Skip to main content

Tokoh Edisi 783 | Tokoh

Page 1

24

10 - 16 Februari 2014


EKSPRESSO

2

10 - 16 Februari 2014

GORO-GORO

klik: www.tokoh.co.id mingguantokoh @mingguantokoh

latah

Tiba-tiba saja Amat mau kursus bahasa Rusia. Bu Amat tertawa. “Terlambat, Pak. Mestinya itu Bapak lakukan waktu masih remaja. Sekarang untuk apa? Umur sudah lewat, biar ahli seperti apa juga tidak bakal ada yang terima! Bahasa Rusia lagi!” “Ya sudah tidak usah bahasa Rusia. Bahasa Mandarin saja?” Bu Amat tercengang. Tapi kemudian tertawa lagi. “Bahasa Mandarin? Kenapa tidak sekalian bahasa Latin saja? Kan kata orang itu yang paling sulit?” “Betul! Bahasa Latin saja! Besok aku cari di mana tempatnya. Kalau tidak ada bahasa Arab juga boleh. Atau bahasa Sansekerta! Bahasa apa saja boleh. Mahal pasti, tapi tak apa demi keseha­ tan!” Bu Amat berhenti tertawa. Melihat suaminya begitu serius, ia bingung. “Apa? Demi kesehatan?” “Ya.” “Kesehatan apa! Itu namanya buang-buang uang!” Amat tertawa. “Uang habis tak apa! Daripada kesehatan habis?” Tiba-tiba Bu Amat marah. “Uang sudah habis dari kemarin, Pak! Yang kita makan hari ini kiriman dari Ami! Besok kalau tidak dapat arisan kita harus gadaikan cincin kawin yang seribu kali digadaikan itu! Begitu kok mau kursus bahasa Rusia! Mau jadi mata-mata apa! Mbok jangan asal ngomong, ngaca dulu sebelum ngomong! Bapak itu sudah manula, tahu? Mbok sadar sedikit!” Bu Amat, langsung berbalik masuk kamar. Pintu dikunci dan lampu dimatikan. Amat menarik napas dalam. Ia terpaksa memangkas semua rencananya. Maksud-maksud baik memang tak selamanya berjalan mulus. Dan kalau harus memilih, ia sudah terbiasa mematikan niat sebaik apa pun. Yang penting menjaga kedamaian teman hidup yang sudah merawatnya bertahun-tahun, tanpa pernah mengeluh. Sampai tengah malam Amat termangu-mangu. Kesehatan me­ mang sangat penting. Tetapi ketenteraman juga sama pentingnya. Sebetulnya keduanya saling bahu-membahu. Untuk apa sehat kalau tidak tenteram. Bukankah ketentera­ man juga akan menjamin kesehatan jasmani? Pintu diketok dari luar. Sebelum Amat sempat berdiri, tetangga sebelah, masuk. “Maaf Pak Amat, boleh ganggu sebentar?” “Silakan masuk, Pak Wayan, ada apa?” “Begini. Saya ini ingin belajar dari Pak Amat. Kok saya li­ hat begitu tenang dalam menghadapi segala sesuatu. Caranya, kuncinya apa ya? Saya betul-betul ingin tahu kiat apa yang Pak amat pakai?” Tetangga itu lalu menceritakan segala macam persoalannya. Di ujungnya ia tetap meminta resep bagaimana mengatasi semua itu. Setelah termenung, Amat menjawab, “Saya juga tidak tahu Pak Wayan, tapi dari buku tuntunan yang saya baca, dikatakan begini. Kalau ingin tenteram menghadapi segala persoalan, cobalah daftar secara rinci, jujur dan berani, apa risiko terburuk dari persoalan itu. Kalau sudah terbeber, perasaan tenteram itu perlahan-lahan akan muncul.” Pak Wayan tertegun mendengar resep Amat. Tapi kemudian dia mengguncang tangan Amat keras sekali. “Matur suksma Pak Amat. Itu artinya sangat dalam. Saya akan mempelajari kiat itu dan belajar mempraktikkannya!” Amat lama tercengang. Kemudian dia tutup jendela, kunci pintu, lalu mengetuk kamar. Ternyata kuncinya sudah dibuka. Amat duduk di samping Bu Amat yang kelihatannya belum tidur. Lalu berbisik, “Bu, maaf, soalnya Bapak kemarin diberitahu Ami. Dia dapat SMS yang bunyinya: Agar tetap aktif di usia 89 tahun, Lee Kuan Yew, mantan Per­ dana Mentri Singapura, dalam edisi majalah (Zhi Zhong Zhou Bao) menyebut empat syarat: sedapat mungkin makan sedikit, tidur cukup, harus tertarik pada pekerjaan, berolahraga tiap hari. Yang lebih penting menjaga jalan pikiran tetap tangkas dan tajam. Dia menguasai bahasa Inggris, bahasa Jepang, bahasa Melayu, bahasa Hok Kian, dan sekarang mempelajari bahasa Mandarin.”

Putu Wijaya

Kasih Sayang Universal Perayaan Hari Valentine sebenarnya bukan asli budaya Indonesia. Tetapi, karena pesat berkembangan teknologi, dunia menjadi tanpa batas. Valentine pun dirayakan di seluruh dunia. Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa sibuk merayakan hari kasih sayang ini. Saat Valentine, pasangan anak muda yang dimabuk asmara bi­ asanya saling memberi hadiah. Di toko, jejeran coklat beragam bentuk dipajang. Para pembeli sibuk memilih. Ada yang mem­ beli satu, ada yang membeli tiga. Harga diskon untuk “barang wa­ jib” Valentine ini memang men­ jadi daya tarik untuk memancing pengunjung. Tak beda dengan toko ak­ sesoris yang banyak menjual boneka. Warna pink menjadi

O

M G

incaran. Padahal tidak ada klausul memberikan dan menerima kasih yang menyebutkan warna pink sayang. Kasih sayang juga bukan sebagai warna wajib. Di depan hanya untuk pacar dan kekasih toko, ada beberapa pedagang tetapi untuk semua orang yang mawar merah siap menjajakan kita cintai. Ada orangtua, sau­ batangan bunga berwarna me­ dara, kerabat, teman, dll yang rah. Ada yang dibungkus plastik, memerlukan kasih sayang. Kasih ada yang dibiarkan terpapar sayang itu tak harus ditunjuk­ tanpa bungkusan. kan dengan pemberian hadiah. Coklat, mawar, boneka, Kasih sayang bisa ditunjukkan merah, pink mendominasi saat dengan memberi perhatian. Valentine. Tetapi, dibalik semua Sekecil apapun perhatian yang itu, ada bahasa universal yang tulus dan iklas, dilandasi dengan perlu dimaknai dengan Valentine. cinta, itulah kasih sayang yang Kuncinya, kasih sayang. Sekarang universal. banyak yang mengidentikkan Jadi, mari ber-Valentine tiap kasih sayang saat Valentine untuk saat tanpa harus menunggu 14 pacar, kekasih, incaran, dll. Pada­ Februari. hal kasih sayang itu bukan hanya Salam dilakukan saat Valentine. Tiap Ralat saat juga men­ Terjadi kesalahan penulisan nama Kadis jadi saat untuk ­Kesehatan Provinsi Bali pada edisi 782 halaman 19. Tertulis dr. Gde Agus Suryadinata, MPPM. Yang benar adalah dr. Ketut Suarjaya,MPPM. Redaksi mohon maaf atas kekeliruan tersebut.

Sahabatku Hampir Mati Tenggelam di Sungai

Pada usia saya menginjak 75 tahun, masih sukar melupakan suatu kejadian pada tahun 1959 di Sumbawa Besar. Pada awal tahun 1959 saya berangkat ke Sumbawa. Transportasi pada waktu itu boleh dikatakan jauh daripada keadaan sekarang. Berangkat pagi dari Den­ pasar menuju Padangbai dengan membawa satu besek besar kain endek milik Bapak Gede Madera, karena beliau sudah lebih dulu ber­ ada di Sumbawa Besar dalam tugas sebagai Kepala Dinas Pendidikan Jasmani Kabupaten Sumbawa. Dari Padangbai kapal yang saya tumpangi berangkat kira-kira pukul 10.00 dan tiba di Pelabuhan Lembar sekitar pukul 14.00. Dari Lembar langsung menuju Lombok Timur yang waktu itu jalan masih berdebu. Tiba di Lombok Timur sekitar pukul 17.00. Besok paginya dengan kapal yang tidak begitu be­ sar berangkat menuju Pelabuhan Badas dengan ombak yang cukup besar, hampir semua penumpang mabuk. Dalam keadaan yang amat lelah pada sore hari baru tiba di Pelabuhan Badas. Di sana sudah menunggu ang­ kutan kota dan saya turun di rumah Dinas Bapak Gede Madera yaitu di Jalan Hasannudin No.11. Beliau pun kaget tidak menyangka saya bisa datang dalam musim ombak besar. Di rumah Bapak Gede Madera sudah ada seorang

mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

dari Gianyar yang bernama Wayan Regog. Dalam beberapa hari kami sudah bersahabat akrab karena sama-sama merantau dari Bali. Setelah 15 hari saya berada di Sumbawa Besar, sekitar pukul 15.00 bersama sahabat saya pergi ke sungai yang tidak begitu jauh. Tiba di sungai yang begitu bersih dan airnya amat jernih kami ber­ dua menyusuri sungai dan setelah sampai pada satu batu besar yang datar kami berhenti sambil me­ lepaskan lelah. Tidak begitu jauh dari tempat kami duduk ada dua orang pen­ duduk Sumbawa sedang men­ gail mencari ikan. Karena di Bali saya sering mengail, maka saya mendekati orang tersebut. Sedang­k an Wayan tetap duduk di atas batu dan saya berpesan kepadanya jangan turun ke su­ ngai karena sungai tersebut amat dalam. Tidak berapa lama saya berada dekat pemancing tersebut, saya menoleh ke arah sahabat saya

ternyata pakaiannya sudah ada di atas batu dan jelas sekali hanya tangannya kelihatan di atas air. Tanpa pikir panjang karena dia sudah bilang tidak bisa berenang maka saya minta tolong kepada dua pemancing tersebut dan kami lari ke arah sahabat saya. Tanpa membuka baju kami bertiga terjun ke sungai yang cukup dalam karena saya yakin maut di ambang pintu. Dengan susah-payah akhirnya kami ber­ tiga berhasil membawa Wayan yang perawakannya tinggi besar ke tepi sungai dan selamat. Kalau saja kami terlambat memberikan pertolongan mungkin saja Wayan menjadi penghuni dasar sungai karena tidak bisa berenang serta sungai amat dalam. Berselang beberapa hari kemudian setelah Wayan merasa sehat dia pulang ke Bali tanpa kembali lagi. I Made Suradnya Br. Tegallinggah kelod, Desa Tegallingah, Penebel, Tabanan

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lain­ nya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Pan­ jang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Ratna Hidayati. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten, Tini Dwi Rahayu. Redaksi/Pemasaran Jakarta: Diana Runtu, Sri Iswati. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­kretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Pal­ merah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543–Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palmerah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

10 - 16 Februari 2014

I N F O TO R I A L

23

Jangan hanya 30 Caleg Perempuan tapi Aleg Perempuan Dalam UU Pemilu diatur, tanpa ket­ erwakilan 30 per­ sen perempuan, partai politik tidak boleh ikut pemilu. Dalam daftar calon per dapil sekurangkurangnya terdapat 30 persen calon perempuan. Kemudian di Dra. Utami Dwi Suryadi pasal lain, da­ lam penyusunan daftar calon, setiap tiga nama calon, sekurang-kurangnya ada satu calon perempuan. “Ketika perempuan sudah duduk, mengapa mendapatkan nomor urut bawah. Walau pun para caleg ( calon legislatif) bakal tarung bebas, namun, pemberian nomor urut teratas, memberikan efek psikologi yang yang baik. Perempuan jadi lebih semangat dan termotivasi untuk bertarung dalam politik. Jangan hanya 30 persen caleg (calon legis­ latif) perempuan tapi aleg (anggota legislatif) perempuan minimal 30 persen,” ujar Dra. Utami Dwi Suryadi di Denpasar pekan lalu. Menurut anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bali dari Partai Demokrat ini, selama ini, tujuan diberikan quota 30 persen agar semakin banyak perempuan berani tampil ke politik, dan memacu mereka mulai tertarik berpolitik. “Hal ini mendorong para perempuan jengah. Kalau sudah ditaruh nomor bawah, jadi malas tidak mau turun dan bersosialisasi. Akhirnya, beberapa dari mereka berpikir, kalau dapat ya syukur, tidak dapat ya sudah,” kata Anggota Badan Legislasi

dan Badan Anggaran DPRD Provinsi Bali ini. Utami Dwi Suryadi, merupakan anggota legislatif yang mencalonkan diri kembali. Baginya, sebagai incumbent, minimal ia sudah membuktikan dirinya kepada masyarakat bagaimana sepak terjangnya. Namun, nomor urut 7 yang disandangnya, juga membuatnya berpikir bijaksana. “Ke­ tika saya diberi nomor “sepatu”, ya saya menjadi jengah. Saya harus bekerja lebih giat lagi mencari suara,” tuturnya dengan semangat. Selama ini, kata dia, dukungan dari partai memang memberikan efek positif secara psikologis. “Kalau dukung­ an materi jelas harus dari diri sendiri. Sudah dapat nomor kecil saya harus lebih giat bersosisalisasi ke masyarakat,” tandasnya. Saat reses sebagai anggota DPRD, waktu seminggu benar-benar dimanfaatkan maksimal oleh Utami. Ia turun ke masyarakat menyerap aspirasi dari berbagai pihak. Ketika ia menerima aspirasi, ia akan berusaha merealisasikan dan dijadikan program nyata. Tidak hanya wacana. Sementara, dulu ketika sebagai new comer di politik,ia mengaku, tu­ gasnya lebih berat. “Saya harus mengenalkan diri dulu ke masyarakat agar mereka mengenal siapa saya,” kata wakil caleg dari Denpasar ini. Sebagai incumbent, ia mengaku juga tak mudah. Karena itu, ia tak mau menyia-nyiakan waktu, ketika reses, ia manfaatkan waktu dengan baik un­ tuk mendulang suara. Misalnya saja, saat turun ke wilayah Denpasar Selatan. Ia harus tahu isu wilayah tersebut sering ditimpa bencana banjir. Saat datang berkunjung, masyarakat mengadu ada jembatan perlu diperlebar. Saat datang ke wilayah Denpasar Barat, ia juga harus mengenal isu di sana sebagai satu wilayah dengan penduduk terpadat, apalagi dengan isu teoris, warga masyarakat di­ minta tertib adminitrasi. Sementara, di wilayah Denpasar Timur, lebih mengarah

pada isu kebudayaan. “Saat kunjungan ke sana, masyarakat meminta didukung peralatan gamelan sebagai salah satu pelestarian budaya,” kata Utami. Untuk wilayah Denpasar Utara isu pertanian lebih banyak. Makin maraknya sawah beralih fungsi menjadi lahan perumahan. Ia meminta perlu memikirkan master plan pembangunan termasuk penyediaan resapan air. “Ada pura subak di Jalan Nangka, tapi sudah tidak ada subak lagi di sana. Ironis sekali,” katanya. Saat turun ke masyarakat, ia tidak saja menerima keluhan dan menyerap aspirasi, tapi juga memberikan motivasi dan sosialisasi beberapa kebijakan yang sudah ada khususnya yang berhubungan dengan bidangnya seperti Perda Buah Lokal yang sudah ada. Setelah menerima aspirasi masyarakat, isu-isu ini akan dibawa ke Musrembang untuk didiskusikan bersama pejabat terkait. “Kebetulan saya berada di Badan Anggaran, kalau program yang diajukan layak diproritaskan, maka akan dianggarkan,” kata Utami. Uniknya, saat ia turun ke masyarakat, Utami tak mau hanya laki-laki yang bicara. Ia selalu memancing para ibu untuk buka suara. Berbagai umpan ia lontarkan agar para perempuan tertarik bicara. “Tujuaan saya hanya satu, ingin para perempuan berani tampil bicara. Jangan hanya diam saja. Saya yakin mereka banyak punya masukan, tapi tak berani bicara atau mengungkapkannya. Saya memotivasi perempuan untuk berani mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan,” kata Utami. Menurutnya, pembangunan ini menjadi merata karena keterwakilan perempuan dan laki-laki. “Dengan kesepakatan kedua belah pihak, semua kepentingan diakomodir. Saya tidak hanya mewakili suara laki-laki, tapi juga perempuan. Jadi seim­ bang. Pokoknya, kalau belum ada perempuan yang bicara, acara simakrama belum ditutup,” tandasnya. -ast/ten


W H AT ’ S U P

22

10 - 16 Februari 2014

Komunitas Wisata Mistis

Uji Nyali di Sarang Hantu Kalau kebanyakan orang gemar berwisata ke tempattempat indah yang menyegarkan mata, komunitas yang satu ini sebaliknya. Kelompok ini justru senang mengunjungi tempat-tempat seram yang men­ dirikan bulu roma. Betapa tidak, objek wisata yang dipilih mereka adalah tempat-tempat yang dikenal –berdasarkan cerita dari mulut ke mulut, berhawa ­mistis. Yang lebih seram lagi, mereka memilih waktu tur dari pukul 09.00 hingga tengah malam. Benarbenar menguji nyali.

K

omunitas yang memiliki kegiatan ber­wisata ke tempat-tempat seram bukan hal yang baru di Bandung. Dari cerita-cerita yang berkembang di masyarakat, Bandung memiliki cukup banyak tempat-tempat seram. Dulu, ada sejumlah komunitas yang melakukan hal serupa, populer disebut ‘ghost tour’. Namun entah kenapa komunitas-komunitas tersebut tak pernah terdengar lagi. Kini yang tengah eksis adalah Komunitas Wisata Mistis. Tetapi, komunitas ini berbeda dari yang pernah ada. “Yang penting dicatat, kami bukan komunitas pemburu hantu atau perkumpulan dukun,” tegas Imam Abdurahman, Ketua Umum Komunitas Wisata Mistis, yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat. Penegasan ini perlu disampaikan Imam, karena sebagian orang yang tak paham akan mengira kegiatan dan misi komunitas tersebut adalah berburu hantu, hanya karena mencantumkan kata “mistis” sebagai nama komunitas. Padahal, kegiatannya jauh berbeda. Kegiatan mereka bukan sekadar me­nelusuri tempat mistis dari segi

metafisik, tapi juga mengungkap fakta yang sebenarnya dari tempat tersebut. Termasuk membuktikan, kebenaran mitos-mitos yang berkembang di masyarakat. Sebagaimana umumnya, awal terbentuknya komunitas ini lewat kumpulkumpul di dunia maya. Mereka yang menggemari cerita-cerita misteri, kumpul dalam satu thread sebuah media sosial. Di sana, mereka saling berbagi cerita dan informasi tentang tempat-tempat misteri. Obrolan makin seru karena kisah-kisah seram itu juga dibumbui dengan cerita hantu. “Awalnya hanya ngobrol iseng di forum internet, nama thread-nya ‘TempatTempat Seram di Bandung’. Ternyata banyak netter yang tertarik dan saling berbagi cerita. Namanya cerita atau mitos, tentu ada yang percaya dan ada yang tidak. Yang pasti, banyak yang penasaran. Lalu muncul ide, kenapa tidak datang langsung saja ke lokasi yang disebut seram itu, sekaligus membuktikan kebenarannya. Dengan begitu kita bisa mengklarifikasi mitos-mitos yang sudah terlanjur beredar di masyarakat,” tutur Imam yang menyebut tur mereka

sebagai ekspedisi. Salah satu topik yang waktu itu ramai dibicarakan, adalah SMAN 5 Ban­ dung, yang kisah hantunya sudah begitu populer seantero Bandung Raya. Dari cerita yang berkembang di masyarakat, sekolah yang menempati bangunan tua peninggalan Belanda itu memiliki penunggu hantu noni Belanda. Konon, hantu noni Belanda bernama ‘Nancy’ itu tewas bunuh diri karena cinta. Ada banyak versi cerita seputar penampakan hantu ‘Nancy’, salah satu yang paling mengerikan adalah penampakan kepala dengan mulut menetes darah. Benar atau tidak, Wallahu a’lam! Dari sekian banyak pengunjung thread, yang nekad datang ke SMAN 5 hanya tujuh orang. “Kami datang ke sana jam 9 malam. Tetapi, hanya bisa lihat dari luar karena tidak dapat izin untuk masuk ke sekolah itu. Menunggu sampai tengah malam, tapi tidak ada apa-apa di sana,” ungkap Imam. Pertemuan perdana atau kopdar (kopi darat) itu, menjadi cikal-bakal lahirnya komunitas ini. Karena sejak pertemuan pertama itu, mereka menjadi semakin rajin mengunjungi tempat-tempat angker, jumlah pesertanya pun semakin banyak. “Tepatnya kami berdiri April 2011,” tambah Imam. Selama tiga tahun lebih berdiri, telah cukup banyak tempat-tempat bernilai mistis mereka kunjungi. Misalnya saja Goa Belanda, Goa Jepang, bekas rumah sakit zaman Belanda, Gunung Kunci dan Museum Geusan Ulun di Sumedang, GOR Saparua, dll. “Pemilihan tempat tidak sekadar karena ada cerita hantunya tapi juga tempat itu harus memiliki nilai histori.

Komunitas wisata mistis dalam sebuah ekspedisi

foto koleksi komunitas wisata mistis

10 - 16 Februari 2014

S E L E B R I TA S

Nabilla Shabrina

Kemas Legenda Nabilla Shabrina mempunyai cara unik mempromosikan Indonesia di panggung internasional. Tak mau tampil dengan kostum biasabiasa saja, Nabilla pun mengusung kostum Nyi Roro Kidul yang terkenal dengan warna hijau di malam Grand Final Miss ­Tourism World 2013 yang berlangsung di Malabo, Equatorial Guinea, Afrika, belum lama ini. Hadirin juga juri sempat terperangah melihat tampilan unik Nabila. Tak heran ia pun di­ hujani berbagai pertanyaan seputar kostumnya yang unik.

“S

Ekspedisi ke Gunung Kunci Sumedang

Jadi kami datang bukan sekadar uji nyali dan merasakan aura mistisnya tapi juga mengungkap sejarah tempat itu,” tutur Imam. Babakan Siliwangi di Bandung, misalnya. Tempat itu selain memiliki nilai histori juga tenar dengan cerita hantu boneka yang gentayangan. Dan memang, ujar Imam, meski tidak berjumpa dengan hantu boneka yang ramai dibicarakan, tak urung sejumlah peserta merasakan keanehan-keanehan. “Tempat itu ternyata memang seram. Ada yang merasakan tekanan energi yang luar biasa, ada yang merasa melihat kelebatan bayangan, dll,” ucapnya. DARI KESURUPAN HINGGA HANTU JAIL Namanya mengunjungi tempattempat angker, sudah barang tentu mereka kerap menjumpai hal-hal aneh yang membuat bulu kuduk merinding. Bahkan, tak jarang para peserta khususnya wanita menjadi kesurupan. Tapi tentu saja tak perlu khawatir karena setiap kali melakukan ekspedisi, tim ini selain didampingi oleh pemandu yang biasanya penunggu bangunan atau masyarakat setempat, juga tim metafisik yang tugasnya selain membaca kondisi sekitar, dari segi metafisik juga membantu pengamanan peserta dari gangguan makhluk-makhluk alam lain. “Yang penting niat kita datang ke sana baik, tidak macam-macam. Pikiran kita juga tidak boleh kosong, harus menjaga tata karma, tidak sembarangan bertingkah laku. Kami juga ada pengaman dari tim metafisik. Hanya saja, kadang ada saja makhluk yang jail, meski tidak sampai membahayakan. Lagi pula sebelum memulai ekspedisi, kami selalu melakukan doa bersama,” tutur Imam. Ritual yang juga wajib dilakukan adalah pembersihan yang dilakukan tim metafisik kepada tiap peserta. “Ini ritual wajib demi keselamatan, kare­ na kita bersentuhan dengan hal-hal supranatural. Jangan sampai hal-hal yang tidak diinginkan mengikuti kami pulang,” ucapnya. Dalam ekspedisi, mereka tidak hanya melakukan penelusuran, tapi juga melakukan beberapa agenda kegiatan, di antaranya, uji nyali, buka tirai dan medium. Uji nyali, hanya ditawarkan kepada mereka yang berani melaku-

kan. Itu pun waktunya dibatasi, hanya beberapa menit, dan didampingi tim metafisik. Sedang kegiatan ‘buka tirai’ adalah menitiskan dimensi sehingga mereka bisa melihat situasi sekitar lewat mata batin. “Tetapi kegiatan ini hanya dibatasi untuk lima orang. Biasanya, bagi yang peka, mereka bisa melihat makhlukmakhluk itu,” jelasnya. Kegiatan lainnya adalah medium. Hal ini ditawarkan hanya kepada peserta yang berani dan ingin menjadi medium untuk ber­ interaksi dengan makhluk dunia lain. Meski kegiatannya berbau horor, namun komunitas ini memiliki banyak peminat, khususnya di kalangan muda. Sampai saat ini mereka telah memiliki member aktif di Bandung sekitar 70 orang dengan jumlah simpatisan mencapai 200an lebih. Jumlah ini tentu akan membengkak jika digabungkan dengan regional yang ada di daerah, seperti; Balikpapan dan Jambi, yang ternyata juga memiliki banyak tempat-tempat berbau mistis. “Kami kopdar setiap malam Jumat. Acara utamanya, berbagi cerita mistis dan membicarakan rencana ­ekspedisi berikutnya,” katanya. Kepopuleran Komunitas Wisata Mistis di kalangan masyarakat luas ini, juga banyak terbantu dengan munculnya pemberitaan kegiatan mereka di berbagai media. Kerap kali mereka muncul di TV, bahkan sempat syuting bareng dengan sebuah televisi yang kerap menayangkan acara uji nyali di lokasi mistis. Karena eksistensinya ini pula pun, mereka kerap diminta menjadi pemandu wisata mistis kelompokkelompok tur. Yang belum lama ini dilakukan adalah memandu wisata mistis sejumlah wisatawan asing ke bekas rumah sakit zaman Belanda di Bandung yang ter­k enal dengan cerita seramnya. “Waktu itu kebetulan kami juga akan melakukan ekspedisi ke sana, jadi kami tawarkan lokasi itu. Mereka setuju, jadi kami berangkat bareng. Rombongan kali ini cukup besar karena gabungan dengan para turis itu. Mereka berasal dari Inggris, Vietnam, dll, jumlahnya 15 orang,” jelas Imam yang berencana mem­bukukan kegiatan Wisata Mistis dan pengalaman para pesertanya. “Bukunya sudah hampir selesai, dalam waktu dekat akan diluncurkan,” tambahnya. –Diana Runtu/Inten Indrawati

ebenarnya waktu itu a k u sempat bingung juga, akan memakai kostum apa pada sesi kostum nasional. Aku ingin suatu yang unik, suatu yang tidak biasa yang menarik perhatian orang. Memang dari Jakarta aku sudah

mempersiapkan beberapa kostum, salah satunya, ya, kebaya. Tapi kemudian aku pikir, kenapa tidak coba kostum Nyi Roro Kidul. Bukan hanya gaun, aksesorisnya pun aku pakai lengkap, termasuk mahkotanya. Sehingga terkesan megah. Ternyata benar, mereka pun banyak bertanya,” tutur ga­ dis kelahir­an Kendal, 7 September 1993 ini. Sebenarnya, ada maksud lain dari keputusannya memakai gaun Nyi Roro Kidul. Nabilla yang September lalu berhasil memenangkan mahkota Putri Pariwisata Indonesia 2013, ingin mengangkat pariwisata Indonesia dari sisi legenda. Nabilla yakin, kekayaan

legenda ini dapat memberi nilai tambah bagi dunia pariwisata Indonesia, asalkan dikemas yang baik. Menurutnya sebuah tempat pariwisata akan menjadi lebih menarik dan bernilai tambah, jika ada cerita mitos di baliknya, d i b a n ­d i n g tempat wisata biasa yang t a n p a cerita. D a l a m kesem­ patan itu, Nabila pun ba­ n y a k bercerita

tentang legenda Nyi Roro Kidul yang sesungguhnya memiliki ba­ nyak versi. Nyi Roro Kidul, Ratu Pantai Selatan adalah legenda yang hidup di masyarakat dan begitu terkenal di Indonesia, khususnya di Jawa. Malah ada yang bertanya, apakah Nyi Roro Kidul itu benarbenar ada. Nabilla menjelaskan semua jawaban dengan bahasa Inggris yang fasih. Kemampuan ber­bahasa Inggrisnya memang lumayan bagus. Ia pernah menjadi juara pertama dalam lomba pidato bahasa Inggris se-Jawa Tengah. Kemampuannya ini menjadi lebih ‘berbobot’ karena ia juga memiliki prestasi di bidang akademis, salah satunya adalah menjadi juara tiga Olimpiade Fisika se-Jawa Tengah. Anak bungsu dari tujuh bersaudara ini mengaku, memang sangat suka ilmu pengetahuan. Ketika sebagian teman-temannya sibuk mengikuti aktivitas luar sekolah, Nabilla justru lebih suka di rumah, berkutat dengan buku-buku pelajaran. “Aku nih, biasa banget. Nggak pernah ikut macam-macam, lebih senang di rumah. Aku lebih suka belajar, dapat nilai bagus di sekolah. Ketika di awal kuliah juga begitu, mengejar IP (indeks prestasi) tinggi. Jadi minat aku lebih ke akademik,” tuturnya. Nabilla juga sangat menyukai renang. Ia telah mencatat sejumlah prestasi dalam berbagai kompetisi renang. Salah satunya adalah juara dua tingkat Jawa Tengah. “Aku belajar renang sejak TK dan ikut kompetisi sejak SD hingga SMP. Namun, kegiatan itu tidak lagi intensif dilakukan karena terbentur banyak tugas sekolah. Aku ingin fokus sekolah. Jadi kegiatan renang hanya jadi sambilan,” tambah gadis pemilik tinggi 172 cm/58 kg. Pikiran Nabilla jadi terbuka ketika sang kakaknya mendorong­ nya untuk memperkaya diri dengan mencari pengalaman lain. Arahan sang kakak membuka pikirannya. “Dulu aku berpikir belajar dan belajar. Aku ingin cepat lulus kuliah dengan IP bagus dan mendapat pekerjaan bagus. Kemudian, pikiran aku berubah, bahwa kuliah saja tidak cukup. Aku harus memperkaya diri dengan pengalaman lain,” tambah mahasiswi semester IV jurusan Teknik Material dan Metalurgi Ins­ titut Teknologi Surabaya (ITS). Sang kakak mendorong Nabila mencari pengalaman baru tak tanggung-

tanggung. Ketika mendengar akan digelar Duta Pariwisata Kabupaten Kendal, tempat Nabila berasal, dia pun mendorong adiknya ikut serta. Sang kakaklah yang mengurus segala keperluan administrasi, Nabilla tinggal bertarung saja. Mengaku agak canggung, tapi Nabilla tetap nekad ikut. Hasilnya ia berhasil menjuarai kompetisi itu dan Kabupaten Kendal pun me­ngirimnya untuk berlaga di pemilihan ‘Mas dan Mbak Jawa Tengah’ . “Saya juara dua. Kemudian Jateng mengutus saya ikut kompetisi Putri Pariwisata 2013. Jadi boleh dibilang ikut kompetisi semacam ini adalah pertama kalinya. Kalau peserta lain banyak yang punya background model, saya tidak sama sekali,” jelasnya. Ketika ia berhasil memenangkan gelar Putri Pariwisata, banyak hal yang harus ia pelajari. Baik cara berjalan, penampilan, make up, fashion dan lain-lain. Untuk menunjang penampilan, El John, yayasan penyelenggara Putri Pariwisata, mengikutsertakannya dalam kursus-kursus singkat, seperti, kursus kecantikan, cat walk, table manner, fashion, dll. PERUBAHAN GAYA HIDUP “Begitu masuk ke dunia ini, rasanya kehidupan aku sungguh berubah, khususnya pada kebiasaan-kebiasaan. Tahu sendiri ya, aku ini kuliah di teknik yang temannya kebanyakan cowok. Nah penampilan anak-anak teknik ya kayak gitu, cuek-cuek. Nggak ada yang pakai baju heboh-heboh. Lalu Pak John, pemilik El John Pageant menasihati, aku tidak bisa kayak dulu lagi. Maksudnya, penampilan aku harus dijaga benar. Aku tidak bisa lagi cuek, harus make up, berpakaian yang cantik, dll. Terus terang saja, ketika menjalani fase itu, aku merasa kaget, karena beda banget dengan kehidupan aku sebelumnya,” tutur Nabilla menceritakan pengalamannya di awal menyandang Putri Pariwisata. Tentu saja, Nabilla tidak ingin gagal dalam penampilannya sebagai seorang putri yang menjadi ikon pariwisata Indonesia. Dengan tekad kuat, ia pun mempelajari segala hal untuk menunjang tugas yang diembannya. Bukan hanya belajar segala hal terkait pariwisata tapi juga soal penampilan. “Selain kursus, aku juga menambah pengetahuan dengan berselancar di internet soal fashion, kecantikan, dll. Sebenarnya, aku suka fashion. Namun, karena keadaan aku tidak mengembangkan minat di bidang itu. Sekarang, aku jadi lebih leluasa. Jadi tidak masalah, karena perubahan yang sekarang, aku suka, kok,” kata gadis cantik ini.

3 Empat bulan lebih menyandang gelar Putri Pariwisata, banyak kegiatan yang diikutinya. Pengalaman yang paling mengesan­k annya adalah saat dikirim mengikuti event Miss Tourism World . Dia dikirim mengikuti beauty pageant internasional itu, hanya selang sepekan setelah memenangkan Putri Pariwisata. Selain minim pengalaman, dia juga minim persiapan. Lebih dari itu, ia di sana tanpa pendamping alias sendiri. “Aduhh aku benarbenar takut dan tegang. Penerbangan dari Indonesia ke Equator Guinea sekitar 28 jam, belum termasuk waktu transit. Kalau ditotal masa tempuhnya dua hari lebih atau hampir tiga hari,” kenangnya. Equator Guinea adalah negara kecil di pantai barat Afrika. Udaranya dan kondisi alamnya hampir sama dengan Indonesia, tapi di sana lebih lembab. Di sana juga hanya ada dua musim, sama seperti Indonesia. Tampilan negara ini seperti negara miskin karena pembangunan belum banyak terlihat. Padahal, Guinea termasuk dalam negara produsen minyak terbesar di Afrika. Beauty pageant tingkat internasional sungguh berbeda dengan yang digelar di Indonesia. “Kalau di Indonesia lebih banyak berada di kelas mengikuti pembekalanpembekalan, banyak materi, dll. Jadi aku kira event internasional juga seperti itu, karenanya, persiapan pun ya seperti itu. Ternyata berbeda. Kami lebih banyak di lapangan, mengikuti berbagai aktivitas lapangan. Tiap hari keliling, wisata, dll,” tuturnya. Hal ini mengejutkan bagi Nabilla. Tapi di sisi lain, ia merasa beruntung karena berkesempatan mengalaminya. Dengan banyak keliling, dia menjadi tahu karena dapat melihat lebih dekat kehidupan masyarakat di sana, kondisi alamnya, dll. “Meskipun gagal di event itu, aku merasa bersyukur juga bangga karena berkesempatan memperkenalkan Indonesia, khususnya keragaman budaya dan keindahan tempat-tempat wisata Indonesia. Di sana aku juga sempat bicara panjang-lebar tentang batik. Hal ini karena setiap hari aku memakai baju batik. Mereka tertarik karena batik dinilai memiliki keunikan dalam corak,” tandasnya. Saat Nabilla memakai batik dengan motif daun Kendal, banyak yang bertanya tentang cerita dari motif batik itu. Nabilla pun menjelaskan ini adalah daun pohon Kendal, daun khas daerah Kendal. “Indonesia memiliki banyak corak batik. Setiap daerah memiliki batik khas,” kata Nabilla yang cuti kuliah selama setahun demi menjalankan tugas-tugasnya sebagai Putri Pariwisata. –Diana Runtu/Ngurah Budi


INSPIRASI

4

10 - 16 Februari 2014

Baju Organik untuk Bayi Kini, tak hanya makanan oragnik yang diburu pembeli. Beragam barang organik pun dicari. Hal ini bukan saja terkait dengan kesehatan dan rasa aman melainkan juga tuntutan gaya hidup modern yang lebih mendekatkan pada alam, back to nature.

B

atik dan pelbagai tenun asli Indonesia misalnya, sangat dikenal ramah lingkungan. Proses produksi dari hulu hingga hilir memenuhi atau sesuai dengan harapan kebijakan global tentang pembangunan berkelanjutan. Kini, baju-baju bayi dengan bahan-bahan yang seluruhnya organik, banyak digemari kaum ibu, terutama kalangan menengah atas. Beberapa alasan tersebut itulah di antaranya yang menjadi tekad Maureen Yunizar untuk membuka usaha baju organik untuk bayi. Antusiasme ibu-ibu, apalagi mereka yang baru berstatus ibu, tentulah akan memilih yang terbaik bagi buah hati­ nya. “Kebanyakan memang kalangan menengah atas yang menyukai baju-baju organik ini,”

kata Maureen Yunizar (33), wirausaha muda yang hanya memproduksi baju-baju bayi yang organik untuk kebutuhan dalam ne­ geri maupun ekspor. Menurut Maureen yang memulai usaha baju orga­ nik untuk bayi sejak 2009 ini, semua unsur produknya menggunakan bahan alami. “Mulai dari penanaman kapasnya menggunakan bahan alami, sampai pada proses pewarnaan bahan hingga jadi produk tidak menggunakan bahan kimia yang berba-

Maureen Yunizar

haya,” urai Maureen yang memberi brand produknya Imochi Baby. Mencari bahan baku organik ini diakuinya tidak mudah karena

harus mengikuti standar internasional, produk tersebut 100 persen certified organic cotton. Sertifikat organiknya dikeluarkan oleh Global Organic Textile Standard (GOTS). Baju-baju bayi organik dibuat dengan mengutamakan kesehatan karena kulit bayi masih sensitif, apalagi yang memiliki alergi kulit. Bahkan label tidak ditaruh di dalam karena khawatir membuat iritasi kulit bayi. Kalau dari segi desain, bisa dikatakan biasa-biasa saja. Karena baju bayi organik ini lebih meng­

utamakan kenyamanannya. Jadi bukan pada desain yang umumnya mengesankan lucu. Jenis yang diproduksi pun standar seperti baju lengan panjang dan lengan pendek, celana panjang dan celana pendek, dan lainnya untuk bayi baru lahir hingga usia tiga tahun. Ke t e r t a r i k a n M a u r e e n pada baju-baju bayi organik berawal ketika dia bepergian ke Negeri Cina. Di sana ia menjumpai selain banyak ­bahan-bahan murah yang tidak ramah lingkungan, ada pula dijual bahan organik. Khusus bahan organik, tentunya akan beda karena membuat peluang usaha, begitu pikirnya saat itu. Apalagi untuk bayi, sebaiknya memang diberikan baju-baju berbahan organik ini. Kalau hanya baju-baju bayi dan bukan organik, sudah banyak pesaingnya, pikirnya pula. Ia pun memiliki gambar­ an akan pangsa pasar yang disasar. “Harga­ nya masih relatif terjangkau dibanding produk impor yang sama-sama organik,” tambah Maureen. Kini usahanya yang berpusat di Tanah Abang, Jakarta Pusat mengalami pertumbuhan walau diakuinya masih mengalami kendala, terutama ketergantungan pada bahan baku. Bahan baku kapas organik yang digunakan untuk kain katun semuanya masih impor karena belum adanya suplai kapas orga­ nik di dalam negeri. Selanjutnya proses pemintalan sampai menjadi baju jadi semuanya dikerjakan di dalam negeri. Ketergantungan pada bahan baku impor diakuinya merupakan salah satu kendala, lebihlebih yang organik harus benar-benar didapatkan dari perusahaan yang memiliki sertifikat

10 - 16 Februari 2014

MANDALIKA

Peran Besar Istri Cegah Korupsi

Korupsi merupakan kejahatan extraordinary. Karena itu, pemberantasannya harus dilakukan dengan sangat serius dan dilakukan dengan tindakan yang luar biasa pula. Hal inilah yang tengah dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Apa yang tengah dilakukan KPK dalam memberantas kejahat­ an ini haruslah didukung semua pihak. Dorongan untuk terjadinya korupsi dapat disebabkan banyak hal, salah satunya bisa datang dari rumah tangga.

