24
9 - 15 Juni 2014
EKSPRESSO
2
9 - 15 JUNI 2014
kursi
800
Tokoh edisi kali ini termasuk edisi spesial. Tokoh yang Anda baca saat ini merupakan edisi 800. Angka yang diawali 8 ini memiliki makna yang tersirat dan tersurat. Angka 8 jika dibolak-balik tetap menjadi angka 8. Angka 8 terdiri dari dua bulatan yang posisinya di atas dan di bawah. Jika dimaknai dalam kehidupan ini, hidup bisa berada di atas, bisa berada di bawah. Tetapi, semua harus kita syukuri karena itulah karunia Tuhan. Yang penting, kita tetap memiliki karakter, seperti angka 8 yang walau dibolak-balik tetaplah angka 8. Tokoh selalu bersyukur atas apa yang sudah diraih dan dilaksanakan. Tokoh juga selalu berharap apa yang disajikan untuk pembaca dan masyarakat bisa selalu membuat orang mengingat Tokoh karena selalu menginspirasi orang untuk melakukan hal-hal bermanfaat. Pada Rabu (4/6), Tokoh mendapat kunjungan dari Senior Officer-
O
M G
Corporate Comunication XL Bali Nusra Winny Sri Adriani. Kami berharap kunjungan ini akan me
ningkatkan kerja sama yang sudah terjalin sebelumnya. Salam
Saya tertatarik dengan artikel produk endek Bona Gianyar yang dimuat di edisi 798. Mohon info nomor kontak yang bisa dihubungi. Komang Gunawan, Denpasar Hubungi: Gusti Made Karya. HP 081805673789. Mohon info alamat dan nomor telepon Kantor PRU Satwika Dayu Aryani, 081338288xxx PRU Satwika. Jln. Gunung Merapi 25 Denpasar. Tlp. (0361) 419477, Faks. (0361) 419476. Hp. 081 558 6969 38 (IB Purwasila)
Minyak Manjur dari Dukun di Sumbawa Besar Para pembaca telah membaca pengalaman saya di Sumbawa Besar di edisi no 783. Setelah sahabat saya yang hampir tenggelam disungai pulang ke Bali maka saya sendirian di rumah induk semang saya. Untungnya ada anak-anak Bapak menemani saya di sana. Pada tahun-tahun itu (1959) masih sedikit orang Bali di Sumbawa. Setiap sore saya mempunyai kegiatan menjajakan kain endek Bali dengan mengayuh sepeda gayung merk Simplex. Tanpa ada rasa malu saya memberanikan diri memasuki rumah orang Sumbawa untuk menawarkan endek tersebut. Singkat cerita ada seseorang yang membeli kain endek tersebut dalam jumlah yang banyak dan transaksi itupun dengan persetujuan dan sepengetahuan induk semang saya. Berkali-kali saya minta pembayaran kain endek selalu tidak berhasil dengan berbagai alasan. Saya sampaikan kepada induk semang saya betapa sulitnya memperoleh pembayaran dari pembeli tersebut. Walaupun demikian penyampaian saya pada beliau, toh beliau tetap menyarankan untuk datang lagi mengujungi para pembeli yang masih menunggak. Pada suatu sore yang cerah setelah saya mandi sekitar pukul 16.00 saya datang lagi ke rumah orang tersebut. Setelah saya sampai di sana dan mohon permisi pada tuan rumah maka saya dipersilahkan duduk di teras rumahnya. Setelah saya duduk, datang istrinya membawa segelas teh dan mempersilahkan saya minum. Cukup lama saya diam di hadapan segelas teh
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
GORO-GORO
tersebut. Setelah berkali-kali beliau mempersilakan saya untuk minum teh tersebut dengan bahasa yang halus maka saya meminumnya kurang lebih seperempat. Ternyata rasa teh tersebut tidak seperti biasanya manis, rasanya seperti jamu. Setelah beliau menyampaikan pada saya bahwa beliau belum bisa membayarnya maka saya permisi dan langsung pulang mengayuh sepeda. Tiba-tiba di tengah perjalanan perut saya terasa sakit yang luar biasa. Karena terasa masih kuat maka saya sampai di rumah pukul 18.00. begitu saya sampai maka saya langsung merebahkan diri di tempat tidur. Anak bapak yang tertua bertanya pada saya kenapa tiduran. Lalu saya bilang perut saya sakit. Dialah yang menyampaikan pada bapak dan ibunya saya sakit perut. Kemudian pukul 19.00 saya diantar oleh bapak ke dokter dengan berjalan kaki. Waktu itu satu-satunya dokter disana adalah seorang dokter dari Jerman. Setelah disuntik dan diberi obat untuk 4 hari saya pun pulang. Malam itu sebelah saya minum obat dari dokter tersebut hanya ada sedikit perubahan. Singkat cerita sampai obat tersebut habis, sakit saya tidak kunjung sembuh. Malam-malam kalau tidak bisa tidur saya menangis
sendirian. Terkadang kala ingat saya akan petuah orang tua saya bahwa dalam hidup ini senantiasa ada empat pilar yang siapa pun tidak bisa menolak yakni dalam bahasa Bali : suka, duka, lara, pati. Sampai hari ketujuh tidak juga ada perubahan, maka pada minggu sore saya diajak oleh Bapak berobat ke dukun dengan diantar oleh seorang asal Sumbawa asli. Rumah dukun tersebut di luar kota dengan melalui pematang sawah dan terletak di sebuah tegalan yang ada banyak pohon kelapa. Sampai disana ternyata dukun tersebut seorang wanita setengah baya dan badannya tinggi besar. Kemudian saya dibaringkan pada sebuah tempat tidur kecil dan perut saya diurut dengan minyak sambil komat kamit. Setelah itu saya diberikan minum setengah gelas air panas dengan diisi beberapa tetes minyak. Kemudian kami pulang setelah diberikan 1 botol kecil mnyak yang aturannya diminum tiga kali sehari dicampur air panas. Dalam tiga hari berturut-turut saya minum minyak tersebut dan akhirnya sakit perut saya tidak kambuh lagi. Nah itulah pengalaman saya di Sumbawa Besar. Kalau saja saya tidak berobat ke dukun mungkin saja hal yang terburuk saya alami. I Made Suradnya, Tabanan
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
“Siapa bilang kursi hanya kursi. Kursi itu punya kekuatan Putu Wijaya yang bisa merusak orang yang mendudukinya,” kata Amat. “Kursi yang mana Pak? “Semua!” Bu Amat cepat-cepat ke belakang, lalu kembali dengan sebuah kursi antic. “Bagaimana dengan kursi ini, baru saja dikasih tetangga. Katanya kursi ini membawa sial. Masa kursi membawa sial. Karena masih bagus, akhirnya tak ambil saja. Lihat ukirannya halus. Ini pasti dulunya kursi mahal.” “Ibu ini bagaimana. Diajak berunding, kok malah nyeleneh!” “Nyeleneh bagaimana?l “Bukan kursi biasa, tapi jabatan. Orang kalau sudah dapat jabatan, pasti berubah. Ngga yang Bupati, Walikota, Gubernur, Menteri bahkan jadi Kepala Bagian saja, baru diangkat sudah pura-pura tidak kenal. Kalau papasan selalu melengoskan muka. Kalau kita menyapa disangka mau berbaik-baik minta proyek. Tapi kalau kita acuh saja, kita dianggap kurang ajar. Kan jadi sulit!” “Maksud Pak, Pak Dudi?” “Ya semuanya, si Dudi, si Made, si Brata bahkan si Tanti, pokoknya semuanya. Begitu menduduki jabatan baru, langsung pasang topeng. Masak kita mau mengemis, memang banyak orang yang begitu, mumpung temannya dapat kedudukan, dia langsung saja nempel. Tapi kan tidak semua orang begitu, kita mana pernah begitu!” “Kalau itu, bukan salah kursinya Pak, memang orangnya yang tidak tahu diri. Sudahlah biar saja, itu kan urusanya sendiri. Tapi jangan percaya, kursi itu ada apa-apanya. Kursi kan barang mati, hanya kursi. Enak diduduki tidak. Cuma itu! Bapak jangan percaya tahyul!” Bu Amat menunjuk ke kursi antik itu. “Saya sudah coba duduki tadi, belum setengah jam langsung tertidur. Mimpinya bagus lagi. Ternyata kursi ini adem. Cocok buat diduduki, bukan cuma enak dipandang. Coba Bapak duduk , rasakan!” Amat tidak peduli apa yang dikatakan istrinya, lalu pergi keluar. Bu Amat lalu ngomong dengan kursi itu. “Jangan marah kursi, bapak memang selalu kaku. Coba nanti kalau sudah pulang, mau nonton bola, pasti bapak duduki kamu. Tenang aja.” Tetangga yang baru saja masuk, heran mendengar Bu Amat ngomong sendiri. “Bicara sama siapa, Bu?” Bu Amat terkejut. “Oh ibu, silakan masuk!” “Ibu ada tamu? Tadi bicara sama siapa?” Bu Amat menunjuk ke kursi. Tetangga ketawa. “Kok kursi diajak ngobrol!” Bu Amat ketawa. “Ini bukannya kursinya Pak Wayan? Kursi yang mau dibuang, karena sudah bawa sial.” “Betul.” “Bu Amat tidak takut???” “Kenapa takut? Barusan saya tidur di situ, mimpinya enak.” Muka tetangga itu tiba-tiba serius. “Hati-hati Bu Amat. Saya dengar sudah banyak korban yang menganggap kursi itu akan membawa rezeki. Tapi begitu dia duduki, wataknya jadi berubah, bukan dia yang dikasih makan oleh kursi itu, tapi kursi itu yang makan dia. Makanya kursi ini mau dibuang. Kan Pak Amat juga bilang, orang-orang yang mengejar-ngejar kursi itu, setelah dapat kursi, jadi berubah sombong. Kursi itu bahaya, Bu!” Bu Amat tertawa. Suaminya pernah mengatakan watak orang, sering bisa dinilai dari kursi-kursi yang ada di rumahnya. Tapi ia tak percaya. Tak tersangka-sangka, tetangga yang baru masuk itu, langsung duduk di kursi antik itu “Wah enak juga ini. Kalau tidak cocok sama Ibu, saya juga mau ini.” Bu Amat ketawa lagi. “Saya inepin dulu di sini semalam. Kalau bagaimana-bagaimana, boleh ambil besok. Tapi kalau rasanya enak, jangan.” Tetangga ketawa. Tapi tiba-tiba dia menjerit, sambil memegang pantatnya. “Aduh banyak kutu busuknya! Pantesan dibuang! Wah…nggak mau saya, untuk ibu saja!” Tetangga itu lalu pergi keluar. Malam-malam Amat pulang larut. Bu Amat sudah tidur. Amat menghidupkan televisi untuk nonton bola, lalu duduk di kursi antik itu. Pertandingan sudah berjalan kira-kira 30 menit, Real Madrid kesayangan Amat, berhasil menundukkan Barca. Amat puas sekali, lalu terlena di kursi. Pagi-pagi, Bu Amat bangun dan mematikan televisi, tetapi membiarkan saja Amat tertidur di kursi. Ia mengurus dulu sarapan. Setelah itu ia menyiapkan kopi dan pisang goreng. Ia masih sempat mandi lebih dulu, karena Amat kelihatannya lelap sekali. Bu Amat pikir suaminya yang nonton bola, memang perlu banyak tidur. Pukul 11.00 ia baru membangunkan Amat. “Bangun Pak, katanya ada janji dengan Pak Dudi yang barusan jadi kepala bagian itu! Mau dikasih proyek kan?!” Amat terkejut bangun, langsung melihat jam. “Jam berapa ini?” “Jam 11.” Muka Amat langsung pucat. “Aduh janjinya jam 8! Proyeknya pasti dikasih orang.” Amat bangun kecewa. “Kenapa bapak tidak dibangunkan dari tadi?!” “Makanya jangan suka noton bola! Jadi telat bangun! Proyek hilang!” Amat kesal sekali, lalu di luar kebiasaan tiba-tiba ia menendang kursi itu dan terus bergegas keluar rumah cemberut. Bu Amat kaget. Masih memegang gelas kopi dan piring berisi pisang goreng, yang mau disuguhkan, ia berbisik lirih. “Rupanya betul, kursi bisa mengubah orang jadi garang!”
Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksi mile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Pal merah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
9 - 15 JUNI 2014
23
Saatnya “Bulan Pesta” Jakarta Juni adalah bulan Jakarta berpesta. Juni tahun ini Jakarta berulang tahun ke-487. Sejak akhir Mei lalu, Jakarta telah bersolek agar terlihat kinclong. Ruang-ruang publik dibersihkan dan dihias. Monas dan sekitarnya sudah lebih dulu dipercantik, termasuk tugu Monas yang dimandikan air mendidih.
P
usat-pusat perbelanjaan berdandan dengan dekorasi adat Betawi termasuk juga menggelar penjualan kuliner khas Betawi yang pada masa sekarang ini relatif sulit didapat. Kuliner tersebut ditempatkan cukup mencolok sehingga pengunjung bisa langsung melihat begitu masuk ke mal. Di pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat, misalnya. Jajanan khas Betawi seperti kerak telor, serabi, rujak bebek, dll yang dijual digerobak dorong maupun pikulan di pintu masuk sebelah utara, ramai dikerumuni para pengunjung mal. “Bulan Pesta” identik dengan banyak event menarik di
eri untuk berpartisipasi. Panitia melakukan seleksi bagi pelaku industri kreatif. Hasilnya, produk mereka disebar di 10 mal. Jadi boleh dibilang, event tahun ini lebih lengkap dalam segala hal dibanding sebelumnya. “Dengan digelarnya Jakarta Great Sale, diharapkan minat belanja ke luar negeri berkurang, turis bertambah, pertumbuhan ekonomi Jakarta meningkat serta produk kreatif dari UKM maju,” ungkap Ketua Umum APPBI Ellen Hidayat dalam konfrensi pers di Plaza Semanggi, Jakarta. Arie Budiman, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta menambahkan, hadirnya Jakarta Great Sale 2014 merupa-
Jakarta Great Sale digelar lagi
sepanjang bulan ini. Mulai dari festival seni dan budaya, festival makanan, hingga urusan belanja. Nah untuk urusan belanja, pasti menjadi paling menarik karena peminatnya bukan hanya kaum perempuan, tapi juga kalangan laki-laki dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Beberapa event belanja produk yang sudah dijadwalkan, di antaranya, Jakarta Fair di Kemayoran, Jakarta Pusat (6 Juni hingga 6 Juli), Pekan Rakyat Jakarta di Monas (10-15 Juni), serta Festival Palang Pintu di Kemang, Jakarta Selatan dan Jakarta Great Sale (7 Juni hingga 19 Juli). Dari semua itu, Jakarta Great Sale merupakan event belanja terbesar karena diikuti oleh 75 mal kelas menengah-atas. Menurut penyelenggara, produk-produk fashion paling banyak diburu di Jakarta Great Sale. Diskon hingga mencapai 75% menjadi daya tarik utama untuk berbelanja di mal saat-saat ini. Apalagi, barang-barang yang didiskon bukan hanya berkualitas bagus tapi yang produk dari brand-brand internasional. Tahun ini Jakarta Great Sale juga memberi kesempatan pada pelaku industri kreatif dalam neg-
kan strategi sekaligus terobosan untuk meningkatkan kerja sama pemerintah dengan daerah sehingga bisa menguatkan tingkat pariwisata Indonesia di mata dunia internasional. Event ini makin menguatkan para UKM yang ada di Indonesia. Produk-produk Indonesia, seperti kerajinan tangan, batik, busana muslim, serta tas maupun sepatu hingga produk kuliner Indonesia akan makin dikenal oleh banyak wisatawan yang datang. Jakarta bisa menjadi pintu gerbang wisata belanja, yang bisa menjadi daya tarik wisatawan un-
Diskon gede-gedean masyarakat serbu pusat-pusat perbelanjaan
tuk terus menikmati kreasi, serta kreativitas produksi anak bangsa. “Hadirnya musim liburan menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Indonesia, khususnya Jakarta dengan menikmati wisata belanja yang disuguhkan,” papar Arie. Terkait Pilpres 9 Juli, Arie menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir. “Kami yakin Indonesia, khususnya Jakarta dipenuhi dengan masyarakat yang cinta kedamaian, memiliki toleransi tinggi untuk terus mencintai Jakarta dengan tulus,” tegasnya DIJAMIN BARANG ASLI Bagi para penggila belanja, ini adalah momen spesial karena diskon yang diberikan untuk aneka produk, termasuk produk-produk branded, lumayan besar khususnya pada pakaian, sepatu, kaca mata, aneka tas, dll. Meskipun barang diskon, para pengunjung jangan khawatir tertipu bahwa itu adalah barang palsu. Setidaknya jaminan itu datang dari Vice Secretary General National Board Committee Indonesian Retail Merchants Association (Aprindo), Satria Hamid Ahmadi. “Kami menjamin barang-barang yang ditawarkan asli. Dijamin tidak ada barang yang cacat, tidak ada barang yang dinaikkan harganya terlebih dahulu baru didiskon,” tegas Satria. Menurutnya, banyak toko dengan merek internasional berani menawarkan diskon kar-
ena mereka melihat momen dimana pasar akan membeli kebutuhannya menyambut libur sekolah, puasa, dan Idul Fitri. “Jakarta Great Sale ini juga menjadi momen berbagi untuk menekankan satu nilai tambah untuk konsumen. Jika barangnya baik dan konsumen suka, maka akan timbul nilai yang positif antara konsumen dan toko,” kata Satria. Bukan sekadar jaminan, tapi pihak panitia penyelenggara juga membuka tempat pengaduan terkait produk-produk yang ditawarkan.
Idul Fitri. Yang tak kalah menariknya dari perhelatan Jakarta Great Sale adalah digelarnya Grand Midnight Sale di 15 mal seperti Grand Indonesia Shopping Town, Senayan City, Kota Kasablanka, The Plaza Semanggi, Mal Kelapa Gading, dll. Acara belanja heboh ini akan dimulai pukul 21.00 hingga 24.00. Biasanya, yang namanya Midnight Sale, diskon yang diberikan lebih banyak lagi. Warga Jakarta, paling menunggu momentum Midnight Sale yang rencananya
Tahun lalu, peserta Jakarta Great Sale mencapai 7000 toko, tahun ini jumlah toko yang berpartisipasi mengalami lonjakan 20%. Mungkin toko-toko yang tahun lalu tidak menjadi peserta, tertarik karena melihat animo masyarakat yang datang berbelanja begitu besar. Hal ini bisa dilihat dari total nilai transaksi yang terjadi selama berlangsungnya event akbar ini tahun lalu. Tahun 2013, nilai total transaksi selama Jakarta Great Sale sebesar Rp11,8 triliun. Tahun ini ditargetkan nilai transaksi akan mencapai Rp13,5 triliun. Hal ini, memungkinkan karena, selain daya tarik diskon yang membuat orang berduyunduyun berbelanja. Juga, diperkirakan para pengunjung tahun ini akan melonjak hingga 30%. Event ini diselenggarakan bersamaan dengan momen liburan sekolah, serta jelang hari raya besar yakni
akan digelar pada 21-22 Juni, karena harga yang ditawarkan benar-benar miring. Meskipun dijanjikan ada jaminan soal keaslian termasuk soal kualitas barang, namun tetap saja para konsumen diminta ketelitiannya dalam berbelanja. “Para fashionista atau shopaholic harus pintar-pintar melihat barang, mengecek kualitasnya juga, dan mencari tahu merek-merek yang kualitasnya seperti apa,” ujar Ellen Hidayat. “Kaum wanita harus jeli saat berbelanja. Barang harus dicek kembali dengan teliti sebelum dibeli. Jangan sampai saat sudah pulang, baru kelihatan rusaknya. Kadang-kadang saat sudah rusak, pihak toko tersebut pun tidak tahu, bisa jadi karena tersangkut kuku seperti baju-baju kaus yang sale biasanya costumer suka bongkar-bongkar, tersangkut atau apa,” ucapnya. –Diana Runtu
9 - 15 JUNI 2014
22
IKIP Saraswati Tabanan
Dosen dan Mahasiswa Ukir Prestasi Nasional IKIP Saraswati Tabanan, di 2014 ini mengoleksi banyak penghargaan yang diukir lewat prestasi para dosen, mahasiswa maupun lembaga itu sendiri. Ini sekaligus membuktikan IKIP Saraswati Tabanan sebagai PTS kompetitif yang layak diperhitungkan. Dr. Drs. Dewa Nyoman Oka, M.Pd.
B
agi Rektor IKIP Saraswati Tabanan Dr. Drs. Dewa Nyoman Oka, M.Pd., prestasi yang diraih berkat kerja keras dan kerjas ama yang baik dari seluruh civitas akademika. “Kami terus memotivasi para dosen, mahasiswa bahkan karyawan untuk meningkatkan kualitas kompetensi masing-masing. Saya bersyukur beberapa dosen dan mahasiswa IKIP Saraswati Tabanan bisa ‘berbicara’ di kompetisi tingkat nasional. Ini membuktikan keberadaan kami semakin layak diperhitungkan, baik di tingkat lokal, regional bahkan nasional,” ungkap Rektor Oka bersemangat. Bahkan, untuk membekali para dos en dan mahasiswa bisa meraih juara di tingkat nasional, Rektor Oka tak segan mendatangkan pihak-
pihak yang sangat berkompeten untuk berbagi pengalaman melalui lokakarya, seminar dan kegiatan lainnya. Tujuh (7) dari 53 orang dosen IKIP Saraswati Tabanan telah memenangkan penelitian hibah bersaing dan satu (1) dosen memenangkan penelitian hibah pengabdian pada masyarakat dari Dirjen Dikti. Di tingkat kelembagaan, IKIP Saraswati Tabanan telah memenangkan Program Hibah Pengembangan Perguruan Tinggi Swasta (PHPPTS) 2014 sebesar Rp 1 milyar yang me rupakan kelanjutan dari hibah yang sama di tahun sebelumnya (2013) sebesar Rp 2 milyar. IKIP Saraswati Tabanan adalah satu-satunya PTS dari Bali yang memenangkannya. TINGKATKAN KREATIVITAS Untuk mampu menjadi PTS kompetitif, IKIP Saraswati Tabanan terus berbenah. Atmos-
fer kampus dan laboratorium dibangun sesuai kurikulum yang dikembangkan dengan berbasis kreativitas. Menurut Rektor Oka, kreativitas adalah basis dari inovasi. Tanpa kreativitas tidak ada inovasi. Itu berarti tidak ada pem baharuan, artinya akan terus tertinggal. “Kami akan terus memotivasi dosen dan mahasiswa untuk makin kreatif dan inovatif,” jelasnya. Saat ini IKIP Saraswati Tabanan menerima lebih dari 20 orang mahasiswa a sing dari kuota 10 orang. “Ini memb uktikan kualitas kami makin dipercaya,” tutur Rektor Oka. Baru-baru ini IKIP Saraswati Tabanan telah mendapat banyak kunjungan di antaranya dari STKIP Cokroaminoto Pinrang - Sulsel, STKIP PGRI S ukoharjo - Yogyakarta dan siswa tingkat lanjutan dari Gurukul - India. -ari
Juara I Dosen Berprestasi
Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) ini adalah salah satu dosen berprestasi IKIP Saraswati Tabanan. Mantan Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia selama 2 periode ini meraih Juara I Dosen Berprestasi tingkat Kopertis Wilayah VIII (Bali Nusra) dan sedang diajukan untuk mengikuti kompetisi yang sama di tingkat nasional. Dosen Sastra Indonesia pada FPBS ini mengaku kompetisi cukup berat. “Dosen harus punya kemampuan lebih di bidang yang digeluti nya,” terang Suaka. Bagi Suaka, prestasi lebih sebagai tanggungjawab moral untuk ditingkatkan lagi demi pengabdiannya kepada masyarakat (Tri Dharma PT),” papar S1 (Sastra Indonesia), S2 (Kajian Budaya) dan S3 (Kajian Budaya) Unud ini.
S E L E B R I TA S
9 - 15 JUNI 2014
Dr. Drs. I Nyoman Suaka, M.Si.
Yose va L i st y a t i
Usaha Langka
Sukses datang lebih cepat pada orang yang mau bekerja keras dan bekerja cerdas. Selain itu, peluang pun makin terbuka bagi mereka yang suka belajar secara aktif dan terus menerus, memiliki disiplin tinggi serta fokus. Hal ini pula yang dilakukan Yoseva Listyati, S.E. sehingga ia tercatat sebagai salah satu wanita pengusaha yang sukses. bantuan. Dengan bekal pen didikan, anak-anaknya diharapkan bisa men jadi penerus yang hebat dan siap berkompetisi. “Memang tidak mudah dan memerlukan per juangan. Kita tidak usah mempedulikan omong an negatif kiri-kanan yang akan mengham bat langkah membuka pintu kemajuan,” ungkap perempuan kelahiran 1970 yang 9 Juni ini beru lang tahun ke-44.
Nitya Laksmi
Juara II Debat HIV/AIDS
Mahasiswa semester IV ini adalah Ketua BEM FPBS. Saat ini Nitya kuliah sambil bekerja sebagai guru honor di sebuah sekolah dan penyiar radio. Gadis manis ini meraih Juara II Debat HIV AIDS di Unud. Cita-citanya menjadi dosen.
I Putu Agus Yoga Anggara Kusuma
Satu-satunya dari PTS Kopertis VIII
Mahasiswa semester VIII IKIP Saraswati Tabanan ini menjadi satu-satunya peserta Olim piade Nasional Matematika dan IPA (ONMIPAPT) yang diselenggarakan di Semarang-Jateng, 21-25 Mei 2014. Hebatnya, Agus Yoga adalah satu-satunya peserta dari PTS yang lolos semen tara lainnya dari PTN seperti UI dan UGM. “Saya satu-satunya mahasiswa PTS yang lolos sementara, peserta lainnya dari UI dan UGM,” terang mahasiswa dari Fakultas Pen didikan Matematika ini.
M
enurut perempuan yang akrab disapa Eva ini, modal utama yang mesti dimiliki wanita di era sekarang adalah berani, mau berkembang, terbuka dan ber sedia dikritik. “Kapan kita bisa dibilang benar jika tidak mau menerima salah. Makin tinggi tangga sukses yang kita naiki, makin kompleks pula peluang yang ditawarkan,” ungkap istri Ir. Putu Agus Wisnu ini. Salah satu tindakan beraninya ada lah saat ia menyekolahkan putri sulung nya ke Singapura ketika baru saja lulus SD. Rupanya, pemikiran Eva yang jauh ke depan tidak salah. Kini di usia ke-17 tahun, putri sulungnya sudah mandiri dan kuliah studi bisnis. Ia sudah pula menjadi contoh bagi adik-adiknya. Eva, dengan wawasan dan kecer dasannya juga mampu menjadi psikolog bagi permata hatinya. Ia meyakini tidak ada usaha menjadi besar jika di rumah sendiri tidak sukses. Kini apa yang di lakukannya juga menjadi pembelajaran positif bagi anak-anaknya, karena itulah kehidupan yang nyata. Direktris CV Surya Tirta Buana yang selalu tampil modis dan dikenal memiliki semangat tinggi ini, juga berprinsip tidak suka memboroskan waktu. Karenanya, ia tidak ingin sehari pun tidak memanfaatkannya dengan baik. Sebab, jika lengah sedikit saja, dengan cepat semua akan lewat. “Ini adalah komitmen yang melengkapi se mangat agar ada hasilnya,” ungkapnya. Bagi Eva, kecantikan sejati adalah ketika wanita itu cerdas, tahan banting, men tal baja sehingga mampu menghadapi
segala macam situasi. Hobinya membaca kisah orangorang sukses juga menjadi acuannya, mereka bisa kenapa ia tidak. Ia melihat di dalam kisah sukses tersebut selalu ada keberanian, walau jatuh-bangun tetap ada komitmen untuk terus maju. Untuk menjaga semangat, ia menem patkan diri seperti orang-orang yang tidak beruntung. Betapa, semangatnya mereka berusaha untuk hidup walau pun hasilnya tidak sesuai. “Mengapa kita yang dikarunia fisik lengkap tidak semangat. Malu, apalagi kalau sampai bermalas-malasan, akibatnya bukan hanya badan lemas, kepintaran pun akan tertutup,” tandasnya. Ini juga yang ditekankannya pada anak-anaknya. Ibu dari Putu Jelita Cahya Kemun ing, Kadek Sinta Prameswari dan Komang Agung Surya Brahmanta ini, tidak suka sebatas berteori, namun lebih memilih berkarya sebagai tindakan nyata. “Tindakan nyata ini juga ungkap an rasa syukur. Baik untuk keluarga dan bagi diri sendiri, yang efeknya justru sampai kepada lingkungan yang lebih besar,” tegas Eva. Sejak memulai usaha hingga kini su dah banyak keberhasilan yang diraihnya. Eva mengatakan semua orientasinya untuk pendidikan terbaik bagi anakanaknya. Sedangkan untuk urusan ke bersamaan dengan anak-anak katanya ia menerapkan prioritas komponen yang penting bagi mereka untuk sama-sama sukses. Namun begitu, ia tidak lupa mengasah jiwa dan kepekaan sosial anak-anaknya sejak dini, seperti mem biasakan mengunjungi panti asuhan dan selalu peduli pada mereka yang perlu
Eva bersama pengurus Iwapi Badung
HIDUP ADALAH KOMPETISI Ketika kita terjun di lapangan, kepintaran saja tidak akan mendukung sukses. Perlu ada kebera nian untuk berkompetsi. Ini juga diya kini Eva yang punya jiwa berkompetisi sejak kecil. Kini ia makin menyadari kalau hidup ini kompetisi. Baginya, kompetisi inilah dasarnya manusia hidup. Ia juga ingat apa yang disampaikan para motivator, jika ingin sukses salah satunya mesti berani keluar dari zona nyaman. Jika kita tidak berani bersaing dan berkompetisi, hidup akan begitu-begitu saja dan sangat mudah jenuh. Ia juga menanamkan jiwa kom petisi pada anak-anaknya, sehingga siap maju dan mencapai sukses. Karena jiwa kompetisi, membuat nya ikut dalam program Berani Jadi Miliarder (BJM) di Metro TV. Acara ini baginya sangat menantang. Dari 300 pe serta, setelah melalui beberapa tahap penilaian oleh juri yang berkompeten di bidang bisnis, Eva dan suami terpilih sebagai tiga besar untuk Bali. Setelah mengikuti grand final di Jakarta, mereka memperoleh hadiah sepeda motor. Eva mengatakan motivasinya ikut bukan soal hadiah, tapi kompetisi perusahaan yang tidak sejenis. Ia ingin orang tahu, usaha yang dijalankan ini langka. Istimewanya lagi berguna bagi orang banyak. Semula, sang suami bekerja sebagai seorang chief engineeringyang salah satu tugasnya meng urusi kecukupan air dalam ho tel. Ketika itu, air limbah dari laundry, kitchen dan lainnya semua dibuang percuma. Padahal, selama ini mereka membeli air bahkan sam pai dari pihak luar untuk kepentingan hotel, namun masih kurang. Karena kondisi ini, dibenak suaminya ter bersit pikiran, alangkah baiknya kalau air lim bah tersebut bisa diolah kembali menjadi layak pakai, tidak mencemari lingkungan. Dari sini pula sang suami bergerak sam pai akhirnya menemukan formula yang ramah lingkung an serta air yang bagus. Usaha yang mereka lakukan bukan semata demi keuntungan, na mun sangat jelas kegunaannya untuk kehidupan orang. Singkat cerita, sang suami keluar dari pekerjaannya di
hotel dan mem buka usaha sendiri. Setelah sempat me lewati kekha watiran dan rasa belum ya kin akan sistem yang dibuatnya, sampai akhirnya memperoleh rekomendasi dari sebuah hotel yang ber sedia menggu nakan formula yang ditemukan sang suami. Ini juga menjadi titik balik yang membawa Eva dan suaminya menjadi pasangan pengusaha pengolahan limbah yang di percayai banyak hotel di Indonesia. Namun yang namanya usaha, tak lepas dari namanya kendala, salah satunya ketika meledaknya bom Bali. Tapi, berkat komitmen, semangat, dan rekomendasi dari hotel yang pertama mereka tangani, usaha ini bisa tetap berjalan. Setelah 12 tahun, kini mereka menikmati hasilnya. Usahanya berkem bang sangat baik, tak terhitung sudah hotel di Indonesia yang menggunakan jasanya. Sebab, dipastikan usahanya memiliki keunggulan dibanding jasa sejenis lainnya. Selain ramah lingkungan juga kondisi airnya stabil dengan sistem yang selalu dipantau. Bukan hanya itu, sang suami dengan pengalaman dan keterampilan yang dikuasainya, kini menjadi seorang konsultan penanganan limbah. Dengan sistem yang sudah terbukti hasilnya, menjadikannya sangat berani bertaruh dengan usaha sejenis lainnya bahkan dengan perusahaan yang dari luar negeri sekalipun. Suaminya juga menjadi spesialis penanganan masalah-masalah limbah yang rusak. Kejutan lainnya adalah, setelah usaha mereka ditayangkan di Metro TV sebagai tiga terbaik calon mili ader dari Bali,
3
telepon terus berdering yang minta urusan limbahnya ditangani. Meski sudah tergolong pengusaha sukses, Eva masih menggantungkan sebuah mimpi lagi. Ia ingin agar air yang dihasilkannya melalui tes labora torium serta tes kehidupan ini, nanti nya dapat menjadi air bersih yang bisa langsung dikonsumsi. “Sesuai dengan standar air minum yang baik, seperti yang ada di Singapura. Walau formu lasinya sudah ada, namun tetap perlu proses yang panjang, perlu dukungan banyak pihak termasuk pemerintah dan swasta,” harapnya. Eva mengatakan ia dan sang suami memang sangat kompak baik sebagai tim dalam rumah tangga, tim sukses untuk anak dan tim untuk kemajuan usaha mereka. Eva menempatkan dirinya sebagai pasangan dari kaki sang suami. Jika sang suami melangkah ke depan maka ia pun demikian. Ini juga bagian dari rasa menghargai dan meng hormati sang suami. Namun, sebagai pribadi ia bukanlah istri yang lemah dan hanya nrimo, sehingga kehidupan mereka lebih bervariasi. Sekum Iwapi Badung serta Humas dan Kemitraan DPD Iwapi Bali ini me ngaku aktivitas organisasi memberikan kontribusi terhadap perjalanan usaha dan wawasannya. Di sanalah ia banyak bertemu para pakar bisnis. Ini berarti interaksinya dengan mereka akan mem berikan nilai lebih, termasuk tampilnya ia di BJM, karena kerjasama Iwapi Ba dung dengan Bank Bukopin. “Adanya organisasi memudahkan kita menjalin sinergi dengan berbagai usaha lainnya. Kalau hal ini dikerjakan sercara personal akan lebih sulit,” tandasnya. -ard
INSPIRASI
4
9 - 15 JUNI 2014
I Ketut Lanus
Dulu Pentas tak Dibayar Seni bagi laki-laki yang satu ini, sudah menjadi jiwa yang mengasah karakternya. Beragam penghargaan pernah direngkuhnya. Kecil atau besar hasil yang didapatnya dari dunia seni yang dijalani, tetap disyukurinya. Namun, diakuinya di satu sisi ada kepuasan batin yang tidak terhingga.
K
ini ia dikenal sebagai seorang kompo ser andal. Rupanya dengan kemampuan teknik atas semua alat gamelan membuat I Ketut Lanus S.Sn., sejak di SMP sudah ngurukang atau melatih seka di kampungnya. Setelah sekolah di Kokar (sekarang SMKI Bali) dan kuliah di ISI ia melebarkan sayap melatih seka ke seluruh pelosok Bali hingga keluar Bali. Ini didukung pula, darah seni yang mengalir dari sang kakek, yang seorang penguruk seni, I Wayan Denden (alm) kemudian melahirkan I Wayan Munteg, pamannya juga penguruk seni pada zamannya. Namun ayahnya, I Ketut Bendot (alm) dan ibunya Ni Made Sentar bukan pelaku seni, walau pernah belajar seni, tetapi memilih jadi pedagang karena desakan ekonomi. Saat ini, aktivitas keseharian seorang Lanus yakni mengelola sanggar Cahya Art yang didirikan tahun 2003, bergerak di bidang pengembangan kreativitas seni pertunjukan Bali. Juga, membantu bisnis istrinya Dewa Ayu Wedanaasih, S.Sn., di dunia tata rias dan kostum. Kemudian mengelola koperasi Seni Artha, yang beranggotakan para pelaku dan pecinta seni. Selain itu Lanus pun tercatat sebagai tenaga pengajar di IKIP PGRI Bali. Disamping itu, ia juga tengah menggarap rencana persiapan karnaval atau pawai seni untuk perayaan 17 Agustusan di Jakarta, bersama Dinas kebudayaan Provinsi Bali. Selanjutnya Lanus bersedia berkisah hal perjalanan seninya. Awalnya ia menekuni seni klasik tradisi, seperti tabuh pelegongan, komposisi tabuh lelambatan, gender wayang, dan gamelan lainnya. “Ini dasar yang wajib dikuasai. Setelah itu, saya lebih suka mengotak- atik tradisi untuk dikembangkan lebih bernuansa kreasi kekinian, tanpa meninggalkan tradisi yang mendasarinya. Sebab, prinsip saya tanpa dasar pijakan kuat kita tidak mungkin bisa melompat,”papar Lanus yang suka bereksperimen dengan gamelan, yang telah dipelajarinya sejak usia 9 tahun ini. Dikatakan ayah tiga anak ini, sesungguhnya tidak ada bedanya memainkan garapan musik klasik atau tradisi dengan kontemporer. “Keduanya harus digarap serius, sebab musik akan berkarakter dan metaksu ketika kita serius mempelajari dan memainkan,” katanya sambil menyebutkan ciri yang membedakan tradisi dengan kontemporer, adalah uger-uger tabuh atau dalam musik sering disebut pola komposisi. Dalam komposisi, katanya, tabuh tradisi memiliki pola yakni kawitan, pengawak, pengecet (kepala, badan, kaki) yang disebut Tri Angga, konsep pokok penggarapan seni karawitan Bali. Ada juga pola penyalit atau
peralihan sebagai penghubungnya. “Sedangkan kreasi baru dan kontemporer tidak terikat konsep tersebut, tapi mengutamakan eksperimen dari senimannya,” kata Lanus yang tak pernah menghitung berapa pertunjukan sudah dipentaskannya, yang penting bermanfaat untuk masyarakat. Ia juga bicara tentang kenangan tak terlupakan. “Ada dua pementasan perdana tidak pernah saya lupakan, yaitu pentas ngebah (pentas perdana) seka gong anak-anak di Balai Banjar Guming tahun 1979, dan di tahun yang sama mewakili Badung sebagai duta penabuh anakanak pertama kali untuk Pesta Kesenian Bali (PKB),” ucapnya. Mereka mementaskan tabuh kreasi dan sendratari tentang dunia binatang. “Saya masih ingat saat itu tampil di Arda Candra berhadapan dengan duta Gianyar. Sebagian besar dari mereka baik yang dari Badung dan Gianyar, ternyata ketemu di bangku sekolah dan kuliah. Kami juga sering bercerita tentang hal itu,” imbuhnya. “Satu lagi, pentas berkesan waktu di Australia tahun 2001 dan 2003. Di sana kami dilayani seperti artis dengan kontrak dan fasilitas yang tak pernah kami nikmati di Bali sebelumnya,” tambahnya. Dulu katanya, ia rajin menonton pementasan para seniornya. “Alangkah bangganya mendengar nama kita dipanggil dan disebut dalam sebuah event,” cetusnya. Hal ini semakin memotivasi dirinya dan seni pun akhirnya menjadi bagian hidupnya, sesuai impiannya sejak kecil. “Terimakasih kepada para guru dan senior saya atas segalanya. Kalau dulu guru saya tidak keras mungkin beda jadinya. Dulu, saya anggap itu duka, tapi sukanya sekarang saya rasakan,” lanjut Lanus yang tengah melanjutkan S-2 program studi Agama dan Kebudayaan di Unhi, Denpasar. Masih bicara suka duka, dikatakannya dulu ia sering pentas tidak dibayar. Padahal itu bukan ngayah tapi pentas bisnis. Begitu pun dengan lagu yang dibuatnya sering dibayar ucapan terima kasih. Bahkan ada yang hilang jejak begitu saja tanpa pesan. Namun, semua dijalani dan disyukurinya. Bahkan, ia pernah dicaci maki penonton dan pembina karya seni, tapi itu dianggapnya tantangan untuk lebih baik ke depannya. Bersama berjalannya waktu, kata Lanus, bayaran tinggi pun pernah diterimanya. “Akhirnya pernah juga menerima kontrak melebihi dari yang saya bayangkan,” tandas ayah Wela Atsyukayanti, Cahya Mileniarta dan Diva Artyayana (alm) ini. Dengan seni, ia merasakan bekerja dapat hasil sekaligus menghibur diri sendiri serta berharap orang lain juga terhibur. Sebagai komposer, Lanus pun cukup banyak melakukan kolaborasi
9 - 15 JUNI 2014
Tingginya angka pernikahan dini yang terjadi di NTB, membuat Pemerintah Provinsi NTB yang bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk TP PKK NTB merasa perlu mendorong pendewasaan usia perkawinan demi menyelamatkan dan melahirkan generasi-generasi emas di Bumi Gora ke depan.
N
musik. Seperti dengan Amadeus dan Emel Hendrec dari Wina Austria, Uma Music Fusion, Dj Podi Jakarta, Kadek Suardana (alm) dan Nyoman Sura (alm), Arti Foundation, Motoko Sakurada Jepang, Tri Utami, Prof Andre dari Amerika dan beberapa kali mendukung pementasan kolaborasi seniman I Wayan Balawan, I Wayan Yudane selain seniman lokal Bali lainnya. Begitu pula pertunjukan pernah dilakukannya di Jerman, Belanda, Belgia, Jepang, India, Singapura, Malaysia, Taiwan, Australia, Inggris, Austria, Prancis, Hongkong, juga di Jakarta, Solo, Yogyakarta, Sumatera, Lombok, Sulawesi, dan kota lainnya. Respons penonton pun bagus, sebab ia bermain dengan para profesional, sehingga pertunjukan juga berkualitas. “Banyak yang bisa dipetik dari jalinan ini. Ada interaksi budaya dan bahasa, terutama sisi pengalaman estetik. Saling mengenal indentitas kesenian yang suatu saat bisa menjadi inspirasi,” terangnya. Lanus mengatakan kalau peran sang istri yang juga seniman sangat besar mendukung kariernya. “Selama ini ia selau memberi kepercayaan dan tidak pernah melarang ketika saya harus pulang - pergi bahkan sampai larut malam memenuhi undangan mengajar seni,” katanya sambil menambahkan kalau istrinya yang energik dan penuh semangat secara tidak langsung juga memotivasinya. Meski sudah banyak berkarya, Lanus mengaku masih punya mimpi. Suatu saat, ada satu malam pementasan khusus karyanya dan mengundang teman-teman seniman. Karyanya itu dipersembahkan bagi seni itu sendiri, yang telah memberi makna di hidupnya. “Tentu saja saya perlu modal dan bantuan pihak lain. Semoga bisa terwujud,” harapnya. Ditanya, ketika titik jenuh menghampiri, Lanus menyebutkan ia suka mengingat kembali awal perjalanannya. Betapa senang dan susah bersama keluarga. Ini dijadikan modal untuk energi dan semangat baru agar tak terjerumus rasa jenuh dan kreativitasnya mandeg. Selain itu, ia suka bertemu dan ngobrol dengan sesama seniman, yang juga bisa menyuntikkan semangat baru.
