24
12 - 18 Mei 2014
2 Minute Miracle Gel
Lihat dan Rasakan Hasilnya dalam 2 Menit Apakah Anda memiliki waktu 2 menit? Tentu saja, sebab hanya dalam waktu 2 menit kita bisa mendapatkan perawatan kulit yang berkualitas dan manfaat anti-penuaan yang canggih setiap harinya.
Hal tersebut bisa terjadi dengan menggunakan 2 Minute Miracle Gel (2 MM Gel). Produk ini memiliki keunggulan yang luar biasa. Produk 2MM Gel ini ada karena Shelly Maquire, seorang formulator, pendidik, konsultan dan penulis buku “Dancing in the Strom” yang berkisah tentang kehidupannya yang kronik dan ketajaman bisnisnya. Ketika berusia sembilan tahun didiagnosa terkena penyakit cystic fibrosis dan disebut punya harapan hidup sampai usia 18 tahun
(saat ini 53 tahun), ia bertekad memerangi penyakitnya. Mimpinya, membuka spa yang dikombinasikan dengan kesehata n jasmani dan batin, serta kecantikan luar pun menjadi kenyataan dan berhasil membuka dan meng operasikan salon dan spa dengan lebih dari 100 karyawan selama 10 tahun. Pendekatannya dengan pelanggan mengarah pada pengembangan produk 2 Minute Miracle Gel (2MM Gel) yang akhirnya sukses dan terkenal. Saat ini, Shelly menjalin kemitraan dengan Ocean Avenue untuk memasarkan produknya yang istimewa ter sebut. Kini 2 MM Gel hadir sebagai produk yang praktis dan ekonomis dengan tujuh (7) kegunaan yakni, sebagai pembersihan (cleanser), pengangkatan sel kulit mati (exfo liator), penyegar (toner), pelembab kulit, pengecil pori-pori dan persiapan awal untuk pengkondisian kulit.
Selanjutnya diformulasikan de ngan 3.1 Skin Complex Ocean Avenue, 2 Minute Miracle Gel memberikan kombinasi yang ideal terhadap tiga komposisi bahan utama yang terbukti dapat menghidupkan dan meremajakan kulit. Yakni, Antarcti cine, mempertahankan kelembaban dan melindungi kulit; Extrac Aloe, lidah buaya yang menutrisi kulit dan Extrac KBGA (Klamath Blue Green Algae), yang memperbaharui atau memulihkan kulit. Kegunaan 2 MM Gel yang tidak ada biji-bijian, tidak ada amprelas, tidak ada asam ataupun zat kimia yang bersifat keras, tidak ada pewarna atau pewangi artificial. Berguna untuk segala jenis kulit, kering, berminyak, kombinasi dan sensitif. Dapat digunakan oleh pria dan wanita segala usia. Pria dapat menggunakannya sebelum berc ukur, untuk melembutkan bulu dan persiapan kulit. Produk ini juga dapat digunakan setiap hari pada wajah, leher, dada, tangan, siku dan area dimana kulit Anda butuh untuk direvitalisasi atau diremajakan. Berikutnya, untuk mengoptimalkan fungsi dan hasil dari penggunaan produk perawatan kulit lainnya dan tidak menyebabkan sensitivitas terhadap matahari, kemerahan atau iritasi.
2 Minute Miracle Gel Teruji Secara Klinis Survei oleh pihak ketiga, Bio Screen Clinical Service (BCS) di Phoenix, USA pada tahun 2009 (usia partisipan 18-65) sebagai berikut. Hasil yang terlihat hanya dengan sekali pemakaian: - 100% dari pengguna merasa kulit lebih lembab dan lembut - 100 % merasa adanya peningkatan yang signifikan terhadap kecerahan kulit - 97% menyadari kulit menjadi lebih cerah dan bersinar - 92% menyadari kulit lebih kencang - 92% menyadari kulit terlihat lebih muda - 90 % menyadari kerutan halus pada kulit berkurang - 80% menyadari penampilan kulit terlihat lebih sehat Hasil yang terlihat dalam 15 hari - 81,50 % peningkatan terhadap kolagen tipe-1 - 34 % peningkatan terhadap
kolagen tipe-2 - 31,5 % peningkatan terhadap elastin kulit Hasil yang terlihat dalam 30 hari - 44,5 % pengurangan terhadap keriput atau kerutan kulit Instruksi Pemakaian 1. O leskan gel secukupnya dan ratakan pada permukaan kulit yang kering, di wajah, leher, tangan dan area tubuh lainnya yang butuh untuk diremajakan. 2. Biarkan selama 45 detik sampai 1 menit dan mulai digosok secara sirkular atau melingkar. Ketika menggosok gel harus mencair dan membentuk gumpalan. Jika tidak mencair dan membentuk gumpalan setelah beberapa detik, tunggu 1 menit lagi dan lanjutkan menggosok sampai terbentuk gumpalan dari peng angkatan kulit mati. 3. Bilas dengan air hangat dan keringkan 4. S egera tutup kembali wadah setelah penggunaan.-ard
Beberapa pertanyaan yang sering diajukan di antaranya: T:Saya mengoleskan gel tersebut tapi tidak mendapat kan gumpalan bola dari kulit mati yang menggulung, mengapa? J: Jika Anda mengoleskan gel dan membiarkannya dikulit lebih dari satu menit tanpa memijatnya, Anda akan mendapatkan manfaat gel sebagai pelembab, tidak sebagai pengangkat kulit mati yang optimal. Pastikan untuk menggosokkannya dengan lembut dalam menit pertama setelah aplikasi.
2 MM Gel, 9 tahun terakhir menjadi top sales no. 1 produk di Amerika melalui line TV - Home Shoping Network (HSN)
Jangan lewatkan demo dan testimoni produk, pada: Hari/tgl : Selasa 13 Mei dan Rabu 14 Mei 2014 Pukul : 16.00 Wita Tempat : Amour Boutique Jalan Gatot Subroto IV Blok 1 No. 6 Denpasar. Info: Beauty Consultant Wulan: telepon (0361) 2088899 dan Pin BB 75028454 Melia : Hp 081 999 066 564
T: Mengapa saya harus mengangkat kulit mati? J: Saat muda, usia < usia 25 tahun, sel kulit berganti secara sendirinya. Inilah mengapa saat muda sel kulit terlihat begitu bagus, kencang dan cerah. Ketika usia bertambah, proses pergantian kulit melambat dan permukaan kulit ditutup lapisan sel mati. Itu sebabnya perlu mengangkat sel kulit mati agar terlihat lebih muda. Juga, penggunaan produk lainnya yang tadinya hanya menempel pada kulit akan berfungsi semakin baik. T: Seberapa sering saya boleh menggunakan 2 Minute Miracle Gel? J: Idealnya, Anda harus menggunakan setiap hari, karena kulit mati bertumpuk setiap hari. Mengangkat sel kulit mati penting bagi kesehatan dan keindahan
kulit. Untuk jangka panjang Anda harus menggunakannya minimal tiga kali dalam seminggu. T: Kapan waktu yang tepat menggunakannya? J: Dapat digunakan pada malam hari maupun pagi hari, asalkan dioles pada kulit yang kering (tidak lembab atau basah). Namun, sebagian besar menggunakan pada pagi hari karena membuat kulit halus bersinar dan akan membantu make up tahan dan melekat sepanjang hari. T: Bagaimana cara terbaik menyimpan 2 MM Gel? J: Penting sekali untuk menutup wadahnya rapat setelah pemakaian, sehingga gelnya tetap berbentuk gel. Selain itu tidak membiarkan udara lembab masuk kedalam kontainer. Kami sarankan menyimpan di suhu ruangan yang bebas dari panas dan dingin yang ekstrim. T: Di bagian mana saya menggunakan gel ini? J: 2 Minute Miracle Gel dirancang untuk digunakan pada wajah, leher, dada, tangan, siku. Dimana Anda ingin segera meremajakan kembali tampilan kulit Anda. Pastikan mengoleskannya di kulit yang kering (tidak lembab dan basah). -ard
EKSPRESSO
2
12 - 18 MEI 2014
GORO-GORO
klik: www.tokoh.co.id mingguantokoh @mingguantokoh
Ujian Nasional Ujian Nasional (UN) masih menjadi momok yang menakutkan bagi siswa, orangtua, dan masyarakat. Pihak sekolah pun kadang ikut was-was. Kekhawatiran tidak lulus UN menjadi salah satu pemicu begitu stresnya siswa menjelang UN. Namun, ada juga yang santai saja menghadapi UN. Salah satu kasus yang berkaitan dengan UN adalah bunuh diri seorang siswi SMP di Tabanan. Kabar yang mengejutkan ini membuat pihak sekolah tak percaya kalau adanya siswa bunuh diri. Padahal secara akademis, anak tersebut memiliki kemampuan yang tak bisa dianggap remeh. Polisi sudah menyatakan kasus ini murni bunuh diri namun apa motifnya masih didalami. Jika secara akademis seorang anak memiliki kemampuan untuk menguasai pelajaran dengan baik,
O
M G
seharusnya tak ada masalah jika menghadapi UN. Namun, faktor mental kerap menjadi permasalahan. Orang yang sudah menguasai suatu bidang tetapi jika berada dalam kondisi stres, bisa saja ia lupa dengan apa yang sudah dikuasainya. Demam panggung, misalnya. Ini merupakan wujud ketidakpercayaan diri ketika berhadapan dengan sesuatu yang belum pernah dialami ataupun sudah pernah dicoba. UN mungkin menjadi salah satu contoh nyata. Kekhawatiran ter hadap situasi yang belum diketahui membuat siswa menjadi nervous. Materi pelajaran yang sudah diberikan berulang-ulang menjadi lenyap. Kisruh persiapan pelaksanaan UN, seperti soal tidak lengkap, soal tertukar, hingga soal berbau politik menambah beban pikiran siswa. Orangtua yang membaca, mendengar, atau menonton berita kisruh itu ikut panik. Ada yang mengatasinya
Salah Membuntuti
Namaku Lia. Aku baru saja lulus di sebuah universitas keguruan di Bali. Ya, aku seorang sarjana pendidikan, tepatnya guru matematika. Aku memang termasuk orang yang tidak suka menunda waktu. Kare na itulah, setelah wisuda, tanpa menunda waktu lagi aku langsung membuat banyak surat lamaran pekerjaan. Meskipun sebenarnya aku sudah mengisi waktu dengan menjadi guru privat, aku mencoba melamar ke beberapa sekolah di Denpasar. Namun, mungkin ka rena belum berjodoh, aku belum mendapatkan panggilan wawancara samasekali dari semua sekolah yang aku datangi. Suatu hari, aku dikirimi pesan (SMS) oleh salah seorang kakak kelasku yang telah bekerja di sebuah SMP di sekitar Kota Denpasar. Sebut saja SMP G Denpasar. Begini isi pesan yang dikirim oleh kakak kelasku, “Lia, di sekolahku lagi ada lowongan buat guru matematika nih… kalau mau, langsung bawa lamaranmu besok ke sekolah ya.” Tanpa pikir panjang aku langsung membuat surat lamaran pekerjaan lengkap dengan berkas-berkas yang sepertinya akan dibutuhkan. Keesokan harinya, dengan berpakaian rapi layaknya seorang guru dan penuh percaya diri, aku membawa semua berkas lamaran pekerjaan ke SMP G Denpasar. Sebelum berangkat aku buka kembali SMS
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
yang dikirimkan oleh kakak kelasku agar aku yakin arah perjalananku. Kemarin dia juga mengirimkan alamat SMP G Denpasar. Setelah lumayan lama berpikir dan yakin daerah yang akan kutempuh, kutancap gas sepeda motorku. Akhirnya, sampailah aku di daerah yang disebutkan oleh kakak kelasku via SMS. Daerahnya memang benar, namun aku tidak melihat gedung sekolah di sekitar itu. Aku mengamati sekitarku. Tanpa kusangka, di depanku lewat seorang anak mengayuh sepedanya. Anak itu berpakaian olahraga yang bagian belakang bajunya bertuliskan ‘SMP G DENPASAR’. Aku tersenyum lebar. “Nah, anak ini pasti ke sekolah ya…” pikirku merasa pintar dan akhirnya memutuskan mengikuti anak itu dari belakang. Aku tidak perduli orang-orang melihatku mengendarai sepeda motor dengan sangat lamban di belakang anak yang bersepeda, yang penting aku sampai di tempat tujuan. Setelah hampir 15 menit aku membututi anak itu, akhirnya
dengan menggenjot anaknya agar belajar lebih serius, ada yang mencari celah bagaimana anaknya bisa lulus UN, bahkan ada yang mengikutkan anaknya dalam program hipnoterapi untuk mengurangi kecemasan. Dukungan orangtua terhadap anak menjelang dan selama pelaksanaan UN sangat penting. Kalau situasi sudah nyaman, anak pun merasa tenang dan bisa fokus belajar. Sekolah pun berkepentingan untuk menciptakan suasana nyaman. Di satu sisi, sekolah ingin semua siswanya lulus demi citra positif sekolah. Di sisi lain, sekolah menggenjot siswanya dengan memberikan materi tambahan yang kadang membuat siswa jenuh. Untuk mendapatkan hasil terbaik tentu berawal dari proses yang terbaik juga. Sinergi antara sekolah, siswa, dan orangtua sangat diperlukan. Ibarat atlet yang melakukan pemusatan latihan, harus diatur bagaimana ritme peningkatan kemampuan siswa. Jangan terlalu longgar atau jangan terlalu mepet. Buatlah jadwal agar saat tampil di pertandingan atau perlombaan yang bernama UN, siswa berada dalam penampilan puncak (peak performance) sehingga bisa memberikan kemampuan terbaiknya. Salam.
anak itu berbelok ke arah kanan. Anehnya, banyak rumah di sana. Layaknya perumahan. “Oh, aku baru tahu di sini ada sekolah masuk ke perumahan,” pikirku lagi. Tidak berapa lama, anak itu berhenti dan membuka sebuah gerbang di depannya. Namun, tiba-tiba ia menoleh ke arahku dengan ekspresi sangat kaget karena mungkin dia tidak tahu sejak tadi ada orang cantik yang membututinya (hehehehe… narsis dikit). “Kakak ngapain di sana?” tanya anak itu. Kujawab dengan pertanyaan, “Ini SMP G Denpasar, Dik?” “Ya nggaklah, Kak. Ini rumah saya. Memangnya rumah saya kelihatan kayak gedung sekolah ya?” jawabnya. “Iya juga sih,” pikirku merasa bodoh. Tidak berhenti sampai di sana, aku melontarkan pertanyaan tidak penting yang kedua, “Terus, pagipagi begini kok Adik udah pulang?” “Saya kan olahraga, Kak. Nanti saya balik lagi ke sekolah habis ganti baju,” jawabnya polos. OMG, malu-maluin. Langsung saja aku tancap gas setelah diberi alamat pasti oleh anak tadi. Uh… coba saja sejak tadi aku tidak sok jadi detektif. –Lia, Denpasar
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Putu Wijaya
EMON
Bu Amat sejak pagi sudah bikin pu sing. Pertanyaannya membingungkan dan memojokkan. “Sebagai lelaki, coba katakan, apa alasannya kenapa si Emon, bajingan dari Sukabumi itu sampai hati, tega, sama sekali tidak berperikemanusian? Bahkan sampai 73 orang hanya sejak bulan Desember tahun lalu sampai April tahun ini?” Amat yang sudah seminggu tidak mengikuti berita di TV dan koran bingung. Bu Amat terus nyerocos. “Jangan bikin-bikin alasan karena waktu umur 11 tahun, dia juga diperlakukan oleh orang dengan cara yang sama. Jadi ini balas dendam? Hah! Kenapa membalas kepada orang yang tak bersalah?! 73 anak lagi! Mungkin lebih! Itu bukan membalas dendam, tapi sudah ketagihan! Harus dihukum mati!” Amat mengangguk tak sengaja. “Tidak cukup hukum mati, tapi hukum dia 15 tahun kali 73! Supaya kapok. Supaya jangan ada orang lain lagi yang berani meniru perbuatannya!” Amat mencoba menebak apa inti gugatan istrinya, “Jangan nanti bilang si Emon itu diganggu trauma masa kecilnya, jadi mengidap sakit jiwa. Orang sakit jiwa tidak bisa disalahkan. Dia akan tetap bebas! Itu dosa para pengacara yang keblinger! Emon biar sakit jiwa, tetap harus dihukum supaya kapok, supaya tidak ada lain yang berani mengulangi perbutan cabulnya!” “Cabul?” “Bukan hanya cabul! Laknat! Terkutuk? Dosa! Di neraka pun dia ditolak!” “Begtu, ya?!” “Bapak jangan pura-pura bodoh! Coba terus-terang saja, sebagai lelaki, kalau Bapak si Emon, apa alasan bapak melakukan perbuatan cabul itu?” “Cabul?” “Lebih dari cabul! Masak bapak tidak mau mengakui ulah si Emon itu cabul?! “Si Emon siapa?” “Terlalu!” “Tapi bapak tidak kenal dengan si Emon! “ Amarah Bu Amat meledak. “Si Emon itu, Bapak sendiri!” Bu Amat meninggalkan Amat dengan marah. Amat masih belum mengerti kenapa pagi-pagi ia sudah disemprot. “Emon itu pemuda berusia sekitar 25 tahun. Orangnya baik, sopan dan ramah. Pandai bergaul,” kata seorang tetangga menjelaskan, “tetapi dia sudah menyodomi 73 orang anak dalam waktu sekitar 5 bulan.” Amat bengong. Ia cepat menghampiri Bu Amat, “Bapak sekarang tahu siapa si Emon. Tapi kenapa ibu bilang si Emon itu bapak?” Bu Amat menatap Amat lalu berkata lirih tapi pedih. “Karena perbuatannya itu tidak hanya merendahkan martabatnya sendiri, tapi merendahkan derajat semua lelaki!” Amat tiba-tiba meledak. “Emon brengsek!” Bu Amat mengangguk puas. “Nah begitu, dong! Kalau orang dalam yang mengutuk, baru dia tahu rasa. Kalau cuma ibu-ibu, dianggapnya angin lalu!”
Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksi mile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Pal merah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
12 - 18 MEI 2014
23
Monas “Mandi” Air Panas Ingin melihat keindahan Jakarta maka datanglah ke Monas (Monumen Nasional), naiklah sampai ke puncak dan Anda akan mendapat pemandangan terbaik Kota Jakarta. Tapi dalam dua pekan ini, banyak pengunjung kecewa, khususnya mereka yang datang dari daerah karena kunjungan mereka hanya sampai ke ruang museum dan ruang kemerdekaan yang berada di bagian bawah Monas.
S
ejak 5 Mei hingga 18 Mei, wisatawan dilarang naik ke cawan sampai ke puncak Monas karena monumen yang dibangun pada masa Presiden Soekarno ini, sedang “dimandikan”. Banyak pengunjung yang tak tahu informasi itu. Yang paling kecewa tentu saja para pengunjung yang datang dari daerah jauh kare na tidak setiap saat mereka bisa datang ke Jakarta dan berkunjung ke monument bersejarah itu. “Ini kedua kalinya saya tidak bisa naik ke puncak. Dua tahun lalu saya datang juga tidak bisa naik ke puncak karena antrian begitu panjang. Saya tidak bisa menunggu karena anak-anak rewel, jadi kami pulang. Kali ini gagal lagi,” ungkap Husein yang datang dari Bukit Tinggi, Sumatera Barat, bersama keluarganya. Setelah 22 tahun, Monas yang tingginya 132 meter itu, tidak pernah dimandikan. Bukannya tidak ada niat, namun selalu saja ada masalah sehingga monumen itu tidak jadi dimandikan. Akhir 2011 lalu, sebenarnya Monas akan dimandikan. Tim pencucinya pun sudah datang. Namun rencana tersebut gagal karena cuaca yang buruk, hujan terus menerus mengguyur Jakarta. Dua tahun tak terdengar kabar, baru Mei inilah rencana membuat kinclong Monas terwujud. Proyek pembersihan Monas ini dilakukan oleh PT Karcher, perusahaan asal Jerman yang 22 tahun lalu juga memandikan monumen bersejarah ini. Salah satu spesialisasi dari perusahaan yang berbasis di Jerman ini adalah membersihkan bangunanbangunan penting dan bersejarah.
Setidaknya ada sekitar 80 bangunan penting dan bersejarah yang pernah ditangani tim Karcher, di antaranya, Basilika Santo Petrus di Vatikan, Mount Rushmore di Amerika Serikat, dan London Eye di Inggris, London. Untuk mengerjakan Monas, Karcher menurunkan 20 orang ahli, mereka adalah teknisiteknisi berpengalaman dari Indonesia dan Jerman. Ada sedikit ‘gonjang-ganjing’ ketika Pemda DKI Jakarta menunjuk PT Karcher untuk membersihkan Monas. Wagub Basuki Tjahja Purnama alias Ahok sempat dituding tidak nasionalis karena menyerahkan proyek tersebut pada perusahaan asing. Ahok menegaskan, Pemda DKI Jakarta menunjuk Karcher karena dinilai berpengalaman membersihkan bangunan-bangunan pen ting dan bersejarah di dunia. “Kami tidak mau memberikan risiko (Monas) diuji coba untuk dibersihkan. Kalau mau latihan di gadung lain lah. Jangan di Monas. Ini (bahannya) marmer. Mohon maaf bukan nggak nasionalis,” tegas Ahok. Soal berapa biayanya tidak di singgung, namun menurut Ahok, program membersihkan Monas merupakan bagian dari program CSR (corporate social responsibi lity) perusahaan tersebut. Hal tersebut juga diakui Fransisca Natalia dari Karcher Indonesia, yang menyebut perusahaan tidak menetapkan tarif apapun untuk proyek tersebut. Kesibukan di seputar lapangan Monas memang sudah terlihat sejak sepekan lalu. Suasana ramai itu bukan hanya karena para pekerja yang tengah mempersiapkan per-
lengkapan pembersihan, namun juga para pengunjung Monas yang menonton para pekerja mempersiapkan peralatan. Thorsten Moewes, Ketua teknisi PT Karcher, yang berada di lokasi tugu mengatakan, meski Monas 22 tahun tidak dibersihkan, namun kondisinya tidak terlalu parah karena itu pengerjaannya pun tidak sulit. Namun begitu, karena ini adalah monumen bersejarah, maka pengerjaannya harus ekstra hati-hati agar tidak merusak material yang ada. Tidak ada cairan kimia yang digunakan, hanya murni air de ngan suhu 100°C. Air panas ini untuk merontokkan jelaga dan debu akibat polusi, juga jamur. Air panas ini akan disemprotkan dalam tekanan tertentu untuk menyapu semua kotoran yang melekat. Membersihkan kerak dan debu yang melekat pada monumen penting dilakukan, karena kalau dibiarkan terlalu lama akan
Foto: Danang P Wibowo
ban gunan ini dirancang oleh sejumlah arsitek Indonesia yaitu Soedarsono, Frederich Silaban dan Ir. Rooseno. Pembangunannya dimulai pada masa pemerintahan Soekarno, 17 Agustus 1961. Sedang peresmian museum terbuka untuk umum baru dilakukan pada 12 Juli 1975 oleh Presiden Soeharto. Salah satu yang berubah dari Monas sejak didirikan adalah bertambahnya berat emas yang berada di puncak Monas, dari 35 kg, menjadi 50 kg
foto: academic.ru
Pengunjung bisa melihat seluruh Kota Jakarta dari puncak Monas
menyebabkan keretakan, bahkan bisa menyebabkan batu jatuh. Menurut Fransisca, pembersihan Monas dilakukan dua tim. Untuk tim Karcher Indonesia mengerjakan bagian cawan, lantai ke tangga, pelataran dan ground floor. Untuk dinding dan tangga, jelasnya, digunakan penyemprot an high pressure water, sedang lantai termasuk pelataran menggunakan scrubber dryer. Sedang tim dari Jerman, yang dipimpin Thorsten Mouwes, membersihkan tugu. EMAS TIDAK DISENTUH Monas didirikan untuk me ngenang perlawanan dan perjuang an rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Tugu ini berdiri di tengah lapangan yang telah lima kali berganti nama. Awalnya bernama Lapangan Gambir, kemudian menjadi Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas dan kini bernama Taman Monas. Secara keseluruhan,
pada 1995. Emas yang berada di puncak tugu adalah satu-satunya bagian dari Monas yang tak disentuh atau tidak dibersihkan tim Karcher. Alasan yang mengemuka adalah emas yang berbentuk obor itu, tidak perlu dibersihkan karena sudah dimandikan oleh alam (air
hujan). Pada hari biasa, pengunjung bisa mencapai pelataran puncak Monas. Karena peminatnya banyak, biasanya terjadi antrian cukup panjang. Maklum, lift yang membawa pengunjung ke ketinggian 115 meter itu, ukurannya hanya 11 x 11 meter dan hanya memiliki kapasitas 11 orang sekali angkut. Sedang pelataran puncak Monas, hanya dapat menampung 50 orang. Di sana terdapat teropong untuk melihat panorama Jakarta lebih dekat. Di sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Bahkan bisa melihat Gunung Salak di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan laut di bagian utara Jakarta beserta pulau-pulau kecil di sekitarnya. Tentu saja, itu semua baru bisa terlihat kalau cuaca Jakarta sedang cerah. Pemandangan inilah yang ingin disaksikan kebanyakan pengunjung sehingga mereka rela mengantri untuk mencapai puncak. Sebagai informasi, harga tiket Monas Rp 5.000/dewasa hanya sampai di area cawan. Jika ingin ke puncak, maka harga tiket Rp 10.000. Sedang anak-anak Rp 2.000 untuk area cawan maupun ke puncak Monas. –Diana Runtu
Tim sedang bersiap-siap membersihkan Monas
W H AT ’ S U P
22
DCG Berlians
D
CG Berlians (Denpasar Clean and Green Berbudaya, Lestari, Indah, Nyaman, dan Sehat) merupakan salah satu LSM yang bergerak di bidang lingkungan. Sejak diresmikan 29 Juli 2011, organisasi yang berada di bawah naungan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali ini mengalami perubahan yang sangat mendasar yakni perubahan pada logo dan tagline DCG. Awalnya, tagline DCG hanya ‘Berlian’ yang artinya ‘Berbudaya, Bersih, Indah dan Nyaman’. Kemudian dirubah menjadi ‘Berlians’ dengan menambahkan
satu huruf yaitu S yang artinya Sehat. Adanya perubahan pada logo dan tagline DCG adalah simbol dari kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat Kota Denpasar. Pemaknaan nama dan warna dari logo DCG merupakan representasi dari unsur bumi seperti tanah, air dan tumbuhan serta ‘Berlians’ bermakna permata bernilai tinggi. Moto lembaga ini adalah berpikir, berkata, berbuat baik demi lingkungan dan kelangsungan hidup generasi sekarang dan yang akan datang. Anggota DCG Berlians merupakan kelompok relawan dari beragam profesi yang memiliki
kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Sifat keanggotaannya sangat terbuka. Saat ini telah ada 73 orang anggota yang tersebar di 25 desa/kelurahan se-Kota Denpasar. Tetapi jumlah anggota yang aktif hanya 20 orang. “Kendala ini karena kehadiran mereka belum mewakili hati nurani peduli sampah melainkan kehadiran mereka karena adanya perintah dari atasan. Meski demikian, DCG Berlians tidak akan putus asa. Meskipun sedikit akan terus berjuang memerangi sampah,” ucap Bu Catur saat ditemui di kantor sekretariat DCG Berlians, Rabu (23/4). Sesuai dengan semangat dan nilai-nilainya, DCG Berlians dibentuk untuk membantu masyarakat dan pemerintah dalam upaya mengurangi permasalahan lingkungan seperti sampah, membangun kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan dan menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, indah, lestari dan berbudaya. DCG Berlians juga memiliki visi dan misi, dua hal yang mendasar bagi terbentuknya sebuah organisasi. “Dengan visi yang sesuai dengan kepanjangan dari kata Berlians sendiri yaitu Berbudaya, Lestari, Indah, Nyaman dan Sehat. Serta misinya adalah membudayakan hidup bersih dan sehat, pengelolaan sampah, meningkatkan pengetahuan, keterampilan, pola pikir dan perilaku masyarakat, mendidik generasi muda untuk peduli lingkungan, mendorong partisipasi dan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan sampah, membangun jaringan dan kerjasama, membangun kesadaran kritis lingkungan sesuai nilai-nilai kearifan lokal, serta membudayakan gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle),”
tandasnya. Bu Catur mengungkapkan kegiatan rutin saat ini di antaranya aktif melakukan peningkatan keterampilan pembuatan kerajinan bagi anggotanya, karena ada rencana menyelenggarakan pameran pada Juni mendatang di Desa Sumerta Kauh. Sedangkan kampanye pengelolaan sampah di banjar dan mengembangkan bank sampah di setiap banjar, anggotanya masih berjalan. Selain itu, DCG Berlians juga masih terus melakukan kampanye sekaligus kerja bakti di Lapangan Lumintang dan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung tiap hari. “Dengan langkah ini semoga dapat membangun rasa peduli masyarakat terhadap lingkungan,” harapnya. Beragam kegiatan peduli lingkungan yang dilakukan komunitas ini seperti melakukan kerja bakti, memberikan penyuluhan ke berbagai tempat mengenai cara pengolahan sampah, komposting dan biopori, serta membentuk bank sampah dan membuat kerajinan dari sampah untuk dijadikan kerajinan yang bernilai. Hal itu tidak hanya bermanfaat bagi pelestarian lingkungan, tetapi juga mendatangkan uang yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Bu Catur mengungkapkan cara pengelolaan sampah, yaitu dengan mengelompokkan atau memilah sampah sesuai dengan jenisnya. Contoh, membedakan sampah organik dengan sampah anorganik. Selain itu, upaya pengurangan sampah organik dapat dilakukan dengan cara komposting (pengolahan sampah organik menjadi pupuk).Tentu melalui perlakukan dengan menambahkan media lain misalnya MOL
S E L E B R I TA S
Bintang Mira
3
Langsung Nyemplung
Budayakan Gerakan 3R
Hidup di kota yang bersih tentu idaman setiap orang. Terlebih lagi dapat terbebas dari permasalahan sampah yang hingga kini belum terselesaikan. Mewujudkan kota yang bersih sudah menjadi tanggung jawab seluruh warga yang mendiami kota tersebut baik pemerintah maupun masyarakat. Berbagai upaya dan gebrakan terkait pelestarian lingkungan pun bermunculan, salah satunya DCG Berlians, kelompok pemerhati lingkungan yang mengedukasi dan memotivasi masyarakat untuk perubahan yang lebih baik bagi lingkungan.
12 - 18 mei 2014
12 - 18 Mei 2014
Kerja kerasnya sejak tahun 2000 dan kesetiaan perempuan satu ini terhadap pengembangan budaya lokal, yakni batik Bali kini membuahkan hasil. Wisatawan yang berkunjung Gianyar, tidak melewatkan kesempatan untuk mampir ke rumah batiknya, Balibatiku di Jalan Legong Keraton, Sidan, Gianyar.
(Mikro Organisme Lokal) untuk mempercepat proses pelapukan, air, kompos atau pupuk kandang yang sudah jadi sebagai stater. Jika tidak mempunyai lahan, bisa dipakai wadah berupa keranjang dari bambu atau plastik. Setelah itu, lakukan pembalikan secara rutin dan dalam waktu 30 hingga 40 hari sampah organik sudah bisa menjadi kompos. Bu Catur juga menjelaskan mengenai biopori atau lubang resapan yang bermanfaat untuk meningkatkan daya resapan air yang sekaligus dapat mengatasi banjir dan genangan air serta sebagai media komposting. Jadi, sampah-sampah organik bisa dimasukkan pada lubang resapan ini hingga lapuk dan menghasilkan kompos.Saat ini sudah dilakukan sosialisasi mengenai pembuatan biopori, mengingat biopori sangat bermanfaat bagi lingkungan. Ia berpesan kepada masyarakat Denpasar yang ingin hidup nyaman, maka cintailah bumi ini dengan tidak merusak, mulailah membuat gerakan peduli sampah secara berkelompok agar semakin banyak orang yang peduli terhadap sampah. Yang terpenting lagi, mulai dari diri sendiri, aplikasikanlah prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang artinya mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang, Contoh mudah, ketika pergi berbelanja, bawalah tas dari rumah untuk mengurangi penggunaan plastik. Masyarakat yang ingin bergabung ke DCG Berlians dapat berhubungan langsung dengan Made Wardana (Ketua). Telepon (0361) 238572 atau langsung mendatangi sekretariat DCG Berlians di Jalan Letda Reta No. 90 Yangbatu - Denpasar. -Ari
T
ak salah jika desainer bernama Bintang Mira Afriningrum ini tercatat sebagai salah seorang perintis industri fashion tradisional di desa Sidan, Gianyar. Disamping itu Mira, begitu sapaannya bukan hanya masuk dalam jajaran perancang busana papan atas Bali tapi namanya juga berkibar di berbagai ajang bergengsi tingkat nasional maupun internasional. Karya terbaik istri dari Pande Putu Gede Wiratama ini pun bertebaran, baik yang dikenakan para fashionista maupun sebagai uniform bagi para karyawan hotel berbintang di Bali, Yogyakarta
hingga Timor Leste. Pelanggannya pun banyak berasal dari luar negeri, salah satunya Maladewa. Kini di show room-nya, terpajang banyak pilihan hasil olah budaya lokal yang ditranformasikannya dalam bentuk lembaran batik Bali dengan ragam jenis, seperti batik tulis, batik cap, dan campuran batik cap dan tulis. “Kami juga menyediakan busana ready to wear the luxe , dari busana kasual hingga gaun malam,” ujar perempuan yang hobi melukis ini. Di tiap ajang yang diikutinya, mulai dari Indonesia Fashion Week hingga Hongkong Fashion Week, Mira selalu membawa batik Bali sebagai primadona karyanya. Bahkan dalam pagelaran Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2014 , 19 Mei mendatang di Sentra Kelapa Gading, Jakarta ia memadukan endek Gianyar dengan batik Bali. Melengkapi busananya, desainer yang langsung menjadikan namanya sebagai brand produknya ini, juga menyediakan tas, sepatu kulit hasil olah kreativitasnya. “Selain produk yang terpajang, kami juga me nerima permin taan khusus sesuai keinginan klien,” ujar putri pasutri (alm) Edmundus Suryanto dan Ma-
ria Yosefin Suwarti ini. Ia menambahkan pemasaran terbanyaknya saat ini melalui media on line, dengan website-nya www.bintangmira.com. Mira menuturkan, ia memulai langkahnya di dunia fashion dari keprihatinannya atas megapmegapnya usaha batik sang mertua, pemilik CV Merumas. Padahal ketika itu sudah mengekspor, namun faktanya memperoleh keuntu ngan yang sangat kecil. Melihat ini, ia ingin berbuat sesuatu agar usaha mertuanya tidak sampai gulung tikar. Dengan sedikit sentuhan kreativitas, sepert i perubahan warna serta motif, ternyata berhasil diminati konsumen. Pembuktian berikutnya ketika Mira merevolusi kain sarung produksi mertuanya menjadi kain batik khas Bali. “Semua saya jalani de ngan tekad juga nekat langsung nyemplung,” cetusnya sambil terus menggali ornamenornamen Bali lainnya untuk memperkaya batik Bali. Semua langkah Mira rupanya, sesuai juga dengan saran sang mertua, Pande Ketut Dresta dan Pande Putu Srinten, agar dirinya belajar mendesain. Karena itu pula, akhirnya ia memilih mengikuti kelas desain di sekolah milik desainer senior Adrianto Halim pada tahun 2004. Bahkan kala itu, Adrianto sempat berujar kalau Mira memiliki bakat sebagai desainer. Kalimat itu pula semakin menjadikan Mira yakin dengan passion-nya, lebih pede sekaligus menguatkannya untuk berkarya di dunia fashion. “Saya kagum pada mertua yang sejak dulu sudah memiliki visi jauh ke depan,” ungkap Mira. Ia banyak bertanya pada mertua tentang produksi pembuatannya, pewarna an hingga urusan pemasarannya. Gayung pun bersambut, mertuanya dengan senang hati memberikan ilmunya, bahkan sangat men dukungnya. Rupanya dalam menapaki langkahnya, Mira juga terbantu dengan latar belakangnya di dunia per hotelan serta munculnya dorong an mimpinya waktu kecil untuk menjadi seorang desainer, terlebih lagi ia juga terlahir dari keluarga yang berdarah seni pula. “Kalau untuk inspirasi, di Bali tidak akan pernah kekurangan ide. Bali penuh dengan keindahan dan jika lebih dicermati semua memiliki nilai seni tersendiri,” katanya. Agar bisa selalu berpikir kreatif dan menjaga mood terbaik, Mira memilih rutin melakukan meditasi. ”Ketika pikiran ini fresh, maka kita bisa melakukan permainan kreatif yang berbeda tiap harinya,” ujar ibu dari Pande Putu Rangga Raditya, Pande Kadek Anggara Wedaswara, dan Pande Nyoman Bintang Paramitha ini tersenyum. Selain ini, ia juga menjalin kerjasama dengan
SMA 1 Gianyar, untuk memberikan pelajaran dengan cara berbeda , melalui program motivasi, dengan menghadirkan pembicara yang kompeten di bidangnya, diantara nya Ade Rai dan Rhenald Kasali. KIBARKAN BATIK BALI Sambil berbagi cerita seputar produksi batik Bali dan kreativitasnya, Mira mengatakan tiap rancangan pakaian yang dibuatnya bisa menjadikan pemakainya lebih percaya diri. Bukan hanya itu, ia juga berharap agar para wanita bukan saja lebih menghargai tubuhnya, tapi juga mampu tampil cerdas dengan inner beauty-nya. Begitu juga dengan busana untuk para pria, agar mereka memiliki karakter yang penuh wibawa juga gagah. Ia mengakui semua yang diraihnya kini karena adanya orang-orang terkasih di sekelilingnya, suaminya bersama ketiga buah hatinya yang luar biasa mendorong dan menjadi pemicu semangat serta spiritnya. “Memang tak ada kehidupan tanpa masalah, namun dengan dukungan keluarga tercinta, maka setiap masalah menjadi growth opportunity ,” tutur peraih beberapa penghargaan bergengsi bidang desain di Bali ini. Mengenai produk lokal batik Bali yang gaungnya mulai menampakkan hasil, dengan tegas ia mengatakan sangat ingin batik Bali mendulang sukses seperti batik dari Jogja, Solo, Pekalongan, atau yang lain. Di rumahnya yang dikelilingi persawahan itulah Mira merealisasikan ide-idenya untuk terus mengembangkan batik khas pulau Dewata ini, dengan unsur
budaya Bali, seperti poleng atau kotak-kotak hitam putih, barong hingga patra Bali. Tidak hanya sampai di situ, ketika produksi batik Bali miliknya terus meningkat. Perlahan ia juga melibatkan warga di desanya, Sidan untuk mengerjakan produksinya. “Sejak awal, saya memang ingin batik Bali dikerjakan penduduk Bali sendiri,” tegas alumnus Jurusan Pariwisata Universitas Merdeka Malang ini. Untuk mengasah ilmu membatik, sekitar 15 orang warga Sidan, sempat diterbangkan ke Yogyakarta. “Ini juga atas bantuan Pemda Gianyar,” katanya sambil mengatakan walau yang sukses menerapkan ilmunya tidak lebih dari 4 orang, namun ia yakin yang empat inilah, bisa menjadi virus untuk menularkan pada sekitarnya. Bicara kepuasan, untuk batin ia merasa oke, sedang urusan finansial, jujur dikatakannya masih tertanam untuk investasi SDM. Kendala utamanya hingga kini adalah SDM yang masih memerlukan banyak pelatihan peningkatan kemampuan. Ia juga mengaku akan sangat senang jika ada bantuan dari Pemda Gianyar. Sehingga, bisa mempercepat impiannya untuk menambah khasanah wisata di Gianyar dengan menjadikan desanya “Kampung Batik Sidan,” yang ditargetkannya dapat terealisasi 5 tahun ke depan. “Jika ada wisatawan datang ke Sidan, mereka bisa melihat, membeli dan pastinya juga bisa belajar membuat batik Bali lengkap dengan tanda tangan sendiri,” tandasnya. -ard
4
INSPIRASI
12 - 18 MEI 2014
Clara Ng
Terinspirasi saat Sakit Bagi penggemar buku, nama wanita satu ini tentulah tidak asing, Clara Ng. Maklum ia bukan hanya penulis produktif, tapi sejumlah bukunya pun berhasil masuk dalam best seller. Berkat prestasinya di dunia tulis-menulis, Clara pun tiga kali meraih penghargaan Adhikarya dari Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi). Terakhir bukunya yang juga mendapat banyak apresiasi dari masyarakat adalah ‘Langkah Sejuta Suluh’.
B
uku yang baru-baru ini di-launching itu, bercerita tentang pengalaman Merry Riana, seorang Inspirator juga Motivator kondang dalam meraih kesuksesan di bidang jasa keuangan. Berbeda dengan buku Merry Riana lainnya, buku ini bergaya thriller. “Buku ini dikerjakan cukup lama antara 18-20 bulan, dari mulai proses penulisan, editing, diskusi dan lain-lain. Prosesnya banyak sekali, jadi bukan sekadar menulis,” ungkap wanita bernama asli Clara Regina Juana saat ditemui di Central Park, Jakarta Barat. Melihat dari waktu pengerjaan, boleh dibilang penggarapan buku ini terasa lumayan lama. Meski tidak mengalami kendala yang berarti, namun sejatinya menulis tokoh yang masih hidup memang tidak mudah. Apalagi, nuansa yang ingin dibangun adalah sebuah kisah nyata yang penuh ketegangan, perjuangan Merry dan teman-temannya untuk menggapai kesuksesan harus berhadapan dengan intrik-intrik kotor dari orang-orang yang tak menghendaki keberhasilan mereka. “Bagaimana menulis tentang perjalanan hidup Merry menjadi sebuah kisah yang seru dan penuh aksi. Ini bagian yang
penuh tantangan bagi saya. Saya merombak tulisan sampai dua kali. Tulisan pertama saya rombak karena merasa speednya kurang cepat, speednya harus formula one, sedang yang saya buat hanya formula tiga…ha… ha..Jadi tulisan itu dibongkar untuk menjadikannya formula one, sehingga pembaca akan merasakan keseruan pengalam an Merry Riana,” tutur wanita kelahiran 1973 ini. Baik Clara maupun Merry Riana, memang menghendaki sebuah karya yang berkualitas. Buku yang bukan hanya sekadar terbit dan dibaca sekali, setelah itu terlupakan. Tapi buku yang ingin dihasilkan adalah buku yang membawa manfaat bagi pembacanya. “Ya, buku yang membawa dampak bagi pembacanya, buku yang timeless. Karena buku yang kami kehendaki seperti itu maka terkesan pengerjaan menjadi lama. Buku ini memang tidak bisa diburu-buru deadline,” ungkapnya. BERCITA-CITA JADI JURNALIS TELEVISI Memulai debutnya sebagai penulis tahun 2002, awalnya wanita kelahiran 1973 ini, tidak bercita-cita menjadi penulis. Ia ingin menjadi jurnalis televisi. Karena itu ia merantau ke Amerika untuk mempelajari
jurnalistik. Sayangnya, sedang ada pembenahan kurikulum jurusan di Ohio State University, tempatnya menimba ilmu. Walhasil ia pun mengambil jurusan interpersonal and organizational communication. Di luar mata kuliah majornya, ia juga sempat mengambil beberapa mata kuliah jurnalistik. Namun kemudian dia jatuh cinta dengan mata kuliah komunikasi dan linguistik. “Saat saya masuk, jurusan jurnalistik merger dengan komunikasi. Jadinya saya ambil jurusan interpersonal communication,” ungkap Clara yang menghabiskan tujuh tahun tinggal di negeri Paman Sam sebelum kembali ke Indonesia. Bisa dibilang jalan hidup yang tak terduga lah membuat ibu dua anak ini akhirnya berkarier di dunia tulis menulis. Pulang ke Indonesia, Clara bekerja di per usahaan perkapalan Korea, Hanjin Shipping. Tapi sejumlah kejadian memaksanya menghentikan kariernya di perusahaan Korea itu. Betapa tidak, ia didiagnosa dokter terkena penyakit kekentalan darah. Gara-gara penyakit itu juga, wanita bersuara lembut ini, mengalami dua kali keguguran. Dia juga harus bolak-balik ke rumah sakit. Akhirnya Clara memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaannya dan istirahat total di rumah. Pada masa ‘bed rest’ itulah Clara seolah me nemukan passion yang tak pernah disadari sebelumnya. Yakni menjadi penulis. Ini sebenarnya bukan hal yang mengherankan, karena sejatinya ia memang menyukai membaca buku sejak kecil. Ibunya pun gemar mendongeng. Itu semua membentuk Clara kecil suka berimajinasi, membentuk cerita sendiri dalam benaknya. Clara mengaku tak sulit menuangkannya dalam bentuk tulisan. “Sebenarnya, kalau seseorang suka membaca, biasanya akan bisa menulis pula. Nah dari kecil saya suka membaca, jadi tidak masalah. Dulu ibu juga gemar mendongeng. Itu yang mulai menumbuhkan minat untuk merangkai cerita sendiri,” kata Clara
Clara Ng
yang menerbitkan novel pertamanya tahun 2002 dengan judul Tujuh Musim Setahun, yang diterbitkan secara independen. Setelah novel pertama, tak lama kemudian anak pertama Clara pun lahir, dan ia pun vakum dari dunia menulis karena ingin konsentrasi mengurus anak dan keluarga. Clara yang bersuamikan seorang berkebangsaan Malaysia, Nicholas Ng, baru come back ke karier yang telah dirintisnya itu, dua tahun kemudian, 2004, dengan menerbitkan novel berjudul ‘Blues’ yang merupakan buku pertama trilogy Indiana Chronicle. Buku ini mendapat sambutan hangat, apalagi pada buku kedua dari trilogy Indiana Chronicle yang berjudul, Lipstic yang diterbitkan diawal tahun 2005. Satu buku lainnya adalah The (Un) Reality Show, yang diterbitkan pada masa yang sama. Clara seolah ngebut. Di tahun itu pula, persisnya pertengahan Juni, ia menerbitkan novel Bridesmaid, yang melengkapi trilogy Indiana Chronicle. Clara makin keranjingan menulis. Tak heran ia menjadi salah satu penulis paling produktif saat ini. Dia tidak hanya menulis novel remaja dan dewasa tapi ia juga merambah ke penulisan buku anak-anak. Seri pertama buku anak-anaknya, berjudul Berbagi Cerita Berbagi Cinta, dibuat berseri tujuh. Salah satu seri buku ini, ‘Gaya Rambut Pascal’ memperoleh penghargaan Adhikarya
dari Ikapi pada 2006. Total dari dunia menulis, Clara telah memboyong tiga penghargaan dari Ikapi dan menjadi nominator penghargaan satra Kathulistiwa Literary Awads untuk novelnya berjudul Jampi-jampi Varaya. Meski memiliki sederet prestasi, juga puja-puji dari masyarakat penggemar bukubukunya, bukan berarti tak pernah ada kritikan. Gara-gara tulisannya ia sempat dianggap terlalu berani dan menganut paham seks bebas. Namun Clara tetap tenang menghadapi segala kritik itu. “Sebagai penulis ia berusaha mengangkat ceritacerita kemanusiaan, apa adanya. Cerita itu harus bisa menyentuh kemanusiaan yang terdalam. Seperti ketika saya menulis no vel Merry Riana, saya berusaha menggali sudut-sudut yang bisa menggangkat sisi kemanusiaan,” papar Clara. PROFESI YANG MENJANJIKAN Kini Clara memang telah menjadi penulis yang sukses. Padahal dulu, ketika ia memutuskan untuk berkarier di dunia tulis-menulis, keluarga sempat kurang mendukungnya karena menganggap menulis bukan pekerjaan yang bisa dibanggakan. Anggapan itu menjadi tantangan tersendiri baginya. Ia ingin membuktikan bahwa menjadi penulis adalah sebuah kebanggan karena bisa berbagi dengan sesame lewat tulisan. Dari sisi pendapatan pun, tutur Clara, profesi ini cukup menjanjikan, asalkan dijalani dengan konsisten. “Penulis bisa menikmati pendapatan setingkat manajer perusahaan besar asalkan terus berkarya,” ucapnya. Selain konsisten, tambahnya, seorang penulis harus mempunyai idealism yang tentunya, bersanding dengan pertimbang an bisnis. “Penulis itu harus bisa menjadikan namanya semacam brand yang bisa dijual,” katanya lagi. Sukses sebagai penulis, si buk dengan berbagai kegiatan, tidak membuat Clara lupa pada perann ya sebagai ibu rumah tangga. Waktunya yang fleksibel membuat ia bisa melakukan semuanya. Baginya, keluarga adalah nomor satu. Perannya sebagai ibu rumahtangga adalah yang utama, sedang pekerjaan sebagai penulis adalah nomor dua. Karena itu, katanya, ia terlebih dahulu membereskan kewajibannya sebagai ibu, sebelum melakukan pekerjaannya sebagai penulis. –Diana Runtu
“Sebenarnya, kalau seseorang suka membaca, biasanya akan bisa menulis pula. Nah dari kecil saya suka membaca, jadi tidak masalah. Dulu ibu juga gemar mendongeng. Itu yang mulai menumbuhkan minat untuk merangkai cerita sendiri,”
12 - 18 MEI 2014
MANDALIKA
21
NTB Progresif Tanggulangi Kemiskinan Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan agenda Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur Nusa Tenggara Barat, akhir tahun anggaran 2013, sebagai bentuk akuntabilitas dalam memimpin penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan, berlangsung belum lama ini.
