Skip to main content

Tokoh Edisi 780 | Tokoh

Page 1

24

20 - 26 Januari 2014


EKSPRESSO

2

20 - 26 JANUARI 2014

GORO-GORO

klik: www.tokoh.co.id mingguantokoh @mingguantokoh

MARAH Amat mengadu ke rumah Ami. “Ami, Ibu kamu sekarang bikin pusing Bapak. Kalau dulu bisa diajak rembukan dengan tenang, sekarang maunya memerintah. Kalau dibantah marah. Tapi kalau didiamkan saja juga marah. Lalu Bapak tanya, jadi maunya apa? Maunya bagaimana? Maksud Bapak semua dilakukan dalam ke­ sepakatan, jadi harmoni terpelihara. Tapi apa jawabnya? Marah lagi! Marah lagi! Makanya Bapak nyolong-nyolong mampir ke mari. Pura-puranya lihat pameran. Kalau ketahuan ke mari, pasti kena marah lagi!” Ami tertawa. “O, Bapak ke mari ngambul?” “Habis, Bapak bilang masakannya keasinan, dia marah. Lain kali masaknya tidak pakai garam. Ya jadi tawar, tidak ada rasa samasekali. Bapak bilang kurang garam, dia marah. Akhirnya, tiap makan Bapak diam saja. Mau asin, mau masam, mau kurang bumbu, mau pedas, mau pahit, asal jangan basi, Bapak telan saja. Tidak usah banyak cing-cong. Buat apa ngasih komentar kalau hanya bikin marah? Ya kan? Makan itu kan karena kita lapar. Enak tak enak, itu tidak penting!” “Masak begitu?” “Habis bagaimana lagi! Bapak dan ibu kamu sudah hidup bersama puluhan tahun. Masak gara-gara makanan jadi puik? Percuma dong Bapak makan segala garam penderitaan. Cuma soal makan saja, kok jadi soal, kalau tidak bisa makan, nah itu, baru persoalan besar! Pokoknya, kalau sudah waktunya makan, apa yang dihidangkan ibu kamu, Bapak langsung telan tanpa komentar!” “Kalau nggak enak?” “Enak atau tidak, ditelan saja! Kalau sudah masuk perut kan habis perkara!” “Tapi Ibu marah lagi!” “Ya! Ibu kamu marah lagi!” Amat tercengang. Ia menatap Ami tajam. “Kamu kok tahu?” “Kalau Ami masak, Ami juga suka nungguin suami Ami makan. Kalau dia bilang enak, rasanya puas, lelah Ami terbayar. Tapi kalau dia diam saja berarti makanannya nggak enak.” Amat mengangguk. “Betul. Ibu kamu juga ngomel begitu. Katanya, kalau tidak enak, bilang terus-terang, jangan diam saja seperti patung, jadi lain kali bisa diperbaiki. Daripada diam-diam, tapi lalu diam-diam main belakang, pergi makan sate di warung, itu kan buang-buang uang! Kalau kelebihan uang, sini kasihkan uangnya, untuk belikan cucu sepatu! Bapak jadi serbasalah!” “Terus?” “Ya terus Bapak terpaksa main politik sedikit.” “Main politik bagaimana?” “Basa-basi itu memang basi, tapi lihat para politikus itu. Ber­ perang bunuh-bunuhan, tapi kalau bertemu dalam perundingan salam-salaman. Bersandiwara sedikit, perlu. Dua hari yang lalu Ibu kamu menghidangkan sup buntut. Belum dicoba dia sudah tanya, bagaimana, enak tidak?” “Itu jebakan!” Amat tertawa. “Betul. Bapak pura-pura tidak tahu. Tunggu dulu sampai separuhnya dimakan, baru komentar, kata bapak. Ibu kamu puas. Setelah setengahnya dimakan, dia tanya lagi. Jadi bagaimana, enak tidak?” “Jawaban Bapak?” “Tanpa berpikir lagi Bapak jawab, Enaakkk sekali!” Ami tertawa. “Dan Ibu senang?” “Tidak! Ibu kamu marah lagi, nah ini, katanya, Bapak selalu cari gara-gara saja. Masakanku selalu dicacat. Giliran masakan orang lain, belum dicicip sudah dipuji ennaaak! Lain kali masak sendiri saja!” Ami ketawa ngakak. “Tapi, Pak, sejujurnya saja, sup buntutnya enak nggak?” Muka Amat berkerut. Seperti mau muntah, dia cari tempo­ long lalu meludah. “Enak apa! Dagingnya alot, kuahnya bau air kencing!” Ami memekik, “Air kencing? Sup buntut itu masakan Ami!”

Putu Wijaya

Ayo Berubah Dalam beberapa hari ini media menyajikan berita yang membuat mata kita terbelalak; banjir bandang di Manado. Diberitakan, 18 orang meninggal, dua orang hilang, dan 101 rumah hanyut dalam musibah itu. Banjir tak hanya terjadi di Manado. Di Jakarta, banjir seolah jadi langganan. Tiap tahun hadir. Walau begitu, ada catatan menarik dari Jakarta: titik banjir sebelumnya yang mencapai 75 titik berkurang menjadi 35 titik tahun ini. Upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan JokowiAhok, jelas memberikan bukti nyata terkait janji penanganan banjir di Jakarta. Lalu, apa yang bisa kita ambil hikmah dari kejadian tersebut? Banjir bukan melulu “hak” eksklusif Jakarta. Banjir bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Di beberapa titik di Denpasar misalnya, berturut-turut mengalami banjir yang cukup parah. Terakhir, Desember tahun lalu perumahan warga terendam banjir di Jalan Gu­ nung Payung dan sekitarnya. Apa saja penyebab banjir? Pertama, curah hujan yang tinggi dan dalam waktu yang panjang. Tentu, ini di luar kemampuan kita untuk mengatasinya, Kecuali, tentu saja pemerintah melakukan modifikasi cuaca. Tapi kan tidak mungkin tiap hari melakukan modifikasi

O

M G

cuaca. Kedua, buruknya penanganan sampah. Nah, itu tentu bisa kita kendalikan bersama. Apakah kita sudah berupaya membantu pemerintah mengurangi sampah? Menggunakan kembali sampah dan mendaur ulang menjadi salah satu cara untuk mengurangi sampah yang kita hasilkan. Jika tiap rumah tangga melakukan hal ini, tentu beban sampah yang ditanggung suatu wilayah akan jadi lebih ringan. Hal ini tentu juga harus didukung dengan perilaku hidup bersih dengan tidak membuang sampah sembarangan. Jika Anda bukan orang sembarangan, pastilah Anda tidak membuang sampah sembarangan. Penanganan sampah ini juga memerlukan komitmen tinggi dari pemerintah. Seperti halnya Jokowi dan Ahok yang berupaya matimatian menangani banjir Jakarta, begitulah seharusnya pemimpin di seluruh Indonesia ini. Penataan kota yang buruk, tentu tak luput dari peran pemerintah. Jika tata ruang berani dilabrak hanya karena orang berduit, betapa nyamannya jadi orang berduit. Walau tak jadi kepala daerah, cukuplah jadi orang berduit. Cukup setir kepala daerah, dia malah lebih berkuasa ketimbang kepala daerah itu sendiri. Tata ruang yang tidak baik, tentulah menghasilkan efek dalam jangka panjang. Seperti penyebab banjir ketiga, hilangnya tanah resapan akibat pembangunan yang tak memper­ hatikan lingkungan hidup berkelanjutan. Orang masa kini merasa “lebih bersih” ketika daerah permukiman mereka tertutup paving atau aspal. Alhasil, tak ada lahan disisakan sebagai tanah resapan. Apakah hal itu juga terjadi di permukiman sekitar Anda? Kalau ya, jangan kaget jika tiba-tiba daerah Anda kena banjir. Kita tak mau kena banjir kan? Ayo berubah!

Kupon Bazar

Bazar merupakan suatu ke­ giatan penggalian dana yang cukup diminati. Biasanya, pe­ nyelenggaraan bazar dilakukan bekerja sama dengan rumah makan maupun restoran cepat saji seperti Mc Donald’s dan KFC. Selain praktis, keuntungan yang didapat juga cukup besar. Suatu hari ada seseorang yang menawari saya kupon bazar yang bekerja sama dengan salah satu restoran cepat saji. Dana hasil dari bazar tersebut nantinya akan digunakan untuk merenovasi pura yang ada di desa saya. Sebagai warga di sana, saya pun ikut berpartisipasi dengan membeli beberapa kupon bazar tersebut. Setelah membayar kupon tersebut, saya menda­ patkan beberapa lembar kupon yang siap ditukarkan di restoran cepat saji. Saat itu saya menerima kupon bazar pada akhir bulan Novem­ ber 2013, tanggal yang tertera di kupon tersebut tanggal 8 s.d. 14. Saya pikir beberapa hari lagi kupon tersebut bisa ditukarkan. Tanggal 8 Desember saya su­ dah siap-siap untuk menukarkan kupon tersebut, namun saat saya perhatikan lagi ternyata bazar

mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

tersebut bukan bulan Desember, tapi bulan Januari. “Ya Tuhan, harus menunggu sebulan lagi,” pikir saya. Setelah menunggu sebulan, tiba saatnya menukarkan kupon tersebut. Saya langsung menuju Mc Donald’s yang berada di ka­ wasan Denpasar. Antrian sangat panjang karena saat itu malam Minggu. Namun, saya rela meng­ antri demi mendapatkan makan­ an favorit saya itu. Setelah mengantri cukup lama tibalah giliran saya untuk menu­ karkan kupon tersebut. Saya mengatakan ingin menukarkan kupon bazar sembari menye­ rahkan kupon tersebut. Begitu dicek oleh petugas, ternyata... “Maaf Dik, ini bukan kupon bazar Mc Donald’s, tapi ini kupon KFC,” kata petugas itu. Saya bingung harus bagaimana, sedangkan antrian di belakang saya cukup banyak.

Oh My God, malu sekali rasa­ nya. Akhirnya dengan terpaksa saya memesan salah satu menu yang tersedia di sana sambil menutup-nutupi agar tidak ke­ tahuan oleh orang di belakang saya bahwa saya salah tempat menukarkan kupon. Setelah transaksi selesai, saya keluar lalu mencari KFC terdekat. Begitu sampai di tempat parkir KFC, saya tak mendapat tempat parkir karena penuh. Dengan percaya diri saya menitip motor di pedagang kaki lima. Makanan yang saya beli di Mc Donald’s saya gantung di motor berharap tidak ada yang mengambilnya. Begitu masuk ke dalam, ternyata antrian juga membludak, lebih parah daripada antrian di Mc Donald’s. Saya pun kembali mengambil motor dan langsung pulang. Acara menukar kupon malam itu terasa sangat kacau. Akhirnya kupon tersebut saya tukarkan keesokan harinya sam­ bil berdoa semoga kali ini tidak salah lagi. Rischa, Denpasar

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lain­ nya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Pan­ jang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Ratna Hidayati. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten, Tini Dwi Rahayu. Redaksi/Pemasaran Jakarta: Diana Runtu, Sri Iswati. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­kretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Pal­ merah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543–Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palmerah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

I N F O TO R I A L

20 - 26 JANUARI 2014

23

Mengenal Kehamilan Risiko Tinggi dan Pencegahannya Kehamilan merupakan saat-saat yang dinantikan oleh seorang perem­ puan yang sudah menikah. Kehamilan merupakan sebuah keajaiban saat seorang bayi tumbuh di rahim perempuan. Mulai dari janin hingga ter­ bentuk sosok bayi mungil yang merupakan gabungan DNA antara ibu dan ayah sang bayi. Akan tetapi, sebaiknya diwaspadai kehamilan dengan risiko tinggi, salah satunya dengan memiliki pengetahuan tentang ke­ hamilan dengan risiko tinggi.

K

ehamilan risiko tinggi merupakan kehamil­ an yang sering me­ nyebabkan terjadinya bahaya dan komplikasi terhadap ibu maupun janin. Baik itu selama proses kehamilan, persalinan, dan setelah melahirkan atau nifas. Kehamilan berisiko merupakan suatu kondisi yang berdampak menyebabkan gang­ guan pada ibu maupun janin yang dikandungya. Jika kondisi ini tidak diatasi, kemungkinan terjadi hal-hal riskan. Misalnya bayi lahir prematur atau memiliki gangguan lain yang tak diinginkan. Sedangkan, ibu juga berpeluang mendapatkan penyakit serius yang sebetulnya dapat diobati agar tak mengganggu kehamilan. Para pakar yang aktif dalam upaya Safe Motherhood menga­ takan bahwa pendekatan risiko, yang mengelompokkan ibu hamil dalam kelompok tidak berisiko dan berisiko, sebaiknya tidak digunakan lagi. Hal ini berdasarkan kenyataan bahwa lebih dari 90% kematian ibu disebabkan komplikasi obstetric, yang sering tak diramalkan saat kehamilan. Kebanyakan komplikasi itu terjadi pada saat atau sekitar persalinan. Banyak di antara ibu yang tidak dikategorikan berisiko, ternyata mengalami komplikasi, dan seba­ liknya, di antara ibu yang dikategori­ kan berisiko, ternyata persalinannya berlangsung normal. Karena itu pendekatan yang dianjurkan adalah menganggap semua kehamilan itu berisiko dan setiap ibu hamil agar mempunyai akses ke pertolongan persalinan yang aman dan pe­ layanan obstetri. Diperkirakan 15% kehamilan akan mengalami keadaan risiko tinggi dan komplikasi obstetric, yang dapat membahayakan kehidupan ibu maupun janinnya bila tidak ditangani dengan memadai.

dokrin seperti penyakit gula - Kardiopati atau kelainan jantung pada ibu yang tidak memung­ kinkan atau membahayakan bagi ibu jika hamil dan melahirkan. - Haematopati atau kelainan darah, misalnya adanya gang­ guan pembekuan darah yang memungkinkan terjadinya per­ darahan yang lama yang dapat mengancam jiwa. - Infeksi, misalnya infeksi TORCH (Toksoplasma, Rubella, Cito­ megalo virus dan Herpes sim­ pleks), dapat membahayakan ibu dan janin.

dr. Dian Anggreni

Apakah Kehamilan risiko tinggi itu? Kehamilan risiko tinggi merupa­ kan kehamilan yang memiliki risiko atau bahaya yang lebih besar pada waktu kehamilan maupun persalin­ an bila dibandingkan dengan ibu hamil yang normal. Apa saja yang tergolong Kehamilan risiko tinggi? Kehamilan risiko tinggi dibagi dalam 4 golongan: - Penyakit yang menyertai ke­ hamilan - Penyakit yang berhubungan de­ ngan pembuluh darah dan ginjal. Misalnya darah tinggi, rendahnya kadar protein dalam darah dan tingginya kadar protein dalam urin. - Inkompatibilitas darah atau ketiksesuaian golongan darah. Misalnya pada janin dan ibu yang dapat menyebabkan bahaya baik bagi janin maupun ibu seperti ketidaksesuaian resus. - Endokrinopati atau kelainan en­

Penyulit kehamilan Partus prematurus atau melahir­ kan sebelum waktunya yaitu ku­rang dari 37 minggu usia kehamilan. Hal ini merupakan sebab kematian neo­ natal yang terpenting. Perdarahan dalam kehamilan, baik perdarahan pada hamil muda yang disebabkan oleh abortus atau keguguran, kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan dan hamil mola, maupun perdarahan pada triwulan terakhir kehamilan yang disebabkan oleh plasenta previa atau plasenta (ari-ari) yang berimplantasi atau melekat tidak normal dalam kandungan dan solu­ tio plasenta atau pelepasan plasenta sebelum waktunya. Ketidaksesuaian antara be­ sarnya rahim dan tuanya kehamilan, misalnya hidramnion atau cairan ketuban yang banyak, gemelli atau kehamilan kembar dan gangguan pertumbuhan janin dalam kan­ dungan. Kehamilan serotin atau kehamil­ an lewat waktu yaitu usia kehamilan lebih dari 42 minggu. Kelainan uterus atau kandung­ an, misalnya bekas seksio sesarea dan lain-lain.

Riwayat obstetris yang buruk Kematian anak pada per­ salinan yang lalu atau anak lahir dengan kelainan congenital (cacat bawaan). Satu atau beberapa kali meng­ alami partus prematurus atau mela­ hirkan belum pada waktunya. Abortus habitualis atau kegugur­ an yang terjadi berulang kali dan berturut-turut terjadi, sekurangkurangnya 3 kali berturut-turut. Infertilitas tidak disengaja lebih dari 5 tahun yaitu tidak meren­ canakan untuk menunda kehamilan dengan cara apapun, tapi selama 5 tahun tidak hamil. Keadaan ibu secara umum - Umur ibu, kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun - Paritas atau banyaknya mela­ hirkan, berisiko tinggi pada ibu yang sudah melahirkan lebih dari 4 orang anak. - Berat badan ibu, yaitu ibu yang terlalu kurus atau ibu yang ter­ lalu gemuk. - Tinggi badan ibu, yaitu tinggi badan kurang dari 145 cm. - Bentuk panggul ibu yang tidak normal. - Jarak antara dua kehamilan yang terlalu berdekatan yaitu kurang dari 2 tahun. - Ibu yang tidak menikah, ber­ hubungan dengan kondisi psiko­ logis - Keadaan sosio ekonomi yang rendah - Ketagihan alkohol, tembakau dan morfin. Bahaya apa saja yang dapat ditimbulkan oleh kehamilan dengan risiko tinggi? Bahaya-bahaya yang ditimbul­ kan oleh kehamilan risiko tinggi bisa terjadi pada janin maupun pada ibu. Antara lain: - Bayi lahir belum cukup bulan - Bayi lahir dengan berat lahir rendah (BBLR) - Keguguran (abortus). - Persalinan tidak lancar/macet. - Perdarahan sebelum dan sesu­ dah persalinan - Janin mati dalam kandungan - Ibu hamil/bersalin meninggal dunia - Keracunan kehamilan/kejangkejang.

Bagaimana pengelolaan kehamilan risiko tinggi? Kehamilan dengan risiko tinggi harus dibina oleh seorang ahli kebidanan yang harus melakukan pengawasan yang intensif, misalnya dengan mengatur frekuensi peme­ riksaan prenatal. Rumah sakit yang mengawasi kehamilan dengan risiko harus mempunyai fasilitas untuk melaku­ kan diagnostik perinatal karena sering diperlukan pemeriksaan kadar oestriol atau HPL. Cepha­ lometri dengan ultrasound, regis­ trasi rythme bunyi jantung anak dan pemeriksaan air ketuban dengan amnioskopi atau amniocentesis. Konsultasi diperlukan dengan ahli kedokteran lainnya terutama ahli pe­ nyakit dalam dan ahli kesehatan anak. Pengelolaan kasus merupakan ha­ sil team work antara berbagai ahli. Pengakhiran kehamilan perlu dipertimbangkan oleh tim terse­ but dan juga apakah dipilih induksi persalinan atau seksio. Apakah kehamilan risiko tinggi dapat dicegah ? Kehamilan risiko tinggi dapat dicegah bila gejalanya ditemukan sedini mungkin sehingga dapat di­ lakukan tindakan perbaikinya. Bagaimana pencegahan kehamilan risiko tinggi dapat dilakukan ? - Dengan memeriksakan kehamil­ an sedini mungkin dan teratur ke Posyandu, Puskesmas, Rumah Sakit, paling sedikit 4 kali selama masa kehamilan. - Dengan mendapatkan imunisasi TT 2X. - Bila ditemukan kelainan risiko tinggi pemeriksaan harus lebih sering dan lebih intensif. - Makan makanan yang bergizi yaitu memenuhi 4 sehat 5 sempurna. Apa yang dapat dilakukan seorang Ibu untuk menghindari bahaya kehamilan risiko tinggi? Dengan mengenal tanda-tanda kehamilan risiko tinggi. Segera ke Posyandu, Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat bila ditemukan tanda-tanda kehamilan risiko tinggi. Oleh: dr. Putu Dian Anggreni Setiawan


W H AT ’ S U P

22

20 - 26 januari 2014

Zombie Bikin Jakarta Geger Zombie! Menyebut kata ini pasti membayang­ kan mayat hidup yang menebar t­ eror di mana-mana, sebagaimana yang kita saksikan di film-film yang bercerita tentang makhluk me­ngerikan itu. Wajah dan tubuh rusak yang gentayangan, sungguh membuat bergidik sekalipun itu hanya sebuah tontonan belaka. Tapi, tahukah Anda ternyata tidak semua orang memandang zombie sebagai suatu yang me­ ngerikan. Justru sebaliknya, mereka meman­ dang zombie sebagai suatu yang unik. Wah!

A

sal tahu saja, me­ reka yang menyukai zombie jumlahnya tidak sedikit. Me­ reka inilah yang kemudian membentuk komunitas yang berkaitan dengan makhluk menyeramkan itu. “Kami melihatnya tidak se­ bagai sosok yang menyeramkan tapi dari sisi keunikannya,” ujar Eric Kairupan, juru bicara Indonesian Zombie Club. Keunikan yang dimaksud bukan soal asal-usul atau sejarah zombie yang konon merupakan cerita legenda dari Pulau Haiti di Karibia, melainkan antara lain pada teknik make up zombie sehingga bisa menghasilkan tampilan makhluk yang luar biasa seram. Lebih dari itu, karakter zombie dapat melahirkan berbagai inspirasi kreatif bagi para penggemarnya. “Komunitas kami bukan untuk menakut-nakuti orang. Tapi kami adalah komunitas kreatif yang melihat zombie dari sisi kreativitas. Dari sisi tata rias, misalnya, dapat menampilkan muka sobek-sobek, mata keluar sebelah, dll., terlihat sungguhan. Atau dari special effect, dll. Artinya, dari zombie ini bisa lahir berbagai hal kreatif,” ujar Eric. Indonesia Zombie Club, ungkap Eric, awalnya hanyalah sebuah thread yang dibuat oleh Reza Tarigan di Kaskus, media komunitas online terbesar di Indonesia pada tahun 2008. Thread itu membahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan zombie, baik

itu film, special effect, game, dll. Tak disangka, thread itu mendapat respons hangat dari banyak anggota Kaskus yang ternyata juga penyuka zombie. Mereka datang dari berbagai latar belakang profesi maupun pendidikan. “Banyak yang berlatar belakang pekerja seni dan desain, video editor televisi hingga movie maker. Dari pekerja di industri kreatif, mahasiswa hingga pelajar. Semuanya gemar menonton film bertema horor khususnya yang memunculkan karakter mayat hidup seperti zombie. Waktu itu namanya zombie thread. Dari thread kemudian berambah ke media sosial facebook. Akrab berbincang di dunia maya akhirnya berlanjut dengan kopi darat. Kemudian disepakati membentuk komunitas yang diberi nama Indonesian Zombie Club (IZoC) pada 26 Desember 2009,” ungkap Eric. Tujuan dibentuknya komunitas ini, lanjutnya, untuk mewadahi kreativitas yang berawal dari hobi (non-produktif) menjadi hobi yang aktif (menghasilkan/memproduksi sebuah kreativitas). Untuk itu, beragam aktivitas yang berkaitan dengan zombie diselenggarakan. IZoC, tuturnya, membebaskan para anggota­nya berkreasi sesuai sesuai

20 - 26 januari 2014

S E L E B R I TA S

Kadek Anggie Wisandewi Mayun

Kram Seminggu

Berawal dari iseng, Anggie mencoba ikut Pemilih­ an Putri Indonesia Provinsi Bali 2013. Isengnya ternyata berbuah manis. Ia meraih gelar Putri Persahabatan. Bagaimana finalis “tertua” ini mengakrabkan diri dengan finalis lainnya dan mengapa ia memilih fokus untuk menjadi bidan?

“S

bidang yang disukainya, tentunya yang berkaitan dengan zombie. Mulai dari tata rias artis zombie, cosplayer, penulisan cerita, desain kostum, fotografi, dll. Yang juga rutin digelar IZoC, tambahnya, adalah mem-

buka kelas special make-up horror. Awalnya, kelas ini hanya untuk tingkat dasar. Namun melihat perkembangan yang ada, IZoC memutuskan untuk mengembangkan kelas

tersebut. “Ada banyak anggota yang tertarik masuk dalam kelaskelas yang kami selenggarakan, yang terbanyak adalah cosplayer. Nantinya kami akan mengembangkan bukan hanya

dasar tapi ada level-levelnya,” jelasnya. GEGER DI JAKARTA Komunitas yang telah empat tahun berdiri ini tumbuh pesat, bukan hanya dari sisi keanggota­ an yang kini jumlahnya telah mencapai 7.500 orang dari seluruh Indonesia tapi juga dalam berkarya. Itu juga yang membuat Fox Indonesia mengandeng komunitas ini sebagai official partner untuk membuat event launch serial film ‘Walking Death’ Season 3 yang diselenggarakan di EX Plaza Jakarta pada 2012. “Kami juga pernah membuat Zombie Walk pada Januari 2013 yang diikuti oleh 175 zombie,” ungkap Eric.Yang juga membanggakan, ungkap Eric, IZoC regional Bandung telah membuat film indie berjudul ‘Runaway’ berdurasi 75 menit yang penayangannya dilakukan di Bandung. Tak kalah hebohnya adalah ketika IZoC menggelar karya­ nya pada Pekan Produk Kreatif

Daerah (PPKD) yang diselenggarakan oleh Pemda DKI Jakarta, Juni tahun lalu. Betapa tidak, pengunjung yang sedang asyik menikmati berbagai produk kreatif dikejutkan dengan munculnya belasan zombie. Saking kagetnya, sebagian peng­unjung lari tunggang-langgang ketakutan meski kemudian kembali lagi setelah sadar itu hanya bagian dari hiburan yang ada di PPKD. “Iya waktu acara PPKD di Monas itu, seru dan meng­ hebohkan. Di event itu, kami juga menyelenggarakan workshop dan pameran,” kata Eric. Pemda DKI Jakarta, tambahnya, memang kerap mengajak IZoC berpartisipasi dalam acara-acara bertema kreatif yang di­ selenggarakan Pemda. Di luar itu, IZoC juga kerap mendapat undangan tampil di berbagai event off air, baik untuk acara yang digelar oleh corporate ataupun masyarakat umum. “Kami juga memiliki zombie dancer yang kerap mendapat undangan tampil di berbagai ­acara. Tim kami pernah juga di­undang tampil di pusat kebudaya­an Belanda, Eras­ mus Huis, Jakarta, Inbox, dll.,” jelasnya. Berbicara tentang keanggotaan, Eric menuturkan, tidak ada syarat khusus untuk dapat diterima sebagai anggota IZoC. Artinya, siapa saja bisa mendaftar sebagai anggota. Selain itu, tidak ada iuran anggota. Untuk membiayai berbagai kegiatan, biasanya, dana diambil dari kas IZoC yang berasal dari honor penampilan tim IZoC di berbagai event. “Di awal-awal komunitas berdiri, kami para pengurus biasanya patungan untuk membiayai kegiatan namun sejak 2011, se­telah IZoC sudah bisa berproduksi lewat berbagai karyanya, maka honor-honor itu sebagian masuk ke kas untuk membiayai berbagai kegiatan,” jelasnya. – Diana Runtu/Ratna Hidayati

3

aya ikut kontes ini karena iseng. Waktu hari terakhir pendaftaran, saya telat bangun. Mama sampai nanya, jadi ikut apa nggak. Saya juga tidak tahu di mana Jalan Kecak, tempat pendaftaran. Setelah berputar-putar, saya berpikir, kalau tidak ketemu lokasinya, saya pulang. Ternyata ketemu, begitu sampai kampus itu, satpam langsung menghampiri dan mengarahkan saya ke tempat pendaftaran. Lama saya diam di mobil untuk memutuskan ikut atau tidak. Akhir­nya, untuk sebuah pengalaman, saya ikut,” tutur alumnus Poltekkes Kemenkes Denpasar jurusan Kebidanan ini. Saat pendaftaran, perempuan bernama lengkap Kadek Anggie Wisandewi Mayun ini bertemu Debi Khristina, salah seorang kenalannya. Karena ada teman, Anggie memantapkan diri untuk mencoba peruntungannya di kontes Putri Bali. Ia tak mematok target. Baginya, ini sebuah usaha untuk mencoba sesuatu yang baru sekaligus uji nyali. Anggie yang lahir 6 Desember 1989 merupakan finalis tertua yang masuk 10 besar. “Saya tidak menyangka bisa masuk 10 besar. Dari 10 finalis, sembilan model, satu bidan.

Saya pun belajar keras untuk menjadi model. Saya yang biasa pakai high heels 5 cm berhadapan dengan model yang sudah terbiasa pakai high heels 9-12 cm. Untung teman-teman banyak membantu termasuk mengajarkan bagaimana cara berjalan ala model,” ujar perempuan bertinggi 171 cm ini saat wawancara di kantor WienPro, pemegang lisensi Pemilihan Putri Indonesia Provinsi Bali. Sebagai finalis tertua, Anggie

pun harus menyesuaikan diri dengan peserta yang lebih muda. Ia ikut ngobrol dengan mereka. Salah satu peserta yang dekat dengannya adalah Ika Kusuma Dewi yang kemudian terpilih sebagai Putri Bali 2013. Ika paling sering curhat dengan Anggie. Finalis lain juga ikut curhat. Anggie paling sering ditanya mengenai proses persalinan. Karena sudah memiliki pengalaman membantu persalinan, putri pasangan I Gede Mayu, S.H., M.H.-Ketut Rusmini ini pun fasih bercerita. Karena dinilai mengayomi finalis yang usianya lebih muda, Anggie pun terpilih sebagai Putri Persahabatan. Masing-masing finalis harus

memilih satu nama dan nama Anggie yang paling banyak dipilih. “Saya kaget waktu men­dapat gelar Putri Persahabatan. Ini semua berkat dukungan temanteman finalis. Bagi saya ajang ini merupakan yang pertama dan terakhir. Ke depan, saya mau fokus melanjutkan kuliah, kemudian buka praktik sendiri, membuka Tempat Penitipan Anak, dan usaha kuliner,” ujar perempuan yang memiliki pacar dokter sekaligus pengusaha ini. Saat malam grand final, kebaya yang dikenakan Anggie sempat nyangkut. Untungnya dia berhasil melepas sangkutan itu dan tidak terjatuh. High heels yang dipakai tingginya 12 cm dan itu akan dijadikan kenangan. Anggie pun terus berdoa semoga tidak jatuh. Hasil kerja kerasnya berlatih menjadi model, membuahkan hasil. Ia bisa tampil maksimal di panggung. Tetapi, seminggu setelah malam grand final, kakinya masih kram akibat high heels. OKSIGEN HABIS Mengenai profesi kebidanan yang ditekuninya, alumnus SMAN 7 Denpasar tahun 2007 ini menuturkan, ia awalnya ingin menjadi dokter anak. Tetapi se­te­ lah berkonsultasi dengan orangtuanya, ia mencoba masuk ke jurusan kebidanan. “Saya sempat depresi pada awal kuliah. Biasa sebagai orang bebas, harus masuk asrama. Saya sampai menangis karena tidak kuat. Maunya pindah karena saya diterima di Arsitektur Universitas Udayana lewat jalur SPMB. Tetapi karena sudah telanjur bayar di Poltekkes Kemenkes, akhirnya saya lakoni saja,” kenangnya.

Tahun 2007-2010 pun dilalui­ nya dengan baik. Anak kedua dari tiga bersaudara ini punya pengalam­a n mengesankan saat semester IV mengikuti praktik kerja klinik di Puskesmas Pem-

bantu Dauh Puri. Ketika jaga, ada pasien hamil datang. Prosedur penanganan pasien pun diterapkan Anggie bersama tim. Kondisi ibu hamil itu sudah drop. Air ketuban bercampur kotoran bayi. Oksigen pun disiapkan untuk kondisi darurat. “Setelah dua kali ngeden, ibu itu bisa melahirkan de­ ngan normal. Tetapi, bayinya biru dan tidak menangis. Kami sempat panik. Ini partus yang paling mengesankan. Semua teori kami pakai untuk menolong. Bayi dikeringkan, lalu disentil biar nangis. Begitu nangis dikit, kami langsung lega dan membawa bayi ke RS Wangaya untuk perawatan lebih lanjut. Ibunya tetap di Puskemas. Keesokan harinya baru kami ajak untuk menemui bayinya. Hal yang sempat membuat kami shock adalah oksigen yang kami siapkan untuk kondisi darurat ternyata kosong. Pengalaman ini membuat saya makin yakin memilih profesi bidan,” tegas perempuan yang bekerja sebagai asisten di praktik dokter kandungan dan kebidanan di Denpasar ini. Kepada generasi muda, Anggie berpesan jangan malu untuk mencoba hal-hal positif dan bermanfaat, jauhkan diri dari narkoba dan seks bebas. –Ngurah Budi/Ratna Hidayati


INSPIRASI

4

20 - 26 JANUARI 2014

20 - 26 JANUARI 2014

MANDALIKA

Sahabat Anak Jalanan

Anak jalanan, seolah-olah suatu keniscayaan, utamanya di kota-kota besar seperti Jakarta. Mereka selalu ada dan ibarat kehidupan itu sendiri, selalu ada dinamikanya, meski sering kali tidak menyenangkan. Anak-anak jalanan eksis di jalanan bukan atas kehendak mereka melainkan lebih banyak dibentuk bahkan dilahirkan oleh lingkungan sosialnya. Ekonomi menjadi alasan kehadirannya.

S

ahabat Anak kemudian mencoba merangkul mereka. Sahabat Anak merupakan semacam himpunan dari para sukarelawanyang peduli terhadap nasib dan kehidupan anak-anak jalanan. Kasih sayang adalah landasan yang mendo­ rong mereka untuk berempati, berbagi, dan melakukan upaya untuk mengubah realitas sosial yang dialami dan dikerjakan anakanak jalanan. Pendidikan merupakan pintu

masuk yang dianggap paling mendesak untuk mengentaskan atau mengurangi keberadaan anakanak di jalanan yang umumnya mengamen di angkutan umum. Karena itu, tempat-tempat bim­ bingan belajar ditebar dilokasi anak-anak biasa memanfaatkan lokasi itu sebagai tempat berkumpul atau nongkrong bersama teman sekerjanya. Adalah Walter Simbolon, koordinator Sahabat Anak yang selama tujuh tahun bersama para sukarelawanlainnya menum­ pahkan segenap tenaga, waktu, pikiran, hingga materi untuk membimbing anak-anak jalanan. “Bimbingan belajar ini bersifat pendampingan,” kata Walter kepada Tokoh. Anak-anak jalanan yang sudah sekolah itu dibantu dalam kegiatan belajar yang diajarkan oleh guru mereka. Sementara yang belum sekolah akan mendapatkan pengetahuan baca-tulis sesuai usia mereka. Menurut Walter yang pernah studi di jurusan filsafat Perguruan Tinggi swasta di Jakarta,

Sahabat Anak sekarang sudah memiliki tujuhtempat bimbingan belajar yang tersebar di beberapa wilayah diJakarta, yakni di Tanah Abang, Manggarai, Grogol, kawasan Kota Tua,Gambir, Prumpung, dan Cijantung. Kebanyakan kebiasaan anakanak jalanan adalah mengamen di bus maupun di angkutan perkotaan lainnya. Usia mereka dari yang lima tahun hingga 16 tahun.“Kalau orangtuanya yang ngamen hasilnya kecil,” papar Walter.

Awalnya ketika para sukarelawan mengumpulkan mereka dan membimbing anak-anak jalanan itu untuk belajar, diantara orangtua mereka marah meskipun hanya belajar selama dua jam. “Ngapain belajar, kalau ngamen

Wisata Murah Meriah Taman Narmada Salah satu objek wisata yang sangat banyak dikunjungi wisatawan lokal di Pulau Lombok adalah Taman Narmada. Tempat wisata yang terletak di Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat atau sekitar 10 km sebelah timur Kota Mataram ini, menjadi istimewa karena dalam sejarahnya taman ini dibangun oleh Raja Anak Agung Gde Ngurah Karang Asem, pada tahun 1727 Masehi (sebagian literatur ada yang mengatakan dibangun pada tahun 1805 Masehi). Oleh Raja, taman ini dibangun sebagai tempat upacara pakelem yang diselenggarakan tiap purnama kelima tahun Caka. sudah dapat berapa bus?” begitu katanya. Maksudnya, jika waktu dua jam belajar itu dipakai buat mengamen, maka si anak kemungkinan sudah naik turun lebih dari lima bus. Jika hasil ngamen di satu bus rata-rata Rp 10 ribu, maka di lima bus bisa mendapatkan Rp 50 ribu. “Makanya orangtuanya marah kalau anaknya kami ajak masuk bimbingan belajar,” kata Walter menegaskan. Padahal anak-anak sangat antusias kalau diajak belajar. Bahkan beberapa anak pernah curhatpada para aktivis Sahabat Anak bahwa sebenarnya mereka juga capek naik turun bus untuk mengamen. Hasil mengamen itu, menurut Walter, memang tidak semuanya untuk orangtuanya. Mereka dapat jatah juga untuk uang jajan. Diakui Walter, tidak mudah memberikan pengertian kepada orangtua dari anak-anak jalanan agar memberikan sebagian waktu buat anak untuk belajar, bahkan bermain. “Yah, akhirnya kami melakukan pendekatan secara personal,” tambah Walter lagi.

Apa yang dikemukakan Walter dialami oleh komunitas penghuni suatu kompleks perumahan di Jakarta. Di kompleks itu sering berkeliaran anak-anak kecil mengamen. Di antara penghuni merasa iba, lalu mengumpulkan mereka dan memberikan bimbingan belajarsecara umum. Orangtua anak-anak pengamen itu bukannya berterima kasih, sebaliknya melarang anak-anak mereka mengamen ke kompleks tersebut. Sejak itu, di kompleks tersebut tidak ada lagi anak-anak yang mengamen. Eksplorasi terhadap anakanak dilakukan oleh keluarga mereka sendiri. Lebih baik mengamen daripada belajar, lebih baik di jalanan dan dapat duit ketimbang bermain sebagaimana dunia anak-anak. Itulah realita yang dilakukan sebagian keluarga miskin perkotaan. “Perlu waktu yang cukup lama untuk memberikan pengertian terhadap para orangtua. Kalau mengajak anakanak mereka untuk belajar cukup mudah, mereka malah antusias,” tutur Walter. Kegiatan Sahabat Anak ber­ awal dari Jambore Anak Jalanan (JAJ) se-Jabodetabek pada tahun 1997, bertepatan dengan Hari Anak Nasional, 23 Juli. Yayasan Kampus Diakonia Moden (KDM) yang melayani anak-anak jalanan sejak 1972 mengumpulkan segenap mahasiswa, alumni, dan para profesional dalam suatu kepanitiaan. Tujuannya me­rayakan Hari Anak dan mempertemukan anak-anak jalanan dengan orang-orang yang peduli dengan mereka. Usai acara, panitia dan pendamping merancang sekolah untuk anak-anak jalanan dengan menggunakan fasilitas asrama KDM di Pondok Gede, Bekasi. Kegiatan JAJ tiaptahun dipandang cukup efektif untuk mempertemukan anak-anak jalanan dengan masyarakat yang peduli. Mereka seperti bersepakat

S

ecara umum, wisatawan mancanegara mengunjungi Taman Narmada karena ingin tahu sejarah. Namun bagi pengunjung lokal yang notabene telah akrab dengan taman ini, biasanya datang ke Taman Narmada untuk rekreasi dan acara keluarga serta mandi di kolam renang alami. Namun, pada hari-hari tertentu, taman ini juga menjadi objek kunjungan pelajar yang ingin mengetahui sejarah lokasi ini secara langsung. Selain karena sejarahnya, Taman Narmada yang berada di wilayah Lombok Barat bagian timur ini, memiliki kolam renang Walter Simbolon

bahwa pendidikan merupakan kebutuhan anak-anak tersebut untuk mencapai perubahan atas kehidupan anak-anak jalanan. Selanjutnya JAJ menjadi Jambore Sahabat Anak. Kini Sahabat Anak memiliki anak binaan mencapai sekitar 800 anak. Para pembimbing umumnya para mahasiswa dan relawan, serta beberapa orang diantaranya mantan anak jalanan. Sahabat Anak juga melengkapi fasilitas taman bacaan, pemutaran film, kelas musik, dan pada hari-hari tertentu ada peng­ obatan gratis dan penambahan nutrisi. “Kami juga memberikan bimbingan konseling, dan meng­ utamakan pendidikan karakter,” kata Walter Simbolon. Ditambahkan, sejak tahun 2006 Sahabat Anak mendirikan Pusat Kegiatan Anak, yakni sekolah nonformal bagi remaja jalanan putus sekolah. Tiap tahun ratarata ada 30 siswa yang dibina untuk selanjutnya bisa masuk ke sekolah formal. Ditambahkan, sejak tahun 2006 Sahabat Anak mendirikan pusat keterampilan sesuai bakat dan kecenderungan masing-masing, seperti bidang pertamanan, perbengkelan, kuliner. – Iswati/RatnaHidayati

yang dialiri mata air alam yang dingin. Tak mengherankan, tiap hari libur tiba, khususnya Sabtu (sore) dan Minggu, Taman Narmada khususnya kolam renang selalu dipenuhi pengunjung, baik anakanak maupun dewasa. “Rata-rata kunjungan ke Taman Narmada pada hari libur mencapai 400 orang dengan membayar tiket masuk areal taman Rp 5.000 dewasa dan Rp 2.500 anak,” ujar Kusmayadi, petugas penjualan tiket Taman Narmada. Agar dapat mengakses kolam renang alam yang dikuras tiap Jumat ini, pengunjung harus membayar lagi Rp 5.000. Jumlah kunjungan tersebut

akan meningkat tajam saat libur Tahun Baru dan Lebaran Topat, lebaran khas Suku Sasak Lombok. Begitu juga pada liburan hari-hari besar lainnya. Sejak dulu, taman ini memang selalu menjadi salah satu pilihan lokasi wisata khususnya bagi warga Pulau Lombok sehingga tidak pernah sepi pengunjung. “Taman Narmada menjadi salah satu pilihan favorit bagi masyarakat di Pulau Lombok, mulai dari Lombok Timur hingga Kota Mataram, sebagai pilihan tempat berlibur dan melepas penat,” ungkap Kariadi, Wakil Manajer Manajemen Taman Narmada.