Sedangkan urusan fisik harus terjaga. Sebab, dalam berkesenian selain perlu energi besar juga sering begadang untuk mewujudkan sebuah ide garapan. Ia, melakukan olah raga ringan dan istirahat yang cukup. “Saya imbangi pula selalu berpikir positif dengan mensyukuri anugrah Tuhan saat ini,” ujarnya. Meski dirinya seorang seniman besar, namun Lanus juga menyebutkan nama beberapa seniman lain sebagai tokoh favoritnya. Mereka adalah I Nyoman Rembang, dari Sesetan, salah satu pendiri lahirnya Kokar Bali. Seniman yang rendah hati, tetapi ilmu, wawasan musik, dan karawitannya luar biasa. I Wayan Beratha dari Belaluan Sadmerta, terkenal dengan kreasi karawitannya, dan menjadi inspirasi banyak peneliti lokal dan luar negeri. I Wayan Sinti dari Binoh Ubung, seniman yang mengolah gamelan 7 nada di Bali. Malah atas kepiawaiannya mampu mentransformasi ide dari luar ke dalam gamelan Bali dan membuat hitungan ganjil yang dulu tidak begitu populer. I Gusti Ngurah Arsaja dari Singaraja, seniman tari, tapi pintar membuat tabuh iringan tari dan ide menarik, berbeda dari yang lain. Berikutnya, ditanya soal PKB, Lanus mengatakan biasanya ia menampilkan seni pengembangan atau kreasi dan membina duta Gong Kebyar serta sering ditunjuk sebagai juri
lomba baleganjur. Bicara PKB, katanya mesti dilihat tujuan diadakannya, yakni tiga fungsi utama: menggali, melestarikan, dan mengembangkan. “Jadi ruang seni di PKB hendaknya memberi porsi seimbang bagi tiga poin tersebut. Bahkan kalau boleh usul, agar di PKB memberi ruang lebih terhadap pengembangan. Sebab, sejatinya pelestarian sudah banyak dilakukan pada ruang ruang publik seperti saat kegiatan seni di masyarakat yang berhubungan dengan kegiatan agama. Berikan jatah itu kepada jenis seni pengembangan.” tuturnya serius. Diawal lahirnya PKB, diakuinya telah banyak merekonstruksi cabang seni yang hampir punah. Sekarang dievaluasi kembali, diseleksi cabang seni mana yang harus diselamatkan dan diberi perhatian serius dengan bantuan dana semestinya. “Dari pada ambil 10 cabang seni yang harus direkonstruksi tapi dananya tidak cukup dan konsentrasi tidak penuh. Lebih baik 2 atau 3 tapi benar-benar berhasil. Sebab, menggali dan melestarikan adalah pekerjaan berat. Hal ini juga demi menghindari PKB dari kesan monoton,” kata Lanus. – Sri Ardhini
I Ketut Lanus
21
PUP untuk Selamatkan Generasi Emas
TB termasuk salah satu daerah di Indonesia yang angka pernikahan usia dini masih tergolong tinggi. Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, S.H., M.Si., yang membuka kegiatan Seminar Sehari Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) di Mataram beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa pada tahun 2012 tercatat 24,5% perempuan NTB telah menikah pada umur 18 tahun. Sedangkan, 5,8% dari perempuan NTB menikah pada umur
I Ketut Lanus bersama keluarga
MANDALIKA
15 tahun. Angka ini masih berada di atas rata-rata nasional yang sebesar 2,6%. Begitu juga dengan angka kematian ibu dan balita, yang kesemuanya ini bersumber dari pernikahan pada usia dini. Hal ini tentunya akan mempengaruhi Indeks Prestasi Manusia (IPM), dan hingga saat ini Nusa Tenggara Barat menempati posisi 32 dari 34 provinsi. Dan, berdasarkan catatan BP3AKB NTB yang disampaikan, T. Wismaningsih, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi NTB, hingga saat ini pernikahan dini masih terjadi, bahkan ada pada anak usia 16 tahun. Hal ini berimbas negatif langsung sebagai penyumbang angka kematian ibu dan anak. Ini disebabkan karena orangtua yang belum mengerti mengurus anak dan tidak siap secara psikis untuk memiliki anak. Mereka hanya siap menjadi pengantin namun tidak siap menjadi orang tua. Belum lagi kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga (antara suami istri), juga banyak terjadi karena pasangan tersebut belum dewasa. Labilnya pemikiran, belum matangnya mental untuk menghadapi permasalahan keluarga, kurang matangnya pemahaman tentang bagaimana
membangun keluarga bahagia dan sejahtera, tidak hanya membuat banyaknya pasangan yang menikah dini namun juga bercerai dini (baru menikah sudah bercerai). Salah satu organisasi yang kini gencar mendorong pendewasaan usia perkawinan (PUP) ini adalah TP PKK Provinsi NTB yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB dan berbagai mitra lainnya dalam berbagai kegiatan sosialisasi untuk mendorong pendewasaan usia perkawinan, termasuk seminar ini. Pemerintah
Ketua TP PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi, saat menjadi pembicara dalam Seminar Pendewasaan Usia Perkawinan
Seminar ini dimaksudkan sebagai upaya untuk mendorong perubahan Undang-Undang Perkawinan No. 1 tahun 1974 khususnya pasal yang berkaitan dengan ketentuan usia perkawinan bagi perempuan. Pasal 7 pada Undang-Undang Perkawinan tersebut menyebutkan bahwa usia minimum bagi perempuan untuk menikah adalah 16 tahun. Sementara, untuk usia minimum laki-laki adalah 19 tahun. Sedangkan menurut Undang-Undang Perlindungan Anak No. 23 Tahun 2002, seseorang dalam usia 18 tahun masih dikategorikan anak-anak. Ini berarti anak masih dianggap di bawah usia 18 tahun dan harus dilindungi, termasuk dilindungi dari perkawinan dini yang banyak merugikan kaum perempuan.
Dari kiri, Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, MSi.,Kepala BKKBN Pusat Prof. Fasli Jalal, Ketua TP PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi dan Asisten III Setda NTB, Drs. H.L. Syafii, MM., pada jumpa pers PUP
langkah-langkah pendewasaan usia pernikahan,” ungkapnya. Masih tingginya angka pernikahan usia dini di NTB ini dipengaruhi banyak faktor, seperti, faktor sosial, budaya dan ekonomi masyarakat. Secara umum, di NTB masih melekat pandangan bahwa seorang anak perempuan yang sudah berusia 12 tahun dan SEMINAR PUP akil balig, sudah diperbolehkan Ketua TP PKK NTB, Hj. Erica untuk menikah. Provinsi NTB juga mendorong Zainul Majdi mengatakan, SemiKondisi ini jelas sangat merpara pemangku kepentingan dan nar Pendewasaan Usia Perkaw- ugikan kaum perempuan. Untuk mitra kerja meningkatkan pemaha- inan (PUP) yang diselenggarakan itulah TP PKK NTB mendorong man serta menyamakan persepsi tersebut bertujuan membangun agar batas bawah usia perkawinan terkait program Pendewasaan Usia kesepahaman dan komitmen para ini bisa dinaikkan, melalui perubaPerkawinan (PUP) bagi pengam- pemangku kepentingan bersama han pasal 7 dalam UU Perkawinan bil kebijakan di daerah tentang mitra kerja, berkaitan dengan yang akan direkomendasikan ke pendewasaan usia perkawinan, upaya Pendewasaan Usia Perkaw- Mahkamah Konstitusi. Sejauh agar terhindar dari penurunan inan (PUP) bagi pengambil kebi- ini memang sudah ada berbakualitas perempuan dan anak. jakan di daerah. “Di NTB sudah gai organisasi perempuan yang “Dibutuhkan kebersamaan lebih dari cukup dilakukan riset, mendukung perubahan pasal untuk membangun pengertian penelitian dan kajian yang meny- berkaitan dengan usia pernikahan dan pemahaman serta komit- impulkan bahwa pernikahan dini ini. Namun, TP PKK Provinsi men tentang pendewasaan usia adalah akar dari sedemikian ban- NTB adalah organisai PKK di perkawinan, dan itu kami terus yaknya masalah-masalah sosial, Indonesia yang pertama ikut dorong,” kata H. Muh. Amin. sehingga sangat tepat dilakukan merekomendasikan hal ini untuk memperjuangkan pendewasaan usia perkawinan demi menyela ma tka n perempuan Indonesia dari pernikahan dini. “Harapan terbesar dari saya adalah kebersamaan kita semua untuk membangun pengertian, pemahaman, serta komitmen pemangku kepentingan dan mitra kerja, tentang pendewasaan usia perkawinan ini,” kata Wagub. Ia memandang kegiatan SemiTingginya angka pernikahan dini yang terjadi di NTB, menjadi penyumbang angka kematian ibu nar Pendewasaan dan anak di daerah ini
Usia Perkawinan (PUP) memiliki makna strategis. Hal ini sebagai upaya sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait berbagai masalah yang ditimbulkan akibat pernikahan pada usia dini. Selain itu, pelaksanaan seminar juga diharapkan dapat menghasilkan rumusan sebagai rekomendasi yang akan diusulkan kepada pemerintah, untuk meninjau dan merevisi kembali UndangUndang Perkawinan, khususnya terkait usia perkawinan. Seminar untuk menarik rekomendasi yang akan disampaikan ke Mahkamah Konstitusi ini, diikuti sedikitnya 150 peserta dari kabupaten/kota se-NTB yang merupakan unsur pemerintah daerah, jajaran TP PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa, dan lembaga swadaya masyarakat. Hadir sebagai narasumber Kepala BKKBN Pusat Prof. Fasli Jalal dan Ketua TP PKK NTB Hj. Erica Zainul Majdi. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama TP PKK Provinsi NTB, Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (BP3AKB), Dinas Kesehatan NTB, BKKBN dan AIPD - AusAID. Dari seminar ini diharapkan menghasilkan sejumlah rekomendasi yang akan diteruskan kepada Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai bahan pertimbangan uji materi Undang-Undang Perkawinan setelah resmi didaftarkan, khususnya untuk perubahan batas bawah usia seorang perempuan dan laki-laki di Indonesia yang diizinkan menikah. “Perubahan terhadap Undang-Undang Perkawinan harus dilakukan untuk menekan laju pernikahan usia dini di sejumlah daerah seperti NTB yang angkanya masih berada di atas rata-rata nasional,” kata Erica. -Naniek I. Taufan
NINE
20
9 - 15 JUNI 2014
Menikmati Palopo di Taliwang Di antara hiruk-pikuk penjual dan pembeli di Pasar Kuliner Taliwang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Heni Herani sibuk melayani pembeli. Ia berjualan dari sore hingga sekitar pukul sepuluh malam. Inilah aktivitas keseharian Heni yang juga adalah seorang guru ini. Di depannya terdapat susunan tampi berisi mangkok-mangkok putih yang berjejer rapi. Isi mangkok tersebut berwarna coklat dan ber tekstur lembut dengan aroma susu segar menyeruak ketika didekati.
K
uliner khas Taliwang ini bernama palopo yang sudah jarang ditemukan. Kuliner ini tidak lagi banyak dibuat oleh masyarakat Sumbawa. Hanya ada beberapa orang saja di Taliwang yang secara turuntemurun masih membuat dan menjajakan palopo, kuliner unik yang berbahan baku susu segar ini. Dari tidak lagi banyak orang yang membuat kuliner ini, Heni Herani adalah salah seorang yang masih setia membuat dan menjual palopo. Keahliannya ini diperoleh dari ibunya yang juga memperoleh resep dan cara membuat palopo secara turun-temurun. Dan secara turun-temurun pula, mereka tidak pernah putus menurunkan resep dan keahlian serta mempraktikkannya baik untuk konsumsi sendiri maupun untuk dijual. Dulu, cerita Heni, palopo dapat dijumpai di rumah-rumah masyarakat Taliwang. Namun sekarang sudah jarang yang membuat palopo. “Kini, hanya tinggal beberapa orang dan bisa dihitung dengan jari orang Taliwang yang masih membuat palopo,” ujarnya.
Heni Herani
Padahal, kudapan khas ini relatif sangat mudah membuatnya. Hanya dalam hitungan puluhan menit kudapan ini bisa matang hingga berpuluh-puluh mangkok. Hal inilah yang membuat palopo dapat dikerjakan sembari
mengerjakan pekerjaan rumah lainnya. Selain karena cara pembuatannya yang sederhana, susu kerbau segar juga relatif masih mudah didapatkan di Taliwang. Satu hal yang diinginkan oleh Heni untuk tetap melestarikan palopo di tengah kehidupan modern ini adalah bahwa palopo merupakan kuliner khas warisan nenek moyang masyarakat Taliwang sebagai salah satu identitas budaya yang memiliki cita rasa khas yang tidak ditemui di daerah lain. Sekali pun saat ini Heni telah memiliki pekerjaan tetap sebagai guru sekolah dasar di Taliwang, ia tetap setia melakoni aktivitas sampingannya sebagai pembuat dan penjual palopo serta menjajakannya di pusat kuliner Taliwang. Inilah alasan, mengapa para pembuat palopo ini masih tetap bertahan “melahirkan” palopo tiap hari di Taliwang. Karena itu pulalah, Heni dan ibundanya, mau membagi resep kepada siapa pun. PROSES PEMBUATAN PALOPO Di tangan Heni, resep, bahan dan cara membuat palopo masih diper-
Bersama ibundanya, Heni melestarikan Palopo, kuliner khas Taliwang
tahankan keasliannya hingga saat ini. Palopo, kudapan khas Taliwang, dari bahan alami dan tanpa pengawet dan pemanis buatan. Mudah, cepat dan sederhana proses pembuatannya. Tanpa campuran lain, pembuatan palopo sama sekali tidak memakai pengawet dan hanya terdiri dari bahanbahan alami saja, sesuai dengan resep yang telah diturunkan nenek moyang Heni sejak dulu. Bahan baku palopo adalah susu kerbau segar, gula merah dan terong bulat berwarna kuning yang banyak tumbuh liar di Taliwang. “Hanya susu kerbau saja yang paling baik menghasilkan palopo. Susu sapi atau pun kambing, hasilnya kurang baik,” kata Heni yang mengaku pernah mencoba membuatnya dengan susu segar selain susu kerbau. Tiap pagi hingga menjelang siang, para pengantar susu kerbau segar dari berbagai desa di Taliwang selalu mampir ke rumah Heni untuk menyerahkan berbotol-botol susu kerbau segar. Dalam sehari, Heni dapat membuat palopo dari 20 botol berukuran 1,5 liter susu segar yang dibelinya dengan harga Rp 30.000/botol. Pembuatannya bertahap, tergantung berapa botol yang tiba lebih dulu. “Saking mudahnya membuat palopo, jadi, tidak harus menunggu susu-susu kerbau segar itu terkumpul semuanya, melainkan berapa botol pun susu yang tiba bisa langsung dibuat sembari menanti susu-susu kerbau lainnya tiba,” kata Heni. Susu-susu kerbau segar itu adalah susu yang diperah tiap paginya oleh para pemerah susu kerbau dan langsung diantar. Dari 20 botol susu kerbau segar itu, bisa menghasilkan 30 tampi atau 210 mangkok yang disusun tujuh mangkok tiap tampinya serta dijual dengan harga Rp 5.000 per mangkok. Yang unik dari kuliner ini menuruit Heni adalah bahan baku wajib yang harus dipakai adalah terong bundar berwarna kuning yang tumbuh liar di Taliwang. “Fungsinya sebagai pengental dari susu kerbau segar sehingga dapat memadatkan susu segar tersebut ketika matang menjadi palopo,” kata Heni yang tidak tahu zat apa yang terkandung dalam terong kuning tersebut sehingga dapat mengentalkan susu
kerbau segar. “Yang saya tahu itulah resep turunan yang diwariskan pada saya. Dan jika tidak memakai terong kuning tersebut, maka palopo dipastikan tidak bisa mengental,” lanjutnya. Hari itu, begitu dua botol susu kerbau segar tiba di rumahnya, dengan cekatan Heni yang dibantu sang Bunda, menuangkannya dalam wadah yang sudah disiapkan. Ibundanya bergegas menyaring gula merah yang sudah dicairkan dan langsung menuangkannya ke dalam susu kerbau segar tersebut. Heni kemudian membelah terong bulat kuning lalu meremasnya dengan sedikit air. Warna agak kecoklatan dari remasan terong bulat kuning tersebut tampak, dan denga menggunakan saringan, Heni menuangkan air perasan tersebut tanpa biji terong ke dalam campuran gula merah dan susu segar tadi. Ia pun kemudian mengaduk-aduk hingga rata dan menuangkan bahan tersebut ke dalam mangkok-mangkok yang telah ditata pada tampi-tampi. Campuran palopo mentah yang telah diberi air perasan terong bulat kuning ini harus lekas dituangkan dalam mangkok-mangkok dan langsung dikukus agar palopo mentah tidak mengental di wadah tersebut. Terong kuning itulah yang akan mempercepat proses pengentalan. “Tidak ada ukuran resep yang pasti dari pembuatan palopo, melainnya menurut kebiasaan kira-kira dan selera. Untuk du botol susu kerbau segar, digunakan tiga sampai empat buah terong kuning,” ungkap Heni. Hanya dikukus dalam dandang berisi air mendidih selama 10-15 menit, palopo telah mengental dengan struktur yang sangat lembut, berwarna coklat, telah matang. Aroma khas susu kerbau menyembur dari dapur Heni yang berasal dari uap palopo. Aromanya ini menggoda selera, rasa manisnya yang tidak berlebihan, gurih dan lembut di lidah, meninggalkan kesan tersendiri saat menikmati palopo terutama dalam keadaan hangat. Warnanya yang cokelat karena menggunakan gula merah. Ada pula palopo yang putih terbuat dari gula putih. Mangkokmangkok berisi palopo lalu ditata dalam tampi yang kemudian disusun meninggi hingga 20 susunan sehingga terlihat unik saat dijual. Palopo hanya dapat bertahan hingga dua hari jika disimpan dalam lemari es, karena tidak memakai pengawet dan tidak pula memakai pemanis buatan. Sebagai orang Taliwang asli, Heni ingin agar para remaja putri dapat mempelajari pembuatan palopo agar kuliner khas ini tidak punah. Ia mengaku bersedia mengajarkan pada mereka cara membuat palopo. Heni sang guru yang mencintai palopo sebagai warisan nenek moyangnya. --Naniek I. Taufan
INSPIRASI
9 - 15 JUNI 2014
Ny. IA Selly Mantra
5
Promosikan Tengkuluk Lelunakan di Kancah Nasional Busana tengkuluk lelunakan kian hari kian mendapat tempat di hati masyarakat Bali. Dalam tiap kesempatan, busana ini kerap dipakai. Salah satunya oleh para Ketua TP PKK se-Bali saat menghadiri peringatan HUT ke-34 Dewan Kerajinan Nasional yang dipusatkan di Gedung Smesco UKM Jakarta Selatan, Kamis (5/6). Untuk kesekian kalinya pula, AA Ayu Ketut Agung dipercaya merias ibu-ibu pejabat ini. Berbalutkan kain kebaya dengan beragam warna, penampilan mereka kompak dengan tengkuluk berwarna kuning.
Para Ibu Ketua TP PKK se-Bali tampil cantik dalam balutan busana tengkuluk lelunakan yang ditangani Bu Agung dalam HUT ke-34 Dewan Kerajinan Nasional, Kamis (5/6) di Gedung Smesco UKM Jakarta Selatan. Dari kiri: istri Wabup Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra, Ketua TP PKK Bangli Ny. Erik Gianyar, Ny. Ari Sugianti Artha (Jembrana), Ny. IA Surya Adnyani Mahayastra (Gianyar), Ny. Aries Suradnyana (Buleleng), Ny. IA Selly Mantra (Denpasar), Ny. Ayu Suwirta (Klungkung), Ny. Sujani Geredeg (Karangasem), dan Bu Agung.
Isi liburan sekolah dengan Kursus Tata Rias di LKP Agung Hanya Rp 4,5 Juta
Busana tengkuluk lelunakan menjadi busana resmi Teruni Denpasar saat malam grand final. Tampak Bu Agung, Ny. IA Selly Mantra dan Teruni Denpasar
Secara tak langsung pula, momen tersebut menjadi ajang promosi mengenalkan ragam busana Bali, salah satunya busana tengkuluk lelunakan di kancah nasional. Bahkan, penampilan anggun para ibu-ibu cantik ini pun mendapat sorotan dalam acara tersebut. Sehari sebelumnya, Rabu (4/6), Bu agung juga berkesempatan merias 25 orang dari tim The Ary Suta Center yang mengisi acara Media Summit on Climate Change Information Communication Technology Disaster Risk Reduction (CCIDRR), di Singosari Room Borobudur Hotel, Jakarta. Dalam tiap pementasan The Ary Suta Center baik itu di Bali maupun di Jakarta, Bu Agung selalu didatangkan khusus untuk menangani tata rias mereka mengenakan busana adat Bali. “Kali ini, kebetulan sekali saya memang di Jakarta, ditunjuk Ketua TP PKK Denpasar Ny. IA Selly Mantra untuk merias ibu-ibu Ketua TP PKK se-Bali. Jadi, saya tidak perlu bolak-balik lagi,
sekali jalan,” ujarnya. Sejak mulai terjun dalam bidang tata rias 34 tahun silam, Bu Agung memang komitmen menjaga dan melestarikan budaya Bali melalui tata rias dan busana adat Balinya. Karena itu, dalam tiap kesempatan, pemilik Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung ini secara berkesinambungan memberikan pelatihan-pelatihan tata rias dan busana adat Bali gratis ke seluruh kabupaten/kota di Bali. Tujuannya, lebih menyosialisasikan penggunaan tata rias dan busana adat Bali yang baik dan benar, tanpa meninggalkan pakemnya. Misinya ini diakuinya sangat didukung oleh sebagian besar masyarakat Bali, termasuk pejabat-pejabat Bali maupun nonBali yang dengan bangganya mengenakan busana adat Bali. Bahkan, penerima penghargaan Anugerah Peduli Pendidikan (APP) 2013 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini berhasil berinovasi dengan meng-
kolaborasikan tata rias tradisional Bali tengkuluk lelunakan dengan hijab. Busana kolaborasi tengkuluk lelunakan dan hijab ini pun sempat dikenakan rombongan panitia Kemendikdas dan Kemendikmen serangkaian Gebyar Multitalenta Dikdas Kemendikbud Bali, serta istri-istri Kopertis se-Indonesia saat berkegiatan di Bali beberapa waktu lalu. Hasilnya cukup memuaskan, dan mereka sangat mengapresiasi inovasi kreatif Bu Agung tersebut. TENGKULUK LELUNAKAN Sebagai kota kreatif berwawasan budaya, dalam mengisi berbagai kegiatan di Kota Denpasar, busana tengkuluk lelunakan kerapkali dipakai. Selain praktis dan simpel, busana ini kini sudah menjadi busana khas Kota Denpasar. Ini tak terlepas dari upaya Ketua TP PKK Ny. IA Selly Mantra untuk terus menggaungkan dan menyosialisasikannya dalam tiap kesempatan. Memiliki satu visi dengan Bu
n 50%
Kursus Sampai Bisa dan Bersertifikat Disko Tata kecantikan kulit (perawatan muka, make up wajah, perawatan kaki dan tangan, perawatan tubuh) senilai Rp 3 juta Rp 1,5 juta Tata Kecantikan Rambut (potong, kriting, blow, set, sanggul, creambath, pelurusan, dan cat rambut) senilai Rp 3 juta Rp 1,5 juta Tata Rias pengantin (payas nista, madya, utama, modifikasi, tengkuluk lelunakan) senilai Rp 3 juta Rp 1,5 juta Total biaya kursus Rp 9 juta Hanya Rp 4,5 juta Sekretariat LKP Agung: Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar. Tlp. 0361-233850, 231985, faks. 0361 247153. Cabang Tohpati, Jalan WR. Supratman No. 303 A, Tohpati, Denpasar. Email: lkp_agung@yahoo.com. website: www.salonagung.com. Agung, PKK Kota Denpasar pun kerap menggandeng Bu Agung khususnya dalam kegiatan yang berhubungan dengan tata rias dan busana adat Bali. Seperti, pelatihanpelatihan tata rias dan kegiatankegiatan akbar yang melibatkan ibu-ibu PKK se-Kota Denpasar dalam menari Pendet dan Tenun. Juga, dalam kegiatan lain, seperti Lomba Busana Tengkuluk Lelunakan yang dihelat beberapa tahun silam, dan berhasil tercatat dalam rekor Muri sebagai peserta terbanyak. Selanjutnya, busana tengkuluk lelunakan terus diperkenalkan dalam acara-acara jamuan bagi para tamu.
Tim The Ary Suta Center khusus mendatangkan Bu Agung untuk menangani tata rias dan busana pentas mereka saat mengisi acara Media Summit on Climate Change Information Communication Technology Disaster Risk Reduction (CCIDRR), Rabu (4/6) di Singosari Room Borobudur Hotel, Jakarta.
Dan, semenjak digelar ajang pemilihan Teruna Teruni Denpasar (TTD) tahun 2002 hingga sekarang, busana tengkuluk lelunakan ini menjadi busana resmi Teruni Denpasar dalam malam grand final. Bu Agung pun selalu berpartisipasi merias Teruna Teruni Denpasar sejak pertamakali digelar hingga sekarang. Busana tengkuluk lelunakan ini juga terus disosialisakan Bu Agung dalam tiap pelatihan tata rias gratis yang digelarnya bekerjasama dengan Viva Cosmetic ke seluruh kabupaten/kota se-Bali, baik di tingkat banjar, kelurahan, kecamatan, lembaga pendidikan, instansi pemerintah maupun swasta. Materi lain yang diberikan Bu Agung yang merupakan Master Penguji Pendidik/ Instruktur dan Tenaga Kependidikan Kursus dan Pelatihan ini, meliputi tata rias untuk diri sendiri, membuat dan memasang sanggul Bali (pusung tagel) dan modern, serta etika berbusana adat yang baik dan benar. Dari 30 roadshow pelatihan tata rias yang diagendakan sepanjang tahun 2014 ini, Sabtu (7/6) roadshow yang ke-21 ini dilaksanakan di kabupaten paling timur Bali, yakni Karangasem. –Inten Indrawati
6
life
story
Hidupku Bergantung Tabung Oksigen Siang itu, seorang laki-laki berperawakan sangat kurus duduk di kursi roda, di bawah pohon besar menghadap ke arah Waduk Muara Nusa Dua, Denpasar. Tak ada seorang pun menemaninya. Namun, di depan tempat duduknya itu terlihat gelaran tikar. Ada beberapa kantung plastik makanan dan dua botol air mineral ukuran tanggung. Di sisi kanannya, tabung kecil yang biasanya mengaliri oksigen ke hidung melalui selang, tak lagi dipasang. “Saya sakit paru-paru. Sekarang istri dan anak-anak saya sedang mengambil tabung di rumah sakit,” ujarnya dengan napas tersengal-sengal.
D
engan tatapan mata menerawang, laki-laki bernama Rahmat Hidayat (41) itu hanya bisa menikmati alunan musik melalui headset yang menempel di telinganya. Sesekali ia melempar pandangannya ke arah barat menikmati hamparan air yang memenuhi waduk. Tak berselang lama, istri dan kedua anaknya yang masih balita datang dibonceng teman Rahmat. Santi Rahayu (27), istri Rahmat dengan sigap memindahkan selang ke tabung oksigen berwarna hitam yang baru dibawanya itu, dan memasangkan selangnya ke hidung Rahmat. Di tabung itu tertera tulisan 150 kg. “Sudah dua tahun suami saya sakit,” ujar perempuan asal Malang tersebut. Ia sendiri mengaku bingung dengan kondisi suaminya yang tak sembuh-sembuh. Rahmat yang sehariharinya bekerja sebagai buruk proyek kerap mengambil kerjaan memelitur atau finishing mebel, yang tentunya berhubungan dengan cairan-cairan keras/kimia. “Mungkin karena sering menghirup itu juga yang menjadi salah satu penyebab sakit paru-paru, selain kebiasaan suami merokok yang bisa menghabiskan tiga bungkus sehari,”
ujar Santi mengira-ngira. Ia mengisahkan sekitar tiga tahun lalu, Rahmat yang baru menikahinya dua tahun itu sering meriang sepulang kerja disertai batuk-batuk. Namun, batuknya ini kadang muncul kadang hilang lagi. Rahmat yang sudah mengantongi KTP Bali ini kos di daerah Patasari Kuta. Ia bekerja proyek mulai pukul 09.00 sampai 17.00. Jika lembur, bisa baru pulang
pukul 22.00. “Setiap pulang kerja suami saya selalu meriang, selalu saya pijat dan kerokin,” ujarnya. Entah bulan apa di tahun 2012, Santi membawa suaminya itu ke Puskesmas Kuta 1. Dari hasil pemeriksaan dokter, Rahmat didiagnosa kena penyakit paru kambuhan. “Dulu sebelum menikah, saya memang pernah sakit paru-paru, sudah berobat dan sudah sembuh. Tetapi sekarang kambuh lagi,” imbuh Rahmat, yang kali ini sudah bisa berbicara dengan kondisi normal. Menurut Santi, di puskesmas, suaminya diberikan obat TBC dan tiap hari disuntik selama dua bulan. Karena merasa tak ada perubahan, tahun 2013 ia memutuskan memboyong suaminya ke kampung asalnya Malang, sembari berobat di sana. Rahmat sempat menjalani pengobatan di beberapa rumah sakit. Rumah sakit pertama yang dikunjunginya, peralatannya kurang lengkap. Di RS kedua, Rahmat menjalani serangkaian tes, salah satunya tes dahak. Sempat diopname dua minggu dan diobservasi lagi tentang penyakit TBCnya. Santi juga berusaha membawa suaminya berobat hingga ke Banyuwangi. “Dokter tidak berani menindaklanjuti, karena khawatir jika putus obat lagi, penyakit malah kebal,” kisahnya. Karena terkendala dana, Rahmat yang seharusnya dibolehkan pulang setelah dua minggu opname, baru bisa keluar setelah tiga minggu. Atas saran temannya, Rahmat pun kembali diboyong ke Bali untuk mendapatkan pengobatan lanjutan. “Jika berobat di Bali bisa pakai JKBM,” ujarnya. Sampai di Bali, Rahmat langsung masuk UGD RS Sanglah, diobservasi. Ia didiagnosa kurang cairan dan kena in-
S U D U T PA N D A N G
19
KPAID “Dihidupkan” Kembali?
Rahmat yang masih duduk lemah di kursi roda ditemani istri dan kedua anaknya
feksi saluran pernapasan. Ia menempati ruang isolasi Nusa Indah. Setelah dua minggu dirawat, Rahmat dibolehkan pulang. Namun, belum sehari pulang, numpang tinggal di rumah temannya, Rahmat harus kembali ke RS. Tubuhnya tidak kuat dengan kondisi panas, badannya langsung menghitam, kulit dada memerah dan napasnya sesak. “Kata dokter, kondisinya ini bisa karena pengaruh obat atau karena badannya terlalu kurus,” ucap Santi lirih. Rahmat pun kembali diopname. Selama tiga minggu dirawat, ia menjalani tes darah, ditangani dokter paru, dokter gizi dan menjalani fisioterapi. Dari serangkaian pengobatan itu, dari hasil tes akhir, Rahmat yang masuk sebagai pasien TBC sudah dinyatakan negatif. Ia melakukan rawat jalan untuk pemulihan kondisi paru-paru yang luka dan flek. Maret 2014, Rahmat keluar dari RS, namun kondisinya masih lemah. Dengan berat badan hanya 34 kg ia tak kuat menopang tubuhnya. Untungnya, sebuah LSM memberikannya bantuan
9 - 15 JUNI 2014
9 - 15 JUNI 2014
kursi roda. Sejak keluar RS, sejak itu pula Rahmat bersama istri dan dua anaknya, Fahri Hidayat (5) dan Aisyah Qory (3) menempati gazebo berukuran 2 m x 2m, di areal Waduk Muara Nusa Dua, sebagai tempat tinggal. “Sempat ditegur sama petugas Satpol PP. Saya bilang saja suami sakit dan masih menjalani terapi,” ujarnya. Sudah tiga tahun terakhir Rahmat tak lagi bekerja. Begitu juga Santi yang tak berani meninggalkan suaminya sendiri dengan kondisi seperti itu, selalu setia mendampingi Rahmat sembari mengasuh anak-anak mereka. Untuk makan dan kebutuhan pengisian tabung oksigen, mereka dibantu LSM. Sesekali Santi bekerja paruh waktu membersihkan areal Kongco yang tak jauh dari tempat itu. Kasur, kompor beserta tabung gas pun dikatakan Santi adalah pemberian orang-orang yang iba melihat keadaan mereka. “Sekarang ini tinggal pemulihan kondisi, karena suami dibilang kena gizi buruk. Dulu berat badan suami 60 kg, sekarang hanya 34 kg,” ucapnya. –Inten Indrawati
Maraknya kasus kejahatan seksual yang terjadi dalam kurun waktu empat tahun terakhir, menginisiasi DPRD Bali membuat Raperda Perlindungan Anak. Namun, Raperda ini masih terus dalam proses penyempurnaan. Berbagai kalangan turut serta memberi masukan dan kritikan demi penyempurnaan Raperda yang diharapkan bisa diketuk palu tahun ini. Dalam pertemuan ketiga di Ruang Sidang DPRD Bali, Rabu (28/5), dihadirkan dua narasumber, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait dan Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Budiharjo.
A
rist Merdeka Sirait menunjukkan data, sejak empat tahun lalu (2010-2014) Komnas Perlindungan Anak telah melaporkan Indonesia telah berada dalam status darurat kejahatan seksual terhadap anak. Kondisi kedaruratan ini dikuatkan fakta dan data pengaduan kekerasan terhadap anak yang jumlahnya terus semakin meningkat. Data yang dkumpulkan Komnas Anak di Indonesia tercatat 21.689.797 kasus pelanggaran hak anak yang tersebar di 34 provinsi dan 179 kabupaten kota. Sebanyak 42-48% dari pelanggaran hak anak tersebut merupakan kejahatan seksual terhadap anak, selebihnya kasus kekerasan fiisk, penelantaran, dan perebutan anak, ekspolitasi ekonomi, dan perdagangan anak. Ia menilai penegakan hukum terhadap kejahatan seksual anak belum menunjukkan keberpihakan terhadap anak sebagai korban. “Aparat pene gak hukum masih menggunakan kacamata “kuda” dalam menangani perkara perjahatan dan kekerasan seksual terhadap anak. Putusan hakim dalam perkara kejahatan seksual masih belum mencerminkan rasa keadilan bagi korban,” ujarnya. Fakta menunjukkan, masih banyak hakim memutuskan bebas bagi para pelaku kejahatan seksual seperti apa yang terjadi di Pengadilan Labuhan Batu, Pengadilan Negeri Medan, dan Pengadilan Tapanuli Utara dengan alasan tidak cukup bukti. UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak mensyaratkan hukuman bagi pelaku kejahatan seksual minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun. Namun, justru masih banyak hakim memutuskan perkara tidak maksimal dan tidak berkeadilan bagi korban. Menurut Sirait, penyebab kejaha-
tan seksual, merajalelanya pengaruh tontonan pornografi dan pornoaksi yang kemudian telah menjadi adiksi dan penyakit yang harus disembuhkan bagi pelanggannya. Runtuhnya ketahanan keluarga atas nilai agama, sosial, etika, moral serta degradasi nilai solidaritas antarsesama. Selain itu, pengaruh gaya hidup yang tidak diimbangi kemampuan ekonomi, budaya permisif, budaya meniru, dan sikap feodal juga menjadi penyebab lain. Merespons situasi Indonesia darurat kejahatan seksual terhadap anak, Komnas Perlindungan Anak melakukan langkah strategis dan nyata menginisaisi lahirnya perda perindungan anak yang implementatif, terukur, agresif, massif, dan berkesinambungan. Mendorong DPRD untuk mengalokasikan anggaran guna tersedianya sarana dan prasarana perlindungan anak. Mendorong DPR-RI dan pemerintah untuk segera merevisi Pasal 81, 82 UU No 23 Tahun 2002, yakni mengubah hukuman 3 tahun minimal dan 15 tahun maksimal menjadi minimal 20 tahun dan maksimal seumur hidup ditambah dengan pemberatan hukum kebiri melalui suntik kimia bagi pelaku kejahatan seksual dewasa. Mendesak pemerintah pusat dan daerah bersama masyarakat membangun rumah perlindungan sosial anak untuk memberikan pelayanan dan perlindungan terpadu bagi anak yang membutuhkan perlindungan khusus. Wakil Ketua KPAI Budiharjo menilai, saat ini masyarakat sudah kehilangan peran fungsi keluarga, lingkungan, dan peran negara sehingga sangat diperlukan perda. Namun, bagaimana memberi nilai tambah dan menyikapi perda ini? Ketua Pansus Raperda Perlindu ngan Anak I Nyoman Partha mengatakan, bagi pelaku kejahatan seksual
Arist Merdeka Sirait
Ida Ayu Made Gayatri
Budiharjo
dewasa sudah diproses hukum, namun, bagaimana nasib anak-anak yang jadi korban. “Tidak ada data yang jelas bagaimana kelanjutan nasib mereka. Siapa yang mengurus mereka, Dengan adanya Perda, kami harapkan tidak ada lagi kasus seperti itu. Miris melihat anak-anak sebagai korban dan pelaku anak, harus dikeluarkan dari sekolah karena takut nama sekolah tercoreng. Selama ini SKPD banyak membuat program namun, tumpang tindih dan bertabrak an. Dengan Perda ini kami harapkan, para SKPD membuat program yang komprehensif jangka pendek dan jangka panjang, sehingga penanganannya pun lebih saling melengkapi baik mulai dari perencanaan sampai pada pengawasannya,” kata Partha. Ia juga menilai, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Daerah Bali perlu dihidupkan kembali. Dulu, posisi KPAID tidak jelas apa kewenangan pusat atau daerah. Begitu pula, pembiayaan juga tidak jelas. Termasuk tidak jelas apa yang harus dilakukan. KPAID juga dinilai bergaya LSM dan sering berseberangan dengan SKPD. Ida Ayu Made Gayatri, mahasiswa Program Doktor Kajian Budaya Unud menegaskan, jangan jadikan isu anak menjadi politis tanpa menjawab pertanyaan mendasar dalam dua kali pertemuan di DPRD Bali. “DPRD belum menyerahkan naskah akademik yang perlu direvisi. Naskah akademik yang diajukan pada pertemuan kedua di DPRD Bali, telah kami pelajari, data kekerasan 150 anak yang diajukan LPA tidak dapat dijadikan dasar argumentasi ilmiah. Masih banyak kasus yang ditangani P2TP2 yang menyatakan kewalahan menangani persoalan kekerasan. LBH Bali yang menangani anak berhadapan
dengan hukum berkenan membantu pula. Apakah aspirasi mereka sudah diakomodir? Naskah akademik dapat memberikan oerientasi dan tujuan pembentukkan raperda anak. LBH Bali telah mengajukan pertanyaan dua kali, pendekatan perlindungan anak Bali yang seperti apa yang diharapkan dari DPRD Bali. Apakah preventif, proaktif atau apa? Sehingga dengan mengetahuinya maka raperda ini akan lebih fokus dan dapat digunakan sebenar-benarnya untuk kepenting an pelaksanaan di lapangan,” kata Gayatri.