H

internasional. Fluktuasi harga bahan baku pun menggunakan dolar Amerika. Hal ini tentu saja kadang berpengaruh terhadap permintaan pasar, yang diakuinya terus meningkat. “Mungkin kesadaran ibu-ibu pada bahan-bahan baju organik ini terus bertambah,” kata Maureen. Apalagi, menurutnya, harga yang ditawarkan dirasa relatif terjangkau dibanding baju-baju organik buatan luar negeri atau bajub a j u b a y i o r g a n i k i m p o r. “Produk kami dipasarkan dengan harga yang terjangkau namun dengan kualitas yang sangat baik,” ujarnya

promotif. Pemasarannya hingga kini lebih memenuhi kebutuhan di dalam negeri, hanya sebagian yang ke luar negeri. Di dalam negeri baju bayi organik buatannya dapat ditemukan di beberapa toko di Jakarta, Bandung, Malang, Batam, Makassar, dll. Pasar ekspor baru ke Singapura dan Australia. Selain itu, produk ini dijual pula secara online. Ditambahkan Maureen, selain memasarkan produk de­ ngan merek sendiri, pihaknya juga membuatkan beberapa private label sesuai dengan permintaan. – Iswati/Ratna Hidayati

21

al ini terungkap ketika Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas melakukan Sosialisasi Tindak Pidana Korupsi, Gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang bagi pengurus organisasi perempuan se-NTB, di Mataram beberapa waktu lalu. “Modus korupsi yang melibatkan keluarga terbagi dalam dua bagian yakni melakukan korupsi bersama-sama seperti suami dan istri, ayah/ibu dan anak juga kolaborasi dengan kerabat dekat lainnya (mertua/menantu, kakak/ adik dan ipar),” ungkapnya. Modus korupsi lainnya yakni melibatkan anggota keluarga sebagai sarana tindak pencucian uang, melalui rekening bank, polis asuransi dan investasi/asset. Itulah sebabnya Komisi Pembe­ rantasan Korupsi juga kini melibatkan perempuan, khususnya di Nusa Tenggara Barat untuk membangun budaya antikorupsi sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat dalam gerakan pencegahan dan pemberantasan korupsi. Peran keluarga dalam memba­ ngun budaya antikorupsi sangatlah penting karena korupsi dapat terjadi berulang antara lain karena dorongan/ tuntutan keluarga yang berlebihan, hidup boros, bermewah-mewah, konsumtif. “Jika niat itu bertemu dengan kesempatan maka terjadilah korupsi. Ditambah lagi adanya do­ rongan yang kuat dari keluarga yang mendukung maka korupsi tidak bisa dihindari,” ujarnya. Kegiatan ini dinilai strategis karena melibatkan para istri pejabat dan organisasi perempuan di Nusa Tenggara Barat. Tidak kurang dari 300 orang perempuan hadir dikomandani langsung Hj. Erica Zainul Majdi, istri Gubernur NTB, juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, yang menjadi keynote speech dalam kegiatan tersebut. “Hebatnya, suatu keluarga tergantung dari Ibu sebagai pemegang peranan penting dalam keluarga begitu juga pada tingkat yang lebih tinggi. Namun sebaliknya, bila ibuibu terpengaruh sama halnya dengan kejadian Nabi Adam yang sangat taat dan imannya kuat kepada Allah SWT, namun setan/iblis tidak berputus asa untuk menggoda Siti Hawa dan akhirnya dapat dipengaruhi untuk melakukan sesuatu yang dilarang ­Allah,” kata Erica. Peran istri menjadi motivator sekaligus penasihat bagi para suami untuk senantiasa be­ kerja dengan baik dan disiplin, serta menjunjung tinggi martabat diri dan keluarga, sangatlah penting. Harapannya, para istri dapat ikut berperan aktif dan masif, sejak dini mencegah perilaku koruptif, yang dimulai dari lingkungan keluarga. “Output terkecil dari dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan kepada para peserta untuk dapat mengerti, memahami, sekaligus menolak segala bentuk tindakan korupsi, pemberian gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang, bagi

Kegiatan Sosialisasi Tindak Pidana Korupsi, Gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang bagi pengurus organisasi perempuan se-NTB, di Mataram

diri sendiri dan organisasi perempuan yang dikelolanya. Tidak kalah pentingnya adalah, saudara-saudara menjadi motivator sekaligus pena­ sihat bagi para suami, untuk senantiasa bekerja dengan baik dan disiplin, serta menjunjung tinggi martabat diri dan keluarga, dari segala bentuk tindakan korupsi,” ungkap Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, ketika membuka kegiatan tersebut. Kegiatan ini merupakan salah satu usaha untuk mencegah terjadinya tindakan korupsi di daerah ini selain bahwa ikhtiar pencegah­ an tindakan korupsi di daerah ini telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTB dengan menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 35 tahun 2013, yaitu tentang aksi daerah pencegahan dan pemberantasan korupsi di Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Karena itulah kegiat­ an ini merupakan bagian aksi dari strategi yang dilakukan daerah tersebut yaitu pendidikan anti­ korupsi bagi masyarakat yang diawali, pendidikan antikorupsi tersebut dalam keluarga. Salah satu faktor yang mempenga­ ruhi perilaku dan kinerja para pejabat publik dan pegawai negeri adalah kehidupan keluarga dan nilai-nilai yang dianut oleh anggota keluarga dalam kehidupan sehari-hari. “Pendidikan antikorupsi perlu diberikan ke­­pada para istri pejabat publik dan pejabat struktural lingkup pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/ kota se-Nusa Tenggara Barat. Diharapkan para istri dapat ikut berperan aktif dan masif, sejak dini mencegah perilaku koruptif, yang dimulai dari lingkungan keluarga,” kata gubernur. Pendidikan antikorupsi ini diperlukan kare­ na menurut Gandjar

Bonaparta, Dosen Fakultas Hukum UI yang juga menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut, berdasarkan penelitian UNODC strategi komunikasi, informasi, edukasi untuk perempuan dan pemuda dalam pemberantasan korupsi (2012), menyimpulkan perempuan cende­ rung menyatakan akan diam saja jika melihat orang di sekitar melakukan korupsi. “Sebagai contoh, seorang istri atau suami menggunakan mobil

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi (tengah) saat acara Sosialisasi Tindak Pidana Korupsi, Gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang bagi pengurus organisasi perempuan se-NTB, di Mataram

dinas suami/istrinya yang adalah pejabat atau penyelanggara negara, untuk kepentingan keluarga, itu juga korupsi,” ujarnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku dan kinerja para pejabat publik dan pegawai negeri adalah kehidupan keluarga dan nilainilai yang dianut oleh anggota keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Istri harus dapat menjadi teman dan pendamping suami, serta senantiasa memberikan motivasi untuk bekerja dengan baik, disiplin dan menjauhkan keluarga dari penghasilan yang didapatkan dari tindakan korupsi dan tindakan melawan hukum lainnya. Penanaman nilai-nilai anti korupsi kepada anggota keluarga sejak dini diharapkan dapat mendorong para pejabat publik dan pegawai negeri untuk menghindari perilaku koruptif dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Keluarga juga harus dibuka wawasannya, terhadap bentuk-bentuk tindakan korupsi. Sebab, di antara baik dan berkahnya membangun kehidupan keluarga adalah adanya nafkah dari penghasilan yang baik

dan halal. “Sekali lagi saya berharap, ibu-ibu yang hadir pada saat ini, dapat menjadi teman dan pendamping suami, serta senantiasa memberikan motivasi untuk bekerja dengan baik, disiplin dan menjauhkan keluarga dari penghasilan yang didapatkan dari tindakan korupsi dan tindakan melawan hukum lainnya,” kata gubernur yang juga seorang ulama ini. “Korupsi tidak terjadi jika keluarga dan lingkungan menolak anggota keluarga melakukan korupsi, dan penolakan lingkungan serta ketatnya sistem menjadikan seseorang batal melakukan korupsi,” imbuh Busyro. Menurut Majdi, ada tiga pilar sebagai pemicu konflik horizontal yang dialami daerah ini yakni pertama, paham keagamaan yang berbeda visi; kedua, perebutan sumber daya alam atau pun potensi yang ada. Contohnya dalam bidang pertanian, perikanan, pertambangan yang salah satu daerah memiliki lebih; ketiga, lemahnya pengawasan hukum. “Tiga pilar inilah yang banyak menimbulkan konflik di masyarakat sebagai pemicu terjadinya tindakan kriminal termasuk di dalamnya terjadinya korupsi,” ungkapnya. --Naniek I. Taufan/Inten Indrawati


NINE

20

10 - 16 Februari 2014

10 - 16 Februari 2014

Mengenakan hijab warna coklat tua dengan renda krem, penampilan Rohida terlihat segar. Tidak ada kesan ribet dari dandanan hijabnya, biasa saja namun terkesan modis. Dari cara memakai hijab, ia terlihat seperti kebanyakan orang berpenampilan sehari-hari. Ketua perkumpulan ibu pemakai hijab di Lombok yang dikenal dengan nama Hijabersmom Lombok ini, rupanya paham benar, fungsi hijab yang dikenakan.

R

cabang di seluruh Indonesia. Komunitas para ibu berhijab tidak sekadar berkumpul untuk mencari inspirasi dan membahas tentang gaya hijab atau cara memakai jilbab terbaru melainkan juga sebagai wadah bagi mereka untuk berdiskusi tentang banyak hal. “Kaum ibu butuh tempat berkumpul untuk mengembangkan diri, menggali potensinya dan saling belajar tentang banyak hal. Tempat berkumpul yang tidak jauh dari kegiatan spiritualitas, sekaligus sebagai wadah mengembangkan diri dalam dunia wirausaha serta dapat mendorong kaum ibu untuk menambah keterampilan berbicara di depan umum. Para ibu berkumpul yang mendapatkan nilai ekonomi lebih,” ungkap Rohida. Banyak hal yang menjadi topik diskusi para ibu ini ketika berkumpul, mulai dari kesehatan perempuan, memberikan akses informasi kepada kaum ibu untuk membuka bisnis-bisnis baru yang sesuai dengan kebutuhan para ibu hingga inspirasi berbusana muslim yang secara tidak langsung dapat mengajak para perempuan muslimah untuk

Komite HmCL

berhijab. Selain menggelar kegiatan rutin untuk meningkatkan spiritualisme dan menambah wawasan di berbagai bidang, komunitas ini juga mendorong kaum ibu lebih kreatif berwirausaha dan menambah kete­ rampilan diri. Dari perkumpulan ini, ia ingin “mengatakan” bahwa berhijab itu tidak kuno, melainkan perempuan bisa tampil modis dengan hijabnya. “Apalagi penggunaan busana muslim di Lombok terlihat berkembang baik,” ujarnya. Toko-toko dan butikbutik yang khusus menjual busana muslim menjamur rata di seluruh Lombok khususnya Kota Mataram. Berbagai pilihan model dan warnawarni busana muslim yang memikat dapat dengan mudah dijumpai dengan harga yang terjangkau. Meski ada juga butik-butik khusus yang menyediakan busana muslim dengan harga yang mahal sesuai de­ ngan kualitas bahan dan modelnya. “Menjamurnya toko busana muslim di Lombok tidak lepas dari minat berhijab di Lombok sangat tinggi,” kata ibu satu anak ini. Sebagai daerah yang mayoritas penduduknya muslim, perempuan di Lombok banyak mengenakan hijab. Fashion busana muslim berkembang dengan baik di pulau yang dikenal dengan sebutan Pulau Seribu Masjid ini. Memakai hijab (baju muslim) bagi perempuan muslim adalah kewajiban. “Busana muslim yang tertutup, awalnya dipakai sebagai kewajiban saja. Tidak banyak yang memperhatikan tentang model, warna maupun gaya berbusana muslim. Semuanya dipakai begitu saja, simpel dan praktis, intinya menutup aurat,”

ungkapnya. Namun, akhir-akhir ini, khususnya di Lombok, penampilan perempuan muslimah mulai terlihat fashionable, modis dan trennya mulai terlihat. Beragam model, corak dan warna busana muslim menjadi bagian dari tren berbusana di Lombok. Busana-busana muslim yang fashionable ini tidak hanya dipakai ketika menghadiri acara-acara khusus, melainkan sudah dalam gaya berpakaian keseharian perempuan muslim di Lombok. Para pengguna busana muslim yang memperhatikan tren mode terbaru ini, lebih khusus lagi para ibu atau perempuan yang telah menikah. Lebih dari 200 anggota tercatat secara resmi telah bergabung dalam Hijabersmom Community Lombok dan tidak kurang dari 2.000 orang telah bergabung dalam media sosial HCL. Mereka yang telah menikah atau telah berusia 25 tahun ke atas ini datang dari berbagai profesi, seperti pegawai negeri, karyawan swasta, dokter, pengusaha dan ibuibu rumah tangga. “Yang terbanyak adalah para ibu yang berprofesi sebagai pengusaha,” kata Rohida. “Perempuan muslim bisa tampil modis dengan tidak meninggalkan syariat Islam. Selain sebagai tempat untuk bersosialisasi, komunitas ini dibentuk untuk memotivasi para pengguna hijab agar tampil lebih percaya diri dengan fashion muslim, ” lanjut pemilik sebuah salon kecantikan di Mataram ini. Selain menyelenggarakan kegiatan rutin tersebut, Hijabersmom Community Lombok juga membuka kelas jilbab yang digelar secara rutin dengan mendatangi satu instansi ke instansi lainnya untuk memperkenalkan gaya berhijab atau gaya berbusana muslim yang memikat sehingga para pemakai hijab tampil lebih percaya diri lagi sekaligus mengajak para perempuan muslimah lain untuk berhijab. Kelas jilbab yang dibuka 2-3 jam ini mengajarkan tentang cara memadupadankan busana muslim menjadi lebih menarik dan modis. “Bagi mereka yang sebelumnya tidak berhijab, diberikan juga tips memadupadankan busana yang tadinya bukan merupakan busana muslim menjadi dapat dipergunakan sebagai busana muslim,” kata Rohida. Target ke depan Hijabersmom Community Lombok, memberdayakan para ibu dan ang-

5

Hipnoterapi Manik Sekecap dengan Hipnosis ala Bali

Ida Rohida

HCL Tampil Modis dengan Hijab ohida mulai memperkenalkan kelompok hijab ini tahun 2011. Dilatarbela­ kangi keinginannya mengajak para ibu untuk berhijab, ia lekas menangkap momen berdirinya Hijabersmom yang ada di Jakarta. “Lombok menjadi daerah ke tiga dari 23 daerah di tanah air yang memiliki perkumpulan ibu-ibu berhijab dengan sebutan Hijabersmom berdasarkan nama wilayah masingmasing,” katanya. Selain itu perkumpulan ini menjadi tempat berdiskusi dan bersilaturahmi muslimah Nusa Tenggara Barat. Kebutuhan memakai busana muslim bukan hanya sebagai kewajiban berbusana bagi perempuan muslim, melainkan juga keinginan untuk tampil modis. Ini membuat sebuah komunitas hijab di Mataram mulai memperkenalkan bahwa perempuan berbusana muslim bisa juga tampil fashionable. Komunitas ini bernama Hijabersmom (kumpulan para ibu berbusana muslim). Hijabersmom Community Lombok (HCL) merupakan bagian dari Hijabersmom yang ada di Jakarta yang telah memiliki 23

INSPIRASI

“Sekarang, coba saja. Berdiri tegak, tangan luruskan dengan telapak tangan terbuka mengarah ke kening Bapak yang ada di depan Anda. Perintahkan dalam hati, nanti ia akan merasakan dan menuruti apa yang kamu perintahkan,” begitu instruksi GMH Ketut Gede Suatmayasa S.H., CH, CHt MNNLP. Tak lama kemudian, instruksi “tidur” yang disebutkan dalam hati itu, diikuti. Bapak di depannya tertidur.

Ida Rohida

gotanya untuk dapat memaksimalkan potensi dalam diri agar lebih kreatif lagi memanfaatkannya dalam sebuah bisnis yang dapat memberikan nilai ekonomi lebih bagi keluarga. “Target utamanya adalah mengelola hasil-hasil kerajin­ an daerah NTB yang khas seperti tenun dan kerajinan tangan lainnya untuk diperkenalkan secara luas,” kata Rohida. Eksotika tenun Lombok Sumbawa khas Nusa Tenggara Barat, tidak lepas dari sentuhan tangan para ibu yang kini banyak memperkenalkan busana muslim dengan berbagai corak, ragam, warna dan model dari tenun khas NTB. Keberagaman dan keunikan tenunan Lombok Sumbawa kini telah banyak digunakan sebagai bahan busana muslim yang memikat. Busana muslim bernuansa etnik Lombok Sumbawa kini banyak diminati dan menurut Rohida saat ini permintaan terhadap busana muslim corak khas Lombok Sumbawa tersebut tengah banyak permintaan dari luar daerah. Selain itu, Hijabersmom Community Lombok banyak melakukan kegiatan-kegiatan bakti sosial, seperti pemberian santunan kepada mereka yang kurang beruntung. Selain itu, turun ke lokasi-lokasi bencana alam, seperti saat terjadi gempa di Kabupaten Lombok Utara, khitanan massal dan lainnya. “Senangnya karena para anggota Hijabersmom Lombok mau ikut de­ngan sukarela jika diajak melakukan kegiatan-kegiatan sosial,” katanya. Jika tahun lalu, tiap bulan para ibu berhijab ini berkumpul dari satu rumah ke rumah anggota lainnya, di tahun 2014 ini, akan berkumpul dari satu masjid ke masjid lainnya untuk melakukan pengajian keliling. Di komunitas inilah, HCL mengajak ibu-ibu untuk melakukan berbagai kegiatan positif. Di tahun ini pula, HCL memiliki program peduli keluarga dengan mengajak para ibu untuk lebih peduli pada anak agar anak-anak tidak terjerumus dalam pergaulan bebas, narkoba dan lainnya. –Naniek I. Taufan/Inten Indrawati

Bazar produk hasil kreatifitas para member HmCL

takut berbuat diwinten sebagai pemangku, saya dosa, karena melakukan meditasi di tempat tahu efeknya,” mawinten di Pura Sari Lingga Yoni imbuhnya. di Perumahan Gunung Sari Indah Menurut Padang Sambian Kaja. Ketika Byang Mangku Hipno bersama Guru Mangku Hipno Guru Mangku bermeditasi di hari ke-42, saya tulah yang disebut Hipno, jika sakit manusia bermenerima semacam bisikan dari praktik sihir dan hubungan dengan logika, ciriyang malinggih, Ratu Pengluruah hipnoterapi ala cirinya di organ tubuh. Misalnya, Sakti, akan diturunkan ilmu Brahma Bali,” kata Ketut sakit jantung, lambung, urat saraf, Kunta. Ilmu ini berisi nilai-nilai spiriGede Suatmayasa yang lebih karib sakit kepala, mata berkunangtual yang di kemudian hari harus dipanggil Guru Mangku Hipno ini. kunang. Penyakit tersebut harus disebarkan kepada seseorang yang Perintah dari seseorang bisa di­ diobati secara medis. Tetapi, memiliki keinginan berspiritual ikuti karena energi tubuhnya lebih ada sakit yang tidak terdeteksi untuk kehidupan,” kenangnya. besar dibandingkan orang lain. oleh alat kedokteran karena ber­ Guru Mangku Hipno saat mengadakan sevanam pelatihan dan penyembuhan massal Ilmu yang pertama turun, Energi yang kuat akan memasuki sifat abstrak dan bersumber di ilmu Brahma Kunda. Kundalini energi yang lemah. Guru Mangku jiwa. “Kalau orang Bali, mungkin keluarganya sangat keras. Dia su- kita. Ketika orang gila, mau di­ brah­­ma artinya ilmu prana sakti. Hipno lebih senang menyebut- dibawa ke balian. Tapi sebenarnya dah ditangani psikiater, diberikan apakan juga nggak apa-apa. Kare­ Bagai­mana kita mengendalikan nya sebagai sihir Bali. Mengapa tidak selalu seperti itu. Ada yang obat. Penyembuhannya agak lama. na dia nggak ada pikiran sadar. energi kita menjadi sesuatu yang disebut sihir? “Jangan berpikir namanya penyakit psikosomatis Keluarganya datang ke rumah Guru Yang bikin sakit adalah kemam- bermanfaat bagi kehidupan lain. negatif tentang sihir ini. Sesung- yang disebabkan karena tekanan Mangku Hipno atas informasi te- puan berpikir. Tuhan memberikan “Setelah saya menerima wahyu guhnya sihir itu mirip dengan hip- kejiwaan. Nah, inilah peran sihir. man. Gadis itu diberikan terapi kekuatan pada kita untuk me­ itu, selama seminggu saya tidak noterapi. Perbedaan prinsipnya, Sihir mampu menyentuh pikiran sihir. Waktu diterapi pertama, yang ngendalikan pikiran, kata-kata, praktikkan. Saya tidak yakin, benar sihir menggunakan energi prana bawah sadar manusia karena sakit tadinya dia tak mau bicara dan tak dan energi. Jadikan bayu, sabda, apa tidak. Setelah itu, saya sakit. dan mantram khusus, sedangkan ini biasanya di bawah alam sadar mau makan, selesai terapi langsung dan idep, sebagai kekuatan,” kata­ Periksa ke dokter, tidak apa-apa. hipnoterapi modern tidak mengTapi saya merasa seperti terbakar. nya mengingatkan. gunakan prana dan mantram, Lebih lanjut Guru Mangku Kemudian saya putuskan meditasi hanya komunikasi biasa,” ujar Hipno mengatakan, kita harus kembali. Saya bertanya mengapa Guru Mangku Hipno. membangkitkan bayu, sabda, idep. tubuh bisa seperti ini. Ketika itulah Zaman dulu sihir ada dua, berMeditasi Ram untuk membang- ada pawisik, ilmu ini untuk disebarsifat negatif dan positif. Ketika sikitkan bayu, meditasi Hum untuk kan bukan untuk dibiarkan. Saya hir digunakan untuk memberikan membangkitkan sabda, medi- pun memberanikan diri membantu pengaruh buruk pada seseorang, tasi Om untuk membangkitkan orang. Setelah satu per satu pasien bisa memberikan pengaruh buruk kekuatan idep. Lakukan secara sembuh secara nyata, saya mulai pada pikiran orang lain. “Sesungrutin tiga kali putaran dengan lebih yakin. Ilmu ini luar biasa. guhnya sihir diciptakan zaman sungguh-sungguh segala residu Ketika saya menyadari kegunaan dulu untuk kebaikan. Sihir positif racun dan energi negatif, akan ke- ilmu ini, malah menemukan yang alias sihir petak bertujuan untuk luar dengan menghidupkan energi ajaib. Ilmu menyamai hipnoterapi penyembuhan dan penyelamat­ brahman. Kalau kita melafalkan modern yang saya sering lihat di an,” katanya. mantram mahagayatri, dalam ra- televisi. Di hipnoterapi modern, Penggunaan sihir tidak melidius satu meter, akan terasa hawa tak ada prana. Lama-kelamaan batkan alat, hanya kekuatan bayu, hangat. Hal tersebut diyakini oleh akhirnya saya tahu, ada perbesabda, idep; energi, perkataan, orang-orang yang belajar prana, daan prinsip antara hipnoterapi dan pikiran. kekuatan black magic tak akan modern dan sihir Bali. Hipno­ Apakah semua orang bisa masuk. Inilah yang disebut ilmu terapi tidak melibatkan energi menguasai ilmu sihir ini? “Pasti prana dan mantra. Kalau pakai penyengkeran diri,” paparnya. Guru Mangku Hipno melakukan re-install body mind soul bisa. Kalau punya hati satwika. sihir Bali harus punya prana yang Sumber kebenaran kesucian, manusia. Sihir ini sangat baik untuk bicara dan mau makan. Sampai kuat dan mengetahui mantranya. Terasa Terbakar dan keindahan. Kita harus selalu mengatasinya karena penyakit pada terapi ketiga, dia sudah semKemampuan Guru Mangku Ternyata ilmu ini ada di Atharmenaati empat norma, yaitu tidak tersebut tak bisa diatasi dengan buh dan jadi gadis ceria. Hipno menerapkan hipnosis, hip- vaveda,” paparnya panjang-lebar. melanggar norma hukum, agama, obat,” paparnya. Sebelum melakukan terapi, noterpi dan sihir ala Bali ini melalui Sejak saat itulah, Guru Mangku kesusilaan, dan kesopanan. Suci Kasus yang pernah ditangani, Guru Mangku Hipno menganalisa rangkaian kisah tak terpisahkan. Hipno berkomitmen membantu itu ketika memiliki pengetahuan seorang gadis berusia 21 tahun yang sumber penyakitnya dulu. “SakitIlmu ini bernama Brahma Kun- orang. Tak kurang, pasien dari yang sifatnya satwik. Jika memiliki sangat tertekan karena lingkungan nya akibat suatu sebab atau ta, brahma artinya penciptaan, Prancis dan Jepang pun datang nilai ketuhanan pasti kita suci. Kita keluarganya. Dia tertekan karena bawaan. Setelah itu, dibersihkan kunta artinya alam. “Ketika saya padanya. – ratna hidayati energinya untuk memperlancar proses penyembuhan. Dihilang­ kan energi negatif dalam diri orang tersebut,” katanya. Menurut Guru Mangku Hipno, ketika penyembuhan penyakit psikosomatis dilakukan dalam sadar, memiliki kekuatan penyembuhan sebesar 12%. Kalau penyembuhan penyakit psiko­ somatis dilakukan di pikiran bawah sadar, kekuatan penyembuhan sebesar 88%. Meski begitu, pesan Guru Mangku Hipno, diri kita sendiri sebenarnya memiliki kekuatan besar untuk menyembuhkan diri sendiri. “Sesungguhnya semua sakit bersumber dari pola pikir Guru Mangku Hipno melakukan mind body soul refresh Guru Mangku Hipno dengan para bhaktabram melaksanakan tirtayatra

“I


l i f e s to ry

6

D

i mata keluarga, kerabat, dan teman-temannya, Epan dinilai sebagai anak yang tak banyak bicara, namun pandai bergaul. “Dari anak kecil sampai kakek-kakek senang bergaul dengan dia. Mereka biasa ngumpul minum kopi di warung ini,” ujar I Wayan Darma, paman almarhum sembari menunjuk warung kelontong milik orangtua Epan, yang familiar dengan nama disebut Warung Epan. Epan lahir 27 Agustus 1992. Ia adalah satu-satunya anak lakilaki dari pasutri I Wayan Yasa dan Ni Made Darmini. Wayan Darma menuturkan, Epan yang cukup akrab dengan dirinya menamatkan sekolah menengah atasnya di SMA Dharma Praja,Lumintang, Denpasar tahun 2011. Sempat menganggur dua tahun, Epan yang tak mau meneruskan kuliah berniat untuk bekerja. Sang paman pun memintakan pekerjaan

pada temannya di sebuah usaha percetakan di kawasan Renon, Denpasar. “Hanya sebentar dia kerja di sana, maklum anak muda, mungkin bosan, akhirnya dia berhenti,” ujar Darma. Pekerjaan sekarang ini sebagai satpam di sebuah rumah pribadi di bilangan Jalan Imam bonjol, Denpasar, baru dilakoni Epan sekitar satu tahun. Sebagai satpam, ada dua shift, dari pukul 16.00-23.00 dan pukul 23.00-06.00. Dari penghasilannya itu, Epan bisa membeli sebuah motorcross merek Kawasaki dengan kredit. “Dia menyisihkan Rp 750 ribu dari gajinya untuk membayar kredit motor itu. Baru tujuh kali cicilan, Epan sudah meninggal,” ujar Darmini. Menurut pengakuan ibunya, Epan tak pernah meminta apalagi menuntut apa-apa, termasuk keinginannya untuk membeli motor itu. “Dia hanya sempat bilang ingin punya motor itu.

Lalu, saya menawarkannya dan saya pinjamkan uang mukanya di bank,” jelas Darmini. Epan semangat sekali bekerja. Sepulang kerja, paling ia langsung istirahat, jarang keluyuran. Waktu istirahat lebih banyak dihabiskannya di kamar sembari menonton televisi dan mendengarkan musik. Sehari sebelum kejadian itu, Selasa (4/2), Epan kebetulan kerja dua shift. Mungkin teman kerja satunya lagi berhalangan. Epan pamit kerja berangkat dari rumahnya pukul 15.00 wita dan karena mengambil dua shift seharusnya sudah sampai di rumah pukul 07.00. Namun, pagi naas itu, pukul 06.30, telepon

yang salah seorang korban memiliki ciri-ciri mirip dengan korban. Wayan Darma segera menuju lukasi kejadian dan hanya mendapati motor Honda Vario yang sudah hancur. “Saya cermati motor itu. Ada terbaca stiker kecil bertuliskan ‘Paint’ di motor itu seperti motor Vario bapaknya Epan yang kerap dipakai Epan. Saya baru yakin benar Epan yang mengalami lakalantas,” tutur Darma. Menurut informasi, semua korban lakalantas dilarikan ke RSUP Kapal. Darma pun menyusul ke sana. Di UGD, ia menanyakan korban lakalantas di Lukluk kepada salah seorang perawat. Perawat itu mengatakan

Ibu almarhum, Darmini dan pamannya, Wayan Darma saat menuturkan peristiwa tragis itu

genggam Darma yang juga Kepala Lingkungan Br. Perang Alas, Lukluk, berdering. Temannya, Wayan Loka dari Br. Badung, Lukluk mengabarkan adanya lakalantas di daerahnya,

Para kerabat dan anggota banjar mempersiapkan perlengkapan upacara. Tampak, di bale dangin, jenazah Epan disemayamkan.

hanya ada tiga orang itu saja, seperti apa yang dilihat Wayan Darma. Ia sempat lega karena mengira keponakannya hanya mengalami luka ringan, karena itu ia tak ditemui di UGD. Tak berselang lama, seorang dokter datang dan mengatakan ada satu lagi korban lakalantas di Lukluk dan sudah di bawa ke belakang, ke kamar jenazah. Darma kaget seakan tak percaya, keponakannya itu telah meregang nyawa. DIJEMPUT DUA PEREMPUAN CANTIK Berita lakalantas di Lukluk cepat menyebar luas di Banjar Perang Alas. Para kerabat dan tetangga di sekitar rumah Epan berduyun-duyun menuju lokasi kejadian. Darmini yang saat itu sedang menunggui warungnya sempat terheran-heran. Ia sempat bertanya. “Ada kecelakaan di Lukluk motor Vario putih. Epan sudah datang,” tanya salah seorang kerabat­ nya. Darmini menjawab singkat “belum”. Namun, ia mengaku sama sekali tak ada firasat apa-apa. Ia mencoba menelepon suaminya yang juga ke tempat kejadian, tetapi tidak diangkat. Baru sekitar pukul 08.00 Darmini menerima telepon yang mengabarkan Epan sudah meninggal. Darmini langsung tak sadarkan diri. Beberapa kali Darmini dan pingsan.

S U D U T PA N D A N G

19

Ikuti Sistem Rujukan

Epan Dijemput untuk Ngayah Tabrakan beruntun di Jalan Raya Lukluk, Rabu (5/2) pukul 06.30 yang menewaskan I Wayan Epan Saputra (22) dan Manap (46), mengingatkan kembali pada kasus tabrakan maut Dul di Jakarta dan tabrakan maut di Renon, Denpasar Bali beberapa tahun silam hingga menimbulkan kematian. Pelakunya, anak-anak di bawah umur yang belum pantas mengendarai mobil. “Ini pelajaran buat kita semua, terutama orangtua dalam mengawasi anak-anaknya. Jangan ada lagi korban lain,” ujar Ni Made Darmini, ibu almarhum Epan, yang mengaku ikhlas akan kematian putra sulungnya itu.

10 - 16 Februari 2014

10 - 16 Februari 2014

Almarhum I Wayan Epan Saputra

Demikian juga nenek Epan yang tidak siap menerima kenyataan bahwa cucu pertamanya itu telah tiada. Kamis (6/2), keluarga Epan yang disertai teman-temanya nunas baos (menanyakan ke Balian/orang pintar). Dari interaksi dua alam berbeda itu Epan mengatakan umurnya memang sebegitu, tidak bisa diajak lagi di rumah. Ia meminta kepada adik perempuan satu-satunya itu untuk di rumah mengurus dan menjaga ayah dan ibunya. “Sudah dua hari ini perasaan Epan sudah tidak bagus, bingung. Ada dua perempuan cantik yang menjemput Epan diajak ngayah,” tutur Darmini dari hasil dari hasil nunas baos itu. Beberapa temannya yang ikut menawarkan almarhum Epan untuk meminta bekal. Ada yang memberikan baju putihputih untuk mesangih/potong gigi, ada juga yang memberikan baju putih untuk dipakai usai nyiramin yang dilaksanakan Sabtu (8/2). PACAR EPAN TAHU DARI KORAN Sehari sebelum tabrakan maut yang mencabut nyawa Epan, tepatnya Selasa (4/2), Epan sempat mengirimkan pesan (SMS) kepada pacarnya, Ayu asal Karangasem yang tinggal di Jalan Kenyeri Denpasar. Ayu diminta main ke rumah Epan. Namun, karena masih ujian, Ayu yang masih kuliah itu belum bisa bertandang ke rumah Epan sesuai permintaannya. “Itu SMS terakhir Epan. Besok paginya (Rabu) saya telepon, sudah tidak bisa,” ujar Ayu seperti dikutip Darmini. Ayu mengetahui kasus tabrakan maut itu dari sebuah koran. Kepada Darmini, Ayu mengaku tidak pernah membaca koran. Tumben, Kamis itu dia berkeinginan membaca koran dan mendapati berita kecelakaan ter­sebut. Meski di koran itu ia melihat foto ayah Epan dengan beritanya, ia masih belum percaya. Ia pun meluncur ke rumah Epan yang sebelumnya pernah ia kunjungi. Di depan rumah Epan, ia melihat banyak laki-laki berpakaian adat. Kepada mereka, Ayu menanyakan kebenaran berita di koran itu. Jawaban mereka membuat Ayu sontak menangis. Kepada Darmini, Ayu mengaku baru dua ming­gu ini pendekatan dengan Epan. Jenazah Epan di­-aben, Minggu (9/2). Keluarga Epan mengaku tak memiliki firasat apa-apa jelang kepergian Epan. Hanya saja sehari sebelum meninggal, Epan membersihkan kamar, sampai memotong kuku jarijari kakinya. “Hari itu tumben dia peluk-pelukan sama adiknya yang masih kelas 2 SMA, ketawa-ketawa sambil menonton TV bersama. Biasa­nya mereka sering bertengkar, walau kadang-kadang akrab lagi,” tutur Darmini. –Inten Indrawati/Ngurah Budi

Pak Wayan marah-marah di sebuah klinik. Obat yang diberikan dokter kepadanya, hanya cukup untuk tujuh hari. Sebagai mantan pasien Askes, ia kecewa. “Saat masih Askes, obat yang ditanggung sampai 30 hari. Masak saya harus bolak-balik ke sini?” katanya kesal. Lain lagi cerita Ibu Umi. Selain yang ditanggung hanya tujuh hari, obat yang diterimanya berbeda dengan obat yang ditanggung saat ikut program Askes. “Lebih bagus obat waktu Askes,” imbuhnya.

K

asus pasien komplain soal obat sejak Akses bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan diakui Sekretaris IDI Wilayah Bali dr. I Made Sudarmaja, M.Kes. beberapa kali terjadi. “Karena itu, pemberian obat bagi pasien yang memerlukan sebaiknya jangan seminggu tetapi sebulan biar orang tidak datang bolak-balik dan menghabiskan biaya transportasi,” katanya. “Pada awal pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional ini memang belum sesuai keinginan,” kata dr. I Putu Gede Widnyana, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Denpasar. Widnyana mengakui, dari segi peraturan masih banyak yang bolong. “Tetapi, kini sudah ada Surat Edaran Menteri Kesehat­an Tentang Tarif dan Tata Laksana Pelayanan yang memperbaiki semua masalah tersebut. Jika sebelumnya pasien dengan pe­ nyakit kronis hanya mendapat obat tujuh hari, sekarang bisa lebih dari tujuh hari. Selisih pembiayaan bisa diklaim ke BPJS Kesehatan oleh pihak penyedia layanan. Dengan demikian, standar pelayanan tidak boleh turun,” kata dr. Widnyana. Bagi masyarakat awam, masih banyak kesimpang-siuran menge­ nai JKN ini. “Pemerintah kini menerapkan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Jaminan Sosial ini meliputi jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan penisun, dan jaminan kematian. Penyelenggara program ini ada dua, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)

Kesehatan menangani jaminan kesehat­an dan BPJS Ketenagakerjaan menangani jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan penisun, dan jaminan kematian,” papar dr. Widnyana. “Negara menjamin kebutuhan dasar dari lahir sampai meninggal. Karena itu, negara membentuk BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Keduanya dalam tahap transformasi dan berbagi peran dari lima program pokok. Agar efektif dan efisien, tentu harus diatur dan dikelola mulai dari kepesertaaan sampai pelayanan. Pelayanan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan dasar kesehatan. Kalau terkait keinginan tidak dijamin. Sebagai contoh, cuci darah dan operasi kanker itu kebutuhan. Sedangkan ingin cantik, itu keinginan,” ujar dr. Widnyana. Pelayanan yang diberikan ke­ pada peserta berjenjang dan menggunakan sistem rayonisasi, mulai dari pelayanan primer di fasilitas kesehatan primer seperti puskesmas, klinik, dokter keluar­ ga, dokter praktik swasta, dan dokter gigi. Jika tidak bisa di­tangani di fasilitas kesehatan primer akan dirujuk ke fasilitas kesehatan sekunder. Jika tidak bisa ditangani di fasilitas kesehatan sekunder, dirujuk ke fasilitas kesehatan tersier. BPJS Kesehatan Denpasar yang memiliki wilayah kerja Denpasar, Badung, dan Tabanan memiliki 190 fasilitas kesehatan primer. Fasilitas kesehatan sekunder di Denpasar; RS Bhakti Rahayu, RS Puri Raharja, RSAD, dan RS Trijata, di Badung RSUD Kapal, di Tabanan RS Bhakti Rahayu dan RS Kasih Ibu Tabanan. Fasilitas kesehatan tersier di Denpasar RS Wangaya dan RS Sanglah, di Badung RSUD Kapal, di Tabanan RSUD Tabanan. “Dari jumlah penduduk 1.773.821 di wilayah kerja kami, yang sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan per 1 Januari 2014 sebanyak 565.110, sebulan berikut­nya ada penambahan peserta mandiri sebanyak 1.107,” imbuh dr. Widnyana. Selama ini yang masih men-

dr. Sri Saraswati

AA Karma Krisnadi

dr. Widnyana

jadi kendala ketika peserta BPJS Kesehatan langsung berobat ke rumah sakit. Hal ini sepatutnya tidak terjadi jika masyarakat mau memahami sistem. Pengobatan ke RS dilakukan jika sudah ada rujuk­ an dari fasilitas kesehatan primer. Jenjang ini bisa dilanggar jika dalam kasus emergency. Dalam artian, kasus yang memerlukan penanganan segera karena jika tidak dilakukan akan mengancam jiwa. “Penataan ini yang membuat masyarakat tidak paham. Seolah-olah kami mempersulit. Dari dulu aturannya juga begitu tetapi tidak dilaksanakan. Memang diawal banyak yang mempertentangkan. Kami pun terus melakukan sosialisasi bahkan menempatkan petugas di semua rumah sakit yang menjadi pemberi layanan fasilitas kesehat­ an sekunder,” ujar pria kelahiran Tabanan, 30 Maret 1960 ini. Dalam memilih fasilitas kesehat­a n primer, peserta diharapkan memilih yang terdekat. Selain memudahkan saat melakukan pemeriksaan juga menghemat waktu. Jika khawatir Puskesmas atau dokter praktik swasta tidak buka 24 jam, peserta bisa memilih klinik yang buka 24 jam. Namun, seringkali masyarakat menganggap berobat ke RS lebih baik dengan mengabaikan persyaratan rujukan dari fasilitas kesehatan primer. Direktur Utama RSUP Sanglah dr. Anak Ayu Sri Saraswati mengakui program Jaminan Kesehat­ an Nasional (JKN) ini sangat membantu masyarakat. JKN ini dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat; yang sebelumnya tidak memiliki jaminan kesehatan, sekarang bisa memiliki. Pekerja penerima upah bisa menyertakan siapa pun dengan biaya tambah­ an satu persen per jiwa. Bagi masyarakat yang ingin ikut secara mandiri, bisa memilih sesuai kemampuan. Iuran Rp 59.500 per bulan dikenakan bagi orang yang memilih pelayanan kelas 1; iuran Rp 42.500 untuk layanan kelas 2, dan iuran Rp 25.500 untuk layanan kelas 3. Syaratnya, hanya fotokopi KTP, kartu keluarga, pasfoto, dan bayar secara rutin ke bank pilihan (BNI, Mandiri, atau BRI). “Mungkin dulu, sistem rujukan yang harusnya dipatuhi sering dilanggar. Sekarang harus diperketat. Kalau sakit ringan ke

fasilitas kesehatan primer dulu. Kalau tidak bisa ditangani baru ke fasilitas kesehatan sekunder kemudian tersier. Ini yang belum dipahami masyarakat. Sosialisasi harus terus dilakukan agar semua paham. Masyarakat yang sakit ringan agar tidak langsung ke RS. RS tidak akan menolak pasien dalam kasus apa pun. Tetapi, sebagai fasilitas kesehatan tersier, kami hanya bisa mengklaim biaya layanan kesehatan peserta BPJS Kesehatan hanya untuk pasien yang dirujuk dari RS sekunder atau pasien dalam kondisi darurat. Contohnya, pasien dengan kepala cedera berat langsung datang ke RS Sanglah, tidak masalah. Tetapi, kalau sakit panas ke UGD, itu tidak termasuk dalam kasus emergency,” paparnya. Jika pasien tidak menaati aturan, dampaknya bagi RS tersier, seperti RS Sanglah. Pasien menumpuk padahal mereka sakit ringan. Mereka beralasan RS Sanglah yang paling lengkap dan ini menjadikan masyarakat “RS minded”. Jika pasien dan keluarganya ngotot, pihak RS biasanya meminta keluarga pasien untuk mencari rujukan di fasilitas kesehatan primer. Namun, ada yang malas mengurus akhirnya memilih menjadi pasien umum. “Prinsipnya, kami tetap melayani tetapi dengan melakukan penyuluh­a n,” katanya. Dengan sistem rujukan, dampak bagi RS tersier sebenarnya adalah kasus yang datang adalah kasus yang sangat kompleks. “Ya, semua memang harus mengikuti sistem rujukan,” kata dr. Ayu Saraswati. AA Karma Krisnadi, Kabid Pemasaran Formal BPJS Ketenaga­ kerjaan Kantor Cabang Bali I mengatakan, dengan adanya program jaminan sosial nasional ini masyarakat dipaksa disiplin. Sosialisasi pun harus terus dilakukan. “Jangan sampai baru ada kasus menjadi bingung,” tegasnya. dr. I Made Sudarmaja mengatakan, masyarakat yang terbiasa merasa bebas, sekarang merasa terkekang. “Kami dari IDI mendukung program ini. Kami sering ikut sosialiasi dengan BPJS. Jika ada komplain dari anggota, kami sampaikan ke BPJS. Dari penilaian kami, BPJS di Bali bagus dalam penerapan kerja sama. Selama ini keluhan paling banyak di fasilitas

kesehatan sekunder dan tersier, khususnya soal tarif,” ujarnya. Menanggapi soal tarif, dr. Saras­ wati mengatakan mengingatkan, JKN itu dibayar dengan harga paket. Misalnya, sakit A, biaya penanganannya Rp 5 juta. Fasilitas kesehatan harus punya pedoman penanganan agar tidak melebihi biaya paket. Kalau rumah sakit pemerintah, kami harus mensubsidi. Meski begitu, hal tersebut jadi bahan evaluasi, jelaskan pada pemerintah. Contohnya, obat kanker yang dulunya kurang, sekarang bisa diklaim. Yang perlu diketahui pasien, obat itu sesungguhnya tidak tergantung pada harga tapi yang penting khasiat. Kadang ada yang dibungkus plastik mahal, jadi mahal harganya,” katanya menjelaskan. Ia juga mengingatkan, pasien yang punya jaminan di kelas 1, dioperasi di kelas 1. Jika ada kekurangan biaya, RS tak boleh menagih kekurangan karena itulah yang ada dalam paket. Khusus pasien yang berasal dari Jamkesmas tidak boleh naik kelas. Ia pun mengakui mengubah pola pikir masyarakat memerlukan waktu dan sosialisasi. “Sistem rujukan pun belum dipahami pengelola RS. Misalnya, kalau di sebuah RS penuh, mau dirujuk ke mana. Aturannya untuk RS pemerintah, kalau kamar penuh, ditaruh di kamar yang kelasnya di atasnya selama tiga hari. Setelah itu, jika masih tidak ada kamar, boleh dirujuk ke RS yang setara,” ujar dr. Saraswati. Program BPJS Kesehatan ini memiliki prinsip yang sehat membantu yang sakit, bukan yang kaya membantu yang miskin. “Secara umum JKN ibarat empat sehat lima sempurna. Empatnya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif. Yang kelima prolanis (program pengelolaan penyakit kronis) yang terdiri dari Diabetes Melitus (DM) dan hipertensi,” kata dr. Widnyana. Ia mengingatkan, datanglah ke tempat kesehatan pada tempat terdaftar. Jika tergabung dalam program Jamsostek atau Jamkesmas, gunakan kartu lama hingga mendapatkan kartu baru. Khusus anggota TNI/Polri, gunakan kartu tanda anggota. Bagi keluarga, sertakan fotokopi kartu keluarga. –Ngurah Budi/Ratna Hidayati


18

D AYA C I P TA

10 - 16 Februari 2014

Efek Dramatis dengan Strobist Peralatan-peralatan yang diperlukan untuk mendukung teknik strobist antara lain

Salah satu teknik yang dipakai di dunia fotografi adalah strobist. Bagai­mana teknik ini diaplikasikan, berikut penjelas­an Gede Lila Kan­tiana, salah se­ orang fotografer profe­ sional yang menggunakan strobist.

