Skip to main content

Tokoh Edisi 805 | Tokoh

Page 1

What’s Up

24

14 - 20 Juli 2014

SEMINAR DAHSYAT PERSEMBAHAN BRAHMAKUNTA SUPRANATURAL & SPIRITUAL

SEMBUH DAN BERUBAH DALAM SEKEJAP (PENYEMBUHAN MANIK SEKECAP) “Guru, saya menderita sakit kepala sejak 8 tahun lalu, sudah berobat kemana mana, ke dokter, ke balian, ke paranormal bahkan sampai ke luar Bali, dan sudah mengeluarkan sangat banyak biaya. Saya sudah membongkar rumah karena katanya ada tetaneman, sudah melukat dimana-mana. Tiap kajeng kliwon sakit saya kumat, bahkan saya jadi bermusuhan dengan tetangga karena katanya dia yang membuat saya sakit,” kata seorang pasien yang hampir putus asa.

“D

uduklah dengan tenang, pejamkan mata, de­ ngarkan, pikirkan, bayangkan apapun yang Guru katakan,” ujar Guru Mangku Hipno. Beberapa detik kemudian pasien tersebut telah tertidur lelap, lalu Guru memberikan sugesti. Ajaibnya dalam hitungan detik saat pasien membuka mata, untuk pertama kalinya merasakan kepalanya sangat ringan dan nyaman, dan sakit kepalanya sudah menghilang. “Ini sakitnya psikosomatis, hanya mampu disembuhkan di alam bawah sadar atau di dalam gelombang theta, karena sakitnya ada di dalam perasaannya,” jelas Guru Mangku Hipno. Dimana-mana hal seperti ini sering terjadi. Ketika seseorang lupa meyakini Tuhan, malahan membelokan keyakinannya dan lebih meyakini black magic atau hal hal negatif lainnya yang sangat susah untuk diterima logika dan dibuktikan. Bagaimana Anda mampu sembuh jika Anda meyakini sakit Anda disebabkan oleh sesuatu yang tidak ada? Bagaimana Anda menemukan solusi penyembuhan ataupun obatnya? Bagaimana Anda mau introspeksi diri jika Anda selalu mencari kambing hitam dan menuduh orang lain menya­ kiti Anda? Atau, sering mengatakan tanah pekarangan yang tidak memiliki bayu sabda idep mampu menyakiti Anda yang diciptakan sebagai mahluk hidup paling sempurna di muka bumi ini. “Jangan menambah dosa, apalagi dengan mengatakan disakiti leluhur, disakiti dewata. Mana ada leluhur dan dewata yang memiliki sifat welas asih menyakiti Anda. Yang ada pastilah Anda yang sering menyakiti leluhur Anda dan para dewata dengan pikiran buruk, perkataan buruk, dan tindakan buruk. Itu semua salah kaprah, namun bagi sebagian orang yang tidak memiliki pengetahuan spiritual masih saja meyakini kebenaran cerita seperti itu,” kata Guru Mangku Hipno. Sesungguhnya penyebab sakit itu hanya ada tiga hal. Sakit yang diakibatkan oleh salah pola pikir, salah olah rasa, dan salah olah tubuh. Ketiga salah olah inilah sumber penyakit sesungguhnya. Salah olah pikir berhubungan dengan rasa senang, maka lama kelamaan akan mempengaruhi dan melemahkan serta menyakiti organ tubuh Anda. Sakit salah olah pikir ini dapat dideteksi dan diidentifikasi dengan mudah oleh alat kedokteran. Salah olah rasa, sakit ini berhubungan dengan rasa tenang, maka yang lemah dan tersakiti adalah perasaan Anda, karena ini tentang sikap dan sifat maka takkan tampak jika dideteksi dengan alat apapun dan sakit (psikosomatis) inilah paling sering diidentifikasi sebagai sakit kena black magic. Sakit akibat salah olah tubuh sangat berhubungan dengan rasa nyaman,otot, kulit dan bagian terluar dari tubuh. Ketika kita mampu melakukan olah ketiganya dengan benar maka imunitas tubuh kita akan berada dalam titik optimal. Tiap serangan penyakit tak akan mampu menembus kekebalan tubuh kita. Namun, celakanya banyak orang yang tak mengerti tentang menjaga imunitas tubuh sehingga segala peringatan yang diberikan oleh tubuh, oleh pikiran, oleh perasaan disaat sudah mencapai titik lemah sering diabaikan. SEMBILAN CAKRA Tiap kelahiran dibekali potensi kekuatan oleh Tuhan, kekuatan untuk bertahan dari segala serangan cuaca alam semesta, dari segala serangan energi buruk, dari segala serangan pribadi lainnya. Potensi ini haruslah dikenali dan dikembangkan tiap pribadi agar mampu

digunakan secara optimal. Kekuatan itu tersebar di sembilan area tubuh manusia yang biasa disebut sembilan titik cakra. Mulai dari cakra dasar yang berfungsi sebagai penarik keber­ untungan, cakra seks sebagai penyeimbang perasaan, cakra pusar sebagai penghasil kekuatan energi yang mengalir melalui shumsuna, pinggala dan ida, cakra jantung yang berfungsi untuk sensor me­ ngenali perasaan pribadi lain, cakra tenggorokan untuk menguatkan kata-kata melalui sugesti, cakra pikiran berfungsi untuk menguatkan fokus dan mendapatkan inspirasi, cakra mahkota sebagai jalan penghubung agar doa-doa kita sampai ke alam satyam atau sebagai alat manusia menerima pesan-pesan atau firasat dari Tuhan, lalu ada dua cakra rahasia yang sering disebut cakra kembar. Kesembilan titik cakra tersebut adalah merupakan linggam Dewata Nawasanga. Mulai dari Cakra dasar adalah linggam Dewa Brahma, Wisnu, Rudra, Iswara, Maheswara, Mahadewa, Cakra kembar Sambu dan Shankara dan di cakra mahkota adalah linggam Dewa Siwa. Ketika kita mampu mengenali kekuatan ke sembilan dewata ini, maka tubuh kita akan dipenuhi oleh cahaya suci Tuhan. Setiap tubuh, pikiran dan perasaan akan memiliki karakter satyam, siwam, sundaram atau sering diterjemahkan sebagai kebenaran, kesucian, dan keindahan. Ketika memiliki ketiga sifat itu maka manusia akan dipenuhi berkah yang memungkinkan menjadikan diri mengenali jati dirinya, dan dengan mudah mendapatkan pertemanan yang baik, rezeki keberlimpahan, kegembiraan dan tentu saja penghormatan. Inilah landasan dasar seorang manusia mendapatkan kehidupan yang bahagia karena tentu memiliki lima hal penting sebagai penyokong kehidupannya yaitu pasti berke­ cukupan wareg (pangan), wisma (papan), wastra (sandang), wisata (penghiburan) dan wasita (nama baik). Maka sesungguhnya jika kita mau belajar, mengenali potensi diri, lalu memanfaatkan sebagai sumber daya yang luar biasa hebatnya dan meyakini kuasa Tuhan diatas segalanya maka sehat, sukses, keberlimpahan harta dan kasih sayang lalu berbahagia bukanlah hal yang susah untuk diraih. HEADO THETA “Untuk itu, kami dari Brahmakunta Supranatural & Spiri­ tual Modern Center, Brahmakunta Hypnosis & Prana Club, serta HEADO THETA Profesional Healing, akan mengajak Anda mengi­ kuti dan bergabung dalam seminar dua jam untuk mengetahui dan membongkar rahasia terdahsyat “SEMBUH DAN BERUBAH DALAM SEKEJAP” melalui penyadaran, pencerahan jiwa (soul illumination & body, mind, soul refresh). Bagaimana potensi yang Anda miliki sesungguhnya adalah jalan terbaik menuju kehidupan yang bahagia lahir dan batin. Bagaimana membangkitkan energi potensi diri, energi tindakan (/ram), energi kata-kata (/hum) dan energi pikiran (/om) dan menggunakannya sebagai pemagaran diri, penguatan diri, sebagai sarana menyembuhkan diri serta menjadikan diri penyembuh dalam sekejap. Astungkara,” ujar Guru Mangku Hipno. Heado Theta adalah metode penyembuhan terdahsyat dan satu-satunya di dunia, di Indonesia, dan di Bali. Penyembuhan ini adalah penyembuhan terdahsyat yang pernah ada di muka bumi ini, namun melalui proses yang rasional, bisa dipertanggungjawabkan secara humanis dan teoritis. Penyembuhan

Guru Mangku Hipno

ini tidak membedakan tinggi rendah, kaya miskin dan status sosial seseorang. Penyembuhan ini menjangkau kalangan manapun dan dilakukan tanpa alat, tanpa sentuhan dan tanpa mantra. Penyembuhan ini mampu membawa perubahan baru dalam kehidupan seseorang dalam hitungan detik, Karena memanfaatkan dan menggunakan potensi diri setiap orang, karena sesungguhnya tiap manusia mampu menyembuhkan dirinya sendiri, dengan mem­ pergunakan secara nyata kekuatan terdahsyat yang ada dalam diri. Untuk bisa mendapatkan penyembuhan ini, luangkan waktu Anda dua jam saja dengan metode Illumination Soul, Mind and Body (Mind, Body, Soul, Refresh) dari kami. Dalam kesempatan yang baik ini, peserta akan diajak dan diajarkan rahasia terdalam untuk menyembuhklan diri sendiri dengan metode ”HEADO THETA” (Professional Healing, dengan energi, air, doa dan olah jiwa). Peserta juga akan dilengkapi dan disempurnakan kecerdasan dan penge­ tahuannya dengan diajarkan ilmu-ilmu modern (cara terdahsyat mengatasi penyakit pikiran, perasaan dan tubuh). Mari ambil kesempatan ini sebagai jalan terbaik untuk mendapat­kan kesembuhan yang sempurna, perubahan yang sem­ purna. Untuk Anda yang memiliki atau yang menderita sakit yang selama ini belum tersembuhkan. Dan, untuk Anda yang mengalami pen­deritaan yang selama ini belum pernah terakhiri, mari ikuti penyembuhan terdahsyat kami, yang akan kami adakan pada: Hari/Tgl Tempat Waktu Tiket

: Minggu, 20 Juli 2014 : Gedung PWI Bali, Jl. Gatsu Tengah, Lumintang Denpasar : 15.00–17.00 wita : Rp. 300.000

Untuk sahabat yang dikasihi Tuhan, JANGAN BIARKAN PO­ TENSI ANDA BARU DIKENALI KETIKA SUDAH TAK BERDAYA. Jangan biarkan sakit Anda berkepanjangan. JANGAN BIARKAN KELUARGA MENAMBAH BEBAN DOSA DAN MENCARI KAM­ BING HITAM KETIKA SAKIT TAK TERSEMBUHKAN. Datang dan bergabung dengan kami dalam seminar dua jam “SEMBUH DAN BERUBAH DALAM SEKEJAP” Seminar ini menghadirkan narasumber yang luar biasa, yang sudah berpengalaman mengajarkan, mencerahkan, dan menyem­ buhkan ribuan pasien penderita sakit, baik dari seluruh wilayah Indonesia maupun mancanegara. GMH. Ketut Gd Suatma Yasa, S.H., CH, CHt, MNNLP. (Guru Mangku Hipno) Spiritualist, pakar prana, hypnosis, hypnotherapi, instruktur NLP, EFT, EQB, palmistri, motivator spiritual, praktisi dan profe­ sioanal healer sosio medis dan Heado Theta, pendiri Brahmakunta Supranatural & Spiritual Modern Center, pendiri Pusat Pengemba­ ngan Kecerdasan dan Karakter Diri, pendiri Brahmakunta Hypnosis & Prana Club.

Suasana workshop yang dipimpin Guru Mangku Hipno

Daftarkan diri Anda saat ini juga, tempat sangat terbatas. Hub: Brahmakunta Center, Perumahan Gunung Sari Indah, Jln. Tukad Buana 1 No. 61 Kebo Iwa Utara, Denpasar, Bali. Tlp: 03617879151, 03618442823 (Center), 08563800133 (Jro Anta), 085238640217 (Jro Abuck), 085738818906 (Jms). PIN BB: 20C6F65A FB: Guru Mangku Hipno


2

Ekspresso DAri daPUr Redaksi

14 - 20 juli 2014

GORO-GORO

Putu Wijaya

Tokoh edisi 804

Belajar dan Belajar Liburan sekolah sudah selesai. Saatnya anak-anak sekolah kembali ke sekolah. Bagi siswa baru, awal sekolah merupakan masa yang berat karena menjalani penyesuaian. Masa orientasi ini merupakan masa pengenalan lingkungan sekolah yang baru dan mencari teman sebanyakbanyaknya. Memasuki jenjang pendidikan yang baru memang memerlukan penyesuaian. Mulai dari perubahan seragam yang dipakai, pelajaran, hingga sikap. Semua harus dijalani untuk meraih cita-cita. Masa-masa berat saat orientasi ini merupakan ujian awal. Jika sudah melalui masamasa ini, masa berikutnya akan lebih mudah dijalani. Mulainya musim sekolah ini seiring dengan selesainya per­­­helatan Piala Dunia 2014, pemilihan

presiden (pilpres) dan Pesta Kesenian Bali (PKB) 2014. Hiruk pikuk suasana serba sepak bola, gonjangganjing politik, dan gairah seni sudah berkurang. Hajatan sepak bola dunia selama sebulan yang mampu menghibur masyarakat harus menjadi momen refreshing. Final yang mempertemukan Argentina dan Jerman menggambarkan kekuatan sepak bola Amerika Latin dan Eropa masih mendominasi. Bagaimana negara lain termasuk Indonesia? Mari belajar karena tak ada salahnya belajar dari mereka yang berhasil. Dari ajang PKB XXXVI yang di-

tutup Sabtu (12/7), Tokoh mendapat kabar gembira. Artikel terkait PKB yang muat di Tokoh berhasil meraih prestasi. “Wanita dan PKB. Antara Apresiasi dan Partisipasi” yang ditulis Wirati Astiti dan Ngurah Budi meraih juara harapan. Prestasi ini tentu membanggakan kami sekaligus memacu kami untuk terus belajar. Upaya Tokoh untuk menjadi mingguan berita wanita yang mengupas tentang kiprah wanita di Bali khususnya dan Indonesia umumnya mendapat pengakuan. Kami pun makin memantapkan diri berada di segmen yang menyasar wanita. Salam

Mohon informasi tentang berita “Air Mancur Mini” yang dimuat Tokoh edisi 804. Bpk Diana, Klungkung (036622xxx) Sari Mulya, Jalan By Pass Ngurah Rai, Padanggalak-Sanur, Denpasar-Bali. Tlp. 0361 8573307, 085237701336

Celana Terbalik Namaku Karlinda. Aku bersekolah di salah satu SMP ne­ geri yang terletak di Kabupaten Buleleng. Hari itu hari Kamis, hari yang di nanti-nanti oleh teman-temanku. Kamis adalah hari dimana kami mendapatkan pel­ajaran olahraga. Aku bangun pagi-pagi buta mempersiapkan diri untuk mengikuti olahraga. Setelah sampai di sekolah, terlihat sudah banyak teman-teman yang datang. Tak lama lagi, Pak guru datang dan pelajaran olahraga kali ini siap dimulai. Pelajaran olahraga dimulai dengan berdoa agar kelak kami dapat berolahraga dengan lancar. Lalu, kami bersama melakukan pemanasan yang dipimpin ketua kelas kami. Setelah itu kami lari keliling lapangan sebanyak tiga

mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

kali agar tubuh terasa bugar saat pelajaran olahraga dimulai. Alma lari tepat di depanku. Dia adalah temanku yang sangat pintar dan kerap mendapatkan peringkat 1 dikelas. Tapi siapa yang tak sangka ? Saat aku berlari pada saat putaran kedua, aku baru sadar bahwa celana yang digunakan oleh Alma yang selalu mendapat peringkat 1 itu terbalik!! Lalu aku langsung memberitahunya bahwa celana yang digunakannya itu terbalik.

OMG !! Alma langsung terkejut dan baru menyadari­ nya dan dia berteriak “Apa ?! Celanaku terbalik ?!” Lantas, semua teman-temanku bahkan guruku pun ikut tertawa, ­hahaha.. Alma langsung meminta izin kepada Pak guru ke toilet sebentar untuk membenahi celananya tersebut, mungkin dalam hatinya pasti dia sudah malu sekali. Ini baru pertama kalinya si Alma terlihat konyol seperti itu. Kalau kalian mau pakai celana hati-hati ya, jangan sampai seperti Alma. Karlinda Gunawan, Singaraja

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

kalah menang

“Kalah jadi arang, menang jadi abu, adalah ungkapan yang cocok untuk perang saudara Bharata Yudha,” kata Amat, setelah nyoblos. “Sekarang harus diganti dengan kalah masih rakyat, menang tetap rakyat!” Pak Made yang berjalan pulang bersama Amat tersenyum. Ia mencoblos kebalikan Amat. Kalau ia kalah, Amat menang, dan sebaliknya. “Maksud Pak Amat apa?” tanya Pak Made meman­ cing. “Maksud saya, kalah atau menang kita sama. Kalau kalah, jangan kecewa, karena kita tetap masih rakyat yang akan dilindungi oleh penguasa, sama dengan yang menang. Kalau kita menang, tidak berarti kita naik peringkat, tapi tetap saja hanya rakyat, warga yang akan diayomi oleh pemimpin.” Pak Made membantah. “Apa itu tidak keliru Pak Amat? Saya kok melihatnya lain.” “Lainnya. Bagaimana?” “Kalau kalah ya harus berani mengaku kalah. Kalau menang juga berhak merasa senang. Jadi ada bedanya. Kalau pandangan Pak Amat tadi kan menyuruh orang tidak boleh merayakan kemenangan dan mengajari orang kalah supaya tidak merasa kalah. Alias tidak mengakui kalah. Betul tidak?” Pak Made lalu ketawa besar. Amat diam saja. “Lho, betul tidak Pak Amat?” Amat mengangguk. “Itu betul. Tapi apa yang saya katakan itu juga benar. Merayakan kemenangan itu sah, menerima kekalahan juga wajib. Tapi setelah itu, kita harus menyadari kita samasama warga yang memiliki hak dan kewajiban sama. Jangan sampai perasaan kalah-menang itu terbawa terus dan jadi bahan yang bisa menyulut permusuhan. Itu maksud saya Pak Made.” Pak Made ketawa lagi. “Kalau Pak Amat menang, pasti akan setuju dengan yang saya bilang tadi. Kalau saya kalah, saya akan bicara seperti Pak Amat katakan tadi. Jadi....?” Pak Made menatap Amat. “Jangan pesimis Pak Amat. Kalah masih rakyat dan menang tetap rakyat!” Sambil tertawa Pak Made meraih tangan Amat dan mengguncangnya. Lalu pergi dengan senyum lebar. “Bapak salah ngomong begitu!” kata Bu Amat memarahi suaminya ketika mendengar kejadian itu. “Salahnya apa? Yang Bapak bilang itu benar?” “Memang benar. Tapi waktunya tidak tepat. Dan, orang yang mendengarkan juga tidak tepat.” “Harusnya bagaimana? Apa diam saja dan membiarkan orang bermusuhan setelah pemilu?” “Ya, tidak.” “Jadi bapak tidak salah dong ngomong begitu?” “Tidak. Yang salah adalah perasaan Bapak sekarang! Kenapa jadi keki berbeda pendapat? Kan bapak selalu bilang: damai dalam perbedaan?” Amat mati langkah. “Tadi ketika saya nyapu di halaman,” kata Bu Amat esok paginya,” Pak Made lewat. Lalu saya sapa. Siapa yang menang Pak Made? Bapak tahu apa jawabnya?” “Apa?” “Kalah masih rakyat, menang tetap rakyat.”

Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang ­Pal­m erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

14 - 20 juli 2014

Mozaik

23

Satu Suara Tentukan Masa Depan Bangsa Perhelatan Pilpres 2014 yang baru terlewati, terbilang cukup istimewa. Masyarakat Indonesia begitu antusias menyambutnya, baik di dalam maupun di luar negeri. Dua kandidat presiden merupakan figur yang sangat terkenal. Masyarakat sangat khawatir jika hak suara mereka tidak disalurkan.

M

ereka sangat bersemangat menunggu waktunya pencoblosan 9 Juli. Pilpres kali ini, juga sangat direspons para kaum perempuan. Hal ini terekam dari obrolan sehari sebelum Pilpres, Selasa (8/7), saat Tokoh menyambangi salah satu toko di Jalan Letda Made Putra. “Saya tidak dapat formulir C-1. Bagaimana ini, saya tidak mau presiden pilihan saya kehilangan satu suara,” ujar salah seorang dari mereka. “Tak usah khawatir, datang saja ke TPS membawa KTP. Salurkan hak suara kita, jangan sampai hilang,” ujar temannya menimpali. Temannya yang menjadi kasir hari itu, langsung ikut nimbrung. “Jangan sampai golput ya, kita harus salurkan hak suara. Satu suara sangat menentukan masa depan bangsa kita,” tuturnya.

BERKAH Ramadan Memasuki bulan suci Ramadan 1435H, XL menghadirkan program BERKAH (BEsaR, KuAt, Handal). GM Finance and Management Service XL East Region-Mochamad Imam Mualim mengatakan XL juga telah menyiapkan berbagai sumber daya untuk memastikan layanan XL sepanjang Ramadan hingga libur Lebaran tetap terjaga dengan baik. Teknisi XL akan bersiaga selama 24 jam per hari, pengerahan semua perangkat yang diperlukan termasuk armada Mobile BTS di berbagai daerah bertrafik tinggi. Selain itu, penambahan sumber daya untuk menjaga layanan pelanggan melalui unit contact center 817 akan siap membantu kebutuhan pelanggan. XL juga mengoptimalkan XL Center yang ada di kota-kota besar untuk siap melayani pelanggan. Ia menambahkan, hingga saat ini XL telah melayani lebih dari 68,5 juta pelanggan di Indonesia termasuk lebih dari 12,6 juta pelanggan di East Region. Ke depan, XL akan terus meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan diseluruh wilayah untuk memenuhi kebutuhan pelanggan data yang sudah mencapai 55% dari total pelanggan XL. –Ngurah Budi

Musik Klasik India Suasana di TPS 23 Banjar Tegalsari, Denpasar Sementara, menurut Bu Jero, dua kandidat presiden kali ini sangat fenomenal. “Keduanya merupakan orang yang populer dan sangat terkenal baik di Indonesia maupun di luar negeri. Menurut saya sih, pasti persaingan berat dan kemenangan tipis. Masing-masing punya pendukung yang fanatik. Dilihat dari keduanya, samasama memiliki kharisma luar

Suasana di TPS 20 Banjar Mertajati, Denpasar Ke k h a w a t i r a n j u g a m e - biasa. Saya bingung mau milih nyelimuti hati Paramita, salah siapa. Tadi di dalam bilik suara seorang staf administrasi di saya berdoa, semoga pilihan sebuah kantor media. Dua saya tepat,” katanya sembari hari menjelang pencoblosan, tersenyum. Suasana unik tergambar, seia dan keluarganya belum juga menerima formulir C-1. “Ba- hari setelah Pilpres. Gaung kegaimana ini ya, sampai seka- menangan salah satu kandidat rang saya belum dapat surat presiden berdasarkan quick count pemilih, saya tidak mau suara direspons sangat positif. Obrolan saya hilang. Lumayan ada tiga seru terekam di Pasar Badung. suara untuk dia,” ujarnya ge- Beberapa pedagang berceloteh lisah sembari menyebut nama tentang kandidat presiden pilihan salah seorang kandidat presi- mereka. Salah seorang pedagang den idolanya. Untungnya, H-1 mengaku senang menyambut formulir yang dinanti-nanti- baik hasil quick count yang dikannya itu diterimanya juga. menangkan salah satu kandidat Keseriusan kaum perempuan presiden yang disebut presiden untuk memilih pemimpin bang- wong cilik. “Pilihan saya mesa Indonesia, juga terekam nang,” kata seorang pedagang dari warga di TPS 20 Banjar buah yang disambut derai tawa Mertajati, Denpasar. “Kalau pedagang buah lainnya. saya sih pilih yang sederhana, PRIORITASKAN apa adanya. Dia sudah terbukti LANSIA sukses memimpin Jakarta. Di TPS 1 Banjar Samu, Presiden wong cilik,” kata Bu Made asal Karangasem ini. Desa Mekar Bhuana, Badung

masyarakat berduyun-duyun datang ke TPS sejak pagi hari. Kebanyakan warga memilih mencoblos di pagi hari karena hari yang bersamaan ada piodalan di Pura Dalem. Petugas KPPS pun merespons dengan memprioritaskan warga yang akan ngayah. Selain itu warga lansia juga diberikan kesempatan lebih awal. Situasi ini menunjukkan warga memiliki kepedulian dalam menggunakan hak pilihnya. “Ini pemilihan presiden yang ketujuh. Dari semua presiden, Soekarno yang paling berat. Dia yang memulai merintis namun kehidupannya tidak berakhir baik. Presiden yang berikutnya setelah Soekarno relatif lebih mudah tugasnya,” tutur Gusti Ketut Cakra kepada cucunya. Siapa pun yang terpilih nanti, ia berharap harus punya komitmen untuk memperhatikan dan menyejahterakan masyarakat. ANAK KECIL CELUP JARI Pemilu Capres yang dihelat 9 Juli tak hanya menyedot perhatian para pemilih, anak-anak kecil pun merasa turut andil di dalamnya. Seperti yang terlihat di TPS 23 di Banjar Tegalsari, Panjer. Dengan berpakaian adat madya, sekitar pukul

Musik klasik India mengalun di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Minggu (6/7). Musik yang dimainkan antara lain violin, tabla, sarod, sitar, harmonium, dan dhol. Johar Ali, guru dan pemain musik di Jawaharlal Nehru Indian Cultural Centre (JNICC) di Jakarta memainkan Raaga klasik dengan sangat indah. Dia ditemani beberapa musisi Bali seperti Barok, Ari Ariama dan Arjun. Di segmen tari, I Gede Agus Suparta dan Sharada Jenny Anggerer mementaskan drama tari “Dewi Mahaakali”, melalui media gaya tari klasik Odissi dari India. Kostumnya yang berwarna-warni, gerakan tarian yang indah dan sempurna yang intens ditonton dan sangat dinikmati dan diapresiasi oleh penonton. Konsul Jenderal A.S. Takhi menyoroti bahwa kontribusi India untuk Pesta Kesenian Bali tahun ini telah bervariasi dan beraneka ragam. India memberikan kontribusi kontingen dalam parade budaya di hari pembukaan dan memberikan tiga pertunjukan budaya yang difokuskan pada tarian klasik India dan tarian Bollywood yang sangat populer serta musik klasik India. Konjen juga menginformasikan beberapa pecinta musik mendiskusikan rencana untuk produksi musik bersama, termasuk dengan gamelan populer Bali. Workshop/lokakarya tentang musik klasik India akan dilakukan secara berkala bekerjasama dengan lembaga seni dan musik Bali. –rls 09.30 pasutri Gusti dan Sagung mendatangi balai banjar yang difungsikan menjadi dua TPS tersebut, bersama dua putrinya. Suasana di tempat tersebut cukup lenggang, tak tampak antrean panjang seperti pada Pileg Mei lalu. Tentu saja, karena pada pesta demokrasi kali ini pemilih hanya mendapatkan satu kertas suara dan hanya memilih satu di antara dua calon presiden. Sementara pada Pileg lalu, pemilih menggunakan hak pilihnya dengan mencoblos satu di antara puluhan caleg

Suasana di TPS 1 di Banjar Samu, Badung

dari berbagai parpol. Bahkan, dengan empat kertas suara. Setelah menyerahkan kartu pemilih (formulir C-1) kepada petugas KPPS, Gusti dan Sagung menempati kursi paling depan sembari menunggu panggilan. Tiga menit berlalu, akhirnya nama Gusti dipanggil, menyusul nama Sagung, dan menerima surat suara. Langkah pasutri ini diikuti kedua putrinya Ayu (8) dan Dini (4). Setelah “mengawal” ayahnya melakukan proses pencoblosan, Ayu segera menghampiri ibunya di bilik suara. “Hahaha…kok ibu sama ayah beda,” tanyanya. Sagung hanya menjawab singkat, “tidak apa kan beda”. Usai menggunakan hak pilih dan memasukkan kartu pemilih ke kotak suara, pasutri ini mencelupkan jari kelingking mereka ke dalam tinta sebagai tanda sudah menggunakan hak pilih. Rupanya, kedua putrinya juga tak mau ketinggalan melakukan hal yang sama. “Ayu kan sudah nyoblos,” ujarnya sembari menyelupkan jari kelingkingnya ke tinta. “Dini juga,” ujar adiknya ikut-ikutan sambil memamerkan jari kecilnya yang berlumuran tinta. –Tim Tokoh


Metropolitan

22

14 - 20 Juli 2014

Kampung B atik di Jakarta

Serba batik di Kampung Batik Palbatu Jakarta Selatan

T

idak seperti halnya kampung-kampung batik di Jawa yang hadir sejak dulu kala dan membatik merupakan ketrampil­an yang turun temurun, di Jakarta kedua kampung batik itu memang sengaja dibangun. Tujuan mulianya adalah selain melestarikan warisan bangsa juga membangun per­e konomian warganya lewat membatik. Budi Dwi Haryanto bersama dua kawannya, Bimo dan Iwan yang nekad membangun kawasan Palbatu, Tebet, menjadi Kampoeng Batik. Ada banyak alasan menyebut gagasan Harry —begitu nama Budi Dwi Haryanto akrab disapa--- dan teman-temannya sebagai gagasan nekad. Pasalnya, membatik bukanlah budaya daerah

tkh/ist

tersebut. Lebih dari itu, masyarakat setempat nyaris tidak ada yang tahu cara membatik. Tentu ini berbeda dengan Kampoeng Batik Laweyan, Solo, dimana masyarakatnya telah kenal membatik sejak zaman dahulu kala. Bahkan Laweyan sebagai sentra batik pun telah dikenal luas sejak sebelum kemerdekaan. Namun, berbagai alasan itu tidak menyurutkan Harry dan temantemannya untuk mengubah Palbatu menjadi daerah yang unik, tempat dimana masyarakat Ibukota dapat mengenal batik dari dekat, juga tempat orang luar daerah yang ingin melihat salah satu keunikan Jakarta. Jangan melihat kawasan Palbatu yang sekarang telah menjadi serba batik, tapi dulu, ketika Harry dan temantemannya mulai merintis ‘pembangu­

nan’ kampung batik. Menurut Harry, menjadikan Palbatu sebagai Kampoeng Batik di Ibukota, bukan perkara mudah. Dulu, tidak semua masyarakat dapat menerimanya. Namun, pendekat­ an demi pendekatan, acara demi acara yang digelar, pada akhirnya dapat menarik minat mereka untuk mempelajarinya. Kalau pada awalnya, yakni tahun 2011, mereka tidak tahu sama sekali caranya membatik, kini sebagian besar masyarakat telah mahir membatik bahkan menciptakan motif batik sendiri. Para ibu, khususnya, juga anak-anak telah terampil memainkan canting dan melukiskan motif kreasi sendiri. Langkah awalnya, adalah melakukan edukasi tentang berbagai hal terkait batik. Mereka membentuk mindset masyarakat untuk lebih sadar budaya bangsa, khususnya membatik. Selain itu menyadarkan masyarakat bahwa lewat membatik juga dapat memperbaiki atau meningkatkan perekonomian keluarga. Dari berbagai kegiatan, termasuk mendatangkan belasan pengrajin batik dari Jawa untuk mengajarkan warga, perlahan menarik minat masyarakat setempat untuk aktif kegiatan membatik.

Ramai-ramai membatik

DINDING BATIK Tak berhenti di situ, Harry dan kawan-kawannya pun menggelar sejumlah acara besar bertemakan batik di wilayah tersebut. Jakarta Batik Festival 2012 dan Ngebatik Sekampung pada Oktober 2013 lalu, membuat masyarakat Jakarta menengok ke Palbatu. Ekspos media dan tulisantulisan tentang Kampoeng Batik Palbatu yang terus menerus, membuat kawasan ini mulai dikenal sebagai tempat wisata batik di Jakarta. Lokasi Palbatu, cukup strategis dan mudah dicapai dari arah manapun. Letaknya tak jauh dari Jalan Casablanca, Kuningan, atau dekat dengan Terminal Manggarai. Tapi yang termudah adalah melalui Jalan Raya Saharjo, Tebet. Jika Anda telah mencapai Balai Sudirman, Jalan Raya Saharjo, maka Kampoeng Batik Palbatu berada di belakang gedung tersebut. Memasuki kawasan Palbatu, Anda akan disambut dengan dinding-din­

tkh/ist

ding yang telah digambar aneka motif batik. Warna-warni cerah membuat segar pemandangan. Nuansa batik dan suasana asri terasa jauh dari ke­bisingan dan hiruk pikuk Jakarta. Makin ke dalam Palbatu, nuansa batik makin kental. Kita bukan hanya bertemu dinding-dinding batik tapi juga akan berjalan di jalan yang telah dibatik. Sejumlah rumah warga juga telah menjadi ‘rumah batik’ yang menjual kain-kain batik hasil karya sendiri. Jika Anda ingin belajar membatik, di sana juga terdapat sanggar batik. Gagasan yang dulunya sempat dianggap ‘nekad’ itu, akhirnya benar-benar terwujud. Hanya dalam tempo tiga tahun Palbatu telah bersalin wajah. Kalau dulu orang mengenal Palbatu dengan citra yang kurang baik, kini sebaliknya. Palbatu telah bermetamorfosa menjadi kawasan unik dan banyak dikunjungi wisatawan lokal. Mereka datang bukan hanya melihat-lihat tapi juga belajar membatik. –Diana Runtu

Motif Ikon Betawi

Tempat lainnya di Jakarta yang juga menarik dikunjungi adalah kawasan Terogong III di Cilandak Barat, yang kini dikenal sebagai kampong para pembatik khas Betawi. Usinya lebih muda dari Kampung Batik Palbatu. Kampung Batik Terogong baru berusia setahun lebih, tepatnya didirikan tahun 2012 lalu. Di sini umumnya, masyarakat belajar membatik motif Betawi. Menurut Siti Laela, pengelola Kampung Batik Terogong, terbangunnya kawasan Batik Terogong hasil kerjasama Pemda DKI Jakarta dan Lembaga Kebudayaan Betawi dalam rangka melestarikan batik Betawi. Batik Betawi, tutur Laela, sebenarnya sudah lama ada hanya saja keberadaannya kurang dikenal lantaran ‘tergusur’ dengan pesatnya perkembangan Jakarta. Di tahun 60-an, batik Betawi yang umumnya bermotof bunga-bunga cerah masih digemari namun seiring dengan waktu, pamornya kian meredup. Komunitas pengrajin batik Betawi pun makin terpinggirkan. Kini, warisan budaya ini kembali dihidupkan. “Motifnya kini beragam dan lebih unik, kebanyakan adalah ikon-ikon Betawi seperti ondel-ondel, tanjidor, dll,” jelas Laela. Setahun lebih ‘dihidupkan’ kini masyarakat sudah dapat merasakan manfaatnya. Setidaknya, sudah banyak rumah-rumah batik di Jakarta memesan karya mereka. Jika ingin ke Kampung Batik Terogong, kata Laela, datanglah di akhir pekan karena saat itu banyak warga melakukan aktivitas membatik. Anda juga bisa belajar membatik jika ingin. “Ada kelas membatik pada Sabtu-Minggu, jika ingin belajar,” ucap Laela. -Diana Runtu

Kampung Batik Palbatu Jakarta Selatan, warga menggambar tembok rumahnya dengan motif batik

3

H e ny Shant i

Dari Sadar Budaya hingga Perbaikan Ekonomi Jika berbicara batik maka ingatan kita pun langsung melayang ke sentra-sentra batik di Jawa, seperti Solo, Yogyakarta, Pe­kalongan, Cirebon, dll yang memang sejak dahulu terkenal dengan batiknya. Tapi tahukah Anda bahwa Jakarta pun memiliki kampung batik. Setidaknya di Jakarta ada dua kampung batik, keduanya berada di wilayah Jakarta Selatan. Yang satu berada di wilayah Palbatu, Tebet dan satu lagi berada di Terogong III, Cilandak Barat.

Sosialita

14 - 20 juli 2014

Menikmati Semua Peran Tahun 2013, hampir setahun penuh ia disibukkan oleh syuting sinetron untuk beberapa TV nasional. Tahun 2014 ini ia agak menguranginya dan memilih konsentrasi promo single keduanya, tembang Bali yang ­ber­temakan cinta, “Candra Semara”.

H

eny Shanti menyatakan atas nama cintanya pada Bali, karena memang ia lahir dan besar di Bali maka ia tetap komit di jalur musik pop Bali. Kalau sebelumnya ia berkibar di blantika musik pop Bali dengan lagu yang sedikit kocak, “Godoh Rujak Gedang” alias sube jodoh lakar kudiang, kali ini Heny hadir dengan irama yang berbeda. Melihat respons positif dan menggembirakan dari masyarakat terhadap karyanya selama ini, Heny pun siap dengan single keduanya. Ia membawakan lagu bertemakan cinta, ciptaan kakak sulungnya Purwa Bisana. “Sebenarnya lagunya sudah siap tahun lalu, hanya jadi molor karena dilibas kesibukan syuting,” kata istri pengusaha Karmawan Tan yang telah membintangi lebih dari 50 FTV ini. Semua persiapan promo single keduanya sudah tuntas termasuk syuting video klipnya, yang dilakukannya di dua lokasi Bedugul dan di rumahnya. Lagu “Candra Semara” yang musiknya di­aransemen Dek Arta ini, pertengahan Juli 2014 segera tayang di Bali TV dan TV lokal di Bali. “Di radioradio, justru sudah lebih sering dipu-

tar,” ujarnya sumringah. Putri ketujuh pasutri Sri Yuliati dan Suparwan ini percaya manusia diciptakan Tuhan dengan potensi yang tidak terbatas, namun tentu tidak akan bisa mengerjakan semuanya. Maka, dari talenta yang dimilikinya ia memutuskan memilih jalur seni, yang memang sudah digelutinya sejak SMP. Heny mengawali karier seni­nya dengan bergabung menjadi anggota teater sekolahnya. Saat SMA ia sempat mencicipi jalur modeling. Berjalannya waktu, rupanya ia melaju tampil bermain sinetron di Bali TV. Jalan karier perempuan yang mengidolakan Christine Hakim dan Lukman Sardi ini pun makin terbuka dan berkembang di bidang akting. Heny berhasil dikontrak PH Jakarta dan jadilah ia pemain sinetron TV Nasional hingga kini. Wajahnya pun sudah tidak ­asing tampil di berbagai FTV yang tayang di SCTV, Indosiar maupun MNC TV. Sebagai totalitasnya berkarya di dunia seni peran yang sangat disukainya dan sudah lebih dari belasan tahun dijajalnya ini, Heny tak ketinggalan beberapa kali ikut dalam pementasan teater di Bali.

