalnya, dalam berbisnis catering, kue, dll. Menurut Suciati, untuk masuk ke kalangan bawah, ada strategi tersendiri. Apabila menghendaki mereka menerima kita, maka cara pendekatan yang dilakukan pun harus berbeda. Mereka cukup sensitif maka mendekatinya pun hati-hati, jangan sampai menyinggung mereka. Hal ini agar apa yang ditargetkan dalam pekerjaan (pembinaan) dapat berjalan lancar. “Misalnya ketika kita bertemu gelandangan dan mengajak mereka berbicara. Ketika mereka menyodorkan minum, ya, kita harus minum. Atau makanan, kue misalnya, ya kita makan. Kalau kita menolak, khawatir akan tersinggung. Halhal semacam itulah yang saya geluti selama bertahun-tahun. Dari sana saya juga mendapat banyak hikmah yang memperkaya perjalanan hidup saya. Pengalamanpengalaman itu juga membuat saya tak henti-hentinya bersyukur atas anugerah Tuhan dalam hidup saya. Saya menemui banyak orang kalangan bawah yang bersema ngat tinggi, namun hidup dalam keterbatasan. Kejadian-kejadian ini sungguh menggugah saya, juga memberi semangat lebih pada saya untuk berjuang membantu mereka memperbaiki hidupnya,” tuturnya panjang lebar. Banyak pengalaman mengesankan dialaminya terkait bidang kerja, namun satu hal yang sampai sekarang diingatnya jelas adalah saat seorang anak tunarunggu
11 - 17 AGUSTUS 2014
Mandalika
21
Kambing Putih lebih Baik dari Kambing Hitam Gamelan bagi masyarakat Sasak dipakai untuk melayani masyarakat seperti kebutuhan-kebutuhan kesenian pada acara (begawe), merariq (menikah), besunat (sunatan), pengiring peresean (adu ketangkasan), pagelaran wayang Sasak dan sebagainya. Gamelan Sasak lebih dinamis (bergerak) mengikuti di mana dan ke mana kegiatan kesenian itu diselenggarakan. Misalnya saja dalam kesenian Gendang Beleq yang seringkali dimainkan oleh para pemusiknya sambil berjalan. Gendang beleq yang sudah jadi dan siap dipasarkan
Kreasi warga binaan dinas sosial Jakarta Pusat
binaannya yang telah lima tahun tidak bertemu, tiba-tiba muncul di rumahnya seorang diri. Padahal, ujar Suciati, anak itu tidak bisa berbicara (berbicara dengan bahasa isyarat) dan baru sekali datang ke rumahnya bertahuntahun lalu. “Anehnya, anak itu bisa datang ke rumah saya setelah lima tahun tidak berjumpa. Padahal saya sudah dipindahkan ke wilayah lain. Saya sungguh heran akan kejadian itu,” ungkapnya. Anak itu, tutur Suciati, memang salah satu anak yang dekat dengannya saat ia bertugas di Loka Bina Karya (LBK) Jakarta. Anak-anak yang dibina di sana, kebanyakan anak-anak berkebutuhan khusus. Namun yang terbanyak adalah penderita tunarungu. Dalam membina anak-anak itu, katanya, ia juga menempatkan diri sebagai ‘ibu’ mereka. Itu sebabnya, semua anak binaanya menjadi sangat dekat
dengannya. “Nah, anak itu, salah satu yang menurut saya unik. Dia tidak seperti teman-temannya yang lain yang bersekolah sehingga bisa menulis dan membaca. Sedang anak ini tidak bersekolah. Tapi dia rajin dalam ketrampilan. Di Loka Bina Karya itu, kami mengajar aneka keterampilan, di antaranya menjahit,” katanya. Rupanya keberadaan Suciati begitu berkesan di hati anak-anak itu. Maka ketika ia dipindah tugaskan ke wilayah lain, anak didiknya merasa sedih. “Tapi yang paling mengharukan adalah kedatangan anak itu ke rumah saya setelah lima tahun tak bertemu. Dia datang sendiri, naik angkutan umum. Bagaimana bisa? Padahal dia tidak bisa membaca dan menulis. Berbicara pun dengan bahasa isyarat. Rasanya sungguh luar biasa. Untungngnya, saat dia datang saya ada di rumah, bagaimana kalau tidak? Yang lebih mengharukan, dia datang hanya untuk memberi tahukan ibunya telah meninggal dunia! Mendengar itu, hati saya terenyuh sekali. Betapa tidak, jauh-jauh dia datang kepada saya hanya untuk memberitahukan kondisinya ini,” ujar Suciati dengan suara bergetar. Pada akhirnya, kata Suciati, ia pun menjadi makin mengerti. Ketika bekerja, bukan sekadar melaksa nakan tugas dengan sebaik-baiknya tapi juga penting adalah ketulusan. Apalagi pekerjaan seperti yang digelutinya yang harus ‘bersentuh an’ langsung dengan masyarakat. Membuat diri berarti bagi anak didik, masyarakat yang dibinanya, bukan hal yang mudah namun secara tak sengaja ia telah melakukannya. -Diana Runtu
K
I Komang Kantun
arena gamelan Sasak lebih dinamis, maka pengrajin alat musik tradisional Sasak di Gunung Sari Lombok Barat, I Komang Kantun, memilih memakai kayu yang ringan seperti, kayu kapuk, kayu gesting, kayu goak, kayu guruk, kayu randu dan sebagainya. “Tergantung pemesan saja, mau pilih kayu jenis apa, tapi biasanya yang dipilih kayu-kayu ringan agar mudah membawanya,” katanya. Selain Kantun, di Lombok pengrajin-pengrajin gamelan ada di Krembong, Janapriya Lombok Tengah, Lelede, Labu Api Lombok Barat, Banyumulek, Bo ngor Selatan, Parampuan, Pagutan Mataram, dan Lombok Timur. Komang Kantun terbilang pengrajin yang bisa membuat semua jenis alat musik tradisional Sasak. “Tergantung pemesanan, apa saja bisa dibuat,” ungkap Kantun yang sejak lahir tinggal di Lombok ini. Untuk membuat perangkat gamelan, hingga saat ini pengrajin tidak mengalami kesulitan menda-
patkan bahan bakunya seperti kayu, kulit kambing dan sapi untuk gendang, bambu tali dan lainnya. Bisa dibilang pengrajin pun jarang sepi pesanan baik berupa satu perangkat maupun menerima perbaikan-perbaikan perangkat gamelan. Setidaknya hal inilah yang dirasakan Kantun yang sudah sejak tahun 1991 menjadi pengrajin alat musik tradisional Sasak. Hasil kerajinannya berupa perangkat gamelan telah banyak menjadi suvenir atau oleh-oleh bagi wisatawan asing dari Taiwan, Jepang, Singapura dan Australia hingga Amerika Serikat. “Mereka biasanya membeli gendang saja, seruling atau bagian lainnya untuk oleh-oleh,” ungkapnya. Satu set gamelan lengkap biasa dijual dengan harga Rp 150 juta. Susunan perangkat gamelan satu set, terdiri dari: 1 pemugah, 4 set saron, 2 set kantil, 2 set calung, 2 set jegog, 1 set reog, 1 buah kempul, 1 buah gong, 1 set rincik, 1 buah petuk, 1 buah seruling, 2 buah gendang yang umum disebut lanang dan wadon (laki-laki
dan perempuan). Yang disebut pemugah dalam gamelan Sasak adalah komandan yang memberikan komando kepada keseluruhan bunyi dan tata posisi pemusik, misalnya komando nada sedang ke nada rendah, fungsinya memimpin mempunyai kuasa meng atur dinamika. Saron sendiri merupakan penyumbang 5 nada sedang dan 5 nada tinggi dalam musik gamelan. Sedangkan kantil, terdiri dari 5 nada tinggi dan 5 nada tinggi sekali. Calung dan jegog menyeimbangkannya dengan nada sedang dan nada rendah. Kempul berfungsi sebagai nada sela seperti koma dalam tanda baca. Misalnya ketukan suara ke 4 kempul, 8 alat musik lain, 12 kempul lagi dan ke 16 gong. Rincik berfungsi untuk meramaikan dan saron sebagai melodi. “Gong sebagai penutup atau titik dalam tanda baca, setelah itu mulai mengambil nada lain dan seterusnya,” tutur Kantun yang mengaku belajar membuat gamelan berdasarkan pengalaman otodidak dan pencarian alami de ngan banyak bertanya. Salah satu alat musik tradisional yang banyak dipesan dan dikerjakan Kantun adalah gendang beleq. Alat musik tradisional yang menjadi ikon musik tradisional Sasak ini memiliki bentuk sedikit berbeda dengan gendang-gendang Sasak lainnya karena bagian tengahnya agak besar, tidak lurus seperti yang lain. Yang membuat gendang beleq, lebih sering dipesan menggunakan kayu yang ringan tergolong kelas tiga. Hal ini disebabkan fungsi gendang beleq sebagai alat musik yang dinamis dan dalam memainkannya lebih banyak dilakukan sembari berjalan. Tetapi, jika gendang beleq kala pergelaran sebagai musik saja, maka ia akan tetap diam di tempat. Namun, jika yang dipagelarkan Tari Gendang Beleq, maka gendang
besar itu akan ikut meliuk-liuk ke mana pun ia dibawa oleh sang penari. “Dalam hal ini, gendang beleq tidak mesti menjadi alat musik, melainkan properti juga,” ungkap pria 60 tahun, mantan pegawai Taman Budaya NTB ini.
gendang. Kambing yang kulit dipakai untuk membuat gendang sebaiknya dipilih yang tua. Makin tua makin bagus. “Kulit kambing yang paling bagus untuk membuat gendang beleq adalah kulit kambing berwarna putih dan tua,” katanya. Di rumahnya yang dipakai sebagai tempat usaha ini terdapat banyak persediaan baik kayu, kulit kambing dan kulit sapi maupun bahan baku pembuatan gamelan lainnya. Kulit-kulit kambing ini ia stok sebanyak mungkin saat musim lebaran seperti baru-baru lalu. Ka rena saat itulah, banyak persediaan kulit kambing maupun kulit sapi untuk membuat gendang-gendang lainnya. Selain sebagai pembuat alat-alat musik tradisional Sasak, Kantun juga menerima reparasi atau perbaikan gendang beleq atau alat musik tradisional lainnya. Hal inilah yang membuat ia selalu menyiapkan bahan baku sebanyakbanyaknya di bengkel musik di rumahnya. -Naniek I. Taufan
MAKIN TUA MAKIN BAGUS Untuk membuat alat musik gamelan, Kantun bertindak langsung sebagai desainer dan penentu nada. Beberapa pekerja lainnya hanya membantu untuk proses-proses pengerjaan lanjutannya. Karena keasyikannya mengotak-atik nada gamelan inilah membuat ia mampu membedakan gamelan Sasak dan gamelan Bali. Ia membedakan nada itu dari rasa. Karena itulah, ia meng aku sangat berhati-hati dalam proses pembuatan nada pada alat musik yang dibuatnya. Demikian juga dalam hal pemilihan bahan kulit yang dipakai untuk membuat gendang. Kulit yang dipakai untuk gendang beleq adalah kulit kambing yang terpilih dan kulit depan (bagian yang ditabuh) dipakai kulit kambing jantan sedangkan pada bagian belakang dipakai kulit kambing betina. “Hindari kulit kambing berbulu hitam,” tipsnya. Bulu hitam agak sedikit susah diajak kompromi, mengingat sangat peka dengan suhu. Kalau udara panas bisa tiba-tiba kencang dan saat udara dingin bisa kendor. Hal ini tentu saja mempengaruhi bunyi dan suara tidak akan baik,” katanya. Kulit kambing berwarna hitam biasanya dipakai untuk membuat Kulit kambing tengah dibersihkan dari bulunya tali pengikat bagian luar
Nine
20
11 - 17 AGUSTUS 2014
Keluar-Masuk Kampung Tawarkan Asuransi
S
Sri Darsan
Masyarakat kala itu mengang gap bahwa tidak mungkin me nyimpan uang sedikit kemudian mendapatkan hasil yang banyak seperti contoh, jika ada anggota keluarga yang meninggal maka ada jaminan pendidikan bagi yang keluarga yang diasuransikan,” ujarnya. Ia mengaku bahkan sampai menangis menghadapi situasisituasi yang menekan itu. Ka rena tidak jarang pula ia ‘diusir’ jika datang dari satu rumah ke rumah lainnya. Meski begitu, ia tidak putus harapan, ia terus menjalani profesinya itu dengan setia karena dari sanalah ia men jadi seorang perempuan yang mandiri. Jika banyak tekanan se perti itu, ia memilih berkonsultasi dengan pimpinan di kantor atau rekan lainnya juga tidak lupa ia bertanya sana sini kepada orang yang paham tentang asuransi. “Masukan-masukan itulah yang kemudian mengangkat semangat saya untuk terus mencari nasa bah,” paparnya. Terhadap apa yang sudah di laluinya itu, ia bersyukur karena tantangan-tantangan itulah yang kemudian mem buatnya menjadi kuat dan bersema ngat hingga hari ini. Hingga saat ini pula, ratusan orang telah berhasil menjadi nasabahnya, baik yang telah habis kontraknya mau pun yang masih ak tif setidaknya yang ada di Kecamatan Bolo, Madapangga, dan Soromandi, Bima. Dari ratusan nasabah itu, saat ini tagihan bulanan Sri Darsan bernilai ratusan juta rupiah. Mereka yang berha sil menjadi nasabah asuransinya tidak hanya pegawai ne geri melainkan da tang dari berbagai kalangan, termasuk pedagang yang bi asanya hanya meng investasikan uang
dr. Cok Gde Oka Dharmayuda Sp.OT (K)
Sri Darsan saat menawarkan asuransi kepada seseorang
nya pada dunia usaha kini sudah mulai mengasuransikan dananya. “Saya prospek semua kalangan untuk berasuransi, baik asuransi pendidikan, kesehatan maupun dana investasi,” ungkapnya. RAJIN BICARA Sri menjalankan profesinya ini dengan sungguh-sungguh. Sebagai anak yang lahir dari keluarga sederhana, Sri tidak memiliki fasilitas dalam bekerja di awal kariernya. Ia sampai harus berjalan kaki berkeliling kampung untuk mencari nasabah. “Sesekali saya naik benhur (kendaraan khas Bima, seperti cidomo di Lombok), jika lelah di jalan,” ung kapnya mengenang. Sekarang ia telah memiliki kendaraan sendiri yang membuatnya mampu men jangkau tempat-tempat di luar kecamatan tempatnya tinggal. Pekerjaan yang dilakoninya ini sangat menyenangkan. Se lain ser ing melakukan banyak kunjungan ke rumah-rumah warga ia juga menjalin hubungan silaturahmi yang baik dengan warga karena ini menjadi modal utamanya. Ia juga “rajin bicara” karena kepandaiannya menarik minat calon nasabah menjadi modal lain yang membuatnya terbilang sukses sebagai petugas asuransi yang masuk hingga ke desa-desa. Tiap kali ada bayi yang lahir di kampungnya atau ada anakanak dalam satu keluarga ia akan mendatangi keluarga tersebut. Ia mengobrol tentang banyak hal hingga sampai pada obrolan tentang pendidikan anak-anak tersebut kelak. Ini berarti ia te lah memasang target setidaknya mengenalkan asuransi pendidikan bagi anak tersebut. “Mau sekolah apa nanti rencananya,” kata Sri, tentang salah satu kalimat yang
kerap disampaikannya pada orangtua-orangtua yang ditawar kannya untuk ikut asuransi. Ka rena pekerjaannya ini juga yang membuatnya memiliki banyak kenalan. Ia merasa beruntung karena bisa bekerja dan mandiri di kam pung halaman, tanah kelahirannya, tidak harus ke luar daerah mencari pekerjaan. Ia meyakini jika peker jaan itu dilakoni dengan sungguhsungguh, maka selalu ada jalan baik yang ditemui di depan. “Sabar dan jangan cepat menyerah,” ungkap Sri. Ia tidak pernah tergiur untuk berpindah profesi meski masamasa perintisan kariernya dulu sangat sulit ia lalui. Dengan pekerjaannya ini pula, Sri bisa membantu nasabahnasabahnya di desa. Beberapa dari nasabahnya pernah merasa kaget ketika ada nasabah yang meninggal dunia, tiba-tiba ia datang untuk membawakan se jumlah uang yang lumayan banyak dibandingkan dengan uang yang pernah dibayarkan untuk asuransi tersebut. “Terkadang orang baru masuk asuransi dan baru mem bayar beberapa bulan, tiba-tiba ada kejadian yang menyebabkan meninggal dunia, asuransinya dibayarkan penuh dengan nilai yang lumayan banyak,” katanya. Tidak jarang pula ia mengambil
peran menggantikan nasabah yang terkadang telat membayar. Biasanya pada tanggal di mana harus menyetorkan uang namun belum bisa, ia biasanya mengambil peran membayarkan terlebih da hulu dengan uangnya sendiri. “Saya ingin nasabah saya mendapatkan haknya jika ter jadi sesuatu,” ujarnya. Terhadap seluruh tagihan dari nasabah, ia selalu mengusahakan untuk te pat waktu menyetor ke kantor sebelum lewat tanggal risikonya. Karena jika ia telat membayarkan uang-uang nasabah ke kantor lewat dari tanggal risikonya, jika terjadi risiko pada nasabah, nasabah bisa kehilangan haknya. Hal inilah yang membuatnya, harus menyetorkan semua uang nasabah tepat waktu. Dengan banyaknya nasabah yang dipegangnya, membuat Sri, perempuan desa yang kini hidup sendiri sejak suami tercintanya meninggal beberapa tahun lalu ini mampu hidup mandiri. Karena makin banyak nasabah yang ia dapatkan, maka makin banyak pula reward yang diterimanya dari Bumi Putera 1912, Cabang Bima, tempatnya bekerja. Ia bahkan bisa menyekolahkan anak se mata wayangnya dan membantu keponakan-keponakannya. -Naniek I. Taufan
“Ada yang bilang kalau asuransi itu haram hukumnya. Masyarakat kala itu menganggap bahwa tidak mungkin menyimpan uang sedikit kemudian mendapatkan hasil yang banyak seperti contoh, jika ada anggota keluarga yang meninggal maka ada jaminan pendidikan bagi yang keluarga yang diasuransikan”
5
Operasi Pergantian Sendi Lutut atau Pinggul Bukan Sesuatu yang Menakutkan
Dengan ramah Sri Darsan (48), menyapa para tetangga yang dilewatinya di kampung tempatnya tinggal, Desa Rato Sila, Kecamat an Bolo, Bima. Ia rajin “berkeliling” dari satu kampung ke kampung lainnya di Ke camatan Bolo ini. Karena itulah, Sri dikenal oleh hampir semua warga di kecamatan ini. ri rajin bersilatur rahmi. Selain karena ia orangnya ramah juga karena tuntutan pekerjaan yang mengharuskan ia bertemu dan mengobrol dengan banyak orang. Uniknya, peker jaan yang dilakoni Sri, semestinya hanya bisa dan mudah dilakukan di kota-kota besar. Namun, seba gai petugas salah satu perusahaan asuransi, Sri justru mampu me narik minat masyarakat di desadesa untuk berasuransi. Kegigihannya untuk meng ubah cara pandang masyarakat di desa tentang asuransi membuat nya bertahan dengan pekerjaan ini selama lebih dari 20 tahun. Meski banyak kendala yang dihadapi ia kekeh dengan pro fesi yang dimulainya dari nol ini. Tidak mudah bagi seorang Sri membuka wawasan masyarakat yang tinggal di kecamatan ini untuk mau mengasuransikan diri maupun pendidikan bagi anakanak mereka. Di awal-awal ia menjalankan profesinya ini, ia bahkan sempat dipandang sebe lah mata. “Ada yang bilang kalau asuransi itu haram hukumnya.
Inspirasi
11 - 17 AGUSTUS 2014
Operasi penggantian sendi meru pakan pengobatan terbaik untuk sendi lutut dan sendi pinggul yang mengalami kerusakan akibat pe ngapuran sendi stadium 3 & 4. Operasi ini dapat memberikan kes embuhan yang permanen dan dapat meningkatkan kualitas hidup pen derita. Keberhasilan operasi ini sangat tinggi yaitu sekitar 98 %. Demikian diungkapkan Spesialis Bedah Tulang/ Orthopaedi & Traumatologi dr. Cok Gde Oka Dharmayuda, Sp.OT (K) Lutut, Pinggul, dan Rekonstruksi. “Pasien dan keluarganya sering sekali merasa takut saat mendengar ketika mereka disarankan untuk ganti sendi. Dibayangan mereka ganti sendi itu adalah membuang/ memotong bagian tubuh mereka. Jelas ini pandangan yang keliru karena operasi penggantian sendi merupakan prosedur umum biasa sama seperti jenis operasi yang lain,” ujarnya. Operasi penggantian sendi adalah suatu operasi yang dilakukan untuk mengganti sendi yang telah meng alami kerusakan dengan sendi buatan yang disebut prosthesis. Dewasa ini sudah cukup banyak sendi ditubuh manusia yang sudah dapat diganti dengan sendi buatan seperti sendi lutut, sendi pinggul, sendi bahu, sendi pergelangan kaki, sendi jari. Namun, sendi yang paling banyak diganti adalah sendi lutut dan sendi pinggul karena kedua sendi ini yang paling sering rusak karena proses penuaan. Penyebab utama kerusakan sendi lutut dan pinggul adalah karena os teoarthritis/pengapuran tulang. “Penggantian sendi ini dilakukan pada penderita yang mengalami pengapuran yang berat dimana obatobatan baik obat minum maupun obat suntik sudah tidak bermanfaat lagi. Penggantian sendi juga dilakukan pada orang tua yang mengalami osteoporo sis yang mengalami patah pada tulang pinggulnya,” kata lelaki kelahiran, Gianyar, 29 Januari 1976 ini. PENGOBATAN TERBAIK UNTUK PENGAPURAN SENDI/OSTEOARTHRITIS Operasi penggantian sendi lu tut dan pinggul bertujuan untuk (1) menghilangkan rasa nyeri pada sendi yang telah rusak (2) memper baiki ruang lingkup gerak sendi (3) mengembalikan kemampuan pen derita melakukan aktivitas harian tanpa rasa sakit (4) meningkatkan kualitas hidup penderita (5) melurus kan kaki yang bengkok.
Penderita yang mengalami nyeri lutut atau pinggul yang tidak membaik dengan pemberian obat - obatan dan fisioterapi dapat mempertimbangkan pilihan untuk dilakukan penggantian sendi lutut atau sendi pinggul. Operasi penggantian sendi lutut atau sendi pinggul ini merupakan operasi untuk meningkatkan kualitas hidup penderita bukan merupakan operasi untuk me nyelamatkan nyawa sehingga keputus an bersedia atau tidaknya penderita dilakukan tindakan penggantian sendi ditentukan oleh penderita sendiri ber sama keluarganya. Dokter orthopaedi hanya bertugas untuk menjelaskan keuntungan dan resiko pembedahan. “Operasi penggantian sendi merupa kan satu - satunya bentuk pengobatan terbaik untuk sendi lutut atau pinggul yang telah mengalami kerusakan aki bat pengapuran sendi khususnya pe ngapuran sendi derajat berat (stadium 3 & 4),” jelasnya. Untuk pengapuran sendi derajat berat (stadium 3 & 4), bentuk peng obatan lain seperti obat anti nyeri, obat anti bengkak, obat penumbuh tulang rawan yang mengandung glu kosamin dan kondroitin sulfat maupun obat pelumas sendi tidak akan banyak bermanfaat karena lapisan tulang ra wan sudah hilang sehingga tidak dapat ditumbuhkan dengan obat - obatan tersebut. Tidak ada pilihan lain selain penggantian sendi lutut atau pinggul yang sudah terbukti dapat memberi kan kesembuhan yang permanen Penggantian sendi lutut tidak hanya menghilangkan rasa sakit sendi yang telah rusak tetapi juga membuat sendi yang bengkok akibat pengapuran menjadi lurus kembali setelah operasi. Setelah operasi penggantian sendi penderita diijinkan berjalan cepat, naik sepeda, naik turun tangga, berenang, bermain golf. Penderita tidak diizinkan berolahraga yang me ngandung unsur lari atau melompat karena akan memperpendek masa ketahanan sendi buatan. AMAN BAGI ORANG TUA Operasi penggantian sendi lutut dan pinggul biasanya berlangsung seki tar 2 s.d. 2,5 jam. Sama seperti operasi yang lain, operasi ini merupakan ope rasi yang tidak menyakitkan dan tidak menakutkan. Disamping itu juga aman bagi orang tua ( pada kenyataanya sebagian besar penderita pengapuran sendi dan pengeroposan sendi adalah orang tua). “Operasi penggantian sendi lutut atau sendi pinggul tidak memerlukan pembiusan umum, tetapi hanya pembiusan regional yaitu obat
dimasukan pada punggung melalui se lang kecil sehingga pasien tetap sadar selama dioperasi. Selang ini dibiarkan beberapa hari untuk memasukan obat sampai penderita mulai latihan berjalan sehingga operasi pergantian sendi ini merupakan operasi yang tidak menyakitkan,” ucapnya. Operasi penggantian sendi lutut atau sendi pinggul ini tidak memerlu kan rawat di rumah sakit yang lama, biasanya 3-5 hari pasien sudah boleh pulang. Satu hari setelah operasi pasien sudah mulai latihan menggerakkan sendi lututnya, mulai latihan me nekuk lutut dan latihan memperkuat otot - otot sekitar lutut. Hari ke 2-3 dilakukan latihan berdiri dan berjalan dengan bantuan walker atau tongkat. Biasanya setelah 4-6 minggu pasien bisa berjalan normal tanpa bantuan walker atau tongkat lagi. Dari penuturan pasien yang su dah mengalami penggantian sendi lutut atau sendi pinggul sebelumnya, pasien tidak merasa nyeri lagi setelah mengalami operasi pergantian sendi sehingga dapat melakukan aktivitas sehari hari secara aktif tanpa rasa nyeri sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Biasanya pasien yang
untuk ujung atas tulang kering dan komponen untuk bantalan tulang dan kadang - kadang ada komponen tam bahan untuk tulang tempurung lutut, sedangkan pada pinggul juga terda pat tiga komponen yaitu komponen untuk mangkok pinggul, komponen untuk kepala pinggul dan komponen untuk ujung atas tulang paha.
Kedua lutut bengkok
Lutut kiri lurus setelah dioperasi, lutut kanan masih bengkok
Kedua lutut lurus setelah kedua lutut dioperasi
mengalami pengapuran pada kedua lututnya/ pinggulnya cenderung meng inginkan lagi untuk dilakukan operasi pergantian sendi yang satunya lagi.
hanya dilakukan pada orang tua saja.
4. Kekakuan sendi. Kekakuan sendi sering dialami penderita setelah operasi penggantian sendi karena jarang melakukan latihan karena mereka merasa takut untuk menggerakan tungkainya, mereka ta kut sendi buatan yang terpasang ter lepas. Semakin berani menggerakan sendinya dan semakin berani untuk berlatih berjalan maka akan semakin cepat penderita mampu berjalan.
SENDI BUATAN/ PROSTHESIS Sendi buatan/prosthesis terbuat dari logam campuran ChromiumCobalt yang berfungsi menggantikan bagian ujung tulang pembentuk sendi, sementara bantalan tulang diganti dengan bahan plastik polyethylene. Sendi buatan ini tersusun oleh tiga komponen yaitu komponen untuk ujung bawah tulang paha, komponen
PEMASANGAN SENDI BUATAN Pada saat operasi lapisan tulang rawan sendi yang rusak dibuang (lebih kurang 9 mm) sedikit sekali dan ujung tulang pembentuk sendi dibuat sedemikian rupa seperti bentuk sendi buatan yang akan dipasang. Setelah itu dilakukan pemasangan sendi buat an dan dilekatkan ke tulang dengan bantuan semen tulang. Untuk sendi pinggul, dilakukan pengangkatan kepala tulang pinggul kemudian sendi pinggul dibersihkan lalu dipasang sendi buatan bisa tanpa semen maupun dengan semen tulang. Sendi buatan pada umumnya bertahan sekitar 15-20 tahun tergantung berat badan dan aktifitas fisik pasien dan tehnik pemasangan, karena itu peng gantian sendi lutut dan pinggul ini
KOMPLIKASI Sama seperti operasi, pada um umnya penggantian sendi lutut/ping gul juga dapat timbul komplikasi baik yang terjadi segera setelah operasi maupun yang terjadi di kemudian hari. Resiko komplikasi yang terjadi sangat kecil dan sangat jarang. Kom plikasi yang mungkin terjadi adalah : 1. Perdarahan Operasi sendi lutut dan pinggul dapat sering terjadi pendarahan
tetapi berkat kemajuan ilmu ke dokteran, perdarahan ini semakin berkurang terjadi. 2. DVT Komplikasi ini tidak hanya terjadi pada operasi penggantian sendi saja, hampir semua jenis operasi bedah tulang berisiko untuk terjadinya DVT (sumbatan pada pembuluh darah). Setelah operasi biasanya kita sarankan pasien untuk segera menggerakan kaki sehingga tidak timbul sumbatan pada pembuluh darah. Disamping itu juga dipasang stoking pada kedua tungkai untuk memompa darah balik dan pembe rian obat - obatan anti DVT. 3. Infeksi Infeksi dapat terjadi pada seki tar 0-2% penderita. Artinya di antara 100 pasien yang dilakukan operasi, infeksi paling banyak terjadi pada 2 penderita. Infeksi merupakan masalah yang serius karena memerlukan operasi yang berulang. Namun infeksi jarang terjadi dan dengan tehnik yang baik, risiko infeksi dapat dicegah seminimal mungkin.
5. Resiko pembiusan Resiko ini jarang terjadi apabila penderita tidak mempunyai kelainan jantung.
Biodata:
Sebelum operasi tampak sendi seperti huruf “X”
Setelah operasi lutut menjadi lurus
Nama : dr. Cok Gde Oka Dharmayuda Sp.OT (K) Lutut, Pinggul, dan Rekonstruksi Jabatan : Sekretaris Sub Bagian/ SMF Orthopedi FK. Unud/ RSUP Sanglah Pendidikan : Spesialis Orthopedi Traumatologi FK UI / RSCM Jakarta 2004-2009 Konsultan Lutut Pinggul dan Rekontruksi: Indonesia dan Gleneagles Hospital Kualalumpur Pengalaman : - Table instructure cadaveric workshop total hip arthroplasty di FK UI/RSCM Jakarta - Table instructure cadaveric workshop ACL reconstruction di RSUD Soetomo /FK UNAIR Surabaya - Table instructure AO Course di Jakarta - Kursus Revisi Post ganti lutut di Tzu Chu Hospital Taiwan SMS : 0811386134, 0817776126 Email : dharmayuda76@gmail.com
Women on Top
6
Rismaharini
Diancam kalau Jadi Menteri BUKAN Rismaharini namanya kalau tidak bertindak tegas dan berani demi kebenaran yang diyakininya. Gang Dolly, kompleks pelacuran yang telah berumur puluhan tahun, pun ‘disikatnya’. Awalnya banyak yang meragukan keberanian Bu Risma, begitu nama Wali Kota Surabaya ini akrab disapa, dalam menutup kompleks pelacuran yang konon disebut sebagai yang terbesar di Asia Tenggara. Sejak dahulu berbagai usaha dilakukan untuk menutup lokalisasi itu tapi selalu kandas.
M
eski digoyang kiri dan kanan, depan dan belakang, Dolly tetap saja tegak berdiri. Harapan muncul saat Risma menjadi Walikota Surabaya pada 2010. Wanita yang tak kenal gentar ini, sudah bertekad menghilangkan kemaksiatan dari bumi Kota Surabaya. Apalagi dia tahu, langkahnya itu juga didukung penuh oleh masyarakat dan para ulama. Maka Dolly yang konon sudah ada sejak zaman Belanda ini, ditutup pada 18 Juni 2014 malam. Ibu dua anak ini sadar bahwa upaya yang dilakukannya ini bukan hal mudah. Apalagi sampai sekarang pun masih ada pihak-pihak tertentu yang berupaya menghidupkan kembali ‘bisnis’ itu. Karenanya sampai sekarang petugas gabungan tetap menjaga ketat kawasan lokalisasi ini. Tri Rismaharini memang luar biasa. Wanita yang dulunya sempat enggan menjadi Wali Kota ini, ber-
hasil membawa Kota Surabaya meraih berbagai penghargaan baik tingkat nasional maupun internasional. Di antaranya, empat kali meraih penghargaan Adipura, yakni, 2011, 2012, 2013, 2014. Kota Surabaya menjadi kota yang terbaik partisipasinya seAsia Pasifik versi Citynet, 2012. Tahun lalu, ‘Kota Pahlawan’ ini, memperoleh penghargaan tingkat Asia-Pasifik yaitu Future Government Awards 2013 untuk dua bidang sekaligus yaitu; data center dan inklusi digital menyisihkan 800 kota di seluruh Asia-Pasifik. Taman Bungkul yang pernah dipugarnya pun meraih penghargaan The 2013 Asian Townscape Award dari Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai taman terbaik se-Asia pada tahun 2013. Sedang Risma sendiri selain menerima penghargaan ‘Women Leader Award’ dari Globe Asia pada 2012, juga dinobatkan sebagai Wali Kota Terbaik Dunia pada Februari 2014 lalu.