sampai perda ini dibuat dan mandul. Kita perlu sistem siapa yang bertanggungjawab dalam menjalankan perda ini,” tegasnya. Budawati dari LBH Apik Bali menilai, kinerja aparat kepolisian sudah sangat bagus dalam merespons, namun, sangat berbeda ketika di tingkat kejaksaan dan kehakiman. “Belum ada sistem peradilan anak di pengadilan negeri. Ironisnya, ketika terjadi kasus seksual terhadap anak, masyarakat hanya bisa mencari siapa yang akan mengawini agar tidak leteh, tanpa berpikir jangka panjang akan masa masa depan si anak,” kata Budawati. Nengah Arjawa dari DPRD Gia nyar mengatakan, melihat dari kasus seksual yang terjadi di Gianyar, setelah dicek, ternyata sekolah tidak memperbolehkan mereka kembali ke sekolah. “Ada satu anak, yang hanya ikut mencium, masa depannya hancur karena harus dikeluarkan dari sekolah. Solusi dari masalah ini belum ada,” kata Arjawa. Menurut Prof. Wirawan dari tim pengkaji Raperda Perlindungan Anak, dengan dibuatkan perda akan melegalisasi, siapa lembaga pelaksana, termasuk pembiayaan. “Kalau tidak ada perda, tidak ada dana untuk pembiayaan prasarana dan sarana perlindungan anak. Perda itu tidak mengatur, kalau mengatur itu ranahnya UU. Perda hanya mencantumkan sanksi pelanggaran. Sudah disebutkan dalam Pasal 32 ayat 1, sanksi berupa pidana kurungan paling lama enam bulan atau denda paling banyak denda Rp 50 juta. Dalam ayat 3, juga sudah dijelaskan, selain sanksi ayat 1, dapat dikenakan sanksi sesuai UU yang berlaku. Tidak semua dapat dimasukkan ke dalam perda. Yang lebih detail akan dilanjutkan dengan Peraturan Gubernur. Untuk itu, diperlukan koordinasi antara SKPD terkait, baik itu dinas pendidikan, dinas sosial, dll,” jelasnya. Ka. Biro Hukum Sekda Prov. Bali I Wayan Sugiada mengatakan, perda dapat dibuat badan eksekutif dan legislatif. Untuk Raperda Perlindung an Anak kebetulan diinsiasisi DPRD Bali. Tugas eksekutif memberi sanggahan, menyangkut aspek hukum, sosiologi, dan fisiologi. Ia menilai, dari aspek hukum sudah sesuai dengan UU. Sementara aspek fisiologinya, apa dampak bagi lingkungan. Begitu juga, aspek sosialogisnya, bagaimana nilai-nilai yang hidup di masyarakat. “Para masyarakat yang hadir dalam seminar ini wajar saja memberi usulan-usulan demi penyempurnaan. Untuk hal detil nanti diatur dalam peraturan gubernur,” ujarnya. –Wirati Astiti
Suasana seminar di Ruang Sidang DPRD Bali, Rabu (28/5)
VISUM PSIKOLOGI Ia menambahkan, pada gagasan kabupaten dan kota layak anak disebutkan sebagai model pembangunan. Model pembanganan apa yang dimaksudkan, pembangunan SDM atau pembangunan fisik pendukung? Apa yang dijadikan indikator kota layak anak? “Wacana KPAID muncul dalam raperda ini menurut saya cukup aneh dan terkesan politis. Terkait dengan ide KPAID ini saya rasa DPRD perlu menjelaskan urgensinya, mengingat lembaga ini pernah “dibunuh” beberapa tahun lalu. Yang lebih menarik, nama KPAID dalam raperda ini sekadar dicantelkan tanpa penjelasan yang lugas mengenai ruang lingkup kerja dan masalah kordinatif. Urgensi pembentukkan kembali KPAID tentu harus melalui kajian akademis terlebih lagi realitasnya telah diajukan, sehingga tidak menjadi wacana politis, iming-iming agar raperda yang tidak jelas ini menjadi goal sebagai perda,” tandas Gayatri. Ipung dari P2TP2 Kota Denpasar menyatakan, bagaimana mungkin menjerat pelaku, korban tidak berani melapor, apalagi dipatahkan dengan tidak adanya visum psikologi? “Jangan
D AYA C I P TA
18
Dari Sampul Undangan hingga Gerbang Tempat Resepsi Komang Diktat
“S
aya tidak tahu pasti kapan dan siapa pecetus prewedding photo graphy, tapi dari beberapa informasi yang saya dapat dari buku maupun di internet, prewedding mulai muncul dan berkembang pesat tahun 1990-an seiring dengan pesatnya dunia fotografi di Tiongkok,” ujar Diktat. Pria kelahiran Nusa Lembongan, 15 Juni 1985 ini menambahkan, tujuan dari kebanyakan prewedding adalah memotret calon pengantin untuk keperluan detil perkawinan, seperti sampul surat undangan, standing foto memasuki gerbang tempat perkawinan
Pasangan yang akan melaksanakan perkawinan, ada yang sudah mempersiapkan foto mereka untuk dijadikan pemanis kartu undangan atau dipajang di tempat resepsi. Foto sebelum perkawinan atau sering disebut prewedding photography ini ternyata memberi imbas bagi para fotografer. Mereka pun memberikan jasa prewedding photography. Salah satunya Komang Diktat. (resepsi) dan sebagainya. Semuanya diatur dalam pose sepasang pengan tin yang sedang berbahagia, dengan berbagai konsep. “Di Eropa atau Amerika tidak mengenal istilah prewedding photog raphy, melainkan wedding photograpy. Prewedding sering di sebut engagement photo,” imbuhnya. Perkembangan prewedding photography yang sangat pesat akhir-akhir ini seiring dengan perkembangan teknologi digital kam era, prewedding seakan jadi kebutuhan wajib bagi calon pengantin. Pemilik sekaligus fotogfarer Dik
tatphotography ini mengatakan cus tomer prewedding tentu saja dari calon pengantin yang akan segera ke jenjang perkawinan. Bahkan mereka sering photo shoot prewedding jauhjauh hari sebelum acara perkawinan mereka. Kebanyakan yang melakukan prewedding dari Tiongkok, Singapura, Malaysia, Hongkong, dan Indonesia Bagi dunia fotografi, hal ini tentu saja memberikan imbas. “Selain bisa menyalukan hobi memotret dan dikerjakan secara profesional, prewed ding bisa menjadi bisnis dan mem buka lapangan pekerjaan sendiri,”
ujar fotografer yang pernah menjadi pembicara di acara Teman Sharing seminar photography, Denpasar 2013 dan narasumber sharing dan pemotretan The Balinese Beauty di Perhimpunan Fotografi Bali (PFB ), Denpasar 2014. Diktat menuturkan, awalnya ia kuliah jurusan desain grafis. Salah satu mata kuliahnya fotografi. “Waktu itu saya belum punya kamera dan saat ada tugas praktek fotografi saya meminjam kamera saku dari sepupu saya. Saat itulah saya mulai tertarik belajar banyak dari teman, buku/ majalah foto, internet, mengikuti seminar fotografi dan pelatihan di studio photo. Setelah tamat kuliah saya langsung melamar kerja di studio dan rental photography. Dari tempat saya bekerja saya belajar lebih banyak lagi karena berkesempatan menjadi assistent lighting dan berkesempatan belajar dan bertanya secara langsung dengan fotografer yang sudah berpen
Contoh foto prewedding
galaman. Tahun 2010 saya dibelikan kamera DSLR untuk pemula oleh kakak saya, mulai sejak itu saya sering ikut hunting foto, dan mulai dipercaya sebagai second shooter dari teman yang sudah lama di wedding photogra phy. Dari hasil itu saya bisa membeli kamera DLSR profesional dan me mutuskan saya ingin menjadi wedding photographer yang profesional. Tahun 2013 saya memutuskan untuk terjun total di wedding photography dan mulai membuat web photography -www. diktatphotography.com,” ujar peraih penghargaan World Best Wedding Photography The 2014 Best of the Best Engagement Photos, Junebug Weddings ini. Diktat mengakui dirinya baru mulai belajar di era kamera digital ini jadi ia sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi fotografi saat ini. Saat pemotretan bisa langsung melihat hasil jepretan di kamera. Hasil jepretan pun bisa diedit lagi di komputer dan sekarang begitu banyak software photo editing. Ia pun membagikan kiat sebelum melakukan pemotretan prewedding. “Persiapan sebelum pemotretan prewedding ya seperti biasa bertemu dulu dengan calon klien membicarakan konsep dan lokasi prewedding. Setelah konsep dan lokasi ditentukan baru saya mengatur waktu yang tepat melakukan prewedding di masing-masing lokasi yang telah ditentukan dan alat-alat apa saja yang perlu disiapkan mulai dari lensa, lighting dll,” paparnya. Diktar berharap semoga perkem bangan fotografi makin bagus dan maju. Bagi fotografer semoga bisa menghargai karyanya sendiri dan memperkenalkan potensi daerahnya masing-masing lewat foto, sehingga fo tografi bisa dinikmati oleh masyarakat luas. –Ngurah Budi
Prinsip Latihan Beban Paling Efektif (2)
Tekanan dan Pertumbuhan Stres atau tekanan (yang muncul dari beban) adalah stimulus atau rangsangan untuk pertumbuhan otot. Ialah yang membuat pertumbuhan otot terjadi. Setiap pemula akan secara tipikal mengalami pertumbuhan otot yang cepat dengan beban ringan karena beban ringan sudah merupakan stres atau tekanan untuk tubuh yang tak pernah dilatih. Begitu tubuh menjadi terbiasa dengan stres tersebut, tubuh sudah beradaptasi (menyesuaikan diri), dan pertumbuhan otot akan menjadi berhenti. Untuk tetap mengalami pertumbuhan otot, stres baru harus diperkenalkan kepada tubuh, dalam hal ini adalah beban yang lebih berat harus digunakan untuk menjadi rangsangan bagi pertumbuhan otot selanjutnya. Pemula sering melakukan kesalahan dengan me nambah repetisi atau macam latihan tanpa berusaha terlebih dahulu meningkatkan beban latihan yang su dah mereka lakukan. Menambah lebih banyak macam latihan hanya akan menguras energi dan kemampuan pulih, dan membuat peningkatan stress (beban) pada latihan yang sudah ada menjadi mustahil. Setelah me nguasai teknik gerakan yang benar, pemula harus mulai mencoba menggunakan beban yang lebih berat pada latihan-latihan yang sudah mereka gunakan tanpa harus menambah macam latihan.
Pada tahun 1940-an, seorang ilmuwan Swedia bernama Hans Selye memformu lasikan sebuah teori mengenai stres dan bagaimana tubuh menyesuaikan diri terhadap stres. Kebanyakan dari karyanya bisa den gan mudah diterapkan dalam latihan untuk membangun otot. Teorinya tersebut dikenal dengan nama Sindrom Adaptasi Umum (Gen eral Adaptation Syndrome). Teori tersebut me nyebutkan bahwa tiap stres bisa memiliki efek yang nyata pada tubuh. Stres adalah sesuatu yang bisa mengganggu keadaan homeostatis: keseimbangan tubuh sehari-hari. Stres tersebut bisa saja dalam bentuk virus, flu, pekerjaan yang melelahkan di kantor, ribut dengan pasangan, atau dalam kasus fitness, latihan. Tiga reaksi yang terjadi dengan tiap stres yang besar: tahap peringatan, tahap membangun penolakan, dan tahap kelelahan. TAHAP PERINGATAN adalah respon awal pada penyebab stres. Secara fisik, tubuh bereaksi pada stres dengan gejala yang timbul karena permintaan dari stres. Seorang yang mengalami stres yang luar biasa di tempat kerja dan di rumah bisa saja terkena jerawat, rambut yang menipis, atau berkeringat lebih banyak. Stres pada praktisi fitness pemula adalah beban yang digunakan. Tekanan ini akan menimbulkan gejala kelelahan, rasa pegal yang luar biasa, dan pada awalnya juga terjadinya sedikit peningkatan pada kekuatan. TAHAP MEMBANGUN PENOLAKAN (yang juga dikenal sebagai tahap PERBAIKAN) adalah tahap di mana tubuh beradaptasi dengan stres. Tanda-tanda dari seperti rasa pegal luar biasa sudah mulai surut seiring usaha tubuh untuk pulih dan beradaptasi dengan stres. Pada saat inilah otot beradaptasi dengan latihan yang ditekankan padanya
9 - 15 JUNI 2014
9 - 15 JUNI 2014
dan otot mulai tumbuh. Di sinilah di mana Anda harus pintar mengatur kemajuan fisik sesuai dengan kemampuan untuk bisa mencapai kesuksesan jangka panjang. Ingatlah bahwa sebelumnya saya mengutarakan bahwa membangun fisik dan otot adalah suatu proses yang lambat. Apabila latihan Anda tidak progresif, maka Anda tidak mungkin mendapatkan pertumbuhan otot sama sekali! Stres latihan harus selalu diubah dan ditambah seiring waktu untuk se lalu merangsang tubuh tetap beradaptasi dan menghindari homeostatis. Untuk membangun otot, stres latihan harus bertahap untuk memungkinkan tahap membangun penola kan ini terjadi. Melakukan latihan yang sama berulang-ulang dengan beban dan repetisi yang sama adalah protokol latihan yang tidak mungkin menghasilkan pertumbuhan otot yang maksimal, karena tubuh akan dengan cepat ber adaptasi sepenuhnya pada stres yang diberikan kepadanya. Meskipun konsistensi latihannya sudah baik, tetapi stresnya harus berubah untuk memungkinkan tubuh masuk ke dalam tahap membangun penolakan ini dan mengalami pertumbuhan maksimal. TAHAP KELETIHAN adalah tahap yang harus di hindari oleh semua praktisi fitness. Tahap ini adalah tahap di mana tubuh tidak mampu lagi untuk menghadapi stres yang diterima. Tahap ini adalah juga tahap di mana per tumbuhan otot menjadi mustahil. Stres yang terlalu ber lebihan menyebabkan tubuh gagal masuk ke dalam tahap penolakan (pertumbuhan otot). Alih-alih mendapatkan pemulihan otot dan energi yang maksimal, tubuh menyerah dan akhirnya jatuh sakit. Kesakitan ini bukanlah rasa sakit yang kita pikirkan akan terjadi seperti terbaring di tempat tidur. Sakit ini digambarkan sebagai ketidakmampuan tubuh untuk pulih dari keletihan dan membangun otot, mudah lelah, dan bahkan mengalami penyusutan massa otot.
life
story
Mimpi yang tak Terwujud Seharusnya Arlita (17), bukan nama sebenarnya, masih menikmati masa remaja dengan leluasa. Bergaul dengan sesama rekan sebaya, belajar hingga bercanda bersama dalam suasana nyaman dan aman. Mungkin itu hanya bisa dirasakan oleh remaja lainnya yang hidup berkecukupan tapi tidak oleh Arlita yang sejak kecil kekurangan. Di usianya yang baru remaja itu ia malah “dijebak” dalam hingar bingar dunia kafé yang penuh dengan hura-hura.
L
ebih dari setahun yang lalu, berbekal izin dari orangtua yang juga ter giur dengan janji gaji besar yang akan diperoleh anaknya itu, Arlita terbang dari Jawa Barat untuk mengejar mimpi akan perbai kan kehidupan ekonomi hingga ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Meski usianya masih tergolong anak-anak, Arlita bertekad untuk bekerja demi mendapatkan penghasilan yang layak. Pekerjaan yang diidamkannya tentulah pekerjaan yang dapat menghasilkan uang banyak dan aman bagi dirinya. Ketika tawaran itu datang, betapa ia senang karena akhirnya mimpi itu akan terwujud. Bagaimana tidak, ketika se orang perempuan mengajaknya bekerja di sebuah restoran dengan janji gaji empat hingga lima juta rupiah sebulan, angan-angan akan kehidupan yang baik itu menari-nari di pelupuk matanya. Di matanya gaji itu sangatlah besar. Belum lagi ia diberikan tambahan berbagai fasilitas gratis seperti tiket gratis, baju gratis, biaya kesehatan, makan, salon maupun fitness. Arlita tidak berpikir tentang profil dirinya yang masik anakanak dengan kemampuan dan kapasitas yang dimiliki. Pantaskah ia mendapatkan gaji demikian besar? Restoran kelas apakah yang mau menggaji anak-anak dengan kemampuan “kencur” seperti dirinya? Bujuk rayu dan iming-iming perem puan yang biasa dipanggil Mamah (sa maran) itulah yang membuat anak yang tak memiliki pengalaman ini terlena, mabuk membayangkan gaji besar di depan matanya. Karena itulah, di awal tahun 2013 lalu, dari kampung halaman nya di Jawa Barat, ia pun dibawa oleh Mamah ke Lombok untuk “mengejar” mimpinya. Rupanya saat itu, Arlita tidak datang sendirian melainkan Mamah juga merekrut gadis lainnya juga usianya sebaya dengan Arlita. “Saat tiba di Lombok mereka bukannya disiapkan untuk bekerja di restoran melainkan langsung di bawa ke sebuah kafe yang berada di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat. Apa yang dijanjikan tidak sesuai dengan harapan dan di tempat ini mereka justru di pekerjakan sebagai PS (Parnert Song),” kata Beauty Erawati, Direktur Eksekutif LBH APIK NTB. Lembaga inilah yang akhirnya memberikan per lindungan bagi Arlita dan rekannya ketika mereka berdua melarikan diri dari kafe tersebut. LBH APIK NTB jugalah yang mendampingi mereka
sebagai penasehat hukum selama kasus ini berjalan. Ketika pertama kali bekerja di sini, Arlita dan rekannya diminta untuk me nandatangani kontrak kerja yang tidak dipahaminya termasuk ada klausula yang menyebutkan bahwa ia harus membayar jutaan rupiah apabila korban hendak pulang sebelum masa kontrak berakhir. Pihak pemilik hiburan malam dan Mamah sendiri yang ikut hadir saat itu tidak menjelaskan apa-apa tentang hal ini. Kaget jelaslah dirasakan Arlita dan rekannya. Fasilitas gratis yang dijanjikan itu hanyalah bualan belaka. Karena bersama pekerja PS yang lain ia hanya mendapatkan tempat tinggal atau mess gratis, sedangkan tiket pesawat, baju untuk bekerja, biaya makan, salon dan fitness yang dijanjikan itu rupanya akan dipotong dari gaji Arlita seperti para pekerja PS yang lain. Kecewa tentu saja. Namun, untuk menolak tidaklah mungkin. Mereka datang dari jauh. Jangankan memiliki sanak famili di sini, ia bahkan tidak mengenal siapa-siapa. Arlita juga tidak kenal dengan daerah yang baru saja ia datangi ini. Ia hanya mengenal Mamah. Nasi sudah menjadi bubur, da lam waktu cepat, pikiran anak-anak Arlita tidak sampai menjangkau ren cana-rencana melarikan diri atau memberontak melainkan dengan terpak sa mengikuti saja “nasib” yang disodorkan Mamah pada mereka. Arlita dan rekannya pun menjalani pekerjaan sebagai PS, sebuah peker jaan yang jauh dari anganangannya. Arlita tidak terima dirinya bekerja di tempat seperti ini, tem pat yang baginya banyak maksiatnya namun ia tak mampu melawan situasi di luar kemampuannya ini. Tiap malam ia ha rus mendampingi lakilaki yang mencari hiburan dengan berkaraoke dan minum minuman keras serta bersiap untuk “na kal” padanya. Menghindar sungguhlah tak mungkin karena pekerjaan ini telah menugaskannya untuk
Suasana di Senggigi
melayani kehendak tamu. Rasa takut, risih dan malu serta menyesal ber kecamuk dalam dirinya yang tidak bisa berbuat apa-apa kecuali pasrah. Bagaimana tidak, ketika bekerja ia diminta mengenakan pakaian yang serba pendek dan seksi dan me reka yang harus melayani para tamu yang berkunjung ke tempat hiburan tersebut. “Yang paling menyakitkan dari cerita Arlita, mereka sering kali mendapatkan pelecehan seksual dari para tamu yang ditemaninya,” kata Ida Md Kartana, Koordinator Program Anak, LBH APIK NTB. Tidak hanya itu, bahkan ada dari beberapa tamu tersebut yang sudah mabuk merayu, bahkan tidak segansegan untuk meraba tubuh Arlita. Menurut Kartana, dalam menjalankan pekerjaannya itu, Arlita harus me nemani tamu bukan hanya untuk
berkaraoke tetapi juga menemani tamu yang minum minuman keras juga berjoget. Dengan pakaian yang minim yang diberikan sebagai seragam kerja itu membuatnya sering mendapatkan pelecehan secara seksual dari tamutamu yang datang, seperti dipegangpegang payudaranya, lalu dicium pipi dan bibirnya. Hal ini sangat membuat Arlita menjadi bertambah kecewa. “Ia juga harus bekerja dari pukul 20.00 hingga 03.00 sampai-sampai ia sempat jatuh sakit. Arlita pernah melaporkan ke jadian tersebut kepada Mamah namun itu dianggap suatu hal yang biasa,” kata Beauty. Mamah selalu mengatakan bahwa semua karyawan yang bekerja di tempat itu harus seperti itu. “Karena merasa tidak kuat dengan perlakuan tersebut akhirnya Arlita dan rekannya melarikan diri dengan alasan
7
untuk pergi ke salon,” lanjut Beauty. Pikiran melarikan diri itu muncul karena Arlita sudah tidak tahan lagi menang gung penolakan dalam dirinya untuk melanjutkan pekerjaan itu. Arlita dan rekannya itu pun bersepakat untuk kabur dari kafe tersebut. Meski tak mengenal siapa-siapa dan tidak tahu arah mana harus melarikan diri, ia pun nekad melarikan diri dengan alasan hendak ke salon. Beruntungnya ketika mereka melarikan itu bertemu dengan seorang satpam yang kemudian membantunya serta akhirnya melapor dengan meng hubungi aparat kepolisian Lombok Barat. “Saat mereka lari dari kafe tersebut pihak kafe terus mencari dan mengancam Arlita dan sampai akhirnya mereka harus disembunyikan di sebuah hotel,” ujar Kartana. Keduanya merasa ketakutan dan ingin secepatnya pulang ke Jawa Barat. Mimpi-mimpi mereka sebelumnya untuk mendapatkan uang banyak dari bekerja di restoran pun tak pernah terwujud. Ketika Arlita berada di per sembunyian itulah, pihak Polres Lom bok Barat menghubungi LBH APIK NTB untuk melakukan pendampingan terhadap ia dan rekannya. Karena keta kutan dan ingin pulang maka keesokan harinya Arlita dan rekannya itu dipu langkan ke daerah asalnya di Jawa Ba rat. Perjalanan kasus ini terbilang alot, berbagai tantangan dihadapi namun LBH APIK NTB hingga kini masih terus berjuang untuk mendapatkan keadilan bagi Arlita dan rekannya itu. -Naniek I. Taufan
8
BUNDA & ANANDA
9 - 15 JUNI 2014
Jangan hanya Main Game
Libur telah tiba, libur telah tiba.. Hore..Hore..Horee… Begitulah salah satu penggalan syair lagu “Libur Telah Tiba” yang menggambarkan sukacita anak-anak menghadapi liburan.
L
iburan adalah masa dimana orangorang meluangkan waktu yang bebas dari pekerjaan ataupun kegiatan sekolah. Bagi pelajar hari libur biasanya terjadi pada akhir semester dan juga pada hari raya besar. Liburan tentu saja sangat dinantikan bagi hampir semua orang sebagai suatu bentuk untuk menyegarkan pikiran dan kondisi fisik setelah melaksanakan pekerjaan ataupun sekolah. Yang paling
lau liburan soalnya bisa main game yang kalau hari sekolah waktu mainnya tidak selama pada saat liburan,” ucap anak SD ini. Saat liburan juga saat bagi orangtua untuk menghabiskan sedikit waktu lebih lama bersama anaknya. Tidak terkecuali bagi Ni Wayan Eka Prastini. Ibu tiga orang anak ini biasanya mengajak anaknya yang masih SD untuk berlibur ke kampung halaman. “Biasanya kalau liburan diajak ke kampung. Selain untuk sem-
menantikan liburan tentu saja anak-anak pelajar salah satunya anak SD. Sekolah Dasar (SD) merupakan suatu jenjang awal belajar formal setelah TK dan Play Group. Tentu saja pembelajaran di SD tidak sepenuhnya bermain, apalagi saat ini anak-anak SD sudah melakukan Ujian Sekolah tingkat provinsi yang tentu saja secara tidak langsung membenani pikiran mereka. Maka dari itu mereka memerlukan suatu waktu untuk melepaskan penat dalam bentuk liburan. Liburan sangat dinantikan bagi anak-anak. Tak terkecuali anak SD. Banyak hal yang biasanya dilakukan anak-anak SD untuk mengisi liburan mulai dari bermain di sekitar rumah hingga berlibur bersama keluarga. Begitulah sekiranya yang sering dilakukan oleh Komang Yoga Mahendra. “Biasanya liburan di rumah main game, main layangan sama teman-teman dan juga les gender,” ungkapnya. Bagi Yoga, liburan merupakan waktu yang sangat menyenangkan. Maka dari itu, ia tidak pernah bosan setiap menghabiskan liburan. Hal ini dikarenakan ia sangat menikmati waktu liburan untuk menyegarkan otak setelah lama menghabiskan waktu belajar di sekolah. “Gak pernah bosan ka-
bahyang karena kebetulan bertepatan dengan hari raya Galungan dan Kuningan dan juga untuk menikmati keadaan kampung yang berbeda dengan di kota Denpasar,” ujarnya. Selain mengajak berlibur, ada beberapa orangtua yang tetap mengingatkan anaknya untuk tetap belajar. Begitu pula yang diterapkan oleh Eka Prastini. Ia tetap mengingatkan anaknya untuk paling tidak tetap membaca buku walaupun liburan. “Tetap disuruh belajar paling gak ya baca-baca buku untuk menambah pengetahuan,” ungkap Eka. Walaupun dibebaskan bermain apa saja selama liburan, sebagai orangtua tetap memberikan batasan waktu agar tidak terus bermain dirumah. “Biasanya kalau sudah menjelang petang atau yang sering disebut sandi kala ya berhenti main di luar dan harus pulang ke rumah,” tegasnya. Salah satu sekolah yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk rehat setelah ujian adalah SD Cipta Dharma, Denpasar. Sekolah ini bahkan menggelar pentas seni yang bertema “Melalui Pentas Seni Budaya Kita Menumbuhkan Karakter untuk Menyongsong Era Globalisasi”. “Kami memberi wadah penyaluran kreativitas siswa melalui
Dr. I Made Rustika, M.Si.,Psi.
pentas seni ini. Setelah suntuk belajar dan menempuh ujian, kini saatnya mereka menunjukkan kreativitasnya,” ujar Kepala SD Cipta Dharma N. Mulyathi, S.Pd, M.Psi. Pentas seni ini juga bertujuan menumbuhkan keberanian siswa untuk tampil di depan umum. Selain itu, ajang ini juga menjadi tempat bagi siswa untuk berkompetisi secara sehat. Masing-masing anak atau tim yang tampil akan berusaha sebaikbaiknya untuk menghibur penonton. “Pentas ini tidak hanya melibatkan siswa dan sekolah, orangtua juga turut memberi dukungan. Bagi orangtua ini merupakan kesempatan untuk memberi penghargaan kepada anak yang sudah belajar baik kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler,” tandas Mulyathi. Pentas seni yang dibuka Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra ini merupakan pentas seni yang ke-10. REKREASI BERSAMA Dalam psikologi manfaat dari liburan bagi perkembangan ada itu sangat banyak. Begitulah yang dikatakan oleh Dr. I Made Rustika, M.Si.,Psi. Waktu liburan bermanfaat sebagai refreshing atau penyegaran diri bagi anakanak yang sudah jenuh terhadap kondisi pembelajaran di sekolah. Liburan inilah merupakan hal penting untuk menjalin hubungan
yang lebih erat antara orangtua dan anak. “Pada liburan inilah orangtua perlu meluangkan lebih banyak waktunya untuk rekreasi bersama. Orangtua harus memberikan kesempatan bagi anak untuk mengemukakan pendapatnya untuk menghabiskan liburan bersama. Keadaan inilah yang mampu memberikan dampat positif bagi anak-anak terutama anak usia dini. Apalagi jika liburan diisi dengan hal positif maka psikologis anak-anak baik,” ungkap dosen Program Studi Ilmu Psikologi Universitas Udayana ini. Berbagai jenis liburan tentu saja dapat dipilih oleh anak, tetapi yang paling efektif adalah rekreasi antara anak dan orangtua. Rekreasi antara orangtua dan anak sangat penting untuk tetap menjalin komunikasi. Jika komunikasi antara orangtua dan anak baik maka pola asuh anak itu pula baik. “Penting bagi orangtua untuk meluangkan sedikit waktunya bersama anak. Pola asuh subdemokratif penting dikembangkan oleh orangtua karena dengan pola asuh tersebut orangtua dapat mendengarkan pendapat anak mengenai keinginan untuk berlibur. Anak dan orangtua dapat menikmati liburan bersama. Perlu juga orangtua mengajak anaknya
untuk berlibur ke tempat yang dapat menumbuhkan empati bagi anak seperti panti asuhan. Empati yang berkembang baik tentu saja bisa menguatkan kecerdasan emosional,” ujarnya. Saat ini, rekreasi bersama ke-
luarga sudah jarang dilakukan lagi. Entah karena orangtua yang sibuk ataupun dengan alasan lainnya, anak lebih sering menghabiskan liburan di rumah. Ternyata dalam ilmu psikologi, anak yang hanya menghabiskan waktu liburan di rumah memberikan pengaruh yang berbeda dengan anak yang menghabiskan liburannya dengan rekreasi ke luar rumah. “ Anak SD itu perlu aktivitas fisik tidak hanya diam di depan komputer saja misalnya. Dampaknya kurang bagus. Karena anak SD itu perlu bergerak, pergerakan inilah perlu bagi perkembangan fisik seperti otot-ototnya. Berbeda dengan anak SD yang bergerak. Jadi perlu ada variasi, boleh diam di rumah saja duduk main game tapi perlu diselingi dengan rekreasi ke tempat hiburan,” ujar Rustika. Mengenai perlu tidaknya anak SD belajar saat liburan, dosen Psikologi ini mengatakan kurang sependapat. Menurutnya waktu liburan harus dimanfaatkan benarbenar bebas dari tekanan tugastugas. “Menurut saya kurang, makanya saya kurang setuju jika sekolah memberikan tugas sekolah pada saat belajar. Bagaimana anak bisa refreshing jika terus dibebani oleh tugas-tugas. Manusia itu kan perlu istirahat agar
sehat. Ibaratnya orang sehat perlu gizi, nah mental agar sehat juga perlu gizi, jadi gizi bagi mental itulah liburan,” tegasnya. Hal terpenting dalam liburan bagi anak SD adalah peranan orangtua dalam menghabiskan waktu bersama. “Jadi saran saya untuk orangtua yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan lupa terhadap anaknya adalah orangtua harus merenung bahwa apasih yang dicari dalam hidup? Itu yang harus direnungi dahulu oleh orangtua. Apa gunanya mengumpulkan kekayaan tapi anak malah terjerumus ke hal negatif seperti pencandu narkoba, minum-minuman keras dan lain sebagainya, jadi sama saja bohong. Mudahmudah dengan merenung itu, orangtua mengubah pemikirannya untuk menghabiskan waktu bersama orang tua,” ujar pria asal Tabanan ini. -Hemma
G R I YA
9 - 15 JUNI 2014
17
Beragam Pilihan Palem Hampir di tiap ruas jalan besar, di perkantoran, hotel, maupun di rumah-rumah pribadi, bisa kita dapati pohon palem. Pohon-pohon palem ini memiliki berbagai jenis dan ukuran. Tergantung kepentingan kita.
T
anaman hias dari keluarga Araceceae (Palmae) disebut sebagai kaum bangsawan dari Kerajaan Tanaman. Pohon ini kerap dimanfaatkan sebagai tanaman peneduh atau penghias jalan. Umumnya pilihan jatuh pada jenis palem yang pertumbuhannya besar, seperti palem raja, palem putri, palem sadeng, dll. Namun, jika difungsikan sebagai vocal point di taman, jenis palem botol dan palem bismax sering menjadi pilihan karena bentuknya yang cantik menawan. Ada juga yang memilih jenis palem merah atau palem kuning yang mencari keindahan lewat warna batangnya. Banyak jenis palem lain yang bisa menjadi pilihan, seperti palem tupai dan palem jepang. Namun, menurut Yeyen, di
Palem Sadeng
antara palem-palem itu, jenis yang paling mahal adalah palem bismark. Daun palem ini berbentuk kipas. Palem bismark ini ada dua jenis, yang berdaun hijau dan perak (silver). Palem bismark hijau dengan ketinggian batang 50 cm dihargai Rp 8 juta, sementara yang silver mencapai Rp 16 juta. “Kalau yang lebih tinggi lagi, tentunya lebih mahal,” ujar pria asal Malang, karyawan Stan Bunga Flamboyan di kawasan Krobokan Denpasar ini. Sedangkan palem putri dengan ketinggian batang 2 m dihargai hanya Rp 900 ribu. Pohon-pohon palem ini dikatakannya dipasok dari Pulau Jawa dan Kalimantan. Jenis palem sadeng didatangkan dari Jember, palem kuning dari Kediri, palem merah dari Jakarta dan Kalimantan, palem bismark dari Jakarta, dan palem komodoria (chamaedorea) dari Malang. Yeyen mengatakan dalam sebulan rata-rata ada delapan pohon palem yang terjual. Yang paling banyak diminati adalah jenis palem putri dan palem sadeng yang menurut pengakuan konsumen akan ditempatkan di vila dan hotel. Pohon palem yang pertumbuhannya tinggi umumnya ditempatkan di luar ruangan (outdoor). Ada pula jenis palem yang cocok ditempatkan dalam ruangan (indoor), salah satunya palem komodoria. “Palem ini yang paling cocok ditempatkan di dalam ruangan karena batangnya kecil-kecil,” ujar Yeyen, salah seorang tukang kebun di Stan Bunga Flamboyan di
Palem Bismark
kawasan Krobokan, Denpasar. Tak banyak stan bunga yang menyediakan jenis palem ini. Dalam satu rumpun pohon palem komodoria, rata-rata berisi empat batang. Palem komodoria setinggi 1 meter ini dihargai Rp 150 ribu. “Karena ditempatkan di dalam ruangan, apalagi ruangan ber-AC, penyiramannya cukup sekali sehari,” imbuhnya. Pohon palem adalah tanaman tropis dan subtropis sehingga selama pertumbuhannya diperlukan penyinaran matahari penuh. Namun, menurut Yeyen pada waktu perkecambahan dan pembibitan sebaiknya jangan terkena sinar matahari langsung. Pohon ini memerlukan suhu udara 25-33 derajat C, dan masih tumbuh baik di luar kisaran suhu udara tropis tersebut. Pohon palem tumbuh bagus di media tanah yang mengandung pasir. Selain itu, yang perlu diketahui, akar tanaman ini tidak menyukai genangan air. “Namun, perlu banyak air ketika baru ditanam untuk pertumbuhan akarnya. Bisa disiram dua kali sehari, pagi sore,” imbuhnya. Palem ini dapat tumbuh mulai dari daratan rendah sampai ke daratan tinggi. Palem adalah tanaman hias yang bersifat kosmopolitan, keberadaannya ditemukan di daerah tropis dan subtropis, di dataran rendah dan tinggi, di pegunungan dan di pantai, di tanah yang subur dan gersang.
JENIS PALEM Dari beberapa jenis palem, yang sering ditemui adalah jenis palem raja, palem putri, palem botol, palem merah, dan palem waregu. Palem raja, dikenal dengan royal palm karena bentuknya yang menawan dengan batang yang kokoh, daun yang hijau dan segar. Pelepah yang rontok akan meninggalkan bekas lingkaran atau garis berwarna abu-abu putih. Tinggi tanaman mencapai 25-30 m. Jenis yang banyak ditanam adalah palem raja Kuba. Palem putri, sekilas bentuknya seperti palem raja, daun yang lebih lebar dan warna lebih hijau. Tanaman ini berasal dari Madagaskar, banyak dimanfaatkan sebagai penghias pinggir jalan atau tanaman pot. Palem botol, disebut demikian karena batang bawahnya menggelembung dan batang atas menyempit sehingga mirip bentuk botol. Pertumbuhan lambat, tajuknya sempit sehingga tidak memerlukan tempat yang luas. Palem merah, disebut juga sebagai pinang merah dan merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh di hutan rawa dataran rendah sampai 500 m dpl. Keistimewaannya terletak pada pelepah dan tulang daun yang merah menyala. Untuk mempertahankan warna
Palem Komodoria
merah, palem ini ditanam di tempat yang terik. Palem waregu merupakan tanaman hias yang dapat ditanam di luar maupun di dalam ruangan atau juga sebagai penghias taman. Sosok tanaman yang kokoh, gagah, anggun, dan indah merupakan beberapa alasan mengapa palem waregu digunakan sebagai tanaman hias. Nilai tambah yang lain adalah perawatan yang mudah, nuansa khas daerah tropis, dan tahan terhadap perubahan cuaca. –Inten Indrawati
Palem Putri
PELESIR
16
9 - 15 JUNI 2014
DARA
9 - 15 JUNI 2014
Terapi Bebas Rokok
Susuri Kota Tua Malaka Serasa di Eropa Malaka merupakan kota tua yang elok di pandang, apalagi untuk dikelilingi. Peninggalan bangunan bersejarah dengan arsitektur Eropa kuno yang indah menjadi saksi sejarah panjang kota ini. Saya berkesempatan menelusuri kota Malaka selama dua hari saat berkunjung ke Singapura.
Bahaya asap rokok dengan ribuan zat kimia berbahaya yang terkandung di dalamnya sudah sering disampaikan kepada masyarakat. Namun, jumlah para perokok tidak juga berkurang. Suasana Workshop Penulisan Isu Rokok
Remaja Peduli KTR S
R
The Red Building
K
Miniatur kapal Hangtuah di Pusat Kota Malaka
ota Malaka dapat dicapai dengan perjalanan darat, sekitar 3 jam dari Kuala Lumpur. Malaka juga dapat dicapai dari Singapura. melalui jalan darat. Dari Terminal Kranji Singapura, saya menaiki bus Causeway Link dengan tiket 1,4 dolar Singapura. Saya melewati dua pengecekan imigrasi. Pertama imigrasi Singapura karena saya keluar dari wilayah Singapura. Kemudian imigrasi Malaysia karena saya masuk Malaysia. Kemudian saya melanjutkan perjalanan dengan bus Causeway Link tadi menuju Terminal Larkin Johor Baru. Sampai di Terminal Larkin, saya mencari bus Mayangsari menuju Malaka Sentral dengan tiket 19 Ringgit Malaysia. Dari Terminal Larkin sampai ke Malaka Sentral dapat dicapai sekitar 2,5 jam. Dari Malaka Sentral menuju wisata kota Malaka yang berlokasi di Jonker street saya naik bus
Panorama nomor 17 dengan tiket 1,4 Ringgit Malaysia. Jaraknya tidak terlalu jauh, sekitar 10 menit saya sudah sampai di tujuan. Jonker street merupakan tempat wisata yang sangat terkenal di Malaka. Jalan ini terletak di Malaka Chinatown, yang juga dikenal sebagai Jonker Walk dan Jalan Hang Jebat.
9
Di areal Jonker street berdiri beberapa bangunan tua di kota ini, yang didirikan di era abad ke-17. sehingga sering disebut Antique Street. Jalan yang kecil ini terkenal sebagai tempat penjualan barang-barang peninggalan sejarah dari berbagai periode. Anda dapat dengan mudah mendapatkan barang-barang yang datang dari zaman kolonial dulu, mulai dari zaman Portugis, Belanda dan Inggris. Bagi penggemar barang antik, Anda pasti menyukai barang-barang di tempat ini. Kita akan melihat komplek ban gunan yang keseluruhannya berwarna merah. Orang lokal menyebutnya The Red Building. Benteng Famosa
Sangat klasik, tua, dan menawan. Di sisi kompleks bangunan terdapat sebuah gereja yang dibangun pada tahun 1753. Di sepanjang sisi kiri jalan terdapat kios-kios penjual pernak-pernik Malaka. Di sisi kanan kompleks Red Building dilalui Sungai Malaka. Bangunan Belanda tertua di Asia Tenggara dan satu-satunya peninggalan Belanda di kota ini. Dulu ini adalah rumah Gubernur Belanda sehingga arsi-
tektur Belandanya sungguh terlihat jelas. Dibangun para tahun 1650, dan terkenal karena warnanya yang merah. Saya seolah merasa sedang berada di sebuah negara Eropa saat melintas dan menikmati sisi sungai ini. Apalagi ada kincir angin khas Amsterdam yang semakin membuat suasana terasa di Eropa. Sungai Malaka merupakan urat nadi penggerak perdagangan Malaka sewaktu zaman kegemilangannya. Ketika itu sungai ini padat dengan kapal pedagang dari seluruh dunia. Selain karena sungai ini sa ngat bersih, sepanjang sisi sungai dipenuhi kafe dan resto dengan gaya Eropa. Setelah puas memandang sungai Malaka, saya berjalan menuju sebuah bukit yang bernama St Paul Hill. Ini adalah salah satu bangunan dengan gaya arsitektur Eropa yang tertua di Asia Tenggara. Pertama kali Portugis sampai di kota ini hal yang paling pertama mereka bangun adalah benteng ini, dengan tujuan mengamati sungai jika ada serangan dari musuh melalui sungai. Di benteng bersejarah ini terdiri dari tempat tinggal, toko makanan, kastil, tempat pertemuan dan juga 5 buah gereja. Gedung ini mengalami kerusakan yang cukup parah ketika terjadi perang dengan Belanda. Saat ini yang tersisa hanya dinding pintu masuk, yang masih berdiri kokoh hingga sekarang.