Jika tidak sempat naik Gunung Rinjani maka di Taman Narmada dapat melihat replika areal Rinjani dan Danau Segara Anak yang berada di tengah-tengah Gunung Rinjani. Di tempat inilah dulu biasa dipakai Sang Raja untuk melakukan ritual kurban. Menurut Shulhan, salah seorang pengelola lainnya, konon ketika usia raja makin tua, ia tak dapat lagi melakukan ritual di puncak Gunung Rinjani pada ketinggian 3.726 meter dpl, maka ia memerintahkan seluruh arsitek kerajaan untuk memindahkan nuansa Gunung Rinjani ke tengah kota yang kini bernama Narmada. Pada masa itu, Taman Narmada merupakan tempat khusus bagi raja untuk untuk memuja Dewa Siwa sekaligus sebagai tempat peristirahatannya. Di dalam areal Taman Narmada juga terdapat Pura Kelasa atau Pura Narmada tempat persembahyangan umat Hindu. Pada waktu-waktu tertentu di hari-hari besar agama Hindu, lokasi ini selalu dipakai sembahyang oleh umat Hindu yang ada di Pulau Lombok. Pura ini tergolong pura jagat atau pura umum bagi semua penganut Hindu Dharma dan merupakan salah satu di antara delapan pura tua di Pulau Lombok. Pura Narmada terletak di atas tebing berundak-undak, sedang di bawah lembah tebing terdapat kolam duyung dan telaga segara anak. Taman Narmada ditata berbentuk gunung. Sumber mata air yang jernih mengaliri tiga kolam di bagian bawah taman ini. Salah satu dari kolam inilah yang merupakan kolam renang alami dan menjadi tempat mandi favorit pengunjung. Pada bagian atas taman terdapat sebuah pura bernama Pura Kalasa. Dan untuk mencapainya, melewati anak tangga yang sangat banyak. Ketika menuju pura ini, nuansanya seperti tengah

21

Kariadi

mendaki Rinjani. Menurut Kariadi, kunjungan ke Taman Narmada dari tahun ke tahun terus meningkat. Taman Narmada yang berada di tengah kota ini, lokasinya sangat mudah dijangkau dan relatif berbiaya murah meriah. Biaya rekreasi yang sangat terjangkau dan lokasinya di tengah kota ini, membuat Taman Narmada menjadi tempat berwisata yang menyenangkan. “Murah meriah dan sangat terjangkau,” ujar Raodah yang datang bersama keluarga besarnya dari Lombok Tengah. Di Taman Narmada, pengunjung tidak usah repot membawa makanan dari rumah, karena warung-warung tradisional tertata rapi di dalam areal taman. Di sana dijual makanan khas Lombok, seperti pelecing, sate bulayak, dan makanan lainnya. Di samping itu, di pintu keluar taman, para penjual kaus khas Lombok terutama dengan desain khas Taman Narmada juga bisa menjadi salah satu pilihan oleh-oleh selain kerajinan khas Lombok lainnya. - Naniek I. Taufan/Ratna Hidayati

Pemprov NTB Anggarkan Rp 20 Miliar Dana Jaminan Kesehatan Salah satu perhatian Peme­ rintah Provinsi Nusa Tenggara Barat di bawah kepemimpinan Gubernur TGH. M. Zainul Majdi adalah masalah kesehatan. Tentu­ nya selain dari perhatian yang diberikan pada dunia pendidikan daerah ini. Pembangunan sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas penting dalam mewujudkan masyarakat NTB yang sehat. Disadari sepenuhnya bahwa semua masyarakat di seluruh Tanah Air, khususnya di NTB menginginkan mendapat pelayanan yang layak dan memadai dalam hal kesehatan. Oleh karena itu, pemerintah terus menyempurnakan pengelolaan jaminan kesehatan untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam perolehan manfaat dari jaminan perlindungan kesehatan masyarakat. Berangkat dari hal tersebut, Pemerintah Provinsi NTB dengan serius menjalankan programprogram peningkatan derajat ke­sehatan masyarakat NTB, termasuk pula dalam pengelolaan program-program Pemerintah Pusat berkaitan dengan hal tersebut. Salah satunya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diimplementasikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ber-

sama unit pelayanan kesehatan. Jaminan Kesehatan Nasional yang meliputi tiga aspek pokok, yakni kepesertaan, pelayanan kesehatan, dan manfaat yang akan diterima oleh peserta jaminan kesehatan, diluncurkan Gubernur NTB beberapa waktu lalu, di Rumah Sakit Umum Provinsi, Mataram. Adanya JKN ini dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh Pemerintah Provinsi NTB untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal yang dapat diakses oleh tidak hanya masyarakat miskin melainkan juga masyarakat tidak mampu serta masyarakat hampir miskin yang dijamin oleh pemerintah. Seluruh penduduk Indonesia termasuk orang asing yang sudah lebih dari enam bulan di Indonesia, juga akan ikut menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional, de­ ngan menerima bantuan iuran yang dibayarkan oleh pemerintah dalam bentuk pelayanan kesehatan yang terjangkau. Total seluruh peserta pene­ rima bantuan iuran untuk menjadi peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) mencapai 2.259.558 jiwa, atau sekitar 48% dari total penduduk NTB, dengan

Gubernur NTB saat menyerahkan bantuan kepada pasien yang dirawat di rumah sakit

jumlah premi sebesar Rp 19.225 per jiwa per bulan. “Angka 48% itu jauh berada di atas angka kemiskinan di NTB. Itu berarti tidak hanya masyarakat miskin dan tidak mampu yang dijamin pemerintah namun juga masyarakat hampir miskin mendapatkan akses pelayanan kesehatan ini. Juga semua ibu hamil akan dijamin kesehatannya, termasuk jaminan persalinannya, tanpa memandang status sosialnya,” ujarnya. Karena itulah, pada tahun 2014 Pemerintah Provinsi NTB, menu-

rut Majdi, akan menyiapkan anggaran sebesar Rp 20 miliar (dana sharing dari Pemerintah Kabupaten dan Kota di NTB) untuk membiayai 41.376 jiwa yang belum terdaftar sebagai peserta Jamkesmas yang dibiayai oleh pemerintah pusat. Tidak hanya itu, sebanyak 52.272 orang ibu hamil juga mendapat kesempatan jaminan kesehatan ini dari dana tersebut. Hal inilah yang membuat Gubernur NTB mengungkapkan, jaminan kesehatan nasional ini merupakan sejarah baru dalam

dunia pelayanan kesehatan di Indonesia, di mana seluruh masyarakat memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mendapat pelayanan BPJS, dengan segala kewajiban dan kemanfaatan yang akan diperoleh. JKN BPJS telah mulai dilaksanakan pada 1 Januari 2014 di Indonesia, termasuk di NTB. JKN BPJS yang dilunucrkan secara nasional termasuk di NTB terdiri dari dua jaminan yakni BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenaga­ kerjaan. Keduanya merupakan transformasi dari badan penyelenggara kesehatan yang sudah ada sebelumnya, yakni PT Asuransi Kesehatan (Askes) yang bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan, sedangkan PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Gubernur NTB berharap, program jaminan kesehatan ini akan dapat memberikan motivasi pada tiap unit pelayanan kesehatan, termasuk para medis, untuk senantiasa bekerja profesional, serta menunjang rasa solidaritas sebagai sesama manusia dan tidak membedabedakan dalam pelayanannya dengan tidak memandang status sosial pasien agar terwujud pelayanan kesehatan yang adil. - Naniek I. Taufan/Ratna Hidayati


20

Mulai dari Bekas Dapur

NINE

20 - 26 JANUARI 2014

Dari Pendidik Jadi Sulinggih Nama Made Okin Adiyana masuk dalam daftar penerima Anugerah Pers K. Nadha Nugraha 2014 yang dilaksanakan Minggu (5/1) di Wantilan Pura Besakih. Okin Adiyana dinilai sebagai Tokoh Pendidikan yang eksis membangun pendidikan di Bali dengan ajeg Bali (menerapkan Tri Hita Karana).

Suasana anak-anak saat belajar di perpustakaan sederhana

T

dan kesehatan. “Waktu itu rasa­ nya baru ada satu WC di desa ini,” ujarnya. Beberapa lama ia kembali berada di kampungnya ini, setelah bertahun-tahun mengikuti suaminya bertugas ke luar daerah, ia pun berpikir ingin memajukan desa tersebut, setidaknya mulai dari hal kecil yang bias ia lakukan. Karena itulah, mengambil momen Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2006, Salmah menyemangati anak-anak desanya agar rajin membaca demi meningkatkan kualitas pendidikan desa itu dengan membuat sebuah perpustakaan sederhana di rumah panggung

5

Okin Adnyana

Tinggal di desa dengan segala keterbatasan, tak membuat Salmah Abdullah, S.Pd., yang berprofesi sebagai guru ini, surut langkah memajukan dunia pendidikan dengan target utama meningkatkan minat baca anak-anak di desa tempatnya tinggal.

idak perlu menunggu lengkapnya fasilitas agar bias mewujudkan keinginan mulia mendorong minat baca bagi anak-anak, melainkan bias dimulai dari apa yang ada di sekitar yang bias dimanfaatkan. Hal inilah yang dilakukan oleh perempuan kelahiran 22 Agustus 1962 ini, berangkat dari yang ada. Dari sebuah desa, di bagian timur Kabupaten Bima, saat ia ditugaskan kembali di kampong halamannya ini tahun 2000, Salmah melihat betapa masih tertinggalnya desa tersebut terutama dalam hal pendidikan

INSPIRASI

20 - 26 JANUARI 2014

sederhana miliknya. Perpustakaan itu jauh dari fasilitas mewah, hanya sebuah ruangan 2 meter x 6 meter, bekas dapur yang sudah tidak terpakai. Hanya ada beberapa lemari lama tempat menyimpan buku-buku dan meja kursi kayu seadanya. Namun, dari sinilah anak-anak Desa Ntori, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima banyak menimba ilmu dari buku-buku yang ada di perpustakaan ini. Melihat minat baca anakanak di sekolah tempatnya mengajar maupun anak-anak desa pada umumnya, Salmah tergerak untuk membantu me­ reka. Menurutnya, ditambah lagi bahwa ia melihat rata-rata anak SD ada yang belum bias baca-tulis dengan lancar, membuat ia makin merasa perlu melakukan sesuatu untuk itu. Berangkat dari kepeduliannya itulah, Salmah kemudian menyisihkan gaji bulanannya sebagai guru untuk membeli buku-buku guna menambah koleksi perpusatakaan nya. “Tiap bulan gajian, saya selalu sisihkan untuk membeli beberapa buah buku.Tiap ada sedikit kelebihan rezeki, saya selalu menyisihkan untuk beli buku,” ujar guru SMPN 1 Wawo ini. Hal ini mulai ia lakukan sejak tahun 2007 di saat ia memulai mendirikan perpustakaan pribadi ini.

Memang perpustakaan ini belum banyak menyediakan ­b uku-buku. Jumlah buku yang ada baru sekitar ratusan buku dari berbagai jenis dan judul buku. Namun begitu, tiap sore tiba, ruangan perpustakaan di rumah panggung ini selalu diramaikan oleh anak-anak yang be­ l­ajar dan membaca. Tidak hanya itu, banyak juga dari siswa SMP bahkan hingga anak kuliahan

yang mencari refe­r ensi di perpustakaan ini. Tidak ketinggalan ibu-ibu rumah tangga juga kerap memanfaatkan waktu untuk belajar di sini. “Jika sedang ramai anak-anak di perpustakaan, biasanya ada juga yang membaca di halaman bawah dekat tangga naik. Me­r eka duduk di bale-bale bambu,” ungkap ibu tiga anak ini. Koleksi buku di perpustaka­ an ini memang masih jauh dari lengkap. “Ada buku-buku pelajaran, ilmu terapan, agama, iptek dan lainnya,” kata guru yang pernah mengajar di SMPN 1 Singaraja, Bali dan SMPN 1 Ende, NTT saat mengikuti almarhum suaminya yang bertugas sebagai TNI AD di daerah ini. Buku-buku ini ia beli tiap kali ia keluar kota untuk bertuga atau tiap kali ia turun ke Kota Bima dan Mataram jika sedang mengikuti pelatihan-pelatihan. Dari perpustakaan inilah, ia bisa membimbing siswa-siswanya mengikuti berbagai olimpiade yang diselenggarakan di Kabupaten Bima. “Sekarang sudah sering

siswa-siswa dari Wawo meng­ ikuti olimpiade berbagai mata pelajaran,” ujarnya. Ia menambahkan, jika sebelumnya sangat jarang bahkan bias dibilang tidak pernah ada siswa dari desa ini yang ikut kegiatan ke­ ilmuan semacam ini padahal potensi anak-anak di desa ini baik sekali. Atas upayanya memajukan pendidikan di desanya ini, Salmah pernah dinobatkan se-

bagai TokohPerempuanBidang Pendidikan Kabupaten Bima, pada tahun 2012 saat peringat­ an Hari Ibu. Salmah memang tergolong aktif dalam berbagai organisasi di desanya, termasuk di PKK dan organisasi lainnya. Ia juga menggerakkan perempuan di Desa Ntori dengan membentuk Forum Perempuan Peduli Lestari Lingkungan. “Program forum ini adalah melakukan penanaman pohon kemiri dan jati putih,” ujar Salmah yang menjadi koordinator forum ini. Kemiri adalah salah satu komoditas unggulan desa ini. Selain itu, ia juga aktif dalam koperasi, dengan mendirikan sekaligus mengetuai Koperasi Perempuan “siwe” Ntori. Koperasi ini beranggotakan ibu-ibu rumah tangga yang memiliki usaha kecil dalam membantu ekonomi keluarga. “Harapannya dengan adanya koperasi ini, dapat melancarkan usaha para ibu untuk mening­ katkan ekonomi keluarga,” ujarnya. -Naniek I. Taufan/RatnaHidayati

D

ulu, nama Okin Adiyana selalu melekat dengan Sekolah Raj Yamuna, sekolah yang didirikannya tahun 1979 itu. Okin Adiyana lahir sebagai anak kedua dari lima bersaudara dari pasutri almarhum I Wayan Pugeg dan almarhum Ni Nyoman Kolih. Sejak kecil Okin Adiyana sudah menyadari bahwa ilmu pengetahuan satu-satunya jalan untuk menuju keberhasilan. “Almarhum Bapak berlangganan banyak majalah kesehatan. Dari sana saya tahu bahaya rokok, miras, dan kopi. Ketiga barang ini adalah makanan yang tidak sadwika (dibenarkan),” ujar Okin yang mengaku tak pernah menyentuh ketiga barang ini sampai sekarang. Okin bocah juga suka memperhatikan tingkah laku guru yang dinilainya selalu berpenampilan bersih, bersahaja, dan bijaksana. Karena itu pula, ia bercita-cita kelak ingin membuat sekolah. Impiannya itu terwujud tahun 1979, setelah sebelumnya selama 20 tahun ia mendapatkan tugas belajar ke Jepang. Keberadaannya di Negeri Sakura ini makin menguatkan pendapat pribadinya bahwa pendidikan adalah segalagalanya. “Saat itu di Jepang memasuki zaman modernisasi dan efeknya banyak dampak negatif. Saya jadi berpikir, Jepang yang sudah maju saja memunculkan dampak negatif, apalagi Indonesia yang baru merdeka, pastilah akan karut-marut,” ungkapnya. Kekarut-marutan ini diana­ lisanya karena dari zaman dahulu Indonesia tak memiliki konsep pendidikan nasional, yang karena itu pula Indonesia terjajah sampai puluhan tahun. Kini setelah merdeka, dikatakannya Indonesia masih juga belum memiliki konsep pendidikan yang jelas, termasuk pengelolaannya. “Jepang tak pernah terjajah karena dia memiliki konsep kebangsaan yang kuat secara turun-temurun,” ujarnya. Konsep Jepang yang plus­minus inilah yang kemudian di­ adopsinya ke sekolah Raj Yamuna yang dikenal dengan Filosofi Madokin. Semangat Jepang hi no maru (api, kata kepunyaan, bulat) yang diwujudkan dengan simbol bendera, dan konsep beladiri Jepang karate (tangan kosong) ini yang menginspirasi Okin. Dengan bermodalkan tangan kosong dengan tekad dan semangat, orang Jepang membangun bangsa dan negaranya. Padahal, negara ini miskin dan banyak bencana alam.

Okin Adnyana

Semua konsep ini diadopsi dan dikolaborasikannya dengan konsep Hindu Bali. “Apa saja yang dilakukan, jika dilakukan dengan yadnya, pasti bisa dilakukan de­ ngan sempurna,” ujarnya. FILOSOFI MADOKIN Madokin berasal dari bahasa Jepang “mado guchi” (pintu gerbang) dan “kin” (emas/ke­emasan). Madokin memiliki arti pendidikan adalah pintu gerbang emas (the golden gate) untuk mencapai keemasan. Berdirinya sekolah Raj Yamuna dan pene­muan filosofi Madokin dikatakan Okin berdasarkan pada ajaran agama Hindu yang dilandasi catur yuga (pembagian empat zaman) yakni kretha yuga, traita yuga, dwipara yuga, dan kali yuga. Pendidikan sangat absolut dan berposisi multidimensi dikarenakan apa pun zamannya proses pendidikan tentang kebenaran tetap berperan, yang mengacu pada konsep punarbawa menuju surga dan neraka, serta kelahiran kembali (reinkarnasi). Manusia sebagai objek dan sebagai subjek. Manusia pula yang memulai, yang melaksanakan, yang mengakhiri, dan yang memetik hasilnya (hukum karma). Bertitik tolak pada ciri-ciri setiap zaman (yuga), seperti kretha yuga sebagai zaman emas yang tidak memikirkan baik-buruk, hidup-mati, suka-duka; zaman traita yuga, zaman perak yang tak banyak perubahan; dwipara yuga, zaman tembaga, yang mulai ada keteraturan dan mulai dipikirkan manusia mengenal catur yadnya sebagai suatu usaha untuk pe­ nerapan weda; kali yuga, zaman besi, zaman keras yang muncul huru-hara, kerusuhan di manamana, materialistis, moral merosot tajam, banyak manusia tidak menjelma sebagai manusia lagi, pendidikan tidak berfungsi pada

tugas-tugas mensucikan hati nurani manusia tapi mengedepankan untuk memenuhi target pencapaian hasil akhir, zaman edan, laki-laki berperilaku perempuan demikian sebaliknya, wanita tidak dihormati, dan banyak pemerkosaan. Zaman kali yuga inilah yang merupakan awal berpikir filosofi Madokin. “Melihat ciri-ciri zaman kali yuga inilah sudah sepantasnya disikapi dengan serius dan harus dimulai dari pendidikan,” tegasnya. Dari sini kemudian muncul konsep pemikiran untuk membangun sebuah pendidikan yang berimbang dalam konsep ajaran Hindu yakni Tri Hita Karana (tiga kerangka dasar yang menyebabkan kebahagiaan); prhyangan (bakti kepada Tuhan), pawongan (hormat-menghormati pada sesama), palemahan (peduli pada lingkungan). Model filosofi Madokin Raj Yamuna ini back to natural, mengembalikan tiga konsep dasar pendidikan manusia seutuhnya,

Okin Adnyana saat menerima Anugerah Pers K. Nadha Nugraha 2014

yakni Tri Hita Karana. Diterjemahkan dengan menyelenggarakan pendidikan berimbang antara moral dan kepentingan untuk menyelamatkan manusia pada konsep punarbawa dan kelahiran kembali menjadi manusia yang lebih baik. Dalam waktu dekat ini, filosofi Madokin ini pun akan diterbitkan sebagai buku pedoman pendidikan Hindu yang berkonsep dasar kitab suci Weda, dalam empat bahasa, bahasa Bali, Indonesia, Inggris, dan Jepang dalam sastra dan tulisan.

DARI PENDIDIK JADI SULINGGIH Setelah 68 tahun menjadi pelaksana di dunia pendidikan, dengan jenjang pendidikan yang memadai termasuk perjalanan dan pengabdiannya, kini Okin mengabdikan dirinya di kesulinggihan untuk mensucikan pendidikan. Manusia lahir ke bumi ini sudah memilih hari baik untuk dirinya. Kelahiran sudah sudah ditentukan karena karma sudah ditentukan. Tahun 2013 melalui SK Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali Nomor: 019/PHDI Bali/SK.Diksa/IX/2013, merupakan titik balik seorang Okin Adiyana yang dikenal sebagi tokoh pendidik menjadi sulinggih yang kabhisekaran Ida Pandita Sri Begawan Penyarikan Cista Dharma Jnah Dwija Loka. Diakuinya, meski kesulinggihannya ini banyak menuai pertentangan, ia tetap yakin sudah berjalan di jalan yang benar. Karena statusnya sebagai sulinggih ini sudah melalui proses panjang dan sudah ditetapkan melalui SK PHDI. “Di Bali masih ada dua pendapat berbeda, bahwa orang yang bisa menjadi sulinggih hanya dari kalangan tertentu (brahmana),” kisahnya. Penghargaan K. Nadha yang diberikan oleh Bali Post diakui membuat dirinya bangkit dari keterdiamannya sebagai seorang sulinggih. “Saya sangat berteima kasih kepada almarhum Ketut Nadha dan Satria Naradha yang telah memberikan apresiasi tinggi kepada saya. Ini menjadi kebangkitan kedua saya setelah menjadi sulinggih,” ungkap Sri Begawan yang memiliki Pasraman Astiti Bhakti Grya Sidhakarya di kediamannya di Denpasar ini. Sri Begawan yang juga pernah mendapat Hindu Muda Award ke-11 tahun 2013 sebagai Tokoh Brahmana Hindu yang Eksis di Bidang Pendidikan Berkonsep Hindu ini mengatakan rencana ke depannya akan membuat The International Asram Bali Mula yang berkonsep Hindu Bali. –Inten Indrawati/Ratna Hidayati


l i f e s to ry

6

Sakit Perut Berulang, Ternyata Tumor

Rabu (15/1) pagi itu, Sang Ayu Nyoman Listia Dewi baru saja menghabiskan gigitan terakhir biskuit kesukaannya. Senyuman terus mengembang menghiasi bibir mungilnya. Tak tampak lagi raut kesakitan di wajahnya. Rambut yang tinggal beberapa helai hingga nyaris terlihat botak itu masih dikuncir kuda, sama seperti sebelum rambutnya rontok. Cairan infus berwarna putih masih mengalir melalui selang infus ke pem­buluh darahnya. “Sekarang Sang Ayu sudah lebih sehat. Selera makannya sudah bagus. Sebentar mau dicek jantung dulu untuk memastikan siap tidaknya dikemoterapi lagi,” ujar ibunya Sang Ayu Nyoman Rasmini.

B

ocah perempuan berusia delapan tahun itu menderita tumor perut. Rasmini mengisah­kan sekitar enam bulan lalu putri bungsunya itu kerap mengeluhkan sakit pada perutnya. Rasmini tak menaruh curiga, dianggap sakit perut biasa, karena setelah diolesi minyak, perut Sang Ayu tak sakit lagi. Keluhan sakit pada perut Sang Ayu terus ber­ ulang, bahkan saat tidur malam pun gelisah. Saat di sekolah Sang Ayu juga kerap mengalami sakit kepala. Rasmini dan suaminya Sang Putu Kerta yang hanya sebagai penjual lumpia keliling di Pantai Sanur, akhir­ nya mengajak Sang Ayu periksa ke dokter umum ketika sang anak merasakan sakit yang luar biasa pada perut sekaligus kakinya, sampaisampai harus dibopong. Sakitnya itu menjalar hingga ke pinggul sampai tulangnya menonjol yang berakibat mengalami sakit ketika buang air kecil. Dari keterangan dokter, benjolan di perut Sang Ayu sudah mengenai ginjal. Pasutri asal Klungkung ini disarankan memeriksakan Sang Ayu ke laboratorium. Dari pemeriksaan lab diketahui ada benjolan di perut kiri Sang Ayu. Pemeriksaan ke dokter spesialis kandungan (Sp.OG) lebih menguatkan lagi diagnosa itu. “Kata dokter satu-satunya tindakan, tumor itu harus diangkat,” kisahnya. Sang Ayu dirujuk ke RS Sanglah, masuk UGD, hanya diberikan obat penahan rasa sakit untuk sementara masih menunggu obat. Sang Ayu pun dibawa pulang. Pertengahan November tahun lalu Sang Ayu kem-

bali ke RS. Kali ini tumor di perutnya dijadwalkan akan diangkat dalam dua hari ke depan. Saatnya tiba, Sang Ayu masuk ruang operasi. Namun, dokter yang menanganinya melihat ada kejanggalan sehingga tumornya tak bisa diangkat. “Tumornya tidak bisa diangkat karena ada pelengketan pada usus. Jika dipaksakan bisa pendarahan. Alternatif lainnya hanya dikemoterapi,” ujar Rasmini mengutip pernyataan dokter. Kemoterapi pertama dilakukan 8 Desember lalu. Obat-obat berdosis keras itu dimasukkan melalui infus. Efeknya, Sang Ayu muntah-muntah, mual, dan nafsu makannya menurun. Menurut Rasmini, kondisi itu berlangsung selama dua hari pasca­ kemoterapi. Sang Ayu terus menangis merasakan ketidaknyamanan dalam tubuhnya itu. Sampai-sampai berat badannya pun turun drastis dari 22 kg menjadi 18 kg. Efek lainnya, rambutnya mulai rontok sampai kulit kepalanya terlihat. “Tiap disisir, hampir segenggam rambutnya rontok. Saya sampai mau menangis melihatnya,” ujar Rasmini. Namun, perubah­ an yang cukup signifi­ kan pada diri Sang Ayu pascakemoterapi, sedikit tidaknya mampu menghibur hati ibu tiga anak ini dan memberikannya harapan baru untuk kesembuhan putrinya itu. “Setelah kemoterapi, anak saya tidak lagi men-

Sang Ayu didampingi kedua orangtuanya usai melakukan pemeriksaan jantung

Sang Ayu sudah bisa tersenyum kembali setelah melakukan kemo pertama

geluhkan sakit pada perutnya, hanya masih agak keras saja jika diraba. Tulang pinggulnya juga tidak menonjol lagi,” ucapnya. Setelah kondisi Sang Ayu membaik, ia diperbolehkan pulang.

Kemoterapi kedua dijadwalkan (9/1). Karena trombosit kurang dan ada masalah pada jantung, kemo­ terapi ditunda. Namun, Sang Ayu pun sudah harus opname sembari kondisinya terus dikontrol untuk siap

20 - 26 januari 2014

20 - 26 januari 2014

menjalani kemoterapi berikutnya. Sampai akhirnya Rabu (15/1) Sang Ayu kembali menjalani pemeriksaan jantung sebelum dikemoterapi. De­ ngan memakai kursi roda, dari Ruang Pudak, Sang Ayu diantarkan perawat dan kedua orangtuanya menuju Ruang Echo. Hasilnya, kondisi jantungnya cukup baik, dan kemoterapi bisa dilakukan keesokan harinya. Kamis (16/9) Sang Ayu kembali menjalani kemoterapi kedua. Dampak kemoterapi kali ini menurut ibunya tak seperti kemoterapi pertama. “Nafsu makan anak saya biasa saja. Hanya muntah-muntah sedikit. Besok sudah boleh pulang,” ucapnya. Sang Ayu dikatakan Rasmini seperti yang disampaikan dokter kepadanya, harus melakukan kemoterapi sampai enam kali untuk penuntasan pengobatan­ nya. Keesokan harinya Sang Ayu diperboleh­kan pulang dan menunggu jadwal kemoterapi berikutnya (6/2). Selama proses pengobatan Sang Ayu di RS tak dikenakan biaya apa pun. “Syukur semuanya ditanggung Jamkemas. Kalau tidak, dari mana saya dapat uang,” ujar Rasmini. Yang ada, kepulangannya kini menyisakan banyak utang untuk biaya pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari yang biasanya didapatkan dari hasil suaminya jualan lumpia. “Hari Minggu ini baru Bapaknya mulai jualan lumpia lagi di Pantai Sanur,” ujarnya. Meski dililit banyak utang, Rasmini tetap ter­senyum. Yang paling penting baginya adalah kesembuhan putri kecilnya itu. Dan, dengan hanya senyum tegar­nyalah yang akan menemani dan me­nguatkan Sang Ayu melalui beberapa pengobatan kemoterapi berikutnya. –Inten Indrawati/Ratna Hidayati

S U D U T PA N D A N G

19

Tiga Cara Seleksi Masuk SD Baru bulan Januari, Rahma sudah gelisah. “Anak saya mau masuk SD,” katanya. “Sekarang harus sudah cari sekolah. Kalau nggak nanti malah ­nggak dapat tempat. Pengalama­n kakak saya tiga tahun lalu, dia daftar SD swasta favorit bulan Mei, dibilang sudah penuh. Kalau soal tes membaca, menulis, dan berhitung, ya semoga aman-aman saja. Di TK anak saya sekarang, sudah diajarkan. Tapi itu pun kalau nggak ada pengawas yang sidak. Kalau ada pengawas sidak, gurunya langsung mengajarkan menyanyi,” paparnya seraya terkekeh. Suasana diskusi terbatas “Mencermati Pendidikan Dasar di Kota Denpasar” yang diadakan Mingguan Tokoh di Warung 63 Denpasar

Tjok Istri Mas Minggu Wathini

IGN Eddy Mulya

bu dua anak ini tak tahu, jika pihak SD dilarang mengadakan tes seleksi siswa SD berdasarkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. “Yang saya tahu dari ibu-ibu yang lain, kalau masuk SD itu ada tesnya. Katanya tes membaca, menulis, dan ber­ hitung. Makanya, saya ikutkan anak les membaca sejak dia duduk di bangku TK B,” papar perempuan kelahiran Denpasar, Januari 1981 ini. Dra. Tjok Istri Mas Minggu Wathini, M.Pd., Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia-Persatuan Guru Republik Indonesia Bali mengakui, masih ada TK yang memberikan pelajaran membaca, menulis, dan berhitung kepada anak didiknya. “Begitu pengawas datang, anakanak di­suruh memasukkan buku, tulisan di papan tulis dihapus lalu anak-anak diminta bernyanyi. Anak-anak kan jadi bingung. Sesuai aturan, anak TK tidak boleh diberikan pelajaran membaca, menulis, dan berhitung. Kalau pun ada pengenalan, harus dengan pola bermain. Anak TK juga tidak boleh diberikan PR dan tidak boleh ada wisuda,” tegas istri Tjokorda Rai Pemayun, S.H. ini dalam diskusi terbatas “Mencermati Pendidikan Dasar di Kota Denpasar” yang diadakan Mingguan Tokoh. Kadis Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Denpasar IGN Eddy Mulya menjelaskan, di kurikulum TK tidak ada membaca, menulis, dan berhitung. “Di kelas 1 pun

hanya boleh memperkenalkan membaca, menulis, dan berhitung dengan pola permainan. Kalau ada PAUD yang mengajarkan pelajaran membaca, menulis, dan berhitung, perlu ada sosialisasi. Pembinaan sudah melalui UPT di kecamatan dan pengawas,” tandasnya. Ia mengakui kadang ada PAUD yang menjadikan pelajaran membaca, menulis, dan berhitung sebagai daya tarik. “Padahal itu melabrak aturan. Kalau pun ada PAUD plus, seharusnya plus pembinaan karakter,” ujar pria kelahiran 24 September 1968 ini. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2009 Tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini, standar tingkat pencapaian perkembangan anak usia 5-6 tahun dalam hal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf adalah mampu menyebutkan lambang bilangan 1-10; mencocokkan bilangan dengan lambang bilangan; mengenal berbagai macam lambang huruf vokal dan konsonan. Dalam kemampuan keaksaraan, anak diharapkan mampu menyebutkan simbol-simbol huruf yang dikenal; mengenal suara huruf awal dari nama benda-benda yang ada di sekitarnya; menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi/ huruf awal yang sama; memahami hubungan antara bunyi dan bentuk huruf; membaca nama sendiri dan menuliskan nama sendiri. Sejalan dengan hal tersebut, Peraturan Pemerintah RI Nomor 17 Tahun

I

2010 Tentang Pengelolaan Dan Penyelenggaraan Pendidikan Pasal 69 menyebutkan, penerimaan peserta didik kelas 1 SD/MI atau bentuk lain yang sederajat tidak didasarkan pada hasil tes kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, atau bentuk tes lain. Selanjutnya, dalam Pasal 70 disebutkan, “seleksi” masuk SD itu berdasarkan usia, jarak tempat tinggal dengan sekolah, dan calon siswa yang mendaftar lebih awal. Jika jumlah calon siswa melebihi daya tampung sekolah, maka pemilihan siswa pada SD/MI berdasarkan pada usia calon siswa dengan prioritas dari yang paling tua. Jika usia calon siswa sama, penentuan siswa didasarkan pada jarak tempat tinggal calon siswa yang paling dekat dengan sekolah. Jika usia dan/atau jarak tempat tinggal calon siswa dengan sekolah sama, siswa yang mendaftar lebih awal diprioritaskan. N. Mulyathi, Kepala SD Cipta Dharma mengatakan dalam penerima­an siswa baru di sekolahnya, tidak dipatok calon siswa bisa menulis. “Saya langsung tanya calon siswa, bisa menulis huruf apa. Minimal dia tidak buta huruf. Kalau sudah tahu huruf, nanti akan berkembang secara otomatis,” tegas guru yang aktif di organisasi Pramuka ini. “Menurut saya, di TK itu lebih banyak diajarkan sosialisasi, me­ ngenal diri, mengenal lingkungan. Bila perlu sekolah harus punya

miniatur alam. Kalau ternyata anak TK bisa membaca, menulis, dan berhitung, itu prestasi atau nilai plus,” tegas Putu Rumawan Salain, Ketua Dewan Pendidikan Denpasar ini. Jika di TK hanya sebatas pe­ ngenalan huruf, itu bisa dimaklumi sebagai bahan persiapan jelang masuk ke SD. Tetapi, kelas 1 SD tidak harus bisa baca. Yang bisa baca seharusya sebagai lokomotif bagi teman-temannya untuk belajar. Sekarang situasi beda, masuk SD harus bisa membaca, menulis, dan berhitung. Sekolah pun bersaing menampilkan yang terbaik. “Harusnya pemerintah merumuskan apa standar kemampuan anak-anak. Tindaklanjuti dengan pembuatan buku-buku dasar. Buku yang menarik dan penuh warna. Bahkan untuk pengenalan langsung, anak-anak diajak ke museum atau ke lapangan,” ujar Rumawan. Saat di Inggris, ia pernah bertemu dengan anak-anak TK dari Korea Selatan. Mereka berkunjung ke sebuah museum. “Di sana mereka diajarkan berbagai hal, seperti gedung apa itu, fungsinya, dll. Setelah itu, mereka dibiarkan bebas berkreasi. Yang suka menggambar diminta menggambar museum itu,” tutur Rumawan. Dalam pendidikan karakter, khususnya melatih kemandirian, Ni Nyoman Darmini, S.Pd., M.Pd., Kepala TK Negeri Pembina Denpasar mengatakan su-

dah melatih anak-anak sejak dini. “Siswa kami ajak sekolah lab, seperti ke hutan bakau dan pabrik. Anak-anak menggambar hutan mangrove lalu dilanjutkan dengan penanaman mangrove. Apa yang tertanam di usia dini akan menjadi memori. Tanpa penekanan membaca, menulis, dan berhitung, mereka sudah memahami,” ujarnya. Tjok Minggu, yang mantan Kepala TK Negeri Pembina mempertegas apa yang disampaikan Darmini. “Kami buat berdasarkan tema. Misalnya tentang pakaian. Apa manfaat pakaian, itu ditanyakan pada mereka. Kemudian anak diajak membuat baju dari koran, lalu mereka berfoto seperti fotomodel, pajang di muka kelas. Ini penghargaan bagi anak. Karyanya dipajang. Setelah itu, baru diajak ke pabrik garmen. Wawasan anak dibuka dengan cara mengajarkan bagaimana proses pembuatan pakaian dari awal,” tandasnya. Selain itu, imbuhnya, dari sana anak juga bisa belajar berhitung. Mereka ditanya, berapa orang ikut? Nah, otomatis mereka menghitung tanpa dipaksa. Di sisi lain, Tjok Minggu mengingatkan orangtua bahwa pelajaran tentang kemandirian, tanggung jawab, dan disiplin itu penting. “Itu yang harus diperhatikan. Orangtua se­ring geregetan. Kok anak saya diajari begitu (permainan saja, red.). Orangtua harus memahami itu,” kata Tjok Minggu menegaskan.

N. Mulyathi

Putu Rumawan Salain

Ni Nyoman Darmini

– Ngurah Budi/Ratna Hidayati


D AYA C I P TA

18

Aplikasi Balaganjur di Android Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat, hampir seluruh aspek kehidupan memiliki ketergantungan terhadap teknologi. Salah satunya bidang musik. Bermusik memerlukan alat yang bisa menentukan nada dan irama agar enak didengar. Gamelan merupakan salah satu unsur seni musik Nusantara yang merujuk pada alat atau instrumennya satu kesatuan yang dibunyikan bersamaan.

K

ini banyak alat musik modern bermunculan seperti gitar, keyboard, drum, dan sebagainya. Alat musik modern tersebut saat ini juga sudah banyak yang dibuat menjadi sebuah aplikasi virtual baik yang bersifat desktop, web, ataupun mobile yang dapat diatur dan dimainkan dengan mudah tanpa harus memerlukan tempat dan biaya yang cukup mahal. Dampak dari perkembangan alat-alat musik yang modern dan lebih praktis, membuat banyak orang beralih menggunakan alat musik modern dan mulai beralih meninggalkan alat-alat musik tradisional. Salah satunya adalah Gamelan Balaganjur yang keberadaannya kini mulai jarang ditemui peminatnya. “Tidak semua orang bisa membentuk perkumpulan musik, apalagi memiliki alat musik seperang­k at instrumen

gamelan balaganjur yang jumlah serta pemainnya memakai banyak orang. Padahal banyak sekali orang dengan talenta musik yang hebat di sekitar kita yang tidak tersalurkan, sehingga bakat alami­nya terpendam. Berdasarkan hal tersebut diatas, maka dirancanglah suatu alat yang dapat digunakan sebagai pembelajaran bagi orang yang ingin belajar alat musik instrumen gamelan balaganjur,” ujar I Ketut Murdiana, S.Kom.

Pria asal Asah Duren, Jembrana ini menambahkan bagi mereka yang merasa memiliki bakat dan ingin belajar instrumen gamelan balaganjur, kini bisa menuangkan kreasinya walaupun tidak memiliki alat musik gamelan balaganjur. Instrumen gamelan balaganjur yang dipakai adalah tiruan atau tidak nyata sering di­ sebut musik virtual, musik digital, atau musik sintetis. “Penyajianya mengunakan animasi gambar, serta suara yang sesuai dengan aslinya. Diharapkan dengan adanya program pembelajaran instrumen gamelan balaganjur, memberikan alternatif baru dalam bermain instrumen gamelan balaganjur. Selain itu, mampu mengembalikan motivasi dan jatidiri sebagai orang Bali untuk melestarikan seni budaya Bali khususnya gamelan Balaganjur agar tidak punah,” ujar alumnus Stikom Bali ini. Instrumen gamelan yang

20 - 26 januari 2014

20 - 26 januari 2014

I Ketut Murdiana, S.Kom.

dikembangkan adalah semua jenis instrumen gamelan balaganjur, meliputi sembilan instrumen yaitu instrumen cengceng, kendang, riong, ponggang, tawa-tawa, kempli, gong, kempur, dan bebende.Dalam apli­ kasi ini tidak b i s a menggunakan lebih dari satu instrumen s e c a r a bersamaan. Apli­k asi instrumen gamelan bala­g anjur hanya untuk sistem ope­ rasi yang berbasis Android yaitu Honeycomb dan

jenisjenis instrumen seperti ceng-ceng, kendang, riong, ponggang, tawa-tawa, kempli, gong, kempur, dan bebende baik fungi dan kegunaannya. Menu Belajar Instrumen

Gamelan Balaganjur, berisi sembilan jenis instrumen gamelan balaganjur yang bisa dipilih untuk belajar dan dilengkapi panduan cara memainkan. Setiap instrumen yang dipilih disediakan pukulan instrumen tawa-tawa yang sebagai pemandu dan berfungsi sebagai pengatur tempo dalam belajar. Menu Bermain Instrumen Gamelan Balaganjur dengan Lagu, disediakan sembilan jenis instrumen untuk bermain. Dilengkapi dengan satu buah lagu pemandu untuk mengiringi instrumen yang akan dimainkan. Menu Bermain Instrumen Gamelan B a l a g a n j u r, disediakan semua jenis instrumen gamelan balaganjur yang bisa dimainkan secara bersamaan. Pengguna bisa berkreasi sendiri, dengan pengguna yang lain, maupun dibantu dengan salah satu lagu instrumen yang disediakan. Ingin belajar lebih jauh, silakan mengunduh aplikasi ini di gadget Anda. –Ngurah Budi/Wirati Astiti

7

Banjir, Bentuk Panitia Nikah Dadakan Jakarta dan sekitarnya kini tengah sibuk meng­ hadapi banjir.Tiap kali musim hujan tiba de­ ngan intensitas yang tinggi, Jakarta dan sekitar­ nya selalu kerepotan menghadapi datangnya banjir.Meski begitu, berbagai kegiatandalam masyarakat mau tidak mau harus berjalan sebagai­mana yang sudah direncanakan, salah satunya pernikahan. Bagi masyarakat yang ber­ duit yang hendak menggelar acara pernikahan, soal banjir bisa jadi tak masalah karena bisa me­nyewa gedung-gedung mewah di lantai hotel yang tinggi untukmenggelarpernikahan tanpa harus sibuk menghadapi banjir.