Berlatar belakang arsitektur, Risma mulai terkenal pada 2005 saat menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Mengubah Surabaya menjadi “Sparkling Surabaya” (Surabaya yang Bersinar). Melalui arahannya, tempat pelacuran diubah jadi taman kanak-kanak, SPBU tua jadi lokasi bermain. Slogan anti-buang sampah sembarangan membuat Surabaya menjadi pionir kota berwawasan lingkungan dan menginspirasi warganya. Tiga tahun di sana, Risma menempati pos Kepala Badan Perencanaan Kota Surabaya (Bappeko) hingga tahun 2010. Pada tahun itu pula ia kemudian terpilih sebagai Wali Kota Surabaya. HAMPIR DILENGSERKAN S a a t To k o h bertemu dengan Wali Kota Surabaya ini beberapa waktu lalu sempat ditanyakan tentang tangga-
pannya seputar keberhasilannya menata kota Surabaya termasuk banyaknya penghargaan yang diterima kota tersebut. “Alhamdulilah, puji Tuhan. Sebetulnya penghargaan itu, bagi saya pribadi, merupakan cobaan. Maksudnya adalah, jangan merasa cepat puas sehingga tidak berbuat apa-apa lagi untuk kemajuan. Penghargaan-penghargaan itu adalah milik warga Surabaya, kebanggaan
11 - 17 Agustus 2014
warga Surabaya. Sebab pemerintah bisa seperti ini karena warga Surabaya juga bagus. Jadi ini bukan penghargaan untuk saya,” ungkap Risma. Untuk menata kota memang dibutuhkan ketegasan dan keberanian. Namun, hal itu ternyata membuat sebagian orang resah. Mereka terusik. Tak heran belum genap setahun menjadi Wali Kota, sudah ada pihak yang ingin melengserkannya. Itulah salah satu kenangan yang paling mengesankan Risma yang hampir empat tahun memimpin kota Surabaya. “Yang paling mengesankan adalah omongan orang-orang saat saya akan diturunkan. Sebetulnya saat itu saya nggak punya perasaan apapun tentang itu. Toh, saya tidak minta jabatan ini tapi Tuhan menakdirkan saya. Jadi dengan adanya kejadian itu, untuk apa saya bingung. Saya terus terang, secara pribadi tidak beban. Tapi alhamdulilah itu semua sudah selesai dengan baik. Saya bersyukur,” ucapnya. B a g i Risma, per-
tanggungjawaban atas jabatan yang diembannya ini bukan hanya kepada masyarakat tapi juga kepada Tuhan. “Prinsip saya ada tiga, yakni, berbuat, berkata dan berdoa. Kalau saya belum berbuat, ya, saya harus berbuat dulu. Kalau risikonya saya harus kehilangan jabatan, ya sudah, itu nasib saya. Mungkin itu takdir Tuhan. Jangankan jabatan, nyawa saya saja kalau Tuhan mau ambil satu jam lagi atau lima menit lagi, kan kita nggak tahu itu. Jadi
untuk apa saya bingung. Tapi kalau saya tahu harus berbuat apa, namun itu tidak saya lakukan atau saya diam saja, saya salah. Lha…wong saya tahu tapi diam saja, saya kan salah. Kemudian kalau saya berbuat tapi tidak bisa juga maka saya berdoa. Itulah prinsip saya,” ucap wanita kelahiran November 1961 ini. Tapi kata Risma, dirinya sempat stres ketika awal memimpin Kota Surabaya. Kota yang dipimpinnya kebanjiran. Banjir sebesar seperti itu, katanya, tidak pernah terjadi sebelumnya. “Saat pertama memimpin Kota Surabaya, justru Tuhan memperlihatkan sesuatu yang jelek tentang Kota Surabaya. Sebelumnya Kota Surabaya tidak pernah banjir sebesar ini, tapi saat saya memimpin justru banjir. Saya sampai ndak tidur benar selama tiga hari dua malam, makan tidak teratur, jarang mandi juga. Saya muter-muter kota melihat keadaan,” kenangnya. Sejauh ini telah banyak gebrakan yang dibuat Risma. Namanya kerap mewarnai pemberitaan media tingkat nasional. Tak heran ia pun menjadi salah satu kepala daerah yang populer hingga tingkat nasional. Sebuah lembaga survei, Indonesia Indicator, menyebut Rismaharini sebagai primadona baru pada peta perpolitikan di Indonesia, berdasarkan penelitian lembaga itu pada pemberitaan sejumlah media massa. Ketika muncul isu Risma akan mundur dari jabatan Wali Kota, masyarakat pun ramai-ramai menolak. Gonjang-ganjing yang mewarnai pemberitaan media nasional selama berhari-hari , makin melambungkan namanya. Tak heran, saat ini, ketika nama calon-calon menteri kabinet Jokowi-JK ramai diberitakan, nama Risma pun sempat disebut. Menanggapi hal itu, Risma mengatakan, dirinya diancam warga Surabaya kalau sampai dibawa Jokowi ke Jakarta sebagai menteri. “Pokoknya ngancam. Tapi saya bilang, siapa yang mau ke Jakarta. Ancaman warga Surabaya yang akan demo itu, Bu Mega (Ketua Umum PDIP Megawati) sudah tahu,” katanya. –Diana Runtu
AA Made Dwiyanti
Layanan “Jemput Bola” Untuk menempati posisi teratas dalam sebuah perusahaan, tentunya memerlukan usaha keras. Itu pula yang sudah dilakoni AA Made Dwiyanti, S.H. yang kini dipercaya memimpin Bank BNI Kantor Layanan Sunset Road, Bali. Bagaimana kisahnya, berikut penuturan perempuan cantik yang akrab disapa Yanti ini. Kariernya di BNI berawal dari tahun 1996, ia diterima bekerja di sana sebagai teller. Hanya bertugas sembilan bulan, ia dipindah ke bagian Customer Service (CS). Dua tahun melayani nasabah di CS, ia dipindah lagi ke bagian Layanan Prima yang melayani nasabah inti untuk layanan prioritas. Di unit Layanan Prima ini, Yanti mengaku nasabah dikelola agak sensitif karena mereka rata-rata memiliki tingkat ekonomi menengah ke atas yang harus dilayani secara profesional. Karena itu, ia harus lebih banyak belajar tentang produk-produk dan layanan yang excellent untuk memberi servis yang terbaik terhadap semua nasabah prima. Ia mengungkapkan yang membuat andil besar terhadap posisinya sekarang ini adalah unit marketing. Di unit ini, ia bertugas lumayan lama, sehingga sudah merasakan asam garamnya dunia marketing. Di unit marketing, ia jadi tahu bagaimana cara dan trik memasarkan produk. “Sebenarnya tidak begitu sulit memasarkan produk-produk karena memang bank kami ini sudah mempunyai nama di masyarakat serta
cukup bersaing di bidang layanan dengan bank lain. Begitu juga dengan bunganya yang cukup bersaing,” ujar ibu dari AA Ngurah Yamananda dan AA Ngurah Bagus Dwinantara ini. Hanya memang diakuinya nasabah yang sudah nyaman dengan banknya yang digunakan selama ini, kadang-kadang enggan untuk pindah ke bank lain. Hal ini merupakan tantangan bagi unit marketing, untuk meyakinkan nasabah akan keuntungannya dengan tidak membuat nasabah merasa repot dan dibantu dengan istilah jemput bola, yakni mendatangi tempat kediaman atau kantor dari calon nasabah tersebut. Dari unit inilah kemudian karier Yanti naik menjadi pemimpin BNI Kantor Kas Teuku Umar Barat lalu pemimpin Kantor Layanan di BNI Sunset Road. “Sebagai pemimpin saya selalu berusaha menjadi role model, dengan memberikan contoh yang baik bagi para stafnya. Selain itu saya juga selalu menekankan kepada para staf untuk selalu melayani nasabah dengan tulus, ramah, excellent dan cepat. “Terbukti dari nasabah yang puas terlayani akan menjadi promosi kepada temantemannya, nasabah menjadi makin bertambah, dan target dana yang dicapai bisa melebihi dari yang ditetapkan manajemen,” ujarnya. Yanti merasa harus mengetahui karakter nasabah di lingkungan tempat kerjanya. Ia pun sering berkunjung ke tempat-tempat nasabah ataupun calon nasabah, berkomunikasi langsung dengan mereka, sehingga menjadi
tahu akan apa yang diinginkan dan dibutuhkan nasabah di lingkungan tersebut. “Karakter nasabah di lingkungan yang juga banyak warga negara asing cenderung sensitif akan rate dan banyak pengguna layanan e-banking,” ujarnya. Persaingan rate antarbank cukup ketat, bank lain siap memberikan rate yang lebih tinggi. Ini merupakan tantangan baginya. Namun, dengan memberikan layanan yang terbaik, ramah, antusias, dan cepat, para nasabah dan calon nasabah terangkul dan terlayani seperti keluarga. Nasabah menjadi puas dan mempromosikan ke teman-temannya. “Hal ini menjadi sarana promosi yang manjur dan mujarab bagi kami,” ujar perempuan kelahiran 44 tahun silam ini. BERBAGI TUGAS DENGAN SUAMI Istri AA Ngurah Manik Duantara ini membawahi 14 karyawan yang menjadi satu tim yang solid untuk memberikan layanan terbaik bagi nasabah. Sebagai pemimpin, ia berusaha membuat suasana bekerja yang menyenangkan dan kekeluargaan bagi semua karyawan, sehingga mereka bisa bekerja dengan baik dan maksimal, dan tentunya akan berimbas juga pada pemberian layanan dan servis maksimal terhadap para nasabah. Semua kendala dan masalah yang dihadapi, dipecahkan dan dicarikan solusi secara bersama-sama. Beruntung suami dan kedua putranya cukup mengerti dengan ritme kerjanya, dan
mendukung penuh karier Yanti. Ia berusaha selalu ada bersama keluarga disaat mereka membutuhkan. Walau pekerjaan di kantor cukup padat, komunikasi lewat telepon seluler tetap dilakukan. Karena waktunya penuh di kantor dari Senin sampai Jumat, hari Sabtu dan Minggu digunakan bersama keluarga. “Malam minggu adalah waktu yang saya gunakan buat kumpul, keluar dan makan malam bersama keluarga. Saat-saat seperti ini sangat kami nikmati. Kami saling berbagi cerita dan pengalaman selama seminggu. S e m e n t a r a u n t u k k e h i d u p a n b e rmasyarakat, khususnya di Bali yang sarat dengan kegiatan adat, Yanti pun harus pintar membagi waktu. Untuk hal ini, ia berbagi tugas dengan suami. Acara-acara adat pada saat hari kerja dapat dihadiri suami, sedangkan Yanti akan menyempatkan diri hadir di hari Sabtu atau Minggu. –Inten Indrawati
Sudut Pandang
11 - 17 Agustus 2014
19
Dulu Cari Tanda Jejak di Kuburan Sekarang Kemah seperti Pindah Kos Saat ini gerakan pramuka sudah mengalami perubahan signifikan, apalagi berdasarkan kurikulum 2013, pramuka wajib diikuti oleh seluruh peserta didik tidak hanya untuk tingkat SD tetapi juga untuk tingkat SMP. Pramuka dimasukkan ke dalam jam pelajaran di sekolah, sehingga mau tidak mau wajib diikuti oleh peserta didik.
K
enyataan di lapangan ternyata berbeda. Banyak siswa yang tidak mau mengikuti kegiatan pramuka karena dianggap membosankan. Selain itu, kegiatan pramuka dianggap kurang keren, dibandingkan ekstrakurikuler lainnya dan tidak bisa digunakan untuk program prestasi untuk tingkat sekolah selanjutnya. Tentu saja ini merupakan tantangan bagi pembina pramuka, penggerak pramuka dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, gubernur dan tingkat nasional serta masyarakat yang peduli dengan pramuka. I Gusti Ayu Diah Yuniti, salah seorang Andalan Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Bali mengatakan, menjadi anggota pramuka dapat melatih kemandirian seseorang. Ia menilai, banyak hal positif yang dapat diambil hikmahnya dari gerakan pramuka. “Dalam berbagai kegiatan yang dilakukan, sangat mendidik untuk membentuk kepribadian yang berkarakter lebih baik. Anggota akan digembleng untuk tidak manja, mandiri, dan beretika, berwatak luhur sesuai Dasa Dharma pramuka. Dalam pramuka tidak hanya diajarkan teori, tapi semua itu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur mantan komisioner KPU Kota Denpasar ini. Ia mengatakan, dalam Dasa Dharma Pramuka ada disebutkan, Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kasih sayang kepada sesama, hemat, cermat dan bersahaja, kalau dijalankan dalam kehidupan sehari-hari akan membentuk kepribadian yang baik. Banyak orang masih berpikir, pramuka hanya tahu tepuk pramuka. Padahal, banyak sekali kegiatan yang diajarkan dalam kegiatan pramuka. Misalnya mencari tanda jejak yang membuat kita mampu berpikir kritis dan sigap dalam mengambil keputusan, dan mengasah keberanian dalam bertindak maupun berpikir. Dalam pramuka, juga diajarkan bagaimana cara berorganisasi. Ada nada resah dalam ucapan dosen Universitas Ngurah Rai Denpasar ini. Menurut Diah Yuniti, kalau sekarang anak-anak pergi berkemah seperti pindah kos semua dibawa. “Kalau zaman dulu, pramuka sudah dibentuk agar tidak manja. Mereka bisa menyesuaikan dengan kondisi dan keadaan yang ada. Pramuka diharapkan kreatif dan inovatif dan selalu tanggap dalam berbagai situasi. Saya ingat dulu, mencari tanda jejak ke kuburan. Kadang disuruh nyemplung ke air dingin. Tapi semua itu saya rasakan seru. Saya merasa diri saya seperti sekarang terbentuk karena mental yang sudah ditempa
para pembina pramuka, telah dilakukan upaya untuk mengikuti “kursus pembina pramuka mahir dasar” (KMD) dan “kursus pembina pramuka mahir lanjutan” (KML). “Pembina yang telah mengikuti kursus ini diharapkan setelah kembali ke gugus depan masing-masing mampu mengelola kegiatan pramuka lebih baik dengan menerapkan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan (PDMK). Cara memberikan latihan kepada peserta didik (SGTD) di masing-masing gugus depan melalui kegiatan yang menarik, menyenangkan dan menantang, yang disesuaikan dengan kondisi, situasi dan kegiatan peserta didik,” ujar seraya mengatakan kepedulian pemerintah terhadap kegiatan Gerakan Pramuka, diatur dalam UU No. 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. “Perkembangan saat ini anakanak sekolah dasar lebih tersita waktunya untuk bermain dengan
Agusjaya (paling kanan) usai pelantikan pramuka pandega di Poltekkes Denpasar
teman-temannya dan mengikuti bimbingan belajar. Berkaitan dengan hal tersebut, kontribusi orangtua sangat diperlukan untuk memotivasi dan mendukung putra-putrinya mengikuti latihan pramuka di sekolahnya masing-masing. Di lain pihak Kepala
Sekolah sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gugus depan wajib memberikan perhatian terhadap pelaksanaan latihan pramuka di sekolah yang dipimpin,” ujar dosen Poltekkes Denpasar Jurusan Gizi ini. –Wirati Astiti/Ngurah Budi
Pramuka masih Diminati I Gusti Ayu Diah Yuniti
dalam kegiatan pramuka,” tuturnya. Ia menyarankan, kegiatan pramuka harus bisa menjadi ekstrakurikuler yang menyenangkan dan bermanfaat bagi peserta didik, sehingga siswa merasa perlu dan membutuhkan kegiatan pramuka. “Kegiatan pramuka harus dilakukan dengan caracara yang menyenangkan, misalnya kegiatan permainan, juga diisi dengan materi inti seperti semaphore, morse, tali-temali, baris-berbaris dan lain sebagainya. Kegiatan pramuka mampu membuat anak bisa hidup mandiri dan bisa bertahan hidup pada saat keadaan darurat seperti ada bencana alam,” ucapnya. Untuk bisa mewujudkan gerakan pramuka yang disukai anak remaja di Indonesia, maka harus dibuat inovasiinovasi dalam kegiatan kepramukaan. Begitu juga dengan perkembangan teknologi, diharapkan, kegiatan pramuka juga berbasis teknologi seperti era kekinian. Diah terpilih menjadi Andalan Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Bali juga karena ia sudah mengikuti pramuka sejak masih SD. Mulai dari siaga, penggalang, pendega/penegak, Pembina. Bukan hanya dirinya, suaminya Ir. Ketut Astawa dan anakanaknya juga ikut pramuka. Menurutnya, ia merasakan sekali perubahan yang terjadi kepada ketiga anak-anaknya sejak menjadi anggota pramuka. “Mereka menjadi lebih mandiri dan bertanggungjawab terutama pada diri mereka sendiri,” kata perempuan yang kini sedang mengikuti program Doktor bidang Sumber Daya Hayati di Unud ini. DUKUNGAN ORANGTUA Dr. Ir. I Komang Agusjaya, M.Kes., Pamong SBH Provinsi Bali/SBH Poltekkes Denpasar dan Andalan Saka Kwacab Denpasar menambahkan untuk meningkatkan kemahiran
“Sekarang di sekolah Ayu ada pramuka. Ayu regu Mawar,” ujar siswi kelas 3 SD ini bersemangat kepada ibunya. Sejak dulu, di SDN 6 Sesetan, ekstra kurikuler Pramuka merupakan ekskul wajib bagi siswa kelas 4, 5, dan 6. Namun sejak diterapkannya kurikulum 2013 yang mewajibkan sekolah untuk menyelenggarakan pramuka, seluruh siswa mulai kelas 1 sampai kelas 6, wajib ikut ekskul pramuka. “Kami sudah mengumumkannya kepada anak-anak. Mereka sangat antusias, makanya mereka sudah mulai mencari regu,” ujar koordinator ekskul, I Ketut Merta, S.Pd. SD. “Seharusnya mulai tahun ajaran baru ini sudah jalan. Mudah-mudahan setelah 17 Agustus ini sudah bisa terealisasi. Selain itu, kendalanya juga ada pada jumlah Pembina pramuka yang terbatas,” imbuh IGA Parwati, guru kelas 5 yang merangkap menjadi pembina pendamping. Ekskul pramuka di sekolah ini, dibina tiga pembina dari sanggar dan empat Pembina pendamping dari guruguru, yakni Ketut Merta, Parwati, I Wayan Loya, S. Pd., dan I Made Sutama. Murid-murid kelas 1 sampai dengan kelas 3 masuk dalam tingkat pramuka siaga. Sementara, kelas 4 sampai kelas 6, pramuka penggalang. Saking antusiasnya, murid-murid kelas 3 khususnya sudah mulai merespons dan membentuk regu. Jam-jam istirahat pun mereka manfaatkan untuk latihan baris-berbaris di lapangan sekolah. Menurut Kepala SDN 6 Sesetan, Drs. I Wayan Sunarma, M.Pd. H., sekolah yang baru ia pimpin setahun ini sejak dulu memang konsisten mewajibkan ekskul
pramuka bagi muridnya. “Tak semua sekolah konsisten menjalankannya. Di sekolah saya dulu, ekskul pramuka lagi jalan, lagi mandeg. Sekolah ini, bisa dibilang sekolah berprestasi di Densel dalam bidang pramuka dan basket,” ujarnya. “Bahkan, untuk tugas Jambore, pembawa bendera, tugas pratama, banyak diambil dari anak-anak kami,” imbuh Parwati. Sekolah ini pun hampir tiap tahun mengikuti jambore tingkat kota dan persami. Beberapa prestasi yang pernah diraih Sanggar Pramuka Tungga Dewi SDN 6 Sesetan di antaranya Juara Umum I Regu Putri dalam Jambore Ranting Kecamatan Denpasar Selatan tahun 2013, Juara Harapan III putri dan Juara III putra Lomba Regu Giat 2014 yang rutin diselenggarakan Sanggar Bhakti Pramuka Ardanareswari. Komang Dita Prayoga, salah seorang peserta ekskul pramuka mengatakan senang ikut pramuka karena mengajari kemandirian dan memperkuat jiwa patriotisme dalam diri. Siswa kelas 6B yang turut tergabung dalam Lomba Regu Giat ini mengaku menyukai kegiatan baris-berbaris, tali-temali dan morse. “Saya juga suka waktu nge-dance, mengikuti musik lagu Omed-omedan, semua orang tertawa, seru pokoknya,” ujar Komang mengisahkan pengalamannya. Tak berbeda jauh dengan Kadek Mery Pradnyasari. Ia juga mengaku menyukai materi patriotisme, tali-temali, dan daur ulang. Bahkan, ia sempat mencobanya di rumah, membuatkan adiknya sandal dari kardus bekas.
Sanggar Pramuka Tungga Dewi SDN 6 Sesetan
–Inten Indrawati
Kreasi
18
11 - 17 Agustus 2014
“Ki Pasek Badak”
Unsur Tari Tempo Dulu Kemasan Modern Salah satu penguasa lokal yang tidak mau mengakui eksistensi Raja Mengwi adalah Ki Pasek Badak yang berasal dari Desa Buduk. I Gusti Agung Putu sebagai penguasa Mengwi mengundang Ki Pasek Badak untuk beradu tanding menen tukan siapa yang lebih hebat. Adu tan ding tersebut menjadikan rakyat dan wilayah kekuasaan masing-masing se bagai taruhannya.
J
ika I Gusti Agung Putu menang, maka seluruh rakyat dan wilayah kekuasaan Ki Pasek Badak menjadi milik I Gusti Agung Putu. Sebaliknya, apabila Ki Pasek Badak menang maka seluruh rakyat dan wilayah Mengwi diserahkan kepada Ki Pasek Badak. Dengan perjanjian itu perang tanding pun terjadi. Ki Pasek Badak akhirnya dapat dikalahkan dengan senjata senjata keris Ki Naga Keras milik kerajaan Mengwi. Inspirasi dari perang tanding ini dijadikan tari kreasi baru berjudul “Ki Pasek Badak” yang dipentaskan pada acara malam ke senian Dies Natalis ISI Denpasar 2014 di panggung terbuka Nretya Mandala. Karya tari ini merupakan buah karya I Gede Oka Surya Negara, SST, M.Sn. Tari ini diringi gamelan gong kebyar yang ditata I Ketut Suandita, S.Sn. dan Ni Ketut Suryatini, S.SKar., M.Sn. sebagai pendamping. Jenis tari bebarisan berdurasi 12 menit ini melibatkan enam orang penari laki-laki yang me rupakan mahasiswa ISI Denpasar sebagai pendukungnya. Seniman akademis ini tak hanya piawai mengekpsresikan gerak, tetapi juga
I Gede Oka Surya Negara, SST, M.Sn.
mampu menerjemahkan tema dari garapan tersebut. Meski tergolong tari baru, namun unsur-unsur tari Bali seperti pepeson, pengawak, pengecet masih sangat jelas. Gerak-geraknya juga tak terlepas dari pakem tari tradisi yang sudah ada. Unsur-unsur pengembangan sengaja diberikan, sehingga menjadi karya seni yang lebih menarik. Misalnya, pengembangan dari gerak-gerak tari Baris dan Jauk yang merupakan spesialisasi dari sang penata. Unsur tari seperti agem, tandang dan tangkep
masih kental. Pengembang lain adalah dinamika gerak yang mengutamakan rasa. Artinya, unsur-unsur tari tempo dulu masih dipertahankan namun dikemas sehingga menjadi sajian seni yang bisa diterima masyarakat kini. Dalam garapan tari tersebut, tidak menuangkan kisah itu secara utuh, melainkan melalui imajinasi yang diekspresikan lewat gerak yang indah. Misalnya, saat Raja Mengwi mengalahkan Ki Pasek Badak bukan dengan keris secara fisik, melainkan dari imajinasi kekuatan sang pusaka itu. Kostumnya yang tak terlalu mewah mampu mendukung tema garapan yakni seorang Raja Mengwi yang ksatria dan berwibawa. Para penari tidak memakai gelungan melainkan udeng sehingga udeng memudahkan sang penata mengkreasikan. Apalagi, masing-masing penari memiliki teknik menari yang kuat, mempunyai intensitas menari tinggi dan kaya pengalaman sehingga tari itu menjadi lebih kreatif dan hidup. Surya Negara mengatakan, disamping cermat menata gerak, melalui karya tari tergolong baru ini ia juga ingin menyampaikan pesan kepada para penikmatnya. “Saya ingin memperkenalkan sejarah kepada generasi muda. Garapan ini juga mengajak semua orang untuk menghargai orang lain, tidak sombong, jangan berseteru dan harus mengutamakan orang banyak (rakyat). Dosen Fakultas Seni Pertunjukan ini mengatakan, tari kreasi baru yang digarapnya ini juga terinspirasi dari fenomena pemilihan presiden (pilpres) yang masih menyisakan ketidakpuasan. Melalui garapan ini, ia mengajak semua orang untuk saling menghargai, sehingga tidak menjadi permusuhan. Sebagai penggarap sebuah
kesenian, ia mengaku harus cerdas menyikapi zaman. Mula-mula mengisi selera penonton selanjutnya menggiring penonton untuk mempertahankan seni-seni tradisi. Ketika kreativitas anak muda tinggi harus didorong agar tak melupakan seni
Klinik Jnana Marga
tradisi. “Tiap garapan baru, saya pasti mengangkat fenomena yang hangat. Dulu menggarapa karya tari Manik Angkeran ketika saat itu judi merajalela dan tari kontemporer tentang kesucian Sita,” paparnya. -Darsana
yang dimilikinya dean ketertarikannya pada dunia pengobatan, sejak dibangku kuliah dia sudah sering melakukan perjalanan spiritual ke pura – pura yang ada diberbagai daerah. Setiap pura yang dikunjunginya, dia selalu melihat bangunan Meru (ang bentuknya seperti piramida) dan janur sebagai sarana upacara. Hal tersebutlah yang menginspirasi untuk melakukan penelitian tentang kekuatan janur dan piramida untuk pengobatan. Janur selain tempatnya di puncak pohon kelapa, yang secara langsung menyerap energi dari alam, dalam masyarakat Hindu Bali, janur memiliki banyak manfaat sebagai sarana upacara dan upakara. Yang juga dapat diartikan janur sebagai media perantara hubungan antara manusia dengan Tuhan. Sementara, piramida menyerupai bentuk Meru yang juga diyakini sebagai media yang luar biasa
untuk menyerap dan menyimpan energi alam semesta. Akhirnya, pada tahun 2008 dibangunlah Klinik dengan nama Klinik Jnana Marga yang artinya suatu jalan dan usaha untuk mencapai jagadhita, yang memfokuskan diri memberikan penanganan pada pria yang bermasalah dengan kehidupan seksualn, dan sudah mengantongi izin dari Dinas Kesehatan Denpasar dengan nomor 448.3/3.PT.29. VI.12/DIKES. Sudah tergabung dalam Ikatan Pengobatan Tradisonal Indonesia (IPATRI) Proses pengobatan dengan janur dan piramida ini diawali dengan pendektesian identitas penyakit pasien untuk mengetahui seluk beluk dan perkembangan penyakit dalam diri si pasien, memberi arahan dan menetapkan jenis terapi yang diperlukan. Barulah kemudian ditransfer energi yang tersimpan dalam janur
dan piramida untuk memberikan energi murni dan positif ke dalam tubuh pasien. Khusus untuk penderita gangguan disfungsi seksual, dengan menempelkan janur di bagian pusar si pasien kemudian mentransfer energi masuk ke organ seksual si pasien. Berdasarkan pengalaman, dalam beberapa kali terapi akan terjadi perbaikan sehingga dalam waktu singkat organ – organ seksual akan berfungsi secara normal kembali. Namun di sela – sela kesibukannya melayani para pasien, terapist yang mengaku bukan balian dan bukan paranormal ini, tak pernah lupa mensyukuri apa yang telah dikaruniakan Sang Pencipta bagi kehidupannya. Berkat doa dan usaha lah membuatnya menjadi seperti sekarang ini. Sebagai bentuk rasa syukur itu, dalam setiap kesempatan ahli seksual ini tetap melakukan perjalanan spiritual keberbagai pura yang ada di Bali, di Indonesia dan bahkan sudah beberapa kali melakukan perjalanan spiritual ke India. Klinik Jnana Marga membantu menuntaskan masalah disfungsi ereksi, ejakulasi dini, libido rendah, hiperseksual, infertilitas hingga menambah ukuran Mr. P. dan lain- lain.
Life
Story
7
Suka Cita Korban Perselingkuhan Masih dengan mukena membungkus tubuhnya, Armida (51), bukan nama sebenarnya, duduk diam dan tafakur usai melaksanakan salat subuh di sebuah masjid di Surabaya. Menengadahkan ta ngan berdoa kepada Allah agar ia diberi kemudahan dengan apa yang sedang dilakukannya ini. Sesekali matanya me natap ke balik tirai pembatas antara lakilaki dan perempuan dalam masjid ter sebut. Matanya tak ingin lepas dari gerak gerik seorang laki-laki setengah baya yang juga masih duduk diam layaknya orang berdoa yang ada tepat di depan nya di antara pembatas itu. Dengan penuh harap, ia ingin sekali bertemu dan bicara pada laki-laki itu.
J
Usaha dan Doa Sarana Utama Mencapai Sukses Rumah tangga ibaratkan sebuah bangunan. Berdiri kokoh apabila ditopang pilar-pilar yang kokoh dan sempurna diantaranya seks, cinta, kesetiaan, pengertian, materi dan lain – lain. Jika mencoba menghilangkan salah satu pilar tersebut, berarti akan merobohkan bangunan rumah tangga tersebut. Namun, untuk mendapatkan surga dalam rumahtangga tidak bisa hanya menunggu keajaiban datang dengan sendiri nya. Rumah tangga bahagia harus diupayakan dengan penuh kesadaran dan kesungguhan. Adalah Nengah Edy Warsita, pria kelahiran desa Dangin Tukadaya Jemberana ini merasa sangat prihatin. Ditengah kesadaran masyarakat yang menganggap seks bukan lagi sebagai kewajiban namun adalah kebutuhan, justru banyak pria yang bermasalah dengan kesehatan seksualnya akibat tuntutan kehidupan dan gaya hidup modern. Dengan penemuannya yang disebut metode pengobatan Janur Sakti dan kekuatan Piramida, untuk membantu pria dengan berbagai keluhan seksual. Penyembuhan tersebut menggunakan energy alam semesta yang disalurkan ke tubuh pasien melalui media Janur dan piramida. Kenapa harus Janur? Berawal dari jiwa spiritual
11 - 17 Agustus 2014
auh-jauh dari Nusa Tenggara Barat membawa luka, Armida telah mengorbankan banyak hal termasuk waktu dan tenaga demi bertemu dengannya. Perjuangannya untuk bisa bertemu dengan laki-laki yang sama sekali belum dikenalnya itu, sungguhlah luar biasa. Seluar biasa pengalaman pahit hidupnya yang kemudian mengantarnya untuk bertemu laki-laki ini. Karena itulah ia tak ingin lepas untuk bertemu laki-laki ini, di masjid ini pula, saat matahari akan terbit. Ia berharap ini menjadi pertanda baik. Begitu laki-laki bernama Kusnadi (samaran) ini keluar dari masjid, ia buru-buru mengejarnya dan bersalaman. “Tidak sadar saya mencium tangannya,” kata Armida yang melakukan hal itu agar mendapat perhatian serius dari laki-laki ini. Maklum mereka tidak saling kenal. Kusnadi jelas kaget dan bertanya apa keperluannya hingga ia tiba-tiba datang dan mencium tangannya. Armida pun bercerita tentang kisahnya mengapa ia sampai ada di depan laki-laki ini. Kekagetan Kusnadi pun bertambah manakala ia tahu Armida adalah istri dari laki-laki yang telah berselingkuh dengan istrinya yang bahkan kini telah menikah. Kusnadi memberi kartu namanya dan mereka membuat janji untuk bertemu di kantor Kusnadi. Terbang dari NTB membawa luka, Armida yang sudah tidak tahan melihat perselingkuhan suaminya, bertekad mencari dan bertemu dengan suami dari perempuan selingkuhan suaminya. “Saya tidak tahu alamatnya di mana, yang pasti ia tinggal di Surabaya,” katanya. Berkat kegigihannya, ia pun menemukan alamat perempuan itu dan datang
ke lingkungan tempat tinggalnya di Surabaya. Berbekal alamat itulah, ia datang dan menemui Kusnadi. Karena tidak kenal de ngan daerah itu, ia pun langsung datang ke rumah kepala lingkungan. “Kepala Lingkungan bilang kalau Kusnadi sangat sibuk. Hanya satu cara yang bisa membuat saya dapat bertemu dengannya yaitu menunggunya di masjid lingkungan itu karena ia biasa salat subuh di masjid itu,” ungkap Armida. Kepala lingkungan itu ia kenal sebagai orang yang baik. Bagaimana tidak, se telah ia menceritakan pengalaman pahitnya, ia diizinkan meng inap di rumah kepala lingkungan tersebut dan dipinjami sebuah mukena agar ia bisa salat subuh di masjid itu. Ia memang hanya dat a n g den-
gan pakaian di badan sementara barang-barangnya ia tinggal di hotel. Armida bukanlah seorang perempuan miskin yang jelek. Ia termasuk cantik dengan pekerjaan yang mapan dan kehidupan ekonomi yang baik. Ia sendiri heran mengapa suaminya
primasusetya.blogspot.com
Foto ilustrasi selingkuh
begitu tega meninggalkannya begitu saja demi perempuan itu. Seperti juga halnya Armida, Kusnadi juga merasa heran ketika istrinya tiba-tiba minta cerai. Barulah ia tahu penyebabnya dari Armida. Mereka pun bertemu di kantor Kusnadi pada sore harinya. “Saya bercerita panjang lebar tentang perselingkuhan suami saya dan istrinya,” katanya. Kusnadi yang bertubuh tinggi besar dan berkulit putih itu juga menggunakan kesempatan ini untuk curhat. Jadilah pertemuan itu sebagai ajang curhat antar “korban” perseling-
kuh. Di sanalah juga akhirnya Kusnadi tahu bahwa sebelum putusan cerai yang diminta istrinya itu, keduanya telah menikah siri. Menurut Armida, pada bulan sebelum putusan cerainya itu, suami Armida telah datang ke NTB dan memperkenalkan perempuan itu pada keluargan ya sebagai istrinya.
“Hati siapa yang tidak pedih saat ia masih menjadi suami saya, dia datang memperkenalkan perempuan itu sebagai istrinya. Sementara saya sendiri dengannya belum putus cerai yang masih dalam proses,” ujarnya. Mendengar bahwa istrinya telah menikah siri dan diper kenalkan sebagai istri oleh suami Armida saat putusan cerai me reka jatuh, Kusnadi seolah tidak percaya. Armida pun mengajak Kusnadi ke keluarga suaminya di NTB untuk bertanya langsung bulan apa suaminya itu datang memperkenalkan istri Kusnadi sebagai istrinya. “Tak banyak bicara Kusnadi terbang ke NTB dan mendapatkan jawaban bulan perkenalan tersebut sebelum bulan jatuh cerai mereka,” kata Armida. Tentulah Kusnadi merasa sakit hati karena baru mengetahui semuanya. Ia pikir istrinya minta cerai karena hal lain. JODOH DI TANGAN TUHAN Armida sendiri sekarang sudah tidak peduli dengan suaminya. Proses perceraian mereka kini hampir selesai setelah bertahuntahun digantung masalah ini oleh suaminya. Armida sendiri berharap perceraian itu sesegera mungkin selesai. Armida dan Kusnadi akhirnya saling jatuh cinta. “Mungkin karena penderitaan yang sama membuat kami merasa saling membutuhkan,” ungkapnya tersipu. Kini Armida yang menjelang bahagia itu tiba-tiba kembali menemui masalah. Suaminya dan mantan istri Kusnadi seperti tidak rela kalau mereka berdua nantinya akhirnya menikah. “Manusia-
manusia gila, kini mereka berdua malah saling cemburu pada kami,” ujarnya tertawa. Tiap kali ber komunikasi dengan suaminya yang hendak menceraikannya itu, ia selalu menyampaikan bahwa Kusnadi adalah laki-laki yang tidak setia dan lain-lain hal buruk tentang Kusnadi. Sambil tertawa Armida menanggapi tiap kejelekan Kusnadi yang disampaikan suaminya itu. “Gak apa-apa, Kusnadi sudah hatam menceritakan semua kisah hidupnya pada saya. Saya terima dia apa adanya,” kata Armida yang kini merasa memenangkan hatinya dari kepahitan akibat perbuatan suaminya itu. Seperti halnya suami Armida, mantan istri Kusnadi juga kerap menghubungi Kusnadi untuk menceritakan hal-hal buruk tentang Armida. “Kusnadi santai saja,” katanya. Kusnadi dan Armida kini malah merasa bersyukur telah saling bertemu dan membuat mantan istrinya dan calon mantan suami Armida, merasakan sakit hati karena cemburu. “Lunas sudah Tuhan membalas perbuatan mereka,” kata Armida yang mengaku dalam beberapa hari atau minggu ke depan, putusan cerainya akan segera turun. Ketika ditanya apakah ia akan menikah dengan Kusnadi? Ia menjawab dengan tersenyum. “Jodoh saya ada di tangan Allah,” ujarnya. Beberapa saat kemudian telepon genggamnya berbunyi. Panggilan dari Kusnadi dan ia menerimanya dengan mata berbinar-binar. Buat Armida dan Kusnadi, prahara rumah tangga yang berat itu telah mereka lalui dengan duka dan air mata, namun berakhir bahagia bagi keduanya. “Ini bukti bahwa di balik persoalan itu seberat apa pun masalahnya, ada hikmah yang justru membahagiakan,” ujarnya tersenyum. -Naniek I. Taufan
Bunda & Ananda Pembentukan Karakter Anak
8
11 - 17 AGUSTUS 2014
Awali dengan Dongeng
Berkomunikasi kadang mudah dilakukan tetapi bisa juga sangat sulit. Dampak ko munikasi akan menentukan bagaimana pe rilaku. Dalam berkomunikasi dengan anak, apa yang harus diperhatikan? Bagaimana menjadikan dongeng sebagai salah satu media komunikasi orangtua dan anak?
S
eorang ibu menuturkan memiliki tiga anak. Anak pertama kutu buku ka rena saat dalam kan dungan, ibu ini suka membaca. Anak kedua cuek karena saat dalam kan dungan, ibu ini sibuk bekerja. Anak ketiga cerewet karena saat dalam kandungan, sang ibu sibuk menjadi penceramah. Dari pengalaman ini, ibu yang juga pendidik PAUD dan penekun yoga ini menemukan ada karakter yang terbentuk sejak bayi dalam kandungan. “Anak saya yang ketiga ini paling cerewet. Dia selalu mau tahu apa yang dia lihat. Kalau diberi jawaban dan dia belum puas, akan terus bertanya. Saya ingat waktu hamil sering memberi ceramah dan tanya jawab dengan peserta. Mungkin dari sini karakternya sudah terbentuk. Anak saya ini menjadi kritis dalam bertanya. Cara berkomunikasinya juga bagus,” ujar ibu ini. Komunikasi sebenarnya bukan hanya ilmu pengetahuan tetapi juga seni bergaul. Agar dapat berkomu nikasi efektif, kita tidak hanya mema hami proses tetapi juga mampu me nerapkan pengetahuan secara kreatif. Menurut Verderber, komunikasi yang efektif adalah komunikasi dimana makna yang distimulasikan serupa atau sama dengan yang dimaksudkan komunikatornya. Mempelajari ko munikasi yang efektif pada dasarnya berusaha memahami apa yang me nyebabkan orang lain berperilaku sebagaimana yang ia lakukan. “Dalam keluarga komunikasi menjadi hal yang sangat penting. Ketika terjadi konflik, komunikasi merupakan sarana penyelesaian. Bagi keluarga dengan anak-anak yang beranjak remaja (prapuber tas/pubertas) cenderung ditan dai dengan bertambahnya konflik berkaitan dengan bertambahnya tuntutan kebebasan anak. Anak yang prapubertas/pubertas mulai
mengalihkan komunikasi dari ko munikasi keluarga ke komunikasi teman sebaya,” ujar dr. Anak Ayu Sri Wahyuni, Sp.KJ dalam workshop Keeping Children Safe di Wantilan Gedung Bali TV, Minggu (3/8). Komunikasi yang kerap terjadi antara orangtua dan anak ketika topik yang dibahas meliputi pel ajaran, nilai pelajaran, olahraga, rencana masa depan, hingga berita kelurga. Usia anak sangat me mengaruhi jalinan komunikasi. Bila orangtua dan anak bisa mengatasi masalah ini, maka komunikasi bisa berjalan lancar. Tetapi, saat ini mayoritas orangtua sibuk dengan kegiatan sendiri sehingga komu nikasi dengan anak menjadi tidak efektif. Komunikasi efektif bila orangtua berhasil menyampaikan apa yang dimaksud. Jika komu nikasi gagal, besar kemungkinan menimbulkan perubahan sikap pada anak-anak. “Ayah dan ibu secara ideal tidak terpisah tetapi bahu-membahu dalam melaksanakan tanggung jawab sebagai pendidik. Kesetaraan gender tugastugas ayah dan ibu dapat dikombinasikan. Misal nya, ayah yang mema sak,” ujar dr. Yuni yang juga Ketua Lentera Anak Bali (LAB) ini. Contoh lain yang kerap ditemui ketika ko munikasi orangtua dan anak terputus saat anak perempuan mengalami menarch. Ibu-ibu jangan kaget jika anak perem puan sekarang sudah menarch di usia 9 tahun dan anak laki-laki meng alami pubertas di usia 12 tahun. Jika komunikasi dengan orangtua tidak efektif, maka teman se
dr. Anak Ayu Sri Wahyuni, Sp.KJ
Agung Bawantara
bayalah yang diberitahu pertama oleh si anak. Menurut dr.Yuni, anak masa pubertas umumnya merasa ke sepian karena kurangnya komunikasi dengan orangtua. Ini kemudian mendorong anak menarik perha tian orangtua dengan melakukan aktivitas yang tidak disukai orangtua, termasuk berperilaku menyimpang atau nakal. “Orangtua harus menjadi pa nutan sekaligus guru yang men jadi contoh bagi anak dalam belajar melalui berbagai proses yang tidak lepas dari tanggung jawab mereka.
Anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik bila orangtua mampu mengontrol dan mengatasi per soalan mereka sendiri tanpa harus menunjukkan perbedaan pendapat sevara langsung,” tegasnya. Ia juga menyarankan orangtua harus lebih memahami karakter anak, member pendidikan agama dan melatih kedisiplinan anak. Awasi dan berikan pengarahan kepada anak-anak apabila berinter aksi dengan lingkungan pergaulan. Luangkan waktu untuk berkumpul bersama serta meningkatkan bakat/ hobi yang dimiliki anak.