Dalam perjalanan ke bukit, saya melihat Galeri Laksamana Cheng Ho yang terkenal. Museum ini dibangun untuk memperingati seorang laksamana bernama Cheng Ho atau Zheng He yang hidup sewaktu zaman dinasti Ming di China. Pengembara terkenal ini telah menjalankan tujuh pelayaran pengembaraan di antara tahun 1405 dan 1433 dan meninggalkan jejaknya di Timur Tengah, Afrika dan Asia Tenggara. Setelah menyususri sungai Malaka, saya memilih tetap berjalan kaki, karena menurut informasi, hampir seluruh kawasan wisata terkenal di Malaka berada di te ngah kota, dan dapat dicapai hanya dengan berjalan kaki. Saya melanjutkan perjalanan mencari Pura Hindu tertua di Malaka yakni Sri Poyyatha Vinayagar Moorthi Temple. Pura ini didirikan di atas tanah yang diberikan Belanda yang masih berada di kawasan China Town, Malaka. Tepat pukul 06.00 sore saya tiba di Sri Poyyatha Vinayagar Moorthi Temple. Beberapa umat Hindu di Malaka melakukan persembahya ngan atau disebut puja. Saya kaget pada awalnya karena saya men dengar suara gendang keras sekali dibunyikan berkali-kali. Menurut umat di sana, itu sebagai tanda puja segera dilakukan. –Wirati Astiti
emaja atau anak sekolah disebut-sebut masih menjadi target industri rokok di Indonesia. Remaja dinilai bisa menjadi generasi penerus jika makin banyak pecandu rokok sakit-sakitan. Jumlah perokok berusia anakanak di Indonesia masih tinggi. Global Youth Tobacco Survey di Indonesia memperlihatkan 20% siswa SMP sudah merokok. Hal ini disampaikan dalam Workshop Penulisan Isu Rokok bagi jurnalis sekolah, yang digelar belum lama ini oleh Lembaga Perlin dungan Anak (LPA) Bali bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Denpasar. Kegiatan ini diikuti 24 orang jurnalis SLTA. Mereka ini akan membantu mengampanyekan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dengan terlibat dalam lomba esai tentang upaya Bali mengimplementasikan Perda terkait KTR ini. Sebelumnya mereka mendiskusikan tantangan penerapan Perda ini dan upaya remaja untuk mencegah kecanduan rokok sejak dini. Bagja Hidayat dari Majalah Tempo memandu para jurnalis muda ini trik menulis isu agar menarik perhatian anak muda. I Made Kerta Duana dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Bali mengatakan prevalensi perokok di Indonesia masih tinggi. Data Riset Kesehatan Dasar menunjukkan persentase prevalensi perokok Indonesia berturut-turut adalah 34,2% tahun 2007, 34,7% (2010), dan 36,3% (2013). Sementara, penduduk yang terpapar asap rokok sekitar 76% pada 2010. Di Bali, prevalensi perokok di atas 15 tahun sekitar 63%. Menurut riset pada 2011, sebanyak 34% remaja di Kota Denpasar merokok. “Dipicu keinginan untuk mencoba, tidak mau dibilang banci, dan alasan lainnya,”
ujar Duana merinci alasan merokok para perokok muda ini. Perilaku merokok pada remaja umumnya semakin lama semakin mening kat sesuai dengan tahap perkembangannya yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi dan intensitas merokok, dan sering mengakibatkan mereka meng alami ketergantungan nikotin. Remaja yang sudah kecanduan merokok pada umumnya tidak dapat menahan keinginan untuk tidak merokok, mereka cenderung sensitif terhadap efek dari nikotin. Penelitian yang dilakukan di Amerika ada tahun 1998 menyatakan bahwa lebih dari 4 miliar remaja adalah perokok. Pengonsumsi rokok paling banyak adalah murid SMA (Siquera, dkk, 2001). Dalam pengendalian konsumsi rokok, banyak daerah yang telah melakukan pengembangan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sebagai salah satu upaya efektif dalam pengendalian konsumsi rokok dan melindungi perokok pasif dari bahaya asap rokok. Sejak 2009, LPA bersama dengan jaringan pengendalian tembakau di tingkat kabupaten dan provinsi di Bali di tingkat provinsi maupun kabupaten telah melakukan advokasi dalam pembentukan Perda KTR baik di tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi sebagai dukungan dalam melindungi anak-anak dari dampak buruk rokok. Banyak pandangan pesimis dari masyarakat tentang efektivitas Perda KTR. Hal ini disebabkan karena tidak pahamnya masyarakat dengan aturan ini dan informasi yang salah yang me reka terima selama ini tentang rokok, bahaya dan aturannya Jurnalis sekolah harus memiliki pemahaman lebih dini bahaya rokok dan kebijakan kawsan tanpa rokok agar bisa diketahui teman sebaya me reka,” kata Ni Nyoman Masni, Ketua LPA Bali. -Nina
ulitnya stop merokok, memang terbukti dengan banyaknya perokok yang ingin stop merokok namun gagal. Apalagi bagi mereka yang hanya mengandalkan motivasi diri saja. Untuk menjawab tantangan usaha stop merokok, Tokoh mewawancarai seorang terapis yang memiliki keahlian untuk membebaskan seseorang dari kecanduan merokok. Ia adalah I Ketut Gde Dharma Putra. Pemilik Manajemen Emosi/Terapi Emosi/ CelukTherapi di Jalan Raya Celuk, Gia nyar ini mahir menangani cara lepas dari rokok dan memutuskan semua emosi terhadap rokok, sehingga bisa lebih sehat dalam menjalani hidup. Ketut begitu panggilannya, mengatakan dirinya memilih melakukan terapi rokok karena awalnya ia sendiri seorang perokok berat. “Sekarang saya bisa lepas dari kebiasaan merokok. Rokok sudah bukan kebutuhan pokok. Dengan saya sendiri bisa bebas, menjadikan saya ingin membantu orang lain untuk bebas juga. Karena saya tahu sangat sulit bebas dari rokok,” tuturnya. Terapi bebas rokok, adalah terapi emosi yang membebaskan ikatan emosi seseorang terhadap objek bernama rokok. Karena, emosi inilah yang menyebabkan orang ketergantungan dengan rokok. “Emosi yang berhubungan dengan rokok di antaranya nyaman, marah, sedih dan cemas,” ungkap Ketut. Dikatakan oleh lelaki kelahiran Celuk, Gianyar ini, proses terapinya menggunakan teknik mesmerism. Mesmerism adalah teknik kuno yang sempat punah. Teknik mesmerism adalah bapak dari teknik hipnosis yang sering kita lihat di televisi. Sementara untuk menjalankan terapi bebas rokok, Ketut menjelaskan memerlukan waktu di bawah 10 menit. Yakni untuk merubah emosi menjadi netral sehingga
rasa rokok menjadi berubah. Ketika ditanya apakah dengan terapi ini seseorang pasti bisa bebas dari rokok, Ketut pun menyatakan dijamin bisa sampai bebas dari rokok, asalkan pasien mengikuti prosedurnya. “Sebab, butuh terapi beberapa kali untuk betul-betul lepas dari rokok,” ujar suami Erma Wayuningtyas yang belajar teknik terapi ini sejak 2013. “Sampai sekarang saya terus belajar. Teknik mesmerism terus berkembang dan saya belum 100% menguasainya. Tetapi, saya tetap bisa membantu untuk bisa lepas dari rokok,” imbuhnya. Selanjutnya Ketut menyampaikan, kesulitan dalam melakukan terapi bebas rokok adalah karena orang yang sangat kecil atau malah tidak mempunyai niat untuk berhenti merokok. Ketika disinggung soal pembayarannya, ayah dari I Putu Lanang Khendra Dharma Putra
I Ketut Gde Dharma Putra
ini menyatakan, apa yang dilakukannya adalah pelayanan. “Dalam ajaran Agama Hindu pelayanan atau membantu orang selain yadnya yang paling tinggi juga bisa membantu membersihkan diri kita sendiri,” katanya. Karena itu, pembayaran untuk terapi rokok yang dilakukannya adalah seikhlasnya. dan 50% dari yang diterimanya akan disumbangkan atau digunakan untuk hal-hal yang berhubungan dengan kemanusiaan. Masih dalam rangkaian pelayanan atau kegiatan menolong orang lain, Ketut juga melakukan terapi di antaranya untuk masalah trauma atau luka batin, dendam, kecanduan narkoba, ketakutan, kegelisahan, kecemasan, kecanduan main game, kebiasaan buruk, kepercayaan diri, kebiasaan menunda, insomnia, kesedihan mendalam, perasaan bersalah, hingga stres berkepanjangan. –Sri Ardhini
10
BUGAR
9 - 15 JUNI 2014
Peremajaan Kulit tanpa Teknik Pembedahan
Penuaan kulit merupakan proses yang berjalan seiring dengan peningkatan usia. Terdapat dua proses utama penuaan kulit (skin aging) yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Penuaan intrinsik dipengaruhi oleh faktor keturunan (genetik) dan dihasilkan seiring perjalan waktu dimana hal ini tidak dapat dikontrol dan dihindari. Sedangkan penuaan ekstrinsik dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti konsumsi alkohol berlebihan, merokok, pola makan dan gizi yang kurang baik dan paparan sinar matahari. Penuaan kulit merupakan hasil interaksi yang kompleks dari berbagai tingkatan anatomis termasuk kulit, lemak subkutan, otot dan tulang. Terjadi penurunan fungsifungsi kulit seperti pergantian sel, respons terhadap trauma, fungsi pertahanan kulit, persepsi sensori, termoregulasi, produksi keringat dan produksi sebum yang berpengaruh pada munculnya kerutan, hilangnya elastisitas dan kekeringan pada kulit. Berbagai cara dilakukan wanita untuk meremajakan kulit. Dahulu teknik peremajaan kulit umumnya dilakukan dengan teknik pembedahan, namun saat ini terdapat berbagai pilihan prosedur peremajaan kulit tanpa teknik pembedahan diantaranya prosedur botox, filler, tanam benang dan laser. Prosedur nonbedah minimal invasif ini semakin diminati dan permintaannya kian meningkat. Dalam pengerjaannya juga dibutuhkan sentuhan seni estetika sehingga diperoleh hasil sesuai yang memuaskan sesuai dengan apa yang diharapkan. FILLER Filler terbuat dari asam hialuronat yang mudah terurai, aman dan bebas unsur hewani. Asam hialuronat mampu mengikat air dan memegang peranan penting dalam pemeliharaan jaringan kulit seperti mempertahankan kelembaban, serta memperbaiki jaringan dan pertumbuhan sel, merupakan komponen penting bagi struktur dan volume kulit. Volume merupakan salah satu rahasia dibalik wajah yang terlihat muda, seiring bertambahnya usia volume dalam kulit berkurang sehingga kerutan semakin jelas dan kulit mengalami kekenduran. Proses penyuntikkan invasif minimal di jaringan kulit dermis dan subkutan dengan hasil instan dan aman. Filler digunakan untuk memperbaiki kontur wajah, dapat dibentuk tulang pipi yang tinggi atau membuat bibir terlihat lebih menarik dengan memberikan volume ekstra dan batas yang lebih tegas. Filler dapat dimanfaatkan untuk meratakan cekungan bawah mata, memudarkan garis senyum, memancungkan hidung, membentuk pipi, dagu yang proporsional, membentuk bibir yang lebih penuh dan sensual, peremajaan kulit punggung tangan, leher serta wajah. Zat diinjeksikan pada area yang diinginkan, tergantung sensitivitas pasien dan demi kenyamanan dokter akan menggunakan anestesi lokal. Prosedur ini berlangsung selama kurang lebih 30 menit. Hasilnya dapat terlihat langsung dan tergantung produk yang digunakan maka hasilnya dapat bertahan 6-18 bulan.
BOTOX wajah dapat langsung terlihat dan Botulinum Toxin A (Botox) akan mengalami perbaikan secara merupakan protein murni bertahap setiap harinya. Hasilnya yang diekstraksi dari bakteri dapat bertahan 12 sampai 18 Clostridium Botullinum. Telah bulan. Biasanya untuk mendapatdisetujui oleh Federal Drug kan hasilnya yang lebih maksimal Administration (FDA) Amerika akan dikombinasi dengan botox sejak tahun 1989 digunakan maupun filler. untuk prosedur medis. Pada awalnya digunakan untuk tuPEELING juan medis, seperti memSetiap orang mendambaperbaiki kelainan fungsi otot, kan memiliki wajah yang sehat meringankan kedutan, botox dan bersinar. Usia yang kian kini lazim digunakan dalam bertambah dan paparan sinar dermatologi kosmetik untuk matahari yang kerap menerpa menyamarkan kerutan. wajah kita secara langsung dapat Botox umumnya digunakan menimbulkan permasalah pada untuk mengurangi garis halus kulit sehingga mulai timbul flek serta kerutan pada daerah dan kulit terlihat kusam. Saat usia dahi, di antara alis mata (frown muda proses pengelupasan sellines), sekitar mata (crow’s sel kulit mati berlangsung secara feet), daerah bawah mata, juga alamiah setiap 21 hari sekali, lipatan dagu dan garis horizonnamun seiring pertambahan usia tal pada leher dapat dikurangi proses ini mengalami perubahan dengan dosis minimal botox. sehingga dibutuhkan perawatan Botox bekerja dengan cara yang memiliki fungsi yang sama dr. Eka Ciptasari, Sp.KK. melemaskan otot tertentu untuk mengangkat sel-sel kulit pada daerah yang diinjeksi sehingga kulit terlihat lebih mati yaitu peeling. Secara umum terdapat dua mehalus serta tidak terdapat garis-garis. Keuntungan tode peeling yaitu peeling kimiawi (chemical peeling) dari botox adalah bekerja khusus pada daerah wajah dan peeling mekanik (mechanical peeling). Peeling yang diinjeksi, namun otot wajah lain di sekitarnya kimiawi merupakan metode pengelupasan kulit tetap berfungsi seperti biasa sehingga menghasilkan dengan menggunakan cairan sebagai bahan dasar. ekspresi yang normal dan terlihat natural. Proses Terdapat berbagai jenis cairan peeling yang diguyang dilalui saat injeksi tidak menyakitkan, namun nakan sesuai dengan kondisi kulit pasien. Cairan tergantung dari sensitivitas pasien. Prosedur ini peeling yang tergolong ringan digunakan pada kulit berlangsung kurang lebih 10 menit. Hasil yang mak- yang terdapat kerutan halus, kulit kering, berjerasimal dapat terlihat dalam 5 sampai 7 hari setelah wat maupun yang memiliki bercak kehitaman yang terapi. Botox bersifat sementara, hasilnya bertahan superfisial, konsentrasi yang lebih kuat difokuskan 4 sampai 6 bulan. untuk masalah hiperpigmentasi dan mengurangi keriput. Umumnya sebelum dan sesudah prosedur TANAM BENANG (TREAD LIFT) peeling, pasien diharuskan untuk menggunakan Tanam benang merupakan metode memasuk- krim perawatan yang akan memberikan hasil kan benang ke jaringan subkutan, sehingga diharap- yang lebih maksimal. Peeling mekanik merupakan kan terjadi proses remodeling kolagen sehingga kulit metode pengelupasan kulit dengan menggunakan terlihat lebih kencang. Terdapat berbagai jenis tipe alat, salah satunya yaitu mikrodermabrasi dengan dan ukuran benang yang berbeda tergantung fungsi partikel kristal. Metode ini dilengkapi dengan inmasing-masing. Benang terbuat dari bahan alami, fus oksigen dan serum yang diberikan kemudian. aman dan dapat diserap oleh kulit. Manfaat yang Perawatan berlangsung selama 15-30 menit dan dapat dirasakan setelah melakukan metode ini yaitu sebaiknya dilakukan pengulangan setiap 2 atau 4 mengencangkan kulit, mengembalikan kekenyalan minggu sekali. kulit dan mengubah struktur wajah bahkan dapat Manfaat peeling antara lain mengangkat sel-sel digunakan untuk mengecilkan perut, lengan serta kulit mati, dapat menyamarkan flek hitam atau paha. Prosedur tanam benang tidak memakan waktu hiperpigmentasi, meremajakan kulit dan membantu lama, sebelumnya dokter akan mengaplikasikan menipiskan kerutan-kerutan halus. Efek samping anestesi topikal, kemudian memasukkan jarum yang dapat ditimbulkan setelah pelaksanaan proseyang didalamnya terdapat benang pada daerah yang dur ini adalah kemerahan yang disertai rasa perih akan dikoreksi. Setelah posisi benang disesuaikan pada kulit yang bersifat sementara. Dalam beberapa jarum akan ditarik kembali. Prosedur ini tidak hari lapisan kulit yang paling luar akan mengalami memerlukan waktu lama, setelah tindakan pasien pengelupasan ringan dan digantikan oleh lapisan dapat beraktivitas seperti biasa. Perubahan kontur kulit baru yang lebih baik.
LASER Laser merupakan singkatan dari Light Amplification by Stimulating Emission of Radiation, ini sudah menjadi alat untuk meremajakan kulit dalam waktu singkat dan aman. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan, salah satunya menggunakan teknik laser rejuvenation non ablative, yakni prosedur laser yang bertujuan untuk meremajakan sel-sel kulit. Termasuk menyamarkan parut bekas jerawat atau cacar ringan hingga sedang, pori-pori besar, tekstur kulit kasar, serta mengurangi masalah pigmentasi akibat paparan sinar ultraviolet dan bertambahnya usia, tanpa menimbulkan luka pada kulit bagian atas (epidermis). Sinar laser yang ditembakkan akan menimbulkan perlukaan di lapisan dalam (dermis) kulit tanpa melukai lapisan luar kulit. Sehingga terjadi proses penyembuhan “healing process” pada lapisan dermis, yang menyebabkan peningkatan produksi kolagen dan fibroblast dengan cepat. Prosedur ini hanya memerlukan waktu sekitar 3-15 menit, tergantung luasnya area. Beberapa orang akan merasa sedikit nyeri seperti digigit semut saat menjalaninya. Namun rasa nyeri tadi dapat diatasi dengan pemberian anestesi topikal sekitar 30 menit sebelum tindakan. Hasil yang diperoleh setelah melakukan laser adalah kulit akan menjadi lebih kenyal dan terlihat kencang kembali. Pori-pori besar atau bekas jerawat pun akan tampak lebih merata dan halus. Laser dapat dilakukan pada wajah, leher, dada, perut atau paha (stretchmarks) dan tangan. Agar mendapatkan hasil maksimal dibutuhkan lebih dari sekali terapi. Dapat terjadi iritasi dan hiperpigmentasi paska inflamasi yang bersifat sementara, namun biasanya akan berangsur menghilang dengan pemakaian krim perawatan. Prosedur laser skin rejuvenation tidak memerlukan waktu penyembuhan sehingga pasien dapat langsung beraktivitas kembali seperti biasa. Sesudah melakukan tindakan laser ini yang biasanya dilakukan adalah memakai krim anti-iritasi ringan untuk meredakan efek kemerahan pada wajah. Hasil terapi dapat bertahan hingga beberapa bulan atau tahun sesuai dengan kondisi kulit dan gaya hidup. Pengetahuan dan pemahaman yang baik mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan penuaan kulit merupakan hal penting untuk memperoleh penampilan kulit yang terlihat sehat dan lebih muda. Masing-masing prosedur peremajaan memiliki indikasi dan kontraidikasi. Sebelum menjalaninya, konsultasikan dengan dokter sehingga dapat ditentukan prosedur peremajaan yang tepat, sesuai dengan kondisi kulit sehingga didapatkan hasil yang diinginkan namun tetap terlihat natural. dr. Eka Ciptasari, Sp.KK. Aesthetic Centre Siloam Hospitals Bali Email: aesthetic.bali@siloamhospitals.com Phone/SMS 0361-3311333 Whatsapp: 0361-3311333 PIN BBM: 7E10625C
STYLE
9 - 15 JUNI 2014
Gaya Alas Kaki Kali ini Tokoh menghadirkan ragam alas kaki buatan lokal yang modern dan modis. Desain sepatu dan sandal ini pun disuguhkan dalam beberapa motif yang menarik.
K
oleksi Ruzira Shoes & Bags Bali milik Ayu Arni ini, sengaja dipilih karena menawarkan karya handmade. Mulai dari flat shoes yang simpel hingga wedges yang unik juga sandal strappy yang trendi. Biasanya koleksi flat shoes, kerap dipilih karena nyaman digunakan di setiap acara. Modelnya kata Ayu sangat beragam, baik dari bentuk ban-
nya sampai bentuk heels-nya. Contohnya, ban atau selempang sandal ada yang berupa pita, bentuk bunga, koin, bentuk anyaman dan yang lainnya. Sandal dan sepatu karyanya ini, hak–nya rata-rata terbuat dari kayu, sehingga terlihat sa ngat khas. Untuk menambah keindahannya, Ayu sang desainer tak lupa membungkusnya. Ada yang dibungkus dengan tikar, kulit
imitasi, motif kayu, suede imitasi atau dilukis tangan. Sedangkan kap-nya ada yang berbahan kulit ular, kulit domba, kulit sapi termasuk juga bahan sintetik. Jadi, alas kaki buatan lokal tidak kalah dengan impor bukan? Sekarang, untuk bergaya tinggal pilih yang desainnya sesuai untuk dipasangkan dengan dress atau celana yang akan Anda gunakan. - Sri Ardhini
15
J E L I TA
14
Kiat Sempurnakan Bentuk Alis
Bentuk alis yang bagus, menjadikan wajah s eseorang lebih indah. Maka, tak salah jika dikatakan alis adalah bingkai wajah. Faktanya, tidak setiap perempuan dianugrahi bentuk alis yang indah. Namun, tidak perlu khawatir, dan bukan masalah, sebab untuk bentuk alis yang kurang bagus dapat dikoreksi.
H
al ini, diakui pula oleh penata rias senior yang juga seorang make up artis, Desak Cahya Atsyuka. Alis adalah bagian penting untuk membentuk profil wajah dan menjadikan seseorang semakin menarik. Serta, alis yang sempurna merupakan salah satu kunci kecantikan perempuan. Untuk ini, Desak menyampikan beberapa langkah atau tips untuk menyiasati agar alis yang kurang bagus dapat terlihat indah dan sempurna. Menurut Desak, yang pertama dilakukan adalah merapikan alis. Bagi pemilik rambut alis yang tum-
buhnya berantakan, dapat dirapikan dengan mencabut, mencukur atau menggunting. Setelah rapi, alis pun dapat dibentuk. Bentuk alis, katanya san gat kuat menampilkan kesan karakter pemiliknya. Misalnya, alis yang terlalu turun, dipastikan mengesankan tua. Sedangkan alis yang lurus akan terlihat galak. Sementara alis yang terlalu tinggi, biasanya menampilkan kesan judes. Dikatakannya, bentuk alis yang bagus atau indah, adalah yang sedikit melengkung namun tidak terlalu tinggi juga tidak terlalu datar. Cara sederhana membuat lengkung yang indah, yakni meluruskannya
www.cumicumi.com
ini juga bisa memberi kesan lebih muda. Bagi mereka yang berambut hitam dan alisnya tebal, cukup diisi dengan pensil alis abu-abu muda. Begitupula dengan pemilik rambut kecokelatan, pakailah pensil alis warna cokelat tua. Desak juga mengingatkan ketika menggunakan pensil alis, agar warna tidak berada di luar garis
Desak Cahya Atsyuka
dengan bola mata. Hal berikutnya yang perlu diperhatikan, kata Desak, setelah lengkungan lihat panjang alis. Tidak terlalu panjang maupun terlalu pendek, sebab ini dapat membuat riasan nampak kurang natural atau alami. Bagusnya adalah panjang alis tidak lebih dari panjang sudut mata. Cara paling, tepat yaitu dengan membuatkan garis luris mulai dari cuping hidung sampai membentuk sudut 45 derajat ke arah alis. Untuk mewarnai alis, agar berkesan natural, sebaiknya menyesuaikan dengan warna rambut serta bola mata. Karenanya, pilihlah pensil alis yang satu tone lebih muda dari warna rambut dan bola mata,
9 - 15 JUNI 2014
9 - 15 JUNI 2014
rambut alis, adalah bergerak de ngan ringan sehingga warna yang dihasilkan tidak gelap. Selanjutnya sebagai sentuhan terakhir, adalah merapikannya kembali menggunakan sikat alis. Dapat juga dilakukan dengan membubuhkan maskara alis yang bening untuk mempertahankan kesan naturalnya. – Sri Ardhini
M I T O S ATA U F A K TA
11
Basmi Tungau Hindari Asma Bagi orangtua yang memiliki anak menderita asma, jangan panik. Asma atau yang dikenal dengan sesak napas tidak akan selamanya diderita anak-anak. Ada fase-fase usia dimana asma bisa kambuh dan bisa hilang. Tetapi, jika asam itu tergolong berat, itu bisa diderita sampai dewasa.
A
sma merupakan sesak napas yang berulang yang bisa dialami anak-anak. Gejalanya, anak sulit bernapas di pagi hari, dadanya merasa tertekan, gelisah, sulit tidur, dan terdengar suara “ngik ngik” saat anak bernapas. “Penyebab asma ada tiga, keturunan, usia, dan lingkungan,” ujar Prof. Dr. Hendra Santoso, Sp.A (K). Penyebab pertama, keturunan. Jika orangtua tidak memiliki alergi, anak memiliki kemungkinan 15% menderita alergi. Jika salah satu orangtua menderita alergi, pilek tidak sembuh, exim, dan gangguan alergi lainnya, anak memiliki kemungkinan 30% menderita alergi. Jika kedua orangtua menderita alergi yang berbeda, anak memiliki kemungkinan 60% menderita alergi. Jika kedua orangtua menderita alergi yang sama, anak memiliki kemungkinan
dr. Oka Negara, FIAS
80% menderita alergi. Penyebab kedua, usia. Asma mulai terlihat saat anak berusia 2 tahun ke atas dan mencapai puncaknya pada usia 5 sampai 6 tahun. Pasa usia 8 sampai 9 tahun, asma ini akan hilang. Tetapi, jika kondisi asmanya berat, ini
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
SIFILIS LAGI
“Dok, langsung saja, saya ada luka di kulit penis, tidak nyeri, apakah ini bisa dikatakan sifilis. Saya tidak pernah berhubungan dgn orang lain, saya takut istri menuduh saya nyeleweng, suksma dok.” (Jon via email) Keluhan pada organ reproduksi semakin ba nyak ditanyakan, itu adalah sebuah hal yang sangat baik karena selama ini banyak yang tidak berani mengung kap, lalu asal mengobati dan sembarangan minum antibiotik yang akhirnya justru membuat penyakit menjadi tidak sembuh dan bertambah serius. Tentu saja untuk memastikan nya harus diperiksakan ke
dokter. Terkadang seorang dokter juga memerlukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan diagnosis penyakit demi kesembuhan yang tuntas. Sifilis adalah salah satu jenis Infeksi Menular Seksual (IMS) yang sering terjadi, yang sering disalahkaprah kan dengan gonore. Sifilis ditularkan dari hubungan seksual yang tidak sehat, misalnya berhubungan sek
bisa dibawa sampai anak berusia dewasa. Penyebab ketiga, lingkungan. “Dari faktor lingkungan, ada yang disebabkan alergi hirup, alergi makan, polusi udara, dan perubahan cuaca. Asma akibat alergi makan sekitar 6% dan itu memerlukan tes lanjutan. Alergi karena polusi udara biasanya terjadi di daerah industri karena udara sudah tercemar asap pabrik bahkan asap kendaraan. Yang paling banyak terjadi adalah alergi hirup yang tidak kita sadari. Penyebabnya tungau atau debu rumah,” jelas Prof. Hendra saat diwawancarai di RSIA Puri Bunda, Denpasar. Tungau ini berada di tempat tidur dan menjadi penyebab asma. Tungau hidup karena ia memakan kulit-kulit manusia yang mengelupas. Agar terhindar dari asma, tentu tungau harus dibasmi. Caranya dengan sering-sering menjemur kasur atau alas tidur. Bila membeli tempat tidur baru, biarkan plastiknya masih membungkus dan pastikan tidak ada celah bagi tungau untuk masuk ke dalam. Lalu, gunakan protector (spon tipis) sebagai alas tidur. Spon tipis ini lebih mudah dijemur bahkan bisa dicuci. Upaya ini bisa mengurangi tungau di tempat tidur. Seprei yang sudah digunakan juga harus dicuci dengan air panas. Usahakan agar tidak menggantung baju yang sudah terpakai di kamar karena ini bisa meng undang kehadiran tungau.
Selain tungau, bulu-bulu binatang peliharaan seperti anjing, kucing, kelinci, burung juga rawan menjadi penyebab asma. “Kalau bisa hindarkan anak-anak dari bulu-bulu binatang termasuk boneka yang kotor. Kalau harus memelihara binatang, harus rajin memandikan,” tegas dokter yang meraih gelar profesor tahun 2000 ini. Di negara yang memiliki empat musim, tepung sari yang beterbangan saat musim semi juga menjadi salah satu pemicu asma. Namun, di Indonesia hal ini jarang karena Indonesia hanya mengenal dua musim. Untuk mengatasi asma, dapat dibedakan menjadi dua. Ketika serangan asma dan jangka
sual dengan lebih dari satu pasangan tanpa mengguna kan kondom, atau memang melakukan hubungan seksual dengan pasangan sendiri tetapi pasangannya sudah mengidap infeksinya lebih dulu. Sifilis sering disebut dengan raja singa. Gejala khasnya adalah luka cekung di ke lamin yang tidak terasa nyeri dan bisa hilang sendiri dalam beberapa hari. Awalnya bisa saja tanpa gejala, yang berlangsung 3-4 minggu, kadang-kadang sampai 13 minggu. Kemudian timbul luka di sekitar alat kelamin yang tidak nyeri dan bisa hi lang sendiri. Kadang-kadang disertai pusing-pusing dan nyeri tulang seperti flu, yang akan hilang tanpa diobati. Berlanjut kemudian dengan muncul bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah hubungan seksual. Gejala ini akan hil ang dengan sendirinya dan seringkali penderita tidak memperhatikannya. Selama 2-3 tahun pertama penyakit ini tidak menunjukkan gejala apa-apa, atau disebut masa laten. Setelah 5-10 tahun
penyakit sifilis akan meny erang susunan syaraf otak, pembuluh darah dan jantung. Pada perempuan hamil sifilis dapat ditularkan kepada bayi yang dikandungnya dan bisa lahir dengan kerusakan kulit, hati, limpa dan keterbelakang an mental. Sekadar membandingkan dengan Gonore, yang sering disalahkaprahkan dengan Sifilis, tandanya adalah nyeri saat buang air kecil, kelamin terlihat bengkak ringan me merah dan kencing bernanah. Gejala pada laki-laki adalah rasa sakit pada saat kenc ing, keluarnya nanah kental kuning kehijauan, ujung penis tampak merah dan agak bengkak. Pada perempuan, 60% kasus tidak menunjuk kan gejala. Namun ada juga rasa sakit pada saat kencing dan terdapat keputihan kental berwarna kekuningan. Itu perbedaannya. Sesungguhnya berbeda jauh tanda dan ge jalanya. Kuman penyebabnya juga berbeda. Gonore dise babkan oleh Neiseria gonore, sedangkan sifilis disebabkan oleh Treponema pallidum. Itu artinya pengobatannya juga sesungguhnya berbeda.
Prof. Dr. Hendra Santoso, Sp.A (K).
panjang. Saat serangan asma, segeralah ajak anak ke dokter agar cepat ditangani. Diagnosa dokter menentukan apakah asma yang diderita anak termasuk ri ngan, sedang, atau berat. Upaya selanjutnya apakah rawat jalan atau rawat inap juga tergantung diagnosa. Jika dilihat dari riwayat perjalanan alergi, pada usia kurang dari 2 tahun, disebut eksim, setelah usia 2 tahun disebut asma, dan setelah usia 6 tahun disebut pilek. Dokter kelahiran Surabaya, 6 Oktober 1939 ini juga menjelaskan tentang upaya lain yang dapat dilakukan. Hal terpenting adalah menghindari penyebab seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, menggunakan obat-obatan (farmakologi) termasuk inhaler yang harus diawali petunjuk dokter agar tepat sasaran, serta imunoterapi (suntikan tiap minggu atau tiap bulan untuk kekebalan). Mengenai mitos, penderita asma dilarang berolahraga, Prof Hendra mengatakan hal sepenuhnya tidak benar. Pen derita asma dianjurkan olahraga renang karena saat berenang kelembaban terjaga. Beda jika olahraga lari yang mengakibat kan tenggorokan kering sehingga sesak napas kambuh. “Ada perenang yang berprestasi di Olimpiade yang dulunya mengidap asma. Karena rajin berlatih, ia malah jadi perenang andal,” tandasnya. –Ngurah Budi
Jika selama ini memang sudah saling setia dan saling tidak ada berhubungan sek sual dengan orang lain, tentu saja tidak perlu khawatir tertular Sifilis. Jika situasinya seperti itu, kemungkinan yang terjadi bisa saja perlu kaan kulit penis karena iritasi atau keradangan. Tetapi ini tetap harus diobati dengan tuntas, agar tidak berlanjut menjadi lebih buruk. Kar enanya hal terbaik yang bisa dilakukan jika mengalami keluhan apapun di kelamin, Anda sebaiknya datang me meriksakan diri ke dokter dan jaga coba-coba mengobati sendiri secara sembarangan. Pasangan juga perlu diketahui statusnya, ada keluhan se rupa atau tidak, sehingga bisa dipikirkan kemungkinan harus diperiksa dan diobati, atau tidak. Jangan mengobati diri sendiri saja. Jika sudah ke dokter dan mendapatkan obat, patuhi cara pengobatan sesuai petunjuk yang diberi kan oleh dokter atau tenaga kesehatan untuk memastikan kesembuhan. Tetaplah selalu setia dengan pasangan dan selalu menjaga kebersihan alat kelamin.
RESEP ALA CHEF
12
Cincau Kenyal
buatnya sendiri di rumah. Apalagi untuk Anda yang punya tanamant cincau, pasti lebih menyenangkan.
Daun cincau hijau
M
inuman segar de ngan cincau hijau di dalamnya serta gurihnya santan kelapa dan manis
nya gula merah mampu menghi langkan dahaga saat panas seperti sekarang ini. Tak perlu membeli jauh-jauh, sebab Anda bisa mem-
Es Cincau Hijau Bahan: 500 gr 500 gr
: cincau hijau, keruk dengan sendok : es serut
Bahan kuah santan: 600 ml : santan dari 1 butir kelapa 3 lembar : daun pandan 1/4 sdt : garam Bahan sirup merah: 200 gr : gula merah 100 ml : air
1 lembar : daun pandan Cara membuat: - Kuah santan: rebus santan, daun pandan, dan garam sambil diaduk sampai mendidih. Angkat dan dinginkan. - Sirup gula: rebus air, gula merah, dan daun pandan sampai kental. Angkat. - Sajikan cincau hijau bersama kuah santan, es serut, dan sirup gula.
Cara membuat cincau hijau: - Siapkan 20 lembar daun cincau hijau. Cuci bersih dan tempatkan di baskom. - Tambahkan air matang suamsuam kuku ke dalam baskom sesuai selera. Kalau suka kenyal sekali cukup tambahkan air lebih kurang 300-400 ml air matang. Kalau ingin lebih lembut tambahkan air lagi. Kemudian, remas-remas daunnya. Untuk mempermudah meremas, sobek-sobek dahulu daunnya. - Remas-remas daun sampai menjadi daun-daun kecil dan mengeluarkan gel-gel yang berwarna hijau. Jangan terlalu kuat meremasnya karena nanti bisa menghasilkan busa yang berlebihan, bisa berpengaruh dengan hasil akhirnya nanti. Memerasnya dengan perlahanlahan saja. - Setelah dirasa cukup, saring bubur daun ke dalam wadah sambil diremas perlahan. - Biarkan sekitar dua jam, siap dibuat minuman yang segar dan menyehatkan.
9 - 15 JUNI 2014
Es Cincau Hitam Bahan: 500 ml 1 sdm 500 ml 2 lembar 500 gr 200 ml Es batu
: cincau hitam : selasih direndam air panas : santan matang : duan pandan : gula pasir : air matang
Cara membuat: - Potong kotak cincau hitam, cuci bersih. - Buat sirup dengan cara merebus gula di dalam air ditambahkan daun pandan. - Siapkan wadah. Masukkan cincau hitam, selasih, santan, dan es batu kemudian tambahkan sirup. - Segarnya es cincau hitam siap dinikmati.
Berbagai kreasi dan inovasi di ciptakan agar kita mampu bersaing dan eksis dalam berbagai hal, termasuk urusan bisnis kuliner. Indonesia kaya akan berbagai minuman yang dapat dikombinasikan menjadi aneka minuman yang enak, segar, dan sehat tentunya. Kearifan lokal bahan kuliner Indonesia seperti cincau perlu kita lestarikan. Cincau juga kaya akan serat sehingga bagus untuk pencernaan. Minuman cincau sudah sangat terkenal di Indonesia khususnya Bali. Kita sering melihat es campur selalu diberi tambahan cincau hitam. Kini, ada kreasi baru dari cincau. Namanya es cincau segar kikalelo. Es ini berupa campuran cincau hitam yang diberi tambahan aneka rasa dan susu. Es cincau segar ini sedang dikembangkan Santi Sastra bersama suaminya Wayan Susastra. “Sebenarnya kreasi ini dari dulu sudah saya pikirkan. Selama ini es campur selalu diberi cincau potongan begitu saja. Terlintas untuk membuat satu inovasi. Es cincau segar kilalelo ini sangat spesial karena cincau hitamnya saya serut halus, ada serbuk rasa diberi tambahan gula, susu, dan es
diblender sehingga rasanya lembut seperti smoothie,” ujar Santi Sastra. Menurutnya, pemberian nama es kilalelo juga unik karena merupakan penggabungan nama cucunya, Kiki, Kaka, Ale, dan Elo. “Kebetulan juga minuman ini sangat digemari cucu saya. Minuman ini sehat dan segar serta tidak membuat kerongkongan seret atau gatal. Jadi sangat aman diminum anak-anak maupun orang dewasa,” kata Wayan Susastra menambahkan. Es cincau segar Kikalelo memiliki 12 rasa, di antaranya stroberi, cokelat, vanila, original, blackforest, Milo, permen karet, tiramisu, white coffee. Sejak dibuka 8 April, sambutan konsumen sangat luar biasa. “Walaupun hanya promosi dari mulut ke mulut, penggemar es cincau segar ini terus bertambah. Bahkan, para karyawan kantor banyak pesan untuk minuman saat rapat. Harganya murah meriah Rp 5.000 per gelas,” kata Santi yang berprinsip tak mau galau walaupun tak terpilih dalam ajang legislatif Pemilu 2014 lalu. Ia malah terpikir untuk terus berinovasi dalam berbagai bidang, terutama home industry yang menurutnya, sangat menjanjikan untuk pendapatan rumah tangga. Walaupun berjualan hanya dengan satu rombong di depan kantornya di Jalan Gatot Subroto Denpasar, Santi optimis, es kreasi cincaunya, akan mendapat hati di Rombong es cincau Kikalelo
Bakpia atau yang lebih dikenal dengan nama pia, sebenarnya berasal dari negeri Tiongkok, aslinya bernama tou luk pia, yang artinya kue pia kacang hijau. Dengan berkembangnya zaman, kue pia mulai dikenalkan dengan aneka varian isi, mulai dari kacang hijau, cokelat, wijen, keju, durian, bahkan kini ada kue pia rasa kopi. Kue pia menyebar ke berbagai negara dengan menyebarnya warga Tionghoa di belahan dunia. Kita sering melihat, selalu ada perkampungan orang Tionghoa dan sering disebut China Town.
Putu Winata di depan para pekerja Pia Bintang
alah satu pengusaha kue pia yang merupakan perintis kue pia di Bali, Putu Winata dan istrinya Triyuti. Mereka merupakan generasi kedua yang kini menjalankan kue pia dengan merek kue Pia Bintang. Kue pia ini berawal dan berkembang di daerah Baturiti, Tabanan, tempat
warga Tionghoa di Bali berasal. Resep kue pia ini, sangat istimewa karena merupakan resep asli dari Tiongkok, tempat asal kue ini, yang dirintis generasi pertama kue Pia Bintang. “Awalnya kue Pia Bintang berdiri tahun 1960-an di daerah Baturiti, Tabanan, tempat asal kami. Kue pia ini dirintis orangtua kami. Tahun 2000, kami mulai
ekspansi ke Denpasar. Awalnya, mengontrak di Jalan Ahmad Yani Denpasar, tahun 2005, kami pindah ke Jalan Kebo Iwa di sebelah kantor Bali TV. Rumah termasuk pabrik kue pia kami buat satu lokasi,” tutur Putu Winata. Ia mengisahkan, awalnya, memiliki karyawan sebanyak 30 orang. Namun, dalam perjalanan, Winata dan istri mencoba mencari alternatif lain, dengan membeli beberapa mesin untuk membantu produksi. “Ada beberapa mesin untuk membuat adonan dan memanggang, sehingga karyawan bisa dikurangi. Sekarang kami memiliki 20 orang karyawan saja,” ucap Winata. Untuk produksi satu hari, Winata mengatakan, mampu membuat 12 ribu kue pia. Ia menambahkan, untuk bahan-bahan kue pia, semuanya bahan murni, tanpa ada pengawet, tanpa saripati atau aroma tambahan. Masa
Lumpia Sidoarjo Sarwan
Es Cincau Kikalelo
masyarakat Kota Denpasar. Menurut Santi, ke depannya ia berkeinginan mengubah serambi rumahnya menjadi tempat nongkrong. “Nanti saya tata beberapa kursi sehingga yang beli es bisa langsung menikmatinya di tempat,” ujar pakar komunikasi ini. Saat ini es kikalelo buka mulai pukul 09.00 sampai 18.00. Menurutnya, untuk bahan baku cincau tak sulit mencarinya. Ia sudah memiliki langganan tetap sehingga produksinya tetap lancar. Satu hari ia mampu menjual 50 cup sampai 100 cup. “Itu di luar pesanan antar. Kami juga menerima pesanan antar. Minimal 10 cup kami layani untuk Kota Denpasar,” ucapnya. Bagi yang tertarik ikut berwirausaha, ia juga menyanggupinya untuk berwaralaba. “Dengan biaya Rp 7 juta, bagi yang tertarik membuka bisnis es kilalelo ini. kami siap melayani, mulai dari menyediakan rombong dan melatih sampai bisa mencampur rasa yang pas,” katanya. –Wirati Astiti
13
Pia Kopi Spesial
S
Kreasi Es Cincau
C U L I N A RY C O R N E R
9 - 15 JUNI 2014
Bahan isi: 350 gr : rebung, rebus, lalu iris halus 350 gr : ikan bandeng, kukus, ambil dagingnya 6 siung : bawang putih, haluskan 2 batang : daun bawang, iris halus ½ sdt : garam 2 sdm : gula pasir 1 sdm : kecap manis dan merica bubuk secukupnya 2 sdm : tepung terigu, larut kan dengan sedikit air
Bahan kulit: 250 gr : tepung terigu 2 butir : telur ayam 1 sdt : garam 50 gr : susu bubuk Cara membuat: Membuat kulit: - Campur semua bahan kulit, aduk dengan air sampai rata dan licin. - Panaskan wajan, buat dadar tipis. - Sisihkan.
merata dan matang. Sisihkan.
Penyajian: - Siapkan selembar kulit lumpia, letakkan sesendok bahan isi ke tengahnya. - Lipat rapi, rekatkan kedua sisinya dengan larutan tepung terigu. - Goreng hingga matang kecokelatan. - Siap disajikan.
Membuat isi : - Tumis bawang putih. - Masukkan rebung dan ikan bandeng. - Tambahkan kecap, merica bubuk, gula dan garam. Aduk sampai
Kue Pia Bintang
kadaluarsanya sekitar dua minggu. Penyebaran kue pia Bintang sudah di seluruh Bali, bahkan, sudah diminati konsumen dari Bandung dan Jakarta. Menurut Winata, kue pia kini sudah mulai dilirik menjadi oleholeh khas Bali. Selain itu, produksi kue pianya, juga sering dijadikan kue antaran baik untuk hari raya, acara lamaran pernikahan, maupun kematian. Winata membuat beberapa kemasan, selain untuk dijual, ada juga kue spesial untuk lamaran. “Kami sering menerima pesanan untuk perlengkapan lamaran warga Tionghoa. Kue isinya delpan dibungkus sangat cantik dengan pita,” kata Winata. Kue pia juga sering digunakan umat lain yang memiliki acara, seperti odalan, hari raya keagamaan, termasuk oleh-oleh para tamu yang berkunjung ke Bali. “Untuk kue yang kami jual isinya 10 biji dalam kotak plastik.
Kue ini dijual di pasar dan swalayan. Sementara untuk antaran dan oleh-oleh atau parcel, kami buat dengan kotak khusus yang cantik agar lebih menarik,” kata Winata. Dengan menjamurnya per usahaan kue pia, tak membuat Winata kecil hati. Ia terus melakukan inovasi-inovasi untuk mengembangkan bisnis kue pianya. Salah satunya, dengan aneka varian isi, mulai kacang hijau, cokelat, wijen, durian, keju, termasuk satu isi spesial yakni kopi. “Untuk inovasi terbaru, kami membuat kue pia dengan isian kopi. Ini sangat spesial. Kami hanya membuat kue pia rasa kopi ketika ada pesanan. Peminat kue pia rasa kopi para konsumen dari luar Bali. Memang kue pia rasa kopi sangat unik, karena pencampuran rasa manis dan kopi. Kalau penasaran boleh pesan,” ujarnya sembari tertawa. –Wirati Astiti
Ayam Bakar Bumbu Petis
Bahan: 1 kg 3 buah ¼ gram 100 ml
: ayam, potong menurut selera : jeruk nipis : petis : kecap manis
Bumbu halus: 2 buah : cabe merah besar, buang bijinya 10 buah : cabe kecil 12 siung : bawang merah 7 siung : bawang putih Garam dan gula secukupnya
- Campur bumbu yang sudah dihaluskan dengan petis kukus, perasan jeruk nipis dan kecap manis, aduk rata. - Campurkan bumbu dengan potongan ayam hingga rata, diamkan selama beberapa menit agar bumbu meresap. - Panggang ayam sampai matang kecokelatan. - Sajikan bersama lalapan segar.
Cara memasak: - Kukus potongan ayam sampai matang, tiriskan. - Kukus petis selama 15 menit.
Sambal Goreng Ati dan kentang Bahan: 500 gr ¼ kg 3 lembar ½ sdt 1 sdt 1 sdt 1 sdt
: kentang, potong kotak kecil- kecil, goreng. : hati sapi, bersihkan, potong kecil, goreng. : daun salam 3 cm lengkuas, memarkan. : garam : gula pasir : air asam : asam jawa
200 ml : santan dari ¼ butir kelapa 2 sdm : minyak untuk menumis Kaldu ayam bubuk secukupnya Bumbu halus: 7 butir : bawang merah 3 siung : bawang putih 7 buah : cabai merah besar 6 butir : kemiri, di sangrai 1 cm : kunyit, dibakar ½ sdt : terasi, dibakar
Cara membuat: - Panaskan minyak, tumis bumbu halus, daun salam dang lengkuas sampai harum. - Masukkan kentang, aduk merata, ma sukkan hati, tuang santan, masak sampai mendidih, tambahkan garam, gula pasir dan air asam, masak sampai matang. - Tambahkan kaldu bubuk secukupnya dan biarkan mengental. Tiriskan. - Siap disajikan.
