24
3 - 9 Februari 2014
EKSPRESSO
2
3 - 9 Februari 2014
GORO-GORO
klik: www.tokoh.co.id mingguantokoh @mingguantokoh
Ramalan
Perayaan Imlek, Jumat (31/1) menjadi penanda kita memasuki Tahun Kuda dalam penanggalan Cina. Beragam ramalan terkait Tahun Kuda ini pun dilontarkan beberapa orang yang dianggap mumpuni di bidang tersebut. Bagaimana ramalan shio Anda, apakah baik atau buruk? Sebuah saran, jika Anda memang mudah percaya pada ramalan, berhentilah mencari tahu ramalan tentang diri Anda. Sejatinya, sebuah ramalan tidak lah mesti terjadi. Namanya juga ramalan, bisa terjadi, bisa juga tidak. Ramalan akan terjadi ketika kita benar-benar fokus pada hasil ramalan tersebut. Ilustrasi ini mungkin bisa men jadi contoh. Seseorang datang ke paranormal. Ia bertanya,
O
bagaimana masa depannya dan apa yang harus dihindari. Para normal itu menjawab, “Saat ini Anda sudah berhasil dengan bisnis yang Anda jalani. Tinggal dikembangkan. Satu hal, hatihati dalam perjalanan. Mungkin saja Anda akan ditabrak mobil dan koma karenanya.” Orang itu pun terkejut dan takut. Saking takutnya, dia memi lih jarang ke luar rumah agar tidak ditabrak mobil. Hingga suatu hari, ketika ia turun dari tangga, tak sengaja ia menginjak mobil-mobilan cucunya yang berada persis di anak tangga paling bawah. Ia pun terpeleset, kepalanya membentur anak tangga, dan ia koma. Kerap kali, kekhawatiran menyelimuti pikiran kita kare
M G
Salah Masuk
Bulan ini banyak sekali yang melangsungkan pernikahan mereka. Dalam seminggu, saya menerima tujuh undangan. Ada yang di Sukawati, Karangasem, Denpasar, dan Tabanan. Begitu banyak undangan, yang harus saya hadiri. Dari tujuh undangan, tiga un dangan dilangsungkan pada hari yang sama. Tempatnya berbeda, walau semua di Denpasar. Hari itu, saya ditemani suami mengun jungi undangan pernikahan. Di tempat pernikahan kedua, saya janjian dengan teman-teman sekantor. Kami berjanji akan ber temu di depan gang. Ternyata, di gang yang sama, ada tiga pernikahan. Saya pun berjalan perlahan agar tidak salah. Tiba-tiba, teman-teman saya yang berjalan di belakang, men dahului saya. “Ayo cepat, sudah lapar ini,” kata Gung Gus, salah satu teman kami. Saat itu, waktu menunjukkan pukul 13.30. Saya sendiri tidak terlalu lapar ka rena tadi makan agak banyak di pernikahan pertama. Maklum, saya belum sarapan hehehe. Di rumah pertama yang di
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
hiasi janur, Gung Gus masuk. Amplop berisi uang Rp 500 ribu titipan beberapa teman yang tak bisa hadir, dimasukkan ke kotak uang. Bersama empat teman lainnya, mereka asyik menyantap kudapan yang disiapkan. Saya hanya bisa memperha tikan mereka dari pintu masuk. Saya merasa ragu-ragu, apa betul tempatnya itu. Karena di sisi kiri, kira-kira 100 meter, ada juga janur melengkung. Karena itu, saya segera me nanyakan kepada penerima tamu yang ada di depan. “Apa betul ini perkawinan Wiguna dan Asri?” tanyaku. “Oh, bukan Bu. Pernikahan Wiguna dan Asri di rumah yang paling ujung. Jalan saja terus, nanti mentok. Di kanan, itu rumahnya. Bukan di rumah kedua yang ada janurnya ya Bu,” katanya menjelaskan.
na berbagai sebab. Sebuah ungkapa n, jika kamu percaya kamu bisa, kamu akan bisa. Jika kamu percaya kamu gagal, kamu akan gagal. Semuanya bermuara pada pikiran. Karena itu, menyaring informasi yang baik-baik sangat penting bagi kemajuan diri. Ramalan apa pun bentuknya, mungkin hanyalah sebuah pertanda. Tetapi, kita tak bisa mutlak memercayainya. Sejak Tuhan memberikan nyawa pada diri kita di kandungan, Tuhan te lah menentukan jalan hidup kita. Kita mungkin tak bisa mengubah takdir. Tetapi, kita bisa meng ubah nasib. Jika kekhawatiran adalah hal pertama yang Anda bayar dalam sebuah kegagalan, mengapa kita harus khawatir? Jika kita tahu bahwa pikiran bu ruk meracuni diri kita, mengapa pula kita harus berpikir buruk? Akan lebih baik kita fokus pada hal-hal positif. Jangan buangbuang waktu untuk hal-hal yang tidak perlu. Mari bekerja, bekerja, dan bekerja. Ingat pula selalu berdoa. Walau hasilnya sedikit, hasilnya lebih nyata dibandingkan tidak melakukan apapun. God bless us. Saya kaget setengah mati. Tapi, saya juga geli melihat te man saya yang sedang asyik minum soft drink. Saya me manggil mereka dari kejauhan, melambai-lambaikan tangan. Akhirnya, Gung Gus mendekat. “Ada apa?” tanyanya. “Salah tem pat. Rumahnya Wiguna di sana, yang paling ujung,” jawabku. Kontan, Gung Gus terkejut. Ia langsung memanggil teman yang lain. Mukanya pucat pasi. Amplop titipan teman-teman sudah telan jur masuk ke kotak uang. Mau mengganti Rp 500 ribu, berat rasanya. Gaji hanya setara UMK. Akhirnya, sambil menahan malu, Gung Gus minta kembali amplop uang yang telah dimasukkan itu. “Ada kodenya di depan amplop,” katanya malu. Jadilah petugas penerima tamu membuka kotak uang dan mencari amplop kami. Begitu ditemukan, kami langsung ngacir dari tempat itu. Benarbenar memalukan. Artani, Denpasar
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lain nya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Pan jang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
IMLEK Imlek kembali membawa berkah. Jatuh pada hari Jumat sehingga akhir Minggu jadi panjang. Indah buat perjalanan panjang. Tiket pesawat ke Bangka, Pontianak, Medan jadi mahal. Tapi buat umat yang merayakan Imlek tak soal. Hujan yang menghantam Ibu Kota dan beberapa kawasan Tanah Air berlimpah. Pertanda rezeki bakal murah. “Semoga hamba juga kecipratan,” kata Amat berdoa. Bu Amat yang menguping doa suaminya lansung berkomentar. “Sudahlah, Pak. Jangan suka membonceng! Itu namanya pen umpang gelap! Jangan matre!” “Lho, Bapak bukan penumpang gelap. Materialistik bagaimana! Kan sekadar ikut-ikutan merayakan? Toleransi. Hidup damai dalam perbedaan.” “Kalau sudah ada udang di balik batu, itu bukan toleransi lagi! Matre!” “Bukan? Lalu apa?” “Dagang!” Amat tidak setuju. Tapi tidak langsung membantah. Bertengkar hanya bikin capek. Ia lantas mengadu ke Ami. “Ibumu itu kumat lagi bludreknya Ami!” “O, ya? Berapa tekanannya? “Seratus tiga puluh - sembilan puluh!” “Ah, itu normal, Pak. Untuk usia-sia sepantaran Bapak dan Ibu sampai 150 juga masih tidak apa-apa, asal bawahnya tidak lewat 90.” “Tapi soal Imlek itu, ibumu keliru! Masak kita ikut merayakan, dituduh matre, dituduh penumpang gelap! Itu kan suara orang yang antikeberagaman!” Ami tertawa. “Menurut Ami, ibu tidak pernah antikeberagaman. Dulu sebe lum Ami menikah, Ibu selalu bilang, kalau cari suami, pilih yang hatinya baik dan sayang kamu. Suku apa saja, orang mana pun bahkan agama apa pun, asal kalian betul-betul saling mencintai dan saling menghormati dan menerima dirimu sepenuhnya, se luruh baik-buruknya, bukan hanya menerima yang dia sukai saja, silakan. Kata ibu waktu itu. Sedangkan bapak sendiri justru bilang, kalau menikah pilih pasangan yang keyakinannya sama. Begitu kan Pak? Ingat?” Amat tertegun. “Masak Bapak bilang begitu?’ “Ya! Begitu!” “Jadi karena itu, kamu menikah dengan suamimu sekarang ini, yang keyakinannya sama?” Ami tertawa. “Tidak! Kami sudah pacaran sebelum Bapak memberikan Ami ultimatum.” Amat terkejut. “Ultimatum?” “Ya. Gara-gara, ada si Johan yang dari Manado itu sering datang ke rumah.” “Si Johan yang melamar kamu itu kan?” Ami menatap Amat. “Melamar Ami? Si Johan, yang naik Mercy itu?” “Ya! Dia bilang, dia akan senang sekali, kalau Bapak merestui hubungannya dengan kamu. Waktu itu sekadar basa-basi Bapak hanya senyum. Tapi dia menganggap itu persetujuan. Lalu dia memakai itu sebagai senjata berbicara dengan ibu kamu. Ibu kamu, ya seperti yang kamu bilang tadi. Makanya Bapak cemas, lalu memberi kamu ultimatum itu!” Ami kembali tertawa. “Kamu kok tertawa?” “Kalau begitu, betul kata si Johan. Dia coba membantu kami. Habis Bapak waktu itu, tidak begitu suka dengan Bli Sugi, suami Ami sekarang, karena dia miskin, hanya dosen, tidak punya mobil seperti si Johan. Ya kan Pak? Waktu itu Bapak matre banget!” Amat tak menjawab. Ia mati kutu. Langsung cabut, pulang. Imlek sekali ini memang membawa berkah. Topeng Amat yang rajin ditutupi, ternyata sudah lama ketahuan. Ia dulu ngebet punya mantu orang kaya. Ketika Ami menceritakan peristiwa itu, Bu Amat hanya ter tawa.
Putu Wijaya
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Ratna Hidayati. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten, Tini Dwi Rahayu. Redaksi/Pemasaran Jakarta: Diana Runtu, Sri Iswati. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Pal merah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543–Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palmerah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
3 - 9 Februari 2014
23
Penanganan Stroke Dengan DSA
Pembuluh darah merupa kan salah satu organ penting dari makhluk hidup. Tolok ukur kesehatan seorang ma nusia bisa dilihat dari pem buluh darahnya. Makin tidak sehat gaya hidupnya, maka makin besar potensi gang guan di pembuluh darah. Gangguan pada pembuluh darah yang disebabkan gaya hidup tidak sehat adalah tim bulnya plak atau timbunan lemak di pembuluh darah sehingga aliran darah men jadi tidak lancar. Hal ini dialami dr. Made Wardana, Sp.KK. Ia meng alami penyumbatan pada pembuluh darahnya. hingga mengalami stroke ringan. Ditemui beberapa waktu lalu, Wardana menuturkan jika penyumbatan terjadi pada pembuluh darah di otak sehingga bagian terten tu di tubuhnya tidak menda patkan cukup darah. “Saya mengalami kelumpuhan pada bagian kiri dan tangan kiri saya mengalami kesemut an,” ujarnya. Ia kemudian memeriksakan ke dokter saraf dan disarankan untuk menjalani pemeriksaan MRI
untuk mengetahui lokasi penyumbatan. “Dari hasil MRI ternyata ada penyum batan dan kematian sel di beberapa bagian pembuluh darah yang menuju otak,” tutur Wardana. Sebagai seorang dokter, Wardana tahu bagaimana efek dan bahayanya jika pembuluh darah tersum bat. Ia kemudian mencari informasi apakah ada teknik pengobatan untuk mengo bati pembuluh darahnya yang tersumbat. “Saya cari di internet ternyata ada teknik untuk mengeruk plak di pembuluh darah. Teknik tersebut sudah dikerjakan di salah satu RS di Jakata,” tutur Wardana. Setelah mencari informasi lebih lanjut, ternyata di Den pasar, Bali sudah ada rumah sakit yang memiliki alat cathlab yang terkini untuk tindakan DSA tersebut dan bisa digunakan tidak hanya sebatas penyakit jantung tetapi penyakit saraf dan pembuluh darah lainnya. Teknik yang dimaksud Wa r d a n a a d a l a h t e k n i k Intraa rterial Thrombolysis
Syarat dan Manfaat Donor Darah Menolong sesama yang membutuhkan merupakan tugas mulia. Tak perlu ragu menyumbangkan darah Anda demi kelangsungan hidup sesama. Dengan catatan Anda dalam keadaan sehat dan memenuhi persyaratan medis. Selain dapat membantu mereka yang sangat membutuhkan transfusi darah menjadi pendonor darah juga baik bagi kesehatan Anda. Mendonorkan darah bukanlah pekerjaan atau aktivitas yang berat dan sulit, namun tanpa persiapan yang baik, Anda bisa saja mengalami lemas dan kelelahan setelah donor darah. Karenanya sebelum mendonorkan darah, makanlah makanan yang banyak mengandung zat besi seperti daging merah, sayuran hijau, buncis, unggas dan sereal yang diperkaya dengan zat besi. Tidurlah yang cukup sebelum donor darah. Minumlah air yang cukup .Hindari mengonsumsi obat obatan seperti aspirin dua hari sebelum donor darah. Selain itu ada persyaratan umum untuk donor darah yakni : - Umur minimal 17 tahun - Berat minimal 45 kg - Temperatur tubuh normal anaara 36,6 – 37,5 derajat celcius - Tekanan darah normal yaitu systole 110 – 160 mmHg , diastole 70 – 100mmHg - Denyut nadi teratur yaitu sekitar 50-100 kali/ menit - Haemoglobin perempuan minimal 12 gram %, pria minimal 13 gram% - Frekuensi donor darah maksimal 5 kali setahun, atau berjarak minimal 3 bulan Manfaat Donor darah Untuk Kesehatan - Manfaat diet; donor darah dapat membantu menurunkan berat badan dan membantu membakar kalori. - Deteksi dini dan mencegah resiko kesehatan. - Melindungi jantung. - Mengatur kontrol kesehatan, mencegah penyakit langka - Meningkatkan sel darah merah, melancarkan sirkulasi darah, memperbaharui sel dalam darah, memaksimalkan darah dalam paru-paru. - Meningkatkan kapasitas paru-paru dan ginjal. - Meningkatkan kesehatan psikologis. - Menurunkan zat seng dalam darah, mengalahkan kelebihan zat besi. - Menghilangkan kaku pundak. - Mengetahui dan mengatur lebih lanjut tentang tipe darah indi vidual. – Sri Ardhini dari berbagai sumber
Trials (ITT) dengan DSA (Digital Substraction Angi ography) untuk penyakit stroke akut. Jadi sebuah se lang dipasang dan dimasuk kan sepanjang pembuluh darah. Pada saat sampai di daerah penyumbatan, obat pelarut sumbatan akan disemprotkan untuk meng
hancurkan plak penyebab sumbatan tersebut. “Saya men jalan in ya sekitar 30 menit dan tidak merasakan sakit samasekali,” tutur Wardana. Lanjutnya ketika di semprotkan obat pelarut sumbatan ia hanya mera sakan panas atau dingin.
Setelah tindakan tersebut, perlahan-lahan koordinasi tubuh bagian kirinya yang sempat terganggu perlahan membaik. Untuk informasi mengenai teknik ini, bisa menghubungi Sandri (Mar keting) di 082144878012/ 081999132328 atau PIN BB 24E5B1B8.
22
W H AT ’ S U P
3 - 9 Februari 2014
S E L E B R I TA S
3 - 9 Februari 2014
KOMUNITAS RUMAH HANTU
3
Nita Sofiani
“Anda Menjerit, Kami Puas” Membuat Lemas
Siapa orang yang tak takut hantu? Rasanya kalau mau jujur, kebanyakan orang pasti akan takut melihat penampakan hantu, apalagi yang wujudnya mengerikan. Hanya saja ada anomali di sini, sekalipun mereka umumnya takut hantu, namun banyak di antara mereka ternyata menyukai hiburan yang berkaitan dengan hantu dan segala hal yang mengerikan. Lihat saja tayangan-tayangan film horor di bioskop yang tak pernah sepi peminat.
B
egitu juga cerita-cerita mistis dan hal-hal yang berbau horor yang memiliki penggemar yang tidak sedikit. Yang lebih seru lagi, kini bermunculan komunitaskomunitas yang berbau horor. Sebut saja, komunitas zombie, komunitas penyuka film horor, bahkan ada komunitas wisata mistis, dll. Komunitas-komunitas semacam ini ternyata tumbuh subur dan diminati kalangan muda. Komunitas Rumah Hantu, misalnya, sejak berdiri tahun 2010 lalu, telah berhasil mengumpulkan 800an simpatisan. Misi mereka cukup menyeramkan, yakni, menebarkan jeritan ke seluruh penjuru Nusantara. “Jeritan Anda Kepuasan Kami’, begitulah moto yang diusung Komunitas Rumah Hantu yang kerap disebut komunitas JAKK (Jeritan Anda Kepuasan Kami). Semakin banyak yang menjerit, semakin banyak yang ketakutan, semakin lebarlah tertawa para awak Komunitas Rumah Hantu. Karena, itu menandakan mereka telah sukses menjalankan misinya, menebarkan keseraman dan jeritan. Komunitas yang didirikan empat sekawan, Iskandar Muda (Ismud), Aruga Perbawa Rizqi, Boim, dan Zoya Rasyidi ini boleh dibilang terbentuk secara tidak sengaja. Awalnya adalah empat sekawan yang penyuka seni instalasi mendapat tawaran membuat obake yashiki atau rumah hantu ala Jepang untuk memeriahkan Japan Fair yang digelar sebuah universitas di wilayah Jakarta Timur, pada 2009 lalu. Meski minim pengalaman, namun mereka yang memang doyan dunia horor, nekad menerima tawaran itu. Bagi mereka membuat rumah hantu ala Jepang merupakan sebuah tantangan menarik. Apalagi mereka juga adalah anggota klub budaya Jepang sehingga tak asing dengan obake yashiki dan cerita-cerita seramnya. “Ya, kita nekad aja nyoba. Awalnya sempat bingung juga, karena bukan sekadar membuat obake yashiki tapi kita juga harus menyediakan hantuhantunya. Siapa yang mau jadi hantu? Untung banyak teman yang mau bantu, akhirnya jadi juga rumah hantu plus
obake-obake (hantu) yang seram,” tutur Iskandar. Ternyata respons yang diterima sungguh luar biasa. Pengunjung Japan Fair berbondong-bondong menjajal rumah hantu itu, “Meski make up hantu belum sebagus sekarang, namun dandanan hantu-hantu waktu itu cukup menyeramkan. Buktinya, para pengunjung menjerit-jerit ketakutan. Acara perdana kami itu sukses,” imbuhnya. Respons dan support yang mereka terima membuat empat sekawan ini berpikir untuk mendirikan komunitas. Apalagi, berkat promosi dari mulut ke mulut, mereka sudah mulai mendapat tawaran tampil di berbagai acara kampus dan sekolah. “Banyak yang tertarik gabung. Kami sering bikin acara diskusi berkaitan dengan hal-hal horor, nonton film horor bersama, berbagi cerita-cerita misteri, sharing soal make up, dll. Semuanya kami pelajari sendiri. Karakter-karakter hantunya pun kami pelajari, baik hantu lokal maupun luar. Jadi bisa dibilang untuk jadi seperti sekarang kami melakukannya secara otodidak, lewat trial and error,” tutur mahasiswa semester akhir di Univer sitas Negeri Jakarta ini. Komunitas yang mempunyai dua markas, yakni di bilangan Ciputat dan Bekasi ini, menggelar pertemuan rutin
Banyak hal yang berubah dalam kehidupan Nita Sofiani sejak ia menyandang gelar Miss Earth Indonesia 2013. Bukan saja penampilannya yang harus kinclong tiap saat, aktivitasnya pun menjadi sangat padat. Belum lagi dia juga harus banyak belajar terkait masalah ling kungan karena ia menjadi ikonnya.
“Y
Komunitas rumah hantu saat tampil di Sarinah 2013
dengan para anggotanya minimal sebulan sekali. Tetapi mereka akan makin sering bertemu jika ada kegiatan-kegiatan yang harus digarap. Namanya bergaul dengan hal-hal horor, sudah barang tentu mereka memiliki agenda rutin yakni mengunjungi tempat-tempat seram dan angker seperti pekuburan Jeruk Purut, Jakarta Selatan, yang terkenal dengan cerita hantu pastur tanpa kepala, atau ke gedung-gedung tua di Kota Tua, Jakarta Barat, atau ke museum.
foto koleksi JAKK-Inc
“Mencari inspirasi,” begitu kata Ismud. Kegiatan lainnya adalah membuat macam-macam pelatihan, termasuk pelatihan akting hantu. Dan yang tak kalah pentingnya adalah kegiatan berburu pakaian vintage untuk keperluan eksperimen karakter hantu atau untuk kepentingan acara. Banyaknya tawaran tampil membuat para pendiri komunitas berpikir untuk merambah ke bidang bisnis, baik itu bisnis event organizer rumah hantu, penyewaan kostum hantu ataupun properti lainnya. Kebetulan, para anggota, selain keempat pendiri yang memang telah memiliki latar belakang pendidikan desain dan psikologi, juga memiliki kemampuan beragam seperti cosplay, make up, dll. “Kami sering mendapat permintaan membuatkan rumah hantu, mendekorasi, menyediakan properti dan tokoh hantu, dll. Lalu kami berpikir, kenapa tidak mencoba bisnis di bidang ini. Rasanya pas, karena dari kami berempat, tiga di antaranya mendalami ilmu desain, dan satunya lagi, ilmu psikologi. Belum lagi teman-teman lain yang juga memiliki kemampuan cosplay, make up, dll,” ujar Ismud sembari menambahkan, yang terlibat aktif dalam berbagai event yang digelar JAKK sekitar 30-40 anggota. Meski telah merambah ke bisnis, namun Ismud tetap menyebut komunitasnya bersifat nonkomersil. Pasalnya, keuntungan dari proyek-proyek yang mereka terima, kebanyakan digunakan untuk kegiatan komunitas. Misalnya untuk biaya riset, berbagai pelatihan, pembuatan cosplay, properti dan program lainnya. Dengan begitu, pengeluaran yang digunakan untuk acara-acara komunitas tidak lagi dari kocek para pengurus karena komunitas sudah bisa membiayai diri sendiri. Ismud mengaku senang karena komunitas yang didirikan bersama tiga rekannya, telah eksis di tengah masyarakat. Hal itu terbukti dari banyaknya undangan kegiatan-kegiatan meminta partisipasi. Di antaranya, Urban Fest di Pasar Seni Ancol, JakCloth di Parkir Timur Senayan, atau Ghost Parade Jakarta Community Carnival, Jakarta Game Festival, Japan Fair Universitas Darma Persada dll. “Bulan depan kami akan tampil lagi di Japan Fair dan acara provider Tri,” ucap Ismud.
foto koleksi JAKK-Inc
YANG LUCU DAN KONYOL DI RUMAH HANTU Banyak kejadian lucu dan konyol yang dialami para anggota Komunitas Rumah Hantu saat menggelar event, dari mulai pengunjung yang pingsan hingga rumah hantu jebol diterjang pengunjung yang histeris.Yang namanya pingsan karena kaget atau ketakutan, tutur Ismud, bukan hal yang aneh lagi. Suatu ketika, ujarnya, ada pengunjung wanita yang pingsan dan dengan reflek ditolong para hantu jadi-jadian. Begitu si wanita siuman, dia kaget melihat di sekelilingnya ada hantu jadi-jadian yang belum sempat menghapus make up saat menolongnya. Saking kaget, wanita itu pun pingsan lagi. Gara-gara kejadian itu, manajemen komunitas pun membuat peraturan, kru yang masih memakai dandanan hantu dilarang menolong pengunjung. Kisah konyol lainnya adalah saat rumah hantu jebol gara-gara peng unjung ketakutan. Dalam sebuah event, tutur Ismud, rombongan anak metal mencoba kengerian yang ditawarkan komunitas JAKK. “Yang namanya anak metal, kan, tahu sendiri gayanya kayak apa. Saat masuk mereka terkesan gagah berani, seakantidak kenal takut. Tetapi begitu di dalam, suara jeritannya kenceng banget, entah karena kaget atau ngeri. Kemudian, mereka lari tunggang langgang dan menabrak apa saja yang ada di depannya. Sampai-sampai rumah hantu kami jebol. Sejak kejadian itu kami membuat peraturan, untuk masuk ke rumah hantu tidak boleh banyak-banyak,” tutur Ismud sambil tertawa ngakak. Lain lagi cerita tentang cowok yang lari terbirit-birit karena ketakutan, meninggalkan pacarnya yang masih di rumah hantu. “Cerita ini emang lucu. Waktu masuk, justru si cewek yang kelihatan ketakutan. Sedangkan cowoknya seperti ‘jaim’. Tetapi begitu di dalam, justru cowoknya yang paling ketakutan, dan lari keluar meninggalkan ceweknya,” kisah Ismud. Tetapi ada satu peristiwa yang tak dilupakan Ismud yang jika mengingatnya hanya bisa tersenyum kecut. Pasalnya, dia ditendang seorang perempuan yang kaget melihat dirinya yang berdandan hantu merangkak dalam sebuah acara. –Diana Runtu/Inten Indrawati
a memang banyak yang berubah, tak hanya soal penampilan dan perilaku tapi juga aktivitas menjadi makin padat. Belum lagi, aku harus banyak belajar tentang halhal yang terkait lingkungan. Dengan begitu aku bukan sekadar senyumsenyum atau menjadi model belaka, melainkan juga memahami persoalan lingkungan yang sedang dihadapi. Setidaknya ketika orang berbicara masalah lingkungan, aku bisa memahaminya,” tutur Nita Sofiani. Saat di ajang Miss Earth International yang berlangsung di Filipina, Desember 2013, tutur Nita, masalah lingkungan dan isu-isu hangat terkait itu menjadi salah satu topik utama yang ditanyakan kepada finalis. Untungnya, kata gadis kelahiran Bandung, 8 Oktober 1992 ini, sekalipun persiapannya mengikuti event bergengsi ini sangat minim, berkat kerapnya ia mengikuti berbagai event lingkungan di daerah nya, ia menjadi agak melek soal isu lingkungan. “Para juri bertanya ke aku, apa saja isu lingkungan yang tengah hangat di Indonesia, bagaimana solusinya. Aku jawab, ada banyak isu lingkungan yang ramai dibicarakan di Indonesia, di antaranya adalah masalah banjir, global warming, dll. Aku juga menjelaskan, di Indonesia orang tidak hanya bicara atau sekadar berwacana tapi juga melakukan langkah-langkah penanganan masalah lingkungan. Misalnya, gerakan menanam sejuta pohon, membuat sejuta lubang resapan biopori, dll.,” tutur alumni Fakultas Sastra Inggris Universitas Kristen Maranatha Bandung ini. Dari kompetisi tersebut, Nita memang gagal membawa pulang mahkota Miss Earth International, namun ia berhasil menyabet tujuh penghargaan sekaligus. Beberapa di antaranya meraih medali emas dan perunggu. Berkat prestasi itu, Indonesia berada di urutan pertama negara peraih medali terbanyak bersama dengan Thailand, yang sama-sama meraih tiga medali (dua emas satu perunggu). Dari 89 negara peserta, hanya 28 negara yang berhasil meraih medali, Indonesia berada di peringkat pertama. Tujuh penghargaan yang diraih Nita antara lain; Miss Congeniality, Miss Earth National Costume, Best Teacher dan Miss Ever Bilena. “Aku juga dapat penghargaan Top Five Best Talent, Top Ten Evening Gown dan Miss Siama Hotel,” tutur Nita. Nita mengaku bangga atas hasil yang dicapainya, meski memang dia gagal menyabet mahkota utama. “Aku nothing to lose saja. Don’t expect anything. Tapi bukan berarti tidak berjuang. Aku sudah bertekad untuk tampil sebaik dan semaksimal mungkin. Dan, inilah hasilnya,” ucapnya.
TIGA MINGGU YANG BERAT Pertama kali ikut beauty pageant sebesar ini, membuat Nita agak terkaget-kaget dengan situasi kompetisi yang begitu ketat. Jadwal kegiatan yang begitu padat, dan berbagai materi yang harus dikuasai, membuatnya benar-benar harus fokus.
Bayangkan saja, ucap Nita, selama tiga ming gu karena padatnya agenda, tak jarang baru sampai di hotel antara pu k u l 2 3 .0 0 hi n g g a 24.00. “Itu pun tidak bisa langsung tidur karena harus bersih-bersih, khususnya make up. Jadi kadang baru bisa tidur pukul 01.00, itu pun hanya beberapa jam karena subuh harus sudah bangun dan siap-siap untuk beraktivitas kembali,” lanjutnya. Tak mengherankan, ujarnya, banyak peserta berjatuhan alias sakit dan ini sudah barang tentu mengurangi nilai. Nita merasa seperti lolos dari lubang jarum karena meskipun jadwal sangat sibuk dan hanya tidur hanya beberapa jam, tetap sehat. “Aku sadar ini kompetisi yang sangat ketat, terutama jadwal kegiatan, jadi aku berusaha mengatur diri sebaik mungkin. Aku
minum vitamin agar tetap bugar dan puji Tuhan aku bisa melaluinya. Teman-temanku banyak yang sakit,” katanya lagi. Kondisi ini, tutur Nita, bisa juga dimaknai sebagai ajang ujian mental dan kemampuan kita dalam mengatur diri sendiri. Lamanya masa karantina, ketatnya jadwal, banyaknya materi yang harus diikuti, semua itu sungguh melelahkan dan membuat lemas, karena waktu istirahat yang kurang. Tapi justru di sinilah ujiannya dan ini ada nilainya. Kontestan dinilai bagaimana memotivasi diri agar tetap semangat tiap hari. “Itu ada poinnya. Bagaimana kita memotivasi diri sendiri agar bisa tetap semangat tiap hari. Sejujurnya, ini suatu pembelajaran, melatihku, bagaimana agar tetap semangat dalam situasi yang sebenarnya kita sangat lelah dan lemas. Akhirnya aku jadi paham, kenapa dalam event internasional seperti ini, banyak kontestan sakit, rupanya karena hal-hal seperti ini,” jelas Nita. Meski suasana kompetisi sangat tinggi, tambahnya, Nita berusaha tetap santai, termasuk dia tetap bersikap ramah kepada para kompetitornya. Sikap positif yang ditunjukkan Nita ini, berbuah manis, karena ia berhasil menggondol salah satu penghargaan utama (major award) dalam ajang tersebut yaitu M i s s Fr i e n d ship. Nita mengaku sangat bersyukur m e n d a p a t kesempatan merasakan semua pengalaman berharga i t u . Te r u t a m a kesempatan nya lebih mem perkenalkan Indonesia di dunia inter nasional. Di sana, aku Nita, dia tidak hanya bicara soal lingkungan tapi juga berbicara tentang pariwisata Indonesia. “Waktu aku sebut asal dari Indonesia, mereka lantas menyebut oh Bali, Bali. Topik tentang Bali menjadi pembuka memperkenalkan Indonesia. Maklum, kebanyakan dari mereka hanya tahu Bali. Mereka suka Bali karena budaya dan pantainya. Lalu aku jelaskan, Indonesia bukan bagian dari Bali
tapi Bali adalah bagian dari Indonesia. Aku juga bilang, Indonesia memiliki banyak tempat indah, tidak hanya Bali. Tapi ada juga Raja Ampat di Papua atau Lombok dan daerah wisata lainnya,” jelasnya. Meski baru pertama kali ikut beauty pageant internasional, sesungguhnya ikut kontes kecantikan bukan hal yang baru baginya. Saat Miss Indonesia digelar tahun 2011 lalu, ia pun ikut serta mewakili Jawa Barat. Saat itu Nita hanya berhasil masuk 10 besar. “Waktu itu aku pikir, ya, sudahlah, prestasi 10 besar cukup lumayan juga. Tapi kemudian aku dapat info akan digelar Miss Earth Indonesia dan ini baru pertama kalinya digelar di Indonesia. Aku men
daftar dan puji Tuhan berhasil menang pada 17 Oktober lalu,” katanya. “Rasanya senang dan bahagia sekali,” ungkap Nita. Karena berhasil meraih gelar dalam kontes kecantikan telah menjadi mimpinya sejak remaja. “Dulu Miss Universe begitu populer. Aku pikir, alangkah serunya kalau bisa meraih itu. Ya, kenapa tidak? Jadi aku pun mulai ikut kontes yang kecilkecil, kemudian ke tingkat nasional. Puji Tuhan, akhirnya bisa masuk salah satu dari 10 finalis di Miss Indonesia, kemudian berhasil meraih Miss Earth 2013. Lalu, aku ikut beauty pageant internasional, dan mendapat tujuh penghargaan. Meski memang tidak berhasil mecapai Miss Universe seperti mimpiku, tapi rasanya capaian seka-
rang cukup luar biasa,” tutur Nita yang sejak menyandang Miss Earth Indonesia menetap di Jakarta. Karena banyak tugas yang harus dilaksanakan pula, membuat Nita terpaksa harus meninggalkan bisnisnya di bidang event planner. “Tugas ini lebih penting. Aku sudah bertekad untuk fokus dan melaksanakan sebaik-baiknya. Bisnisku tetap jalan, tapi bukan aku yang menangani, sudah didelegasikan. Jadi tidak masalah,” katanya. Namun begitu, agaknya Nita Sofiani tidak akan lama menyandang Miss Earth Indonesia 2013. Pasalnya, ada kemungkinan kontes Miss Earth Indonesia 2014 akan dipercepat pelaksanakaannya menjadi bulan Juni mendatang, padahal sebelumnya pertengahan Oktober. Itu artinya, hanya delapan bulan menyandang mahkota, atau tinggal lima bulan lagi. Apakah Nita kecewa dengan keputusan itu? Nita mengaku sudah mendengar kabar tersebut dan dia tidak kecewa. Alasan event dipercepat, tutur Nita, agar persiapan Miss Earth Indonesia 2014 dalam mengikuti ajang Miss Earth International, menjadi lebih matang. “Kebijakan ini adalah untuk kebaikan, jadi tidak apa-apa. Hal ini agar persiapan lebih matang. Tidak seperti saat saya ikut, 17 Oktober terpilih, November sudah berangkat ke Miss Earth International di Filipina. Masuk karantina sampai Desember. Persiapan hanya dua minggu, sangat minim sekali. Dengan persiapan lebih baik, diharapkan hasil yang dicapai pun menjadi lebih baik lagi,” ucap Nita. Setelah tidak menjadi Miss Earth lagi, tutur Nita, ia tetap akan menetap di Jakarta karena ada banyak program yang akan dia jalankan. “Di Jakarta ada banyak peluang yang bisa digarap, kalau ini kan hanya mahkota saja, yang penting adalah pengalaman yang didapat. Nantinya saya juga masih akan terlibat dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan El John Pageants. Di sini, tidak ada istilah mantan putri karena kami tetap dilibatkan dalam banyak kegiatan dan program yang dilaksanakan El John,” ucapnya. – Diana Runtu/Ratna Hidayati
INSPIRASI
4
3 - 9 Februari 2014
3 - 9 Februari 2014
MANDALIKA
Ketika Hotel Melia Bali Aktif Kampanye HIV/AIDS Hotel Melia Bali Indonesia disebut-sebut sebagai salah satu perusahaan yang peduli dalam penanggulangan HIV/AIDS. Program-programnya dalam penanggulangan HIV/AIDS dilakukan berkesinambungan. Karena itu pula, Hotel Melia Bali Indonesia mendapat Juara I tingkat Provinsi Bali dan Penghargaan Perak di tingkat nasional sebagai perusahaan yang aktif dalam penanggulangan HIV/AIDS. Adalah I Wayan Diana, yang berada di balik kegiatan-kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan yang digelontorkan Hotel Melia Bali Indonesia.
S
e b a g a i Pe r s o n n e l Coordinator Human Resources Department, sejak 1994 Wayan Diana kerap mewakili perusahaannya dalam undanganu ndangan seminar atau pun pelatihan terkait HIV/AIDS yang dilaksanakan pemerintah. “Awalnya saya mengikuti pelatihanpelatihan itu hanya sebatas kewajiban. Namun, lama-kelamaan karena sering bertemu narasumber dan orang-orang di LSM ini seperti Prof. Mangku Karmaya, Dewa Suyetna, dan Mercya Soetanto, secara pribadi saya merasakan ada kekhawatiran dan jiwa saya terpanggil untuk turut menekan penyebaran virus ini,” ujarnya. Hatinya semakin tersentuh ketika sempat mengunjungi anak-anak sebuah panti asuhan yang ditinggal mati orangtuanya karena HIV/AIDS. Juga, melihat penderita HIV/AIDS (ODHA) di Sal Nusa Indah RSUP Sanglah. “Para ODHA ini terlihat sangat tersiksa menunggu ajalnya. Saya hanya ingin agar tak banyak lagi masyarakat terinfeksi virus mematikan ini,” imbuhnya. Setelah melalui pelatihan dan pendidikan khusus, sekitar tujuh tahun lalu Wayan Diana menjadi konselor. Sejak itu, ia kerap memberikan penyuluhanpenyuluhan yang berisikan materi HIV/AIDS, mulai dari apa itu HIV/AIDS, bagaimana penularannya, bagaimana penanganannya, hingga penanganan ODHA yang meninggal. Tujuannya, agar para peserta pelatihan mengetahui, memahami, dan akhirnya bisa membentengi dirinya agar tak sampai terkena virus ini. Dalam pelatihan tersebut juga diulas bagaimana penanganan ODHA
Penyuluhan HIV/AIDS kepada karyawan di sela-sela kegiatan kerja
sehingga bisa memperpanjang usia harapan hidup dan yang paling penting tak sampai menularkannya kepada yang lain. Ka rena itu pula, Wayan Diana getol membujuk masyarakat untuk melakukan tes HIV. Program HIV/AIDS ini pun ia masukkan dalam bagian pelatih an yang berada di bawah HRD dan diberikan kepada seluruh karyawan Hotel Melia Bali Indonesia. Tiap hari dilatih 40 karyawan, begitu seterusnya sampai semua kebagian. “Tak hanya karyawan, para karyawan magang pun tak luput dari program ini. Alangkah baiknya juga jika program ini diberikan kepada anak muda karena mereka juga termasuk berisiko,” ungkap Wayan Diana. Mendapat dukungan penuh dari pihak manajemen hotel, program HIV/AIDS ini pun dikembangkan ke eksternal. Dimulai dari pemberian penyuluhan ke banjar-banjar dan di desa sekitar. Hingga terbentuklah Kader Desa Peduli HIV/AIDS (KDPA) di Kelurahan Benoa. “Mereka yang aktif di Karang Taruna ini kami didik
dan biayai untuk mendapatkan pedalaman program ini. Sampai sekarang mereka aktif sekali. Program kami ini pun didukung Ketua KPAD Badung waktu itu Bapak Sudikerta,” ucapnya. Wayan Diana juga membentuk KDPA di desanya, Banjar Padang Sumbu Kelod, Desa Padang Sambian Kelod, Denpa sar, yang meru pakan binaan Hotel Melia Bali Indonesia. Dalam pengukuh an KDPA Desa Padang Sambian Desember 2013 lalu, diisi dengan tes HIV. Wayan Diana menjadi salah satu pesertanya. Dengan partisipasinya, ia ingin menyampaikan kepada masyarakat akan pentingnya tes HIV ini dilakukan untuk pendeteksian awal. Karena dalam pengamatannya selama ini, masih banyak masyarakan yang takut dan malu melakukan
Penyuluhan HIV/AIDS kepada anak-anak panti asuhan
tes HIV karena stigma yang melekat. “Selain itu, Hotel Melia Bali Indonesia juga pernah memberikan bantuan kepada keluarga ODHA di Singaraja dan ODHA di Mengwi bersama tamu hotel,” ujarnya. Ia mengisahkan, banyak hambatan ditemui dalam menjalankan program ini. Misalkan dari 200 orang target undangan, yang hadir paling banter 50 orang. Ini dianalisanya karena terbentur waktu. Karena itu, Wayan Diana mencoba celah lain agar bisa masuk ke masyarakat dengan masuk ke rapat-rapat PKK atau saat ada paruman di banjar. Agar lebih membuka kesadaran masyarakat akan bahaya virus ini, pihak Hotel Melia Bali Indonesia mengundang Bendesa Adat Bualu untuk diberikan penyuluhan. Dalam kegiatan tersebut, dihadirkan wanita pekerja
seksual dan ODHA. “Kami se ngaja menghadirkan mereka ini agar memberikan testimoni dan memperkuat materi-materi yang kami sampaikan. Harapan kami, peserta lebih termotivasi untuk peduli terhadap masalah ini dan selanjutnya bisa disebarluaskan,” ujar Wayan Diana. Dalam pengakuan wanita pekerja seksual itu terungkap, mereka kerapkali menyarankan memakai pengaman (kondom) kepada pembelinya, namun se ring diabaikan. “Saya datang ke sini kan mencari enak, kalau pakai kondom tidak enak,” demikian kata-kata yang diluncurkan para lelaki hidung belang yang gemar “jajan”. Yang paling memprihatinkan, wanita pekerja seksual itu juga mengaku, pelanggannya banyak remaja usia SMP, yang cukup mengejutkan semua pihak termasuk Kadis Kesehatan I Wayan Badung. Penyebaran virus ini memang
I Wayan Diana
tak pandang bulu, tak pandang usia, dan profesi. Itu baru peng akuan dari wanita pekerja seksual yang memang sudah dalam pemantauan pihak-pihak terkait. Masih banyak yang berprofesi sama namun bergerak secara terselubung, seperti cewek or deran yang konon terorganisir dengan rapi. Ini menurut peng ak ua n seorang teman Wayan Diana. Hanya dengan modal Rp 300-500 ribu bisa mendapatkan cewek orderan yang masih berusia SMA. Mereka pun datang ke penginapan-penginapan yang bisa disewa short time berkend araa n mobil senilai di atas Rp 100 juta. “Jika kita sudah tergabung dalam lingkungan itu, baru bisa mengaksesnya,” ungkapnya. Perilaku seksual remaja dan masyarakat seperti ini tentunya sangat rentan dengan penularan HIV/AIDS. Ini menjadi PR besar bagi kita semua. Karena itu, Wayan Diana mengatakan tes
HIV sangat penting dilakukan semua orang. Karena tak hanya orang-orang berisiko tinggi saja yang bisa kena, melainkan semua orang berisiko termasuk ibu rumah tangga, bisa tertular melalui pasangannya (sumi/istri), melalui pisau cukur atau jarum suntik yang tak steril. Terkait program HIV/AIDS ini, Hotel Melia Bali Indonesia secara berkala mengulang kembali memberikan penyuluhanpenyuluhan kepada karyawannya, karyawan magang baru, dan juga pelatih. Selain itu, kegiatan ke banjar-banjar pun terus berjalan. “Dalam waktu dekat ini kami juga merencanakan akan membagikan kondom ke kompleks-kompleks prostitusi. Hotel Melia Bali Indonesia berkomitmen membantu pemerintah melakukan penang gulangan HIV/AIDS, baik di internal perusahaan maupun di Diana masyarakat luas,” ujarnya. –Inten Indrawati/Ratna Hidayati
21
Keluarga Baru Wajib Buat Talassaq Pulau Bungin yang disebut-sebut sebagai pulau terpadat di dunia, terletak di perairan laut Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Tepatnya berada di sebelah utara Pulau Sumbawa dan secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Alas. Beragam keunikan ada di pulau ini. Mulai dari kepadatan penduduknya yang terhitung empat orang untuk setiap 100 meter persegi. Sedangkan jarak antarrumah penduduk yang tertata rapat terbilang sangat mepet hanya berjarak sekitar 1 meter - 1,5 meter antarrumah. Mereka semua tinggal di pulau seluas lebih kurang 8 hektar ini.
