21 - 27 April 2014
24
Wajib Belajar Malam Kurangi Siswa Keluyuran Sebagian orang bersikap skeptis ketika Pemda DKI Jakarta berencana menerapkan wajib belajar malam untuk anak-anak. Apakah akan efektif? Siapa yang akan mengawasi? Berbagai per tanyaan lain yang mengemuka ketika rencana ini disampaikan. Skeptis boleh saja, karena memang program ini baru diujicobakan beberapa bulan di Jakarta. Itupun belum di semua kecamatan yang jumlahnya mencapai 42 kecamatan dengan 2.707 RW dan 30.300 RT. Tak heran kalau sampai sekarang masih banyak anak-anak yang masuk dalam kriteria wajib belajar malam (7-18 tahun) terlihat keluyuran alias bermain pada pukul 19.00-21.00, waktu di mana program tersebut diberlakukan.
H
arus diakui, kebanyakan masyarakat Jakarta tidak tahu kalau kewajiban belajar malam bagi anak-anak usia sekolah sudah ada aturannya. Peraturan Daerah DKI Jakarta No 8 Tahun 2006 tentang Sistem Pendidikan, telah mengaturnya pada pasal 11 ayat 3,”Setiap peserta didik berkewajiban belajar setiap hari efektif sekolah di rumah dari pukul 19.00 sampai dengan 21.00”. Peraturan yang umurnya sudah hampir delapan tahun ini, kurang disosialisasikan sehingga tak heran kalau masyarakat kaget ketika muncul rencana Pemda yang akan memberlakukan jam wajib belajar malam. Apalagi rencana itu diungkapkan tak lama setelah kasus kecelakaan anak musisi Ahmad Dhani yang baru berusia 13 tahun mengendarai mobil dan menabrak sejumlah orang hingga tewas. Lepas dari kontroversi dan berbagai reaksi masyarakat, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, bertekad tetap melaksanakan program yang telah tertuang dalam Perda DKI Jakarta itu. Memang belum serentak dilaksanakan di seluruh wilayah Jakarta, masih bersifat uji coba di beberapa daerah yang ditunjuk
sebagai percontohan. Pihak Dinas Pendidikan menyatakan, evaluasi dan monitoring terus menerus dilakukan terhadap wilayah-wilayah yang telah melaksanakannya. Pada tahap awal ketika program uji coba diluncurkan pada Oktober tahun lalu, dipilih dua RW untuk masing-masing wilayah di Jakarta. Jumlah itu kini semakin bertambah. Uniknya, penambahan itu justru atas inisiatif masyarakat karena melihat keberhasilan uji coba wajib belajar malam di wilayah dekat kediamananya. Memang, ukuran keberhasilan yang dilihat warga belum mengacu pada peningkatan prestasi belajar anak, namun pada berkurangnya anak-anak usia sekolah yang bertempat tinggal di wilayah uji coba keluyuran atau bermain di luar rumah pada malam hari. Warga RT 14/RW 01 Kelurahan Cijantung, Jakarta Timur, misalnya. Mereka baru menjadi peserta ‘Kampung Cerdas’ sejak dua bulan lalu, setelah melihat uji coba yang dilaksanakan wilayah tetangga berhasil. “Ini dilaksanakan atas usulan sebagian warga setelah melihat keberhasilan di RT tetangga. Lalu warga dikumpulkan untuk rapat sosialisasi. Memang waktu rapat
ada juga yang mempertanyakan program tersebut, namun mayoritas setuju,” tutur Dwi Warno yang baru beberapa bulan bermukim di wilayah tersebut. Waktu rapat sosialisasi, ada warga yang tidak lagi memiliki anak usia sekolah mempertanyakan peraturan tersebut karena dirasakan mengganggu kenyamanan mereka. Semua warga diminta tidak menyalakan televisi yang berada di ruang tamu atau ruang keluarga waktu jam belajar malam.Masalahnya, peraturan itu dipukul rata, keluarga punya anak usia sekolah ataupun tidak, diminta menyalakan televisi pada jam –jam itu. Bagi yang tidak memiliki anak usia sekolah, tidak boleh menyalakan televisi pada jam itu, dirasakan sebagai pelanggaran privasi. Nada keberatan bukan hanya datang dari mereka yang tidak memiliki anak usia sekolah tapi juga datang dari warga yang masih memiliki anak usia sekolah. Alasan mereka, jam belajar anak-anak mereka tidak pada malam hari melainkan pada sore hari. Ketika anak pulang sekolah, setelah beristirahat sejenak, anak dibiasakan untuk belajar. Sehingga pada pukul 19.00 adalah jam istirahat mereka. Mereka dapat bermain atau nonton televisi selama dua jam, sebelum tidur. “Lalu, pada saat anak saya istirahat dan akan nonton televisi, bagaimana? Anak saya sudah belajar, pukul 19.00 adalah jam bermain mereka sebelum tidur,” tutur seorang warga yang diamini oleh warga lainnya. Namun, setelah diberi penjelasan juga permintaan untuk semua berpartipasi agar program ini berhasil, akhirnya semua warga
setuju. Setidaknya, diujicobakan dalam beberapa bulan untuk melihat hasilnya, apakah berdampak positif pada perubahan prilaku anak. Ternyata, kata Dwi Warno lagi, program ini boleh dibilang cukup berhasil. Setidaknya, sejak program tersebut dijalankan, anak-anak yang bermain di luar rumah pada jam belajar, jauh berkurang. Mereka belajar di rumah. MELANGGAR, DENDA RP 2000 PER-ANAK Program ini bisa berjalan karena yang terlibat bukan hanya pihak orangtua yang ikut mengawasi putra-putrinya, juga pengurus RT/ RW dan aparat kelurahan terkait dengan pengawasan dan monitoring. “Pengawasan berjalan. Di awal-awal memang tidak mudah. Misalnya, warga yang menyalakan televisi pada jam belajar, didatangi dan ditegur agar mematikan televisinya. Atau, anak-anak yang terlihat di luar rumah ditegur. Semuanya tentu dengan persuasif. Pokoknya ketika sirine berbunyi pukul 19.00, anak-anak pun langsung masuk ke rumah masing-masing. Kini program sudah berjalan, para orangtua juga merasakan manfaatnya karena anak-anak berada di dalam rumah, belajar. Meski begitu, pengawasan tetap giat,” jelasnya. Contoh keberhasilan juga terlihat di Kampung Cerdas RW 05 Kelurahan Koja, Jakarta Utara. Malah, bagi sebagian warga rukun tetangga di wilayah rukun warga ini, program ini bukan hal baru. Mereka telah melaksanakan wajib belajar malam, jauh sebelum Gubernur Jokowi berbicara soal akan penerapan wajib belajar malam di Jakarta. Menurut Ketua RW 05, Asep Suprihatin,
mereka melaksanakan wajib belajar malam anak sejak tahun 2012. Waktu itu, hanya beberapa RT yang kebetulan dekat dengan balai warga. Karena program ini berdampak bagus, bukan saja membuat anak-anak tidak keluyuran pada malam hari namun prestasi belajar mereka meningkat, akhirnya sejumlah RT lain yang berada di lingkungan RW 05, pun mengikuti jejak pendahulunya. Di RW 05 Kelurahan Koja, peraturan ini bukan sekadar imbauan dan sosialisasi tapi sudah memberlakukan sanksi bagi pelanggarnya, yakni, denda Rp 2000 per-anak. Kesadaran masyarakat—apalagi sudah merasakan manfaatnya--ditambah adanya denda bagi yang melanggar, membuat program ini berjalan cukup efektif. “Pada jam wajib belajar malam, tidak boleh ada yang keluyuran. Tidak boleh menyalakan televisi di tempat belajar anak. Mereka yang keluyuran jika terbukti, didenda Rp 2000 peranak. Aturan soal denda ini sesuai kesepakatan warga dalam rapat,” kata Asep. Seorang warga mengaku, adanya program tersebut sangat membantu. Anak-anaknya yang biasanya masih menonton televisi pada pukul 19.00 sehingga lupa belajar, namun dengan adanya larang nonton televisi pada jam tersebut, membuat mereka belajar. Apalagi, anak-anak tetangga juga melakukan hal serupa. “Ketika sirine dan kentongan berbunyi, mereka pun masuk ke rumah. Pengurus RT/RW, karang taruna, berkeliling patroli,” kata Ahmad yang berharap program ini bisa terus berlanjut karena mendatangkan banyak manfaat. -Diana Runtu
EKSPRESSO
2
21 - 27 April 2014
GORO-GORO
klik: www.tokoh.co.id mingguantokoh @mingguantokoh
Putu Wijaya
Semua Ada Hikmahnya
Bulan April sangat identik dengan bulan perempuan. Alasannya, pada tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Kartini dinilai sebagai sosok yang berani memperjuangkan emansipasi kaumnya agar bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Walau ia telah tiada, semangatnya berhasil mengilhami kaum perempuan untuk bangkit dan berjuang agar sejajar dengan kaum laki-laki. Perjuangan Kartini dulu dengan sekarang tentu beda. Dulu perempuan jarang mendapat kesempatan belajar karena alasan, ketika sudah menikah, ia hanya akan menjadi ibu rumah tangga.Kini, perempuan tak hanya mengurusi rumah tangganya. Perempuan bisa eksis di berbagai bidang bahka menduduki posisi puncak. Salah satu penyebabnya
O
M G
juga pendidikan. Orangtua yang memiliki anak perempuan pada zaman dulu beda dengan zaman sekarang. Dulu, perempuan tak disekolahkan. Kini, perempuan disekolahkan setinggi-tingginya karena dengan modal ilmu pengetahuan yang dimilikinya akan bisa meraih masa depannya. Perempuan yang bekerja di luar rumah, jumlahnya banyak. Kiprah mereka patut diacungi jempol karena melakukan tugas ganda. Satu sisi, perempuan khususnya yang sudah menikah dan punya anak adalah seorang istri dan ibu. Tugasnya menyiapkan semua keperluan keluarga. Setelah urusan domestik selesai, barulah mereka keluar mencari nafkah. Penghasilan yang didapat bukan dipakai sendiri tetapi untuk memenuhi keperluan keluarga. Betapa mulia yang dilakukan perempuan ini. Tokoh edisi ini
Uang Palsu
Pagi ini mentari menyambutku dengan hangat. Seperti biasanya, aku mulai dari mandi pagi dan bersiapsiap untuk berangkat ke sekolah. Aku adalah siswa kelas IX di suatu SMP favorit di Kabupaten Gianyar. Pukul 07.30 bel berbunyi, semua siswa dengan cepat berbaris di halaman sekolah untuk melakukan persembahyangan bersama dan mendengarkan pengumuman dari bagian kesiswaan. Jam pertama, di kelasku mendapat pelajaran bahasa Bali. Kali ini pelajaran mengenai menulis lontar. Aku sebagai ketua kelas ditugaskan untuk membeli lontar. Satu per satu teman-temanku mengumpulkan uang agar aku bisa segera berangkat. Setelah dua hari, uang baru terkumpul dan aku segera berangkat untuk membeli lontar. Karena bensin motor habis, aku singgah di sebuah pertamina untuk membeli bensin. Saat itu pertamina dalam keadaan sepi. Aku langsung menuju petugas SPBU dan mengisi bensin. Saat petugas SPBU mengisi motorku dengan bensin, aku mengambil uang dari pembayaran lontar tersebut. Tanpa berpikir panjang aku membayar dengan santai. Petugas SPBU menerima uang itu dan sejenak memperhatikannya. Petugas SPBU lalu berkata, “Dik, di mana kamu mendapat uang ini?” Aku mengatakan dengan nada
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
santai, “Dari teman yang membayar lontar Pak”. Tiba-tiba petugas itu berkata lagi, “Ini uang palsu Dik’. Oh my God.... Aku dan sahabatku langsung kaget mendengarnya dan segera mengecek uang itu. Ternyata benar uang itu adalah uang palsu. Ketakutan akan hal tersebut aku langsung mengambil uang lain untuk membayarnya. Petugas SPBU terus menakutiku. Sahabatku terus berbicara dengan nada marah dan sedikit takut. Segera aku meminta maaf kepada petugas SPBU akan peristiwa yang baru saja terjadi dan menyuruh sahabatku untuk naik ke atas motor. Langsung aku tancap gas motor dengan perasaan yang sedang ketakutan. Di perjalanan kami berdua tidak bicara sepatah kata pun. Kami ketakutan dan terus terbayang akan hal yang terjadi tadi. Tak terasa kami sudah sampai di toko yang menjual lontar. Di sana segera aku membeli lontar pesanan teman-teman di kelas. Untungnya aku dan sahabatku membawa uang lebih untuk menggantikan
memberikan sesuatu yang istimewa bagi pembaca. Kami menulis kisah beberapa perempuan yang eksis dan layak dijadikan teladan. Semangat mereka untuk berkarya, berbagi, bertahan, dan bersyukur merupakan inspirasi untuk kita semua. Pengalaman hidup, suka maupun duka kerap mewarnai perjalanan manusia. Semua harus kita syukuri karena semua pasti ada hikmahnya. Saat sedih kita mengeluarkan air mata, saat bahagia pun air mata bisa berlinang. Intinya adalah selalu bersyukur atas apa yang kita dapatkan. Di bulan “Kartini” yang identik dengan kebaya ini, kami juga menyajikan beragam kreasi kebaya. Ini menunjukkan kebaya dan perempuan terus mengalami dinamika. Namun, perempuan yang cantik tak hanya dilihat dari apa yang mereka kenakan tetapi bagaimana sikap dan perilaku mereka. Buatlah RA Kartini tersenyum. Salam
uang palsu yang hampir membuat kami kehilangan masa depan itu. Selesai membeli lontar kami bergegas untuk pulang. Panasnya matahari mengiringi jalan kami. Dalam perjalanan pulang kami mulai tenang dan sepakat untuk mencari tahu siapa pemilik uang palsu tersebut. Pagi hari aku tergesa-gesa untuk berangkat ke sekolah. Selesai jam persembahyangan, aku berdiri di depan kelas dan menceritakan kejadian kemarin kepada seluruh anggota kelas. Aku bertanya kepada mereka, siapa yang membayar lontar dengan uang Rp 100 ribu yang sedang aku tunjukkan. Salah satu teman perempuanku mengangkat tangannya dan mengatakan, “Aku yang membayar dengan uang itu namun aku tidak tahu bahwa uang itu adalah uang palsu”. Segeraku kembalikan uang tersebut dan meminta ganti rugi kepadanya. Uang palsu tersebut dibawa pulang untuk diperlihatkan kepada ibunya. Segera ku bagikan lontar yang sudah kubeli kemarin kepada semua anggota kelas. Kejadian tersebut kujadikan pelajaran agar lebih berhati-hati menerima uang dari siapa pun. Ayu Yuniari, Sukawati
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
BAYI
Bayi yang digeletakkan orangtuanya di depan pintu rumah Amat itu diberi nama Kaila. Diasuh pasangan Sony dan Rita, yang tak punya anak, tapi disayang bagai anak seluruh warga. Riwayatnya membuat semua orang bersimpati. Warga yang lewat di depan rumah Sony, seperti berkewajiban menoleh. Ingin tahu perkembangan bayi malang yang dibuang orangtuanya itu. Kalau Kaila lagi diangin-anginkan di teras oleh Rita, mereka akan memanggil, “Kaila! Kailal” Dan Rita akan mengarahkan gendongannya sambil menjawab, mewakili Kaila, “Selamat pagi Om, selamat sore Tante. Kaila lagi tidur, tapi sudah makan, sudah mandi, doakan ya, biar Kaila cepat besar supaya bisa sekolah, pintar seperti Om, seperti Tante!” Bu Amat bahkan sering mampir. Hanya sekadar untuk menggendong atau menjawil pipi Kaila yang gendut dan hidungnya yang pesek, sambil bersenandung. Hal yang bahkan tak pernah dilakukannya terhadap cucunya sendiri. “Mbok jangan suka overacting begitu!” protes Amat cemburu. “Overacting bagaimana, Pak?” “Jangan berlebih-lebihan sama anak orang yang tidak ketahuan juntrungannya! Kok Ibu sekarang jadi genit begitu? Kan lebih pantas memperhatikan cucu sendiri! Kaila, Kaila, apa! Sampai lecet kuping ini dengar Kaila, Kaila! Pesek begitu, apa lucunya?” Bu Amat tak menanggapi. Ia hanya tertawa. Malah makin memanjakan Kaila. Ia belikan anak itu mainan. Seperti sengaja membuat Amat jadi kian geregetan. “Sudah stop! Mulai hari ini tidak boleh menyebut-nyebut Kaila! Tidak boleh main ke rumah Kaila! Atau?” Tiba-tiba Bu Amat marah. “Atau apa?” Sorot mata Bu Amat begitu menusuk. Amat langsung kehilangan emosi. “Atau apa, Pak?” Amat mencoba menggemboskan suasana. “Ibu kan tahu, Kaila itu anak siapa?” “Anak siapa?” “Anak Pak Sony dengan mahasiswi itu kan? Pura-puranya anak buangan. Padahal itu hanya sandiwara yang sudah diatur, supaya istrinya mau menerima. Ya Kaila?” Bu Amat tak menjawab. Amat kembali bersemangat menyerang. “Mengapa kita harus memanjakan kebohongan? Mengapa kita menutup-nutupi belang si Sony hidung belang itu? Kasihan Rita! Kita ikut berdosa sudah ikut menganiaya perempuan malang itu. Sudah menderita batin karena merasa tidak mampu menjadi seorang ibu, sudah merasa dirinya cacat karena tak bisa memberikan keturunan, kita tipu lagi seakan-akan bandot suaminya itu lelaki setia! Kita berdosa menutupi ini!” Amat mengambil saputangan yang bersulamkan “Sonny” itu. “Dia harus mempertanggungjawabkan ini!” bisik Amat dengan suara gemetar, “Jangan sampai setan tertawa, karena kita takut membeberkan kebenaran!” Bu Amat masih diam. Tapi jelas ia menahan perasaannya yang hampir meledak. Tiba-tiba Amat ngeloyor pergi. “Pak!” Tapi Amat sudah berbelok ke rumah Sony. Bu Amat hanya bisa menatap. Wajahnya cemas, gemas, dan kecewa. Ia terus saja menatap, seakan sedang menunggu akan terjadi ledakan dahsyat. Tapi sudah berapa lama tak terdengar sesuatu yang aneh. Malah mencuat suara Rita lagi mengajak Kaila bercanda. Bu Amat terus menunggu dengan was-was. Akhirnya Amat muncul kembali sambil membawa saputangan itu. Belum sempat ditanya, ia sudah menyembur. “Bangsat itu memang bajingan tulen. Masak waktu ditunjukkan saputangan ini, dia pura-pura terkejut. Saputangan sipa itu, katanya, kok ada nama seperti nama saya, cuma n-nya dua. Sonny, nama saya satu n, Sony! Gila! Awas sebentar lagi saputangan ini tak tunjukkan ke Rita! Biar kapok dia!” Bu Amat tak mampu lagi membendung perasaannya “Tidak usah!” kata Bu Amat keras dan tegas. Amat terkejut. “Tidak usah? Kenapa?” Bu Amat merebut saputangan itu dari tangan Amat. “Karena dia sudah tahu, anak itu anak suaminya! Ngerti?!” Amat melongo.
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Ratna Hidayati. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Redaksi/Pemasaran Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543–Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palmerah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
I N F O TO R I A L
21 - 27 April 2014
23
Puluhan Calon Siswa Mendaftar di CIS Bali Sekolah Favorit di Badung
S
Gedung CIS Bali
ekolah CIS (Cerdas Insan Sejahtera) Bali telah menjadi pilihan utama bagi para orangtua untuk menyekolahkan anak-anaknya. Tercatat puluhan calon siswa sudah mendaftar di sekolah ini. Hal ini diakui I Made Ambara Wijaya, S.E., Humas Sekolah CIS Bali. Meski baru dua tahun berdiri (sejak 2012), namun CIS Bali telah diapresiasi dan mendapat respons cukup positif di masyarakat. Tidak hanya di seputaran Dalung dan Badung, tetapi masyarakat dari daerah lain yang cukup jauh seperti dari Gatsu Barat, Kerobokan, Monang-Maning bahkan dari Palembang. “Minat masyarakat untuk mendaftarkan anak-anaknya di CIS Bali sudah terlihat sejak pendaftaran dibuka pada Januari 2014. Dan, hingga saat ini (pertengahan April -red) sudah puluhan yang mendaftar bahkan
sudah melunasi semua biayanya. Itu artinya CIS Bali menjadi sekolah favorit di Badung,” tutur Ambara Wijaya. “Minat orang tua terhadap Sekolah CIS Bali dikarenakan fasilitas yang lengkap dan modern serta biaya sekolah yang tak terlalu mahal. Fasilitas ruang belajar dan bermain dilengkapi AC, komputer, laboratorium dan sarana pendukung lainnya, membuat orangtua tak ragu dengan kualitas CIS Bali,” terang mantan PNS ini. Sebagai sekolah yang menge depankan kualitas, tak hanya sarana fisik gedung dan ruang kelas yang menjadi prioritas, tenaga guru pun berkualifikasi sarjana pendidikan dengan kompetensi masing-masing. “Untuk PG, TK, gurunya pun bergelar S.Pd.AUD (Sarjana Pendidikan Anak Usia Dini). Kami satu-satunya sekolah di Badung yang punya guru berpendidikan S.Pd.AUD,” imbuh Ambara Wijaya.
Kegiatan lomba
Sembahyang bersama
EMPAT LANTAI Sekolah CIS Bali berdiri di atas lahan seluas 4.200 m² terdiri atas empat (4) lantai. Lantai I teriri dari 12 ruangan termasuk ruang kelas (untuk PG, TK dan SD), ruang komputer, perpustakaan, ruang guru, ruang bermain untuk (PG, TK), ruang administrasi, dll. Di lantai II terdapat 12 ruangan untuk kegiatan belajar mengajar siswa SMP (termasuk ruang laboratorium) dan lantai III untuk kegiatan belajar siswa SMA dan kegiatan perkuliahan mahasiswa DI-DII Pariwisata. Lantai IV berupa ruangan terbuka serba guna yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seperti aula, ruang pertemuan/ ruang wisuda, dll. Selain gedung dan kelas, CIS Bali bakal dilengkapi juga dengan kantin, kolam renang, klinik, koperasi, lapangan basket/futsal bahkan ruang berkesenian (band, gamelan, dll.) untuk mendukung sarana ekstrakurikuler siswa. “Ruangan seluruhnya dilengkapi kipas angin dan AC. Kami siap menerima siswa baru tahun ajaran 2014-2015 ini,” tambah Ambara Wijaya. SEKOLAH MASA DEPAN CIS Bali didirikan dengan konsep sekolah masa depan. Sekolah ini menjadi satu-satunya sekolah terintegrasi di satu kawasan yang sangat ideal, jauh dari keramaian/macet, namun dekat dengan berbagai akses fasilitas umum (fasum) seperti pertokoan, SPBU, pasar, tempat ibadah, perbankan, sekolah lanjutan hingga perguruan tinggi. Di CIS Bali, proses belajar mengajar dalam Bahasa Inggris (bilingual) dan ditunjang dengan peralatan IT (komputer) yang canggih.
Ruang komputer
Prodi Spa Therapist
Fasilitas sekolah tersedia lengkap dan terbaik. - Untuk PG/TK, SD, SMP, SMA meliputi kolam renang, laboratorium komputer, lapangan bola volley, perpustakaan, aula, tempat parkir, ATM BTN dan ATM Bersama, ditambah fasilitas ruang tunggu, kapel, ruang audio visual dan UKS. - Untuk SMP dan SMA, fasilitas yang disediakan meliputi laboratorium fisika, kimia, biologi dan laboratorium bahasa. - Untuk SD, SMP, SMA ada lapangan basket, futsal dan sepak bola. PG, TK dilengkapi tempat bermain sementara ruang musik diperuntukkan SD, SMP, SMA dan khusus untuk SMA disediakan laboratorium aplikasi komputer. - Untuk Diploma I (DI) dan D2 dibuka kelas baru untuk program regular yang meliputi Basic Level (1 tahun) dan Middle Level (2 tahun), sementara program studi meliputi Spa Therapist, Waiter, Bartender, Steward, Housekeeper, Laundry, Sekretaris, Cook, Pastry&Bakery dan Front Office Hotel. Program Diploma Pariwisata ini disiapkan untuk SDM yang berminat bekerja di industri pari-
I Made Ambara Wijaya, SE
wisata hotel, kapal pesiar, objek wisata, home industry, rumah makan, restaurant, destinasi spa maupun perkantoran (bidang administrasi dan petugas kantor depan perusahaan). Tahun ajaran baru 20142015, Sekolah CIS Bali menerima pendaftaran siswa baru. Pendaftaran dimulai 1 Januari 2014 - 31 Juni 2014. Mendaftar pada Januari 2014 mendapatkan potongan biaya 25%, Februari 20%, Maret 15%, April 10% dan Mei 5% dari uang pembangunan dan SPP 1 bulan. -ari
Sekolah CIS Bali - Alamat: Perum Dalung Permai, Jln. Bhineka Nusa Kangin1-X Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali. - Tlp/Faks: (0361) 4012333, 8052666 - Website: www.cis.school.bali.com - Email: info@cis.school.bali.com dan cis.school.bali@gmail.com Ralat: Pada Tokoh Edisi 792, halaman 23 terdapat kekeliruan pengambilan foto. Foto kolam renang, proses belajar-mengajar, dan lapangan basket bukan referensi foto milik Sekolah CIS Bali. Kami mohon maaf atas kekeliruan tersebut.
Bali Tulip Hotel & Restaurant (tempat praktik mahasiswa pariwisata)
Guru dan siswa kompak
W H AT ’ S U P
22
Ciptakan Kehamilan Berkualitas dengan Senam Yophytta
Setelah sukses menggelar praktik senam Yophytta yang diikuti sekitar 700 ibu hamil di Ballroom Sheraton Hotel Surabaya, Minggu (13/4), Love and Peace Corporation mengagendakan acara serupa di Bali dalam waktu dekat ini. “Senam ini bisa membantu para ibu hamil untuk bisa melalui proses persalinan dengan rileks tanpa tekanan,” ujar Putu Arsaningsih, S.E., pencipta dan trainer Yophytta Maternal bagi bidan, yang sudah berkeliling ke seluruh kota besar di Indonesia dan menyenamkan hingga belasan ribu ibu hamil di Indonesia ini.
S
enam hamil Yophytta merupakan kolaborasi dari yoga, pilates, taichi dan afirmasi dengan dasar konsep energi. Senam ini sudah dirasakan manfaatnya oleh banyak ibu. Bayi-bayi yang lahir dari rahim ibu yang saat hamil mengikuti senam Yophytta cenderung lebih tenang, sabar, dan tumbuh kembangnya lebih bagus. Para ibu pun bisa melalui proses persalinan dengan rileks tanpa tekanan. Karena pada dasarnya Yophytta mengajarkan bagaimana melepaskan diri dari perasaan-perasaan tidak nyaman, stres, emosional, dan penolakan tubuh. “Proses sakit sesungguhnya berasal dari pikiran (mindset) yang salah. Melalui Yophytta juga dibersihkan rekamanrekaman negatif dan energi negatif pada ibu yang cenderung akan menempel pada si jabang bayi kelak. Semua rekaman negatif itu bisa dihilangkan melalui konsep energi,” jelas perempuan kelahiran Yogyakarta 1968 yang akrab disapa Bunda Arsaningsih ini. Hal ini pun diakui salah seorang bumil peserta senam saat itu. “Saat mengandung anak pertama, saya sudah ikut senam ini, hasilnya bisa lahir normal dan lancar. Sekarang mengandung anak kedua, akan saya coba lagi dengan senam ini,” kata Mutia Nur, warga Ketintang, Surabaya. “Dengan afirmasi yang positif selama kehamilan membuat saya menjalani proses kehamilan merasa damai, tenang, sehingga anak yang terlahir menjadi anak yang lebih mudah diarahkan, lebih bahagia dan ceria. Si anak lebih mudah beradaptasi di lingkungan manapun dia berada”, demikian pendapat lain pelaku Yophytta, Adek Dharana yang selama kehamilan senantiasa mengaplikasikan afirmasi positif Yophytta. Sementara peserta lainnya, Aning Karindra yang baru hamil anak pertama mengaku penasaran. “Soalnya hamil ini saya banyak cemasnya. Ingin lebih rileks, semoga benar-benar membantu menghilangkan cemas saya,” ujarnya berharap. Pernyataan tersebut diperkuat
dengan hasil penelitian Dr. dr. Budi Santoso, Sp.OG (K) dan Farida Umamah, S.Kep.Ns, Universitas Airlangga, Surabaya, 2011 yang berjudul “Senam Hamil Yophytta Menurunkan Tingkat Kecemasan Menjelang Persalinan Pada Ibu Primigravida di Rumah Sakit Ibu dan Anak Kendangsari Surabaya”. Kehamilan mengakibatkan perubahan fisiologi yang menimbulkan ketidakstabilan kondisi psikologis selama hamil, menimbulkan kekhawatiran yang terusmenerus dalam menghadapi kelahiran bayi bagi wanita hamil pertama. Perasa an demikian akan terwujud dalam bentuk kecemasan, kekhawatiran dan ketakutan dalam menghadapi masa persalinan. Ibu hamil biasanya dibayangi rasa cemas dan takut akan hal-hal yang mungkin timbul pada dirinya maupun bayinya. Kecemasan pada ibu hamil apabila tidak ditangani dengan baik dapat memberikan dampak negatif bagi ibu maupun janin. Dampak yang ditimbulkan pada janin adalah bayi mempunyai berat badan lahir rendah, risiko premature, fetal distress (kegawatan janin), dan risiko terjadi abortus. Bagi ibu, kecemasan dapat menyebabkan his menjadi kurang baik, pembukaan kurang lancar dan mengakibatkan partus lama, yang kelainan ini lebih sering dijumpai pada nulipara (orang yang baru pertama kali hamil). Untuk mengatasi kecemasan menjelang persalinan bisa dengan melakukan latihan fisik, pendekatan secara psikologi, seperti kehadiran orang terdekat, dukungan keluarga, sikap tenaga pemberi pelayanan kesehatan yang baik serta terapi farmakologi. Realita inilah yang melatar belakangi penelitian tersebut yang bertujuan menganalisis pengaruh senam hamil Yophytta terhadap tingkat kecemasan menjelang persalinan pada ibu primigravida (kehamilan pertama kali). Dari 12 responden dengan usia kehamilan 28-34 minggu yang diteliti, hasilnya adalah sebelum senam hamil sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan. Namun, sesudah
Bunda Arsaningsih
mengikuti senam hamil sebagian besar responden tidak mengalami kecemasan. Hasil uji statistik wilcoxon didapatkan ada pengaruh senam hamil Yophytta terhadap tingkat kecemasan menjelang persalinan. Simpulan dari penelitian ini, senam hamil Yophytta efektif untuk menurunkan tingkat kecemasan menjelang persalinan pada ibu yang hamil pertama kali. Sehingga, senam hamil Yophytta bisa digunakan sebagai salah satu intervensi keperawatan maternitas ante natal care untuk mengurangi kecemasan pada kehamilan. Dokter Budi Santoso menambahkan, ia juga pernah menjadi pembimbing dari mahasiswa kedokteran yang mengambil penelitian tentang senam yophytta pada ibu hamil. “Hasilnya, dari 32 angka ibu hamil yang diteliti dengan 28 yang ikut senam Yophytta berhasil melahirkan secara normal dan tingkat kecemasan serta rasa nyerinya lebih rendah,” jelasnya. Hasil itu didapat dari wawancara via kuisioner dan pemeriksaan medis dengan psikolog dan tes darah untuk melihat kandungan zat yang menjadi tingkat kecemasan dan rasa nyeri selama hamil maupun melahirkan. TEKAN ANGKA OPERASI Perempuan hamil rata-rata memiliki tingkat emosi yang lebih tinggi. Penyebabnya adalah adanya perubahan hormon endorfin sehingga keadaan tersebut mempengaruhi keputusan
bumil untuk mempercepat persalinan dengan cara operasi. Tak heran, dari tahun ke tahun jumlah persalinan dengan cara operasi terus meningkat. Hal ini diakui Ahli Obstetrics and Gynecology RSUD Dr. Soetomo, Prof. Soehartono, Ds, Sp.OG. KFER. “Dulu, dari 1.000 kelahiran hanya 25 bumil yang melahirkan dengan cara operasi caesar. Tetapi sekarang, hampir separuh wanita memilih operasi,”s katanya. Pengaruh utamanya yakni para wanita hamil ingin hidup instan. Bahkan, Prof. Soehartono mengatakan sebagian dari mereka tidak mau bersusah payah untuk melakukan aktivitas yang mempermudah persalinan, seperti mengon sumsi nutrisi sejak awal keamilan. “Padahal, selain bisa membentuk kecerdasan, nutrisi yang sempurna bisa membuat persalinan lebih mudah,” jelasnya. Ia juga menyebut wanita hamil sekarang terlalu sibuk bekerja sehingga tidak ada waktu berolahraga, baik berjalan-jalan atau mengikuti senam hamil. Karena itu, Bunda Arsaningsih menawarkan senam hamil Yophytta untuk bisa melewati persalinan normal dengan lancar tanpa kecemasan. Sebagai istri seorang dokter spesialis kandungan, ia sering melihat ibu yang mengeluh kesakitan saat melahirkan. Bahkan saat hamil pun, banyak keluhan yang muncul, mulai dari rasa tidak nyaman akan kehamilan hingga takut saat waktu melahirkan. Istri dr. Dewa Ketut Arika Seputra, Sp.OG ini pun menegaskan kondisi seperti itu akan turut mempengaruhi psikologis anak. “Karena itu, saat seorang wanita hamil, dia sebaiknya menikmatinya dengan bahagia, meski secara hormonal selalu ada yang membuatnya untuk ingin marah,” ujarnya. Bunda Arsaningsih yang memiliki keahlian dalam bidang meditasi dan pengobatan holistik ini pun mencari formula senam yang cocok untuk ibu hamil. Dan, di tahun 2009, ia berhasil menciptakan Yophytta Maternal, yaitu suatu perpaduan gerak yang harmonis dari yoga, pilates, taichi dan afirmasi. Senam ini berbeda dengan senam hamil biasa. Jika senam hamil biasa hanya menekankan gerakan fisik, senam Yophytta menggabungkan latihan fisik, mental dan spiritual. “Ternyata, manfaatnya besar pada ibu hamil, antara lain meningkatkan kemampuan berpikir positif, menjaga kestabilan emosi, menghilang kan stres, dan mengurangi keluhan yang muncul saat hamil seperti cemas, sakit pinggang, nyeri sendi, termasuk morning sickness,” paparnya.
21 - 27 april 2014
21 - 27 April 2014
Senam Yophytta ini dijelaskannya juga bermanfaat untuk mempertahankan dan mengoptimalkan keseimbangan fisik, memelihara kesehatan kehamilan, menghilangkan keluhan yang terjadi karena perubahan-perubahan akibat proses kehamilan, dan mempermudah proses persalinan. Gerakan dalam senam hamil bukan berorientasi pada kebugaran tubuh saja, melainkan juga terkandung efek relaksasi yang dapat menstabilkan emosi dan mengurangi kecemasan. Semua gerakan-gerakan yang dilakukan dalam senam Yophytta Maternal dapat memperkuat elastisitas otot dasar panggul dan dinding perut yang berperan pada kehamilan dan persalinan. Selain itu, juga meningkatkan percaya diri serta meningkatkan ikatan ibu dan bayi, sehingga ibu selalu bahagia. Senam bisa diikuti oleh ibu hamil semenjak usia kehamilan 28 minggu (4 bulan) ke atas. Ada tiga langkah senam Yophytta. Pertama, afirmasi. Langkah ini untuk menciptakan energi positif dengan cara melepaskan semua pikiran, perasaan dan emosi negatif yang dimiliki oleh ibu hamil. Setelah energi negatif dilepaskan, ibu hamil akan dibimbing untuk dapat mengakses energi positif dengan cara mensyukuri semua bagian tubuhnya dari mata hingga kaki. Kedua, gerakan inti dengan menggabungkan yoga, pilates, taichi dengan pilihan gerakan yang mampu membentuk otot dasar panggul dan perineum (daerah antara kedua belah paha) menjadi lebih kuat, tetap fit dan menjadi lentur saat melahirkan nanti. Posisi duduk yang dianjurkan bagi ibu hamil adalah posisi duduk bersila dan tegak, kedua tangan mengarah ke depan dan rileks. Beberapa gerakan ketiga adalah relaksasi. Dengan posisi tidur yang nyaman, ibu hamil akan mendapatkan relaksasi tubuh yang sempurna, sehingga mereka akan memiliki kualitas tidur yang lebih dalam, dan mendapatkan kondisi tubuh fisik tetap terjaga. Senam Yophytta Maternal biasanya dilakukan selama durasi 1,5 jam (90 menit) dan minimum dilakukan dua (2) kali seminggu. Jika Anda ingin mencoba senam ini di rumah, akan sangat mudah dilakukan, karena Anda hanya harus duduk nyaman dan santai dengan posisi bersila dan merasakan setiap tarikan nafas dan mengikuti petunjuk/tiga langkah tersebut. Selain menyenamkan ribuan ibu hamil secara langsung melalui event Yophytta Maternal, Bunda Arsaningsih juga sudah melakukan Training of Trainer (TOT) untuk lebih dari 500 trainer Yophytta dari seluruh Indonesia bahkan luar negeri seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Srilanka, Thailand dan Philipina. Senam hamil Yophytta ini tidak hanya dikenal di Indonesia, namun sudah mendunia. Saat ini, senam Yophytta Maternal diselenggarakan secara rutin oleh lebih dari 40 rumah sakit di seluruh Indonesia dan di beberapa negara tersebut. Yophytta Center Bali memberikan pelayanan senam Yophytta bagi ibu hamil setiap Kamis pukul 17.00 Wita bertempat di Klinik Bersalin Anugerah Lt. 3 Jalan Gunung Sang hyang 118 D Denpasar dengan pengajar yang berkualitas. Disediakan juga VCD Gerakan Senam Yophytta dan CD Relaksasi. Untuk mendapatkan hasil maksimal, dianjurkan bagi ibu hamil melakukan senam Yophytta Maternal secara rutin. –ten
S E L E B R I TA S
Hidup harus Punya Mimpi
D
i era sekarang beragam profesi dan aktivitas bebas dipilih sesuai dengan passion seseorang. Begitu pula dengan enam perempuan lintas generasi yang mengisi edisi Hari Kartini kali ini. Mereka memiliki aktivitas yang berbeda namun punya persamaan. Semuanya sama-sama mandiri dan memiliki kreativitas luar biasa. Apa saja yang kegiatan yang menjadi pilihan enam perempuan ini? Berikut penuturannya kepada Tokoh. Yuliani Sebagai salah seorang pakar herbal Ni Made Yuliani bersama perkumpulan pecinta tanaman (PPT) Denpasar mempromosikan loloh di TMII, sebagai welcome drink. Selama ini, pemilik usaha produk Spa Bali Tangi ini memang dikenal sangat getol memperkenalkan berbagai ramuan tradisional yang bermanfaat untuk kesehatan. Sambil mengurus usahanya dan melakukan pameran baik di Jakarta atau di beberapa negara lainnya, ia juga seringkali diminta sebagai narasumber produk herbal, cara hidup sehat serta memotivasi calon entrepreneur muda. Ibu tiga anak dan seorang cucu yang selalu tampil segar dan penuh semangat ini juga dikenal sebagai motivator yang baik bagi siapa saja yang ingin belajar berwiraswasta. Ia bersama sang suami Wayan Sukhana kerap membimbing anakanak muda yang ingin belajar menjadi pengusaha. “Kami juga berkerja sama dengan para petani untuk bisa berproduksi lebih baik, dan membeli hasil pertanian mereka untuk kepentingan racikan bahan-bahan spa,” ujarnya. Yuliani dan Sukhana juga termasuk pelopor industri produk spa tradisional di Bali. Saat mendirikan Bali Tangi, belum ada perusahaan pembuat produk spa. Kini, lebih dari 40% hotel berbintang di Bali menggunakan produk spa Bali Tangi. Prida
Ia dikenal energik, murah senyum dan aktif dalam beragam organisasi. Mulai dari aksi sosial dan kemanusiaan, olahraga, kesenian, hingga ngayah untuk kegiatan keagamaan. Perempuan bernama lengkap Ni Putu Prida Dewi, S.T. ini, memang tak per tak pernah sepi aktivitas. Prida yang lahir, 15 Maret 1968 ini mengaku menikmati semuanya. Seperti saat melakukan aktivitas seni yang juga hobinya, bersama ketiga jagoannya dan sang suami , IGN Murthana, S.T., kini tengah mempersiapkan pementasan Pamusti untuk PKB 2014.