D
alam kesempatan itu, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyampaikan laporan masa akhir pelaksanaan RPJMD Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2009-2013, sekaligus merupakan awal dari RPJMD Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2013-2018. Arah pembangunan pada tahun 2013, masih dalam koridor RPJMD 2009-2013, untuk mencapai visi “Terwujudnya Nusa Tenggara Barat Yang Beriman Dan Berdayasaing” (NTB Bersaing). Pencapaian pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan tahun 2013 pada masing-masing bidang urusan wajib pemerintahan, seperti urusan pendidikan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, dengan delapan program dan 31 kegiatan. Total alokasi anggaran sejumlah Rp 30,22 Miliar lebih, dengan realisasi keuangan 91,33 % dan realisasi fisik 99,4 %. Tingkat keberhasilan pelayanan pendidikan di antaranya ditunjukkan oleh angka rata-rata lama sekolah, dengan indikator angka partisipasi sekolah, angka putus sekolah, angka melanjutkan sekolah, dan angka melek huruf. sejak program unggulan absano (angka buta aksara menuju nol) dan adono (angka drop out menuju nol) dilaksanakan, kinerja urusan pendidikan di Nusa Tenggara Barat mengalami lompatan. “Tiga isu penting menyangkut besarnya penyandang buta aksara, tingginya persentase anak putus sekolah, dan rendahnya rata-rata lama sekolah, alhamdulillah tertangani dengan cukup baik,” ujarnya. Dalam hal kesehatan, total alokasi anggaran sejumlah Rp 234,55 Miliar lebih, dengan realisasi keuangan 93,3% dan realisasi
fisik 95,95%. Selama tahun 2013, angka kematian ibu dapat ditekan menjadi 240,9 kasus per 100.000 kelahiran hidup dari target 260 kasus per 100.000 kelahiran hidup. Jumlah kematian bayi mengalami penurunan menjadi 1.299 kasus dibandingkan tahun 2012 sebanyak 1.426 kasus. Sedangkan dalah hal urusan lingkungan hidup yang mengalokasikan anggaran sejumlah Rp 8,15 Miliar lebih, dengan realisasi keuangan 87,41% dan realisasi fisik 97,67%. Tampak kondisi Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada tahun 2013, masih terdapat dua kabupaten/kota yang belum memenuhi persyaratan minimal 30%. T������������������������������� erkait program unggulan perlindungan mata air (permata), sampai tahun 2013, jumlah mata air yang dapat dilindungi sebanyak 334 titik mata air, meningkat 13 titik dibandingkan tahun 2012 sebanyak 321 titik, atau meningkat 160 titik dari kondisi tahun 2008. Dalam bidang Pekerjaan Umum dengan total alokasi anggaran sejumlah Rp 452,61 Miliar lebih, dengan realisasi keuangan 97,82 % dan realisasi fisik 99,13%. Pada tahun 2013, masih dilaksanakan penyelesaian pembayaran program strategis percepatan infrastruktur jalan provinsi, sesuai Peraturan Daerah Nomor 9 T 2010. Percepatan infrastuktur jalan provinsi mulai dilaksanakan sejak tahun 2011 dengan pola penanganan kontrak tahun jamak (multi-years) untuk sebanyak 43 ruas jalan, yang semula sepanjang 342,01 kilometer ditambah menjadi 358,01 kilometer. Terdapat penambahan 16 kilometer yang telah diselesaikan hingga akhir tahun 2013. Urusan penataan ruang total alokasi anggaran sejumlah Rp 635,91 juta lebih, dengan realisasi keuangan 86,42% dan realisasi
fisik 94,65%. Penyusunan tata ruang kawasan perbatasan dan kawasan strategis provinsi telah mencapai 100%, demikian pula pendampingan penyusunan raperda RTRW kabupaten/ kota telah rampung. Urusan perencanaan pembangunan yang dilaksanakan oleh badan perencanaan pembangunan daerah, dengan enam program dan 22 kegiatan. Total alokasi anggaran sejumlah Rp 19,78 Miliar lebih, dengan realisasi keuangan 91,33% dan realisasi fisik 100%. Terkait dengan progres pencapaian millenium development goals (mdg’s) pada tahun 2013, Nusa Tenggara Barat meraih tiga penghargaan bidang pembangunan, yaitu terbaik pertama pencapaian tujuan sasaran mdgs 2013 secara komulatif, terbaik pertama laju pengurangan kedalaman kemiskinan 2009-2011, dan terbaik pertama laju kinerja pencapaian sasaran mdgs 20082011. Nusa Tenggara Barat juga memperoleh Anugerah Pangripta Nusantara 2013 yang diberikan pada saat Musrenbangnas 2013 sebagai penghargaan tertinggi yang diberikan kepada daerah yang berhasil menyusun rencana pembangunan dengan baik, serta melahirkan inovasi dalam perencanaan pembangunannya. Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam RPJMD 2008-2013 menetapkan penurunan angka kemiskinan sebesar 14% di tahun 2013. Pada bulan September 2013, jumlah penduduk miskin berkurang menjadi 802.450 jiwa atau 17,25%, dibandingkan periode yang sama pada tahun 2012, persentase penduduk miskin
sebesar 18,02%, dan 19,73% di tahun 2011. Artinya, dalam dua tahun terakhir, NTB dapat menurunkan angka kemiskinan di atas satu persen per-tahunnya. Capaian ini menempatkan Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu daerah yang progresif dalam program penanggulangan kemiskinan. Tahun 2013 juga Taman Nasional Gunung Rinjani ditetapkan sebagai geopark nasional, untuk selanjutnya diikhtiarkan menjadi Geopark Dunia ke UNESCO di tahun 2015. Masih banyak lagi sektor-sektor lain yang capaiannya menggembirakan, seperti urusan perumahan, urusan kepemudaan dan olahraga, urusan penanaman modal, urusan koperasi dan usaha kecil menengah, urusan kependudukan dan catatan sipil, urusan ketenagakerjaan, urusan ketahanan pangan, urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Urusan ini dilaksanakan oleh Badan Pember������� dayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, melalui empat program dan sembilan kegiatan. Total alokasi anggaran sejumlah Rp 5,56 Miliar lebih, dengan realisasi keuangan 87,35% dan realisasi fisik 92,8%. Angka capaian gender development indeks tahun 2013 dalam proses validasi. Terkait trafficking, pada tahun 2013 terdapat 14 kasus, menurun dibandingkan tahun 2012 sebanyak 26 kasus. Sedangkan jumlah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tahun 2013 sebanyak 1.187 kasus, meningkat dua
kasus dibandingkan kasus KDRT tahun 2012. Selain itu, ada pula urusan keluarga berencana dan keluarga sejahtera, sebagai ikhtiar dalam menekan angka kelahiran dan laju pertumbuhan penduduk di Nusa Tenggara Barat. Sektor lain yang tidak kalah baik capaiannya adalah urusan perhubungan, urusan komunikasi dan informatika, urusan pertanahan, urusan kesatuan bangsa dan politik dalam negeri, urusan otonomi daerah, pemerintahan umum, administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian dan persandian, urusan pemberdayaan masyarakat dan desa, urusan sosial, kebudayaan, statistik, kearsipan, perpustakaan, kelautan dan perikanan, pertanian, kehutanan, energi dan sumberdaya mineral, serta pariwisata, industri, perdagangan, dan ketransmigrasian. Seluruh pencapaian Pemerintah Provinsi NTB yang dilaporkan secara lengkap dan rinci dalam kesempatan ini (tulisan ini hanya sebagian kecil dari laporan lengkapnya), disampaikan di depan Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Gedung DPRD NTB, Jalan Udayana, Mataram. Seluruh penyelenggaraan urusan wajib tahun 2013, yang mengalokasikan dana sebesar Rp 2,37 Triliun dapat terealisasi sebesar Rp 2,19 Triliun lebih, atau 92,39%, dan realisasi fisik sebesar 97,56%. -Naniek I. Taufan
Gubernur NTB M. Zainul Majdi didampingi Ketua TP PKK, Hj. Erica Zainul Majdi saat melakukan kunjungan dan berdialog dengan warga binaan di Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Budhi Rini di Mataram, NTB, beberapa waktu lalu. Menurut data PSKW Budhi Rini Mataram, warga binaan di panti tersebut berasal dari Jabar, Jatim, Yogja, Sumbawa Barat dan Lombok. Sebanyak 36 warga binaan Budhi Rini selama tinggal di panti ini diberikan pelatihan pembuatan kue, menjahit serta keterampilan tata rias selama 6-12 bulan. Selain berkunjung ke Panti Sosial Budhi Rini, Gubernur juga berkunjung ke Panti Sosial Bina Remaja di Bengkel, Labu Api Lombok Barat.
20
NINE
12 - 18 MEI 2014
Nurhayati Nufus
Nuwang dalam Nunya Rame Tidak banyak perempuan yang masih aktif “menghidupkan” tradisitradisi dalam kelompoknya, seperti nunya rame di Sumbawa Barat. Karena itulah, tiap tradisi nunya rame dilakukan, Nurhayati Nufus yang berusia sekitar 60 tahun ini menjadi salah satu “bintang” dalam kegiatan itu. Ia akan menjadi penghibur bagi para ibu dan remaja yang terlibat dalam kegiatan tersebut, dengan melantunkan lawaslawas yang dapat menghilangkan rasa capek selama bergotong royong nunya rame. Dialah yang disebut sebagai nuwang (tukang lawas dalam nunya rame). Karena itu, tiap kegiatan nunya rame dilakukan, Nurhayati selalu hadir menghidupkan suasana. biasanya diberi kesempatan untuk menumbuk padi di awal acara karena te naganya masih dianggap kuat. Sedangkan para ibu dan orangtua yang masih kuat mendapat giliran berikutnya. Untuk meng hibur para pe kerja, secara spontan para penumbuk padi terutama pada bagian rantok akan menumbuk padi secara berirama. Kegiatan ini dikenal dengan baguntung (Sumbawa Barat) atau bagonteng (Sumbawa). RantokSalah satu tradisi gotong royong dalam masyarakat adat rantok ini akan Sumbawa adalah menumbuk padi bersama-sama yang mengeluarkan dilakukan oleh para perempuan bunyi-bunyian “Saya menghibur agar para ibu berirama tradisional saling sahutdan remaja putri tidak jenuh selama menyahut. Ada juga acara spontan bekerja menumbuk padi,” kata Nu- balawas ala para perempuan pekerfus sapaan akrab Nurhayati Nufus. ja. Saling lempar pantun ala Samawa Nunya rame ini biasanya akan ini akan ikut meramaikan suasana. berlangsung semalam suntuk bah- Lawas-lawas yang disampaikan lebih kan hingga subuh tiba. Karena itu, banyak yang bersifat menghibur dan pemilik hajatan biasanya menyiapkan jenaka, agar para penumbuk padi panganan khusus untuk mereka terhibur saat lelah selama bekerja. yang bekerja sepanjang malam ini Dan, terdapat seorang ketua yang berupa penganan malege (sejenis akan berinisiatif membuka pantun kue wajik) atau kue ketan dan kue lebih awal dan memimpin para lupis. Lamanya waktu nunya rame perempuan berpantun serta mengkarena banyaknya padi yang ditum- atur irama balawas tersebut. “Inilah buk, tentu saja akan menimbulkan tugas saya. Saya menjadi nuwang kejenuhan dan rasa capek. Para gadis sejak usia remaja hingga sekarang,”
Untuk menghilangkan penat, para perempuan akan melantunkan balawas (pantun khas Sumbawa) saat bekerja menumbuk padi.
ujar Nufus. Sembari baguntung dan balawas, kegiatan menumbuk padi ini berlangsung hingga subuh hari, dan para perempuan ini tidak beranjak sebelum seluruh pekerjaan selesai bahkan hingga kegiatan bersihbersih dan kegiatan membereskan seluruh peralatannya. Nunya rame akan berakhir serempak. Pada tiap kegiatan hajatan seperti ini, pemilik hajatan selalu menunjuk satu orang yang memang telah biasa dan dipercaya untuk bertanggungjawab terhadap seluruh proses kerja dapur, mulai dari nunya rame, membuat kue, membuat bumbu, membuat minyak kelapa, hingga memasak dan sebagainya. Orang yang bertanggungjawab terhadap hal tersebut dinamakan nuwang. Nuwang adalah koordinator lapangan pada bagian urusan dapur dan konsumsi. Dialah yang akan berkomunikasi dengan pemilik hajatan atas segala kekurangan dan kebutuhan dapur selama acara persiapan dan kegiatan inti berlangsung, sekaligus sebagai penghidup suasana kerja dalam bentuk balawas. Dalam kehidupan sosial ma syarakat tradisional Samawa terdapat sistem gotong-royong yang dikenal dengan basiru. Salah satu bentuk basiru tersebut adalah nunya rame (Sumbawa Barat) atau nuja rame (Sumbawa). Tradisi nunya rame, merupakan cermin hidup kolektif Tau Samawa, yang memegang prinsip saling tulong (saling tolong). Dalam tiap kesempatan penyelenggaraan hajatan, saling tolong ini selalu menjadi penguat yang mempererat hubungan sosial satu sama lain dan mewarnai budaya masyarakat. Gotong-royong ini bisa berupa sumbangan materi, tenaga maupun waktu. Hal ini tentu saja akan meringankan segala kebutuhan bagi penyelenggara kegiatan dalam suatu hajatan, misalnya saat melaksanakan acara perkawinan, khitanan dan hajatan lainnya. Dalam tradisi ini juga menyimpan kearifan lokal sebagai bagian dari cara bersosialisasi, bekerjasama, saling membantu dan kesadaran untuk ikut terlibat dalam tiap urusan sosial kemasyarakatan. Selain itu, pelaksanaan tradisi ini mengandung nilai seni karena di dalamnya secara tidak langsung memberi nuansa seni selama proses kerjasama ini berlangsung. Nunya rame adalah kegiatan menumbuk padi bersama-sama di tempat mereka yang tengah menyelenggarakan hajatan. Kegiatan nunya
rame digelar ketika salah satu warga masyarakat mulai masuk dalam penyelenggaraan hajatan seperti perkawinan dan khitanan. Nunya Rame pada acara perkawinan akan segera dimulai ketika ada pemberitahuan, baik lewat baguntung (bunyi rantok yang dipukul bertalu-talu, sebagai pengumuman pada awal dimulainya kegiatan perkawinan adat Samawa), atau saat sirih dan pinang ada di depan rumah-rumah masyarakat sebagai simbol pemberitahuan atau pengumuman akan adanya hajatan. Nurhayati N ufus Saat masyarakat telah menerima undangan atau mendengar pengumuman seperti ini, secara satu hingg bulan. Dan, dalam r e n spontan dan sukarela, para perem- tang waktu itulah, berbagai prosesi puan, tua dan muda, mulai ber- akan dijalankan yang membutuhkan bondong-bondong mendatangi banyak orang yang terlibat dalam rumah tempat yang berhajat untuk segala persiapannya. melaksanakan nunya rame dengan Di malam nunya rame ini, ratusan membawa sesuatu seperti padi, kilogram beras akan dihasilkan sebakelapa, gula dan sebagainya sebagai gai beras persediaan yang berhajat. bentuk sumbangan bagi pemilik Peralatan nunya rame, juga dibawa hajatan. Namun, yang paling banyak oleh para perempuan yang memang disumbangkan masyarakat adalah memiliki peralatan ini seperti alu padi, karena inilah bahan makanan atau tampi. Untuk melepaskan bulirpokok yang banyak dibutuhkan da- bulir padi dari tangkainya, padi-padi lam tiap hajatan berlangsung. Nunya tersebut ditumbuk dalam rantok rame ini biasanya dilaksanakan pada menggunakan alu bambu yang di malam hari, di mana para perem- sebut demeng, sehingga menjadi puan saat itu telah terbebas dari tetir. Setelah bulir-bulir padi terlepas urusan domestik di rumah masing- dari tangkainya, dilanjutkan dengan masing. Usai waktu Isya’ lewat, para penumbukan berikutnya masih perempuan ini memulai aktivitas dalam rantok dan alu bambu yang nunya rame. disebut lebak sehingga menghasilPadi-padi milik penyelenggara kan lasir. Proses ini berlangsung hajatan akan digabungkan dengan setidaknya tiga kali, yang diselingi padi-padi yang disumbangkan oleh dengan ditampi untuk memisahkan masyarakat sehingga jumlahnya kulit berbentuk sekam dari beras menjadi sangat banyak. Padi-padi da- yang telah terkelupas. lam jumlah yang banyak inilah yang Pada proses penumbukan akhir, akan ditumbuk beramai-ramai. Saat jika sisa padi yang belum terkelupas nunya rame inilah, salah satu kegiat tinggal sedikit, penumbukan dilakuan paling ramai dalam tiap hajatan kan dengan lesung berdiri. Namun, berlangsung. Bagaimana tidak, nyaris jika sisa padi yang belum terkelupas seluruh perempuan dalam kampung menjadi beras lebih banyak, dipakai yang berhajat akan ikut ambil bagian rampang (lesung yang terbuat dari dalam tradisi ini. Ini dimungkinkan kulit kerbau). Beras-beras yang karena padi yang ditumbuk jumlah- dihasilkan ini bisa sebanyak 200 kilonya sangat banyak. gram yang dimasukkan dalam wadah Banyaknya kebutuhan akan beras yang dikenal dengan gerobok (wadah dalam tiap hajatan, tidak lepas dari yang terbuat dari bambu berukuran lamanya proses hajatan terutama besar berbentuk segi empat atau buperkawinan dalam masyarakat adat lat seperti keranjang, tempat untuk Samawa yang bisa memakan waktu mengisi beras). -Naniek I. Taufan
INSPIRASI
12 - 18 MEI 2014
AA Ngurah Anom Mayun K. Tanaya
Berburu Kain Tradisional Bali
H
idup bertumbuh di keluarga Puri, setidaknya turut memberi andil dalam perjalanan berkesenian seorang AA Ngurah Anom Mayun Konta Tanaya. Di Bali, ia dikenal sebagai perias dan desainer aksesori. Belakangan, ia pun sempat disebut-sebut sebagai “penyelamat kain tradisional Bali” oleh sebuah media massa, dikarenakan aktivitasnya yang tak henti-henti meneliti dan menelusuri sejarah kain tradisional Bali di seluruh kabupaten/ kota se-Bali. Kain-kain yang sarat makna filosofi itu kemudian disimpan di galeri di rumahnya di Jalan Veteran, Denpasar. Gung Mayun sapaan karibnya adalah putra pertama dari lima bersaudara. Ayahnya AA Ngurah Gede Budiarsa dan ibunya AA Sagung Ratih merupakan pelopor petenun ikat pertama di Denpasar, Tenun Ikat AAA (dibaca A tiga) yang sempat eksis di tahun 70an. Mungkin lingkungan semasa kecilnya inilah yang lantas membuat Gung Mayun begitu meminati kain tradisonal Bali khususnya. Dalam pencariannya itu, ia juga meneliti dan mencoba memilahmilah sesuai dengan kabupaten/kota asal kain, mencari bentuk, fungsi dan makna filosofi dari masing-masing kain tersebut. Kain lama yang sudah nyaris punah dibelinya, kemudian direpro (dibuat baru) dengan tetap mempertahankan motif-motif tradisi (kuno). Ia tak menampik tak sedikit uang harus dikeluarkannya dari kantung pribadi untuk mendukung penelitiannya ini.
Sejak 1992, bersamaan dengan lulus S-1 dan menjadi dosen di almamaternya ISI Denpasar, Gung Mayun memperdalam kepiawaiannya merias pengantin Bali. Ia tak ingin hanya sekadar bisa tanpa mengerti filosofi di balik riasan, aksesori pelengkap, dan kain-kain yang dikenakan sang pengantin. Ia pun terus berburu. Dalam “memburu” kain-kain bersejarah tersebut, tak sedikit kendala yang dihadapinya. Salah satunya, kebiasaan masyarakat Bali yang turut menyertakan kain ketika pemiliknya meninggal dalam ritual ngaben (pembakaran jenazah). Selain itu, orangtua sering pula memberikan bekal kain kepada anak perempuannya ketika menikah. Karena itu, perpindahan tangan dan tempat tinggal pemilik tak bisa dihindari. Namun, diakuinya, tak sedikit pula kain-kain bersejarah itu tak sengaja didapatinya bahkan seolaholah datang sendiri kepadanya. Seperti, sebuah kain yang menjadi saksi sejarah perang Puputan Badung tahun 1906. Pada kain itu terdapat satu lubang bekas tembakan peluru. Ia mengaku tak sengaja menda patinya pada seorang pedagang kain tua di pasar. ”Saya termasuk orang beruntung. Selain masih keluarga Puri Denpasar, saya diperkenankan mengoleksi kain yang menjadi saksi sejarah Puputan Badung. Kain ini benar-benar istimewa sejarahnya,” ungkapnya. Pria kelahiran Denpasar 23 Maret 1968 ini mengatakan Bali begitu ba nyak memiliki tradisi, dan tak satu pun kehidupan sejarah manusia Bali
lepas dari kain. Ada beberapa daerah di Bali yang memiliki busana yang khas, seperti Tenganan Pegringsingan yang terkenal dengan kain gering singnya. Tiap daerah di Bali pun dikatakannya memiliki kain songket. Antara satu kabupaten dengan kabupaten lainnya dibedakan dengan motif. “Banyak jenis kain tradisional Bali yang digunakan untuk upacaraupacara tertentu. Seperti kain bebali yang biasanya bermotif garis-garis lurus, yang digunakan sebagai sarana upacara, dll.” ujarnya. Beberapa jenis kain tradisional Bali lainnya adalah kain wali yang motifnya kebanyakan kotak-kotak kecil, digunakan dalam upacara menek kelih (akil balik)/ngeraja sewala; kain cepuk, tenun ikat yang dasarnya berwarna merah dan ditenun agak jarang. Kain ini dibedakan lagi menjadi dua jenis, yakni, kain cepuk yang terbuat dari benang katun yang digunakan untuk upacara pitra yadnya dan pengangge tarian yang bersifat sakral, dan cepuk dari benang sutra yang dipakai untuk orang dalam upacara ngeraja sewala. Ada kain geringsing, yang merupakan salah satu tenun dobel ikat yang hanya dibuat di daerah Tenganan Pengringsingan. Memiliki banyak motif yang bermakna tertentu dan digunakan untuk upacara-upacara yang bersifat sakral. Kain lainnya, endek yang merupakan tenun ikat yang motifnya terjadi karena ikatan pada benang pakan. Jenis kain berikutnya adalah songket. Songket adalah tenun yang motifnya terjadi karena sungkit an pada benang pakan. Pada kain
ini terdapat motif geometris, flora, fauna, kekarangan, wayang, dan motif campuran. Ada juga kain prada, kain yang motifnya terjadi dengan menempelkan lembaran emas dengan polapola tertentu pada selembar kain. Zaman dulu, prada digunakan oleh orang-orang khusus pada upacaraupacara besar, yang dalam istilah Bali disebut prada gede. Kain begitu berarti dalam seluruh prosesi kehidupan dan upacara manusia Bali. Namun sayang, dalam era kekinian, ia yang banyak belajar tentang kain dari literatur dan langsung terjun ke masyarakat pedalaman dan dari orang-orang Puri khususnya, meng aku khawatir. Ia merasa kain-kain tersebut tidak pas peruntukannya. Ia mencontohkan kain songket bermotif hewan-hewan tertentu yang zaman dulu hanya dipakai oleh raja atau kalangan bangsawan dan untuk upacara tertentu, sekarang tidak berlaku lagi, semua orang bisa memakainya, bahkan penempatan atau pemakaiannya sudah salah kaprah. Itu pula yang lantas membuatnya “gatal” menelusuri tapak-tapak sejarah kain tradisional Bali. Meski tak lantas begitu saja bisa langsung menyelamatkan kain-kain tersebut dari makna filosofi yang sesungguhnya, namun paling tidak ia sudah berusaha berbuat untuk tetap menjaga kain-kain tersebut sebagaimana seharusnya. PERIAS MODIFIKASI Tata rias, kain, dan aksesori menjadi satu-kesatuan yang saling mendukung dalam apa yang dilakoni
AA Ngurah Anom Mayun K. Tanaya
Ngurah Mayun. Dosen pengampuh mata kuliah Desain Grafis di ISI Denpasar yang dipercaya merias pengantin Dewa Budjana-Putu Borrawati beberapa tahun silam itu mengisahkan dirnya mulai serius menekuni dunia tata rias sejak tahun 1990an. Semua ia dapati dari belajar secara otodidak pada pakar-pakar perias Puri tentang tat arias dan busana adatnya,di antaranya di Puri Kanginan Buleleng, Puri di Denpasar, dan Puri Karangasem. Ngurah Mayun sebagai perias pengantin Bali benar-benar memegang betul pakem-pakem tersebut. Dalam riasan tradisional, tak boleh menggunakan bentuk-bentuk modifikasi seperti di zaman sekarang. “Dalam merias, ada pakem yang disesuaikan dengan lingkungan daerahnya masing-masing. Secara umum, penggunaan riasan dan busana adat Bali di tiap daerah di Bali hampir sama. Yang membedakan, bentuk pusungan dan aksesorinya. Terutama riasan kepala yang memberikan ciri khas masing-masing daerah tersebut,” ucapnya. –Inten Indrawati
Akademi Kebidanan Kartini Bali
Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Akademi Kebidanan Kartini Bali (AKKB) merupakan salah satu perguruan tinggi yang berada di lingkungan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VIII. Akademi Kebidanan Kartini Bali di bawah pengelolaan Yayasan Kartini Bali dan secara operasional dilaksanakan berdasarkan surat keputusan Mendiknas RI/Dikti Nomor 161/D/O/2005 tangggal 31 Oktober 2005. Dengan surat perpanjangan izin penyelenggaraan Mendiknas dan Kopertis Nomor 1564/D/T/K-VIII/2013 tanggal 18 April 2013. Akademi Kebidanan Kartini Bali telah terakreditasi B oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, Nomor 026/ BAN-PT/Ak-XI/Dpl-III/XII/2011 tanggal 8 Desember 2011. Akademi Kebidanan Kartini Bali telah mewisuda lulusan VI regular dan lulusan II Program transfer alih kredit dari D-I dan D-III Kebidanan. Visi - Menghasilkan suatu sarana pendidikan kebidanan yang menghasilkan Ahli Madya Kebidanan yang kompeten dan berdaya saing internasional dalam memberikan pelayanan kebidanan yang berlandasakan moral dan etika.
Salah satu tradisi gotong royong dalam masyarakat adat Sumbawa adalah menumbuk padi bersama-sama yang dilakukan oleh para perempuan.
5
Misi - Misi Akademi Kebidanan Kartini Bali - Menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesional di bidang kebidanan yang menghasilkan lulusan yang kompeten, mandiri, mampu bersaing serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. - Menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat oleh dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa yang me nyentuh kepentingan masyarakat. - Menghasilkan penelitian-penelitian unggulan yang responsif terhadap masalah
kesehatan dan mampu menjadi pedoman bagi penentuan kebijakan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. - Meningkatkan kemampuan dosen dengan menyelenggarakan program magang di luar negeri. - Menyelenggarakan mata kuliah Bahasa Jepang dan Bahasa Inggris dengan standar kelulusan TOEFL minimal 400. FASILITAS - Ruang kuliah full AC - Sarana kuliah dilengkapi LCD dan OHP - Lab. Kebidanan, Lab. KDPK, dan Lab. Bahasa Inggris - Sarana ujian kompetensi berdasarkan OSCA - Ruang perpustakaan dengan multimedia dan internet - Tempat pemondokan/asrama - Aula/ruang serbaguna - Mini bus Full AC untuk mengantar kegiatan praktik - Ambulans - Seperangkat gamelan Bali, keyboard untuk ekstrakurikuler - Tempat ibadah - Fotocopy Menerima Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2014/2015 - Pendaftaran penelusuran Minat dan Prestasi (PMDP) dan regular mulai tanggal 6 Desember s.d. 14 Juli 2014.
Syarat pendaftaran PMDP: - Lulusan SMA jurusan IPA/IPS/SMK kesehatan tahun 2013/2014. - Tinggi badan minimal 150 cm - Tidak memiliki nilai 5 (lima) pada rapor untuk mata ajar: Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, sejak semester I sampai dengan semester V. - Memiliki nilai minimal 7 (tujuh) pada rapor untuk mata ajar: Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris sejak semester I sampai dengan semester V. - Membawa surat keterangan berbadan sehat dan tidak buta warna dari dokter pemerintah. - Membawa pas foto berwarna ukuran 4x6 cm (6 lembar) Syarat pendaftaran regular: - Lulusan SMA/SMK Kesehatan - Usia maksimal 24 tahun - Fotokopi ijazah/surat keterangan lulus yang sudah dilegalisir - Pas foto warna ukuran 4x6 cm (6 lembar) - Membawa surat keterangan berbadan sehat dan tidak buta warna dari dokter pemerintah - Uang pendaftaran Rp 300.000 - Waktu pendaftaran setiap hari kerja pukul 08.00 s.d. 13.00 Wita Tempat pendaftaran: Aula Akademi Kebidanan Kartini Bali Jalan Piranha Nomor 10 pegok, Sesetan, Denpasar (Depan SMPN 6 Denpasar, Pegok, Sesetan).
“Ketua Yayasan Kartini Bali Dr. Ni Wayan Karthi Sutardjana mengimbau, bagi para orangtua yang ingin putri-putrinya menjadi bidan, sebaiknya memilih sekolah bidan yang sudah terakreditasi BAN-PT, minimal B. Karena tanpa akreditasi tersebut, saat lulus sebagai CPNS tidak bisa diangkat karena sekolahnya tidak terakreditasi.”
Alamat Kampus Jalan Piranha Nomor 2 Pegok, Sesetan Denpasar Selatan Telepon 0361-720471, 0361-724682 Faksimile 0361-720471 Jalan Piranha Nomor 10 Pegok, Sesetan, Denpasar Selatan Telepon 0361-710199 Email: akkb2008@yahoo.co.id www.akbidkartinibali.co.id
6
l i f e s to ry
Khawatir tak Lulus, Gantung Diri
Ujian Nasional (UN) SMP di Tabanan dihebohkan dengan adanya seorang siswi yang bunuh diri. Korban bernama Leony Alvionita S. (15) yang akrab disapa Oni (15). Siswi SMPN 1 Tabanan ini ditemukan gantung diri menggunakan dasi sekolah yang diikat di terali jendela di lantai dua.
S
elasa (6/5), Hoky, pemilik toko onderdil motor Buana Jaya menjemput Oni usai UN hari kedua. Dalam perjalanan pulang, Hoky menanyakan pu trinya apakah bisa menjawab soal UN matematika. Oni mengaku
tidak bisa menjawab. “Mungkin bermaksud bercanda, papanya bilang kalau tidak bisa jawab nanti tidak bisa lulus. Itu cerita dari ibu korban,” ujar Hendra Kusuma, salah satu saksi yang juga tetangga korban. Sampai di rumah, Oni masih
sempat bermain dengan adiknya lalu masuk kamar. Ketika ibunya datang membawakan makan siang, ia sempat menengok ke kamar korban. Ibunya kaget dan sempat histeris melihat korban sudah dalam posisi setengah duduk dengan dasi yang diikat di terali sekitar 10 cm dari lantai di rumah yang beralamat di Jalan Mawar No. 51 Tabanan ini “Saat melihat kondisi korban yang masih mengenakan seragam sekolah di rumah sakit Kasih Ibu Tabanan, ibu korban hanya mengatakan sepintas kejadian nya,” ujar Hendra didampingi istrinya Ita. Saksi lainnya yang juga merupakan tetangga korban mengatakan, usai kejadian orangtua korban sempat panik saat melarikan korban ke rumah sakit. Sa king paniknya, anaknya yang paling kecil (adik Oni) ditinggal sendiri di rumah, dan kondisi toko masih terbuka dan dalam keadaan tidak ada siapapun. Akhirnya bersama sejumlah te tangga adiknya diajak ke rumah sakit, dan toko segera ditutup oleh tetangga.
12 - 18 mei 2014
12 - 18 mei 2014
Para tetangga juga mengaku selama ini ke luarga korban harmo nis dan ramah di mata tetangga. Tetangga juga tak ada yang punya firasat aneh menjelang kepergian Oni. Sore hari, jenazah dibawa ke rumah duka Kertha Semadi di Jalan Cargo, Denpasar.
PERIKSA TUJUH SAKSI Ke p a l a S M P N 1 Tabanan Drs. I Dewa Nyoman Sarjana, M.Pd menga takan, terkejut ketika mendapat informasi tentang peristiwa ter sebut. Ia memerintahkan stafnya untuk mengecek kebenaran in formasi tersebut. Adanya dugaan Leony nekat gantung diri karena cemas tidak bisa lulus usai meng ikuti UN hari kedua dengan mata uji matematika tak dipercayai Sarjana. “Informasi dari sejumlah guru dan guru les matematika, Leony tergolong mampu di bidang mata pelajaran tersebut. Ini makin dikuatkan dengan penuturan guru les matematika Leony sejak kelas VIII, Gusti Made Suteja yang me ngatakan nilai matematika korban di atas rata-rata,” ujarnya.
Ia juga melihat siswi yang gemar karate dan bas ket ini tidak ada masalah di sekolah termasuk di bidang akademik. Teman Oni yang menjadi saksi menuturkan korban orangnya ramah, nekat, dan periang. Mengenai soal ujian, memang ada yang mereka anggap sulit di jawab. Oni terdaf tar sebagai salah satu peserta UN den gan no. peserta ujian 08.025.088.9 di ruang V. Saat hari ketiga pelaksanaan UN dengan mata pelajaran Bahasa Inggris, bangku yang seharusnya diguna kan siswi kelas IX C ini kosong. Kasat Reskrim Polres Tabanan, AKP I Wayan Arta Ariawan me nambahkan, kesimpulan semen tara sesuai hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah, olah TKP, dan pemeriksaan tujuh saksi, korban murni gantung diri. “Namun, mo tifnya yang belum jelas dan perlu diperdalam lagi, karena sampai rumah sakit sudah dalam kondisi meninggal,” tegasnya seizin Kapol res Tabanan. –Puspa
S U D U T PA N D A N G
19
Hukum Berat Pelaku Pelecehan Seksual Hari itu, Selasa, 12 Maret 2013, bertepatan dengan Hari Raya Nyepi kira-kira pukul 17.30 I Komang S datang bersama keluarganya ke rumah korban. S yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap korban berstatus siswi kelas I SMP di Tabanan itu, suami dari bibi korban. Kira-kira pukul 23.15, kakak korban memutar lagu di ponselnya. Mendengar itu, S tertarik mengambil ponselnya ke kosnya dan minta diantar korban. Sampai di sana, korban menunggu di luar, namun, S lama sekali tak muncul. S meminta korban masuk ke kamar membantu mencarikan ponselnya. Sampai di kamar, S mulai berbicara kata-kata yang tak senonoh, dan melakukan pelecehan seksual. Walaupun, korban sudah menolak dan mengatakan akan melaporkan kepada ibunya. S tetap memaksa korban. Bahkan, sampai korban lari dan kembali ke rumahnya. S sempat mengancam korban, “Awas jangan bilang-bilang.”
T
iga bulan dari kejadian itu, kor ban baru berani melapor ke ibu nya. Sembari menangis, korban menceritakan pelecahan yang dilakukan S. Setelah rembug keluarga, akhirnya ibu korban melaporkan kasus ini ke Polres Tabanan. Namun, kasus ini berjalan lambat. Alasannya, tidak ada saksi yang melihat pelecehan seksual tersebut. Direktur LBH APIK Bali Nengah Budawati, SH., men gatakan, kasus pelecehan sek sual, dalam pembuktiannya sangat sulit karena tidak sam pai menimbulkan robekan seperti pada pemerkosaan murni. Untuk itu, LBH APIK Bali yang memberi pendamp ingan kepada korban mencari kan visum dari saksi ahli yakni psikolog atau pskiater. Visum ini dapat menjelaskan secara psikis, apa dampak peleceh an seksual yang terjadi pada korban. Visum diberikan dr. I Gst. Ngurah Bagus Mahayasa dari bagian Pskiatri RSUD Tabanan. Menurut Budawati, kalau mencari bukti siapa yang me lihat jelas tidak ada, tapi bukti petunjuk korban disuruh me
ngantar S ke kosnya ada yakni kakak korban “Strategi ini kami lakukan untuk menjerat pelaku. Kasus ini sudah hampir setahun
psikis korban setelah kejadian pelecahan tersebut. Dari hasil wawancara, observasi tingkah laku, korban merasakan kekha
www. kepribangkit.com
lebih. Alasannya kurang bukti, tidak ada saksi yang melihat. Terlebih pelaku pun sampai saat ini belum ditahan pihak kepolisian. Kami sudah mem berikan kesaksian ahli, namun, tidak diperhitungkan,” kata Bu dawati, didampingi LSM peduli perempuan. Hasil visum yang diberikan dr. Mahayasa adalah kondisi
watiran. Tidak berani pergi sendirian. Tidak berani lagi ke tempat yang sama. Apalagi sempat ada ancaman S. Empat kali pertemuan, kepercayaan diri korban mulai menguat. Menurut dr. Mahayasa, tipe anak-anak bermacam-macam. Jika hubungan ibu dan anak cukup bagus, biasanya komu nikasi lebih mudah dilakukan.
Trauma psikis biasanya ber dampak sangat lama. Misalnya, ketika mendengar berita, atau melihat adegan sama, muncul trauma yang hebat. Lama-ke lamaan jika rasa cemas ini tidak tertangani dengan baik, dia akan merasa sakit, lesu, sakit kepala, mual berkepanjangan. Seolah-olah dia menderita sakit kronis. Gangguan cemas mirip dengan keluhan sakit jantung, seperti berdebar-debar, lemas, tak bertenaga, gangguan tidur, keringat dingin. Saat diperiksa dokter tidak ada kelainan, sakit terus-menerus. Akhirnya kare na sakit berkepanjangan bisa saja menjadi putus asa dan bunuh diri. Luh Anggreni, SH menam bahkan, jangan anggap sepele trauma psikis. Itu kondisinya lebih berat. Apalagi sampai korban tak berani melapor. Kor ban dalam keseharian terlihat cuek. Setelah pemeriksaan ke pskiater, korban tidak berani ke tempat itu, gemetaran. “Karena itu kami berharap, pelaku bisa dihukum yang setimpal. Jika pelaku tidak diberi sanksi ke cenderungan akan melakukan tindakan itu kembali. Apakah setelah banyak korban yang mengalami pelecehan seksual baru akan memberikan efek jera. Sudah ada empat korban tapi baru dua yang melapor,” kata Anggreni. Dari kesaksian korban, pelaku sering datang ke rumah korban. Malah sering diminta menjaga mereka ketika ibunya tidak ada di rumah. Ironis
nya, setelah pelecehan sek sual terjadi, S dan keluarganya menginap di rumah korban. Menurut pengakuan korban, sejak kasus ini bergulir, pelaku jarang datang lagi. Budawati berharap se mua masyarakat harus peduli dengan kasus ini, sebab tidak menutup kemungkinan kasus ini banyak terjadi di Indonesia, khususnya di Bali. Budawati menambahkan, selama ini, LBH APIK Bali se lalu menjemput bola. Artinya, kasus selalu ditemukan dari informasi orang lain. Sebagian besar korban takut melapor karena ancaman pelaku dan pelaku adalah orang dekat. Seperti kasus yang dilakukan S ini, keluarga korban sempat tidak mempercayai keteran gan korban karena pelaku orang dekat. Saat ini, kasus masih ber jalan. Dalam gelar kasus, Senin (5/5), penyidik meng inginkan kasus ini ditutup karena kurangnya bukti. Na mun, kata Budawati, berkat dukunga n Wakapolres Ta banan yang sangat koperatif, kasus ini dilanjutkan dengan penambahan beberapa bukti dari keterangan saksi ahli. LBH APIK Bali terus melakukan usaha-usaha agar visum dari saksi ahli dapat di jadikan bukti menjerat pelaku mendapatkan hukuman setim pal. Bahkan, kata Budawati, korban lain yang sudah pindah ke Sulawesi siap memberi ke saksian. –Wirati Astiti
18
D AYA C I P TA
2nd Bali Photo Awards 2014
Contoh foto potret tokoh masyarakat I.B. Samba yang dibuat di studio di era 1970-an. Latar belakang lukisan interior bagunan tampak alami menyatu dengan karpet. Pose tubuh, posisi tangan kiri dan ekspresi juga dipilih cermat. Properti meja tinggi, vas bunga, tas kerja, kacamata hingga jas dikenakan untuk mencitrakan kesan maju, berwibawa dan terpelajar. Pada kenyataannya, kacamata yang dikenakan hanyalah frame tanpa lensa, sedang jas yang dikenakan adalah jas hujan. Namun dengan teknik pencahayaan dan pilihan foto hitam putih membuat semuanya tampak natural.
Perayaan Fotografi Potret Setelah sukses dengan penyelenggaraan Bali Photo Awards (BIP) pertama tahun 2013, Perhimpunan Fotografer Bali (PFB) kembali menghelat BIP tahun 2014 dengan tema kompetisi foto potret. Pada pelaksanaan kedua ini, tema dipilih lebih luas dengan menyasar peserta nasional. Lalu apa sebenarnya fotografi potret yang menjadi pilihan tema kompetisi tahun ini.