K
eunikan lainnya adalah penghuni pulau ini merupakan keturunan Suku Bajo Sulawesi Selatan. Karena itu, meski mereka tinggal di wilayah Sumbawa warga Bungin memakai Bahasa Bajo. “99% warga Bungin bersuku Bajo,” kata Sofyan salah seorang Tokoh Masyarakat di Pulau Bungin. Tidak itu saja, sejarah terbentuknya Pulau Bungin juga terbilang unik. Secara turun-temurun masyarakat Pulau Bungin menyimpan cerita tentang asal-usul leluhur mereka di pulau ini. Dahulu, ketika nenek moyang mereka yang berasal dari Bajo Sulawesi Selatan memilih tinggal di pulau tersebut untuk alasan keamanan, menghindari perampok dan pencuri yang selalu mengganggu istri-istri dan keluarga para nelayan. “Ceritanya berawal dari pendatang asal Bajo yang tinggal di sini dan menetap di Pulau Panjang, sekitar Pulau Bungin. Namun, karena kesulitan air bersih mereka pun berpindah ke Bajo Rai yang
letaknya di daratan Labuhan Alas sebelah utara. Di sanalah mereka akhirnya menetap. Setiap sore tiba, para penduduk yang bermata pencaharian sebagai nelayan ini mulai turun melaut hingga pagi tiba. Jadilah kampung ini tanpa lelaki setiap malamnya,” ungkap Sofyan. Hal ini mengundang para penjahat, perampok dan pencuri yang mengganggu istri dan keluarga serta merampas harta benda mereka. Ini terus menerus berlangsung sehingga terasa sangat mengganggu dan para suami yang melaut ini merasa khawatir dan was-was meninggalkan keluarga tiap kali turun melaut. Inilah yang kemudian mendorong salah seorang tokoh di tempat tersebut yang juga seorang pelaut , dan dikenal dengan nama Panglima Mayo. Ia mendatangi sebuah gundukan pasir putih di tengah laut perairan Sumbawa itu yang luasnya tidak seberapa untuk kemudian mengumpulkan karang-karang mati untuk dijadikan
tempat tinggal. Ia adalah seorang pejuang asal Sulawesi Selatan dan orang pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Bungin ini. Konon, sekitar tahun 1818, ia adalah seorang pemberani yang dikenal ditakuti oleh para perompak dan penjahat perairan. Keunikan budaya yang dimiliki pulau ini akhirnya ditampilkan di Museum Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu dalam sebuah event bertema Pameran Warisan Budaya Pulau Bungin. Pameran ini menampilkan keunikan tradisi Pulau Bungin yang terlihat dalam jenis-jenis peralatan nelayan, warisan Panglima Mayo berupa Pataka Perang. Surat-surat dari anak Panglima Mayo ketika dalam pengasingan di Meulaboh yang dituliskan dalam aksara arab dan pernak-pernik pengobatan tradisional Tiba Raki. Selain itu, dipamerkan pula perlengkapan nelayan seperti lesung kuno, perahu bercadik satu, jaring dan jala, alat penangkap kerang mutiara, tombak penangkap hiu, buaya dan penyu beserta buaya dan penyu hasil tangkapan yang diawetkan. Ada juga tiang rumah panggung, batu pondasi rumah panggung, dan beberapa benda-benda warisan budaya lainnya seperti pecahan keramik peninggalan permukiman suku Bajo di Pulau Panjang dan sekitar Selat Alas ketika gunung Tambora meletus tahun 1815 Masehi. Keunikan budaya Pulau Bungin juga terletak pada kearifan lokal yang oleh penduduknya masih dipertahankan hingga saat ini. “Pulau Bungin dikenal dengan salah satu kearifan lokal masyarakat yang mereklamasi permukiman meng-
gunakan susunan bebatuan karang laut. Proses ini sudah berkembang sejak lama dan turun-temurun hingga menjadi salah satu syarat bagi pemuda yang hendak melamar calon istrinya,” ungkap Wakil Gubernur NTB, HM. Amin saat membuka pameran ini beberapa waktu lalu. Kearifan lokal itu mewajibkan tiap keluarga baru atau pasangan yang ingin menikah terutama pihak laki-laki yang memilih akan menetap di sini, memiliki kewajiban membuat daratan baru dari karang-karang mati yang diambil dari sekitar lokasi pulau Bungin. “Mereka harus bersedia dan wajib menyiapkan lokasi untuk rumah mereka nantinya,” kata Sofyan. Dalam aturan adat tentang perkawinan warga Bungin, yang telah disepakati bersama, diatur pasangan muda-mudi yang hendak menikah wajib membangun lokasi sendiri untuk mendirikan rumah mereka. Mereka diwajibkan membuat fondasi rumah dari batu karang yang disebut talassaq. Butuh waktu tujuh bulan hingga satu tahun bagi seorang laki-laki Bungin untuk mengumpulkan batu karang untuk ditumpuk pada sisi luar pulau yang telah ditentukan dengan luas sekitar 7 x 12 meter persegi. “Setelah lokasi baru ini terbentuk, barulah mereka boleh menikah dan mendirikan rumah dan aturan turun-temurun di pulau ini, dan ini wajib hukumnya”, ujar Sofyan. Dalam pengumpulan karang-karang ini, calon mempelai dibantu oleh keluarga dan masyarakat secara bergotong royong.
Penduduk Bungin sangat mencintai pulaunya. Mereka yang telah turun-temurun tinggal di sini tidak pernah berpikir untuk membeli tanah dan pindah rumah ke daratan. Mereka akan tetap bertahan di sana dan terus memperluas areal pulau Bungin dengan cara reklamasi alami dari batu karang. Hanya saja, ujar Sofyan, pada bagian selatan pulau ini sudah tidak bisa sama sekali direklamasi karena sudah sangat dalam. Di bagian timurnya, hanya bisa menambah hingga beberapa rumah saja. Sedangkan di bagian utara masih tersisa lahan yang bisa diperluas dengan tumpukan batu karang sekitar 20 rumah. Dan, bagian barat yang rupanya masih bisa terus berkembang seluas setengah dari pulau ini. Jika demikian, tampaknya pada akhirnya luas pulau Bungin tidak akan lebih dari 16 hektare. Uniknya lagi di pulau ini tidak tampak pepohonan apalagi rerumputan. Hanya ada beberapa pohon kelapa yang tidak tinggi karena sengaja dipangkas oleh penduduk untuk menghindari jatuhnya buah kelapa di atap-atap rumah penduduk yang padat. Hal inilah yang membuat hewan seperti kambing di pulau ini tidak pernah menikmati makan rumput atau tumbuhan lainnya. Namun begitu, salah satu keunikan dari Pulau Bungin yang telah hilang adalah lokasinya yang kini tidak lagi berada di tengah laut karena sejak 2005, telah dibangun jalan yang menghubungkan daratan Alas dengan pulau Bungin yang bisa ditempuh dengan waktu 30 menit. -Naniek I. Taufan/Inten Indrawati
NINE
20
3 - 9 Februari 2014
Dr. Hj. Siti Maryam Salahuddin
Penyelamat Dokumen Langka Berkunjung ke rumah Dr. Hj. Siti Maryam Salahuddin, mantan birokrat dan budayawan Nusa Tenggara Barat, rasanya seperti berkunjung ke sebuah museum. Dinding-dinding rumahnya dipenuhi foto-foto lama berbagai aktivitasnya saat merintis daerah NTB. Banyak pula foto-foto dokumentasi Kesultanan Bima. Tidak itu saja, buku-buku dan kitabkitab tua tersusun di lemari-lemari tua miliknya.
Hj. Siti Maryam membaca manuskrip Kesultanan Bima bersama Gubernur NTB DR. TGH. M. Zainul Majdi
L
ewat foto-foto yang terpajang di dinding dan kitab-kitab tersebut, jejak-jejak sejarah Kesultanan Bima dan Nusa Tenggara Barat jelas terlihat. Sementara, di bagian lain ruangan rumahnya di Jalan Gajah Mada Bima, bertumpuktumpuk buku, kertas, undangan dan koran di atas meja. Rumah ini seperti museum penuh dengan kumpulan sejarah, yang tentulah harganya tak ternilai. Siti Maryam Sultan Salahuddin adalah anak ketujuh dari sembilan bersaudara (Siti Fatimah, Siti Aisyah, Siti Khadijah, Siti Kalisom, Siti Saleha, Abdul Kahir, Siti Maryam, Siti Halimah dan Siti Jauhara) yang lahir 13 Juni 1927. Dilahirkan sebagai seorang putri dari Kesultanan Bima, Siti Maryam menyimpan banyak kenangan masa kecilnya. Hidup di lingkungan istana jelas berbeda dengan rakyat biasa. Namun, meski bergelar Ina Ka’u Mari, ia tetap bersahaja, menjalani kebiasaan masa kecilnya tak beda dengan anak-anak lainnya. Sejak kecil, Siti Maryam telah menunjukkan keaktifan yang luar biasa. Berbagai kegiatan termasuk kegiatan sosial ia geluti. Ia “gila” belajar sejak masa kanak-kanaknya hingga usia sepuh. Ia menjadi wisudawan Doktor tertua di Indonesia yang pernah diwisuda oleh Universitas Padjajaran pada Wisuda Unpad lulusan Gelombang I Tahun Akademik 2010/2011, dengan IPK 3,44. Ia memang sangat aktif. Bahkan, ketika menjadi birokrat di NTB, terbilang dialah satu-satunya pe jabat perempuan yang begitu tenar. Karena itulah sarjana pertama NTB jebolan Universitas Indonesia yang diwisuda Presiden RI pertama, Ir. Soekarno tahun 1960 ini, pernah meraih penghargaan dari Presiden RI ke-2, Soeharto sebagai Asisten Gubernur perempuan pertama di Indonesia, tahun 1974. S������������������������������� osok aktif yang nyaris tak pernah buang-buang waktu ini, selalu mengisi mengisi waktunya dengan hal-hal yang positif. Waktu, bagi Siti
Maryam adalah hal yang paling istimewa. “Sebagai perempuan, beliau adalah tokoh yang patut diteladani oleh generasi sekarang. Beliau tidak sekedar birokrat belaka. Bukan PNS semata yang terjebak pada ’rutinitas administratif’. Beliau berorganisasi, dan terjun dalam kegiatan sosialbudaya,” ujar Gubernur NTB, DR. TGH. M. Zainul Majdi, MA., memberi apresiasi yang tinggi terhadap Siti Maryam, dalam satu kesempatan wawancara. Siti Maryam banyak bertindak dan menelorkan gagasan-gagasan untuk kemajuan NTB khususnya dan bahkan Indonesia. Boleh dibilang ia adalah salah satu tokoh perempuan di negeri ini yang berpikir maju dan mau bertindak. Aktivitas dan perjuangannya dalam banyak hal bagi kemajuan daerah ini, telah ia mulai sejak masa kepemimpinan Gubernur NTB yang pertama, R.A.A Ruslan Cakraningrat, menyusul Wasita Kusumah hingga H. Gatot Suherman, saat ia aktif sebagai birokrat. Aktivitas itu tidak berhenti manakala ia pensiun sebagai PNS, melainkan berlanjut hingga daerah ini berganti Gubernur. Nama dan berita tentang aktivitas positifnya, masih terus terdengar di masa daerah NTB dipimpin Gubernur Drs. Warsito, Drs. Harun AlRasyid, Drs. HL. Serinata dan kini di masa kepemimpinan TGH. M. Zainul Majdi, MA., ia masih setia menyumbangkan pikiran dan tetap aktif dalam kegiatan, kebudayaan dan sosial kemasyarakatan. Mantan Gubernur NTB, Drs. HL. Serinata menyebutnya sebagai ”sesuatu yang langka” yang dipunyai NTB. “Tidak banyak sosok seperti beliau yang mau mendedikasikan dirinya bagi kepentingan orang banyak hingga usia tuanya,” ujar mantan Gubernur NTB ini. Perjalanan karir dan pandangan hidup Siti Maryam sangatlah penting bagi daerah NTB, mengingat jasajasanya yang besar terhadap ilmu pengetahuan, pemerintahan dan kemasyarakatan. Meski usianya kini
sangat sepuh, ia masih rajin bolakbalik Bima-Jakarta untuk mengurus banyak hal. “Ya, mengurus museum, mengurus organisasi, mengurus naskah-naskah kuno itu agar terselamatkan hingga mengikuti kegiatankegiatan lainnya,” ungkap Dr. Hj. Siti Maryam Salahuddin. Sejak memutuskan untuk memelihara dan mempelajari naskahnaskah kuno peninggalan Kesultanan Bima, Siti Maryam larut dalam kegiatan penyelamatan manuskripmanuskrip bersejarah itu. Sebagian waktunya ia habiskan untuk mencari dan mengumpulkan kembali potongan-potongan naskah tersebut di berbagai tempat. Tangan dingin Siti Maryam membenahinya dengan sabar, tekun dan telaten. Ia kumpulkan lembaran, potongan, sobekan bahkan sisa-sisa naskah-naskah lusuh tersebut dari satu ruang ke ruang lain, dari satu sudut ke sudut lain Istana Kesultanan Bima yang kala itu tidak lagi berfungsi karena pemerintahan menjadi Swatantra bukan Swapraja lagi. Ia menelusuri segala bentuk naskah yang masih bisa diselamatkan, mendatangi pihak-pihak yang kira-kira menyimpan naskah kuno untuk mendapatkan kepastian tentang cerita sejarah yang lebih lengkap. Usahanya tak sia-sia, salah satu naskah tersebut masih tersimpan di rumah salah seorang keturunan Gelarang Maria Kecamatan Wawo, tahun 1989. Lembar demi lembar naskah yang kondisinya sudah memburuk itu dirawatnya. “Naskah ini harus dirawat dan dijaga. Jangan sampai sejarah putus jika naskah-naskah ini musnah,” ungkapnya. Pekerjaan yang rumit dan me nguras energi ini ditekuni dengan sabar. Lembar demi lembar naskahnaskah ini dikumpulkannya, dalam kondisi berdebu, robek, buram dan tercerai berai. ”Sungguh menyedih kan kondisinya saat itu. Rata-rata sudah rusak,” ujarnya. Dari naskahnaskah tersebut, ada yang tulisannya masih bisa terbaca, tapi banyak yang tidak bisa dibaca lagi, bahkan ada yang sudah hancur, terutama naskah-naskah yang tertulis dalam huruf Bima. Ia menemukan naskahnaskah tersebut di dalam sebuah lemari dan berserakan di mana-mana. Ia juga merapikan naskah Al-Quran lama 30 juz yang belum diketahui tahun pembuatannya itu yang ditemukan dalam keadaan berantakan. Ia menyimpan naskah Al Quran yang kertasnya sudah sangat rapuh itu dan halamannya tidak beraturan dengan dibungkus kertas koran yang kemudian ia ikat dengan tali rafia. Naskah-naskah yang rusak dimakan usia itu salah satunya Al Quran tulisan tangan yang berusia 200-an tahun bernama La Lino. Ia menemukannya tahun 1980 dengan susunan surat yang kacau-balau. ”Kalau saja tidak cepat diselamatkan, pastilah
INSPIRASI
3 - 9 Februari 2014
Prediksi Tahun Kuda Kayu 2014
5
Hadap Selatan Hati-hati Tak terasa tahun Ular Air telah selesai dan kini kita memasuki tahun Kuda Kayu 2014. Apa yang kira-kira terjadi pada Indonesia di tahun Kuda Kayu, bagaimana situasi perekonomian, kehidupan sosial masyarakat, apa yang harus diwaspadai dan diantisipasi? Bagaimana kondisi Bali di tahun Kuda Kayu? Master Feng Shui, Gunadi Wijaya dengan
Hj. Siti Maryam menrima penghargaan sebagai Perempuan Peduli Arsip dari Badan Arsip Nasional
dalam waktu setahun kemudian La Lino akan hancur tak berbekas,” ujarnya. Atas usaha dan keseriusannya menyelamatkan warisan Kesultanan Bima berupa manuskrip-manuskrip yang bernilai sejarah tinggi, ia pernah mendapat penghargaan dari Badan Arsip Nasional sebagai Perempuan Peduli Arsip, tahun 2010. Seluruh naskah kuno dan kitab-kitab berharga itu, kini tersimpan dalam Museum pribadinya bernama Museum Samparaja Bima. Selain itu, ia turut aktif dalam perjalanan sejarah transportasi udara di NTB. Kala itu, transportasi masyarakat dari Sumbawa menuju Dompu dan Bima, masih ada yang menggunakan kuda. Mobil-mobil angkutan yang jumlahnya tidak banyak juga harus melewati jalanjalan yang rusak dan tidak terawat. Hatta itu jalan negara. Pembangunan infrastruktur jalan di pulau ini kala itu belum tersentuh dengan serius. Jalan raya yang ada adalah jalan peninggalan Belanda. Sebagai provinsi berusia muda, Pemerintah Daerah NTB, belum mampu sepenuhnya membenahi kebutuhan transportasi ini. Konsentrasi pembangunan masih sebatas hal-hal yang bersifat prioritas saja. Jalan berliku dan tanjakan serta turunan yang tajam dengan kondisi jalan yang rusak parah berkerikil itu membuat Siti Maryam mesti mencari cara untuk memajukan daerahnya. “Untuk sampai ke Bima dari Mataram, butuh waktu lebih dari 22 jam kala itu,” ujarnya. Keadaan ini sangat menghambat tugas-tugas dinasnya, karena itu menjadi pemikiran serius. Sebenarnya bukan hanya tugas kantor dan kenyamanannya sendiri yang dipikirkannya, ia juga berpikir perkembangan masyarakat di Pulau Sumbawa. Masyarakat di Pulau Sumbawa menjadi lambat berkembang bila akses transportasi masih sulit. Setelah memikirkan hal ini dengan cermat, Siti Maryam yang baru dua tahun bertugas di NTB (tahun 1966) pada zaman pemerintahan Gubernur R.A.A Ruslan Cakraningrat, mengusulkan kepada gubernur agar mengusahakan Bandar Udara di Bima bisa diaktifkan kembali. Usulan ini disampaikan karena ia telah membaca dan mengetahui bahwa dalam Rencana Pembangun an Semesta Berencana Republik Indonesia, Kalimantan akan segera diberikan empat buah pesawat per intis untuk membuka akses transportasi antardaerah. Karena itu diusulkannya kepada gubernur, agar
NTB bisa diberikan dua pesawat serupa untuk membuka akses trans portasi ke Pulau Sumbawa. Usulan ini bukannya tanpa alasan mengingat di Bima telah ada lapangan udara. “Syukurlah jika dua dari empat pesawat perintis tersebut bisa diberikan kepada NTB,” katanya kala itu. Rupanya usulannya diterima baik oleh gubernur, yang kemudian membuat surat pengantar yang harus dibawanya ke Jakarta di Kantor Pusat Merpati yang saat itu baru beroperasi. Kebetulan saat itu ada pesawat yang mendarat di Mataram dan ia ikut penerbangan menuju Jakarta, membawa harapan melalui surat gubernur di genggamannya. Pesawat yang ditumpanginya adalah pesawat kecil jenis capung yang isi nya hanya tiga orang, pilot, co-pilot dan Siti Maryam. “Untuk masuk ke dalam pesawat, melewati sayap karena tidak punya tangga,” ujarnya tertawa. Sesampai di Kantor Merpati Jakarta, dengan percaya diri ia melangkahkan kaki menuju Kantor Besar Merpati. Kebetulan salah seorang Direktur Merpati, yaitu Direktur Komersilnya adalah kawannya. Berbekal surat dari Gubernur NTB, dengan sigap ia pun melobi Merpati agar mau membuka akses NTB dengan satu atau dua pesawat. Rupanya gayung bersambut, pihak Merpati bergerak sangat cepat dan langsung melakukan survei ke Bima NTB. Akhirnya, Merpati menyetujui dengan memberikan dua pesawat jenis Porter Pilatus kecil berisi enam penumpang, rute Mataram-Bima pulang pergi. Untuk itu, serta-merta lapangan udara harus disiapkan. Siti Maryam yang waktu itu masih bertugas di Bima mengerahkan 10.000 tenaga kerja masyarakat dari tiga kecamatan yakni Belo, Woha dan Monta untuk bergotong-royong membersihkan dan meratakan lapangan terbang bekas peninggalan Jepang yang dulu bernama Pali Belo (sekarang bernama Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin). Dalam waktu beberapa hari lapangan terbang ini sudah siap didarati. Siti Maryam, kini aktif dalam berbagai kegiatan. Ia tidak bisa berdiam diri. Hari-harinya selalu dipenuhi aktivitas. Fisiknya yang terus menua, seperti tak ingin menyerah. Dalam sebulan, ia bisa tiga kali bolak-balik Bima Mataram untuk berbagai ke giatan. Meski jalannya sudah tidak lagi tegak, meski matanya sudah tidak tajam lagi melihat, namun semangatnya tetap menyala. —Naniek I. Taufan/Inten Indrawati
keahliannya berusaha membacanya.
Gunadi Wijaya
“S
ecara umum, perhitungan astrologi Cina menggunakan kalender berbasis matahari (kalender solar) dan kalender berbasis bulan (kalender hijriah). Jika menggunakan kalender berbasis matahari, pergantian tahun 2013 ke 2014 terjadi pada 4 Februari 2014 pukul 05.00 Wib. Jika menggunakan ka lender berbasis bulan, tahun kuda kayu dimulai pada 30 Januari 2014 pukul 24.00 Wib seh ingga 31 Januari pukul 00.00 adalah hari pertama Kuda Kayu,” jelas Gunadi. Ada sejumlah hal penting yang dilihat Gunadi bakal terjadi di tahun ini di antaranya tentang situasi politik yang berlangsung seru dan panas. Maklum, tahun ini adalah tahun politik, akan digelar dua perhelatan besar, yakni pemilihan anggota legislatif pada April dan pemilihan presiden pada Juli. Kasus-kasus hukum besar juga akan terkuak, Komisi Pemberantasan Korup si masih akan berjaya, dan para pengacara akan panen karena banyak mendapat klien. Meskipun secara umum, kondisi Indonesia kurang begitu baik, agaknya untuk Bali hal itu tidak berpengaruh. Malah Gunadi meyakini kalau
perkembangan Bali di tahun Kuda Kayu 2014 lebih bagus dibanding tahun Ular Air 2013. “Perkembangan Bali bagus tahun ini, baik itu situasi perekonomiannya, sosial maupun keamanan. Hal ini karena adanya energi positif yang melindungi Bali,” ujar Gunadi. Meskipun kondisi relatif baik, bukan berarti menjadi le ngah. Kewaspadaan terhadap keamanan harus tetap tinggi, jangan kendur. Sebagaimana diketahui, akhir-akhir ini aparat keamanan melakukan sejumlah pe nangkapan terhadap terduga teroris di berbagai tempat. Hal ini tetap harus diwaspadai pihak keamanan Bali, jangan kendurkan kewaspadaan. Ka rena dari yang dilihat Gunadi, tetap ada upaya-upaya orangorang tak bertanggung jawab untuk masuk ke Bali dengan tujuan mengacau. “Waspadai bulan Februari atau Juni,” ucapnya. Kewaspadaan ini, tuturnya, bukan hanya ditujukan pada pihak aparat keamanan tapi juga seluruh masyarakat. Kabar baiknya adalah, lanjut Gunadi, akan banyak turis dari Timur yang akan datang di Bali. Turis dari Eropa akan banyak mampir di Bali. Sedang dari Jepang, Cina, Taiwan yang sebelumnya cukup banyak, akan menurun karena faktor ekonomi di negaranya masing-masing. “Usaha-usaha informal akan berkibar, se perti industri garmen, suvenir, kerajinan, dll.,” katanya. Hanya saja yang harus di waspadai adalah Tahun Kuda membawa energi penyakit untuk yang menghadap ke selatan. Jadi mulai dari Pe labuha n Ratu, Banyuwangi, hingga Bali, akan banyak mengalami masalah kesehata n. “ Jadi masyarakat Bali siapsiap tahun ini kesehatan akan banyak masalah, banyak penyakit. Masyarakat kembali ke alam. Peringatan ini agar masyarakat lebih peduli ter-
hadap kesehatan, kebersih an lingkungan, lebih banyak mengonsumsi makanan sehat, serta perbanyak berolahraga. Di sisi lain, karena kesehat an menjadi masalah, bisnis pusat-pusat kesehatan, klinikklinik kesehatan, obat-obatan yang menawarkan kesehatan akan tumbuh subur,” jelasnya panjang-lebar. Seks Bebas dan Perselingkuhan Yang juga menarik terkait hal-hal yang bakal terjadi di tahun Kuda Kayu adalah maraknya seks bebas dan perselingkuhan, khususnya yang dilakukan oleh pasangan suami-istri. Terkait seks bebas, ucap Gunadi, sebaiknya para orangtua yang memiliki anak-anak perempuan yang belum menikah atau usia muda, lebih meningkatkan kewaspadaannya. Karena dalam penglihatannya, tahun ini akan banyak atau menonjol pelaku seks bebas adalah perempuanperempuan berusia muda. Hal lain yang juga cukup menonjol adalah banyak nya kasus perselingkuhan, hubungan rumah tangga yang tidak harmonis, juga harus diwaspadai. “Pasangan suamiistri sebaiknya saling setia, saling mendukung pasangan masing-masing. Jangan lalai, kalau tidak ingin menyesal,” tegas Gunadi. Untuk kalangan seniman, budayawan, tahun ini akan berjalan baik terkait perkembangan seni dan budaya. Kesadaran masyarakat untuk mengangkat sosial-b udaya Indonesia yang beragam
makin meningkat. Bisnis yang terkait sosial-budaya juga akan berkembang bagus di tahun ini. – Diana Runtu/Ratna Hidayati Bisnis Hiburan dan Makanan Berjaya Bagi sebagian orang, tahun 2014 bisa jadi akan berlangsung keras dalam hidupnya, lebih dari tahun 2013 lalu. Dari sisi bisnis misalnya, me reka yang bergerak di bidang bisnis formal hendaknya waspada, karena tahun Kuda Kayu akan banyak menemukan hambatan yang signifikan. “Mereka yang berada di sektor formal akan jungkirbalik. Antara April-Oktober, sektor formal akan berat. Akan banyak orang stres. Mereka yang berkibar justru yang berada di sektor informal, khususnya entertainment. Ini mungkin ada kaitannya, ya, karena akan banyak orang stres sehingga membutuhkan hiburan,” ujar Gunadi Wijaya. Sektor yang bakal berjaya di tahun Kuda Kayu antara lain, tempat hiburan, tempat makanan dan minum dan toko, industri jasa, rekreasi, perjalanan dan pariwisata, supermarket, perhiasan, produk terkait anak-anak, toko barang antik, pusat-pusat perawatan kesehatan, rumah sakit, jamujamuan dari Cina, makanan kesehatan, dll. “Yang berbau dunia hiburan tahun ini akan bagus, termasuk para artis,” tambahnya. Menurut Gunadi, situasi perekonomian Indonesia jika melihat peta kelahiran Indo-
nesia (17 Agustus 1945 pukul 10.15), secara umum tidak sebagus tahun 2013. Banyak investor yang mau investasi di Indonesia bersikap wait and see, apalagi jika dikaitkan bahwa tahun ini adalah tahun politik. Guna mengantisipasi larinya investor dan turunnya bisnis di sektor formal, pemerintah harus berusaha keras dan aktif menawarkan macam-macam insentif kepada para investor, begitu juga kalangan industriawan yang harus giat membuat berbagai inovasi. Tanpa melakukan hal tersebut, tahun ini akan sangat berat bagi para pelaku ekonomi. “Para pelaku ekonomi, perlu banyak mencoba melakukan manuver dan inovasi baru terkait bisnis mereka. Salah satu yang cukup berat adalah rupiah yang makin melemah sehingga tak banyak yang bisa dilakukan. April hingga Oktober akan berat bagi pelaku bisnis. Jadi kata kuncinya, pemerintah harus bekerja keras menyelamatkan perekonomian negara,” tandas pemimpin Indonesia Special Tourism ini. Yang memprihatinkan adalah kemungkinan terpuruknya sektor properti. Masa ke emasan yang dinikmati sektor properti tahun sebelumnya, akan berganti suram di tahun ini. Karena itu, buat para pemain properti harus jeli dalam menginvestasikan modalnya jika menginginkan keuntung an. Untuk para spekulan pro perti diingatkan agar ekstra hati-hati jika tidak ingin modal mereka tergulung. – Diana Runtu/Ratna Hidayati
l i f e s to ry
6
Masa Lalu Milik Anda Masa Depan Milik Kita Akhir tahun 2010 menjadi tahun kenangan pahit bagi NKR (40). Suami tercinta, KM menghembuskan napas terakhir karena AIDS. Kenyataan itu sangat memukul batinnya. “Saya sangat marah, kecewa, sekaligus sedih memikirkan nasib anak-anak ke depan nanti, karena sudah pasti saya juga kena penyakit ini, dan mati,” kisah NKR, yang kini aktif sebagai konselor HIV/AIDS.
M
elihat penampil a n f i s i k nya yang masih sehat dan segar, mungkin orang tak akan percaya jika ia terpapar virus yang mengerikan tersebut. Namun, NKR tak ambil pusing, ia sangat terbuka dan tak menutupi kenyataan bahwa ia adalah ODHA (orang dengan HIV/AIDS). “Kenapa saya harus malu, saya tidak berbuat macam-macam kok. Dengan kondisi saya yang begini, saya justru ingin membantu yang lain agar tak sampai kena penyakit ini,” ujarnya. Ia mengisahkan awal mulanya sampai terinveksi HIV/ AIDS. NKR dan suami hidup sederhana bersama anakanaknya. Dulu, ia dan suami berjualan nasi keliling di daerah Legian, Kuta. Tahun 2000-2003, suaminya berkerja sebagai waiter di sebuah karaoke di kawasan Simpang Siur yang kini sudah tutup. “Kemungkinan suami saya khilaf saat bekerja di sini, karena di tempat ini menyediakan juga layanan-layanan seperti itu,” ujarnya. Kehidupan pasutri ini berjalan rukun, hingga Agustus 2010 sang suami harus masuk rumah sakit karena diare. NKR mengira, diare yang diderita suaminya hanya diare seperti umumnya. Suaminya diperbolehkan pulang, setelah seminggu dirawat. September 2010, pasutri ini membuatkan upacara tiga bulanan untuk anak bungsu mereka di kampung halaman di Buleleng. Sejak itu pula, karena sakit-sakitan suaminya menetap di sana. “Mertua yang urus suami saya di Buleleng, saya mengurus anak-anak yang masih sekolah di Denpasar,” tuturnya. Saat di Buleleng, KM sempat masuk rumah sakit lagi. “Sepertinya saat itu dia sudah tahu akan penyakitnya, namun tak mau berterus terang pada saya. Karena kondisi fisiknya masih
sehat, dia pun sempat dikonseling tanpa didampingi istri,” tuturnya. Selama menetap di Buleleng, sakit KM makin parah. Oleh mertuanya, sakit yang diderita suaminya itu bukannya dibawa berobat ke medis, namun justru ke pengobatan tradisional (balian). “Dua minggu saya tinggal ke Denpasar, kondisi kesehatan suami saya turun drastis, berat badannya turun drastis,” ungkapnya. KM pun kembali diopname di RSU Singaraja di Buleleng. Kondisinya sudah sangat parah (tidak bisa bangun). Dokter yang menangani memberitahukan kondisi suaminya dan menyarankan NKR untuk tes HIV (VCT). Hasilnya positif. NKR cukup terpukul mendapati dirinya mengidap penyakit yang sama dengan penyakit yang akhirnya mencabut nyawa suaminya Desember 2010. Selama setahun NKR selalu dihantui kekhawatiran akan penyebaran virus ini ke anakanaknya. Sepeninggal suaminya, ia dikembalikan ke keluarganya. Keluarga mendiang suaminya tidak percaya jika KM meninggal karena AIDS. Mereka meng anggap kematian KM karena ilmu hitam sang istri. Anak ketiga dan keempat mereka pun direbut mertuanya agar tak terkena ilmu hitam NKR. “Dengan perjuangan keras dan dibantu dimediasi LBH APIK, saya bisa mengambil kembali anak ketiga saya yang waktu itu berusia 2 tahun. Anak bungsu saya biarlah bersama mereka, karena sejak bayi yang ia tahu orangtunya adalah keluarga di sana,” kisahnya. Namun rupanya, tuduhan itu hanya alasan mereka. Sesungguhnya mereka merampas anak-anak NKR karena takut akan tertular virus itu. “Penularan virus tersebut tak segampang itu,” tegasnya. Namun paling tidak kesedihan dan kekhawatirannya terjawab
sudah. Hasil VCT anak ketiga nya negatif. Ini membuatnya tambah bersemangat untuk melanjutkan hidupnya. Fisiknya masih sehat. Sampai saat ini ia tengah menjalani terapi ARV yang berupa obat wajib diminumnya dua kali sehari. Pengonsumsiannya harus tepat waktu agar efek resistensi obatnya maksimal. Sebagai ODHA, ia mengaku masyarakat khususnya di desa nya, tak mendiskriminasikannya. Malahan, Bendesa adat di sana salut dan sangat mendukung NKR yang berinisiatif memberikan informasi penyebaran dan penanggulangan HIV/AIDS. “Sejak jadi ODHA, saya rajin mencari informasiinformasi terkait HIV/AIDS dan bertemu dengan orang-orang yang tahu banyak di bidang itu. Akhirnya, saya pun ikut jadi relawan dan konselor,” ujarnya. Virus ini dikatakan NKR menjadi berkah baginya. Ia mengambil hikmah positifnya. Dengan terinveksi virus ini, ia mengaku menjadi tahu ba-
gaimana menjaga kesehatan, bagaimana agar tak tertular dan menularkan, dan yang paling penting sekarang ia banyak memiliki teman. Kini NKR menjadi relawan tetap di Yayasan Kerti Praja dan diperbantukan di VCT Sanglah untuk memberikan konseling dan berbagi pengalaman kepada mereka yang datang untuk VCT maupun yang sudah ODHA. Tujuannya, menguatkan mereka bahwa ODHA tak se-
3 - 9 Februari 2014
lalu berujung dengan kematian. Sesekali, ia berprofesi sebagai tukang ojek, mengantarkan temantemannya ke tempat tujuan mereka. Ia menjelaskan orang yang baru dalam fase HIV, secara kasat mata belum menunjukkan gejala, seperti dirinya. Namun, diingatkannya, kondisi ini tak perlu ditakuti karena penyebaran virusnya bisa dicegah dengan mengikuti terapi ARV. Yang paling penting sekarang, ia mengimbau seluruh masyarakat untuk melakukan VCT dan mengulanginya kembali dalam enam bulan ke depan, karena semua orang berisiko. “Tidak perlu malu untuk menjadi sehat. Ingatkan pasangan, masa lalu adalah milik Anda (suami/istri), tapi masa depan adalah milik kita,” ujar NKR yang mengaku masih ada yang mengganjal di hatinya saat ini, yakni membawa anak bungsunya untuk VCT. –Inten Indrawati/Ngurah Budi
S U D U T PA N D A N G
3 - 9 Februari 2014
Ganti Pacar Rentan HIV/AIDS? Seorang remaja, kelas 3 SMA datang ke Yayasan Kerti Praja. “Saya mau mencari surat keterangan sehat untuk cari universitas,” katanya. “Kalau mau cari surat keterangan sehat untuk pendidikan, bisa langsung ke dokter umum saja, bisa kok,” ujar petugas yang melayani. Tetapi, remaja itu ngotot. Ketika diajak bicara, ternyata ia ingin melakukan tes HIV. Karena perilaku seksualnya, ia ingin mengetahui, apakah ia terinfeksi HIV atau tidak.
Oka Negara
“S
eseorang memerlukan tes HIV jika termasuk dalam kategori risiko tinggi dalam perilaku seksualnya,” ujar Dewa Nyoman Suyetna, Koordinator Yayasan Kerti Praja dalam Diskusi Terbatas “Perilaku Seks Masa Kini yang Rentan dengan HIV/AIDS” di Warung 63 Denpasar yang dihelat Mingguan Tokoh. Siapa saja yang termasuk dalam kategori risiko tinggi? Mereka yang berhubungan seks di bawah usia 18 tahun, berhubungan seks dengan banyak pasangan, memiliki pacar eks wanita pekerja seksual dan eks pecandu narkoba, mereka yang menukar seks dengan uang atau obat, orang-orang yang melakukan hubungan seks tanpa kondom. Di Bali, kasus HIV/AIDS pada usia 15-19 mencapai 167 orang atau sebesar 2% dari 8.563 orang yang terjadi hingga Desember 2013. Kasus terbanyak melanda kelompok umur 20-29 tahun sebanyak 3.341 orang atau sebesar 39% dan kelompok umur 3039 tahun sebanyak 3.102 orang atau sebesar 36,2%. “Jika ada anak usia 19 tahun yang sudah terpapar virus HIV, bisa dibayangkan sejak umur berapa dia sudah melakukan hubungan seksual,” ujar Dewa Suyetna. Kekhawatiran akibat perubahan perilaku seksual disampaikan Prof. dr. Nyoman Mangku Karmaya, dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Provinsi Bali. “Gaya pacaran anak muda sekarang begitu mudahnya ganti pasangan. Masalahnya, seringkali mereka yang sudah berstatus pacaran, memproklamirkan hari jadinya dengan berhubungan seksual. Jika pacarannya beberapa kali, bisa dibayangkan berapa kali mereka berganti-ganti pasangan seks,” ujar Mangku Karmaya. Bahkan menurutnya, anak kelas VI SD sudah ada yang terkena infeksi menular seksual. Dewa Suyetna menambahkan, walau di Bali tak ada lokalisasi “resmi”, ada beberapa titik lokasi prostitusi. Di Denpasar saja ada sembilan titik lokasi prostitusi yang terus ada dalam pemantauannya. Pelanggan dari kalangan usia belia pun ada. Jika dihubungkan dengan data yang ada, penularan HIV/AIDS akibat hubungan berganti-ganti pasangan tercatat 6.699 orang atau 78,2%. “Yang harus diingat, angka orang yang positif HIV/AIDS itu ibarat fenomena gunung es, yang terlihat hanya puncaknya,” kata Dewa Suyetna. Alasannya, angka kasus HIV/AIDS di Bali didapat hanya dari mereka yang mau melakukan tes HIV. “Bagaimana dengan mereka yang tidak mau melakukan tes HIV?” tanyanya. Dalam pekerjaannya, ia menemukan masih banyak masyarakat yang enggan melakukan tes HIV secara mandiri, entah karena malu atau takut. Masih adanya stigma terkait HIV/AIDS ini menjadi kendala besar dalam pengananan HIV/AIDS di Bali. Karena itu pula, Dewa Suyetna mengatakan, saat ini mereka tengah getol mendekatkan tes HIV ke masyarakat dengan sistem jemput bola bekerja sama dengan Puskesmas. Tak hanya susah diajak melakukan tes HIV, bahkan ada masyarakat yang sudah terbukti positif pun, tidak mau melakukan terapi ARV karena merasa
Mangku Karmaya
masih sehat. “Pada fase HIV memang masih merasa sehat. Jika diketahui ada virus dalam fase ini, tentu akan lebih cepat dapat penanganan yang tepat. Namun, seringkali mereka yang datang sudah pada fase AIDS,” ucapnya. Yuni Ambara, Humas Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Bali menambahkan, yang sekarang ini harus dilakukan adalah bagaimana membuat tes HIV ini tak menjadi stigma. Ada empat program dalam deteksi dini HIV, yaitu provider initiative counseling and testing, family initiative counseling and testing, peer initiative counseling and test ing, dan client initiative counseling and testing. Dalam provider initiative counseling and testing, provider kesehatan berperan aktif melihat apakah pasien bersangkutan memiliki gejala-gejala terinfeksi HIV atau faktor risiko tinggi terpapar HIV. Merujuk pada Surat Edaran Nomor 129 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan Pengendalian HIV/ AIDS dan IMS, tiap pasien yang datang ke dokter dengan indikasi gejala-gejala infeksi HIV dapat segera dideteksi apakah positif atau tidak sehingga deteksi dini HIV dapat lebih efektif. Penderita penyakit yang memiliki kemungkinan menderita HIV/AIDS adalah penderita penyakit infeksi menular seksual (IMS), tuberculosis, dan beberapa penyakit lainnya. Selain itu, provider kesehatan juga dapat menjemput bola dengan mendatangi orang-orang yang memiliki risiko tinggi tertular HIV, seperti wanita pekerja seksual, lelaki pengguna wanita pekerja seksual, homoseksual, pengguna NAPZA suntik. Provider initiative counseling and testing juga dapat disediakan sebagai salah satu asuhan keperawatan sebelum melahirkan karena meningkatnya penularan dari ibu ke bayi pada beberapa tahun terakhir. Sedangkan, pada family initiative counseling and testing, deteksi dini HIV/AIDS didorong oleh keluarga; pada peer initiative counseling and testing, deteksi dini HIV/AIDS didorong oleh rekan sebaya; family initiative counseling and testing, deteksi dini HIV/AIDS atas permintaan diri sendiri. “Kami berusaha mendekatkan tes HIV dengan masyarakat dan mendorong lakilaki agar melakukan tes HIV,” kata Dewa Suyetna. Mengapa laki-laki? “Karena sesungguhnya infeksi HIV itu menyebar karena laki-laki. Kemudian merebak di kalangan pekerja seksual juga karena laki-laki,” imbuh dr. Oka Negara, FIAS, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Selama tak ada pembeli, tak akan ada penjual. Kalau pun ada penjual, jika pembelinya tidak ada, otomatis akan gulung
tikar. Itulah gambaran Dewa Suyetna akan peran besar laki-laki dalam penyebaran HIV/AIDS ini. Karena itu, ia mengatakan pekerja wanita seksual bukanlah pelaku, ia adalah korban dari laki-laki hidung belang. Karena itu, target global rencana aksi nasional adalah menyasar kaum laki-laki untuk melakukan tes HIV. “Target di Denpasar 5.000 laki-laki per bulan. Sasarannya, buruh bangunan, tukang angkut pasir, petani, dan tempat-tempat kerja yang didominasi lakilaki,” ujarnya. –Inten Indrawati/Ratna Hidayati
19
Tiap Bulan, 100 Infeksi Baru HIV di Bali Data kasus HIV/AIDS di Bali yang tercatat di Dinas Keseha tan Provinsi Bali per 2013 adalah 8.563. Angka ini memang terlihat lebih besar daripada tahun-tahun sebelumnya. Yang perlu diingat, HIV/ AIDS tidak ada kesembuhannya, angka tiap tahunnya menjadi kumulatif. Sehingga, kesannya bertambah terus setiap tahun. “Angka kasus terinfeksi baru angka di Bali sudah menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penurunannya sekitar 10%. Rata-rata 100 orang terinfeksi baru tiap bulannya,” ujar Kadis Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Gde Agus Suryadinata, MPPM. Penanggulangan HIV/AIDS di Bali oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali bersinergi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota, Komisi Penggulangan AIDS (KPA) Provinsi dan KPA kabupaten/ kota se-Bali, Persatuan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Bali dan lembaya swadaya masyarakat. Harapannya, agar kasusnya terus menurun hingga zero new infection, zero AIDS related deaths, dan zero discrimination. “Dengan terapi yang baik dan menjaga kondisi fisiknya, diharapkan harapan hidup ODHA bisa lebih panjang. Tidak seperti dulu, ketika masuk ke fase AIDS, ODHA meninggal. Dan, ODHA ini pun jangan sampai dikucilkan, tapi rangkul dia untuk dibantu,” jelasnya. Sumber penularan HIV/AIDS ini pun peringkat tertinggi masih pada pelaku heteroseksual dan pengguna narkoba suntik. Potensi penularan HIV/AIDS tertinggi di Bali ada pada wanita pekerja seksual yang bisa melayani lima atau lebih laki-laki per harinya. Sehingga, penyebaran virus ini dikatakan lebih banyak pada laki-laki. Kendala yang kerap ditemui, sulitnya membujuk masyarakat agar mau tes HIV. “Agar masyarakat mau tes, diperlukan pemahaman dan ketabahan mental. Itu tidak mudah. Wanita pekerja seksual yang berisiko tinggi saja masih berpikir untuk melakukan tes HIV,” ungkapnya. Karena itu, dilakukan konseling dulu untuk menguatkan mental. “Dokter saja tidak banyak yang mau secara sukarela melakukan tes HIV karena profesi mereka juga berisiko. Bisa saja ia tertusuk jarum yang tidak steril, kena darah atau terluka. Karena, tak hanya orang yang berisiko yang bisa kena, tetapi tenaga kesehatan pun bisa,” ujarnya. –Inten Indrawati/Ratna Hidayati
Perusahaan Wajib Sosialisasi HIV Serangkaian tes HIV dilakukan di beberapa instansi di Denpasar. Ditemukan, tiga perempuan, belum menikah, terpapar HIV. “Kini, banyak orang dari kalangan produktif terpapar HIV,” kata Mangku Karmaya. Karena itu, program sosialisasi HIV/AIDS wajib dilakukan perusahaan bagi karyawannya. “Perusahaan mau tidak mau, suka atau tidak suka, mungkin ada pekerja yang positif HIV. Bagaimana perusahaan melindungi pekerja dari situasi yang membuatnya galau supaya tidak ada diskriminasi?” katanya. Di sebuah perusahaan, sangat penting ada program sosialisasi HIV/AIDS. Kalau ada karyawan yang positif HIV, perusahaan tidak boleh melakukan pemecatan. Sediakan saran, agar tidak menular kepada keluarganya. “Jika tiap perusahaan melakukan program HIV/AIDS ini, tanpa ada stigma, keluarga pekerja akan sehat, produktivitas meningkat yang tentunya akan memberikan ke untungan pada perusahaan. Perusahaan bisa bekerja sama dengan dinas terkait yang nanti bisa ditindak lanjuti ke pusat. Kini, ketersediaan program HIV/AIDS di perusahaan menjadi salah satu syarat mencari izin usaha,” ujarnya. Dewa Suyetna menyebutkan, ada beberapa perusahaan yang telah melakukan program HIV/ AIDS di antaranya Melia Bali Hotel, Coca-Cola, Aqua, Matahari, Ramayana, Tiara Dewata. “Kami sangat mengapresiasi perusahaan tersebut. Apa yang diharapkan pemerintah sudah ditindaklanjuti untuk menyelamatkan generasi ke depan,” ujar Kepala
Disnakertransos Kota Denpasar, I Made Erwin Suryadharma Sena. Kota Denpasar sebagai kota yang memiliki angka tertinggi untuk kasus ini yakni 3.483 atau 40.7 %, dikatakannya tak terlepas dari peran Denpasar sebagai kota urban. Karena itu, kemungkinan penyebaran HIV/AIDS juga cukup tinggi. Untuk menanggulangi kasus ini, tahun 2013, Disnaker mengundang bagian sumber daya manusia dari perusahaan yang ada di Denpasar untuk mengikuti penyuluhan HIV/AIDS. “Masalah ini tidak untuk ditakuti, tetapi harus diwaspadai. Para karyawan bagian sumber daya manusia ini diberikan pemahaman agar selanjutnya bisa diteruskan kepada seluruh karyawan di perusahaannya,” ujarnya. Program ini juga masuk ke Karang Taruna seKota denpasar. Di Karang Taruna ini malah ada forum peduli HIV untuk menyosialisasikan bahaya dan pencegahannya. Masalah HIV/AIDS ini harus menjadi gerakan bersama. Jika tidak, bisa terjadi lost generation,” ujarnya. Dari 250 ribu tenaga kerja di Denpasar, Erwin mengatakan ada beberapa sektor yang berisiko tinggi, yakni pekerja di sektor pariwisata dan kapal pesiar. Karena itu, khususnya di dua sektor ini selalu diingatkan dan disosialisasikan tentang HIV/ AIDS ini mengingat adanya perbedaan budaya. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, ada ODHA yang memiliki motif balas dendam, yang dengan sengaja mengumbar diri menyebarkan virusnya ke orang lain. Ini sama dengan pembunuhan terselubung. – Inten Indrawati/ Ratna Hidayati
D AYA C I P TA
18
Netralkan Aura Negatif dan Datangkan Kebahagiaan Perayaan Tahun Baru Imlek selalu dimeriahkan dengan pertunjukan barongsai. Barongsai dan lampion merah membuat kemeriahan perayaan tahun baru Cina makin terasa. Salah satu k elompok barongsai yang eksis untuk melestarikantradisi ini adalah Pusaka Tantra yang ada di Wihara Dharmayana ( Leeng Gwan Bio), Kuta.