Pemilik merek dagang “ Wijaya Kusuma” ini pun giat mengembangkan usahanya kerajinan endek dan songketnya. Bahkan, setelah memenangkan beberapa lomba desain Prida juga makin banyak berkreasi memenuhi pesanan yang datang. “Apalagi pemerintah Kota Denpasar juga tak pernah berhenti menggalakkan pengembangan produk lokal ini hingga ke tingkat nasional,” ungkapnya. Namun, yang namanya persaingan tentu tak terhindarkan. Prida yang juga bisa menenun ini siap bersaing di harga, dengan tidak mengambil untung yang banyak. Yang penting katanya modal berputar dengan lancar. Dayu Candra Perempuan dengan penampilan kalem ini, saat ini ia meniti karier sebagai pegawai negeri sipil di Kantor Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi (BP3A) Provinsi Bali. Nama lengkapnya Ida Ayu Nyoman Candrawati, SH.M.Par. Posisinya saat ini Kepala Bidang Perlindungan Perempuan. “Bagi saya dimana pun ditugaskan, apalagi sebagai aparat negara loyalitas dan jiwa melayani itu penting. Hal ini agar jalur pengabdiannya sebagai PNS berjalan baik dan penuh tanggung jawab,” perempuan kelahiran 16 Juni 1969 ini. Lulusan Pascasarjana Kajian Pariwisata Universitas Udayana ini juga berupaya menjaga kesehatannya dengan baik. Ia merasa cocok dengan kegiatan yoga. Bahkan, karena ketekunanya berhasil meng ikuti dan menuntaskan kelas Yoga Teacher Training, Yayasan Markandeya Yoga. Menurut ibu dari IB Putu Abhijana Brahmastra dan IB Gde Oka Adhyasta ini, yoga selain menjaga kesehatannya juga mampu memberikan energi baru bagi dirinya untuk melanjutkan aktivitas berikutnya. Dayu Candra yang sempat menjadi dosen Pengajar ,Fakultas Hukum Universitas Warmadewa , di STIA Denpasar dan di Akademi Pariwisata (AKPAR) Denpasar ini, pun masih menyisihkan waktunya untuk melakukan bentuk pengabdian dengan turut dalam kepengurusan PTMSI Provinsi serta menjadi bagian organisasi WHDI Provinsi Bali. Nanik Perempuan kelahiran Tabanan 34 tahun silam ini, tampak energik, hangat dan bugar. Segudang kegiatan tak membuatnya
lelah, ia sudah terlatih ti me management. “Saya setiap hari olahraga di kebun,” ungkap IA Maharatni. Nanik sapaan akrabnya menyewa tanah milik penduduk lokal di sebelah rumahnya. “Daripada jorok dan bau karena dipenuhi sampah, kami ambil alih saja untuk kebun organik,” ujarnya tersenyum. Halhal kecil seperti berkebun ini menurut Nanik bisa menguatkan pondasi sebuah keluarga. Penekun ekonomi kerakyatan di bidang koperasi ini, sangat konsen ter hadap kesejahteraan anggotanya. Koperasi Amoghasiddhi yang didirikannya bersama 31 orang sembilan tahun lalu, kini memiliki anggota sekitar 1500 orang dengan aset Rp 7 miliar. Pengalaman sebagai manajer di Centro Dept. Store dan Bank Sinar membuatnya optimis Amoghasiddhi menjadi koperasi besar di usianya yang ke-10 nanti. Ibu dari IA Putu Manasa Sawitri dan IB Made Ramana Siddhanta ini juga berprofesi sebagai trainer, memberikan training serta outbound pada instansi pemerintah dan swasta. “Saat ini saya terbebas dari aktivitas kerja kantoran, saatnya menuju keseimbangan hidup dengan kualitas tinggi menuju keluarga Sukhinah Bhawantu, astungkara,” ujarnya. Kumala Perempuan bernama lengkap Ni Nyoman Krisna Kumalayani, S.S. ini ingin menyelesaikan kuliah di Magister Linguistik Pascasarjana Unud. Ia pun cuti dari tugasnya sebagai presenter News Bali TV, begitu juga off sementara me ngajar di STIBA Saraswati, Denpasar. Sosok perempuan muda satu ini, sejak kecil sudah dikenal penuh bakat dan mengantongi banyak prestasi. Kumala diantaranya pernah menjadi Runner Up 1 Puteri Bali 2010, Juara 1 Duta Bahasa Provinsi Bali dan Duta Bahasa Nasional tahun 2010. Selain itu ia juga meraih prestasi bergengsi sebagai Putri Berbakat Indonesia 2012 , Runner Up 2 Putri Pariwisata Indonesia 2012 dan berkesempatan
3
dikirim ke ajang internasional Miss Tourism Queen of Asia mewakili Bali, Indonesia di Xitang , China, pulang dengan menenteng kemenangan Best in Talent Top 3. Perempuan kelahiran Denpasar 18 Desember 1989 ini mengatakan hidup harus punya mimpi dan mesti siap mengejarnya sampai menjadi kenyataan. Ia telah membuktikan bahwa sebagian mimpinya telah menjadi kenyataan termasuk menjadi dosen. Ogek Dara satu ini tengah sibuk menjalankan usaha sepatu handmade melalui online shop. Pelanggannya pun hampir tersebar di seluruh Indonesia bahkan beberapa dari negara tetangga. Desain sepatu dengan label “MOV Shoes” digandrungi kalangan anak muda. Ogek yang memiliki nama lengkap IA Damayanthi S. ini selain sibuk kuliah dan sekolah desain di Angelica Wu Desain School juga masih suka berlatih softball. “Selesai kuliah saya ingin langsung lanjut ke S2 supaya bisa ngajar, sambil meneruskan belajar desain “ cetus mahasiswi semester 6 Jurusan Komunikasi Undiknas University ini. Sambil belajar Ogek pun merintis usaha fashion. “Mencoba mengaplikasikan hasil belajar dengan mendesain busana berbahan endek. Desain baju saya juga khusus untuk anak muda,” kata salah seorang Duta Endek 2012 ini tersenyum. Ia juga bersyukur, telah diberi kesempatan oleh, Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Selly D. Mantra untuk menampilkan 10 desainnya atas nama “Tavisha Ikat”, di panggung fashion show Denfes 2013 silam. Remaja kelahiran 29 Maret 1994 yang pernah menjadi anggota paduan suara dan tampil di Istana Negara ini, sesekali manggung sebagai vokalis band Brokeen Buterfly yang mengusung aliran power pop. - ard
4
INSPIRASI
21 - 27 April 2014
Kartini dan Organik Bicara soal organik di Bali, namanya begitu dikenal orang. Walaupun sudah mengantongi predikat doktor di bidang pertanian, penampil annya tetap sederhana. Dr. Ir. Luh Kartini, M.S., nama lengkap perempuan kelahiran 21 April 1962 ini. Ia tak malu mengaku se bagai petani. Bergelut dengan tanah dan cacing, kesehariannya di tengah kesibukannya sebagai Ketua Program Studi Magister Lahan Kering Konsentrasi Pertanian Organik, Fakultas Pertanian Unud. Mengapa ia merasa gundah melihat pertanian Bali?
S
ebagai anak petani di Desa Bulian, Kecamatan Kubutam bahan, Kabupaten Buleleng, Kartini kecil selalu diakrabkan dengan alam. Saat menginjak usia enam tahun, ia sudah diberi tanggung jawab memelihara bebek. Bagi Kartini saat itu, tak sulit menggembala bebek. Ia hanya perlu mencari beberapa ekor cacing di lahan pertanian ayahnya, dan melepas bebeknya di sungai untuk memberinya minum. Istri Drs. I Made Agustina ini menutur kan dulu saat bermain di sawah anak-anak tidak mampu berlarian di permukaan tanah karena kaki akan masuk ke dalam tanah sampai lebih kurang 60 cm karena tanah sangat gembur dan berhumus. Hal itu terjadi karena pemupukan dengan pu puk organik yang intensif. Ia pun dengan bebas minum air sawah. Kartini merasa alam benar-benar aman dan memberikan segalanya. Namun, perubahan besar terjadi di era akhir tahun 1970. Ketika itu, pertanian tradisional mulai diganti dengan pertanian modern. Pupuk urea dan pestisida ditawar kan pemerintah dengan janji peningkatan hasil produksi. “Kini setelah berkembang pupuk kimia, dan penggunaan pestisida, alam menjadi benar-benar rusak. Cacing tanah banyak mati,” ujarnya. Hal ini sangat menggugah hatinya sampai dewasa dan membawanya berjuang terus mengaungkan pertanian organik. Kartini mencoba menyu arakan kampanye bahaya pupuk kimia dan perlunya pupuk organik. Ia mulai bereksperimen dengan dirinya. Ia menemukan satu jenis cacing paling rakus, lumbricus rubellus, jenis cacing pe
makan sampah. Jenis itulah yang kini makin diakrabinya. “Ternyata cacing luar biasa. Dia makhluk lemah tapi perkasa. Selain indika tor kesuburan tanah dan dalam tubuhnya mengandung 80 persen protein yang dapat meningkatkan produktivitas ternak. Cacing memiliki semua mikroorganisme yang menguntungkan di alam tanah. Enzim lumbricunase yang ada dalam tubuhnya, mampu menormalkan metabolisme sel dalam tubuh yang memakannya,” kata Ketua Yayasan Bali Organik Association (BOA) ini. Selain memproduksi pupuk kascing yakni pupuk dari kotoran cacing, Kartini juga telah mencoba membuat tepung cacing untuk dijadikan obat. “Dari mulut ke mulut promosinya, banyak orang yang mencari ke rumah saya. Saya melayani petani hampir seluruh Bali,” ujarnya yang membuat satu koperasi dengan nama Koperasi Organik Mandiri Sejahtera dengan anggota petani di Bali. Saat ini, Kartini banyak melakukan bi naan kepada para petani di Bali. Salah satu yang sukses dalam kurun waktu dua tahun adalah Patuh dari Mambal. Hasil panen Patuh setelah melakukan pertanian organik, lebih bagus dan kualitasnya lebih baik. Saat ini, Patuh tidak lagi membeli gas elpiji un tuk memasak, tidak lagi membeli pupuk, dan tidak lagi menyisakan sampah rumah tangga. “Sampah rumah tangga yang sudah dipilah dijadikan makanan babi. Kotoran babi dimanfaatkan untuk pupuk pertanian dan biogas,” tutur Kartini. Padahal, kondisi tanah di daerah Mam bal rusak. Artinya, kalau di Mambal saja bisa dilakukan pertanian organik, apalagi di tempat lain yang tanahnya lebih bagus.
Dr. Ir. Luh Kartini, M.S. Tentu hasilnya akan lebih baik. Memang, ia mengakui, tak mudah mem menurut Kartini, apa bahan bakunya tidak berikan saran kepada petani untuk beralih diketahui. Kalau misalnya diambil dari tem ke organik. “Kami butuh waktu lama untuk pat pembuangan akhir (TPA) dan belum pendekatan ke masyarakat. Maklumlah dipilah, tentu mengandung logam berat masyarakat tidak mudah percaya. Saya yang berakibat pada kualitas yang jelek. datang ke balai banjar mencoba meng Menurutnya, pembuatan pupuk kas ajak warga untuk berdiskusi, apa masalah cing tak memerlukan proses yang sulit, mereka dan kami pecahkan bersama. apalagi bahan yang mahal. Petani hanya Akhirnya, metode tersebut, berhasil untuk perlu kotoran sapi dan sampah-sampah menarik perhatian petani melirik pertanian organik. “Kotoran sapi dan sampah dicam organik. Memang semua perlu waktu. Na pur dulu. Diamkan beberapa hari sampai mun, menurutnya, pendampingan sangat suhunya normal. Setelah itu diberi cacing. diperlukan. Dalam beberapa hari, hasil berupa pupuk Bagi Kartini, tidak ada lagi toleransi itu sudah bisa disebar di lahan pertanian,” penggunaan bahan-bahan kimia dalam kata Kartini. pertanian. “Kalau terus begini, kita bisa Artinya, pupuk yang didapat tidak hanya habis. Kalau sudah habis, bagaimana? Kita menyuburkan tanah karena meningkatkan akan kelaparan,” tambahnya. Ia sadar betul, aktivitas mikroorganisme dalam tanah, bukan hal mudah menawarkan kembali tapi juga dapat meningkatkan kualitas konsep pertanian organik kepada petani, produk pertanian, dan aman. “Kalau za di tengah zaman yang sudah membiasakan man dulu ada Balai Pengkajian Teknologi pemikiran instan. Tapi, pelan tapi pasti, Pertanian yang melakukan penelitian dan Kartini telah menggaet banyak petani, dan kajian. Sebelum pupuk sampai ke tangan ke depan akan jauh lebih banyak lagi. Pusat petani, ada tim melakukan kajian untuk pembuatan pupuk kascing yang dirintisnya, memberikan rekomendasi apakah pupuk kini menjadi pusat pendidikan bagi banyak ini layak digunakan. Sekarang ini semua sekali orang. Saat ini, di daerah Mambal langsung-langsung saja, pupuk langsung ke yang sudah mengikuti jejak Patuh cukup petani. Tidak ada lagi pengawasan,” ujarnya banyak sekitar 190 orang, dan yang sudah dengan nada masygul. berhasil sekitar 15 orang. Kartini siap memberikan pendam Ada satu harapan Kartini kepada peme pingan untuk petani yang ingin beralih ke rintah. Petani diberi subsidi pupuk organik organik, termasuk pemasaran hasil perta atau petani membuat pupuk organik dan nian organik. “Saat ini, hasil pertanian or pemerintah yang membeli, atau hasil per ganik petani Bali dibeli Bali Buda. Mereka tanian organik dibeli pemerintah. memiliki toko yang menjual hasil olahan Memang saat ini ada pupuk organik pertanian seperti jus buah dan sayur serta beredar yang dibeli dari luar Bali. Namun, saus,” kata Kartini. –Wirati Astiti
MANDALIKA
21 - 27 April 2014
21
TP PKK NTB
Gencarkan Program Antikorupsi Salah satu dukungan Tim Penggerak PKK Provinsi NTB kepada Pe merintah Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah melaksanakan pro gram antikorupsi, khususnya bagi perempuan. Untuk itulah, PKK Provinsi NTB bekerjasama dengan Australian Indonesia Patnership for Justice (AIPJ) yang beberapa lalu telah melakukan kunjungan Tim Monitoring dan Evaluasi tentang program tersebut.
Hj. Erica Zainul Majdi, saat berdialog dengan tim dari Australian Indonesia Patnership for Justice (AIPJ).
S
alah satu manfaat penting program antikorupsi ini bagi perempuan adalah dapat memberikan pengetahuan mengenai korupsi beserta regulasi nya, serta pengetahuan mengenai
tindak dan perilaku mana yang masuk kategori korupsi melalui pendidikan karakter. “Kita akan mencetak wanita berkarakter sebagai generasi penerus bangsa, yang beriman, berbudaya, dan berdaya saing, yang tercermin
pada kehidupan sehari-hari yang disiplin, jujur dan terbuka,” ung kap Hj. Erica Zainul Majdi, Ketua TP PKK Provinsi NTB. Erica menegaskan, bahwa tin dak korupsi sesungguhnya tidak hanya terjadi karena keinginan dari pribadi untuk melakukan ko rupsi, tapi juga dapat berasal dari ketidaktahuan dan hal-hal yang tidak direncanakan. Mengingat PKK merupakan organisasi yang memiliki jaringan hingga ke lini yang terkecil di tingkat keluarga, program ini diharapkan dapat memaksimalkan peran wanita sebagai agen penentu bagi pem bentukan karakter anak, suami, kawan, bahkan hingga lingkungan sosialnya. Untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi, Erica optimis program antikorupsi
Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, ketika membuka Seminar Nasional Internal Audit 2014
yang baru saja dimulai awal Februari 2014 ini, akan terus berlangsung dan sukses, meng ingat untuk tahap sosialisasi awal yang melibatkan berbagai unsur dari kabupaten/kota te lah menunjukkan respons yang apresiatif. Beberapa agenda yang akan dilaksanakan oleh PKK NTB terkait pelaksanaan program tersebut yang di antaranya ada lah mengadakan lomba menulis antikorupsi untuk anak-anak, mengadakan kantin kejujuran di beberapa PAUD di NTB (di kan
tin yang tidak dijaga oleh siapa pun ini, anak-anak akan diajarkan untuk menanamkan sifat jujur saat berbelanja), dan pemilihan duta antikorupsi NTB. Meski disadari betapa wanita memiliki kekuatan yang sangat besar sebagai motivator atau penggerak dan untuk menjadi agen yang dapat bertindak untuk mengurangi korupsi, Erica me ngatakan bahwa target PKK NTB juga tak hanya meliputi kaum hawa saja, melainkan juga secara umum. -Naniek I. Taufan-Hms
Tingkatkan Pelayanan Publik yang Transparan dan Akuntabel
Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi saat menerima jajaran PDAM se-Pulau Lombok yang dipimpin oleh HL. A Zaini selaku Direktur Utama PDAM Giri Menang sekaligus merangkap sebagai Ketua DPD Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI), Selasa 15 April 2014
Tidak kurang dari 500 pe serta mengikuti Seminar Na sional Internal Audit 2014 yang diselenggarakan Yayasan Pen didikan Internal Audit (YPIA) bekerjasama dengan lembaga, instansi pemerintah dan swasta, BUMN dan BUMD beberapa waktu lalu di Mataram. Salah satu misi dan program utama Pemerintah Provinsi NTB adalah meningkatkan pelayanan publik yang trans
paran dan akuntabel. “Hal itu akan terwujud apabila sistem pengawasan dari auditor dilak sanakan sesuai kompetensi dan standar yang berlaku, karena maju dan berkualitasnya kin erja suatu instansi akan sangat ditentukan peran auditor yang sangat penting. Jadilah auditor yang berkompetensi,” ungkap Gubernur NTB, TGH. M. Zai nul Majdi saat membuka acara tersebut.
Dalam dua tahun terakhir, NTB telah mendapatkan WTP. Ini merupakan bukti para au ditor bekerja dengan standar pelayanan yang akuntabel yang baik. Karena itu, menurut gu bernur, ke depan Pemerintah Provinsi NTB akan mengikut sertakan jajaran Pemprov. NTB untuk mengikuti pendidikan yang diselenggarakan YPIA se bagai prioritas utama karena menurutnya hal ini sangat pen ting dan strategis bagi kemajuan pembangunan di daerah NTB. YPIA adalah lembaga pen didikan yang ditugaskan oleh negara untuk mendidik tenagatenaga auditorial yang memiliki kemampuan bagi pengawasan, baik itu instansi pemerintah
Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, berdialog bersama Panitia Mukernas IDI (Ikatan Dokter Indonesia) XX dan Raker IIDI (Ikatan Istri Dokter Indonesia) 2014, Selasa 15 April 2014
maupun swasta. Ketua Yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA) Sugiarto Saroso dalam laporan nya mengatakan di usia ke-17 tahun ini YPIA telah mewisuda
Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi meninjau pelaksanaan Ujian Nasional di beberapa sekolah di Mataram, Senin, 14 April 2014
3.394 orang yang telah mengikuti seleksi kemampuan akademik, menganalisa sehingga memiliki berstandar internasional. -Naniek I. Taufan-Hms
Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi saat menerima Pengurus Lembaga Pendidikan (LPP) Salman ITB terkait program pendampingan dan bimbingan akademik bagi siswa dhuafa
20
NINE
21 - 27 April 2014
Hj. Sitti Rokhmi Djalillah
Prinsip hidup sederhana yang diteladani Hj. Sitti Rokhmi Djalillah dari ayahandanya, HM. Djalaluddin, mantan birokrat di Nusa Tenggara Barat, secara tidak langsung mempengaruhi cara berpikir mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur, yang baru saja mengakhiri masa tugasnya ini pada tahun 2013. Tidak ingin “ribet”, melainkan menjalankan kehidupan ini dengan apa adanya. Selain itu, dalam kesehariannya, Emi, sapaan akrab Sitti Rokhmi memang membawa kesan sederhana dalam dirinya.
Emi (paling kiri) dan Ummi Rauhun (dua dari kanan) saat mendampingi adiknya TGH. M. Zainul Majdi, ketika menerima penghargaan dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara
S
elain teladan dari ayah andanya, Emi juga me neladani Sang Bunda, Ummi Hj. Siti Rauhun Zaenuddin Abdul Majid, tokoh perempuan, tokoh pendidikan di Nusa Tenggara Barat yang juga tokoh agama, sebagai seorang perempuan luar biasa di matanya. Baginya, Ummi Rauhun telah meng ajarkan ia bagaimana pentingnya menjaga hati yang bersih dalam menjalani kehidupan. “Ummi saya adalah wanita yang luar biasa, be liau mengajarkan saya bagaimana pentingnya menjaga hati yang bersih dalam menjalani kehidupan ini. Beliau juga yang mengajarkan saya bagaimana harus memulai segala sesuatu dengan niat ibadah,” ungkap Emi. Rupanya selain ayahandanya, sosok Ummi Rauhun yang meru pakan puteri pertama dari Almagh furlah Tuan Guru Kiai Haji Mu hammad Zaenuddin Abdul Majid, pendiri organisasi Islam terbesar di Nusa Tenggara Barat, Nahdlatul Wathan ini, sama berpengaruhnya bagi Emi. Begitu banyak tauladan yang dicontohkan oleh ibundanya ini tentang bagaimana menjalani kehidupan ini dalam “kesadaran” yang tetap terjaga dengan baik. Ia juga yang selalu mengingatkan un tuk mengejar barokah dalam hidup ini. “Berdoalah untuk mendapat kan ilmu dan rizki yang barokah pula. Karena ilmu tidak ada artinya jika tidak bermanfaat bagi orang banyak, dan rizki tidak ada artinya jika tidak bermanfaat dunia dan akhirat,” ujarnya. Dengan bekal dari Umminya itulah, Emi merasa dapat melalui perpindahan profesi dari seorang profesional yang telah memiliki pekerjaan yang mapan ke dunia politik dan kini ia berpindah lagi
untuk memimpin perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan. “Saya syukuri semuanya dan menjadikan nya sebagai tempat beribadah,” katanya. Hal inilah yang membuat Emi senang menjalani amanahamanah yang diberikan padanya. Emi lahir dari ayah dan ibu yang sangat menjaga nilai-nilai dan men didik ia dan saudara-saudaranya dengan keteladanan yang sangat kuat. Dan, ini sangat mempe ngaruhi perjalanan hidupnya baik secara mental maupun sprititual. Meski lahir dari keluarga yang sangat dikenal setidaknya di NTB, ia dan saudara-saudaranya tidak terlena melainkan menjalankan kehidupan dan mengejar cita-cita mereka masing-masing dalam kesadaran “berjuang”. Bahwa, hidup itu harus diper juangkan dengan konsekuensi bahwa mereka harus bersusah payah lebih dahulu untuk bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik kelak. Melihat perjalanan keluarga mereka yang dilingkupi prinsip-prinsip moral yang baik, Emi dan keempat adiknya, M. Syamsul Luthfi (mantan Wakil
Bupati Lombok Timur), M. Zainul Majdi (Gubernur Nusa Tenggara Barat), M. Djamaluddin, serta Sitti Suraija, menapaki tangga-tangga pencapaian yang terus menanjak. Sebagai anak sulung, Emi men jadi teladan bagi keempat adiknya. Ia tanamkan prinsip yang kuat, bahwa jika ingin meraih sesuatu harus dengan kerja keras dan tanggung jawab. Karena baginya, sesungguhnya tidak ada yang tidak dapat diraih dengan sebuah tekad yang kuat dan kerja keras sungguhsungguh. Hal inilah yang membuat Emi sukses dalam berkarir. Emi yang lebih dulu beranjak be sar, ketika sekolah di SMPN 2 Mataram, pulang dan pergi sekolah, lebih sering jalan kaki, sesekali pula menumpang bemo kota. Hanya ketika ia meraih juara umum pada saat kelas dua SMP itu, ia mendapat hadiah dari ayahnya berupa sebuah sepeda motor. Sepeda motor itu ia gunakan sampai lulus kuliah tanpa pernah meng gantinya. Ia hargai benar pembe rian ayahnya itu karena fungsinya yang dapat mempermudahnya dalam hal transportasi, bukan untuk gaya hidup. Ketika kuliah di Institut Teknik Surabaya (ITS) jurusan Teknik Kimia, sejak tahun 1987, ia juga menjalani hidup sederhana. Emi telah belajar hidup mandiri de ngan memanajemen dirinya sejak di bangku kuliah. Dengan Rp 200 ribu kiriman orangtuanya, ia mem bagi uang tersebut untuk semua keperluannya, termasuk keperluan kuliah. Dari uang yang tidak banyak itu, ia bahkan bisa menyisihkan untuk ditabung guna keperluan
Sitti Rokhmi berbincang bersama Brigjen. Pol. Mochamad Iriawan (sekarang Irjen) dan Kol. Inf. Sofian Chandra (Kapolda NTB dan Danrem 162/Wirabhakti), kala ia menjadi Ketua DPRD Lombok Timur, sebelum rapat paripurna pelantikan Bupati Lombok Timur
Sitti Rokhmi
mengingat fungsi dewan yang sangat strategis pula, yakni dari sisi budgeting controlling dan pembuat peraturan daerah. Menurutnya, ternyata begitu banyak yang bisa dilakukan untuk mengabdi pada masyarakat melalui DPR. Karena politik itu ibarat gelas bening. Tergantung masing-masing orang, mau mengisi gelas tersebut dengan susu atau racun. “Kalau diisi susu
Sitti Rokhmi Djalillah dalam berbagai aktivitas
Foreman. Setelah sembilan tahun bekerja di perusahaan itu, ia tertarik terjun ke dunia politik. Sejak tahun 20092013, ia berkiprah di Dewan Per wakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Lombok Timur, NTB dengan menjadi ketua dewan tersebut. Saat ini ia mendapat tu gas sebagai ketua STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Penge tahuan) Hamzanwadi Selong. Dalam kesibukannya itu Emi masih sempat memikirkan untuk melanjutkan pendidikannya. Ia kembali kuliah S-2 di UNS (Uni versitas Negeri Sebelas Maret ) Solo, Jurusan Pendidikan Sains, tahun 2010 sampai dengan 2012. Tidak berhenti sampai di situ, tahun 2013 ia mulai melanjutkan pendidikan S-3 di UNJ (Universitas Negeri Jakarta) Jakarta, Jurusan Manajemen Pendidikan. Saat memimpin DPRD Lombok Timur, ia mampu menjaga kekom pakan dalam institusi ini hingga akhir masa jabatannya. “Walaupun DPRD itu lembaga politik, tapi alhamdulillah selama berada da lam institusi tersebut kami semua kompak berpikir yang terbaik untuk Lombok Timur,” katanya. Ia maknai benar keberadaannya di DPRD sebagai sebuah tem pat yang sangat strategis untuk memperjuangkan masyarakat
5
Ni Wayan Kartini
Kartini NTB yang Bekerja dengan Ibadah kuliah yang lebih besar di akhir semester atau akhir tahun. Karena rajinnya menabung itulah, selama kuliah, Emi tidak pernah banyak merepotkan orang tua di luar dari kebutuhannya. Emi juga sadar, bahwa ia ingin hidup biasa saja dan menikmati apa yang diberikan orangtua dengan cara mengelolanya sebaik mungkin. Si sulung yang kecenderungan nya mengayomi adik-adiknya ini adalah perempuan yang pintar dan cerdas. Sejak kelas 1 SD di SDN 3 Mataram (sekarang SDN 6 Mataram), SMPN 2 Mataram, hingga tamat SMAN 1 Mataram, jurusan fisika, ia selalu menjadi bintang kelas sebagai juara satu. Bahkan, hampir dalam seluruh perjalanan sekolahnya, ia berhasil keluar sebagai juara umum. Setelah tamat SMA, Emi melanjutkan pendidikannya di ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Surabaya, Fakultas Teknologi Industri Jurusan Teknik Kimia. Ia menjadi insinyur pada tahun 1992. Atas keahliannya itu, pada tahun 2000, ia bekerja di PT Newmont Nusa Tenggara bagian Mine Water Management, General
INSPIRASI
21 - 27 April 2014
dan diminum maka akan sangat memberi manfaat, namun jika diisi racun akan membawa mudarat,” tegasnya. Sebagai Ketua Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Wathan yang bergerak di bidang pendidikan sosial dan dakwah dengan rutin melaksanakan selain dakwah juga membantu program pemerintah di bidang kependudukan khusus nya keluarga berencana, berupa penyuluhan dan pelayanan KB gratis yang hasilnya sangat sig nifikan karena memberdayakan struktur organisasi dari pusat sampai ranting (dusun). Selain itu, ia juga melakukan kegiatankegiatan yang langsung bersen tuhan dengan masyarakat khusus nya masyarakat pedesaan seperti, penyuluhan tentang pentingnya pendidikan, wajib belajar, pola hidup sehat dan pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya masyarakaat di pedesaan. Semua ini dilakukannya atas dasar prin sip hidup yang dimilikinya yakni melakukan segala sesuatu dengan niat ibadah, niscaya semuanya akan dimudahkan oleh Allah SWT. Dengan berbagai aktivitas yang dijalankan dengan tetap mem pertimbangkan nilai-nilai ini, Sitti Rokhmi Djalillah, pantas disebut sebagai Kartini masa kini. -Naniek I. Taufan
Kisah Gemitir di Kaldera Gunung Batur Untuk menjadi teladan, tak harus melakukan sesuatu yang besar. Namun, cukup melaku kan sesuatu yang sederhana secara bersung guh-sungguh sehingga manfaatnya dirasakan orang banyak. Kalimat ini cukup mewakili sepak terjang Ni Wayan Kartini (57), perem puan asal Songan, Kintamani, Bangli, yang juga peraih predikat Ibu Teladan se-Bali 2011.
T
erlahir dari kelu arga petani, se jak kecil Kartini sudah terbiasa membantu orangtuanya meng garap lahan pertanian di kaldera Gunung Batur. Dari 50 kg bibit yang ditanam, setidaknya Kar tini kecil menanam 10 kg-nya. Hasil tanamnya pun lebih bagus dari yang lainnya. Apa pun yang ditanam Kartini, selalu hasilnya lebih bagus. Meski hanya tamatan SD, semangat belajar perempuan kelahiran 21 April 1957 ini tak pernah pupus. Kapan pun dan di mana pun, Kartini selalu sempat mencuri ilmu dan menularkan nya kepada masyarakat Desa Songan, Kintamani, Bangli, desa yang membesarkannya, tempat ia dan keluarganya bertumbuh. Kartini menikah dengan seorang mantri asal Peliatan Ubud, I Nyoman Sadia, tahun 1975. Pa sutri ini memutuskan menetap di Songan karena tugas Sadia sebagai paramedis tak bisa ditinggalkan. Meski demikian, sesekali pasutri ini pulang ke kampung halaman Sadia di Ubud, tempat anak-anaknya bersekolah. Dari sini pula, Kartini mengaku mendapat ilmu mejejahitan. Ilmu ini kemudian ia tularkan ke masyarakat Desa Songan. Demikian halnya dengan ilmu holtikultura. Kartini selalu belajar melalui buku dan melalui mahasiswa-mahasiswa PPL dan KKN di sana. Ia belajar tentang bibit dan cara bercocok tanam yang baik. Ilmu bertani ini dibagikannya ke masyarakat, hingga hasil ladang mereka pun meningkat, dan sangat berpengaruh pada perekono mian mere ka. Kar
tini menggagas terbentuknya Kelompok Wanita Tani (KWT) di desanya, dan dipercaya men jabat ketua sejak berdiri 18 tahun lalu sampai sekarang. Ia termotivasi membentuk kelom pok wanita tani karena tanah di kaldera Gunung Batur sangat produktif dibandingkan lahan sawah. Hasilnya bisa 20 kali lipat daripada hasil lahan sawah. Ia berdayakan tanah di kaldera itu bersama anggota kelompok dan warga desa lainnya. Roda perekonomian Desa Songan 99% menggelin ding dari ha sil pertanian. Berkat adanya kelompok ini, masyarakat bi sa menabung sebagian hasil pertanian me reka. Aktivitas kelompok sudah dirasakan man faatnya dan di nikmati hasilnya oleh masyarakat setempat. “Dalam perkembangan nya kini, kelom pok ini tak hanya beranggotakan wanita, laki-laki juga. Sekarang anggotanya 25 orang dengan mengerjakan lahan seluas kurang lebih 800 are,” papar Ketua Kelompok Tani Br. Ulun Danu, Desa So ngan, Kintamani, Bangli ini. Di kelompok tani ini, mereka bisa mengakses informasi lebih tentang berco cok tanam,
Ni Wayan Kartini saat dinobatkan sebagai Ibu Teladan Bali 2011
Ni Wayan Kartini
serta ada fasilitas simpan-pinjam yang bisa dimanfaatkan untuk membantu usaha pertaniannya. Saat ini, Kartini memiliki la han 2,5 hektare yang lokasinya berpencar. Di lahan-lahan itu ia tanami
bawang merah, cabe, kubis, tomat, kacang buncis, bunga gemitir, bunga kem bang seribu, dan labu siam. Ia menjelaskan, tiga tahun tera khir 50% masyarakat di desanya mulai menanam labu siam ka rena dinilai lebih hemat dan menguntungkan. Hanya dengan masa tanam empat bulan, labu siam sudah bisa dipanen, dan berlanjut setiap minggunya, hingga lima tahun. “Labu siam ini pertumbuhannya gampang. Jika musim panas mati, saat musim hujan akan tumbuh lagi,” ujarnya. Dari 10 are yang ditanami labu siam, bisa menghasilkan Rp 1 juta per minggunya. Sebagian besar hasil pertaniannya ini dijual ke Pulau Jawa. Kartini mensyukuri lahan di kaldera Gunung Batur ini cukup subur, se hingga sebagian besar yang ditanami bisa tumbuh dengan baik. Seperti bawang merah. Meski bawang putih dan bawang merah bisa tumbuh bagus, dari
hitung-hitungan bisnis, Kartini mengungkapkan bertani bawang merah lebih menguntungkan. Masa tanam bawang merah hingga panen, 50 hari-70 hari. Sementara b a w a n g p u t i h , hingga 100 hari. Meski dengan me nanam 1 kwintal sama-sama bisa memanen 15 kwintal, proses untuk bawang putih siap dijual sangatlah lama dibandingkan bawang me rah. “Jadi, saya tanam bawang merah saja, leb ih menguntung kan,” ujarnya. Namun, ada juga yang tidak berhasil ia ta nam, yakni melon dan semangka. “Bisa tumbuh, tapi rasanya kurang,” imbuhnya. Ada pengalaman unik yang dikisahkan Kartini untuk menda patkan hasil panen terbaik. Be berapa tahun silam ia terkagumkagum melihat bunga gemitir yang dibelinya di pasar Gianyar. Dari penjual bunga itu, ia me minta informasi pengepulnya. Dari pengepul ini kemudian ia mendapatkan informasi bunga gemitir yang besar-besar terse but didatangkan dari Baturiti, Tabanan. Kartini pun menelu suri ke Baturiti hingga ber temu dengan petaninya di Desa Mayungan, Tabanan. Petani itu mengarahkan Kartini ke sebuah tempat penyemaian gemitir yang lokasinya harus dilalui dengan berjalan kaki sepanjang 2 km. Perjuangannya tak sia-sia, bibit yang dibelinya itu kemudian di tanamnya di Desa Songan, dan hasilnya pun bagus. Saat musim panas maupun hujan, gemitir bisa tumbuh bagus di Songan. Kini, banyak daerah-daerah lain juga menghasilkan gemitir yang bisa hidup di dataran rendah maupun dataran tinggi. Karena
itu, terkadang harganya bisa anjlok hingga Rp 2 ribu per kilo gramnya. Namun, saat musim panas, di saat daerah-daerah lain tak bisa memanen gemitir, di Desa Songan justru bisa me manen dengan hasil yang lebih baik dibandingkan saat musim hujan. Saat inilah merupakan berkah bagi petani gemitir Desa Songan, karena harga bunga gemitir bisa melambung hingga Rp 30 ribu per kilogramnya. CUKUP DUA ANAK Kartini mengungkapkan rasa prihatinnya, banyak warga dan keluarganya tidak mampu me nyekolahkan anaknya setelah tamat SD karena memiliki anak banyak. ”Saya hanya berpikir bagaimana caranya membayar utang dengan cara menyeko lahkan anak-anak saya setinggi mungkin. Karena itu, saya me milih hanya punya dua anak,” ujar ibu dua putra, Pande Putu Setiawan, S.T., M.M. (M.B.A.) dan Pande Made Budiarta, S.T., ini. Dari putra-putranya ini pun ia banyak belajar. Seperti bahasa Inggris yang dipelajarinya secara otodidak, karena termotivasi akan kepintaran anak-anaknya berbahasa Inggris. Apalagi, ru mahnya ini kerap didatangi kaum ekspatriat terkait kegiatan putra sulungnya Pande Putu Setiawan sebagai founder Anak Alam, sebuah organisasi kepemudaan yang bergerak di bidang sosial, memberikan kesempatan anakanak kurang mampu untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak. Keluarga ini cukup disegani di desanya dan dikenal berjiwa so sial. Kerapkali kediaman pasutri Kartini dan Sadia, Paramedis Te ladan Pemprov Bali Tahun 2003 ini dipakai sebagai tempat rapat PKK dan lainnya plus dengan makanan dan minuman ringan ala kadarnya. Mereka dipakai panutan oleh warga dan kerap dimintai pendapat atau solusi dalam suatu hal. –Inten Indrawati
l i f e s to ry
6
21 - 27 april 2014
Keramahan Pembawa Berkah
Perjuangan Ni Nengah Mariani mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya tak kenal lelah. Dari pagi hingga malam hari ia mengumpulkan rupiah demi rupiah. Pagi, ibu tiga putri dan nenek lima cucu ini bekerja sebagai tukang ojek, sore hingga malam ia menjadi tukang parkir.
Ni Nengah Mariani
S
uasana gerimis kota Denpasar pada Kamis (17/4) malam tak menyurutkan mi nat warga untuk keluar rumah. Kondisi lalu lintas memang lebih sepi dibanding di sore hari. Jalan Diponegoro yang biasanya padat, terlihat agak lenggang. Seorang perempuan dengan seragam biru sibuk mengatur kendaraan yang mencari tempat parkir. Setelah pengendara motor itu mendapat parkir, perempuan itu duduk di sebuah kursi sembari mengawasi lalu lintas. Perempuan itu adalah Ni Nengah Mariani. Saat ditemui Tokoh di depan Toko Cantik, ia mau diwawancarai sambil beker ja mengatur parkir. “Saya jadi tukang parkir sejak tahun 2000. Awalnya diberi tahu Klian. Saya kaget juga begitu tahu pekerjaan yang ditawarkan menjadi tukang
parkir. Tetapi, saya lakoni saja,” tuturnya. Mariani mengaku hampir sebulan ia beradaptasi dengan pekerjaannya itu. Ia sempat takut berada di badan jalan. Masamasa penyesuaian bisa ia lewati dan mulai terbiasa menjadi tu kang parkir. Wilayah tugasnya di Jalan Diponegoro, mulai depan toko Raja Waras hingga bekas MA departement store. Agar mudah mengawasi wilayahnya, ia mengambil posisi stand by di tengah-tengah, antara Toko Can tik dan Toko Bata. “Dulu saya jualan nasi di Suci, tetapi karena Suci dibangun men jadi kawasan parkir, saya ber henti jualan. Kalau tidak bekerja darimana dapat uang. Makanya saya mau jadi tukang parkir,” ujar istri I Nyoman Lanus ini. Mariani bertugas mulai pukul 15.00 hingga 22.00. Pagi hari, tukang parkir yang bertugas Dewa Darsana. Tiap hari perempuan asal Gegelang, Karangasem ini harus menyetor uang ke kantor PD Parkir Denpasar Rp 100 ribu, kecuali hari Minggu Rp 61 ribu. Penyetoran dilakukannya sem inggu sekali. Dari setoran ini akan dihitung persentasenya yang ke mudian menjadi gaji bulanan untuk Mariani. Rata-rata ia mendapatkan gaji Rp 1 juta per bulan. Kalau hujan, Mariani tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa pasrah dan melapor ke kantor. Berapa yang didapatkan, sejumlah itulah yang harus disetor. Maksimal ia bisa menyetor Rp 40 ribu. Sambil melakoni pekerjaan
21 - 27 april 2014
menjadi tukang parkir, Mariani membuka lapak kecil diantara Toko Cantik dan Toko Bata. Ia menjual minuman, snack, dan rokok. Hasil penjualan di lapak ini kadang dipakai untuk menu tupi uang setoran parkir. “Kalau uang setoran parkir kurang, saya pakai uang warung. Nanti kalau ada kelebihan uang parkir, saya pakai untuk mengembalikan uang warung. Lumayan bisa untuk sa ling menutupi,” ujarnya. Selain dari parkir dan warung, Mariani juga bekerja sebagai tukang ojek yang tugasnya meng antar-jemput anak tetangganya. Dari jasanya itu, ia mendapat ba yaran Rp 300 ribu per bulan. “Pagi sebelum pukul 07.00 saya harus menyelesaikan tugas rumah tang ga, pukul 07.00 mengantar anak tetangga yang sekolah di Kayu mas. Setelah itu mempersiapkan barang dagangan yang akan dijual sore hingga malam. Pukul 12.00 menjemput murid. Sampai di ru mah, istirahat sebentar, tidur satu jam lalu membereskan urusan ru
mah. Pukul 15.00 sudah mulai jadi tukang parkir,” papar perempuan yang ramah terhadap pengendara maupun pengemudi yang parkir di wilayahnya ini. Ia mengaku keramahan ini membawa berkah bagi dirinya. Orang yang memarkirkan ken daraan kadang memberinya uang lebih. Selain itu ia juga berusaha memberikan pelayanan terbaik dengan membantu mendorong atau menarik motor. Namun, ada juga orang yang cuek dan tidak membayar uang parkir. Mariani tak mempermasalahkan orang seperti itu, ia biarkan saja. Tetapi, kalau orang seperti itu datang lagi, akan diarahkan parkir di lapangan Puputan Badung. “Sudah dibantu malah kabur. Besok-besok parkir di Puputan saja,” ujarnya sembari terkekeh.Bagi yang sudah biasa parkir di wilayah Mariani, sering memberikan uang lebih. Jika uang parkir motor Rp 1000, dia diberi Rp 2000 atau mobil yang biasa bayar Rp 2000 malah memberi Rp 5000 tanpa meminta kembalian.