N

Ice Cream San­dwich. Komponen-komponen yang ada pada aplikasi instrumen gamelan balaganjur ini antara lain: Menu Utama, terdapat empat menu yang bisa dipilih yaitu, menu mengenal instrumen gamelan balaganjur, menu belajar instrumen gamelan balaganjur, menu bermain instrumen gamelan balaganjur dengan lagu, dan menu bermain instrumen gamelan balaganjur tanpa diiringi lagu. Menu Mengenal Instrumen Gamelan Balaganjur, berisi penjelasan tentang

l i f e s to ry

amuntidaksemua orang bisa menyeleng­garakan acara istimewa itu di hotel-hotel berbintang. Salah satu­nya keluarga besar Sitti Uneng yang menggelar acara penikahan keponakannya di sekitar tempat tinggal. Lokasinya,tiap tahun menjadi langganan banjir. Namun apa mau dikata semua rencana telah matang, pernikahan tersebut harus diselenggarakan meski di tengah hujan angin dan kekhawatiran banjir akan datang. Begitulah, hujan angin mewarnai akad nikah Devi dan Aji di Cibubur, Minggu (12/1).Cuaca tampak tidak bersahabat sepan­ jang acara pernikahan mereka. Terpal dan tenda yang terpasang sebagai tempat menerima tamu berderik-derik dan guncang akibat hempasan angin relatif kencang. Situasi ini jelas membuat kedua mempelai dan keluarga besarnya was-was mengingat di samping lokasi digelarnya acara adalah sebuah kali yang cukupbesar dan kerap meluap di saat hujan turun. “Sejak pagi memang sudah tampakmendung tebal,” ungkap Sitti Uneng, tante dari Devi yang datang bersama keluarganya. Waktu itu di lokasi memangbanjir belum tiba.Hanya di jalanmenuju lokasi tersebut, menurut Uneng, banjir sudah terlihat di mana-mana. Ia dan keluarganya yang hendak menuju lokasi harus berjalan di tengah banjir. Bahkan ia melihat mobil-mobil yang terpakir mulai terendam. Sedangkan di mu-

lut gang menuju lokasi pernikahan, air mulai meninggi di atas mata kaki. Rasa was-was itu makin memuncak ketika ijab kabul Devi dan Aji yang berlangsung pukul 09.00 Wib, hujan turun sungguh­ lah sangat deras. “Saat ijab kabul dilangsungkan, hujan turun sangat lebat,” ujar Uneng. Penghulu bahkan sempat bercanda, hujan tersebut sebagai anugerah bagi kedua mempelai. Usai akad nikah, hujan tidak berhenti. Acara foto-foto juga diwarnai hujan deras yang masuk kepelaminan dan tenda tamu.Sete­ lah acara akad nikah dilanjutkan dengan resepsi, pukul 11.00-13.00 Wib. “Ini yang paling menegang­ kan, apakah tamu-tamu bisa datang dan bisa masuk kelo­kasi, mengingat di mulut gang air sudah mulai meninggi,” katanya. Sebagai tante tertua dari Devi, ia tentu yang paling khawatir kare­ na ia adalah tuan rumah. Karena wilayah tempat menggelar acara pernikahan ini sejak dulu dikenal sebagai langganan banjir. Ia sedih melihat perhelatan perkawinan keponakan dari mendiang adiknya itu, tidak berjalan dengan kegembira­an yang utuh. “Namun kami bersyukur semua acara berjalan lancar terutama saat akad nikah meski dalam terpaan hujan angin yang sangat deras,” katanya. Benar saja.Di mulut gang sekitar 50 meter dari lokasi acara, air sudah mulai masuk.Rasa cemastidakdapat disembunyikan dari wajah keluarga dan kedua mempelai.

Tamu-tamu tidak jadi membanjiri acara karena kebanjiran.Yang bawa kendaraan mobil hanya bisa parkir agak jauh dari lokasi karena tidak berani menerobos banjir.“Jadilah tamu yang datang satu persatu dan dijemput menggunakan sepeda motor untuk menyeberangi banjir,” ujarnya. Agar bisa mencapai lokasi acara, guna mempercepat proses kedatangan tamu, sepeda motor menjadi alternatif jalankeluar karena untuk berjalan kaki menuju lokasi sudah tidak mungkin. “Pukul 11.00 Wib saat akandigelar resepsi, kali di sam­ping lokasi mulai meluap keluar menuju lokasi acara,” katanya. Namun ia masih bisa bersyukur ketika air kali meluap deras, tidak sempat kena pelaminan melainkan masih sebatas mata kaki. Tetapi sepanjang acara resepsi air terus meninggi. Hingga akhirnya hanya beberapa kursi tamu yang tidak kena luapan air karena posisinya agak tinggi.

Di kursi yang tidak banyak inilah tamu-tamu bergantian duduk sebentar lalu pergi. Semua acara diselenggara-

kan dengan tergopoh-gopoh dan selekas-lekasnya. Karena cuaca yang tidak bersahabat inilah, ada dua tambahan tim dadakan untuk menyukseskan acara pernikahan itu, yakni tim antar-jemput tamumenggunakan sepeda motor dari mulut gang kelokasi acara dan tim yang memayungi tamu. Karena dapat dipastikan usai menghadiri acara pernikahan itu, para tamu yang memakai payung sekali pun, pasti akan basah kare­na hujan turun lebat sekali. Mobil-mobil tamu yang terparkir akhirnya terendam setelah acara usai. Meski dengan segala rasa khawatir selama acara berlangsung, tidak mengurangi kebahagiaan pernikah­an keponakan Sitti Uneng, Devi dan Aji.- Naniek I. Taufan/Ratna Hidayati

Penanganan Stroke Dengan DSA Pembuluh darah merupakan salah satu organ penting dari makhluk hidup. Tolok ukur kesehatan seorang manusia bisa dilihat dari pembuluh darahnya. Makin tidak sehat gaya hidupnya, maka makin besar potensi gangguan di pembuluh darah. Gangguan pada pembuluh darah yang disebabkan gaya hidup tidak sehat adalah timbulnya plak atau timbunan lemak di pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi tidak lancar. Hal ini dialami dr. Made Wardana, Sp.KK. Ia mengalami penyumbatan pada pembuluh darahnya hingga mengalami stroke ringan. Ditemui beberapa waktu lalu, Wardana menuturkan jika penyumbatan terjadi pada pembuluh darah di otak sehingga bagian tertentu di tubuhnya tidak mendapatkan cukup darah. “Saya mengalami kelumpuhan pada bagian kiri dan tangan kiri saya mengalami kesemutan,” ujarnya. Ia kemudian memeriksakan ke dokter saraf dan disarankan untuk menjalani pemeriksaan MRI untuk mengetahui lokasi penyumbatan. “Dari hasil MRI ternyata ada penyumbatan dan kematian sel di beberapa bagian pembuluh darah yang menuju otak,” tutur Wardana. Sebagai seorang dokter, Wardana tahu bagaimana efek dan bahayanya jika pembuluh darah tersumbat. Ia kemudian mencari informasi apakah ada teknik pengobatan untuk mengobati pembuluh darahnya yang tersumbat. “Saya cari di internet ternyata ada teknik untuk mengeruk plak di pembuluh darah. Teknik tersebut sudah dikerjakan di salah satu RS di Jakata,” tutur Wardana. Setelah mencari informasi lebih lanjut, ternyata di Denpasar, Bali sudah ada rumah sakit

yang memiliki alat cathlab yang terkini untuk tindakan DSA tersebut dan bisa digunakan tidak hanya sebatas penyakit jantung tetapi penyakit saraf dan pembuluh darah lainnya. Teknik yang dimaksud Wardana adalah teknik Intraarterial Thrombolysis Trials (ITT) dengan DSA (Digital Substraction Angiography) untuk penyakit stroke akut. Jadi sebuah selang dipasang dan dimasukkan sepanjang pembuluh darah. Pada saat sampai di daerah penyumbatan, obat pelarut sumbatan akan disemprotkan untuk menghancurkan plak penyebab sumbatan tersebut. “Saya menjalaninya sekitar 30 menit dan tidak merasakan sakit samasekali,” tutur Wardana. Lanjutnya ketika disemprotkan obat pelarut sumbatan ia hanya merasakan panas atau di­ ngin. Setelah tindakan tersebut, perlahan-lahan koordinasi tubuh bagian kirinya yang sempat terganggu perlahan membaik. Untuk informasi mengenai teknik ini, bisa menghubungi Sandri (Marketing) di 082144878012/081999132328 atau PIN BB 24E5B1B8.


8

BUNDA & ANANDA

20 - 26 JANUARI 2014

Lindungi Anak dari Penyakit Musim Hujan

Bermain saat hujan sungguh mengasyikkan bagi anak-anak. Mereka bisa menikmati air yang turun dari langit. Namun, banyak orangtua yang melarang anaknya bermain saat hujan. Alasannya, bermain dengan air hujan bisa menyebabkan sakit.

dr. I Gusti Ngurah Suwarba, Sp.A (K)

S

aat pulang sekolah, hari hujan. Vinda menunggu jemputan ibunya. Ia diam di depan kelas. Begitu melihat ibunya datang, Vinda langsung berlari menyambut. Ia menyeberangi halaman sekolah menuju lobi. Ibunya marah-marah dan mencubit pipi bocah perempuan ini. “Kami jangan hujan-hujanan nanti sakit. Mama sudah bawakan payung,” ujar mamanya. Vinda bereaksi. “Tadi ada temanku mainan saat hujan. Mereka lari-larian di halaman,” tandasnya. Karena melihat temannya bermain hujan, Vinda pun ingin mencoba dan melampiaskan dengan berlari mencari mamanya. Pengalaman lain dialami si kembar Ferry dan Jerry saat berlibur di Batu, Malang. Mereka ingin berenang tetapi hari itu gerimis. Kedua bocah ini nekat berenang. Mereka tertawa sembari menikmati air yang turun dari langit. Tetapi, karena badannya tak sanggup menahan dingin, mereka menggigil. Kedua lalu masuk kamar mandi dan mandi air hangat. Zaman dulu, anak-anak sangat senang bermain hujan. Mereka kadang bermain bola, bermain gulat, bahkan mencari cacing. Rasa kebersamaan membuat mereka lupa dengan dampak air hujan. Kondisi fisik merupakan hal yang harus diperhatikan saat musim hujan. Jangan memaksakan diri untuk bermain air hujan ketika kondisi tubuh lemah. Kegembiraan sesaat bisa berujung penyakit. “Jangan sengaja sarankan anak-anak untuk bermain hujan-hujan ketika kondisi tubuh mereka tidak fit. Dalam kondisi fit pun perlu diawasi, jangan sampai habis bermain, mereka malah

sakit,” ujar dr. I Gusti Ngurah Suwarba, Sp.A (K). Dokter anak yang praktik di RSIA Puri Bunda ini menuturkan saat musim hujan anak-anak jangan terlalu banyak berada di luar ruangan. “Jika pertahanan tubuh mereka lemah dan mereka kontak dengan lingkungan yang bisa saja menyimpan virus dan bakteri, ini akan mempermudah anakanak sakit. Misalnya, anak punya riwayat asma, lalu bermain hujanhujanan. Kondisi dingin membuat mereka lemah, asma pun kumat. Penyakit lain mungkin bisa menyerang,” tandas dr. Suwarba. Penyakit yang paling banyak saat musim hujan adalah diare, demam, batu pilek, dan influenza. Kiat yang bisa diterapkan di musim hujan adalah menjaga kebersihan lingkungan, kebersihan diri, dan kebersihan makanan. Musim hujan yang berbarengan dengan musim buah juga membuat lalat beterbangan. Karena itu, menjaga kebersihan menjadi hal mutlak yang harus dilakukan. Bagi orangtua yang memiliki anak lebih dari satu, jika salah satu anak terkena influenza, batuk, atau pilek, sebaiknya cepat melakukan pengobatan. Kalau influenza ini dibiarkan, bisa menularkan kepada anak yang lain karena virus berkembang dengan cepat. BIASAKAN CUCI TANGAN Menurut Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI saat musim hujan dengan curah hujan tinggi maka potensi banjir menin-

Untuk itu diharapkan masyarakat agar berpartisipasi secara aktif melalui gerakan 3 M yaitu, mengubur kaleng-kaleng bekas; menguras tempat penampungan air secara teratur dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat. Masyarakat juga dianjurkan untuk segera membawa keluarganya ke sarana kesehatan apabila ada anggota keluargannya yang sakit dengan gejala panas tinggi yang tidak jelas sebabnya, disertai adanya tanda-tanda perdarahan. Penyakit ketiga yang menjadi catatan untuk diwaspadai masyarakat adalah leptospirosis. Penyakit ini termasuk salah satu penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri leptospira dan ditularkan melalui hewan. Di Indonesia hewan yang dapat menularkan penyakit tersebut adalah tikus, melalui kotoran air kencingnya. Seseorang yang ada luka, kemudian bermain/terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran/kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, maka orang tersebut potensi terinfeksi dan akan jatuh

sakit. Langka-langkah untuk mengantisipasi penyakit leptospirosis adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan hindari bermain air pada saat banjir, terutama pada saat luka. Gunakan pelindung misalnya sepatu bila ke daerah banjir. Segera berobat ke sarana kesehatan apabila sakit dengan gejala panas tiba-tiba, sakit kepala disertai menggigil. Keempat adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yang disebabkan oleh bakteri, virus dan berbagai mikroba lainnya. Gejala utama dari penyakit tersebut dapat berupa batuk, demam, dapat disertai sesak napas, nyeri dada. Penangganan penyakit ini dilakukan dengan cara, istirahat; pengobatan simtomatis sesuai gejala; meningkatkan daya tahan tubuh; menutup mulut ketika batuk dan tidak meludah sembarangan agar orang di sekitar tidak tertular oleh penyakit tersebut. Salah satu tempat yang dapat menimbulkan terjangkitnya penyakit ISPA adalah pengungsian, karena disana berkumpulnya banyak orang. Pada musim hujan yang berujung banjir yang menjadi masalah kesehatan lainnya adalah penyakit kulit, berupa infeksi atau alergi, karena kebersihan yang tidak terjaga dengan baik. Seperti pada ISPA, tempat berkumpulnya orang khususnya di pengungsian juga berperan dalam penularan infeksi kulit. Masyarakat diharapkan senantiasa menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), makan yang baik dan bersih, istirahat yang cukup dan senantiasa melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Adapun 5 titik kritis CTPS yang harus diperhatikan adalah, sebelum makan; sebelum mengolah makanan; setelah buang air besar (BAB); setelah menceboki anak dan setelah memegang benda di lingkungan yang kotor dan hewan. –Ngurah Budi/Wirati Astiti

17

Rumah Terbuka Minimalis Rumah menjadi tempat istirahat setelah lelah be­ kerja di kantor. Sudah seharusnyalah rumah ditata sedemikian rupa sehigga penghuninya merasa nyaman di rumah. Rumah juga dikatakan menjadi cerminan pemiliknya. Demikian halnya dengan Heny Shanti. Artis Bali ini juga menginginkan sebuah rumah yang simpel namun tetap memberikan kenyamanan. Karena itu, ia menerapkan konsep minimalis pada tempat tinggalnya ini.

M

gkat. Banjir berkaitan erat dengan kebersihan. Saat banjir sumbersumber air minum masyarakat khususnya sumber air minum dari sumur dangkal akan ikut tercemar, sehingga ketersediaan air bersih menjadi terbatas dan potensial menimbulkan penyakit diare disertai penularan yang cepat. Masyarakat diharapkan tetap waspada dengan membiasakan cuci tangan dengan sabun setiap akan makan dan setelah buang air besar; merebus air minum hingga mendidih; menjaga kebersihan lingkungan, hindari tumpukan sampah di sekitar tempat tinggal; dan segera hubungi petugas kesehatan terdekat bila ada gejala diare. Selain diare, penyakit demam berdarah juga menjadi salah satu penyakit yang patut diwaspadai pada saat musim hujan, karena akan terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk Aedes Aegypti. Sering kali pada musim hujan akan banyak genangan air dan sampah yang dapat memicu berkembang biaknya nyamuk tersebut.

G R I YA

20 - 26 JANUARI 2014

emasuki ruang utama, sebuah ruang tamu yang lapang dan segar menyambut kita. Kesan lapang ini lebih didukung lagi dengan pemilihan jendela kaca yang lebar yang transparan atau tembus pandang. Seolah tidak ada batas antara ruang dalam dengan ruang luar yakni hamparan taman belakang yang dipenuhi pepohonan. Pemandangan yang sangat menyegarkan dan menyejukkan mata, apalagi ketika pintu dibuka, udara yang segar lancar mengalir memasuki seluruh ruangan. Yang menarik di ruang tamu yang juga berfungsi sebagai ruang keluarga ini terdapat sebuah kursi yang di bawahnya dilengkapi tatakan kaki. “Jika ada tamu yang masih kecil, tatakan kaki ini dapat difungsikan agar duduknya nyaman,” ujar istri Karmawan Tan ini. Yang menarik lainnya adalah jumlah ikan yang ada di aquarium dan jumlah anak tangga menuju lantai dua.

Menurut Heny Shanti ada hitungan tersendiri menurut perhitungan Tionghoa, yang tentu saja itu diharapkan memberikan pengaruh positif kepada rumah dan penghuninya. Rumah, yang menurut pemiliknya bergaya minimalis ini, sebagian furnitur isi ruangannya sengaja dipilih terbuat dari kayu untuk memberikan kesan natural dan teduh. Kesan natural juga terlihat pada warna dinding dan seluruh bangunan serta ruang yang ada. ”Bahan alami mampu menawarkan keindahan dan kenyamanan yang alami pula sehingga mampu memberikan ketenangan,” katanya. Selain itu, semua furnitur lebih dipilih yang modelnya simpel, salah satunya terlihat pada perlengkapan yang ada di dapur bersihnya. Tujuannya, agar lebih mudah dalam perawatannya. Rumah berlantai dua ini memiliki tiga kamar tidur. Dua kamar tidur di lantai atas yakni kamar tidur utama dan satunya lagi disiapkan untuk

kamar sang anak kelak. Satu kamar lagi di lantai satu yang diperuntukkan tamu atau keluarga yang ingin menginap. Selain itu terdapat ruang tamu atau keluarga yang menyatu dengan dapur bersih, yang sengaja dihadirkan tanpa sekat. Menyadari taman adalah salah satu pelengkap eksterior sebuah bangunan dan keberadaannya bisa membuat rumah menjadi lebih segar dan elok, terlebih jika dibuat berdasarkan konsep khusus dan dirawat, hal ini pula yang membuat Heny memanfaatkan lahan di halaman belakang rumahnya. Meski tidak luas, namun ia berhasil memaksimalisasikan penggunaan setiap sudut tanah untuk menciptakan lingkungan hijau mini. Selain itu Heny juga telah menyiapkan tempat khusus di pojok belakang, di atas dapurnya sebuah tempat yang disebutnya taman atap. Ini juga akan menjadi vitamin mata nantinya. Taman atap ini dikatakannya masih perlu diisi lebih banyak lagi tanaman. Di taman atap ini juga terdapat bale bengong/gazebo untuk tempat bersantai sembari melihat pohon-pohon kesayangannya. Di taman ini ia menanam beberapa jenis pohon buah-buahan pilihan yang tingginya maksimal 2 meter. Diakuinya, karena ia belum lama menempati rumah tersebut, saat ini tanaman miliknya belum banyak. Heny masih terus melakukan hunting untuk menambah koleksi

Heny Shanti saat bersantai di ruang tamu

tanamannya. “Ini griya kami,” kata Heny. Karena itu pula, ia menata dan merancang isinya dengan sepenuh hati, sehingga keindahan dan kenyamanan didapatkan mereka. Sentuhan kecil di sudut-sudut rumahnya, seperti ada meja dan lukisan, aquarium kecil, dan cermin turut memperkaya nilai estetika rumah tinggal ini, Tata letak ruang, furnitur, dan dekorasi dalam rumah ini dikatakan Heny sudah sangat diperhitungkan oleh sang suami. Baginya, rumah sebagai sebuah tempat untuk “pulang”, sebagai tempat tinggal, bertumbuh, makan, tidur, beraktivitas, dan sebagainya, haruslah menjadi tempat yang nyaman bagi semua penghuninya. Sebab,

setelah melakukan berbagai aktivitas di luar rumah bekerja, bepergian, tentu mereka memerlukan tempat istirahat yang nyaman . Rumah yang baik, menurutnya mesti memiliki suasana nyaman dan tenang untuk bisa membantu mengembalikan ketentraman dan ketenangan dalam diri si penghuni. Sebab, ia meyakini apa yang ada dirumahnya akan mempengaruhi aspek psikologis penghuninya, perasaan dan kepribadiannya. Sebuah konsep rumah yang terbuka di atas lahan seluas 400m2 ini bisa memberikan kenyamanan bagi penghuninya, sehingga semboyan “rumahku istanaku” bisa tercermin di dalamnya. –Inten Indrawati/Wirati Astiti

Mukernas PT Ibu Jero 2014

Kantor Cabangnya Menjelajah Nusantara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PT Ibu Jero 2014 dilaksanakan Kamis (16/1) sampai dengan Minggu (19/1) di Hotel Sanur Agung, Bali diikuti 40 perwakilan dari 14 kantor cabang PT Ibu Jero di seluruh Indonesia yakni Denpasar, Bandung, Surabaya, Semarang, Makassar, Jakarta, Palembang, Lampung, Madiun, NTT, NTB, Balik Papan, Yogyakarta, dan Manado. Ketua Panitia Putu Adi Parnama,S.E. mengatakan mukernas ini akan diisi beberapa materi dari intsruktur-instruktur berpengalaman yang membahas hal-hal yang berhubungan dengan operasional dan rencana strategi perusahaan yang akan datang, meliputi bidang marketing, evaluasi kerja masing-masing cabang, dan pelayanan kepada user (pemakai jasa naker). “Untuk mendukung pelaksanaan tersebut, panitia telah menyiapkan instruktur dan motivator yang cukup handal di bidangnya masing-masing,” ujarnya. Direktur PT Ibu Jero, Dewa Putu Suyasa, S.Pd. menegaskan, evaluasi kinerja masing-masing cabang ini dilakukan secara jujur dan terbuka. Sehingga, ke depannya mendapatkan solusi untuk memperbaiki diri secara maksimal. Pada mukernas ini diberikan juga award kepada masing-masing cabang yang menunjukkan prestasi kerjanya. “Saya berharap kita selalu solid dan kompak agar rencana ke depan untuk mewujudkan PT Ibu Jero menasional bisa tercapai,” ujarnya.

Hal ini dikuatkan juga dengan pernyataan Manajer Marketing Ponirin yang menargetkan di tahun 2014 minimal ada tiga pembukaan kantor cabang baru di Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatra, dengan penambahan user minimal 50% dari user yang sudah ada, tiap tahunnya. Pengembangan user ini tentu erat kaitannya dengan pelayanan prima yang diberikan naker kepada user. Karena itu, PT Ibu Jero selalu melakukan koordinasi dengan user pusat maupun user cabang untuk meminimalisir permasalahan yang timbul. “Kami memiliki perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) yang berkekuatan hukum. Kalaupun seandainya naker yang kami salurkan melanggar PKWT yang telah disepakati bersama, kami akan menggantikannya dengan naker baru tanpa biaya tambahan,” jelas Birna Pujihastuti, Manajer Operasional PT Ibu Jero. Untuk mempersiapkan naker yang mampu memberikan layanan prima, Dewa Putu Suyasa mengatakan ada pembinaan khusus dari kepolisian dan pembinaan umum dari pihak-pihak yang menguasai standar keamanan. Kontrol rutin pun dilakukan di tiap-tiap lokasi penyaluran naker, minimal dua kali dalam seminggu, selain juga dilakukan pelatihan dan pembinaan secara meyeluruh tiap bulannya. Tenaga kerja (outsourcing) yang sudah disalurkan PT Ibu Jero per Desember 2013 mencapai 2.580. Angka ini

Mukernas PT Ibu Jero 2014 dilaksanakan 16-19 Januari di Hotel Sanur Agung diikuti 40 peserta dari 14 cabang PT Ibu Jero di Indonesia

Semangat tim PT Ibu Jero untuk melaksanakan Mukernas. Inzet: Adi Parnama

meningkat sekitar 10% dibandingkan tahun lalu. “Penyaluran naker paling banyak ke NTB, Denpasar, Surabaya, NTT, dan Jakarta yang didominasi tenaga security (satpam) dan cleaning service,” imbuh Adi Parnama yang juga Manajer Akunting PT Ibu Jero ini. –ten


PELESIR

16

DARA

20 - 26 januari 2014

20 - 26 januari 2014

Ni Kadek Adnya Kusuma Sari

9

Ciptakan Batako Pintar Peredam Bising

S

alah satu siswi SMPN 3 Denpasar berhasil mencipkan batako pintar peredam bising. Siapakah dia? Bagaimana kisahnya? Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Denpasar sering terjadi kebisingan yang mengganggu masyarakat. Kebisingan ini sering disebabkan oleh kendaraan dan suara-suara lainnya. Ni Kadek Adnya Kusuma Sari, mampu menciptakan suatu alat yang berjudul “Batako Pintar Peredam Bising”, kombinasi sampah daun kamboja, semen, pasir, dan air. Lewat batako pintar peredam bising ini, Adnya berhasil meraih medali emas di bidang Kompetisi Inovator Muda (KIM) dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Sains dan Humaniora (OPSSH). Bungsu dari dua bersaudara ini mengaku idenya berawal karena merasa terganggu akibat kebisingan. “Kebetulan rumah saya terletak di pinggir jalan dan ada banyak pohon kambojanya. Namun, selama ini yang dipakai hanya bunga dan kulit batangnya saja,” kisah Adnya. Dari sana ia berpikir untuk memanfaatkan daun kamboja sebagai batako peredam bising. Remaja kelahiran Gianyar, 31 Maret 2000 ini mengaku kesulitan dalam pencetakan batako. “Karena cetakan yang digunakan masih manual, jadi saat melepaskan batako dari cetakan harus sangat hati-hati. Hasilnya itu seperti batako biasa namun di tengahnya berisi daun kamboja,” kata penyuka seafood dan teh ini.

Menunggu Berjam-jam demi Kupu-kupu Satu lagi objek wisata alam atau kebun binatang yang cocok dikunjungi adalah Taman Kupu-kupu Bali atau yang lebih dikenal dengan nama Bali Butterfly Park. ­Taman Kupu-kupu ini dibangun pada tahun 1996, ter­ letak di Banjar Sandan Lebah, Desa Wanasari, tepatnya 7 km sebelah utara Kota Tabanan ke arah Penebel.

T

Taman kupu-kupu

aman seluas satu hektare ini mempunyai koleksi berbagai macam jenis kupu-kupu dari seluruh Indonesia. Kira-kira 15 jenis kupu-kupu tersebar di taman ini yang menjadi ratusan kupu-kupu aneka warna. Tiap hari dilepas ratusan ekor kupu-kupu yang beraneka warna, di antaranya yang pa­ling terkenal di dunia, yaitu kupu-kupu Sayap Burung Surga (Omithoptera paradisea) dan Ornithoptera priamus. Taman Kupu-kupu ini disebut satu-satunya di Indonesia yang berusaha mengembangbiakkan sekaligus menangkar guna keperluan pengetahuan ilmiah maupun sebagai studi pendidikan di masa mendatang. Taman ini ditumbuhi penuh bunga angsoka merah dan di atasnya ditutup dengan jaring agar kupu-kupu dalam taman tidak terbang meninggalkan taman dan hilang. Harga tiket masuk Rp 25.000. Selain koleksi berbagai jenis kupu-kupu, para pengunjung dapat juga menyaksikan koleksi hewan lain seperti tarantula, kumbang macan, kalajengking dan lain-lain yang tempatnya di dalam gua. Hewan ini ditempatkan dalam boks kaca sehingga pengunjung

dapat le­luasa untuk melihat dengan jelas. Gua ini tidak terlalu panjang, sekitar 50 meter, yang berisi puluhan kotak kaca aneka hewan. Setelah menikmati gua ini, Anda akan menuju pengembangan kupu-kupu. Kita bisa masuk ke dalam satu ruangan yang di depannya diberi tirai. Dalam ruangan ini, kita bisa melihat bagaimana perkembangan kupu-kupu mulai dari kepompong sampai dewasa, termasuk jika ingin memegang kupu-kupu yang hinggap di dalam jaring. Anda ha­rus berhati-hati karena kupu-kupu ini masih muda dan belum terlalu kuat. Kalau terlalu lama dipegang, kupu-kupu ini bisa mati. Para pencinta fotografi sering mengunjungi tempat ini. Mereka menjadikan kupu-kupu sebagai salah satu objek pemotretan. Mereka rela menunggu lama agar bisa mendapat­kan momen yang indah untuk memotret kupu-kupu yang cantik. “Kadang bisa bertengger di kepala dan di jari atau sedang mengisap sari bunga, sangat indah dijadikan objek pemotretan,” tutur Kusuma, salah seorang pencinta fotografi dari Denpasar ini. Kalau Anda lelah berjalan mengelilingi taman ini, ada satu lokasi yang dibuat sebagai tempat istirahat yang disediakan beberapa kursi beton. Anda dapat duduk

sejenak sembari menikmati indah­nya bunga angsoka dan aneka warna kupukupu yang berterbangan hilir-mudik. Mungkin bagi kita keberadaan kupu-kupu merupakan hal yang biasa dan umum karena di sekitar kita masih bisa melihat kupu-kupu yang berterbangan di alam bebas dibandingkan dengan lingkungan luar negeri. Sebagai sumber daya hayati, kupu-kupu yang sangat melimpah sangat disayangkan apabila masyarakat Indonesia tidak mengenal dan melestarikannya. Namun, sayang, sebagian besar pengunjung taman ini adalah turis asing. Sejak diresmikan tanggal 17 Desember 1996 oleh Asiawati Oka, Ketua Tim PKK Provinsi Bali waktu itu, taman ini sangat diminati wisatawan asing. Salah satu turis asing asal Eropa, Rick mengatakan, sangat senang mengunjungi Taman Kupu-kupu. Baginya, berada di Taman Kupu-kupu membuatnya merasa nyaman karena melihat aneka warna kupu-kupu beterbangan hinggap dari satu bunga ke bunga yang lain. “Taman ini sangat indah. Saya jarang bisa melihat kupu-kupu bebas beterbangan di negara saya,” tuturnya. Jam buka taman ini mulai pukul 08.00 sampai 17.00. Waktu yang paling baik ber­ kunjung adalah pukul 10.00 saat kupu-kupu

Prinsip kerja batako pintar peredam bising ini adalah meredam sumber bunyi dan terjebak pada campuran semen dan pasir. Bunyi yang lolos akan terjebak dalam rongga yang berisi sampah daun kamboja. Sehingga, kebisingan akan teredam lebih banyak oleh batako pintar peredam bising dibandingkan batako bia­s a. Tak tanggung-tanggung, batako ini mampu meredam bi­s ing hingga 13,57 dB lebih rendah dibandingkan batako biasa. Sehingga apabila di­gunakan, tingkat kebisingan dari jalan raya menjadi lebih tidak bising dibandingkan dengan penggunaan batako biasa. Ketertarikan Adnya untuk menekuni penelitian karena Bali memiliki banyak kearifan lokal. “Dengan meneliti kita bisa tahu banyak hal dan mengungkapkan kearifan lokal Bali yang sebenarnya banyak menyimpan manfaat bagi kehidupan,”

Yu n i t a Dunia otomotif identik dengan kaum laki-laki. Tetapi, kini perempuan yang berkecimpung di dunia otomotif terus ber­tambah. Di ajang motor cross pun didominasi kaum adam. Namun, Bali kini boleh berbangga karena memiliki kroser perempuan. Ia adalah Made Yunita Dwiartini. Yunita, sapaan akrab putri pasang­an Kadek Suartana dan Eka Widiani ini menekuni motor cross sejak kelas 5 SD.

hilir-mudik mencari sari bunga, terutama bagi Anda yang berniat untuk mencari momen pemotretan. Selain melihat kupu-kupu hidup, Anda bisa juga menyaksikan kupu-kupu yang sudah diawetkan. Kupu-kupu ini diletakkan di museum kupu-kupu yang Anda dijumpai saat terakhir berkeliling di taman ini. Aneka spesies kupu-kupu dan serangga di tempatkan dalam kotak kaca. Warnanya sunguh indah, seperti warna pelangi merah, kuning, hijau. Anda ingin membeli oleh-oleh? Setelah museum, Anda akan disambut seorang karya­wan yang menjajakan aneka suvenir mulai dari gantungan kunci dan lukisan kupu-kupu dan serangga lainnya. Jika tak punya pilihan tempat wisata bersama keluarga, taman ini dapat dijadikan referensi. Bukan hanya berwisata, Anda juga sekaligus mengajarkan ilmu pengetahuan kepada anak-anak. Mari, kita cintai keindahan alam dan sumber hayati Indonesia. Selamat jalan-jalan. –Wirati Astiti/Ratna Hidayati

T

aman seluas satu hektare ini mempunyai koleksi berbagai macam jenis kupukupu dari seluruh Indonesia. Kira-kira 15 jenis kupu-kupu tersebar di taman

Aneka warna-warni kupu-kupu

Made Yunita Dwiartini dan Kadek Suartana

ungkap remaja yang menyukai warna biru dan hobi menonton film ini. Adnya mengaku menjadi seorang peneliti untuk mengikuti jejak sang kakak. “Awalnya saya lihat kakak saya meneliti, dan saya lihat meneliti itu sangat menarik. Saya pun mengikuti jejak kakak saya,” tambah Adnya. Putri pasangan Drs. I Wayan Santa Adnyana,M.Ag. dan Dra. Ni Ketut Latri ini mendapat dukungan penuh dari ke­d ua orangtuanya. “Orangtua saya sangat mendukung. Dukungan yang diberikan seperti jika saya kurang bahan atau yang lainnya, orangtua saya berusaha untuk membantu mencarikannya,” jelas Adnya. Pemilik moto “Mestakung” alias Semesta Mendukung ini mengaku lomba yang paling sulit yang pernah diikutinya adalah di SMAN 3 Denpasar. “Jika salah menjawab langsung dikejar pertanyaan yang benar-benar membuat kita itu bingung mau

jawab apa,” ungkap Adnya. Jatuh bangun dalam melakukan penelitian juga dialami Adnya. Ia menuturkan bahwa terkadang ia kesulitan dalam mencari sumber. “Dukanya itu ketika saya sedang meneliti terganggu oleh kegiatan lain. Dan, ketika hasil penelitian belum seperti yang saya inginkan. Juga, ketika kita kesusah­an mencari sumber suatu penelitian. Tetapi, itulah tantangannya,” tutur gadis yang bercita-cita menjadi dokter ini. Tak hanya itu, ketika seseorang terus berusaha dan mendapatkan hasil yang diinginkan, mendapat pengalaman untuk menyempurnakan penelitian, itulah yang dialami oleh Adnya. “Saya berharap untuk bisa mengungkap bahwa kearifan lokal itu bersifat ilmiah,” tandas peraih Juara III LKTI X SMAN 3 Denpasar 2013 sambil tersenyum. Prestasi lain yang pernah diraih Adnya adalah Juara Harapan II OPSSH

I SMAN 3 Denpasar 2013; Juara I LKTI Dinas Pendidikan; Juara I LKTI Dinas Pendidikan; Juara II LKTI Dinas Pendidikan; Perunggu OPSSH II SMAN 3 Denpasar 2014; Emas OPSSH II SMAN 3 Denpasar 2014; Finalis Peneliti Belia Bali dan Finalis OPSSH I SMAN 3 Denpasar sambil tersenyum. -Pebri/Inten Indrawati

Crosser Masa Depan Bali

B

erbagai prestasi pun digaet pelajar yang duduk di kelas 3 SMPN 3 Denpasar itu, baik di event lokal maupun luar Bali. Yunita yang mengendarai KTM mengawali prestasinya de­ngan merebut juara satu di Sirkuit Tulikup, Gianyar. “Setelah meraih juara satu di Tulikup, saya sempat berhenti karena tidak mendapatkan izin dari orang tua,” ungkapnya. Saat merayakan ultah 11 Maret 2013 lalu, Yunita minta hadiah motor cross dan perlengkapan kepada orangtuanya. Setelah mendapatkan hadiah yang diinginkannnya beserta restu orangtua, Yunita pun kembali menekuni motor cross. Turun di kelas 85 CC dengan nomor start 72, Yunita pun memulai raihan prestasinya. Ia menjadi jawara di Sirkuit Wahana Bali Adrenaline, Sanur, juara enam di Sirkuit Bondowoso, Jatim, juara lima dan enam di Sirkuit Baluk Rening, Negara, dan juara empat di Sirkuit Perancak, Negara. Awal tahun 2014, Yunita menyabet juara satu di Sirkuit Bantas, Tabanan. “Kami bangga dengan prestasi yang diraih Yunita. Prestasi ini juga tidak lepas dari binaan yang dilakukan Wahana Bali Adrenaline,” ujar Suartana. Wahana Bali Adrenaline yang berlokasi di Jl. Danau Tempe atau Jl. By Pass Ngurah Rai Sanur, Banjar Suwung Kangin, Sidakarya ini merupakan sirkuit motor cross dan grass track yang buka setiap hari sejak pukul 08.00 sampai 19.00. Sirkuit ini menyediakan dua sirkuit untuk anak-anak dan dewasa. “Kami juga membuka kursus untuk anak-anak yang ingin belajar naik motor cross,” imbuh Suartana yang juga owner Wahana Bali Adrenaline dan merangkap pelatih itu. Meski harus berhadapan dengan crosser laki-laki, hal itu tak membuat Yunita gentar. ‘’Yunita juga memiliki adik, Agus Deni Triartana Putra, menekuni motor cross. Agus Deni yang turun di kelas 50 CC dan 65 CC pemula dengan nomor start 27. Ia meraih juara tiga saat mengikuti Power Cross International di Banyuwangi, Jatim, akhir tahun 2013 lalu,” papar Suartana. Yunita dan Agus Deni tergabung dalam tim Wahana Bali MX dengan klub WBA yang dinaungi IMI Bali. Wahana Bali Adrenaline akan menggelar Kejurda Maret

mendatang. Kejurda ini juga bertujuan menjaring atau seleksi atlet grasstrack untuk kejurnas dan PON di Jawa Barat tahun 2016. –Gung Eka/Inten Indrawati


BUGAR

10

20 - 26 JANUARI 2014

Salah satu penyakit yang paling banyak diderita masyarakat adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). “Penyakit ISPA merupakan penyakit yang paling tinggi pada kunjungan pasien ke sarana kesehatan yakni sebanyak 40%-60% kunjungan berobat karena disebabkan penyakit ini,” ujar dr. Made Agus Hendrayana, M.Ked.

I

Penyakit ISPA sering dikaitkan dengan keadaan cuaca yang ekstrim dan sering berubah. “Keadaan cuaca merupakan faktor pendukung terjadinya ISPA dan memudahkan seseorang terkena infeksi ini. Cuaca yang sangat panas, angin kencang, hujan deras, dan suhu yang dingin dan lembab secara tidak langsung memengaruhi ketahanan tubuh seseorang,” jelas Wakil Ketua IDI Cabang Denpasar ini. Faktor lain yang mendukung adalah keadaan lingkungan tempat tinggal atau kerja yang kurang ventilasi, lembab, disertai penghuni yang padat atau adanya pencemaran udara. Selain itu, faktor yang tidak kalah pentingnya, daya tahan tubuh seseorang yang dipengaruhi status gizi yang kurang, merokok, paparan asap atau adanya komplikasi dari penyakit lain. Ia menyatakan, sumber penyakit ini adalah orang yang sedang

Foto ilustrasi: net

Sehat ala Ade Rai

Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sehat ala Ade Rai” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id Rubrik ini diasuh Ade Rai.