D
2002. Anggotanya terdiri dari seka teruna dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap barongsai. “Kami menghimpun generasi muda dalam kegiatan positif yakni barongs ai. Dalam barongsai ini unsur seni 40 %, unsur olahraga 60%. Barongsai dipercaya menetralkan aura negatif dan mendatangkan kebahagiaan ,” ujar ayah dua anak ini. Adi menambahkan, ketika terbentuk, anggota kelompok ini hanya 18 orang. Mereka dilatih Ong Min. Karena pelajaran dasarnya kungfu klasik, peminat barongsai Suasana Wihara Dharmayana Kuta
meningkat hingga mencapai 50 orang. Mereka tidak hanya warga Tionghoa Kuta tetapi ada juga yang berasa dari luar Kuta. Latihan rutin pun dilakukan tiap Selasa malam. Namun, menjelang pentas, latihan diintensifkan menjadi tiap hari. Kelompok barongs ai ini sudah sering tampil di kejuaraan skala lokal maupun nasional. Prestasinya juga lumayan. Tahun 2011, Pusaka Tantra meraih juara di kejuaraan nasio nal di Tuban, Jawa Timur. Sebelumnya mereka pernah menjadi juara di kejuaraan yang digelar Persatuan Olahraga Barongsai Seluruh Indonesia (Persobarin) di Semarang dan Surabaya. “Anak-anak semangat kalau ada lomba. Mereka giat berlatih. Selain aliran klasik, mereka juga menekuni aliran modern. Modern ini lebih
Salah satu aksi kelompok barongsai Pusaka Tantra
7
Jika tak Ada Sikat Gigi, Pakai Telunjuk Sekitar 300 undangan hadir dalam peluncuran buku “Bukan Harta Tapi Ilmu, Serpihan Kenangan H.M. Djalaluddin” yang dilakukan beberapa waktu lalu itu. Acara itu menjadi berbeda karena dihadiri oleh tokoh-tokoh perintis NTB, seperti HL. Azhar, DR. Hj. Siti Maryam Salahuddin, HL. Mujitahid, HM. Syareh dan lainnya yang notabene telah sepuh. Malam itu diwarnai gelak tawa karena menjadi semacam reuni bagi “orang tua” daerah ini. Dihadiri pula oleh hampir seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB. Buku yang ditulis Naniek I. Taufan itu, mencatat tentang serpihanserpihan kenangan tentang sosok inspiratif ayahanda DR. TGH. M. Zainul Majdi, Gubernur NTB.
D
rumit dan penuh dengan trik-trik yang sulit. Kadang ada gerakan salto, berdiri di bola bahkan berputar 360 derajat. Ini semua bisa dilakukan kalau rutin latihan. Bagi yang menekuni barongsai, cedera, patah tulang, memar, sudah menjadi bagian dari latihan. Kami percaya, jika anak-anak tampil, ada taksu yang mengiringi mereka. Inilah yang membuat mereka bisa meliuk-liuk,” ujar Adi seraya mengatakan Pusaka Tantra sering menjadi juara di kelas tonggak. Sebelum lomba, panitia biasanya mengetes para peserta.
l i f e s to ry
H.M. Djalaluddin
Barongsai
ari penuturan Adi Dharmaja Kusuma, Pembina Pusaka Tantra, banyak versi yang mengawali lahirnya barongsai. “Dari salah satu versi yang pernah saya baca, barongsai muncul di Cina Selatan pada masa pemerintahan dinasti Ming. Ketika itu terjadi bencana. Hasil pertanian masyarakat gagal total karena serangan hama. Berbagai upaya dilakukan untuk membersihkan hama. Para tetua lalu menganjurkan pembuatan “raksasa” seperti ogohogoh di Bali. Binatang yang dipilih adalah singa dan naga. Pertunjukan tariannya diiringi suara musik yang keras,” tuturnya. Upaya ini ternyata berhasil sehingga hasil panen masyarakat Cina Selatan berlimpah. Barongsai pun mengalami perkembangan sehingga menjadi budaya masyarakat Cina. Penambahan musik seperti tambur dan cengceng membuat pertunjukan barongsai menjadi atraktif. Perkumpulan barongsai pun banyak berdiri. Selain itu, masyarakat juga ada yang membuat patung di sawah, seperti lelakut yang ada di Bali. Di Indonesia, barongsai masuk berbarengan dengan kedatangan warga Tionghoa. Mereka pertama kali masuk melalui Semarang. Namun, karena situasi politik, tradisi barongsai sempat mengalami masa surut. Mereka tidak berani tampil di depan umum. Runtuhnya orde baru dan naiknya Gus Dur sebagai Pre siden memberi angin bagi perkembangan barongsai. “Sejak era Gus Dur, yang mengakui eksistensi warga Tiong hoa, barongsai pun mulai bangkit kembali. Kelompok barongsai pun bermunculan dan pentas di berbagai lokasi. Tidak hanya untuk kepentingan ritual, tetapi ada yang dimainkan sebagai hiburan di pentas seni,” ujar Adi yang juga Kelian Banjar Dharma Semadhi, Kuta. Kelompok ini pernah ngayah di Pura Batur, Pura Samuan Tiga, Pura Batu Meringgit, dan Pura Dalem Betawi. Kelompok Pusaka Tantra yang mewadahi generasi muda Banjar Dharma Semadhi dibentuk 5 April
3 - 9 Februari 2014
3 - 9 Februari 2014
Jika dinilai tak layak atau kurang memenuhi kriteria, peserta tak bisa ikut lomba. Mengenai tarian, Adi mengatakan biasanya ada tema cerita dalam pertunjukan barongsai. Cerita yang paling sering adalah singa turun gunung dan singa mencari mangsa. Menjelang Imlek, kelompok barongsai ini berkeliling di Kuta. Mereka melakukan ritual semacam nangluk merana (harmonisasi alam semesta). Barongsai bersama liong (naga) ini kerap menjadi tontonan masyarakat maupun wisatawan yang ada di Kuta. –Ngurah Budi/ Wirati Astiti
isiplin tanpa konsistensi tidak akan berhasil sukses. Namun, memilih tetap konsisten khususnya dalam hal kedisiplinan, bukanlah hal yang mudah dan tidak semua orang bisa melakukannya. H.M. Djalaluddin adalah salah seorang yang mampu mewujudkan hal itu bahkan hingga usianya sepuh. karena kedisiplinan serta konsistensinya itulah, ia melahirkan anak-anak yang membanggakan. Tiga dari lima anaknya, menjadi pemimpin di daerah Nusa Tenggara Barat. Putri sulung, Hj. Sitti Rohmi Djalillah kini menjadi Ketua DPRD Lombok Timur, putra keduanya, M. Syamsul Luthfi, adalah mantan Wakil Bupati Lombok Timur sedangkan putra ketiganya DR. TGH. M. Zainul Majdi, kini menjadi Gubernur NTB. Dua lainnya, M. Jamaluddin dan Sitti Suraija. Tubuh sepuhnya sebenarnya sudah tak lagi bisa tegak dan kuat, namun semangatnya tak jua padam. Saat bicara, suara lantang dengan intonasi dan diksi yang masih sangat jelas, mampu menggambarkan kobaran semangat dalam dirinya bahkan hingga usianya kini menginjak 87 tahun. Djalaluddin mantan birokrat yang merupakan salah seorang tokoh pendidikan dan perintis pembangunan daerah NTB, yang juga seorang guru dan dosen yang cemerlang di mata murid dan mahasiswanya. Kecintaan pada pendidikan bahkan pernah mengantarnya nekat tinggal dan bersekolah di Mekkah tidak sepengetahuan orangtuanya. Kisahnya, terjadi di tahun 1948, saat ia menunaikan ibadah haji untuk pertama kalinya. Setelah tiba di
Mekkah dan musim haji berakhir, Djalal rupanya jatuh cinta pada tanah suci tersebut. “Saya tidak mau pulang, tapi mau sekolah di sana,” ungkapnya. Di usia 19 tahun, ia telah berani mengambil keputusan sendiri demi bisa bersekolah di sana. Berbekal uang Rp 900 yang telah ditukarkan dalam mata uang Real kala itu, ia tinggal di Mekkah tidak ikut pulang rombongan jemaah haji lainnya. “Uang itu adalah dana yang diterima sebagai uang saku yang diambil dari ongkos naik haji, saya pakai hidup selama satu tahun,” ujarnya. Kala itu ongkos naik haji seharga Rp 1.800, yang penggunaannya terbagi Rp 900 untuk biaya ONH dan sisanya Rp 900 sebagai uang saku yang dibagikan ketika para jemaah calon haji ketika tiba di Jeddah. Dengan uang yang tidak banyak itulah, ia nekat tinggal di Mekkah. Wilayah yang sering didengar namanya namun sama sekali belum pernah didatanginya dan ia juga tidak memiliki sanak famili di tempat tersebut. “Waktu kecil, saya hanya sering mendengar bahwa tamu-tamu ayahanda saya banyak berasal dari Mekkah. Cerita-cerita para ulama tentang Mekkah itulah yang membuat Kota Mekkah menjadi akrab di telinga saya dan selalu ada dalam memori,” katanya. Maka ketika kesempatan menginjakkan kaki di tanah Mekkah itulah, seluruh memori dan kisah-kisah tentang Mekkah yang didengarnya sejak kecil, langsung membuncah dan menumbuhkan kegembiraan yang luar biasa dalam dirinya. Seperti terhipnotis, Mekkah menjadi alam baru yang memompa adrenalinnya untuk tinggal dan bersekolah di kota
itu. Pesona Mekkah dan keinginan yang besar untuk bersekolah di sana, membuatnya menolak untuk pulang ke Lombok. Itulah sosok kuat dari seorang Djajaluddin. Jika berkaitan dengan pendidikan, ia tidak mengenal rasa takut, tidak pula mengenal rasa khawatir. Tekad dalam hatinya ia ikuti bahkan hanya dengan membuat keputusan sendiri. Ia berpegang pada satu keyakinan akan niat bersekolah. Selama setahun ia berkelana di Kota Mekkah, mulai beradaptasi hingga mengenal dan mengakrabi masyarakatnya. Di Mekkah ia tinggal di pondokan bersama dengan beberapa temannya satu daerah yang berasal dari Mamben (Lombok Timur), Mantang dan Kopang (Lombok Tengah). Mereka tinggal satu rumah bersama-sama. Hidup sesederhana dan seirit mungkin demi bisa bersekolah di Tanah Suci itu. Tidak banyaknya uang sebagai biaya hidup selama di Mekkah, tidak membuatnya gentar, ia malah mendapatkan banyak pelajaran untuk bisa mengelola hidup. Djalaluddin memang tidak pernah takut akan hal semacam ini. Ia hadapi dan jalani seperti biasa saja. Hingga akhirnya musim haji tahun berikutnya, 1948, rombongan haji dari Lombok tiba di Mekkah. Saat itulah ia bertemu dengan orangorang Lombok yang membawa pesan dari orangtuanya yang meminta ia pulang ke Lombok bersama dengan jemaah haji tersebut kembali ke tanah air. “Saya akhirnya pulang dengan uang ongkos kiriman orang tua,” katanya. Selain mencintai pendidikan, kisah kedisiplinan H.M. Djalalud-
Djalaluddin bersama istri Wahyuni Sofiatun
din menjadi kenangan yang tidak pernah bisa dilupakan oleh orangorang yang pernah mengenalnya, terutama bagi kelima anaknya. Bahkan kata “disiplin” menjadi kosa kata wajib saat bicara tetang Djalal. Tidak ada kata fleksibel dalam menjalankan aturan agama melainkan harus dengan disiplin yang ketat dan mutlak. Karena baginya dalam beribadah tidak mengenal tawar menawar. Kedisiplinan ini telah menjadi bagian dari pribadi guru pertama di Apitaik Lombok Timur yang hingga saat usianya sepuh kini tidak pernah berubah. Beberapa mantan muridnya mengingat, bagaimana kedisiplinan Guru Djalal telah merubah prilaku murid-muridnya ketika ia mengajar di SDN Pringgabaya Lombok Timur. Sebagai seorang guru desa yang sederhana, Djalaluddin menjalani profesinya itu dengan sungguhsungguh. Selain mengajar ilmu-ilmu sekolahan, ia juga mengajarkan etika dan kebersihan serta kerapian. Di zaman itu, sudah dapat sekolah saja, anak-anak kampung itu bersyukur apalagi diajar oleh seorang guru yang sungguh-sungguh menginginkan mereka lahir sebagai generasi-generasi yang terdidik. Tidak hanya pintar tapi juga cerdas dan dapat menjaga kesehatan dengan tetap bersih dan rapi, setidaknya ketika mereka bersekolah. Saat itu, ia melihat anak-anak desa yang menjadi muridnya, masuk sekolah kurang memperhatikan kebersihan gigi, kuku dan pakaian. MANDI DI TELAGA Sebagai seorang guru yang terbiasa bersih dan rapi, Djalaluddin tentu memaklumi hal ini. Namun ia tidak kehabisan akal untuk membuat murid-muridnya dapat menyikat gigi tanpa sikat gigi dan odol, juga dapat memotong kuku tanpa pemotong kuku seperti sekarang serta dapat mencuci pakaian tanpa sabun. Ia ajarkan murid-muridnya untuk menggesek batu bata satu sama lain, lalu dari gesekan itu akan menghasilkan bubuk halus sehalus tepung. Selain dengan bubuk batu bata yang digesek banyak juga yang
akhirnya, menggilas dan menumbuknya menjadi halus. Nah, tepung batu bata inilah yang dipakai untuk menyikat gigi. Untuk urusan sikatmenyikat ini, tentu saja, kala itu, para murid belum bisa melakukannya dengan cara yang “baik dan benar”. “Jika tidak ada sikat gigi, pakai telunjukmu,” ujar Guru Djalal di muka kelas yang ditirukan salah seorang muridnya, Hanan. Pelajaran belum bisa dimulai jika ada yang tidak mandi saat datang ke sekolah. Satu persatu pula Guru Djalaluddin akan memeriksa tengkuk murid-muridnya. Ia tahu mana muridnya yang mandi dan mana yang tidak mandi. Tidak sulit bagi Guru Djalal yang kesehariannya hidup bersih dan rapi untuk mengenali mana murid yang mandi dan tidak mandi. “Dari daki tengkuknya anak-anak, saya tahu mana yang mandi dan mana yang tidak mandi,” katanya. Hukuman bagi yang tidak mandi, agak “berat”. Sanksi moral sederhana diberikannya namun jelas membuat kapok. Jika ada yang tidak mandi, maka ia akan digiring beramai-ramai oleh kawannya menuju telaga yang tidak jauh dari sekolah mereka. Di sana murid yang tidak mandi itu akan dimandikan bersama-sama oleh kawan-kawannya. Tiap kali peristiwa mandi di telaga bagi yang tidak mandi datang ke sekolah, menjadi pelajaran berharga bagi murid-murid ini. Peningkatan kesadaran muridnya akan kebersihan meningkat drastis. Hari demi hari “kasus” murid yang tidak disiplin berkurang sangat signifikan. Guru Djalaluddin membawa perubahan luar biasa bagi etika dan tata nilai serta kedisiplinan bagi sekolah tersebut. Begitulah cara Djalaluddin mendidik murid-muridnya. Tanggung jawabnya tidak sebatas pada mengajarkan ilmu-ilmu yang ada di buku, melainkan juga tanggung jawab pada peningkatan kualitas manusianya. Menurut Hanan, karena kekaguman mereka pada Guru Djalaluddinlah yang membuat banyak rekanrekannya akhirnya memilih profesi sebagai pendidik. –Naniek I. Taufan/Ngurah Budi
8
BUNDA & ANANDA
3 - 9 Februari 2014
Cegah Ruam dengan Rajin Ganti Popok
Buah hati Anda masih menggunakan popok? Sering-seringlah memperhatikan popoknya agar buah hati tidak terkena ruam popok. Setelah buah hati berusia dua tahun atau sudah bisa berkomunikasi, hentikan penggunaan popok, kecuali di malam hari atau saat bepergian.
R
uam popok terjadi akibat iritasi pada kulit dengan beberapa gejala seperti kulit yang kemerahan, agak menonjol, nyeri, dan gatal. Bayi yang terkan ruam popok juga cenderung rewel karena merasa tidak nyaman. Ruam ini bisa diperparah oleh iritasi ber ulang atau yang berlangsung lama karena popok basah dan tidak segera diganti. “Ruam popok biasanya terjadi bayi bayi usia 7-12 bulan dan menurun seiring pertambahan usia. Sebuah studi mengatakan iritasi popok terjadi pada sekitar 7-35% bayi,” ujar dr. I Made Widiaskara, Sp.A. (K). Ruam popok (diaper rash) merupakan iritasi yang terjadi pada daerah penggunaan popok karena inflamasi akut terutama di bagian perut atas, pusar, bokong, dan sekitar kemaluan. Faktor-faktor penyebab ruam popok antara lain penggunaan popok yang berulang kali dan jarang diganti, gesekan antara kulit dan popok, reaksi ter hadap iritan seperti urine dan feses, kelembaban akibat cara membersihkan dan mengeringkan daerah popok yang tidak benar, pengenalan makanan baru seperti susu formula, diare, dan infeksi mikroorganisme. “Para ahli sepakat bahwa ruam popok merupakan gam-
dr. I Made Widiaskara
baran suatu dermatitis kontak iritan atau dikenal dengan istilah dermatitis popok iritan primer. Penggunaan popok berhubungan dengan peningkatan yang signifikan pada hidrasi dan pH kulit. Kedua factor tersebut adalah hal penting untuk kesehatan kulit pada daerah popok. Urine dan feses berperan penting pada pe ningkatan hidrasi dan pH kulit,” jelas dokter anak di RSIA Puri Bunda ini. Jika sisa urine dan feses tidak segera dibersihkan, inilah yang memicu terjadinya iritasi karena enzim dari feses bereaksi dengan kencing menimbulkan amoniak. Pada pH kulit yang lebih tinggi,
enzim feses yang dihasilkan bakteri pada saluran cerna dapat mengiritasi kulit secara langsung dan dapat meningkatkan kepekaan kulit terhadap bahan iritan lainnya. Orangtua biasanya memilih penggunaan popok sekali pakai (pospak) untuk buah hatinya. Namun, seringkali penggunaan pospak ini sepanjang hari. “Kalau buah hati sudah bisa berkomunikasi segera hentikan penggunaan popok. Ajarkan toilet training. Penggunaan popok disarankan jika malam hari atau saat bepergian,” ujar dokter Widiaskara. Sehar-hari sebaiknya buah hati dipakaikan celana katun. Ketika bayi baru lahir sebaik nya hanya mengenakan popok kain biasa (berulang kali pakai). Setelah usia satu bulan, bisa dipakaikan celana katun se hingga kulit si kecil bisa leluasa bernapas. Pemakaian popok selama 24 jam sehari sangat tidak dianjurkan. Indonesia merupakan negara tropis dan lembab. Jika terus dipakaikan popok, bayi tidak merasa nyaman, panas, dan lembab. Inilah yang akan berpotensi mengiritasi kulit sehingga terjadi ruam kulit. Jika sudah terjadi iritasi popok, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah membiarkan buah hati tanpa popok selama 10-15 menit agar kulit bisa ber-
3 - 9 Februari 2014
Go Green Tanaman Rambat
CARA AMAN GANTI POPOK Bagi orangtua yang akan mengganti popok untuk buah hati Anda, hal-hal berikut bisa
M
enurut Putu Lanang Saputra, pengelola kebun Nirvan di kawasan Tanjung Bungkak, Denpasar, tanaman rambat tak memerlukan lahan yang luas. Namun untuk bertumbuh, ia perlu media lain sebagai penopang atau sandaran, karena tanaman rambat memiliki batang yang lunak. Tanaman rambat bisa tumbuh
menjadi perhatian: Sebelum menggunakan popok, olesi kulit bayi dengan salep yang sifatnya menahan air di area kemaluan dan bokong. Salep ini biasanya mengan dung zinc. Dengan pemakaian salep ini, urine dan feses bayi tidak terlalu menempel dengan kulit. Ganti popok di tempat yang memiliki tepian tinggi. Pastikan ada bantalan sebagai penjaga dengan sisi-sisi yang lebih tinggi dan permukaannya tidak licin. Letakkan persediaan popok dalam jangkauan Anda, bukan dalam jangkauan bayi. Pastikan satu tangan dipakai untuk mencegah agar bayi tidak terguling saat Anda menggantikan popoknya. Banyak kasus terjadi, bayi terguling dari meja saat penggantian popok. –Ngurah Budi/Wirati Astiti
“Ruam popok biasanya terjadi bayi bayi usia 7-12 bulan dan menurun seiring pertambahan usia. Sebuah i studi mengatakan iritasi popok terjad pada sekitar 7-35% bayi”
17
dengan
Kehadiran taman, khususnya di perkotaan yang minim penghijauan, mampu membuat suasana alami dan menjadikan udara segar. Tanaman rambat bisa menjadi salah satu pilihan untuk memperindah taman Anda, dan cocok untuk rumah yang bernuansa go green.
napas. Sesudahnya, jika mau memakai popok lagi, gunakan popok bersih, kering dan sesuai ukuran. “Ukuran popok sangat pen ting. Jangan sampai longgar atau ke sempitan. Gunakan ukuran yang sesuai. Satu hal lagi, seringseringlah meme riksa dan mengganti popok,” ujar ayah 4 anak ini. Sebelum memakai popok, dr. Widiaskara menyarankan penggunaan salep yang meng andung zinc. Penggunaan bedak sebelum memakai popok tidak disarankan karena bedak menyebabkan iritasi. Bagaimana jika buah hati terkena iritasi lebih dari tiga hari? Segeralah berkonsultasi ke dokter. Dari pemeriksaan klinis bisa diketahui seberapa iritasi yang terjadi. “Ruam akan terlihat merah cerah di daerah yang sering memakai popok. Jika ini dibiarkan, akan menyebabkan masuknya kuman lain sehingga terjadi infeksi,” ujar dokter asal Singapadu, Gianyar ini.
G R I YA
pada vertical garden, pergola, atau pagar rumah. Sekarang ini ada banyak jenis tanaman yang bisa dipilih. Keindahan tanaman rambat ada pada kerimbunanannya, bentuk daunnya yang menarik, warna, sampai yang berbunga cantik. Berdasarkan penempatannya itu, tanaman rambat untuk vertical garden atau menempel ke dinding misalnya, harus memiliki akar
yang kuat. Jenis tanaman rambat yang umum dipakai adalah dolar plant, ivy (hedera helix), dan sirih (piper betle). Di kebun yang ia kelola sejak empat tahun lalu ini sekitar 40% merupakan tanaman rambat, baik tanaman lokal maupun impor. Permintaan akan tanaman rambat khususnya tanaman impor ini pun dikatakannya mengalami peningkatan. Konsumennya biasanya pihak penyedia jasa akomodasi seperti hotel dan vila, yang menginginkan jenis tanaman yang jarang dipakai umum, seperti irian plume, petrea volubilis, mandevilla, madagaskar, konghea, stevano merah, bhaoumontia, dan bauhinia cociana dan lee kwan yew (li kuan yu). Sementara, konsumen lokal untuk rumah-rumah pribadi lebih banyak memilih tanaman lokal karena pertimbangan harga yang lebih terjangkau. Meski demikian, tanaman rambat ini juga tak kalah cantiknya. Jenis tanaman yang umum dipakai air mata pengantin, alamanda, kamboja rambat, samblung, dan jenis daun sirih. “Air mata pengantin yang sekarang ini banyak dipakai masyarakat misalnya, harganya cukup terjangkau. Tanaman yang tingginya 1,5 meter hanya Rp 300 ribu,” ujar Putu Lanang. Untuk halaman yang tak terlalu luas, tanaman merambat bisa
juga ditanam di pot. Pot ini cukup diletakkan di dekat media bantu, seperti tiang pergola misalnya, dengan sendirinya tanaman itu akan mencari alurnya. Umumnya, kunci dari memelihara tanaman rambat adalah mendapatkan sinar matahari yang cukup. Agar tumbuh subur, gunakan media tanam tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1 atau 2:1. “Pertumbuhan tanaman rambat ini sangat cepat. Rata-rata dalam enam bulan sudah sampai menutup semua pergola,” ujar pria asal Buleleng ini. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, ada beberapa tips yang bisa dilakukan. Pertama, pemangkasan. Dengan rajin di-
pangkas, akan keluar tunas baru. Pohon dan bunganya pun semakin rimbun. Perhatikan jenis tertentu yang justru tidak boleh dipangkas. Kedua, pangkas samping. Dalam artian, bagian yang dipangkas jangan batang utama tetapi batang bagian samping. Ketiga, penyiraman secukupnya, minimal dua hari sekali. Keempat, pemupukkan. Kelima, ketahui jenis tanamannya. Sebelum membeli tanaman, ketahui dulu jenis tanaman tersebut. Apakah cocok di dataran tinggi atau rendah, diletakkan di indoor atau outdoor berbunga berapa bulan sekali, dan butuh perawatan yang bagaimana. –Inten Indrawati/Wirati Astiti
PELESIR
16
Johor Bahru Mengejar Singapura Bagi Anda yang hobi jalan-jalan sekaligus belanja barang-barang bermerek, Johor Bahru bisa menjadi pilihan. Anda tak perlu khawatir bagaimana caranya ke Johor Bahru dari Indonesia. Ada tiga jalur yang bisa ditempuh.
J
alur pertama, Anda mendarat di Bandara Intern asional Kuala Lumpur lalu meneruskan perjalanan darat menuju Larkin Sentral. Larkin merupakan pusat terminal bus di Johor Bahru. Jarak tempuhnya sekitar 4 jam. Sepanjang perjalanan Anda akan disuguhkan hamparan kebun sawit. Jalur kedua, Anda langsung mendarat di Bandara Internasional Senai, Johor Bahru. Bandara ini
sebelumnya dikenal dengan nama Bandara Internasional Sultan Ismail yang terletak di Senai. Bandara ini melayani negara bagian Johor dan penduduk di selatan Semenanjung Malaysia dan merupakan satu dari empat bandara penguhubung di Malaysia selain Bandara Internasional Kuala Lumpur, Bandara Internasional Kota Kinabalu, dan Bandara Internasional Kuching. Maskapai penerbangan Air Asia
nya. Tetapi, jangan khawatir karena coach akan menunggu di pintu keluar. Selanjutnya coach akan melaju melintasi Selat Johor yang memisahkan Singapura dan Malaysia. Begitu masuk Johor Bahru, Anda kembali berurusan dengan imigrasi negara bagian Johor Bahru. Setelah urusan beres, Anda pun dipersilakan berpetualang. Sebagai sebuah kota, Johor Bahru adalah kota terbesar kedua di Malaysia setelah Kuala Lumpur dan sebagai wilayah metropolitan, Johor Bahru merupakan metro ketiga terbesar setelah Lembah Klang dan Penang. Johor Bahru merupakan salah satu pusat perindustrian, perdagangan, dan pariwisata terbesar di Malaysia. Pariwisata adalah penyumbang yang besar dalam ekonomi Johor Bahru karena 60% dari para wisatawan yang mengunjungi Malaysia setiap tahun masuk ke negara tersebut dari Singapura melalui jalan darat. Perkembangan perindustrian di Johor Bahru yang begitu pesat juga telah menjadikannya sebagai salah satu pusat perindustrian yang terbesar di Malaysia. Johor Bahru berbatasan dengan Singapura di bagian selatan, distrik Kulaijaya di bagian utara, distrik Pontian di bagian barat dan distrik Kota Tinggi di bagian timur. Kini
Johor Bahru memiliki banyak pusat perbelanjaan yang melayani orangorang Singapura yang berkunjung untuk membeli barang-barang dan memperoleh hiburan. Lalu-lalang orang Singapura ke Johor Bahru dan sebaliknya, samasama memberi keuntungan. Orang Singapura belanja murah ke Johor Bahru sedangkan orang Johor Bahru bekerja di Singapura dengan gaji dolar Singapura. Namun, mereka sama-sama punya strategi untuk menghemat. “Orang Johor Bahru kalau kerja di Singapura berangkat naik transportasi massal. Biaya lebih hemat. Kalau bawa kendaraan sendiri kena biaya SGD 25 per kendaraan,” ujar Chong Yee Ngo, sopir taksi yang biasa mangkal di Hospital Temenggong Seri Maharaja Tun Ibrahim, Kulai Jaya. Johor Bahru kini terus berbenah untuk mengejar Singapura. Teluk Danga (Danga Bay) direklamasi menjadi pantai buatan. Objek wisata pun tersedia di kawasan ini mulai dari wisata kuliner, wisata bahari hingga wahana permainan anak-anak. Selain Danga Bay, Johor Bahru juga memiliki Johor Premium Outlet (JPO). Lokasi ini memiliki puluhan outlet barang-barang bermerk. Diskon yang ditawarkan mulai dari 20% hingga 70%. “Orang Singapura banyak belanja ke JPO,” imbuh Chong. Suasana JPO sangat nyaman karena berada di areal terbuka, tidak seper ti mal pada umumnya. Penataan bangunan dengan mengutamakan pejalan kaki sangat memanjakan pengunjung. Untuk menuju JPO, ada tiga bus yang memiliki rute ke JPO, yakni JPO1, JPO2, dan IM24. Taksi pun siap mengantar Anda ke lokasi perbelanjaan yang juga dilengkapi arena bermain untuk anak dan tempat kuliner ini. Satu lagi yang spektakuler di Johor Bahru adalah Legoland. Ada apa saja di Legoland, tunggu laporan minggu depan. –Ngurah Budi/Wirati Astiti
kini sudah membuka penerbangan langsung Senai dari beberapa kota di Indonesia. Jalur ketiga, Anda mendarat di Bandara Internasional Changi, Singapura lalu naik bus atau coach ke Johor Bahru. Harganya relatif terjangkau, SGD 7 untuk dewasa, dan SGD 3,5 untuk anak-anak. Melalui jalur ketiga ini agak repot karena harus melalui dua imigrasi, Singapura dan Malaysia. Keluar dari Singapura, harus mengecap paspor dan mengembalikan arrived card. Anda harus turun dari coach untuk mengurus
Suasana Johor Premium Outlet yang dilengkapi playland untuk anak-anak
Antrian warga yang berbelanja di Johor Bahru
Gerbang selamat datang di Persiaran Meldram Johor Bahru
Salah satu bangunan tua di Johor Bahru
DARA
3 - 9 Februari 2014
3 - 9 Februari 2014
9
Insting Dokter di Dunia Kopi Sebuah tempat mangkal anak muda hadir di kota Denpasar. Namanya Mangsi Coffee. Tempat ini sering menjadi ajang kumpul anak muda bahkan musisi Bali. Bagaimana Mangsi bisa hadir dan konsep apa yang ingin diperkenalkan dr. Made W indu Segara Senet, S.Ked., pemilik Mangsi. Apa juga harapannya terhadap g enerasi muda Bali di bidang wirausaha?
R
untuhnya pariwisata Bali akibat bom Bali pertama tahun 2002 membuat banyak masyarakat yang dulunya bekerja di sektor pariwisata beralih pekerjaan dan mencoba peruntungan di sektor lain. Keluarga Windu Segara salah satunya. Ayahnya yang seorang guide/pramuwisata secara finansial tidak mampu menopang kebutuhan rumah tangganya. Mereka pun memutar otak dan berpikir untuk mencari solusi terbaik. Mengisi kevakuman seperti ini, membuat terus menggali, melihat, mengamati, dan menganalisa berbagai macam bahan produk yang sesuai dengan jiwa dan gaya hidup minum kopi. “Dari sebuah ide yang sederhana diawali sebagai penikmat kopi akhirnya tertarik untuk memproses kopi sendiri dan kami pun yakin akan pilihan dalam dunia kopi ini,” ujar Windu. Mangsi Coffee pun dirintis dalam bentuk usaha industri rumah tangga pada tahun 2004 yang secara khusus memproduksi kopi bubuk dalam kemasan. Kopi adalah produk yang dikonsumsi masyarakat setiap hari tanpa terpengaruh oleh zaman dan tren. Selain itu, Bali juga merupakan salah satu daerah penghasil kopi yang sangat populer dengan karakter kopi Balinya. “Sejak awal munculnya ide ini kami mengolah kopi secara otodidak dari memetik, pemilihan biji kopi, roasting, grinding, packaging hingga ke strategi pemasaran. Ini betul-betul kami mulai dari nol karena tidak punya pengetahuan apalagi pengalaman berbisnis. Peran saya dalam usaha ini sejak awal adalah sebagai designer produk yang kebetulan saya mampu di bidang seni rupa dan design sebagai seorang pelukis, selain itu selalu mengontrol kualitas agar tetap terjaga dengan cara mencicipi setiap kopi fresh roasting/ kopi yang baru matang disangrai,” ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini. Mangsi Coffee fokus dengan kopi Bali berjenis arabika yang berasal dari Kintamani. Selama berproses di bidang kopi, Mangsi Coffee ingin tampil beda dalam urusan rasa. Tidak hanya menjual olahan kopi murni arabika, tetapi mereka memberanikan diri melakukan eksperimen beberapa tahun untuk membuat kopi spesial dengan campuran olahan rempah lokal Bali seperti kayu manis, cengkeh, jahe, pandan, coklat, kapulaga, ketumbar menjadikan satu kesatuan karakter kopi yang kuat dan berciri khas. Olahan rempah tersebut kini sangat diminati para kalangan muda yang kami kemas dengan nama “Spirit” yaitu racikan dari (kopi, jahe, cengkeh, kayu manis), Stamina (kopi, kapulaga, jahe, cengkeh, kayu manis), dan Vitality ( kopi, ketumbar, cengkeh, kayumanis, jahe). Rempah menjadi sebuah pilihan, karena di dalamnya terkandung banyak unsur yang dibutuhkan oleh tubuh dan sering digunakan sebagai pengobatan dunia kesehatan (herbal). Jadi, dalam konsepnya Mangsi Coffee ingin menyajikan kopi yang benar-benar bercitarasa Bali dan gaya hidup sehat. “Nama Mangsi diambil dari istilah Bali yang merupakan sebuah hasil proses akumulasi pembakaran api dengan kekuatan Brahman (dewa api berdasarkan konsep Hindu). Mangsi ini mempunyai aura positif. Dengan kaitan filosofi tersebut, menurut budaya Bali kuno, mangsi bermakna sebagai sarana perlindungan kepada anak-anak agar terhindar dari energi negatif dengan cara mangsi tersebut diambil dan debu itu ditempelkan pada keningnya,” tutur Windu yang didampingi Anggie Wisandewi Mayun, kekasih hatinya. Sejak kuliah Windu sudah berangan-angan untuk bisa membesarkan dan membuat ekspansi ke bentuk lain seperti warung kopi. “Saya rasa orangtua sudah nyaman menjalani proses usaha demikian sehingga sulit untuk mengubah pola kerjanya dan saya pun belum bisa berbuat banyak karena masih harus menyelesaikan kuliah pendidikan dokter umum sampai awal tahun
2013. Keinginan untuk membuat warung kopi ini tidak begitu berjalan mulus. Orangtua tidak setuju karena dirasa akan mengganggu profesi saya sebagai dokter. Katanya “Untuk apa buka warung, bukannya lebih baik buka praktik dokter?”. Hati kecil berbisik menjawab, ini harus terwujud, saya ingin punya sesuatu yang berbeda. Diam-diam saya berkunjung ke setiap warung kopi yang ada di Denpasar dan sekitarnya selama satu bulan untuk belajar, mengamati, menganalisa dan melihat bagaimana situasi mereka yang lebih dulu membuka coffee shop sambil mencari-cari lokasi yang cocok untuk saya jadikan sebuah warung kopi,” jelas Windu yang juga hobi bermain musik ini. SERIBU PELURU SIASAT Masalah berikutnya adalah lokasi. Windu baru sadar ternyata Denpasar ini sudah padat dan habis. Harga sewa tempat di Denpasar sangat tinggi. Ia pun menyusur mulai dari wilayah Denpasar Utara, Timur dan Barat. Mampir ke setiap toko/usaha dagang di jalan yang ia lewati dan bertanya “orang dari mana pemilik usaha ini?”. Windu trenyuh untuk kedua kalinya, usaha dagang yang besar dan maju di Denpasar ini 75% dikuasai oleh penduduk luar Bali. Lalu kemana orang Bali? Windu menutup mata dan telinga menghadap orangtua dan mengatakan ingin membangun usaha atas nama sendiri, sekarang. Ia merasa celah membangun usaha ini akan makin tertutup tahun depan akibat makin padatnya orang yang masuk ke Bali. “Saya memahami orangtua selalu ingin yang terbaik untuk anaknya. Saya tidak ingin diberi hadiah modal, tetapi ingin dipinjamkan saja. Saya ingin mengukur seberapa kemampuan saya sendiri untuk membangun usaha secara wajar dan nyata. Masalah berhasil atau tidak itu urusan nanti. Yang penting saya sudah mencoba dengan maksimal dan menyiapkan seribu peluru siasat untuk segala kemungkinan terburuk agar tidak menjadi gagal,” tegasnya. Perjalanan berkeliling kota Denpasar selama satu bulan berakhir di Jalan Hayam Wuruk di sebuah bengkel AC mobil. Tempat yang cukup strategis. Mencoba bertanya kepada pemilik bengkel apa ada rencana untuk alih kontrak. Sangat bersyukur pemilik bengkel yang kebetulan teman ibu saya memang punya rencana alih kontrak. Awal bulan Mei 2013 saya mulai mengubah bengkel AC ini menjadi warung kopi berdesain nyentrik yang saya gambar sendiri. Dengan modal kreativitas saya mengolah barang dan bahan bekas menjadi sebuah karya yang istimewa. Hanya di Mangsi Coffee satu-satunya tempat yang memiliki desain dinding koran bekas. Dengan dukungan dari orangtua, keluarga besar dan pacar tercinta akhirnya Warung Kopi Mangsi resmi dibuka 5 Juli 2013. “Mengenai harga dan citarasa kopi, jangan pernah khawatir untuk datang ke Mangsi Coffee. Saya menyajikan harga kopi dan makanan semua di bawah Rp 20 ribu. Murah, karena saya punya pabrik kopi sendiri. Bercermin saat saya masih SMA hingga kuliah, bergaul dalam suasana sederhana, saya sadar prinsip anak muda pada umumnya adalah murah, enak, banyak. Dibantu oleh kakak sepupu yang berpengalaman di dunia barista, kami berdua bereksperimen dengan beberapa bahan dan berhasil menciptakan menu Ice Coffee Cokies, Hazelnut dan Mangsi Sensation yang paling laris untuk anak-anak muda yang jenuh dengan sajian kopi hitam dan jangan lupa Mangsi Attack siap memberi sensasi luar biasa di setiap seruputnya,” ujarnya berpromosi. Mangsi Coffee dengan segala unsur Balinya,
kopi yang berasal dari Kintamani Bali, rempah yang berasal dari Bali, nama yang diambil dari istilah Bali dengan filosofi Bali, pemiliknya adalah orang Bali, usahanya berdiri di Bali, semoga dapat mengharumkan nama Bali dan terwujud ajeg Bali. Abu hitam yang bernama mangsi ini adalah sarana penangkal kekuatan negatif. Demikian pula yang ia harapkan pada usaha ini agar selamat dalam perjalanan, maju mencapai visi sukses meraih cita-cita. Untuk meraih mimpi besar perlu jiwa besar dan semangat yang besar. Seberapa
besar kesuksesan karier seseorang, sebesar itulah cerminan semangat dan kemampuan kita. Boleh hatihati dalam melangkah, asal jangan kalah cepat. Menurut Windu, seorang wirausaha tidak cukup dengan modal pintar dari membaca buku, dan berhitung di atas kertas. Perlu ketajaman insting jiwa dan rasa dalam melihat setiap fenomena dan kejadian sekitar. Karena jawabannya ada pada pengalaman bukan di dalam buku. Disamping kesibukannya di dunia medis, seniman muda ini menjadi motivator juga inspirator teman-teman yang nongkrong di warung kopinya dan mengajak untuk bisa melihat dan membaca tanda-tanda zaman untuk menjadikan sebuah peluang yang dikemas lebih apik. Sehingga, putra-putri Bali mampu menjadi petarung bisnis di era globalisasi ini. Cara membagi waktu rasanya satu hal yang paling sulit karena harus selalu monitoring, ber kreativitas dalam menu, dalam tampilan mangsi, membuat setiap design produk mangsi dari A sampai Z. “Mengurangi waktu tidur satu-satunya cara saya dalam menyelesaikan setiap rencana, ide dan inspirasi yang sudah muncul. Menunda sampai hari libur tiba tidak mungkin karena di rumah sakit tidak ada hari libur apalagi liburan. Tapi saya sangat bersyukur saat ini keluarga sangat mendukung setiap ide dan rencana-rencana saya. Selain itu figur Anggie adalah sosok pekerja keras yang selalu ada setiap saat dalam mengurus usaha ini,” tegas Windu. –Ngurah Budi/Inten Indrawati
Student Centered-Active Learning di SHI Bali Sekolah HighScope Indonesia-Bali (SHIBali) adalah salah satu sekolah nasional bertaraf internasional yang ada di Kabupaten Badung, tepatnya di Jalan Muding Indah X No. 9 Kuta Utara, telepon 0361-2747999, 2748877 merayakan hari jadinya yang ke-7 dan HUT ke -2 Yayasan Starken Cahaya Dewata sebagai wadah baru dari sekolah HighScope Indonesia-Bali, yang jatuh tiap tanggal 18 Desember. Sekolah HighScope Indonesia-Bali yang mengaplikasikan sistem pembelajaran “student centered-active learning” selalu mengembangkan dirinya untuk dapat memimpin dan menjadi pelopor dalam dunia pendidikan Indonesia. Sekolah HighScope Indonesia-Bali percaya bahwa “learning is a journey not a race” meletakkan pembelajaran sebagai sebuah proses yang dialami dan dipahami sehingga tercapai tahapan dan perkembangan untuk menemukan solusi dan memecahkan masalah yang terjadi di lingkungan belajar siswa.