Mengenai popularitas yang diperolehnya sekarang, menurutnya sejalan dengan makin panjang jam terbangnya, selalu menjaga kualitas akting yang berarti makin banyak terekspos dan popularitas pun mengikuti. Ia bersyukur, sebab semua orang yang mengelilinginya baik suami, orangtua dan teman-temannya selalu mendukungnya. Popularitas juga didukung oleh prinsipnya dalam berkarier. Heny selalu menikmati semua yang dilakoninya. Sekecil apapun peran yang didapatnya ia akan melakukan yang terbaik. Ia juga selalu fokus serta tidak mudah putus asa. Dengan begitu ia yakin akan ada buahnya yang dapat dinikmati nantinya. Sebaliknya, sebagai manusia ia juga tak lepas dari suasana yang kadang membuatnya sedih. Ia juga memahami jalan yang dilaluinya tidak selalu mulus. Misalnya, berharap sesuatu bahkan sudah berusaha tapi bisa juga tidak berhasil. Untuk ini Heny belajar mengelola pikirannya ke arah yang positif, mungkin ada rencana Tuhan lebih indah di balik ini. “ K a dang juga baru saja b e r harap sudah

Heny Shanti bersama salah seorang sahabatnya Luh Nick

diberi oleh Tuhan. Makanya, saya setiap mengerjakan sesuatu dengan maksimal termasuk juga pada setiap kesempatan yang ada, dan berupaya memberikan hasil yang terbaik, untuk hasil paling akhir tidak lupa berserah pada yang punya kehidupan ini,” tandasnya. JUS KEDELAI ORGANIK Disinggung soal materi, dikatakannya dari profesinya sebagai bintang sinetron FTV bisa disebut cukup. “Materi itu perlu tapi bahagia lebih perlu. Sayang kan materi ada tapi tidak bahagia. Selain itu, saya percaya dan yakin rezeki itu sudah diatur Tuhan. Kita tak perlu khawatir tidak

kebagian,”ucapnya. Ada juga yang penting selain materi, katanya betapa saat bergelut dengan dunia tea­ter, ia merasa karakternya makin kuat serta kepuasan batin, sedangkan di FTV juga ada sisi pembuktian eksistensinya di dunia peran. Sedangkan menyanyi adalah salah satu hobinya yang bisa turut melestarikan budaya daerah kelahirannya. Soal obsesi, Heny mengakui dengan jujur ia masih menyimpan mimpinya yang lama belum juga tercapai, yakni ingin bermain dalam film layar lebar. Namun , ia tidak ngoyo, sebab ia sadar salah satu kendalanya ia masih lebih memilih tinggal di Bali. “Tapi saya percaya akan ada waktunya nanti, meskipun ia masih tinggal di Bali,”ucapnya optimis. Meski sibuk dengan segala urusan di dunia entertainment, ternyata Heny juga masih punya waktu ke dapur, Heny memastikan dirinya punya jadwal khusus meski tidak tiap hari. “Minimal seminggu sekali, saya berupaya memasak makanan favorit keluarga, seperti tom yam, atau menggelar barbeque sama keluarga,”katanya. Selain itu untuk menjaga kesegaran kulit wajah dan tubuhnya, selain pasti dan wajib setiap bangun pagi meminum air putih, ia juga rajin mengonsumsi jus kedelai organik yang dibuatnya sendiri. ”Jus kedelai ini saya buat pakai gula batu dan daun pandan biar sehat,” katanya. Malam harinya ia juga membuat sendiri rebusan air kacang hijau. Heny mengaku fokusnya lebih pada aktivitas tarik suara. Melanjutkan promo single. Selain itu, ia juga mengisi waktunya dengan menerima tugas sebagai juri, baik untuk lomba nyanyi, fashion show, puisi dan sebagainya. Yang pasti, bagi Heny hidup ini untuk disyukuri, dijalani dan dinikmati. – Sri Ardhini


4

Inspirasi

14 - 20 juli 2014

Rahajeng Dyah Safitri

Toko online semakin tumbuh subur, seiring dengan makin maraknya masyarakat dalam menggunakan internet. Berdasarkan data, pengguna internet di Indonesia mencapai 82 juta lebih. Tak heran kalau negeri ini termasuk dalam 10 negara pengguna internet terbanyak di dunia. Perkembangan yang luar biasa itu juga ikut mendorong perubahan prilaku masyarakat dalam berbelanja.

M

Beberapa produk yang dijual Ajeng

ereka yang tadinya lebih banyak menghabiskan uangnya untuk berbelanja di dunia nyata, kini mulai gemar berbelanja secara online. Selain lebih praktis juga lebih banyak produk menarik yang bisa dilihat dalam waktu singkat. Hanya cukup duduk di depan komputer dan mencari barang yang dibutuhkan. Perkembangan ini tak lepas dari pantauan Rahajeng Dyah Safitri yang kemudian tertarik membuka toko online. Usianya memang masih muda, belum lama lulus SMA, namun insting bisnis Ajeng, begitu namanya akrab disapa, sudah bisa langsung ‘konek’ dengan perkembangan yang ada. Ia yang awalnya rajin belanja online pun memutuskan ikut berjualan secara online. Apalagi modal yang dibutuhkan untuk bisa berjualan tidak besar. Ajeng memulai bisnisnya dengan modal Rp 3 juta dan hanya dalam tempo setahun lebih omzetnya per-bulan kini telah mencapai Rp 100 juta-an. Hasil ini boleh dibilang sungguh luar biasa, khususnya bagi pemula seperti Ajeng. Kuncinya kata Ajeng, keunikan produk, kualitas, pelayanan, dan tentu saja harga kompetitif. Awalnya, tutur Ajeng, setamat SMA 2012 lalu, ia berniat membantu bisnis ibunya yang menjadi dealer pampers dewasa. Namun ternyata penjualan pampers dirasakannya kurang begitu baik, lalu dia pun beralih berjualan soft lens dan sliming gel. “Suatu ketika saya membuka website dari Tiongkok,

dan bertemu produk yang namanya storage. Di situ dijual aneka storage, salah satunya rak sepatu gantung. Ini menarik. Saya langsung terpikir untuk bisnis, “ tutur Ajeng, yang langsung mengorder rak tersebut. Sungguh mengecewakan, ujarnya, ternyata barang yang dibelinya berkualitas buruk, baik dari material maupun jahitannya. Namun sebagai sebuah ide, kata Ajeng, produk asal Tiongkok itu sungguh bagus dan unik. Apalagi ketika itu, belum banyak produk serupa dijual di pasaran. “Jadi yang saya ambil idenya. Produk itu saya modifikasi , materialnya lebih bagus dan tebal, saya beri lapisan, desainnya pun saya ubah lebih menarik,” tuturnya. Produk yang sudah dimodifikasi itu, kemudian dia tawarkan ke portal-portal web e-commerce . Beruntung, sebelumnya ia aktif sebagai pembeli online sehingga tahu portal-portal ecommerce besar yang jumlah pengunjungnya tinggi. Portal e-commerce adalah toko online yang berisi aneka produk yang dititipkan oleh penjual seperti Ajeng. “Saya presentasi di depan tim marketing mereka tentang produk saya, ternyata diterima. Saya diberi kesempatan 14 hari untuk memajang produk saya ini secara gratis,” ucapnya. Sambutannya sangat bagus, tutur Ajeng. Dalam tempo dua minggu ia berhasil menjual rak sepatu yang diberi merk Radisa itu sebanyak 76 pieces. Sebagai

21

Sambut Ramadan, Gubernur NTB Adakan Zikir Bersama

Ide dari Tiongkok pemula, hasil ini sangat menggembirakan sekaligus memberi motivasi baginya untuk terus maju. Ia pun lantas mencari portal e-commerce lainnya untuk menjual rak sepatunya. Lagi-lagi, Ajeng beruntung, ia diterima berjualan disebuah toko online besar . “Saya dapat kesempatan memajang produk saya di portal itu selama 10 hari. Untungnya luar biasa, lebih dari penjualan pertama. Di portal ini, dalam 10 hari saya berhasil menjual 700 pieces,” ungkapnya dengan wajah berseri. Melihat reaksi pasar online yang luar biasa, anak pertama dari tiga bersaudara ini, semakin bersemangat untuk melakukan ekspansi pasar. Dia tidak hanya merambah di dunia maya tapi juga mulai rajin berpameran. Banyaknya pesanan juga membuat Ajeng agak kewalahan sehingga ia pun merekrut karyawan untuk ikut membantu. “Tidak banyak, namun bisa bekerja maksimal. Sedang saya bertugas di bidang marketing, membuat terobosanterobosan baru agar brand radisa makin dikenal. Saya juga mendesain produk dan mencari inspirasi produk baru,” jelas mahasiswi Semester IV Universitas Terbuka yang bercita-cita menembus pasar internasional ini. Langkah Ajeng sebagai pebisnis pemula memang tidak biasa.

Mandalika

14 - 20 juli 2014

Dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1435 H, Pemerintah Kota Mataram bersama Pemeritah Provinsi NTB mengadakan acara zikir bersama bertempat di depan Kantor Walikota Mataram. Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi didampingi Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin, S.H, M.Si. bersama Walikota Mataram H. Ahyar Abduh didampingi Wakil Walikota H. Mohan Roliskana beserta seluruh kepala SKPD lingkup Kota Mataram dan Provinsi NTB. Selain itu, hadir juga seluruh pegawai lingkup Pemerintah Kota Mataram dan pegawai Lingkup Pemerintah Provinsi NTB, Jumat (27/6). Rahajeng Dyah Safitri dan bibinya Ny. Genuk membangun bisnis bersama

Kalau kebanyakan pemula, mulai memperkenalkan produknya di lingkungan terdekat, entah kepada saudara atau kawan, namun Ajeng mengaku tidak ingin melakukan itu. “Saya ingin, bagaimana caranya, bisa menjual produk dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Saya pikir salah satu caranya adalah dengan memajang produk di portal-portal e-commerce yang jumlah pengunjungnya besar. Kalau saya memulai dengan menjual kepada orang dekat, barang yang terjual hanya sedikit. Itu pun lama,” jelasnya. E-COMMERCE MENGUNTUNGKAN Sebagai pebisnis pemula, berjualan lewat e-commerce sangat menguntungkan. Selain pasarnya luas, tingkat keterjualannya pun cukup tinggi. Apalagi kalau produk yang dijual adalah sesuatu yang unik dan belum banyak di pasaran. “Kita bisa berjualan gratis. Keuntungan mereka adalah dengan menaikkan harga jual kita. Misalnya, saya memberi harga Rp 40 ribu per-piece maka mereka akan menjual sekitar Rp 65 ribu. Selisih penjualan itulah, keuntungan mereka. Rata-rata portal e-commerce hanya mengambil keuntungan antara 20-30%,” ucapnya. Menurutnya, belum banyak orang Indonesia mengerti tentang

e-commerce. Padahal itu merupakan pasar yang sangat bagus, khususnya bagi pebisnis pemula seperti dirinya. “Jadi saran saya, bagi mereka yang ingin berbisnis, sebaiknya mencoba menjual barangnya lewat portal e-commerce, aman kok ,” ujar Ajeng yang kini telah memiliki website sendiri. Diakuinya, belakangan juga telah mulai bermunculan penjualan aneka storage, meski belum terlalu ramai. Dia tidak khawatir dengan hal tersebut. Kuncinya, kata Ajeng, inovasi produk terus dilakukan, juga menjaga kualitas barang serta servis tepat waktu. “Menjaga kepercayaan lewat kualitas barang dan pelayanan yang baik, itu penting sekali. Kami juga rajin inovasi. Hampir setiap bulan, mengeluarkan produkproduk baru,” tambah mahasiswi jurusan manajemen ini. Salah satu produk unggulannya dan paling laris manis adalah rak sepatu yang dibuat dalam berbagai ukuran. “Ini produk baru saya, rak sepatu gantung berukuran besar yang bisa dipakai untuk menyimpan sepatu-sepatu besar seperti boots, high heels, dll. Kebanyakan rak sepatu yang beredar berukuran kecil. Saya juga menyediakan rak tas untuk ukuran besar, dll. Setidaknya saat ini saya memiliki 58 item berbagai jenis,” ujar Ajeng yang menjual produknya dari harga Rp 50 ribu hingga Rp180 ribu, Relatif murah. Sejauh ini, ungkap Ajeng, selama 1,5 tahun berjalan bisnisnya, dia tidak menemui hambatan yang berarti. Semuanya berjalan mulus, usahanya terus berkembang. Baru-baru ini, tutur Ajeng, sebuah vendor besar menghubunginya. “Dari vendor itu, saya mendapat pesanan banyak sekali. Awalnya, 300 pieces, lalu meningkat 600 pieces, lalu pesanannya nambah lagi 300 pieces. Menurut mereka barang saya laku. Untuk pemesanan, mereka membayar dimuka 100%. Memang itu syaratnya. Saya mau berproduksi kalau pembeli membayar dimuka,” kata gadis cantik ini. -Diana Runtu

D

alam rangka mewujudkan keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan, Wali Kota mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk bersamasama menjaga keamanan dan ketertiban tersebut. Dalam surat edaran Wali Kota Mataram telah melarang masyarakat untuk tidak membunyikan mercon, serta melarang tempat-tempat hiburan dan rumah makan melakukan aktivitasnya dari pagi sampai waktu berbuka puasa tiba selama bulan Ramadan. Namun, ada tempattempat makan yang mendapat pengecualian, mereka diperbolehkan buka dengan syarat tidak terlalu mencolok. Hal itu disebabkan di Kota Mataram banyak wisatawan yang asing yang tidak

Acara zikir bersama dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan

melaksanakan puasa. Sementara itu, Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi dalam sambutannya, mengingatkan kepada seluruh umat islam dan aparatur pemerintah, untuk me-

manfaatkan momentum bulan suci Ramadan, untuk berlomba-lomba meningkatkan kinerja dan amal ibadahnya pada bulan yang mulia dan penuh dengan keberkahan ini. “Puasa bukan menjadi alasan un-

tuk kita bermalas-malasan, tetapi mari kita memanfaatkan bulan penuh barakah dan ampunan ini untuk kita bekerja keras dalam meningkatkan kualitas keimanan dengan perkerjaan-pekerjaan

yang mulia, tentunya dengan tujuan untuk memperoleh tingkatan derajat ketaqwaan yang setinggitingginya disisi Allah SWT,” kata Gubernur. -Naniek I. Taufan-hms Mawardi

Solidaritas NTB untuk Palestina

Doa bersama untuk Palestina

Agresi militer yang dilakukan oleh Israel dengan menggempur wilayah Gaza, Palestina mengundang banyak keprihatinan dari berbagai pihak di seluruh dunia, termasuk Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebagai wujud solidaritas terhadap musibah itu, Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi, memelopori penggalangan dana bantuan kemanusiaan bagi Palestina. Ia mengajak seluruh pimpinan Satuan Kerja Pemerintah Daerah dan karyawan lingkup

Pemprov. NTB untuk menyisihkan rezekinya demi bantuan bagi Palestina. Solidaritas berupa penggalangan dana tersebut dilakukan pada pelaksanaan kegiatan pembinaan keimanan dan ketaqwaan (imtaq) yang diikuti pimpinan dan pegawai Pemerintah Provinsi NTB, di Gedung Graha Bhakti Praja, Jumat (11/7). Sumbangan pun mengalir dari peserta kegiatan tersebut. “Di tengah situasi dan suasana kita bersukacita bersyukur kepada Allah karena bisa me-

nikmati puasa Ramadan dengan bapak-bapak dan ibu-ibu untuk anak yang ada di Palestina. tenang dan nyaman, sementara berkenan menyisihkan sebagian Sekecil apa pun sumbangan itu di belahan dunia lain, yaitu rezekinya untuk disumbangkan kita, memiliki arti yang sandi Palestina, saudara-saudara pada saudara-saudara kita di gat besar bagi mereka yang kita di sana justru menjalankan Palestina,” seru Gubernur yang membutuhkan dan mempunyai ibadah puasa dengan tidak ten- akrab disapa TGB itu. nilai yang luar biasa,” ujar Guang akibat serangan bom Israel. D i a k h i r s a m b u t a n n y a , bernur. Tentu tidak bisa atau sulit bagi Gubernur berharap agar apa Sementara itu, dari hasil kita berangkat ke sana kemudian yang disumbangkan tersebut sumbangan tersebut berhasil mengangkat senjata untuk mela- setidaknya dapat membantu dikumpulkan dana sebesar Rp wan, oleh karena itu kita bantu meringankan penderitaan warga 35.490.500 dan telah ditransfer ke dengan cara yang lain,” ungkap Palestina yang menjadi korban rekening Komite Nasional untuk Gubernur. agresi militer Israel. “Apa yang Rakyat Palestina (KNRP) Wilayah Dalam kesempatan itu, Gu- kita sumbangkan sekarang sia- NTB melalui Bank Muamalat yang bernur menyerukan kepada patau bisa menyambung nyawa kemudian akan disalurkan langsemua yang hadir pada acara dari saudara kita. Apa yang kita sung pada warga Palestina yang tersebut tak terkecuali Wakil sumbangkan sekarang siapatau membutuhkan bantuan. Gubernur, Sekretaris Daerah, dapat menyelamatkan seorang -Naniek I. Taufan-Hms Poetri Asisten Gubernur dan para Staf Ahli, bahwa bantuan doa saja tidak cukup untuk membantu rakyat Palestina. “Doa saja tidak cukup, saudara-saudara kita butuh lebih dari doa. Oleh sebab, itu pada hari ini saya minta Penghitungan cepat dana Palestina Karyawan-karyawati ikut menyumbang kemurahan hati


Nine

20

14 - 20 juli 2014

Halimah

Kepala Koki tanpa Bayaran Rutininas dan kesibukan orang di masa modern ini, membuat beberapa nilai-nilai kebiasaan dalam masyarakat sedikit demi sedikit luntur. Salah satu dari kebiasaan yang kini tampak jarang lagi dilihat adalah gotong royong, berbondong-bondong saling membantu jika ada tetangga yang menggelar hajatan.

Kegiatan ibu-ibu rumah tangga bergotong royong menyiapkan aneka ragam kuliner dalam suatu hajatan yang dipimpin Ina Uta Halimah

H

al ini hampir merata terjadi terutama di perkotaan. Betapa sulitnya sekarang masyarakat bekerja bersama-sama secara utuh jika ada hajatan tetangga. Jika dulu saat ada tetangga menyelenggarakan hajatan, seluruh warga sekitar akan datang berbondong-bondong membantu segala persiapan hajatan. Namun kini hal itu jarang ditemui lagi, semua serba praktis, mulai tenda, dekorasi, aksesori kegiatan yang siap sewa hingga katering dengan harga yang bervariasi. Warga sekitar tempat tinggal orang yang berhajat, biasanya datang membantu untuk hal-hal yang bersifat administrasi saja, misalnya membantu berdiskusi soal undangan, membantu memilih orang yang berpidato dan semacamnya. Setelah itu mereka tinggal datang untuk menghadiri acaranya. Jika di perkotaan hal ini nyaris luntur sama sekali dan kebanyakan juga di desa-desa yang kehidupan masyarakatnya dekat segala kemudahan akses apa saja mengalami hal yang sama, namun tidak begitu dengan masyarakat di Desa Rato, Sila Kecamatan Bolo, Bima. Kehidupan yang dekat dengan segala fasilitas dan kemudahan akses, tidak membuat nilai-nilai gotong royong di kampung ini hilang sama sekali. Meski seperti gedung yang sudah tersedia yang membuat masyarakat tidak lagi berkumpul untuk membangun tenda, juga katering yang siap dipesan, masyarakat di sini masih kerap sibuk bergotong royong

membantu tetangga yang menggelar hajatan. Lebih khusus lagi ibu-ibu rumah tangganya. Para ibu di kampung ini, masih rajin berkumpul untuk bekerja sama dalam sebuah hajatan guna menyiapkan kebutuhan konsumsi. Puluhan ibu rumah tangga ini bekerja di dapur dengan cekatan mengurus kebutuhan konsumsi agar dapat tersaji tepat waktu. Ribetnya pekerjaan dapur dengan segala bumbu dan menghitung bahan kebutuhan yang disesuaikan dengan jumlah tamu undangan, tidak semua orang bisa melakukan. Seorang perempuan akan mengambil peran penting dalam hal ini. Dialah yang disebut sebagai ina uta. Dalam Bahasa Bima, ina uta berarti ibunya lauk pauk, orang yang memiiki tanggung jawab memanajemen seluruh kebutuhan dapur, mulai dari menentukan jumlah kebutuhan alat dan bahan memasak, menakar bumbu, mengatur kelancaran pekerjaan dengan membagi tugas

pada ibu-ibu hingga menakar berapa jumlah makanan dibutuhkan. Sungguhlah pekerjaan ini tidak mudah dilakukan jika tidak biasa. Adalah Halimah, salah seorang ina uta yang sangat terkenal di kampung ini. Sudah bertahun-tahun ia dipercaya warga sebagai ina uta dalam tiap hajatan warga selama ini. Dialah salah seorang koki tradisional yang selalu dibutuhkan dalam hajatan kampung. “Peran ina uta sangatlah penting, karena dialah yang akan memanajemen seluruh proses yang terjadi di dapur sampai makanan tersaji bagi tamu-tamu undangan,” kata Maya, salah seorang warga yang kerap menyelenggarakan hajatan dan memakai jasa Halimah. Bisa dibilang semua keputusan selama proses persiapan konsumsi diambil oleh ina uta. “Jika ada hal yang terlupakan atau ada yang ingin melakukan sesuatu pada bahan yang hendak dimasak, tidak boleh sembarangan melainkan harus bertanya pada ina uta terlebih dahulu,” lanjutnya. Hal ini dimaklumi oleh semua orang karena tanggung jawab pengelolaan ada di tangan ina uta. Tiap ada hajatan di kampung ini, Halimah menjadi orang yang paling sibuk. Dua minggu sebelum penyelenggaraan hajatan, terutama hajatan besar, ia akan terlihat pulang pergi rumah orang yang berhajat untuk berdiskusi tentang kebutuhan konsumsi hajatan. Karena kebiasaannya ini, ia lihai menakar bumbu, lihai pula memperkirakan jumlah bahan yang dibutuhkan, serta lihai mengatur waktu menyiapkan bahan-bahan. “Kalau bumbu-bumbu kering biasanya disiapkan seminggu

Halimah

sebelum hajatan atau bahkan bisa dua minggu sebelumnya jika tamunya banyak,” ungkap Halimah. Sementara bumbu basah, biasanya ia siapkan dua atau tiga hari sebelum acara. Disimpan setelah dimasak hingga matang sekali untuk menghindari bumbu menjadi basi. Halimah mengerti

benar, kapan waktu yang tepat menyiapkan bumbu-bumbu agar tidak basi dan juga agar sebagian pekerjaan bisa dicicil sehingga pada hari H-nya tidak direpotkan dengan membuat bumbu yang rumit dan memakan waktu. “Jadi, saat puncak acara, semua bumbu sudah siap, pekerjaan menjadi lebih cepat,” katanya. Dalam tiap hajatan yang digelar, Halimah terlihat santai mengkoordinir dan membagi tugas ibu-ibu. Terlihat benar ia sangat berpengalaman. Hampir bisa dipastikan, jika ia yang ditunjuk sebagai ina uta, maka semua urusan dapur menjadi beres. Bisa dibilang ina uta memiliki “kekuasaan” penuh untuk mengatur sepenuhnya, yang diberikan oleh orang yang berhajat dalam proses penyiapan konsumsi. Koordinasi yang dilakukan dengan yang punya hajat biasanya jika terdapat kekurangan bahan dan alat saja. Untuk menjadi ina uta sep-

erti ini, tidak semua orang bisa melakukannya mengingat tingkat kerumitan memanajemen pekerjaan ini terbilang tinggi. Dalam tugas ini, biasanya ia dibantu setidaknya dua orang yang selalu dekat dengannya membantu mengkoordinir proses tersebut. Selain menentukan jumlah dan takaran bumbu yang dipakai, ia juga harus mengatur ibu-ibu rumah tangga yang ikut membantu serta mengawasi semua masakan yang sudah matang agar tidak keluar sebelum waktunya sehingga hitungan kebutuhan tamu undangan dapat terpenuhi dengan baik. “Ina uta Halimah termasuk yang sangat detail dan ‘galak’ mengawasi masakan yang sudah matang,” ungkap Sri, warga lainnya yang selalu ikut membantu dalam tiap hajatan. Sebelum menjadi ina uta seperti sekarang ini, Halimah sering ikut mendampingi dan membantu ina uta. Di sanalah ia belajar, hingga akhirnya “tongkat estafet” ina uta itu diberikan padanya. Kini dalam tiap haja-

Inspirasi

14 - 20 juli 2014

I Wayan Kaler

Berdamai dengan Kanker Bagi kebanyakan orang, sebutan kanker menimbulkan rasa ngeri. Jika terlambat ditangani merupakan ancaman besar bagi kehidupan. Meskipun ilmu kedokteran telah berkembang pesat, pengobatan pengidap kanker stadium lanjut tidak jarang dianggap sebagai kesiaan sehingga menjadi perawatan paliatif. Tujuannya mempertahankan kualitas hari-hari akhir kehidupan.

H

al ini tidak terjadi pada I Wayan Kaler (49). Saat ini ia telah mampu melawan penyakitnya dan berhasil mengalami remisi total. Enam tahun lalu ia dinyatakan menderita kanker yang jenisnya jarang ada. Buruknya, penyakit itu sudah mencapai stadium lanjut. Hitungan medis survival rate terbilang 5% saja. Namun, kini Wayan Kaler telah dapat bangkit dan menjalani kehidupan normal. Bahkan, ia dipercayai memimpin sebuah resor wisata terdiri dari 31 vila dan 57 kamar serta membawahi 169 karyawan. “Mula-mula saya merasakan sakit di ulu hati. Saya pikir maag yang kambuh,” ujarnya mengisahkan perjalanan penyakitnya. Saat itu, Kaler masih menjabat posisi Sales Marketing . Agustus 2007 ia berkonsultasi pada dokter di sebuah rumah sakit swasta. “Saya diberi beberapa macam obat untuk meringankan sakit lambung saya,” tuturnya lagi. Untuk sementara, rasa sakit reda.

Wayan Kaler sebelum sakit

Namun, di Bulan November ia merasa kedua kakinya sering kesemutan. Kaler mencoba terapi pijat, tapi tak ada perubahan. Awal Januari 2008 ia terpaksa berkon-

tan, Halimah kerap didampingi oleh Itam dan Rina. Tampaknya dua orang inilah yang akan menggantikannya atau malah akan menjadi ina uta di tempat lain. Regenerasi ina uta dalam masyarakat tradisional seperti ini, tidak dilakukan secara formal, melainkan terjadi begitu saja berdasarkan kebiasaan dan kemauan. Di Bima, khususnya di Sila Kecamatan Bolo, tiap desa memiliki ina uta sendirisendiri. Dalam melaksanakan tugasnya para kepala koki tradisional ini tidak dibayar. Mereka bekerja ikhlas. Karena bagi Halimah, dalam mengemban tugas ini sesungguhnya bukan hanya mengemban tanggung jawab dan kepercayaan dari yang punya hajat, melainkan juga tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. Inilah nilai-nilai yang masih dipegang oleh Halimah dan para ina uta lainnya, hingga saat ini. -Naniek I. Taufan

5

sultasi pada dokter saraf karena rasa sakit yang menusuk-nusuk dari punggung menurun hingga pinggang. Mula-mula ia diduga terkena HNP, bahasa awamnya saraf kejepit. Namun hasil medical resonance image (MRI) mengindikasikan keberadaan tumor di tulang belakang. Sebelum dokter sempat mengevaluasi penyakitnya lebih lanjut,tiba-tiba 7 Januari 2008 malam Kaler mengalami rasa sakit luar biasa pada ulu hati yang menembus ke punggung. Karena tak tahan ia segera lari ke rumah sakit. Kali ini ia ditangani oleh dokter ahli bedah digestif. Pemeriksaan USG abdomen menghasilkan arahan adanya batu empedu. “Saya disarankan menjalani operasi buka perut (laparotomy) untuk mengetahui lebih jelas penyakit saya,” kenangnya lagi. Namun, ketika dokter melakukan eksplorasi rongga perut Kaler ditemukan sesuatu yang mengejutkan. Ada benjolan pada ujung atas pankreasnya.

Dokter segera melakukan reseksi lalu mengirim sediaan itu ke laboratorium. “Saya dirujuk ke Rumah Sakit Sanglah untuk ditangani oleh dokter ahli penyakit dalam yang memiliki spesialisasi di bidang kanker,” sambung Kaler lagi. Selama menjalani rawat jalan, Wayan mengalami gejala klinis yang menciutkan hati. Air seni berwarna seperti teh. Faeces (tinja) liat seperti dempul. Warna kulit tubuhnya berubah kekuningan. Ia merasakan adanya benjolan mengeras pada perut sebelah kanan atas. Setelah melakukan pemeriksaan cermat dan ditunjang hasil laboratorium¸ dokter menegakkan diagnosa. Penyakit Kaler adalah limfoma maligna non hodgkin dengan sindroma kauda equina. Limpoma pankreas yang masuk dalam golongan non hodgkin merupakan penyakit keganasan yang sangat jarang ditemukan pada pankreas. Angka prevalensi hanya kurang dari 0.5% dari semua tumor pankreas. Pada saat ditemukan, stadium penyakit dinyatakan telah mencapai derajat IV B E yang dikategorikan sebagai stadium akhir. Oleh karena keterbatasan dana, Wayan kaler hanya dapat menjalani kemoterapi standar. Itupun sebagian besar biaya didapat dari kiriman adiknya yang bekerja di Jepang. Kaler merasa beruntung selama 14 bulan mangkir bekerja ia tidak dipecat bahkan masih mendapat 75% gaji. Cinta yang besar pada keluarga terutama keinginan kuat untuk dapat mengikuti masa pertumbuhan dan perkembangan pendidikan kedua anaknya. Pada waktu itu, putra bungsunya masih duduk di bangku SD, sedangkan putri sulung di bangku SMP. Selama menderita sakit, Wayan Kaler senantiasa menerapkan positive thinking attitude terhadap penyakitnya. Tidak dapat dibantah, halhal seperti itulah merupakan faktorfaktor penunjang kuat dalam melawan penyakitnya. Apalagi istri ter-

cintanya begitu tulus dan setia selalu melayani,mendampingi dirinya pada masa-masa sulit itu. Tentu saja Wayan Kaler tidak akan pernah melupakan andil dokter spesialis kanker yang telah merawatnya. “Dokter Tjokorda Gde Darmayuda benar-benar telah membantu saya bangkit. Beliau tidak hanya mengobati penyakit saya, namun juga memberikan terapi holistik. Semangat dan spiritual saya diolah sehingga saya sanggup untuk tidak berfokus pada rasa sakit tapi juga berdamai dengan penyakit saya,” ungkapnya. Karena itu, seberapa besar rasa sakitnya ia berupaya untuk tidak memasang wajah murung. Apalagi jika sedang dikunjungi dokternya yang menghendakinya untuk bisa bersenyum. “Barangkali karena saya tidak pernah membayangkan akan mati, saya merasa optimis terus,” kilahnya dengan tawa kecil yang hangat. Pada saat ini, meskipun I Wayan kaler masih terlihat berperawakan ramping dengan bobot hanya 45 kilogram, langkah kakinya masih nampak agak terseok. Namun, aura wajahnya memancarkan cahaya kehidupan benderang. Ia menjalankan tugas hariannya sebagai General Manager seperti layaknya di hotelhotel lain. Ia mengendarai mobil sendiri, bekerja mulai pukul 09.00 hingga pukul 18.00 sore. Bahkan, Kaler sempat melanglang ke tiga negara yaitu Australia, New Zealand dan Jepang guna melaksanakan tugas perusahaan. Satu-satunya masalah yang tertinggal baginya hanya fluktuasi kadar glukosa darah akibat sel-sel kanker pernah hinggap di pankreasnya. Selebihnya ia merasa sehat-sehat saja. “Kesembuhan terjadi bukan hanya karena mukjizat, tetapi karena juga beralih pada gaya hidup sehat. Meminimalisasi stres fisik dan mental. Memiliki pikiran tenang dan memasrahkan diri kepada Tuhan Sang Dokter Agung,” ujar Kaler memberikan motivasi bagi para pejuang kanker yang saat ini masih dalam pergulatan melawan penyakit mereka. -Kurnia

“Kesembuhan terjadi bukan hanya karena mukjizat, tetapi karena juga beralih pada gaya hidup ­s ehat. Meminimalisasi stres fisik dan ­mental. Memiliki pikiran tenang dan memasrahkan diri kepada Tuhan Sang Dokter Agung” Wayan Kaler bersama istri

Wayan Kaler ketika sakit


6

Woman on Top

A

dalah Baiq Baktiyanti, Lurah Pejanggik, yang siang malam ikut mengawal proses pesta demokrasi ini. Sebagai pejabat pemerintahan tingkat kelurah­ an, dialah salah seorang yang bertanggung jawab menyukseskannya. Tugas ini, bukan satusatunya tanggung jawab yang diemban perempuan kelahir­ an 44 tahun lalu ini, melain­ kan sebagai pimpinan wilayah kelurah­an dengan 7.648 jiwa ini, ia mengembang tanggung jawab yang sangat kompleks. Tujuh lingkungan yang berada di wilayah Kelurahan Penjanggik, Lingkungan Pusaka, Kebon Raja, Pejanggik, Pengempel, Pajang Timur, Pajang Barat dan Majeluk, menjadi tanggung jawab untuk dikelolanya. Mulai dari urusan pemerintahan, menjaga harmonisasi dan keberagaman antar warga hingga urusan mendamaikan keluarga yang kebetulan

terkena masalah. “Saya jadi tempat curhat ibu-ibu. Alhamdulillah sejauh ini tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan,” ungkap Lurah yang

sudah dua tahun memimpin wilayah ini. Ada kebahagiaan tersendiri baginya dapat merukunkan keluarga-keluarga yang ditimpa masalah rumah tangga. Baiq Baktiyanti termasuk perempuan yang diberi kepercayaan bergengsi yakni memimpin sebuah kelurahan yang berada tepat di jantung Kota Mataram. Mataram sendiri adalah ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat. Di pusat pemerintahan ini tentu saja memiliki persoalan yang sangat kompleks dibandingkan dengan kelurahan-kelurahan lainnya. Keberagaman suku, ras dan agama di kelurahan ini tampak dengan jelas. “Hampir semua etnis ada di sini dan semua agama hidup berdampingan dengan damai,” katanya. Warga di Pejanggik hidup dalam toleransi yang tinggi dan saling menghargai satu sama lain. Rata-rata warga berpendidikan dengan tingkat

Sudut Pandang

19

Bahagia saat Memasak

Empat Kali Setahun

Pesta demokrasi Indonesia baru saja melewati tahapan pemungutan suara pada tanggal 9 Juli 2014 lalu. Masih ada beberapa tahapan lagi yang akan dilalui sampai akhirnya Indonesia secara resmi mempunyai pemimpin yang baru. Kesibukan menyelenggarakan pesta demokrasi ini, terasa di seluruh wilayah NKRI, tidak terkecuali di Kelurahan Pejanggik, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat yang juga ikut sibuk menyelenggarakan pesta ini.

14 - 20 juli 2014

14 - 20 juli 2014

ekonomi menengah ke atas. Menurutnya, hampir tidak ada masalah menyangkut toleransi berbangsa dan beragama di kelurahan ini. Untuk itu, ia membiasakan pertemuan lintas etnis setidaknya empat kali dalam setahun. Sebagai Lurah, inilah salah satu pertaruhan tugas yang harus dijalaninya dengan baik yakni tetap menjaga kerukunan hidup masyarakatnya. Karena itulah, Baiq Baktiyanti ter­bilang rajin turun ke masyarakat untuk bersilaturrahmi dan berdialog dengan warga, tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama terutama di kampungkampung sekitar Kelurahan Penjanggik, yang beberapakali sempat terjadi konflik antarwarga, seperti, Taliwang dan Tohpati yang berbatasan langsung dengan Lingkungan Majeluk. “Di desa perbatasan ini ha­ rus dilakukan ekstra pengawasan,” ujarnya. Tiap kali ada konflik terjadi di sana, tak kenal malam hari, ia pun akan segera turun ke Majeluk untuk mendekati tokoh-tokoh terutama anak-anak muda agar tidak terprovokasi ikut-ikutan dalam konflik tersebut. Ia memiliki alasan

mengapa selalu turun mendekati masyarakatnya saat ada konflik yaitu untuk menyelamatkan warganya agar tidak ikut-ikutan masuk dalam konflik tersebut sehingga tidak menambah beban aparat keamanan. “Saya ingin membantu aparat keamanan men­ dinginkan suasanan setidaknya pada warga saya agar tidak ikut-ikutan,” ujarnya. Selain itu, kehidupan warga kelurahan ini yang tinggal di tengah kota ini, masalah gotong royong menjadi perhatiannya. Nilai-nilai gotong royong tampaknya mulai pudar karena hampir seluruh warga sibuk bekerja. Namun begitu, ia tetap berupaya mengumpulkan warga untuk bergotong royong membersihkan lingkungan secara bersama-sama tiap hari Sabtu. “Secara bergiliran di tujuh lingkungan dilakukan gotong-royong agar masyarakat bisa bersilaturrami dan tetap akrab,” ungkapnya. Untuk itu ia mengaku harus ekstra sabar menanti berkumpulnya warga ketika telah diumumkan di masjid-masjid. Ini menjadi pekerjaan menyenangkan yang dinikmati dengan ikhlas oleh ibu tiga anak ini. –Naniek I. Taufan

Sesibuk apapun menjadi seorang pejabat tetap tak melupakan tugas sebagai istri dan bersosialisasi dengan masyarakat. Waktu pun perlu di­kelola dengan baik, agar semua tugas dan peran yang diemban sesuai porsinya. “Saya berusaha membagi waktu sebaik-baiknya, agar semuanya jalan, komitmen sebagai PNS, ibu rumahtangga, dan juga bagian dari masyarakat,” tutur Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali Luh Putu Haryani, S.E., M.M.