S

trobist berasal dari kata strobe yang berarti lampu flash atau alat untuk kepentingan fotografi yang dapat menghasilkan cahaya. Saat ini strobist lebih ditekankan kepada teknik penggunaan flash yang terlepas dari body kamera (off camera/off shoe). “Makin majunya perkembangan teknologi dan makin banyaknya alat-alat pendukung yang dijual di pasaran dengan harga bervariasi membuat siapa saja dapat menggunakan teknik strobist,” ujar Lila. Pria asal Apuan, Baturiti, Tabanan ini menambahkan setiap teknik tentu ada kelebihan dan kekurangan. Sekarang tergantung dari ciri khas dari masing-masing fotografer. Ada yang suka sekali menggunakan teknik ini, tetapi ada yang tidak suka. “Jika berbicara hasil antara

menggunakan flash terlepas atau diposisikan berjauhan dengan body kamera tentunya jatuh cahaya akan berbeda sehingga menimbulkan efek berbeda juga,” tandasnya. Beberapa kelebihan menggunakan teknik strobist antara lain gambar yang dihasilkan lebih detail, cahaya kilat dapat membantu ketajaman sebuah foto, karena sifatnya adalah cahaya buatan (artificial light) maka dalam pemotretan kita tidak terlalu khawatir dengan perubahan cuaca, lebih bisa kreatif dalam berkarya, meminimalisir editing foto saat di komputer, dan dapat menciptakan efek dramatis. Dengan beberapa kelebihan tersebut tentunya terdapat kelemahan antara lain, terlalu banyak memerlukan alat/aksesoris saat memotret dan lebih banyak waktu yang diperlukan saat memotret. Langkah-langkah menggunakan teknik ini adalah fotografer harus pintar membaca cahaya yang disediakan oleh alam (matahari misalnya kalau siang hari dan lampu gedung atau jalanan di malam hari). Semua cahaya-cahaya tersebut digunakan sebagai mine light, rim light atau hanya sakedar mengisi background. Jika cahaya yang tersedia oleh alam digunakan sebagai mine light maka, flash digunakan sebagai feelin saja atau sebagai pengisi shadow. “Setelah mengetahui arah sudut bidik­a n kamera terbaik untuk menghasilkan komposisi yang bagus, tentukan tata letak flash dan arahnya. Arah flash ini yang penting. Sedangkan besar kecilnya kekuatan kilat cahaya tergantung keperluan di lapang­ an,” ujar fotografer yang .

Flash (speedlight). Usahakan menggunakan flash yang compatible dengan trigger atau kamera (support hight speed dan sinkron) Trigger Trigger terdiri dari dua komponen utama, yaitu sebagai transmitter yang diletakan pada shoe kamera (dudukan flash di body camera) dan satu lagi sebagai reciever yang diletakan di flash. Triger ada banyak jenis dengan rentang harga bermacammacam tergantung dari kecanggihan fitur yang dimiliki, ada trigger yang hanya support

untuk kecepatan shutter maksimal 1/200 dan ada juga sampai 1/8.000 Light stand Light stand ada banyak ukuran dan banyak model tergantung dari fungsinya. Usahakan menggunakan light stand yang kokoh agar terhindar dari tiupan angin. Snoot Untuk membuat cahaya dengan efek terkonsentrasi Soft box Berfungsi untuk melembutkan ­cahaya Payung Payung transparan, memiliki bahan tembus pandang dan dapat menghasilkan cahaya yang cukup lembut Payung silver, berfungsi untuk me-

mantulkan cahaya, cahaya yang dihasilkan menyebar dengan cahaya keras dan cukup merata. Reflektor Reflektor berfungsi untuk memantulkan cahaya atau memblok cahaya tergantung warna Color Gel Membuat efek warna yang berbeda dari warna flash Selamat mencoba teknik strobist.

Dua flash with soft box

–Ngurah Budi/Wirati Astiti

10 - 16 Februari 2014

l i f e s to ry

7

Mau Cerai Cium Kaki “Biarkan saja, sampai kapan dan sekuat apa dia mampu ­me­nyakiti saya, kita tunggu saja. Dia mau pergi atau pun mau ­pulang ke rumah, saya tidak peduli lagi,” ujar Maria sambil ­tertawa. Begitulah cara perempuan ini kini meng­ hadapi sikap buruk suami yang dinikahinya 30 tahun lalu. Kini sikap-sikap buruk suaminya itu, ia hadapi dengan ter­ tawa. Semua sakit dan hal pahit dalam perjalanan rumah tangganya, sudah lewat untuk ia tangisi. Telah habis air mata dan kesabaran serta ketabahannya berubah menjadi kepasrahan. Setelah semua usaha untuk “mengembalikan” suaminya ke pangkuannya telah ia lakukan namun gagal, kini ia menjadi lebih tenang dan menyerahkan ­semua ke­ hidupannya pada Sang Pencipta.

D

alam sujud dan doa-doanya kepada Sang Pencipta, Maria (54), bukan nama sebenarnya, selalu memanjatkan harapan agar suaminya mau berubah menjadi baik. Puluhan tahun berumah tangga, ia merasa tidak pernah mendapatkan perlakukan baik dari suaminya, Hendra (57), nama samaran, kecuali kemesraan sesaat usai mereka menikah. Sakit fisik dan psikis telah menjadi kawan baginya hampr tiap hari. “Tapi saya sendiri heran, kenapa saya bertahan sampai hari ini,” ungkap Maria. Ia memang tidak habis pikir, mengapa selama ini ia bisa bertahan dengan perlakuan buruk suaminya. Takut ditinggal juga tidak, takut tak mendapatkan jaminan hidup, juga tidak. Karena ia sendiri memiliki pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan penghasilan tetap dan menurut­nya sangat cukup untuk hidup layak dengan empat anaknya. Keheranannya itu akhirnya terjawab setelah ia dengan gagah berani menyatakan akan meninggalkan suaminya itu untuk bercerai pada tahun 2011 lalu. Itulah saat dimana ia sudah tidak lagi bisa menoleransi sikapsikap suaminya. Ia bersiap datang ke KUA (Kantor Urusan Agama) di salah satu kota di

Pulau Sumbawa tempat mereka tinggal, untuk segera menceraikan suaminya. Cerita ingin bercerai memang telah berkali-kali diungkap selama ini, namun pada 2011 itulah ia benar-benar serius melakukannya. Apalagi dorongan persetujuan itu juga datang dari empat anaknya yang sudah besar bahkan dua di antaranya telah menikah. Anak-anaknya memang menye­ tujui agar ibunya menceraikan ayah mereka karena kasihan pada perempuan yang melahirkan mere­ka itu. Mereka selalu melihat bahwa selama ini ia disia-siakan oleh ayah mereka. Namun belum lagi rasa percaya dirinya itu utuh ada dalam dirinya, ia harus mene­r ima nasib kembali tak berdaya manakala suami yang menurutnya bejat itu, tiba-tiba datang memeluk kakinya, memohon agar ia tidak meninggalkannya. “Hendra sampai mencium kaki saya dan memohon agar saya tidak meninggalkannya saat itu,” ujarnya. Beberapa waktu ia sempat bingung melihat sikap suaminya itu. Hal itu akhirnya

terulang beberapa kali. “Saya selalu tidak tega melihatnya memohon-mohon agar saya tidak menceraikannya. Ia bahkan bersumpah tidak akan mengulangi perbuatannya,” katanya. Kisah Maria memang sulit dimengerti. Atas apa yang dialaminya, Maria sadar sepenuhnya, bahwa jika orang yang mengetahui betapa ia

disakiti suaminya dengan p e r s e l i n g kuhan-persingkuhan terangterangan, tidak seorang pun bisa menerima keputusan Maria untuk kembali lagi pada suaminya tiap kali suaminya berbalik memohon pada­nya namun selalu mengulangi perbuatannya. Tidak hanya berselingkuh, suaminya juga terlalu sering kawin siri dengan banyak perempuan. Ia kerap melakukan kawin cerai. Bahkan

yang terakhir ia menikah siri dengan perempuan tetangga rumahnya. Bisa dibayangkan, bagaimana sakit yang dialami Maria. Berbagai usaha telah ia lakukan untuk membuat suaminya betah di rumah. Salah satunya memasak makanan-makanan kesukaan suaminya. Ia bahkan bisa berdiam diri di pasar untuk memikirkan kira-kira apa yang harus ia masak untuk suaminya yang merupakan makanan kesukaannya, agar ia bisa diam di rumah. Timbang sana timbang sini, memilih bahan masakan, sampai ia memasak makanan paling enak khusus untuk suaminya. “Eh… masakan itu ditoleh saja tidak apalagi dimakan,” kata Maria yang terheran-heran pada sikap suaminya yang jika di rumah istri mudanya yang nota bene tetangganya, disuguhkan makanan apa saja dengan lahap dimakan suaminya. Hendra memang tidak tahu diri. Ketika kelakuan bejat suaminya sudah di luar batas, Maria hanya bisa bersujud dan berdoa. Bahkan berkali-kali ia menengadahkan tangannya memohon pada Allah agar ia diberikan kehidupan baik. Atas apa yang dilakukannya itu, suaminya selalu sinis dengan mengatakan, sehebat apa pun ia berdoa, toh tetap tak mampu membuatnya kembali utuh padanya. Saking ingin suaminya berubah, ia pernah mendaftarkan suaminya tersebut untuk berangkat Umroh ke Tanah Suci. Barangkali saja ia mau berubah, begitu pikirnya. “Begitu ia tahu saya daftar­ kan namanya untuk Umroh, ia ngamuk-ngamuk dan marah karena tidak setuju. Saya heran, harusnya ia gembira kok malah ngamuk, aneh benar,” kata Maria tertawa. Atas apa yang dialaminya, Maria sudah menganggapnya sebagai sesuatu yang lucu dalam perjalanan hidupnya. Ia

bahkan dengan santai bercerita bahwa suatu waktu, ia dilabrak istri muda suaminya. “Saya jadi heran, harusnya kan saya yang istri tua yang melabrak istri muda. Ini terbalik, yang muda yang tidak tau diri datang melabrak saya,” kata­ nya. Istri muda suaminya itu melabraknya karena suaminya tidak pernah pulang ke rumah. “Dipikirnya ada di rumah saya, padahal saya sendiri tidak tahu dia ada di mana,” kata Maria. Kisah ketegaran serta kepasrahan Maria ini men­ dapat respon beragam dari rekan-rekan kerjanya. Ada yang mengatakan bahwa untuk apa Maria mempertahan­ kannya ada pula yang salut pada ketabahan Maria. Namun, bagi Maria semua usaha untuk menjadi lebih bahagia telah ia lakukan. Ia berusaha membuat suaminya kembali utuh padanya dengan ber­bagai cara sudah dilakukannya. Mengambil langkah menceraikan suaminya juga dilakukannya berkali-kali, namun semua itu gagal. Ia sendiri tak habis pikir dengan perjalanan hidupnya. Hanya satu hal yang ia pegang, bahwa apa yang kini dialaminya ia bagikan kepada rekan-rekan kerjanya yang jauh lebih muda darinya dalam hal perkawinan. Ia berharap agar mereka tidak mengambil contoh buruk dari perkawinannya itu. “Jangan sampai kalian mengalami hal seperti saya,” katanya pada rekan kerjanya. Maria sendiri tidak tahu apa kekurangannya sehingga suaminmya begitu tega padanya. Selama ini ia telah ber­ usaha semampunya menemukan kekurangan-kekurangan dirinya agar bisa bahagia bersama suami. Kini, Maria melanjutkan kehidupannya tanpa harus memikirkan kelakuan suaminya. Maria kini memang bisa tertawa meng­h adapi kelakuan suaminya sete­lah di masa awal pernikahan­nya ia merasa sangat sakit berulangulang karena ulah suaminya itu. “Allah maha tahu apa yang terbaik untuk saya,” katanya menutup wawancara. -Naniek I. Taufan/Ngurah Budi


BUNDA & ANANDA

8

Dokter Keluarga Sahabat Keluarga Pemahaman masyarakat mengenai dokter keluarga ternyata masih kurang. Hal ini membuat masyakarat jika sakit sering berpindah dokter untuk penyakit yang sama. Banyak manfaat yang bisa didapat dengan memahami apa sebenarnya konsep dokter keluarga.

“D

okter keluarga adalah dokter praktik umum yang memiliki tanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama serta pelayanan kesehatan yang menyeluruh yang dibutuhkan oleh semua anggota dalam satu keluarga. Pelayanan dokter keluarga melibatkan dokter keluarga sebagai penyaring di tingkat primer dan juga bagian suatu jaringan pelayanan kesehatan terpadu yang melibatkan dokter spesialis pada tingkat pelayanan sekunder dan rumah sakit rujukan sebagai tempat pelayanan rawat inap. Pelayanan dokter keluarga diberikan kepada semua pasien tanpa memilih jenis kelamin, usia serta faktor-faktor lainnya,” ujar dr. Ayu Witriasih, PKK, DK, M.Kes. Peranan penting dokter keluarga dikenal dengan nama gate keeper yang artinya dokter keluarga yang di satu pihak bertanggung jawab menyelenggarakan kesehatan tingkat pertama dan di pihak lain bertanggung jawab mengatur pelayanan kesehatan tingkat rujukan yang sesuai dengan kebutuhan penderita. Dokter keluarga menyelenggarakan pelayanan primer yang komprehensif, kontinyu, meng­ utamakan pencegahan, koordi-

natif, mempertimbangkan keluarga, komunitas dan lingkungannya dilandasi ketrampilan dan keilmuan yang mapan. Pelayanan dokter keluarga merupakan salah satu bentuk pelayanan medik di Indonesia yang diselenggarakan baik secara perorangan maupun berkelompok. Saat ini setiap dokter praktik umum bisa menjadi dokter keluarga. Walaupun sekarang belum ada standarisasi atau ketetapan yang baku, tapi nantinya setiap dokter umum akan dilatih untuk menerapkan pendekatan kedokteran keluarga. “Dokter keluarga sendiri sebenarnya hanya istilah dan bisa disebut sebagai dokter praktik umum karena sifat praktiknya tidak dibatasi oleh golongan usia, jenis kelamin, penyakit, maupun organ. Disebut dokter keluarga karena pendekatannya menggunakan prinsip dokter keluarga dan disebut dokter pelayanan primer karena kewenangannya sebatas pelayanan primer. Di luar negeri konsep dokter keluarga sudah berjalan sejak dulu. Berbeda de­ngan di Indonesia yang masih terasa asing dengan istilah tersebut,” jelas Kepala Puskesmas IV Denpasar Selatan ini. Banyak masyarakat yang belum mengetahui di mana mencari dokter keluarga. Padahal, memiliki

dr. Ayu Witriasih

dokter keluarga, menurut dr. Ayu sangatlah penting karena kesehat­ an anggota keluarga dapat tercatat dengan baik. Biasanya yang disaran­kan adalah dokter umum, yang tempat praktiknya dekat rumah/mudah dijangkau, bisa menjadi pilihan pertama. Seluruh anggota keluarga dapat menjadi pasien seorang dokter keluarga akan tetapi tetap dimungkinkan sebuah keluarga mempunyai lebih dari satu dokter keluarga. Kalaupun pihak pasien merasa tidak cocok dengan dokter keluarganya yang sekarang, tidak masalah menggantinya. Asalkan harus diketahui oleh dokter keluarga terdahulunya agar rekam medis yang lama dapat diserahkan kepada dokter keluarga yang baru. Sebab hal itu dilakukan agar tidak terjadi kecelakaan medis yang dapat merugikan pasien. Praktik dokter keluarga menangani seluruh keluarga dalam satu rumah termasuk mereka yang bekerja di rumah tersebut. Hal ini menunjukkan, praktik dokter keluarga juga berkaitan dengan praktik

dr. Ayu Witriasih saat acara Pelantikan Dokter Keluarga Indonesia

kesehatan kerja. Kesehatan kerja merupakan bagian dari ilmu yang dipelajari dalam dokter keluarga. CATATAN MEDIS LENGKAP Keuntungan mempunyai dokter keluarga adalah seluruh anggota keluarga dipantau kesehatannya, mempunyai catatan medis lengkap, dan catatan ini akan bertambah setiap kali pasien berobat, mendapatkan pelayanan kesehatan secara menyeluruh, perhatian secara lengkap dan sempurna, jauh melebihi keluhan yang disampaikan. Anggota keluarga dilatih untuk mengukur dan memantau suhu tubuh pasien atau bahkan tekanan darah dan kadar gula darahnya sehingga keluarga dapat berperan optimal dan hasil itu selanjutnya dilaporkan secara berkala kepada dokter yang bersangkutan serta mendapat konsultasi agar kesehat­ an seluruh keluarga kian membaik. Karena itu, seorang dokter keluarga harus bisa memberikan pelayanan istimewa seperti menjadi sahabat keluarga, mudah dihubungi dan dapat berkomunikasi melalui telepon. Faktor kesinambungan se­ring dilupakan para dokter prakter umum padahal hal tersebut sa­ ngat penting, the continuity of care. “Jangan sampai seseorang itu dilayani oleh banyak dokter, sehingga mengulang pelayanan lagi, pemeriksaan lagi, obatnya jadi dobel. Demikian pula dokter keluarga akan mengontrol mana yang perlu dan mana yang tidak. Jadi filosofi dokter keluarga sebagai dokter praktek umum memiliki filosofi dengan pelayanan personal primary continue comprehensive,” jelasnya. Para dokter keluarga memiliki organisasi Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) yang seluruh anggotanya adalah Dokter Praktik Umum (DPU) yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Semua anggota PDKI adalah anggota IDI. Praktik dokter keluarga di Indonesia berlangsung masih dalam tahap awal. Bila dibandingkan dengan negara lain, Indonesia ketinggalan. Beberapa faktor yang menghambat perkembangan dokter keluarga di Indonesia adalah karena banyak pasien yang senang langsung mengunjungi dokter spesialis, ilmu dan pengetahuan yang dimiliki oleh dokter keluarga di Indonesia masih terbatas dan dokter keluarga di Indonesia adalah ‘Primary Health Care Doctor’ sehingga yang melaksanakan adalah dokter umum bukan dokter keluarga yang sebenarnya. “Saya lebih dahulu bergabung di WONCA (World of National College and Academic Association of General Practitioners/Family Physicians) tahun 1997 ketika hadir di Asia Pasific Regional Conference di Seoul Korea Selatan. Tahun 2000 baru bergabung di Perkumpulan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) bersama 4 dokter senior dari Bali yang mendapat penghargaan Pakar Kedokteran Keluarga (PKK) dari Ketua IDI saat itu adalah Prof. Dr. dr. Suyudi. Selanjutnya kami di Bali mendirikan PDKI dengan ketua pertama adalah Prof dr. N. Agus Bagiada, Sp.Bio (K) dan saat

10 - 16 Februari 2014

ini Ketua PDKI Bali adalah dr. Darmadhi, MPH dan saya sendiri sebagai wakil ketua,” ujar peraih penghargaan Pakar Kedokteran Keluarga (PKK) dari Menteri Kese­ hatan RI ini. Menjalani profesi sebagai dokter keluarga menurutnya sungguh menyenangkan. Karena membina hubungan dengan banyak keluarga dengan penuh kasih dan perhatian. Sebagai dokter keluarga harus mempunyai waktu ekstra untuk mendengarkan keluhan pasien dan mengetahui sedetailnya tentang lingkungannya. Awalnya ia merasa terganggu dengan telepon atau kunjungan pada saat sedang istirahat atau acara dengan keluarga. Namun, disadarkan oleh suaminya melayani adalah kewajiban seorang dokter keluarga maka kapan pun pasien bisa dengan bebas meng­ hubungi. Pengalaman yang lain adalah di saat pasien tergeletak tidak mampu datang maka kita yang diminta datang untuk memberikan pertolongan pertama dan jika hendak merujuk maka dokter keluarga bertanggung jawab agar pasien diterima oleh dokter yang tepat dan rumah sakit yang tepat. Artinya dokter keluarga harus menghubungi rumah sakit memastikan ada tempat dan dokter spesialis yang merawatnya. “Ada pasien asing yang ketika hendak dilakukan tindakan operasi dia minta agar saya mendampinginya di saat diambil tindakan dan ketika pasien sadar akan menanyakan apa yang terjadi atau apa yang dilakukan tadi. Meskipun lelah saya menikmati pekerjaan ini dan senang bisa memberi lebih,” tandas ibu tiga anak ini. Dokter Ayu berharap pembinaan karier dokter keluarga seyogianya diarahkan menuju “the five stars doctor” sebagai “agent of change”. Optimalisasi peran dokter keluarga dalam sistem pelayanan kesehatan terkendali harus dilakukan dalam suatu sistem yang terintegrasi dan masyarakat perlu diberi informasi tentang peran dokter keluarga untuk memelihara dan menyelesaikan masalah kesehatan. Dalam upaya kuratif, dokter masa kini harus siap untuk menolong pasien, bukan saja yang berpenyakit akut tetapi juga yang berpenyakit kronis, penyakit degeneratif dan harus siap membantu kliennya agar dapat hidup sehat dalam kondisi lingkungan yang lebih rumit seperti sekarang ini. Untuk itu, seorang dokter keluarga harus mengenal kepribadian dan lingkungan pasiennya. Upaya prevensi pun bergeser dari orientasi kesehatan masyarakat lebih kearah kesehatan perorangan (private health). “Saya berharap dari hubungan antara dokter dan pasien bisa melahirkan budaya sehat dan dalam penerapannya untuk mengetahui penyakit pasien, dokter keluarga harus melihat kebiasaan hidup keluarga pasiennya, kebersihan rumah, hingga kondisi sosial ekonomi yang kemudian membuat rekam medis yang akurat,” jelas dokter yang tesisnya mengangkat topik dokter keluarga ini. –Ngurah Budi/Wirati Astiti

10 - 16 Februari 2014

G R I YA

17

Optimalkan Ruang Bawah Tangga Tangga adalah sebuah konstruksi yang ­dirancang untuk menghubungkan dua tingkat ­ruang vertikal dalam satu bangunan. Tangga dapat berbentuk lurus, huruf “L”, huruf “U”, ataupun memutar dengan komponenkomponennya adalah anak tangga (tinggi dan kedalaman injakan), bordes (landing), pegangan tangan (handrail) dan bidang pengaman (balustrade).

Made Teny

D

alam sebuah hunian yang sempit keber­ adaan tangga se­ ringkali membingungkan peletakkannya, apalagi jika penghuni memiliki banyak barang yang hendak disimpan. Pemanfaatan ruang bawah tangga dengan beragam fungsi merupakan upaya efisiensi ruang dalam hunian mungil dengan dimensi terbatas, dan hendaknya dapat direncanakan fungsinya dengan optimal sebagai elemen penunjang terpenting dalam menghubungkan antar­r uang dalam bangunan. Demikian yang disampaikan Made Teny Agustiana, desainer Kayumanis Interior. Merancang ruang bawah tangga hendaknya memikirkan ruang-ruang yang berada di sekitarnya. Ruang bawah tangga merupakan ruang sisa yang terkadang ruang ini pun tidak bisa dimanfaatkan karena bentuk dan kemiringan yang dimiliki. Namun, bisa difungsi-

kan jika memang memungkin untuk difungsikan sehingga bisa mendukung keberadaan ruang dengan menyesuaikan ukuran bawah tangga dengan ukuran ruang pada fungsi baru. Ruang bawah tangga, oleh sebagian besar masyarakat umumnya dimanfaatkan sebagai toilet atau gudang. Ruang di bawah tangga yang memiliki sisi miring sesuai dengan bentuk tangga bisa difungsikan sebagai dua ruang tersebut. Jika ruang bawah tangga tersebut difungsikan sebagai toilet, yang perlu diperhatikan adalah jarak plafon tertinggi pada area bawah tangga sekitar 2,4 m dan tinggi area ini cukup untuk sebuah

wastafel dapat didesain pada area jarak plafon tertinggi agar dapat leluasa saat memakainya. Pencahayaan harus juga diperhatikan karena di bawah tangga cenderung gelap. Yang terpen­

gannya, terutama peletakkan perabot tak sedetail kamar mandi. Walaupun sebagai gudang, penting juga didesain sedemikian rupa agar memudahkan proses penyim­panan dan peng­am­bil­an

tangga dapat dioptimalkan dengan melihat situasi di sekitarnya. Misalnya, jika tangga terletak berdekatan dengan dapur, manfaatkan ruang tersebut sebagai pantry/tempat menyimpan

kamar mandi minimalis. Memfungsikan ruang bawah tangga sebagai kamar mandi, harus juga mempertimbangkan banyak hal. Misalnya penempatan perabot kamar mandi harus disesuaikan dengan kemiringan plafon,

ting yaitu sirkulasi udara agar ruangan yang kecil ini tidak menjadi pengap, bisa digunakan exhaust fan. Ruang bawah tangga ini pa­ling sering dipakai sebagai gudang, karena pertimban-

barang. Di ruang ba­wah tangga ini bisa dibuatkan rak-rak atau laci yang bisa dimanfaatkan untuk me­nyim­­pan sepa­tu, koper, dan barang lainnya. Tidak ha­nya itu, ada juga yang memanfaatkan ru­a ng bawah tangga ini sebagai dapur mini atau dapur kering yang bisa digabungkan dengan ruang makan. Bisa juga difungsikan sebagai mini bar yang dapat digabungkan dengan ruang keluarga. Kulkas mini bisa ditempatkan pada dapur ini sebagai pelengkap. Manfaat ruang bawah

makanan. Jika tangga terletak di ruang tamu, bisa dibuatkan dekorasi rak TV ataupun sebagai peletakan sofa. Ruangan sisa ini bisa juga difungsikan sebagai ruang duduk santai yang bisa digunakan untuk membaca buku, minum kopi, dll. Pada bagian sudutnya bisa di gunakan sebagai lemari kecil untuk menyimpan buku-buku koleksi, dan barang pajangan lainnya. Sementara, untuk ruang pada tangga yang melingkar cen­derung tidak bisa dimanfaatkan sebagai ruang pajang dan pe­n yimpanan. Solusinya, bisa dibuat taman kecil kering yang bisa dinikmati saat bersantai. “Banyak ide kreatif lain yang dapat diciptakan untuk mengoptimalisasikan pemanfaatan ruang bawah tangga sesuai dengan kebutuhan penghuninya,” kata Teny. –Inten Indrawati /Wirati Astiti


PELESIR

16

10 - 16 Februari 2014

Sebelum masuk ke dalam wahana, sempatkan diri untuk berfoto di depan landmark Legoland. Ini merupakan lokasi foto yang paling strategis karena gerbang Legoland terlihat sangat mencolok dan berwarna-warni. Jika ingin yang lain, pengunjung bisa berfoto dengan latar belakang Hotel Legoland yang berada di depan Legoland. Warna-warni khas lego menjadi penarik minat wisatawan. Tersedia lebih dari 70 wahana di Legoland. Ada juga tujuh theme yang bisa dinikmati, The Beginning, Lego Technic, Lego Kingdoms, Imagination, Lego City, Land of Adventure dan Miniland. Semua ini menrupakan tempat yang sensasional dan menjadikan anak-anak serasa pahlawan. Ada juga Legoland Water Park yang

Legoland Malaysia Tanah Lot pun Dilego Sebagai wahana rekreasi baru, Legoland Malaysia menjadi destinasi wisata yang tak boleh dilewatkan. Legoland Malaysia yang berada di Johor Bahru ini menyajikan bermacam wahana dan permainan lego. Tak hanya anak-anak yang dimanjakan di kawasan ini, orangtua pun bisa ikut menikmatinya.

P

erjalanan ke Legoland bisa ditempuh dari Singapura seper­ti yang dilakukan Arief bersama keluarganya atau dari Kulai Jaya, Johor Bahru yang dilakoni keluarga Juniko. “Kami kebetulan mengantar anak check up di Singapura. Ada waktu rehat sehari, kami naik bus ke perbatasan Singapura-Johor Bahru lalu dari Johor Bahru naik bus langsung ke Legoland. Harga­

variasi mulai dari RM 55 untuk anak sekolah di Malaysia sedang­ kan bagi wisatawan harga mulai dari RM 150. Jika melakukan pembelian online, ada diskon 20%. Tetapi, jika ingin membeli langsung di lokasi, tersedia juga loket khusus. Menurut informasi beberapa pengunjung, ada tiga cara membeli tiket. Melalui agen, melalui online, atau datang langsung. Harga melalui agen yang dinilai paling murah dan pembelian langsung di Legoland yang paling mahal.

Anak-anak berfoto bersama salah satu action figure di Legoland

menyediakan wahana permainan air. Masing-masing theme juga memiliki area kuliner tersendiri. Pengunjung tak perlu khawatir kelaparan atau kehausan usai bermain. Toilet juga mudah ditemui. Pengelola menyiapkan banyak toilet yang bisa di­ manfaatkan. Jikan cuaca panas,

semua wahana dan menikmati pertunjukannya termasuk film 4D,” ujar Juniko yang mengajak tiga anaknya. Anak-anak juga diberi kesem­ patan untuk belajar menyetir mobil mainan. Sebelumnya, mere­ka diberikan kursus singkat tentang tata tertib lalu lintas lalu dipersilakan menyetir sendiri di jalur yang tersedia. Pulangnya ada semacam tanda lulus yang diberikan pemandu. Anak-anak juga bisa berkreasi dengan lego. Mereka bisa membuat berbagai macam bentuk dari mainan yang berasal dari Denmark ini. Bagi orang dewasa yang ingin menguji adrenalin, tersedia roller coaster mulai dari yang kecil sampai yang besar. Banyaknya wahana permainan akan membuat peng­ unjung betah dari Legoland buka pukul 10.00 hingga tutup pukul 18.00. Jadi, jangan lewatkan Legoland jika Anda berada di Singa­pura atau Johor Bahru.

Miniatur Taj Mahal

–Ngurah Budi/Wirati Astiti

Hotel Legoland

DARA

9

Emoni

Menjaga Taksu Musik Bali Banyak band anak muda dengan berbagai alirannya. Namun, sedikit yang yang me­ngusung musik beraliran tradisional. Emoni adalah salah satu band yang kian berkibar dengan musik kontemporer atau perpaduan modern dan tradisional. Dua album dan tur keliling Bali menjadi bukti eksistensi mereka.

“E

nya lumayan murah daripada kami taksi,” ujar pria yang bekerja di Papua ini. Bagi Juniko yang memang berlibur di Johor Bahru dan menginap di Kulai Jaya, mereka tinggal naik bus ke Johon Premium Outlet (JPO). Dari JPO ke Legoland ada bus JPO 2 yang juga melewati jalur Hello Kitty Town. Tarif bus untuk dewasa hanya RM 4 sedang­kan anak-anak RM 2. Tiket masuk Legoland ber-

Suasana depan Legoland

jangan lupa untuk menggunakan sunblock dan topi untuk menghindari sengatan matahari. Berkeliling Legoland akan membuat pengunjung terkagumkagum dengan kreasi lego yang ada. Kota-kota besar di Asia bisa dibentuk sedemikian rupa menyerupai aslinya. Misalnya, Twin Tower atau Menara Petronas, patung Merlion, Taj Mahal, bahkan Tanah Lot pun ada di Miniland ini. Semua dibuat seperti aslinya. Hanya ukurannya yang diperkecil. Pengunjung bisa berfoto di semua miniatur kota ini. Beberapa kendara­an mainan bahkan bisa berjalan jika tombol dipencet. Bagi penyuka film 4D, tiap pukul 14.00 diputar film. “Anakanak suka film lego. Kesempatan ke Legoland harus dimanfaatkan sepuas-puasnya untuk menjajal

10 - 16 Februari 2014

moni lahir dari sebuah keiseng­a n. Proses yang kami lalui hingga menjadi Emoni merupakan sebuah proses alami yang mengalir begitu saja. Kecintaan kepada musik tradisional Bali membuat kami berkumpul untuk berkreasi dengan paduan unsur modern,” ujar AA Gede Raka Gunawarman, S.T., vokalis merangkap gitaris Emoni. Pria yang akrab disapa Gung De ini menuturkan angggota Emoni terdiri dari dirinya, Agus Anwar Eka Wahyudi (gitar 2), IB Yogi Pratama (bass), IGA Gd Prama Sastrawan, S.T. (drum/ perkusi/vokal), AA Ngurah Edy Prayoga (gender/rindik/ suling), AA Ngurah Aritama (gangsa/suling), I Wayan Deny Yoga Pratama (gangsa/suling), dan I Made Dony Swiyoga Putra (rindik/suling/kendang). Semua awalnya anggota Seka Kesenian Parasugeni Fakultas Teknik Universitas Udayana. “Dari seringnya kumpul dan berlatih, kami saling memahami dan mencoba membuat suatu terobos­a n. Kami membuat garapan seni kontemporer yang berjudul ‘Poleng’. Ini adalah garapan orisinal kami. Ternyata banyak yang suka. Kami pun mendapat kesempatan tampil saat D’Kantin tampil dalam peluncuran album Young Sound of Bali 3. Setelah itu kami beberapa kali tampil bersama D’Kantin membawakan lagu “Na na na”,” ujar Gung De yang menjadi Kelian Parasugeni selama tiga periode. Selanjutnya, ada tawaran khusus untuk memainkan musik etnik saja. Gung De pun mengajak teman-temannya dan resmilah terbentuk Emoni. Emoni merupakan kepanjangan dari Ethnic Harmony Bali. Gung De juga membuat logo Emoni meng­gunakan huruf Bali yang bisa dibaca menyaga. “Ini sebuah ketidaksengajaan juga. Dari bentuk tulisan Emoni yang menyerupai aksara Bali ini, bisa dibaca menyaga. Tujuan kami memang menjaga musik tradisional Bali tetap eksis. Moto kami, kreasi dengan inovasi,”

imbuh pemuda kelahiran Pejeng, 9 November 1988 ini. Di ajang “The Amazing ­Talent” TOM’s Music yang dilaksanakan Februari 2011, Emoni tampil memukau dan meraih juara I dan favorit. Band ini juga meraih predikat 6 besar finalis Road to Soundrenaline 2011 regional Bali –NTT, Mei 2011. Kemampuan bermusik terus mereka asah secara otodidak dengan me­ngandalkan bakatbakat alami ini. Suatu ketika, orangtua Gung De membeli rindik. Emoni yang bermarkas di rumah Gung De di Batubulan lalu mencoba memainkan rindik dipadukan suling. Ternyata musik yang dimainkan menjadi harmonis. Sejak itu rindik menjadi instrumen wajib Emoni. Dua pemain suling pun beralih menjadi pemain rindik. Unsur Bali makin kuat karena tiap tampil, Emoni memakai pakaian adat Bali plus bunga pucuk rejuna. “Ada taksu ketika kami memakai kamen, udeng, selempot, dan bunga pucuk rejuna. Ini menjadi ciri khas Emoni,” ujar Gung De. Dari terbentuk hingga kini, Emoni sudah menghasilkan satu minialbum dan satu album. Minialbum berjudul Harmoni Nada Cinta berisi empat lagu, “Harmoni Nada Cinta”, “Aku dan Waktu”, “Rindu”, dan “Bilang Aku Suka Kamu”. Tiap manggung, Emoni selalu menyelipkan lagu anak-anak, seperti “Meongmeong” dan “Mejangeran”. Tahun 2013, Emoni meluncurkan album “Ning Ning Cening” yang berisi lagu “Ratu Anom”, “Meong-Meong”, “Goak Maling”, “Pul Sinoge”, “Jenggot Uban”, “Made Cenik”, “Ketut Garing”, dan “Mejangeran”. “Ide pem­buatan album lagu-anak ini berasal dari Pak Puspayoga yang disampaikan ke Bli Rahtut XXX. Karena Bli Rahtut sibuk, kami yang disodori buku tentang lagu anak-anak koleksi tahun 1937. Ada tiga buku, salah satunya memakai tulisan tangan. Kami pun menggunakan buku yang bertulis tangan dengan asumsi, buku ini lebih dulu ada baru buku yang diketik. Kami juga konsultasi dengan Pak Made Taro. Kebetulan lagu anak-anak

yang sering disebut gending rare tidak bisa dimainkan di nada diatonik, cocoknya di pelog dan slendro. Suasana riangnya ketemu. Kalau dipaksa diatonik, taksunya hilang,” jelas Gung De. Saat penggarapan lagu “Ketut Garing”, Emoni sempat frustasi karena tidak menemukan konsep musik yang cocok. Akhirnya Gung De mengusulkan untuk memasukkan genre keroncong dan kendang Sunda. Hasilnya tak mengecewakan, bahkan lagu ini menjadi kaya kreativitas. Tiap tampil, Emoni juga selalu ber­komunikasi dengan penonton untuk menyampaikan tema atau pesan dari lagu-lagu

yang dibawakan. Agar lebih menghibur, Emoni juga menyuguhkan koreo­grafi mereka saat pentas. Emoni tidak hanya dikenal di Bali. Mereka sudah tampil di Jakarta Convention Center di acara Wirausaha Muda Mandiri. Dalam acara tersebut, mereka tampil sebagai musisi pembuka dan untuk pertama kali rindik dijadikan instrumen pembuka sebuah acara. Album mereka juga sampai di Bandung dan Lampung. Bagi Gung De dan kawankawannya, Emoni merupakan tempat penyegaran saat mereka jenuh dengan rutinitas kuliah atau pekerjaan. Walaupun ja-

rang berlatih karena kesibukan masing-masing personil, mereka tetap kompak. Waktu check sound menjadi ajang untuk latih­ an se­kaligus menyusun song list. Mereka merasa ada formula alami yang membuat mereka bisa kompak. ”Kami selalu ingin berusaha menampilkan sesuatu yang berbeda dengan yang lain, ber­ kesenian yang dapat membuat hidup ini sejahtera, damai dan harmonis. Semoga setiap karyakarya kami bisa memotivasi dan menginspirasi setiap orang yang mendengar dan melihatnya,” tegas karyasiswa Pascasarjana Fakultas Teknik Unud ini. –Ngurah Budi/Inten Indrawati


BUGAR

10

10 - 16 Februari 2014

Rasa Manis yang Menipu Gula selalu hadir dalam berbagai makanan dan minuman sehari-hari. Namun, terlalu banyak gula dapat meningkatkan risiko­ sejumlah penyakit. Sebaiknya berapa porsi makan gula?

dr. Gde Ngr. Indraguna Pinatih

M

enurut Dr. dr. Gde Ngr. Indraguna Pinatih, MSc. Akp. SpGK., dalam pola menu seimbang, gula menempatkan porsi yang kecil. Gula yang kita makan sehari-hari dikenal dengan nama gula sederhana atau simple sugar. “Tidak ada batasan berapa porsi jumlah gula yang diharuskan, namun sebaiknya penggunaannya sekecil mungkin. Jangan membiasakan diri makan makanan bergula, karena justru makanan itu tidak sehat,” ujar ahli gizi klinik FK Unud/RS Sanglah ini. Selain gula yang biasa kita konsumsi untuk tambahan teh, kopi, kue, dan makanan lainnya, gula sederhana juga termasuk

dalam jenis tepung-tepungan seperti tepung gandum, tapioka, tepung sagu, dan tepung beras. Yang paling banyak mengandung kadar gula adalah tepung gandum dan tepung beras. Apa yang kita makan diubah menjadi energi dalam bentuk glukosa oleh darah. Sementara porses perubahan tiap makanan berbeda-beda. Seperti contoh roti putih yang seratnya sudah dihilangkan. Roti putih mengandung kadar gula yang sangat tinggi sehingga tidak perlu lagi diberi olesan gula atau pemanis lainnya. Sebaiknya konsumsi roti gandum atau roti yang berwarna cokelat. Memang sebagian orang mengatakan rasa roti yang cokelat tidak enak dibandingkan roti putih. Namun, justru roti yang berwarna cokelat lebih sehat. “Makanan yang kita makan, dalam tubuh dipecah menjadi nutrisi yang dibagi menjadi dua, makro yakni karbohidrat, protein dan lemak. Sedangkan mikro, vitamin dan mineral. Karbohidrat, protein, dan lemak, menghasilkan energi. Dari ketiga komponen ini, karbohidrat merupakan hal pertama digunakan untuk menghasilkan energi. Kalau seandainya karbohidrat yang sudah terpecah menjadi gula tidak dipakai, karbohidrat tersebut akan disimpan dalam tubuh kita dalam bentuk lemak,” katanya. Bagi olahragawan, perlu diberikan ekstrakarbohidrat dan protein, supaya mempunyai energi untuk bergerak dan ototnya tidak rusak. Ia menyarankan, untuk kualitas hidup yang lebih baik, dapat

Sehat ala Ade Rai

Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sehat ala Ade Rai” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id Rubrik ini diasuh Ade Rai.