Perayaan HUT ini dirangkaikan dengan kegiatan Natal diselenggarakan mulai 14 Desember 2013 didukung OSIS Sekolah HighScope Indonesia-Bali dan para orangtua siswa, melakukan kunjungan ke Panti Asuhan SALAM, di Tabanan. Kegiatan kedua adalah acara donor darah yang diikuti segenap civitas akademika Sekolah HighScope Indonesia-Bali,18 Desember 2013. Dalam setiap kegiatan HUT Sekolah HighScope Indonesia-Bali selalu memberikan apresiasi masa bakti berbentuk cincin emas kepada karyawan/guru yang sudah mengabdi di atas 5 tahun. Pada HUT kali ini, Ketua Yayasan Starken Cahaya Dewata, GW. Bayu Wedananta, AP.SE,AK memberikan cincin emas kepada 15 karyawan/guru Sekolah HighScope Indonesia Bali. Ketua Yayasan Starken Cahaya Dewata yang juga selaku Presiden Direktur Sekolah HighScope Indonesia Bali menutup Rangkaian HUT ini dengan kegiatan rafting yang diikuti karyawan/ guru, 21 Desember 2013 di Telaga Waja, Karang asem. Melalui kegiatan rafting ini diharapkan terbentuk suatu kerja tim yang semakin solid dan menjadi ajang penyegaran bagi para karyawan setelah menjalani rutinitas selama setahun. Sekaligus untuk memupuk solidaritas sebagai suatu keluarga yang utuh. Kegiatan ini juga merupakan kegiatan rutin sebagai apresiasi terhadap para karyawan SHI-Bali.
BUGAR
10
3 - 9 Februari 2014
Jangan Remehkan Gigi Berlubang
Gigi Anda berlubang? Sebaiknya segera pergi ke dokter gigi. “Jika dibiarkan, dalam jangka panjang malah membuat gigi yang lain bisa ikut berlubang,” ujar drg. Sarah Kartimah Djayusman Sp. KGA.
L
ubang gigi pada tahap awal biasanya tidak menimbulkan gejala. Gejala akan mulai timbul setelah kerusak an gigi sudah mencapai lapisan dentin. Biasanya penderita akan merasakan rasa sakit atau linu pada gigi yang berlubang apabila gigi tersebut terkena rangsang dingin, panas, makanan asam dan manis, atau apabila makanan masuk ke dalam lubang gigi. Gigi berlubang dapat terjadi pada semua tingkat usia, mulai dari anakanak hingga orang dewasa. Dokter RSAD Denpasar ini menyebutkan, ada beberapa faktor penyebab gigi berlubang. Faktor genetik, kalau ayah dan ibunya giginya mudah rapuh, biasanya akan menurun kepada anaknya. Penyebab lain tergantung dari kondisi air ludahnya apakah kental atau encer. Kebersihan rongga mulut juga menjadi penyebab, misalnya orang yang malas sikat gigi. Penyebab lain karena mikroflora yakni kuman rongga mulut bakteri jahat. Satu contoh, seorang ibu memberi makan anaknya dengan cara meniupniup saat panas. Transfer kuman terjadi antara si ibu ke anak. Gigi berlubang bisa juga terjadi
karena kesukaan mengonsumsi makanan manis seperti permen, cokelat. Waktu atau intensitas seberapa sering kita memakan makanan manis, juga memegang peranan. Anak kecil yang sering ngedot susu setiap malam otomatis giginya lubang. Orang dewasa yang biasa memakan camilan manis diantara waktu makan. Tingkat keparahan gigi berlubang dimulai dari ringan, sedang, berat, dan rampant atau gigis. Tingkat ringan sampai sedang dapat dilakukan dengan perawat an ditambal. Kondisi berat dapat diselamatkan dengan perawatan saluran akar gigi, namun, kalau tidak bisa terpaksa diabut. “Saat gigi telah dicabut, sebaiknya segera dibuatkan gigi palsu. Kalau tidak, gigi sebelah-menyebelah cenderung miring atau gigi atas akan menjadi turun begitu juga sebaliknya. Gigi bergeser akan membuat celah untuk masuknya makanan. Ketika terjadi gigi berlubang lagi, begitu seterusnya akan membuat gigi habis satu persatu,” jelas drg. Sarah. Kondisi gigi yang lain ada di sebut rampan karies alias gigis adalah suatu kondisi gigi berlubang pada anak yang ditandai dengan munculnya karies di seki-
Sehat ala Ade Rai
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sehat ala Ade Rai” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id Rubrik ini diasuh Ade Rai.
Jurus 2: Jagalah Kualitas Makanan, Minuman dan Udara yang Masuk ke Tubuh Udara, makanan, dan minuman adalah kebutuhan dasar manusia yang standar kebersihannya cukup menyedihkan di Indonesia. Sudah merupakan rahasia umum bahwa orang yang mengunjungi Indonesia harus mengalami “penyesuaian pada perut” dengan mengalami diare selama beberapa hari. Bagi kita yang selalu tinggal di Indonesia, jangan bangga dulu dan merasa perut kita sudah lebih “kebal”. Kenyataan yang ada sebenarnya adalah bahwa tubuh kita terpaksa menyesuaikan dengan standar makanan, minuman dan udara yang lebih rendah sehingga kita sebenarnya sudah memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tinggal di negara dengan standar makanan, minuman, dan udara yang lebih baik. Untuk kualitas makanan dan minuman, beberapa pointer standar berikut ini bisa dijadikan acuan untuk fitnesmania: - Pastikan untuk selalu minum dari air minum botol yang tersegel baik.
drg. Sarah Kartimah Djayusman
tar gigi. Yang paling sering meng alami rampan karies biasanya gigi seri atas, tetapi tidak menutup kemungkinan bisa terjadi pada gigi seri bawah dan gigi geraham. Menurut berbagai penelitian, kejadian rampan karies ini mencapai 90% pada anak usia 3 hingga 6 tahun, utamanya terjadi di ne gara berkembang. Hal itu disebabkan karena semakin bervariasinya makanan dan minum an yang dikonsumsi si kecil namun tidak diiringi dengan bertambahnya tingkat kesadaran orangtua untuk menjaga kebersihan gigi dan rongga mulut anaknya. Pada umumnya rampan karies terjadi pada
gigi susu, yaitu kelompok gigi yang pertama kali tumbuh sebelum berganti dengan gigi permanen. Susu formula dalam botol, permen, es krim, dan aneka makanan manis yang lain, jika cara mengonsumsinya salah maka bisa menjadi penyebab rampan karies. Sisa-sisa makanan dan minuman itu tadi akan mengendap di gigi, menimbulkan suasana asam yang membuat gigi menjadi lunak dan terkikis sedikit demi sedikit. Masalah yang mengikuti gigi gigis gusi sering bengkak, anak susah makan, dan ulcus debitus yakni kondisi gigi susu yang telah habis mahkotanya akan menyisakan akar gigi di dalam gusi dan tulang penyangga. Tekanan kunyah pada sisa akar gigi akan membuat sudut gigi berubah dan ujung akar akhirnya miring dan menembus ke arah gusi kadangkala mengenai bibir bagian dalam.
Ia menyarankan, dasar pencegahan gigi lubang dengan menjaga kebersihan mulut, yakni selalu membersihkan gigi setelah makan. “Jika tak punya waktu menggosok gigi, usahakan berkumur dengan air putih setelah makan. Buah berserat seperti bengkuang, apel, dan wortel juga baik untuk membersihkan sisa makanan. Namun, hal yang wajib tetap dilakukan adalah menggosok gigi sebelum tidur malam,” sarannya. Sikat gigi fungsinya untuk menghilangkan semua sisa makan an dan minuman dari permukaan gigi. Ukuran sikat gigi yang baik panjang kepala sikat sekitar 2-3 gigi, permukaan bulu sikat datar, bulu sikat lembut. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride dan aman bagi pengguna. Ia memberi contoh, porsi makanan yang baik bagi kesehat an gigi sayuran 150 gram, keju 25 gram, karbohidrat 200 gram, roti 25 gram, lemak 30 gram, dan daging 100 gram. Ia menyatakan, pemeriksaan gigi secara rutin, meski gigi dalam kondisi baik, akan mendeteksi gangguan di gigi dan mulut lebih dini. Hal itu akan menghemat biaya. Penyakit gigi dan gusi dapat dicegah dengan rutin memeriksakan gigi ke dokter setiap enam bulan sekali. –Wirati Astiti/Ngurah Budi
Jurus Meningkatkan Daya Tahan Tubuh (2) - Bilamana memungkinkan, konsumsikan makanan dalam keadaan paling mendekati wujud dan keadaan alamiahnya. Dengan demikian fitnesmania bisa memastikan keutuhan gizi-gizi penting dalam jumlah yang lebih banyak. - Bila memungkinkan, persiapkan makanan sendiri dengan standar kebersihan yang bisa kita pastikan. - Bila hendak memotong berbagai jenis bahan makanan, mulailah dari memotong sayuran sebelum memotong daging. - Cucilah bahan makanan dengan air yang mengalir untuk membersihkannya dari kotoran maupun obat hama. - Hindari atau kurangi minuman beralkohol tinggi. - Bilamana memungkinkan, konsumsikan air distilasi secara reguler. - Hindari mengonsumsi makanan dalam kemasan yang sudah dekat atau melewati masa kadaluarsanya. - Hindari konsumsi makanan dengan tingkat kar sinogen tinggi seperti makanan yang banyak bagian hangusnya, cara masak menggoreng, menumis dengan api tinggi yang terlalu lama. - Apabila merasa sulit mendapatkan dukungan gizi lengkap secara konsisten, konsumsikanlah multi vitamin dan mineral yang berkualitas.
Untuk kualitas udara, memang tidaklah mudah untuk menghirup udara bersih di kota-kota yang banyak polusi nya. Kebanyakan dari fitnesmania menghabiskan 90% waktu di dalam ruangan, seperti di dalam mobil, dalam rumah, maupun di tempat kerja. Meskipun fitnesmania tidak bisa berbuat banyak dengan polusi udara di luar ruangan, setidaknya ada beberapa cara untuk meningkatkan proporsi udara bersih yang fitnesmania hirup di dalam ruangan dengan menjalankan beberapa pointer berikut: - Bangunlah lebih pagi dan nikmatilah udara luar ruangan yang lebih segar saat polusi udara belum banyak. - Hindari atau kurangi penggunaan obat nyamuk. - Hindari ekspose terhadap asap rokok dan asap kendaraan lainnya. - Bersihkan penyejuk ruangan secara periodik, dan bilamana memungkinkan, gunakan penyejuk ruangan dengan teknologi penyaringan debu dan kuman. - Pastikan tempat penampungan sampah yang selalu tertutup rapat dan dibersihkan secara reguler. - Gunakan cat tembok dengan kadar alergen rendah. - Tirai jendela, karpet, kelambu agar selalu dibersihkan. - Hindari terjebak di dalam mobil terlalu lama, keadaan membuka kaca jendela adalah sama buruknya dengan menutupnya.
STYLE
3 - 9 Februari 2014
Aksi Bergaya dengan Boots
Sepatu yang satu ini sudah populer di seantero dunia. Sepatu boots tak pernah ketinggalan meramaikan blantika dunia fashion. Begitu pula dengan pecinta mode di Indonesia. Mengenakan sepatu boots, bisa membuat seseorang tampil dalam berbagai gaya yang berbeda, mulai dari kasual, feminin hingga sporty.
Tegep Oktaviansyah
T
egep Oktaviansyah, melalui bend era “ Te g e p B o o t s ” berhasil mengha dirkan sepatu boots handmade yang istimewa. Berbahan kulit yang berkualitas, model boots koleksinya pun menjadi pilihan para artis di antaranya Anang, Mulan Jamela, Andi Rif, Chef Juna, Indro Warkop, dan Deddy Corbuzier Desain boots milik Tegep
sangat unik dan colorfull sesuai dengan kepen tingan, misalnya untuk tampil feminin elegan cocok dipadupadankan dengan celana panjang ketat dan bisa memilih sepatu casual boots. Sedangkan,untuk dipadupadankan dengan rok mini hingga semakin menarik, sexy boots bisa menjadi pilihan. Ada juga pilihan sepatu cowboy boots lainnya yang menjadi keren jika digunakan dengan gaya tomboy. Bisa juga dipadukan dengan busana berupa rok jeans mini atau sweater. Akan lebih gaya jika ditambahkan topi berukuran lebar. Menurut Tegep yang belum
lama ini tampil di Hongkong Fashion Week ini, sengaja mem buat boots menurut kategorinya seperti, biker boots, cowboy boots, sexy boots, casual boots, work boots hingga kids boots. Dengan mengenal jenis-jenis boots ini, akan memudahkan penggemar boots untuk memadupadankannya dengan style fashion dan kepribadiannya. Berikut beberapa pilihan sepatu boots karya Tegep yang spesial untuk pembaca Tokoh. – Sri Ardhini/Wirati Astiti
15
14
J E L I TA
Langsing Cara Alami
Memiliki tubuh yang langsing merupakan idaman setiap perempuan. Namun, kesibukan dunia kerja dan pola hidup yang serba cepat, cenderung membahayakan kesehatan. Padahal, untuk memiliki berat badan yang ideal, tubuh yang langsing, mestinya dengan menetapkan pola hidup sehat terlebih dahulu.
M
enurut Yuliani Sukhana, salah seorang pakar herbal, menerapkan pola hidup sehat juga merupakan salah satu cara menurukan berat badan secara alami.”Tepatnya, pola hidup sehat adalah salah satu kunci utama untuk medapatkan tubuh langsing alami,”cetusnya. Namun sayangnya, tingkat kesibuk an dan padatnya aktivitas seringkali menjadikan banyak orang melupakan pola hidup sehat. Masih banyak dari mereka yang lebih memilih makanan serba instan, yang tentunya cenderung kurang sehat. Saat ini, kata mantan perawat se nior ini, kebanyakan orang yang sibuk tidak ingin repot memasak makanan yang sehat untuk dikonsumsi setiap harinya. Faktor kesibukan pula menye babkan mereka memiliih mengon sumsi makanan instan atau makanan cepat saji. Padahal, sebenarnya selain tidak sehat, makanan ini adalah salah satu penyebab utama obesitas.Dengan menghindari makanan cepat saji, ses ungguhnya kita sudah melakukan salah satu cara untuk langsing alami Menurutnya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk melangsing kan badan melalui cara yang alami. Mu lai dengan mengganti nasi putih dengan nasi merah, kentang, dan ubi direbus. Memperbanyak konsumsi biji-bijian barley serta gandum. “Kandungan serat tinggi pada biji-bijian membantu kita merasa kenyang lebih lama,”katanya. Ibu tiga putra ini mengatakan, seringkali saat ditawari berbagai jenis makanan, kita dan kebanyakan orang cenderung makan lebih banyak. “Ka lau sudah tahu begini, kenapa tidak melakukan hal yang sama pada sayuran. Ganti beberapa jenis hidangan ber lemak tinggi dengan sayuran hijau yang
lebih mengenyangkan,” katanya. Begitu juga dengan semakin besar ukuran piring, biasanya jumlah maka nan yang diambil juga semakin banyak. Ada baiknya kita mengambil makanan dengan piring lebih kecil. Ini bisa mem bantu berpikir kalau porsi makanan yang diambil adalah normal, padahal sebenarnya sudah berkurang. Bagi mereka yang bekerja, Yuliani mengingatkan tak ada salahnya mem bawa bekal makanan dari rumah. Selain menghemat pengeluaran, kita juga bisa hidup lebih sehat dan menjamin keber sihan makanan yang disantap. Terlalu sering makan di warung atau restoran, menambah kalori lebih banyak dibanding saat kita makan di rumah.
Infused Water Begitu juga dika takannya dengan mengonsumsi buahbuahan tertentu, sepert i sebuah apel sehari, misalnya, dapat mencegah terjadinya penambahan berat badan. Apel memiliki kandungan serat yang tinggi dan membuat perut kenyang. Apel juga mengandung antioksidan. Alpukat , yang selama ini sering dianggap menggemukkan, kata Yuliani, tidak perlu dicemaskan. Justru, kandungan le mak tak jenuh tunggal yang terkandung di dalamnya dapat meningkatkan rasa kenyang. Buah lain yang cukup baik untuk membantu menjaga tubuh agar langsing diantaranya semangka, pisang, strawberi, dan anggur lokal. Yuliani menyebutkan, infused water tengah tren saat ini. Ini, adalah istilah untuk air putih yang diberi tambahan
tkh/net
3 - 9 Februari 2014
3 - 9 Februari 2014
Yuliani Sukhana
buah-buahan untuk memberikan rasa dan manfaat tambahan bagi air ters ebut. Buah yang dipakai untuk infused water adalah buah kategori tidak manis seperti strawberi, kiwi, lemon, jeruk, mangga, nanas, apel atau bluberri. Tren mengonsumsi air dengan potongan buah, menurut Yuliani, se
benarnya baik untuk mereka yang tidak suka atau ser ing malas minum air putih. “Pada infused water ini, setelah buah dimasukkan, air putih ada aromanya, sehingga mereka bisa lebih ser ing mengonsumsi air putih,” ujarnya dan me nambahkan teh hijau juga bagus. Apalagi ia sempat membaca be berapa penelitian yang menunjukkan bahwa teh hijau dapat men ingkatkan kemampuan tubuh membakar kalori lebih banyak. Tidak ketinggalan ia juga menyebut loloh k u ny i t a s a m . M i n u man tradisional waris an asli nenek moyang yang terbuat dari ba han dasar kunyit dan asam ini, memiliki ber bagai fungsi kebaikan bagi tubuh. Kombinasi kunyit den gan asam
dkatakannya akan lebih memper mudah proses metabolisme tubuh, yakni peredaran darah lancar, lemak terbuang, dan oksigen segar mudah mengalir dalam tubuh. Loloh yang pada awalnya berbahan kunyit, gula bali, asam, air dan garam ini akan lebih baik jika dilengkapi den gan daun sirih, daun piduh atau daun jarak muda untuk menetralkan .Bagi mereka yang memiliki keluhan sakit lambung mengonsumsinya tidak harus setiap hari atau porsinya dikurangi. Hingga saat ini, loloh kunyit asam adalah yang paling banyak penggemar nya. Campuran manis dan asam yang menyegarkan tanpa rasa pahit seperti membuatnya disukai. “Loloh kunyit asam selain rasanya sangat segar juga dipercaya mampu menjaga badan agar tetap sehat dan menggurangi keg e mukan , menjaga keseimbangan berat badan hingga menjadi langsing jika diminum secara teratur. Karena kunyit mengikat lemak tak jenuh,”katanya. Yuliani menekankan kembali, hal yang perlu ditanamkan dibenak ke tika memutuskan melakukan program menurunkan berat badan ideal, adalah bukan hanya untuk penampilan, me lainkan demi kesehatan, dan seharus nya kesehatan adalah yang utama. “Jika kita sudah tahu tentang fungsi alami sayur, buah, loloh tidak ada salahnya, untuk memberitahukannya pada orang- orang yang kita sayangi dan di sekitar kita. Sehingga mereka, kedepannya tidak terjebak pada tubuh yang tidak sehat,” sarannya. Ia menegaskan, tentu lebih baik mencegah dari pada mengobati. “Me mulai lebih cepat lebih baik. Jangan menundanya lagi dan mulai dari seka rang. Untuk hidup yang lebih sehat dan penampilan yang lebih menawan. Sehat adalah tujuan utamanya, dan langsing adalah bonus yang akan kita dapatkan,”ujarnya.
MITOS ATAU FAKTA
11
Lima Mitos Seks dan Kesehatan Seksual Laki-Laki S
eks saat ini memang telah menjadi suatu hal yang secara terbuka menarik untuk dibahas dan dibicarakan, karena tidak dapat dimungkiri seks adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Namun, tidak sedikit masyarakat yang menganggap seks masih tabu untuk dibicarakan. Padahal, pada usia remaja, manusia sangat penasaran dan haus akan informasi tentang berbagai hal yang berkaitan dengan seksualitas. Keingintahuan yang besar membuat manusia berusaha terus untuk mencari informasi dari berbagai sumber. Biasanya membicarakan masalah seksualitas masih dominan antar kelompok sebaya (baik itu dari teman-teman dekat, teman sekantor) maupun dari media-media lain. Sayangnya, informasi yang didapat tidak selalu benar dan seringkali tidak dapat dipertanggung jawabkan. Repotnya lagi bila informasi yang salah tersebut mulai diyakini dan akhirnya selalu dipercaya sebagai pedoman untuk berperilaku seksual, malah ini terjadi turun-temurun, yang akan mengundang risiko seksual juga di masyarakat kita. “Informasi-informasi yang salah seks inilah yang disebut dengan mitos-mitos seks, yang tentu saja, sekali lagi tidak benar,” ujar Sekretaris Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Bali dr. Oka Negara, FIAS. Mitos adalah informasi yang salah tetapi masih saja sering dianggap benar, yang telah diyakini, beredar dan populer di masyarakat. Masyarakat masih percaya kepada mitos karena mereka sulit mendapatkan informasi yang benar sehingga dengan mudahnya menerima informasi seks yang keliru yang ada dan telah berkembang sebelumnya. Berikut ini, dr. Oka Negara mengupas 5 mitos seks dan kesehatan seksual tentang laki-laki. Mitos : Laki-laki memiliki dorongan seks yang lebih tinggi dari perempuan Fakta : Dorongan seks pada laki-laki dan perempuan sangat beragam. Secara mendasar hormon yang bertanggung jawab akan munculnya dorong an seksual adalah testosteron. Ternyata perempuan juga memproduksi hormon ini, dan hanya dibutuhkan sejumlah kecil saja produksi hormon ini sudah sanggup memicu dorongan seksual. Yang membedakan variasi dorongan seksual ini justru sifatnya sangat individual. Penyebabnya karena kondisi fisik tubuh, psikis dan cara pandang tiap orang terhadap hubungan seksual yang juga dipengaruhi oleh pola asuh dan situasi di masa lalu. Tidak sedikit malah perempuan yang memiliki dorongan seks yang tinggi. Selain itu, tidak sedikit laki-laki yang biasa-biasa saja respons seksualnya terhadap rangsangan seksual dan aktivitas hubungan seks. Mitos : Ukuran penis menentukan kenikmatan seksual Fakta: Ukuran penis tidak berkaitan dengan potensi seksual seseorang. Sebenarnya kepuasan seksual tidak ditentukan dari ukuran penis, melainkan oleh kemampuan penis untuk ereksi, kemampuan mengontrol ejakulasi dan komunikasi yang baik antara pasangan
– Sri Ardhini/Wirati Astiti
dr. Oka Negara, FIAS
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
“Dok, aku bingung nih. Aku ingin menikah dalam waktu dekat ini. Temanku ada yang bilang kalau kelamin laki-laki yang sudah disunat akan bikin terhindar dari penularan penyakit kelamin, termasuk HIV. Tetapi, temanku yang lain bilang kalau disunat akan mengurangi kenikmatan saat berhubungan seksual. Kelaminku sih baik-baik saja selama ini. Jadi, sebaiknya bagaimana, Dok?” (Erik, 29) Sirkumsisi atau sunat adalah tindakan memotong sebagian atau seluruh kulup yang menutupi kepala penis. Ada tiga alasan utama orang menjalani sirkumsisi: alasan kepercayaan, indikasi medis dan pencegahan penyakit. Sirkumsisi telah dilakukan sejak jaman prasejarah, dapat dibuktikan dari gambar-gambar di gua yang berasal dari jaman batu dan makam Mesir kuno. Diperkirakan di jaman itu sirkumsisi merupakan bagian dari ritual pengorbanan atau tanda penyerahan pada yang disembah, tanda masuk tahapan menuju dewasa, tanda kekalahan atau perbudakan, atau upaya untuk menghambat fungsi
seksual yang dianggap berlebihan. Sirkumsisi kemudian dan hingga saat ini diwajibkan dilakukan pada penganut agama Islam, Yahudi dan beberapa kepercayaan lokal di beberapa daerah tertentu. Secara medis, sirkumsisi harus dilakukan pada kasus phimosis. Kondisi dimana kulup penis anak tidak bisa ditarik ke belakang, sehingga menutup ujung penis yang akhirnya membuat kesulitan untuk buang air kecil dan berisiko infeksi hingga kanker penis jika dibiarkan. Sementara itu, belakangan ini meningkatnya HIV dan AIDS di dunia, termasuk di Indonesia, lebih banyak dikarenakan hubungan
seksual. Sayangnya, masih banyak pria yang percaya dengan mitos ini, sehingga berupaya untuk membesarkan penisnya dengan berbagai macam cara, bahkan dengan cara yang tidak ilmiah dan berbahaya bagi kesehatan. Penyuntikan silikon pada penis seringkali merusak jaringan pembuluh darah penis. Kalaupun ada ukuran penis yang memang bermasalah dalam hubungan seksual itu adalah pada mereka yang memiliki ukuran penis mini dengan ukuran yang ekstrim kecil yang disebut mikropenis. Ini karena gangguan hormon yang masih bisa dikoreksi sebelum pubertas. Mitos : Onani pada remaja wajar, tetapi pada laki-laki dewasa berbahaya karena dapat menyebabkan kemandulan, rambut rontok dan lutut keropos. Fakta : Onani atau masturbasi biasanya dilakukan pada kondisi-kondisi tertentu, misalnya belum memiliki pasangan atau ketika jauh dari pasangan, sementara dorongan seksual sedang menggelora dan tidak bisa dihentikan saat itu. Secara medis masturbasi tidak ada hubungannya dengan kemandulan atau gangguan kesuburan, rambut rontok dan lutut keropos. Masturbasi tergolong wajar selama tidak menggunakan alat bantu yang kotor yang bisa mengakibatkan lecet dan infeksi. Masturbasi tidak ada bedanya untuk yang dilakukan oleh remaja atau orang dewasa. Hanya saja memang sebisa mungkin jangan dilakukan setiap hari dan seringkali karena tentu saja bisa mengganggu aktivitas dan produktivitas kerja. Mitos : Laki-laki yang berbulu dada lebat berarti hebat dalam hubungan seksual Fakta : Hebat tidaknya seorang laki-laki dalam hubungan seksual sebagai bentuk dari potensi seksualnya ditentukan oleh lancarnya siklus respons seksualnya. Jadi, pada beberapa hal ditentukan oleh optimalnya dorongan seksual, lancarnya ereksi dan kekuatan mempertahankan ereksi. Bukan karena banyak tidaknya jumlah rambut yang tumbuh di area tubuh, walaupun rambut dada (lebih tepat disebut rambut dada dibanding bulu dada) yang tebal sering dianggap mengindikasikan jumlah level hormon testosteron yang masih tinggi. Tentu saja untuk mendukung potensi seksual ini harus disertai oleh kebugaran fisik dan komunikasi seksual yang sehat dengan pasangan. Mitos : Laki-laki yang telah divasektomi akan kehilangan dorongan seksualnya Fakta : Vasektomi adalah tindakan operasi untuk memotong saluran sperma untuk kepentingan kontrasepsi mantap atau sterilisasi laki-laki. Laki-laki yang telah divasektomi tidak akan kehilangan dorongan seksualnya, sebab pada vasektomi tetap saja testis (buah pelir) tidak dibuang dan tidak dilukai, sehingga testis tetap memproduksi spermatozoa dan hormon testosteron yang berfungsi untuk pembangkit dorongan seksual. Vasektomi berbeda dengan kastrasi/kebiri, yang pada kebiri kedua testis dibuang. –Inten Indrawati/ Ngurah Budi
Sirkumsisi, HIV, dan Kenikmatan Seksual heteroseksual, atau hubungan seksual antara laki-laki dengah perempuan. Jadi bukan dari hubungan sejenis atau homoseksual seperti yang banyak dipersepsikan orang. Anjuran penggunaan kondom untuk mencegah penularan HIV melalui hubungan seksual masih menemui banyak hambatan. Terutama buat laki-laki yang masih enggan dan merasa tabu untuk menggunakan kondom. Termasuk juga mitos bahwa menggunakan kondom itu tidak menyenangkan. Selanjutnya World Health Organization (WHO) dan UNAIDS sempat mengusulkan tindakan sirkumsisi sebagai standar pencegahan HIV. Memang dari beberapa uji klinis yang telah dilakukan menunjukkan sirkumsisi dapat mengurangi penularan HIV hingga 60%. Sirkumsisi diyakini dapat melindungi orang dari infeksi HIV karena kulup penis yang dibiarkan lebih rentan terhadap HIV dan dapat menjadi tempat masuk utama virus. Tetapi berselang tidak lama, The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) malah mengeluarkan pernyataan bahwa sirkumsisi tidak mengurangi risiko tertular HIV di antara laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki.
Dinyatakan bahwa keputusan untuk merekomendasikan sirkumsisi sebagai sebuah prosedur resmi untuk pencegahan HIV masih belum final. Karena beberapa fakta lain yang menjadi pertimbangannya misalnya bahwa bayi laki-laki yang baru lahir tanpa sempat disirkumsisi pun bisa tertular HIV, dan laki-laki yang sudah disirkumsisi tetapi melakukan aktivitas seksual gonta-ganti pasangan, termasuk juga melakukan aktivitas seksual sesama laki-laki belumlah terlindungi dengan sirkumsisi ini. Maka pada akhirnya keputusan akhir yang diperlakukan CDC saat ini, sirkumsisi adalah bersifat sukarela. Sebenarnya sirkumsisi hanyalah mengurangi risiko infeksi HIV, bukan itu mencegah infeksi. Laki-laki masih harus menggunakan kondom untuk mencegah HIV. Selanjutnya Hak-hak Seksual yang disepakati WHO pada Juni 2009 didasari juga atas peng hormatan terhadap integritas tubuh dan hak setiap orang untuk memperoleh kepuasan seksual. Jurnal of Urology April 2005 menyebutkan bahwa sirkumsisi menurunkan kepuasan seksual karena pada kulup penis yang dipotong tersebut terdapat syarafsyaraf yang sangat peka. Ada kritik
bahwa tindakan sirkumsisi yang dilakukan orang tua terhadap anak laki-lakinya mengandung arti bahwa orang tua telah mengambil hak anaknya dalam memutuskan tindakan terhadap tubuhnya, termasuk keputusan dan hak seksualnya. Namun dalam hal ini, pertimbangan keagamaan dan budaya sering kali masih diakui dalam mengambil keputusan. Jadi, bagaimana solusinya? Berdasarkan perkembangan terakhir atas pertimbangan sosial, kesehata n dan hak seksual manusia, maka tentang sirkumsisi dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Keputusan sirkumsisi itu individual, silakan dilakukan jika itu adalah sebuah kewajiban dan keharusan yang diminta oleh kepercayaan, tentu saja dilakukan dengan cara yang bersih atau steril. (2) Kalaupun laki-laki sudah disirkumsisi bukan berarti aman dari infeksi menular seksual, karenanya tetap harus menggunakan kondom saat berhubungan seksual yang berisiko. (3) Perlu diperhatikan hak-hak seksual dengan baik karena pada sebagian orang menghilangkan kulup saat disirkumsis akan me ngurangi kenikmatan seksual.
RESEP ALA CHEF
12
3 - 9 Februari 2014
Bebek Nyat-nyat
Nikmat Sekejap Membuat makanan yang enak, tak harus memerlukan waktu lama. Menciptakan makanan yang nikmat dalam waktu singkat dan sekejap, juga bisa. Berikut pilihan menu dari I Ketut Sumatra, Executive Chef Kuta Central Park Hotel. I Ketut Sumatra
Ikan Bakar Sambal Terung 15 ml : air jeruk nipis 60 ml : minyak 5 gram garam/secukupnya
Bahan: 3 ekor 100 gram 150 gram 83 gram 20 gram 80 gram 30 gram 15 gram 40 gram 5 gram 36 gram 5 gram 5 gram 15 gram 3 lembar 3 lembar 3 batang 2 liter 250 ml
: : : : : : : : : : : : : : : : : : :
bebek kampung bawang putih bawang merah lombok merah cabai rawit laos jahe kunyit kencur ketumbar kemiri merica hitam merica putih terasi daun salam daun jeruk sereh air air asam
200 ml : minyak 10 gram garam/secukupnya Cara membuat: - Bebek dibersihkan dan dibelah dua. - Haluskan bumbu kecuali sereh, daun jeruk, dan daun salam. Tumis bumbu sampai harum. - Masukkan bebek dan tambahkan air. Masak dengan diungkep 1,5 jam sampai dag ing bebek empuk dan bumbu meresap. - Hidangkan dengan nasi putih, sayur urap, sambal embe, dan sambal matah.
Cara membuat: - Haluskan bumbu, tumis, dan balurkan ke ikan mahi-mahi. - Panggang ikan sampai berwarna kecokelatan. - Sajikan bersama sambal terung.
Sambal Terung
Bahan: 260 gram 20 gram 10 gram 20 gram 20 gram 5 gram 10 gram
: : : : : : :
ikan mahi-mahi lombok merah cabai rawit kunyit bawang putih terasi gula merah
Bahan: 40 gram : bawang putih, iris 60 gram : bawang merah, iris 30 gram : lombok hijau, iris 150 gram : terung bulat, iris 50 ml : minyak 40 ml : santan kental Garam secukupnya Sambal ulek Cara membuat: - Tumis bawang merah, bawang putih, lombok, dan terung sampai harum. Tambahkan garam, santan, dan sambal ulek. - Membuat sambal ulek: cabai rawit, terasi, dan garam diulek.
Balinese Pizza Bahan: 1 buah 60 gram 50 gram 50 gram 40 gram 3 gram 3 gram 75 gram 15 gram 15 gram
: adonan pizza (180 gram) : saus tomat : daging ayam : udang : sambal matah : merica hitam : daun kemangi : keju mozzarella : minyak : saus basil
Cara membuat: - Pipihkan adonan pizza setebal 15 cm. - Oleskan dengan saus basil dan saus tomat. - Untuk daging ayam dan udang langsung dicampurkan dengan sambal matah. Tuang ke adonan pizza tadi. Tambahkan saus tomat, daun kemangi, dan ditaburi keju dan merica hitam. - Oven dengan suhu 250 derajat Celcius selama 10 menit.
Green Healer Bahan: 60 gram brokoli 100 gram daun bayam 100 gram bok choi (sawi hijau kecil) 100 gram nenas 1 sendok teh jeruk nipis Madu secukupnya
Cara membuat: Masukkan semua bahan ke blender, dijus tambahkan dengan es batu. Tuangkan air jeruk nipis di atasnya. Siap disajikan. –Wirati Astiti/Ratna Hidayati
13
Promosikan Tanaman Rempah Indonesia Tak banyak hotel yang menyajikan aneka tanaman rempah-rempah di sekitarnya. Walaupun jenisnya belum banyak, kebun rempah ini mampu menarik turis yang menginap di Kuta Central Park Hotel. Inisiatif Ketut Sumatra yang menjabat executive chef di hotel ini, ternyata tak sia-sia. Inovasinya menambah ketertarikan turis asing untuk belajar makanan Indonesia dan mencintainya. Seperti apa kisahnya?
“K
ebun ini tak terlalu besar. Malah tanamannya ditanam dengan pot. Namun, paling tidak dapat membantu tamu yang ingin belajar masak makanan Indonesia,” tutur lelaki usia 52 Tahun ini, sembari mengecek tanamantanaman rempah yang tertata apik di samping restoran. Menurut Sumatra, banyak para tamu yang tertarik belajar masak makanan Indonesia. Salah satunya tamu asal Belanda yang tertarik menanam tanaman rempah Indonesia di negaranya. “Tamu ini memiliki usaha jasa boga di negaranya. Ia tertarik menyajikan makanan Indonesia,” kata Sumatra. Ia menuturkan, saat tidak mengerti, mereka bisa balik lagi ke Indonesia untuk memperdalam pengetahuannya tentang bumbu-bumbu rempah
Indonesia, terutama bertanya di mana mencari bibit tanaman tersebut. Kadang, kata Sumatra, tamu bisa menginap kembali di hotel yang sama. Jika tamu tidak kembali menginap dan mencari tempat yang lain, tamu kerap mencari Sumatra untuk mendapatkan informasi tambahan tentang kuliner Indonesia. Menurutnya, kelas memasak masakanan Indonesia termasuk masakan Bali merupakan salah satu kiatnya dalam mengenalkan dan mempromosikan makanan Indonesia ke mancanegara. Dengan waktu dua jam, pelajaran memasak yang diajarkan mulai dari mengenal bahan makanan dan memasaknya. Makanan yang dipilih juga yang mudah dalam pembuatannya misalnya sate lilit, mi goreng, dan nasi goreng. “Dari banyak tamu yang ikut pelajaran memasak ini, mereka biasanya pa ling suka belajar membuat sate lilit.
I Ketut Sumatra di antara tanaman rempah kreasinya
Selain rasanya enak, mereka tertarik dengan cara melilitkan sate di tangkai bambu. Mereka bilang exciting,” tutur lelaki yang pernah bekerja di Bali Sol (Melia Bali) Nusa Dua dan Melia Benoa ini. Saat pengenalan bahan, ia juga mengenalkan tanamannya, termasuk perbedaan daun kunyit dengan temukunci yang sepintar sangat mirip. Beberapa koleksi tanaman rempah-rempahnya seperti temukunci, kunyit, jahe, thai basil, ruko-rukoan, kemangi, daun pandan, kencur, sereh, dan laos. Sumatra berprinsip, ilmu harus dibagi dan dia tidak pelit berbagi ilmu. Begitu juga keseharian sebagai executive chef di Kuta Central Park.
4 biji : cabai kecil, iris serong 1 ruas : jari lengkuas, memarkan 1 sdm : saus tiram 75 ml : air 1 bungkus penyedap rasa Garam, gula dan lada secukupnya Minyak atau margarin secukupnya Cara membuat: - Panaskan margarin atau minyak, masukkan bawang merah, bawang putih, dan lengkuas hingga harum.
Mendidik bawahannya yang sebagian besar anak muda, ia harus ekstra sabar. “Saya senang kalau staf saya lebih maju daripada saya. Karena itu, saya selalu mendukung karier mereka untuk berkembang,” ujar lelaki yang dua kali mendapatkan prestasi Manajer Favorit 2012 dan 2013 ini. Ia mengatakan bangga jika anak buahnya sukses. Dengan berbagi ilmu kepada stafnya, ia berharap, mereka juga melakukan hal yang sama, dan terus seperti itu sehingga kelangsungan hotel tetap dalam kondisi yang baik. “Saya ingin ada kaderisasi. Malah kalau bisa lebih baik daripada saya. Prinsip saya menjadikan orang nomor dua agar bisa menjadi nomor
satu dan terbaik,” kata Sumatra. Saat awal bekerja di Kuta Central Park, hotel dalam kondisi baru. Sumatra ikut bersama-sama memba ngun pada awalnya. “Hotel yang baru dibuka menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Banyak konsep dan ide segar yang harus kami keluarkan untuk membangun agar menjadi berkembang seperti sekarang. Mulai dari perencanaan dapur, termasuk staf, dan alat-alat dapur. Istilahnya, saya senang mendidik bangsa sendiri. Kalau bukan kita siapa lagi? Apalagi nanti sudah masuk pasar bebas, bakal banyak pencari kerja dari luar negeri masuk ke Bali. Jangan sampai orang Bali tergusur di tanahnya sendiri,” kata Sumatra. Sumatra selalu ingin memperkaya dirinya dengan berbagi pengetahuan. Karena itu, ia sangat suka membaca. Ia mengaku, membaca adalah hobinya selain memasak yang memang disukainya sejak kecil. Sejak masuk ke dunia hotel, ia juga tertarik hobi fotografi. Hasil masakannya, ia dokumentasikan dalam bentuk foto yang cantik. “Setiap bos saya ke luar negeri, pasti saya minta hadiah buku masakan. Saya banyak belajar dari buku,” tandas alumnus BPLP (STP Nusa Dua Bali) ini. Selain itu, bertukar informasi juga sering dilakukan dengan pengurus dan anggota Indonesian Chef Association (ICA) Bali. –Wirati Astiti/Ratna Hidayati
Ayam Tumis Bayam
Ca Cumi Labu Siam
Bahan: 500 gr :cumi bersihkan tintanya, potong bulat-bulat 400 gr : labu siam potong korek api, remas remas dengan garam, cuci hingga bersih 5 siung : bawang putih, cincang halus 7 biji : bawang merah, cincang halus 2 biji : cabai merah, iris serong
Bahan: 1000 gram : tomat dicincang 300 gram : bawang putih, cincang 100 gram : bawang bombai 60 gram : tomat pasta (bisa saus tomat botolan) 15 gram : daun basil (daun salam) 20 gram : gula 50 ml : minyak 5 gram : merica hitam atau sesukanya Garam secukupnya
C U L I N A RY C O R N E R
I Ketut Sumatra
Sarwan
Saus tomat
Cara membuat: - Tumis daun basil, bawang putih, dan bawang bombai. - Masukkan tomat pasta dan tumis sampai mengeluarkan aroma. Masukkan tomat cincang, garam, gula, dan merica hitam. Masak selama satu jam dengan api kecil. - Siap digunakan.
3 - 9 Februari 2014
- Masukkan cumi, masak setengah matang, tambahkan saus tiram, merica, cabai merah, cabai kecil, aduk rata. - Masukkan air dan labu siam dengan api sedang. - Tambahkan gula, penyedap rasa, lada, garam tunggu hingga labu matang, siap untuk dihidangkan. Jangan lupa taburi bawang goring.
Bahan: 150 gr : ayam fillet potong dadu 3 ikat : bayam siangi 2 batang : bawang pre potong serong 2 ruas jari : lengkuas, memarkan 1 bungkus : penyedap rasa 2 biji cabai : merah buang bijinya, potong serong 100 ml : air Gula merah, lada secukupnya Minyak atau margarin secukupnya
kecokelatan. - Masukkan bayam, aduk rata, tambahkan air, garam, gula, lada, dan penyedap rasa hingga air berkurang dan makanan siap disajikan.
Cara membuat: - Panaskan minyak, masukkan bawang prei dan lengkuas tumis hingga harum. - Masukkan daging ayam, bolakbalik hingga berubah warna
Es Buah Segar Ceria Bahan: 150 gr 150 gr 100 gr 150 gr 250 gr 250 ml 1 sdm 3 cm 250 ml 4 sdm Es batu/es
: nanas kupas : belimbing, buang bagian tepinya : leci kalengan : mangga matang : gula pasir : air : air jeruk lemon : kulit jeruk lemon : air soda : mint segar, cincang kasar serut
Cara membuat: - Cincang kasar nanas, iris belimbing tipis melintang, potong leci menjadi dua bagian, iris mangga bentuk dadu, sisihkan. - Rebus gula dan air dalam panic dengan api sedang, aduk hingga gula larut, lalu masukkan air jeruk dan kulit jeruk. - Didihkan sirup hingga sirup gula agak kental, angkat, ambil kulit jeruk lemon, biarkan dingin. - Campur sirup dengan semua buah, aduk rata, tambahkan air soda dan daun mint. - Siapkan segelas/mangkok, isi dengan buah bersoda tambahkan es serut, hiasi dengan daun mint segar.