I

stri Prof. Wayan Gede Suparta ini menuturkan, tiap pagi, ia berangkat ke kantor dari rumah pukul 07.00. “Ada apel tiap hari pukul 07.30. Walaupun kadang saya tidak memimpin apel pagi, saya usahakan tetap datang pagi karena ingin memberi contoh kepada staf. Saya ingin, mereka tetap rajin dan disiplin walaupun saya tidak ada. Jangan hanya gara-gara ada saya, mereka rajin,” kata perempuan asal Tabanan yang akrab disapa Nanik ini. Sebelum berangkat ke kantor, ia selalu menyempatkan diri makan bersama keluarga. “Selalu ada makanan di rumah. Apakah saya harus masak atau membeli lauk-pauknya. Kalau saya masak, saya harus bangun lebih pagi dan bahan-bahan sudah saya siapkan malam harinya, sehingga paginya tidak terlalu repot. Kalau memang saya ada acara penting dan tak ada waktu memasak, saya sudah siapkan lauk-pauk untuk makan di rumah,” kata Nanik. Tetapi, ada waktu tertentu yang ia siapkan untuk memasak. Bukan kare­ na diharuskan suami, tapi ia merasa ada satu kebahagiaan jika melakukan itu. Ketika ia harus melakukan kewajiban manyama-braya di

Haryani

kampung asal suami di Gianyar, Nanik berusaha membagi waktu­ nya dengan baik. “Kalau ada ada undangan hari ini, biasanya saya sudah ke sana malamnya. Tapi kalau memang harus datang saat jam kerja, dilihat dulu acaranya apa. Dulu pernah saya diundang acara adat dan semua kepala dinas diundang, saya langsung pakai kebaya ke kantor. Setelah izin sebentar, saya kembali lagi ke kantor. Itu sebagai bentuk tanggungjawab saya sebagai pimpinan,” ucapnya. Ia mengatakan, untuk kegiat­ an adat, ia berusaha melakoni­ nya dengan baik, karena nanti setelah selesai menjabat, tentu akan kembali ke masyarakat. Karena itu, ia berusaha datang kalau ada undangan adat. “Yang mengundang biasanya sudah tahu kesibukan saya. Ketika saya datang sore atau malam hari, mereka langsung bilang itu pasti ibu Mita yang datang. Mereka memaklumi karena kesibukan saya. Bukan berarti karena saya pejabat, tapi saya peduli dengan mereka,” imbuhnya. Dari tiga anaknya, satu sudah menikah, dan satu lagi sedang kuliah di luar Bali. Anak ke­ dua yang bersamanya. Namun, Haryani mengajak beberapa kemenakannya tinggal bersama mereka. “Anak dan kemenakan

bagi saya sama saja. Karena sebagai umat Hindu kami percaya, siapapun yang lahir itu merupakan leluhur kita. Jadi saya tak membedakan walaupun dengan kemenakan. Begitu juga dengan menantu saya. Malah sudah seperti anak saya sendiri. Kalau anak saya yang sulung mengajar ke Denpasar, pasti menginap di rumah. Mertuanya sudah tahu. Kalau saya pulang kerja, saya pasti tanya, apakah anak atau kemenakan yang tinggal di rumah, sudah makan. Kalau belum, pasti saya tawarkan mau makan apa. Kadang kami masak bersama. Yang penting kebersamaan, itu cara saya menjaga keutuhan keluarga demi masa depan anak-anak

saya nantinya,” ujarnya. Untuk jam pulang kerja, Haryani mengatakan kadang tak tentu. Kadang ia bisa pulang pukul 17.00. Namun, baginya tak masalah, itu komitmennya sebagai pimpinan. Sampai di rumah pun, waktu bertemu suami, juga kadang malam hari. “Bapak kadang mengajar ke kampus sore pulangnya malam. Saat saya pulang kantor, bapak baru jalan ke kampus. Begitu juga paginya. Saya pasti berangkat pagi. Jadi ketemunya pagi sebelum ke kantor dan malam, kalau pas bapak ada jadwal ngajar. Tapi saya nikmati semuanya dan syukuri semuanya,” katanya. -Wirati Astiti

Pilih Tempat Makan Harga Terjangkau “Quality time with….” Istilah ini sering kali dijumpai di media sosial. Quality time ini adalah istilah digunakan oleh remaja sekarang untuk menggambarkan waktu liburan. Quality time atau dalam bahasa Indonesianya sering diartikan waktu yang berkualitas. Istilah ini menggambarkan betapa waktu liburan saat ini yang dijalani harus berkualitas bersama kerabat terdekatnya. Hal ini tidak berlebihan mengingat kegiatan sehari-hari remaja lebih sering dihabiskan disekolah untuk menuntut ilmu. Tentu saja bagi mereka liburan perlu diisi dengan sesuatu yang berkualitas yang berbeda dengan kegiatan sehari-hari saat menuntut ilmu. Kadang untuk menunjukan suatu ke”eksis”an diri, remaja saat ini cenderung mengikuti istilah barat agar lebih dilihat gaul. “Saya sering sih pakai istilah quality time biar kesannya jauh lebih enak dibaca aja. Suapaya gak ketinggalan jaman juga hehe,” ucap Desi

dok/castro coffee shop

Putrisari sambil tertawa. Selain agar tidak kalah gaul dibandingkan dengan yang lain, istilah quality time sendiri merupakan suatu aplikasi dari pembelajaran Bahasa Inggris yang sudah diajarkan di sekolah. “Quality time kan berasal dari Bahasa Inggris jadi bisa sekalian menerap­ kan pelajaran Bahasa Inggris di sekolah juga,” ungkap remaja 14 tahun ini. Waktu berkualitas yang se­ring dihabiskan oleh remaja sekarang umumnya dengan keluarga dan teman-teman sepermainan. Senada dengan yang diungkapkan oleh Kadek Winda Pardana Putri, remaja ini mengatakan bahwa waktu yang dihabiskan selama liburan atau “quality time”nya sering digunakan untuk berlibur bersama keluarga maupun temanteman terdekatnya. “Biasanya sih dihabiskan dengan keluarga entah pergi ke acara keluarga ataupun ke pusat perbelanjaan. Kalau pergi dengan teman biasanya ke tempat makan yang bisa dijangkau harganya,” ujarnya. Selain menghabiskan waktu keluar dengan kerabat ter-

dekat, tak jarang seorang remaja memakai waktu liburannya untuk bersantai di rumah. “Kalau di rumah biasanya nonton kalau ada DVD film menarik biasanya dan baca novel,” tuturnya. Quality time tentu saja sangat diperlukan bagi remaja apalagi waktu liburan mereka yang singkat perlu diisi dengan hal-hal yang dapat me-refresh otak mere­ka setelah hampir 6 bulan lamanya berkutat dengan pelajaran. Banyak hal-hal positif yang dapat diisi oleh remaja mulai dari berkarya, menambah pengalaman baru dan juga mengatur waktu. Jika remaja memiliki hobi menulis cerita, puisi, pantun dan sejenisnya, quality time nya dapat di­selingi de­ngan menyalurkan hobinya itu yang disebut dengan berkarya. Apalagi kebanyak­an remaja sering membaca buku sehingga mudah terinspirasi untuk menghasilkan suatu karya sederhana. “Saya kebetulan suka nulis puisi jadi sering juga sih waktu liburan saya digunakan untuk menulis puisi,” ungkap Desi Putrisari. Remaja yang memiliki kelom­ pok sangat menguntungkan jika quality time-nya diisi dengan menambah pengalaman seperti melakukan bakti sosial ataupun hal-hal yang bersifat positif. De­ ngan berbagai rencana-rencana yang remaja isi untuk mengisi waktu lburannya, yang paling penting adalah remaja tahu bagaimana cara mengatur waktu­nya agar tidak bertabrakan antara rencana satu dengan lainnya. Belajar cara mengatur waktu juga mampu belajar cara mendisiplinkan diri sejak dini. -Hemma


Kreasi

18

14 - 20 juli 2014

Adu Gangsing

Siapa Lama Dia Menang Salah satu acara yang digelar saat Lake Buyan Festival (LBF) 2014 adalah kompetisi gangsing. Permainan tradisional yang biasa dimainkan oleh para petani kopi di Bali itu mewarnai kemeriahan pelaksanaan LBF. Pengunjung penuh sesak memberi semangat kepada para peserta yang mengadu kekuatan gangsingnya.

A

rena adu gangsing diberikan pem­ batas tali tambang berwarna biru. Ukurannya 10x10 meter. Dalam area itu masih dibatasi lagi dengan empat buah kotak persegi dengan ukuran 4x4 meter, yang ditandai dengan kapur. Sejumlah pria yang me­ ngenakan pakaian adat madya, langsung menyiapkan gangsing (alat main terbuat dari kayu yang bentuknya bundar seperti bulan) dengan ukuran besar. Se­ tiap gangsing rata-rata memiliki

diameter hingga 15 centimeter dan beratnya mencapai 1,5 ki­ logram. Pertandingan diawali dari tim dari Desa Munduk melawan tim dari Desa Gobleg. Peserta dari Desa Gobleg, maju memutar gangsingnya. Kemudian, pria dari Desa Munduk maju dan beru­ saha menghantam gangsing yang diputar warga Desa Gobleg tadi. Begitu hantaman tepat, wasit langsung meniup peluit, tanda pria dari Desa Gobleg kalah. Jika tidak tepat, maka aduan di­t entukan berdasar lamanya

putaran gangsing. Seni bermain gangsing ini su­ dah muncul sejak lama. Namun, tidak ada yang mengetahui kapan kesenian dari kawasan agraris itu muncul. Permainan ini tetap di­ mainkan di beberapa desa seper­ ti di Desa Munduk, Umejero, Gesing, Gobleg, Kayuputih, dan Bengkel. Permainan gangsing selalu berkembang dari waktu ke wak­ tu. Jika dulunya warga hanya memanfaatkan kayu dari pohon jeruk dan pohon limau, kini warga memanfaatkan dari pohon apa saja. Yang penting kuat. Gangsing ukuran kecil bisa memanfaatkan lem kayu untuk menempelnya. Jro Putu Ardana, salah satu pe­ serta mengatakan, satu gangsing dibuat dalam waktu tigta hari dan menghabiskan biaya hingga Rp 250 ribu. Walau demikian, kini sudah ada standarisasi tersendiri. “Satu gangsing itu maksimal be­ ratnya 1,6 kilogram dan diameter maksimal 1,6 cm,” katanya. Uniknya, permainan gangsing dari satu desa dengan desa lain tidak sama. Permainan gangsing di Catur Desa Adat Dalem Tam­ blingan berbeda dengan gangsing di Kecamatan Pupuan. “Di Pu­ puan, biasanya warga meng­ gunakan gangsing dengan diam­ eter kecil, hanya sekitar 5 cm. Namun, di Catur Desa, minimal diameter yang digunakan 10 cm,” jelas Jro Ardana. PENGEBOM DAN PEMASANG Permainan gangsing yang paling populer di Munduk dan sekitarnya adalah permainan pangkak gangsing. Gangsing yang digunakan gangsing gepeng. Permainan pangkak ini dilakukan dua regu atau biasa disebut sekaa gangsing. Permainan ini biasa dilakukan oleh laki-laki karena untuk memainkannya memerlu­ kan kemampuan fisik, gerak cepat dan kelincahan. Dalam permainan itu satu regu disebut pemangkak atau penge­ bom atau pemukul. Satu regu lagi bertindak selaku pemasang atau pemelek. Pengebom dan pemelek ini ditentukan melalui undian atau suit. Suit dilakukan dengan mengadu perputaran

14 - 20 juli 2014

gangsing dari perwakilan masingmasing regu. Gangsing dari regu yang pu­ tarannya lebih lama akan ber­ tindak sebagai pengebom, dan yang putarannya lebih singkat menjadi regu pemasang. Regu pemasang akan melepaskan gangsingnya lebih dulu sebanyak 10 kali. Lalu regu pengebom akan memukulnya dengan tujuan me­ matikannya. Jika sampai sepuluh kali pemasangan regu pemukul berhasil mematikan gangsing regu pemasang maka regu pemukul mendapat 1. Namun jika belum sampai hitungan 10 kali, gangsing regu pemasang menang atau tidak bisa dijatuhkan dan putarannya lebih lama dari gangsing pemukul, maka dua regu itu akan berbalik peranan. Yang sebelumnya jadi pemasang berbalik menjadi pe­ mukul. Begitu juga sebaliknya. Poin-poin dari masing masing regu dikumpulkan sampai batas waktu permainan yang sudah ditentukan sebelumnya. Regu yang mendapat poin lebih banyak otomatis menjadi pemenang. Gangsing boleh dalam kondisi tertambal (matembel/matukub), asalkan tambalannya tidak dibuat dengan kayu keras, seperti ce­

mara, uyung, bangkirai dan kayu besi. Bagian atas gangsing ter­ masuk kepala gangsing hanya ter­ diri atas kayu, tidak mengandung bahan lain seperti logam, plastik, karet, semen, lem dan kayu keras seperti yang disebut di atas. Paksi gangsing diharuskan berbentuk tumpul yang bertujuan untuk memperlama putaran gangsing. Jumlah gangsing dalam setiap regu maksimal berjumlah 35 buah, ter­ masuk untuk sut atau undian. Satu sekaa gangsing terdiri atas maksi­ mal 12 pemain dan 3 ofisial. Selain ketentuan umum, dalam lomba itu juga disertai peraturanperaturan tertentu. Misalnya, regu pemelek yang gangsingnya lamus (lepas tali) dua kali, itu berarti poin bagi regu pemukul. Kalau gangsing pemukul lepas tali, maka peranan kedua regu dibalik, yang sebelumnya jadi pemukul ter­ paksa harus menjadi pemasang. Hal lainnya, jika gangsing pemelek jatuh atau salah kolom, berarti poin bagi pemukul. Begitu juga jika gangsing pemelek berputar di luar dari ke empat kolom dalam lapangan permainan sebelum dipukul oleh regu pemukul maka hal itu dianggap lamus. -Darsana

Story

7

Ayah Bejat Perkosa Anak

Sedangkan Tarno yang saat itu tahu dirinya dalam “bahaya” segera mengambil langkah seribu, melarikan diri. Tapi polisi ber­ tindak cepat. Hari itu juga polisi menangkap Tarno yang tengah berusaha sembunyi. Residivis ini memang telah bersiap untuk lari karena ia telah membawa tas berisi pakaian lengkap. Menu­ rut Tukirah, sebelumnya Tarno pernah tiga kali dipenjara. Dari empat anaknya, tiga perempuan dan satu laki-laki, tiga di antaranya dilahirkan Tukirah saat suaminya sai memberikan ke­ kepala dusun setempat dan seorang berada di dalam penjara. Dari se­ saksian, ia pun kelu­ penghulu, yang langsung memanggil mua perbuatannya selama ini pada ar dari ruang sidang ia dan dan anaknya. Sebenarnya, Tukirah, tidak ada yang membuat dan berlalu ditemani prihal membesarnya perut Noviana Tukirah terlalu sakit seperti ini. delapan petugas dari rumah aman sudah menjadi pembicaraan para “Semua yang sudah dia lakukan Budhi Rini Mataram, yang selalu tetangga, namun Tukirah tidak pada saya selalu saya maafkan. mendampinginya. Ia mengikuti per­ terlalu memperdulikannya karena Tapi untuk yang ini saya merasa www.aktual.co sidangan kasus pemerkosaan yang yang ia tahu Noviana nyaris tidak sangat sakit, sehingga tidak bisa dilakukan ayahnya terhadap dirinya. pernah keluar rumah. Keseharian­ Tukirah mendengar pengakuan itu. pernah berhasil sampai akhirnya lagi memaafkannya,” ujarnya Noviana sama sekali tak ingin ber­ nya ia mengasuh dua adiknya yang Ia kemudian memutar kembali Noviana menyerah pada keadaan. d e n g a n m a t a b e r k a c a - k a c a . temu dengan ayahnya tersebut. Ia masih balita saat ditinggal Tukirah beberapa peristiwa yang akhir­ Mendengar Tarno telah meng­ Tabiat Tarno memang buruk. memperlihat sikap yang begitu ben­ yang keluar untuk bekerja serabu­ nya diakuinya baru disadarinya hamili anak kandungnya, Tukirah Sebelum memperkosa Noviana ci. Sementara, Tarno yang ditemui tan. Suaminya Tarno, juga tidak tiap bahwa harusnya ia bisa membaca tidak berani murka. Amarahnya sampai hamil, Tarno juga pernah petugas dari Panti Budhi Rini tem­ hari ada di rumah. Dalam seminggu, tanda-tanda itu. Beberapa kali ia ia tahan sambil membangunkan nyaris memperkosa kakak perem­ pat Noviana dan bayinya hasil per­ kata Tukirah, Tarno pulang tiga melihat Tarno membelikan minu­ Tarno yang pura-pura tidur. Sep­ puan Noviana (anak Tarno dari buatan ayahanya itu dirawat, juga sampai empat kali. Ia biasanya pergi man ringan bersoda yang diper­ erti biasa, perlakuan kasarlah yang istri sebelumnya). Namun, kakak terlihat menyesal telah melakukan untuk membantu berjualan ternak. untukan bagi Noviana. Menurut diterimanya. “Ada apa kamu mem­ tiri Noviana berhasil melarikan hal tersebut. Kepada petugas, Tukirah mengaku, tidak sedikit pun pengakuan Noviana,soft drink inilah bangunkan aku, mau kubunuh diri ke rumah neneknya. Cerita Tarno sempat menanyakan keadaan curiga pada perubahan fisik anaknya yang dipakai Joni untuk beru­ ya?,” kata Tukirah menirukan nyaris diperkosa itu baru berani Noviana. Noviana memang tampak karena kondisi perut Noviana yang saha menggugurkan kandungan­ Tarno yang tampak kalap saat itu. diungkap oleh kakaknya terse­ sehat secara fisik, namun hati dan meskipun memasuki usia kehamilan nya. Secara sembunyi-sembunyi, Ia tidak mau menemui kadus dan but saat kejadian ini terungkap. psikisnya “sakit”. “Saat itu juga, saya tujuh bulan, tidak terlalu tampak. Tarno juga seringkali membawakan penghulu itu. Setelah mendapat Gagal memperkosa anak perem­ Noviana jamu-jamuan yang diper­ pengakuan itu, kadus pun kemudi­ puan tertuanya, Novianalah yang menyampaikan sepucuk surat yang caya bisa menggugurkan kandun­ an melaporkan kasus ini ke Polsek dipaksa­nya untuk melampiaskan ditandatangani istrinya –Tukirah, DIANCAM AYAH samaran- (ibu Noviana) yang me­ Perut Noviana memang kecil gan. Tapi rupanya usaha ini tidak Bayan, di mana mereka tinggal. nafsu bejatnya. –Naniek I. Taufan nyatakan bahwa ia minta cerai,” sehingga tidak tampak kata Dikdik, yang kala itu sebagai tengah hamil. Ditam­ petugas yang menemani Noviana. bah lagi Noviana juga Saat surat itu disampaikan, Tarno mengaku tidak berusaha sempat bertanya pada Dikdik, ba­ menyembunyikan ke­ gaimana jika ia tidak mau mencerai­ hamilannya. Ia juga tidak kan istrinya? Sebagai penyampai berprilaku seperti orang pesan, Dikdik mengaku tidak pu­ hamil, misalnya, ngidam nya kuasa dan hak melarang atau dan sebagainya. Semua menyetujui hal itu, karena semua berjalan sebagaimana terserah mereka. “Saya hanya me­ b i a s a n y a . N o v i a n a nyampaikan surat ini,” ujar Dikdik tetap setia mengasuh kala itu. Laki-laki bejat ini, rupanya adik-adiknya. Noviana masih mencintai Tukirah yang dike­ sendiri memang sudah nal penyabar itu. Menurut Tukirah, tahu dirinya tengah me­ kala itu ia memang sudah tiga kali ngandung, namun tidak mereka bercerai di bawah tangan, berani bercerita pada namun Tarno selalu minta rujuk ibunya atau pun orang kembali. “Saat ia minta rujuk, saya lain karena ia diancam selalu takut tidak memenuhinya,” oleh ayahnya. “Saya ta­ ujarnya. Kebiasaan Tarno yang kut memberitahu ibu suka pacaranlah yang membuatnya karena diancam orang tiga kali bercerai dengan Tarno. itu (ayahnya),” ujarnya. Tukirah sendiri sebenarnya meru­ Saat itu, Noviana dan pakan istri ketiga Tarno setelah Tukirah diminta un­ sebelumnya pernah menikah dan tuk duduk bersama menceraikan istri-istri sebelum­ kadus dan penghulu nya. Dari dua istrinya itu Tarno untuk membicarakan mendapat dua orang anak. Prilaku satu hal yang membuat kasar dan pemarah Tarno, kerap­ Tukirah bagai disambar kali membuat istri-istrinya tidak petir. Tarno yang saat bertahan. “Orang itu (ayahnya) itu tertidur di rumah­ tidak memiliki pekerjaan tetap, nya diperkirakan men­ kerapkali berlaku kasar pada ibu dengar pembicaraan dan kami anak-anaknya,” kata ini. Tanpa banyak basa Noviana. Keseharian­nya tidak jauh basi, kadus bertanya dari mabuk dan juga berjudi. “Salah langsung pada Noviana sedikit saja sudah main pukul,” ujar perihal perutnya yang Tukirah. Ia memang lelaki yang membesar. Noviana dikenal kasar oleh tetangganya. langsung mengakui Para tetangga tampaknya malas bahwa dirinya memang ikut campur dalam urusan rumah tengah hamil. Ketika tangga mereka. Hal inilah yang ditanya siapa yang te­ membuat kehamilan Noviana lama lah menghamilinya, de­ baru terbongkar. Setelah tujuh bulan ngan lugu ia menjawab, baru ada yang berani menanyakan “itu dia yang sedang langsung prihal perut Noviana yang tidur,” ujarnya sambil terus membesar itu. Hari itu, cerita menunjuk pada ayahnya. Tukirah, di rumahnya ia kedatangan Alangkah terpukulnya

Sangat jelas teringat oleh Tukirah (39), penderitaan anaknya Noviana, (21), bukan nama sebenarnya, beberapa tahun lalu, di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Mataram. Anaknya ini tertunduk lemah saat memberikan kesaksian atas kebejatan ayah kandungnya, Tarno (nama samaran). Dalam sidang tertutup itu, Noviana hanya menjawab singkat tiap pertanyaan yang dilontarkan hakim. Gadis yang kala itu baru berusia 16 tahun ini, sepertinya malas membahas kejadian buruk yang meninggalkan trauma seumur hidup baginya itu.

U

Peserta lomba sedang adu gangsing.

Life


Bunda & Ananda

8

14 - 20 juli 2014

Kerajinan Keramik Cantik

Kurang Diseka Lebih Dicemplung

Memiliki bayi tentu sangat membahagiakan bagi pasangan suami-istri. Kehadiran buah hati akan menambah keceriaan rumah tangga. Proses kelahiran bayi yang direncanakan dengan baik akan memberi kesempatan bagi bayi untuk mendapat pelayanan terbaik. Namun, kadang ada orangtua yang merasa khawatir dengan proses kelahiran bayinya.

“S

aat di USG, saya sudah diberi tahu kalau bayi saya ukurannya mungil. Bagi saya tidak masalah, yang penting dia sehat,” kenang Bu Tini. Setelah bayinya lahir, memang ukuran tubuh putrinya lebih mungil dibanding bayi-bayi lain yang lahir saat itu. Satu hal yang diingat Bu Tini adalah ia bersyukur putrinya lahir dalam kondisi sehat dan organ tubuh yang lengkap. Kebahagiaan ini yang membuatnya tak terlalu mempermasalahkan berat badan putrinya yang agak mungil. Pengalaman lain juga dialami Bu Riana saat melahirkan anak kedua. “Anak pertama lahir normal, berat badannya juga normal. Waktu anak kedua, saya sempat khawatir karena berat badannya dibawah normal dan harus dimasukkan ke inkuba-

dr. Dharma Artana

tor,” tuturnya. Memiliki bayi yang memiliki kelainan ini membuat Bu Riana dan suaminya melakukan perawatan ekstra agar putrinya ini pulih. Keluar dari rumah sakit, mereka harus rajin menjemur bayinya. “Awalnya memang berat bagi kami tetapi setelah dijalani dan didukung keluarga, kami bisa melalui fasefase sulit ini,” ujar perempuan yang bekerja di salah satu hotel di Kuta ini. Pengalaman merawat bayi bagi ibu yang baru pertama kali melahirkan memang agak sulit. Namun, lama-kelamaan pasti akan terbiasa. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ibu yang memiliki bayi, terutama setelah mereka keluar dari rumah sakit. “Ada tanda bahaya pada bayi baru lahir yang harus diketahui oleh ibu bayi di rumah antara lain bayi tidak mau menyusui, bayi mengalami kejang, bayi sangat lemah, aktivitas geraknya sangat menurun,

seperti mengantuk atau tidak sadar, frekuensi nafas bayi kurang dari 20 kali per menit atau bayi mengalami sulit nafas, frekuensi nafas lebih dari 60 kali permenit atau bayi mengalami sesak nafas, bayi tangisnya merintih, tarikan dada ke dalam yang sangat kuat, bayi mengalami sianosis atau kebiruan, suhu badan bayi kurang dari 36,5 ºC atau lebih dari 37,5 ºC, bayi mengalami kuning, perut bayi bengkak, ubun-ubun bayi menonjol, pusar bayi kemerahan atau bernanah, dan BAB mencret,” ungkap dr. I Wayan Dharma Artana, SpA(K), dokter konsultan NICU RSIA Puri Bunda. Dokter yang pernah menolong pasien dengan berat 760 gram������������������������� juga menjelaskan, beberapa hal yang harus dilakukan untuk bayi, khususnya di pagi hari. Terapi sinar pagi yang dilakukan dengan menjemur bayi pagi hari,

Griya

14 - 20 juli 2014

17

Seni kerajinan keramik, hampir ada di tiap daerah di Nusantara. Kerajinan keramik ini bisa didapati dalam berbagai bentuk, seperti vas bunga, pot bunga, guci, kendi, mangkok, dan piring. Keramik berasal dari bahasa Yunani keramikos yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran. Karena tampilannya yang cantik dan unik, benda-benda ini pun umumnya difungsikan sebagai benda hias.

nanakimie.blogspot.com

antara pukul 07.00 – 09.00 wita selama 30 menit. Pakaian bayi dilepas tetapi hindari mata bayi terkena sinar matahari. Untuk pijat bayi dilakukan berdasarkan metode pemijatan sesuai dengan umur bayi, dilakukan dengan santai dan rileks. Panduan pemijatan bisa didapatkan dari buku ataupun VCD. Saat memandikan, bayi dengan berat badan <2,5 kg hanya diseka dengan menggunakan air hangat dua kali sehari sedangkan bayi dengan berat badan >2,5 kg dapat dimandikan dengan dicemplung menggunakan air hangat dua kali sehari. Terkait perawatan tali pusat, prinsipnya bersih dan kering. Bungkus tali pusat dengan kasa steril kering dan ganti kasa dua kali sehari. Jika basah/kotor segera ganti kasa steril. Setelah tali pusat lepas, kalau basah dan berbau bersihkan dengan menggunakan kapas alkohol 70%. “Pada bayi, risiko lidah kotor dipengaruhi oleh sisa air susu,

terutama pada bayi dengan susu formula, sehingga oral hygiene penting dilakukan secara rutin pagi dan sore hari dengan menggunakan kasa dibasahi air hangat yang dililitkan pada kelingking jari tangan, kemudian dimasukkan perlahan seperti gerakan menggosok gigi,” jelas dr. Dharma Artana yang didampingi tim perawatan NICU RSIA Puri Bunda. Satu hal yang selalu diingatkan adalah pemberian ASI ekslusif selama enam bulan. Bila ibu bayi bekerja, sebaiknya ibu bayi menggunakan ASI perah yaitu ibu bayi memerah ASI sebelum bekerja, kemudian disimpan di kulkas, dengan lama penyimpanan selama 4 jam pada suhu kamar 25º - 37º C, selama 8 jam pada suhu 15º - < 25º C, selama 24 jam pada suhu kurang dari 15ºC (cool box), selama 8 hari pada suhu 2 - 4 ºC, dan selama 2 minggu pada suhu freezer 1 pintu (ASI beku). –Ngurah Budi

dr. Dharma Artana saat memeriksa kondisi seorang bayi

Mosa di antara beberapa seni keajinan keramik yang dijual di showroom-nya

D

i Bali, ada bebe­ rapa sentra kerajinan keramik yang terkenal, seperti di Sanur-Denpasar, KapalBadung, dan Pejaten-Tabanan. Namun, di Bali juga banyak toko yang menjual keramik buatan luar daerah maupun luar negeri. Rupanya, bisnis seni kerajinan keramik ini memiliki pasar yang cukup menjanjikan di Bali. Ini diakui Mosa Nawawi, pemilik showroom “Bali Art Ceramics” (BAC) di kawasan By Pass Ngurah Rai, Padanggalak, Sanur. Pria asal Jakarta yang sudah lima tahun membuka bisnis keramik di Bali ini mengatakan

bisnis ini memiliki peluang besar di Bali. Apalagi, toko yang menjual keramik belum banyak. Dalam sebulan, rata-rata barangnya yang keluar mencapai 50 buah. Pemilihan tempat, Bali sebagai ladang bisnisnya pun dikarenakan Bali adalah pasar dunia. “Siapa yang tidak datang ke Bali,” ujarnya. Karena itu pun, ia memilih kawasan jalan utama ini sebagai tempat memajang kerajinan keramik dari ukuran kecil hingga setinggi 2 meter. Seni kerajinan keramik ini dipasoknya dari Bandung. Tiap enam bulan ia mendatangkan satu truk kerajinan keramik

dengan berbagai model dan motif dengan berbagai ukuran. Ini pulalah yang membuat harga barang-barang di showroom-nya cukup terjangkau. Guci keramik lukis setinggi 2 meter hanya dihargai Rp 5 juta. “Harganya jauh lebih murah dari keramik Cina, namun kualitasnya tak jauh beda. Keramik Cina lebih mahal karena diimpor langsung dari Cina,” ujarnya. Memang, ketika menyebut guci keramik, pasti bayangan kita langsung buatan Cina. Jangan salah, Indonesia juga memiliki beberapa sentra industri kerajinan keramik di beberapa daerah, termasuk di Bandung. Menurut Mosa, yang membedakan kualitas suatu kerajinan keramik adalah dari segi bahan, pengolahan, dan finishing. Di BAC, beberapa bentuk seni kerajian keramik yang ditawarkan adalah guci, kendi, pot bunga, tempat duduk, mangkok, dan piring hias. Beberapa konsumen pun memungsikannya berbeda-beda. Misalkan piring hias, difungsikan sebagai pajangan, juga tempat buah. Dan, guci kecil, oleh masyarakat Hindu Bali, justru banyak difungsikan untuk tempat air suci. Ia mengklasifikasikan model

keramik ini menjadi tiga motif yakni polos, lukis, dan timbul. Ini yang kemudian diaplikasikan dalam bentuk motif naga timbul, naga lukis, barong antik, burung, bunga, dan model klasik. Motifmotif ini diakui Mosa, sebagian besar merupakan desainnya yang ia adopsi dari beberapa majalah keramik tua. Selain itu juga melihat tren pasar yang dimi-

ungkapnya. Peminat kreasi keramiknya ini 60 % kaum ekspatriat dan 40%nya masyarakat lokal. Dari pengamatannya, kaum ekspatriat yang membeli keramiknya ini lebih banyak menyukai keramik model polos dan lukis. Sementara, warga lokal lebih menyukai model timbul. “Bulebule itu biasanya menempatkan

nati. Menurut pengamatannya, saat ini tren keramik lebih ke minimalis, yakni model-model polos dengan warna-warna cerah seperti merah dan gold. “Kebetulang barangnya sekarng lagi kosong. Namun, model klasik juga masih banyak dicari,”

guci keramik di lobi hotel, dan ada juga yang membeli untuk dikirim ke negaranya,” imbuh Mosa. Jadi, bagi Anda pencinta kerajinan keramik, cobalah lirik produk dalam negeri kita yang kualitasnya cukup bersaing. –Inten Indrawati


Edukasi

16

Yes…. Sekolah Senin, 14 Juli, adalah hari pertama anak-anak masuk sekolah, setelah sebulan penuh libur panjang. Seperti apakah persiapan para orang­ tua “mengawal” putra-putri mereka memasuki tahun ajaran baru ini?

“H

al paling mendasar yang saya lakukan adalah mulai mengatur kembali jam tidur malam dan jam bangun pagi anak. Karena, selama liburan waktunya agak longgar,” ujar Nyoman Swandewi. Selama liburan, putra semata wayangnya, Gede Bagus Saputra yang kini duduk di kelas 2 SD itu biasanya tidur di atas jam 23.00 dan baru bangun di atas jam 07.00. “Seminggu ini, waktu tidur dibiasakan lagi tak boleh lewat dari jam 22.00, agar bangunnya juga bisa lebih awal, tak boleh lewat dari pukul 06.00,” imbuhnya. Ia tak menampik memang selama liburan ini, jadwal belajar pelajaran akademik putranya juga turut libur. Namun, jadwal les olahraga dan les musiknya tetap jalan seperti biasa mengambil waktu sore hari. Selama ini Swandewi memang membatasi jam menonton televisi, karena menurutnya, walaupun bisa menjadi “pengasuh” yang bagus bagi anak,

Nyoman Swandewi

namun televisi itu membuat anak kurang kreatif dan cenderung malas. Karena itu pula, ia mengikutkan putranya les musik dan olahraga. “Dia jadi lebih banyak bergerak, olah badan dan olah pikiran. Namun selama liburan, waktu pagi yang biasanya sekolah, lebih banyak dipakai bermain dan menonton film kartun kesukaannya,” ujarnya. Persiapan lain yang dilakukan adalah menyiapkan baju seragam,

sepatu, dan tas. Baju-baju sekolah yang letaknya mungkin sudah ditum­pukan baju paling bawah, diatur lagi ditaruh di tempat bagian luar. Menurutn Swandewi, semua itu tidak harus baru, yang pen­ ting semua dalam keadaan sudah tercuci bersih dan siap pakai. Di samping itu, Gede Bagus juga tak pernah menuntut perlengkapan sekolahnya serba baru. SERBA BARU Cara orangtua men-support anaknya berbeda-beda. Sepeti yang dilakoni Gung Bintang (40), ia membelikan perlengkapan sekolah anaknya serba baru. “Biar mereka lebih semangat bersekolah,” ujar ibu dua anak ini. Terutama bagi putra bungsunya, Gowinda yang kini kelas 5 SD itu. Rupanya, libur panjang membuatnya larut dalam suasana nyaman dalam dunia bermain, meski tiap malam Gung Bintang selalu mewajibkan Gowinda belajar, minimal membaca. “Kok cepat sekali sekolah,” ujar Gung Bintang mengutip ungkapan kecewa Gowinda ketika ibunya itu mengatakan waktu sekolah akan segera tiba. Karena itu pula, untuk membangkitkan semangatnya, setiap tahun ajaran baru Gowinda pasti memakai sepatu dan tas baru. Kebetulan, kantor tempat suaminya bekerja memberikan beasiswa tiap tahun ajaran baru, yang kemudian

14 - 20 juli 2014

dimanfaatkannya untuk membeli perlengkapan sekolah anak. “Tak lupa rambut dan kuku juga sudah dirapikan,” ujarnya. Berbeda dengan kakaknya, Sista yang kini duduk di kelas menengah atas justru sangat bersemangat menyambut tahun ajaran baru ini. Maklum, gadis remaja yang baru menanggalkan seragam putih-biru itu kini memasuki tingkat sekolah baru. “Yes…sekolah,” ujarnya riang apalagi saat diterima di salah satu SMKN yang diincarnya. Di usia belasan tahun itu, adakah tun­tutan Sista? “Dia inginnya dibelikan HP yang canggih sih, saya bilang belakangan sambil melihat perkembangan di sekolah,” tutur PNS di Pemkab Badung ini. Gung Bintang menyadari, putri sulungnya yang masuk jurusan Elektro Komunikasi, ke depannya tentu memerlukan fasilitas pendukung. “Makanya saya ingin lihat dulu seperti apa program pembelajarannya di sekolah. Jika

nanti memang memerlukan HP yang canggih atau jenis gadget untuk keperluan sekolah, mau tak mau harus saya belikan. Dan, dia cukup mengerti dengan penjelasan saya,” ujarnya. Ajang PKB yang berakhir ­m inggu ini juga dimanfaatkan betul oleh Gung Bintang untuk mengajak anak-anaknya mencari perlengkapan sekolah, terutama buku tulis yang umumnya menawarkan harga diskon. Gowinda memilih buku tulis bergambar robot Transformer lengkap dengan pulpen, pensil, pengapus, kerotan, dan kotak pensil. Demikian juga Sista, namun untuk buku tulis ia memilih yang lebih besar, ukuran folio. “Sambil menyelam minum air, sambil lihat pameran, sekalian belanja buku. Anak-anak juga senang karena saya mengajak mereka bermain bersama adik yang juga mengajak anak-anaknya. Jadi ramai,” tuturnya. –Inten Indrawati

Fans Real Madrid yang Kagumi Nou Camp Euforia Piala Dunia 2014 sudah berakhir. Bagi Spanyol, Piala Dunia kali ini merupakan pe­ ngalaman yang menyesakkan. Sebagai juara bertahan mereka harus pulang lebih awal karena kandas di babak penyisihan grup. Na­ mun, semangat masyarakat dan penggila bola di Spanyol tak lantas padam karena ke­gagalan timnasnya.

S

panyol dikenal sebagai negara yang memiliki liga elit. Liga Spanyol dihuni klub Barcelona, Real Madrid, Atletico Madrid, Sevilla, dan

yang lainnya. Kebesaran tim-tim ini juga ditunjang stadion yang mentereng. Salah satunya Nou Camp yang menjadi markas tim Barcelona. Saat berkunjung ke Bar-

celona, akhir Juni 2014, Putu Ananda menyempatkan diri ke Nou Camp. “Sebenarnya saya penggemar Real Madrid, tetapi karena berada di Barcelona, saya untuk melewatkan Nou Camp,” ujar siswa SD 8 Dauh Puri Denpasar ini. Dari hotel tempatnya menginap, Ananda bersama ayahnya naik bus wisata ke Nou Camp. Mereka membayar 20 euro per orang untuk naik bus wisata ini. Tiket ini merupakan tiket yang berlaku selama seharian. Mereka bebas naik bus wisata yang melayani city tour. Untuk masuk ke dalam Nou Camp dikenakan tarif 40 euro atau sekitar Rp 700 ribu. Pengunjung bisa melihat museum yang ada di dalam stadion. “Ada piala-piala yang pernah diraih Barca, koleksi jersey, foto legenda Barca, bahkan sepatu emas Lionel Messi. Pengunjung boleh berfoto di museum,” ujar

Ananda. Selain museum, di stadion juga ada toko Nike terbesar di Eropa. Nike merupakan salah satu sponsor Barcelona. Dari museum, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan hingga ke tribun penonton dan melihat dari dekat stadion ini. “Luar biasa stadion Nou Camp ini. Penataan stadion sangat bagus. Saat kami berkunjung tidak ada pertandingan. Sayangnya, pengunjung tidak boleh masuk ke areal lapangan,” kata Ananda yang menyempatkan diri berfoto di beberapa lokasi di Nou Camp. Kebetulan saat Ananda dan ayahnya ke Barcelona, beberapa restoran juga menggelar nonton bareng (nobar). Kesempatan ini tak dilewatkan Ananda untuk ikut menonton. Suasananya mirip dengan nobar di Indonesia.