“F
otografi po tret atau por trait merupakan salah satu genre foto yang paling awal berkembang sejak fotografi ditemukan. Dengan ke mampuan fotografi yang bisa memberi gambaran realistik dari subjek, ber padu sifat alami manusia yang senang mengabadikan dirinya maka fotografi potret terus berkembang hingga saat ini,” ujar IB Andi Sucirta, Ketua BIP Awards 2014. Fotografi potret merupakan seni memotret orang atau sekelompok orang yang menampilkan ekspresi, kepribadian dan mood dari subjek. Walau biasanya fokus pada wajah, potret bisa juga termasuk menampilkan
sebagian atau seluruh tubuh beserta latar belakangnya. Beberapa ciri penting dalam fotografi potret yaitu penonjolan kepribadian, penggunaan pencahayaan yang efektif, latar belakang dan pose subjek. Foto potret oleh masyarakat awam sering dikenal pada pemakaian untuk kebutuhan formal, seperti di kartu identitas, rapor, ijazah, hingga akte pernikahan. “Sepintas pemotretannya terlihat sederhana, subjek diminta duduk lalu difoto. Namun, untuk meng hasilkan potret yang paling sederhana seperti pas foto diperlukan persiapan, dari memilih latar belakang, posisi pencahayaan, pose, ekspresi hingga pakaian diatur sedemikian rupa. Jadi ada standar pengerjaan agar fungsi foto
Contoh foto potret candid informal Ida Pedanda Istri Ratna Sukania. Foto dibuat sambil berbincang-bincang dengan sesekali mengambil foto tanpa disadari oleh beliau. Ekspresi wajahnya memancarkan karakter sebagai wanita yang keras dan tegas
sebagai alat identifikasi bisa baik,” papar mantan ketua PFB ini. Ia mencontohkan potret formal untuk kepentingan politik, seperti foto kepala negara, pejabat, hingga tokoh-tokoh politik juga dibuat dengan cermat. Foto direncanakan detail yang umumnya dibuat untuk menegaskan kewibawaan, nasionalisme dan in telektualitas. Selain teknik memotret dan pencahayaan yang baik, pose serta ekspresi wajah juga dipilih dengan cer mat. Termasuk pakaian, posisi lambang kenegaraan, serta properti penunjang seperti bendera, kursi, meja, buku, hingga ruangan diatur detail. Selain kegunaan formal, potret juga dipakai untuk kepentingan informal. Misalnya untuk pajangan di rumah dengan subjek foto keluarga, orang tua, hingga wisuda anak sebagai kebang gaan. Terkini dengan perkembangan teknologi selular dan kamera digital, potret sudah menjadi keseharian ba nyak orang. Pernahkan Anda berpikir bahwa foto selfies yang Anda buat dengan smartphone termasuk potret? Di media sosial ada ribuan potret yang diunggah setiap harinya. “Fotografi potret juga menjadi bagian yang banyak dipraktikkan pada kegiatan jurnalistik dan dokumenter.
Banyak hal yang bisa diceritakan melalui sebuah potret jika dibuat dengan baik. Di ranah fine art, kebebasan ber eksplorasi juga membuahkan foto-foto potret konseptual yang menarik,” ujar fotografer yang sudah banyak meraih penghargaan ini. Di Indonesia praktek fotografi potret telah dipraktekan sejak masuknya fotografi ke tanah air. Salah satu fo tografer pribumi pertama yang banyak membuat foto potret yaitu Kassian Ce
Contoh foto potret dokumenter pekerja pengangkut semen di pelabuhan Paotere, Sulawesi Selatan. Ekspresi wajah, keringat, penutup kepala, penutup hidung yang penuh debu semen bisa menunjukkan bagaimana kerasnya pekerjaan yang me reka lakukan. Latar belakang pekerja lain dan lingkungan kerjanya yang gelap dan berdebu dipilih cermat untuk memperkuat cerita.
phas yang banyak mengabadikan ang gota keluarga keraton dan masyarakat Yogyakarta. Walau demikian, saat ini foto potret masih kalah gaungnya dibanding foto-foto bertema manusia, alam dan budaya Indonesia. Menyadari akan banyak diprak tekkannya fotografi potret dan untuk membuka ruang apresiasi, maka PFB sebagai penyelenggara Bali Photo Awards memilih potret sebagai tema kompetisi tahun ini. “Tujuan kami untuk menghimpun kreasi dan inspirasi dari fotografi potret terkini di Indonesia,” tegas Andi Sucirta. BIP 2014 sebagai perayaan fotografi potret, terbuka untuk semua ide dan pendekatan memotret. Kompetisi terbuka untuk siapapun, pada semua tingkat keahlian. Semua pendekatan fotografi potret diperkenankan, baik konstruksi, lingkungan, candid dan kre atif. Potret di studio, konseptual, street, self-portraits, groups & couples, staged, alternative process, composite, hingga mobile selfies. Semua teknik fotografi dan olah digital diperkenankan. Penerimaan karya dimulai tanggal 2 April hingga 31 Juli 2014 melalui website www.baliphotoawards.com. Foto-foto yang masuk akan dinilai oleh dewan juri guna memperebutkan hadiah utama Trofi Cilinaya dan Medali PFB. Peserta juga bisa berpartisipasi melakukan vote untuk memilih foto favoritnya. –Ngurah Budi
Lima Kesalahan Utama dalam Latihan Beban (2-habis) 3.Teknik Latihan yang Belum Tepat Poin 1 dan 2 sudah berusaha dijalankan. Set inti yang lebih sedikit. Istirahat antar set yang lebih panjang. Beban yang berat dan menghindari momentum. Tetapi itu semua tidak ada artinya kalau teknik latihan kita belum tepat. Teknik latihan yang tepat adalah lebih dari sekadar mengi kuti pola gerak dari orang yang berbadan paling bagus di pusat kebugaran tempat kita berlatih. Inti yang ingin disampaikan di sini adalah: gerakan boleh terlihat sama, tetapi rasa di otot bisa berbeda. Di sinilah letaknya penguasaan mind-to-muscle connection, menggunakan fokus pikiran untuk membuat otot menyerap sebanyak mungkin beban yang kita berikan. Semua ini harus dilakukan dalam posisi, postur, dan penguncian be berapa bagian tubuh sehingga tercipta kenyamanan pada saat yang bersamaan. Langkah untuk memperbaiki: Perbaiki teknik latihan. Lebih penting merasakan otot yang bergerak sesuai jangkauan geraknya daripada memaksakan menggerakkan beban dari poin A ke poin B. Kalau perlu, ber latihlah dengan tempo repetisi sedikit lebih lambat, atau menam bah jumlah repetisi, atau kedua-duanya. Sesuaikan posisi yang
12 - 18 mei 2014
12 - 18 mei 2014
paling nyaman untuk melakukan gerakan, sambil membangun hubungan yang kuat antara perintah otak dan pergerakan patuh dari otot.
pagi hari, hitunglah jumlah detak jantung per menti tepat di saat bangun pagi selama 3 hari berturut-turut. Jumlahkan detak jantung untuk ketiga hari tersebut dan bagikan 3.
4.Tidak Mendengar Pesan Tubuh Tubuh kita biasanya memiliki karakter yang unik pada masing-masing individu. Di setiap saat, tubuh kita mengirimkan sinyal atau pesan sebagai bentuk umpan balik (feedback) untuk kita den garkan, evaluasi, dan patuhi. Oleh karena itu, adalah menjadi tanggungjawab bagi setiap orang untuk mengetahui tanda-tanda yang diisyaratkan oleh tubuh manakala tubuh mengalami kele lahan atau ketidaksiapan untuk berlatih. Memilih untuk tidak mendengarkan isyarat tersebut hanya akan menyebabkan tubuh melakukan “protes” lebih jauh melalui cara jatuh sakit maupun cedera pada otot. Rasa pegal yang masih belum hilang, atau bersin-bersin biasanya adalah isyarat yang terlewatkan oleh perhatian kita, dan seringkali hal ini akan semakin memburuk apabila kita tidak menghiraukan pesan yang disampaikan oleh tubuh kita. Langkah untuk memperbaiki: Perhatikan kondisi fisik diri kita sendiri secara seksama. Kenalilah gejala-gejala yang biasanya muncul sebelum kita sakit, dan waspadalah terhadap gejala-gejala tersebut. Terkadang perubahan musim juga merupakan musimnya banyak virus dan bakteri beterbangan di udara. Salah satu cara paling efektif adalah dengan mengenali jumlah detak jantung saat bangun di pagi hari. Apabila jumlah detak jantung 10% di atas normal atau rata-rata, maka hal ini menandakan kualitas istirahat Anda masih kurang optimal. Untuk mengetahui rata-rata detak jantung di
5.Mementingkan Beban Angkatan daripada Form Latihan Untuk meningkatkan massa otot, beban angkatan memang menjadi barometer utama intensitas latihan yang perlu diting katkan secara konsisten. Ada beban berat yang masih bisa dilakukan dengan teknik angkatan yang benar, ada pula beban berat yang sudah melampaui kapasitas maksimum kita sehingga teknik angkatan menjadi keliru. Hal ini adalah salah satu pemicu utama terjadinya cedera otot. Poin nomor 5 ini hampir sama dengan poin nomor 3, hanya bedanya saja di poin nomor 3 teknik kurang tepat bisa terjadi bahkan di saat berlatih dengan beban yang ringan. Sementara poin ini, bisa terjadi dalam konteks: lTeknik gerakan awal salah, dan mencoba mengangkat semakin berat, atau lTeknik gerakan awal yang sudah benar, namun angkatan berat melampaui kemampuan akhirnya memaksa tubuh meng gunakan teknik gerakan yang salah Langkah untuk memperbaiki: Pastikan untuk selalu mengutamakan teknik latihan dalam 100% waktu kita berlatih. Penambahan beban angkatan se baiknya hanya terjadi sesuai dengan kemampuan otot sendiri untuk bisa melakukannya dengan tehnik yang baik dan nyaman. Di saat itulah massa otot tumbuh paling pesat, bukan di saat kita menambahkan beban angkatan secara membabi-buta tanpa memperhatikan kemampuan tubuh.
l i f e s to ry
7
Siang Dijodohkan Malam Menikah Masih terekam dengan jelas oleh Kartika (74), bukan nama sebenarnya, suara sepatu kuda yang mendekati rumahnya pada suatu siang di tahun 1960-an. Dokar itu ditumpangi salah seorang bibinya (adik ayahnya). Kartika tidak menyangka, hidup bersama orangtua yang kaya raya berubah ke babak baru yang penuh kepedihan hingga usia tuanya.
T
anpa curiga dari dalam kamar tidurnya, Kartika yang kala itu ber usia 23 tahun dengan pipi me rona, menghambur keluar me nyambut kedatangan bibi yang sangat dekat dengannya itu. Ia tertawa sambil memeluk erat bibinya yang menurut Kartika sikap bibinya agak aneh hari itu. “Bibi tidak banyak bicara dan tidak tersenyum sedikit pun. Wajahnya dingin dan serius. Pe lukannya tidak hangat. Saya bisa merasakannya saat ia memeluk saya,” ujar Kartika. Tapi kala itu, Kartika yang beranjak dewasa menyangka bahwa bibinya ten gah punya masalah. Karena itu, ia tidak ingin mengganggunya ketika si bibi minta bertemu ibunya. Tak berapa lama kemudian, bibinya kemudian memanggil Kartika dan memintanya duduk serta memintanya untuk men dengarkan baik-baik apa yang akan disampaikannya. Melihat sikap bibinya yang tidak biasa itu, Kartika sempat cemas dan deg-degan. Ia curiga ada sesuatu
yang tidak beres. Sebelum bibinya benar-benar bicara, ia minta izin untuk melaksanakan salat Dzuhur terlebih dahulu. Setelah salat, ia kembali menghadap bibinya yang kelihata n benar dalam masalah. Setelah semuanya ter ungkap ia baru tahu bahwa bibinya me mang ten gah dalam masalah. Masalah baginya adalah ke tika ia harus menyampaikan kabar yang sudah diketahuinya pasti akan menyakiti Kartika. “Nanti malam, usai salat Isya, kamu harus menikah dengan Renggana, saudara misanmu,” kata Kartika menirukan kalimat lugas, tegas, tega dan menyakit kannya itu yang disampaikan bibinya kala itu. Nafas Kartika ter cekat, tenggorokannya tersedak dan ia terdiam, membisu tanpa bisa berkata apa-apa lagi meng
ingat kalimat demi kalimat bibi nya selanjutnya yang tidak kalah menyakitkannya. Ia tahu bibinya itu tidak jahat namun ia tengah menjalankan misi keluarga. “Menangislah kamu sekeraskerasnya sampai waktu pernika han itu tiba,” kata bibinya. Ia juga diberikan kunci lemarinya dan dipersilakan membawa semua pakaian dan perlengkapannya untuk keluar dari rumah itu, jika ia tidak menuruti kata-kata orang tuanya untuk menikahi Reng gana. “Saya bingung mau lari ke mana. Zaman itu kendaraan sulit dan semua tempat terasa jauh. Akhirnya saya pasrah,” kata Kar tika yang menangis sejadi-jadinya hingga waktu pernikahannya tiba malam hari. Di rumah itu sepi, ia hanya ditemani ibunya. Ayahnya tengah
men gatur ac ara pernikahan malam nanti di rumah yang agak jauh dari rumah tinggalnya. Ia hanya ditemani ibu nya yang juga sebenarnya tidak setuju dengan calon menantu pi lihan ayah Kartika. Namun ibunya tidak bisa mencegah. Sang bunda hanya bisa menenangkannya dan memintanya untuk bersabar dan menerima pilihan ayahnya. Sesaat sebelum menikah, ayah nya meminta Kartika mengajukan
sesuatu padanya sebagai ganti “kekecewaan” atas pernikahan itu. “Saya hanya ingin naik haji ketika telah siap kelak,” katanya pendek yang langsung disanggupi oleh ayahnya. Sesungguhnya ayah Kartika sangat menyayangi Kar tika. Namun, soal perjodohan itu dirasa ayahnya telah tepat karena Renggana telah memiliki pekerjaan tetap sebagai pegawai kantor pemerintahan. Sayangnya rasa tepat yang ada di hati ayah andanya itu, sama sekali tidak bisa diterima oleh Kartika yang kala itu telah memiliki kekasih dan telah berjanji untuk menikah beberapa bulan ke depan. Namu apa lacur, rencana pernikahan telah matang diper siapkan. Tempat menikah memang tidak di rumah tempat Kartika tinggal bersama dengan orangtu anya melainkan di rumah lain. Kartika bersikeras tidak ingin menghadiri pernikahannya, me lainkan ia menunggu saja di rumahnya dan ijab kabul di lakukan secara ter pisah. Renggana melak sanakan ijab kabul dengan ayah Kartika di rumah yang tidak jauh dari tempat Kartika menunggu ditemani ibunya dan keluarga lainnya. Tidak ada pesta mewah layaknya anak seorang tuan tanah yang kaya raya. Bahkan Kartika sendiri tidak berdandan sama sekali. “Boro-boro pake kebaya yang indah dan mewah, berdandan saja tidak. Saya cuma pakai daster saja menanti acara ijab kabul selesai dan pengantin pria diantar ke rumah,” katanya. Kartika juga menolak resepsi dan pesta-pesta, melainkan ia terima begitu saja. Memang hidup di zaman itu tidaklah mengenakan bagi Kartika. Sebagai seorang gadis lulusan sekolah setingkat SMA dan meraih juara pertama, harusnya ia bisa menjadi guru. Beberapa sekolah pernah mem intanya untuk mengajar, namun ayahnya tidak mengizinkan. Ke cerdasan Kartika memang tam pak dari cara dan kesehariannya di usia tua. Ia tidak buta soal permasalahan sosial maupun politik, meski sama sekali ia tidak pernah berurusan dengan hal itu, namun ia sangat suka membaca. Cara bicaranya tidak “jadul”, melainkan bisa mengi kuti perkembangan zaman. Ia memiliki wawasan yang cukup luas untuk ukuran generasi tua yang sepanjang usianya menjadi
ibu rumah tangga. ROBEK IJAZAH Ketika berkali-kali ada yang “meminangnya” untuk menjadi guru waktu dulu, ayahnya selalu berkata, ia tidak menyekolahkan Kartika untuk mengajar orang lain melainkan agar ia bisa men gajar dan mendidik anak-anaknya kelak. Kartika yang tergolong keras hati namun tidak bisa membantah orang tuanya ini, sempat kecewa luar biasa. “Saya robek semua ijazah saya. Untuk apa saya sekolah jika akhirnya diam di rumah begini,” ungkap nya. Apa pun usaha Kartika kala itu, tidak berhasil meyakinkan ayahnya untuk mengizinkannya mengajar. Ia pasrah saja hingga empat tahun kemudian setelah lulus itu, ia dijodohkan tanpa tahu apa-apa. “Siangnya diberitahu, malamnya langsung menikah,” ujarnya tersenyum. Calon suaminya pun sama dengannya, tidak menginginkan pernikahan itu. Maka ketika mer eka dipertemukan pertama kali sebagai suami istri usai ijab kabul, mereka diam-diaman. Proses panjang untuk bisa saling men erima rupanya tidak berujung. Menurut Kartika, meski akhirnya mereka memiliki empat orang anak, proses saling memberi dan menerima dalam rumah tangga itu tidak berjalan mulus bahkan sampai Renggana meningg al beberapa tahun lalu. Hanya pengkhianatan dan kepedihan yang diterima Kartika sepanjang pernikahannya. Namun, Kartika menjadi istimewa karena meski begitu, ia pegang teguh nasehat ibundanya, bahwa jangan sekalikali ia meminta cerai. “Ya sudah saya jalani saja dengan ikhlas,” katanya. Ketika ia menunaikan ibadah haji pembayar janji ayahandanya, hanya satu doa Kartika yang di panjatkannya pada Allah SWT di depan Ka’bah, agar anak-anaknya tidak mengalami hal yang sama seperti dirinya dan dijauhkan dari perceraian. Karena kisahnya itulah, membuat Kartika tidak pernah mencarikan jodoh untuk keempat anaknya. “Mereka cari sendiri pilihan hatinya masingmasing agar tidak mengalami hal seperti saya,” katanya. Kini setelah suaminya meninggal, Kartika menikmati kehidupan ba hagia bersama keempat anaknya yang sudah bekerja dan memiliki keluarga masing-masing yang telah menghadiahkannya cucucucu yang manis. “Mereka inilah kebahagiaan saya kini,” katanya tersenyum. -Naniek I. Taufan
BUNDA & ANANDA
8
12 - 18 MEI 2014
S
embari mendam pingi putrinya ber main, Made Sudani mengisahkan dirinya terpaksa menitipkan putrinya itu lantaran tak ada yang mengasuh. Ia sendiri bekerja sebagai PNS di instansi pemerintahan sejak pagi sampai sore, suami menjadi guru, dan mertua berjualan di pasar. Mau tak mau, ia memilih menitipkan anaknya itu. Ia mengaku, keputusannya itu pilihan tepat. Karena, di tempat penitipan, Putu Diah bisa belajar
beradaptasi. “Saya menitipkan Putu Diah sejak berusia 1 tahun 4 bulan. Awalnya dia sangat bermasalah, semua orang ditolak. Sekitar dua minggu dititip dia terus menangis, bahkan pernah sampai muntah, di are, dan panas. Mungkin dia stres dengan kondisi baru,” kisah Made Sudani yang harus menunggu 16 tahun untuk bisa memiliki seorang anak ini. Hal tersebut dibenarkan Ni Made Yuliani, S.Sos.,M.Fil.H., pemilik yang sekaligus mengelola Matahari Educare. “Putu Diah orangnya sen
sitif, dicolek saja menangis. Tetapi, dia mau mengikuti jam makan dan jam tidur yang sudah kami atur,” ujarnya. “Sekarang anak saya sudah pandai beradaptasi, dia paling suka menyanyi,” imbuh Sudani. Di tempat yang suasananya seperti di rumah ini, semua anak di arahkan untuk berdisiplin. Konsultan pendidikan yang menerapkan me tode Glenn Doman ini mengatakan tiap anak memiliki karakter berbeda -beda. Dari 32 anak didiknya, ada juga yang mengalami masalah susah bicara dan pelafalannya tidak jelas, padahal usianya sudah 4 tahun. “Pa dahal anak tersebut sudah memiliki pengasuh di rumah. Orangtuanya menitipkan putri mereka di sini ka rena melihat anak tetangga mereka yang dulunya diam alias tak banyak bicara, kini sudah banyak menge nal kata-kata. Dulu mengucapkan Miss masih ‘Mih’, makan dilafalkan ‘aka’. Pokoknya kata-katanya tidak lengkap,” kisah dosen di IHDN ini yang sempat mengasuh bocah perempuan tersebut. Kisah lain diungkapkan Yuliani
Tanaman hias yang mirip dengan tanaman cengkeh ini memiliki nama latin syzygium oleana atau dikenal dengan nama pucuk merah. Tajuknya berbentuk mengerucut persis seperti cemara, tetapi memiliki daun yang rapat, dan pucuknya yang baru selalu berwarna merah.
Yuliani (paling kanan) beserta beberapa anak asuh dan orangtuanya
tentang pengalamannya saat meng hadapi anak laki-laki yang tak bisa lepas dari bonekanya. Di tempat ini, anak tersebut dilatih untuk bisa lepas dari bonekanya. Caranya, boneka itu disembunyikan dan anak dialihkan perhatiannya ke permainan lain. “Semuanya bisa, yang penting kita ikuti dulu rule atau kemauan si anak, baru kemudian diarahkan. Jangan lupa berikan pujian, sanjungan dan peluk anak sesering mungkin, karena itu dapat memberikan energi kasih pada anak. Dan, yang paling penting ada kerjasama yang baik antara pen
Pilih Daycare Berkualitas Anak merupakan amanah dari Tuhan yang dititipkan kepada kita. Sebagai bentuk rasa tanggung jawab menjaga amanah/ke percayaan tersebut, orangtua berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan anak-anak, baik bersifat material maupun nonmaterial. Kebu tuhan terhadap kasih sayang, perhatian serta pengasuhan yang memadai sangat diperlukan dalam rangka membentuk pertumbuhan dan perkembangan yang baik bagi anak-anak. Demikian diungkapkan psikolog Agus Binti Kh, S.Psi, owner Madania Centre. Namun, seiring perkembangan zaman yang semakin maju serta tuntutan terhadap pemenuhan kesejahteraan keluarga, mem buat perhatian dan pengasuhan anak menjadi berkurang. Anak-anak hanya dipercayakan kepada baby siter di rumah, sementara kedua orangtua sibuk bekerja di kantor. Padahal usia 0- 5 tahun merupakan masa emas (golden age) masa perkembangan otak anak di usia terse but sangat menentukan tumbuh kembang di masa yang akan datang. Kini, pada era globalisasi banyak muncul dan berkembang tempat penitipan anak yang akhirnya menjadi salah satu alternatif tempat yang lebih baik daripada meninggalkan anak hanya dengan pembantu rumah tangga atau dengan baby sitter di rumah. Daycare ber usaha memenuhi kebutuhan orangtua bekerja yang menginginkan sarana penitipan anak yang terpercaya melalui pola asuh dengan suasana yang nyaman seolah-olah tinggal di rumah sendiri. Namun, tak jarang hal ini juga menjadi dilema bagi orangtua karena jika salah memilih tempat penitipan anak yang tidak tepat dan sesuai bagi anak, akan berakibat fatal pada tumbuh kembang anak. Efek psikologis ketika dititipkan di TPA antara lain seringkali anak jadi gampang me nangis apabila tidak berada di dekat orangtua, meskipun sudah sampai di rumah. Selama perjalanan menuju TPA juga, anak lebih banyak diam sebelum akhirnya pasrah dititip kan. Tetapi, selain efek tersebut, sebenarnya ada efek positif jika TPA tersebut memiliki kurikulum yang jelas, sehingga setiap hari anak dapat mengikuti kelas bermain dalam kelas, anak bisa belajar bersosialisasi dengan teman-teman, sehingga terstimulasi tumbuh kembang anak sehingga anak menjadi mandiri dan terampil. Bunda Agus, sapaan akrabnya, mengim
buhkan, alternatif menitipkan anak di TPA ten tunya memiliki kekurangan dan kelebihan. Kelebihannya antara lain : 1. TPA yang memberikan program pen didikan lebih komprehensif karena menye diakan mainan edukatif bagi anak. 2. Hasil studi dari University of North Carolina menunjukkan bahwa anak-anak yang dititipkandi TPA yang berkualitas memiliki ke mampuan kognitif dan bahasa yang lebih baik dibandingkan anak-anak yang tidak menda patkan pendidikan seperti yang diberikan oleh TPA tersebut. 3. Di TPA anak mendapat kesempatan yang lebih luas untuk bersosialisasi dengan anak-anak lain seusianya dibandingkan di ru mah, sehingga lebih terekspos pada berbagai pengalaman dan pemikiran. 4. Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Miami menemukan bahwa anakanak yang dititipkan di TPA yang berkualitas, tidak hanya memiliki kemampuan sosialisasi yang baik, tapi juga memiliki kepercayaan diri yang kuat dan kemampuan memimpin (leadership). Sedangkan kekurangannya, antara lain: 1. Biaya pendaftaran dan bulanan di TPA cukup tinggi, selain itu umumnya ada late charges fee bila orangtua menjemput anak lebih lambat dari waktu yang telah ditetapkan. Di banyak keluarga yang menitipkan anaknya, pos biaya TPA umumnya merupakan pos biaya tertinggi. Terlebih bila berlokasi di pusat kota, Selain itu, umumnya biaya untuk anak di bawah usia 2 tahun lebih mahal karena jumlah anak kelompok usia tersebut yang dapat diasuh oleh seorang pengasuh ter batas. Biasanya posisinya sebagai pos biaya tertinggi turun baru setelah anak memasuki usia sekolah, karena digantikan oleh pos biaya sekolah. 2. Menitipkan anak memerlukan usaha lebih dari orangtua, karena perlu mengantar anak setiap pagi dan menjemputnya kembali di sore hari. 3. Anak yang dititipkan di TPA lebih ter ekspos pada penyakit, karena ia terekspos pada lebih banyak anak lain. Bila ada anak lain yang sakit, ia lebih mudah tertular. 4. Bila anak menderita sakit yang cukup serius, orangtua tetap perlu back-up plan
17
Tren Pucuk Merah
Plus Minus TPA Hari itu sekitar pukul 16.00 Made Sudani menjemput putri kesayangannya Putu Diah Aryani (3) di tempat didik dan asuh anak, Matahari Educare. Ia tak lantas mau beranjak dari tempatnya itu. Putu Diah menggiring ibunya menuju mainan ayunan di sisi timur areal tersebut.
G R I YA
12 - 18 MEI 2014
Agus Binti Kh, S.Psi.
karena biasanya anak yang demikian tidak diperbolehkan untuk berada di TPA sampai ia pulih kembali. Beberapa hasil penelitian yang cukup signifikan untuk dipertimbangkan adalah good daycare are good for children, bad daycare are bad for children. Hasil penelitian ini mengim plikasikan bahwa tidak selalu menitipkan anak di daycare itu berdampak negatif bagi anak, atau sebaliknya selalu berdampak positif bagi anak. Yang menentukan baik tidaknya dampak menitipkan anak di daycare adalah kualitas dari daycare itu sendiri. Hal yang paling menentukan kualitas daycare adalah kualitas para pengasuhnya. Hasil penelitian lain yang cukup signifikan terkait menitipkan anak di daycare adalah dari National Institute of Child Health and Human Development yang menunjukkan bahwa menitipkan anak di daycare tidak otomatis membuat ikatan anak dengan orangtua rusak. Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa dampak negatif terhadap ikatan anak dengan orangtua biasanya terjadi bila anak tidak menerima pengasuhan yang baik di daycare (kualitas daycare buruk), anak terlalu lama dititipkan di daycare, dan anak tidak menerima perhatian yang cukup dari orangtua ketika orangtua sedang tidak bekerja. “Jadi, dari penelitian tersebut, jelas terlihat bahwa menitipkan anak di daycare tidaklah
didik dan orangtua,” ujarnya. Ia melanjutkan, sebelum anak tersebut bisa lepas dari bonekanya itu, Yuliani pernah digedor pukul 23.00 hanya untuk mengambil bone kanya yang ketinggalan di bawah loker. “Menurut cerita orangtuanya, anaknya menangis terus dan tidak mau tidur tanpa boneka itu. Ak hirnya orangtua dan si anak ke sini dan mengambil boneka yang ia ingat tempat menaruhnya,” ujar Yuliani sembari mengatakan anak tersebut dititipkan di sini sejak usia 3 bulan sampai 3 tahun. –Inten Indrawati
berdampak negatif bagi anak, maupun bagi ikatan antara anak dengan orangtua. Asalkan kualitas daycare tempat anak dititipkan baik. Karena itu, bila orangtua memutuskan untuk menitipkan anak di sebuah daycare, orangtua perlu mempertimbangkan kualitas daycare tersebut,” tegasnya. Bagaimana orangtua dapat menilai kualitas sebuah daycare? Tentunya dengan menggali in formasi tentang daycare tersebut, baik melalui telepon ataupun kunjungan langsung. Dalam menggali informasi tentang daycare sebaiknya orangtua juga memiliki pandangan long-term agar anak tidak sering berganti lingkungan. Idealnya, anak berada di daycare yang sama selama minimal dua tahun. Selain itu, orangtua yang merencanakan untuk menitipkan anak di daycare juga perlu mempersiapkan diri secara emosional, karena umumnya di masa awal anak berada di daycare, orangtua akan merasakan salah satu ataupun gabungan dari perasaan; merasa bersalah, khawatir, marah, sedih, cemburu ataupun lega. Bila menitipkan anak di daycare menim bulkan salah satu atau pun gabungan dari perasaan negatif tadi, orangtua dapat melaku kan hal-hal berikut untuk mengatasinya : 1. Orangtua perlu menyadari bahwa apapun alasannya untuk kembali bekerja, tidak ada perasaan yang benar ataupun salah terkait menjadi working mother, karena setiap individu memiliki konteks hidupnya masingmasing yang tidak bisa disamakan. 2. Akui bahwa perasaan negatif tersebut ada. Jangan menekan perasaan negatif terse but, melainkan sedapat mungkin bicarakan dengan orang yang mau mendengar dan mengerti. Perasaan negatif yang ditekan biasanya hanya tenggelam, tidak hilang dan bisa muncul kembali sewaktu-waktu bila ada pemicu. Bila dibicarakan dengan orang yang tepat, perasaan negatif tersebut dapat diproses dan dikeluarkan melalui ekspresi verbal. Usahakan membangun hubungan yang baik dengan pengasuh anak di daycare, se hingga mengurangi perasaan khawatir akibat meninggalkan anak di tempat tersebut. 3. Jangan menghujani anak dengan hadiah untuk menghilangkan perasaan bersalah yang muncul akibat menitipkan anak di daycare. Lebih baik usahakan menyediakan waktu sebanyak mungkin bagi anak di luar waktu kerja, yaitu di malam hari sepulang kerja serta di akhir pekan, karena sesungguhnya yang diinginkan anak adalah waktu bersama orangtua. -Inten Indrawati
Wayan Sujana
B
eberapa tahun ter akhir, tanaman hias ini menjadi tren dan cukup banyak meny ita perhatian para pencinta tanam an. Daya pikatnya, tentu saja pada pucuk daunnya yang berwarna kuning, oranye dan merah merona.
Tak heran jika tanaman ini lalu dikenal dengan nama pucuk merah. Tajuk tanaman muda yang baru tumbuh akan menyembul indah di sela-sela daun yang menghijau, seperti bunga di antara dedaunan. Menurut Wayan Sujana, pemilik Stan Bunga Sandat Bali Garden di kawasan Renon, Denpasar, tanaman pucuk merah kebanyakan dipasok dari daerah Jakarta dan Malang. Ia membenarkan empat tahun ter akhir, masyarakat Denpasar khusus nya banyak yang mencari tanaman ini baik untuk rumah pribadi atau untuk hunian komersil seperti vila dan hotel. “Soalnya tanaman ini murah meriah,” ujarnya. Untuk tanaman pucuk merah dengan tinggi lebih kurang 45 cm hanya dihargai Rp 30 ribu. Jika tingginya sekitar 1 meter bisa sampai Rp 250 ribu. Harganya tentu saja tergantung ketinggian dan keindahan tanamannya. Mes ki tak khusus menjual tanaman pucuk merah, dalam artian me nyediakannya dalam jumlah yang tidak banyak, namun ia mengaku
Tips menjaga tanaman pucuk merah agar tetap indah l. Memberikan sinar matahari yang cukup, sehingga tunas mudanya dapat tetap berwarna merah mempesona. 2. Melakukan pemotesan. Tujuannya, untuk memunculkan pucuk-pucuk baru yang berwarna merah, serta ada ke seimbangan antara warna merah dan warna hijau. Juga, agar tajuk tanaman selalu terlihat merah dan bentuk tajuk tanaman lebih terjaga. Pemotesan dapat dilakukan dua minggu sekali. Caranya, pucuk-pucuk daun yang warnanya sudah memudar atau tidak lagi berwarna merah akibat menua, segera dipetik menggunakan ta ngan. Yang perlu diperhatikan dalam pemotesan, harus dilakukan tepat pada ruas cabang, sehingga tunas baru dapat segera tumbuh dari ruas yang telah dipotes tadi. Hasilnya, tajuk tanaman kembali terlihat merah. 3. Pemangkasan. Pemangkasan dapat dilakukan dua sampai tiga bulan sekali. Bila pertumbuhannya lebih cepat dari itu, pemangkasan harus segera dilakukan demi memper tahankan bentuk tajuk sesuai dengan yang diinginkan. Tajuk pucuk merah pun akan tumbuh lebih rapat, dan tunas merah akan lebih banyak terlihat. Bentuk tajuk yang rapi, bahkan dibuat bentuk-bentuk tertentu akan menambah indah penampilannya. 4. Selain tunas baru yang selalu akan muncul, pertumbuhan tunas baru ini pun harus merata sehingga tak tampak hanya memerah pada satu sisi saja dan hijau pada sisi yang lain. Caranya, dapat dilakukan dengan mengubah posisi tanaman secara berkala, yaitu dengan cara memutarnya setiap dua minggu sekali. Dengan demikian, semua sisi tanaman dapat terkena sinar matahari secara merata. Kualitas sinar matahari yang terbaik adalah di pagi hari. Hal ini dapat dilakukan dengan mudah bila pucuk merah ditanam di media pot. 5. Penyiraman pucuk merah sangat perlu dilakukan tiap hari. 6. Pemupukan. Pemberian pupuk idealnya dilakukan dua sampai tiga bulan sekali, dapat dilakukan bersamaan dengan pemangkasan. 7. Perlindungan dari berbagai penyakit dan hama. Salah satu hama yang sering mengganggu tanaman ini adalah ulat coklat. Untuk mengatasinya, maka Anda dapat menggunakan suprasit. –Inten Indrawati
bisa menjual hingga 70 tanaman pucuk merah dalam sebulan. Ia mengungkapkan ada dua macam pembiakan tanaman pucuk merah, yakni dengan biji dan dicangkok. “Dari dua cara ini, yang lebih bagus hasilnya adalah pembiakan dengan biji,” ujarnya. Kelemahan sistem mencang kok ini dikatakannya menghasilkan daun yang kurang rimbun, dan batangnya yang tak teratur, tidak jelas mana batang utamanya. Sementara, hasil pembiakan dengan biji, pertumbuhan daun nya lebih rimbun, dan memiliki satu batang utama dengan ranting yang banyak. “Masih kecil saja su dah kelihatan bagus. Secara kasat mata memang susah membedakan mana yang dibiakkan dengan biji mana yang cangkokan. Yang paling penting, tanaman ini mendapatkan
sinar matahari yang cukup. Itu pula yang membedakan warnawarna pucuknya yang bisa berwarna kuning, oranye, atau merah,” pa parnya. Tanaman pucuk merah yang kini tengah menjadi primadona ini bagus ditempatkan di luar ruangan, baik sebagai tanaman border atau
pembatas pada dinding ataupun jalur hijau, sebagai pengarah jalan. Pucuk merah remaja juga tak ka lah indah jika ditanam dalam pot. Pucuk merah pun sangat cocok dijadikan sebagai vocal point pada taman bertema tropis yang bisa di letakkan di salah satu titik pandang dalam taman. –Inten Indrawati
PELESIR
16
12 - 18 mei 2014
Romantisme Taman Kota Singaraja menggunakan jins panjang, baju hi tam, serta topi metal itu, tidak jarang mengganggu suasana bagi Anda yang tidak terbiasa. Mereka biasanya tanpa diminta, sudah langsung menyanyikan lagu yang sebenarnya tidak ingin kita dengar. Namun, bagi Anda yang suka bernyanyi tentu suasana seperti ini akan terasa nikmat sebab lagu akustik tersebut lumayan nyaring terdengar. Mereka biasanya menaruh wadah di atas meja, dengan maksud Anda dapat memberi uang secukupnya. Kalau ada uang kecil, mungkin bisa dibagi. Kalau tidak bisa kita memberi uang, mereka akan tetap diam dan terus menyanyi.
Siapa yang bisa menolak bila ditawari berjalan-jalan di taman? Terlebih Taman Kota Singaraja. Tempat rekreasi yang ada di dalam Kota Singaraja asyik untuk berjalan santai dan lokasinya tidak sulit dicari, dekat Tugu Singa. Tempatnya cukup strategis dan dapat dijangkau dari berbagai arah.
A
khir pekan melan cong ke Taman Kota Singaraja merupa kan rutinitas wajib bagi warga kota. Beberapa dari mereka membawa anak dan keluar ga. Biasanya mereka yang tengah menikmati libur itu, mencari lapang an atau kedai di sisi taman. Mereka akan asyik melihat anak-anaknya berlarian di lapangan, bermain bola. Bola yang baru saja dibeli dari pedagang mainan sekitar taman. Sembari melihat anaknya bermain, mereka pun memesan sosis goreng dan jus buah. Waktu keluarga itu mereka isi dengan bercakap ringan, ditemani angin malam, di bawah po hon cemara, dan tak jarang diiringi lagu dari pengamen jalanan. Pola rekreasi seperti itu dirasa cukup efektif di tengah hiruk pikuk kota. Sederhana dan bermakna. Bagi anak muda, memanfaatkan waktu berkunjung ke Taman Kota bersama kekasih atau sahabat. Remaja kota biasanya mangkal di lesehan depan kedai makanan. Pesanan mereka pun hampir sama, yakni jus buah dan sosis goreng yang dominan disajikan oleh kedai-kedai makanan di sana. Tidak hanya sosis goreng, ada pula yang menjajakan aneka es. Mulai dari es campur, es teler, cendol, dsb. Buat mereka yang doyan bakso juga ada. Di sebelah barat Taman Kota berjejer berbagai menu bakso, nasi goreng, lalapan, dan capcay. Hampir di tiap sisi terdapat penjual makanan dan minuman. Tentu pengunjung tidak
perlu repot-repot membawa bekal dari rumah. Harga makanan yang ditawarkan berkisar Rp 5000 – Rp 20000. Cukup terjangkau dan rasanya menyamai kualitas rumah makan. Bagi mereka yang ingin melan cong pada malam hari, tentu lebih terasa susana Taman Kota. Sebab, lampu-lampu taman berjejer me ngitari lapangan. Ada pula air mancur, bangku taman, dan balai pertemuan. Biasanya di balai pertemuan itu, ke tika hari penting selalu penuh dengan acara amal atau acara kesenian. Di pojok taman, juga terdapat arena bermain anak. Seperti perosotan, ayunan, jungkat-jungkit, namun per mainan itu kurang terawat, hanya be berapa saja yang dapat digunakan. Lewat pukul 19.00, parkiran Ta man Kota sudah dipadati pengunjung. Mereka ingin menikmati keber samaan bersama orang terdekat dan sekadar membeli es atau gorengan di kedai makanan. Anda tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk menikmati makanan yang disajikan, menikmati suasana taman dan angin malam, bercakap ringan, serta santai bersama di akhir pekan. Tidak hanya akhir pekan, Taman Kota Singaraja juga padat sewaktu hari kerja. Biasanya hari itu dipenuhi pelajar yang usai melaksanakan ak tivitas di kampus atau pelajar yang ingin kerja kelompok di sana. Bila berkelompok, mereka pada umum nya memesan makanan yang banyak untuk dibagi bersama. Sambil ketawa mereka menguyah sosis, dan me nyeruput es. Kadang mereka meme
san lagi. Nampak air muka mereka terlepas dari penat usai santap malam bersama kawan-kawan. Bila tidak ingin suasana riuh, Anda dapat berjalan-jalan mengitari taman atau duduk-duduk di dekat air mancur. Anda juga dapat menikmati suasana kota dari sana. Melihat ken daraan lalu-lalang, melihat pasangan muda duduk mesra di bangku taman, atau melihat anak jalanan yang me nengadahkan tangan meminta koin. Anak jalanan di Taman Kota Singaraja cukup sering berseliweran. Mereka biasanya meminta uang untuk dapat membeli es gula atau roti bungkus. Kerap anak-anak tersebut mengajak kita untuk refleksi diri. Ternyata ada pula yang tidak beruntung di antara kita. Mereka tidak dapat menikmati sejuknya malam, indahnya taman, atau segarnya es teler, seperti yang tengah kita dapatkan. Tidak hanya anak jalanan, ada pula pengamen. Pengamen yang mengalunkan lagu-lagu lawas dengan chord sederhana, berusia sekitar 20 tahunan, selalu datang bergerombol,
JAJA BALI Susana malam taman sudah pasti romantis. Namun, Taman Kota tidak hanya digelar pada malam hari. Mulai pukul 05.00-10.00 Taman Kota dipa dati oleh pengunjung yang menyem patkan diri menghirup udara pagi dengan berolahraga. Mereka datang bersama pasangan, teman, anak, bah kan hewan peliharan. Mereka mengi tari taman sampai beberapa putaran, setelahnya rehat sejenak di bawah pohon cemara sambil meneguk bekal air yang dibawa dan membeli jaja Bali yang ditawarkan oleh beberapa peda gang kaki lima. Ada pula sekelompok anak-anak bermain bola mengenakan baju bertuliskan nama dan nomer punggung atlet bola idamannya. Bagi mereka yang hobi panjat tebing, di Taman Kota disediakan tempat untuk olahraga tersebut. Pada pagi hari Taman Kota Sin garaja dibersihkan dari daun-daun kering dan disiram, agar tetap asri. Di sana juga kita lihat anak sekolah yang hendak menuju sekolahnya di samping Taman Kota. Masyarakat yang usia lanjut juga melakukan aktivitasnya. Mereka membentuk kelompok senam. Pagi atau sore hari mereka memenuhi areal lapangan untuk senam bersama. Pengelolaan Taman Kota Singa raja ini juga harus terus ditingkatkan. Sebab masyarakat kota semakin menyadari pentingnya tempat seperti ini dikelola dengan sebaik-baiknya. “Saya berharap, tempat seperti ini semakin banyak di Singaraja. Taman
“Saya berharap, tempat seperti ini semakin banyak di Singaraja. Taman Kota ini juga merupakan tempat kami nong krong murah. Kami tidak perlu repotrepot menyisihkan uang bulanan banyak, hanya untuk membeli makanan di sini. Tempatnya juga asik”
Kota ini juga merupakan tempat kami nongkrong murah. Kami tidak perlu repot-repot menyisihkan uang bulanan banyak, hanya untuk mem beli makanan di sini. Tempatnya juga asik,” kata Dewa, mahasiswa yang berkunjung di malam hari. “Harga nya yang pas membuat kami tidak keberatan berkunjung, penjual ma kanannya juga ramah. Mereka pun mendapat rezeki yang cukup dari pengunjung,” tambahnya sembari menunjuk kedai-kedai makanan. “Saya sudah lama berjualan di tempat ini, sampai akhirnya saya mampu membuka kios lagi di sam ping sini. Dua kios ternyata mem bawa untung yang berkali lipat. Biasanya pengunjung ramai pada hari libur. Mereka kerap memesan cap cay, nasi goreng, sosis, dan jus buah,” tutur pemilik Warung Yeyen. Taman Kota Singaraja tidak saja membawa kenikmatan bagi pengunjung, mereka yang berjualan juga kena dampaknya. Mereka selalu menyajikan menu yang di mintai pengunjung. Harganya pun bersaing. Mereka juga menjaga kebersihan lingkungan. Kenyamanan pengunjung juga diperhintungkan. Terbukti mereka menata sedemikian rupa tempat lesehan yang menjadi tempat berkumpul pelanggannya. Sembari kumpul-kumpul, tentu mereka memesan makanan. Bila kadung nyaman, pelanggan biasa nya menambah lagi pesanan, un tuk lebih lama ngobrol walaupun tempatnya hanya lesehan. Bagi pengunjung, tempat mewah tidak menjamin kenyamanan dan keakra ban. Kenyamanan yang dibangun pedagang di Taman Kota Singaraja menjadikan penjual dan pembeli begitu akrab. Mereka tidak sungkan untuk bergurau dengan pedagang karena pengunjung sudah terbiasa berbelanja di sana. Pedagang pun lebih termotivasi untuk menyajikan makanan yang lebih baik. Bagi Anda yang belum pernah mengnjungi Taman Kota, segeralah meluncur. Taman Kota selalu me nyambut Anda. Terlebih bila Anda hanya mempunyai dana minim, tapi ingin berseliweran sekadar melepas kepenatan, Taman Kota Singaraja sangat direkomendasikan untuk yang ingin santai tanpa ribet mengeluarkan banyak uang. Ajaklah orang terdekat untuk berpergian ke Taman Kota. Sebab, mereka bisa menjadikan susana lebih nikmat. Bila Anda memutuskan untuk datang sendiri juga tidak masalah. Anda tentu akan terhibur dengan lagu yang terdengar dari radio pedagang makanan dan Anda akan terpaku melihat anak kecil bermain odongodong, ada pula anak-anak yang berlarian, bahkan ada pula bermain petasan. Suasana akrab seperti ini sangat jarang ditemui di kota-kota. Suasana yang tidak terlalu ramai, suasana yang menyediakan ruang untuk kita memikirkan hari esok, dan suasananya yang menyembuhkan jiwa dari segala kepenatan aktivitas sehari-hari. Taman Kota Singaraja dapat menjadi ruang refleksi seka ligus rekreasi. Taman Kota Singaraja dapat menjadi taman bagi siapa yang ingin menikmati waktu, bersama orang terdekat dengan cara seder hana. Bahagia itu sederhana, seperti saat kita melancong ke Taman Kota Singaraja. -Wulan
DARA
12 - 18 mei 2014
9
Gus Cakra
Lebih Suka Budaya
Dalam rangka peringatan HUT TMII ke-39 tahun 2014, Ida Bagus Cakra Manuaba tampil sebagai Peraga Busana Putra Unggulan Lomba Busana Adat Daerah ke-6 yang diikuti perwakilan dari 33 provinsi se-Indonesia. Di atas Panggung Bhinneka Tunggal Ika, Bali yang diwakili Kota Denpasar tampil memukau dengan busana adatnya. Gus Cakra-panggilan akrabnya yang berpasangan dengan Ida Ayu Revy Pidada memaparkan tentang potensi daerah Bali. “Saya menjelaskan tentang empat pilar pariwisata Kota Denpasar dan Dayu Revy menjelaskan tentang endek,” ujarnya.