Uang-uang pemberian ini dikum pulkan Mariani untuk biaya hidup sehari-hari dan membayar uang kontrakan rumah. “Suaminya dari Suci tetapi kami tidak punya ru mah, jadi kami mengontrak rumah Rp 3 juta per tahun,” ujarnya. Di rumah ini, Mariani tinggal bersama suami dan satu putrinya Kadek Sukerni yang bekerja di toko emas. Dua putrinya yang lain, Putu Suk erti dan Luh Sri sudah menikah. Suka duka sebagai tukang parkir bagi Mariani lebih banyak sukanya. Ia bisa ngobrol dengan orang-orang yang ditemui bahkan bercanda dengan mereka. “Ka lau saya judes, orang tidak mau parkir, saya yang rugi. Makanya harus ramah. Duka ya kalau hu jan, tidak bisa berbuat apa-apa,” ungkap Mariani. Ia tetap bersyukur atas apa yang sudah didapatkan. Sepanjang masih kuat, ia ingin terus menjadi tukang parkir. Selama ini, ia juga bersyukur diberi kesehatan yang baik. Mariani termasuk orang yang jarang ke dokter. Jika merasa tak enak badan, ia minta dipijat atau dikerok, sete lah iu sembuh.”Setahu saya kalau sakit ada biaya pengganti dari kantor. Kami cukup diperhatikan. Waktu ayah saya mening gal, ada uang duka dari kantor Rp 1 juta,” ujar anak kedua dari tujuh bersaudara ini. Kepada kaum perem puan, Mariani berharap perempuan jangan terlalu manja. “Perempuan harus punya tekad kuat untuk maju dan meraih apa yang diinginkan,” tegasnya se raya mengatakan ingin menikmati masa tua de ngan bekerja secara santai tapi bisa menghasilkan uang ini. -Ngurah Budi
19
Back Up Boleh, Intervensi Jangan Orangtua yang anaknya sudah menikah mungkin merasa “kehilangan”. Masa-masa kebersamaan harus dikurangi karena anaknya sudah menjadi bagian dari keluarga lain. “Kehilangan” anak perempuan paling dirasakan sangat berat.
“O
Mariani melayani pembeli di lapak kecilnya
S U D U T PA N D A N G
rangtua saya hampir tiap hari me nelepon. Ada saja yang ditanyakan, mulai dari urusan kesehatan, keadaan cucu, sampai mengingatkan tentang acara di rumah,” ujar Paramita KW yang sudah dikaruniai dua anak ini. Kadang orangtua juga mem inta Mita pulang tetapi kalau tidak sibuk. Kalau sibuk, boleh tidak pu lang. Dari beberapa pengalaman, Mita mengetahui orangtuanya san gat kangen dengan dirinya, karena itu ia selalu diharapkan untuk pulang. “Kalau saya pulang, orang tua yang tadinya bekerja langsung menghentikan pekerjaann ya. Apalagi kalau anak saya ikut, pasti langsung digendong. Anak saya yang perempuan adalah cucu perempuan satu-satunya. Yang lain cucu laki-laki,” tutur perem puan yang sudah menikah selama 10 tahun ini. Jarak antara rumah orangtua Mita dengan rumah tempat Mita tinggal beda kabupaten tetapi ja raknya relatif dekat. Namun kare na kesibukan pekerjaan kantor dan urusan banjar di tempat tinggalnya, ia pun jarang pulang. Sebulan atau dua bulan sekali ia pasti menyem patkan pulang untuk menghapus kerinduan terhadap orangtuanya. Saat hari raya Galungan juga men jadi waktu wajib untuk pulang sekalian sembahyang. “Saudara saya perempuan semua. Tiga sudah menikah, satu belum tetapi akan segera menikah. Karena semua anaknya perempuan makanya rasa kangen orangtua sangat tinggi. Saat kami pulang dan berkumpul merupa kan momen yang membahagiakan bagi orangtua,” kenang perem puan yang bekerja di sebuah perusahaan swasta ini. Dr. AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H.,M.M.,M.H. menga takan harus disadari keberadaan kita hingga hari ini ada campur tangan orangtua yang sudah ikhlas berkorban dari dalam kandungan hingga melahirkan, menyusui, membesarkan, menumbuhkem bangkan hingga kita mampu membentuk rumah tangga. “Kita wajib selalu hormat dan berbakti kepada orangtua juga mertua yang telah memberikan keper cayaan pada kita hidup berumah tangga,” ujar Ketua Umum BKOW Daerah Bali ini. Gung Tini menerapkan sikap hormat melalui bakti kepada orangtua maupun mertuanya tidak ada bedanya. Baginya, orangtua dan mertua mem berikan kontribusi yang positif bagi dirinya. “Menghormati guru rupaka (orangtua) yang telah mengadakan kita adalah jalan yang sangat mulia untuk sebuah kebahagiaan kita. Caranya dengan selalu menuruti dengan ikhlas apa yang telah diperintahkan oleh
orangtua,” imbuhnya. Dengan cara selalu menuruti, ada rasa bahagia di hati orangtua. Keikhlasan, dalam arti apa yang telah dituruti apakah baik atau tidak bagi diri kita sendiri tidak akan menghilangkan apa pun dari diri kita. Dengan cara menjaga nama besar orangtua, menjaga nama besar mertua, dengan menjaga dan merawat suami atau istri dan ketika anak lahir dan dibesarkan dalam kebahagiaan itu semua cara hormat kepada orangtua dan mertua. Cara-cara yang nyata dapat dilihat atau tidak namun membawa dampak pada kebahagiaan itu adalah bakti. Perempuan yang juga Ketua Perwatusi Bali ini menegaskan hormat hanya dapat diwujudkan melalui tindakan, dan tindakan itulah bakti. Selanjutnya bakti itu yang nantinya melancarkan semua yang akan kita jalani, bonusnya adalah kesuksesan. Bagi Made Herry Erika Sedana A.Md., S.E., senior professional logistics & supply chain, menjaga hubungan dengan mertua, dibuat nya sederhana saja. “Treat them with respect. Ibu kandung dan ibu mertua adalah orang-orang pen ting dalam hidup saya yang harus selalu saya jaga,” ujarnya. Apa pun kondisi ibu kandung maupun ibu mertua, mereka tetap menjadi inspirasi bagi diri nya. Ia sangat bersyukur ketika kedua orangtua tersebut masih diberikan kesehatan. Menurut pengamatan Erika, ada seni tersendiri dalam menjaga hubungan ini. “Ibu mertua saya di rumah banyak direpotkan urusan tiga cucu yang semuanya laki-laki. Ibu mertua saya, pembawaannya sangat sabar. Beliau menjadi idola anak-anak saya juga. Sehari-hari, anak-anak tentu sangat dekat dengan neneknya,” ujar istri Putu Ari Sedana, S.T., M.M., ini. Erika mengatakan mindset atau cara berpikir banyak me mengaruhi hubungan. Mencoba untuk berpikir terbuka, positif dan ke depan adalah kunci dari hubungan yang dibina, baik dengan ibu kandung maupun ibu mertua. “Terkadang juga kita perlu melibatkan mereka untuk rencana besar ke depan. Apa pun itu. Pendapat mereka selalu kita diperlukan sebagai bahan pertim bangan tambahan,” tuturnya. Ia yakin orang sudah terbiasa dengan aplikasi circle of influence dan circle of concern dalam pengambilan keputusan seharihari. Perbedaan pendapat tentu bisa saja terjadi. Namun, bagaima na agar menghargai perbedaan pendapat, perlu kedewasaan pikiran dan sikap. “Ada hal yang bisa kita ubah (circle of influence) dan ada hal-hal yang tidak bisa kita ubah dan hanya menjadi bagian dari pemikiran dan analisa kita saja (circle of concern). Jadi saya rasa keterbukaan dalam diskusi
Retno
menjadi bagian yang sangat kuat dalam membina hubungan. Banyak menjadi pendengar,” ujar Erika. Wanita karier atau wanita entrepreneur sekarang kata Erika memang tampaknya supersibuk dengan berbagai macam kegiatan di luar rumah. Di luar rumah, se bagai leader, wanita tentu banyak berbicara. Dalam diskusi formal atau nonformal, pemimpin wanita banyak dituntut untuk bicara dan berbagi ilmu untuk kemudian sama-sama mengambil intisari dari diskusi itu. “Namun, di rumah da lam interaksi dengan ibu kandung atau ibu mertua, saya rasa semua juga setuju bahwa kita memainkan peran agar lebih menjadi pen dengar yang positif dan pendengar dengan empati,” paparnya. KHAWATIR BERLEBIHAN Psikolog Retno IG Kusuma me ngatakan perilaku orangtua dalam menghadapi anak dan menantu ter gantung dari per siapan mer eka. Jika anaknya akan berkeluarga dan itu sudah diper siapkan dengan matang, orangtua akan lebih yakin dengan kemam puan anaknya. Kadar kekha watirannya kecil. Sebaliknya, jika anaknya akan mengarungi ke hidupan rumah tangga dalam waktu yang relatif dekat dan men dadak, kekha watiran orangtua akan muncul. Ka dar kekhawatiran makin besar. “Orangtua seringk ali kha watir apakah anaknya, terutama anak perempuan nanti bisa menja di istri yang baik, menjadi ibu yang baik. Kekhawati ran ini juga ter gantung keleka tan orangtua de ngan anaknya,” ujarnya. Bagi orang tua yang merasa
Gung Tini
anaknya tidak mampu untuk mengurus rumah tangga sendiri, orangtua akan turut campur bah kan mengintervensi. Hal ini akan membuat si anak dengan keluarga barunya terhambat untuk menun jukkan kemandirian. Masing-mas ing keluarga memiliki pola sendiri untuk membentuk keluarga ala mereka. Terlalu banyak intervensi akan memberikan dampak negatif pada keluarga anak. Retno menyarankan orang tua yang memiliki anak sudah berkeluarga agar bersikap wajar. Biarkan anak-anak tumbuh ses uai dengan perkembangannya. “Biarkan anak-anak mengarungi kehidupan rumah tangga dan biarkan mereka yang mengam bil keputusan. Orangtua hanya menjadi pendengar yang baik. Orangtua harus ikhlas memberi
Erika
kesempatan kepada anaknya untuk belajar mengurus rumah tangganya. Kekhawatiran ber lebih tidak bagus untuk perkem bangan mental anak. Orangtua hanya boleh mem-back-up tanpa mengintervensi,” tandasnya. Salah satu kiat bagi pasang an yang akan menikah adalah mengikuti konseling pranikah dan belajar dari pengalaman sekeliling. Melalui konseling bisa dipelajari bagaimana cara meng atasi masalah yang mungkin timbul dalam kehidupan rumah tangga. Selain konseling, bela jar dari pengalaman orang lain yang berada di sekitar kita juga menjadi wahana untuk belajar. Retno mengingatkan, semua harus dilalui dan ada proses yang harus dilewati. –Sri Ardhini/Ngurah Budi
D AYA C I P TA
18
21 - 27 april 2014
“Yuk Peduli Lingkungan”
Games Penggugah Kesadaran Berbagai upaya dilakukan pemerintah, LSM, dan masyarakat untuk menggalak kan kepedulian terhadap lingkungan. Masalah sampah yang menjadi momok yang menakutkan. Jika sampah dibiar kan teronggok dan tak terurus, ling kungan akan menerima dampaknya. Kesadaran masyarakat untuk peduli lingkungan mulai dari hal sederhana, membuang sampah pada t empatnya.
R
Yana dan Andri
ealita yang terjadi di masyarakat ini kemudian dijadikan konsep apli kasi games oleh I Nyoman Ratdiyana dan Andrianto. “Pemikiran mengenai sampah, daur ulang, dan bumi kami jadikan tema games. Nama games yang kami buat, “Yuk Peduli Lingkungan”. Nama ini bermaksud menggugah kesadaran masyarakat dan pemerintah sesuai cita-cita go green,” ujar kedua pembuat games yang tergabung dalam Deviro Studio ini. Yana menuturkan dalam satu
games ini, ada lima permainan yang mereka buat. Tiga games dibuat Andri, sisanya Yana. Game pertama, menangkap sampah yang jatuh dari atas. Kalau sampah berhasil ditangkap, ada poin 10, kalau sampah gagal ditangkap nilai dikurangi 5. Pemain harus mengumpulkan poin sebanyakbanyaknya dalam waktu 1 menit. “Kalau ada kotoran harus dihindari. Dua kali kena kotoran, game over,” ujar Andri, mahasiswa STIKI Denpasar. Game kedua, edukasi sampah organik dan anorganik. Ada tempat sampah yang disiapkan yang
harus dipakai untuk menampung sampah sesuai dengan label. Tempat sampah organik menampung sampah organik, tempat sampah anorganik menampung sampah anorganik. Nilai juga sama dengan game pertama, benar 10 poin, salah dikurangi 5 poin. Game ketiga tentang membuang sampah. Ada matrik 2x5 yang memunculkan sampah. Dimana sampah muncul, di tempat itu ditekan. Jika benar, mendapat nilai 1. Waktu yang tersedia juga 1 menit untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya. “Game keempat tentang pembalakan liar. Ada storyboard-nya, seekor burung yang tidak punya sarang. Ia punya kekuatan untuk menyerang alat-alat yang dipakai pembalakan, seperti gergaji, kapak, dan palu. Alat-alat ini
ditembak oleh si burung. Satu tembakan yang tepat mendapat 1 poin,” ujar Yana yang membuat
game keempat dan kelima. Game kelima bercerita tentang daun-daun yang berguguran dari sebuah pohon. Fungsi shake (goyang) dipakai untuk menggugurkan daun. Makin banyak daun yang gugur, makin banyak poin yang didapat. Waktu permainan ini juga 1 menit. Kelima games yang dijadikan satu ini merupakan karya Yana dan Andri dalam diklat yang dilakukan Bali Desain Kreatif (BDI) dan Bamboomedia. Mereka diberi waktu dua minggu untuk membuat games. “Kesulit an kami ketika menggabungkan program director dan story board. Tetapi, itu bisa diatasi dengan menggunakan 1 scene kosong di director untuk memanggil story board,” ungkap Yana, mahasiswa STIKOM Bali. Ke depan, Yana dan Andri mengaku akan lebih me mantapkan games yang sudah mereka buat ini. “Nanti kalau sudah di-publish, kami berharap games ini menarik perhatian dan bisa booming. Setelah itu, kami akan membuat games lain,” tegas Andri. –Ngurah Budi
Yana dan Andri saat mendemokan games “Yuk Peduli Lingkungan”
Mindset Seorang Drug-Free Fitnessmania (4) Mindset #3: Makin Saya Belajar, Makin Saya Menyadari Betapa sedikitnya yang Saya Ketahui. “Apa yang Saya Ketahui, itulah yang Membuat Diri Saya Tumbuh dan Berkembang” Tubuh manusia adalah semesta yang begitu menakjubkan dan tak kalah menakjubkannya dibandingkan alam semesta di luar tubuh kita. Masih banyak sekali mengenai tubuh manusia yang belum kita ketahui. Demikian juga penerapan prinsip-prinsip latihan, pengaturan pola makan, dan istirahat teratur. Seorang fitnessmania natural selalu berpikir ia belum tahu cukup banyak, dan senantiasa giat mencari pengetahuan yang tepat melalui sumber-sumber terpercaya, serta mengkonfirmasikannya dengan penerap an-penerapan yang akurat pada dirinya sendiri. Keberhasilan membangun fisik yang sehat dan kuat adalah sebuah proses yang panjang, dan sebenarnya tidak pernah ada kata berakhir. Lalu, apabila tujuan itu tidak berakhir, bagaimana sebaiknya kita menapak pada jalan yang tak berakhir ini? Baginya, perjalanan melatih tubuhnya, memberi nutrisi yang tepat, meluangkan cukup istirahat adalah keberhasilan itu sendiri. Di dalam keberhasilan tersebut, muncul banyak keberhasilan lain dari inspirasi
yang tanpa sadari telah ia berikan kepada orang lain, pengalaman baru dari membuktikan teori-teori latihan dan nutrisi yang pernah ia pelajari, juga pengalamannya menaklukkan godaan untuk mengonsumsi terlalu banyak makanan yang kurang menyehatkan. Fitnessmania natural memiliki keyakinan performa, prestasi, atau penampilan fisik yang terbaik dari dirinya sendiri tergantung pada komitmen dirinya sendiri menerapkan hal-hal yang lebih baik lebih lama, bukan pada obat-obatan atau teman-teman palsu yang menyamar sebagai ahli yang peduli. Ia percaya, se iring perjalanannya yang disertai niat baik, informasi, orang, dan pengetahuan baik juga akan menghampiri dirinya yang akan semakin memudahkan dirinya meraih apa yang ia cita-citakan. Mindset keliru mengajak kita untuk berpikir bahwa orang yang memiliki badan yang lebih bagus dari dirinya pasti menggunakan steroids, dan yang lebih bagus itu umumnya menggunakan jenis steroids yang lebih banyak dan lebih tinggi dosis dari masing-masing jenis. Satu-satunya bekal ‘kemajuan’ bagi mindset keliru adalah mentalitas “lebih banyak obat berarti lebih baik”. Hingga pada akhir nya, mentalitas ini beradu dengan kemampuan tubuhnya yang terbatas untuk menerima dosis-dosis baru yang lebih tinggi. Cepat atau lambat dampak penyalahgunaan obat ini pada akhirnya akan dirasakan oleh penganut mindset ini. “Tidak mungkin” adalah kosa kata yang akrab hinggap dalam mindset ini. Penganggapan bahwa untuk memiliki fisik prima dan meraih gelar juara binaraga natural adalah
ilusi belaka. Mindset keliru lebih memilih untuk percaya bahwa para juara binaraga natural adalah para pemakai steroids yang bisa menipu hasil tes doping. Mindset keliru tidak memiliki keyakinan yang murni pada kemampuan tubuh manusia untuk meraih hal-hal luar biasa secara alamiah. Ia lupa, di awal kehidupannya, tubuhnya bisa berkembang pesat hingga 300% dalam kurun 1 tahun, tanpa berolahraga, dan hanya dengan mengonsumsi air susu ibu. Kesederhanaan bahwa dengan kerajinan dan konsistensi menerapkan ilmu-ilmu fitness yang tepat setiap orang memiliki peluang yang sama untuk menjadi dirinya yang terbaik, bagi mindset keliru adalah sebuah dongeng pengantar tidur. Ibarat sebuah menara, mindset fitnessmania natural akan selalu ingin naik ke tingkat yang lebih tinggi menuju ke puncak, karena ia sadar makin tinggi dirinya pandangan pengetahuan dan wawasannya semakin jauh dan luas. Mindset keliru akan puas menghentikan upaya belajar dan latihannya di lantai yang lebih rendah serta mengira pengetahuan dan wawasannya adalah yang terluas.
21 - 27 april 2014
l i f e s to ry
Menjual Suara di Jalanan
7
Berbekal sebuah gitar tua, Mince (bukan nama sebenarnya) bernyanyi dari satu tempat ke tem pat lainnya di Lombok. Dengan penuh percaya diri, ia menghibur para tamu warung-warung kaki lima yang berjejer di pinggir sepanjang jalan Cakranegara. Berkaus oblong dan ber celana jeans setengah robek juga dengan pet yang sengaja dipasang miring, siapa sangka usia pengamen yang telah mengamen dari Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat ini telah leb ih dari 70 tahun. Ia sangat lincah. Gaya bicaranya ceplas ceplos dan ia sangat tidak suka jika ada yang melecehkannya. “Karena saya pengamen kadang ada yang suka melecehkan dengan sikap nya. Padahal saya juga sedang bekerja bukan sedang meminta-minta,” ungkap Mince.
M
engandalkan suaranya yang pas-pasan de ngan segudang lagu dangdut yang dihafalkannya, lebih dari 30 tahun Mince “menembus” keramaian kota-kota di Pulau Jawa, Bali, dan NTB untuk “menjual” suaranya di jalanan. Dinginnya malam yang dilalui selama hidup mengamen di jalanan tidak membuatnya patah semangat. “Hidup saya dari mengamen, maka tidak ada yang berat buat saya untuk melakukannya,” katanya. Awal ia mengamen diakuinya karena tidak ada pekerjaan lain yang bisa dilakukannya. Sebagai orang yang sama sekali tidak pernah mengenyam bangku sekolahan, memang tidak ada pekerjaan lain yang bisa dilakukannya. Karena itu ia memantapkan pilihannya sebagai pengamen. Pilihan ini bukannya tanpa risiko. Kedua anaknya yang kini telah berumah tangga, sama sekali tidak pernah mengizinkannya menjadi pengamen. Karena itulah ia tidak berani lagi mengamen di Jawa dan pindah ke Bali selama empat tahun pada tahun 1997-2001. “Saya tidak berani mengamen di Jawa karena jika ketahuan anak saya, dia akan marah besar,” katanya sambil menyebutkan kota kelahirannya di Jawa Timur. Di Bali ia juga menjalani profesi yang sama. Neli (nenek lincah) ini juga mulai belajar pijat untuk menambah penghasilannya. Biaya hidup di Bali yang untuknya sangat besar, membuat ia memilih pindah tempat lagi ke Nusa Tenggara Barat, khususnya di Lombok. Berjibaku dengan pasukan Tibum (ketertiban umum), terutama di Jawa menjadi kesehariannya. “Kalau sudah ada razia, saya harus lari tunggang langgang “menyelamatkan” diri agar tidak ditangkap,” katanya. Karena kalau ditangkap maka hilanglah mata pencahariannya dan ia tidak dapat bekerja lagi. Itu artinya, ia tak dapat makan selama tidak bekerja. Penghasilannya sehari dari mengamen diakuinya cukup untuk makan sehari-hari dan membayar
biaya kos sekitar Rp 300 ribu/ bulan. “Sehari kalau lagi ramai bisa dapat Rp 60-Rp 80 ribu. Jka sepi hanya Rp 20 ribu,” katanya. Saat ditanya mana tempat yang paling baik memberikannya penghasilan dari semua kota yang sudah dilaluinya, ia menjawab di Mataram. Ia termasuk pengamen yang gigih. Di NTB, tidak hanya Lombok yang membuatnya betah mengamen tapi ia juga mengamen hingga ke Sumbawa sampai ujung timur NTB, Bima. Ia mengamen bersama dengan suaminya yang usianya juga tidak terpaut jauh. Selama mengamen ia dan suaminya menghindar dari “radar” anakanaknya yang selalu mencarinya. Ia sama sekali tidak ingin anakanaknya mengetahui di mana mereka berada, karena menurutnya, jika anak-anaknya tahu ia akan kena marah dan akan dijemput dan dipaksa pulang. Anak-anaknya memang bukan orang berada, namun mereka rupanya menginginkan orangtuanya berhenti bekerja keras dan bisa menikmati masa tua seadanya. “Kalau tidak bekerja, badan saya sakit semua. Lagi pula saya tidak ingin merepotkan anak-anak saya. Untuk hidup mereka saja pas-pasan saya tidak mau menambah beban mere ka,” ungkap nenek empat cucu ini. Kini, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ia juga bekerja sebagai tukang pijat. Sebatang rokok selalu menjadi temannya sesaat sebelum ia mulai memijat orang. Satu kali pijat ia mendapat bayaran sekitar Rp 25.000/orang. Penghasilan ini sebenarnya
Kota tua Ampenan, salah satu tempat Mince mengamen
jauh lebih besar dari penghasilan mengamen, jika saja tenaganya kuat. “Sehari kadang sampai 5 orang minta dipijat tapi saya tidak kuat,” katanya. Ia hanya mampu memijat dua orang saja. Itu artinya ia bisa mendapat Rp 50 ribu sehari. Namun, lagi-lagi, tidak tiap hari ada pasien yang dipijat dan tidak tiap hari pula ia kuat memijat. Karena itulah, mengamen jadi pekerjaan utamanya. Di usia yang semakin tua ini, ia memang berharap bisa pulang
kampung dan bertemu dengan anak-anak dan cucu-cucunya, menghabiskan masa tua bersama mereka. Namun, keberanian itu belum ada karena ia juga masih sangat membutuhkan pekerjaan mengamen. “Jika saja anak-anak saya memberi izin untuk mengamen di Jawa, alangkah bahagianya saya dan suami bisa dekat dengan anakanak dan cucu-cucu saya,” katanya sedih. Sebatang rokok menyela dalam hisapan yang dalam meng hilangkan kegalauan hati Mince.
Wajahnya keringatan dan pijatannya melemah. Tanda tenaga nya sudah tidak kuat lagi. Dalam desah nafas tersengal-sengal, ia juga terus bersemangat bernyanyi berkeliling dari satu warung ke warung lainnya di berbagai sudut Kota Mataram. Meski tenaganya melemah dimakan usia, namun semangatnya tidak pernah luntur. Pada saatnya nanti, Mince ingin kembali ke hadapan Sang Pencipta, bukan sebagai seorang pengamen.-Naniek I. Taufan
8
BUNDA & ANANDA
21 - 27 April 2014
Pesona Pagelaran Siswa Denpasar Children Centre
Suasana gembira, kemeriahaan dan kekagum an, begitu terasa ketika Denpasar Children Centre (DCC) kembali menggelar Pentas Cilik di Gedung Ksirarnawa, Art Centre, Denpasar, Sabtu (12/4). Pentas Cilik DCC ini digelar setiap tahun sejak tahun 2007. Ketika itu, sekitar 500 orang siswa-siswi Playgroup, TK hingga SD Cerdas Mandiri DCC tumpah-ruah memadati ruangan Gedung Ksirar nawa. Seperti biasa, saat itu mereka kembali menyuguhkan beragam kreativitas seni. Dengan segala peso nanya, mereka bukan hanya berhasil menghibur, namun juga memikat pe nonton untuk tidak beranjak sampai pementasan usai. Pertunjukan yang tergolong sa ngat menawan ini memang diper siapkan dengan serius oleh para guru DCC dan seluruh siswa, baik mereka yang masih di Playgrup, TK dan SD, semua bersungguh-sungguh. Sehingga, apresiasi seni siswa DCC tersebut sukses mempertunjukkan talenta seni siswa yang sudah berhasil diasah oleh para gurunya. Di atas panggung yang luas dan megah, selain menyanyi bersama, mereka juga berhasil menampilkan
tarian Bali Puspanjali, dan serangkaian gerak tari seperti Balet,Tari ”Diobokobok”, Rolly Polly Dance,Tari Barisan Musik, Fortune Cookies Dance dan Lenggang Puspita. Dengan gaya, aksi dan ekspresi penuh percaya diri penampilan mereka disaksikan oleh teman-temannya, para guru, orangtua, keluarga serta khalayak ramai yang turut memenuhi Gedung Ksirarnawa. Begitulah pesona seluruh aksi panggung yang mereka tampilkan, dipastikan sukses membuat penonton bertepuk-tangan juga tetap antusias mengikuti seluruh sajian pementasan. Apalagi saat persembahan Tari Balet oleh anak-anak Playgroup , mereka be gitu lucu dan tampak menggemaskan bahkan totalitas anak-anak usia dini ini mampu menghipnotis penonton. Selain itu, ada pula persembahan spesial, berupa Drama Musikal AndeAnde Lumut. Cerita rakyat dari tanah
Tari Puspanjali oleh siswa SD DCC
G R I YA
21 - 27 April 2014
Melirik Keunikan Mebel Jati Jepara Menyebut Kota Jepara, yang terlintas dalam pikiran kita pastilah tokoh emansipasi wanita, Raden Ajeng Kartini yang memang meru pakan kelahiran Jepara. Namun di sisi lain, Jepara juga memiliki seni dan budaya yang unik. Salah satunya ukiran Jepara yang sampai kini masih banyak dilirik pasar domestik maupun mancanegara. Ukiran Jepara ini diaplikasikan ke dalam berbagai produk mebel seperti kursi, meja, lemari, dan tempat tidur.
Drama Musikal Ande Ande Lumut oleh siswa SD DCC
Jawa ini dibawakan dengan penuh penghayatan oleh siswa kelas 2 hing ga kelas 4 SD Cerdas Mandiri DCC. Begitupun tampilnya Ensamble Musik Pianika dan Recorder yang merupa kan hasil nyata dari mata pelajaran musik yang telah ditekuni oleh siswa sejak kelas 1 SD DCC. Disamping itu, acara juga dimeriahkan dengan selingan yang tak kalah menarik be rupa dendangan lagu-lagu dari Trio Lalasa, fashion show busana endek oleh Ananda Lana siswi TK B dan tak ketinggalan atraksi Taekwondo oleh siswa SD Cerdas Mandiri. Seperti biasa, pagelaran spek takuler kali ini pun tetap dipandu delapan pembawa acara (MC), yakni pasangan Gung Kayana & Anggita Sekarayu, Serena & Gung Abel, Dayu Maha & Gung Rama, dan Esa Satria & Gek Dian, yang tampil kompak mengantarkan acara dalam bahasa Inggris, Jepang, Indonesia, dan ba hasa Bali CERDAS DAN MANDIRI Disadari bahwa untuk perkem bangan anak yang utuh, tidak cukup hanya memiliki kecerdasan secara intelektual, tetapi memerlukan ke
seimbangan dengan aspek perkem bangan lainnya seperti kecerdasan sosial-emosional, perkembangan fisik dan kemampuan berkomunikasi. Karenanya, menurut Ketua Ya yasan Brahmacarya Putra Mandiri, Ir. Anak Agung Putu Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., PhD., sekolah DCC memang sengaja menjadikan pertunjukan akbar dan megah yang sudah berlangsung berkali-kali ini sebagai agenda rutin tiap bulan April dan akan terus berlangsung setiap tahunnya. ”Ini adalah wahana bagi seluruh siswa-siswi DCC untuk berekspresi sesuai talenta mereka, tanpa diskriminasi karena semua siswa berkesempatan untuk tampil di panggung,” tegas Agung Suryawan. Dikatakan oleh Agung Suryawan, DCC mengelola program pendidikan
pra-sekolah dan sekolah dasar yang terpadu, yakni Playgroup, TK dan SD, yang selalu mengapresiasi berbagai kesenian agar anak didiknya tidak ha nya cerdas tapi juga memiliki keman dirian. Dengan stimulan yang tepat dan terarah, anak-anak akan tumbuh dan berkembang sebagaimana harap an para orangtua mereka. Pentas ini, lanjut Agung Suryawan adalah salah satu bukti pancaran keberanian, kemandirian dan talenta siswa-siswi DCC mulai dari anakanak Playgroup hinggga murid SD, yang sukses menyuguhkan karya seni dengan segala keindahannya. Pentas Cilik DCC ini dapat disak sikan di acara ”Taman Sari” Bali TV dalam dua episode: Sabtu, 26 April pkl. 14.30 Wita dan Minggu, 27 April pkl. 09.00 Wita. -ard
DENPASAR CHILDREN CENTRE MENERIMA SISWA BARU PLAYGROUP, TK & SD CERDAS MANDIRI (Tempat Terbatas) Jalan Bedugul 18 C, Sidakarya, Denpasar Informasi: Senin s.d. Jumat, Pkl. 08.00 - 16.00 Wita Telepon: (0361) 725 725
17
Salah seorang pengusaha mebel Jepara, Ubaidillah atau yang akarab disapa Bapak Robert menga takan pemasaran produk mebel Jepara ini tiap tahun makin me ningkat. Meski, beberapa ta hun belakangan perhatian pasar sempat beralih ke produk mebel dari bahan sinte tis, namun produk mebel Jepara masih tetap eksis. Kenapa? Sebagian pro duk mebel Jepa ra, sekitar 90% memakai mate rial kayu jati. Ini dikarenakan ka rakt eristik kayu jat i yang lebih
kuat daripada kayu jenis lain serta memiliki serat yang indah. “Kayu jati kuat jika kena panas dan hujan, terlebih jati tua, lebih tahan dengan penyakit. Pememuaiannya cukup stabil, dalam artian kalaupun memuai karena panas/hujan, persentase nya sedikit,” jelas Robert. Pria kelahiran Jepara yang sudah sejak tahun 1990 men jalani usaha mebel ini me ngatakan mebel Jepara cocok di Bali dan pasar di Bali pun cukup menjanjikan. Menurut pengamatannya, ini dikarena kan mebel Jepara memiliki nilai seni yang tinggi, sama seperti di Bali. Terlebih, bahan yang dipakai adalah kayu. “Kayu itu seni, dan di Bali mengutamakan seni. Memang, jika diamati seksama, produk mebel Jepara khususnya yang bergaya klasik, memiliki jenis ukiran yang mi rip dengan ukiran Bali. Namun, tentu saja keduanya memi liki keunggulannya masingm asing,” jelasnya.
Mebel Jepara yang banyak beredar di pasaran umum nya dibedakan menjadi produk mebel indoor (dalam ruangan) dan outdoor (luar ruangan) de ngan model minimalis dan klasik. Sentuhan akhirnya (finishing) disesuaikan dengan selera pasar atau konsumen. Mereka bisa memilih finishing natural, white wash, minimalis (gelap polos), dan duco. “Tamu-tamu asing lebih banyak menyukai finishing white wash,” ungkapnya. Pemi natnya pun berimbang, antara model minimalis dan klasik. Dan, mebel Jepara ini pun 25%nya sudah merambah pasar ekspor yang didominasi tujuan negaranegara di Eropa seperti Jerman, juga Australia. Produk mebel Jepara tak bisa disamakan dengan produk mebel lain. Ini dikarekan mebel Jepara dibuat oleh pengrajinpengrajin mebel asli Jepara. Bentuk-bentuk lengkungannya yang luwes ini yang membe dakannya dari produk mebel lain, seperti mebel Banyuwangi atau mebel Bandung. Karena itu pula, produk-produk mebel di peru sahaannya itu 70% dipa
Robert
sok dari para pengrajin mebel Jepara, dan di Bali hanya proses finishing. Sementara, 30%nya lagi dibuat di sini oleh pengrajin Jepara pula. Meski toko mebel “Pasar Mebel Jepara” yang berlokasi di Jalan Teuku Umar Barat ini memproduksi dan menyediakan produk dalam jumlah banyak hingga meluber ke pinggir jalan, ia tak lantas mengesampingkan sisi kualitas produk. Tak tang gung-tanggung Robert menjamin kualitas produk mebel Jeparanya dengan memberikan garansi hingga dua tahun. Kayu jati yang dipakai pun merupakan standar kayu perhutani. Karena itu pula, produk mebel jati Jepara ini masih diminati pasar meski pun harganya kian meningkat. Sebut saja lemari dua pintu yang tahun lalu harganya Rp 3,5 juta, sejak awal 2014 dihargai Rp 4,5 juta. –Inten Indrawati
Gerak Tari Fortune Cookies oleh siswa SD DCC
Gerak Tari Barisan Musik oleh siswa TK DCC
Ensamble musik oleh siswa SD DCC
Tari Balet oleh siswa Playgroup DCC
PELESIR
16
21 - 27 april 2014
Melepas Kepenatan di Danau Tercantik Kementrian Pariwisata Ekonomi Kreatif. Pengempon Pura yakni empat pesatakan (kelompok) di lingkungan pura ikut duduk di jajaran badan pengelola. Struktur kepengurusannya juga diperbaharui dengan menempatkan Bupati Tabanan sebagai Ketua Umum Badan Pengelola yang pelaksanaannya dilakukan oleh manajer, sekretaris dan bendahara serta seksi-seksi diantaranya seksi tiket, pecalang, dan tenaga kebersihan. Keempat satakan itu terdiri dari Desa Baturiti, Bangah, Antapan, dan Candi Kuning. Dari empat satakan itu merupa-
Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danau Beratan memang tempat wisata eksotik. DTW berlokasi di Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan itu sering menjadi latar belakang sarana promosi baik yang berupa brosur maupun baliho.
B
elum lama ini Danau Beratan dinobatkan sebagai 20 danau tercantik di dunia. Danau ini disandingkan bersama Danau Superior di Michigan, West Lake di China, dan Danau Kawaguchi di Jepang versi Huffington Post yang merilis 20 danau tercantik di muka bumi. Danau Beratan merupakan satusatunya danau di Indonesia yang masuk ke dalam daftar. Dalam artikel yang ditayangkan media itu dituliskan keindahan Danau Beratan muncul dengan Pura Ulun Danu yang ada di tengah danau. Siluet pura yang memantul di permukaan danau menjadikan pemandangan luar biasa. Pura di tengah danau selalu menebar pesona hingga meng undang wisatawan domestik
maupun mancanegara untuk mengunjungi DTW ini. Manajer Pengelola DTW Ulun Danu Berat an, Wayan Mustika mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan ke Ulun Danu Beratan selalu naik tiap tahunnya. Ramainya kunjungan wisata wan itu karena keindahan dan keunikan perpaduan objek alam dan budaya yang ada. Suasana sejuk dan tenang mampu melepas kepenatan serta menambah keakraban bersama keluarga. Di samping itu, juga didukung pelayanan dan infrastruktur yang memadai serta berkualitas. “Kami selalu melakukan penataan hingga menjadi objek yang terbaik,” ujar Mustika. DTW ini dikelola oleh badan pengelola yang melibatkan unsur pemerintah, desa adat pesatakan
Pura dan swasta sebagai pihak ketiga. Kolaborasi pengelolaan ketiga unsur tersebut yang selalu berinovasi membuat DTW Ulun Danu Beratan makin menggeliat. Berbagai penghargaan pun diraihnya yang salah satunya Cipta Pesona Awards katagori DTW alam berwawasan lingkungan dari
Suasana danau Beratan
kan perwakilan dari memiliki 18 desa pekraman yang bertanggung jawab terhadap keasrian Pura Ulun Danu Beratan. Masing-ma sing perwakilan dari pesatakan itu kemudian sebagai operasionalnya. Tugasnya memungut tiket masuk, perawatan serta menjaga objek. Pemerintah bertanggung jawab terhadap pembinaan sumber daya manusia, pengembangan insfrastruktur dan melakukan promosi. Pihak ketiga yang merintis, juga ikut menjaga kelangsungan objek. Berdasarkan tugas dan tanggung jawab itu maka pembagian hasilnya dilakukan secara proporsional. –Budarsana
DARA
21 - 27 april 2014
9
Gede Dharma Arya Wicaksana
Duta Mahasiswa GenRe Provinsi Bali 2014 Dunia remaja penuh warna, penuh makna. Se galanya terasa indah, terlebih banyak hal yang dapat dipelajari saat remaja. Masa brahmacari sudah semestinya dimanfaatkan untuk men cari-cari warna kehidupan. Mencari pengalaman hidup sebanyak mungkin, agar nanti dapat ber guna bagi negara, mengabdi untuk tanah air, dan dapat mengharumkan nama diri sendiri, keluar ga, serta lingkungan sekitar. Ada banyak cara agar kita mendapatkan pengalaman, salah satu nya dengan mengikuti perlombaan. Seperti yang dilakukan Gede Dharma Arya Wicaksana, atau yang kerap disapa Dema.