Inspirasi membuat game bisa berawal dari mana saja. Salah satunya dari iklan di televisi. Anda pasti tahu iklan salah satu produk teh yang menggambar­ kan ulat mencari pucuk daun teh tetapi upayanya gagal karena pucuk daun teh sudah dipetik du­ luan. klan ini kemudian menjadi ide awal bagi Adde Arya Krisna Murti, mahasiswa STIKI Denpasar dan I Made Dedi Franchiesco, mahasiswa Universitas Udayana untuk membuat game. Keduanya berkolaborasi sebagai tim Center Concept Studio saat mengikuti workshop pembuatan game yang

bisa terus menuju puncak. Kalau daun-daun kecil bisa dimakan untuk menambah tenaga,” ujar Adde. Ia menambahkan pengembangan game ini akan dilakukan dengan menambah jenis rintangan yang lain. Saat mengerjakan game ini, Adde bertugas mem-

digagas Bamboomedia dan BDI. Game yang diberi nama Olong Tea Shoots ini menggambarkan Olong yang ditugaskan mencari pucuk daun teh. Apapun dilakukan Olong demi pucuk

teh. Ia harus memanjat pohon teh. Cara memanjat digerakkan dengan swipe keypad/kursor ke kanan dan kiri. “Perjuangan Olong mencari pucuk teh dihalangi daun-daun besar dan jaring labalaba. Ini harus dihindari agar ia

Main Game sambil Jawab Kuis

Andrew dan Bagi

“Setelah pelesir ke Nou Camp, besoknya kami tersesat. Ternyata sampainya di Nou Camp lagi. Gara-gara salah jalan kami malah sampai di Nou Camp dua kali. Pengalaman yang sangat menyenangkan. Saat kunjungan kedua, kami tidak masuk lagi. Kami berkeliling naik sepeda,” kenangnya. –Ngurah Budi

9

Apapun demi Teh

I

Stan toko buku yang menawarkan harga diskon ramai dikunjungi orangtua dan anak-anak mereka

Dara

14 - 20 juli 2014

Game lain yang sudah ada sebelumnya juga bisa menjadi bahan untuk pengembangan game lain. Bagi penggemar game, pasti pernah melihat atau memainkan Stick Man. Game yang dibuat Andrew Sumichan dan Ebuh Bagiarta terinspirasi dari tingkah si Stick Man. Game yang dibuat Andre dan Bagi diberi nama “Jump the Stick”. “Kami menggarap game ini selama dua minggu. Kami membuat inovasi dari game lama yang sudah ada. Karena waktu pengerjaan mepet, ini yang bisa kami kerjakan,” ungkap Andrew yang bernaung

dibawah tim BS’90 Studio. Materi yang mereka dapatkan selama mengikuti workshop kemudian dimatangkan sehingga keluarlah game Jump the Stick ini. Satu hal yang istimewa dari game ini adalah adanya kombinasi kuis. Pemain ditugaskan menghitung burungburung yang terbang dalam sebuah kelompok. Jika menjawab benar, mendapat nilai 1500. Soal dikeluarkan secara acak. Jadi pemain tidak tahu kapan soal akan muncul karena harus berkonsentrasi meloncat. Untuk menggerakan model, pemain menggunakan tap atau touch keypad. Ide menambahkan kuis ini memang dirancang khusus agar ada sesuatu yang berbeda. “Idenya dari kotak Pandora yang kami kembangkan menjadi kuis. Jawab kuis dapat koin,” kata Bagi. Keduanya mengaku sempat kesulitan membuat desain karena mereka belum pernah membuat animasi. Andrew dan Bagi

Adde

buat coding sedangkan Dedi mendesain karakter Olong dan pohon teh. Kesulitan yang sempat mereka alami ketika mencocokkan desain karena baru pertama kali membuat game. “Kami mendapat banyak ilmu dari pengerjaan program ini. Kami belajar bagaimana bahasa pemrograman dan yang lainnya,” kata Dedi. Game ini belum sepenuhnya selesai. Keduanya masih memikirkan bagaimana desain puncak pohon teh dan berapa level yang akan disiapkan. Satu lagi, mereka berencana membuat game yang setting waktunya malam hari. “Kami berharap nanti game ini bisa di-publish dan mendapat respons dari pecinta game. Kami memiliki harapan kepada para pecinta dan pembuat game untuk memanfaatkan tiap kesempatan untuk membuat game,” tegas Adde dan Dedi yang kini sibuk berkutat menyelesaikan skripsi mereka. –Ngurah Budi

yang lulus STMIK Bandung Bali awalnya hanya memahami web programming. Namun, berkat ketekunan keduanya untuk belajar dan melakukan pengembangan, mereka pun bisa membuat inovasi baru. “Kami iri dengan game Flappy Bird yang bisa mencuri perhatian pecinta game. Hal ini memacu kami untuk membuat sesuatu yang beda. Sambil main game bisa ikut kuis. Pemain bisa kehilangan konsentrasi saat menghitung. Kalau salah hitung tidak game over tetapi tidak dapat poin,” kata Andrew. Ke depan, mereka ingin melanjutkan game. Penguasaan program sekalian pengembangan ilmu akan dipadukan dengan bagaimana menjadikan sebuah game bisa mendapatkan keuntungan secara materi. –Ngurah Budi


10

Bugar

14 - 20 juli 2014

Penambalan Gigi

gigi sampai disitu saja. lamanya dengan tambalan komposit, Kekurangan : Gigi yang patah akibat karena mengingat kandungan merkuri Material ini membutuhkan trauma terjatuh atau yang terdapat didalamnya. tahapan-tahapan yang membutuhkan terbentur juga dapat pengetahuan dan keterampilan yang dikembalikan ke ben2. Resin komposit cukup mendalam dari dokter gigi tuknya semula sehingga Resin komposit adalah bahan untuk mendapatkan hasil yang benarestetika tetap terjaga. tambal sewarna gigi, dengan bahan benar memuaskan dan tahan lama. Jika Tambalan gigi atau yang dasar polimer dan ditambahkan dengan tidak, tambalan dapat mudah lepas/ disebut juga tumpatan partikel anorganik sebagai penguat. patah, berubah warna, atau terlihat gigi merupakan suatu Bahan tambal ini umumnya mengalami batas antara tepi tambalan dengan gigi perawatan gigi yang reaksi pengerasan dengan bantuan si- sehingga mengurangi estetika. rusak atau berlubang nar. Tumpatan komposit dibuat dengan Pada saat penambalan diperlukan dengan membersih- warna yang sesuai dengan gigi (bisa suasana mulut yang cukup kering kan jaringan gigi yang dipilih dengan macam jenis shade warna karena kontaminasi saliva dapat memrusak atau terinfeksi yang sesuai gigi per individu), bersifat pengaruhi sifat-sifat jangka panjang dari Drg. Eka Chitra Karies pada leher gigi (servikal), dan setelah ditumpat kemudian menggan- keras sehingga mencegah dari keausan. resin komposit, seperti kekuatan dan tikan dengan bahan Bahan ini diletakkan pada lubang gigi daya tahannya. dengan resin komposit (composite filling) Tambalan glass ionomer cement tumpatan. yang sebelumnya telah dibersihkan, Resin komposit dapat menyerap alah satu masalah kesJika kondisi gigi rusak atau ber- kemudian dengan light cure dilakukan warna dari zat pewarna dari makanan lebih mudah aus dibanding tambalan ehatan mulut yang paling lubang seseorang masih dalam tahap pengerasan sehingga akan bereaksi atau minuman sehingga dalam jangka lain sering kita jumpai adalah yang ringan dalam artian belum menca- dengan jaringan gigi dan melekat kuat. waktu lama dapat berubah warna. 4. Tambalan sementara gigi rusak dan berlubang. pai pulpa (melibatkan syaraf gigi) maka Bahan ini paling banyak digunakan oleh Tambalan ini dibutuhkan di antara Gigi rusak dan berlubang dapat terjadi penambalan gigi dapat langsung di- dokter gigi belakangan ini. 3. Glass Ionomer Cement perawatan gigi yang tidak dapat dispada semua tingkat usia, mulai dari (GIC) anak-anak hingga orang dewasa. Glass ionomer cement adalah bahan elesaikan dalam satu kali kunjungan. Gigi rusak dan berlubang membuat tambal sewarna gigi yang komponen Misalnya perawatan saluran akar, di mana lubang gigi yang sedang dirawat seseorang kurang merasa nyaman utamanya adalah : dalam melakukan aktivitas sehari-hari, - Likuid yang merupakan gabungan tidak dapat dibiarkan terbuka, namun belum dapat dibuatkan restorasi tidak hanya aktivitas makan saja yang air dengan polyacid terganggu tetapi juga aktivitas sosial - Bubuk yang berupa fluoroalumino- (penambalan) akhir. Oleh karena itu dibuatkan tambalan sementara, karena gigi rusak dan berlubang dapat silicate glass memiliki kelarutan yang cukup tinggi mengganggu estetika, dan merupakan dan kekuatannya tidak begitu tinggi salah satu penyebab bau mulut (halitoKelebihan: sis). Solusi terbaik untuk mengatasinya Bahan tambal ini meraih populari- sehingga memang hanya bersifat adalah dengan melakukan penambalan tas karena sifatnya yang dapat melepas sementara dan pembongkarannya gigi. fluor yang sangat berperan sebagai pada saat kunjungan berikutnya tidak Penambalan gigi adalah salah satu antikaries. Dengan adanya bahan begitu sulit. Aktivitas makan yang kita lakukan cara untuk memperbaiki kerusakan tambal ini, risiko kemungkinan untuk gigi, agar gigi bisa kembali ke bentuknya Gigi depan seorang laki-laki yang Gigi tersebut setelah diperbaiki terjadinya karies sekunder di bawah tidak hanya soal rasa saja tetapi juga patah akibat terjatuh dari jet ski dengan resin komposit/composite filling semula dan berfungsi dengan baik. tambalan jauh lebih kecil dibanding bila melibatkan organ lainnya sebelum makanan itu sampai ke dalam perut kita, Lubang pada gigi yang dibiarkan termenggunakan bahan tambal lain. Kelebihan buka akan menjadi jalan masuk bakteri, lakukan secara permanen. Namun, Biokompatibilitas bahan ini terh- sudah pasti melibatkan juga fungsi gigi Secara estetika sangat memuaskan, adap jaringan sangat baik (tidak men- untuk mengunyah makanan. Fungsi gigi sehingga menutupnya dengan tambalan jika sudah mencapai pulpa maka perlu akan menghentikan proses kerusakan dilakukan perawatan terlebih dahulu terutama resin komposit dengan for- imbulkan reaksi merugikan terhadap yang setiap harinya untuk mengunyah sebelum dilakukan penambalan per- mulasi terkini di mana hasil akhirnya tubuh). makanan perlu dijaga kebersihannya manen. sangat menyerupai gigi asli. Namun, dengan menggosok gigi secara rutin tentu membutuhkan keterampilan dan dan teratur. Kekurangan : keahlian dari dokter gigi. Karena kelebiAda beberapa jenis tambalan Selain itu, perlu juga dilakukan Kekuatannya lebih rendah bila yang digunakan oleh dokter gigi: hannya ini, resin komposit adalah bahan dibandingkan bahan tambal lain, seh- check up minimal 6 bulan sekali ke doktambal yang paling sering digunakan ingga tidak disarankan untuk digunakan ter gigi untuk melakukan pembersihan dalam â&#x20AC;&#x153;cosmetic dentistryâ&#x20AC;?. 1. Amalgam pada gigi yang menerima beban kunyah karang gigi (scalling) dan pemeriksaan Aplikasinya cukup luas. Meski dulu besar seperti gigi molar (geraham). Tambalan amalgam telah dipakai keseluruhan gigi geligi, sehingga tindaselama lebih dari 150 tahun. Tambalan ada keraguan bahwa bahan tambal Warna tambalan ini lebih opaque, se- kan pencegahan dapat dilakukan sedini amalgam terbuat dari percampuran resin komposit tidak cukup kuat hingga dapat dibedakan secara jelas antara mungkin. merkuri cair (43-54%) dan beberapa untuk digunakan pada gigi geraham tambalan dan permukaan gigi asli. Drg. Eka Chitra bubuk logam (46-57%). Tambalan di mana tekanan kunyah di ini biasa digunakan untuk menambal daerah tersebut paling bebagian permukaan kunyah pada gigi sar, namun bahan tambal ini karena memang amalgam memiliki terus menerus mengalami kekuatan yang besar dibandingkan tam- perkembangan sehingga kini balan yang lain. Namun, warna dari cukup dapat diandalkan untambalan amalgam tidak sewarna gigi, tuk menambal gigi geraham sehingga mengurangi keindahan gigi, meskipun kekuatannya masih terkadang tambalan ini juga menim- tetap di bawah amalgam. Abrasi pada daerah servikal gigi Warna bahan tambal bulkan alergi. Oleh karena itu, saat ini ­merupakan salah satu indikasi dari tambalan amalgam sudah jarang digu- dapat disesuaikan dengan bahan tambal GIC, namun sekarang nakan oleh dokter gigi. Tidak jarang keadaan gigi pasien, karena kebanyakan dokter gigi menggunakan belakangan ini banyak yang meminta resin komposit memiliki piliGigi depan seorang anak laki-laki bahan tambal resin komposit untuk Gigi tersebut setelah diperbaiki dengan resin komposit yang mengalami karies untuk mengganti tambalan amalgam han shade/warna. memperbaiki lesi seperti ini

S

14 - 20 juli 2014

Style

Putih yang Memikat Putih adalah klasik dan bersih. Putih tak pernah kehilangan daya pikat. Putih pula menjadi salah satu ciri khas busana-busana koleksi Suka Pandawa Garment.

W

arna putih, kata Karmiani pemilik Suka Pandawa ini, masih menjadi pilihan favorit banyak orang. Dengan garis desainnya yang simpel dilengkapi bordir sebagai ciri khasnya, ia berhasil menampilkan sisi keindahan dari setiap karyanya.

Sederet koleksinya mulai dari dres, two piece, blus, rok bervolume, kebaya hingga celana semua dilengkapi bordir. Desain Karmiani selalu menampilkan bordir yang mencirikan asalnya Bali, yang inspirasinya dari beragam keunikan budaya Bali. Warna putih bersih, sangat menarik dan anggun, memberi

kesan berseri pada wajah pemakainya, Inilah salah satu alasan busana dengan warna putih tak pernah sepi dari peminat. Cocok digunakan untuk semua warna kulit, bahkan untuk mereka yang memiliki kulit gelap, akan tampak lebih bersih dan bersinar ketika memilih warna putih sebagai busana. Kesan netral juga memberikan alasan kuat busana warna ini dapat digunakan oleh semua orang dengan berbagai latar belakang usia. Jika, ingin tampil simpel dan kasual, kita bisa memadukan pakaian warna putih dengan jeans atau pakaian kargo. â&#x20AC;&#x201C; Sri Ardhini

15


Jelita

14

14 - 20 juli 2014

Gigi Kelinci yang Unik Saat ini banyak sekali cara yang dapat dilakukan untuk memperindah penampilan. Salah satunya adalah mempercantik gigi. Sebab, tampilan gigi yang rapi, putih dan sehat diyakini dapat me­ nunjang atau mendukung penampilan menjadi lebih menawan.

K

alau sebelumnyan, cukup ramai yang melakukan pemasangan behel atau kawat gigi untuk me­rapikan konstruksi gigi mereka. Kini, muncul tren baru yakni treatment membuat gigi kelinci, yang disebut-sebut mampu mendukung penampilan menjadi lebih cantik serta menambah rasa percaya diri. Tren fashion yang satu ini tergolong unik. Betapa tidak, dulu, orang malu dengan gigi kelincinya, sehingga banyak yang menggunakan kawat gigi untuk merapikannya. Namun, sekarang justru gigi kelinci ini, menjadi pilihan. Malah, semakin banyak artis dan kalangan sosialita yang sengaja mengubah giginya menjadi gigi kelinci. Menurut drg. Ni Nyoman Gemini Sari., M. Biomed., tren gigi kelinci ini di

Tips

Bali, mulai marak sejak tiga bulan terakhir. Ia juga membenarkan kalau tindakan estetika membuat gigi kelinci kini semakin digemari. Sebab, mereka yang sudah melakukannya, atau setelah dua gigi di depan seseorang di rubah menjadi gigi kelinci, pada umumnya wajahnya nampak lebih tirus sekaliguis lebih muda. Dikatakannya, pembuatan gigi kelinci ini dilakukan menggunakan teknik veneer. Di tempat praktiknya di kawasan Jalan Merdeka, Renon, dokter Sari menyatakan kalau proses pembuatan gigi kelinci ini, biasanya dilakukannya dengan indirect, yakni dua kali kedatangan. “Sebab pada pembuatan gigi kelinci ini, ada proses pemanjangan pada gigi. Proses pertama , gigi pasien ditipiskan terlebih dahulu, agar saat pembuatan gigi kelinci yang dilakukan dengan penambahan bahan ini, ketebalan giginya tidak berlebihan,” ujarnya. Sedangkan proses pemasangannya, kata dokter Sari tidak memakan waktu lama, yakni kurang lebih satu jam. Sementara tindakan veneer lainnya, seperti meratakan atau merapikan gigi, dapat dilakukan hanya dengan sekali datang atau direct. “Di sini, proses merapikan gigi langsung kami kerjakan pada gigi pasien.

drg. Ni Nyoman Gemini Sari., M. Biomed.

Waktunya sekitar satu sampai dua jam, tergantung jumlah gigi yang dirapikan,”lanjut dokter gigi yang juga dosen di Fakultas Kedokteran Gigi di Universitas Mahasaraswati Denpasar ini. Dijelaskannya juga kalau veneer adalah bahan lapisan yang sewarna dengan gigi yang kemudian digunakan untuk melapisi permukaan gigi. veneer memiliki fungsi merapikan gigi yang tidak sempurna. Apakah itu bentuk gigi yang kasar, besar serta berwarna kuning. Selain itu, juga digunakan untuk me­ratakan, mengoreksi warna gigi hingga mengoreksi gigi yang renggang. Veneer, kata dokter Sari bukan hanya membuat gigi yang warnanya kuning terlihat lebih putih, atau merapikan bentuk yang kasar, besar, tapi juga bisa membuat gigi seseorang terlihat lebih putih, dan tentunya ini mengeubah tampilan wajahnya menjadi lebih

Gigi Sehat

lMenggosok gigi setelah makan dan sebelum tidur adalah kegiatan rutin sehari-hari. Tujuannya adalah, untuk menghilangkan partikel makanan, dan menjaga gusi agar bersih, juga membantu menyingkirkan plak yang menyebabkan pembusukan. Selain itu, dapat membuat napas menjadi segar. lSikat gigi yang tepat dan rutin dapat mencegah gusi dan karies gigi. Berikut teknik menyikat gigi yang dianjurkan oleh dental hygienists: lPakailah sikat gigi dengan ukuran yang tepat dan bulu sikat yang halus. lUntuk gigi depan dan samping, letakkan kepala sikat gigi membentuk sudut 45 derajat terhadap permuka­an gigi serta ujung bulu sikat di daerah bawah gusi. lUntuk gigi deretan atas , gerakkan ke arah luar dengan hati-hati sehingga plak yang mengumpul pada

daerah di bawah gusi dapat dihilangkan. lYakikan apakah sudah benar ke arah luar, sisi lidah dan permukaan kunyah dari gigi. l Untuk gigi depan bagian dalam, lakukan penyikatan bagian dalam rahang atas dan rahang bawah dengan gerakan vertikal mengungkit ke arah luar beberapa kali di atas permukaan gusi dan gigi. lSikat juga bagian lidah untuk menghilangkan kotoran dan bakteri yang menyebabkan bau mulut. l Tuntaskan menyikat gigi dengan berkumur secukupnya. Berikutnya juga bisa menggunakan dental floss secara teratur dan periksa ke dokter gigi secara teratur pula karena, hal ini merupakan bagian yang sangat penting dari rutinitas kebersihan pribadi mulut. –Sri Ardhini

cantik. “Bahkan rata-rata setelah dilakukan teknik veneering ini, wajah seseorang lebih tirus dan terlihat lebih muda,” cetusnya. Bicara harga, dokter Sari me­ngatakan hal ini tergatung dari pilihan bahan veneer yang akan digunakan. “Sebab veneer sendiri ada beberapa jenis yang bisa dipilih, “katanya sambil mengatakan bagi mereka yang mengunyah pada saat tidur dan mereka yang dengan gigitan tonjol atau eat to eat, tidak baik jika ingin membuat gigi kelinci. Sebenarnya dengan kemajuan tekno­ logi saat ini, pembentukan gigi juga banyak modelnya , dan bisa dibuat sesuai dengan keinginan. Namun, bagi mereka yang giginya tidak bermasalah, dokter sangat tidak menyarankan untuk dirubah. Selanjutnya diingatkan oleh dokter Sari, bagi yang menggunakan gigi kelinci, sebaiknya rajin kontrol dan tidak me­ ngonsumsi makanan yang keras-keras. “Sebenarnya jika ingin giginya tetap sehat, semua orang memang sebaiknya memeriksakan giginya secara berkala setiap enam bulan,” katanya. –Sri Ardhini

Mitos

14 - 20 juli 2014

11

Atasi Bau Mulut saat Puasa

D

i bulan suci ini, umat Muslim tengah menjalankan ibadah puasa. Apakah orang yang punya maag bisa berpuasa, tidakkah berpuasa akan mempengaruhi kualitas ASI pada ibu menyusui? Dan, bagaimana me­ngatasi bau mulut saat berpuasa? Berikut ini penjelasan dr. Ida Ayu Listya Pradnya Saskari, S.Ked. dokter yang berpraktik di Padma Bahtera Medical Centre, Denpasar. Mitos: Puasa dapat menyebabkan sakit Fakta: Puasa sangat jarang atau hampir tidak menyebabkan orang sakit. Puasa justru memberikan banyak manfaat kesehatan, seperti menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, menurunkan kolesterol, mengontrol berat badan, menjaga kesehatan ginjal, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Mitos: Anak-anak yang belum mengalami pubertas dilarang puasa karena dapat mengganggu tumbuh kembangnya. Fakta: Puasa pada anak adalah sarana pembelajaran paling baik untuk menuju ibadah sesungguhnya. Puasa boleh diajarkan sejak dini, umumnya dimulai pada umur 6-7 tahun. Sampai saat ini, belum ada penelitian yang menunjukkan

puasa dapat mengganggu tumbuh kembang anak. Tetapi puasa pada anak harus dikonsultasikan kepada dokter anak bila terdapat penyakit atau gangguan tertentu pada tubuh. Mitos: Ibu menyusui dilarang berpuasa, karena berpengaruh pada bayi yang disusui Fakta: Pada ibu yang puasa hingga 14 jam, kualitas dan kuantitas ASI tidak akan berkurang dibandingkan saat tidak berpuasa. Sebab, tubuh akan mengambil cadangan zat-zat gizi simpanan tubuh. Komposisi ASI akan berkurang pada ibu dengan status kurang gizi berat, karena cadang­ an gizi tubuh yang jumlahnya terbatas. Mitos: Selama puasa tak perlu olahraga Fakta: Saat berpuasa, tubuh harus

Mitos: Banyak makan saat berbuka puasa akan menenangkan lambung Fakta: Makan terlalu banyak akan merangsang produksi asam lambung dan meningkatkan aktivitas pencernaan karena produksi gas pencernaan yang meningkat. Saat berbuka puasa, biasakanlah mengonsumsi makanan dan minuman ringan terlebih dahulu, seperti jus dan buah-buahan.

dr. Ida Ayu Listya Pradnya Saskari, S.Ked.

tetap aktif dan bugar, dan salah satu hal yang penting adalah de­ ngan berolahraga. Waktu olahraga yang disarankan adalah sore hari, 30-60 menit menjelang berbuka puasa, agar cairan dan kalori yang hilang dapat tergantikan dengan segera. Mitos: Penderita maag tidak boleh berpuasa Fakta: Tidak semua penyakit maag menjadi halangan untuk berpuasa, tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Ada dua jenis maag yaitu maag organik dan fungsional. Pada maag fungsional, tidak ditemukan kelainan pada lambung dan usus belas jari, lebih banyak berhubungan dengan psikis. Pada maag organik sebaik­ nya menunda untuk berpuasa karena kelainan pada lambung dan usus dapat mengakibatkan pendarahan.

Mitos: Langsung tidur sete­ lah sahur akan menenangkan lambung Fakta: Setelah sahur, sebaiknya jangan langsung tidur dalam posisi berbaring untuk menghindari makanan naik dari lambung ke kerongkongan (reflux), sehingga perut akan terasa mual dan ingin muntah. Bila Anda terlalu lelah dan mengantuk, ber­ istirahatlah dalam posisi tegak dan bersandar. Mitos: Minum susu saat berbuka puasa dapat menyebabkan maag Fakta: Beberapa teori menyebutkan bahwa kalsium dan lemak pada susu dapat memicu maag. Namun, hal ini masih menjadi kontroversi. Sebelum mengonsumsi susu, sebaiknya penderita maag meminum air putih terlebih dahulu. Pemberian susu kedelai terbukti dapat mengurangi iritasi lambung. Mitos: Penderita diabetes tidak boleh berpuasa Fakta: Sebelum mulai ber-

puasa, sebaiknya penderita diabetes memeriksakan gula darahnya terlebih dahulu dan meminta dokter untuk menghitung jumlah kalori yang diperlukan tiap harinya.Yang perlu diperhatikan, pemberian obat dan injeksi insulin tidak boleh dihentikan, dan bila kadar gula darah menurun secara drastis, segera hentikan puasa Anda. Mitos: Puasa memicu bau mulut Fakta: Orang yang berpuasa, rongga mulutnya dalam keadaan kering sehingga aktivitas air liur yang dikeluarkan berkurang. Hal ini menyebabkan bakteri berkembang biak. Karena itu, bau mulut pada orang berpuasa, tidak dapat dihindari. Selain gangguan di mulut, infeksi di organ tubuh lain seperti gangguan pencernaan, infeksi amandel, perubahan hormon, atau bronkhitis juga bisa menjadi penyebabnya. Untuk menghindari bau mulut pada saat berpuasa bisa dengan menjaga kesehatan mulut dan gigi, menyikat gigi dengan bersih dan tepat setelah makan sahur. Memeriksa kesehatan gigi dan mulut Anda di dokter gigi sebelum menjalankan ibadah puasa sebulan penuh, dianjurkan. Karena, bila ditemukan gangguan pada mulut, berkumur dengan obat kumur yang mengandung antiseptik sebenarnya tidak dianjurkan untuk sering dilakukan karena dapat membunuh bakteribakteri berguna yang terdapat dalam mulut. –Inten Indrawati

Alat Bantu Seks “Dok, to the point saja, saya mau tanya tentang vaginator, yang bisa dipakai untuk alat bantu seks buat laki-laki. Saya berminat membelinya untuk suami, karena kami selama ini terpisah jarak karena alasan pekerjaan. Apa ada bahayanya dok?” (Ida,35)

Seiring dengan pengaruh keter­ bukaan media dan keberadaan internet, makin banyak informasi tersedia tentang berbagai jenis alat bantu seksual. Yang paling populer adalah alat bantu yang menyerupai kelamin laki-laki: dildo, vibrator, alat bantu yang menyerupai alat kelamin perempuan yang bisa bergetar: vaginator, hingga boneka perempuan atau sex doll. Akibatnya makin banyak yang tahu dan menggunakannya. Semua ini populer dengan istilah sex toys atau alat bantu seks. Apakah menggunakan alat bantu seks berbahaya? Sesungguhnya semua tidak terlepas dari hakekat dasar manusia sebagai makhluk seksual yang memiliki dorongan seksual dan upaya mencapai kepuasan seksual untuk kesenangan maupun kebahagiaan. Dorongan seksual dan keinginan diri melepaskan hasrat seksual dapat menjadi alasan sese­

orang untuk melakukan eksplorasi seksual, termasuk dengan menggunakan alat bantu seks. Selama tidak menggunakan alat bantu seks yang kotor atau yang bisa membuat luka atau lecet, sesungguhnya menggunakannya tidaklah membawa pengaruh negatif bagi kesehatan. Bahkan secara psikis penggunaan perangkat alat bantu seks juga dapat membuat seseorang merasa aman dan nyaman karena risiko penyakit atau infeksi menular seksual dari penggunaannya tidak ada. Siapa saja bisa memakainya, selama menggunakannya dengan bertanggung jawab dan memperhatikan kebersihan alat. Gunakan seperlunya saja, di saat diperlukan. Jadi, alat bantu seks boleh-boleh saja digunakan bagi yang tidak sedang bersama pasangan seksualnya, atau memang memutuskan tidak menikah atas alasan tertentu tetapi tetap ingin menikmati kebutuhan seksualnya, atau sebagai variasi dalam hubung­ an seksual yang dijadikan bagian dalam hubungan seksual bersama

pasangan. Atau, seperti dalam kasus ini, seorang istri yang karena pekerjaan, berpisah sementara dari suaminya. Tentu saja dalam keadaan seperti ini, alat bantu seks, berupa vaginator, bisa jadi solusi kebutuhan seksualnya saat ini, daripada muncul kekhawatiran akan terjadi hubungan seksual de­ ngan orang lain atau dengan pekerja seks. Menggunakan vaginator akan menjadi lebih aman dan bebas dari infeksi menular seksual. Juga disam­ ping risiko medis dari berganti pasangan seksual, dalam norma dan budaya yang masih kita anut juga bisa muncul kerugian, dari segi nilai-nilai moral mungkin akan dipermasalahkan orang lain bila ketahuan berhubungan seksual dengan bukan pasangan yang sah, dan bisa jadi mempengaruhi pandangan orang terhadap citra diri kita. Demikian juga dengan makin terbukanya media masa menyampaikan informasi tentang kehidupan seksual dan bagaimana menikmatinya demi kebugaran, banyak orang yang tidak memiliki pasangan seksual mera-

sakan punya solusi untuk menikmati kehidupan seksualnya, merasa diri masih boleh menikmati seks. De­ ngan alat bantu seks akan ada sebuah pilihan, tanpa harus mencari orang lain atau pekerja seks yang bisa mengundang risiko infeksi menular seksual, salah satunya HIV AIDS, walaupun memang kekurangannya adalah ketiadaan keterlibatan emosi di dalamnya, yang bisa didapatkan dalam hubungan seksual suami-istri yang biasa. Alat bantu seksual juga bisa saja digunakan bersama pasangan, untuk variasi dalam hubungan seksual saat bersama. Silakan terbuka dengan pasangan, itu jauh lebih baik. Jadikanlah penggunaan sex toys juga bagian dari hubungan seksual, buat variasi seksual. Jadi, sex toys dapat digunakan pada saat foreplay atau pemanasan menuju hubungan seksual untuk memaksimalkan rangsangan seksual, karena rangsangan seksual yang maksimal akan membawa hubungan seksual kepada kepuasan maksimal bersama pula. Seorang suami juga bisa membantu menggunakan dildo atau vibrator buat istrinya misalnya dalam keadaan suami lebih awal mencapai orgasme dan ejakulasi, sementara istri masih belum mencapai orgasmenya. Jadi gunakan alat bantu buat membantu istri mencapai

orgasmenya, itu juga bisa dilakukan, tentu saja dengan disepakati dan dinikmati bersama. Jadikan penggunaan alat bantu seks untuk membantu keharmonisan seksual bersama, karena justru penggunaannya yang tepat waktu dan disetujui bersama akan menghindari keinginan akan perselingkuhan, misalnya. Buatlah hal-hal seperti ini justru untuk membangun keharmonisan bersama. Ingat, alat bantu seksual tetaplah tidak bisa menggantikan hubung­ an seksual yang sesungguhnya, kepuasan seksual akan tercapai dari kehangatan yang dimunculkan oleh pasangan yang dilanjutkan dengan kemesraan seksual yang dinikmati bersama. Tentu saja alat bantu seksual tidak akan menggantikan sentuhan, rabaan, ciuman dan kehangatan tubuh dari pasangan kan? Jadi gunakanlah alat bantu seksual seperlunya saja. Diskusikan dengan terbuka penggunaannya dengan pasangan, jangan sembunyisembunyi menggunakannya karena akan memunculkan persepsi salah dan dugaan ketidakpercayaan seksual pada pasangan. Serta satu lagi, bila ada keluhan seksual dan merasa perlu menggunakan alat bantu seksual, jangan lupa juga berkonsultasi dengan dokter.


12

Kuliner

14 - 20 juli 2014

Hidangan Pesta di Rumah Apakah Anda sedang merencanakan pesta di rumah? Tak usah khawatir, hidangan istimewa dan mewah dapat Anda sajikan di rumah dengan aneka kreasi. Pesta Anda pasti menjadi meriah dan sa­ ngat berkesan dengan hidangan ala hotel berbintang, dengan mengkolaborasikan aneka menu. Berikut ini, resep dari Gede Sujana, Executive Chef The Royal Beach Seminyak. Selamat mencoba. Gede Sujana

Selada Ikan Tuna Sambal Bongkot Bahan Sambal Bongkot: ½ sdt : terasi bakar ½ sdt : garam 3 biji : bawang merah iris tipis 1 sdm : minyak kelapa 1 buah : cabai rawit 1 sdm : bunga bongkot ½ buah: jeruk lemo

Sapi Iga Panggang Saus Oncom Bahan: 4 potong : iga sapi @ 250 gram 50 ml : cuka 1 sdm : bawang Bombay parut 1 sdm : bawang putih bubuk Bahan yang dicampur rata: 1 sdm : jinten bubuk, sangrai 1 sdm : cabai bubuk, sangrai Rebus hingga mendidih: 4 sdm : saus BBQ botolan, siap pakai 150 ml : kaldu ayam 4 biji : bawang merah Bahan saus oncom: 4 biji : bawang merah 2 buah : cabai merah 2 sdm : minyak goreng 200 gr : oncom bakar 1 buah : paprika

2 genggam: kemangi Cabai rawit sesuai selera Garam, gula secukupnya Cara membuat: - Tumis bawang putih, bawang merah, cabai besar, paprika, dan cabai rawit - Masukkan kaldu bekas rebusan iga sapi tadi, masukkan oncom - Masukkan kemangi. Angkat. - Siramkan saus oncom di atas iga sapi panggang, lalu hidangkan Cara membuat Iga: - Lumuri iga dengan cuka, campuran jintan, bawang Bombay, dan bawang putih hingga rata. Diamkan selama 1 jam, sisihkan. - Panggang iga di atas bara api hingga setengah matang pada

kedua sisinya. Letakkan di pinggan tahan panas. - Tuangi dengan campuran kaldu hingga rata. Tutup dengan kertas aluminium. Panggang kembali dalam oven panas bersuhu 180°C selama 1 jam hingga matang. Angkat. Sisihkan kaldunya. - Kaldu dididihkan hingga menjadi saus. - Sajikan iga hangat dengan pelengkap.

Bahan lain: 1 liter : kaldu udang 100 gr : lengkuas 75 gr : kunyit 5 gr : jahe 6 batang : sereh 5 lembar : daun jeruk 5 lembar : daun salam 4 siung : bawang putih diiris Cara Membuat: - Rebus semua bahan selama 30 menit. Bahan tambahan sekaligus hiasan: 1 batang : sereh

Selalu Berkreasi

S

etelah mengecap berbagai pengalaman di bidang kuliner, kini Gede Sujana mencoba berkarier sebagai Executive Chef The Royal Beach Seminyak. Ia memulai karier tahun 1994 di Hotel Melia Bali Nusa Dua. Selama 20 tahun belajar dari

banyak ahli masak di luar negeri, ia menciptakan berbagai kreasi makanan dengan mengkolaborasikan berbagai menu makanan, mulai dari makanan Perancis, Amerika, Jepang, dan Indonesia. Saat ini, ia mengelola tiga dapur yang berbeda di Hotel Royal Beach

Tips Mengupas Udang Udang merupakan salah satu jenis seafood yang digemari karena rasanya gurih dan khas. Apalagi kalau Anda suka memasak sendiri, udang merupakan salah satu jenis makanan yang bisa diolah menjadi berbagai jenis masakan, seperti udang asam manis, udang lada hitam, udang goreng tepung ataupun udang goreng biasa.

Berikut tips mengupas udang: Pilih udang segar dan cuci bersih. Saat membeli udang, pastikan Anda memilih udang yang masih segar dan belum busuk. Jika sudah, cuci bersih udang sebelum mengupasnya. Kupas kulitnya. Belah kulit udang yang sudah dikuliti sepanjang badannya (kira-kira tidak lebih dari ½ cm ). Lalu, keluarkan

Cara Membuat : Aduk semua bahan Bahan ikan: 200 gr : ikan tuna 60 gr : wijen putih 2 sdm : minyak goreng 1 sdm : minyak wijen Cara Membuat : - Lumuri ikan tuna dengan minyak wijen dan garam, lalu panir dengan wijen putih, kemudian panggang sebentar dengan menggunakan sedikit minyak. Makanan Pelengkap: - Belimbing - Jeruk bali - Mangga matang - Air jeruk nipis - Garam - Merica - Campur semua bahan di atas, taruh di piring, letakkan ikan tuna di atasnya dan dihidangkan bersama sambal bongkot.

Flores Lobster Sup Ala Royal Bahan kaldu udang: 2 kg : kepala udang 1 liter : air *Semua bahan dicampur rebus, saring.

Seminyak. Teppanyaki Restaurant dengan sajian daging lezat, dan seafood dengan penyajian masak langsung di tempat ala gaya Jepang, The Capris Beach Front Restaurant dengan Mediterrania, dan The Husk Restaurant. Dengan berbagai kreasi dan inovasinya, ia berusaha menciptakan perjamuan yang mengesankan bagi para tamu. isi perut udang yang berada di punggungnya. Cuci bersih udang tadi untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang masih menempel. Bila sudah, Anda bisa langsung mengolah udang untuk dimasak sesuai dengan selera. Tetapi kalau ingin mengawetkannya, bisa menyimpan di dalam freezer setelah ditiriskan dan dimasukkan ke dalam kantong plastik. –Wirati Astiti

Saus Khas Lumpia Karna

1 buah : belimbing wuluh 1 tangkai : bunga belimbing 1 ekor : lobster yang sudah direbus Wortel Bawang merah

A

nda tentu tahu makanan lumpia. Camilan ini sangat digemari tua dan muda. Ada berbagai macam jenis lumpia, di antaranya lumpia Semarang dan lumpia biasa yang kita temui dijual di pantai. Salah satu warung yang menjual lumpia yang sangat spesial adalah Warung Lumpia Karna. Namanya unik, seperti tokoh pewayangan karena memang warung lumpia ini berlokasi di Jalan Karna Denpasar. Penjualnya bernama Rima dan Fitri, mereka merupakan generasi ketiga dari keluarga yang sudah

Sarwan

berjualan camilan dan kue sejak dulu. Mereka pun berasal dari keluarga yang memang sejak dulu tinggal di Jalan Karna Denpasar. Menurut Rima yang juga ada keturunan Tionghoa ini, lumpia ini mungkin sama dengan lumpia yang lainnya. Kulit lumpia terbuat dari tepung terigu yang dibuat dadar, kemudian diisi dengan sayuran dan daging ayam. Namun, Anda akan mendapati rasa lumpia yang berbeda karena sausnya yang sangat khas. “Sausnya ada resep khusus. Yang jelas bahan utama tauco juga, tapi ada bahan tambahan lainnya,” kata Rima. Lumpia Karna sudah ada sejak 10 tahun lalu. Menurut Rima, awalnya mereka berjualan lumpia, karena sebelumnya neneknya mencoba membuat lumpia untuk makanan keluarga dan saat hari raya. Terbersit keinginan untuk dijual di depan rumah. Teryata sambutannya sangat bagus. Walaupun hanya berlokasi di

lorong kecil di samping rumah mereka, Lumpia Karna sangat terkenal. “Hanya satu kursi panjang yang bisa dipajang di warung, karena keterbatasan tempat,” ucap Rima. Kini, Warung Lumpia Karna sudah pindah ke satu tempat yang lebih luas. Tak jauh lokasinya, hanya di depan rumah mereka, dengan menyewa satu warung yang agak luas sehingga ketika konsumen menikmati di tempat, bisa lebih santai. Lumpia Karna menawarkan lumpia sayur dan rebung. Satu biji lumpia sayur dijual Rp 2500, sedangkan lumpia rebung Rp 3.500. Selain itu, ada juga siomay yang dijual satu biji Rp 2.500. Lumpia ini enaknya dimakan panas-panas. Jadi Anda harus

13

menunggu dulu ketika membelinya karena lumpia baru akan digoreng ketika sudah ada pembelinya. Tapi kalau Anda ingin membeli lumpia basah juga tak masalah. Harganya sama baik lumpia basah maupun goreng. Selain enak dan ramai dikunjungi pembeli, Lumpia Fitri sedang membuat kulit lumpia Karna juga menerima pesanan, walaupun hari menu tambahan yakni mi ayam libur. Untuk menarik minat dengan harga semangkuknya Rp konsumen, disediakan juga satu 12.000.

Resep Kulit Lumpia Bahan kulit lumpia: 300 gr : tepung terigu protein sedang 1 butir : telur ayam di kocok 600 ml : air putih/air santan agar lebih gurih 3 sdm : minyak goreng Garam secukupnya Cara membuat: - Campurkan tepung terigu dan garam, kemudian aduk rata. - Masukan telur yang sudah dikocok di adonan

Jus Nanas Brokoli Sehat

Bahan: ½ buah : nanas, potong kecil 50 gr : brokoli 100 ml : air, dicampur garam secukupnya untuk merendam brokoli 100 ml : susu coklat Sirup merah secukupnya Es batu secukupnya

14 - 20 juli 2014

Cara membuat: - Siapkan blender, masukkan nanas, es batu dan brokoli yang sudah direndam dengan air garam, blender hingga lembut - Siapkan gelas saji, masukkan es batu dan susu coklat - Tuangkan jus dalam gelas dan siram dengan sirup merah di atasnya.

Jus Naga Merah Stroberi Madu Bahan: 150 gram : buah naga merah 150 gram : stroberi 150 gram : blueberry 250 ml : susu segar 200 ml : madu 200 ml : yoghurt stroberi Es batu secukupnya

Cara membuat: - Siapkan blender, masukkan semua bahan, blender hingga halus - Minuman siap dihidangkan

- - - - -

yang sudah tercampur rata sambil menuangkan air putih secara perlahan. Masukkan minyak goreng, aduk rata. Diamkan adonan selama 15-20 menit. Panaskan teplon yang sudah di olesi minyak atau mentega kemudian dadar adonan bulat tipis sesuai dengan selera. Gunakan api sedang agar tidak mudah gosong dan jika sudah masak diangkat. Isi kulit lumpia sesuai keinginan. –Wirati Astiti

Hotdog Saos Sosis Barbeque

Bahan: 10 buah : roti hotdog 10 biji : sosis sapi, dikerat-kerat 2 sdm : mayones 4 sdm : saos tomat 4 sdm : saos sambal 2 sdm : mentega untuk menumis 100 gr : keju cheddar parut Bahan saos: 1 buah : bawang Bombay, cincang kasar 100 gr : kornet sapi 2 buah : tomay, buang bijinya, cincang kasar 2 sdm : saos sambal 3 sdm : saos tomat ¼ sdt : garam ½ sdt : merica hitam bubuk 100 ml : air 1 sdm : margarin untuk menumis

Cara membuat: - Tumis bawang Bombay sampai harus, masukkan kornet, aduk merata hingga berubah warna, tambahkan tomat, aduk dan masak hingga layu - Masukkan saos sambal, saos tomat, garam dan merica hitam bubuk, aduk merata, tuang air, masak sampai kental - Tumis sosis de­ngan margarin sampai mekar, tiriskan - Buka/belah roti hotdog, letakkan sosis di tengahnya, sendokkan soas, semprot mayones, saos tomat, saos sambal di roti tersebut, taburi dengan keju cheddar parut - Siap disajikan.