I
tu hanya sekelumit prestasi teranyar yang diraih putra kedua pa sutri Ida Ayu Sukarini dan Ida Bagus Semadi Putra ini. Berpegang pada moto hidup bersyukur, berusaha, dan bela jar, dengan itu pula ia menapaki masa mudanya, hingga berhasil menggondol deretan prestasi yang mem banggakan. Salah sa tunya sebagai Juara I Duta Endek Kota Denpasar 2013. Ajang sosialisasi dan promosi produk lokal unggulan Kota Denpasar yang pertamakali digelar ta hun 2012 itu menjadi batu loncatan bagi Gus Cakra. Seb agai Duta Endek, ia banyak mendapatkan kesempatan terlibat da lam kegiatankegiatan yang dilaksanakan Dekranasda, Disperindag Kota de n p a s a r, d i antaranya seminar un tuk generasi muda untuk mencin tai produk endek, bekerjasa ma dengan Kominfo Kota
Denpasar dan grup band Bali XXX. “Waktu itu kami menyo sialisakan bangga pakai endek dengan langsung turun ke lapang an menyerahkan flayer yang berisi bangga pakai endek,” tutur remaja kelahiran Denpasar, 10 April 1991 ini. Gus Cakra yang mengaku sejak dulu menyukai endek, terg erak untuk turut dalam ajang Pemilihan Duta Endek 2013. Apalagi, dukungan dari keluarga dan sahabat-sabat nya begitu besar. Lulusan S-1 Fakultas Ekonomi Uni veritas Udayana ini pun tak menyangka dan bersyukur dirinya dinobatkan sebagai Juara I. “Saat itu perasaan saya sangat senang karena dapat membahagia kan keluarga dan saha bat-sahabat yang men dukung saya,” kisahn ya. M e l a lui ajang Pemilih an Duta Endek Kota Den pasar ini ia berharap endek se bagai produk lokal Denpasar makin dincintai, dan masyarakat yang menggunakan
endek makin bangga. Den gan demikian, endek akan makin terkenal tak hanya di Bali, namun juga di na sional bahkan internasional. “Seperti dalam acara HUT TMII beberapa waktu lalu, semua panitia mengenakan tenun ikat Bali (endek),” ujarnya bangga. Sebelumnya, Gus Cakra juga kerap mengikuti ajang kompetisi lainnya, dan be berapa prestasi yang berhasil diraih di antaranya Juara II Pemain Pria Terbaik PSR ke22 se-Kota Denpasar Tahun 2006; Juara II Pementasan Terbaik PSR ke-22 Kota Den pasar Tahun 2006; Pasukan 17 Paskibraka Daerah Provinsi Bali Tahun 2007; Juara II Lom baPaduan Suara PSR se-Kota Den pasar Tahun 2008; Top Five Teruna Denpasar 2009; Juara I Lomba Tata Busana Adat Bali, Fakultas Ekonomi Unud Tahun 2010; Runer Up II Bagus Badung Tahun 2011; 23 Besar Finalis Bali Youth Marketing preneur Bank Indonesia Tahun 2012; Juara I Lomba Design Baju Endek Casual Denpasar Festival ke-6 Tahun 2013. Menurutnya, masing-masing lomba mempunyai kesulitan dan keseruan berbeda-beda, sekali gus menyenangkan. “Kalau saya
Gus Cakra dan Ida Ayu Revy Pidada
lebih suka mengikuti lomba yang ada unsur budaya. Karena, selain mendapatkan pengalaman, saya juga dapat belajar dan melestarikan kebudayaan,” ungkap Gus Cakra yang memiliki hobi haiking, broadcasting, dan belajar ini. Kini, hari-harinya ia isi dengan menjadi news anchor atau pre senter tv di TVRI Bali. Ini menjadi pengalaman baru yang dicobanya. “Pertama kali on air, saya deg degan luar biasa, lebih degdegan daripada mengikuti lomba,” ujar Gus Cakra yang juga menjadi host program Negeri Indonesia TVRI Nasional ini. Meski tak pernah terlintas dalam benaknya untuk menjadi seorang presenter, kesempatan ini dicoba diambilnya. “Dan, ternya ta sangat menyenangkan. Selain bekerja, saya juga banyak bela jar tentang wawasan baru yang belum pernah saya dapatkan,” ujar pria berparas ganteng ini.
Ketika ditanya tentang tokoh idola, ia menyebut nama Bung Karno. Di matanya, ketokohan presiden pertama RI tersebut patut sebagai panutan dalam memperjuangkan kemerdekaan. “Semangat dan kharisma beliau sangat luar biasa untuk menginspirasi,” ucapnya. Lalu, apa sesungguhnya impian atau cita-cita seorang Gus Cakra? “Saya ingin menjadi seorang entrepreneur. Untuk meraihnya, saya ban yak belajar dari sahabat-sahabat yang sudah menjadi pengusaha,” ujar Gus Cakra yang mengaku sekarang ini sedang merintis usaha di bidang endek. Dari semua hal yang sudah dilakukannya, ia bertekad ingin memiliki usaha sendiri, mempu nyai rumah sendiri di Denpasar, dan yang paling utama memba hagiakann orangtua. Berusaha, bersyukur, dan menabung adalah tiga upaya yang bisa dilakukannya saat ini. –Nina
10
BUGAR
Waspadai Nyeri Pinggang akut bila menetap kurang dari 6 minggu, subakut bila menetap antara 6 minggu sampai 3 bulan, dan kronis bila lebih dari 3 bulan. Pengelompokan nyeri pinggang ini penting karena terkait dengan penegakan diagnosis dan pengobatannya. Apa saja penyebab nyeri pinggang? Proses patologis yang mempengaruhi struktur yang membentuk punggung bawah dapat menyebabkan nyeri. Struk tur tersebut diantaranya adalah: tulang belakang yang tersusun sedemikian rupa dari leher sampai ke tulang ekor, diskus yang terletak di antara tulang belakang, sistem saraf yang berjalan dekat dengan tulang belakang, serta otot, tendon, dan ligamen yang termasuk ke dalam jaringan lunak. Proses patologis bisa berupa trauma (terjatuh), infeksi, tumor, proses penuaan, penjalaran nyeri dari organ-organ di seki tarnya, dan lain-lain.
dr. Deddy Andaka, M.Biomed., Sp.S
Nyeri pinggang merupakan masalah kesehatan yang cukup sering dijumpai di layanan kesehatan primer. Nyeri ping gang biasanya digambarkan sebagai nyeri, ketegangan otot, atau kekakuan yang terlokalisir di batas bawah tulang iga dan di atas lipatan lipatan paha, dengan atau tanpa rasa nyeri yang menjalar ke kaki. Laporan di Amerika Serikat menunjukkan 84% orang dewasa pernah mengalami nyeri pinggang. Klasifikasi Nyeri Pinggang Nyeri pinggang dapat diklasifikasikan berdasarkan penyebab dan durasi (waktu). Berdasarkan penyebab, nyeri pinggang dapat dikelompokkan menjadi nyeri ping gang spesifik dimana gejala yang muncul disebabkan oleh mekanisme patofisiologi yang spesifik, seperti hernia nuclei pulposi (HNP), infeksi, osteoporosis, rheumatoid arthritis, fraktur (patah tulang), atau tu mor; sedangkan gejala yang muncul pada nyeri pinggang nonspesifik tanpa penyebab spesifik yang jelas. Keluhannya bisa berupa kekakuan otot dan bersifat fokal di seki tar punggung sampai nyeri di atas lutut. Sekitar 90% nyeri pinggang masuk dalam kategori nyeri pinggang nonspesifik. Berdasarkan durasi (waktu), nyeri ping gang dapat dibagi menjadi nyeri pinggang
Apa yang harus diwaspadai dari nyeri pinggang? Dalam praktek klinis, adanya bendera merah (red flag) merupakan indikasi adanya proses patologi yang mendasari, termasuk masalah akar saraf. Berikut adalah bendera merah penanda waspada pada pasien dengan nyeri pinggang: - Nyeri pinggang muncul pada usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 55 tahun - Ada riwayat jatuh atau trauma pada tulang belakang - Nyeri dada dan gangguan bentuk tulang belakang - Terdapat kelemahan dan kesemutan pada kaki - Terdapat gangguan kencing dan buang air besar - Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan - Panas dan merasa kurang sehat - Penggunaan steroid yang rutin dalam waktu yang lama - Memiliki penyakit kencing manis atau penyakit lain yang menurunkan daya tahan tubuh - Memiliki riwayat tumor ganas (kanker) atau osteoporosis - Bila terdapat gejala di atas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Bagaimana gejala penjepitan atau masalah pada akar saraf? Adapun beberapa tanda atau keluhan yang sering dijumpai pada penjepitan atau masalah pada akar saraf adalah nyeri yang menjalar dari pinggang ke kaki sampai ujung jari kaki, nyeri pada kaki biasanya lebih
berat dari nyeri pinggang, terdapat mati rasa atau kesemutan yang sesuai dengan daerah yang disuplai oleh saraf yang terjepit, nyeri diperberat dengan batuk, bersin atau mengedan, pada proses yang berlangsung lama otot-otot kaki dapat mengecil dan bahkan dapat menimbulkan kelumpuhan. Dari pemeriksaan juga bisa didapatkan refleks pada kaki yang menurun dan nyeri menjalar dapat dimunculkan dengan teknik pemeriksaan neurologis tertentu. Pemeriksaan penunjang apa yang perlu dilakukan? Untuk memastikan adanya penyebab yang spesifik, ada beberapa pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan seperti pemeriksaan laboratorium, imaging se perti foto polos (X-ray) tulang belakang, CT-scan, MRI tulang belakang, lumbar punksi sesuai indikasi, serta neurofisiologi berupa elektromiografi (EMG) untuk me lihat kondisi saraf. X-ray bagus untuk melihat kondisi tulang dan struktur internal yang besar, namun kurang baik untuk melihat jaring an lunak seperti otot dan diskus atau bantalan yang terdapat di antara tulang. X-ray dapat menunjukkan bila ada tulang yang patah, bergeser, atau bentuk yang tidak normal. CT-scan dapat memberikan gambaran yang lebih detil dari X-ray, namun memiliki radiasi yang lebih besar. CT-scan dapat menunjukkan kelainan yang dapat ditun jukkan oleh X-ray, ditambah beberapa masalah pada jaringan lunak. MRI menggunakan medan magnet yang sangat kuat, memberi gambaran jaringan lunak yang lebih detil daripada CT-scan. Namun, kurang baik dilakukan pada pasien dengan implan logam pada tubuh mereka. MRI lebih akurat untuk kasus-kasus infeksi dan keganasan. Apakah setiap nyeri pinggang diperlukan pemeriksaan imaging? Tidak selalu. Kebanyakan kasus nyeri pinggang, meski terasa berat, tidak di sebabkan oleh proses yang membahaya kan. Nyeri pinggang dapat menghilang dengan pengobatan yang sederhana. Pemeriksaan imaging pada tulang belakang bukanlah pemeriksaan yang rutin dilaku kan. Selain memiliki efek radiasi yang kuat (terutama CT-scan), temuan abnormal pada imaging dapat dijumpai pada orang tanpa nyeri pinggang sekalipun. Pemeriksaan imaging diperlukan ter utama pada kasus nyeri pinggang dengan tanda bendera merah seperti yang sudah disebutkan di atas. Begitu juga pada keluh
12 - 18 MEI 2014
an nyeri pinggang yang sudah berlangsung 4 sampai 6 minggu, atau lebih. Tulang bela kang terbagi menjadi ruas-ruas leher, dada, lumbal, dan tulang ekor. Pemeriksaan neurologis yang baik akan dapat menun tun pemilihan imaging yang sesuai dengan tingkat ketinggian ruas yang tepat. Bagaimana menangani nyeri pinggang? Beberapa pasien memerlukan tindakan operasi untuk menangani nyeri pinggang. Namun, sebagian besar dapat membaik tanpa operasi, yaitu dengan obat-obatan penghilang nyeri dan kekakuan otot, in jeksi, latihan untuk peregangan, spinal ma nipulation, akupuntur, behaviour therapy , lumbar supports, massage, transcutaneous electrical nerve stimulation, dll. Pada nyeri pinggang akut disarankan untuk tetap aktif dan menghindari hanya berbaring di tempat tidur, kecuali intruksi dari dokter. Pada nyeri pinggang kronis perlu dicari juga tanda dari bendera kuning (yellow flag) seperti faktor yang berhubung an dengan pekerjaan, stres psikososial, mood yang depresif, beratnya nyeri dan pengaruh ke fungsional, episode nyeri pinggang sebelumnya, dan harapan pasien. Penanganan multidisiplin diperlukan untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal. Bagaimana mencegah agar nyeri pinggang tidak kambuh lagi? Untuk mencegah nyeri pinggang tidak kambuh lagi, mengubah kebiasaan buruk dan membiasakan gaya hidup sehat adalah kuncinya. Disarankan untuk tetap aktif dan rutin untuk melakukan latihan, ter utama yang dapat memperkuat otot perut dan punggung. Beberapa penelitian juga melaporkan pada orang yang merokok, risiko nyeri pinggang akan meningkat, begitu juga pada pasien dengan obsesitas (kegemukan). Kebiasaan mengangkat barang yang salah juga dapat memicu nyeri pinggang. Daerah lumbal adalah titik tumpu yang menyangga beban tubuh kita. Postur yang salah ketika menganggat barang dapat memberikan beban berlipat yang dirasakan oleh pinggang. Terlalu lama duduk dengan pekerjaan yang kurang aktif bergerak sebaiknya diatasi dengan melaku kan peregangan di sela-sela pekerjaan. Kasur yang terlalu lembek untuk tidur juga sebaiknya dihindari, bayangkan saja bila tulang belakang dalam posisi meleng kung selama 8 jam kita tidur, tentu bisa membentuk postur yang tidak baik. Sering kali, nyeri pinggang yang muncul adalah akumulasi dari kebiasaan buruk yang kita pupuk sehari-hari. Ayo membiasakan hidup sehat dan ucapkan selamat tinggal pada nyeri pinggang. dr. Deddy Andaka, M.Biomed., Sp.S Telepon: 08174750822 Twitter@DeddyAndaka
STYLE
12 - 18 MEI 2014
Pesona Batik Bali
Kini, dunia fashion bukan hanya miliki wanita. Pria pun punya gaya berbusana sendiri. Seperti persembahan style kali ini. Ade Rai, yang didapuk menjadi Duta Batik Bali ini, sosoknya tampak semakin gagah dengan balutan busana koleksi ”Balibatiku” by Bintang Mira.
D
eretan rancangan kemeja hasil per mainan cap, can ting dan tulis diatas kain dari seorang desainer papan
atas Bali ini mampu mengangkat lebih banyak lagi pesona motif Bali yang unik. Menariknya lagi label pria dari Bintang Mira ini hadir tanpa mengesampingkan karakter
Balibatiku by bintang mirA Jln. Legong Keraton No. 99 Sidan Gianyar Bali Tlp/ Faks : 62-361- 944599 Email : info@balibatiku.com Website : www.balibatiku.com, www.bintangmirA.com
siluet desainnya yang geometris, kaya warna dan corak. Batik Bali yang dikenakan Ade Rai, sengaja didesain sangat khas dengan corak poleng, barong, motif ikat dan patra Bali, yang semuanya mengandung nilai seni tinggi. Dengan pilihan bahan katun dan sutra yang berkuali tas, rancangan benuansa manly ini pun menjadi pilihan tepat untuk pria tampil stylish di berba gai acara.
15
J E L I TA
14
12 - 18 mei 2014
Jangan Salah Pilih Pelembab
Beraktivitas di luar maupun di dalam ruangan ber –AC mudah membuat kulit mengering. Padahal, tak ada seorangpun apalagi perempuan yang ingin memiliki kulit kering. Apabila kadar air di bawah normal, kulit akan terlihat kering, kusam, dan bersisik. Oleh karena itu kelembaban kulit wajib dijaga, salah satunya dengan memakai pelembab.
M
enurut dr. I.G.N Darma Putra, Sp.KK, pelembab adalah produk perawatan kulit yang berfungsi untuk menjaga kadar air kulit, sehingga kulit akan tampak halus dan kenyal. Kulit yang kelembabannya terjaga akan terlihat lebih cerah serta pori-pori terlihat lebih kecil. Krim pelembab pada dasarnya terdiri dari emulsi minyak dalam air, dan mengandung tetesan kecil minyak. Tapi ada juga pelembab yang terdiri dari emulsi air dalam minyak.
apa yang cocok untuk jenis kulit kita. Jangan sampai karena salah pilih jenis pelembab, justru menjadikan kulit semakin kering. Semua jenis kulit, sebutnya memerlukan pelembab. Tentu dengan bahan dan komposisi yang berbeda-beda sesuai dengan jenis setiap kulit. Ada yang mempunyai jenis kulit kering, berminyak, sensitif hingga normal dan kesemuanya memerlukan perlindungan dari berbagai pengaruh buruk lingkungan. Untuk kulit normal, pilih pelembab yang berupa krim
dr. I.G.N Darma Putra, Sp.KK.
atau lotion. Pemilik kulit kering sebaiknya kata dokter Darma menggunakan pelembab berupa krim. Sedangkan untuk kulit berminyak, gunakan bahan pelembab gel atau lotion. Bagi seseorang yang memiliki kulit wajah yang berminyak apabila salah dalam memilih pelembab akan merang sang munculnya komedo dan jerawat. Makanya, untuk kulit berminyak pilih pelembab wajah yang bebas minyak (oil free) dan nonkomedogenik. Penggunaan pelembab, sebaiknya dimulai sejak usia muda, terutama bagi yang memiliki
kulit kering. Bahkan penggunaan pelembab sudah bisa digunakan sejak bayi dan bukan hanya untuk wajah melainkan untuk seluruh tubuh. “Apalagi melihat kondisi alam sekarang, mulai dari cuaca yang panas-dingin tidak jelas, angin, polusi, aktivitas yang banyak di ruangan ber- AC, kegiatan yang langsung dibawah matahari, semuanya sangat mudah menyebabkan kulit menjadi dehidrasi. Selain itu juga faktor bertambahnya usia,” paparnya. Agar fungsi pelembab optimal bagi kulit, dokter Darma juga menekankan sebaiknya pelembab
“Mulai sekarang, jangan lupa selalu memperhatikan cara dan hal-hal penting lainnya saat menggunakan pelembab. Jika kita terbiasa melakukannya dengan benar pasti kulit akan sehat dan cantik” Dokter Darma juga mengatakan, pelembab dapat bersifat oklusif atau humektan. Oklusif artinya bahan pelembab yang digunakan bekerja melapisi kulit sehingga air yang sudah masuk kedalam kulit tidak mudah me nguap. Sedangkan Humektan bersifat menarik air dari luar, sehingga sebaiknya digunakan saat kulit atau lingkungan sekitar kulit lembab sebab bila digunakan saat suasana kering akan menyebabkan kulit tambah kering, karena ahan humektan menarik air dari lapisan kulit yang lebih dalam. Pelembab saat ini umumnya mencampurkan bahan-bahan yang bersifat oklusif dan humektan sehingga lebih maksimal menjaga kelembaban kulit. Pemilik D&I Skin Centre Bali ini menyarankan, sebelum menggunakan pelembab lebih baik jika kita tahu jenis pelembab seperti
digunakan atau dioleskan setelah mandi atau setelah mencuci muka dua kali sehari. Karena sehabis mandi maupun cuci muka, air yang sudah terserap masuk ke dalam kulit agar dapat tetap lama bertahan didalam kulit perlu dioleskan pelembab untuk menjaganya. Waktu yang tepat untuk meng aplikasikan pelembab diwajah adalah 30-60 menit sebelum kita mulai berdandan, atau meng aplikasikan makeup base/face primer/foundation. “Hal ini agar pelembab terserap sempurna oleh kulit dan kita mendapatkan hasil yang maksimal dari manfaat pelembab itu sendiri,”ujarnya. Sekali lagi ditekankannya kalau pelembab sangat membantu kulit untuk tetap elastis dan kenyal, serta tidak terasa kering. “Jika diperhatikan pelembab adalah perawatan kulit paling simpel dan wajib digunakan,” katanya. Satu lagi yang tidak kalah pentingn ya ketika seseorang memakai pelembab, biarkan pelembabnya meresap dahulu. “Setelah diaplikasikan ke wajah, diamkan dulu selama dua atau tiga menit baru dilanjutkan dengan make up lainnya,” imbuhnya. Diingatkan juga untuk membersihkan tangan sebelum mulai memulaskan pelembab termasuk make up . Ini hal yang sangat pen ting , jangan biarkan pelembab atau make up yang akan menempel di wajah terkontaminasi de ngan kotoran-kotoran di tangan. Selain pemakaian pelembab, jangan lupa pemilihan sabun yang tepat. Karena merupakan rangkaian perawatan untuk kulit. “Mulai sekarang, jangan lupa selalu memperhatikan cara dan hal-hal penting lainnya saat menggunakan pelembab. Jika kita terbiasa melakukannya dengan benar pasti kulit akan sehat dan cantik,” ujarnya. – Sri Ardhini
12 - 18 mei 2014
MITOS ATAU FAKTA
11
Segelas Anggur Merah untuk Kelembutan Kulit Wanita pasti ingin tampil cantik dan menarik. Salah satunya dengan menjaga dan merawat kulit. Seringkali wanita tak menyadari hal-hal sederhana yang ada di sekeliling bahkan yang sering terjadi pada dirinya, berdampak pada kulit. Mitos-mitos yang belum bisa dipastikan kebenarannya pun beredar di masyarakat. Dokter Rina Yusnita, dokter konsultan Klinik Kecantikan House of Dura Bali akan meluruskan beberapa mitos, sebagai berikut: Mitos: Lingkaran hitam di seputar mata disebabkan karena kurang tidur Fakta: Lingkaran hitam di mata dapat merusak penampilan. Penyebabnya bisa karena kurang tidur, insomnia karena stres, lupa minum karena sibuk bekerja, serta berada di ruangan ber-AC terlalu lama. Kepenatan setelah lama menatap monitor dan bekerja juga membuat otot dan kulit di sekitar mata ikut tegang. Akibatnya, aliran darah dan kelenjar limpatik di area tersebut tidak lancar sehingga cairan di area mata mengumpul, membuat mata jadi sembap dan muncullah bayang an hitam di bawah mata. Bila hal ini berlarut-larut, bisa menimbulkan dehidrasi dan akibatnya muncul keriput di kulit seputar mata. Mitos: Mentimun membantu menghilangkan mata lebam Fakta: Mentimun tidak hanya baik bagi kesehatan, tapi juga dapat bermanfaat untuk mengatasi mata lebam/bengkak, karena kan dungan astringent yang ada di dalamnya membantu untuk menghilangkan bengkak. Agar lebih efektif, taruh potongan (sesuai yang dibutuhkan) mentimun ke lemari es, kompreskan pada mata selama kurang lebih 10 menit. Mitos: Lebih sering cuci muka lebih baik Fakta: Mencuci muka terlalu sering itu tidak baik, karena akan
www.kacarini.blogspot.com
dr. Oka Negara, FIAS
membuat kulit lebih kering, kasar, dan justru bisa lebih berminyak untuk orang yang memiliki kulit berminyak. Jadi, lebih baik mencuci muka 2-3 kali sehari saja, yaitu sehabis bangun tidur, dan sebelum tidur. Mitos: Membasuh wajah dengan air dingin dapat memperkecil pori Fakta: Membasuh wajah de ngan air dingin tidak akan dapat memperkecil pori-pori kulit. Poripori kulit akan mengecil hanya dengan cara melakukan perawatan wajah. Baik dengan melakukan pembersihan wajah di rumah maupun datang ke klinik kecantikan untuk melakukan perawatan wajah. Mitos: Jus lemon dapat mencerahkan kulit dan rambut Fakta: Lemon memang punya banyak khasiat yang baik untuk tubuh, terutama untuk kesehatan dan kecantikan. Lemon dipercaya dapat mencerahkan kulit dan rambut, hal ini karena lemon sangat kaya kalsium, vitamin C, magnesium, dan kalium, yakni mineral dan antioksidan yang baik untuk kesehatan kulit. Mitos: Anggur merah baik untuk kecantikan kulit Fakta : Benar. Minuman fermentasi ini memang kaya akan antioksidan dan polyphenol yang sangat bermanfaat untuk melawan radikal bebas dalam tubuh sekaligus membantu menghambat timbulnya gejala
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
“Dok, saya cowok usia 21 tahun belum menikah, saya mau bertanya, saya merasakan gatal di sekitar selangkangan dan bagian buah zakar. Bagaimana cara mengobatinya, dan bagaimana cara menjaga kebersihan organ vital yang benar dok? Terimakasih. (Gus,21) Penis adalah salah satu organ vital yang harus selalu bersih. Selalu menjaga keber sihan penis tidak hanya akan menguntungkan laki-laki, tetapi juga pasangannya. Tetapi pada kenyataannya, banyak laki-laki yang kurang memperhatikan kebersihan penis dan ini dapat memicu risiko kesehatan yang cukup serius. Dalam kasus ini, kemungkinan besar memang terjadi keradangan atau iritasi
yang penyebabnya perlu ditelusuri lagi, tetapi bisa jadi memang k arena kurang cermat dalam merawat dan membersihkan kelamin. Membersihkan penis sebenarnya sangat mudah. Salah satu cara paling mudah adalah mem basuh bagian penis dengan air hangat atau air bersih setiap hari saat mandi. Buat yang tidak disunat tinggal tarik kulit yang menutup kepala penis dengan
dr. Rina Yusnita
penuaan. Manfaat lain, campurkan segelas anggur merah ke dalam satu baskom air hangat, kemudian gunakan campuran anggur tersebut untuk merendam tangan dan kaki sebelum dilakukan manikur-pedikur. Kulit akan lebih lembut. Mitos: Mengonsumsi cokelat membuat kulit wajah berjerawat Fakta: Salah. Berdasarkan penelitian, tak ada bukti secara ilmiah bahwa ada pengaruh dari konsumsi cokelat dengan timbulnya jerawat. Karena, yang menjadi pemicu timbulnya jerawat pada seseorang adalah jenis kulit, kondisi hormonal setiap individu serta pola membersihkan wajah. Mitos: Makin tinggi SPF, makin tinggi proteksi yang diperoleh kulit Fakta: Sudah banyak orang yang sadar akan pentingnya menggunakan krim tabir surya. Hanya saja, belum semua paham jenis krim tabir surya yang harus mereka gunakan, dan tingkat SPF (Sun Protection Filter) yang tepat untuk mereka. SPF merupakan perlindungan kulit dari radiasi sinar UV B yang bisa
membakar kulit. Untuk kulit orang Indonesia yang beraktivitas normal seperti bekerja, sekolah, atau jalan-jalan, SPF 15 sudah cukup melindungi kulit. Namun, jika Anda memiliki banyak aktivitas di luar ruangan dalam waktu lama, atau aktivitas yang berhubungan dengan air seperti berenang, gunakan SPF yang sedikit lebih tinggi. Mitos: Tidak perlu memakai tabir surya jika hari berawan/men dung Fakta: Tidak benar. Saat musim hujan pun, pemakaian tabir surya tetap diperlukan untuk melindungi kulit dan mengatasi kulit belang. Karena, sinar ultraviolet (UV) tidak hilang selama musim hujan, walaupun matahari memang menjadi jarang terlihat karena langit sering mendung dan berawan. Namun, sinar ultraviolet dari matahari tidak benar-benar hilang. Sinar UV dapat datang melalui awan dan sinar tersebut lebih terkonsentrasi dan berbahaya bagi kulit. Sinar UV kemudian bisa memantul melalui trotoar, kendaraan, dan bahkan air. Sinar ini bisa datang dari mana pun, di tempat-tempat tidak terkira atau yang dipikir aman. Jika tidak melin dungi kulit dengan tabir surya, kulit akan terkena sinar UV, dan menjadi belang tanpa disadari. Karena itu, dokter ahli kulit juga telah merekomendasikan pemakaian tabir surya meskipun saat musim hujan. Mitos: Kulit berminyak, tak memerlukan moisturizer Fakta: Salah. Fungsi utama dari moisturizer adalah melembabkan kulit. Jadi, walaupun kulit Anda termasuk tipe kulit berminyak yang memproduksi minyak secara berlebih, tetap memerlukan nutrisi agar tampilannya tetap halus dan lembut. Untuk itu, usahakan menghindari
produk bertekstur padat, pilih yang bertekstur ringan dan terbuat dari bahan dasar air (water-based). Di pasaran, umumnya pelembab yang berbahan dasar air ini tersedia dalam bentuk lotion. Selain itu, sebaiknya Anda memilih pelembab yang diformulasikan secara khusus untuk kulit berminyak, yaitu pelembab yang berlabel ‘oil-free’ dan ‘oil-control’. Mitos: Kulit kering memper buruk keriput di wajah Fakta: Benar. Bagi pemilik jenis kulit kering, perlu menjaga kelembaban kulit. Karena pada kondisi kulit kering, radikal bebas serta substansi eksternal negatif lainnya akan menyerang lapisan kulit. Lamakelamaan hal ini akan menyebabkan kolagen serta elastin yang berperan menjaga elastisitas kulit, berkurangnya kemampuannya. Jika ini terjadi, timbullah keriput. Mitos: Minyak zaitun dapat membersihkan kulit Fakta: Memang benar, minyak zaitun dapat membersihkan kulit. Minyak zaitun mengandung beberapa protein, vitamin dan mineral yang berguna bagi tubuh. Misalnya zat besi, vitamin D, vitamin E, omega 6, omega 9, polifenol (zat antioksidan) dan lain-lain. Kan dungan vitamen E dalam minyak zaitun cukup tinggi sehingga banyak dimanfaatkan sebagai media aromaterapi, terapi tubuh, produk kecantikan, dan lain-lain. Vitamin E yang terkandung dalamminyak zaitun berfungsi untuk membantu memperbaiki dan menguatkan jaringan kolagen pada kulit, melembabkan kulit dan membuat kulit lebih elastis atau kenyal, sebagai peeling untuk mengangkat sel kulit wajah yang mati dan regenerasi lapisan kulit yang baru serta untuk mencegah penuaan dini. –Inten Indrawati
Membersihkan Penis lembut dan cuci bawahnya de ngan bersih. Itu saja sudah cukup. Jika tidak melakukannya, atau tidak membersihkannya dengan benar maka akan mulai terlihat ada kotoran menumpuk yang disebut smegma tadi. Smegma ini sebenarnya adalah pelumas alami yang membuat lembab penis. Ini ditemukan pada kepala penis dan di bawah kulup. Smegma yang menumpuk dapat menjadi tempat berkembang biak bakteri. Hal ini dapat menyebabkan kemerahan dan pembengkakan dan sering juga mendatangkan keluhan gatal. Satu catatan lagi, jangan terlalu sering dan berlama-lama mencuci penis dengan sabun karena justru bisa menyebabkan iritasi. Iritasi bisa menyebabkan rasa nyeri. Jika ingin membersihkan penis dengan sabun, pilihlah sabun yang lembut atau tidak beraroma untuk
mengurangi risiko iritasi kulit dan jangan terlalu sering. Hindari pula penggunaan bedak dan deodoran pada penis. Pada laki-laki yang disunat, membersihkan penis harus tetap dilakukan. Yang sudah disunat dan tak memiliki kulup, kepala penis tidak lagi terlindung dari debu, keringat dan segala macam iritasi. Oleh sebab itu, pembersihan dengan cara mencuci juga wajib dan harus rutin dilakukan. Jangan lupa juga untuk membersihkan dan merapikan rambut penis atau rambut pubis. Dipotong secukupnya dan jangan dibiarkan tidak teratur dan terlalu lebat karena jika lembab akan jadi tempat buat tumbuhnya jamur. Bersihkan juga bagian pangkal penis dan bagian testis atau buah pelir. Keringat dan rambut kemaluan dapat menyatu sehingga menimbulkan bau tak sedap, seperti halnya bau
menyengat pada ketiak. Harus dibersihkan sesering mungkin untuk mencegah akumulasi ke ringat, terutama karena bagian tersebut hampir selalu tertutup oleh pakaian. Pastikan pula area antara pangkal testis dan anus selalu bersih dan bebas dari bau. Demikian juga jagalah kebersihan pakaian dalam. Sering lah mengganti pakaian dalam, minimal sehari dua kali setelah mandi, untuk menghindari jamur dan bakteri yang berasal dari pakaian dalam melekat pada penis. Untuk kejadian saat ini, sebaiknya jangan dibiarkan, dan segera diperiksakan ke dokter untuk diatasi. Yang terakhir, jagalah perilaku seksual Anda, janganlah berganti pasangan seksual dan tetaplah saling setia dengan pasangan Anda.
RESEP ALA CHEF
12
12 - 18 MEI 2014
Aneka Kreasi Bumbu Bumbu tradisional khas Bali atau yang biasa disebut basa genep, ternyata dapat diolah menjadi bumbu aneka makanan baik makanan asli Bali seperti sate, tum, maupun makanan nasional seperti bakso dan telur pindang. Berikut resep dari Tjok Adnyani, salah seorang penekun kuliner. Selamat mencoba.
Bakso Ayam Bahan bakso: 1 kg : daging ayam 50 gr : bawang putih 50 gr : brambang goreng 1 butir : telur ayam 1/2 sdt : merica 1/2 kg : tepung kanji
mengapung, angkat. Sisihkan bakso. - Buat kuahnya. Rebus bumbu khas Bali bersama air sampai
mendidih. Tambahkan daun salam dan daun jeruk. - Kuah siap digunakan. - Sajikan bakso di dalam mangkok, bersama soun yang sudah direndam dan kubis. Tuang kuahnya taburi bawang goreng, seledri. Siap disantap panas-panas.
Bumbu: 2 sdt : bumbu khas Bali 2 liter : air
Telur Pindang
Bahan pelengkap: Brambang goreng, seledri, soun, kubis.
Bahan: 250 gr : bumbu khas Bali 50 butir : telur ayam Kulit bawang merah Kulit bawang putih
Cara membuat: - Daging dihaluskan. Kemudian, campur dengan bahan bakso yang lain. Haluskan semua bahan sampai tercampur rata. - Buat air mendidih. Masukkan pulungan daging tadi ke dalam air mendidih. Setelah
Cara membuat: - Siapkan panci berisi air. - Masukkan telur. Usahakan,
jumlah air sampai batas melewati telur. - Masukkan bumbu khas Bali, kulit bawang merah dan kulit bawang putih ke dalamnya. - Rebus sampai telur matang kira-kira satu jam, sampai air tersisa sedikit. - Sajikan telur pindang.
Bahan: 5 butir 5 butir 2 ruas 1 ruas 1 ruas 1 ruas 3 butir 1 butir 1 sdt
: : : : : : : : :
bawang merah bawang putih jari lengkuas jari kunir jari kencur jari jahe kemiri pala merica
½ sdt ½ sdt 1 buah 1 buah 2 lembar
: : : : :
terasi ketumbar cabai merah cabai rawit daun jeruk
Cara membuat: - Semua bumbu dihaluskan dan siap digunakan
Bu Tjok
bisa tembus sampai 10 besar,” kata Bu Tjok. Bumbu racikan Bu Tjok mulai dilirik dengan pemasaran dari mulut ke mulut. Ia menuturkan, satu hari ia menghabiskan 30 kilogram bumbu untuk mendapatkan 120 botol. Satu botol bumbu ia jual Rp 10 ribu. Saat ini, pemasaran bumbunya, selain dari orang ke orang, juga sudah merambah ke swalayan di Denpasar. Sehari-hari, ia dibantu empat orang karyawan. “Kalau ada pesanan ba nyak, baru nambah buatnya. Setiap hari cukup 30 kilogram saja,” tutur Runner up I Ibu Teladan 2005 ini. Bumbu racikan Bu Tjok memiliki kekhasan, yakni mampu bertahan dalam waktu dua minggu, bahkan hingga tiga bulan jika disimpan dalam lemari pendingin/kulkas. Bahan bumbu ini, semua bumbu khas Bali mulai dari bawang merah, bawang putih, kunir, laos, jahe, kencur, cabai merah, cabai rawit, terasi, merica, pala, ketumbar, jinten, kemiri dicampur jadi satu. Proses awalnya, bumbu diirisiris. Kemudian ditumbuk, dilanjutkan dengan diblender. Kemudian digoreng dan didinginkan. Siap dikemas. Dari bumbu racik ini, bisa diolah
Anda pencinta kopi? Tunggu dulu. Anda harus membaca informasi penting berikut ini, sebelum mengatakan diri penikmati kopi sejati. Ada tiga hal penting yang dapat mengantarkan kopi menjadi nikmat. Seperti apa? Berikut obrolan Tokoh dengan Nyoman Jaya Kusuma atau dikenal Hoo Jin Yong, pemerhati kopi dan juga pemilik usaha kecil menengah kopi.
Jaya Kusuma
A
da tiga proses yang dilewati kopi agar menghasilkan cita rasa yang nikmat. Pertama, mulai dari pemetikan petani. “Sebaiknya kopi dipetik saat sudah matang dan berwarna merah. Pilihlah buah kopi yang
Sarwan bermacam-macam makanan, baik makanan tradisional Bali maupun nasional. “Saat saya ikut lomba milyader itu, saya sajikan 25 menu makanan dari bumbu khas Bali ini. Sambutan juri sangat luar biasa. Mereka kagum dengan bumbu khas Bali ini. Makanan yang dihasilkan juga tidak amis, walaupun berbahan utama ikan seperti tum dan pepes ikan,” tuturnya. Bumbu kreasinya ini juga sudah dinikmati para turis asing yang berkunjung ke rumahnya di Sanur. “Di rumah saya bisa menampung untuk makan 50 orang. Banyak tamu dari agen perjalanan wisata mampir ke sini untuk mencari makanan khas Bali,” kata Bu Tjok. Menurut Bu Tjok, kreasi dan inovasinya dalam meracik bumbu khas Bali ini, tak lepas dari keinginannya memasarkan produk Bali agar dikenal di Indonesia dan mancanegara. “Bumbu khas Bali ini selain mampu diolah dengan aneka bahan makanan untuk menjadi menu istimewa, bisa juga untuk kesehatan, karena bumbu ini mengandung aneka rempah Bali yang menghangatkan badan serta untuk menjaga kesehatan tubuh,” imbuhnya. –Wirati Astiti
13
Nikmati Aroma Kopi
Bumbu Khas Bali Promosikan Bali lewat Bumbu Racik (Basa Genep) Bumbu khas Bali atau yang biasa disebut basa genep, sudah dikenal semua orang karena kekhasan rasa dan aromanya. Namun, tak semua orang bisa membuatnya. Apalagi bagi warga Bali yang tinggal jauh di perantauan, tentu sangat merindukan bumbu ini. Peluang ini dimanfaatkan Tjok. Istri Agung Adnyani atau yang akrab disapa Bu Tjok. Dengan mencoba bereksperimen selama satu tahun, Bu Tjok kini mencoba memasarkan bumbu khas Bali dalam botol. Dengan nama spesial “Bumbu Khas Bali Serbaguna Puri Racik”, racikan perempuan kelahiran 21 April 1949 ini, sudah mendapatkan pembeli dari luar Bali seperti Jakarta dan Solo. “Awalnya saya ikut lomba wirausaha ‘Jadi Milyader’ di salah satu televisi swasta. Saya gunakan bumbu racik ini sebagai inovasi yang saya kembangkan. Ternyata saya
C U L I N A RY C O R N E R
12 - 18 MEI 2014
Bahan: 300 gr 4 biji 4 biji 4 biji 150 gr 6 biji 4 siung ½ sdm 1 sdm ½ sdt 5 biji
kecil dan matang. Karena makin kecil bentuk kopi matang, rasanya makin enak. Biasanya, tanaman kopi yang letaknya makin tinggi dari permukaan laut, hasil buah kopinya makin kecil,” kata Jaya Kusuma. Setelah dipetik, pengelupasan
kulit kopi memerlukan waktu 24 jam s.d. 34 jam untuk fermentasi. Saat penjemuran, sebaiknya dialasi dengan terpal, beton, atau kayu. “Jangan jemur kopi langsung di tanah. Hal ini akan mengakibatkan kopi berbau tanah. Jika proses ini dilewati, sudah memberikan nilai 50% rasa kopi enak. Walaupun saat menyangrai tidak terlalu benar,” ujar lelaki asal Pupuan, Tabanan ini. Proses kedua, saat menyangrai kopi. Zaman dulu, masyarakat menyangrai kopi dengan alat tradisional seperti wajan. Mereka memerlukan waktu 1 ½ jam untuk menyangrai 30 kilogram kopi. Se telah disangrai, kopi harus dianginanginkan dulu agar suhu normal. Ini juga memerlukan waktu yang lama dan hasilnya tidak rata. Kini dengan kemajuan teknologi sudah diciptakan mesin. Mesin kecil untuk kapasitas 6 kilogram dapat menyangrai kopi dalam waktu 15 menit. “Ukuran waktu menyang rai yang tepat sekitar 13 menit.
Bola-bola Bakso Tumis Jamur Tiram
: jamur tiram, suwir-suwir : bakso ayam, potong jadi dua : bakso ikan, potong jadi dua : bakso udang, potong jadi dua : udang, kupas kulitnya : bawang merah, cincang halus : bawang putih, cincang halus : kecap asin : kecap manis : merica bubuk : cabai kecil, potong jadi dua - 200 ml : air
2 ruas : jari lengkuas, memarkan Gula, garam, penyedap bubuk secukupnya Margarin/minyak goreng buat menumis secukupnya
ram dan penyedap bubuk secukupnya - Masakan siap disajikan, taburi dengan bawang putih goreng.
Cara membuat: - Tumis bawang merah, bawang putih dan lengkuas sampai harum. - Masukkan udang, bolak-balik hingga berubah warna, masukkan semua bakso, aduk hingga rata, tambahkan cabai dan jamur, tambahkan air - Masukkan kecap asin, kecap manis dan merica, aduk-aduk hingga rata dan mendidih, tambahkan gula, ga-
Es Apel Madu Bahan: 2 buah : apel manalagi, kupas kulitnya, potongpotong, rendam dengan air garam 100 ml : air jeruk manis 75 ml : madu 250 ml : yoghurt
Es batu secukupnya Cara membuat: - Tiriskan apel, masukkan ke blender, tambahkan air jeruk, madu, yoghurt, juga es batu - Blender sampai halus, siap disajikan.
Jadi, dengan mesin kecil ini sudah menyamai hasil yang sesuai untuk menghasilkan kopi optimum. Untuk mendinginkan setelah disangrai juga tak sulit. Cukup dimasukkan ke cooler selama 5 menit, kopi sudah kembali normal,” kata Jaya Kusuma. Proses ketiga, cara penyajian kopi. Kopi yang enak adalah ketika disajikan fresh. Artinya, kopi dalam bentuk bijian dimasukkan ke dalam alat penggiling, kemudian langsung diseduh. Saat ini banyak ada varian kopi seperti kopi Robusta, kopi Arabica, kopi Kintamani, kopi Toraja, kopi Gayo, kopi Bajwa, kopi Papua, dan sedang tren kopi luwak. Menurutnya, kopi Bali adalah campuran kopi robusta dan arabica. Ada perpaduan cita rasa dari kedua jenis kopi ini. Robusta lebih pekat dan pahit, arabica lebih ada rasa asamnya. Jika ini dipadukan, hasilnya lebih sempurna. Ia mengatakan, saat ini masih rancu pengertian kopi campuran
bukan berarti kopi dicampur jagung. Namun, maksudnya, jenis kopinya yang dicampur untuk mendapatkan cita rasa yang optimal. Untuk mengetahui cita rasa kopi yang sesungguhnya, seduhlah kopi murni alias tanpa gula. Saat mencium aromanya, Anda akan tahu jenis kopi tesebut. Saat menikmati kopi yang tepat adalah ketika kita sudah mandi, berpakaian, dan siap beraktivitas. Duduklah santai dan nikmati aroma kopi lewat indra penciuman. Kemudian, minumlah kopi secara pelanpelan. Minumlah kopi secukupnya, pagi hari dan sore hari. Untuk satu takaran, sekitar 9 gram kopi dimasukkan dalam cangkir kecil ditambah dengan sekitar 80 ml air. “Minum kopi yang baik adalah jangan berlebihan. Ada yang bilang lebih enak minum kopi ditemani rokok. Namun, akan lebih baik dan nikmat lagi, jika minum kopi tanpa rokok,” kata Jaya Kusuma yang punya slogan “Life Begins After Coffee” ini. –Wirati Astiti
Puyuh Tahu Bumbu Merah Bahan: 3 biji : tahu, potong dadu, goreng hingga kekuningan 250 gr : telor puyuh rebus, buang kulitnya, goreng sebentar 200 ml : air 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 2 lembar : daun jeruk Minyak untuk menggoreng secukupnya Gula, garam dan kaldu bubuk secukupnya Bumbu halus: 5 biji : cabai merah besar, buang bijinya 5 biji : cabai kecil
8 butir : bawang merah 4 siung : bawang putih 6 butir : lada Cara membuat: - Tumis bumbu halus bersama lengkuas, serai dan daun jeruk hingga harum. - Masukkan tahu juga telor puyuh, aduk hingga rata. - Tambahkan air, aduk terus hingga bumbu mengental dan tambahkan gula, garam dan kaldu bubuk secukupnya. - Masakan siap dihidangkan, tambahkan bawang putih goreng di atasnya.