KOMUNIKASI DENGAN DONGENG Sementara itu Agung Bawantara yang menyampaikan materi Dongeng dan Pembentukan Karakter Anak mengatakan periode efektif menyusun fondasi pembentukan karakter anak saat usia di bawah 10 tahun. “Untuk memperkokoh nilai-nilai baik maupun mengikis hal-hal buruk, dongeng meru pakan salah satu cara terbaik karena banyak mengandung karakter penting dalam komunikasi efektif,” ujarnya. Karakteristik itu antara lain inter aktif, atraktif, memangkas resistensi, mengembangkan imajinasi, mem bangun kemampuan memecahkan masalah, menghadirkan kemungkinan jalan keluar, dan merangsang anak membuat keputusan mandiri. Do ngeng pada masa kanak-kanak dapat melekat sangat kuat dalam ingatan. “Dongeng memiliki ‘sihir’ yang membimbing anak-anak masuk ke dunia imajinasi dan mengajak merasa kan berbagai pengalaman baru, yang sulit dirasakan di dunia nyata. Keasyik an itu membuat anak-anak dengan sukarela memusatkan perhatian dan berbagi emosi dengan tokoh dalam cerita. Pada saat itulah nilai-nilai dan pelajar penting tentang kehidupan yang terselip dalam dongeng mereka serap dan menjadi sesuatu yang sangat penting dalam pembentukan fondasi karakter yang baik pada anak,” ujar penulis dongeng anak-anak ini. Agung juga menuturkan dongeng sebagai rangkaian kata-kata yang dapat dirancang mengikuti teori hipnosis. Jika dibacakan dengan tepat, membuat anak-anak lengah dan tersugesti untuk mengubah perilakunya. Momen yang te pat untuk mendongeng sesaat sebelum anak tidur malam. Orangtua atau pen dongeng harus menguasai materi agar bisa menjawab jika si anak bertanya. Satu hal lagi, jangan pernah menyimpul kan dongeng. Biarkan anak membuat kesimpulan sendiri. –Ngurah Budi
11 - 17 AGUSTUS 2014
17
Restoran Gaya Recycle -up Menggunakan konsep recyle untuk sebuah restoran belum banyak dilakukan. Hal ini juga tidak mudah, sebah bukan hanya persoalan bahan tapi juga perlu pe mikiran dan ide yang matang. Kali ini T okoh menampilkan restoran dan bar d’star yang mampu menghadirkan keindahan konsep recycle hingga menjadi tempat yang nyaman, asri dan menarik.
Bar yang dilengkapi dengan benda-benda hasil recycle
S
Nyoman Sadia, Chef Wana dan Made Dana
aat pertama me masuki pintu, pan dangan langsung tertuju pada tulisan besar yang berbunyi LOVE. Kesan hangat dan terbuka pun terpancar dari bar & resto yang berlokasi di kawasan Jalan Raya Mas Ubud ini. Semakin ke da lam, akan muncul kesan berbeda dan sangat menarik dan unik. Jika kita melanjutkan berkeli ling pada bar & resto yang bernama “d’star” ini, keunikan penampilannya pun semakin jelas. Betapa tidak, material
bangunan dan ruangan resto dominan menggunakan bahanbahan recycle, mulai dari kayu sampai container bekas. Bukan hanya itu, di sekeliling ruangan, di dinding maupun di langit-langit resto juga diper cantik dan semarak dengan beragam bentuk hiasan yang semuanya terbuat dari kaleng atau drim bekas. Bahkan salah satu tembok juga terlihat artis tik, karena dibuat dari tumpukan batu apung. Menariknya lagi, bagi pe ngunjung resto yang tertarik
Suasana yang cozy yang digemari anak muda
Suasana Workshop “Keeping Children Safe” di Wantilan Gedung Bali TV, Minggu (3/8)
Griya
Halaman tengah resto
benda-benda recycle tersebut bisa dimiliki. Namun, menurut Nyoman Sadia, yang juga pemi lik resto untuk benda recycle yang lengkap diisi dengan harga jualnya tersebut, ia tidak bicara target penjualan, namun lebih mengajak pengunjung yang ma kan di restorannya ini peduli lingkungan. Dikatakannya, resto “d’star” memang dari awal dibangun dengan konsep pendekatan eco architecture. “Semua benda recycle yang ada dikerjakan oleh Playing Elephant, sebuah usaha yang selama ini memang konsen untuk menggarap barang bekas menjadi berharga kembali,” ucap Nyoman Sadia didampingi I Made Dana Direktur d’star dan Chef Wana. Made Dana pun menambah kan kalau d’star dengan hidangan
khasnya nasi kampung Bali ini, memang sangat menghargai kon sep ramah lingkungan, karena itu pula mereka sengaja menampil kan karakter dasar material, yang orang tidak pakai namun di resto ini setelah dibentuk justru bisa bernilai sangat tinggi. Di berbagai sudut pun ter lihat kreasi dari barang bekas yang ditata sedemikian rupa. Nyoman Sadia dan Made Dana pun menyebut hampir semua dari bagian resto, materialnya di dominasi bahan recycle. Namun, mereka menekankan apa yang ada di tempat mereka bukan hanya sekadar recycle tapi lebih menyebutnya dengan recycle – up. Sebab, semua yang terbuat dari barang bekas yang dipajang di sana memiliki cerita, fungsi dan nilai tersendiri. Bu kan hanya unik, tapi juga ber
nilai seni, termasuk memiliki nilai ekonomi. Rupanya resto d’star dengan tag line-nya our home mampu membuktikan dengan meman faatkan kreativitas, cukup banyak barang bekas di sekeliling kita yang bisa “disulap” menjadi or namen cantik penghias ruangan. Hal ini juga yang menjadi daya tarik bukan hanya bagi orang lokal namun juga tamu-tamu asing untuk datang termasuk berbagai komunitas anak-anak muda. “Mereka tidak hanya me nikmati hidangan dan fasilitas free wi-fi tapi juga merasakan suasana berbeda. Bahkan, untuk kalangan anak muda, malah bisa dengan leluasa mengambil foto yang menarik, karena semua sudut resto dirancang unik,” kata Made Dana yang diamini pula oleh chef Wana. –Sri Ardhini
Pintu toilet yang terbuat dari container bekas
Tembok dari batu apung dan hiasan dinding dari drim bekas
Pojok unik hiasan botol dan becak
Edukasi
16
IKIP PGRI Bali Diminati Calon Mahasiswa dari NTT Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) IKIP PGRI untuk gelombang kedua berlangsung Senin (4/8). Dari 268 pendaftar, 238 dinyatakan lulus. “Jadi, jumlah mahasiswa baru yang dinyatakan lulus dan diterima di tahun ajaran baru 2014/2015 ini sebanyak 710 orang,” ujar Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (Penmaru) Drs. Pade Wayan Bawa, M.Si. Pendaftaran kembali dilaksanakan mu lai 11 sampai 23 Agustus 2014 di kampus setempat.
A
da fenomena unik ditemui di Jurusan Se jarah. Dari 21 pendaf tar, hanya satu orang Bali. Sisanya adalah calon mahasiswa dari NTT. Menurut pengakuan Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum., beberapa ta hun terakhir IKIP PGRI Bali memang banyak menerima mahasiswa dari timur Bali. Bahkan, ia mendapatkan informasi dari beberapa sumber, lu lusan IKIP PGRI Bali banyak diterima langsung sebagai PNS. Karena itu, Made Suarta memberikan apresiasi besar kepada pemerintahan NTT. Hal ini juga diakui beberapa calon mahasiswa baru asal NTT yang mendaftar di IKIP PGRI Bali. Salah satunya, Wilfrida S. Hadia asal Flores. Ia mendapatkan informasi awal tentang kampus ini dari pa mannya yang alumni IKIP PGRI Bali. Untuk mengetahui lebih banyak lagi, ia browsing internet. Darisana Lufi sapaan akrabnya, mendapati bahwa IKIP PGRI Bali adalah salah satu Lembaga Pendidik Tenaga Kepen didikan (LPTK) di Bali. Alumninya
pun banyak terserap di dunia kerja, khususnya diterima sebagai PNS. Ini menjadi salah satu alasan Lufi yang tamatan SMK Perhotelan dan sempat bekerja di restoran, selain ingin mengisi dirinya dengan ilmu dan prestasi. Mengapa memi lih Sejarah? “Peluang untuk guru Sejarah cukup besar,” ujarnya. Hal senada diungkapkan Simon Tanggu Dillu. Selulus SMA, pria asal Sumba ini memilih merantau ke Bali un tuk bekerja, karena Bali dinilainya daerah yang aman. Ia pun bekerja di sebuah perusahaan unilever. Dua tahun bekerja, ia memutuskan melanjutkan kuliahnya di IKIP PGRI
Bali dan berencana mengambil kelas sore, agar kerja dan kulia bisa samasama jalan. Pilihannya jatuh pada IKIP PGRI Bali karena ini adalah kampus ke guruan yang sarat akan prestasi dan sudah terakreditasi. Ia juga banyak mendaptkan informasi dari temantemannya terkait eksistensi IKIP PGRI Bali di lingkup Bali, nasional, bahkan internasional. Pilihannya juga jatuh pada jurusan Sejarah karena jurusan ini linier dengan latar belakang pendidikan SMAnya yang mengampbil jurusan IPS. “Selain itu, IKIP PGRI Bali juga membebaskan uang SPP bagi jurusan ini. Jadi, be ban saya untuk biaya kuliah menjadi ringan. Karena, saya memang ingin mandiri tanpa membertakan orang tua,” ucapnya. Ketua YPLP IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd. membenarkan hal tersebut. “Kami masih tetap membebas uang gedung untuk mahasiswa baru, dan khusus yang memilih jurusan Sejarah, Bahasa Bali, Seni Rupa,
Kelas Sejarah yang diminati banyak calon mahasiswa dari NTT
dan Sendratasik, baik yang memilih kelas pagi maupun sore. Meski gratis, mutu dan kualitas proses belajar mengajar tetap kami jaga,” ujarnya. Sementara, un tuk jurusan Bahasa Bali yang tahun ini peminatnya menu run drastis, dari yang biasanya menerima hingga empat kelas, kini hanya satu kelas, yang itu pun bisa dihi tung dengan jari, Made Suarta angkat bicara. “Ini masih imbas dari wacana bahasa daerah Bali dari Kurikulum 2013. Padahal, sudah ada Pergub Bali No. 20 tahun 2013 ten tang Bahasa, Aksara, dan Sastra Daerah Bali pada Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam pasal-pasal di Pergub ini sudah jelas disebutkan bahwa Bahasa Daerah Bali diajarkan sebagai mata pelajaran mandiri pada muatan lokal,” ujarnya. Meski minim peminat, IKIP PGRI Bali komitmen menjaga dan mengemban amanat almarhum Prof. Mantra untuk tetap menjaga dan melestarikan bahasa Bali dan seni tra disi Bali, dengan tetap mengadakan Jurusan Bahasa Bali. Namun secara keseluruhan, program studi/jurusan lain di IKIP PGRI Bali peminatnya
Dara
11 - 17 Agustus 2014
11 - 17 Agustus 2014
Made Arya Kusuma
Permudah Pelajaran Aksara Bali
Ide cemerlang berbasis budaya, khususnya tulisan Bali pasti tak banyak yang punya. Kalau pun ada, kebanyakan orangtua yang memi liki. Tetapi, Made Arya Kusuma membuat pe ngecualian. Remaja kelahiran 10 November 1996 ini punya ide brilian membuat huruf Bali menjadi lebih dikenal dengan memanfaatkan teknologi digital.
S
masih konstan. Jurusan yang kini jus tru makin diminati adalah Matemati ka, Sejarah, dan Olahraga. Meski tren yang berkembang sekarang, lulusan SMA lebih banyak mencari sekolah lanjutan yang masa studinya singkat, langsung kerja, dan baru melanjutkan kuliah lagi, Made Suarta tetap optimis IKIP PGRI Bali masih menjadi pilihan utama kampus keguruan di Bali yang layak diperhitungkan. –ten
aat SD, Arya menda pat oleh-oleh buku dari pamannya yang sekolah di Jepang. Buku dengan huruf Hiragana itu berisi gambar dengan warna yang bagus. Cara belajar membuat huruf Hiragana juga ada. Buku ini sangat menarik perhatian Arya yang sejak SD sudah belajar ba hasa Jepang dan mengenal huruf Kanji, Hiragana, dan Katagana. Sejak itu muncul idenya untuk membuat sesuatu yang mengang kat budaya Bali. “Budaya Bali tidak kalah dengan budaya Jepang. Karena saya suka dengan tulisan, pikiran saya langsung ke huruf Bali. Saya ingin bagaimana caranya huruf Bali bisa dikenal lebih luas,” ujar anak kedua pasangan Ketut Undiarta dan Ir. Ni Putu Sari Aryani ini. Karena masih muda, ide itu
bosankan. Sebagai anak kecil, ia tahu belajar bisa dilakukan dengan melihat, mendengar, dan menulis. Kalau hanya monoton menulis saja, siswa bisa bosan. Ia berharap sekali waktu itu ada video untuk bahan pembelajaran. Setelah SMK, ide brilian Arya muncul lagi. Siswa SMK TI Bali Global ini galau mendengar berita bahasa Bali akan dihapus. Ia pun mencoba merealisasikan idenya untuk membuat sesuatu agar bahasa Bali dan huruf Bali tetap eksis. Karena memiliki ketertari kan di dunia teknologi digital, Arya pun merancang game interaktif. Kesempatan membuat game ini mulai ketika magang selama tiga bulan di Bamboomedia. Na mun, berkali-kali terhenti karena harus mengerjakan tugas sekolah dan ujian. Tetapi, di saat seng gang, ia melanjutkan pembuatan
belum tersusun sistematis. Ka dang ia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Ide itu dibiarkan terekam di memorinya. Yang ia khawatirkan adalah bahasa Bali di hapus dari mata pelajaran karena cara pengajarannya yang mem
game yang dibantu beberapa temannya.
Made Arya Kusuma
yang diselenggarakan Marketeers bekerja sama dengan Nanyang Technology University. Arya yang berkolaborasi dengan Agus Widi membuat tim ADA Studio untuk aplikasi huruf Bali. Ia juga dibantu Dwi Paramandita dan didampingi Putu Sudiarta. “Saya diberi tahu Pak Putu
Mendorong Motor demi Puncak Bromo Lebaran sambil liburan merupakan kegiatan yang dilakukan saat merayakan hari raya Idul Fitri. Setelah menunaikan ibadah lalu sila turahmi atau sungkeman selanjutnya bisa jalan-jalan. Hal inilah yang dilakukan Dimas Rizky bersama keluarganya.
D
imas menempuh perjalanan dari Denpasar me nuju Probolinggo mengunakan sepeda motor. Ia dibonceng ayahnya sedangkan ibunya sendirian. Mereka me milih naik motor agar lebih santai sekaligus menghemat biaya. Ayah
Dimas dari Banyuwangi sedang kan ibunya dari Probolinggo. Mereka memulai silaturahmi dari Probolinggo. Setelah merayakan Lebaran, Dimas dan keluarga berkunjung ke rumah kerabat yang ada di Probolinggo. Dari obrolan san tai keluarga, tercetus ide untuk
Tangga menuju puncak Gunung Bromo
jalan-jalan ke Gunung Bromo. Perjalanan dari tempat mereka ke ka wasan Gunung Bro mo hanya 30 km dan ditempuh dalam waktu 30 menit. “Dulu sering direncanakan tetapi tidak terwujud. Seka rang tanpa direncana kan malah terealisasi. Malah bisa mampir ke Taman Kota Probo linggo dulu sebelum Bromo,” ujar Haryo, ayah Dimas. Suasana Bromo memang tidak pernah sepi, apalagi musim liburan. Jalan menuju objek wisata pegunung an ini selalu ramai. Namun, bagi kendaraan yang tidak siap melalui jalan tanjakan, harus siap men dorong. Hal ini dialami Dimas dan keluarganya. Motor matik yang mereka kendarai tak sang gup mengikuti medan tanjakan. Beberapa kali Dimas harus turun dari boncengan ayahnya dan mendorong motor. Memasuki objek wisata Bro mo, pengunjung dikenakan tarif Rp 75 ribu saat hari libur dan Rp 35 ribu jika hari biasa. Bagi wisatawan dari luar kota tak usah
khawatir karena di Bromo banyak penginapan. Seringkali wisatawan datang untuk menginap lalu ba ngun pagi sekitar pukul 03.00 untum menyaksikan matahari terbit. Objek utama yang dituju di Bromo tentu saja Gunung Bromo. Wisatawa bisa naik tangga dan berfoto di tepian kawah. Sebelum mencapai tangga menuju gunung, harus melalui medan pasir yang dikenal dengan lautan pasir. Jip hardtop menjadi kendaraan uta ma untuk melibas jalur ini. Banyak
9
jip yang menawarkan jasa angkutan dengan tarif mulai dari Rp 400 ribu dari pengina pan hingga parkiran dekat anak tangga gunung Bromo. Ada juga yang naik kuda untuk melintasi lautan pasir, tarifnya Rp 50 ribu. Mau yang gratis juga ada, dengan cara berjalan kaki. “Kami karena naik motor, bisa langsung ke parkir dekat gu nung. Agar bisa mela lui lautan pasir, tinggal mengikuti jalur jip. Jalur yang dilalui itu biasanya lebih padat pasirnya. Tetapi, tetap harus waspada. Kalau slip yang harus dorong,” ujar Dimas. Setelah sampai di parkiran dan membayar Rp 5 ribu, mereka pun naik anak tangga sampai di puncak. Berfoto merupakan hal yang wajib dilaku kan sebagai bukti sudah naik ke Gunung Bromo. Suasana pagi yang cerah dan udara yang sejuk membuat gu nung Bromo sangat mengesankan bagi Dimas dan keluarga. Lebaran sambil liburan pun mereka nikmati dengan sukacita. -Ngurah Budi
DIPUJI WALI KOTA DENPASAR Juni 2014, ada Lomba Marke teers Techo Start Up Icon 2014
ada lomba. Awalnya saya keder melihat persyaratan lomba. Pe serta adalah owner/founder bisnis dengan platform teknologi, ber guna bagi masyarakat, dan bisa menghasilkan uang. Dalam form, ada jumlah penghasilan yang harus
ditulis. Karena belum bekerja, saya buat penghasilan Rp 0. Orangtua saya sempat khawatir karena saya ikut lomba yang sangat kompetitif. Namun, mereka mendukung saya dengan mengantar saya ke rumah Om (Kadek Agus Sanjaya) di Gi anyar untuk belajar presentasi,” kenangnya. Saat lomba, aplikasi “Learn ing Aksara Bali” lolos seleksi dan Arya harus presentasi di hadapan juri. Ia satu-satunya peserta dari SMK, yang lainnya dari kalangan profesional. Panitia pun mem bolehkan Arya presentasi tera khir. Kesempatan ini digunakan Arya untuk mempelajari karakter peserta sekaligus mencari format presentasi yang bagus. Walau sedikit grogi, ia bisa me nyelesaikan presentasi. Aplikasi ini nantinya bisa masuk Android dan iOS, bisa membantu orangtua mengajarkan anaknya huruf Bali serta memiliki nilai komersil jika dijual. Penjelasan secara runut ini membuat juri terkesima dengan ide dari seorang siswa SMK. Beberapa hari kemudian, Arya diundang untuk hadir di acara pengumuman pemenang. Ia diminta untuk datang lebih awal. “Ternyata saya menang. Saya kaget. Saat presentasi di hadapan 600 peserta termasuk
Wali Kota Denpasar, saya plong dan lancar menyampaikan ide ini. Bahkan Wali Kota memuji saya. Aplikasi ini dinilai sangat mem bantu guru-guru dalam mengajar bahasa Bali,” ujar adik Putu Arya Hening Tryasthana ini. BELAJAR DAN BERMAIN Setelah menjadi pemenang, Arya terus melakukan perbaikan untuk aplikasinya. Ia juga berkon sultasi dan berdiskusi dengan Komunitas Lontar Bali dan orangorang tua yang paham huruf Bali. Aplikasi ini menggunakan ba hasa Indonesia dan bahasa Inggris sebagai pengantar. Ada tiga menu utama yang ditampilkan, Aksara Wianjana, Pengangge Suara, serta Arda Suara dan Tengenan. Set elah menyelesaikan pelajaran ini, pengguna bisa bermain puzzle dan mencocokkan gambar. Bagi yang belum fasih huruf Bali, aplikasi ini sangat membantu karena bisa mengetahui bentuk huruf Bali. “Saya berharap pembelajaran bahasa Bali bisa menyenangkan dan mengasyikan. Siswa tidak lagi bosan. Bahkan, orang asing pun bisa belajar huruf Bali,” ujar remaja yang bercita-cita melanjut kan kuliah di bidang TI dan fokus di program coding ini. –Ngurah Budi
Bugar
10
11 - 17 AGUSTUS 2014
11 - 17 AGUSTUS 2014
Style
15
Pap Smear sebagai Deteksi Dini Gaya Etnik Modern untuk Pria Kanker Mulut Rahim Fashion tidak hanya diperuntukkan bagi perempuan, tapi juga pria. Pekan ini Tokoh menghadirkan gaya busana khusus pria (menswear), karya desainer senior Afif Syakur.
rahim, kanker korpus Endo metrium. Pap smear berguna sebagai perawatan setelah operasi dan setelah mendapat kemoterapi dan radiasi. Pap smear berguna untuk menentukan proses peradangan pada berbagai infeksi bakteri dan jamur.
Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV). Human papilloma virus (HPV) 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia. Perjalanan dari in feksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cu kup lama, sekitar 10 hingga 20 tahun. Namun, proses penginfeksian ini seringkali tidak disadari oleh para penderita, karena proses HPV kemudian menjadi pra-kanker sebagian besar berlangsung tanpa ge jala. Karena itu, vaksinasi kanker serviks sangat dianjurkan. Tingginya angka kematian penderita kanker leher rahim ini di Indonesia dis ebabkan karena terlambatnya penderita datang berobat.
Gejala : Kanker leher rahim pada stadium awal tidak menun jukkan gejala yang khas, bahkan bisa tanpa gejala. Pada stadium lanjut sering memberikan ge jala : perdarahan post coitus, keputihan abnormal, perdarahan sesudah mati haid (menopause) serta keluar cairan abnormal
(kekuning-kuningan, berbau dan bercampur darah). Pencegahan : - Pencegahan primer dengan hubungan suami-istri (tanpa ganti pasangan) - Pencegahan sekunder paling efektif adalah melalui pende
teksian dini dengan pemer iksaan inspeksi visual dengan asam asetat (tes IVA), pap smear dan kolposkopi Pap Smear : - Pap smear adalah suatu pe meriksaan yang aman, murah, untuk mendeteksi kelainan
dr. AAG Adi Parathama Sp.OG
sel-sel di mulut rahim. - Metode tes ini adalah peme riksaan sel-sel yang diambil dari apusan mulut rahim dan kemudian diperiksa dengan mikroskop untuk melihat perubahan-perubahan yang terjadi dari sel tersebut. - Pap smear terbukti dapat menemukan lesi prakanker Kapan Melakukan Pap Smear : - Minimal setahun sekali pada wanita yang sudah menikah atau yang telah melakukan hubungan seksual. - Pap smear dilakukan jika wanita tidak sedang haid, tidak berhubungan seksual 1–3 hari sebelum pemerik saan dan tidak menggunakan obat–obatan vaginal. Manfaat Pap Smear : - Diagnosis dini keganasan Pap smear berguna dalam mendeteksi dini kanker mulut
Teknik Pemeriksaan Pap Smear : Dua hari sebelum peme riksaan, ibu dilarang untuk melakukan hubungan seksual atau menggunakan obat–obatan yang dimasukan ke dalam vagina. Waktu yang paling baik adalah beberapa hari setelah ibu selesai menstruasi. Ibu dalam posisi litotomi, pasang spekulum vagina tanpa menggunakan pelicin, dan tanpa melakukan periksa dalam sebe lumnya. Setelah portio tampak, maka spatula dimasukkan ke dalam kanalis servikalis, lalu spatula diputar 180° searah jarum jam. Spatula dengan ujung pendek diusap 360° pada permukaan serviks. Lendir yang didapat dioleskan pada objek glass berlawanan arah jarum jam. Apusan hendaknya dilaku kan sekali saja, lalu difiksasi atau direndam dalam larutan alkohol 96% selama 30 menit. Sediaan dapat dikirim secara basah (tetap direndam dalam alkohol) atau dikirim secara ker ing dengan mengeringkan sediaan setelah direndam dalam alkohol. Selanjutnya sediaan tadi dikirim ke ahli patologi anatomi untuk diperiksa. dr. AAG Adi Parathama Sp.OG Klinik Kandungan & Kebidanan Rumah Sakit Siloam HP: 081320501018 dan 081957334218
D
esainer yang satu ini, selain sudah lebih dari 20 ta hun menggeluti dunia batik juga dikenal komit
menghadirkan kekayaan lokal dalam setiap karya desain busana nya. Kelokalan atau local movement, bagi Afif Syakur bukan hanya batik atau tenun saja, tapi
dari semua aspek. Untuk koleksinya kali ini, Afif Syakur mengusung nu ansa modern dan etnik pada setiap desainnya, dengan garis
rancangan yang cenderung sim pel dan rapi. Ia pun memilih ba tik Jogja dan batik Pekalon gan, dengan ciri khas warnanya masing-masing. B a t i k Pe k a l o n g a n l e b i h menonjol warna indigo ka rena pewarnaan menggunakan tanaman indigovera sedangkan batik Jogjakarta lebih cenderung warna coklat karena pewarnaan
menggunakan soga. Lihatlah jejeran karyanya tampil apik dalam palet warna biru dan cokelat yang tidak mencolok. Ini juga menjadi kekuatan koleksinya yang pas untuk pria. Dengan varian kerah yang dipilihnya, busana –busananya sangat menarik dikenakan di berbagai acara. – Sri Ardhini
14
Jelita
Kulit Mulus Bebas “Sarang Laba-laba”
Bukan hanya jerawat dan flek yang kerap mengganggu pe nampilan dan rasa percaya diri seseorang. Namun, ada juga ada juga gangguan urat tipis warna merah atau biru yang pada wajah yang sering di sebut “sarang laba-laba” atau spider nevi.
M
enurut dr. AAA Ari Kayika Silayukti, Sp.KK, spider nevi adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan terlihatnya pelebaran pembuluh darah di bawah permukaan kulit. Kemudian, me nyebar seperti sarang laba laba dan menimbulkan warna merah, kebiruan, bahkan keunguan. Hal ini disebabkan gagalnya otot sphincteric sekitar pembuluh darah kulit. Dikatakannya, sebagian tampak seperti cabang cabang pohon yang terpilin. Gambaran ini mirip seperti varises pada tungkai kaki se seorang,. Namun, spider nevi tampak lebih kecil dan halus serta jarang disertai dengan gangguan rasa nyeri. “Ketika suatu tanda kemerahan tampak pada wajah seseorang, sudah sehar usnya dibedakan atas dua kondisi. Apakah terjadi kemerahan pada wajah tersebut aki bat pelebaran darah semata, ataukah suatu keadaan pecahnya pembuluh darah. Spider nevi atau telengiektasis ini merupa kan keadaan pelebaran pembuluh darah semata. Cara membedakannya yakni dengan menekan dan menggeser kemerahan itu menggunakan tangan. Ketika kemerahan menghilang, pertanda hanya terjadi pelebaran pembu luh darah. Tetapi, kalau saat tangan kita menekan dan menggeser, kemerahan masih saja terjadi, itu pertanda pecahnya pembuluh darah. Mengetahui dan mengenali kondisi demikian sangat penting bagi kita untuk penanganan selanjutnya. Spider nevi, kata dokter Kayika, dapat terjadi di seluruh tubuh. Akan sangat mengganggu penampian jika terlihat pada wajah dan leher. Spider nevi merupakan jenis varises yang ringan. Faktor penyebab terjadinya spider nevi berhubungan dengan faktor genetik pada ses eorang, kegiatan fisik, dan faktor regulasi hormonal. “Karena perubahan hormonal dan adanya beban yang berat pada wanita yang tengah mengandung dapat terjadi spider nevi lebih dini,”ucapnya. Sistem aliran darah vena memiliki perbedaan dengan aliran darah arteri. Pembuluh arteri me miliki dinding lebih tebal, lebih elastis dan dirancang memiliki ketahanan terhadap perubahan tekanan yang tinggi. Hal ini berbeda dengan pembuluh darah vena, yang memiliki dinding lebih tipis dan mudah melebar akibat perubahan tekanan. Pe rubahan tekanan paling berat dialami ekstremitas tubuh bagian bawah akibat gaya gravitasi bumi yang lebih kuat,terlebih pada wanita yang mengandung. “Keadaan ini mengakibatkan aliran darah kem bali ke jantung terhambat dan terjadi pelebaran pembuluh darah vena. Sementara kekuatan otot sekitar tungkai kaki lebih lemah. Pada wanita hamil juga terjadi perubahan regulasi hormone estrogen yang mempengaruhi kekuatan dinding pembuluh darah,”paparnya.
Kemerahan pada wajah seseorang dengan gambaran spider nevi atau telengiektasis akan mudah terlihat pada keadaan penyakit acne rosasea. Kemerahan terjadi di daerah sekitar dahi, pipi, alis dan dagu. Kelainan yang mirip jerawat ini memiliki kecenderungan wajah mu dah memerah ketika terkena sinar matahari atau bahkan ketika mengonsumsi makanan yang pedas. Mudahnya terjadi peleba ran pembuluh darah pada penderita ini akan menetap lebih lama dan bersifat kronis menahun. Pemakaian scrubbing wajah yang berlebihan dan t erlalu keras. Menggunakan bahanbahan yang bersifat asam pada wajah, menyebabkan kulit ses eorang mudah iritasi dan men jadi lebih tipis. Kemerahan akibat kosmetika ini perlu mendapatkan perhatian kita, karena demiki an mudahnya wajah terlihat memerah dan tampak tidak sehat. Ke a d a a n ini juga ka tanya mudah menimbul kan masalah kesehatan yakni wajah akan perih dan kalau dibiarkan ber larut tanpa penggunaan tabir surya yang memadai, dapat menimbulkan perubahan pigmen kulit yang permanen. Bahkan dengan mudah dapat menimbulkan suatu keganasan pada kulit jika sering terkena paparan sinar matahari. HANCURKAN DENGAN LASER “Sampai sekarang cara terbaik untuk mengatasi spider nevi yang tampak pada kulit wajah adalah dengan menggunakan vascular laser, yang mampu mencapai kedalaman pembuluh darah sebagai targetnya tanpa merusak permukaan kulit. Sebab energi yang terserap spesifik terhadap pembuluh darah. Pembuluh darah sebagai targetnya akan pulih dalam beberapa minggu.
Pembuluh darah yang dihancurkan laser akan meng hilang dan sistem pertahanan tubuh akan menyerap jaringan tersebut secara alamiah,” tuturnya lebih lanjut . Dokter Kayika juga mengatakan pada seseorang yang memiliki penyakit sirosis hati berhubungan den gan sirkulasi hiperdinamik dan spider nevi merupakan gejala yang terjadi pada kulitnya. Munculnya spider nevi d apat menilai kondisi kesehatan hati pada seseorang, terlebih bila dijumpai kadar trambosit darah yang menurun, rendahnya albumin darah dan splenomegali. Pelebaran disebabkan meningkatnya kadar estrogen level dalam darah. Pada penderita penyakit hati, tidak mampu melakukan metabolism sirkulasi estrogen sehingga mudah terbentuk spider nevi. Spider nevi relatif tidak memiliki gejala, dapat spontan membaik atau bertahan dalam waktu lama. Pengobatan spider nevi pada wajah selain dengan laser dapat juga menggunakan electrodesiccation. Efek samp ing timbulnya skar sangat minimal, sehingga terapi ini direkomendasikan. – Sri Ardhini
Mitos
11 - 17 Agustus 2014
11 - 17 Agustus 2014
11
Berbahayakah Makan Sayuran bagi Penderita Reumatik? Di masyarakat masih banyak berkembang opini tentang penyakit reumatik yang sesungguhnya salah. Opini yang salah ini berkembang dari mulut ke mulut. Salah satu opini adalah mitos tentang konsumsi sayur mengakibatkan penyakit reumatik.
S
ayur merupakan salah satu bahan makanan pokok yang harus dikon sumsi setiap hari disam ping karena kebutuhan akan serat untuk pencernaan juga karena dalam sayuran terkandung vitamin dan mineral Berikut penjelasan dokter spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatik dr. IA Ratih Wulansari M., Sp.PD-KR, M.Kes. Serangan penyakit reumatik sering dikaitkan akibat mengonsumsi sayur Pendapat ini tentu salah oleh kar ena penyebab penyakit reumatik itu banyak sekali antara lain karena sebab autoimun yaitu agresifnya sistem imun seseorang misalnya penyakit lupus, disebabkan proses penuaan misalnya penyakit osteoarthritis karena terjadi pengapuran pada sendi, penyakit gout yaitu penyakit akibat tingginya kadar asam urat serum, osteoporosis yaitu pengeroposan tulang. Jadi dari proses terjadinya penyakit reumatik justru se bagian besar tidak berhubungan dengan konsumsi sayur. Sayuran tidak diperlukan untuk kesehatan tulang Pendapat ini salah. Justru untuk me nyehatkan tulang disarankan konsumsi sayuran yang mengandung kalsium tinggi sejak usia balita. Sayuran tinggi
dr. IA Ratih Wulansari M., Sp.PD-KR, M.Kes.
kalsium contohnya antara lain: sayuran hijau seperti sawi hijau, kalian, brokoli. Sayuran lain misalnya: kubis, tomat, sayuran berunsur kacang-kacangan dll. Pertumbuhan tulang dari bayi dalam kandungan juga dipengaruhi konsumsi kalsium ibunya, demikian juga pertum buhan tulang dari balita sampai dewasa sangat dipengaruhi konsumsi sayuran tinggi kalsium. Kepadatan tulang se telah fase pertumbuhan terlewati juga dipengaruhi oleh konsumsi sayuran tinggi kalsium Makan sayur kacang-kacangan menyebabkan kambuhnya penyakit reumatik Pendapat yang salah. Kekambuhan penyakit hangatnya menjalankan kehidupan seksual nya terpaksa dipisah oleh jarak yang jauh. Jika Anda berpisah dari pasangan cu kup lama, untuk bisa memenuhi kebutuhan jasmani mungkin bukan hal sulit, tetapi memenuhi dorongan seksual yang muncul selama berpisah tentu bukan sesuatu yang mudah. Bukan berarti karena
Bercinta Jarak Jauh “Dok, saya baru saja melangsungkan pernikahan dengan suami saya, dan saat ini kami sangat menikmati setiap saat kami bersama, termasuk kehidupan seksual kami. Tetapi masalah yang akan saya hadapi adalah saya harus kembali menempuh studi ke Australia yang masih tersisa sekitar setahun lagi. Jujur saja, saya sedang menikmati melakukan hubungan romantisme dan hubungan seksual, karena memang saya belum pernah melakukan sebelumnya. Kami sudah saling berdiskusi dan berpikir bersama bahwa melakukan sex phone adalah solusinya, tapi apa benar bercinta jarak jauh itu bisa dilakukan Dok? Mungkin bisa berikan tipsnya...” (Zee via email). Sebuah hubungan jarak jauh memang tidak mudah. Perlu keper cayaan, kejujuran dan kesetiaan untuk menjalaninya. Satu lagi, kehidupan seksual juga harus tetap bisa berjalan, karena jika tidak terpenuhi dengan baik seringkali menjadi penyebab rusaknya sebuah hubungan. Seringkali terjadi pasangan yang sedang hangat-
tidak sedang dekat dengan pasangan malah menjadikan aktivitas seksual dan romantisme menjadi padam. Harus cerdas menyiasatinya. Perlu diyakini bahwa kehidupan seks yang baik bukan hanya milik pasangan yang senantiasa bersama dan dekat secara fisik. Itu hal yang keliru. Seringkali saat dorongan seksual tak
reumatik sangat tergantung dasar patogenesis atau proses terjadinya penyakit. Penyakit reumatik autoimun seperti lupus, arthritis rheumatoid tentu tidak disebabkan oleh makan kacang karena lebih berhubungan pada stres, kelelahan atau infeksi sehingga sistem imun merusak organ tubuh antara lain sendi. Sayuran sumber kacang-kacangan berkaitan dengan kekambuhan penyakit reumatik akibat tingginya kadar asam urat yang disebut penyakit gout. Kandungan protein da lam kacang bisa meningkatkan kadar asam urat secara mendadak, perubahan gradien kadar asam urat dalam darah inilah yang mengakibatkan pasien gout mengalami sendi bengkak. Namun, tetap saja pasien gout diperkenankan mengonsumsi sayuran kacang-kacangan dalam jumlah terbatas.
Topus pada jari pasien gout
Makan sayuran yang berwarna hijau seperti kangkung, bayam, daun paku, daun singkong mengakibatkan sendi nyeri dan bengkak. Pendapat yang salah. Sendi beng kak dan nyeri disebabkan oleh berbagai faktor dan tergan tung patogen esis penyakit reumatiknya. Penyakit re umatik yang tidak men g e n a i s e n d i misalnya: tendinitis, bursitis justru lebih berkaitan dengan akitivitas fisik yang berlebihan. Bengkak sendi osteoarthritis atau sendi mengapur juga bukan karena konsumsi sayuran hijau, namun lebih berkaitan dengan penggunaan sendi yang sakit secara berlebihan contoh: lutut nyeri dan
bengkak karena naik turun tangga atau jalan kaki terlalu jauh di bidang yang tidak datar. Untuk mencegah kekambuhan penyakit gout diperlu
kan diet rendah purine. Diet rendah purine membatasi konsumsi sayuran sebagai berikut: asparagus, bayam,
Konsumsi kacang kedelai dalam bentuk tahu tempe dan susu kedelai atau kecambah/taoge meng akibatkan sendi bengkak Penyakit reumatik yang erat hubungannya dengan makanan adalah penyakit gout atau penyakit reumatik akibat tingginya kadar asam urat se rum. Kacang kedelai baik dalam ben tuk tahu tempe, susu kedelai demikian juga taoge karena bersumber dari kacang hijau masih termasuk sumber makanan dengan kandungan purine sedang. Konsumsi sumber makanan ini masih diperkenankan 2-3 kali sem inggu dan tidak akan mengakibatkan sendi meradang. -Wirati Astiti
tertahankan, sementara secara fisik badan tidak bertemu, Anda bisa sedikit menyalurkannya lewat fasilitas lain, yang paling populer dan sering digu nakan adalah lewat telepon seks (sex phone). Tetapi memang ada sedikit be danya, kepuasan seksual mungkin tidak bakal bisa semaksimal saat bertemu langsung, mengingat keterlibatan emosi yang terbatas saat terpisah oleh jarak. Tetapi tentu saja itu semua bisa dimaksimalkan jika memang ingin memanfaatkan telepon sebagai media untuk mendekatkan diri secara seksual dengan pasangan. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan.....
Kenali Step by Step Phone Sex. Ingin sukses menjadikan telepon seks menjadi alternatif aktifitas seksual dan menjadi variasi yang menyenangkan dalam melepaskan dorongan seksual? Ada beberapa langkah yang bisa dipela jari seperti ini:
Dessert:Terakhir tentu saja de ngan mengungkapkan rasa sayang dan berterimakasih atas “aktivitas menyenangkan” yang baru saja dicapai bersama. Akan sangat menyenangkan juga menanyakan apa perasaan pasang an sesudahnya.