RESEP ALA CHEF
12
3 - 9 Februari 2014
Bebek Nyat-nyat
Nikmat Sekejap Membuat makanan yang enak, tak harus memerlukan waktu lama. Menciptakan makanan yang nikmat dalam waktu singkat dan sekejap, juga bisa. Berikut pilihan menu dari I Ketut Sumatra, Executive Chef Kuta Central Park Hotel. I Ketut Sumatra
Ikan Bakar Sambal Terung 15 ml : air jeruk nipis 60 ml : minyak 5 gram garam/secukupnya
Bahan: 3 ekor 100 gram 150 gram 83 gram 20 gram 80 gram 30 gram 15 gram 40 gram 5 gram 36 gram 5 gram 5 gram 15 gram 3 lembar 3 lembar 3 batang 2 liter 250 ml
: : : : : : : : : : : : : : : : : : :
bebek kampung bawang putih bawang merah lombok merah cabai rawit laos jahe kunyit kencur ketumbar kemiri merica hitam merica putih terasi daun salam daun jeruk sereh air air asam
200 ml : minyak 10 gram garam/secukupnya Cara membuat: - Bebek dibersihkan dan dibelah dua. - Haluskan bumbu kecuali sereh, daun jeruk, dan daun salam. Tumis bumbu sampai harum. - Masukkan bebek dan tambahkan air. Masak dengan diungkep 1,5 jam sampai dag ing bebek empuk dan bumbu meresap. - Hidangkan dengan nasi putih, sayur urap, sambal embe, dan sambal matah.
Cara membuat: - Haluskan bumbu, tumis, dan balurkan ke ikan mahi-mahi. - Panggang ikan sampai berwarna kecokelatan. - Sajikan bersama sambal terung.
Sambal Terung
Bahan: 260 gram 20 gram 10 gram 20 gram 20 gram 5 gram 10 gram
: : : : : : :
ikan mahi-mahi lombok merah cabai rawit kunyit bawang putih terasi gula merah
Bahan: 40 gram : bawang putih, iris 60 gram : bawang merah, iris 30 gram : lombok hijau, iris 150 gram : terung bulat, iris 50 ml : minyak 40 ml : santan kental Garam secukupnya Sambal ulek Cara membuat: - Tumis bawang merah, bawang putih, lombok, dan terung sampai harum. Tambahkan garam, santan, dan sambal ulek. - Membuat sambal ulek: cabai rawit, terasi, dan garam diulek.
Balinese Pizza Bahan: 1 buah 60 gram 50 gram 50 gram 40 gram 3 gram 3 gram 75 gram 15 gram 15 gram
: adonan pizza (180 gram) : saus tomat : daging ayam : udang : sambal matah : merica hitam : daun kemangi : keju mozzarella : minyak : saus basil
Cara membuat: - Pipihkan adonan pizza setebal 15 cm. - Oleskan dengan saus basil dan saus tomat. - Untuk daging ayam dan udang langsung dicampurkan dengan sambal matah. Tuang ke adonan pizza tadi. Tambahkan saus tomat, daun kemangi, dan ditaburi keju dan merica hitam. - Oven dengan suhu 250 derajat Celcius selama 10 menit.
Green Healer Bahan: 60 gram brokoli 100 gram daun bayam 100 gram bok choi (sawi hijau kecil) 100 gram nenas 1 sendok teh jeruk nipis Madu secukupnya
Cara membuat: Masukkan semua bahan ke blender, dijus tambahkan dengan es batu. Tuangkan air jeruk nipis di atasnya. Siap disajikan. –Wirati Astiti/Ratna Hidayati
13
Promosikan Tanaman Rempah Indonesia Tak banyak hotel yang menyajikan aneka tanaman rempah-rempah di sekitarnya. Walaupun jenisnya belum banyak, kebun rempah ini mampu menarik turis yang menginap di Kuta Central Park Hotel. Inisiatif Ketut Sumatra yang menjabat executive chef di hotel ini, ternyata tak sia-sia. Inovasinya menambah ketertarikan turis asing untuk belajar makanan Indonesia dan mencintainya. Seperti apa kisahnya?
“K
ebun ini tak terlalu besar. Malah tanamannya ditanam dengan pot. Namun, paling tidak dapat membantu tamu yang ingin belajar masak makanan Indonesia,” tutur lelaki usia 52 Tahun ini, sembari mengecek tanamantanaman rempah yang tertata apik di samping restoran. Menurut Sumatra, banyak para tamu yang tertarik belajar masak makanan Indonesia. Salah satunya tamu asal Belanda yang tertarik menanam tanaman rempah Indonesia di negaranya. “Tamu ini memiliki usaha jasa boga di negaranya. Ia tertarik menyajikan makanan Indonesia,” kata Sumatra. Ia menuturkan, saat tidak mengerti, mereka bisa balik lagi ke Indonesia untuk memperdalam pengetahuannya tentang bumbu-bumbu rempah
Indonesia, terutama bertanya di mana mencari bibit tanaman tersebut. Kadang, kata Sumatra, tamu bisa menginap kembali di hotel yang sama. Jika tamu tidak kembali menginap dan mencari tempat yang lain, tamu kerap mencari Sumatra untuk mendapatkan informasi tambahan tentang kuliner Indonesia. Menurutnya, kelas memasak masakanan Indonesia termasuk masakan Bali merupakan salah satu kiatnya dalam mengenalkan dan mempromosikan makanan Indonesia ke mancanegara. Dengan waktu dua jam, pelajaran memasak yang diajarkan mulai dari mengenal bahan makanan dan memasaknya. Makanan yang dipilih juga yang mudah dalam pembuatannya misalnya sate lilit, mi goreng, dan nasi goreng. “Dari banyak tamu yang ikut pelajaran memasak ini, mereka biasanya pa ling suka belajar membuat sate lilit.
I Ketut Sumatra di antara tanaman rempah kreasinya
Selain rasanya enak, mereka tertarik dengan cara melilitkan sate di tangkai bambu. Mereka bilang exciting,” tutur lelaki yang pernah bekerja di Bali Sol (Melia Bali) Nusa Dua dan Melia Benoa ini. Saat pengenalan bahan, ia juga mengenalkan tanamannya, termasuk perbedaan daun kunyit dengan temukunci yang sepintar sangat mirip. Beberapa koleksi tanaman rempah-rempahnya seperti temukunci, kunyit, jahe, thai basil, ruko-rukoan, kemangi, daun pandan, kencur, sereh, dan laos. Sumatra berprinsip, ilmu harus dibagi dan dia tidak pelit berbagi ilmu. Begitu juga keseharian sebagai executive chef di Kuta Central Park.
4 biji : cabai kecil, iris serong 1 ruas : jari lengkuas, memarkan 1 sdm : saus tiram 75 ml : air 1 bungkus penyedap rasa Garam, gula dan lada secukupnya Minyak atau margarin secukupnya Cara membuat: - Panaskan margarin atau minyak, masukkan bawang merah, bawang putih, dan lengkuas hingga harum.
Mendidik bawahannya yang sebagian besar anak muda, ia harus ekstra sabar. “Saya senang kalau staf saya lebih maju daripada saya. Karena itu, saya selalu mendukung karier mereka untuk berkembang,” ujar lelaki yang dua kali mendapatkan prestasi Manajer Favorit 2012 dan 2013 ini. Ia mengatakan bangga jika anak buahnya sukses. Dengan berbagi ilmu kepada stafnya, ia berharap, mereka juga melakukan hal yang sama, dan terus seperti itu sehingga kelangsungan hotel tetap dalam kondisi yang baik. “Saya ingin ada kaderisasi. Malah kalau bisa lebih baik daripada saya. Prinsip saya menjadikan orang nomor dua agar bisa menjadi nomor
satu dan terbaik,” kata Sumatra. Saat awal bekerja di Kuta Central Park, hotel dalam kondisi baru. Sumatra ikut bersama-sama memba ngun pada awalnya. “Hotel yang baru dibuka menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Banyak konsep dan ide segar yang harus kami keluarkan untuk membangun agar menjadi berkembang seperti sekarang. Mulai dari perencanaan dapur, termasuk staf, dan alat-alat dapur. Istilahnya, saya senang mendidik bangsa sendiri. Kalau bukan kita siapa lagi? Apalagi nanti sudah masuk pasar bebas, bakal banyak pencari kerja dari luar negeri masuk ke Bali. Jangan sampai orang Bali tergusur di tanahnya sendiri,” kata Sumatra. Sumatra selalu ingin memperkaya dirinya dengan berbagi pengetahuan. Karena itu, ia sangat suka membaca. Ia mengaku, membaca adalah hobinya selain memasak yang memang disukainya sejak kecil. Sejak masuk ke dunia hotel, ia juga tertarik hobi fotografi. Hasil masakannya, ia dokumentasikan dalam bentuk foto yang cantik. “Setiap bos saya ke luar negeri, pasti saya minta hadiah buku masakan. Saya banyak belajar dari buku,” tandas alumnus BPLP (STP Nusa Dua Bali) ini. Selain itu, bertukar informasi juga sering dilakukan dengan pengurus dan anggota Indonesian Chef Association (ICA) Bali. –Wirati Astiti/Ratna Hidayati
Ayam Tumis Bayam
Ca Cumi Labu Siam
Bahan: 500 gr :cumi bersihkan tintanya, potong bulat-bulat 400 gr : labu siam potong korek api, remas remas dengan garam, cuci hingga bersih 5 siung : bawang putih, cincang halus 7 biji : bawang merah, cincang halus 2 biji : cabai merah, iris serong
Bahan: 1000 gram : tomat dicincang 300 gram : bawang putih, cincang 100 gram : bawang bombai 60 gram : tomat pasta (bisa saus tomat botolan) 15 gram : daun basil (daun salam) 20 gram : gula 50 ml : minyak 5 gram : merica hitam atau sesukanya Garam secukupnya
C U L I N A RY C O R N E R
I Ketut Sumatra
Sarwan
Saus tomat
Cara membuat: - Tumis daun basil, bawang putih, dan bawang bombai. - Masukkan tomat pasta dan tumis sampai mengeluarkan aroma. Masukkan tomat cincang, garam, gula, dan merica hitam. Masak selama satu jam dengan api kecil. - Siap digunakan.
3 - 9 Februari 2014
- Masukkan cumi, masak setengah matang, tambahkan saus tiram, merica, cabai merah, cabai kecil, aduk rata. - Masukkan air dan labu siam dengan api sedang. - Tambahkan gula, penyedap rasa, lada, garam tunggu hingga labu matang, siap untuk dihidangkan. Jangan lupa taburi bawang goring.
Bahan: 150 gr : ayam fillet potong dadu 3 ikat : bayam siangi 2 batang : bawang pre potong serong 2 ruas jari : lengkuas, memarkan 1 bungkus : penyedap rasa 2 biji cabai : merah buang bijinya, potong serong 100 ml : air Gula merah, lada secukupnya Minyak atau margarin secukupnya
kecokelatan. - Masukkan bayam, aduk rata, tambahkan air, garam, gula, lada, dan penyedap rasa hingga air berkurang dan makanan siap disajikan.
Cara membuat: - Panaskan minyak, masukkan bawang prei dan lengkuas tumis hingga harum. - Masukkan daging ayam, bolakbalik hingga berubah warna
Es Buah Segar Ceria Bahan: 150 gr 150 gr 100 gr 150 gr 250 gr 250 ml 1 sdm 3 cm 250 ml 4 sdm Es batu/es
: nanas kupas : belimbing, buang bagian tepinya : leci kalengan : mangga matang : gula pasir : air : air jeruk lemon : kulit jeruk lemon : air soda : mint segar, cincang kasar serut
Cara membuat: - Cincang kasar nanas, iris belimbing tipis melintang, potong leci menjadi dua bagian, iris mangga bentuk dadu, sisihkan. - Rebus gula dan air dalam panic dengan api sedang, aduk hingga gula larut, lalu masukkan air jeruk dan kulit jeruk. - Didihkan sirup hingga sirup gula agak kental, angkat, ambil kulit jeruk lemon, biarkan dingin. - Campur sirup dengan semua buah, aduk rata, tambahkan air soda dan daun mint. - Siapkan segelas/mangkok, isi dengan buah bersoda tambahkan es serut, hiasi dengan daun mint segar.
14
J E L I TA
Langsing Cara Alami
Memiliki tubuh yang langsing merupakan idaman setiap perempuan. Namun, kesibukan dunia kerja dan pola hidup yang serba cepat, cenderung membahayakan kesehatan. Padahal, untuk memiliki berat badan yang ideal, tubuh yang langsing, mestinya dengan menetapkan pola hidup sehat terlebih dahulu.
M
enurut Yuliani Sukhana, salah seorang pakar herbal, menerapkan pola hidup sehat juga merupakan salah satu cara menurukan berat badan secara alami.”Tepatnya, pola hidup sehat adalah salah satu kunci utama untuk medapatkan tubuh langsing alami,”cetusnya. Namun sayangnya, tingkat kesibuk an dan padatnya aktivitas seringkali menjadikan banyak orang melupakan pola hidup sehat. Masih banyak dari mereka yang lebih memilih makanan serba instan, yang tentunya cenderung kurang sehat. Saat ini, kata mantan perawat se nior ini, kebanyakan orang yang sibuk tidak ingin repot memasak makanan yang sehat untuk dikonsumsi setiap harinya. Faktor kesibukan pula menye babkan mereka memiliih mengon sumsi makanan instan atau makanan cepat saji. Padahal, sebenarnya selain tidak sehat, makanan ini adalah salah satu penyebab utama obesitas.Dengan menghindari makanan cepat saji, ses ungguhnya kita sudah melakukan salah satu cara untuk langsing alami Menurutnya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk melangsing kan badan melalui cara yang alami. Mu lai dengan mengganti nasi putih dengan nasi merah, kentang, dan ubi direbus. Memperbanyak konsumsi biji-bijian barley serta gandum. “Kandungan serat tinggi pada biji-bijian membantu kita merasa kenyang lebih lama,”katanya. Ibu tiga putra ini mengatakan, seringkali saat ditawari berbagai jenis makanan, kita dan kebanyakan orang cenderung makan lebih banyak. “Ka lau sudah tahu begini, kenapa tidak melakukan hal yang sama pada sayuran. Ganti beberapa jenis hidangan ber lemak tinggi dengan sayuran hijau yang
lebih mengenyangkan,” katanya. Begitu juga dengan semakin besar ukuran piring, biasanya jumlah maka nan yang diambil juga semakin banyak. Ada baiknya kita mengambil makanan dengan piring lebih kecil. Ini bisa mem bantu berpikir kalau porsi makanan yang diambil adalah normal, padahal sebenarnya sudah berkurang. Bagi mereka yang bekerja, Yuliani mengingatkan tak ada salahnya mem bawa bekal makanan dari rumah. Selain menghemat pengeluaran, kita juga bisa hidup lebih sehat dan menjamin keber sihan makanan yang disantap. Terlalu sering makan di warung atau restoran, menambah kalori lebih banyak dibanding saat kita makan di rumah.
Infused Water Begitu juga dika takannya dengan mengonsumsi buahbuahan tertentu, sepert i sebuah apel sehari, misalnya, dapat mencegah terjadinya penambahan berat badan. Apel memiliki kandungan serat yang tinggi dan membuat perut kenyang. Apel juga mengandung antioksidan. Alpukat , yang selama ini sering dianggap menggemukkan, kata Yuliani, tidak perlu dicemaskan. Justru, kandungan le mak tak jenuh tunggal yang terkandung di dalamnya dapat meningkatkan rasa kenyang. Buah lain yang cukup baik untuk membantu menjaga tubuh agar langsing diantaranya semangka, pisang, strawberi, dan anggur lokal. Yuliani menyebutkan, infused water tengah tren saat ini. Ini, adalah istilah untuk air putih yang diberi tambahan
tkh/net
3 - 9 Februari 2014
3 - 9 Februari 2014
Yuliani Sukhana
buah-buahan untuk memberikan rasa dan manfaat tambahan bagi air ters ebut. Buah yang dipakai untuk infused water adalah buah kategori tidak manis seperti strawberi, kiwi, lemon, jeruk, mangga, nanas, apel atau bluberri. Tren mengonsumsi air dengan potongan buah, menurut Yuliani, se
benarnya baik untuk mereka yang tidak suka atau ser ing malas minum air putih. “Pada infused water ini, setelah buah dimasukkan, air putih ada aromanya, sehingga mereka bisa lebih ser ing mengonsumsi air putih,” ujarnya dan me nambahkan teh hijau juga bagus. Apalagi ia sempat membaca be berapa penelitian yang menunjukkan bahwa teh hijau dapat men ingkatkan kemampuan tubuh membakar kalori lebih banyak. Tidak ketinggalan ia juga menyebut loloh k u ny i t a s a m . M i n u man tradisional waris an asli nenek moyang yang terbuat dari ba han dasar kunyit dan asam ini, memiliki ber bagai fungsi kebaikan bagi tubuh. Kombinasi kunyit den gan asam
dkatakannya akan lebih memper mudah proses metabolisme tubuh, yakni peredaran darah lancar, lemak terbuang, dan oksigen segar mudah mengalir dalam tubuh. Loloh yang pada awalnya berbahan kunyit, gula bali, asam, air dan garam ini akan lebih baik jika dilengkapi den gan daun sirih, daun piduh atau daun jarak muda untuk menetralkan .Bagi mereka yang memiliki keluhan sakit lambung mengonsumsinya tidak harus setiap hari atau porsinya dikurangi. Hingga saat ini, loloh kunyit asam adalah yang paling banyak penggemar nya. Campuran manis dan asam yang menyegarkan tanpa rasa pahit seperti membuatnya disukai. “Loloh kunyit asam selain rasanya sangat segar juga dipercaya mampu menjaga badan agar tetap sehat dan menggurangi keg e mukan , menjaga keseimbangan berat badan hingga menjadi langsing jika diminum secara teratur. Karena kunyit mengikat lemak tak jenuh,”katanya. Yuliani menekankan kembali, hal yang perlu ditanamkan dibenak ke tika memutuskan melakukan program menurunkan berat badan ideal, adalah bukan hanya untuk penampilan, me lainkan demi kesehatan, dan seharus nya kesehatan adalah yang utama. “Jika kita sudah tahu tentang fungsi alami sayur, buah, loloh tidak ada salahnya, untuk memberitahukannya pada orang- orang yang kita sayangi dan di sekitar kita. Sehingga mereka, kedepannya tidak terjebak pada tubuh yang tidak sehat,” sarannya. Ia menegaskan, tentu lebih baik mencegah dari pada mengobati. “Me mulai lebih cepat lebih baik. Jangan menundanya lagi dan mulai dari seka rang. Untuk hidup yang lebih sehat dan penampilan yang lebih menawan. Sehat adalah tujuan utamanya, dan langsing adalah bonus yang akan kita dapatkan,”ujarnya.
MITOS ATAU FAKTA
11
Lima Mitos Seks dan Kesehatan Seksual Laki-Laki S
eks saat ini memang telah menjadi suatu hal yang secara terbuka menarik untuk dibahas dan dibicarakan, karena tidak dapat dimungkiri seks adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Namun, tidak sedikit masyarakat yang menganggap seks masih tabu untuk dibicarakan. Padahal, pada usia remaja, manusia sangat penasaran dan haus akan informasi tentang berbagai hal yang berkaitan dengan seksualitas. Keingintahuan yang besar membuat manusia berusaha terus untuk mencari informasi dari berbagai sumber. Biasanya membicarakan masalah seksualitas masih dominan antar kelompok sebaya (baik itu dari teman-teman dekat, teman sekantor) maupun dari media-media lain. Sayangnya, informasi yang didapat tidak selalu benar dan seringkali tidak dapat dipertanggung jawabkan. Repotnya lagi bila informasi yang salah tersebut mulai diyakini dan akhirnya selalu dipercaya sebagai pedoman untuk berperilaku seksual, malah ini terjadi turun-temurun, yang akan mengundang risiko seksual juga di masyarakat kita. “Informasi-informasi yang salah seks inilah yang disebut dengan mitos-mitos seks, yang tentu saja, sekali lagi tidak benar,” ujar Sekretaris Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Bali dr. Oka Negara, FIAS. Mitos adalah informasi yang salah tetapi masih saja sering dianggap benar, yang telah diyakini, beredar dan populer di masyarakat. Masyarakat masih percaya kepada mitos karena mereka sulit mendapatkan informasi yang benar sehingga dengan mudahnya menerima informasi seks yang keliru yang ada dan telah berkembang sebelumnya. Berikut ini, dr. Oka Negara mengupas 5 mitos seks dan kesehatan seksual tentang laki-laki. Mitos : Laki-laki memiliki dorongan seks yang lebih tinggi dari perempuan Fakta : Dorongan seks pada laki-laki dan perempuan sangat beragam. Secara mendasar hormon yang bertanggung jawab akan munculnya dorong an seksual adalah testosteron. Ternyata perempuan juga memproduksi hormon ini, dan hanya dibutuhkan sejumlah kecil saja produksi hormon ini sudah sanggup memicu dorongan seksual. Yang membedakan variasi dorongan seksual ini justru sifatnya sangat individual. Penyebabnya karena kondisi fisik tubuh, psikis dan cara pandang tiap orang terhadap hubungan seksual yang juga dipengaruhi oleh pola asuh dan situasi di masa lalu. Tidak sedikit malah perempuan yang memiliki dorongan seks yang tinggi. Selain itu, tidak sedikit laki-laki yang biasa-biasa saja respons seksualnya terhadap rangsangan seksual dan aktivitas hubungan seks. Mitos : Ukuran penis menentukan kenikmatan seksual Fakta: Ukuran penis tidak berkaitan dengan potensi seksual seseorang. Sebenarnya kepuasan seksual tidak ditentukan dari ukuran penis, melainkan oleh kemampuan penis untuk ereksi, kemampuan mengontrol ejakulasi dan komunikasi yang baik antara pasangan
– Sri Ardhini/Wirati Astiti
dr. Oka Negara, FIAS
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
“Dok, aku bingung nih. Aku ingin menikah dalam waktu dekat ini. Temanku ada yang bilang kalau kelamin laki-laki yang sudah disunat akan bikin terhindar dari penularan penyakit kelamin, termasuk HIV. Tetapi, temanku yang lain bilang kalau disunat akan mengurangi kenikmatan saat berhubungan seksual. Kelaminku sih baik-baik saja selama ini. Jadi, sebaiknya bagaimana, Dok?” (Erik, 29) Sirkumsisi atau sunat adalah tindakan memotong sebagian atau seluruh kulup yang menutupi kepala penis. Ada tiga alasan utama orang menjalani sirkumsisi: alasan kepercayaan, indikasi medis dan pencegahan penyakit. Sirkumsisi telah dilakukan sejak jaman prasejarah, dapat dibuktikan dari gambar-gambar di gua yang berasal dari jaman batu dan makam Mesir kuno. Diperkirakan di jaman itu sirkumsisi merupakan bagian dari ritual pengorbanan atau tanda penyerahan pada yang disembah, tanda masuk tahapan menuju dewasa, tanda kekalahan atau perbudakan, atau upaya untuk menghambat fungsi
seksual yang dianggap berlebihan. Sirkumsisi kemudian dan hingga saat ini diwajibkan dilakukan pada penganut agama Islam, Yahudi dan beberapa kepercayaan lokal di beberapa daerah tertentu. Secara medis, sirkumsisi harus dilakukan pada kasus phimosis. Kondisi dimana kulup penis anak tidak bisa ditarik ke belakang, sehingga menutup ujung penis yang akhirnya membuat kesulitan untuk buang air kecil dan berisiko infeksi hingga kanker penis jika dibiarkan. Sementara itu, belakangan ini meningkatnya HIV dan AIDS di dunia, termasuk di Indonesia, lebih banyak dikarenakan hubungan
seksual. Sayangnya, masih banyak pria yang percaya dengan mitos ini, sehingga berupaya untuk membesarkan penisnya dengan berbagai macam cara, bahkan dengan cara yang tidak ilmiah dan berbahaya bagi kesehatan. Penyuntikan silikon pada penis seringkali merusak jaringan pembuluh darah penis. Kalaupun ada ukuran penis yang memang bermasalah dalam hubungan seksual itu adalah pada mereka yang memiliki ukuran penis mini dengan ukuran yang ekstrim kecil yang disebut mikropenis. Ini karena gangguan hormon yang masih bisa dikoreksi sebelum pubertas. Mitos : Onani pada remaja wajar, tetapi pada laki-laki dewasa berbahaya karena dapat menyebabkan kemandulan, rambut rontok dan lutut keropos. Fakta : Onani atau masturbasi biasanya dilakukan pada kondisi-kondisi tertentu, misalnya belum memiliki pasangan atau ketika jauh dari pasangan, sementara dorongan seksual sedang menggelora dan tidak bisa dihentikan saat itu. Secara medis masturbasi tidak ada hubungannya dengan kemandulan atau gangguan kesuburan, rambut rontok dan lutut keropos. Masturbasi tergolong wajar selama tidak menggunakan alat bantu yang kotor yang bisa mengakibatkan lecet dan infeksi. Masturbasi tidak ada bedanya untuk yang dilakukan oleh remaja atau orang dewasa. Hanya saja memang sebisa mungkin jangan dilakukan setiap hari dan seringkali karena tentu saja bisa mengganggu aktivitas dan produktivitas kerja. Mitos : Laki-laki yang berbulu dada lebat berarti hebat dalam hubungan seksual Fakta : Hebat tidaknya seorang laki-laki dalam hubungan seksual sebagai bentuk dari potensi seksualnya ditentukan oleh lancarnya siklus respons seksualnya. Jadi, pada beberapa hal ditentukan oleh optimalnya dorongan seksual, lancarnya ereksi dan kekuatan mempertahankan ereksi. Bukan karena banyak tidaknya jumlah rambut yang tumbuh di area tubuh, walaupun rambut dada (lebih tepat disebut rambut dada dibanding bulu dada) yang tebal sering dianggap mengindikasikan jumlah level hormon testosteron yang masih tinggi. Tentu saja untuk mendukung potensi seksual ini harus disertai oleh kebugaran fisik dan komunikasi seksual yang sehat dengan pasangan. Mitos : Laki-laki yang telah divasektomi akan kehilangan dorongan seksualnya Fakta : Vasektomi adalah tindakan operasi untuk memotong saluran sperma untuk kepentingan kontrasepsi mantap atau sterilisasi laki-laki. Laki-laki yang telah divasektomi tidak akan kehilangan dorongan seksualnya, sebab pada vasektomi tetap saja testis (buah pelir) tidak dibuang dan tidak dilukai, sehingga testis tetap memproduksi spermatozoa dan hormon testosteron yang berfungsi untuk pembangkit dorongan seksual. Vasektomi berbeda dengan kastrasi/kebiri, yang pada kebiri kedua testis dibuang. –Inten Indrawati/ Ngurah Budi
Sirkumsisi, HIV, dan Kenikmatan Seksual heteroseksual, atau hubungan seksual antara laki-laki dengah perempuan. Jadi bukan dari hubungan sejenis atau homoseksual seperti yang banyak dipersepsikan orang. Anjuran penggunaan kondom untuk mencegah penularan HIV melalui hubungan seksual masih menemui banyak hambatan. Terutama buat laki-laki yang masih enggan dan merasa tabu untuk menggunakan kondom. Termasuk juga mitos bahwa menggunakan kondom itu tidak menyenangkan. Selanjutnya World Health Organization (WHO) dan UNAIDS sempat mengusulkan tindakan sirkumsisi sebagai standar pencegahan HIV. Memang dari beberapa uji klinis yang telah dilakukan menunjukkan sirkumsisi dapat mengurangi penularan HIV hingga 60%. Sirkumsisi diyakini dapat melindungi orang dari infeksi HIV karena kulup penis yang dibiarkan lebih rentan terhadap HIV dan dapat menjadi tempat masuk utama virus. Tetapi berselang tidak lama, The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) malah mengeluarkan pernyataan bahwa sirkumsisi tidak mengurangi risiko tertular HIV di antara laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki.
Dinyatakan bahwa keputusan untuk merekomendasikan sirkumsisi sebagai sebuah prosedur resmi untuk pencegahan HIV masih belum final. Karena beberapa fakta lain yang menjadi pertimbangannya misalnya bahwa bayi laki-laki yang baru lahir tanpa sempat disirkumsisi pun bisa tertular HIV, dan laki-laki yang sudah disirkumsisi tetapi melakukan aktivitas seksual gonta-ganti pasangan, termasuk juga melakukan aktivitas seksual sesama laki-laki belumlah terlindungi dengan sirkumsisi ini. Maka pada akhirnya keputusan akhir yang diperlakukan CDC saat ini, sirkumsisi adalah bersifat sukarela. Sebenarnya sirkumsisi hanyalah mengurangi risiko infeksi HIV, bukan itu mencegah infeksi. Laki-laki masih harus menggunakan kondom untuk mencegah HIV. Selanjutnya Hak-hak Seksual yang disepakati WHO pada Juni 2009 didasari juga atas peng hormatan terhadap integritas tubuh dan hak setiap orang untuk memperoleh kepuasan seksual. Jurnal of Urology April 2005 menyebutkan bahwa sirkumsisi menurunkan kepuasan seksual karena pada kulup penis yang dipotong tersebut terdapat syarafsyaraf yang sangat peka. Ada kritik
bahwa tindakan sirkumsisi yang dilakukan orang tua terhadap anak laki-lakinya mengandung arti bahwa orang tua telah mengambil hak anaknya dalam memutuskan tindakan terhadap tubuhnya, termasuk keputusan dan hak seksualnya. Namun dalam hal ini, pertimbangan keagamaan dan budaya sering kali masih diakui dalam mengambil keputusan. Jadi, bagaimana solusinya? Berdasarkan perkembangan terakhir atas pertimbangan sosial, kesehata n dan hak seksual manusia, maka tentang sirkumsisi dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Keputusan sirkumsisi itu individual, silakan dilakukan jika itu adalah sebuah kewajiban dan keharusan yang diminta oleh kepercayaan, tentu saja dilakukan dengan cara yang bersih atau steril. (2) Kalaupun laki-laki sudah disirkumsisi bukan berarti aman dari infeksi menular seksual, karenanya tetap harus menggunakan kondom saat berhubungan seksual yang berisiko. (3) Perlu diperhatikan hak-hak seksual dengan baik karena pada sebagian orang menghilangkan kulup saat disirkumsis akan me ngurangi kenikmatan seksual.
BUGAR
10
3 - 9 Februari 2014
Jangan Remehkan Gigi Berlubang
Gigi Anda berlubang? Sebaiknya segera pergi ke dokter gigi. “Jika dibiarkan, dalam jangka panjang malah membuat gigi yang lain bisa ikut berlubang,” ujar drg. Sarah Kartimah Djayusman Sp. KGA.
L
ubang gigi pada tahap awal biasanya tidak menimbulkan gejala. Gejala akan mulai timbul setelah kerusak an gigi sudah mencapai lapisan dentin. Biasanya penderita akan merasakan rasa sakit atau linu pada gigi yang berlubang apabila gigi tersebut terkena rangsang dingin, panas, makanan asam dan manis, atau apabila makanan masuk ke dalam lubang gigi. Gigi berlubang dapat terjadi pada semua tingkat usia, mulai dari anakanak hingga orang dewasa. Dokter RSAD Denpasar ini menyebutkan, ada beberapa faktor penyebab gigi berlubang. Faktor genetik, kalau ayah dan ibunya giginya mudah rapuh, biasanya akan menurun kepada anaknya. Penyebab lain tergantung dari kondisi air ludahnya apakah kental atau encer. Kebersihan rongga mulut juga menjadi penyebab, misalnya orang yang malas sikat gigi. Penyebab lain karena mikroflora yakni kuman rongga mulut bakteri jahat. Satu contoh, seorang ibu memberi makan anaknya dengan cara meniupniup saat panas. Transfer kuman terjadi antara si ibu ke anak. Gigi berlubang bisa juga terjadi
karena kesukaan mengonsumsi makanan manis seperti permen, cokelat. Waktu atau intensitas seberapa sering kita memakan makanan manis, juga memegang peranan. Anak kecil yang sering ngedot susu setiap malam otomatis giginya lubang. Orang dewasa yang biasa memakan camilan manis diantara waktu makan. Tingkat keparahan gigi berlubang dimulai dari ringan, sedang, berat, dan rampant atau gigis. Tingkat ringan sampai sedang dapat dilakukan dengan perawat an ditambal. Kondisi berat dapat diselamatkan dengan perawatan saluran akar gigi, namun, kalau tidak bisa terpaksa diabut. “Saat gigi telah dicabut, sebaiknya segera dibuatkan gigi palsu. Kalau tidak, gigi sebelah-menyebelah cenderung miring atau gigi atas akan menjadi turun begitu juga sebaliknya. Gigi bergeser akan membuat celah untuk masuknya makanan. Ketika terjadi gigi berlubang lagi, begitu seterusnya akan membuat gigi habis satu persatu,” jelas drg. Sarah. Kondisi gigi yang lain ada di sebut rampan karies alias gigis adalah suatu kondisi gigi berlubang pada anak yang ditandai dengan munculnya karies di seki-
Sehat ala Ade Rai
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sehat ala Ade Rai” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id Rubrik ini diasuh Ade Rai.
Jurus 2: Jagalah Kualitas Makanan, Minuman dan Udara yang Masuk ke Tubuh Udara, makanan, dan minuman adalah kebutuhan dasar manusia yang standar kebersihannya cukup menyedihkan di Indonesia. Sudah merupakan rahasia umum bahwa orang yang mengunjungi Indonesia harus mengalami “penyesuaian pada perut” dengan mengalami diare selama beberapa hari. Bagi kita yang selalu tinggal di Indonesia, jangan bangga dulu dan merasa perut kita sudah lebih “kebal”. Kenyataan yang ada sebenarnya adalah bahwa tubuh kita terpaksa menyesuaikan dengan standar makanan, minuman dan udara yang lebih rendah sehingga kita sebenarnya sudah memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tinggal di negara dengan standar makanan, minuman, dan udara yang lebih baik. Untuk kualitas makanan dan minuman, beberapa pointer standar berikut ini bisa dijadikan acuan untuk fitnesmania: - Pastikan untuk selalu minum dari air minum botol yang tersegel baik.
drg. Sarah Kartimah Djayusman
tar gigi. Yang paling sering meng alami rampan karies biasanya gigi seri atas, tetapi tidak menutup kemungkinan bisa terjadi pada gigi seri bawah dan gigi geraham. Menurut berbagai penelitian, kejadian rampan karies ini mencapai 90% pada anak usia 3 hingga 6 tahun, utamanya terjadi di ne gara berkembang. Hal itu disebabkan karena semakin bervariasinya makanan dan minum an yang dikonsumsi si kecil namun tidak diiringi dengan bertambahnya tingkat kesadaran orangtua untuk menjaga kebersihan gigi dan rongga mulut anaknya. Pada umumnya rampan karies terjadi pada
gigi susu, yaitu kelompok gigi yang pertama kali tumbuh sebelum berganti dengan gigi permanen. Susu formula dalam botol, permen, es krim, dan aneka makanan manis yang lain, jika cara mengonsumsinya salah maka bisa menjadi penyebab rampan karies. Sisa-sisa makanan dan minuman itu tadi akan mengendap di gigi, menimbulkan suasana asam yang membuat gigi menjadi lunak dan terkikis sedikit demi sedikit. Masalah yang mengikuti gigi gigis gusi sering bengkak, anak susah makan, dan ulcus debitus yakni kondisi gigi susu yang telah habis mahkotanya akan menyisakan akar gigi di dalam gusi dan tulang penyangga. Tekanan kunyah pada sisa akar gigi akan membuat sudut gigi berubah dan ujung akar akhirnya miring dan menembus ke arah gusi kadangkala mengenai bibir bagian dalam.
Ia menyarankan, dasar pencegahan gigi lubang dengan menjaga kebersihan mulut, yakni selalu membersihkan gigi setelah makan. “Jika tak punya waktu menggosok gigi, usahakan berkumur dengan air putih setelah makan. Buah berserat seperti bengkuang, apel, dan wortel juga baik untuk membersihkan sisa makanan. Namun, hal yang wajib tetap dilakukan adalah menggosok gigi sebelum tidur malam,” sarannya. Sikat gigi fungsinya untuk menghilangkan semua sisa makan an dan minuman dari permukaan gigi. Ukuran sikat gigi yang baik panjang kepala sikat sekitar 2-3 gigi, permukaan bulu sikat datar, bulu sikat lembut. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride dan aman bagi pengguna. Ia memberi contoh, porsi makanan yang baik bagi kesehat an gigi sayuran 150 gram, keju 25 gram, karbohidrat 200 gram, roti 25 gram, lemak 30 gram, dan daging 100 gram. Ia menyatakan, pemeriksaan gigi secara rutin, meski gigi dalam kondisi baik, akan mendeteksi gangguan di gigi dan mulut lebih dini. Hal itu akan menghemat biaya. Penyakit gigi dan gusi dapat dicegah dengan rutin memeriksakan gigi ke dokter setiap enam bulan sekali. –Wirati Astiti/Ngurah Budi
Jurus Meningkatkan Daya Tahan Tubuh (2) - Bilamana memungkinkan, konsumsikan makanan dalam keadaan paling mendekati wujud dan keadaan alamiahnya. Dengan demikian fitnesmania bisa memastikan keutuhan gizi-gizi penting dalam jumlah yang lebih banyak. - Bila memungkinkan, persiapkan makanan sendiri dengan standar kebersihan yang bisa kita pastikan. - Bila hendak memotong berbagai jenis bahan makanan, mulailah dari memotong sayuran sebelum memotong daging. - Cucilah bahan makanan dengan air yang mengalir untuk membersihkannya dari kotoran maupun obat hama. - Hindari atau kurangi minuman beralkohol tinggi. - Bilamana memungkinkan, konsumsikan air distilasi secara reguler. - Hindari mengonsumsi makanan dalam kemasan yang sudah dekat atau melewati masa kadaluarsanya. - Hindari konsumsi makanan dengan tingkat kar sinogen tinggi seperti makanan yang banyak bagian hangusnya, cara masak menggoreng, menumis dengan api tinggi yang terlalu lama. - Apabila merasa sulit mendapatkan dukungan gizi lengkap secara konsisten, konsumsikanlah multi vitamin dan mineral yang berkualitas.
Untuk kualitas udara, memang tidaklah mudah untuk menghirup udara bersih di kota-kota yang banyak polusi nya. Kebanyakan dari fitnesmania menghabiskan 90% waktu di dalam ruangan, seperti di dalam mobil, dalam rumah, maupun di tempat kerja. Meskipun fitnesmania tidak bisa berbuat banyak dengan polusi udara di luar ruangan, setidaknya ada beberapa cara untuk meningkatkan proporsi udara bersih yang fitnesmania hirup di dalam ruangan dengan menjalankan beberapa pointer berikut: - Bangunlah lebih pagi dan nikmatilah udara luar ruangan yang lebih segar saat polusi udara belum banyak. - Hindari atau kurangi penggunaan obat nyamuk. - Hindari ekspose terhadap asap rokok dan asap kendaraan lainnya. - Bersihkan penyejuk ruangan secara periodik, dan bilamana memungkinkan, gunakan penyejuk ruangan dengan teknologi penyaringan debu dan kuman. - Pastikan tempat penampungan sampah yang selalu tertutup rapat dan dibersihkan secara reguler. - Gunakan cat tembok dengan kadar alergen rendah. - Tirai jendela, karpet, kelambu agar selalu dibersihkan. - Hindari terjebak di dalam mobil terlalu lama, keadaan membuka kaca jendela adalah sama buruknya dengan menutupnya.
STYLE
3 - 9 Februari 2014
Aksi Bergaya dengan Boots
Sepatu yang satu ini sudah populer di seantero dunia. Sepatu boots tak pernah ketinggalan meramaikan blantika dunia fashion. Begitu pula dengan pecinta mode di Indonesia. Mengenakan sepatu boots, bisa membuat seseorang tampil dalam berbagai gaya yang berbeda, mulai dari kasual, feminin hingga sporty.
Tegep Oktaviansyah
T
egep Oktaviansyah, melalui bend era “ Te g e p B o o t s ” berhasil mengha dirkan sepatu boots handmade yang istimewa. Berbahan kulit yang berkualitas, model boots koleksinya pun menjadi pilihan para artis di antaranya Anang, Mulan Jamela, Andi Rif, Chef Juna, Indro Warkop, dan Deddy Corbuzier Desain boots milik Tegep
sangat unik dan colorfull sesuai dengan kepen tingan, misalnya untuk tampil feminin elegan cocok dipadupadankan dengan celana panjang ketat dan bisa memilih sepatu casual boots. Sedangkan,untuk dipadupadankan dengan rok mini hingga semakin menarik, sexy boots bisa menjadi pilihan. Ada juga pilihan sepatu cowboy boots lainnya yang menjadi keren jika digunakan dengan gaya tomboy. Bisa juga dipadukan dengan busana berupa rok jeans mini atau sweater. Akan lebih gaya jika ditambahkan topi berukuran lebar. Menurut Tegep yang belum
lama ini tampil di Hongkong Fashion Week ini, sengaja mem buat boots menurut kategorinya seperti, biker boots, cowboy boots, sexy boots, casual boots, work boots hingga kids boots. Dengan mengenal jenis-jenis boots ini, akan memudahkan penggemar boots untuk memadupadankannya dengan style fashion dan kepribadiannya. Berikut beberapa pilihan sepatu boots karya Tegep yang spesial untuk pembaca Tokoh. – Sri Ardhini/Wirati Astiti
15
PELESIR
16
Johor Bahru Mengejar Singapura Bagi Anda yang hobi jalan-jalan sekaligus belanja barang-barang bermerek, Johor Bahru bisa menjadi pilihan. Anda tak perlu khawatir bagaimana caranya ke Johor Bahru dari Indonesia. Ada tiga jalur yang bisa ditempuh.