RESEP ALA CHEF
12
12 - 18 MEI 2014
Aneka Kreasi Bumbu Bumbu tradisional khas Bali atau yang biasa disebut basa genep, ternyata dapat diolah menjadi bumbu aneka makanan baik makanan asli Bali seperti sate, tum, maupun makanan nasional seperti bakso dan telur pindang. Berikut resep dari Tjok Adnyani, salah seorang penekun kuliner. Selamat mencoba.
Bakso Ayam Bahan bakso: 1 kg : daging ayam 50 gr : bawang putih 50 gr : brambang goreng 1 butir : telur ayam 1/2 sdt : merica 1/2 kg : tepung kanji
mengapung, angkat. Sisihkan bakso. - Buat kuahnya. Rebus bumbu khas Bali bersama air sampai
mendidih. Tambahkan daun salam dan daun jeruk. - Kuah siap digunakan. - Sajikan bakso di dalam mangkok, bersama soun yang sudah direndam dan kubis. Tuang kuahnya taburi bawang goreng, seledri. Siap disantap panas-panas.
Bumbu: 2 sdt : bumbu khas Bali 2 liter : air
Telur Pindang
Bahan pelengkap: Brambang goreng, seledri, soun, kubis.
Bahan: 250 gr : bumbu khas Bali 50 butir : telur ayam Kulit bawang merah Kulit bawang putih
Cara membuat: - Daging dihaluskan. Kemudian, campur dengan bahan bakso yang lain. Haluskan semua bahan sampai tercampur rata. - Buat air mendidih. Masukkan pulungan daging tadi ke dalam air mendidih. Setelah
Cara membuat: - Siapkan panci berisi air. - Masukkan telur. Usahakan,
jumlah air sampai batas melewati telur. - Masukkan bumbu khas Bali, kulit bawang merah dan kulit bawang putih ke dalamnya. - Rebus sampai telur matang kira-kira satu jam, sampai air tersisa sedikit. - Sajikan telur pindang.
Bahan: 5 butir 5 butir 2 ruas 1 ruas 1 ruas 1 ruas 3 butir 1 butir 1 sdt
: : : : : : : : :
bawang merah bawang putih jari lengkuas jari kunir jari kencur jari jahe kemiri pala merica
½ sdt ½ sdt 1 buah 1 buah 2 lembar
: : : : :
terasi ketumbar cabai merah cabai rawit daun jeruk
Cara membuat: - Semua bumbu dihaluskan dan siap digunakan
Bu Tjok
bisa tembus sampai 10 besar,” kata Bu Tjok. Bumbu racikan Bu Tjok mulai dilirik dengan pemasaran dari mulut ke mulut. Ia menuturkan, satu hari ia menghabiskan 30 kilogram bumbu untuk mendapatkan 120 botol. Satu botol bumbu ia jual Rp 10 ribu. Saat ini, pemasaran bumbunya, selain dari orang ke orang, juga sudah merambah ke swalayan di Denpasar. Sehari-hari, ia dibantu empat orang karyawan. “Kalau ada pesanan ba nyak, baru nambah buatnya. Setiap hari cukup 30 kilogram saja,” tutur Runner up I Ibu Teladan 2005 ini. Bumbu racikan Bu Tjok memiliki kekhasan, yakni mampu bertahan dalam waktu dua minggu, bahkan hingga tiga bulan jika disimpan dalam lemari pendingin/kulkas. Bahan bumbu ini, semua bumbu khas Bali mulai dari bawang merah, bawang putih, kunir, laos, jahe, kencur, cabai merah, cabai rawit, terasi, merica, pala, ketumbar, jinten, kemiri dicampur jadi satu. Proses awalnya, bumbu diirisiris. Kemudian ditumbuk, dilanjutkan dengan diblender. Kemudian digoreng dan didinginkan. Siap dikemas. Dari bumbu racik ini, bisa diolah
Anda pencinta kopi? Tunggu dulu. Anda harus membaca informasi penting berikut ini, sebelum mengatakan diri penikmati kopi sejati. Ada tiga hal penting yang dapat mengantarkan kopi menjadi nikmat. Seperti apa? Berikut obrolan Tokoh dengan Nyoman Jaya Kusuma atau dikenal Hoo Jin Yong, pemerhati kopi dan juga pemilik usaha kecil menengah kopi.
Jaya Kusuma
A
da tiga proses yang dilewati kopi agar menghasilkan cita rasa yang nikmat. Pertama, mulai dari pemetikan petani. “Sebaiknya kopi dipetik saat sudah matang dan berwarna merah. Pilihlah buah kopi yang
Sarwan bermacam-macam makanan, baik makanan tradisional Bali maupun nasional. “Saat saya ikut lomba milyader itu, saya sajikan 25 menu makanan dari bumbu khas Bali ini. Sambutan juri sangat luar biasa. Mereka kagum dengan bumbu khas Bali ini. Makanan yang dihasilkan juga tidak amis, walaupun berbahan utama ikan seperti tum dan pepes ikan,” tuturnya. Bumbu kreasinya ini juga sudah dinikmati para turis asing yang berkunjung ke rumahnya di Sanur. “Di rumah saya bisa menampung untuk makan 50 orang. Banyak tamu dari agen perjalanan wisata mampir ke sini untuk mencari makanan khas Bali,” kata Bu Tjok. Menurut Bu Tjok, kreasi dan inovasinya dalam meracik bumbu khas Bali ini, tak lepas dari keinginannya memasarkan produk Bali agar dikenal di Indonesia dan mancanegara. “Bumbu khas Bali ini selain mampu diolah dengan aneka bahan makanan untuk menjadi menu istimewa, bisa juga untuk kesehatan, karena bumbu ini mengandung aneka rempah Bali yang menghangatkan badan serta untuk menjaga kesehatan tubuh,” imbuhnya. –Wirati Astiti
13
Nikmati Aroma Kopi
Bumbu Khas Bali Promosikan Bali lewat Bumbu Racik (Basa Genep) Bumbu khas Bali atau yang biasa disebut basa genep, sudah dikenal semua orang karena kekhasan rasa dan aromanya. Namun, tak semua orang bisa membuatnya. Apalagi bagi warga Bali yang tinggal jauh di perantauan, tentu sangat merindukan bumbu ini. Peluang ini dimanfaatkan Tjok. Istri Agung Adnyani atau yang akrab disapa Bu Tjok. Dengan mencoba bereksperimen selama satu tahun, Bu Tjok kini mencoba memasarkan bumbu khas Bali dalam botol. Dengan nama spesial “Bumbu Khas Bali Serbaguna Puri Racik”, racikan perempuan kelahiran 21 April 1949 ini, sudah mendapatkan pembeli dari luar Bali seperti Jakarta dan Solo. “Awalnya saya ikut lomba wirausaha ‘Jadi Milyader’ di salah satu televisi swasta. Saya gunakan bumbu racik ini sebagai inovasi yang saya kembangkan. Ternyata saya
C U L I N A RY C O R N E R
12 - 18 MEI 2014
Bahan: 300 gr 4 biji 4 biji 4 biji 150 gr 6 biji 4 siung ½ sdm 1 sdm ½ sdt 5 biji
kecil dan matang. Karena makin kecil bentuk kopi matang, rasanya makin enak. Biasanya, tanaman kopi yang letaknya makin tinggi dari permukaan laut, hasil buah kopinya makin kecil,” kata Jaya Kusuma. Setelah dipetik, pengelupasan
kulit kopi memerlukan waktu 24 jam s.d. 34 jam untuk fermentasi. Saat penjemuran, sebaiknya dialasi dengan terpal, beton, atau kayu. “Jangan jemur kopi langsung di tanah. Hal ini akan mengakibatkan kopi berbau tanah. Jika proses ini dilewati, sudah memberikan nilai 50% rasa kopi enak. Walaupun saat menyangrai tidak terlalu benar,” ujar lelaki asal Pupuan, Tabanan ini. Proses kedua, saat menyangrai kopi. Zaman dulu, masyarakat menyangrai kopi dengan alat tradisional seperti wajan. Mereka memerlukan waktu 1 ½ jam untuk menyangrai 30 kilogram kopi. Se telah disangrai, kopi harus dianginanginkan dulu agar suhu normal. Ini juga memerlukan waktu yang lama dan hasilnya tidak rata. Kini dengan kemajuan teknologi sudah diciptakan mesin. Mesin kecil untuk kapasitas 6 kilogram dapat menyangrai kopi dalam waktu 15 menit. “Ukuran waktu menyang rai yang tepat sekitar 13 menit.
Bola-bola Bakso Tumis Jamur Tiram
: jamur tiram, suwir-suwir : bakso ayam, potong jadi dua : bakso ikan, potong jadi dua : bakso udang, potong jadi dua : udang, kupas kulitnya : bawang merah, cincang halus : bawang putih, cincang halus : kecap asin : kecap manis : merica bubuk : cabai kecil, potong jadi dua - 200 ml : air
2 ruas : jari lengkuas, memarkan Gula, garam, penyedap bubuk secukupnya Margarin/minyak goreng buat menumis secukupnya
ram dan penyedap bubuk secukupnya - Masakan siap disajikan, taburi dengan bawang putih goreng.
Cara membuat: - Tumis bawang merah, bawang putih dan lengkuas sampai harum. - Masukkan udang, bolak-balik hingga berubah warna, masukkan semua bakso, aduk hingga rata, tambahkan cabai dan jamur, tambahkan air - Masukkan kecap asin, kecap manis dan merica, aduk-aduk hingga rata dan mendidih, tambahkan gula, ga-
Es Apel Madu Bahan: 2 buah : apel manalagi, kupas kulitnya, potongpotong, rendam dengan air garam 100 ml : air jeruk manis 75 ml : madu 250 ml : yoghurt
Es batu secukupnya Cara membuat: - Tiriskan apel, masukkan ke blender, tambahkan air jeruk, madu, yoghurt, juga es batu - Blender sampai halus, siap disajikan.
Jadi, dengan mesin kecil ini sudah menyamai hasil yang sesuai untuk menghasilkan kopi optimum. Untuk mendinginkan setelah disangrai juga tak sulit. Cukup dimasukkan ke cooler selama 5 menit, kopi sudah kembali normal,” kata Jaya Kusuma. Proses ketiga, cara penyajian kopi. Kopi yang enak adalah ketika disajikan fresh. Artinya, kopi dalam bentuk bijian dimasukkan ke dalam alat penggiling, kemudian langsung diseduh. Saat ini banyak ada varian kopi seperti kopi Robusta, kopi Arabica, kopi Kintamani, kopi Toraja, kopi Gayo, kopi Bajwa, kopi Papua, dan sedang tren kopi luwak. Menurutnya, kopi Bali adalah campuran kopi robusta dan arabica. Ada perpaduan cita rasa dari kedua jenis kopi ini. Robusta lebih pekat dan pahit, arabica lebih ada rasa asamnya. Jika ini dipadukan, hasilnya lebih sempurna. Ia mengatakan, saat ini masih rancu pengertian kopi campuran
bukan berarti kopi dicampur jagung. Namun, maksudnya, jenis kopinya yang dicampur untuk mendapatkan cita rasa yang optimal. Untuk mengetahui cita rasa kopi yang sesungguhnya, seduhlah kopi murni alias tanpa gula. Saat mencium aromanya, Anda akan tahu jenis kopi tesebut. Saat menikmati kopi yang tepat adalah ketika kita sudah mandi, berpakaian, dan siap beraktivitas. Duduklah santai dan nikmati aroma kopi lewat indra penciuman. Kemudian, minumlah kopi secara pelanpelan. Minumlah kopi secukupnya, pagi hari dan sore hari. Untuk satu takaran, sekitar 9 gram kopi dimasukkan dalam cangkir kecil ditambah dengan sekitar 80 ml air. “Minum kopi yang baik adalah jangan berlebihan. Ada yang bilang lebih enak minum kopi ditemani rokok. Namun, akan lebih baik dan nikmat lagi, jika minum kopi tanpa rokok,” kata Jaya Kusuma yang punya slogan “Life Begins After Coffee” ini. –Wirati Astiti
Puyuh Tahu Bumbu Merah Bahan: 3 biji : tahu, potong dadu, goreng hingga kekuningan 250 gr : telor puyuh rebus, buang kulitnya, goreng sebentar 200 ml : air 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 2 lembar : daun jeruk Minyak untuk menggoreng secukupnya Gula, garam dan kaldu bubuk secukupnya Bumbu halus: 5 biji : cabai merah besar, buang bijinya 5 biji : cabai kecil
8 butir : bawang merah 4 siung : bawang putih 6 butir : lada Cara membuat: - Tumis bumbu halus bersama lengkuas, serai dan daun jeruk hingga harum. - Masukkan tahu juga telor puyuh, aduk hingga rata. - Tambahkan air, aduk terus hingga bumbu mengental dan tambahkan gula, garam dan kaldu bubuk secukupnya. - Masakan siap dihidangkan, tambahkan bawang putih goreng di atasnya.
J E L I TA
14
12 - 18 mei 2014
Jangan Salah Pilih Pelembab
Beraktivitas di luar maupun di dalam ruangan ber –AC mudah membuat kulit mengering. Padahal, tak ada seorangpun apalagi perempuan yang ingin memiliki kulit kering. Apabila kadar air di bawah normal, kulit akan terlihat kering, kusam, dan bersisik. Oleh karena itu kelembaban kulit wajib dijaga, salah satunya dengan memakai pelembab.
M
enurut dr. I.G.N Darma Putra, Sp.KK, pelembab adalah produk perawatan kulit yang berfungsi untuk menjaga kadar air kulit, sehingga kulit akan tampak halus dan kenyal. Kulit yang kelembabannya terjaga akan terlihat lebih cerah serta pori-pori terlihat lebih kecil. Krim pelembab pada dasarnya terdiri dari emulsi minyak dalam air, dan mengandung tetesan kecil minyak. Tapi ada juga pelembab yang terdiri dari emulsi air dalam minyak.
apa yang cocok untuk jenis kulit kita. Jangan sampai karena salah pilih jenis pelembab, justru menjadikan kulit semakin kering. Semua jenis kulit, sebutnya memerlukan pelembab. Tentu dengan bahan dan komposisi yang berbeda-beda sesuai dengan jenis setiap kulit. Ada yang mempunyai jenis kulit kering, berminyak, sensitif hingga normal dan kesemuanya memerlukan perlindungan dari berbagai pengaruh buruk lingkungan. Untuk kulit normal, pilih pelembab yang berupa krim
dr. I.G.N Darma Putra, Sp.KK.
atau lotion. Pemilik kulit kering sebaiknya kata dokter Darma menggunakan pelembab berupa krim. Sedangkan untuk kulit berminyak, gunakan bahan pelembab gel atau lotion. Bagi seseorang yang memiliki kulit wajah yang berminyak apabila salah dalam memilih pelembab akan merang sang munculnya komedo dan jerawat. Makanya, untuk kulit berminyak pilih pelembab wajah yang bebas minyak (oil free) dan nonkomedogenik. Penggunaan pelembab, sebaiknya dimulai sejak usia muda, terutama bagi yang memiliki
kulit kering. Bahkan penggunaan pelembab sudah bisa digunakan sejak bayi dan bukan hanya untuk wajah melainkan untuk seluruh tubuh. “Apalagi melihat kondisi alam sekarang, mulai dari cuaca yang panas-dingin tidak jelas, angin, polusi, aktivitas yang banyak di ruangan ber- AC, kegiatan yang langsung dibawah matahari, semuanya sangat mudah menyebabkan kulit menjadi dehidrasi. Selain itu juga faktor bertambahnya usia,” paparnya. Agar fungsi pelembab optimal bagi kulit, dokter Darma juga menekankan sebaiknya pelembab
“Mulai sekarang, jangan lupa selalu memperhatikan cara dan hal-hal penting lainnya saat menggunakan pelembab. Jika kita terbiasa melakukannya dengan benar pasti kulit akan sehat dan cantik” Dokter Darma juga mengatakan, pelembab dapat bersifat oklusif atau humektan. Oklusif artinya bahan pelembab yang digunakan bekerja melapisi kulit sehingga air yang sudah masuk kedalam kulit tidak mudah me nguap. Sedangkan Humektan bersifat menarik air dari luar, sehingga sebaiknya digunakan saat kulit atau lingkungan sekitar kulit lembab sebab bila digunakan saat suasana kering akan menyebabkan kulit tambah kering, karena ahan humektan menarik air dari lapisan kulit yang lebih dalam. Pelembab saat ini umumnya mencampurkan bahan-bahan yang bersifat oklusif dan humektan sehingga lebih maksimal menjaga kelembaban kulit. Pemilik D&I Skin Centre Bali ini menyarankan, sebelum menggunakan pelembab lebih baik jika kita tahu jenis pelembab seperti
digunakan atau dioleskan setelah mandi atau setelah mencuci muka dua kali sehari. Karena sehabis mandi maupun cuci muka, air yang sudah terserap masuk ke dalam kulit agar dapat tetap lama bertahan didalam kulit perlu dioleskan pelembab untuk menjaganya. Waktu yang tepat untuk meng aplikasikan pelembab diwajah adalah 30-60 menit sebelum kita mulai berdandan, atau meng aplikasikan makeup base/face primer/foundation. “Hal ini agar pelembab terserap sempurna oleh kulit dan kita mendapatkan hasil yang maksimal dari manfaat pelembab itu sendiri,”ujarnya. Sekali lagi ditekankannya kalau pelembab sangat membantu kulit untuk tetap elastis dan kenyal, serta tidak terasa kering. “Jika diperhatikan pelembab adalah perawatan kulit paling simpel dan wajib digunakan,” katanya. Satu lagi yang tidak kalah pentingn ya ketika seseorang memakai pelembab, biarkan pelembabnya meresap dahulu. “Setelah diaplikasikan ke wajah, diamkan dulu selama dua atau tiga menit baru dilanjutkan dengan make up lainnya,” imbuhnya. Diingatkan juga untuk membersihkan tangan sebelum mulai memulaskan pelembab termasuk make up . Ini hal yang sangat pen ting , jangan biarkan pelembab atau make up yang akan menempel di wajah terkontaminasi de ngan kotoran-kotoran di tangan. Selain pemakaian pelembab, jangan lupa pemilihan sabun yang tepat. Karena merupakan rangkaian perawatan untuk kulit. “Mulai sekarang, jangan lupa selalu memperhatikan cara dan hal-hal penting lainnya saat menggunakan pelembab. Jika kita terbiasa melakukannya dengan benar pasti kulit akan sehat dan cantik,” ujarnya. – Sri Ardhini
12 - 18 mei 2014
MITOS ATAU FAKTA
11
Segelas Anggur Merah untuk Kelembutan Kulit Wanita pasti ingin tampil cantik dan menarik. Salah satunya dengan menjaga dan merawat kulit. Seringkali wanita tak menyadari hal-hal sederhana yang ada di sekeliling bahkan yang sering terjadi pada dirinya, berdampak pada kulit. Mitos-mitos yang belum bisa dipastikan kebenarannya pun beredar di masyarakat. Dokter Rina Yusnita, dokter konsultan Klinik Kecantikan House of Dura Bali akan meluruskan beberapa mitos, sebagai berikut: Mitos: Lingkaran hitam di seputar mata disebabkan karena kurang tidur Fakta: Lingkaran hitam di mata dapat merusak penampilan. Penyebabnya bisa karena kurang tidur, insomnia karena stres, lupa minum karena sibuk bekerja, serta berada di ruangan ber-AC terlalu lama. Kepenatan setelah lama menatap monitor dan bekerja juga membuat otot dan kulit di sekitar mata ikut tegang. Akibatnya, aliran darah dan kelenjar limpatik di area tersebut tidak lancar sehingga cairan di area mata mengumpul, membuat mata jadi sembap dan muncullah bayang an hitam di bawah mata. Bila hal ini berlarut-larut, bisa menimbulkan dehidrasi dan akibatnya muncul keriput di kulit seputar mata. Mitos: Mentimun membantu menghilangkan mata lebam Fakta: Mentimun tidak hanya baik bagi kesehatan, tapi juga dapat bermanfaat untuk mengatasi mata lebam/bengkak, karena kan dungan astringent yang ada di dalamnya membantu untuk menghilangkan bengkak. Agar lebih efektif, taruh potongan (sesuai yang dibutuhkan) mentimun ke lemari es, kompreskan pada mata selama kurang lebih 10 menit. Mitos: Lebih sering cuci muka lebih baik Fakta: Mencuci muka terlalu sering itu tidak baik, karena akan
www.kacarini.blogspot.com
dr. Oka Negara, FIAS
membuat kulit lebih kering, kasar, dan justru bisa lebih berminyak untuk orang yang memiliki kulit berminyak. Jadi, lebih baik mencuci muka 2-3 kali sehari saja, yaitu sehabis bangun tidur, dan sebelum tidur. Mitos: Membasuh wajah dengan air dingin dapat memperkecil pori Fakta: Membasuh wajah de ngan air dingin tidak akan dapat memperkecil pori-pori kulit. Poripori kulit akan mengecil hanya dengan cara melakukan perawatan wajah. Baik dengan melakukan pembersihan wajah di rumah maupun datang ke klinik kecantikan untuk melakukan perawatan wajah. Mitos: Jus lemon dapat mencerahkan kulit dan rambut Fakta: Lemon memang punya banyak khasiat yang baik untuk tubuh, terutama untuk kesehatan dan kecantikan. Lemon dipercaya dapat mencerahkan kulit dan rambut, hal ini karena lemon sangat kaya kalsium, vitamin C, magnesium, dan kalium, yakni mineral dan antioksidan yang baik untuk kesehatan kulit. Mitos: Anggur merah baik untuk kecantikan kulit Fakta : Benar. Minuman fermentasi ini memang kaya akan antioksidan dan polyphenol yang sangat bermanfaat untuk melawan radikal bebas dalam tubuh sekaligus membantu menghambat timbulnya gejala
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
“Dok, saya cowok usia 21 tahun belum menikah, saya mau bertanya, saya merasakan gatal di sekitar selangkangan dan bagian buah zakar. Bagaimana cara mengobatinya, dan bagaimana cara menjaga kebersihan organ vital yang benar dok? Terimakasih. (Gus,21) Penis adalah salah satu organ vital yang harus selalu bersih. Selalu menjaga keber sihan penis tidak hanya akan menguntungkan laki-laki, tetapi juga pasangannya. Tetapi pada kenyataannya, banyak laki-laki yang kurang memperhatikan kebersihan penis dan ini dapat memicu risiko kesehatan yang cukup serius. Dalam kasus ini, kemungkinan besar memang terjadi keradangan atau iritasi
yang penyebabnya perlu ditelusuri lagi, tetapi bisa jadi memang k arena kurang cermat dalam merawat dan membersihkan kelamin. Membersihkan penis sebenarnya sangat mudah. Salah satu cara paling mudah adalah mem basuh bagian penis dengan air hangat atau air bersih setiap hari saat mandi. Buat yang tidak disunat tinggal tarik kulit yang menutup kepala penis dengan
dr. Rina Yusnita
penuaan. Manfaat lain, campurkan segelas anggur merah ke dalam satu baskom air hangat, kemudian gunakan campuran anggur tersebut untuk merendam tangan dan kaki sebelum dilakukan manikur-pedikur. Kulit akan lebih lembut. Mitos: Mengonsumsi cokelat membuat kulit wajah berjerawat Fakta: Salah. Berdasarkan penelitian, tak ada bukti secara ilmiah bahwa ada pengaruh dari konsumsi cokelat dengan timbulnya jerawat. Karena, yang menjadi pemicu timbulnya jerawat pada seseorang adalah jenis kulit, kondisi hormonal setiap individu serta pola membersihkan wajah. Mitos: Makin tinggi SPF, makin tinggi proteksi yang diperoleh kulit Fakta: Sudah banyak orang yang sadar akan pentingnya menggunakan krim tabir surya. Hanya saja, belum semua paham jenis krim tabir surya yang harus mereka gunakan, dan tingkat SPF (Sun Protection Filter) yang tepat untuk mereka. SPF merupakan perlindungan kulit dari radiasi sinar UV B yang bisa
membakar kulit. Untuk kulit orang Indonesia yang beraktivitas normal seperti bekerja, sekolah, atau jalan-jalan, SPF 15 sudah cukup melindungi kulit. Namun, jika Anda memiliki banyak aktivitas di luar ruangan dalam waktu lama, atau aktivitas yang berhubungan dengan air seperti berenang, gunakan SPF yang sedikit lebih tinggi. Mitos: Tidak perlu memakai tabir surya jika hari berawan/men dung Fakta: Tidak benar. Saat musim hujan pun, pemakaian tabir surya tetap diperlukan untuk melindungi kulit dan mengatasi kulit belang. Karena, sinar ultraviolet (UV) tidak hilang selama musim hujan, walaupun matahari memang menjadi jarang terlihat karena langit sering mendung dan berawan. Namun, sinar ultraviolet dari matahari tidak benar-benar hilang. Sinar UV dapat datang melalui awan dan sinar tersebut lebih terkonsentrasi dan berbahaya bagi kulit. Sinar UV kemudian bisa memantul melalui trotoar, kendaraan, dan bahkan air. Sinar ini bisa datang dari mana pun, di tempat-tempat tidak terkira atau yang dipikir aman. Jika tidak melin dungi kulit dengan tabir surya, kulit akan terkena sinar UV, dan menjadi belang tanpa disadari. Karena itu, dokter ahli kulit juga telah merekomendasikan pemakaian tabir surya meskipun saat musim hujan. Mitos: Kulit berminyak, tak memerlukan moisturizer Fakta: Salah. Fungsi utama dari moisturizer adalah melembabkan kulit. Jadi, walaupun kulit Anda termasuk tipe kulit berminyak yang memproduksi minyak secara berlebih, tetap memerlukan nutrisi agar tampilannya tetap halus dan lembut. Untuk itu, usahakan menghindari
produk bertekstur padat, pilih yang bertekstur ringan dan terbuat dari bahan dasar air (water-based). Di pasaran, umumnya pelembab yang berbahan dasar air ini tersedia dalam bentuk lotion. Selain itu, sebaiknya Anda memilih pelembab yang diformulasikan secara khusus untuk kulit berminyak, yaitu pelembab yang berlabel ‘oil-free’ dan ‘oil-control’. Mitos: Kulit kering memper buruk keriput di wajah Fakta: Benar. Bagi pemilik jenis kulit kering, perlu menjaga kelembaban kulit. Karena pada kondisi kulit kering, radikal bebas serta substansi eksternal negatif lainnya akan menyerang lapisan kulit. Lamakelamaan hal ini akan menyebabkan kolagen serta elastin yang berperan menjaga elastisitas kulit, berkurangnya kemampuannya. Jika ini terjadi, timbullah keriput. Mitos: Minyak zaitun dapat membersihkan kulit Fakta: Memang benar, minyak zaitun dapat membersihkan kulit. Minyak zaitun mengandung beberapa protein, vitamin dan mineral yang berguna bagi tubuh. Misalnya zat besi, vitamin D, vitamin E, omega 6, omega 9, polifenol (zat antioksidan) dan lain-lain. Kan dungan vitamen E dalam minyak zaitun cukup tinggi sehingga banyak dimanfaatkan sebagai media aromaterapi, terapi tubuh, produk kecantikan, dan lain-lain. Vitamin E yang terkandung dalamminyak zaitun berfungsi untuk membantu memperbaiki dan menguatkan jaringan kolagen pada kulit, melembabkan kulit dan membuat kulit lebih elastis atau kenyal, sebagai peeling untuk mengangkat sel kulit wajah yang mati dan regenerasi lapisan kulit yang baru serta untuk mencegah penuaan dini. –Inten Indrawati
Membersihkan Penis lembut dan cuci bawahnya de ngan bersih. Itu saja sudah cukup. Jika tidak melakukannya, atau tidak membersihkannya dengan benar maka akan mulai terlihat ada kotoran menumpuk yang disebut smegma tadi. Smegma ini sebenarnya adalah pelumas alami yang membuat lembab penis. Ini ditemukan pada kepala penis dan di bawah kulup. Smegma yang menumpuk dapat menjadi tempat berkembang biak bakteri. Hal ini dapat menyebabkan kemerahan dan pembengkakan dan sering juga mendatangkan keluhan gatal. Satu catatan lagi, jangan terlalu sering dan berlama-lama mencuci penis dengan sabun karena justru bisa menyebabkan iritasi. Iritasi bisa menyebabkan rasa nyeri. Jika ingin membersihkan penis dengan sabun, pilihlah sabun yang lembut atau tidak beraroma untuk
mengurangi risiko iritasi kulit dan jangan terlalu sering. Hindari pula penggunaan bedak dan deodoran pada penis. Pada laki-laki yang disunat, membersihkan penis harus tetap dilakukan. Yang sudah disunat dan tak memiliki kulup, kepala penis tidak lagi terlindung dari debu, keringat dan segala macam iritasi. Oleh sebab itu, pembersihan dengan cara mencuci juga wajib dan harus rutin dilakukan. Jangan lupa juga untuk membersihkan dan merapikan rambut penis atau rambut pubis. Dipotong secukupnya dan jangan dibiarkan tidak teratur dan terlalu lebat karena jika lembab akan jadi tempat buat tumbuhnya jamur. Bersihkan juga bagian pangkal penis dan bagian testis atau buah pelir. Keringat dan rambut kemaluan dapat menyatu sehingga menimbulkan bau tak sedap, seperti halnya bau
menyengat pada ketiak. Harus dibersihkan sesering mungkin untuk mencegah akumulasi ke ringat, terutama karena bagian tersebut hampir selalu tertutup oleh pakaian. Pastikan pula area antara pangkal testis dan anus selalu bersih dan bebas dari bau. Demikian juga jagalah kebersihan pakaian dalam. Sering lah mengganti pakaian dalam, minimal sehari dua kali setelah mandi, untuk menghindari jamur dan bakteri yang berasal dari pakaian dalam melekat pada penis. Untuk kejadian saat ini, sebaiknya jangan dibiarkan, dan segera diperiksakan ke dokter untuk diatasi. Yang terakhir, jagalah perilaku seksual Anda, janganlah berganti pasangan seksual dan tetaplah saling setia dengan pasangan Anda.
10
BUGAR
Waspadai Nyeri Pinggang akut bila menetap kurang dari 6 minggu, subakut bila menetap antara 6 minggu sampai 3 bulan, dan kronis bila lebih dari 3 bulan. Pengelompokan nyeri pinggang ini penting karena terkait dengan penegakan diagnosis dan pengobatannya. Apa saja penyebab nyeri pinggang? Proses patologis yang mempengaruhi struktur yang membentuk punggung bawah dapat menyebabkan nyeri. Struk tur tersebut diantaranya adalah: tulang belakang yang tersusun sedemikian rupa dari leher sampai ke tulang ekor, diskus yang terletak di antara tulang belakang, sistem saraf yang berjalan dekat dengan tulang belakang, serta otot, tendon, dan ligamen yang termasuk ke dalam jaringan lunak. Proses patologis bisa berupa trauma (terjatuh), infeksi, tumor, proses penuaan, penjalaran nyeri dari organ-organ di seki tarnya, dan lain-lain.
dr. Deddy Andaka, M.Biomed., Sp.S
Nyeri pinggang merupakan masalah kesehatan yang cukup sering dijumpai di layanan kesehatan primer. Nyeri ping gang biasanya digambarkan sebagai nyeri, ketegangan otot, atau kekakuan yang terlokalisir di batas bawah tulang iga dan di atas lipatan lipatan paha, dengan atau tanpa rasa nyeri yang menjalar ke kaki. Laporan di Amerika Serikat menunjukkan 84% orang dewasa pernah mengalami nyeri pinggang. Klasifikasi Nyeri Pinggang Nyeri pinggang dapat diklasifikasikan berdasarkan penyebab dan durasi (waktu). Berdasarkan penyebab, nyeri pinggang dapat dikelompokkan menjadi nyeri ping gang spesifik dimana gejala yang muncul disebabkan oleh mekanisme patofisiologi yang spesifik, seperti hernia nuclei pulposi (HNP), infeksi, osteoporosis, rheumatoid arthritis, fraktur (patah tulang), atau tu mor; sedangkan gejala yang muncul pada nyeri pinggang nonspesifik tanpa penyebab spesifik yang jelas. Keluhannya bisa berupa kekakuan otot dan bersifat fokal di seki tar punggung sampai nyeri di atas lutut. Sekitar 90% nyeri pinggang masuk dalam kategori nyeri pinggang nonspesifik. Berdasarkan durasi (waktu), nyeri ping gang dapat dibagi menjadi nyeri pinggang
Apa yang harus diwaspadai dari nyeri pinggang? Dalam praktek klinis, adanya bendera merah (red flag) merupakan indikasi adanya proses patologi yang mendasari, termasuk masalah akar saraf. Berikut adalah bendera merah penanda waspada pada pasien dengan nyeri pinggang: - Nyeri pinggang muncul pada usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 55 tahun - Ada riwayat jatuh atau trauma pada tulang belakang - Nyeri dada dan gangguan bentuk tulang belakang - Terdapat kelemahan dan kesemutan pada kaki - Terdapat gangguan kencing dan buang air besar - Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan - Panas dan merasa kurang sehat - Penggunaan steroid yang rutin dalam waktu yang lama - Memiliki penyakit kencing manis atau penyakit lain yang menurunkan daya tahan tubuh - Memiliki riwayat tumor ganas (kanker) atau osteoporosis - Bila terdapat gejala di atas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Bagaimana gejala penjepitan atau masalah pada akar saraf? Adapun beberapa tanda atau keluhan yang sering dijumpai pada penjepitan atau masalah pada akar saraf adalah nyeri yang menjalar dari pinggang ke kaki sampai ujung jari kaki, nyeri pada kaki biasanya lebih
berat dari nyeri pinggang, terdapat mati rasa atau kesemutan yang sesuai dengan daerah yang disuplai oleh saraf yang terjepit, nyeri diperberat dengan batuk, bersin atau mengedan, pada proses yang berlangsung lama otot-otot kaki dapat mengecil dan bahkan dapat menimbulkan kelumpuhan. Dari pemeriksaan juga bisa didapatkan refleks pada kaki yang menurun dan nyeri menjalar dapat dimunculkan dengan teknik pemeriksaan neurologis tertentu. Pemeriksaan penunjang apa yang perlu dilakukan? Untuk memastikan adanya penyebab yang spesifik, ada beberapa pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan seperti pemeriksaan laboratorium, imaging se perti foto polos (X-ray) tulang belakang, CT-scan, MRI tulang belakang, lumbar punksi sesuai indikasi, serta neurofisiologi berupa elektromiografi (EMG) untuk me lihat kondisi saraf. X-ray bagus untuk melihat kondisi tulang dan struktur internal yang besar, namun kurang baik untuk melihat jaring an lunak seperti otot dan diskus atau bantalan yang terdapat di antara tulang. X-ray dapat menunjukkan bila ada tulang yang patah, bergeser, atau bentuk yang tidak normal. CT-scan dapat memberikan gambaran yang lebih detil dari X-ray, namun memiliki radiasi yang lebih besar. CT-scan dapat menunjukkan kelainan yang dapat ditun jukkan oleh X-ray, ditambah beberapa masalah pada jaringan lunak. MRI menggunakan medan magnet yang sangat kuat, memberi gambaran jaringan lunak yang lebih detil daripada CT-scan. Namun, kurang baik dilakukan pada pasien dengan implan logam pada tubuh mereka. MRI lebih akurat untuk kasus-kasus infeksi dan keganasan. Apakah setiap nyeri pinggang diperlukan pemeriksaan imaging? Tidak selalu. Kebanyakan kasus nyeri pinggang, meski terasa berat, tidak di sebabkan oleh proses yang membahaya kan. Nyeri pinggang dapat menghilang dengan pengobatan yang sederhana. Pemeriksaan imaging pada tulang belakang bukanlah pemeriksaan yang rutin dilaku kan. Selain memiliki efek radiasi yang kuat (terutama CT-scan), temuan abnormal pada imaging dapat dijumpai pada orang tanpa nyeri pinggang sekalipun. Pemeriksaan imaging diperlukan ter utama pada kasus nyeri pinggang dengan tanda bendera merah seperti yang sudah disebutkan di atas. Begitu juga pada keluh
12 - 18 MEI 2014
an nyeri pinggang yang sudah berlangsung 4 sampai 6 minggu, atau lebih. Tulang bela kang terbagi menjadi ruas-ruas leher, dada, lumbal, dan tulang ekor. Pemeriksaan neurologis yang baik akan dapat menun tun pemilihan imaging yang sesuai dengan tingkat ketinggian ruas yang tepat. Bagaimana menangani nyeri pinggang? Beberapa pasien memerlukan tindakan operasi untuk menangani nyeri pinggang. Namun, sebagian besar dapat membaik tanpa operasi, yaitu dengan obat-obatan penghilang nyeri dan kekakuan otot, in jeksi, latihan untuk peregangan, spinal ma nipulation, akupuntur, behaviour therapy , lumbar supports, massage, transcutaneous electrical nerve stimulation, dll. Pada nyeri pinggang akut disarankan untuk tetap aktif dan menghindari hanya berbaring di tempat tidur, kecuali intruksi dari dokter. Pada nyeri pinggang kronis perlu dicari juga tanda dari bendera kuning (yellow flag) seperti faktor yang berhubung an dengan pekerjaan, stres psikososial, mood yang depresif, beratnya nyeri dan pengaruh ke fungsional, episode nyeri pinggang sebelumnya, dan harapan pasien. Penanganan multidisiplin diperlukan untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal. Bagaimana mencegah agar nyeri pinggang tidak kambuh lagi? Untuk mencegah nyeri pinggang tidak kambuh lagi, mengubah kebiasaan buruk dan membiasakan gaya hidup sehat adalah kuncinya. Disarankan untuk tetap aktif dan rutin untuk melakukan latihan, ter utama yang dapat memperkuat otot perut dan punggung. Beberapa penelitian juga melaporkan pada orang yang merokok, risiko nyeri pinggang akan meningkat, begitu juga pada pasien dengan obsesitas (kegemukan). Kebiasaan mengangkat barang yang salah juga dapat memicu nyeri pinggang. Daerah lumbal adalah titik tumpu yang menyangga beban tubuh kita. Postur yang salah ketika menganggat barang dapat memberikan beban berlipat yang dirasakan oleh pinggang. Terlalu lama duduk dengan pekerjaan yang kurang aktif bergerak sebaiknya diatasi dengan melaku kan peregangan di sela-sela pekerjaan. Kasur yang terlalu lembek untuk tidur juga sebaiknya dihindari, bayangkan saja bila tulang belakang dalam posisi meleng kung selama 8 jam kita tidur, tentu bisa membentuk postur yang tidak baik. Sering kali, nyeri pinggang yang muncul adalah akumulasi dari kebiasaan buruk yang kita pupuk sehari-hari. Ayo membiasakan hidup sehat dan ucapkan selamat tinggal pada nyeri pinggang. dr. Deddy Andaka, M.Biomed., Sp.S Telepon: 08174750822 Twitter@DeddyAndaka
STYLE
12 - 18 MEI 2014
Pesona Batik Bali
Kini, dunia fashion bukan hanya miliki wanita. Pria pun punya gaya berbusana sendiri. Seperti persembahan style kali ini. Ade Rai, yang didapuk menjadi Duta Batik Bali ini, sosoknya tampak semakin gagah dengan balutan busana koleksi ”Balibatiku” by Bintang Mira.
D
eretan rancangan kemeja hasil per mainan cap, can ting dan tulis diatas kain dari seorang desainer papan
atas Bali ini mampu mengangkat lebih banyak lagi pesona motif Bali yang unik. Menariknya lagi label pria dari Bintang Mira ini hadir tanpa mengesampingkan karakter
Balibatiku by bintang mirA Jln. Legong Keraton No. 99 Sidan Gianyar Bali Tlp/ Faks : 62-361- 944599 Email : info@balibatiku.com Website : www.balibatiku.com, www.bintangmirA.com
siluet desainnya yang geometris, kaya warna dan corak. Batik Bali yang dikenakan Ade Rai, sengaja didesain sangat khas dengan corak poleng, barong, motif ikat dan patra Bali, yang semuanya mengandung nilai seni tinggi. Dengan pilihan bahan katun dan sutra yang berkuali tas, rancangan benuansa manly ini pun menjadi pilihan tepat untuk pria tampil stylish di berba gai acara.
15
PELESIR
16
12 - 18 mei 2014
Romantisme Taman Kota Singaraja menggunakan jins panjang, baju hi tam, serta topi metal itu, tidak jarang mengganggu suasana bagi Anda yang tidak terbiasa. Mereka biasanya tanpa diminta, sudah langsung menyanyikan lagu yang sebenarnya tidak ingin kita dengar. Namun, bagi Anda yang suka bernyanyi tentu suasana seperti ini akan terasa nikmat sebab lagu akustik tersebut lumayan nyaring terdengar. Mereka biasanya menaruh wadah di atas meja, dengan maksud Anda dapat memberi uang secukupnya. Kalau ada uang kecil, mungkin bisa dibagi. Kalau tidak bisa kita memberi uang, mereka akan tetap diam dan terus menyanyi.
Siapa yang bisa menolak bila ditawari berjalan-jalan di taman? Terlebih Taman Kota Singaraja. Tempat rekreasi yang ada di dalam Kota Singaraja asyik untuk berjalan santai dan lokasinya tidak sulit dicari, dekat Tugu Singa. Tempatnya cukup strategis dan dapat dijangkau dari berbagai arah.