12

Kuliner

14 - 20 juli 2014

Hidangan Pesta di Rumah Apakah Anda sedang merencanakan pesta di rumah? Tak usah khawatir, hidangan istimewa dan mewah dapat Anda sajikan di rumah dengan aneka kreasi. Pesta Anda pasti menjadi meriah dan sa­ ngat berkesan dengan hidangan ala hotel berbintang, dengan mengkolaborasikan aneka menu. Berikut ini, resep dari Gede Sujana, Executive Chef The Royal Beach Seminyak. Selamat mencoba. Gede Sujana

Selada Ikan Tuna Sambal Bongkot Bahan Sambal Bongkot: ½ sdt : terasi bakar ½ sdt : garam 3 biji : bawang merah iris tipis 1 sdm : minyak kelapa 1 buah : cabai rawit 1 sdm : bunga bongkot ½ buah: jeruk lemo

Sapi Iga Panggang Saus Oncom Bahan: 4 potong : iga sapi @ 250 gram 50 ml : cuka 1 sdm : bawang Bombay parut 1 sdm : bawang putih bubuk Bahan yang dicampur rata: 1 sdm : jinten bubuk, sangrai 1 sdm : cabai bubuk, sangrai Rebus hingga mendidih: 4 sdm : saus BBQ botolan, siap pakai 150 ml : kaldu ayam 4 biji : bawang merah Bahan saus oncom: 4 biji : bawang merah 2 buah : cabai merah 2 sdm : minyak goreng 200 gr : oncom bakar 1 buah : paprika

2 genggam: kemangi Cabai rawit sesuai selera Garam, gula secukupnya Cara membuat: - Tumis bawang putih, bawang merah, cabai besar, paprika, dan cabai rawit - Masukkan kaldu bekas rebusan iga sapi tadi, masukkan oncom - Masukkan kemangi. Angkat. - Siramkan saus oncom di atas iga sapi panggang, lalu hidangkan Cara membuat Iga: - Lumuri iga dengan cuka, campuran jintan, bawang Bombay, dan bawang putih hingga rata. Diamkan selama 1 jam, sisihkan. - Panggang iga di atas bara api hingga setengah matang pada

kedua sisinya. Letakkan di pinggan tahan panas. - Tuangi dengan campuran kaldu hingga rata. Tutup dengan kertas aluminium. Panggang kembali dalam oven panas bersuhu 180°C selama 1 jam hingga matang. Angkat. Sisihkan kaldunya. - Kaldu dididihkan hingga menjadi saus. - Sajikan iga hangat dengan pelengkap.

Bahan lain: 1 liter : kaldu udang 100 gr : lengkuas 75 gr : kunyit 5 gr : jahe 6 batang : sereh 5 lembar : daun jeruk 5 lembar : daun salam 4 siung : bawang putih diiris Cara Membuat: - Rebus semua bahan selama 30 menit. Bahan tambahan sekaligus hiasan: 1 batang : sereh

Selalu Berkreasi

S

etelah mengecap berbagai pengalaman di bidang kuliner, kini Gede Sujana mencoba berkarier sebagai Executive Chef The Royal Beach Seminyak. Ia memulai karier tahun 1994 di Hotel Melia Bali Nusa Dua. Selama 20 tahun belajar dari

banyak ahli masak di luar negeri, ia menciptakan berbagai kreasi makanan dengan mengkolaborasikan berbagai menu makanan, mulai dari makanan Perancis, Amerika, Jepang, dan Indonesia. Saat ini, ia mengelola tiga dapur yang berbeda di Hotel Royal Beach

Tips Mengupas Udang Udang merupakan salah satu jenis seafood yang digemari karena rasanya gurih dan khas. Apalagi kalau Anda suka memasak sendiri, udang merupakan salah satu jenis makanan yang bisa diolah menjadi berbagai jenis masakan, seperti udang asam manis, udang lada hitam, udang goreng tepung ataupun udang goreng biasa.

Berikut tips mengupas udang: Pilih udang segar dan cuci bersih. Saat membeli udang, pastikan Anda memilih udang yang masih segar dan belum busuk. Jika sudah, cuci bersih udang sebelum mengupasnya. Kupas kulitnya. Belah kulit udang yang sudah dikuliti sepanjang badannya (kira-kira tidak lebih dari ½ cm ). Lalu, keluarkan

Cara Membuat : Aduk semua bahan Bahan ikan: 200 gr : ikan tuna 60 gr : wijen putih 2 sdm : minyak goreng 1 sdm : minyak wijen Cara Membuat : - Lumuri ikan tuna dengan minyak wijen dan garam, lalu panir dengan wijen putih, kemudian panggang sebentar dengan menggunakan sedikit minyak. Makanan Pelengkap: - Belimbing - Jeruk bali - Mangga matang - Air jeruk nipis - Garam - Merica - Campur semua bahan di atas, taruh di piring, letakkan ikan tuna di atasnya dan dihidangkan bersama sambal bongkot.

Flores Lobster Sup Ala Royal Bahan kaldu udang: 2 kg : kepala udang 1 liter : air *Semua bahan dicampur rebus, saring.

Seminyak. Teppanyaki Restaurant dengan sajian daging lezat, dan seafood dengan penyajian masak langsung di tempat ala gaya Jepang, The Capris Beach Front Restaurant dengan Mediterrania, dan The Husk Restaurant. Dengan berbagai kreasi dan inovasinya, ia berusaha menciptakan perjamuan yang mengesankan bagi para tamu. isi perut udang yang berada di punggungnya. Cuci bersih udang tadi untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang masih menempel. Bila sudah, Anda bisa langsung mengolah udang untuk dimasak sesuai dengan selera. Tetapi kalau ingin mengawetkannya, bisa menyimpan di dalam freezer setelah ditiriskan dan dimasukkan ke dalam kantong plastik. –Wirati Astiti

Saus Khas Lumpia Karna

1 buah : belimbing wuluh 1 tangkai : bunga belimbing 1 ekor : lobster yang sudah direbus Wortel Bawang merah

A

nda tentu tahu makanan lumpia. Camilan ini sangat digemari tua dan muda. Ada berbagai macam jenis lumpia, di antaranya lumpia Semarang dan lumpia biasa yang kita temui dijual di pantai. Salah satu warung yang menjual lumpia yang sangat spesial adalah Warung Lumpia Karna. Namanya unik, seperti tokoh pewayangan karena memang warung lumpia ini berlokasi di Jalan Karna Denpasar. Penjualnya bernama Rima dan Fitri, mereka merupakan generasi ketiga dari keluarga yang sudah

Sarwan

berjualan camilan dan kue sejak dulu. Mereka pun berasal dari keluarga yang memang sejak dulu tinggal di Jalan Karna Denpasar. Menurut Rima yang juga ada keturunan Tionghoa ini, lumpia ini mungkin sama dengan lumpia yang lainnya. Kulit lumpia terbuat dari tepung terigu yang dibuat dadar, kemudian diisi dengan sayuran dan daging ayam. Namun, Anda akan mendapati rasa lumpia yang berbeda karena sausnya yang sangat khas. “Sausnya ada resep khusus. Yang jelas bahan utama tauco juga, tapi ada bahan tambahan lainnya,” kata Rima. Lumpia Karna sudah ada sejak 10 tahun lalu. Menurut Rima, awalnya mereka berjualan lumpia, karena sebelumnya neneknya mencoba membuat lumpia untuk makanan keluarga dan saat hari raya. Terbersit keinginan untuk dijual di depan rumah. Teryata sambutannya sangat bagus. Walaupun hanya berlokasi di

lorong kecil di samping rumah mereka, Lumpia Karna sangat terkenal. “Hanya satu kursi panjang yang bisa dipajang di warung, karena keterbatasan tempat,” ucap Rima. Kini, Warung Lumpia Karna sudah pindah ke satu tempat yang lebih luas. Tak jauh lokasinya, hanya di depan rumah mereka, dengan menyewa satu warung yang agak luas sehingga ketika konsumen menikmati di tempat, bisa lebih santai. Lumpia Karna menawarkan lumpia sayur dan rebung. Satu biji lumpia sayur dijual Rp 2500, sedangkan lumpia rebung Rp 3.500. Selain itu, ada juga siomay yang dijual satu biji Rp 2.500. Lumpia ini enaknya dimakan panas-panas. Jadi Anda harus

13

menunggu dulu ketika membelinya karena lumpia baru akan digoreng ketika sudah ada pembelinya. Tapi kalau Anda ingin membeli lumpia basah juga tak masalah. Harganya sama baik lumpia basah maupun goreng. Selain enak dan ramai dikunjungi pembeli, Lumpia Fitri sedang membuat kulit lumpia Karna juga menerima pesanan, walaupun hari menu tambahan yakni mi ayam libur. Untuk menarik minat dengan harga semangkuknya Rp konsumen, disediakan juga satu 12.000.

Resep Kulit Lumpia Bahan kulit lumpia: 300 gr : tepung terigu protein sedang 1 butir : telur ayam di kocok 600 ml : air putih/air santan agar lebih gurih 3 sdm : minyak goreng Garam secukupnya Cara membuat: - Campurkan tepung terigu dan garam, kemudian aduk rata. - Masukan telur yang sudah dikocok di adonan

Jus Nanas Brokoli Sehat

Bahan: ½ buah : nanas, potong kecil 50 gr : brokoli 100 ml : air, dicampur garam secukupnya untuk merendam brokoli 100 ml : susu coklat Sirup merah secukupnya Es batu secukupnya

14 - 20 juli 2014

Cara membuat: - Siapkan blender, masukkan nanas, es batu dan brokoli yang sudah direndam dengan air garam, blender hingga lembut - Siapkan gelas saji, masukkan es batu dan susu coklat - Tuangkan jus dalam gelas dan siram dengan sirup merah di atasnya.

Jus Naga Merah Stroberi Madu Bahan: 150 gram : buah naga merah 150 gram : stroberi 150 gram : blueberry 250 ml : susu segar 200 ml : madu 200 ml : yoghurt stroberi Es batu secukupnya

Cara membuat: - Siapkan blender, masukkan semua bahan, blender hingga halus - Minuman siap dihidangkan

- - - - -

yang sudah tercampur rata sambil menuangkan air putih secara perlahan. Masukkan minyak goreng, aduk rata. Diamkan adonan selama 15-20 menit. Panaskan teplon yang sudah di olesi minyak atau mentega kemudian dadar adonan bulat tipis sesuai dengan selera. Gunakan api sedang agar tidak mudah gosong dan jika sudah masak diangkat. Isi kulit lumpia sesuai keinginan. –Wirati Astiti

Hotdog Saos Sosis Barbeque

Bahan: 10 buah : roti hotdog 10 biji : sosis sapi, dikerat-kerat 2 sdm : mayones 4 sdm : saos tomat 4 sdm : saos sambal 2 sdm : mentega untuk menumis 100 gr : keju cheddar parut Bahan saos: 1 buah : bawang Bombay, cincang kasar 100 gr : kornet sapi 2 buah : tomay, buang bijinya, cincang kasar 2 sdm : saos sambal 3 sdm : saos tomat ¼ sdt : garam ½ sdt : merica hitam bubuk 100 ml : air 1 sdm : margarin untuk menumis

Cara membuat: - Tumis bawang Bombay sampai harus, masukkan kornet, aduk merata hingga berubah warna, tambahkan tomat, aduk dan masak hingga layu - Masukkan saos sambal, saos tomat, garam dan merica hitam bubuk, aduk merata, tuang air, masak sampai kental - Tumis sosis de­ngan margarin sampai mekar, tiriskan - Buka/belah roti hotdog, letakkan sosis di tengahnya, sendokkan soas, semprot mayones, saos tomat, saos sambal di roti tersebut, taburi dengan keju cheddar parut - Siap disajikan.


Jelita

14

14 - 20 juli 2014

Gigi Kelinci yang Unik Saat ini banyak sekali cara yang dapat dilakukan untuk memperindah penampilan. Salah satunya adalah mempercantik gigi. Sebab, tampilan gigi yang rapi, putih dan sehat diyakini dapat me­ nunjang atau mendukung penampilan menjadi lebih menawan.

K

alau sebelumnyan, cukup ramai yang melakukan pemasangan behel atau kawat gigi untuk me­rapikan konstruksi gigi mereka. Kini, muncul tren baru yakni treatment membuat gigi kelinci, yang disebut-sebut mampu mendukung penampilan menjadi lebih cantik serta menambah rasa percaya diri. Tren fashion yang satu ini tergolong unik. Betapa tidak, dulu, orang malu dengan gigi kelincinya, sehingga banyak yang menggunakan kawat gigi untuk merapikannya. Namun, sekarang justru gigi kelinci ini, menjadi pilihan. Malah, semakin banyak artis dan kalangan sosialita yang sengaja mengubah giginya menjadi gigi kelinci. Menurut drg. Ni Nyoman Gemini Sari., M. Biomed., tren gigi kelinci ini di

Tips

Bali, mulai marak sejak tiga bulan terakhir. Ia juga membenarkan kalau tindakan estetika membuat gigi kelinci kini semakin digemari. Sebab, mereka yang sudah melakukannya, atau setelah dua gigi di depan seseorang di rubah menjadi gigi kelinci, pada umumnya wajahnya nampak lebih tirus sekaliguis lebih muda. Dikatakannya, pembuatan gigi kelinci ini dilakukan menggunakan teknik veneer. Di tempat praktiknya di kawasan Jalan Merdeka, Renon, dokter Sari menyatakan kalau proses pembuatan gigi kelinci ini, biasanya dilakukannya dengan indirect, yakni dua kali kedatangan. “Sebab pada pembuatan gigi kelinci ini, ada proses pemanjangan pada gigi. Proses pertama , gigi pasien ditipiskan terlebih dahulu, agar saat pembuatan gigi kelinci yang dilakukan dengan penambahan bahan ini, ketebalan giginya tidak berlebihan,” ujarnya. Sedangkan proses pemasangannya, kata dokter Sari tidak memakan waktu lama, yakni kurang lebih satu jam. Sementara tindakan veneer lainnya, seperti meratakan atau merapikan gigi, dapat dilakukan hanya dengan sekali datang atau direct. “Di sini, proses merapikan gigi langsung kami kerjakan pada gigi pasien.

drg. Ni Nyoman Gemini Sari., M. Biomed.

Waktunya sekitar satu sampai dua jam, tergantung jumlah gigi yang dirapikan,”lanjut dokter gigi yang juga dosen di Fakultas Kedokteran Gigi di Universitas Mahasaraswati Denpasar ini. Dijelaskannya juga kalau veneer adalah bahan lapisan yang sewarna dengan gigi yang kemudian digunakan untuk melapisi permukaan gigi. veneer memiliki fungsi merapikan gigi yang tidak sempurna. Apakah itu bentuk gigi yang kasar, besar serta berwarna kuning. Selain itu, juga digunakan untuk me­ratakan, mengoreksi warna gigi hingga mengoreksi gigi yang renggang. Veneer, kata dokter Sari bukan hanya membuat gigi yang warnanya kuning terlihat lebih putih, atau merapikan bentuk yang kasar, besar, tapi juga bisa membuat gigi seseorang terlihat lebih putih, dan tentunya ini mengeubah tampilan wajahnya menjadi lebih

Gigi Sehat

lMenggosok gigi setelah makan dan sebelum tidur adalah kegiatan rutin sehari-hari. Tujuannya adalah, untuk menghilangkan partikel makanan, dan menjaga gusi agar bersih, juga membantu menyingkirkan plak yang menyebabkan pembusukan. Selain itu, dapat membuat napas menjadi segar. lSikat gigi yang tepat dan rutin dapat mencegah gusi dan karies gigi. Berikut teknik menyikat gigi yang dianjurkan oleh dental hygienists: lPakailah sikat gigi dengan ukuran yang tepat dan bulu sikat yang halus. lUntuk gigi depan dan samping, letakkan kepala sikat gigi membentuk sudut 45 derajat terhadap permuka­an gigi serta ujung bulu sikat di daerah bawah gusi. lUntuk gigi deretan atas , gerakkan ke arah luar dengan hati-hati sehingga plak yang mengumpul pada

daerah di bawah gusi dapat dihilangkan. lYakikan apakah sudah benar ke arah luar, sisi lidah dan permukaan kunyah dari gigi. l Untuk gigi depan bagian dalam, lakukan penyikatan bagian dalam rahang atas dan rahang bawah dengan gerakan vertikal mengungkit ke arah luar beberapa kali di atas permukaan gusi dan gigi. lSikat juga bagian lidah untuk menghilangkan kotoran dan bakteri yang menyebabkan bau mulut. l Tuntaskan menyikat gigi dengan berkumur secukupnya. Berikutnya juga bisa menggunakan dental floss secara teratur dan periksa ke dokter gigi secara teratur pula karena, hal ini merupakan bagian yang sangat penting dari rutinitas kebersihan pribadi mulut. –Sri Ardhini

cantik. “Bahkan rata-rata setelah dilakukan teknik veneering ini, wajah seseorang lebih tirus dan terlihat lebih muda,” cetusnya. Bicara harga, dokter Sari me­ngatakan hal ini tergatung dari pilihan bahan veneer yang akan digunakan. “Sebab veneer sendiri ada beberapa jenis yang bisa dipilih, “katanya sambil mengatakan bagi mereka yang mengunyah pada saat tidur dan mereka yang dengan gigitan tonjol atau eat to eat, tidak baik jika ingin membuat gigi kelinci. Sebenarnya dengan kemajuan tekno­ logi saat ini, pembentukan gigi juga banyak modelnya , dan bisa dibuat sesuai dengan keinginan. Namun, bagi mereka yang giginya tidak bermasalah, dokter sangat tidak menyarankan untuk dirubah. Selanjutnya diingatkan oleh dokter Sari, bagi yang menggunakan gigi kelinci, sebaiknya rajin kontrol dan tidak me­ ngonsumsi makanan yang keras-keras. “Sebenarnya jika ingin giginya tetap sehat, semua orang memang sebaiknya memeriksakan giginya secara berkala setiap enam bulan,” katanya. –Sri Ardhini

Mitos

14 - 20 juli 2014

11

Atasi Bau Mulut saat Puasa

D

i bulan suci ini, umat Muslim tengah menjalankan ibadah puasa. Apakah orang yang punya maag bisa berpuasa, tidakkah berpuasa akan mempengaruhi kualitas ASI pada ibu menyusui? Dan, bagaimana me­ngatasi bau mulut saat berpuasa? Berikut ini penjelasan dr. Ida Ayu Listya Pradnya Saskari, S.Ked. dokter yang berpraktik di Padma Bahtera Medical Centre, Denpasar. Mitos: Puasa dapat menyebabkan sakit Fakta: Puasa sangat jarang atau hampir tidak menyebabkan orang sakit. Puasa justru memberikan banyak manfaat kesehatan, seperti menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, menurunkan kolesterol, mengontrol berat badan, menjaga kesehatan ginjal, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Mitos: Anak-anak yang belum mengalami pubertas dilarang puasa karena dapat mengganggu tumbuh kembangnya. Fakta: Puasa pada anak adalah sarana pembelajaran paling baik untuk menuju ibadah sesungguhnya. Puasa boleh diajarkan sejak dini, umumnya dimulai pada umur 6-7 tahun. Sampai saat ini, belum ada penelitian yang menunjukkan

puasa dapat mengganggu tumbuh kembang anak. Tetapi puasa pada anak harus dikonsultasikan kepada dokter anak bila terdapat penyakit atau gangguan tertentu pada tubuh. Mitos: Ibu menyusui dilarang berpuasa, karena berpengaruh pada bayi yang disusui Fakta: Pada ibu yang puasa hingga 14 jam, kualitas dan kuantitas ASI tidak akan berkurang dibandingkan saat tidak berpuasa. Sebab, tubuh akan mengambil cadangan zat-zat gizi simpanan tubuh. Komposisi ASI akan berkurang pada ibu dengan status kurang gizi berat, karena cadang­ an gizi tubuh yang jumlahnya terbatas. Mitos: Selama puasa tak perlu olahraga Fakta: Saat berpuasa, tubuh harus

Mitos: Banyak makan saat berbuka puasa akan menenangkan lambung Fakta: Makan terlalu banyak akan merangsang produksi asam lambung dan meningkatkan aktivitas pencernaan karena produksi gas pencernaan yang meningkat. Saat berbuka puasa, biasakanlah mengonsumsi makanan dan minuman ringan terlebih dahulu, seperti jus dan buah-buahan.

dr. Ida Ayu Listya Pradnya Saskari, S.Ked.

tetap aktif dan bugar, dan salah satu hal yang penting adalah de­ ngan berolahraga. Waktu olahraga yang disarankan adalah sore hari, 30-60 menit menjelang berbuka puasa, agar cairan dan kalori yang hilang dapat tergantikan dengan segera. Mitos: Penderita maag tidak boleh berpuasa Fakta: Tidak semua penyakit maag menjadi halangan untuk berpuasa, tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Ada dua jenis maag yaitu maag organik dan fungsional. Pada maag fungsional, tidak ditemukan kelainan pada lambung dan usus belas jari, lebih banyak berhubungan dengan psikis. Pada maag organik sebaik­ nya menunda untuk berpuasa karena kelainan pada lambung dan usus dapat mengakibatkan pendarahan.

Mitos: Langsung tidur sete­ lah sahur akan menenangkan lambung Fakta: Setelah sahur, sebaiknya jangan langsung tidur dalam posisi berbaring untuk menghindari makanan naik dari lambung ke kerongkongan (reflux), sehingga perut akan terasa mual dan ingin muntah. Bila Anda terlalu lelah dan mengantuk, ber­ istirahatlah dalam posisi tegak dan bersandar. Mitos: Minum susu saat berbuka puasa dapat menyebabkan maag Fakta: Beberapa teori menyebutkan bahwa kalsium dan lemak pada susu dapat memicu maag. Namun, hal ini masih menjadi kontroversi. Sebelum mengonsumsi susu, sebaiknya penderita maag meminum air putih terlebih dahulu. Pemberian susu kedelai terbukti dapat mengurangi iritasi lambung. Mitos: Penderita diabetes tidak boleh berpuasa Fakta: Sebelum mulai ber-

puasa, sebaiknya penderita diabetes memeriksakan gula darahnya terlebih dahulu dan meminta dokter untuk menghitung jumlah kalori yang diperlukan tiap harinya.Yang perlu diperhatikan, pemberian obat dan injeksi insulin tidak boleh dihentikan, dan bila kadar gula darah menurun secara drastis, segera hentikan puasa Anda. Mitos: Puasa memicu bau mulut Fakta: Orang yang berpuasa, rongga mulutnya dalam keadaan kering sehingga aktivitas air liur yang dikeluarkan berkurang. Hal ini menyebabkan bakteri berkembang biak. Karena itu, bau mulut pada orang berpuasa, tidak dapat dihindari. Selain gangguan di mulut, infeksi di organ tubuh lain seperti gangguan pencernaan, infeksi amandel, perubahan hormon, atau bronkhitis juga bisa menjadi penyebabnya. Untuk menghindari bau mulut pada saat berpuasa bisa dengan menjaga kesehatan mulut dan gigi, menyikat gigi dengan bersih dan tepat setelah makan sahur. Memeriksa kesehatan gigi dan mulut Anda di dokter gigi sebelum menjalankan ibadah puasa sebulan penuh, dianjurkan. Karena, bila ditemukan gangguan pada mulut, berkumur dengan obat kumur yang mengandung antiseptik sebenarnya tidak dianjurkan untuk sering dilakukan karena dapat membunuh bakteribakteri berguna yang terdapat dalam mulut. –Inten Indrawati

Alat Bantu Seks “Dok, to the point saja, saya mau tanya tentang vaginator, yang bisa dipakai untuk alat bantu seks buat laki-laki. Saya berminat membelinya untuk suami, karena kami selama ini terpisah jarak karena alasan pekerjaan. Apa ada bahayanya dok?” (Ida,35)

Seiring dengan pengaruh keter­ bukaan media dan keberadaan internet, makin banyak informasi tersedia tentang berbagai jenis alat bantu seksual. Yang paling populer adalah alat bantu yang menyerupai kelamin laki-laki: dildo, vibrator, alat bantu yang menyerupai alat kelamin perempuan yang bisa bergetar: vaginator, hingga boneka perempuan atau sex doll. Akibatnya makin banyak yang tahu dan menggunakannya. Semua ini populer dengan istilah sex toys atau alat bantu seks. Apakah menggunakan alat bantu seks berbahaya? Sesungguhnya semua tidak terlepas dari hakekat dasar manusia sebagai makhluk seksual yang memiliki dorongan seksual dan upaya mencapai kepuasan seksual untuk kesenangan maupun kebahagiaan. Dorongan seksual dan keinginan diri melepaskan hasrat seksual dapat menjadi alasan sese­

orang untuk melakukan eksplorasi seksual, termasuk dengan menggunakan alat bantu seks. Selama tidak menggunakan alat bantu seks yang kotor atau yang bisa membuat luka atau lecet, sesungguhnya menggunakannya tidaklah membawa pengaruh negatif bagi kesehatan. Bahkan secara psikis penggunaan perangkat alat bantu seks juga dapat membuat seseorang merasa aman dan nyaman karena risiko penyakit atau infeksi menular seksual dari penggunaannya tidak ada. Siapa saja bisa memakainya, selama menggunakannya dengan bertanggung jawab dan memperhatikan kebersihan alat. Gunakan seperlunya saja, di saat diperlukan. Jadi, alat bantu seks boleh-boleh saja digunakan bagi yang tidak sedang bersama pasangan seksualnya, atau memang memutuskan tidak menikah atas alasan tertentu tetapi tetap ingin menikmati kebutuhan seksualnya, atau sebagai variasi dalam hubung­ an seksual yang dijadikan bagian dalam hubungan seksual bersama

pasangan. Atau, seperti dalam kasus ini, seorang istri yang karena pekerjaan, berpisah sementara dari suaminya. Tentu saja dalam keadaan seperti ini, alat bantu seks, berupa vaginator, bisa jadi solusi kebutuhan seksualnya saat ini, daripada muncul kekhawatiran akan terjadi hubungan seksual de­ ngan orang lain atau dengan pekerja seks. Menggunakan vaginator akan menjadi lebih aman dan bebas dari infeksi menular seksual. Juga disam­ ping risiko medis dari berganti pasangan seksual, dalam norma dan budaya yang masih kita anut juga bisa muncul kerugian, dari segi nilai-nilai moral mungkin akan dipermasalahkan orang lain bila ketahuan berhubungan seksual dengan bukan pasangan yang sah, dan bisa jadi mempengaruhi pandangan orang terhadap citra diri kita. Demikian juga dengan makin terbukanya media masa menyampaikan informasi tentang kehidupan seksual dan bagaimana menikmatinya demi kebugaran, banyak orang yang tidak memiliki pasangan seksual mera-

sakan punya solusi untuk menikmati kehidupan seksualnya, merasa diri masih boleh menikmati seks. De­ ngan alat bantu seks akan ada sebuah pilihan, tanpa harus mencari orang lain atau pekerja seks yang bisa mengundang risiko infeksi menular seksual, salah satunya HIV AIDS, walaupun memang kekurangannya adalah ketiadaan keterlibatan emosi di dalamnya, yang bisa didapatkan dalam hubungan seksual suami-istri yang biasa. Alat bantu seksual juga bisa saja digunakan bersama pasangan, untuk variasi dalam hubungan seksual saat bersama. Silakan terbuka dengan pasangan, itu jauh lebih baik. Jadikanlah penggunaan sex toys juga bagian dari hubungan seksual, buat variasi seksual. Jadi, sex toys dapat digunakan pada saat foreplay atau pemanasan menuju hubungan seksual untuk memaksimalkan rangsangan seksual, karena rangsangan seksual yang maksimal akan membawa hubungan seksual kepada kepuasan maksimal bersama pula. Seorang suami juga bisa membantu menggunakan dildo atau vibrator buat istrinya misalnya dalam keadaan suami lebih awal mencapai orgasme dan ejakulasi, sementara istri masih belum mencapai orgasmenya. Jadi gunakan alat bantu buat membantu istri mencapai

orgasmenya, itu juga bisa dilakukan, tentu saja dengan disepakati dan dinikmati bersama. Jadikan penggunaan alat bantu seks untuk membantu keharmonisan seksual bersama, karena justru penggunaannya yang tepat waktu dan disetujui bersama akan menghindari keinginan akan perselingkuhan, misalnya. Buatlah hal-hal seperti ini justru untuk membangun keharmonisan bersama. Ingat, alat bantu seksual tetaplah tidak bisa menggantikan hubung­ an seksual yang sesungguhnya, kepuasan seksual akan tercapai dari kehangatan yang dimunculkan oleh pasangan yang dilanjutkan dengan kemesraan seksual yang dinikmati bersama. Tentu saja alat bantu seksual tidak akan menggantikan sentuhan, rabaan, ciuman dan kehangatan tubuh dari pasangan kan? Jadi gunakanlah alat bantu seksual seperlunya saja. Diskusikan dengan terbuka penggunaannya dengan pasangan, jangan sembunyisembunyi menggunakannya karena akan memunculkan persepsi salah dan dugaan ketidakpercayaan seksual pada pasangan. Serta satu lagi, bila ada keluhan seksual dan merasa perlu menggunakan alat bantu seksual, jangan lupa juga berkonsultasi dengan dokter.


10

Bugar

14 - 20 juli 2014

Penambalan Gigi

gigi sampai disitu saja. lamanya dengan tambalan komposit, Kekurangan : Gigi yang patah akibat karena mengingat kandungan merkuri Material ini membutuhkan trauma terjatuh atau yang terdapat didalamnya. tahapan-tahapan yang membutuhkan terbentur juga dapat pengetahuan dan keterampilan yang dikembalikan ke ben2. Resin komposit cukup mendalam dari dokter gigi tuknya semula sehingga Resin komposit adalah bahan untuk mendapatkan hasil yang benarestetika tetap terjaga. tambal sewarna gigi, dengan bahan benar memuaskan dan tahan lama. Jika Tambalan gigi atau yang dasar polimer dan ditambahkan dengan tidak, tambalan dapat mudah lepas/ disebut juga tumpatan partikel anorganik sebagai penguat. patah, berubah warna, atau terlihat gigi merupakan suatu Bahan tambal ini umumnya mengalami batas antara tepi tambalan dengan gigi perawatan gigi yang reaksi pengerasan dengan bantuan si- sehingga mengurangi estetika. rusak atau berlubang nar. Tumpatan komposit dibuat dengan Pada saat penambalan diperlukan dengan membersih- warna yang sesuai dengan gigi (bisa suasana mulut yang cukup kering kan jaringan gigi yang dipilih dengan macam jenis shade warna karena kontaminasi saliva dapat memrusak atau terinfeksi yang sesuai gigi per individu), bersifat pengaruhi sifat-sifat jangka panjang dari Drg. Eka Chitra Karies pada leher gigi (servikal), dan setelah ditumpat kemudian menggan- keras sehingga mencegah dari keausan. resin komposit, seperti kekuatan dan tikan dengan bahan Bahan ini diletakkan pada lubang gigi daya tahannya. dengan resin komposit (composite filling) Tambalan glass ionomer cement tumpatan. yang sebelumnya telah dibersihkan, Resin komposit dapat menyerap alah satu masalah kesJika kondisi gigi rusak atau ber- kemudian dengan light cure dilakukan warna dari zat pewarna dari makanan lebih mudah aus dibanding tambalan ehatan mulut yang paling lubang seseorang masih dalam tahap pengerasan sehingga akan bereaksi atau minuman sehingga dalam jangka lain sering kita jumpai adalah yang ringan dalam artian belum menca- dengan jaringan gigi dan melekat kuat. waktu lama dapat berubah warna. 4. Tambalan sementara gigi rusak dan berlubang. pai pulpa (melibatkan syaraf gigi) maka Bahan ini paling banyak digunakan oleh Tambalan ini dibutuhkan di antara Gigi rusak dan berlubang dapat terjadi penambalan gigi dapat langsung di- dokter gigi belakangan ini. 3. Glass Ionomer Cement perawatan gigi yang tidak dapat dispada semua tingkat usia, mulai dari (GIC) anak-anak hingga orang dewasa. Glass ionomer cement adalah bahan elesaikan dalam satu kali kunjungan. Gigi rusak dan berlubang membuat tambal sewarna gigi yang komponen Misalnya perawatan saluran akar, di mana lubang gigi yang sedang dirawat seseorang kurang merasa nyaman utamanya adalah : dalam melakukan aktivitas sehari-hari, - Likuid yang merupakan gabungan tidak dapat dibiarkan terbuka, namun belum dapat dibuatkan restorasi tidak hanya aktivitas makan saja yang air dengan polyacid terganggu tetapi juga aktivitas sosial - Bubuk yang berupa fluoroalumino- (penambalan) akhir. Oleh karena itu dibuatkan tambalan sementara, karena gigi rusak dan berlubang dapat silicate glass memiliki kelarutan yang cukup tinggi mengganggu estetika, dan merupakan dan kekuatannya tidak begitu tinggi salah satu penyebab bau mulut (halitoKelebihan: sis). Solusi terbaik untuk mengatasinya Bahan tambal ini meraih populari- sehingga memang hanya bersifat adalah dengan melakukan penambalan tas karena sifatnya yang dapat melepas sementara dan pembongkarannya gigi. fluor yang sangat berperan sebagai pada saat kunjungan berikutnya tidak Penambalan gigi adalah salah satu antikaries. Dengan adanya bahan begitu sulit. Aktivitas makan yang kita lakukan cara untuk memperbaiki kerusakan tambal ini, risiko kemungkinan untuk gigi, agar gigi bisa kembali ke bentuknya Gigi depan seorang laki-laki yang Gigi tersebut setelah diperbaiki terjadinya karies sekunder di bawah tidak hanya soal rasa saja tetapi juga patah akibat terjatuh dari jet ski dengan resin komposit/composite filling semula dan berfungsi dengan baik. tambalan jauh lebih kecil dibanding bila melibatkan organ lainnya sebelum makanan itu sampai ke dalam perut kita, Lubang pada gigi yang dibiarkan termenggunakan bahan tambal lain. Kelebihan buka akan menjadi jalan masuk bakteri, lakukan secara permanen. Namun, Biokompatibilitas bahan ini terh- sudah pasti melibatkan juga fungsi gigi Secara estetika sangat memuaskan, adap jaringan sangat baik (tidak men- untuk mengunyah makanan. Fungsi gigi sehingga menutupnya dengan tambalan jika sudah mencapai pulpa maka perlu akan menghentikan proses kerusakan dilakukan perawatan terlebih dahulu terutama resin komposit dengan for- imbulkan reaksi merugikan terhadap yang setiap harinya untuk mengunyah sebelum dilakukan penambalan per- mulasi terkini di mana hasil akhirnya tubuh). makanan perlu dijaga kebersihannya manen. sangat menyerupai gigi asli. Namun, dengan menggosok gigi secara rutin tentu membutuhkan keterampilan dan dan teratur. Kekurangan : keahlian dari dokter gigi. Karena kelebiAda beberapa jenis tambalan Selain itu, perlu juga dilakukan Kekuatannya lebih rendah bila yang digunakan oleh dokter gigi: hannya ini, resin komposit adalah bahan dibandingkan bahan tambal lain, seh- check up minimal 6 bulan sekali ke doktambal yang paling sering digunakan ingga tidak disarankan untuk digunakan ter gigi untuk melakukan pembersihan dalam â&#x20AC;&#x153;cosmetic dentistryâ&#x20AC;?. 1. Amalgam pada gigi yang menerima beban kunyah karang gigi (scalling) dan pemeriksaan Aplikasinya cukup luas. Meski dulu besar seperti gigi molar (geraham). Tambalan amalgam telah dipakai keseluruhan gigi geligi, sehingga tindaselama lebih dari 150 tahun. Tambalan ada keraguan bahwa bahan tambal Warna tambalan ini lebih opaque, se- kan pencegahan dapat dilakukan sedini amalgam terbuat dari percampuran resin komposit tidak cukup kuat hingga dapat dibedakan secara jelas antara mungkin. merkuri cair (43-54%) dan beberapa untuk digunakan pada gigi geraham tambalan dan permukaan gigi asli. Drg. Eka Chitra bubuk logam (46-57%). Tambalan di mana tekanan kunyah di ini biasa digunakan untuk menambal daerah tersebut paling bebagian permukaan kunyah pada gigi sar, namun bahan tambal ini karena memang amalgam memiliki terus menerus mengalami kekuatan yang besar dibandingkan tam- perkembangan sehingga kini balan yang lain. Namun, warna dari cukup dapat diandalkan untambalan amalgam tidak sewarna gigi, tuk menambal gigi geraham sehingga mengurangi keindahan gigi, meskipun kekuatannya masih terkadang tambalan ini juga menim- tetap di bawah amalgam. Abrasi pada daerah servikal gigi Warna bahan tambal bulkan alergi. Oleh karena itu, saat ini ­merupakan salah satu indikasi dari tambalan amalgam sudah jarang digu- dapat disesuaikan dengan bahan tambal GIC, namun sekarang nakan oleh dokter gigi. Tidak jarang keadaan gigi pasien, karena kebanyakan dokter gigi menggunakan belakangan ini banyak yang meminta resin komposit memiliki piliGigi depan seorang anak laki-laki bahan tambal resin komposit untuk Gigi tersebut setelah diperbaiki dengan resin komposit yang mengalami karies untuk mengganti tambalan amalgam han shade/warna. memperbaiki lesi seperti ini

S

14 - 20 juli 2014

Style

Putih yang Memikat Putih adalah klasik dan bersih. Putih tak pernah kehilangan daya pikat. Putih pula menjadi salah satu ciri khas busana-busana koleksi Suka Pandawa Garment.

W

arna putih, kata Karmiani pemilik Suka Pandawa ini, masih menjadi pilihan favorit banyak orang. Dengan garis desainnya yang simpel dilengkapi bordir sebagai ciri khasnya, ia berhasil menampilkan sisi keindahan dari setiap karyanya.

Sederet koleksinya mulai dari dres, two piece, blus, rok bervolume, kebaya hingga celana semua dilengkapi bordir. Desain Karmiani selalu menampilkan bordir yang mencirikan asalnya Bali, yang inspirasinya dari beragam keunikan budaya Bali. Warna putih bersih, sangat menarik dan anggun, memberi

kesan berseri pada wajah pemakainya, Inilah salah satu alasan busana dengan warna putih tak pernah sepi dari peminat. Cocok digunakan untuk semua warna kulit, bahkan untuk mereka yang memiliki kulit gelap, akan tampak lebih bersih dan bersinar ketika memilih warna putih sebagai busana. Kesan netral juga memberikan alasan kuat busana warna ini dapat digunakan oleh semua orang dengan berbagai latar belakang usia. Jika, ingin tampil simpel dan kasual, kita bisa memadukan pakaian warna putih dengan jeans atau pakaian kargo. â&#x20AC;&#x201C; Sri Ardhini

15


Edukasi

16

Yes…. Sekolah Senin, 14 Juli, adalah hari pertama anak-anak masuk sekolah, setelah sebulan penuh libur panjang. Seperti apakah persiapan para orang­ tua “mengawal” putra-putri mereka memasuki tahun ajaran baru ini?