Jurus 3: Jagalah Kesehatan Organ Hati Organ hati termasuk organ dalam tubuh yang melakukan berbagai macam fungsi sekaligus. Bayangkan saja, hati memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut: sebagai penyimpan glikogen (energi karbohidrat), sebagai penetralisir racun/radikal bebas, serta menjalankan puluhan hingga ratusan fungsi enzim dan protein di dalam tubuh! Salah satu yang terpenting dan memiliki hubungan kuat dengan imunitas adalah peranannya yang besar sebagai satu-satunya organ penetralisir racun/radikal bebas yang masuk ke ataupun terbentuk di dalam tubuh. Menjaga kesehatannya adalah satu kunci besar dalam memastikan sistem imunitas yang baik. Untuk membantu organ hati dalam menangkal racun, ada baiknya fitnessmania mencoba mengonsumsi nutrisi antioksidan yang lebih banyak, dan sumber makanan alamiah adalah cara untuk mendapatkan nutrisi antioksidan yang paling baik. Proporsi mengonsumsi buah-buahan dan sayuran tampaknya semakin menurun di zaman modern ini, di mana kebutuhan akan konsumsi kelompok

Minimalkan penggunaan gula tambahan pada makanan

memilih gula kompleks yakni gula yang proses penyerapannya lebih lambat dibandingkan pe­nyerapan gula sederhana yang sangat cepat. “Pilihlah nasi yang masih ada kulit arinya seperti beras tumbuk. Kalau ingin memilih beras putih, campurlah beras putih dengan karbohidrat lain seperti ketela, jagung, ubi, atau talas. Untuk itu, selalu makanlah karbohidrat yang bervariasi jangan hanya beras. Dapat dipilih kentang, jagung tua, ketela rambat, ketela pohon, talas, dll.,” sarannya. Dokter Indraguna Pinatih menyatakan, kadang rasa manis sering menipu. Artinya, rasa manis membuat rasa asli makanan itu hilang. Misalnya ketika kita meminum kopi atau teh dengan tambahan gula, rasa asli dari minuman tersebut hilang. Yang ada justru rasa manis yang membuat kita terus merasa ketagihan untuk meminumnya. Ia juga menyarankan, minumlah jus buah tanpa tambahan gula. Saat ini banyak di pasaran hadir sugar zero calori atau yang dikenal gula rasa manis tidak berkalori. Dalam jangka panjang, tetap saja

berisiko. “Gula tidak berkalori bukanlah terbuat dari bahan alami sehingga membuat tubuh berupaya untuk menghancurkan zat yang masuk ke dalam. Jika kekuatan tubuh lebih baik, mungkin tidak masalah. Namun, bagaimana jika kekuatan tubuh dikalahkan benda yang masuk, tentu berisiko dalam jangka panjang. Begitu juga ada yang mencoba beralih ke gula merah. Pada intinya, gula pasir, gula merah, gula batu tetap memiliki kadar gula yang tinggi,” kata dr. Indraguna Pinatih. Ia menyebutkan, penyakit noninfeksi sekarang ini makin mening­ kat karena disebabkan perilaku atau life style. Salah satu penyakit degenerasi yang sedang “naik daun” adalah diabetes militus yang disebut sebagai induknya. “Seperti ayam dan telur, kita tidak tahu siapa yang duluan, karena diabetes akan dapat memicu munculnya komplikasi lain seperti jantung, stroke, ginjal, bahkan otak,” ujarnya. Karena itu, ia menyarankan, hindari makanan dengan penambahan gula yang berlebihan. Ironisnya, kita sering tidak sadar

makan camilan. Camilan banyak bersifat padat gizi sehingga me­ nimbulkan banyak kalori. Camilan dengan sering makan tapi porsi sedikit berbeda arti dan efek sampingnya. Makanan camilan sering membuat kita lupa diri, dan sering dilakukan tanpa sadar sembari melakukan aktivitas lain yakni menonton dan mengobrol. Sementara, sering makan tapi dalam porsi yang sedikit, kita tahu makanan apa yang kita makan. Contoh burger mengan­dung 800 kalori. Minuman bersoda me­ ngandung 150 kalori, pop corn 400 kalori. Begitu juga, perban­dingan makan kismis dengan buah anggur. Mungkin kita makan 10 biji anggur sudah kenyang, namun, bagaimana jika kita makan kismis sampai 10 kotak. Begitu juga perbandingan makan brokoli dengan smash potatoes (kentang bakar yang dicampur krim, gula, mentega, keju). Smash potatoes mengandung 1000 kalori. Secara normal, orang dewasa sampai usia 50 tahun memerlukan 2500 – 2800 kalori, di atas usia 50 tahun 2000-2200 kalori, sedangkan di atas usia 60 tahun di bawah 2000 kalori. “Kalau zaman dahulu, orang sebelum memasak pasti berburu dulu, begitu juga akan menyalakan api memcari kayu bakar. Sementara, sekarang, kalau ingin memasak tinggal pencet tombol kompor sudah keluar api. Gerakan orang sangat minim lebih banyak duduk, dan kemana-mana tidak mau jalan kaki. Kegiatan di rumah hanya nonton televisi. Porsi makanan juga berubah. Yang dulunya porsi kecil sekarang porsi jumbo. Kalori yang dimakan juga tambah banyak. Sementara tak melakukan aktivitas apa,” katanya. Jadi mulai sekarang, ia mengajak masyarakat untuk mengurangi pemakaian gula tambahan. -Wirati Astiti/Ngurah Budi

Jurus Meningkatkan Daya Tahan Tubuh (3) makanan tersebut justru sedang pada tingkat yang tertinggi. Selain kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral organik yang sangat sesuai untuk dicerna oleh tubuh, sayuran dan buah-buahan juga kaya akan air dalam bentuk yang paling alamiah, yakni H2O. Namun, apabila sulit mendapatkannya dalam bentuk makanan, suplementasi antioksidan merupakan alternatif yang bisa diandalkan. Kembali lagi, berikut ini adalah beberapa pointer yang bisa fitnesmania pakai untuk mencoba menjaga kesehatan hati: Saat memesan minuman di restoran, pesanlah jus buah tanpa tambahan gula atau sirop, seperti wortel, tomat, nanas, strawberry, atau dengan sayuran. Rancanglah pola makan yang tinggi akan sayuran dan buah-buahan berantioksidan tinggi (selain tomat dan wortel) juga ada kacang kedelai (tahu, tempe, susu kacang), brokoli, cabe & paprika, toge (kecambah), pepaya, jeruk, anggur, alpukat, kiwi, delima, dan lain-lain. Konsumsikan sayuran berwarna hijau lebih banyak. Studi klinis menunjukkan zat hijau daun (klorofil) membantu menurunkan kadar keasaman darah dan membuat darah lebih basa (alkalin). Kondisi darah yang basa mencegah penggumpalan

sel darah merah dan meningkatkan kemampuan sel darah putih dalam membunuh kuman dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Teh hijau adalah sumber antioksidan yang dalam beberapa studi ilmiah berhubungan dengan turunnya risiko kanker. Indonesia adalah salah satu penghasil teh terbesar dunia, dan harganya juga sangat terjangkau. Suplemen ekstrak biji anggur, temulawak (curcurma), atau milk thistle sangat membantu dalam menyehatkan organ hati. Berbagai macam antioksidan juga tersedia dalam bentuk suplemen, seperti: vitamin C (500-1000 mg per hari), vitamin E (200-400 IU per hari), Vitamin A (5000 IU per hari), mineral Zinc (15 mg per hari), mineral Selenium (50 mcg per hari), serta beberapa suplemen antioksidan baru seperti: beta glucan, pycogenol, astaxanthin, lycopene, proanthocyanidin juga bisa dicoba sebagai variasi bila diinginkan. Suplemen whey protein dan NAC (N-AcetylCysteine) merupakan 2 jenis nutrisi yang turut mendukung produksi antioksidan Glutathione dalam tubuh. Glutathione adalah antioksidan terkuat yang diproduksi oleh tubuh manusia.

10 - 16 Februari 2014

STYLE

Koleksi Busana Anak Segar Penuh Cinta Deretan koleksi busana kali ini, hadir atas nama rasa cinta pada anak. Ada gaun, ­kemeja dan atasan, semuanya dibuat ­nyaman dan menawan. Rancangan yang jelas menggambarkan keriangan dunia anak-anak.

M

enurut Ni Made Suthari Utari Dewi, desainer pakaian anak di Bali ini, anak-anak perempuan sekarang sudah pandai memilih sendiri baju sesuai keinginannya. Mengusung tema easy and fun, Dewi bermaksud memenuhi hasrat anak-anak untuk tampil fashionable. Selain itu, ia pun mengemas karyanya dengan colorfull, agar anak-anak senang mengenakannya. Sebagaimana baju anak pada umumnya, pilihan bahan yang berkualitas dan nyaman, dominasi warna-warna cerah serta aksentuasinya menjadikan persembahan

untuk anak ini semakin segar. Begitu juga dengan bahan bermotif bunga – bunga kecil dan bergaris yang diperagakan para model cilik pekan ini, semakin menguatkan jiwa petualangan serta kebebasan mereka. Meski modelnya dibuat mengikuti tren, namun dijamin busana ini tidak akan merepotkan anak ketika dikenakan termasuk untuk perawatannya. Selain baju untuk anak perempuan, Dewi juga menghadirkan busana untuk anak laki-laki. Dengan warna yang segar, motif bunga-bunga kecil maupun yang bergaris semuanya terlihat tampil modis dan trendi. -Sri Ardhini /Wirati Astiti

15


14

J E L I TA

Merawat Siku dan Lutut Pernahkah kita memperhatikan keadaan kulit tubuh di sekitar siku dan lutut? Banyak orang tak sadar mengabaikan siku dan lutut. Dua area ini cenderung terlewati perawatannya. Ketika mengenakan atasan tanpa lengan, rok mini atau hotpants, kita menjadi tidak percaya diri. Tidak nyaman gara-gara siku dan lutut tampak hitam, artinya kita wajib mem­berikan per­hatian ekstra dan segera melakukan ­perawatan pada kedua bagian kulit ini. Begitu disampaikan Desak Cahya Atsyuka seorang penata rias senior di Bali ini.

S

iku dan l u t u t memang memiliki masalah yang sama, yakni bisa tampak lebih hitam dan kasar. Hal ini, karena siku dan lutut merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sering digunakan untuk bertumpu atau bersandar, sehingga lebih mudah mengalami kekeringan serta gesekan. Ditambah lagi kurangnya perhatian dan perawatan khusus pada kedua area tersebut menjadikan bertumpuknya sel kulit mati yang membuatnya terlihat lebih hitam. Lantas, perawatan apa saja yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan kulit siku dan lutut lebih cerah dan halus. Desak menyatakan, perawatan umum yang wajib dilakukan adalah saat mandi akan lebih baik jika menggunakan sabun mandi atau pembersih tubuh lainnya yang mengandung exfoliating gel. “Ini tujuannya untuk mengelupas atau membersihkan sel kulit mati. Ada juga yang memakai batu apung untuk menggosok lutut dan siku yang kasar, namun melakukannya mesti sangat lembut dan hatihati,” papar Desak. Desak menyebutkan scrub adalah cara paling mudah untuk meng­ haluskan kulit dan mengangkat sel kulit mati. Untuk perawatan yang intensif, scrub digunakan di kulit siku dan

www.vemale.com

Perawatan Tradisional Gung Dewi salah seorang pengusaha

MITOS ATAU FAKTA

Siram Luka Bakar dengan Air Mengalir Ketika tersiram air panas, kena minyak panas, atau knalpot panas, apa yang Anda lakukan? Ada yang mengolesi luka bakarnya dengan odol, kopi, dan oli. Apa tindakan ini benar? “Dulu ketika kaki saya kena knalpot panas, suami langsung mengolesinya dengan oli. Memang benar, jadinya tidak ada bekas luka,” ujar seorang ibu menceritakan pengalamannya.

S

www.sahabathawa.com

lutut setiap hari saat mandi atau setidaknya tiga kali seminggu. “Kita juga bisa membeli scrub yang siap pakai di toko kosmetik,” katanya. Hal lainnya yang wajib dlakukan adalah selalu menjaga agar area kulit siku dan lutut selalu lembab. “Pilih dan pakailah pelembab yang khusus untuk merawat kedua area kulit tersebut. Bisa juga menggunakan body butter yang mengandung madu atau cocoa. Serta jangan lupa mengonsumsi air putih yang cukupi , ini juga membantu bertahannya kelembaban kulit,” papar Desak yang juga seorang penari ini. Selain itu, Desak juga mengingatkan yang tidak kalah penting menggunakan sunscreen bagi mereka yang sering beraktivitas di luar ruangan. Sebab, bagian kulit ini saat tersinari cahaya matahari terus-menerus warnanya akan jauh lebih gelap dibandingkan bagian kulit lainnya. “Bukan hanya wajah yang wajib diolesi sunscreen, tapi siku dan lutut juga perlu dilindungi dari terpaan sinar matahari,”ujarnya. Yang tidak kalah penting jangan membiasakan berlama-lama bertopang dagu atau berlutut. Ini sangat mungkin membuat kulit siku dan lutut menjadi lebih tebal dan menghitam.

10 - 16 Februari 2014

10 - 16 Februari 2014

herbal di Denpasar, juga mengatakan siku dan lutut merupakan daerah yang permukaan kulitnya cenderung lebih mudah berubah menjadi kulit kering dan kusam, kasar, dan menghitam. Banyak perempuan mengeluhkan tentang perubahan yang terjadi pada siku dan lutut. Untuk menghilangkan warna kulit yang menghitam pada bagian tersebut memang tak mudah. Namun, bukan berarti warna kulit yang hitam itu tak bisa pudar. Ia mengatakan, agar siku dan lutut tetap tampil sehat perawatannya da­ pat dilakukan dengan alami menggunakan bahanbahan yang ada di rumah. Misalnya scrubbing alami, dengan cara, mengiris lemon serta usapkan di siku dan lutut dengan lembut . Diamkan sekitar 10 sampai 15 menit, kemudian bersihkan dengan handuk hangat. Untuk hasil yang lebih cepat, katanya, dapat dilakukan secara rutin setiap hari. Dapat pula, menggunakan campurkan garam halus dengan perasan jeruk lemon. Aduk hingga campuran menjadi seperti scrub. Komposisinya bisa di­ sesuaikan dengan keinginan. Kemudian gosokkan perlahan ke daerah siku. Biarkan selama 15 menit, se­ telah itu, bilas dengan air bersih. Masih ada cara lainnya yang juga secara alami, yakni menggunakan minyak kelapa yang dicampur air jeruk limau, masing-masing satu sendok dan diusapkan di siku dan lutut. Diamkan juga selama 10 sampai 5

menit sebelum akhrinya dibersihkan dengan handuk. Pada malam hari sebelum tidur, oleskan minyak kelapa secara merata pada kulit siku dan lutut, disertai pijatan sambil digosok sekitar 5 menit. Meski kelihatannya sederhana dan tidak mahal, jika dilakukan de­ ngan rajin dan teratur, niscaya kulit siku dan lutut akan lebih cerah dan halus. “Selain melakukan perawatan dari luar, sebaiknya mengonsumsi buah-buahan dan sayuran untuk memberikan nutrisi pada kulit sebagai usaha merawat kulit dari dalam. Dengan melakukan perawatan secara teratur maka kulit akan menjadi sehat dan cantik,” sarannya.

ecara medis, dr. Kuning Atmajaya, Sp. B (K) Trauma , KKL,FINACS. mengatakan penanganan luka bakar dengan odol, kopi dan oli tersebut tidak tepat. “Mungkin ini berfungsi hanya untuk mendingin­ kan. Karena didapatkan secara turun-temurun, dan kebetulan tindak­ an sederhana itu tidak menimbulkan risiko lain, masyarakat jadi percaya,” ujarnya. Odol

–Sri Ardhini/Wirati Astiti

dr. Oka Negara, FIAS

bermanfaat menyegarkan. Demikian juga kopi serbuk atau ampas kopi, yang pada prinsipnya untuk mengurangi panas. Secara medis, tindakan ini keliru karena kotor. “Usahakan agar luka bakar tak sampai kotor,” ingatnya. Penanganan yang pa­ling sederhana adalah, pertama, menyirami luka bakar dengan air dingin yang mengalir agar panasnya tak sampai masuk ke dalam, lebih dalam lagi mengenai otot hingga tulang. Konsep­nya, panas akibat luka bakar pada kulit jangan sampai panas makin lama makin dalam. Semakin cepat panasnya

Kirim surat Anda ke ­Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh ­Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

“Dok, saya ingin tanya. Saya belum menikah, beberapa waktu lalu saya berhubungan intim dengan pacar saya beberapa kali dalam satu malam, nggak pakai kondom. Sperma saya tumpahkan di luar vagina, tapi tanpa saya perkirakan ada sedikit yang terdorong ke dalam. Apakah pacar saya bisa hamil jika ada sedikit sperma di bibir vagina yang ikut terdorong ke dalam lagi. Tolong dijelaskan dan apa solusinya jika pacar saya hamil. Terima kasih.” (Jeki,24) Hubungan seksual yang dilakukan dengan mengatur agar pengeluaran sperma atau ejakulasi terjadi di luar vagina disebut senggama terputus atau coitus interruptus. Sebenarnya cara ini merupakan salah satu cara sederhana untuk mencegah kehamilan. Tetapi ternyata keberhasilannya dalam mencegah kehamilan tidak cukup memuaskan. Kegagalan­nya cukup sering terjadi mengingat banyak laki-laki yang kesulitan untuk benar-benar bisa mengontrol ejakulasinya, atau dalam kasus ini malah sperma yang sudah

diejakulasikan di luar vagina, segera terdorong kembali sebagian ke dalam vagina. Logika awam banyak yang memperkirakan bahwa kalau tidak ada sperma yang masuk ke vagina, maka tidak mungkin terjadi kehamilan. Memang kalau tidak ada sperma yang masuk sama sekali, pasti kehamilan tidak akan terjadi. Masalahnya, sekali lagi, sering kali terjadi kegagalan buat mengontrolnya. Ini adalah satu-satunya alasan kegagalan yang cukup tinggi dari senggama terputus. Pada senggama terputus tidak selalu terjamin tidak ada

dinetra­lisir semakin berkurang kom­ plikasi yang dibawa panas itu sampai ke dalam. Jika didiamkan, mungkin seperti api, panasnya akan mengalir dari permukaan kulit sampai ke tulang, sehingga semua itu akan menyebabkan luka bakar grade 3 (hangus). Penyiraman luka bakar dengan air mengalir dimaksudkan juga agar luka bersih tanpa terkontaminasi. “Jika memakai selain air, pakai kopi, oli atau odol, bisa terjadi infeksi,” ujarnya. Trauma termis adalah kerusak­ an kulit (dapat disertai kerusakan jaringan dibawahnya) yang disebabkan oleh

perubahan suhu. Trauma termis dapat berupa luka bakar karena terkena air panas, api, zat kimia, dan sengatan listrik. Meski ada juga luka bakar karena uap letusan gunung berapi, dan karena cuaca dingin, namun empat penyebab ini yang paling banyak terjadi di Bali. Dan, yang paling banyak di masyarakat adalah luka bakar karena air panas dan luka bakar karena api, terutama ledakan kompor gas, dan luka bakar karena sengatan listrik. Penanganan luka bakar karena minyak panas, dijelaskan dr. Kuning konsepnya sama, jangan sampai panas dialirkan ke dalam. Minyak, zat yang tidak larut dalam air. “Bukan tidak larutnya yang dipentingkan, tetapi transmisi panasnya. Misalkan kena minyak men­ didih, jika disiram dengan air mengalir, ini dimaksudkan agar panasnya seminimal mungkin jangan sampai tersalurkan sampai ke tulang,” ujarnya. Yang paling berbahaya adalah sengatan listrik, ada luka masuk dan luka keluar. Sengatan listrik akan mempengaruhi terutama otot-otot. Sel-sel otot akan berubah polarisasinya sehingga akan menyebabkan kerusakan sel otot (rambo hemolisis) dan kadarnya biasanya akan meningkat lebih dari 10%. “Biasanya sengatan listrik itu membahayakan otot jantung. Di otot jantung ini ada sel yang mengantarkan listrik dari jantung bagian atas ke jantung bagian bawah. Jika ada listrik dari luar, polarisasi listriknya akan berubah. Ini yang berbahaya, karena polarisasi elektrik di jantung itu akan berubah sehingga bisa menyebabkan berhentinya jantung. “Pasien karena sengatan listrik yang datang biasanya bukan grade 1 lagi, tapi biasanya sudah grade 3, biasanya hangus,” ujarnya. Sengatan listrik kecil yang kerap terjadi di rumah tangga, secepatnya dihindari sehinggga tak sampai menyebabkan perubahan polarisasi pada aliran listrik di jantung. Ketika tersengat listrik, sesegera mungkin dicabut dari pusat sengatan itu. Apabila, kita sebagai orang kedua yang melihat terjadinya sengatan listrik, segera matikan se­kering. “Jika langsung menolong, menarik/bersentuhan dengan orang

11 yang tersengat listrik, keduanya akan terkena, bahkan orang kedua ini malah berisiko, mematikan. Karena, orang kedua ini berhubungan dengan tekanan negatif listrik,” ungkapnya. Sengatan listrik, ada yang ber­ tekanan negatif, ada yang bertekanan positif. Waspadai musim hujan yang kemungkinan banyak petir. Ada daerahdaerah yang merupakan sumber petir. Di alam yang tekanan positifnya lebih besar dari tekanan negatif, itulah yang dicari. Luka bakar karena tersambar petir umumnya jarang bisa tertolong, karena besarnya tekanan yang ditimbulkan. TINGKATAN LUKA BAKAR Luka bakar grade 1 biasanya karena sengatan matahari. Permukaan kulit kemerahan dan terasa sangat nyeri karena lapisan paling luar kulit sudah kena. “Nyeri ini dikarenakan saraf-saraf yang terbanyak ada di permukann kulit,” tegasnya. Beberapa hari kemudian kulit akan terkelupas. Ini tidak sampai menimbulkan kelainan di organ tubuh korban. Luka bakar yang lebih dalam lagi disebut grade 2. Nyerinya berkurang, ada kemerahan ditambah dengan bulla (cairan menggelembung pada kulit). Lebih dalam lagi hingga mengenai lapisan otot, disebut grade 3. Tandanya, kulit sampai kedalaman warnanya hitam atau pucat. “Jika dalam keadaan normal, kulit hitam ini ditekan akan kembali berwarna putih. Pada luka bakar grade 3, jika kulit hitam ditekan akan tetap berwarna hitam,” jelasnya. Yang paling parah bisa sampai kena tulang. Luka bakar yang paling berbahaya adalah yang mengenai saluran pernapasan, pada grade berapa pun, dapat menimbulkan kematian. Tandanya adalah alis, bulu mata, bulu hidung terbakar. Dari lubang hidung mengeluarkan abu, ini menunjukkan luka bakar saluran napas. Apalagi ingusnya berwarna abu, menunjukkan sudah mengenai lapisan di paru-paru. Ini yang menyebabkan pembengkakan, oksigen tak bisa masuk ke paru-paru, dan bisa menyebabkan kematian. –Inten Indrawati/Ngurah Budi

Senggama Terputus, Bikin Hamil? sperma yang masuk ke dalam vagina. Karena itu kegagalan sanggama terputus cukup tinggi. Demikan juga, sel spermatozoa hanya dapat bertahan hidup pada media tertentu dengan pH normal. Itu adalah di dalam lingkungan vagina, sedangkan di luar tubuh akan segera mati. Tetapi tetap saja masih ada usia hidup di luar tubuh sekitar setengah sampai satu jam, jadi jika belum lewat durasi itu ada sperma yang kembali terdorong ke dalam, maka memunculkan kemungkinan terjadi kehamilan. Asal memang di pihak perempuan juga sedang dalam masa subur. Kehamilan dimungkinkan terjadi kalau ada pertemuan antara sel spermatozoa dan sel telur. Karena sel telur hanya dikeluarkan pada saat tertentu, yaitu pada saat wanita mengalami masa subur, maka hanya hubungan seksual yang dilakukan pada masa subur, yang mungkin menimbulkan kehamil­ an. Di luar masa subur, hubungan seksual tidak akan menimbulkan kehamilan. Senggama terputus makin

banyak dilakukan remaja yang sudah berhubungan seksual, seiring dengan derasnya sumber informasi keliru yang didapat. Baik itu lewat pergaulan sebaya hingga media, seperti video porno hingga informasi di internet. Tujuannya jelas memang untuk menhgindari terjadinya kehamilan tanpa perlu menggunakan alat kontrasepsi. Sesungguhnya informasi tentang senggama terputus pastilah menjamin seratus persen hubungan seksual yang dilakukan bisa terhindar dari kehamilan tentu saja keliru. Karena sekali lagi, kegagalan­nya cukup tinggi. Ini juga serupa dengan banyaknya informasi keliru lain seperti sebuah mitos yang menyebutkan loncatloncat setelah berhubungan seks tidak akan menyebabkan kehamilan. Faktanya, ketika sperma sudah memasuki vagina, maka sperma akan mencari sel telur yang telah matang untuk dibuahi. Loncat-loncat tidak akan mengeluarkan sperma. Jadi, tetap ada kemungkinan untuk terjadinya pembuahan atau kehamilan. Mitos serupa masih ba­

nyak beredar dan dipercaya. Pengaruh­nya masih sangat kuat, bahkan juga di antara para anak muda yang justru sedang butuh atau sedang giat-giatnya mencari informasi tentang seks dan kesehat­an reproduksi. Banyak yang mempercayai informasi yang belum tentu benar, sehingga tidak jarang kita temui kasuskasus yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi bermula dari keyakinan yang salah. Hal itu terjadi karena tidak lengkapnya informasi tentang kesehatan reproduksi yang bisa diakses oleh remaja, baik melalui lembaga formal seperti sekolah, keluarga atau masyarakat pada umumnya. Lalu, kalau terjadi kehamilan, apa yang mesti dilakukan? Tentu saja kehamilannya harus dipertanggung jawabkan. Jika dilihat dari usianya, maka jawaban yang lebih tepat adalah dengan menikah dan melanjutkan kehamilan. Kecuali memang ada pertimbangan medis lain yang tidak memungkinkan kehamilan dilanjutkan.


RESEP ALA CHEF

12

Menu Spesial Valentine Day

Fatony Akbar

BBQ Pork Ribs Bahan: 3 kg 500 ml

: tulang iga babi : saus cantonese BBQ

Bahan rendaman: 250 gram : madu 50 ml : kecap manis 20 gram : garam 15 gram : merica 100 ml : kecap asin 100 gram : bawang putih 150 gram : prei 150 gram : jahe 1500 ml : air

Bahan saus cantonese BBQ: 200 ml : brown sauce ( beli di pasar swalayan) 200 gram : hoisin sauce ( beli di pasar swalayan) 75 gram : madu 50 gram : arak masak cina (beli di pasar swalayan) 20 gram : bawang putih 100 ml : saus tomat 50 ml : minyak Garam dan merica secukupnya Cara membuat saus: - Bawang putih, dicincang kemudian ditumis, tambahkan arak masak, brown sauce, hoisin sauce, saus tomat, masak dengan api kecil. Terakhir tambahkan madu, garam, dan merica. - Siram di atas iga babi yang sudah dioven tadi.

Chicken Tikka : : : : : : : : : : :

yogurt jus jeruk lemon bubuk cabai bubuk kayumanis merica bawang putih dicincang jahe dicincang saus tomat daun ketumbar dada ayam dipotong kotak-kotak mentega

Valentine day atau hari kasih sayang tidak selalu harus dirayakan dengan pemberian cokelat dan bunga. Anda dapat menyajikan makanan spesial untuk orang yang Anda sayangi seperti keluarga di rumah. Ungkapkan kasih sayang Anda kepada keluarga dengan hasil masakan sendiri. Pasti lebih berkesan. Berikut resep spesial Fatony ­Akbar, Executive Sous Chef Holiday Inn ­Resort Baruna Bali. Selamat mencoba.

Crab Bisque

Cara membuat: - Semua bahan rendaman dicampur jadi satu dimasak sampai mendidih. Kemudian masak dengan api kecil selama 30 menit. - Iga babi dibersihkan, kemudian digantung. - Siram iga babi dengan saus rendaman tadi yang masih panas berkali-kali (bisa juga direndam dalam satu wadah sebentar). - Oven iga babi selama 2 jam dengan suhu 160 derajat Celcius. - Sajikan iga babi dengan siraman saus cantonese BBQ.

Bahan: 1 cangkir 150 ml 3 sdt 1 sdt 1 sdt 1 sdt 1 sdt 250 ml 100 gram 3 bagian 100 gram

10 - 16 Februari 2014

200 ml : krim masak (bisa dibeli di pasar swalayan) 100 gram : bawang bombai Cara membuat: - Dalam mangkuk, campur yogurt, jus lemon, bubuk kayumanis, merica, bubuk cabai, jahe, garam. - Bumbu daging ayam, balurkan bumbu tadi dan diamkan di kulkas selama satu jam. - Panggang daging ayam, bolak-balik selama 5 menit. - Cairkan mente ga, tumis bawang bombai tambahkan bubuk cabai, dan garam. Tambahkan saus tomat dan krim masak. Masak dengan api kecil sampai saus bertekstur lembut sekitar 20 menit. - Tuang saus ke daging ayam yang sudah dipanggang. Diamkan selama 10 menit. - Angkat dan sajikan daging ayam dengan hiasan irisan wortel dan bawang bombai di atasnya.

Bahan: 600 gram : kulit kepiting 300 gram : daging kepiting 50 gram : wortel dipotong kasar 50 gram : bawang bombai dipotong kasar 50 gram : prei dipotong kasar 50 gram : batang seledri dipotong kasar 2 liter : air 100 gram : roux (cairkan mentega tambahkan tepung terigu, a duk rata, sisihkan) 150 ml : minyak 300 gram : krim masak Garam dan merica secukupnya Cara membuat: - Bersihkan kulit kepiting. Panggang selama 20 menit dengan suhu 160 derajat Celcius sampai berwarna kemerahan. - Panaskan minyak, masukkan wortel, bawang bombai, batang seledri, dan prei. Tambahkan kulit kepiting tadi. Tumis sekitar lima menit. - Masukkan air, masak dengan api kecil selama 30 menit. Saring kaldu tadi. - Panaskan kembali kaldu yang sudah disaring tadi, masukkan daging kepiting, aduk rata. - Kentalkan sup tadi dengan roux. Beri bumbu garam dan merica. Tambahkan krim masak. Sajikan panas-panas dengan pastel kepiting di sampingnya. –Wirati Astiti/Ratna Hidayati

10 - 16 Februari 2014

C U L I N A RY C O R N E R

13

Fatony Akbar

Terinspirasi sang Dosen T

iap orang punya rahasia namun tiap orang punya rezeki. Jadi tidak usah takut kalau berbagi ilmu. Demikian prinsip yang dilakoni Fatony Akbar dalam melakoni karier di Holiday Inn Resort Baruna Bali. Pengalaman lelaki yang kerap disapa chef Tony ini, banyak bekerja di luar negeri khususnya di Inggris, membuatnya makin mengerti, prestasi dalam bekerja tak mudah untuk diraih tapi diperlukan semangat dan kerja keras. Seperti apa kisah perjuangan Executive Sous Chef Holiday Inn Resort Baruna Bali ini? Fatony Akbar, lelaki kelahiran Surabaya 34 tahun yang lalu ini sejak remaja memang ingin bekerja di bidang pariwisata. Namun, bukan sebagai ahli masak atau chef seperti sekarang. Melihat kakaknya yang bekerja di bagian front office membuatnya tertarik. “Saya melihat kakak saya sering diberi hadiah oleh tamunya, terus sering wisata ke luar negeri, membuat saya ingin juga seperti itu,” tutur Fatony. Setamat SMA, ia meneruskan ke Sekolah Tinggi Pariwisata Satya Widya Surabaya. Di kampus, ia mengambil jurusan manajamen perhotelan. Tahun pertama, ia bertemu dengan seorang dosen yang bernama Christian Nehemia. Dosennya bertanya, kamu

ingin jadi apa? Fatony langsung menjawab,” Saya ingin bekerja di front office. Seperti kakak saya bisa jalan-jalan ke luar negeri.” Fatony langsung diajak ke front office. Christian menunjukkan ke Fatony, sebagian besar karyawan front office perempuan. “Kamu kan laki-laki, saya bentuk kamu menjadi pekerja keras. Profesi chef juga sangat menjanjikan, sama juga dengan front office,” ujar Christian waktu itu. Dari penjelasan dosennya, ia mendapatkan gambaran, kalau menjadi chef akan membuat kariernya lebih baik. Tamat kuliah ia sempat pelatihan di Hotel Sangrilla Surabaya. Dari kampus, ia mendapatkan informasi ada lowongandi Inggris selama dua tahun.Fatony mendapat kesempatan bekerja di Hotel Belfry suatu resor yang sering digunakan para artis dan pemain golf ternama. Fatony menuturkan, sering melihat pegolf Tiger Wood dan artis Westlife datang ke resor. “Wah, keren bisa melihat mereka. Tapi tidak bisa mengobrol bebas karena di sana, saya kan bekerja,” kata Fatony. Fatony memiliki seorang chef atau kepala dapur yang masih sangat muda, usianya 28 tahun. Bekerja di luar negeri membuat Fatony tahu bagaimana sistem bekerja yang sangat disiplin dan

keras. Usaha kerja keras memang dibayar dengan apresiasi yang sesuai sehingga membuat semangat bekerja tak pernah pudar. “Kalau ingin pulang cepat bekerjalah dengan semangat dan cepat, agar selesainya cepat. Kalau ingin bekerja santai, ya silakan pulang malam,” kata Fatony yang mengistilahkan jam kerjanya AFD alias all fucky day sembari tertawa. Untungnya di tempatnya bekerja sebagian besar orang Asia dan beberapa orang Indonesia. “Memang pekerja Indonesia paling disukai karena paling pendiam tidak banyak omong dan tidak berulah,” imbuhnya. Dengan berbagai karakter pekerja, ia banyak belajar satu sama lain. “Tapi asyik juga bisa mengenal berbagai budaya bangsa,” kata Fatony. Menurutnya, di sana ia banyak belajar dengan berkreasi dan terus meningkatkan wawasan karena apa yang belum dipelajari, itulah yang dikerjakan. “Jadi terus dapat ilmu baru,” kata Fatony. Menurut Fatony, anggapan orang luar negeri banyak yang jahat tak sepenuhnya benar. Ia teringat saat tsunami di Aceh 26 Desember 2004. Kebetulan di hotelnya ada 32 orang Indonesia. “Kami dipanggil semua dan diberitahu di Indonesia sedang terjadi tsunami. Kami diberikan telepon untuk menanyakan kondisi keluarga di Indonesia.

Kalau kalian harus pulang silakan pulang. Kami merasa sangat diperhatikan,” ujar Fatony. Untungnya waktu itu, tsunami hanya terjadi di Aceh sehingga tidak membuatnya harus pulang ke kampung halamannya di Surabaya. Setelah dua tahun di Inggris, ia pulang ke Indonesia. Kemudian ia mencoba peruntungannya ke Dubai. Pindah ke Dubai membuatnya belajar kembali. “Inggris dan Dubai sangat berbeda. Dia memiliki bos dari Yunani. Saya belajar lagi untuk beradaptasi. Belajar memahami karakter manusia memang tak pernah selesai di mana pun kita berada, termasuk bekerja di sini (Holiday Inn Resort Baruna Bali),” kata Fatony. Setelah selesai kontrak di Dubai, ia pulang ke Bali. Ia bekerja di Aston Kuta tahun 2010 sebagai chef de partie. Kemudian pindah ke Grand Hyatt Nusa Dua sebagai sous chef banquet. Tahun 2009, sebenarnya Fatony sudah dipanggil dosennya Christian Nehemia yang juga sebagai excutive chef Holiday Inn Resort Baruna Bali dan saat ini menjabat President Bali Culinary Professionals ( BCP) untuk bekerja bersamanya tapi karena Fatony masih di Dubai, rencana itu belum terlaksana. 1 Oktober 2012 ia mulai bekerja di Holiday Inn Resort Baruna

Fatony Akbar

Bali. Baginya, tugas sebagai chef bukan hanya harus pintar memasak, ia juga harus bisa belajar mengorganisir dan kepemimpinan karena sangat membantu kariernya. Ia menerapkan keteladanan dosennya agar selalu berbagi ilmu kepada staf dan memacu mereka untuk terus meningkatkan kualitas. “Membantu para staf untuk menjadi lebih baik saya lakukan dengan salah satu cara, tiap hari saya pasang foto staf di restoran bergantian. Merekalah yang bertanggung jawab dengan situasi di retsoran saat itu. Jadi mereka juga pelan-pelan belajar bagaimana nantinya menjadi seorang pemimpin,” kata Fatony. –Wirati Astiti/Ratna Hidayati

Es Jagung Manis Sup Kerang Asem Manis Pedas Sarwan Bahan: 500 gr 4 buah 2 batang 5 biji 3 siung 2 biji 5 biji 2 ruas 1 buah

: kerang yang sudah dibersihkan, lumuri dengan air jeruk nipis : tangkai petai kupas, belah jadi 2 : daun pre, iris kasar : bawang merah iris halus : bawang putih iris halus : cabai merah, iris serong : cabai kecil iris halus, kasar juga boleh : jahe, memarkan : tomat, potong serongserong

3 sdm : saus tomat 2 sdm : saus sambal 150 ml : air 1 bungkus : penyedap rasa 10 ml : air asam jawa atau cuka Cara membuat: - Tumis semua bumbu yang sudah dirajang sampai harum. - Masukkan kerang, petai bolak-balik tambahkan saus tomat, saus sambal juag air asam jawa, penyedap rasa. - Tambahkan air, masak dengan api sedang hingga air berkurang. - Makanan siap dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng.

Bahan: 500 grm : jagung manis pipil 10 grm : gula pasir 200 grm : nata de coco 2 lembar : daun pandan ikat simpul 300 ml : air 200 ml : santan kental, didihkan lalu dinginkan 100 ml : sirup merah/hijau es batu secukupnya Cara membuat: - Campur jagung manis, gula, air, dan pandan lalu masak hingga mendidih dan jagung matang, diamkan sampai dingin. - Campur jagung manis yang telah dingin dengan nata de coco dan santan. - Siapkan gelas saji, masukkan

Ayam Saus Lemon Bahan: 1 kg : ayam, potong menurut selera 3 batang : daun bawang/ pre, iris serong 1 buah : jeruk lemon, iris bulat bulat, buang isinya 3 sdm : gula pasir 100 ml : air Garam, gula, lada, dan kaldu bubuk secukupnya

sirup 2 sdm dalam gelas tambahkan es batu, masukkan campuran jagung tadi. - Es jagung siap dihidangkan.

Bahan perendam ayam: 3 sdm : air jeruk lemon 1 sdm : kecap manis 1 sdm : gula pasir 2 sdm : kecap asin Garam secukupnya Cara membuat: - Campur ayam dengan bahan perendam, biarkan 15 menit. - Panaskan minyak/margarin, tiriskan ayam dari perendaman, masukkan ayam dalam minyak

yang sudah panas, goreng hingga matang dan warna berubah kecokelatan, tiriskan. - Panaskan kembali wajan, masukkan gula pasir hingga meleleh dan kecokelatan, menjadi caramel. - Masukkan ayam dan bawang pre, bolak-balik hingga layu, masukkan juga air sisa perendaman ayam, tambahkan air, masak dengan api sedang dan biarkan hingga air berkurang, lalu masukkan irisan jeruk lemon, masak hingga mengental, angkat, sajikan de­ ngan bawang putih goreng sebagi taburan.