A
khir pekan melan cong ke Taman Kota Singaraja merupa kan rutinitas wajib bagi warga kota. Beberapa dari mereka membawa anak dan keluar ga. Biasanya mereka yang tengah menikmati libur itu, mencari lapang an atau kedai di sisi taman. Mereka akan asyik melihat anak-anaknya berlarian di lapangan, bermain bola. Bola yang baru saja dibeli dari pedagang mainan sekitar taman. Sembari melihat anaknya bermain, mereka pun memesan sosis goreng dan jus buah. Waktu keluarga itu mereka isi dengan bercakap ringan, ditemani angin malam, di bawah po hon cemara, dan tak jarang diiringi lagu dari pengamen jalanan. Pola rekreasi seperti itu dirasa cukup efektif di tengah hiruk pikuk kota. Sederhana dan bermakna. Bagi anak muda, memanfaatkan waktu berkunjung ke Taman Kota bersama kekasih atau sahabat. Remaja kota biasanya mangkal di lesehan depan kedai makanan. Pesanan mereka pun hampir sama, yakni jus buah dan sosis goreng yang dominan disajikan oleh kedai-kedai makanan di sana. Tidak hanya sosis goreng, ada pula yang menjajakan aneka es. Mulai dari es campur, es teler, cendol, dsb. Buat mereka yang doyan bakso juga ada. Di sebelah barat Taman Kota berjejer berbagai menu bakso, nasi goreng, lalapan, dan capcay. Hampir di tiap sisi terdapat penjual makanan dan minuman. Tentu pengunjung tidak
perlu repot-repot membawa bekal dari rumah. Harga makanan yang ditawarkan berkisar Rp 5000 – Rp 20000. Cukup terjangkau dan rasanya menyamai kualitas rumah makan. Bagi mereka yang ingin melan cong pada malam hari, tentu lebih terasa susana Taman Kota. Sebab, lampu-lampu taman berjejer me ngitari lapangan. Ada pula air mancur, bangku taman, dan balai pertemuan. Biasanya di balai pertemuan itu, ke tika hari penting selalu penuh dengan acara amal atau acara kesenian. Di pojok taman, juga terdapat arena bermain anak. Seperti perosotan, ayunan, jungkat-jungkit, namun per mainan itu kurang terawat, hanya be berapa saja yang dapat digunakan. Lewat pukul 19.00, parkiran Ta man Kota sudah dipadati pengunjung. Mereka ingin menikmati keber samaan bersama orang terdekat dan sekadar membeli es atau gorengan di kedai makanan. Anda tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk menikmati makanan yang disajikan, menikmati suasana taman dan angin malam, bercakap ringan, serta santai bersama di akhir pekan. Tidak hanya akhir pekan, Taman Kota Singaraja juga padat sewaktu hari kerja. Biasanya hari itu dipenuhi pelajar yang usai melaksanakan ak tivitas di kampus atau pelajar yang ingin kerja kelompok di sana. Bila berkelompok, mereka pada umum nya memesan makanan yang banyak untuk dibagi bersama. Sambil ketawa mereka menguyah sosis, dan me nyeruput es. Kadang mereka meme
san lagi. Nampak air muka mereka terlepas dari penat usai santap malam bersama kawan-kawan. Bila tidak ingin suasana riuh, Anda dapat berjalan-jalan mengitari taman atau duduk-duduk di dekat air mancur. Anda juga dapat menikmati suasana kota dari sana. Melihat ken daraan lalu-lalang, melihat pasangan muda duduk mesra di bangku taman, atau melihat anak jalanan yang me nengadahkan tangan meminta koin. Anak jalanan di Taman Kota Singaraja cukup sering berseliweran. Mereka biasanya meminta uang untuk dapat membeli es gula atau roti bungkus. Kerap anak-anak tersebut mengajak kita untuk refleksi diri. Ternyata ada pula yang tidak beruntung di antara kita. Mereka tidak dapat menikmati sejuknya malam, indahnya taman, atau segarnya es teler, seperti yang tengah kita dapatkan. Tidak hanya anak jalanan, ada pula pengamen. Pengamen yang mengalunkan lagu-lagu lawas dengan chord sederhana, berusia sekitar 20 tahunan, selalu datang bergerombol,
JAJA BALI Susana malam taman sudah pasti romantis. Namun, Taman Kota tidak hanya digelar pada malam hari. Mulai pukul 05.00-10.00 Taman Kota dipa dati oleh pengunjung yang menyem patkan diri menghirup udara pagi dengan berolahraga. Mereka datang bersama pasangan, teman, anak, bah kan hewan peliharan. Mereka mengi tari taman sampai beberapa putaran, setelahnya rehat sejenak di bawah pohon cemara sambil meneguk bekal air yang dibawa dan membeli jaja Bali yang ditawarkan oleh beberapa peda gang kaki lima. Ada pula sekelompok anak-anak bermain bola mengenakan baju bertuliskan nama dan nomer punggung atlet bola idamannya. Bagi mereka yang hobi panjat tebing, di Taman Kota disediakan tempat untuk olahraga tersebut. Pada pagi hari Taman Kota Sin garaja dibersihkan dari daun-daun kering dan disiram, agar tetap asri. Di sana juga kita lihat anak sekolah yang hendak menuju sekolahnya di samping Taman Kota. Masyarakat yang usia lanjut juga melakukan aktivitasnya. Mereka membentuk kelompok senam. Pagi atau sore hari mereka memenuhi areal lapangan untuk senam bersama. Pengelolaan Taman Kota Singa raja ini juga harus terus ditingkatkan. Sebab masyarakat kota semakin menyadari pentingnya tempat seperti ini dikelola dengan sebaik-baiknya. “Saya berharap, tempat seperti ini semakin banyak di Singaraja. Taman
“Saya berharap, tempat seperti ini semakin banyak di Singaraja. Taman Kota ini juga merupakan tempat kami nong krong murah. Kami tidak perlu repotrepot menyisihkan uang bulanan banyak, hanya untuk membeli makanan di sini. Tempatnya juga asik”
Kota ini juga merupakan tempat kami nongkrong murah. Kami tidak perlu repot-repot menyisihkan uang bulanan banyak, hanya untuk mem beli makanan di sini. Tempatnya juga asik,” kata Dewa, mahasiswa yang berkunjung di malam hari. “Harga nya yang pas membuat kami tidak keberatan berkunjung, penjual ma kanannya juga ramah. Mereka pun mendapat rezeki yang cukup dari pengunjung,” tambahnya sembari menunjuk kedai-kedai makanan. “Saya sudah lama berjualan di tempat ini, sampai akhirnya saya mampu membuka kios lagi di sam ping sini. Dua kios ternyata mem bawa untung yang berkali lipat. Biasanya pengunjung ramai pada hari libur. Mereka kerap memesan cap cay, nasi goreng, sosis, dan jus buah,” tutur pemilik Warung Yeyen. Taman Kota Singaraja tidak saja membawa kenikmatan bagi pengunjung, mereka yang berjualan juga kena dampaknya. Mereka selalu menyajikan menu yang di mintai pengunjung. Harganya pun bersaing. Mereka juga menjaga kebersihan lingkungan. Kenyamanan pengunjung juga diperhintungkan. Terbukti mereka menata sedemikian rupa tempat lesehan yang menjadi tempat berkumpul pelanggannya. Sembari kumpul-kumpul, tentu mereka memesan makanan. Bila kadung nyaman, pelanggan biasa nya menambah lagi pesanan, un tuk lebih lama ngobrol walaupun tempatnya hanya lesehan. Bagi pengunjung, tempat mewah tidak menjamin kenyamanan dan keakra ban. Kenyamanan yang dibangun pedagang di Taman Kota Singaraja menjadikan penjual dan pembeli begitu akrab. Mereka tidak sungkan untuk bergurau dengan pedagang karena pengunjung sudah terbiasa berbelanja di sana. Pedagang pun lebih termotivasi untuk menyajikan makanan yang lebih baik. Bagi Anda yang belum pernah mengnjungi Taman Kota, segeralah meluncur. Taman Kota selalu me nyambut Anda. Terlebih bila Anda hanya mempunyai dana minim, tapi ingin berseliweran sekadar melepas kepenatan, Taman Kota Singaraja sangat direkomendasikan untuk yang ingin santai tanpa ribet mengeluarkan banyak uang. Ajaklah orang terdekat untuk berpergian ke Taman Kota. Sebab, mereka bisa menjadikan susana lebih nikmat. Bila Anda memutuskan untuk datang sendiri juga tidak masalah. Anda tentu akan terhibur dengan lagu yang terdengar dari radio pedagang makanan dan Anda akan terpaku melihat anak kecil bermain odongodong, ada pula anak-anak yang berlarian, bahkan ada pula bermain petasan. Suasana akrab seperti ini sangat jarang ditemui di kota-kota. Suasana yang tidak terlalu ramai, suasana yang menyediakan ruang untuk kita memikirkan hari esok, dan suasananya yang menyembuhkan jiwa dari segala kepenatan aktivitas sehari-hari. Taman Kota Singaraja dapat menjadi ruang refleksi seka ligus rekreasi. Taman Kota Singaraja dapat menjadi taman bagi siapa yang ingin menikmati waktu, bersama orang terdekat dengan cara seder hana. Bahagia itu sederhana, seperti saat kita melancong ke Taman Kota Singaraja. -Wulan
DARA
12 - 18 mei 2014
9
Gus Cakra
Lebih Suka Budaya
Dalam rangka peringatan HUT TMII ke-39 tahun 2014, Ida Bagus Cakra Manuaba tampil sebagai Peraga Busana Putra Unggulan Lomba Busana Adat Daerah ke-6 yang diikuti perwakilan dari 33 provinsi se-Indonesia. Di atas Panggung Bhinneka Tunggal Ika, Bali yang diwakili Kota Denpasar tampil memukau dengan busana adatnya. Gus Cakra-panggilan akrabnya yang berpasangan dengan Ida Ayu Revy Pidada memaparkan tentang potensi daerah Bali. “Saya menjelaskan tentang empat pilar pariwisata Kota Denpasar dan Dayu Revy menjelaskan tentang endek,” ujarnya.
I
tu hanya sekelumit prestasi teranyar yang diraih putra kedua pa sutri Ida Ayu Sukarini dan Ida Bagus Semadi Putra ini. Berpegang pada moto hidup bersyukur, berusaha, dan bela jar, dengan itu pula ia menapaki masa mudanya, hingga berhasil menggondol deretan prestasi yang mem banggakan. Salah sa tunya sebagai Juara I Duta Endek Kota Denpasar 2013. Ajang sosialisasi dan promosi produk lokal unggulan Kota Denpasar yang pertamakali digelar ta hun 2012 itu menjadi batu loncatan bagi Gus Cakra. Seb agai Duta Endek, ia banyak mendapatkan kesempatan terlibat da lam kegiatankegiatan yang dilaksanakan Dekranasda, Disperindag Kota de n p a s a r, d i antaranya seminar un tuk generasi muda untuk mencin tai produk endek, bekerjasa ma dengan Kominfo Kota
Denpasar dan grup band Bali XXX. “Waktu itu kami menyo sialisakan bangga pakai endek dengan langsung turun ke lapang an menyerahkan flayer yang berisi bangga pakai endek,” tutur remaja kelahiran Denpasar, 10 April 1991 ini. Gus Cakra yang mengaku sejak dulu menyukai endek, terg erak untuk turut dalam ajang Pemilihan Duta Endek 2013. Apalagi, dukungan dari keluarga dan sahabat-sabat nya begitu besar. Lulusan S-1 Fakultas Ekonomi Uni veritas Udayana ini pun tak menyangka dan bersyukur dirinya dinobatkan sebagai Juara I. “Saat itu perasaan saya sangat senang karena dapat membahagia kan keluarga dan saha bat-sahabat yang men dukung saya,” kisahn ya. M e l a lui ajang Pemilih an Duta Endek Kota Den pasar ini ia berharap endek se bagai produk lokal Denpasar makin dincintai, dan masyarakat yang menggunakan
endek makin bangga. Den gan demikian, endek akan makin terkenal tak hanya di Bali, namun juga di na sional bahkan internasional. “Seperti dalam acara HUT TMII beberapa waktu lalu, semua panitia mengenakan tenun ikat Bali (endek),” ujarnya bangga. Sebelumnya, Gus Cakra juga kerap mengikuti ajang kompetisi lainnya, dan be berapa prestasi yang berhasil diraih di antaranya Juara II Pemain Pria Terbaik PSR ke22 se-Kota Denpasar Tahun 2006; Juara II Pementasan Terbaik PSR ke-22 Kota Den pasar Tahun 2006; Pasukan 17 Paskibraka Daerah Provinsi Bali Tahun 2007; Juara II Lom baPaduan Suara PSR se-Kota Den pasar Tahun 2008; Top Five Teruna Denpasar 2009; Juara I Lomba Tata Busana Adat Bali, Fakultas Ekonomi Unud Tahun 2010; Runer Up II Bagus Badung Tahun 2011; 23 Besar Finalis Bali Youth Marketing preneur Bank Indonesia Tahun 2012; Juara I Lomba Design Baju Endek Casual Denpasar Festival ke-6 Tahun 2013. Menurutnya, masing-masing lomba mempunyai kesulitan dan keseruan berbeda-beda, sekali gus menyenangkan. “Kalau saya
Gus Cakra dan Ida Ayu Revy Pidada
lebih suka mengikuti lomba yang ada unsur budaya. Karena, selain mendapatkan pengalaman, saya juga dapat belajar dan melestarikan kebudayaan,” ungkap Gus Cakra yang memiliki hobi haiking, broadcasting, dan belajar ini. Kini, hari-harinya ia isi dengan menjadi news anchor atau pre senter tv di TVRI Bali. Ini menjadi pengalaman baru yang dicobanya. “Pertama kali on air, saya deg degan luar biasa, lebih degdegan daripada mengikuti lomba,” ujar Gus Cakra yang juga menjadi host program Negeri Indonesia TVRI Nasional ini. Meski tak pernah terlintas dalam benaknya untuk menjadi seorang presenter, kesempatan ini dicoba diambilnya. “Dan, ternya ta sangat menyenangkan. Selain bekerja, saya juga banyak bela jar tentang wawasan baru yang belum pernah saya dapatkan,” ujar pria berparas ganteng ini.
Ketika ditanya tentang tokoh idola, ia menyebut nama Bung Karno. Di matanya, ketokohan presiden pertama RI tersebut patut sebagai panutan dalam memperjuangkan kemerdekaan. “Semangat dan kharisma beliau sangat luar biasa untuk menginspirasi,” ucapnya. Lalu, apa sesungguhnya impian atau cita-cita seorang Gus Cakra? “Saya ingin menjadi seorang entrepreneur. Untuk meraihnya, saya ban yak belajar dari sahabat-sahabat yang sudah menjadi pengusaha,” ujar Gus Cakra yang mengaku sekarang ini sedang merintis usaha di bidang endek. Dari semua hal yang sudah dilakukannya, ia bertekad ingin memiliki usaha sendiri, mempu nyai rumah sendiri di Denpasar, dan yang paling utama memba hagiakann orangtua. Berusaha, bersyukur, dan menabung adalah tiga upaya yang bisa dilakukannya saat ini. –Nina
BUNDA & ANANDA
8
12 - 18 MEI 2014
S
embari mendam pingi putrinya ber main, Made Sudani mengisahkan dirinya terpaksa menitipkan putrinya itu lantaran tak ada yang mengasuh. Ia sendiri bekerja sebagai PNS di instansi pemerintahan sejak pagi sampai sore, suami menjadi guru, dan mertua berjualan di pasar. Mau tak mau, ia memilih menitipkan anaknya itu. Ia mengaku, keputusannya itu pilihan tepat. Karena, di tempat penitipan, Putu Diah bisa belajar
beradaptasi. “Saya menitipkan Putu Diah sejak berusia 1 tahun 4 bulan. Awalnya dia sangat bermasalah, semua orang ditolak. Sekitar dua minggu dititip dia terus menangis, bahkan pernah sampai muntah, di are, dan panas. Mungkin dia stres dengan kondisi baru,” kisah Made Sudani yang harus menunggu 16 tahun untuk bisa memiliki seorang anak ini. Hal tersebut dibenarkan Ni Made Yuliani, S.Sos.,M.Fil.H., pemilik yang sekaligus mengelola Matahari Educare. “Putu Diah orangnya sen
sitif, dicolek saja menangis. Tetapi, dia mau mengikuti jam makan dan jam tidur yang sudah kami atur,” ujarnya. “Sekarang anak saya sudah pandai beradaptasi, dia paling suka menyanyi,” imbuh Sudani. Di tempat yang suasananya seperti di rumah ini, semua anak di arahkan untuk berdisiplin. Konsultan pendidikan yang menerapkan me tode Glenn Doman ini mengatakan tiap anak memiliki karakter berbeda -beda. Dari 32 anak didiknya, ada juga yang mengalami masalah susah bicara dan pelafalannya tidak jelas, padahal usianya sudah 4 tahun. “Pa dahal anak tersebut sudah memiliki pengasuh di rumah. Orangtuanya menitipkan putri mereka di sini ka rena melihat anak tetangga mereka yang dulunya diam alias tak banyak bicara, kini sudah banyak menge nal kata-kata. Dulu mengucapkan Miss masih ‘Mih’, makan dilafalkan ‘aka’. Pokoknya kata-katanya tidak lengkap,” kisah dosen di IHDN ini yang sempat mengasuh bocah perempuan tersebut. Kisah lain diungkapkan Yuliani
Tanaman hias yang mirip dengan tanaman cengkeh ini memiliki nama latin syzygium oleana atau dikenal dengan nama pucuk merah. Tajuknya berbentuk mengerucut persis seperti cemara, tetapi memiliki daun yang rapat, dan pucuknya yang baru selalu berwarna merah.
Yuliani (paling kanan) beserta beberapa anak asuh dan orangtuanya
tentang pengalamannya saat meng hadapi anak laki-laki yang tak bisa lepas dari bonekanya. Di tempat ini, anak tersebut dilatih untuk bisa lepas dari bonekanya. Caranya, boneka itu disembunyikan dan anak dialihkan perhatiannya ke permainan lain. “Semuanya bisa, yang penting kita ikuti dulu rule atau kemauan si anak, baru kemudian diarahkan. Jangan lupa berikan pujian, sanjungan dan peluk anak sesering mungkin, karena itu dapat memberikan energi kasih pada anak. Dan, yang paling penting ada kerjasama yang baik antara pen
Pilih Daycare Berkualitas Anak merupakan amanah dari Tuhan yang dititipkan kepada kita. Sebagai bentuk rasa tanggung jawab menjaga amanah/ke percayaan tersebut, orangtua berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan anak-anak, baik bersifat material maupun nonmaterial. Kebu tuhan terhadap kasih sayang, perhatian serta pengasuhan yang memadai sangat diperlukan dalam rangka membentuk pertumbuhan dan perkembangan yang baik bagi anak-anak. Demikian diungkapkan psikolog Agus Binti Kh, S.Psi, owner Madania Centre. Namun, seiring perkembangan zaman yang semakin maju serta tuntutan terhadap pemenuhan kesejahteraan keluarga, mem buat perhatian dan pengasuhan anak menjadi berkurang. Anak-anak hanya dipercayakan kepada baby siter di rumah, sementara kedua orangtua sibuk bekerja di kantor. Padahal usia 0- 5 tahun merupakan masa emas (golden age) masa perkembangan otak anak di usia terse but sangat menentukan tumbuh kembang di masa yang akan datang. Kini, pada era globalisasi banyak muncul dan berkembang tempat penitipan anak yang akhirnya menjadi salah satu alternatif tempat yang lebih baik daripada meninggalkan anak hanya dengan pembantu rumah tangga atau dengan baby sitter di rumah. Daycare ber usaha memenuhi kebutuhan orangtua bekerja yang menginginkan sarana penitipan anak yang terpercaya melalui pola asuh dengan suasana yang nyaman seolah-olah tinggal di rumah sendiri. Namun, tak jarang hal ini juga menjadi dilema bagi orangtua karena jika salah memilih tempat penitipan anak yang tidak tepat dan sesuai bagi anak, akan berakibat fatal pada tumbuh kembang anak. Efek psikologis ketika dititipkan di TPA antara lain seringkali anak jadi gampang me nangis apabila tidak berada di dekat orangtua, meskipun sudah sampai di rumah. Selama perjalanan menuju TPA juga, anak lebih banyak diam sebelum akhirnya pasrah dititip kan. Tetapi, selain efek tersebut, sebenarnya ada efek positif jika TPA tersebut memiliki kurikulum yang jelas, sehingga setiap hari anak dapat mengikuti kelas bermain dalam kelas, anak bisa belajar bersosialisasi dengan teman-teman, sehingga terstimulasi tumbuh kembang anak sehingga anak menjadi mandiri dan terampil. Bunda Agus, sapaan akrabnya, mengim
buhkan, alternatif menitipkan anak di TPA ten tunya memiliki kekurangan dan kelebihan. Kelebihannya antara lain : 1. TPA yang memberikan program pen didikan lebih komprehensif karena menye diakan mainan edukatif bagi anak. 2. Hasil studi dari University of North Carolina menunjukkan bahwa anak-anak yang dititipkandi TPA yang berkualitas memiliki ke mampuan kognitif dan bahasa yang lebih baik dibandingkan anak-anak yang tidak menda patkan pendidikan seperti yang diberikan oleh TPA tersebut. 3. Di TPA anak mendapat kesempatan yang lebih luas untuk bersosialisasi dengan anak-anak lain seusianya dibandingkan di ru mah, sehingga lebih terekspos pada berbagai pengalaman dan pemikiran. 4. Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Miami menemukan bahwa anakanak yang dititipkan di TPA yang berkualitas, tidak hanya memiliki kemampuan sosialisasi yang baik, tapi juga memiliki kepercayaan diri yang kuat dan kemampuan memimpin (leadership). Sedangkan kekurangannya, antara lain: 1. Biaya pendaftaran dan bulanan di TPA cukup tinggi, selain itu umumnya ada late charges fee bila orangtua menjemput anak lebih lambat dari waktu yang telah ditetapkan. Di banyak keluarga yang menitipkan anaknya, pos biaya TPA umumnya merupakan pos biaya tertinggi. Terlebih bila berlokasi di pusat kota, Selain itu, umumnya biaya untuk anak di bawah usia 2 tahun lebih mahal karena jumlah anak kelompok usia tersebut yang dapat diasuh oleh seorang pengasuh ter batas. Biasanya posisinya sebagai pos biaya tertinggi turun baru setelah anak memasuki usia sekolah, karena digantikan oleh pos biaya sekolah. 2. Menitipkan anak memerlukan usaha lebih dari orangtua, karena perlu mengantar anak setiap pagi dan menjemputnya kembali di sore hari. 3. Anak yang dititipkan di TPA lebih ter ekspos pada penyakit, karena ia terekspos pada lebih banyak anak lain. Bila ada anak lain yang sakit, ia lebih mudah tertular. 4. Bila anak menderita sakit yang cukup serius, orangtua tetap perlu back-up plan
17
Tren Pucuk Merah
Plus Minus TPA Hari itu sekitar pukul 16.00 Made Sudani menjemput putri kesayangannya Putu Diah Aryani (3) di tempat didik dan asuh anak, Matahari Educare. Ia tak lantas mau beranjak dari tempatnya itu. Putu Diah menggiring ibunya menuju mainan ayunan di sisi timur areal tersebut.
G R I YA
12 - 18 MEI 2014
Agus Binti Kh, S.Psi.
karena biasanya anak yang demikian tidak diperbolehkan untuk berada di TPA sampai ia pulih kembali. Beberapa hasil penelitian yang cukup signifikan untuk dipertimbangkan adalah good daycare are good for children, bad daycare are bad for children. Hasil penelitian ini mengim plikasikan bahwa tidak selalu menitipkan anak di daycare itu berdampak negatif bagi anak, atau sebaliknya selalu berdampak positif bagi anak. Yang menentukan baik tidaknya dampak menitipkan anak di daycare adalah kualitas dari daycare itu sendiri. Hal yang paling menentukan kualitas daycare adalah kualitas para pengasuhnya. Hasil penelitian lain yang cukup signifikan terkait menitipkan anak di daycare adalah dari National Institute of Child Health and Human Development yang menunjukkan bahwa menitipkan anak di daycare tidak otomatis membuat ikatan anak dengan orangtua rusak. Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa dampak negatif terhadap ikatan anak dengan orangtua biasanya terjadi bila anak tidak menerima pengasuhan yang baik di daycare (kualitas daycare buruk), anak terlalu lama dititipkan di daycare, dan anak tidak menerima perhatian yang cukup dari orangtua ketika orangtua sedang tidak bekerja. “Jadi, dari penelitian tersebut, jelas terlihat bahwa menitipkan anak di daycare tidaklah
didik dan orangtua,” ujarnya. Ia melanjutkan, sebelum anak tersebut bisa lepas dari bonekanya itu, Yuliani pernah digedor pukul 23.00 hanya untuk mengambil bone kanya yang ketinggalan di bawah loker. “Menurut cerita orangtuanya, anaknya menangis terus dan tidak mau tidur tanpa boneka itu. Ak hirnya orangtua dan si anak ke sini dan mengambil boneka yang ia ingat tempat menaruhnya,” ujar Yuliani sembari mengatakan anak tersebut dititipkan di sini sejak usia 3 bulan sampai 3 tahun. –Inten Indrawati
berdampak negatif bagi anak, maupun bagi ikatan antara anak dengan orangtua. Asalkan kualitas daycare tempat anak dititipkan baik. Karena itu, bila orangtua memutuskan untuk menitipkan anak di sebuah daycare, orangtua perlu mempertimbangkan kualitas daycare tersebut,” tegasnya. Bagaimana orangtua dapat menilai kualitas sebuah daycare? Tentunya dengan menggali in formasi tentang daycare tersebut, baik melalui telepon ataupun kunjungan langsung. Dalam menggali informasi tentang daycare sebaiknya orangtua juga memiliki pandangan long-term agar anak tidak sering berganti lingkungan. Idealnya, anak berada di daycare yang sama selama minimal dua tahun. Selain itu, orangtua yang merencanakan untuk menitipkan anak di daycare juga perlu mempersiapkan diri secara emosional, karena umumnya di masa awal anak berada di daycare, orangtua akan merasakan salah satu ataupun gabungan dari perasaan; merasa bersalah, khawatir, marah, sedih, cemburu ataupun lega. Bila menitipkan anak di daycare menim bulkan salah satu atau pun gabungan dari perasaan negatif tadi, orangtua dapat melaku kan hal-hal berikut untuk mengatasinya : 1. Orangtua perlu menyadari bahwa apapun alasannya untuk kembali bekerja, tidak ada perasaan yang benar ataupun salah terkait menjadi working mother, karena setiap individu memiliki konteks hidupnya masingmasing yang tidak bisa disamakan. 2. Akui bahwa perasaan negatif tersebut ada. Jangan menekan perasaan negatif terse but, melainkan sedapat mungkin bicarakan dengan orang yang mau mendengar dan mengerti. Perasaan negatif yang ditekan biasanya hanya tenggelam, tidak hilang dan bisa muncul kembali sewaktu-waktu bila ada pemicu. Bila dibicarakan dengan orang yang tepat, perasaan negatif tersebut dapat diproses dan dikeluarkan melalui ekspresi verbal. Usahakan membangun hubungan yang baik dengan pengasuh anak di daycare, se hingga mengurangi perasaan khawatir akibat meninggalkan anak di tempat tersebut. 3. Jangan menghujani anak dengan hadiah untuk menghilangkan perasaan bersalah yang muncul akibat menitipkan anak di daycare. Lebih baik usahakan menyediakan waktu sebanyak mungkin bagi anak di luar waktu kerja, yaitu di malam hari sepulang kerja serta di akhir pekan, karena sesungguhnya yang diinginkan anak adalah waktu bersama orangtua. -Inten Indrawati
Wayan Sujana
B
eberapa tahun ter akhir, tanaman hias ini menjadi tren dan cukup banyak meny ita perhatian para pencinta tanam an. Daya pikatnya, tentu saja pada pucuk daunnya yang berwarna kuning, oranye dan merah merona.
Tak heran jika tanaman ini lalu dikenal dengan nama pucuk merah. Tajuk tanaman muda yang baru tumbuh akan menyembul indah di sela-sela daun yang menghijau, seperti bunga di antara dedaunan. Menurut Wayan Sujana, pemilik Stan Bunga Sandat Bali Garden di kawasan Renon, Denpasar, tanaman pucuk merah kebanyakan dipasok dari daerah Jakarta dan Malang. Ia membenarkan empat tahun ter akhir, masyarakat Denpasar khusus nya banyak yang mencari tanaman ini baik untuk rumah pribadi atau untuk hunian komersil seperti vila dan hotel. “Soalnya tanaman ini murah meriah,” ujarnya. Untuk tanaman pucuk merah dengan tinggi lebih kurang 45 cm hanya dihargai Rp 30 ribu. Jika tingginya sekitar 1 meter bisa sampai Rp 250 ribu. Harganya tentu saja tergantung ketinggian dan keindahan tanamannya. Mes ki tak khusus menjual tanaman pucuk merah, dalam artian me nyediakannya dalam jumlah yang tidak banyak, namun ia mengaku
Tips menjaga tanaman pucuk merah agar tetap indah l. Memberikan sinar matahari yang cukup, sehingga tunas mudanya dapat tetap berwarna merah mempesona. 2. Melakukan pemotesan. Tujuannya, untuk memunculkan pucuk-pucuk baru yang berwarna merah, serta ada ke seimbangan antara warna merah dan warna hijau. Juga, agar tajuk tanaman selalu terlihat merah dan bentuk tajuk tanaman lebih terjaga. Pemotesan dapat dilakukan dua minggu sekali. Caranya, pucuk-pucuk daun yang warnanya sudah memudar atau tidak lagi berwarna merah akibat menua, segera dipetik menggunakan ta ngan. Yang perlu diperhatikan dalam pemotesan, harus dilakukan tepat pada ruas cabang, sehingga tunas baru dapat segera tumbuh dari ruas yang telah dipotes tadi. Hasilnya, tajuk tanaman kembali terlihat merah. 3. Pemangkasan. Pemangkasan dapat dilakukan dua sampai tiga bulan sekali. Bila pertumbuhannya lebih cepat dari itu, pemangkasan harus segera dilakukan demi memper tahankan bentuk tajuk sesuai dengan yang diinginkan. Tajuk pucuk merah pun akan tumbuh lebih rapat, dan tunas merah akan lebih banyak terlihat. Bentuk tajuk yang rapi, bahkan dibuat bentuk-bentuk tertentu akan menambah indah penampilannya. 4. Selain tunas baru yang selalu akan muncul, pertumbuhan tunas baru ini pun harus merata sehingga tak tampak hanya memerah pada satu sisi saja dan hijau pada sisi yang lain. Caranya, dapat dilakukan dengan mengubah posisi tanaman secara berkala, yaitu dengan cara memutarnya setiap dua minggu sekali. Dengan demikian, semua sisi tanaman dapat terkena sinar matahari secara merata. Kualitas sinar matahari yang terbaik adalah di pagi hari. Hal ini dapat dilakukan dengan mudah bila pucuk merah ditanam di media pot. 5. Penyiraman pucuk merah sangat perlu dilakukan tiap hari. 6. Pemupukan. Pemberian pupuk idealnya dilakukan dua sampai tiga bulan sekali, dapat dilakukan bersamaan dengan pemangkasan. 7. Perlindungan dari berbagai penyakit dan hama. Salah satu hama yang sering mengganggu tanaman ini adalah ulat coklat. Untuk mengatasinya, maka Anda dapat menggunakan suprasit. –Inten Indrawati
bisa menjual hingga 70 tanaman pucuk merah dalam sebulan. Ia mengungkapkan ada dua macam pembiakan tanaman pucuk merah, yakni dengan biji dan dicangkok. “Dari dua cara ini, yang lebih bagus hasilnya adalah pembiakan dengan biji,” ujarnya. Kelemahan sistem mencang kok ini dikatakannya menghasilkan daun yang kurang rimbun, dan batangnya yang tak teratur, tidak jelas mana batang utamanya. Sementara, hasil pembiakan dengan biji, pertumbuhan daun nya lebih rimbun, dan memiliki satu batang utama dengan ranting yang banyak. “Masih kecil saja su dah kelihatan bagus. Secara kasat mata memang susah membedakan mana yang dibiakkan dengan biji mana yang cangkokan. Yang paling penting, tanaman ini mendapatkan
sinar matahari yang cukup. Itu pula yang membedakan warnawarna pucuknya yang bisa berwarna kuning, oranye, atau merah,” pa parnya. Tanaman pucuk merah yang kini tengah menjadi primadona ini bagus ditempatkan di luar ruangan, baik sebagai tanaman border atau
pembatas pada dinding ataupun jalur hijau, sebagai pengarah jalan. Pucuk merah remaja juga tak ka lah indah jika ditanam dalam pot. Pucuk merah pun sangat cocok dijadikan sebagai vocal point pada taman bertema tropis yang bisa di letakkan di salah satu titik pandang dalam taman. –Inten Indrawati
18
D AYA C I P TA
2nd Bali Photo Awards 2014
Contoh foto potret tokoh masyarakat I.B. Samba yang dibuat di studio di era 1970-an. Latar belakang lukisan interior bagunan tampak alami menyatu dengan karpet. Pose tubuh, posisi tangan kiri dan ekspresi juga dipilih cermat. Properti meja tinggi, vas bunga, tas kerja, kacamata hingga jas dikenakan untuk mencitrakan kesan maju, berwibawa dan terpelajar. Pada kenyataannya, kacamata yang dikenakan hanyalah frame tanpa lensa, sedang jas yang dikenakan adalah jas hujan. Namun dengan teknik pencahayaan dan pilihan foto hitam putih membuat semuanya tampak natural.
Perayaan Fotografi Potret Setelah sukses dengan penyelenggaraan Bali Photo Awards (BIP) pertama tahun 2013, Perhimpunan Fotografer Bali (PFB) kembali menghelat BIP tahun 2014 dengan tema kompetisi foto potret. Pada pelaksanaan kedua ini, tema dipilih lebih luas dengan menyasar peserta nasional. Lalu apa sebenarnya fotografi potret yang menjadi pilihan tema kompetisi tahun ini.
“F
otografi po tret atau por trait merupakan salah satu genre foto yang paling awal berkembang sejak fotografi ditemukan. Dengan ke mampuan fotografi yang bisa memberi gambaran realistik dari subjek, ber padu sifat alami manusia yang senang mengabadikan dirinya maka fotografi potret terus berkembang hingga saat ini,” ujar IB Andi Sucirta, Ketua BIP Awards 2014. Fotografi potret merupakan seni memotret orang atau sekelompok orang yang menampilkan ekspresi, kepribadian dan mood dari subjek. Walau biasanya fokus pada wajah, potret bisa juga termasuk menampilkan
sebagian atau seluruh tubuh beserta latar belakangnya. Beberapa ciri penting dalam fotografi potret yaitu penonjolan kepribadian, penggunaan pencahayaan yang efektif, latar belakang dan pose subjek. Foto potret oleh masyarakat awam sering dikenal pada pemakaian untuk kebutuhan formal, seperti di kartu identitas, rapor, ijazah, hingga akte pernikahan. “Sepintas pemotretannya terlihat sederhana, subjek diminta duduk lalu difoto. Namun, untuk meng hasilkan potret yang paling sederhana seperti pas foto diperlukan persiapan, dari memilih latar belakang, posisi pencahayaan, pose, ekspresi hingga pakaian diatur sedemikian rupa. Jadi ada standar pengerjaan agar fungsi foto
Contoh foto potret candid informal Ida Pedanda Istri Ratna Sukania. Foto dibuat sambil berbincang-bincang dengan sesekali mengambil foto tanpa disadari oleh beliau. Ekspresi wajahnya memancarkan karakter sebagai wanita yang keras dan tegas
sebagai alat identifikasi bisa baik,” papar mantan ketua PFB ini. Ia mencontohkan potret formal untuk kepentingan politik, seperti foto kepala negara, pejabat, hingga tokoh-tokoh politik juga dibuat dengan cermat. Foto direncanakan detail yang umumnya dibuat untuk menegaskan kewibawaan, nasionalisme dan in telektualitas. Selain teknik memotret dan pencahayaan yang baik, pose serta ekspresi wajah juga dipilih dengan cer mat. Termasuk pakaian, posisi lambang kenegaraan, serta properti penunjang seperti bendera, kursi, meja, buku, hingga ruangan diatur detail. Selain kegunaan formal, potret juga dipakai untuk kepentingan informal. Misalnya untuk pajangan di rumah dengan subjek foto keluarga, orang tua, hingga wisuda anak sebagai kebang gaan. Terkini dengan perkembangan teknologi selular dan kamera digital, potret sudah menjadi keseharian ba nyak orang. Pernahkan Anda berpikir bahwa foto selfies yang Anda buat dengan smartphone termasuk potret? Di media sosial ada ribuan potret yang diunggah setiap harinya. “Fotografi potret juga menjadi bagian yang banyak dipraktikkan pada kegiatan jurnalistik dan dokumenter.
Banyak hal yang bisa diceritakan melalui sebuah potret jika dibuat dengan baik. Di ranah fine art, kebebasan ber eksplorasi juga membuahkan foto-foto potret konseptual yang menarik,” ujar fotografer yang sudah banyak meraih penghargaan ini. Di Indonesia praktek fotografi potret telah dipraktekan sejak masuknya fotografi ke tanah air. Salah satu fo tografer pribumi pertama yang banyak membuat foto potret yaitu Kassian Ce
Contoh foto potret dokumenter pekerja pengangkut semen di pelabuhan Paotere, Sulawesi Selatan. Ekspresi wajah, keringat, penutup kepala, penutup hidung yang penuh debu semen bisa menunjukkan bagaimana kerasnya pekerjaan yang me reka lakukan. Latar belakang pekerja lain dan lingkungan kerjanya yang gelap dan berdebu dipilih cermat untuk memperkuat cerita.
phas yang banyak mengabadikan ang gota keluarga keraton dan masyarakat Yogyakarta. Walau demikian, saat ini foto potret masih kalah gaungnya dibanding foto-foto bertema manusia, alam dan budaya Indonesia. Menyadari akan banyak diprak tekkannya fotografi potret dan untuk membuka ruang apresiasi, maka PFB sebagai penyelenggara Bali Photo Awards memilih potret sebagai tema kompetisi tahun ini. “Tujuan kami untuk menghimpun kreasi dan inspirasi dari fotografi potret terkini di Indonesia,” tegas Andi Sucirta. BIP 2014 sebagai perayaan fotografi potret, terbuka untuk semua ide dan pendekatan memotret. Kompetisi terbuka untuk siapapun, pada semua tingkat keahlian. Semua pendekatan fotografi potret diperkenankan, baik konstruksi, lingkungan, candid dan kre atif. Potret di studio, konseptual, street, self-portraits, groups & couples, staged, alternative process, composite, hingga mobile selfies. Semua teknik fotografi dan olah digital diperkenankan. Penerimaan karya dimulai tanggal 2 April hingga 31 Juli 2014 melalui website www.baliphotoawards.com. Foto-foto yang masuk akan dinilai oleh dewan juri guna memperebutkan hadiah utama Trofi Cilinaya dan Medali PFB. Peserta juga bisa berpartisipasi melakukan vote untuk memilih foto favoritnya. –Ngurah Budi
Lima Kesalahan Utama dalam Latihan Beban (2-habis) 3.Teknik Latihan yang Belum Tepat Poin 1 dan 2 sudah berusaha dijalankan. Set inti yang lebih sedikit. Istirahat antar set yang lebih panjang. Beban yang berat dan menghindari momentum. Tetapi itu semua tidak ada artinya kalau teknik latihan kita belum tepat. Teknik latihan yang tepat adalah lebih dari sekadar mengi kuti pola gerak dari orang yang berbadan paling bagus di pusat kebugaran tempat kita berlatih. Inti yang ingin disampaikan di sini adalah: gerakan boleh terlihat sama, tetapi rasa di otot bisa berbeda. Di sinilah letaknya penguasaan mind-to-muscle connection, menggunakan fokus pikiran untuk membuat otot menyerap sebanyak mungkin beban yang kita berikan. Semua ini harus dilakukan dalam posisi, postur, dan penguncian be berapa bagian tubuh sehingga tercipta kenyamanan pada saat yang bersamaan. Langkah untuk memperbaiki: Perbaiki teknik latihan. Lebih penting merasakan otot yang bergerak sesuai jangkauan geraknya daripada memaksakan menggerakkan beban dari poin A ke poin B. Kalau perlu, ber latihlah dengan tempo repetisi sedikit lebih lambat, atau menam bah jumlah repetisi, atau kedua-duanya. Sesuaikan posisi yang
12 - 18 mei 2014
12 - 18 mei 2014
paling nyaman untuk melakukan gerakan, sambil membangun hubungan yang kuat antara perintah otak dan pergerakan patuh dari otot.
pagi hari, hitunglah jumlah detak jantung per menti tepat di saat bangun pagi selama 3 hari berturut-turut. Jumlahkan detak jantung untuk ketiga hari tersebut dan bagikan 3.
4.Tidak Mendengar Pesan Tubuh Tubuh kita biasanya memiliki karakter yang unik pada masing-masing individu. Di setiap saat, tubuh kita mengirimkan sinyal atau pesan sebagai bentuk umpan balik (feedback) untuk kita den garkan, evaluasi, dan patuhi. Oleh karena itu, adalah menjadi tanggungjawab bagi setiap orang untuk mengetahui tanda-tanda yang diisyaratkan oleh tubuh manakala tubuh mengalami kele lahan atau ketidaksiapan untuk berlatih. Memilih untuk tidak mendengarkan isyarat tersebut hanya akan menyebabkan tubuh melakukan “protes” lebih jauh melalui cara jatuh sakit maupun cedera pada otot. Rasa pegal yang masih belum hilang, atau bersin-bersin biasanya adalah isyarat yang terlewatkan oleh perhatian kita, dan seringkali hal ini akan semakin memburuk apabila kita tidak menghiraukan pesan yang disampaikan oleh tubuh kita. Langkah untuk memperbaiki: Perhatikan kondisi fisik diri kita sendiri secara seksama. Kenalilah gejala-gejala yang biasanya muncul sebelum kita sakit, dan waspadalah terhadap gejala-gejala tersebut. Terkadang perubahan musim juga merupakan musimnya banyak virus dan bakteri beterbangan di udara. Salah satu cara paling efektif adalah dengan mengenali jumlah detak jantung saat bangun di pagi hari. Apabila jumlah detak jantung 10% di atas normal atau rata-rata, maka hal ini menandakan kualitas istirahat Anda masih kurang optimal. Untuk mengetahui rata-rata detak jantung di
5.Mementingkan Beban Angkatan daripada Form Latihan Untuk meningkatkan massa otot, beban angkatan memang menjadi barometer utama intensitas latihan yang perlu diting katkan secara konsisten. Ada beban berat yang masih bisa dilakukan dengan teknik angkatan yang benar, ada pula beban berat yang sudah melampaui kapasitas maksimum kita sehingga teknik angkatan menjadi keliru. Hal ini adalah salah satu pemicu utama terjadinya cedera otot. Poin nomor 5 ini hampir sama dengan poin nomor 3, hanya bedanya saja di poin nomor 3 teknik kurang tepat bisa terjadi bahkan di saat berlatih dengan beban yang ringan. Sementara poin ini, bisa terjadi dalam konteks: lTeknik gerakan awal salah, dan mencoba mengangkat semakin berat, atau lTeknik gerakan awal yang sudah benar, namun angkatan berat melampaui kemampuan akhirnya memaksa tubuh meng gunakan teknik gerakan yang salah Langkah untuk memperbaiki: Pastikan untuk selalu mengutamakan teknik latihan dalam 100% waktu kita berlatih. Penambahan beban angkatan se baiknya hanya terjadi sesuai dengan kemampuan otot sendiri untuk bisa melakukannya dengan tehnik yang baik dan nyaman. Di saat itulah massa otot tumbuh paling pesat, bukan di saat kita menambahkan beban angkatan secara membabi-buta tanpa memperhatikan kemampuan tubuh.
l i f e s to ry
7
Siang Dijodohkan Malam Menikah Masih terekam dengan jelas oleh Kartika (74), bukan nama sebenarnya, suara sepatu kuda yang mendekati rumahnya pada suatu siang di tahun 1960-an. Dokar itu ditumpangi salah seorang bibinya (adik ayahnya). Kartika tidak menyangka, hidup bersama orangtua yang kaya raya berubah ke babak baru yang penuh kepedihan hingga usia tuanya.
T
anpa curiga dari dalam kamar tidurnya, Kartika yang kala itu ber usia 23 tahun dengan pipi me rona, menghambur keluar me nyambut kedatangan bibi yang sangat dekat dengannya itu. Ia tertawa sambil memeluk erat bibinya yang menurut Kartika sikap bibinya agak aneh hari itu. “Bibi tidak banyak bicara dan tidak tersenyum sedikit pun. Wajahnya dingin dan serius. Pe lukannya tidak hangat. Saya bisa merasakannya saat ia memeluk saya,” ujar Kartika. Tapi kala itu, Kartika yang beranjak dewasa menyangka bahwa bibinya ten gah punya masalah. Karena itu, ia tidak ingin mengganggunya ketika si bibi minta bertemu ibunya. Tak berapa lama kemudian, bibinya kemudian memanggil Kartika dan memintanya duduk serta memintanya untuk men dengarkan baik-baik apa yang akan disampaikannya. Melihat sikap bibinya yang tidak biasa itu, Kartika sempat cemas dan deg-degan. Ia curiga ada sesuatu
yang tidak beres. Sebelum bibinya benar-benar bicara, ia minta izin untuk melaksanakan salat Dzuhur terlebih dahulu. Setelah salat, ia kembali menghadap bibinya yang kelihata n benar dalam masalah. Setelah semuanya ter ungkap ia baru tahu bahwa bibinya me mang ten gah dalam masalah. Masalah baginya adalah ke tika ia harus menyampaikan kabar yang sudah diketahuinya pasti akan menyakiti Kartika. “Nanti malam, usai salat Isya, kamu harus menikah dengan Renggana, saudara misanmu,” kata Kartika menirukan kalimat lugas, tegas, tega dan menyakit kannya itu yang disampaikan bibinya kala itu. Nafas Kartika ter cekat, tenggorokannya tersedak dan ia terdiam, membisu tanpa bisa berkata apa-apa lagi meng
ingat kalimat demi kalimat bibi nya selanjutnya yang tidak kalah menyakitkannya. Ia tahu bibinya itu tidak jahat namun ia tengah menjalankan misi keluarga. “Menangislah kamu sekeraskerasnya sampai waktu pernika han itu tiba,” kata bibinya. Ia juga diberikan kunci lemarinya dan dipersilakan membawa semua pakaian dan perlengkapannya untuk keluar dari rumah itu, jika ia tidak menuruti kata-kata orang tuanya untuk menikahi Reng gana. “Saya bingung mau lari ke mana. Zaman itu kendaraan sulit dan semua tempat terasa jauh. Akhirnya saya pasrah,” kata Kar tika yang menangis sejadi-jadinya hingga waktu pernikahannya tiba malam hari. Di rumah itu sepi, ia hanya ditemani ibunya. Ayahnya tengah
men gatur ac ara pernikahan malam nanti di rumah yang agak jauh dari rumah tinggalnya. Ia hanya ditemani ibu nya yang juga sebenarnya tidak setuju dengan calon menantu pi lihan ayah Kartika. Namun ibunya tidak bisa mencegah. Sang bunda hanya bisa menenangkannya dan memintanya untuk bersabar dan menerima pilihan ayahnya. Sesaat sebelum menikah, ayah nya meminta Kartika mengajukan
sesuatu padanya sebagai ganti “kekecewaan” atas pernikahan itu. “Saya hanya ingin naik haji ketika telah siap kelak,” katanya pendek yang langsung disanggupi oleh ayahnya. Sesungguhnya ayah Kartika sangat menyayangi Kar tika. Namun, soal perjodohan itu dirasa ayahnya telah tepat karena Renggana telah memiliki pekerjaan tetap sebagai pegawai kantor pemerintahan. Sayangnya rasa tepat yang ada di hati ayah andanya itu, sama sekali tidak bisa diterima oleh Kartika yang kala itu telah memiliki kekasih dan telah berjanji untuk menikah beberapa bulan ke depan. Namu apa lacur, rencana pernikahan telah matang diper siapkan. Tempat menikah memang tidak di rumah tempat Kartika tinggal bersama dengan orangtu anya melainkan di rumah lain. Kartika bersikeras tidak ingin menghadiri pernikahannya, me lainkan ia menunggu saja di rumahnya dan ijab kabul di lakukan secara ter pisah. Renggana melak sanakan ijab kabul dengan ayah Kartika di rumah yang tidak jauh dari tempat Kartika menunggu ditemani ibunya dan keluarga lainnya. Tidak ada pesta mewah layaknya anak seorang tuan tanah yang kaya raya. Bahkan Kartika sendiri tidak berdandan sama sekali. “Boro-boro pake kebaya yang indah dan mewah, berdandan saja tidak. Saya cuma pakai daster saja menanti acara ijab kabul selesai dan pengantin pria diantar ke rumah,” katanya. Kartika juga menolak resepsi dan pesta-pesta, melainkan ia terima begitu saja. Memang hidup di zaman itu tidaklah mengenakan bagi Kartika. Sebagai seorang gadis lulusan sekolah setingkat SMA dan meraih juara pertama, harusnya ia bisa menjadi guru. Beberapa sekolah pernah mem intanya untuk mengajar, namun ayahnya tidak mengizinkan. Ke cerdasan Kartika memang tam pak dari cara dan kesehariannya di usia tua. Ia tidak buta soal permasalahan sosial maupun politik, meski sama sekali ia tidak pernah berurusan dengan hal itu, namun ia sangat suka membaca. Cara bicaranya tidak “jadul”, melainkan bisa mengi kuti perkembangan zaman. Ia memiliki wawasan yang cukup luas untuk ukuran generasi tua yang sepanjang usianya menjadi
ibu rumah tangga. ROBEK IJAZAH Ketika berkali-kali ada yang “meminangnya” untuk menjadi guru waktu dulu, ayahnya selalu berkata, ia tidak menyekolahkan Kartika untuk mengajar orang lain melainkan agar ia bisa men gajar dan mendidik anak-anaknya kelak. Kartika yang tergolong keras hati namun tidak bisa membantah orang tuanya ini, sempat kecewa luar biasa. “Saya robek semua ijazah saya. Untuk apa saya sekolah jika akhirnya diam di rumah begini,” ungkap nya. Apa pun usaha Kartika kala itu, tidak berhasil meyakinkan ayahnya untuk mengizinkannya mengajar. Ia pasrah saja hingga empat tahun kemudian setelah lulus itu, ia dijodohkan tanpa tahu apa-apa. “Siangnya diberitahu, malamnya langsung menikah,” ujarnya tersenyum. Calon suaminya pun sama dengannya, tidak menginginkan pernikahan itu. Maka ketika mer eka dipertemukan pertama kali sebagai suami istri usai ijab kabul, mereka diam-diaman. Proses panjang untuk bisa saling men erima rupanya tidak berujung. Menurut Kartika, meski akhirnya mereka memiliki empat orang anak, proses saling memberi dan menerima dalam rumah tangga itu tidak berjalan mulus bahkan sampai Renggana meningg al beberapa tahun lalu. Hanya pengkhianatan dan kepedihan yang diterima Kartika sepanjang pernikahannya. Namun, Kartika menjadi istimewa karena meski begitu, ia pegang teguh nasehat ibundanya, bahwa jangan sekalikali ia meminta cerai. “Ya sudah saya jalani saja dengan ikhlas,” katanya. Ketika ia menunaikan ibadah haji pembayar janji ayahandanya, hanya satu doa Kartika yang di panjatkannya pada Allah SWT di depan Ka’bah, agar anak-anaknya tidak mengalami hal yang sama seperti dirinya dan dijauhkan dari perceraian. Karena kisahnya itulah, membuat Kartika tidak pernah mencarikan jodoh untuk keempat anaknya. “Mereka cari sendiri pilihan hatinya masingmasing agar tidak mengalami hal seperti saya,” katanya. Kini setelah suaminya meninggal, Kartika menikmati kehidupan ba hagia bersama keempat anaknya yang sudah bekerja dan memiliki keluarga masing-masing yang telah menghadiahkannya cucucucu yang manis. “Mereka inilah kebahagiaan saya kini,” katanya tersenyum. -Naniek I. Taufan
6
l i f e s to ry
Khawatir tak Lulus, Gantung Diri
Ujian Nasional (UN) SMP di Tabanan dihebohkan dengan adanya seorang siswi yang bunuh diri. Korban bernama Leony Alvionita S. (15) yang akrab disapa Oni (15). Siswi SMPN 1 Tabanan ini ditemukan gantung diri menggunakan dasi sekolah yang diikat di terali jendela di lantai dua.