RESEP ALA CHEF
12
Cincau Kenyal
buatnya sendiri di rumah. Apalagi untuk Anda yang punya tanamant cincau, pasti lebih menyenangkan.
Daun cincau hijau
M
inuman segar de ngan cincau hijau di dalamnya serta gurihnya santan kelapa dan manis
nya gula merah mampu menghi langkan dahaga saat panas seperti sekarang ini. Tak perlu membeli jauh-jauh, sebab Anda bisa mem-
Es Cincau Hijau Bahan: 500 gr 500 gr
: cincau hijau, keruk dengan sendok : es serut
Bahan kuah santan: 600 ml : santan dari 1 butir kelapa 3 lembar : daun pandan 1/4 sdt : garam Bahan sirup merah: 200 gr : gula merah 100 ml : air
1 lembar : daun pandan Cara membuat: - Kuah santan: rebus santan, daun pandan, dan garam sambil diaduk sampai mendidih. Angkat dan dinginkan. - Sirup gula: rebus air, gula merah, dan daun pandan sampai kental. Angkat. - Sajikan cincau hijau bersama kuah santan, es serut, dan sirup gula.
Cara membuat cincau hijau: - Siapkan 20 lembar daun cincau hijau. Cuci bersih dan tempatkan di baskom. - Tambahkan air matang suamsuam kuku ke dalam baskom sesuai selera. Kalau suka kenyal sekali cukup tambahkan air lebih kurang 300-400 ml air matang. Kalau ingin lebih lembut tambahkan air lagi. Kemudian, remas-remas daunnya. Untuk mempermudah meremas, sobek-sobek dahulu daunnya. - Remas-remas daun sampai menjadi daun-daun kecil dan mengeluarkan gel-gel yang berwarna hijau. Jangan terlalu kuat meremasnya karena nanti bisa menghasilkan busa yang berlebihan, bisa berpengaruh dengan hasil akhirnya nanti. Memerasnya dengan perlahanlahan saja. - Setelah dirasa cukup, saring bubur daun ke dalam wadah sambil diremas perlahan. - Biarkan sekitar dua jam, siap dibuat minuman yang segar dan menyehatkan.
9 - 15 JUNI 2014
Es Cincau Hitam Bahan: 500 ml 1 sdm 500 ml 2 lembar 500 gr 200 ml Es batu
: cincau hitam : selasih direndam air panas : santan matang : duan pandan : gula pasir : air matang
Cara membuat: - Potong kotak cincau hitam, cuci bersih. - Buat sirup dengan cara merebus gula di dalam air ditambahkan daun pandan. - Siapkan wadah. Masukkan cincau hitam, selasih, santan, dan es batu kemudian tambahkan sirup. - Segarnya es cincau hitam siap dinikmati.
Berbagai kreasi dan inovasi di ciptakan agar kita mampu bersaing dan eksis dalam berbagai hal, termasuk urusan bisnis kuliner. Indonesia kaya akan berbagai minuman yang dapat dikombinasikan menjadi aneka minuman yang enak, segar, dan sehat tentunya. Kearifan lokal bahan kuliner Indonesia seperti cincau perlu kita lestarikan. Cincau juga kaya akan serat sehingga bagus untuk pencernaan. Minuman cincau sudah sangat terkenal di Indonesia khususnya Bali. Kita sering melihat es campur selalu diberi tambahan cincau hitam. Kini, ada kreasi baru dari cincau. Namanya es cincau segar kikalelo. Es ini berupa campuran cincau hitam yang diberi tambahan aneka rasa dan susu. Es cincau segar ini sedang dikembangkan Santi Sastra bersama suaminya Wayan Susastra. “Sebenarnya kreasi ini dari dulu sudah saya pikirkan. Selama ini es campur selalu diberi cincau potongan begitu saja. Terlintas untuk membuat satu inovasi. Es cincau segar kilalelo ini sangat spesial karena cincau hitamnya saya serut halus, ada serbuk rasa diberi tambahan gula, susu, dan es
diblender sehingga rasanya lembut seperti smoothie,” ujar Santi Sastra. Menurutnya, pemberian nama es kilalelo juga unik karena merupakan penggabungan nama cucunya, Kiki, Kaka, Ale, dan Elo. “Kebetulan juga minuman ini sangat digemari cucu saya. Minuman ini sehat dan segar serta tidak membuat kerongkongan seret atau gatal. Jadi sangat aman diminum anak-anak maupun orang dewasa,” kata Wayan Susastra menambahkan. Es cincau segar Kikalelo memiliki 12 rasa, di antaranya stroberi, cokelat, vanila, original, blackforest, Milo, permen karet, tiramisu, white coffee. Sejak dibuka 8 April, sambutan konsumen sangat luar biasa. “Walaupun hanya promosi dari mulut ke mulut, penggemar es cincau segar ini terus bertambah. Bahkan, para karyawan kantor banyak pesan untuk minuman saat rapat. Harganya murah meriah Rp 5.000 per gelas,” kata Santi yang berprinsip tak mau galau walaupun tak terpilih dalam ajang legislatif Pemilu 2014 lalu. Ia malah terpikir untuk terus berinovasi dalam berbagai bidang, terutama home industry yang menurutnya, sangat menjanjikan untuk pendapatan rumah tangga. Walaupun berjualan hanya dengan satu rombong di depan kantornya di Jalan Gatot Subroto Denpasar, Santi optimis, es kreasi cincaunya, akan mendapat hati di Rombong es cincau Kikalelo
Bakpia atau yang lebih dikenal dengan nama pia, sebenarnya berasal dari negeri Tiongkok, aslinya bernama tou luk pia, yang artinya kue pia kacang hijau. Dengan berkembangnya zaman, kue pia mulai dikenalkan dengan aneka varian isi, mulai dari kacang hijau, cokelat, wijen, keju, durian, bahkan kini ada kue pia rasa kopi. Kue pia menyebar ke berbagai negara dengan menyebarnya warga Tionghoa di belahan dunia. Kita sering melihat, selalu ada perkampungan orang Tionghoa dan sering disebut China Town.
Putu Winata di depan para pekerja Pia Bintang
alah satu pengusaha kue pia yang merupakan perintis kue pia di Bali, Putu Winata dan istrinya Triyuti. Mereka merupakan generasi kedua yang kini menjalankan kue pia dengan merek kue Pia Bintang. Kue pia ini berawal dan berkembang di daerah Baturiti, Tabanan, tempat
warga Tionghoa di Bali berasal. Resep kue pia ini, sangat istimewa karena merupakan resep asli dari Tiongkok, tempat asal kue ini, yang dirintis generasi pertama kue Pia Bintang. “Awalnya kue Pia Bintang berdiri tahun 1960-an di daerah Baturiti, Tabanan, tempat asal kami. Kue pia ini dirintis orangtua kami. Tahun 2000, kami mulai
ekspansi ke Denpasar. Awalnya, mengontrak di Jalan Ahmad Yani Denpasar, tahun 2005, kami pindah ke Jalan Kebo Iwa di sebelah kantor Bali TV. Rumah termasuk pabrik kue pia kami buat satu lokasi,” tutur Putu Winata. Ia mengisahkan, awalnya, memiliki karyawan sebanyak 30 orang. Namun, dalam perjalanan, Winata dan istri mencoba mencari alternatif lain, dengan membeli beberapa mesin untuk membantu produksi. “Ada beberapa mesin untuk membuat adonan dan memanggang, sehingga karyawan bisa dikurangi. Sekarang kami memiliki 20 orang karyawan saja,” ucap Winata. Untuk produksi satu hari, Winata mengatakan, mampu membuat 12 ribu kue pia. Ia menambahkan, untuk bahan-bahan kue pia, semuanya bahan murni, tanpa ada pengawet, tanpa saripati atau aroma tambahan. Masa
Lumpia Sidoarjo Sarwan
Es Cincau Kikalelo
masyarakat Kota Denpasar. Menurut Santi, ke depannya ia berkeinginan mengubah serambi rumahnya menjadi tempat nongkrong. “Nanti saya tata beberapa kursi sehingga yang beli es bisa langsung menikmatinya di tempat,” ujar pakar komunikasi ini. Saat ini es kikalelo buka mulai pukul 09.00 sampai 18.00. Menurutnya, untuk bahan baku cincau tak sulit mencarinya. Ia sudah memiliki langganan tetap sehingga produksinya tetap lancar. Satu hari ia mampu menjual 50 cup sampai 100 cup. “Itu di luar pesanan antar. Kami juga menerima pesanan antar. Minimal 10 cup kami layani untuk Kota Denpasar,” ucapnya. Bagi yang tertarik ikut berwirausaha, ia juga menyanggupinya untuk berwaralaba. “Dengan biaya Rp 7 juta, bagi yang tertarik membuka bisnis es kilalelo ini. kami siap melayani, mulai dari menyediakan rombong dan melatih sampai bisa mencampur rasa yang pas,” katanya. –Wirati Astiti
13
Pia Kopi Spesial
S
Kreasi Es Cincau
C U L I N A RY C O R N E R
9 - 15 JUNI 2014
Bahan isi: 350 gr : rebung, rebus, lalu iris halus 350 gr : ikan bandeng, kukus, ambil dagingnya 6 siung : bawang putih, haluskan 2 batang : daun bawang, iris halus ½ sdt : garam 2 sdm : gula pasir 1 sdm : kecap manis dan merica bubuk secukupnya 2 sdm : tepung terigu, larut kan dengan sedikit air
Bahan kulit: 250 gr : tepung terigu 2 butir : telur ayam 1 sdt : garam 50 gr : susu bubuk Cara membuat: Membuat kulit: - Campur semua bahan kulit, aduk dengan air sampai rata dan licin. - Panaskan wajan, buat dadar tipis. - Sisihkan.
merata dan matang. Sisihkan.
Penyajian: - Siapkan selembar kulit lumpia, letakkan sesendok bahan isi ke tengahnya. - Lipat rapi, rekatkan kedua sisinya dengan larutan tepung terigu. - Goreng hingga matang kecokelatan. - Siap disajikan.
Membuat isi : - Tumis bawang putih. - Masukkan rebung dan ikan bandeng. - Tambahkan kecap, merica bubuk, gula dan garam. Aduk sampai
Kue Pia Bintang
kadaluarsanya sekitar dua minggu. Penyebaran kue pia Bintang sudah di seluruh Bali, bahkan, sudah diminati konsumen dari Bandung dan Jakarta. Menurut Winata, kue pia kini sudah mulai dilirik menjadi oleholeh khas Bali. Selain itu, produksi kue pianya, juga sering dijadikan kue antaran baik untuk hari raya, acara lamaran pernikahan, maupun kematian. Winata membuat beberapa kemasan, selain untuk dijual, ada juga kue spesial untuk lamaran. “Kami sering menerima pesanan untuk perlengkapan lamaran warga Tionghoa. Kue isinya delpan dibungkus sangat cantik dengan pita,” kata Winata. Kue pia juga sering digunakan umat lain yang memiliki acara, seperti odalan, hari raya keagamaan, termasuk oleh-oleh para tamu yang berkunjung ke Bali. “Untuk kue yang kami jual isinya 10 biji dalam kotak plastik.
Kue ini dijual di pasar dan swalayan. Sementara untuk antaran dan oleh-oleh atau parcel, kami buat dengan kotak khusus yang cantik agar lebih menarik,” kata Winata. Dengan menjamurnya per usahaan kue pia, tak membuat Winata kecil hati. Ia terus melakukan inovasi-inovasi untuk mengembangkan bisnis kue pianya. Salah satunya, dengan aneka varian isi, mulai kacang hijau, cokelat, wijen, durian, keju, termasuk satu isi spesial yakni kopi. “Untuk inovasi terbaru, kami membuat kue pia dengan isian kopi. Ini sangat spesial. Kami hanya membuat kue pia rasa kopi ketika ada pesanan. Peminat kue pia rasa kopi para konsumen dari luar Bali. Memang kue pia rasa kopi sangat unik, karena pencampuran rasa manis dan kopi. Kalau penasaran boleh pesan,” ujarnya sembari tertawa. –Wirati Astiti
Ayam Bakar Bumbu Petis
Bahan: 1 kg 3 buah ¼ gram 100 ml
: ayam, potong menurut selera : jeruk nipis : petis : kecap manis
Bumbu halus: 2 buah : cabe merah besar, buang bijinya 10 buah : cabe kecil 12 siung : bawang merah 7 siung : bawang putih Garam dan gula secukupnya
- Campur bumbu yang sudah dihaluskan dengan petis kukus, perasan jeruk nipis dan kecap manis, aduk rata. - Campurkan bumbu dengan potongan ayam hingga rata, diamkan selama beberapa menit agar bumbu meresap. - Panggang ayam sampai matang kecokelatan. - Sajikan bersama lalapan segar.
Cara memasak: - Kukus potongan ayam sampai matang, tiriskan. - Kukus petis selama 15 menit.
Sambal Goreng Ati dan kentang Bahan: 500 gr ¼ kg 3 lembar ½ sdt 1 sdt 1 sdt 1 sdt
: kentang, potong kotak kecil- kecil, goreng. : hati sapi, bersihkan, potong kecil, goreng. : daun salam 3 cm lengkuas, memarkan. : garam : gula pasir : air asam : asam jawa
200 ml : santan dari ¼ butir kelapa 2 sdm : minyak untuk menumis Kaldu ayam bubuk secukupnya Bumbu halus: 7 butir : bawang merah 3 siung : bawang putih 7 buah : cabai merah besar 6 butir : kemiri, di sangrai 1 cm : kunyit, dibakar ½ sdt : terasi, dibakar
Cara membuat: - Panaskan minyak, tumis bumbu halus, daun salam dang lengkuas sampai harum. - Masukkan kentang, aduk merata, ma sukkan hati, tuang santan, masak sampai mendidih, tambahkan garam, gula pasir dan air asam, masak sampai matang. - Tambahkan kaldu bubuk secukupnya dan biarkan mengental. Tiriskan. - Siap disajikan.
J E L I TA
14
Kiat Sempurnakan Bentuk Alis
Bentuk alis yang bagus, menjadikan wajah s eseorang lebih indah. Maka, tak salah jika dikatakan alis adalah bingkai wajah. Faktanya, tidak setiap perempuan dianugrahi bentuk alis yang indah. Namun, tidak perlu khawatir, dan bukan masalah, sebab untuk bentuk alis yang kurang bagus dapat dikoreksi.
H
al ini, diakui pula oleh penata rias senior yang juga seorang make up artis, Desak Cahya Atsyuka. Alis adalah bagian penting untuk membentuk profil wajah dan menjadikan seseorang semakin menarik. Serta, alis yang sempurna merupakan salah satu kunci kecantikan perempuan. Untuk ini, Desak menyampikan beberapa langkah atau tips untuk menyiasati agar alis yang kurang bagus dapat terlihat indah dan sempurna. Menurut Desak, yang pertama dilakukan adalah merapikan alis. Bagi pemilik rambut alis yang tum-
buhnya berantakan, dapat dirapikan dengan mencabut, mencukur atau menggunting. Setelah rapi, alis pun dapat dibentuk. Bentuk alis, katanya san gat kuat menampilkan kesan karakter pemiliknya. Misalnya, alis yang terlalu turun, dipastikan mengesankan tua. Sedangkan alis yang lurus akan terlihat galak. Sementara alis yang terlalu tinggi, biasanya menampilkan kesan judes. Dikatakannya, bentuk alis yang bagus atau indah, adalah yang sedikit melengkung namun tidak terlalu tinggi juga tidak terlalu datar. Cara sederhana membuat lengkung yang indah, yakni meluruskannya
www.cumicumi.com
ini juga bisa memberi kesan lebih muda. Bagi mereka yang berambut hitam dan alisnya tebal, cukup diisi dengan pensil alis abu-abu muda. Begitupula dengan pemilik rambut kecokelatan, pakailah pensil alis warna cokelat tua. Desak juga mengingatkan ketika menggunakan pensil alis, agar warna tidak berada di luar garis
Desak Cahya Atsyuka
dengan bola mata. Hal berikutnya yang perlu diperhatikan, kata Desak, setelah lengkungan lihat panjang alis. Tidak terlalu panjang maupun terlalu pendek, sebab ini dapat membuat riasan nampak kurang natural atau alami. Bagusnya adalah panjang alis tidak lebih dari panjang sudut mata. Cara paling, tepat yaitu dengan membuatkan garis luris mulai dari cuping hidung sampai membentuk sudut 45 derajat ke arah alis. Untuk mewarnai alis, agar berkesan natural, sebaiknya menyesuaikan dengan warna rambut serta bola mata. Karenanya, pilihlah pensil alis yang satu tone lebih muda dari warna rambut dan bola mata,
9 - 15 JUNI 2014
9 - 15 JUNI 2014
rambut alis, adalah bergerak de ngan ringan sehingga warna yang dihasilkan tidak gelap. Selanjutnya sebagai sentuhan terakhir, adalah merapikannya kembali menggunakan sikat alis. Dapat juga dilakukan dengan membubuhkan maskara alis yang bening untuk mempertahankan kesan naturalnya. – Sri Ardhini
M I T O S ATA U F A K TA
11
Basmi Tungau Hindari Asma Bagi orangtua yang memiliki anak menderita asma, jangan panik. Asma atau yang dikenal dengan sesak napas tidak akan selamanya diderita anak-anak. Ada fase-fase usia dimana asma bisa kambuh dan bisa hilang. Tetapi, jika asam itu tergolong berat, itu bisa diderita sampai dewasa.
A
sma merupakan sesak napas yang berulang yang bisa dialami anak-anak. Gejalanya, anak sulit bernapas di pagi hari, dadanya merasa tertekan, gelisah, sulit tidur, dan terdengar suara “ngik ngik” saat anak bernapas. “Penyebab asma ada tiga, keturunan, usia, dan lingkungan,” ujar Prof. Dr. Hendra Santoso, Sp.A (K). Penyebab pertama, keturunan. Jika orangtua tidak memiliki alergi, anak memiliki kemungkinan 15% menderita alergi. Jika salah satu orangtua menderita alergi, pilek tidak sembuh, exim, dan gangguan alergi lainnya, anak memiliki kemungkinan 30% menderita alergi. Jika kedua orangtua menderita alergi yang berbeda, anak memiliki kemungkinan 60% menderita alergi. Jika kedua orangtua menderita alergi yang sama, anak memiliki kemungkinan
dr. Oka Negara, FIAS
80% menderita alergi. Penyebab kedua, usia. Asma mulai terlihat saat anak berusia 2 tahun ke atas dan mencapai puncaknya pada usia 5 sampai 6 tahun. Pasa usia 8 sampai 9 tahun, asma ini akan hilang. Tetapi, jika kondisi asmanya berat, ini
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
SIFILIS LAGI
“Dok, langsung saja, saya ada luka di kulit penis, tidak nyeri, apakah ini bisa dikatakan sifilis. Saya tidak pernah berhubungan dgn orang lain, saya takut istri menuduh saya nyeleweng, suksma dok.” (Jon via email) Keluhan pada organ reproduksi semakin ba nyak ditanyakan, itu adalah sebuah hal yang sangat baik karena selama ini banyak yang tidak berani mengung kap, lalu asal mengobati dan sembarangan minum antibiotik yang akhirnya justru membuat penyakit menjadi tidak sembuh dan bertambah serius. Tentu saja untuk memastikan nya harus diperiksakan ke
dokter. Terkadang seorang dokter juga memerlukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan diagnosis penyakit demi kesembuhan yang tuntas. Sifilis adalah salah satu jenis Infeksi Menular Seksual (IMS) yang sering terjadi, yang sering disalahkaprah kan dengan gonore. Sifilis ditularkan dari hubungan seksual yang tidak sehat, misalnya berhubungan sek
bisa dibawa sampai anak berusia dewasa. Penyebab ketiga, lingkungan. “Dari faktor lingkungan, ada yang disebabkan alergi hirup, alergi makan, polusi udara, dan perubahan cuaca. Asma akibat alergi makan sekitar 6% dan itu memerlukan tes lanjutan. Alergi karena polusi udara biasanya terjadi di daerah industri karena udara sudah tercemar asap pabrik bahkan asap kendaraan. Yang paling banyak terjadi adalah alergi hirup yang tidak kita sadari. Penyebabnya tungau atau debu rumah,” jelas Prof. Hendra saat diwawancarai di RSIA Puri Bunda, Denpasar. Tungau ini berada di tempat tidur dan menjadi penyebab asma. Tungau hidup karena ia memakan kulit-kulit manusia yang mengelupas. Agar terhindar dari asma, tentu tungau harus dibasmi. Caranya dengan sering-sering menjemur kasur atau alas tidur. Bila membeli tempat tidur baru, biarkan plastiknya masih membungkus dan pastikan tidak ada celah bagi tungau untuk masuk ke dalam. Lalu, gunakan protector (spon tipis) sebagai alas tidur. Spon tipis ini lebih mudah dijemur bahkan bisa dicuci. Upaya ini bisa mengurangi tungau di tempat tidur. Seprei yang sudah digunakan juga harus dicuci dengan air panas. Usahakan agar tidak menggantung baju yang sudah terpakai di kamar karena ini bisa meng undang kehadiran tungau.
Selain tungau, bulu-bulu binatang peliharaan seperti anjing, kucing, kelinci, burung juga rawan menjadi penyebab asma. “Kalau bisa hindarkan anak-anak dari bulu-bulu binatang termasuk boneka yang kotor. Kalau harus memelihara binatang, harus rajin memandikan,” tegas dokter yang meraih gelar profesor tahun 2000 ini. Di negara yang memiliki empat musim, tepung sari yang beterbangan saat musim semi juga menjadi salah satu pemicu asma. Namun, di Indonesia hal ini jarang karena Indonesia hanya mengenal dua musim. Untuk mengatasi asma, dapat dibedakan menjadi dua. Ketika serangan asma dan jangka
sual dengan lebih dari satu pasangan tanpa mengguna kan kondom, atau memang melakukan hubungan seksual dengan pasangan sendiri tetapi pasangannya sudah mengidap infeksinya lebih dulu. Sifilis sering disebut dengan raja singa. Gejala khasnya adalah luka cekung di ke lamin yang tidak terasa nyeri dan bisa hilang sendiri dalam beberapa hari. Awalnya bisa saja tanpa gejala, yang berlangsung 3-4 minggu, kadang-kadang sampai 13 minggu. Kemudian timbul luka di sekitar alat kelamin yang tidak nyeri dan bisa hi lang sendiri. Kadang-kadang disertai pusing-pusing dan nyeri tulang seperti flu, yang akan hilang tanpa diobati. Berlanjut kemudian dengan muncul bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah hubungan seksual. Gejala ini akan hil ang dengan sendirinya dan seringkali penderita tidak memperhatikannya. Selama 2-3 tahun pertama penyakit ini tidak menunjukkan gejala apa-apa, atau disebut masa laten. Setelah 5-10 tahun
penyakit sifilis akan meny erang susunan syaraf otak, pembuluh darah dan jantung. Pada perempuan hamil sifilis dapat ditularkan kepada bayi yang dikandungnya dan bisa lahir dengan kerusakan kulit, hati, limpa dan keterbelakang an mental. Sekadar membandingkan dengan Gonore, yang sering disalahkaprahkan dengan Sifilis, tandanya adalah nyeri saat buang air kecil, kelamin terlihat bengkak ringan me merah dan kencing bernanah. Gejala pada laki-laki adalah rasa sakit pada saat kenc ing, keluarnya nanah kental kuning kehijauan, ujung penis tampak merah dan agak bengkak. Pada perempuan, 60% kasus tidak menunjuk kan gejala. Namun ada juga rasa sakit pada saat kencing dan terdapat keputihan kental berwarna kekuningan. Itu perbedaannya. Sesungguhnya berbeda jauh tanda dan ge jalanya. Kuman penyebabnya juga berbeda. Gonore dise babkan oleh Neiseria gonore, sedangkan sifilis disebabkan oleh Treponema pallidum. Itu artinya pengobatannya juga sesungguhnya berbeda.
Prof. Dr. Hendra Santoso, Sp.A (K).
panjang. Saat serangan asma, segeralah ajak anak ke dokter agar cepat ditangani. Diagnosa dokter menentukan apakah asma yang diderita anak termasuk ri ngan, sedang, atau berat. Upaya selanjutnya apakah rawat jalan atau rawat inap juga tergantung diagnosa. Jika dilihat dari riwayat perjalanan alergi, pada usia kurang dari 2 tahun, disebut eksim, setelah usia 2 tahun disebut asma, dan setelah usia 6 tahun disebut pilek. Dokter kelahiran Surabaya, 6 Oktober 1939 ini juga menjelaskan tentang upaya lain yang dapat dilakukan. Hal terpenting adalah menghindari penyebab seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, menggunakan obat-obatan (farmakologi) termasuk inhaler yang harus diawali petunjuk dokter agar tepat sasaran, serta imunoterapi (suntikan tiap minggu atau tiap bulan untuk kekebalan). Mengenai mitos, penderita asma dilarang berolahraga, Prof Hendra mengatakan hal sepenuhnya tidak benar. Pen derita asma dianjurkan olahraga renang karena saat berenang kelembaban terjaga. Beda jika olahraga lari yang mengakibat kan tenggorokan kering sehingga sesak napas kambuh. “Ada perenang yang berprestasi di Olimpiade yang dulunya mengidap asma. Karena rajin berlatih, ia malah jadi perenang andal,” tandasnya. –Ngurah Budi
Jika selama ini memang sudah saling setia dan saling tidak ada berhubungan sek sual dengan orang lain, tentu saja tidak perlu khawatir tertular Sifilis. Jika situasinya seperti itu, kemungkinan yang terjadi bisa saja perlu kaan kulit penis karena iritasi atau keradangan. Tetapi ini tetap harus diobati dengan tuntas, agar tidak berlanjut menjadi lebih buruk. Kar enanya hal terbaik yang bisa dilakukan jika mengalami keluhan apapun di kelamin, Anda sebaiknya datang me meriksakan diri ke dokter dan jaga coba-coba mengobati sendiri secara sembarangan. Pasangan juga perlu diketahui statusnya, ada keluhan se rupa atau tidak, sehingga bisa dipikirkan kemungkinan harus diperiksa dan diobati, atau tidak. Jangan mengobati diri sendiri saja. Jika sudah ke dokter dan mendapatkan obat, patuhi cara pengobatan sesuai petunjuk yang diberi kan oleh dokter atau tenaga kesehatan untuk memastikan kesembuhan. Tetaplah selalu setia dengan pasangan dan selalu menjaga kebersihan alat kelamin.
10
BUGAR
9 - 15 JUNI 2014
Peremajaan Kulit tanpa Teknik Pembedahan
Penuaan kulit merupakan proses yang berjalan seiring dengan peningkatan usia. Terdapat dua proses utama penuaan kulit (skin aging) yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Penuaan intrinsik dipengaruhi oleh faktor keturunan (genetik) dan dihasilkan seiring perjalan waktu dimana hal ini tidak dapat dikontrol dan dihindari. Sedangkan penuaan ekstrinsik dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti konsumsi alkohol berlebihan, merokok, pola makan dan gizi yang kurang baik dan paparan sinar matahari. Penuaan kulit merupakan hasil interaksi yang kompleks dari berbagai tingkatan anatomis termasuk kulit, lemak subkutan, otot dan tulang. Terjadi penurunan fungsifungsi kulit seperti pergantian sel, respons terhadap trauma, fungsi pertahanan kulit, persepsi sensori, termoregulasi, produksi keringat dan produksi sebum yang berpengaruh pada munculnya kerutan, hilangnya elastisitas dan kekeringan pada kulit. Berbagai cara dilakukan wanita untuk meremajakan kulit. Dahulu teknik peremajaan kulit umumnya dilakukan dengan teknik pembedahan, namun saat ini terdapat berbagai pilihan prosedur peremajaan kulit tanpa teknik pembedahan diantaranya prosedur botox, filler, tanam benang dan laser. Prosedur nonbedah minimal invasif ini semakin diminati dan permintaannya kian meningkat. Dalam pengerjaannya juga dibutuhkan sentuhan seni estetika sehingga diperoleh hasil sesuai yang memuaskan sesuai dengan apa yang diharapkan. FILLER Filler terbuat dari asam hialuronat yang mudah terurai, aman dan bebas unsur hewani. Asam hialuronat mampu mengikat air dan memegang peranan penting dalam pemeliharaan jaringan kulit seperti mempertahankan kelembaban, serta memperbaiki jaringan dan pertumbuhan sel, merupakan komponen penting bagi struktur dan volume kulit. Volume merupakan salah satu rahasia dibalik wajah yang terlihat muda, seiring bertambahnya usia volume dalam kulit berkurang sehingga kerutan semakin jelas dan kulit mengalami kekenduran. Proses penyuntikkan invasif minimal di jaringan kulit dermis dan subkutan dengan hasil instan dan aman. Filler digunakan untuk memperbaiki kontur wajah, dapat dibentuk tulang pipi yang tinggi atau membuat bibir terlihat lebih menarik dengan memberikan volume ekstra dan batas yang lebih tegas. Filler dapat dimanfaatkan untuk meratakan cekungan bawah mata, memudarkan garis senyum, memancungkan hidung, membentuk pipi, dagu yang proporsional, membentuk bibir yang lebih penuh dan sensual, peremajaan kulit punggung tangan, leher serta wajah. Zat diinjeksikan pada area yang diinginkan, tergantung sensitivitas pasien dan demi kenyamanan dokter akan menggunakan anestesi lokal. Prosedur ini berlangsung selama kurang lebih 30 menit. Hasilnya dapat terlihat langsung dan tergantung produk yang digunakan maka hasilnya dapat bertahan 6-18 bulan.
BOTOX wajah dapat langsung terlihat dan Botulinum Toxin A (Botox) akan mengalami perbaikan secara merupakan protein murni bertahap setiap harinya. Hasilnya yang diekstraksi dari bakteri dapat bertahan 12 sampai 18 Clostridium Botullinum. Telah bulan. Biasanya untuk mendapatdisetujui oleh Federal Drug kan hasilnya yang lebih maksimal Administration (FDA) Amerika akan dikombinasi dengan botox sejak tahun 1989 digunakan maupun filler. untuk prosedur medis. Pada awalnya digunakan untuk tuPEELING juan medis, seperti memSetiap orang mendambaperbaiki kelainan fungsi otot, kan memiliki wajah yang sehat meringankan kedutan, botox dan bersinar. Usia yang kian kini lazim digunakan dalam bertambah dan paparan sinar dermatologi kosmetik untuk matahari yang kerap menerpa menyamarkan kerutan. wajah kita secara langsung dapat Botox umumnya digunakan menimbulkan permasalah pada untuk mengurangi garis halus kulit sehingga mulai timbul flek serta kerutan pada daerah dan kulit terlihat kusam. Saat usia dahi, di antara alis mata (frown muda proses pengelupasan sellines), sekitar mata (crow’s sel kulit mati berlangsung secara feet), daerah bawah mata, juga alamiah setiap 21 hari sekali, lipatan dagu dan garis horizonnamun seiring pertambahan usia tal pada leher dapat dikurangi proses ini mengalami perubahan dengan dosis minimal botox. sehingga dibutuhkan perawatan Botox bekerja dengan cara yang memiliki fungsi yang sama dr. Eka Ciptasari, Sp.KK. melemaskan otot tertentu untuk mengangkat sel-sel kulit pada daerah yang diinjeksi sehingga kulit terlihat lebih mati yaitu peeling. Secara umum terdapat dua mehalus serta tidak terdapat garis-garis. Keuntungan tode peeling yaitu peeling kimiawi (chemical peeling) dari botox adalah bekerja khusus pada daerah wajah dan peeling mekanik (mechanical peeling). Peeling yang diinjeksi, namun otot wajah lain di sekitarnya kimiawi merupakan metode pengelupasan kulit tetap berfungsi seperti biasa sehingga menghasilkan dengan menggunakan cairan sebagai bahan dasar. ekspresi yang normal dan terlihat natural. Proses Terdapat berbagai jenis cairan peeling yang diguyang dilalui saat injeksi tidak menyakitkan, namun nakan sesuai dengan kondisi kulit pasien. Cairan tergantung dari sensitivitas pasien. Prosedur ini peeling yang tergolong ringan digunakan pada kulit berlangsung kurang lebih 10 menit. Hasil yang mak- yang terdapat kerutan halus, kulit kering, berjerasimal dapat terlihat dalam 5 sampai 7 hari setelah wat maupun yang memiliki bercak kehitaman yang terapi. Botox bersifat sementara, hasilnya bertahan superfisial, konsentrasi yang lebih kuat difokuskan 4 sampai 6 bulan. untuk masalah hiperpigmentasi dan mengurangi keriput. Umumnya sebelum dan sesudah prosedur TANAM BENANG (TREAD LIFT) peeling, pasien diharuskan untuk menggunakan Tanam benang merupakan metode memasuk- krim perawatan yang akan memberikan hasil kan benang ke jaringan subkutan, sehingga diharap- yang lebih maksimal. Peeling mekanik merupakan kan terjadi proses remodeling kolagen sehingga kulit metode pengelupasan kulit dengan menggunakan terlihat lebih kencang. Terdapat berbagai jenis tipe alat, salah satunya yaitu mikrodermabrasi dengan dan ukuran benang yang berbeda tergantung fungsi partikel kristal. Metode ini dilengkapi dengan inmasing-masing. Benang terbuat dari bahan alami, fus oksigen dan serum yang diberikan kemudian. aman dan dapat diserap oleh kulit. Manfaat yang Perawatan berlangsung selama 15-30 menit dan dapat dirasakan setelah melakukan metode ini yaitu sebaiknya dilakukan pengulangan setiap 2 atau 4 mengencangkan kulit, mengembalikan kekenyalan minggu sekali. kulit dan mengubah struktur wajah bahkan dapat Manfaat peeling antara lain mengangkat sel-sel digunakan untuk mengecilkan perut, lengan serta kulit mati, dapat menyamarkan flek hitam atau paha. Prosedur tanam benang tidak memakan waktu hiperpigmentasi, meremajakan kulit dan membantu lama, sebelumnya dokter akan mengaplikasikan menipiskan kerutan-kerutan halus. Efek samping anestesi topikal, kemudian memasukkan jarum yang dapat ditimbulkan setelah pelaksanaan proseyang didalamnya terdapat benang pada daerah yang dur ini adalah kemerahan yang disertai rasa perih akan dikoreksi. Setelah posisi benang disesuaikan pada kulit yang bersifat sementara. Dalam beberapa jarum akan ditarik kembali. Prosedur ini tidak hari lapisan kulit yang paling luar akan mengalami memerlukan waktu lama, setelah tindakan pasien pengelupasan ringan dan digantikan oleh lapisan dapat beraktivitas seperti biasa. Perubahan kontur kulit baru yang lebih baik.
LASER Laser merupakan singkatan dari Light Amplification by Stimulating Emission of Radiation, ini sudah menjadi alat untuk meremajakan kulit dalam waktu singkat dan aman. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan, salah satunya menggunakan teknik laser rejuvenation non ablative, yakni prosedur laser yang bertujuan untuk meremajakan sel-sel kulit. Termasuk menyamarkan parut bekas jerawat atau cacar ringan hingga sedang, pori-pori besar, tekstur kulit kasar, serta mengurangi masalah pigmentasi akibat paparan sinar ultraviolet dan bertambahnya usia, tanpa menimbulkan luka pada kulit bagian atas (epidermis). Sinar laser yang ditembakkan akan menimbulkan perlukaan di lapisan dalam (dermis) kulit tanpa melukai lapisan luar kulit. Sehingga terjadi proses penyembuhan “healing process” pada lapisan dermis, yang menyebabkan peningkatan produksi kolagen dan fibroblast dengan cepat. Prosedur ini hanya memerlukan waktu sekitar 3-15 menit, tergantung luasnya area. Beberapa orang akan merasa sedikit nyeri seperti digigit semut saat menjalaninya. Namun rasa nyeri tadi dapat diatasi dengan pemberian anestesi topikal sekitar 30 menit sebelum tindakan. Hasil yang diperoleh setelah melakukan laser adalah kulit akan menjadi lebih kenyal dan terlihat kencang kembali. Pori-pori besar atau bekas jerawat pun akan tampak lebih merata dan halus. Laser dapat dilakukan pada wajah, leher, dada, perut atau paha (stretchmarks) dan tangan. Agar mendapatkan hasil maksimal dibutuhkan lebih dari sekali terapi. Dapat terjadi iritasi dan hiperpigmentasi paska inflamasi yang bersifat sementara, namun biasanya akan berangsur menghilang dengan pemakaian krim perawatan. Prosedur laser skin rejuvenation tidak memerlukan waktu penyembuhan sehingga pasien dapat langsung beraktivitas kembali seperti biasa. Sesudah melakukan tindakan laser ini yang biasanya dilakukan adalah memakai krim anti-iritasi ringan untuk meredakan efek kemerahan pada wajah. Hasil terapi dapat bertahan hingga beberapa bulan atau tahun sesuai dengan kondisi kulit dan gaya hidup. Pengetahuan dan pemahaman yang baik mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan penuaan kulit merupakan hal penting untuk memperoleh penampilan kulit yang terlihat sehat dan lebih muda. Masing-masing prosedur peremajaan memiliki indikasi dan kontraidikasi. Sebelum menjalaninya, konsultasikan dengan dokter sehingga dapat ditentukan prosedur peremajaan yang tepat, sesuai dengan kondisi kulit sehingga didapatkan hasil yang diinginkan namun tetap terlihat natural. dr. Eka Ciptasari, Sp.KK. Aesthetic Centre Siloam Hospitals Bali Email: aesthetic.bali@siloamhospitals.com Phone/SMS 0361-3311333 Whatsapp: 0361-3311333 PIN BBM: 7E10625C
STYLE
9 - 15 JUNI 2014
Gaya Alas Kaki Kali ini Tokoh menghadirkan ragam alas kaki buatan lokal yang modern dan modis. Desain sepatu dan sandal ini pun disuguhkan dalam beberapa motif yang menarik.
K
oleksi Ruzira Shoes & Bags Bali milik Ayu Arni ini, sengaja dipilih karena menawarkan karya handmade. Mulai dari flat shoes yang simpel hingga wedges yang unik juga sandal strappy yang trendi. Biasanya koleksi flat shoes, kerap dipilih karena nyaman digunakan di setiap acara. Modelnya kata Ayu sangat beragam, baik dari bentuk ban-
nya sampai bentuk heels-nya. Contohnya, ban atau selempang sandal ada yang berupa pita, bentuk bunga, koin, bentuk anyaman dan yang lainnya. Sandal dan sepatu karyanya ini, hak–nya rata-rata terbuat dari kayu, sehingga terlihat sa ngat khas. Untuk menambah keindahannya, Ayu sang desainer tak lupa membungkusnya. Ada yang dibungkus dengan tikar, kulit
imitasi, motif kayu, suede imitasi atau dilukis tangan. Sedangkan kap-nya ada yang berbahan kulit ular, kulit domba, kulit sapi termasuk juga bahan sintetik. Jadi, alas kaki buatan lokal tidak kalah dengan impor bukan? Sekarang, untuk bergaya tinggal pilih yang desainnya sesuai untuk dipasangkan dengan dress atau celana yang akan Anda gunakan. - Sri Ardhini
15
PELESIR
16
9 - 15 JUNI 2014
DARA
9 - 15 JUNI 2014
Terapi Bebas Rokok
Susuri Kota Tua Malaka Serasa di Eropa Malaka merupakan kota tua yang elok di pandang, apalagi untuk dikelilingi. Peninggalan bangunan bersejarah dengan arsitektur Eropa kuno yang indah menjadi saksi sejarah panjang kota ini. Saya berkesempatan menelusuri kota Malaka selama dua hari saat berkunjung ke Singapura.
Bahaya asap rokok dengan ribuan zat kimia berbahaya yang terkandung di dalamnya sudah sering disampaikan kepada masyarakat. Namun, jumlah para perokok tidak juga berkurang. Suasana Workshop Penulisan Isu Rokok
Remaja Peduli KTR S
R
The Red Building
K
Miniatur kapal Hangtuah di Pusat Kota Malaka
ota Malaka dapat dicapai dengan perjalanan darat, sekitar 3 jam dari Kuala Lumpur. Malaka juga dapat dicapai dari Singapura. melalui jalan darat. Dari Terminal Kranji Singapura, saya menaiki bus Causeway Link dengan tiket 1,4 dolar Singapura. Saya melewati dua pengecekan imigrasi. Pertama imigrasi Singapura karena saya keluar dari wilayah Singapura. Kemudian imigrasi Malaysia karena saya masuk Malaysia. Kemudian saya melanjutkan perjalanan dengan bus Causeway Link tadi menuju Terminal Larkin Johor Baru. Sampai di Terminal Larkin, saya mencari bus Mayangsari menuju Malaka Sentral dengan tiket 19 Ringgit Malaysia. Dari Terminal Larkin sampai ke Malaka Sentral dapat dicapai sekitar 2,5 jam. Dari Malaka Sentral menuju wisata kota Malaka yang berlokasi di Jonker street saya naik bus
Panorama nomor 17 dengan tiket 1,4 Ringgit Malaysia. Jaraknya tidak terlalu jauh, sekitar 10 menit saya sudah sampai di tujuan. Jonker street merupakan tempat wisata yang sangat terkenal di Malaka. Jalan ini terletak di Malaka Chinatown, yang juga dikenal sebagai Jonker Walk dan Jalan Hang Jebat.
9
Di areal Jonker street berdiri beberapa bangunan tua di kota ini, yang didirikan di era abad ke-17. sehingga sering disebut Antique Street. Jalan yang kecil ini terkenal sebagai tempat penjualan barang-barang peninggalan sejarah dari berbagai periode. Anda dapat dengan mudah mendapatkan barang-barang yang datang dari zaman kolonial dulu, mulai dari zaman Portugis, Belanda dan Inggris. Bagi penggemar barang antik, Anda pasti menyukai barang-barang di tempat ini. Kita akan melihat komplek ban gunan yang keseluruhannya berwarna merah. Orang lokal menyebutnya The Red Building. Benteng Famosa
Sangat klasik, tua, dan menawan. Di sisi kompleks bangunan terdapat sebuah gereja yang dibangun pada tahun 1753. Di sepanjang sisi kiri jalan terdapat kios-kios penjual pernak-pernik Malaka. Di sisi kanan kompleks Red Building dilalui Sungai Malaka. Bangunan Belanda tertua di Asia Tenggara dan satu-satunya peninggalan Belanda di kota ini. Dulu ini adalah rumah Gubernur Belanda sehingga arsi-
tektur Belandanya sungguh terlihat jelas. Dibangun para tahun 1650, dan terkenal karena warnanya yang merah. Saya seolah merasa sedang berada di sebuah negara Eropa saat melintas dan menikmati sisi sungai ini. Apalagi ada kincir angin khas Amsterdam yang semakin membuat suasana terasa di Eropa. Sungai Malaka merupakan urat nadi penggerak perdagangan Malaka sewaktu zaman kegemilangannya. Ketika itu sungai ini padat dengan kapal pedagang dari seluruh dunia. Selain karena sungai ini sa ngat bersih, sepanjang sisi sungai dipenuhi kafe dan resto dengan gaya Eropa. Setelah puas memandang sungai Malaka, saya berjalan menuju sebuah bukit yang bernama St Paul Hill. Ini adalah salah satu bangunan dengan gaya arsitektur Eropa yang tertua di Asia Tenggara. Pertama kali Portugis sampai di kota ini hal yang paling pertama mereka bangun adalah benteng ini, dengan tujuan mengamati sungai jika ada serangan dari musuh melalui sungai. Di benteng bersejarah ini terdiri dari tempat tinggal, toko makanan, kastil, tempat pertemuan dan juga 5 buah gereja. Gedung ini mengalami kerusakan yang cukup parah ketika terjadi perang dengan Belanda. Saat ini yang tersisa hanya dinding pintu masuk, yang masih berdiri kokoh hingga sekarang.