Konsumsi produk pembakar lemak tidak dimaksudkan untuk memberikan perlindungan dari makanan-makanan berkalori tinggi. Seringkali orang tidak sukses dalam pemakaian thermogenik bukan karena produk thermogenik tersebut tidak efektif, melainkan produk tersebut dikonsumsikan de­ ngan harapan dirinya bisa mengonsumsi makanan lebih banyak tanpa takut penumpukan lemak atau dengan harapan 1-2 kapsul produk tersebut bisa menggantikan satu sesi olahraga yang intensif. Pendekatan yang salah inilah yang biasanya terjadi dan menyebabkan proses penurunan lemak tidak berhasil. Beberapa kandungan utama thermogenik adalah: cafeinne, guarana, bitter orange, green tea. Sebelum 2002, ma huang yang mengandung

menderita penyakit ISPA yang menularkan penyakitnya dengan menyebarkan kuman ke udara pada saat batuk atau bersin. Bakteri atau virus terkandung dalam bentuk percikan cairan tubuh dan dapat juga dari tangan penderita yang telah mengandung kuman. Gejala ISPA biasanya tampak setelah satu sampai tiga hari setelah terpapar kuman dan penyakit ini biasa berlangsung selama 7-10 hari. Gejala-gejala awal ISPA biasanya dimulai dengan badan terasa pegal-pegal, meriang, sakit kepala, sakit tenggorokan dan tidak bergairah. Bila tidak ditangani dapat berlanjut menjadi demam, radang tenggorokan, batuk, pilek, tonsillitis, faringitis, bronchitis, sesak napas sampai radang paru-paru atau pneumonia. Penyakit ISPA dapat meyerang siapa saja terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang sedang menurun. “Penyakit ISPA lebih sering terjadi pada balita dan anak-anak karena sistem pertahanan tubuh anak yang masih rendah. Para ahli memperkirakan seorang balita rata-rata mendapat serangan batuk-pilek sebanyak tiga sampai enam kali setahun,” kata dokter Agus. Ia menyatakan, ISPA yang bersifat ringan masih dapat sembuh sendiri. Namun, apabila sudah menjadi parah dan timbul komplikasi dapat berbahaya. “Apabila ISPA sampai menjalar ke organ telinga dapat menjadi infeksi telinga bagian tengah, dapat menjadi sinusitis, bronchitis, sampai menjadi radang paru-paru yang

Konsumsikan Air Dingin Mengonsumsi air tenyata juga memberikan manfaat peningkatan metabolisme. Dengan catatan air tersebut dalam suhu atau temperatur yang lebih dingin. Riset yang dipu­ blikasikan dalam Journal of Clinical

15

Di era modern seperti sekarang ini pakaian seragam (uniform) banyak perkembangan, mulai dari model, variasi hingga materialnya. Pakaian seragam juga didesain dengan model yang berbeda untuk setiap bidang pekerjaan. Seperti yang tampak pada perhelatan Denpasar Festival belum lama ini. Salah satu rangkaian acaranya adalah lomba seragam berbahan endek untuk rumah sakit dan hotel. dr. Made Agus Hendrayana

dapat mengakibatkan kematian bila tidak ditangani,” ujar dokter yang mengikuti pendidikan di Springschool on Tropical Medicine, Infectious Diseases and Molecular Biology, UMG, Göttingen, Germany dan Microbiology Research and Diagnostic, Erasmus Medical Centre, Rotterdam, Netherland ini. World Health Organization (WHO) mengatakan, penyakit ISPA paling sering menyebabkan kematian pada anak balita, karena radang paru-paru. Kematian seringkali disebabkan karena penderita datang berobat dalam keadaan parah/lanjut dan sering disertai komplikasi dan keadaan yang kurang gizi. ISPA yang masih bersifat rin-

gan seperti batuk-pilek yang sering disebabkan virus tidak memerlukan pengobatan dengan antibiotik, cukup dengan istirahat menjaga kondisi tubuh, makan bergizi, dan minum minuman hangat. Apabila dapat dipastikan penyebabnya adalah adanya infeksi bakteri baru memerlukan pengobatan dengan antibiotik. Apabila ada anggota keluarga yang sedang sakit ISPA, usahakan lingkungan tempat tinggalnya yang sehat, yaitu yang berventilasi cukup, dengan pencahayaan yang memadai. Jangan sampai tisu atau sapu tangan bekas yang berisi ingus atau dahak berceceran di rumah yang dapat sebagai media penyebaran. -Wirati Astiti/Ratna Hidayati

Cara Cegah ISPA - - - - - - - -

Tetap menjaga daya tahan tubuh dengan makanan yang bergizi. Istirahat yang cukup. Mencegah kontak dekat dengan orang yang penderita ISPA. Hindari keluar rumah apabila keadaan cuaca yang kurang mendukung. Rajin mencuci tangan dan menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan Melakukan imunisasi. Penderita ISPA hendaknya membuang tisu bekas batuk atau bersin pada tempatnya dan segera mencuci tangan apabila terkontaminasi cairan tubuh. Segera memeriksakan diri ke dokter apabila gejala ISPA bertambah parah untuk mendapat pengobatan yang tepat

Strategi Meningkatkan Metabolisme 4

ephedra juga termasuk dalam kandungan utama thermogenik, hanya saja karena laporan media dan komplain yang besar terhadap kandungan ini, ephedra akhirnya pun di larang penggunaannya untuk keperluan suplementasi. Berikut ini adalah tabel perbanding­ an antara lipotropik dan thermogenik dengan tujuan untuk memudahkan identifikasi saat membeli, sekaligus mempermudah mendapatkan produk fat-loss yang paling tepat untuk masing-masing individu. (* lihat tabel)

STYLE

Seragam Kerja Endek Favorit

Awas Serangan ISPA SPA adalah infeksi yang bersifat akut yang berkembang dengan cepat menyerang saluran pernapasan baik bagian atas maupun bagian bawah. Infeksi ini menyerang saluran pernapasan bagian atas seperti hidung, sinus, tonsil, tenggorokan dan bagian bawah seperti laring, trakea, bronkus, dan paru-paru. Dosen pengajar di bagian SMF Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Unud/RS Sanglah ini mengatakan, penyebab utama dari penyakit ISPA adalah adanya infeksi dari agen mikroba penyebab infeksi seperti bakteri, virus, riketsia, dan parasit. “Virus penyebab ISPA seperti virus influenza, parainfluenza, dan adenovirus. Sedangkan, bakteri yang sering menjadi penyebab ISPA adalah golongan streptococcus, hemofilus influenza, bordetella pertusis, dan corinebacterium diffteri,” ucapnya.

20 - 26 JANUARI 2014

Endocrinology and Metabolisme mene­ mukan fakta bahwa tubuh bereaksi terhadap masuknya air yang lebih dingin ke dalamnya. Dalam upaya untuk menetralisir suhu air agar sama dengan suhu tubuh, tubuh memproduksi panas dengan cara membakar kalori. Dalam catatan studi tersebut,

potensi tambahan pembakaran sebanyak 100 kalori bisa terjadi sebagai hasil dari mengkonsumsi 450ml air sebanyak 4 kali dalam 1 hari. Pene­ muan yang dicatat pada tahun 2003 ini justru bertolak belakang dengan pendapat yang selama ini beredar di masyarakat bahwa minum air dingin menyebabkan kegemukan.

P

akaian seragam sudah menjadi bagian dari kebutuhan utama setiap perusahaan. Penggunaan pakain seragam diperlukan terutama berkaitan erat dengan tampilan luar karyawan. Baik untuk menjalin hubungan dan tidak jarang menjadi spirit kerjanya. Selain itu, tampilan karyawan perusahaan dalam bentuk seragam kerja diperlukan, sebab secara tidak langsung seragam kerja merupakan representasi perusahaan. Begitu pula ketika karyawan yang menggunakan pakaian seragam berada di tengahtengah masyarakat dan berperilaku baik (good manner), maka secara tak langsung perusahaan akan mendapatkan umpan balik yang baik pula, diantaranya citra positif dari

masyarakat. Menurut Dewi Suarjani, desianer yang cukup banyak menggarap seragam hotel dan restoran ini, pakaian seragam yang banyak disukai adalah model yang variasinya lebih sederhana namun memberikan kesan elegan dan berwibawa . Model seragam yang mempunyai konsep, pas dan nyaman dipakai. Begitu juga urusan bahannya, endek adalah salah satu yang menjadi pilihan favorit karena mewakili sebuah budaya yang indah. Inilah beberapa pilihan model busana kerja untuk hotel dan rumah sakit yang dipilh Tokoh untuk Anda pekan ini. – Sri Ardhini/Wirati Astiti


14

J E L I TA

20 - 26 januari 2014

Jenis-jenis Perawatan Wajah

Wajah merupakan bagian pertama yang di­lihat orang. Tak ada s­ eorang pun yang mau kulit wajah­nya kusam, penuh flek noda-noda hitam atau kerutan halus. Banyak orang ­me­lakukan perawatan agar kulitnya bercahaya dan elastis.

Dewi Mastini

M

enurut dr. I Gusti Nyoman Bagus Usiana, salah seorang dokter konsultan House of Dura Bali, saat ini ada perawatan dengan konsep P-Flash (Premium Flash) yang sangat digemari. Perawatan ini adalah kom­ binasi fitur skin tightening & reju­ venation. P- Flash, memberikan perawatan lengkap untuk kulit dan tanda-tanda penuaan dini. Metode ini juga dilengkapi dengan perawatan elektroporosis untuk memberikan nutrisi yang dibutuhkan kulit sehingga proses re­ generasi kulit menjadi maksimal. Perawatan dengan P- Flash, meliputi perawatan yang mengatasi masalah seperti pigmentasi, talangiektasis, garis penuaan atau wrinkle, jerawat, rambut atau bulu yang tidak diinginkan. “Proses ini memerlukan waktu sekitar 120 menit,” ujar dokter Bagus. Hasil yang didapat akan mencerahkan, mengencangkan, dan memberikan nutrisi kulit wajah dalam waktu singkat dengan maksimal. Metode ini juga memberikan waktu yang lebih efisien bagi sese­ orang mendapatkan kulit sehat dan muda kembali. Ia menyarankan, bagi yang ingin mengatasi masalah kulit, perawatan ini sebaiknya dilakukan dua kali dalam sebulan. Sedangkan, mereka yang ingin menjaga kondisi kulitnya cukup satu kali sebulan. Dokter Bagus mengatakan, ada juga perawatan lain yakni facial intensif, dengan teknik perawatan yang detail. Perawatan ini dapat

membersihkan, mengenyalkan, meremajakan, mengencangkan serta mencerahkan kulit wajah. Sedangkan untuk membantu melembabkan, memberi nutrisi pada kulit, mengembalikan elastisitas dan membersihkan serta mencerahkan kulit, dapat melakukan collagen treatment. Perawatan lainnya lagi ada yang bernama oxygpure, yakni perawatan kulit yang dirancang secara khusus menggunakan vitamin C dan oksigen murni sebagai aktivatornya. “Ini dilakukan demi mengatasi persolan kusam dan kering karena kelelahan,” kata Dokter Bagus. Menurutnya, oxypure juga dapat meningkatkan collagen pada wajah yang berfungsi untuk meningkatkan kekenyalan kulit, serta membantu mempercepat penyembuhan luka. Kulit pun menerima oksigen dan vitamin C secara optimal. Kulit menjadi lebih putih dan cerah serta mampu menjadikan tubuh dan pikiran lebih rileks. Sementara pilihan perawatan yang menggunakan teknologi radio frekwensi terkini, dengan kombinasi terapi warna atau yang disebut active cell, diperlukan untuk meningkatkan metabolisme sekaligus memperbaiki kinerja sel-sel kulit. Perawatan active sell dapat dipilih sesuai kebutuhan, apakah untuk perawatan wajah, leher, dagu, mata, dan payudara. Totok Wajah Dewi Mastini pemilik Totok Aura Natural di Denpasar mengatakan, totok wajah merupakan pemijatan yang dilakukan di sekitar area wajah dengan teknik khusus yang akan mengaktifkan titik-titik aura wajah. Selain, melakukan perawatan peeling, totok wajah juga kerap dilakukan sebagai alternatif untuk menjadikan wajah terlihat lebih cerah, kencang, dan tampak awet muda. Kelebihan totok wajah, adalah wajah akan lebih rileks, mengurangi kerutan di wajah, membuat wajah tampak lebih

cerah, menghilangkan nodanoda di wajah, dan melancarkan peredaran darah. Totok wajah biasanya dilakukan dengan melakukan pemijatan antara lain di area garis senyum, pelipis, atas alis, dan pangkal hidung. Dewi mengatakan totok wajah sebaiknya dilakukan seorang ahli, yang mengerti teknik dan titik-titik totok untuk hasil yang maksimal. Ia juga mengingatkan beberapa hal yang perlu diper­hatikan ketika melakukan perawat­an totok wajah. Sebelum melakukan totok wajah, ia menyaran­kan, wajah da-

20 - 26 januari 2014

Ketika anak atau orang terkasih Anda demam, apa yang akan diperbuat? Penanganan pertama yang dilakukan tentu minum obat penurun panas dan dikompres. Ada yang ­memakai air hangat, ada pula sebagian masyarakat yang masih percaya dengan penggunaan air dingin, ­mengolesi badan dengan minyak, atau bawang merah. Apakah ini ­mitos atau fakta? okter AA.Sagung Kumala Ningrat mengatakan, pe­nanganan demam memang sebaiknya dikompres memakai air hangat. Asumsinya, dengan suhu di luar yang hangat, tubuh akan meng­anggap suhu di luar cukup panas sehingga tubuh bereaksi dengan menurunkan suhu yang ada. “Jika suhu tubuh yang panas dikompres air dingin justru akan membuat tubuh menggigil. Tubuh menggigil pertanda suhu meningkat,” ujarnya. Dokter cantik kelahiran 2 September 1978 yang bertugas di Rumah Sakit Indera ini melanjutkan, masih banyak mitos lain yang masih diyakini kebenarannya oleh masyarakat, dan perlu diluruskan. Beberapa mitos itu diantaranya: Mitos: Jika demam, kompreslah memakai air es/ alkohol pada bagian-bagian tertentu (dahi, ketiak, perut). Malahan ada yang ekstrim, langsung menceburkan diri ke kolam renang. Fakta: Kompres dengan air es/alkohol seharus­nya ditinggalkan karena air es memicu peningkatan suhu tubuh. Air dingin membuat pembuluh darah tepi di kulit me­n gecil sehingga pe­ ngeluaran panas menjadi terhalang dan tubuh menjadi bertambah panas. Begitu juga dengan penggunaan alkohol karena mudah diserap kulit tubuh. Cara pengompresan yang benar diletak-

na itu, secara otomatis tubuh akan terasa lebih segar dan rileks sehingga menghilangkan stres dan ketegangan. Namun, apapun perawatan yang dipilih selama dilakukan rutin, hasilnya tentu kulit menjadi segar, kenyal, kencang, dan bersinar. – Sri Ardhini/ Wirati Astiti

11

Bolehkah Minum Susu saat Demam? D

lam kondisi bersih. Sebaiknya tidak dilakukan pada wajah berjerawat. Selain itu, akan lebih baik jika totok wajah dilakukan bagi mere­ ka yang berusia 17 tahun ke atas. Setelah melakukan totok wajah, minimal tujuh hari berikutnya totok wajah baru dapat dilakukan kembali. Sama seperti facial lainnya, selesai melakukan totok wajah, pastikan wajah diberi masker untuk menutup pori-pori yang terbuka saat pemijatan. Selain berfungsi untuk kecantikan wajah, totok wajah, kata Dewi, juga sangat baik bagi kesehatan karena inti dari penotokan adalah untuk melancarkan peredaran darah dan metabolisme tubuh. Kare­

MITOS ATAU FAKTA

dr. Oka Negara, FIAS

kan pada bagian tubuh yang luas dan memiliki pembuluh darah yang besar seperti di leher, perut, ketiak, dan lipatan paha. Mitos: Jika demam, kompres dengan mentimun (parutan mentimun). Fakta: Jika demam seharusnya dikompres dengan air hangat karena dapat membantu menurunkan suhu tubuh. Air hangat juga dapat membuka pori-pori sehingga memudahkan pengeluaran panas dari tubuh. Penggunaan mentimun bisa sebagai pilihan alternatif karena khasiat mentimun yang menyegarkan. Mitos: Memakai selimut tebal dapat mere­dakan demam. Fakta: Penggunaan pakaian yang tebal/selimut saat deman akan menaikkan suhu tubuh karena udara tubuh yang panas tidak bisa menguap sehingga suhu tubuh akan naik. Mitos: Hujan-hujanan menyebabkan demam, apalagi badan tidak dibilas dengan air. Fakta: Di saat kehujanan tubuh akan basah dan kedinginan. Saat dingin itu tubuh akan dipaksa mengeluarkan energi. Jika daya tahan lemah, tubuh tidak akan mampu mengimbangi perubah­

Kirim surat Anda ke ­Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh ­Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

Tanya: “Dok, aku lagi galau nih. Di kantor belakangan ini banyak sekali per­ bincangan dan gosip seputar permasalahan seks. Aku risih melihat temanteman kantor yang cowok suka browsing gambar porno di kantor, malah sampai dilihatin ke aku. Terus pas menjelang tahun baru kemarin ada teman bilang, saat diajak ke luar kota sama atasannya hampir diajak check in. Dan yang mengejutkan juga, baru saja ada teman mengeluhkan tidak pernah merasakan yang namanya orgasme saat berhubungan dengan suaminya yang bikin dia merasa tidak normal, yang akhirnya membuat semangat kerjanya menurun. Maaf aku borong Dok, jadi bagaimana Dok, seks yang sehat buat kita yang pekerja kantoran gini?” (Ayu,25) Jawab: Sesungguhnya tidak sedikit yang memiliki masalah serupa dan membicarakannya sebagai obrolan di kantor. Sama dengan yang lain, para pekerja kantoran dan para eksekutif muda juga terpapar dengan pro­blematika seksualitas yang beragam. Mulai dari masih banyaknya yang percaya dengan mitos seksual, misal­nya mitos memperbesar penis, mitos merapatkan vagina, mitos keperawa­nan, mitosmitos mencegah kehamil­an, mitos praktek seksual lainnya yang banyak sekali. Selanjut­nya juga maraknya pornografi yang malah sering kali diakses di jam kerja, baik itu di internet, juga bisa via gadget seperti hp, hingga yang lebih konvensional seperti DVD porno, majalah porno sampai ke pertunjukkan bermuatan seks yang bisa dikunjungi langsung, yang jika tidak dikelola dengan baik akan memunculkan perilaku seksual yang seringkali berisiko. Tidak ada yang salah, malah

bagus membicarakan seks dengan lebih terbuka bersama teman-teman sebaya di kantor untuk saling berbagi, tetapi tentu saja dengan memanfaatkan waktu istirahat atau jam luang kantor agar tidak mempengaruhi produktivitas kerja. Beberapa hal yang juga bisa di­se­but sebagai seks yang tidak sehat, yang sering dilakukan di jam kantor misalnya adalah hal-hal sebagai berikut: melakukan sexting (menyampaikan pesan seksual lewat gambar atau tulisan di hp atau internet selama jam kantor secara serius), mengakses secara pribadi atau beramai-ramai media pornografi saat jam kerja, melakukan pelecehan seksual dengan memanfaatkan relasi kuasa ke bawahan, hingga melakukan perilaku seksual berisiko di jam kerja (misalnya memanfaatkan situasi lowong untuk berhubungan seksual dengan sesama teman kantor). Itu semua berisiko tinggi, baik secara sosial, profesional hingga risiko medis, mulai dari ringan hingga berat. Akan lebih bagus memikirkan semuanya

an suhu. Akibat­n ya, daya tahan semakin menurun dan kesehat­ an terganggu. Berbagai penyakit akan timbul seperti demam, batuk, dan flu. Sehabis terguyur hujan, sebaik­­ nya mandi air hangat agar suhu tubuh cepat kembali normal. Air hujan merupakan salah satu faktor yang dapat memperberat terjadinya penyakit tetapi bukan penyebab utama. Mitos: Mengoleskan minyak kayu putih atau balsem pada kaki dan memakaikan kaus kaki, dapat mencegah demam. Fakta: Pencegahan demam dapat dilakukan dengan memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi serta makanan yang banyak mengan­dung vitamin C, istirahat yang cukup, dan menjaga kebersihan diri serta lingkungan. Mengoleskan minyak kayu putih/ balsem dan menggunakan kaus kaki hanya sebagai penghangat badan saat sakit. Mitos: Membalurkan bawang merah ke badan bisa meredakan demam Fakta: Penatalaksanaan demam pada umumnya dengan mengompres air hangat dan bila perlu dengan obat-obat antiperetik (penurun panas). Penggunaan bawang merah dapat dipakai sebagai alternatif karena bawang merah mengandung minyak atsiri, sikloailin, metilaliin, kaemferol,

kuersetin dan florogusin yang baik sebagai penurun panas. Bawang merah dijadikan obat tradisional dari memanfaatkan senyawa antiseptik alliin yang bersifat antimikroba dan bakterisida. Mitos: Makan banyak agar cepat sembuh dari demam. Fakta: Makan banyak tidak akan membuat sembuh dari demam. Namun, asupan makanan dan minuman sangat diperlukan untuk mencukupi kalori disaat demam. Saat sakit diperlukan makanan yang sehat bergizi dan

secukupnya. Mitos: Anak tumbuh gigi selalu disertai demam. Fakta: Tumbuh gigi dapat menyebabkan demam, hanya sekadar mitos, dan belum pernah terbukti dalam penelitian. Bayi tumbuh gigi tidak selalu disertai demam. Kebanyakan bayi memang mengalami demam ketika akan tumbuh gigi. Demam adalah reaksi tubuh karena adanya infeksi baik ringan apalagi berat. Mitos: Jangan memberikan susu pada anak saat demam, karena dianggap akan memperparah sakitnya. Fakta: Susu sulit dicerna. Sedangkan saat demam, sistem pencernaan bekerja lebih lemah. Jika tak kuat, anak akan mual bahkan muntah, jika diberikan susu. -Inten Indrawati/Wirati Astiti

Obrolan Seks di Kantor baik-baik termasuk memikirkan risikonya jika ingin melakukannya, karena sekali lagi bukan rahasia lagi sudah sering terjadi risiko pekerjaan, tuntutan perkara pidana, hingga risiko kehamilan tidak diinginkan dan infeksi menular seksual menjadi akibatnya. Di samping problem infeksi menular seksual dan kehamilan tidak diinginkan yang bisa muncul dari faktor perilaku, ada juga kasus lain yang makin marak dikeluhkan oleh para eksekutif muda pekerja kantoran, yaitu problem fungsi seksual. Mengingat tuntutan pekerjaan yang tinggi, stres tinggi, kelelahan juga menyertai yang akhirnya bagi yang sudah menikah sering mengeluhkan adanya keluhan semisal gairah seksual menurun, disfungsi ereksi, ejakulasi dini hingga gangguan orgasme. Pola hidup tidak sehat, jarang istirahat, merokok, pola makan dengan kolesterol tinggi dari makanan cepat saji bisa memunculkan penyakit metabolisme di usia lebih dini seper­ti kencing manis yang pada akhir­ nya merusak pembuluh darah dan mengganggu fungsi hormon seksual. Yang dikombinasi dengan problem psikis seperti stres di pekerjaan atau stres di rumah, bahkan stres dengan pasangan, akan memicu problem fungsi seksual. Dorongan seksual akan menjadi menurun jika hormon testosteron juga menurun, disfungsi ereksi dan gangguan pelumasan vagina pada perempuan bisa terjadi karena pembuluh darah terganggu yang akhir­ nya memperburuk kualitas orgasme. Semua bisa terjadi di usia kerja. Dari semua paparan permasalah­ an di atas, ada dua tips yang bisa dipasangkan buat bisa dipakai sebagai pegangan menghadapi problem sek-

sualitas dan juga reproduksi: Cermin dan Konsep ABCDE. Cermin sangat sederhana. Ini bisa menjadi pekerjaan rumah sebelum berangkat ke kantor, sesudah tiba di rumah, atau saat istirahat di kantor. Manfaatkanlah cermin untuk memperhatikan juga organ kelamin kita. Terutama ini penting bagi perempuan, yang struktur anatomi kelaminnya berbeda dengan laki-laki. Mengamati organ kelamin laki-laki lebih mudah dibanding perempuan. Karenanya buat perempuan, pakailah juga cermin untuk melihat apakah ada tandatanda yang tidak normal dari vagina, bisa berupa keradangan, luka, lecet, tanda pertumbuhan jamur, infeksi, keputihan yang tidak normal dan lain sebagainya terlebih saat kelamin mengalami keluh­an seperti gatal atau terasa nyeri saat buang air kecil. Jadi, cermin jangan hanya dimanfaatkan untuk memperhatikan wajah saja, tetapi bisa buat memperhatikan perubahan dan keluhan di organ kelamin, semakin dini bisa diketahui ada masalah, semakin mudah di­ tangani atau disembuhkan jika itu adalah penyakit. Konsep ABCDE Konsep ABCDE ini bisa dilakukan siapa saja, di berbagai tingkat usia dan semua pekerjaan. Untuk mencegah dini dari infeksi karena perilaku seksual juga bisa. Ketika sudah mencapai pubertas, dorongan seksual sangat wajar muncul, tetapi memang seharusnya bisa dikelola dengan baik, terlebih di usia produktif kerja dan dengan lingkungan interaksi pekerjaan yang sering kali banyak interaksi antara satu orang dengan orang lain sesama makhluk seksual, di lingkungan kerja juga salah

satunya, yang sudah sering terdengar ada persinggungan seksual, perselingkuhan hingga berbagai perilaku seksual yang berisiko infeksi menular seksual. Konsep ABCDE ini bisa diterapkan. A adalah Abstinence, artinya tidak melakukan hubungan seksual. Ini bisa dilakukan untuk yang belum menikah atau pasangan seksualnya sedang berada jauh dalam waktu yang lama. B adalah Be Faithful, artinya tetaplah saling setia dengan pasangan. C adalah Condom, yang artinya jika seseorang mencoba untuk berperilaku seksual bergonta-ganti pasangan sudah seharusnya memproteksi dirinya dengan menggunakan kondom. Sedangkan D adalah Don’t Inject yang berarti jangan pernah menggunakan narkotika yang disuntikkan atau menggunakan jarum suntik apapun yang tidak steril, yang berisiko tertular infeksi darinya. Dan E adalah Education, yang artinya Edukasi atau mencari informasi yang benar tentang problem seksualitas. Jadi, de­ngan menerapkan konsep ABCDE ini selalu, maka perilaku seksual menjadi sehat dan tidak berisiko tertular infeksi menular seksual hingga HIV AIDS. Mencari informasi dari sumber yang benar, menghindari pengalam seksual yang tidak menyenangkan, memelihara kebersihan organ kelamin, jangan malu dan segera mencari bantuan yang tepat jika mengalami masalah seksual adalah hal-hal penting yang harus dilakukan dalam kehidup­an seksual. Dan senantiasa binalah komunikasi seksual yang baik dengan pasangan, karena kehidupan seksual yang baik akan membawa kualitas hidup yang baik, yang akhirnya akan membawa produktivitas kerja yang optimal.


12

RESEP ALA CHEF

20 - 26 JANUARI 2014

Cream Horn Bahan: 350 gram 10 gram 200 gram 50 gram Ceri

Belajar Membuat Kue Membuat kue gampang-gampang susah. Diperlukan ketelitian dan kesabaran. Kalau salah takarannya, kue menjadi tidak mengembang dan akan memengaruhi rasa. Yuk, kita belajar membuat kue bersama mahasiswa Sekolah Perhotelan Bali Jurusan Tata Boga Middle Level Semester IV Kelas B dibantu dua dosen pengajar I Wayan Langen dan AA Istri Ari Parwati. Selamat mencoba.

Chocolate Roll

: : : :

puff pastry dough gula pasir pastry cream whipped cream untuk hiasan

Bahan puff pastry dough: 1 kg : tepung terigu 1 buah : jeruk nipis 20 gram : garam 500 gram : korsvet (lemak margarin khusus untuk membuat lapisan kue) Air : disesuaikan dengan keperluan Cara membuat puff pastry dough: - Tepung terigu, air, jeruk nipis, dan garam dicampur rata. Kemudian diuleni sampai kalis. Diamkan sekitar 15 menit. - Adonan digiling memanjang dengan botol. Tambahkan korsvet di atasnya dengan ukuran sebagian adonan tepung.

- Kemudian lipat dan giling. Biarkan 15 menit. Pipihkan kembali adonan, kembali istirahatkan 15 menit. Kemudian pipihkan kembali. Lakukan hal ini sampai tiga kali. Diamkan. Cara membuat pastry cream: - 1 liter susu direbus tambahkan sedikit gula. Campurkan susu tadi bersama 150 gram gula, 80 gram tepung terigu, 10 gram tepung jagung, dan 8 butir kuning telur. Masak sampai mengental. Siap digunakan. Penyelesaian: - Giling adonan puff pastry dengan tipis 2-3 mm. Potongpotong. - Ambil cetakan yang menyerupai tumpeng kecil dan lekatkan adonan yang sudah dipotongpotong tadi. Beri olesan kuning telur dan taburi gula pasir. Oven kue. Setelah matang keluarkan. Beri pastry cream dalam kue. Hias dengan whipping cream dan ceri. Sajikan.

Bahan: Sponge cake 300 gram : butter cream 250 gram : cokelat 100 gram : kacang kenari

Bahan sponge cake: 6 butir : telur ayam 150 gram : gula pasir 25 gram : cokelat bubuk 125 gram : tepung terigu 70 gram : mentega yang sudah dicairkan Cara membuat sponge cake: - Telur dan gula dicocok sampai mengembang. Masukkan tepung terigu dan mentega cair. Tuang kue ke dalam loyang kotak yang tipis. Oven kue sampai matang. Kemudian dinginkan. Penyelesaian: - Setelah kue dingin, diberi

20 - 26 JANUARI 2014

olesan butter cream yang sudah dicampur dengan cokelat. Kemudian digulung perlahan-lahan. Simpan sebentar di dalam kulkas. Keluarkan kue dan disiram dengan cokelat yang sudah dilelehkan. - Simpan kembali di kulkas. Setelah merekat bagus, potongpotong dan beri hiasan.

Banana Cake

Bahan: 325 gram : mentega 625 gram : gula pasir 8 butir : telur ayam 675 gram : tepung terigu 10 gram : baking powder 12 gram : garam 8 biji : pisang 2,5 gram : bubuk kayumanis 50 cc : susu cair 50 cc : minyak sedikit vanila esen Cara membuat: - Hancurkan pisang sampai lembut. - Mentega dan gula dikocok, tambahkan telur. Campur sampai rata. Masukkan ke dalam adonan pisang. Aduk rata. - Tambahkan tepung terigu, baking powder, vanila esen, garam, dan bubuk kayumanis. - Masukkan susu dan minyak - Bakar kue selama 40 menit dengan suhu 180°C.

: mentega : gula tepung : cokelat dilelehkan (cokelat batang yang dipanaskan) : kuning telur : putih telur : gula pasir : tepung terigu : cokelat bubuk : baking powder (bisa dibeli di toko kue/supermarket) : garam : kenari : kismis

Cara membuat: - Kocok gula dan mentega sampai mengembang. Tambahkan cokelat yang dilelehkan. - Tambahkan kuning telur. Aduk rata. - Putih telur dan gula dikocok sampai mengembang. - Campurkan adonan putih telur ke dalam adonan kuning telur tadi. - Tambahkan tepung terigu, cokelat bubuk, baking powder, garam, kenari, dan kismis. - Tuang adonan ke dalam loyang. - Masukkan kue dalam oven selama 30 menit dan bakar dengan suhu 180 derajat Celcius. –Wirati Astiti/Ratna Hidayati

13

Ketut Wardama

Promosikan Babi Guling

B

abi guling merupakan salah satu makanan khas tradisional Bali. Makanan ini sangat terkenal karena kelezatan daging dan kulit babi yang gurih. Karena itu, Ketut Wardama mencoba memberikan sentuhan lain agar babi guling hasil racikannya berbeda dengan bali guling yang sudah ada. Ketut merasa tersanjung karena satu-satunya hotel di sekitar Pantai Kuta yang menjadikan babi guling sebagai maskot di restoran hanya di tempatnya bekerja. Bahkan, nama makanan ini pun disebut “Babi Guling by Pak Tut”. Executive Sous Chef Hotel Kuta Paradiso ini menuturkan, untuk membuat babi guling sebagai daya tarik di hotel ini memerlukan berbagai pertimbangan. “Kami melakukan empat kali percobaan agar rasa yang didapat bisa diterima dengan lidah tamu khususnya turis asing,” kata lelaki asal Payangan, Gianyar ini. Saat melakukan percobaan, ia mengajak seluruh staf yang boleh mengonsumsi daging babi untuk mencicipi makanan tersebut. Berbagai komentar yang muncul mulai dari kurang pedas atau kurang manis. Ia juga mencari pembanding agar babi guling hasil buatannya memiliki ciri khas yang lain. Ketut memiliki tempat tersend-

Chocolate Brownies Bahan: 450 gram 265 gram 95 gram 20 butir 13 butir 375 gram 340 gram 150 gram 10 gram 5 gram 225 gram 100 gram

C U L I N A RY C O R N E R

Sarwan Bahan: 250 gr 2 sdm 1 buah 2 siung 100 gr 100 gr 150 gr 200 ml 100 gr ½ buah

Ketut Wardama iri untuk membuat babi gulingnya. “Saya masih membuat babi guling dengan cara tradisional menggunakan arang dan sabut kelapa agar rasa dan aroma yang didapat gurih dan enak,” kata lelaki yang sudah bekerja di bidang kuliner selama 27 tahun ini. Restoran tempatnya memasak terbuka sehingga tamu yang tertarik bisa saja melihat cara kerjanya memasak. Pajangan babi gulingnya juga ditata di depan jalan sehingga sangat menarik minat siapa saja yang sedang lewat. Menurut Ketut, saat dibuka mulai awal November tahun lalu, sambutan pengunjung lumayan bagus. “Tamu yang banyak makan dari Cina, Jepang, dan Australia,” kata Ketut. Ketut menyiapkan

satu sampai dua ekor babi guling. Teryata tiap hari selalu habis. Cara menyantap babi guling masing-masing tamu berbeda. Ia menuturkan, turis Cina biasanya suka disajikan satu set komplet nasi babi guling yang terdiri dari nasi putih, sate, lawar, babi guling, dan kuah. Sementara, turis Australia, lebih suka makan daging babi guling saja yang ditemani dengan minuman alkohol sembari mereka mengobrol dengan temantemannya. Tak hanya makan di tempat, para tamu yang ingin membeli membawa pulang, ia siap menerima. Karena kelebihan ini, restoran Kuta Paradiso ini selalu ramai dikunjungi para tamu yang sedang berlibur di Kuta. Menurut Ketut, penyajian babi guling sebagai salah satu bentuk promosi Bali ke dunia internasional. “Kami ingin memperkenalkan Bali memiliki makanan tradisional yang sangat enak dan lezat sehingga para tamu yang datang ke Bali, hendaknya mencoba mencicipi makanan ini. Babi guling masakan

bisa diganti cabai merah besar ½ buah : b a w a n g b o m b a i hijau, potong dadu atau bias diganti dengan cabe hijau besar Garam, lada, penyedap secukupnya Cara membuat: - Panaskan margarin, masukkan bawang bombai dan bawang putih, tumis hingga harum - Masukkan daging atau cornet, masak hingga berubah warna

- Masukkan jamur kancing dan larutan susu ke dalam tumisan daging atau cornet - Tambahkangaram, lada, penyedap, air hangatdan paprika ataucabaimerahbesar - Masukkan rebusan makaroni, aduk hingga rata, tambahkan keju parut, bolak-balik hingga matang, dan siap disajikan, tambahkan taburan parutan keju di atasnya.

Bahan: 500 gr : ayam, potong menurut selera, lumuri dengan air jeruk nipis, diamkan sesaat 400 ml : santan encer 200 ml : santan kental 4 cm : kayu manis 6 biji : cengkih 2 batang : serai, memarkan 3 lembar : daun jeruk Garam, gula, kaldu bubuk dan minyak/ margarine secukupnya Bumbu 1 sdm ½ sdm 4 siung 3 biji 5 biji 2 ruas 4 biji ½ sdt 7 biji

halus: : ketumbar : merica : bawangputih : cabai merah besar : cabai rawit : jari jahe : kemiri : jinten : bawang merah

Bistik Daging Ungkep Bahan: 500 gr : daging sapi lulur, iris serong memotong serat, lumuri dan parutkan nanas sebanyak 2 sdm ½ buah : bawang bombai, rajang halus ½ saus : tiram 3 sdm : saus tomat 3 sdm : saus sambal ¼ sdt : lada 500 ml : air Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya Margarin/minyak secukupnya

-Wirati Astiti/Ratna Hidayati

Kari Ayam

Makaroni Saus Putih

: macaroni rebus : margarin : bawang bombai, cincang halus : bawang putih, cincang halus : daging giling atau cornet : jamur kancing, iris tipis : susu bubuk, larutkan dengan air : air hangat : keju parut : paprika merah, potong dadu atau

yang unik, karena dimasak empat jam dengan cara tradisional,” jelasnya. Ketut mengatakan, bumbu babi guling ia pelajari dari orangtuanya turun-temurun. “Kebetulan ibu saya dulu menjual nasi di pasar. Jadi sejak kecil belajar dari ibu cara memasak,” kata Ketut. Walaupun awalnya ia bercitacita menjadi polisi, tamat SMA ia meneruskan pendidikannya ikut program kerja sama Depnaker dengan P4B. “Setamat SMA, saya ikut program kerja sama Depnaker dengan P4B selama tiga bulan. Tamat di sini saya mendapatkan juara I. Saya coba bekerja harian di Hotel Nusa Dua Beach. Kemudian saya pindah ke Hotel Kartika Plaza dan bekerja selama 10 tahun di sana,” tuturnya mengenang masa lalunya. Selama di Kartika Plaza, Ketut banyak mengenyam dunia kompetisi memasak. Bersama tim dari hotel ia berangkat Ke Nagoya Jepang, kemudian ikut kontes di Jakarta memperebutkan Piala Presiden Soeharto, kemudian sempat juga ikut lomba kuliner yang digelar Indonesian Chef Association (ICA) Bali. Karena chef atau atasan Ketut di tempatnya bekerja pindah ke Kuta Paradiso, Ketut ikut serta. Jabatan pertamanya sous chef sampai sekarang sudah 17 tahun ia berkarier,

kini jabatannya executive sous chef. Ketut tak hanya menguasai makanan Indonesia, ia juga mahir masakan Cina dan Barat. Namun, saat berkompetisi dalam makanan, ia selalu menampilkan makanan Indonesia dengan sentuhan Bali. Seperti pengalamannya dalam kompetisi di Nagoya Jepang, masakan yang paling disukai masyarakat Jepang dalam penyajiannya adalah sate lilit. Begitu juga, saat ia bersama tim Kuta Paradiso mengikuti kontes memasak tahun lalu. Timnya mendapatkan juara The Best Presentation dan The Best Preparation. Masakan yang disajikan sangat unik, yakni makanan pembuka dengan Muncuk Don Waluh dan Lawar Penyalin. Sup yang disajikan Sup Calon Lindung. Makanan utama Nasi Cacah dengan Bebek Guling, Timbungan Ikan, Sate Kakul, Don Belimbing Nyawan, dan makanan penutup Daluman Gula Ganting dan Jaja Batun Bedil. Kesibukan lain Ketut adalah mengajarkan tamu yang menginap di hotel ikut kelas memasak. “Kelas memasak adalah ekstraaktivitas tamu yang menginap di Kuta Paradiso. Jika mereka tertarik bisa ikut kelas memasak selama satu jam. Makanan yang diajarkan masakan Indonesia yang mudah dalam pembuatannya seperti pepes, sate lilit, dan lumpia. Kelas ini dilakukan tiap Kamis. Biasanya tamu yang ikut lima sampai 10 orang,” kata Ketut. Menurut Ketut, kelas memasak merupakan salah satu promosi agar para tamu tertarik menginap di Kuta Paradiso, selalin fasilitas yang ditawarkan dan makanan spesial.

Cara membuat: - Panas kan minyak atau margarin, masukkan bawang bombai, tumis hingga harum, masukkan daging hingga berubah warna - Tambahkan semua bumbu dan air, ungkep hingga air habis - Masakan siap dihidangkan, taburi dengan bawang putih goreng beserta kentang goreng * Jika suka dengan aroma bakar, Pangganglah daging tersebut dengan grillpan.

Cara membuat: - Panaskan minyak/margarin, masukkan bumbu halus, cengkih, serai, dan daun jeruk, tumis hingga harum - Masukkan ayam, bolak-balik lalu tambahkan kayu manis dan santan cair, biarkan hingga mendidih sampai ayam empuk - Masukkan santan kental, aduk hingga mendidih, tambahkan garam dan gula lalu angkat - Tambahkan bawang goreng, kari siap dihidangkan


12

RESEP ALA CHEF

20 - 26 JANUARI 2014

Cream Horn Bahan: 350 gram 10 gram 200 gram 50 gram Ceri

Belajar Membuat Kue Membuat kue gampang-gampang susah. Diperlukan ketelitian dan kesabaran. Kalau salah takarannya, kue menjadi tidak mengembang dan akan memengaruhi rasa. Yuk, kita belajar membuat kue bersama mahasiswa Sekolah Perhotelan Bali Jurusan Tata Boga Middle Level Semester IV Kelas B dibantu dua dosen pengajar I Wayan Langen dan AA Istri Ari Parwati. Selamat mencoba.

Chocolate Roll

: : : :

puff pastry dough gula pasir pastry cream whipped cream untuk hiasan

Bahan puff pastry dough: 1 kg : tepung terigu 1 buah : jeruk nipis 20 gram : garam 500 gram : korsvet (lemak margarin khusus untuk membuat lapisan kue) Air : disesuaikan dengan keperluan Cara membuat puff pastry dough: - Tepung terigu, air, jeruk nipis, dan garam dicampur rata. Kemudian diuleni sampai kalis. Diamkan sekitar 15 menit. - Adonan digiling memanjang dengan botol. Tambahkan korsvet di atasnya dengan ukuran sebagian adonan tepung.

- Kemudian lipat dan giling. Biarkan 15 menit. Pipihkan kembali adonan, kembali istirahatkan 15 menit. Kemudian pipihkan kembali. Lakukan hal ini sampai tiga kali. Diamkan. Cara membuat pastry cream: - 1 liter susu direbus tambahkan sedikit gula. Campurkan susu tadi bersama 150 gram gula, 80 gram tepung terigu, 10 gram tepung jagung, dan 8 butir kuning telur. Masak sampai mengental. Siap digunakan. Penyelesaian: - Giling adonan puff pastry dengan tipis 2-3 mm. Potongpotong. - Ambil cetakan yang menyerupai tumpeng kecil dan lekatkan adonan yang sudah dipotongpotong tadi. Beri olesan kuning telur dan taburi gula pasir. Oven kue. Setelah matang keluarkan. Beri pastry cream dalam kue. Hias dengan whipping cream dan ceri. Sajikan.

Bahan: Sponge cake 300 gram : butter cream 250 gram : cokelat 100 gram : kacang kenari

Bahan sponge cake: 6 butir : telur ayam 150 gram : gula pasir 25 gram : cokelat bubuk 125 gram : tepung terigu 70 gram : mentega yang sudah dicairkan Cara membuat sponge cake: - Telur dan gula dicocok sampai mengembang. Masukkan tepung terigu dan mentega cair. Tuang kue ke dalam loyang kotak yang tipis. Oven kue sampai matang. Kemudian dinginkan. Penyelesaian: - Setelah kue dingin, diberi

20 - 26 JANUARI 2014

olesan butter cream yang sudah dicampur dengan cokelat. Kemudian digulung perlahan-lahan. Simpan sebentar di dalam kulkas. Keluarkan kue dan disiram dengan cokelat yang sudah dilelehkan. - Simpan kembali di kulkas. Setelah merekat bagus, potongpotong dan beri hiasan.

Banana Cake

Bahan: 325 gram : mentega 625 gram : gula pasir 8 butir : telur ayam 675 gram : tepung terigu 10 gram : baking powder 12 gram : garam 8 biji : pisang 2,5 gram : bubuk kayumanis 50 cc : susu cair 50 cc : minyak sedikit vanila esen Cara membuat: - Hancurkan pisang sampai lembut. - Mentega dan gula dikocok, tambahkan telur. Campur sampai rata. Masukkan ke dalam adonan pisang. Aduk rata. - Tambahkan tepung terigu, baking powder, vanila esen, garam, dan bubuk kayumanis. - Masukkan susu dan minyak - Bakar kue selama 40 menit dengan suhu 180°C.

: mentega : gula tepung : cokelat dilelehkan (cokelat batang yang dipanaskan) : kuning telur : putih telur : gula pasir : tepung terigu : cokelat bubuk : baking powder (bisa dibeli di toko kue/supermarket) : garam : kenari : kismis

Cara membuat: - Kocok gula dan mentega sampai mengembang. Tambahkan cokelat yang dilelehkan. - Tambahkan kuning telur. Aduk rata. - Putih telur dan gula dikocok sampai mengembang. - Campurkan adonan putih telur ke dalam adonan kuning telur tadi. - Tambahkan tepung terigu, cokelat bubuk, baking powder, garam, kenari, dan kismis. - Tuang adonan ke dalam loyang. - Masukkan kue dalam oven selama 30 menit dan bakar dengan suhu 180 derajat Celcius. –Wirati Astiti/Ratna Hidayati

13

Ketut Wardama

Promosikan Babi Guling

B

abi guling merupakan salah satu makanan khas tradisional Bali. Makanan ini sangat terkenal karena kelezatan daging dan kulit babi yang gurih. Karena itu, Ketut Wardama mencoba memberikan sentuhan lain agar babi guling hasil racikannya berbeda dengan bali guling yang sudah ada. Ketut merasa tersanjung karena satu-satunya hotel di sekitar Pantai Kuta yang menjadikan babi guling sebagai maskot di restoran hanya di tempatnya bekerja. Bahkan, nama makanan ini pun disebut “Babi Guling by Pak Tut”. Executive Sous Chef Hotel Kuta Paradiso ini menuturkan, untuk membuat babi guling sebagai daya tarik di hotel ini memerlukan berbagai pertimbangan. “Kami melakukan empat kali percobaan agar rasa yang didapat bisa diterima dengan lidah tamu khususnya turis asing,” kata lelaki asal Payangan, Gianyar ini. Saat melakukan percobaan, ia mengajak seluruh staf yang boleh mengonsumsi daging babi untuk mencicipi makanan tersebut. Berbagai komentar yang muncul mulai dari kurang pedas atau kurang manis. Ia juga mencari pembanding agar babi guling hasil buatannya memiliki ciri khas yang lain. Ketut memiliki tempat tersend-

Chocolate Brownies Bahan: 450 gram 265 gram 95 gram 20 butir 13 butir 375 gram 340 gram 150 gram 10 gram 5 gram 225 gram 100 gram

C U L I N A RY C O R N E R

Sarwan Bahan: 250 gr 2 sdm 1 buah 2 siung 100 gr 100 gr 150 gr 200 ml 100 gr ½ buah

Ketut Wardama iri untuk membuat babi gulingnya. “Saya masih membuat babi guling dengan cara tradisional menggunakan arang dan sabut kelapa agar rasa dan aroma yang didapat gurih dan enak,” kata lelaki yang sudah bekerja di bidang kuliner selama 27 tahun ini. Restoran tempatnya memasak terbuka sehingga tamu yang tertarik bisa saja melihat cara kerjanya memasak. Pajangan babi gulingnya juga ditata di depan jalan sehingga sangat menarik minat siapa saja yang sedang lewat. Menurut Ketut, saat dibuka mulai awal November tahun lalu, sambutan pengunjung lumayan bagus. “Tamu yang banyak makan dari Cina, Jepang, dan Australia,” kata Ketut. Ketut menyiapkan

satu sampai dua ekor babi guling. Teryata tiap hari selalu habis. Cara menyantap babi guling masing-masing tamu berbeda. Ia menuturkan, turis Cina biasanya suka disajikan satu set komplet nasi babi guling yang terdiri dari nasi putih, sate, lawar, babi guling, dan kuah. Sementara, turis Australia, lebih suka makan daging babi guling saja yang ditemani dengan minuman alkohol sembari mereka mengobrol dengan temantemannya. Tak hanya makan di tempat, para tamu yang ingin membeli membawa pulang, ia siap menerima. Karena kelebihan ini, restoran Kuta Paradiso ini selalu ramai dikunjungi para tamu yang sedang berlibur di Kuta. Menurut Ketut, penyajian babi guling sebagai salah satu bentuk promosi Bali ke dunia internasional. “Kami ingin memperkenalkan Bali memiliki makanan tradisional yang sangat enak dan lezat sehingga para tamu yang datang ke Bali, hendaknya mencoba mencicipi makanan ini. Babi guling masakan

bisa diganti cabai merah besar ½ buah : b a w a n g b o m b a i hijau, potong dadu atau bias diganti dengan cabe hijau besar Garam, lada, penyedap secukupnya Cara membuat: - Panaskan margarin, masukkan bawang bombai dan bawang putih, tumis hingga harum - Masukkan daging atau cornet, masak hingga berubah warna

- Masukkan jamur kancing dan larutan susu ke dalam tumisan daging atau cornet - Tambahkangaram, lada, penyedap, air hangatdan paprika ataucabaimerahbesar - Masukkan rebusan makaroni, aduk hingga rata, tambahkan keju parut, bolak-balik hingga matang, dan siap disajikan, tambahkan taburan parutan keju di atasnya.

Bahan: 500 gr : ayam, potong menurut selera, lumuri dengan air jeruk nipis, diamkan sesaat 400 ml : santan encer 200 ml : santan kental 4 cm : kayu manis 6 biji : cengkih 2 batang : serai, memarkan 3 lembar : daun jeruk Garam, gula, kaldu bubuk dan minyak/ margarine secukupnya Bumbu 1 sdm ½ sdm 4 siung 3 biji 5 biji 2 ruas 4 biji ½ sdt 7 biji

halus: : ketumbar : merica : bawangputih : cabai merah besar : cabai rawit : jari jahe : kemiri : jinten : bawang merah

Bistik Daging Ungkep Bahan: 500 gr : daging sapi lulur, iris serong memotong serat, lumuri dan parutkan nanas sebanyak 2 sdm ½ buah : bawang bombai, rajang halus ½ saus : tiram 3 sdm : saus tomat 3 sdm : saus sambal ¼ sdt : lada 500 ml : air Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya Margarin/minyak secukupnya

-Wirati Astiti/Ratna Hidayati

Kari Ayam

Makaroni Saus Putih

: macaroni rebus : margarin : bawang bombai, cincang halus : bawang putih, cincang halus : daging giling atau cornet : jamur kancing, iris tipis : susu bubuk, larutkan dengan air : air hangat : keju parut : paprika merah, potong dadu atau

yang unik, karena dimasak empat jam dengan cara tradisional,” jelasnya. Ketut mengatakan, bumbu babi guling ia pelajari dari orangtuanya turun-temurun. “Kebetulan ibu saya dulu menjual nasi di pasar. Jadi sejak kecil belajar dari ibu cara memasak,” kata Ketut. Walaupun awalnya ia bercitacita menjadi polisi, tamat SMA ia meneruskan pendidikannya ikut program kerja sama Depnaker dengan P4B. “Setamat SMA, saya ikut program kerja sama Depnaker dengan P4B selama tiga bulan. Tamat di sini saya mendapatkan juara I. Saya coba bekerja harian di Hotel Nusa Dua Beach. Kemudian saya pindah ke Hotel Kartika Plaza dan bekerja selama 10 tahun di sana,” tuturnya mengenang masa lalunya. Selama di Kartika Plaza, Ketut banyak mengenyam dunia kompetisi memasak. Bersama tim dari hotel ia berangkat Ke Nagoya Jepang, kemudian ikut kontes di Jakarta memperebutkan Piala Presiden Soeharto, kemudian sempat juga ikut lomba kuliner yang digelar Indonesian Chef Association (ICA) Bali. Karena chef atau atasan Ketut di tempatnya bekerja pindah ke Kuta Paradiso, Ketut ikut serta. Jabatan pertamanya sous chef sampai sekarang sudah 17 tahun ia berkarier,

kini jabatannya executive sous chef. Ketut tak hanya menguasai makanan Indonesia, ia juga mahir masakan Cina dan Barat. Namun, saat berkompetisi dalam makanan, ia selalu menampilkan makanan Indonesia dengan sentuhan Bali. Seperti pengalamannya dalam kompetisi di Nagoya Jepang, masakan yang paling disukai masyarakat Jepang dalam penyajiannya adalah sate lilit. Begitu juga, saat ia bersama tim Kuta Paradiso mengikuti kontes memasak tahun lalu. Timnya mendapatkan juara The Best Presentation dan The Best Preparation. Masakan yang disajikan sangat unik, yakni makanan pembuka dengan Muncuk Don Waluh dan Lawar Penyalin. Sup yang disajikan Sup Calon Lindung. Makanan utama Nasi Cacah dengan Bebek Guling, Timbungan Ikan, Sate Kakul, Don Belimbing Nyawan, dan makanan penutup Daluman Gula Ganting dan Jaja Batun Bedil. Kesibukan lain Ketut adalah mengajarkan tamu yang menginap di hotel ikut kelas memasak. “Kelas memasak adalah ekstraaktivitas tamu yang menginap di Kuta Paradiso. Jika mereka tertarik bisa ikut kelas memasak selama satu jam. Makanan yang diajarkan masakan Indonesia yang mudah dalam pembuatannya seperti pepes, sate lilit, dan lumpia. Kelas ini dilakukan tiap Kamis. Biasanya tamu yang ikut lima sampai 10 orang,” kata Ketut. Menurut Ketut, kelas memasak merupakan salah satu promosi agar para tamu tertarik menginap di Kuta Paradiso, selalin fasilitas yang ditawarkan dan makanan spesial.

Cara membuat: - Panas kan minyak atau margarin, masukkan bawang bombai, tumis hingga harum, masukkan daging hingga berubah warna - Tambahkan semua bumbu dan air, ungkep hingga air habis - Masakan siap dihidangkan, taburi dengan bawang putih goreng beserta kentang goreng * Jika suka dengan aroma bakar, Pangganglah daging tersebut dengan grillpan.

Cara membuat: - Panaskan minyak/margarin, masukkan bumbu halus, cengkih, serai, dan daun jeruk, tumis hingga harum - Masukkan ayam, bolak-balik lalu tambahkan kayu manis dan santan cair, biarkan hingga mendidih sampai ayam empuk - Masukkan santan kental, aduk hingga mendidih, tambahkan garam dan gula lalu angkat - Tambahkan bawang goreng, kari siap dihidangkan


14

J E L I TA

20 - 26 januari 2014

Jenis-jenis Perawatan Wajah

Wajah merupakan bagian pertama yang di­lihat orang. Tak ada s­ eorang pun yang mau kulit wajah­nya kusam, penuh flek noda-noda hitam atau kerutan halus. Banyak orang ­me­lakukan perawatan agar kulitnya bercahaya dan elastis.

Dewi Mastini

M

enurut dr. I Gusti Nyoman Bagus Usiana, salah seorang dokter konsultan House of Dura Bali, saat ini ada perawatan dengan konsep P-Flash (Premium Flash) yang sangat digemari. Perawatan ini adalah kom­ binasi fitur skin tightening & reju­ venation. P- Flash, memberikan perawatan lengkap untuk kulit dan tanda-tanda penuaan dini. Metode ini juga dilengkapi dengan perawatan elektroporosis untuk memberikan nutrisi yang dibutuhkan kulit sehingga proses re­ generasi kulit menjadi maksimal. Perawatan dengan P- Flash, meliputi perawatan yang mengatasi masalah seperti pigmentasi, talangiektasis, garis penuaan atau wrinkle, jerawat, rambut atau bulu yang tidak diinginkan. “Proses ini memerlukan waktu sekitar 120 menit,” ujar dokter Bagus. Hasil yang didapat akan mencerahkan, mengencangkan, dan memberikan nutrisi kulit wajah dalam waktu singkat dengan maksimal. Metode ini juga memberikan waktu yang lebih efisien bagi sese­ orang mendapatkan kulit sehat dan muda kembali. Ia menyarankan, bagi yang ingin mengatasi masalah kulit, perawatan ini sebaiknya dilakukan dua kali dalam sebulan. Sedangkan, mereka yang ingin menjaga kondisi kulitnya cukup satu kali sebulan. Dokter Bagus mengatakan, ada juga perawatan lain yakni facial intensif, dengan teknik perawatan yang detail. Perawatan ini dapat

membersihkan, mengenyalkan, meremajakan, mengencangkan serta mencerahkan kulit wajah. Sedangkan untuk membantu melembabkan, memberi nutrisi pada kulit, mengembalikan elastisitas dan membersihkan serta mencerahkan kulit, dapat melakukan collagen treatment. Perawatan lainnya lagi ada yang bernama oxygpure, yakni perawatan kulit yang dirancang secara khusus menggunakan vitamin C dan oksigen murni sebagai aktivatornya. “Ini dilakukan demi mengatasi persolan kusam dan kering karena kelelahan,” kata Dokter Bagus. Menurutnya, oxypure juga dapat meningkatkan collagen pada wajah yang berfungsi untuk meningkatkan kekenyalan kulit, serta membantu mempercepat penyembuhan luka. Kulit pun menerima oksigen dan vitamin C secara optimal. Kulit menjadi lebih putih dan cerah serta mampu menjadikan tubuh dan pikiran lebih rileks. Sementara pilihan perawatan yang menggunakan teknologi radio frekwensi terkini, dengan kombinasi terapi warna atau yang disebut active cell, diperlukan untuk meningkatkan metabolisme sekaligus memperbaiki kinerja sel-sel kulit. Perawatan active sell dapat dipilih sesuai kebutuhan, apakah untuk perawatan wajah, leher, dagu, mata, dan payudara. Totok Wajah Dewi Mastini pemilik Totok Aura Natural di Denpasar mengatakan, totok wajah merupakan pemijatan yang dilakukan di sekitar area wajah dengan teknik khusus yang akan mengaktifkan titik-titik aura wajah. Selain, melakukan perawatan peeling, totok wajah juga kerap dilakukan sebagai alternatif untuk menjadikan wajah terlihat lebih cerah, kencang, dan tampak awet muda. Kelebihan totok wajah, adalah wajah akan lebih rileks, mengurangi kerutan di wajah, membuat wajah tampak lebih

cerah, menghilangkan nodanoda di wajah, dan melancarkan peredaran darah. Totok wajah biasanya dilakukan dengan melakukan pemijatan antara lain di area garis senyum, pelipis, atas alis, dan pangkal hidung. Dewi mengatakan totok wajah sebaiknya dilakukan seorang ahli, yang mengerti teknik dan titik-titik totok untuk hasil yang maksimal. Ia juga mengingatkan beberapa hal yang perlu diper­hatikan ketika melakukan perawat­an totok wajah. Sebelum melakukan totok wajah, ia menyaran­kan, wajah da-

20 - 26 januari 2014

Ketika anak atau orang terkasih Anda demam, apa yang akan diperbuat? Penanganan pertama yang dilakukan tentu minum obat penurun panas dan dikompres. Ada yang ­memakai air hangat, ada pula sebagian masyarakat yang masih percaya dengan penggunaan air dingin, ­mengolesi badan dengan minyak, atau bawang merah. Apakah ini ­mitos atau fakta? okter AA.Sagung Kumala Ningrat mengatakan, pe­nanganan demam memang sebaiknya dikompres memakai air hangat. Asumsinya, dengan suhu di luar yang hangat, tubuh akan meng­anggap suhu di luar cukup panas sehingga tubuh bereaksi dengan menurunkan suhu yang ada. “Jika suhu tubuh yang panas dikompres air dingin justru akan membuat tubuh menggigil. Tubuh menggigil pertanda suhu meningkat,” ujarnya. Dokter cantik kelahiran 2 September 1978 yang bertugas di Rumah Sakit Indera ini melanjutkan, masih banyak mitos lain yang masih diyakini kebenarannya oleh masyarakat, dan perlu diluruskan. Beberapa mitos itu diantaranya: Mitos: Jika demam, kompreslah memakai air es/ alkohol pada bagian-bagian tertentu (dahi, ketiak, perut). Malahan ada yang ekstrim, langsung menceburkan diri ke kolam renang. Fakta: Kompres dengan air es/alkohol seharus­nya ditinggalkan karena air es memicu peningkatan suhu tubuh. Air dingin membuat pembuluh darah tepi di kulit me­n gecil sehingga pe­ ngeluaran panas menjadi terhalang dan tubuh menjadi bertambah panas. Begitu juga dengan penggunaan alkohol karena mudah diserap kulit tubuh. Cara pengompresan yang benar diletak-

na itu, secara otomatis tubuh akan terasa lebih segar dan rileks sehingga menghilangkan stres dan ketegangan. Namun, apapun perawatan yang dipilih selama dilakukan rutin, hasilnya tentu kulit menjadi segar, kenyal, kencang, dan bersinar. – Sri Ardhini/ Wirati Astiti

11

Bolehkah Minum Susu saat Demam? D

lam kondisi bersih. Sebaiknya tidak dilakukan pada wajah berjerawat. Selain itu, akan lebih baik jika totok wajah dilakukan bagi mere­ ka yang berusia 17 tahun ke atas. Setelah melakukan totok wajah, minimal tujuh hari berikutnya totok wajah baru dapat dilakukan kembali. Sama seperti facial lainnya, selesai melakukan totok wajah, pastikan wajah diberi masker untuk menutup pori-pori yang terbuka saat pemijatan. Selain berfungsi untuk kecantikan wajah, totok wajah, kata Dewi, juga sangat baik bagi kesehatan karena inti dari penotokan adalah untuk melancarkan peredaran darah dan metabolisme tubuh. Kare­

MITOS ATAU FAKTA

dr. Oka Negara, FIAS

kan pada bagian tubuh yang luas dan memiliki pembuluh darah yang besar seperti di leher, perut, ketiak, dan lipatan paha. Mitos: Jika demam, kompres dengan mentimun (parutan mentimun). Fakta: Jika demam seharusnya dikompres dengan air hangat karena dapat membantu menurunkan suhu tubuh. Air hangat juga dapat membuka pori-pori sehingga memudahkan pengeluaran panas dari tubuh. Penggunaan mentimun bisa sebagai pilihan alternatif karena khasiat mentimun yang menyegarkan. Mitos: Memakai selimut tebal dapat mere­dakan demam. Fakta: Penggunaan pakaian yang tebal/selimut saat deman akan menaikkan suhu tubuh karena udara tubuh yang panas tidak bisa menguap sehingga suhu tubuh akan naik. Mitos: Hujan-hujanan menyebabkan demam, apalagi badan tidak dibilas dengan air. Fakta: Di saat kehujanan tubuh akan basah dan kedinginan. Saat dingin itu tubuh akan dipaksa mengeluarkan energi. Jika daya tahan lemah, tubuh tidak akan mampu mengimbangi perubah­

Kirim surat Anda ke ­Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh ­Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

Tanya: “Dok, aku lagi galau nih. Di kantor belakangan ini banyak sekali per­ bincangan dan gosip seputar permasalahan seks. Aku risih melihat temanteman kantor yang cowok suka browsing gambar porno di kantor, malah sampai dilihatin ke aku. Terus pas menjelang tahun baru kemarin ada teman bilang, saat diajak ke luar kota sama atasannya hampir diajak check in. Dan yang mengejutkan juga, baru saja ada teman mengeluhkan tidak pernah merasakan yang namanya orgasme saat berhubungan dengan suaminya yang bikin dia merasa tidak normal, yang akhirnya membuat semangat kerjanya menurun. Maaf aku borong Dok, jadi bagaimana Dok, seks yang sehat buat kita yang pekerja kantoran gini?” (Ayu,25) Jawab: Sesungguhnya tidak sedikit yang memiliki masalah serupa dan membicarakannya sebagai obrolan di kantor. Sama dengan yang lain, para pekerja kantoran dan para eksekutif muda juga terpapar dengan pro­blematika seksualitas yang beragam. Mulai dari masih banyaknya yang percaya dengan mitos seksual, misal­nya mitos memperbesar penis, mitos merapatkan vagina, mitos keperawa­nan, mitosmitos mencegah kehamil­an, mitos praktek seksual lainnya yang banyak sekali. Selanjut­nya juga maraknya pornografi yang malah sering kali diakses di jam kerja, baik itu di internet, juga bisa via gadget seperti hp, hingga yang lebih konvensional seperti DVD porno, majalah porno sampai ke pertunjukkan bermuatan seks yang bisa dikunjungi langsung, yang jika tidak dikelola dengan baik akan memunculkan perilaku seksual yang seringkali berisiko. Tidak ada yang salah, malah

bagus membicarakan seks dengan lebih terbuka bersama teman-teman sebaya di kantor untuk saling berbagi, tetapi tentu saja dengan memanfaatkan waktu istirahat atau jam luang kantor agar tidak mempengaruhi produktivitas kerja. Beberapa hal yang juga bisa di­se­but sebagai seks yang tidak sehat, yang sering dilakukan di jam kantor misalnya adalah hal-hal sebagai berikut: melakukan sexting (menyampaikan pesan seksual lewat gambar atau tulisan di hp atau internet selama jam kantor secara serius), mengakses secara pribadi atau beramai-ramai media pornografi saat jam kerja, melakukan pelecehan seksual dengan memanfaatkan relasi kuasa ke bawahan, hingga melakukan perilaku seksual berisiko di jam kerja (misalnya memanfaatkan situasi lowong untuk berhubungan seksual dengan sesama teman kantor). Itu semua berisiko tinggi, baik secara sosial, profesional hingga risiko medis, mulai dari ringan hingga berat. Akan lebih bagus memikirkan semuanya

an suhu. Akibat­n ya, daya tahan semakin menurun dan kesehat­ an terganggu. Berbagai penyakit akan timbul seperti demam, batuk, dan flu. Sehabis terguyur hujan, sebaik­­ nya mandi air hangat agar suhu tubuh cepat kembali normal. Air hujan merupakan salah satu faktor yang dapat memperberat terjadinya penyakit tetapi bukan penyebab utama. Mitos: Mengoleskan minyak kayu putih atau balsem pada kaki dan memakaikan kaus kaki, dapat mencegah demam. Fakta: Pencegahan demam dapat dilakukan dengan memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi serta makanan yang banyak mengan­dung vitamin C, istirahat yang cukup, dan menjaga kebersihan diri serta lingkungan. Mengoleskan minyak kayu putih/ balsem dan menggunakan kaus kaki hanya sebagai penghangat badan saat sakit. Mitos: Membalurkan bawang merah ke badan bisa meredakan demam Fakta: Penatalaksanaan demam pada umumnya dengan mengompres air hangat dan bila perlu dengan obat-obat antiperetik (penurun panas). Penggunaan bawang merah dapat dipakai sebagai alternatif karena bawang merah mengandung minyak atsiri, sikloailin, metilaliin, kaemferol,

kuersetin dan florogusin yang baik sebagai penurun panas. Bawang merah dijadikan obat tradisional dari memanfaatkan senyawa antiseptik alliin yang bersifat antimikroba dan bakterisida. Mitos: Makan banyak agar cepat sembuh dari demam. Fakta: Makan banyak tidak akan membuat sembuh dari demam. Namun, asupan makanan dan minuman sangat diperlukan untuk mencukupi kalori disaat demam. Saat sakit diperlukan makanan yang sehat bergizi dan

secukupnya. Mitos: Anak tumbuh gigi selalu disertai demam. Fakta: Tumbuh gigi dapat menyebabkan demam, hanya sekadar mitos, dan belum pernah terbukti dalam penelitian. Bayi tumbuh gigi tidak selalu disertai demam. Kebanyakan bayi memang mengalami demam ketika akan tumbuh gigi. Demam adalah reaksi tubuh karena adanya infeksi baik ringan apalagi berat. Mitos: Jangan memberikan susu pada anak saat demam, karena dianggap akan memperparah sakitnya. Fakta: Susu sulit dicerna. Sedangkan saat demam, sistem pencernaan bekerja lebih lemah. Jika tak kuat, anak akan mual bahkan muntah, jika diberikan susu. -Inten Indrawati/Wirati Astiti

Obrolan Seks di Kantor baik-baik termasuk memikirkan risikonya jika ingin melakukannya, karena sekali lagi bukan rahasia lagi sudah sering terjadi risiko pekerjaan, tuntutan perkara pidana, hingga risiko kehamilan tidak diinginkan dan infeksi menular seksual menjadi akibatnya. Di samping problem infeksi menular seksual dan kehamilan tidak diinginkan yang bisa muncul dari faktor perilaku, ada juga kasus lain yang makin marak dikeluhkan oleh para eksekutif muda pekerja kantoran, yaitu problem fungsi seksual. Mengingat tuntutan pekerjaan yang tinggi, stres tinggi, kelelahan juga menyertai yang akhirnya bagi yang sudah menikah sering mengeluhkan adanya keluhan semisal gairah seksual menurun, disfungsi ereksi, ejakulasi dini hingga gangguan orgasme. Pola hidup tidak sehat, jarang istirahat, merokok, pola makan dengan kolesterol tinggi dari makanan cepat saji bisa memunculkan penyakit metabolisme di usia lebih dini seper­ti kencing manis yang pada akhir­ nya merusak pembuluh darah dan mengganggu fungsi hormon seksual. Yang dikombinasi dengan problem psikis seperti stres di pekerjaan atau stres di rumah, bahkan stres dengan pasangan, akan memicu problem fungsi seksual. Dorongan seksual akan menjadi menurun jika hormon testosteron juga menurun, disfungsi ereksi dan gangguan pelumasan vagina pada perempuan bisa terjadi karena pembuluh darah terganggu yang akhir­ nya memperburuk kualitas orgasme. Semua bisa terjadi di usia kerja. Dari semua paparan permasalah­ an di atas, ada dua tips yang bisa dipasangkan buat bisa dipakai sebagai pegangan menghadapi problem sek-

sualitas dan juga reproduksi: Cermin dan Konsep ABCDE. Cermin sangat sederhana. Ini bisa menjadi pekerjaan rumah sebelum berangkat ke kantor, sesudah tiba di rumah, atau saat istirahat di kantor. Manfaatkanlah cermin untuk memperhatikan juga organ kelamin kita. Terutama ini penting bagi perempuan, yang struktur anatomi kelaminnya berbeda dengan laki-laki. Mengamati organ kelamin laki-laki lebih mudah dibanding perempuan. Karenanya buat perempuan, pakailah juga cermin untuk melihat apakah ada tandatanda yang tidak normal dari vagina, bisa berupa keradangan, luka, lecet, tanda pertumbuhan jamur, infeksi, keputihan yang tidak normal dan lain sebagainya terlebih saat kelamin mengalami keluh­an seperti gatal atau terasa nyeri saat buang air kecil. Jadi, cermin jangan hanya dimanfaatkan untuk memperhatikan wajah saja, tetapi bisa buat memperhatikan perubahan dan keluhan di organ kelamin, semakin dini bisa diketahui ada masalah, semakin mudah di­ tangani atau disembuhkan jika itu adalah penyakit. Konsep ABCDE Konsep ABCDE ini bisa dilakukan siapa saja, di berbagai tingkat usia dan semua pekerjaan. Untuk mencegah dini dari infeksi karena perilaku seksual juga bisa. Ketika sudah mencapai pubertas, dorongan seksual sangat wajar muncul, tetapi memang seharusnya bisa dikelola dengan baik, terlebih di usia produktif kerja dan dengan lingkungan interaksi pekerjaan yang sering kali banyak interaksi antara satu orang dengan orang lain sesama makhluk seksual, di lingkungan kerja juga salah

satunya, yang sudah sering terdengar ada persinggungan seksual, perselingkuhan hingga berbagai perilaku seksual yang berisiko infeksi menular seksual. Konsep ABCDE ini bisa diterapkan. A adalah Abstinence, artinya tidak melakukan hubungan seksual. Ini bisa dilakukan untuk yang belum menikah atau pasangan seksualnya sedang berada jauh dalam waktu yang lama. B adalah Be Faithful, artinya tetaplah saling setia dengan pasangan. C adalah Condom, yang artinya jika seseorang mencoba untuk berperilaku seksual bergonta-ganti pasangan sudah seharusnya memproteksi dirinya dengan menggunakan kondom. Sedangkan D adalah Don’t Inject yang berarti jangan pernah menggunakan narkotika yang disuntikkan atau menggunakan jarum suntik apapun yang tidak steril, yang berisiko tertular infeksi darinya. Dan E adalah Education, yang artinya Edukasi atau mencari informasi yang benar tentang problem seksualitas. Jadi, de­ngan menerapkan konsep ABCDE ini selalu, maka perilaku seksual menjadi sehat dan tidak berisiko tertular infeksi menular seksual hingga HIV AIDS. Mencari informasi dari sumber yang benar, menghindari pengalam seksual yang tidak menyenangkan, memelihara kebersihan organ kelamin, jangan malu dan segera mencari bantuan yang tepat jika mengalami masalah seksual adalah hal-hal penting yang harus dilakukan dalam kehidup­an seksual. Dan senantiasa binalah komunikasi seksual yang baik dengan pasangan, karena kehidupan seksual yang baik akan membawa kualitas hidup yang baik, yang akhirnya akan membawa produktivitas kerja yang optimal.


BUGAR

10

20 - 26 JANUARI 2014

Salah satu penyakit yang paling banyak diderita masyarakat adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). “Penyakit ISPA merupakan penyakit yang paling tinggi pada kunjungan pasien ke sarana kesehatan yakni sebanyak 40%-60% kunjungan berobat karena disebabkan penyakit ini,” ujar dr. Made Agus Hendrayana, M.Ked.

I

Penyakit ISPA sering dikaitkan dengan keadaan cuaca yang ekstrim dan sering berubah. “Keadaan cuaca merupakan faktor pendukung terjadinya ISPA dan memudahkan seseorang terkena infeksi ini. Cuaca yang sangat panas, angin kencang, hujan deras, dan suhu yang dingin dan lembab secara tidak langsung memengaruhi ketahanan tubuh seseorang,” jelas Wakil Ketua IDI Cabang Denpasar ini. Faktor lain yang mendukung adalah keadaan lingkungan tempat tinggal atau kerja yang kurang ventilasi, lembab, disertai penghuni yang padat atau adanya pencemaran udara. Selain itu, faktor yang tidak kalah pentingnya, daya tahan tubuh seseorang yang dipengaruhi status gizi yang kurang, merokok, paparan asap atau adanya komplikasi dari penyakit lain. Ia menyatakan, sumber penyakit ini adalah orang yang sedang

Foto ilustrasi: net

Sehat ala Ade Rai

Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sehat ala Ade Rai” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id Rubrik ini diasuh Ade Rai.

Konsumsi produk pembakar lemak tidak dimaksudkan untuk memberikan perlindungan dari makanan-makanan berkalori tinggi. Seringkali orang tidak sukses dalam pemakaian thermogenik bukan karena produk thermogenik tersebut tidak efektif, melainkan produk tersebut dikonsumsikan de­ ngan harapan dirinya bisa mengonsumsi makanan lebih banyak tanpa takut penumpukan lemak atau dengan harapan 1-2 kapsul produk tersebut bisa menggantikan satu sesi olahraga yang intensif. Pendekatan yang salah inilah yang biasanya terjadi dan menyebabkan proses penurunan lemak tidak berhasil. Beberapa kandungan utama thermogenik adalah: cafeinne, guarana, bitter orange, green tea. Sebelum 2002, ma huang yang mengandung

menderita penyakit ISPA yang menularkan penyakitnya dengan menyebarkan kuman ke udara pada saat batuk atau bersin. Bakteri atau virus terkandung dalam bentuk percikan cairan tubuh dan dapat juga dari tangan penderita yang telah mengandung kuman. Gejala ISPA biasanya tampak setelah satu sampai tiga hari setelah terpapar kuman dan penyakit ini biasa berlangsung selama 7-10 hari. Gejala-gejala awal ISPA biasanya dimulai dengan badan terasa pegal-pegal, meriang, sakit kepala, sakit tenggorokan dan tidak bergairah. Bila tidak ditangani dapat berlanjut menjadi demam, radang tenggorokan, batuk, pilek, tonsillitis, faringitis, bronchitis, sesak napas sampai radang paru-paru atau pneumonia. Penyakit ISPA dapat meyerang siapa saja terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang sedang menurun. “Penyakit ISPA lebih sering terjadi pada balita dan anak-anak karena sistem pertahanan tubuh anak yang masih rendah. Para ahli memperkirakan seorang balita rata-rata mendapat serangan batuk-pilek sebanyak tiga sampai enam kali setahun,” kata dokter Agus. Ia menyatakan, ISPA yang bersifat ringan masih dapat sembuh sendiri. Namun, apabila sudah menjadi parah dan timbul komplikasi dapat berbahaya. “Apabila ISPA sampai menjalar ke organ telinga dapat menjadi infeksi telinga bagian tengah, dapat menjadi sinusitis, bronchitis, sampai menjadi radang paru-paru yang

Konsumsikan Air Dingin Mengonsumsi air tenyata juga memberikan manfaat peningkatan metabolisme. Dengan catatan air tersebut dalam suhu atau temperatur yang lebih dingin. Riset yang dipu­ blikasikan dalam Journal of Clinical

15

Di era modern seperti sekarang ini pakaian seragam (uniform) banyak perkembangan, mulai dari model, variasi hingga materialnya. Pakaian seragam juga didesain dengan model yang berbeda untuk setiap bidang pekerjaan. Seperti yang tampak pada perhelatan Denpasar Festival belum lama ini. Salah satu rangkaian acaranya adalah lomba seragam berbahan endek untuk rumah sakit dan hotel. dr. Made Agus Hendrayana

dapat mengakibatkan kematian bila tidak ditangani,” ujar dokter yang mengikuti pendidikan di Springschool on Tropical Medicine, Infectious Diseases and Molecular Biology, UMG, Göttingen, Germany dan Microbiology Research and Diagnostic, Erasmus Medical Centre, Rotterdam, Netherland ini. World Health Organization (WHO) mengatakan, penyakit ISPA paling sering menyebabkan kematian pada anak balita, karena radang paru-paru. Kematian seringkali disebabkan karena penderita datang berobat dalam keadaan parah/lanjut dan sering disertai komplikasi dan keadaan yang kurang gizi. ISPA yang masih bersifat rin-

gan seperti batuk-pilek yang sering disebabkan virus tidak memerlukan pengobatan dengan antibiotik, cukup dengan istirahat menjaga kondisi tubuh, makan bergizi, dan minum minuman hangat. Apabila dapat dipastikan penyebabnya adalah adanya infeksi bakteri baru memerlukan pengobatan dengan antibiotik. Apabila ada anggota keluarga yang sedang sakit ISPA, usahakan lingkungan tempat tinggalnya yang sehat, yaitu yang berventilasi cukup, dengan pencahayaan yang memadai. Jangan sampai tisu atau sapu tangan bekas yang berisi ingus atau dahak berceceran di rumah yang dapat sebagai media penyebaran. -Wirati Astiti/Ratna Hidayati

Cara Cegah ISPA - - - - - - - -

Tetap menjaga daya tahan tubuh dengan makanan yang bergizi. Istirahat yang cukup. Mencegah kontak dekat dengan orang yang penderita ISPA. Hindari keluar rumah apabila keadaan cuaca yang kurang mendukung. Rajin mencuci tangan dan menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan Melakukan imunisasi. Penderita ISPA hendaknya membuang tisu bekas batuk atau bersin pada tempatnya dan segera mencuci tangan apabila terkontaminasi cairan tubuh. Segera memeriksakan diri ke dokter apabila gejala ISPA bertambah parah untuk mendapat pengobatan yang tepat

Strategi Meningkatkan Metabolisme 4

ephedra juga termasuk dalam kandungan utama thermogenik, hanya saja karena laporan media dan komplain yang besar terhadap kandungan ini, ephedra akhirnya pun di larang penggunaannya untuk keperluan suplementasi. Berikut ini adalah tabel perbanding­ an antara lipotropik dan thermogenik dengan tujuan untuk memudahkan identifikasi saat membeli, sekaligus mempermudah mendapatkan produk fat-loss yang paling tepat untuk masing-masing individu. (* lihat tabel)

STYLE

Seragam Kerja Endek Favorit

Awas Serangan ISPA SPA adalah infeksi yang bersifat akut yang berkembang dengan cepat menyerang saluran pernapasan baik bagian atas maupun bagian bawah. Infeksi ini menyerang saluran pernapasan bagian atas seperti hidung, sinus, tonsil, tenggorokan dan bagian bawah seperti laring, trakea, bronkus, dan paru-paru. Dosen pengajar di bagian SMF Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Unud/RS Sanglah ini mengatakan, penyebab utama dari penyakit ISPA adalah adanya infeksi dari agen mikroba penyebab infeksi seperti bakteri, virus, riketsia, dan parasit. “Virus penyebab ISPA seperti virus influenza, parainfluenza, dan adenovirus. Sedangkan, bakteri yang sering menjadi penyebab ISPA adalah golongan streptococcus, hemofilus influenza, bordetella pertusis, dan corinebacterium diffteri,” ucapnya.

20 - 26 JANUARI 2014

Endocrinology and Metabolisme mene­ mukan fakta bahwa tubuh bereaksi terhadap masuknya air yang lebih dingin ke dalamnya. Dalam upaya untuk menetralisir suhu air agar sama dengan suhu tubuh, tubuh memproduksi panas dengan cara membakar kalori. Dalam catatan studi tersebut,

potensi tambahan pembakaran sebanyak 100 kalori bisa terjadi sebagai hasil dari mengkonsumsi 450ml air sebanyak 4 kali dalam 1 hari. Pene­ muan yang dicatat pada tahun 2003 ini justru bertolak belakang dengan pendapat yang selama ini beredar di masyarakat bahwa minum air dingin menyebabkan kegemukan.