P
ria kelahiran Ma taram, 14 September 1995 ini terpilih sebagai Duta Mahasiswa GenRe (Generasi Berencana) Provinsi Bali 2014. Saat ditemui tim Dara Tokoh, Dema menceritakan berbagai pengalamannya mengikuti ajang tersebut. ”Awalnya saya ikut lomba ini karena informasi Ketua Senat yang mendadak, kemudian saya ikut sajalah di tingkat kabupaten dengan usaha yang minim,” kenangnya. Peristiwa itu tidak menyurutkan langkah Ketua UKM Kempo tersebut. Terbukti dirinya mampu menduduki posisi runnerup 1 di tingkat kabupaten. Perasaan bangga dan bahagia semakin Dema rasakan ketika melenggang ke provinsi. “Saya kira yang diikutkan lomba ke provinsi hanya juara 1 kabupaten, namun diluar dugaan kabupaten mengirim dua peserta, dan saya diikutkan,” imbuh lelaki penyuka nasi campur itu. Kesempatan yang sudah terbuka tentu tidak disiasiakan lagi. Dema benar-benar memanfaatkan kesempatan itu agar dapat mempersembahkan yang terbaik. Walau pemilihan ini merupakan kali pertama dia maju
ke provinsi, tetap tidak membuatnya “mati gaya” atau gugup. Awalnya saya merasa kurang percaya diri, tapi buat apa berpikir seperti itu kalau hanya buang-buang waktu? Saya melihat peserta yang lain hebat-hebat. Dalam hati saya, mereka bisa kenapa saya tidak?” tutur lelaki yang tinggal di Jalan Ahmad Yani Gang Narendra No. 20 ini. Tekad percaya diri dan kesiapan yang matang tesebut membuat dirinya maju menjadi Duta Mahasiswa GenRe Provinsi 2014. Sungguh pengalaman pertama yang membuahkan hasil. Dukung an dari teman-teman seangkatan nya dan keluarga menjadikan Dema menembus provinsi. Putra pasangan Putu Tegeh Arya Wangsa dan Made Megarini ini tidak usah diragukan lagi prestasinya. Dema pernah menyandang Juara Umum 2 SMPN 1 Singaraja, saat duduk di kelas 8; Juara Umum 1 SMPN 1 Singaraja, di kelas 9; Juara 1 Lomba Lari 400M Putra Kecamatan Buleleng, saat kelas 11, King FBS 2013, Putera Undiksha 2013, Runner-Up 1 Duta GenRe Kabupaten dan terakhir sebagai Duta GenRe Provinsi. Pemilik hobi bela diri, re-
Gede Dharma Arya Wicaksana
nang, lari dan membaca itu kini mengemban tugas yang tidak ringan. Saat ini ia harus mengatur jadwal untuk me ngadakan penyuluhan kepada pemuda-pemuda dan masyarakat, karena memang itulah tugas se bagai Duta GenRe. “Selain waktu, kita harus membuat kerjasama dengan instansi terkait agar segalanya dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” kata Dema sambil tersenyum. Siswa tamatan SDN 41 Garut Mataram dan SDN 247 Banjar Jawa, SMPN 1 Singaraja, SMAN 1 Singaraja itu memang memiliki wa-
wasan yang mumpuni terkait TRIAD KRR (No free sex, no napze, no HIV/AIDS). Tekadnya untuk menyosialisasikan tahu dan melebarkan informasi tentang hal tersebut mengantarkannya menjadi Duta GenRe 2014. Sebagiamana kita ketahui, Duta GenRe haruslah mempunyai pengetahuan luas tentang HIV/ AIDS untuk memerangi virus mematikan yang sudah menyebar luas di masyarakat. Sampai saat ini Dema tetap berlatih presentasi dan speaking untuk jadwal-jadwal penyuluhan nanti. Berbagai materi tentu akan dipaparkan ke berbagai pelajar di Bali. Tidak hanya kesibukan itu yang menyita waktu Dema, ada beberapa kegiatan lain juga di kampus. “Selain sibuk menyiapkan penyuluhan, saya juga disibukkan dalam kegiatan HMJ, tugasnya sebagai Ketua UKM Kempo, dan sibuk mennyiapkan ulang tahun jurusan,” kata mahasiswa semester dua,
Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Undiksha, Singaraja itu. Dema melihat, masih perlu penyuluhan semacam ini untuk membentengi diri. Terlebih gaya pacaran remaja saat ini memprihatinkan. Dema sebagai Duta GenRe 2014 berupanya semaksimal mungkin agar kebiasaan remaja tersebut tidak bertambah buruk apalagi sampai berdampak tidak baik untuk dirinya dan orang sekitar. Pemuda yang memiliki cita-cita menjadi dosen sekaligus pengusaha itu tidak lupa menyampaikan harapannya ke depan. “Untuk pemuda-pemudi, diharapkan untuk menjaga diri baik-baik dan tunjukkan sikap peduli terhadap sesama.Jika kita bisa kuasai diri dan peduli dengan lingkungan sekitar, pastinya kita bisa ciptakan lingkungan yang bebas dari pengaruh-pengaruh negatif,” jelasnya dengan penuh keyakinan dan senyum manisnya. -Wulan Dewi
10
BUGAR
21 - 27 April 2014
TORCH pada Kehamilan
Penyakit infeksi TORCH (Toxoplasma, Other infections, Rubella, Cytomegalovirus/ CMV dan Herpes simplex) adalah sekelompok infeksi yang dapat ditularkan dari wanita hamil kepada bayinya. Wanita hamil yang terinfeksi TORCH berisiko tinggi menularkan kepada janinnya yang bisa menyebabkan cacat bawaan. Adanya infeksi TORCH baru bisa dibuktikan dengan melakukan pemeriksaan darah atau skrining.
P
rinsip dari peme riksaan ini adalah deteksi adanya zat anti (antibodi) yang spesifik taerhadap kuman pe nyebab infeksi tersebut sebagai respon tubuh terhadap adanya kuman. Antibodi yang terburuk dapat berupa Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG)
dr. AAG.Adi Parathama, Sp.OG
Infeksi TORCH pada Wanita Hamil 1. Toxoplasmosis Infeksi ini disebabkan oleh parasit (Protozoan Parasite Toxoplasma Gondii). Parasit ini masuk ke dalam tubuh manu sia melalui makanan. Sumber terutamanya adalah daging yang tidak dimasak matang atau sayuran mentah. Tangan yang tercemar toxoplasma juga bisa menjadi media penularan jika kita tidak mencuci tangan sebe lum makan. Jika wanita hamil terinfeksi toxoplasma maka akibat yang dapat terjadi adalah abortus spontan atau keguguran, lahir mati atau bayi menderita toxo plasmosis bawaan. Diagnosis toxoplasmosis secara klinis sukar ditentu kan karena gejala-gejalanya tidak spesifik atau bahkan tidak menunjukkan gejala (sub klinik). Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium mutlak diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Pemeriksaan yang lazim dilakukan adalah AntiToxoplasma IgG, IgM dan IgA, serta Aviditas Anti-Toxoplasma IgG. Pemeriksaan tersebut perlu
dilakukan pada orang yang diduga terinfeksi toxoplasma, sebelum atau selama masa hamil (apabila hasilnya negatif perlu diulang sebulan sekali khususnya pada trimester pertama, selan jutnya tiap trimester), serta bayi baru lahir dari ibu yang terinfeksi toxoplasma. 2. Infeksi rubella Infeksi ini disebabkan oleh vi rus rubella. Rubella yang dialami pada trimester pertama kehamil an 90 persennya menyebabkan kebutaan, tuli, kelainan pada jantung, keterbelakangan men tal, bahkan keguguran. Wanita hamil disarankan untuk tidak berdekatan dengan orang yang sedang sakit campak Jerman. Jika infeksi terjadi pada bulan pertama kehamilan maka risiko terjadinya kelainan adalah 50%, sedangkan jika infeksi tejadi tri mester pertama maka risikonya menjadi 25%. Tanda-tanda dan gejala in feksi rubella sangat bervariasi untuk tiap individu, bahkan pada beberapa pasien tidak dikenali, terutama apabila ruam merah tidak tampak. Oleh karena itu, diagnosis infeksi Rubella yang tepat perlu ditegakkan dengan bantuan pemeriksaan laborato rium. Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan meliputi peme riksaan Anti-Rubella IgG dan IgM. Pemeriksaan Anti-rubella IgG dapat digunakan untuk men deteksi adanya kekebalan pada saat sebelum hamil. Jika ternyata belum memiliki kekebalan, dianjurkan untuk divaksinasi. Pemeriksaan Anti-rubella IgG
dan IgM terutama sangat ber guna untuk diagnosis infeksi akut pada kehamilan kurang dari 18 minggu dan risiko infeksi rubella bawaan. 3. Cytomegalovirus (CMV) Human cytomegalovirus merupakan salah satu penyebab utama penyakit infeksi kongeni tal yang penting di dunia. Pada wanita hamil penyakit infeksi CMV sering tidak bergejala. Se hingga memerlukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis. Pada skrining wanita hamil dengan pemeriksaan se rologi, digunakan kombinasi anti CMV IgG dan anti CMV IgM pada usia kehamilan kurang dari 12 minggu. 4. Herpes simplex Terjadinya transmisi virus dari ibu ke janin dapat terjadi pada masa dalam kandungan, menjelang persalinan atau se sudah lahir. Risiko paling tinggi terjadinya transmisi perinatal ditemukan pada masa dekat menjelang persalinan. Pemeriksaan IgG dan IgM akan memberikan gambaran keadaan infeksi akut atau kronik dari penyakit herpes dan mem bahayakan janin. Jika infeksi ini diketahui di awal masa kehamil an, risiko penularan dari ibu pada janin bisa dikurangi sehingga cacat bawaan bisa dicegah. Infeksi TORCH dapat me nyebabkan keguguran dan cacat bawaan pada janin yang meliputi gangguan pendengaran, retar dasi mental serta kebutaan. Se bagian besar cacat itu bisa dice gah dengan melakukan skrining TORCH di trimester pertama kehamilan. Jika hasilnya negatif, para ibu bisa diberi edukasi pentingnya menjaga kebersihan diri. Namun, jika hasilnya positif, dokter bisa memberikan peng obatan untuk menurunkan risiko transmisi dari ibu ke janin. dr. AAG.Adi Parathama, Sp.OG HP 081320501018
STYLE
21 - 27 April 2014
Tunik Kasual Simpel dari Mama Leon Kali ini Tokoh memilihkan kreasi busana siap pakai dari Mama & Leon. Melalui brand “Saarah” dipersembahkan sederetan koleksi pakaian model tunik.
“S
aarah” ha dir dengan rancangan berciri khas bordir, lengkap kerawangan nya yang sangat vari atif. Jelas terlihat di setiap tunik yang di pajang, bordir men jadi aplikasi yang cantik, pada bagian bawah, di tangan, serta dibagian de pan tunik. D e n g a n b e b e r apa warna pilihan seperti old gold, white, turquoise, cadmium green, fuchsia red, menjadikan tunik-t unik ini terlihat segar. Selanjutnya Mama & Leon sengaja memilih
bahan 100% ray on, untuk mewujudkan kreasi “Saarah” ini menjadi nyaman dikenakan. Apalagi untuk para perempuan aktif, busan simple ini sangat cocok jika ingin dipadankan de ngan legging, jeans hingga kain panjang. Model dan warna tunik dari “Saarah” Mama & Leon ini pun tak kalah kasual untuk berbagai kegiatan yang si fatnya santai. Tunik atau pakaian dengan ukuran longgar, ringan dan mengalir ini juga, bukan sekadar busana, tapi bisa men jadi salah satu alternatif menyamarkan bagian tubuh yang kurang ideal. Tunik juga menawarkan kesan jenjang pada tubuh pemakainya. – Sri Ardhini
15
14
J E L I TA
21 - 27 april 2014
Hati-hati Cukur Bulu Ketiak
Kulit ketiak adalah satu kulit yang paling sensitif. Untuk itu, diperlukan perawatan yang khusus. Memiliki kulit ketiak yang hitam, membuat seseorang menjadi kurang percaya diri. Karenaya tak seorang wanita pun ingin ketiaknya hitam. Apalagi kalau harus mengenakan baju-baju tanpa lengan, tentu semakin tidak percaya diri. Apa kiat mencegah kulit ketiak menjadi hitam?
M
enurut dr. Laksmi Duarsa, Sp.,KK., ketiak hitam memang tidak mengenakkan. Sebelum mencari tahu cara memutihkan ketiak hitam, ang harus dilakukan pertama kali adalah mencari tahu apa penyebab kulit ketiak menjadi hitam atau gelap. “Dengan mengetahui penyebab kulit ketiak jadi hitam, maka kita bisa mencegah munculnya kulit ketiak hitam,” ujarnya. Dikatakannya, sebagian besar masalah kecantikan memang tidak dapat dipisahkan dari faktor genetik atau keturunan. “Ayah atau ibu yang memiliki kulit ketiak hitam akan mewariskan gen tersebut pada anaknya. Coba sekarang cek apakah ada anggota keluargaAnda memiliki ketiak hitam,” ungkap dokter spesialis kulit ini. Pemakaian deodoran, juga bisa menjadi pemicu kulit ketiak jadi hitam. Terutama yang suka menggunakan produk deodoran dalam bentuk roll-on. Atau, karena pemakaian deodoran atau bedak di ketiak yang mengandung wewangian, yang mudah memicu perubahan warna. Sisa-sisa bedak dan deodoran yang tertinggal di ketiak diubah oleh bakteri di ketiak, se hingga terjadi perubahan warna ketiak. Begitu juga , kalau salah memilih deodoran, hal ini juga bisa menjadi penyebab menghitamnya kulit sekitar ketiak. Bisa saja kandungan di dalamnya tidak sesuai dengan kulit dan membuatnya menjadi hitam. Pakaian yang ketat dengan gesekan pada kulit ketiak, juga termasuk yang dapat menjadikan ketiak lebih hitam. Pada perubahan hormon, kata dokter Laksmi , ketika meningkatnya hormon estrogen dan progesteron, bisa menyebabkan ketiak terlihat lebih hitam. Hal itu biasa terjadi
pada wanita hamil, perubahan itu tampak pada awal kehamilan hingga akhir masa kehamilan Kulit ketiak bisa menjadi hitam, juga karena keringat yang ada di area tersebut jarang dikeringkan. Memang keringat dilipatan kulit ketiak, tidak pernah sepenuhnya mengering, dan bisa mengeluarkan asam urat yang mengakibatkan kulit ketiak menghitam. Tidak dijaganya kebersihan ketiak ini, lanjut dokter Laksmi mengakibatkan kotoran dan minyak menumpuk di ketiak, dan menjadikan hitam. Karenanya, cuci dengan baik menggunakan sabun, dan bilas dengan air hangat atau gunakan toner ketiak. Juga jangan lupa biasakan membersihkan ketiak dari sisa-sisa deodoran atau bedak yang menempel dengan tisu sebelum membasahi badan, setiap kali bakal mandi. Selesai mandi segera keringkan badan, dan ketiak diusap menggunakan handuk kecil yang lembut. “Ingat, jangan terlalu keras menggosok bagian tersebut, karena akan merusak lapisan kulit dan membuat kulit ketiak semakin tipis. Hal itu akan merangsang keluarnya keringat,” ucapnya. Baik juga berhenti memakai produk pelarut atau penghilang rambut dan krim. Produk ini mengandung asam kuat dan zat lain untuk menghilangkan rambut tetapi juga dapat menggelapkan kulit di bawahnya. Bisa juga karena bulu ketiak yang tidak terkuris dengan baik akan menghambat poripori dan membuat kulit sekitarnya hitam. Selain itu, bahan kimia seperti merkuri yang terkandung dalam deodoran jenis roll-on bisa menyebabkan ketiak jadi hitam. Begitupun dengan deodoran yang mengandung akhohol, bisa menyebabkan iritasi, sehingga terjadi hiperpigmentasi, akhirnya ketiak menjadi hitam. “Tetapi kalau yang dipakai deodoran hanya berbahan tawas, mungkin bisa memutihkan ketiak. Karena yang menyebabkan ketiak hitam adalah campuranya seperti pewangi atau pewarna,”tuturnya. Berikut pemaparan dokter Laksmi tentang beberapa langkah untuk memutihkan ketiak.
- Kulit hitam d idaerah ketiak , bisa akibat kumpulan sel kulit mati. Untuk ini, perlu dilakukan pembuangan semua sel kulit mati tersebut dan menggantinya dengan yang baru melalui pengelupasan. - Pilihlah pisau cukur yang baik. Ketika mencukur bulu ketiak, berhati-hatilah , jangan sampai menggores kulit ketiak, karena hanya akan membuat kulit ketiak stres dan berkeringat. Segeralah gunakan deodoran untuk kulit sensitif selesai bercukur. Kalau menggunakan silet gunakan yang steril supaya bakteri tidak masuk, karena bisa menyebabkan folikulitis (radang pada folikel rambut). - Waxing juga dapat menjadi alternatif yang baik. Sebab metode ini ampuh mencabut bulu ketiak hingga ke akar, sehingga tidak ada yang tertinggal di kulit ketiak anda. Untuk penggunaannya pada ketiak, waxing juga mampu menghilangkan noda hitam - Sebaiknya usai mandi pakailah deodoran yang memiliki kandungan asam linolenat dari minyak biji bunga matahari untuk mengurangi warna hitam pada ketiak. - Saat ini banyak produk kecantikan yang mengeluarkan produk pemutih khusus kulit ketiak. Sebagai salah satu solusi yang mungkin bisa dicoba. Seandainya, kita memilih untuk memakai krim pemutih, menggunakannya katanya, hanya sebatas mencerahkan kulit, namun jangan berlebihan. Menggunakannya pun perlu terlebih dahulu berkonsultasi dengan ahlinya. - Membersihkan ketiak bisa dengan menggosokkan ketiak secara halus menggunakan lulur body scrub atau lulur mandi agar lapisan kulit pada ketiak tidak rusak dan pori-pori dalam ketiak tidak melebar, pilihlah body scrub yang terbuat dari bahan alami seperti buah bengkuang dan bahan pemutih kulit yang alami untuk hasil optimal. - Sedangkan, untuk menghilangkan bulu ketiak secara permanen, tanpa bekas noda atau cacat, bisa mencoba perawatan khusus dengan menggunakan laser hair removal. – Sri Ardhini
21 - 27 april 2014
MITOS ATAU FAKTA
11
Seledri Turunkan Tekanan Darah Yati mengeluh kepalanya pusing disertai rasa kaku pada tengkuk hingga ke bahu. Setelah dicek ke dokter, tekanan darahnya 140. “Padahal, biasanya tensi saya rendah, kok bisa ya tensi saya sekarang tinggi,” ujarnya.
M
enurut dr. I Made Pa n d e D w i payana, Sp.PDFINASIM, banyak faktor yang mempengaruhi tekanan darah. TD=COP (cardiac output) x resistensi perifer (kondisi pembuluh darah). COP adalah banyaknya volume darah yang dipompa oleh jantung dalam satu kali denyutan. “Denyut jantung yang meningkat frekuensi nya misalnya pada kondisi cemas, stres, aktivitas fisik yang ber lebihan atau mengonsumsi obatobat tertentu akan meningkatkan COP, sehingga tekanan darah tiba-tiba bisa naik dari yang normal atau rendah sebelumnya,” ujar dokter yang praktik di RSUP Sanglah Denpasar, RS Bali Med, dan Apotek Pandu Medika ini. Lalu, apakah benar hipertensi tidak bisa disembuhkan? Atau jika tensi sudah normal, apakah tidak perlu lagi mengonsumsi obat? Dokter Pande akan mengulas beberapa mitos hipertensi yang beredar di masyarakat. Mitos : Jika tensi sudah normal,
dr. Oka Negara, FIAS
tidak perlu minum obat lagi. Fakta: Tidak ada istilah sembuh untuk hipertensi. Kalau tekanan darah menjadi normal setelah mengonsumsi obat penurun tekanan darah berarti kita sebut hipertensi yang terkontrol. Supaya tekanan darah tetap terkontrol dengan baik, obat yang dikonsumsi tetap dilanjutkan. Mitos: Hipertensi tidak bisa disembuhkan. Fakta: Seperti halnya dengan penyakit metabolik yang lain, secara medis tidak ada istilah sembuh untuk hipertensi. Yang ada adalah istilah “terkontrol”. Artinya, apabila tekanan darah menjadi normal setelah men dapat pengobatan (mengatur gaya hidup dengan mengontrol pola makan dan aktivitas fisik, ataupun setelah mengonsumsi obat), semua pengobatan tersebut harus tetap dipertahankan untuk menjaga supaya tekanan darah tetap terkontrol. Mitos: Hipertensi penyakit keturunan.
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
“Dok, adik saya kemarin kasusnya sempat bikin heboh sekolahnya. Dia masih SMA kelas dua, dituduh teman-temannya menderita HIV, karena suka gonta-ganti pacar, dan salah satu mantan pacarnya dibilang sering main ke kafe remang-remang. Bagi saya itu jelas tidak mungkin, karena adik saya masih tampak sehat-sehat saja, tidak sedang sakit dan tidak ada yang berubah pada dirinya, walau saya pernah diceritakan sama dia kalau selama ini dia sudah pernah berhubungan seksual dengan tiga cowok terakhirnya, teman di sekolahnya juga. Tetapi, banyak juga yang bilang kalau adik saya memang mungkin menderita HIV, apa bisa itu terjadi dok?” (Kadek,21) Mungkin masih banyak yang terkejut membaca surat yang diceritakan lewat email ini. Bisa jadi. Tetapi itulah sebagian dari fakta dan kenyataan yang ada di masyarakat dan lingkungan kita. Dan tanpa perlu menutup mata lagi, itu semua kini ada di sekitar kita dan remaja usia sekolah sudah menjadi sasaran berbagai aktivitas seksual yang sering kali tidak aman. Malah saat ini tidak ada bedanya antara remaja di desa maupun perkotaan, mengingat saat ini jarak desa dan kota sudah semakin dekat karena mobilitas yang tinggi para remaja. Jika dilihat kasus ini, ada beberapa hal yang perlu dicermati. Pertama penyebutan tentang pen derita HIV adalah keliru, yang benar adalah pengidap HIV atau dapat juga disebut ODHA (Orang Dengan HIV AIDS). Kenapa keliru, karena sesung-
guhnya seseorang yang terinfeksi oleh HIV tidaklah langsung menunjukkan gejala sakit, malah sering kali terlihat tetap sehat, bertahun-tahun lamanya. Jadi tidak ada katagori “menderita” sakit sama sekali. Sering kali, pengidap HIV tidak mengetahui kalau dirinya sudah tertular HIV. Satu-satunya jalan hanya bisa diketahui lewat tes darah. Ini akan berlangsung bertahun-tahun lamanya, bisa hingga sepuluh tahun tanpa gejala, sampai suatu saat meng alami penurunan daya tahan tubuh yang sangat drastis dan banyak penyakit baru muncul, seperti batuk terus menerus, diare tidak sembuh-sembuh, badan mengurus, kanker kulit, jamur di rongga mulut dan masih banyak lagi. Pada keadaan yang sudah terlihat sakit ini, pengidap HIV sudah masuk ke dalam sebutan fase AIDS yang perlu perawatan. Jadi saat terinfeksi HIV
Fakta : Mungkin bisa dikatakan seperti itu, tetapi yang lebih tepat adalah salah satu faktor risiko hipertensi adalah adanya riwayat hipertensi pada keluarga. Artinya orang yang orangtuanya menderita hipertensi, akan memiliki risiko lebih tinggi menderita hipertensi dibandingkan orang yang orangtuanya tidak hipertensi.
Mitos: Turunkan tekanan darah dengan mengonsumsi seledri dan 9mentimun. Fakta: Dalam seledri dan mentimun ada kandungan zat 3-n-butyl phthalide (3nB). Zat ini bisa bersifat sebagai diuretic yang dapat meningkatkan volume kencing sehingga volume cairan di dalam tubuh akan berkurang. Zat ini juga bekerja sebagai vasodilator pembuluh darah sehingga dapat melebarkan pembuluh darah. Dengan berkurangnya volume cairan tubuh dan melebarnya pembuluh darah, otomatis tekanan darah juga menurun. Mitos: Hindari makan garam supaya tekanan darah tidak naik Fakta: Kandungan di dalam garam adalah elektrolit Natrium (Na), yang kerjanya meningkatkan penyerapan air di ginjal (retensi cairan), sehingga volume cairan tubuh (dalam pembuluh darah) akan meningkat. Dengan meningkatnya volume cairan tubuh, tekanan darah juga akan meningkat.
dr. I Made Pande Dwipayana, SpPD-FINASIM
Mitos: Hipertensi banyak menyerang usia tua. Fakta: Di samping volume cairan tubuh, tekanan darah juga dipengaruhi oleh kondisi elastisitas pembuluh darah. Makin kaku pembuluh darah kita, makin tinggi juga tekanan darah yang mengalir di dalamnya. Makin tua usia kita kondisi pembuluh darah akan lebih kaku, apalagi kalau disertai penyakit kencing manis, kolesterol tinggi dan asam urat yang tinggi, pembuluh darah akan makin kaku dan kurang elastis, sehingga tekanan darah akan naik. Mitos: Kalau sakit tengkuk dan pusing berarti tekanan darah naik. Fakta: Salah satu gejala hiper tensi bisa saja berupa sakit di
tengkuk atau biasa kita sebut nyeri kepala tegang otot (tension headache), dan bisa juga pusing akibat aliran darah yang tidak stabil ke daerah otak (tekanan yang terlalu tinggi). Dosen Divisi Endokrin dan Metabolik, Bagian Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana ini menambahkan, beberapa faktor penyebab yang mempengaruhi tekanan darah adalah jantung, volume cairan tubuh dan kondisi pembuluh darah. Jadi, hipertensi bisa terjadi karena gangguan fungsi pompa oleh jantung, akibat kelainan/penyakit jantung, pembuluh darah yang kurang elastis dan kaku akibat berbagai faktor seperti usia, penyakit metabolik seperti diabetes, kolesterol tinggi, asam urat tinggi, peningkatan zat tertentu seperti aldosteron, dan akibat dari volume cairan tubuh yang berlebih/retensi cairan (akibat gangguan ginjal, kelebihan natrium atau akibat obat-obat tertentu). Apa ada hubungan hipertensi dengan laju endap darah? “Hiper tensi umumnya disertai dengan gangguan metabolik lain seperti gula darah yang tinggi, kolesterol tinggi, asam urat tinggi, yang semuanya menyebabkan kekentalan darah meningkat (hiperviskositas/ hiperkoagulasi), sehingga laju endap darah juga akan meningkat,” pungkasnya. –Inten Indrawati
Siswi yang Dituduh Mengidap HIV
masih sehat, tetapi bertahun berikutnya baru muncul infeksi oportunistik, saat itu disebut AIDS. Yang perlu diketahui saat ini adalah, semua orang yang berisiko tertular HIV, baik itu yang suka gonta-ganti pasangan seksual tanpa menggunakan kondom, yang pernah menggunakan jarum suntik tidak steril misalnya menggunakan narkoba suntik bersama-sama, mereka yang memiliki pasangan seksual yang sudah lebih dulu terinfeksi HIV atau ibu yang mengidap HIV dan sedang hamil, semuanya sebaiknya memeriksakan dirinya atau pasangannya atau anaknya nanti, supaya mengetahui status HIV dalam darahnya. Dengan melakukan pemeriksaan akan menjadi lebih baik buat masa depan, karena jika ternyata tidak terinfeksi maka dapat selalu melakukan pencegahan dan jika ternyata terinfeksi justru akan mendapat kesempatan mendapatkan pendampingan, dukungan termasuk di saat yang tepat akan diberikan obat ARV, yang cukup menggembirakan, karena jika diminum teratur dan disiplin akan bisa mempertahankan kualitas hidupnya. HIV memang belum dapat dibunuh oleh obat ARV, tetapi perkembangbiakannya dalam tubuh bisa distop oleh ARV, sehingga tubuh akan tetap terjaga kualitas dan daya tahannya. Asal minumnya teratur dan disiplin. Dalam kasus ini, siswi ini sebaiknya dia melakukan tes darah, termasuk juga pacarnya, karena mereka sudah melakukan hubungan seksual, bahkan dengan riwayat gonta-ganti pasangan seksual. Dia termasuk remaja usia sekolah yang
berisiko tinggi tertular HIV, karena bisa saja dari salah satu pasangan seksualnya ada yang telah mengidap HIV. Sebagai catatan, kelompok usia remaja dan dewasa muda adalah kelompok tertinggi dari pengidap HIV di Indonesia dan di dunia. Pacarnya, sebagai pasangan seksualnya pun sebaiknya melakukan tes darah yang sama. Akan jauh lebih baik juga dilakukan tes laboratorium untuk diperiksakan juga ada tidaknya infeksi menular seksual, karena banyak remaja sudah terkena. Sesungguhnya kenapa semua bisa terjadi? Ada banyak faktor. Mudahnya dibagi dua saja. Yang pertama faktor internal, dari diri si remaja usia sekolah ini. Remaja adalah fase usia yang masih labil, mudah terpengaruh, sering cobacoba dan ikatan sebayanya sangat kuat. Jadi jika remaja yang masih labil sudah terpapar dengan mitos dan informasi seksual yang menyesatkan apalagi itu diajak oleh kelompok sebayanya, sering kali remaja akan terpengaruh tanpa berpikir panjang risiko dan akibatnya. Yang kedua adalah faktor eksternal, banyaknya godaan buat remaja untuk terlibat hubungan seksual sebelum waktunya atau aktivitas seksual yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Banyaknya media yang menayangkan Lalu bagaimana menghadapi dan mencegah akibat buruk ini semua pada remaja? Ada 5 jurusnya. Jurus ABCDE. Mudah disebutkan, tapi seringkali banyak yang mengabaikan. Ini yang perlu di edukasikan dengan gencar buat remaja. Jurus ABCDE itu adalah:
A atau Abstinence, artinya remaja jangan dulu berhubungan seksual, karena saking besarnya risiko yang seringkali tidak dipahami sebagai konsekuensi hubungan seksual. B atau Be faithful, artinya tetap setia dengan satu pasangan. Jika remaja sudah berpacaran selalu ditekankan untuk setia dengan pasangannya, dan pihak dewasa juga harus bisa memberikan contoh yang baik buat remajanya. C atau Condom, artinya menggunakan proteksi spesifik untuk remaja yang kadung berisiko, misalnya remaja yang sering mencari pekerja seks, remaja yang gonta-ganti pasangan seksual. Tidak ada jalan lain, karena tidak mudah mengajak mereka kembali ke pilihan Abstinence. D atau Don`t inject, memiliki arti jangan menggunakan jarum suntik secara sembarang, termasuk juga yang paling harus dihindari adalah pengguna an jarum suntik untuk narkoba. E atau Education, artinya mencari informasi yang benar pada sumber dan orang yang berkompeten. Seringkali banyak mitos yang dipercaya remaja. Sebagai salah satu rekomendasi, jika ada pertanyaan dari remaja di Bali, dapat menghubungi lembaga KISARA (Kita Sayang Remaja) di Jalan Gatot Subroto IV/6 Denpasar, telepon 0361-430200, atau jika memerlukan konseling dan pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan darah HIV gratis bisa datang ke Kisara Youth Clinic (KYC) di alamat yang sama.
12
RESEP ALA CHEF
Aneka Sayuran
Makanan Indonesia memiliki aneka keragaman sayuran. Salah satunya, tiga sayuran yang dimuat pekan ini. Resep disadur dari buku 30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia, Program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Selamat mencoba.
Asinan Jakarta Bahan: 200 gram : 100 gram : 150 gram : 200 gram : 150 gram : 150 gram :
tahu kuning dipotong 1x1x2 cm kol, iris tipis 1 cm tauge dibuang akarnya sawi asin, dicuci bersih, diperas, dipotong 2 cm wortel diserut kasar mentimum, diiris bulat ½ cm
- Kuah asinan: masak campuran kuah di atas api sambil diaduk sampai mendidih. Biarkan kuah dingin beri cuka, aduk rata. - Masukkan dan atur bahan asinan ke dalam wadah, tuangi kuah. - Simpan dalam lemari es hingga bahan agak layu (sekitar 1 hari). - Keluarkan asinan, hidangkan dengan taburan kacang tanah goreng, kerupuk mi, dan sirup gula merah.
Bahan kuah asinan (campur bersama kecuali cuka): 3 buah : cabai merah dihaluskan 1 sdm : ebi direndam air panas sebentar dihaluskan 5 sdm : kacang tanah goreng, dihaluskan 300 gram : gula pasir 100 cc : air matang 3 sdt : cuka Pelengkap 150 gram : kacang tanah goreng 7 buah : kerupuk mi 8 sdm : sirup gula Garam secukupnya
21 - 27 April 2014
Gado-Gado Jakarta Bahan: 150 gram : kacang panjang, dipotong 2 cm 125 gram : tauge dibuang ekornya 125 gram : bayam/kangkung 100 gram : kol diiris ½ cm 150 gram : mentimun diiris ½ cm 250 gram : kentang direbus, dipo tong 1 x 1 1//2 x 2 cm 3 butir : telur direbus masing masing belah dua 3 sdm : bawang goreng 6 kerupuk: udang 3 butir : jeruk lemo, masing masing belah dua 15 emping: goreng
bayam/kangkung, dan kol sampai matang, angkat, tiriskan. - Bumbu gado-gado: Bumbu: - Haluskan cabai merah, cabai 3 buah : cabai merah rawit, terasi, dan garam. 3 buah : cabai rawit kecil Tambahkan kacang mete dan 1 sdt : terasi bakar kacang tanah. Haluskan kem125 gram : kacang mete digoreng, bali sambil diberi gula merah, dihaluskan air asam, air matang, dan 125 gram : kacang tanah goreng, kecap manis. Aduk sampai dihaluskan rata. Masak sampai mendidih. 15 gram : gula merah Angkat. Setelah dingin beri 1 sdm : air asam jawa perasan jeruk lemo, aduk. 500 cc : air matang - Penyajian: Atur sayuran rebus 2 sdm : kecap manis dan mentimun, beri potongan Garam secukupnya kentang rebus, tahu goreng, dan telur. Siram dengan kuah, Cara membuat: taburi dengan bawang goreng, - Rebus kacang panjang, tauge, kerupuk udang, dan emping.
Sayur Kapau Padang
Cara membuat: - Bersihkan semua sayuran
Urap Sayuran Yogyakarta Bahan: 150 gram : bayam, dipetik daun dan batangnya, direbus 150 gram : daun singkong muda, direbus, dipotong-potong 3 cm 130 gram : kacang panjang, potong 2 cm, direbus 150 gram : tauge, buang akarnya, direbus sebentar 140 gram : daun kol, dibuang tulang daunnya, iris ½ cm, direbus ¾ butir : kelapa agak muda, dikupas kulitnya, dan diparut untuk bumbu urap. Bahan bumbu kelapa: - 3 siung bawang putih - 100 gram cabai merah besar, dibuang bijinya - 5 lembar daun jeruk purut - 1½ sdt ketumbar, disangrai - 15 gram gula merah - 2 sdt kencur cincang - Garam Cara membuat: - Setelah semua sayuran direbus, tiriskan. - Bumbu kelapa: haluskan bersama: bawang putih, cabai merah, dan kencur kemudian campurkan bumbu lainnya. Kemudian campurkan bumbu halus ini dengan kelapa parut, aduk sampai rata. Kukus 25 menit supaya bisa tahan lama, angkat, sisihkan. - Campur sayuran rebus dengan bubuk kelapa, hidangkan segera.
Bahan: 150 gram : rebung direbus, diiris tipis, ukuran 4x5 cm 15 untai : kacang panjang, dipotong 8-10 cm 175 gram : kol dipotong ukuran 4x6 cm 250 gram : nangka muda dipotong ukuran 2x4x5 cm 15 gram : kunyit, dimemarkan 1500 cc : santan 4 batang : serai dimemarkan 3 lembar : daun salam 1 buah : asam kandis 1 lembar : daun kunyit 3 lembar : daun jeruk Bumbu yang dihaluskan: 15 buah : cabai merah keriting 15 butir : bawang merah 3 siung : bawang putih 1½ teh : gula pasir 5 butir : kemiri 2 cm : jahe
5 cm : kunyit Garam secukupnya Cara membuat: - Rebus nangka bersama kunyit. Setelah nangka empuk, tapi tidak hancur, angkat, tiriskan. Singkirkan kunyitnya. - Tuang santan dalam panci, masukkan bumbu halus, serai, daun salam, asam kandis, daun kunyit, daun jeruk. - Masak sambil diaduk dan mendidih. Setelah santan berminyak, masukkan rebung dan nangka. Masak kembali sampai nangka matang tapi tidak lembek. Masukkan kacang panjang dan kol, masak sampai bahan-bahan matang, angkat dan hidangkan. –Wirati Astiti
21 - 27 April 2014
C U L I N A RY C O R N E R
Nyoman Tedun Hiasan
Cantik Menggoda Selera Makan Garnish adalah hiasan untuk makanan. Hiasan yang dimaksud, segala sesuatu yang umumnya bisa dimakan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menunjang penampilan suatu hidangan, sekaligus menggugah selera makan. Namun, ada hal penting yang harus diketahui dalam membuat hiasan makanan. Berikut penjelasan artist cook Nyoman Tedun, seorang master carving yang sudah terkenal di dunia.
A
da hal yang harus diperhatikan dalam membuat hiasan makanan. Pertama, makanan itu harus memuaskan. Artinya, selera orang yang makan itu harus terpuaskan, sehingga dia merasa tidak rugi walaupun harus membayar mahal demi harga satu makanan. Kedua, makanan harus tersaji dengan penampilan prima dan cantik. Artinya, kalau makanan tersebut harus berwarna merah, terlihat di mata berwarna merah, seperti contoh tomat yang berwarna merah segar merekah. Dalam masakan Eropa, dekorasi atau hiasan makanan juga merupakan peneman makanan itu sendiri. Misalnya, steak yang didampingi kentang. Kentang ini berfungsi juga sebagai hiasan.
Nyoman Tedun
Contoh dalam masakan Bali, menghidangkan babi guling dengan lawar sebagai pendampingnya sekaligus merupakan
hiasannya. Ada orang yang menyajikan nasi dan mi. Menurut Tedun, ini sah-sah saja, namun, komposisi ini kurang tepat, karena nasi dan mi sama-sama karbohidrat. Lelaki yang kini disibukkan kegiatan dosen di sekolah perhotelan ini mengatakan, dalam membuat hiasan, memang diperlukan seni, keberanian, dan bakat. Menurut Tedun, semua orang bisa melakukannya, asal rajin berlatih dan terus meningkatkan keterampilan. “Berbagai buah dan sayuran dapat dijadikan bahan hiasan makanan, tergantung kreasi kita. Seni memasak bisa menciptakan suatu makanan yang menyerupai lukisan indah,” ujar lelaki yang pernah dipercaya menjadi juru masak istana kepresidenan ini.
Perkedel Daging Sarwan Bahan: 500 gr : daging sapi, cincang halus 500 gr : kentang Telor secukupnya Bumbu-bumbu: 3 siung : bawang putih 5 biji : bawang merah 15 butir : merica 2 helai : daun pre, cincang halus
2 helai : daun seledri, cincang halus 1 sdm : bawang putih goreng Garam, gula secukupnya Cara membuat: - Daging dicincang, - Kentang dikupas, diris tipis lalu digoreng dan dihaluskan, bumbu juga dihaluskan - Daging, kentang dan bumbu dicampur jadi satu, diuleni, ditambah dengan rajangan daun seledri, bawang pre, dan juga bawang putih goreng - Tambahkan 1 biji telor, uleni
sampai tercampur rata, lalu kepal-kepal berbentuk bundar - Celupkan ke dalam telur yang dikocok terlebih dahulu lalu digoreng hingga matang. - Angkat dan sajikan.
Ice Cream Rum Cola Bahan: 50 ml 50 ml 40 ml Es krim
13
: : : :
cola rum air jeruk nipis rasa mocca
Cara membuat: - Air jeruk nipis dan rum dikocok hingga rata. - Tambahkan cola, kocok sebentar. - Masukkan dalam gelas, tambahkan es krim mocca di atasnya.
Dekorasi makanan dapat dibedakan menjadi hiasan dan centerpiece. Hiasan dapat dibuat dari bahan makanan yang mentah (sayur-sayuran dan buah-buahan) dan makanan yang sudah matang seperti kentang goreng. Sementara masterpiece merupakan dekorasi yang digunakan sebagai pusat perhatian di meja makan. Biasanya dekorasi ini disesuaikan dengan tema makanan yang akan disajikan, misalnya sari laut, dekorasi yang dibuat aneka bentuk ikan. Dalam jamuan makan prasmanan untuk acara penting selalu dilengkapi dekorasi masterpieces. “Bukan hanya buah dan sayuran yang dapat dijadikan dekorasi, namun, banyak pilihan lain sep-
erti es balok, mentega, cokelat, styoroform,” ujar chef pertama di Bali ini. Tedun memberikan contoh makanan yang tersaji dengan hiasan menarik. Menu pembuka atau appetizer “cocktail shrimp on watermelon rose”. Buah semangka diukir sebagai alas berbentuk mangkuk. Cocktail shrimp dimasukkan ke dalam buah semangka. Sebagai pemanis, hiasan daun dibuat dari buah pepaya. Beri sedikit batang berdiri yang dibuat dari buah nenas. Contoh lain makanan penutup es krim. Buat alas seperti piring kecil atau mangkuk dari es balok. Sajikan es krim di dalamnya. –Wirati Astiti
Crepes Sayur Bahan: 150 gr 50 gr 50 gr 10 gr 300 ml 2 butir 60 gr
: : : : : : :
terigu gula halus susu bubuk baking powder susu cair telor mentega, cairkan
Bahan isi: 50 gr : wortel, bersihkan, potong dadu 50 gr : baby buncis, potong kecil 75 gr : ayam, cincang kasar 200 ml/secukupnya air 50 gr : saus sambal Bahan bumbu: ½ biji : bawang bombai, cincang halus 25 gr : bawang prei, cincang halus
1 sdm : margarin untuk menumis 1 sdm : saus tiram Garam, gula, dan merica secukupnya Cara membuat: - Crepes: campur semua bahan, aduk hingga rata, panaskan pan dadar, lalu buat dadar tipis, angkat dan sisihkan. - Isi: panaskan margarin, tumis bawang bombai dan bawang prei sampai harum, masukkan ayam cincang, masak sampai setengah matang, lalu masukkan semua sayuran, tambahkan sedikit air, lalu tambahkan garam, gula dan merica secukupnya. - Ambil selembar crepes, susun selada, lalu tambahkan isi, tata sesuai selera, - Crepes siap disajikan.