S
elasa (6/5), Hoky, pemilik toko onderdil motor Buana Jaya menjemput Oni usai UN hari kedua. Dalam perjalanan pulang, Hoky menanyakan pu trinya apakah bisa menjawab soal UN matematika. Oni mengaku
tidak bisa menjawab. “Mungkin bermaksud bercanda, papanya bilang kalau tidak bisa jawab nanti tidak bisa lulus. Itu cerita dari ibu korban,” ujar Hendra Kusuma, salah satu saksi yang juga tetangga korban. Sampai di rumah, Oni masih
sempat bermain dengan adiknya lalu masuk kamar. Ketika ibunya datang membawakan makan siang, ia sempat menengok ke kamar korban. Ibunya kaget dan sempat histeris melihat korban sudah dalam posisi setengah duduk dengan dasi yang diikat di terali sekitar 10 cm dari lantai di rumah yang beralamat di Jalan Mawar No. 51 Tabanan ini “Saat melihat kondisi korban yang masih mengenakan seragam sekolah di rumah sakit Kasih Ibu Tabanan, ibu korban hanya mengatakan sepintas kejadian nya,” ujar Hendra didampingi istrinya Ita. Saksi lainnya yang juga merupakan tetangga korban mengatakan, usai kejadian orangtua korban sempat panik saat melarikan korban ke rumah sakit. Sa king paniknya, anaknya yang paling kecil (adik Oni) ditinggal sendiri di rumah, dan kondisi toko masih terbuka dan dalam keadaan tidak ada siapapun. Akhirnya bersama sejumlah te tangga adiknya diajak ke rumah sakit, dan toko segera ditutup oleh tetangga.
12 - 18 mei 2014
12 - 18 mei 2014
Para tetangga juga mengaku selama ini ke luarga korban harmo nis dan ramah di mata tetangga. Tetangga juga tak ada yang punya firasat aneh menjelang kepergian Oni. Sore hari, jenazah dibawa ke rumah duka Kertha Semadi di Jalan Cargo, Denpasar.
PERIKSA TUJUH SAKSI Ke p a l a S M P N 1 Tabanan Drs. I Dewa Nyoman Sarjana, M.Pd menga takan, terkejut ketika mendapat informasi tentang peristiwa ter sebut. Ia memerintahkan stafnya untuk mengecek kebenaran in formasi tersebut. Adanya dugaan Leony nekat gantung diri karena cemas tidak bisa lulus usai meng ikuti UN hari kedua dengan mata uji matematika tak dipercayai Sarjana. “Informasi dari sejumlah guru dan guru les matematika, Leony tergolong mampu di bidang mata pelajaran tersebut. Ini makin dikuatkan dengan penuturan guru les matematika Leony sejak kelas VIII, Gusti Made Suteja yang me ngatakan nilai matematika korban di atas rata-rata,” ujarnya.
Ia juga melihat siswi yang gemar karate dan bas ket ini tidak ada masalah di sekolah termasuk di bidang akademik. Teman Oni yang menjadi saksi menuturkan korban orangnya ramah, nekat, dan periang. Mengenai soal ujian, memang ada yang mereka anggap sulit di jawab. Oni terdaf tar sebagai salah satu peserta UN den gan no. peserta ujian 08.025.088.9 di ruang V. Saat hari ketiga pelaksanaan UN dengan mata pelajaran Bahasa Inggris, bangku yang seharusnya diguna kan siswi kelas IX C ini kosong. Kasat Reskrim Polres Tabanan, AKP I Wayan Arta Ariawan me nambahkan, kesimpulan semen tara sesuai hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah, olah TKP, dan pemeriksaan tujuh saksi, korban murni gantung diri. “Namun, mo tifnya yang belum jelas dan perlu diperdalam lagi, karena sampai rumah sakit sudah dalam kondisi meninggal,” tegasnya seizin Kapol res Tabanan. –Puspa
S U D U T PA N D A N G
19
Hukum Berat Pelaku Pelecehan Seksual Hari itu, Selasa, 12 Maret 2013, bertepatan dengan Hari Raya Nyepi kira-kira pukul 17.30 I Komang S datang bersama keluarganya ke rumah korban. S yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap korban berstatus siswi kelas I SMP di Tabanan itu, suami dari bibi korban. Kira-kira pukul 23.15, kakak korban memutar lagu di ponselnya. Mendengar itu, S tertarik mengambil ponselnya ke kosnya dan minta diantar korban. Sampai di sana, korban menunggu di luar, namun, S lama sekali tak muncul. S meminta korban masuk ke kamar membantu mencarikan ponselnya. Sampai di kamar, S mulai berbicara kata-kata yang tak senonoh, dan melakukan pelecehan seksual. Walaupun, korban sudah menolak dan mengatakan akan melaporkan kepada ibunya. S tetap memaksa korban. Bahkan, sampai korban lari dan kembali ke rumahnya. S sempat mengancam korban, “Awas jangan bilang-bilang.”
T
iga bulan dari kejadian itu, kor ban baru berani melapor ke ibu nya. Sembari menangis, korban menceritakan pelecahan yang dilakukan S. Setelah rembug keluarga, akhirnya ibu korban melaporkan kasus ini ke Polres Tabanan. Namun, kasus ini berjalan lambat. Alasannya, tidak ada saksi yang melihat pelecehan seksual tersebut. Direktur LBH APIK Bali Nengah Budawati, SH., men gatakan, kasus pelecehan sek sual, dalam pembuktiannya sangat sulit karena tidak sam pai menimbulkan robekan seperti pada pemerkosaan murni. Untuk itu, LBH APIK Bali yang memberi pendamp ingan kepada korban mencari kan visum dari saksi ahli yakni psikolog atau pskiater. Visum ini dapat menjelaskan secara psikis, apa dampak peleceh an seksual yang terjadi pada korban. Visum diberikan dr. I Gst. Ngurah Bagus Mahayasa dari bagian Pskiatri RSUD Tabanan. Menurut Budawati, kalau mencari bukti siapa yang me lihat jelas tidak ada, tapi bukti petunjuk korban disuruh me
ngantar S ke kosnya ada yakni kakak korban “Strategi ini kami lakukan untuk menjerat pelaku. Kasus ini sudah hampir setahun
psikis korban setelah kejadian pelecahan tersebut. Dari hasil wawancara, observasi tingkah laku, korban merasakan kekha
www. kepribangkit.com
lebih. Alasannya kurang bukti, tidak ada saksi yang melihat. Terlebih pelaku pun sampai saat ini belum ditahan pihak kepolisian. Kami sudah mem berikan kesaksian ahli, namun, tidak diperhitungkan,” kata Bu dawati, didampingi LSM peduli perempuan. Hasil visum yang diberikan dr. Mahayasa adalah kondisi
watiran. Tidak berani pergi sendirian. Tidak berani lagi ke tempat yang sama. Apalagi sempat ada ancaman S. Empat kali pertemuan, kepercayaan diri korban mulai menguat. Menurut dr. Mahayasa, tipe anak-anak bermacam-macam. Jika hubungan ibu dan anak cukup bagus, biasanya komu nikasi lebih mudah dilakukan.
Trauma psikis biasanya ber dampak sangat lama. Misalnya, ketika mendengar berita, atau melihat adegan sama, muncul trauma yang hebat. Lama-ke lamaan jika rasa cemas ini tidak tertangani dengan baik, dia akan merasa sakit, lesu, sakit kepala, mual berkepanjangan. Seolah-olah dia menderita sakit kronis. Gangguan cemas mirip dengan keluhan sakit jantung, seperti berdebar-debar, lemas, tak bertenaga, gangguan tidur, keringat dingin. Saat diperiksa dokter tidak ada kelainan, sakit terus-menerus. Akhirnya kare na sakit berkepanjangan bisa saja menjadi putus asa dan bunuh diri. Luh Anggreni, SH menam bahkan, jangan anggap sepele trauma psikis. Itu kondisinya lebih berat. Apalagi sampai korban tak berani melapor. Kor ban dalam keseharian terlihat cuek. Setelah pemeriksaan ke pskiater, korban tidak berani ke tempat itu, gemetaran. “Karena itu kami berharap, pelaku bisa dihukum yang setimpal. Jika pelaku tidak diberi sanksi ke cenderungan akan melakukan tindakan itu kembali. Apakah setelah banyak korban yang mengalami pelecehan seksual baru akan memberikan efek jera. Sudah ada empat korban tapi baru dua yang melapor,” kata Anggreni. Dari kesaksian korban, pelaku sering datang ke rumah korban. Malah sering diminta menjaga mereka ketika ibunya tidak ada di rumah. Ironis
nya, setelah pelecehan sek sual terjadi, S dan keluarganya menginap di rumah korban. Menurut pengakuan korban, sejak kasus ini bergulir, pelaku jarang datang lagi. Budawati berharap se mua masyarakat harus peduli dengan kasus ini, sebab tidak menutup kemungkinan kasus ini banyak terjadi di Indonesia, khususnya di Bali. Budawati menambahkan, selama ini, LBH APIK Bali se lalu menjemput bola. Artinya, kasus selalu ditemukan dari informasi orang lain. Sebagian besar korban takut melapor karena ancaman pelaku dan pelaku adalah orang dekat. Seperti kasus yang dilakukan S ini, keluarga korban sempat tidak mempercayai keteran gan korban karena pelaku orang dekat. Saat ini, kasus masih ber jalan. Dalam gelar kasus, Senin (5/5), penyidik meng inginkan kasus ini ditutup karena kurangnya bukti. Na mun, kata Budawati, berkat dukunga n Wakapolres Ta banan yang sangat koperatif, kasus ini dilanjutkan dengan penambahan beberapa bukti dari keterangan saksi ahli. LBH APIK Bali terus melakukan usaha-usaha agar visum dari saksi ahli dapat di jadikan bukti menjerat pelaku mendapatkan hukuman setim pal. Bahkan, kata Budawati, korban lain yang sudah pindah ke Sulawesi siap memberi ke saksian. –Wirati Astiti
20
NINE
12 - 18 MEI 2014
Nurhayati Nufus
Nuwang dalam Nunya Rame Tidak banyak perempuan yang masih aktif “menghidupkan” tradisitradisi dalam kelompoknya, seperti nunya rame di Sumbawa Barat. Karena itulah, tiap tradisi nunya rame dilakukan, Nurhayati Nufus yang berusia sekitar 60 tahun ini menjadi salah satu “bintang” dalam kegiatan itu. Ia akan menjadi penghibur bagi para ibu dan remaja yang terlibat dalam kegiatan tersebut, dengan melantunkan lawaslawas yang dapat menghilangkan rasa capek selama bergotong royong nunya rame. Dialah yang disebut sebagai nuwang (tukang lawas dalam nunya rame). Karena itu, tiap kegiatan nunya rame dilakukan, Nurhayati selalu hadir menghidupkan suasana. biasanya diberi kesempatan untuk menumbuk padi di awal acara karena te naganya masih dianggap kuat. Sedangkan para ibu dan orangtua yang masih kuat mendapat giliran berikutnya. Untuk meng hibur para pe kerja, secara spontan para penumbuk padi terutama pada bagian rantok akan menumbuk padi secara berirama. Kegiatan ini dikenal dengan baguntung (Sumbawa Barat) atau bagonteng (Sumbawa). RantokSalah satu tradisi gotong royong dalam masyarakat adat rantok ini akan Sumbawa adalah menumbuk padi bersama-sama yang mengeluarkan dilakukan oleh para perempuan bunyi-bunyian “Saya menghibur agar para ibu berirama tradisional saling sahutdan remaja putri tidak jenuh selama menyahut. Ada juga acara spontan bekerja menumbuk padi,” kata Nu- balawas ala para perempuan pekerfus sapaan akrab Nurhayati Nufus. ja. Saling lempar pantun ala Samawa Nunya rame ini biasanya akan ini akan ikut meramaikan suasana. berlangsung semalam suntuk bah- Lawas-lawas yang disampaikan lebih kan hingga subuh tiba. Karena itu, banyak yang bersifat menghibur dan pemilik hajatan biasanya menyiapkan jenaka, agar para penumbuk padi panganan khusus untuk mereka terhibur saat lelah selama bekerja. yang bekerja sepanjang malam ini Dan, terdapat seorang ketua yang berupa penganan malege (sejenis akan berinisiatif membuka pantun kue wajik) atau kue ketan dan kue lebih awal dan memimpin para lupis. Lamanya waktu nunya rame perempuan berpantun serta mengkarena banyaknya padi yang ditum- atur irama balawas tersebut. “Inilah buk, tentu saja akan menimbulkan tugas saya. Saya menjadi nuwang kejenuhan dan rasa capek. Para gadis sejak usia remaja hingga sekarang,”
Untuk menghilangkan penat, para perempuan akan melantunkan balawas (pantun khas Sumbawa) saat bekerja menumbuk padi.
ujar Nufus. Sembari baguntung dan balawas, kegiatan menumbuk padi ini berlangsung hingga subuh hari, dan para perempuan ini tidak beranjak sebelum seluruh pekerjaan selesai bahkan hingga kegiatan bersihbersih dan kegiatan membereskan seluruh peralatannya. Nunya rame akan berakhir serempak. Pada tiap kegiatan hajatan seperti ini, pemilik hajatan selalu menunjuk satu orang yang memang telah biasa dan dipercaya untuk bertanggungjawab terhadap seluruh proses kerja dapur, mulai dari nunya rame, membuat kue, membuat bumbu, membuat minyak kelapa, hingga memasak dan sebagainya. Orang yang bertanggungjawab terhadap hal tersebut dinamakan nuwang. Nuwang adalah koordinator lapangan pada bagian urusan dapur dan konsumsi. Dialah yang akan berkomunikasi dengan pemilik hajatan atas segala kekurangan dan kebutuhan dapur selama acara persiapan dan kegiatan inti berlangsung, sekaligus sebagai penghidup suasana kerja dalam bentuk balawas. Dalam kehidupan sosial ma syarakat tradisional Samawa terdapat sistem gotong-royong yang dikenal dengan basiru. Salah satu bentuk basiru tersebut adalah nunya rame (Sumbawa Barat) atau nuja rame (Sumbawa). Tradisi nunya rame, merupakan cermin hidup kolektif Tau Samawa, yang memegang prinsip saling tulong (saling tolong). Dalam tiap kesempatan penyelenggaraan hajatan, saling tolong ini selalu menjadi penguat yang mempererat hubungan sosial satu sama lain dan mewarnai budaya masyarakat. Gotong-royong ini bisa berupa sumbangan materi, tenaga maupun waktu. Hal ini tentu saja akan meringankan segala kebutuhan bagi penyelenggara kegiatan dalam suatu hajatan, misalnya saat melaksanakan acara perkawinan, khitanan dan hajatan lainnya. Dalam tradisi ini juga menyimpan kearifan lokal sebagai bagian dari cara bersosialisasi, bekerjasama, saling membantu dan kesadaran untuk ikut terlibat dalam tiap urusan sosial kemasyarakatan. Selain itu, pelaksanaan tradisi ini mengandung nilai seni karena di dalamnya secara tidak langsung memberi nuansa seni selama proses kerjasama ini berlangsung. Nunya rame adalah kegiatan menumbuk padi bersama-sama di tempat mereka yang tengah menyelenggarakan hajatan. Kegiatan nunya
rame digelar ketika salah satu warga masyarakat mulai masuk dalam penyelenggaraan hajatan seperti perkawinan dan khitanan. Nunya Rame pada acara perkawinan akan segera dimulai ketika ada pemberitahuan, baik lewat baguntung (bunyi rantok yang dipukul bertalu-talu, sebagai pengumuman pada awal dimulainya kegiatan perkawinan adat Samawa), atau saat sirih dan pinang ada di depan rumah-rumah masyarakat sebagai simbol pemberitahuan atau pengumuman akan adanya hajatan. Nurhayati N ufus Saat masyarakat telah menerima undangan atau mendengar pengumuman seperti ini, secara satu hingg bulan. Dan, dalam r e n spontan dan sukarela, para perem- tang waktu itulah, berbagai prosesi puan, tua dan muda, mulai ber- akan dijalankan yang membutuhkan bondong-bondong mendatangi banyak orang yang terlibat dalam rumah tempat yang berhajat untuk segala persiapannya. melaksanakan nunya rame dengan Di malam nunya rame ini, ratusan membawa sesuatu seperti padi, kilogram beras akan dihasilkan sebakelapa, gula dan sebagainya sebagai gai beras persediaan yang berhajat. bentuk sumbangan bagi pemilik Peralatan nunya rame, juga dibawa hajatan. Namun, yang paling banyak oleh para perempuan yang memang disumbangkan masyarakat adalah memiliki peralatan ini seperti alu padi, karena inilah bahan makanan atau tampi. Untuk melepaskan bulirpokok yang banyak dibutuhkan da- bulir padi dari tangkainya, padi-padi lam tiap hajatan berlangsung. Nunya tersebut ditumbuk dalam rantok rame ini biasanya dilaksanakan pada menggunakan alu bambu yang di malam hari, di mana para perem- sebut demeng, sehingga menjadi puan saat itu telah terbebas dari tetir. Setelah bulir-bulir padi terlepas urusan domestik di rumah masing- dari tangkainya, dilanjutkan dengan masing. Usai waktu Isya’ lewat, para penumbukan berikutnya masih perempuan ini memulai aktivitas dalam rantok dan alu bambu yang nunya rame. disebut lebak sehingga menghasilPadi-padi milik penyelenggara kan lasir. Proses ini berlangsung hajatan akan digabungkan dengan setidaknya tiga kali, yang diselingi padi-padi yang disumbangkan oleh dengan ditampi untuk memisahkan masyarakat sehingga jumlahnya kulit berbentuk sekam dari beras menjadi sangat banyak. Padi-padi da- yang telah terkelupas. lam jumlah yang banyak inilah yang Pada proses penumbukan akhir, akan ditumbuk beramai-ramai. Saat jika sisa padi yang belum terkelupas nunya rame inilah, salah satu kegiat tinggal sedikit, penumbukan dilakuan paling ramai dalam tiap hajatan kan dengan lesung berdiri. Namun, berlangsung. Bagaimana tidak, nyaris jika sisa padi yang belum terkelupas seluruh perempuan dalam kampung menjadi beras lebih banyak, dipakai yang berhajat akan ikut ambil bagian rampang (lesung yang terbuat dari dalam tradisi ini. Ini dimungkinkan kulit kerbau). Beras-beras yang karena padi yang ditumbuk jumlah- dihasilkan ini bisa sebanyak 200 kilonya sangat banyak. gram yang dimasukkan dalam wadah Banyaknya kebutuhan akan beras yang dikenal dengan gerobok (wadah dalam tiap hajatan, tidak lepas dari yang terbuat dari bambu berukuran lamanya proses hajatan terutama besar berbentuk segi empat atau buperkawinan dalam masyarakat adat lat seperti keranjang, tempat untuk Samawa yang bisa memakan waktu mengisi beras). -Naniek I. Taufan
INSPIRASI
12 - 18 MEI 2014
AA Ngurah Anom Mayun K. Tanaya
Berburu Kain Tradisional Bali
H
idup bertumbuh di keluarga Puri, setidaknya turut memberi andil dalam perjalanan berkesenian seorang AA Ngurah Anom Mayun Konta Tanaya. Di Bali, ia dikenal sebagai perias dan desainer aksesori. Belakangan, ia pun sempat disebut-sebut sebagai “penyelamat kain tradisional Bali” oleh sebuah media massa, dikarenakan aktivitasnya yang tak henti-henti meneliti dan menelusuri sejarah kain tradisional Bali di seluruh kabupaten/ kota se-Bali. Kain-kain yang sarat makna filosofi itu kemudian disimpan di galeri di rumahnya di Jalan Veteran, Denpasar. Gung Mayun sapaan karibnya adalah putra pertama dari lima bersaudara. Ayahnya AA Ngurah Gede Budiarsa dan ibunya AA Sagung Ratih merupakan pelopor petenun ikat pertama di Denpasar, Tenun Ikat AAA (dibaca A tiga) yang sempat eksis di tahun 70an. Mungkin lingkungan semasa kecilnya inilah yang lantas membuat Gung Mayun begitu meminati kain tradisonal Bali khususnya. Dalam pencariannya itu, ia juga meneliti dan mencoba memilahmilah sesuai dengan kabupaten/kota asal kain, mencari bentuk, fungsi dan makna filosofi dari masing-masing kain tersebut. Kain lama yang sudah nyaris punah dibelinya, kemudian direpro (dibuat baru) dengan tetap mempertahankan motif-motif tradisi (kuno). Ia tak menampik tak sedikit uang harus dikeluarkannya dari kantung pribadi untuk mendukung penelitiannya ini.
Sejak 1992, bersamaan dengan lulus S-1 dan menjadi dosen di almamaternya ISI Denpasar, Gung Mayun memperdalam kepiawaiannya merias pengantin Bali. Ia tak ingin hanya sekadar bisa tanpa mengerti filosofi di balik riasan, aksesori pelengkap, dan kain-kain yang dikenakan sang pengantin. Ia pun terus berburu. Dalam “memburu” kain-kain bersejarah tersebut, tak sedikit kendala yang dihadapinya. Salah satunya, kebiasaan masyarakat Bali yang turut menyertakan kain ketika pemiliknya meninggal dalam ritual ngaben (pembakaran jenazah). Selain itu, orangtua sering pula memberikan bekal kain kepada anak perempuannya ketika menikah. Karena itu, perpindahan tangan dan tempat tinggal pemilik tak bisa dihindari. Namun, diakuinya, tak sedikit pula kain-kain bersejarah itu tak sengaja didapatinya bahkan seolaholah datang sendiri kepadanya. Seperti, sebuah kain yang menjadi saksi sejarah perang Puputan Badung tahun 1906. Pada kain itu terdapat satu lubang bekas tembakan peluru. Ia mengaku tak sengaja menda patinya pada seorang pedagang kain tua di pasar. ”Saya termasuk orang beruntung. Selain masih keluarga Puri Denpasar, saya diperkenankan mengoleksi kain yang menjadi saksi sejarah Puputan Badung. Kain ini benar-benar istimewa sejarahnya,” ungkapnya. Pria kelahiran Denpasar 23 Maret 1968 ini mengatakan Bali begitu ba nyak memiliki tradisi, dan tak satu pun kehidupan sejarah manusia Bali
lepas dari kain. Ada beberapa daerah di Bali yang memiliki busana yang khas, seperti Tenganan Pegringsingan yang terkenal dengan kain gering singnya. Tiap daerah di Bali pun dikatakannya memiliki kain songket. Antara satu kabupaten dengan kabupaten lainnya dibedakan dengan motif. “Banyak jenis kain tradisional Bali yang digunakan untuk upacaraupacara tertentu. Seperti kain bebali yang biasanya bermotif garis-garis lurus, yang digunakan sebagai sarana upacara, dll.” ujarnya. Beberapa jenis kain tradisional Bali lainnya adalah kain wali yang motifnya kebanyakan kotak-kotak kecil, digunakan dalam upacara menek kelih (akil balik)/ngeraja sewala; kain cepuk, tenun ikat yang dasarnya berwarna merah dan ditenun agak jarang. Kain ini dibedakan lagi menjadi dua jenis, yakni, kain cepuk yang terbuat dari benang katun yang digunakan untuk upacara pitra yadnya dan pengangge tarian yang bersifat sakral, dan cepuk dari benang sutra yang dipakai untuk orang dalam upacara ngeraja sewala. Ada kain geringsing, yang merupakan salah satu tenun dobel ikat yang hanya dibuat di daerah Tenganan Pengringsingan. Memiliki banyak motif yang bermakna tertentu dan digunakan untuk upacara-upacara yang bersifat sakral. Kain lainnya, endek yang merupakan tenun ikat yang motifnya terjadi karena ikatan pada benang pakan. Jenis kain berikutnya adalah songket. Songket adalah tenun yang motifnya terjadi karena sungkit an pada benang pakan. Pada kain
ini terdapat motif geometris, flora, fauna, kekarangan, wayang, dan motif campuran. Ada juga kain prada, kain yang motifnya terjadi dengan menempelkan lembaran emas dengan polapola tertentu pada selembar kain. Zaman dulu, prada digunakan oleh orang-orang khusus pada upacaraupacara besar, yang dalam istilah Bali disebut prada gede. Kain begitu berarti dalam seluruh prosesi kehidupan dan upacara manusia Bali. Namun sayang, dalam era kekinian, ia yang banyak belajar tentang kain dari literatur dan langsung terjun ke masyarakat pedalaman dan dari orang-orang Puri khususnya, meng aku khawatir. Ia merasa kain-kain tersebut tidak pas peruntukannya. Ia mencontohkan kain songket bermotif hewan-hewan tertentu yang zaman dulu hanya dipakai oleh raja atau kalangan bangsawan dan untuk upacara tertentu, sekarang tidak berlaku lagi, semua orang bisa memakainya, bahkan penempatan atau pemakaiannya sudah salah kaprah. Itu pula yang lantas membuatnya “gatal” menelusuri tapak-tapak sejarah kain tradisional Bali. Meski tak lantas begitu saja bisa langsung menyelamatkan kain-kain tersebut dari makna filosofi yang sesungguhnya, namun paling tidak ia sudah berusaha berbuat untuk tetap menjaga kain-kain tersebut sebagaimana seharusnya. PERIAS MODIFIKASI Tata rias, kain, dan aksesori menjadi satu-kesatuan yang saling mendukung dalam apa yang dilakoni
AA Ngurah Anom Mayun K. Tanaya
Ngurah Mayun. Dosen pengampuh mata kuliah Desain Grafis di ISI Denpasar yang dipercaya merias pengantin Dewa Budjana-Putu Borrawati beberapa tahun silam itu mengisahkan dirnya mulai serius menekuni dunia tata rias sejak tahun 1990an. Semua ia dapati dari belajar secara otodidak pada pakar-pakar perias Puri tentang tat arias dan busana adatnya,di antaranya di Puri Kanginan Buleleng, Puri di Denpasar, dan Puri Karangasem. Ngurah Mayun sebagai perias pengantin Bali benar-benar memegang betul pakem-pakem tersebut. Dalam riasan tradisional, tak boleh menggunakan bentuk-bentuk modifikasi seperti di zaman sekarang. “Dalam merias, ada pakem yang disesuaikan dengan lingkungan daerahnya masing-masing. Secara umum, penggunaan riasan dan busana adat Bali di tiap daerah di Bali hampir sama. Yang membedakan, bentuk pusungan dan aksesorinya. Terutama riasan kepala yang memberikan ciri khas masing-masing daerah tersebut,” ucapnya. –Inten Indrawati
Akademi Kebidanan Kartini Bali
Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Akademi Kebidanan Kartini Bali (AKKB) merupakan salah satu perguruan tinggi yang berada di lingkungan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VIII. Akademi Kebidanan Kartini Bali di bawah pengelolaan Yayasan Kartini Bali dan secara operasional dilaksanakan berdasarkan surat keputusan Mendiknas RI/Dikti Nomor 161/D/O/2005 tangggal 31 Oktober 2005. Dengan surat perpanjangan izin penyelenggaraan Mendiknas dan Kopertis Nomor 1564/D/T/K-VIII/2013 tanggal 18 April 2013. Akademi Kebidanan Kartini Bali telah terakreditasi B oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, Nomor 026/ BAN-PT/Ak-XI/Dpl-III/XII/2011 tanggal 8 Desember 2011. Akademi Kebidanan Kartini Bali telah mewisuda lulusan VI regular dan lulusan II Program transfer alih kredit dari D-I dan D-III Kebidanan. Visi - Menghasilkan suatu sarana pendidikan kebidanan yang menghasilkan Ahli Madya Kebidanan yang kompeten dan berdaya saing internasional dalam memberikan pelayanan kebidanan yang berlandasakan moral dan etika.
Salah satu tradisi gotong royong dalam masyarakat adat Sumbawa adalah menumbuk padi bersama-sama yang dilakukan oleh para perempuan.
5
Misi - Misi Akademi Kebidanan Kartini Bali - Menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesional di bidang kebidanan yang menghasilkan lulusan yang kompeten, mandiri, mampu bersaing serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. - Menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat oleh dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa yang me nyentuh kepentingan masyarakat. - Menghasilkan penelitian-penelitian unggulan yang responsif terhadap masalah
kesehatan dan mampu menjadi pedoman bagi penentuan kebijakan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. - Meningkatkan kemampuan dosen dengan menyelenggarakan program magang di luar negeri. - Menyelenggarakan mata kuliah Bahasa Jepang dan Bahasa Inggris dengan standar kelulusan TOEFL minimal 400. FASILITAS - Ruang kuliah full AC - Sarana kuliah dilengkapi LCD dan OHP - Lab. Kebidanan, Lab. KDPK, dan Lab. Bahasa Inggris - Sarana ujian kompetensi berdasarkan OSCA - Ruang perpustakaan dengan multimedia dan internet - Tempat pemondokan/asrama - Aula/ruang serbaguna - Mini bus Full AC untuk mengantar kegiatan praktik - Ambulans - Seperangkat gamelan Bali, keyboard untuk ekstrakurikuler - Tempat ibadah - Fotocopy Menerima Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2014/2015 - Pendaftaran penelusuran Minat dan Prestasi (PMDP) dan regular mulai tanggal 6 Desember s.d. 14 Juli 2014.
Syarat pendaftaran PMDP: - Lulusan SMA jurusan IPA/IPS/SMK kesehatan tahun 2013/2014. - Tinggi badan minimal 150 cm - Tidak memiliki nilai 5 (lima) pada rapor untuk mata ajar: Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, sejak semester I sampai dengan semester V. - Memiliki nilai minimal 7 (tujuh) pada rapor untuk mata ajar: Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris sejak semester I sampai dengan semester V. - Membawa surat keterangan berbadan sehat dan tidak buta warna dari dokter pemerintah. - Membawa pas foto berwarna ukuran 4x6 cm (6 lembar) Syarat pendaftaran regular: - Lulusan SMA/SMK Kesehatan - Usia maksimal 24 tahun - Fotokopi ijazah/surat keterangan lulus yang sudah dilegalisir - Pas foto warna ukuran 4x6 cm (6 lembar) - Membawa surat keterangan berbadan sehat dan tidak buta warna dari dokter pemerintah - Uang pendaftaran Rp 300.000 - Waktu pendaftaran setiap hari kerja pukul 08.00 s.d. 13.00 Wita Tempat pendaftaran: Aula Akademi Kebidanan Kartini Bali Jalan Piranha Nomor 10 pegok, Sesetan, Denpasar (Depan SMPN 6 Denpasar, Pegok, Sesetan).
“Ketua Yayasan Kartini Bali Dr. Ni Wayan Karthi Sutardjana mengimbau, bagi para orangtua yang ingin putri-putrinya menjadi bidan, sebaiknya memilih sekolah bidan yang sudah terakreditasi BAN-PT, minimal B. Karena tanpa akreditasi tersebut, saat lulus sebagai CPNS tidak bisa diangkat karena sekolahnya tidak terakreditasi.”
Alamat Kampus Jalan Piranha Nomor 2 Pegok, Sesetan Denpasar Selatan Telepon 0361-720471, 0361-724682 Faksimile 0361-720471 Jalan Piranha Nomor 10 Pegok, Sesetan, Denpasar Selatan Telepon 0361-710199 Email: akkb2008@yahoo.co.id www.akbidkartinibali.co.id
4
INSPIRASI
12 - 18 MEI 2014
Clara Ng
Terinspirasi saat Sakit Bagi penggemar buku, nama wanita satu ini tentulah tidak asing, Clara Ng. Maklum ia bukan hanya penulis produktif, tapi sejumlah bukunya pun berhasil masuk dalam best seller. Berkat prestasinya di dunia tulis-menulis, Clara pun tiga kali meraih penghargaan Adhikarya dari Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi). Terakhir bukunya yang juga mendapat banyak apresiasi dari masyarakat adalah ‘Langkah Sejuta Suluh’.
B
uku yang baru-baru ini di-launching itu, bercerita tentang pengalaman Merry Riana, seorang Inspirator juga Motivator kondang dalam meraih kesuksesan di bidang jasa keuangan. Berbeda dengan buku Merry Riana lainnya, buku ini bergaya thriller. “Buku ini dikerjakan cukup lama antara 18-20 bulan, dari mulai proses penulisan, editing, diskusi dan lain-lain. Prosesnya banyak sekali, jadi bukan sekadar menulis,” ungkap wanita bernama asli Clara Regina Juana saat ditemui di Central Park, Jakarta Barat. Melihat dari waktu pengerjaan, boleh dibilang penggarapan buku ini terasa lumayan lama. Meski tidak mengalami kendala yang berarti, namun sejatinya menulis tokoh yang masih hidup memang tidak mudah. Apalagi, nuansa yang ingin dibangun adalah sebuah kisah nyata yang penuh ketegangan, perjuangan Merry dan teman-temannya untuk menggapai kesuksesan harus berhadapan dengan intrik-intrik kotor dari orang-orang yang tak menghendaki keberhasilan mereka. “Bagaimana menulis tentang perjalanan hidup Merry menjadi sebuah kisah yang seru dan penuh aksi. Ini bagian yang
penuh tantangan bagi saya. Saya merombak tulisan sampai dua kali. Tulisan pertama saya rombak karena merasa speednya kurang cepat, speednya harus formula one, sedang yang saya buat hanya formula tiga…ha… ha..Jadi tulisan itu dibongkar untuk menjadikannya formula one, sehingga pembaca akan merasakan keseruan pengalam an Merry Riana,” tutur wanita kelahiran 1973 ini. Baik Clara maupun Merry Riana, memang menghendaki sebuah karya yang berkualitas. Buku yang bukan hanya sekadar terbit dan dibaca sekali, setelah itu terlupakan. Tapi buku yang ingin dihasilkan adalah buku yang membawa manfaat bagi pembacanya. “Ya, buku yang membawa dampak bagi pembacanya, buku yang timeless. Karena buku yang kami kehendaki seperti itu maka terkesan pengerjaan menjadi lama. Buku ini memang tidak bisa diburu-buru deadline,” ungkapnya. BERCITA-CITA JADI JURNALIS TELEVISI Memulai debutnya sebagai penulis tahun 2002, awalnya wanita kelahiran 1973 ini, tidak bercita-cita menjadi penulis. Ia ingin menjadi jurnalis televisi. Karena itu ia merantau ke Amerika untuk mempelajari
jurnalistik. Sayangnya, sedang ada pembenahan kurikulum jurusan di Ohio State University, tempatnya menimba ilmu. Walhasil ia pun mengambil jurusan interpersonal and organizational communication. Di luar mata kuliah majornya, ia juga sempat mengambil beberapa mata kuliah jurnalistik. Namun kemudian dia jatuh cinta dengan mata kuliah komunikasi dan linguistik. “Saat saya masuk, jurusan jurnalistik merger dengan komunikasi. Jadinya saya ambil jurusan interpersonal communication,” ungkap Clara yang menghabiskan tujuh tahun tinggal di negeri Paman Sam sebelum kembali ke Indonesia. Bisa dibilang jalan hidup yang tak terduga lah membuat ibu dua anak ini akhirnya berkarier di dunia tulis menulis. Pulang ke Indonesia, Clara bekerja di per usahaan perkapalan Korea, Hanjin Shipping. Tapi sejumlah kejadian memaksanya menghentikan kariernya di perusahaan Korea itu. Betapa tidak, ia didiagnosa dokter terkena penyakit kekentalan darah. Gara-gara penyakit itu juga, wanita bersuara lembut ini, mengalami dua kali keguguran. Dia juga harus bolak-balik ke rumah sakit. Akhirnya Clara memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaannya dan istirahat total di rumah. Pada masa ‘bed rest’ itulah Clara seolah me nemukan passion yang tak pernah disadari sebelumnya. Yakni menjadi penulis. Ini sebenarnya bukan hal yang mengherankan, karena sejatinya ia memang menyukai membaca buku sejak kecil. Ibunya pun gemar mendongeng. Itu semua membentuk Clara kecil suka berimajinasi, membentuk cerita sendiri dalam benaknya. Clara mengaku tak sulit menuangkannya dalam bentuk tulisan. “Sebenarnya, kalau seseorang suka membaca, biasanya akan bisa menulis pula. Nah dari kecil saya suka membaca, jadi tidak masalah. Dulu ibu juga gemar mendongeng. Itu yang mulai menumbuhkan minat untuk merangkai cerita sendiri,” kata Clara
Clara Ng
yang menerbitkan novel pertamanya tahun 2002 dengan judul Tujuh Musim Setahun, yang diterbitkan secara independen. Setelah novel pertama, tak lama kemudian anak pertama Clara pun lahir, dan ia pun vakum dari dunia menulis karena ingin konsentrasi mengurus anak dan keluarga. Clara yang bersuamikan seorang berkebangsaan Malaysia, Nicholas Ng, baru come back ke karier yang telah dirintisnya itu, dua tahun kemudian, 2004, dengan menerbitkan novel berjudul ‘Blues’ yang merupakan buku pertama trilogy Indiana Chronicle. Buku ini mendapat sambutan hangat, apalagi pada buku kedua dari trilogy Indiana Chronicle yang berjudul, Lipstic yang diterbitkan diawal tahun 2005. Satu buku lainnya adalah The (Un) Reality Show, yang diterbitkan pada masa yang sama. Clara seolah ngebut. Di tahun itu pula, persisnya pertengahan Juni, ia menerbitkan novel Bridesmaid, yang melengkapi trilogy Indiana Chronicle. Clara makin keranjingan menulis. Tak heran ia menjadi salah satu penulis paling produktif saat ini. Dia tidak hanya menulis novel remaja dan dewasa tapi ia juga merambah ke penulisan buku anak-anak. Seri pertama buku anak-anaknya, berjudul Berbagi Cerita Berbagi Cinta, dibuat berseri tujuh. Salah satu seri buku ini, ‘Gaya Rambut Pascal’ memperoleh penghargaan Adhikarya
dari Ikapi pada 2006. Total dari dunia menulis, Clara telah memboyong tiga penghargaan dari Ikapi dan menjadi nominator penghargaan satra Kathulistiwa Literary Awads untuk novelnya berjudul Jampi-jampi Varaya. Meski memiliki sederet prestasi, juga puja-puji dari masyarakat penggemar bukubukunya, bukan berarti tak pernah ada kritikan. Gara-gara tulisannya ia sempat dianggap terlalu berani dan menganut paham seks bebas. Namun Clara tetap tenang menghadapi segala kritik itu. “Sebagai penulis ia berusaha mengangkat ceritacerita kemanusiaan, apa adanya. Cerita itu harus bisa menyentuh kemanusiaan yang terdalam. Seperti ketika saya menulis no vel Merry Riana, saya berusaha menggali sudut-sudut yang bisa menggangkat sisi kemanusiaan,” papar Clara. PROFESI YANG MENJANJIKAN Kini Clara memang telah menjadi penulis yang sukses. Padahal dulu, ketika ia memutuskan untuk berkarier di dunia tulis-menulis, keluarga sempat kurang mendukungnya karena menganggap menulis bukan pekerjaan yang bisa dibanggakan. Anggapan itu menjadi tantangan tersendiri baginya. Ia ingin membuktikan bahwa menjadi penulis adalah sebuah kebanggan karena bisa berbagi dengan sesame lewat tulisan. Dari sisi pendapatan pun, tutur Clara, profesi ini cukup menjanjikan, asalkan dijalani dengan konsisten. “Penulis bisa menikmati pendapatan setingkat manajer perusahaan besar asalkan terus berkarya,” ucapnya. Selain konsisten, tambahnya, seorang penulis harus mempunyai idealism yang tentunya, bersanding dengan pertimbang an bisnis. “Penulis itu harus bisa menjadikan namanya semacam brand yang bisa dijual,” katanya lagi. Sukses sebagai penulis, si buk dengan berbagai kegiatan, tidak membuat Clara lupa pada perann ya sebagai ibu rumah tangga. Waktunya yang fleksibel membuat ia bisa melakukan semuanya. Baginya, keluarga adalah nomor satu. Perannya sebagai ibu rumahtangga adalah yang utama, sedang pekerjaan sebagai penulis adalah nomor dua. Karena itu, katanya, ia terlebih dahulu membereskan kewajibannya sebagai ibu, sebelum melakukan pekerjaannya sebagai penulis. –Diana Runtu
“Sebenarnya, kalau seseorang suka membaca, biasanya akan bisa menulis pula. Nah dari kecil saya suka membaca, jadi tidak masalah. Dulu ibu juga gemar mendongeng. Itu yang mulai menumbuhkan minat untuk merangkai cerita sendiri,”
12 - 18 MEI 2014
MANDALIKA
21
NTB Progresif Tanggulangi Kemiskinan Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan agenda Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur Nusa Tenggara Barat, akhir tahun anggaran 2013, sebagai bentuk akuntabilitas dalam memimpin penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan, berlangsung belum lama ini.