RESEP ALA CHEF

12

Menu Spesial Valentine Day

Fatony Akbar

BBQ Pork Ribs Bahan: 3 kg 500 ml

: tulang iga babi : saus cantonese BBQ

Bahan rendaman: 250 gram : madu 50 ml : kecap manis 20 gram : garam 15 gram : merica 100 ml : kecap asin 100 gram : bawang putih 150 gram : prei 150 gram : jahe 1500 ml : air

Bahan saus cantonese BBQ: 200 ml : brown sauce ( beli di pasar swalayan) 200 gram : hoisin sauce ( beli di pasar swalayan) 75 gram : madu 50 gram : arak masak cina (beli di pasar swalayan) 20 gram : bawang putih 100 ml : saus tomat 50 ml : minyak Garam dan merica secukupnya Cara membuat saus: - Bawang putih, dicincang kemudian ditumis, tambahkan arak masak, brown sauce, hoisin sauce, saus tomat, masak dengan api kecil. Terakhir tambahkan madu, garam, dan merica. - Siram di atas iga babi yang sudah dioven tadi.

Chicken Tikka : : : : : : : : : : :

yogurt jus jeruk lemon bubuk cabai bubuk kayumanis merica bawang putih dicincang jahe dicincang saus tomat daun ketumbar dada ayam dipotong kotak-kotak mentega

Valentine day atau hari kasih sayang tidak selalu harus dirayakan dengan pemberian cokelat dan bunga. Anda dapat menyajikan makanan spesial untuk orang yang Anda sayangi seperti keluarga di rumah. Ungkapkan kasih sayang Anda kepada keluarga dengan hasil masakan sendiri. Pasti lebih berkesan. Berikut resep spesial Fatony ­Akbar, Executive Sous Chef Holiday Inn ­Resort Baruna Bali. Selamat mencoba.

Crab Bisque

Cara membuat: - Semua bahan rendaman dicampur jadi satu dimasak sampai mendidih. Kemudian masak dengan api kecil selama 30 menit. - Iga babi dibersihkan, kemudian digantung. - Siram iga babi dengan saus rendaman tadi yang masih panas berkali-kali (bisa juga direndam dalam satu wadah sebentar). - Oven iga babi selama 2 jam dengan suhu 160 derajat Celcius. - Sajikan iga babi dengan siraman saus cantonese BBQ.

Bahan: 1 cangkir 150 ml 3 sdt 1 sdt 1 sdt 1 sdt 1 sdt 250 ml 100 gram 3 bagian 100 gram

10 - 16 Februari 2014

200 ml : krim masak (bisa dibeli di pasar swalayan) 100 gram : bawang bombai Cara membuat: - Dalam mangkuk, campur yogurt, jus lemon, bubuk kayumanis, merica, bubuk cabai, jahe, garam. - Bumbu daging ayam, balurkan bumbu tadi dan diamkan di kulkas selama satu jam. - Panggang daging ayam, bolak-balik selama 5 menit. - Cairkan mente ga, tumis bawang bombai tambahkan bubuk cabai, dan garam. Tambahkan saus tomat dan krim masak. Masak dengan api kecil sampai saus bertekstur lembut sekitar 20 menit. - Tuang saus ke daging ayam yang sudah dipanggang. Diamkan selama 10 menit. - Angkat dan sajikan daging ayam dengan hiasan irisan wortel dan bawang bombai di atasnya.

Bahan: 600 gram : kulit kepiting 300 gram : daging kepiting 50 gram : wortel dipotong kasar 50 gram : bawang bombai dipotong kasar 50 gram : prei dipotong kasar 50 gram : batang seledri dipotong kasar 2 liter : air 100 gram : roux (cairkan mentega tambahkan tepung terigu, a duk rata, sisihkan) 150 ml : minyak 300 gram : krim masak Garam dan merica secukupnya Cara membuat: - Bersihkan kulit kepiting. Panggang selama 20 menit dengan suhu 160 derajat Celcius sampai berwarna kemerahan. - Panaskan minyak, masukkan wortel, bawang bombai, batang seledri, dan prei. Tambahkan kulit kepiting tadi. Tumis sekitar lima menit. - Masukkan air, masak dengan api kecil selama 30 menit. Saring kaldu tadi. - Panaskan kembali kaldu yang sudah disaring tadi, masukkan daging kepiting, aduk rata. - Kentalkan sup tadi dengan roux. Beri bumbu garam dan merica. Tambahkan krim masak. Sajikan panas-panas dengan pastel kepiting di sampingnya. –Wirati Astiti/Ratna Hidayati

10 - 16 Februari 2014

C U L I N A RY C O R N E R

13

Fatony Akbar

Terinspirasi sang Dosen T

iap orang punya rahasia namun tiap orang punya rezeki. Jadi tidak usah takut kalau berbagi ilmu. Demikian prinsip yang dilakoni Fatony Akbar dalam melakoni karier di Holiday Inn Resort Baruna Bali. Pengalaman lelaki yang kerap disapa chef Tony ini, banyak bekerja di luar negeri khususnya di Inggris, membuatnya makin mengerti, prestasi dalam bekerja tak mudah untuk diraih tapi diperlukan semangat dan kerja keras. Seperti apa kisah perjuangan Executive Sous Chef Holiday Inn Resort Baruna Bali ini? Fatony Akbar, lelaki kelahiran Surabaya 34 tahun yang lalu ini sejak remaja memang ingin bekerja di bidang pariwisata. Namun, bukan sebagai ahli masak atau chef seperti sekarang. Melihat kakaknya yang bekerja di bagian front office membuatnya tertarik. “Saya melihat kakak saya sering diberi hadiah oleh tamunya, terus sering wisata ke luar negeri, membuat saya ingin juga seperti itu,” tutur Fatony. Setamat SMA, ia meneruskan ke Sekolah Tinggi Pariwisata Satya Widya Surabaya. Di kampus, ia mengambil jurusan manajamen perhotelan. Tahun pertama, ia bertemu dengan seorang dosen yang bernama Christian Nehemia. Dosennya bertanya, kamu

ingin jadi apa? Fatony langsung menjawab,” Saya ingin bekerja di front office. Seperti kakak saya bisa jalan-jalan ke luar negeri.” Fatony langsung diajak ke front office. Christian menunjukkan ke Fatony, sebagian besar karyawan front office perempuan. “Kamu kan laki-laki, saya bentuk kamu menjadi pekerja keras. Profesi chef juga sangat menjanjikan, sama juga dengan front office,” ujar Christian waktu itu. Dari penjelasan dosennya, ia mendapatkan gambaran, kalau menjadi chef akan membuat kariernya lebih baik. Tamat kuliah ia sempat pelatihan di Hotel Sangrilla Surabaya. Dari kampus, ia mendapatkan informasi ada lowongandi Inggris selama dua tahun.Fatony mendapat kesempatan bekerja di Hotel Belfry suatu resor yang sering digunakan para artis dan pemain golf ternama. Fatony menuturkan, sering melihat pegolf Tiger Wood dan artis Westlife datang ke resor. “Wah, keren bisa melihat mereka. Tapi tidak bisa mengobrol bebas karena di sana, saya kan bekerja,” kata Fatony. Fatony memiliki seorang chef atau kepala dapur yang masih sangat muda, usianya 28 tahun. Bekerja di luar negeri membuat Fatony tahu bagaimana sistem bekerja yang sangat disiplin dan

keras. Usaha kerja keras memang dibayar dengan apresiasi yang sesuai sehingga membuat semangat bekerja tak pernah pudar. “Kalau ingin pulang cepat bekerjalah dengan semangat dan cepat, agar selesainya cepat. Kalau ingin bekerja santai, ya silakan pulang malam,” kata Fatony yang mengistilahkan jam kerjanya AFD alias all fucky day sembari tertawa. Untungnya di tempatnya bekerja sebagian besar orang Asia dan beberapa orang Indonesia. “Memang pekerja Indonesia paling disukai karena paling pendiam tidak banyak omong dan tidak berulah,” imbuhnya. Dengan berbagai karakter pekerja, ia banyak belajar satu sama lain. “Tapi asyik juga bisa mengenal berbagai budaya bangsa,” kata Fatony. Menurutnya, di sana ia banyak belajar dengan berkreasi dan terus meningkatkan wawasan karena apa yang belum dipelajari, itulah yang dikerjakan. “Jadi terus dapat ilmu baru,” kata Fatony. Menurut Fatony, anggapan orang luar negeri banyak yang jahat tak sepenuhnya benar. Ia teringat saat tsunami di Aceh 26 Desember 2004. Kebetulan di hotelnya ada 32 orang Indonesia. “Kami dipanggil semua dan diberitahu di Indonesia sedang terjadi tsunami. Kami diberikan telepon untuk menanyakan kondisi keluarga di Indonesia.

Kalau kalian harus pulang silakan pulang. Kami merasa sangat diperhatikan,” ujar Fatony. Untungnya waktu itu, tsunami hanya terjadi di Aceh sehingga tidak membuatnya harus pulang ke kampung halamannya di Surabaya. Setelah dua tahun di Inggris, ia pulang ke Indonesia. Kemudian ia mencoba peruntungannya ke Dubai. Pindah ke Dubai membuatnya belajar kembali. “Inggris dan Dubai sangat berbeda. Dia memiliki bos dari Yunani. Saya belajar lagi untuk beradaptasi. Belajar memahami karakter manusia memang tak pernah selesai di mana pun kita berada, termasuk bekerja di sini (Holiday Inn Resort Baruna Bali),” kata Fatony. Setelah selesai kontrak di Dubai, ia pulang ke Bali. Ia bekerja di Aston Kuta tahun 2010 sebagai chef de partie. Kemudian pindah ke Grand Hyatt Nusa Dua sebagai sous chef banquet. Tahun 2009, sebenarnya Fatony sudah dipanggil dosennya Christian Nehemia yang juga sebagai excutive chef Holiday Inn Resort Baruna Bali dan saat ini menjabat President Bali Culinary Professionals ( BCP) untuk bekerja bersamanya tapi karena Fatony masih di Dubai, rencana itu belum terlaksana. 1 Oktober 2012 ia mulai bekerja di Holiday Inn Resort Baruna

Fatony Akbar

Bali. Baginya, tugas sebagai chef bukan hanya harus pintar memasak, ia juga harus bisa belajar mengorganisir dan kepemimpinan karena sangat membantu kariernya. Ia menerapkan keteladanan dosennya agar selalu berbagi ilmu kepada staf dan memacu mereka untuk terus meningkatkan kualitas. “Membantu para staf untuk menjadi lebih baik saya lakukan dengan salah satu cara, tiap hari saya pasang foto staf di restoran bergantian. Merekalah yang bertanggung jawab dengan situasi di retsoran saat itu. Jadi mereka juga pelan-pelan belajar bagaimana nantinya menjadi seorang pemimpin,” kata Fatony. –Wirati Astiti/Ratna Hidayati

Es Jagung Manis Sup Kerang Asem Manis Pedas Sarwan Bahan: 500 gr 4 buah 2 batang 5 biji 3 siung 2 biji 5 biji 2 ruas 1 buah

: kerang yang sudah dibersihkan, lumuri dengan air jeruk nipis : tangkai petai kupas, belah jadi 2 : daun pre, iris kasar : bawang merah iris halus : bawang putih iris halus : cabai merah, iris serong : cabai kecil iris halus, kasar juga boleh : jahe, memarkan : tomat, potong serongserong

3 sdm : saus tomat 2 sdm : saus sambal 150 ml : air 1 bungkus : penyedap rasa 10 ml : air asam jawa atau cuka Cara membuat: - Tumis semua bumbu yang sudah dirajang sampai harum. - Masukkan kerang, petai bolak-balik tambahkan saus tomat, saus sambal juag air asam jawa, penyedap rasa. - Tambahkan air, masak dengan api sedang hingga air berkurang. - Makanan siap dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng.

Bahan: 500 grm : jagung manis pipil 10 grm : gula pasir 200 grm : nata de coco 2 lembar : daun pandan ikat simpul 300 ml : air 200 ml : santan kental, didihkan lalu dinginkan 100 ml : sirup merah/hijau es batu secukupnya Cara membuat: - Campur jagung manis, gula, air, dan pandan lalu masak hingga mendidih dan jagung matang, diamkan sampai dingin. - Campur jagung manis yang telah dingin dengan nata de coco dan santan. - Siapkan gelas saji, masukkan

Ayam Saus Lemon Bahan: 1 kg : ayam, potong menurut selera 3 batang : daun bawang/ pre, iris serong 1 buah : jeruk lemon, iris bulat bulat, buang isinya 3 sdm : gula pasir 100 ml : air Garam, gula, lada, dan kaldu bubuk secukupnya

sirup 2 sdm dalam gelas tambahkan es batu, masukkan campuran jagung tadi. - Es jagung siap dihidangkan.

Bahan perendam ayam: 3 sdm : air jeruk lemon 1 sdm : kecap manis 1 sdm : gula pasir 2 sdm : kecap asin Garam secukupnya Cara membuat: - Campur ayam dengan bahan perendam, biarkan 15 menit. - Panaskan minyak/margarin, tiriskan ayam dari perendaman, masukkan ayam dalam minyak

yang sudah panas, goreng hingga matang dan warna berubah kecokelatan, tiriskan. - Panaskan kembali wajan, masukkan gula pasir hingga meleleh dan kecokelatan, menjadi caramel. - Masukkan ayam dan bawang pre, bolak-balik hingga layu, masukkan juga air sisa perendaman ayam, tambahkan air, masak dengan api sedang dan biarkan hingga air berkurang, lalu masukkan irisan jeruk lemon, masak hingga mengental, angkat, sajikan de­ ngan bawang putih goreng sebagi taburan.


14

J E L I TA

Merawat Siku dan Lutut Pernahkah kita memperhatikan keadaan kulit tubuh di sekitar siku dan lutut? Banyak orang tak sadar mengabaikan siku dan lutut. Dua area ini cenderung terlewati perawatannya. Ketika mengenakan atasan tanpa lengan, rok mini atau hotpants, kita menjadi tidak percaya diri. Tidak nyaman gara-gara siku dan lutut tampak hitam, artinya kita wajib mem­berikan per­hatian ekstra dan segera melakukan ­perawatan pada kedua bagian kulit ini. Begitu disampaikan Desak Cahya Atsyuka seorang penata rias senior di Bali ini.

S

iku dan l u t u t memang memiliki masalah yang sama, yakni bisa tampak lebih hitam dan kasar. Hal ini, karena siku dan lutut merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sering digunakan untuk bertumpu atau bersandar, sehingga lebih mudah mengalami kekeringan serta gesekan. Ditambah lagi kurangnya perhatian dan perawatan khusus pada kedua area tersebut menjadikan bertumpuknya sel kulit mati yang membuatnya terlihat lebih hitam. Lantas, perawatan apa saja yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan kulit siku dan lutut lebih cerah dan halus. Desak menyatakan, perawatan umum yang wajib dilakukan adalah saat mandi akan lebih baik jika menggunakan sabun mandi atau pembersih tubuh lainnya yang mengandung exfoliating gel. “Ini tujuannya untuk mengelupas atau membersihkan sel kulit mati. Ada juga yang memakai batu apung untuk menggosok lutut dan siku yang kasar, namun melakukannya mesti sangat lembut dan hatihati,” papar Desak. Desak menyebutkan scrub adalah cara paling mudah untuk meng­ haluskan kulit dan mengangkat sel kulit mati. Untuk perawatan yang intensif, scrub digunakan di kulit siku dan

www.vemale.com

Perawatan Tradisional Gung Dewi salah seorang pengusaha

MITOS ATAU FAKTA

Siram Luka Bakar dengan Air Mengalir Ketika tersiram air panas, kena minyak panas, atau knalpot panas, apa yang Anda lakukan? Ada yang mengolesi luka bakarnya dengan odol, kopi, dan oli. Apa tindakan ini benar? “Dulu ketika kaki saya kena knalpot panas, suami langsung mengolesinya dengan oli. Memang benar, jadinya tidak ada bekas luka,” ujar seorang ibu menceritakan pengalamannya.

S

www.sahabathawa.com

lutut setiap hari saat mandi atau setidaknya tiga kali seminggu. “Kita juga bisa membeli scrub yang siap pakai di toko kosmetik,” katanya. Hal lainnya yang wajib dlakukan adalah selalu menjaga agar area kulit siku dan lutut selalu lembab. “Pilih dan pakailah pelembab yang khusus untuk merawat kedua area kulit tersebut. Bisa juga menggunakan body butter yang mengandung madu atau cocoa. Serta jangan lupa mengonsumsi air putih yang cukupi , ini juga membantu bertahannya kelembaban kulit,” papar Desak yang juga seorang penari ini. Selain itu, Desak juga mengingatkan yang tidak kalah penting menggunakan sunscreen bagi mereka yang sering beraktivitas di luar ruangan. Sebab, bagian kulit ini saat tersinari cahaya matahari terus-menerus warnanya akan jauh lebih gelap dibandingkan bagian kulit lainnya. “Bukan hanya wajah yang wajib diolesi sunscreen, tapi siku dan lutut juga perlu dilindungi dari terpaan sinar matahari,”ujarnya. Yang tidak kalah penting jangan membiasakan berlama-lama bertopang dagu atau berlutut. Ini sangat mungkin membuat kulit siku dan lutut menjadi lebih tebal dan menghitam.

10 - 16 Februari 2014

10 - 16 Februari 2014

herbal di Denpasar, juga mengatakan siku dan lutut merupakan daerah yang permukaan kulitnya cenderung lebih mudah berubah menjadi kulit kering dan kusam, kasar, dan menghitam. Banyak perempuan mengeluhkan tentang perubahan yang terjadi pada siku dan lutut. Untuk menghilangkan warna kulit yang menghitam pada bagian tersebut memang tak mudah. Namun, bukan berarti warna kulit yang hitam itu tak bisa pudar. Ia mengatakan, agar siku dan lutut tetap tampil sehat perawatannya da­ pat dilakukan dengan alami menggunakan bahanbahan yang ada di rumah. Misalnya scrubbing alami, dengan cara, mengiris lemon serta usapkan di siku dan lutut dengan lembut . Diamkan sekitar 10 sampai 15 menit, kemudian bersihkan dengan handuk hangat. Untuk hasil yang lebih cepat, katanya, dapat dilakukan secara rutin setiap hari. Dapat pula, menggunakan campurkan garam halus dengan perasan jeruk lemon. Aduk hingga campuran menjadi seperti scrub. Komposisinya bisa di­ sesuaikan dengan keinginan. Kemudian gosokkan perlahan ke daerah siku. Biarkan selama 15 menit, se­ telah itu, bilas dengan air bersih. Masih ada cara lainnya yang juga secara alami, yakni menggunakan minyak kelapa yang dicampur air jeruk limau, masing-masing satu sendok dan diusapkan di siku dan lutut. Diamkan juga selama 10 sampai 5

menit sebelum akhrinya dibersihkan dengan handuk. Pada malam hari sebelum tidur, oleskan minyak kelapa secara merata pada kulit siku dan lutut, disertai pijatan sambil digosok sekitar 5 menit. Meski kelihatannya sederhana dan tidak mahal, jika dilakukan de­ ngan rajin dan teratur, niscaya kulit siku dan lutut akan lebih cerah dan halus. “Selain melakukan perawatan dari luar, sebaiknya mengonsumsi buah-buahan dan sayuran untuk memberikan nutrisi pada kulit sebagai usaha merawat kulit dari dalam. Dengan melakukan perawatan secara teratur maka kulit akan menjadi sehat dan cantik,” sarannya.

ecara medis, dr. Kuning Atmajaya, Sp. B (K) Trauma , KKL,FINACS. mengatakan penanganan luka bakar dengan odol, kopi dan oli tersebut tidak tepat. “Mungkin ini berfungsi hanya untuk mendingin­ kan. Karena didapatkan secara turun-temurun, dan kebetulan tindak­ an sederhana itu tidak menimbulkan risiko lain, masyarakat jadi percaya,” ujarnya. Odol

–Sri Ardhini/Wirati Astiti

dr. Oka Negara, FIAS

bermanfaat menyegarkan. Demikian juga kopi serbuk atau ampas kopi, yang pada prinsipnya untuk mengurangi panas. Secara medis, tindakan ini keliru karena kotor. “Usahakan agar luka bakar tak sampai kotor,” ingatnya. Penanganan yang pa­ling sederhana adalah, pertama, menyirami luka bakar dengan air dingin yang mengalir agar panasnya tak sampai masuk ke dalam, lebih dalam lagi mengenai otot hingga tulang. Konsep­nya, panas akibat luka bakar pada kulit jangan sampai panas makin lama makin dalam. Semakin cepat panasnya

Kirim surat Anda ke ­Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh ­Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

“Dok, saya ingin tanya. Saya belum menikah, beberapa waktu lalu saya berhubungan intim dengan pacar saya beberapa kali dalam satu malam, nggak pakai kondom. Sperma saya tumpahkan di luar vagina, tapi tanpa saya perkirakan ada sedikit yang terdorong ke dalam. Apakah pacar saya bisa hamil jika ada sedikit sperma di bibir vagina yang ikut terdorong ke dalam lagi. Tolong dijelaskan dan apa solusinya jika pacar saya hamil. Terima kasih.” (Jeki,24) Hubungan seksual yang dilakukan dengan mengatur agar pengeluaran sperma atau ejakulasi terjadi di luar vagina disebut senggama terputus atau coitus interruptus. Sebenarnya cara ini merupakan salah satu cara sederhana untuk mencegah kehamilan. Tetapi ternyata keberhasilannya dalam mencegah kehamilan tidak cukup memuaskan. Kegagalan­nya cukup sering terjadi mengingat banyak laki-laki yang kesulitan untuk benar-benar bisa mengontrol ejakulasinya, atau dalam kasus ini malah sperma yang sudah

diejakulasikan di luar vagina, segera terdorong kembali sebagian ke dalam vagina. Logika awam banyak yang memperkirakan bahwa kalau tidak ada sperma yang masuk ke vagina, maka tidak mungkin terjadi kehamilan. Memang kalau tidak ada sperma yang masuk sama sekali, pasti kehamilan tidak akan terjadi. Masalahnya, sekali lagi, sering kali terjadi kegagalan buat mengontrolnya. Ini adalah satu-satunya alasan kegagalan yang cukup tinggi dari senggama terputus. Pada senggama terputus tidak selalu terjamin tidak ada

dinetra­lisir semakin berkurang kom­ plikasi yang dibawa panas itu sampai ke dalam. Jika didiamkan, mungkin seperti api, panasnya akan mengalir dari permukaan kulit sampai ke tulang, sehingga semua itu akan menyebabkan luka bakar grade 3 (hangus). Penyiraman luka bakar dengan air mengalir dimaksudkan juga agar luka bersih tanpa terkontaminasi. “Jika memakai selain air, pakai kopi, oli atau odol, bisa terjadi infeksi,” ujarnya. Trauma termis adalah kerusak­ an kulit (dapat disertai kerusakan jaringan dibawahnya) yang disebabkan oleh

perubahan suhu. Trauma termis dapat berupa luka bakar karena terkena air panas, api, zat kimia, dan sengatan listrik. Meski ada juga luka bakar karena uap letusan gunung berapi, dan karena cuaca dingin, namun empat penyebab ini yang paling banyak terjadi di Bali. Dan, yang paling banyak di masyarakat adalah luka bakar karena air panas dan luka bakar karena api, terutama ledakan kompor gas, dan luka bakar karena sengatan listrik. Penanganan luka bakar karena minyak panas, dijelaskan dr. Kuning konsepnya sama, jangan sampai panas dialirkan ke dalam. Minyak, zat yang tidak larut dalam air. “Bukan tidak larutnya yang dipentingkan, tetapi transmisi panasnya. Misalkan kena minyak men­ didih, jika disiram dengan air mengalir, ini dimaksudkan agar panasnya seminimal mungkin jangan sampai tersalurkan sampai ke tulang,” ujarnya. Yang paling berbahaya adalah sengatan listrik, ada luka masuk dan luka keluar. Sengatan listrik akan mempengaruhi terutama otot-otot. Sel-sel otot akan berubah polarisasinya sehingga akan menyebabkan kerusakan sel otot (rambo hemolisis) dan kadarnya biasanya akan meningkat lebih dari 10%. “Biasanya sengatan listrik itu membahayakan otot jantung. Di otot jantung ini ada sel yang mengantarkan listrik dari jantung bagian atas ke jantung bagian bawah. Jika ada listrik dari luar, polarisasi listriknya akan berubah. Ini yang berbahaya, karena polarisasi elektrik di jantung itu akan berubah sehingga bisa menyebabkan berhentinya jantung. “Pasien karena sengatan listrik yang datang biasanya bukan grade 1 lagi, tapi biasanya sudah grade 3, biasanya hangus,” ujarnya. Sengatan listrik kecil yang kerap terjadi di rumah tangga, secepatnya dihindari sehinggga tak sampai menyebabkan perubahan polarisasi pada aliran listrik di jantung. Ketika tersengat listrik, sesegera mungkin dicabut dari pusat sengatan itu. Apabila, kita sebagai orang kedua yang melihat terjadinya sengatan listrik, segera matikan se­kering. “Jika langsung menolong, menarik/bersentuhan dengan orang

11 yang tersengat listrik, keduanya akan terkena, bahkan orang kedua ini malah berisiko, mematikan. Karena, orang kedua ini berhubungan dengan tekanan negatif listrik,” ungkapnya. Sengatan listrik, ada yang ber­ tekanan negatif, ada yang bertekanan positif. Waspadai musim hujan yang kemungkinan banyak petir. Ada daerahdaerah yang merupakan sumber petir. Di alam yang tekanan positifnya lebih besar dari tekanan negatif, itulah yang dicari. Luka bakar karena tersambar petir umumnya jarang bisa tertolong, karena besarnya tekanan yang ditimbulkan. TINGKATAN LUKA BAKAR Luka bakar grade 1 biasanya karena sengatan matahari. Permukaan kulit kemerahan dan terasa sangat nyeri karena lapisan paling luar kulit sudah kena. “Nyeri ini dikarenakan saraf-saraf yang terbanyak ada di permukann kulit,” tegasnya. Beberapa hari kemudian kulit akan terkelupas. Ini tidak sampai menimbulkan kelainan di organ tubuh korban. Luka bakar yang lebih dalam lagi disebut grade 2. Nyerinya berkurang, ada kemerahan ditambah dengan bulla (cairan menggelembung pada kulit). Lebih dalam lagi hingga mengenai lapisan otot, disebut grade 3. Tandanya, kulit sampai kedalaman warnanya hitam atau pucat. “Jika dalam keadaan normal, kulit hitam ini ditekan akan kembali berwarna putih. Pada luka bakar grade 3, jika kulit hitam ditekan akan tetap berwarna hitam,” jelasnya. Yang paling parah bisa sampai kena tulang. Luka bakar yang paling berbahaya adalah yang mengenai saluran pernapasan, pada grade berapa pun, dapat menimbulkan kematian. Tandanya adalah alis, bulu mata, bulu hidung terbakar. Dari lubang hidung mengeluarkan abu, ini menunjukkan luka bakar saluran napas. Apalagi ingusnya berwarna abu, menunjukkan sudah mengenai lapisan di paru-paru. Ini yang menyebabkan pembengkakan, oksigen tak bisa masuk ke paru-paru, dan bisa menyebabkan kematian. –Inten Indrawati/Ngurah Budi

Senggama Terputus, Bikin Hamil? sperma yang masuk ke dalam vagina. Karena itu kegagalan sanggama terputus cukup tinggi. Demikan juga, sel spermatozoa hanya dapat bertahan hidup pada media tertentu dengan pH normal. Itu adalah di dalam lingkungan vagina, sedangkan di luar tubuh akan segera mati. Tetapi tetap saja masih ada usia hidup di luar tubuh sekitar setengah sampai satu jam, jadi jika belum lewat durasi itu ada sperma yang kembali terdorong ke dalam, maka memunculkan kemungkinan terjadi kehamilan. Asal memang di pihak perempuan juga sedang dalam masa subur. Kehamilan dimungkinkan terjadi kalau ada pertemuan antara sel spermatozoa dan sel telur. Karena sel telur hanya dikeluarkan pada saat tertentu, yaitu pada saat wanita mengalami masa subur, maka hanya hubungan seksual yang dilakukan pada masa subur, yang mungkin menimbulkan kehamil­ an. Di luar masa subur, hubungan seksual tidak akan menimbulkan kehamilan. Senggama terputus makin

banyak dilakukan remaja yang sudah berhubungan seksual, seiring dengan derasnya sumber informasi keliru yang didapat. Baik itu lewat pergaulan sebaya hingga media, seperti video porno hingga informasi di internet. Tujuannya jelas memang untuk menhgindari terjadinya kehamilan tanpa perlu menggunakan alat kontrasepsi. Sesungguhnya informasi tentang senggama terputus pastilah menjamin seratus persen hubungan seksual yang dilakukan bisa terhindar dari kehamilan tentu saja keliru. Karena sekali lagi, kegagalan­nya cukup tinggi. Ini juga serupa dengan banyaknya informasi keliru lain seperti sebuah mitos yang menyebutkan loncatloncat setelah berhubungan seks tidak akan menyebabkan kehamilan. Faktanya, ketika sperma sudah memasuki vagina, maka sperma akan mencari sel telur yang telah matang untuk dibuahi. Loncat-loncat tidak akan mengeluarkan sperma. Jadi, tetap ada kemungkinan untuk terjadinya pembuahan atau kehamilan. Mitos serupa masih ba­

nyak beredar dan dipercaya. Pengaruh­nya masih sangat kuat, bahkan juga di antara para anak muda yang justru sedang butuh atau sedang giat-giatnya mencari informasi tentang seks dan kesehat­an reproduksi. Banyak yang mempercayai informasi yang belum tentu benar, sehingga tidak jarang kita temui kasuskasus yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi bermula dari keyakinan yang salah. Hal itu terjadi karena tidak lengkapnya informasi tentang kesehatan reproduksi yang bisa diakses oleh remaja, baik melalui lembaga formal seperti sekolah, keluarga atau masyarakat pada umumnya. Lalu, kalau terjadi kehamilan, apa yang mesti dilakukan? Tentu saja kehamilannya harus dipertanggung jawabkan. Jika dilihat dari usianya, maka jawaban yang lebih tepat adalah dengan menikah dan melanjutkan kehamilan. Kecuali memang ada pertimbangan medis lain yang tidak memungkinkan kehamilan dilanjutkan.


BUGAR

10

10 - 16 Februari 2014

Rasa Manis yang Menipu Gula selalu hadir dalam berbagai makanan dan minuman sehari-hari. Namun, terlalu banyak gula dapat meningkatkan risiko­ sejumlah penyakit. Sebaiknya berapa porsi makan gula?

dr. Gde Ngr. Indraguna Pinatih

M

enurut Dr. dr. Gde Ngr. Indraguna Pinatih, MSc. Akp. SpGK., dalam pola menu seimbang, gula menempatkan porsi yang kecil. Gula yang kita makan sehari-hari dikenal dengan nama gula sederhana atau simple sugar. “Tidak ada batasan berapa porsi jumlah gula yang diharuskan, namun sebaiknya penggunaannya sekecil mungkin. Jangan membiasakan diri makan makanan bergula, karena justru makanan itu tidak sehat,” ujar ahli gizi klinik FK Unud/RS Sanglah ini. Selain gula yang biasa kita konsumsi untuk tambahan teh, kopi, kue, dan makanan lainnya, gula sederhana juga termasuk

dalam jenis tepung-tepungan seperti tepung gandum, tapioka, tepung sagu, dan tepung beras. Yang paling banyak mengandung kadar gula adalah tepung gandum dan tepung beras. Apa yang kita makan diubah menjadi energi dalam bentuk glukosa oleh darah. Sementara porses perubahan tiap makanan berbeda-beda. Seperti contoh roti putih yang seratnya sudah dihilangkan. Roti putih mengandung kadar gula yang sangat tinggi sehingga tidak perlu lagi diberi olesan gula atau pemanis lainnya. Sebaiknya konsumsi roti gandum atau roti yang berwarna cokelat. Memang sebagian orang mengatakan rasa roti yang cokelat tidak enak dibandingkan roti putih. Namun, justru roti yang berwarna cokelat lebih sehat. “Makanan yang kita makan, dalam tubuh dipecah menjadi nutrisi yang dibagi menjadi dua, makro yakni karbohidrat, protein dan lemak. Sedangkan mikro, vitamin dan mineral. Karbohidrat, protein, dan lemak, menghasilkan energi. Dari ketiga komponen ini, karbohidrat merupakan hal pertama digunakan untuk menghasilkan energi. Kalau seandainya karbohidrat yang sudah terpecah menjadi gula tidak dipakai, karbohidrat tersebut akan disimpan dalam tubuh kita dalam bentuk lemak,” katanya. Bagi olahragawan, perlu diberikan ekstrakarbohidrat dan protein, supaya mempunyai energi untuk bergerak dan ototnya tidak rusak. Ia menyarankan, untuk kualitas hidup yang lebih baik, dapat

Sehat ala Ade Rai

Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sehat ala Ade Rai” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id Rubrik ini diasuh Ade Rai.

Jurus 3: Jagalah Kesehatan Organ Hati Organ hati termasuk organ dalam tubuh yang melakukan berbagai macam fungsi sekaligus. Bayangkan saja, hati memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut: sebagai penyimpan glikogen (energi karbohidrat), sebagai penetralisir racun/radikal bebas, serta menjalankan puluhan hingga ratusan fungsi enzim dan protein di dalam tubuh! Salah satu yang terpenting dan memiliki hubungan kuat dengan imunitas adalah peranannya yang besar sebagai satu-satunya organ penetralisir racun/radikal bebas yang masuk ke ataupun terbentuk di dalam tubuh. Menjaga kesehatannya adalah satu kunci besar dalam memastikan sistem imunitas yang baik. Untuk membantu organ hati dalam menangkal racun, ada baiknya fitnessmania mencoba mengonsumsi nutrisi antioksidan yang lebih banyak, dan sumber makanan alamiah adalah cara untuk mendapatkan nutrisi antioksidan yang paling baik. Proporsi mengonsumsi buah-buahan dan sayuran tampaknya semakin menurun di zaman modern ini, di mana kebutuhan akan konsumsi kelompok

Minimalkan penggunaan gula tambahan pada makanan

memilih gula kompleks yakni gula yang proses penyerapannya lebih lambat dibandingkan pe­nyerapan gula sederhana yang sangat cepat. “Pilihlah nasi yang masih ada kulit arinya seperti beras tumbuk. Kalau ingin memilih beras putih, campurlah beras putih dengan karbohidrat lain seperti ketela, jagung, ubi, atau talas. Untuk itu, selalu makanlah karbohidrat yang bervariasi jangan hanya beras. Dapat dipilih kentang, jagung tua, ketela rambat, ketela pohon, talas, dll.,” sarannya. Dokter Indraguna Pinatih menyatakan, kadang rasa manis sering menipu. Artinya, rasa manis membuat rasa asli makanan itu hilang. Misalnya ketika kita meminum kopi atau teh dengan tambahan gula, rasa asli dari minuman tersebut hilang. Yang ada justru rasa manis yang membuat kita terus merasa ketagihan untuk meminumnya. Ia juga menyarankan, minumlah jus buah tanpa tambahan gula. Saat ini banyak di pasaran hadir sugar zero calori atau yang dikenal gula rasa manis tidak berkalori. Dalam jangka panjang, tetap saja

berisiko. “Gula tidak berkalori bukanlah terbuat dari bahan alami sehingga membuat tubuh berupaya untuk menghancurkan zat yang masuk ke dalam. Jika kekuatan tubuh lebih baik, mungkin tidak masalah. Namun, bagaimana jika kekuatan tubuh dikalahkan benda yang masuk, tentu berisiko dalam jangka panjang. Begitu juga ada yang mencoba beralih ke gula merah. Pada intinya, gula pasir, gula merah, gula batu tetap memiliki kadar gula yang tinggi,” kata dr. Indraguna Pinatih. Ia menyebutkan, penyakit noninfeksi sekarang ini makin mening­ kat karena disebabkan perilaku atau life style. Salah satu penyakit degenerasi yang sedang “naik daun” adalah diabetes militus yang disebut sebagai induknya. “Seperti ayam dan telur, kita tidak tahu siapa yang duluan, karena diabetes akan dapat memicu munculnya komplikasi lain seperti jantung, stroke, ginjal, bahkan otak,” ujarnya. Karena itu, ia menyarankan, hindari makanan dengan penambahan gula yang berlebihan. Ironisnya, kita sering tidak sadar

makan camilan. Camilan banyak bersifat padat gizi sehingga me­ nimbulkan banyak kalori. Camilan dengan sering makan tapi porsi sedikit berbeda arti dan efek sampingnya. Makanan camilan sering membuat kita lupa diri, dan sering dilakukan tanpa sadar sembari melakukan aktivitas lain yakni menonton dan mengobrol. Sementara, sering makan tapi dalam porsi yang sedikit, kita tahu makanan apa yang kita makan. Contoh burger mengan­dung 800 kalori. Minuman bersoda me­ ngandung 150 kalori, pop corn 400 kalori. Begitu juga, perban­dingan makan kismis dengan buah anggur. Mungkin kita makan 10 biji anggur sudah kenyang, namun, bagaimana jika kita makan kismis sampai 10 kotak. Begitu juga perbandingan makan brokoli dengan smash potatoes (kentang bakar yang dicampur krim, gula, mentega, keju). Smash potatoes mengandung 1000 kalori. Secara normal, orang dewasa sampai usia 50 tahun memerlukan 2500 – 2800 kalori, di atas usia 50 tahun 2000-2200 kalori, sedangkan di atas usia 60 tahun di bawah 2000 kalori. “Kalau zaman dahulu, orang sebelum memasak pasti berburu dulu, begitu juga akan menyalakan api memcari kayu bakar. Sementara, sekarang, kalau ingin memasak tinggal pencet tombol kompor sudah keluar api. Gerakan orang sangat minim lebih banyak duduk, dan kemana-mana tidak mau jalan kaki. Kegiatan di rumah hanya nonton televisi. Porsi makanan juga berubah. Yang dulunya porsi kecil sekarang porsi jumbo. Kalori yang dimakan juga tambah banyak. Sementara tak melakukan aktivitas apa,” katanya. Jadi mulai sekarang, ia mengajak masyarakat untuk mengurangi pemakaian gula tambahan. -Wirati Astiti/Ngurah Budi

Jurus Meningkatkan Daya Tahan Tubuh (3) makanan tersebut justru sedang pada tingkat yang tertinggi. Selain kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral organik yang sangat sesuai untuk dicerna oleh tubuh, sayuran dan buah-buahan juga kaya akan air dalam bentuk yang paling alamiah, yakni H2O. Namun, apabila sulit mendapatkannya dalam bentuk makanan, suplementasi antioksidan merupakan alternatif yang bisa diandalkan. Kembali lagi, berikut ini adalah beberapa pointer yang bisa fitnesmania pakai untuk mencoba menjaga kesehatan hati: Saat memesan minuman di restoran, pesanlah jus buah tanpa tambahan gula atau sirop, seperti wortel, tomat, nanas, strawberry, atau dengan sayuran. Rancanglah pola makan yang tinggi akan sayuran dan buah-buahan berantioksidan tinggi (selain tomat dan wortel) juga ada kacang kedelai (tahu, tempe, susu kacang), brokoli, cabe & paprika, toge (kecambah), pepaya, jeruk, anggur, alpukat, kiwi, delima, dan lain-lain. Konsumsikan sayuran berwarna hijau lebih banyak. Studi klinis menunjukkan zat hijau daun (klorofil) membantu menurunkan kadar keasaman darah dan membuat darah lebih basa (alkalin). Kondisi darah yang basa mencegah penggumpalan

sel darah merah dan meningkatkan kemampuan sel darah putih dalam membunuh kuman dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Teh hijau adalah sumber antioksidan yang dalam beberapa studi ilmiah berhubungan dengan turunnya risiko kanker. Indonesia adalah salah satu penghasil teh terbesar dunia, dan harganya juga sangat terjangkau. Suplemen ekstrak biji anggur, temulawak (curcurma), atau milk thistle sangat membantu dalam menyehatkan organ hati. Berbagai macam antioksidan juga tersedia dalam bentuk suplemen, seperti: vitamin C (500-1000 mg per hari), vitamin E (200-400 IU per hari), Vitamin A (5000 IU per hari), mineral Zinc (15 mg per hari), mineral Selenium (50 mcg per hari), serta beberapa suplemen antioksidan baru seperti: beta glucan, pycogenol, astaxanthin, lycopene, proanthocyanidin juga bisa dicoba sebagai variasi bila diinginkan. Suplemen whey protein dan NAC (N-AcetylCysteine) merupakan 2 jenis nutrisi yang turut mendukung produksi antioksidan Glutathione dalam tubuh. Glutathione adalah antioksidan terkuat yang diproduksi oleh tubuh manusia.

10 - 16 Februari 2014

STYLE

Koleksi Busana Anak Segar Penuh Cinta Deretan koleksi busana kali ini, hadir atas nama rasa cinta pada anak. Ada gaun, ­kemeja dan atasan, semuanya dibuat ­nyaman dan menawan. Rancangan yang jelas menggambarkan keriangan dunia anak-anak.