“H

al paling mendasar yang saya lakukan adalah mulai mengatur kembali jam tidur malam dan jam bangun pagi anak. Karena, selama liburan waktunya agak longgar,” ujar Nyoman Swandewi. Selama liburan, putra semata wayangnya, Gede Bagus Saputra yang kini duduk di kelas 2 SD itu biasanya tidur di atas jam 23.00 dan baru bangun di atas jam 07.00. “Seminggu ini, waktu tidur dibiasakan lagi tak boleh lewat dari jam 22.00, agar bangunnya juga bisa lebih awal, tak boleh lewat dari pukul 06.00,” imbuhnya. Ia tak menampik memang selama liburan ini, jadwal belajar pelajaran akademik putranya juga turut libur. Namun, jadwal les olahraga dan les musiknya tetap jalan seperti biasa mengambil waktu sore hari. Selama ini Swandewi memang membatasi jam menonton televisi, karena menurutnya, walaupun bisa menjadi “pengasuh” yang bagus bagi anak,

Nyoman Swandewi

namun televisi itu membuat anak kurang kreatif dan cenderung malas. Karena itu pula, ia mengikutkan putranya les musik dan olahraga. “Dia jadi lebih banyak bergerak, olah badan dan olah pikiran. Namun selama liburan, waktu pagi yang biasanya sekolah, lebih banyak dipakai bermain dan menonton film kartun kesukaannya,” ujarnya. Persiapan lain yang dilakukan adalah menyiapkan baju seragam,

sepatu, dan tas. Baju-baju sekolah yang letaknya mungkin sudah ditum­pukan baju paling bawah, diatur lagi ditaruh di tempat bagian luar. Menurutn Swandewi, semua itu tidak harus baru, yang pen­ ting semua dalam keadaan sudah tercuci bersih dan siap pakai. Di samping itu, Gede Bagus juga tak pernah menuntut perlengkapan sekolahnya serba baru. SERBA BARU Cara orangtua men-support anaknya berbeda-beda. Sepeti yang dilakoni Gung Bintang (40), ia membelikan perlengkapan sekolah anaknya serba baru. “Biar mereka lebih semangat bersekolah,” ujar ibu dua anak ini. Terutama bagi putra bungsunya, Gowinda yang kini kelas 5 SD itu. Rupanya, libur panjang membuatnya larut dalam suasana nyaman dalam dunia bermain, meski tiap malam Gung Bintang selalu mewajibkan Gowinda belajar, minimal membaca. “Kok cepat sekali sekolah,” ujar Gung Bintang mengutip ungkapan kecewa Gowinda ketika ibunya itu mengatakan waktu sekolah akan segera tiba. Karena itu pula, untuk membangkitkan semangatnya, setiap tahun ajaran baru Gowinda pasti memakai sepatu dan tas baru. Kebetulan, kantor tempat suaminya bekerja memberikan beasiswa tiap tahun ajaran baru, yang kemudian

14 - 20 juli 2014

dimanfaatkannya untuk membeli perlengkapan sekolah anak. “Tak lupa rambut dan kuku juga sudah dirapikan,” ujarnya. Berbeda dengan kakaknya, Sista yang kini duduk di kelas menengah atas justru sangat bersemangat menyambut tahun ajaran baru ini. Maklum, gadis remaja yang baru menanggalkan seragam putih-biru itu kini memasuki tingkat sekolah baru. “Yes…sekolah,” ujarnya riang apalagi saat diterima di salah satu SMKN yang diincarnya. Di usia belasan tahun itu, adakah tun­tutan Sista? “Dia inginnya dibelikan HP yang canggih sih, saya bilang belakangan sambil melihat perkembangan di sekolah,” tutur PNS di Pemkab Badung ini. Gung Bintang menyadari, putri sulungnya yang masuk jurusan Elektro Komunikasi, ke depannya tentu memerlukan fasilitas pendukung. “Makanya saya ingin lihat dulu seperti apa program pembelajarannya di sekolah. Jika

nanti memang memerlukan HP yang canggih atau jenis gadget untuk keperluan sekolah, mau tak mau harus saya belikan. Dan, dia cukup mengerti dengan penjelasan saya,” ujarnya. Ajang PKB yang berakhir ­m inggu ini juga dimanfaatkan betul oleh Gung Bintang untuk mengajak anak-anaknya mencari perlengkapan sekolah, terutama buku tulis yang umumnya menawarkan harga diskon. Gowinda memilih buku tulis bergambar robot Transformer lengkap dengan pulpen, pensil, pengapus, kerotan, dan kotak pensil. Demikian juga Sista, namun untuk buku tulis ia memilih yang lebih besar, ukuran folio. “Sambil menyelam minum air, sambil lihat pameran, sekalian belanja buku. Anak-anak juga senang karena saya mengajak mereka bermain bersama adik yang juga mengajak anak-anaknya. Jadi ramai,” tuturnya. –Inten Indrawati

Fans Real Madrid yang Kagumi Nou Camp Euforia Piala Dunia 2014 sudah berakhir. Bagi Spanyol, Piala Dunia kali ini merupakan pe­ ngalaman yang menyesakkan. Sebagai juara bertahan mereka harus pulang lebih awal karena kandas di babak penyisihan grup. Na­ mun, semangat masyarakat dan penggila bola di Spanyol tak lantas padam karena ke­gagalan timnasnya.

S

panyol dikenal sebagai negara yang memiliki liga elit. Liga Spanyol dihuni klub Barcelona, Real Madrid, Atletico Madrid, Sevilla, dan

yang lainnya. Kebesaran tim-tim ini juga ditunjang stadion yang mentereng. Salah satunya Nou Camp yang menjadi markas tim Barcelona. Saat berkunjung ke Bar-

celona, akhir Juni 2014, Putu Ananda menyempatkan diri ke Nou Camp. “Sebenarnya saya penggemar Real Madrid, tetapi karena berada di Barcelona, saya untuk melewatkan Nou Camp,” ujar siswa SD 8 Dauh Puri Denpasar ini. Dari hotel tempatnya menginap, Ananda bersama ayahnya naik bus wisata ke Nou Camp. Mereka membayar 20 euro per orang untuk naik bus wisata ini. Tiket ini merupakan tiket yang berlaku selama seharian. Mereka bebas naik bus wisata yang melayani city tour. Untuk masuk ke dalam Nou Camp dikenakan tarif 40 euro atau sekitar Rp 700 ribu. Pengunjung bisa melihat museum yang ada di dalam stadion. “Ada piala-piala yang pernah diraih Barca, koleksi jersey, foto legenda Barca, bahkan sepatu emas Lionel Messi. Pengunjung boleh berfoto di museum,” ujar

Ananda. Selain museum, di stadion juga ada toko Nike terbesar di Eropa. Nike merupakan salah satu sponsor Barcelona. Dari museum, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan hingga ke tribun penonton dan melihat dari dekat stadion ini. “Luar biasa stadion Nou Camp ini. Penataan stadion sangat bagus. Saat kami berkunjung tidak ada pertandingan. Sayangnya, pengunjung tidak boleh masuk ke areal lapangan,” kata Ananda yang menyempatkan diri berfoto di beberapa lokasi di Nou Camp. Kebetulan saat Ananda dan ayahnya ke Barcelona, beberapa restoran juga menggelar nonton bareng (nobar). Kesempatan ini tak dilewatkan Ananda untuk ikut menonton. Suasananya mirip dengan nobar di Indonesia.

Inspirasi membuat game bisa berawal dari mana saja. Salah satunya dari iklan di televisi. Anda pasti tahu iklan salah satu produk teh yang menggambar­ kan ulat mencari pucuk daun teh tetapi upayanya gagal karena pucuk daun teh sudah dipetik du­ luan. klan ini kemudian menjadi ide awal bagi Adde Arya Krisna Murti, mahasiswa STIKI Denpasar dan I Made Dedi Franchiesco, mahasiswa Universitas Udayana untuk membuat game. Keduanya berkolaborasi sebagai tim Center Concept Studio saat mengikuti workshop pembuatan game yang

bisa terus menuju puncak. Kalau daun-daun kecil bisa dimakan untuk menambah tenaga,” ujar Adde. Ia menambahkan pengembangan game ini akan dilakukan dengan menambah jenis rintangan yang lain. Saat mengerjakan game ini, Adde bertugas mem-

digagas Bamboomedia dan BDI. Game yang diberi nama Olong Tea Shoots ini menggambarkan Olong yang ditugaskan mencari pucuk daun teh. Apapun dilakukan Olong demi pucuk

teh. Ia harus memanjat pohon teh. Cara memanjat digerakkan dengan swipe keypad/kursor ke kanan dan kiri. “Perjuangan Olong mencari pucuk teh dihalangi daun-daun besar dan jaring labalaba. Ini harus dihindari agar ia

Main Game sambil Jawab Kuis

Andrew dan Bagi

“Setelah pelesir ke Nou Camp, besoknya kami tersesat. Ternyata sampainya di Nou Camp lagi. Gara-gara salah jalan kami malah sampai di Nou Camp dua kali. Pengalaman yang sangat menyenangkan. Saat kunjungan kedua, kami tidak masuk lagi. Kami berkeliling naik sepeda,” kenangnya. –Ngurah Budi

9

Apapun demi Teh

I

Stan toko buku yang menawarkan harga diskon ramai dikunjungi orangtua dan anak-anak mereka

Dara

14 - 20 juli 2014

Game lain yang sudah ada sebelumnya juga bisa menjadi bahan untuk pengembangan game lain. Bagi penggemar game, pasti pernah melihat atau memainkan Stick Man. Game yang dibuat Andrew Sumichan dan Ebuh Bagiarta terinspirasi dari tingkah si Stick Man. Game yang dibuat Andre dan Bagi diberi nama “Jump the Stick”. “Kami menggarap game ini selama dua minggu. Kami membuat inovasi dari game lama yang sudah ada. Karena waktu pengerjaan mepet, ini yang bisa kami kerjakan,” ungkap Andrew yang bernaung

dibawah tim BS’90 Studio. Materi yang mereka dapatkan selama mengikuti workshop kemudian dimatangkan sehingga keluarlah game Jump the Stick ini. Satu hal yang istimewa dari game ini adalah adanya kombinasi kuis. Pemain ditugaskan menghitung burungburung yang terbang dalam sebuah kelompok. Jika menjawab benar, mendapat nilai 1500. Soal dikeluarkan secara acak. Jadi pemain tidak tahu kapan soal akan muncul karena harus berkonsentrasi meloncat. Untuk menggerakan model, pemain menggunakan tap atau touch keypad. Ide menambahkan kuis ini memang dirancang khusus agar ada sesuatu yang berbeda. “Idenya dari kotak Pandora yang kami kembangkan menjadi kuis. Jawab kuis dapat koin,” kata Bagi. Keduanya mengaku sempat kesulitan membuat desain karena mereka belum pernah membuat animasi. Andrew dan Bagi

Adde

buat coding sedangkan Dedi mendesain karakter Olong dan pohon teh. Kesulitan yang sempat mereka alami ketika mencocokkan desain karena baru pertama kali membuat game. “Kami mendapat banyak ilmu dari pengerjaan program ini. Kami belajar bagaimana bahasa pemrograman dan yang lainnya,” kata Dedi. Game ini belum sepenuhnya selesai. Keduanya masih memikirkan bagaimana desain puncak pohon teh dan berapa level yang akan disiapkan. Satu lagi, mereka berencana membuat game yang setting waktunya malam hari. “Kami berharap nanti game ini bisa di-publish dan mendapat respons dari pecinta game. Kami memiliki harapan kepada para pecinta dan pembuat game untuk memanfaatkan tiap kesempatan untuk membuat game,” tegas Adde dan Dedi yang kini sibuk berkutat menyelesaikan skripsi mereka. –Ngurah Budi

yang lulus STMIK Bandung Bali awalnya hanya memahami web programming. Namun, berkat ketekunan keduanya untuk belajar dan melakukan pengembangan, mereka pun bisa membuat inovasi baru. “Kami iri dengan game Flappy Bird yang bisa mencuri perhatian pecinta game. Hal ini memacu kami untuk membuat sesuatu yang beda. Sambil main game bisa ikut kuis. Pemain bisa kehilangan konsentrasi saat menghitung. Kalau salah hitung tidak game over tetapi tidak dapat poin,” kata Andrew. Ke depan, mereka ingin melanjutkan game. Penguasaan program sekalian pengembangan ilmu akan dipadukan dengan bagaimana menjadikan sebuah game bisa mendapatkan keuntungan secara materi. –Ngurah Budi


Bunda & Ananda

8

14 - 20 juli 2014

Kerajinan Keramik Cantik

Kurang Diseka Lebih Dicemplung

Memiliki bayi tentu sangat membahagiakan bagi pasangan suami-istri. Kehadiran buah hati akan menambah keceriaan rumah tangga. Proses kelahiran bayi yang direncanakan dengan baik akan memberi kesempatan bagi bayi untuk mendapat pelayanan terbaik. Namun, kadang ada orangtua yang merasa khawatir dengan proses kelahiran bayinya.

“S

aat di USG, saya sudah diberi tahu kalau bayi saya ukurannya mungil. Bagi saya tidak masalah, yang penting dia sehat,” kenang Bu Tini. Setelah bayinya lahir, memang ukuran tubuh putrinya lebih mungil dibanding bayi-bayi lain yang lahir saat itu. Satu hal yang diingat Bu Tini adalah ia bersyukur putrinya lahir dalam kondisi sehat dan organ tubuh yang lengkap. Kebahagiaan ini yang membuatnya tak terlalu mempermasalahkan berat badan putrinya yang agak mungil. Pengalaman lain juga dialami Bu Riana saat melahirkan anak kedua. “Anak pertama lahir normal, berat badannya juga normal. Waktu anak kedua, saya sempat khawatir karena berat badannya dibawah normal dan harus dimasukkan ke inkuba-

dr. Dharma Artana

tor,” tuturnya. Memiliki bayi yang memiliki kelainan ini membuat Bu Riana dan suaminya melakukan perawatan ekstra agar putrinya ini pulih. Keluar dari rumah sakit, mereka harus rajin menjemur bayinya. “Awalnya memang berat bagi kami tetapi setelah dijalani dan didukung keluarga, kami bisa melalui fasefase sulit ini,” ujar perempuan yang bekerja di salah satu hotel di Kuta ini. Pengalaman merawat bayi bagi ibu yang baru pertama kali melahirkan memang agak sulit. Namun, lama-kelamaan pasti akan terbiasa. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ibu yang memiliki bayi, terutama setelah mereka keluar dari rumah sakit. “Ada tanda bahaya pada bayi baru lahir yang harus diketahui oleh ibu bayi di rumah antara lain bayi tidak mau menyusui, bayi mengalami kejang, bayi sangat lemah, aktivitas geraknya sangat menurun,

seperti mengantuk atau tidak sadar, frekuensi nafas bayi kurang dari 20 kali per menit atau bayi mengalami sulit nafas, frekuensi nafas lebih dari 60 kali permenit atau bayi mengalami sesak nafas, bayi tangisnya merintih, tarikan dada ke dalam yang sangat kuat, bayi mengalami sianosis atau kebiruan, suhu badan bayi kurang dari 36,5 ºC atau lebih dari 37,5 ºC, bayi mengalami kuning, perut bayi bengkak, ubun-ubun bayi menonjol, pusar bayi kemerahan atau bernanah, dan BAB mencret,” ungkap dr. I Wayan Dharma Artana, SpA(K), dokter konsultan NICU RSIA Puri Bunda. Dokter yang pernah menolong pasien dengan berat 760 gram������������������������� juga menjelaskan, beberapa hal yang harus dilakukan untuk bayi, khususnya di pagi hari. Terapi sinar pagi yang dilakukan dengan menjemur bayi pagi hari,

Griya

14 - 20 juli 2014

17

Seni kerajinan keramik, hampir ada di tiap daerah di Nusantara. Kerajinan keramik ini bisa didapati dalam berbagai bentuk, seperti vas bunga, pot bunga, guci, kendi, mangkok, dan piring. Keramik berasal dari bahasa Yunani keramikos yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran. Karena tampilannya yang cantik dan unik, benda-benda ini pun umumnya difungsikan sebagai benda hias.

nanakimie.blogspot.com

antara pukul 07.00 – 09.00 wita selama 30 menit. Pakaian bayi dilepas tetapi hindari mata bayi terkena sinar matahari. Untuk pijat bayi dilakukan berdasarkan metode pemijatan sesuai dengan umur bayi, dilakukan dengan santai dan rileks. Panduan pemijatan bisa didapatkan dari buku ataupun VCD. Saat memandikan, bayi dengan berat badan <2,5 kg hanya diseka dengan menggunakan air hangat dua kali sehari sedangkan bayi dengan berat badan >2,5 kg dapat dimandikan dengan dicemplung menggunakan air hangat dua kali sehari. Terkait perawatan tali pusat, prinsipnya bersih dan kering. Bungkus tali pusat dengan kasa steril kering dan ganti kasa dua kali sehari. Jika basah/kotor segera ganti kasa steril. Setelah tali pusat lepas, kalau basah dan berbau bersihkan dengan menggunakan kapas alkohol 70%. “Pada bayi, risiko lidah kotor dipengaruhi oleh sisa air susu,

terutama pada bayi dengan susu formula, sehingga oral hygiene penting dilakukan secara rutin pagi dan sore hari dengan menggunakan kasa dibasahi air hangat yang dililitkan pada kelingking jari tangan, kemudian dimasukkan perlahan seperti gerakan menggosok gigi,” jelas dr. Dharma Artana yang didampingi tim perawatan NICU RSIA Puri Bunda. Satu hal yang selalu diingatkan adalah pemberian ASI ekslusif selama enam bulan. Bila ibu bayi bekerja, sebaiknya ibu bayi menggunakan ASI perah yaitu ibu bayi memerah ASI sebelum bekerja, kemudian disimpan di kulkas, dengan lama penyimpanan selama 4 jam pada suhu kamar 25º - 37º C, selama 8 jam pada suhu 15º - < 25º C, selama 24 jam pada suhu kurang dari 15ºC (cool box), selama 8 hari pada suhu 2 - 4 ºC, dan selama 2 minggu pada suhu freezer 1 pintu (ASI beku). –Ngurah Budi

dr. Dharma Artana saat memeriksa kondisi seorang bayi

Mosa di antara beberapa seni keajinan keramik yang dijual di showroom-nya

D

i Bali, ada bebe­ rapa sentra kerajinan keramik yang terkenal, seperti di Sanur-Denpasar, KapalBadung, dan Pejaten-Tabanan. Namun, di Bali juga banyak toko yang menjual keramik buatan luar daerah maupun luar negeri. Rupanya, bisnis seni kerajinan keramik ini memiliki pasar yang cukup menjanjikan di Bali. Ini diakui Mosa Nawawi, pemilik showroom “Bali Art Ceramics” (BAC) di kawasan By Pass Ngurah Rai, Padanggalak, Sanur. Pria asal Jakarta yang sudah lima tahun membuka bisnis keramik di Bali ini mengatakan

bisnis ini memiliki peluang besar di Bali. Apalagi, toko yang menjual keramik belum banyak. Dalam sebulan, rata-rata barangnya yang keluar mencapai 50 buah. Pemilihan tempat, Bali sebagai ladang bisnisnya pun dikarenakan Bali adalah pasar dunia. “Siapa yang tidak datang ke Bali,” ujarnya. Karena itu pun, ia memilih kawasan jalan utama ini sebagai tempat memajang kerajinan keramik dari ukuran kecil hingga setinggi 2 meter. Seni kerajinan keramik ini dipasoknya dari Bandung. Tiap enam bulan ia mendatangkan satu truk kerajinan keramik

dengan berbagai model dan motif dengan berbagai ukuran. Ini pulalah yang membuat harga barang-barang di showroom-nya cukup terjangkau. Guci keramik lukis setinggi 2 meter hanya dihargai Rp 5 juta. “Harganya jauh lebih murah dari keramik Cina, namun kualitasnya tak jauh beda. Keramik Cina lebih mahal karena diimpor langsung dari Cina,” ujarnya. Memang, ketika menyebut guci keramik, pasti bayangan kita langsung buatan Cina. Jangan salah, Indonesia juga memiliki beberapa sentra industri kerajinan keramik di beberapa daerah, termasuk di Bandung. Menurut Mosa, yang membedakan kualitas suatu kerajinan keramik adalah dari segi bahan, pengolahan, dan finishing. Di BAC, beberapa bentuk seni kerajian keramik yang ditawarkan adalah guci, kendi, pot bunga, tempat duduk, mangkok, dan piring hias. Beberapa konsumen pun memungsikannya berbeda-beda. Misalkan piring hias, difungsikan sebagai pajangan, juga tempat buah. Dan, guci kecil, oleh masyarakat Hindu Bali, justru banyak difungsikan untuk tempat air suci. Ia mengklasifikasikan model

keramik ini menjadi tiga motif yakni polos, lukis, dan timbul. Ini yang kemudian diaplikasikan dalam bentuk motif naga timbul, naga lukis, barong antik, burung, bunga, dan model klasik. Motifmotif ini diakui Mosa, sebagian besar merupakan desainnya yang ia adopsi dari beberapa majalah keramik tua. Selain itu juga melihat tren pasar yang dimi-

ungkapnya. Peminat kreasi keramiknya ini 60 % kaum ekspatriat dan 40%nya masyarakat lokal. Dari pengamatannya, kaum ekspatriat yang membeli keramiknya ini lebih banyak menyukai keramik model polos dan lukis. Sementara, warga lokal lebih menyukai model timbul. “Bulebule itu biasanya menempatkan

nati. Menurut pengamatannya, saat ini tren keramik lebih ke minimalis, yakni model-model polos dengan warna-warna cerah seperti merah dan gold. “Kebetulang barangnya sekarng lagi kosong. Namun, model klasik juga masih banyak dicari,”

guci keramik di lobi hotel, dan ada juga yang membeli untuk dikirim ke negaranya,” imbuh Mosa. Jadi, bagi Anda pencinta kerajinan keramik, cobalah lirik produk dalam negeri kita yang kualitasnya cukup bersaing. –Inten Indrawati


Kreasi

18

14 - 20 juli 2014

Adu Gangsing

Siapa Lama Dia Menang Salah satu acara yang digelar saat Lake Buyan Festival (LBF) 2014 adalah kompetisi gangsing. Permainan tradisional yang biasa dimainkan oleh para petani kopi di Bali itu mewarnai kemeriahan pelaksanaan LBF. Pengunjung penuh sesak memberi semangat kepada para peserta yang mengadu kekuatan gangsingnya.

A

rena adu gangsing diberikan pem­ batas tali tambang berwarna biru. Ukurannya 10x10 meter. Dalam area itu masih dibatasi lagi dengan empat buah kotak persegi dengan ukuran 4x4 meter, yang ditandai dengan kapur. Sejumlah pria yang me­ ngenakan pakaian adat madya, langsung menyiapkan gangsing (alat main terbuat dari kayu yang bentuknya bundar seperti bulan) dengan ukuran besar. Se­ tiap gangsing rata-rata memiliki

diameter hingga 15 centimeter dan beratnya mencapai 1,5 ki­ logram. Pertandingan diawali dari tim dari Desa Munduk melawan tim dari Desa Gobleg. Peserta dari Desa Gobleg, maju memutar gangsingnya. Kemudian, pria dari Desa Munduk maju dan beru­ saha menghantam gangsing yang diputar warga Desa Gobleg tadi. Begitu hantaman tepat, wasit langsung meniup peluit, tanda pria dari Desa Gobleg kalah. Jika tidak tepat, maka aduan di­t entukan berdasar lamanya

putaran gangsing. Seni bermain gangsing ini su­ dah muncul sejak lama. Namun, tidak ada yang mengetahui kapan kesenian dari kawasan agraris itu muncul. Permainan ini tetap di­ mainkan di beberapa desa seper­ ti di Desa Munduk, Umejero, Gesing, Gobleg, Kayuputih, dan Bengkel. Permainan gangsing selalu berkembang dari waktu ke wak­ tu. Jika dulunya warga hanya memanfaatkan kayu dari pohon jeruk dan pohon limau, kini warga memanfaatkan dari pohon apa saja. Yang penting kuat. Gangsing ukuran kecil bisa memanfaatkan lem kayu untuk menempelnya. Jro Putu Ardana, salah satu pe­ serta mengatakan, satu gangsing dibuat dalam waktu tigta hari dan menghabiskan biaya hingga Rp 250 ribu. Walau demikian, kini sudah ada standarisasi tersendiri. “Satu gangsing itu maksimal be­ ratnya 1,6 kilogram dan diameter maksimal 1,6 cm,” katanya. Uniknya, permainan gangsing dari satu desa dengan desa lain tidak sama. Permainan gangsing di Catur Desa Adat Dalem Tam­ blingan berbeda dengan gangsing di Kecamatan Pupuan. “Di Pu­ puan, biasanya warga meng­ gunakan gangsing dengan diam­ eter kecil, hanya sekitar 5 cm. Namun, di Catur Desa, minimal diameter yang digunakan 10 cm,” jelas Jro Ardana. PENGEBOM DAN PEMASANG Permainan gangsing yang paling populer di Munduk dan sekitarnya adalah permainan pangkak gangsing. Gangsing yang digunakan gangsing gepeng. Permainan pangkak ini dilakukan dua regu atau biasa disebut sekaa gangsing. Permainan ini biasa dilakukan oleh laki-laki karena untuk memainkannya memerlu­ kan kemampuan fisik, gerak cepat dan kelincahan. Dalam permainan itu satu regu disebut pemangkak atau penge­ bom atau pemukul. Satu regu lagi bertindak selaku pemasang atau pemelek. Pengebom dan pemelek ini ditentukan melalui undian atau suit. Suit dilakukan dengan mengadu perputaran

14 - 20 juli 2014

gangsing dari perwakilan masingmasing regu. Gangsing dari regu yang pu­ tarannya lebih lama akan ber­ tindak sebagai pengebom, dan yang putarannya lebih singkat menjadi regu pemasang. Regu pemasang akan melepaskan gangsingnya lebih dulu sebanyak 10 kali. Lalu regu pengebom akan memukulnya dengan tujuan me­ matikannya. Jika sampai sepuluh kali pemasangan regu pemukul berhasil mematikan gangsing regu pemasang maka regu pemukul mendapat 1. Namun jika belum sampai hitungan 10 kali, gangsing regu pemasang menang atau tidak bisa dijatuhkan dan putarannya lebih lama dari gangsing pemukul, maka dua regu itu akan berbalik peranan. Yang sebelumnya jadi pemasang berbalik menjadi pe­ mukul. Begitu juga sebaliknya. Poin-poin dari masing masing regu dikumpulkan sampai batas waktu permainan yang sudah ditentukan sebelumnya. Regu yang mendapat poin lebih banyak otomatis menjadi pemenang. Gangsing boleh dalam kondisi tertambal (matembel/matukub), asalkan tambalannya tidak dibuat dengan kayu keras, seperti ce­

mara, uyung, bangkirai dan kayu besi. Bagian atas gangsing ter­ masuk kepala gangsing hanya ter­ diri atas kayu, tidak mengandung bahan lain seperti logam, plastik, karet, semen, lem dan kayu keras seperti yang disebut di atas. Paksi gangsing diharuskan berbentuk tumpul yang bertujuan untuk memperlama putaran gangsing. Jumlah gangsing dalam setiap regu maksimal berjumlah 35 buah, ter­ masuk untuk sut atau undian. Satu sekaa gangsing terdiri atas maksi­ mal 12 pemain dan 3 ofisial. Selain ketentuan umum, dalam lomba itu juga disertai peraturanperaturan tertentu. Misalnya, regu pemelek yang gangsingnya lamus (lepas tali) dua kali, itu berarti poin bagi regu pemukul. Kalau gangsing pemukul lepas tali, maka peranan kedua regu dibalik, yang sebelumnya jadi pemukul ter­ paksa harus menjadi pemasang. Hal lainnya, jika gangsing pemelek jatuh atau salah kolom, berarti poin bagi pemukul. Begitu juga jika gangsing pemelek berputar di luar dari ke empat kolom dalam lapangan permainan sebelum dipukul oleh regu pemukul maka hal itu dianggap lamus. -Darsana

Story

7

Ayah Bejat Perkosa Anak

Sedangkan Tarno yang saat itu tahu dirinya dalam “bahaya” segera mengambil langkah seribu, melarikan diri. Tapi polisi ber­ tindak cepat. Hari itu juga polisi menangkap Tarno yang tengah berusaha sembunyi. Residivis ini memang telah bersiap untuk lari karena ia telah membawa tas berisi pakaian lengkap. Menu­ rut Tukirah, sebelumnya Tarno pernah tiga kali dipenjara. Dari empat anaknya, tiga perempuan dan satu laki-laki, tiga di antaranya dilahirkan Tukirah saat suaminya sai memberikan ke­ kepala dusun setempat dan seorang berada di dalam penjara. Dari se­ saksian, ia pun kelu­ penghulu, yang langsung memanggil mua perbuatannya selama ini pada ar dari ruang sidang ia dan dan anaknya. Sebenarnya, Tukirah, tidak ada yang membuat dan berlalu ditemani prihal membesarnya perut Noviana Tukirah terlalu sakit seperti ini. delapan petugas dari rumah aman sudah menjadi pembicaraan para “Semua yang sudah dia lakukan Budhi Rini Mataram, yang selalu tetangga, namun Tukirah tidak pada saya selalu saya maafkan. mendampinginya. Ia mengikuti per­ terlalu memperdulikannya karena Tapi untuk yang ini saya merasa www.aktual.co sidangan kasus pemerkosaan yang yang ia tahu Noviana nyaris tidak sangat sakit, sehingga tidak bisa dilakukan ayahnya terhadap dirinya. pernah keluar rumah. Keseharian­ Tukirah mendengar pengakuan itu. pernah berhasil sampai akhirnya lagi memaafkannya,” ujarnya Noviana sama sekali tak ingin ber­ nya ia mengasuh dua adiknya yang Ia kemudian memutar kembali Noviana menyerah pada keadaan. d e n g a n m a t a b e r k a c a - k a c a . temu dengan ayahnya tersebut. Ia masih balita saat ditinggal Tukirah beberapa peristiwa yang akhir­ Mendengar Tarno telah meng­ Tabiat Tarno memang buruk. memperlihat sikap yang begitu ben­ yang keluar untuk bekerja serabu­ nya diakuinya baru disadarinya hamili anak kandungnya, Tukirah Sebelum memperkosa Noviana ci. Sementara, Tarno yang ditemui tan. Suaminya Tarno, juga tidak tiap bahwa harusnya ia bisa membaca tidak berani murka. Amarahnya sampai hamil, Tarno juga pernah petugas dari Panti Budhi Rini tem­ hari ada di rumah. Dalam seminggu, tanda-tanda itu. Beberapa kali ia ia tahan sambil membangunkan nyaris memperkosa kakak perem­ pat Noviana dan bayinya hasil per­ kata Tukirah, Tarno pulang tiga melihat Tarno membelikan minu­ Tarno yang pura-pura tidur. Sep­ puan Noviana (anak Tarno dari buatan ayahanya itu dirawat, juga sampai empat kali. Ia biasanya pergi man ringan bersoda yang diper­ erti biasa, perlakuan kasarlah yang istri sebelumnya). Namun, kakak terlihat menyesal telah melakukan untuk membantu berjualan ternak. untukan bagi Noviana. Menurut diterimanya. “Ada apa kamu mem­ tiri Noviana berhasil melarikan hal tersebut. Kepada petugas, Tukirah mengaku, tidak sedikit pun pengakuan Noviana,soft drink inilah bangunkan aku, mau kubunuh diri ke rumah neneknya. Cerita Tarno sempat menanyakan keadaan curiga pada perubahan fisik anaknya yang dipakai Joni untuk beru­ ya?,” kata Tukirah menirukan nyaris diperkosa itu baru berani Noviana. Noviana memang tampak karena kondisi perut Noviana yang saha menggugurkan kandungan­ Tarno yang tampak kalap saat itu. diungkap oleh kakaknya terse­ sehat secara fisik, namun hati dan meskipun memasuki usia kehamilan nya. Secara sembunyi-sembunyi, Ia tidak mau menemui kadus dan but saat kejadian ini terungkap. psikisnya “sakit”. “Saat itu juga, saya tujuh bulan, tidak terlalu tampak. Tarno juga seringkali membawakan penghulu itu. Setelah mendapat Gagal memperkosa anak perem­ Noviana jamu-jamuan yang diper­ pengakuan itu, kadus pun kemudi­ puan tertuanya, Novianalah yang menyampaikan sepucuk surat yang caya bisa menggugurkan kandun­ an melaporkan kasus ini ke Polsek dipaksa­nya untuk melampiaskan ditandatangani istrinya –Tukirah, DIANCAM AYAH samaran- (ibu Noviana) yang me­ Perut Noviana memang kecil gan. Tapi rupanya usaha ini tidak Bayan, di mana mereka tinggal. nafsu bejatnya. –Naniek I. Taufan nyatakan bahwa ia minta cerai,” sehingga tidak tampak kata Dikdik, yang kala itu sebagai tengah hamil. Ditam­ petugas yang menemani Noviana. bah lagi Noviana juga Saat surat itu disampaikan, Tarno mengaku tidak berusaha sempat bertanya pada Dikdik, ba­ menyembunyikan ke­ gaimana jika ia tidak mau mencerai­ hamilannya. Ia juga tidak kan istrinya? Sebagai penyampai berprilaku seperti orang pesan, Dikdik mengaku tidak pu­ hamil, misalnya, ngidam nya kuasa dan hak melarang atau dan sebagainya. Semua menyetujui hal itu, karena semua berjalan sebagaimana terserah mereka. “Saya hanya me­ b i a s a n y a . N o v i a n a nyampaikan surat ini,” ujar Dikdik tetap setia mengasuh kala itu. Laki-laki bejat ini, rupanya adik-adiknya. Noviana masih mencintai Tukirah yang dike­ sendiri memang sudah nal penyabar itu. Menurut Tukirah, tahu dirinya tengah me­ kala itu ia memang sudah tiga kali ngandung, namun tidak mereka bercerai di bawah tangan, berani bercerita pada namun Tarno selalu minta rujuk ibunya atau pun orang kembali. “Saat ia minta rujuk, saya lain karena ia diancam selalu takut tidak memenuhinya,” oleh ayahnya. “Saya ta­ ujarnya. Kebiasaan Tarno yang kut memberitahu ibu suka pacaranlah yang membuatnya karena diancam orang tiga kali bercerai dengan Tarno. itu (ayahnya),” ujarnya. Tukirah sendiri sebenarnya meru­ Saat itu, Noviana dan pakan istri ketiga Tarno setelah Tukirah diminta un­ sebelumnya pernah menikah dan tuk duduk bersama menceraikan istri-istri sebelum­ kadus dan penghulu nya. Dari dua istrinya itu Tarno untuk membicarakan mendapat dua orang anak. Prilaku satu hal yang membuat kasar dan pemarah Tarno, kerap­ Tukirah bagai disambar kali membuat istri-istrinya tidak petir. Tarno yang saat bertahan. “Orang itu (ayahnya) itu tertidur di rumah­ tidak memiliki pekerjaan tetap, nya diperkirakan men­ kerapkali berlaku kasar pada ibu dengar pembicaraan dan kami anak-anaknya,” kata ini. Tanpa banyak basa Noviana. Keseharian­nya tidak jauh basi, kadus bertanya dari mabuk dan juga berjudi. “Salah langsung pada Noviana sedikit saja sudah main pukul,” ujar perihal perutnya yang Tukirah. Ia memang lelaki yang membesar. Noviana dikenal kasar oleh tetangganya. langsung mengakui Para tetangga tampaknya malas bahwa dirinya memang ikut campur dalam urusan rumah tengah hamil. Ketika tangga mereka. Hal inilah yang ditanya siapa yang te­ membuat kehamilan Noviana lama lah menghamilinya, de­ baru terbongkar. Setelah tujuh bulan ngan lugu ia menjawab, baru ada yang berani menanyakan “itu dia yang sedang langsung prihal perut Noviana yang tidur,” ujarnya sambil terus membesar itu. Hari itu, cerita menunjuk pada ayahnya. Tukirah, di rumahnya ia kedatangan Alangkah terpukulnya

Sangat jelas teringat oleh Tukirah (39), penderitaan anaknya Noviana, (21), bukan nama sebenarnya, beberapa tahun lalu, di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Mataram. Anaknya ini tertunduk lemah saat memberikan kesaksian atas kebejatan ayah kandungnya, Tarno (nama samaran). Dalam sidang tertutup itu, Noviana hanya menjawab singkat tiap pertanyaan yang dilontarkan hakim. Gadis yang kala itu baru berusia 16 tahun ini, sepertinya malas membahas kejadian buruk yang meninggalkan trauma seumur hidup baginya itu.

U

Peserta lomba sedang adu gangsing.

Life


6

Woman on Top

A

dalah Baiq Baktiyanti, Lurah Pejanggik, yang siang malam ikut mengawal proses pesta demokrasi ini. Sebagai pejabat pemerintahan tingkat kelurah­ an, dialah salah seorang yang bertanggung jawab menyukseskannya. Tugas ini, bukan satusatunya tanggung jawab yang diemban perempuan kelahir­ an 44 tahun lalu ini, melain­ kan sebagai pimpinan wilayah kelurah­an dengan 7.648 jiwa ini, ia mengembang tanggung jawab yang sangat kompleks. Tujuh lingkungan yang berada di wilayah Kelurahan Penjanggik, Lingkungan Pusaka, Kebon Raja, Pejanggik, Pengempel, Pajang Timur, Pajang Barat dan Majeluk, menjadi tanggung jawab untuk dikelolanya. Mulai dari urusan pemerintahan, menjaga harmonisasi dan keberagaman antar warga hingga urusan mendamaikan keluarga yang kebetulan

terkena masalah. “Saya jadi tempat curhat ibu-ibu. Alhamdulillah sejauh ini tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan,” ungkap Lurah yang

sudah dua tahun memimpin wilayah ini. Ada kebahagiaan tersendiri baginya dapat merukunkan keluarga-keluarga yang ditimpa masalah rumah tangga. Baiq Baktiyanti termasuk perempuan yang diberi kepercayaan bergengsi yakni memimpin sebuah kelurahan yang berada tepat di jantung Kota Mataram. Mataram sendiri adalah ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat. Di pusat pemerintahan ini tentu saja memiliki persoalan yang sangat kompleks dibandingkan dengan kelurahan-kelurahan lainnya. Keberagaman suku, ras dan agama di kelurahan ini tampak dengan jelas. “Hampir semua etnis ada di sini dan semua agama hidup berdampingan dengan damai,” katanya. Warga di Pejanggik hidup dalam toleransi yang tinggi dan saling menghargai satu sama lain. Rata-rata warga berpendidikan dengan tingkat

Sudut Pandang

19

Bahagia saat Memasak

Empat Kali Setahun

Pesta demokrasi Indonesia baru saja melewati tahapan pemungutan suara pada tanggal 9 Juli 2014 lalu. Masih ada beberapa tahapan lagi yang akan dilalui sampai akhirnya Indonesia secara resmi mempunyai pemimpin yang baru. Kesibukan menyelenggarakan pesta demokrasi ini, terasa di seluruh wilayah NKRI, tidak terkecuali di Kelurahan Pejanggik, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat yang juga ikut sibuk menyelenggarakan pesta ini.

14 - 20 juli 2014

14 - 20 juli 2014

ekonomi menengah ke atas. Menurutnya, hampir tidak ada masalah menyangkut toleransi berbangsa dan beragama di kelurahan ini. Untuk itu, ia membiasakan pertemuan lintas etnis setidaknya empat kali dalam setahun. Sebagai Lurah, inilah salah satu pertaruhan tugas yang harus dijalaninya dengan baik yakni tetap menjaga kerukunan hidup masyarakatnya. Karena itulah, Baiq Baktiyanti ter­bilang rajin turun ke masyarakat untuk bersilaturrahmi dan berdialog dengan warga, tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama terutama di kampungkampung sekitar Kelurahan Penjanggik, yang beberapakali sempat terjadi konflik antarwarga, seperti, Taliwang dan Tohpati yang berbatasan langsung dengan Lingkungan Majeluk. “Di desa perbatasan ini ha­ rus dilakukan ekstra pengawasan,” ujarnya. Tiap kali ada konflik terjadi di sana, tak kenal malam hari, ia pun akan segera turun ke Majeluk untuk mendekati tokoh-tokoh terutama anak-anak muda agar tidak terprovokasi ikut-ikutan dalam konflik tersebut. Ia memiliki alasan

mengapa selalu turun mendekati masyarakatnya saat ada konflik yaitu untuk menyelamatkan warganya agar tidak ikut-ikutan masuk dalam konflik tersebut sehingga tidak menambah beban aparat keamanan. “Saya ingin membantu aparat keamanan men­ dinginkan suasanan setidaknya pada warga saya agar tidak ikut-ikutan,” ujarnya. Selain itu, kehidupan warga kelurahan ini yang tinggal di tengah kota ini, masalah gotong royong menjadi perhatiannya. Nilai-nilai gotong royong tampaknya mulai pudar karena hampir seluruh warga sibuk bekerja. Namun begitu, ia tetap berupaya mengumpulkan warga untuk bergotong royong membersihkan lingkungan secara bersama-sama tiap hari Sabtu. “Secara bergiliran di tujuh lingkungan dilakukan gotong-royong agar masyarakat bisa bersilaturrami dan tetap akrab,” ungkapnya. Untuk itu ia mengaku harus ekstra sabar menanti berkumpulnya warga ketika telah diumumkan di masjid-masjid. Ini menjadi pekerjaan menyenangkan yang dinikmati dengan ikhlas oleh ibu tiga anak ini. –Naniek I. Taufan

Sesibuk apapun menjadi seorang pejabat tetap tak melupakan tugas sebagai istri dan bersosialisasi dengan masyarakat. Waktu pun perlu di­kelola dengan baik, agar semua tugas dan peran yang diemban sesuai porsinya. “Saya berusaha membagi waktu sebaik-baiknya, agar semuanya jalan, komitmen sebagai PNS, ibu rumahtangga, dan juga bagian dari masyarakat,” tutur Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali Luh Putu Haryani, S.E., M.M.

I

stri Prof. Wayan Gede Suparta ini menuturkan, tiap pagi, ia berangkat ke kantor dari rumah pukul 07.00. “Ada apel tiap hari pukul 07.30. Walaupun kadang saya tidak memimpin apel pagi, saya usahakan tetap datang pagi karena ingin memberi contoh kepada staf. Saya ingin, mereka tetap rajin dan disiplin walaupun saya tidak ada. Jangan hanya gara-gara ada saya, mereka rajin,” kata perempuan asal Tabanan yang akrab disapa Nanik ini. Sebelum berangkat ke kantor, ia selalu menyempatkan diri makan bersama keluarga. “Selalu ada makanan di rumah. Apakah saya harus masak atau membeli lauk-pauknya. Kalau saya masak, saya harus bangun lebih pagi dan bahan-bahan sudah saya siapkan malam harinya, sehingga paginya tidak terlalu repot. Kalau memang saya ada acara penting dan tak ada waktu memasak, saya sudah siapkan lauk-pauk untuk makan di rumah,” kata Nanik. Tetapi, ada waktu tertentu yang ia siapkan untuk memasak. Bukan kare­ na diharuskan suami, tapi ia merasa ada satu kebahagiaan jika melakukan itu. Ketika ia harus melakukan kewajiban manyama-braya di

Haryani

kampung asal suami di Gianyar, Nanik berusaha membagi waktu­ nya dengan baik. “Kalau ada ada undangan hari ini, biasanya saya sudah ke sana malamnya. Tapi kalau memang harus datang saat jam kerja, dilihat dulu acaranya apa. Dulu pernah saya diundang acara adat dan semua kepala dinas diundang, saya langsung pakai kebaya ke kantor. Setelah izin sebentar, saya kembali lagi ke kantor. Itu sebagai bentuk tanggungjawab saya sebagai pimpinan,” ucapnya. Ia mengatakan, untuk kegiat­ an adat, ia berusaha melakoni­ nya dengan baik, karena nanti setelah selesai menjabat, tentu akan kembali ke masyarakat. Karena itu, ia berusaha datang kalau ada undangan adat. “Yang mengundang biasanya sudah tahu kesibukan saya. Ketika saya datang sore atau malam hari, mereka langsung bilang itu pasti ibu Mita yang datang. Mereka memaklumi karena kesibukan saya. Bukan berarti karena saya pejabat, tapi saya peduli dengan mereka,” imbuhnya. Dari tiga anaknya, satu sudah menikah, dan satu lagi sedang kuliah di luar Bali. Anak ke­ dua yang bersamanya. Namun, Haryani mengajak beberapa kemenakannya tinggal bersama mereka. “Anak dan kemenakan

bagi saya sama saja. Karena sebagai umat Hindu kami percaya, siapapun yang lahir itu merupakan leluhur kita. Jadi saya tak membedakan walaupun dengan kemenakan. Begitu juga dengan menantu saya. Malah sudah seperti anak saya sendiri. Kalau anak saya yang sulung mengajar ke Denpasar, pasti menginap di rumah. Mertuanya sudah tahu. Kalau saya pulang kerja, saya pasti tanya, apakah anak atau kemenakan yang tinggal di rumah, sudah makan. Kalau belum, pasti saya tawarkan mau makan apa. Kadang kami masak bersama. Yang penting kebersamaan, itu cara saya menjaga keutuhan keluarga demi masa depan anak-anak

saya nantinya,” ujarnya. Untuk jam pulang kerja, Haryani mengatakan kadang tak tentu. Kadang ia bisa pulang pukul 17.00. Namun, baginya tak masalah, itu komitmennya sebagai pimpinan. Sampai di rumah pun, waktu bertemu suami, juga kadang malam hari. “Bapak kadang mengajar ke kampus sore pulangnya malam. Saat saya pulang kantor, bapak baru jalan ke kampus. Begitu juga paginya. Saya pasti berangkat pagi. Jadi ketemunya pagi sebelum ke kantor dan malam, kalau pas bapak ada jadwal ngajar. Tapi saya nikmati semuanya dan syukuri semuanya,” katanya. -Wirati Astiti

Pilih Tempat Makan Harga Terjangkau “Quality time with….” Istilah ini sering kali dijumpai di media sosial. Quality time ini adalah istilah digunakan oleh remaja sekarang untuk menggambarkan waktu liburan. Quality time atau dalam bahasa Indonesianya sering diartikan waktu yang berkualitas. Istilah ini menggambarkan betapa waktu liburan saat ini yang dijalani harus berkualitas bersama kerabat terdekatnya. Hal ini tidak berlebihan mengingat kegiatan sehari-hari remaja lebih sering dihabiskan disekolah untuk menuntut ilmu. Tentu saja bagi mereka liburan perlu diisi dengan sesuatu yang berkualitas yang berbeda dengan kegiatan sehari-hari saat menuntut ilmu. Kadang untuk menunjukan suatu ke”eksis”an diri, remaja saat ini cenderung mengikuti istilah barat agar lebih dilihat gaul. “Saya sering sih pakai istilah quality time biar kesannya jauh lebih enak dibaca aja. Suapaya gak ketinggalan jaman juga hehe,” ucap Desi

dok/castro coffee shop

Putrisari sambil tertawa. Selain agar tidak kalah gaul dibandingkan dengan yang lain, istilah quality time sendiri merupakan suatu aplikasi dari pembelajaran Bahasa Inggris yang sudah diajarkan di sekolah. “Quality time kan berasal dari Bahasa Inggris jadi bisa sekalian menerap­ kan pelajaran Bahasa Inggris di sekolah juga,” ungkap remaja 14 tahun ini. Waktu berkualitas yang se­ring dihabiskan oleh remaja sekarang umumnya dengan keluarga dan teman-teman sepermainan. Senada dengan yang diungkapkan oleh Kadek Winda Pardana Putri, remaja ini mengatakan bahwa waktu yang dihabiskan selama liburan atau “quality time”nya sering digunakan untuk berlibur bersama keluarga maupun temanteman terdekatnya. “Biasanya sih dihabiskan dengan keluarga entah pergi ke acara keluarga ataupun ke pusat perbelanjaan. Kalau pergi dengan teman biasanya ke tempat makan yang bisa dijangkau harganya,” ujarnya. Selain menghabiskan waktu keluar dengan kerabat ter-

dekat, tak jarang seorang remaja memakai waktu liburannya untuk bersantai di rumah. “Kalau di rumah biasanya nonton kalau ada DVD film menarik biasanya dan baca novel,” tuturnya. Quality time tentu saja sangat diperlukan bagi remaja apalagi waktu liburan mereka yang singkat perlu diisi dengan hal-hal yang dapat me-refresh otak mere­ka setelah hampir 6 bulan lamanya berkutat dengan pelajaran. Banyak hal-hal positif yang dapat diisi oleh remaja mulai dari berkarya, menambah pengalaman baru dan juga mengatur waktu. Jika remaja memiliki hobi menulis cerita, puisi, pantun dan sejenisnya, quality time nya dapat di­selingi de­ngan menyalurkan hobinya itu yang disebut dengan berkarya. Apalagi kebanyak­an remaja sering membaca buku sehingga mudah terinspirasi untuk menghasilkan suatu karya sederhana. “Saya kebetulan suka nulis puisi jadi sering juga sih waktu liburan saya digunakan untuk menulis puisi,” ungkap Desi Putrisari. Remaja yang memiliki kelom­ pok sangat menguntungkan jika quality time-nya diisi dengan menambah pengalaman seperti melakukan bakti sosial ataupun hal-hal yang bersifat positif. De­ ngan berbagai rencana-rencana yang remaja isi untuk mengisi waktu lburannya, yang paling penting adalah remaja tahu bagaimana cara mengatur waktu­nya agar tidak bertabrakan antara rencana satu dengan lainnya. Belajar cara mengatur waktu juga mampu belajar cara mendisiplinkan diri sejak dini. -Hemma


Nine

20

14 - 20 juli 2014

Halimah

Kepala Koki tanpa Bayaran Rutininas dan kesibukan orang di masa modern ini, membuat beberapa nilai-nilai kebiasaan dalam masyarakat sedikit demi sedikit luntur. Salah satu dari kebiasaan yang kini tampak jarang lagi dilihat adalah gotong royong, berbondong-bondong saling membantu jika ada tetangga yang menggelar hajatan.

Kegiatan ibu-ibu rumah tangga bergotong royong menyiapkan aneka ragam kuliner dalam suatu hajatan yang dipimpin Ina Uta Halimah

H

al ini hampir merata terjadi terutama di perkotaan. Betapa sulitnya sekarang masyarakat bekerja bersama-sama secara utuh jika ada hajatan tetangga. Jika dulu saat ada tetangga menyelenggarakan hajatan, seluruh warga sekitar akan datang berbondong-bondong membantu segala persiapan hajatan. Namun kini hal itu jarang ditemui lagi, semua serba praktis, mulai tenda, dekorasi, aksesori kegiatan yang siap sewa hingga katering dengan harga yang bervariasi. Warga sekitar tempat tinggal orang yang berhajat, biasanya datang membantu untuk hal-hal yang bersifat administrasi saja, misalnya membantu berdiskusi soal undangan, membantu memilih orang yang berpidato dan semacamnya. Setelah itu mereka tinggal datang untuk menghadiri acaranya. Jika di perkotaan hal ini nyaris luntur sama sekali dan kebanyakan juga di desa-desa yang kehidupan masyarakatnya dekat segala kemudahan akses apa saja mengalami hal yang sama, namun tidak begitu dengan masyarakat di Desa Rato, Sila Kecamatan Bolo, Bima. Kehidupan yang dekat dengan segala fasilitas dan kemudahan akses, tidak membuat nilai-nilai gotong royong di kampung ini hilang sama sekali. Meski seperti gedung yang sudah tersedia yang membuat masyarakat tidak lagi berkumpul untuk membangun tenda, juga katering yang siap dipesan, masyarakat di sini masih kerap sibuk bergotong royong

membantu tetangga yang menggelar hajatan. Lebih khusus lagi ibu-ibu rumah tangganya. Para ibu di kampung ini, masih rajin berkumpul untuk bekerja sama dalam sebuah hajatan guna menyiapkan kebutuhan konsumsi. Puluhan ibu rumah tangga ini bekerja di dapur dengan cekatan mengurus kebutuhan konsumsi agar dapat tersaji tepat waktu. Ribetnya pekerjaan dapur dengan segala bumbu dan menghitung bahan kebutuhan yang disesuaikan dengan jumlah tamu undangan, tidak semua orang bisa melakukan. Seorang perempuan akan mengambil peran penting dalam hal ini. Dialah yang disebut sebagai ina uta. Dalam Bahasa Bima, ina uta berarti ibunya lauk pauk, orang yang memiiki tanggung jawab memanajemen seluruh kebutuhan dapur, mulai dari menentukan jumlah kebutuhan alat dan bahan memasak, menakar bumbu, mengatur kelancaran pekerjaan dengan membagi tugas

pada ibu-ibu hingga menakar berapa jumlah makanan dibutuhkan. Sungguhlah pekerjaan ini tidak mudah dilakukan jika tidak biasa. Adalah Halimah, salah seorang ina uta yang sangat terkenal di kampung ini. Sudah bertahun-tahun ia dipercaya warga sebagai ina uta dalam tiap hajatan warga selama ini. Dialah salah seorang koki tradisional yang selalu dibutuhkan dalam hajatan kampung. “Peran ina uta sangatlah penting, karena dialah yang akan memanajemen seluruh proses yang terjadi di dapur sampai makanan tersaji bagi tamu-tamu undangan,” kata Maya, salah seorang warga yang kerap menyelenggarakan hajatan dan memakai jasa Halimah. Bisa dibilang semua keputusan selama proses persiapan konsumsi diambil oleh ina uta. “Jika ada hal yang terlupakan atau ada yang ingin melakukan sesuatu pada bahan yang hendak dimasak, tidak boleh sembarangan melainkan harus bertanya pada ina uta terlebih dahulu,” lanjutnya. Hal ini dimaklumi oleh semua orang karena tanggung jawab pengelolaan ada di tangan ina uta. Tiap ada hajatan di kampung ini, Halimah menjadi orang yang paling sibuk. Dua minggu sebelum penyelenggaraan hajatan, terutama hajatan besar, ia akan terlihat pulang pergi rumah orang yang berhajat untuk berdiskusi tentang kebutuhan konsumsi hajatan. Karena kebiasaannya ini, ia lihai menakar bumbu, lihai pula memperkirakan jumlah bahan yang dibutuhkan, serta lihai mengatur waktu menyiapkan bahan-bahan. “Kalau bumbu-bumbu kering biasanya disiapkan seminggu

Halimah

sebelum hajatan atau bahkan bisa dua minggu sebelumnya jika tamunya banyak,” ungkap Halimah. Sementara bumbu basah, biasanya ia siapkan dua atau tiga hari sebelum acara. Disimpan setelah dimasak hingga matang sekali untuk menghindari bumbu menjadi basi. Halimah mengerti

benar, kapan waktu yang tepat menyiapkan bumbu-bumbu agar tidak basi dan juga agar sebagian pekerjaan bisa dicicil sehingga pada hari H-nya tidak direpotkan dengan membuat bumbu yang rumit dan memakan waktu. “Jadi, saat puncak acara, semua bumbu sudah siap, pekerjaan menjadi lebih cepat,” katanya. Dalam tiap hajatan yang digelar, Halimah terlihat santai mengkoordinir dan membagi tugas ibu-ibu. Terlihat benar ia sangat berpengalaman. Hampir bisa dipastikan, jika ia yang ditunjuk sebagai ina uta, maka semua urusan dapur menjadi beres. Bisa dibilang ina uta memiliki “kekuasaan” penuh untuk mengatur sepenuhnya, yang diberikan oleh orang yang berhajat dalam proses penyiapan konsumsi. Koordinasi yang dilakukan dengan yang punya hajat biasanya jika terdapat kekurangan bahan dan alat saja. Untuk menjadi ina uta sep-

erti ini, tidak semua orang bisa melakukannya mengingat tingkat kerumitan memanajemen pekerjaan ini terbilang tinggi. Dalam tugas ini, biasanya ia dibantu setidaknya dua orang yang selalu dekat dengannya membantu mengkoordinir proses tersebut. Selain menentukan jumlah dan takaran bumbu yang dipakai, ia juga harus mengatur ibu-ibu rumah tangga yang ikut membantu serta mengawasi semua masakan yang sudah matang agar tidak keluar sebelum waktunya sehingga hitungan kebutuhan tamu undangan dapat terpenuhi dengan baik. “Ina uta Halimah termasuk yang sangat detail dan ‘galak’ mengawasi masakan yang sudah matang,” ungkap Sri, warga lainnya yang selalu ikut membantu dalam tiap hajatan. Sebelum menjadi ina uta seperti sekarang ini, Halimah sering ikut mendampingi dan membantu ina uta. Di sanalah ia belajar, hingga akhirnya “tongkat estafet” ina uta itu diberikan padanya. Kini dalam tiap haja-

Inspirasi

14 - 20 juli 2014

I Wayan Kaler

Berdamai dengan Kanker Bagi kebanyakan orang, sebutan kanker menimbulkan rasa ngeri. Jika terlambat ditangani merupakan ancaman besar bagi kehidupan. Meskipun ilmu kedokteran telah berkembang pesat, pengobatan pengidap kanker stadium lanjut tidak jarang dianggap sebagai kesiaan sehingga menjadi perawatan paliatif. Tujuannya mempertahankan kualitas hari-hari akhir kehidupan.

H

al ini tidak terjadi pada I Wayan Kaler (49). Saat ini ia telah mampu melawan penyakitnya dan berhasil mengalami remisi total. Enam tahun lalu ia dinyatakan menderita kanker yang jenisnya jarang ada. Buruknya, penyakit itu sudah mencapai stadium lanjut. Hitungan medis survival rate terbilang 5% saja. Namun, kini Wayan Kaler telah dapat bangkit dan menjalani kehidupan normal. Bahkan, ia dipercayai memimpin sebuah resor wisata terdiri dari 31 vila dan 57 kamar serta membawahi 169 karyawan. “Mula-mula saya merasakan sakit di ulu hati. Saya pikir maag yang kambuh,” ujarnya mengisahkan perjalanan penyakitnya. Saat itu, Kaler masih menjabat posisi Sales Marketing . Agustus 2007 ia berkonsultasi pada dokter di sebuah rumah sakit swasta. “Saya diberi beberapa macam obat untuk meringankan sakit lambung saya,” tuturnya lagi. Untuk sementara, rasa sakit reda.

Wayan Kaler sebelum sakit

Namun, di Bulan November ia merasa kedua kakinya sering kesemutan. Kaler mencoba terapi pijat, tapi tak ada perubahan. Awal Januari 2008 ia terpaksa berkon-

tan, Halimah kerap didampingi oleh Itam dan Rina. Tampaknya dua orang inilah yang akan menggantikannya atau malah akan menjadi ina uta di tempat lain. Regenerasi ina uta dalam masyarakat tradisional seperti ini, tidak dilakukan secara formal, melainkan terjadi begitu saja berdasarkan kebiasaan dan kemauan. Di Bima, khususnya di Sila Kecamatan Bolo, tiap desa memiliki ina uta sendirisendiri. Dalam melaksanakan tugasnya para kepala koki tradisional ini tidak dibayar. Mereka bekerja ikhlas. Karena bagi Halimah, dalam mengemban tugas ini sesungguhnya bukan hanya mengemban tanggung jawab dan kepercayaan dari yang punya hajat, melainkan juga tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. Inilah nilai-nilai yang masih dipegang oleh Halimah dan para ina uta lainnya, hingga saat ini. -Naniek I. Taufan

5

sultasi pada dokter saraf karena rasa sakit yang menusuk-nusuk dari punggung menurun hingga pinggang. Mula-mula ia diduga terkena HNP, bahasa awamnya saraf kejepit. Namun hasil medical resonance image (MRI) mengindikasikan keberadaan tumor di tulang belakang. Sebelum dokter sempat mengevaluasi penyakitnya lebih lanjut,tiba-tiba 7 Januari 2008 malam Kaler mengalami rasa sakit luar biasa pada ulu hati yang menembus ke punggung. Karena tak tahan ia segera lari ke rumah sakit. Kali ini ia ditangani oleh dokter ahli bedah digestif. Pemeriksaan USG abdomen menghasilkan arahan adanya batu empedu. “Saya disarankan menjalani operasi buka perut (laparotomy) untuk mengetahui lebih jelas penyakit saya,” kenangnya lagi. Namun, ketika dokter melakukan eksplorasi rongga perut Kaler ditemukan sesuatu yang mengejutkan. Ada benjolan pada ujung atas pankreasnya.

Dokter segera melakukan reseksi lalu mengirim sediaan itu ke laboratorium. “Saya dirujuk ke Rumah Sakit Sanglah untuk ditangani oleh dokter ahli penyakit dalam yang memiliki spesialisasi di bidang kanker,” sambung Kaler lagi. Selama menjalani rawat jalan, Wayan mengalami gejala klinis yang menciutkan hati. Air seni berwarna seperti teh. Faeces (tinja) liat seperti dempul. Warna kulit tubuhnya berubah kekuningan. Ia merasakan adanya benjolan mengeras pada perut sebelah kanan atas. Setelah melakukan pemeriksaan cermat dan ditunjang hasil laboratorium¸ dokter menegakkan diagnosa. Penyakit Kaler adalah limfoma maligna non hodgkin dengan sindroma kauda equina. Limpoma pankreas yang masuk dalam golongan non hodgkin merupakan penyakit keganasan yang sangat jarang ditemukan pada pankreas. Angka prevalensi hanya kurang dari 0.5% dari semua tumor pankreas. Pada saat ditemukan, stadium penyakit dinyatakan telah mencapai derajat IV B E yang dikategorikan sebagai stadium akhir. Oleh karena keterbatasan dana, Wayan kaler hanya dapat menjalani kemoterapi standar. Itupun sebagian besar biaya didapat dari kiriman adiknya yang bekerja di Jepang. Kaler merasa beruntung selama 14 bulan mangkir bekerja ia tidak dipecat bahkan masih mendapat 75% gaji. Cinta yang besar pada keluarga terutama keinginan kuat untuk dapat mengikuti masa pertumbuhan dan perkembangan pendidikan kedua anaknya. Pada waktu itu, putra bungsunya masih duduk di bangku SD, sedangkan putri sulung di bangku SMP. Selama menderita sakit, Wayan Kaler senantiasa menerapkan positive thinking attitude terhadap penyakitnya. Tidak dapat dibantah, halhal seperti itulah merupakan faktorfaktor penunjang kuat dalam melawan penyakitnya. Apalagi istri ter-

cintanya begitu tulus dan setia selalu melayani,mendampingi dirinya pada masa-masa sulit itu. Tentu saja Wayan Kaler tidak akan pernah melupakan andil dokter spesialis kanker yang telah merawatnya. “Dokter Tjokorda Gde Darmayuda benar-benar telah membantu saya bangkit. Beliau tidak hanya mengobati penyakit saya, namun juga memberikan terapi holistik. Semangat dan spiritual saya diolah sehingga saya sanggup untuk tidak berfokus pada rasa sakit tapi juga berdamai dengan penyakit saya,” ungkapnya. Karena itu, seberapa besar rasa sakitnya ia berupaya untuk tidak memasang wajah murung. Apalagi jika sedang dikunjungi dokternya yang menghendakinya untuk bisa bersenyum. “Barangkali karena saya tidak pernah membayangkan akan mati, saya merasa optimis terus,” kilahnya dengan tawa kecil yang hangat. Pada saat ini, meskipun I Wayan kaler masih terlihat berperawakan ramping dengan bobot hanya 45 kilogram, langkah kakinya masih nampak agak terseok. Namun, aura wajahnya memancarkan cahaya kehidupan benderang. Ia menjalankan tugas hariannya sebagai General Manager seperti layaknya di hotelhotel lain. Ia mengendarai mobil sendiri, bekerja mulai pukul 09.00 hingga pukul 18.00 sore. Bahkan, Kaler sempat melanglang ke tiga negara yaitu Australia, New Zealand dan Jepang guna melaksanakan tugas perusahaan. Satu-satunya masalah yang tertinggal baginya hanya fluktuasi kadar glukosa darah akibat sel-sel kanker pernah hinggap di pankreasnya. Selebihnya ia merasa sehat-sehat saja. “Kesembuhan terjadi bukan hanya karena mukjizat, tetapi karena juga beralih pada gaya hidup sehat. Meminimalisasi stres fisik dan mental. Memiliki pikiran tenang dan memasrahkan diri kepada Tuhan Sang Dokter Agung,” ujar Kaler memberikan motivasi bagi para pejuang kanker yang saat ini masih dalam pergulatan melawan penyakit mereka. -Kurnia

“Kesembuhan terjadi bukan hanya karena mukjizat, tetapi karena juga beralih pada gaya hidup ­s ehat. Meminimalisasi stres fisik dan ­mental. Memiliki pikiran tenang dan memasrahkan diri kepada Tuhan Sang Dokter Agung” Wayan Kaler bersama istri

Wayan Kaler ketika sakit


4

Inspirasi

14 - 20 juli 2014

Rahajeng Dyah Safitri

Toko online semakin tumbuh subur, seiring dengan makin maraknya masyarakat dalam menggunakan internet. Berdasarkan data, pengguna internet di Indonesia mencapai 82 juta lebih. Tak heran kalau negeri ini termasuk dalam 10 negara pengguna internet terbanyak di dunia. Perkembangan yang luar biasa itu juga ikut mendorong perubahan prilaku masyarakat dalam berbelanja.

M

Beberapa produk yang dijual Ajeng

ereka yang tadinya lebih banyak menghabiskan uangnya untuk berbelanja di dunia nyata, kini mulai gemar berbelanja secara online. Selain lebih praktis juga lebih banyak produk menarik yang bisa dilihat dalam waktu singkat. Hanya cukup duduk di depan komputer dan mencari barang yang dibutuhkan. Perkembangan ini tak lepas dari pantauan Rahajeng Dyah Safitri yang kemudian tertarik membuka toko online. Usianya memang masih muda, belum lama lulus SMA, namun insting bisnis Ajeng, begitu namanya akrab disapa, sudah bisa langsung ‘konek’ dengan perkembangan yang ada. Ia yang awalnya rajin belanja online pun memutuskan ikut berjualan secara online. Apalagi modal yang dibutuhkan untuk bisa berjualan tidak besar. Ajeng memulai bisnisnya dengan modal Rp 3 juta dan hanya dalam tempo setahun lebih omzetnya per-bulan kini telah mencapai Rp 100 juta-an. Hasil ini boleh dibilang sungguh luar biasa, khususnya bagi pemula seperti Ajeng. Kuncinya kata Ajeng, keunikan produk, kualitas, pelayanan, dan tentu saja harga kompetitif. Awalnya, tutur Ajeng, setamat SMA 2012 lalu, ia berniat membantu bisnis ibunya yang menjadi dealer pampers dewasa. Namun ternyata penjualan pampers dirasakannya kurang begitu baik, lalu dia pun beralih berjualan soft lens dan sliming gel. “Suatu ketika saya membuka website dari Tiongkok,

dan bertemu produk yang namanya storage. Di situ dijual aneka storage, salah satunya rak sepatu gantung. Ini menarik. Saya langsung terpikir untuk bisnis, “ tutur Ajeng, yang langsung mengorder rak tersebut. Sungguh mengecewakan, ujarnya, ternyata barang yang dibelinya berkualitas buruk, baik dari material maupun jahitannya. Namun sebagai sebuah ide, kata Ajeng, produk asal Tiongkok itu sungguh bagus dan unik. Apalagi ketika itu, belum banyak produk serupa dijual di pasaran. “Jadi yang saya ambil idenya. Produk itu saya modifikasi , materialnya lebih bagus dan tebal, saya beri lapisan, desainnya pun saya ubah lebih menarik,” tuturnya. Produk yang sudah dimodifikasi itu, kemudian dia tawarkan ke portal-portal web e-commerce . Beruntung, sebelumnya ia aktif sebagai pembeli online sehingga tahu portal-portal ecommerce besar yang jumlah pengunjungnya tinggi. Portal e-commerce adalah toko online yang berisi aneka produk yang dititipkan oleh penjual seperti Ajeng. “Saya presentasi di depan tim marketing mereka tentang produk saya, ternyata diterima. Saya diberi kesempatan 14 hari untuk memajang produk saya ini secara gratis,” ucapnya. Sambutannya sangat bagus, tutur Ajeng. Dalam tempo dua minggu ia berhasil menjual rak sepatu yang diberi merk Radisa itu sebanyak 76 pieces. Sebagai

21

Sambut Ramadan, Gubernur NTB Adakan Zikir Bersama

Ide dari Tiongkok pemula, hasil ini sangat menggembirakan sekaligus memberi motivasi baginya untuk terus maju. Ia pun lantas mencari portal e-commerce lainnya untuk menjual rak sepatunya. Lagi-lagi, Ajeng beruntung, ia diterima berjualan disebuah toko online besar . “Saya dapat kesempatan memajang produk saya di portal itu selama 10 hari. Untungnya luar biasa, lebih dari penjualan pertama. Di portal ini, dalam 10 hari saya berhasil menjual 700 pieces,” ungkapnya dengan wajah berseri. Melihat reaksi pasar online yang luar biasa, anak pertama dari tiga bersaudara ini, semakin bersemangat untuk melakukan ekspansi pasar. Dia tidak hanya merambah di dunia maya tapi juga mulai rajin berpameran. Banyaknya pesanan juga membuat Ajeng agak kewalahan sehingga ia pun merekrut karyawan untuk ikut membantu. “Tidak banyak, namun bisa bekerja maksimal. Sedang saya bertugas di bidang marketing, membuat terobosanterobosan baru agar brand radisa makin dikenal. Saya juga mendesain produk dan mencari inspirasi produk baru,” jelas mahasiswi Semester IV Universitas Terbuka yang bercita-cita menembus pasar internasional ini. Langkah Ajeng sebagai pebisnis pemula memang tidak biasa.

Mandalika

14 - 20 juli 2014

Dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1435 H, Pemerintah Kota Mataram bersama Pemeritah Provinsi NTB mengadakan acara zikir bersama bertempat di depan Kantor Walikota Mataram. Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi didampingi Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin, S.H, M.Si. bersama Walikota Mataram H. Ahyar Abduh didampingi Wakil Walikota H. Mohan Roliskana beserta seluruh kepala SKPD lingkup Kota Mataram dan Provinsi NTB. Selain itu, hadir juga seluruh pegawai lingkup Pemerintah Kota Mataram dan pegawai Lingkup Pemerintah Provinsi NTB, Jumat (27/6). Rahajeng Dyah Safitri dan bibinya Ny. Genuk membangun bisnis bersama

Kalau kebanyakan pemula, mulai memperkenalkan produknya di lingkungan terdekat, entah kepada saudara atau kawan, namun Ajeng mengaku tidak ingin melakukan itu. “Saya ingin, bagaimana caranya, bisa menjual produk dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Saya pikir salah satu caranya adalah dengan memajang produk di portal-portal e-commerce yang jumlah pengunjungnya besar. Kalau saya memulai dengan menjual kepada orang dekat, barang yang terjual hanya sedikit. Itu pun lama,” jelasnya. E-COMMERCE MENGUNTUNGKAN Sebagai pebisnis pemula, berjualan lewat e-commerce sangat menguntungkan. Selain pasarnya luas, tingkat keterjualannya pun cukup tinggi. Apalagi kalau produk yang dijual adalah sesuatu yang unik dan belum banyak di pasaran. “Kita bisa berjualan gratis. Keuntungan mereka adalah dengan menaikkan harga jual kita. Misalnya, saya memberi harga Rp 40 ribu per-piece maka mereka akan menjual sekitar Rp 65 ribu. Selisih penjualan itulah, keuntungan mereka. Rata-rata portal e-commerce hanya mengambil keuntungan antara 20-30%,” ucapnya. Menurutnya, belum banyak orang Indonesia mengerti tentang

e-commerce. Padahal itu merupakan pasar yang sangat bagus, khususnya bagi pebisnis pemula seperti dirinya. “Jadi saran saya, bagi mereka yang ingin berbisnis, sebaiknya mencoba menjual barangnya lewat portal e-commerce, aman kok ,” ujar Ajeng yang kini telah memiliki website sendiri. Diakuinya, belakangan juga telah mulai bermunculan penjualan aneka storage, meski belum terlalu ramai. Dia tidak khawatir dengan hal tersebut. Kuncinya, kata Ajeng, inovasi produk terus dilakukan, juga menjaga kualitas barang serta servis tepat waktu. “Menjaga kepercayaan lewat kualitas barang dan pelayanan yang baik, itu penting sekali. Kami juga rajin inovasi. Hampir setiap bulan, mengeluarkan produkproduk baru,” tambah mahasiswi jurusan manajemen ini. Salah satu produk unggulannya dan paling laris manis adalah rak sepatu yang dibuat dalam berbagai ukuran. “Ini produk baru saya, rak sepatu gantung berukuran besar yang bisa dipakai untuk menyimpan sepatu-sepatu besar seperti boots, high heels, dll. Kebanyakan rak sepatu yang beredar berukuran kecil. Saya juga menyediakan rak tas untuk ukuran besar, dll. Setidaknya saat ini saya memiliki 58 item berbagai jenis,” ujar Ajeng yang menjual produknya dari harga Rp 50 ribu hingga Rp180 ribu, Relatif murah. Sejauh ini, ungkap Ajeng, selama 1,5 tahun berjalan bisnisnya, dia tidak menemui hambatan yang berarti. Semuanya berjalan mulus, usahanya terus berkembang. Baru-baru ini, tutur Ajeng, sebuah vendor besar menghubunginya. “Dari vendor itu, saya mendapat pesanan banyak sekali. Awalnya, 300 pieces, lalu meningkat 600 pieces, lalu pesanannya nambah lagi 300 pieces. Menurut mereka barang saya laku. Untuk pemesanan, mereka membayar dimuka 100%. Memang itu syaratnya. Saya mau berproduksi kalau pembeli membayar dimuka,” kata gadis cantik ini. -Diana Runtu

D

alam rangka mewujudkan keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan, Wali Kota mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk bersamasama menjaga keamanan dan ketertiban tersebut. Dalam surat edaran Wali Kota Mataram telah melarang masyarakat untuk tidak membunyikan mercon, serta melarang tempat-tempat hiburan dan rumah makan melakukan aktivitasnya dari pagi sampai waktu berbuka puasa tiba selama bulan Ramadan. Namun, ada tempattempat makan yang mendapat pengecualian, mereka diperbolehkan buka dengan syarat tidak terlalu mencolok. Hal itu disebabkan di Kota Mataram banyak wisatawan yang asing yang tidak

Acara zikir bersama dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan

melaksanakan puasa. Sementara itu, Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi dalam sambutannya, mengingatkan kepada seluruh umat islam dan aparatur pemerintah, untuk me-

manfaatkan momentum bulan suci Ramadan, untuk berlomba-lomba meningkatkan kinerja dan amal ibadahnya pada bulan yang mulia dan penuh dengan keberkahan ini. “Puasa bukan menjadi alasan un-

tuk kita bermalas-malasan, tetapi mari kita memanfaatkan bulan penuh barakah dan ampunan ini untuk kita bekerja keras dalam meningkatkan kualitas keimanan dengan perkerjaan-pekerjaan

yang mulia, tentunya dengan tujuan untuk memperoleh tingkatan derajat ketaqwaan yang setinggitingginya disisi Allah SWT,” kata Gubernur. -Naniek I. Taufan-hms Mawardi

Solidaritas NTB untuk Palestina

Doa bersama untuk Palestina

Agresi militer yang dilakukan oleh Israel dengan menggempur wilayah Gaza, Palestina mengundang banyak keprihatinan dari berbagai pihak di seluruh dunia, termasuk Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebagai wujud solidaritas terhadap musibah itu, Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi, memelopori penggalangan dana bantuan kemanusiaan bagi Palestina. Ia mengajak seluruh pimpinan Satuan Kerja Pemerintah Daerah dan karyawan lingkup

Pemprov. NTB untuk menyisihkan rezekinya demi bantuan bagi Palestina. Solidaritas berupa penggalangan dana tersebut dilakukan pada pelaksanaan kegiatan pembinaan keimanan dan ketaqwaan (imtaq) yang diikuti pimpinan dan pegawai Pemerintah Provinsi NTB, di Gedung Graha Bhakti Praja, Jumat (11/7). Sumbangan pun mengalir dari peserta kegiatan tersebut. “Di tengah situasi dan suasana kita bersukacita bersyukur kepada Allah karena bisa me-

nikmati puasa Ramadan dengan bapak-bapak dan ibu-ibu untuk anak yang ada di Palestina. tenang dan nyaman, sementara berkenan menyisihkan sebagian Sekecil apa pun sumbangan itu di belahan dunia lain, yaitu rezekinya untuk disumbangkan kita, memiliki arti yang sandi Palestina, saudara-saudara pada saudara-saudara kita di gat besar bagi mereka yang kita di sana justru menjalankan Palestina,” seru Gubernur yang membutuhkan dan mempunyai ibadah puasa dengan tidak ten- akrab disapa TGB itu. nilai yang luar biasa,” ujar Guang akibat serangan bom Israel. D i a k h i r s a m b u t a n n y a , bernur. Tentu tidak bisa atau sulit bagi Gubernur berharap agar apa Sementara itu, dari hasil kita berangkat ke sana kemudian yang disumbangkan tersebut sumbangan tersebut berhasil mengangkat senjata untuk mela- setidaknya dapat membantu dikumpulkan dana sebesar Rp wan, oleh karena itu kita bantu meringankan penderitaan warga 35.490.500 dan telah ditransfer ke dengan cara yang lain,” ungkap Palestina yang menjadi korban rekening Komite Nasional untuk Gubernur. agresi militer Israel. “Apa yang Rakyat Palestina (KNRP) Wilayah Dalam kesempatan itu, Gu- kita sumbangkan sekarang sia- NTB melalui Bank Muamalat yang bernur menyerukan kepada patau bisa menyambung nyawa kemudian akan disalurkan langsemua yang hadir pada acara dari saudara kita. Apa yang kita sung pada warga Palestina yang tersebut tak terkecuali Wakil sumbangkan sekarang siapatau membutuhkan bantuan. Gubernur, Sekretaris Daerah, dapat menyelamatkan seorang -Naniek I. Taufan-Hms Poetri Asisten Gubernur dan para Staf Ahli, bahwa bantuan doa saja tidak cukup untuk membantu rakyat Palestina. “Doa saja tidak cukup, saudara-saudara kita butuh lebih dari doa. Oleh sebab, itu pada hari ini saya minta Penghitungan cepat dana Palestina Karyawan-karyawati ikut menyumbang kemurahan hati


Metropolitan

22

14 - 20 Juli 2014

Kampung B atik di Jakarta

Serba batik di Kampung Batik Palbatu Jakarta Selatan

T

idak seperti halnya kampung-kampung batik di Jawa yang hadir sejak dulu kala dan membatik merupakan ketrampil­an yang turun temurun, di Jakarta kedua kampung batik itu memang sengaja dibangun. Tujuan mulianya adalah selain melestarikan warisan bangsa juga membangun per­e konomian warganya lewat membatik. Budi Dwi Haryanto bersama dua kawannya, Bimo dan Iwan yang nekad membangun kawasan Palbatu, Tebet, menjadi Kampoeng Batik. Ada banyak alasan menyebut gagasan Harry —begitu nama Budi Dwi Haryanto akrab disapa--- dan teman-temannya sebagai gagasan nekad. Pasalnya, membatik bukanlah budaya daerah

tkh/ist

tersebut. Lebih dari itu, masyarakat setempat nyaris tidak ada yang tahu cara membatik. Tentu ini berbeda dengan Kampoeng Batik Laweyan, Solo, dimana masyarakatnya telah kenal membatik sejak zaman dahulu kala. Bahkan Laweyan sebagai sentra batik pun telah dikenal luas sejak sebelum kemerdekaan. Namun, berbagai alasan itu tidak menyurutkan Harry dan temantemannya untuk mengubah Palbatu menjadi daerah yang unik, tempat dimana masyarakat Ibukota dapat mengenal batik dari dekat, juga tempat orang luar daerah yang ingin melihat salah satu keunikan Jakarta. Jangan melihat kawasan Palbatu yang sekarang telah menjadi serba batik, tapi dulu, ketika Harry dan temantemannya mulai merintis ‘pembangu­

nan’ kampung batik. Menurut Harry, menjadikan Palbatu sebagai Kampoeng Batik di Ibukota, bukan perkara mudah. Dulu, tidak semua masyarakat dapat menerimanya. Namun, pendekat­ an demi pendekatan, acara demi acara yang digelar, pada akhirnya dapat menarik minat mereka untuk mempelajarinya. Kalau pada awalnya, yakni tahun 2011, mereka tidak tahu sama sekali caranya membatik, kini sebagian besar masyarakat telah mahir membatik bahkan menciptakan motif batik sendiri. Para ibu, khususnya, juga anak-anak telah terampil memainkan canting dan melukiskan motif kreasi sendiri. Langkah awalnya, adalah melakukan edukasi tentang berbagai hal terkait batik. Mereka membentuk mindset masyarakat untuk lebih sadar budaya bangsa, khususnya membatik. Selain itu menyadarkan masyarakat bahwa lewat membatik juga dapat memperbaiki atau meningkatkan perekonomian keluarga. Dari berbagai kegiatan, termasuk mendatangkan belasan pengrajin batik dari Jawa untuk mengajarkan warga, perlahan menarik minat masyarakat setempat untuk aktif kegiatan membatik.