D
alam kesempatan itu, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyampaikan laporan masa akhir pelaksanaan RPJMD Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2009-2013, sekaligus merupakan awal dari RPJMD Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2013-2018. Arah pembangunan pada tahun 2013, masih dalam koridor RPJMD 2009-2013, untuk mencapai visi “Terwujudnya Nusa Tenggara Barat Yang Beriman Dan Berdayasaing” (NTB Bersaing). Pencapaian pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan tahun 2013 pada masing-masing bidang urusan wajib pemerintahan, seperti urusan pendidikan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, dengan delapan program dan 31 kegiatan. Total alokasi anggaran sejumlah Rp 30,22 Miliar lebih, dengan realisasi keuangan 91,33 % dan realisasi fisik 99,4 %. Tingkat keberhasilan pelayanan pendidikan di antaranya ditunjukkan oleh angka rata-rata lama sekolah, dengan indikator angka partisipasi sekolah, angka putus sekolah, angka melanjutkan sekolah, dan angka melek huruf. sejak program unggulan absano (angka buta aksara menuju nol) dan adono (angka drop out menuju nol) dilaksanakan, kinerja urusan pendidikan di Nusa Tenggara Barat mengalami lompatan. “Tiga isu penting menyangkut besarnya penyandang buta aksara, tingginya persentase anak putus sekolah, dan rendahnya rata-rata lama sekolah, alhamdulillah tertangani dengan cukup baik,” ujarnya. Dalam hal kesehatan, total alokasi anggaran sejumlah Rp 234,55 Miliar lebih, dengan realisasi keuangan 93,3% dan realisasi
fisik 95,95%. Selama tahun 2013, angka kematian ibu dapat ditekan menjadi 240,9 kasus per 100.000 kelahiran hidup dari target 260 kasus per 100.000 kelahiran hidup. Jumlah kematian bayi mengalami penurunan menjadi 1.299 kasus dibandingkan tahun 2012 sebanyak 1.426 kasus. Sedangkan dalah hal urusan lingkungan hidup yang mengalokasikan anggaran sejumlah Rp 8,15 Miliar lebih, dengan realisasi keuangan 87,41% dan realisasi fisik 97,67%. Tampak kondisi Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada tahun 2013, masih terdapat dua kabupaten/kota yang belum memenuhi persyaratan minimal 30%. T������������������������������� erkait program unggulan perlindungan mata air (permata), sampai tahun 2013, jumlah mata air yang dapat dilindungi sebanyak 334 titik mata air, meningkat 13 titik dibandingkan tahun 2012 sebanyak 321 titik, atau meningkat 160 titik dari kondisi tahun 2008. Dalam bidang Pekerjaan Umum dengan total alokasi anggaran sejumlah Rp 452,61 Miliar lebih, dengan realisasi keuangan 97,82 % dan realisasi fisik 99,13%. Pada tahun 2013, masih dilaksanakan penyelesaian pembayaran program strategis percepatan infrastruktur jalan provinsi, sesuai Peraturan Daerah Nomor 9 T 2010. Percepatan infrastuktur jalan provinsi mulai dilaksanakan sejak tahun 2011 dengan pola penanganan kontrak tahun jamak (multi-years) untuk sebanyak 43 ruas jalan, yang semula sepanjang 342,01 kilometer ditambah menjadi 358,01 kilometer. Terdapat penambahan 16 kilometer yang telah diselesaikan hingga akhir tahun 2013. Urusan penataan ruang total alokasi anggaran sejumlah Rp 635,91 juta lebih, dengan realisasi keuangan 86,42% dan realisasi
fisik 94,65%. Penyusunan tata ruang kawasan perbatasan dan kawasan strategis provinsi telah mencapai 100%, demikian pula pendampingan penyusunan raperda RTRW kabupaten/ kota telah rampung. Urusan perencanaan pembangunan yang dilaksanakan oleh badan perencanaan pembangunan daerah, dengan enam program dan 22 kegiatan. Total alokasi anggaran sejumlah Rp 19,78 Miliar lebih, dengan realisasi keuangan 91,33% dan realisasi fisik 100%. Terkait dengan progres pencapaian millenium development goals (mdg’s) pada tahun 2013, Nusa Tenggara Barat meraih tiga penghargaan bidang pembangunan, yaitu terbaik pertama pencapaian tujuan sasaran mdgs 2013 secara komulatif, terbaik pertama laju pengurangan kedalaman kemiskinan 2009-2011, dan terbaik pertama laju kinerja pencapaian sasaran mdgs 20082011. Nusa Tenggara Barat juga memperoleh Anugerah Pangripta Nusantara 2013 yang diberikan pada saat Musrenbangnas 2013 sebagai penghargaan tertinggi yang diberikan kepada daerah yang berhasil menyusun rencana pembangunan dengan baik, serta melahirkan inovasi dalam perencanaan pembangunannya. Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam RPJMD 2008-2013 menetapkan penurunan angka kemiskinan sebesar 14% di tahun 2013. Pada bulan September 2013, jumlah penduduk miskin berkurang menjadi 802.450 jiwa atau 17,25%, dibandingkan periode yang sama pada tahun 2012, persentase penduduk miskin
sebesar 18,02%, dan 19,73% di tahun 2011. Artinya, dalam dua tahun terakhir, NTB dapat menurunkan angka kemiskinan di atas satu persen per-tahunnya. Capaian ini menempatkan Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu daerah yang progresif dalam program penanggulangan kemiskinan. Tahun 2013 juga Taman Nasional Gunung Rinjani ditetapkan sebagai geopark nasional, untuk selanjutnya diikhtiarkan menjadi Geopark Dunia ke UNESCO di tahun 2015. Masih banyak lagi sektor-sektor lain yang capaiannya menggembirakan, seperti urusan perumahan, urusan kepemudaan dan olahraga, urusan penanaman modal, urusan koperasi dan usaha kecil menengah, urusan kependudukan dan catatan sipil, urusan ketenagakerjaan, urusan ketahanan pangan, urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Urusan ini dilaksanakan oleh Badan Pember������� dayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, melalui empat program dan sembilan kegiatan. Total alokasi anggaran sejumlah Rp 5,56 Miliar lebih, dengan realisasi keuangan 87,35% dan realisasi fisik 92,8%. Angka capaian gender development indeks tahun 2013 dalam proses validasi. Terkait trafficking, pada tahun 2013 terdapat 14 kasus, menurun dibandingkan tahun 2012 sebanyak 26 kasus. Sedangkan jumlah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tahun 2013 sebanyak 1.187 kasus, meningkat dua
kasus dibandingkan kasus KDRT tahun 2012. Selain itu, ada pula urusan keluarga berencana dan keluarga sejahtera, sebagai ikhtiar dalam menekan angka kelahiran dan laju pertumbuhan penduduk di Nusa Tenggara Barat. Sektor lain yang tidak kalah baik capaiannya adalah urusan perhubungan, urusan komunikasi dan informatika, urusan pertanahan, urusan kesatuan bangsa dan politik dalam negeri, urusan otonomi daerah, pemerintahan umum, administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian dan persandian, urusan pemberdayaan masyarakat dan desa, urusan sosial, kebudayaan, statistik, kearsipan, perpustakaan, kelautan dan perikanan, pertanian, kehutanan, energi dan sumberdaya mineral, serta pariwisata, industri, perdagangan, dan ketransmigrasian. Seluruh pencapaian Pemerintah Provinsi NTB yang dilaporkan secara lengkap dan rinci dalam kesempatan ini (tulisan ini hanya sebagian kecil dari laporan lengkapnya), disampaikan di depan Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Gedung DPRD NTB, Jalan Udayana, Mataram. Seluruh penyelenggaraan urusan wajib tahun 2013, yang mengalokasikan dana sebesar Rp 2,37 Triliun dapat terealisasi sebesar Rp 2,19 Triliun lebih, atau 92,39%, dan realisasi fisik sebesar 97,56%. -Naniek I. Taufan
Gubernur NTB M. Zainul Majdi didampingi Ketua TP PKK, Hj. Erica Zainul Majdi saat melakukan kunjungan dan berdialog dengan warga binaan di Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Budhi Rini di Mataram, NTB, beberapa waktu lalu. Menurut data PSKW Budhi Rini Mataram, warga binaan di panti tersebut berasal dari Jabar, Jatim, Yogja, Sumbawa Barat dan Lombok. Sebanyak 36 warga binaan Budhi Rini selama tinggal di panti ini diberikan pelatihan pembuatan kue, menjahit serta keterampilan tata rias selama 6-12 bulan. Selain berkunjung ke Panti Sosial Budhi Rini, Gubernur juga berkunjung ke Panti Sosial Bina Remaja di Bengkel, Labu Api Lombok Barat.
W H AT ’ S U P
22
DCG Berlians
D
CG Berlians (Denpasar Clean and Green Berbudaya, Lestari, Indah, Nyaman, dan Sehat) merupakan salah satu LSM yang bergerak di bidang lingkungan. Sejak diresmikan 29 Juli 2011, organisasi yang berada di bawah naungan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali ini mengalami perubahan yang sangat mendasar yakni perubahan pada logo dan tagline DCG. Awalnya, tagline DCG hanya ‘Berlian’ yang artinya ‘Berbudaya, Bersih, Indah dan Nyaman’. Kemudian dirubah menjadi ‘Berlians’ dengan menambahkan
satu huruf yaitu S yang artinya Sehat. Adanya perubahan pada logo dan tagline DCG adalah simbol dari kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat Kota Denpasar. Pemaknaan nama dan warna dari logo DCG merupakan representasi dari unsur bumi seperti tanah, air dan tumbuhan serta ‘Berlians’ bermakna permata bernilai tinggi. Moto lembaga ini adalah berpikir, berkata, berbuat baik demi lingkungan dan kelangsungan hidup generasi sekarang dan yang akan datang. Anggota DCG Berlians merupakan kelompok relawan dari beragam profesi yang memiliki
kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Sifat keanggotaannya sangat terbuka. Saat ini telah ada 73 orang anggota yang tersebar di 25 desa/kelurahan se-Kota Denpasar. Tetapi jumlah anggota yang aktif hanya 20 orang. “Kendala ini karena kehadiran mereka belum mewakili hati nurani peduli sampah melainkan kehadiran mereka karena adanya perintah dari atasan. Meski demikian, DCG Berlians tidak akan putus asa. Meskipun sedikit akan terus berjuang memerangi sampah,” ucap Bu Catur saat ditemui di kantor sekretariat DCG Berlians, Rabu (23/4). Sesuai dengan semangat dan nilai-nilainya, DCG Berlians dibentuk untuk membantu masyarakat dan pemerintah dalam upaya mengurangi permasalahan lingkungan seperti sampah, membangun kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan dan menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, indah, lestari dan berbudaya. DCG Berlians juga memiliki visi dan misi, dua hal yang mendasar bagi terbentuknya sebuah organisasi. “Dengan visi yang sesuai dengan kepanjangan dari kata Berlians sendiri yaitu Berbudaya, Lestari, Indah, Nyaman dan Sehat. Serta misinya adalah membudayakan hidup bersih dan sehat, pengelolaan sampah, meningkatkan pengetahuan, keterampilan, pola pikir dan perilaku masyarakat, mendidik generasi muda untuk peduli lingkungan, mendorong partisipasi dan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan sampah, membangun jaringan dan kerjasama, membangun kesadaran kritis lingkungan sesuai nilai-nilai kearifan lokal, serta membudayakan gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle),”
tandasnya. Bu Catur mengungkapkan kegiatan rutin saat ini di antaranya aktif melakukan peningkatan keterampilan pembuatan kerajinan bagi anggotanya, karena ada rencana menyelenggarakan pameran pada Juni mendatang di Desa Sumerta Kauh. Sedangkan kampanye pengelolaan sampah di banjar dan mengembangkan bank sampah di setiap banjar, anggotanya masih berjalan. Selain itu, DCG Berlians juga masih terus melakukan kampanye sekaligus kerja bakti di Lapangan Lumintang dan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung tiap hari. “Dengan langkah ini semoga dapat membangun rasa peduli masyarakat terhadap lingkungan,” harapnya. Beragam kegiatan peduli lingkungan yang dilakukan komunitas ini seperti melakukan kerja bakti, memberikan penyuluhan ke berbagai tempat mengenai cara pengolahan sampah, komposting dan biopori, serta membentuk bank sampah dan membuat kerajinan dari sampah untuk dijadikan kerajinan yang bernilai. Hal itu tidak hanya bermanfaat bagi pelestarian lingkungan, tetapi juga mendatangkan uang yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Bu Catur mengungkapkan cara pengelolaan sampah, yaitu dengan mengelompokkan atau memilah sampah sesuai dengan jenisnya. Contoh, membedakan sampah organik dengan sampah anorganik. Selain itu, upaya pengurangan sampah organik dapat dilakukan dengan cara komposting (pengolahan sampah organik menjadi pupuk).Tentu melalui perlakukan dengan menambahkan media lain misalnya MOL
S E L E B R I TA S
Bintang Mira
3
Langsung Nyemplung
Budayakan Gerakan 3R
Hidup di kota yang bersih tentu idaman setiap orang. Terlebih lagi dapat terbebas dari permasalahan sampah yang hingga kini belum terselesaikan. Mewujudkan kota yang bersih sudah menjadi tanggung jawab seluruh warga yang mendiami kota tersebut baik pemerintah maupun masyarakat. Berbagai upaya dan gebrakan terkait pelestarian lingkungan pun bermunculan, salah satunya DCG Berlians, kelompok pemerhati lingkungan yang mengedukasi dan memotivasi masyarakat untuk perubahan yang lebih baik bagi lingkungan.
12 - 18 mei 2014
12 - 18 Mei 2014
Kerja kerasnya sejak tahun 2000 dan kesetiaan perempuan satu ini terhadap pengembangan budaya lokal, yakni batik Bali kini membuahkan hasil. Wisatawan yang berkunjung Gianyar, tidak melewatkan kesempatan untuk mampir ke rumah batiknya, Balibatiku di Jalan Legong Keraton, Sidan, Gianyar.
(Mikro Organisme Lokal) untuk mempercepat proses pelapukan, air, kompos atau pupuk kandang yang sudah jadi sebagai stater. Jika tidak mempunyai lahan, bisa dipakai wadah berupa keranjang dari bambu atau plastik. Setelah itu, lakukan pembalikan secara rutin dan dalam waktu 30 hingga 40 hari sampah organik sudah bisa menjadi kompos. Bu Catur juga menjelaskan mengenai biopori atau lubang resapan yang bermanfaat untuk meningkatkan daya resapan air yang sekaligus dapat mengatasi banjir dan genangan air serta sebagai media komposting. Jadi, sampah-sampah organik bisa dimasukkan pada lubang resapan ini hingga lapuk dan menghasilkan kompos.Saat ini sudah dilakukan sosialisasi mengenai pembuatan biopori, mengingat biopori sangat bermanfaat bagi lingkungan. Ia berpesan kepada masyarakat Denpasar yang ingin hidup nyaman, maka cintailah bumi ini dengan tidak merusak, mulailah membuat gerakan peduli sampah secara berkelompok agar semakin banyak orang yang peduli terhadap sampah. Yang terpenting lagi, mulai dari diri sendiri, aplikasikanlah prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang artinya mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang, Contoh mudah, ketika pergi berbelanja, bawalah tas dari rumah untuk mengurangi penggunaan plastik. Masyarakat yang ingin bergabung ke DCG Berlians dapat berhubungan langsung dengan Made Wardana (Ketua). Telepon (0361) 238572 atau langsung mendatangi sekretariat DCG Berlians di Jalan Letda Reta No. 90 Yangbatu - Denpasar. -Ari
T
ak salah jika desainer bernama Bintang Mira Afriningrum ini tercatat sebagai salah seorang perintis industri fashion tradisional di desa Sidan, Gianyar. Disamping itu Mira, begitu sapaannya bukan hanya masuk dalam jajaran perancang busana papan atas Bali tapi namanya juga berkibar di berbagai ajang bergengsi tingkat nasional maupun internasional. Karya terbaik istri dari Pande Putu Gede Wiratama ini pun bertebaran, baik yang dikenakan para fashionista maupun sebagai uniform bagi para karyawan hotel berbintang di Bali, Yogyakarta
hingga Timor Leste. Pelanggannya pun banyak berasal dari luar negeri, salah satunya Maladewa. Kini di show room-nya, terpajang banyak pilihan hasil olah budaya lokal yang ditranformasikannya dalam bentuk lembaran batik Bali dengan ragam jenis, seperti batik tulis, batik cap, dan campuran batik cap dan tulis. “Kami juga menyediakan busana ready to wear the luxe , dari busana kasual hingga gaun malam,” ujar perempuan yang hobi melukis ini. Di tiap ajang yang diikutinya, mulai dari Indonesia Fashion Week hingga Hongkong Fashion Week, Mira selalu membawa batik Bali sebagai primadona karyanya. Bahkan dalam pagelaran Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2014 , 19 Mei mendatang di Sentra Kelapa Gading, Jakarta ia memadukan endek Gianyar dengan batik Bali. Melengkapi busananya, desainer yang langsung menjadikan namanya sebagai brand produknya ini, juga menyediakan tas, sepatu kulit hasil olah kreativitasnya. “Selain produk yang terpajang, kami juga me nerima permin taan khusus sesuai keinginan klien,” ujar putri pasutri (alm) Edmundus Suryanto dan Ma-
ria Yosefin Suwarti ini. Ia menambahkan pemasaran terbanyaknya saat ini melalui media on line, dengan website-nya www.bintangmira.com. Mira menuturkan, ia memulai langkahnya di dunia fashion dari keprihatinannya atas megapmegapnya usaha batik sang mertua, pemilik CV Merumas. Padahal ketika itu sudah mengekspor, namun faktanya memperoleh keuntu ngan yang sangat kecil. Melihat ini, ia ingin berbuat sesuatu agar usaha mertuanya tidak sampai gulung tikar. Dengan sedikit sentuhan kreativitas, sepert i perubahan warna serta motif, ternyata berhasil diminati konsumen. Pembuktian berikutnya ketika Mira merevolusi kain sarung produksi mertuanya menjadi kain batik khas Bali. “Semua saya jalani de ngan tekad juga nekat langsung nyemplung,” cetusnya sambil terus menggali ornamenornamen Bali lainnya untuk memperkaya batik Bali. Semua langkah Mira rupanya, sesuai juga dengan saran sang mertua, Pande Ketut Dresta dan Pande Putu Srinten, agar dirinya belajar mendesain. Karena itu pula, akhirnya ia memilih mengikuti kelas desain di sekolah milik desainer senior Adrianto Halim pada tahun 2004. Bahkan kala itu, Adrianto sempat berujar kalau Mira memiliki bakat sebagai desainer. Kalimat itu pula semakin menjadikan Mira yakin dengan passion-nya, lebih pede sekaligus menguatkannya untuk berkarya di dunia fashion. “Saya kagum pada mertua yang sejak dulu sudah memiliki visi jauh ke depan,” ungkap Mira. Ia banyak bertanya pada mertua tentang produksi pembuatannya, pewarna an hingga urusan pemasarannya. Gayung pun bersambut, mertuanya dengan senang hati memberikan ilmunya, bahkan sangat men dukungnya. Rupanya dalam menapaki langkahnya, Mira juga terbantu dengan latar belakangnya di dunia per hotelan serta munculnya dorong an mimpinya waktu kecil untuk menjadi seorang desainer, terlebih lagi ia juga terlahir dari keluarga yang berdarah seni pula. “Kalau untuk inspirasi, di Bali tidak akan pernah kekurangan ide. Bali penuh dengan keindahan dan jika lebih dicermati semua memiliki nilai seni tersendiri,” katanya. Agar bisa selalu berpikir kreatif dan menjaga mood terbaik, Mira memilih rutin melakukan meditasi. ”Ketika pikiran ini fresh, maka kita bisa melakukan permainan kreatif yang berbeda tiap harinya,” ujar ibu dari Pande Putu Rangga Raditya, Pande Kadek Anggara Wedaswara, dan Pande Nyoman Bintang Paramitha ini tersenyum. Selain ini, ia juga menjalin kerjasama dengan
SMA 1 Gianyar, untuk memberikan pelajaran dengan cara berbeda , melalui program motivasi, dengan menghadirkan pembicara yang kompeten di bidangnya, diantara nya Ade Rai dan Rhenald Kasali. KIBARKAN BATIK BALI Sambil berbagi cerita seputar produksi batik Bali dan kreativitasnya, Mira mengatakan tiap rancangan pakaian yang dibuatnya bisa menjadikan pemakainya lebih percaya diri. Bukan hanya itu, ia juga berharap agar para wanita bukan saja lebih menghargai tubuhnya, tapi juga mampu tampil cerdas dengan inner beauty-nya. Begitu juga dengan busana untuk para pria, agar mereka memiliki karakter yang penuh wibawa juga gagah. Ia mengakui semua yang diraihnya kini karena adanya orang-orang terkasih di sekelilingnya, suaminya bersama ketiga buah hatinya yang luar biasa mendorong dan menjadi pemicu semangat serta spiritnya. “Memang tak ada kehidupan tanpa masalah, namun dengan dukungan keluarga tercinta, maka setiap masalah menjadi growth opportunity ,” tutur peraih beberapa penghargaan bergengsi bidang desain di Bali ini. Mengenai produk lokal batik Bali yang gaungnya mulai menampakkan hasil, dengan tegas ia mengatakan sangat ingin batik Bali mendulang sukses seperti batik dari Jogja, Solo, Pekalongan, atau yang lain. Di rumahnya yang dikelilingi persawahan itulah Mira merealisasikan ide-idenya untuk terus mengembangkan batik khas pulau Dewata ini, dengan unsur
budaya Bali, seperti poleng atau kotak-kotak hitam putih, barong hingga patra Bali. Tidak hanya sampai di situ, ketika produksi batik Bali miliknya terus meningkat. Perlahan ia juga melibatkan warga di desanya, Sidan untuk mengerjakan produksinya. “Sejak awal, saya memang ingin batik Bali dikerjakan penduduk Bali sendiri,” tegas alumnus Jurusan Pariwisata Universitas Merdeka Malang ini. Untuk mengasah ilmu membatik, sekitar 15 orang warga Sidan, sempat diterbangkan ke Yogyakarta. “Ini juga atas bantuan Pemda Gianyar,” katanya sambil mengatakan walau yang sukses menerapkan ilmunya tidak lebih dari 4 orang, namun ia yakin yang empat inilah, bisa menjadi virus untuk menularkan pada sekitarnya. Bicara kepuasan, untuk batin ia merasa oke, sedang urusan finansial, jujur dikatakannya masih tertanam untuk investasi SDM. Kendala utamanya hingga kini adalah SDM yang masih memerlukan banyak pelatihan peningkatan kemampuan. Ia juga mengaku akan sangat senang jika ada bantuan dari Pemda Gianyar. Sehingga, bisa mempercepat impiannya untuk menambah khasanah wisata di Gianyar dengan menjadikan desanya “Kampung Batik Sidan,” yang ditargetkannya dapat terealisasi 5 tahun ke depan. “Jika ada wisatawan datang ke Sidan, mereka bisa melihat, membeli dan pastinya juga bisa belajar membuat batik Bali lengkap dengan tanda tangan sendiri,” tandasnya. -ard
EKSPRESSO
2
12 - 18 MEI 2014
GORO-GORO
klik: www.tokoh.co.id mingguantokoh @mingguantokoh
Ujian Nasional Ujian Nasional (UN) masih menjadi momok yang menakutkan bagi siswa, orangtua, dan masyarakat. Pihak sekolah pun kadang ikut was-was. Kekhawatiran tidak lulus UN menjadi salah satu pemicu begitu stresnya siswa menjelang UN. Namun, ada juga yang santai saja menghadapi UN. Salah satu kasus yang berkaitan dengan UN adalah bunuh diri seorang siswi SMP di Tabanan. Kabar yang mengejutkan ini membuat pihak sekolah tak percaya kalau adanya siswa bunuh diri. Padahal secara akademis, anak tersebut memiliki kemampuan yang tak bisa dianggap remeh. Polisi sudah menyatakan kasus ini murni bunuh diri namun apa motifnya masih didalami. Jika secara akademis seorang anak memiliki kemampuan untuk menguasai pelajaran dengan baik,
O
M G
seharusnya tak ada masalah jika menghadapi UN. Namun, faktor mental kerap menjadi permasalahan. Orang yang sudah menguasai suatu bidang tetapi jika berada dalam kondisi stres, bisa saja ia lupa dengan apa yang sudah dikuasainya. Demam panggung, misalnya. Ini merupakan wujud ketidakpercayaan diri ketika berhadapan dengan sesuatu yang belum pernah dialami ataupun sudah pernah dicoba. UN mungkin menjadi salah satu contoh nyata. Kekhawatiran ter hadap situasi yang belum diketahui membuat siswa menjadi nervous. Materi pelajaran yang sudah diberikan berulang-ulang menjadi lenyap. Kisruh persiapan pelaksanaan UN, seperti soal tidak lengkap, soal tertukar, hingga soal berbau politik menambah beban pikiran siswa. Orangtua yang membaca, mendengar, atau menonton berita kisruh itu ikut panik. Ada yang mengatasinya
Salah Membuntuti
Namaku Lia. Aku baru saja lulus di sebuah universitas keguruan di Bali. Ya, aku seorang sarjana pendidikan, tepatnya guru matematika. Aku memang termasuk orang yang tidak suka menunda waktu. Kare na itulah, setelah wisuda, tanpa menunda waktu lagi aku langsung membuat banyak surat lamaran pekerjaan. Meskipun sebenarnya aku sudah mengisi waktu dengan menjadi guru privat, aku mencoba melamar ke beberapa sekolah di Denpasar. Namun, mungkin ka rena belum berjodoh, aku belum mendapatkan panggilan wawancara samasekali dari semua sekolah yang aku datangi. Suatu hari, aku dikirimi pesan (SMS) oleh salah seorang kakak kelasku yang telah bekerja di sebuah SMP di sekitar Kota Denpasar. Sebut saja SMP G Denpasar. Begini isi pesan yang dikirim oleh kakak kelasku, “Lia, di sekolahku lagi ada lowongan buat guru matematika nih… kalau mau, langsung bawa lamaranmu besok ke sekolah ya.” Tanpa pikir panjang aku langsung membuat surat lamaran pekerjaan lengkap dengan berkas-berkas yang sepertinya akan dibutuhkan. Keesokan harinya, dengan berpakaian rapi layaknya seorang guru dan penuh percaya diri, aku membawa semua berkas lamaran pekerjaan ke SMP G Denpasar. Sebelum berangkat aku buka kembali SMS
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
yang dikirimkan oleh kakak kelasku agar aku yakin arah perjalananku. Kemarin dia juga mengirimkan alamat SMP G Denpasar. Setelah lumayan lama berpikir dan yakin daerah yang akan kutempuh, kutancap gas sepeda motorku. Akhirnya, sampailah aku di daerah yang disebutkan oleh kakak kelasku via SMS. Daerahnya memang benar, namun aku tidak melihat gedung sekolah di sekitar itu. Aku mengamati sekitarku. Tanpa kusangka, di depanku lewat seorang anak mengayuh sepedanya. Anak itu berpakaian olahraga yang bagian belakang bajunya bertuliskan ‘SMP G DENPASAR’. Aku tersenyum lebar. “Nah, anak ini pasti ke sekolah ya…” pikirku merasa pintar dan akhirnya memutuskan mengikuti anak itu dari belakang. Aku tidak perduli orang-orang melihatku mengendarai sepeda motor dengan sangat lamban di belakang anak yang bersepeda, yang penting aku sampai di tempat tujuan. Setelah hampir 15 menit aku membututi anak itu, akhirnya
dengan menggenjot anaknya agar belajar lebih serius, ada yang mencari celah bagaimana anaknya bisa lulus UN, bahkan ada yang mengikutkan anaknya dalam program hipnoterapi untuk mengurangi kecemasan. Dukungan orangtua terhadap anak menjelang dan selama pelaksanaan UN sangat penting. Kalau situasi sudah nyaman, anak pun merasa tenang dan bisa fokus belajar. Sekolah pun berkepentingan untuk menciptakan suasana nyaman. Di satu sisi, sekolah ingin semua siswanya lulus demi citra positif sekolah. Di sisi lain, sekolah menggenjot siswanya dengan memberikan materi tambahan yang kadang membuat siswa jenuh. Untuk mendapatkan hasil terbaik tentu berawal dari proses yang terbaik juga. Sinergi antara sekolah, siswa, dan orangtua sangat diperlukan. Ibarat atlet yang melakukan pemusatan latihan, harus diatur bagaimana ritme peningkatan kemampuan siswa. Jangan terlalu longgar atau jangan terlalu mepet. Buatlah jadwal agar saat tampil di pertandingan atau perlombaan yang bernama UN, siswa berada dalam penampilan puncak (peak performance) sehingga bisa memberikan kemampuan terbaiknya. Salam.
anak itu berbelok ke arah kanan. Anehnya, banyak rumah di sana. Layaknya perumahan. “Oh, aku baru tahu di sini ada sekolah masuk ke perumahan,” pikirku lagi. Tidak berapa lama, anak itu berhenti dan membuka sebuah gerbang di depannya. Namun, tiba-tiba ia menoleh ke arahku dengan ekspresi sangat kaget karena mungkin dia tidak tahu sejak tadi ada orang cantik yang membututinya (hehehehe… narsis dikit). “Kakak ngapain di sana?” tanya anak itu. Kujawab dengan pertanyaan, “Ini SMP G Denpasar, Dik?” “Ya nggaklah, Kak. Ini rumah saya. Memangnya rumah saya kelihatan kayak gedung sekolah ya?” jawabnya. “Iya juga sih,” pikirku merasa bodoh. Tidak berhenti sampai di sana, aku melontarkan pertanyaan tidak penting yang kedua, “Terus, pagipagi begini kok Adik udah pulang?” “Saya kan olahraga, Kak. Nanti saya balik lagi ke sekolah habis ganti baju,” jawabnya polos. OMG, malu-maluin. Langsung saja aku tancap gas setelah diberi alamat pasti oleh anak tadi. Uh… coba saja sejak tadi aku tidak sok jadi detektif. –Lia, Denpasar
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Putu Wijaya
EMON
Bu Amat sejak pagi sudah bikin pu sing. Pertanyaannya membingungkan dan memojokkan. “Sebagai lelaki, coba katakan, apa alasannya kenapa si Emon, bajingan dari Sukabumi itu sampai hati, tega, sama sekali tidak berperikemanusian? Bahkan sampai 73 orang hanya sejak bulan Desember tahun lalu sampai April tahun ini?” Amat yang sudah seminggu tidak mengikuti berita di TV dan koran bingung. Bu Amat terus nyerocos. “Jangan bikin-bikin alasan karena waktu umur 11 tahun, dia juga diperlakukan oleh orang dengan cara yang sama. Jadi ini balas dendam? Hah! Kenapa membalas kepada orang yang tak bersalah?! 73 anak lagi! Mungkin lebih! Itu bukan membalas dendam, tapi sudah ketagihan! Harus dihukum mati!” Amat mengangguk tak sengaja. “Tidak cukup hukum mati, tapi hukum dia 15 tahun kali 73! Supaya kapok. Supaya jangan ada orang lain lagi yang berani meniru perbuatannya!” Amat mencoba menebak apa inti gugatan istrinya, “Jangan nanti bilang si Emon itu diganggu trauma masa kecilnya, jadi mengidap sakit jiwa. Orang sakit jiwa tidak bisa disalahkan. Dia akan tetap bebas! Itu dosa para pengacara yang keblinger! Emon biar sakit jiwa, tetap harus dihukum supaya kapok, supaya tidak ada lain yang berani mengulangi perbutan cabulnya!” “Cabul?” “Bukan hanya cabul! Laknat! Terkutuk? Dosa! Di neraka pun dia ditolak!” “Begtu, ya?!” “Bapak jangan pura-pura bodoh! Coba terus-terang saja, sebagai lelaki, kalau Bapak si Emon, apa alasan bapak melakukan perbuatan cabul itu?” “Cabul?” “Lebih dari cabul! Masak bapak tidak mau mengakui ulah si Emon itu cabul?! “Si Emon siapa?” “Terlalu!” “Tapi bapak tidak kenal dengan si Emon! “ Amarah Bu Amat meledak. “Si Emon itu, Bapak sendiri!” Bu Amat meninggalkan Amat dengan marah. Amat masih belum mengerti kenapa pagi-pagi ia sudah disemprot. “Emon itu pemuda berusia sekitar 25 tahun. Orangnya baik, sopan dan ramah. Pandai bergaul,” kata seorang tetangga menjelaskan, “tetapi dia sudah menyodomi 73 orang anak dalam waktu sekitar 5 bulan.” Amat bengong. Ia cepat menghampiri Bu Amat, “Bapak sekarang tahu siapa si Emon. Tapi kenapa ibu bilang si Emon itu bapak?” Bu Amat menatap Amat lalu berkata lirih tapi pedih. “Karena perbuatannya itu tidak hanya merendahkan martabatnya sendiri, tapi merendahkan derajat semua lelaki!” Amat tiba-tiba meledak. “Emon brengsek!” Bu Amat mengangguk puas. “Nah begitu, dong! Kalau orang dalam yang mengutuk, baru dia tahu rasa. Kalau cuma ibu-ibu, dianggapnya angin lalu!”
Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksi mile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Pal merah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
12 - 18 MEI 2014
23
Monas “Mandi” Air Panas Ingin melihat keindahan Jakarta maka datanglah ke Monas (Monumen Nasional), naiklah sampai ke puncak dan Anda akan mendapat pemandangan terbaik Kota Jakarta. Tapi dalam dua pekan ini, banyak pengunjung kecewa, khususnya mereka yang datang dari daerah karena kunjungan mereka hanya sampai ke ruang museum dan ruang kemerdekaan yang berada di bagian bawah Monas.
S
ejak 5 Mei hingga 18 Mei, wisatawan dilarang naik ke cawan sampai ke puncak Monas karena monumen yang dibangun pada masa Presiden Soekarno ini, sedang “dimandikan”. Banyak pengunjung yang tak tahu informasi itu. Yang paling kecewa tentu saja para pengunjung yang datang dari daerah jauh kare na tidak setiap saat mereka bisa datang ke Jakarta dan berkunjung ke monument bersejarah itu. “Ini kedua kalinya saya tidak bisa naik ke puncak. Dua tahun lalu saya datang juga tidak bisa naik ke puncak karena antrian begitu panjang. Saya tidak bisa menunggu karena anak-anak rewel, jadi kami pulang. Kali ini gagal lagi,” ungkap Husein yang datang dari Bukit Tinggi, Sumatera Barat, bersama keluarganya. Setelah 22 tahun, Monas yang tingginya 132 meter itu, tidak pernah dimandikan. Bukannya tidak ada niat, namun selalu saja ada masalah sehingga monumen itu tidak jadi dimandikan. Akhir 2011 lalu, sebenarnya Monas akan dimandikan. Tim pencucinya pun sudah datang. Namun rencana tersebut gagal karena cuaca yang buruk, hujan terus menerus mengguyur Jakarta. Dua tahun tak terdengar kabar, baru Mei inilah rencana membuat kinclong Monas terwujud. Proyek pembersihan Monas ini dilakukan oleh PT Karcher, perusahaan asal Jerman yang 22 tahun lalu juga memandikan monumen bersejarah ini. Salah satu spesialisasi dari perusahaan yang berbasis di Jerman ini adalah membersihkan bangunanbangunan penting dan bersejarah.
Setidaknya ada sekitar 80 bangunan penting dan bersejarah yang pernah ditangani tim Karcher, di antaranya, Basilika Santo Petrus di Vatikan, Mount Rushmore di Amerika Serikat, dan London Eye di Inggris, London. Untuk mengerjakan Monas, Karcher menurunkan 20 orang ahli, mereka adalah teknisiteknisi berpengalaman dari Indonesia dan Jerman. Ada sedikit ‘gonjang-ganjing’ ketika Pemda DKI Jakarta menunjuk PT Karcher untuk membersihkan Monas. Wagub Basuki Tjahja Purnama alias Ahok sempat dituding tidak nasionalis karena menyerahkan proyek tersebut pada perusahaan asing. Ahok menegaskan, Pemda DKI Jakarta menunjuk Karcher karena dinilai berpengalaman membersihkan bangunan-bangunan pen ting dan bersejarah di dunia. “Kami tidak mau memberikan risiko (Monas) diuji coba untuk dibersihkan. Kalau mau latihan di gadung lain lah. Jangan di Monas. Ini (bahannya) marmer. Mohon maaf bukan nggak nasionalis,” tegas Ahok. Soal berapa biayanya tidak di singgung, namun menurut Ahok, program membersihkan Monas merupakan bagian dari program CSR (corporate social responsibi lity) perusahaan tersebut. Hal tersebut juga diakui Fransisca Natalia dari Karcher Indonesia, yang menyebut perusahaan tidak menetapkan tarif apapun untuk proyek tersebut. Kesibukan di seputar lapangan Monas memang sudah terlihat sejak sepekan lalu. Suasana ramai itu bukan hanya karena para pekerja yang tengah mempersiapkan per-
lengkapan pembersihan, namun juga para pengunjung Monas yang menonton para pekerja mempersiapkan peralatan. Thorsten Moewes, Ketua teknisi PT Karcher, yang berada di lokasi tugu mengatakan, meski Monas 22 tahun tidak dibersihkan, namun kondisinya tidak terlalu parah karena itu pengerjaannya pun tidak sulit. Namun begitu, karena ini adalah monumen bersejarah, maka pengerjaannya harus ekstra hati-hati agar tidak merusak material yang ada. Tidak ada cairan kimia yang digunakan, hanya murni air de ngan suhu 100°C. Air panas ini untuk merontokkan jelaga dan debu akibat polusi, juga jamur. Air panas ini akan disemprotkan dalam tekanan tertentu untuk menyapu semua kotoran yang melekat. Membersihkan kerak dan debu yang melekat pada monumen penting dilakukan, karena kalau dibiarkan terlalu lama akan
Foto: Danang P Wibowo
ban gunan ini dirancang oleh sejumlah arsitek Indonesia yaitu Soedarsono, Frederich Silaban dan Ir. Rooseno. Pembangunannya dimulai pada masa pemerintahan Soekarno, 17 Agustus 1961. Sedang peresmian museum terbuka untuk umum baru dilakukan pada 12 Juli 1975 oleh Presiden Soeharto. Salah satu yang berubah dari Monas sejak didirikan adalah bertambahnya berat emas yang berada di puncak Monas, dari 35 kg, menjadi 50 kg
foto: academic.ru
Pengunjung bisa melihat seluruh Kota Jakarta dari puncak Monas
menyebabkan keretakan, bahkan bisa menyebabkan batu jatuh. Menurut Fransisca, pembersihan Monas dilakukan dua tim. Untuk tim Karcher Indonesia mengerjakan bagian cawan, lantai ke tangga, pelataran dan ground floor. Untuk dinding dan tangga, jelasnya, digunakan penyemprot an high pressure water, sedang lantai termasuk pelataran menggunakan scrubber dryer. Sedang tim dari Jerman, yang dipimpin Thorsten Mouwes, membersihkan tugu. EMAS TIDAK DISENTUH Monas didirikan untuk me ngenang perlawanan dan perjuang an rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Tugu ini berdiri di tengah lapangan yang telah lima kali berganti nama. Awalnya bernama Lapangan Gambir, kemudian menjadi Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas dan kini bernama Taman Monas. Secara keseluruhan,
pada 1995. Emas yang berada di puncak tugu adalah satu-satunya bagian dari Monas yang tak disentuh atau tidak dibersihkan tim Karcher. Alasan yang mengemuka adalah emas yang berbentuk obor itu, tidak perlu dibersihkan karena sudah dimandikan oleh alam (air
hujan). Pada hari biasa, pengunjung bisa mencapai pelataran puncak Monas. Karena peminatnya banyak, biasanya terjadi antrian cukup panjang. Maklum, lift yang membawa pengunjung ke ketinggian 115 meter itu, ukurannya hanya 11 x 11 meter dan hanya memiliki kapasitas 11 orang sekali angkut. Sedang pelataran puncak Monas, hanya dapat menampung 50 orang. Di sana terdapat teropong untuk melihat panorama Jakarta lebih dekat. Di sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Bahkan bisa melihat Gunung Salak di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan laut di bagian utara Jakarta beserta pulau-pulau kecil di sekitarnya. Tentu saja, itu semua baru bisa terlihat kalau cuaca Jakarta sedang cerah. Pemandangan inilah yang ingin disaksikan kebanyakan pengunjung sehingga mereka rela mengantri untuk mencapai puncak. Sebagai informasi, harga tiket Monas Rp 5.000/dewasa hanya sampai di area cawan. Jika ingin ke puncak, maka harga tiket Rp 10.000. Sedang anak-anak Rp 2.000 untuk area cawan maupun ke puncak Monas. –Diana Runtu
Tim sedang bersiap-siap membersihkan Monas
24
12 - 18 Mei 2014
2 Minute Miracle Gel
Lihat dan Rasakan Hasilnya dalam 2 Menit Apakah Anda memiliki waktu 2 menit? Tentu saja, sebab hanya dalam waktu 2 menit kita bisa mendapatkan perawatan kulit yang berkualitas dan manfaat anti-penuaan yang canggih setiap harinya.
Hal tersebut bisa terjadi dengan menggunakan 2 Minute Miracle Gel (2 MM Gel). Produk ini memiliki keunggulan yang luar biasa. Produk 2MM Gel ini ada karena Shelly Maquire, seorang formulator, pendidik, konsultan dan penulis buku “Dancing in the Strom” yang berkisah tentang kehidupannya yang kronik dan ketajaman bisnisnya. Ketika berusia sembilan tahun didiagnosa terkena penyakit cystic fibrosis dan disebut punya harapan hidup sampai usia 18 tahun
(saat ini 53 tahun), ia bertekad memerangi penyakitnya. Mimpinya, membuka spa yang dikombinasikan dengan kesehata n jasmani dan batin, serta kecantikan luar pun menjadi kenyataan dan berhasil membuka dan meng operasikan salon dan spa dengan lebih dari 100 karyawan selama 10 tahun. Pendekatannya dengan pelanggan mengarah pada pengembangan produk 2 Minute Miracle Gel (2MM Gel) yang akhirnya sukses dan terkenal. Saat ini, Shelly menjalin kemitraan dengan Ocean Avenue untuk memasarkan produknya yang istimewa ter sebut. Kini 2 MM Gel hadir sebagai produk yang praktis dan ekonomis dengan tujuh (7) kegunaan yakni, sebagai pembersihan (cleanser), pengangkatan sel kulit mati (exfo liator), penyegar (toner), pelembab kulit, pengecil pori-pori dan persiapan awal untuk pengkondisian kulit.
Selanjutnya diformulasikan de ngan 3.1 Skin Complex Ocean Avenue, 2 Minute Miracle Gel memberikan kombinasi yang ideal terhadap tiga komposisi bahan utama yang terbukti dapat menghidupkan dan meremajakan kulit. Yakni, Antarcti cine, mempertahankan kelembaban dan melindungi kulit; Extrac Aloe, lidah buaya yang menutrisi kulit dan Extrac KBGA (Klamath Blue Green Algae), yang memperbaharui atau memulihkan kulit. Kegunaan 2 MM Gel yang tidak ada biji-bijian, tidak ada amprelas, tidak ada asam ataupun zat kimia yang bersifat keras, tidak ada pewarna atau pewangi artificial. Berguna untuk segala jenis kulit, kering, berminyak, kombinasi dan sensitif. Dapat digunakan oleh pria dan wanita segala usia. Pria dapat menggunakannya sebelum berc ukur, untuk melembutkan bulu dan persiapan kulit. Produk ini juga dapat digunakan setiap hari pada wajah, leher, dada, tangan, siku dan area dimana kulit Anda butuh untuk direvitalisasi atau diremajakan. Berikutnya, untuk mengoptimalkan fungsi dan hasil dari penggunaan produk perawatan kulit lainnya dan tidak menyebabkan sensitivitas terhadap matahari, kemerahan atau iritasi.
2 Minute Miracle Gel Teruji Secara Klinis Survei oleh pihak ketiga, Bio Screen Clinical Service (BCS) di Phoenix, USA pada tahun 2009 (usia partisipan 18-65) sebagai berikut. Hasil yang terlihat hanya dengan sekali pemakaian: - 100% dari pengguna merasa kulit lebih lembab dan lembut - 100 % merasa adanya peningkatan yang signifikan terhadap kecerahan kulit - 97% menyadari kulit menjadi lebih cerah dan bersinar - 92% menyadari kulit lebih kencang - 92% menyadari kulit terlihat lebih muda - 90 % menyadari kerutan halus pada kulit berkurang - 80% menyadari penampilan kulit terlihat lebih sehat Hasil yang terlihat dalam 15 hari - 81,50 % peningkatan terhadap kolagen tipe-1 - 34 % peningkatan terhadap
kolagen tipe-2 - 31,5 % peningkatan terhadap elastin kulit Hasil yang terlihat dalam 30 hari - 44,5 % pengurangan terhadap keriput atau kerutan kulit Instruksi Pemakaian 1. O leskan gel secukupnya dan ratakan pada permukaan kulit yang kering, di wajah, leher, tangan dan area tubuh lainnya yang butuh untuk diremajakan. 2. Biarkan selama 45 detik sampai 1 menit dan mulai digosok secara sirkular atau melingkar. Ketika menggosok gel harus mencair dan membentuk gumpalan. Jika tidak mencair dan membentuk gumpalan setelah beberapa detik, tunggu 1 menit lagi dan lanjutkan menggosok sampai terbentuk gumpalan dari peng angkatan kulit mati. 3. Bilas dengan air hangat dan keringkan 4. S egera tutup kembali wadah setelah penggunaan.-ard
Beberapa pertanyaan yang sering diajukan di antaranya: T:Saya mengoleskan gel tersebut tapi tidak mendapat kan gumpalan bola dari kulit mati yang menggulung, mengapa? J: Jika Anda mengoleskan gel dan membiarkannya dikulit lebih dari satu menit tanpa memijatnya, Anda akan mendapatkan manfaat gel sebagai pelembab, tidak sebagai pengangkat kulit mati yang optimal. Pastikan untuk menggosokkannya dengan lembut dalam menit pertama setelah aplikasi.
2 MM Gel, 9 tahun terakhir menjadi top sales no. 1 produk di Amerika melalui line TV - Home Shoping Network (HSN)
Jangan lewatkan demo dan testimoni produk, pada: Hari/tgl : Selasa 13 Mei dan Rabu 14 Mei 2014 Pukul : 16.00 Wita Tempat : Amour Boutique Jalan Gatot Subroto IV Blok 1 No. 6 Denpasar. Info: Beauty Consultant Wulan: telepon (0361) 2088899 dan Pin BB 75028454 Melia : Hp 081 999 066 564
T: Mengapa saya harus mengangkat kulit mati? J: Saat muda, usia < usia 25 tahun, sel kulit berganti secara sendirinya. Inilah mengapa saat muda sel kulit terlihat begitu bagus, kencang dan cerah. Ketika usia bertambah, proses pergantian kulit melambat dan permukaan kulit ditutup lapisan sel mati. Itu sebabnya perlu mengangkat sel kulit mati agar terlihat lebih muda. Juga, penggunaan produk lainnya yang tadinya hanya menempel pada kulit akan berfungsi semakin baik. T: Seberapa sering saya boleh menggunakan 2 Minute Miracle Gel? J: Idealnya, Anda harus menggunakan setiap hari, karena kulit mati bertumpuk setiap hari. Mengangkat sel kulit mati penting bagi kesehatan dan keindahan
kulit. Untuk jangka panjang Anda harus menggunakannya minimal tiga kali dalam seminggu. T: Kapan waktu yang tepat menggunakannya? J: Dapat digunakan pada malam hari maupun pagi hari, asalkan dioles pada kulit yang kering (tidak lembab atau basah). Namun, sebagian besar menggunakan pada pagi hari karena membuat kulit halus bersinar dan akan membantu make up tahan dan melekat sepanjang hari. T: Bagaimana cara terbaik menyimpan 2 MM Gel? J: Penting sekali untuk menutup wadahnya rapat setelah pemakaian, sehingga gelnya tetap berbentuk gel. Selain itu tidak membiarkan udara lembab masuk kedalam kontainer. Kami sarankan menyimpan di suhu ruangan yang bebas dari panas dan dingin yang ekstrim. T: Di bagian mana saya menggunakan gel ini? J: 2 Minute Miracle Gel dirancang untuk digunakan pada wajah, leher, dada, tangan, siku. Dimana Anda ingin segera meremajakan kembali tampilan kulit Anda. Pastikan mengoleskannya di kulit yang kering (tidak lembab dan basah). -ard