P

akaian seragam sudah menjadi bagian dari kebutuhan utama setiap perusahaan. Penggunaan pakain seragam diperlukan terutama berkaitan erat dengan tampilan luar karyawan. Baik untuk menjalin hubungan dan tidak jarang menjadi spirit kerjanya. Selain itu, tampilan karyawan perusahaan dalam bentuk seragam kerja diperlukan, sebab secara tidak langsung seragam kerja merupakan representasi perusahaan. Begitu pula ketika karyawan yang menggunakan pakaian seragam berada di tengahtengah masyarakat dan berperilaku baik (good manner), maka secara tak langsung perusahaan akan mendapatkan umpan balik yang baik pula, diantaranya citra positif dari

masyarakat. Menurut Dewi Suarjani, desianer yang cukup banyak menggarap seragam hotel dan restoran ini, pakaian seragam yang banyak disukai adalah model yang variasinya lebih sederhana namun memberikan kesan elegan dan berwibawa . Model seragam yang mempunyai konsep, pas dan nyaman dipakai. Begitu juga urusan bahannya, endek adalah salah satu yang menjadi pilihan favorit karena mewakili sebuah budaya yang indah. Inilah beberapa pilihan model busana kerja untuk hotel dan rumah sakit yang dipilh Tokoh untuk Anda pekan ini. – Sri Ardhini/Wirati Astiti


PELESIR

16

DARA

20 - 26 januari 2014

20 - 26 januari 2014

Ni Kadek Adnya Kusuma Sari

9

Ciptakan Batako Pintar Peredam Bising

S

alah satu siswi SMPN 3 Denpasar berhasil mencipkan batako pintar peredam bising. Siapakah dia? Bagaimana kisahnya? Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Denpasar sering terjadi kebisingan yang mengganggu masyarakat. Kebisingan ini sering disebabkan oleh kendaraan dan suara-suara lainnya. Ni Kadek Adnya Kusuma Sari, mampu menciptakan suatu alat yang berjudul “Batako Pintar Peredam Bising”, kombinasi sampah daun kamboja, semen, pasir, dan air. Lewat batako pintar peredam bising ini, Adnya berhasil meraih medali emas di bidang Kompetisi Inovator Muda (KIM) dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Sains dan Humaniora (OPSSH). Bungsu dari dua bersaudara ini mengaku idenya berawal karena merasa terganggu akibat kebisingan. “Kebetulan rumah saya terletak di pinggir jalan dan ada banyak pohon kambojanya. Namun, selama ini yang dipakai hanya bunga dan kulit batangnya saja,” kisah Adnya. Dari sana ia berpikir untuk memanfaatkan daun kamboja sebagai batako peredam bising. Remaja kelahiran Gianyar, 31 Maret 2000 ini mengaku kesulitan dalam pencetakan batako. “Karena cetakan yang digunakan masih manual, jadi saat melepaskan batako dari cetakan harus sangat hati-hati. Hasilnya itu seperti batako biasa namun di tengahnya berisi daun kamboja,” kata penyuka seafood dan teh ini.

Menunggu Berjam-jam demi Kupu-kupu Satu lagi objek wisata alam atau kebun binatang yang cocok dikunjungi adalah Taman Kupu-kupu Bali atau yang lebih dikenal dengan nama Bali Butterfly Park. ­Taman Kupu-kupu ini dibangun pada tahun 1996, ter­ letak di Banjar Sandan Lebah, Desa Wanasari, tepatnya 7 km sebelah utara Kota Tabanan ke arah Penebel.

T

Taman kupu-kupu

aman seluas satu hektare ini mempunyai koleksi berbagai macam jenis kupu-kupu dari seluruh Indonesia. Kira-kira 15 jenis kupu-kupu tersebar di taman ini yang menjadi ratusan kupu-kupu aneka warna. Tiap hari dilepas ratusan ekor kupu-kupu yang beraneka warna, di antaranya yang pa­ling terkenal di dunia, yaitu kupu-kupu Sayap Burung Surga (Omithoptera paradisea) dan Ornithoptera priamus. Taman Kupu-kupu ini disebut satu-satunya di Indonesia yang berusaha mengembangbiakkan sekaligus menangkar guna keperluan pengetahuan ilmiah maupun sebagai studi pendidikan di masa mendatang. Taman ini ditumbuhi penuh bunga angsoka merah dan di atasnya ditutup dengan jaring agar kupu-kupu dalam taman tidak terbang meninggalkan taman dan hilang. Harga tiket masuk Rp 25.000. Selain koleksi berbagai jenis kupu-kupu, para pengunjung dapat juga menyaksikan koleksi hewan lain seperti tarantula, kumbang macan, kalajengking dan lain-lain yang tempatnya di dalam gua. Hewan ini ditempatkan dalam boks kaca sehingga pengunjung

dapat le­luasa untuk melihat dengan jelas. Gua ini tidak terlalu panjang, sekitar 50 meter, yang berisi puluhan kotak kaca aneka hewan. Setelah menikmati gua ini, Anda akan menuju pengembangan kupu-kupu. Kita bisa masuk ke dalam satu ruangan yang di depannya diberi tirai. Dalam ruangan ini, kita bisa melihat bagaimana perkembangan kupu-kupu mulai dari kepompong sampai dewasa, termasuk jika ingin memegang kupu-kupu yang hinggap di dalam jaring. Anda ha­rus berhati-hati karena kupu-kupu ini masih muda dan belum terlalu kuat. Kalau terlalu lama dipegang, kupu-kupu ini bisa mati. Para pencinta fotografi sering mengunjungi tempat ini. Mereka menjadikan kupu-kupu sebagai salah satu objek pemotretan. Mereka rela menunggu lama agar bisa mendapat­kan momen yang indah untuk memotret kupu-kupu yang cantik. “Kadang bisa bertengger di kepala dan di jari atau sedang mengisap sari bunga, sangat indah dijadikan objek pemotretan,” tutur Kusuma, salah seorang pencinta fotografi dari Denpasar ini. Kalau Anda lelah berjalan mengelilingi taman ini, ada satu lokasi yang dibuat sebagai tempat istirahat yang disediakan beberapa kursi beton. Anda dapat duduk

sejenak sembari menikmati indah­nya bunga angsoka dan aneka warna kupukupu yang berterbangan hilir-mudik. Mungkin bagi kita keberadaan kupu-kupu merupakan hal yang biasa dan umum karena di sekitar kita masih bisa melihat kupu-kupu yang berterbangan di alam bebas dibandingkan dengan lingkungan luar negeri. Sebagai sumber daya hayati, kupu-kupu yang sangat melimpah sangat disayangkan apabila masyarakat Indonesia tidak mengenal dan melestarikannya. Namun, sayang, sebagian besar pengunjung taman ini adalah turis asing. Sejak diresmikan tanggal 17 Desember 1996 oleh Asiawati Oka, Ketua Tim PKK Provinsi Bali waktu itu, taman ini sangat diminati wisatawan asing. Salah satu turis asing asal Eropa, Rick mengatakan, sangat senang mengunjungi Taman Kupu-kupu. Baginya, berada di Taman Kupu-kupu membuatnya merasa nyaman karena melihat aneka warna kupu-kupu beterbangan hinggap dari satu bunga ke bunga yang lain. “Taman ini sangat indah. Saya jarang bisa melihat kupu-kupu bebas beterbangan di negara saya,” tuturnya. Jam buka taman ini mulai pukul 08.00 sampai 17.00. Waktu yang paling baik ber­ kunjung adalah pukul 10.00 saat kupu-kupu

Prinsip kerja batako pintar peredam bising ini adalah meredam sumber bunyi dan terjebak pada campuran semen dan pasir. Bunyi yang lolos akan terjebak dalam rongga yang berisi sampah daun kamboja. Sehingga, kebisingan akan teredam lebih banyak oleh batako pintar peredam bising dibandingkan batako bia­s a. Tak tanggung-tanggung, batako ini mampu meredam bi­s ing hingga 13,57 dB lebih rendah dibandingkan batako biasa. Sehingga apabila di­gunakan, tingkat kebisingan dari jalan raya menjadi lebih tidak bising dibandingkan dengan penggunaan batako biasa. Ketertarikan Adnya untuk menekuni penelitian karena Bali memiliki banyak kearifan lokal. “Dengan meneliti kita bisa tahu banyak hal dan mengungkapkan kearifan lokal Bali yang sebenarnya banyak menyimpan manfaat bagi kehidupan,”

Yu n i t a Dunia otomotif identik dengan kaum laki-laki. Tetapi, kini perempuan yang berkecimpung di dunia otomotif terus ber­tambah. Di ajang motor cross pun didominasi kaum adam. Namun, Bali kini boleh berbangga karena memiliki kroser perempuan. Ia adalah Made Yunita Dwiartini. Yunita, sapaan akrab putri pasang­an Kadek Suartana dan Eka Widiani ini menekuni motor cross sejak kelas 5 SD.

hilir-mudik mencari sari bunga, terutama bagi Anda yang berniat untuk mencari momen pemotretan. Selain melihat kupu-kupu hidup, Anda bisa juga menyaksikan kupu-kupu yang sudah diawetkan. Kupu-kupu ini diletakkan di museum kupu-kupu yang Anda dijumpai saat terakhir berkeliling di taman ini. Aneka spesies kupu-kupu dan serangga di tempatkan dalam kotak kaca. Warnanya sunguh indah, seperti warna pelangi merah, kuning, hijau. Anda ingin membeli oleh-oleh? Setelah museum, Anda akan disambut seorang karya­wan yang menjajakan aneka suvenir mulai dari gantungan kunci dan lukisan kupu-kupu dan serangga lainnya. Jika tak punya pilihan tempat wisata bersama keluarga, taman ini dapat dijadikan referensi. Bukan hanya berwisata, Anda juga sekaligus mengajarkan ilmu pengetahuan kepada anak-anak. Mari, kita cintai keindahan alam dan sumber hayati Indonesia. Selamat jalan-jalan. –Wirati Astiti/Ratna Hidayati

T

aman seluas satu hektare ini mempunyai koleksi berbagai macam jenis kupukupu dari seluruh Indonesia. Kira-kira 15 jenis kupu-kupu tersebar di taman

Aneka warna-warni kupu-kupu

Made Yunita Dwiartini dan Kadek Suartana

ungkap remaja yang menyukai warna biru dan hobi menonton film ini. Adnya mengaku menjadi seorang peneliti untuk mengikuti jejak sang kakak. “Awalnya saya lihat kakak saya meneliti, dan saya lihat meneliti itu sangat menarik. Saya pun mengikuti jejak kakak saya,” tambah Adnya. Putri pasangan Drs. I Wayan Santa Adnyana,M.Ag. dan Dra. Ni Ketut Latri ini mendapat dukungan penuh dari ke­d ua orangtuanya. “Orangtua saya sangat mendukung. Dukungan yang diberikan seperti jika saya kurang bahan atau yang lainnya, orangtua saya berusaha untuk membantu mencarikannya,” jelas Adnya. Pemilik moto “Mestakung” alias Semesta Mendukung ini mengaku lomba yang paling sulit yang pernah diikutinya adalah di SMAN 3 Denpasar. “Jika salah menjawab langsung dikejar pertanyaan yang benar-benar membuat kita itu bingung mau

jawab apa,” ungkap Adnya. Jatuh bangun dalam melakukan penelitian juga dialami Adnya. Ia menuturkan bahwa terkadang ia kesulitan dalam mencari sumber. “Dukanya itu ketika saya sedang meneliti terganggu oleh kegiatan lain. Dan, ketika hasil penelitian belum seperti yang saya inginkan. Juga, ketika kita kesusah­an mencari sumber suatu penelitian. Tetapi, itulah tantangannya,” tutur gadis yang bercita-cita menjadi dokter ini. Tak hanya itu, ketika seseorang terus berusaha dan mendapatkan hasil yang diinginkan, mendapat pengalaman untuk menyempurnakan penelitian, itulah yang dialami oleh Adnya. “Saya berharap untuk bisa mengungkap bahwa kearifan lokal itu bersifat ilmiah,” tandas peraih Juara III LKTI X SMAN 3 Denpasar 2013 sambil tersenyum. Prestasi lain yang pernah diraih Adnya adalah Juara Harapan II OPSSH

I SMAN 3 Denpasar 2013; Juara I LKTI Dinas Pendidikan; Juara I LKTI Dinas Pendidikan; Juara II LKTI Dinas Pendidikan; Perunggu OPSSH II SMAN 3 Denpasar 2014; Emas OPSSH II SMAN 3 Denpasar 2014; Finalis Peneliti Belia Bali dan Finalis OPSSH I SMAN 3 Denpasar sambil tersenyum. -Pebri/Inten Indrawati

Crosser Masa Depan Bali

B

erbagai prestasi pun digaet pelajar yang duduk di kelas 3 SMPN 3 Denpasar itu, baik di event lokal maupun luar Bali. Yunita yang mengendarai KTM mengawali prestasinya de­ngan merebut juara satu di Sirkuit Tulikup, Gianyar. “Setelah meraih juara satu di Tulikup, saya sempat berhenti karena tidak mendapatkan izin dari orang tua,” ungkapnya. Saat merayakan ultah 11 Maret 2013 lalu, Yunita minta hadiah motor cross dan perlengkapan kepada orangtuanya. Setelah mendapatkan hadiah yang diinginkannnya beserta restu orangtua, Yunita pun kembali menekuni motor cross. Turun di kelas 85 CC dengan nomor start 72, Yunita pun memulai raihan prestasinya. Ia menjadi jawara di Sirkuit Wahana Bali Adrenaline, Sanur, juara enam di Sirkuit Bondowoso, Jatim, juara lima dan enam di Sirkuit Baluk Rening, Negara, dan juara empat di Sirkuit Perancak, Negara. Awal tahun 2014, Yunita menyabet juara satu di Sirkuit Bantas, Tabanan. “Kami bangga dengan prestasi yang diraih Yunita. Prestasi ini juga tidak lepas dari binaan yang dilakukan Wahana Bali Adrenaline,” ujar Suartana. Wahana Bali Adrenaline yang berlokasi di Jl. Danau Tempe atau Jl. By Pass Ngurah Rai Sanur, Banjar Suwung Kangin, Sidakarya ini merupakan sirkuit motor cross dan grass track yang buka setiap hari sejak pukul 08.00 sampai 19.00. Sirkuit ini menyediakan dua sirkuit untuk anak-anak dan dewasa. “Kami juga membuka kursus untuk anak-anak yang ingin belajar naik motor cross,” imbuh Suartana yang juga owner Wahana Bali Adrenaline dan merangkap pelatih itu. Meski harus berhadapan dengan crosser laki-laki, hal itu tak membuat Yunita gentar. ‘’Yunita juga memiliki adik, Agus Deni Triartana Putra, menekuni motor cross. Agus Deni yang turun di kelas 50 CC dan 65 CC pemula dengan nomor start 27. Ia meraih juara tiga saat mengikuti Power Cross International di Banyuwangi, Jatim, akhir tahun 2013 lalu,” papar Suartana. Yunita dan Agus Deni tergabung dalam tim Wahana Bali MX dengan klub WBA yang dinaungi IMI Bali. Wahana Bali Adrenaline akan menggelar Kejurda Maret

mendatang. Kejurda ini juga bertujuan menjaring atau seleksi atlet grasstrack untuk kejurnas dan PON di Jawa Barat tahun 2016. –Gung Eka/Inten Indrawati


8

BUNDA & ANANDA

20 - 26 JANUARI 2014

Lindungi Anak dari Penyakit Musim Hujan

Bermain saat hujan sungguh mengasyikkan bagi anak-anak. Mereka bisa menikmati air yang turun dari langit. Namun, banyak orangtua yang melarang anaknya bermain saat hujan. Alasannya, bermain dengan air hujan bisa menyebabkan sakit.

dr. I Gusti Ngurah Suwarba, Sp.A (K)

S

aat pulang sekolah, hari hujan. Vinda menunggu jemputan ibunya. Ia diam di depan kelas. Begitu melihat ibunya datang, Vinda langsung berlari menyambut. Ia menyeberangi halaman sekolah menuju lobi. Ibunya marah-marah dan mencubit pipi bocah perempuan ini. “Kami jangan hujan-hujanan nanti sakit. Mama sudah bawakan payung,” ujar mamanya. Vinda bereaksi. “Tadi ada temanku mainan saat hujan. Mereka lari-larian di halaman,” tandasnya. Karena melihat temannya bermain hujan, Vinda pun ingin mencoba dan melampiaskan dengan berlari mencari mamanya. Pengalaman lain dialami si kembar Ferry dan Jerry saat berlibur di Batu, Malang. Mereka ingin berenang tetapi hari itu gerimis. Kedua bocah ini nekat berenang. Mereka tertawa sembari menikmati air yang turun dari langit. Tetapi, karena badannya tak sanggup menahan dingin, mereka menggigil. Kedua lalu masuk kamar mandi dan mandi air hangat. Zaman dulu, anak-anak sangat senang bermain hujan. Mereka kadang bermain bola, bermain gulat, bahkan mencari cacing. Rasa kebersamaan membuat mereka lupa dengan dampak air hujan. Kondisi fisik merupakan hal yang harus diperhatikan saat musim hujan. Jangan memaksakan diri untuk bermain air hujan ketika kondisi tubuh lemah. Kegembiraan sesaat bisa berujung penyakit. “Jangan sengaja sarankan anak-anak untuk bermain hujan-hujan ketika kondisi tubuh mereka tidak fit. Dalam kondisi fit pun perlu diawasi, jangan sampai habis bermain, mereka malah

sakit,” ujar dr. I Gusti Ngurah Suwarba, Sp.A (K). Dokter anak yang praktik di RSIA Puri Bunda ini menuturkan saat musim hujan anak-anak jangan terlalu banyak berada di luar ruangan. “Jika pertahanan tubuh mereka lemah dan mereka kontak dengan lingkungan yang bisa saja menyimpan virus dan bakteri, ini akan mempermudah anakanak sakit. Misalnya, anak punya riwayat asma, lalu bermain hujanhujanan. Kondisi dingin membuat mereka lemah, asma pun kumat. Penyakit lain mungkin bisa menyerang,” tandas dr. Suwarba. Penyakit yang paling banyak saat musim hujan adalah diare, demam, batu pilek, dan influenza. Kiat yang bisa diterapkan di musim hujan adalah menjaga kebersihan lingkungan, kebersihan diri, dan kebersihan makanan. Musim hujan yang berbarengan dengan musim buah juga membuat lalat beterbangan. Karena itu, menjaga kebersihan menjadi hal mutlak yang harus dilakukan. Bagi orangtua yang memiliki anak lebih dari satu, jika salah satu anak terkena influenza, batuk, atau pilek, sebaiknya cepat melakukan pengobatan. Kalau influenza ini dibiarkan, bisa menularkan kepada anak yang lain karena virus berkembang dengan cepat. BIASAKAN CUCI TANGAN Menurut Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI saat musim hujan dengan curah hujan tinggi maka potensi banjir menin-

Untuk itu diharapkan masyarakat agar berpartisipasi secara aktif melalui gerakan 3 M yaitu, mengubur kaleng-kaleng bekas; menguras tempat penampungan air secara teratur dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat. Masyarakat juga dianjurkan untuk segera membawa keluarganya ke sarana kesehatan apabila ada anggota keluargannya yang sakit dengan gejala panas tinggi yang tidak jelas sebabnya, disertai adanya tanda-tanda perdarahan. Penyakit ketiga yang menjadi catatan untuk diwaspadai masyarakat adalah leptospirosis. Penyakit ini termasuk salah satu penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri leptospira dan ditularkan melalui hewan. Di Indonesia hewan yang dapat menularkan penyakit tersebut adalah tikus, melalui kotoran air kencingnya. Seseorang yang ada luka, kemudian bermain/terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran/kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, maka orang tersebut potensi terinfeksi dan akan jatuh

sakit. Langka-langkah untuk mengantisipasi penyakit leptospirosis adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan hindari bermain air pada saat banjir, terutama pada saat luka. Gunakan pelindung misalnya sepatu bila ke daerah banjir. Segera berobat ke sarana kesehatan apabila sakit dengan gejala panas tiba-tiba, sakit kepala disertai menggigil. Keempat adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yang disebabkan oleh bakteri, virus dan berbagai mikroba lainnya. Gejala utama dari penyakit tersebut dapat berupa batuk, demam, dapat disertai sesak napas, nyeri dada. Penangganan penyakit ini dilakukan dengan cara, istirahat; pengobatan simtomatis sesuai gejala; meningkatkan daya tahan tubuh; menutup mulut ketika batuk dan tidak meludah sembarangan agar orang di sekitar tidak tertular oleh penyakit tersebut. Salah satu tempat yang dapat menimbulkan terjangkitnya penyakit ISPA adalah pengungsian, karena disana berkumpulnya banyak orang. Pada musim hujan yang berujung banjir yang menjadi masalah kesehatan lainnya adalah penyakit kulit, berupa infeksi atau alergi, karena kebersihan yang tidak terjaga dengan baik. Seperti pada ISPA, tempat berkumpulnya orang khususnya di pengungsian juga berperan dalam penularan infeksi kulit. Masyarakat diharapkan senantiasa menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), makan yang baik dan bersih, istirahat yang cukup dan senantiasa melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Adapun 5 titik kritis CTPS yang harus diperhatikan adalah, sebelum makan; sebelum mengolah makanan; setelah buang air besar (BAB); setelah menceboki anak dan setelah memegang benda di lingkungan yang kotor dan hewan. –Ngurah Budi/Wirati Astiti

17

Rumah Terbuka Minimalis Rumah menjadi tempat istirahat setelah lelah be­ kerja di kantor. Sudah seharusnyalah rumah ditata sedemikian rupa sehigga penghuninya merasa nyaman di rumah. Rumah juga dikatakan menjadi cerminan pemiliknya. Demikian halnya dengan Heny Shanti. Artis Bali ini juga menginginkan sebuah rumah yang simpel namun tetap memberikan kenyamanan. Karena itu, ia menerapkan konsep minimalis pada tempat tinggalnya ini.

M

gkat. Banjir berkaitan erat dengan kebersihan. Saat banjir sumbersumber air minum masyarakat khususnya sumber air minum dari sumur dangkal akan ikut tercemar, sehingga ketersediaan air bersih menjadi terbatas dan potensial menimbulkan penyakit diare disertai penularan yang cepat. Masyarakat diharapkan tetap waspada dengan membiasakan cuci tangan dengan sabun setiap akan makan dan setelah buang air besar; merebus air minum hingga mendidih; menjaga kebersihan lingkungan, hindari tumpukan sampah di sekitar tempat tinggal; dan segera hubungi petugas kesehatan terdekat bila ada gejala diare. Selain diare, penyakit demam berdarah juga menjadi salah satu penyakit yang patut diwaspadai pada saat musim hujan, karena akan terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk Aedes Aegypti. Sering kali pada musim hujan akan banyak genangan air dan sampah yang dapat memicu berkembang biaknya nyamuk tersebut.

G R I YA

20 - 26 JANUARI 2014

emasuki ruang utama, sebuah ruang tamu yang lapang dan segar menyambut kita. Kesan lapang ini lebih didukung lagi dengan pemilihan jendela kaca yang lebar yang transparan atau tembus pandang. Seolah tidak ada batas antara ruang dalam dengan ruang luar yakni hamparan taman belakang yang dipenuhi pepohonan. Pemandangan yang sangat menyegarkan dan menyejukkan mata, apalagi ketika pintu dibuka, udara yang segar lancar mengalir memasuki seluruh ruangan. Yang menarik di ruang tamu yang juga berfungsi sebagai ruang keluarga ini terdapat sebuah kursi yang di bawahnya dilengkapi tatakan kaki. “Jika ada tamu yang masih kecil, tatakan kaki ini dapat difungsikan agar duduknya nyaman,” ujar istri Karmawan Tan ini. Yang menarik lainnya adalah jumlah ikan yang ada di aquarium dan jumlah anak tangga menuju lantai dua.

Menurut Heny Shanti ada hitungan tersendiri menurut perhitungan Tionghoa, yang tentu saja itu diharapkan memberikan pengaruh positif kepada rumah dan penghuninya. Rumah, yang menurut pemiliknya bergaya minimalis ini, sebagian furnitur isi ruangannya sengaja dipilih terbuat dari kayu untuk memberikan kesan natural dan teduh. Kesan natural juga terlihat pada warna dinding dan seluruh bangunan serta ruang yang ada. ”Bahan alami mampu menawarkan keindahan dan kenyamanan yang alami pula sehingga mampu memberikan ketenangan,” katanya. Selain itu, semua furnitur lebih dipilih yang modelnya simpel, salah satunya terlihat pada perlengkapan yang ada di dapur bersihnya. Tujuannya, agar lebih mudah dalam perawatannya. Rumah berlantai dua ini memiliki tiga kamar tidur. Dua kamar tidur di lantai atas yakni kamar tidur utama dan satunya lagi disiapkan untuk

kamar sang anak kelak. Satu kamar lagi di lantai satu yang diperuntukkan tamu atau keluarga yang ingin menginap. Selain itu terdapat ruang tamu atau keluarga yang menyatu dengan dapur bersih, yang sengaja dihadirkan tanpa sekat. Menyadari taman adalah salah satu pelengkap eksterior sebuah bangunan dan keberadaannya bisa membuat rumah menjadi lebih segar dan elok, terlebih jika dibuat berdasarkan konsep khusus dan dirawat, hal ini pula yang membuat Heny memanfaatkan lahan di halaman belakang rumahnya. Meski tidak luas, namun ia berhasil memaksimalisasikan penggunaan setiap sudut tanah untuk menciptakan lingkungan hijau mini. Selain itu Heny juga telah menyiapkan tempat khusus di pojok belakang, di atas dapurnya sebuah tempat yang disebutnya taman atap. Ini juga akan menjadi vitamin mata nantinya. Taman atap ini dikatakannya masih perlu diisi lebih banyak lagi tanaman. Di taman atap ini juga terdapat bale bengong/gazebo untuk tempat bersantai sembari melihat pohon-pohon kesayangannya. Di taman ini ia menanam beberapa jenis pohon buah-buahan pilihan yang tingginya maksimal 2 meter. Diakuinya, karena ia belum lama menempati rumah tersebut, saat ini tanaman miliknya belum banyak. Heny masih terus melakukan hunting untuk menambah koleksi

Heny Shanti saat bersantai di ruang tamu

tanamannya. “Ini griya kami,” kata Heny. Karena itu pula, ia menata dan merancang isinya dengan sepenuh hati, sehingga keindahan dan kenyamanan didapatkan mereka. Sentuhan kecil di sudut-sudut rumahnya, seperti ada meja dan lukisan, aquarium kecil, dan cermin turut memperkaya nilai estetika rumah tinggal ini, Tata letak ruang, furnitur, dan dekorasi dalam rumah ini dikatakan Heny sudah sangat diperhitungkan oleh sang suami. Baginya, rumah sebagai sebuah tempat untuk “pulang”, sebagai tempat tinggal, bertumbuh, makan, tidur, beraktivitas, dan sebagainya, haruslah menjadi tempat yang nyaman bagi semua penghuninya. Sebab,

setelah melakukan berbagai aktivitas di luar rumah bekerja, bepergian, tentu mereka memerlukan tempat istirahat yang nyaman . Rumah yang baik, menurutnya mesti memiliki suasana nyaman dan tenang untuk bisa membantu mengembalikan ketentraman dan ketenangan dalam diri si penghuni. Sebab, ia meyakini apa yang ada dirumahnya akan mempengaruhi aspek psikologis penghuninya, perasaan dan kepribadiannya. Sebuah konsep rumah yang terbuka di atas lahan seluas 400m2 ini bisa memberikan kenyamanan bagi penghuninya, sehingga semboyan “rumahku istanaku” bisa tercermin di dalamnya. –Inten Indrawati/Wirati Astiti

Mukernas PT Ibu Jero 2014

Kantor Cabangnya Menjelajah Nusantara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PT Ibu Jero 2014 dilaksanakan Kamis (16/1) sampai dengan Minggu (19/1) di Hotel Sanur Agung, Bali diikuti 40 perwakilan dari 14 kantor cabang PT Ibu Jero di seluruh Indonesia yakni Denpasar, Bandung, Surabaya, Semarang, Makassar, Jakarta, Palembang, Lampung, Madiun, NTT, NTB, Balik Papan, Yogyakarta, dan Manado. Ketua Panitia Putu Adi Parnama,S.E. mengatakan mukernas ini akan diisi beberapa materi dari intsruktur-instruktur berpengalaman yang membahas hal-hal yang berhubungan dengan operasional dan rencana strategi perusahaan yang akan datang, meliputi bidang marketing, evaluasi kerja masing-masing cabang, dan pelayanan kepada user (pemakai jasa naker). “Untuk mendukung pelaksanaan tersebut, panitia telah menyiapkan instruktur dan motivator yang cukup handal di bidangnya masing-masing,” ujarnya. Direktur PT Ibu Jero, Dewa Putu Suyasa, S.Pd. menegaskan, evaluasi kinerja masing-masing cabang ini dilakukan secara jujur dan terbuka. Sehingga, ke depannya mendapatkan solusi untuk memperbaiki diri secara maksimal. Pada mukernas ini diberikan juga award kepada masing-masing cabang yang menunjukkan prestasi kerjanya. “Saya berharap kita selalu solid dan kompak agar rencana ke depan untuk mewujudkan PT Ibu Jero menasional bisa tercapai,” ujarnya.

Hal ini dikuatkan juga dengan pernyataan Manajer Marketing Ponirin yang menargetkan di tahun 2014 minimal ada tiga pembukaan kantor cabang baru di Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatra, dengan penambahan user minimal 50% dari user yang sudah ada, tiap tahunnya. Pengembangan user ini tentu erat kaitannya dengan pelayanan prima yang diberikan naker kepada user. Karena itu, PT Ibu Jero selalu melakukan koordinasi dengan user pusat maupun user cabang untuk meminimalisir permasalahan yang timbul. “Kami memiliki perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) yang berkekuatan hukum. Kalaupun seandainya naker yang kami salurkan melanggar PKWT yang telah disepakati bersama, kami akan menggantikannya dengan naker baru tanpa biaya tambahan,” jelas Birna Pujihastuti, Manajer Operasional PT Ibu Jero. Untuk mempersiapkan naker yang mampu memberikan layanan prima, Dewa Putu Suyasa mengatakan ada pembinaan khusus dari kepolisian dan pembinaan umum dari pihak-pihak yang menguasai standar keamanan. Kontrol rutin pun dilakukan di tiap-tiap lokasi penyaluran naker, minimal dua kali dalam seminggu, selain juga dilakukan pelatihan dan pembinaan secara meyeluruh tiap bulannya. Tenaga kerja (outsourcing) yang sudah disalurkan PT Ibu Jero per Desember 2013 mencapai 2.580. Angka ini

Mukernas PT Ibu Jero 2014 dilaksanakan 16-19 Januari di Hotel Sanur Agung diikuti 40 peserta dari 14 cabang PT Ibu Jero di Indonesia

Semangat tim PT Ibu Jero untuk melaksanakan Mukernas. Inzet: Adi Parnama

meningkat sekitar 10% dibandingkan tahun lalu. “Penyaluran naker paling banyak ke NTB, Denpasar, Surabaya, NTT, dan Jakarta yang didominasi tenaga security (satpam) dan cleaning service,” imbuh Adi Parnama yang juga Manajer Akunting PT Ibu Jero ini. –ten


D AYA C I P TA

18

Aplikasi Balaganjur di Android Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat, hampir seluruh aspek kehidupan memiliki ketergantungan terhadap teknologi. Salah satunya bidang musik. Bermusik memerlukan alat yang bisa menentukan nada dan irama agar enak didengar. Gamelan merupakan salah satu unsur seni musik Nusantara yang merujuk pada alat atau instrumennya satu kesatuan yang dibunyikan bersamaan.

K

ini banyak alat musik modern bermunculan seperti gitar, keyboard, drum, dan sebagainya. Alat musik modern tersebut saat ini juga sudah banyak yang dibuat menjadi sebuah aplikasi virtual baik yang bersifat desktop, web, ataupun mobile yang dapat diatur dan dimainkan dengan mudah tanpa harus memerlukan tempat dan biaya yang cukup mahal. Dampak dari perkembangan alat-alat musik yang modern dan lebih praktis, membuat banyak orang beralih menggunakan alat musik modern dan mulai beralih meninggalkan alat-alat musik tradisional. Salah satunya adalah Gamelan Balaganjur yang keberadaannya kini mulai jarang ditemui peminatnya. “Tidak semua orang bisa membentuk perkumpulan musik, apalagi memiliki alat musik seperang­k at instrumen

gamelan balaganjur yang jumlah serta pemainnya memakai banyak orang. Padahal banyak sekali orang dengan talenta musik yang hebat di sekitar kita yang tidak tersalurkan, sehingga bakat alami­nya terpendam. Berdasarkan hal tersebut diatas, maka dirancanglah suatu alat yang dapat digunakan sebagai pembelajaran bagi orang yang ingin belajar alat musik instrumen gamelan balaganjur,” ujar I Ketut Murdiana, S.Kom.

Pria asal Asah Duren, Jembrana ini menambahkan bagi mereka yang merasa memiliki bakat dan ingin belajar instrumen gamelan balaganjur, kini bisa menuangkan kreasinya walaupun tidak memiliki alat musik gamelan balaganjur. Instrumen gamelan balaganjur yang dipakai adalah tiruan atau tidak nyata sering di­ sebut musik virtual, musik digital, atau musik sintetis. “Penyajianya mengunakan animasi gambar, serta suara yang sesuai dengan aslinya. Diharapkan dengan adanya program pembelajaran instrumen gamelan balaganjur, memberikan alternatif baru dalam bermain instrumen gamelan balaganjur. Selain itu, mampu mengembalikan motivasi dan jatidiri sebagai orang Bali untuk melestarikan seni budaya Bali khususnya gamelan Balaganjur agar tidak punah,” ujar alumnus Stikom Bali ini. Instrumen gamelan yang

20 - 26 januari 2014

20 - 26 januari 2014

I Ketut Murdiana, S.Kom.

dikembangkan adalah semua jenis instrumen gamelan balaganjur, meliputi sembilan instrumen yaitu instrumen cengceng, kendang, riong, ponggang, tawa-tawa, kempli, gong, kempur, dan bebende.Dalam apli­ kasi ini tidak b i s a menggunakan lebih dari satu instrumen s e c a r a bersamaan. Apli­k asi instrumen gamelan bala­g anjur hanya untuk sistem ope­ rasi yang berbasis Android yaitu Honeycomb dan

jenisjenis instrumen seperti ceng-ceng, kendang, riong, ponggang, tawa-tawa, kempli, gong, kempur, dan bebende baik fungi dan kegunaannya. Menu Belajar Instrumen

Gamelan Balaganjur, berisi sembilan jenis instrumen gamelan balaganjur yang bisa dipilih untuk belajar dan dilengkapi panduan cara memainkan. Setiap instrumen yang dipilih disediakan pukulan instrumen tawa-tawa yang sebagai pemandu dan berfungsi sebagai pengatur tempo dalam belajar. Menu Bermain Instrumen Gamelan Balaganjur dengan Lagu, disediakan sembilan jenis instrumen untuk bermain. Dilengkapi dengan satu buah lagu pemandu untuk mengiringi instrumen yang akan dimainkan. Menu Bermain Instrumen Gamelan B a l a g a n j u r, disediakan semua jenis instrumen gamelan balaganjur yang bisa dimainkan secara bersamaan. Pengguna bisa berkreasi sendiri, dengan pengguna yang lain, maupun dibantu dengan salah satu lagu instrumen yang disediakan. Ingin belajar lebih jauh, silakan mengunduh aplikasi ini di gadget Anda. –Ngurah Budi/Wirati Astiti

7

Banjir, Bentuk Panitia Nikah Dadakan Jakarta dan sekitarnya kini tengah sibuk meng­ hadapi banjir.Tiap kali musim hujan tiba de­ ngan intensitas yang tinggi, Jakarta dan sekitar­ nya selalu kerepotan menghadapi datangnya banjir.Meski begitu, berbagai kegiatandalam masyarakat mau tidak mau harus berjalan sebagai­mana yang sudah direncanakan, salah satunya pernikahan. Bagi masyarakat yang ber­ duit yang hendak menggelar acara pernikahan, soal banjir bisa jadi tak masalah karena bisa me­nyewa gedung-gedung mewah di lantai hotel yang tinggi untukmenggelarpernikahan tanpa harus sibuk menghadapi banjir.

N

Ice Cream San­dwich. Komponen-komponen yang ada pada aplikasi instrumen gamelan balaganjur ini antara lain: Menu Utama, terdapat empat menu yang bisa dipilih yaitu, menu mengenal instrumen gamelan balaganjur, menu belajar instrumen gamelan balaganjur, menu bermain instrumen gamelan balaganjur dengan lagu, dan menu bermain instrumen gamelan balaganjur tanpa diiringi lagu. Menu Mengenal Instrumen Gamelan Balaganjur, berisi penjelasan tentang

l i f e s to ry

amuntidaksemua orang bisa menyeleng­garakan acara istimewa itu di hotel-hotel berbintang. Salah satu­nya keluarga besar Sitti Uneng yang menggelar acara penikahan keponakannya di sekitar tempat tinggal. Lokasinya,tiap tahun menjadi langganan banjir. Namun apa mau dikata semua rencana telah matang, pernikahan tersebut harus diselenggarakan meski di tengah hujan angin dan kekhawatiran banjir akan datang. Begitulah, hujan angin mewarnai akad nikah Devi dan Aji di Cibubur, Minggu (12/1).Cuaca tampak tidak bersahabat sepan­ jang acara pernikahan mereka. Terpal dan tenda yang terpasang sebagai tempat menerima tamu berderik-derik dan guncang akibat hempasan angin relatif kencang. Situasi ini jelas membuat kedua mempelai dan keluarga besarnya was-was mengingat di samping lokasi digelarnya acara adalah sebuah kali yang cukupbesar dan kerap meluap di saat hujan turun. “Sejak pagi memang sudah tampakmendung tebal,” ungkap Sitti Uneng, tante dari Devi yang datang bersama keluarganya. Waktu itu di lokasi memangbanjir belum tiba.Hanya di jalanmenuju lokasi tersebut, menurut Uneng, banjir sudah terlihat di mana-mana. Ia dan keluarganya yang hendak menuju lokasi harus berjalan di tengah banjir. Bahkan ia melihat mobil-mobil yang terpakir mulai terendam. Sedangkan di mu-

lut gang menuju lokasi pernikahan, air mulai meninggi di atas mata kaki. Rasa was-was itu makin memuncak ketika ijab kabul Devi dan Aji yang berlangsung pukul 09.00 Wib, hujan turun sungguh­ lah sangat deras. “Saat ijab kabul dilangsungkan, hujan turun sangat lebat,” ujar Uneng. Penghulu bahkan sempat bercanda, hujan tersebut sebagai anugerah bagi kedua mempelai. Usai akad nikah, hujan tidak berhenti. Acara foto-foto juga diwarnai hujan deras yang masuk kepelaminan dan tenda tamu.Sete­ lah acara akad nikah dilanjutkan dengan resepsi, pukul 11.00-13.00 Wib. “Ini yang paling menegang­ kan, apakah tamu-tamu bisa datang dan bisa masuk kelo­kasi, mengingat di mulut gang air sudah mulai meninggi,” katanya. Sebagai tante tertua dari Devi, ia tentu yang paling khawatir kare­ na ia adalah tuan rumah. Karena wilayah tempat menggelar acara pernikahan ini sejak dulu dikenal sebagai langganan banjir. Ia sedih melihat perhelatan perkawinan keponakan dari mendiang adiknya itu, tidak berjalan dengan kegembira­an yang utuh. “Namun kami bersyukur semua acara berjalan lancar terutama saat akad nikah meski dalam terpaan hujan angin yang sangat deras,” katanya. Benar saja.Di mulut gang sekitar 50 meter dari lokasi acara, air sudah mulai masuk.Rasa cemastidakdapat disembunyikan dari wajah keluarga dan kedua mempelai.

Tamu-tamu tidak jadi membanjiri acara karena kebanjiran.Yang bawa kendaraan mobil hanya bisa parkir agak jauh dari lokasi karena tidak berani menerobos banjir.“Jadilah tamu yang datang satu persatu dan dijemput menggunakan sepeda motor untuk menyeberangi banjir,” ujarnya. Agar bisa mencapai lokasi acara, guna mempercepat proses kedatangan tamu, sepeda motor menjadi alternatif jalankeluar karena untuk berjalan kaki menuju lokasi sudah tidak mungkin. “Pukul 11.00 Wib saat akandigelar resepsi, kali di sam­ping lokasi mulai meluap keluar menuju lokasi acara,” katanya. Namun ia masih bisa bersyukur ketika air kali meluap deras, tidak sempat kena pelaminan melainkan masih sebatas mata kaki. Tetapi sepanjang acara resepsi air terus meninggi. Hingga akhirnya hanya beberapa kursi tamu yang tidak kena luapan air karena posisinya agak tinggi.

Di kursi yang tidak banyak inilah tamu-tamu bergantian duduk sebentar lalu pergi. Semua acara diselenggara-

kan dengan tergopoh-gopoh dan selekas-lekasnya. Karena cuaca yang tidak bersahabat inilah, ada dua tambahan tim dadakan untuk menyukseskan acara pernikahan itu, yakni tim antar-jemput tamumenggunakan sepeda motor dari mulut gang kelokasi acara dan tim yang memayungi tamu. Karena dapat dipastikan usai menghadiri acara pernikahan itu, para tamu yang memakai payung sekali pun, pasti akan basah kare­na hujan turun lebat sekali. Mobil-mobil tamu yang terparkir akhirnya terendam setelah acara usai. Meski dengan segala rasa khawatir selama acara berlangsung, tidak mengurangi kebahagiaan pernikah­an keponakan Sitti Uneng, Devi dan Aji.- Naniek I. Taufan/Ratna Hidayati

Penanganan Stroke Dengan DSA Pembuluh darah merupakan salah satu organ penting dari makhluk hidup. Tolok ukur kesehatan seorang manusia bisa dilihat dari pembuluh darahnya. Makin tidak sehat gaya hidupnya, maka makin besar potensi gangguan di pembuluh darah. Gangguan pada pembuluh darah yang disebabkan gaya hidup tidak sehat adalah timbulnya plak atau timbunan lemak di pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi tidak lancar. Hal ini dialami dr. Made Wardana, Sp.KK. Ia mengalami penyumbatan pada pembuluh darahnya hingga mengalami stroke ringan. Ditemui beberapa waktu lalu, Wardana menuturkan jika penyumbatan terjadi pada pembuluh darah di otak sehingga bagian tertentu di tubuhnya tidak mendapatkan cukup darah. “Saya mengalami kelumpuhan pada bagian kiri dan tangan kiri saya mengalami kesemutan,” ujarnya. Ia kemudian memeriksakan ke dokter saraf dan disarankan untuk menjalani pemeriksaan MRI untuk mengetahui lokasi penyumbatan. “Dari hasil MRI ternyata ada penyumbatan dan kematian sel di beberapa bagian pembuluh darah yang menuju otak,” tutur Wardana. Sebagai seorang dokter, Wardana tahu bagaimana efek dan bahayanya jika pembuluh darah tersumbat. Ia kemudian mencari informasi apakah ada teknik pengobatan untuk mengobati pembuluh darahnya yang tersumbat. “Saya cari di internet ternyata ada teknik untuk mengeruk plak di pembuluh darah. Teknik tersebut sudah dikerjakan di salah satu RS di Jakata,” tutur Wardana. Setelah mencari informasi lebih lanjut, ternyata di Denpasar, Bali sudah ada rumah sakit

yang memiliki alat cathlab yang terkini untuk tindakan DSA tersebut dan bisa digunakan tidak hanya sebatas penyakit jantung tetapi penyakit saraf dan pembuluh darah lainnya. Teknik yang dimaksud Wardana adalah teknik Intraarterial Thrombolysis Trials (ITT) dengan DSA (Digital Substraction Angiography) untuk penyakit stroke akut. Jadi sebuah selang dipasang dan dimasukkan sepanjang pembuluh darah. Pada saat sampai di daerah penyumbatan, obat pelarut sumbatan akan disemprotkan untuk menghancurkan plak penyebab sumbatan tersebut. “Saya menjalaninya sekitar 30 menit dan tidak merasakan sakit samasekali,” tutur Wardana. Lanjutnya ketika disemprotkan obat pelarut sumbatan ia hanya merasakan panas atau di­ ngin. Setelah tindakan tersebut, perlahan-lahan koordinasi tubuh bagian kirinya yang sempat terganggu perlahan membaik. Untuk informasi mengenai teknik ini, bisa menghubungi Sandri (Marketing) di 082144878012/081999132328 atau PIN BB 24E5B1B8.


l i f e s to ry

6

Sakit Perut Berulang, Ternyata Tumor

Rabu (15/1) pagi itu, Sang Ayu Nyoman Listia Dewi baru saja menghabiskan gigitan terakhir biskuit kesukaannya. Senyuman terus mengembang menghiasi bibir mungilnya. Tak tampak lagi raut kesakitan di wajahnya. Rambut yang tinggal beberapa helai hingga nyaris terlihat botak itu masih dikuncir kuda, sama seperti sebelum rambutnya rontok. Cairan infus berwarna putih masih mengalir melalui selang infus ke pem­buluh darahnya. “Sekarang Sang Ayu sudah lebih sehat. Selera makannya sudah bagus. Sebentar mau dicek jantung dulu untuk memastikan siap tidaknya dikemoterapi lagi,” ujar ibunya Sang Ayu Nyoman Rasmini.

B

ocah perempuan berusia delapan tahun itu menderita tumor perut. Rasmini mengisah­kan sekitar enam bulan lalu putri bungsunya itu kerap mengeluhkan sakit pada perutnya. Rasmini tak menaruh curiga, dianggap sakit perut biasa, karena setelah diolesi minyak, perut Sang Ayu tak sakit lagi. Keluhan sakit pada perut Sang Ayu terus ber­ ulang, bahkan saat tidur malam pun gelisah. Saat di sekolah Sang Ayu juga kerap mengalami sakit kepala. Rasmini dan suaminya Sang Putu Kerta yang hanya sebagai penjual lumpia keliling di Pantai Sanur, akhir­ nya mengajak Sang Ayu periksa ke dokter umum ketika sang anak merasakan sakit yang luar biasa pada perut sekaligus kakinya, sampaisampai harus dibopong. Sakitnya itu menjalar hingga ke pinggul sampai tulangnya menonjol yang berakibat mengalami sakit ketika buang air kecil. Dari keterangan dokter, benjolan di perut Sang Ayu sudah mengenai ginjal. Pasutri asal Klungkung ini disarankan memeriksakan Sang Ayu ke laboratorium. Dari pemeriksaan lab diketahui ada benjolan di perut kiri Sang Ayu. Pemeriksaan ke dokter spesialis kandungan (Sp.OG) lebih menguatkan lagi diagnosa itu. “Kata dokter satu-satunya tindakan, tumor itu harus diangkat,” kisahnya. Sang Ayu dirujuk ke RS Sanglah, masuk UGD, hanya diberikan obat penahan rasa sakit untuk sementara masih menunggu obat. Sang Ayu pun dibawa pulang. Pertengahan November tahun lalu Sang Ayu kem-

bali ke RS. Kali ini tumor di perutnya dijadwalkan akan diangkat dalam dua hari ke depan. Saatnya tiba, Sang Ayu masuk ruang operasi. Namun, dokter yang menanganinya melihat ada kejanggalan sehingga tumornya tak bisa diangkat. “Tumornya tidak bisa diangkat karena ada pelengketan pada usus. Jika dipaksakan bisa pendarahan. Alternatif lainnya hanya dikemoterapi,” ujar Rasmini mengutip pernyataan dokter. Kemoterapi pertama dilakukan 8 Desember lalu. Obat-obat berdosis keras itu dimasukkan melalui infus. Efeknya, Sang Ayu muntah-muntah, mual, dan nafsu makannya menurun. Menurut Rasmini, kondisi itu berlangsung selama dua hari pasca­ kemoterapi. Sang Ayu terus menangis merasakan ketidaknyamanan dalam tubuhnya itu. Sampai-sampai berat badannya pun turun drastis dari 22 kg menjadi 18 kg. Efek lainnya, rambutnya mulai rontok sampai kulit kepalanya terlihat. “Tiap disisir, hampir segenggam rambutnya rontok. Saya sampai mau menangis melihatnya,” ujar Rasmini. Namun, perubah­ an yang cukup signifi­ kan pada diri Sang Ayu pascakemoterapi, sedikit tidaknya mampu menghibur hati ibu tiga anak ini dan memberikannya harapan baru untuk kesembuhan putrinya itu. “Setelah kemoterapi, anak saya tidak lagi men-

Sang Ayu didampingi kedua orangtuanya usai melakukan pemeriksaan jantung

Sang Ayu sudah bisa tersenyum kembali setelah melakukan kemo pertama

geluhkan sakit pada perutnya, hanya masih agak keras saja jika diraba. Tulang pinggulnya juga tidak menonjol lagi,” ucapnya. Setelah kondisi Sang Ayu membaik, ia diperbolehkan pulang.

Kemoterapi kedua dijadwalkan (9/1). Karena trombosit kurang dan ada masalah pada jantung, kemo­ terapi ditunda. Namun, Sang Ayu pun sudah harus opname sembari kondisinya terus dikontrol untuk siap

20 - 26 januari 2014

20 - 26 januari 2014

menjalani kemoterapi berikutnya. Sampai akhirnya Rabu (15/1) Sang Ayu kembali menjalani pemeriksaan jantung sebelum dikemoterapi. De­ ngan memakai kursi roda, dari Ruang Pudak, Sang Ayu diantarkan perawat dan kedua orangtuanya menuju Ruang Echo. Hasilnya, kondisi jantungnya cukup baik, dan kemoterapi bisa dilakukan keesokan harinya. Kamis (16/9) Sang Ayu kembali menjalani kemoterapi kedua. Dampak kemoterapi kali ini menurut ibunya tak seperti kemoterapi pertama. “Nafsu makan anak saya biasa saja. Hanya muntah-muntah sedikit. Besok sudah boleh pulang,” ucapnya. Sang Ayu dikatakan Rasmini seperti yang disampaikan dokter kepadanya, harus melakukan kemoterapi sampai enam kali untuk penuntasan pengobatan­ nya. Keesokan harinya Sang Ayu diperboleh­kan pulang dan menunggu jadwal kemoterapi berikutnya (6/2). Selama proses pengobatan Sang Ayu di RS tak dikenakan biaya apa pun. “Syukur semuanya ditanggung Jamkemas. Kalau tidak, dari mana saya dapat uang,” ujar Rasmini. Yang ada, kepulangannya kini menyisakan banyak utang untuk biaya pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari yang biasanya didapatkan dari hasil suaminya jualan lumpia. “Hari Minggu ini baru Bapaknya mulai jualan lumpia lagi di Pantai Sanur,” ujarnya. Meski dililit banyak utang, Rasmini tetap ter­senyum. Yang paling penting baginya adalah kesembuhan putri kecilnya itu. Dan, dengan hanya senyum tegar­nyalah yang akan menemani dan me­nguatkan Sang Ayu melalui beberapa pengobatan kemoterapi berikutnya. –Inten Indrawati/Ratna Hidayati

S U D U T PA N D A N G

19

Tiga Cara Seleksi Masuk SD Baru bulan Januari, Rahma sudah gelisah. “Anak saya mau masuk SD,” katanya. “Sekarang harus sudah cari sekolah. Kalau nggak nanti malah ­nggak dapat tempat. Pengalama­n kakak saya tiga tahun lalu, dia daftar SD swasta favorit bulan Mei, dibilang sudah penuh. Kalau soal tes membaca, menulis, dan berhitung, ya semoga aman-aman saja. Di TK anak saya sekarang, sudah diajarkan. Tapi itu pun kalau nggak ada pengawas yang sidak. Kalau ada pengawas sidak, gurunya langsung mengajarkan menyanyi,” paparnya seraya terkekeh. Suasana diskusi terbatas “Mencermati Pendidikan Dasar di Kota Denpasar” yang diadakan Mingguan Tokoh di Warung 63 Denpasar

Tjok Istri Mas Minggu Wathini

IGN Eddy Mulya

bu dua anak ini tak tahu, jika pihak SD dilarang mengadakan tes seleksi siswa SD berdasarkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. “Yang saya tahu dari ibu-ibu yang lain, kalau masuk SD itu ada tesnya. Katanya tes membaca, menulis, dan ber­ hitung. Makanya, saya ikutkan anak les membaca sejak dia duduk di bangku TK B,” papar perempuan kelahiran Denpasar, Januari 1981 ini. Dra. Tjok Istri Mas Minggu Wathini, M.Pd., Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia-Persatuan Guru Republik Indonesia Bali mengakui, masih ada TK yang memberikan pelajaran membaca, menulis, dan berhitung kepada anak didiknya. “Begitu pengawas datang, anakanak di­suruh memasukkan buku, tulisan di papan tulis dihapus lalu anak-anak diminta bernyanyi. Anak-anak kan jadi bingung. Sesuai aturan, anak TK tidak boleh diberikan pelajaran membaca, menulis, dan berhitung. Kalau pun ada pengenalan, harus dengan pola bermain. Anak TK juga tidak boleh diberikan PR dan tidak boleh ada wisuda,” tegas istri Tjokorda Rai Pemayun, S.H. ini dalam diskusi terbatas “Mencermati Pendidikan Dasar di Kota Denpasar” yang diadakan Mingguan Tokoh. Kadis Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Denpasar IGN Eddy Mulya menjelaskan, di kurikulum TK tidak ada membaca, menulis, dan berhitung. “Di kelas 1 pun

hanya boleh memperkenalkan membaca, menulis, dan berhitung dengan pola permainan. Kalau ada PAUD yang mengajarkan pelajaran membaca, menulis, dan berhitung, perlu ada sosialisasi. Pembinaan sudah melalui UPT di kecamatan dan pengawas,” tandasnya. Ia mengakui kadang ada PAUD yang menjadikan pelajaran membaca, menulis, dan berhitung sebagai daya tarik. “Padahal itu melabrak aturan. Kalau pun ada PAUD plus, seharusnya plus pembinaan karakter,” ujar pria kelahiran 24 September 1968 ini. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2009 Tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini, standar tingkat pencapaian perkembangan anak usia 5-6 tahun dalam hal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf adalah mampu menyebutkan lambang bilangan 1-10; mencocokkan bilangan dengan lambang bilangan; mengenal berbagai macam lambang huruf vokal dan konsonan. Dalam kemampuan keaksaraan, anak diharapkan mampu menyebutkan simbol-simbol huruf yang dikenal; mengenal suara huruf awal dari nama benda-benda yang ada di sekitarnya; menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi/ huruf awal yang sama; memahami hubungan antara bunyi dan bentuk huruf; membaca nama sendiri dan menuliskan nama sendiri. Sejalan dengan hal tersebut, Peraturan Pemerintah RI Nomor 17 Tahun

I

2010 Tentang Pengelolaan Dan Penyelenggaraan Pendidikan Pasal 69 menyebutkan, penerimaan peserta didik kelas 1 SD/MI atau bentuk lain yang sederajat tidak didasarkan pada hasil tes kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, atau bentuk tes lain. Selanjutnya, dalam Pasal 70 disebutkan, “seleksi” masuk SD itu berdasarkan usia, jarak tempat tinggal dengan sekolah, dan calon siswa yang mendaftar lebih awal. Jika jumlah calon siswa melebihi daya tampung sekolah, maka pemilihan siswa pada SD/MI berdasarkan pada usia calon siswa dengan prioritas dari yang paling tua. Jika usia calon siswa sama, penentuan siswa didasarkan pada jarak tempat tinggal calon siswa yang paling dekat dengan sekolah. Jika usia dan/atau jarak tempat tinggal calon siswa dengan sekolah sama, siswa yang mendaftar lebih awal diprioritaskan. N. Mulyathi, Kepala SD Cipta Dharma mengatakan dalam penerima­an siswa baru di sekolahnya, tidak dipatok calon siswa bisa menulis. “Saya langsung tanya calon siswa, bisa menulis huruf apa. Minimal dia tidak buta huruf. Kalau sudah tahu huruf, nanti akan berkembang secara otomatis,” tegas guru yang aktif di organisasi Pramuka ini. “Menurut saya, di TK itu lebih banyak diajarkan sosialisasi, me­ ngenal diri, mengenal lingkungan. Bila perlu sekolah harus punya

miniatur alam. Kalau ternyata anak TK bisa membaca, menulis, dan berhitung, itu prestasi atau nilai plus,” tegas Putu Rumawan Salain, Ketua Dewan Pendidikan Denpasar ini. Jika di TK hanya sebatas pe­ ngenalan huruf, itu bisa dimaklumi sebagai bahan persiapan jelang masuk ke SD. Tetapi, kelas 1 SD tidak harus bisa baca. Yang bisa baca seharusya sebagai lokomotif bagi teman-temannya untuk belajar. Sekarang situasi beda, masuk SD harus bisa membaca, menulis, dan berhitung. Sekolah pun bersaing menampilkan yang terbaik. “Harusnya pemerintah merumuskan apa standar kemampuan anak-anak. Tindaklanjuti dengan pembuatan buku-buku dasar. Buku yang menarik dan penuh warna. Bahkan untuk pengenalan langsung, anak-anak diajak ke museum atau ke lapangan,” ujar Rumawan. Saat di Inggris, ia pernah bertemu dengan anak-anak TK dari Korea Selatan. Mereka berkunjung ke sebuah museum. “Di sana mereka diajarkan berbagai hal, seperti gedung apa itu, fungsinya, dll. Setelah itu, mereka dibiarkan bebas berkreasi. Yang suka menggambar diminta menggambar museum itu,” tutur Rumawan. Dalam pendidikan karakter, khususnya melatih kemandirian, Ni Nyoman Darmini, S.Pd., M.Pd., Kepala TK Negeri Pembina Denpasar mengatakan su-

dah melatih anak-anak sejak dini. “Siswa kami ajak sekolah lab, seperti ke hutan bakau dan pabrik. Anak-anak menggambar hutan mangrove lalu dilanjutkan dengan penanaman mangrove. Apa yang tertanam di usia dini akan menjadi memori. Tanpa penekanan membaca, menulis, dan berhitung, mereka sudah memahami,” ujarnya. Tjok Minggu, yang mantan Kepala TK Negeri Pembina mempertegas apa yang disampaikan Darmini. “Kami buat berdasarkan tema. Misalnya tentang pakaian. Apa manfaat pakaian, itu ditanyakan pada mereka. Kemudian anak diajak membuat baju dari koran, lalu mereka berfoto seperti fotomodel, pajang di muka kelas. Ini penghargaan bagi anak. Karyanya dipajang. Setelah itu, baru diajak ke pabrik garmen. Wawasan anak dibuka dengan cara mengajarkan bagaimana proses pembuatan pakaian dari awal,” tandasnya. Selain itu, imbuhnya, dari sana anak juga bisa belajar berhitung. Mereka ditanya, berapa orang ikut? Nah, otomatis mereka menghitung tanpa dipaksa. Di sisi lain, Tjok Minggu mengingatkan orangtua bahwa pelajaran tentang kemandirian, tanggung jawab, dan disiplin itu penting. “Itu yang harus diperhatikan. Orangtua se­ring geregetan. Kok anak saya diajari begitu (permainan saja, red.). Orangtua harus memahami itu,” kata Tjok Minggu menegaskan.

N. Mulyathi

Putu Rumawan Salain

Ni Nyoman Darmini

– Ngurah Budi/Ratna Hidayati


20

Mulai dari Bekas Dapur

NINE

20 - 26 JANUARI 2014

Dari Pendidik Jadi Sulinggih Nama Made Okin Adiyana masuk dalam daftar penerima Anugerah Pers K. Nadha Nugraha 2014 yang dilaksanakan Minggu (5/1) di Wantilan Pura Besakih. Okin Adiyana dinilai sebagai Tokoh Pendidikan yang eksis membangun pendidikan di Bali dengan ajeg Bali (menerapkan Tri Hita Karana).

Suasana anak-anak saat belajar di perpustakaan sederhana

T

dan kesehatan. “Waktu itu rasa­ nya baru ada satu WC di desa ini,” ujarnya. Beberapa lama ia kembali berada di kampungnya ini, setelah bertahun-tahun mengikuti suaminya bertugas ke luar daerah, ia pun berpikir ingin memajukan desa tersebut, setidaknya mulai dari hal kecil yang bias ia lakukan. Karena itulah, mengambil momen Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2006, Salmah menyemangati anak-anak desanya agar rajin membaca demi meningkatkan kualitas pendidikan desa itu dengan membuat sebuah perpustakaan sederhana di rumah panggung

5

Okin Adnyana

Tinggal di desa dengan segala keterbatasan, tak membuat Salmah Abdullah, S.Pd., yang berprofesi sebagai guru ini, surut langkah memajukan dunia pendidikan dengan target utama meningkatkan minat baca anak-anak di desa tempatnya tinggal.

idak perlu menunggu lengkapnya fasilitas agar bias mewujudkan keinginan mulia mendorong minat baca bagi anak-anak, melainkan bias dimulai dari apa yang ada di sekitar yang bias dimanfaatkan. Hal inilah yang dilakukan oleh perempuan kelahiran 22 Agustus 1962 ini, berangkat dari yang ada. Dari sebuah desa, di bagian timur Kabupaten Bima, saat ia ditugaskan kembali di kampong halamannya ini tahun 2000, Salmah melihat betapa masih tertinggalnya desa tersebut terutama dalam hal pendidikan

INSPIRASI

20 - 26 JANUARI 2014

sederhana miliknya. Perpustakaan itu jauh dari fasilitas mewah, hanya sebuah ruangan 2 meter x 6 meter, bekas dapur yang sudah tidak terpakai. Hanya ada beberapa lemari lama tempat menyimpan buku-buku dan meja kursi kayu seadanya. Namun, dari sinilah anak-anak Desa Ntori, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima banyak menimba ilmu dari buku-buku yang ada di perpustakaan ini. Melihat minat baca anakanak di sekolah tempatnya mengajar maupun anak-anak desa pada umumnya, Salmah tergerak untuk membantu me­ reka. Menurutnya, ditambah lagi bahwa ia melihat rata-rata anak SD ada yang belum bias baca-tulis dengan lancar, membuat ia makin merasa perlu melakukan sesuatu untuk itu. Berangkat dari kepeduliannya itulah, Salmah kemudian menyisihkan gaji bulanannya sebagai guru untuk membeli buku-buku guna menambah koleksi perpusatakaan nya. “Tiap bulan gajian, saya selalu sisihkan untuk membeli beberapa buah buku.Tiap ada sedikit kelebihan rezeki, saya selalu menyisihkan untuk beli buku,” ujar guru SMPN 1 Wawo ini. Hal ini mulai ia lakukan sejak tahun 2007 di saat ia memulai mendirikan perpustakaan pribadi ini.

Memang perpustakaan ini belum banyak menyediakan ­b uku-buku. Jumlah buku yang ada baru sekitar ratusan buku dari berbagai jenis dan judul buku. Namun begitu, tiap sore tiba, ruangan perpustakaan di rumah panggung ini selalu diramaikan oleh anak-anak yang be­ l­ajar dan membaca. Tidak hanya itu, banyak juga dari siswa SMP bahkan hingga anak kuliahan

yang mencari refe­r ensi di perpustakaan ini. Tidak ketinggalan ibu-ibu rumah tangga juga kerap memanfaatkan waktu untuk belajar di sini. “Jika sedang ramai anak-anak di perpustakaan, biasanya ada juga yang membaca di halaman bawah dekat tangga naik. Me­r eka duduk di bale-bale bambu,” ungkap ibu tiga anak ini. Koleksi buku di perpustaka­ an ini memang masih jauh dari lengkap. “Ada buku-buku pelajaran, ilmu terapan, agama, iptek dan lainnya,” kata guru yang pernah mengajar di SMPN 1 Singaraja, Bali dan SMPN 1 Ende, NTT saat mengikuti almarhum suaminya yang bertugas sebagai TNI AD di daerah ini. Buku-buku ini ia beli tiap kali ia keluar kota untuk bertuga atau tiap kali ia turun ke Kota Bima dan Mataram jika sedang mengikuti pelatihan-pelatihan. Dari perpustakaan inilah, ia bisa membimbing siswa-siswanya mengikuti berbagai olimpiade yang diselenggarakan di Kabupaten Bima. “Sekarang sudah sering

siswa-siswa dari Wawo meng­ ikuti olimpiade berbagai mata pelajaran,” ujarnya. Ia menambahkan, jika sebelumnya sangat jarang bahkan bias dibilang tidak pernah ada siswa dari desa ini yang ikut kegiatan ke­ ilmuan semacam ini padahal potensi anak-anak di desa ini baik sekali. Atas upayanya memajukan pendidikan di desanya ini, Salmah pernah dinobatkan se-

bagai TokohPerempuanBidang Pendidikan Kabupaten Bima, pada tahun 2012 saat peringat­ an Hari Ibu. Salmah memang tergolong aktif dalam berbagai organisasi di desanya, termasuk di PKK dan organisasi lainnya. Ia juga menggerakkan perempuan di Desa Ntori dengan membentuk Forum Perempuan Peduli Lestari Lingkungan. “Program forum ini adalah melakukan penanaman pohon kemiri dan jati putih,” ujar Salmah yang menjadi koordinator forum ini. Kemiri adalah salah satu komoditas unggulan desa ini. Selain itu, ia juga aktif dalam koperasi, dengan mendirikan sekaligus mengetuai Koperasi Perempuan “siwe” Ntori. Koperasi ini beranggotakan ibu-ibu rumah tangga yang memiliki usaha kecil dalam membantu ekonomi keluarga. “Harapannya dengan adanya koperasi ini, dapat melancarkan usaha para ibu untuk mening­ katkan ekonomi keluarga,” ujarnya. -Naniek I. Taufan/RatnaHidayati

D

ulu, nama Okin Adiyana selalu melekat dengan Sekolah Raj Yamuna, sekolah yang didirikannya tahun 1979 itu. Okin Adiyana lahir sebagai anak kedua dari lima bersaudara dari pasutri almarhum I Wayan Pugeg dan almarhum Ni Nyoman Kolih. Sejak kecil Okin Adiyana sudah menyadari bahwa ilmu pengetahuan satu-satunya jalan untuk menuju keberhasilan. “Almarhum Bapak berlangganan banyak majalah kesehatan. Dari sana saya tahu bahaya rokok, miras, dan kopi. Ketiga barang ini adalah makanan yang tidak sadwika (dibenarkan),” ujar Okin yang mengaku tak pernah menyentuh ketiga barang ini sampai sekarang. Okin bocah juga suka memperhatikan tingkah laku guru yang dinilainya selalu berpenampilan bersih, bersahaja, dan bijaksana. Karena itu pula, ia bercita-cita kelak ingin membuat sekolah. Impiannya itu terwujud tahun 1979, setelah sebelumnya selama 20 tahun ia mendapatkan tugas belajar ke Jepang. Keberadaannya di Negeri Sakura ini makin menguatkan pendapat pribadinya bahwa pendidikan adalah segalagalanya. “Saat itu di Jepang memasuki zaman modernisasi dan efeknya banyak dampak negatif. Saya jadi berpikir, Jepang yang sudah maju saja memunculkan dampak negatif, apalagi Indonesia yang baru merdeka, pastilah akan karut-marut,” ungkapnya. Kekarut-marutan ini diana­ lisanya karena dari zaman dahulu Indonesia tak memiliki konsep pendidikan nasional, yang karena itu pula Indonesia terjajah sampai puluhan tahun. Kini setelah merdeka, dikatakannya Indonesia masih juga belum memiliki konsep pendidikan yang jelas, termasuk pengelolaannya. “Jepang tak pernah terjajah karena dia memiliki konsep kebangsaan yang kuat secara turun-temurun,” ujarnya. Konsep Jepang yang plus­minus inilah yang kemudian di­ adopsinya ke sekolah Raj Yamuna yang dikenal dengan Filosofi Madokin. Semangat Jepang hi no maru (api, kata kepunyaan, bulat) yang diwujudkan dengan simbol bendera, dan konsep beladiri Jepang karate (tangan kosong) ini yang menginspirasi Okin. Dengan bermodalkan tangan kosong dengan tekad dan semangat, orang Jepang membangun bangsa dan negaranya. Padahal, negara ini miskin dan banyak bencana alam.

Okin Adnyana

Semua konsep ini diadopsi dan dikolaborasikannya dengan konsep Hindu Bali. “Apa saja yang dilakukan, jika dilakukan dengan yadnya, pasti bisa dilakukan de­ ngan sempurna,” ujarnya. FILOSOFI MADOKIN Madokin berasal dari bahasa Jepang “mado guchi” (pintu gerbang) dan “kin” (emas/ke­emasan). Madokin memiliki arti pendidikan adalah pintu gerbang emas (the golden gate) untuk mencapai keemasan. Berdirinya sekolah Raj Yamuna dan pene­muan filosofi Madokin dikatakan Okin berdasarkan pada ajaran agama Hindu yang dilandasi catur yuga (pembagian empat zaman) yakni kretha yuga, traita yuga, dwipara yuga, dan kali yuga. Pendidikan sangat absolut dan berposisi multidimensi dikarenakan apa pun zamannya proses pendidikan tentang kebenaran tetap berperan, yang mengacu pada konsep punarbawa menuju surga dan neraka, serta kelahiran kembali (reinkarnasi). Manusia sebagai objek dan sebagai subjek. Manusia pula yang memulai, yang melaksanakan, yang mengakhiri, dan yang memetik hasilnya (hukum karma). Bertitik tolak pada ciri-ciri setiap zaman (yuga), seperti kretha yuga sebagai zaman emas yang tidak memikirkan baik-buruk, hidup-mati, suka-duka; zaman traita yuga, zaman perak yang tak banyak perubahan; dwipara yuga, zaman tembaga, yang mulai ada keteraturan dan mulai dipikirkan manusia mengenal catur yadnya sebagai suatu usaha untuk pe­ nerapan weda; kali yuga, zaman besi, zaman keras yang muncul huru-hara, kerusuhan di manamana, materialistis, moral merosot tajam, banyak manusia tidak menjelma sebagai manusia lagi, pendidikan tidak berfungsi pada

tugas-tugas mensucikan hati nurani manusia tapi mengedepankan untuk memenuhi target pencapaian hasil akhir, zaman edan, laki-laki berperilaku perempuan demikian sebaliknya, wanita tidak dihormati, dan banyak pemerkosaan. Zaman kali yuga inilah yang merupakan awal berpikir filosofi Madokin. “Melihat ciri-ciri zaman kali yuga inilah sudah sepantasnya disikapi dengan serius dan harus dimulai dari pendidikan,” tegasnya. Dari sini kemudian muncul konsep pemikiran untuk membangun sebuah pendidikan yang berimbang dalam konsep ajaran Hindu yakni Tri Hita Karana (tiga kerangka dasar yang menyebabkan kebahagiaan); prhyangan (bakti kepada Tuhan), pawongan (hormat-menghormati pada sesama), palemahan (peduli pada lingkungan). Model filosofi Madokin Raj Yamuna ini back to natural, mengembalikan tiga konsep dasar pendidikan manusia seutuhnya,

Okin Adnyana saat menerima Anugerah Pers K. Nadha Nugraha 2014

yakni Tri Hita Karana. Diterjemahkan dengan menyelenggarakan pendidikan berimbang antara moral dan kepentingan untuk menyelamatkan manusia pada konsep punarbawa dan kelahiran kembali menjadi manusia yang lebih baik. Dalam waktu dekat ini, filosofi Madokin ini pun akan diterbitkan sebagai buku pedoman pendidikan Hindu yang berkonsep dasar kitab suci Weda, dalam empat bahasa, bahasa Bali, Indonesia, Inggris, dan Jepang dalam sastra dan tulisan.

DARI PENDIDIK JADI SULINGGIH Setelah 68 tahun menjadi pelaksana di dunia pendidikan, dengan jenjang pendidikan yang memadai termasuk perjalanan dan pengabdiannya, kini Okin mengabdikan dirinya di kesulinggihan untuk mensucikan pendidikan. Manusia lahir ke bumi ini sudah memilih hari baik untuk dirinya. Kelahiran sudah sudah ditentukan karena karma sudah ditentukan. Tahun 2013 melalui SK Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali Nomor: 019/PHDI Bali/SK.Diksa/IX/2013, merupakan titik balik seorang Okin Adiyana yang dikenal sebagi tokoh pendidik menjadi sulinggih yang kabhisekaran Ida Pandita Sri Begawan Penyarikan Cista Dharma Jnah Dwija Loka. Diakuinya, meski kesulinggihannya ini banyak menuai pertentangan, ia tetap yakin sudah berjalan di jalan yang benar. Karena statusnya sebagai sulinggih ini sudah melalui proses panjang dan sudah ditetapkan melalui SK PHDI. “Di Bali masih ada dua pendapat berbeda, bahwa orang yang bisa menjadi sulinggih hanya dari kalangan tertentu (brahmana),” kisahnya. Penghargaan K. Nadha yang diberikan oleh Bali Post diakui membuat dirinya bangkit dari keterdiamannya sebagai seorang sulinggih. “Saya sangat berteima kasih kepada almarhum Ketut Nadha dan Satria Naradha yang telah memberikan apresiasi tinggi kepada saya. Ini menjadi kebangkitan kedua saya setelah menjadi sulinggih,” ungkap Sri Begawan yang memiliki Pasraman Astiti Bhakti Grya Sidhakarya di kediamannya di Denpasar ini. Sri Begawan yang juga pernah mendapat Hindu Muda Award ke-11 tahun 2013 sebagai Tokoh Brahmana Hindu yang Eksis di Bidang Pendidikan Berkonsep Hindu ini mengatakan rencana ke depannya akan membuat The International Asram Bali Mula yang berkonsep Hindu Bali. –Inten Indrawati/Ratna Hidayati


INSPIRASI

4

20 - 26 JANUARI 2014

20 - 26 JANUARI 2014

MANDALIKA

Sahabat Anak Jalanan

Anak jalanan, seolah-olah suatu keniscayaan, utamanya di kota-kota besar seperti Jakarta. Mereka selalu ada dan ibarat kehidupan itu sendiri, selalu ada dinamikanya, meski sering kali tidak menyenangkan. Anak-anak jalanan eksis di jalanan bukan atas kehendak mereka melainkan lebih banyak dibentuk bahkan dilahirkan oleh lingkungan sosialnya. Ekonomi menjadi alasan kehadirannya.

S

ahabat Anak kemudian mencoba merangkul mereka. Sahabat Anak merupakan semacam himpunan dari para sukarelawanyang peduli terhadap nasib dan kehidupan anak-anak jalanan. Kasih sayang adalah landasan yang mendo­ rong mereka untuk berempati, berbagi, dan melakukan upaya untuk mengubah realitas sosial yang dialami dan dikerjakan anakanak jalanan. Pendidikan merupakan pintu

masuk yang dianggap paling mendesak untuk mengentaskan atau mengurangi keberadaan anakanak di jalanan yang umumnya mengamen di angkutan umum. Karena itu, tempat-tempat bim­ bingan belajar ditebar dilokasi anak-anak biasa memanfaatkan lokasi itu sebagai tempat berkumpul atau nongkrong bersama teman sekerjanya. Adalah Walter Simbolon, koordinator Sahabat Anak yang selama tujuh tahun bersama para sukarelawanlainnya menum­ pahkan segenap tenaga, waktu, pikiran, hingga materi untuk membimbing anak-anak jalanan. “Bimbingan belajar ini bersifat pendampingan,” kata Walter kepada Tokoh. Anak-anak jalanan yang sudah sekolah itu dibantu dalam kegiatan belajar yang diajarkan oleh guru mereka. Sementara yang belum sekolah akan mendapatkan pengetahuan baca-tulis sesuai usia mereka. Menurut Walter yang pernah studi di jurusan filsafat Perguruan Tinggi swasta di Jakarta,

Sahabat Anak sekarang sudah memiliki tujuhtempat bimbingan belajar yang tersebar di beberapa wilayah diJakarta, yakni di Tanah Abang, Manggarai, Grogol, kawasan Kota Tua,Gambir, Prumpung, dan Cijantung. Kebanyakan kebiasaan anakanak jalanan adalah mengamen di bus maupun di angkutan perkotaan lainnya. Usia mereka dari yang lima tahun hingga 16 tahun.“Kalau orangtuanya yang ngamen hasilnya kecil,” papar Walter.

Awalnya ketika para sukarelawan mengumpulkan mereka dan membimbing anak-anak jalanan itu untuk belajar, diantara orangtua mereka marah meskipun hanya belajar selama dua jam. “Ngapain belajar, kalau ngamen

Wisata Murah Meriah Taman Narmada Salah satu objek wisata yang sangat banyak dikunjungi wisatawan lokal di Pulau Lombok adalah Taman Narmada. Tempat wisata yang terletak di Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat atau sekitar 10 km sebelah timur Kota Mataram ini, menjadi istimewa karena dalam sejarahnya taman ini dibangun oleh Raja Anak Agung Gde Ngurah Karang Asem, pada tahun 1727 Masehi (sebagian literatur ada yang mengatakan dibangun pada tahun 1805 Masehi). Oleh Raja, taman ini dibangun sebagai tempat upacara pakelem yang diselenggarakan tiap purnama kelima tahun Caka. sudah dapat berapa bus?” begitu katanya. Maksudnya, jika waktu dua jam belajar itu dipakai buat mengamen, maka si anak kemungkinan sudah naik turun lebih dari lima bus. Jika hasil ngamen di satu bus rata-rata Rp 10 ribu, maka di lima bus bisa mendapatkan Rp 50 ribu. “Makanya orangtuanya marah kalau anaknya kami ajak masuk bimbingan belajar,” kata Walter menegaskan. Padahal anak-anak sangat antusias kalau diajak belajar. Bahkan beberapa anak pernah curhatpada para aktivis Sahabat Anak bahwa sebenarnya mereka juga capek naik turun bus untuk mengamen. Hasil mengamen itu, menurut Walter, memang tidak semuanya untuk orangtuanya. Mereka dapat jatah juga untuk uang jajan. Diakui Walter, tidak mudah memberikan pengertian kepada orangtua dari anak-anak jalanan agar memberikan sebagian waktu buat anak untuk belajar, bahkan bermain. “Yah, akhirnya kami melakukan pendekatan secara personal,” tambah Walter lagi.

Apa yang dikemukakan Walter dialami oleh komunitas penghuni suatu kompleks perumahan di Jakarta. Di kompleks itu sering berkeliaran anak-anak kecil mengamen. Di antara penghuni merasa iba, lalu mengumpulkan mereka dan memberikan bimbingan belajarsecara umum. Orangtua anak-anak pengamen itu bukannya berterima kasih, sebaliknya melarang anak-anak mereka mengamen ke kompleks tersebut. Sejak itu, di kompleks tersebut tidak ada lagi anak-anak yang mengamen. Eksplorasi terhadap anakanak dilakukan oleh keluarga mereka sendiri. Lebih baik mengamen daripada belajar, lebih baik di jalanan dan dapat duit ketimbang bermain sebagaimana dunia anak-anak. Itulah realita yang dilakukan sebagian keluarga miskin perkotaan. “Perlu waktu yang cukup lama untuk memberikan pengertian terhadap para orangtua. Kalau mengajak anakanak mereka untuk belajar cukup mudah, mereka malah antusias,” tutur Walter. Kegiatan Sahabat Anak ber­ awal dari Jambore Anak Jalanan (JAJ) se-Jabodetabek pada tahun 1997, bertepatan dengan Hari Anak Nasional, 23 Juli. Yayasan Kampus Diakonia Moden (KDM) yang melayani anak-anak jalanan sejak 1972 mengumpulkan segenap mahasiswa, alumni, dan para profesional dalam suatu kepanitiaan. Tujuannya me­rayakan Hari Anak dan mempertemukan anak-anak jalanan dengan orang-orang yang peduli dengan mereka. Usai acara, panitia dan pendamping merancang sekolah untuk anak-anak jalanan dengan menggunakan fasilitas asrama KDM di Pondok Gede, Bekasi. Kegiatan JAJ tiaptahun dipandang cukup efektif untuk mempertemukan anak-anak jalanan dengan masyarakat yang peduli. Mereka seperti bersepakat

S

ecara umum, wisatawan mancanegara mengunjungi Taman Narmada karena ingin tahu sejarah. Namun bagi pengunjung lokal yang notabene telah akrab dengan taman ini, biasanya datang ke Taman Narmada untuk rekreasi dan acara keluarga serta mandi di kolam renang alami. Namun, pada hari-hari tertentu, taman ini juga menjadi objek kunjungan pelajar yang ingin mengetahui sejarah lokasi ini secara langsung. Selain karena sejarahnya, Taman Narmada yang berada di wilayah Lombok Barat bagian timur ini, memiliki kolam renang Walter Simbolon

bahwa pendidikan merupakan kebutuhan anak-anak tersebut untuk mencapai perubahan atas kehidupan anak-anak jalanan. Selanjutnya JAJ menjadi Jambore Sahabat Anak. Kini Sahabat Anak memiliki anak binaan mencapai sekitar 800 anak. Para pembimbing umumnya para mahasiswa dan relawan, serta beberapa orang diantaranya mantan anak jalanan. Sahabat Anak juga melengkapi fasilitas taman bacaan, pemutaran film, kelas musik, dan pada hari-hari tertentu ada peng­ obatan gratis dan penambahan nutrisi. “Kami juga memberikan bimbingan konseling, dan meng­ utamakan pendidikan karakter,” kata Walter Simbolon. Ditambahkan, sejak tahun 2006 Sahabat Anak mendirikan Pusat Kegiatan Anak, yakni sekolah nonformal bagi remaja jalanan putus sekolah. Tiap tahun ratarata ada 30 siswa yang dibina untuk selanjutnya bisa masuk ke sekolah formal. Ditambahkan, sejak tahun 2006 Sahabat Anak mendirikan pusat keterampilan sesuai bakat dan kecenderungan masing-masing, seperti bidang pertamanan, perbengkelan, kuliner. – Iswati/RatnaHidayati

yang dialiri mata air alam yang dingin. Tak mengherankan, tiap hari libur tiba, khususnya Sabtu (sore) dan Minggu, Taman Narmada khususnya kolam renang selalu dipenuhi pengunjung, baik anakanak maupun dewasa. “Rata-rata kunjungan ke Taman Narmada pada hari libur mencapai 400 orang dengan membayar tiket masuk areal taman Rp 5.000 dewasa dan Rp 2.500 anak,” ujar Kusmayadi, petugas penjualan tiket Taman Narmada. Agar dapat mengakses kolam renang alam yang dikuras tiap Jumat ini, pengunjung harus membayar lagi Rp 5.000. Jumlah kunjungan tersebut

akan meningkat tajam saat libur Tahun Baru dan Lebaran Topat, lebaran khas Suku Sasak Lombok. Begitu juga pada liburan hari-hari besar lainnya. Sejak dulu, taman ini memang selalu menjadi salah satu pilihan lokasi wisata khususnya bagi warga Pulau Lombok sehingga tidak pernah sepi pengunjung. “Taman Narmada menjadi salah satu pilihan favorit bagi masyarakat di Pulau Lombok, mulai dari Lombok Timur hingga Kota Mataram, sebagai pilihan tempat berlibur dan melepas penat,” ungkap Kariadi, Wakil Manajer Manajemen Taman Narmada.