Dalam perjalanan ke bukit, saya melihat Galeri Laksamana Cheng Ho yang terkenal. Museum ini dibangun untuk memperingati seorang laksamana bernama Cheng Ho atau Zheng He yang hidup sewaktu zaman dinasti Ming di China. Pengembara terkenal ini telah menjalankan tujuh pelayaran pengembaraan di antara tahun 1405 dan 1433 dan meninggalkan jejaknya di Timur Tengah, Afrika dan Asia Tenggara. Setelah menyususri sungai Malaka, saya memilih tetap berjalan kaki, karena menurut informasi, hampir seluruh kawasan wisata terkenal di Malaka berada di te ngah kota, dan dapat dicapai hanya dengan berjalan kaki. Saya melanjutkan perjalanan mencari Pura Hindu tertua di Malaka yakni Sri Poyyatha Vinayagar Moorthi Temple. Pura ini didirikan di atas tanah yang diberikan Belanda yang masih berada di kawasan China Town, Malaka. Tepat pukul 06.00 sore saya tiba di Sri Poyyatha Vinayagar Moorthi Temple. Beberapa umat Hindu di Malaka melakukan persembahya ngan atau disebut puja. Saya kaget pada awalnya karena saya men dengar suara gendang keras sekali dibunyikan berkali-kali. Menurut umat di sana, itu sebagai tanda puja segera dilakukan. –Wirati Astiti
emaja atau anak sekolah disebut-sebut masih menjadi target industri rokok di Indonesia. Remaja dinilai bisa menjadi generasi penerus jika makin banyak pecandu rokok sakit-sakitan. Jumlah perokok berusia anakanak di Indonesia masih tinggi. Global Youth Tobacco Survey di Indonesia memperlihatkan 20% siswa SMP sudah merokok. Hal ini disampaikan dalam Workshop Penulisan Isu Rokok bagi jurnalis sekolah, yang digelar belum lama ini oleh Lembaga Perlin dungan Anak (LPA) Bali bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Denpasar. Kegiatan ini diikuti 24 orang jurnalis SLTA. Mereka ini akan membantu mengampanyekan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dengan terlibat dalam lomba esai tentang upaya Bali mengimplementasikan Perda terkait KTR ini. Sebelumnya mereka mendiskusikan tantangan penerapan Perda ini dan upaya remaja untuk mencegah kecanduan rokok sejak dini. Bagja Hidayat dari Majalah Tempo memandu para jurnalis muda ini trik menulis isu agar menarik perhatian anak muda. I Made Kerta Duana dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Bali mengatakan prevalensi perokok di Indonesia masih tinggi. Data Riset Kesehatan Dasar menunjukkan persentase prevalensi perokok Indonesia berturut-turut adalah 34,2% tahun 2007, 34,7% (2010), dan 36,3% (2013). Sementara, penduduk yang terpapar asap rokok sekitar 76% pada 2010. Di Bali, prevalensi perokok di atas 15 tahun sekitar 63%. Menurut riset pada 2011, sebanyak 34% remaja di Kota Denpasar merokok. “Dipicu keinginan untuk mencoba, tidak mau dibilang banci, dan alasan lainnya,”
ujar Duana merinci alasan merokok para perokok muda ini. Perilaku merokok pada remaja umumnya semakin lama semakin mening kat sesuai dengan tahap perkembangannya yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi dan intensitas merokok, dan sering mengakibatkan mereka meng alami ketergantungan nikotin. Remaja yang sudah kecanduan merokok pada umumnya tidak dapat menahan keinginan untuk tidak merokok, mereka cenderung sensitif terhadap efek dari nikotin. Penelitian yang dilakukan di Amerika ada tahun 1998 menyatakan bahwa lebih dari 4 miliar remaja adalah perokok. Pengonsumsi rokok paling banyak adalah murid SMA (Siquera, dkk, 2001). Dalam pengendalian konsumsi rokok, banyak daerah yang telah melakukan pengembangan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sebagai salah satu upaya efektif dalam pengendalian konsumsi rokok dan melindungi perokok pasif dari bahaya asap rokok. Sejak 2009, LPA bersama dengan jaringan pengendalian tembakau di tingkat kabupaten dan provinsi di Bali di tingkat provinsi maupun kabupaten telah melakukan advokasi dalam pembentukan Perda KTR baik di tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi sebagai dukungan dalam melindungi anak-anak dari dampak buruk rokok. Banyak pandangan pesimis dari masyarakat tentang efektivitas Perda KTR. Hal ini disebabkan karena tidak pahamnya masyarakat dengan aturan ini dan informasi yang salah yang me reka terima selama ini tentang rokok, bahaya dan aturannya Jurnalis sekolah harus memiliki pemahaman lebih dini bahaya rokok dan kebijakan kawsan tanpa rokok agar bisa diketahui teman sebaya me reka,” kata Ni Nyoman Masni, Ketua LPA Bali. -Nina
ulitnya stop merokok, memang terbukti dengan banyaknya perokok yang ingin stop merokok namun gagal. Apalagi bagi mereka yang hanya mengandalkan motivasi diri saja. Untuk menjawab tantangan usaha stop merokok, Tokoh mewawancarai seorang terapis yang memiliki keahlian untuk membebaskan seseorang dari kecanduan merokok. Ia adalah I Ketut Gde Dharma Putra. Pemilik Manajemen Emosi/Terapi Emosi/ CelukTherapi di Jalan Raya Celuk, Gia nyar ini mahir menangani cara lepas dari rokok dan memutuskan semua emosi terhadap rokok, sehingga bisa lebih sehat dalam menjalani hidup. Ketut begitu panggilannya, mengatakan dirinya memilih melakukan terapi rokok karena awalnya ia sendiri seorang perokok berat. “Sekarang saya bisa lepas dari kebiasaan merokok. Rokok sudah bukan kebutuhan pokok. Dengan saya sendiri bisa bebas, menjadikan saya ingin membantu orang lain untuk bebas juga. Karena saya tahu sangat sulit bebas dari rokok,” tuturnya. Terapi bebas rokok, adalah terapi emosi yang membebaskan ikatan emosi seseorang terhadap objek bernama rokok. Karena, emosi inilah yang menyebabkan orang ketergantungan dengan rokok. “Emosi yang berhubungan dengan rokok di antaranya nyaman, marah, sedih dan cemas,” ungkap Ketut. Dikatakan oleh lelaki kelahiran Celuk, Gianyar ini, proses terapinya menggunakan teknik mesmerism. Mesmerism adalah teknik kuno yang sempat punah. Teknik mesmerism adalah bapak dari teknik hipnosis yang sering kita lihat di televisi. Sementara untuk menjalankan terapi bebas rokok, Ketut menjelaskan memerlukan waktu di bawah 10 menit. Yakni untuk merubah emosi menjadi netral sehingga
rasa rokok menjadi berubah. Ketika ditanya apakah dengan terapi ini seseorang pasti bisa bebas dari rokok, Ketut pun menyatakan dijamin bisa sampai bebas dari rokok, asalkan pasien mengikuti prosedurnya. “Sebab, butuh terapi beberapa kali untuk betul-betul lepas dari rokok,” ujar suami Erma Wayuningtyas yang belajar teknik terapi ini sejak 2013. “Sampai sekarang saya terus belajar. Teknik mesmerism terus berkembang dan saya belum 100% menguasainya. Tetapi, saya tetap bisa membantu untuk bisa lepas dari rokok,” imbuhnya. Selanjutnya Ketut menyampaikan, kesulitan dalam melakukan terapi bebas rokok adalah karena orang yang sangat kecil atau malah tidak mempunyai niat untuk berhenti merokok. Ketika disinggung soal pembayarannya, ayah dari I Putu Lanang Khendra Dharma Putra
I Ketut Gde Dharma Putra
ini menyatakan, apa yang dilakukannya adalah pelayanan. “Dalam ajaran Agama Hindu pelayanan atau membantu orang selain yadnya yang paling tinggi juga bisa membantu membersihkan diri kita sendiri,” katanya. Karena itu, pembayaran untuk terapi rokok yang dilakukannya adalah seikhlasnya. dan 50% dari yang diterimanya akan disumbangkan atau digunakan untuk hal-hal yang berhubungan dengan kemanusiaan. Masih dalam rangkaian pelayanan atau kegiatan menolong orang lain, Ketut juga melakukan terapi di antaranya untuk masalah trauma atau luka batin, dendam, kecanduan narkoba, ketakutan, kegelisahan, kecemasan, kecanduan main game, kebiasaan buruk, kepercayaan diri, kebiasaan menunda, insomnia, kesedihan mendalam, perasaan bersalah, hingga stres berkepanjangan. –Sri Ardhini
8
BUNDA & ANANDA
9 - 15 JUNI 2014
Jangan hanya Main Game
Libur telah tiba, libur telah tiba.. Hore..Hore..Horee… Begitulah salah satu penggalan syair lagu “Libur Telah Tiba” yang menggambarkan sukacita anak-anak menghadapi liburan.
L
iburan adalah masa dimana orangorang meluangkan waktu yang bebas dari pekerjaan ataupun kegiatan sekolah. Bagi pelajar hari libur biasanya terjadi pada akhir semester dan juga pada hari raya besar. Liburan tentu saja sangat dinantikan bagi hampir semua orang sebagai suatu bentuk untuk menyegarkan pikiran dan kondisi fisik setelah melaksanakan pekerjaan ataupun sekolah. Yang paling
lau liburan soalnya bisa main game yang kalau hari sekolah waktu mainnya tidak selama pada saat liburan,” ucap anak SD ini. Saat liburan juga saat bagi orangtua untuk menghabiskan sedikit waktu lebih lama bersama anaknya. Tidak terkecuali bagi Ni Wayan Eka Prastini. Ibu tiga orang anak ini biasanya mengajak anaknya yang masih SD untuk berlibur ke kampung halaman. “Biasanya kalau liburan diajak ke kampung. Selain untuk sem-
menantikan liburan tentu saja anak-anak pelajar salah satunya anak SD. Sekolah Dasar (SD) merupakan suatu jenjang awal belajar formal setelah TK dan Play Group. Tentu saja pembelajaran di SD tidak sepenuhnya bermain, apalagi saat ini anak-anak SD sudah melakukan Ujian Sekolah tingkat provinsi yang tentu saja secara tidak langsung membenani pikiran mereka. Maka dari itu mereka memerlukan suatu waktu untuk melepaskan penat dalam bentuk liburan. Liburan sangat dinantikan bagi anak-anak. Tak terkecuali anak SD. Banyak hal yang biasanya dilakukan anak-anak SD untuk mengisi liburan mulai dari bermain di sekitar rumah hingga berlibur bersama keluarga. Begitulah sekiranya yang sering dilakukan oleh Komang Yoga Mahendra. “Biasanya liburan di rumah main game, main layangan sama teman-teman dan juga les gender,” ungkapnya. Bagi Yoga, liburan merupakan waktu yang sangat menyenangkan. Maka dari itu, ia tidak pernah bosan setiap menghabiskan liburan. Hal ini dikarenakan ia sangat menikmati waktu liburan untuk menyegarkan otak setelah lama menghabiskan waktu belajar di sekolah. “Gak pernah bosan ka-
bahyang karena kebetulan bertepatan dengan hari raya Galungan dan Kuningan dan juga untuk menikmati keadaan kampung yang berbeda dengan di kota Denpasar,” ujarnya. Selain mengajak berlibur, ada beberapa orangtua yang tetap mengingatkan anaknya untuk tetap belajar. Begitu pula yang diterapkan oleh Eka Prastini. Ia tetap mengingatkan anaknya untuk paling tidak tetap membaca buku walaupun liburan. “Tetap disuruh belajar paling gak ya baca-baca buku untuk menambah pengetahuan,” ungkap Eka. Walaupun dibebaskan bermain apa saja selama liburan, sebagai orangtua tetap memberikan batasan waktu agar tidak terus bermain dirumah. “Biasanya kalau sudah menjelang petang atau yang sering disebut sandi kala ya berhenti main di luar dan harus pulang ke rumah,” tegasnya. Salah satu sekolah yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk rehat setelah ujian adalah SD Cipta Dharma, Denpasar. Sekolah ini bahkan menggelar pentas seni yang bertema “Melalui Pentas Seni Budaya Kita Menumbuhkan Karakter untuk Menyongsong Era Globalisasi”. “Kami memberi wadah penyaluran kreativitas siswa melalui
Dr. I Made Rustika, M.Si.,Psi.
pentas seni ini. Setelah suntuk belajar dan menempuh ujian, kini saatnya mereka menunjukkan kreativitasnya,” ujar Kepala SD Cipta Dharma N. Mulyathi, S.Pd, M.Psi. Pentas seni ini juga bertujuan menumbuhkan keberanian siswa untuk tampil di depan umum. Selain itu, ajang ini juga menjadi tempat bagi siswa untuk berkompetisi secara sehat. Masing-masing anak atau tim yang tampil akan berusaha sebaikbaiknya untuk menghibur penonton. “Pentas ini tidak hanya melibatkan siswa dan sekolah, orangtua juga turut memberi dukungan. Bagi orangtua ini merupakan kesempatan untuk memberi penghargaan kepada anak yang sudah belajar baik kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler,” tandas Mulyathi. Pentas seni yang dibuka Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra ini merupakan pentas seni yang ke-10. REKREASI BERSAMA Dalam psikologi manfaat dari liburan bagi perkembangan ada itu sangat banyak. Begitulah yang dikatakan oleh Dr. I Made Rustika, M.Si.,Psi. Waktu liburan bermanfaat sebagai refreshing atau penyegaran diri bagi anakanak yang sudah jenuh terhadap kondisi pembelajaran di sekolah. Liburan inilah merupakan hal penting untuk menjalin hubungan
yang lebih erat antara orangtua dan anak. “Pada liburan inilah orangtua perlu meluangkan lebih banyak waktunya untuk rekreasi bersama. Orangtua harus memberikan kesempatan bagi anak untuk mengemukakan pendapatnya untuk menghabiskan liburan bersama. Keadaan inilah yang mampu memberikan dampat positif bagi anak-anak terutama anak usia dini. Apalagi jika liburan diisi dengan hal positif maka psikologis anak-anak baik,” ungkap dosen Program Studi Ilmu Psikologi Universitas Udayana ini. Berbagai jenis liburan tentu saja dapat dipilih oleh anak, tetapi yang paling efektif adalah rekreasi antara anak dan orangtua. Rekreasi antara orangtua dan anak sangat penting untuk tetap menjalin komunikasi. Jika komunikasi antara orangtua dan anak baik maka pola asuh anak itu pula baik. “Penting bagi orangtua untuk meluangkan sedikit waktunya bersama anak. Pola asuh subdemokratif penting dikembangkan oleh orangtua karena dengan pola asuh tersebut orangtua dapat mendengarkan pendapat anak mengenai keinginan untuk berlibur. Anak dan orangtua dapat menikmati liburan bersama. Perlu juga orangtua mengajak anaknya
untuk berlibur ke tempat yang dapat menumbuhkan empati bagi anak seperti panti asuhan. Empati yang berkembang baik tentu saja bisa menguatkan kecerdasan emosional,” ujarnya. Saat ini, rekreasi bersama ke-
luarga sudah jarang dilakukan lagi. Entah karena orangtua yang sibuk ataupun dengan alasan lainnya, anak lebih sering menghabiskan liburan di rumah. Ternyata dalam ilmu psikologi, anak yang hanya menghabiskan waktu liburan di rumah memberikan pengaruh yang berbeda dengan anak yang menghabiskan liburannya dengan rekreasi ke luar rumah. “ Anak SD itu perlu aktivitas fisik tidak hanya diam di depan komputer saja misalnya. Dampaknya kurang bagus. Karena anak SD itu perlu bergerak, pergerakan inilah perlu bagi perkembangan fisik seperti otot-ototnya. Berbeda dengan anak SD yang bergerak. Jadi perlu ada variasi, boleh diam di rumah saja duduk main game tapi perlu diselingi dengan rekreasi ke tempat hiburan,” ujar Rustika. Mengenai perlu tidaknya anak SD belajar saat liburan, dosen Psikologi ini mengatakan kurang sependapat. Menurutnya waktu liburan harus dimanfaatkan benarbenar bebas dari tekanan tugastugas. “Menurut saya kurang, makanya saya kurang setuju jika sekolah memberikan tugas sekolah pada saat belajar. Bagaimana anak bisa refreshing jika terus dibebani oleh tugas-tugas. Manusia itu kan perlu istirahat agar
sehat. Ibaratnya orang sehat perlu gizi, nah mental agar sehat juga perlu gizi, jadi gizi bagi mental itulah liburan,” tegasnya. Hal terpenting dalam liburan bagi anak SD adalah peranan orangtua dalam menghabiskan waktu bersama. “Jadi saran saya untuk orangtua yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan lupa terhadap anaknya adalah orangtua harus merenung bahwa apasih yang dicari dalam hidup? Itu yang harus direnungi dahulu oleh orangtua. Apa gunanya mengumpulkan kekayaan tapi anak malah terjerumus ke hal negatif seperti pencandu narkoba, minum-minuman keras dan lain sebagainya, jadi sama saja bohong. Mudahmudah dengan merenung itu, orangtua mengubah pemikirannya untuk menghabiskan waktu bersama orang tua,” ujar pria asal Tabanan ini. -Hemma
G R I YA
9 - 15 JUNI 2014
17
Beragam Pilihan Palem Hampir di tiap ruas jalan besar, di perkantoran, hotel, maupun di rumah-rumah pribadi, bisa kita dapati pohon palem. Pohon-pohon palem ini memiliki berbagai jenis dan ukuran. Tergantung kepentingan kita.
T
anaman hias dari keluarga Araceceae (Palmae) disebut sebagai kaum bangsawan dari Kerajaan Tanaman. Pohon ini kerap dimanfaatkan sebagai tanaman peneduh atau penghias jalan. Umumnya pilihan jatuh pada jenis palem yang pertumbuhannya besar, seperti palem raja, palem putri, palem sadeng, dll. Namun, jika difungsikan sebagai vocal point di taman, jenis palem botol dan palem bismax sering menjadi pilihan karena bentuknya yang cantik menawan. Ada juga yang memilih jenis palem merah atau palem kuning yang mencari keindahan lewat warna batangnya. Banyak jenis palem lain yang bisa menjadi pilihan, seperti palem tupai dan palem jepang. Namun, menurut Yeyen, di
Palem Sadeng
antara palem-palem itu, jenis yang paling mahal adalah palem bismark. Daun palem ini berbentuk kipas. Palem bismark ini ada dua jenis, yang berdaun hijau dan perak (silver). Palem bismark hijau dengan ketinggian batang 50 cm dihargai Rp 8 juta, sementara yang silver mencapai Rp 16 juta. “Kalau yang lebih tinggi lagi, tentunya lebih mahal,” ujar pria asal Malang, karyawan Stan Bunga Flamboyan di kawasan Krobokan Denpasar ini. Sedangkan palem putri dengan ketinggian batang 2 m dihargai hanya Rp 900 ribu. Pohon-pohon palem ini dikatakannya dipasok dari Pulau Jawa dan Kalimantan. Jenis palem sadeng didatangkan dari Jember, palem kuning dari Kediri, palem merah dari Jakarta dan Kalimantan, palem bismark dari Jakarta, dan palem komodoria (chamaedorea) dari Malang. Yeyen mengatakan dalam sebulan rata-rata ada delapan pohon palem yang terjual. Yang paling banyak diminati adalah jenis palem putri dan palem sadeng yang menurut pengakuan konsumen akan ditempatkan di vila dan hotel. Pohon palem yang pertumbuhannya tinggi umumnya ditempatkan di luar ruangan (outdoor). Ada pula jenis palem yang cocok ditempatkan dalam ruangan (indoor), salah satunya palem komodoria. “Palem ini yang paling cocok ditempatkan di dalam ruangan karena batangnya kecil-kecil,” ujar Yeyen, salah seorang tukang kebun di Stan Bunga Flamboyan di
Palem Bismark
kawasan Krobokan, Denpasar. Tak banyak stan bunga yang menyediakan jenis palem ini. Dalam satu rumpun pohon palem komodoria, rata-rata berisi empat batang. Palem komodoria setinggi 1 meter ini dihargai Rp 150 ribu. “Karena ditempatkan di dalam ruangan, apalagi ruangan ber-AC, penyiramannya cukup sekali sehari,” imbuhnya. Pohon palem adalah tanaman tropis dan subtropis sehingga selama pertumbuhannya diperlukan penyinaran matahari penuh. Namun, menurut Yeyen pada waktu perkecambahan dan pembibitan sebaiknya jangan terkena sinar matahari langsung. Pohon ini memerlukan suhu udara 25-33 derajat C, dan masih tumbuh baik di luar kisaran suhu udara tropis tersebut. Pohon palem tumbuh bagus di media tanah yang mengandung pasir. Selain itu, yang perlu diketahui, akar tanaman ini tidak menyukai genangan air. “Namun, perlu banyak air ketika baru ditanam untuk pertumbuhan akarnya. Bisa disiram dua kali sehari, pagi sore,” imbuhnya. Palem ini dapat tumbuh mulai dari daratan rendah sampai ke daratan tinggi. Palem adalah tanaman hias yang bersifat kosmopolitan, keberadaannya ditemukan di daerah tropis dan subtropis, di dataran rendah dan tinggi, di pegunungan dan di pantai, di tanah yang subur dan gersang.
JENIS PALEM Dari beberapa jenis palem, yang sering ditemui adalah jenis palem raja, palem putri, palem botol, palem merah, dan palem waregu. Palem raja, dikenal dengan royal palm karena bentuknya yang menawan dengan batang yang kokoh, daun yang hijau dan segar. Pelepah yang rontok akan meninggalkan bekas lingkaran atau garis berwarna abu-abu putih. Tinggi tanaman mencapai 25-30 m. Jenis yang banyak ditanam adalah palem raja Kuba. Palem putri, sekilas bentuknya seperti palem raja, daun yang lebih lebar dan warna lebih hijau. Tanaman ini berasal dari Madagaskar, banyak dimanfaatkan sebagai penghias pinggir jalan atau tanaman pot. Palem botol, disebut demikian karena batang bawahnya menggelembung dan batang atas menyempit sehingga mirip bentuk botol. Pertumbuhan lambat, tajuknya sempit sehingga tidak memerlukan tempat yang luas. Palem merah, disebut juga sebagai pinang merah dan merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh di hutan rawa dataran rendah sampai 500 m dpl. Keistimewaannya terletak pada pelepah dan tulang daun yang merah menyala. Untuk mempertahankan warna
Palem Komodoria
merah, palem ini ditanam di tempat yang terik. Palem waregu merupakan tanaman hias yang dapat ditanam di luar maupun di dalam ruangan atau juga sebagai penghias taman. Sosok tanaman yang kokoh, gagah, anggun, dan indah merupakan beberapa alasan mengapa palem waregu digunakan sebagai tanaman hias. Nilai tambah yang lain adalah perawatan yang mudah, nuansa khas daerah tropis, dan tahan terhadap perubahan cuaca. –Inten Indrawati
Palem Putri
D AYA C I P TA
18
Dari Sampul Undangan hingga Gerbang Tempat Resepsi Komang Diktat
“S
aya tidak tahu pasti kapan dan siapa pecetus prewedding photo graphy, tapi dari beberapa informasi yang saya dapat dari buku maupun di internet, prewedding mulai muncul dan berkembang pesat tahun 1990-an seiring dengan pesatnya dunia fotografi di Tiongkok,” ujar Diktat. Pria kelahiran Nusa Lembongan, 15 Juni 1985 ini menambahkan, tujuan dari kebanyakan prewedding adalah memotret calon pengantin untuk keperluan detil perkawinan, seperti sampul surat undangan, standing foto memasuki gerbang tempat perkawinan
Pasangan yang akan melaksanakan perkawinan, ada yang sudah mempersiapkan foto mereka untuk dijadikan pemanis kartu undangan atau dipajang di tempat resepsi. Foto sebelum perkawinan atau sering disebut prewedding photography ini ternyata memberi imbas bagi para fotografer. Mereka pun memberikan jasa prewedding photography. Salah satunya Komang Diktat. (resepsi) dan sebagainya. Semuanya diatur dalam pose sepasang pengan tin yang sedang berbahagia, dengan berbagai konsep. “Di Eropa atau Amerika tidak mengenal istilah prewedding photog raphy, melainkan wedding photograpy. Prewedding sering di sebut engagement photo,” imbuhnya. Perkembangan prewedding photography yang sangat pesat akhir-akhir ini seiring dengan perkembangan teknologi digital kam era, prewedding seakan jadi kebutuhan wajib bagi calon pengantin. Pemilik sekaligus fotogfarer Dik
tatphotography ini mengatakan cus tomer prewedding tentu saja dari calon pengantin yang akan segera ke jenjang perkawinan. Bahkan mereka sering photo shoot prewedding jauhjauh hari sebelum acara perkawinan mereka. Kebanyakan yang melakukan prewedding dari Tiongkok, Singapura, Malaysia, Hongkong, dan Indonesia Bagi dunia fotografi, hal ini tentu saja memberikan imbas. “Selain bisa menyalukan hobi memotret dan dikerjakan secara profesional, prewed ding bisa menjadi bisnis dan mem buka lapangan pekerjaan sendiri,”
ujar fotografer yang pernah menjadi pembicara di acara Teman Sharing seminar photography, Denpasar 2013 dan narasumber sharing dan pemotretan The Balinese Beauty di Perhimpunan Fotografi Bali (PFB ), Denpasar 2014. Diktat menuturkan, awalnya ia kuliah jurusan desain grafis. Salah satu mata kuliahnya fotografi. “Waktu itu saya belum punya kamera dan saat ada tugas praktek fotografi saya meminjam kamera saku dari sepupu saya. Saat itulah saya mulai tertarik belajar banyak dari teman, buku/ majalah foto, internet, mengikuti seminar fotografi dan pelatihan di studio photo. Setelah tamat kuliah saya langsung melamar kerja di studio dan rental photography. Dari tempat saya bekerja saya belajar lebih banyak lagi karena berkesempatan menjadi assistent lighting dan berkesempatan belajar dan bertanya secara langsung dengan fotografer yang sudah berpen
Contoh foto prewedding
galaman. Tahun 2010 saya dibelikan kamera DSLR untuk pemula oleh kakak saya, mulai sejak itu saya sering ikut hunting foto, dan mulai dipercaya sebagai second shooter dari teman yang sudah lama di wedding photogra phy. Dari hasil itu saya bisa membeli kamera DLSR profesional dan me mutuskan saya ingin menjadi wedding photographer yang profesional. Tahun 2013 saya memutuskan untuk terjun total di wedding photography dan mulai membuat web photography -www. diktatphotography.com,” ujar peraih penghargaan World Best Wedding Photography The 2014 Best of the Best Engagement Photos, Junebug Weddings ini. Diktat mengakui dirinya baru mulai belajar di era kamera digital ini jadi ia sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi fotografi saat ini. Saat pemotretan bisa langsung melihat hasil jepretan di kamera. Hasil jepretan pun bisa diedit lagi di komputer dan sekarang begitu banyak software photo editing. Ia pun membagikan kiat sebelum melakukan pemotretan prewedding. “Persiapan sebelum pemotretan prewedding ya seperti biasa bertemu dulu dengan calon klien membicarakan konsep dan lokasi prewedding. Setelah konsep dan lokasi ditentukan baru saya mengatur waktu yang tepat melakukan prewedding di masing-masing lokasi yang telah ditentukan dan alat-alat apa saja yang perlu disiapkan mulai dari lensa, lighting dll,” paparnya. Diktar berharap semoga perkem bangan fotografi makin bagus dan maju. Bagi fotografer semoga bisa menghargai karyanya sendiri dan memperkenalkan potensi daerahnya masing-masing lewat foto, sehingga fo tografi bisa dinikmati oleh masyarakat luas. –Ngurah Budi
Prinsip Latihan Beban Paling Efektif (2)
Tekanan dan Pertumbuhan Stres atau tekanan (yang muncul dari beban) adalah stimulus atau rangsangan untuk pertumbuhan otot. Ialah yang membuat pertumbuhan otot terjadi. Setiap pemula akan secara tipikal mengalami pertumbuhan otot yang cepat dengan beban ringan karena beban ringan sudah merupakan stres atau tekanan untuk tubuh yang tak pernah dilatih. Begitu tubuh menjadi terbiasa dengan stres tersebut, tubuh sudah beradaptasi (menyesuaikan diri), dan pertumbuhan otot akan menjadi berhenti. Untuk tetap mengalami pertumbuhan otot, stres baru harus diperkenalkan kepada tubuh, dalam hal ini adalah beban yang lebih berat harus digunakan untuk menjadi rangsangan bagi pertumbuhan otot selanjutnya. Pemula sering melakukan kesalahan dengan me nambah repetisi atau macam latihan tanpa berusaha terlebih dahulu meningkatkan beban latihan yang su dah mereka lakukan. Menambah lebih banyak macam latihan hanya akan menguras energi dan kemampuan pulih, dan membuat peningkatan stress (beban) pada latihan yang sudah ada menjadi mustahil. Setelah me nguasai teknik gerakan yang benar, pemula harus mulai mencoba menggunakan beban yang lebih berat pada latihan-latihan yang sudah mereka gunakan tanpa harus menambah macam latihan.
Pada tahun 1940-an, seorang ilmuwan Swedia bernama Hans Selye memformu lasikan sebuah teori mengenai stres dan bagaimana tubuh menyesuaikan diri terhadap stres. Kebanyakan dari karyanya bisa den gan mudah diterapkan dalam latihan untuk membangun otot. Teorinya tersebut dikenal dengan nama Sindrom Adaptasi Umum (Gen eral Adaptation Syndrome). Teori tersebut me nyebutkan bahwa tiap stres bisa memiliki efek yang nyata pada tubuh. Stres adalah sesuatu yang bisa mengganggu keadaan homeostatis: keseimbangan tubuh sehari-hari. Stres tersebut bisa saja dalam bentuk virus, flu, pekerjaan yang melelahkan di kantor, ribut dengan pasangan, atau dalam kasus fitness, latihan. Tiga reaksi yang terjadi dengan tiap stres yang besar: tahap peringatan, tahap membangun penolakan, dan tahap kelelahan. TAHAP PERINGATAN adalah respon awal pada penyebab stres. Secara fisik, tubuh bereaksi pada stres dengan gejala yang timbul karena permintaan dari stres. Seorang yang mengalami stres yang luar biasa di tempat kerja dan di rumah bisa saja terkena jerawat, rambut yang menipis, atau berkeringat lebih banyak. Stres pada praktisi fitness pemula adalah beban yang digunakan. Tekanan ini akan menimbulkan gejala kelelahan, rasa pegal yang luar biasa, dan pada awalnya juga terjadinya sedikit peningkatan pada kekuatan. TAHAP MEMBANGUN PENOLAKAN (yang juga dikenal sebagai tahap PERBAIKAN) adalah tahap di mana tubuh beradaptasi dengan stres. Tanda-tanda dari seperti rasa pegal luar biasa sudah mulai surut seiring usaha tubuh untuk pulih dan beradaptasi dengan stres. Pada saat inilah otot beradaptasi dengan latihan yang ditekankan padanya
9 - 15 JUNI 2014
9 - 15 JUNI 2014
dan otot mulai tumbuh. Di sinilah di mana Anda harus pintar mengatur kemajuan fisik sesuai dengan kemampuan untuk bisa mencapai kesuksesan jangka panjang. Ingatlah bahwa sebelumnya saya mengutarakan bahwa membangun fisik dan otot adalah suatu proses yang lambat. Apabila latihan Anda tidak progresif, maka Anda tidak mungkin mendapatkan pertumbuhan otot sama sekali! Stres latihan harus selalu diubah dan ditambah seiring waktu untuk se lalu merangsang tubuh tetap beradaptasi dan menghindari homeostatis. Untuk membangun otot, stres latihan harus bertahap untuk memungkinkan tahap membangun penola kan ini terjadi. Melakukan latihan yang sama berulang-ulang dengan beban dan repetisi yang sama adalah protokol latihan yang tidak mungkin menghasilkan pertumbuhan otot yang maksimal, karena tubuh akan dengan cepat ber adaptasi sepenuhnya pada stres yang diberikan kepadanya. Meskipun konsistensi latihannya sudah baik, tetapi stresnya harus berubah untuk memungkinkan tubuh masuk ke dalam tahap membangun penolakan ini dan mengalami pertumbuhan maksimal. TAHAP KELETIHAN adalah tahap yang harus di hindari oleh semua praktisi fitness. Tahap ini adalah tahap di mana tubuh tidak mampu lagi untuk menghadapi stres yang diterima. Tahap ini adalah juga tahap di mana per tumbuhan otot menjadi mustahil. Stres yang terlalu ber lebihan menyebabkan tubuh gagal masuk ke dalam tahap penolakan (pertumbuhan otot). Alih-alih mendapatkan pemulihan otot dan energi yang maksimal, tubuh menyerah dan akhirnya jatuh sakit. Kesakitan ini bukanlah rasa sakit yang kita pikirkan akan terjadi seperti terbaring di tempat tidur. Sakit ini digambarkan sebagai ketidakmampuan tubuh untuk pulih dari keletihan dan membangun otot, mudah lelah, dan bahkan mengalami penyusutan massa otot.
life
story
Mimpi yang tak Terwujud Seharusnya Arlita (17), bukan nama sebenarnya, masih menikmati masa remaja dengan leluasa. Bergaul dengan sesama rekan sebaya, belajar hingga bercanda bersama dalam suasana nyaman dan aman. Mungkin itu hanya bisa dirasakan oleh remaja lainnya yang hidup berkecukupan tapi tidak oleh Arlita yang sejak kecil kekurangan. Di usianya yang baru remaja itu ia malah “dijebak” dalam hingar bingar dunia kafé yang penuh dengan hura-hura.
L
ebih dari setahun yang lalu, berbekal izin dari orangtua yang juga ter giur dengan janji gaji besar yang akan diperoleh anaknya itu, Arlita terbang dari Jawa Barat untuk mengejar mimpi akan perbai kan kehidupan ekonomi hingga ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Meski usianya masih tergolong anak-anak, Arlita bertekad untuk bekerja demi mendapatkan penghasilan yang layak. Pekerjaan yang diidamkannya tentulah pekerjaan yang dapat menghasilkan uang banyak dan aman bagi dirinya. Ketika tawaran itu datang, betapa ia senang karena akhirnya mimpi itu akan terwujud. Bagaimana tidak, ketika se orang perempuan mengajaknya bekerja di sebuah restoran dengan janji gaji empat hingga lima juta rupiah sebulan, angan-angan akan kehidupan yang baik itu menari-nari di pelupuk matanya. Di matanya gaji itu sangatlah besar. Belum lagi ia diberikan tambahan berbagai fasilitas gratis seperti tiket gratis, baju gratis, biaya kesehatan, makan, salon maupun fitness. Arlita tidak berpikir tentang profil dirinya yang masik anakanak dengan kemampuan dan kapasitas yang dimiliki. Pantaskah ia mendapatkan gaji demikian besar? Restoran kelas apakah yang mau menggaji anak-anak dengan kemampuan “kencur” seperti dirinya? Bujuk rayu dan iming-iming perem puan yang biasa dipanggil Mamah (sa maran) itulah yang membuat anak yang tak memiliki pengalaman ini terlena, mabuk membayangkan gaji besar di depan matanya. Karena itulah, di awal tahun 2013 lalu, dari kampung halaman nya di Jawa Barat, ia pun dibawa oleh Mamah ke Lombok untuk “mengejar” mimpinya. Rupanya saat itu, Arlita tidak datang sendirian melainkan Mamah juga merekrut gadis lainnya juga usianya sebaya dengan Arlita. “Saat tiba di Lombok mereka bukannya disiapkan untuk bekerja di restoran melainkan langsung di bawa ke sebuah kafe yang berada di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat. Apa yang dijanjikan tidak sesuai dengan harapan dan di tempat ini mereka justru di pekerjakan sebagai PS (Parnert Song),” kata Beauty Erawati, Direktur Eksekutif LBH APIK NTB. Lembaga inilah yang akhirnya memberikan per lindungan bagi Arlita dan rekannya ketika mereka berdua melarikan diri dari kafe tersebut. LBH APIK NTB jugalah yang mendampingi mereka
sebagai penasehat hukum selama kasus ini berjalan. Ketika pertama kali bekerja di sini, Arlita dan rekannya diminta untuk me nandatangani kontrak kerja yang tidak dipahaminya termasuk ada klausula yang menyebutkan bahwa ia harus membayar jutaan rupiah apabila korban hendak pulang sebelum masa kontrak berakhir. Pihak pemilik hiburan malam dan Mamah sendiri yang ikut hadir saat itu tidak menjelaskan apa-apa tentang hal ini. Kaget jelaslah dirasakan Arlita dan rekannya. Fasilitas gratis yang dijanjikan itu hanyalah bualan belaka. Karena bersama pekerja PS yang lain ia hanya mendapatkan tempat tinggal atau mess gratis, sedangkan tiket pesawat, baju untuk bekerja, biaya makan, salon dan fitness yang dijanjikan itu rupanya akan dipotong dari gaji Arlita seperti para pekerja PS yang lain. Kecewa tentu saja. Namun, untuk menolak tidaklah mungkin. Mereka datang dari jauh. Jangankan memiliki sanak famili di sini, ia bahkan tidak mengenal siapa-siapa. Arlita juga tidak kenal dengan daerah yang baru saja ia datangi ini. Ia hanya mengenal Mamah. Nasi sudah menjadi bubur, da lam waktu cepat, pikiran anak-anak Arlita tidak sampai menjangkau ren cana-rencana melarikan diri atau memberontak melainkan dengan terpak sa mengikuti saja “nasib” yang disodorkan Mamah pada mereka. Arlita dan rekannya pun menjalani pekerjaan sebagai PS, sebuah peker jaan yang jauh dari anganangannya. Arlita tidak terima dirinya bekerja di tempat seperti ini, tem pat yang baginya banyak maksiatnya namun ia tak mampu melawan situasi di luar kemampuannya ini. Tiap malam ia ha rus mendampingi lakilaki yang mencari hiburan dengan berkaraoke dan minum minuman keras serta bersiap untuk “na kal” padanya. Menghindar sungguhlah tak mungkin karena pekerjaan ini telah menugaskannya untuk
Suasana di Senggigi
melayani kehendak tamu. Rasa takut, risih dan malu serta menyesal ber kecamuk dalam dirinya yang tidak bisa berbuat apa-apa kecuali pasrah. Bagaimana tidak, ketika bekerja ia diminta mengenakan pakaian yang serba pendek dan seksi dan me reka yang harus melayani para tamu yang berkunjung ke tempat hiburan tersebut. “Yang paling menyakitkan dari cerita Arlita, mereka sering kali mendapatkan pelecehan seksual dari para tamu yang ditemaninya,” kata Ida Md Kartana, Koordinator Program Anak, LBH APIK NTB. Tidak hanya itu, bahkan ada dari beberapa tamu tersebut yang sudah mabuk merayu, bahkan tidak segansegan untuk meraba tubuh Arlita. Menurut Kartana, dalam menjalankan pekerjaannya itu, Arlita harus me nemani tamu bukan hanya untuk
berkaraoke tetapi juga menemani tamu yang minum minuman keras juga berjoget. Dengan pakaian yang minim yang diberikan sebagai seragam kerja itu membuatnya sering mendapatkan pelecehan secara seksual dari tamutamu yang datang, seperti dipegangpegang payudaranya, lalu dicium pipi dan bibirnya. Hal ini sangat membuat Arlita menjadi bertambah kecewa. “Ia juga harus bekerja dari pukul 20.00 hingga 03.00 sampai-sampai ia sempat jatuh sakit. Arlita pernah melaporkan ke jadian tersebut kepada Mamah namun itu dianggap suatu hal yang biasa,” kata Beauty. Mamah selalu mengatakan bahwa semua karyawan yang bekerja di tempat itu harus seperti itu. “Karena merasa tidak kuat dengan perlakuan tersebut akhirnya Arlita dan rekannya melarikan diri dengan alasan
7
untuk pergi ke salon,” lanjut Beauty. Pikiran melarikan diri itu muncul karena Arlita sudah tidak tahan lagi menang gung penolakan dalam dirinya untuk melanjutkan pekerjaan itu. Arlita dan rekannya itu pun bersepakat untuk kabur dari kafe tersebut. Meski tak mengenal siapa-siapa dan tidak tahu arah mana harus melarikan diri, ia pun nekad melarikan diri dengan alasan hendak ke salon. Beruntungnya ketika mereka melarikan itu bertemu dengan seorang satpam yang kemudian membantunya serta akhirnya melapor dengan meng hubungi aparat kepolisian Lombok Barat. “Saat mereka lari dari kafe tersebut pihak kafe terus mencari dan mengancam Arlita dan sampai akhirnya mereka harus disembunyikan di sebuah hotel,” ujar Kartana. Keduanya merasa ketakutan dan ingin secepatnya pulang ke Jawa Barat. Mimpi-mimpi mereka sebelumnya untuk mendapatkan uang banyak dari bekerja di restoran pun tak pernah terwujud. Ketika Arlita berada di per sembunyian itulah, pihak Polres Lom bok Barat menghubungi LBH APIK NTB untuk melakukan pendampingan terhadap ia dan rekannya. Karena keta kutan dan ingin pulang maka keesokan harinya Arlita dan rekannya itu dipu langkan ke daerah asalnya di Jawa Ba rat. Perjalanan kasus ini terbilang alot, berbagai tantangan dihadapi namun LBH APIK NTB hingga kini masih terus berjuang untuk mendapatkan keadilan bagi Arlita dan rekannya itu. -Naniek I. Taufan
6
life
story
Hidupku Bergantung Tabung Oksigen Siang itu, seorang laki-laki berperawakan sangat kurus duduk di kursi roda, di bawah pohon besar menghadap ke arah Waduk Muara Nusa Dua, Denpasar. Tak ada seorang pun menemaninya. Namun, di depan tempat duduknya itu terlihat gelaran tikar. Ada beberapa kantung plastik makanan dan dua botol air mineral ukuran tanggung. Di sisi kanannya, tabung kecil yang biasanya mengaliri oksigen ke hidung melalui selang, tak lagi dipasang. “Saya sakit paru-paru. Sekarang istri dan anak-anak saya sedang mengambil tabung di rumah sakit,” ujarnya dengan napas tersengal-sengal.