J
alur pertama, Anda mendarat di Bandara Intern asional Kuala Lumpur lalu meneruskan perjalanan darat menuju Larkin Sentral. Larkin merupakan pusat terminal bus di Johor Bahru. Jarak tempuhnya sekitar 4 jam. Sepanjang perjalanan Anda akan disuguhkan hamparan kebun sawit. Jalur kedua, Anda langsung mendarat di Bandara Internasional Senai, Johor Bahru. Bandara ini
sebelumnya dikenal dengan nama Bandara Internasional Sultan Ismail yang terletak di Senai. Bandara ini melayani negara bagian Johor dan penduduk di selatan Semenanjung Malaysia dan merupakan satu dari empat bandara penguhubung di Malaysia selain Bandara Internasional Kuala Lumpur, Bandara Internasional Kota Kinabalu, dan Bandara Internasional Kuching. Maskapai penerbangan Air Asia
nya. Tetapi, jangan khawatir karena coach akan menunggu di pintu keluar. Selanjutnya coach akan melaju melintasi Selat Johor yang memisahkan Singapura dan Malaysia. Begitu masuk Johor Bahru, Anda kembali berurusan dengan imigrasi negara bagian Johor Bahru. Setelah urusan beres, Anda pun dipersilakan berpetualang. Sebagai sebuah kota, Johor Bahru adalah kota terbesar kedua di Malaysia setelah Kuala Lumpur dan sebagai wilayah metropolitan, Johor Bahru merupakan metro ketiga terbesar setelah Lembah Klang dan Penang. Johor Bahru merupakan salah satu pusat perindustrian, perdagangan, dan pariwisata terbesar di Malaysia. Pariwisata adalah penyumbang yang besar dalam ekonomi Johor Bahru karena 60% dari para wisatawan yang mengunjungi Malaysia setiap tahun masuk ke negara tersebut dari Singapura melalui jalan darat. Perkembangan perindustrian di Johor Bahru yang begitu pesat juga telah menjadikannya sebagai salah satu pusat perindustrian yang terbesar di Malaysia. Johor Bahru berbatasan dengan Singapura di bagian selatan, distrik Kulaijaya di bagian utara, distrik Pontian di bagian barat dan distrik Kota Tinggi di bagian timur. Kini
Johor Bahru memiliki banyak pusat perbelanjaan yang melayani orangorang Singapura yang berkunjung untuk membeli barang-barang dan memperoleh hiburan. Lalu-lalang orang Singapura ke Johor Bahru dan sebaliknya, samasama memberi keuntungan. Orang Singapura belanja murah ke Johor Bahru sedangkan orang Johor Bahru bekerja di Singapura dengan gaji dolar Singapura. Namun, mereka sama-sama punya strategi untuk menghemat. “Orang Johor Bahru kalau kerja di Singapura berangkat naik transportasi massal. Biaya lebih hemat. Kalau bawa kendaraan sendiri kena biaya SGD 25 per kendaraan,” ujar Chong Yee Ngo, sopir taksi yang biasa mangkal di Hospital Temenggong Seri Maharaja Tun Ibrahim, Kulai Jaya. Johor Bahru kini terus berbenah untuk mengejar Singapura. Teluk Danga (Danga Bay) direklamasi menjadi pantai buatan. Objek wisata pun tersedia di kawasan ini mulai dari wisata kuliner, wisata bahari hingga wahana permainan anak-anak. Selain Danga Bay, Johor Bahru juga memiliki Johor Premium Outlet (JPO). Lokasi ini memiliki puluhan outlet barang-barang bermerk. Diskon yang ditawarkan mulai dari 20% hingga 70%. “Orang Singapura banyak belanja ke JPO,” imbuh Chong. Suasana JPO sangat nyaman karena berada di areal terbuka, tidak seper ti mal pada umumnya. Penataan bangunan dengan mengutamakan pejalan kaki sangat memanjakan pengunjung. Untuk menuju JPO, ada tiga bus yang memiliki rute ke JPO, yakni JPO1, JPO2, dan IM24. Taksi pun siap mengantar Anda ke lokasi perbelanjaan yang juga dilengkapi arena bermain untuk anak dan tempat kuliner ini. Satu lagi yang spektakuler di Johor Bahru adalah Legoland. Ada apa saja di Legoland, tunggu laporan minggu depan. –Ngurah Budi/Wirati Astiti
kini sudah membuka penerbangan langsung Senai dari beberapa kota di Indonesia. Jalur ketiga, Anda mendarat di Bandara Internasional Changi, Singapura lalu naik bus atau coach ke Johor Bahru. Harganya relatif terjangkau, SGD 7 untuk dewasa, dan SGD 3,5 untuk anak-anak. Melalui jalur ketiga ini agak repot karena harus melalui dua imigrasi, Singapura dan Malaysia. Keluar dari Singapura, harus mengecap paspor dan mengembalikan arrived card. Anda harus turun dari coach untuk mengurus
Suasana Johor Premium Outlet yang dilengkapi playland untuk anak-anak
Antrian warga yang berbelanja di Johor Bahru
Gerbang selamat datang di Persiaran Meldram Johor Bahru
Salah satu bangunan tua di Johor Bahru
DARA
3 - 9 Februari 2014
3 - 9 Februari 2014
9
Insting Dokter di Dunia Kopi Sebuah tempat mangkal anak muda hadir di kota Denpasar. Namanya Mangsi Coffee. Tempat ini sering menjadi ajang kumpul anak muda bahkan musisi Bali. Bagaimana Mangsi bisa hadir dan konsep apa yang ingin diperkenalkan dr. Made W indu Segara Senet, S.Ked., pemilik Mangsi. Apa juga harapannya terhadap g enerasi muda Bali di bidang wirausaha?
R
untuhnya pariwisata Bali akibat bom Bali pertama tahun 2002 membuat banyak masyarakat yang dulunya bekerja di sektor pariwisata beralih pekerjaan dan mencoba peruntungan di sektor lain. Keluarga Windu Segara salah satunya. Ayahnya yang seorang guide/pramuwisata secara finansial tidak mampu menopang kebutuhan rumah tangganya. Mereka pun memutar otak dan berpikir untuk mencari solusi terbaik. Mengisi kevakuman seperti ini, membuat terus menggali, melihat, mengamati, dan menganalisa berbagai macam bahan produk yang sesuai dengan jiwa dan gaya hidup minum kopi. “Dari sebuah ide yang sederhana diawali sebagai penikmat kopi akhirnya tertarik untuk memproses kopi sendiri dan kami pun yakin akan pilihan dalam dunia kopi ini,” ujar Windu. Mangsi Coffee pun dirintis dalam bentuk usaha industri rumah tangga pada tahun 2004 yang secara khusus memproduksi kopi bubuk dalam kemasan. Kopi adalah produk yang dikonsumsi masyarakat setiap hari tanpa terpengaruh oleh zaman dan tren. Selain itu, Bali juga merupakan salah satu daerah penghasil kopi yang sangat populer dengan karakter kopi Balinya. “Sejak awal munculnya ide ini kami mengolah kopi secara otodidak dari memetik, pemilihan biji kopi, roasting, grinding, packaging hingga ke strategi pemasaran. Ini betul-betul kami mulai dari nol karena tidak punya pengetahuan apalagi pengalaman berbisnis. Peran saya dalam usaha ini sejak awal adalah sebagai designer produk yang kebetulan saya mampu di bidang seni rupa dan design sebagai seorang pelukis, selain itu selalu mengontrol kualitas agar tetap terjaga dengan cara mencicipi setiap kopi fresh roasting/ kopi yang baru matang disangrai,” ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini. Mangsi Coffee fokus dengan kopi Bali berjenis arabika yang berasal dari Kintamani. Selama berproses di bidang kopi, Mangsi Coffee ingin tampil beda dalam urusan rasa. Tidak hanya menjual olahan kopi murni arabika, tetapi mereka memberanikan diri melakukan eksperimen beberapa tahun untuk membuat kopi spesial dengan campuran olahan rempah lokal Bali seperti kayu manis, cengkeh, jahe, pandan, coklat, kapulaga, ketumbar menjadikan satu kesatuan karakter kopi yang kuat dan berciri khas. Olahan rempah tersebut kini sangat diminati para kalangan muda yang kami kemas dengan nama “Spirit” yaitu racikan dari (kopi, jahe, cengkeh, kayu manis), Stamina (kopi, kapulaga, jahe, cengkeh, kayu manis), dan Vitality ( kopi, ketumbar, cengkeh, kayumanis, jahe). Rempah menjadi sebuah pilihan, karena di dalamnya terkandung banyak unsur yang dibutuhkan oleh tubuh dan sering digunakan sebagai pengobatan dunia kesehatan (herbal). Jadi, dalam konsepnya Mangsi Coffee ingin menyajikan kopi yang benar-benar bercitarasa Bali dan gaya hidup sehat. “Nama Mangsi diambil dari istilah Bali yang merupakan sebuah hasil proses akumulasi pembakaran api dengan kekuatan Brahman (dewa api berdasarkan konsep Hindu). Mangsi ini mempunyai aura positif. Dengan kaitan filosofi tersebut, menurut budaya Bali kuno, mangsi bermakna sebagai sarana perlindungan kepada anak-anak agar terhindar dari energi negatif dengan cara mangsi tersebut diambil dan debu itu ditempelkan pada keningnya,” tutur Windu yang didampingi Anggie Wisandewi Mayun, kekasih hatinya. Sejak kuliah Windu sudah berangan-angan untuk bisa membesarkan dan membuat ekspansi ke bentuk lain seperti warung kopi. “Saya rasa orangtua sudah nyaman menjalani proses usaha demikian sehingga sulit untuk mengubah pola kerjanya dan saya pun belum bisa berbuat banyak karena masih harus menyelesaikan kuliah pendidikan dokter umum sampai awal tahun
2013. Keinginan untuk membuat warung kopi ini tidak begitu berjalan mulus. Orangtua tidak setuju karena dirasa akan mengganggu profesi saya sebagai dokter. Katanya “Untuk apa buka warung, bukannya lebih baik buka praktik dokter?”. Hati kecil berbisik menjawab, ini harus terwujud, saya ingin punya sesuatu yang berbeda. Diam-diam saya berkunjung ke setiap warung kopi yang ada di Denpasar dan sekitarnya selama satu bulan untuk belajar, mengamati, menganalisa dan melihat bagaimana situasi mereka yang lebih dulu membuka coffee shop sambil mencari-cari lokasi yang cocok untuk saya jadikan sebuah warung kopi,” jelas Windu yang juga hobi bermain musik ini. SERIBU PELURU SIASAT Masalah berikutnya adalah lokasi. Windu baru sadar ternyata Denpasar ini sudah padat dan habis. Harga sewa tempat di Denpasar sangat tinggi. Ia pun menyusur mulai dari wilayah Denpasar Utara, Timur dan Barat. Mampir ke setiap toko/usaha dagang di jalan yang ia lewati dan bertanya “orang dari mana pemilik usaha ini?”. Windu trenyuh untuk kedua kalinya, usaha dagang yang besar dan maju di Denpasar ini 75% dikuasai oleh penduduk luar Bali. Lalu kemana orang Bali? Windu menutup mata dan telinga menghadap orangtua dan mengatakan ingin membangun usaha atas nama sendiri, sekarang. Ia merasa celah membangun usaha ini akan makin tertutup tahun depan akibat makin padatnya orang yang masuk ke Bali. “Saya memahami orangtua selalu ingin yang terbaik untuk anaknya. Saya tidak ingin diberi hadiah modal, tetapi ingin dipinjamkan saja. Saya ingin mengukur seberapa kemampuan saya sendiri untuk membangun usaha secara wajar dan nyata. Masalah berhasil atau tidak itu urusan nanti. Yang penting saya sudah mencoba dengan maksimal dan menyiapkan seribu peluru siasat untuk segala kemungkinan terburuk agar tidak menjadi gagal,” tegasnya. Perjalanan berkeliling kota Denpasar selama satu bulan berakhir di Jalan Hayam Wuruk di sebuah bengkel AC mobil. Tempat yang cukup strategis. Mencoba bertanya kepada pemilik bengkel apa ada rencana untuk alih kontrak. Sangat bersyukur pemilik bengkel yang kebetulan teman ibu saya memang punya rencana alih kontrak. Awal bulan Mei 2013 saya mulai mengubah bengkel AC ini menjadi warung kopi berdesain nyentrik yang saya gambar sendiri. Dengan modal kreativitas saya mengolah barang dan bahan bekas menjadi sebuah karya yang istimewa. Hanya di Mangsi Coffee satu-satunya tempat yang memiliki desain dinding koran bekas. Dengan dukungan dari orangtua, keluarga besar dan pacar tercinta akhirnya Warung Kopi Mangsi resmi dibuka 5 Juli 2013. “Mengenai harga dan citarasa kopi, jangan pernah khawatir untuk datang ke Mangsi Coffee. Saya menyajikan harga kopi dan makanan semua di bawah Rp 20 ribu. Murah, karena saya punya pabrik kopi sendiri. Bercermin saat saya masih SMA hingga kuliah, bergaul dalam suasana sederhana, saya sadar prinsip anak muda pada umumnya adalah murah, enak, banyak. Dibantu oleh kakak sepupu yang berpengalaman di dunia barista, kami berdua bereksperimen dengan beberapa bahan dan berhasil menciptakan menu Ice Coffee Cokies, Hazelnut dan Mangsi Sensation yang paling laris untuk anak-anak muda yang jenuh dengan sajian kopi hitam dan jangan lupa Mangsi Attack siap memberi sensasi luar biasa di setiap seruputnya,” ujarnya berpromosi. Mangsi Coffee dengan segala unsur Balinya,
kopi yang berasal dari Kintamani Bali, rempah yang berasal dari Bali, nama yang diambil dari istilah Bali dengan filosofi Bali, pemiliknya adalah orang Bali, usahanya berdiri di Bali, semoga dapat mengharumkan nama Bali dan terwujud ajeg Bali. Abu hitam yang bernama mangsi ini adalah sarana penangkal kekuatan negatif. Demikian pula yang ia harapkan pada usaha ini agar selamat dalam perjalanan, maju mencapai visi sukses meraih cita-cita. Untuk meraih mimpi besar perlu jiwa besar dan semangat yang besar. Seberapa
besar kesuksesan karier seseorang, sebesar itulah cerminan semangat dan kemampuan kita. Boleh hatihati dalam melangkah, asal jangan kalah cepat. Menurut Windu, seorang wirausaha tidak cukup dengan modal pintar dari membaca buku, dan berhitung di atas kertas. Perlu ketajaman insting jiwa dan rasa dalam melihat setiap fenomena dan kejadian sekitar. Karena jawabannya ada pada pengalaman bukan di dalam buku. Disamping kesibukannya di dunia medis, seniman muda ini menjadi motivator juga inspirator teman-teman yang nongkrong di warung kopinya dan mengajak untuk bisa melihat dan membaca tanda-tanda zaman untuk menjadikan sebuah peluang yang dikemas lebih apik. Sehingga, putra-putri Bali mampu menjadi petarung bisnis di era globalisasi ini. Cara membagi waktu rasanya satu hal yang paling sulit karena harus selalu monitoring, ber kreativitas dalam menu, dalam tampilan mangsi, membuat setiap design produk mangsi dari A sampai Z. “Mengurangi waktu tidur satu-satunya cara saya dalam menyelesaikan setiap rencana, ide dan inspirasi yang sudah muncul. Menunda sampai hari libur tiba tidak mungkin karena di rumah sakit tidak ada hari libur apalagi liburan. Tapi saya sangat bersyukur saat ini keluarga sangat mendukung setiap ide dan rencana-rencana saya. Selain itu figur Anggie adalah sosok pekerja keras yang selalu ada setiap saat dalam mengurus usaha ini,” tegas Windu. –Ngurah Budi/Inten Indrawati
Student Centered-Active Learning di SHI Bali Sekolah HighScope Indonesia-Bali (SHIBali) adalah salah satu sekolah nasional bertaraf internasional yang ada di Kabupaten Badung, tepatnya di Jalan Muding Indah X No. 9 Kuta Utara, telepon 0361-2747999, 2748877 merayakan hari jadinya yang ke-7 dan HUT ke -2 Yayasan Starken Cahaya Dewata sebagai wadah baru dari sekolah HighScope Indonesia-Bali, yang jatuh tiap tanggal 18 Desember. Sekolah HighScope Indonesia-Bali yang mengaplikasikan sistem pembelajaran “student centered-active learning” selalu mengembangkan dirinya untuk dapat memimpin dan menjadi pelopor dalam dunia pendidikan Indonesia. Sekolah HighScope Indonesia-Bali percaya bahwa “learning is a journey not a race” meletakkan pembelajaran sebagai sebuah proses yang dialami dan dipahami sehingga tercapai tahapan dan perkembangan untuk menemukan solusi dan memecahkan masalah yang terjadi di lingkungan belajar siswa.
Perayaan HUT ini dirangkaikan dengan kegiatan Natal diselenggarakan mulai 14 Desember 2013 didukung OSIS Sekolah HighScope Indonesia-Bali dan para orangtua siswa, melakukan kunjungan ke Panti Asuhan SALAM, di Tabanan. Kegiatan kedua adalah acara donor darah yang diikuti segenap civitas akademika Sekolah HighScope Indonesia-Bali,18 Desember 2013. Dalam setiap kegiatan HUT Sekolah HighScope Indonesia-Bali selalu memberikan apresiasi masa bakti berbentuk cincin emas kepada karyawan/guru yang sudah mengabdi di atas 5 tahun. Pada HUT kali ini, Ketua Yayasan Starken Cahaya Dewata, GW. Bayu Wedananta, AP.SE,AK memberikan cincin emas kepada 15 karyawan/guru Sekolah HighScope Indonesia Bali. Ketua Yayasan Starken Cahaya Dewata yang juga selaku Presiden Direktur Sekolah HighScope Indonesia Bali menutup Rangkaian HUT ini dengan kegiatan rafting yang diikuti karyawan/ guru, 21 Desember 2013 di Telaga Waja, Karang asem. Melalui kegiatan rafting ini diharapkan terbentuk suatu kerja tim yang semakin solid dan menjadi ajang penyegaran bagi para karyawan setelah menjalani rutinitas selama setahun. Sekaligus untuk memupuk solidaritas sebagai suatu keluarga yang utuh. Kegiatan ini juga merupakan kegiatan rutin sebagai apresiasi terhadap para karyawan SHI-Bali.
8
BUNDA & ANANDA
3 - 9 Februari 2014
Cegah Ruam dengan Rajin Ganti Popok
Buah hati Anda masih menggunakan popok? Sering-seringlah memperhatikan popoknya agar buah hati tidak terkena ruam popok. Setelah buah hati berusia dua tahun atau sudah bisa berkomunikasi, hentikan penggunaan popok, kecuali di malam hari atau saat bepergian.
R
uam popok terjadi akibat iritasi pada kulit dengan beberapa gejala seperti kulit yang kemerahan, agak menonjol, nyeri, dan gatal. Bayi yang terkan ruam popok juga cenderung rewel karena merasa tidak nyaman. Ruam ini bisa diperparah oleh iritasi ber ulang atau yang berlangsung lama karena popok basah dan tidak segera diganti. “Ruam popok biasanya terjadi bayi bayi usia 7-12 bulan dan menurun seiring pertambahan usia. Sebuah studi mengatakan iritasi popok terjadi pada sekitar 7-35% bayi,” ujar dr. I Made Widiaskara, Sp.A. (K). Ruam popok (diaper rash) merupakan iritasi yang terjadi pada daerah penggunaan popok karena inflamasi akut terutama di bagian perut atas, pusar, bokong, dan sekitar kemaluan. Faktor-faktor penyebab ruam popok antara lain penggunaan popok yang berulang kali dan jarang diganti, gesekan antara kulit dan popok, reaksi ter hadap iritan seperti urine dan feses, kelembaban akibat cara membersihkan dan mengeringkan daerah popok yang tidak benar, pengenalan makanan baru seperti susu formula, diare, dan infeksi mikroorganisme. “Para ahli sepakat bahwa ruam popok merupakan gam-
dr. I Made Widiaskara
baran suatu dermatitis kontak iritan atau dikenal dengan istilah dermatitis popok iritan primer. Penggunaan popok berhubungan dengan peningkatan yang signifikan pada hidrasi dan pH kulit. Kedua factor tersebut adalah hal penting untuk kesehatan kulit pada daerah popok. Urine dan feses berperan penting pada pe ningkatan hidrasi dan pH kulit,” jelas dokter anak di RSIA Puri Bunda ini. Jika sisa urine dan feses tidak segera dibersihkan, inilah yang memicu terjadinya iritasi karena enzim dari feses bereaksi dengan kencing menimbulkan amoniak. Pada pH kulit yang lebih tinggi,
enzim feses yang dihasilkan bakteri pada saluran cerna dapat mengiritasi kulit secara langsung dan dapat meningkatkan kepekaan kulit terhadap bahan iritan lainnya. Orangtua biasanya memilih penggunaan popok sekali pakai (pospak) untuk buah hatinya. Namun, seringkali penggunaan pospak ini sepanjang hari. “Kalau buah hati sudah bisa berkomunikasi segera hentikan penggunaan popok. Ajarkan toilet training. Penggunaan popok disarankan jika malam hari atau saat bepergian,” ujar dokter Widiaskara. Sehar-hari sebaiknya buah hati dipakaikan celana katun. Ketika bayi baru lahir sebaik nya hanya mengenakan popok kain biasa (berulang kali pakai). Setelah usia satu bulan, bisa dipakaikan celana katun se hingga kulit si kecil bisa leluasa bernapas. Pemakaian popok selama 24 jam sehari sangat tidak dianjurkan. Indonesia merupakan negara tropis dan lembab. Jika terus dipakaikan popok, bayi tidak merasa nyaman, panas, dan lembab. Inilah yang akan berpotensi mengiritasi kulit sehingga terjadi ruam kulit. Jika sudah terjadi iritasi popok, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah membiarkan buah hati tanpa popok selama 10-15 menit agar kulit bisa ber-
3 - 9 Februari 2014
Go Green Tanaman Rambat
CARA AMAN GANTI POPOK Bagi orangtua yang akan mengganti popok untuk buah hati Anda, hal-hal berikut bisa
M
enurut Putu Lanang Saputra, pengelola kebun Nirvan di kawasan Tanjung Bungkak, Denpasar, tanaman rambat tak memerlukan lahan yang luas. Namun untuk bertumbuh, ia perlu media lain sebagai penopang atau sandaran, karena tanaman rambat memiliki batang yang lunak. Tanaman rambat bisa tumbuh
menjadi perhatian: Sebelum menggunakan popok, olesi kulit bayi dengan salep yang sifatnya menahan air di area kemaluan dan bokong. Salep ini biasanya mengan dung zinc. Dengan pemakaian salep ini, urine dan feses bayi tidak terlalu menempel dengan kulit. Ganti popok di tempat yang memiliki tepian tinggi. Pastikan ada bantalan sebagai penjaga dengan sisi-sisi yang lebih tinggi dan permukaannya tidak licin. Letakkan persediaan popok dalam jangkauan Anda, bukan dalam jangkauan bayi. Pastikan satu tangan dipakai untuk mencegah agar bayi tidak terguling saat Anda menggantikan popoknya. Banyak kasus terjadi, bayi terguling dari meja saat penggantian popok. –Ngurah Budi/Wirati Astiti
“Ruam popok biasanya terjadi bayi bayi usia 7-12 bulan dan menurun seiring pertambahan usia. Sebuah i studi mengatakan iritasi popok terjad pada sekitar 7-35% bayi”
17
dengan
Kehadiran taman, khususnya di perkotaan yang minim penghijauan, mampu membuat suasana alami dan menjadikan udara segar. Tanaman rambat bisa menjadi salah satu pilihan untuk memperindah taman Anda, dan cocok untuk rumah yang bernuansa go green.
napas. Sesudahnya, jika mau memakai popok lagi, gunakan popok bersih, kering dan sesuai ukuran. “Ukuran popok sangat pen ting. Jangan sampai longgar atau ke sempitan. Gunakan ukuran yang sesuai. Satu hal lagi, seringseringlah meme riksa dan mengganti popok,” ujar ayah 4 anak ini. Sebelum memakai popok, dr. Widiaskara menyarankan penggunaan salep yang meng andung zinc. Penggunaan bedak sebelum memakai popok tidak disarankan karena bedak menyebabkan iritasi. Bagaimana jika buah hati terkena iritasi lebih dari tiga hari? Segeralah berkonsultasi ke dokter. Dari pemeriksaan klinis bisa diketahui seberapa iritasi yang terjadi. “Ruam akan terlihat merah cerah di daerah yang sering memakai popok. Jika ini dibiarkan, akan menyebabkan masuknya kuman lain sehingga terjadi infeksi,” ujar dokter asal Singapadu, Gianyar ini.
G R I YA
pada vertical garden, pergola, atau pagar rumah. Sekarang ini ada banyak jenis tanaman yang bisa dipilih. Keindahan tanaman rambat ada pada kerimbunanannya, bentuk daunnya yang menarik, warna, sampai yang berbunga cantik. Berdasarkan penempatannya itu, tanaman rambat untuk vertical garden atau menempel ke dinding misalnya, harus memiliki akar
yang kuat. Jenis tanaman rambat yang umum dipakai adalah dolar plant, ivy (hedera helix), dan sirih (piper betle). Di kebun yang ia kelola sejak empat tahun lalu ini sekitar 40% merupakan tanaman rambat, baik tanaman lokal maupun impor. Permintaan akan tanaman rambat khususnya tanaman impor ini pun dikatakannya mengalami peningkatan. Konsumennya biasanya pihak penyedia jasa akomodasi seperti hotel dan vila, yang menginginkan jenis tanaman yang jarang dipakai umum, seperti irian plume, petrea volubilis, mandevilla, madagaskar, konghea, stevano merah, bhaoumontia, dan bauhinia cociana dan lee kwan yew (li kuan yu). Sementara, konsumen lokal untuk rumah-rumah pribadi lebih banyak memilih tanaman lokal karena pertimbangan harga yang lebih terjangkau. Meski demikian, tanaman rambat ini juga tak kalah cantiknya. Jenis tanaman yang umum dipakai air mata pengantin, alamanda, kamboja rambat, samblung, dan jenis daun sirih. “Air mata pengantin yang sekarang ini banyak dipakai masyarakat misalnya, harganya cukup terjangkau. Tanaman yang tingginya 1,5 meter hanya Rp 300 ribu,” ujar Putu Lanang. Untuk halaman yang tak terlalu luas, tanaman merambat bisa
juga ditanam di pot. Pot ini cukup diletakkan di dekat media bantu, seperti tiang pergola misalnya, dengan sendirinya tanaman itu akan mencari alurnya. Umumnya, kunci dari memelihara tanaman rambat adalah mendapatkan sinar matahari yang cukup. Agar tumbuh subur, gunakan media tanam tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1 atau 2:1. “Pertumbuhan tanaman rambat ini sangat cepat. Rata-rata dalam enam bulan sudah sampai menutup semua pergola,” ujar pria asal Buleleng ini. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, ada beberapa tips yang bisa dilakukan. Pertama, pemangkasan. Dengan rajin di-
pangkas, akan keluar tunas baru. Pohon dan bunganya pun semakin rimbun. Perhatikan jenis tertentu yang justru tidak boleh dipangkas. Kedua, pangkas samping. Dalam artian, bagian yang dipangkas jangan batang utama tetapi batang bagian samping. Ketiga, penyiraman secukupnya, minimal dua hari sekali. Keempat, pemupukkan. Kelima, ketahui jenis tanamannya. Sebelum membeli tanaman, ketahui dulu jenis tanaman tersebut. Apakah cocok di dataran tinggi atau rendah, diletakkan di indoor atau outdoor berbunga berapa bulan sekali, dan butuh perawatan yang bagaimana. –Inten Indrawati/Wirati Astiti
D AYA C I P TA
18
Netralkan Aura Negatif dan Datangkan Kebahagiaan Perayaan Tahun Baru Imlek selalu dimeriahkan dengan pertunjukan barongsai. Barongsai dan lampion merah membuat kemeriahan perayaan tahun baru Cina makin terasa. Salah satu k elompok barongsai yang eksis untuk melestarikantradisi ini adalah Pusaka Tantra yang ada di Wihara Dharmayana ( Leeng Gwan Bio), Kuta.
D
2002. Anggotanya terdiri dari seka teruna dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap barongsai. “Kami menghimpun generasi muda dalam kegiatan positif yakni barongs ai. Dalam barongsai ini unsur seni 40 %, unsur olahraga 60%. Barongsai dipercaya menetralkan aura negatif dan mendatangkan kebahagiaan ,” ujar ayah dua anak ini. Adi menambahkan, ketika terbentuk, anggota kelompok ini hanya 18 orang. Mereka dilatih Ong Min. Karena pelajaran dasarnya kungfu klasik, peminat barongsai Suasana Wihara Dharmayana Kuta
meningkat hingga mencapai 50 orang. Mereka tidak hanya warga Tionghoa Kuta tetapi ada juga yang berasa dari luar Kuta. Latihan rutin pun dilakukan tiap Selasa malam. Namun, menjelang pentas, latihan diintensifkan menjadi tiap hari. Kelompok barongs ai ini sudah sering tampil di kejuaraan skala lokal maupun nasional. Prestasinya juga lumayan. Tahun 2011, Pusaka Tantra meraih juara di kejuaraan nasio nal di Tuban, Jawa Timur. Sebelumnya mereka pernah menjadi juara di kejuaraan yang digelar Persatuan Olahraga Barongsai Seluruh Indonesia (Persobarin) di Semarang dan Surabaya. “Anak-anak semangat kalau ada lomba. Mereka giat berlatih. Selain aliran klasik, mereka juga menekuni aliran modern. Modern ini lebih
Salah satu aksi kelompok barongsai Pusaka Tantra
7
Jika tak Ada Sikat Gigi, Pakai Telunjuk Sekitar 300 undangan hadir dalam peluncuran buku “Bukan Harta Tapi Ilmu, Serpihan Kenangan H.M. Djalaluddin” yang dilakukan beberapa waktu lalu itu. Acara itu menjadi berbeda karena dihadiri oleh tokoh-tokoh perintis NTB, seperti HL. Azhar, DR. Hj. Siti Maryam Salahuddin, HL. Mujitahid, HM. Syareh dan lainnya yang notabene telah sepuh. Malam itu diwarnai gelak tawa karena menjadi semacam reuni bagi “orang tua” daerah ini. Dihadiri pula oleh hampir seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB. Buku yang ditulis Naniek I. Taufan itu, mencatat tentang serpihanserpihan kenangan tentang sosok inspiratif ayahanda DR. TGH. M. Zainul Majdi, Gubernur NTB.
D
rumit dan penuh dengan trik-trik yang sulit. Kadang ada gerakan salto, berdiri di bola bahkan berputar 360 derajat. Ini semua bisa dilakukan kalau rutin latihan. Bagi yang menekuni barongsai, cedera, patah tulang, memar, sudah menjadi bagian dari latihan. Kami percaya, jika anak-anak tampil, ada taksu yang mengiringi mereka. Inilah yang membuat mereka bisa meliuk-liuk,” ujar Adi seraya mengatakan Pusaka Tantra sering menjadi juara di kelas tonggak. Sebelum lomba, panitia biasanya mengetes para peserta.
l i f e s to ry
H.M. Djalaluddin
Barongsai
ari penuturan Adi Dharmaja Kusuma, Pembina Pusaka Tantra, banyak versi yang mengawali lahirnya barongsai. “Dari salah satu versi yang pernah saya baca, barongsai muncul di Cina Selatan pada masa pemerintahan dinasti Ming. Ketika itu terjadi bencana. Hasil pertanian masyarakat gagal total karena serangan hama. Berbagai upaya dilakukan untuk membersihkan hama. Para tetua lalu menganjurkan pembuatan “raksasa” seperti ogohogoh di Bali. Binatang yang dipilih adalah singa dan naga. Pertunjukan tariannya diiringi suara musik yang keras,” tuturnya. Upaya ini ternyata berhasil sehingga hasil panen masyarakat Cina Selatan berlimpah. Barongsai pun mengalami perkembangan sehingga menjadi budaya masyarakat Cina. Penambahan musik seperti tambur dan cengceng membuat pertunjukan barongsai menjadi atraktif. Perkumpulan barongsai pun banyak berdiri. Selain itu, masyarakat juga ada yang membuat patung di sawah, seperti lelakut yang ada di Bali. Di Indonesia, barongsai masuk berbarengan dengan kedatangan warga Tionghoa. Mereka pertama kali masuk melalui Semarang. Namun, karena situasi politik, tradisi barongsai sempat mengalami masa surut. Mereka tidak berani tampil di depan umum. Runtuhnya orde baru dan naiknya Gus Dur sebagai Pre siden memberi angin bagi perkembangan barongsai. “Sejak era Gus Dur, yang mengakui eksistensi warga Tiong hoa, barongsai pun mulai bangkit kembali. Kelompok barongsai pun bermunculan dan pentas di berbagai lokasi. Tidak hanya untuk kepentingan ritual, tetapi ada yang dimainkan sebagai hiburan di pentas seni,” ujar Adi yang juga Kelian Banjar Dharma Semadhi, Kuta. Kelompok ini pernah ngayah di Pura Batur, Pura Samuan Tiga, Pura Batu Meringgit, dan Pura Dalem Betawi. Kelompok Pusaka Tantra yang mewadahi generasi muda Banjar Dharma Semadhi dibentuk 5 April
3 - 9 Februari 2014
3 - 9 Februari 2014
Jika dinilai tak layak atau kurang memenuhi kriteria, peserta tak bisa ikut lomba. Mengenai tarian, Adi mengatakan biasanya ada tema cerita dalam pertunjukan barongsai. Cerita yang paling sering adalah singa turun gunung dan singa mencari mangsa. Menjelang Imlek, kelompok barongsai ini berkeliling di Kuta. Mereka melakukan ritual semacam nangluk merana (harmonisasi alam semesta). Barongsai bersama liong (naga) ini kerap menjadi tontonan masyarakat maupun wisatawan yang ada di Kuta. –Ngurah Budi/ Wirati Astiti
isiplin tanpa konsistensi tidak akan berhasil sukses. Namun, memilih tetap konsisten khususnya dalam hal kedisiplinan, bukanlah hal yang mudah dan tidak semua orang bisa melakukannya. H.M. Djalaluddin adalah salah seorang yang mampu mewujudkan hal itu bahkan hingga usianya sepuh. karena kedisiplinan serta konsistensinya itulah, ia melahirkan anak-anak yang membanggakan. Tiga dari lima anaknya, menjadi pemimpin di daerah Nusa Tenggara Barat. Putri sulung, Hj. Sitti Rohmi Djalillah kini menjadi Ketua DPRD Lombok Timur, putra keduanya, M. Syamsul Luthfi, adalah mantan Wakil Bupati Lombok Timur sedangkan putra ketiganya DR. TGH. M. Zainul Majdi, kini menjadi Gubernur NTB. Dua lainnya, M. Jamaluddin dan Sitti Suraija. Tubuh sepuhnya sebenarnya sudah tak lagi bisa tegak dan kuat, namun semangatnya tak jua padam. Saat bicara, suara lantang dengan intonasi dan diksi yang masih sangat jelas, mampu menggambarkan kobaran semangat dalam dirinya bahkan hingga usianya kini menginjak 87 tahun. Djalaluddin mantan birokrat yang merupakan salah seorang tokoh pendidikan dan perintis pembangunan daerah NTB, yang juga seorang guru dan dosen yang cemerlang di mata murid dan mahasiswanya. Kecintaan pada pendidikan bahkan pernah mengantarnya nekat tinggal dan bersekolah di Mekkah tidak sepengetahuan orangtuanya. Kisahnya, terjadi di tahun 1948, saat ia menunaikan ibadah haji untuk pertama kalinya. Setelah tiba di
Mekkah dan musim haji berakhir, Djalal rupanya jatuh cinta pada tanah suci tersebut. “Saya tidak mau pulang, tapi mau sekolah di sana,” ungkapnya. Di usia 19 tahun, ia telah berani mengambil keputusan sendiri demi bisa bersekolah di sana. Berbekal uang Rp 900 yang telah ditukarkan dalam mata uang Real kala itu, ia tinggal di Mekkah tidak ikut pulang rombongan jemaah haji lainnya. “Uang itu adalah dana yang diterima sebagai uang saku yang diambil dari ongkos naik haji, saya pakai hidup selama satu tahun,” ujarnya. Kala itu ongkos naik haji seharga Rp 1.800, yang penggunaannya terbagi Rp 900 untuk biaya ONH dan sisanya Rp 900 sebagai uang saku yang dibagikan ketika para jemaah calon haji ketika tiba di Jeddah. Dengan uang yang tidak banyak itulah, ia nekat tinggal di Mekkah. Wilayah yang sering didengar namanya namun sama sekali belum pernah didatanginya dan ia juga tidak memiliki sanak famili di tempat tersebut. “Waktu kecil, saya hanya sering mendengar bahwa tamu-tamu ayahanda saya banyak berasal dari Mekkah. Cerita-cerita para ulama tentang Mekkah itulah yang membuat Kota Mekkah menjadi akrab di telinga saya dan selalu ada dalam memori,” katanya. Maka ketika kesempatan menginjakkan kaki di tanah Mekkah itulah, seluruh memori dan kisah-kisah tentang Mekkah yang didengarnya sejak kecil, langsung membuncah dan menumbuhkan kegembiraan yang luar biasa dalam dirinya. Seperti terhipnotis, Mekkah menjadi alam baru yang memompa adrenalinnya untuk tinggal dan bersekolah di kota
itu. Pesona Mekkah dan keinginan yang besar untuk bersekolah di sana, membuatnya menolak untuk pulang ke Lombok. Itulah sosok kuat dari seorang Djajaluddin. Jika berkaitan dengan pendidikan, ia tidak mengenal rasa takut, tidak pula mengenal rasa khawatir. Tekad dalam hatinya ia ikuti bahkan hanya dengan membuat keputusan sendiri. Ia berpegang pada satu keyakinan akan niat bersekolah. Selama setahun ia berkelana di Kota Mekkah, mulai beradaptasi hingga mengenal dan mengakrabi masyarakatnya. Di Mekkah ia tinggal di pondokan bersama dengan beberapa temannya satu daerah yang berasal dari Mamben (Lombok Timur), Mantang dan Kopang (Lombok Tengah). Mereka tinggal satu rumah bersama-sama. Hidup sesederhana dan seirit mungkin demi bisa bersekolah di Tanah Suci itu. Tidak banyaknya uang sebagai biaya hidup selama di Mekkah, tidak membuatnya gentar, ia malah mendapatkan banyak pelajaran untuk bisa mengelola hidup. Djalaluddin memang tidak pernah takut akan hal semacam ini. Ia hadapi dan jalani seperti biasa saja. Hingga akhirnya musim haji tahun berikutnya, 1948, rombongan haji dari Lombok tiba di Mekkah. Saat itulah ia bertemu dengan orangorang Lombok yang membawa pesan dari orangtuanya yang meminta ia pulang ke Lombok bersama dengan jemaah haji tersebut kembali ke tanah air. “Saya akhirnya pulang dengan uang ongkos kiriman orang tua,” katanya. Selain mencintai pendidikan, kisah kedisiplinan H.M. Djalalud-
Djalaluddin bersama istri Wahyuni Sofiatun
din menjadi kenangan yang tidak pernah bisa dilupakan oleh orangorang yang pernah mengenalnya, terutama bagi kelima anaknya. Bahkan kata “disiplin” menjadi kosa kata wajib saat bicara tetang Djalal. Tidak ada kata fleksibel dalam menjalankan aturan agama melainkan harus dengan disiplin yang ketat dan mutlak. Karena baginya dalam beribadah tidak mengenal tawar menawar. Kedisiplinan ini telah menjadi bagian dari pribadi guru pertama di Apitaik Lombok Timur yang hingga saat usianya sepuh kini tidak pernah berubah. Beberapa mantan muridnya mengingat, bagaimana kedisiplinan Guru Djalal telah merubah prilaku murid-muridnya ketika ia mengajar di SDN Pringgabaya Lombok Timur. Sebagai seorang guru desa yang sederhana, Djalaluddin menjalani profesinya itu dengan sungguhsungguh. Selain mengajar ilmu-ilmu sekolahan, ia juga mengajarkan etika dan kebersihan serta kerapian. Di zaman itu, sudah dapat sekolah saja, anak-anak kampung itu bersyukur apalagi diajar oleh seorang guru yang sungguh-sungguh menginginkan mereka lahir sebagai generasi-generasi yang terdidik. Tidak hanya pintar tapi juga cerdas dan dapat menjaga kesehatan dengan tetap bersih dan rapi, setidaknya ketika mereka bersekolah. Saat itu, ia melihat anak-anak desa yang menjadi muridnya, masuk sekolah kurang memperhatikan kebersihan gigi, kuku dan pakaian. MANDI DI TELAGA Sebagai seorang guru yang terbiasa bersih dan rapi, Djalaluddin tentu memaklumi hal ini. Namun ia tidak kehabisan akal untuk membuat murid-muridnya dapat menyikat gigi tanpa sikat gigi dan odol, juga dapat memotong kuku tanpa pemotong kuku seperti sekarang serta dapat mencuci pakaian tanpa sabun. Ia ajarkan murid-muridnya untuk menggesek batu bata satu sama lain, lalu dari gesekan itu akan menghasilkan bubuk halus sehalus tepung. Selain dengan bubuk batu bata yang digesek banyak juga yang
akhirnya, menggilas dan menumbuknya menjadi halus. Nah, tepung batu bata inilah yang dipakai untuk menyikat gigi. Untuk urusan sikatmenyikat ini, tentu saja, kala itu, para murid belum bisa melakukannya dengan cara yang “baik dan benar”. “Jika tidak ada sikat gigi, pakai telunjukmu,” ujar Guru Djalal di muka kelas yang ditirukan salah seorang muridnya, Hanan. Pelajaran belum bisa dimulai jika ada yang tidak mandi saat datang ke sekolah. Satu persatu pula Guru Djalaluddin akan memeriksa tengkuk murid-muridnya. Ia tahu mana muridnya yang mandi dan mana yang tidak mandi. Tidak sulit bagi Guru Djalal yang kesehariannya hidup bersih dan rapi untuk mengenali mana murid yang mandi dan tidak mandi. “Dari daki tengkuknya anak-anak, saya tahu mana yang mandi dan mana yang tidak mandi,” katanya. Hukuman bagi yang tidak mandi, agak “berat”. Sanksi moral sederhana diberikannya namun jelas membuat kapok. Jika ada yang tidak mandi, maka ia akan digiring beramai-ramai oleh kawannya menuju telaga yang tidak jauh dari sekolah mereka. Di sana murid yang tidak mandi itu akan dimandikan bersama-sama oleh kawan-kawannya. Tiap kali peristiwa mandi di telaga bagi yang tidak mandi datang ke sekolah, menjadi pelajaran berharga bagi murid-murid ini. Peningkatan kesadaran muridnya akan kebersihan meningkat drastis. Hari demi hari “kasus” murid yang tidak disiplin berkurang sangat signifikan. Guru Djalaluddin membawa perubahan luar biasa bagi etika dan tata nilai serta kedisiplinan bagi sekolah tersebut. Begitulah cara Djalaluddin mendidik murid-muridnya. Tanggung jawabnya tidak sebatas pada mengajarkan ilmu-ilmu yang ada di buku, melainkan juga tanggung jawab pada peningkatan kualitas manusianya. Menurut Hanan, karena kekaguman mereka pada Guru Djalaluddinlah yang membuat banyak rekanrekannya akhirnya memilih profesi sebagai pendidik. –Naniek I. Taufan/Ngurah Budi
l i f e s to ry
6
Masa Lalu Milik Anda Masa Depan Milik Kita Akhir tahun 2010 menjadi tahun kenangan pahit bagi NKR (40). Suami tercinta, KM menghembuskan napas terakhir karena AIDS. Kenyataan itu sangat memukul batinnya. “Saya sangat marah, kecewa, sekaligus sedih memikirkan nasib anak-anak ke depan nanti, karena sudah pasti saya juga kena penyakit ini, dan mati,” kisah NKR, yang kini aktif sebagai konselor HIV/AIDS.