M

enurut Ni Made Suthari Utari Dewi, desainer pakaian anak di Bali ini, anak-anak perempuan sekarang sudah pandai memilih sendiri baju sesuai keinginannya. Mengusung tema easy and fun, Dewi bermaksud memenuhi hasrat anak-anak untuk tampil fashionable. Selain itu, ia pun mengemas karyanya dengan colorfull, agar anak-anak senang mengenakannya. Sebagaimana baju anak pada umumnya, pilihan bahan yang berkualitas dan nyaman, dominasi warna-warna cerah serta aksentuasinya menjadikan persembahan

untuk anak ini semakin segar. Begitu juga dengan bahan bermotif bunga – bunga kecil dan bergaris yang diperagakan para model cilik pekan ini, semakin menguatkan jiwa petualangan serta kebebasan mereka. Meski modelnya dibuat mengikuti tren, namun dijamin busana ini tidak akan merepotkan anak ketika dikenakan termasuk untuk perawatannya. Selain baju untuk anak perempuan, Dewi juga menghadirkan busana untuk anak laki-laki. Dengan warna yang segar, motif bunga-bunga kecil maupun yang bergaris semuanya terlihat tampil modis dan trendi. -Sri Ardhini /Wirati Astiti

15


PELESIR

16

10 - 16 Februari 2014

Sebelum masuk ke dalam wahana, sempatkan diri untuk berfoto di depan landmark Legoland. Ini merupakan lokasi foto yang paling strategis karena gerbang Legoland terlihat sangat mencolok dan berwarna-warni. Jika ingin yang lain, pengunjung bisa berfoto dengan latar belakang Hotel Legoland yang berada di depan Legoland. Warna-warni khas lego menjadi penarik minat wisatawan. Tersedia lebih dari 70 wahana di Legoland. Ada juga tujuh theme yang bisa dinikmati, The Beginning, Lego Technic, Lego Kingdoms, Imagination, Lego City, Land of Adventure dan Miniland. Semua ini menrupakan tempat yang sensasional dan menjadikan anak-anak serasa pahlawan. Ada juga Legoland Water Park yang

Legoland Malaysia Tanah Lot pun Dilego Sebagai wahana rekreasi baru, Legoland Malaysia menjadi destinasi wisata yang tak boleh dilewatkan. Legoland Malaysia yang berada di Johor Bahru ini menyajikan bermacam wahana dan permainan lego. Tak hanya anak-anak yang dimanjakan di kawasan ini, orangtua pun bisa ikut menikmatinya.

P

erjalanan ke Legoland bisa ditempuh dari Singapura seper­ti yang dilakukan Arief bersama keluarganya atau dari Kulai Jaya, Johor Bahru yang dilakoni keluarga Juniko. “Kami kebetulan mengantar anak check up di Singapura. Ada waktu rehat sehari, kami naik bus ke perbatasan Singapura-Johor Bahru lalu dari Johor Bahru naik bus langsung ke Legoland. Harga­

variasi mulai dari RM 55 untuk anak sekolah di Malaysia sedang­ kan bagi wisatawan harga mulai dari RM 150. Jika melakukan pembelian online, ada diskon 20%. Tetapi, jika ingin membeli langsung di lokasi, tersedia juga loket khusus. Menurut informasi beberapa pengunjung, ada tiga cara membeli tiket. Melalui agen, melalui online, atau datang langsung. Harga melalui agen yang dinilai paling murah dan pembelian langsung di Legoland yang paling mahal.

Anak-anak berfoto bersama salah satu action figure di Legoland

menyediakan wahana permainan air. Masing-masing theme juga memiliki area kuliner tersendiri. Pengunjung tak perlu khawatir kelaparan atau kehausan usai bermain. Toilet juga mudah ditemui. Pengelola menyiapkan banyak toilet yang bisa di­ manfaatkan. Jikan cuaca panas,

semua wahana dan menikmati pertunjukannya termasuk film 4D,” ujar Juniko yang mengajak tiga anaknya. Anak-anak juga diberi kesem­ patan untuk belajar menyetir mobil mainan. Sebelumnya, mere­ka diberikan kursus singkat tentang tata tertib lalu lintas lalu dipersilakan menyetir sendiri di jalur yang tersedia. Pulangnya ada semacam tanda lulus yang diberikan pemandu. Anak-anak juga bisa berkreasi dengan lego. Mereka bisa membuat berbagai macam bentuk dari mainan yang berasal dari Denmark ini. Bagi orang dewasa yang ingin menguji adrenalin, tersedia roller coaster mulai dari yang kecil sampai yang besar. Banyaknya wahana permainan akan membuat peng­ unjung betah dari Legoland buka pukul 10.00 hingga tutup pukul 18.00. Jadi, jangan lewatkan Legoland jika Anda berada di Singa­pura atau Johor Bahru.

Miniatur Taj Mahal

–Ngurah Budi/Wirati Astiti

Hotel Legoland

DARA

9

Emoni

Menjaga Taksu Musik Bali Banyak band anak muda dengan berbagai alirannya. Namun, sedikit yang yang me­ngusung musik beraliran tradisional. Emoni adalah salah satu band yang kian berkibar dengan musik kontemporer atau perpaduan modern dan tradisional. Dua album dan tur keliling Bali menjadi bukti eksistensi mereka.

“E

nya lumayan murah daripada kami taksi,” ujar pria yang bekerja di Papua ini. Bagi Juniko yang memang berlibur di Johor Bahru dan menginap di Kulai Jaya, mereka tinggal naik bus ke Johon Premium Outlet (JPO). Dari JPO ke Legoland ada bus JPO 2 yang juga melewati jalur Hello Kitty Town. Tarif bus untuk dewasa hanya RM 4 sedang­kan anak-anak RM 2. Tiket masuk Legoland ber-

Suasana depan Legoland

jangan lupa untuk menggunakan sunblock dan topi untuk menghindari sengatan matahari. Berkeliling Legoland akan membuat pengunjung terkagumkagum dengan kreasi lego yang ada. Kota-kota besar di Asia bisa dibentuk sedemikian rupa menyerupai aslinya. Misalnya, Twin Tower atau Menara Petronas, patung Merlion, Taj Mahal, bahkan Tanah Lot pun ada di Miniland ini. Semua dibuat seperti aslinya. Hanya ukurannya yang diperkecil. Pengunjung bisa berfoto di semua miniatur kota ini. Beberapa kendara­an mainan bahkan bisa berjalan jika tombol dipencet. Bagi penyuka film 4D, tiap pukul 14.00 diputar film. “Anakanak suka film lego. Kesempatan ke Legoland harus dimanfaatkan sepuas-puasnya untuk menjajal

10 - 16 Februari 2014

moni lahir dari sebuah keiseng­a n. Proses yang kami lalui hingga menjadi Emoni merupakan sebuah proses alami yang mengalir begitu saja. Kecintaan kepada musik tradisional Bali membuat kami berkumpul untuk berkreasi dengan paduan unsur modern,” ujar AA Gede Raka Gunawarman, S.T., vokalis merangkap gitaris Emoni. Pria yang akrab disapa Gung De ini menuturkan angggota Emoni terdiri dari dirinya, Agus Anwar Eka Wahyudi (gitar 2), IB Yogi Pratama (bass), IGA Gd Prama Sastrawan, S.T. (drum/ perkusi/vokal), AA Ngurah Edy Prayoga (gender/rindik/ suling), AA Ngurah Aritama (gangsa/suling), I Wayan Deny Yoga Pratama (gangsa/suling), dan I Made Dony Swiyoga Putra (rindik/suling/kendang). Semua awalnya anggota Seka Kesenian Parasugeni Fakultas Teknik Universitas Udayana. “Dari seringnya kumpul dan berlatih, kami saling memahami dan mencoba membuat suatu terobos­a n. Kami membuat garapan seni kontemporer yang berjudul ‘Poleng’. Ini adalah garapan orisinal kami. Ternyata banyak yang suka. Kami pun mendapat kesempatan tampil saat D’Kantin tampil dalam peluncuran album Young Sound of Bali 3. Setelah itu kami beberapa kali tampil bersama D’Kantin membawakan lagu “Na na na”,” ujar Gung De yang menjadi Kelian Parasugeni selama tiga periode. Selanjutnya, ada tawaran khusus untuk memainkan musik etnik saja. Gung De pun mengajak teman-temannya dan resmilah terbentuk Emoni. Emoni merupakan kepanjangan dari Ethnic Harmony Bali. Gung De juga membuat logo Emoni meng­gunakan huruf Bali yang bisa dibaca menyaga. “Ini sebuah ketidaksengajaan juga. Dari bentuk tulisan Emoni yang menyerupai aksara Bali ini, bisa dibaca menyaga. Tujuan kami memang menjaga musik tradisional Bali tetap eksis. Moto kami, kreasi dengan inovasi,”

imbuh pemuda kelahiran Pejeng, 9 November 1988 ini. Di ajang “The Amazing ­Talent” TOM’s Music yang dilaksanakan Februari 2011, Emoni tampil memukau dan meraih juara I dan favorit. Band ini juga meraih predikat 6 besar finalis Road to Soundrenaline 2011 regional Bali –NTT, Mei 2011. Kemampuan bermusik terus mereka asah secara otodidak dengan me­ngandalkan bakatbakat alami ini. Suatu ketika, orangtua Gung De membeli rindik. Emoni yang bermarkas di rumah Gung De di Batubulan lalu mencoba memainkan rindik dipadukan suling. Ternyata musik yang dimainkan menjadi harmonis. Sejak itu rindik menjadi instrumen wajib Emoni. Dua pemain suling pun beralih menjadi pemain rindik. Unsur Bali makin kuat karena tiap tampil, Emoni memakai pakaian adat Bali plus bunga pucuk rejuna. “Ada taksu ketika kami memakai kamen, udeng, selempot, dan bunga pucuk rejuna. Ini menjadi ciri khas Emoni,” ujar Gung De. Dari terbentuk hingga kini, Emoni sudah menghasilkan satu minialbum dan satu album. Minialbum berjudul Harmoni Nada Cinta berisi empat lagu, “Harmoni Nada Cinta”, “Aku dan Waktu”, “Rindu”, dan “Bilang Aku Suka Kamu”. Tiap manggung, Emoni selalu menyelipkan lagu anak-anak, seperti “Meongmeong” dan “Mejangeran”. Tahun 2013, Emoni meluncurkan album “Ning Ning Cening” yang berisi lagu “Ratu Anom”, “Meong-Meong”, “Goak Maling”, “Pul Sinoge”, “Jenggot Uban”, “Made Cenik”, “Ketut Garing”, dan “Mejangeran”. “Ide pem­buatan album lagu-anak ini berasal dari Pak Puspayoga yang disampaikan ke Bli Rahtut XXX. Karena Bli Rahtut sibuk, kami yang disodori buku tentang lagu anak-anak koleksi tahun 1937. Ada tiga buku, salah satunya memakai tulisan tangan. Kami pun menggunakan buku yang bertulis tangan dengan asumsi, buku ini lebih dulu ada baru buku yang diketik. Kami juga konsultasi dengan Pak Made Taro. Kebetulan lagu anak-anak

yang sering disebut gending rare tidak bisa dimainkan di nada diatonik, cocoknya di pelog dan slendro. Suasana riangnya ketemu. Kalau dipaksa diatonik, taksunya hilang,” jelas Gung De. Saat penggarapan lagu “Ketut Garing”, Emoni sempat frustasi karena tidak menemukan konsep musik yang cocok. Akhirnya Gung De mengusulkan untuk memasukkan genre keroncong dan kendang Sunda. Hasilnya tak mengecewakan, bahkan lagu ini menjadi kaya kreativitas. Tiap tampil, Emoni juga selalu ber­komunikasi dengan penonton untuk menyampaikan tema atau pesan dari lagu-lagu

yang dibawakan. Agar lebih menghibur, Emoni juga menyuguhkan koreo­grafi mereka saat pentas. Emoni tidak hanya dikenal di Bali. Mereka sudah tampil di Jakarta Convention Center di acara Wirausaha Muda Mandiri. Dalam acara tersebut, mereka tampil sebagai musisi pembuka dan untuk pertama kali rindik dijadikan instrumen pembuka sebuah acara. Album mereka juga sampai di Bandung dan Lampung. Bagi Gung De dan kawankawannya, Emoni merupakan tempat penyegaran saat mereka jenuh dengan rutinitas kuliah atau pekerjaan. Walaupun ja-

rang berlatih karena kesibukan masing-masing personil, mereka tetap kompak. Waktu check sound menjadi ajang untuk latih­ an se­kaligus menyusun song list. Mereka merasa ada formula alami yang membuat mereka bisa kompak. ”Kami selalu ingin berusaha menampilkan sesuatu yang berbeda dengan yang lain, ber­ kesenian yang dapat membuat hidup ini sejahtera, damai dan harmonis. Semoga setiap karyakarya kami bisa memotivasi dan menginspirasi setiap orang yang mendengar dan melihatnya,” tegas karyasiswa Pascasarjana Fakultas Teknik Unud ini. –Ngurah Budi/Inten Indrawati


BUNDA & ANANDA

8

Dokter Keluarga Sahabat Keluarga Pemahaman masyarakat mengenai dokter keluarga ternyata masih kurang. Hal ini membuat masyakarat jika sakit sering berpindah dokter untuk penyakit yang sama. Banyak manfaat yang bisa didapat dengan memahami apa sebenarnya konsep dokter keluarga.

“D

okter keluarga adalah dokter praktik umum yang memiliki tanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama serta pelayanan kesehatan yang menyeluruh yang dibutuhkan oleh semua anggota dalam satu keluarga. Pelayanan dokter keluarga melibatkan dokter keluarga sebagai penyaring di tingkat primer dan juga bagian suatu jaringan pelayanan kesehatan terpadu yang melibatkan dokter spesialis pada tingkat pelayanan sekunder dan rumah sakit rujukan sebagai tempat pelayanan rawat inap. Pelayanan dokter keluarga diberikan kepada semua pasien tanpa memilih jenis kelamin, usia serta faktor-faktor lainnya,” ujar dr. Ayu Witriasih, PKK, DK, M.Kes. Peranan penting dokter keluarga dikenal dengan nama gate keeper yang artinya dokter keluarga yang di satu pihak bertanggung jawab menyelenggarakan kesehatan tingkat pertama dan di pihak lain bertanggung jawab mengatur pelayanan kesehatan tingkat rujukan yang sesuai dengan kebutuhan penderita. Dokter keluarga menyelenggarakan pelayanan primer yang komprehensif, kontinyu, meng­ utamakan pencegahan, koordi-

natif, mempertimbangkan keluarga, komunitas dan lingkungannya dilandasi ketrampilan dan keilmuan yang mapan. Pelayanan dokter keluarga merupakan salah satu bentuk pelayanan medik di Indonesia yang diselenggarakan baik secara perorangan maupun berkelompok. Saat ini setiap dokter praktik umum bisa menjadi dokter keluarga. Walaupun sekarang belum ada standarisasi atau ketetapan yang baku, tapi nantinya setiap dokter umum akan dilatih untuk menerapkan pendekatan kedokteran keluarga. “Dokter keluarga sendiri sebenarnya hanya istilah dan bisa disebut sebagai dokter praktik umum karena sifat praktiknya tidak dibatasi oleh golongan usia, jenis kelamin, penyakit, maupun organ. Disebut dokter keluarga karena pendekatannya menggunakan prinsip dokter keluarga dan disebut dokter pelayanan primer karena kewenangannya sebatas pelayanan primer. Di luar negeri konsep dokter keluarga sudah berjalan sejak dulu. Berbeda de­ngan di Indonesia yang masih terasa asing dengan istilah tersebut,” jelas Kepala Puskesmas IV Denpasar Selatan ini. Banyak masyarakat yang belum mengetahui di mana mencari dokter keluarga. Padahal, memiliki

dr. Ayu Witriasih

dokter keluarga, menurut dr. Ayu sangatlah penting karena kesehat­ an anggota keluarga dapat tercatat dengan baik. Biasanya yang disaran­kan adalah dokter umum, yang tempat praktiknya dekat rumah/mudah dijangkau, bisa menjadi pilihan pertama. Seluruh anggota keluarga dapat menjadi pasien seorang dokter keluarga akan tetapi tetap dimungkinkan sebuah keluarga mempunyai lebih dari satu dokter keluarga. Kalaupun pihak pasien merasa tidak cocok dengan dokter keluarganya yang sekarang, tidak masalah menggantinya. Asalkan harus diketahui oleh dokter keluarga terdahulunya agar rekam medis yang lama dapat diserahkan kepada dokter keluarga yang baru. Sebab hal itu dilakukan agar tidak terjadi kecelakaan medis yang dapat merugikan pasien. Praktik dokter keluarga menangani seluruh keluarga dalam satu rumah termasuk mereka yang bekerja di rumah tersebut. Hal ini menunjukkan, praktik dokter keluarga juga berkaitan dengan praktik

dr. Ayu Witriasih saat acara Pelantikan Dokter Keluarga Indonesia

kesehatan kerja. Kesehatan kerja merupakan bagian dari ilmu yang dipelajari dalam dokter keluarga. CATATAN MEDIS LENGKAP Keuntungan mempunyai dokter keluarga adalah seluruh anggota keluarga dipantau kesehatannya, mempunyai catatan medis lengkap, dan catatan ini akan bertambah setiap kali pasien berobat, mendapatkan pelayanan kesehatan secara menyeluruh, perhatian secara lengkap dan sempurna, jauh melebihi keluhan yang disampaikan. Anggota keluarga dilatih untuk mengukur dan memantau suhu tubuh pasien atau bahkan tekanan darah dan kadar gula darahnya sehingga keluarga dapat berperan optimal dan hasil itu selanjutnya dilaporkan secara berkala kepada dokter yang bersangkutan serta mendapat konsultasi agar kesehat­ an seluruh keluarga kian membaik. Karena itu, seorang dokter keluarga harus bisa memberikan pelayanan istimewa seperti menjadi sahabat keluarga, mudah dihubungi dan dapat berkomunikasi melalui telepon. Faktor kesinambungan se­ring dilupakan para dokter prakter umum padahal hal tersebut sa­ ngat penting, the continuity of care. “Jangan sampai seseorang itu dilayani oleh banyak dokter, sehingga mengulang pelayanan lagi, pemeriksaan lagi, obatnya jadi dobel. Demikian pula dokter keluarga akan mengontrol mana yang perlu dan mana yang tidak. Jadi filosofi dokter keluarga sebagai dokter praktek umum memiliki filosofi dengan pelayanan personal primary continue comprehensive,” jelasnya. Para dokter keluarga memiliki organisasi Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) yang seluruh anggotanya adalah Dokter Praktik Umum (DPU) yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Semua anggota PDKI adalah anggota IDI. Praktik dokter keluarga di Indonesia berlangsung masih dalam tahap awal. Bila dibandingkan dengan negara lain, Indonesia ketinggalan. Beberapa faktor yang menghambat perkembangan dokter keluarga di Indonesia adalah karena banyak pasien yang senang langsung mengunjungi dokter spesialis, ilmu dan pengetahuan yang dimiliki oleh dokter keluarga di Indonesia masih terbatas dan dokter keluarga di Indonesia adalah ‘Primary Health Care Doctor’ sehingga yang melaksanakan adalah dokter umum bukan dokter keluarga yang sebenarnya. “Saya lebih dahulu bergabung di WONCA (World of National College and Academic Association of General Practitioners/Family Physicians) tahun 1997 ketika hadir di Asia Pasific Regional Conference di Seoul Korea Selatan. Tahun 2000 baru bergabung di Perkumpulan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) bersama 4 dokter senior dari Bali yang mendapat penghargaan Pakar Kedokteran Keluarga (PKK) dari Ketua IDI saat itu adalah Prof. Dr. dr. Suyudi. Selanjutnya kami di Bali mendirikan PDKI dengan ketua pertama adalah Prof dr. N. Agus Bagiada, Sp.Bio (K) dan saat

10 - 16 Februari 2014

ini Ketua PDKI Bali adalah dr. Darmadhi, MPH dan saya sendiri sebagai wakil ketua,” ujar peraih penghargaan Pakar Kedokteran Keluarga (PKK) dari Menteri Kese­ hatan RI ini. Menjalani profesi sebagai dokter keluarga menurutnya sungguh menyenangkan. Karena membina hubungan dengan banyak keluarga dengan penuh kasih dan perhatian. Sebagai dokter keluarga harus mempunyai waktu ekstra untuk mendengarkan keluhan pasien dan mengetahui sedetailnya tentang lingkungannya. Awalnya ia merasa terganggu dengan telepon atau kunjungan pada saat sedang istirahat atau acara dengan keluarga. Namun, disadarkan oleh suaminya melayani adalah kewajiban seorang dokter keluarga maka kapan pun pasien bisa dengan bebas meng­ hubungi. Pengalaman yang lain adalah di saat pasien tergeletak tidak mampu datang maka kita yang diminta datang untuk memberikan pertolongan pertama dan jika hendak merujuk maka dokter keluarga bertanggung jawab agar pasien diterima oleh dokter yang tepat dan rumah sakit yang tepat. Artinya dokter keluarga harus menghubungi rumah sakit memastikan ada tempat dan dokter spesialis yang merawatnya. “Ada pasien asing yang ketika hendak dilakukan tindakan operasi dia minta agar saya mendampinginya di saat diambil tindakan dan ketika pasien sadar akan menanyakan apa yang terjadi atau apa yang dilakukan tadi. Meskipun lelah saya menikmati pekerjaan ini dan senang bisa memberi lebih,” tandas ibu tiga anak ini. Dokter Ayu berharap pembinaan karier dokter keluarga seyogianya diarahkan menuju “the five stars doctor” sebagai “agent of change”. Optimalisasi peran dokter keluarga dalam sistem pelayanan kesehatan terkendali harus dilakukan dalam suatu sistem yang terintegrasi dan masyarakat perlu diberi informasi tentang peran dokter keluarga untuk memelihara dan menyelesaikan masalah kesehatan. Dalam upaya kuratif, dokter masa kini harus siap untuk menolong pasien, bukan saja yang berpenyakit akut tetapi juga yang berpenyakit kronis, penyakit degeneratif dan harus siap membantu kliennya agar dapat hidup sehat dalam kondisi lingkungan yang lebih rumit seperti sekarang ini. Untuk itu, seorang dokter keluarga harus mengenal kepribadian dan lingkungan pasiennya. Upaya prevensi pun bergeser dari orientasi kesehatan masyarakat lebih kearah kesehatan perorangan (private health). “Saya berharap dari hubungan antara dokter dan pasien bisa melahirkan budaya sehat dan dalam penerapannya untuk mengetahui penyakit pasien, dokter keluarga harus melihat kebiasaan hidup keluarga pasiennya, kebersihan rumah, hingga kondisi sosial ekonomi yang kemudian membuat rekam medis yang akurat,” jelas dokter yang tesisnya mengangkat topik dokter keluarga ini. –Ngurah Budi/Wirati Astiti

10 - 16 Februari 2014

G R I YA

17

Optimalkan Ruang Bawah Tangga Tangga adalah sebuah konstruksi yang ­dirancang untuk menghubungkan dua tingkat ­ruang vertikal dalam satu bangunan. Tangga dapat berbentuk lurus, huruf “L”, huruf “U”, ataupun memutar dengan komponenkomponennya adalah anak tangga (tinggi dan kedalaman injakan), bordes (landing), pegangan tangan (handrail) dan bidang pengaman (balustrade).

Made Teny

D

alam sebuah hunian yang sempit keber­ adaan tangga se­ ringkali membingungkan peletakkannya, apalagi jika penghuni memiliki banyak barang yang hendak disimpan. Pemanfaatan ruang bawah tangga dengan beragam fungsi merupakan upaya efisiensi ruang dalam hunian mungil dengan dimensi terbatas, dan hendaknya dapat direncanakan fungsinya dengan optimal sebagai elemen penunjang terpenting dalam menghubungkan antar­r uang dalam bangunan. Demikian yang disampaikan Made Teny Agustiana, desainer Kayumanis Interior. Merancang ruang bawah tangga hendaknya memikirkan ruang-ruang yang berada di sekitarnya. Ruang bawah tangga merupakan ruang sisa yang terkadang ruang ini pun tidak bisa dimanfaatkan karena bentuk dan kemiringan yang dimiliki. Namun, bisa difungsi-

kan jika memang memungkin untuk difungsikan sehingga bisa mendukung keberadaan ruang dengan menyesuaikan ukuran bawah tangga dengan ukuran ruang pada fungsi baru. Ruang bawah tangga, oleh sebagian besar masyarakat umumnya dimanfaatkan sebagai toilet atau gudang. Ruang di bawah tangga yang memiliki sisi miring sesuai dengan bentuk tangga bisa difungsikan sebagai dua ruang tersebut. Jika ruang bawah tangga tersebut difungsikan sebagai toilet, yang perlu diperhatikan adalah jarak plafon tertinggi pada area bawah tangga sekitar 2,4 m dan tinggi area ini cukup untuk sebuah

wastafel dapat didesain pada area jarak plafon tertinggi agar dapat leluasa saat memakainya. Pencahayaan harus juga diperhatikan karena di bawah tangga cenderung gelap. Yang terpen­

gannya, terutama peletakkan perabot tak sedetail kamar mandi. Walaupun sebagai gudang, penting juga didesain sedemikian rupa agar memudahkan proses penyim­panan dan peng­am­bil­an

tangga dapat dioptimalkan dengan melihat situasi di sekitarnya. Misalnya, jika tangga terletak berdekatan dengan dapur, manfaatkan ruang tersebut sebagai pantry/tempat menyimpan

kamar mandi minimalis. Memfungsikan ruang bawah tangga sebagai kamar mandi, harus juga mempertimbangkan banyak hal. Misalnya penempatan perabot kamar mandi harus disesuaikan dengan kemiringan plafon,

ting yaitu sirkulasi udara agar ruangan yang kecil ini tidak menjadi pengap, bisa digunakan exhaust fan. Ruang bawah tangga ini pa­ling sering dipakai sebagai gudang, karena pertimban-

barang. Di ruang ba­wah tangga ini bisa dibuatkan rak-rak atau laci yang bisa dimanfaatkan untuk me­nyim­­pan sepa­tu, koper, dan barang lainnya. Tidak ha­nya itu, ada juga yang memanfaatkan ru­a ng bawah tangga ini sebagai dapur mini atau dapur kering yang bisa digabungkan dengan ruang makan. Bisa juga difungsikan sebagai mini bar yang dapat digabungkan dengan ruang keluarga. Kulkas mini bisa ditempatkan pada dapur ini sebagai pelengkap. Manfaat ruang bawah

makanan. Jika tangga terletak di ruang tamu, bisa dibuatkan dekorasi rak TV ataupun sebagai peletakan sofa. Ruangan sisa ini bisa juga difungsikan sebagai ruang duduk santai yang bisa digunakan untuk membaca buku, minum kopi, dll. Pada bagian sudutnya bisa di gunakan sebagai lemari kecil untuk menyimpan buku-buku koleksi, dan barang pajangan lainnya. Sementara, untuk ruang pada tangga yang melingkar cen­derung tidak bisa dimanfaatkan sebagai ruang pajang dan pe­n yimpanan. Solusinya, bisa dibuat taman kecil kering yang bisa dinikmati saat bersantai. “Banyak ide kreatif lain yang dapat diciptakan untuk mengoptimalisasikan pemanfaatan ruang bawah tangga sesuai dengan kebutuhan penghuninya,” kata Teny. –Inten Indrawati /Wirati Astiti


18

D AYA C I P TA

10 - 16 Februari 2014

Efek Dramatis dengan Strobist Peralatan-peralatan yang diperlukan untuk mendukung teknik strobist antara lain

Salah satu teknik yang dipakai di dunia fotografi adalah strobist. Bagai­mana teknik ini diaplikasikan, berikut penjelas­an Gede Lila Kan­tiana, salah se­ orang fotografer profe­ sional yang menggunakan strobist.

S

trobist berasal dari kata strobe yang berarti lampu flash atau alat untuk kepentingan fotografi yang dapat menghasilkan cahaya. Saat ini strobist lebih ditekankan kepada teknik penggunaan flash yang terlepas dari body kamera (off camera/off shoe). “Makin majunya perkembangan teknologi dan makin banyaknya alat-alat pendukung yang dijual di pasaran dengan harga bervariasi membuat siapa saja dapat menggunakan teknik strobist,” ujar Lila. Pria asal Apuan, Baturiti, Tabanan ini menambahkan setiap teknik tentu ada kelebihan dan kekurangan. Sekarang tergantung dari ciri khas dari masing-masing fotografer. Ada yang suka sekali menggunakan teknik ini, tetapi ada yang tidak suka. “Jika berbicara hasil antara

menggunakan flash terlepas atau diposisikan berjauhan dengan body kamera tentunya jatuh cahaya akan berbeda sehingga menimbulkan efek berbeda juga,” tandasnya. Beberapa kelebihan menggunakan teknik strobist antara lain gambar yang dihasilkan lebih detail, cahaya kilat dapat membantu ketajaman sebuah foto, karena sifatnya adalah cahaya buatan (artificial light) maka dalam pemotretan kita tidak terlalu khawatir dengan perubahan cuaca, lebih bisa kreatif dalam berkarya, meminimalisir editing foto saat di komputer, dan dapat menciptakan efek dramatis. Dengan beberapa kelebihan tersebut tentunya terdapat kelemahan antara lain, terlalu banyak memerlukan alat/aksesoris saat memotret dan lebih banyak waktu yang diperlukan saat memotret. Langkah-langkah menggunakan teknik ini adalah fotografer harus pintar membaca cahaya yang disediakan oleh alam (matahari misalnya kalau siang hari dan lampu gedung atau jalanan di malam hari). Semua cahaya-cahaya tersebut digunakan sebagai mine light, rim light atau hanya sakedar mengisi background. Jika cahaya yang tersedia oleh alam digunakan sebagai mine light maka, flash digunakan sebagai feelin saja atau sebagai pengisi shadow. “Setelah mengetahui arah sudut bidik­a n kamera terbaik untuk menghasilkan komposisi yang bagus, tentukan tata letak flash dan arahnya. Arah flash ini yang penting. Sedangkan besar kecilnya kekuatan kilat cahaya tergantung keperluan di lapang­ an,” ujar fotografer yang .

Flash (speedlight). Usahakan menggunakan flash yang compatible dengan trigger atau kamera (support hight speed dan sinkron) Trigger Trigger terdiri dari dua komponen utama, yaitu sebagai transmitter yang diletakan pada shoe kamera (dudukan flash di body camera) dan satu lagi sebagai reciever yang diletakan di flash. Triger ada banyak jenis dengan rentang harga bermacammacam tergantung dari kecanggihan fitur yang dimiliki, ada trigger yang hanya support

untuk kecepatan shutter maksimal 1/200 dan ada juga sampai 1/8.000 Light stand Light stand ada banyak ukuran dan banyak model tergantung dari fungsinya. Usahakan menggunakan light stand yang kokoh agar terhindar dari tiupan angin. Snoot Untuk membuat cahaya dengan efek terkonsentrasi Soft box Berfungsi untuk melembutkan ­cahaya Payung Payung transparan, memiliki bahan tembus pandang dan dapat menghasilkan cahaya yang cukup lembut Payung silver, berfungsi untuk me-

mantulkan cahaya, cahaya yang dihasilkan menyebar dengan cahaya keras dan cukup merata. Reflektor Reflektor berfungsi untuk memantulkan cahaya atau memblok cahaya tergantung warna Color Gel Membuat efek warna yang berbeda dari warna flash Selamat mencoba teknik strobist.

Dua flash with soft box

–Ngurah Budi/Wirati Astiti

10 - 16 Februari 2014

l i f e s to ry

7

Mau Cerai Cium Kaki “Biarkan saja, sampai kapan dan sekuat apa dia mampu ­me­nyakiti saya, kita tunggu saja. Dia mau pergi atau pun mau ­pulang ke rumah, saya tidak peduli lagi,” ujar Maria sambil ­tertawa. Begitulah cara perempuan ini kini meng­ hadapi sikap buruk suami yang dinikahinya 30 tahun lalu. Kini sikap-sikap buruk suaminya itu, ia hadapi dengan ter­ tawa. Semua sakit dan hal pahit dalam perjalanan rumah tangganya, sudah lewat untuk ia tangisi. Telah habis air mata dan kesabaran serta ketabahannya berubah menjadi kepasrahan. Setelah semua usaha untuk “mengembalikan” suaminya ke pangkuannya telah ia lakukan namun gagal, kini ia menjadi lebih tenang dan menyerahkan ­semua ke­ hidupannya pada Sang Pencipta.

D

alam sujud dan doa-doanya kepada Sang Pencipta, Maria (54), bukan nama sebenarnya, selalu memanjatkan harapan agar suaminya mau berubah menjadi baik. Puluhan tahun berumah tangga, ia merasa tidak pernah mendapatkan perlakukan baik dari suaminya, Hendra (57), nama samaran, kecuali kemesraan sesaat usai mereka menikah. Sakit fisik dan psikis telah menjadi kawan baginya hampr tiap hari. “Tapi saya sendiri heran, kenapa saya bertahan sampai hari ini,” ungkap Maria. Ia memang tidak habis pikir, mengapa selama ini ia bisa bertahan dengan perlakuan buruk suaminya. Takut ditinggal juga tidak, takut tak mendapatkan jaminan hidup, juga tidak. Karena ia sendiri memiliki pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan penghasilan tetap dan menurut­nya sangat cukup untuk hidup layak dengan empat anaknya. Keheranannya itu akhirnya terjawab setelah ia dengan gagah berani menyatakan akan meninggalkan suaminya itu untuk bercerai pada tahun 2011 lalu. Itulah saat dimana ia sudah tidak lagi bisa menoleransi sikapsikap suaminya. Ia bersiap datang ke KUA (Kantor Urusan Agama) di salah satu kota di

Pulau Sumbawa tempat mereka tinggal, untuk segera menceraikan suaminya. Cerita ingin bercerai memang telah berkali-kali diungkap selama ini, namun pada 2011 itulah ia benar-benar serius melakukannya. Apalagi dorongan persetujuan itu juga datang dari empat anaknya yang sudah besar bahkan dua di antaranya telah menikah. Anak-anaknya memang menye­ tujui agar ibunya menceraikan ayah mereka karena kasihan pada perempuan yang melahirkan mere­ka itu. Mereka selalu melihat bahwa selama ini ia disia-siakan oleh ayah mereka. Namun belum lagi rasa percaya dirinya itu utuh ada dalam dirinya, ia harus mene­r ima nasib kembali tak berdaya manakala suami yang menurutnya bejat itu, tiba-tiba datang memeluk kakinya, memohon agar ia tidak meninggalkannya. “Hendra sampai mencium kaki saya dan memohon agar saya tidak meninggalkannya saat itu,” ujarnya. Beberapa waktu ia sempat bingung melihat sikap suaminya itu. Hal itu akhirnya

terulang beberapa kali. “Saya selalu tidak tega melihatnya memohon-mohon agar saya tidak menceraikannya. Ia bahkan bersumpah tidak akan mengulangi perbuatannya,” katanya. Kisah Maria memang sulit dimengerti. Atas apa yang dialaminya, Maria sadar sepenuhnya, bahwa jika orang yang mengetahui betapa ia

disakiti suaminya dengan p e r s e l i n g kuhan-persingkuhan terangterangan, tidak seorang pun bisa menerima keputusan Maria untuk kembali lagi pada suaminya tiap kali suaminya berbalik memohon pada­nya namun selalu mengulangi perbuatannya. Tidak hanya berselingkuh, suaminya juga terlalu sering kawin siri dengan banyak perempuan. Ia kerap melakukan kawin cerai. Bahkan

yang terakhir ia menikah siri dengan perempuan tetangga rumahnya. Bisa dibayangkan, bagaimana sakit yang dialami Maria. Berbagai usaha telah ia lakukan untuk membuat suaminya betah di rumah. Salah satunya memasak makanan-makanan kesukaan suaminya. Ia bahkan bisa berdiam diri di pasar untuk memikirkan kira-kira apa yang harus ia masak untuk suaminya yang merupakan makanan kesukaannya, agar ia bisa diam di rumah. Timbang sana timbang sini, memilih bahan masakan, sampai ia memasak makanan paling enak khusus untuk suaminya. “Eh… masakan itu ditoleh saja tidak apalagi dimakan,” kata Maria yang terheran-heran pada sikap suaminya yang jika di rumah istri mudanya yang nota bene tetangganya, disuguhkan makanan apa saja dengan lahap dimakan suaminya. Hendra memang tidak tahu diri. Ketika kelakuan bejat suaminya sudah di luar batas, Maria hanya bisa bersujud dan berdoa. Bahkan berkali-kali ia menengadahkan tangannya memohon pada Allah agar ia diberikan kehidupan baik. Atas apa yang dilakukannya itu, suaminya selalu sinis dengan mengatakan, sehebat apa pun ia berdoa, toh tetap tak mampu membuatnya kembali utuh padanya. Saking ingin suaminya berubah, ia pernah mendaftarkan suaminya tersebut untuk berangkat Umroh ke Tanah Suci. Barangkali saja ia mau berubah, begitu pikirnya. “Begitu ia tahu saya daftar­ kan namanya untuk Umroh, ia ngamuk-ngamuk dan marah karena tidak setuju. Saya heran, harusnya ia gembira kok malah ngamuk, aneh benar,” kata Maria tertawa. Atas apa yang dialaminya, Maria sudah menganggapnya sebagai sesuatu yang lucu dalam perjalanan hidupnya. Ia

bahkan dengan santai bercerita bahwa suatu waktu, ia dilabrak istri muda suaminya. “Saya jadi heran, harusnya kan saya yang istri tua yang melabrak istri muda. Ini terbalik, yang muda yang tidak tau diri datang melabrak saya,” kata­ nya. Istri muda suaminya itu melabraknya karena suaminya tidak pernah pulang ke rumah. “Dipikirnya ada di rumah saya, padahal saya sendiri tidak tahu dia ada di mana,” kata Maria. Kisah ketegaran serta kepasrahan Maria ini men­ dapat respon beragam dari rekan-rekan kerjanya. Ada yang mengatakan bahwa untuk apa Maria mempertahan­ kannya ada pula yang salut pada ketabahan Maria. Namun, bagi Maria semua usaha untuk menjadi lebih bahagia telah ia lakukan. Ia berusaha membuat suaminya kembali utuh padanya dengan ber­bagai cara sudah dilakukannya. Mengambil langkah menceraikan suaminya juga dilakukannya berkali-kali, namun semua itu gagal. Ia sendiri tak habis pikir dengan perjalanan hidupnya. Hanya satu hal yang ia pegang, bahwa apa yang kini dialaminya ia bagikan kepada rekan-rekan kerjanya yang jauh lebih muda darinya dalam hal perkawinan. Ia berharap agar mereka tidak mengambil contoh buruk dari perkawinannya itu. “Jangan sampai kalian mengalami hal seperti saya,” katanya pada rekan kerjanya. Maria sendiri tidak tahu apa kekurangannya sehingga suaminmya begitu tega padanya. Selama ini ia telah ber­ usaha semampunya menemukan kekurangan-kekurangan dirinya agar bisa bahagia bersama suami. Kini, Maria melanjutkan kehidupannya tanpa harus memikirkan kelakuan suaminya. Maria kini memang bisa tertawa meng­h adapi kelakuan suaminya sete­lah di masa awal pernikahan­nya ia merasa sangat sakit berulangulang karena ulah suaminya itu. “Allah maha tahu apa yang terbaik untuk saya,” katanya menutup wawancara. -Naniek I. Taufan/Ngurah Budi


l i f e s to ry

6

D

i mata keluarga, kerabat, dan teman-temannya, Epan dinilai sebagai anak yang tak banyak bicara, namun pandai bergaul. “Dari anak kecil sampai kakek-kakek senang bergaul dengan dia. Mereka biasa ngumpul minum kopi di warung ini,” ujar I Wayan Darma, paman almarhum sembari menunjuk warung kelontong milik orangtua Epan, yang familiar dengan nama disebut Warung Epan. Epan lahir 27 Agustus 1992. Ia adalah satu-satunya anak lakilaki dari pasutri I Wayan Yasa dan Ni Made Darmini. Wayan Darma menuturkan, Epan yang cukup akrab dengan dirinya menamatkan sekolah menengah atasnya di SMA Dharma Praja,Lumintang, Denpasar tahun 2011. Sempat menganggur dua tahun, Epan yang tak mau meneruskan kuliah berniat untuk bekerja. Sang paman pun memintakan pekerjaan

pada temannya di sebuah usaha percetakan di kawasan Renon, Denpasar. “Hanya sebentar dia kerja di sana, maklum anak muda, mungkin bosan, akhirnya dia berhenti,” ujar Darma. Pekerjaan sekarang ini sebagai satpam di sebuah rumah pribadi di bilangan Jalan Imam bonjol, Denpasar, baru dilakoni Epan sekitar satu tahun. Sebagai satpam, ada dua shift, dari pukul 16.00-23.00 dan pukul 23.00-06.00. Dari penghasilannya itu, Epan bisa membeli sebuah motorcross merek Kawasaki dengan kredit. “Dia menyisihkan Rp 750 ribu dari gajinya untuk membayar kredit motor itu. Baru tujuh kali cicilan, Epan sudah meninggal,” ujar Darmini. Menurut pengakuan ibunya, Epan tak pernah meminta apalagi menuntut apa-apa, termasuk keinginannya untuk membeli motor itu. “Dia hanya sempat bilang ingin punya motor itu.