Appetizer:Sebagai pembuka atau pemanasan, bisa dimulai dengan me nanyakan pada pasangan, apa yang sedang ia kenakan sekarang, sedang di mana berada, apa sedang dalam keadaan kangen dan seberapa banyak sentuhan Anda yang ingin ia rasakan ketika Anda meneleponnya. Tentu saja sudah dimulai dengan kata-kata yang mesra.
Take Home Messages. Sesung guhnya telepon seks pun bisa dijadi kan agenda sehat untuk aktivitas sek sual, asal dilakukan dengan pasangan yang sah dan di waktu yang tepat ser ta disepakati bersama. Memang bila dorongan seksual sedang menggebu, bukan melulu Anda harus menunggu waktu tiba bertemu dengan pasan gan. Atau malah berpikir buat men cari pasangan selingkuh lain, bukan seperti itu. Karena aktivitas seksual tetap dapat dinikmati dalam durasi singkat dan dalam jarak yang jauh, lewat alat bantu telepon. Jadilah telepon seks yang sehat. Dan, ini bisa juga dikombinasi dengan fitur televi deo conference menggunakan Skype misalnya. Jadi, ketika dalam kondisi tidak dalam satu tempat bersama, Anda bisa tetap menikmati roman tisme dengan pasangan. Lewat phone sex, Anda tetap bisa membicarakan apapun seputar seks yang sehat bersama pasangan. Dan, tentu saja, pada suatu saat akhirnya bisa kembali bertemu bersama-sama, tidak lagi berjauhan, dapat dimanfaatkan un tuk memaksimalkan semua hal yang tadinya terbatas oleh jarak.
Awali dengan Sexting! Sexting adalah mengirim pesan atau gam bar bermuatan seksual lewat piranti elektronik, terutama antar ponsel. Sebelum telepon seks dilakukan, Anda bisa melakukan sexting dulu. Mencoba berkirim pesan berisi kata-kata nakal dan menggairahkan. Tujuannya untuk menggiring suasana hati pasangan dan mengkondisikan mempersiapkan diri untuk telepon seks. Kirimkan pesan tentang apa yang ingin Anda lakukan dengan pasangan di telepon seks dan betapa Anda ingin melakukannya. Se lain teks, Anda juga bisa mengirimkan foto Anda yang sedikit genit, meng gairahkan, misalnya saat mengenakan lingerie seksi. Tapi, tentu saja harus berhati-hati, jangan sampai foto yang terkirim menjadi “bocor” dan terse bar sembarangan. Tentu akan menjadi masalah baru.
Main course:Tentunya setelah pemanasan yang menggairahkan, Anda tahu hal apa yang bisa dilakukan buat membuat pasangan lebih “turn on”. Ketika “feel-nya dapet” dan terasa lebih hot, Anda berdua bisa mulai saling memuaskan diri sendiri (bermasturbasi) satu sama lain selama masih tersambung di telepon. Eksplorasi semua gairah dan keinginan Anda di telepon,termasuk bisa berfantasi apa saja. Jangan takut untuk semakin vulgar. Walau pasangan tidak dapat melihat Anda, sesungguh nya ia masih dapat mendengar suara Anda. Desahan yang menggoda bagi laki-laki memilikisensasi kesenangan tersendiri yang bisa membangkitkan gairah seksualnya.Sehingga tanpa penetrasi pun, Anda dan pasangan bisa meraih orgasme.
bunga kol, kacang-kacangan,jamur pembatasannya berupa hanya kon sumsi 2 kali dalam 1 minggu. Sayuran yang termasuk rendah purine dan da pat dikonsumsi setiap hari oleh pasien gout (penyakit asam urat) antara lain: wortel, kubis, brokoli, terong, lobak, labu siam dll.
12
Kuliner
11 - 17 AGUSTUS 2014
Minuman Sehat
Mi Ayam Spesial dari A9 Mi adalah salah satu jenis makanan yang digemari banyak kalangan. Mi juga menjadi salah satu makanan pengganti nasi dan kerap dikonsumsi sebagai sarapan.
campuran sayuran hijau dan buah kemudian diblender. Minuman ini sangat baik untuk Anda yang berdiet ataupun sekadar menjaga kesehatan tubuh. Berikut resep dari Sophie Navita, salah Kali ini Tokoh menyajikan seorang artis yang kini sedang aneka minuman sehat. Sebuah mengampanyekan hidup seminuman yang terbuat dari hat dengan raw food.
Strawconana Goosfraba Bahan: ½ cangkir 1 buah 1 sdm ¼ cangkir 1 cangkir 2 lembar Daun mint
: : : : : :
B
ahkan, mi identik dengan warga keturunan Tionghoa, yang meyakini bisa memberi umur panjang. Mungkin itu pula yang melatar belakangi pasutri Suleman Budjang dan Cindrawati membuka warung
Bahan: 2 buah : tomat ¼ sdm : kacang rendah lemak 1 cangkir : air 1 mangkuk kecil : daun basil/daun salam ½ sdm : tomat pasta Sedikit garam Cara membuat: - Potong tomat jadi 4 bagian, taruh diblender. - Masukkan bahan-bahan lain.
Me and My Banana Bahan: 1 cangkir ½ butir 1 cangkir 1 genggam 1 genggam 1 gelas
: : : : : :
pisang beku buah naga selada paterseli sayur kalian air
Cara membuat: - Semua bahan diblender.
Jump Moo Bu cool Two Bahan: 10 buah : lemon 7 buah : kunyit Air putih Madu secukupnya Cara membuat: Campur semua bahan jadi satu, tambahkan air dingin. Siap sajikan.
Bebek Guling Ubud M
enikmati kesejukan dan keindahan persawahan menjadi salah satu daya tarik wisatawan datang ke Ubud. Berbagai restoran turut meramaikan keeksotikan Ubud. Jika Anda sedang berjalan-jalan ke Ubud, cobalah datang ke D’star Bar and Resto di Desa Mas, Ubud. Tempat restoran ini sangat unik karena terbuat dari kontainer. Saat masuk, Anda akan disambut dengan bar yang terbuat dari kontainer. Begitu juga sekeliling restoran terasa unik karena berbagai benda-benda antik terpajang di areal terbuka. Aneka pernakpernik terbuat dari besi tertata rapi berbaris manis dengan pepohonan yang membuat restoran ini terasa sangat pas untuk tempat berlibur. Ada satu galeri barang antik yang dapat Anda kunjungi di sana. Setelah puas berkeliling menikmati barang-barang antik yang sangat eksklusif, Anda dapat menikmati makanan spesial dari restoran ini, nasi kampung yang disajikan dengan dulang khusus. Satu porsi nasi campur yang di
Nasi Kampung
makan Mi Jakarta sekitar tahun 90an di Jalan Nangka, Denpasar. Warung itu sempat tutup beberapa lama, dan dibuka kembali Oktober 2008. “Dulu namanya Mi Jakarta, sekarang memakai nama Mi Ayam A9 (baca A Kiu),” ujar Diah Yonikawati, sang menantu
Tomato Creamo Yummo
stroberi beku pisang beku jus lemon santan air daun basil/daun salam
Cara membuat: - Blender semua bahan jadi satu.
11 - 17 AGUSTUS 2014
dalamnya terdiri dari nasi putih yang dibentuk seperti tumpeng, sate lilit ayam, betutu, ikan pepes, sayur urap, gerang asem, sambal mentah dan sambal ulek, ditemani satu mangkuk sayur undis. Makanan istimewa lain, nasi bebek guling yang juga disajikan de ngan dulang. Satu porsi terdiri dari nasi beras merah, bebek guling, sup cerancam ayam, sayur urab, dan sate ikan. Makanan penutup disajikan kue khas Bali. Menurut Executive Corporate Chef D’star Bar and Resto I Made Wanantara atau yang kerap dipanggil chef Wana, makanan khas di restoran ini adalah bebek guling. Selama ini di Ubud sangat terkenal dengan babi guling dan makanan bebeknya. Untuk itu, dengan berkreasi aneka bumbu tradisional Bali, daging bebek diolah menjadi bebek guling yang istimewa. Memanggang juga menggunakan sistem tradisi onal dengan bara api yang terbuat dari sabut kelapa agar memberikan cita-rasa yang sedap. Untuk tingkat kepedasan sudah disesuaikan agar bisa diterima lidah
para tamu. Jika ingin pedas, ada sambal yang bisa ditambahkan. Sajian dua menu andalan ini memang khusus dihidangkan memakai dulang, yang bentuknya sudah disesuaikan agar memudahkan untuk makan. Namun, bagi yang ingin makan beramai-ramai juga disiapkan piring. Restoran ini kerap digunakan sebagai tempat rapat dan perayaan ulang tahun atau syukuran. Dengan kapasitas 100 orang, restoran ini justru sangat digemari para kaum muda Bali yang suka nongkrong. Uniknya, pilihan mereka bukanlah menu bebek guling, tapi lebih suka menu Western atau Barat. Menurut Manager D’star Bar and Resto, Made Dana, tamu yang paling banyak datang adalah wisatawan lokal. Saat lebaran minggu lalu, tamu yang datang sebagian besar tamu lokal luar Bali. Utuk menu Western juga disediakan seperti pizza, burger, steak, sandwich, dan pasta. Untuk anak-anak, ada menu ayam gulung ditambah keju. Sejak dibuka 1 Juli, sambutan
Nasi Bebek Guling
Diah meracik mi ayam special A9
yang turut membantu mengelola warung makan A9 yang berlokasi di jalan Nangka selatan ini. Dari menu mi ayam ini, diberikan beberapa pilihan lagi, yakni mi merah, mi ayam pangsit jamur, dan bakso sayur. RM A9 mengembangkan menunya menyediakan chinesse food, seperti capcay, fuyunghai, nasi goreng, siomai, koloke/ kolobak, dan makin dilengkapi dengan menambah menu ayam goreng lalapan, tempe penyet, plecing, udang goreng tepung, dll. Dari beberapa menu tersebut, mi ayam menjadi menu andalannya. Cita rasa mi ayam A9 (saat ini) tak berbeda dengan mi ayam Jakarta (dulu), karena mi dibuat khusus dan rasanya kenyal tak seperti mi kebanyakan. Mi ayam A9 dijual seharga Rp 14 ribu per porsi, dan mi ayam pangsit jamur Rp 23 ribu. Warung yang buka setiap hari mulai pukul 10.00 sampai dengan 22.00 ini paling ramai dikunjungi pembeli Minggu siang dan sabtu malam. Sementara, pada hari-hari biasa, banyak dikunjungi pembeli saat jam makan siang berkisar pukul 11.30 hingga pukul 13.00. “Jam pulang kantor sekitar pukul 17.00 sampai 18.00 juga lumayan. Makanan yang mereka beli lebih banyak dibungkus dibawa pulang,” tandasnya. –Inten Indrawati
Mi ayam A9 Bahan: 1 kg 4 butir 400 ml 2 sdt
: : : :
Tepung terigu telur ayam Air putih garam
Cara membuat: - Kocok telur, garam , dan air - Masukkan tepung dalam adonan tadi sambil diulekulek sampai rata - Adonan dipres/ditekan memakai alat tradisional berupa bambu - Masukkan ke mesin pres, dilipat, masukkan lagi hingga 4-5 kali, sampai tekstur mi padat - Potong 10 cm, masukkan ke mesin potong sesuai ukuran. - Mi yang sudah jadi ditimbang masing-masing seberat 100 grm, dan menghasilkan 18 pulungan mi.
13
Bahan Isian Mi (Daging cincang): 5 kg : daging ayam, dicincang 15 sdm : gula pasir 4 sdm : merica bubuk 8 sdm : penyedap Cara Membuat : - Dua siung bawang putih, dicincang, dan digoreng. - Masukkan ayam dan semua bumbu, goreng sampai wangi. Penyajian : - Siapkan mangkuk. Masukkan ke dalam mangkuk 1 sdt kecap asin, 1 sdt merica, dan penyedap. - Masukkan mi yang sebelumnya sudah direbus kurang lebih 3 menit, ke dalam mangkuk tadi, aduk rata. - Di atas mi yang sudah siap dalam mangkuk, tambahkan daging ayam cincang, daun bawang, jamur, dan pangsit. Acar dan sambal disajikan terpisah. - Kuah dari kaldu ayam dengan sayur hijau - Mi ayam spesial siap disajikan.
Mi ayam special A9
Es Dawet Beras
Lidah Asap Masak Semur Kue Khas Bali
konsumen cukup baik. Penggemar bebek guling tidak hanya para tamu dari Ubud, tapi banyak tamu dari luar Ubud juga tertarik mencoba bebek guling ini. Selama bulan Agustus akan diberikan diskon 20%. Restoran ini buka mulau pu-
kul 10.00 sampai 23.00. Apa Anda bingung mencari tempat liburan di hari Minggu? Tempat ini bisa dijadikan pilihan. Sembari menikmati barang-barang antik, manjakan lidah Anda dengan menu istimewa bebek guling. –Wirati Astiti
Sarwan Bahan: 1 potong : lidah asap siap pakai, potong menurut selera 900 ml : kecap manis 1 liter : air Garam, gula, kaldu bubuk secukupya. Bumbu yang dihaluskan: 7 buah : bawang merah
3 4 3 5 2
siung butir buah buah ruas
: : : : :
bawang putih kemiri sangrai cabe merah cabe rawit jari jahe
gula, garam, kaldu bubuk. Masak dengan api sedang, aduk merata hingga kuah agak mengental. - Siap untuk dihidangkan. Taburi dengan bawang putih goreng.
Bahan: 400 gr : dawet beras warna hijau 250 gr : gula pasir 1 lembar : daun pandan, diikat simpul 200 ml : air 300 ml : santan kental Garam secukupnya Es serut secukupnya
- Siapkan gelas saji, masukkan dawet beras ke dalam gelas, lalu tambahkan santan, gula dan tambahkan es - Siap untuk dihidangkan.
Cara membuat: - Panaskan air, masukkan gula dan pandan sampai gula larut dan mendidih, lalu masukkan santal kental, aduk merata secara perlahan dan terus-menerus agar santan tidak rusak/pecah. Masak sampai santan mendidih, lalu dinginkan.
Cara membuat: - Panaskan minyak, masukkan bumbu halus, tumis hinga harum - Siapkan panci, masukkan air, bumbu halus, lidah dan kecap. Rebus hingga mendidih dan lidah menjadi empuk, lalu masukkan
Tomyam Seafood Pedas Bahan: 100 gr 10 gr 100 gr 50 gr 50 gr 2 batang 2 ruas
: : : : : : :
memarkan 3 lembar : daun jeruk, buang tangkainya 2 sdm : kecap ikan 6 buah : cabe rawit merah, udang, bersihkan, iris bulat sisakan ekornya, 3 buah : blimbing wuluh, belah punggungya potong-potong kecil cumi, bersihkan tinta- 2 buah : jeruk nipis, ambil airnya nya, iris bulat 1 liter : air ikan kakap, fille, Gula, garam, kaldu bubuk secuiris dadu kupnya jamur merang, belah menjadi 2 Bahan Bumbu Halus: jamur kancing 6 buah : cabe merah besar belah menjadi 2 5 siung : bawang putih serai, ambil putihya, 5 buah : cabe rawit iris kasar 4 butir : kemiri sangrai jari lengkuas, 1 sdt : terasi bakar
Cara membuat: - Panaskan minyak atau margarin, masukkan bumbu halus, serei dan lengkuwas, aduk dan tumis hingga harum - Masukkan udang, cumi dan kakap, lalu masukkan air daun jeruk, irisan cabe, masak hingga mendidih, lalu masukkan irisan blimbing wuluh, cabe rawit, garam, gula dan kaldu bubuk, aduk merata. - Masukkan air jeruk dan tambahkan kecap ikan hingga masak hingga mendidih, tiriskan. - Siap untuk disajikan, taburi bawang putih goreng dan seledri.
12
Kuliner
11 - 17 AGUSTUS 2014
Minuman Sehat
Mi Ayam Spesial dari A9 Mi adalah salah satu jenis makanan yang digemari banyak kalangan. Mi juga menjadi salah satu makanan pengganti nasi dan kerap dikonsumsi sebagai sarapan.
campuran sayuran hijau dan buah kemudian diblender. Minuman ini sangat baik untuk Anda yang berdiet ataupun sekadar menjaga kesehatan tubuh. Berikut resep dari Sophie Navita, salah Kali ini Tokoh menyajikan seorang artis yang kini sedang aneka minuman sehat. Sebuah mengampanyekan hidup seminuman yang terbuat dari hat dengan raw food.
Strawconana Goosfraba Bahan: ½ cangkir 1 buah 1 sdm ¼ cangkir 1 cangkir 2 lembar Daun mint
: : : : : :
B
ahkan, mi identik dengan warga keturunan Tionghoa, yang meyakini bisa memberi umur panjang. Mungkin itu pula yang melatar belakangi pasutri Suleman Budjang dan Cindrawati membuka warung
Bahan: 2 buah : tomat ¼ sdm : kacang rendah lemak 1 cangkir : air 1 mangkuk kecil : daun basil/daun salam ½ sdm : tomat pasta Sedikit garam Cara membuat: - Potong tomat jadi 4 bagian, taruh diblender. - Masukkan bahan-bahan lain.
Me and My Banana Bahan: 1 cangkir ½ butir 1 cangkir 1 genggam 1 genggam 1 gelas
: : : : : :
pisang beku buah naga selada paterseli sayur kalian air
Cara membuat: - Semua bahan diblender.
Jump Moo Bu cool Two Bahan: 10 buah : lemon 7 buah : kunyit Air putih Madu secukupnya Cara membuat: Campur semua bahan jadi satu, tambahkan air dingin. Siap sajikan.
Bebek Guling Ubud M
enikmati kesejukan dan keindahan persawahan menjadi salah satu daya tarik wisatawan datang ke Ubud. Berbagai restoran turut meramaikan keeksotikan Ubud. Jika Anda sedang berjalan-jalan ke Ubud, cobalah datang ke D’star Bar and Resto di Desa Mas, Ubud. Tempat restoran ini sangat unik karena terbuat dari kontainer. Saat masuk, Anda akan disambut dengan bar yang terbuat dari kontainer. Begitu juga sekeliling restoran terasa unik karena berbagai benda-benda antik terpajang di areal terbuka. Aneka pernakpernik terbuat dari besi tertata rapi berbaris manis dengan pepohonan yang membuat restoran ini terasa sangat pas untuk tempat berlibur. Ada satu galeri barang antik yang dapat Anda kunjungi di sana. Setelah puas berkeliling menikmati barang-barang antik yang sangat eksklusif, Anda dapat menikmati makanan spesial dari restoran ini, nasi kampung yang disajikan dengan dulang khusus. Satu porsi nasi campur yang di
Nasi Kampung
makan Mi Jakarta sekitar tahun 90an di Jalan Nangka, Denpasar. Warung itu sempat tutup beberapa lama, dan dibuka kembali Oktober 2008. “Dulu namanya Mi Jakarta, sekarang memakai nama Mi Ayam A9 (baca A Kiu),” ujar Diah Yonikawati, sang menantu
Tomato Creamo Yummo
stroberi beku pisang beku jus lemon santan air daun basil/daun salam
Cara membuat: - Blender semua bahan jadi satu.
11 - 17 AGUSTUS 2014
dalamnya terdiri dari nasi putih yang dibentuk seperti tumpeng, sate lilit ayam, betutu, ikan pepes, sayur urap, gerang asem, sambal mentah dan sambal ulek, ditemani satu mangkuk sayur undis. Makanan istimewa lain, nasi bebek guling yang juga disajikan de ngan dulang. Satu porsi terdiri dari nasi beras merah, bebek guling, sup cerancam ayam, sayur urab, dan sate ikan. Makanan penutup disajikan kue khas Bali. Menurut Executive Corporate Chef D’star Bar and Resto I Made Wanantara atau yang kerap dipanggil chef Wana, makanan khas di restoran ini adalah bebek guling. Selama ini di Ubud sangat terkenal dengan babi guling dan makanan bebeknya. Untuk itu, dengan berkreasi aneka bumbu tradisional Bali, daging bebek diolah menjadi bebek guling yang istimewa. Memanggang juga menggunakan sistem tradisi onal dengan bara api yang terbuat dari sabut kelapa agar memberikan cita-rasa yang sedap. Untuk tingkat kepedasan sudah disesuaikan agar bisa diterima lidah
para tamu. Jika ingin pedas, ada sambal yang bisa ditambahkan. Sajian dua menu andalan ini memang khusus dihidangkan memakai dulang, yang bentuknya sudah disesuaikan agar memudahkan untuk makan. Namun, bagi yang ingin makan beramai-ramai juga disiapkan piring. Restoran ini kerap digunakan sebagai tempat rapat dan perayaan ulang tahun atau syukuran. Dengan kapasitas 100 orang, restoran ini justru sangat digemari para kaum muda Bali yang suka nongkrong. Uniknya, pilihan mereka bukanlah menu bebek guling, tapi lebih suka menu Western atau Barat. Menurut Manager D’star Bar and Resto, Made Dana, tamu yang paling banyak datang adalah wisatawan lokal. Saat lebaran minggu lalu, tamu yang datang sebagian besar tamu lokal luar Bali. Utuk menu Western juga disediakan seperti pizza, burger, steak, sandwich, dan pasta. Untuk anak-anak, ada menu ayam gulung ditambah keju. Sejak dibuka 1 Juli, sambutan
Nasi Bebek Guling
Diah meracik mi ayam special A9
yang turut membantu mengelola warung makan A9 yang berlokasi di jalan Nangka selatan ini. Dari menu mi ayam ini, diberikan beberapa pilihan lagi, yakni mi merah, mi ayam pangsit jamur, dan bakso sayur. RM A9 mengembangkan menunya menyediakan chinesse food, seperti capcay, fuyunghai, nasi goreng, siomai, koloke/ kolobak, dan makin dilengkapi dengan menambah menu ayam goreng lalapan, tempe penyet, plecing, udang goreng tepung, dll. Dari beberapa menu tersebut, mi ayam menjadi menu andalannya. Cita rasa mi ayam A9 (saat ini) tak berbeda dengan mi ayam Jakarta (dulu), karena mi dibuat khusus dan rasanya kenyal tak seperti mi kebanyakan. Mi ayam A9 dijual seharga Rp 14 ribu per porsi, dan mi ayam pangsit jamur Rp 23 ribu. Warung yang buka setiap hari mulai pukul 10.00 sampai dengan 22.00 ini paling ramai dikunjungi pembeli Minggu siang dan sabtu malam. Sementara, pada hari-hari biasa, banyak dikunjungi pembeli saat jam makan siang berkisar pukul 11.30 hingga pukul 13.00. “Jam pulang kantor sekitar pukul 17.00 sampai 18.00 juga lumayan. Makanan yang mereka beli lebih banyak dibungkus dibawa pulang,” tandasnya. –Inten Indrawati
Mi ayam A9 Bahan: 1 kg 4 butir 400 ml 2 sdt
: : : :
Tepung terigu telur ayam Air putih garam
Cara membuat: - Kocok telur, garam , dan air - Masukkan tepung dalam adonan tadi sambil diulekulek sampai rata - Adonan dipres/ditekan memakai alat tradisional berupa bambu - Masukkan ke mesin pres, dilipat, masukkan lagi hingga 4-5 kali, sampai tekstur mi padat - Potong 10 cm, masukkan ke mesin potong sesuai ukuran. - Mi yang sudah jadi ditimbang masing-masing seberat 100 grm, dan menghasilkan 18 pulungan mi.
13
Bahan Isian Mi (Daging cincang): 5 kg : daging ayam, dicincang 15 sdm : gula pasir 4 sdm : merica bubuk 8 sdm : penyedap Cara Membuat : - Dua siung bawang putih, dicincang, dan digoreng. - Masukkan ayam dan semua bumbu, goreng sampai wangi. Penyajian : - Siapkan mangkuk. Masukkan ke dalam mangkuk 1 sdt kecap asin, 1 sdt merica, dan penyedap. - Masukkan mi yang sebelumnya sudah direbus kurang lebih 3 menit, ke dalam mangkuk tadi, aduk rata. - Di atas mi yang sudah siap dalam mangkuk, tambahkan daging ayam cincang, daun bawang, jamur, dan pangsit. Acar dan sambal disajikan terpisah. - Kuah dari kaldu ayam dengan sayur hijau - Mi ayam spesial siap disajikan.
Mi ayam special A9
Es Dawet Beras
Lidah Asap Masak Semur Kue Khas Bali
konsumen cukup baik. Penggemar bebek guling tidak hanya para tamu dari Ubud, tapi banyak tamu dari luar Ubud juga tertarik mencoba bebek guling ini. Selama bulan Agustus akan diberikan diskon 20%. Restoran ini buka mulau pu-
kul 10.00 sampai 23.00. Apa Anda bingung mencari tempat liburan di hari Minggu? Tempat ini bisa dijadikan pilihan. Sembari menikmati barang-barang antik, manjakan lidah Anda dengan menu istimewa bebek guling. –Wirati Astiti
Sarwan Bahan: 1 potong : lidah asap siap pakai, potong menurut selera 900 ml : kecap manis 1 liter : air Garam, gula, kaldu bubuk secukupya. Bumbu yang dihaluskan: 7 buah : bawang merah
3 4 3 5 2
siung butir buah buah ruas
: : : : :
bawang putih kemiri sangrai cabe merah cabe rawit jari jahe
gula, garam, kaldu bubuk. Masak dengan api sedang, aduk merata hingga kuah agak mengental. - Siap untuk dihidangkan. Taburi dengan bawang putih goreng.
Bahan: 400 gr : dawet beras warna hijau 250 gr : gula pasir 1 lembar : daun pandan, diikat simpul 200 ml : air 300 ml : santan kental Garam secukupnya Es serut secukupnya
- Siapkan gelas saji, masukkan dawet beras ke dalam gelas, lalu tambahkan santan, gula dan tambahkan es - Siap untuk dihidangkan.
Cara membuat: - Panaskan air, masukkan gula dan pandan sampai gula larut dan mendidih, lalu masukkan santal kental, aduk merata secara perlahan dan terus-menerus agar santan tidak rusak/pecah. Masak sampai santan mendidih, lalu dinginkan.
Cara membuat: - Panaskan minyak, masukkan bumbu halus, tumis hinga harum - Siapkan panci, masukkan air, bumbu halus, lidah dan kecap. Rebus hingga mendidih dan lidah menjadi empuk, lalu masukkan
Tomyam Seafood Pedas Bahan: 100 gr 10 gr 100 gr 50 gr 50 gr 2 batang 2 ruas
: : : : : : :
memarkan 3 lembar : daun jeruk, buang tangkainya 2 sdm : kecap ikan 6 buah : cabe rawit merah, udang, bersihkan, iris bulat sisakan ekornya, 3 buah : blimbing wuluh, belah punggungya potong-potong kecil cumi, bersihkan tinta- 2 buah : jeruk nipis, ambil airnya nya, iris bulat 1 liter : air ikan kakap, fille, Gula, garam, kaldu bubuk secuiris dadu kupnya jamur merang, belah menjadi 2 Bahan Bumbu Halus: jamur kancing 6 buah : cabe merah besar belah menjadi 2 5 siung : bawang putih serai, ambil putihya, 5 buah : cabe rawit iris kasar 4 butir : kemiri sangrai jari lengkuas, 1 sdt : terasi bakar
Cara membuat: - Panaskan minyak atau margarin, masukkan bumbu halus, serei dan lengkuwas, aduk dan tumis hingga harum - Masukkan udang, cumi dan kakap, lalu masukkan air daun jeruk, irisan cabe, masak hingga mendidih, lalu masukkan irisan blimbing wuluh, cabe rawit, garam, gula dan kaldu bubuk, aduk merata. - Masukkan air jeruk dan tambahkan kecap ikan hingga masak hingga mendidih, tiriskan. - Siap untuk disajikan, taburi bawang putih goreng dan seledri.
14
Jelita
Kulit Mulus Bebas “Sarang Laba-laba”
Bukan hanya jerawat dan flek yang kerap mengganggu pe nampilan dan rasa percaya diri seseorang. Namun, ada juga ada juga gangguan urat tipis warna merah atau biru yang pada wajah yang sering di sebut “sarang laba-laba” atau spider nevi.
M
enurut dr. AAA Ari Kayika Silayukti, Sp.KK, spider nevi adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan terlihatnya pelebaran pembuluh darah di bawah permukaan kulit. Kemudian, me nyebar seperti sarang laba laba dan menimbulkan warna merah, kebiruan, bahkan keunguan. Hal ini disebabkan gagalnya otot sphincteric sekitar pembuluh darah kulit. Dikatakannya, sebagian tampak seperti cabang cabang pohon yang terpilin. Gambaran ini mirip seperti varises pada tungkai kaki se seorang,. Namun, spider nevi tampak lebih kecil dan halus serta jarang disertai dengan gangguan rasa nyeri. “Ketika suatu tanda kemerahan tampak pada wajah seseorang, sudah sehar usnya dibedakan atas dua kondisi. Apakah terjadi kemerahan pada wajah tersebut aki bat pelebaran darah semata, ataukah suatu keadaan pecahnya pembuluh darah. Spider nevi atau telengiektasis ini merupa kan keadaan pelebaran pembuluh darah semata. Cara membedakannya yakni dengan menekan dan menggeser kemerahan itu menggunakan tangan. Ketika kemerahan menghilang, pertanda hanya terjadi pelebaran pembu luh darah. Tetapi, kalau saat tangan kita menekan dan menggeser, kemerahan masih saja terjadi, itu pertanda pecahnya pembuluh darah. Mengetahui dan mengenali kondisi demikian sangat penting bagi kita untuk penanganan selanjutnya. Spider nevi, kata dokter Kayika, dapat terjadi di seluruh tubuh. Akan sangat mengganggu penampian jika terlihat pada wajah dan leher. Spider nevi merupakan jenis varises yang ringan. Faktor penyebab terjadinya spider nevi berhubungan dengan faktor genetik pada ses eorang, kegiatan fisik, dan faktor regulasi hormonal. “Karena perubahan hormonal dan adanya beban yang berat pada wanita yang tengah mengandung dapat terjadi spider nevi lebih dini,”ucapnya. Sistem aliran darah vena memiliki perbedaan dengan aliran darah arteri. Pembuluh arteri me miliki dinding lebih tebal, lebih elastis dan dirancang memiliki ketahanan terhadap perubahan tekanan yang tinggi. Hal ini berbeda dengan pembuluh darah vena, yang memiliki dinding lebih tipis dan mudah melebar akibat perubahan tekanan. Pe rubahan tekanan paling berat dialami ekstremitas tubuh bagian bawah akibat gaya gravitasi bumi yang lebih kuat,terlebih pada wanita yang mengandung. “Keadaan ini mengakibatkan aliran darah kem bali ke jantung terhambat dan terjadi pelebaran pembuluh darah vena. Sementara kekuatan otot sekitar tungkai kaki lebih lemah. Pada wanita hamil juga terjadi perubahan regulasi hormone estrogen yang mempengaruhi kekuatan dinding pembuluh darah,”paparnya.
Kemerahan pada wajah seseorang dengan gambaran spider nevi atau telengiektasis akan mudah terlihat pada keadaan penyakit acne rosasea. Kemerahan terjadi di daerah sekitar dahi, pipi, alis dan dagu. Kelainan yang mirip jerawat ini memiliki kecenderungan wajah mu dah memerah ketika terkena sinar matahari atau bahkan ketika mengonsumsi makanan yang pedas. Mudahnya terjadi peleba ran pembuluh darah pada penderita ini akan menetap lebih lama dan bersifat kronis menahun. Pemakaian scrubbing wajah yang berlebihan dan t erlalu keras. Menggunakan bahanbahan yang bersifat asam pada wajah, menyebabkan kulit ses eorang mudah iritasi dan men jadi lebih tipis. Kemerahan akibat kosmetika ini perlu mendapatkan perhatian kita, karena demiki an mudahnya wajah terlihat memerah dan tampak tidak sehat. Ke a d a a n ini juga ka tanya mudah menimbul kan masalah kesehatan yakni wajah akan perih dan kalau dibiarkan ber larut tanpa penggunaan tabir surya yang memadai, dapat menimbulkan perubahan pigmen kulit yang permanen. Bahkan dengan mudah dapat menimbulkan suatu keganasan pada kulit jika sering terkena paparan sinar matahari. HANCURKAN DENGAN LASER “Sampai sekarang cara terbaik untuk mengatasi spider nevi yang tampak pada kulit wajah adalah dengan menggunakan vascular laser, yang mampu mencapai kedalaman pembuluh darah sebagai targetnya tanpa merusak permukaan kulit. Sebab energi yang terserap spesifik terhadap pembuluh darah. Pembuluh darah sebagai targetnya akan pulih dalam beberapa minggu.
Pembuluh darah yang dihancurkan laser akan meng hilang dan sistem pertahanan tubuh akan menyerap jaringan tersebut secara alamiah,” tuturnya lebih lanjut . Dokter Kayika juga mengatakan pada seseorang yang memiliki penyakit sirosis hati berhubungan den gan sirkulasi hiperdinamik dan spider nevi merupakan gejala yang terjadi pada kulitnya. Munculnya spider nevi d apat menilai kondisi kesehatan hati pada seseorang, terlebih bila dijumpai kadar trambosit darah yang menurun, rendahnya albumin darah dan splenomegali. Pelebaran disebabkan meningkatnya kadar estrogen level dalam darah. Pada penderita penyakit hati, tidak mampu melakukan metabolism sirkulasi estrogen sehingga mudah terbentuk spider nevi. Spider nevi relatif tidak memiliki gejala, dapat spontan membaik atau bertahan dalam waktu lama. Pengobatan spider nevi pada wajah selain dengan laser dapat juga menggunakan electrodesiccation. Efek samp ing timbulnya skar sangat minimal, sehingga terapi ini direkomendasikan. – Sri Ardhini
Mitos
11 - 17 Agustus 2014
11 - 17 Agustus 2014
11
Berbahayakah Makan Sayuran bagi Penderita Reumatik? Di masyarakat masih banyak berkembang opini tentang penyakit reumatik yang sesungguhnya salah. Opini yang salah ini berkembang dari mulut ke mulut. Salah satu opini adalah mitos tentang konsumsi sayur mengakibatkan penyakit reumatik.
S
ayur merupakan salah satu bahan makanan pokok yang harus dikon sumsi setiap hari disam ping karena kebutuhan akan serat untuk pencernaan juga karena dalam sayuran terkandung vitamin dan mineral Berikut penjelasan dokter spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatik dr. IA Ratih Wulansari M., Sp.PD-KR, M.Kes. Serangan penyakit reumatik sering dikaitkan akibat mengonsumsi sayur Pendapat ini tentu salah oleh kar ena penyebab penyakit reumatik itu banyak sekali antara lain karena sebab autoimun yaitu agresifnya sistem imun seseorang misalnya penyakit lupus, disebabkan proses penuaan misalnya penyakit osteoarthritis karena terjadi pengapuran pada sendi, penyakit gout yaitu penyakit akibat tingginya kadar asam urat serum, osteoporosis yaitu pengeroposan tulang. Jadi dari proses terjadinya penyakit reumatik justru se bagian besar tidak berhubungan dengan konsumsi sayur. Sayuran tidak diperlukan untuk kesehatan tulang Pendapat ini salah. Justru untuk me nyehatkan tulang disarankan konsumsi sayuran yang mengandung kalsium tinggi sejak usia balita. Sayuran tinggi
dr. IA Ratih Wulansari M., Sp.PD-KR, M.Kes.
kalsium contohnya antara lain: sayuran hijau seperti sawi hijau, kalian, brokoli. Sayuran lain misalnya: kubis, tomat, sayuran berunsur kacang-kacangan dll. Pertumbuhan tulang dari bayi dalam kandungan juga dipengaruhi konsumsi kalsium ibunya, demikian juga pertum buhan tulang dari balita sampai dewasa sangat dipengaruhi konsumsi sayuran tinggi kalsium. Kepadatan tulang se telah fase pertumbuhan terlewati juga dipengaruhi oleh konsumsi sayuran tinggi kalsium Makan sayur kacang-kacangan menyebabkan kambuhnya penyakit reumatik Pendapat yang salah. Kekambuhan penyakit hangatnya menjalankan kehidupan seksual nya terpaksa dipisah oleh jarak yang jauh. Jika Anda berpisah dari pasangan cu kup lama, untuk bisa memenuhi kebutuhan jasmani mungkin bukan hal sulit, tetapi memenuhi dorongan seksual yang muncul selama berpisah tentu bukan sesuatu yang mudah. Bukan berarti karena
Bercinta Jarak Jauh “Dok, saya baru saja melangsungkan pernikahan dengan suami saya, dan saat ini kami sangat menikmati setiap saat kami bersama, termasuk kehidupan seksual kami. Tetapi masalah yang akan saya hadapi adalah saya harus kembali menempuh studi ke Australia yang masih tersisa sekitar setahun lagi. Jujur saja, saya sedang menikmati melakukan hubungan romantisme dan hubungan seksual, karena memang saya belum pernah melakukan sebelumnya. Kami sudah saling berdiskusi dan berpikir bersama bahwa melakukan sex phone adalah solusinya, tapi apa benar bercinta jarak jauh itu bisa dilakukan Dok? Mungkin bisa berikan tipsnya...” (Zee via email). Sebuah hubungan jarak jauh memang tidak mudah. Perlu keper cayaan, kejujuran dan kesetiaan untuk menjalaninya. Satu lagi, kehidupan seksual juga harus tetap bisa berjalan, karena jika tidak terpenuhi dengan baik seringkali menjadi penyebab rusaknya sebuah hubungan. Seringkali terjadi pasangan yang sedang hangat-
tidak sedang dekat dengan pasangan malah menjadikan aktivitas seksual dan romantisme menjadi padam. Harus cerdas menyiasatinya. Perlu diyakini bahwa kehidupan seks yang baik bukan hanya milik pasangan yang senantiasa bersama dan dekat secara fisik. Itu hal yang keliru. Seringkali saat dorongan seksual tak
reumatik sangat tergantung dasar patogenesis atau proses terjadinya penyakit. Penyakit reumatik autoimun seperti lupus, arthritis rheumatoid tentu tidak disebabkan oleh makan kacang karena lebih berhubungan pada stres, kelelahan atau infeksi sehingga sistem imun merusak organ tubuh antara lain sendi. Sayuran sumber kacang-kacangan berkaitan dengan kekambuhan penyakit reumatik akibat tingginya kadar asam urat yang disebut penyakit gout. Kandungan protein da lam kacang bisa meningkatkan kadar asam urat secara mendadak, perubahan gradien kadar asam urat dalam darah inilah yang mengakibatkan pasien gout mengalami sendi bengkak. Namun, tetap saja pasien gout diperkenankan mengonsumsi sayuran kacang-kacangan dalam jumlah terbatas.