M
elihat penampil a n f i s i k nya yang masih sehat dan segar, mungkin orang tak akan percaya jika ia terpapar virus yang mengerikan tersebut. Namun, NKR tak ambil pusing, ia sangat terbuka dan tak menutupi kenyataan bahwa ia adalah ODHA (orang dengan HIV/AIDS). “Kenapa saya harus malu, saya tidak berbuat macam-macam kok. Dengan kondisi saya yang begini, saya justru ingin membantu yang lain agar tak sampai kena penyakit ini,” ujarnya. Ia mengisahkan awal mulanya sampai terinveksi HIV/ AIDS. NKR dan suami hidup sederhana bersama anakanaknya. Dulu, ia dan suami berjualan nasi keliling di daerah Legian, Kuta. Tahun 2000-2003, suaminya berkerja sebagai waiter di sebuah karaoke di kawasan Simpang Siur yang kini sudah tutup. “Kemungkinan suami saya khilaf saat bekerja di sini, karena di tempat ini menyediakan juga layanan-layanan seperti itu,” ujarnya. Kehidupan pasutri ini berjalan rukun, hingga Agustus 2010 sang suami harus masuk rumah sakit karena diare. NKR mengira, diare yang diderita suaminya hanya diare seperti umumnya. Suaminya diperbolehkan pulang, setelah seminggu dirawat. September 2010, pasutri ini membuatkan upacara tiga bulanan untuk anak bungsu mereka di kampung halaman di Buleleng. Sejak itu pula, karena sakit-sakitan suaminya menetap di sana. “Mertua yang urus suami saya di Buleleng, saya mengurus anak-anak yang masih sekolah di Denpasar,” tuturnya. Saat di Buleleng, KM sempat masuk rumah sakit lagi. “Sepertinya saat itu dia sudah tahu akan penyakitnya, namun tak mau berterus terang pada saya. Karena kondisi fisiknya masih
sehat, dia pun sempat dikonseling tanpa didampingi istri,” tuturnya. Selama menetap di Buleleng, sakit KM makin parah. Oleh mertuanya, sakit yang diderita suaminya itu bukannya dibawa berobat ke medis, namun justru ke pengobatan tradisional (balian). “Dua minggu saya tinggal ke Denpasar, kondisi kesehatan suami saya turun drastis, berat badannya turun drastis,” ungkapnya. KM pun kembali diopname di RSU Singaraja di Buleleng. Kondisinya sudah sangat parah (tidak bisa bangun). Dokter yang menangani memberitahukan kondisi suaminya dan menyarankan NKR untuk tes HIV (VCT). Hasilnya positif. NKR cukup terpukul mendapati dirinya mengidap penyakit yang sama dengan penyakit yang akhirnya mencabut nyawa suaminya Desember 2010. Selama setahun NKR selalu dihantui kekhawatiran akan penyebaran virus ini ke anakanaknya. Sepeninggal suaminya, ia dikembalikan ke keluarganya. Keluarga mendiang suaminya tidak percaya jika KM meninggal karena AIDS. Mereka meng anggap kematian KM karena ilmu hitam sang istri. Anak ketiga dan keempat mereka pun direbut mertuanya agar tak terkena ilmu hitam NKR. “Dengan perjuangan keras dan dibantu dimediasi LBH APIK, saya bisa mengambil kembali anak ketiga saya yang waktu itu berusia 2 tahun. Anak bungsu saya biarlah bersama mereka, karena sejak bayi yang ia tahu orangtunya adalah keluarga di sana,” kisahnya. Namun rupanya, tuduhan itu hanya alasan mereka. Sesungguhnya mereka merampas anak-anak NKR karena takut akan tertular virus itu. “Penularan virus tersebut tak segampang itu,” tegasnya. Namun paling tidak kesedihan dan kekhawatirannya terjawab
sudah. Hasil VCT anak ketiga nya negatif. Ini membuatnya tambah bersemangat untuk melanjutkan hidupnya. Fisiknya masih sehat. Sampai saat ini ia tengah menjalani terapi ARV yang berupa obat wajib diminumnya dua kali sehari. Pengonsumsiannya harus tepat waktu agar efek resistensi obatnya maksimal. Sebagai ODHA, ia mengaku masyarakat khususnya di desa nya, tak mendiskriminasikannya. Malahan, Bendesa adat di sana salut dan sangat mendukung NKR yang berinisiatif memberikan informasi penyebaran dan penanggulangan HIV/AIDS. “Sejak jadi ODHA, saya rajin mencari informasiinformasi terkait HIV/AIDS dan bertemu dengan orang-orang yang tahu banyak di bidang itu. Akhirnya, saya pun ikut jadi relawan dan konselor,” ujarnya. Virus ini dikatakan NKR menjadi berkah baginya. Ia mengambil hikmah positifnya. Dengan terinveksi virus ini, ia mengaku menjadi tahu ba-
gaimana menjaga kesehatan, bagaimana agar tak tertular dan menularkan, dan yang paling penting sekarang ia banyak memiliki teman. Kini NKR menjadi relawan tetap di Yayasan Kerti Praja dan diperbantukan di VCT Sanglah untuk memberikan konseling dan berbagi pengalaman kepada mereka yang datang untuk VCT maupun yang sudah ODHA. Tujuannya, menguatkan mereka bahwa ODHA tak se-
3 - 9 Februari 2014
lalu berujung dengan kematian. Sesekali, ia berprofesi sebagai tukang ojek, mengantarkan temantemannya ke tempat tujuan mereka. Ia menjelaskan orang yang baru dalam fase HIV, secara kasat mata belum menunjukkan gejala, seperti dirinya. Namun, diingatkannya, kondisi ini tak perlu ditakuti karena penyebaran virusnya bisa dicegah dengan mengikuti terapi ARV. Yang paling penting sekarang, ia mengimbau seluruh masyarakat untuk melakukan VCT dan mengulanginya kembali dalam enam bulan ke depan, karena semua orang berisiko. “Tidak perlu malu untuk menjadi sehat. Ingatkan pasangan, masa lalu adalah milik Anda (suami/istri), tapi masa depan adalah milik kita,” ujar NKR yang mengaku masih ada yang mengganjal di hatinya saat ini, yakni membawa anak bungsunya untuk VCT. –Inten Indrawati/Ngurah Budi
S U D U T PA N D A N G
3 - 9 Februari 2014
Ganti Pacar Rentan HIV/AIDS? Seorang remaja, kelas 3 SMA datang ke Yayasan Kerti Praja. “Saya mau mencari surat keterangan sehat untuk cari universitas,” katanya. “Kalau mau cari surat keterangan sehat untuk pendidikan, bisa langsung ke dokter umum saja, bisa kok,” ujar petugas yang melayani. Tetapi, remaja itu ngotot. Ketika diajak bicara, ternyata ia ingin melakukan tes HIV. Karena perilaku seksualnya, ia ingin mengetahui, apakah ia terinfeksi HIV atau tidak.
Oka Negara
“S
eseorang memerlukan tes HIV jika termasuk dalam kategori risiko tinggi dalam perilaku seksualnya,” ujar Dewa Nyoman Suyetna, Koordinator Yayasan Kerti Praja dalam Diskusi Terbatas “Perilaku Seks Masa Kini yang Rentan dengan HIV/AIDS” di Warung 63 Denpasar yang dihelat Mingguan Tokoh. Siapa saja yang termasuk dalam kategori risiko tinggi? Mereka yang berhubungan seks di bawah usia 18 tahun, berhubungan seks dengan banyak pasangan, memiliki pacar eks wanita pekerja seksual dan eks pecandu narkoba, mereka yang menukar seks dengan uang atau obat, orang-orang yang melakukan hubungan seks tanpa kondom. Di Bali, kasus HIV/AIDS pada usia 15-19 mencapai 167 orang atau sebesar 2% dari 8.563 orang yang terjadi hingga Desember 2013. Kasus terbanyak melanda kelompok umur 20-29 tahun sebanyak 3.341 orang atau sebesar 39% dan kelompok umur 3039 tahun sebanyak 3.102 orang atau sebesar 36,2%. “Jika ada anak usia 19 tahun yang sudah terpapar virus HIV, bisa dibayangkan sejak umur berapa dia sudah melakukan hubungan seksual,” ujar Dewa Suyetna. Kekhawatiran akibat perubahan perilaku seksual disampaikan Prof. dr. Nyoman Mangku Karmaya, dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Provinsi Bali. “Gaya pacaran anak muda sekarang begitu mudahnya ganti pasangan. Masalahnya, seringkali mereka yang sudah berstatus pacaran, memproklamirkan hari jadinya dengan berhubungan seksual. Jika pacarannya beberapa kali, bisa dibayangkan berapa kali mereka berganti-ganti pasangan seks,” ujar Mangku Karmaya. Bahkan menurutnya, anak kelas VI SD sudah ada yang terkena infeksi menular seksual. Dewa Suyetna menambahkan, walau di Bali tak ada lokalisasi “resmi”, ada beberapa titik lokasi prostitusi. Di Denpasar saja ada sembilan titik lokasi prostitusi yang terus ada dalam pemantauannya. Pelanggan dari kalangan usia belia pun ada. Jika dihubungkan dengan data yang ada, penularan HIV/AIDS akibat hubungan berganti-ganti pasangan tercatat 6.699 orang atau 78,2%. “Yang harus diingat, angka orang yang positif HIV/AIDS itu ibarat fenomena gunung es, yang terlihat hanya puncaknya,” kata Dewa Suyetna. Alasannya, angka kasus HIV/AIDS di Bali didapat hanya dari mereka yang mau melakukan tes HIV. “Bagaimana dengan mereka yang tidak mau melakukan tes HIV?” tanyanya. Dalam pekerjaannya, ia menemukan masih banyak masyarakat yang enggan melakukan tes HIV secara mandiri, entah karena malu atau takut. Masih adanya stigma terkait HIV/AIDS ini menjadi kendala besar dalam pengananan HIV/AIDS di Bali. Karena itu pula, Dewa Suyetna mengatakan, saat ini mereka tengah getol mendekatkan tes HIV ke masyarakat dengan sistem jemput bola bekerja sama dengan Puskesmas. Tak hanya susah diajak melakukan tes HIV, bahkan ada masyarakat yang sudah terbukti positif pun, tidak mau melakukan terapi ARV karena merasa
Mangku Karmaya
masih sehat. “Pada fase HIV memang masih merasa sehat. Jika diketahui ada virus dalam fase ini, tentu akan lebih cepat dapat penanganan yang tepat. Namun, seringkali mereka yang datang sudah pada fase AIDS,” ucapnya. Yuni Ambara, Humas Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Bali menambahkan, yang sekarang ini harus dilakukan adalah bagaimana membuat tes HIV ini tak menjadi stigma. Ada empat program dalam deteksi dini HIV, yaitu provider initiative counseling and testing, family initiative counseling and testing, peer initiative counseling and test ing, dan client initiative counseling and testing. Dalam provider initiative counseling and testing, provider kesehatan berperan aktif melihat apakah pasien bersangkutan memiliki gejala-gejala terinfeksi HIV atau faktor risiko tinggi terpapar HIV. Merujuk pada Surat Edaran Nomor 129 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan Pengendalian HIV/ AIDS dan IMS, tiap pasien yang datang ke dokter dengan indikasi gejala-gejala infeksi HIV dapat segera dideteksi apakah positif atau tidak sehingga deteksi dini HIV dapat lebih efektif. Penderita penyakit yang memiliki kemungkinan menderita HIV/AIDS adalah penderita penyakit infeksi menular seksual (IMS), tuberculosis, dan beberapa penyakit lainnya. Selain itu, provider kesehatan juga dapat menjemput bola dengan mendatangi orang-orang yang memiliki risiko tinggi tertular HIV, seperti wanita pekerja seksual, lelaki pengguna wanita pekerja seksual, homoseksual, pengguna NAPZA suntik. Provider initiative counseling and testing juga dapat disediakan sebagai salah satu asuhan keperawatan sebelum melahirkan karena meningkatnya penularan dari ibu ke bayi pada beberapa tahun terakhir. Sedangkan, pada family initiative counseling and testing, deteksi dini HIV/AIDS didorong oleh keluarga; pada peer initiative counseling and testing, deteksi dini HIV/AIDS didorong oleh rekan sebaya; family initiative counseling and testing, deteksi dini HIV/AIDS atas permintaan diri sendiri. “Kami berusaha mendekatkan tes HIV dengan masyarakat dan mendorong lakilaki agar melakukan tes HIV,” kata Dewa Suyetna. Mengapa laki-laki? “Karena sesungguhnya infeksi HIV itu menyebar karena laki-laki. Kemudian merebak di kalangan pekerja seksual juga karena laki-laki,” imbuh dr. Oka Negara, FIAS, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Selama tak ada pembeli, tak akan ada penjual. Kalau pun ada penjual, jika pembelinya tidak ada, otomatis akan gulung
tikar. Itulah gambaran Dewa Suyetna akan peran besar laki-laki dalam penyebaran HIV/AIDS ini. Karena itu, ia mengatakan pekerja wanita seksual bukanlah pelaku, ia adalah korban dari laki-laki hidung belang. Karena itu, target global rencana aksi nasional adalah menyasar kaum laki-laki untuk melakukan tes HIV. “Target di Denpasar 5.000 laki-laki per bulan. Sasarannya, buruh bangunan, tukang angkut pasir, petani, dan tempat-tempat kerja yang didominasi lakilaki,” ujarnya. –Inten Indrawati/Ratna Hidayati
19
Tiap Bulan, 100 Infeksi Baru HIV di Bali Data kasus HIV/AIDS di Bali yang tercatat di Dinas Keseha tan Provinsi Bali per 2013 adalah 8.563. Angka ini memang terlihat lebih besar daripada tahun-tahun sebelumnya. Yang perlu diingat, HIV/ AIDS tidak ada kesembuhannya, angka tiap tahunnya menjadi kumulatif. Sehingga, kesannya bertambah terus setiap tahun. “Angka kasus terinfeksi baru angka di Bali sudah menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penurunannya sekitar 10%. Rata-rata 100 orang terinfeksi baru tiap bulannya,” ujar Kadis Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Gde Agus Suryadinata, MPPM. Penanggulangan HIV/AIDS di Bali oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali bersinergi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota, Komisi Penggulangan AIDS (KPA) Provinsi dan KPA kabupaten/ kota se-Bali, Persatuan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Bali dan lembaya swadaya masyarakat. Harapannya, agar kasusnya terus menurun hingga zero new infection, zero AIDS related deaths, dan zero discrimination. “Dengan terapi yang baik dan menjaga kondisi fisiknya, diharapkan harapan hidup ODHA bisa lebih panjang. Tidak seperti dulu, ketika masuk ke fase AIDS, ODHA meninggal. Dan, ODHA ini pun jangan sampai dikucilkan, tapi rangkul dia untuk dibantu,” jelasnya. Sumber penularan HIV/AIDS ini pun peringkat tertinggi masih pada pelaku heteroseksual dan pengguna narkoba suntik. Potensi penularan HIV/AIDS tertinggi di Bali ada pada wanita pekerja seksual yang bisa melayani lima atau lebih laki-laki per harinya. Sehingga, penyebaran virus ini dikatakan lebih banyak pada laki-laki. Kendala yang kerap ditemui, sulitnya membujuk masyarakat agar mau tes HIV. “Agar masyarakat mau tes, diperlukan pemahaman dan ketabahan mental. Itu tidak mudah. Wanita pekerja seksual yang berisiko tinggi saja masih berpikir untuk melakukan tes HIV,” ungkapnya. Karena itu, dilakukan konseling dulu untuk menguatkan mental. “Dokter saja tidak banyak yang mau secara sukarela melakukan tes HIV karena profesi mereka juga berisiko. Bisa saja ia tertusuk jarum yang tidak steril, kena darah atau terluka. Karena, tak hanya orang yang berisiko yang bisa kena, tetapi tenaga kesehatan pun bisa,” ujarnya. –Inten Indrawati/Ratna Hidayati
Perusahaan Wajib Sosialisasi HIV Serangkaian tes HIV dilakukan di beberapa instansi di Denpasar. Ditemukan, tiga perempuan, belum menikah, terpapar HIV. “Kini, banyak orang dari kalangan produktif terpapar HIV,” kata Mangku Karmaya. Karena itu, program sosialisasi HIV/AIDS wajib dilakukan perusahaan bagi karyawannya. “Perusahaan mau tidak mau, suka atau tidak suka, mungkin ada pekerja yang positif HIV. Bagaimana perusahaan melindungi pekerja dari situasi yang membuatnya galau supaya tidak ada diskriminasi?” katanya. Di sebuah perusahaan, sangat penting ada program sosialisasi HIV/AIDS. Kalau ada karyawan yang positif HIV, perusahaan tidak boleh melakukan pemecatan. Sediakan saran, agar tidak menular kepada keluarganya. “Jika tiap perusahaan melakukan program HIV/AIDS ini, tanpa ada stigma, keluarga pekerja akan sehat, produktivitas meningkat yang tentunya akan memberikan ke untungan pada perusahaan. Perusahaan bisa bekerja sama dengan dinas terkait yang nanti bisa ditindak lanjuti ke pusat. Kini, ketersediaan program HIV/AIDS di perusahaan menjadi salah satu syarat mencari izin usaha,” ujarnya. Dewa Suyetna menyebutkan, ada beberapa perusahaan yang telah melakukan program HIV/ AIDS di antaranya Melia Bali Hotel, Coca-Cola, Aqua, Matahari, Ramayana, Tiara Dewata. “Kami sangat mengapresiasi perusahaan tersebut. Apa yang diharapkan pemerintah sudah ditindaklanjuti untuk menyelamatkan generasi ke depan,” ujar Kepala
Disnakertransos Kota Denpasar, I Made Erwin Suryadharma Sena. Kota Denpasar sebagai kota yang memiliki angka tertinggi untuk kasus ini yakni 3.483 atau 40.7 %, dikatakannya tak terlepas dari peran Denpasar sebagai kota urban. Karena itu, kemungkinan penyebaran HIV/AIDS juga cukup tinggi. Untuk menanggulangi kasus ini, tahun 2013, Disnaker mengundang bagian sumber daya manusia dari perusahaan yang ada di Denpasar untuk mengikuti penyuluhan HIV/AIDS. “Masalah ini tidak untuk ditakuti, tetapi harus diwaspadai. Para karyawan bagian sumber daya manusia ini diberikan pemahaman agar selanjutnya bisa diteruskan kepada seluruh karyawan di perusahaannya,” ujarnya. Program ini juga masuk ke Karang Taruna seKota denpasar. Di Karang Taruna ini malah ada forum peduli HIV untuk menyosialisasikan bahaya dan pencegahannya. Masalah HIV/AIDS ini harus menjadi gerakan bersama. Jika tidak, bisa terjadi lost generation,” ujarnya. Dari 250 ribu tenaga kerja di Denpasar, Erwin mengatakan ada beberapa sektor yang berisiko tinggi, yakni pekerja di sektor pariwisata dan kapal pesiar. Karena itu, khususnya di dua sektor ini selalu diingatkan dan disosialisasikan tentang HIV/ AIDS ini mengingat adanya perbedaan budaya. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, ada ODHA yang memiliki motif balas dendam, yang dengan sengaja mengumbar diri menyebarkan virusnya ke orang lain. Ini sama dengan pembunuhan terselubung. – Inten Indrawati/ Ratna Hidayati
NINE
20
3 - 9 Februari 2014
Dr. Hj. Siti Maryam Salahuddin
Penyelamat Dokumen Langka Berkunjung ke rumah Dr. Hj. Siti Maryam Salahuddin, mantan birokrat dan budayawan Nusa Tenggara Barat, rasanya seperti berkunjung ke sebuah museum. Dinding-dinding rumahnya dipenuhi foto-foto lama berbagai aktivitasnya saat merintis daerah NTB. Banyak pula foto-foto dokumentasi Kesultanan Bima. Tidak itu saja, buku-buku dan kitabkitab tua tersusun di lemari-lemari tua miliknya.
Hj. Siti Maryam membaca manuskrip Kesultanan Bima bersama Gubernur NTB DR. TGH. M. Zainul Majdi
L
ewat foto-foto yang terpajang di dinding dan kitab-kitab tersebut, jejak-jejak sejarah Kesultanan Bima dan Nusa Tenggara Barat jelas terlihat. Sementara, di bagian lain ruangan rumahnya di Jalan Gajah Mada Bima, bertumpuktumpuk buku, kertas, undangan dan koran di atas meja. Rumah ini seperti museum penuh dengan kumpulan sejarah, yang tentulah harganya tak ternilai. Siti Maryam Sultan Salahuddin adalah anak ketujuh dari sembilan bersaudara (Siti Fatimah, Siti Aisyah, Siti Khadijah, Siti Kalisom, Siti Saleha, Abdul Kahir, Siti Maryam, Siti Halimah dan Siti Jauhara) yang lahir 13 Juni 1927. Dilahirkan sebagai seorang putri dari Kesultanan Bima, Siti Maryam menyimpan banyak kenangan masa kecilnya. Hidup di lingkungan istana jelas berbeda dengan rakyat biasa. Namun, meski bergelar Ina Ka’u Mari, ia tetap bersahaja, menjalani kebiasaan masa kecilnya tak beda dengan anak-anak lainnya. Sejak kecil, Siti Maryam telah menunjukkan keaktifan yang luar biasa. Berbagai kegiatan termasuk kegiatan sosial ia geluti. Ia “gila” belajar sejak masa kanak-kanaknya hingga usia sepuh. Ia menjadi wisudawan Doktor tertua di Indonesia yang pernah diwisuda oleh Universitas Padjajaran pada Wisuda Unpad lulusan Gelombang I Tahun Akademik 2010/2011, dengan IPK 3,44. Ia memang sangat aktif. Bahkan, ketika menjadi birokrat di NTB, terbilang dialah satu-satunya pe jabat perempuan yang begitu tenar. Karena itulah sarjana pertama NTB jebolan Universitas Indonesia yang diwisuda Presiden RI pertama, Ir. Soekarno tahun 1960 ini, pernah meraih penghargaan dari Presiden RI ke-2, Soeharto sebagai Asisten Gubernur perempuan pertama di Indonesia, tahun 1974. S������������������������������� osok aktif yang nyaris tak pernah buang-buang waktu ini, selalu mengisi mengisi waktunya dengan hal-hal yang positif. Waktu, bagi Siti
Maryam adalah hal yang paling istimewa. “Sebagai perempuan, beliau adalah tokoh yang patut diteladani oleh generasi sekarang. Beliau tidak sekedar birokrat belaka. Bukan PNS semata yang terjebak pada ’rutinitas administratif’. Beliau berorganisasi, dan terjun dalam kegiatan sosialbudaya,” ujar Gubernur NTB, DR. TGH. M. Zainul Majdi, MA., memberi apresiasi yang tinggi terhadap Siti Maryam, dalam satu kesempatan wawancara. Siti Maryam banyak bertindak dan menelorkan gagasan-gagasan untuk kemajuan NTB khususnya dan bahkan Indonesia. Boleh dibilang ia adalah salah satu tokoh perempuan di negeri ini yang berpikir maju dan mau bertindak. Aktivitas dan perjuangannya dalam banyak hal bagi kemajuan daerah ini, telah ia mulai sejak masa kepemimpinan Gubernur NTB yang pertama, R.A.A Ruslan Cakraningrat, menyusul Wasita Kusumah hingga H. Gatot Suherman, saat ia aktif sebagai birokrat. Aktivitas itu tidak berhenti manakala ia pensiun sebagai PNS, melainkan berlanjut hingga daerah ini berganti Gubernur. Nama dan berita tentang aktivitas positifnya, masih terus terdengar di masa daerah NTB dipimpin Gubernur Drs. Warsito, Drs. Harun AlRasyid, Drs. HL. Serinata dan kini di masa kepemimpinan TGH. M. Zainul Majdi, MA., ia masih setia menyumbangkan pikiran dan tetap aktif dalam kegiatan, kebudayaan dan sosial kemasyarakatan. Mantan Gubernur NTB, Drs. HL. Serinata menyebutnya sebagai ”sesuatu yang langka” yang dipunyai NTB. “Tidak banyak sosok seperti beliau yang mau mendedikasikan dirinya bagi kepentingan orang banyak hingga usia tuanya,” ujar mantan Gubernur NTB ini. Perjalanan karir dan pandangan hidup Siti Maryam sangatlah penting bagi daerah NTB, mengingat jasajasanya yang besar terhadap ilmu pengetahuan, pemerintahan dan kemasyarakatan. Meski usianya kini
sangat sepuh, ia masih rajin bolakbalik Bima-Jakarta untuk mengurus banyak hal. “Ya, mengurus museum, mengurus organisasi, mengurus naskah-naskah kuno itu agar terselamatkan hingga mengikuti kegiatankegiatan lainnya,” ungkap Dr. Hj. Siti Maryam Salahuddin. Sejak memutuskan untuk memelihara dan mempelajari naskahnaskah kuno peninggalan Kesultanan Bima, Siti Maryam larut dalam kegiatan penyelamatan manuskripmanuskrip bersejarah itu. Sebagian waktunya ia habiskan untuk mencari dan mengumpulkan kembali potongan-potongan naskah tersebut di berbagai tempat. Tangan dingin Siti Maryam membenahinya dengan sabar, tekun dan telaten. Ia kumpulkan lembaran, potongan, sobekan bahkan sisa-sisa naskah-naskah lusuh tersebut dari satu ruang ke ruang lain, dari satu sudut ke sudut lain Istana Kesultanan Bima yang kala itu tidak lagi berfungsi karena pemerintahan menjadi Swatantra bukan Swapraja lagi. Ia menelusuri segala bentuk naskah yang masih bisa diselamatkan, mendatangi pihak-pihak yang kira-kira menyimpan naskah kuno untuk mendapatkan kepastian tentang cerita sejarah yang lebih lengkap. Usahanya tak sia-sia, salah satu naskah tersebut masih tersimpan di rumah salah seorang keturunan Gelarang Maria Kecamatan Wawo, tahun 1989. Lembar demi lembar naskah yang kondisinya sudah memburuk itu dirawatnya. “Naskah ini harus dirawat dan dijaga. Jangan sampai sejarah putus jika naskah-naskah ini musnah,” ungkapnya. Pekerjaan yang rumit dan me nguras energi ini ditekuni dengan sabar. Lembar demi lembar naskahnaskah ini dikumpulkannya, dalam kondisi berdebu, robek, buram dan tercerai berai. ”Sungguh menyedih kan kondisinya saat itu. Rata-rata sudah rusak,” ujarnya. Dari naskahnaskah tersebut, ada yang tulisannya masih bisa terbaca, tapi banyak yang tidak bisa dibaca lagi, bahkan ada yang sudah hancur, terutama naskah-naskah yang tertulis dalam huruf Bima. Ia menemukan naskahnaskah tersebut di dalam sebuah lemari dan berserakan di mana-mana. Ia juga merapikan naskah Al-Quran lama 30 juz yang belum diketahui tahun pembuatannya itu yang ditemukan dalam keadaan berantakan. Ia menyimpan naskah Al Quran yang kertasnya sudah sangat rapuh itu dan halamannya tidak beraturan dengan dibungkus kertas koran yang kemudian ia ikat dengan tali rafia. Naskah-naskah yang rusak dimakan usia itu salah satunya Al Quran tulisan tangan yang berusia 200-an tahun bernama La Lino. Ia menemukannya tahun 1980 dengan susunan surat yang kacau-balau. ”Kalau saja tidak cepat diselamatkan, pastilah
INSPIRASI
3 - 9 Februari 2014
Prediksi Tahun Kuda Kayu 2014
5
Hadap Selatan Hati-hati Tak terasa tahun Ular Air telah selesai dan kini kita memasuki tahun Kuda Kayu 2014. Apa yang kira-kira terjadi pada Indonesia di tahun Kuda Kayu, bagaimana situasi perekonomian, kehidupan sosial masyarakat, apa yang harus diwaspadai dan diantisipasi? Bagaimana kondisi Bali di tahun Kuda Kayu? Master Feng Shui, Gunadi Wijaya dengan
Hj. Siti Maryam menrima penghargaan sebagai Perempuan Peduli Arsip dari Badan Arsip Nasional
dalam waktu setahun kemudian La Lino akan hancur tak berbekas,” ujarnya. Atas usaha dan keseriusannya menyelamatkan warisan Kesultanan Bima berupa manuskrip-manuskrip yang bernilai sejarah tinggi, ia pernah mendapat penghargaan dari Badan Arsip Nasional sebagai Perempuan Peduli Arsip, tahun 2010. Seluruh naskah kuno dan kitab-kitab berharga itu, kini tersimpan dalam Museum pribadinya bernama Museum Samparaja Bima. Selain itu, ia turut aktif dalam perjalanan sejarah transportasi udara di NTB. Kala itu, transportasi masyarakat dari Sumbawa menuju Dompu dan Bima, masih ada yang menggunakan kuda. Mobil-mobil angkutan yang jumlahnya tidak banyak juga harus melewati jalanjalan yang rusak dan tidak terawat. Hatta itu jalan negara. Pembangunan infrastruktur jalan di pulau ini kala itu belum tersentuh dengan serius. Jalan raya yang ada adalah jalan peninggalan Belanda. Sebagai provinsi berusia muda, Pemerintah Daerah NTB, belum mampu sepenuhnya membenahi kebutuhan transportasi ini. Konsentrasi pembangunan masih sebatas hal-hal yang bersifat prioritas saja. Jalan berliku dan tanjakan serta turunan yang tajam dengan kondisi jalan yang rusak parah berkerikil itu membuat Siti Maryam mesti mencari cara untuk memajukan daerahnya. “Untuk sampai ke Bima dari Mataram, butuh waktu lebih dari 22 jam kala itu,” ujarnya. Keadaan ini sangat menghambat tugas-tugas dinasnya, karena itu menjadi pemikiran serius. Sebenarnya bukan hanya tugas kantor dan kenyamanannya sendiri yang dipikirkannya, ia juga berpikir perkembangan masyarakat di Pulau Sumbawa. Masyarakat di Pulau Sumbawa menjadi lambat berkembang bila akses transportasi masih sulit. Setelah memikirkan hal ini dengan cermat, Siti Maryam yang baru dua tahun bertugas di NTB (tahun 1966) pada zaman pemerintahan Gubernur R.A.A Ruslan Cakraningrat, mengusulkan kepada gubernur agar mengusahakan Bandar Udara di Bima bisa diaktifkan kembali. Usulan ini disampaikan karena ia telah membaca dan mengetahui bahwa dalam Rencana Pembangun an Semesta Berencana Republik Indonesia, Kalimantan akan segera diberikan empat buah pesawat per intis untuk membuka akses transportasi antardaerah. Karena itu diusulkannya kepada gubernur, agar
NTB bisa diberikan dua pesawat serupa untuk membuka akses trans portasi ke Pulau Sumbawa. Usulan ini bukannya tanpa alasan mengingat di Bima telah ada lapangan udara. “Syukurlah jika dua dari empat pesawat perintis tersebut bisa diberikan kepada NTB,” katanya kala itu. Rupanya usulannya diterima baik oleh gubernur, yang kemudian membuat surat pengantar yang harus dibawanya ke Jakarta di Kantor Pusat Merpati yang saat itu baru beroperasi. Kebetulan saat itu ada pesawat yang mendarat di Mataram dan ia ikut penerbangan menuju Jakarta, membawa harapan melalui surat gubernur di genggamannya. Pesawat yang ditumpanginya adalah pesawat kecil jenis capung yang isi nya hanya tiga orang, pilot, co-pilot dan Siti Maryam. “Untuk masuk ke dalam pesawat, melewati sayap karena tidak punya tangga,” ujarnya tertawa. Sesampai di Kantor Merpati Jakarta, dengan percaya diri ia melangkahkan kaki menuju Kantor Besar Merpati. Kebetulan salah seorang Direktur Merpati, yaitu Direktur Komersilnya adalah kawannya. Berbekal surat dari Gubernur NTB, dengan sigap ia pun melobi Merpati agar mau membuka akses NTB dengan satu atau dua pesawat. Rupanya gayung bersambut, pihak Merpati bergerak sangat cepat dan langsung melakukan survei ke Bima NTB. Akhirnya, Merpati menyetujui dengan memberikan dua pesawat jenis Porter Pilatus kecil berisi enam penumpang, rute Mataram-Bima pulang pergi. Untuk itu, serta-merta lapangan udara harus disiapkan. Siti Maryam yang waktu itu masih bertugas di Bima mengerahkan 10.000 tenaga kerja masyarakat dari tiga kecamatan yakni Belo, Woha dan Monta untuk bergotong-royong membersihkan dan meratakan lapangan terbang bekas peninggalan Jepang yang dulu bernama Pali Belo (sekarang bernama Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin). Dalam waktu beberapa hari lapangan terbang ini sudah siap didarati. Siti Maryam, kini aktif dalam berbagai kegiatan. Ia tidak bisa berdiam diri. Hari-harinya selalu dipenuhi aktivitas. Fisiknya yang terus menua, seperti tak ingin menyerah. Dalam sebulan, ia bisa tiga kali bolak-balik Bima Mataram untuk berbagai ke giatan. Meski jalannya sudah tidak lagi tegak, meski matanya sudah tidak tajam lagi melihat, namun semangatnya tetap menyala. —Naniek I. Taufan/Inten Indrawati
keahliannya berusaha membacanya.
Gunadi Wijaya
“S
ecara umum, perhitungan astrologi Cina menggunakan kalender berbasis matahari (kalender solar) dan kalender berbasis bulan (kalender hijriah). Jika menggunakan kalender berbasis matahari, pergantian tahun 2013 ke 2014 terjadi pada 4 Februari 2014 pukul 05.00 Wib. Jika menggunakan ka lender berbasis bulan, tahun kuda kayu dimulai pada 30 Januari 2014 pukul 24.00 Wib seh ingga 31 Januari pukul 00.00 adalah hari pertama Kuda Kayu,” jelas Gunadi. Ada sejumlah hal penting yang dilihat Gunadi bakal terjadi di tahun ini di antaranya tentang situasi politik yang berlangsung seru dan panas. Maklum, tahun ini adalah tahun politik, akan digelar dua perhelatan besar, yakni pemilihan anggota legislatif pada April dan pemilihan presiden pada Juli. Kasus-kasus hukum besar juga akan terkuak, Komisi Pemberantasan Korup si masih akan berjaya, dan para pengacara akan panen karena banyak mendapat klien. Meskipun secara umum, kondisi Indonesia kurang begitu baik, agaknya untuk Bali hal itu tidak berpengaruh. Malah Gunadi meyakini kalau
perkembangan Bali di tahun Kuda Kayu 2014 lebih bagus dibanding tahun Ular Air 2013. “Perkembangan Bali bagus tahun ini, baik itu situasi perekonomiannya, sosial maupun keamanan. Hal ini karena adanya energi positif yang melindungi Bali,” ujar Gunadi. Meskipun kondisi relatif baik, bukan berarti menjadi le ngah. Kewaspadaan terhadap keamanan harus tetap tinggi, jangan kendur. Sebagaimana diketahui, akhir-akhir ini aparat keamanan melakukan sejumlah pe nangkapan terhadap terduga teroris di berbagai tempat. Hal ini tetap harus diwaspadai pihak keamanan Bali, jangan kendurkan kewaspadaan. Ka rena dari yang dilihat Gunadi, tetap ada upaya-upaya orangorang tak bertanggung jawab untuk masuk ke Bali dengan tujuan mengacau. “Waspadai bulan Februari atau Juni,” ucapnya. Kewaspadaan ini, tuturnya, bukan hanya ditujukan pada pihak aparat keamanan tapi juga seluruh masyarakat. Kabar baiknya adalah, lanjut Gunadi, akan banyak turis dari Timur yang akan datang di Bali. Turis dari Eropa akan banyak mampir di Bali. Sedang dari Jepang, Cina, Taiwan yang sebelumnya cukup banyak, akan menurun karena faktor ekonomi di negaranya masing-masing. “Usaha-usaha informal akan berkibar, se perti industri garmen, suvenir, kerajinan, dll.,” katanya. Hanya saja yang harus di waspadai adalah Tahun Kuda membawa energi penyakit untuk yang menghadap ke selatan. Jadi mulai dari Pe labuha n Ratu, Banyuwangi, hingga Bali, akan banyak mengalami masalah kesehata n. “ Jadi masyarakat Bali siapsiap tahun ini kesehatan akan banyak masalah, banyak penyakit. Masyarakat kembali ke alam. Peringatan ini agar masyarakat lebih peduli ter-
hadap kesehatan, kebersih an lingkungan, lebih banyak mengonsumsi makanan sehat, serta perbanyak berolahraga. Di sisi lain, karena kesehat an menjadi masalah, bisnis pusat-pusat kesehatan, klinikklinik kesehatan, obat-obatan yang menawarkan kesehatan akan tumbuh subur,” jelasnya panjang-lebar. Seks Bebas dan Perselingkuhan Yang juga menarik terkait hal-hal yang bakal terjadi di tahun Kuda Kayu adalah maraknya seks bebas dan perselingkuhan, khususnya yang dilakukan oleh pasangan suami-istri. Terkait seks bebas, ucap Gunadi, sebaiknya para orangtua yang memiliki anak-anak perempuan yang belum menikah atau usia muda, lebih meningkatkan kewaspadaannya. Karena dalam penglihatannya, tahun ini akan banyak atau menonjol pelaku seks bebas adalah perempuanperempuan berusia muda. Hal lain yang juga cukup menonjol adalah banyak nya kasus perselingkuhan, hubungan rumah tangga yang tidak harmonis, juga harus diwaspadai. “Pasangan suamiistri sebaiknya saling setia, saling mendukung pasangan masing-masing. Jangan lalai, kalau tidak ingin menyesal,” tegas Gunadi. Untuk kalangan seniman, budayawan, tahun ini akan berjalan baik terkait perkembangan seni dan budaya. Kesadaran masyarakat untuk mengangkat sosial-b udaya Indonesia yang beragam
makin meningkat. Bisnis yang terkait sosial-budaya juga akan berkembang bagus di tahun ini. – Diana Runtu/Ratna Hidayati Bisnis Hiburan dan Makanan Berjaya Bagi sebagian orang, tahun 2014 bisa jadi akan berlangsung keras dalam hidupnya, lebih dari tahun 2013 lalu. Dari sisi bisnis misalnya, me reka yang bergerak di bidang bisnis formal hendaknya waspada, karena tahun Kuda Kayu akan banyak menemukan hambatan yang signifikan. “Mereka yang berada di sektor formal akan jungkirbalik. Antara April-Oktober, sektor formal akan berat. Akan banyak orang stres. Mereka yang berkibar justru yang berada di sektor informal, khususnya entertainment. Ini mungkin ada kaitannya, ya, karena akan banyak orang stres sehingga membutuhkan hiburan,” ujar Gunadi Wijaya. Sektor yang bakal berjaya di tahun Kuda Kayu antara lain, tempat hiburan, tempat makanan dan minum dan toko, industri jasa, rekreasi, perjalanan dan pariwisata, supermarket, perhiasan, produk terkait anak-anak, toko barang antik, pusat-pusat perawatan kesehatan, rumah sakit, jamujamuan dari Cina, makanan kesehatan, dll. “Yang berbau dunia hiburan tahun ini akan bagus, termasuk para artis,” tambahnya. Menurut Gunadi, situasi perekonomian Indonesia jika melihat peta kelahiran Indo-
nesia (17 Agustus 1945 pukul 10.15), secara umum tidak sebagus tahun 2013. Banyak investor yang mau investasi di Indonesia bersikap wait and see, apalagi jika dikaitkan bahwa tahun ini adalah tahun politik. Guna mengantisipasi larinya investor dan turunnya bisnis di sektor formal, pemerintah harus berusaha keras dan aktif menawarkan macam-macam insentif kepada para investor, begitu juga kalangan industriawan yang harus giat membuat berbagai inovasi. Tanpa melakukan hal tersebut, tahun ini akan sangat berat bagi para pelaku ekonomi. “Para pelaku ekonomi, perlu banyak mencoba melakukan manuver dan inovasi baru terkait bisnis mereka. Salah satu yang cukup berat adalah rupiah yang makin melemah sehingga tak banyak yang bisa dilakukan. April hingga Oktober akan berat bagi pelaku bisnis. Jadi kata kuncinya, pemerintah harus bekerja keras menyelamatkan perekonomian negara,” tandas pemimpin Indonesia Special Tourism ini. Yang memprihatinkan adalah kemungkinan terpuruknya sektor properti. Masa ke emasan yang dinikmati sektor properti tahun sebelumnya, akan berganti suram di tahun ini. Karena itu, buat para pemain properti harus jeli dalam menginvestasikan modalnya jika menginginkan keuntung an. Untuk para spekulan pro perti diingatkan agar ekstra hati-hati jika tidak ingin modal mereka tergulung. – Diana Runtu/Ratna Hidayati
INSPIRASI
4
3 - 9 Februari 2014
3 - 9 Februari 2014
MANDALIKA
Ketika Hotel Melia Bali Aktif Kampanye HIV/AIDS Hotel Melia Bali Indonesia disebut-sebut sebagai salah satu perusahaan yang peduli dalam penanggulangan HIV/AIDS. Program-programnya dalam penanggulangan HIV/AIDS dilakukan berkesinambungan. Karena itu pula, Hotel Melia Bali Indonesia mendapat Juara I tingkat Provinsi Bali dan Penghargaan Perak di tingkat nasional sebagai perusahaan yang aktif dalam penanggulangan HIV/AIDS. Adalah I Wayan Diana, yang berada di balik kegiatan-kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan yang digelontorkan Hotel Melia Bali Indonesia.
S
e b a g a i Pe r s o n n e l Coordinator Human Resources Department, sejak 1994 Wayan Diana kerap mewakili perusahaannya dalam undanganu ndangan seminar atau pun pelatihan terkait HIV/AIDS yang dilaksanakan pemerintah. “Awalnya saya mengikuti pelatihanpelatihan itu hanya sebatas kewajiban. Namun, lama-kelamaan karena sering bertemu narasumber dan orang-orang di LSM ini seperti Prof. Mangku Karmaya, Dewa Suyetna, dan Mercya Soetanto, secara pribadi saya merasakan ada kekhawatiran dan jiwa saya terpanggil untuk turut menekan penyebaran virus ini,” ujarnya. Hatinya semakin tersentuh ketika sempat mengunjungi anak-anak sebuah panti asuhan yang ditinggal mati orangtuanya karena HIV/AIDS. Juga, melihat penderita HIV/AIDS (ODHA) di Sal Nusa Indah RSUP Sanglah. “Para ODHA ini terlihat sangat tersiksa menunggu ajalnya. Saya hanya ingin agar tak banyak lagi masyarakat terinfeksi virus mematikan ini,” imbuhnya. Setelah melalui pelatihan dan pendidikan khusus, sekitar tujuh tahun lalu Wayan Diana menjadi konselor. Sejak itu, ia kerap memberikan penyuluhanpenyuluhan yang berisikan materi HIV/AIDS, mulai dari apa itu HIV/AIDS, bagaimana penularannya, bagaimana penanganannya, hingga penanganan ODHA yang meninggal. Tujuannya, agar para peserta pelatihan mengetahui, memahami, dan akhirnya bisa membentengi dirinya agar tak sampai terkena virus ini. Dalam pelatihan tersebut juga diulas bagaimana penanganan ODHA
Penyuluhan HIV/AIDS kepada karyawan di sela-sela kegiatan kerja
sehingga bisa memperpanjang usia harapan hidup dan yang paling penting tak sampai menularkannya kepada yang lain. Ka rena itu pula, Wayan Diana getol membujuk masyarakat untuk melakukan tes HIV. Program HIV/AIDS ini pun ia masukkan dalam bagian pelatih an yang berada di bawah HRD dan diberikan kepada seluruh karyawan Hotel Melia Bali Indonesia. Tiap hari dilatih 40 karyawan, begitu seterusnya sampai semua kebagian. “Tak hanya karyawan, para karyawan magang pun tak luput dari program ini. Alangkah baiknya juga jika program ini diberikan kepada anak muda karena mereka juga termasuk berisiko,” ungkap Wayan Diana. Mendapat dukungan penuh dari pihak manajemen hotel, program HIV/AIDS ini pun dikembangkan ke eksternal. Dimulai dari pemberian penyuluhan ke banjar-banjar dan di desa sekitar. Hingga terbentuklah Kader Desa Peduli HIV/AIDS (KDPA) di Kelurahan Benoa. “Mereka yang aktif di Karang Taruna ini kami didik
dan biayai untuk mendapatkan pedalaman program ini. Sampai sekarang mereka aktif sekali. Program kami ini pun didukung Ketua KPAD Badung waktu itu Bapak Sudikerta,” ucapnya. Wayan Diana juga membentuk KDPA di desanya, Banjar Padang Sumbu Kelod, Desa Padang Sambian Kelod, Denpa sar, yang meru pakan binaan Hotel Melia Bali Indonesia. Dalam pengukuh an KDPA Desa Padang Sambian Desember 2013 lalu, diisi dengan tes HIV. Wayan Diana menjadi salah satu pesertanya. Dengan partisipasinya, ia ingin menyampaikan kepada masyarakat akan pentingnya tes HIV ini dilakukan untuk pendeteksian awal. Karena dalam pengamatannya selama ini, masih banyak masyarakan yang takut dan malu melakukan
Penyuluhan HIV/AIDS kepada anak-anak panti asuhan
tes HIV karena stigma yang melekat. “Selain itu, Hotel Melia Bali Indonesia juga pernah memberikan bantuan kepada keluarga ODHA di Singaraja dan ODHA di Mengwi bersama tamu hotel,” ujarnya. Ia mengisahkan, banyak hambatan ditemui dalam menjalankan program ini. Misalkan dari 200 orang target undangan, yang hadir paling banter 50 orang. Ini dianalisanya karena terbentur waktu. Karena itu, Wayan Diana mencoba celah lain agar bisa masuk ke masyarakat dengan masuk ke rapat-rapat PKK atau saat ada paruman di banjar. Agar lebih membuka kesadaran masyarakat akan bahaya virus ini, pihak Hotel Melia Bali Indonesia mengundang Bendesa Adat Bualu untuk diberikan penyuluhan. Dalam kegiatan tersebut, dihadirkan wanita pekerja
seksual dan ODHA. “Kami se ngaja menghadirkan mereka ini agar memberikan testimoni dan memperkuat materi-materi yang kami sampaikan. Harapan kami, peserta lebih termotivasi untuk peduli terhadap masalah ini dan selanjutnya bisa disebarluaskan,” ujar Wayan Diana. Dalam pengakuan wanita pekerja seksual itu terungkap, mereka kerapkali menyarankan memakai pengaman (kondom) kepada pembelinya, namun se ring diabaikan. “Saya datang ke sini kan mencari enak, kalau pakai kondom tidak enak,” demikian kata-kata yang diluncurkan para lelaki hidung belang yang gemar “jajan”. Yang paling memprihatinkan, wanita pekerja seksual itu juga mengaku, pelanggannya banyak remaja usia SMP, yang cukup mengejutkan semua pihak termasuk Kadis Kesehatan I Wayan Badung. Penyebaran virus ini memang
I Wayan Diana
tak pandang bulu, tak pandang usia, dan profesi. Itu baru peng akuan dari wanita pekerja seksual yang memang sudah dalam pemantauan pihak-pihak terkait. Masih banyak yang berprofesi sama namun bergerak secara terselubung, seperti cewek or deran yang konon terorganisir dengan rapi. Ini menurut peng ak ua n seorang teman Wayan Diana. Hanya dengan modal Rp 300-500 ribu bisa mendapatkan cewek orderan yang masih berusia SMA. Mereka pun datang ke penginapan-penginapan yang bisa disewa short time berkend araa n mobil senilai di atas Rp 100 juta. “Jika kita sudah tergabung dalam lingkungan itu, baru bisa mengaksesnya,” ungkapnya. Perilaku seksual remaja dan masyarakat seperti ini tentunya sangat rentan dengan penularan HIV/AIDS. Ini menjadi PR besar bagi kita semua. Karena itu, Wayan Diana mengatakan tes
HIV sangat penting dilakukan semua orang. Karena tak hanya orang-orang berisiko tinggi saja yang bisa kena, melainkan semua orang berisiko termasuk ibu rumah tangga, bisa tertular melalui pasangannya (sumi/istri), melalui pisau cukur atau jarum suntik yang tak steril. Terkait program HIV/AIDS ini, Hotel Melia Bali Indonesia secara berkala mengulang kembali memberikan penyuluhanpenyuluhan kepada karyawannya, karyawan magang baru, dan juga pelatih. Selain itu, kegiatan ke banjar-banjar pun terus berjalan. “Dalam waktu dekat ini kami juga merencanakan akan membagikan kondom ke kompleks-kompleks prostitusi. Hotel Melia Bali Indonesia berkomitmen membantu pemerintah melakukan penang gulangan HIV/AIDS, baik di internal perusahaan maupun di Diana masyarakat luas,” ujarnya. –Inten Indrawati/Ratna Hidayati
21
Keluarga Baru Wajib Buat Talassaq Pulau Bungin yang disebut-sebut sebagai pulau terpadat di dunia, terletak di perairan laut Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Tepatnya berada di sebelah utara Pulau Sumbawa dan secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Alas. Beragam keunikan ada di pulau ini. Mulai dari kepadatan penduduknya yang terhitung empat orang untuk setiap 100 meter persegi. Sedangkan jarak antarrumah penduduk yang tertata rapat terbilang sangat mepet hanya berjarak sekitar 1 meter - 1,5 meter antarrumah. Mereka semua tinggal di pulau seluas lebih kurang 8 hektar ini.