Lalu, saya menawarkannya dan saya pinjamkan uang mukanya di bank,” jelas Darmini. Epan semangat sekali bekerja. Sepulang kerja, paling ia langsung istirahat, jarang keluyuran. Waktu istirahat lebih banyak dihabiskannya di kamar sembari menonton televisi dan mendengarkan musik. Sehari sebelum kejadian itu, Selasa (4/2), Epan kebetulan kerja dua shift. Mungkin teman kerja satunya lagi berhalangan. Epan pamit kerja berangkat dari rumahnya pukul 15.00 wita dan karena mengambil dua shift seharusnya sudah sampai di rumah pukul 07.00. Namun, pagi naas itu, pukul 06.30, telepon

yang salah seorang korban memiliki ciri-ciri mirip dengan korban. Wayan Darma segera menuju lukasi kejadian dan hanya mendapati motor Honda Vario yang sudah hancur. “Saya cermati motor itu. Ada terbaca stiker kecil bertuliskan ‘Paint’ di motor itu seperti motor Vario bapaknya Epan yang kerap dipakai Epan. Saya baru yakin benar Epan yang mengalami lakalantas,” tutur Darma. Menurut informasi, semua korban lakalantas dilarikan ke RSUP Kapal. Darma pun menyusul ke sana. Di UGD, ia menanyakan korban lakalantas di Lukluk kepada salah seorang perawat. Perawat itu mengatakan

Ibu almarhum, Darmini dan pamannya, Wayan Darma saat menuturkan peristiwa tragis itu

genggam Darma yang juga Kepala Lingkungan Br. Perang Alas, Lukluk, berdering. Temannya, Wayan Loka dari Br. Badung, Lukluk mengabarkan adanya lakalantas di daerahnya,

Para kerabat dan anggota banjar mempersiapkan perlengkapan upacara. Tampak, di bale dangin, jenazah Epan disemayamkan.

hanya ada tiga orang itu saja, seperti apa yang dilihat Wayan Darma. Ia sempat lega karena mengira keponakannya hanya mengalami luka ringan, karena itu ia tak ditemui di UGD. Tak berselang lama, seorang dokter datang dan mengatakan ada satu lagi korban lakalantas di Lukluk dan sudah di bawa ke belakang, ke kamar jenazah. Darma kaget seakan tak percaya, keponakannya itu telah meregang nyawa. DIJEMPUT DUA PEREMPUAN CANTIK Berita lakalantas di Lukluk cepat menyebar luas di Banjar Perang Alas. Para kerabat dan tetangga di sekitar rumah Epan berduyun-duyun menuju lokasi kejadian. Darmini yang saat itu sedang menunggui warungnya sempat terheran-heran. Ia sempat bertanya. “Ada kecelakaan di Lukluk motor Vario putih. Epan sudah datang,” tanya salah seorang kerabat­ nya. Darmini menjawab singkat “belum”. Namun, ia mengaku sama sekali tak ada firasat apa-apa. Ia mencoba menelepon suaminya yang juga ke tempat kejadian, tetapi tidak diangkat. Baru sekitar pukul 08.00 Darmini menerima telepon yang mengabarkan Epan sudah meninggal. Darmini langsung tak sadarkan diri. Beberapa kali Darmini dan pingsan.

S U D U T PA N D A N G

19

Ikuti Sistem Rujukan

Epan Dijemput untuk Ngayah Tabrakan beruntun di Jalan Raya Lukluk, Rabu (5/2) pukul 06.30 yang menewaskan I Wayan Epan Saputra (22) dan Manap (46), mengingatkan kembali pada kasus tabrakan maut Dul di Jakarta dan tabrakan maut di Renon, Denpasar Bali beberapa tahun silam hingga menimbulkan kematian. Pelakunya, anak-anak di bawah umur yang belum pantas mengendarai mobil. “Ini pelajaran buat kita semua, terutama orangtua dalam mengawasi anak-anaknya. Jangan ada lagi korban lain,” ujar Ni Made Darmini, ibu almarhum Epan, yang mengaku ikhlas akan kematian putra sulungnya itu.

10 - 16 Februari 2014

10 - 16 Februari 2014

Almarhum I Wayan Epan Saputra

Demikian juga nenek Epan yang tidak siap menerima kenyataan bahwa cucu pertamanya itu telah tiada. Kamis (6/2), keluarga Epan yang disertai teman-temanya nunas baos (menanyakan ke Balian/orang pintar). Dari interaksi dua alam berbeda itu Epan mengatakan umurnya memang sebegitu, tidak bisa diajak lagi di rumah. Ia meminta kepada adik perempuan satu-satunya itu untuk di rumah mengurus dan menjaga ayah dan ibunya. “Sudah dua hari ini perasaan Epan sudah tidak bagus, bingung. Ada dua perempuan cantik yang menjemput Epan diajak ngayah,” tutur Darmini dari hasil dari hasil nunas baos itu. Beberapa temannya yang ikut menawarkan almarhum Epan untuk meminta bekal. Ada yang memberikan baju putihputih untuk mesangih/potong gigi, ada juga yang memberikan baju putih untuk dipakai usai nyiramin yang dilaksanakan Sabtu (8/2). PACAR EPAN TAHU DARI KORAN Sehari sebelum tabrakan maut yang mencabut nyawa Epan, tepatnya Selasa (4/2), Epan sempat mengirimkan pesan (SMS) kepada pacarnya, Ayu asal Karangasem yang tinggal di Jalan Kenyeri Denpasar. Ayu diminta main ke rumah Epan. Namun, karena masih ujian, Ayu yang masih kuliah itu belum bisa bertandang ke rumah Epan sesuai permintaannya. “Itu SMS terakhir Epan. Besok paginya (Rabu) saya telepon, sudah tidak bisa,” ujar Ayu seperti dikutip Darmini. Ayu mengetahui kasus tabrakan maut itu dari sebuah koran. Kepada Darmini, Ayu mengaku tidak pernah membaca koran. Tumben, Kamis itu dia berkeinginan membaca koran dan mendapati berita kecelakaan ter­sebut. Meski di koran itu ia melihat foto ayah Epan dengan beritanya, ia masih belum percaya. Ia pun meluncur ke rumah Epan yang sebelumnya pernah ia kunjungi. Di depan rumah Epan, ia melihat banyak laki-laki berpakaian adat. Kepada mereka, Ayu menanyakan kebenaran berita di koran itu. Jawaban mereka membuat Ayu sontak menangis. Kepada Darmini, Ayu mengaku baru dua ming­gu ini pendekatan dengan Epan. Jenazah Epan di­-aben, Minggu (9/2). Keluarga Epan mengaku tak memiliki firasat apa-apa jelang kepergian Epan. Hanya saja sehari sebelum meninggal, Epan membersihkan kamar, sampai memotong kuku jarijari kakinya. “Hari itu tumben dia peluk-pelukan sama adiknya yang masih kelas 2 SMA, ketawa-ketawa sambil menonton TV bersama. Biasa­nya mereka sering bertengkar, walau kadang-kadang akrab lagi,” tutur Darmini. –Inten Indrawati/Ngurah Budi

Pak Wayan marah-marah di sebuah klinik. Obat yang diberikan dokter kepadanya, hanya cukup untuk tujuh hari. Sebagai mantan pasien Askes, ia kecewa. “Saat masih Askes, obat yang ditanggung sampai 30 hari. Masak saya harus bolak-balik ke sini?” katanya kesal. Lain lagi cerita Ibu Umi. Selain yang ditanggung hanya tujuh hari, obat yang diterimanya berbeda dengan obat yang ditanggung saat ikut program Askes. “Lebih bagus obat waktu Askes,” imbuhnya.

K

asus pasien komplain soal obat sejak Akses bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan diakui Sekretaris IDI Wilayah Bali dr. I Made Sudarmaja, M.Kes. beberapa kali terjadi. “Karena itu, pemberian obat bagi pasien yang memerlukan sebaiknya jangan seminggu tetapi sebulan biar orang tidak datang bolak-balik dan menghabiskan biaya transportasi,” katanya. “Pada awal pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional ini memang belum sesuai keinginan,” kata dr. I Putu Gede Widnyana, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Denpasar. Widnyana mengakui, dari segi peraturan masih banyak yang bolong. “Tetapi, kini sudah ada Surat Edaran Menteri Kesehat­an Tentang Tarif dan Tata Laksana Pelayanan yang memperbaiki semua masalah tersebut. Jika sebelumnya pasien dengan pe­ nyakit kronis hanya mendapat obat tujuh hari, sekarang bisa lebih dari tujuh hari. Selisih pembiayaan bisa diklaim ke BPJS Kesehatan oleh pihak penyedia layanan. Dengan demikian, standar pelayanan tidak boleh turun,” kata dr. Widnyana. Bagi masyarakat awam, masih banyak kesimpang-siuran menge­ nai JKN ini. “Pemerintah kini menerapkan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Jaminan Sosial ini meliputi jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan penisun, dan jaminan kematian. Penyelenggara program ini ada dua, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)

Kesehatan menangani jaminan kesehat­an dan BPJS Ketenagakerjaan menangani jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan penisun, dan jaminan kematian,” papar dr. Widnyana. “Negara menjamin kebutuhan dasar dari lahir sampai meninggal. Karena itu, negara membentuk BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Keduanya dalam tahap transformasi dan berbagi peran dari lima program pokok. Agar efektif dan efisien, tentu harus diatur dan dikelola mulai dari kepesertaaan sampai pelayanan. Pelayanan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan dasar kesehatan. Kalau terkait keinginan tidak dijamin. Sebagai contoh, cuci darah dan operasi kanker itu kebutuhan. Sedangkan ingin cantik, itu keinginan,” ujar dr. Widnyana. Pelayanan yang diberikan ke­ pada peserta berjenjang dan menggunakan sistem rayonisasi, mulai dari pelayanan primer di fasilitas kesehatan primer seperti puskesmas, klinik, dokter keluar­ ga, dokter praktik swasta, dan dokter gigi. Jika tidak bisa di­tangani di fasilitas kesehatan primer akan dirujuk ke fasilitas kesehatan sekunder. Jika tidak bisa ditangani di fasilitas kesehatan sekunder, dirujuk ke fasilitas kesehatan tersier. BPJS Kesehatan Denpasar yang memiliki wilayah kerja Denpasar, Badung, dan Tabanan memiliki 190 fasilitas kesehatan primer. Fasilitas kesehatan sekunder di Denpasar; RS Bhakti Rahayu, RS Puri Raharja, RSAD, dan RS Trijata, di Badung RSUD Kapal, di Tabanan RS Bhakti Rahayu dan RS Kasih Ibu Tabanan. Fasilitas kesehatan tersier di Denpasar RS Wangaya dan RS Sanglah, di Badung RSUD Kapal, di Tabanan RSUD Tabanan. “Dari jumlah penduduk 1.773.821 di wilayah kerja kami, yang sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan per 1 Januari 2014 sebanyak 565.110, sebulan berikut­nya ada penambahan peserta mandiri sebanyak 1.107,” imbuh dr. Widnyana. Selama ini yang masih men-

dr. Sri Saraswati

AA Karma Krisnadi

dr. Widnyana

jadi kendala ketika peserta BPJS Kesehatan langsung berobat ke rumah sakit. Hal ini sepatutnya tidak terjadi jika masyarakat mau memahami sistem. Pengobatan ke RS dilakukan jika sudah ada rujuk­ an dari fasilitas kesehatan primer. Jenjang ini bisa dilanggar jika dalam kasus emergency. Dalam artian, kasus yang memerlukan penanganan segera karena jika tidak dilakukan akan mengancam jiwa. “Penataan ini yang membuat masyarakat tidak paham. Seolah-olah kami mempersulit. Dari dulu aturannya juga begitu tetapi tidak dilaksanakan. Memang diawal banyak yang mempertentangkan. Kami pun terus melakukan sosialisasi bahkan menempatkan petugas di semua rumah sakit yang menjadi pemberi layanan fasilitas kesehat­ an sekunder,” ujar pria kelahiran Tabanan, 30 Maret 1960 ini. Dalam memilih fasilitas kesehat­a n primer, peserta diharapkan memilih yang terdekat. Selain memudahkan saat melakukan pemeriksaan juga menghemat waktu. Jika khawatir Puskesmas atau dokter praktik swasta tidak buka 24 jam, peserta bisa memilih klinik yang buka 24 jam. Namun, seringkali masyarakat menganggap berobat ke RS lebih baik dengan mengabaikan persyaratan rujukan dari fasilitas kesehatan primer. Direktur Utama RSUP Sanglah dr. Anak Ayu Sri Saraswati mengakui program Jaminan Kesehat­ an Nasional (JKN) ini sangat membantu masyarakat. JKN ini dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat; yang sebelumnya tidak memiliki jaminan kesehatan, sekarang bisa memiliki. Pekerja penerima upah bisa menyertakan siapa pun dengan biaya tambah­ an satu persen per jiwa. Bagi masyarakat yang ingin ikut secara mandiri, bisa memilih sesuai kemampuan. Iuran Rp 59.500 per bulan dikenakan bagi orang yang memilih pelayanan kelas 1; iuran Rp 42.500 untuk layanan kelas 2, dan iuran Rp 25.500 untuk layanan kelas 3. Syaratnya, hanya fotokopi KTP, kartu keluarga, pasfoto, dan bayar secara rutin ke bank pilihan (BNI, Mandiri, atau BRI). “Mungkin dulu, sistem rujukan yang harusnya dipatuhi sering dilanggar. Sekarang harus diperketat. Kalau sakit ringan ke

fasilitas kesehatan primer dulu. Kalau tidak bisa ditangani baru ke fasilitas kesehatan sekunder kemudian tersier. Ini yang belum dipahami masyarakat. Sosialisasi harus terus dilakukan agar semua paham. Masyarakat yang sakit ringan agar tidak langsung ke RS. RS tidak akan menolak pasien dalam kasus apa pun. Tetapi, sebagai fasilitas kesehatan tersier, kami hanya bisa mengklaim biaya layanan kesehatan peserta BPJS Kesehatan hanya untuk pasien yang dirujuk dari RS sekunder atau pasien dalam kondisi darurat. Contohnya, pasien dengan kepala cedera berat langsung datang ke RS Sanglah, tidak masalah. Tetapi, kalau sakit panas ke UGD, itu tidak termasuk dalam kasus emergency,” paparnya. Jika pasien tidak menaati aturan, dampaknya bagi RS tersier, seperti RS Sanglah. Pasien menumpuk padahal mereka sakit ringan. Mereka beralasan RS Sanglah yang paling lengkap dan ini menjadikan masyarakat “RS minded”. Jika pasien dan keluarganya ngotot, pihak RS biasanya meminta keluarga pasien untuk mencari rujukan di fasilitas kesehatan primer. Namun, ada yang malas mengurus akhirnya memilih menjadi pasien umum. “Prinsipnya, kami tetap melayani tetapi dengan melakukan penyuluh­a n,” katanya. Dengan sistem rujukan, dampak bagi RS tersier sebenarnya adalah kasus yang datang adalah kasus yang sangat kompleks. “Ya, semua memang harus mengikuti sistem rujukan,” kata dr. Ayu Saraswati. AA Karma Krisnadi, Kabid Pemasaran Formal BPJS Ketenaga­ kerjaan Kantor Cabang Bali I mengatakan, dengan adanya program jaminan sosial nasional ini masyarakat dipaksa disiplin. Sosialisasi pun harus terus dilakukan. “Jangan sampai baru ada kasus menjadi bingung,” tegasnya. dr. I Made Sudarmaja mengatakan, masyarakat yang terbiasa merasa bebas, sekarang merasa terkekang. “Kami dari IDI mendukung program ini. Kami sering ikut sosialiasi dengan BPJS. Jika ada komplain dari anggota, kami sampaikan ke BPJS. Dari penilaian kami, BPJS di Bali bagus dalam penerapan kerja sama. Selama ini keluhan paling banyak di fasilitas

kesehatan sekunder dan tersier, khususnya soal tarif,” ujarnya. Menanggapi soal tarif, dr. Saras­ wati mengatakan mengingatkan, JKN itu dibayar dengan harga paket. Misalnya, sakit A, biaya penanganannya Rp 5 juta. Fasilitas kesehatan harus punya pedoman penanganan agar tidak melebihi biaya paket. Kalau rumah sakit pemerintah, kami harus mensubsidi. Meski begitu, hal tersebut jadi bahan evaluasi, jelaskan pada pemerintah. Contohnya, obat kanker yang dulunya kurang, sekarang bisa diklaim. Yang perlu diketahui pasien, obat itu sesungguhnya tidak tergantung pada harga tapi yang penting khasiat. Kadang ada yang dibungkus plastik mahal, jadi mahal harganya,” katanya menjelaskan. Ia juga mengingatkan, pasien yang punya jaminan di kelas 1, dioperasi di kelas 1. Jika ada kekurangan biaya, RS tak boleh menagih kekurangan karena itulah yang ada dalam paket. Khusus pasien yang berasal dari Jamkesmas tidak boleh naik kelas. Ia pun mengakui mengubah pola pikir masyarakat memerlukan waktu dan sosialisasi. “Sistem rujukan pun belum dipahami pengelola RS. Misalnya, kalau di sebuah RS penuh, mau dirujuk ke mana. Aturannya untuk RS pemerintah, kalau kamar penuh, ditaruh di kamar yang kelasnya di atasnya selama tiga hari. Setelah itu, jika masih tidak ada kamar, boleh dirujuk ke RS yang setara,” ujar dr. Saraswati. Program BPJS Kesehatan ini memiliki prinsip yang sehat membantu yang sakit, bukan yang kaya membantu yang miskin. “Secara umum JKN ibarat empat sehat lima sempurna. Empatnya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif. Yang kelima prolanis (program pengelolaan penyakit kronis) yang terdiri dari Diabetes Melitus (DM) dan hipertensi,” kata dr. Widnyana. Ia mengingatkan, datanglah ke tempat kesehatan pada tempat terdaftar. Jika tergabung dalam program Jamsostek atau Jamkesmas, gunakan kartu lama hingga mendapatkan kartu baru. Khusus anggota TNI/Polri, gunakan kartu tanda anggota. Bagi keluarga, sertakan fotokopi kartu keluarga. –Ngurah Budi/Ratna Hidayati


NINE

20

10 - 16 Februari 2014

10 - 16 Februari 2014

Mengenakan hijab warna coklat tua dengan renda krem, penampilan Rohida terlihat segar. Tidak ada kesan ribet dari dandanan hijabnya, biasa saja namun terkesan modis. Dari cara memakai hijab, ia terlihat seperti kebanyakan orang berpenampilan sehari-hari. Ketua perkumpulan ibu pemakai hijab di Lombok yang dikenal dengan nama Hijabersmom Lombok ini, rupanya paham benar, fungsi hijab yang dikenakan.

R

cabang di seluruh Indonesia. Komunitas para ibu berhijab tidak sekadar berkumpul untuk mencari inspirasi dan membahas tentang gaya hijab atau cara memakai jilbab terbaru melainkan juga sebagai wadah bagi mereka untuk berdiskusi tentang banyak hal. “Kaum ibu butuh tempat berkumpul untuk mengembangkan diri, menggali potensinya dan saling belajar tentang banyak hal. Tempat berkumpul yang tidak jauh dari kegiatan spiritualitas, sekaligus sebagai wadah mengembangkan diri dalam dunia wirausaha serta dapat mendorong kaum ibu untuk menambah keterampilan berbicara di depan umum. Para ibu berkumpul yang mendapatkan nilai ekonomi lebih,” ungkap Rohida. Banyak hal yang menjadi topik diskusi para ibu ini ketika berkumpul, mulai dari kesehatan perempuan, memberikan akses informasi kepada kaum ibu untuk membuka bisnis-bisnis baru yang sesuai dengan kebutuhan para ibu hingga inspirasi berbusana muslim yang secara tidak langsung dapat mengajak para perempuan muslimah untuk

Komite HmCL

berhijab. Selain menggelar kegiatan rutin untuk meningkatkan spiritualisme dan menambah wawasan di berbagai bidang, komunitas ini juga mendorong kaum ibu lebih kreatif berwirausaha dan menambah kete­ rampilan diri. Dari perkumpulan ini, ia ingin “mengatakan” bahwa berhijab itu tidak kuno, melainkan perempuan bisa tampil modis dengan hijabnya. “Apalagi penggunaan busana muslim di Lombok terlihat berkembang baik,” ujarnya. Toko-toko dan butikbutik yang khusus menjual busana muslim menjamur rata di seluruh Lombok khususnya Kota Mataram. Berbagai pilihan model dan warnawarni busana muslim yang memikat dapat dengan mudah dijumpai dengan harga yang terjangkau. Meski ada juga butik-butik khusus yang menyediakan busana muslim dengan harga yang mahal sesuai de­ ngan kualitas bahan dan modelnya. “Menjamurnya toko busana muslim di Lombok tidak lepas dari minat berhijab di Lombok sangat tinggi,” kata ibu satu anak ini. Sebagai daerah yang mayoritas penduduknya muslim, perempuan di Lombok banyak mengenakan hijab. Fashion busana muslim berkembang dengan baik di pulau yang dikenal dengan sebutan Pulau Seribu Masjid ini. Memakai hijab (baju muslim) bagi perempuan muslim adalah kewajiban. “Busana muslim yang tertutup, awalnya dipakai sebagai kewajiban saja. Tidak banyak yang memperhatikan tentang model, warna maupun gaya berbusana muslim. Semuanya dipakai begitu saja, simpel dan praktis, intinya menutup aurat,”

ungkapnya. Namun, akhir-akhir ini, khususnya di Lombok, penampilan perempuan muslimah mulai terlihat fashionable, modis dan trennya mulai terlihat. Beragam model, corak dan warna busana muslim menjadi bagian dari tren berbusana di Lombok. Busana-busana muslim yang fashionable ini tidak hanya dipakai ketika menghadiri acara-acara khusus, melainkan sudah dalam gaya berpakaian keseharian perempuan muslim di Lombok. Para pengguna busana muslim yang memperhatikan tren mode terbaru ini, lebih khusus lagi para ibu atau perempuan yang telah menikah. Lebih dari 200 anggota tercatat secara resmi telah bergabung dalam Hijabersmom Community Lombok dan tidak kurang dari 2.000 orang telah bergabung dalam media sosial HCL. Mereka yang telah menikah atau telah berusia 25 tahun ke atas ini datang dari berbagai profesi, seperti pegawai negeri, karyawan swasta, dokter, pengusaha dan ibuibu rumah tangga. “Yang terbanyak adalah para ibu yang berprofesi sebagai pengusaha,” kata Rohida. “Perempuan muslim bisa tampil modis dengan tidak meninggalkan syariat Islam. Selain sebagai tempat untuk bersosialisasi, komunitas ini dibentuk untuk memotivasi para pengguna hijab agar tampil lebih percaya diri dengan fashion muslim, ” lanjut pemilik sebuah salon kecantikan di Mataram ini. Selain menyelenggarakan kegiatan rutin tersebut, Hijabersmom Community Lombok juga membuka kelas jilbab yang digelar secara rutin dengan mendatangi satu instansi ke instansi lainnya untuk memperkenalkan gaya berhijab atau gaya berbusana muslim yang memikat sehingga para pemakai hijab tampil lebih percaya diri lagi sekaligus mengajak para perempuan muslimah lain untuk berhijab. Kelas jilbab yang dibuka 2-3 jam ini mengajarkan tentang cara memadupadankan busana muslim menjadi lebih menarik dan modis. “Bagi mereka yang sebelumnya tidak berhijab, diberikan juga tips memadupadankan busana yang tadinya bukan merupakan busana muslim menjadi dapat dipergunakan sebagai busana muslim,” kata Rohida. Target ke depan Hijabersmom Community Lombok, memberdayakan para ibu dan ang-

5

Hipnoterapi Manik Sekecap dengan Hipnosis ala Bali

Ida Rohida

HCL Tampil Modis dengan Hijab ohida mulai memperkenalkan kelompok hijab ini tahun 2011. Dilatarbela­ kangi keinginannya mengajak para ibu untuk berhijab, ia lekas menangkap momen berdirinya Hijabersmom yang ada di Jakarta. “Lombok menjadi daerah ke tiga dari 23 daerah di tanah air yang memiliki perkumpulan ibu-ibu berhijab dengan sebutan Hijabersmom berdasarkan nama wilayah masingmasing,” katanya. Selain itu perkumpulan ini menjadi tempat berdiskusi dan bersilaturahmi muslimah Nusa Tenggara Barat. Kebutuhan memakai busana muslim bukan hanya sebagai kewajiban berbusana bagi perempuan muslim, melainkan juga keinginan untuk tampil modis. Ini membuat sebuah komunitas hijab di Mataram mulai memperkenalkan bahwa perempuan berbusana muslim bisa juga tampil fashionable. Komunitas ini bernama Hijabersmom (kumpulan para ibu berbusana muslim). Hijabersmom Community Lombok (HCL) merupakan bagian dari Hijabersmom yang ada di Jakarta yang telah memiliki 23

INSPIRASI

“Sekarang, coba saja. Berdiri tegak, tangan luruskan dengan telapak tangan terbuka mengarah ke kening Bapak yang ada di depan Anda. Perintahkan dalam hati, nanti ia akan merasakan dan menuruti apa yang kamu perintahkan,” begitu instruksi GMH Ketut Gede Suatmayasa S.H., CH, CHt MNNLP. Tak lama kemudian, instruksi “tidur” yang disebutkan dalam hati itu, diikuti. Bapak di depannya tertidur.

Ida Rohida

gotanya untuk dapat memaksimalkan potensi dalam diri agar lebih kreatif lagi memanfaatkannya dalam sebuah bisnis yang dapat memberikan nilai ekonomi lebih bagi keluarga. “Target utamanya adalah mengelola hasil-hasil kerajin­ an daerah NTB yang khas seperti tenun dan kerajinan tangan lainnya untuk diperkenalkan secara luas,” kata Rohida. Eksotika tenun Lombok Sumbawa khas Nusa Tenggara Barat, tidak lepas dari sentuhan tangan para ibu yang kini banyak memperkenalkan busana muslim dengan berbagai corak, ragam, warna dan model dari tenun khas NTB. Keberagaman dan keunikan tenunan Lombok Sumbawa kini telah banyak digunakan sebagai bahan busana muslim yang memikat. Busana muslim bernuansa etnik Lombok Sumbawa kini banyak diminati dan menurut Rohida saat ini permintaan terhadap busana muslim corak khas Lombok Sumbawa tersebut tengah banyak permintaan dari luar daerah. Selain itu, Hijabersmom Community Lombok banyak melakukan kegiatan-kegiatan bakti sosial, seperti pemberian santunan kepada mereka yang kurang beruntung. Selain itu, turun ke lokasi-lokasi bencana alam, seperti saat terjadi gempa di Kabupaten Lombok Utara, khitanan massal dan lainnya. “Senangnya karena para anggota Hijabersmom Lombok mau ikut de­ngan sukarela jika diajak melakukan kegiatan-kegiatan sosial,” katanya. Jika tahun lalu, tiap bulan para ibu berhijab ini berkumpul dari satu rumah ke rumah anggota lainnya, di tahun 2014 ini, akan berkumpul dari satu masjid ke masjid lainnya untuk melakukan pengajian keliling. Di komunitas inilah, HCL mengajak ibu-ibu untuk melakukan berbagai kegiatan positif. Di tahun ini pula, HCL memiliki program peduli keluarga dengan mengajak para ibu untuk lebih peduli pada anak agar anak-anak tidak terjerumus dalam pergaulan bebas, narkoba dan lainnya. –Naniek I. Taufan/Inten Indrawati

Bazar produk hasil kreatifitas para member HmCL

takut berbuat diwinten sebagai pemangku, saya dosa, karena melakukan meditasi di tempat tahu efeknya,” mawinten di Pura Sari Lingga Yoni imbuhnya. di Perumahan Gunung Sari Indah Menurut Padang Sambian Kaja. Ketika Byang Mangku Hipno bersama Guru Mangku Hipno Guru Mangku bermeditasi di hari ke-42, saya tulah yang disebut Hipno, jika sakit manusia bermenerima semacam bisikan dari praktik sihir dan hubungan dengan logika, ciriyang malinggih, Ratu Pengluruah hipnoterapi ala cirinya di organ tubuh. Misalnya, Sakti, akan diturunkan ilmu Brahma Bali,” kata Ketut sakit jantung, lambung, urat saraf, Kunta. Ilmu ini berisi nilai-nilai spiriGede Suatmayasa yang lebih karib sakit kepala, mata berkunangtual yang di kemudian hari harus dipanggil Guru Mangku Hipno ini. kunang. Penyakit tersebut harus disebarkan kepada seseorang yang Perintah dari seseorang bisa di­ diobati secara medis. Tetapi, memiliki keinginan berspiritual ikuti karena energi tubuhnya lebih ada sakit yang tidak terdeteksi untuk kehidupan,” kenangnya. besar dibandingkan orang lain. oleh alat kedokteran karena ber­ Guru Mangku Hipno saat mengadakan sevanam pelatihan dan penyembuhan massal Ilmu yang pertama turun, Energi yang kuat akan memasuki sifat abstrak dan bersumber di ilmu Brahma Kunda. Kundalini energi yang lemah. Guru Mangku jiwa. “Kalau orang Bali, mungkin keluarganya sangat keras. Dia su- kita. Ketika orang gila, mau di­ brah­­ma artinya ilmu prana sakti. Hipno lebih senang menyebut- dibawa ke balian. Tapi sebenarnya dah ditangani psikiater, diberikan apakan juga nggak apa-apa. Kare­ Bagai­mana kita mengendalikan nya sebagai sihir Bali. Mengapa tidak selalu seperti itu. Ada yang obat. Penyembuhannya agak lama. na dia nggak ada pikiran sadar. energi kita menjadi sesuatu yang disebut sihir? “Jangan berpikir namanya penyakit psikosomatis Keluarganya datang ke rumah Guru Yang bikin sakit adalah kemam- bermanfaat bagi kehidupan lain. negatif tentang sihir ini. Sesung- yang disebabkan karena tekanan Mangku Hipno atas informasi te- puan berpikir. Tuhan memberikan “Setelah saya menerima wahyu guhnya sihir itu mirip dengan hip- kejiwaan. Nah, inilah peran sihir. man. Gadis itu diberikan terapi kekuatan pada kita untuk me­ itu, selama seminggu saya tidak noterapi. Perbedaan prinsipnya, Sihir mampu menyentuh pikiran sihir. Waktu diterapi pertama, yang ngendalikan pikiran, kata-kata, praktikkan. Saya tidak yakin, benar sihir menggunakan energi prana bawah sadar manusia karena sakit tadinya dia tak mau bicara dan tak dan energi. Jadikan bayu, sabda, apa tidak. Setelah itu, saya sakit. dan mantram khusus, sedangkan ini biasanya di bawah alam sadar mau makan, selesai terapi langsung dan idep, sebagai kekuatan,” kata­ Periksa ke dokter, tidak apa-apa. hipnoterapi modern tidak mengTapi saya merasa seperti terbakar. nya mengingatkan. gunakan prana dan mantram, Lebih lanjut Guru Mangku Kemudian saya putuskan meditasi hanya komunikasi biasa,” ujar Hipno mengatakan, kita harus kembali. Saya bertanya mengapa Guru Mangku Hipno. membangkitkan bayu, sabda, idep. tubuh bisa seperti ini. Ketika itulah Zaman dulu sihir ada dua, berMeditasi Ram untuk membang- ada pawisik, ilmu ini untuk disebarsifat negatif dan positif. Ketika sikitkan bayu, meditasi Hum untuk kan bukan untuk dibiarkan. Saya hir digunakan untuk memberikan membangkitkan sabda, medi- pun memberanikan diri membantu pengaruh buruk pada seseorang, tasi Om untuk membangkitkan orang. Setelah satu per satu pasien bisa memberikan pengaruh buruk kekuatan idep. Lakukan secara sembuh secara nyata, saya mulai pada pikiran orang lain. “Sesungrutin tiga kali putaran dengan lebih yakin. Ilmu ini luar biasa. guhnya sihir diciptakan zaman sungguh-sungguh segala residu Ketika saya menyadari kegunaan dulu untuk kebaikan. Sihir positif racun dan energi negatif, akan ke- ilmu ini, malah menemukan yang alias sihir petak bertujuan untuk luar dengan menghidupkan energi ajaib. Ilmu menyamai hipnoterapi penyembuhan dan penyelamat­ brahman. Kalau kita melafalkan modern yang saya sering lihat di an,” katanya. mantram mahagayatri, dalam ra- televisi. Di hipnoterapi modern, Penggunaan sihir tidak melidius satu meter, akan terasa hawa tak ada prana. Lama-kelamaan batkan alat, hanya kekuatan bayu, hangat. Hal tersebut diyakini oleh akhirnya saya tahu, ada perbesabda, idep; energi, perkataan, orang-orang yang belajar prana, daan prinsip antara hipnoterapi dan pikiran. kekuatan black magic tak akan modern dan sihir Bali. Hipno­ Apakah semua orang bisa masuk. Inilah yang disebut ilmu terapi tidak melibatkan energi menguasai ilmu sihir ini? “Pasti prana dan mantra. Kalau pakai penyengkeran diri,” paparnya. Guru Mangku Hipno melakukan re-install body mind soul bisa. Kalau punya hati satwika. sihir Bali harus punya prana yang Sumber kebenaran kesucian, manusia. Sihir ini sangat baik untuk bicara dan mau makan. Sampai kuat dan mengetahui mantranya. Terasa Terbakar dan keindahan. Kita harus selalu mengatasinya karena penyakit pada terapi ketiga, dia sudah semKemampuan Guru Mangku Ternyata ilmu ini ada di Atharmenaati empat norma, yaitu tidak tersebut tak bisa diatasi dengan buh dan jadi gadis ceria. Hipno menerapkan hipnosis, hip- vaveda,” paparnya panjang-lebar. melanggar norma hukum, agama, obat,” paparnya. Sebelum melakukan terapi, noterpi dan sihir ala Bali ini melalui Sejak saat itulah, Guru Mangku kesusilaan, dan kesopanan. Suci Kasus yang pernah ditangani, Guru Mangku Hipno menganalisa rangkaian kisah tak terpisahkan. Hipno berkomitmen membantu itu ketika memiliki pengetahuan seorang gadis berusia 21 tahun yang sumber penyakitnya dulu. “SakitIlmu ini bernama Brahma Kun- orang. Tak kurang, pasien dari yang sifatnya satwik. Jika memiliki sangat tertekan karena lingkungan nya akibat suatu sebab atau ta, brahma artinya penciptaan, Prancis dan Jepang pun datang nilai ketuhanan pasti kita suci. Kita keluarganya. Dia tertekan karena bawaan. Setelah itu, dibersihkan kunta artinya alam. “Ketika saya padanya. – ratna hidayati energinya untuk memperlancar proses penyembuhan. Dihilang­ kan energi negatif dalam diri orang tersebut,” katanya. Menurut Guru Mangku Hipno, ketika penyembuhan penyakit psikosomatis dilakukan dalam sadar, memiliki kekuatan penyembuhan sebesar 12%. Kalau penyembuhan penyakit psiko­ somatis dilakukan di pikiran bawah sadar, kekuatan penyembuhan sebesar 88%. Meski begitu, pesan Guru Mangku Hipno, diri kita sendiri sebenarnya memiliki kekuatan besar untuk menyembuhkan diri sendiri. “Sesungguhnya semua sakit bersumber dari pola pikir Guru Mangku Hipno melakukan mind body soul refresh Guru Mangku Hipno dengan para bhaktabram melaksanakan tirtayatra

“I


INSPIRASI

4

10 - 16 Februari 2014

Baju Organik untuk Bayi Kini, tak hanya makanan oragnik yang diburu pembeli. Beragam barang organik pun dicari. Hal ini bukan saja terkait dengan kesehatan dan rasa aman melainkan juga tuntutan gaya hidup modern yang lebih mendekatkan pada alam, back to nature.

B

atik dan pelbagai tenun asli Indonesia misalnya, sangat dikenal ramah lingkungan. Proses produksi dari hulu hingga hilir memenuhi atau sesuai dengan harapan kebijakan global tentang pembangunan berkelanjutan. Kini, baju-baju bayi dengan bahan-bahan yang seluruhnya organik, banyak digemari kaum ibu, terutama kalangan menengah atas. Beberapa alasan tersebut itulah di antaranya yang menjadi tekad Maureen Yunizar untuk membuka usaha baju organik untuk bayi. Antusiasme ibu-ibu, apalagi mereka yang baru berstatus ibu, tentulah akan memilih yang terbaik bagi buah hati­ nya. “Kebanyakan memang kalangan menengah atas yang menyukai baju-baju organik ini,”

kata Maureen Yunizar (33), wirausaha muda yang hanya memproduksi baju-baju bayi yang organik untuk kebutuhan dalam ne­ geri maupun ekspor. Menurut Maureen yang memulai usaha baju orga­ nik untuk bayi sejak 2009 ini, semua unsur produknya menggunakan bahan alami. “Mulai dari penanaman kapasnya menggunakan bahan alami, sampai pada proses pewarnaan bahan hingga jadi produk tidak menggunakan bahan kimia yang berba-

Maureen Yunizar

haya,” urai Maureen yang memberi brand produknya Imochi Baby. Mencari bahan baku organik ini diakuinya tidak mudah karena

harus mengikuti standar internasional, produk tersebut 100 persen certified organic cotton. Sertifikat organiknya dikeluarkan oleh Global Organic Textile Standard (GOTS). Baju-baju bayi organik dibuat dengan mengutamakan kesehatan karena kulit bayi masih sensitif, apalagi yang memiliki alergi kulit. Bahkan label tidak ditaruh di dalam karena khawatir membuat iritasi kulit bayi. Kalau dari segi desain, bisa dikatakan biasa-biasa saja. Karena baju bayi organik ini lebih meng­

utamakan kenyamanannya. Jadi bukan pada desain yang umumnya mengesankan lucu. Jenis yang diproduksi pun standar seperti baju lengan panjang dan lengan pendek, celana panjang dan celana pendek, dan lainnya untuk bayi baru lahir hingga usia tiga tahun. Ke t e r t a r i k a n M a u r e e n pada baju-baju bayi organik berawal ketika dia bepergian ke Negeri Cina. Di sana ia menjumpai selain banyak ­bahan-bahan murah yang tidak ramah lingkungan, ada pula dijual bahan organik. Khusus bahan organik, tentunya akan beda karena membuat peluang usaha, begitu pikirnya saat itu. Apalagi untuk bayi, sebaiknya memang diberikan baju-baju berbahan organik ini. Kalau hanya baju-baju bayi dan bukan organik, sudah banyak pesaingnya, pikirnya pula. Ia pun memiliki gambar­ an akan pangsa pasar yang disasar. “Harga­ nya masih relatif terjangkau dibanding produk impor yang sama-sama organik,” tambah Maureen. Kini usahanya yang berpusat di Tanah Abang, Jakarta Pusat mengalami pertumbuhan walau diakuinya masih mengalami kendala, terutama ketergantungan pada bahan baku. Bahan baku kapas organik yang digunakan untuk kain katun semuanya masih impor karena belum adanya suplai kapas orga­ nik di dalam negeri. Selanjutnya proses pemintalan sampai menjadi baju jadi semuanya dikerjakan di dalam negeri. Ketergantungan pada bahan baku impor diakuinya merupakan salah satu kendala, lebihlebih yang organik harus benar-benar didapatkan dari perusahaan yang memiliki sertifikat

10 - 16 Februari 2014

MANDALIKA

Peran Besar Istri Cegah Korupsi

Korupsi merupakan kejahatan extraordinary. Karena itu, pemberantasannya harus dilakukan dengan sangat serius dan dilakukan dengan tindakan yang luar biasa pula. Hal inilah yang tengah dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Apa yang tengah dilakukan KPK dalam memberantas kejahat­ an ini haruslah didukung semua pihak. Dorongan untuk terjadinya korupsi dapat disebabkan banyak hal, salah satunya bisa datang dari rumah tangga.