Topus pada jari pasien gout
Makan sayuran yang berwarna hijau seperti kangkung, bayam, daun paku, daun singkong mengakibatkan sendi nyeri dan bengkak. Pendapat yang salah. Sendi beng kak dan nyeri disebabkan oleh berbagai faktor dan tergan tung patogen esis penyakit reumatiknya. Penyakit re umatik yang tidak men g e n a i s e n d i misalnya: tendinitis, bursitis justru lebih berkaitan dengan akitivitas fisik yang berlebihan. Bengkak sendi osteoarthritis atau sendi mengapur juga bukan karena konsumsi sayuran hijau, namun lebih berkaitan dengan penggunaan sendi yang sakit secara berlebihan contoh: lutut nyeri dan
bengkak karena naik turun tangga atau jalan kaki terlalu jauh di bidang yang tidak datar. Untuk mencegah kekambuhan penyakit gout diperlu
kan diet rendah purine. Diet rendah purine membatasi konsumsi sayuran sebagai berikut: asparagus, bayam,
Konsumsi kacang kedelai dalam bentuk tahu tempe dan susu kedelai atau kecambah/taoge meng akibatkan sendi bengkak Penyakit reumatik yang erat hubungannya dengan makanan adalah penyakit gout atau penyakit reumatik akibat tingginya kadar asam urat se rum. Kacang kedelai baik dalam ben tuk tahu tempe, susu kedelai demikian juga taoge karena bersumber dari kacang hijau masih termasuk sumber makanan dengan kandungan purine sedang. Konsumsi sumber makanan ini masih diperkenankan 2-3 kali sem inggu dan tidak akan mengakibatkan sendi meradang. -Wirati Astiti
tertahankan, sementara secara fisik badan tidak bertemu, Anda bisa sedikit menyalurkannya lewat fasilitas lain, yang paling populer dan sering digu nakan adalah lewat telepon seks (sex phone). Tetapi memang ada sedikit be danya, kepuasan seksual mungkin tidak bakal bisa semaksimal saat bertemu langsung, mengingat keterlibatan emosi yang terbatas saat terpisah oleh jarak. Tetapi tentu saja itu semua bisa dimaksimalkan jika memang ingin memanfaatkan telepon sebagai media untuk mendekatkan diri secara seksual dengan pasangan. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan.....
Kenali Step by Step Phone Sex. Ingin sukses menjadikan telepon seks menjadi alternatif aktifitas seksual dan menjadi variasi yang menyenangkan dalam melepaskan dorongan seksual? Ada beberapa langkah yang bisa dipela jari seperti ini:
Dessert:Terakhir tentu saja de ngan mengungkapkan rasa sayang dan berterimakasih atas “aktivitas menyenangkan” yang baru saja dicapai bersama. Akan sangat menyenangkan juga menanyakan apa perasaan pasang an sesudahnya.
Appetizer:Sebagai pembuka atau pemanasan, bisa dimulai dengan me nanyakan pada pasangan, apa yang sedang ia kenakan sekarang, sedang di mana berada, apa sedang dalam keadaan kangen dan seberapa banyak sentuhan Anda yang ingin ia rasakan ketika Anda meneleponnya. Tentu saja sudah dimulai dengan kata-kata yang mesra.
Take Home Messages. Sesung guhnya telepon seks pun bisa dijadi kan agenda sehat untuk aktivitas sek sual, asal dilakukan dengan pasangan yang sah dan di waktu yang tepat ser ta disepakati bersama. Memang bila dorongan seksual sedang menggebu, bukan melulu Anda harus menunggu waktu tiba bertemu dengan pasan gan. Atau malah berpikir buat men cari pasangan selingkuh lain, bukan seperti itu. Karena aktivitas seksual tetap dapat dinikmati dalam durasi singkat dan dalam jarak yang jauh, lewat alat bantu telepon. Jadilah telepon seks yang sehat. Dan, ini bisa juga dikombinasi dengan fitur televi deo conference menggunakan Skype misalnya. Jadi, ketika dalam kondisi tidak dalam satu tempat bersama, Anda bisa tetap menikmati roman tisme dengan pasangan. Lewat phone sex, Anda tetap bisa membicarakan apapun seputar seks yang sehat bersama pasangan. Dan, tentu saja, pada suatu saat akhirnya bisa kembali bertemu bersama-sama, tidak lagi berjauhan, dapat dimanfaatkan un tuk memaksimalkan semua hal yang tadinya terbatas oleh jarak.
Awali dengan Sexting! Sexting adalah mengirim pesan atau gam bar bermuatan seksual lewat piranti elektronik, terutama antar ponsel. Sebelum telepon seks dilakukan, Anda bisa melakukan sexting dulu. Mencoba berkirim pesan berisi kata-kata nakal dan menggairahkan. Tujuannya untuk menggiring suasana hati pasangan dan mengkondisikan mempersiapkan diri untuk telepon seks. Kirimkan pesan tentang apa yang ingin Anda lakukan dengan pasangan di telepon seks dan betapa Anda ingin melakukannya. Se lain teks, Anda juga bisa mengirimkan foto Anda yang sedikit genit, meng gairahkan, misalnya saat mengenakan lingerie seksi. Tapi, tentu saja harus berhati-hati, jangan sampai foto yang terkirim menjadi “bocor” dan terse bar sembarangan. Tentu akan menjadi masalah baru.
Main course:Tentunya setelah pemanasan yang menggairahkan, Anda tahu hal apa yang bisa dilakukan buat membuat pasangan lebih “turn on”. Ketika “feel-nya dapet” dan terasa lebih hot, Anda berdua bisa mulai saling memuaskan diri sendiri (bermasturbasi) satu sama lain selama masih tersambung di telepon. Eksplorasi semua gairah dan keinginan Anda di telepon,termasuk bisa berfantasi apa saja. Jangan takut untuk semakin vulgar. Walau pasangan tidak dapat melihat Anda, sesungguh nya ia masih dapat mendengar suara Anda. Desahan yang menggoda bagi laki-laki memilikisensasi kesenangan tersendiri yang bisa membangkitkan gairah seksualnya.Sehingga tanpa penetrasi pun, Anda dan pasangan bisa meraih orgasme.
bunga kol, kacang-kacangan,jamur pembatasannya berupa hanya kon sumsi 2 kali dalam 1 minggu. Sayuran yang termasuk rendah purine dan da pat dikonsumsi setiap hari oleh pasien gout (penyakit asam urat) antara lain: wortel, kubis, brokoli, terong, lobak, labu siam dll.
Bugar
10
11 - 17 AGUSTUS 2014
11 - 17 AGUSTUS 2014
Style
15
Pap Smear sebagai Deteksi Dini Gaya Etnik Modern untuk Pria Kanker Mulut Rahim Fashion tidak hanya diperuntukkan bagi perempuan, tapi juga pria. Pekan ini Tokoh menghadirkan gaya busana khusus pria (menswear), karya desainer senior Afif Syakur.
rahim, kanker korpus Endo metrium. Pap smear berguna sebagai perawatan setelah operasi dan setelah mendapat kemoterapi dan radiasi. Pap smear berguna untuk menentukan proses peradangan pada berbagai infeksi bakteri dan jamur.
Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV). Human papilloma virus (HPV) 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia. Perjalanan dari in feksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cu kup lama, sekitar 10 hingga 20 tahun. Namun, proses penginfeksian ini seringkali tidak disadari oleh para penderita, karena proses HPV kemudian menjadi pra-kanker sebagian besar berlangsung tanpa ge jala. Karena itu, vaksinasi kanker serviks sangat dianjurkan. Tingginya angka kematian penderita kanker leher rahim ini di Indonesia dis ebabkan karena terlambatnya penderita datang berobat.
Gejala : Kanker leher rahim pada stadium awal tidak menun jukkan gejala yang khas, bahkan bisa tanpa gejala. Pada stadium lanjut sering memberikan ge jala : perdarahan post coitus, keputihan abnormal, perdarahan sesudah mati haid (menopause) serta keluar cairan abnormal
(kekuning-kuningan, berbau dan bercampur darah). Pencegahan : - Pencegahan primer dengan hubungan suami-istri (tanpa ganti pasangan) - Pencegahan sekunder paling efektif adalah melalui pende
teksian dini dengan pemer iksaan inspeksi visual dengan asam asetat (tes IVA), pap smear dan kolposkopi Pap Smear : - Pap smear adalah suatu pe meriksaan yang aman, murah, untuk mendeteksi kelainan
dr. AAG Adi Parathama Sp.OG
sel-sel di mulut rahim. - Metode tes ini adalah peme riksaan sel-sel yang diambil dari apusan mulut rahim dan kemudian diperiksa dengan mikroskop untuk melihat perubahan-perubahan yang terjadi dari sel tersebut. - Pap smear terbukti dapat menemukan lesi prakanker Kapan Melakukan Pap Smear : - Minimal setahun sekali pada wanita yang sudah menikah atau yang telah melakukan hubungan seksual. - Pap smear dilakukan jika wanita tidak sedang haid, tidak berhubungan seksual 1–3 hari sebelum pemerik saan dan tidak menggunakan obat–obatan vaginal. Manfaat Pap Smear : - Diagnosis dini keganasan Pap smear berguna dalam mendeteksi dini kanker mulut
Teknik Pemeriksaan Pap Smear : Dua hari sebelum peme riksaan, ibu dilarang untuk melakukan hubungan seksual atau menggunakan obat–obatan yang dimasukan ke dalam vagina. Waktu yang paling baik adalah beberapa hari setelah ibu selesai menstruasi. Ibu dalam posisi litotomi, pasang spekulum vagina tanpa menggunakan pelicin, dan tanpa melakukan periksa dalam sebe lumnya. Setelah portio tampak, maka spatula dimasukkan ke dalam kanalis servikalis, lalu spatula diputar 180° searah jarum jam. Spatula dengan ujung pendek diusap 360° pada permukaan serviks. Lendir yang didapat dioleskan pada objek glass berlawanan arah jarum jam. Apusan hendaknya dilaku kan sekali saja, lalu difiksasi atau direndam dalam larutan alkohol 96% selama 30 menit. Sediaan dapat dikirim secara basah (tetap direndam dalam alkohol) atau dikirim secara ker ing dengan mengeringkan sediaan setelah direndam dalam alkohol. Selanjutnya sediaan tadi dikirim ke ahli patologi anatomi untuk diperiksa. dr. AAG Adi Parathama Sp.OG Klinik Kandungan & Kebidanan Rumah Sakit Siloam HP: 081320501018 dan 081957334218
D
esainer yang satu ini, selain sudah lebih dari 20 ta hun menggeluti dunia batik juga dikenal komit
menghadirkan kekayaan lokal dalam setiap karya desain busana nya. Kelokalan atau local movement, bagi Afif Syakur bukan hanya batik atau tenun saja, tapi
dari semua aspek. Untuk koleksinya kali ini, Afif Syakur mengusung nu ansa modern dan etnik pada setiap desainnya, dengan garis
rancangan yang cenderung sim pel dan rapi. Ia pun memilih ba tik Jogja dan batik Pekalon gan, dengan ciri khas warnanya masing-masing. B a t i k Pe k a l o n g a n l e b i h menonjol warna indigo ka rena pewarnaan menggunakan tanaman indigovera sedangkan batik Jogjakarta lebih cenderung warna coklat karena pewarnaan
menggunakan soga. Lihatlah jejeran karyanya tampil apik dalam palet warna biru dan cokelat yang tidak mencolok. Ini juga menjadi kekuatan koleksinya yang pas untuk pria. Dengan varian kerah yang dipilihnya, busana –busananya sangat menarik dikenakan di berbagai acara. – Sri Ardhini
Edukasi
16
IKIP PGRI Bali Diminati Calon Mahasiswa dari NTT Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) IKIP PGRI untuk gelombang kedua berlangsung Senin (4/8). Dari 268 pendaftar, 238 dinyatakan lulus. “Jadi, jumlah mahasiswa baru yang dinyatakan lulus dan diterima di tahun ajaran baru 2014/2015 ini sebanyak 710 orang,” ujar Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (Penmaru) Drs. Pade Wayan Bawa, M.Si. Pendaftaran kembali dilaksanakan mu lai 11 sampai 23 Agustus 2014 di kampus setempat.
A
da fenomena unik ditemui di Jurusan Se jarah. Dari 21 pendaf tar, hanya satu orang Bali. Sisanya adalah calon mahasiswa dari NTT. Menurut pengakuan Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum., beberapa ta hun terakhir IKIP PGRI Bali memang banyak menerima mahasiswa dari timur Bali. Bahkan, ia mendapatkan informasi dari beberapa sumber, lu lusan IKIP PGRI Bali banyak diterima langsung sebagai PNS. Karena itu, Made Suarta memberikan apresiasi besar kepada pemerintahan NTT. Hal ini juga diakui beberapa calon mahasiswa baru asal NTT yang mendaftar di IKIP PGRI Bali. Salah satunya, Wilfrida S. Hadia asal Flores. Ia mendapatkan informasi awal tentang kampus ini dari pa mannya yang alumni IKIP PGRI Bali. Untuk mengetahui lebih banyak lagi, ia browsing internet. Darisana Lufi sapaan akrabnya, mendapati bahwa IKIP PGRI Bali adalah salah satu Lembaga Pendidik Tenaga Kepen didikan (LPTK) di Bali. Alumninya
pun banyak terserap di dunia kerja, khususnya diterima sebagai PNS. Ini menjadi salah satu alasan Lufi yang tamatan SMK Perhotelan dan sempat bekerja di restoran, selain ingin mengisi dirinya dengan ilmu dan prestasi. Mengapa memi lih Sejarah? “Peluang untuk guru Sejarah cukup besar,” ujarnya. Hal senada diungkapkan Simon Tanggu Dillu. Selulus SMA, pria asal Sumba ini memilih merantau ke Bali un tuk bekerja, karena Bali dinilainya daerah yang aman. Ia pun bekerja di sebuah perusahaan unilever. Dua tahun bekerja, ia memutuskan melanjutkan kuliahnya di IKIP PGRI
Bali dan berencana mengambil kelas sore, agar kerja dan kulia bisa samasama jalan. Pilihannya jatuh pada IKIP PGRI Bali karena ini adalah kampus ke guruan yang sarat akan prestasi dan sudah terakreditasi. Ia juga banyak mendaptkan informasi dari temantemannya terkait eksistensi IKIP PGRI Bali di lingkup Bali, nasional, bahkan internasional. Pilihannya juga jatuh pada jurusan Sejarah karena jurusan ini linier dengan latar belakang pendidikan SMAnya yang mengampbil jurusan IPS. “Selain itu, IKIP PGRI Bali juga membebaskan uang SPP bagi jurusan ini. Jadi, be ban saya untuk biaya kuliah menjadi ringan. Karena, saya memang ingin mandiri tanpa membertakan orang tua,” ucapnya. Ketua YPLP IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd. membenarkan hal tersebut. “Kami masih tetap membebas uang gedung untuk mahasiswa baru, dan khusus yang memilih jurusan Sejarah, Bahasa Bali, Seni Rupa,
Kelas Sejarah yang diminati banyak calon mahasiswa dari NTT
dan Sendratasik, baik yang memilih kelas pagi maupun sore. Meski gratis, mutu dan kualitas proses belajar mengajar tetap kami jaga,” ujarnya. Sementara, un tuk jurusan Bahasa Bali yang tahun ini peminatnya menu run drastis, dari yang biasanya menerima hingga empat kelas, kini hanya satu kelas, yang itu pun bisa dihi tung dengan jari, Made Suarta angkat bicara. “Ini masih imbas dari wacana bahasa daerah Bali dari Kurikulum 2013. Padahal, sudah ada Pergub Bali No. 20 tahun 2013 ten tang Bahasa, Aksara, dan Sastra Daerah Bali pada Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam pasal-pasal di Pergub ini sudah jelas disebutkan bahwa Bahasa Daerah Bali diajarkan sebagai mata pelajaran mandiri pada muatan lokal,” ujarnya. Meski minim peminat, IKIP PGRI Bali komitmen menjaga dan mengemban amanat almarhum Prof. Mantra untuk tetap menjaga dan melestarikan bahasa Bali dan seni tra disi Bali, dengan tetap mengadakan Jurusan Bahasa Bali. Namun secara keseluruhan, program studi/jurusan lain di IKIP PGRI Bali peminatnya
Dara
11 - 17 Agustus 2014
11 - 17 Agustus 2014
Made Arya Kusuma
Permudah Pelajaran Aksara Bali
Ide cemerlang berbasis budaya, khususnya tulisan Bali pasti tak banyak yang punya. Kalau pun ada, kebanyakan orangtua yang memi liki. Tetapi, Made Arya Kusuma membuat pe ngecualian. Remaja kelahiran 10 November 1996 ini punya ide brilian membuat huruf Bali menjadi lebih dikenal dengan memanfaatkan teknologi digital.
S
masih konstan. Jurusan yang kini jus tru makin diminati adalah Matemati ka, Sejarah, dan Olahraga. Meski tren yang berkembang sekarang, lulusan SMA lebih banyak mencari sekolah lanjutan yang masa studinya singkat, langsung kerja, dan baru melanjutkan kuliah lagi, Made Suarta tetap optimis IKIP PGRI Bali masih menjadi pilihan utama kampus keguruan di Bali yang layak diperhitungkan. –ten
aat SD, Arya menda pat oleh-oleh buku dari pamannya yang sekolah di Jepang. Buku dengan huruf Hiragana itu berisi gambar dengan warna yang bagus. Cara belajar membuat huruf Hiragana juga ada. Buku ini sangat menarik perhatian Arya yang sejak SD sudah belajar ba hasa Jepang dan mengenal huruf Kanji, Hiragana, dan Katagana. Sejak itu muncul idenya untuk membuat sesuatu yang mengang kat budaya Bali. “Budaya Bali tidak kalah dengan budaya Jepang. Karena saya suka dengan tulisan, pikiran saya langsung ke huruf Bali. Saya ingin bagaimana caranya huruf Bali bisa dikenal lebih luas,” ujar anak kedua pasangan Ketut Undiarta dan Ir. Ni Putu Sari Aryani ini. Karena masih muda, ide itu
bosankan. Sebagai anak kecil, ia tahu belajar bisa dilakukan dengan melihat, mendengar, dan menulis. Kalau hanya monoton menulis saja, siswa bisa bosan. Ia berharap sekali waktu itu ada video untuk bahan pembelajaran. Setelah SMK, ide brilian Arya muncul lagi. Siswa SMK TI Bali Global ini galau mendengar berita bahasa Bali akan dihapus. Ia pun mencoba merealisasikan idenya untuk membuat sesuatu agar bahasa Bali dan huruf Bali tetap eksis. Karena memiliki ketertari kan di dunia teknologi digital, Arya pun merancang game interaktif. Kesempatan membuat game ini mulai ketika magang selama tiga bulan di Bamboomedia. Na mun, berkali-kali terhenti karena harus mengerjakan tugas sekolah dan ujian. Tetapi, di saat seng gang, ia melanjutkan pembuatan
belum tersusun sistematis. Ka dang ia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Ide itu dibiarkan terekam di memorinya. Yang ia khawatirkan adalah bahasa Bali di hapus dari mata pelajaran karena cara pengajarannya yang mem
game yang dibantu beberapa temannya.
Made Arya Kusuma
yang diselenggarakan Marketeers bekerja sama dengan Nanyang Technology University. Arya yang berkolaborasi dengan Agus Widi membuat tim ADA Studio untuk aplikasi huruf Bali. Ia juga dibantu Dwi Paramandita dan didampingi Putu Sudiarta. “Saya diberi tahu Pak Putu
Mendorong Motor demi Puncak Bromo Lebaran sambil liburan merupakan kegiatan yang dilakukan saat merayakan hari raya Idul Fitri. Setelah menunaikan ibadah lalu sila turahmi atau sungkeman selanjutnya bisa jalan-jalan. Hal inilah yang dilakukan Dimas Rizky bersama keluarganya.
D
imas menempuh perjalanan dari Denpasar me nuju Probolinggo mengunakan sepeda motor. Ia dibonceng ayahnya sedangkan ibunya sendirian. Mereka me milih naik motor agar lebih santai sekaligus menghemat biaya. Ayah
Dimas dari Banyuwangi sedang kan ibunya dari Probolinggo. Mereka memulai silaturahmi dari Probolinggo. Setelah merayakan Lebaran, Dimas dan keluarga berkunjung ke rumah kerabat yang ada di Probolinggo. Dari obrolan san tai keluarga, tercetus ide untuk
Tangga menuju puncak Gunung Bromo
jalan-jalan ke Gunung Bromo. Perjalanan dari tempat mereka ke ka wasan Gunung Bro mo hanya 30 km dan ditempuh dalam waktu 30 menit. “Dulu sering direncanakan tetapi tidak terwujud. Seka rang tanpa direncana kan malah terealisasi. Malah bisa mampir ke Taman Kota Probo linggo dulu sebelum Bromo,” ujar Haryo, ayah Dimas. Suasana Bromo memang tidak pernah sepi, apalagi musim liburan. Jalan menuju objek wisata pegunung an ini selalu ramai. Namun, bagi kendaraan yang tidak siap melalui jalan tanjakan, harus siap men dorong. Hal ini dialami Dimas dan keluarganya. Motor matik yang mereka kendarai tak sang gup mengikuti medan tanjakan. Beberapa kali Dimas harus turun dari boncengan ayahnya dan mendorong motor. Memasuki objek wisata Bro mo, pengunjung dikenakan tarif Rp 75 ribu saat hari libur dan Rp 35 ribu jika hari biasa. Bagi wisatawan dari luar kota tak usah
khawatir karena di Bromo banyak penginapan. Seringkali wisatawan datang untuk menginap lalu ba ngun pagi sekitar pukul 03.00 untum menyaksikan matahari terbit. Objek utama yang dituju di Bromo tentu saja Gunung Bromo. Wisatawa bisa naik tangga dan berfoto di tepian kawah. Sebelum mencapai tangga menuju gunung, harus melalui medan pasir yang dikenal dengan lautan pasir. Jip hardtop menjadi kendaraan uta ma untuk melibas jalur ini. Banyak
9
jip yang menawarkan jasa angkutan dengan tarif mulai dari Rp 400 ribu dari pengina pan hingga parkiran dekat anak tangga gunung Bromo. Ada juga yang naik kuda untuk melintasi lautan pasir, tarifnya Rp 50 ribu. Mau yang gratis juga ada, dengan cara berjalan kaki. “Kami karena naik motor, bisa langsung ke parkir dekat gu nung. Agar bisa mela lui lautan pasir, tinggal mengikuti jalur jip. Jalur yang dilalui itu biasanya lebih padat pasirnya. Tetapi, tetap harus waspada. Kalau slip yang harus dorong,” ujar Dimas. Setelah sampai di parkiran dan membayar Rp 5 ribu, mereka pun naik anak tangga sampai di puncak. Berfoto merupakan hal yang wajib dilaku kan sebagai bukti sudah naik ke Gunung Bromo. Suasana pagi yang cerah dan udara yang sejuk membuat gu nung Bromo sangat mengesankan bagi Dimas dan keluarga. Lebaran sambil liburan pun mereka nikmati dengan sukacita. -Ngurah Budi
DIPUJI WALI KOTA DENPASAR Juni 2014, ada Lomba Marke teers Techo Start Up Icon 2014
ada lomba. Awalnya saya keder melihat persyaratan lomba. Pe serta adalah owner/founder bisnis dengan platform teknologi, ber guna bagi masyarakat, dan bisa menghasilkan uang. Dalam form, ada jumlah penghasilan yang harus
ditulis. Karena belum bekerja, saya buat penghasilan Rp 0. Orangtua saya sempat khawatir karena saya ikut lomba yang sangat kompetitif. Namun, mereka mendukung saya dengan mengantar saya ke rumah Om (Kadek Agus Sanjaya) di Gi anyar untuk belajar presentasi,” kenangnya. Saat lomba, aplikasi “Learn ing Aksara Bali” lolos seleksi dan Arya harus presentasi di hadapan juri. Ia satu-satunya peserta dari SMK, yang lainnya dari kalangan profesional. Panitia pun mem bolehkan Arya presentasi tera khir. Kesempatan ini digunakan Arya untuk mempelajari karakter peserta sekaligus mencari format presentasi yang bagus. Walau sedikit grogi, ia bisa me nyelesaikan presentasi. Aplikasi ini nantinya bisa masuk Android dan iOS, bisa membantu orangtua mengajarkan anaknya huruf Bali serta memiliki nilai komersil jika dijual. Penjelasan secara runut ini membuat juri terkesima dengan ide dari seorang siswa SMK. Beberapa hari kemudian, Arya diundang untuk hadir di acara pengumuman pemenang. Ia diminta untuk datang lebih awal. “Ternyata saya menang. Saya kaget. Saat presentasi di hadapan 600 peserta termasuk
Wali Kota Denpasar, saya plong dan lancar menyampaikan ide ini. Bahkan Wali Kota memuji saya. Aplikasi ini dinilai sangat mem bantu guru-guru dalam mengajar bahasa Bali,” ujar adik Putu Arya Hening Tryasthana ini. BELAJAR DAN BERMAIN Setelah menjadi pemenang, Arya terus melakukan perbaikan untuk aplikasinya. Ia juga berkon sultasi dan berdiskusi dengan Komunitas Lontar Bali dan orangorang tua yang paham huruf Bali. Aplikasi ini menggunakan ba hasa Indonesia dan bahasa Inggris sebagai pengantar. Ada tiga menu utama yang ditampilkan, Aksara Wianjana, Pengangge Suara, serta Arda Suara dan Tengenan. Set elah menyelesaikan pelajaran ini, pengguna bisa bermain puzzle dan mencocokkan gambar. Bagi yang belum fasih huruf Bali, aplikasi ini sangat membantu karena bisa mengetahui bentuk huruf Bali. “Saya berharap pembelajaran bahasa Bali bisa menyenangkan dan mengasyikan. Siswa tidak lagi bosan. Bahkan, orang asing pun bisa belajar huruf Bali,” ujar remaja yang bercita-cita melanjut kan kuliah di bidang TI dan fokus di program coding ini. –Ngurah Budi
Bunda & Ananda Pembentukan Karakter Anak
8
11 - 17 AGUSTUS 2014
Awali dengan Dongeng
Berkomunikasi kadang mudah dilakukan tetapi bisa juga sangat sulit. Dampak ko munikasi akan menentukan bagaimana pe rilaku. Dalam berkomunikasi dengan anak, apa yang harus diperhatikan? Bagaimana menjadikan dongeng sebagai salah satu media komunikasi orangtua dan anak?
S
eorang ibu menuturkan memiliki tiga anak. Anak pertama kutu buku ka rena saat dalam kan dungan, ibu ini suka membaca. Anak kedua cuek karena saat dalam kan dungan, ibu ini sibuk bekerja. Anak ketiga cerewet karena saat dalam kandungan, sang ibu sibuk menjadi penceramah. Dari pengalaman ini, ibu yang juga pendidik PAUD dan penekun yoga ini menemukan ada karakter yang terbentuk sejak bayi dalam kandungan. “Anak saya yang ketiga ini paling cerewet. Dia selalu mau tahu apa yang dia lihat. Kalau diberi jawaban dan dia belum puas, akan terus bertanya. Saya ingat waktu hamil sering memberi ceramah dan tanya jawab dengan peserta. Mungkin dari sini karakternya sudah terbentuk. Anak saya ini menjadi kritis dalam bertanya. Cara berkomunikasinya juga bagus,” ujar ibu ini. Komunikasi sebenarnya bukan hanya ilmu pengetahuan tetapi juga seni bergaul. Agar dapat berkomu nikasi efektif, kita tidak hanya mema hami proses tetapi juga mampu me nerapkan pengetahuan secara kreatif. Menurut Verderber, komunikasi yang efektif adalah komunikasi dimana makna yang distimulasikan serupa atau sama dengan yang dimaksudkan komunikatornya. Mempelajari ko munikasi yang efektif pada dasarnya berusaha memahami apa yang me nyebabkan orang lain berperilaku sebagaimana yang ia lakukan. “Dalam keluarga komunikasi menjadi hal yang sangat penting. Ketika terjadi konflik, komunikasi merupakan sarana penyelesaian. Bagi keluarga dengan anak-anak yang beranjak remaja (prapuber tas/pubertas) cenderung ditan dai dengan bertambahnya konflik berkaitan dengan bertambahnya tuntutan kebebasan anak. Anak yang prapubertas/pubertas mulai
mengalihkan komunikasi dari ko munikasi keluarga ke komunikasi teman sebaya,” ujar dr. Anak Ayu Sri Wahyuni, Sp.KJ dalam workshop Keeping Children Safe di Wantilan Gedung Bali TV, Minggu (3/8). Komunikasi yang kerap terjadi antara orangtua dan anak ketika topik yang dibahas meliputi pel ajaran, nilai pelajaran, olahraga, rencana masa depan, hingga berita kelurga. Usia anak sangat me mengaruhi jalinan komunikasi. Bila orangtua dan anak bisa mengatasi masalah ini, maka komunikasi bisa berjalan lancar. Tetapi, saat ini mayoritas orangtua sibuk dengan kegiatan sendiri sehingga komu nikasi dengan anak menjadi tidak efektif. Komunikasi efektif bila orangtua berhasil menyampaikan apa yang dimaksud. Jika komu nikasi gagal, besar kemungkinan menimbulkan perubahan sikap pada anak-anak. “Ayah dan ibu secara ideal tidak terpisah tetapi bahu-membahu dalam melaksanakan tanggung jawab sebagai pendidik. Kesetaraan gender tugastugas ayah dan ibu dapat dikombinasikan. Misal nya, ayah yang mema sak,” ujar dr. Yuni yang juga Ketua Lentera Anak Bali (LAB) ini. Contoh lain yang kerap ditemui ketika ko munikasi orangtua dan anak terputus saat anak perempuan mengalami menarch. Ibu-ibu jangan kaget jika anak perem puan sekarang sudah menarch di usia 9 tahun dan anak laki-laki meng alami pubertas di usia 12 tahun. Jika komunikasi dengan orangtua tidak efektif, maka teman se
dr. Anak Ayu Sri Wahyuni, Sp.KJ
Agung Bawantara
bayalah yang diberitahu pertama oleh si anak. Menurut dr.Yuni, anak masa pubertas umumnya merasa ke sepian karena kurangnya komunikasi dengan orangtua. Ini kemudian mendorong anak menarik perha tian orangtua dengan melakukan aktivitas yang tidak disukai orangtua, termasuk berperilaku menyimpang atau nakal. “Orangtua harus menjadi pa nutan sekaligus guru yang men jadi contoh bagi anak dalam belajar melalui berbagai proses yang tidak lepas dari tanggung jawab mereka.
Anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik bila orangtua mampu mengontrol dan mengatasi per soalan mereka sendiri tanpa harus menunjukkan perbedaan pendapat sevara langsung,” tegasnya. Ia juga menyarankan orangtua harus lebih memahami karakter anak, member pendidikan agama dan melatih kedisiplinan anak. Awasi dan berikan pengarahan kepada anak-anak apabila berinter aksi dengan lingkungan pergaulan. Luangkan waktu untuk berkumpul bersama serta meningkatkan bakat/ hobi yang dimiliki anak.
KOMUNIKASI DENGAN DONGENG Sementara itu Agung Bawantara yang menyampaikan materi Dongeng dan Pembentukan Karakter Anak mengatakan periode efektif menyusun fondasi pembentukan karakter anak saat usia di bawah 10 tahun. “Untuk memperkokoh nilai-nilai baik maupun mengikis hal-hal buruk, dongeng meru pakan salah satu cara terbaik karena banyak mengandung karakter penting dalam komunikasi efektif,” ujarnya. Karakteristik itu antara lain inter aktif, atraktif, memangkas resistensi, mengembangkan imajinasi, mem bangun kemampuan memecahkan masalah, menghadirkan kemungkinan jalan keluar, dan merangsang anak membuat keputusan mandiri. Do ngeng pada masa kanak-kanak dapat melekat sangat kuat dalam ingatan. “Dongeng memiliki ‘sihir’ yang membimbing anak-anak masuk ke dunia imajinasi dan mengajak merasa kan berbagai pengalaman baru, yang sulit dirasakan di dunia nyata. Keasyik an itu membuat anak-anak dengan sukarela memusatkan perhatian dan berbagi emosi dengan tokoh dalam cerita. Pada saat itulah nilai-nilai dan pelajar penting tentang kehidupan yang terselip dalam dongeng mereka serap dan menjadi sesuatu yang sangat penting dalam pembentukan fondasi karakter yang baik pada anak,” ujar penulis dongeng anak-anak ini. Agung juga menuturkan dongeng sebagai rangkaian kata-kata yang dapat dirancang mengikuti teori hipnosis. Jika dibacakan dengan tepat, membuat anak-anak lengah dan tersugesti untuk mengubah perilakunya. Momen yang te pat untuk mendongeng sesaat sebelum anak tidur malam. Orangtua atau pen dongeng harus menguasai materi agar bisa menjawab jika si anak bertanya. Satu hal lagi, jangan pernah menyimpul kan dongeng. Biarkan anak membuat kesimpulan sendiri. –Ngurah Budi
11 - 17 AGUSTUS 2014
17
Restoran Gaya Recycle -up Menggunakan konsep recyle untuk sebuah restoran belum banyak dilakukan. Hal ini juga tidak mudah, sebah bukan hanya persoalan bahan tapi juga perlu pe mikiran dan ide yang matang. Kali ini T okoh menampilkan restoran dan bar d’star yang mampu menghadirkan keindahan konsep recycle hingga menjadi tempat yang nyaman, asri dan menarik.
Bar yang dilengkapi dengan benda-benda hasil recycle
S
Nyoman Sadia, Chef Wana dan Made Dana
aat pertama me masuki pintu, pan dangan langsung tertuju pada tulisan besar yang berbunyi LOVE. Kesan hangat dan terbuka pun terpancar dari bar & resto yang berlokasi di kawasan Jalan Raya Mas Ubud ini. Semakin ke da lam, akan muncul kesan berbeda dan sangat menarik dan unik. Jika kita melanjutkan berkeli ling pada bar & resto yang bernama “d’star” ini, keunikan penampilannya pun semakin jelas. Betapa tidak, material
bangunan dan ruangan resto dominan menggunakan bahanbahan recycle, mulai dari kayu sampai container bekas. Bukan hanya itu, di sekeliling ruangan, di dinding maupun di langit-langit resto juga diper cantik dan semarak dengan beragam bentuk hiasan yang semuanya terbuat dari kaleng atau drim bekas. Bahkan salah satu tembok juga terlihat artis tik, karena dibuat dari tumpukan batu apung. Menariknya lagi, bagi pe ngunjung resto yang tertarik
Suasana yang cozy yang digemari anak muda
Suasana Workshop “Keeping Children Safe” di Wantilan Gedung Bali TV, Minggu (3/8)
Griya
Halaman tengah resto
benda-benda recycle tersebut bisa dimiliki. Namun, menurut Nyoman Sadia, yang juga pemi lik resto untuk benda recycle yang lengkap diisi dengan harga jualnya tersebut, ia tidak bicara target penjualan, namun lebih mengajak pengunjung yang ma kan di restorannya ini peduli lingkungan. Dikatakannya, resto “d’star” memang dari awal dibangun dengan konsep pendekatan eco architecture. “Semua benda recycle yang ada dikerjakan oleh Playing Elephant, sebuah usaha yang selama ini memang konsen untuk menggarap barang bekas menjadi berharga kembali,” ucap Nyoman Sadia didampingi I Made Dana Direktur d’star dan Chef Wana. Made Dana pun menambah kan kalau d’star dengan hidangan
khasnya nasi kampung Bali ini, memang sangat menghargai kon sep ramah lingkungan, karena itu pula mereka sengaja menampil kan karakter dasar material, yang orang tidak pakai namun di resto ini setelah dibentuk justru bisa bernilai sangat tinggi. Di berbagai sudut pun ter lihat kreasi dari barang bekas yang ditata sedemikian rupa. Nyoman Sadia dan Made Dana pun menyebut hampir semua dari bagian resto, materialnya di dominasi bahan recycle. Namun, mereka menekankan apa yang ada di tempat mereka bukan hanya sekadar recycle tapi lebih menyebutnya dengan recycle – up. Sebab, semua yang terbuat dari barang bekas yang dipajang di sana memiliki cerita, fungsi dan nilai tersendiri. Bu kan hanya unik, tapi juga ber
nilai seni, termasuk memiliki nilai ekonomi. Rupanya resto d’star dengan tag line-nya our home mampu membuktikan dengan meman faatkan kreativitas, cukup banyak barang bekas di sekeliling kita yang bisa “disulap” menjadi or namen cantik penghias ruangan. Hal ini juga yang menjadi daya tarik bukan hanya bagi orang lokal namun juga tamu-tamu asing untuk datang termasuk berbagai komunitas anak-anak muda. “Mereka tidak hanya me nikmati hidangan dan fasilitas free wi-fi tapi juga merasakan suasana berbeda. Bahkan, untuk kalangan anak muda, malah bisa dengan leluasa mengambil foto yang menarik, karena semua sudut resto dirancang unik,” kata Made Dana yang diamini pula oleh chef Wana. –Sri Ardhini
Pintu toilet yang terbuat dari container bekas
Tembok dari batu apung dan hiasan dinding dari drim bekas
Pojok unik hiasan botol dan becak
Kreasi
18
11 - 17 Agustus 2014
“Ki Pasek Badak”
Unsur Tari Tempo Dulu Kemasan Modern Salah satu penguasa lokal yang tidak mau mengakui eksistensi Raja Mengwi adalah Ki Pasek Badak yang berasal dari Desa Buduk. I Gusti Agung Putu sebagai penguasa Mengwi mengundang Ki Pasek Badak untuk beradu tanding menen tukan siapa yang lebih hebat. Adu tan ding tersebut menjadikan rakyat dan wilayah kekuasaan masing-masing se bagai taruhannya.
J
ika I Gusti Agung Putu menang, maka seluruh rakyat dan wilayah kekuasaan Ki Pasek Badak menjadi milik I Gusti Agung Putu. Sebaliknya, apabila Ki Pasek Badak menang maka seluruh rakyat dan wilayah Mengwi diserahkan kepada Ki Pasek Badak. Dengan perjanjian itu perang tanding pun terjadi. Ki Pasek Badak akhirnya dapat dikalahkan dengan senjata senjata keris Ki Naga Keras milik kerajaan Mengwi. Inspirasi dari perang tanding ini dijadikan tari kreasi baru berjudul “Ki Pasek Badak” yang dipentaskan pada acara malam ke senian Dies Natalis ISI Denpasar 2014 di panggung terbuka Nretya Mandala. Karya tari ini merupakan buah karya I Gede Oka Surya Negara, SST, M.Sn. Tari ini diringi gamelan gong kebyar yang ditata I Ketut Suandita, S.Sn. dan Ni Ketut Suryatini, S.SKar., M.Sn. sebagai pendamping. Jenis tari bebarisan berdurasi 12 menit ini melibatkan enam orang penari laki-laki yang me rupakan mahasiswa ISI Denpasar sebagai pendukungnya. Seniman akademis ini tak hanya piawai mengekpsresikan gerak, tetapi juga
I Gede Oka Surya Negara, SST, M.Sn.
mampu menerjemahkan tema dari garapan tersebut. Meski tergolong tari baru, namun unsur-unsur tari Bali seperti pepeson, pengawak, pengecet masih sangat jelas. Gerak-geraknya juga tak terlepas dari pakem tari tradisi yang sudah ada. Unsur-unsur pengembangan sengaja diberikan, sehingga menjadi karya seni yang lebih menarik. Misalnya, pengembangan dari gerak-gerak tari Baris dan Jauk yang merupakan spesialisasi dari sang penata. Unsur tari seperti agem, tandang dan tangkep
masih kental. Pengembang lain adalah dinamika gerak yang mengutamakan rasa. Artinya, unsur-unsur tari tempo dulu masih dipertahankan namun dikemas sehingga menjadi sajian seni yang bisa diterima masyarakat kini. Dalam garapan tari tersebut, tidak menuangkan kisah itu secara utuh, melainkan melalui imajinasi yang diekspresikan lewat gerak yang indah. Misalnya, saat Raja Mengwi mengalahkan Ki Pasek Badak bukan dengan keris secara fisik, melainkan dari imajinasi kekuatan sang pusaka itu. Kostumnya yang tak terlalu mewah mampu mendukung tema garapan yakni seorang Raja Mengwi yang ksatria dan berwibawa. Para penari tidak memakai gelungan melainkan udeng sehingga udeng memudahkan sang penata mengkreasikan. Apalagi, masing-masing penari memiliki teknik menari yang kuat, mempunyai intensitas menari tinggi dan kaya pengalaman sehingga tari itu menjadi lebih kreatif dan hidup. Surya Negara mengatakan, disamping cermat menata gerak, melalui karya tari tergolong baru ini ia juga ingin menyampaikan pesan kepada para penikmatnya. “Saya ingin memperkenalkan sejarah kepada generasi muda. Garapan ini juga mengajak semua orang untuk menghargai orang lain, tidak sombong, jangan berseteru dan harus mengutamakan orang banyak (rakyat). Dosen Fakultas Seni Pertunjukan ini mengatakan, tari kreasi baru yang digarapnya ini juga terinspirasi dari fenomena pemilihan presiden (pilpres) yang masih menyisakan ketidakpuasan. Melalui garapan ini, ia mengajak semua orang untuk saling menghargai, sehingga tidak menjadi permusuhan. Sebagai penggarap sebuah
kesenian, ia mengaku harus cerdas menyikapi zaman. Mula-mula mengisi selera penonton selanjutnya menggiring penonton untuk mempertahankan seni-seni tradisi. Ketika kreativitas anak muda tinggi harus didorong agar tak melupakan seni
Klinik Jnana Marga
tradisi. “Tiap garapan baru, saya pasti mengangkat fenomena yang hangat. Dulu menggarapa karya tari Manik Angkeran ketika saat itu judi merajalela dan tari kontemporer tentang kesucian Sita,” paparnya. -Darsana
yang dimilikinya dean ketertarikannya pada dunia pengobatan, sejak dibangku kuliah dia sudah sering melakukan perjalanan spiritual ke pura – pura yang ada diberbagai daerah. Setiap pura yang dikunjunginya, dia selalu melihat bangunan Meru (ang bentuknya seperti piramida) dan janur sebagai sarana upacara. Hal tersebutlah yang menginspirasi untuk melakukan penelitian tentang kekuatan janur dan piramida untuk pengobatan. Janur selain tempatnya di puncak pohon kelapa, yang secara langsung menyerap energi dari alam, dalam masyarakat Hindu Bali, janur memiliki banyak manfaat sebagai sarana upacara dan upakara. Yang juga dapat diartikan janur sebagai media perantara hubungan antara manusia dengan Tuhan. Sementara, piramida menyerupai bentuk Meru yang juga diyakini sebagai media yang luar biasa
untuk menyerap dan menyimpan energi alam semesta. Akhirnya, pada tahun 2008 dibangunlah Klinik dengan nama Klinik Jnana Marga yang artinya suatu jalan dan usaha untuk mencapai jagadhita, yang memfokuskan diri memberikan penanganan pada pria yang bermasalah dengan kehidupan seksualn, dan sudah mengantongi izin dari Dinas Kesehatan Denpasar dengan nomor 448.3/3.PT.29. VI.12/DIKES. Sudah tergabung dalam Ikatan Pengobatan Tradisonal Indonesia (IPATRI) Proses pengobatan dengan janur dan piramida ini diawali dengan pendektesian identitas penyakit pasien untuk mengetahui seluk beluk dan perkembangan penyakit dalam diri si pasien, memberi arahan dan menetapkan jenis terapi yang diperlukan. Barulah kemudian ditransfer energi yang tersimpan dalam janur
dan piramida untuk memberikan energi murni dan positif ke dalam tubuh pasien. Khusus untuk penderita gangguan disfungsi seksual, dengan menempelkan janur di bagian pusar si pasien kemudian mentransfer energi masuk ke organ seksual si pasien. Berdasarkan pengalaman, dalam beberapa kali terapi akan terjadi perbaikan sehingga dalam waktu singkat organ – organ seksual akan berfungsi secara normal kembali. Namun di sela – sela kesibukannya melayani para pasien, terapist yang mengaku bukan balian dan bukan paranormal ini, tak pernah lupa mensyukuri apa yang telah dikaruniakan Sang Pencipta bagi kehidupannya. Berkat doa dan usaha lah membuatnya menjadi seperti sekarang ini. Sebagai bentuk rasa syukur itu, dalam setiap kesempatan ahli seksual ini tetap melakukan perjalanan spiritual keberbagai pura yang ada di Bali, di Indonesia dan bahkan sudah beberapa kali melakukan perjalanan spiritual ke India. Klinik Jnana Marga membantu menuntaskan masalah disfungsi ereksi, ejakulasi dini, libido rendah, hiperseksual, infertilitas hingga menambah ukuran Mr. P. dan lain- lain.
Life
Story
7
Suka Cita Korban Perselingkuhan Masih dengan mukena membungkus tubuhnya, Armida (51), bukan nama sebenarnya, duduk diam dan tafakur usai melaksanakan salat subuh di sebuah masjid di Surabaya. Menengadahkan ta ngan berdoa kepada Allah agar ia diberi kemudahan dengan apa yang sedang dilakukannya ini. Sesekali matanya me natap ke balik tirai pembatas antara lakilaki dan perempuan dalam masjid ter sebut. Matanya tak ingin lepas dari gerak gerik seorang laki-laki setengah baya yang juga masih duduk diam layaknya orang berdoa yang ada tepat di depan nya di antara pembatas itu. Dengan penuh harap, ia ingin sekali bertemu dan bicara pada laki-laki itu.
J
Usaha dan Doa Sarana Utama Mencapai Sukses Rumah tangga ibaratkan sebuah bangunan. Berdiri kokoh apabila ditopang pilar-pilar yang kokoh dan sempurna diantaranya seks, cinta, kesetiaan, pengertian, materi dan lain – lain. Jika mencoba menghilangkan salah satu pilar tersebut, berarti akan merobohkan bangunan rumah tangga tersebut. Namun, untuk mendapatkan surga dalam rumahtangga tidak bisa hanya menunggu keajaiban datang dengan sendiri nya. Rumah tangga bahagia harus diupayakan dengan penuh kesadaran dan kesungguhan. Adalah Nengah Edy Warsita, pria kelahiran desa Dangin Tukadaya Jemberana ini merasa sangat prihatin. Ditengah kesadaran masyarakat yang menganggap seks bukan lagi sebagai kewajiban namun adalah kebutuhan, justru banyak pria yang bermasalah dengan kesehatan seksualnya akibat tuntutan kehidupan dan gaya hidup modern. Dengan penemuannya yang disebut metode pengobatan Janur Sakti dan kekuatan Piramida, untuk membantu pria dengan berbagai keluhan seksual. Penyembuhan tersebut menggunakan energy alam semesta yang disalurkan ke tubuh pasien melalui media Janur dan piramida. Kenapa harus Janur? Berawal dari jiwa spiritual
11 - 17 Agustus 2014
auh-jauh dari Nusa Tenggara Barat membawa luka, Armida telah mengorbankan banyak hal termasuk waktu dan tenaga demi bertemu dengannya. Perjuangannya untuk bisa bertemu dengan laki-laki yang sama sekali belum dikenalnya itu, sungguhlah luar biasa. Seluar biasa pengalaman pahit hidupnya yang kemudian mengantarnya untuk bertemu laki-laki ini. Karena itulah ia tak ingin lepas untuk bertemu laki-laki ini, di masjid ini pula, saat matahari akan terbit. Ia berharap ini menjadi pertanda baik. Begitu laki-laki bernama Kusnadi (samaran) ini keluar dari masjid, ia buru-buru mengejarnya dan bersalaman. “Tidak sadar saya mencium tangannya,” kata Armida yang melakukan hal itu agar mendapat perhatian serius dari laki-laki ini. Maklum mereka tidak saling kenal. Kusnadi jelas kaget dan bertanya apa keperluannya hingga ia tiba-tiba datang dan mencium tangannya. Armida pun bercerita tentang kisahnya mengapa ia sampai ada di depan laki-laki ini. Kekagetan Kusnadi pun bertambah manakala ia tahu Armida adalah istri dari laki-laki yang telah berselingkuh dengan istrinya yang bahkan kini telah menikah. Kusnadi memberi kartu namanya dan mereka membuat janji untuk bertemu di kantor Kusnadi. Terbang dari NTB membawa luka, Armida yang sudah tidak tahan melihat perselingkuhan suaminya, bertekad mencari dan bertemu dengan suami dari perempuan selingkuhan suaminya. “Saya tidak tahu alamatnya di mana, yang pasti ia tinggal di Surabaya,” katanya. Berkat kegigihannya, ia pun menemukan alamat perempuan itu dan datang
ke lingkungan tempat tinggalnya di Surabaya. Berbekal alamat itulah, ia datang dan menemui Kusnadi. Karena tidak kenal de ngan daerah itu, ia pun langsung datang ke rumah kepala lingkungan. “Kepala Lingkungan bilang kalau Kusnadi sangat sibuk. Hanya satu cara yang bisa membuat saya dapat bertemu dengannya yaitu menunggunya di masjid lingkungan itu karena ia biasa salat subuh di masjid itu,” ungkap Armida. Kepala lingkungan itu ia kenal sebagai orang yang baik. Bagaimana tidak, se telah ia menceritakan pengalaman pahitnya, ia diizinkan meng inap di rumah kepala lingkungan tersebut dan dipinjami sebuah mukena agar ia bisa salat subuh di masjid itu. Ia memang hanya dat a n g den-
gan pakaian di badan sementara barang-barangnya ia tinggal di hotel. Armida bukanlah seorang perempuan miskin yang jelek. Ia termasuk cantik dengan pekerjaan yang mapan dan kehidupan ekonomi yang baik. Ia sendiri heran mengapa suaminya
primasusetya.blogspot.com
Foto ilustrasi selingkuh
begitu tega meninggalkannya begitu saja demi perempuan itu. Seperti juga halnya Armida, Kusnadi juga merasa heran ketika istrinya tiba-tiba minta cerai. Barulah ia tahu penyebabnya dari Armida. Mereka pun bertemu di kantor Kusnadi pada sore harinya. “Saya bercerita panjang lebar tentang perselingkuhan suami saya dan istrinya,” katanya. Kusnadi yang bertubuh tinggi besar dan berkulit putih itu juga menggunakan kesempatan ini untuk curhat. Jadilah pertemuan itu sebagai ajang curhat antar “korban” perseling-
kuh. Di sanalah juga akhirnya Kusnadi tahu bahwa sebelum putusan cerai yang diminta istrinya itu, keduanya telah menikah siri. Menurut Armida, pada bulan sebelum putusan cerainya itu, suami Armida telah datang ke NTB dan memperkenalkan perempuan itu pada keluargan ya sebagai istrinya.
“Hati siapa yang tidak pedih saat ia masih menjadi suami saya, dia datang memperkenalkan perempuan itu sebagai istrinya. Sementara saya sendiri dengannya belum putus cerai yang masih dalam proses,” ujarnya. Mendengar bahwa istrinya telah menikah siri dan diper kenalkan sebagai istri oleh suami Armida saat putusan cerai me reka jatuh, Kusnadi seolah tidak percaya. Armida pun mengajak Kusnadi ke keluarga suaminya di NTB untuk bertanya langsung bulan apa suaminya itu datang memperkenalkan istri Kusnadi sebagai istrinya. “Tak banyak bicara Kusnadi terbang ke NTB dan mendapatkan jawaban bulan perkenalan tersebut sebelum bulan jatuh cerai mereka,” kata Armida. Tentulah Kusnadi merasa sakit hati karena baru mengetahui semuanya. Ia pikir istrinya minta cerai karena hal lain. JODOH DI TANGAN TUHAN Armida sendiri sekarang sudah tidak peduli dengan suaminya. Proses perceraian mereka kini hampir selesai setelah bertahuntahun digantung masalah ini oleh suaminya. Armida sendiri berharap perceraian itu sesegera mungkin selesai. Armida dan Kusnadi akhirnya saling jatuh cinta. “Mungkin karena penderitaan yang sama membuat kami merasa saling membutuhkan,” ungkapnya tersipu. Kini Armida yang menjelang bahagia itu tiba-tiba kembali menemui masalah. Suaminya dan mantan istri Kusnadi seperti tidak rela kalau mereka berdua nantinya akhirnya menikah. “Manusia-
manusia gila, kini mereka berdua malah saling cemburu pada kami,” ujarnya tertawa. Tiap kali ber komunikasi dengan suaminya yang hendak menceraikannya itu, ia selalu menyampaikan bahwa Kusnadi adalah laki-laki yang tidak setia dan lain-lain hal buruk tentang Kusnadi. Sambil tertawa Armida menanggapi tiap kejelekan Kusnadi yang disampaikan suaminya itu. “Gak apa-apa, Kusnadi sudah hatam menceritakan semua kisah hidupnya pada saya. Saya terima dia apa adanya,” kata Armida yang kini merasa memenangkan hatinya dari kepahitan akibat perbuatan suaminya itu. Seperti halnya suami Armida, mantan istri Kusnadi juga kerap menghubungi Kusnadi untuk menceritakan hal-hal buruk tentang Armida. “Kusnadi santai saja,” katanya. Kusnadi dan Armida kini malah merasa bersyukur telah saling bertemu dan membuat mantan istrinya dan calon mantan suami Armida, merasakan sakit hati karena cemburu. “Lunas sudah Tuhan membalas perbuatan mereka,” kata Armida yang mengaku dalam beberapa hari atau minggu ke depan, putusan cerainya akan segera turun. Ketika ditanya apakah ia akan menikah dengan Kusnadi? Ia menjawab dengan tersenyum. “Jodoh saya ada di tangan Allah,” ujarnya. Beberapa saat kemudian telepon genggamnya berbunyi. Panggilan dari Kusnadi dan ia menerimanya dengan mata berbinar-binar. Buat Armida dan Kusnadi, prahara rumah tangga yang berat itu telah mereka lalui dengan duka dan air mata, namun berakhir bahagia bagi keduanya. “Ini bukti bahwa di balik persoalan itu seberat apa pun masalahnya, ada hikmah yang justru membahagiakan,” ujarnya tersenyum. -Naniek I. Taufan
Women on Top
6
Rismaharini
Diancam kalau Jadi Menteri BUKAN Rismaharini namanya kalau tidak bertindak tegas dan berani demi kebenaran yang diyakininya. Gang Dolly, kompleks pelacuran yang telah berumur puluhan tahun, pun ‘disikatnya’. Awalnya banyak yang meragukan keberanian Bu Risma, begitu nama Wali Kota Surabaya ini akrab disapa, dalam menutup kompleks pelacuran yang konon disebut sebagai yang terbesar di Asia Tenggara. Sejak dahulu berbagai usaha dilakukan untuk menutup lokalisasi itu tapi selalu kandas.
M
eski digoyang kiri dan kanan, depan dan belakang, Dolly tetap saja tegak berdiri. Harapan muncul saat Risma menjadi Walikota Surabaya pada 2010. Wanita yang tak kenal gentar ini, sudah bertekad menghilangkan kemaksiatan dari bumi Kota Surabaya. Apalagi dia tahu, langkahnya itu juga didukung penuh oleh masyarakat dan para ulama. Maka Dolly yang konon sudah ada sejak zaman Belanda ini, ditutup pada 18 Juni 2014 malam. Ibu dua anak ini sadar bahwa upaya yang dilakukannya ini bukan hal mudah. Apalagi sampai sekarang pun masih ada pihak-pihak tertentu yang berupaya menghidupkan kembali ‘bisnis’ itu. Karenanya sampai sekarang petugas gabungan tetap menjaga ketat kawasan lokalisasi ini. Tri Rismaharini memang luar biasa. Wanita yang dulunya sempat enggan menjadi Wali Kota ini, ber-
hasil membawa Kota Surabaya meraih berbagai penghargaan baik tingkat nasional maupun internasional. Di antaranya, empat kali meraih penghargaan Adipura, yakni, 2011, 2012, 2013, 2014. Kota Surabaya menjadi kota yang terbaik partisipasinya seAsia Pasifik versi Citynet, 2012. Tahun lalu, ‘Kota Pahlawan’ ini, memperoleh penghargaan tingkat Asia-Pasifik yaitu Future Government Awards 2013 untuk dua bidang sekaligus yaitu; data center dan inklusi digital menyisihkan 800 kota di seluruh Asia-Pasifik. Taman Bungkul yang pernah dipugarnya pun meraih penghargaan The 2013 Asian Townscape Award dari Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai taman terbaik se-Asia pada tahun 2013. Sedang Risma sendiri selain menerima penghargaan ‘Women Leader Award’ dari Globe Asia pada 2012, juga dinobatkan sebagai Wali Kota Terbaik Dunia pada Februari 2014 lalu.
Berlatar belakang arsitektur, Risma mulai terkenal pada 2005 saat menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Mengubah Surabaya menjadi “Sparkling Surabaya” (Surabaya yang Bersinar). Melalui arahannya, tempat pelacuran diubah jadi taman kanak-kanak, SPBU tua jadi lokasi bermain. Slogan anti-buang sampah sembarangan membuat Surabaya menjadi pionir kota berwawasan lingkungan dan menginspirasi warganya. Tiga tahun di sana, Risma menempati pos Kepala Badan Perencanaan Kota Surabaya (Bappeko) hingga tahun 2010. Pada tahun itu pula ia kemudian terpilih sebagai Wali Kota Surabaya. HAMPIR DILENGSERKAN S a a t To k o h bertemu dengan Wali Kota Surabaya ini beberapa waktu lalu sempat ditanyakan tentang tangga-
pannya seputar keberhasilannya menata kota Surabaya termasuk banyaknya penghargaan yang diterima kota tersebut. “Alhamdulilah, puji Tuhan. Sebetulnya penghargaan itu, bagi saya pribadi, merupakan cobaan. Maksudnya adalah, jangan merasa cepat puas sehingga tidak berbuat apa-apa lagi untuk kemajuan. Penghargaan-penghargaan itu adalah milik warga Surabaya, kebanggaan
11 - 17 Agustus 2014
warga Surabaya. Sebab pemerintah bisa seperti ini karena warga Surabaya juga bagus. Jadi ini bukan penghargaan untuk saya,” ungkap Risma. Untuk menata kota memang dibutuhkan ketegasan dan keberanian. Namun, hal itu ternyata membuat sebagian orang resah. Mereka terusik. Tak heran belum genap setahun menjadi Wali Kota, sudah ada pihak yang ingin melengserkannya. Itulah salah satu kenangan yang paling mengesankan Risma yang hampir empat tahun memimpin kota Surabaya. “Yang paling mengesankan adalah omongan orang-orang saat saya akan diturunkan. Sebetulnya saat itu saya nggak punya perasaan apapun tentang itu. Toh, saya tidak minta jabatan ini tapi Tuhan menakdirkan saya. Jadi dengan adanya kejadian itu, untuk apa saya bingung. Saya terus terang, secara pribadi tidak beban. Tapi alhamdulilah itu semua sudah selesai dengan baik. Saya bersyukur,” ucapnya. B a g i Risma, per-
tanggungjawaban atas jabatan yang diembannya ini bukan hanya kepada masyarakat tapi juga kepada Tuhan. “Prinsip saya ada tiga, yakni, berbuat, berkata dan berdoa. Kalau saya belum berbuat, ya, saya harus berbuat dulu. Kalau risikonya saya harus kehilangan jabatan, ya sudah, itu nasib saya. Mungkin itu takdir Tuhan. Jangankan jabatan, nyawa saya saja kalau Tuhan mau ambil satu jam lagi atau lima menit lagi, kan kita nggak tahu itu. Jadi
untuk apa saya bingung. Tapi kalau saya tahu harus berbuat apa, namun itu tidak saya lakukan atau saya diam saja, saya salah. Lha…wong saya tahu tapi diam saja, saya kan salah. Kemudian kalau saya berbuat tapi tidak bisa juga maka saya berdoa. Itulah prinsip saya,” ucap wanita kelahiran November 1961 ini. Tapi kata Risma, dirinya sempat stres ketika awal memimpin Kota Surabaya. Kota yang dipimpinnya kebanjiran. Banjir sebesar seperti itu, katanya, tidak pernah terjadi sebelumnya. “Saat pertama memimpin Kota Surabaya, justru Tuhan memperlihatkan sesuatu yang jelek tentang Kota Surabaya. Sebelumnya Kota Surabaya tidak pernah banjir sebesar ini, tapi saat saya memimpin justru banjir. Saya sampai ndak tidur benar selama tiga hari dua malam, makan tidak teratur, jarang mandi juga. Saya muter-muter kota melihat keadaan,” kenangnya. Sejauh ini telah banyak gebrakan yang dibuat Risma. Namanya kerap mewarnai pemberitaan media tingkat nasional. Tak heran ia pun menjadi salah satu kepala daerah yang populer hingga tingkat nasional. Sebuah lembaga survei, Indonesia Indicator, menyebut Rismaharini sebagai primadona baru pada peta perpolitikan di Indonesia, berdasarkan penelitian lembaga itu pada pemberitaan sejumlah media massa. Ketika muncul isu Risma akan mundur dari jabatan Wali Kota, masyarakat pun ramai-ramai menolak. Gonjang-ganjing yang mewarnai pemberitaan media nasional selama berhari-hari , makin melambungkan namanya. Tak heran, saat ini, ketika nama calon-calon menteri kabinet Jokowi-JK ramai diberitakan, nama Risma pun sempat disebut. Menanggapi hal itu, Risma mengatakan, dirinya diancam warga Surabaya kalau sampai dibawa Jokowi ke Jakarta sebagai menteri. “Pokoknya ngancam. Tapi saya bilang, siapa yang mau ke Jakarta. Ancaman warga Surabaya yang akan demo itu, Bu Mega (Ketua Umum PDIP Megawati) sudah tahu,” katanya. –Diana Runtu
AA Made Dwiyanti
Layanan “Jemput Bola” Untuk menempati posisi teratas dalam sebuah perusahaan, tentunya memerlukan usaha keras. Itu pula yang sudah dilakoni AA Made Dwiyanti, S.H. yang kini dipercaya memimpin Bank BNI Kantor Layanan Sunset Road, Bali. Bagaimana kisahnya, berikut penuturan perempuan cantik yang akrab disapa Yanti ini. Kariernya di BNI berawal dari tahun 1996, ia diterima bekerja di sana sebagai teller. Hanya bertugas sembilan bulan, ia dipindah ke bagian Customer Service (CS). Dua tahun melayani nasabah di CS, ia dipindah lagi ke bagian Layanan Prima yang melayani nasabah inti untuk layanan prioritas. Di unit Layanan Prima ini, Yanti mengaku nasabah dikelola agak sensitif karena mereka rata-rata memiliki tingkat ekonomi menengah ke atas yang harus dilayani secara profesional. Karena itu, ia harus lebih banyak belajar tentang produk-produk dan layanan yang excellent untuk memberi servis yang terbaik terhadap semua nasabah prima. Ia mengungkapkan yang membuat andil besar terhadap posisinya sekarang ini adalah unit marketing. Di unit ini, ia bertugas lumayan lama, sehingga sudah merasakan asam garamnya dunia marketing. Di unit marketing, ia jadi tahu bagaimana cara dan trik memasarkan produk. “Sebenarnya tidak begitu sulit memasarkan produk-produk karena memang bank kami ini sudah mempunyai nama di masyarakat serta
cukup bersaing di bidang layanan dengan bank lain. Begitu juga dengan bunganya yang cukup bersaing,” ujar ibu dari AA Ngurah Yamananda dan AA Ngurah Bagus Dwinantara ini. Hanya memang diakuinya nasabah yang sudah nyaman dengan banknya yang digunakan selama ini, kadang-kadang enggan untuk pindah ke bank lain. Hal ini merupakan tantangan bagi unit marketing, untuk meyakinkan nasabah akan keuntungannya dengan tidak membuat nasabah merasa repot dan dibantu dengan istilah jemput bola, yakni mendatangi tempat kediaman atau kantor dari calon nasabah tersebut. Dari unit inilah kemudian karier Yanti naik menjadi pemimpin BNI Kantor Kas Teuku Umar Barat lalu pemimpin Kantor Layanan di BNI Sunset Road. “Sebagai pemimpin saya selalu berusaha menjadi role model, dengan memberikan contoh yang baik bagi para stafnya. Selain itu saya juga selalu menekankan kepada para staf untuk selalu melayani nasabah dengan tulus, ramah, excellent dan cepat. “Terbukti dari nasabah yang puas terlayani akan menjadi promosi kepada temantemannya, nasabah menjadi makin bertambah, dan target dana yang dicapai bisa melebihi dari yang ditetapkan manajemen,” ujarnya. Yanti merasa harus mengetahui karakter nasabah di lingkungan tempat kerjanya. Ia pun sering berkunjung ke tempat-tempat nasabah ataupun calon nasabah, berkomunikasi langsung dengan mereka, sehingga menjadi
tahu akan apa yang diinginkan dan dibutuhkan nasabah di lingkungan tersebut. “Karakter nasabah di lingkungan yang juga banyak warga negara asing cenderung sensitif akan rate dan banyak pengguna layanan e-banking,” ujarnya. Persaingan rate antarbank cukup ketat, bank lain siap memberikan rate yang lebih tinggi. Ini merupakan tantangan baginya. Namun, dengan memberikan layanan yang terbaik, ramah, antusias, dan cepat, para nasabah dan calon nasabah terangkul dan terlayani seperti keluarga. Nasabah menjadi puas dan mempromosikan ke teman-temannya. “Hal ini menjadi sarana promosi yang manjur dan mujarab bagi kami,” ujar perempuan kelahiran 44 tahun silam ini. BERBAGI TUGAS DENGAN SUAMI Istri AA Ngurah Manik Duantara ini membawahi 14 karyawan yang menjadi satu tim yang solid untuk memberikan layanan terbaik bagi nasabah. Sebagai pemimpin, ia berusaha membuat suasana bekerja yang menyenangkan dan kekeluargaan bagi semua karyawan, sehingga mereka bisa bekerja dengan baik dan maksimal, dan tentunya akan berimbas juga pada pemberian layanan dan servis maksimal terhadap para nasabah. Semua kendala dan masalah yang dihadapi, dipecahkan dan dicarikan solusi secara bersama-sama. Beruntung suami dan kedua putranya cukup mengerti dengan ritme kerjanya, dan
mendukung penuh karier Yanti. Ia berusaha selalu ada bersama keluarga disaat mereka membutuhkan. Walau pekerjaan di kantor cukup padat, komunikasi lewat telepon seluler tetap dilakukan. Karena waktunya penuh di kantor dari Senin sampai Jumat, hari Sabtu dan Minggu digunakan bersama keluarga. “Malam minggu adalah waktu yang saya gunakan buat kumpul, keluar dan makan malam bersama keluarga. Saat-saat seperti ini sangat kami nikmati. Kami saling berbagi cerita dan pengalaman selama seminggu. S e m e n t a r a u n t u k k e h i d u p a n b e rmasyarakat, khususnya di Bali yang sarat dengan kegiatan adat, Yanti pun harus pintar membagi waktu. Untuk hal ini, ia berbagi tugas dengan suami. Acara-acara adat pada saat hari kerja dapat dihadiri suami, sedangkan Yanti akan menyempatkan diri hadir di hari Sabtu atau Minggu. –Inten Indrawati
Sudut Pandang
11 - 17 Agustus 2014
19
Dulu Cari Tanda Jejak di Kuburan Sekarang Kemah seperti Pindah Kos Saat ini gerakan pramuka sudah mengalami perubahan signifikan, apalagi berdasarkan kurikulum 2013, pramuka wajib diikuti oleh seluruh peserta didik tidak hanya untuk tingkat SD tetapi juga untuk tingkat SMP. Pramuka dimasukkan ke dalam jam pelajaran di sekolah, sehingga mau tidak mau wajib diikuti oleh peserta didik.
K
enyataan di lapangan ternyata berbeda. Banyak siswa yang tidak mau mengikuti kegiatan pramuka karena dianggap membosankan. Selain itu, kegiatan pramuka dianggap kurang keren, dibandingkan ekstrakurikuler lainnya dan tidak bisa digunakan untuk program prestasi untuk tingkat sekolah selanjutnya. Tentu saja ini merupakan tantangan bagi pembina pramuka, penggerak pramuka dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, gubernur dan tingkat nasional serta masyarakat yang peduli dengan pramuka. I Gusti Ayu Diah Yuniti, salah seorang Andalan Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Bali mengatakan, menjadi anggota pramuka dapat melatih kemandirian seseorang. Ia menilai, banyak hal positif yang dapat diambil hikmahnya dari gerakan pramuka. “Dalam berbagai kegiatan yang dilakukan, sangat mendidik untuk membentuk kepribadian yang berkarakter lebih baik. Anggota akan digembleng untuk tidak manja, mandiri, dan beretika, berwatak luhur sesuai Dasa Dharma pramuka. Dalam pramuka tidak hanya diajarkan teori, tapi semua itu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur mantan komisioner KPU Kota Denpasar ini. Ia mengatakan, dalam Dasa Dharma Pramuka ada disebutkan, Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kasih sayang kepada sesama, hemat, cermat dan bersahaja, kalau dijalankan dalam kehidupan sehari-hari akan membentuk kepribadian yang baik. Banyak orang masih berpikir, pramuka hanya tahu tepuk pramuka. Padahal, banyak sekali kegiatan yang diajarkan dalam kegiatan pramuka. Misalnya mencari tanda jejak yang membuat kita mampu berpikir kritis dan sigap dalam mengambil keputusan, dan mengasah keberanian dalam bertindak maupun berpikir. Dalam pramuka, juga diajarkan bagaimana cara berorganisasi. Ada nada resah dalam ucapan dosen Universitas Ngurah Rai Denpasar ini. Menurut Diah Yuniti, kalau sekarang anak-anak pergi berkemah seperti pindah kos semua dibawa. “Kalau zaman dulu, pramuka sudah dibentuk agar tidak manja. Mereka bisa menyesuaikan dengan kondisi dan keadaan yang ada. Pramuka diharapkan kreatif dan inovatif dan selalu tanggap dalam berbagai situasi. Saya ingat dulu, mencari tanda jejak ke kuburan. Kadang disuruh nyemplung ke air dingin. Tapi semua itu saya rasakan seru. Saya merasa diri saya seperti sekarang terbentuk karena mental yang sudah ditempa
para pembina pramuka, telah dilakukan upaya untuk mengikuti “kursus pembina pramuka mahir dasar” (KMD) dan “kursus pembina pramuka mahir lanjutan” (KML). “Pembina yang telah mengikuti kursus ini diharapkan setelah kembali ke gugus depan masing-masing mampu mengelola kegiatan pramuka lebih baik dengan menerapkan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan (PDMK). Cara memberikan latihan kepada peserta didik (SGTD) di masing-masing gugus depan melalui kegiatan yang menarik, menyenangkan dan menantang, yang disesuaikan dengan kondisi, situasi dan kegiatan peserta didik,” ujar seraya mengatakan kepedulian pemerintah terhadap kegiatan Gerakan Pramuka, diatur dalam UU No. 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. “Perkembangan saat ini anakanak sekolah dasar lebih tersita waktunya untuk bermain dengan
Agusjaya (paling kanan) usai pelantikan pramuka pandega di Poltekkes Denpasar
teman-temannya dan mengikuti bimbingan belajar. Berkaitan dengan hal tersebut, kontribusi orangtua sangat diperlukan untuk memotivasi dan mendukung putra-putrinya mengikuti latihan pramuka di sekolahnya masing-masing. Di lain pihak Kepala
Sekolah sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gugus depan wajib memberikan perhatian terhadap pelaksanaan latihan pramuka di sekolah yang dipimpin,” ujar dosen Poltekkes Denpasar Jurusan Gizi ini. –Wirati Astiti/Ngurah Budi
Pramuka masih Diminati I Gusti Ayu Diah Yuniti
dalam kegiatan pramuka,” tuturnya. Ia menyarankan, kegiatan pramuka harus bisa menjadi ekstrakurikuler yang menyenangkan dan bermanfaat bagi peserta didik, sehingga siswa merasa perlu dan membutuhkan kegiatan pramuka. “Kegiatan pramuka harus dilakukan dengan caracara yang menyenangkan, misalnya kegiatan permainan, juga diisi dengan materi inti seperti semaphore, morse, tali-temali, baris-berbaris dan lain sebagainya. Kegiatan pramuka mampu membuat anak bisa hidup mandiri dan bisa bertahan hidup pada saat keadaan darurat seperti ada bencana alam,” ucapnya. Untuk bisa mewujudkan gerakan pramuka yang disukai anak remaja di Indonesia, maka harus dibuat inovasiinovasi dalam kegiatan kepramukaan. Begitu juga dengan perkembangan teknologi, diharapkan, kegiatan pramuka juga berbasis teknologi seperti era kekinian. Diah terpilih menjadi Andalan Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Bali juga karena ia sudah mengikuti pramuka sejak masih SD. Mulai dari siaga, penggalang, pendega/penegak, Pembina. Bukan hanya dirinya, suaminya Ir. Ketut Astawa dan anakanaknya juga ikut pramuka. Menurutnya, ia merasakan sekali perubahan yang terjadi kepada ketiga anak-anaknya sejak menjadi anggota pramuka. “Mereka menjadi lebih mandiri dan bertanggungjawab terutama pada diri mereka sendiri,” kata perempuan yang kini sedang mengikuti program Doktor bidang Sumber Daya Hayati di Unud ini. DUKUNGAN ORANGTUA Dr. Ir. I Komang Agusjaya, M.Kes., Pamong SBH Provinsi Bali/SBH Poltekkes Denpasar dan Andalan Saka Kwacab Denpasar menambahkan untuk meningkatkan kemahiran
“Sekarang di sekolah Ayu ada pramuka. Ayu regu Mawar,” ujar siswi kelas 3 SD ini bersemangat kepada ibunya. Sejak dulu, di SDN 6 Sesetan, ekstra kurikuler Pramuka merupakan ekskul wajib bagi siswa kelas 4, 5, dan 6. Namun sejak diterapkannya kurikulum 2013 yang mewajibkan sekolah untuk menyelenggarakan pramuka, seluruh siswa mulai kelas 1 sampai kelas 6, wajib ikut ekskul pramuka. “Kami sudah mengumumkannya kepada anak-anak. Mereka sangat antusias, makanya mereka sudah mulai mencari regu,” ujar koordinator ekskul, I Ketut Merta, S.Pd. SD. “Seharusnya mulai tahun ajaran baru ini sudah jalan. Mudah-mudahan setelah 17 Agustus ini sudah bisa terealisasi. Selain itu, kendalanya juga ada pada jumlah Pembina pramuka yang terbatas,” imbuh IGA Parwati, guru kelas 5 yang merangkap menjadi pembina pendamping. Ekskul pramuka di sekolah ini, dibina tiga pembina dari sanggar dan empat Pembina pendamping dari guruguru, yakni Ketut Merta, Parwati, I Wayan Loya, S. Pd., dan I Made Sutama. Murid-murid kelas 1 sampai dengan kelas 3 masuk dalam tingkat pramuka siaga. Sementara, kelas 4 sampai kelas 6, pramuka penggalang. Saking antusiasnya, murid-murid kelas 3 khususnya sudah mulai merespons dan membentuk regu. Jam-jam istirahat pun mereka manfaatkan untuk latihan baris-berbaris di lapangan sekolah. Menurut Kepala SDN 6 Sesetan, Drs. I Wayan Sunarma, M.Pd. H., sekolah yang baru ia pimpin setahun ini sejak dulu memang konsisten mewajibkan ekskul
pramuka bagi muridnya. “Tak semua sekolah konsisten menjalankannya. Di sekolah saya dulu, ekskul pramuka lagi jalan, lagi mandeg. Sekolah ini, bisa dibilang sekolah berprestasi di Densel dalam bidang pramuka dan basket,” ujarnya. “Bahkan, untuk tugas Jambore, pembawa bendera, tugas pratama, banyak diambil dari anak-anak kami,” imbuh Parwati. Sekolah ini pun hampir tiap tahun mengikuti jambore tingkat kota dan persami. Beberapa prestasi yang pernah diraih Sanggar Pramuka Tungga Dewi SDN 6 Sesetan di antaranya Juara Umum I Regu Putri dalam Jambore Ranting Kecamatan Denpasar Selatan tahun 2013, Juara Harapan III putri dan Juara III putra Lomba Regu Giat 2014 yang rutin diselenggarakan Sanggar Bhakti Pramuka Ardanareswari. Komang Dita Prayoga, salah seorang peserta ekskul pramuka mengatakan senang ikut pramuka karena mengajari kemandirian dan memperkuat jiwa patriotisme dalam diri. Siswa kelas 6B yang turut tergabung dalam Lomba Regu Giat ini mengaku menyukai kegiatan baris-berbaris, tali-temali dan morse. “Saya juga suka waktu nge-dance, mengikuti musik lagu Omed-omedan, semua orang tertawa, seru pokoknya,” ujar Komang mengisahkan pengalamannya. Tak berbeda jauh dengan Kadek Mery Pradnyasari. Ia juga mengaku menyukai materi patriotisme, tali-temali, dan daur ulang. Bahkan, ia sempat mencobanya di rumah, membuatkan adiknya sandal dari kardus bekas.
Sanggar Pramuka Tungga Dewi SDN 6 Sesetan
–Inten Indrawati
Nine
20
11 - 17 AGUSTUS 2014
Keluar-Masuk Kampung Tawarkan Asuransi
S
Sri Darsan
Masyarakat kala itu mengang gap bahwa tidak mungkin me nyimpan uang sedikit kemudian mendapatkan hasil yang banyak seperti contoh, jika ada anggota keluarga yang meninggal maka ada jaminan pendidikan bagi yang keluarga yang diasuransikan,” ujarnya. Ia mengaku bahkan sampai menangis menghadapi situasisituasi yang menekan itu. Ka rena tidak jarang pula ia ‘diusir’ jika datang dari satu rumah ke rumah lainnya. Meski begitu, ia tidak putus harapan, ia terus menjalani profesinya itu dengan setia karena dari sanalah ia men jadi seorang perempuan yang mandiri. Jika banyak tekanan se perti itu, ia memilih berkonsultasi dengan pimpinan di kantor atau rekan lainnya juga tidak lupa ia bertanya sana sini kepada orang yang paham tentang asuransi. “Masukan-masukan itulah yang kemudian mengangkat semangat saya untuk terus mencari nasa bah,” paparnya. Terhadap apa yang sudah di laluinya itu, ia bersyukur karena tantangan-tantangan itulah yang kemudian mem buatnya menjadi kuat dan bersema ngat hingga hari ini. Hingga saat ini pula, ratusan orang telah berhasil menjadi nasabahnya, baik yang telah habis kontraknya mau pun yang masih ak tif setidaknya yang ada di Kecamatan Bolo, Madapangga, dan Soromandi, Bima. Dari ratusan nasabah itu, saat ini tagihan bulanan Sri Darsan bernilai ratusan juta rupiah. Mereka yang berha sil menjadi nasabah asuransinya tidak hanya pegawai ne geri melainkan da tang dari berbagai kalangan, termasuk pedagang yang bi asanya hanya meng investasikan uang
dr. Cok Gde Oka Dharmayuda Sp.OT (K)
Sri Darsan saat menawarkan asuransi kepada seseorang
nya pada dunia usaha kini sudah mulai mengasuransikan dananya. “Saya prospek semua kalangan untuk berasuransi, baik asuransi pendidikan, kesehatan maupun dana investasi,” ungkapnya. RAJIN BICARA Sri menjalankan profesinya ini dengan sungguh-sungguh. Sebagai anak yang lahir dari keluarga sederhana, Sri tidak memiliki fasilitas dalam bekerja di awal kariernya. Ia sampai harus berjalan kaki berkeliling kampung untuk mencari nasabah. “Sesekali saya naik benhur (kendaraan khas Bima, seperti cidomo di Lombok), jika lelah di jalan,” ung kapnya mengenang. Sekarang ia telah memiliki kendaraan sendiri yang membuatnya mampu men jangkau tempat-tempat di luar kecamatan tempatnya tinggal. Pekerjaan yang dilakoninya ini sangat menyenangkan. Se lain ser ing melakukan banyak kunjungan ke rumah-rumah warga ia juga menjalin hubungan silaturahmi yang baik dengan warga karena ini menjadi modal utamanya. Ia juga “rajin bicara” karena kepandaiannya menarik minat calon nasabah menjadi modal lain yang membuatnya terbilang sukses sebagai petugas asuransi yang masuk hingga ke desa-desa. Tiap kali ada bayi yang lahir di kampungnya atau ada anakanak dalam satu keluarga ia akan mendatangi keluarga tersebut. Ia mengobrol tentang banyak hal hingga sampai pada obrolan tentang pendidikan anak-anak tersebut kelak. Ini berarti ia te lah memasang target setidaknya mengenalkan asuransi pendidikan bagi anak tersebut. “Mau sekolah apa nanti rencananya,” kata Sri, tentang salah satu kalimat yang
kerap disampaikannya pada orangtua-orangtua yang ditawar kannya untuk ikut asuransi. Ka rena pekerjaannya ini juga yang membuatnya memiliki banyak kenalan. Ia merasa beruntung karena bisa bekerja dan mandiri di kam pung halaman, tanah kelahirannya, tidak harus ke luar daerah mencari pekerjaan. Ia meyakini jika peker jaan itu dilakoni dengan sungguhsungguh, maka selalu ada jalan baik yang ditemui di depan. “Sabar dan jangan cepat menyerah,” ungkap Sri. Ia tidak pernah tergiur untuk berpindah profesi meski masamasa perintisan kariernya dulu sangat sulit ia lalui. Dengan pekerjaannya ini pula, Sri bisa membantu nasabahnasabahnya di desa. Beberapa dari nasabahnya pernah merasa kaget ketika ada nasabah yang meninggal dunia, tiba-tiba ia datang untuk membawakan se jumlah uang yang lumayan banyak dibandingkan dengan uang yang pernah dibayarkan untuk asuransi tersebut. “Terkadang orang baru masuk asuransi dan baru mem bayar beberapa bulan, tiba-tiba ada kejadian yang menyebabkan meninggal dunia, asuransinya dibayarkan penuh dengan nilai yang lumayan banyak,” katanya. Tidak jarang pula ia mengambil
peran menggantikan nasabah yang terkadang telat membayar. Biasanya pada tanggal di mana harus menyetorkan uang namun belum bisa, ia biasanya mengambil peran membayarkan terlebih da hulu dengan uangnya sendiri. “Saya ingin nasabah saya mendapatkan haknya jika ter jadi sesuatu,” ujarnya. Terhadap seluruh tagihan dari nasabah, ia selalu mengusahakan untuk te pat waktu menyetor ke kantor sebelum lewat tanggal risikonya. Karena jika ia telat membayarkan uang-uang nasabah ke kantor lewat dari tanggal risikonya, jika terjadi risiko pada nasabah, nasabah bisa kehilangan haknya. Hal inilah yang membuatnya, harus menyetorkan semua uang nasabah tepat waktu. Dengan banyaknya nasabah yang dipegangnya, membuat Sri, perempuan desa yang kini hidup sendiri sejak suami tercintanya meninggal beberapa tahun lalu ini mampu hidup mandiri. Karena makin banyak nasabah yang ia dapatkan, maka makin banyak pula reward yang diterimanya dari Bumi Putera 1912, Cabang Bima, tempatnya bekerja. Ia bahkan bisa menyekolahkan anak se mata wayangnya dan membantu keponakan-keponakannya. -Naniek I. Taufan
“Ada yang bilang kalau asuransi itu haram hukumnya. Masyarakat kala itu menganggap bahwa tidak mungkin menyimpan uang sedikit kemudian mendapatkan hasil yang banyak seperti contoh, jika ada anggota keluarga yang meninggal maka ada jaminan pendidikan bagi yang keluarga yang diasuransikan”
5
Operasi Pergantian Sendi Lutut atau Pinggul Bukan Sesuatu yang Menakutkan
Dengan ramah Sri Darsan (48), menyapa para tetangga yang dilewatinya di kampung tempatnya tinggal, Desa Rato Sila, Kecamat an Bolo, Bima. Ia rajin “berkeliling” dari satu kampung ke kampung lainnya di Ke camatan Bolo ini. Karena itulah, Sri dikenal oleh hampir semua warga di kecamatan ini. ri rajin bersilatur rahmi. Selain karena ia orangnya ramah juga karena tuntutan pekerjaan yang mengharuskan ia bertemu dan mengobrol dengan banyak orang. Uniknya, peker jaan yang dilakoni Sri, semestinya hanya bisa dan mudah dilakukan di kota-kota besar. Namun, seba gai petugas salah satu perusahaan asuransi, Sri justru mampu me narik minat masyarakat di desadesa untuk berasuransi. Kegigihannya untuk meng ubah cara pandang masyarakat di desa tentang asuransi membuat nya bertahan dengan pekerjaan ini selama lebih dari 20 tahun. Meski banyak kendala yang dihadapi ia kekeh dengan pro fesi yang dimulainya dari nol ini. Tidak mudah bagi seorang Sri membuka wawasan masyarakat yang tinggal di kecamatan ini untuk mau mengasuransikan diri maupun pendidikan bagi anakanak mereka. Di awal-awal ia menjalankan profesinya ini, ia bahkan sempat dipandang sebe lah mata. “Ada yang bilang kalau asuransi itu haram hukumnya.
Inspirasi
11 - 17 AGUSTUS 2014
Operasi penggantian sendi meru pakan pengobatan terbaik untuk sendi lutut dan sendi pinggul yang mengalami kerusakan akibat pe ngapuran sendi stadium 3 & 4. Operasi ini dapat memberikan kes embuhan yang permanen dan dapat meningkatkan kualitas hidup pen derita. Keberhasilan operasi ini sangat tinggi yaitu sekitar 98 %. Demikian diungkapkan Spesialis Bedah Tulang/ Orthopaedi & Traumatologi dr. Cok Gde Oka Dharmayuda, Sp.OT (K) Lutut, Pinggul, dan Rekonstruksi. “Pasien dan keluarganya sering sekali merasa takut saat mendengar ketika mereka disarankan untuk ganti sendi. Dibayangan mereka ganti sendi itu adalah membuang/ memotong bagian tubuh mereka. Jelas ini pandangan yang keliru karena operasi penggantian sendi merupakan prosedur umum biasa sama seperti jenis operasi yang lain,” ujarnya. Operasi penggantian sendi adalah suatu operasi yang dilakukan untuk mengganti sendi yang telah meng alami kerusakan dengan sendi buatan yang disebut prosthesis. Dewasa ini sudah cukup banyak sendi ditubuh manusia yang sudah dapat diganti dengan sendi buatan seperti sendi lutut, sendi pinggul, sendi bahu, sendi pergelangan kaki, sendi jari. Namun, sendi yang paling banyak diganti adalah sendi lutut dan sendi pinggul karena kedua sendi ini yang paling sering rusak karena proses penuaan. Penyebab utama kerusakan sendi lutut dan pinggul adalah karena os teoarthritis/pengapuran tulang. “Penggantian sendi ini dilakukan pada penderita yang mengalami pengapuran yang berat dimana obatobatan baik obat minum maupun obat suntik sudah tidak bermanfaat lagi. Penggantian sendi juga dilakukan pada orang tua yang mengalami osteoporo sis yang mengalami patah pada tulang pinggulnya,” kata lelaki kelahiran, Gianyar, 29 Januari 1976 ini. PENGOBATAN TERBAIK UNTUK PENGAPURAN SENDI/OSTEOARTHRITIS Operasi penggantian sendi lu tut dan pinggul bertujuan untuk (1) menghilangkan rasa nyeri pada sendi yang telah rusak (2) memper baiki ruang lingkup gerak sendi (3) mengembalikan kemampuan pen derita melakukan aktivitas harian tanpa rasa sakit (4) meningkatkan kualitas hidup penderita (5) melurus kan kaki yang bengkok.
Penderita yang mengalami nyeri lutut atau pinggul yang tidak membaik dengan pemberian obat - obatan dan fisioterapi dapat mempertimbangkan pilihan untuk dilakukan penggantian sendi lutut atau sendi pinggul. Operasi penggantian sendi lutut atau sendi pinggul ini merupakan operasi untuk meningkatkan kualitas hidup penderita bukan merupakan operasi untuk me nyelamatkan nyawa sehingga keputus an bersedia atau tidaknya penderita dilakukan tindakan penggantian sendi ditentukan oleh penderita sendiri ber sama keluarganya. Dokter orthopaedi hanya bertugas untuk menjelaskan keuntungan dan resiko pembedahan. “Operasi penggantian sendi merupa kan satu - satunya bentuk pengobatan terbaik untuk sendi lutut atau pinggul yang telah mengalami kerusakan aki bat pengapuran sendi khususnya pe ngapuran sendi derajat berat (stadium 3 & 4),” jelasnya. Untuk pengapuran sendi derajat berat (stadium 3 & 4), bentuk peng obatan lain seperti obat anti nyeri, obat anti bengkak, obat penumbuh tulang rawan yang mengandung glu kosamin dan kondroitin sulfat maupun obat pelumas sendi tidak akan banyak bermanfaat karena lapisan tulang ra wan sudah hilang sehingga tidak dapat ditumbuhkan dengan obat - obatan tersebut. Tidak ada pilihan lain selain penggantian sendi lutut atau pinggul yang sudah terbukti dapat memberi kan kesembuhan yang permanen Penggantian sendi lutut tidak hanya menghilangkan rasa sakit sendi yang telah rusak tetapi juga membuat sendi yang bengkok akibat pengapuran menjadi lurus kembali setelah operasi. Setelah operasi penggantian sendi penderita diijinkan berjalan cepat, naik sepeda, naik turun tangga, berenang, bermain golf. Penderita tidak diizinkan berolahraga yang me ngandung unsur lari atau melompat karena akan memperpendek masa ketahanan sendi buatan. AMAN BAGI ORANG TUA Operasi penggantian sendi lutut dan pinggul biasanya berlangsung seki tar 2 s.d. 2,5 jam. Sama seperti operasi yang lain, operasi ini merupakan ope rasi yang tidak menyakitkan dan tidak menakutkan. Disamping itu juga aman bagi orang tua ( pada kenyataanya sebagian besar penderita pengapuran sendi dan pengeroposan sendi adalah orang tua). “Operasi penggantian sendi lutut atau sendi pinggul tidak memerlukan pembiusan umum, tetapi hanya pembiusan regional yaitu obat
dimasukan pada punggung melalui se lang kecil sehingga pasien tetap sadar selama dioperasi. Selang ini dibiarkan beberapa hari untuk memasukan obat sampai penderita mulai latihan berjalan sehingga operasi pergantian sendi ini merupakan operasi yang tidak menyakitkan,” ucapnya. Operasi penggantian sendi lutut atau sendi pinggul ini tidak memerlu kan rawat di rumah sakit yang lama, biasanya 3-5 hari pasien sudah boleh pulang. Satu hari setelah operasi pasien sudah mulai latihan menggerakkan sendi lututnya, mulai latihan me nekuk lutut dan latihan memperkuat otot - otot sekitar lutut. Hari ke 2-3 dilakukan latihan berdiri dan berjalan dengan bantuan walker atau tongkat. Biasanya setelah 4-6 minggu pasien bisa berjalan normal tanpa bantuan walker atau tongkat lagi. Dari penuturan pasien yang su dah mengalami penggantian sendi lutut atau sendi pinggul sebelumnya, pasien tidak merasa nyeri lagi setelah mengalami operasi pergantian sendi sehingga dapat melakukan aktivitas sehari hari secara aktif tanpa rasa nyeri sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Biasanya pasien yang
untuk ujung atas tulang kering dan komponen untuk bantalan tulang dan kadang - kadang ada komponen tam bahan untuk tulang tempurung lutut, sedangkan pada pinggul juga terda pat tiga komponen yaitu komponen untuk mangkok pinggul, komponen untuk kepala pinggul dan komponen untuk ujung atas tulang paha.
Kedua lutut bengkok
Lutut kiri lurus setelah dioperasi, lutut kanan masih bengkok
Kedua lutut lurus setelah kedua lutut dioperasi
mengalami pengapuran pada kedua lututnya/ pinggulnya cenderung meng inginkan lagi untuk dilakukan operasi pergantian sendi yang satunya lagi.
hanya dilakukan pada orang tua saja.
4. Kekakuan sendi. Kekakuan sendi sering dialami penderita setelah operasi penggantian sendi karena jarang melakukan latihan karena mereka merasa takut untuk menggerakan tungkainya, mereka ta kut sendi buatan yang terpasang ter lepas. Semakin berani menggerakan sendinya dan semakin berani untuk berlatih berjalan maka akan semakin cepat penderita mampu berjalan.
SENDI BUATAN/ PROSTHESIS Sendi buatan/prosthesis terbuat dari logam campuran ChromiumCobalt yang berfungsi menggantikan bagian ujung tulang pembentuk sendi, sementara bantalan tulang diganti dengan bahan plastik polyethylene. Sendi buatan ini tersusun oleh tiga komponen yaitu komponen untuk ujung bawah tulang paha, komponen
PEMASANGAN SENDI BUATAN Pada saat operasi lapisan tulang rawan sendi yang rusak dibuang (lebih kurang 9 mm) sedikit sekali dan ujung tulang pembentuk sendi dibuat sedemikian rupa seperti bentuk sendi buatan yang akan dipasang. Setelah itu dilakukan pemasangan sendi buat an dan dilekatkan ke tulang dengan bantuan semen tulang. Untuk sendi pinggul, dilakukan pengangkatan kepala tulang pinggul kemudian sendi pinggul dibersihkan lalu dipasang sendi buatan bisa tanpa semen maupun dengan semen tulang. Sendi buatan pada umumnya bertahan sekitar 15-20 tahun tergantung berat badan dan aktifitas fisik pasien dan tehnik pemasangan, karena itu peng gantian sendi lutut dan pinggul ini
KOMPLIKASI Sama seperti operasi, pada um umnya penggantian sendi lutut/ping gul juga dapat timbul komplikasi baik yang terjadi segera setelah operasi maupun yang terjadi di kemudian hari. Resiko komplikasi yang terjadi sangat kecil dan sangat jarang. Kom plikasi yang mungkin terjadi adalah : 1. Perdarahan Operasi sendi lutut dan pinggul dapat sering terjadi pendarahan
tetapi berkat kemajuan ilmu ke dokteran, perdarahan ini semakin berkurang terjadi. 2. DVT Komplikasi ini tidak hanya terjadi pada operasi penggantian sendi saja, hampir semua jenis operasi bedah tulang berisiko untuk terjadinya DVT (sumbatan pada pembuluh darah). Setelah operasi biasanya kita sarankan pasien untuk segera menggerakan kaki sehingga tidak timbul sumbatan pada pembuluh darah. Disamping itu juga dipasang stoking pada kedua tungkai untuk memompa darah balik dan pembe rian obat - obatan anti DVT. 3. Infeksi Infeksi dapat terjadi pada seki tar 0-2% penderita. Artinya di antara 100 pasien yang dilakukan operasi, infeksi paling banyak terjadi pada 2 penderita. Infeksi merupakan masalah yang serius karena memerlukan operasi yang berulang. Namun infeksi jarang terjadi dan dengan tehnik yang baik, risiko infeksi dapat dicegah seminimal mungkin.
5. Resiko pembiusan Resiko ini jarang terjadi apabila penderita tidak mempunyai kelainan jantung.
Biodata:
Sebelum operasi tampak sendi seperti huruf “X”
Setelah operasi lutut menjadi lurus
Nama : dr. Cok Gde Oka Dharmayuda Sp.OT (K) Lutut, Pinggul, dan Rekonstruksi Jabatan : Sekretaris Sub Bagian/ SMF Orthopedi FK. Unud/ RSUP Sanglah Pendidikan : Spesialis Orthopedi Traumatologi FK UI / RSCM Jakarta 2004-2009 Konsultan Lutut Pinggul dan Rekontruksi: Indonesia dan Gleneagles Hospital Kualalumpur Pengalaman : - Table instructure cadaveric workshop total hip arthroplasty di FK UI/RSCM Jakarta - Table instructure cadaveric workshop ACL reconstruction di RSUD Soetomo /FK UNAIR Surabaya - Table instructure AO Course di Jakarta - Kursus Revisi Post ganti lutut di Tzu Chu Hospital Taiwan SMS : 0811386134, 0817776126 Email : dharmayuda76@gmail.com
Inspirasi
4
11 - 17 AGUSTUS 2014
Suciati
Makan dengan Gelandangan Menggeluti pekerjaan sosial sebenarnya bukan menjadi cita-citanya. Namun nasib telah membawanya ke sana. Cinta tumbuh karena biasa, itulah yang terjadi pada Suciati, Kepala Pengembangan Ke sejahteraan Sosial Jakarta Pusat. Pekerjaan yang awalnya kurang berkenan di hatinya kini justru dicintainya sepenuh hati. Berkat dedikasinya, ia pun berhasil menghantar binaannya menjadi Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Teladan tingkat Nasional 2013 lalu.
Suciati, Kepala Pengembangan Kesejahteraan Sosial Jakarta Pusat
D
itemui Tabloid Tokoh di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, wa nita yang 33 tahun berkecimpung di Dinas Sosial ini, bercerita tentang perjalanannya menekuni pekerjaan di bidang sosial seperti membina masyarakat kalangan bawah, membimbing anak-anak berkebutuhan khusus, dll. “Keinginan saya, dulu, adalah menekuni ilmu matematika ka rena saya suka pelajaran itu. Tapi karena masalah ekonomi, saya tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. Tidak ada pilihan. Daripada tidak sekolah, akhirnya saya pun masuk Sekolah Lanjutan Pekerja Sosial (SLPS). Ketika itu, biaya pendidikan di SLPS jauh lebih murah ketimbang SMA. Sekarang SLPS sudah tidak ada lagi, berganti menjadi SMK dengan jurusan yang diperluas,” ungkap wanita ini. Beda dengan pendidikan SMK yang ditempuh tiga tahun, SLPS harus ditempuh empat tahun. Satu tahun terakhir adalah praktik. Bagi Suciati, praktik terasa berat karena ia harus terjun ke lapang an, bertemu dengan masyarakat kalangan bawah, gelandangan. Masalahnya, kata Suciati, ia tidak suka hal yang jorok. Di sinilah, pergumulan batinnya bagaimana ia mengatasi perasaannya. “Saya ini, maaf ya, sebenarnya dulunya adalah seorang penjijik. Namun di sisi lain, saya harus menjalankan tugas
praktik saya. Saya pikir kalau ingin berhasil, saya harus menerima dan tulus menjalaninya. Karena betapa pun ini adalah pilihan saya,” ungkapnya. Waktu jua, tutur Suciati, membuat dirinya berubah. Apalagi saat diterima bekerja di lingkung an Pemda DKI Jakarta, ia lang sung ditempatkan di Dinas Sosial yang pekerjaannya sehari-hari bersentuha n langsung dengan masyarakat, khususnya dari kalang an bawah. Sama seperti apa yang dilakukannya saat praktik sekolah. “Ya, tahu sendiri bagaimana pe kerjaan di dinas sosial. Tapi lama kelamaan saya menjadi terbiasa, bahkan menyukai pekerjaan ini,” kata ibu tiga anak ini. “Hati saya kerap terharu bertemu de ngan mereka yang berkekurangan, apa lagi bertemu dengan mereka yang me miliki kebutuhan khusus yang memili ki semangat tinggi untuk berkarya namun memiliki ke terbatasan,” tambah Suciati yang telah berpindah-pindah tugas di sejumlah wilayah di Jakarta. Bagi Suciati, adalah kebahagiaan dan kepuasan tersen
diri, apabila berhasil membantu masyarakat binaannya menjalani kehidupan yang lebih baik. Ba nyak yang telah berhasil, misalnya, dalam berbisnis catering, kue, dll. Menurut Suciati, untuk masuk ke kalangan bawah, ada strategi tersendiri. Apabila menghendaki mereka menerima kita, maka cara pendekatan yang dilakukan pun harus berbeda. Mereka cukup sensitif maka mendekatinya pun hati-hati, jangan sampai menyinggung mereka. Hal ini agar apa yang ditargetkan dalam pekerjaan (pembinaan) dapat berjalan lancar. “Misalnya ketika kita bertemu gelandangan dan mengajak mereka berbicara. Ketika mereka menyodorkan minum, ya, kita harus minum. Atau makanan, kue misalnya, ya kita makan. Kalau kita menolak, khawatir akan tersinggung. Halhal semacam itulah yang saya geluti selama bertahun-tahun. Dari sana saya juga mendapat banyak hikmah yang memperkaya perjalanan hidup saya. Pengalamanpengalaman itu juga membuat saya tak henti-hentinya bersyukur atas anugerah Tuhan dalam hidup saya. Saya menemui banyak orang kalangan bawah yang bersema ngat tinggi, namun hidup dalam keterbatasan. Kejadian-kejadian ini sungguh menggugah saya, juga memberi semangat lebih pada saya untuk berjuang membantu mereka memperbaiki hidupnya,” tuturnya panjang lebar. Banyak pengalaman mengesankan dialaminya terkait bidang kerja, namun satu hal yang sampai sekarang diingatnya jelas adalah saat seorang anak tunarunggu
11 - 17 AGUSTUS 2014
Mandalika
21
Kambing Putih lebih Baik dari Kambing Hitam Gamelan bagi masyarakat Sasak dipakai untuk melayani masyarakat seperti kebutuhan-kebutuhan kesenian pada acara (begawe), merariq (menikah), besunat (sunatan), pengiring peresean (adu ketangkasan), pagelaran wayang Sasak dan sebagainya. Gamelan Sasak lebih dinamis (bergerak) mengikuti di mana dan ke mana kegiatan kesenian itu diselenggarakan. Misalnya saja dalam kesenian Gendang Beleq yang seringkali dimainkan oleh para pemusiknya sambil berjalan. Gendang beleq yang sudah jadi dan siap dipasarkan
Kreasi warga binaan dinas sosial Jakarta Pusat
binaannya yang telah lima tahun tidak bertemu, tiba-tiba muncul di rumahnya seorang diri. Padahal, ujar Suciati, anak itu tidak bisa berbicara (berbicara dengan bahasa isyarat) dan baru sekali datang ke rumahnya bertahuntahun lalu. “Anehnya, anak itu bisa datang ke rumah saya setelah lima tahun tidak berjumpa. Padahal saya sudah dipindahkan ke wilayah lain. Saya sungguh heran akan kejadian itu,” ungkapnya. Anak itu, tutur Suciati, memang salah satu anak yang dekat dengannya saat ia bertugas di Loka Bina Karya (LBK) Jakarta. Anak-anak yang dibina di sana, kebanyakan anak-anak berkebutuhan khusus. Namun yang terbanyak adalah penderita tunarungu. Dalam membina anak-anak itu, katanya, ia juga menempatkan diri sebagai ‘ibu’ mereka. Itu sebabnya, semua anak binaanya menjadi sangat dekat
dengannya. “Nah, anak itu, salah satu yang menurut saya unik. Dia tidak seperti teman-temannya yang lain yang bersekolah sehingga bisa menulis dan membaca. Sedang anak ini tidak bersekolah. Tapi dia rajin dalam ketrampilan. Di Loka Bina Karya itu, kami mengajar aneka keterampilan, di antaranya menjahit,” katanya. Rupanya keberadaan Suciati begitu berkesan di hati anak-anak itu. Maka ketika ia dipindah tugaskan ke wilayah lain, anak didiknya merasa sedih. “Tapi yang paling mengharukan adalah kedatangan anak itu ke rumah saya setelah lima tahun tak bertemu. Dia datang sendiri, naik angkutan umum. Bagaimana bisa? Padahal dia tidak bisa membaca dan menulis. Berbicara pun dengan bahasa isyarat. Rasanya sungguh luar biasa. Untungngnya, saat dia datang saya ada di rumah, bagaimana kalau tidak? Yang lebih mengharukan, dia datang hanya untuk memberi tahukan ibunya telah meninggal dunia! Mendengar itu, hati saya terenyuh sekali. Betapa tidak, jauh-jauh dia datang kepada saya hanya untuk memberitahukan kondisinya ini,” ujar Suciati dengan suara bergetar. Pada akhirnya, kata Suciati, ia pun menjadi makin mengerti. Ketika bekerja, bukan sekadar melaksa nakan tugas dengan sebaik-baiknya tapi juga penting adalah ketulusan. Apalagi pekerjaan seperti yang digelutinya yang harus ‘bersentuh an’ langsung dengan masyarakat. Membuat diri berarti bagi anak didik, masyarakat yang dibinanya, bukan hal yang mudah namun secara tak sengaja ia telah melakukannya. -Diana Runtu
K
I Komang Kantun
arena gamelan Sasak lebih dinamis, maka pengrajin alat musik tradisional Sasak di Gunung Sari Lombok Barat, I Komang Kantun, memilih memakai kayu yang ringan seperti, kayu kapuk, kayu gesting, kayu goak, kayu guruk, kayu randu dan sebagainya. “Tergantung pemesan saja, mau pilih kayu jenis apa, tapi biasanya yang dipilih kayu-kayu ringan agar mudah membawanya,” katanya. Selain Kantun, di Lombok pengrajin-pengrajin gamelan ada di Krembong, Janapriya Lombok Tengah, Lelede, Labu Api Lombok Barat, Banyumulek, Bo ngor Selatan, Parampuan, Pagutan Mataram, dan Lombok Timur. Komang Kantun terbilang pengrajin yang bisa membuat semua jenis alat musik tradisional Sasak. “Tergantung pemesanan, apa saja bisa dibuat,” ungkap Kantun yang sejak lahir tinggal di Lombok ini. Untuk membuat perangkat gamelan, hingga saat ini pengrajin tidak mengalami kesulitan menda-
patkan bahan bakunya seperti kayu, kulit kambing dan sapi untuk gendang, bambu tali dan lainnya. Bisa dibilang pengrajin pun jarang sepi pesanan baik berupa satu perangkat maupun menerima perbaikan-perbaikan perangkat gamelan. Setidaknya hal inilah yang dirasakan Kantun yang sudah sejak tahun 1991 menjadi pengrajin alat musik tradisional Sasak. Hasil kerajinannya berupa perangkat gamelan telah banyak menjadi suvenir atau oleh-oleh bagi wisatawan asing dari Taiwan, Jepang, Singapura dan Australia hingga Amerika Serikat. “Mereka biasanya membeli gendang saja, seruling atau bagian lainnya untuk oleh-oleh,” ungkapnya. Satu set gamelan lengkap biasa dijual dengan harga Rp 150 juta. Susunan perangkat gamelan satu set, terdiri dari: 1 pemugah, 4 set saron, 2 set kantil, 2 set calung, 2 set jegog, 1 set reog, 1 buah kempul, 1 buah gong, 1 set rincik, 1 buah petuk, 1 buah seruling, 2 buah gendang yang umum disebut lanang dan wadon (laki-laki
dan perempuan). Yang disebut pemugah dalam gamelan Sasak adalah komandan yang memberikan komando kepada keseluruhan bunyi dan tata posisi pemusik, misalnya komando nada sedang ke nada rendah, fungsinya memimpin mempunyai kuasa meng atur dinamika. Saron sendiri merupakan penyumbang 5 nada sedang dan 5 nada tinggi dalam musik gamelan. Sedangkan kantil, terdiri dari 5 nada tinggi dan 5 nada tinggi sekali. Calung dan jegog menyeimbangkannya dengan nada sedang dan nada rendah. Kempul berfungsi sebagai nada sela seperti koma dalam tanda baca. Misalnya ketukan suara ke 4 kempul, 8 alat musik lain, 12 kempul lagi dan ke 16 gong. Rincik berfungsi untuk meramaikan dan saron sebagai melodi. “Gong sebagai penutup atau titik dalam tanda baca, setelah itu mulai mengambil nada lain dan seterusnya,” tutur Kantun yang mengaku belajar membuat gamelan berdasarkan pengalaman otodidak dan pencarian alami de ngan banyak bertanya. Salah satu alat musik tradisional yang banyak dipesan dan dikerjakan Kantun adalah gendang beleq. Alat musik tradisional yang menjadi ikon musik tradisional Sasak ini memiliki bentuk sedikit berbeda dengan gendang-gendang Sasak lainnya karena bagian tengahnya agak besar, tidak lurus seperti yang lain. Yang membuat gendang beleq, lebih sering dipesan menggunakan kayu yang ringan tergolong kelas tiga. Hal ini disebabkan fungsi gendang beleq sebagai alat musik yang dinamis dan dalam memainkannya lebih banyak dilakukan sembari berjalan. Tetapi, jika gendang beleq kala pergelaran sebagai musik saja, maka ia akan tetap diam di tempat. Namun, jika yang dipagelarkan Tari Gendang Beleq, maka gendang
besar itu akan ikut meliuk-liuk ke mana pun ia dibawa oleh sang penari. “Dalam hal ini, gendang beleq tidak mesti menjadi alat musik, melainkan properti juga,” ungkap pria 60 tahun, mantan pegawai Taman Budaya NTB ini.
gendang. Kambing yang kulit dipakai untuk membuat gendang sebaiknya dipilih yang tua. Makin tua makin bagus. “Kulit kambing yang paling bagus untuk membuat gendang beleq adalah kulit kambing berwarna putih dan tua,” katanya. Di rumahnya yang dipakai sebagai tempat usaha ini terdapat banyak persediaan baik kayu, kulit kambing dan kulit sapi maupun bahan baku pembuatan gamelan lainnya. Kulit-kulit kambing ini ia stok sebanyak mungkin saat musim lebaran seperti baru-baru lalu. Ka rena saat itulah, banyak persediaan kulit kambing maupun kulit sapi untuk membuat gendang-gendang lainnya. Selain sebagai pembuat alat-alat musik tradisional Sasak, Kantun juga menerima reparasi atau perbaikan gendang beleq atau alat musik tradisional lainnya. Hal inilah yang membuat ia selalu menyiapkan bahan baku sebanyakbanyaknya di bengkel musik di rumahnya. -Naniek I. Taufan
MAKIN TUA MAKIN BAGUS Untuk membuat alat musik gamelan, Kantun bertindak langsung sebagai desainer dan penentu nada. Beberapa pekerja lainnya hanya membantu untuk proses-proses pengerjaan lanjutannya. Karena keasyikannya mengotak-atik nada gamelan inilah membuat ia mampu membedakan gamelan Sasak dan gamelan Bali. Ia membedakan nada itu dari rasa. Karena itulah, ia meng aku sangat berhati-hati dalam proses pembuatan nada pada alat musik yang dibuatnya. Demikian juga dalam hal pemilihan bahan kulit yang dipakai untuk membuat gendang. Kulit yang dipakai untuk gendang beleq adalah kulit kambing yang terpilih dan kulit depan (bagian yang ditabuh) dipakai kulit kambing jantan sedangkan pada bagian belakang dipakai kulit kambing betina. “Hindari kulit kambing berbulu hitam,” tipsnya. Bulu hitam agak sedikit susah diajak kompromi, mengingat sangat peka dengan suhu. Kalau udara panas bisa tiba-tiba kencang dan saat udara dingin bisa kendor. Hal ini tentu saja mempengaruhi bunyi dan suara tidak akan baik,” katanya. Kulit kambing berwarna hitam biasanya dipakai untuk membuat Kulit kambing tengah dibersihkan dari bulunya tali pengikat bagian luar
Metropolitan
22
Mengemis di Jakarta Kaya di Kampung
Pengemis banjiri jakarta pengahsilan Rp 6 juta sebulan
Jakarta sudah kembali normal. Ibukota yang tadi nya lengang karena ditinggal mudik sebagian warganya, sudah kembali seperti semula. Lalu lintas yang padat, kemacetan di mana-mana. Bersa maan dengan itu, para pengemis pun kembali mem banjiri Jakarta, mengadu peruntungan. Tak heran Pemda DKI Jakarta disibukkan bukan hanya mener tibkan PKL yang membandel tapi juga menertibkan para pengemis serta gubuk-gubuk liar yang tersebar di berbagai pelosok Jakarta.
P
enertiban pengemis seolah tak pernah ada habisnya. Ratusan sudah pengemis yang dijaring, kemudian dikembalikan ke kampungnya masing-masing, yakni ke wilayah Jawa Barat dan Jawa Te ngah. Namun, ratusan pengemis itu kembali dan kembali lagi ke Jakarta. Mencari uang di Jakarta lebih mudah dibanding bekerja di kampung. Pun, di Jakarta tidak perlu bekerja keras, cukup meminta-minta di perempatan jalan, mengharap belas kasihan para pengendara, uang bisa didapat. Anehnya, aksi ini hanya terjadi pada pagi hingga sore hari. Ketika hari makin sore atau bahkan men jelang malam, para pengemis yang
biasanya mangkal di berbagai perem patan jalan seperti menghilang. Lalu kemana mereka? Ternyata mereka pulang ke gubuk-gubuk liar yang mereka sewa. Harga sewa semalam antara Rp 5 ribu hingga 10 ribu per malam, tergantung bentuk bangunan dan lokasi. Namanya gubuk liar, ben tuknya jauh dari kesan rumah. Ben tuk seadanya, dinding dari tripleks. Salah satu kawasan yang dikenal sebagai kampong pengemis adalah di Kebon Singkong, Klender, Jakarta Timur. Di lahan cukup luas bekas perkebunan singkong ini, kini padat dengan rumah-rumah warga yang sebagian di antaranya ditinggali para pengemis dari luar Jakarta. Rumahrumah sewaan untuk pengemis ini,
Pengemis cacat penghasilan lebih besar
tkh/ist
tkh/ist
umumnya adalah bangunan seadanya semi permanen. Warga setempat, Udin Surat man, mengatakan, sebutan kam pung pengemis itu muncul karena banyaknya pengemis luar daerah yang menyewa rumah-rumah warga setempat. Biasanya mereka berasal dari Jawa Barat seperti Karawang, Subang, Indramayu, serta sejumlah
11 - 17 Agustus 2014 wilayah di Jawa Tengah. Banyak di antara mereka pengemis-pengemis cacat, berusia lansia ataupun anakanak. Sedang mereka yang berba dan sehat, jumlahnya tidak terlalu banyak. “Jumlah mereka akan makin banyak saat bulan puasa. Mereka itu adalah pengemis musiman, bi asanya tempat-teman sekampung para pengemis yang sudah menetap di Jakarta,” ujarnya. Bulan puasa, berbondong-bondong pengemis datang ke Jakarta karena penghasi lan jauh lebih besar dari biasanya. Kalau sedang beruntung, satu hari penghasilan mereka bisa mencapai antara Rp 400 ribu-500 ribu. Jumlah yang sangat lumayan. Ketika hari mendekati Lebaran, dan kebanyakan warga Jakarta sudah mudik, mereka pun ikut mudik pula. Penghasilan yang tinggi pula. Dua pekan setelah Lebaran, mereka kembali ke Jakarta namun jumlahnya tidak sebanyak saat bulan puasa. PENGHASILAN RP 4 JUTA Menjadi pengemis di Jakarta memang enak. Penghasilan mereka perhari bisa sampai beratus-ratus ribu. Paling apes, kata Udin, per hari mendapat Rp 150 ribu. Jika di ratarata maka dalam sebulan penghasilan mereka bisa mencapai Rp 4 juta. Tapi itu berlaku pada pengemis lanjut usia ataupun orang cacat, atau ibu dengan anak bayinya. Anak bayi tersebut biasanya disewa dengan harga Rp 40 ribu-50 ribu per hari. Bagi yang berbadan sehat, peng hasilan Rp 50 ribu per hari sudah ter masuk beruntung. Penghasilan yang minim itu, membuat banyak dari mereka akhirnya lebih suka men jadi ‘pembantu’ pengemis cacat atau
‘pembantu’ pengemis lansia. Karena dia akan mendapat pembagian dari hasil mengemis. Daya tarik Jakarta mudah mencari uang ini, menyebar sehingga seorang pengemis ketika kembali ke Jakarta akan membawa saudara ataupun tetangganya untuk sama-sama mengemis. “Orang biasanya enggan mem beri sedekah pada pengemis yang terlihat sehat. Karena itu banyak pengemis sehat namun menyamar sebagai orang cacat supaya dapat uang banyak. Mereka tinggal berkel ompok, biasanya satu rumah 10 orang. Jadi bayarnya bisa patungan,” kata Udin yang menyewakan rumah petaknya Rp 400 ribu per bulan. Para pengemis itu, meski terlihat lusuh dan miskin, namun sebenarnya banyak yang kaya raya di kam pungnya, hasil mengemis. Rumah bagus, punya motor, bahkan punya sawah. Lahan mengemis di Jakarta meng giurkan bagi sebagian orang yang jeli melihat peluang bisnis. Mereka inilah yang kemudian dikenal seba gai koordinator pengemis. Mereka mengumpulkan para calon-calon pengemis ini dari kampung-kampung, diiming-iming penghasilan besar un tuk mengemis di Jakarta. Para mafia ini, mengkordinir para pengemis dan membiayai hidup mereka di Jakarta, termasuk sewa rumah dan makan. Tapi itu bukannya gratis, karena biaya-biaya itu sebenarnya hanya dipinjamkan sementara, yang harus dibayar kembali setelah mereka mendapat penghasilan. Pendapatan koordinator sepertiga dari penghasilan bersih. Tiap subuh, mereka di antar naik truk atau mobil pick up dan diturunkan di sejumlah titik di Jakarta oleh koordi nator pengemis. –Diana Runtu
Denda Rp 30 Juta bagi Pemberi Uang Kabar bahwa para pengemis itu sebenarnya bukan orang susah di kam pungnya, juga sudah didengar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. “Pengemis itu mengemis untuk buat ru mah di kampung. Mereka bukan orang kelaparan,” ujar Ahok dengan suaranya yang lantang. Pengetahuan itu didapatnya setelah mendapat masukan juga mengamati prilaku pengemis pada dua kali Ramadan (2013 dan 2014). Saat Ramadan, biasanya di masjid disediakan makanan berbuka namun ja rang ada pengemis yang datang. Mereka lebih suka menunggu di luar. “Itu artinya, di Jakarta ini tidak ada pengemis makanan. Kalau dia pengemis makanan, dia bakal nongrong di masjid untuk dapat makanan buka atau sahur. Jadi mereka itu mengemis untuk membuat rumah di kampungnya,” tandas Ahok. Tentang para pengemis di Jakarta memiliki rumah bagus di kampungnya, juga diungkap Kepala Seksi Pelayanan Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta, Prayitno. Hal tersebut diketahui saat staf Dinas Sosial meng antar beberapa pengemis pulang kampung lantaran pengemis-pengemis itu telah berkali-kali kena razia petugas. Mereka dipulangkan secara berombongan. Namun, bagi yang telah berkali-kali kena razia, diantar langsung ke rumahnya menggunakan ken daraan operasional Dinas Sosial. “Awalnya, kami tak percaya kalau rumah para pengemis itu bagus-bagus. Tapi ketika mengantar salah salah seorang pengemis,
ternyara rumahnya bagus,” tuturnya. Dengan kenyataan tersebut, maka Pemda DKI berencana akan lebih tegas terhadap pengemis. Bukan hanya pengemis yang akan ditindak tapi pemberi uang di jalananan pun akan kena sanksi. Hal itu sesuai dengan Perda DKI Jakarta No 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Di mana salah satu pasalnya mengatur tentang larangan mengemis, juga larangan memberi uang atau barang kepada penegmis. Sanksi yang dikenakan denda Rp 20 juta untuk pengemis dan Rp 30 juta untuk warga pemberi uang. Meski sudah ada dasar hukumnya, apakah benar nantinya Pemda akan menerapkan Perda itu secara te gas. Sejak Perda itu lahir, pasal yang mengatur masalah denda pengemis dan warga, tidak pernah terdengar digunakan. Pengemis yang tertangkap hanya masuk ke panti sosial untuk kemudian di pulangkan. Warga yang memberi, didiamkan saja. –Diana Runtu
11 - 17 Agustus 2014
Sosialita
3
AAA Ngr. Sri Rahayu Gorda Memberikan inovasi yang memadai dan berkelanjut an. Ada spirit dan nilai-nilai yang ditebarkan. Men jaga atmosfir kerja yang kondusif. Menjalin hubung an kinerja yang harmonis ke dalam maupun ke luar. Itulah sebagian dari langkah yang akan dijalankan Dr. AAA Ngr. Sri Rahayu Gorda, S.H.,M.M.,M.H, yang kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum (FH) Undiknas Denpasar.
Dr. AAA Ngr. Sri Rahayu Gorda, S.H.,M.M.,M.H.
M
enurut Gung Sri begitu ia biasa di sapa, ia tidak perlu terlalu ber lebihan dalam menjalankan dan melanjutkan kebijakan yang sudah baik dari dekan sebelumnya. “Kami akan memperbaiki yang belum ber jalan dengan baik,” ucap istri IGN Jelantik Manuaba, S.E., M.M, seorang wiraswastawan bidang migas ini. Jenjang pendidikan yang dilalui dan dicapainya, membuatnya lebih sensitif terhadap lingkungan sekitar. Ia juga lebih terbuka terhadap gagasan baru dan lebih mudah memahami sudut pandang orang lain. Hal ini tentu akan sangat memudahkan nya sebagai seorang dekan, demi mendayagunakan segala potensi dari untuk menjalankan fungsinya sebagai motor penggerak pengelolaan fakul tas. Lantas apa program pertama yang akan dilakukannya? Dikatakannya keberadaan FH Undiknas selama ini, dilihat dari dua indikator kecil, yaitu akreditasi B serta jumlah mahasiswa yang cen derung bertambah tiap tahunnya. Terkait Tri Darma Perguruan Tinggi, ia akan lebih memacu para dosen untuk melanjutkan ke jenjang S3, meningkatkan dan memotivasi mer eka lebih lagi bisa meraih hibah-hibah penelitian, Saat ini pula kata perempuan kelahiran, 28 Oktober 1972, ia ten gah mempersiapkan kurikulum ber basis KKNI , untuk dapat dilaksana kan pada tahun ajaran 2015/2016. Melakukan akreditasi FH, yang sudah memperoleh nilai B bisa ditingkatkan
menjadi A. “Tentunya keinginan ini merupakan PR bagi kami,” ujar putri dari pasutri Prof. Gorda (alm) dan Ratyni Gorda (almh) ini. Selanjutnya bersama seluruh tim kerjanya, ia berharap mampu lebih meningkatkan kualitas FH Undiknas. Begitu pula terhadap kualitas jurnal FH juga akan menjadi perhatiannya, agar bisa meningkat dalam 6 kali penerbitan kemudian dapat diajukan akriditasi jurnal. “Ini adalah prioritas kami,” cetusnya. Ia menambahkan ambisi ini mung kin terkesan muluk, tapi ia mempunyai keyakinan karena didampingi oleh tim yang secara kualitas akademik tidak perlu diragukan. “Ada Bu Juwita Ar sawati yang merupakan dosen senior dan sangat kompeten di bidang aka demik. I Made Oka, seorang dosen muda yang sangat potensial, mem berikan keyakinan kepada kami untuk bisa meningkatkan kuantitas maupun kualitas FH Undiknas ke depannya, astungkara,” ujar Gung Sri. Mengenai kualitas sarjana FH Un diknas , katanya harus terjaga, karena dalam era perdagangan bebas, sarjana hukum memiliki peran dan posisi strategis. Ada perdagangan bebas akan memicu banyaknya kontrak bisnis internasional dengan permasalahan makin kompleks. Untuk ini, diper lukan SDM yang mampu mengatasi persoalan hukum menggunakan pendekatan dan penalaran ilmiah. “Mereka juga berperan dalam menjembatani interaksi antarbangsa agar tidak lepas dari kaidah-kaidah hukum yang berlaku di negara masing masing dan hukum perjanjian yang
Siap Majukan FH Undiknas ada. Sebab, interaksi antar bangsa dalam era global, jika tindak ber sandarkan aspek legalitas inilah yang akan membuat persoalan di kemudian hari,” ucap doktor ilmu hukum lulusan Universitas Brawijaya ini.. Karenanya di FH Undikas, Gung Sri selain memberikan teori-teori hukum juga diberikan mata kuliah kewirausahaan dan dibentuknya forum diskusi ilmiah internasional dan nasional. Forum ini mengajak mahasiswa untuk dapat meningkat kan wawasan dan kemampuannya dalam membedah kasus-kasus hukum nasional dan internasional. “Ini sangat penting karena tahun 2015 kita su dah berhadapan dengan masyarakat ekonomi ASEAN. Mau tidak mau, lu lusan FH Undiknas tidak lagi bersaing secara lokal tapi sudah dengan pihak luar,” tegasnya. Ia menambahkan ta hun ini pendaftaran mahasiswa baru hingga Agustus. MENJAGA KESEIMBANGKAN Mengenai pendidikan untuk anakanaknya, sebagai seorang pendidik, Gung Sri mengatakan dirinya berusaha untuk tidak menggurui mereka. Justru ia berupaya menjadikan dirinya contoh nyata. “Kalau memberi contoh dengan menceritakan kehidupan orang-orang sukses itu sangat mudah. Tetapi, men jadikan diri sendiri sebagai contoh jauh lebih sulit. Sebab yang kita bicarakan bukan orang lain, tetapi diri sendiri,” ujar ibu dari I Gst Agung Ayu Istri Gita Saraswati Jelantik dan I Gusti Agung Ayu Istri Dinda Larasshanti Jelantik ini. Melalui pencapaian pendidikannya sampai ke jenjang S3 ini, lanjut Gung Sri dengan sendirinya memberikan gambaran nyata juga motivasi terhadap kedua putrinya. “Apalagi saya juga ingat pesan orangtua yang menekankan, pendidikan adalah harta kekayaan yang paling mulia. Hanya pendidikan yang dibawa sampai kita mati,” kata Gung Sri yang juga tercatat sebagai Sekretaris Perdiknas Denpasar ini. Tentang pengalaman mengajar, Gung Sri yang sebelum menjadi dekan, mengajar Hukum Bisnis di FE Undik nas dan mengajar Hukum Perbankan
Sri Rahayu Gorda bersama suami dan kedua putrinya
dan Kontrak Komersial dan Lembaga Pembiayaan di FH Undiknas ini meng aku memiliki pengalaman menarik yang susah dilupakan. Di awal sebagai dosen , sepanjang setengah semester mengajar ia selalu didampingi ayahnya Prof. Gorda. “Karena Prof. Gorda adalah dosen yang sangat idealis, sehingga wajib tahu kualitas anaknya mengajar, untuk bisa memberikan masukan, kritik maupun saran agar teknik dan cara menyampaikan ilmu ke mahasiswa baik dan menarik. Bisa dibayangkan bagaimana groginya waktu pertama kali,” ucap Gung Sri sambil tersenyum. Kini, diakuinya sebagai anak dari seorang pendidik sekelas Prof. Gorda tentu tak terhindarkan menjadi beban sekaligus tantangan tersendiri. Na mun, demi kemajuan dunia pendidikan yang sudah menjadi komitmen kelu arganya, ia harus bisa membesarkan FH Undiknas, sama seperti Prof. Gorda membesarkan lembaga Pen didikan Undiknas Denpasar. Sebagai generasi ke-2, ia wajib melanjutkan tongkat estafet yang sudah diberikan padanya ini. Tugas sebagai seorang pendidik juga dibuktikannya dengan tidak berhenti belajar dan mau membagi gagasan ilmunya , diantaranya melalui buku yang yang telah dibuatnya. Buku
pertamanya terbit tahun 2011 dengan judul “Perlindungan Nasabah Bank yang Dirugikan akibat Cyber Crime”. Kini, satu buku, menunggu untuk bisa diedarkan. Targetnya, pada Oktober 2014 sudah bisa dilaksanakan bedah buku ke-2, yang berjudul “Wrddhi Grhiyad sebagai Dasar Perjanjian Kredit”. “Buku ke-2 ini merupakan keingi nan saya untuk bisa memperkenalkan nilai-nilai Hindu yang dapat diterapkan dalam hukum perbankan. Khususnya dalam perjanjian kredit. Karena, sela ma ini jika berbicara nilai agama dalam perbankan hanya ada Bank Syariah. padahal, dalam Hindu banyak nilai-nilai yang dapat digali dan digunakan dalam hukum perbankan,” paparnya. Meski pencapaiannya kini ter golong sukses, ketika ditanya arti keberhasilan, dengan rendah hati ia menyatakan sebuah keberhasilan itu adalah kebahagiaan semua pihak. Ini, lanjutnya sejalan dengan prinsip hidup nya yakni keseimbangan. “Kesuksesan dalam pencapaian karier harus sejalan dengan kesuksesan dalam membina rumah tangga. Begitu pula, sukses mengembangkan lembaga harus sejalan dengan sukses mengembang kan keluarga dan sukses mendidik mahasiswa harus sejalan sukses dalam mendidik anak-anak saya sendiri,” katanya. -ard
Sri Rahayu Gorda bersama dosen penguji usai ujian akhir disertasi doktor
Sri Rahayu Gorda bersama keluarga besar
Ekspresso DAri daPUr Redaksi
11 - 17 AGUSTUS 2014
2
Salam Pramuka ! Tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka. Dulu Pramuka disebut Pandu. Kepanduan telah berkembang pesat lebih dari 140 negara di dunia. Organisasi-organisasi kepanduan internasional adalah organisasi yang independen dan biasa mengadakan pertemuan setiap dua tahun sekali dalam Boy Scouts World Conference. Biro Kepanduan Sedunia (The Boy Scouts Salah satu kegiatan pramuka di sekolah World Bureau), sekretariatnya berkedudukan di Jenewa, Swizerland. Orang yang (pramuka) dan sebagai sesama manusia, dan berjasa dalam pengembangan kepanduan di dunia universal artinya kepramukaan itu dapat berlaku adalah Sir Robert Baden-Powell, yang dikenal sebagai untuk siapa saja serta dapat diselenggarakan Bapak Pandu Sedunia. dimana saja. Menurut Lord Baden-Powell, kepramukaan Gerakan Pramuka adalah nama organisasi yang bukanlah suatu ilmu yang harus dipelajari de merupakan suatu wadah proses pendidikan keprangan tekun, bukan pula merupakan kumpulan mukaan yang ada di Indonesia. Untuk mencapai ajaran-ajaran dan naskah-naskah dari suatu buku. tujuan gerakan pramuka para anggota gerakan Kepramukaan adalah suatu permainan yang me pramuka harus mematuhi kode kehormatan nyenangkan di alam terbuka, tempat orang dewasa gerakan pramuka. Berdasarkan kurikulum pendan anak-anak pergi bersama-sama, mengadakan didikan tahun 2013, gerakan pramuka merupakan pengembaraan bagaikan kakak beradik, membina kegiatan ekstrakurikuler wajib di tingkat sekolah kesehatan dan kebahagiaan, keterampilan dan dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah kesediaan untuk memberi pertolongan bagi yang menengah atas. Semoga kegiatan kepramukaan ini bisa membuat generasi muda Indonesia menjadi membutuhkannya. Sifat kepramukaan nasional artinya kepramu- generasi yang lebih mandiri, cekatan, terampil, kaan itu diselenggarakan di masing-masing negara dan kreatif. Salam disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing negara tersebut, internasional artinya kepramukaan harus dapat mengembangan rasa persaudaraan dan Mohon informasi nomor persahabatan antar sesama anggota kepanduan kontak Pasraman Markandeya yang pernah dimuat di Tabloid Tokoh Ibu Ita, Gatsu Barat Ibu bisa menghubungi Bunda Dian Martika. Hp: 081999714850, 081145142424
Sok Akrab
Hari pertama anak bersekolah menjadi pengalaman yang tak boleh dilewatkan orangtua. Saat hari pertama ini, orangtua bisa berkenalan dengan guru, orangtua anak lain, bahkan penjaga sekolah. Pendampingan di hari pertama juga menjadi catatan bagaimana anak bersosialisasi dengan teman baru. Sejak anak masuk TK saya selalu meluangkan waktu untuk mengantar anak seminggu pertama. Selebihnya sudah yang antar-jemput dari sekolah. Ketika masuk SD juga saya lakukan hal yang sama. Saya ingin tahu bagaimana situasi sekolah anak saya. Siapa tahu saya ada kenal orangtua siswa. Saat anak masuk TK, saya bertemu teman SMA. Kami pernah sekelas. Ternyata anak kami se umuran. Banyaklah cerita meng alir dari pertemuan itu. Anak kami juga akrab karena orangtua
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
juga akrab. Nostalgia masa SMA pun menjadi bahan obrolan saat bertemu. Nah, ketika anak SD, saya pun memikirkan pasti ada orangtua siswa yang saya kenal. Karena sekolah anak saya jauh dari tempat dia TK dulu dan hanya ada tiga temannya, tentu perlu adaptasi lebih intens. Apa yang saya pikirkan benarbenar terjadi. Saat menunggu anak keluar kelas, ada seorang pria mendekati saya. “Halo bro… apa kabar? Lama ndak bertemu. Anakmu sekolah disini toh.” Saya agak kaget karena disapa orang yang terus terang saya belum
kenal. Agar dia tidak malu, saya jawab, kabar saya baik-baik saja. Kebetulan anak kami sekelas, jadi pembicaraan fokus pada anakanak. Lama-kelamaan dia mena nyakan bagaimana kabar sekolah, sembari menyebut alamat sekolah di Jalan Nusa Indah, Denpasar. Saya kaget, lalu mengatakan de ngan sopan dan hati-hati, SMA saya dulu di Jalan Kamboja. Dia mulai kikuk, lalu mengira saya temannya saat SMP, ternyata salah juga. SMP kami beda. Akhirnya untuk menutupi rasa malu karena sok akrab, dia pun mengatakan wajah saya mirip temannya. Sejak itu, kami kalau bertemu tetap saling menyapa, halo bro…dan sesekali ngobrol tentang anak-anak. Rama, Denpasar
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
11 - 17 AGUSTUS 2014
GORO-GORO
merdeka
Memasuki bulan Agustus, terasa kembali betapa tak mudahnya para pejuang kita di masa revolusi, merebut kemerdekaan. Tetapi mengisi kemerdekaan pun tidak gampang. “Coba mana yang lebih berat, merebut kemerdekaan atau mengisi kemerdekaan?” tanya Amat iseng-iseng kepada Pak Made dan Pak Alit. Langsung dijawab Pak Made, tegas: “Tentu saja merebut kemerdekaan Pak Amat!” “Kenapa?” potong Pak Alit. “Merebut kemerdekaan harus dibayar dengan darah. Harus ditebus dengan nyawa. Sedang mengisi kemerdekaan yang diperlukan cukup hanya keringat!” Pak Alit tidak setuju. “Kelihatannya saja merebut kemerdekaan lebih sulit, Pak Made. Tapi sebenarnya mengisi kemerdekaan jauh lebih berat lagi!” “Mana bisa! Tak mungkin!”’ “Coba bayangkan usia kemerdekaan kita sekarang sudah 69 tahun, tapi apa yang sudah kita capai? Yang kaya, kaya sekali, yang miskin untuk makan hari-hari saja tidak ada. Demokrasi politik sudah ada, tapi demokrasi ekonomi, mana? Masih jauh! Sedangkan revolusi kita tahun 45 langsung mencapai sasarannya: merdeka!” Pak Made dan Pak Alit lantas berdebat sengit. Amat hanya mendengarkan saja. Ia mengerti kenapa kedua tetangga yang dalam pemilu satu kubu itu. bertentangan keras. “Pak Made kehilangan lima keluarganya dalam revolusi,” kata Amat menjelaskan pada Bu Amat, “sedangkan Pak Alit, beberapa sanak keluarganya jadi pejabat sesudah tercapai kemerdekaan. Jadi sebenarnya Pak Made maupun Pak Alit, tak berpikir jernih objektif, mereka hanya berusaha menunjukkan potensi keluarganya.” Bu Amat manggut-manggut. “Kalau pendapat Bapak sendiri bagaimana?” Amat bimbang. “Kedua perjuangan itu sama beratnya, tapi dalam banyak hal, berbeda. Jadi tidak bisa diperbandingkan. Yang jelas, keduanya memerlukan pengorbanan. Masalahnya waktu revolusi, tekad kita bulat. Musuh kita hanya satu. Kolonial. Di masa merdeka kebulatan tekad kita terganggu, musuh kita banyak. Keduanya memerlukan perjuangan yang berbeda. Di dalam revolusi diperlukan keberanian. Dalam mengisi kemerdekaan diperlukan kebijakan, kesabaran, keuletan dan sebagainya.” “Jadi mana yang lebih berat?” “Keduanya berat!” “Yang lebih berat?” “Keduanya masing-masing punya kelebihan berat.” Bu Amat kesal. “Yang lebih berat?” “Inilah masalahnya! Kita selalu mau tahu mana yang lebih dan mana yang kurang. Akhirnya cakar-cakaran di antara kita sendiri!” Bu Amat menggeleng-gelengkan kepala. “Lho bapak ini bagaimana. Yang mulai bertanya kan Bapak sendiri. Kenapa Bapak menyalahkan orang yang memperbandingkan?” Amat terpaku. Terkejut menyadari pertanyaan isengnya awal dari perdebatan itu. Lalu mengangguk. “Ya itulah watak kita semua, suka iseng, membangunkan macan yang sedang tidur. Tak terkecuali Bapak. Kita suka memperbandingkan, tapi tidak suka kalah. Makanya kita berkelahi terus!” Bu Amat langsung memotong. “Siapa bilang! Watak saya tidak begitu, Pak! Bapak jangan suka memukul rata! Itu yang selalu jadi gara-gara!” Amat termenung. Ketika esoknya ia masih mendengar Pak Made dan Pak Alit masih hangat memperdebatkan mana yang lebih berat, merebut atau mengisi kemerderkaan, ia kontan menengahi. “Cukup! Sebenarnya yang lebih berat, bukan merebut atau mengisi kemerdekaan, tapi memperbandingkan keduanya untuk menentukan, mana yang lebih berat! Jadi tidak usah dibahas lagi!” Tapi Pak Made dan Pak Alit, terus saja berdebat. Malah tambah sengit.
Putu Wijaya
Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palm erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Mozaik
Seminar & Penyembuhan Terspektakuler Tahun Ini
23
Terbuka, Mengalir, Tersenyum
S
eorang wanita asing dengan wajah kuyu, tegang, tertekan, stres, terseok-seok serta menyeret kaki kanannya yang sakit, datang menemui Guru Mangku Hipno diantar oleh guide-nya. “Guru, tamu saya benar-benar sedang terpuruk, stres, sering teriak sendiri, tidak bisa tidur, mengeluh sakit di kaki dan di lambung, mohon disembuhkan” kata Pak Sastra, guide yang meng antarnya. Beberapa saat kemudian Guru langsung meminta tamunya duduk, pejamkan mata, dan hanya perlu mendengarkan, memikirkan dan merasakan apapun yang Guru katakan. Guru meminta tamunya membuka diri, tidak bertanya, tidak menjawab, dan hanya mengikuti apa pun yang Guru katakan. Setelah sekitar satu menit memberikan pencerahan jiwa, tiba-tiba wanita itu lemas dan rebah. Wajahnya mulai tampak sangat tenang, rileks dan mulai muncul senyum di bibirnya. Dua menit kemudian Guru meminta wanita itu membuka mata, dan keajaiban sungguh terjadi di depan mata semua orang yang ada di ruangan praktek Guru yang adem. Tiba-tiba pasien asing yang saat datang seakan hancur dan putus asa, stres dan mentalnya terganggu membuka mata dan bertanya, “Di mana saya, apa yang terjadi, kok semua bagian tubuh saya dari kepala sampai ke ujung kaki ringan tanpa beban, pikiran saya sangat senang, jiwa saya sangat tenang, tubuh saya sangat nyaman.” Lalu dia bangun, melompat lompat riang, tertawa lepas, dan berteriak, “Yes…yes saya sembuh. Lihat saya telah sembuh dan normal,” ujarnya sambil mengucapkan rasa syukur menunduk sambil menyentuh kaki Guru. “Maaf, Anda berada di tempat Guru, tadi Anda datang dalam kondisi yang kacau, menangis tanpa henti, kadang berteriak dan menyeret kaki. Anda menderita psikosomatis, sakit karena perasaan Anda terganggu dan Anda kehilangan rasa tenang. Jika sakit seperti ini maka obat apa pun digunakan untuk menyembuhkan akan sangat sulit, karena sakit Anda adanya di bagian rasa. Bagian yang tak mampu terdeteksi oleh alat apa pun dan secanggih apapun. Sakit Anda berada di area bawah sadar,” kata Guru Mangku. Menurut penuturan pasien bule ini, dia telah berobat secara medis hampir setahun dan telah menghabiskan banyak uang, waktu dan telah menelan berbagai macam obat obatan. Setelah lama menjalani itu, kesembuhan yang diharapkan malah makin menjauh, efek negatif dari obat yang ditelannya selama hampir
setahun justru mulai terasakan di bagian tubuhnya. Sesungguhnya apa yang Guru lakukan sehingga dalam hitungan beberapa menit mampu menyembuhkan pasien bule tersebut hanyalah hal yang sederhana. Guru hanya membuka kesadaran nuraninya, memotivasinya dan meniupkan harapan hidup dan meyakinkan dia bahwa jalan kehidupan masih terlalu panjang untuk dilewatkan dengan kesedihan dan keputusasaan. Untuk mengatasi segala masalah, penderitaan, penyakit, kekecewaan, kegagalan, kesialan ataupun hal-hal yang terjadi yang menyakiti dan menghambat kita mencapai kesehatan optimal, kesuksesan, keberlimpahan harta dan Guru kasih sayang, serta kebahagiaan, Tuhan telah melengkapi tiap kelahiran dengan tiga kekuatan rahasia, yaitu “Terbuka, Mengalir, dan Tersenyum”. Jika kita seorang yang terbuka dan membuka hati maka tiap saat akan mampu mengikuti perubah an ruang dan waktu dengan penuh kreativitas dan kecerdasan. Jika kita mampu memiliki jiwa yang mengalir maka segala rintangan sekuat batu pun tetaplah akan mampu diterobos oleh kekuatan air. Jika kita mampu selalu tersenyum, maka sesungguhnya kita telah mengucap rasa syukur kepada Tuhan sang Pencipta atas apa yang terjadi adalah kehendakNya. Inilah kuasa Tuhan yang tentu merencanakan sesuatu dengan ke sempurnaan-Nya. Jika ingin mengetahui secara detail bagaimana mengenali dan mengaktifkan ketiga rahasia tersebut maka Guru akan menjelaskan dengan cara sangat sederhana dan akan membawa perubahan besar, saat Anda mengambil sebuah keputusan atas jalan hidup Anda. Detik demi detik pencerahan jiwa dan penyadaran dari Guru akan menyadarkan dan membawa Anda ke dalam keajaiban tiga rahasia tersebut. “Untuk itu ikutlah bergabung dalam seminar kami, “ kata Guru Mangku Hipno. DOSA DAN DOA Di samping tiga rahasia terdalam tadi, sesungguhnya ada dua hal yang juga dapat menghambat kesembuh an dan cita-cita serta keinginan kita, sehingga sebuah kesembuhan dan cita-cita hanyalah menjadi keinginan yang abadi. Banyak orang tanpa sadar telah berbuat dosa dan celakanya tanpa disadari dosa itu sesungguhnya
sangat panjang. Untuk itulah Guru akan memberikan pemurnian diri kepada masingmasing peserta dari segala beban dosa dan pencerahan jiwa lalu memotivasi serta meringankan beban pikiran, perasaan dan tubuh Anda dengan bahasa sederhana dan sangat mudah dilakukan. Ini dapat menjadi penyelamat untuk masa depan Anda, Semua ini akan dibahas tuntas kalau Anda mengikuti seminar Guru.
Mangku Hipno akan menjadi beban yang cukup menyita tempat dalam relung hati terdalam. Bayangkan berapa banyak dosa yang kita miliki sejak kecil, baik dosa kepada Tuhan ketika kita melanggar ajaran agama, dosa kepada orangtua, dosa kepada sahabat dan dosa kepada orang orang terkasih kita, dosa kepada pertiwi juga dosa-dosa yang lainnya. Inilah sesungguhnya sumber penyakit yang dahsyat, karena ini menghilangkan ketenangan kita dan rasa bersalah di hati ini akan membebani Anda dan membuat hidup Anda terlalu berat untuk dijalani seumur hidup. Bahagia itu letaknya di hati, maka pengendapan dosa-dosa inilah yang akan mengurangi bahagia Anda dan secara perlahan menghilangkan ketenangan Anda lalu berpotensi kena penyakit depresi, stres, kolesterol/hipertensi, serangan jantung, rematik, arthretis/peradangan sendi, stroke/penyumbatan pembuluh darah, nyeri punggung, insomnia/ susah tidur, gangguan tulang belakang bagian bawah bahkan sampai penyakit ginjal. Doa adalah cara menemukan kesembuhan dan kesuksesan serta kebahagiaan terbaik setelah kita bekerja keras dan mensyukuri ke sehatan kita. Namun, tidak banyak yang memahami bagaimana berdoa yang baik sehingga doa kita sampai di alam kebenaran (Satyam). Di sini di percaya apapun yang kita doakan segera terkabulkan. Doa yang baik adalah doa yang didasari oleh rasa ikhlas, niat yang tulus dan hati yang bersih. Doa seseorang yang cepat terkabulkan adalah doa orang-orang yang memiliki sifat Satvik, yaitu orang yang gaya hidupnya berpegang pada kebenaran, kesucian dan keindahan (satyam, siwam, sundaram). Bagi seseorang yang memiliki sifat Satvik maka doanya menembus alam Bhur, Bwah, Swah, Mahah, Janah, Tapah, Satyam di puncak kebenaran tertinggi yang diyakini sangat dekat dengan keberadaan cinta kasih Tuhan. Namun, bagi mereka yang hidupnya penuh dengan dosa, penuh dengan kemalasan, penuh dengan ambisi, penuh dengan nafsu dan penuh dengan kemarahan yang tak terkendali maka akan sangat susah doanya sampai ke alam satyam. Sebuah doa sederhana dipercaya melalui proses waktu yang
9 CAKRA ADALAH PETUNJUK TUHAN UNTUK KEBERLIMPAHAN. Tubuh manusia dilengkapi potensi yang luar biasa oleh penciptanya, namun banyak dari mereka yang tak pernah ingin tahu, tak pernah memanfaatkan bahkan mengacuhkan potensi itu. Tuhan telah memberikan kesempatan sehat, sukses, keberlimpahan harta dan kasih sayang lalu berbahagia hanyalah lewat begitu saja tanpa dikenali dan Anda masih mengatakan Tuhan tidak adil, Tuhan tidak sayang pada diri Anda, dan segala keluhan lainnya. Sesungguhnya Tuhan telah me ngabulkan banyak keinginan dari hasil kerja keras dan doa kita. Sayang, Anda melewatkan kesempatan menikmatinya. Sembilan cakra yang merupakan linggam 9 dewata dalam Tubuh kita adalah pembuka jalan menuju hal yang kita harapkan, sebagai penjaga dan pemelihara segala kebaikan yang kita telah miliki, dan sebagai penghilang atau penetralisir segala hal yang buruk yang terlanjur kita pelihara. Jika 9 cakra Anda dimurnikan, maka tubuh, perasaan dan pikiran Anda akan membuat aura Anda menyala bagaikan kunangkunang di malam hari. Anda menjadi sangat menarik bagi siapapun dan bagi rejeki. Dalam seminar ini, Guru Mangku Hipno akan memurnikan 9 cakra Anda mulai dari cakra dasar linggam Dewa Brahma yang mengatur keberuntungan, cakra seks linggam Dewa Wisnu yang mengatur perasaan, cakra pusar linggam Dewa Rudra yang mengatur energi, cakra jantung linggam Dewa Iswara yang mengatur kemampuan berintuisi, cakra tenggorokan linggam Dewa
Maheswara yang mengatur kemampuan berbicara, cakra ajna linggam Dewa Mahadewa yang mengatur kemampuan berinspirasi dan berpikir, cakra kembar linggam Dewa Sambu dan Sangkara yang mengatur tentang pendengaran jujur, benar atau bohong, dan cakra mahkota linggam Dewa Siwa yang mengatur firasat serta kemampuan spiritual. Jika semua cakra-cakra itu telah dimurnikan maka inspirasi KESEHATAN, KESUKSESAN, KEBERLIMPAHAN DAN KEBAHAGIAAN akan muncul dari tempat yang selama ini Anda tidak pernah pikirkan dan bayangkan. Ketika 9 cakra dimurnikan Anda pun berpotensi mampu menjadi menyembuh untuk diri Anda sendiri, mampu meningkatkan imunitas diri dari serangan energi negatif, black magic bahkan jika Anda secara rutin berlatih meditasi cakra dan meyakini Tuhan di atas segalanya maka Anda mampu meningkatkan perlindungan diri atau imunitas diri dari serangan senjata saat dalam ancaman. “Begitu banyak manfaat dan pencerahan jiwa yang akan Guru Mangku Hipno berikan dalam seminar kali ini, sangat disayangkan jika Anda melewatkannya, karena kesempatan terbaik biasanya hanya datang sekali. Inilah saatnya dalam waktu 2 jam saja Anda sembuh dari segala penyakit, bangkit dari keterpurukan, bangun dari keputusasaan, menggantikan ketakutan menjadi keberanian, membuang malas, cemas, ragu, tak percaya diri dan hal-hal buruk lainnya. Anda akan menemukan jati diri Anda yaitu menjadi seseorang dengan pola pikir baru, bermental kuat, penuh rasa syukur dan menyakini Tuhan di atas segalanya sehingga hidup ini bermanfaat dan menjadi sederhana, tegas dan berani bertindak. Saat itulah hidup Anda ditaburi keajaib an seperti habis gelap terbitlah terang,” kata GMH KG Suatmayasa, SH, CH, CHt, MNNLP yang akan menjadi narasumber dalam seminar tersebut yang merupakan guru besar Brahmakunta Supranatural & Spiritual Modern Center, pendiri Brahmakunta Prana & Hypnosis Club, yang dikenal dengan panggilan GMH atau Guru Mangku Hipno yang juga seorang spiritualis, pakar prana, pakar hypnosis, hypnotherapy, instruktur NLP, EFT, EQB, palmistri, motivator spiritual, profesional healer sosio medis dan heado theta.
Seminar dan Penyembuhan Terspektakuler Tahun ini, diadakan pada: Hari : Minggu, 17 Agustus 2014 Tempat : Gedung PWI Bali, Jln. Gatot Subroto Tengah, Lumintang, Denpasar Jam : 15.00 s.d. 17.00 Wita Harga Tiket : Hanya Rp 300.000 Daftarkan diri Anda segera, tempat sangat terbatas hanya untuk 100 orang saja. Alamat Center Brahmakunta: Perumahan Gunung Sari Indah, Jln. Tukad Buana 1 No. 61 Kebo Iwa Utara Denpasar. (Pin BB 20C6F65A, FB: GURU MANGKU HIPNO) Untuk Info Lengkap dan Pemesanan Tiket Hub : 0361-844 2823, 0361-7879 151 (centre) 085 738 818 906 ( jro mangku swandra) 085 238 640 217 ( jro abuck) 085 638 00 133 (jro putu anta) 0361-9133 725 (jro ayuk)
What’s Up
24
11 - 17 Agustus 2014
Lihat dan Rasakan Hasilnya dalam 2 Menit
BPOM NE 511 4010 121 00 dan Telah Lulus Uji Iritasi
Antarcticine: mempertahankan kelembaban dan melindungi kulit Manfaat: l Melembabkan kulit lMengurangi munculnya garis Âhalus dan kerutan l Mengoptimalkan produk kolagen dan elastisitas kulit lMengencangkan kulit
Extract Aloe/Lidah Buaya: nutrisi kulit Manfaat: l Mengandung 20 asam amino yang melembutkan kulit l Melembabkan kulit l Kandungan mineral membantu mengecilkan pori-pori lAnti bakteri dan anti inflamasi
Extract KBGA (Klamath Blue Green Algae): memperbaharui atau memulihkan kulit Manfaat: lMelembutkan dan memperbaiki kulit lPenunjang elemen pembentukan kolagen dan elastin lMenampilkan kulit yang sehat dan muda lSumber yang berpotensi sebagai nutrisi
2 Minute Miracle Gel Teruji Secara Klinis Hasil yang terlihat hanya sekali pemakaian: l 100% dari pengguna merasa kulit lebih lembab dan lembut l 100 % merasa adanya peningkatan yang signifikan terhadap kecerahan kulit l 97% menyadari kulit menjadi lebih cerah dan bersinar l 92% menyadari kulit lebih kencang l 92% menyadari kulit terlihat lebih muda l 90 % menyadari kerutan halus pada kulit berkurang l 80% menyadari penampilan kulit terlihat lebih sehat Hasil yang terlihat dalam 15 hari l 81,50 % peningkatan terhadap kolagen tipe-1 l 34 % peningkatan terhadap kolagen tipe-2 l 31,5 % peningkatan terhadap elastin kulit Hasil yang terlihat dalam 30 hari l 44,5 % pengurangan terhadap keriput atau kerutan kulit
Info Produk : Amour Boutique; Jalan Gatot Subroto IV Blok I No. 6 Denpasar; HP . 081 139 3341 dan Pin BB 75028454 Beauty Consultant : Wulan: Tlp. (0361) 208 8899