Jika tidak sempat naik Gunung Rinjani maka di Taman Narmada dapat melihat replika areal Rinjani dan Danau Segara Anak yang berada di tengah-tengah Gunung Rinjani. Di tempat inilah dulu biasa dipakai Sang Raja untuk melakukan ritual kurban. Menurut Shulhan, salah seorang pengelola lainnya, konon ketika usia raja makin tua, ia tak dapat lagi melakukan ritual di puncak Gunung Rinjani pada ketinggian 3.726 meter dpl, maka ia memerintahkan seluruh arsitek kerajaan untuk memindahkan nuansa Gunung Rinjani ke tengah kota yang kini bernama Narmada. Pada masa itu, Taman Narmada merupakan tempat khusus bagi raja untuk untuk memuja Dewa Siwa sekaligus sebagai tempat peristirahatannya. Di dalam areal Taman Narmada juga terdapat Pura Kelasa atau Pura Narmada tempat persembahyangan umat Hindu. Pada waktu-waktu tertentu di hari-hari besar agama Hindu, lokasi ini selalu dipakai sembahyang oleh umat Hindu yang ada di Pulau Lombok. Pura ini tergolong pura jagat atau pura umum bagi semua penganut Hindu Dharma dan merupakan salah satu di antara delapan pura tua di Pulau Lombok. Pura Narmada terletak di atas tebing berundak-undak, sedang di bawah lembah tebing terdapat kolam duyung dan telaga segara anak. Taman Narmada ditata berbentuk gunung. Sumber mata air yang jernih mengaliri tiga kolam di bagian bawah taman ini. Salah satu dari kolam inilah yang merupakan kolam renang alami dan menjadi tempat mandi favorit pengunjung. Pada bagian atas taman terdapat sebuah pura bernama Pura Kalasa. Dan untuk mencapainya, melewati anak tangga yang sangat banyak. Ketika menuju pura ini, nuansanya seperti tengah

21

Kariadi

mendaki Rinjani. Menurut Kariadi, kunjungan ke Taman Narmada dari tahun ke tahun terus meningkat. Taman Narmada yang berada di tengah kota ini, lokasinya sangat mudah dijangkau dan relatif berbiaya murah meriah. Biaya rekreasi yang sangat terjangkau dan lokasinya di tengah kota ini, membuat Taman Narmada menjadi tempat berwisata yang menyenangkan. “Murah meriah dan sangat terjangkau,” ujar Raodah yang datang bersama keluarga besarnya dari Lombok Tengah. Di Taman Narmada, pengunjung tidak usah repot membawa makanan dari rumah, karena warung-warung tradisional tertata rapi di dalam areal taman. Di sana dijual makanan khas Lombok, seperti pelecing, sate bulayak, dan makanan lainnya. Di samping itu, di pintu keluar taman, para penjual kaus khas Lombok terutama dengan desain khas Taman Narmada juga bisa menjadi salah satu pilihan oleh-oleh selain kerajinan khas Lombok lainnya. - Naniek I. Taufan/Ratna Hidayati

Pemprov NTB Anggarkan Rp 20 Miliar Dana Jaminan Kesehatan Salah satu perhatian Peme­ rintah Provinsi Nusa Tenggara Barat di bawah kepemimpinan Gubernur TGH. M. Zainul Majdi adalah masalah kesehatan. Tentu­ nya selain dari perhatian yang diberikan pada dunia pendidikan daerah ini. Pembangunan sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas penting dalam mewujudkan masyarakat NTB yang sehat. Disadari sepenuhnya bahwa semua masyarakat di seluruh Tanah Air, khususnya di NTB menginginkan mendapat pelayanan yang layak dan memadai dalam hal kesehatan. Oleh karena itu, pemerintah terus menyempurnakan pengelolaan jaminan kesehatan untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam perolehan manfaat dari jaminan perlindungan kesehatan masyarakat. Berangkat dari hal tersebut, Pemerintah Provinsi NTB dengan serius menjalankan programprogram peningkatan derajat ke­sehatan masyarakat NTB, termasuk pula dalam pengelolaan program-program Pemerintah Pusat berkaitan dengan hal tersebut. Salah satunya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diimplementasikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ber-

sama unit pelayanan kesehatan. Jaminan Kesehatan Nasional yang meliputi tiga aspek pokok, yakni kepesertaan, pelayanan kesehatan, dan manfaat yang akan diterima oleh peserta jaminan kesehatan, diluncurkan Gubernur NTB beberapa waktu lalu, di Rumah Sakit Umum Provinsi, Mataram. Adanya JKN ini dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh Pemerintah Provinsi NTB untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal yang dapat diakses oleh tidak hanya masyarakat miskin melainkan juga masyarakat tidak mampu serta masyarakat hampir miskin yang dijamin oleh pemerintah. Seluruh penduduk Indonesia termasuk orang asing yang sudah lebih dari enam bulan di Indonesia, juga akan ikut menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional, de­ ngan menerima bantuan iuran yang dibayarkan oleh pemerintah dalam bentuk pelayanan kesehatan yang terjangkau. Total seluruh peserta pene­ rima bantuan iuran untuk menjadi peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) mencapai 2.259.558 jiwa, atau sekitar 48% dari total penduduk NTB, dengan

Gubernur NTB saat menyerahkan bantuan kepada pasien yang dirawat di rumah sakit

jumlah premi sebesar Rp 19.225 per jiwa per bulan. “Angka 48% itu jauh berada di atas angka kemiskinan di NTB. Itu berarti tidak hanya masyarakat miskin dan tidak mampu yang dijamin pemerintah namun juga masyarakat hampir miskin mendapatkan akses pelayanan kesehatan ini. Juga semua ibu hamil akan dijamin kesehatannya, termasuk jaminan persalinannya, tanpa memandang status sosialnya,” ujarnya. Karena itulah, pada tahun 2014 Pemerintah Provinsi NTB, menu-

rut Majdi, akan menyiapkan anggaran sebesar Rp 20 miliar (dana sharing dari Pemerintah Kabupaten dan Kota di NTB) untuk membiayai 41.376 jiwa yang belum terdaftar sebagai peserta Jamkesmas yang dibiayai oleh pemerintah pusat. Tidak hanya itu, sebanyak 52.272 orang ibu hamil juga mendapat kesempatan jaminan kesehatan ini dari dana tersebut. Hal inilah yang membuat Gubernur NTB mengungkapkan, jaminan kesehatan nasional ini merupakan sejarah baru dalam

dunia pelayanan kesehatan di Indonesia, di mana seluruh masyarakat memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mendapat pelayanan BPJS, dengan segala kewajiban dan kemanfaatan yang akan diperoleh. JKN BPJS telah mulai dilaksanakan pada 1 Januari 2014 di Indonesia, termasuk di NTB. JKN BPJS yang dilunucrkan secara nasional termasuk di NTB terdiri dari dua jaminan yakni BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenaga­ kerjaan. Keduanya merupakan transformasi dari badan penyelenggara kesehatan yang sudah ada sebelumnya, yakni PT Asuransi Kesehatan (Askes) yang bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan, sedangkan PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Gubernur NTB berharap, program jaminan kesehatan ini akan dapat memberikan motivasi pada tiap unit pelayanan kesehatan, termasuk para medis, untuk senantiasa bekerja profesional, serta menunjang rasa solidaritas sebagai sesama manusia dan tidak membedabedakan dalam pelayanannya dengan tidak memandang status sosial pasien agar terwujud pelayanan kesehatan yang adil. - Naniek I. Taufan/Ratna Hidayati


W H AT ’ S U P

22

20 - 26 januari 2014

Zombie Bikin Jakarta Geger Zombie! Menyebut kata ini pasti membayang­ kan mayat hidup yang menebar t­ eror di mana-mana, sebagaimana yang kita saksikan di film-film yang bercerita tentang makhluk me­ngerikan itu. Wajah dan tubuh rusak yang gentayangan, sungguh membuat bergidik sekalipun itu hanya sebuah tontonan belaka. Tapi, tahukah Anda ternyata tidak semua orang memandang zombie sebagai suatu yang me­ ngerikan. Justru sebaliknya, mereka meman­ dang zombie sebagai suatu yang unik. Wah!

A

sal tahu saja, me­ reka yang menyukai zombie jumlahnya tidak sedikit. Me­ reka inilah yang kemudian membentuk komunitas yang berkaitan dengan makhluk menyeramkan itu. “Kami melihatnya tidak se­ bagai sosok yang menyeramkan tapi dari sisi keunikannya,” ujar Eric Kairupan, juru bicara Indonesian Zombie Club. Keunikan yang dimaksud bukan soal asal-usul atau sejarah zombie yang konon merupakan cerita legenda dari Pulau Haiti di Karibia, melainkan antara lain pada teknik make up zombie sehingga bisa menghasilkan tampilan makhluk yang luar biasa seram. Lebih dari itu, karakter zombie dapat melahirkan berbagai inspirasi kreatif bagi para penggemarnya. “Komunitas kami bukan untuk menakut-nakuti orang. Tapi kami adalah komunitas kreatif yang melihat zombie dari sisi kreativitas. Dari sisi tata rias, misalnya, dapat menampilkan muka sobek-sobek, mata keluar sebelah, dll., terlihat sungguhan. Atau dari special effect, dll. Artinya, dari zombie ini bisa lahir berbagai hal kreatif,” ujar Eric. Indonesia Zombie Club, ungkap Eric, awalnya hanyalah sebuah thread yang dibuat oleh Reza Tarigan di Kaskus, media komunitas online terbesar di Indonesia pada tahun 2008. Thread itu membahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan zombie, baik

itu film, special effect, game, dll. Tak disangka, thread itu mendapat respons hangat dari banyak anggota Kaskus yang ternyata juga penyuka zombie. Mereka datang dari berbagai latar belakang profesi maupun pendidikan. “Banyak yang berlatar belakang pekerja seni dan desain, video editor televisi hingga movie maker. Dari pekerja di industri kreatif, mahasiswa hingga pelajar. Semuanya gemar menonton film bertema horor khususnya yang memunculkan karakter mayat hidup seperti zombie. Waktu itu namanya zombie thread. Dari thread kemudian berambah ke media sosial facebook. Akrab berbincang di dunia maya akhirnya berlanjut dengan kopi darat. Kemudian disepakati membentuk komunitas yang diberi nama Indonesian Zombie Club (IZoC) pada 26 Desember 2009,” ungkap Eric. Tujuan dibentuknya komunitas ini, lanjutnya, untuk mewadahi kreativitas yang berawal dari hobi (non-produktif) menjadi hobi yang aktif (menghasilkan/memproduksi sebuah kreativitas). Untuk itu, beragam aktivitas yang berkaitan dengan zombie diselenggarakan. IZoC, tuturnya, membebaskan para anggota­nya berkreasi sesuai sesuai

20 - 26 januari 2014

S E L E B R I TA S

Kadek Anggie Wisandewi Mayun

Kram Seminggu

Berawal dari iseng, Anggie mencoba ikut Pemilih­ an Putri Indonesia Provinsi Bali 2013. Isengnya ternyata berbuah manis. Ia meraih gelar Putri Persahabatan. Bagaimana finalis “tertua” ini mengakrabkan diri dengan finalis lainnya dan mengapa ia memilih fokus untuk menjadi bidan?

“S

bidang yang disukainya, tentunya yang berkaitan dengan zombie. Mulai dari tata rias artis zombie, cosplayer, penulisan cerita, desain kostum, fotografi, dll. Yang juga rutin digelar IZoC, tambahnya, adalah mem-

buka kelas special make-up horror. Awalnya, kelas ini hanya untuk tingkat dasar. Namun melihat perkembangan yang ada, IZoC memutuskan untuk mengembangkan kelas

tersebut. “Ada banyak anggota yang tertarik masuk dalam kelaskelas yang kami selenggarakan, yang terbanyak adalah cosplayer. Nantinya kami akan mengembangkan bukan hanya

dasar tapi ada level-levelnya,” jelasnya. GEGER DI JAKARTA Komunitas yang telah empat tahun berdiri ini tumbuh pesat, bukan hanya dari sisi keanggota­ an yang kini jumlahnya telah mencapai 7.500 orang dari seluruh Indonesia tapi juga dalam berkarya. Itu juga yang membuat Fox Indonesia mengandeng komunitas ini sebagai official partner untuk membuat event launch serial film ‘Walking Death’ Season 3 yang diselenggarakan di EX Plaza Jakarta pada 2012. “Kami juga pernah membuat Zombie Walk pada Januari 2013 yang diikuti oleh 175 zombie,” ungkap Eric.Yang juga membanggakan, ungkap Eric, IZoC regional Bandung telah membuat film indie berjudul ‘Runaway’ berdurasi 75 menit yang penayangannya dilakukan di Bandung. Tak kalah hebohnya adalah ketika IZoC menggelar karya­ nya pada Pekan Produk Kreatif

Daerah (PPKD) yang diselenggarakan oleh Pemda DKI Jakarta, Juni tahun lalu. Betapa tidak, pengunjung yang sedang asyik menikmati berbagai produk kreatif dikejutkan dengan munculnya belasan zombie. Saking kagetnya, sebagian peng­unjung lari tunggang-langgang ketakutan meski kemudian kembali lagi setelah sadar itu hanya bagian dari hiburan yang ada di PPKD. “Iya waktu acara PPKD di Monas itu, seru dan meng­ hebohkan. Di event itu, kami juga menyelenggarakan workshop dan pameran,” kata Eric. Pemda DKI Jakarta, tambahnya, memang kerap mengajak IZoC berpartisipasi dalam acara-acara bertema kreatif yang di­ selenggarakan Pemda. Di luar itu, IZoC juga kerap mendapat undangan tampil di berbagai event off air, baik untuk acara yang digelar oleh corporate ataupun masyarakat umum. “Kami juga memiliki zombie dancer yang kerap mendapat undangan tampil di berbagai ­acara. Tim kami pernah juga di­undang tampil di pusat kebudaya­an Belanda, Eras­ mus Huis, Jakarta, Inbox, dll.,” jelasnya. Berbicara tentang keanggotaan, Eric menuturkan, tidak ada syarat khusus untuk dapat diterima sebagai anggota IZoC. Artinya, siapa saja bisa mendaftar sebagai anggota. Selain itu, tidak ada iuran anggota. Untuk membiayai berbagai kegiatan, biasanya, dana diambil dari kas IZoC yang berasal dari honor penampilan tim IZoC di berbagai event. “Di awal-awal komunitas berdiri, kami para pengurus biasanya patungan untuk membiayai kegiatan namun sejak 2011, se­telah IZoC sudah bisa berproduksi lewat berbagai karyanya, maka honor-honor itu sebagian masuk ke kas untuk membiayai berbagai kegiatan,” jelasnya. – Diana Runtu/Ratna Hidayati

3

aya ikut kontes ini karena iseng. Waktu hari terakhir pendaftaran, saya telat bangun. Mama sampai nanya, jadi ikut apa nggak. Saya juga tidak tahu di mana Jalan Kecak, tempat pendaftaran. Setelah berputar-putar, saya berpikir, kalau tidak ketemu lokasinya, saya pulang. Ternyata ketemu, begitu sampai kampus itu, satpam langsung menghampiri dan mengarahkan saya ke tempat pendaftaran. Lama saya diam di mobil untuk memutuskan ikut atau tidak. Akhir­nya, untuk sebuah pengalaman, saya ikut,” tutur alumnus Poltekkes Kemenkes Denpasar jurusan Kebidanan ini. Saat pendaftaran, perempuan bernama lengkap Kadek Anggie Wisandewi Mayun ini bertemu Debi Khristina, salah seorang kenalannya. Karena ada teman, Anggie memantapkan diri untuk mencoba peruntungannya di kontes Putri Bali. Ia tak mematok target. Baginya, ini sebuah usaha untuk mencoba sesuatu yang baru sekaligus uji nyali. Anggie yang lahir 6 Desember 1989 merupakan finalis tertua yang masuk 10 besar. “Saya tidak menyangka bisa masuk 10 besar. Dari 10 finalis, sembilan model, satu bidan.

Saya pun belajar keras untuk menjadi model. Saya yang biasa pakai high heels 5 cm berhadapan dengan model yang sudah terbiasa pakai high heels 9-12 cm. Untung teman-teman banyak membantu termasuk mengajarkan bagaimana cara berjalan ala model,” ujar perempuan bertinggi 171 cm ini saat wawancara di kantor WienPro, pemegang lisensi Pemilihan Putri Indonesia Provinsi Bali. Sebagai finalis tertua, Anggie

pun harus menyesuaikan diri dengan peserta yang lebih muda. Ia ikut ngobrol dengan mereka. Salah satu peserta yang dekat dengannya adalah Ika Kusuma Dewi yang kemudian terpilih sebagai Putri Bali 2013. Ika paling sering curhat dengan Anggie. Finalis lain juga ikut curhat. Anggie paling sering ditanya mengenai proses persalinan. Karena sudah memiliki pengalaman membantu persalinan, putri pasangan I Gede Mayu, S.H., M.H.-Ketut Rusmini ini pun fasih bercerita. Karena dinilai mengayomi finalis yang usianya lebih muda, Anggie pun terpilih sebagai Putri Persahabatan. Masing-masing finalis harus

memilih satu nama dan nama Anggie yang paling banyak dipilih. “Saya kaget waktu men­dapat gelar Putri Persahabatan. Ini semua berkat dukungan temanteman finalis. Bagi saya ajang ini merupakan yang pertama dan terakhir. Ke depan, saya mau fokus melanjutkan kuliah, kemudian buka praktik sendiri, membuka Tempat Penitipan Anak, dan usaha kuliner,” ujar perempuan yang memiliki pacar dokter sekaligus pengusaha ini. Saat malam grand final, kebaya yang dikenakan Anggie sempat nyangkut. Untungnya dia berhasil melepas sangkutan itu dan tidak terjatuh. High heels yang dipakai tingginya 12 cm dan itu akan dijadikan kenangan. Anggie pun terus berdoa semoga tidak jatuh. Hasil kerja kerasnya berlatih menjadi model, membuahkan hasil. Ia bisa tampil maksimal di panggung. Tetapi, seminggu setelah malam grand final, kakinya masih kram akibat high heels. OKSIGEN HABIS Mengenai profesi kebidanan yang ditekuninya, alumnus SMAN 7 Denpasar tahun 2007 ini menuturkan, ia awalnya ingin menjadi dokter anak. Tetapi se­te­ lah berkonsultasi dengan orangtuanya, ia mencoba masuk ke jurusan kebidanan. “Saya sempat depresi pada awal kuliah. Biasa sebagai orang bebas, harus masuk asrama. Saya sampai menangis karena tidak kuat. Maunya pindah karena saya diterima di Arsitektur Universitas Udayana lewat jalur SPMB. Tetapi karena sudah telanjur bayar di Poltekkes Kemenkes, akhirnya saya lakoni saja,” kenangnya.

Tahun 2007-2010 pun dilalui­ nya dengan baik. Anak kedua dari tiga bersaudara ini punya pengalam­a n mengesankan saat semester IV mengikuti praktik kerja klinik di Puskesmas Pem-

bantu Dauh Puri. Ketika jaga, ada pasien hamil datang. Prosedur penanganan pasien pun diterapkan Anggie bersama tim. Kondisi ibu hamil itu sudah drop. Air ketuban bercampur kotoran bayi. Oksigen pun disiapkan untuk kondisi darurat. “Setelah dua kali ngeden, ibu itu bisa melahirkan de­ ngan normal. Tetapi, bayinya biru dan tidak menangis. Kami sempat panik. Ini partus yang paling mengesankan. Semua teori kami pakai untuk menolong. Bayi dikeringkan, lalu disentil biar nangis. Begitu nangis dikit, kami langsung lega dan membawa bayi ke RS Wangaya untuk perawatan lebih lanjut. Ibunya tetap di Puskemas. Keesokan harinya baru kami ajak untuk menemui bayinya. Hal yang sempat membuat kami shock adalah oksigen yang kami siapkan untuk kondisi darurat ternyata kosong. Pengalaman ini membuat saya makin yakin memilih profesi bidan,” tegas perempuan yang bekerja sebagai asisten di praktik dokter kandungan dan kebidanan di Denpasar ini. Kepada generasi muda, Anggie berpesan jangan malu untuk mencoba hal-hal positif dan bermanfaat, jauhkan diri dari narkoba dan seks bebas. –Ngurah Budi/Ratna Hidayati


EKSPRESSO

2

20 - 26 JANUARI 2014

GORO-GORO

klik: www.tokoh.co.id mingguantokoh @mingguantokoh

MARAH Amat mengadu ke rumah Ami. “Ami, Ibu kamu sekarang bikin pusing Bapak. Kalau dulu bisa diajak rembukan dengan tenang, sekarang maunya memerintah. Kalau dibantah marah. Tapi kalau didiamkan saja juga marah. Lalu Bapak tanya, jadi maunya apa? Maunya bagaimana? Maksud Bapak semua dilakukan dalam ke­ sepakatan, jadi harmoni terpelihara. Tapi apa jawabnya? Marah lagi! Marah lagi! Makanya Bapak nyolong-nyolong mampir ke mari. Pura-puranya lihat pameran. Kalau ketahuan ke mari, pasti kena marah lagi!” Ami tertawa. “O, Bapak ke mari ngambul?” “Habis, Bapak bilang masakannya keasinan, dia marah. Lain kali masaknya tidak pakai garam. Ya jadi tawar, tidak ada rasa samasekali. Bapak bilang kurang garam, dia marah. Akhirnya, tiap makan Bapak diam saja. Mau asin, mau masam, mau kurang bumbu, mau pedas, mau pahit, asal jangan basi, Bapak telan saja. Tidak usah banyak cing-cong. Buat apa ngasih komentar kalau hanya bikin marah? Ya kan? Makan itu kan karena kita lapar. Enak tak enak, itu tidak penting!” “Masak begitu?” “Habis bagaimana lagi! Bapak dan ibu kamu sudah hidup bersama puluhan tahun. Masak gara-gara makanan jadi puik? Percuma dong Bapak makan segala garam penderitaan. Cuma soal makan saja, kok jadi soal, kalau tidak bisa makan, nah itu, baru persoalan besar! Pokoknya, kalau sudah waktunya makan, apa yang dihidangkan ibu kamu, Bapak langsung telan tanpa komentar!” “Kalau nggak enak?” “Enak atau tidak, ditelan saja! Kalau sudah masuk perut kan habis perkara!” “Tapi Ibu marah lagi!” “Ya! Ibu kamu marah lagi!” Amat tercengang. Ia menatap Ami tajam. “Kamu kok tahu?” “Kalau Ami masak, Ami juga suka nungguin suami Ami makan. Kalau dia bilang enak, rasanya puas, lelah Ami terbayar. Tapi kalau dia diam saja berarti makanannya nggak enak.” Amat mengangguk. “Betul. Ibu kamu juga ngomel begitu. Katanya, kalau tidak enak, bilang terus-terang, jangan diam saja seperti patung, jadi lain kali bisa diperbaiki. Daripada diam-diam, tapi lalu diam-diam main belakang, pergi makan sate di warung, itu kan buang-buang uang! Kalau kelebihan uang, sini kasihkan uangnya, untuk belikan cucu sepatu! Bapak jadi serbasalah!” “Terus?” “Ya terus Bapak terpaksa main politik sedikit.” “Main politik bagaimana?” “Basa-basi itu memang basi, tapi lihat para politikus itu. Ber­ perang bunuh-bunuhan, tapi kalau bertemu dalam perundingan salam-salaman. Bersandiwara sedikit, perlu. Dua hari yang lalu Ibu kamu menghidangkan sup buntut. Belum dicoba dia sudah tanya, bagaimana, enak tidak?” “Itu jebakan!” Amat tertawa. “Betul. Bapak pura-pura tidak tahu. Tunggu dulu sampai separuhnya dimakan, baru komentar, kata bapak. Ibu kamu puas. Setelah setengahnya dimakan, dia tanya lagi. Jadi bagaimana, enak tidak?” “Jawaban Bapak?” “Tanpa berpikir lagi Bapak jawab, Enaakkk sekali!” Ami tertawa. “Dan Ibu senang?” “Tidak! Ibu kamu marah lagi, nah ini, katanya, Bapak selalu cari gara-gara saja. Masakanku selalu dicacat. Giliran masakan orang lain, belum dicicip sudah dipuji ennaaak! Lain kali masak sendiri saja!” Ami ketawa ngakak. “Tapi, Pak, sejujurnya saja, sup buntutnya enak nggak?” Muka Amat berkerut. Seperti mau muntah, dia cari tempo­ long lalu meludah. “Enak apa! Dagingnya alot, kuahnya bau air kencing!” Ami memekik, “Air kencing? Sup buntut itu masakan Ami!”

Putu Wijaya

Ayo Berubah Dalam beberapa hari ini media menyajikan berita yang membuat mata kita terbelalak; banjir bandang di Manado. Diberitakan, 18 orang meninggal, dua orang hilang, dan 101 rumah hanyut dalam musibah itu. Banjir tak hanya terjadi di Manado. Di Jakarta, banjir seolah jadi langganan. Tiap tahun hadir. Walau begitu, ada catatan menarik dari Jakarta: titik banjir sebelumnya yang mencapai 75 titik berkurang menjadi 35 titik tahun ini. Upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan JokowiAhok, jelas memberikan bukti nyata terkait janji penanganan banjir di Jakarta. Lalu, apa yang bisa kita ambil hikmah dari kejadian tersebut? Banjir bukan melulu “hak” eksklusif Jakarta. Banjir bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Di beberapa titik di Denpasar misalnya, berturut-turut mengalami banjir yang cukup parah. Terakhir, Desember tahun lalu perumahan warga terendam banjir di Jalan Gu­ nung Payung dan sekitarnya. Apa saja penyebab banjir? Pertama, curah hujan yang tinggi dan dalam waktu yang panjang. Tentu, ini di luar kemampuan kita untuk mengatasinya, Kecuali, tentu saja pemerintah melakukan modifikasi cuaca. Tapi kan tidak mungkin tiap hari melakukan modifikasi

O

M G

cuaca. Kedua, buruknya penanganan sampah. Nah, itu tentu bisa kita kendalikan bersama. Apakah kita sudah berupaya membantu pemerintah mengurangi sampah? Menggunakan kembali sampah dan mendaur ulang menjadi salah satu cara untuk mengurangi sampah yang kita hasilkan. Jika tiap rumah tangga melakukan hal ini, tentu beban sampah yang ditanggung suatu wilayah akan jadi lebih ringan. Hal ini tentu juga harus didukung dengan perilaku hidup bersih dengan tidak membuang sampah sembarangan. Jika Anda bukan orang sembarangan, pastilah Anda tidak membuang sampah sembarangan. Penanganan sampah ini juga memerlukan komitmen tinggi dari pemerintah. Seperti halnya Jokowi dan Ahok yang berupaya matimatian menangani banjir Jakarta, begitulah seharusnya pemimpin di seluruh Indonesia ini. Penataan kota yang buruk, tentu tak luput dari peran pemerintah. Jika tata ruang berani dilabrak hanya karena orang berduit, betapa nyamannya jadi orang berduit. Walau tak jadi kepala daerah, cukuplah jadi orang berduit. Cukup setir kepala daerah, dia malah lebih berkuasa ketimbang kepala daerah itu sendiri. Tata ruang yang tidak baik, tentulah menghasilkan efek dalam jangka panjang. Seperti penyebab banjir ketiga, hilangnya tanah resapan akibat pembangunan yang tak memper­ hatikan lingkungan hidup berkelanjutan. Orang masa kini merasa “lebih bersih” ketika daerah permukiman mereka tertutup paving atau aspal. Alhasil, tak ada lahan disisakan sebagai tanah resapan. Apakah hal itu juga terjadi di permukiman sekitar Anda? Kalau ya, jangan kaget jika tiba-tiba daerah Anda kena banjir. Kita tak mau kena banjir kan? Ayo berubah!

Kupon Bazar

Bazar merupakan suatu ke­ giatan penggalian dana yang cukup diminati. Biasanya, pe­ nyelenggaraan bazar dilakukan bekerja sama dengan rumah makan maupun restoran cepat saji seperti Mc Donald’s dan KFC. Selain praktis, keuntungan yang didapat juga cukup besar. Suatu hari ada seseorang yang menawari saya kupon bazar yang bekerja sama dengan salah satu restoran cepat saji. Dana hasil dari bazar tersebut nantinya akan digunakan untuk merenovasi pura yang ada di desa saya. Sebagai warga di sana, saya pun ikut berpartisipasi dengan membeli beberapa kupon bazar tersebut. Setelah membayar kupon tersebut, saya menda­ patkan beberapa lembar kupon yang siap ditukarkan di restoran cepat saji. Saat itu saya menerima kupon bazar pada akhir bulan Novem­ ber 2013, tanggal yang tertera di kupon tersebut tanggal 8 s.d. 14. Saya pikir beberapa hari lagi kupon tersebut bisa ditukarkan. Tanggal 8 Desember saya su­ dah siap-siap untuk menukarkan kupon tersebut, namun saat saya perhatikan lagi ternyata bazar

mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

tersebut bukan bulan Desember, tapi bulan Januari. “Ya Tuhan, harus menunggu sebulan lagi,” pikir saya. Setelah menunggu sebulan, tiba saatnya menukarkan kupon tersebut. Saya langsung menuju Mc Donald’s yang berada di ka­ wasan Denpasar. Antrian sangat panjang karena saat itu malam Minggu. Namun, saya rela meng­ antri demi mendapatkan makan­ an favorit saya itu. Setelah mengantri cukup lama tibalah giliran saya untuk menu­ karkan kupon tersebut. Saya mengatakan ingin menukarkan kupon bazar sembari menye­ rahkan kupon tersebut. Begitu dicek oleh petugas, ternyata... “Maaf Dik, ini bukan kupon bazar Mc Donald’s, tapi ini kupon KFC,” kata petugas itu. Saya bingung harus bagaimana, sedangkan antrian di belakang saya cukup banyak.

Oh My God, malu sekali rasa­ nya. Akhirnya dengan terpaksa saya memesan salah satu menu yang tersedia di sana sambil menutup-nutupi agar tidak ke­ tahuan oleh orang di belakang saya bahwa saya salah tempat menukarkan kupon. Setelah transaksi selesai, saya keluar lalu mencari KFC terdekat. Begitu sampai di tempat parkir KFC, saya tak mendapat tempat parkir karena penuh. Dengan percaya diri saya menitip motor di pedagang kaki lima. Makanan yang saya beli di Mc Donald’s saya gantung di motor berharap tidak ada yang mengambilnya. Begitu masuk ke dalam, ternyata antrian juga membludak, lebih parah daripada antrian di Mc Donald’s. Saya pun kembali mengambil motor dan langsung pulang. Acara menukar kupon malam itu terasa sangat kacau. Akhirnya kupon tersebut saya tukarkan keesokan harinya sam­ bil berdoa semoga kali ini tidak salah lagi. Rischa, Denpasar

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lain­ nya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Pan­ jang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Ratna Hidayati. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten, Tini Dwi Rahayu. Redaksi/Pemasaran Jakarta: Diana Runtu, Sri Iswati. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­kretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Pal­ merah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543–Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palmerah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

I N F O TO R I A L

20 - 26 JANUARI 2014

23

Mengenal Kehamilan Risiko Tinggi dan Pencegahannya Kehamilan merupakan saat-saat yang dinantikan oleh seorang perem­ puan yang sudah menikah. Kehamilan merupakan sebuah keajaiban saat seorang bayi tumbuh di rahim perempuan. Mulai dari janin hingga ter­ bentuk sosok bayi mungil yang merupakan gabungan DNA antara ibu dan ayah sang bayi. Akan tetapi, sebaiknya diwaspadai kehamilan dengan risiko tinggi, salah satunya dengan memiliki pengetahuan tentang ke­ hamilan dengan risiko tinggi.

K

ehamilan risiko tinggi merupakan kehamil­ an yang sering me­ nyebabkan terjadinya bahaya dan komplikasi terhadap ibu maupun janin. Baik itu selama proses kehamilan, persalinan, dan setelah melahirkan atau nifas. Kehamilan berisiko merupakan suatu kondisi yang berdampak menyebabkan gang­ guan pada ibu maupun janin yang dikandungya. Jika kondisi ini tidak diatasi, kemungkinan terjadi hal-hal riskan. Misalnya bayi lahir prematur atau memiliki gangguan lain yang tak diinginkan. Sedangkan, ibu juga berpeluang mendapatkan penyakit serius yang sebetulnya dapat diobati agar tak mengganggu kehamilan. Para pakar yang aktif dalam upaya Safe Motherhood menga­ takan bahwa pendekatan risiko, yang mengelompokkan ibu hamil dalam kelompok tidak berisiko dan berisiko, sebaiknya tidak digunakan lagi. Hal ini berdasarkan kenyataan bahwa lebih dari 90% kematian ibu disebabkan komplikasi obstetric, yang sering tak diramalkan saat kehamilan. Kebanyakan komplikasi itu terjadi pada saat atau sekitar persalinan. Banyak di antara ibu yang tidak dikategorikan berisiko, ternyata mengalami komplikasi, dan seba­ liknya, di antara ibu yang dikategori­ kan berisiko, ternyata persalinannya berlangsung normal. Karena itu pendekatan yang dianjurkan adalah menganggap semua kehamilan itu berisiko dan setiap ibu hamil agar mempunyai akses ke pertolongan persalinan yang aman dan pe­ layanan obstetri. Diperkirakan 15% kehamilan akan mengalami keadaan risiko tinggi dan komplikasi obstetric, yang dapat membahayakan kehidupan ibu maupun janinnya bila tidak ditangani dengan memadai.

dokrin seperti penyakit gula - Kardiopati atau kelainan jantung pada ibu yang tidak memung­ kinkan atau membahayakan bagi ibu jika hamil dan melahirkan. - Haematopati atau kelainan darah, misalnya adanya gang­ guan pembekuan darah yang memungkinkan terjadinya per­ darahan yang lama yang dapat mengancam jiwa. - Infeksi, misalnya infeksi TORCH (Toksoplasma, Rubella, Cito­ megalo virus dan Herpes sim­ pleks), dapat membahayakan ibu dan janin.

dr. Dian Anggreni

Apakah Kehamilan risiko tinggi itu? Kehamilan risiko tinggi merupa­ kan kehamilan yang memiliki risiko atau bahaya yang lebih besar pada waktu kehamilan maupun persalin­ an bila dibandingkan dengan ibu hamil yang normal. Apa saja yang tergolong Kehamilan risiko tinggi? Kehamilan risiko tinggi dibagi dalam 4 golongan: - Penyakit yang menyertai ke­ hamilan - Penyakit yang berhubungan de­ ngan pembuluh darah dan ginjal. Misalnya darah tinggi, rendahnya kadar protein dalam darah dan tingginya kadar protein dalam urin. - Inkompatibilitas darah atau ketiksesuaian golongan darah. Misalnya pada janin dan ibu yang dapat menyebabkan bahaya baik bagi janin maupun ibu seperti ketidaksesuaian resus. - Endokrinopati atau kelainan en­

Penyulit kehamilan Partus prematurus atau melahir­ kan sebelum waktunya yaitu ku­rang dari 37 minggu usia kehamilan. Hal ini merupakan sebab kematian neo­ natal yang terpenting. Perdarahan dalam kehamilan, baik perdarahan pada hamil muda yang disebabkan oleh abortus atau keguguran, kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan dan hamil mola, maupun perdarahan pada triwulan terakhir kehamilan yang disebabkan oleh plasenta previa atau plasenta (ari-ari) yang berimplantasi atau melekat tidak normal dalam kandungan dan solu­ tio plasenta atau pelepasan plasenta sebelum waktunya. Ketidaksesuaian antara be­ sarnya rahim dan tuanya kehamilan, misalnya hidramnion atau cairan ketuban yang banyak, gemelli atau kehamilan kembar dan gangguan pertumbuhan janin dalam kan­ dungan. Kehamilan serotin atau kehamil­ an lewat waktu yaitu usia kehamilan lebih dari 42 minggu. Kelainan uterus atau kandung­ an, misalnya bekas seksio sesarea dan lain-lain.

Riwayat obstetris yang buruk Kematian anak pada per­ salinan yang lalu atau anak lahir dengan kelainan congenital (cacat bawaan). Satu atau beberapa kali meng­ alami partus prematurus atau mela­ hirkan belum pada waktunya. Abortus habitualis atau kegugur­ an yang terjadi berulang kali dan berturut-turut terjadi, sekurangkurangnya 3 kali berturut-turut. Infertilitas tidak disengaja lebih dari 5 tahun yaitu tidak meren­ canakan untuk menunda kehamilan dengan cara apapun, tapi selama 5 tahun tidak hamil. Keadaan ibu secara umum - Umur ibu, kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun - Paritas atau banyaknya mela­ hirkan, berisiko tinggi pada ibu yang sudah melahirkan lebih dari 4 orang anak. - Berat badan ibu, yaitu ibu yang terlalu kurus atau ibu yang ter­ lalu gemuk. - Tinggi badan ibu, yaitu tinggi badan kurang dari 145 cm. - Bentuk panggul ibu yang tidak normal. - Jarak antara dua kehamilan yang terlalu berdekatan yaitu kurang dari 2 tahun. - Ibu yang tidak menikah, ber­ hubungan dengan kondisi psiko­ logis - Keadaan sosio ekonomi yang rendah - Ketagihan alkohol, tembakau dan morfin. Bahaya apa saja yang dapat ditimbulkan oleh kehamilan dengan risiko tinggi? Bahaya-bahaya yang ditimbul­ kan oleh kehamilan risiko tinggi bisa terjadi pada janin maupun pada ibu. Antara lain: - Bayi lahir belum cukup bulan - Bayi lahir dengan berat lahir rendah (BBLR) - Keguguran (abortus). - Persalinan tidak lancar/macet. - Perdarahan sebelum dan sesu­ dah persalinan - Janin mati dalam kandungan - Ibu hamil/bersalin meninggal dunia - Keracunan kehamilan/kejangkejang.

Bagaimana pengelolaan kehamilan risiko tinggi? Kehamilan dengan risiko tinggi harus dibina oleh seorang ahli kebidanan yang harus melakukan pengawasan yang intensif, misalnya dengan mengatur frekuensi peme­ riksaan prenatal. Rumah sakit yang mengawasi kehamilan dengan risiko harus mempunyai fasilitas untuk melaku­ kan diagnostik perinatal karena sering diperlukan pemeriksaan kadar oestriol atau HPL. Cepha­ lometri dengan ultrasound, regis­ trasi rythme bunyi jantung anak dan pemeriksaan air ketuban dengan amnioskopi atau amniocentesis. Konsultasi diperlukan dengan ahli kedokteran lainnya terutama ahli pe­ nyakit dalam dan ahli kesehatan anak. Pengelolaan kasus merupakan ha­ sil team work antara berbagai ahli. Pengakhiran kehamilan perlu dipertimbangkan oleh tim terse­ but dan juga apakah dipilih induksi persalinan atau seksio. Apakah kehamilan risiko tinggi dapat dicegah ? Kehamilan risiko tinggi dapat dicegah bila gejalanya ditemukan sedini mungkin sehingga dapat di­ lakukan tindakan perbaikinya. Bagaimana pencegahan kehamilan risiko tinggi dapat dilakukan ? - Dengan memeriksakan kehamil­ an sedini mungkin dan teratur ke Posyandu, Puskesmas, Rumah Sakit, paling sedikit 4 kali selama masa kehamilan. - Dengan mendapatkan imunisasi TT 2X. - Bila ditemukan kelainan risiko tinggi pemeriksaan harus lebih sering dan lebih intensif. - Makan makanan yang bergizi yaitu memenuhi 4 sehat 5 sempurna. Apa yang dapat dilakukan seorang Ibu untuk menghindari bahaya kehamilan risiko tinggi? Dengan mengenal tanda-tanda kehamilan risiko tinggi. Segera ke Posyandu, Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat bila ditemukan tanda-tanda kehamilan risiko tinggi. Oleh: dr. Putu Dian Anggreni Setiawan


24

20 - 26 Januari 2014


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tokoh Edisi 780 | Tokoh by e-Paper KMB - Issuu