D
engan tatapan mata menerawang, laki-laki bernama Rahmat Hidayat (41) itu hanya bisa menikmati alunan musik melalui headset yang menempel di telinganya. Sesekali ia melempar pandangannya ke arah barat menikmati hamparan air yang memenuhi waduk. Tak berselang lama, istri dan kedua anaknya yang masih balita datang dibonceng teman Rahmat. Santi Rahayu (27), istri Rahmat dengan sigap memindahkan selang ke tabung oksigen berwarna hitam yang baru dibawanya itu, dan memasangkan selangnya ke hidung Rahmat. Di tabung itu tertera tulisan 150 kg. “Sudah dua tahun suami saya sakit,” ujar perempuan asal Malang tersebut. Ia sendiri mengaku bingung dengan kondisi suaminya yang tak sembuh-sembuh. Rahmat yang sehariharinya bekerja sebagai buruk proyek kerap mengambil kerjaan memelitur atau finishing mebel, yang tentunya berhubungan dengan cairan-cairan keras/kimia. “Mungkin karena sering menghirup itu juga yang menjadi salah satu penyebab sakit paru-paru, selain kebiasaan suami merokok yang bisa menghabiskan tiga bungkus sehari,”
ujar Santi mengira-ngira. Ia mengisahkan sekitar tiga tahun lalu, Rahmat yang baru menikahinya dua tahun itu sering meriang sepulang kerja disertai batuk-batuk. Namun, batuknya ini kadang muncul kadang hilang lagi. Rahmat yang sudah mengantongi KTP Bali ini kos di daerah Patasari Kuta. Ia bekerja proyek mulai pukul 09.00 sampai 17.00. Jika lembur, bisa baru pulang
pukul 22.00. “Setiap pulang kerja suami saya selalu meriang, selalu saya pijat dan kerokin,” ujarnya. Entah bulan apa di tahun 2012, Santi membawa suaminya itu ke Puskesmas Kuta 1. Dari hasil pemeriksaan dokter, Rahmat didiagnosa kena penyakit paru kambuhan. “Dulu sebelum menikah, saya memang pernah sakit paru-paru, sudah berobat dan sudah sembuh. Tetapi sekarang kambuh lagi,” imbuh Rahmat, yang kali ini sudah bisa berbicara dengan kondisi normal. Menurut Santi, di puskesmas, suaminya diberikan obat TBC dan tiap hari disuntik selama dua bulan. Karena merasa tak ada perubahan, tahun 2013 ia memutuskan memboyong suaminya ke kampung asalnya Malang, sembari berobat di sana. Rahmat sempat menjalani pengobatan di beberapa rumah sakit. Rumah sakit pertama yang dikunjunginya, peralatannya kurang lengkap. Di RS kedua, Rahmat menjalani serangkaian tes, salah satunya tes dahak. Sempat diopname dua minggu dan diobservasi lagi tentang penyakit TBCnya. Santi juga berusaha membawa suaminya berobat hingga ke Banyuwangi. “Dokter tidak berani menindaklanjuti, karena khawatir jika putus obat lagi, penyakit malah kebal,” kisahnya. Karena terkendala dana, Rahmat yang seharusnya dibolehkan pulang setelah dua minggu opname, baru bisa keluar setelah tiga minggu. Atas saran temannya, Rahmat pun kembali diboyong ke Bali untuk mendapatkan pengobatan lanjutan. “Jika berobat di Bali bisa pakai JKBM,” ujarnya. Sampai di Bali, Rahmat langsung masuk UGD RS Sanglah, diobservasi. Ia didiagnosa kurang cairan dan kena in-
S U D U T PA N D A N G
19
KPAID “Dihidupkan” Kembali?
Rahmat yang masih duduk lemah di kursi roda ditemani istri dan kedua anaknya
feksi saluran pernapasan. Ia menempati ruang isolasi Nusa Indah. Setelah dua minggu dirawat, Rahmat dibolehkan pulang. Namun, belum sehari pulang, numpang tinggal di rumah temannya, Rahmat harus kembali ke RS. Tubuhnya tidak kuat dengan kondisi panas, badannya langsung menghitam, kulit dada memerah dan napasnya sesak. “Kata dokter, kondisinya ini bisa karena pengaruh obat atau karena badannya terlalu kurus,” ucap Santi lirih. Rahmat pun kembali diopname. Selama tiga minggu dirawat, ia menjalani tes darah, ditangani dokter paru, dokter gizi dan menjalani fisioterapi. Dari serangkaian pengobatan itu, dari hasil tes akhir, Rahmat yang masuk sebagai pasien TBC sudah dinyatakan negatif. Ia melakukan rawat jalan untuk pemulihan kondisi paru-paru yang luka dan flek. Maret 2014, Rahmat keluar dari RS, namun kondisinya masih lemah. Dengan berat badan hanya 34 kg ia tak kuat menopang tubuhnya. Untungnya, sebuah LSM memberikannya bantuan
9 - 15 JUNI 2014
9 - 15 JUNI 2014
kursi roda. Sejak keluar RS, sejak itu pula Rahmat bersama istri dan dua anaknya, Fahri Hidayat (5) dan Aisyah Qory (3) menempati gazebo berukuran 2 m x 2m, di areal Waduk Muara Nusa Dua, sebagai tempat tinggal. “Sempat ditegur sama petugas Satpol PP. Saya bilang saja suami sakit dan masih menjalani terapi,” ujarnya. Sudah tiga tahun terakhir Rahmat tak lagi bekerja. Begitu juga Santi yang tak berani meninggalkan suaminya sendiri dengan kondisi seperti itu, selalu setia mendampingi Rahmat sembari mengasuh anak-anak mereka. Untuk makan dan kebutuhan pengisian tabung oksigen, mereka dibantu LSM. Sesekali Santi bekerja paruh waktu membersihkan areal Kongco yang tak jauh dari tempat itu. Kasur, kompor beserta tabung gas pun dikatakan Santi adalah pemberian orang-orang yang iba melihat keadaan mereka. “Sekarang ini tinggal pemulihan kondisi, karena suami dibilang kena gizi buruk. Dulu berat badan suami 60 kg, sekarang hanya 34 kg,” ucapnya. –Inten Indrawati
Maraknya kasus kejahatan seksual yang terjadi dalam kurun waktu empat tahun terakhir, menginisiasi DPRD Bali membuat Raperda Perlindungan Anak. Namun, Raperda ini masih terus dalam proses penyempurnaan. Berbagai kalangan turut serta memberi masukan dan kritikan demi penyempurnaan Raperda yang diharapkan bisa diketuk palu tahun ini. Dalam pertemuan ketiga di Ruang Sidang DPRD Bali, Rabu (28/5), dihadirkan dua narasumber, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait dan Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Budiharjo.
A
rist Merdeka Sirait menunjukkan data, sejak empat tahun lalu (2010-2014) Komnas Perlindungan Anak telah melaporkan Indonesia telah berada dalam status darurat kejahatan seksual terhadap anak. Kondisi kedaruratan ini dikuatkan fakta dan data pengaduan kekerasan terhadap anak yang jumlahnya terus semakin meningkat. Data yang dkumpulkan Komnas Anak di Indonesia tercatat 21.689.797 kasus pelanggaran hak anak yang tersebar di 34 provinsi dan 179 kabupaten kota. Sebanyak 42-48% dari pelanggaran hak anak tersebut merupakan kejahatan seksual terhadap anak, selebihnya kasus kekerasan fiisk, penelantaran, dan perebutan anak, ekspolitasi ekonomi, dan perdagangan anak. Ia menilai penegakan hukum terhadap kejahatan seksual anak belum menunjukkan keberpihakan terhadap anak sebagai korban. “Aparat pene gak hukum masih menggunakan kacamata “kuda” dalam menangani perkara perjahatan dan kekerasan seksual terhadap anak. Putusan hakim dalam perkara kejahatan seksual masih belum mencerminkan rasa keadilan bagi korban,” ujarnya. Fakta menunjukkan, masih banyak hakim memutuskan bebas bagi para pelaku kejahatan seksual seperti apa yang terjadi di Pengadilan Labuhan Batu, Pengadilan Negeri Medan, dan Pengadilan Tapanuli Utara dengan alasan tidak cukup bukti. UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak mensyaratkan hukuman bagi pelaku kejahatan seksual minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun. Namun, justru masih banyak hakim memutuskan perkara tidak maksimal dan tidak berkeadilan bagi korban. Menurut Sirait, penyebab kejaha-
tan seksual, merajalelanya pengaruh tontonan pornografi dan pornoaksi yang kemudian telah menjadi adiksi dan penyakit yang harus disembuhkan bagi pelanggannya. Runtuhnya ketahanan keluarga atas nilai agama, sosial, etika, moral serta degradasi nilai solidaritas antarsesama. Selain itu, pengaruh gaya hidup yang tidak diimbangi kemampuan ekonomi, budaya permisif, budaya meniru, dan sikap feodal juga menjadi penyebab lain. Merespons situasi Indonesia darurat kejahatan seksual terhadap anak, Komnas Perlindungan Anak melakukan langkah strategis dan nyata menginisaisi lahirnya perda perindungan anak yang implementatif, terukur, agresif, massif, dan berkesinambungan. Mendorong DPRD untuk mengalokasikan anggaran guna tersedianya sarana dan prasarana perlindungan anak. Mendorong DPR-RI dan pemerintah untuk segera merevisi Pasal 81, 82 UU No 23 Tahun 2002, yakni mengubah hukuman 3 tahun minimal dan 15 tahun maksimal menjadi minimal 20 tahun dan maksimal seumur hidup ditambah dengan pemberatan hukum kebiri melalui suntik kimia bagi pelaku kejahatan seksual dewasa. Mendesak pemerintah pusat dan daerah bersama masyarakat membangun rumah perlindungan sosial anak untuk memberikan pelayanan dan perlindungan terpadu bagi anak yang membutuhkan perlindungan khusus. Wakil Ketua KPAI Budiharjo menilai, saat ini masyarakat sudah kehilangan peran fungsi keluarga, lingkungan, dan peran negara sehingga sangat diperlukan perda. Namun, bagaimana memberi nilai tambah dan menyikapi perda ini? Ketua Pansus Raperda Perlindu ngan Anak I Nyoman Partha mengatakan, bagi pelaku kejahatan seksual
Arist Merdeka Sirait
Ida Ayu Made Gayatri
Budiharjo
dewasa sudah diproses hukum, namun, bagaimana nasib anak-anak yang jadi korban. “Tidak ada data yang jelas bagaimana kelanjutan nasib mereka. Siapa yang mengurus mereka, Dengan adanya Perda, kami harapkan tidak ada lagi kasus seperti itu. Miris melihat anak-anak sebagai korban dan pelaku anak, harus dikeluarkan dari sekolah karena takut nama sekolah tercoreng. Selama ini SKPD banyak membuat program namun, tumpang tindih dan bertabrak an. Dengan Perda ini kami harapkan, para SKPD membuat program yang komprehensif jangka pendek dan jangka panjang, sehingga penanganannya pun lebih saling melengkapi baik mulai dari perencanaan sampai pada pengawasannya,” kata Partha. Ia juga menilai, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Daerah Bali perlu dihidupkan kembali. Dulu, posisi KPAID tidak jelas apa kewenangan pusat atau daerah. Begitu pula, pembiayaan juga tidak jelas. Termasuk tidak jelas apa yang harus dilakukan. KPAID juga dinilai bergaya LSM dan sering berseberangan dengan SKPD. Ida Ayu Made Gayatri, mahasiswa Program Doktor Kajian Budaya Unud menegaskan, jangan jadikan isu anak menjadi politis tanpa menjawab pertanyaan mendasar dalam dua kali pertemuan di DPRD Bali. “DPRD belum menyerahkan naskah akademik yang perlu direvisi. Naskah akademik yang diajukan pada pertemuan kedua di DPRD Bali, telah kami pelajari, data kekerasan 150 anak yang diajukan LPA tidak dapat dijadikan dasar argumentasi ilmiah. Masih banyak kasus yang ditangani P2TP2 yang menyatakan kewalahan menangani persoalan kekerasan. LBH Bali yang menangani anak berhadapan
dengan hukum berkenan membantu pula. Apakah aspirasi mereka sudah diakomodir? Naskah akademik dapat memberikan oerientasi dan tujuan pembentukkan raperda anak. LBH Bali telah mengajukan pertanyaan dua kali, pendekatan perlindungan anak Bali yang seperti apa yang diharapkan dari DPRD Bali. Apakah preventif, proaktif atau apa? Sehingga dengan mengetahuinya maka raperda ini akan lebih fokus dan dapat digunakan sebenar-benarnya untuk kepenting an pelaksanaan di lapangan,” kata Gayatri.
sampai perda ini dibuat dan mandul. Kita perlu sistem siapa yang bertanggungjawab dalam menjalankan perda ini,” tegasnya. Budawati dari LBH Apik Bali menilai, kinerja aparat kepolisian sudah sangat bagus dalam merespons, namun, sangat berbeda ketika di tingkat kejaksaan dan kehakiman. “Belum ada sistem peradilan anak di pengadilan negeri. Ironisnya, ketika terjadi kasus seksual terhadap anak, masyarakat hanya bisa mencari siapa yang akan mengawini agar tidak leteh, tanpa berpikir jangka panjang akan masa masa depan si anak,” kata Budawati. Nengah Arjawa dari DPRD Gia nyar mengatakan, melihat dari kasus seksual yang terjadi di Gianyar, setelah dicek, ternyata sekolah tidak memperbolehkan mereka kembali ke sekolah. “Ada satu anak, yang hanya ikut mencium, masa depannya hancur karena harus dikeluarkan dari sekolah. Solusi dari masalah ini belum ada,” kata Arjawa. Menurut Prof. Wirawan dari tim pengkaji Raperda Perlindungan Anak, dengan dibuatkan perda akan melegalisasi, siapa lembaga pelaksana, termasuk pembiayaan. “Kalau tidak ada perda, tidak ada dana untuk pembiayaan prasarana dan sarana perlindungan anak. Perda itu tidak mengatur, kalau mengatur itu ranahnya UU. Perda hanya mencantumkan sanksi pelanggaran. Sudah disebutkan dalam Pasal 32 ayat 1, sanksi berupa pidana kurungan paling lama enam bulan atau denda paling banyak denda Rp 50 juta. Dalam ayat 3, juga sudah dijelaskan, selain sanksi ayat 1, dapat dikenakan sanksi sesuai UU yang berlaku. Tidak semua dapat dimasukkan ke dalam perda. Yang lebih detail akan dilanjutkan dengan Peraturan Gubernur. Untuk itu, diperlukan koordinasi antara SKPD terkait, baik itu dinas pendidikan, dinas sosial, dll,” jelasnya. Ka. Biro Hukum Sekda Prov. Bali I Wayan Sugiada mengatakan, perda dapat dibuat badan eksekutif dan legislatif. Untuk Raperda Perlindung an Anak kebetulan diinsiasisi DPRD Bali. Tugas eksekutif memberi sanggahan, menyangkut aspek hukum, sosiologi, dan fisiologi. Ia menilai, dari aspek hukum sudah sesuai dengan UU. Sementara aspek fisiologinya, apa dampak bagi lingkungan. Begitu juga, aspek sosialogisnya, bagaimana nilai-nilai yang hidup di masyarakat. “Para masyarakat yang hadir dalam seminar ini wajar saja memberi usulan-usulan demi penyempurnaan. Untuk hal detil nanti diatur dalam peraturan gubernur,” ujarnya. –Wirati Astiti
Suasana seminar di Ruang Sidang DPRD Bali, Rabu (28/5)
VISUM PSIKOLOGI Ia menambahkan, pada gagasan kabupaten dan kota layak anak disebutkan sebagai model pembangunan. Model pembanganan apa yang dimaksudkan, pembangunan SDM atau pembangunan fisik pendukung? Apa yang dijadikan indikator kota layak anak? “Wacana KPAID muncul dalam raperda ini menurut saya cukup aneh dan terkesan politis. Terkait dengan ide KPAID ini saya rasa DPRD perlu menjelaskan urgensinya, mengingat lembaga ini pernah “dibunuh” beberapa tahun lalu. Yang lebih menarik, nama KPAID dalam raperda ini sekadar dicantelkan tanpa penjelasan yang lugas mengenai ruang lingkup kerja dan masalah kordinatif. Urgensi pembentukkan kembali KPAID tentu harus melalui kajian akademis terlebih lagi realitasnya telah diajukan, sehingga tidak menjadi wacana politis, iming-iming agar raperda yang tidak jelas ini menjadi goal sebagai perda,” tandas Gayatri. Ipung dari P2TP2 Kota Denpasar menyatakan, bagaimana mungkin menjerat pelaku, korban tidak berani melapor, apalagi dipatahkan dengan tidak adanya visum psikologi? “Jangan
NINE
20
9 - 15 JUNI 2014
Menikmati Palopo di Taliwang Di antara hiruk-pikuk penjual dan pembeli di Pasar Kuliner Taliwang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Heni Herani sibuk melayani pembeli. Ia berjualan dari sore hingga sekitar pukul sepuluh malam. Inilah aktivitas keseharian Heni yang juga adalah seorang guru ini. Di depannya terdapat susunan tampi berisi mangkok-mangkok putih yang berjejer rapi. Isi mangkok tersebut berwarna coklat dan ber tekstur lembut dengan aroma susu segar menyeruak ketika didekati.
K
uliner khas Taliwang ini bernama palopo yang sudah jarang ditemukan. Kuliner ini tidak lagi banyak dibuat oleh masyarakat Sumbawa. Hanya ada beberapa orang saja di Taliwang yang secara turuntemurun masih membuat dan menjajakan palopo, kuliner unik yang berbahan baku susu segar ini. Dari tidak lagi banyak orang yang membuat kuliner ini, Heni Herani adalah salah seorang yang masih setia membuat dan menjual palopo. Keahliannya ini diperoleh dari ibunya yang juga memperoleh resep dan cara membuat palopo secara turun-temurun. Dan secara turun-temurun pula, mereka tidak pernah putus menurunkan resep dan keahlian serta mempraktikkannya baik untuk konsumsi sendiri maupun untuk dijual. Dulu, cerita Heni, palopo dapat dijumpai di rumah-rumah masyarakat Taliwang. Namun sekarang sudah jarang yang membuat palopo. “Kini, hanya tinggal beberapa orang dan bisa dihitung dengan jari orang Taliwang yang masih membuat palopo,” ujarnya.
Heni Herani
Padahal, kudapan khas ini relatif sangat mudah membuatnya. Hanya dalam hitungan puluhan menit kudapan ini bisa matang hingga berpuluh-puluh mangkok. Hal inilah yang membuat palopo dapat dikerjakan sembari
mengerjakan pekerjaan rumah lainnya. Selain karena cara pembuatannya yang sederhana, susu kerbau segar juga relatif masih mudah didapatkan di Taliwang. Satu hal yang diinginkan oleh Heni untuk tetap melestarikan palopo di tengah kehidupan modern ini adalah bahwa palopo merupakan kuliner khas warisan nenek moyang masyarakat Taliwang sebagai salah satu identitas budaya yang memiliki cita rasa khas yang tidak ditemui di daerah lain. Sekali pun saat ini Heni telah memiliki pekerjaan tetap sebagai guru sekolah dasar di Taliwang, ia tetap setia melakoni aktivitas sampingannya sebagai pembuat dan penjual palopo serta menjajakannya di pusat kuliner Taliwang. Inilah alasan, mengapa para pembuat palopo ini masih tetap bertahan “melahirkan” palopo tiap hari di Taliwang. Karena itu pulalah, Heni dan ibundanya, mau membagi resep kepada siapa pun. PROSES PEMBUATAN PALOPO Di tangan Heni, resep, bahan dan cara membuat palopo masih diper-
Bersama ibundanya, Heni melestarikan Palopo, kuliner khas Taliwang
tahankan keasliannya hingga saat ini. Palopo, kudapan khas Taliwang, dari bahan alami dan tanpa pengawet dan pemanis buatan. Mudah, cepat dan sederhana proses pembuatannya. Tanpa campuran lain, pembuatan palopo sama sekali tidak memakai pengawet dan hanya terdiri dari bahanbahan alami saja, sesuai dengan resep yang telah diturunkan nenek moyang Heni sejak dulu. Bahan baku palopo adalah susu kerbau segar, gula merah dan terong bulat berwarna kuning yang banyak tumbuh liar di Taliwang. “Hanya susu kerbau saja yang paling baik menghasilkan palopo. Susu sapi atau pun kambing, hasilnya kurang baik,” kata Heni yang mengaku pernah mencoba membuatnya dengan susu segar selain susu kerbau. Tiap pagi hingga menjelang siang, para pengantar susu kerbau segar dari berbagai desa di Taliwang selalu mampir ke rumah Heni untuk menyerahkan berbotol-botol susu kerbau segar. Dalam sehari, Heni dapat membuat palopo dari 20 botol berukuran 1,5 liter susu segar yang dibelinya dengan harga Rp 30.000/botol. Pembuatannya bertahap, tergantung berapa botol yang tiba lebih dulu. “Saking mudahnya membuat palopo, jadi, tidak harus menunggu susu-susu kerbau segar itu terkumpul semuanya, melainkan berapa botol pun susu yang tiba bisa langsung dibuat sembari menanti susu-susu kerbau lainnya tiba,” kata Heni. Susu-susu kerbau segar itu adalah susu yang diperah tiap paginya oleh para pemerah susu kerbau dan langsung diantar. Dari 20 botol susu kerbau segar itu, bisa menghasilkan 30 tampi atau 210 mangkok yang disusun tujuh mangkok tiap tampinya serta dijual dengan harga Rp 5.000 per mangkok. Yang unik dari kuliner ini menuruit Heni adalah bahan baku wajib yang harus dipakai adalah terong bundar berwarna kuning yang tumbuh liar di Taliwang. “Fungsinya sebagai pengental dari susu kerbau segar sehingga dapat memadatkan susu segar tersebut ketika matang menjadi palopo,” kata Heni yang tidak tahu zat apa yang terkandung dalam terong kuning tersebut sehingga dapat mengentalkan susu
kerbau segar. “Yang saya tahu itulah resep turunan yang diwariskan pada saya. Dan jika tidak memakai terong kuning tersebut, maka palopo dipastikan tidak bisa mengental,” lanjutnya. Hari itu, begitu dua botol susu kerbau segar tiba di rumahnya, dengan cekatan Heni yang dibantu sang Bunda, menuangkannya dalam wadah yang sudah disiapkan. Ibundanya bergegas menyaring gula merah yang sudah dicairkan dan langsung menuangkannya ke dalam susu kerbau segar tersebut. Heni kemudian membelah terong bulat kuning lalu meremasnya dengan sedikit air. Warna agak kecoklatan dari remasan terong bulat kuning tersebut tampak, dan denga menggunakan saringan, Heni menuangkan air perasan tersebut tanpa biji terong ke dalam campuran gula merah dan susu segar tadi. Ia pun kemudian mengaduk-aduk hingga rata dan menuangkan bahan tersebut ke dalam mangkok-mangkok yang telah ditata pada tampi-tampi. Campuran palopo mentah yang telah diberi air perasan terong bulat kuning ini harus lekas dituangkan dalam mangkok-mangkok dan langsung dikukus agar palopo mentah tidak mengental di wadah tersebut. Terong kuning itulah yang akan mempercepat proses pengentalan. “Tidak ada ukuran resep yang pasti dari pembuatan palopo, melainnya menurut kebiasaan kira-kira dan selera. Untuk du botol susu kerbau segar, digunakan tiga sampai empat buah terong kuning,” ungkap Heni. Hanya dikukus dalam dandang berisi air mendidih selama 10-15 menit, palopo telah mengental dengan struktur yang sangat lembut, berwarna coklat, telah matang. Aroma khas susu kerbau menyembur dari dapur Heni yang berasal dari uap palopo. Aromanya ini menggoda selera, rasa manisnya yang tidak berlebihan, gurih dan lembut di lidah, meninggalkan kesan tersendiri saat menikmati palopo terutama dalam keadaan hangat. Warnanya yang cokelat karena menggunakan gula merah. Ada pula palopo yang putih terbuat dari gula putih. Mangkokmangkok berisi palopo lalu ditata dalam tampi yang kemudian disusun meninggi hingga 20 susunan sehingga terlihat unik saat dijual. Palopo hanya dapat bertahan hingga dua hari jika disimpan dalam lemari es, karena tidak memakai pengawet dan tidak pula memakai pemanis buatan. Sebagai orang Taliwang asli, Heni ingin agar para remaja putri dapat mempelajari pembuatan palopo agar kuliner khas ini tidak punah. Ia mengaku bersedia mengajarkan pada mereka cara membuat palopo. Heni sang guru yang mencintai palopo sebagai warisan nenek moyangnya. --Naniek I. Taufan
INSPIRASI
9 - 15 JUNI 2014
Ny. IA Selly Mantra
5
Promosikan Tengkuluk Lelunakan di Kancah Nasional Busana tengkuluk lelunakan kian hari kian mendapat tempat di hati masyarakat Bali. Dalam tiap kesempatan, busana ini kerap dipakai. Salah satunya oleh para Ketua TP PKK se-Bali saat menghadiri peringatan HUT ke-34 Dewan Kerajinan Nasional yang dipusatkan di Gedung Smesco UKM Jakarta Selatan, Kamis (5/6). Untuk kesekian kalinya pula, AA Ayu Ketut Agung dipercaya merias ibu-ibu pejabat ini. Berbalutkan kain kebaya dengan beragam warna, penampilan mereka kompak dengan tengkuluk berwarna kuning.
Para Ibu Ketua TP PKK se-Bali tampil cantik dalam balutan busana tengkuluk lelunakan yang ditangani Bu Agung dalam HUT ke-34 Dewan Kerajinan Nasional, Kamis (5/6) di Gedung Smesco UKM Jakarta Selatan. Dari kiri: istri Wabup Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra, Ketua TP PKK Bangli Ny. Erik Gianyar, Ny. Ari Sugianti Artha (Jembrana), Ny. IA Surya Adnyani Mahayastra (Gianyar), Ny. Aries Suradnyana (Buleleng), Ny. IA Selly Mantra (Denpasar), Ny. Ayu Suwirta (Klungkung), Ny. Sujani Geredeg (Karangasem), dan Bu Agung.
Isi liburan sekolah dengan Kursus Tata Rias di LKP Agung Hanya Rp 4,5 Juta
Busana tengkuluk lelunakan menjadi busana resmi Teruni Denpasar saat malam grand final. Tampak Bu Agung, Ny. IA Selly Mantra dan Teruni Denpasar
Secara tak langsung pula, momen tersebut menjadi ajang promosi mengenalkan ragam busana Bali, salah satunya busana tengkuluk lelunakan di kancah nasional. Bahkan, penampilan anggun para ibu-ibu cantik ini pun mendapat sorotan dalam acara tersebut. Sehari sebelumnya, Rabu (4/6), Bu agung juga berkesempatan merias 25 orang dari tim The Ary Suta Center yang mengisi acara Media Summit on Climate Change Information Communication Technology Disaster Risk Reduction (CCIDRR), di Singosari Room Borobudur Hotel, Jakarta. Dalam tiap pementasan The Ary Suta Center baik itu di Bali maupun di Jakarta, Bu Agung selalu didatangkan khusus untuk menangani tata rias mereka mengenakan busana adat Bali. “Kali ini, kebetulan sekali saya memang di Jakarta, ditunjuk Ketua TP PKK Denpasar Ny. IA Selly Mantra untuk merias ibu-ibu Ketua TP PKK se-Bali. Jadi, saya tidak perlu bolak-balik lagi,
sekali jalan,” ujarnya. Sejak mulai terjun dalam bidang tata rias 34 tahun silam, Bu Agung memang komitmen menjaga dan melestarikan budaya Bali melalui tata rias dan busana adat Balinya. Karena itu, dalam tiap kesempatan, pemilik Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung ini secara berkesinambungan memberikan pelatihan-pelatihan tata rias dan busana adat Bali gratis ke seluruh kabupaten/kota di Bali. Tujuannya, lebih menyosialisasikan penggunaan tata rias dan busana adat Bali yang baik dan benar, tanpa meninggalkan pakemnya. Misinya ini diakuinya sangat didukung oleh sebagian besar masyarakat Bali, termasuk pejabat-pejabat Bali maupun nonBali yang dengan bangganya mengenakan busana adat Bali. Bahkan, penerima penghargaan Anugerah Peduli Pendidikan (APP) 2013 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini berhasil berinovasi dengan meng-
kolaborasikan tata rias tradisional Bali tengkuluk lelunakan dengan hijab. Busana kolaborasi tengkuluk lelunakan dan hijab ini pun sempat dikenakan rombongan panitia Kemendikdas dan Kemendikmen serangkaian Gebyar Multitalenta Dikdas Kemendikbud Bali, serta istri-istri Kopertis se-Indonesia saat berkegiatan di Bali beberapa waktu lalu. Hasilnya cukup memuaskan, dan mereka sangat mengapresiasi inovasi kreatif Bu Agung tersebut. TENGKULUK LELUNAKAN Sebagai kota kreatif berwawasan budaya, dalam mengisi berbagai kegiatan di Kota Denpasar, busana tengkuluk lelunakan kerapkali dipakai. Selain praktis dan simpel, busana ini kini sudah menjadi busana khas Kota Denpasar. Ini tak terlepas dari upaya Ketua TP PKK Ny. IA Selly Mantra untuk terus menggaungkan dan menyosialisasikannya dalam tiap kesempatan. Memiliki satu visi dengan Bu
n 50%
Kursus Sampai Bisa dan Bersertifikat Disko Tata kecantikan kulit (perawatan muka, make up wajah, perawatan kaki dan tangan, perawatan tubuh) senilai Rp 3 juta Rp 1,5 juta Tata Kecantikan Rambut (potong, kriting, blow, set, sanggul, creambath, pelurusan, dan cat rambut) senilai Rp 3 juta Rp 1,5 juta Tata Rias pengantin (payas nista, madya, utama, modifikasi, tengkuluk lelunakan) senilai Rp 3 juta Rp 1,5 juta Total biaya kursus Rp 9 juta Hanya Rp 4,5 juta Sekretariat LKP Agung: Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar. Tlp. 0361-233850, 231985, faks. 0361 247153. Cabang Tohpati, Jalan WR. Supratman No. 303 A, Tohpati, Denpasar. Email: lkp_agung@yahoo.com. website: www.salonagung.com. Agung, PKK Kota Denpasar pun kerap menggandeng Bu Agung khususnya dalam kegiatan yang berhubungan dengan tata rias dan busana adat Bali. Seperti, pelatihanpelatihan tata rias dan kegiatankegiatan akbar yang melibatkan ibu-ibu PKK se-Kota Denpasar dalam menari Pendet dan Tenun. Juga, dalam kegiatan lain, seperti Lomba Busana Tengkuluk Lelunakan yang dihelat beberapa tahun silam, dan berhasil tercatat dalam rekor Muri sebagai peserta terbanyak. Selanjutnya, busana tengkuluk lelunakan terus diperkenalkan dalam acara-acara jamuan bagi para tamu.
Tim The Ary Suta Center khusus mendatangkan Bu Agung untuk menangani tata rias dan busana pentas mereka saat mengisi acara Media Summit on Climate Change Information Communication Technology Disaster Risk Reduction (CCIDRR), Rabu (4/6) di Singosari Room Borobudur Hotel, Jakarta.
Dan, semenjak digelar ajang pemilihan Teruna Teruni Denpasar (TTD) tahun 2002 hingga sekarang, busana tengkuluk lelunakan ini menjadi busana resmi Teruni Denpasar dalam malam grand final. Bu Agung pun selalu berpartisipasi merias Teruna Teruni Denpasar sejak pertamakali digelar hingga sekarang. Busana tengkuluk lelunakan ini juga terus disosialisakan Bu Agung dalam tiap pelatihan tata rias gratis yang digelarnya bekerjasama dengan Viva Cosmetic ke seluruh kabupaten/kota se-Bali, baik di tingkat banjar, kelurahan, kecamatan, lembaga pendidikan, instansi pemerintah maupun swasta. Materi lain yang diberikan Bu Agung yang merupakan Master Penguji Pendidik/ Instruktur dan Tenaga Kependidikan Kursus dan Pelatihan ini, meliputi tata rias untuk diri sendiri, membuat dan memasang sanggul Bali (pusung tagel) dan modern, serta etika berbusana adat yang baik dan benar. Dari 30 roadshow pelatihan tata rias yang diagendakan sepanjang tahun 2014 ini, Sabtu (7/6) roadshow yang ke-21 ini dilaksanakan di kabupaten paling timur Bali, yakni Karangasem. –Inten Indrawati
INSPIRASI
4
9 - 15 JUNI 2014
I Ketut Lanus
Dulu Pentas tak Dibayar Seni bagi laki-laki yang satu ini, sudah menjadi jiwa yang mengasah karakternya. Beragam penghargaan pernah direngkuhnya. Kecil atau besar hasil yang didapatnya dari dunia seni yang dijalani, tetap disyukurinya. Namun, diakuinya di satu sisi ada kepuasan batin yang tidak terhingga.
K
ini ia dikenal sebagai seorang kompo ser andal. Rupanya dengan kemampuan teknik atas semua alat gamelan membuat I Ketut Lanus S.Sn., sejak di SMP sudah ngurukang atau melatih seka di kampungnya. Setelah sekolah di Kokar (sekarang SMKI Bali) dan kuliah di ISI ia melebarkan sayap melatih seka ke seluruh pelosok Bali hingga keluar Bali. Ini didukung pula, darah seni yang mengalir dari sang kakek, yang seorang penguruk seni, I Wayan Denden (alm) kemudian melahirkan I Wayan Munteg, pamannya juga penguruk seni pada zamannya. Namun ayahnya, I Ketut Bendot (alm) dan ibunya Ni Made Sentar bukan pelaku seni, walau pernah belajar seni, tetapi memilih jadi pedagang karena desakan ekonomi. Saat ini, aktivitas keseharian seorang Lanus yakni mengelola sanggar Cahya Art yang didirikan tahun 2003, bergerak di bidang pengembangan kreativitas seni pertunjukan Bali. Juga, membantu bisnis istrinya Dewa Ayu Wedanaasih, S.Sn., di dunia tata rias dan kostum. Kemudian mengelola koperasi Seni Artha, yang beranggotakan para pelaku dan pecinta seni. Selain itu Lanus pun tercatat sebagai tenaga pengajar di IKIP PGRI Bali. Disamping itu, ia juga tengah menggarap rencana persiapan karnaval atau pawai seni untuk perayaan 17 Agustusan di Jakarta, bersama Dinas kebudayaan Provinsi Bali. Selanjutnya Lanus bersedia berkisah hal perjalanan seninya. Awalnya ia menekuni seni klasik tradisi, seperti tabuh pelegongan, komposisi tabuh lelambatan, gender wayang, dan gamelan lainnya. “Ini dasar yang wajib dikuasai. Setelah itu, saya lebih suka mengotak- atik tradisi untuk dikembangkan lebih bernuansa kreasi kekinian, tanpa meninggalkan tradisi yang mendasarinya. Sebab, prinsip saya tanpa dasar pijakan kuat kita tidak mungkin bisa melompat,”papar Lanus yang suka bereksperimen dengan gamelan, yang telah dipelajarinya sejak usia 9 tahun ini. Dikatakan ayah tiga anak ini, sesungguhnya tidak ada bedanya memainkan garapan musik klasik atau tradisi dengan kontemporer. “Keduanya harus digarap serius, sebab musik akan berkarakter dan metaksu ketika kita serius mempelajari dan memainkan,” katanya sambil menyebutkan ciri yang membedakan tradisi dengan kontemporer, adalah uger-uger tabuh atau dalam musik sering disebut pola komposisi. Dalam komposisi, katanya, tabuh tradisi memiliki pola yakni kawitan, pengawak, pengecet (kepala, badan, kaki) yang disebut Tri Angga, konsep pokok penggarapan seni karawitan Bali. Ada juga pola penyalit atau
peralihan sebagai penghubungnya. “Sedangkan kreasi baru dan kontemporer tidak terikat konsep tersebut, tapi mengutamakan eksperimen dari senimannya,” kata Lanus yang tak pernah menghitung berapa pertunjukan sudah dipentaskannya, yang penting bermanfaat untuk masyarakat. Ia juga bicara tentang kenangan tak terlupakan. “Ada dua pementasan perdana tidak pernah saya lupakan, yaitu pentas ngebah (pentas perdana) seka gong anak-anak di Balai Banjar Guming tahun 1979, dan di tahun yang sama mewakili Badung sebagai duta penabuh anakanak pertama kali untuk Pesta Kesenian Bali (PKB),” ucapnya. Mereka mementaskan tabuh kreasi dan sendratari tentang dunia binatang. “Saya masih ingat saat itu tampil di Arda Candra berhadapan dengan duta Gianyar. Sebagian besar dari mereka baik yang dari Badung dan Gianyar, ternyata ketemu di bangku sekolah dan kuliah. Kami juga sering bercerita tentang hal itu,” imbuhnya. “Satu lagi, pentas berkesan waktu di Australia tahun 2001 dan 2003. Di sana kami dilayani seperti artis dengan kontrak dan fasilitas yang tak pernah kami nikmati di Bali sebelumnya,” tambahnya. Dulu katanya, ia rajin menonton pementasan para seniornya. “Alangkah bangganya mendengar nama kita dipanggil dan disebut dalam sebuah event,” cetusnya. Hal ini semakin memotivasi dirinya dan seni pun akhirnya menjadi bagian hidupnya, sesuai impiannya sejak kecil. “Terimakasih kepada para guru dan senior saya atas segalanya. Kalau dulu guru saya tidak keras mungkin beda jadinya. Dulu, saya anggap itu duka, tapi sukanya sekarang saya rasakan,” lanjut Lanus yang tengah melanjutkan S-2 program studi Agama dan Kebudayaan di Unhi, Denpasar. Masih bicara suka duka, dikatakannya dulu ia sering pentas tidak dibayar. Padahal itu bukan ngayah tapi pentas bisnis. Begitu pun dengan lagu yang dibuatnya sering dibayar ucapan terima kasih. Bahkan ada yang hilang jejak begitu saja tanpa pesan. Namun, semua dijalani dan disyukurinya. Bahkan, ia pernah dicaci maki penonton dan pembina karya seni, tapi itu dianggapnya tantangan untuk lebih baik ke depannya. Bersama berjalannya waktu, kata Lanus, bayaran tinggi pun pernah diterimanya. “Akhirnya pernah juga menerima kontrak melebihi dari yang saya bayangkan,” tandas ayah Wela Atsyukayanti, Cahya Mileniarta dan Diva Artyayana (alm) ini. Dengan seni, ia merasakan bekerja dapat hasil sekaligus menghibur diri sendiri serta berharap orang lain juga terhibur. Sebagai komposer, Lanus pun cukup banyak melakukan kolaborasi
9 - 15 JUNI 2014
Tingginya angka pernikahan dini yang terjadi di NTB, membuat Pemerintah Provinsi NTB yang bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk TP PKK NTB merasa perlu mendorong pendewasaan usia perkawinan demi menyelamatkan dan melahirkan generasi-generasi emas di Bumi Gora ke depan.
N
musik. Seperti dengan Amadeus dan Emel Hendrec dari Wina Austria, Uma Music Fusion, Dj Podi Jakarta, Kadek Suardana (alm) dan Nyoman Sura (alm), Arti Foundation, Motoko Sakurada Jepang, Tri Utami, Prof Andre dari Amerika dan beberapa kali mendukung pementasan kolaborasi seniman I Wayan Balawan, I Wayan Yudane selain seniman lokal Bali lainnya. Begitu pula pertunjukan pernah dilakukannya di Jerman, Belanda, Belgia, Jepang, India, Singapura, Malaysia, Taiwan, Australia, Inggris, Austria, Prancis, Hongkong, juga di Jakarta, Solo, Yogyakarta, Sumatera, Lombok, Sulawesi, dan kota lainnya. Respons penonton pun bagus, sebab ia bermain dengan para profesional, sehingga pertunjukan juga berkualitas. “Banyak yang bisa dipetik dari jalinan ini. Ada interaksi budaya dan bahasa, terutama sisi pengalaman estetik. Saling mengenal indentitas kesenian yang suatu saat bisa menjadi inspirasi,” terangnya. Lanus mengatakan kalau peran sang istri yang juga seniman sangat besar mendukung kariernya. “Selama ini ia selau memberi kepercayaan dan tidak pernah melarang ketika saya harus pulang - pergi bahkan sampai larut malam memenuhi undangan mengajar seni,” katanya sambil menambahkan kalau istrinya yang energik dan penuh semangat secara tidak langsung juga memotivasinya. Meski sudah banyak berkarya, Lanus mengaku masih punya mimpi. Suatu saat, ada satu malam pementasan khusus karyanya dan mengundang teman-teman seniman. Karyanya itu dipersembahkan bagi seni itu sendiri, yang telah memberi makna di hidupnya. “Tentu saja saya perlu modal dan bantuan pihak lain. Semoga bisa terwujud,” harapnya. Ditanya, ketika titik jenuh menghampiri, Lanus menyebutkan ia suka mengingat kembali awal perjalanannya. Betapa senang dan susah bersama keluarga. Ini dijadikan modal untuk energi dan semangat baru agar tak terjerumus rasa jenuh dan kreativitasnya mandeg. Selain itu, ia suka bertemu dan ngobrol dengan sesama seniman, yang juga bisa menyuntikkan semangat baru.