K
eunikan lainnya adalah penghuni pulau ini merupakan keturunan Suku Bajo Sulawesi Selatan. Karena itu, meski mereka tinggal di wilayah Sumbawa warga Bungin memakai Bahasa Bajo. “99% warga Bungin bersuku Bajo,” kata Sofyan salah seorang Tokoh Masyarakat di Pulau Bungin. Tidak itu saja, sejarah terbentuknya Pulau Bungin juga terbilang unik. Secara turun-temurun masyarakat Pulau Bungin menyimpan cerita tentang asal-usul leluhur mereka di pulau ini. Dahulu, ketika nenek moyang mereka yang berasal dari Bajo Sulawesi Selatan memilih tinggal di pulau tersebut untuk alasan keamanan, menghindari perampok dan pencuri yang selalu mengganggu istri-istri dan keluarga para nelayan. “Ceritanya berawal dari pendatang asal Bajo yang tinggal di sini dan menetap di Pulau Panjang, sekitar Pulau Bungin. Namun, karena kesulitan air bersih mereka pun berpindah ke Bajo Rai yang
letaknya di daratan Labuhan Alas sebelah utara. Di sanalah mereka akhirnya menetap. Setiap sore tiba, para penduduk yang bermata pencaharian sebagai nelayan ini mulai turun melaut hingga pagi tiba. Jadilah kampung ini tanpa lelaki setiap malamnya,” ungkap Sofyan. Hal ini mengundang para penjahat, perampok dan pencuri yang mengganggu istri dan keluarga serta merampas harta benda mereka. Ini terus menerus berlangsung sehingga terasa sangat mengganggu dan para suami yang melaut ini merasa khawatir dan was-was meninggalkan keluarga tiap kali turun melaut. Inilah yang kemudian mendorong salah seorang tokoh di tempat tersebut yang juga seorang pelaut , dan dikenal dengan nama Panglima Mayo. Ia mendatangi sebuah gundukan pasir putih di tengah laut perairan Sumbawa itu yang luasnya tidak seberapa untuk kemudian mengumpulkan karang-karang mati untuk dijadikan
tempat tinggal. Ia adalah seorang pejuang asal Sulawesi Selatan dan orang pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Bungin ini. Konon, sekitar tahun 1818, ia adalah seorang pemberani yang dikenal ditakuti oleh para perompak dan penjahat perairan. Keunikan budaya yang dimiliki pulau ini akhirnya ditampilkan di Museum Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu dalam sebuah event bertema Pameran Warisan Budaya Pulau Bungin. Pameran ini menampilkan keunikan tradisi Pulau Bungin yang terlihat dalam jenis-jenis peralatan nelayan, warisan Panglima Mayo berupa Pataka Perang. Surat-surat dari anak Panglima Mayo ketika dalam pengasingan di Meulaboh yang dituliskan dalam aksara arab dan pernak-pernik pengobatan tradisional Tiba Raki. Selain itu, dipamerkan pula perlengkapan nelayan seperti lesung kuno, perahu bercadik satu, jaring dan jala, alat penangkap kerang mutiara, tombak penangkap hiu, buaya dan penyu beserta buaya dan penyu hasil tangkapan yang diawetkan. Ada juga tiang rumah panggung, batu pondasi rumah panggung, dan beberapa benda-benda warisan budaya lainnya seperti pecahan keramik peninggalan permukiman suku Bajo di Pulau Panjang dan sekitar Selat Alas ketika gunung Tambora meletus tahun 1815 Masehi. Keunikan budaya Pulau Bungin juga terletak pada kearifan lokal yang oleh penduduknya masih dipertahankan hingga saat ini. “Pulau Bungin dikenal dengan salah satu kearifan lokal masyarakat yang mereklamasi permukiman meng-
gunakan susunan bebatuan karang laut. Proses ini sudah berkembang sejak lama dan turun-temurun hingga menjadi salah satu syarat bagi pemuda yang hendak melamar calon istrinya,” ungkap Wakil Gubernur NTB, HM. Amin saat membuka pameran ini beberapa waktu lalu. Kearifan lokal itu mewajibkan tiap keluarga baru atau pasangan yang ingin menikah terutama pihak laki-laki yang memilih akan menetap di sini, memiliki kewajiban membuat daratan baru dari karang-karang mati yang diambil dari sekitar lokasi pulau Bungin. “Mereka harus bersedia dan wajib menyiapkan lokasi untuk rumah mereka nantinya,” kata Sofyan. Dalam aturan adat tentang perkawinan warga Bungin, yang telah disepakati bersama, diatur pasangan muda-mudi yang hendak menikah wajib membangun lokasi sendiri untuk mendirikan rumah mereka. Mereka diwajibkan membuat fondasi rumah dari batu karang yang disebut talassaq. Butuh waktu tujuh bulan hingga satu tahun bagi seorang laki-laki Bungin untuk mengumpulkan batu karang untuk ditumpuk pada sisi luar pulau yang telah ditentukan dengan luas sekitar 7 x 12 meter persegi. “Setelah lokasi baru ini terbentuk, barulah mereka boleh menikah dan mendirikan rumah dan aturan turun-temurun di pulau ini, dan ini wajib hukumnya”, ujar Sofyan. Dalam pengumpulan karang-karang ini, calon mempelai dibantu oleh keluarga dan masyarakat secara bergotong royong.
Penduduk Bungin sangat mencintai pulaunya. Mereka yang telah turun-temurun tinggal di sini tidak pernah berpikir untuk membeli tanah dan pindah rumah ke daratan. Mereka akan tetap bertahan di sana dan terus memperluas areal pulau Bungin dengan cara reklamasi alami dari batu karang. Hanya saja, ujar Sofyan, pada bagian selatan pulau ini sudah tidak bisa sama sekali direklamasi karena sudah sangat dalam. Di bagian timurnya, hanya bisa menambah hingga beberapa rumah saja. Sedangkan di bagian utara masih tersisa lahan yang bisa diperluas dengan tumpukan batu karang sekitar 20 rumah. Dan, bagian barat yang rupanya masih bisa terus berkembang seluas setengah dari pulau ini. Jika demikian, tampaknya pada akhirnya luas pulau Bungin tidak akan lebih dari 16 hektare. Uniknya lagi di pulau ini tidak tampak pepohonan apalagi rerumputan. Hanya ada beberapa pohon kelapa yang tidak tinggi karena sengaja dipangkas oleh penduduk untuk menghindari jatuhnya buah kelapa di atap-atap rumah penduduk yang padat. Hal inilah yang membuat hewan seperti kambing di pulau ini tidak pernah menikmati makan rumput atau tumbuhan lainnya. Namun begitu, salah satu keunikan dari Pulau Bungin yang telah hilang adalah lokasinya yang kini tidak lagi berada di tengah laut karena sejak 2005, telah dibangun jalan yang menghubungkan daratan Alas dengan pulau Bungin yang bisa ditempuh dengan waktu 30 menit. -Naniek I. Taufan/Inten Indrawati
22
W H AT ’ S U P
3 - 9 Februari 2014
S E L E B R I TA S
3 - 9 Februari 2014
KOMUNITAS RUMAH HANTU
3
Nita Sofiani
“Anda Menjerit, Kami Puas” Membuat Lemas
Siapa orang yang tak takut hantu? Rasanya kalau mau jujur, kebanyakan orang pasti akan takut melihat penampakan hantu, apalagi yang wujudnya mengerikan. Hanya saja ada anomali di sini, sekalipun mereka umumnya takut hantu, namun banyak di antara mereka ternyata menyukai hiburan yang berkaitan dengan hantu dan segala hal yang mengerikan. Lihat saja tayangan-tayangan film horor di bioskop yang tak pernah sepi peminat.
B
egitu juga cerita-cerita mistis dan hal-hal yang berbau horor yang memiliki penggemar yang tidak sedikit. Yang lebih seru lagi, kini bermunculan komunitaskomunitas yang berbau horor. Sebut saja, komunitas zombie, komunitas penyuka film horor, bahkan ada komunitas wisata mistis, dll. Komunitas-komunitas semacam ini ternyata tumbuh subur dan diminati kalangan muda. Komunitas Rumah Hantu, misalnya, sejak berdiri tahun 2010 lalu, telah berhasil mengumpulkan 800an simpatisan. Misi mereka cukup menyeramkan, yakni, menebarkan jeritan ke seluruh penjuru Nusantara. “Jeritan Anda Kepuasan Kami’, begitulah moto yang diusung Komunitas Rumah Hantu yang kerap disebut komunitas JAKK (Jeritan Anda Kepuasan Kami). Semakin banyak yang menjerit, semakin banyak yang ketakutan, semakin lebarlah tertawa para awak Komunitas Rumah Hantu. Karena, itu menandakan mereka telah sukses menjalankan misinya, menebarkan keseraman dan jeritan. Komunitas yang didirikan empat sekawan, Iskandar Muda (Ismud), Aruga Perbawa Rizqi, Boim, dan Zoya Rasyidi ini boleh dibilang terbentuk secara tidak sengaja. Awalnya adalah empat sekawan yang penyuka seni instalasi mendapat tawaran membuat obake yashiki atau rumah hantu ala Jepang untuk memeriahkan Japan Fair yang digelar sebuah universitas di wilayah Jakarta Timur, pada 2009 lalu. Meski minim pengalaman, namun mereka yang memang doyan dunia horor, nekad menerima tawaran itu. Bagi mereka membuat rumah hantu ala Jepang merupakan sebuah tantangan menarik. Apalagi mereka juga adalah anggota klub budaya Jepang sehingga tak asing dengan obake yashiki dan cerita-cerita seramnya. “Ya, kita nekad aja nyoba. Awalnya sempat bingung juga, karena bukan sekadar membuat obake yashiki tapi kita juga harus menyediakan hantuhantunya. Siapa yang mau jadi hantu? Untung banyak teman yang mau bantu, akhirnya jadi juga rumah hantu plus
obake-obake (hantu) yang seram,” tutur Iskandar. Ternyata respons yang diterima sungguh luar biasa. Pengunjung Japan Fair berbondong-bondong menjajal rumah hantu itu, “Meski make up hantu belum sebagus sekarang, namun dandanan hantu-hantu waktu itu cukup menyeramkan. Buktinya, para pengunjung menjerit-jerit ketakutan. Acara perdana kami itu sukses,” imbuhnya. Respons dan support yang mereka terima membuat empat sekawan ini berpikir untuk mendirikan komunitas. Apalagi, berkat promosi dari mulut ke mulut, mereka sudah mulai mendapat tawaran tampil di berbagai acara kampus dan sekolah. “Banyak yang tertarik gabung. Kami sering bikin acara diskusi berkaitan dengan hal-hal horor, nonton film horor bersama, berbagi cerita-cerita misteri, sharing soal make up, dll. Semuanya kami pelajari sendiri. Karakter-karakter hantunya pun kami pelajari, baik hantu lokal maupun luar. Jadi bisa dibilang untuk jadi seperti sekarang kami melakukannya secara otodidak, lewat trial and error,” tutur mahasiswa semester akhir di Univer sitas Negeri Jakarta ini. Komunitas yang mempunyai dua markas, yakni di bilangan Ciputat dan Bekasi ini, menggelar pertemuan rutin
Banyak hal yang berubah dalam kehidupan Nita Sofiani sejak ia menyandang gelar Miss Earth Indonesia 2013. Bukan saja penampilannya yang harus kinclong tiap saat, aktivitasnya pun menjadi sangat padat. Belum lagi dia juga harus banyak belajar terkait masalah ling kungan karena ia menjadi ikonnya.
“Y
Komunitas rumah hantu saat tampil di Sarinah 2013
dengan para anggotanya minimal sebulan sekali. Tetapi mereka akan makin sering bertemu jika ada kegiatan-kegiatan yang harus digarap. Namanya bergaul dengan hal-hal horor, sudah barang tentu mereka memiliki agenda rutin yakni mengunjungi tempat-tempat seram dan angker seperti pekuburan Jeruk Purut, Jakarta Selatan, yang terkenal dengan cerita hantu pastur tanpa kepala, atau ke gedung-gedung tua di Kota Tua, Jakarta Barat, atau ke museum.
foto koleksi JAKK-Inc
“Mencari inspirasi,” begitu kata Ismud. Kegiatan lainnya adalah membuat macam-macam pelatihan, termasuk pelatihan akting hantu. Dan yang tak kalah pentingnya adalah kegiatan berburu pakaian vintage untuk keperluan eksperimen karakter hantu atau untuk kepentingan acara. Banyaknya tawaran tampil membuat para pendiri komunitas berpikir untuk merambah ke bidang bisnis, baik itu bisnis event organizer rumah hantu, penyewaan kostum hantu ataupun properti lainnya. Kebetulan, para anggota, selain keempat pendiri yang memang telah memiliki latar belakang pendidikan desain dan psikologi, juga memiliki kemampuan beragam seperti cosplay, make up, dll. “Kami sering mendapat permintaan membuatkan rumah hantu, mendekorasi, menyediakan properti dan tokoh hantu, dll. Lalu kami berpikir, kenapa tidak mencoba bisnis di bidang ini. Rasanya pas, karena dari kami berempat, tiga di antaranya mendalami ilmu desain, dan satunya lagi, ilmu psikologi. Belum lagi teman-teman lain yang juga memiliki kemampuan cosplay, make up, dll,” ujar Ismud sembari menambahkan, yang terlibat aktif dalam berbagai event yang digelar JAKK sekitar 30-40 anggota. Meski telah merambah ke bisnis, namun Ismud tetap menyebut komunitasnya bersifat nonkomersil. Pasalnya, keuntungan dari proyek-proyek yang mereka terima, kebanyakan digunakan untuk kegiatan komunitas. Misalnya untuk biaya riset, berbagai pelatihan, pembuatan cosplay, properti dan program lainnya. Dengan begitu, pengeluaran yang digunakan untuk acara-acara komunitas tidak lagi dari kocek para pengurus karena komunitas sudah bisa membiayai diri sendiri. Ismud mengaku senang karena komunitas yang didirikan bersama tiga rekannya, telah eksis di tengah masyarakat. Hal itu terbukti dari banyaknya undangan kegiatan-kegiatan meminta partisipasi. Di antaranya, Urban Fest di Pasar Seni Ancol, JakCloth di Parkir Timur Senayan, atau Ghost Parade Jakarta Community Carnival, Jakarta Game Festival, Japan Fair Universitas Darma Persada dll. “Bulan depan kami akan tampil lagi di Japan Fair dan acara provider Tri,” ucap Ismud.
foto koleksi JAKK-Inc
YANG LUCU DAN KONYOL DI RUMAH HANTU Banyak kejadian lucu dan konyol yang dialami para anggota Komunitas Rumah Hantu saat menggelar event, dari mulai pengunjung yang pingsan hingga rumah hantu jebol diterjang pengunjung yang histeris.Yang namanya pingsan karena kaget atau ketakutan, tutur Ismud, bukan hal yang aneh lagi. Suatu ketika, ujarnya, ada pengunjung wanita yang pingsan dan dengan reflek ditolong para hantu jadi-jadian. Begitu si wanita siuman, dia kaget melihat di sekelilingnya ada hantu jadi-jadian yang belum sempat menghapus make up saat menolongnya. Saking kaget, wanita itu pun pingsan lagi. Gara-gara kejadian itu, manajemen komunitas pun membuat peraturan, kru yang masih memakai dandanan hantu dilarang menolong pengunjung. Kisah konyol lainnya adalah saat rumah hantu jebol gara-gara peng unjung ketakutan. Dalam sebuah event, tutur Ismud, rombongan anak metal mencoba kengerian yang ditawarkan komunitas JAKK. “Yang namanya anak metal, kan, tahu sendiri gayanya kayak apa. Saat masuk mereka terkesan gagah berani, seakantidak kenal takut. Tetapi begitu di dalam, suara jeritannya kenceng banget, entah karena kaget atau ngeri. Kemudian, mereka lari tunggang langgang dan menabrak apa saja yang ada di depannya. Sampai-sampai rumah hantu kami jebol. Sejak kejadian itu kami membuat peraturan, untuk masuk ke rumah hantu tidak boleh banyak-banyak,” tutur Ismud sambil tertawa ngakak. Lain lagi cerita tentang cowok yang lari terbirit-birit karena ketakutan, meninggalkan pacarnya yang masih di rumah hantu. “Cerita ini emang lucu. Waktu masuk, justru si cewek yang kelihatan ketakutan. Sedangkan cowoknya seperti ‘jaim’. Tetapi begitu di dalam, justru cowoknya yang paling ketakutan, dan lari keluar meninggalkan ceweknya,” kisah Ismud. Tetapi ada satu peristiwa yang tak dilupakan Ismud yang jika mengingatnya hanya bisa tersenyum kecut. Pasalnya, dia ditendang seorang perempuan yang kaget melihat dirinya yang berdandan hantu merangkak dalam sebuah acara. –Diana Runtu/Inten Indrawati
a memang banyak yang berubah, tak hanya soal penampilan dan perilaku tapi juga aktivitas menjadi makin padat. Belum lagi, aku harus banyak belajar tentang halhal yang terkait lingkungan. Dengan begitu aku bukan sekadar senyumsenyum atau menjadi model belaka, melainkan juga memahami persoalan lingkungan yang sedang dihadapi. Setidaknya ketika orang berbicara masalah lingkungan, aku bisa memahaminya,” tutur Nita Sofiani. Saat di ajang Miss Earth International yang berlangsung di Filipina, Desember 2013, tutur Nita, masalah lingkungan dan isu-isu hangat terkait itu menjadi salah satu topik utama yang ditanyakan kepada finalis. Untungnya, kata gadis kelahiran Bandung, 8 Oktober 1992 ini, sekalipun persiapannya mengikuti event bergengsi ini sangat minim, berkat kerapnya ia mengikuti berbagai event lingkungan di daerah nya, ia menjadi agak melek soal isu lingkungan. “Para juri bertanya ke aku, apa saja isu lingkungan yang tengah hangat di Indonesia, bagaimana solusinya. Aku jawab, ada banyak isu lingkungan yang ramai dibicarakan di Indonesia, di antaranya adalah masalah banjir, global warming, dll. Aku juga menjelaskan, di Indonesia orang tidak hanya bicara atau sekadar berwacana tapi juga melakukan langkah-langkah penanganan masalah lingkungan. Misalnya, gerakan menanam sejuta pohon, membuat sejuta lubang resapan biopori, dll.,” tutur alumni Fakultas Sastra Inggris Universitas Kristen Maranatha Bandung ini. Dari kompetisi tersebut, Nita memang gagal membawa pulang mahkota Miss Earth International, namun ia berhasil menyabet tujuh penghargaan sekaligus. Beberapa di antaranya meraih medali emas dan perunggu. Berkat prestasi itu, Indonesia berada di urutan pertama negara peraih medali terbanyak bersama dengan Thailand, yang sama-sama meraih tiga medali (dua emas satu perunggu). Dari 89 negara peserta, hanya 28 negara yang berhasil meraih medali, Indonesia berada di peringkat pertama. Tujuh penghargaan yang diraih Nita antara lain; Miss Congeniality, Miss Earth National Costume, Best Teacher dan Miss Ever Bilena. “Aku juga dapat penghargaan Top Five Best Talent, Top Ten Evening Gown dan Miss Siama Hotel,” tutur Nita. Nita mengaku bangga atas hasil yang dicapainya, meski memang dia gagal menyabet mahkota utama. “Aku nothing to lose saja. Don’t expect anything. Tapi bukan berarti tidak berjuang. Aku sudah bertekad untuk tampil sebaik dan semaksimal mungkin. Dan, inilah hasilnya,” ucapnya.
TIGA MINGGU YANG BERAT Pertama kali ikut beauty pageant sebesar ini, membuat Nita agak terkaget-kaget dengan situasi kompetisi yang begitu ketat. Jadwal kegiatan yang begitu padat, dan berbagai materi yang harus dikuasai, membuatnya benar-benar harus fokus.
Bayangkan saja, ucap Nita, selama tiga ming gu karena padatnya agenda, tak jarang baru sampai di hotel antara pu k u l 2 3 .0 0 hi n g g a 24.00. “Itu pun tidak bisa langsung tidur karena harus bersih-bersih, khususnya make up. Jadi kadang baru bisa tidur pukul 01.00, itu pun hanya beberapa jam karena subuh harus sudah bangun dan siap-siap untuk beraktivitas kembali,” lanjutnya. Tak mengherankan, ujarnya, banyak peserta berjatuhan alias sakit dan ini sudah barang tentu mengurangi nilai. Nita merasa seperti lolos dari lubang jarum karena meskipun jadwal sangat sibuk dan hanya tidur hanya beberapa jam, tetap sehat. “Aku sadar ini kompetisi yang sangat ketat, terutama jadwal kegiatan, jadi aku berusaha mengatur diri sebaik mungkin. Aku
minum vitamin agar tetap bugar dan puji Tuhan aku bisa melaluinya. Teman-temanku banyak yang sakit,” katanya lagi. Kondisi ini, tutur Nita, bisa juga dimaknai sebagai ajang ujian mental dan kemampuan kita dalam mengatur diri sendiri. Lamanya masa karantina, ketatnya jadwal, banyaknya materi yang harus diikuti, semua itu sungguh melelahkan dan membuat lemas, karena waktu istirahat yang kurang. Tapi justru di sinilah ujiannya dan ini ada nilainya. Kontestan dinilai bagaimana memotivasi diri agar tetap semangat tiap hari. “Itu ada poinnya. Bagaimana kita memotivasi diri sendiri agar bisa tetap semangat tiap hari. Sejujurnya, ini suatu pembelajaran, melatihku, bagaimana agar tetap semangat dalam situasi yang sebenarnya kita sangat lelah dan lemas. Akhirnya aku jadi paham, kenapa dalam event internasional seperti ini, banyak kontestan sakit, rupanya karena hal-hal seperti ini,” jelas Nita. Meski suasana kompetisi sangat tinggi, tambahnya, Nita berusaha tetap santai, termasuk dia tetap bersikap ramah kepada para kompetitornya. Sikap positif yang ditunjukkan Nita ini, berbuah manis, karena ia berhasil menggondol salah satu penghargaan utama (major award) dalam ajang tersebut yaitu M i s s Fr i e n d ship. Nita mengaku sangat bersyukur m e n d a p a t kesempatan merasakan semua pengalaman berharga i t u . Te r u t a m a kesempatan nya lebih mem perkenalkan Indonesia di dunia inter nasional. Di sana, aku Nita, dia tidak hanya bicara soal lingkungan tapi juga berbicara tentang pariwisata Indonesia. “Waktu aku sebut asal dari Indonesia, mereka lantas menyebut oh Bali, Bali. Topik tentang Bali menjadi pembuka memperkenalkan Indonesia. Maklum, kebanyakan dari mereka hanya tahu Bali. Mereka suka Bali karena budaya dan pantainya. Lalu aku jelaskan, Indonesia bukan bagian dari Bali
tapi Bali adalah bagian dari Indonesia. Aku juga bilang, Indonesia memiliki banyak tempat indah, tidak hanya Bali. Tapi ada juga Raja Ampat di Papua atau Lombok dan daerah wisata lainnya,” jelasnya. Meski baru pertama kali ikut beauty pageant internasional, sesungguhnya ikut kontes kecantikan bukan hal yang baru baginya. Saat Miss Indonesia digelar tahun 2011 lalu, ia pun ikut serta mewakili Jawa Barat. Saat itu Nita hanya berhasil masuk 10 besar. “Waktu itu aku pikir, ya, sudahlah, prestasi 10 besar cukup lumayan juga. Tapi kemudian aku dapat info akan digelar Miss Earth Indonesia dan ini baru pertama kalinya digelar di Indonesia. Aku men
daftar dan puji Tuhan berhasil menang pada 17 Oktober lalu,” katanya. “Rasanya senang dan bahagia sekali,” ungkap Nita. Karena berhasil meraih gelar dalam kontes kecantikan telah menjadi mimpinya sejak remaja. “Dulu Miss Universe begitu populer. Aku pikir, alangkah serunya kalau bisa meraih itu. Ya, kenapa tidak? Jadi aku pun mulai ikut kontes yang kecilkecil, kemudian ke tingkat nasional. Puji Tuhan, akhirnya bisa masuk salah satu dari 10 finalis di Miss Indonesia, kemudian berhasil meraih Miss Earth 2013. Lalu, aku ikut beauty pageant internasional, dan mendapat tujuh penghargaan. Meski memang tidak berhasil mecapai Miss Universe seperti mimpiku, tapi rasanya capaian seka-
rang cukup luar biasa,” tutur Nita yang sejak menyandang Miss Earth Indonesia menetap di Jakarta. Karena banyak tugas yang harus dilaksanakan pula, membuat Nita terpaksa harus meninggalkan bisnisnya di bidang event planner. “Tugas ini lebih penting. Aku sudah bertekad untuk fokus dan melaksanakan sebaik-baiknya. Bisnisku tetap jalan, tapi bukan aku yang menangani, sudah didelegasikan. Jadi tidak masalah,” katanya. Namun begitu, agaknya Nita Sofiani tidak akan lama menyandang Miss Earth Indonesia 2013. Pasalnya, ada kemungkinan kontes Miss Earth Indonesia 2014 akan dipercepat pelaksanakaannya menjadi bulan Juni mendatang, padahal sebelumnya pertengahan Oktober. Itu artinya, hanya delapan bulan menyandang mahkota, atau tinggal lima bulan lagi. Apakah Nita kecewa dengan keputusan itu? Nita mengaku sudah mendengar kabar tersebut dan dia tidak kecewa. Alasan event dipercepat, tutur Nita, agar persiapan Miss Earth Indonesia 2014 dalam mengikuti ajang Miss Earth International, menjadi lebih matang. “Kebijakan ini adalah untuk kebaikan, jadi tidak apa-apa. Hal ini agar persiapan lebih matang. Tidak seperti saat saya ikut, 17 Oktober terpilih, November sudah berangkat ke Miss Earth International di Filipina. Masuk karantina sampai Desember. Persiapan hanya dua minggu, sangat minim sekali. Dengan persiapan lebih baik, diharapkan hasil yang dicapai pun menjadi lebih baik lagi,” ucap Nita. Setelah tidak menjadi Miss Earth lagi, tutur Nita, ia tetap akan menetap di Jakarta karena ada banyak program yang akan dia jalankan. “Di Jakarta ada banyak peluang yang bisa digarap, kalau ini kan hanya mahkota saja, yang penting adalah pengalaman yang didapat. Nantinya saya juga masih akan terlibat dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan El John Pageants. Di sini, tidak ada istilah mantan putri karena kami tetap dilibatkan dalam banyak kegiatan dan program yang dilaksanakan El John,” ucapnya. – Diana Runtu/Ratna Hidayati
EKSPRESSO
2
3 - 9 Februari 2014
GORO-GORO
klik: www.tokoh.co.id mingguantokoh @mingguantokoh
Ramalan
Perayaan Imlek, Jumat (31/1) menjadi penanda kita memasuki Tahun Kuda dalam penanggalan Cina. Beragam ramalan terkait Tahun Kuda ini pun dilontarkan beberapa orang yang dianggap mumpuni di bidang tersebut. Bagaimana ramalan shio Anda, apakah baik atau buruk? Sebuah saran, jika Anda memang mudah percaya pada ramalan, berhentilah mencari tahu ramalan tentang diri Anda. Sejatinya, sebuah ramalan tidak lah mesti terjadi. Namanya juga ramalan, bisa terjadi, bisa juga tidak. Ramalan akan terjadi ketika kita benar-benar fokus pada hasil ramalan tersebut. Ilustrasi ini mungkin bisa men jadi contoh. Seseorang datang ke paranormal. Ia bertanya,
O
bagaimana masa depannya dan apa yang harus dihindari. Para normal itu menjawab, “Saat ini Anda sudah berhasil dengan bisnis yang Anda jalani. Tinggal dikembangkan. Satu hal, hatihati dalam perjalanan. Mungkin saja Anda akan ditabrak mobil dan koma karenanya.” Orang itu pun terkejut dan takut. Saking takutnya, dia memi lih jarang ke luar rumah agar tidak ditabrak mobil. Hingga suatu hari, ketika ia turun dari tangga, tak sengaja ia menginjak mobil-mobilan cucunya yang berada persis di anak tangga paling bawah. Ia pun terpeleset, kepalanya membentur anak tangga, dan ia koma. Kerap kali, kekhawatiran menyelimuti pikiran kita kare
M G
Salah Masuk
Bulan ini banyak sekali yang melangsungkan pernikahan mereka. Dalam seminggu, saya menerima tujuh undangan. Ada yang di Sukawati, Karangasem, Denpasar, dan Tabanan. Begitu banyak undangan, yang harus saya hadiri. Dari tujuh undangan, tiga un dangan dilangsungkan pada hari yang sama. Tempatnya berbeda, walau semua di Denpasar. Hari itu, saya ditemani suami mengun jungi undangan pernikahan. Di tempat pernikahan kedua, saya janjian dengan teman-teman sekantor. Kami berjanji akan ber temu di depan gang. Ternyata, di gang yang sama, ada tiga pernikahan. Saya pun berjalan perlahan agar tidak salah. Tiba-tiba, teman-teman saya yang berjalan di belakang, men dahului saya. “Ayo cepat, sudah lapar ini,” kata Gung Gus, salah satu teman kami. Saat itu, waktu menunjukkan pukul 13.30. Saya sendiri tidak terlalu lapar ka rena tadi makan agak banyak di pernikahan pertama. Maklum, saya belum sarapan hehehe. Di rumah pertama yang di
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
hiasi janur, Gung Gus masuk. Amplop berisi uang Rp 500 ribu titipan beberapa teman yang tak bisa hadir, dimasukkan ke kotak uang. Bersama empat teman lainnya, mereka asyik menyantap kudapan yang disiapkan. Saya hanya bisa memperha tikan mereka dari pintu masuk. Saya merasa ragu-ragu, apa betul tempatnya itu. Karena di sisi kiri, kira-kira 100 meter, ada juga janur melengkung. Karena itu, saya segera me nanyakan kepada penerima tamu yang ada di depan. “Apa betul ini perkawinan Wiguna dan Asri?” tanyaku. “Oh, bukan Bu. Pernikahan Wiguna dan Asri di rumah yang paling ujung. Jalan saja terus, nanti mentok. Di kanan, itu rumahnya. Bukan di rumah kedua yang ada janurnya ya Bu,” katanya menjelaskan.
na berbagai sebab. Sebuah ungkapa n, jika kamu percaya kamu bisa, kamu akan bisa. Jika kamu percaya kamu gagal, kamu akan gagal. Semuanya bermuara pada pikiran. Karena itu, menyaring informasi yang baik-baik sangat penting bagi kemajuan diri. Ramalan apa pun bentuknya, mungkin hanyalah sebuah pertanda. Tetapi, kita tak bisa mutlak memercayainya. Sejak Tuhan memberikan nyawa pada diri kita di kandungan, Tuhan te lah menentukan jalan hidup kita. Kita mungkin tak bisa mengubah takdir. Tetapi, kita bisa meng ubah nasib. Jika kekhawatiran adalah hal pertama yang Anda bayar dalam sebuah kegagalan, mengapa kita harus khawatir? Jika kita tahu bahwa pikiran bu ruk meracuni diri kita, mengapa pula kita harus berpikir buruk? Akan lebih baik kita fokus pada hal-hal positif. Jangan buangbuang waktu untuk hal-hal yang tidak perlu. Mari bekerja, bekerja, dan bekerja. Ingat pula selalu berdoa. Walau hasilnya sedikit, hasilnya lebih nyata dibandingkan tidak melakukan apapun. God bless us. Saya kaget setengah mati. Tapi, saya juga geli melihat te man saya yang sedang asyik minum soft drink. Saya me manggil mereka dari kejauhan, melambai-lambaikan tangan. Akhirnya, Gung Gus mendekat. “Ada apa?” tanyanya. “Salah tem pat. Rumahnya Wiguna di sana, yang paling ujung,” jawabku. Kontan, Gung Gus terkejut. Ia langsung memanggil teman yang lain. Mukanya pucat pasi. Amplop titipan teman-teman sudah telan jur masuk ke kotak uang. Mau mengganti Rp 500 ribu, berat rasanya. Gaji hanya setara UMK. Akhirnya, sambil menahan malu, Gung Gus minta kembali amplop uang yang telah dimasukkan itu. “Ada kodenya di depan amplop,” katanya malu. Jadilah petugas penerima tamu membuka kotak uang dan mencari amplop kami. Begitu ditemukan, kami langsung ngacir dari tempat itu. Benarbenar memalukan. Artani, Denpasar
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lain nya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Pan jang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
IMLEK Imlek kembali membawa berkah. Jatuh pada hari Jumat sehingga akhir Minggu jadi panjang. Indah buat perjalanan panjang. Tiket pesawat ke Bangka, Pontianak, Medan jadi mahal. Tapi buat umat yang merayakan Imlek tak soal. Hujan yang menghantam Ibu Kota dan beberapa kawasan Tanah Air berlimpah. Pertanda rezeki bakal murah. “Semoga hamba juga kecipratan,” kata Amat berdoa. Bu Amat yang menguping doa suaminya lansung berkomentar. “Sudahlah, Pak. Jangan suka membonceng! Itu namanya pen umpang gelap! Jangan matre!” “Lho, Bapak bukan penumpang gelap. Materialistik bagaimana! Kan sekadar ikut-ikutan merayakan? Toleransi. Hidup damai dalam perbedaan.” “Kalau sudah ada udang di balik batu, itu bukan toleransi lagi! Matre!” “Bukan? Lalu apa?” “Dagang!” Amat tidak setuju. Tapi tidak langsung membantah. Bertengkar hanya bikin capek. Ia lantas mengadu ke Ami. “Ibumu itu kumat lagi bludreknya Ami!” “O, ya? Berapa tekanannya? “Seratus tiga puluh - sembilan puluh!” “Ah, itu normal, Pak. Untuk usia-sia sepantaran Bapak dan Ibu sampai 150 juga masih tidak apa-apa, asal bawahnya tidak lewat 90.” “Tapi soal Imlek itu, ibumu keliru! Masak kita ikut merayakan, dituduh matre, dituduh penumpang gelap! Itu kan suara orang yang antikeberagaman!” Ami tertawa. “Menurut Ami, ibu tidak pernah antikeberagaman. Dulu sebe lum Ami menikah, Ibu selalu bilang, kalau cari suami, pilih yang hatinya baik dan sayang kamu. Suku apa saja, orang mana pun bahkan agama apa pun, asal kalian betul-betul saling mencintai dan saling menghormati dan menerima dirimu sepenuhnya, se luruh baik-buruknya, bukan hanya menerima yang dia sukai saja, silakan. Kata ibu waktu itu. Sedangkan bapak sendiri justru bilang, kalau menikah pilih pasangan yang keyakinannya sama. Begitu kan Pak? Ingat?” Amat tertegun. “Masak Bapak bilang begitu?’ “Ya! Begitu!” “Jadi karena itu, kamu menikah dengan suamimu sekarang ini, yang keyakinannya sama?” Ami tertawa. “Tidak! Kami sudah pacaran sebelum Bapak memberikan Ami ultimatum.” Amat terkejut. “Ultimatum?” “Ya. Gara-gara, ada si Johan yang dari Manado itu sering datang ke rumah.” “Si Johan yang melamar kamu itu kan?” Ami menatap Amat. “Melamar Ami? Si Johan, yang naik Mercy itu?” “Ya! Dia bilang, dia akan senang sekali, kalau Bapak merestui hubungannya dengan kamu. Waktu itu sekadar basa-basi Bapak hanya senyum. Tapi dia menganggap itu persetujuan. Lalu dia memakai itu sebagai senjata berbicara dengan ibu kamu. Ibu kamu, ya seperti yang kamu bilang tadi. Makanya Bapak cemas, lalu memberi kamu ultimatum itu!” Ami kembali tertawa. “Kamu kok tertawa?” “Kalau begitu, betul kata si Johan. Dia coba membantu kami. Habis Bapak waktu itu, tidak begitu suka dengan Bli Sugi, suami Ami sekarang, karena dia miskin, hanya dosen, tidak punya mobil seperti si Johan. Ya kan Pak? Waktu itu Bapak matre banget!” Amat tak menjawab. Ia mati kutu. Langsung cabut, pulang. Imlek sekali ini memang membawa berkah. Topeng Amat yang rajin ditutupi, ternyata sudah lama ketahuan. Ia dulu ngebet punya mantu orang kaya. Ketika Ami menceritakan peristiwa itu, Bu Amat hanya ter tawa.
Putu Wijaya
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Ratna Hidayati. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten, Tini Dwi Rahayu. Redaksi/Pemasaran Jakarta: Diana Runtu, Sri Iswati. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Pal merah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543–Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palmerah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
3 - 9 Februari 2014
23
Penanganan Stroke Dengan DSA
Pembuluh darah merupa kan salah satu organ penting dari makhluk hidup. Tolok ukur kesehatan seorang ma nusia bisa dilihat dari pem buluh darahnya. Makin tidak sehat gaya hidupnya, maka makin besar potensi gang guan di pembuluh darah. Gangguan pada pembuluh darah yang disebabkan gaya hidup tidak sehat adalah tim bulnya plak atau timbunan lemak di pembuluh darah sehingga aliran darah men jadi tidak lancar. Hal ini dialami dr. Made Wardana, Sp.KK. Ia meng alami penyumbatan pada pembuluh darahnya. hingga mengalami stroke ringan. Ditemui beberapa waktu lalu, Wardana menuturkan jika penyumbatan terjadi pada pembuluh darah di otak sehingga bagian terten tu di tubuhnya tidak menda patkan cukup darah. “Saya mengalami kelumpuhan pada bagian kiri dan tangan kiri saya mengalami kesemut an,” ujarnya. Ia kemudian memeriksakan ke dokter saraf dan disarankan untuk menjalani pemeriksaan MRI
untuk mengetahui lokasi penyumbatan. “Dari hasil MRI ternyata ada penyum batan dan kematian sel di beberapa bagian pembuluh darah yang menuju otak,” tutur Wardana. Sebagai seorang dokter, Wardana tahu bagaimana efek dan bahayanya jika pembuluh darah tersum bat. Ia kemudian mencari informasi apakah ada teknik pengobatan untuk mengo bati pembuluh darahnya yang tersumbat. “Saya cari di internet ternyata ada teknik untuk mengeruk plak di pembuluh darah. Teknik tersebut sudah dikerjakan di salah satu RS di Jakata,” tutur Wardana. Setelah mencari informasi lebih lanjut, ternyata di Den pasar, Bali sudah ada rumah sakit yang memiliki alat cathlab yang terkini untuk tindakan DSA tersebut dan bisa digunakan tidak hanya sebatas penyakit jantung tetapi penyakit saraf dan pembuluh darah lainnya. Teknik yang dimaksud Wa r d a n a a d a l a h t e k n i k Intraa rterial Thrombolysis
Syarat dan Manfaat Donor Darah Menolong sesama yang membutuhkan merupakan tugas mulia. Tak perlu ragu menyumbangkan darah Anda demi kelangsungan hidup sesama. Dengan catatan Anda dalam keadaan sehat dan memenuhi persyaratan medis. Selain dapat membantu mereka yang sangat membutuhkan transfusi darah menjadi pendonor darah juga baik bagi kesehatan Anda. Mendonorkan darah bukanlah pekerjaan atau aktivitas yang berat dan sulit, namun tanpa persiapan yang baik, Anda bisa saja mengalami lemas dan kelelahan setelah donor darah. Karenanya sebelum mendonorkan darah, makanlah makanan yang banyak mengandung zat besi seperti daging merah, sayuran hijau, buncis, unggas dan sereal yang diperkaya dengan zat besi. Tidurlah yang cukup sebelum donor darah. Minumlah air yang cukup .Hindari mengonsumsi obat obatan seperti aspirin dua hari sebelum donor darah. Selain itu ada persyaratan umum untuk donor darah yakni : - Umur minimal 17 tahun - Berat minimal 45 kg - Temperatur tubuh normal anaara 36,6 – 37,5 derajat celcius - Tekanan darah normal yaitu systole 110 – 160 mmHg , diastole 70 – 100mmHg - Denyut nadi teratur yaitu sekitar 50-100 kali/ menit - Haemoglobin perempuan minimal 12 gram %, pria minimal 13 gram% - Frekuensi donor darah maksimal 5 kali setahun, atau berjarak minimal 3 bulan Manfaat Donor darah Untuk Kesehatan - Manfaat diet; donor darah dapat membantu menurunkan berat badan dan membantu membakar kalori. - Deteksi dini dan mencegah resiko kesehatan. - Melindungi jantung. - Mengatur kontrol kesehatan, mencegah penyakit langka - Meningkatkan sel darah merah, melancarkan sirkulasi darah, memperbaharui sel dalam darah, memaksimalkan darah dalam paru-paru. - Meningkatkan kapasitas paru-paru dan ginjal. - Meningkatkan kesehatan psikologis. - Menurunkan zat seng dalam darah, mengalahkan kelebihan zat besi. - Menghilangkan kaku pundak. - Mengetahui dan mengatur lebih lanjut tentang tipe darah indi vidual. – Sri Ardhini dari berbagai sumber
Trials (ITT) dengan DSA (Digital Substraction Angi ography) untuk penyakit stroke akut. Jadi sebuah se lang dipasang dan dimasuk kan sepanjang pembuluh darah. Pada saat sampai di daerah penyumbatan, obat pelarut sumbatan akan disemprotkan untuk meng
hancurkan plak penyebab sumbatan tersebut. “Saya men jalan in ya sekitar 30 menit dan tidak merasakan sakit samasekali,” tutur Wardana. Lanjutnya ketika di semprotkan obat pelarut sumbatan ia hanya mera sakan panas atau dingin.
Setelah tindakan tersebut, perlahan-lahan koordinasi tubuh bagian kirinya yang sempat terganggu perlahan membaik. Untuk informasi mengenai teknik ini, bisa menghubungi Sandri (Mar keting) di 082144878012/ 081999132328 atau PIN BB 24E5B1B8.
24
3 - 9 Februari 2014