12
RESEP ALA CHEF
Aneka Sayuran
Makanan Indonesia memiliki aneka keragaman sayuran. Salah satunya, tiga sayuran yang dimuat pekan ini. Resep disadur dari buku 30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia, Program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Selamat mencoba.
Asinan Jakarta Bahan: 200 gram : 100 gram : 150 gram : 200 gram : 150 gram : 150 gram :
tahu kuning dipotong 1x1x2 cm kol, iris tipis 1 cm tauge dibuang akarnya sawi asin, dicuci bersih, diperas, dipotong 2 cm wortel diserut kasar mentimum, diiris bulat ½ cm
- Kuah asinan: masak campuran kuah di atas api sambil diaduk sampai mendidih. Biarkan kuah dingin beri cuka, aduk rata. - Masukkan dan atur bahan asinan ke dalam wadah, tuangi kuah. - Simpan dalam lemari es hingga bahan agak layu (sekitar 1 hari). - Keluarkan asinan, hidangkan dengan taburan kacang tanah goreng, kerupuk mi, dan sirup gula merah.
Bahan kuah asinan (campur bersama kecuali cuka): 3 buah : cabai merah dihaluskan 1 sdm : ebi direndam air panas sebentar dihaluskan 5 sdm : kacang tanah goreng, dihaluskan 300 gram : gula pasir 100 cc : air matang 3 sdt : cuka Pelengkap 150 gram : kacang tanah goreng 7 buah : kerupuk mi 8 sdm : sirup gula Garam secukupnya
21 - 27 April 2014
Gado-Gado Jakarta Bahan: 150 gram : kacang panjang, dipotong 2 cm 125 gram : tauge dibuang ekornya 125 gram : bayam/kangkung 100 gram : kol diiris ½ cm 150 gram : mentimun diiris ½ cm 250 gram : kentang direbus, dipo tong 1 x 1 1//2 x 2 cm 3 butir : telur direbus masing masing belah dua 3 sdm : bawang goreng 6 kerupuk: udang 3 butir : jeruk lemo, masing masing belah dua 15 emping: goreng
bayam/kangkung, dan kol sampai matang, angkat, tiriskan. - Bumbu gado-gado: Bumbu: - Haluskan cabai merah, cabai 3 buah : cabai merah rawit, terasi, dan garam. 3 buah : cabai rawit kecil Tambahkan kacang mete dan 1 sdt : terasi bakar kacang tanah. Haluskan kem125 gram : kacang mete digoreng, bali sambil diberi gula merah, dihaluskan air asam, air matang, dan 125 gram : kacang tanah goreng, kecap manis. Aduk sampai dihaluskan rata. Masak sampai mendidih. 15 gram : gula merah Angkat. Setelah dingin beri 1 sdm : air asam jawa perasan jeruk lemo, aduk. 500 cc : air matang - Penyajian: Atur sayuran rebus 2 sdm : kecap manis dan mentimun, beri potongan Garam secukupnya kentang rebus, tahu goreng, dan telur. Siram dengan kuah, Cara membuat: taburi dengan bawang goreng, - Rebus kacang panjang, tauge, kerupuk udang, dan emping.
Sayur Kapau Padang
Cara membuat: - Bersihkan semua sayuran
Urap Sayuran Yogyakarta Bahan: 150 gram : bayam, dipetik daun dan batangnya, direbus 150 gram : daun singkong muda, direbus, dipotong-potong 3 cm 130 gram : kacang panjang, potong 2 cm, direbus 150 gram : tauge, buang akarnya, direbus sebentar 140 gram : daun kol, dibuang tulang daunnya, iris ½ cm, direbus ¾ butir : kelapa agak muda, dikupas kulitnya, dan diparut untuk bumbu urap. Bahan bumbu kelapa: - 3 siung bawang putih - 100 gram cabai merah besar, dibuang bijinya - 5 lembar daun jeruk purut - 1½ sdt ketumbar, disangrai - 15 gram gula merah - 2 sdt kencur cincang - Garam Cara membuat: - Setelah semua sayuran direbus, tiriskan. - Bumbu kelapa: haluskan bersama: bawang putih, cabai merah, dan kencur kemudian campurkan bumbu lainnya. Kemudian campurkan bumbu halus ini dengan kelapa parut, aduk sampai rata. Kukus 25 menit supaya bisa tahan lama, angkat, sisihkan. - Campur sayuran rebus dengan bubuk kelapa, hidangkan segera.
Bahan: 150 gram : rebung direbus, diiris tipis, ukuran 4x5 cm 15 untai : kacang panjang, dipotong 8-10 cm 175 gram : kol dipotong ukuran 4x6 cm 250 gram : nangka muda dipotong ukuran 2x4x5 cm 15 gram : kunyit, dimemarkan 1500 cc : santan 4 batang : serai dimemarkan 3 lembar : daun salam 1 buah : asam kandis 1 lembar : daun kunyit 3 lembar : daun jeruk Bumbu yang dihaluskan: 15 buah : cabai merah keriting 15 butir : bawang merah 3 siung : bawang putih 1½ teh : gula pasir 5 butir : kemiri 2 cm : jahe
5 cm : kunyit Garam secukupnya Cara membuat: - Rebus nangka bersama kunyit. Setelah nangka empuk, tapi tidak hancur, angkat, tiriskan. Singkirkan kunyitnya. - Tuang santan dalam panci, masukkan bumbu halus, serai, daun salam, asam kandis, daun kunyit, daun jeruk. - Masak sambil diaduk dan mendidih. Setelah santan berminyak, masukkan rebung dan nangka. Masak kembali sampai nangka matang tapi tidak lembek. Masukkan kacang panjang dan kol, masak sampai bahan-bahan matang, angkat dan hidangkan. –Wirati Astiti
21 - 27 April 2014
C U L I N A RY C O R N E R
Nyoman Tedun Hiasan
Cantik Menggoda Selera Makan Garnish adalah hiasan untuk makanan. Hiasan yang dimaksud, segala sesuatu yang umumnya bisa dimakan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menunjang penampilan suatu hidangan, sekaligus menggugah selera makan. Namun, ada hal penting yang harus diketahui dalam membuat hiasan makanan. Berikut penjelasan artist cook Nyoman Tedun, seorang master carving yang sudah terkenal di dunia.
A
da hal yang harus diperhatikan dalam membuat hiasan makanan. Pertama, makanan itu harus memuaskan. Artinya, selera orang yang makan itu harus terpuaskan, sehingga dia merasa tidak rugi walaupun harus membayar mahal demi harga satu makanan. Kedua, makanan harus tersaji dengan penampilan prima dan cantik. Artinya, kalau makanan tersebut harus berwarna merah, terlihat di mata berwarna merah, seperti contoh tomat yang berwarna merah segar merekah. Dalam masakan Eropa, dekorasi atau hiasan makanan juga merupakan peneman makanan itu sendiri. Misalnya, steak yang didampingi kentang. Kentang ini berfungsi juga sebagai hiasan.
Nyoman Tedun
Contoh dalam masakan Bali, menghidangkan babi guling dengan lawar sebagai pendampingnya sekaligus merupakan
hiasannya. Ada orang yang menyajikan nasi dan mi. Menurut Tedun, ini sah-sah saja, namun, komposisi ini kurang tepat, karena nasi dan mi sama-sama karbohidrat. Lelaki yang kini disibukkan kegiatan dosen di sekolah perhotelan ini mengatakan, dalam membuat hiasan, memang diperlukan seni, keberanian, dan bakat. Menurut Tedun, semua orang bisa melakukannya, asal rajin berlatih dan terus meningkatkan keterampilan. “Berbagai buah dan sayuran dapat dijadikan bahan hiasan makanan, tergantung kreasi kita. Seni memasak bisa menciptakan suatu makanan yang menyerupai lukisan indah,” ujar lelaki yang pernah dipercaya menjadi juru masak istana kepresidenan ini.
Perkedel Daging Sarwan Bahan: 500 gr : daging sapi, cincang halus 500 gr : kentang Telor secukupnya Bumbu-bumbu: 3 siung : bawang putih 5 biji : bawang merah 15 butir : merica 2 helai : daun pre, cincang halus
2 helai : daun seledri, cincang halus 1 sdm : bawang putih goreng Garam, gula secukupnya Cara membuat: - Daging dicincang, - Kentang dikupas, diris tipis lalu digoreng dan dihaluskan, bumbu juga dihaluskan - Daging, kentang dan bumbu dicampur jadi satu, diuleni, ditambah dengan rajangan daun seledri, bawang pre, dan juga bawang putih goreng - Tambahkan 1 biji telor, uleni
sampai tercampur rata, lalu kepal-kepal berbentuk bundar - Celupkan ke dalam telur yang dikocok terlebih dahulu lalu digoreng hingga matang. - Angkat dan sajikan.
Ice Cream Rum Cola Bahan: 50 ml 50 ml 40 ml Es krim
13
: : : :
cola rum air jeruk nipis rasa mocca
Cara membuat: - Air jeruk nipis dan rum dikocok hingga rata. - Tambahkan cola, kocok sebentar. - Masukkan dalam gelas, tambahkan es krim mocca di atasnya.
Dekorasi makanan dapat dibedakan menjadi hiasan dan centerpiece. Hiasan dapat dibuat dari bahan makanan yang mentah (sayur-sayuran dan buah-buahan) dan makanan yang sudah matang seperti kentang goreng. Sementara masterpiece merupakan dekorasi yang digunakan sebagai pusat perhatian di meja makan. Biasanya dekorasi ini disesuaikan dengan tema makanan yang akan disajikan, misalnya sari laut, dekorasi yang dibuat aneka bentuk ikan. Dalam jamuan makan prasmanan untuk acara penting selalu dilengkapi dekorasi masterpieces. “Bukan hanya buah dan sayuran yang dapat dijadikan dekorasi, namun, banyak pilihan lain sep-
erti es balok, mentega, cokelat, styoroform,” ujar chef pertama di Bali ini. Tedun memberikan contoh makanan yang tersaji dengan hiasan menarik. Menu pembuka atau appetizer “cocktail shrimp on watermelon rose”. Buah semangka diukir sebagai alas berbentuk mangkuk. Cocktail shrimp dimasukkan ke dalam buah semangka. Sebagai pemanis, hiasan daun dibuat dari buah pepaya. Beri sedikit batang berdiri yang dibuat dari buah nenas. Contoh lain makanan penutup es krim. Buat alas seperti piring kecil atau mangkuk dari es balok. Sajikan es krim di dalamnya. –Wirati Astiti
Crepes Sayur Bahan: 150 gr 50 gr 50 gr 10 gr 300 ml 2 butir 60 gr
: : : : : : :
terigu gula halus susu bubuk baking powder susu cair telor mentega, cairkan
Bahan isi: 50 gr : wortel, bersihkan, potong dadu 50 gr : baby buncis, potong kecil 75 gr : ayam, cincang kasar 200 ml/secukupnya air 50 gr : saus sambal Bahan bumbu: ½ biji : bawang bombai, cincang halus 25 gr : bawang prei, cincang halus
1 sdm : margarin untuk menumis 1 sdm : saus tiram Garam, gula, dan merica secukupnya Cara membuat: - Crepes: campur semua bahan, aduk hingga rata, panaskan pan dadar, lalu buat dadar tipis, angkat dan sisihkan. - Isi: panaskan margarin, tumis bawang bombai dan bawang prei sampai harum, masukkan ayam cincang, masak sampai setengah matang, lalu masukkan semua sayuran, tambahkan sedikit air, lalu tambahkan garam, gula dan merica secukupnya. - Ambil selembar crepes, susun selada, lalu tambahkan isi, tata sesuai selera, - Crepes siap disajikan.
14
J E L I TA
21 - 27 april 2014
Hati-hati Cukur Bulu Ketiak
Kulit ketiak adalah satu kulit yang paling sensitif. Untuk itu, diperlukan perawatan yang khusus. Memiliki kulit ketiak yang hitam, membuat seseorang menjadi kurang percaya diri. Karenaya tak seorang wanita pun ingin ketiaknya hitam. Apalagi kalau harus mengenakan baju-baju tanpa lengan, tentu semakin tidak percaya diri. Apa kiat mencegah kulit ketiak menjadi hitam?
M
enurut dr. Laksmi Duarsa, Sp.,KK., ketiak hitam memang tidak mengenakkan. Sebelum mencari tahu cara memutihkan ketiak hitam, ang harus dilakukan pertama kali adalah mencari tahu apa penyebab kulit ketiak menjadi hitam atau gelap. “Dengan mengetahui penyebab kulit ketiak jadi hitam, maka kita bisa mencegah munculnya kulit ketiak hitam,” ujarnya. Dikatakannya, sebagian besar masalah kecantikan memang tidak dapat dipisahkan dari faktor genetik atau keturunan. “Ayah atau ibu yang memiliki kulit ketiak hitam akan mewariskan gen tersebut pada anaknya. Coba sekarang cek apakah ada anggota keluargaAnda memiliki ketiak hitam,” ungkap dokter spesialis kulit ini. Pemakaian deodoran, juga bisa menjadi pemicu kulit ketiak jadi hitam. Terutama yang suka menggunakan produk deodoran dalam bentuk roll-on. Atau, karena pemakaian deodoran atau bedak di ketiak yang mengandung wewangian, yang mudah memicu perubahan warna. Sisa-sisa bedak dan deodoran yang tertinggal di ketiak diubah oleh bakteri di ketiak, se hingga terjadi perubahan warna ketiak. Begitu juga , kalau salah memilih deodoran, hal ini juga bisa menjadi penyebab menghitamnya kulit sekitar ketiak. Bisa saja kandungan di dalamnya tidak sesuai dengan kulit dan membuatnya menjadi hitam. Pakaian yang ketat dengan gesekan pada kulit ketiak, juga termasuk yang dapat menjadikan ketiak lebih hitam. Pada perubahan hormon, kata dokter Laksmi , ketika meningkatnya hormon estrogen dan progesteron, bisa menyebabkan ketiak terlihat lebih hitam. Hal itu biasa terjadi
pada wanita hamil, perubahan itu tampak pada awal kehamilan hingga akhir masa kehamilan Kulit ketiak bisa menjadi hitam, juga karena keringat yang ada di area tersebut jarang dikeringkan. Memang keringat dilipatan kulit ketiak, tidak pernah sepenuhnya mengering, dan bisa mengeluarkan asam urat yang mengakibatkan kulit ketiak menghitam. Tidak dijaganya kebersihan ketiak ini, lanjut dokter Laksmi mengakibatkan kotoran dan minyak menumpuk di ketiak, dan menjadikan hitam. Karenanya, cuci dengan baik menggunakan sabun, dan bilas dengan air hangat atau gunakan toner ketiak. Juga jangan lupa biasakan membersihkan ketiak dari sisa-sisa deodoran atau bedak yang menempel dengan tisu sebelum membasahi badan, setiap kali bakal mandi. Selesai mandi segera keringkan badan, dan ketiak diusap menggunakan handuk kecil yang lembut. “Ingat, jangan terlalu keras menggosok bagian tersebut, karena akan merusak lapisan kulit dan membuat kulit ketiak semakin tipis. Hal itu akan merangsang keluarnya keringat,” ucapnya. Baik juga berhenti memakai produk pelarut atau penghilang rambut dan krim. Produk ini mengandung asam kuat dan zat lain untuk menghilangkan rambut tetapi juga dapat menggelapkan kulit di bawahnya. Bisa juga karena bulu ketiak yang tidak terkuris dengan baik akan menghambat poripori dan membuat kulit sekitarnya hitam. Selain itu, bahan kimia seperti merkuri yang terkandung dalam deodoran jenis roll-on bisa menyebabkan ketiak jadi hitam. Begitupun dengan deodoran yang mengandung akhohol, bisa menyebabkan iritasi, sehingga terjadi hiperpigmentasi, akhirnya ketiak menjadi hitam. “Tetapi kalau yang dipakai deodoran hanya berbahan tawas, mungkin bisa memutihkan ketiak. Karena yang menyebabkan ketiak hitam adalah campuranya seperti pewangi atau pewarna,”tuturnya. Berikut pemaparan dokter Laksmi tentang beberapa langkah untuk memutihkan ketiak.
- Kulit hitam d idaerah ketiak , bisa akibat kumpulan sel kulit mati. Untuk ini, perlu dilakukan pembuangan semua sel kulit mati tersebut dan menggantinya dengan yang baru melalui pengelupasan. - Pilihlah pisau cukur yang baik. Ketika mencukur bulu ketiak, berhati-hatilah , jangan sampai menggores kulit ketiak, karena hanya akan membuat kulit ketiak stres dan berkeringat. Segeralah gunakan deodoran untuk kulit sensitif selesai bercukur. Kalau menggunakan silet gunakan yang steril supaya bakteri tidak masuk, karena bisa menyebabkan folikulitis (radang pada folikel rambut). - Waxing juga dapat menjadi alternatif yang baik. Sebab metode ini ampuh mencabut bulu ketiak hingga ke akar, sehingga tidak ada yang tertinggal di kulit ketiak anda. Untuk penggunaannya pada ketiak, waxing juga mampu menghilangkan noda hitam - Sebaiknya usai mandi pakailah deodoran yang memiliki kandungan asam linolenat dari minyak biji bunga matahari untuk mengurangi warna hitam pada ketiak. - Saat ini banyak produk kecantikan yang mengeluarkan produk pemutih khusus kulit ketiak. Sebagai salah satu solusi yang mungkin bisa dicoba. Seandainya, kita memilih untuk memakai krim pemutih, menggunakannya katanya, hanya sebatas mencerahkan kulit, namun jangan berlebihan. Menggunakannya pun perlu terlebih dahulu berkonsultasi dengan ahlinya. - Membersihkan ketiak bisa dengan menggosokkan ketiak secara halus menggunakan lulur body scrub atau lulur mandi agar lapisan kulit pada ketiak tidak rusak dan pori-pori dalam ketiak tidak melebar, pilihlah body scrub yang terbuat dari bahan alami seperti buah bengkuang dan bahan pemutih kulit yang alami untuk hasil optimal. - Sedangkan, untuk menghilangkan bulu ketiak secara permanen, tanpa bekas noda atau cacat, bisa mencoba perawatan khusus dengan menggunakan laser hair removal. – Sri Ardhini
21 - 27 april 2014
MITOS ATAU FAKTA
11
Seledri Turunkan Tekanan Darah Yati mengeluh kepalanya pusing disertai rasa kaku pada tengkuk hingga ke bahu. Setelah dicek ke dokter, tekanan darahnya 140. “Padahal, biasanya tensi saya rendah, kok bisa ya tensi saya sekarang tinggi,” ujarnya.
M
enurut dr. I Made Pa n d e D w i payana, Sp.PDFINASIM, banyak faktor yang mempengaruhi tekanan darah. TD=COP (cardiac output) x resistensi perifer (kondisi pembuluh darah). COP adalah banyaknya volume darah yang dipompa oleh jantung dalam satu kali denyutan. “Denyut jantung yang meningkat frekuensi nya misalnya pada kondisi cemas, stres, aktivitas fisik yang ber lebihan atau mengonsumsi obatobat tertentu akan meningkatkan COP, sehingga tekanan darah tiba-tiba bisa naik dari yang normal atau rendah sebelumnya,” ujar dokter yang praktik di RSUP Sanglah Denpasar, RS Bali Med, dan Apotek Pandu Medika ini. Lalu, apakah benar hipertensi tidak bisa disembuhkan? Atau jika tensi sudah normal, apakah tidak perlu lagi mengonsumsi obat? Dokter Pande akan mengulas beberapa mitos hipertensi yang beredar di masyarakat. Mitos : Jika tensi sudah normal,
dr. Oka Negara, FIAS
tidak perlu minum obat lagi. Fakta: Tidak ada istilah sembuh untuk hipertensi. Kalau tekanan darah menjadi normal setelah mengonsumsi obat penurun tekanan darah berarti kita sebut hipertensi yang terkontrol. Supaya tekanan darah tetap terkontrol dengan baik, obat yang dikonsumsi tetap dilanjutkan. Mitos: Hipertensi tidak bisa disembuhkan. Fakta: Seperti halnya dengan penyakit metabolik yang lain, secara medis tidak ada istilah sembuh untuk hipertensi. Yang ada adalah istilah “terkontrol”. Artinya, apabila tekanan darah menjadi normal setelah men dapat pengobatan (mengatur gaya hidup dengan mengontrol pola makan dan aktivitas fisik, ataupun setelah mengonsumsi obat), semua pengobatan tersebut harus tetap dipertahankan untuk menjaga supaya tekanan darah tetap terkontrol. Mitos: Hipertensi penyakit keturunan.
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
“Dok, adik saya kemarin kasusnya sempat bikin heboh sekolahnya. Dia masih SMA kelas dua, dituduh teman-temannya menderita HIV, karena suka gonta-ganti pacar, dan salah satu mantan pacarnya dibilang sering main ke kafe remang-remang. Bagi saya itu jelas tidak mungkin, karena adik saya masih tampak sehat-sehat saja, tidak sedang sakit dan tidak ada yang berubah pada dirinya, walau saya pernah diceritakan sama dia kalau selama ini dia sudah pernah berhubungan seksual dengan tiga cowok terakhirnya, teman di sekolahnya juga. Tetapi, banyak juga yang bilang kalau adik saya memang mungkin menderita HIV, apa bisa itu terjadi dok?” (Kadek,21) Mungkin masih banyak yang terkejut membaca surat yang diceritakan lewat email ini. Bisa jadi. Tetapi itulah sebagian dari fakta dan kenyataan yang ada di masyarakat dan lingkungan kita. Dan tanpa perlu menutup mata lagi, itu semua kini ada di sekitar kita dan remaja usia sekolah sudah menjadi sasaran berbagai aktivitas seksual yang sering kali tidak aman. Malah saat ini tidak ada bedanya antara remaja di desa maupun perkotaan, mengingat saat ini jarak desa dan kota sudah semakin dekat karena mobilitas yang tinggi para remaja. Jika dilihat kasus ini, ada beberapa hal yang perlu dicermati. Pertama penyebutan tentang pen derita HIV adalah keliru, yang benar adalah pengidap HIV atau dapat juga disebut ODHA (Orang Dengan HIV AIDS). Kenapa keliru, karena sesung-
guhnya seseorang yang terinfeksi oleh HIV tidaklah langsung menunjukkan gejala sakit, malah sering kali terlihat tetap sehat, bertahun-tahun lamanya. Jadi tidak ada katagori “menderita” sakit sama sekali. Sering kali, pengidap HIV tidak mengetahui kalau dirinya sudah tertular HIV. Satu-satunya jalan hanya bisa diketahui lewat tes darah. Ini akan berlangsung bertahun-tahun lamanya, bisa hingga sepuluh tahun tanpa gejala, sampai suatu saat meng alami penurunan daya tahan tubuh yang sangat drastis dan banyak penyakit baru muncul, seperti batuk terus menerus, diare tidak sembuh-sembuh, badan mengurus, kanker kulit, jamur di rongga mulut dan masih banyak lagi. Pada keadaan yang sudah terlihat sakit ini, pengidap HIV sudah masuk ke dalam sebutan fase AIDS yang perlu perawatan. Jadi saat terinfeksi HIV
Fakta : Mungkin bisa dikatakan seperti itu, tetapi yang lebih tepat adalah salah satu faktor risiko hipertensi adalah adanya riwayat hipertensi pada keluarga. Artinya orang yang orangtuanya menderita hipertensi, akan memiliki risiko lebih tinggi menderita hipertensi dibandingkan orang yang orangtuanya tidak hipertensi.
Mitos: Turunkan tekanan darah dengan mengonsumsi seledri dan 9mentimun. Fakta: Dalam seledri dan mentimun ada kandungan zat 3-n-butyl phthalide (3nB). Zat ini bisa bersifat sebagai diuretic yang dapat meningkatkan volume kencing sehingga volume cairan di dalam tubuh akan berkurang. Zat ini juga bekerja sebagai vasodilator pembuluh darah sehingga dapat melebarkan pembuluh darah. Dengan berkurangnya volume cairan tubuh dan melebarnya pembuluh darah, otomatis tekanan darah juga menurun. Mitos: Hindari makan garam supaya tekanan darah tidak naik Fakta: Kandungan di dalam garam adalah elektrolit Natrium (Na), yang kerjanya meningkatkan penyerapan air di ginjal (retensi cairan), sehingga volume cairan tubuh (dalam pembuluh darah) akan meningkat. Dengan meningkatnya volume cairan tubuh, tekanan darah juga akan meningkat.
dr. I Made Pande Dwipayana, SpPD-FINASIM
Mitos: Hipertensi banyak menyerang usia tua. Fakta: Di samping volume cairan tubuh, tekanan darah juga dipengaruhi oleh kondisi elastisitas pembuluh darah. Makin kaku pembuluh darah kita, makin tinggi juga tekanan darah yang mengalir di dalamnya. Makin tua usia kita kondisi pembuluh darah akan lebih kaku, apalagi kalau disertai penyakit kencing manis, kolesterol tinggi dan asam urat yang tinggi, pembuluh darah akan makin kaku dan kurang elastis, sehingga tekanan darah akan naik. Mitos: Kalau sakit tengkuk dan pusing berarti tekanan darah naik. Fakta: Salah satu gejala hiper tensi bisa saja berupa sakit di
tengkuk atau biasa kita sebut nyeri kepala tegang otot (tension headache), dan bisa juga pusing akibat aliran darah yang tidak stabil ke daerah otak (tekanan yang terlalu tinggi). Dosen Divisi Endokrin dan Metabolik, Bagian Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana ini menambahkan, beberapa faktor penyebab yang mempengaruhi tekanan darah adalah jantung, volume cairan tubuh dan kondisi pembuluh darah. Jadi, hipertensi bisa terjadi karena gangguan fungsi pompa oleh jantung, akibat kelainan/penyakit jantung, pembuluh darah yang kurang elastis dan kaku akibat berbagai faktor seperti usia, penyakit metabolik seperti diabetes, kolesterol tinggi, asam urat tinggi, peningkatan zat tertentu seperti aldosteron, dan akibat dari volume cairan tubuh yang berlebih/retensi cairan (akibat gangguan ginjal, kelebihan natrium atau akibat obat-obat tertentu). Apa ada hubungan hipertensi dengan laju endap darah? “Hiper tensi umumnya disertai dengan gangguan metabolik lain seperti gula darah yang tinggi, kolesterol tinggi, asam urat tinggi, yang semuanya menyebabkan kekentalan darah meningkat (hiperviskositas/ hiperkoagulasi), sehingga laju endap darah juga akan meningkat,” pungkasnya. –Inten Indrawati
Siswi yang Dituduh Mengidap HIV
masih sehat, tetapi bertahun berikutnya baru muncul infeksi oportunistik, saat itu disebut AIDS. Yang perlu diketahui saat ini adalah, semua orang yang berisiko tertular HIV, baik itu yang suka gonta-ganti pasangan seksual tanpa menggunakan kondom, yang pernah menggunakan jarum suntik tidak steril misalnya menggunakan narkoba suntik bersama-sama, mereka yang memiliki pasangan seksual yang sudah lebih dulu terinfeksi HIV atau ibu yang mengidap HIV dan sedang hamil, semuanya sebaiknya memeriksakan dirinya atau pasangannya atau anaknya nanti, supaya mengetahui status HIV dalam darahnya. Dengan melakukan pemeriksaan akan menjadi lebih baik buat masa depan, karena jika ternyata tidak terinfeksi maka dapat selalu melakukan pencegahan dan jika ternyata terinfeksi justru akan mendapat kesempatan mendapatkan pendampingan, dukungan termasuk di saat yang tepat akan diberikan obat ARV, yang cukup menggembirakan, karena jika diminum teratur dan disiplin akan bisa mempertahankan kualitas hidupnya. HIV memang belum dapat dibunuh oleh obat ARV, tetapi perkembangbiakannya dalam tubuh bisa distop oleh ARV, sehingga tubuh akan tetap terjaga kualitas dan daya tahannya. Asal minumnya teratur dan disiplin. Dalam kasus ini, siswi ini sebaiknya dia melakukan tes darah, termasuk juga pacarnya, karena mereka sudah melakukan hubungan seksual, bahkan dengan riwayat gonta-ganti pasangan seksual. Dia termasuk remaja usia sekolah yang
berisiko tinggi tertular HIV, karena bisa saja dari salah satu pasangan seksualnya ada yang telah mengidap HIV. Sebagai catatan, kelompok usia remaja dan dewasa muda adalah kelompok tertinggi dari pengidap HIV di Indonesia dan di dunia. Pacarnya, sebagai pasangan seksualnya pun sebaiknya melakukan tes darah yang sama. Akan jauh lebih baik juga dilakukan tes laboratorium untuk diperiksakan juga ada tidaknya infeksi menular seksual, karena banyak remaja sudah terkena. Sesungguhnya kenapa semua bisa terjadi? Ada banyak faktor. Mudahnya dibagi dua saja. Yang pertama faktor internal, dari diri si remaja usia sekolah ini. Remaja adalah fase usia yang masih labil, mudah terpengaruh, sering cobacoba dan ikatan sebayanya sangat kuat. Jadi jika remaja yang masih labil sudah terpapar dengan mitos dan informasi seksual yang menyesatkan apalagi itu diajak oleh kelompok sebayanya, sering kali remaja akan terpengaruh tanpa berpikir panjang risiko dan akibatnya. Yang kedua adalah faktor eksternal, banyaknya godaan buat remaja untuk terlibat hubungan seksual sebelum waktunya atau aktivitas seksual yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Banyaknya media yang menayangkan Lalu bagaimana menghadapi dan mencegah akibat buruk ini semua pada remaja? Ada 5 jurusnya. Jurus ABCDE. Mudah disebutkan, tapi seringkali banyak yang mengabaikan. Ini yang perlu di edukasikan dengan gencar buat remaja. Jurus ABCDE itu adalah:
A atau Abstinence, artinya remaja jangan dulu berhubungan seksual, karena saking besarnya risiko yang seringkali tidak dipahami sebagai konsekuensi hubungan seksual. B atau Be faithful, artinya tetap setia dengan satu pasangan. Jika remaja sudah berpacaran selalu ditekankan untuk setia dengan pasangannya, dan pihak dewasa juga harus bisa memberikan contoh yang baik buat remajanya. C atau Condom, artinya menggunakan proteksi spesifik untuk remaja yang kadung berisiko, misalnya remaja yang sering mencari pekerja seks, remaja yang gonta-ganti pasangan seksual. Tidak ada jalan lain, karena tidak mudah mengajak mereka kembali ke pilihan Abstinence. D atau Don`t inject, memiliki arti jangan menggunakan jarum suntik secara sembarang, termasuk juga yang paling harus dihindari adalah pengguna an jarum suntik untuk narkoba. E atau Education, artinya mencari informasi yang benar pada sumber dan orang yang berkompeten. Seringkali banyak mitos yang dipercaya remaja. Sebagai salah satu rekomendasi, jika ada pertanyaan dari remaja di Bali, dapat menghubungi lembaga KISARA (Kita Sayang Remaja) di Jalan Gatot Subroto IV/6 Denpasar, telepon 0361-430200, atau jika memerlukan konseling dan pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan darah HIV gratis bisa datang ke Kisara Youth Clinic (KYC) di alamat yang sama.
10
BUGAR
21 - 27 April 2014
TORCH pada Kehamilan
Penyakit infeksi TORCH (Toxoplasma, Other infections, Rubella, Cytomegalovirus/ CMV dan Herpes simplex) adalah sekelompok infeksi yang dapat ditularkan dari wanita hamil kepada bayinya. Wanita hamil yang terinfeksi TORCH berisiko tinggi menularkan kepada janinnya yang bisa menyebabkan cacat bawaan. Adanya infeksi TORCH baru bisa dibuktikan dengan melakukan pemeriksaan darah atau skrining.
P
rinsip dari peme riksaan ini adalah deteksi adanya zat anti (antibodi) yang spesifik taerhadap kuman pe nyebab infeksi tersebut sebagai respon tubuh terhadap adanya kuman. Antibodi yang terburuk dapat berupa Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG)
dr. AAG.Adi Parathama, Sp.OG
Infeksi TORCH pada Wanita Hamil 1. Toxoplasmosis Infeksi ini disebabkan oleh parasit (Protozoan Parasite Toxoplasma Gondii). Parasit ini masuk ke dalam tubuh manu sia melalui makanan. Sumber terutamanya adalah daging yang tidak dimasak matang atau sayuran mentah. Tangan yang tercemar toxoplasma juga bisa menjadi media penularan jika kita tidak mencuci tangan sebe lum makan. Jika wanita hamil terinfeksi toxoplasma maka akibat yang dapat terjadi adalah abortus spontan atau keguguran, lahir mati atau bayi menderita toxo plasmosis bawaan. Diagnosis toxoplasmosis secara klinis sukar ditentu kan karena gejala-gejalanya tidak spesifik atau bahkan tidak menunjukkan gejala (sub klinik). Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium mutlak diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Pemeriksaan yang lazim dilakukan adalah AntiToxoplasma IgG, IgM dan IgA, serta Aviditas Anti-Toxoplasma IgG. Pemeriksaan tersebut perlu
dilakukan pada orang yang diduga terinfeksi toxoplasma, sebelum atau selama masa hamil (apabila hasilnya negatif perlu diulang sebulan sekali khususnya pada trimester pertama, selan jutnya tiap trimester), serta bayi baru lahir dari ibu yang terinfeksi toxoplasma. 2. Infeksi rubella Infeksi ini disebabkan oleh vi rus rubella. Rubella yang dialami pada trimester pertama kehamil an 90 persennya menyebabkan kebutaan, tuli, kelainan pada jantung, keterbelakangan men tal, bahkan keguguran. Wanita hamil disarankan untuk tidak berdekatan dengan orang yang sedang sakit campak Jerman. Jika infeksi terjadi pada bulan pertama kehamilan maka risiko terjadinya kelainan adalah 50%, sedangkan jika infeksi tejadi tri mester pertama maka risikonya menjadi 25%. Tanda-tanda dan gejala in feksi rubella sangat bervariasi untuk tiap individu, bahkan pada beberapa pasien tidak dikenali, terutama apabila ruam merah tidak tampak. Oleh karena itu, diagnosis infeksi Rubella yang tepat perlu ditegakkan dengan bantuan pemeriksaan laborato rium. Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan meliputi peme riksaan Anti-Rubella IgG dan IgM. Pemeriksaan Anti-rubella IgG dapat digunakan untuk men deteksi adanya kekebalan pada saat sebelum hamil. Jika ternyata belum memiliki kekebalan, dianjurkan untuk divaksinasi. Pemeriksaan Anti-rubella IgG
dan IgM terutama sangat ber guna untuk diagnosis infeksi akut pada kehamilan kurang dari 18 minggu dan risiko infeksi rubella bawaan. 3. Cytomegalovirus (CMV) Human cytomegalovirus merupakan salah satu penyebab utama penyakit infeksi kongeni tal yang penting di dunia. Pada wanita hamil penyakit infeksi CMV sering tidak bergejala. Se hingga memerlukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis. Pada skrining wanita hamil dengan pemeriksaan se rologi, digunakan kombinasi anti CMV IgG dan anti CMV IgM pada usia kehamilan kurang dari 12 minggu. 4. Herpes simplex Terjadinya transmisi virus dari ibu ke janin dapat terjadi pada masa dalam kandungan, menjelang persalinan atau se sudah lahir. Risiko paling tinggi terjadinya transmisi perinatal ditemukan pada masa dekat menjelang persalinan. Pemeriksaan IgG dan IgM akan memberikan gambaran keadaan infeksi akut atau kronik dari penyakit herpes dan mem bahayakan janin. Jika infeksi ini diketahui di awal masa kehamil an, risiko penularan dari ibu pada janin bisa dikurangi sehingga cacat bawaan bisa dicegah. Infeksi TORCH dapat me nyebabkan keguguran dan cacat bawaan pada janin yang meliputi gangguan pendengaran, retar dasi mental serta kebutaan. Se bagian besar cacat itu bisa dice gah dengan melakukan skrining TORCH di trimester pertama kehamilan. Jika hasilnya negatif, para ibu bisa diberi edukasi pentingnya menjaga kebersihan diri. Namun, jika hasilnya positif, dokter bisa memberikan peng obatan untuk menurunkan risiko transmisi dari ibu ke janin. dr. AAG.Adi Parathama, Sp.OG HP 081320501018
STYLE
21 - 27 April 2014
Tunik Kasual Simpel dari Mama Leon Kali ini Tokoh memilihkan kreasi busana siap pakai dari Mama & Leon. Melalui brand “Saarah” dipersembahkan sederetan koleksi pakaian model tunik.
“S
aarah” ha dir dengan rancangan berciri khas bordir, lengkap kerawangan nya yang sangat vari atif. Jelas terlihat di setiap tunik yang di pajang, bordir men jadi aplikasi yang cantik, pada bagian bawah, di tangan, serta dibagian de pan tunik. D e n g a n b e b e r apa warna pilihan seperti old gold, white, turquoise, cadmium green, fuchsia red, menjadikan tunik-t unik ini terlihat segar. Selanjutnya Mama & Leon sengaja memilih
bahan 100% ray on, untuk mewujudkan kreasi “Saarah” ini menjadi nyaman dikenakan. Apalagi untuk para perempuan aktif, busan simple ini sangat cocok jika ingin dipadankan de ngan legging, jeans hingga kain panjang. Model dan warna tunik dari “Saarah” Mama & Leon ini pun tak kalah kasual untuk berbagai kegiatan yang si fatnya santai. Tunik atau pakaian dengan ukuran longgar, ringan dan mengalir ini juga, bukan sekadar busana, tapi bisa men jadi salah satu alternatif menyamarkan bagian tubuh yang kurang ideal. Tunik juga menawarkan kesan jenjang pada tubuh pemakainya. – Sri Ardhini
15
PELESIR
16
21 - 27 april 2014
Melepas Kepenatan di Danau Tercantik Kementrian Pariwisata Ekonomi Kreatif. Pengempon Pura yakni empat pesatakan (kelompok) di lingkungan pura ikut duduk di jajaran badan pengelola. Struktur kepengurusannya juga diperbaharui dengan menempatkan Bupati Tabanan sebagai Ketua Umum Badan Pengelola yang pelaksanaannya dilakukan oleh manajer, sekretaris dan bendahara serta seksi-seksi diantaranya seksi tiket, pecalang, dan tenaga kebersihan. Keempat satakan itu terdiri dari Desa Baturiti, Bangah, Antapan, dan Candi Kuning. Dari empat satakan itu merupa-
Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danau Beratan memang tempat wisata eksotik. DTW berlokasi di Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan itu sering menjadi latar belakang sarana promosi baik yang berupa brosur maupun baliho.
B
elum lama ini Danau Beratan dinobatkan sebagai 20 danau tercantik di dunia. Danau ini disandingkan bersama Danau Superior di Michigan, West Lake di China, dan Danau Kawaguchi di Jepang versi Huffington Post yang merilis 20 danau tercantik di muka bumi. Danau Beratan merupakan satusatunya danau di Indonesia yang masuk ke dalam daftar. Dalam artikel yang ditayangkan media itu dituliskan keindahan Danau Beratan muncul dengan Pura Ulun Danu yang ada di tengah danau. Siluet pura yang memantul di permukaan danau menjadikan pemandangan luar biasa. Pura di tengah danau selalu menebar pesona hingga meng undang wisatawan domestik
maupun mancanegara untuk mengunjungi DTW ini. Manajer Pengelola DTW Ulun Danu Berat an, Wayan Mustika mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan ke Ulun Danu Beratan selalu naik tiap tahunnya. Ramainya kunjungan wisata wan itu karena keindahan dan keunikan perpaduan objek alam dan budaya yang ada. Suasana sejuk dan tenang mampu melepas kepenatan serta menambah keakraban bersama keluarga. Di samping itu, juga didukung pelayanan dan infrastruktur yang memadai serta berkualitas. “Kami selalu melakukan penataan hingga menjadi objek yang terbaik,” ujar Mustika. DTW ini dikelola oleh badan pengelola yang melibatkan unsur pemerintah, desa adat pesatakan
Pura dan swasta sebagai pihak ketiga. Kolaborasi pengelolaan ketiga unsur tersebut yang selalu berinovasi membuat DTW Ulun Danu Beratan makin menggeliat. Berbagai penghargaan pun diraihnya yang salah satunya Cipta Pesona Awards katagori DTW alam berwawasan lingkungan dari
Suasana danau Beratan
kan perwakilan dari memiliki 18 desa pekraman yang bertanggung jawab terhadap keasrian Pura Ulun Danu Beratan. Masing-ma sing perwakilan dari pesatakan itu kemudian sebagai operasionalnya. Tugasnya memungut tiket masuk, perawatan serta menjaga objek. Pemerintah bertanggung jawab terhadap pembinaan sumber daya manusia, pengembangan insfrastruktur dan melakukan promosi. Pihak ketiga yang merintis, juga ikut menjaga kelangsungan objek. Berdasarkan tugas dan tanggung jawab itu maka pembagian hasilnya dilakukan secara proporsional. –Budarsana
DARA
21 - 27 april 2014
9
Gede Dharma Arya Wicaksana
Duta Mahasiswa GenRe Provinsi Bali 2014 Dunia remaja penuh warna, penuh makna. Se galanya terasa indah, terlebih banyak hal yang dapat dipelajari saat remaja. Masa brahmacari sudah semestinya dimanfaatkan untuk men cari-cari warna kehidupan. Mencari pengalaman hidup sebanyak mungkin, agar nanti dapat ber guna bagi negara, mengabdi untuk tanah air, dan dapat mengharumkan nama diri sendiri, keluar ga, serta lingkungan sekitar. Ada banyak cara agar kita mendapatkan pengalaman, salah satu nya dengan mengikuti perlombaan. Seperti yang dilakukan Gede Dharma Arya Wicaksana, atau yang kerap disapa Dema.