Sedangkan urusan fisik harus terjaga. Sebab, dalam berkesenian selain perlu energi besar juga sering begadang untuk mewujudkan sebuah ide garapan. Ia, melakukan olah raga ringan dan istirahat yang cukup. “Saya imbangi pula selalu berpikir positif dengan mensyukuri anugrah Tuhan saat ini,” ujarnya. Meski dirinya seorang seniman besar, namun Lanus juga menyebutkan nama beberapa seniman lain sebagai tokoh favoritnya. Mereka adalah I Nyoman Rembang, dari Sesetan, salah satu pendiri lahirnya Kokar Bali. Seniman yang rendah hati, tetapi ilmu, wawasan musik, dan karawitannya luar biasa. I Wayan Beratha dari Belaluan Sadmerta, terkenal dengan kreasi karawitannya, dan menjadi inspirasi banyak peneliti lokal dan luar negeri. I Wayan Sinti dari Binoh Ubung, seniman yang mengolah gamelan 7 nada di Bali. Malah atas kepiawaiannya mampu mentransformasi ide dari luar ke dalam gamelan Bali dan membuat hitungan ganjil yang dulu tidak begitu populer. I Gusti Ngurah Arsaja dari Singaraja, seniman tari, tapi pintar membuat tabuh iringan tari dan ide menarik, berbeda dari yang lain. Berikutnya, ditanya soal PKB, Lanus mengatakan biasanya ia menampilkan seni pengembangan atau kreasi dan membina duta Gong Kebyar serta sering ditunjuk sebagai juri
lomba baleganjur. Bicara PKB, katanya mesti dilihat tujuan diadakannya, yakni tiga fungsi utama: menggali, melestarikan, dan mengembangkan. “Jadi ruang seni di PKB hendaknya memberi porsi seimbang bagi tiga poin tersebut. Bahkan kalau boleh usul, agar di PKB memberi ruang lebih terhadap pengembangan. Sebab, sejatinya pelestarian sudah banyak dilakukan pada ruang ruang publik seperti saat kegiatan seni di masyarakat yang berhubungan dengan kegiatan agama. Berikan jatah itu kepada jenis seni pengembangan.” tuturnya serius. Diawal lahirnya PKB, diakuinya telah banyak merekonstruksi cabang seni yang hampir punah. Sekarang dievaluasi kembali, diseleksi cabang seni mana yang harus diselamatkan dan diberi perhatian serius dengan bantuan dana semestinya. “Dari pada ambil 10 cabang seni yang harus direkonstruksi tapi dananya tidak cukup dan konsentrasi tidak penuh. Lebih baik 2 atau 3 tapi benar-benar berhasil. Sebab, menggali dan melestarikan adalah pekerjaan berat. Hal ini juga demi menghindari PKB dari kesan monoton,” kata Lanus. – Sri Ardhini
I Ketut Lanus
21
PUP untuk Selamatkan Generasi Emas
TB termasuk salah satu daerah di Indonesia yang angka pernikahan usia dini masih tergolong tinggi. Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, S.H., M.Si., yang membuka kegiatan Seminar Sehari Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) di Mataram beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa pada tahun 2012 tercatat 24,5% perempuan NTB telah menikah pada umur 18 tahun. Sedangkan, 5,8% dari perempuan NTB menikah pada umur
I Ketut Lanus bersama keluarga
MANDALIKA
15 tahun. Angka ini masih berada di atas rata-rata nasional yang sebesar 2,6%. Begitu juga dengan angka kematian ibu dan balita, yang kesemuanya ini bersumber dari pernikahan pada usia dini. Hal ini tentunya akan mempengaruhi Indeks Prestasi Manusia (IPM), dan hingga saat ini Nusa Tenggara Barat menempati posisi 32 dari 34 provinsi. Dan, berdasarkan catatan BP3AKB NTB yang disampaikan, T. Wismaningsih, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi NTB, hingga saat ini pernikahan dini masih terjadi, bahkan ada pada anak usia 16 tahun. Hal ini berimbas negatif langsung sebagai penyumbang angka kematian ibu dan anak. Ini disebabkan karena orangtua yang belum mengerti mengurus anak dan tidak siap secara psikis untuk memiliki anak. Mereka hanya siap menjadi pengantin namun tidak siap menjadi orang tua. Belum lagi kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga (antara suami istri), juga banyak terjadi karena pasangan tersebut belum dewasa. Labilnya pemikiran, belum matangnya mental untuk menghadapi permasalahan keluarga, kurang matangnya pemahaman tentang bagaimana
membangun keluarga bahagia dan sejahtera, tidak hanya membuat banyaknya pasangan yang menikah dini namun juga bercerai dini (baru menikah sudah bercerai). Salah satu organisasi yang kini gencar mendorong pendewasaan usia perkawinan (PUP) ini adalah TP PKK Provinsi NTB yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB dan berbagai mitra lainnya dalam berbagai kegiatan sosialisasi untuk mendorong pendewasaan usia perkawinan, termasuk seminar ini. Pemerintah
Ketua TP PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi, saat menjadi pembicara dalam Seminar Pendewasaan Usia Perkawinan
Seminar ini dimaksudkan sebagai upaya untuk mendorong perubahan Undang-Undang Perkawinan No. 1 tahun 1974 khususnya pasal yang berkaitan dengan ketentuan usia perkawinan bagi perempuan. Pasal 7 pada Undang-Undang Perkawinan tersebut menyebutkan bahwa usia minimum bagi perempuan untuk menikah adalah 16 tahun. Sementara, untuk usia minimum laki-laki adalah 19 tahun. Sedangkan menurut Undang-Undang Perlindungan Anak No. 23 Tahun 2002, seseorang dalam usia 18 tahun masih dikategorikan anak-anak. Ini berarti anak masih dianggap di bawah usia 18 tahun dan harus dilindungi, termasuk dilindungi dari perkawinan dini yang banyak merugikan kaum perempuan.
Dari kiri, Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, MSi.,Kepala BKKBN Pusat Prof. Fasli Jalal, Ketua TP PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi dan Asisten III Setda NTB, Drs. H.L. Syafii, MM., pada jumpa pers PUP
langkah-langkah pendewasaan usia pernikahan,” ungkapnya. Masih tingginya angka pernikahan usia dini di NTB ini dipengaruhi banyak faktor, seperti, faktor sosial, budaya dan ekonomi masyarakat. Secara umum, di NTB masih melekat pandangan bahwa seorang anak perempuan yang sudah berusia 12 tahun dan SEMINAR PUP akil balig, sudah diperbolehkan Ketua TP PKK NTB, Hj. Erica untuk menikah. Provinsi NTB juga mendorong Zainul Majdi mengatakan, SemiKondisi ini jelas sangat merpara pemangku kepentingan dan nar Pendewasaan Usia Perkaw- ugikan kaum perempuan. Untuk mitra kerja meningkatkan pemaha- inan (PUP) yang diselenggarakan itulah TP PKK NTB mendorong man serta menyamakan persepsi tersebut bertujuan membangun agar batas bawah usia perkawinan terkait program Pendewasaan Usia kesepahaman dan komitmen para ini bisa dinaikkan, melalui perubaPerkawinan (PUP) bagi pengam- pemangku kepentingan bersama han pasal 7 dalam UU Perkawinan bil kebijakan di daerah tentang mitra kerja, berkaitan dengan yang akan direkomendasikan ke pendewasaan usia perkawinan, upaya Pendewasaan Usia Perkaw- Mahkamah Konstitusi. Sejauh agar terhindar dari penurunan inan (PUP) bagi pengambil kebi- ini memang sudah ada berbakualitas perempuan dan anak. jakan di daerah. “Di NTB sudah gai organisasi perempuan yang “Dibutuhkan kebersamaan lebih dari cukup dilakukan riset, mendukung perubahan pasal untuk membangun pengertian penelitian dan kajian yang meny- berkaitan dengan usia pernikahan dan pemahaman serta komit- impulkan bahwa pernikahan dini ini. Namun, TP PKK Provinsi men tentang pendewasaan usia adalah akar dari sedemikian ban- NTB adalah organisai PKK di perkawinan, dan itu kami terus yaknya masalah-masalah sosial, Indonesia yang pertama ikut dorong,” kata H. Muh. Amin. sehingga sangat tepat dilakukan merekomendasikan hal ini untuk memperjuangkan pendewasaan usia perkawinan demi menyela ma tka n perempuan Indonesia dari pernikahan dini. “Harapan terbesar dari saya adalah kebersamaan kita semua untuk membangun pengertian, pemahaman, serta komitmen pemangku kepentingan dan mitra kerja, tentang pendewasaan usia perkawinan ini,” kata Wagub. Ia memandang kegiatan SemiTingginya angka pernikahan dini yang terjadi di NTB, menjadi penyumbang angka kematian ibu nar Pendewasaan dan anak di daerah ini
Usia Perkawinan (PUP) memiliki makna strategis. Hal ini sebagai upaya sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait berbagai masalah yang ditimbulkan akibat pernikahan pada usia dini. Selain itu, pelaksanaan seminar juga diharapkan dapat menghasilkan rumusan sebagai rekomendasi yang akan diusulkan kepada pemerintah, untuk meninjau dan merevisi kembali UndangUndang Perkawinan, khususnya terkait usia perkawinan. Seminar untuk menarik rekomendasi yang akan disampaikan ke Mahkamah Konstitusi ini, diikuti sedikitnya 150 peserta dari kabupaten/kota se-NTB yang merupakan unsur pemerintah daerah, jajaran TP PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa, dan lembaga swadaya masyarakat. Hadir sebagai narasumber Kepala BKKBN Pusat Prof. Fasli Jalal dan Ketua TP PKK NTB Hj. Erica Zainul Majdi. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama TP PKK Provinsi NTB, Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (BP3AKB), Dinas Kesehatan NTB, BKKBN dan AIPD - AusAID. Dari seminar ini diharapkan menghasilkan sejumlah rekomendasi yang akan diteruskan kepada Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai bahan pertimbangan uji materi Undang-Undang Perkawinan setelah resmi didaftarkan, khususnya untuk perubahan batas bawah usia seorang perempuan dan laki-laki di Indonesia yang diizinkan menikah. “Perubahan terhadap Undang-Undang Perkawinan harus dilakukan untuk menekan laju pernikahan usia dini di sejumlah daerah seperti NTB yang angkanya masih berada di atas rata-rata nasional,” kata Erica. -Naniek I. Taufan
9 - 15 JUNI 2014
22
IKIP Saraswati Tabanan
Dosen dan Mahasiswa Ukir Prestasi Nasional IKIP Saraswati Tabanan, di 2014 ini mengoleksi banyak penghargaan yang diukir lewat prestasi para dosen, mahasiswa maupun lembaga itu sendiri. Ini sekaligus membuktikan IKIP Saraswati Tabanan sebagai PTS kompetitif yang layak diperhitungkan. Dr. Drs. Dewa Nyoman Oka, M.Pd.
B
agi Rektor IKIP Saraswati Tabanan Dr. Drs. Dewa Nyoman Oka, M.Pd., prestasi yang diraih berkat kerja keras dan kerjas ama yang baik dari seluruh civitas akademika. “Kami terus memotivasi para dosen, mahasiswa bahkan karyawan untuk meningkatkan kualitas kompetensi masing-masing. Saya bersyukur beberapa dosen dan mahasiswa IKIP Saraswati Tabanan bisa ‘berbicara’ di kompetisi tingkat nasional. Ini membuktikan keberadaan kami semakin layak diperhitungkan, baik di tingkat lokal, regional bahkan nasional,” ungkap Rektor Oka bersemangat. Bahkan, untuk membekali para dos en dan mahasiswa bisa meraih juara di tingkat nasional, Rektor Oka tak segan mendatangkan pihak-
pihak yang sangat berkompeten untuk berbagi pengalaman melalui lokakarya, seminar dan kegiatan lainnya. Tujuh (7) dari 53 orang dosen IKIP Saraswati Tabanan telah memenangkan penelitian hibah bersaing dan satu (1) dosen memenangkan penelitian hibah pengabdian pada masyarakat dari Dirjen Dikti. Di tingkat kelembagaan, IKIP Saraswati Tabanan telah memenangkan Program Hibah Pengembangan Perguruan Tinggi Swasta (PHPPTS) 2014 sebesar Rp 1 milyar yang me rupakan kelanjutan dari hibah yang sama di tahun sebelumnya (2013) sebesar Rp 2 milyar. IKIP Saraswati Tabanan adalah satu-satunya PTS dari Bali yang memenangkannya. TINGKATKAN KREATIVITAS Untuk mampu menjadi PTS kompetitif, IKIP Saraswati Tabanan terus berbenah. Atmos-
fer kampus dan laboratorium dibangun sesuai kurikulum yang dikembangkan dengan berbasis kreativitas. Menurut Rektor Oka, kreativitas adalah basis dari inovasi. Tanpa kreativitas tidak ada inovasi. Itu berarti tidak ada pem baharuan, artinya akan terus tertinggal. “Kami akan terus memotivasi dosen dan mahasiswa untuk makin kreatif dan inovatif,” jelasnya. Saat ini IKIP Saraswati Tabanan menerima lebih dari 20 orang mahasiswa a sing dari kuota 10 orang. “Ini memb uktikan kualitas kami makin dipercaya,” tutur Rektor Oka. Baru-baru ini IKIP Saraswati Tabanan telah mendapat banyak kunjungan di antaranya dari STKIP Cokroaminoto Pinrang - Sulsel, STKIP PGRI S ukoharjo - Yogyakarta dan siswa tingkat lanjutan dari Gurukul - India. -ari
Juara I Dosen Berprestasi
Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) ini adalah salah satu dosen berprestasi IKIP Saraswati Tabanan. Mantan Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia selama 2 periode ini meraih Juara I Dosen Berprestasi tingkat Kopertis Wilayah VIII (Bali Nusra) dan sedang diajukan untuk mengikuti kompetisi yang sama di tingkat nasional. Dosen Sastra Indonesia pada FPBS ini mengaku kompetisi cukup berat. “Dosen harus punya kemampuan lebih di bidang yang digeluti nya,” terang Suaka. Bagi Suaka, prestasi lebih sebagai tanggungjawab moral untuk ditingkatkan lagi demi pengabdiannya kepada masyarakat (Tri Dharma PT),” papar S1 (Sastra Indonesia), S2 (Kajian Budaya) dan S3 (Kajian Budaya) Unud ini.
S E L E B R I TA S
9 - 15 JUNI 2014
Dr. Drs. I Nyoman Suaka, M.Si.
Yose va L i st y a t i
Usaha Langka
Sukses datang lebih cepat pada orang yang mau bekerja keras dan bekerja cerdas. Selain itu, peluang pun makin terbuka bagi mereka yang suka belajar secara aktif dan terus menerus, memiliki disiplin tinggi serta fokus. Hal ini pula yang dilakukan Yoseva Listyati, S.E. sehingga ia tercatat sebagai salah satu wanita pengusaha yang sukses. bantuan. Dengan bekal pen didikan, anak-anaknya diharapkan bisa men jadi penerus yang hebat dan siap berkompetisi. “Memang tidak mudah dan memerlukan per juangan. Kita tidak usah mempedulikan omong an negatif kiri-kanan yang akan mengham bat langkah membuka pintu kemajuan,” ungkap perempuan kelahiran 1970 yang 9 Juni ini beru lang tahun ke-44.
Nitya Laksmi
Juara II Debat HIV/AIDS
Mahasiswa semester IV ini adalah Ketua BEM FPBS. Saat ini Nitya kuliah sambil bekerja sebagai guru honor di sebuah sekolah dan penyiar radio. Gadis manis ini meraih Juara II Debat HIV AIDS di Unud. Cita-citanya menjadi dosen.
I Putu Agus Yoga Anggara Kusuma
Satu-satunya dari PTS Kopertis VIII
Mahasiswa semester VIII IKIP Saraswati Tabanan ini menjadi satu-satunya peserta Olim piade Nasional Matematika dan IPA (ONMIPAPT) yang diselenggarakan di Semarang-Jateng, 21-25 Mei 2014. Hebatnya, Agus Yoga adalah satu-satunya peserta dari PTS yang lolos semen tara lainnya dari PTN seperti UI dan UGM. “Saya satu-satunya mahasiswa PTS yang lolos sementara, peserta lainnya dari UI dan UGM,” terang mahasiswa dari Fakultas Pen didikan Matematika ini.
M
enurut perempuan yang akrab disapa Eva ini, modal utama yang mesti dimiliki wanita di era sekarang adalah berani, mau berkembang, terbuka dan ber sedia dikritik. “Kapan kita bisa dibilang benar jika tidak mau menerima salah. Makin tinggi tangga sukses yang kita naiki, makin kompleks pula peluang yang ditawarkan,” ungkap istri Ir. Putu Agus Wisnu ini. Salah satu tindakan beraninya ada lah saat ia menyekolahkan putri sulung nya ke Singapura ketika baru saja lulus SD. Rupanya, pemikiran Eva yang jauh ke depan tidak salah. Kini di usia ke-17 tahun, putri sulungnya sudah mandiri dan kuliah studi bisnis. Ia sudah pula menjadi contoh bagi adik-adiknya. Eva, dengan wawasan dan kecer dasannya juga mampu menjadi psikolog bagi permata hatinya. Ia meyakini tidak ada usaha menjadi besar jika di rumah sendiri tidak sukses. Kini apa yang di lakukannya juga menjadi pembelajaran positif bagi anak-anaknya, karena itulah kehidupan yang nyata. Direktris CV Surya Tirta Buana yang selalu tampil modis dan dikenal memiliki semangat tinggi ini, juga berprinsip tidak suka memboroskan waktu. Karenanya, ia tidak ingin sehari pun tidak memanfaatkannya dengan baik. Sebab, jika lengah sedikit saja, dengan cepat semua akan lewat. “Ini adalah komitmen yang melengkapi se mangat agar ada hasilnya,” ungkapnya. Bagi Eva, kecantikan sejati adalah ketika wanita itu cerdas, tahan banting, men tal baja sehingga mampu menghadapi
segala macam situasi. Hobinya membaca kisah orangorang sukses juga menjadi acuannya, mereka bisa kenapa ia tidak. Ia melihat di dalam kisah sukses tersebut selalu ada keberanian, walau jatuh-bangun tetap ada komitmen untuk terus maju. Untuk menjaga semangat, ia menem patkan diri seperti orang-orang yang tidak beruntung. Betapa, semangatnya mereka berusaha untuk hidup walau pun hasilnya tidak sesuai. “Mengapa kita yang dikarunia fisik lengkap tidak semangat. Malu, apalagi kalau sampai bermalas-malasan, akibatnya bukan hanya badan lemas, kepintaran pun akan tertutup,” tandasnya. Ini juga yang ditekankannya pada anak-anaknya. Ibu dari Putu Jelita Cahya Kemun ing, Kadek Sinta Prameswari dan Komang Agung Surya Brahmanta ini, tidak suka sebatas berteori, namun lebih memilih berkarya sebagai tindakan nyata. “Tindakan nyata ini juga ungkap an rasa syukur. Baik untuk keluarga dan bagi diri sendiri, yang efeknya justru sampai kepada lingkungan yang lebih besar,” tegas Eva. Sejak memulai usaha hingga kini su dah banyak keberhasilan yang diraihnya. Eva mengatakan semua orientasinya untuk pendidikan terbaik bagi anakanaknya. Sedangkan untuk urusan ke bersamaan dengan anak-anak katanya ia menerapkan prioritas komponen yang penting bagi mereka untuk sama-sama sukses. Namun begitu, ia tidak lupa mengasah jiwa dan kepekaan sosial anak-anaknya sejak dini, seperti mem biasakan mengunjungi panti asuhan dan selalu peduli pada mereka yang perlu
Eva bersama pengurus Iwapi Badung
HIDUP ADALAH KOMPETISI Ketika kita terjun di lapangan, kepintaran saja tidak akan mendukung sukses. Perlu ada kebera nian untuk berkompetsi. Ini juga diya kini Eva yang punya jiwa berkompetisi sejak kecil. Kini ia makin menyadari kalau hidup ini kompetisi. Baginya, kompetisi inilah dasarnya manusia hidup. Ia juga ingat apa yang disampaikan para motivator, jika ingin sukses salah satunya mesti berani keluar dari zona nyaman. Jika kita tidak berani bersaing dan berkompetisi, hidup akan begitu-begitu saja dan sangat mudah jenuh. Ia juga menanamkan jiwa kom petisi pada anak-anaknya, sehingga siap maju dan mencapai sukses. Karena jiwa kompetisi, membuat nya ikut dalam program Berani Jadi Miliarder (BJM) di Metro TV. Acara ini baginya sangat menantang. Dari 300 pe serta, setelah melalui beberapa tahap penilaian oleh juri yang berkompeten di bidang bisnis, Eva dan suami terpilih sebagai tiga besar untuk Bali. Setelah mengikuti grand final di Jakarta, mereka memperoleh hadiah sepeda motor. Eva mengatakan motivasinya ikut bukan soal hadiah, tapi kompetisi perusahaan yang tidak sejenis. Ia ingin orang tahu, usaha yang dijalankan ini langka. Istimewanya lagi berguna bagi orang banyak. Semula, sang suami bekerja sebagai seorang chief engineeringyang salah satu tugasnya meng urusi kecukupan air dalam ho tel. Ketika itu, air limbah dari laundry, kitchen dan lainnya semua dibuang percuma. Padahal, selama ini mereka membeli air bahkan sam pai dari pihak luar untuk kepentingan hotel, namun masih kurang. Karena kondisi ini, dibenak suaminya ter bersit pikiran, alangkah baiknya kalau air lim bah tersebut bisa diolah kembali menjadi layak pakai, tidak mencemari lingkungan. Dari sini pula sang suami bergerak sam pai akhirnya menemukan formula yang ramah lingkung an serta air yang bagus. Usaha yang mereka lakukan bukan semata demi keuntungan, na mun sangat jelas kegunaannya untuk kehidupan orang. Singkat cerita, sang suami keluar dari pekerjaannya di
hotel dan mem buka usaha sendiri. Setelah sempat me lewati kekha watiran dan rasa belum ya kin akan sistem yang dibuatnya, sampai akhirnya memperoleh rekomendasi dari sebuah hotel yang ber sedia menggu nakan formula yang ditemukan sang suami. Ini juga menjadi titik balik yang membawa Eva dan suaminya menjadi pasangan pengusaha pengolahan limbah yang di percayai banyak hotel di Indonesia. Namun yang namanya usaha, tak lepas dari namanya kendala, salah satunya ketika meledaknya bom Bali. Tapi, berkat komitmen, semangat, dan rekomendasi dari hotel yang pertama mereka tangani, usaha ini bisa tetap berjalan. Setelah 12 tahun, kini mereka menikmati hasilnya. Usahanya berkem bang sangat baik, tak terhitung sudah hotel di Indonesia yang menggunakan jasanya. Sebab, dipastikan usahanya memiliki keunggulan dibanding jasa sejenis lainnya. Selain ramah lingkungan juga kondisi airnya stabil dengan sistem yang selalu dipantau. Bukan hanya itu, sang suami dengan pengalaman dan keterampilan yang dikuasainya, kini menjadi seorang konsultan penanganan limbah. Dengan sistem yang sudah terbukti hasilnya, menjadikannya sangat berani bertaruh dengan usaha sejenis lainnya bahkan dengan perusahaan yang dari luar negeri sekalipun. Suaminya juga menjadi spesialis penanganan masalah-masalah limbah yang rusak. Kejutan lainnya adalah, setelah usaha mereka ditayangkan di Metro TV sebagai tiga terbaik calon mili ader dari Bali,
3
telepon terus berdering yang minta urusan limbahnya ditangani. Meski sudah tergolong pengusaha sukses, Eva masih menggantungkan sebuah mimpi lagi. Ia ingin agar air yang dihasilkannya melalui tes labora torium serta tes kehidupan ini, nanti nya dapat menjadi air bersih yang bisa langsung dikonsumsi. “Sesuai dengan standar air minum yang baik, seperti yang ada di Singapura. Walau formu lasinya sudah ada, namun tetap perlu proses yang panjang, perlu dukungan banyak pihak termasuk pemerintah dan swasta,” harapnya. Eva mengatakan ia dan sang suami memang sangat kompak baik sebagai tim dalam rumah tangga, tim sukses untuk anak dan tim untuk kemajuan usaha mereka. Eva menempatkan dirinya sebagai pasangan dari kaki sang suami. Jika sang suami melangkah ke depan maka ia pun demikian. Ini juga bagian dari rasa menghargai dan meng hormati sang suami. Namun, sebagai pribadi ia bukanlah istri yang lemah dan hanya nrimo, sehingga kehidupan mereka lebih bervariasi. Sekum Iwapi Badung serta Humas dan Kemitraan DPD Iwapi Bali ini me ngaku aktivitas organisasi memberikan kontribusi terhadap perjalanan usaha dan wawasannya. Di sanalah ia banyak bertemu para pakar bisnis. Ini berarti interaksinya dengan mereka akan mem berikan nilai lebih, termasuk tampilnya ia di BJM, karena kerjasama Iwapi Ba dung dengan Bank Bukopin. “Adanya organisasi memudahkan kita menjalin sinergi dengan berbagai usaha lainnya. Kalau hal ini dikerjakan sercara personal akan lebih sulit,” tandasnya. -ard
EKSPRESSO
2
9 - 15 JUNI 2014
kursi
800
Tokoh edisi kali ini termasuk edisi spesial. Tokoh yang Anda baca saat ini merupakan edisi 800. Angka yang diawali 8 ini memiliki makna yang tersirat dan tersurat. Angka 8 jika dibolak-balik tetap menjadi angka 8. Angka 8 terdiri dari dua bulatan yang posisinya di atas dan di bawah. Jika dimaknai dalam kehidupan ini, hidup bisa berada di atas, bisa berada di bawah. Tetapi, semua harus kita syukuri karena itulah karunia Tuhan. Yang penting, kita tetap memiliki karakter, seperti angka 8 yang walau dibolak-balik tetaplah angka 8. Tokoh selalu bersyukur atas apa yang sudah diraih dan dilaksanakan. Tokoh juga selalu berharap apa yang disajikan untuk pembaca dan masyarakat bisa selalu membuat orang mengingat Tokoh karena selalu menginspirasi orang untuk melakukan hal-hal bermanfaat. Pada Rabu (4/6), Tokoh mendapat kunjungan dari Senior Officer-
O
M G
Corporate Comunication XL Bali Nusra Winny Sri Adriani. Kami berharap kunjungan ini akan me
ningkatkan kerja sama yang sudah terjalin sebelumnya. Salam
Saya tertatarik dengan artikel produk endek Bona Gianyar yang dimuat di edisi 798. Mohon info nomor kontak yang bisa dihubungi. Komang Gunawan, Denpasar Hubungi: Gusti Made Karya. HP 081805673789. Mohon info alamat dan nomor telepon Kantor PRU Satwika Dayu Aryani, 081338288xxx PRU Satwika. Jln. Gunung Merapi 25 Denpasar. Tlp. (0361) 419477, Faks. (0361) 419476. Hp. 081 558 6969 38 (IB Purwasila)
Minyak Manjur dari Dukun di Sumbawa Besar Para pembaca telah membaca pengalaman saya di Sumbawa Besar di edisi no 783. Setelah sahabat saya yang hampir tenggelam disungai pulang ke Bali maka saya sendirian di rumah induk semang saya. Untungnya ada anak-anak Bapak menemani saya di sana. Pada tahun-tahun itu (1959) masih sedikit orang Bali di Sumbawa. Setiap sore saya mempunyai kegiatan menjajakan kain endek Bali dengan mengayuh sepeda gayung merk Simplex. Tanpa ada rasa malu saya memberanikan diri memasuki rumah orang Sumbawa untuk menawarkan endek tersebut. Singkat cerita ada seseorang yang membeli kain endek tersebut dalam jumlah yang banyak dan transaksi itupun dengan persetujuan dan sepengetahuan induk semang saya. Berkali-kali saya minta pembayaran kain endek selalu tidak berhasil dengan berbagai alasan. Saya sampaikan kepada induk semang saya betapa sulitnya memperoleh pembayaran dari pembeli tersebut. Walaupun demikian penyampaian saya pada beliau, toh beliau tetap menyarankan untuk datang lagi mengujungi para pembeli yang masih menunggak. Pada suatu sore yang cerah setelah saya mandi sekitar pukul 16.00 saya datang lagi ke rumah orang tersebut. Setelah saya sampai di sana dan mohon permisi pada tuan rumah maka saya dipersilahkan duduk di teras rumahnya. Setelah saya duduk, datang istrinya membawa segelas teh dan mempersilahkan saya minum. Cukup lama saya diam di hadapan segelas teh
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
GORO-GORO
tersebut. Setelah berkali-kali beliau mempersilakan saya untuk minum teh tersebut dengan bahasa yang halus maka saya meminumnya kurang lebih seperempat. Ternyata rasa teh tersebut tidak seperti biasanya manis, rasanya seperti jamu. Setelah beliau menyampaikan pada saya bahwa beliau belum bisa membayarnya maka saya permisi dan langsung pulang mengayuh sepeda. Tiba-tiba di tengah perjalanan perut saya terasa sakit yang luar biasa. Karena terasa masih kuat maka saya sampai di rumah pukul 18.00. begitu saya sampai maka saya langsung merebahkan diri di tempat tidur. Anak bapak yang tertua bertanya pada saya kenapa tiduran. Lalu saya bilang perut saya sakit. Dialah yang menyampaikan pada bapak dan ibunya saya sakit perut. Kemudian pukul 19.00 saya diantar oleh bapak ke dokter dengan berjalan kaki. Waktu itu satu-satunya dokter disana adalah seorang dokter dari Jerman. Setelah disuntik dan diberi obat untuk 4 hari saya pun pulang. Malam itu sebelah saya minum obat dari dokter tersebut hanya ada sedikit perubahan. Singkat cerita sampai obat tersebut habis, sakit saya tidak kunjung sembuh. Malam-malam kalau tidak bisa tidur saya menangis
sendirian. Terkadang kala ingat saya akan petuah orang tua saya bahwa dalam hidup ini senantiasa ada empat pilar yang siapa pun tidak bisa menolak yakni dalam bahasa Bali : suka, duka, lara, pati. Sampai hari ketujuh tidak juga ada perubahan, maka pada minggu sore saya diajak oleh Bapak berobat ke dukun dengan diantar oleh seorang asal Sumbawa asli. Rumah dukun tersebut di luar kota dengan melalui pematang sawah dan terletak di sebuah tegalan yang ada banyak pohon kelapa. Sampai disana ternyata dukun tersebut seorang wanita setengah baya dan badannya tinggi besar. Kemudian saya dibaringkan pada sebuah tempat tidur kecil dan perut saya diurut dengan minyak sambil komat kamit. Setelah itu saya diberikan minum setengah gelas air panas dengan diisi beberapa tetes minyak. Kemudian kami pulang setelah diberikan 1 botol kecil mnyak yang aturannya diminum tiga kali sehari dicampur air panas. Dalam tiga hari berturut-turut saya minum minyak tersebut dan akhirnya sakit perut saya tidak kambuh lagi. Nah itulah pengalaman saya di Sumbawa Besar. Kalau saja saya tidak berobat ke dukun mungkin saja hal yang terburuk saya alami. I Made Suradnya, Tabanan
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
“Siapa bilang kursi hanya kursi. Kursi itu punya kekuatan Putu Wijaya yang bisa merusak orang yang mendudukinya,” kata Amat. “Kursi yang mana Pak? “Semua!” Bu Amat cepat-cepat ke belakang, lalu kembali dengan sebuah kursi antic. “Bagaimana dengan kursi ini, baru saja dikasih tetangga. Katanya kursi ini membawa sial. Masa kursi membawa sial. Karena masih bagus, akhirnya tak ambil saja. Lihat ukirannya halus. Ini pasti dulunya kursi mahal.” “Ibu ini bagaimana. Diajak berunding, kok malah nyeleneh!” “Nyeleneh bagaimana?l “Bukan kursi biasa, tapi jabatan. Orang kalau sudah dapat jabatan, pasti berubah. Ngga yang Bupati, Walikota, Gubernur, Menteri bahkan jadi Kepala Bagian saja, baru diangkat sudah pura-pura tidak kenal. Kalau papasan selalu melengoskan muka. Kalau kita menyapa disangka mau berbaik-baik minta proyek. Tapi kalau kita acuh saja, kita dianggap kurang ajar. Kan jadi sulit!” “Maksud Pak, Pak Dudi?” “Ya semuanya, si Dudi, si Made, si Brata bahkan si Tanti, pokoknya semuanya. Begitu menduduki jabatan baru, langsung pasang topeng. Masak kita mau mengemis, memang banyak orang yang begitu, mumpung temannya dapat kedudukan, dia langsung saja nempel. Tapi kan tidak semua orang begitu, kita mana pernah begitu!” “Kalau itu, bukan salah kursinya Pak, memang orangnya yang tidak tahu diri. Sudahlah biar saja, itu kan urusanya sendiri. Tapi jangan percaya, kursi itu ada apa-apanya. Kursi kan barang mati, hanya kursi. Enak diduduki tidak. Cuma itu! Bapak jangan percaya tahyul!” Bu Amat menunjuk ke kursi antik itu. “Saya sudah coba duduki tadi, belum setengah jam langsung tertidur. Mimpinya bagus lagi. Ternyata kursi ini adem. Cocok buat diduduki, bukan cuma enak dipandang. Coba Bapak duduk , rasakan!” Amat tidak peduli apa yang dikatakan istrinya, lalu pergi keluar. Bu Amat lalu ngomong dengan kursi itu. “Jangan marah kursi, bapak memang selalu kaku. Coba nanti kalau sudah pulang, mau nonton bola, pasti bapak duduki kamu. Tenang aja.” Tetangga yang baru saja masuk, heran mendengar Bu Amat ngomong sendiri. “Bicara sama siapa, Bu?” Bu Amat terkejut. “Oh ibu, silakan masuk!” “Ibu ada tamu? Tadi bicara sama siapa?” Bu Amat menunjuk ke kursi. Tetangga ketawa. “Kok kursi diajak ngobrol!” Bu Amat ketawa. “Ini bukannya kursinya Pak Wayan? Kursi yang mau dibuang, karena sudah bawa sial.” “Betul.” “Bu Amat tidak takut???” “Kenapa takut? Barusan saya tidur di situ, mimpinya enak.” Muka tetangga itu tiba-tiba serius. “Hati-hati Bu Amat. Saya dengar sudah banyak korban yang menganggap kursi itu akan membawa rezeki. Tapi begitu dia duduki, wataknya jadi berubah, bukan dia yang dikasih makan oleh kursi itu, tapi kursi itu yang makan dia. Makanya kursi ini mau dibuang. Kan Pak Amat juga bilang, orang-orang yang mengejar-ngejar kursi itu, setelah dapat kursi, jadi berubah sombong. Kursi itu bahaya, Bu!” Bu Amat tertawa. Suaminya pernah mengatakan watak orang, sering bisa dinilai dari kursi-kursi yang ada di rumahnya. Tapi ia tak percaya. Tak tersangka-sangka, tetangga yang baru masuk itu, langsung duduk di kursi antik itu “Wah enak juga ini. Kalau tidak cocok sama Ibu, saya juga mau ini.” Bu Amat ketawa lagi. “Saya inepin dulu di sini semalam. Kalau bagaimana-bagaimana, boleh ambil besok. Tapi kalau rasanya enak, jangan.” Tetangga ketawa. Tapi tiba-tiba dia menjerit, sambil memegang pantatnya. “Aduh banyak kutu busuknya! Pantesan dibuang! Wah…nggak mau saya, untuk ibu saja!” Tetangga itu lalu pergi keluar. Malam-malam Amat pulang larut. Bu Amat sudah tidur. Amat menghidupkan televisi untuk nonton bola, lalu duduk di kursi antik itu. Pertandingan sudah berjalan kira-kira 30 menit, Real Madrid kesayangan Amat, berhasil menundukkan Barca. Amat puas sekali, lalu terlena di kursi. Pagi-pagi, Bu Amat bangun dan mematikan televisi, tetapi membiarkan saja Amat tertidur di kursi. Ia mengurus dulu sarapan. Setelah itu ia menyiapkan kopi dan pisang goreng. Ia masih sempat mandi lebih dulu, karena Amat kelihatannya lelap sekali. Bu Amat pikir suaminya yang nonton bola, memang perlu banyak tidur. Pukul 11.00 ia baru membangunkan Amat. “Bangun Pak, katanya ada janji dengan Pak Dudi yang barusan jadi kepala bagian itu! Mau dikasih proyek kan?!” Amat terkejut bangun, langsung melihat jam. “Jam berapa ini?” “Jam 11.” Muka Amat langsung pucat. “Aduh janjinya jam 8! Proyeknya pasti dikasih orang.” Amat bangun kecewa. “Kenapa bapak tidak dibangunkan dari tadi?!” “Makanya jangan suka noton bola! Jadi telat bangun! Proyek hilang!” Amat kesal sekali, lalu di luar kebiasaan tiba-tiba ia menendang kursi itu dan terus bergegas keluar rumah cemberut. Bu Amat kaget. Masih memegang gelas kopi dan piring berisi pisang goreng, yang mau disuguhkan, ia berbisik lirih. “Rupanya betul, kursi bisa mengubah orang jadi garang!”
Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksi mile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Pal merah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
9 - 15 JUNI 2014
23
Saatnya “Bulan Pesta” Jakarta Juni adalah bulan Jakarta berpesta. Juni tahun ini Jakarta berulang tahun ke-487. Sejak akhir Mei lalu, Jakarta telah bersolek agar terlihat kinclong. Ruang-ruang publik dibersihkan dan dihias. Monas dan sekitarnya sudah lebih dulu dipercantik, termasuk tugu Monas yang dimandikan air mendidih.
P
usat-pusat perbelanjaan berdandan dengan dekorasi adat Betawi termasuk juga menggelar penjualan kuliner khas Betawi yang pada masa sekarang ini relatif sulit didapat. Kuliner tersebut ditempatkan cukup mencolok sehingga pengunjung bisa langsung melihat begitu masuk ke mal. Di pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat, misalnya. Jajanan khas Betawi seperti kerak telor, serabi, rujak bebek, dll yang dijual digerobak dorong maupun pikulan di pintu masuk sebelah utara, ramai dikerumuni para pengunjung mal. “Bulan Pesta” identik dengan banyak event menarik di
eri untuk berpartisipasi. Panitia melakukan seleksi bagi pelaku industri kreatif. Hasilnya, produk mereka disebar di 10 mal. Jadi boleh dibilang, event tahun ini lebih lengkap dalam segala hal dibanding sebelumnya. “Dengan digelarnya Jakarta Great Sale, diharapkan minat belanja ke luar negeri berkurang, turis bertambah, pertumbuhan ekonomi Jakarta meningkat serta produk kreatif dari UKM maju,” ungkap Ketua Umum APPBI Ellen Hidayat dalam konfrensi pers di Plaza Semanggi, Jakarta. Arie Budiman, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta menambahkan, hadirnya Jakarta Great Sale 2014 merupa-
Jakarta Great Sale digelar lagi
sepanjang bulan ini. Mulai dari festival seni dan budaya, festival makanan, hingga urusan belanja. Nah untuk urusan belanja, pasti menjadi paling menarik karena peminatnya bukan hanya kaum perempuan, tapi juga kalangan laki-laki dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Beberapa event belanja produk yang sudah dijadwalkan, di antaranya, Jakarta Fair di Kemayoran, Jakarta Pusat (6 Juni hingga 6 Juli), Pekan Rakyat Jakarta di Monas (10-15 Juni), serta Festival Palang Pintu di Kemang, Jakarta Selatan dan Jakarta Great Sale (7 Juni hingga 19 Juli). Dari semua itu, Jakarta Great Sale merupakan event belanja terbesar karena diikuti oleh 75 mal kelas menengah-atas. Menurut penyelenggara, produk-produk fashion paling banyak diburu di Jakarta Great Sale. Diskon hingga mencapai 75% menjadi daya tarik utama untuk berbelanja di mal saat-saat ini. Apalagi, barang-barang yang didiskon bukan hanya berkualitas bagus tapi yang produk dari brand-brand internasional. Tahun ini Jakarta Great Sale juga memberi kesempatan pada pelaku industri kreatif dalam neg-
kan strategi sekaligus terobosan untuk meningkatkan kerja sama pemerintah dengan daerah sehingga bisa menguatkan tingkat pariwisata Indonesia di mata dunia internasional. Event ini makin menguatkan para UKM yang ada di Indonesia. Produk-produk Indonesia, seperti kerajinan tangan, batik, busana muslim, serta tas maupun sepatu hingga produk kuliner Indonesia akan makin dikenal oleh banyak wisatawan yang datang. Jakarta bisa menjadi pintu gerbang wisata belanja, yang bisa menjadi daya tarik wisatawan un-
Diskon gede-gedean masyarakat serbu pusat-pusat perbelanjaan
tuk terus menikmati kreasi, serta kreativitas produksi anak bangsa. “Hadirnya musim liburan menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Indonesia, khususnya Jakarta dengan menikmati wisata belanja yang disuguhkan,” papar Arie. Terkait Pilpres 9 Juli, Arie menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir. “Kami yakin Indonesia, khususnya Jakarta dipenuhi dengan masyarakat yang cinta kedamaian, memiliki toleransi tinggi untuk terus mencintai Jakarta dengan tulus,” tegasnya DIJAMIN BARANG ASLI Bagi para penggila belanja, ini adalah momen spesial karena diskon yang diberikan untuk aneka produk, termasuk produk-produk branded, lumayan besar khususnya pada pakaian, sepatu, kaca mata, aneka tas, dll. Meskipun barang diskon, para pengunjung jangan khawatir tertipu bahwa itu adalah barang palsu. Setidaknya jaminan itu datang dari Vice Secretary General National Board Committee Indonesian Retail Merchants Association (Aprindo), Satria Hamid Ahmadi. “Kami menjamin barang-barang yang ditawarkan asli. Dijamin tidak ada barang yang cacat, tidak ada barang yang dinaikkan harganya terlebih dahulu baru didiskon,” tegas Satria. Menurutnya, banyak toko dengan merek internasional berani menawarkan diskon kar-
ena mereka melihat momen dimana pasar akan membeli kebutuhannya menyambut libur sekolah, puasa, dan Idul Fitri. “Jakarta Great Sale ini juga menjadi momen berbagi untuk menekankan satu nilai tambah untuk konsumen. Jika barangnya baik dan konsumen suka, maka akan timbul nilai yang positif antara konsumen dan toko,” kata Satria. Bukan sekadar jaminan, tapi pihak panitia penyelenggara juga membuka tempat pengaduan terkait produk-produk yang ditawarkan.
Idul Fitri. Yang tak kalah menariknya dari perhelatan Jakarta Great Sale adalah digelarnya Grand Midnight Sale di 15 mal seperti Grand Indonesia Shopping Town, Senayan City, Kota Kasablanka, The Plaza Semanggi, Mal Kelapa Gading, dll. Acara belanja heboh ini akan dimulai pukul 21.00 hingga 24.00. Biasanya, yang namanya Midnight Sale, diskon yang diberikan lebih banyak lagi. Warga Jakarta, paling menunggu momentum Midnight Sale yang rencananya
Tahun lalu, peserta Jakarta Great Sale mencapai 7000 toko, tahun ini jumlah toko yang berpartisipasi mengalami lonjakan 20%. Mungkin toko-toko yang tahun lalu tidak menjadi peserta, tertarik karena melihat animo masyarakat yang datang berbelanja begitu besar. Hal ini bisa dilihat dari total nilai transaksi yang terjadi selama berlangsungnya event akbar ini tahun lalu. Tahun 2013, nilai total transaksi selama Jakarta Great Sale sebesar Rp11,8 triliun. Tahun ini ditargetkan nilai transaksi akan mencapai Rp13,5 triliun. Hal ini, memungkinkan karena, selain daya tarik diskon yang membuat orang berduyunduyun berbelanja. Juga, diperkirakan para pengunjung tahun ini akan melonjak hingga 30%. Event ini diselenggarakan bersamaan dengan momen liburan sekolah, serta jelang hari raya besar yakni
akan digelar pada 21-22 Juni, karena harga yang ditawarkan benar-benar miring. Meskipun dijanjikan ada jaminan soal keaslian termasuk soal kualitas barang, namun tetap saja para konsumen diminta ketelitiannya dalam berbelanja. “Para fashionista atau shopaholic harus pintar-pintar melihat barang, mengecek kualitasnya juga, dan mencari tahu merek-merek yang kualitasnya seperti apa,” ujar Ellen Hidayat. “Kaum wanita harus jeli saat berbelanja. Barang harus dicek kembali dengan teliti sebelum dibeli. Jangan sampai saat sudah pulang, baru kelihatan rusaknya. Kadang-kadang saat sudah rusak, pihak toko tersebut pun tidak tahu, bisa jadi karena tersangkut kuku seperti baju-baju kaus yang sale biasanya costumer suka bongkar-bongkar, tersangkut atau apa,” ucapnya. –Diana Runtu
24
9 - 15 Juni 2014