Ramai-ramai membatik

DINDING BATIK Tak berhenti di situ, Harry dan kawan-kawannya pun menggelar sejumlah acara besar bertemakan batik di wilayah tersebut. Jakarta Batik Festival 2012 dan Ngebatik Sekampung pada Oktober 2013 lalu, membuat masyarakat Jakarta menengok ke Palbatu. Ekspos media dan tulisantulisan tentang Kampoeng Batik Palbatu yang terus menerus, membuat kawasan ini mulai dikenal sebagai tempat wisata batik di Jakarta. Lokasi Palbatu, cukup strategis dan mudah dicapai dari arah manapun. Letaknya tak jauh dari Jalan Casablanca, Kuningan, atau dekat dengan Terminal Manggarai. Tapi yang termudah adalah melalui Jalan Raya Saharjo, Tebet. Jika Anda telah mencapai Balai Sudirman, Jalan Raya Saharjo, maka Kampoeng Batik Palbatu berada di belakang gedung tersebut. Memasuki kawasan Palbatu, Anda akan disambut dengan dinding-din­

tkh/ist

ding yang telah digambar aneka motif batik. Warna-warni cerah membuat segar pemandangan. Nuansa batik dan suasana asri terasa jauh dari ke­bisingan dan hiruk pikuk Jakarta. Makin ke dalam Palbatu, nuansa batik makin kental. Kita bukan hanya bertemu dinding-dinding batik tapi juga akan berjalan di jalan yang telah dibatik. Sejumlah rumah warga juga telah menjadi ‘rumah batik’ yang menjual kain-kain batik hasil karya sendiri. Jika Anda ingin belajar membatik, di sana juga terdapat sanggar batik. Gagasan yang dulunya sempat dianggap ‘nekad’ itu, akhirnya benar-benar terwujud. Hanya dalam tempo tiga tahun Palbatu telah bersalin wajah. Kalau dulu orang mengenal Palbatu dengan citra yang kurang baik, kini sebaliknya. Palbatu telah bermetamorfosa menjadi kawasan unik dan banyak dikunjungi wisatawan lokal. Mereka datang bukan hanya melihat-lihat tapi juga belajar membatik. –Diana Runtu

Motif Ikon Betawi

Tempat lainnya di Jakarta yang juga menarik dikunjungi adalah kawasan Terogong III di Cilandak Barat, yang kini dikenal sebagai kampong para pembatik khas Betawi. Usinya lebih muda dari Kampung Batik Palbatu. Kampung Batik Terogong baru berusia setahun lebih, tepatnya didirikan tahun 2012 lalu. Di sini umumnya, masyarakat belajar membatik motif Betawi. Menurut Siti Laela, pengelola Kampung Batik Terogong, terbangunnya kawasan Batik Terogong hasil kerjasama Pemda DKI Jakarta dan Lembaga Kebudayaan Betawi dalam rangka melestarikan batik Betawi. Batik Betawi, tutur Laela, sebenarnya sudah lama ada hanya saja keberadaannya kurang dikenal lantaran ‘tergusur’ dengan pesatnya perkembangan Jakarta. Di tahun 60-an, batik Betawi yang umumnya bermotof bunga-bunga cerah masih digemari namun seiring dengan waktu, pamornya kian meredup. Komunitas pengrajin batik Betawi pun makin terpinggirkan. Kini, warisan budaya ini kembali dihidupkan. “Motifnya kini beragam dan lebih unik, kebanyakan adalah ikon-ikon Betawi seperti ondel-ondel, tanjidor, dll,” jelas Laela. Setahun lebih ‘dihidupkan’ kini masyarakat sudah dapat merasakan manfaatnya. Setidaknya, sudah banyak rumah-rumah batik di Jakarta memesan karya mereka. Jika ingin ke Kampung Batik Terogong, kata Laela, datanglah di akhir pekan karena saat itu banyak warga melakukan aktivitas membatik. Anda juga bisa belajar membatik jika ingin. “Ada kelas membatik pada Sabtu-Minggu, jika ingin belajar,” ucap Laela. -Diana Runtu

Kampung Batik Palbatu Jakarta Selatan, warga menggambar tembok rumahnya dengan motif batik

3

H e ny Shant i

Dari Sadar Budaya hingga Perbaikan Ekonomi Jika berbicara batik maka ingatan kita pun langsung melayang ke sentra-sentra batik di Jawa, seperti Solo, Yogyakarta, Pe­kalongan, Cirebon, dll yang memang sejak dahulu terkenal dengan batiknya. Tapi tahukah Anda bahwa Jakarta pun memiliki kampung batik. Setidaknya di Jakarta ada dua kampung batik, keduanya berada di wilayah Jakarta Selatan. Yang satu berada di wilayah Palbatu, Tebet dan satu lagi berada di Terogong III, Cilandak Barat.

Sosialita

14 - 20 juli 2014

Menikmati Semua Peran Tahun 2013, hampir setahun penuh ia disibukkan oleh syuting sinetron untuk beberapa TV nasional. Tahun 2014 ini ia agak menguranginya dan memilih konsentrasi promo single keduanya, tembang Bali yang ­ber­temakan cinta, “Candra Semara”.

H

eny Shanti menyatakan atas nama cintanya pada Bali, karena memang ia lahir dan besar di Bali maka ia tetap komit di jalur musik pop Bali. Kalau sebelumnya ia berkibar di blantika musik pop Bali dengan lagu yang sedikit kocak, “Godoh Rujak Gedang” alias sube jodoh lakar kudiang, kali ini Heny hadir dengan irama yang berbeda. Melihat respons positif dan menggembirakan dari masyarakat terhadap karyanya selama ini, Heny pun siap dengan single keduanya. Ia membawakan lagu bertemakan cinta, ciptaan kakak sulungnya Purwa Bisana. “Sebenarnya lagunya sudah siap tahun lalu, hanya jadi molor karena dilibas kesibukan syuting,” kata istri pengusaha Karmawan Tan yang telah membintangi lebih dari 50 FTV ini. Semua persiapan promo single keduanya sudah tuntas termasuk syuting video klipnya, yang dilakukannya di dua lokasi Bedugul dan di rumahnya. Lagu “Candra Semara” yang musiknya di­aransemen Dek Arta ini, pertengahan Juli 2014 segera tayang di Bali TV dan TV lokal di Bali. “Di radioradio, justru sudah lebih sering dipu-

tar,” ujarnya sumringah. Putri ketujuh pasutri Sri Yuliati dan Suparwan ini percaya manusia diciptakan Tuhan dengan potensi yang tidak terbatas, namun tentu tidak akan bisa mengerjakan semuanya. Maka, dari talenta yang dimilikinya ia memutuskan memilih jalur seni, yang memang sudah digelutinya sejak SMP. Heny mengawali karier seni­nya dengan bergabung menjadi anggota teater sekolahnya. Saat SMA ia sempat mencicipi jalur modeling. Berjalannya waktu, rupanya ia melaju tampil bermain sinetron di Bali TV. Jalan karier perempuan yang mengidolakan Christine Hakim dan Lukman Sardi ini pun makin terbuka dan berkembang di bidang akting. Heny berhasil dikontrak PH Jakarta dan jadilah ia pemain sinetron TV Nasional hingga kini. Wajahnya pun sudah tidak ­asing tampil di berbagai FTV yang tayang di SCTV, Indosiar maupun MNC TV. Sebagai totalitasnya berkarya di dunia seni peran yang sangat disukainya dan sudah lebih dari belasan tahun dijajalnya ini, Heny tak ketinggalan beberapa kali ikut dalam pementasan teater di Bali.

Mengenai popularitas yang diperolehnya sekarang, menurutnya sejalan dengan makin panjang jam terbangnya, selalu menjaga kualitas akting yang berarti makin banyak terekspos dan popularitas pun mengikuti. Ia bersyukur, sebab semua orang yang mengelilinginya baik suami, orangtua dan teman-temannya selalu mendukungnya. Popularitas juga didukung oleh prinsipnya dalam berkarier. Heny selalu menikmati semua yang dilakoninya. Sekecil apapun peran yang didapatnya ia akan melakukan yang terbaik. Ia juga selalu fokus serta tidak mudah putus asa. Dengan begitu ia yakin akan ada buahnya yang dapat dinikmati nantinya. Sebaliknya, sebagai manusia ia juga tak lepas dari suasana yang kadang membuatnya sedih. Ia juga memahami jalan yang dilaluinya tidak selalu mulus. Misalnya, berharap sesuatu bahkan sudah berusaha tapi bisa juga tidak berhasil. Untuk ini Heny belajar mengelola pikirannya ke arah yang positif, mungkin ada rencana Tuhan lebih indah di balik ini. “ K a dang juga baru saja b e r harap sudah

Heny Shanti bersama salah seorang sahabatnya Luh Nick

diberi oleh Tuhan. Makanya, saya setiap mengerjakan sesuatu dengan maksimal termasuk juga pada setiap kesempatan yang ada, dan berupaya memberikan hasil yang terbaik, untuk hasil paling akhir tidak lupa berserah pada yang punya kehidupan ini,” tandasnya. JUS KEDELAI ORGANIK Disinggung soal materi, dikatakannya dari profesinya sebagai bintang sinetron FTV bisa disebut cukup. “Materi itu perlu tapi bahagia lebih perlu. Sayang kan materi ada tapi tidak bahagia. Selain itu, saya percaya dan yakin rezeki itu sudah diatur Tuhan. Kita tak perlu khawatir tidak

kebagian,”ucapnya. Ada juga yang penting selain materi, katanya betapa saat bergelut dengan dunia tea­ter, ia merasa karakternya makin kuat serta kepuasan batin, sedangkan di FTV juga ada sisi pembuktian eksistensinya di dunia peran. Sedangkan menyanyi adalah salah satu hobinya yang bisa turut melestarikan budaya daerah kelahirannya. Soal obsesi, Heny mengakui dengan jujur ia masih menyimpan mimpinya yang lama belum juga tercapai, yakni ingin bermain dalam film layar lebar. Namun , ia tidak ngoyo, sebab ia sadar salah satu kendalanya ia masih lebih memilih tinggal di Bali. “Tapi saya percaya akan ada waktunya nanti, meskipun ia masih tinggal di Bali,”ucapnya optimis. Meski sibuk dengan segala urusan di dunia entertainment, ternyata Heny juga masih punya waktu ke dapur, Heny memastikan dirinya punya jadwal khusus meski tidak tiap hari. “Minimal seminggu sekali, saya berupaya memasak makanan favorit keluarga, seperti tom yam, atau menggelar barbeque sama keluarga,”katanya. Selain itu untuk menjaga kesegaran kulit wajah dan tubuhnya, selain pasti dan wajib setiap bangun pagi meminum air putih, ia juga rajin mengonsumsi jus kedelai organik yang dibuatnya sendiri. ”Jus kedelai ini saya buat pakai gula batu dan daun pandan biar sehat,” katanya. Malam harinya ia juga membuat sendiri rebusan air kacang hijau. Heny mengaku fokusnya lebih pada aktivitas tarik suara. Melanjutkan promo single. Selain itu, ia juga mengisi waktunya dengan menerima tugas sebagai juri, baik untuk lomba nyanyi, fashion show, puisi dan sebagainya. Yang pasti, bagi Heny hidup ini untuk disyukuri, dijalani dan dinikmati. – Sri Ardhini


2

Ekspresso DAri daPUr Redaksi

14 - 20 juli 2014

GORO-GORO

Putu Wijaya

Tokoh edisi 804

Belajar dan Belajar Liburan sekolah sudah selesai. Saatnya anak-anak sekolah kembali ke sekolah. Bagi siswa baru, awal sekolah merupakan masa yang berat karena menjalani penyesuaian. Masa orientasi ini merupakan masa pengenalan lingkungan sekolah yang baru dan mencari teman sebanyakbanyaknya. Memasuki jenjang pendidikan yang baru memang memerlukan penyesuaian. Mulai dari perubahan seragam yang dipakai, pelajaran, hingga sikap. Semua harus dijalani untuk meraih cita-cita. Masa-masa berat saat orientasi ini merupakan ujian awal. Jika sudah melalui masamasa ini, masa berikutnya akan lebih mudah dijalani. Mulainya musim sekolah ini seiring dengan selesainya per­­­helatan Piala Dunia 2014, pemilihan

presiden (pilpres) dan Pesta Kesenian Bali (PKB) 2014. Hiruk pikuk suasana serba sepak bola, gonjangganjing politik, dan gairah seni sudah berkurang. Hajatan sepak bola dunia selama sebulan yang mampu menghibur masyarakat harus menjadi momen refreshing. Final yang mempertemukan Argentina dan Jerman menggambarkan kekuatan sepak bola Amerika Latin dan Eropa masih mendominasi. Bagaimana negara lain termasuk Indonesia? Mari belajar karena tak ada salahnya belajar dari mereka yang berhasil. Dari ajang PKB XXXVI yang di-

tutup Sabtu (12/7), Tokoh mendapat kabar gembira. Artikel terkait PKB yang muat di Tokoh berhasil meraih prestasi. “Wanita dan PKB. Antara Apresiasi dan Partisipasi” yang ditulis Wirati Astiti dan Ngurah Budi meraih juara harapan. Prestasi ini tentu membanggakan kami sekaligus memacu kami untuk terus belajar. Upaya Tokoh untuk menjadi mingguan berita wanita yang mengupas tentang kiprah wanita di Bali khususnya dan Indonesia umumnya mendapat pengakuan. Kami pun makin memantapkan diri berada di segmen yang menyasar wanita. Salam

Mohon informasi tentang berita “Air Mancur Mini” yang dimuat Tokoh edisi 804. Bpk Diana, Klungkung (036622xxx) Sari Mulya, Jalan By Pass Ngurah Rai, Padanggalak-Sanur, Denpasar-Bali. Tlp. 0361 8573307, 085237701336

Celana Terbalik Namaku Karlinda. Aku bersekolah di salah satu SMP ne­ geri yang terletak di Kabupaten Buleleng. Hari itu hari Kamis, hari yang di nanti-nanti oleh teman-temanku. Kamis adalah hari dimana kami mendapatkan pel­ajaran olahraga. Aku bangun pagi-pagi buta mempersiapkan diri untuk mengikuti olahraga. Setelah sampai di sekolah, terlihat sudah banyak teman-teman yang datang. Tak lama lagi, Pak guru datang dan pelajaran olahraga kali ini siap dimulai. Pelajaran olahraga dimulai dengan berdoa agar kelak kami dapat berolahraga dengan lancar. Lalu, kami bersama melakukan pemanasan yang dipimpin ketua kelas kami. Setelah itu kami lari keliling lapangan sebanyak tiga

mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

kali agar tubuh terasa bugar saat pelajaran olahraga dimulai. Alma lari tepat di depanku. Dia adalah temanku yang sangat pintar dan kerap mendapatkan peringkat 1 dikelas. Tapi siapa yang tak sangka ? Saat aku berlari pada saat putaran kedua, aku baru sadar bahwa celana yang digunakan oleh Alma yang selalu mendapat peringkat 1 itu terbalik!! Lalu aku langsung memberitahunya bahwa celana yang digunakannya itu terbalik.

OMG !! Alma langsung terkejut dan baru menyadari­ nya dan dia berteriak “Apa ?! Celanaku terbalik ?!” Lantas, semua teman-temanku bahkan guruku pun ikut tertawa, ­hahaha.. Alma langsung meminta izin kepada Pak guru ke toilet sebentar untuk membenahi celananya tersebut, mungkin dalam hatinya pasti dia sudah malu sekali. Ini baru pertama kalinya si Alma terlihat konyol seperti itu. Kalau kalian mau pakai celana hati-hati ya, jangan sampai seperti Alma. Karlinda Gunawan, Singaraja

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

kalah menang

“Kalah jadi arang, menang jadi abu, adalah ungkapan yang cocok untuk perang saudara Bharata Yudha,” kata Amat, setelah nyoblos. “Sekarang harus diganti dengan kalah masih rakyat, menang tetap rakyat!” Pak Made yang berjalan pulang bersama Amat tersenyum. Ia mencoblos kebalikan Amat. Kalau ia kalah, Amat menang, dan sebaliknya. “Maksud Pak Amat apa?” tanya Pak Made meman­ cing. “Maksud saya, kalah atau menang kita sama. Kalau kalah, jangan kecewa, karena kita tetap masih rakyat yang akan dilindungi oleh penguasa, sama dengan yang menang. Kalau kita menang, tidak berarti kita naik peringkat, tapi tetap saja hanya rakyat, warga yang akan diayomi oleh pemimpin.” Pak Made membantah. “Apa itu tidak keliru Pak Amat? Saya kok melihatnya lain.” “Lainnya. Bagaimana?” “Kalau kalah ya harus berani mengaku kalah. Kalau menang juga berhak merasa senang. Jadi ada bedanya. Kalau pandangan Pak Amat tadi kan menyuruh orang tidak boleh merayakan kemenangan dan mengajari orang kalah supaya tidak merasa kalah. Alias tidak mengakui kalah. Betul tidak?” Pak Made lalu ketawa besar. Amat diam saja. “Lho, betul tidak Pak Amat?” Amat mengangguk. “Itu betul. Tapi apa yang saya katakan itu juga benar. Merayakan kemenangan itu sah, menerima kekalahan juga wajib. Tapi setelah itu, kita harus menyadari kita samasama warga yang memiliki hak dan kewajiban sama. Jangan sampai perasaan kalah-menang itu terbawa terus dan jadi bahan yang bisa menyulut permusuhan. Itu maksud saya Pak Made.” Pak Made ketawa lagi. “Kalau Pak Amat menang, pasti akan setuju dengan yang saya bilang tadi. Kalau saya kalah, saya akan bicara seperti Pak Amat katakan tadi. Jadi....?” Pak Made menatap Amat. “Jangan pesimis Pak Amat. Kalah masih rakyat dan menang tetap rakyat!” Sambil tertawa Pak Made meraih tangan Amat dan mengguncangnya. Lalu pergi dengan senyum lebar. “Bapak salah ngomong begitu!” kata Bu Amat memarahi suaminya ketika mendengar kejadian itu. “Salahnya apa? Yang Bapak bilang itu benar?” “Memang benar. Tapi waktunya tidak tepat. Dan, orang yang mendengarkan juga tidak tepat.” “Harusnya bagaimana? Apa diam saja dan membiarkan orang bermusuhan setelah pemilu?” “Ya, tidak.” “Jadi bapak tidak salah dong ngomong begitu?” “Tidak. Yang salah adalah perasaan Bapak sekarang! Kenapa jadi keki berbeda pendapat? Kan bapak selalu bilang: damai dalam perbedaan?” Amat mati langkah. “Tadi ketika saya nyapu di halaman,” kata Bu Amat esok paginya,” Pak Made lewat. Lalu saya sapa. Siapa yang menang Pak Made? Bapak tahu apa jawabnya?” “Apa?” “Kalah masih rakyat, menang tetap rakyat.”

Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang ­Pal­m erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

14 - 20 juli 2014

Mozaik

23

Satu Suara Tentukan Masa Depan Bangsa Perhelatan Pilpres 2014 yang baru terlewati, terbilang cukup istimewa. Masyarakat Indonesia begitu antusias menyambutnya, baik di dalam maupun di luar negeri. Dua kandidat presiden merupakan figur yang sangat terkenal. Masyarakat sangat khawatir jika hak suara mereka tidak disalurkan.

M

ereka sangat bersemangat menunggu waktunya pencoblosan 9 Juli. Pilpres kali ini, juga sangat direspons para kaum perempuan. Hal ini terekam dari obrolan sehari sebelum Pilpres, Selasa (8/7), saat Tokoh menyambangi salah satu toko di Jalan Letda Made Putra. “Saya tidak dapat formulir C-1. Bagaimana ini, saya tidak mau presiden pilihan saya kehilangan satu suara,” ujar salah seorang dari mereka. “Tak usah khawatir, datang saja ke TPS membawa KTP. Salurkan hak suara kita, jangan sampai hilang,” ujar temannya menimpali. Temannya yang menjadi kasir hari itu, langsung ikut nimbrung. “Jangan sampai golput ya, kita harus salurkan hak suara. Satu suara sangat menentukan masa depan bangsa kita,” tuturnya.

BERKAH Ramadan Memasuki bulan suci Ramadan 1435H, XL menghadirkan program BERKAH (BEsaR, KuAt, Handal). GM Finance and Management Service XL East Region-Mochamad Imam Mualim mengatakan XL juga telah menyiapkan berbagai sumber daya untuk memastikan layanan XL sepanjang Ramadan hingga libur Lebaran tetap terjaga dengan baik. Teknisi XL akan bersiaga selama 24 jam per hari, pengerahan semua perangkat yang diperlukan termasuk armada Mobile BTS di berbagai daerah bertrafik tinggi. Selain itu, penambahan sumber daya untuk menjaga layanan pelanggan melalui unit contact center 817 akan siap membantu kebutuhan pelanggan. XL juga mengoptimalkan XL Center yang ada di kota-kota besar untuk siap melayani pelanggan. Ia menambahkan, hingga saat ini XL telah melayani lebih dari 68,5 juta pelanggan di Indonesia termasuk lebih dari 12,6 juta pelanggan di East Region. Ke depan, XL akan terus meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan diseluruh wilayah untuk memenuhi kebutuhan pelanggan data yang sudah mencapai 55% dari total pelanggan XL. –Ngurah Budi

Musik Klasik India Suasana di TPS 23 Banjar Tegalsari, Denpasar Sementara, menurut Bu Jero, dua kandidat presiden kali ini sangat fenomenal. “Keduanya merupakan orang yang populer dan sangat terkenal baik di Indonesia maupun di luar negeri. Menurut saya sih, pasti persaingan berat dan kemenangan tipis. Masing-masing punya pendukung yang fanatik. Dilihat dari keduanya, samasama memiliki kharisma luar

Suasana di TPS 20 Banjar Mertajati, Denpasar Ke k h a w a t i r a n j u g a m e - biasa. Saya bingung mau milih nyelimuti hati Paramita, salah siapa. Tadi di dalam bilik suara seorang staf administrasi di saya berdoa, semoga pilihan sebuah kantor media. Dua saya tepat,” katanya sembari hari menjelang pencoblosan, tersenyum. Suasana unik tergambar, seia dan keluarganya belum juga menerima formulir C-1. “Ba- hari setelah Pilpres. Gaung kegaimana ini ya, sampai seka- menangan salah satu kandidat rang saya belum dapat surat presiden berdasarkan quick count pemilih, saya tidak mau suara direspons sangat positif. Obrolan saya hilang. Lumayan ada tiga seru terekam di Pasar Badung. suara untuk dia,” ujarnya ge- Beberapa pedagang berceloteh lisah sembari menyebut nama tentang kandidat presiden pilihan salah seorang kandidat presi- mereka. Salah seorang pedagang den idolanya. Untungnya, H-1 mengaku senang menyambut formulir yang dinanti-nanti- baik hasil quick count yang dikannya itu diterimanya juga. menangkan salah satu kandidat Keseriusan kaum perempuan presiden yang disebut presiden untuk memilih pemimpin bang- wong cilik. “Pilihan saya mesa Indonesia, juga terekam nang,” kata seorang pedagang dari warga di TPS 20 Banjar buah yang disambut derai tawa Mertajati, Denpasar. “Kalau pedagang buah lainnya. saya sih pilih yang sederhana, PRIORITASKAN apa adanya. Dia sudah terbukti LANSIA sukses memimpin Jakarta. Di TPS 1 Banjar Samu, Presiden wong cilik,” kata Bu Made asal Karangasem ini. Desa Mekar Bhuana, Badung

masyarakat berduyun-duyun datang ke TPS sejak pagi hari. Kebanyakan warga memilih mencoblos di pagi hari karena hari yang bersamaan ada piodalan di Pura Dalem. Petugas KPPS pun merespons dengan memprioritaskan warga yang akan ngayah. Selain itu warga lansia juga diberikan kesempatan lebih awal. Situasi ini menunjukkan warga memiliki kepedulian dalam menggunakan hak pilihnya. “Ini pemilihan presiden yang ketujuh. Dari semua presiden, Soekarno yang paling berat. Dia yang memulai merintis namun kehidupannya tidak berakhir baik. Presiden yang berikutnya setelah Soekarno relatif lebih mudah tugasnya,” tutur Gusti Ketut Cakra kepada cucunya. Siapa pun yang terpilih nanti, ia berharap harus punya komitmen untuk memperhatikan dan menyejahterakan masyarakat. ANAK KECIL CELUP JARI Pemilu Capres yang dihelat 9 Juli tak hanya menyedot perhatian para pemilih, anak-anak kecil pun merasa turut andil di dalamnya. Seperti yang terlihat di TPS 23 di Banjar Tegalsari, Panjer. Dengan berpakaian adat madya, sekitar pukul

Musik klasik India mengalun di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Minggu (6/7). Musik yang dimainkan antara lain violin, tabla, sarod, sitar, harmonium, dan dhol. Johar Ali, guru dan pemain musik di Jawaharlal Nehru Indian Cultural Centre (JNICC) di Jakarta memainkan Raaga klasik dengan sangat indah. Dia ditemani beberapa musisi Bali seperti Barok, Ari Ariama dan Arjun. Di segmen tari, I Gede Agus Suparta dan Sharada Jenny Anggerer mementaskan drama tari “Dewi Mahaakali”, melalui media gaya tari klasik Odissi dari India. Kostumnya yang berwarna-warni, gerakan tarian yang indah dan sempurna yang intens ditonton dan sangat dinikmati dan diapresiasi oleh penonton. Konsul Jenderal A.S. Takhi menyoroti bahwa kontribusi India untuk Pesta Kesenian Bali tahun ini telah bervariasi dan beraneka ragam. India memberikan kontribusi kontingen dalam parade budaya di hari pembukaan dan memberikan tiga pertunjukan budaya yang difokuskan pada tarian klasik India dan tarian Bollywood yang sangat populer serta musik klasik India. Konjen juga menginformasikan beberapa pecinta musik mendiskusikan rencana untuk produksi musik bersama, termasuk dengan gamelan populer Bali. Workshop/lokakarya tentang musik klasik India akan dilakukan secara berkala bekerjasama dengan lembaga seni dan musik Bali. –rls 09.30 pasutri Gusti dan Sagung mendatangi balai banjar yang difungsikan menjadi dua TPS tersebut, bersama dua putrinya. Suasana di tempat tersebut cukup lenggang, tak tampak antrean panjang seperti pada Pileg Mei lalu. Tentu saja, karena pada pesta demokrasi kali ini pemilih hanya mendapatkan satu kertas suara dan hanya memilih satu di antara dua calon presiden. Sementara pada Pileg lalu, pemilih menggunakan hak pilihnya dengan mencoblos satu di antara puluhan caleg

Suasana di TPS 1 di Banjar Samu, Badung

dari berbagai parpol. Bahkan, dengan empat kertas suara. Setelah menyerahkan kartu pemilih (formulir C-1) kepada petugas KPPS, Gusti dan Sagung menempati kursi paling depan sembari menunggu panggilan. Tiga menit berlalu, akhirnya nama Gusti dipanggil, menyusul nama Sagung, dan menerima surat suara. Langkah pasutri ini diikuti kedua putrinya Ayu (8) dan Dini (4). Setelah “mengawal” ayahnya melakukan proses pencoblosan, Ayu segera menghampiri ibunya di bilik suara. “Hahaha…kok ibu sama ayah beda,” tanyanya. Sagung hanya menjawab singkat, “tidak apa kan beda”. Usai menggunakan hak pilih dan memasukkan kartu pemilih ke kotak suara, pasutri ini mencelupkan jari kelingking mereka ke dalam tinta sebagai tanda sudah menggunakan hak pilih. Rupanya, kedua putrinya juga tak mau ketinggalan melakukan hal yang sama. “Ayu kan sudah nyoblos,” ujarnya sembari menyelupkan jari kelingkingnya ke tinta. “Dini juga,” ujar adiknya ikut-ikutan sambil memamerkan jari kecilnya yang berlumuran tinta. –Tim Tokoh


What’s Up

24

14 - 20 Juli 2014

SEMINAR DAHSYAT PERSEMBAHAN BRAHMAKUNTA SUPRANATURAL & SPIRITUAL

SEMBUH DAN BERUBAH DALAM SEKEJAP (PENYEMBUHAN MANIK SEKECAP) “Guru, saya menderita sakit kepala sejak 8 tahun lalu, sudah berobat kemana mana, ke dokter, ke balian, ke paranormal bahkan sampai ke luar Bali, dan sudah mengeluarkan sangat banyak biaya. Saya sudah membongkar rumah karena katanya ada tetaneman, sudah melukat dimana-mana. Tiap kajeng kliwon sakit saya kumat, bahkan saya jadi bermusuhan dengan tetangga karena katanya dia yang membuat saya sakit,” kata seorang pasien yang hampir putus asa.

“D

uduklah dengan tenang, pejamkan mata, de­ ngarkan, pikirkan, bayangkan apapun yang Guru katakan,” ujar Guru Mangku Hipno. Beberapa detik kemudian pasien tersebut telah tertidur lelap, lalu Guru memberikan sugesti. Ajaibnya dalam hitungan detik saat pasien membuka mata, untuk pertama kalinya merasakan kepalanya sangat ringan dan nyaman, dan sakit kepalanya sudah menghilang. “Ini sakitnya psikosomatis, hanya mampu disembuhkan di alam bawah sadar atau di dalam gelombang theta, karena sakitnya ada di dalam perasaannya,” jelas Guru Mangku Hipno. Dimana-mana hal seperti ini sering terjadi. Ketika seseorang lupa meyakini Tuhan, malahan membelokan keyakinannya dan lebih meyakini black magic atau hal hal negatif lainnya yang sangat susah untuk diterima logika dan dibuktikan. Bagaimana Anda mampu sembuh jika Anda meyakini sakit Anda disebabkan oleh sesuatu yang tidak ada? Bagaimana Anda menemukan solusi penyembuhan ataupun obatnya? Bagaimana Anda mau introspeksi diri jika Anda selalu mencari kambing hitam dan menuduh orang lain menya­ kiti Anda? Atau, sering mengatakan tanah pekarangan yang tidak memiliki bayu sabda idep mampu menyakiti Anda yang diciptakan sebagai mahluk hidup paling sempurna di muka bumi ini. “Jangan menambah dosa, apalagi dengan mengatakan disakiti leluhur, disakiti dewata. Mana ada leluhur dan dewata yang memiliki sifat welas asih menyakiti Anda. Yang ada pastilah Anda yang sering menyakiti leluhur Anda dan para dewata dengan pikiran buruk, perkataan buruk, dan tindakan buruk. Itu semua salah kaprah, namun bagi sebagian orang yang tidak memiliki pengetahuan spiritual masih saja meyakini kebenaran cerita seperti itu,” kata Guru Mangku Hipno. Sesungguhnya penyebab sakit itu hanya ada tiga hal. Sakit yang diakibatkan oleh salah pola pikir, salah olah rasa, dan salah olah tubuh. Ketiga salah olah inilah sumber penyakit sesungguhnya. Salah olah pikir berhubungan dengan rasa senang, maka lama kelamaan akan mempengaruhi dan melemahkan serta menyakiti organ tubuh Anda. Sakit salah olah pikir ini dapat dideteksi dan diidentifikasi dengan mudah oleh alat kedokteran. Salah olah rasa, sakit ini berhubungan dengan rasa tenang, maka yang lemah dan tersakiti adalah perasaan Anda, karena ini tentang sikap dan sifat maka takkan tampak jika dideteksi dengan alat apapun dan sakit (psikosomatis) inilah paling sering diidentifikasi sebagai sakit kena black magic. Sakit akibat salah olah tubuh sangat berhubungan dengan rasa nyaman,otot, kulit dan bagian terluar dari tubuh. Ketika kita mampu melakukan olah ketiganya dengan benar maka imunitas tubuh kita akan berada dalam titik optimal. Tiap serangan penyakit tak akan mampu menembus kekebalan tubuh kita. Namun, celakanya banyak orang yang tak mengerti tentang menjaga imunitas tubuh sehingga segala peringatan yang diberikan oleh tubuh, oleh pikiran, oleh perasaan disaat sudah mencapai titik lemah sering diabaikan. SEMBILAN CAKRA Tiap kelahiran dibekali potensi kekuatan oleh Tuhan, kekuatan untuk bertahan dari segala serangan cuaca alam semesta, dari segala serangan energi buruk, dari segala serangan pribadi lainnya. Potensi ini haruslah dikenali dan dikembangkan tiap pribadi agar mampu

digunakan secara optimal. Kekuatan itu tersebar di sembilan area tubuh manusia yang biasa disebut sembilan titik cakra. Mulai dari cakra dasar yang berfungsi sebagai penarik keber­ untungan, cakra seks sebagai penyeimbang perasaan, cakra pusar sebagai penghasil kekuatan energi yang mengalir melalui shumsuna, pinggala dan ida, cakra jantung yang berfungsi untuk sensor me­ ngenali perasaan pribadi lain, cakra tenggorokan untuk menguatkan kata-kata melalui sugesti, cakra pikiran berfungsi untuk menguatkan fokus dan mendapatkan inspirasi, cakra mahkota sebagai jalan penghubung agar doa-doa kita sampai ke alam satyam atau sebagai alat manusia menerima pesan-pesan atau firasat dari Tuhan, lalu ada dua cakra rahasia yang sering disebut cakra kembar. Kesembilan titik cakra tersebut adalah merupakan linggam Dewata Nawasanga. Mulai dari Cakra dasar adalah linggam Dewa Brahma, Wisnu, Rudra, Iswara, Maheswara, Mahadewa, Cakra kembar Sambu dan Shankara dan di cakra mahkota adalah linggam Dewa Siwa. Ketika kita mampu mengenali kekuatan ke sembilan dewata ini, maka tubuh kita akan dipenuhi oleh cahaya suci Tuhan. Setiap tubuh, pikiran dan perasaan akan memiliki karakter satyam, siwam, sundaram atau sering diterjemahkan sebagai kebenaran, kesucian, dan keindahan. Ketika memiliki ketiga sifat itu maka manusia akan dipenuhi berkah yang memungkinkan menjadikan diri mengenali jati dirinya, dan dengan mudah mendapatkan pertemanan yang baik, rezeki keberlimpahan, kegembiraan dan tentu saja penghormatan. Inilah landasan dasar seorang manusia mendapatkan kehidupan yang bahagia karena tentu memiliki lima hal penting sebagai penyokong kehidupannya yaitu pasti berke­ cukupan wareg (pangan), wisma (papan), wastra (sandang), wisata (penghiburan) dan wasita (nama baik). Maka sesungguhnya jika kita mau belajar, mengenali potensi diri, lalu memanfaatkan sebagai sumber daya yang luar biasa hebatnya dan meyakini kuasa Tuhan diatas segalanya maka sehat, sukses, keberlimpahan harta dan kasih sayang lalu berbahagia bukanlah hal yang susah untuk diraih. HEADO THETA “Untuk itu, kami dari Brahmakunta Supranatural & Spiri­ tual Modern Center, Brahmakunta Hypnosis & Prana Club, serta HEADO THETA Profesional Healing, akan mengajak Anda mengi­ kuti dan bergabung dalam seminar dua jam untuk mengetahui dan membongkar rahasia terdahsyat “SEMBUH DAN BERUBAH DALAM SEKEJAP” melalui penyadaran, pencerahan jiwa (soul illumination & body, mind, soul refresh). Bagaimana potensi yang Anda miliki sesungguhnya adalah jalan terbaik menuju kehidupan yang bahagia lahir dan batin. Bagaimana membangkitkan energi potensi diri, energi tindakan (/ram), energi kata-kata (/hum) dan energi pikiran (/om) dan menggunakannya sebagai pemagaran diri, penguatan diri, sebagai sarana menyembuhkan diri serta menjadikan diri penyembuh dalam sekejap. Astungkara,” ujar Guru Mangku Hipno. Heado Theta adalah metode penyembuhan terdahsyat dan satu-satunya di dunia, di Indonesia, dan di Bali. Penyembuhan ini adalah penyembuhan terdahsyat yang pernah ada di muka bumi ini, namun melalui proses yang rasional, bisa dipertanggungjawabkan secara humanis dan teoritis. Penyembuhan

Guru Mangku Hipno

ini tidak membedakan tinggi rendah, kaya miskin dan status sosial seseorang. Penyembuhan ini menjangkau kalangan manapun dan dilakukan tanpa alat, tanpa sentuhan dan tanpa mantra. Penyembuhan ini mampu membawa perubahan baru dalam kehidupan seseorang dalam hitungan detik, Karena memanfaatkan dan menggunakan potensi diri setiap orang, karena sesungguhnya tiap manusia mampu menyembuhkan dirinya sendiri, dengan mem­ pergunakan secara nyata kekuatan terdahsyat yang ada dalam diri. Untuk bisa mendapatkan penyembuhan ini, luangkan waktu Anda dua jam saja dengan metode Illumination Soul, Mind and Body (Mind, Body, Soul, Refresh) dari kami. Dalam kesempatan yang baik ini, peserta akan diajak dan diajarkan rahasia terdalam untuk menyembuhklan diri sendiri dengan metode ”HEADO THETA” (Professional Healing, dengan energi, air, doa dan olah jiwa). Peserta juga akan dilengkapi dan disempurnakan kecerdasan dan penge­ tahuannya dengan diajarkan ilmu-ilmu modern (cara terdahsyat mengatasi penyakit pikiran, perasaan dan tubuh). Mari ambil kesempatan ini sebagai jalan terbaik untuk mendapat­kan kesembuhan yang sempurna, perubahan yang sem­ purna. Untuk Anda yang memiliki atau yang menderita sakit yang selama ini belum tersembuhkan. Dan, untuk Anda yang mengalami pen­deritaan yang selama ini belum pernah terakhiri, mari ikuti penyembuhan terdahsyat kami, yang akan kami adakan pada: Hari/Tgl Tempat Waktu Tiket

: Minggu, 20 Juli 2014 : Gedung PWI Bali, Jl. Gatsu Tengah, Lumintang Denpasar : 15.00–17.00 wita : Rp. 300.000

Untuk sahabat yang dikasihi Tuhan, JANGAN BIARKAN PO­ TENSI ANDA BARU DIKENALI KETIKA SUDAH TAK BERDAYA. Jangan biarkan sakit Anda berkepanjangan. JANGAN BIARKAN KELUARGA MENAMBAH BEBAN DOSA DAN MENCARI KAM­ BING HITAM KETIKA SAKIT TAK TERSEMBUHKAN. Datang dan bergabung dengan kami dalam seminar dua jam “SEMBUH DAN BERUBAH DALAM SEKEJAP” Seminar ini menghadirkan narasumber yang luar biasa, yang sudah berpengalaman mengajarkan, mencerahkan, dan menyem­ buhkan ribuan pasien penderita sakit, baik dari seluruh wilayah Indonesia maupun mancanegara. GMH. Ketut Gd Suatma Yasa, S.H., CH, CHt, MNNLP. (Guru Mangku Hipno) Spiritualist, pakar prana, hypnosis, hypnotherapi, instruktur NLP, EFT, EQB, palmistri, motivator spiritual, praktisi dan profe­ sioanal healer sosio medis dan Heado Theta, pendiri Brahmakunta Supranatural & Spiritual Modern Center, pendiri Pusat Pengemba­ ngan Kecerdasan dan Karakter Diri, pendiri Brahmakunta Hypnosis & Prana Club.

Suasana workshop yang dipimpin Guru Mangku Hipno

Daftarkan diri Anda saat ini juga, tempat sangat terbatas. Hub: Brahmakunta Center, Perumahan Gunung Sari Indah, Jln. Tukad Buana 1 No. 61 Kebo Iwa Utara, Denpasar, Bali. Tlp: 03617879151, 03618442823 (Center), 08563800133 (Jro Anta), 085238640217 (Jro Abuck), 085738818906 (Jms). PIN BB: 20C6F65A FB: Guru Mangku Hipno


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tokoh Edisi 805 | Tokoh by e-Paper KMB - Issuu