P
ria kelahiran Ma taram, 14 September 1995 ini terpilih sebagai Duta Mahasiswa GenRe (Generasi Berencana) Provinsi Bali 2014. Saat ditemui tim Dara Tokoh, Dema menceritakan berbagai pengalamannya mengikuti ajang tersebut. ”Awalnya saya ikut lomba ini karena informasi Ketua Senat yang mendadak, kemudian saya ikut sajalah di tingkat kabupaten dengan usaha yang minim,” kenangnya. Peristiwa itu tidak menyurutkan langkah Ketua UKM Kempo tersebut. Terbukti dirinya mampu menduduki posisi runnerup 1 di tingkat kabupaten. Perasaan bangga dan bahagia semakin Dema rasakan ketika melenggang ke provinsi. “Saya kira yang diikutkan lomba ke provinsi hanya juara 1 kabupaten, namun diluar dugaan kabupaten mengirim dua peserta, dan saya diikutkan,” imbuh lelaki penyuka nasi campur itu. Kesempatan yang sudah terbuka tentu tidak disiasiakan lagi. Dema benar-benar memanfaatkan kesempatan itu agar dapat mempersembahkan yang terbaik. Walau pemilihan ini merupakan kali pertama dia maju
ke provinsi, tetap tidak membuatnya “mati gaya” atau gugup. Awalnya saya merasa kurang percaya diri, tapi buat apa berpikir seperti itu kalau hanya buang-buang waktu? Saya melihat peserta yang lain hebat-hebat. Dalam hati saya, mereka bisa kenapa saya tidak?” tutur lelaki yang tinggal di Jalan Ahmad Yani Gang Narendra No. 20 ini. Tekad percaya diri dan kesiapan yang matang tesebut membuat dirinya maju menjadi Duta Mahasiswa GenRe Provinsi 2014. Sungguh pengalaman pertama yang membuahkan hasil. Dukung an dari teman-teman seangkatan nya dan keluarga menjadikan Dema menembus provinsi. Putra pasangan Putu Tegeh Arya Wangsa dan Made Megarini ini tidak usah diragukan lagi prestasinya. Dema pernah menyandang Juara Umum 2 SMPN 1 Singaraja, saat duduk di kelas 8; Juara Umum 1 SMPN 1 Singaraja, di kelas 9; Juara 1 Lomba Lari 400M Putra Kecamatan Buleleng, saat kelas 11, King FBS 2013, Putera Undiksha 2013, Runner-Up 1 Duta GenRe Kabupaten dan terakhir sebagai Duta GenRe Provinsi. Pemilik hobi bela diri, re-
Gede Dharma Arya Wicaksana
nang, lari dan membaca itu kini mengemban tugas yang tidak ringan. Saat ini ia harus mengatur jadwal untuk me ngadakan penyuluhan kepada pemuda-pemuda dan masyarakat, karena memang itulah tugas se bagai Duta GenRe. “Selain waktu, kita harus membuat kerjasama dengan instansi terkait agar segalanya dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” kata Dema sambil tersenyum. Siswa tamatan SDN 41 Garut Mataram dan SDN 247 Banjar Jawa, SMPN 1 Singaraja, SMAN 1 Singaraja itu memang memiliki wa-
wasan yang mumpuni terkait TRIAD KRR (No free sex, no napze, no HIV/AIDS). Tekadnya untuk menyosialisasikan tahu dan melebarkan informasi tentang hal tersebut mengantarkannya menjadi Duta GenRe 2014. Sebagiamana kita ketahui, Duta GenRe haruslah mempunyai pengetahuan luas tentang HIV/ AIDS untuk memerangi virus mematikan yang sudah menyebar luas di masyarakat. Sampai saat ini Dema tetap berlatih presentasi dan speaking untuk jadwal-jadwal penyuluhan nanti. Berbagai materi tentu akan dipaparkan ke berbagai pelajar di Bali. Tidak hanya kesibukan itu yang menyita waktu Dema, ada beberapa kegiatan lain juga di kampus. “Selain sibuk menyiapkan penyuluhan, saya juga disibukkan dalam kegiatan HMJ, tugasnya sebagai Ketua UKM Kempo, dan sibuk mennyiapkan ulang tahun jurusan,” kata mahasiswa semester dua,
Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Undiksha, Singaraja itu. Dema melihat, masih perlu penyuluhan semacam ini untuk membentengi diri. Terlebih gaya pacaran remaja saat ini memprihatinkan. Dema sebagai Duta GenRe 2014 berupanya semaksimal mungkin agar kebiasaan remaja tersebut tidak bertambah buruk apalagi sampai berdampak tidak baik untuk dirinya dan orang sekitar. Pemuda yang memiliki cita-cita menjadi dosen sekaligus pengusaha itu tidak lupa menyampaikan harapannya ke depan. “Untuk pemuda-pemudi, diharapkan untuk menjaga diri baik-baik dan tunjukkan sikap peduli terhadap sesama.Jika kita bisa kuasai diri dan peduli dengan lingkungan sekitar, pastinya kita bisa ciptakan lingkungan yang bebas dari pengaruh-pengaruh negatif,” jelasnya dengan penuh keyakinan dan senyum manisnya. -Wulan Dewi
8
BUNDA & ANANDA
21 - 27 April 2014
Pesona Pagelaran Siswa Denpasar Children Centre
Suasana gembira, kemeriahaan dan kekagum an, begitu terasa ketika Denpasar Children Centre (DCC) kembali menggelar Pentas Cilik di Gedung Ksirarnawa, Art Centre, Denpasar, Sabtu (12/4). Pentas Cilik DCC ini digelar setiap tahun sejak tahun 2007. Ketika itu, sekitar 500 orang siswa-siswi Playgroup, TK hingga SD Cerdas Mandiri DCC tumpah-ruah memadati ruangan Gedung Ksirar nawa. Seperti biasa, saat itu mereka kembali menyuguhkan beragam kreativitas seni. Dengan segala peso nanya, mereka bukan hanya berhasil menghibur, namun juga memikat pe nonton untuk tidak beranjak sampai pementasan usai. Pertunjukan yang tergolong sa ngat menawan ini memang diper siapkan dengan serius oleh para guru DCC dan seluruh siswa, baik mereka yang masih di Playgrup, TK dan SD, semua bersungguh-sungguh. Sehingga, apresiasi seni siswa DCC tersebut sukses mempertunjukkan talenta seni siswa yang sudah berhasil diasah oleh para gurunya. Di atas panggung yang luas dan megah, selain menyanyi bersama, mereka juga berhasil menampilkan
tarian Bali Puspanjali, dan serangkaian gerak tari seperti Balet,Tari ”Diobokobok”, Rolly Polly Dance,Tari Barisan Musik, Fortune Cookies Dance dan Lenggang Puspita. Dengan gaya, aksi dan ekspresi penuh percaya diri penampilan mereka disaksikan oleh teman-temannya, para guru, orangtua, keluarga serta khalayak ramai yang turut memenuhi Gedung Ksirarnawa. Begitulah pesona seluruh aksi panggung yang mereka tampilkan, dipastikan sukses membuat penonton bertepuk-tangan juga tetap antusias mengikuti seluruh sajian pementasan. Apalagi saat persembahan Tari Balet oleh anak-anak Playgroup , mereka be gitu lucu dan tampak menggemaskan bahkan totalitas anak-anak usia dini ini mampu menghipnotis penonton. Selain itu, ada pula persembahan spesial, berupa Drama Musikal AndeAnde Lumut. Cerita rakyat dari tanah
Tari Puspanjali oleh siswa SD DCC
G R I YA
21 - 27 April 2014
Melirik Keunikan Mebel Jati Jepara Menyebut Kota Jepara, yang terlintas dalam pikiran kita pastilah tokoh emansipasi wanita, Raden Ajeng Kartini yang memang meru pakan kelahiran Jepara. Namun di sisi lain, Jepara juga memiliki seni dan budaya yang unik. Salah satunya ukiran Jepara yang sampai kini masih banyak dilirik pasar domestik maupun mancanegara. Ukiran Jepara ini diaplikasikan ke dalam berbagai produk mebel seperti kursi, meja, lemari, dan tempat tidur.
Drama Musikal Ande Ande Lumut oleh siswa SD DCC
Jawa ini dibawakan dengan penuh penghayatan oleh siswa kelas 2 hing ga kelas 4 SD Cerdas Mandiri DCC. Begitupun tampilnya Ensamble Musik Pianika dan Recorder yang merupa kan hasil nyata dari mata pelajaran musik yang telah ditekuni oleh siswa sejak kelas 1 SD DCC. Disamping itu, acara juga dimeriahkan dengan selingan yang tak kalah menarik be rupa dendangan lagu-lagu dari Trio Lalasa, fashion show busana endek oleh Ananda Lana siswi TK B dan tak ketinggalan atraksi Taekwondo oleh siswa SD Cerdas Mandiri. Seperti biasa, pagelaran spek takuler kali ini pun tetap dipandu delapan pembawa acara (MC), yakni pasangan Gung Kayana & Anggita Sekarayu, Serena & Gung Abel, Dayu Maha & Gung Rama, dan Esa Satria & Gek Dian, yang tampil kompak mengantarkan acara dalam bahasa Inggris, Jepang, Indonesia, dan ba hasa Bali CERDAS DAN MANDIRI Disadari bahwa untuk perkem bangan anak yang utuh, tidak cukup hanya memiliki kecerdasan secara intelektual, tetapi memerlukan ke
seimbangan dengan aspek perkem bangan lainnya seperti kecerdasan sosial-emosional, perkembangan fisik dan kemampuan berkomunikasi. Karenanya, menurut Ketua Ya yasan Brahmacarya Putra Mandiri, Ir. Anak Agung Putu Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., PhD., sekolah DCC memang sengaja menjadikan pertunjukan akbar dan megah yang sudah berlangsung berkali-kali ini sebagai agenda rutin tiap bulan April dan akan terus berlangsung setiap tahunnya. ”Ini adalah wahana bagi seluruh siswa-siswi DCC untuk berekspresi sesuai talenta mereka, tanpa diskriminasi karena semua siswa berkesempatan untuk tampil di panggung,” tegas Agung Suryawan. Dikatakan oleh Agung Suryawan, DCC mengelola program pendidikan
pra-sekolah dan sekolah dasar yang terpadu, yakni Playgroup, TK dan SD, yang selalu mengapresiasi berbagai kesenian agar anak didiknya tidak ha nya cerdas tapi juga memiliki keman dirian. Dengan stimulan yang tepat dan terarah, anak-anak akan tumbuh dan berkembang sebagaimana harap an para orangtua mereka. Pentas ini, lanjut Agung Suryawan adalah salah satu bukti pancaran keberanian, kemandirian dan talenta siswa-siswi DCC mulai dari anakanak Playgroup hinggga murid SD, yang sukses menyuguhkan karya seni dengan segala keindahannya. Pentas Cilik DCC ini dapat disak sikan di acara ”Taman Sari” Bali TV dalam dua episode: Sabtu, 26 April pkl. 14.30 Wita dan Minggu, 27 April pkl. 09.00 Wita. -ard
DENPASAR CHILDREN CENTRE MENERIMA SISWA BARU PLAYGROUP, TK & SD CERDAS MANDIRI (Tempat Terbatas) Jalan Bedugul 18 C, Sidakarya, Denpasar Informasi: Senin s.d. Jumat, Pkl. 08.00 - 16.00 Wita Telepon: (0361) 725 725
17
Salah seorang pengusaha mebel Jepara, Ubaidillah atau yang akarab disapa Bapak Robert menga takan pemasaran produk mebel Jepara ini tiap tahun makin me ningkat. Meski, beberapa ta hun belakangan perhatian pasar sempat beralih ke produk mebel dari bahan sinte tis, namun produk mebel Jepara masih tetap eksis. Kenapa? Sebagian pro duk mebel Jepa ra, sekitar 90% memakai mate rial kayu jati. Ini dikarenakan ka rakt eristik kayu jat i yang lebih
kuat daripada kayu jenis lain serta memiliki serat yang indah. “Kayu jati kuat jika kena panas dan hujan, terlebih jati tua, lebih tahan dengan penyakit. Pememuaiannya cukup stabil, dalam artian kalaupun memuai karena panas/hujan, persentase nya sedikit,” jelas Robert. Pria kelahiran Jepara yang sudah sejak tahun 1990 men jalani usaha mebel ini me ngatakan mebel Jepara cocok di Bali dan pasar di Bali pun cukup menjanjikan. Menurut pengamatannya, ini dikarena kan mebel Jepara memiliki nilai seni yang tinggi, sama seperti di Bali. Terlebih, bahan yang dipakai adalah kayu. “Kayu itu seni, dan di Bali mengutamakan seni. Memang, jika diamati seksama, produk mebel Jepara khususnya yang bergaya klasik, memiliki jenis ukiran yang mi rip dengan ukiran Bali. Namun, tentu saja keduanya memi liki keunggulannya masingm asing,” jelasnya.
Mebel Jepara yang banyak beredar di pasaran umum nya dibedakan menjadi produk mebel indoor (dalam ruangan) dan outdoor (luar ruangan) de ngan model minimalis dan klasik. Sentuhan akhirnya (finishing) disesuaikan dengan selera pasar atau konsumen. Mereka bisa memilih finishing natural, white wash, minimalis (gelap polos), dan duco. “Tamu-tamu asing lebih banyak menyukai finishing white wash,” ungkapnya. Pemi natnya pun berimbang, antara model minimalis dan klasik. Dan, mebel Jepara ini pun 25%nya sudah merambah pasar ekspor yang didominasi tujuan negaranegara di Eropa seperti Jerman, juga Australia. Produk mebel Jepara tak bisa disamakan dengan produk mebel lain. Ini dikarekan mebel Jepara dibuat oleh pengrajinpengrajin mebel asli Jepara. Bentuk-bentuk lengkungannya yang luwes ini yang membe dakannya dari produk mebel lain, seperti mebel Banyuwangi atau mebel Bandung. Karena itu pula, produk-produk mebel di peru sahaannya itu 70% dipa
Robert
sok dari para pengrajin mebel Jepara, dan di Bali hanya proses finishing. Sementara, 30%nya lagi dibuat di sini oleh pengrajin Jepara pula. Meski toko mebel “Pasar Mebel Jepara” yang berlokasi di Jalan Teuku Umar Barat ini memproduksi dan menyediakan produk dalam jumlah banyak hingga meluber ke pinggir jalan, ia tak lantas mengesampingkan sisi kualitas produk. Tak tang gung-tanggung Robert menjamin kualitas produk mebel Jeparanya dengan memberikan garansi hingga dua tahun. Kayu jati yang dipakai pun merupakan standar kayu perhutani. Karena itu pula, produk mebel jati Jepara ini masih diminati pasar meski pun harganya kian meningkat. Sebut saja lemari dua pintu yang tahun lalu harganya Rp 3,5 juta, sejak awal 2014 dihargai Rp 4,5 juta. –Inten Indrawati
Gerak Tari Fortune Cookies oleh siswa SD DCC
Gerak Tari Barisan Musik oleh siswa TK DCC
Ensamble musik oleh siswa SD DCC
Tari Balet oleh siswa Playgroup DCC
D AYA C I P TA
18
21 - 27 april 2014
“Yuk Peduli Lingkungan”
Games Penggugah Kesadaran Berbagai upaya dilakukan pemerintah, LSM, dan masyarakat untuk menggalak kan kepedulian terhadap lingkungan. Masalah sampah yang menjadi momok yang menakutkan. Jika sampah dibiar kan teronggok dan tak terurus, ling kungan akan menerima dampaknya. Kesadaran masyarakat untuk peduli lingkungan mulai dari hal sederhana, membuang sampah pada t empatnya.
R
Yana dan Andri
ealita yang terjadi di masyarakat ini kemudian dijadikan konsep apli kasi games oleh I Nyoman Ratdiyana dan Andrianto. “Pemikiran mengenai sampah, daur ulang, dan bumi kami jadikan tema games. Nama games yang kami buat, “Yuk Peduli Lingkungan”. Nama ini bermaksud menggugah kesadaran masyarakat dan pemerintah sesuai cita-cita go green,” ujar kedua pembuat games yang tergabung dalam Deviro Studio ini. Yana menuturkan dalam satu
games ini, ada lima permainan yang mereka buat. Tiga games dibuat Andri, sisanya Yana. Game pertama, menangkap sampah yang jatuh dari atas. Kalau sampah berhasil ditangkap, ada poin 10, kalau sampah gagal ditangkap nilai dikurangi 5. Pemain harus mengumpulkan poin sebanyakbanyaknya dalam waktu 1 menit. “Kalau ada kotoran harus dihindari. Dua kali kena kotoran, game over,” ujar Andri, mahasiswa STIKI Denpasar. Game kedua, edukasi sampah organik dan anorganik. Ada tempat sampah yang disiapkan yang
harus dipakai untuk menampung sampah sesuai dengan label. Tempat sampah organik menampung sampah organik, tempat sampah anorganik menampung sampah anorganik. Nilai juga sama dengan game pertama, benar 10 poin, salah dikurangi 5 poin. Game ketiga tentang membuang sampah. Ada matrik 2x5 yang memunculkan sampah. Dimana sampah muncul, di tempat itu ditekan. Jika benar, mendapat nilai 1. Waktu yang tersedia juga 1 menit untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya. “Game keempat tentang pembalakan liar. Ada storyboard-nya, seekor burung yang tidak punya sarang. Ia punya kekuatan untuk menyerang alat-alat yang dipakai pembalakan, seperti gergaji, kapak, dan palu. Alat-alat ini
ditembak oleh si burung. Satu tembakan yang tepat mendapat 1 poin,” ujar Yana yang membuat
game keempat dan kelima. Game kelima bercerita tentang daun-daun yang berguguran dari sebuah pohon. Fungsi shake (goyang) dipakai untuk menggugurkan daun. Makin banyak daun yang gugur, makin banyak poin yang didapat. Waktu permainan ini juga 1 menit. Kelima games yang dijadikan satu ini merupakan karya Yana dan Andri dalam diklat yang dilakukan Bali Desain Kreatif (BDI) dan Bamboomedia. Mereka diberi waktu dua minggu untuk membuat games. “Kesulit an kami ketika menggabungkan program director dan story board. Tetapi, itu bisa diatasi dengan menggunakan 1 scene kosong di director untuk memanggil story board,” ungkap Yana, mahasiswa STIKOM Bali. Ke depan, Yana dan Andri mengaku akan lebih me mantapkan games yang sudah mereka buat ini. “Nanti kalau sudah di-publish, kami berharap games ini menarik perhatian dan bisa booming. Setelah itu, kami akan membuat games lain,” tegas Andri. –Ngurah Budi
Yana dan Andri saat mendemokan games “Yuk Peduli Lingkungan”
Mindset Seorang Drug-Free Fitnessmania (4) Mindset #3: Makin Saya Belajar, Makin Saya Menyadari Betapa sedikitnya yang Saya Ketahui. “Apa yang Saya Ketahui, itulah yang Membuat Diri Saya Tumbuh dan Berkembang” Tubuh manusia adalah semesta yang begitu menakjubkan dan tak kalah menakjubkannya dibandingkan alam semesta di luar tubuh kita. Masih banyak sekali mengenai tubuh manusia yang belum kita ketahui. Demikian juga penerapan prinsip-prinsip latihan, pengaturan pola makan, dan istirahat teratur. Seorang fitnessmania natural selalu berpikir ia belum tahu cukup banyak, dan senantiasa giat mencari pengetahuan yang tepat melalui sumber-sumber terpercaya, serta mengkonfirmasikannya dengan penerap an-penerapan yang akurat pada dirinya sendiri. Keberhasilan membangun fisik yang sehat dan kuat adalah sebuah proses yang panjang, dan sebenarnya tidak pernah ada kata berakhir. Lalu, apabila tujuan itu tidak berakhir, bagaimana sebaiknya kita menapak pada jalan yang tak berakhir ini? Baginya, perjalanan melatih tubuhnya, memberi nutrisi yang tepat, meluangkan cukup istirahat adalah keberhasilan itu sendiri. Di dalam keberhasilan tersebut, muncul banyak keberhasilan lain dari inspirasi
yang tanpa sadari telah ia berikan kepada orang lain, pengalaman baru dari membuktikan teori-teori latihan dan nutrisi yang pernah ia pelajari, juga pengalamannya menaklukkan godaan untuk mengonsumsi terlalu banyak makanan yang kurang menyehatkan. Fitnessmania natural memiliki keyakinan performa, prestasi, atau penampilan fisik yang terbaik dari dirinya sendiri tergantung pada komitmen dirinya sendiri menerapkan hal-hal yang lebih baik lebih lama, bukan pada obat-obatan atau teman-teman palsu yang menyamar sebagai ahli yang peduli. Ia percaya, se iring perjalanannya yang disertai niat baik, informasi, orang, dan pengetahuan baik juga akan menghampiri dirinya yang akan semakin memudahkan dirinya meraih apa yang ia cita-citakan. Mindset keliru mengajak kita untuk berpikir bahwa orang yang memiliki badan yang lebih bagus dari dirinya pasti menggunakan steroids, dan yang lebih bagus itu umumnya menggunakan jenis steroids yang lebih banyak dan lebih tinggi dosis dari masing-masing jenis. Satu-satunya bekal ‘kemajuan’ bagi mindset keliru adalah mentalitas “lebih banyak obat berarti lebih baik”. Hingga pada akhir nya, mentalitas ini beradu dengan kemampuan tubuhnya yang terbatas untuk menerima dosis-dosis baru yang lebih tinggi. Cepat atau lambat dampak penyalahgunaan obat ini pada akhirnya akan dirasakan oleh penganut mindset ini. “Tidak mungkin” adalah kosa kata yang akrab hinggap dalam mindset ini. Penganggapan bahwa untuk memiliki fisik prima dan meraih gelar juara binaraga natural adalah
ilusi belaka. Mindset keliru lebih memilih untuk percaya bahwa para juara binaraga natural adalah para pemakai steroids yang bisa menipu hasil tes doping. Mindset keliru tidak memiliki keyakinan yang murni pada kemampuan tubuh manusia untuk meraih hal-hal luar biasa secara alamiah. Ia lupa, di awal kehidupannya, tubuhnya bisa berkembang pesat hingga 300% dalam kurun 1 tahun, tanpa berolahraga, dan hanya dengan mengonsumsi air susu ibu. Kesederhanaan bahwa dengan kerajinan dan konsistensi menerapkan ilmu-ilmu fitness yang tepat setiap orang memiliki peluang yang sama untuk menjadi dirinya yang terbaik, bagi mindset keliru adalah sebuah dongeng pengantar tidur. Ibarat sebuah menara, mindset fitnessmania natural akan selalu ingin naik ke tingkat yang lebih tinggi menuju ke puncak, karena ia sadar makin tinggi dirinya pandangan pengetahuan dan wawasannya semakin jauh dan luas. Mindset keliru akan puas menghentikan upaya belajar dan latihannya di lantai yang lebih rendah serta mengira pengetahuan dan wawasannya adalah yang terluas.
21 - 27 april 2014
l i f e s to ry
Menjual Suara di Jalanan
7
Berbekal sebuah gitar tua, Mince (bukan nama sebenarnya) bernyanyi dari satu tempat ke tem pat lainnya di Lombok. Dengan penuh percaya diri, ia menghibur para tamu warung-warung kaki lima yang berjejer di pinggir sepanjang jalan Cakranegara. Berkaus oblong dan ber celana jeans setengah robek juga dengan pet yang sengaja dipasang miring, siapa sangka usia pengamen yang telah mengamen dari Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat ini telah leb ih dari 70 tahun. Ia sangat lincah. Gaya bicaranya ceplas ceplos dan ia sangat tidak suka jika ada yang melecehkannya. “Karena saya pengamen kadang ada yang suka melecehkan dengan sikap nya. Padahal saya juga sedang bekerja bukan sedang meminta-minta,” ungkap Mince.
M
engandalkan suaranya yang pas-pasan de ngan segudang lagu dangdut yang dihafalkannya, lebih dari 30 tahun Mince “menembus” keramaian kota-kota di Pulau Jawa, Bali, dan NTB untuk “menjual” suaranya di jalanan. Dinginnya malam yang dilalui selama hidup mengamen di jalanan tidak membuatnya patah semangat. “Hidup saya dari mengamen, maka tidak ada yang berat buat saya untuk melakukannya,” katanya. Awal ia mengamen diakuinya karena tidak ada pekerjaan lain yang bisa dilakukannya. Sebagai orang yang sama sekali tidak pernah mengenyam bangku sekolahan, memang tidak ada pekerjaan lain yang bisa dilakukannya. Karena itu ia memantapkan pilihannya sebagai pengamen. Pilihan ini bukannya tanpa risiko. Kedua anaknya yang kini telah berumah tangga, sama sekali tidak pernah mengizinkannya menjadi pengamen. Karena itulah ia tidak berani lagi mengamen di Jawa dan pindah ke Bali selama empat tahun pada tahun 1997-2001. “Saya tidak berani mengamen di Jawa karena jika ketahuan anak saya, dia akan marah besar,” katanya sambil menyebutkan kota kelahirannya di Jawa Timur. Di Bali ia juga menjalani profesi yang sama. Neli (nenek lincah) ini juga mulai belajar pijat untuk menambah penghasilannya. Biaya hidup di Bali yang untuknya sangat besar, membuat ia memilih pindah tempat lagi ke Nusa Tenggara Barat, khususnya di Lombok. Berjibaku dengan pasukan Tibum (ketertiban umum), terutama di Jawa menjadi kesehariannya. “Kalau sudah ada razia, saya harus lari tunggang langgang “menyelamatkan” diri agar tidak ditangkap,” katanya. Karena kalau ditangkap maka hilanglah mata pencahariannya dan ia tidak dapat bekerja lagi. Itu artinya, ia tak dapat makan selama tidak bekerja. Penghasilannya sehari dari mengamen diakuinya cukup untuk makan sehari-hari dan membayar
biaya kos sekitar Rp 300 ribu/ bulan. “Sehari kalau lagi ramai bisa dapat Rp 60-Rp 80 ribu. Jka sepi hanya Rp 20 ribu,” katanya. Saat ditanya mana tempat yang paling baik memberikannya penghasilan dari semua kota yang sudah dilaluinya, ia menjawab di Mataram. Ia termasuk pengamen yang gigih. Di NTB, tidak hanya Lombok yang membuatnya betah mengamen tapi ia juga mengamen hingga ke Sumbawa sampai ujung timur NTB, Bima. Ia mengamen bersama dengan suaminya yang usianya juga tidak terpaut jauh. Selama mengamen ia dan suaminya menghindar dari “radar” anakanaknya yang selalu mencarinya. Ia sama sekali tidak ingin anakanaknya mengetahui di mana mereka berada, karena menurutnya, jika anak-anaknya tahu ia akan kena marah dan akan dijemput dan dipaksa pulang. Anak-anaknya memang bukan orang berada, namun mereka rupanya menginginkan orangtuanya berhenti bekerja keras dan bisa menikmati masa tua seadanya. “Kalau tidak bekerja, badan saya sakit semua. Lagi pula saya tidak ingin merepotkan anak-anak saya. Untuk hidup mereka saja pas-pasan saya tidak mau menambah beban mere ka,” ungkap nenek empat cucu ini. Kini, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ia juga bekerja sebagai tukang pijat. Sebatang rokok selalu menjadi temannya sesaat sebelum ia mulai memijat orang. Satu kali pijat ia mendapat bayaran sekitar Rp 25.000/orang. Penghasilan ini sebenarnya
Kota tua Ampenan, salah satu tempat Mince mengamen
jauh lebih besar dari penghasilan mengamen, jika saja tenaganya kuat. “Sehari kadang sampai 5 orang minta dipijat tapi saya tidak kuat,” katanya. Ia hanya mampu memijat dua orang saja. Itu artinya ia bisa mendapat Rp 50 ribu sehari. Namun, lagi-lagi, tidak tiap hari ada pasien yang dipijat dan tidak tiap hari pula ia kuat memijat. Karena itulah, mengamen jadi pekerjaan utamanya. Di usia yang semakin tua ini, ia memang berharap bisa pulang
kampung dan bertemu dengan anak-anak dan cucu-cucunya, menghabiskan masa tua bersama mereka. Namun, keberanian itu belum ada karena ia juga masih sangat membutuhkan pekerjaan mengamen. “Jika saja anak-anak saya memberi izin untuk mengamen di Jawa, alangkah bahagianya saya dan suami bisa dekat dengan anakanak dan cucu-cucu saya,” katanya sedih. Sebatang rokok menyela dalam hisapan yang dalam meng hilangkan kegalauan hati Mince.
Wajahnya keringatan dan pijatannya melemah. Tanda tenaga nya sudah tidak kuat lagi. Dalam desah nafas tersengal-sengal, ia juga terus bersemangat bernyanyi berkeliling dari satu warung ke warung lainnya di berbagai sudut Kota Mataram. Meski tenaganya melemah dimakan usia, namun semangatnya tidak pernah luntur. Pada saatnya nanti, Mince ingin kembali ke hadapan Sang Pencipta, bukan sebagai seorang pengamen.-Naniek I. Taufan
l i f e s to ry
6
21 - 27 april 2014
Keramahan Pembawa Berkah
Perjuangan Ni Nengah Mariani mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya tak kenal lelah. Dari pagi hingga malam hari ia mengumpulkan rupiah demi rupiah. Pagi, ibu tiga putri dan nenek lima cucu ini bekerja sebagai tukang ojek, sore hingga malam ia menjadi tukang parkir.
Ni Nengah Mariani
S
uasana gerimis kota Denpasar pada Kamis (17/4) malam tak menyurutkan mi nat warga untuk keluar rumah. Kondisi lalu lintas memang lebih sepi dibanding di sore hari. Jalan Diponegoro yang biasanya padat, terlihat agak lenggang. Seorang perempuan dengan seragam biru sibuk mengatur kendaraan yang mencari tempat parkir. Setelah pengendara motor itu mendapat parkir, perempuan itu duduk di sebuah kursi sembari mengawasi lalu lintas. Perempuan itu adalah Ni Nengah Mariani. Saat ditemui Tokoh di depan Toko Cantik, ia mau diwawancarai sambil beker ja mengatur parkir. “Saya jadi tukang parkir sejak tahun 2000. Awalnya diberi tahu Klian. Saya kaget juga begitu tahu pekerjaan yang ditawarkan menjadi tukang
parkir. Tetapi, saya lakoni saja,” tuturnya. Mariani mengaku hampir sebulan ia beradaptasi dengan pekerjaannya itu. Ia sempat takut berada di badan jalan. Masamasa penyesuaian bisa ia lewati dan mulai terbiasa menjadi tu kang parkir. Wilayah tugasnya di Jalan Diponegoro, mulai depan toko Raja Waras hingga bekas MA departement store. Agar mudah mengawasi wilayahnya, ia mengambil posisi stand by di tengah-tengah, antara Toko Can tik dan Toko Bata. “Dulu saya jualan nasi di Suci, tetapi karena Suci dibangun men jadi kawasan parkir, saya ber henti jualan. Kalau tidak bekerja darimana dapat uang. Makanya saya mau jadi tukang parkir,” ujar istri I Nyoman Lanus ini. Mariani bertugas mulai pukul 15.00 hingga 22.00. Pagi hari, tukang parkir yang bertugas Dewa Darsana. Tiap hari perempuan asal Gegelang, Karangasem ini harus menyetor uang ke kantor PD Parkir Denpasar Rp 100 ribu, kecuali hari Minggu Rp 61 ribu. Penyetoran dilakukannya sem inggu sekali. Dari setoran ini akan dihitung persentasenya yang ke mudian menjadi gaji bulanan untuk Mariani. Rata-rata ia mendapatkan gaji Rp 1 juta per bulan. Kalau hujan, Mariani tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa pasrah dan melapor ke kantor. Berapa yang didapatkan, sejumlah itulah yang harus disetor. Maksimal ia bisa menyetor Rp 40 ribu. Sambil melakoni pekerjaan
21 - 27 april 2014
menjadi tukang parkir, Mariani membuka lapak kecil diantara Toko Cantik dan Toko Bata. Ia menjual minuman, snack, dan rokok. Hasil penjualan di lapak ini kadang dipakai untuk menu tupi uang setoran parkir. “Kalau uang setoran parkir kurang, saya pakai uang warung. Nanti kalau ada kelebihan uang parkir, saya pakai untuk mengembalikan uang warung. Lumayan bisa untuk sa ling menutupi,” ujarnya. Selain dari parkir dan warung, Mariani juga bekerja sebagai tukang ojek yang tugasnya meng antar-jemput anak tetangganya. Dari jasanya itu, ia mendapat ba yaran Rp 300 ribu per bulan. “Pagi sebelum pukul 07.00 saya harus menyelesaikan tugas rumah tang ga, pukul 07.00 mengantar anak tetangga yang sekolah di Kayu mas. Setelah itu mempersiapkan barang dagangan yang akan dijual sore hingga malam. Pukul 12.00 menjemput murid. Sampai di ru mah, istirahat sebentar, tidur satu jam lalu membereskan urusan ru
mah. Pukul 15.00 sudah mulai jadi tukang parkir,” papar perempuan yang ramah terhadap pengendara maupun pengemudi yang parkir di wilayahnya ini. Ia mengaku keramahan ini membawa berkah bagi dirinya. Orang yang memarkirkan ken daraan kadang memberinya uang lebih. Selain itu ia juga berusaha memberikan pelayanan terbaik dengan membantu mendorong atau menarik motor. Namun, ada juga orang yang cuek dan tidak membayar uang parkir. Mariani tak mempermasalahkan orang seperti itu, ia biarkan saja. Tetapi, kalau orang seperti itu datang lagi, akan diarahkan parkir di lapangan Puputan Badung. “Sudah dibantu malah kabur. Besok-besok parkir di Puputan saja,” ujarnya sembari terkekeh.Bagi yang sudah biasa parkir di wilayah Mariani, sering memberikan uang lebih. Jika uang parkir motor Rp 1000, dia diberi Rp 2000 atau mobil yang biasa bayar Rp 2000 malah memberi Rp 5000 tanpa meminta kembalian.
Uang-uang pemberian ini dikum pulkan Mariani untuk biaya hidup sehari-hari dan membayar uang kontrakan rumah. “Suaminya dari Suci tetapi kami tidak punya ru mah, jadi kami mengontrak rumah Rp 3 juta per tahun,” ujarnya. Di rumah ini, Mariani tinggal bersama suami dan satu putrinya Kadek Sukerni yang bekerja di toko emas. Dua putrinya yang lain, Putu Suk erti dan Luh Sri sudah menikah. Suka duka sebagai tukang parkir bagi Mariani lebih banyak sukanya. Ia bisa ngobrol dengan orang-orang yang ditemui bahkan bercanda dengan mereka. “Ka lau saya judes, orang tidak mau parkir, saya yang rugi. Makanya harus ramah. Duka ya kalau hu jan, tidak bisa berbuat apa-apa,” ungkap Mariani. Ia tetap bersyukur atas apa yang sudah didapatkan. Sepanjang masih kuat, ia ingin terus menjadi tukang parkir. Selama ini, ia juga bersyukur diberi kesehatan yang baik. Mariani termasuk orang yang jarang ke dokter. Jika merasa tak enak badan, ia minta dipijat atau dikerok, sete lah iu sembuh.”Setahu saya kalau sakit ada biaya pengganti dari kantor. Kami cukup diperhatikan. Waktu ayah saya mening gal, ada uang duka dari kantor Rp 1 juta,” ujar anak kedua dari tujuh bersaudara ini. Kepada kaum perem puan, Mariani berharap perempuan jangan terlalu manja. “Perempuan harus punya tekad kuat untuk maju dan meraih apa yang diinginkan,” tegasnya se raya mengatakan ingin menikmati masa tua de ngan bekerja secara santai tapi bisa menghasilkan uang ini. -Ngurah Budi
19
Back Up Boleh, Intervensi Jangan Orangtua yang anaknya sudah menikah mungkin merasa “kehilangan”. Masa-masa kebersamaan harus dikurangi karena anaknya sudah menjadi bagian dari keluarga lain. “Kehilangan” anak perempuan paling dirasakan sangat berat.
“O
Mariani melayani pembeli di lapak kecilnya
S U D U T PA N D A N G
rangtua saya hampir tiap hari me nelepon. Ada saja yang ditanyakan, mulai dari urusan kesehatan, keadaan cucu, sampai mengingatkan tentang acara di rumah,” ujar Paramita KW yang sudah dikaruniai dua anak ini. Kadang orangtua juga mem inta Mita pulang tetapi kalau tidak sibuk. Kalau sibuk, boleh tidak pu lang. Dari beberapa pengalaman, Mita mengetahui orangtuanya san gat kangen dengan dirinya, karena itu ia selalu diharapkan untuk pulang. “Kalau saya pulang, orang tua yang tadinya bekerja langsung menghentikan pekerjaann ya. Apalagi kalau anak saya ikut, pasti langsung digendong. Anak saya yang perempuan adalah cucu perempuan satu-satunya. Yang lain cucu laki-laki,” tutur perem puan yang sudah menikah selama 10 tahun ini. Jarak antara rumah orangtua Mita dengan rumah tempat Mita tinggal beda kabupaten tetapi ja raknya relatif dekat. Namun kare na kesibukan pekerjaan kantor dan urusan banjar di tempat tinggalnya, ia pun jarang pulang. Sebulan atau dua bulan sekali ia pasti menyem patkan pulang untuk menghapus kerinduan terhadap orangtuanya. Saat hari raya Galungan juga men jadi waktu wajib untuk pulang sekalian sembahyang. “Saudara saya perempuan semua. Tiga sudah menikah, satu belum tetapi akan segera menikah. Karena semua anaknya perempuan makanya rasa kangen orangtua sangat tinggi. Saat kami pulang dan berkumpul merupa kan momen yang membahagiakan bagi orangtua,” kenang perem puan yang bekerja di sebuah perusahaan swasta ini. Dr. AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H.,M.M.,M.H. menga takan harus disadari keberadaan kita hingga hari ini ada campur tangan orangtua yang sudah ikhlas berkorban dari dalam kandungan hingga melahirkan, menyusui, membesarkan, menumbuhkem bangkan hingga kita mampu membentuk rumah tangga. “Kita wajib selalu hormat dan berbakti kepada orangtua juga mertua yang telah memberikan keper cayaan pada kita hidup berumah tangga,” ujar Ketua Umum BKOW Daerah Bali ini. Gung Tini menerapkan sikap hormat melalui bakti kepada orangtua maupun mertuanya tidak ada bedanya. Baginya, orangtua dan mertua mem berikan kontribusi yang positif bagi dirinya. “Menghormati guru rupaka (orangtua) yang telah mengadakan kita adalah jalan yang sangat mulia untuk sebuah kebahagiaan kita. Caranya dengan selalu menuruti dengan ikhlas apa yang telah diperintahkan oleh
orangtua,” imbuhnya. Dengan cara selalu menuruti, ada rasa bahagia di hati orangtua. Keikhlasan, dalam arti apa yang telah dituruti apakah baik atau tidak bagi diri kita sendiri tidak akan menghilangkan apa pun dari diri kita. Dengan cara menjaga nama besar orangtua, menjaga nama besar mertua, dengan menjaga dan merawat suami atau istri dan ketika anak lahir dan dibesarkan dalam kebahagiaan itu semua cara hormat kepada orangtua dan mertua. Cara-cara yang nyata dapat dilihat atau tidak namun membawa dampak pada kebahagiaan itu adalah bakti. Perempuan yang juga Ketua Perwatusi Bali ini menegaskan hormat hanya dapat diwujudkan melalui tindakan, dan tindakan itulah bakti. Selanjutnya bakti itu yang nantinya melancarkan semua yang akan kita jalani, bonusnya adalah kesuksesan. Bagi Made Herry Erika Sedana A.Md., S.E., senior professional logistics & supply chain, menjaga hubungan dengan mertua, dibuat nya sederhana saja. “Treat them with respect. Ibu kandung dan ibu mertua adalah orang-orang pen ting dalam hidup saya yang harus selalu saya jaga,” ujarnya. Apa pun kondisi ibu kandung maupun ibu mertua, mereka tetap menjadi inspirasi bagi diri nya. Ia sangat bersyukur ketika kedua orangtua tersebut masih diberikan kesehatan. Menurut pengamatan Erika, ada seni tersendiri dalam menjaga hubungan ini. “Ibu mertua saya di rumah banyak direpotkan urusan tiga cucu yang semuanya laki-laki. Ibu mertua saya, pembawaannya sangat sabar. Beliau menjadi idola anak-anak saya juga. Sehari-hari, anak-anak tentu sangat dekat dengan neneknya,” ujar istri Putu Ari Sedana, S.T., M.M., ini. Erika mengatakan mindset atau cara berpikir banyak me mengaruhi hubungan. Mencoba untuk berpikir terbuka, positif dan ke depan adalah kunci dari hubungan yang dibina, baik dengan ibu kandung maupun ibu mertua. “Terkadang juga kita perlu melibatkan mereka untuk rencana besar ke depan. Apa pun itu. Pendapat mereka selalu kita diperlukan sebagai bahan pertim bangan tambahan,” tuturnya. Ia yakin orang sudah terbiasa dengan aplikasi circle of influence dan circle of concern dalam pengambilan keputusan seharihari. Perbedaan pendapat tentu bisa saja terjadi. Namun, bagaima na agar menghargai perbedaan pendapat, perlu kedewasaan pikiran dan sikap. “Ada hal yang bisa kita ubah (circle of influence) dan ada hal-hal yang tidak bisa kita ubah dan hanya menjadi bagian dari pemikiran dan analisa kita saja (circle of concern). Jadi saya rasa keterbukaan dalam diskusi
Retno
menjadi bagian yang sangat kuat dalam membina hubungan. Banyak menjadi pendengar,” ujar Erika. Wanita karier atau wanita entrepreneur sekarang kata Erika memang tampaknya supersibuk dengan berbagai macam kegiatan di luar rumah. Di luar rumah, se bagai leader, wanita tentu banyak berbicara. Dalam diskusi formal atau nonformal, pemimpin wanita banyak dituntut untuk bicara dan berbagi ilmu untuk kemudian sama-sama mengambil intisari dari diskusi itu. “Namun, di rumah da lam interaksi dengan ibu kandung atau ibu mertua, saya rasa semua juga setuju bahwa kita memainkan peran agar lebih menjadi pen dengar yang positif dan pendengar dengan empati,” paparnya. KHAWATIR BERLEBIHAN Psikolog Retno IG Kusuma me ngatakan perilaku orangtua dalam menghadapi anak dan menantu ter gantung dari per siapan mer eka. Jika anaknya akan berkeluarga dan itu sudah diper siapkan dengan matang, orangtua akan lebih yakin dengan kemam puan anaknya. Kadar kekha watirannya kecil. Sebaliknya, jika anaknya akan mengarungi ke hidupan rumah tangga dalam waktu yang relatif dekat dan men dadak, kekha watiran orangtua akan muncul. Ka dar kekhawatiran makin besar. “Orangtua seringk ali kha watir apakah anaknya, terutama anak perempuan nanti bisa menja di istri yang baik, menjadi ibu yang baik. Kekhawati ran ini juga ter gantung keleka tan orangtua de ngan anaknya,” ujarnya. Bagi orang tua yang merasa
Gung Tini
anaknya tidak mampu untuk mengurus rumah tangga sendiri, orangtua akan turut campur bah kan mengintervensi. Hal ini akan membuat si anak dengan keluarga barunya terhambat untuk menun jukkan kemandirian. Masing-mas ing keluarga memiliki pola sendiri untuk membentuk keluarga ala mereka. Terlalu banyak intervensi akan memberikan dampak negatif pada keluarga anak. Retno menyarankan orang tua yang memiliki anak sudah berkeluarga agar bersikap wajar. Biarkan anak-anak tumbuh ses uai dengan perkembangannya. “Biarkan anak-anak mengarungi kehidupan rumah tangga dan biarkan mereka yang mengam bil keputusan. Orangtua hanya menjadi pendengar yang baik. Orangtua harus ikhlas memberi
Erika
kesempatan kepada anaknya untuk belajar mengurus rumah tangganya. Kekhawatiran ber lebih tidak bagus untuk perkem bangan mental anak. Orangtua hanya boleh mem-back-up tanpa mengintervensi,” tandasnya. Salah satu kiat bagi pasang an yang akan menikah adalah mengikuti konseling pranikah dan belajar dari pengalaman sekeliling. Melalui konseling bisa dipelajari bagaimana cara meng atasi masalah yang mungkin timbul dalam kehidupan rumah tangga. Selain konseling, bela jar dari pengalaman orang lain yang berada di sekitar kita juga menjadi wahana untuk belajar. Retno mengingatkan, semua harus dilalui dan ada proses yang harus dilewati. –Sri Ardhini/Ngurah Budi
20
NINE
21 - 27 April 2014
Hj. Sitti Rokhmi Djalillah
Prinsip hidup sederhana yang diteladani Hj. Sitti Rokhmi Djalillah dari ayahandanya, HM. Djalaluddin, mantan birokrat di Nusa Tenggara Barat, secara tidak langsung mempengaruhi cara berpikir mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur, yang baru saja mengakhiri masa tugasnya ini pada tahun 2013. Tidak ingin “ribet”, melainkan menjalankan kehidupan ini dengan apa adanya. Selain itu, dalam kesehariannya, Emi, sapaan akrab Sitti Rokhmi memang membawa kesan sederhana dalam dirinya.
Emi (paling kiri) dan Ummi Rauhun (dua dari kanan) saat mendampingi adiknya TGH. M. Zainul Majdi, ketika menerima penghargaan dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara
S
elain teladan dari ayah andanya, Emi juga me neladani Sang Bunda, Ummi Hj. Siti Rauhun Zaenuddin Abdul Majid, tokoh perempuan, tokoh pendidikan di Nusa Tenggara Barat yang juga tokoh agama, sebagai seorang perempuan luar biasa di matanya. Baginya, Ummi Rauhun telah meng ajarkan ia bagaimana pentingnya menjaga hati yang bersih dalam menjalani kehidupan. “Ummi saya adalah wanita yang luar biasa, be liau mengajarkan saya bagaimana pentingnya menjaga hati yang bersih dalam menjalani kehidupan ini. Beliau juga yang mengajarkan saya bagaimana harus memulai segala sesuatu dengan niat ibadah,” ungkap Emi. Rupanya selain ayahandanya, sosok Ummi Rauhun yang meru pakan puteri pertama dari Almagh furlah Tuan Guru Kiai Haji Mu hammad Zaenuddin Abdul Majid, pendiri organisasi Islam terbesar di Nusa Tenggara Barat, Nahdlatul Wathan ini, sama berpengaruhnya bagi Emi. Begitu banyak tauladan yang dicontohkan oleh ibundanya ini tentang bagaimana menjalani kehidupan ini dalam “kesadaran” yang tetap terjaga dengan baik. Ia juga yang selalu mengingatkan un tuk mengejar barokah dalam hidup ini. “Berdoalah untuk mendapat kan ilmu dan rizki yang barokah pula. Karena ilmu tidak ada artinya jika tidak bermanfaat bagi orang banyak, dan rizki tidak ada artinya jika tidak bermanfaat dunia dan akhirat,” ujarnya. Dengan bekal dari Umminya itulah, Emi merasa dapat melalui perpindahan profesi dari seorang profesional yang telah memiliki pekerjaan yang mapan ke dunia politik dan kini ia berpindah lagi
untuk memimpin perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan. “Saya syukuri semuanya dan menjadikan nya sebagai tempat beribadah,” katanya. Hal inilah yang membuat Emi senang menjalani amanahamanah yang diberikan padanya. Emi lahir dari ayah dan ibu yang sangat menjaga nilai-nilai dan men didik ia dan saudara-saudaranya dengan keteladanan yang sangat kuat. Dan, ini sangat mempe ngaruhi perjalanan hidupnya baik secara mental maupun sprititual. Meski lahir dari keluarga yang sangat dikenal setidaknya di NTB, ia dan saudara-saudaranya tidak terlena melainkan menjalankan kehidupan dan mengejar cita-cita mereka masing-masing dalam kesadaran “berjuang”. Bahwa, hidup itu harus diper juangkan dengan konsekuensi bahwa mereka harus bersusah payah lebih dahulu untuk bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik kelak. Melihat perjalanan keluarga mereka yang dilingkupi prinsip-prinsip moral yang baik, Emi dan keempat adiknya, M. Syamsul Luthfi (mantan Wakil
Bupati Lombok Timur), M. Zainul Majdi (Gubernur Nusa Tenggara Barat), M. Djamaluddin, serta Sitti Suraija, menapaki tangga-tangga pencapaian yang terus menanjak. Sebagai anak sulung, Emi men jadi teladan bagi keempat adiknya. Ia tanamkan prinsip yang kuat, bahwa jika ingin meraih sesuatu harus dengan kerja keras dan tanggung jawab. Karena baginya, sesungguhnya tidak ada yang tidak dapat diraih dengan sebuah tekad yang kuat dan kerja keras sungguhsungguh. Hal inilah yang membuat Emi sukses dalam berkarir. Emi yang lebih dulu beranjak be sar, ketika sekolah di SMPN 2 Mataram, pulang dan pergi sekolah, lebih sering jalan kaki, sesekali pula menumpang bemo kota. Hanya ketika ia meraih juara umum pada saat kelas dua SMP itu, ia mendapat hadiah dari ayahnya berupa sebuah sepeda motor. Sepeda motor itu ia gunakan sampai lulus kuliah tanpa pernah meng gantinya. Ia hargai benar pembe rian ayahnya itu karena fungsinya yang dapat mempermudahnya dalam hal transportasi, bukan untuk gaya hidup. Ketika kuliah di Institut Teknik Surabaya (ITS) jurusan Teknik Kimia, sejak tahun 1987, ia juga menjalani hidup sederhana. Emi telah belajar hidup mandiri de ngan memanajemen dirinya sejak di bangku kuliah. Dengan Rp 200 ribu kiriman orangtuanya, ia mem bagi uang tersebut untuk semua keperluannya, termasuk keperluan kuliah. Dari uang yang tidak banyak itu, ia bahkan bisa menyisihkan untuk ditabung guna keperluan
Sitti Rokhmi berbincang bersama Brigjen. Pol. Mochamad Iriawan (sekarang Irjen) dan Kol. Inf. Sofian Chandra (Kapolda NTB dan Danrem 162/Wirabhakti), kala ia menjadi Ketua DPRD Lombok Timur, sebelum rapat paripurna pelantikan Bupati Lombok Timur
Sitti Rokhmi
mengingat fungsi dewan yang sangat strategis pula, yakni dari sisi budgeting controlling dan pembuat peraturan daerah. Menurutnya, ternyata begitu banyak yang bisa dilakukan untuk mengabdi pada masyarakat melalui DPR. Karena politik itu ibarat gelas bening. Tergantung masing-masing orang, mau mengisi gelas tersebut dengan susu atau racun. “Kalau diisi susu
Sitti Rokhmi Djalillah dalam berbagai aktivitas
Foreman. Setelah sembilan tahun bekerja di perusahaan itu, ia tertarik terjun ke dunia politik. Sejak tahun 20092013, ia berkiprah di Dewan Per wakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Lombok Timur, NTB dengan menjadi ketua dewan tersebut. Saat ini ia mendapat tu gas sebagai ketua STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Penge tahuan) Hamzanwadi Selong. Dalam kesibukannya itu Emi masih sempat memikirkan untuk melanjutkan pendidikannya. Ia kembali kuliah S-2 di UNS (Uni versitas Negeri Sebelas Maret ) Solo, Jurusan Pendidikan Sains, tahun 2010 sampai dengan 2012. Tidak berhenti sampai di situ, tahun 2013 ia mulai melanjutkan pendidikan S-3 di UNJ (Universitas Negeri Jakarta) Jakarta, Jurusan Manajemen Pendidikan. Saat memimpin DPRD Lombok Timur, ia mampu menjaga kekom pakan dalam institusi ini hingga akhir masa jabatannya. “Walaupun DPRD itu lembaga politik, tapi alhamdulillah selama berada da lam institusi tersebut kami semua kompak berpikir yang terbaik untuk Lombok Timur,” katanya. Ia maknai benar keberadaannya di DPRD sebagai sebuah tem pat yang sangat strategis untuk memperjuangkan masyarakat
5
Ni Wayan Kartini
Kartini NTB yang Bekerja dengan Ibadah kuliah yang lebih besar di akhir semester atau akhir tahun. Karena rajinnya menabung itulah, selama kuliah, Emi tidak pernah banyak merepotkan orang tua di luar dari kebutuhannya. Emi juga sadar, bahwa ia ingin hidup biasa saja dan menikmati apa yang diberikan orangtua dengan cara mengelolanya sebaik mungkin. Si sulung yang kecenderungan nya mengayomi adik-adiknya ini adalah perempuan yang pintar dan cerdas. Sejak kelas 1 SD di SDN 3 Mataram (sekarang SDN 6 Mataram), SMPN 2 Mataram, hingga tamat SMAN 1 Mataram, jurusan fisika, ia selalu menjadi bintang kelas sebagai juara satu. Bahkan, hampir dalam seluruh perjalanan sekolahnya, ia berhasil keluar sebagai juara umum. Setelah tamat SMA, Emi melanjutkan pendidikannya di ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Surabaya, Fakultas Teknologi Industri Jurusan Teknik Kimia. Ia menjadi insinyur pada tahun 1992. Atas keahliannya itu, pada tahun 2000, ia bekerja di PT Newmont Nusa Tenggara bagian Mine Water Management, General
INSPIRASI
21 - 27 April 2014
dan diminum maka akan sangat memberi manfaat, namun jika diisi racun akan membawa mudarat,” tegasnya. Sebagai Ketua Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Wathan yang bergerak di bidang pendidikan sosial dan dakwah dengan rutin melaksanakan selain dakwah juga membantu program pemerintah di bidang kependudukan khusus nya keluarga berencana, berupa penyuluhan dan pelayanan KB gratis yang hasilnya sangat sig nifikan karena memberdayakan struktur organisasi dari pusat sampai ranting (dusun). Selain itu, ia juga melakukan kegiatankegiatan yang langsung bersen tuhan dengan masyarakat khusus nya masyarakat pedesaan seperti, penyuluhan tentang pentingnya pendidikan, wajib belajar, pola hidup sehat dan pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya masyarakaat di pedesaan. Semua ini dilakukannya atas dasar prin sip hidup yang dimilikinya yakni melakukan segala sesuatu dengan niat ibadah, niscaya semuanya akan dimudahkan oleh Allah SWT. Dengan berbagai aktivitas yang dijalankan dengan tetap mem pertimbangkan nilai-nilai ini, Sitti Rokhmi Djalillah, pantas disebut sebagai Kartini masa kini. -Naniek I. Taufan
Kisah Gemitir di Kaldera Gunung Batur Untuk menjadi teladan, tak harus melakukan sesuatu yang besar. Namun, cukup melaku kan sesuatu yang sederhana secara bersung guh-sungguh sehingga manfaatnya dirasakan orang banyak. Kalimat ini cukup mewakili sepak terjang Ni Wayan Kartini (57), perem puan asal Songan, Kintamani, Bangli, yang juga peraih predikat Ibu Teladan se-Bali 2011.
T
erlahir dari kelu arga petani, se jak kecil Kartini sudah terbiasa membantu orangtuanya meng garap lahan pertanian di kaldera Gunung Batur. Dari 50 kg bibit yang ditanam, setidaknya Kar tini kecil menanam 10 kg-nya. Hasil tanamnya pun lebih bagus dari yang lainnya. Apa pun yang ditanam Kartini, selalu hasilnya lebih bagus. Meski hanya tamatan SD, semangat belajar perempuan kelahiran 21 April 1957 ini tak pernah pupus. Kapan pun dan di mana pun, Kartini selalu sempat mencuri ilmu dan menularkan nya kepada masyarakat Desa Songan, Kintamani, Bangli, desa yang membesarkannya, tempat ia dan keluarganya bertumbuh. Kartini menikah dengan seorang mantri asal Peliatan Ubud, I Nyoman Sadia, tahun 1975. Pa sutri ini memutuskan menetap di Songan karena tugas Sadia sebagai paramedis tak bisa ditinggalkan. Meski demikian, sesekali pasutri ini pulang ke kampung halaman Sadia di Ubud, tempat anak-anaknya bersekolah. Dari sini pula, Kartini mengaku mendapat ilmu mejejahitan. Ilmu ini kemudian ia tularkan ke masyarakat Desa Songan. Demikian halnya dengan ilmu holtikultura. Kartini selalu belajar melalui buku dan melalui mahasiswa-mahasiswa PPL dan KKN di sana. Ia belajar tentang bibit dan cara bercocok tanam yang baik. Ilmu bertani ini dibagikannya ke masyarakat, hingga hasil ladang mereka pun meningkat, dan sangat berpengaruh pada perekono mian mere ka. Kar
tini menggagas terbentuknya Kelompok Wanita Tani (KWT) di desanya, dan dipercaya men jabat ketua sejak berdiri 18 tahun lalu sampai sekarang. Ia termotivasi membentuk kelom pok wanita tani karena tanah di kaldera Gunung Batur sangat produktif dibandingkan lahan sawah. Hasilnya bisa 20 kali lipat daripada hasil lahan sawah. Ia berdayakan tanah di kaldera itu bersama anggota kelompok dan warga desa lainnya. Roda perekonomian Desa Songan 99% menggelin ding dari ha sil pertanian. Berkat adanya kelompok ini, masyarakat bi sa menabung sebagian hasil pertanian me reka. Aktivitas kelompok sudah dirasakan man faatnya dan di nikmati hasilnya oleh masyarakat setempat. “Dalam perkembangan nya kini, kelom pok ini tak hanya beranggotakan wanita, laki-laki juga. Sekarang anggotanya 25 orang dengan mengerjakan lahan seluas kurang lebih 800 are,” papar Ketua Kelompok Tani Br. Ulun Danu, Desa So ngan, Kintamani, Bangli ini. Di kelompok tani ini, mereka bisa mengakses informasi lebih tentang berco cok tanam,
Ni Wayan Kartini saat dinobatkan sebagai Ibu Teladan Bali 2011
Ni Wayan Kartini
serta ada fasilitas simpan-pinjam yang bisa dimanfaatkan untuk membantu usaha pertaniannya. Saat ini, Kartini memiliki la han 2,5 hektare yang lokasinya berpencar. Di lahan-lahan itu ia tanami
bawang merah, cabe, kubis, tomat, kacang buncis, bunga gemitir, bunga kem bang seribu, dan labu siam. Ia menjelaskan, tiga tahun tera khir 50% masyarakat di desanya mulai menanam labu siam ka rena dinilai lebih hemat dan menguntungkan. Hanya dengan masa tanam empat bulan, labu siam sudah bisa dipanen, dan berlanjut setiap minggunya, hingga lima tahun. “Labu siam ini pertumbuhannya gampang. Jika musim panas mati, saat musim hujan akan tumbuh lagi,” ujarnya. Dari 10 are yang ditanami labu siam, bisa menghasilkan Rp 1 juta per minggunya. Sebagian besar hasil pertaniannya ini dijual ke Pulau Jawa. Kartini mensyukuri lahan di kaldera Gunung Batur ini cukup subur, se hingga sebagian besar yang ditanami bisa tumbuh dengan baik. Seperti bawang merah. Meski bawang putih dan bawang merah bisa tumbuh bagus, dari
hitung-hitungan bisnis, Kartini mengungkapkan bertani bawang merah lebih menguntungkan. Masa tanam bawang merah hingga panen, 50 hari-70 hari. Sementara b a w a n g p u t i h , hingga 100 hari. Meski dengan me nanam 1 kwintal sama-sama bisa memanen 15 kwintal, proses untuk bawang putih siap dijual sangatlah lama dibandingkan bawang me rah. “Jadi, saya tanam bawang merah saja, leb ih menguntung kan,” ujarnya. Namun, ada juga yang tidak berhasil ia ta nam, yakni melon dan semangka. “Bisa tumbuh, tapi rasanya kurang,” imbuhnya. Ada pengalaman unik yang dikisahkan Kartini untuk menda patkan hasil panen terbaik. Be berapa tahun silam ia terkagumkagum melihat bunga gemitir yang dibelinya di pasar Gianyar. Dari penjual bunga itu, ia me minta informasi pengepulnya. Dari pengepul ini kemudian ia mendapatkan informasi bunga gemitir yang besar-besar terse but didatangkan dari Baturiti, Tabanan. Kartini pun menelu suri ke Baturiti hingga ber temu dengan petaninya di Desa Mayungan, Tabanan. Petani itu mengarahkan Kartini ke sebuah tempat penyemaian gemitir yang lokasinya harus dilalui dengan berjalan kaki sepanjang 2 km. Perjuangannya tak sia-sia, bibit yang dibelinya itu kemudian di tanamnya di Desa Songan, dan hasilnya pun bagus. Saat musim panas maupun hujan, gemitir bisa tumbuh bagus di Songan. Kini, banyak daerah-daerah lain juga menghasilkan gemitir yang bisa hidup di dataran rendah maupun dataran tinggi. Karena
itu, terkadang harganya bisa anjlok hingga Rp 2 ribu per kilo gramnya. Namun, saat musim panas, di saat daerah-daerah lain tak bisa memanen gemitir, di Desa Songan justru bisa me manen dengan hasil yang lebih baik dibandingkan saat musim hujan. Saat inilah merupakan berkah bagi petani gemitir Desa Songan, karena harga bunga gemitir bisa melambung hingga Rp 30 ribu per kilogramnya. CUKUP DUA ANAK Kartini mengungkapkan rasa prihatinnya, banyak warga dan keluarganya tidak mampu me nyekolahkan anaknya setelah tamat SD karena memiliki anak banyak. ”Saya hanya berpikir bagaimana caranya membayar utang dengan cara menyeko lahkan anak-anak saya setinggi mungkin. Karena itu, saya me milih hanya punya dua anak,” ujar ibu dua putra, Pande Putu Setiawan, S.T., M.M. (M.B.A.) dan Pande Made Budiarta, S.T., ini. Dari putra-putranya ini pun ia banyak belajar. Seperti bahasa Inggris yang dipelajarinya secara otodidak, karena termotivasi akan kepintaran anak-anaknya berbahasa Inggris. Apalagi, ru mahnya ini kerap didatangi kaum ekspatriat terkait kegiatan putra sulungnya Pande Putu Setiawan sebagai founder Anak Alam, sebuah organisasi kepemudaan yang bergerak di bidang sosial, memberikan kesempatan anakanak kurang mampu untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak. Keluarga ini cukup disegani di desanya dan dikenal berjiwa so sial. Kerapkali kediaman pasutri Kartini dan Sadia, Paramedis Te ladan Pemprov Bali Tahun 2003 ini dipakai sebagai tempat rapat PKK dan lainnya plus dengan makanan dan minuman ringan ala kadarnya. Mereka dipakai panutan oleh warga dan kerap dimintai pendapat atau solusi dalam suatu hal. –Inten Indrawati
4
INSPIRASI
21 - 27 April 2014
Kartini dan Organik Bicara soal organik di Bali, namanya begitu dikenal orang. Walaupun sudah mengantongi predikat doktor di bidang pertanian, penampil annya tetap sederhana. Dr. Ir. Luh Kartini, M.S., nama lengkap perempuan kelahiran 21 April 1962 ini. Ia tak malu mengaku se bagai petani. Bergelut dengan tanah dan cacing, kesehariannya di tengah kesibukannya sebagai Ketua Program Studi Magister Lahan Kering Konsentrasi Pertanian Organik, Fakultas Pertanian Unud. Mengapa ia merasa gundah melihat pertanian Bali?
S
ebagai anak petani di Desa Bulian, Kecamatan Kubutam bahan, Kabupaten Buleleng, Kartini kecil selalu diakrabkan dengan alam. Saat menginjak usia enam tahun, ia sudah diberi tanggung jawab memelihara bebek. Bagi Kartini saat itu, tak sulit menggembala bebek. Ia hanya perlu mencari beberapa ekor cacing di lahan pertanian ayahnya, dan melepas bebeknya di sungai untuk memberinya minum. Istri Drs. I Made Agustina ini menutur kan dulu saat bermain di sawah anak-anak tidak mampu berlarian di permukaan tanah karena kaki akan masuk ke dalam tanah sampai lebih kurang 60 cm karena tanah sangat gembur dan berhumus. Hal itu terjadi karena pemupukan dengan pu puk organik yang intensif. Ia pun dengan bebas minum air sawah. Kartini merasa alam benar-benar aman dan memberikan segalanya. Namun, perubahan besar terjadi di era akhir tahun 1970. Ketika itu, pertanian tradisional mulai diganti dengan pertanian modern. Pupuk urea dan pestisida ditawar kan pemerintah dengan janji peningkatan hasil produksi. “Kini setelah berkembang pupuk kimia, dan penggunaan pestisida, alam menjadi benar-benar rusak. Cacing tanah banyak mati,” ujarnya. Hal ini sangat menggugah hatinya sampai dewasa dan membawanya berjuang terus mengaungkan pertanian organik. Kartini mencoba menyu arakan kampanye bahaya pupuk kimia dan perlunya pupuk organik. Ia mulai bereksperimen dengan dirinya. Ia menemukan satu jenis cacing paling rakus, lumbricus rubellus, jenis cacing pe
makan sampah. Jenis itulah yang kini makin diakrabinya. “Ternyata cacing luar biasa. Dia makhluk lemah tapi perkasa. Selain indika tor kesuburan tanah dan dalam tubuhnya mengandung 80 persen protein yang dapat meningkatkan produktivitas ternak. Cacing memiliki semua mikroorganisme yang menguntungkan di alam tanah. Enzim lumbricunase yang ada dalam tubuhnya, mampu menormalkan metabolisme sel dalam tubuh yang memakannya,” kata Ketua Yayasan Bali Organik Association (BOA) ini. Selain memproduksi pupuk kascing yakni pupuk dari kotoran cacing, Kartini juga telah mencoba membuat tepung cacing untuk dijadikan obat. “Dari mulut ke mulut promosinya, banyak orang yang mencari ke rumah saya. Saya melayani petani hampir seluruh Bali,” ujarnya yang membuat satu koperasi dengan nama Koperasi Organik Mandiri Sejahtera dengan anggota petani di Bali. Saat ini, Kartini banyak melakukan bi naan kepada para petani di Bali. Salah satu yang sukses dalam kurun waktu dua tahun adalah Patuh dari Mambal. Hasil panen Patuh setelah melakukan pertanian organik, lebih bagus dan kualitasnya lebih baik. Saat ini, Patuh tidak lagi membeli gas elpiji un tuk memasak, tidak lagi membeli pupuk, dan tidak lagi menyisakan sampah rumah tangga. “Sampah rumah tangga yang sudah dipilah dijadikan makanan babi. Kotoran babi dimanfaatkan untuk pupuk pertanian dan biogas,” tutur Kartini. Padahal, kondisi tanah di daerah Mam bal rusak. Artinya, kalau di Mambal saja bisa dilakukan pertanian organik, apalagi di tempat lain yang tanahnya lebih bagus.
Dr. Ir. Luh Kartini, M.S. Tentu hasilnya akan lebih baik. Memang, ia mengakui, tak mudah mem menurut Kartini, apa bahan bakunya tidak berikan saran kepada petani untuk beralih diketahui. Kalau misalnya diambil dari tem ke organik. “Kami butuh waktu lama untuk pat pembuangan akhir (TPA) dan belum pendekatan ke masyarakat. Maklumlah dipilah, tentu mengandung logam berat masyarakat tidak mudah percaya. Saya yang berakibat pada kualitas yang jelek. datang ke balai banjar mencoba meng Menurutnya, pembuatan pupuk kas ajak warga untuk berdiskusi, apa masalah cing tak memerlukan proses yang sulit, mereka dan kami pecahkan bersama. apalagi bahan yang mahal. Petani hanya Akhirnya, metode tersebut, berhasil untuk perlu kotoran sapi dan sampah-sampah menarik perhatian petani melirik pertanian organik. “Kotoran sapi dan sampah dicam organik. Memang semua perlu waktu. Na pur dulu. Diamkan beberapa hari sampai mun, menurutnya, pendampingan sangat suhunya normal. Setelah itu diberi cacing. diperlukan. Dalam beberapa hari, hasil berupa pupuk Bagi Kartini, tidak ada lagi toleransi itu sudah bisa disebar di lahan pertanian,” penggunaan bahan-bahan kimia dalam kata Kartini. pertanian. “Kalau terus begini, kita bisa Artinya, pupuk yang didapat tidak hanya habis. Kalau sudah habis, bagaimana? Kita menyuburkan tanah karena meningkatkan akan kelaparan,” tambahnya. Ia sadar betul, aktivitas mikroorganisme dalam tanah, bukan hal mudah menawarkan kembali tapi juga dapat meningkatkan kualitas konsep pertanian organik kepada petani, produk pertanian, dan aman. “Kalau za di tengah zaman yang sudah membiasakan man dulu ada Balai Pengkajian Teknologi pemikiran instan. Tapi, pelan tapi pasti, Pertanian yang melakukan penelitian dan Kartini telah menggaet banyak petani, dan kajian. Sebelum pupuk sampai ke tangan ke depan akan jauh lebih banyak lagi. Pusat petani, ada tim melakukan kajian untuk pembuatan pupuk kascing yang dirintisnya, memberikan rekomendasi apakah pupuk kini menjadi pusat pendidikan bagi banyak ini layak digunakan. Sekarang ini semua sekali orang. Saat ini, di daerah Mambal langsung-langsung saja, pupuk langsung ke yang sudah mengikuti jejak Patuh cukup petani. Tidak ada lagi pengawasan,” ujarnya banyak sekitar 190 orang, dan yang sudah dengan nada masygul. berhasil sekitar 15 orang. Kartini siap memberikan pendam Ada satu harapan Kartini kepada peme pingan untuk petani yang ingin beralih ke rintah. Petani diberi subsidi pupuk organik organik, termasuk pemasaran hasil perta atau petani membuat pupuk organik dan nian organik. “Saat ini, hasil pertanian or pemerintah yang membeli, atau hasil per ganik petani Bali dibeli Bali Buda. Mereka tanian organik dibeli pemerintah. memiliki toko yang menjual hasil olahan Memang saat ini ada pupuk organik pertanian seperti jus buah dan sayur serta beredar yang dibeli dari luar Bali. Namun, saus,” kata Kartini. –Wirati Astiti
MANDALIKA
21 - 27 April 2014
21
TP PKK NTB
Gencarkan Program Antikorupsi Salah satu dukungan Tim Penggerak PKK Provinsi NTB kepada Pe merintah Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah melaksanakan pro gram antikorupsi, khususnya bagi perempuan. Untuk itulah, PKK Provinsi NTB bekerjasama dengan Australian Indonesia Patnership for Justice (AIPJ) yang beberapa lalu telah melakukan kunjungan Tim Monitoring dan Evaluasi tentang program tersebut.
Hj. Erica Zainul Majdi, saat berdialog dengan tim dari Australian Indonesia Patnership for Justice (AIPJ).
S
alah satu manfaat penting program antikorupsi ini bagi perempuan adalah dapat memberikan pengetahuan mengenai korupsi beserta regulasi nya, serta pengetahuan mengenai
tindak dan perilaku mana yang masuk kategori korupsi melalui pendidikan karakter. “Kita akan mencetak wanita berkarakter sebagai generasi penerus bangsa, yang beriman, berbudaya, dan berdaya saing, yang tercermin
pada kehidupan sehari-hari yang disiplin, jujur dan terbuka,” ung kap Hj. Erica Zainul Majdi, Ketua TP PKK Provinsi NTB. Erica menegaskan, bahwa tin dak korupsi sesungguhnya tidak hanya terjadi karena keinginan dari pribadi untuk melakukan ko rupsi, tapi juga dapat berasal dari ketidaktahuan dan hal-hal yang tidak direncanakan. Mengingat PKK merupakan organisasi yang memiliki jaringan hingga ke lini yang terkecil di tingkat keluarga, program ini diharapkan dapat memaksimalkan peran wanita sebagai agen penentu bagi pem bentukan karakter anak, suami, kawan, bahkan hingga lingkungan sosialnya. Untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi, Erica optimis program antikorupsi
Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, ketika membuka Seminar Nasional Internal Audit 2014
yang baru saja dimulai awal Februari 2014 ini, akan terus berlangsung dan sukses, meng ingat untuk tahap sosialisasi awal yang melibatkan berbagai unsur dari kabupaten/kota te lah menunjukkan respons yang apresiatif. Beberapa agenda yang akan dilaksanakan oleh PKK NTB terkait pelaksanaan program tersebut yang di antaranya ada lah mengadakan lomba menulis antikorupsi untuk anak-anak, mengadakan kantin kejujuran di beberapa PAUD di NTB (di kan
tin yang tidak dijaga oleh siapa pun ini, anak-anak akan diajarkan untuk menanamkan sifat jujur saat berbelanja), dan pemilihan duta antikorupsi NTB. Meski disadari betapa wanita memiliki kekuatan yang sangat besar sebagai motivator atau penggerak dan untuk menjadi agen yang dapat bertindak untuk mengurangi korupsi, Erica me ngatakan bahwa target PKK NTB juga tak hanya meliputi kaum hawa saja, melainkan juga secara umum. -Naniek I. Taufan-Hms
Tingkatkan Pelayanan Publik yang Transparan dan Akuntabel
Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi saat menerima jajaran PDAM se-Pulau Lombok yang dipimpin oleh HL. A Zaini selaku Direktur Utama PDAM Giri Menang sekaligus merangkap sebagai Ketua DPD Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI), Selasa 15 April 2014
Tidak kurang dari 500 pe serta mengikuti Seminar Na sional Internal Audit 2014 yang diselenggarakan Yayasan Pen didikan Internal Audit (YPIA) bekerjasama dengan lembaga, instansi pemerintah dan swasta, BUMN dan BUMD beberapa waktu lalu di Mataram. Salah satu misi dan program utama Pemerintah Provinsi NTB adalah meningkatkan pelayanan publik yang trans
paran dan akuntabel. “Hal itu akan terwujud apabila sistem pengawasan dari auditor dilak sanakan sesuai kompetensi dan standar yang berlaku, karena maju dan berkualitasnya kin erja suatu instansi akan sangat ditentukan peran auditor yang sangat penting. Jadilah auditor yang berkompetensi,” ungkap Gubernur NTB, TGH. M. Zai nul Majdi saat membuka acara tersebut.
Dalam dua tahun terakhir, NTB telah mendapatkan WTP. Ini merupakan bukti para au ditor bekerja dengan standar pelayanan yang akuntabel yang baik. Karena itu, menurut gu bernur, ke depan Pemerintah Provinsi NTB akan mengikut sertakan jajaran Pemprov. NTB untuk mengikuti pendidikan yang diselenggarakan YPIA se bagai prioritas utama karena menurutnya hal ini sangat pen ting dan strategis bagi kemajuan pembangunan di daerah NTB. YPIA adalah lembaga pen didikan yang ditugaskan oleh negara untuk mendidik tenagatenaga auditorial yang memiliki kemampuan bagi pengawasan, baik itu instansi pemerintah
Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, berdialog bersama Panitia Mukernas IDI (Ikatan Dokter Indonesia) XX dan Raker IIDI (Ikatan Istri Dokter Indonesia) 2014, Selasa 15 April 2014
maupun swasta. Ketua Yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA) Sugiarto Saroso dalam laporan nya mengatakan di usia ke-17 tahun ini YPIA telah mewisuda
Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi meninjau pelaksanaan Ujian Nasional di beberapa sekolah di Mataram, Senin, 14 April 2014
3.394 orang yang telah mengikuti seleksi kemampuan akademik, menganalisa sehingga memiliki berstandar internasional. -Naniek I. Taufan-Hms
Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi saat menerima Pengurus Lembaga Pendidikan (LPP) Salman ITB terkait program pendampingan dan bimbingan akademik bagi siswa dhuafa
W H AT ’ S U P
22
Ciptakan Kehamilan Berkualitas dengan Senam Yophytta
Setelah sukses menggelar praktik senam Yophytta yang diikuti sekitar 700 ibu hamil di Ballroom Sheraton Hotel Surabaya, Minggu (13/4), Love and Peace Corporation mengagendakan acara serupa di Bali dalam waktu dekat ini. “Senam ini bisa membantu para ibu hamil untuk bisa melalui proses persalinan dengan rileks tanpa tekanan,” ujar Putu Arsaningsih, S.E., pencipta dan trainer Yophytta Maternal bagi bidan, yang sudah berkeliling ke seluruh kota besar di Indonesia dan menyenamkan hingga belasan ribu ibu hamil di Indonesia ini.
S
enam hamil Yophytta merupakan kolaborasi dari yoga, pilates, taichi dan afirmasi dengan dasar konsep energi. Senam ini sudah dirasakan manfaatnya oleh banyak ibu. Bayi-bayi yang lahir dari rahim ibu yang saat hamil mengikuti senam Yophytta cenderung lebih tenang, sabar, dan tumbuh kembangnya lebih bagus. Para ibu pun bisa melalui proses persalinan dengan rileks tanpa tekanan. Karena pada dasarnya Yophytta mengajarkan bagaimana melepaskan diri dari perasaan-perasaan tidak nyaman, stres, emosional, dan penolakan tubuh. “Proses sakit sesungguhnya berasal dari pikiran (mindset) yang salah. Melalui Yophytta juga dibersihkan rekamanrekaman negatif dan energi negatif pada ibu yang cenderung akan menempel pada si jabang bayi kelak. Semua rekaman negatif itu bisa dihilangkan melalui konsep energi,” jelas perempuan kelahiran Yogyakarta 1968 yang akrab disapa Bunda Arsaningsih ini. Hal ini pun diakui salah seorang bumil peserta senam saat itu. “Saat mengandung anak pertama, saya sudah ikut senam ini, hasilnya bisa lahir normal dan lancar. Sekarang mengandung anak kedua, akan saya coba lagi dengan senam ini,” kata Mutia Nur, warga Ketintang, Surabaya. “Dengan afirmasi yang positif selama kehamilan membuat saya menjalani proses kehamilan merasa damai, tenang, sehingga anak yang terlahir menjadi anak yang lebih mudah diarahkan, lebih bahagia dan ceria. Si anak lebih mudah beradaptasi di lingkungan manapun dia berada”, demikian pendapat lain pelaku Yophytta, Adek Dharana yang selama kehamilan senantiasa mengaplikasikan afirmasi positif Yophytta. Sementara peserta lainnya, Aning Karindra yang baru hamil anak pertama mengaku penasaran. “Soalnya hamil ini saya banyak cemasnya. Ingin lebih rileks, semoga benar-benar membantu menghilangkan cemas saya,” ujarnya berharap. Pernyataan tersebut diperkuat
dengan hasil penelitian Dr. dr. Budi Santoso, Sp.OG (K) dan Farida Umamah, S.Kep.Ns, Universitas Airlangga, Surabaya, 2011 yang berjudul “Senam Hamil Yophytta Menurunkan Tingkat Kecemasan Menjelang Persalinan Pada Ibu Primigravida di Rumah Sakit Ibu dan Anak Kendangsari Surabaya”. Kehamilan mengakibatkan perubahan fisiologi yang menimbulkan ketidakstabilan kondisi psikologis selama hamil, menimbulkan kekhawatiran yang terusmenerus dalam menghadapi kelahiran bayi bagi wanita hamil pertama. Perasa an demikian akan terwujud dalam bentuk kecemasan, kekhawatiran dan ketakutan dalam menghadapi masa persalinan. Ibu hamil biasanya dibayangi rasa cemas dan takut akan hal-hal yang mungkin timbul pada dirinya maupun bayinya. Kecemasan pada ibu hamil apabila tidak ditangani dengan baik dapat memberikan dampak negatif bagi ibu maupun janin. Dampak yang ditimbulkan pada janin adalah bayi mempunyai berat badan lahir rendah, risiko premature, fetal distress (kegawatan janin), dan risiko terjadi abortus. Bagi ibu, kecemasan dapat menyebabkan his menjadi kurang baik, pembukaan kurang lancar dan mengakibatkan partus lama, yang kelainan ini lebih sering dijumpai pada nulipara (orang yang baru pertama kali hamil). Untuk mengatasi kecemasan menjelang persalinan bisa dengan melakukan latihan fisik, pendekatan secara psikologi, seperti kehadiran orang terdekat, dukungan keluarga, sikap tenaga pemberi pelayanan kesehatan yang baik serta terapi farmakologi. Realita inilah yang melatar belakangi penelitian tersebut yang bertujuan menganalisis pengaruh senam hamil Yophytta terhadap tingkat kecemasan menjelang persalinan pada ibu primigravida (kehamilan pertama kali). Dari 12 responden dengan usia kehamilan 28-34 minggu yang diteliti, hasilnya adalah sebelum senam hamil sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan. Namun, sesudah
Bunda Arsaningsih
mengikuti senam hamil sebagian besar responden tidak mengalami kecemasan. Hasil uji statistik wilcoxon didapatkan ada pengaruh senam hamil Yophytta terhadap tingkat kecemasan menjelang persalinan. Simpulan dari penelitian ini, senam hamil Yophytta efektif untuk menurunkan tingkat kecemasan menjelang persalinan pada ibu yang hamil pertama kali. Sehingga, senam hamil Yophytta bisa digunakan sebagai salah satu intervensi keperawatan maternitas ante natal care untuk mengurangi kecemasan pada kehamilan. Dokter Budi Santoso menambahkan, ia juga pernah menjadi pembimbing dari mahasiswa kedokteran yang mengambil penelitian tentang senam yophytta pada ibu hamil. “Hasilnya, dari 32 angka ibu hamil yang diteliti dengan 28 yang ikut senam Yophytta berhasil melahirkan secara normal dan tingkat kecemasan serta rasa nyerinya lebih rendah,” jelasnya. Hasil itu didapat dari wawancara via kuisioner dan pemeriksaan medis dengan psikolog dan tes darah untuk melihat kandungan zat yang menjadi tingkat kecemasan dan rasa nyeri selama hamil maupun melahirkan. TEKAN ANGKA OPERASI Perempuan hamil rata-rata memiliki tingkat emosi yang lebih tinggi. Penyebabnya adalah adanya perubahan hormon endorfin sehingga keadaan tersebut mempengaruhi keputusan
bumil untuk mempercepat persalinan dengan cara operasi. Tak heran, dari tahun ke tahun jumlah persalinan dengan cara operasi terus meningkat. Hal ini diakui Ahli Obstetrics and Gynecology RSUD Dr. Soetomo, Prof. Soehartono, Ds, Sp.OG. KFER. “Dulu, dari 1.000 kelahiran hanya 25 bumil yang melahirkan dengan cara operasi caesar. Tetapi sekarang, hampir separuh wanita memilih operasi,”s katanya. Pengaruh utamanya yakni para wanita hamil ingin hidup instan. Bahkan, Prof. Soehartono mengatakan sebagian dari mereka tidak mau bersusah payah untuk melakukan aktivitas yang mempermudah persalinan, seperti mengon sumsi nutrisi sejak awal keamilan. “Padahal, selain bisa membentuk kecerdasan, nutrisi yang sempurna bisa membuat persalinan lebih mudah,” jelasnya. Ia juga menyebut wanita hamil sekarang terlalu sibuk bekerja sehingga tidak ada waktu berolahraga, baik berjalan-jalan atau mengikuti senam hamil. Karena itu, Bunda Arsaningsih menawarkan senam hamil Yophytta untuk bisa melewati persalinan normal dengan lancar tanpa kecemasan. Sebagai istri seorang dokter spesialis kandungan, ia sering melihat ibu yang mengeluh kesakitan saat melahirkan. Bahkan saat hamil pun, banyak keluhan yang muncul, mulai dari rasa tidak nyaman akan kehamilan hingga takut saat waktu melahirkan. Istri dr. Dewa Ketut Arika Seputra, Sp.OG ini pun menegaskan kondisi seperti itu akan turut mempengaruhi psikologis anak. “Karena itu, saat seorang wanita hamil, dia sebaiknya menikmatinya dengan bahagia, meski secara hormonal selalu ada yang membuatnya untuk ingin marah,” ujarnya. Bunda Arsaningsih yang memiliki keahlian dalam bidang meditasi dan pengobatan holistik ini pun mencari formula senam yang cocok untuk ibu hamil. Dan, di tahun 2009, ia berhasil menciptakan Yophytta Maternal, yaitu suatu perpaduan gerak yang harmonis dari yoga, pilates, taichi dan afirmasi. Senam ini berbeda dengan senam hamil biasa. Jika senam hamil biasa hanya menekankan gerakan fisik, senam Yophytta menggabungkan latihan fisik, mental dan spiritual. “Ternyata, manfaatnya besar pada ibu hamil, antara lain meningkatkan kemampuan berpikir positif, menjaga kestabilan emosi, menghilang kan stres, dan mengurangi keluhan yang muncul saat hamil seperti cemas, sakit pinggang, nyeri sendi, termasuk morning sickness,” paparnya.
21 - 27 april 2014
21 - 27 April 2014
Senam Yophytta ini dijelaskannya juga bermanfaat untuk mempertahankan dan mengoptimalkan keseimbangan fisik, memelihara kesehatan kehamilan, menghilangkan keluhan yang terjadi karena perubahan-perubahan akibat proses kehamilan, dan mempermudah proses persalinan. Gerakan dalam senam hamil bukan berorientasi pada kebugaran tubuh saja, melainkan juga terkandung efek relaksasi yang dapat menstabilkan emosi dan mengurangi kecemasan. Semua gerakan-gerakan yang dilakukan dalam senam Yophytta Maternal dapat memperkuat elastisitas otot dasar panggul dan dinding perut yang berperan pada kehamilan dan persalinan. Selain itu, juga meningkatkan percaya diri serta meningkatkan ikatan ibu dan bayi, sehingga ibu selalu bahagia. Senam bisa diikuti oleh ibu hamil semenjak usia kehamilan 28 minggu (4 bulan) ke atas. Ada tiga langkah senam Yophytta. Pertama, afirmasi. Langkah ini untuk menciptakan energi positif dengan cara melepaskan semua pikiran, perasaan dan emosi negatif yang dimiliki oleh ibu hamil. Setelah energi negatif dilepaskan, ibu hamil akan dibimbing untuk dapat mengakses energi positif dengan cara mensyukuri semua bagian tubuhnya dari mata hingga kaki. Kedua, gerakan inti dengan menggabungkan yoga, pilates, taichi dengan pilihan gerakan yang mampu membentuk otot dasar panggul dan perineum (daerah antara kedua belah paha) menjadi lebih kuat, tetap fit dan menjadi lentur saat melahirkan nanti. Posisi duduk yang dianjurkan bagi ibu hamil adalah posisi duduk bersila dan tegak, kedua tangan mengarah ke depan dan rileks. Beberapa gerakan ketiga adalah relaksasi. Dengan posisi tidur yang nyaman, ibu hamil akan mendapatkan relaksasi tubuh yang sempurna, sehingga mereka akan memiliki kualitas tidur yang lebih dalam, dan mendapatkan kondisi tubuh fisik tetap terjaga. Senam Yophytta Maternal biasanya dilakukan selama durasi 1,5 jam (90 menit) dan minimum dilakukan dua (2) kali seminggu. Jika Anda ingin mencoba senam ini di rumah, akan sangat mudah dilakukan, karena Anda hanya harus duduk nyaman dan santai dengan posisi bersila dan merasakan setiap tarikan nafas dan mengikuti petunjuk/tiga langkah tersebut. Selain menyenamkan ribuan ibu hamil secara langsung melalui event Yophytta Maternal, Bunda Arsaningsih juga sudah melakukan Training of Trainer (TOT) untuk lebih dari 500 trainer Yophytta dari seluruh Indonesia bahkan luar negeri seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Srilanka, Thailand dan Philipina. Senam hamil Yophytta ini tidak hanya dikenal di Indonesia, namun sudah mendunia. Saat ini, senam Yophytta Maternal diselenggarakan secara rutin oleh lebih dari 40 rumah sakit di seluruh Indonesia dan di beberapa negara tersebut. Yophytta Center Bali memberikan pelayanan senam Yophytta bagi ibu hamil setiap Kamis pukul 17.00 Wita bertempat di Klinik Bersalin Anugerah Lt. 3 Jalan Gunung Sang hyang 118 D Denpasar dengan pengajar yang berkualitas. Disediakan juga VCD Gerakan Senam Yophytta dan CD Relaksasi. Untuk mendapatkan hasil maksimal, dianjurkan bagi ibu hamil melakukan senam Yophytta Maternal secara rutin. –ten
S E L E B R I TA S
Hidup harus Punya Mimpi
D
i era sekarang beragam profesi dan aktivitas bebas dipilih sesuai dengan passion seseorang. Begitu pula dengan enam perempuan lintas generasi yang mengisi edisi Hari Kartini kali ini. Mereka memiliki aktivitas yang berbeda namun punya persamaan. Semuanya sama-sama mandiri dan memiliki kreativitas luar biasa. Apa saja yang kegiatan yang menjadi pilihan enam perempuan ini? Berikut penuturannya kepada Tokoh. Yuliani Sebagai salah seorang pakar herbal Ni Made Yuliani bersama perkumpulan pecinta tanaman (PPT) Denpasar mempromosikan loloh di TMII, sebagai welcome drink. Selama ini, pemilik usaha produk Spa Bali Tangi ini memang dikenal sangat getol memperkenalkan berbagai ramuan tradisional yang bermanfaat untuk kesehatan. Sambil mengurus usahanya dan melakukan pameran baik di Jakarta atau di beberapa negara lainnya, ia juga seringkali diminta sebagai narasumber produk herbal, cara hidup sehat serta memotivasi calon entrepreneur muda. Ibu tiga anak dan seorang cucu yang selalu tampil segar dan penuh semangat ini juga dikenal sebagai motivator yang baik bagi siapa saja yang ingin belajar berwiraswasta. Ia bersama sang suami Wayan Sukhana kerap membimbing anakanak muda yang ingin belajar menjadi pengusaha. “Kami juga berkerja sama dengan para petani untuk bisa berproduksi lebih baik, dan membeli hasil pertanian mereka untuk kepentingan racikan bahan-bahan spa,” ujarnya. Yuliani dan Sukhana juga termasuk pelopor industri produk spa tradisional di Bali. Saat mendirikan Bali Tangi, belum ada perusahaan pembuat produk spa. Kini, lebih dari 40% hotel berbintang di Bali menggunakan produk spa Bali Tangi. Prida
Ia dikenal energik, murah senyum dan aktif dalam beragam organisasi. Mulai dari aksi sosial dan kemanusiaan, olahraga, kesenian, hingga ngayah untuk kegiatan keagamaan. Perempuan bernama lengkap Ni Putu Prida Dewi, S.T. ini, memang tak per tak pernah sepi aktivitas. Prida yang lahir, 15 Maret 1968 ini mengaku menikmati semuanya. Seperti saat melakukan aktivitas seni yang juga hobinya, bersama ketiga jagoannya dan sang suami , IGN Murthana, S.T., kini tengah mempersiapkan pementasan Pamusti untuk PKB 2014.
Pemilik merek dagang “ Wijaya Kusuma” ini pun giat mengembangkan usahanya kerajinan endek dan songketnya. Bahkan, setelah memenangkan beberapa lomba desain Prida juga makin banyak berkreasi memenuhi pesanan yang datang. “Apalagi pemerintah Kota Denpasar juga tak pernah berhenti menggalakkan pengembangan produk lokal ini hingga ke tingkat nasional,” ungkapnya. Namun, yang namanya persaingan tentu tak terhindarkan. Prida yang juga bisa menenun ini siap bersaing di harga, dengan tidak mengambil untung yang banyak. Yang penting katanya modal berputar dengan lancar. Dayu Candra Perempuan dengan penampilan kalem ini, saat ini ia meniti karier sebagai pegawai negeri sipil di Kantor Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi (BP3A) Provinsi Bali. Nama lengkapnya Ida Ayu Nyoman Candrawati, SH.M.Par. Posisinya saat ini Kepala Bidang Perlindungan Perempuan. “Bagi saya dimana pun ditugaskan, apalagi sebagai aparat negara loyalitas dan jiwa melayani itu penting. Hal ini agar jalur pengabdiannya sebagai PNS berjalan baik dan penuh tanggung jawab,” perempuan kelahiran 16 Juni 1969 ini. Lulusan Pascasarjana Kajian Pariwisata Universitas Udayana ini juga berupaya menjaga kesehatannya dengan baik. Ia merasa cocok dengan kegiatan yoga. Bahkan, karena ketekunanya berhasil meng ikuti dan menuntaskan kelas Yoga Teacher Training, Yayasan Markandeya Yoga. Menurut ibu dari IB Putu Abhijana Brahmastra dan IB Gde Oka Adhyasta ini, yoga selain menjaga kesehatannya juga mampu memberikan energi baru bagi dirinya untuk melanjutkan aktivitas berikutnya. Dayu Candra yang sempat menjadi dosen Pengajar ,Fakultas Hukum Universitas Warmadewa , di STIA Denpasar dan di Akademi Pariwisata (AKPAR) Denpasar ini, pun masih menyisihkan waktunya untuk melakukan bentuk pengabdian dengan turut dalam kepengurusan PTMSI Provinsi serta menjadi bagian organisasi WHDI Provinsi Bali. Nanik Perempuan kelahiran Tabanan 34 tahun silam ini, tampak energik, hangat dan bugar. Segudang kegiatan tak membuatnya
lelah, ia sudah terlatih ti me management. “Saya setiap hari olahraga di kebun,” ungkap IA Maharatni. Nanik sapaan akrabnya menyewa tanah milik penduduk lokal di sebelah rumahnya. “Daripada jorok dan bau karena dipenuhi sampah, kami ambil alih saja untuk kebun organik,” ujarnya tersenyum. Halhal kecil seperti berkebun ini menurut Nanik bisa menguatkan pondasi sebuah keluarga. Penekun ekonomi kerakyatan di bidang koperasi ini, sangat konsen ter hadap kesejahteraan anggotanya. Koperasi Amoghasiddhi yang didirikannya bersama 31 orang sembilan tahun lalu, kini memiliki anggota sekitar 1500 orang dengan aset Rp 7 miliar. Pengalaman sebagai manajer di Centro Dept. Store dan Bank Sinar membuatnya optimis Amoghasiddhi menjadi koperasi besar di usianya yang ke-10 nanti. Ibu dari IA Putu Manasa Sawitri dan IB Made Ramana Siddhanta ini juga berprofesi sebagai trainer, memberikan training serta outbound pada instansi pemerintah dan swasta. “Saat ini saya terbebas dari aktivitas kerja kantoran, saatnya menuju keseimbangan hidup dengan kualitas tinggi menuju keluarga Sukhinah Bhawantu, astungkara,” ujarnya. Kumala Perempuan bernama lengkap Ni Nyoman Krisna Kumalayani, S.S. ini ingin menyelesaikan kuliah di Magister Linguistik Pascasarjana Unud. Ia pun cuti dari tugasnya sebagai presenter News Bali TV, begitu juga off sementara me ngajar di STIBA Saraswati, Denpasar. Sosok perempuan muda satu ini, sejak kecil sudah dikenal penuh bakat dan mengantongi banyak prestasi. Kumala diantaranya pernah menjadi Runner Up 1 Puteri Bali 2010, Juara 1 Duta Bahasa Provinsi Bali dan Duta Bahasa Nasional tahun 2010. Selain itu ia juga meraih prestasi bergengsi sebagai Putri Berbakat Indonesia 2012 , Runner Up 2 Putri Pariwisata Indonesia 2012 dan berkesempatan
3
dikirim ke ajang internasional Miss Tourism Queen of Asia mewakili Bali, Indonesia di Xitang , China, pulang dengan menenteng kemenangan Best in Talent Top 3. Perempuan kelahiran Denpasar 18 Desember 1989 ini mengatakan hidup harus punya mimpi dan mesti siap mengejarnya sampai menjadi kenyataan. Ia telah membuktikan bahwa sebagian mimpinya telah menjadi kenyataan termasuk menjadi dosen. Ogek Dara satu ini tengah sibuk menjalankan usaha sepatu handmade melalui online shop. Pelanggannya pun hampir tersebar di seluruh Indonesia bahkan beberapa dari negara tetangga. Desain sepatu dengan label “MOV Shoes” digandrungi kalangan anak muda. Ogek yang memiliki nama lengkap IA Damayanthi S. ini selain sibuk kuliah dan sekolah desain di Angelica Wu Desain School juga masih suka berlatih softball. “Selesai kuliah saya ingin langsung lanjut ke S2 supaya bisa ngajar, sambil meneruskan belajar desain “ cetus mahasiswi semester 6 Jurusan Komunikasi Undiknas University ini. Sambil belajar Ogek pun merintis usaha fashion. “Mencoba mengaplikasikan hasil belajar dengan mendesain busana berbahan endek. Desain baju saya juga khusus untuk anak muda,” kata salah seorang Duta Endek 2012 ini tersenyum. Ia juga bersyukur, telah diberi kesempatan oleh, Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Selly D. Mantra untuk menampilkan 10 desainnya atas nama “Tavisha Ikat”, di panggung fashion show Denfes 2013 silam. Remaja kelahiran 29 Maret 1994 yang pernah menjadi anggota paduan suara dan tampil di Istana Negara ini, sesekali manggung sebagai vokalis band Brokeen Buterfly yang mengusung aliran power pop. - ard
EKSPRESSO
2
21 - 27 April 2014
GORO-GORO
klik: www.tokoh.co.id mingguantokoh @mingguantokoh
Putu Wijaya
Semua Ada Hikmahnya
Bulan April sangat identik dengan bulan perempuan. Alasannya, pada tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Kartini dinilai sebagai sosok yang berani memperjuangkan emansipasi kaumnya agar bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Walau ia telah tiada, semangatnya berhasil mengilhami kaum perempuan untuk bangkit dan berjuang agar sejajar dengan kaum laki-laki. Perjuangan Kartini dulu dengan sekarang tentu beda. Dulu perempuan jarang mendapat kesempatan belajar karena alasan, ketika sudah menikah, ia hanya akan menjadi ibu rumah tangga.Kini, perempuan tak hanya mengurusi rumah tangganya. Perempuan bisa eksis di berbagai bidang bahka menduduki posisi puncak. Salah satu penyebabnya
O
M G
juga pendidikan. Orangtua yang memiliki anak perempuan pada zaman dulu beda dengan zaman sekarang. Dulu, perempuan tak disekolahkan. Kini, perempuan disekolahkan setinggi-tingginya karena dengan modal ilmu pengetahuan yang dimilikinya akan bisa meraih masa depannya. Perempuan yang bekerja di luar rumah, jumlahnya banyak. Kiprah mereka patut diacungi jempol karena melakukan tugas ganda. Satu sisi, perempuan khususnya yang sudah menikah dan punya anak adalah seorang istri dan ibu. Tugasnya menyiapkan semua keperluan keluarga. Setelah urusan domestik selesai, barulah mereka keluar mencari nafkah. Penghasilan yang didapat bukan dipakai sendiri tetapi untuk memenuhi keperluan keluarga. Betapa mulia yang dilakukan perempuan ini. Tokoh edisi ini
Uang Palsu
Pagi ini mentari menyambutku dengan hangat. Seperti biasanya, aku mulai dari mandi pagi dan bersiapsiap untuk berangkat ke sekolah. Aku adalah siswa kelas IX di suatu SMP favorit di Kabupaten Gianyar. Pukul 07.30 bel berbunyi, semua siswa dengan cepat berbaris di halaman sekolah untuk melakukan persembahyangan bersama dan mendengarkan pengumuman dari bagian kesiswaan. Jam pertama, di kelasku mendapat pelajaran bahasa Bali. Kali ini pelajaran mengenai menulis lontar. Aku sebagai ketua kelas ditugaskan untuk membeli lontar. Satu per satu teman-temanku mengumpulkan uang agar aku bisa segera berangkat. Setelah dua hari, uang baru terkumpul dan aku segera berangkat untuk membeli lontar. Karena bensin motor habis, aku singgah di sebuah pertamina untuk membeli bensin. Saat itu pertamina dalam keadaan sepi. Aku langsung menuju petugas SPBU dan mengisi bensin. Saat petugas SPBU mengisi motorku dengan bensin, aku mengambil uang dari pembayaran lontar tersebut. Tanpa berpikir panjang aku membayar dengan santai. Petugas SPBU menerima uang itu dan sejenak memperhatikannya. Petugas SPBU lalu berkata, “Dik, di mana kamu mendapat uang ini?” Aku mengatakan dengan nada
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
santai, “Dari teman yang membayar lontar Pak”. Tiba-tiba petugas itu berkata lagi, “Ini uang palsu Dik’. Oh my God.... Aku dan sahabatku langsung kaget mendengarnya dan segera mengecek uang itu. Ternyata benar uang itu adalah uang palsu. Ketakutan akan hal tersebut aku langsung mengambil uang lain untuk membayarnya. Petugas SPBU terus menakutiku. Sahabatku terus berbicara dengan nada marah dan sedikit takut. Segera aku meminta maaf kepada petugas SPBU akan peristiwa yang baru saja terjadi dan menyuruh sahabatku untuk naik ke atas motor. Langsung aku tancap gas motor dengan perasaan yang sedang ketakutan. Di perjalanan kami berdua tidak bicara sepatah kata pun. Kami ketakutan dan terus terbayang akan hal yang terjadi tadi. Tak terasa kami sudah sampai di toko yang menjual lontar. Di sana segera aku membeli lontar pesanan teman-teman di kelas. Untungnya aku dan sahabatku membawa uang lebih untuk menggantikan
memberikan sesuatu yang istimewa bagi pembaca. Kami menulis kisah beberapa perempuan yang eksis dan layak dijadikan teladan. Semangat mereka untuk berkarya, berbagi, bertahan, dan bersyukur merupakan inspirasi untuk kita semua. Pengalaman hidup, suka maupun duka kerap mewarnai perjalanan manusia. Semua harus kita syukuri karena semua pasti ada hikmahnya. Saat sedih kita mengeluarkan air mata, saat bahagia pun air mata bisa berlinang. Intinya adalah selalu bersyukur atas apa yang kita dapatkan. Di bulan “Kartini” yang identik dengan kebaya ini, kami juga menyajikan beragam kreasi kebaya. Ini menunjukkan kebaya dan perempuan terus mengalami dinamika. Namun, perempuan yang cantik tak hanya dilihat dari apa yang mereka kenakan tetapi bagaimana sikap dan perilaku mereka. Buatlah RA Kartini tersenyum. Salam
uang palsu yang hampir membuat kami kehilangan masa depan itu. Selesai membeli lontar kami bergegas untuk pulang. Panasnya matahari mengiringi jalan kami. Dalam perjalanan pulang kami mulai tenang dan sepakat untuk mencari tahu siapa pemilik uang palsu tersebut. Pagi hari aku tergesa-gesa untuk berangkat ke sekolah. Selesai jam persembahyangan, aku berdiri di depan kelas dan menceritakan kejadian kemarin kepada seluruh anggota kelas. Aku bertanya kepada mereka, siapa yang membayar lontar dengan uang Rp 100 ribu yang sedang aku tunjukkan. Salah satu teman perempuanku mengangkat tangannya dan mengatakan, “Aku yang membayar dengan uang itu namun aku tidak tahu bahwa uang itu adalah uang palsu”. Segeraku kembalikan uang tersebut dan meminta ganti rugi kepadanya. Uang palsu tersebut dibawa pulang untuk diperlihatkan kepada ibunya. Segera ku bagikan lontar yang sudah kubeli kemarin kepada semua anggota kelas. Kejadian tersebut kujadikan pelajaran agar lebih berhati-hati menerima uang dari siapa pun. Ayu Yuniari, Sukawati
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
BAYI
Bayi yang digeletakkan orangtuanya di depan pintu rumah Amat itu diberi nama Kaila. Diasuh pasangan Sony dan Rita, yang tak punya anak, tapi disayang bagai anak seluruh warga. Riwayatnya membuat semua orang bersimpati. Warga yang lewat di depan rumah Sony, seperti berkewajiban menoleh. Ingin tahu perkembangan bayi malang yang dibuang orangtuanya itu. Kalau Kaila lagi diangin-anginkan di teras oleh Rita, mereka akan memanggil, “Kaila! Kailal” Dan Rita akan mengarahkan gendongannya sambil menjawab, mewakili Kaila, “Selamat pagi Om, selamat sore Tante. Kaila lagi tidur, tapi sudah makan, sudah mandi, doakan ya, biar Kaila cepat besar supaya bisa sekolah, pintar seperti Om, seperti Tante!” Bu Amat bahkan sering mampir. Hanya sekadar untuk menggendong atau menjawil pipi Kaila yang gendut dan hidungnya yang pesek, sambil bersenandung. Hal yang bahkan tak pernah dilakukannya terhadap cucunya sendiri. “Mbok jangan suka overacting begitu!” protes Amat cemburu. “Overacting bagaimana, Pak?” “Jangan berlebih-lebihan sama anak orang yang tidak ketahuan juntrungannya! Kok Ibu sekarang jadi genit begitu? Kan lebih pantas memperhatikan cucu sendiri! Kaila, Kaila, apa! Sampai lecet kuping ini dengar Kaila, Kaila! Pesek begitu, apa lucunya?” Bu Amat tak menanggapi. Ia hanya tertawa. Malah makin memanjakan Kaila. Ia belikan anak itu mainan. Seperti sengaja membuat Amat jadi kian geregetan. “Sudah stop! Mulai hari ini tidak boleh menyebut-nyebut Kaila! Tidak boleh main ke rumah Kaila! Atau?” Tiba-tiba Bu Amat marah. “Atau apa?” Sorot mata Bu Amat begitu menusuk. Amat langsung kehilangan emosi. “Atau apa, Pak?” Amat mencoba menggemboskan suasana. “Ibu kan tahu, Kaila itu anak siapa?” “Anak siapa?” “Anak Pak Sony dengan mahasiswi itu kan? Pura-puranya anak buangan. Padahal itu hanya sandiwara yang sudah diatur, supaya istrinya mau menerima. Ya Kaila?” Bu Amat tak menjawab. Amat kembali bersemangat menyerang. “Mengapa kita harus memanjakan kebohongan? Mengapa kita menutup-nutupi belang si Sony hidung belang itu? Kasihan Rita! Kita ikut berdosa sudah ikut menganiaya perempuan malang itu. Sudah menderita batin karena merasa tidak mampu menjadi seorang ibu, sudah merasa dirinya cacat karena tak bisa memberikan keturunan, kita tipu lagi seakan-akan bandot suaminya itu lelaki setia! Kita berdosa menutupi ini!” Amat mengambil saputangan yang bersulamkan “Sonny” itu. “Dia harus mempertanggungjawabkan ini!” bisik Amat dengan suara gemetar, “Jangan sampai setan tertawa, karena kita takut membeberkan kebenaran!” Bu Amat masih diam. Tapi jelas ia menahan perasaannya yang hampir meledak. Tiba-tiba Amat ngeloyor pergi. “Pak!” Tapi Amat sudah berbelok ke rumah Sony. Bu Amat hanya bisa menatap. Wajahnya cemas, gemas, dan kecewa. Ia terus saja menatap, seakan sedang menunggu akan terjadi ledakan dahsyat. Tapi sudah berapa lama tak terdengar sesuatu yang aneh. Malah mencuat suara Rita lagi mengajak Kaila bercanda. Bu Amat terus menunggu dengan was-was. Akhirnya Amat muncul kembali sambil membawa saputangan itu. Belum sempat ditanya, ia sudah menyembur. “Bangsat itu memang bajingan tulen. Masak waktu ditunjukkan saputangan ini, dia pura-pura terkejut. Saputangan sipa itu, katanya, kok ada nama seperti nama saya, cuma n-nya dua. Sonny, nama saya satu n, Sony! Gila! Awas sebentar lagi saputangan ini tak tunjukkan ke Rita! Biar kapok dia!” Bu Amat tak mampu lagi membendung perasaannya “Tidak usah!” kata Bu Amat keras dan tegas. Amat terkejut. “Tidak usah? Kenapa?” Bu Amat merebut saputangan itu dari tangan Amat. “Karena dia sudah tahu, anak itu anak suaminya! Ngerti?!” Amat melongo.
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Ratna Hidayati. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Redaksi/Pemasaran Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543–Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palmerah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
I N F O TO R I A L
21 - 27 April 2014
23
Puluhan Calon Siswa Mendaftar di CIS Bali Sekolah Favorit di Badung
S
Gedung CIS Bali
ekolah CIS (Cerdas Insan Sejahtera) Bali telah menjadi pilihan utama bagi para orangtua untuk menyekolahkan anak-anaknya. Tercatat puluhan calon siswa sudah mendaftar di sekolah ini. Hal ini diakui I Made Ambara Wijaya, S.E., Humas Sekolah CIS Bali. Meski baru dua tahun berdiri (sejak 2012), namun CIS Bali telah diapresiasi dan mendapat respons cukup positif di masyarakat. Tidak hanya di seputaran Dalung dan Badung, tetapi masyarakat dari daerah lain yang cukup jauh seperti dari Gatsu Barat, Kerobokan, Monang-Maning bahkan dari Palembang. “Minat masyarakat untuk mendaftarkan anak-anaknya di CIS Bali sudah terlihat sejak pendaftaran dibuka pada Januari 2014. Dan, hingga saat ini (pertengahan April -red) sudah puluhan yang mendaftar bahkan
sudah melunasi semua biayanya. Itu artinya CIS Bali menjadi sekolah favorit di Badung,” tutur Ambara Wijaya. “Minat orang tua terhadap Sekolah CIS Bali dikarenakan fasilitas yang lengkap dan modern serta biaya sekolah yang tak terlalu mahal. Fasilitas ruang belajar dan bermain dilengkapi AC, komputer, laboratorium dan sarana pendukung lainnya, membuat orangtua tak ragu dengan kualitas CIS Bali,” terang mantan PNS ini. Sebagai sekolah yang menge depankan kualitas, tak hanya sarana fisik gedung dan ruang kelas yang menjadi prioritas, tenaga guru pun berkualifikasi sarjana pendidikan dengan kompetensi masing-masing. “Untuk PG, TK, gurunya pun bergelar S.Pd.AUD (Sarjana Pendidikan Anak Usia Dini). Kami satu-satunya sekolah di Badung yang punya guru berpendidikan S.Pd.AUD,” imbuh Ambara Wijaya.
Kegiatan lomba
Sembahyang bersama
EMPAT LANTAI Sekolah CIS Bali berdiri di atas lahan seluas 4.200 m² terdiri atas empat (4) lantai. Lantai I teriri dari 12 ruangan termasuk ruang kelas (untuk PG, TK dan SD), ruang komputer, perpustakaan, ruang guru, ruang bermain untuk (PG, TK), ruang administrasi, dll. Di lantai II terdapat 12 ruangan untuk kegiatan belajar mengajar siswa SMP (termasuk ruang laboratorium) dan lantai III untuk kegiatan belajar siswa SMA dan kegiatan perkuliahan mahasiswa DI-DII Pariwisata. Lantai IV berupa ruangan terbuka serba guna yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seperti aula, ruang pertemuan/ ruang wisuda, dll. Selain gedung dan kelas, CIS Bali bakal dilengkapi juga dengan kantin, kolam renang, klinik, koperasi, lapangan basket/futsal bahkan ruang berkesenian (band, gamelan, dll.) untuk mendukung sarana ekstrakurikuler siswa. “Ruangan seluruhnya dilengkapi kipas angin dan AC. Kami siap menerima siswa baru tahun ajaran 2014-2015 ini,” tambah Ambara Wijaya. SEKOLAH MASA DEPAN CIS Bali didirikan dengan konsep sekolah masa depan. Sekolah ini menjadi satu-satunya sekolah terintegrasi di satu kawasan yang sangat ideal, jauh dari keramaian/macet, namun dekat dengan berbagai akses fasilitas umum (fasum) seperti pertokoan, SPBU, pasar, tempat ibadah, perbankan, sekolah lanjutan hingga perguruan tinggi. Di CIS Bali, proses belajar mengajar dalam Bahasa Inggris (bilingual) dan ditunjang dengan peralatan IT (komputer) yang canggih.
Ruang komputer
Prodi Spa Therapist
Fasilitas sekolah tersedia lengkap dan terbaik. - Untuk PG/TK, SD, SMP, SMA meliputi kolam renang, laboratorium komputer, lapangan bola volley, perpustakaan, aula, tempat parkir, ATM BTN dan ATM Bersama, ditambah fasilitas ruang tunggu, kapel, ruang audio visual dan UKS. - Untuk SMP dan SMA, fasilitas yang disediakan meliputi laboratorium fisika, kimia, biologi dan laboratorium bahasa. - Untuk SD, SMP, SMA ada lapangan basket, futsal dan sepak bola. PG, TK dilengkapi tempat bermain sementara ruang musik diperuntukkan SD, SMP, SMA dan khusus untuk SMA disediakan laboratorium aplikasi komputer. - Untuk Diploma I (DI) dan D2 dibuka kelas baru untuk program regular yang meliputi Basic Level (1 tahun) dan Middle Level (2 tahun), sementara program studi meliputi Spa Therapist, Waiter, Bartender, Steward, Housekeeper, Laundry, Sekretaris, Cook, Pastry&Bakery dan Front Office Hotel. Program Diploma Pariwisata ini disiapkan untuk SDM yang berminat bekerja di industri pari-
I Made Ambara Wijaya, SE
wisata hotel, kapal pesiar, objek wisata, home industry, rumah makan, restaurant, destinasi spa maupun perkantoran (bidang administrasi dan petugas kantor depan perusahaan). Tahun ajaran baru 20142015, Sekolah CIS Bali menerima pendaftaran siswa baru. Pendaftaran dimulai 1 Januari 2014 - 31 Juni 2014. Mendaftar pada Januari 2014 mendapatkan potongan biaya 25%, Februari 20%, Maret 15%, April 10% dan Mei 5% dari uang pembangunan dan SPP 1 bulan. -ari
Sekolah CIS Bali - Alamat: Perum Dalung Permai, Jln. Bhineka Nusa Kangin1-X Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali. - Tlp/Faks: (0361) 4012333, 8052666 - Website: www.cis.school.bali.com - Email: info@cis.school.bali.com dan cis.school.bali@gmail.com Ralat: Pada Tokoh Edisi 792, halaman 23 terdapat kekeliruan pengambilan foto. Foto kolam renang, proses belajar-mengajar, dan lapangan basket bukan referensi foto milik Sekolah CIS Bali. Kami mohon maaf atas kekeliruan tersebut.
Bali Tulip Hotel & Restaurant (tempat praktik mahasiswa pariwisata)
Guru dan siswa kompak
21 - 27 April 2014
24
Wajib Belajar Malam Kurangi Siswa Keluyuran Sebagian orang bersikap skeptis ketika Pemda DKI Jakarta berencana menerapkan wajib belajar malam untuk anak-anak. Apakah akan efektif? Siapa yang akan mengawasi? Berbagai per tanyaan lain yang mengemuka ketika rencana ini disampaikan. Skeptis boleh saja, karena memang program ini baru diujicobakan beberapa bulan di Jakarta. Itupun belum di semua kecamatan yang jumlahnya mencapai 42 kecamatan dengan 2.707 RW dan 30.300 RT. Tak heran kalau sampai sekarang masih banyak anak-anak yang masuk dalam kriteria wajib belajar malam (7-18 tahun) terlihat keluyuran alias bermain pada pukul 19.00-21.00, waktu di mana program tersebut diberlakukan.
H
arus diakui, kebanyakan masyarakat Jakarta tidak tahu kalau kewajiban belajar malam bagi anak-anak usia sekolah sudah ada aturannya. Peraturan Daerah DKI Jakarta No 8 Tahun 2006 tentang Sistem Pendidikan, telah mengaturnya pada pasal 11 ayat 3,”Setiap peserta didik berkewajiban belajar setiap hari efektif sekolah di rumah dari pukul 19.00 sampai dengan 21.00”. Peraturan yang umurnya sudah hampir delapan tahun ini, kurang disosialisasikan sehingga tak heran kalau masyarakat kaget ketika muncul rencana Pemda yang akan memberlakukan jam wajib belajar malam. Apalagi rencana itu diungkapkan tak lama setelah kasus kecelakaan anak musisi Ahmad Dhani yang baru berusia 13 tahun mengendarai mobil dan menabrak sejumlah orang hingga tewas. Lepas dari kontroversi dan berbagai reaksi masyarakat, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, bertekad tetap melaksanakan program yang telah tertuang dalam Perda DKI Jakarta itu. Memang belum serentak dilaksanakan di seluruh wilayah Jakarta, masih bersifat uji coba di beberapa daerah yang ditunjuk
sebagai percontohan. Pihak Dinas Pendidikan menyatakan, evaluasi dan monitoring terus menerus dilakukan terhadap wilayah-wilayah yang telah melaksanakannya. Pada tahap awal ketika program uji coba diluncurkan pada Oktober tahun lalu, dipilih dua RW untuk masing-masing wilayah di Jakarta. Jumlah itu kini semakin bertambah. Uniknya, penambahan itu justru atas inisiatif masyarakat karena melihat keberhasilan uji coba wajib belajar malam di wilayah dekat kediamananya. Memang, ukuran keberhasilan yang dilihat warga belum mengacu pada peningkatan prestasi belajar anak, namun pada berkurangnya anak-anak usia sekolah yang bertempat tinggal di wilayah uji coba keluyuran atau bermain di luar rumah pada malam hari. Warga RT 14/RW 01 Kelurahan Cijantung, Jakarta Timur, misalnya. Mereka baru menjadi peserta ‘Kampung Cerdas’ sejak dua bulan lalu, setelah melihat uji coba yang dilaksanakan wilayah tetangga berhasil. “Ini dilaksanakan atas usulan sebagian warga setelah melihat keberhasilan di RT tetangga. Lalu warga dikumpulkan untuk rapat sosialisasi. Memang waktu rapat
ada juga yang mempertanyakan program tersebut, namun mayoritas setuju,” tutur Dwi Warno yang baru beberapa bulan bermukim di wilayah tersebut. Waktu rapat sosialisasi, ada warga yang tidak lagi memiliki anak usia sekolah mempertanyakan peraturan tersebut karena dirasakan mengganggu kenyamanan mereka. Semua warga diminta tidak menyalakan televisi yang berada di ruang tamu atau ruang keluarga waktu jam belajar malam.Masalahnya, peraturan itu dipukul rata, keluarga punya anak usia sekolah ataupun tidak, diminta menyalakan televisi pada jam –jam itu. Bagi yang tidak memiliki anak usia sekolah, tidak boleh menyalakan televisi pada jam itu, dirasakan sebagai pelanggaran privasi. Nada keberatan bukan hanya datang dari mereka yang tidak memiliki anak usia sekolah tapi juga datang dari warga yang masih memiliki anak usia sekolah. Alasan mereka, jam belajar anak-anak mereka tidak pada malam hari melainkan pada sore hari. Ketika anak pulang sekolah, setelah beristirahat sejenak, anak dibiasakan untuk belajar. Sehingga pada pukul 19.00 adalah jam istirahat mereka. Mereka dapat bermain atau nonton televisi selama dua jam, sebelum tidur. “Lalu, pada saat anak saya istirahat dan akan nonton televisi, bagaimana? Anak saya sudah belajar, pukul 19.00 adalah jam bermain mereka sebelum tidur,” tutur seorang warga yang diamini oleh warga lainnya. Namun, setelah diberi penjelasan juga permintaan untuk semua berpartipasi agar program ini berhasil, akhirnya semua warga
setuju. Setidaknya, diujicobakan dalam beberapa bulan untuk melihat hasilnya, apakah berdampak positif pada perubahan prilaku anak. Ternyata, kata Dwi Warno lagi, program ini boleh dibilang cukup berhasil. Setidaknya, sejak program tersebut dijalankan, anak-anak yang bermain di luar rumah pada jam belajar, jauh berkurang. Mereka belajar di rumah. MELANGGAR, DENDA RP 2000 PER-ANAK Program ini bisa berjalan karena yang terlibat bukan hanya pihak orangtua yang ikut mengawasi putra-putrinya, juga pengurus RT/ RW dan aparat kelurahan terkait dengan pengawasan dan monitoring. “Pengawasan berjalan. Di awal-awal memang tidak mudah. Misalnya, warga yang menyalakan televisi pada jam belajar, didatangi dan ditegur agar mematikan televisinya. Atau, anak-anak yang terlihat di luar rumah ditegur. Semuanya tentu dengan persuasif. Pokoknya ketika sirine berbunyi pukul 19.00, anak-anak pun langsung masuk ke rumah masing-masing. Kini program sudah berjalan, para orangtua juga merasakan manfaatnya karena anak-anak berada di dalam rumah, belajar. Meski begitu, pengawasan tetap giat,” jelasnya. Contoh keberhasilan juga terlihat di Kampung Cerdas RW 05 Kelurahan Koja, Jakarta Utara. Malah, bagi sebagian warga rukun tetangga di wilayah rukun warga ini, program ini bukan hal baru. Mereka telah melaksanakan wajib belajar malam, jauh sebelum Gubernur Jokowi berbicara soal akan penerapan wajib belajar malam di Jakarta. Menurut Ketua RW 05, Asep Suprihatin,
mereka melaksanakan wajib belajar malam anak sejak tahun 2012. Waktu itu, hanya beberapa RT yang kebetulan dekat dengan balai warga. Karena program ini berdampak bagus, bukan saja membuat anak-anak tidak keluyuran pada malam hari namun prestasi belajar mereka meningkat, akhirnya sejumlah RT lain yang berada di lingkungan RW 05, pun mengikuti jejak pendahulunya. Di RW 05 Kelurahan Koja, peraturan ini bukan sekadar imbauan dan sosialisasi tapi sudah memberlakukan sanksi bagi pelanggarnya, yakni, denda Rp 2000 per-anak. Kesadaran masyarakat—apalagi sudah merasakan manfaatnya--ditambah adanya denda bagi yang melanggar, membuat program ini berjalan cukup efektif. “Pada jam wajib belajar malam, tidak boleh ada yang keluyuran. Tidak boleh menyalakan televisi di tempat belajar anak. Mereka yang keluyuran jika terbukti, didenda Rp 2000 peranak. Aturan soal denda ini sesuai kesepakatan warga dalam rapat,” kata Asep. Seorang warga mengaku, adanya program tersebut sangat membantu. Anak-anaknya yang biasanya masih menonton televisi pada pukul 19.00 sehingga lupa belajar, namun dengan adanya larang nonton televisi pada jam tersebut, membuat mereka belajar. Apalagi, anak-anak tetangga juga melakukan hal serupa. “Ketika sirine dan kentongan berbunyi, mereka pun masuk ke rumah. Pengurus RT/RW, karang taruna, berkeliling patroli,” kata Ahmad yang berharap program ini bisa terus berlanjut karena mendatangkan banyak manfaat. -Diana Runtu