H

internasional. Fluktuasi harga bahan baku pun menggunakan dolar Amerika. Hal ini tentu saja kadang berpengaruh terhadap permintaan pasar, yang diakuinya terus meningkat. “Mungkin kesadaran ibu-ibu pada bahan-bahan baju organik ini terus bertambah,” kata Maureen. Apalagi, menurutnya, harga yang ditawarkan dirasa relatif terjangkau dibanding baju-baju organik buatan luar negeri atau bajub a j u b a y i o r g a n i k i m p o r. “Produk kami dipasarkan dengan harga yang terjangkau namun dengan kualitas yang sangat baik,” ujarnya

promotif. Pemasarannya hingga kini lebih memenuhi kebutuhan di dalam negeri, hanya sebagian yang ke luar negeri. Di dalam negeri baju bayi organik buatannya dapat ditemukan di beberapa toko di Jakarta, Bandung, Malang, Batam, Makassar, dll. Pasar ekspor baru ke Singapura dan Australia. Selain itu, produk ini dijual pula secara online. Ditambahkan Maureen, selain memasarkan produk de­ ngan merek sendiri, pihaknya juga membuatkan beberapa private label sesuai dengan permintaan. – Iswati/Ratna Hidayati

21

al ini terungkap ketika Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas melakukan Sosialisasi Tindak Pidana Korupsi, Gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang bagi pengurus organisasi perempuan se-NTB, di Mataram beberapa waktu lalu. “Modus korupsi yang melibatkan keluarga terbagi dalam dua bagian yakni melakukan korupsi bersama-sama seperti suami dan istri, ayah/ibu dan anak juga kolaborasi dengan kerabat dekat lainnya (mertua/menantu, kakak/ adik dan ipar),” ungkapnya. Modus korupsi lainnya yakni melibatkan anggota keluarga sebagai sarana tindak pencucian uang, melalui rekening bank, polis asuransi dan investasi/asset. Itulah sebabnya Komisi Pembe­ rantasan Korupsi juga kini melibatkan perempuan, khususnya di Nusa Tenggara Barat untuk membangun budaya antikorupsi sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat dalam gerakan pencegahan dan pemberantasan korupsi. Peran keluarga dalam memba­ ngun budaya antikorupsi sangatlah penting karena korupsi dapat terjadi berulang antara lain karena dorongan/ tuntutan keluarga yang berlebihan, hidup boros, bermewah-mewah, konsumtif. “Jika niat itu bertemu dengan kesempatan maka terjadilah korupsi. Ditambah lagi adanya do­ rongan yang kuat dari keluarga yang mendukung maka korupsi tidak bisa dihindari,” ujarnya. Kegiatan ini dinilai strategis karena melibatkan para istri pejabat dan organisasi perempuan di Nusa Tenggara Barat. Tidak kurang dari 300 orang perempuan hadir dikomandani langsung Hj. Erica Zainul Majdi, istri Gubernur NTB, juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, yang menjadi keynote speech dalam kegiatan tersebut. “Hebatnya, suatu keluarga tergantung dari Ibu sebagai pemegang peranan penting dalam keluarga begitu juga pada tingkat yang lebih tinggi. Namun sebaliknya, bila ibuibu terpengaruh sama halnya dengan kejadian Nabi Adam yang sangat taat dan imannya kuat kepada Allah SWT, namun setan/iblis tidak berputus asa untuk menggoda Siti Hawa dan akhirnya dapat dipengaruhi untuk melakukan sesuatu yang dilarang ­Allah,” kata Erica. Peran istri menjadi motivator sekaligus penasihat bagi para suami untuk senantiasa be­ kerja dengan baik dan disiplin, serta menjunjung tinggi martabat diri dan keluarga, sangatlah penting. Harapannya, para istri dapat ikut berperan aktif dan masif, sejak dini mencegah perilaku koruptif, yang dimulai dari lingkungan keluarga. “Output terkecil dari dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan kepada para peserta untuk dapat mengerti, memahami, sekaligus menolak segala bentuk tindakan korupsi, pemberian gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang, bagi

Kegiatan Sosialisasi Tindak Pidana Korupsi, Gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang bagi pengurus organisasi perempuan se-NTB, di Mataram

diri sendiri dan organisasi perempuan yang dikelolanya. Tidak kalah pentingnya adalah, saudara-saudara menjadi motivator sekaligus pena­ sihat bagi para suami, untuk senantiasa bekerja dengan baik dan disiplin, serta menjunjung tinggi martabat diri dan keluarga, dari segala bentuk tindakan korupsi,” ungkap Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, ketika membuka kegiatan tersebut. Kegiatan ini merupakan salah satu usaha untuk mencegah terjadinya tindakan korupsi di daerah ini selain bahwa ikhtiar pencegah­ an tindakan korupsi di daerah ini telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTB dengan menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 35 tahun 2013, yaitu tentang aksi daerah pencegahan dan pemberantasan korupsi di Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Karena itulah kegiat­ an ini merupakan bagian aksi dari strategi yang dilakukan daerah tersebut yaitu pendidikan anti­ korupsi bagi masyarakat yang diawali, pendidikan antikorupsi tersebut dalam keluarga. Salah satu faktor yang mempenga­ ruhi perilaku dan kinerja para pejabat publik dan pegawai negeri adalah kehidupan keluarga dan nilai-nilai yang dianut oleh anggota keluarga dalam kehidupan sehari-hari. “Pendidikan antikorupsi perlu diberikan ke­­pada para istri pejabat publik dan pejabat struktural lingkup pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/ kota se-Nusa Tenggara Barat. Diharapkan para istri dapat ikut berperan aktif dan masif, sejak dini mencegah perilaku koruptif, yang dimulai dari lingkungan keluarga,” kata gubernur. Pendidikan antikorupsi ini diperlukan kare­ na menurut Gandjar

Bonaparta, Dosen Fakultas Hukum UI yang juga menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut, berdasarkan penelitian UNODC strategi komunikasi, informasi, edukasi untuk perempuan dan pemuda dalam pemberantasan korupsi (2012), menyimpulkan perempuan cende­ rung menyatakan akan diam saja jika melihat orang di sekitar melakukan korupsi. “Sebagai contoh, seorang istri atau suami menggunakan mobil

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi (tengah) saat acara Sosialisasi Tindak Pidana Korupsi, Gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang bagi pengurus organisasi perempuan se-NTB, di Mataram

dinas suami/istrinya yang adalah pejabat atau penyelanggara negara, untuk kepentingan keluarga, itu juga korupsi,” ujarnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku dan kinerja para pejabat publik dan pegawai negeri adalah kehidupan keluarga dan nilainilai yang dianut oleh anggota keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Istri harus dapat menjadi teman dan pendamping suami, serta senantiasa memberikan motivasi untuk bekerja dengan baik, disiplin dan menjauhkan keluarga dari penghasilan yang didapatkan dari tindakan korupsi dan tindakan melawan hukum lainnya. Penanaman nilai-nilai anti korupsi kepada anggota keluarga sejak dini diharapkan dapat mendorong para pejabat publik dan pegawai negeri untuk menghindari perilaku koruptif dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Keluarga juga harus dibuka wawasannya, terhadap bentuk-bentuk tindakan korupsi. Sebab, di antara baik dan berkahnya membangun kehidupan keluarga adalah adanya nafkah dari penghasilan yang baik

dan halal. “Sekali lagi saya berharap, ibu-ibu yang hadir pada saat ini, dapat menjadi teman dan pendamping suami, serta senantiasa memberikan motivasi untuk bekerja dengan baik, disiplin dan menjauhkan keluarga dari penghasilan yang didapatkan dari tindakan korupsi dan tindakan melawan hukum lainnya,” kata gubernur yang juga seorang ulama ini. “Korupsi tidak terjadi jika keluarga dan lingkungan menolak anggota keluarga melakukan korupsi, dan penolakan lingkungan serta ketatnya sistem menjadikan seseorang batal melakukan korupsi,” imbuh Busyro. Menurut Majdi, ada tiga pilar sebagai pemicu konflik horizontal yang dialami daerah ini yakni pertama, paham keagamaan yang berbeda visi; kedua, perebutan sumber daya alam atau pun potensi yang ada. Contohnya dalam bidang pertanian, perikanan, pertambangan yang salah satu daerah memiliki lebih; ketiga, lemahnya pengawasan hukum. “Tiga pilar inilah yang banyak menimbulkan konflik di masyarakat sebagai pemicu terjadinya tindakan kriminal termasuk di dalamnya terjadinya korupsi,” ungkapnya. --Naniek I. Taufan/Inten Indrawati


W H AT ’ S U P

22

10 - 16 Februari 2014

Komunitas Wisata Mistis

Uji Nyali di Sarang Hantu Kalau kebanyakan orang gemar berwisata ke tempattempat indah yang menyegarkan mata, komunitas yang satu ini sebaliknya. Kelompok ini justru senang mengunjungi tempat-tempat seram yang men­ dirikan bulu roma. Betapa tidak, objek wisata yang dipilih mereka adalah tempat-tempat yang dikenal –berdasarkan cerita dari mulut ke mulut, berhawa ­mistis. Yang lebih seram lagi, mereka memilih waktu tur dari pukul 09.00 hingga tengah malam. Benarbenar menguji nyali.

K

omunitas yang memiliki kegiatan ber­wisata ke tempat-tempat seram bukan hal yang baru di Bandung. Dari cerita-cerita yang berkembang di masyarakat, Bandung memiliki cukup banyak tempat-tempat seram. Dulu, ada sejumlah komunitas yang melakukan hal serupa, populer disebut ‘ghost tour’. Namun entah kenapa komunitas-komunitas tersebut tak pernah terdengar lagi. Kini yang tengah eksis adalah Komunitas Wisata Mistis. Tetapi, komunitas ini berbeda dari yang pernah ada. “Yang penting dicatat, kami bukan komunitas pemburu hantu atau perkumpulan dukun,” tegas Imam Abdurahman, Ketua Umum Komunitas Wisata Mistis, yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat. Penegasan ini perlu disampaikan Imam, karena sebagian orang yang tak paham akan mengira kegiatan dan misi komunitas tersebut adalah berburu hantu, hanya karena mencantumkan kata “mistis” sebagai nama komunitas. Padahal, kegiatannya jauh berbeda. Kegiatan mereka bukan sekadar me­nelusuri tempat mistis dari segi

metafisik, tapi juga mengungkap fakta yang sebenarnya dari tempat tersebut. Termasuk membuktikan, kebenaran mitos-mitos yang berkembang di masyarakat. Sebagaimana umumnya, awal terbentuknya komunitas ini lewat kumpulkumpul di dunia maya. Mereka yang menggemari cerita-cerita misteri, kumpul dalam satu thread sebuah media sosial. Di sana, mereka saling berbagi cerita dan informasi tentang tempat-tempat misteri. Obrolan makin seru karena kisah-kisah seram itu juga dibumbui dengan cerita hantu. “Awalnya hanya ngobrol iseng di forum internet, nama thread-nya ‘TempatTempat Seram di Bandung’. Ternyata banyak netter yang tertarik dan saling berbagi cerita. Namanya cerita atau mitos, tentu ada yang percaya dan ada yang tidak. Yang pasti, banyak yang penasaran. Lalu muncul ide, kenapa tidak datang langsung saja ke lokasi yang disebut seram itu, sekaligus membuktikan kebenarannya. Dengan begitu kita bisa mengklarifikasi mitos-mitos yang sudah terlanjur beredar di masyarakat,” tutur Imam yang menyebut tur mereka

sebagai ekspedisi. Salah satu topik yang waktu itu ramai dibicarakan, adalah SMAN 5 Ban­ dung, yang kisah hantunya sudah begitu populer seantero Bandung Raya. Dari cerita yang berkembang di masyarakat, sekolah yang menempati bangunan tua peninggalan Belanda itu memiliki penunggu hantu noni Belanda. Konon, hantu noni Belanda bernama ‘Nancy’ itu tewas bunuh diri karena cinta. Ada banyak versi cerita seputar penampakan hantu ‘Nancy’, salah satu yang paling mengerikan adalah penampakan kepala dengan mulut menetes darah. Benar atau tidak, Wallahu a’lam! Dari sekian banyak pengunjung thread, yang nekad datang ke SMAN 5 hanya tujuh orang. “Kami datang ke sana jam 9 malam. Tetapi, hanya bisa lihat dari luar karena tidak dapat izin untuk masuk ke sekolah itu. Menunggu sampai tengah malam, tapi tidak ada apa-apa di sana,” ungkap Imam. Pertemuan perdana atau kopdar (kopi darat) itu, menjadi cikal-bakal lahirnya komunitas ini. Karena sejak pertemuan pertama itu, mereka menjadi semakin rajin mengunjungi tempat-tempat angker, jumlah pesertanya pun semakin banyak. “Tepatnya kami berdiri April 2011,” tambah Imam. Selama tiga tahun lebih berdiri, telah cukup banyak tempat-tempat bernilai mistis mereka kunjungi. Misalnya saja Goa Belanda, Goa Jepang, bekas rumah sakit zaman Belanda, Gunung Kunci dan Museum Geusan Ulun di Sumedang, GOR Saparua, dll. “Pemilihan tempat tidak sekadar karena ada cerita hantunya tapi juga tempat itu harus memiliki nilai histori.

Komunitas wisata mistis dalam sebuah ekspedisi

foto koleksi komunitas wisata mistis

10 - 16 Februari 2014

S E L E B R I TA S

Nabilla Shabrina

Kemas Legenda Nabilla Shabrina mempunyai cara unik mempromosikan Indonesia di panggung internasional. Tak mau tampil dengan kostum biasabiasa saja, Nabilla pun mengusung kostum Nyi Roro Kidul yang terkenal dengan warna hijau di malam Grand Final Miss ­Tourism World 2013 yang berlangsung di Malabo, Equatorial Guinea, Afrika, belum lama ini. Hadirin juga juri sempat terperangah melihat tampilan unik Nabila. Tak heran ia pun di­ hujani berbagai pertanyaan seputar kostumnya yang unik.

“S

Ekspedisi ke Gunung Kunci Sumedang

Jadi kami datang bukan sekadar uji nyali dan merasakan aura mistisnya tapi juga mengungkap sejarah tempat itu,” tutur Imam. Babakan Siliwangi di Bandung, misalnya. Tempat itu selain memiliki nilai histori juga tenar dengan cerita hantu boneka yang gentayangan. Dan memang, ujar Imam, meski tidak berjumpa dengan hantu boneka yang ramai dibicarakan, tak urung sejumlah peserta merasakan keanehan-keanehan. “Tempat itu ternyata memang seram. Ada yang merasakan tekanan energi yang luar biasa, ada yang merasa melihat kelebatan bayangan, dll,” ucapnya. DARI KESURUPAN HINGGA HANTU JAIL Namanya mengunjungi tempattempat angker, sudah barang tentu mereka kerap menjumpai hal-hal aneh yang membuat bulu kuduk merinding. Bahkan, tak jarang para peserta khususnya wanita menjadi kesurupan. Tapi tentu saja tak perlu khawatir karena setiap kali melakukan ekspedisi, tim ini selain didampingi oleh pemandu yang biasanya penunggu bangunan atau masyarakat setempat, juga tim metafisik yang tugasnya selain membaca kondisi sekitar, dari segi metafisik juga membantu pengamanan peserta dari gangguan makhluk-makhluk alam lain. “Yang penting niat kita datang ke sana baik, tidak macam-macam. Pikiran kita juga tidak boleh kosong, harus menjaga tata karma, tidak sembarangan bertingkah laku. Kami juga ada pengaman dari tim metafisik. Hanya saja, kadang ada saja makhluk yang jail, meski tidak sampai membahayakan. Lagi pula sebelum memulai ekspedisi, kami selalu melakukan doa bersama,” tutur Imam. Ritual yang juga wajib dilakukan adalah pembersihan yang dilakukan tim metafisik kepada tiap peserta. “Ini ritual wajib demi keselamatan, kare­ na kita bersentuhan dengan hal-hal supranatural. Jangan sampai hal-hal yang tidak diinginkan mengikuti kami pulang,” ucapnya. Dalam ekspedisi, mereka tidak hanya melakukan penelusuran, tapi juga melakukan beberapa agenda kegiatan, di antaranya, uji nyali, buka tirai dan medium. Uji nyali, hanya ditawarkan kepada mereka yang berani melaku-

kan. Itu pun waktunya dibatasi, hanya beberapa menit, dan didampingi tim metafisik. Sedang kegiatan ‘buka tirai’ adalah menitiskan dimensi sehingga mereka bisa melihat situasi sekitar lewat mata batin. “Tetapi kegiatan ini hanya dibatasi untuk lima orang. Biasanya, bagi yang peka, mereka bisa melihat makhlukmakhluk itu,” jelasnya. Kegiatan lainnya adalah medium. Hal ini ditawarkan hanya kepada peserta yang berani dan ingin menjadi medium untuk ber­ interaksi dengan makhluk dunia lain. Meski kegiatannya berbau horor, namun komunitas ini memiliki banyak peminat, khususnya di kalangan muda. Sampai saat ini mereka telah memiliki member aktif di Bandung sekitar 70 orang dengan jumlah simpatisan mencapai 200an lebih. Jumlah ini tentu akan membengkak jika digabungkan dengan regional yang ada di daerah, seperti; Balikpapan dan Jambi, yang ternyata juga memiliki banyak tempat-tempat berbau mistis. “Kami kopdar setiap malam Jumat. Acara utamanya, berbagi cerita mistis dan membicarakan rencana ­ekspedisi berikutnya,” katanya. Kepopuleran Komunitas Wisata Mistis di kalangan masyarakat luas ini, juga banyak terbantu dengan munculnya pemberitaan kegiatan mereka di berbagai media. Kerap kali mereka muncul di TV, bahkan sempat syuting bareng dengan sebuah televisi yang kerap menayangkan acara uji nyali di lokasi mistis. Karena eksistensinya ini pula pun, mereka kerap diminta menjadi pemandu wisata mistis kelompokkelompok tur. Yang belum lama ini dilakukan adalah memandu wisata mistis sejumlah wisatawan asing ke bekas rumah sakit zaman Belanda di Bandung yang ter­k enal dengan cerita seramnya. “Waktu itu kebetulan kami juga akan melakukan ekspedisi ke sana, jadi kami tawarkan lokasi itu. Mereka setuju, jadi kami berangkat bareng. Rombongan kali ini cukup besar karena gabungan dengan para turis itu. Mereka berasal dari Inggris, Vietnam, dll, jumlahnya 15 orang,” jelas Imam yang berencana mem­bukukan kegiatan Wisata Mistis dan pengalaman para pesertanya. “Bukunya sudah hampir selesai, dalam waktu dekat akan diluncurkan,” tambahnya. –Diana Runtu/Inten Indrawati

ebenarnya waktu itu a k u sempat bingung juga, akan memakai kostum apa pada sesi kostum nasional. Aku ingin suatu yang unik, suatu yang tidak biasa yang menarik perhatian orang. Memang dari Jakarta aku sudah

mempersiapkan beberapa kostum, salah satunya, ya, kebaya. Tapi kemudian aku pikir, kenapa tidak coba kostum Nyi Roro Kidul. Bukan hanya gaun, aksesorisnya pun aku pakai lengkap, termasuk mahkotanya. Sehingga terkesan megah. Ternyata benar, mereka pun banyak bertanya,” tutur ga­ dis kelahir­an Kendal, 7 September 1993 ini. Sebenarnya, ada maksud lain dari keputusannya memakai gaun Nyi Roro Kidul. Nabilla yang September lalu berhasil memenangkan mahkota Putri Pariwisata Indonesia 2013, ingin mengangkat pariwisata Indonesia dari sisi legenda. Nabilla yakin, kekayaan

legenda ini dapat memberi nilai tambah bagi dunia pariwisata Indonesia, asalkan dikemas yang baik. Menurutnya sebuah tempat pariwisata akan menjadi lebih menarik dan bernilai tambah, jika ada cerita mitos di baliknya, d i b a n ­d i n g tempat wisata biasa yang t a n p a cerita. D a l a m kesem­ patan itu, Nabila pun ba­ n y a k bercerita

tentang legenda Nyi Roro Kidul yang sesungguhnya memiliki ba­ nyak versi. Nyi Roro Kidul, Ratu Pantai Selatan adalah legenda yang hidup di masyarakat dan begitu terkenal di Indonesia, khususnya di Jawa. Malah ada yang bertanya, apakah Nyi Roro Kidul itu benarbenar ada. Nabilla menjelaskan semua jawaban dengan bahasa Inggris yang fasih. Kemampuan ber­bahasa Inggrisnya memang lumayan bagus. Ia pernah menjadi juara pertama dalam lomba pidato bahasa Inggris se-Jawa Tengah. Kemampuannya ini menjadi lebih ‘berbobot’ karena ia juga memiliki prestasi di bidang akademis, salah satunya adalah menjadi juara tiga Olimpiade Fisika se-Jawa Tengah. Anak bungsu dari tujuh bersaudara ini mengaku, memang sangat suka ilmu pengetahuan. Ketika sebagian teman-temannya sibuk mengikuti aktivitas luar sekolah, Nabilla justru lebih suka di rumah, berkutat dengan buku-buku pelajaran. “Aku nih, biasa banget. Nggak pernah ikut macam-macam, lebih senang di rumah. Aku lebih suka belajar, dapat nilai bagus di sekolah. Ketika di awal kuliah juga begitu, mengejar IP (indeks prestasi) tinggi. Jadi minat aku lebih ke akademik,” tuturnya. Nabilla juga sangat menyukai renang. Ia telah mencatat sejumlah prestasi dalam berbagai kompetisi renang. Salah satunya adalah juara dua tingkat Jawa Tengah. “Aku belajar renang sejak TK dan ikut kompetisi sejak SD hingga SMP. Namun, kegiatan itu tidak lagi intensif dilakukan karena terbentur banyak tugas sekolah. Aku ingin fokus sekolah. Jadi kegiatan renang hanya jadi sambilan,” tambah gadis pemilik tinggi 172 cm/58 kg. Pikiran Nabilla jadi terbuka ketika sang kakaknya mendorong­ nya untuk memperkaya diri dengan mencari pengalaman lain. Arahan sang kakak membuka pikirannya. “Dulu aku berpikir belajar dan belajar. Aku ingin cepat lulus kuliah dengan IP bagus dan mendapat pekerjaan bagus. Kemudian, pikiran aku berubah, bahwa kuliah saja tidak cukup. Aku harus memperkaya diri dengan pengalaman lain,” tambah mahasiswi semester IV jurusan Teknik Material dan Metalurgi Ins­ titut Teknologi Surabaya (ITS). Sang kakak mendorong Nabila mencari pengalaman baru tak tanggung-

tanggung. Ketika mendengar akan digelar Duta Pariwisata Kabupaten Kendal, tempat Nabila berasal, dia pun mendorong adiknya ikut serta. Sang kakaklah yang mengurus segala keperluan administrasi, Nabilla tinggal bertarung saja. Mengaku agak canggung, tapi Nabilla tetap nekad ikut. Hasilnya ia berhasil menjuarai kompetisi itu dan Kabupaten Kendal pun me­ngirimnya untuk berlaga di pemilihan ‘Mas dan Mbak Jawa Tengah’ . “Saya juara dua. Kemudian Jateng mengutus saya ikut kompetisi Putri Pariwisata 2013. Jadi boleh dibilang ikut kompetisi semacam ini adalah pertama kalinya. Kalau peserta lain banyak yang punya background model, saya tidak sama sekali,” jelasnya. Ketika ia berhasil memenangkan gelar Putri Pariwisata, banyak hal yang harus ia pelajari. Baik cara berjalan, penampilan, make up, fashion dan lain-lain. Untuk menunjang penampilan, El John, yayasan penyelenggara Putri Pariwisata, mengikutsertakannya dalam kursus-kursus singkat, seperti, kursus kecantikan, cat walk, table manner, fashion, dll. PERUBAHAN GAYA HIDUP “Begitu masuk ke dunia ini, rasanya kehidupan aku sungguh berubah, khususnya pada kebiasaan-kebiasaan. Tahu sendiri ya, aku ini kuliah di teknik yang temannya kebanyakan cowok. Nah penampilan anak-anak teknik ya kayak gitu, cuek-cuek. Nggak ada yang pakai baju heboh-heboh. Lalu Pak John, pemilik El John Pageant menasihati, aku tidak bisa kayak dulu lagi. Maksudnya, penampilan aku harus dijaga benar. Aku tidak bisa lagi cuek, harus make up, berpakaian yang cantik, dll. Terus terang saja, ketika menjalani fase itu, aku merasa kaget, karena beda banget dengan kehidupan aku sebelumnya,” tutur Nabilla menceritakan pengalamannya di awal menyandang Putri Pariwisata. Tentu saja, Nabilla tidak ingin gagal dalam penampilannya sebagai seorang putri yang menjadi ikon pariwisata Indonesia. Dengan tekad kuat, ia pun mempelajari segala hal untuk menunjang tugas yang diembannya. Bukan hanya belajar segala hal terkait pariwisata tapi juga soal penampilan. “Selain kursus, aku juga menambah pengetahuan dengan berselancar di internet soal fashion, kecantikan, dll. Sebenarnya, aku suka fashion. Namun, karena keadaan aku tidak mengembangkan minat di bidang itu. Sekarang, aku jadi lebih leluasa. Jadi tidak masalah, karena perubahan yang sekarang, aku suka, kok,” kata gadis cantik ini.

3 Empat bulan lebih menyandang gelar Putri Pariwisata, banyak kegiatan yang diikutinya. Pengalaman yang paling mengesan­k annya adalah saat dikirim mengikuti event Miss Tourism World . Dia dikirim mengikuti beauty pageant internasional itu, hanya selang sepekan setelah memenangkan Putri Pariwisata. Selain minim pengalaman, dia juga minim persiapan. Lebih dari itu, ia di sana tanpa pendamping alias sendiri. “Aduhh aku benarbenar takut dan tegang. Penerbangan dari Indonesia ke Equator Guinea sekitar 28 jam, belum termasuk waktu transit. Kalau ditotal masa tempuhnya dua hari lebih atau hampir tiga hari,” kenangnya. Equator Guinea adalah negara kecil di pantai barat Afrika. Udaranya dan kondisi alamnya hampir sama dengan Indonesia, tapi di sana lebih lembab. Di sana juga hanya ada dua musim, sama seperti Indonesia. Tampilan negara ini seperti negara miskin karena pembangunan belum banyak terlihat. Padahal, Guinea termasuk dalam negara produsen minyak terbesar di Afrika. Beauty pageant tingkat internasional sungguh berbeda dengan yang digelar di Indonesia. “Kalau di Indonesia lebih banyak berada di kelas mengikuti pembekalanpembekalan, banyak materi, dll. Jadi aku kira event internasional juga seperti itu, karenanya, persiapan pun ya seperti itu. Ternyata berbeda. Kami lebih banyak di lapangan, mengikuti berbagai aktivitas lapangan. Tiap hari keliling, wisata, dll,” tuturnya. Hal ini mengejutkan bagi Nabilla. Tapi di sisi lain, ia merasa beruntung karena berkesempatan mengalaminya. Dengan banyak keliling, dia menjadi tahu karena dapat melihat lebih dekat kehidupan masyarakat di sana, kondisi alamnya, dll. “Meskipun gagal di event itu, aku merasa bersyukur juga bangga karena berkesempatan memperkenalkan Indonesia, khususnya keragaman budaya dan keindahan tempat-tempat wisata Indonesia. Di sana aku juga sempat bicara panjang-lebar tentang batik. Hal ini karena setiap hari aku memakai baju batik. Mereka tertarik karena batik dinilai memiliki keunikan dalam corak,” tandasnya. Saat Nabilla memakai batik dengan motif daun Kendal, banyak yang bertanya tentang cerita dari motif batik itu. Nabilla pun menjelaskan ini adalah daun pohon Kendal, daun khas daerah Kendal. “Indonesia memiliki banyak corak batik. Setiap daerah memiliki batik khas,” kata Nabilla yang cuti kuliah selama setahun demi menjalankan tugas-tugasnya sebagai Putri Pariwisata. –Diana Runtu/Ngurah Budi


EKSPRESSO

2

10 - 16 Februari 2014

GORO-GORO

klik: www.tokoh.co.id mingguantokoh @mingguantokoh

latah

Tiba-tiba saja Amat mau kursus bahasa Rusia. Bu Amat tertawa. “Terlambat, Pak. Mestinya itu Bapak lakukan waktu masih remaja. Sekarang untuk apa? Umur sudah lewat, biar ahli seperti apa juga tidak bakal ada yang terima! Bahasa Rusia lagi!” “Ya sudah tidak usah bahasa Rusia. Bahasa Mandarin saja?” Bu Amat tercengang. Tapi kemudian tertawa lagi. “Bahasa Mandarin? Kenapa tidak sekalian bahasa Latin saja? Kan kata orang itu yang paling sulit?” “Betul! Bahasa Latin saja! Besok aku cari di mana tempatnya. Kalau tidak ada bahasa Arab juga boleh. Atau bahasa Sansekerta! Bahasa apa saja boleh. Mahal pasti, tapi tak apa demi keseha­ tan!” Bu Amat berhenti tertawa. Melihat suaminya begitu serius, ia bingung. “Apa? Demi kesehatan?” “Ya.” “Kesehatan apa! Itu namanya buang-buang uang!” Amat tertawa. “Uang habis tak apa! Daripada kesehatan habis?” Tiba-tiba Bu Amat marah. “Uang sudah habis dari kemarin, Pak! Yang kita makan hari ini kiriman dari Ami! Besok kalau tidak dapat arisan kita harus gadaikan cincin kawin yang seribu kali digadaikan itu! Begitu kok mau kursus bahasa Rusia! Mau jadi mata-mata apa! Mbok jangan asal ngomong, ngaca dulu sebelum ngomong! Bapak itu sudah manula, tahu? Mbok sadar sedikit!” Bu Amat, langsung berbalik masuk kamar. Pintu dikunci dan lampu dimatikan. Amat menarik napas dalam. Ia terpaksa memangkas semua rencananya. Maksud-maksud baik memang tak selamanya berjalan mulus. Dan kalau harus memilih, ia sudah terbiasa mematikan niat sebaik apa pun. Yang penting menjaga kedamaian teman hidup yang sudah merawatnya bertahun-tahun, tanpa pernah mengeluh. Sampai tengah malam Amat termangu-mangu. Kesehatan me­ mang sangat penting. Tetapi ketenteraman juga sama pentingnya. Sebetulnya keduanya saling bahu-membahu. Untuk apa sehat kalau tidak tenteram. Bukankah ketentera­ man juga akan menjamin kesehatan jasmani? Pintu diketok dari luar. Sebelum Amat sempat berdiri, tetangga sebelah, masuk. “Maaf Pak Amat, boleh ganggu sebentar?” “Silakan masuk, Pak Wayan, ada apa?” “Begini. Saya ini ingin belajar dari Pak Amat. Kok saya li­ hat begitu tenang dalam menghadapi segala sesuatu. Caranya, kuncinya apa ya? Saya betul-betul ingin tahu kiat apa yang Pak amat pakai?” Tetangga itu lalu menceritakan segala macam persoalannya. Di ujungnya ia tetap meminta resep bagaimana mengatasi semua itu. Setelah termenung, Amat menjawab, “Saya juga tidak tahu Pak Wayan, tapi dari buku tuntunan yang saya baca, dikatakan begini. Kalau ingin tenteram menghadapi segala persoalan, cobalah daftar secara rinci, jujur dan berani, apa risiko terburuk dari persoalan itu. Kalau sudah terbeber, perasaan tenteram itu perlahan-lahan akan muncul.” Pak Wayan tertegun mendengar resep Amat. Tapi kemudian dia mengguncang tangan Amat keras sekali. “Matur suksma Pak Amat. Itu artinya sangat dalam. Saya akan mempelajari kiat itu dan belajar mempraktikkannya!” Amat lama tercengang. Kemudian dia tutup jendela, kunci pintu, lalu mengetuk kamar. Ternyata kuncinya sudah dibuka. Amat duduk di samping Bu Amat yang kelihatannya belum tidur. Lalu berbisik, “Bu, maaf, soalnya Bapak kemarin diberitahu Ami. Dia dapat SMS yang bunyinya: Agar tetap aktif di usia 89 tahun, Lee Kuan Yew, mantan Per­ dana Mentri Singapura, dalam edisi majalah (Zhi Zhong Zhou Bao) menyebut empat syarat: sedapat mungkin makan sedikit, tidur cukup, harus tertarik pada pekerjaan, berolahraga tiap hari. Yang lebih penting menjaga jalan pikiran tetap tangkas dan tajam. Dia menguasai bahasa Inggris, bahasa Jepang, bahasa Melayu, bahasa Hok Kian, dan sekarang mempelajari bahasa Mandarin.”

Putu Wijaya

Kasih Sayang Universal Perayaan Hari Valentine sebenarnya bukan asli budaya Indonesia. Tetapi, karena pesat berkembangan teknologi, dunia menjadi tanpa batas. Valentine pun dirayakan di seluruh dunia. Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa sibuk merayakan hari kasih sayang ini. Saat Valentine, pasangan anak muda yang dimabuk asmara bi­ asanya saling memberi hadiah. Di toko, jejeran coklat beragam bentuk dipajang. Para pembeli sibuk memilih. Ada yang mem­ beli satu, ada yang membeli tiga. Harga diskon untuk “barang wa­ jib” Valentine ini memang men­ jadi daya tarik untuk memancing pengunjung. Tak beda dengan toko ak­ sesoris yang banyak menjual boneka. Warna pink menjadi

O

M G

incaran. Padahal tidak ada klausul memberikan dan menerima kasih yang menyebutkan warna pink sayang. Kasih sayang juga bukan sebagai warna wajib. Di depan hanya untuk pacar dan kekasih toko, ada beberapa pedagang tetapi untuk semua orang yang mawar merah siap menjajakan kita cintai. Ada orangtua, sau­ batangan bunga berwarna me­ dara, kerabat, teman, dll yang rah. Ada yang dibungkus plastik, memerlukan kasih sayang. Kasih ada yang dibiarkan terpapar sayang itu tak harus ditunjuk­ tanpa bungkusan. kan dengan pemberian hadiah. Coklat, mawar, boneka, Kasih sayang bisa ditunjukkan merah, pink mendominasi saat dengan memberi perhatian. Valentine. Tetapi, dibalik semua Sekecil apapun perhatian yang itu, ada bahasa universal yang tulus dan iklas, dilandasi dengan perlu dimaknai dengan Valentine. cinta, itulah kasih sayang yang Kuncinya, kasih sayang. Sekarang universal. banyak yang mengidentikkan Jadi, mari ber-Valentine tiap kasih sayang saat Valentine untuk saat tanpa harus menunggu 14 pacar, kekasih, incaran, dll. Pada­ Februari. hal kasih sayang itu bukan hanya Salam dilakukan saat Valentine. Tiap Ralat saat juga men­ Terjadi kesalahan penulisan nama Kadis jadi saat untuk ­Kesehatan Provinsi Bali pada edisi 782 halaman 19. Tertulis dr. Gde Agus Suryadinata, MPPM. Yang benar adalah dr. Ketut Suarjaya,MPPM. Redaksi mohon maaf atas kekeliruan tersebut.

Sahabatku Hampir Mati Tenggelam di Sungai

Pada usia saya menginjak 75 tahun, masih sukar melupakan suatu kejadian pada tahun 1959 di Sumbawa Besar. Pada awal tahun 1959 saya berangkat ke Sumbawa. Transportasi pada waktu itu boleh dikatakan jauh daripada keadaan sekarang. Berangkat pagi dari Den­ pasar menuju Padangbai dengan membawa satu besek besar kain endek milik Bapak Gede Madera, karena beliau sudah lebih dulu ber­ ada di Sumbawa Besar dalam tugas sebagai Kepala Dinas Pendidikan Jasmani Kabupaten Sumbawa. Dari Padangbai kapal yang saya tumpangi berangkat kira-kira pukul 10.00 dan tiba di Pelabuhan Lembar sekitar pukul 14.00. Dari Lembar langsung menuju Lombok Timur yang waktu itu jalan masih berdebu. Tiba di Lombok Timur sekitar pukul 17.00. Besok paginya dengan kapal yang tidak begitu be­ sar berangkat menuju Pelabuhan Badas dengan ombak yang cukup besar, hampir semua penumpang mabuk. Dalam keadaan yang amat lelah pada sore hari baru tiba di Pelabuhan Badas. Di sana sudah menunggu ang­ kutan kota dan saya turun di rumah Dinas Bapak Gede Madera yaitu di Jalan Hasannudin No.11. Beliau pun kaget tidak menyangka saya bisa datang dalam musim ombak besar. Di rumah Bapak Gede Madera sudah ada seorang

mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

dari Gianyar yang bernama Wayan Regog. Dalam beberapa hari kami sudah bersahabat akrab karena sama-sama merantau dari Bali. Setelah 15 hari saya berada di Sumbawa Besar, sekitar pukul 15.00 bersama sahabat saya pergi ke sungai yang tidak begitu jauh. Tiba di sungai yang begitu bersih dan airnya amat jernih kami ber­ dua menyusuri sungai dan setelah sampai pada satu batu besar yang datar kami berhenti sambil me­ lepaskan lelah. Tidak begitu jauh dari tempat kami duduk ada dua orang pen­ duduk Sumbawa sedang men­ gail mencari ikan. Karena di Bali saya sering mengail, maka saya mendekati orang tersebut. Sedang­k an Wayan tetap duduk di atas batu dan saya berpesan kepadanya jangan turun ke su­ ngai karena sungai tersebut amat dalam. Tidak berapa lama saya berada dekat pemancing tersebut, saya menoleh ke arah sahabat saya

ternyata pakaiannya sudah ada di atas batu dan jelas sekali hanya tangannya kelihatan di atas air. Tanpa pikir panjang karena dia sudah bilang tidak bisa berenang maka saya minta tolong kepada dua pemancing tersebut dan kami lari ke arah sahabat saya. Tanpa membuka baju kami bertiga terjun ke sungai yang cukup dalam karena saya yakin maut di ambang pintu. Dengan susah-payah akhirnya kami ber­ tiga berhasil membawa Wayan yang perawakannya tinggi besar ke tepi sungai dan selamat. Kalau saja kami terlambat memberikan pertolongan mungkin saja Wayan menjadi penghuni dasar sungai karena tidak bisa berenang serta sungai amat dalam. Berselang beberapa hari kemudian setelah Wayan merasa sehat dia pulang ke Bali tanpa kembali lagi. I Made Suradnya Br. Tegallinggah kelod, Desa Tegallingah, Penebel, Tabanan

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lain­ nya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Pan­ jang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Ratna Hidayati. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten, Tini Dwi Rahayu. Redaksi/Pemasaran Jakarta: Diana Runtu, Sri Iswati. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­kretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Pal­ merah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543–Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palmerah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

10 - 16 Februari 2014

I N F O TO R I A L

23

Jangan hanya 30 Caleg Perempuan tapi Aleg Perempuan Dalam UU Pemilu diatur, tanpa ket­ erwakilan 30 per­ sen perempuan, partai politik tidak boleh ikut pemilu. Dalam daftar calon per dapil sekurangkurangnya terdapat 30 persen calon perempuan. Kemudian di Dra. Utami Dwi Suryadi pasal lain, da­ lam penyusunan daftar calon, setiap tiga nama calon, sekurang-kurangnya ada satu calon perempuan. “Ketika perempuan sudah duduk, mengapa mendapatkan nomor urut bawah. Walau pun para caleg ( calon legislatif) bakal tarung bebas, namun, pemberian nomor urut teratas, memberikan efek psikologi yang yang baik. Perempuan jadi lebih semangat dan termotivasi untuk bertarung dalam politik. Jangan hanya 30 persen caleg (calon legis­ latif) perempuan tapi aleg (anggota legislatif) perempuan minimal 30 persen,” ujar Dra. Utami Dwi Suryadi di Denpasar pekan lalu. Menurut anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bali dari Partai Demokrat ini, selama ini, tujuan diberikan quota 30 persen agar semakin banyak perempuan berani tampil ke politik, dan memacu mereka mulai tertarik berpolitik. “Hal ini mendorong para perempuan jengah. Kalau sudah ditaruh nomor bawah, jadi malas tidak mau turun dan bersosialisasi. Akhirnya, beberapa dari mereka berpikir, kalau dapat ya syukur, tidak dapat ya sudah,” kata Anggota Badan Legislasi

dan Badan Anggaran DPRD Provinsi Bali ini. Utami Dwi Suryadi, merupakan anggota legislatif yang mencalonkan diri kembali. Baginya, sebagai incumbent, minimal ia sudah membuktikan dirinya kepada masyarakat bagaimana sepak terjangnya. Namun, nomor urut 7 yang disandangnya, juga membuatnya berpikir bijaksana. “Ke­ tika saya diberi nomor “sepatu”, ya saya menjadi jengah. Saya harus bekerja lebih giat lagi mencari suara,” tuturnya dengan semangat. Selama ini, kata dia, dukungan dari partai memang memberikan efek positif secara psikologis. “Kalau dukung­ an materi jelas harus dari diri sendiri. Sudah dapat nomor kecil saya harus lebih giat bersosisalisasi ke masyarakat,” tandasnya. Saat reses sebagai anggota DPRD, waktu seminggu benar-benar dimanfaatkan maksimal oleh Utami. Ia turun ke masyarakat menyerap aspirasi dari berbagai pihak. Ketika ia menerima aspirasi, ia akan berusaha merealisasikan dan dijadikan program nyata. Tidak hanya wacana. Sementara, dulu ketika sebagai new comer di politik,ia mengaku, tu­ gasnya lebih berat. “Saya harus mengenalkan diri dulu ke masyarakat agar mereka mengenal siapa saya,” kata wakil caleg dari Denpasar ini. Sebagai incumbent, ia mengaku juga tak mudah. Karena itu, ia tak mau menyia-nyiakan waktu, ketika reses, ia manfaatkan waktu dengan baik un­ tuk mendulang suara. Misalnya saja, saat turun ke wilayah Denpasar Selatan. Ia harus tahu isu wilayah tersebut sering ditimpa bencana banjir. Saat datang berkunjung, masyarakat mengadu ada jembatan perlu diperlebar. Saat datang ke wilayah Denpasar Barat, ia juga harus mengenal isu di sana sebagai satu wilayah dengan penduduk terpadat, apalagi dengan isu teoris, warga masyarakat di­ minta tertib adminitrasi. Sementara, di wilayah Denpasar Timur, lebih mengarah

pada isu kebudayaan. “Saat kunjungan ke sana, masyarakat meminta didukung peralatan gamelan sebagai salah satu pelestarian budaya,” kata Utami. Untuk wilayah Denpasar Utara isu pertanian lebih banyak. Makin maraknya sawah beralih fungsi menjadi lahan perumahan. Ia meminta perlu memikirkan master plan pembangunan termasuk penyediaan resapan air. “Ada pura subak di Jalan Nangka, tapi sudah tidak ada subak lagi di sana. Ironis sekali,” katanya. Saat turun ke masyarakat, ia tidak saja menerima keluhan dan menyerap aspirasi, tapi juga memberikan motivasi dan sosialisasi beberapa kebijakan yang sudah ada khususnya yang berhubungan dengan bidangnya seperti Perda Buah Lokal yang sudah ada. Setelah menerima aspirasi masyarakat, isu-isu ini akan dibawa ke Musrembang untuk didiskusikan bersama pejabat terkait. “Kebetulan saya berada di Badan Anggaran, kalau program yang diajukan layak diproritaskan, maka akan dianggarkan,” kata Utami. Uniknya, saat ia turun ke masyarakat, Utami tak mau hanya laki-laki yang bicara. Ia selalu memancing para ibu untuk buka suara. Berbagai umpan ia lontarkan agar para perempuan tertarik bicara. “Tujuaan saya hanya satu, ingin para perempuan berani tampil bicara. Jangan hanya diam saja. Saya yakin mereka banyak punya masukan, tapi tak berani bicara atau mengungkapkannya. Saya memotivasi perempuan untuk berani mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan,” kata Utami. Menurutnya, pembangunan ini menjadi merata karena keterwakilan perempuan dan laki-laki. “Dengan kesepakatan kedua belah pihak, semua kepentingan diakomodir. Saya tidak hanya mewakili suara laki-laki, tapi juga perempuan. Jadi seim­ bang. Pokoknya, kalau belum ada perempuan yang bicara, acara simakrama belum ditutup,” tandasnya. -ast/ten


24

10 - 16 Februari 2014


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook