24
13 - 19 Januari 2014
EKSPRESSO
2
13 - 19 JANUARI 2014
klik: www.tokoh.co.id mingguantokoh @mingguantokoh
Rubrik Baru
Sesuai “janji” kami minggu lalu, mulai edisi 779 kami meng ganti beberapa rubrik yang ada di Tokoh. Rubrik Chef Journey diganti dengan Culinary Corner dengan subrubrik, Resepne Sarwan, peserta Masterchef Indonesia sesi I. Saat ini, Sarwan telah membuat dua buku resep yang dibagikannya melalui acara-acara yang melibatkannya sebagai narasumber. Ia juga memiliki acara demo masak di salah satu televisi lokal di Surabaya. Selain Sarwan, di halaman itu kami akan menggali informasi restoran atau warung makan yang digemari masyarakat maupun kisah sukses seorang chef. Rubrik Daya Cipta menggan tikan rubrik Tradisi. Isi rubrik ini
O
M G
akan berbeda tiap minggunya, seperti tradisi yang terkait dengan kesenian dan budaya tradisional, seni digital modern, dan juga keterampilan. Di tengah pesatnya kemajuan teknologi, beragam keterampilan yang bisa diterapkan sehari-hari, bak dilupakan begitu saja. Karena itu, kami ingin men gangkatnya kembali. Barangkali, sebagian di antara kita lupa atau bahkan tidak pernah diajarkan sa masekali mengenai keterampilan tersebut, yang ternyata bisa kita pelajari dan terapkan. Selain itu, kami juga meng ganti rubrik Snapshot menjadi Sudut Pandang. Rubrik ini memba has permasalahan-permasalahan umum yang terjadi di lingkungan kita. Masalah yang kami terima
dari masyarakat, kami olah dalam sebuah diskusi terbatas dengan para pemangku kepentingan. Kami berharap, sajian kami dapat memberi jalan keluar atas per masalahan yang terjadi. Kami juga menyediakan hala man khusus untuk berita dari Nusa Tenggara Barat, yaitu Nine dan Mandalika. Rubrik ini men gangkat kisah tentang perempuan di NTB dan berita terkait NTB lainnya. Jika di antara pembaca setia Tokoh di Bali, Banyuwangi, Surabaya, dan Jakarta memiliki saudara, keluarga, atau relasi di NTB, ajaklah mereka berlang ganan Suara NTB. Karena, bagi pelanggan Suara NTB, mereka akan otomatis mendapatkan Tokoh. Hubungi Suara NTB di Jalan Bangau 15 Cakranegara, Mataram, telepon 0370-639543 untuk pemesanan. Jangan sampai terlewatkan! Salam.
Bulan ini, dua karyawan Tokoh mendapat kebahagiaan. Pertama, wartawan Tokoh, Tini Dwi Rahayu melahirkan putra perta manya, Kamis (8/1) di Banyuwangi. Kedua, karyawan di bagian administrasi iklan, Putu Agus Mariantara menikah dengan Ni Wayan Arsani, Jumat (10/1). Selamat untuk Tini dan Agus.
Tidak Bawa Uang Tunai Kecanggihan teknologi kadang tidak berlaku di semua tempat. Salah satu contohnya, penggunaan uang. Saat zaman makin canggih, orang jarang membawa uang tunai dan menggunakan kartu debit atau kartu kredit sebagai alat pembayaran. Tinggal gesek, beres. Tetapi, pengalaman yang saya alami sungguh tak enak. Akhir tahun 2013, saya mengajak anak dan keponakan ke sebuah bio skop di Kuta. Kami berencana menonton film “Frozen”. Bioskop buka pukul 11.00 sedangkan
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
antrean di depan pintu bioskop sudah mulai pukul 10.00. Saya karena datang lebih awal, berada di antrean kelima. Saat mengantri, saya ngobrol dengan istri dan mengatakan saya tidak membawa uang tunai. Istri saya bilang, bisa kok bayar den gan kartu kredit. Akhirnya saya tenang-tenang sembari menunggu pintu dibuka. Saat pintu dibuka, orangorang tak mengindahkan antrian lagi. Semua berebut masuk. Anak kecil pun ikut berdesakan di pintu. Saya mengalah dan ikut antrian
lagi di depan loket pembayaran. Kalau dihitung, hampir 1,5 jam saya antri dari depan bioskop kemudian di depan loket. Ketika giliran saya berada di depan petugas, saya pesan lima tiket dan bermaksud membayar dengan kartu kredit. Saya kaget ketika petugas mengatakan alat nya rusak, jadi tidak bisa men erima pembayaran kartu debit atau kredit. Pembayaran hanya bisa dengan uang tunai. Oh my God…saya tidak bawa uang tunai. Dengan rasa dongkol, saya pun keluar dari bioskop.
GORO-GORO KEKELUARGAAN Sejumlah siswi sebuah SMA mengadu kepada polisi. Rekan mereka, Tiwi, siswa kelas tiga, dihamili guru Putu Wijaya nya. Dan bukan atas dasar suka sama suka, tapi tergolong kasus perkosaan. “Tiwi, anak yang baik,” lapor para siswi itu. “Tiwi bahkan pe malu. Dia bukan anak nakal yang suka pacaran. Tapi Pak Tony sudah memaksanya berbuat mesum. Kalau tidak mau, dia akan di-black list sudah pasti tidak akan lulus. Karena takut akan dimarahi ibu tirinya, Tiwi terpaksa menurut. Sekarang dia sudah hamil empat bulan!” Seluruh isi permukiman tempat tinggal orangtua Tiwi, geger. Pak Tony kontan membantah. Ia menolak kalau itu dianggap perkosaan. Tapi ia tidak membantah, peristiwa itu memang terjadi. “Itu satu kekhilafan. Tapi saya tidak menolak kalau harus bertang gung jawab. Anak dan istri saya tidak keberatan saya akan menikahi Tiwi,” kata Pak Tony. Tapi orangtua Tiwi, tidak terima. “Itu bukan suka sama suka. Anak kami bukan anak bejat! Kalau tidak karena diancam, Tiwi yang sebenarnya jiwanya masih kanak-kanak itu, tidak akan mau dengan saudara Tony yang sudah berkeluarga! Kami hanya menuntut supaya Saudara Tony bilang ya! Terus-terang mengakui bahwa dia mem perkosa anak kami!” Tony lalu diam-diam menghubungi Pak Amat. Minta pertimbangan, mengingat Amat pernah jadi guru. “Maaf, bagaimana pendapat Pak Amat?” Amat terkejut. Ia tentu saja punya pendapat. Tapi kalau ditanya langsung oleh yang bersangkutan, pendapatnya menguap. Tony keluar dari rumah Amat tidak membawa solusi. Tapi usaha curhat itu sendiri kemudian memberanikan dia mengambil keputusan untuk bilang, ya. “Saya tidak memaksudkan itu sebagai perkosaan,” katanya ke mudian memberikan pengakuan, “Tapi kalau itu dinilai pemerkosaan, saya tidak akan membantah dan bersedia menanggung akibatnya, saya bersedia menikahi Tiwi!” Amat menyangka persoalan itu akan ditutup di situ, secara keke luargaan. Ternyata tidak. Orangtua Tiwi malah kian marah. “Menikahi anak kami? Kok enak! Sudah memperkosa, mau menikahi? Tidak! Kami tidak akan membiarkan anak kami disiksa seumur hidup. Ini negara hukum! Semua kejahatan harus diadili! Kami belum puas sebelum saudara Tony dihukum!” Amat kaget. Ternyata jalan tengah kekeluargaan, sudah tidak laku lagi. Ia termenung lama. Hati kecilnya berkata, “Bukankah penyele saian kekeluargaan sebuah kearifan lokal yang tidak hanya berguna menyelesaikan persoalan panjang pendek, tapi iangka panjang? Minimal itu akan baik untuk anak yang akan lahir, karena kedua orangtuanya tetap bersatu?” Pikiran Amat kian kalut, ketika mendadak orangtua Tiwi berkun jung. Kini giliran mereka yang ingin rujukan. “Maaf, Pak Amat, kami berterima kasih sebab atas desakan Pak Amat akhirnya saudara Tony mengakui perbuatannya. Sekarang ba gaimana pendapat Bapak sebagai orangtua, karena kami tetap menun tut Saudara Tony diadili, supaya jadi pelajaran kepada masyarakat, jangan sampai kejadian begini terulang! Jangan sampai karena toh nantinya bisa diselesaikan dengan kekeluargaan, guru-guru mem perkosa muridnya? Setuju, Pak?” Amat bingung. Tapi ketika beradu pandang dengan mata Bu Amat yang mengikuti pertemuan itu, Amat tak bisa menjawab lain. Ia. mengangguk. “Ya.” Jakarta, 1 Januari 2014
Anak dan keponakan saya menyambut dengan gembira karena mereka sudah membeli minuman dan pop corn. Ketika saya bilang tidak dapat tiket kar ena harus bayar tunai, istri saya bilang ambil uang di ATM saja. Saya pun bergegas ke ATM. Setelah mengambil uang, saya ikut antrian lagi. Begitu sampai di depan loket
pembayaran, ternyata hanya satu kursi yang tersisa. Itu pun berada di deretan terdepan. Niat menonton pun kandas gara-gara tak bawa uang tunai. Minggu de pannya, saya dan keluarga datang lagi. Kali ini kami membeli tiket secara online. Sampai di loket tinggal melapor ke petugas dan tiket pun kami dapatkan. Aji Pratama
13 - 19 JANUARI 2014
I N F O TO R I A L
Dukung Ajeg Bali dengan Tata Rias
D
ra. Anak Agung Ayu Ketut Agung, M.M. konsisten dalam upaya mengem bangkan dan melestarikan tata rias dan busana adat Bali sejak 30 tahun silam. Sejak awal karirnya, ia telah menetapkan perjalanan hidupnya di dunia pelestarian ajeg Bali ini. Komitmennya dalam mendukung ajeg Bali yang yang juga seiring dengan visi pemerintah daerah, mendapatkan apresiasi tinggi dari berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat luas. Salah satu penghargaan, dari ratusan penghargaan, yang di terimanya adalah penghargaan dari Viva® Cosmetic. Pada tahun 2012 dan 2013, Bu Agung men jadi satu-satunya perempuan Bali yang mendapatkan penghargaan pin emas yang diserahkan lang sung OwnerViva® Cosmetic,Yusuf Wiharto,di Sekretariat LKP/Sa lon Agung beberapa waktu si lam. “Ini sebagai bentuk apresiasi tinggi kami kepada komitmen Bu Agung dalam melestarikan tata rias Bali dengan menggunakan Viva® Cosmetic,produk buatan Indonesia, dalam kegiatan-kegiatan roadshow atau pelatihan, serta uji kompetensi tata kecantikan di Sa lon Agung yang juga menjadi satusatunya Tempat Uji Kompetensi (TUK) Tata Kecantikan di Bali. Bu Agung sangat kompeten dalam hal ini,” ujarnya. Untuk tahun 2013 saja, Bu Agung yang bekerjasama dengan Viva® Cosmetic telah melakukan roadshow sebanyak 32 kali, yakni ke SMAN 2 Denpasar (5/6), SMA PGRI 1 Denpasar (5/6), SMKN 2 Denpasar (5/7), SMAN 5 Denpasar (5/7), SMAN 1 Denpasar dan SMA Saraswati Denpasar (5/8), SMKN 4 Denpasar (5/10), SMA PGRI 3 Denpasar (5/10), SMAN 4 dan SMA PGRI 2 Denpasar (5/11), Banjar Sema Gianyar (5/11), SMAN 7 Denpasar dan SMAN 3 Denpasar (13/5), SMKN 5 Den pasar (14/5), SMAN 8 Denpasar (14/5), SKB (Sanggar Kegiatan Bersama) Badung (24/5), Banjar Griya Desa Kamasan Klungkung (6/2), Hotel Puri Nusa Indah (7/9), Salon/LKP Agung (7/10), Universitas Udayana (13/7), Ban jar Candi Baru Kelurahan Gia nyar Kabupaten Gianyar (19/7), Kantor Kepala Desa Pemecutan Kaja, Denpasar (27/7), Kantor Lurah Kuta Utara, Badung (8/5),
Owner Viva® Cosmetic Yusuf Wiharto menyerahkan pin emas berupa liontin kepada BuAgung di Sekretariat LKP/Salon Agung beberapa waktu silam.
Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (29/8), Bali Beach Hotel, Sanur (30/8), Balai Desa Tegal Harum Perumnas (15/9), Balai Budaya Gianyar (21/9), SD Harapan Dalung, Denpasar (21/9), Kantor Kepala Desa Kelan Jimbaran Badung (22/11), Univer sitas Warmadewa (13/12), Banjar Kuwum Tegal Linggah Tabanan dan Tuban (15/12), Sekolah TK Wipara Tuban (15/12), Bali TV (20/12), Desa Pengulon Grogak Singaraja (23/12), dan Bank Ker tiawan (26/12). “Semua peserta roadshow mendapatkan produk dan buku panduan tata kecantikan dari Viva® Cosmetic, sehingga mereka lebih mudah mengikuti pelatihan,” jelas Bu Agung. Rangkaian kegiatan roadshow atau pelatihan yang dilakukan Bu Agung Agung bekerjasama dengan Viva® Cosmetic, antara lain menyosialisasikan membuat dan memasang sanggul Bali, tengkuluk lelunakan, tata rias untuk diri sendiri, dan etika berbusana adat Bali yang baik dan benar. Bahkan, beberapa masyarakat kurang mampu yang benar-benar berminat dengan bidang ini, diberikan kursusdan pelatihan gratis sampai bisa, tanpa dipungut
biaya. Secara tidak langsung pula Viva® Cosmetic turut berperan serta dalam mendukung ajeg Bali melalui kerjasama yang telah terjalin bertahun-tahun dengan Bu Agung. “Apa yang sudah kami laku kan ini tak lepas dari peran serta pemerintah, masyarakat, dan pihakswasta, salah satunya Viva® Cosmetic yang selalu mendukung kegiatan kami dengan memberikan produk dan buku panduan kecan tikan yang kemudian kami bagikan kepada peserta kursus,” ujar istri I Gusti Ngurah Agung Ardana dari Puri Agung Tabanan ini. Ida Cokorda Anglurah Ta banan, penglingsir Puri Tabanan juga menyampaikan apresiasi ting ginya terhadap kegiatan-kegiatan roadshow yang dilaksanakan Bu Agung. Bahkan tak jarang kegiatankegiatan bernuansa ajeg Bali yang digelar Bu Agung melibat kan pihak puri. Bu Agung berharap, dengan so sialisasi tersebut masyarakat makin menyadari pentingnya membekali diri dengan keterampilan, yang dalam hal ini adalah tata rias, serta pemahaman tinggi terkait etika berbusana. Jika semakin banyak masyarakat yang mengua
sai keterampilan tata rias, maka sedikit banyak perekonomi an masyarakat ikut terangkat, karena tata rias dan busana adat Bali saat ini kian digemari wisatawan domestik hingga man canegara. Bu Agung optimis impiannya menjadikan Bali se perti DesaVolendam, desa nelayan di Be landa yang mampu menjadikan busana Volendam sebagai ikon Desa Volen dam, bisa terwujud. “Bagaimana agar tiap wisatawan yang da tang ke Bali merasa belum lengkap jika tak mendokumentasi kan diri dengan ber busana adat Bali,” ujarnya.
Tiap roadshow, Bu Agung selalu mendemonstrasikan trik merias cepat untuk diri sendiri dan untuk orang lain
DISKON 50% KURSUS DI LKP AGUNG Agar makin banyak masyarakat yang mampu menguasai tata rias dan busana adat Bali, Bu Agung memberikan diskon 50% untuk
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lain nya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Pan jang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Ratna Hidayati. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten, Tini Dwi Rahayu. Redaksi/Pemasaran Jakarta: Diana Runtu, Sri Iswati. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Pal merah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543–Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palmerah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
23
Bu Agung (dua dari kiri) bersama Ida Cokorda Anglurah Tabanan (dua dari kanan) dalam suatu acara
kursus tata rias di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung. Ke sempatan ini dibuka luas kepada masyarakat umum untuk mengikuti kursus regular. Materi yang diajarkan mencakup Tata Kecantikan Rambut, Tata Kecantikan Kulit, danTata Rias Pengantin. LKP Agung memiliki tempat belajar yang memadai dan kondusif di dua tempat di Den pasar, dan ditangani langsung Bu Agung dibantu instruktur lain yang mempunyai latar belakang keahlian dan pengalaman legal yang tentunya telah mengantongi sertifikat kom petensi di bidang tata kecantikan. Disediakan pula bea siswa kursus gratis bagi mereka yang kurang mampu dan putus sekolah, yang benar-benar berminat di bidang tata kecantikan. Semua peralatan kursus disiapkan lembaga. Syarat dan ketentuan berlaku. Masyarakat yang berminat, silakan mendaftar di Sekretariat LKP Agung, Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar. Telepon 0361 233850, 081 1393602, faks. 0361 247153. Cabang Tohpati, Jalan WR. Supratman No. 303 A, Toh pati, Denpasar. Email: lkp_agung@ yahoo.com. website: www.salona gung.com. –IntenIndrawati
W H AT ’ S U P
22
13 - 19 januari 2014
13 - 19 januari 2014
Perkenalkan Keindahan Dunia Kecil
“B
MPC berdiri 11 September 2011. Pendirian komunitas dari hasil bincang-bincang saya dengan dua sahabat saya yang kebetulan mempu nyai kesukaan yang sama memotret objek-objek kecil, Putu Sudiarta dan I Wayan Sumatika, sehabis hunting bersama untuk memotret serangga sagra longicollis (maskot BMPC). Di tengah peristirahatan kami sehabis berburu, ada ide dari kami bertiga untuk mengenalkan foto makro pada peminat fotografi di Bali lewat pem bentukan komunitas fotografi makro yang kami beri nama “Bali Macro Pho tographers Community,” ujar G.N. Alit Susanta Wirya, Ketua BMPC. Genre fotografi ini perlu dibuatkan komunitasnya, karena pada saat itu di Bali peminat foto makro masih sangat sedikit bahkan masih bisa dihitung
dengan jari tangan. Memperkenalkan makro fotografi tentu saja memerlu kan wadah untuk saling berkomunikasi bagi yang berminat untuk menekuni makro fotografi. Komunitas inilah yang diharapkan sebagai wadahnya. “Fotografi makro sangat penting ke beradaannya, karena di samping seba gai salah satu seni di dalam memotret, genre ini sarat dengan unsur-unsur pendidikan. Melalui foto-foto makro ini tentu saja nantinya dapat mem perkenalkan pada masyarakat awam jenis-jenis serangga atau makhluk kecil maupun kehidupannya yang tentu saja hal ini bisa dijadikan sebagai salah satu unsur pendidikan terutama untuk anak-anak,” kata dosen Fakultas Per tanian Universitas Udayana ini. BMPC lalu diperkenalkan melalui akun facebook dan disertai foto-foto serangga (makro). Tiga bulan per tama komunitas makro ini berkem
bang dengan cepat. Akhirnya dari sebuah komunitas yang hanya eksis di jejaring sosial facebook, kegiatankegiatan bertemu bersama dilakukan diantaranya, beberapakali workshop fotografi makro, melakukan hunting bersama tiap minggu, dan pameran foto makro. Sampai sekarang anggota komunitas ini sudah mencapai 2.000 lebih anggota di Indonesia dan 50-an peserta aktif di Bali. Alit mengatakan foto makro ada lah foto yang bertujuan untuk mem besarkan objek yang difoto, atau mini mal berukuran sama dengan ukuran objeknya. Saat pemotretan makro biasanya memerlukan lensa yang berfungsi untuk membesarkan objek-objek foto tersebut. Pe motretannya dilakukan dengan jarak yang sangat dekat sehingga foto yang dihasilkan mempunyai detail yang tinggi. Secara prinsip memotret makro tidak ada bedanya dengan fotografi biasa, hanya saja ketika memotret makro adalah memotret dengan membesarkan objek yang dipotret sehingga kebanyakan objek-objek yang dipotret adalah benda-benda kecil seperti serangga, bulir air atau embun, bunga dan benda-benda kecil lainnya. Fotografi makro biasanya menon jolkan keindahan-keindah an warna dan tekstur dari makhluk kecil maupun perilaku dari makhlukmakhluk kecil yang sering mencengangkan. “Fotografi makro, diperlukan gear (kamera) dan lensa makro yang biasanya memiliki perbesa ran 1:1 atau bahkan lebih. Alternatif lain pengganti lensa yang biasanya harga nya lumayan mahal, extension tube, reverse ring atau filter close up,” tandas juara 3 First Annual Biodiversity Conservation Photo Com petition, yang diseleng garakan South East Asian Regional Center for Tropi cal Biology (BIOTROP’s) tahun 2012 dan pemenang
3
Ni Wayan Debi Khristina
BMPC
Bagi penggemar fotografi, banyak pilihan yang bisa dijadikan spesialisasi. Salah satunya fotografi makro. Bali Macro Photographers Community (BMPC) merupakan wadah bagi penggemar fotografi makro.
S E L E B R I TA S
Harapan Lomba Foto Satwa Inter nasional 2013 yang diselenggarakan Taman Safari Indonesia. INVENTARISASI KEANEKARAGAMAN SERANGGA Alit menambahkan keterampilan yang harus dimiliki bagi
harus mempelajari karakteristik setiap lokasi yang kita kunjungi dan karak teristik penghuni lokasi (objek). Kam era diatur pada kondisi yang optimal untuk memotret makro (perhatikan speed; diafragma dan ISO). Mem perhatikan sikap tubuh yang optimal sehingga kamera tidak goyang
Dua Tujuan
foto: F& F studio
fotog rafer makro tentu saja yang paling utama adalah keterampilan memotret. Di samping itu pula un tuk mendapatkan momen-momen spektakuler dari makhluk kecil, se rangga pada umumnya, diperlukan juga pengetahuan tentang kehidupan serangga termasuk biologi dan ekolog inya sehingga dapat menentukan saatsaat yang tepat untuk mengabadikan serangga tersebut. Memotret makro bisa dilakukan dimana saja tergantung tujuan dan objek yang dipotret. BMPC lebih suka dengan makro yang natural sehingga bisa mengabadikan serangga-serangga secara natural perilaku dan keindah annya. Beberapa tempat yang sudah dijadikan lokasi memotret objek makro adalah Pantai Mertasari, Sanur; Setra Badung; Danau Buyan, Pancasari Buleleng; Air Terjun Gitgit Buleleng; Munduk Andong, Baturiti Tabanan; Pura Pancoran Selukat, Keramas, Gia nyar; dan Taman Kupu-kupu Wanasari, Tabanan. Semua tempat-tempat itu memiliki keragaman serangga yang sangat eksotik. Mengenai kiat agar mendapatkan hasil foto yang maksimal, Alit memberi beberapa tips. Sebelum memotret
ketika memotret, bahkan ketika memotret kita harus mengatur nafas setenang mungkin atau menahan nafas ketika memencet shutter. Menentu kan sudut bidik yang tepat. Sangat dianjurkan untuk memotret objek makro sejajar dan tegak lurus dengan objek untuk mendapatkan fokus dan ketajaman yang merata, sepanjang apapun objeknya. Memperhatikan waktu pemotretan dan arah cahaya. Waktu yang tepat untuk pemotretan natural adalah pada saat matahari bersinar lembut sekitar pukul 06.0009.00 dan pukul 16.00-18.00. Pada waktu-waktu tersebut, serangga masih kurang aktif. “Harapan kami tentu saja BMPC tetap eksis dan menjadi makin besar. Foto-foto yang dihasilkan oleh temanteman yang tergabung dalam komu nitas BMPC ke depannya mampu menghasilkan karya-karya makro dengan kualitas optimal dan ingin kami kumpulkan dan jadikan buku, sehingga nantinya Bali mempunyai buku tentang foto-foto serangga yang ada di Bali. Dengan demikian komunitas kami le wat buku tersebut bisa memperkenal kan keindahan dunia kecil, tentu saja yang lebih penting lagi lewat buku kami dapat menginvetarisasi keaneka ragaman serangga yang ada di Bali,” tegas pria kelahiran Singaraja 15 Januari 1968 ini. B M P C juga mengajak masyarakat un tuk ikut menjaga lingkungan, karena makhluk-makhluk kecil ini akan ada dan tetap lestari keindahannya keti ka lingkungan tetap terjaga dengan baik. –Ngurah Budi/Inten Indrawati
Ajang Pemilihan Putri Indonesia Provinsi Bali merupakan kontes kedua yang diikuti perempuan bernama lengkap Ni Wayan Debi Khristina, S.Pd. ini. Hasilnya tak mengecewakan, ia menjadi Runner Up II sekaligus meraih gelar Putri Intelegensia. Sebelumnya, ia pernah ikut Miss Sophie yang digelar di NTB dan meraih Juara Harapan III. Modalnya untuk ikut kontes adalah aktivitasnya di dunia modeling.
“S
aya sejak kecil berminat ter jun ke dunia modeling. Tetapi, niat itu saya urungkan karena kondisi keuangan keluarga belum mendukung. Orangtua saya fokus bekerja untuk pendidikan kami. Saya akhirnya bisa terjun ke dunia model setelah lulus kuliah,” kenang lulusan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Jurusan Bahasa Inggris Universitas Mahasaraswati Denpasar tahun 2013 ini. Sebelum menekuni dunia model, Debi memiliki pekerjaan sampingan sebagai usher. Ia bah kan pernah terlibat dalam kegiat an World Trade Organisation di foto cover depan : BaliNoise
Nusa Dua. Dengan tinggi 172 cm dan berat badan 50 kg, ia memang cocok menjadi seorang model. Kini Debi bergabung di Point Management pimpinan Andi Soe. Andi menemukan Debi dalam sebuah acara pameran otomotif di Mal Bali Galeria, Februari 2013. Setelah itu, karier Debi di dunia modeling mulai terbuka sesuai impiannya. Sebagai model, ia kerap tampil di acara fashion show. Salah satu acara yang membuatnya berkesan adalah show Secret Garden oleh Monika Weber di Sanur. “Saya berhasil lolos casting dan menjadi salah satu model fashion show ini. Bagi saya ini suatu hal yang sangat luar biasa,” ungkap Debi saat wawancara dengan Tokoh di
kantor WienPro, pemegang lisensi Pemilihan Putri Indo nesia Provinsi Bali. Karena kesibukan meng ikuti acara show Secret Garden ini, ia tak bisa menyerahkan berkas untuk Pemilihan Putri Indonesia. Semua berkas di kumpulkan Andi Soe karena kebetulan ada tujuh anak didiknya yang ikut, namun hanya empat yang lolos ke babak 10 besar. “Mulai dari karantina dan pembekalan, kami saling dukung. Secara pribadi saya menjagokan Ayu Sri Rejeki yang menjadi juara II karena dia punya prestasi internasional dan kebetulan kami juga satu manajemen. Tetapi, masing-masing dari kami juga berusaha untuk menunjukkan kemampuan terbaik. Satu prinsip yang kami pegang, siapa pun yang menjadi juara, dia akan mem bawa nama Bali ke kancah nasional,” tegasnya. Selama karantina, putri pasangan I Made Suarya Dar ma Edi, S.E.-Ketut Budiasih termasuk aktif menjawab per tanyaan. Ini pula yang mem buatnya meraih gelar Putri Intelegensia. “Kriteria gelar ini se lain kemampuan dalam menjawab pertanyaan juri juga respons se lama karantina dan pembekalan. Satu lagi ketepatan jawaban. Saya tidak menyangka bisa meraih ge lar ini. Bagi saya, masuk 10 besar saja sudah bers yukur. Apalagi bisa meraih predikat Runner Up II, saya lebih bersyukur lagi,” tandas perempuan kelahiran 9 Desember 1991 ini. GURU MODELLING Debi yang menyelesaikan pendidikan di SMP Dwijendra dan SMAN 8 Denpasar mengaku ba nyak hal yang sudah dilaluinya da lam hidup ini. Ia juga aktif kegiatan organisasi bahkan pernah menjadi Ketua OSIS saat SMP. Saat kuliah, ia memilih untuk fokus kuliah. “Saya memilih jurusan bahasa Ing gris karena senang dengan bahasa Inggris. Tujuan saya ada dua, mau
terjun ke dunia pariwisata atau menjadi guru. Orangtua kemudi an memberi gambaran tentang tugas seorang guru, akhirnya saya pilih FKIP jurusan Bahasa Inggris,” ujar kakak I Made Dian Anjasmara dan I Nyoman Cipta Adi Nugraha ini. Selama kuliah ia wajib magang sebagai guru. Pilihannya magang di SMAN 8 Denpasar. “Seru juga jadi guru. Tetapi, karena umur saya dan siswa tidak beda jauh, saya sering digoda. Kadang siswa tidak mau diberi PR. Akhirnya saya ancam, kalau tidak buat PR, akan dilaporkan ke guru asli dan tidak diberi nilai hahaha,” kenang Debi. Menjadi guru membuatnya harus siap mental dan tidak mu dah marah. Pengalaman magang selama dua bulan ini tak membuatnya ka pok. Namun, Debi mengaku lebih suka jika mengajar siswa yang
umurnya jauh di bawahnya. Bahkan, ia punya cita-cita ingin menjadi guru mode ling dan memiliki agensi sendiri. Debi yang mengidola kan Candice Swanepoel, salah satu model di Victo ria’s Secret mengatakan dunia modeling banyak memberinya pelajaran. “Menjadi model itu harus memahami karakter pakai an yang akan kita pakai. Misalnya, kalau pakai ke baya, model harus kemayu. Kalau pakai pakaian kasual harus nge-beat. Penjiwaan pakaian ini yang harus di kuasai,” ujarnya. Selain penjiwaan itu, sebagai model juga harus fokus pada satu titik saat be raksi di catwalk. Ketika ber hadapan dengan audiens, matalah yang bicara. Semua gerakan harus dilakukan dengan benar, karena itu perlu adanya gladi sebelum pentas. Koreografi juga harus diingat dengan baik. Kalau lupa atau terjadi kesalahan, model harus bisa berimprovisasi. “Saya pernah lupa ke mana langkah selanjutnya, saya cuek saja seper ti tidak ada masalah, sampai di belakang panggung baru tertawa ngakak,” kenang perempuan yang bisa memenuhi kebutuhan priba dinya dari penghasilan sebagai model ini. Selain salah gerakan, Debi juga pernah mengalami grogi alias demam panggung. Namun, semua bisa diatasi dengan me narik napas panjang dan fokus de ngan apa yang dilakukan. Sebagai model, ia memiliki kiat khusus untuk menjaga penampilan. Pagi, ia wajib sarapan dan mengon sumsi vitamin. Sekali waktu, Debi melakukan pemijatan dengan mendatangkan tukang pijat ke rumah. Kebetulan ibunya punya langganan untuk pijat dan Debi sekalian ikut pijat. Olahraga rutin yang ia lakukan adalah jogging untuk menjaga kebugaran serta istirahat yang cukup. Kepada gene rasi muda di Bali, ia berharap mereka tidak ta kut untuk men coba tantangan. Siapa tahu dari tantangan itu bisa mendapat ilmu, bisa mendapat teman, dan bisa berbagi pengala man. Ia juga me ngatakan ingatlah untuk tersenyum. “Senyum adalah semangat. Orang lain akan bahagia jika melihat kita tersenyum,” te gasnya. –Ngurah Budi/Ratna Hidayati
INSPIRASI
4
13 - 19 JANUARI 2014
Bukan lagi Pembuangan Pencemaran lingkungan dan upaya pelestarian alam yang diakibatkan oleh sampah menjadi dua sisi menarik untuk ditelusuri dan diketahui keberadaannya.
I Nengah Merta
D
i Banjar Dinas Linggasana, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali ada pionir pencegahan kerusakan lingkungan. Sejak tahun 2002 areal itu dijadikan tempat mengumpulkan sampah oganik dan anorganik dari limbah rumah tangga maupun industri atau yang disebut dengan TPA (Tempat Pemrosesan Akhir). Dulu tempat itu dikenal dengan nama TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Digantinya kata “pembuangan” menjadi “pemrosesan” karena kata “pembuangan” dalam konteks sampah berkonotasi tidak berguna dan dibuang begitu saja. Sebaliknya, dengan kata “pemrosesan”, sampahsampah yang dikumpulkan tersebut dipilah selanjutnya sampah organik diproses menjadi kompos sebagai penyubur tanaman. Sejatinya TPA telah berdiri tahun 2000, baru beroperasi tahun 2002. Dari Kota Amlapura menuju Banjar Dinas Linggasana jarak yang ditempuh sejauh 10 km menuju arah jalan naik ke utara melewati Desa Padangkerta dan desa kawasan budaya Budakeling. Mulai memasuki wilayah ke dua desa itu, kita akan berpapasan dengan truk-truk pengangkut batu dan pasir, karena Banjar Dinas Butus, tetangga sebelah utara Banjar Dinas Linggasana adalah lokasi galian golongan C. Seluruh wilayah Desa Bhuana Giri termasuk di dalamnya Banjar Dinas Linggasana adalah aliran muntahan letusan lahar Gunung Agung tahun 1963. Memasuki areal TPA Linggasana, tiga orang petugas teknis yang sehariharinya bertugas di TPA siap menyambut. Mereka adalah Ni Wayan Nastri, S.Sos., I Komang Sukrena, dan I Dewa Putu Yasa. Luas TPA 2.195 hektare terdiri dari 332 meter persegi diperuntukkan tempat Instalasi Pengelolaan Limbah Tinja (IPLT) dan 1.687 meter persegi tempat TPA sampah. Meskipun gundukan sampah tampak basah sedikit busuk tapi areal itu masih menyiratkan kesan hijau dan asri dari rerumputan dan pepohonan yang mengitari areal TPA. PENGOSEK Meskipun saat itu siang pukul 11.00 dan hujan rintik-rintik mulai
turun membasahi bumi TPA, masih tampak para pengosek tua-muda laki maupun perempuan mengerumuni onggokan sampah yang baru saja diturunkan dari truk-truk pengangkat sampah milik Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Karangasem. Sebutan pengosek adalah istilah sebutan warga Banjar Linggasana, sebutan lain dari kata pemulung, karena dilakukan dengan cara mengorek-orek. Meskipun wajah dan pakaian kumal ciri mereka saat ngosek, mereka memiliki lubuk hati jujur, jujur akan eksistensinya sebagai kaum golongan miskin, mau dan berani berjuang demi sesuap nasi untuk mempertahankan hidup dirinya dan keluarga, dan bukan dengan meminta-minta. Mereka berbekal karung plastik dan kayu pengosek, berlomba-lomba sembari bergurau di antara para senasib mengais rezeki memilah dan memilih benda-benda yang tidak lagi berguna bagi pemiliknya, sebaliknya sangat berguna bagi para pengosek. Menurut beberapa pengosek, mereka memilih benda-benda anorganik atau barang-barang rongsokan hasil industri seperti dari bahan plastik, kaleng, besi dan sejenisnya atau barang-barang rumah tangga. Sedangkan sampah organik yang dicari untuk makanan ternak babi di antaranya nasi, sayuran, daging/ikan, kue atau makanan lainnya. Sampah anorganik yang didapat mereka kumpulkan kemudian dijual kepada pengepul rongsokan. Mereka didatangi secara berkala oleh pengepul. Sedangkan sampah organik ada yang dipakai sendiri untuk ternaknya atau dijual kepada warga sekitarnya untuk makanan ternak. Para pengosek sehari-harinya biasa mencapai 40 orang. Mereka mulai bekerja sejak pagi sampai matahari terbenam, karena tiap truk pengangkut sampah mencapai dua kali angkutan pagi dan sore. Mereka membentuk organisasi perkumpulan yang diberi nama “Lingga Sari” diketuai I Ketut Nama dengan jumlah anggota 40 orang. Perkumpulannya bergerak di bidang usaha simpan-pinjam. PROSES PENGOLAHAN SAMPAH Di sisi selatan TPA, terdapat sebuah gedung berukuran 106,25
Para pengosek mengais rejeki di antara tumpukan sampah
meter persegi tempat penyimpanan sampah plastik bekas pembungkus yang kelihatan meluber keluar karena gedungnya telah penuh sampah plastik. Di sebelah selatannya bagian bawah, terlihat gedung berukuran 220 meter persegi tempat pengomposan, alat proses pengolahan sampah organik untuk menjadi pupuk kompos. Ni Wayan Nastri, ibu dari dua anak yang sejak 2012 ditugaskan di TPA menjelaskan, proses pengolahan dan pemilihan sampah. Sedangkan di bagian depan areal TPA terdapat beberapa kolam naturasi dan pengeringan berbagai ukuran yang saat itu tiap kolam terlihat berisi air keruh rata-rata 50% karena air hujan. Menurut Wayan Nastri, tempat itu berfungsi sebagai saluran rembesan air tinja yang ada di hulu bagian utara. Juga tampak di areal bawah di arah barat daya, di sebelah selatan gundukan sampah dibuat kolam berbagai ukuran kecil dan besar dinamakan kolam lindi. Kata Komang Sukrena, kolam itu berfungsi sebagai rembesan saluran air dari gundukan sampah. Pemilihan sampah dibagi tiga, yaitu barang lapak dijual seperti kardus, kertas, kaca, plastik, aneka logam dan sejenisnya, barang yang dianggap berbahaya diamankan, sedangkan sampah organik dijadikan bahan kompos. Kemudian langkah berikutnya meliputi proses pencacahan, pencampuran dilanjutkan dengan pemupukan di atas terowongan bambu dan disiram dengan air secukupnya memerlukan waktu 1-2 hari. Langkah berikutnya kata Wayan Nastri, pemantauan suhu membutuhkan waktu 2-4 hari. Proses berikutnya memakan waktu sekitar sebulan adalah perlakuan berdasarkan keadaan suhu dan keadaan air. Selanjutnya pematangan kompos diperlukan waktu 14 hari, pengayakan dan pengepakan 1-2 hari.
Kolam Lindi, pengolah air limbah sampah
Terakhir adalah pemasaran. Menurut Wayan Nastri, hasil kompos dari TPA belum dijual ke masyarakat. “Banyak dari instansi pemerintah dan sekolah di Karangasem memanfaatkan kompos produk TPA Linggasana untuk menyuburkan tanaman termasuk tanaman yang dikelola DKP,” ujar Wayan Nastri. Dari psoses pengolahan sampah telah meghasilkan kompos sekitar 3,6 ton tiap bulan.
Abang, Karangasem, tepatnya di kaki Pura Bukit Lempuyang, masalah sampah masuk dalam awig-awig yang menghendaki tiap sangkepan wajib membawa sampah plastik. Menurut Suama, berbagai upaya telah dilakukan guna mengurangi dampak polusi sampah menjadikan berkah melalui program penangkapan gas metan yang dihasilkan oleh sampah menjadi biogas. Tahun 2014 ini pihaknya memprogramkan pengelolaan sampah plastik yang mengandung bahan alumunium foil menghasilkan minyak setara dengan minyak solar, di bawah satu tingkat dari solar atau satu tingkat dari minyak tanah. MENEMUKAN EMAS Selain pengelolaan teknis sampah TPA, ada sisi lain yang sangat menarik untuk ditelusuri. Mereka para wanita Ni Wayan Merta (40), Ni Luh Tama (70) adalah pionir pengosek yang tidak boleh termarginalkan. Mereka sejak ada TPA turut andil membantu mencegah kerusakan lingkungan. Di antara mereka adalah sosok laki-laki I Nengah Merta 40 tahun. Dia adalah salah seorang dari puluhan pengosek di TPA Linggasana. Hujan dan terik panasnya alam Linggasana tak menyurutkan perjuangan Mertha, mereka berpacu mengadu nasib. Mertha melakoni peker-
13 - 19 JANUARI 2014
MANDALIKA
21
Penanganan Kanker Serviks di NTB Terkendala Peralatan Kemoterapi Dua dari 1.000 wanita bisa terkena kanker leher rahim. Dan hampir 100% wanita bisa tercemar infeksi human papilloma virus (HPV) onkogenik, penyebab kanker leher rahim. Virus ini menyerang leher rahim. Hal ini diungkapkan dr. H. Dodik, Sp.OG., usai mendampingi Prof. Dr. Alexander AW Peters, MD., ahli Ginekologi (kandungan) dari Universitas Leiden Belanda, dalam audensi dengan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan tersebut Prof. Peter dan tim didampingi Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi dan Hj. Syamsiah Muh. Amin.
D
r. Peter yang datang dengan beberapa dokter kandungan dari Universitas Indonesia, yakni dr. Edi dan dr. Laela serta, dr. Dodik dari Universitas Mataram, datang ke Lombok untuk melihat keadaan masyarakat Lombok khususnya dalam hal kesehatan reproduksi guna penanganan kanker leher rahim. Menurut Dokter Dodik, kasus kanker leher rahim di Lombok menyebar rata di semua daerah. Karena itulah dr. Peter bersama tim akan menjalin kerjasama dengan Pemerintah NTB dalam penanganan kanker leher rahim dengan cara melakukan deteksi dini agar tidak sampai
pada tahap terjadi kanker. Deteksi dini kanker leher rahim sangat penting dilakukan mengingat perjalanan dari infeksi HPV ini hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun. Proses penginfeksian ini seringkali tidak disadari oleh para penderita, karena sebagian besar berlangsung tanpa gejala. Kanker leher rahim pada stadium awal tidak menunjukkan gejala yang khas, bahkan bisa tanpa gejala. Sedangkan pada stadium lanjut, gejala kanker serviks, antara lain perdarahan, keputihan abnormal, perdarahan sesudah mati haid (menopause) serta keluar cairan abnormal (kekuning-kuningan,
berbau dan bercampur darah). Karena itulah, harapan disampaikan oleh Dr. Laela dari UI setidaknya minimal setiap perempuan di NTB mengetahui bahaya kanker leher rahim. Untuk itu peran serta Tim Penggerak PKK NTB maupun organisasi wanita lain termasuk Lombok Tengah dan Lombok Timur yang sudah ikut dalam gerakan ini, sangat dibutuhkan. Gerakan sosial deteksi dini kanker leher rahim ini sebelumnya telah dilakukan di beberapa daerah, seperti Jakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan dan sekarang akan dilakukan di Nusa Tenggara Barat. “Dalam waktu dekat kerjasama antar Universitas Indonesia dengan Universitas Mat-
Penjelasan dr. H. Dodik Sp.OG didampingi dr Edi dan dr. Laela dari UI.
aram dan lainnya yang ada di NTB untuk membantu gerakan ini dalam sebuah aksi, akan segera terbina,” ucap Peter. Di Indonesia kegiatan ini sudah berlangsung sejak bulan April 2013 dan saat ini memasuki tahap evalausi hingga berlanjut ke Nusa Tenggara Barat. Gubernur NTB sangat mengapresiasi kegiatan sosial ini dan mengharapkan peran yang lebih banyak lagi dari Prof. Peter bersama tim untuk membantu masyarakat, terutama perempuan NTB terkait masalah kesehatan reproduksi. Untuk itulah gubernur secara khusus
akan menunjuk Dinas Kesehatan Provinsi NTB menjadi koordinator dalam menunjang kegiatan ini. Untuk menangani kanker leher rahim, di NTB masih terkendala dengan peralatan kemotrapi yang terbatas dan tenaga evologis yang belum siap. Tenaga radiologi ada, namun peralatan pendukung yang tidak tersedia yang harganya cukup mahal sekitar Rp 30 Miliar. “Ketiga hal inilah yang masih menjadi kendala sehingga pasien kanker leher rahim masih kita rujuk untuk penanganan di luar NTB,” ujar H. Dodik. -Naniek I. Taufan/Inten Indrawati
Tragedi Tenggelamnya KMP Munawar Mesin proses pengolahan sampah menjadi kompos
OLAH SAMPAH JADI MINYAK Menurut keterangan I Komang Sukrena, volume sampah yang masuk ke TPA per tahun 2012 lalu mencapai 40.601 meter kubik, berarti rata-rata per bulan 3.338,42 meter kubik. Lanjut Sukrena, jumlah truk pengangkut sampah di TPA per hari rata-rata 18 truk. Di TPA Linggasana sehari-hari, bertugas 18 orang dengan berbagai tugas dari administrasi sampai teknis. Bahkan menurut I Dewa Putu Yasa, beberapa petugas tiap hari masuk tanpa hari libur, kecuali hari Nyepi. Guna meminimalisasi bau sampah dan lalat yang dapat mengganggu lingkungan, digunakan sisten control landfill, yaitu penutupan sampah dengan tanah uruk secara berkala dan penyemprotan cairan EM4. Kepala DKP Kabupaten Karangasem, I Made Suama, S.H., M.Si., mengatakan, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengurangi pencemaran limbah plastik, kebijakan Pemkab Karangasem melalui DKP, jenis plastik pembungkus yang dikumpulkan oleh masyarakat akan dibeli Pemkab Karangasem melalui subsidi 1 kg seharga Rp 2.000, kemudian dijual kepada pemulung seharga Rp 400. Bukti kepedulian masyarakat terhadap bahaya sampah plastik di Karangasem, ada organisasi adat di Banjar Purwayu, Kecamatan
jaan sebagai pengosek sejak lima tahun lalu bersama putri semata wayangnya Ni Wayan Susanti yang kini masih duduk di bangku kelas I SMK Pariwisata di salah satu sekolah swasta di Karangasem. Sejak ditinggal istri karena cerai beberapa tahun lalu, Mertha harus kerja keras mempertahankan hidup untuk makan dan meyekolahkan anak sampai tamat. Pulang sekolah Susanti ikut berbaur dengan wanita pengosek lainnya. Menurut cerita Mertha, dulu semasih dirinya muda sekitar tahun 1990-an, dia adalah seorang pekerja keras, pernah bekerja di perusahaan pengiriman sapi sampai ke Jakarta. “Sekarang tidak ada pekerjaan lain yang saya bisa kerjakan karena tidak ada sawah-ladang yang dikerjakan,” kata Mertha pasrah. Rata-rata per hari dari hasil ngosek Mertha hanya mendapatkan penghasilan Rp 20 ribu dari jualan rongsokan dan sisasisa makanan ternak. Suka-duka menjadi pengosek di gundukan sampah, Mertha pernah mendapatkan uang Rp 100 ribu di dalam amplop dan emas 3,5 gram. Dukanya sudah menjadi risiko bagi Mertha dan pengosek lainnya. Kakinya pernah tertusuk paku dan katik sate meskipun pakai sepatu. “Tiang sempat dua bulan istirahat sakit tidak bekerja,” katanya. Pasek Antara/Ratna Hidayati
Tahun 2014 baru saja tiba. Suka cita menyambut tahun baru belum lagi usai, tiba-tiba sebuah tragedi terjadi di Selat Alas, Nusa Tenggara Barat menghentak dini hari itu. Peristiwa tenggelamnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Munawar jalur Kayangan-Pototano di Selat Alas, (3/1) Januari itu bisa menjadi pengingat bahwa kapan dan di mana pun tragedi bisa terjadi. Isak tangis keluarga korban yang datang ke lokasi mencari anggota keluarganya yang belum ditemukan terdengar pilu. Terpukulnya korban yang berhasil selamat juga kondisinya tidak kalah menyedihkan. Selain trauma akan peristiwa itu, di antara mereka juga ada yang kehilangan anggota keluarganya yang tidak berhasil mereka selamatkan. Berdasarkan manifest KMP Munawar Ferry yang dinakhodai Sudarta tersebut membawa 50 penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Kayangan ke Pelabuhan Poto Tano pukul 02.45 wita. Setelah sekitar 1,5 jam berlabuh, dalam hitungan perjalanan normal waktu tersebut, harusnya kapal sudah bisa bersiap menyandar di Pelabuhan Tano. Namun kali ini tidak, kapal mulai oleng ke kanan dan air masuk memenuhi dek kapal. Saat itu terjadi, nakhoda kapal memberi signal darurat kepada tiga kapal, Nusa Wangi, Gading Nusantara dan Marina Quinta yang ada di sekitar jalur penyeberangan. KMP Munawar sempat berusaha balik arah ke Kayangan, akan tetapi ketika berada pada
Gubernur NTB bertatap muka dengan korban KMP Munawar
posisi 180 derajat, kapal tidak sanggup lagi berada pada posisi normal sehingga perlahan-lahan tenggelam. Sebelum kecelakaan, beberapa ABK yang selamat menuturkan, sebenarnya sudah berusaha menghindari kecelakaan tragis di laut itu. Saat kapal berangkat dari Pelabuhan Kayangan dini hari itu, tanda-tanda akan kecelakaan mulai terlihat ketika air masuk melalui dek kapal. Air diperkirakan masuk dari lambung, masuk ke areal parkir kendaraan yang diperkirakan berjumlah 15 unit mobil pribadi serta truk, dan belasan sepeda motor. Melihat hal tersebut, seluruh ABK kompak meminta kapten kapal Sudarta berbalik arah. “Melihat kondisi kapal yang sudah tidak mungkin untuk melanjutkan perjalanan, kami minta agar balik arah,” kata Samsul, salah seorang ABK. Dan ketika hal itu dilakukan, kapal sudah tidak bisa tertolong.
KMP Munawar sempat mendapat bantuan dari KMP Nusa Wangi yang berusaha menarik kapal agar tidak tenggelam, tetapi gagal. Sekitar Pukul 03.30 wita, kapal akhirnya tenggelam bersama sejumlah penumpang dan muatan lainnya. Proses evakuasi terhadap penumpang dilakukan dalam waktu yang sangat cepat oleh Tim SAR Mataram, Polair Polda NTB dan TNI AL pada pukul 04.30 wita. Dini hari itu, Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur mulai ramai oleh keluarga korban yang datang mencari tahu kondisi keluarganya. Korban selamat dan keluarga korban silih berganti datang menanyakan perkembangan pencarian. Kejadian ini mendapat perhatian dari Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGH. M. Zainul Majdi yang pagi-pagi sekali langsung turun mengunjungi korban ke Pelabuhan Kayangan Lombok Timur sekaligus mengecek situasi
Pelabuhan Kayangan. Didampingi Kapolda NTB, Brigjen. Pol. Moechgiyarto, gubernur mengunjungi korban Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Munawar yang dievakuasi di Pelabuhan Kayangan yang masih shock dengan kejadian yang menimpa. Dalam kesempatan itu, Gubernur NTB mengunjungi korban dan beberapa di antaranya adalah, Indria Sari (50), Asal Taliwang Sumbawa Barat, yang terus menangis. Ia adalah satu korban selamat namun kehilangan anak dan suaminya dalam peristiwa itu. “Tolong Pak, tolong cari anak dan suami saya,” ujarnya histeris. Bagaimana ia tidak bersedih, anaknya Hafiz (3) terlepas dari pelukan saat terombang-ambing di laut. Suaminya, Murdiansyah (65) yang terpisah darinya juga ikut hilang. Nasib baik dan takdir telah menyelamatkannya, padahal ia mengaku
tidak kebagian pelampung saat kapal tenggelam. Korban lainnya Martinus (49) bersama istrinya, Lulida, yang berhasil diselamatkan. Luka Martinus asal Sumba NTT ini rupanya serius. Karena lukanya parah dan diduga patah tulang, ia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Provinsi di Mataram. Kata Dokter Wayan, petugas medis Pelabuhan Kayangan. Terhadap kejadian ini, gubernur meminta agar kelayakan kapal yang beroperasi harus diperiksa dengan cermat. Dan kepada otoritas pelabuhan, ia meminta untuk dilakukannya pemeriksaan kelayakan semua kapal baik mesin mau pun badan kapal secara menyeluruh. Kejadian tenggelamnya Kapal Motor Penyebrangan Munawar menjadi catatan penting untuk dilakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang. -Naniek I. Taufan/Inten Indrawati
Korban selamat yang berhasil di evakuasi
20
NINE
13 - 19 JANUARI 2014
Tak Bisa Menenun, Malu Bergaul Dalam membangun kebudayaan Nusa Tenggara Barat, perempuan Sasak, Samawa dan Mbojo (tiga suku yang ada di NTB), memiliki peran yang penting. Perempuan Sasak, Samawa dan Mbojo, tempo dulu memiliki keahlian dalam menenun. Bahkan, kepandaian menenun menjadi salah satu daya pikat bagi perempuan tempo dulu. “Kalau dulu tidak bisa menenun, malu bergaul,” ungkap Itam, salah seorang perempuan Mbojo yang kini berusia 65 tahun.
B
agi masyarakat Mbojo, menenun sudah diajarkan sejak anak-anak berusia dini. Untuk menunjang keahlian ini, arsitektur rumah suku Mbojo sengaja dibuat agar memiliki loteng yang luas. “Di atas loteng inilah anak-abak gadis menenun,” kata Dr. Hj. Siti Maryam Salahuddin, budayawan Bima. Begitu juga dengan Sumbawa, menenun menjadi salah satu aktivitas bagi kaum perempuan. Mereka biasanya menenun di kolongkolong rumah panggung yang sengaja dibuat agak tinggi. Hari-hari gadis Samawa banyak dihabiskan untuk menenun. Demikian pula di Lombok, gadis-gadis Sasak tempo dulu banyak memiliki keahlian menenun. Karena itulah, hingga saat ini, menenun menjadi bagian dari aktivitas kaum perempuan di NTB, khususnya yang secara turun-temurun memang memiliki keahlian menenun. Perempuan-perempuan yang memiliki keahlian menenun masih mewariskannya pada anak cucunya. Tenunan yang menjadi karya tangan perempuan NTB kini banyak diperhatikan pelestariannya guna membangun kebudayaan daerah ini. Untuk itulah, Museum Negeri NTB menggelar Pameran Tenun Sasak Samawa Mbojo, di Museum Negeri NTB, 9-10 Januari 2014. Museum Negeri NTB sengaja menggelar pameran ini agar masyarakat mengetahui tentang sejarah, teknis, fungsi dan ragam hias serta motif tenun tradisional NTB yang merupakan warisan budaya daerah ini dan kini mulai banyak dikenakan dalam kegiatan-kegiatan penting khususnya di NTB maupun nasional. “Pameran ini dilakukan untuk mengenal tautan benang merah tempo dulu, masa kini dan masa yang akan datang,” ungkap Drs. H.L. Gita Aryadi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan NTB yang mewakili Gubernur NTB memberi sambutannya. Pemerintah Provinsi NTB memberi perhatian pada perkembangan tenun tradisional ini dengan harapan bahwa tenun NTB dapat menjadi salah satu warisan budaya yang mampu bersaing dengan tenun daerah lain. Hingga saat ini, kain tenun Sasak Samawa dan Mbojo masih
memiliki fungsi estetika dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai kebutuhan, seperti kelengkapan upacara adat, pakaian adat, status sosial dan lainnya. Sentra-sentra tenun yang ada di NTB yang bertahan sejak dahulu hingga kini yaitu, di Lombok ada di Getap Mataram, Bayan Lombok Utara, Gumise-Gerung Lombok Barat, Sukarara dan Sade Lombok Tengah dan Pringgasela Lombok Timur. Sedangkan pusat-pusat kegiatan menenun di Bima ada di beberapa daerah, memiliki motif dan ciri khas yang berbeda, yakni di Kelurahan Raba Dompu, Monggonao, Raba Ngodu dan Sarae di Kota Bima yang terkenal dengan kain songket Istana Kesultanan Bima yang disebut tembe salungk atau tembe songket dan tembe nggoli. Di Desa Renda Kecamatan Belo dikenal dengan nama tembe renda. Sedangkan di Ntonggu Kecamatan Belo bagian utara dikenal dengan nama tembe ntonggu yang kebanyakan berwarna gelap, biru dan hitam. Sentra-sentra lainnya ada di Desa Sambori, Mbawa, Leu dan Donggo serta beberapa tempat lainnya. Motif hias yang paling banyak digunakan dalam tenunan Bima adalah bunga, seperti bunga samobo, bunga yang sering tumbuh di persawahan, bunga satako (bunga yang tumbuh merambat). Ada pula motif hias nggusu waru (segi delapan), bunga ka kando (bunga tunas bambu). Dua motif ini kerap dipakai untuk menutup motif tenun pada bagian atas maupun bawah atau penutup pola bagian tengah khususnya bagian belakang sarung. Saat ini, perkembangan tenun daerah NTB terbilang terus membaik dengan masih tetap aktifnya para penenun tradisional di sentrasentra tenun yang ada di Nusa Tenggara Barat. Keanekaragaman tenun NTB bisa dilihat dari cara penyebutan nama, namun ragam hias (motif) dan fungsinya mempunyai kesamaan yang menjadi benang merah pemersatu budaya antaretnik ini. Untuk menjaga kelestarian tenun tersebut di tengah berkembangnya zaman, harus diiringi meningkatnya keterampilan penenun. Persoalan motif atau ragam hias yang terus berkembang menjadi keunikan tersendiri dari tekstil tradisional NTB. Mengambil contoh kre alang kain tradisional Suku Samawa (Sumbawa, NTB) yang asli. Kalau dulu kain ini sangat berat karena terbuat dari kapas asli sehingga kalau dipakai akan terasa sekali beratnya dan sedikit terganggu memakainya karena benangnya yang kasar. Namun, seiring berkembangnya pemikiran manusia untuk memproduksi tenunan tersebut secara massal, dipakailah bahan dan benang yang lebih ringan dan halus, sehingga lebih praktis dan gampang dipakai. Untuk acara-acara adat bisa saja masih dipakai yang asli, tapi kalau untuk keperluan kesenian, seperti menari dan lainnya, rasanya terlalu ribet. Motif yang berkembang contohnya, lonto engal (bentuk melingkar), kini bisa lebih indah karena modifikasi. Tapi keaslian lonto engalnya sebagai roh masih terus dijaga dengan tidak menghilangkan motif tersebut. Lonto engal sendiri adalah tumbuhan yang menjalar (umbi jalar), di permukaan terlihat kecil namun dalamnya sangat
INSPIRASI
13 - 19 JANUARI 2014
Dodo D’Cinnamons
Jatuh Bangun Pasarkan Gitar Lokal Merintis bisnis gitar akustik ternyata tak semudah dibayangkan memainkannya. Setidaknya itu yang dirasakan Dodo D’Cinnamons saat memulai bisnis gitar akustik lokal alias buatan Indonesia.
D
Menenun menjadi bagian dari aktivitas kaum perempuan di NTB
besar. Filosofinya, kata Mustakim Biawan anak-anak yang berkelakuan banci dan sebabudayawan Sumbawa, adalah kesederhanaan gainya. (low profile). “Di luar tampak biasa-biasa saja Pembuatan umbaq di kalangan masyarakat namun sesungguhnya menyimpan sesuatu Sasak, merupakan tradisi turun termurun yang besar dengan segala kerendahan hati,” yang dilakukan setiap kelahiran seorang anak, katanya. Terlihat bahwa satu motif yang ham- baik laki-laki maupun perempuan dibuatkan pir semua dimiliki oleh kain tenun tradisional umbaq oleh orang tuanya. Pembuatan yang dari berbagai daerah tersebut adalah motif mengharuskan keikutsertaan garis keturunan pucuk rebung, meskipun ada juga yang me- tersebut memberi arti tersendiri yakni, wamodifikasinya. Filosofi akan kekuatan tersebut hana silaturrahmi atau pemersatu keluarga. hadir sebagai pemersatu etnik. “Pucuk rebung, Umbaq termasuk kain yang disakralkan karsulit tumbang meskipun angin kencang meng- ena sewaktu dibuat melalui upacara ritual hantam,” katanya. dan ditenun oleh para wanita yang memiliki Ragam motif tenun dari tiga suku ini tampak kemampuan teknis maupun spiritual serta dari motif dan corak kain tenunan. Samawa syaratnya saat menenun adalah wanita yang yang memamerkan tenun bernama kre alang tidak sedang dalam keadaan haid atau wanita terbuat dari benang katun dan benang perak, yang sudah menopause. dihias dengan motif sulur daun (lonto engal), Satu koleksi kain tenun Sasak dalam pamcepa, tumpal dan geometris. Berfungsi sebagai eran tersebut bernama subahnala yang corak kelengkapan pakaian adat suku Samawa pada motif hiasnya menunjukan kemiripan dengan saat upacara perkawinan, khitanan dan lain- corak motif hias kain songket Bali Utara yang lain. “Dinamakan kre alang, karena dulunya disebut songket kekurungan. Menenun kain kre (kain) Sumbawa tersebut ditenun oleh songket subahnala ini, merupakan pekerjaan para gadis di atas alang (loteng) rumah,” kata yang cukup rumit mengingat ragam hiasnya Mustakim. Wajar saja, gadis zaman dahulu tidak memenuhi seluruh bidang kain, sehingga banyak yang bebas turun dan bermain di luar dibutuhkan kesabaran, ketelitian dan waktu rumah. Bahkan, mereka lebih sering berada di yang agak lama, minimal sebulan satu kain. atas loteng untuk menenun. Konon, seorang penenun dulu, merasa senang Tembe songke (kain songket) Bima, juga kini dan puas karena mampu menyelesaikan songterbuat dari benang katun dan benang perak ketnya dengan cepat, serta merta mengucap dengan motif cepa, bunga setangkai (bunga kalimat Subhanallah (maha suci Allah). Lama setako) dan motif geometris yang berfungsi kelamaan karena pengaruh ucapan setempat sebagai kelengkapan pakaian adat suku Mbojo menjadi subahnala dan hingga kini kain tenun utuk upacara-upacara tradisi, perkawinan dan motif ragam hias yang memenuhi bidang kain sebagainya. Sedangkan Sasak yang kini memiliki tersebut dikenal secara luas dengan nama beberapa sentra kerajinan tenun ini, beberapa songket subahnala. koleksi yang dipamerkan tersebut antara lain -Naniek I. Taufan/Inten Indrawati lempot umbaq, yang terbuat dari benang katun dengan motif garis-garis lurus, yang pada ujungnya diberi mata uang logam melalui sebuah upacara adat “pegat umbaq”. Kain ini berfungsi sebagai kelengkapan upacara adat seperti pera api (putusnya tali pusar bayi), ngurisan, sunatan, sorong serah aji karma dan upacara mengayu-ayu. Umbaq dipercaya memiliki fungsi magis di kalangan masyarakat Sasak. Sehingga, seringkali dipakai dalam peristiwa keseharian misalnya, umbaq ragi embung putting, dibuat untuk dipakai sebagai sarana mengobati anak yang suka makan kotorannya sediri. Umbaq ragi selemang, dibuat untuk dipakai sebagai sarana merawat anak yang nakal agar baik dan patuh pada orang tua. Umbaq ragi bidadari ngamuk, dibuat untuk merawat anak yang suka marah atau sering mengamuk. Umbaq ragi buaq bunut dibuat untuk merawat anak yang sering bisul. Umbaq ragi budi dana untuk merawat anak-anak yang rewel. Umbaq Ragam motif tenun masyarakat NTB ragi budi sardi, untuk merawat
5
ua tahun pertama tokonya begitu sepi dan itu nyaris membuatnya frustasi. Beruntung ia cepat sadar bahwa menjalankan bisnis dengan pure idealism, tidaklah mudah. Harus ada strategi tertentu. Vokalis grup band D’Cinnamons ini pun langsung banting setir. Ia pun mengawinkan antara idealisme dan keinginan pasar. Hasilnya, bisnisnya pun mulai berkembang bahkan mulai dikenal oleh para penggemar gitar akustik di mancanegara. “Aku buka bisnis ini karena hobi dan kecintaanku pada gitar akustik. Dalam perjalanan menekuni gitar sejak SMP sampai sekarang, aku menemukan, gitar akustik buatan lokal tak kalah bagusnya dengan buatan luar, bahkan dengan gitar yang memiliki brand sekalipun. Fakta bahwa pengrajin gitar kita ternyata mampu melahirkan produk berkualitas itulah yang mendorong saya ingin mengangkat produk dalam negeri,” tutur Dodo yang bernama lengkap Diana Widoera. Misi Dodo dalam menjalankan bisnisnya bukan sekadar mencari keuntungan materi semata tapi ingin mengedukasi pasar, khusus para pencinta gitar akustik dalam negeri untuk mencintai produk negeri sendiri. Di tokonya yang juga menyediakan segala perlengkapan gitar juga ada bengkel servis, orang bisa bertanya berbagai hal tentang gitar. “Bagi saya sendiri, meski sudah mengenal gitar puluhan tahun, saya masih terus belajar tentang seluk-beluk gitar yang juga mengalami perkembangan,” tambah wanita kelahiran Bandung, 16 Maret 1983 ini. Untuk mendapatkan gitar-gitar berkualitas buatan daam negeri, Dodo berkeliling mendatangi para pengrajin gitar. Ia memberi wadah bagi para pengrajin itu untuk menjual produknya. Ternyata impiannya menyosialisasikan gitar dalam negeri, tidak semudah dibayangkan, di tengah serbuan gitar-gitar produk Cina yang memasuki Indonesia. Belum lagi dari sisi harga, produk dalam negeri lebih mahal dibanding produk Cina untuk kelas serupa. Inilah salah satu tantangan yang harus di-
hadapinya. Ditambah lagi masalah bahwa umumnya pencinta gitar akustik dalam negeri yang lebih suka membeli gitar bermerek luar negeri meskipun harganya sangat mahal. Tak mengherankan, dua tahun menjalankan bisnis produk gitar akustik dalam negeri, tokonya sepi pembeli. Kebanyakan orang-orang hanya datang melihat-lihat isi toko yang semuanya gitar dalam negeri. “Dua tahun pertama sungguh berat. Ibarat hanya menunggui nyamuk. Yang saya jual semua produk Indonesia, padahal mungkin orang datang ingin cuci-mata melihat produk lain juga. Ada perasaan sedikit frustasi. Saya merenung, apa yang kurang, apa yang tidak tepat, itu yang harus diperbaiki. Hal penting lainnya adalah berjuang. Jadi ketika semua hal dirasakan sudah baik, yang harus dilakukan adalah memperjuangkannya agar berhasil. Dan itulah yang saya lakukan,” ungkap pendiri grup band D’Cinnamons ini. Dari berbagai masukan yang ia dapat, akhirnya dia sadar, tidak mudah menjalankan apa yang dia ingin hanya berlandaskan idealisme. Karena bagaimana pun, dia harus memperhatikan keinginan/tren pasar. Sejak itu, toko Dodo pun mulai memajang produk-produk luar negeri. “Agar bisnis ini bisa berjalan saya mengubah strategi, agak menekan idealisme saya. Meski begitu, saya tetap memberi tempat pada pengrajin lokal untuk menjual produknya di tempat saya. Hanya saja tidak semua, sebagian adalah produk luar negeri. Di sisi lain, upaya saya mengedukasi pasar tentang keunggulan produk dalam negeri, juga tetap berjalan. Misalnya, ada pembeli yang datang dengan kebingungan atau belum menentukan mau beli produk mana, maka saya bantu. Misalnya, saya ambilkan buatan lokal dan buatan luar dengan kelas yang sama, lalu saya memperdengarkan suaranya. Biasanya banyak dari mereka tertarik beli produk dalam negeri karena suaranya lebih bagus,” tutur Dodo.
Dodo, Bona, Nana saat syuting album Atlantis
Dodo
SAMA-SAMA BERSINAR Dodo sendiri berasal dari keluarga penyuka musik, khususnya gitar. Sejak usia tujuh tahun Dodo yang memiliki suara unik ini, diperkenalkan dengan piano. Kemudian ia merambah ke gitar pada saat kelas 1 SMP. Sejak itu, ia menjadi begitu cinta pada gitar dan alat musik itu menjadi andalannya saat tampil di berbagai acara-acara musik. Saat kuliah pun hobinya bermusik terus berlanjut sampai akhirnya ia mendirikan band D’Cinnamons pada 2004. Dalam band itu, wanita cantik ini bukan hanya bermain gitar tapi juga sebagai vokalis dan pencipta lagu. Kekhasan yang dimiliki D’Cinnamons, membuat band ini berhasil meraih popularitas dan akhirnya menyabet penghargaan piala IMA (Indonesia Movie Award) 2008 sebagai soundtrack terfavorit. Band ini sempat terpuruk ketika sejumlah anggotanya mengundurkan diri dan Dodo gagal mencari pengganti yang tepat. “Itu masa-masa sulit bagi kami. Saya sempat pasrah, meski ada suara lain dalam hati saya yang mengingatkan agar tidak mudah menyerah karena pasti akan datang bantuan. Benar saja, tak lama kemudian, saya dapat telepon dari Nana (bassis D’Cinnamon) yang melamar sebagai bassis,” ucapnya. Sekarang D’Cinnamon yang sudah menemukan rohnya, kembali berkibar di belantika musik Indonesia. Di sisi lain, kebahagiaan Dodo terasa lengkap karena bisnis gitarnya mulai bergulir baik. Bisnis yang dibangunnya di awal 2010, mulai menunjukkan hasil di tahun 2013. Para pembeli mulai berdatangan karena mereka menganggap toko gitar Dodo menyediakan fasilitas lebih yakni memberi mereka konsultasi tentang gitar. Dalam kesempatan konsultasi itu pula, tak lupa Dodo mempromosikan gitar-gitar buatan dalam negeri. Tanpa sadar, kata Dodo, tokonya menjadi dikenal sebagai tempat mencari gitar buatan dalam negeri berkualitas bagus. Kata Dodo, itulah promosi getuk-
tular yang sekarang dia nikmati hasilnya. Bahkan, ucap Dodo lagi, para penggemar gitar akustik luar negeri pun datang ke tokonya, memburu gitar-gitar dalam negeri yang berkualitas bagus. “Mereka datang ke saya, khusus mencari gitar buatan dalam negeri. Mereka berani membayar mahal, tanpa menawar. Di satu sisi saya senang mendapat keuntungan dari bisnis ini, tapi di sisi lain, saya bahagia karena gitar produksi dalam negeri mulai dikenal publik gitar mancanegara, seperti Jepang dan Kanada. Ketika saya tanya dari mana tahu tempat ini, mereka menyebut dari internet. Lain dari itu, mereka merasa penasaran dengan gitar buatan Bandung hahaha. Saya gembira mereka memuji-muji produk gitar dalam negeri,” kata Dodo yang menjual produk dari harga Rp 700 ribu sampai Rp 36 juta. – Diana Runtu/Ratna Hidayati
l i f e s to ry
6
13 - 19 januari 2014
N i Waya n M u r n i a s i h
Dari Penggemar Jadi Pengasuh Ni Wayan Murniasih, B.A., S.Pd. bisa disebut perempuan multitalenta, khususnya di bidang seni tradisional Bali. Perempuan yang terkenal dengan nama Luh Camplung atau Desak Rai adalah pengasuh “Dagang Gantal” di RRI Denpasar sejak tahun 1991. bareng dengan grup arja 60an. Saya pengagum Ketut Ribu sejak kecil,” ungkapnya. Ia pun lantas tergabung dalam Arja RRI yang kemudian pentas kemana-mana.
Murniasih alias Luh Campung
M
urniasih men gakui dirinya penggemar arja. Terkadang, Mur niasih kecil sampai menangis agar diizinkan ikut menonton arja. Si aran arja di radio tiap Minggu pun, tak pernah dilewatkannya meski harus mendengarnya di rumah tetangga. Maklum, saat itu keluarga Murniasih belum memiliki radio. Memasuki jenjang pendidik an menengah, ia memilih SMKI Denpasar (Kokar) dan pendidikan tingginya di ASTI (sekarang ISI Denpasar). Tahun 1982, kakakkakak kelasnya memiliki kelompok kesenian arja. Kebetulan, pemeran Condong/Inya (pengiring Galuh) berhalangan. Jadilah, Murniasih diminta menggantikannya. Ia ce pat belajar karena memang sudah sering menonton kelompok ini berlatih. Pemeran Galuh saat itu Bu Bandem, dan Bu Sri Ratih (ibunda mantan Rektor ISI Pak Rai) sebagai Mantri Buduh. “Karena sudah tiap hari menonton mereka latihan, saya jadi tahu seperti apa harus memerankan Condong,” kisahnya. Tamat ASTI, Murniasih mela mar kerja ke RRI Denpasar di bagian Kesenian. “Bermodalkan pengalaman pernah berperan se bagai Condong, saya melamar ke RRI yang kebetulan membutuhkan pemeran Desak Rai,” ujarnya. Tahun 1987, ia diminta mencoba memerankan Desak Rai, bersamasama pemain arja senior lainnya angkatan 60an yakni almarhum Ketut Ribu (Mantri Buduh), Cok Kartini (Limbur), dan Jero Ratna (Galuh). “Saya sangat senang seka li, dan tak menyangka bisa bermain
DAGANG GANTAL Ketika RRI membuat program dagang gantal sebuah acara obrolan semacam talk show, Murniasih dengan nama udara Luh Cam plung menjadi pengasuh bersama Bli Gede Tomat dan Bli Nyoman (pembeli). Siaran ini amat khas, yakni mengudarakan lagu-lagu klasik yang langsung didendang kan oleh pencinta acara ini dari rumah melalui telepon atau datang langsung ke studio. Lagu-lagu yang didendangkan tersebut adalah lagu-lagu langka yang terancam punah. Acara ini memiliki andil dalam menggali dan melestarikan lagu-lagu tradisional Bali. Tahun 1991 acara ini berdurasi 10-15 menit. Namun, karena permintaan pemirsa yang mulai menyu kai acara ini durasi nya ditambah menjadi 30 menit, yang diisi dengan macecimpedan. “Setelah berjalan beberapa lama, Bli Nyoman pindah ke Mataram, hanya ting gal saya dan Bli Gede Tomat,” ungkapnya. Acara Dagang Gan tal terus berkembang. Banyolan-banyolan antara Luh Camplung dan Bli Gede Tomat kian menarik perhatian p e m i r s a . Re s p o n s pemirsa pun diapre siasi hingga menambah durasi acara ini menjadi 1 jam yang diisi dengan gending-gending (lagulagu). Dialog interaktif antara pengisi acara dan pemirsa senan tiasa ramai. Pemirsa/ penggemar bisa men girimkan tembang-tembang, baik kekawin atau kidung. Mereka yang tak memiliki sarana telepon juga bisa ber hubungan dengan sesa ma penggemar melalui pengiriman tembang
dengan kartu. Dagang Gantal cu kup fenomenal. Mereka (penggemar) menjadi “gila” dalam proses kreatif khususnya untuk bisa menembang den gan baik. Sehingga, tak sedikit lantas di antara penggemar membentuk sekaa pesantian. Salah seorang penggemarnya Gurun Sudiana yang bernama asli Ketut Su litra, asal Lembongan, Nusa Penida. Ia sampai beberapakali menye berang lautan dari Lem bongan ke Denpasar hanya untuk bisa me nyumbangkan gending langsung ke teman-te mannya di Lembongan. Menurut pengakuannya yang dikutip Murniasih, di Lembongan ia mem bentuk pesantian untuk belajar makekawin dan mekidung. Sebelumnya, Sulitra tidak pernah tergugah untuk mempelajari sastra daerah. Namun, sejak menjadi penggemar Dagang Gantal, ia ter
Pementasan arja remaja binaan Ibu Nyoman Candri saat pentas pertama kali di Art Centre. Murniasih (kiri) berperan sebagai Desak Rai
tarik untuk belajar menembang. Hubungan pengasuh/pengisi acara dengan pendengar inilah yang menjadi salah satu hal yang membuat Dagang Gantal makin
digemari. Saking eratnya hubungan antara pengasuh dan penggemar Dagang Gan tal ini, sampai-sampai se ring mengadakan kegiatan dharmayatra. “Dharmayatra ini menjadi kegiatan unggul an Dagang Gantal. Agustus 2013, kami dharmayatra ke Pura Gunung Salak, Bogor,” ucap Luh Camplung. Kini selain mengasuh acara Dagang Gantal yang mengudara tiap hari pukul 10.00-12.00, Murniasih juga membentuk Sanggar Rare Agon yang diikuti anak-anak SDN 9 Sumerta Kelod. Ia pun kerap membina seka arja yang ada di masyarakat, melatih tari, mesantian, mekidung, dan merias Bali. “Saya berencana belajar ngedalang, biar lengkap bisa semua,” imbuhnya. –Inten Indrawati
13 - 19 januari 2014
S U D U T PA N D A N G
19
Jangan Ada Kepentingan Terselubung Sudah jadi rahasia umum, banyak orangtua di Denpasar merasa galau dengan kondisi pendidikan anak mereka. Keluhan utama mereka, dilema antara mengikutsertakan anak mereka les mata pelajaran atau tidak. Problemnya, yang memberikan les adalah guru kelasnya. Ketika si anak tak ikut les, nilai pelajaran mereka di sekolah anjlok. Kabarnya, guru memberikan bocoran soal ulangan di tempat les. Sebagian orangtua mengeluhkan hal tersebut, tapi merasa tak berdaya. Mau tak mau, mereka ikutkan anak les. Dugaan guru mengabaikan profesionalisme demi menebalkan isi kantung pribadi pun menyeruak. Di sebuah SD negeri di Denpasar, satu siswa dipungut biaya les Rp 150 ribu. “Satu kelas siswanya 50 orang. Tinggal dikali saja, berapa bayaran yang didapat guru dari les,” ungkap salah seorang orangtua yang tak mau disebutkan namanya.
“L
es mata pelajar an seharusnya hanya untuk anak yang belum mencapai kompetensi yang diharap kan. Misalnya, anak ini kurang dalam suatu mata pelajaran tertentu, dia boleh diberikan pelajaran tambahan di sekolah. Mungkin semacam reme dial. Beberapa SD sudah menerapkan ini. Tetapi, jangan ada kata wajib,” tegas Dra. Tjok Istri Mas Minggu Wathini, M.Pd., Ketua IGTKI-PGRI Bali dalam diskusi terbatas “Mencer
mati Pendidikan Dasar di Kota Denpasar” yang diadakan Mingguan Tokoh, Rabu (8/1). Tjok Minggu sangat tidak setuju jika ada les massal di rumah guru. Apalagi ada fenomena guru mem berikan soal-soal yang akan diuji kan di sekolah saat les. Dampaknya, anak yang tidak ikut les, nilainya lebih rendah. Akhirnya orangtua yang anaknya tidak ikut les, mau tak mau jadi mengikutkan anaknya les. “Dinas Pendidikan atau sekolah harus membuat peraturan, les mata pelajar
/Ngurah Budi
N. Mulyathi
Putu Rumawan Salain
Tjok Istri Mas Minggu Wathini
an hanya untuk anak yang kom petensinya belum tercapai. Sekolah membuat program, paparkan pada anak dan orangtua. Beri pemahaman. Karena kadang, ada saja anak atau orangtua yang merasa diperlakukan berbeda ketika anaknya harus ikut les sedangkan ada anak tidak perlu ikut les,” paparnya. Kepala TK Negeri Pembina Den pasar Ni Nyoman Darmini, S.Pd., M.Pd. berpendapat sama. “Les mata pelajaran yang diberikan guru sebai knya dilakukan di sekolah, bukan di rumah guru. Dinas Pendidikan harusnya berperan aktif dalam hal ini,” katanya. Putu Wahyu Wismarini, S.S., guru Bahasa Inggris SDN 8 Dauh Puri, Denpasar melihat dari sudut pandang yang berbeda. “Bagaimana kalau ada kepentingan bagi guru yang bersangkutan? Kalau guru yang berstatus PNS, tidak masalah jika mereka tidak memberikan les. Tetapi, bagi guru honorer, hal ini bisa menjadi sarana untuk menambah penghasilan mereka. Dalam sebulan, mereka bisa dapat tambahan Rp 400 ribu. Di sisi lain, banyak orangtua yang khawatir anaknya ketinggalan, jadi memilih mengeleskan anaknya. Orangtua takut duluan. Kalau tidak ikut les, anaknya ketinggalan. Saya juga pu nya anak. Saya tidak mau anak saya
Tergantung Kesepakatan Kepala Dinas Pendidikan, Pe muda dan Olahraga Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya menilai penggunaan kata les di sekolah itu kesannya negatif. Ia lebih senang jika digunakan kata pengayaan materi. “Les itu tidak hanya di sekolah, di luar sekolah ada les renang, les musik, les tari. Tugas sekolah adalah menyiapkan peserta didik dengan memberikan jam pelajaran sesuai jadwal. Kalau ternyata dirasakan kurang, boleh ada pendampingan intensif atau pendampingan sore. Pendampingan ini dilakukan di luar jam normal. Ini tentu benefitnya untuk siswa. Tetapi jika jam pelajar an di kelas dirasa sudah cukup, tidak perlu ada pengayaan lagi,” tandasnya. Sekarang tergantung kesepakat an sekolah dan orangtua siswa apakah mau ada pengayaan atau tidak. Secara tertulis memang tidak ada aturan atau instruksi yang mengatur pengayaan ini. Biasanya, menjelang UN, tanpa instruksi pun sekolah akan mengadakan pengayaan. Pengayaan ini bisa di lakukan di rumah atau di mana saja oleh guru atau pun masyarakat.
I Gusti Ngurah Eddy Mulya
Pengayaaan ini agar anak-anak tidak membuang waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Intinya adalah kesadaran sekolah, ortu, dan siswa. Tidak boleh ada paksaan dan tidak ada diskriminasi. “Namanya pengayaan materi tentu untuk menambah teknik-teknik penyelesaian soal, kalau berkaitan dengan akademis. Anak-anak ini dipandu untuk mencapai tingkat kemahiran di suatu bidang. Kalau
pemberian kisi-kisi itu wajar. UN juga melakukan hal yang sama. Ada pemberian kisi-kisi agar siswa tidak melenceng dari koridor yang ditetapkan. Latihan terus-menerus akan meningkatan kepekaan siswa. Soal caranya terserah masingmasing. Kecerdasan tidak cukup hanya intelegensia tetapi harus ada kecerdasan emosional dan kecer dasan spiritual,” ujar alumnus S-2 Magister Ekonomika Pembangunan UGM Yogyakarta yang kini menem puh pendidikan S-3 Ilmu Ekonomi di Universitas Udayana ini. Ia juga mengatakan aturan tertulis yang mengatur tentang guru tidak boleh mengadakan les di luar sekolah tidak ada. Pria kelahiran 24 September 1968 ini mengakui ada hukum perkotaan. Ketika orangtua sibuk, anaknya diarahkan les. Satu sisi agar anaknya mendapat pela jaran tambahan, satu sisi karena di rumah tidak ada yang menjaga. “Sepanjang pengayaan itu melatih kepekaan dan intuisi dalam me nyelesaikan soal-soal serta mengisi waktu luang agar bermanfaat, silak an saja,” tegasnya. – Ngurah Budi/ Ratna Hidayati
Ni Nyoman Darmini
Putu Wahyu Wismarini
ketinggalan,” ujarnya. Tjok Minggu tak sepakat de ngan ide les itu untuk meningkatkan kesejahteraan. “Kalau guru mem berikan les dengan tujuan menambah pendapatan, jelas salah. Les tambahan diberikan karena anak harus me menuhi kompetensi. Kalau finansial yang diutamakan, les itu melenceng dari tujuan. Les bukan untuk me nambah pendapatan guru. Sekolah harus membuat kebijakan, les mata pelajaran adalah untuk meningkatkan kompetensi siswa agar siswa men capai kompetensi yang ditetapkan,” tegas mantan Kepala TK Negeri Pembina Denpasar ini. Ia juga tak menampik adanya guru yang memberikan les untuk menambah kompetensi siswa tetapi caranya salah. Hal yang dilakukan guru “bertanggung jawab tapi tidak bertanggungjawab” adalah mem berikan soal yang akan dikeluarkan keesokan harinya. Seharusnya les untuk peningkatan materi pelajaran. Anak-anak jika makin sering diberikan materi pelajaran, itu akan melekat di memorinya. N. Mulyathi, Kepala SD Cipta Dharma Denpasar mengakui kalau orientasi duit yang diprioritaskan, tujuan pendidikan melenceng dan amburadul. “Sekarang sulit jadi guru. Satu sisi anak perlu kita. Sekolah harus mengelola dengan baik situasi ini. Kalau anak sudah mampu, mengapa harus les. Seringkali orangtua sibuk mengejar karier. Anak diserahkan ke guru dan sekolah. Zaman dulu anak-anak sempat bermain dan ber sosialisasi. Sekarang pulang sekolah, taruh buku, ganti pakaian, berangkat les,” kata Guru Ajeg Bali dan Kepala Sekolah Berprestasi ini. Bagi Putu Rumawan Salain, e lemen dasar pendidikan adalah mendidik manusia agar menjadi manusia seutuhnya, bukan menjadi robot. Ada pendekatan psikologis. Empati dan simpati ke anak didik harus lebih intensif agar ada perasaan memiliki. Rumawan menilai ada beberapa poin yang perlu digarisbawahi terkait les mata pelajaran ini. “Les bergerak di ranah kecerdasan, pemanfaatan waktu luang, dan kesejahteraan. Orangtua berpikir, mereka bekerja, mereka ingin anaknya baik-baik saja selama mereka bekerja. Karena itu, orangtua pun memperpanjang ak tivitas anak dengan les. Pendidikan pun dilepas begitu saja. “Siapa yang tak ingin anaknya cerdas? Persoalan nya, mengapa kecerdasan itu diukur dengan nilai? Kita terlalu matematis mengukur manusia,” katanya. Les juga mengindikasikan adanya kepentingan tripartit antara guru, orangtua, dan siswa. Ketika guru
bersertifikasi, ia wajib memiliki 24 jam kerja. “Di sekolah negeri, saya melihat guru itu seperti super market. Satu guru mengajar banyak mata pelajaran. Seharusnya, kita memperbanyak guru mata pelajaran, jangan ada lagi ‘guru supermarket’,” katanya. Selain itu, les juga terkait kuri kulum. “Seperti apa blue print pen didikan di Bali?” tanyanya. Konsep Tri Hita Karana harusnya masuk ke konsep muatan lokal. Les hanya untuk anak yang perlu. Caranya, serahkan pada guru. Di sisi lain, les itu jadi tren. Kalau anaknya tidak les, orangtua galau. Pendidikan ini jadi muatan komoditas dan politik. Peraturan yang dibuat jus tru menyuburkan lembaga les. Buka lembaga les, laku. “Indonesia terlalu pragmatis. Benar nggak sih masih ada student based learning. Berapa persen dari seluruh siswa yang mau aktif? Berapa persen anak didik kita yang berhasil? Kita kembali ke basis kom petensi. Kompetensi harus dipahami dan endapkan sebentar. Kompetensi ini berkaitan dengan bakat atau tidak? Kalau di luar negeri, kompetensi tidak berdasarkan kompetensi akademik saja,” kata Rumawan. Tjok Minggu menambahkan, mendidik anak harus dilakukan de ngan benar. Anak memiliki kemam puan yang berbeda. Ada anak yang menonjol di bidang akademis, ada yang menonjol di bidang keterampil an. Semua itu harus diperhatikan. Karena itu, ia sangat setuju jika rapor anak sekolah tidak menggunakan peringkat. Artinya, prestasi di seko lah jangan diukur dari sisi akademis saja. Bisa saja, si anak biasa saja di akademis, tetapi dia punya prestasi di bidang lain. “Mari mendidik anak bangsa sesuai potensi yang dimiliki. Jangan ada kepentingan lain yang terselubung,” susul Tjok Minggu yang juga aktif di organisasi PGRI, PKK, dan WHDI Bali ini. Rumawan yang juga dosen Fakul tas Teknik Arsitektur Universitas Udayana mengingatkan tentang perlunya kembali ke kearifan lokal. Apalagi Denpasar sudah mencanan gkan diri sebagai Kota Berwawasan Budaya. Konsep tiga A, arep (hadir), atep (dekat), acep (memikirkan) harus dijadikan pedoman. “Guru itu profesi, tidak cukup dengan portofo lio. Guru harus jadi panutan. Etika dan moral harus dijunjung tinggi. Ma sak hanya dibayar sekian ribu rupiah, guru melacurkan diri?” kata pengge mar musik dan fotografi ini. Terlepas dari itu, bagi siswa SD, ke depannya, mereka pasti lulus walau tanpa angka. Kalau sudah begitu, apakah les mata pelajaran masih perlu? – Ngurah Budi/ Ratna Hidayati
D AYA C I P TA
18
13 - 19 januari 2014
W
alau demikian, kemajuan ter sebut bukan nya tanpa tan tangan. Kegiatan memotret budaya yang berkenaan dengan religi di beberapa tempat mulai dianggap mengganggu. Keluhan bukan saja dari subjek yang difoto tetapi antar sesama fotografer yang memotret juga sering muncul masalah. Hal ini bisa terjadi karena ba nyak orang lupa tentang pentingnya proses dan rasa ketika memotret. Banyak diantara kita yang ter lalu fokus mendapatkan hasil dan mengh alalkan segala cara. Yang perlu disadari, subjek pemotretan budaya adalah manusia mahluk dengan akal dan budi. Maka sudah seharusnya kita mengutamakan rasa dan kepatutan ketika memotret. Berkenaan dengan tantangan
yang dihadapi, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika hendak memotret aktivitas manusia yang berkenaan dengan budaya maupun religi: a. Tetapkan tujuan memotret Semua orang boleh me motret, tapi tidak semuanya mempunyai tujuan yang sama. Ada yang melakukannya se bagai hiburan, belajar hingga mereka yang serius bekerja melakukan proyek dokumen tasi. Menetapkan tujuan pen ting untuk mengetahui sejauh mana Anda akan bergerak ketika memotret dan mem pengaruhi persiapan yang dibutuhkan. b. Mengerti tentang subjek foto Pengetahuan tenta ng subjek foto penting sebagai previsualisasi dan mening katkan peluang keberhasil an memotret. Lakukan riset dengan membaca referensi yang berkenaan dengan acara budaya atau keagamaan tersebut. Ketahui juga tentang apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan ketika hendak memotret nanti. c. Sosialisasi dan komunikasi dengan subjek foto Hal pertama yang perlu di
Pembersihan simbolis pralingga Ida Batara (simbol Tuhan) yang dilakukan di tepi pantai Lembeng, Gianyar. Dengan mengetahui rangkaian upacara bahwa menyentuhkan kaki ke air laut merupakan bagian akhir prosesi Melasti. Cukup mudah bagi fotografer bersiap dan memotret dalam jarak cukup dekat. Tidak seperti ketika persembahyangan, fotografer harus menjaga jarak agar tidak mengganggu.
lakukan ketika berada di lokasi pemotretan yaitu bersosialisasi dengan lingkungan yang hendak difoto, jangan langsung memotret. Lakukan komunikasi secara reguler agar diperoleh pemahaman tentang subjek foto. Setelah keberadaan
seharusnya mentaati aturan yang disampaikan penyelenggara. Anda perlu memperhatikan cara ber pakaian, berbicara, berprilaku, dimana boleh memotret, mem inta izin sebelum memotret dan sebagainya. Perhatikan juga etika
Budaya memasak tradisional masyarakat Papua ketika dilangsungkan upacaraupacara penting seperti penyambutan tamu, dsb. Selalu perhatikan sekeliling ketika memotret, jangan sampai Anda tertimpa batu panas yang sedang diangkat.
Anda diterima, barulah memotret, dengan cara ini lebih mudah mem peroleh foto yang diinginkan. d. Perhatikan etika memotret Tidak segala cara bisa dilaku kan ketika memotret. Seorang fotografer datang sebagai tamu sehingga sudah
Ritual sakral Ngusaba Puseh Desa Selumbung, Kabupaten Karangasem. Izin kepada pemangku adat, aparat maupun tokoh desa diperlukan. Aturan yang tidak memperkenankan bagi siapapun berdiri selama prosesi berlangsung harus dipatuhi termasuk bagi fotografer.
l i f e s to ry
7
Liburan Berujung Maut
Memotret Budaya Indonesia dengan ribuan pulau dan ratusan suku merupakan salah satu negara yang memiliki keragaman budaya terbesar di dunia. Kepariwisataan Indonesia juga banyak mengandalkan keragaman dan ke unikan budaya sebagai nilai jualnya. Saat ini terdapat peningkatan keinginan orang berwisata dan fotografi menjadi budaya baru yang menyatu dengan aktivitas tersebut. Pemandangan orang berjepret ria menggunakan kamera handphone hingga DSLR sudah jamak ditemui.
13 - 19 januari 2014
memotret bersama fotografer lain, jangan sampai saling mengganggu. e. Persiapan alat dan teknik memotret yang sesuai Sudah menjadi kewajiban bagi Anda untuk mengerti dan men guasai peralatan yang dimiliki. Apa kelebihan maupun kekurangan masing-masing alat, baik itu kamera
handphone, kamera saku hingga DSLR. Kita juga paham kapan kita membutuhkan memakai lensa wide, tele, flash, tripod, monopod, dan lainnya ketika memotret. Teknik memotret yang sesuai juga perlu diperhatikan. Misalnya ketika tidak boleh berada di depan atau terlalu dekat de ngan orang bersembahyang, jangan memaksakan diri me motret dengan lensa wide apalagi fish eye, pakai alter natif dengan menggunakan lensa tele. Contoh lain pada pemakaian flash juga perlu cermat, apakah akan meng ganggu atau tidak. Jika meng ganggu atau memang tidak dizinkan memakai flash, se bagai gantinya Anda bisa coba naikkan ISO untuk merekam momen dengan cahaya apa adanya. Dari uraian diatas, bisa dipahami bahwa untuk me motret subjek manusia apa lagi yang berkenaan dengan acara budaya dan keagamaan kita membutuhkan proses. Bagaimana proses foto dihasilkan akan lebih penting dari hasilnya sendiri. Anda akan lebih bahagia memotret jika bisa menghasilkan foto yang baik dengan cara yang benar bukan. Kita berharap keberadaan fo tografi memberikan kontribusi positif dalam kegiatan dokumentasi budaya guna menjaga dan meles tarikannya. Jadi mengerti dan cintai apa yang kita kerjakan, mari jelajah dan abadikan Indonesia. -IB Andi Sucirta/Wirati Astiti
Adu ketang kasan bertarung bersenjatakan pemukul rotan dan tameng berbahan kulit di Lombok. Di beberapa tempat dilakukan sebagai ritual untuk mendatangkan hujan, juga sebagai olahraga dan hiburan. Jaga jarak dari para petarung, karena bukan tidak mungkin Anda terkena pukulan rotan jika terlalu dekat.
Meski dapat menerima kejadian tra gis itu, Indriansari (35), masih tam pak s edih. Kepergian suami dan salah seorang anaknya dalam kecelakaan tenggelamnya KMP Munawar Ferry, Jumat dini hari 3 Januari 2014, adalah pukulan berat baginya. Ia sama sekali tidak menyangka kalau hari itu adalah hari terakhirnya bersama suami dan putrinya. Perjalanan liburan keluarga yang tadinya dilalui dengan sangat ba hagia, akhirnya berakhir dalam tragedi yang membuatnya trauma. Berikut kisah perjuangan Iin.
D
i p e n gh u j u n g tahun 2013, Iin panggilan akrab Indriansari dan suaminya, Murlianzah (40) serta dua orang anaknya, Nadia Izatul lah (10) tahun dan Hatif (5), meninggalkan Kampung Kuang Taliwang Sumbawa Barat tem pat mereka tinggal, menuju Mataram. Dua anak mereka yang lain tidak ikut karena ada kegiatan sekolah. Di Mataram mereka menghabiskan waktu berlibur sambil membersihkan rumah mereka yang terletak di Bale Lumbung, Parampuan Mataram, karena akan ada yang mengontrak. Selama di Mataram, mereka tinggal di rumah ini. Setelah liburan usai dan anaknya harus kembali ber sekolah, tanggal 2 Januari mereka pilih untuk kembali ke Taliwang. Pukul 23.00 mobil yang mereka kendarai bergerak menuju Pelabuhan Kayangan. “Kami pilih jalan malam agar ter hindar dari kemacetan,” ungkap Iin. Diakuinya memang selama ini, ketika mereka bepergian se lalu memilih waktu malam untuk melakukan perjalanan karena di anggap bebas hambatan, lancar dan tidak macet. Perjalanan dari Mataram ke Pelabuhan Kayangan sekitar tiga jam. Pukul 02.00 mereka tiba dan menunggu sebentar saat ka pal Munawar yang akan mereka pakai menyeberang ke Pelabuh an Poto Tano, menyandar di Pelabuhan Kayangan. Selama menjalani liburan dan dalam perjalanan itu, tidak sedikit pun firasat dirasakan Iin berkaitan dengan kepergian tragis suami dan anaknya. “Semua sangat biasa, saya tidak mendapatkan firasat atau tanda-tanda apa pun. Semua rasanya berjalan normal,” ujarnya. Pukul 02.15 mobil mereka
Pencarian kecelakaan tenggelamnya KMP Munawar Ferry oleh tim SAR
mulai masuk ke dalam kapal. Saat masuk ke kapal ia belum melihat muatan yang banyak melainkan baru ada sekitar empat kendaraan saja. Pukul 02.45, KMP Munawar Ferry yang dinakhodai Sudarta ber gerak dari Pelabuhan Kayangan menuju ke Poto Tano, Sumbawa. Karena kedua anaknya tidur di mobil, Iin memilih tetap tinggal di mobil untuk menjaga kedua anaknya. Begitu juga dengan suaminya, memilih tidur di mo bil. “Saya tidak tidur melainkan tetap bangun untuk menjaga anak-anak dan suami saya yang tidur,” ujarnya. Saat ia asyik bermain de ngan seekor kucing Persia yang dibelinya di Mataram seharga Rp 2 juta, tiba-tiba ia menden gar suara orang panik. Ia tidak tahu dan tidak merasakan ke anehan apa-apa kecuali tertarik mendengar suara panik terse but. “Saya langsung bangunkan suami untuk mengecek hal itu,” ungkapnya. Suaminya pun turun dari mobil mengecek situasi dan be berapa saat kemudian ia kembali dan meminta agar anak-anak dibangunkan dan mereka segera berlarian naik ke atas. Suaminya rupanya sudah tahu ada yang tidak beres sedang terjadi di ka pal tersebut namun tidak sempat mengatakannya. Iin dan kedua anaknya tergesa-gesa keluar dari pintu mobil sebelah kanan kare na mobilnya terparkir mepet ke bagian kiri lambung kapal. Saat keluar dari mobil itu lah ia mengetahui kalau kapal akan tenggelam. “Saya jalan ke depan menuju tangga naik, tubuh saya rasanya sudah me nanjak,” ujarnya. Itu artinya kapal bagian belakangnya telah mulai miring siap tenggelam. Ia pacu anak-anaknya untuk berlari secepat-cepatnya ke atas ruang
penumpang. Di sana terlihat kepanikan yang luar biasa. Ia pucat dan ketakutan terutama memikirkan kedua anaknya yang masih kecil itu. Bahu membahu mereka saling berpegangan mencari pelampung.
MINUM AIR LAUT Mereka berempat sempat mengikat dan menggunakan pelampung dan masih terus berp egangan, satu sama lain, berjalan menanjak mencari peganga n yang kuat. Lampu tiba-tiba mati dan gelap gulita. Tangisan dan teriakan meneror psikologinya yang terancam tenggelam. Mereka berempat te lah sadar bahwa maut sewaktuwaktu siap menjemput. Hanya doa dan harapa n yang bisa dilakukan dalam gelap gulita di malam itu. Angin laut berhem bus kencang dingin menusuk tulang. Ia memohon pada Sang Penguasa hidup agar dapat me nyelamatkan ia dan suami serta anak-anaknya. Dalam keadaan panik yang luar biasa, di tengah teriakanteriakan yang memilukan, tibatiba lampu menyala. Tapi hanya sesaat. Saat itu ia masih melihat kedua anak dan suaminya ada di dekatnya. Dengan cahaya lampu yang menyala sesaat itu, ia dapat melihat pegangan pada kapal yang terus miring itu. Proses tenggelamnya kapal itu membuat beberapa guncangan yang menyebabkan ia terhempas dan jatuh ke laut. Saat tubuhnya jatuh ke laut, ia bahkan tidak lagi bisa melihat wajah anak-anak dan suaminya karena lampu kapal telah mati. Ia hanya mendengar teriakan terakhir anak-anak dan suamin ya yang memanggil namanya. Iin pun jatuh dan tenggelam cukup dalam “Empat kali saya minum air laut saat menyelamatkan diri,”
ujarnya sedih. Iin yang tidak bisa berenang itu tertolong karena telah menggunakan pelampung. Saat ia jatuh air di sekitarnya pun tengah menghisap kapal sedikit demi sedikit sehingga ia tenggelam sangat dalam. Saat ia berusaha naik ke atas betapa pun sulitnya melawan hisapan arus air itu, sekuat tenaga ia angkat tubuhnya ke atas agar bisa mencapai permukaan. Satu hal yang sangat ingin ia sak sikan ketika kepalanya kembali berada di permukaan air, adalah kedua anak dan suaminya. Na mun hal itu tidak bisa dilihatnya, karena setelah ia bisa naik ke permukaan, kapal yang ditum panginya itu telah tenggelam. Ia sama sekali tidak melihat anakanak dan suaminya lagi. “Saya hanya melihat penum pang lain yang mengapungapung berenang berusaha me nyelamatkan diri menjauh dari lokasi tenggelamnya kapal agar tidak terhisap air lagi,” ujarnya. Saat melihat kapal telah teng gelam, ia tidak patah berharap, agar anak-anak dan suaminya ada di antara orang-orang yang terapung itu. Seluruh penumpang pun di evakuasi saat itu juga. Kebetul an ada kapal Nusa Wangi salah satu kapal yang ikut membantu evakuasi dini hari itu dan itulah kapal yang paling dekat de ngannya, maka ia dievakuasi ke KMP Nusa Wangi. Saat tiba di KMP Nusa Wangi, suasana panik terjadi baik dari penumpang kapal tersebut maupun korban selamat yang dievakuasi ke kapal ini. Dalam kepanikan dan histeria itu tiba-tiba ia melihat harta tak ternilai baginya, ada di gendongan seorang penumpang. Hatif, putra bungsunya yang berusia lima tahun itu rupanya dapat diselamatkan oleh penum pang lain.
Ia lari memeluk anaknya itu dan menanyakan kakak serta ayahnya yang juga terpisah darinya. Hatif kecil tidak bisa berkata-kata. Trauma berge layut di wajah polosnya yang pucat. Sembari memeluk erat Hatif, ia berdoa semoga Na dia dan suaminya ada di ka pal lain yang juga membantu evakuasi penumpang. Seluruh penumpang selamat kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Kayangan. Di sanalah ia kembali mencari anak perempuan dan suaminya itu. Cukup lama tidak dapat kabar, ia masih berharap agar keduanya ikut dievakuasi di Pelabuhan Tano, Sumbawa. Hingga Jumat pagi belum ada kabar tentang keduanya. Keluar ganya pun datang menjemput ke Pelabuhan Kayangan. Di sanalah ia mendapat kabar jika suaminya benar-benar telah dievakuasi ke Pelabuhan Poto Tano, namun sudah tidak bernyawa. Usai Salat Jumat, ia dan Hatif pulang ke Taliwang dijemput speedboad PT. Newmont Nusa Tenggara, perusahaan tempat suaminya bekerja. Tiba di rumah, jenazah suaminya telah menantinya yang telah tiba lebih awal. Isak tangis dan kesedihan tidak da pat dibendung. Keluarganya membiarkan ia menangis agar dadanya tidak sesak. Namun, Nadia belum ditemukan. Lebih dari seminggu telah berlalu, Iin belum bisa melupak an kejadian memilukan itu. Ia masih berharap bahwa Nadia bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Ia memiliki keyakinan jika Allah berkehendak, maka tidak ada yang mustahil di dunia ini. “Kalau Allah punya mau, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Saya masih berharap Nadia kembali dalam keadaan selamat,” katanya merurai air mata. -Naniek I. Taufan/Ngurah Budi
BUNDA & ANANDA
8
13 - 19 JANUARI 2014
Mendampingi bukan Mengintervensi Malam itu Andin bermain bersama ibunya di ruang keluarga. Ayu lalu muncul dari kamarnya dan meminta ibunya untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Ibunya pun bergegas ke kamar Ayu. Lima menit kemudian, si ibu kembali ke ruang keluarga. Ia kaget karena hidung Andin berdarah.
13 - 19 JANUARI 2014
G R I YA
Peran dan Fungsi Cermin dalam Interior Cermin memiliki fungsi sebagai alat bantu untuk melihat refleksi bagian tubuh yang tidak dapat dilihat langsung oleh mata kita. Ada tiga jenis cermin yang umum dikenal masyarakat yakni datar, cembung, dan cekung. Seiring berjalannya waktu, peran dan manfaat cermin merambah ke berbagai aspek kehidupan. Salah satunya, menjadi bagian arsitektur bangunan dan interior ruang. tohnya saja fungsi penting cermin cembung sebagai media keselamatan dan keamanan yang pada kaca sepion di kendaraan bermotor dan yang biasa ditaruh di sudut-sudut jalan bertikung tajam. Tujuannya agar pengendara bermotor bisa melihat arus lalu-lintas dari arah yang berlawanan sehingga saat berkendara lebih aman.
Anak bermain
Hari Imam
Trisna Susanti
“Saya benar-benar kaget, hanya ditinggal sebentar. Saya panggil suami, lalu kami ke UGD RS Sanglah. Untungnya malam itu pasien tidak terlalu ramai sehingga Andin cepat ditangani,” tutur Bu Teni. Saat Andin ditinggal ke kamar Ayu, bocah usia tiga tahun ini mengambil pensil yang ada di meja lalu memasukkan ke hidungnya. Pensil inilah yang melukai hidungnya hingga mengeluarkan darah. Pengalaman lain dituturkan Pak Janu yang bermain-main bersama putrinya, Yaya di pantai. Yaya dibiarkan sendirian bermain di pinggir pantai karena sudah menggunakan pelampung. Pak Janu hanya mengawasi dari jauh. Ketika Yaya mulai bermain ke tengah, seorang kerabat Pak Janu mengingatkan Pak Janu untuk mendekati Yaya. Ombak besar yang datang dan menyeret Yaya ke tengah. Pak Janu berlari mengejar Yaya. Walaupun pelampung Yaya sempat terlepas, ia masih bisa ditangkap ayahnya. Bocah perempuan
ini menangis dan ketakutan. Setelah Yaya tenang, Pak Janu lalu mengajak Yaya ke tepi pantai. Mereka bermain pasir dan membuat patung pasir. Ketika ombak menerjang hasil karyanya, mereka berteriak-teriak lalu mengulangi lagi membuat kreasi patung. “Kebersamaan antara anak dan orangtua saat bermain ini sangat perlu. Di satu sisi sebagai bagian dari pengawasan dan di sisi lain sebagai upaya menjalin kebersamaan. Orangtua harus bisa masuk ke dunia anak,” ujar Hari Imam Wahyudi, S.Psi, Psikolog, Cht. Ia menambahkan orangtua harus menurunkan egonya saat bermain. Contoh kasus yang pernah ditemuinya, seorang kakek bermain bersama cucunya. Mereka bermain di pasir dan membuat istana. Tiba-tiba datang cucunya yang lebih kecil. Cucunya ini ingin membantu tetapi karena merasa menganggu, si kakek meminta cucunya yang kecil ini untuk bermain yang lain. “Apa yang dilakukan si kakek ini kurang tepat. Seharusnya ia mengajak kedua
17
cucunya bermain bersama. Kalau bermain bersama, pengawasan akan lebih mudah karena jangkauannya dekat. Kalau disuruh bermain yang lain, si cucu bisa saja masuk ke pantai dan terjadi seperti kasus Yaya,” ujar psikolog yang juga hipnoterapis ini. Bermain bersama akan melatih anak-anak dalam kebersamaan. Misal ketika mereka bermain pasir, membuat bangunan lalu roboh, ajak mereka membangun kembali. “Bermain juga mengajarkan anak untuk belajar nilai-nilai kehidupan. Ada saatnya jatuh dan bangkit kembali. Saat anak jatuh, beri dia semangat, jangan dimarahi. Kalau dimarah, dia akan kapok dan tak mau bermain lagi. Kalau diberi semangat, ia akan mencoba lagi dan muncul jiwa kompetitifnya,” imbuh Trisna Susanti, S.Psi, Psikolog. Hari dan Trisna mengatakan anak memiliki perilaku berpola amati, tiru, lakukan (ATL), beda dengan orang dewasa yang berpola amati, tiru, modifikasi (ATM). Apapun yang dilakukan orangtua atau orang yang lebih tua, si anak akan meniru dengan cepat. Daya rekam di memori mereka sangat bagus. Hari menuturkan pengalaman dua bocah yang bermain gunting. Bocah yang lebih tua mengambil gunting lalu dipakai untuk memotong rambut adiknya. Si adik diam saja. Mereka memang pernah melihat mamanya memotong rambut di salon. Pola perilaku di salon inilah yang ditiru karena mereka melihat ada gunting. Rambut si adik pun berantakan. Ketika ibunya datang, kaget. “Untung ibunya bisa menguasai diri. Dia tidak marah melihat rambutnya putrinya. Dia mengatakan rambutnya bagus. Tetapi, ada yang perlu dirapikan biar tambah cantik. Nanti kita rapikan di salon ya. Untuk sementara pakai topi dulu kalau keluar rumah. Keesokan harinya, giliran si kakak yang diajak bicara. Ibunya mengingatkan fungsi gunt-
ing. Menggunakan gunting harus hati-hati. Si kakak pun mengerti. Di sini peran orangtua sangat menentukan. Kalau orangtua langsung memarahi anaknya, anak akan down. Ia tak mau lagi berekspresi. Berikan dia support dulu baru ajak bicara baik-baik,” tandas ayah dua anak ini. Jika orangtua tidak ingin anaknya bermain dengan bendabenda tajam, sebaiknya jauhi benda-benda tajam itu dari jangkauan anak-anak. Atau, simpan bendabenda itu di tempat yang khusus dan tak terjangkau. Ini merupakan pola preventif, mencegah sebelum ada kejadian. Dalam bermain, orangtua wajib mendampingi anak. “Mendampingi bukan untuk mengintervensi. Mendampingi itu untuk membangun semangat kebersamaan. Momen ini bisa dijadikan kesempatan untuk menilai perilaku anak. Orangtua juga harus memberi kebebasan kepada anak dalam koridor tanggung
jawab. Kalau anak terlalu banyak dilarang, mereka akan sulit berkembang, tidak mandiri, dan tidak percaya diri. Orangtua kalau memberi larangan, harus disertai dengan alasan,” ujar Trisna. Kedua psikolog ini mengingatkan orangtua untuk memantau perkembangan anak saat usia emas (1-5 tahun). Peran lingkungan juga sangat mempengaruhi perkembangan anak. Saat usia emas, anak bagaikan spon. Mereka menyerap semuanya tanpa ada saringan. Semua itu disimpan di memorinya. Melewati usia 5 tahun, anak sudah menemukan pola komunikasi serta sudah bisa melakukan penolakan. Orangtua pun dalam mendidik anak harus bisa berbagi peran. Mana yang menjadi peran ayah dan mana peran ibu. “Begitu memasuki usia remaja, anak perempuan biasanya akan dekat dengan ibunya sedangkan anak laki-laki dekat dengan ayahnya,” tandas Hari. –Ngurah Budi/Wirati Astiti
D
alam interior, cermin kerap dipakai sebagai salah satu elemen penunjang atau elemen dekoratif. “Selain untuk berkaca, jika cermin ditempatkan pada ruang tertentu bisa membuat ruangan berkesan luas dan terang dengan memantulkan cahaya,” ujar Desainer Interior Made Teny Agustiana, S.Sn. Tak jarang, cermin juga memberi kesan elegan, anggun, dan mewah. Karena itu, tak heran jika cermin hampir dijumpai di tiap ruangan, apa pun fungsi ruangannya. Sementara dalam dunia arsitektur, sifat cermin yang dapat mereflikasikan bayangan menjadi nilai lebih yang disukai arsitek. Cermin juga memiliki karakter avant garde dan futuristic. Para arsitek kerap memakai cermin sebagai kulit bangunan. Contohnya, menggunakan potongan cermin datar yang disusun vertikal dan membentuk bidang dinding. Model seperti ini lazim ditemui di gedung-gedung perkantoran. Selain menciptakan kesan futuristic, cermin juga dipakai sebagai alat untuk menangkap warna langit. Dengan demikian kita disuguhi pemandangan indah berupa bayangan langit dan siluet bangunan sekitar hanya dengan melihat bangunan.
FUNGSI CERMIN 1. Ruangan menjadi lebih dinamis Cermin memiliki fungsi estetik yakni memberikan kesan luas atau lapang pada sebuah ruangan. Untuk ruangan yang ruang sempit dan terbatas, cermin sangat membantu memanipulasi luas. Cermin juga dapat difungsikan untuk menambah ruangan lebih terang karena pantulannya bersifat reflektif, sehingga cahaya lampu akan menyebar di seluruh sudut ruang yang diinginkan. 2. Sebagai unsur seni Cermin tak lagi tampil dengan bentuk kaku, kini cermin juga dijadikan sebagai salah satu benda seni bernilai. Beberapa seniman memakai cermin sebagai medium untuk berkarya. Banyak karya atau instalasi unik berbahan dasar cermin yang kemudian menghias rumah. 3. Meningkatkan mood Fungsi umum memang untuk berkaca, namun cermin juga refleksi diri sendiri. Dengan cermin kita bisa melihat rupa diri sehingga dapat berkaca dan memperbaiki penampilan menjadi lebih baik sehingga mood juga menjadi bagus. Dalam kehidupan modern, aplikasi cermin bisa beragam. Con-
PENEMPATAN CERMIN Secara ilmu fengshui, dijelaskan desainer Kayumanis Interior ini, penempatan cermin yang tepat pada suatu ruangan dipercaya bisa mengantarkan, menyerap dan memantulkan energi “chi”. Biasanya digunakan dua jenis cermin. Cermin datar untuk menyerap energi dari satu arah, dan cermin cembung berfungsi menyebarkan energi ke berbagai arah. Selanjutnya, alumni FSRD ISI Denpasar ini menjelaskan, dengan fungsi cermin yang memantulkan, peletakannya perlu menyesesuaikan dengan ruangan. Posisi peletakan
cermin jangan sampai terlalu rendah yang efeknya secara psikologis memotong bagian kepala penghuni. Di ruang makan, peletakan cermin mencirikan kelimpahan dalam rumah tangga. Di ruang tidur, disarankan jangan meletakkan cermin menghadap ranjang karena dapat menciptakan chi terlalu kuat bagi orang yang sedang beristirahat. Sebagai bagian dari dekorasi rumah, cermin juga kerap dipakai sebagai pengganti hiasan dinding. Cermin yang memiliki bentuk unik serta tampil berwarna dapat juga dijadikan sebagai pengganti hiasan dinding yang kaku. Kesan memantul yang dihasilkan oleh cermin akan membuat sebuah ruangan lebih dramatis. –Inten Indrawati/Wirati Astiti
Teny Agustiana, S.Sn.
Penanganan Stroke Dengan DSA Pembuluh darah merupakan salah satu organ penting dari makhluk hidup. Tolok ukur kesehatan seorang manusia bisa dilihat dari pembuluh darahnya. Makin tidak sehat gaya hidupnya, maka makin besar potensi gangguan di pembuluh darah. Gangguan pada pembuluh darah yang disebabkan gaya hidup tidak sehat adalah timbulnya plak atau timbunan lemak di pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi tidak lancar. Hal ini dialami dr. Made Wardana, Sp.KK. Ia mengalami penyumbatan pada pembuluh darahnya hingga mengalami stroke ringan. Ditemui beberapa waktu lalu, Wardana menuturkan jika penyumbatan terjadi pada pembuluh darah di otak sehingga bagian tertentu di tubuhnya tidak mendapatkan cukup darah. “Saya mengalami kelumpuhan pada bagian kiri dan tangan kiri saya mengalami kesemutan,” ujarnya. Ia kemudian memeriksakan ke dokter saraf dan disarankan untuk menjalani pemeriksaan MRI untuk mengetahui lokasi penyumbatan. “Dari hasil MRI ternyata ada penyumbatan dan kematian sel di beberapa bagian pembuluh darah yang menuju otak,” tutur Wardana. Sebagai seorang dokter, Wardana tahu bagaimana efek dan bahayanya jika pembuluh darah tersumbat. Ia kemudian mencari informasi apakah ada teknik pengobatan untuk mengobati pembuluh darahnya yang tersumbat. “Saya cari di internet ternyata ada teknik untuk mengeruk plak di pembuluh darah. Teknik tersebut sudah dikerjakan di salah satu RS di Jakata,” tutur Wardana. Setelah mencari informasi lebih lanjut, ternyata di Denpasar, Bali sudah ada rumah sakit
yang memiliki alat cathlab yang terkini untuk tindakan DSA tersebut dan bisa digunakan tidak hanya sebatas penyakit jantung tetapi penyakit saraf dan pembuluh darah lainnya. Teknik yang dimaksud Wardana adalah teknik Intraarterial Thrombolysis Trials (ITT) dengan DSA (Digital Substraction Angiography) untuk penyakit stroke akut. Jadi sebuah selang dipasang dan dimasukkan sepanjang pembuluh darah. Pada saat sampai di daerah penyumbatan, obat pelarut sumbatan akan disemprotkan untuk menghancurkan plak penyebab sumbatan tersebut. “Saya menjalaninya sekitar 30 menit dan tidak merasakan sakit samasekali,” tutur Wardana. Lanjutnya ketika disemprotkan obat pelarut sumbatan ia hanya merasakan panas atau dingin. Setelah tindakan tersebut, perlahan-lahan koordinasi tubuh bagian kirinya yang sempat terganggu perlahan membaik. Untuk informasi mengenai teknik ini, bisa menghubungi Sandri (Marketing) di 082144878012/081999132328 atau PIN BB 24E5B1B8.
PELESIR
16
Begadang Garap Cerita Cinta Penyanyi bersuara merdu ini tampil saat malam grand final Pemilihan Putri Indonesia Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, akhir tahun 2013. Ia menyanyi dikelilingi 10 finalis yang anggun dalam balutan kebaya modifikasi. Aplaus pun diberikan ketika ia membagi-bagikan CD album terbarunya kepada undangan VVIP. “Mohon doa restunya agar album “Cerita Cinta” ini bisa diterima masyarakat,” ujar Deden Brennan.
ESPA Yeh Panes merupakan salah satu pemandian air panas yang terdapat di Desa Penatahan, Tabanan. Dari jalan utama kota Tabanan menuju Jalan Batukaru, Desa Penatahan, Tabanan. Anda tak perlu khawatir tersesat karena ada petunjuk jalan menuju ke arah air panas.
A
Kolam air panas privasi
Kolam air panas bersama
9
Deden Brennan
Sensasi Pijat di Klebutan ir panas yang ada di kolam pemandian Yeh Panes ini berasal dari sumber air panas alami, sehingga warna airnya tidak jernih, karena mengandung belerang yang dipercaya dapat mengobati berbagai jenis penyakit kulit. ESPA Yeh Panes dibuka untuk para pengunjung mulai dari pukul 07.00 sampai 22.00 setiap hari. Tempat ini selalu ramai dikunjungi, apalagi Minggu dan Hari Libur. Jika hari libur, sebaiknya Anda datang sebelum pukul 07.00 agar tidak mengantri. Saat memasuki lokasi, kita akan disambut hawa sejuk perdesaan. Di depan jalan, ada tembok besar bertulisan ESPA Natural Hot Springs Resort. Lokasinya cukup luas dan jauh dari keramaian, sehingga suasananya masih sangat alami, tenang, dan damai. Saat masuk, pepohonan yang rindang dan suara air sungai yang
DARA
13 - 19 januari 2014
13 - 19 januari 2014
bergemericik menambah kesejukan tempat ini. Arealnya dilengkapi dengan beberapa gazebo dan sebuah resto yang bisa dijadikan tempat beristirahat sehabis berendam. Ada dua kolam air panas dengan ukuran yang tidak terlalu besar, yang dilengkapi dengan pancuran air panas, pada bagian bawah. Sementara, di bagian atasnya, terdapat satu kolam yang air dingin dengan ukuran yang cukup besar. Untuk tiket masuk pengunjung dikenakan tiket Rp 10.000. Anda bisa bebas merendam dan berenang. Tapi, jika Anda ingin tempat yang privasi, Anda dapat menyewa satu pemandian khusus dalam bentuk bilik kayu dengan tarif Rp 25.000 selama satu jam. Dalam bilik ini dilengkapi kolam dan pancuran air panas lengkap dengan pancuran air dingin untuk membersihkan badan. Sebaiknya, jika memilih bilik,
Bilik yang bisa disewa pengunjung
I
pilihlah yang bagian paling atas. Bilik ini dilengkapi dengan kolam air panas yang masih ada klebutan (sumber air). Anda akan merasa seperti dipijat alami. Anda bisa duduk di klebutan tersebut, dan merasakan pijatan mulai dari leher, punggung, bokong, bahkan sampai ke pantat. Sensasi gatal tapi nyaman akan terasa setelah menikmati pijatan selama satu jam dari sumber air hangat ini. Setelah puas berendam, Anda dapat mandi dengan pancuran air dingin yang tersedia di sebelahnya. Setelah itu, para pengunjung bisa bersantai sambil menikmati suasana tenang dengan berbagai menu yang disediakan pihak pengelola natural hot spring resort. Jika Anda membawa bekal, saatnya menikmati sembari duduk di rumput sembari mengabadikan momen kebersamaan Anda. Dave, salah seorang turis Aus-
tralia yang datang bersama temannya, menuturkan sudah dua kali menikmati pemandian air panas di ESPA Yeh Panes, saat berkunjung ke Bali. Namun, karena air yang berasal dari pancuran cukup panas, ia cukup menikmati rasa hangat dari kolam untuk berendam. Menurutnya, sua sana alam yang asri dan panorama indah, serta cuaca sejuk sangat mendukung wisatawan datang ke tempat tersebut. Lain lagi cerita Bu Ida, asal Jakarta, yang datang berwisata ke Bali bersama keluarganya ini. Karena lama mengantri untuk mendapatkan bilik, ia akhirnya mengajak keluarganya untuk bermain di air sungai yang dipenuhi dengan bebatuan besar. “Kami tidak pernah mandi ke sungai dengan batu-batu besar. Jadi sekalian menikmati asyiknya mandi di sungai,” tuturnya. –Wirati Astiti/Ngurah Budi
Bercengkrama di sungai
a menuturkan aktvititasnya belakangan ini sibuk promo album terbaru Cerita Cinta yang ditangani label Seven Music dan Bestadiva Management. Ia promo album ke 500 radio di seluruh Indonesia dan distribusi CD album yang akan dijual ke seluruh Indonesia ditangani label Seven Music. Label ini juga yang menaungi Coboy Junior. Pria bernama lengkap Gede Sutrisna ini juga menceritakan proses pembuatan album ini dibantu banyak pihak hingga akhirnya terkonsep judul album Cerita Cinta. Album produksi Bestadiva Management ini melibatkan Dwi Novita (manajer Deden), pengamat musik Bens Leo, Ressa Herlambang yang sudah menciptakan empat lagu serta mengarans emen musik serta Dian HP orchestra sebagai arranger music. “Proses pembuatan album Cerita Cinta ini digarap selama satu bulan. Ressa Herlambang dan tim serta Dian HP orchestra sampai begadang tiap hari fokus garap album saya. Harapan saya album
ini bisa diterima masyarakat Indonesia dan bersyukur lagu-lagu saya ada yang masuk peringkat di beberapa radio di Indonesia,” ujar pria kelahiran Singaraja,13 Maret 1988 ini. Materi album Cerita Cinta antara lain “Cinta Palsu” (video klip on Youtube), “Isi Hati (Masih Cinta)”, “Nuansa Cinta”, “Tercipta Untukku”, “Aku yang Mengalah”, dan bonus track “Pesta”.
Anak pasangan Wayan SuastaNengah Merti ini memiliki prestasi lumayan di bidang menyanyi, Juara
1 Bintang Radio RRI 2008, Juara 1 Bagus Buleleng 2009, Runner Up Bagus Bali 2009, Juara 2 BRTV Bali TV 2009, Juara 1 Mandiri Idol Nasional, Juara 1 Lagu Pop Porse-Bank Bank Indonesia. “Saya memutuskan untuk fokus di Jakarta sejak menang Mandiri Idol Nasional. Saya berhenti kerja di bank karena lebih banyak job nyanyi. Saya memilih untuk fokus menyanyi karena kesempatan tidak datang dua kali. Mumpung masih muda dan dapat tawaran produser dari Jakarta. Jadi saya gunakan kesempatan ini sebaik mungkin,” tandas pria yang hobi bermain musik ini. Pengalaman yang pa ling berkesan di Jakarta ketika ia meraih impian yang ia cita-citakan dari kecil. Dengan penuh perjuangan berat dan rasa syukur ia bisa sampai sekarang berkat doa orangtua dan dukungan ke luarganya di Bali. “Pengalaman baru yang sangat berkesan ketika saya bisa bertemu manajemen yang bagus dan membimbing saya. Bertemu orang-orang hebat dan penyanyi sekelas Ressa Herlambang yang pernah men-
Deden saat menyanyi di acara pemilihan Putri Bali
Deden saat berduet dengan Ruth Sahanaya
ciptakan lagu “Kau Memilih Aku” untuk Syahrini, dan sekarang menciptakan empat lagu untul album saya. Bens Leo selaku pengamat musik Indonesia juga banyak mengarahkan hal positif untuk kemajuan saya ke depannya. Saya juga tak bisa melupakan dukungan sepupu saya Yudhi yang mengantarkan saya job nyanyi kesana kemari hingga mengenalkan saya ke produser-produser hingga lahirnya album Cerita Cinta,” ujar
Deden Dukungan keluarganya di Bali sangat luar biasa sekali karena orangtuanya tahu kalau cita-cita Deden dari kecil ingin menjadi penyanyi profesional. Orangtua selalu mendukung keputusan yang terbaik buat masa depannya. “Pesan saya untuk artis Bali, tetaplah berkarya jangan pantang menyerah, rendah hati, fokus dan professonal,” tegasnya. -Ngurah Budi/Inten Indrawati
BUGAR
10
13 - 19 JANUARI 2014
Waspadai Lemak Trans dalam Makanan
13 - 19 JANUARI 2014
Tampil Trendi dengan Endek
M
Lemak trans atau asam lemak trans dalam makanan memiliki rasa yang lebih enak dan gurih. Namun, waspadalah di balik kelezatan tersebut. Banyak dari kita mengonsumsi makanan tanpa sadar makanan tersebut mengandung banyak lemak trans. Padahal, kandungan jenis ini berkaitan erat dengan penyakit jantung dan gangguan kesehatan lainnya. Lemak trans dapat meningkatkan kolesterol jahat.
M
enurut ahli gizi dr. I Wayan Gede Suta darma, M.Gizi, le mak trans merupa kan asam lemak yang terbentuk dari hasil proses hidrogenisasi atau penam bahan senyawa hidrogen asam lemak tidak jenuh akibat proses pemanasan yang tinggi dan berulang-ulang. Proses ini menyebabkan perubahan tingkat kejenuhan asam lemak dari ikatan ganda menjadi ikatan tunggal. Selain itu juga, terjadi perubahan struktur asam lemak dari bentuk minyak menjadi bentuk lebih padat. “Perubahan konfigurasi kom posisi ikatan ganda dari posisi cis ke posisi trans menyebabkan asam lemak trans memiliki struktur se perti asam lemak jenuh, kehilangan kemampuan aktivitas metabolik asam lemak esensial pada omega 3 dan 6, dan menghambat kerja enzim untuk membuat asam lemak tidak jenuh. Proses inilah yang menyebabkan gangguan kesehatan tubuh, seperti dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (low density lipoprotein) dan menurunkan kadar kolesterol HDL (high density lipoprotein),” ujar dosen Fakultas Kedokteran Unud ini. Ia menyatakan, kadar kolesterol LDL dan HDL merupakan parameter asam lemak darah yang digunakan pada hiperkolesterolemia atau peningkatan kadar kolesterol. Perbandingan kedua kolesterol tersebut yakni rasio LDL dan HDL diharapkan makin kecil. “Makin besar rasionya maka risiko terjadinya penyakit ateroskle rosis atau penyumbatan pembuluh darah arteri terutama jantung juga makin besar. Makin besar penyum
dr. I Wayan Gede Sutadarma
batan pembuluh darah maka risiko kegagalan fungsi organ seperti jan tung, otak atau ginjal makin besar pula,” tandas dr. Sutadarma. Menurutnya, ada hubungan antara asupan asam lemak trans dengan ter jadinya penyakit aterosklerosis yang didahului dengan terjadinya hiperko lesterolemia atau peningkatan asam lemak darah. Aterosklerosis merupa kan kelainan yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung koroner dan diabetes mellitus. Asam lemak trans dihasilkan akibat proses hidrogenisasi asam lemak bentuk cair menjadi bentuk lebih padat, misalnya mentega, mar garin, minyak jelantah atau minyak yang digunakan untuk proses meng goreng yang berulang-ulang. Proses menggoreng dengan suhu tinggi dan
Sehat ala Ade Rai
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sehat ala Ade Rai” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id Rubrik ini diasuh Ade Rai.
Banyak orang seringkali membuat dirinya kelaparan (misalnya sampai makan 1 kali sehari) untuk bisa menu runkan lemak. Hal tersebut tidak mungkin berhasil karena kelaparan jus tru menyebabkan terjadinya penurunan kadar otot dalam tubuh. Ditambah pula komposisi lemak tidak akan turun sama sekali dengan pola makan kelaparan seperti ini. Sekali lagi, otot adalah hal yang membuat kesan kencang pada tubuh, dan otot juga adalah mesin pembakar lemak. Konsekuensi dari diet melaparkan diri ini hanya akan menurunkan kemampuan tubuh dalam membakar kalori. Studi klinis membuktikan bahwa frekuensi makan yang lebih sering memberikan dampak peningkatan metabolisme yang signifikan. Apabila telah ditetapkan 1800 kalori yang akan dikonsumsikan per hari. Maka adalah lebih memungkinkan untuk mengon sumsinya 6 kali 300 kalori dibandingkan dengan 3 kali 600 kalori. Makan yang lebih sering juga memiliki efek pembakaran kalori yang lebih tinggi. Frekuensi makan yang lebih sering “memaksa” tubuh untuk selalu bekerja mengurai makanan. Proses penguraian makanan ini tentu nya merupakan suatu aktivitas yang
berulang-ulang menggunakan asam lemak jenuh seperti minyak ke lapa atau sawit juga akan mengubah konfigurasi ikatan gandanya menjadi bentuk trans. Asam lemak tidak jenuh ganda yang mengandung omega 3 dan 6 yang dipakai untuk menggoreng seperti minyak canola, minyak biji matahari, minyak jagung, dan minyak zaitun, juga perlu diwaspadai. Selain itu, makanan yang dipanggang dengan minyak atau makanan yang digoreng dengan suhu tinggi seperti makanan cepat saji kentang goreng, hamburger dan donat. “Tujuan proses hidrogenisasi ini adalah untuk membuat asam lemak menjadi lebih stabil, tidak cepat teroksidasi menjadi tengik, dan lebih tahan lama untuk dipergunakan dalam jangka waktu lama. Proses ini lebih banyak dilakukan industri besar untuk tujuan komersial,” ujarnya. Namun, ia menyayangkan, saat
Ogek
Kentang goreng
ini justru ada pemahaman yang salah mengenai asam lemak tidak jenuh ganda seperti minyak canola, minyak biji matahari, minyak jagung, dan minyak zaitun. Golongan minyak ini memiliki kandungan omega 3 dan 6 yang memiliki fungsi sangat baik un tuk mencegah proses penyumbatan pembuluh darah. Namun, ketika minyak ini dipanaskan, justru proses pemanasan akan mengubah kompo sisi konfigurasi ikatan gandanya men jadi bentuk trans yang berbahaya. Ia menyarankan, minyak ini se baiknya digunakan dalam kondisi mentah untuk penambah pada jus
Gorengan
atau salad, dan bisa juga dikonsumsi secara langsung. Tips menjaga kesehatan tubuh dari lemak trans: Mengurangi penggunaan men tega atau margarin pada proses pengolahan makanan, misalnya saat mengoleskan pada roti tawar. Mengurangi penggunaan minyak kelapa/sawit untuk menggoreng berulang-ulang dan lebih baik sekali pakai dengan mempertimbangkan jumlah minyak yang dipakai sehingga tidak terbuang. Menggunakan asam lemak tidak jenuh ganda (minyak canola, minyak biji matahari, minyak jagung, minyak zaitun) hanya untuk penambah jus atau salad atau dikonsumsi secara langsung. Mengurangi konsumsi makanan gorengan baik terutama yang dijual di pasaran. Semua makanan yang dikurangi tersesbut sebaiknya dikonsumsi mak simal 4 kali seminggu, dengan porsi kecil dan frekuensi lebih sedikit. Jumlah maksimal asupan asam lemak trans yang disarankan tidak lebih dari 0,5 persen dari asupan kalori total, karena asupan antara 1-3 persen saja dari asupan kalori total sudah dapat menimbulkan gangguan kesehatan. –Wirati Astiti/Ngurah Budi
Strategi Meningkatkan Metabolisme 3
membutuhkan energi (kalori). Dengan mengambil contoh perbandingan di atas, dengan 3 kali 600 kalori, tubuh mengolah makanan hanya 3 kali dalam sehari. Sementara dengan 6 kali 300 ka lori, tubuh mengolah jumlah makanan yang sama banyaknya sebanyak 6 kali dalam sehari. Hal ini merupakan fakta metabolik yang unik dan sangat efektif di mana setiap orang bisa menggunakan makan an untuk membakar lemak, dan dalam frekuensi makan yang lebih sering pula, tentunya dengan catatan keadaan kalori defisit tetap tercipta.
dalam mitochondria, sehingga terjadi lah pembakaran energi yang berasal dari lemak.
Konsumsikan Suplemen Pembakar Lemak Ada 2 kelompok besar suplemen pembakar lemak, yang pertama adalah Lipotropik, dan yang kedua adalah Thermogenik.
Thermogenik Suplemen thermogenik adalah suplemen yang membakar lemak dengan cara meningkatkan suhu tu buh. Inti dari peningkatan suhu tubuh tersebut biasanya dicapai melalui peningkatan pacu jantung yang lebih tinggi. Hal ini akan mengakibatkan darah mengalir lebih deras ke seluruh bagian tubuh, sehingga menyerupai efek jantung berdetak lebih cepat saat kita berolahraga. Suplemen thermogenik diciptakan pertama kali pada tahun 1989 dengan komposisi Ephedrine / Caffeine / As pirin yang kemudian dikenal dengan nama E/C/A. Tetapi sejak Ephedrine dilarang untuk dijual sebagai suplemen di USA pada tahun 2002, para ilmuwan mencari sumber alamiah lainnya yang legal untuk meningkatkan metabolisme lemak dalam tubuh.
Lipotropik Suplemen lipotropik adalah suple men yang biasanya mengandung 4 kandungan lipotropik utama, yaitu: L-carnitine, Betaine, Choline, dan Inositol. Fungsinya adalah untuk mengangkat sel lemak yang ada di dalam tubuh (terutama liver) untuk kemudian diangkut dan di”masak”
Green Tea Extract: Selama ribuan tahun, penduduk China kuno telah meyakini manfaat kesehatan dari teh hijau. Penelitian yang banyak dilakukan di China maupun Jepang menemukan bahwa teh hijau mampu merangsang pelepasan sel lemak yang ada di dalam tubuh untuk mendu kung energi latihan yang lebih tinggi.
Green Tea Extract adalah ekstrak daun teh hijau yang telah dikeringkan dan memiliki konsentrasi kandungan yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan daun teh yang tidak dikeringkan. Ada lah polifenol dalam teh hijau yang di antaranya adalah Epigallocatechingal late (EGCG), theanine, dan xanthine yang memiliki kapasitas thermogenik yang signifikan namun lembut (tidak menyebabkan gangguan pada detak jantung), serta memiliki properti unik dalam menghambat proses penimbun an lemak baru. Salah satu keunikan dari ekstrak teh hijau juga terletak pada fungsinya yang kuat sebagai antioksidan (anti radikal bebas). Diberitakan aktivitas antioksidan kandungan aktif EGCG dalam teh hijau adalah 100 kali lipat bila dibandingkan dengan vitamin C maupun vitamin E. Yang sebenarnya berarti EGCG (kandungan antioksidan teh hijau) bertahan 100 kali lipat lebih lama di dalam tubuh bila dibandingkan dengan vitamin C maupun vitamin E. Penelitian terbaru juga menemukan black tea (teh hitam) dan oolong tea (teh oolong) juga memberikan manfaat thermogenik dan antioksidan yang mirip dengan green tea (teh hijau). Citrus Aurantium: adalah ekstrak dari sejenis tumbuhan citrus yang mirip dengan jeruk Bali (grape fruit) yang bernama Bitter Orange. Kandungan
aktifnya adalah synephrine, yang memi liki khasiat untuk memicu produksi hormon adrenaline di dalam tubuh. Hormon adrenaline adalah hormon yang diproduksi oleh tubuh apabila muncul bahaya, yang menyebabkan detak jantung untuk meningkat. Kon disi peningkatan detak jantung ini akan tersamar oleh aktivitas olahraga yang juga meningkatkan detak jantung, sehingga sangat aman untuk dipakai sebagai katalis untuk meningkatkan stamina latihan. Caffeine: adalah substrat yang banyak sekali ditemukan di alam dalam tumbuh-tumbuhan seperti kopi, guara na, cola, maupun yerba mate. Caffeine secara ilmiah juga telah dibuktikan se bagai penambah stamina aerobik yang baik, selain kapasitasnya yang teruji dalam meningkatkan fokus mental dan semangat. Sifatnya yang diuretik juga menolong tubuh untuk mengeluarkan cairan (air) secara reguler. Ketiga elemen di atas merupakan komponen utama produk thermoge nik yang efektif namun aman, dan perlu disikapi secara bijaksana dalam pemakaiannya. Ikuti selalu anjuran pada label, dan apabila digabungkan dengan pola makan yang tepat dan olahraga teratur, maka akan mem berikan hasil yang relatif lebih cepat daripada mengatur pola makan dan olahraga teratur tanpa suplementasi.
STYLE
engusung Tema “Selaksa Warna Casual Etnik”, Ogek, salah se orang Duta Endek Denpasar, mempersembahkan karyanya untuk para remaja dan me reka yang berjiwa muda pada panggung perhelatan Denpasar Festival 2013. Dengan perpaduan unsur sporty dan feminin, koleksi busana ready to wear dalam gaya yang simpel milik Ogek ini siap dikenakan untuk ke kampus, hang out, nonton pameran, arisan dan momen
santai lainnya. Menurut perempuan yang tengah belajar desain di Angelica Wu Fashion Design ini, bahan endek unik dan khas. Karena itu, ketika mendesain sepotong kain endek, motif pun menjadi salah satu perhatiannya agar detilnya yang indah dan is timewa tetap tersaji. Melalui merek Tavisha Ikat, Ogek pun menggarap endek dengan konsep traditional revolution. Hal tersebut da pat dilihat baik pada terusan pendek, rok selutut, celana capri, celana pendek, dan blus
yang dihadirkan dengan berba gai variasi serta pilihan warna segar di antaranya biru muda, merah marun dan pink. Kain tenun warisan budaya lokal ini pun menjadi semakin menarik ketika dipadupadankan dengan bahan seperti tile, ka tun dan yang lainnya. Dengan tambahan sedikit aksesori, akan diperoleh sebuah kemasan pe nampilan yang trendi dan tetap up to date. -Inten Indrawati/Wirati Astiti
Model : Duta Endek Kota Denpasar Foto : Ajunk Parawira
15
J E L I TA
14
13 - 19 januari 2014
Rambut Gelombang Jadi Tren 2014 Jimmy Waworuntu
Seiring dengan pergantian tahun, dunia fashion terus berubah dari w aktu ke waktu, begitu juga dengan dunia kecantikan rambut. Lalu, model rambut apa yang bakal menjadi tren di tahun 2014 ini?
Tiap wanita pasti ingin tampil cantik. Syarat tampil cantik tentunya menjaga kebersihan kulit. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan kulit wajah adalah dengan melakukan facial. Namun, banyak mitos terkait facial yang beredar di masyarakat. Apakah ini sekadar mitos atau fakta? Berikut penjelasan dr. Rina Yusnita, dokter konsultan Klinik Kecantikan House of Dura Bali.
gradasi dari akar rambut yang gelap menjadi terang pada ujungnya. “Teknik balayage ombre ini pengerjaannya dengan teknik lukis sehingga garis batasan warna antara gelap dan terang tidak terlihat,” jelasnya. Teknik balayage ombre ini lebih banyak diaplikasikan dengan teknik free hand atau melukis pada rambut. Untuk pemilihan warnanya harus disesuaikan dengan warna kulit konsumen dan warna yang menjadi tren saat itu. Bagi mereka yang berkulit gelap hindari warna-warna gold, ash dan matt. Lebih dianjurkan untuk memilih warna dengan unsur brunette burgundy. -Sri Ardhini/Wirati Astiti
COLORING Tren perwarnaan (coloring) rambut 2014 lebih mengarah pada teknik balayage ombre yang mana ada
11
jerawatnya lebih jauh, yang akan menyebabkan kondisi jerawat bertambah parah. Pada orang dengan kulit wajah berminyak akan dipilih vitamin maupun masker yang memang ditujukan untuk kulit berminyak.
biasa dilakukan secara otomatis kulit wajah tidak akan mendapatkan nutrisi seperti biasanya. Dapat dipastikan akan terjadi perubahan pada kulit wajah. 2. Mitos: Jika wajah berjerawat, waktunya facial Fakta: Jerawat berarti ada infeksi bakteri yang terjadi di kulit wajah. Saat itu memang diperlukan tindakan yang berfungsi untuk mengo bati infeksi yang terjadi. Salah satunya adalah dengan facial. Jenis facial dan tindakan yang dilakukan disesuaikan dengan kondisi kulit wajah saat itu. Tidak hanya facial, tindakan lain yang bisa dilakukan adalah pemberian obat
dr. Rina Yusnita
baik secara topikal maupun obat oral yang diperlukan. 3. Mitos: Facial mengaktifkan pertumbuhan jerawat dan komedo Fakta: Kondisi tersebut tergantung dari bahan dan macam facial yang dilakukan. Pemilihan tindakan facial akan disesuaikan dengan kondisi kulit wajah saat itu. Misalnya, ketika kulit sedang berjerawat aktif tidak akan dilakukan massage pada wajah karena akan memanipulasi
4. Mitos: Anak-anak dan remaja dilarang facial Fakta: Penentuan waktu untuk boleh atau tidaknya facial tidak ada patokan baku. Biasanya dilihat dari keluhan yang muncul, apakah memang diperlukan suatu tindak an atau tidak. Pada usia remaja keluhan yang biasa terjadi adalah jerawat. Terjadinya jerawat pada usia ini lebih banyak karena faktor hormonal. Tindakan yang diambil dilihat dari beratnya kondisi jerawat yang timbul. 5. Mitos: Facial aman jika dilakukan di salon/klinik kecantikan Fakta: Aman tidaknya facial yang dilakukan bisa dilihat dari berbagai faktor. Salah satunya adalah sterilitas alat yang digunakan. Biasanya tempat facial yang sudah berstandar klinik pasti sudah menggunakan standarisasi sterilitas alat
facial yang digunakan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. 6. Mitos: Facial membuat poripori makin lebar Fakta: Pada saat facial akan dilakukan ekstraksi atau pengeluaran komedo atau jerawat. Setelah komedo yang agak besar ataupun jerawat dikeluarkan isinya, akan meninggalkan bekas di kulit wajah. Apabila kerusakan kulit sampai ke lapisan yang lebih dalam itu akan meninggalkan bekas yang disebut dengan scar yang akan nampak seperti pori-pori kulit yang membesar 7. Mitos: Facial menghilangkan kerutan wajah Fakta: Ada treatment khusus yang memang bertujuan untuk mengencangkan kulit wajah, yang apabila dilakukan akan merangsang pertumbuhan kolagen kulit. Tetapi, tergantung dari penerimaan masingmasing kulit, hasil yang didapatkan akan berbeda setiap orang. 8. Mitos: Menggosok muka dengan sabun akan menjaga kulit tetap sehat dan bebas jerawat Fakta: Membersihkan wajah memang sangat diperlukan untuk tetap menjaga kulit agar bersih terhindar dari risiko infeksi yang akan menimbuklkan jerawat atau penyakit lainnya. Pada umumnya membersihkan wajah cukup dilakukan 2x sehari. Kecuali pada keadaan tertentu yang menyebabkan kulit kotor perlu dilakukan pembersihan wajah lebih dari 2x. Terutama pada kulit yang berjerawat ataupun cenderung mudah timbul komedo, pembersihan wajah cukup dilakukan secukupnya agar tidak merangsang produksi minyak yang berlebihan. -Inten Indrawati/Ngurah Budi
dr. Oka Negara, FIAS
dari akarnya dengan gelombang besar-besar menyerupai huruf S pada bagian bawahnya, sehingga memberikan kesan sweet feminine yang cocok untuk segala usia. Ketiga, SS-Wave, yakni teknik wave yang lebih menonjolkan tekstur gelombang rambutnya. Pada teknik ini, gelombang rambut dibuat lebih kuat dan lebih ditonjolkan, sehingga rambut terlihat lebih tebal dan bervolume. Teknik wave ini memberikan kesan glamor sensual dan cocok bagi wanita dewasa. “Kunci terpenting dari tren tata rambut 2014 ini adalah rambut yang bervolume. Untuk itu bagi para wanita yang berambut tipis, dapat disiasati dengan menggunakan volumizer dari Neohair yakni sistem penambahan rambut untuk mempertebal daerah yang mengalami penipisan,” ujarnya. Jimmy Waworuntu mengatakan, model tata rambut selalu tak lepas dari teknik cutting (potongan), forming (pembentukkan), dan coloring (pewarnaan). Semua ini menjadi satu kesatuan dalam model rambut. Jika salah satu di antaranya tak ada, hasilnya tak akan maksimal.
MITOS ATAU FAKTA
Beda Kulit Beda Hasil 1. Mitos: Facial menyebabkan ketergantungan, karena harus dilakukan terus menerus. Fakta: Sebenarnya facial bukan menyebabkan ketergantungan, lebih tepatnya kebutuhan. Jika sudah terbiasa melakukan facial teratur secara otomatis akan terjadi perbaikan pada kulit wajah. Pemakaian vitamin pada saat facial akan memberikan nutrisi tambahan untuk kulit. Begitu pula dengan massage yang dilakukan pada area wajah yang akan melancarkan peredaran darah di wajah dan memberikan efek relaksasi pada wajah akan makin memberikan perbaikan metabolisme sel kulit wajah. Pada saat tidak melakukan facial seperti yang
“T
ren tata rambut 2014 hampir tidak berbeda jauh dari tahun lalu, yakni model rambut panjang bergelombang, namun tetap ada beberapa perbedaan yaitu dari tekstur guntingan yang lebih berat dan detail gelombang yang lebih bervariasi disesuaikan dengan bentuk wajah dan karakter wanita tersebut,” ujar professional hairdresser Jimmy Waworuntu. Meski model rambut bergelombang masih menjadi tren di tahun ini, Jimmy Waworuntu menegaskan bahwa cutting (potongan) dan tekstur rambut lebih berat mampu memberikan kesan rambut bervolume dan tebal. “Tidak seperti tahun lalu, yang teksturnya lebih tipis dan ringan. Zaman rambut lurus seperti rebonding, tahun ini sudah habis. Sekarang masuk ke model wave (gelombang). Bagi rambut panjang selalu memerlukan wave supaya memberikan kesan mewah, elegan dan feminin,” tegasnya. Pelopor Neohair ini mengatakan ada tiga jenis model wave. Pertama, C-Wave, teknik pembentukan gelombang rambut yang menyerupai huruf C yakni rambut lurus dari akar ke bawah tetapi pada ujungnya dibentuk masuk, sehingga tekstur layernya terlihat lebih tegas. Teknik ini juga memberikan kesan cute innocent dan cocok untuk wanita di usia 20-30an. Kedua, S-Wave. Untuk teknik wave ini gelombang rambut berbentuk huruf S yakni rambut lurus
13 - 19 januari 2014
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
Swinger “Dok, teman saya ada yang mengajak saya dan istri saya buat bertukar pasangan. Dia belum menikah, tetapi punya pacar yang cantik sekali. Mereka berdua tertarik buat bertukar pasangan dengan saya dan istri. Katanya mereka juga suka melakukan ini berama-ramai sebelumnya di beberapa tempat di Bandung dan Jakarta. Tadinya saya jijik mendengarnya, tetapi setelah saya lihat pacarnya yang cantik, kok saya tergoda juga. Ini apa bukan kelainan nanti jadinya dok? Mohon pencerahannya.” (Ridwan,29) Kali ini saya teringat dengan pengalaman teman saya juga yang beberapa kali melaku kan seks tukar pasangan atau yang dikenal dengan istilah
swinger, dengan tiga pasangan lain di sebuah villa di bilangan Canggu, saat itu. Karena tidak bisa dicegah, saya hanya bisa mengingatkannya untuk tetap
menggunakan kondom selama beraktivitas seksual bersama. Dalam kenyataan sesungguh nya, ini hanya sebuah kasus ke cil dari sekian banyak perilaku seksual lain yang mungkin bagi banyak orang dianggap nyeleneh. Saat ini komunitas pelaku gaya aktivitas seksual seperti ini makin tumbuh subur, yang makin mendapat tempat de ngan kehadiran internet sebagai penyambung komunikasi. Tidak hanya swinger, seks beramai-ramai sebenarnya juga bukan hal baru. Seorang raja atau penguasa di zaman dulu kala sering dikenal melakukan hubungan seksual dalam satu waktu dengan permaisuri dan para selir, bahkan dayang nya. Di era tujuh puluhan juga dikenal istilah “salome” yang menjadi akronim untuk istilah “satu lobang rame-rame’. Saat ini, aktivitas seksual dengan melibatkan orang banyak dalam satu waktu dan tempat disebut dengan orgy. Sebuah aktivitas seksual yang dianggap nyeleneh, tetapi hanya dilakukan sekali dua kali saja dan hanya untuk mencoba
sensasi baru, itu jelas hanya merupakan variasi seksual semata dan bukanlah kelainan seksual. Jika aktivitas seksual nyeleneh ini menjadi eksklusif, hanya satu-satunya itu saja, dan tidak menikmati hubungan seksual yang dianggap normal oleh orang kebanyakan, bisa jadi itu diduga sebuah ke lainan. Untuk jenis aktivitas swinger dan orgy yang dilaku kan saat ini sebagian besar masih semata-mata sebagai variasi untuk menstimulus aktivitas seksual agar nantinya bisa lebih bergairah kembali dengan pasangan seksual se mula yang dimiliki. Memang ada sensasi yang berbeda saat melakukannya, termasuk keterlibatan perasaan dan emosi yang berbeda dengan hubungan seksual biasa yang tidak semata-mata nafsu be laka, dilakukan sebagai variasi dan upaya mencari sensasi dan petualangan baru untuk menga tasi kebosanan dari seks yang monoton selama ini. Untuk kepentingan variasi seksual, aktivitas swinger ataupun orgy, harusnya disetujui bersama,
dinikmati bersama dan bebas dari risiko. Risiko ini yang harus diminimalisasi atau dijauhkan. Ada bahayanya? Tentu saja. Pelaku swinger dan orgy sangat lekat dengan infeksi menular seksual hingga HIV AIDS selama melakukannya tanpa proteksi kondom. Jadi, kondom adalah syarat mu tlak buat aktivitas seksual berganti-ganti pasangan atau multipartner. Kenyataannya memang pada beberapa ak tivitas seringkali penggunaan kondom membuat ribet dan menjadi penghalang untuk “beraksi beramai-ramai”, dan akibatnya bisa ditebak, tidak sedikit pelakunya yang akhirn ya tertular gonore, sifilis, herpes, hingga infeksi HIV dari aktivitas ini. Satu lagi, tentu saja risiko hukum dan sosial bisa mengancam pelaku swinger dan orgy. Se cara hukum andaikan hal ini menjadi diketahui orang lain dan diadukan sebagai delik aduan hukum, maka ancaman pidana tetap bisa terjadi. Jadi, tetaplah berhati-hati.
RESEP ALA CHEF
12
13 - 19 JANUARI 2014
Mengikuti acara pertukaran budaya ke Taiwan, menjadi momen penting dalam karier Putu Andre Yuliartha. Lelaki yang kini bekerja sebagai Executive Chef Best Western Resort Kuta ini mendapatkan banyak pengalaman. Seperti apa kisahnya?
Masakan Thai atau masakan Thailand cukup terkenal di dunia. Ciri khas masakan Thai adalah rasa pedas dan penuh bumbu, namun dipadu dengan keseimbangan rasa manis, asin, masam, dan pedas. Berikut resep Chef R.M. Hessy Roos Gianto dari Aston Denpasar Hotel & Convention Center. Selamat menikmati.
: kaldu ayam : santan : daun basil (bisa diganti dengan daun salam) : lombok merah diiris : terong rebus : dada ayam : bumbu kari (bisa dibeli di supermarket). merica secukupnya
Cara membuat: - Panaskan panci kemudian masukkan bumbu
“W
Boiled Fish with Spicy Seafood Sauce kari, tambahkan santan, masak dengan api kecil. - Masukkan daging ayam dan terong yang dipotong-potong, daun basil, dan lombok merah. Kemudian aduk sampai rata. - Tambahkan kaldu ayam biarkan sampai mendidih. Beri garam dan merica secukupnya. - Angkat dan sajikan sup panas-panas.
Bahan: 180 gram 20 gram 3 gram 8 gram 3 gram
: ikan dori bagian isinya/fillet : seledri : lombok merah besar : salad air : bawang putih
Bahan saus: 3 gram : cabai hijau dicincang 1 gram : daun ketumbar dicincang 5 gram : bawang putih dicincang 20 ml : kecap ikan 20 ml : jeruk nipis 10 gram : gula merah
Pad Thai
Thai Creme Caramel Bahan: 1 cangkir : santan kara 2 butir : telur ayam 1 sdm : gula pasir 1/4 cangkir : sirup maple (atau sesuai selera) 2 gram : garam sedikit esen pandan Cara membuat: - Kocok telur ayam sampai tercampur rata, masukkan gula, esen pandan, sirup, garam, dan santan.
- Beri sedikit sirup pada loyang, kemudian tuang adonan. Oven adonan dengan teknik au bain marie. Teknik au bain marie adalah proses pemanggangan di mana loyang yang berisi adonan diletakkan di atas wadah lain yang berisi air panas. - Berhati-hatilah saat memasukkan loyang ke dalam loyang yang berisi air panas, agar kue tak terkena air. - Setelah kue matang, sajikan kue dengan hiasan jeruk sunkist dan ceri.
13
Taiwan Jadi Momen Penting
Gajah Putih
Bahan: 200 ml 120 ml 2 gram 5 gram 60 gram 60 gram 45 gram garam dan
C U L I N A RY C O R N E R
Andre Yuliartha
Menu Negeri
Gaeng Kiew Whaan Gai
13 - 19 JANUARI 2014
Bahan: 60 gram 42 gram 1 butir 3 gram 5 gram 10 gram 20 ml 40 gram 15 gram
: saus pad thai (bisa dibeli di supermarket) : mi yang agak lebar : telur ayam : bawang merah : udang kering : kacang tanah : minyak : tauge : jeruk nipis
Cara membuat saus: - Semua bahan dicampur jadi satu. Cara membuat: - Ikan diiris-iris masing-masing dengan berat 30 gram. Kemudian direbus di air mendidih hingga matang angkat - Masukkan ke dalam microwave sebentar. Jika tak ada, cukup direbus saja. - Sajikan di piring yang telah diberi salad air. Tata ikan di atasnya dan taburi bawang putih goreng. - Beri hiasan seledri dan irisan cabai merah. - Sajikan bersama saus. 40 gram : udang 20 gram : sawi hijau Cara membuat: - Panaskan pan, tumis bawang merah. - Masukkan telur,tambahkan saus pad thai - Masukkan udang, sayuran, dan bahan lain, masak sampai semua tercampur rata. - Sajikan di piring, hias dengan irisan jeruk nipis, tauge, daun bawang, dan kacang tanah yang dihancurkan. -Wirati Astiti/Ratna Hidayati
aktu itu saya baru saja tamat kuliah di Dhyana Pura. Saya sempat menimba pengalaman bekerja di Taman Ayu Cottage Batu Belig Kerobokan. Saya mendengar ada lowongan untuk tukang masak alias koki untuk ikut pertukaran budaya ke Taiwan. Informasi itu saya respons dengan cepat,” tutur putra pasangan Ketut Geria Atmaja, S.H., dan Ni Ketut Rai Kandri ini. Sulung dari empat bersaudara ini mengetahui informasi bahwa lamaran diajukan ke Sanggar Warini, kediaman penari Ketut Arini. Berbekal ilmu yang didapat di Dhyana Pura dan pengalaman bekerja di di Taman Ayu Cottage, Andre begitu ia disapa, akhirnya diterima ikut rombongan seniman Bali pertukaran budaya ke
Tiawan. “Waktu itu perasaan saya senang sekali. Saya bersama banyak seniman dan beberapa tukang masak, waiter, dan waitress ikut berangkat,” kata suami Budi Sulistyarini ini. Ia menuturkan, di Taiwan mereka melakukan pameran dan pertunjukan di satu lokasi taman yang disebut “Bali Village”. Luas taman ini sekitar 10 hektare. Menurut Andre, taman ini layaknya Taman Mini Indonesia Indah. Para seniman melakukan pertunjukan kesenian Bali, sementara yang bagian dapur menyajikan makan an khas Bali dan Indonesia untuk disajikan kepada para tamu yang menonton pertunjukan. Menurutnya, sambutan tamu yang datang sangat luar biasa. Para pengunjung tidak hanya dari Taiwan, namun banyak turis yang
datang dari belahan dunia. Melihat tingginya minat pengunjung dan peserta dari negara lain, akhirnya tempat tersebut dikembangkan menjadi lebih luas dan diberi nama “The World International Village”. Tempat hiburan tersebut, tidak hanya diisi peserta dari Bali, tapi beberapa daerah Indonesia turut berpartisipasi, termasuk beberapa negara lain. Andre mengatakan, ia memilih masakan Indonesia yang mudah disajikan seperti tum, pepes, dan nasi goreng. Ternyata, menurut Andre, masakan tersebut, begitu disukai masyarakat Taiwan. Selama empat tahun, ia bersama grup dari Bali tinggal di Taiwan. “Waktu itu, bos chef saya orang Taiwan, otomatis saya berkomunikasi dengan bahasa Mandarin. Tapi sekarang karena jarang digunakan, saya malah sudah lupa bahasa Mandarin,” tuturnya sembari tertawa. Selain belajar bahasa dan budaya, ia juga mempelajari karakter orang Cina. “Disiplin dan kerja keras sepertinya sama dengan dedikasi orang Bali, jadi tak sulit
Andre Yuliartha
bagi kami untuk saling memahami satu sama lain,” imbuhnya. Bahkan, karena kesamaan sifat yang penuh keterbukaan, Andre mengatakan, mereka sudah se perti keluarga. Setelah masa kontrak ber akhir, Andre pulang ke Bali dan mencoba peruntungannya membuka satu kafe di Kerobokan. Namun, karena kurang pemahaman dalam pengelolaan dan manajemen, kafe ditutup dan ia mencoba peruntungannya kembali bekerja di luar negeri.
Mendengar informasi ada lowongan di Kepulauan Palao ia mencoba di sana selama 1,5 tahun. Kemudian pindah ke Hotel Intercontinental Qatar selama 1,5 tahun. Lanjut lagi ke Hotel Sofitel Dubai selama dua tahun. Setelah malang melintang di luar negeri, ia kembali ke Bali bekerja di Hotel Mercure. Setelah menimba pengalaman selama enam bulan di Shanghai Cina akhirnya dia mencoba berkarier sebagai executive chef di Best Western Resort Kuta. Menurut Andre, ketertarikannya menekuni dunia kuliner karena sejak kecil ia selalu membantu ibunya memasak. Sebagai anak pertama, ia sering membuatkan makanan adik-adiknya. “Makanan yang diajarkan ibu sayur urap jantung pisang. Masakannya sangat enak,” kata Andre. Kini, putri sulungnya yang mengikuti jejak Andre. Walaupun baru SMP, putrinya itu terlihat sa ngat antusias soal kuliner. “Kadang, saya membawa anak-anak ke hotel untuk mengenal dunia kerja ayahnya,” ujar ayah tiga putri ini. –Wirati Astiti/Ratna Hidayati
Nasi Jagung Goreng Mantap Sarwan Bahan: 500 gram 2 cm 2 papan 1 buah 1 sdm ½ sdt ¼ sdt ¼ sdt 1 sdm
Bahan: 500 gram 100 gram 100 gram 500 gram 50 gram 3 sdm 2 sdm
Kerang Tumis Kecap Telanjang
: kerang darah bercangkang : jahe, memarkan : petai, iris dua tiap keping : tomat, potong dadu : kecap manis : garam : merica bubuk : gula pasir : saus tiram
Bumbu halus: 5 biji : cabai merah besar 10 biji : cabai merah kecil 10 siung : bawang merah 5 siung : bawang putih 2 ruas : jari jahe 1 ½ sdt : terasi Cara memasak: - Rebung kerang dan jahe, tiriskan, lepas cangkangnya.
- Tumis bumbu halus sampai harum. - Masukkan kerang, aduk rata. - Masukkan petai dan tomat, aduk sampai setengah layu. - Tambahkan kecap manis, garam, merica bubuk, saus tiram, gula. - Tuangkan air, rebus terus sampai matang.
: daging sapi : air untuk merebus
Bumbu: 15 biji 2 biji 2 siung 5 siung 4 biji 4 biji ½ sdt 1 sdt
: : : : : : : :
cabai merah kecil cabai merah besar bawang putih bawah merah kemiri kluwek jinten ketumbar
1 jari : jahe 1 jari : kunyit 1 jari : lengkuas 2 lembar : daun jeruk 1 batang : serai Asam secukupnya Garam dan gula secukupnya Cara memasak: - Rebus daging sapi sampai lunak, iris, masukkan kembali dalam kaldu. - Haluskan semua bumbu, ke-
nasi jagung ayam, potong dadu jamur tiram, suwir buncis, potong kecil ikan asin goreng, suwir minyak wijen saus tiram
Bumbu halus: 7 siung : bawang merah 5 siung : bawang putih 3 biji : cabai merah, buang bijinya 7 biji : cabai kecil 2 ruas : jari kencur 1 sdt : terasi 1 sdm : merica 10 gram : kaldu bubuk Garam dan gula secukupnya
Rawon Ganas Sarwan Bahan: ½ kg 1½ liter
: : : : : : :
cuali daun jeruk dan serai. - Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak, masukkan serai dan daun jeruk, tunggu sampai harum. - Masukkan tumisan ke dalam rebusan daging. - Tambahkan asam, garam dan gula secukupnya. - Tambahkan penyedap rasa, bila suka. - Masak hingga matang. - Siap dihidangkan.
Cara memasak: - Tumis bumbu halus sampai harum. - Masukkan ayam dan buncis, ratakan. - Masukkan nasi jagung, ratakan. - Masukkan jamur dan ikan asin. - Tambahkan minyak wijen dan saos tiram. - Sajikan bersama taburan bawang goreng.
RESEP ALA CHEF
12
13 - 19 JANUARI 2014
Mengikuti acara pertukaran budaya ke Taiwan, menjadi momen penting dalam karier Putu Andre Yuliartha. Lelaki yang kini bekerja sebagai Executive Chef Best Western Resort Kuta ini mendapatkan banyak pengalaman. Seperti apa kisahnya?
Masakan Thai atau masakan Thailand cukup terkenal di dunia. Ciri khas masakan Thai adalah rasa pedas dan penuh bumbu, namun dipadu dengan keseimbangan rasa manis, asin, masam, dan pedas. Berikut resep Chef R.M. Hessy Roos Gianto dari Aston Denpasar Hotel & Convention Center. Selamat menikmati.
: kaldu ayam : santan : daun basil (bisa diganti dengan daun salam) : lombok merah diiris : terong rebus : dada ayam : bumbu kari (bisa dibeli di supermarket). merica secukupnya
Cara membuat: - Panaskan panci kemudian masukkan bumbu
“W
Boiled Fish with Spicy Seafood Sauce kari, tambahkan santan, masak dengan api kecil. - Masukkan daging ayam dan terong yang dipotong-potong, daun basil, dan lombok merah. Kemudian aduk sampai rata. - Tambahkan kaldu ayam biarkan sampai mendidih. Beri garam dan merica secukupnya. - Angkat dan sajikan sup panas-panas.
Bahan: 180 gram 20 gram 3 gram 8 gram 3 gram
: ikan dori bagian isinya/fillet : seledri : lombok merah besar : salad air : bawang putih
Bahan saus: 3 gram : cabai hijau dicincang 1 gram : daun ketumbar dicincang 5 gram : bawang putih dicincang 20 ml : kecap ikan 20 ml : jeruk nipis 10 gram : gula merah
Pad Thai
Thai Creme Caramel Bahan: 1 cangkir : santan kara 2 butir : telur ayam 1 sdm : gula pasir 1/4 cangkir : sirup maple (atau sesuai selera) 2 gram : garam sedikit esen pandan Cara membuat: - Kocok telur ayam sampai tercampur rata, masukkan gula, esen pandan, sirup, garam, dan santan.
- Beri sedikit sirup pada loyang, kemudian tuang adonan. Oven adonan dengan teknik au bain marie. Teknik au bain marie adalah proses pemanggangan di mana loyang yang berisi adonan diletakkan di atas wadah lain yang berisi air panas. - Berhati-hatilah saat memasukkan loyang ke dalam loyang yang berisi air panas, agar kue tak terkena air. - Setelah kue matang, sajikan kue dengan hiasan jeruk sunkist dan ceri.
13
Taiwan Jadi Momen Penting
Gajah Putih
Bahan: 200 ml 120 ml 2 gram 5 gram 60 gram 60 gram 45 gram garam dan
C U L I N A RY C O R N E R
Andre Yuliartha
Menu Negeri
Gaeng Kiew Whaan Gai
13 - 19 JANUARI 2014
Bahan: 60 gram 42 gram 1 butir 3 gram 5 gram 10 gram 20 ml 40 gram 15 gram
: saus pad thai (bisa dibeli di supermarket) : mi yang agak lebar : telur ayam : bawang merah : udang kering : kacang tanah : minyak : tauge : jeruk nipis
Cara membuat saus: - Semua bahan dicampur jadi satu. Cara membuat: - Ikan diiris-iris masing-masing dengan berat 30 gram. Kemudian direbus di air mendidih hingga matang angkat - Masukkan ke dalam microwave sebentar. Jika tak ada, cukup direbus saja. - Sajikan di piring yang telah diberi salad air. Tata ikan di atasnya dan taburi bawang putih goreng. - Beri hiasan seledri dan irisan cabai merah. - Sajikan bersama saus. 40 gram : udang 20 gram : sawi hijau Cara membuat: - Panaskan pan, tumis bawang merah. - Masukkan telur,tambahkan saus pad thai - Masukkan udang, sayuran, dan bahan lain, masak sampai semua tercampur rata. - Sajikan di piring, hias dengan irisan jeruk nipis, tauge, daun bawang, dan kacang tanah yang dihancurkan. -Wirati Astiti/Ratna Hidayati
aktu itu saya baru saja tamat kuliah di Dhyana Pura. Saya sempat menimba pengalaman bekerja di Taman Ayu Cottage Batu Belig Kerobokan. Saya mendengar ada lowongan untuk tukang masak alias koki untuk ikut pertukaran budaya ke Taiwan. Informasi itu saya respons dengan cepat,” tutur putra pasangan Ketut Geria Atmaja, S.H., dan Ni Ketut Rai Kandri ini. Sulung dari empat bersaudara ini mengetahui informasi bahwa lamaran diajukan ke Sanggar Warini, kediaman penari Ketut Arini. Berbekal ilmu yang didapat di Dhyana Pura dan pengalaman bekerja di di Taman Ayu Cottage, Andre begitu ia disapa, akhirnya diterima ikut rombongan seniman Bali pertukaran budaya ke
Tiawan. “Waktu itu perasaan saya senang sekali. Saya bersama banyak seniman dan beberapa tukang masak, waiter, dan waitress ikut berangkat,” kata suami Budi Sulistyarini ini. Ia menuturkan, di Taiwan mereka melakukan pameran dan pertunjukan di satu lokasi taman yang disebut “Bali Village”. Luas taman ini sekitar 10 hektare. Menurut Andre, taman ini layaknya Taman Mini Indonesia Indah. Para seniman melakukan pertunjukan kesenian Bali, sementara yang bagian dapur menyajikan makan an khas Bali dan Indonesia untuk disajikan kepada para tamu yang menonton pertunjukan. Menurutnya, sambutan tamu yang datang sangat luar biasa. Para pengunjung tidak hanya dari Taiwan, namun banyak turis yang
datang dari belahan dunia. Melihat tingginya minat pengunjung dan peserta dari negara lain, akhirnya tempat tersebut dikembangkan menjadi lebih luas dan diberi nama “The World International Village”. Tempat hiburan tersebut, tidak hanya diisi peserta dari Bali, tapi beberapa daerah Indonesia turut berpartisipasi, termasuk beberapa negara lain. Andre mengatakan, ia memilih masakan Indonesia yang mudah disajikan seperti tum, pepes, dan nasi goreng. Ternyata, menurut Andre, masakan tersebut, begitu disukai masyarakat Taiwan. Selama empat tahun, ia bersama grup dari Bali tinggal di Taiwan. “Waktu itu, bos chef saya orang Taiwan, otomatis saya berkomunikasi dengan bahasa Mandarin. Tapi sekarang karena jarang digunakan, saya malah sudah lupa bahasa Mandarin,” tuturnya sembari tertawa. Selain belajar bahasa dan budaya, ia juga mempelajari karakter orang Cina. “Disiplin dan kerja keras sepertinya sama dengan dedikasi orang Bali, jadi tak sulit
Andre Yuliartha
bagi kami untuk saling memahami satu sama lain,” imbuhnya. Bahkan, karena kesamaan sifat yang penuh keterbukaan, Andre mengatakan, mereka sudah se perti keluarga. Setelah masa kontrak ber akhir, Andre pulang ke Bali dan mencoba peruntungannya membuka satu kafe di Kerobokan. Namun, karena kurang pemahaman dalam pengelolaan dan manajemen, kafe ditutup dan ia mencoba peruntungannya kembali bekerja di luar negeri.
Mendengar informasi ada lowongan di Kepulauan Palao ia mencoba di sana selama 1,5 tahun. Kemudian pindah ke Hotel Intercontinental Qatar selama 1,5 tahun. Lanjut lagi ke Hotel Sofitel Dubai selama dua tahun. Setelah malang melintang di luar negeri, ia kembali ke Bali bekerja di Hotel Mercure. Setelah menimba pengalaman selama enam bulan di Shanghai Cina akhirnya dia mencoba berkarier sebagai executive chef di Best Western Resort Kuta. Menurut Andre, ketertarikannya menekuni dunia kuliner karena sejak kecil ia selalu membantu ibunya memasak. Sebagai anak pertama, ia sering membuatkan makanan adik-adiknya. “Makanan yang diajarkan ibu sayur urap jantung pisang. Masakannya sangat enak,” kata Andre. Kini, putri sulungnya yang mengikuti jejak Andre. Walaupun baru SMP, putrinya itu terlihat sa ngat antusias soal kuliner. “Kadang, saya membawa anak-anak ke hotel untuk mengenal dunia kerja ayahnya,” ujar ayah tiga putri ini. –Wirati Astiti/Ratna Hidayati
Nasi Jagung Goreng Mantap Sarwan Bahan: 500 gram 2 cm 2 papan 1 buah 1 sdm ½ sdt ¼ sdt ¼ sdt 1 sdm
Bahan: 500 gram 100 gram 100 gram 500 gram 50 gram 3 sdm 2 sdm
Kerang Tumis Kecap Telanjang
: kerang darah bercangkang : jahe, memarkan : petai, iris dua tiap keping : tomat, potong dadu : kecap manis : garam : merica bubuk : gula pasir : saus tiram
Bumbu halus: 5 biji : cabai merah besar 10 biji : cabai merah kecil 10 siung : bawang merah 5 siung : bawang putih 2 ruas : jari jahe 1 ½ sdt : terasi Cara memasak: - Rebung kerang dan jahe, tiriskan, lepas cangkangnya.
- Tumis bumbu halus sampai harum. - Masukkan kerang, aduk rata. - Masukkan petai dan tomat, aduk sampai setengah layu. - Tambahkan kecap manis, garam, merica bubuk, saus tiram, gula. - Tuangkan air, rebus terus sampai matang.
: daging sapi : air untuk merebus
Bumbu: 15 biji 2 biji 2 siung 5 siung 4 biji 4 biji ½ sdt 1 sdt
: : : : : : : :
cabai merah kecil cabai merah besar bawang putih bawah merah kemiri kluwek jinten ketumbar
1 jari : jahe 1 jari : kunyit 1 jari : lengkuas 2 lembar : daun jeruk 1 batang : serai Asam secukupnya Garam dan gula secukupnya Cara memasak: - Rebus daging sapi sampai lunak, iris, masukkan kembali dalam kaldu. - Haluskan semua bumbu, ke-
nasi jagung ayam, potong dadu jamur tiram, suwir buncis, potong kecil ikan asin goreng, suwir minyak wijen saus tiram
Bumbu halus: 7 siung : bawang merah 5 siung : bawang putih 3 biji : cabai merah, buang bijinya 7 biji : cabai kecil 2 ruas : jari kencur 1 sdt : terasi 1 sdm : merica 10 gram : kaldu bubuk Garam dan gula secukupnya
Rawon Ganas Sarwan Bahan: ½ kg 1½ liter
: : : : : : :
cuali daun jeruk dan serai. - Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak, masukkan serai dan daun jeruk, tunggu sampai harum. - Masukkan tumisan ke dalam rebusan daging. - Tambahkan asam, garam dan gula secukupnya. - Tambahkan penyedap rasa, bila suka. - Masak hingga matang. - Siap dihidangkan.
Cara memasak: - Tumis bumbu halus sampai harum. - Masukkan ayam dan buncis, ratakan. - Masukkan nasi jagung, ratakan. - Masukkan jamur dan ikan asin. - Tambahkan minyak wijen dan saos tiram. - Sajikan bersama taburan bawang goreng.
J E L I TA
14
13 - 19 januari 2014
Rambut Gelombang Jadi Tren 2014 Jimmy Waworuntu
Seiring dengan pergantian tahun, dunia fashion terus berubah dari w aktu ke waktu, begitu juga dengan dunia kecantikan rambut. Lalu, model rambut apa yang bakal menjadi tren di tahun 2014 ini?
Tiap wanita pasti ingin tampil cantik. Syarat tampil cantik tentunya menjaga kebersihan kulit. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan kulit wajah adalah dengan melakukan facial. Namun, banyak mitos terkait facial yang beredar di masyarakat. Apakah ini sekadar mitos atau fakta? Berikut penjelasan dr. Rina Yusnita, dokter konsultan Klinik Kecantikan House of Dura Bali.
gradasi dari akar rambut yang gelap menjadi terang pada ujungnya. “Teknik balayage ombre ini pengerjaannya dengan teknik lukis sehingga garis batasan warna antara gelap dan terang tidak terlihat,” jelasnya. Teknik balayage ombre ini lebih banyak diaplikasikan dengan teknik free hand atau melukis pada rambut. Untuk pemilihan warnanya harus disesuaikan dengan warna kulit konsumen dan warna yang menjadi tren saat itu. Bagi mereka yang berkulit gelap hindari warna-warna gold, ash dan matt. Lebih dianjurkan untuk memilih warna dengan unsur brunette burgundy. -Sri Ardhini/Wirati Astiti
COLORING Tren perwarnaan (coloring) rambut 2014 lebih mengarah pada teknik balayage ombre yang mana ada
11
jerawatnya lebih jauh, yang akan menyebabkan kondisi jerawat bertambah parah. Pada orang dengan kulit wajah berminyak akan dipilih vitamin maupun masker yang memang ditujukan untuk kulit berminyak.
biasa dilakukan secara otomatis kulit wajah tidak akan mendapatkan nutrisi seperti biasanya. Dapat dipastikan akan terjadi perubahan pada kulit wajah. 2. Mitos: Jika wajah berjerawat, waktunya facial Fakta: Jerawat berarti ada infeksi bakteri yang terjadi di kulit wajah. Saat itu memang diperlukan tindakan yang berfungsi untuk mengo bati infeksi yang terjadi. Salah satunya adalah dengan facial. Jenis facial dan tindakan yang dilakukan disesuaikan dengan kondisi kulit wajah saat itu. Tidak hanya facial, tindakan lain yang bisa dilakukan adalah pemberian obat
dr. Rina Yusnita
baik secara topikal maupun obat oral yang diperlukan. 3. Mitos: Facial mengaktifkan pertumbuhan jerawat dan komedo Fakta: Kondisi tersebut tergantung dari bahan dan macam facial yang dilakukan. Pemilihan tindakan facial akan disesuaikan dengan kondisi kulit wajah saat itu. Misalnya, ketika kulit sedang berjerawat aktif tidak akan dilakukan massage pada wajah karena akan memanipulasi
4. Mitos: Anak-anak dan remaja dilarang facial Fakta: Penentuan waktu untuk boleh atau tidaknya facial tidak ada patokan baku. Biasanya dilihat dari keluhan yang muncul, apakah memang diperlukan suatu tindak an atau tidak. Pada usia remaja keluhan yang biasa terjadi adalah jerawat. Terjadinya jerawat pada usia ini lebih banyak karena faktor hormonal. Tindakan yang diambil dilihat dari beratnya kondisi jerawat yang timbul. 5. Mitos: Facial aman jika dilakukan di salon/klinik kecantikan Fakta: Aman tidaknya facial yang dilakukan bisa dilihat dari berbagai faktor. Salah satunya adalah sterilitas alat yang digunakan. Biasanya tempat facial yang sudah berstandar klinik pasti sudah menggunakan standarisasi sterilitas alat
facial yang digunakan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. 6. Mitos: Facial membuat poripori makin lebar Fakta: Pada saat facial akan dilakukan ekstraksi atau pengeluaran komedo atau jerawat. Setelah komedo yang agak besar ataupun jerawat dikeluarkan isinya, akan meninggalkan bekas di kulit wajah. Apabila kerusakan kulit sampai ke lapisan yang lebih dalam itu akan meninggalkan bekas yang disebut dengan scar yang akan nampak seperti pori-pori kulit yang membesar 7. Mitos: Facial menghilangkan kerutan wajah Fakta: Ada treatment khusus yang memang bertujuan untuk mengencangkan kulit wajah, yang apabila dilakukan akan merangsang pertumbuhan kolagen kulit. Tetapi, tergantung dari penerimaan masingmasing kulit, hasil yang didapatkan akan berbeda setiap orang. 8. Mitos: Menggosok muka dengan sabun akan menjaga kulit tetap sehat dan bebas jerawat Fakta: Membersihkan wajah memang sangat diperlukan untuk tetap menjaga kulit agar bersih terhindar dari risiko infeksi yang akan menimbuklkan jerawat atau penyakit lainnya. Pada umumnya membersihkan wajah cukup dilakukan 2x sehari. Kecuali pada keadaan tertentu yang menyebabkan kulit kotor perlu dilakukan pembersihan wajah lebih dari 2x. Terutama pada kulit yang berjerawat ataupun cenderung mudah timbul komedo, pembersihan wajah cukup dilakukan secukupnya agar tidak merangsang produksi minyak yang berlebihan. -Inten Indrawati/Ngurah Budi
dr. Oka Negara, FIAS
dari akarnya dengan gelombang besar-besar menyerupai huruf S pada bagian bawahnya, sehingga memberikan kesan sweet feminine yang cocok untuk segala usia. Ketiga, SS-Wave, yakni teknik wave yang lebih menonjolkan tekstur gelombang rambutnya. Pada teknik ini, gelombang rambut dibuat lebih kuat dan lebih ditonjolkan, sehingga rambut terlihat lebih tebal dan bervolume. Teknik wave ini memberikan kesan glamor sensual dan cocok bagi wanita dewasa. “Kunci terpenting dari tren tata rambut 2014 ini adalah rambut yang bervolume. Untuk itu bagi para wanita yang berambut tipis, dapat disiasati dengan menggunakan volumizer dari Neohair yakni sistem penambahan rambut untuk mempertebal daerah yang mengalami penipisan,” ujarnya. Jimmy Waworuntu mengatakan, model tata rambut selalu tak lepas dari teknik cutting (potongan), forming (pembentukkan), dan coloring (pewarnaan). Semua ini menjadi satu kesatuan dalam model rambut. Jika salah satu di antaranya tak ada, hasilnya tak akan maksimal.
MITOS ATAU FAKTA
Beda Kulit Beda Hasil 1. Mitos: Facial menyebabkan ketergantungan, karena harus dilakukan terus menerus. Fakta: Sebenarnya facial bukan menyebabkan ketergantungan, lebih tepatnya kebutuhan. Jika sudah terbiasa melakukan facial teratur secara otomatis akan terjadi perbaikan pada kulit wajah. Pemakaian vitamin pada saat facial akan memberikan nutrisi tambahan untuk kulit. Begitu pula dengan massage yang dilakukan pada area wajah yang akan melancarkan peredaran darah di wajah dan memberikan efek relaksasi pada wajah akan makin memberikan perbaikan metabolisme sel kulit wajah. Pada saat tidak melakukan facial seperti yang
“T
ren tata rambut 2014 hampir tidak berbeda jauh dari tahun lalu, yakni model rambut panjang bergelombang, namun tetap ada beberapa perbedaan yaitu dari tekstur guntingan yang lebih berat dan detail gelombang yang lebih bervariasi disesuaikan dengan bentuk wajah dan karakter wanita tersebut,” ujar professional hairdresser Jimmy Waworuntu. Meski model rambut bergelombang masih menjadi tren di tahun ini, Jimmy Waworuntu menegaskan bahwa cutting (potongan) dan tekstur rambut lebih berat mampu memberikan kesan rambut bervolume dan tebal. “Tidak seperti tahun lalu, yang teksturnya lebih tipis dan ringan. Zaman rambut lurus seperti rebonding, tahun ini sudah habis. Sekarang masuk ke model wave (gelombang). Bagi rambut panjang selalu memerlukan wave supaya memberikan kesan mewah, elegan dan feminin,” tegasnya. Pelopor Neohair ini mengatakan ada tiga jenis model wave. Pertama, C-Wave, teknik pembentukan gelombang rambut yang menyerupai huruf C yakni rambut lurus dari akar ke bawah tetapi pada ujungnya dibentuk masuk, sehingga tekstur layernya terlihat lebih tegas. Teknik ini juga memberikan kesan cute innocent dan cocok untuk wanita di usia 20-30an. Kedua, S-Wave. Untuk teknik wave ini gelombang rambut berbentuk huruf S yakni rambut lurus
13 - 19 januari 2014
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
Swinger “Dok, teman saya ada yang mengajak saya dan istri saya buat bertukar pasangan. Dia belum menikah, tetapi punya pacar yang cantik sekali. Mereka berdua tertarik buat bertukar pasangan dengan saya dan istri. Katanya mereka juga suka melakukan ini berama-ramai sebelumnya di beberapa tempat di Bandung dan Jakarta. Tadinya saya jijik mendengarnya, tetapi setelah saya lihat pacarnya yang cantik, kok saya tergoda juga. Ini apa bukan kelainan nanti jadinya dok? Mohon pencerahannya.” (Ridwan,29) Kali ini saya teringat dengan pengalaman teman saya juga yang beberapa kali melaku kan seks tukar pasangan atau yang dikenal dengan istilah
swinger, dengan tiga pasangan lain di sebuah villa di bilangan Canggu, saat itu. Karena tidak bisa dicegah, saya hanya bisa mengingatkannya untuk tetap
menggunakan kondom selama beraktivitas seksual bersama. Dalam kenyataan sesungguh nya, ini hanya sebuah kasus ke cil dari sekian banyak perilaku seksual lain yang mungkin bagi banyak orang dianggap nyeleneh. Saat ini komunitas pelaku gaya aktivitas seksual seperti ini makin tumbuh subur, yang makin mendapat tempat de ngan kehadiran internet sebagai penyambung komunikasi. Tidak hanya swinger, seks beramai-ramai sebenarnya juga bukan hal baru. Seorang raja atau penguasa di zaman dulu kala sering dikenal melakukan hubungan seksual dalam satu waktu dengan permaisuri dan para selir, bahkan dayang nya. Di era tujuh puluhan juga dikenal istilah “salome” yang menjadi akronim untuk istilah “satu lobang rame-rame’. Saat ini, aktivitas seksual dengan melibatkan orang banyak dalam satu waktu dan tempat disebut dengan orgy. Sebuah aktivitas seksual yang dianggap nyeleneh, tetapi hanya dilakukan sekali dua kali saja dan hanya untuk mencoba
sensasi baru, itu jelas hanya merupakan variasi seksual semata dan bukanlah kelainan seksual. Jika aktivitas seksual nyeleneh ini menjadi eksklusif, hanya satu-satunya itu saja, dan tidak menikmati hubungan seksual yang dianggap normal oleh orang kebanyakan, bisa jadi itu diduga sebuah ke lainan. Untuk jenis aktivitas swinger dan orgy yang dilaku kan saat ini sebagian besar masih semata-mata sebagai variasi untuk menstimulus aktivitas seksual agar nantinya bisa lebih bergairah kembali dengan pasangan seksual se mula yang dimiliki. Memang ada sensasi yang berbeda saat melakukannya, termasuk keterlibatan perasaan dan emosi yang berbeda dengan hubungan seksual biasa yang tidak semata-mata nafsu be laka, dilakukan sebagai variasi dan upaya mencari sensasi dan petualangan baru untuk menga tasi kebosanan dari seks yang monoton selama ini. Untuk kepentingan variasi seksual, aktivitas swinger ataupun orgy, harusnya disetujui bersama,
dinikmati bersama dan bebas dari risiko. Risiko ini yang harus diminimalisasi atau dijauhkan. Ada bahayanya? Tentu saja. Pelaku swinger dan orgy sangat lekat dengan infeksi menular seksual hingga HIV AIDS selama melakukannya tanpa proteksi kondom. Jadi, kondom adalah syarat mu tlak buat aktivitas seksual berganti-ganti pasangan atau multipartner. Kenyataannya memang pada beberapa ak tivitas seringkali penggunaan kondom membuat ribet dan menjadi penghalang untuk “beraksi beramai-ramai”, dan akibatnya bisa ditebak, tidak sedikit pelakunya yang akhirn ya tertular gonore, sifilis, herpes, hingga infeksi HIV dari aktivitas ini. Satu lagi, tentu saja risiko hukum dan sosial bisa mengancam pelaku swinger dan orgy. Se cara hukum andaikan hal ini menjadi diketahui orang lain dan diadukan sebagai delik aduan hukum, maka ancaman pidana tetap bisa terjadi. Jadi, tetaplah berhati-hati.
BUGAR
10
13 - 19 JANUARI 2014
Waspadai Lemak Trans dalam Makanan
13 - 19 JANUARI 2014
Tampil Trendi dengan Endek
M
Lemak trans atau asam lemak trans dalam makanan memiliki rasa yang lebih enak dan gurih. Namun, waspadalah di balik kelezatan tersebut. Banyak dari kita mengonsumsi makanan tanpa sadar makanan tersebut mengandung banyak lemak trans. Padahal, kandungan jenis ini berkaitan erat dengan penyakit jantung dan gangguan kesehatan lainnya. Lemak trans dapat meningkatkan kolesterol jahat.
M
enurut ahli gizi dr. I Wayan Gede Suta darma, M.Gizi, le mak trans merupa kan asam lemak yang terbentuk dari hasil proses hidrogenisasi atau penam bahan senyawa hidrogen asam lemak tidak jenuh akibat proses pemanasan yang tinggi dan berulang-ulang. Proses ini menyebabkan perubahan tingkat kejenuhan asam lemak dari ikatan ganda menjadi ikatan tunggal. Selain itu juga, terjadi perubahan struktur asam lemak dari bentuk minyak menjadi bentuk lebih padat. “Perubahan konfigurasi kom posisi ikatan ganda dari posisi cis ke posisi trans menyebabkan asam lemak trans memiliki struktur se perti asam lemak jenuh, kehilangan kemampuan aktivitas metabolik asam lemak esensial pada omega 3 dan 6, dan menghambat kerja enzim untuk membuat asam lemak tidak jenuh. Proses inilah yang menyebabkan gangguan kesehatan tubuh, seperti dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (low density lipoprotein) dan menurunkan kadar kolesterol HDL (high density lipoprotein),” ujar dosen Fakultas Kedokteran Unud ini. Ia menyatakan, kadar kolesterol LDL dan HDL merupakan parameter asam lemak darah yang digunakan pada hiperkolesterolemia atau peningkatan kadar kolesterol. Perbandingan kedua kolesterol tersebut yakni rasio LDL dan HDL diharapkan makin kecil. “Makin besar rasionya maka risiko terjadinya penyakit ateroskle rosis atau penyumbatan pembuluh darah arteri terutama jantung juga makin besar. Makin besar penyum
dr. I Wayan Gede Sutadarma
batan pembuluh darah maka risiko kegagalan fungsi organ seperti jan tung, otak atau ginjal makin besar pula,” tandas dr. Sutadarma. Menurutnya, ada hubungan antara asupan asam lemak trans dengan ter jadinya penyakit aterosklerosis yang didahului dengan terjadinya hiperko lesterolemia atau peningkatan asam lemak darah. Aterosklerosis merupa kan kelainan yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung koroner dan diabetes mellitus. Asam lemak trans dihasilkan akibat proses hidrogenisasi asam lemak bentuk cair menjadi bentuk lebih padat, misalnya mentega, mar garin, minyak jelantah atau minyak yang digunakan untuk proses meng goreng yang berulang-ulang. Proses menggoreng dengan suhu tinggi dan
Sehat ala Ade Rai
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sehat ala Ade Rai” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id Rubrik ini diasuh Ade Rai.
Banyak orang seringkali membuat dirinya kelaparan (misalnya sampai makan 1 kali sehari) untuk bisa menu runkan lemak. Hal tersebut tidak mungkin berhasil karena kelaparan jus tru menyebabkan terjadinya penurunan kadar otot dalam tubuh. Ditambah pula komposisi lemak tidak akan turun sama sekali dengan pola makan kelaparan seperti ini. Sekali lagi, otot adalah hal yang membuat kesan kencang pada tubuh, dan otot juga adalah mesin pembakar lemak. Konsekuensi dari diet melaparkan diri ini hanya akan menurunkan kemampuan tubuh dalam membakar kalori. Studi klinis membuktikan bahwa frekuensi makan yang lebih sering memberikan dampak peningkatan metabolisme yang signifikan. Apabila telah ditetapkan 1800 kalori yang akan dikonsumsikan per hari. Maka adalah lebih memungkinkan untuk mengon sumsinya 6 kali 300 kalori dibandingkan dengan 3 kali 600 kalori. Makan yang lebih sering juga memiliki efek pembakaran kalori yang lebih tinggi. Frekuensi makan yang lebih sering “memaksa” tubuh untuk selalu bekerja mengurai makanan. Proses penguraian makanan ini tentu nya merupakan suatu aktivitas yang
berulang-ulang menggunakan asam lemak jenuh seperti minyak ke lapa atau sawit juga akan mengubah konfigurasi ikatan gandanya menjadi bentuk trans. Asam lemak tidak jenuh ganda yang mengandung omega 3 dan 6 yang dipakai untuk menggoreng seperti minyak canola, minyak biji matahari, minyak jagung, dan minyak zaitun, juga perlu diwaspadai. Selain itu, makanan yang dipanggang dengan minyak atau makanan yang digoreng dengan suhu tinggi seperti makanan cepat saji kentang goreng, hamburger dan donat. “Tujuan proses hidrogenisasi ini adalah untuk membuat asam lemak menjadi lebih stabil, tidak cepat teroksidasi menjadi tengik, dan lebih tahan lama untuk dipergunakan dalam jangka waktu lama. Proses ini lebih banyak dilakukan industri besar untuk tujuan komersial,” ujarnya. Namun, ia menyayangkan, saat
Ogek
Kentang goreng
ini justru ada pemahaman yang salah mengenai asam lemak tidak jenuh ganda seperti minyak canola, minyak biji matahari, minyak jagung, dan minyak zaitun. Golongan minyak ini memiliki kandungan omega 3 dan 6 yang memiliki fungsi sangat baik un tuk mencegah proses penyumbatan pembuluh darah. Namun, ketika minyak ini dipanaskan, justru proses pemanasan akan mengubah kompo sisi konfigurasi ikatan gandanya men jadi bentuk trans yang berbahaya. Ia menyarankan, minyak ini se baiknya digunakan dalam kondisi mentah untuk penambah pada jus
Gorengan
atau salad, dan bisa juga dikonsumsi secara langsung. Tips menjaga kesehatan tubuh dari lemak trans: Mengurangi penggunaan men tega atau margarin pada proses pengolahan makanan, misalnya saat mengoleskan pada roti tawar. Mengurangi penggunaan minyak kelapa/sawit untuk menggoreng berulang-ulang dan lebih baik sekali pakai dengan mempertimbangkan jumlah minyak yang dipakai sehingga tidak terbuang. Menggunakan asam lemak tidak jenuh ganda (minyak canola, minyak biji matahari, minyak jagung, minyak zaitun) hanya untuk penambah jus atau salad atau dikonsumsi secara langsung. Mengurangi konsumsi makanan gorengan baik terutama yang dijual di pasaran. Semua makanan yang dikurangi tersesbut sebaiknya dikonsumsi mak simal 4 kali seminggu, dengan porsi kecil dan frekuensi lebih sedikit. Jumlah maksimal asupan asam lemak trans yang disarankan tidak lebih dari 0,5 persen dari asupan kalori total, karena asupan antara 1-3 persen saja dari asupan kalori total sudah dapat menimbulkan gangguan kesehatan. –Wirati Astiti/Ngurah Budi
Strategi Meningkatkan Metabolisme 3
membutuhkan energi (kalori). Dengan mengambil contoh perbandingan di atas, dengan 3 kali 600 kalori, tubuh mengolah makanan hanya 3 kali dalam sehari. Sementara dengan 6 kali 300 ka lori, tubuh mengolah jumlah makanan yang sama banyaknya sebanyak 6 kali dalam sehari. Hal ini merupakan fakta metabolik yang unik dan sangat efektif di mana setiap orang bisa menggunakan makan an untuk membakar lemak, dan dalam frekuensi makan yang lebih sering pula, tentunya dengan catatan keadaan kalori defisit tetap tercipta.
dalam mitochondria, sehingga terjadi lah pembakaran energi yang berasal dari lemak.
Konsumsikan Suplemen Pembakar Lemak Ada 2 kelompok besar suplemen pembakar lemak, yang pertama adalah Lipotropik, dan yang kedua adalah Thermogenik.
Thermogenik Suplemen thermogenik adalah suplemen yang membakar lemak dengan cara meningkatkan suhu tu buh. Inti dari peningkatan suhu tubuh tersebut biasanya dicapai melalui peningkatan pacu jantung yang lebih tinggi. Hal ini akan mengakibatkan darah mengalir lebih deras ke seluruh bagian tubuh, sehingga menyerupai efek jantung berdetak lebih cepat saat kita berolahraga. Suplemen thermogenik diciptakan pertama kali pada tahun 1989 dengan komposisi Ephedrine / Caffeine / As pirin yang kemudian dikenal dengan nama E/C/A. Tetapi sejak Ephedrine dilarang untuk dijual sebagai suplemen di USA pada tahun 2002, para ilmuwan mencari sumber alamiah lainnya yang legal untuk meningkatkan metabolisme lemak dalam tubuh.
Lipotropik Suplemen lipotropik adalah suple men yang biasanya mengandung 4 kandungan lipotropik utama, yaitu: L-carnitine, Betaine, Choline, dan Inositol. Fungsinya adalah untuk mengangkat sel lemak yang ada di dalam tubuh (terutama liver) untuk kemudian diangkut dan di”masak”
Green Tea Extract: Selama ribuan tahun, penduduk China kuno telah meyakini manfaat kesehatan dari teh hijau. Penelitian yang banyak dilakukan di China maupun Jepang menemukan bahwa teh hijau mampu merangsang pelepasan sel lemak yang ada di dalam tubuh untuk mendu kung energi latihan yang lebih tinggi.
Green Tea Extract adalah ekstrak daun teh hijau yang telah dikeringkan dan memiliki konsentrasi kandungan yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan daun teh yang tidak dikeringkan. Ada lah polifenol dalam teh hijau yang di antaranya adalah Epigallocatechingal late (EGCG), theanine, dan xanthine yang memiliki kapasitas thermogenik yang signifikan namun lembut (tidak menyebabkan gangguan pada detak jantung), serta memiliki properti unik dalam menghambat proses penimbun an lemak baru. Salah satu keunikan dari ekstrak teh hijau juga terletak pada fungsinya yang kuat sebagai antioksidan (anti radikal bebas). Diberitakan aktivitas antioksidan kandungan aktif EGCG dalam teh hijau adalah 100 kali lipat bila dibandingkan dengan vitamin C maupun vitamin E. Yang sebenarnya berarti EGCG (kandungan antioksidan teh hijau) bertahan 100 kali lipat lebih lama di dalam tubuh bila dibandingkan dengan vitamin C maupun vitamin E. Penelitian terbaru juga menemukan black tea (teh hitam) dan oolong tea (teh oolong) juga memberikan manfaat thermogenik dan antioksidan yang mirip dengan green tea (teh hijau). Citrus Aurantium: adalah ekstrak dari sejenis tumbuhan citrus yang mirip dengan jeruk Bali (grape fruit) yang bernama Bitter Orange. Kandungan
aktifnya adalah synephrine, yang memi liki khasiat untuk memicu produksi hormon adrenaline di dalam tubuh. Hormon adrenaline adalah hormon yang diproduksi oleh tubuh apabila muncul bahaya, yang menyebabkan detak jantung untuk meningkat. Kon disi peningkatan detak jantung ini akan tersamar oleh aktivitas olahraga yang juga meningkatkan detak jantung, sehingga sangat aman untuk dipakai sebagai katalis untuk meningkatkan stamina latihan. Caffeine: adalah substrat yang banyak sekali ditemukan di alam dalam tumbuh-tumbuhan seperti kopi, guara na, cola, maupun yerba mate. Caffeine secara ilmiah juga telah dibuktikan se bagai penambah stamina aerobik yang baik, selain kapasitasnya yang teruji dalam meningkatkan fokus mental dan semangat. Sifatnya yang diuretik juga menolong tubuh untuk mengeluarkan cairan (air) secara reguler. Ketiga elemen di atas merupakan komponen utama produk thermoge nik yang efektif namun aman, dan perlu disikapi secara bijaksana dalam pemakaiannya. Ikuti selalu anjuran pada label, dan apabila digabungkan dengan pola makan yang tepat dan olahraga teratur, maka akan mem berikan hasil yang relatif lebih cepat daripada mengatur pola makan dan olahraga teratur tanpa suplementasi.
STYLE
engusung Tema “Selaksa Warna Casual Etnik”, Ogek, salah se orang Duta Endek Denpasar, mempersembahkan karyanya untuk para remaja dan me reka yang berjiwa muda pada panggung perhelatan Denpasar Festival 2013. Dengan perpaduan unsur sporty dan feminin, koleksi busana ready to wear dalam gaya yang simpel milik Ogek ini siap dikenakan untuk ke kampus, hang out, nonton pameran, arisan dan momen
santai lainnya. Menurut perempuan yang tengah belajar desain di Angelica Wu Fashion Design ini, bahan endek unik dan khas. Karena itu, ketika mendesain sepotong kain endek, motif pun menjadi salah satu perhatiannya agar detilnya yang indah dan is timewa tetap tersaji. Melalui merek Tavisha Ikat, Ogek pun menggarap endek dengan konsep traditional revolution. Hal tersebut da pat dilihat baik pada terusan pendek, rok selutut, celana capri, celana pendek, dan blus
yang dihadirkan dengan berba gai variasi serta pilihan warna segar di antaranya biru muda, merah marun dan pink. Kain tenun warisan budaya lokal ini pun menjadi semakin menarik ketika dipadupadankan dengan bahan seperti tile, ka tun dan yang lainnya. Dengan tambahan sedikit aksesori, akan diperoleh sebuah kemasan pe nampilan yang trendi dan tetap up to date. -Inten Indrawati/Wirati Astiti
Model : Duta Endek Kota Denpasar Foto : Ajunk Parawira
15
PELESIR
16
Begadang Garap Cerita Cinta Penyanyi bersuara merdu ini tampil saat malam grand final Pemilihan Putri Indonesia Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, akhir tahun 2013. Ia menyanyi dikelilingi 10 finalis yang anggun dalam balutan kebaya modifikasi. Aplaus pun diberikan ketika ia membagi-bagikan CD album terbarunya kepada undangan VVIP. “Mohon doa restunya agar album “Cerita Cinta” ini bisa diterima masyarakat,” ujar Deden Brennan.
ESPA Yeh Panes merupakan salah satu pemandian air panas yang terdapat di Desa Penatahan, Tabanan. Dari jalan utama kota Tabanan menuju Jalan Batukaru, Desa Penatahan, Tabanan. Anda tak perlu khawatir tersesat karena ada petunjuk jalan menuju ke arah air panas.
A
Kolam air panas privasi
Kolam air panas bersama
9
Deden Brennan
Sensasi Pijat di Klebutan ir panas yang ada di kolam pemandian Yeh Panes ini berasal dari sumber air panas alami, sehingga warna airnya tidak jernih, karena mengandung belerang yang dipercaya dapat mengobati berbagai jenis penyakit kulit. ESPA Yeh Panes dibuka untuk para pengunjung mulai dari pukul 07.00 sampai 22.00 setiap hari. Tempat ini selalu ramai dikunjungi, apalagi Minggu dan Hari Libur. Jika hari libur, sebaiknya Anda datang sebelum pukul 07.00 agar tidak mengantri. Saat memasuki lokasi, kita akan disambut hawa sejuk perdesaan. Di depan jalan, ada tembok besar bertulisan ESPA Natural Hot Springs Resort. Lokasinya cukup luas dan jauh dari keramaian, sehingga suasananya masih sangat alami, tenang, dan damai. Saat masuk, pepohonan yang rindang dan suara air sungai yang
DARA
13 - 19 januari 2014
13 - 19 januari 2014
bergemericik menambah kesejukan tempat ini. Arealnya dilengkapi dengan beberapa gazebo dan sebuah resto yang bisa dijadikan tempat beristirahat sehabis berendam. Ada dua kolam air panas dengan ukuran yang tidak terlalu besar, yang dilengkapi dengan pancuran air panas, pada bagian bawah. Sementara, di bagian atasnya, terdapat satu kolam yang air dingin dengan ukuran yang cukup besar. Untuk tiket masuk pengunjung dikenakan tiket Rp 10.000. Anda bisa bebas merendam dan berenang. Tapi, jika Anda ingin tempat yang privasi, Anda dapat menyewa satu pemandian khusus dalam bentuk bilik kayu dengan tarif Rp 25.000 selama satu jam. Dalam bilik ini dilengkapi kolam dan pancuran air panas lengkap dengan pancuran air dingin untuk membersihkan badan. Sebaiknya, jika memilih bilik,
Bilik yang bisa disewa pengunjung
I
pilihlah yang bagian paling atas. Bilik ini dilengkapi dengan kolam air panas yang masih ada klebutan (sumber air). Anda akan merasa seperti dipijat alami. Anda bisa duduk di klebutan tersebut, dan merasakan pijatan mulai dari leher, punggung, bokong, bahkan sampai ke pantat. Sensasi gatal tapi nyaman akan terasa setelah menikmati pijatan selama satu jam dari sumber air hangat ini. Setelah puas berendam, Anda dapat mandi dengan pancuran air dingin yang tersedia di sebelahnya. Setelah itu, para pengunjung bisa bersantai sambil menikmati suasana tenang dengan berbagai menu yang disediakan pihak pengelola natural hot spring resort. Jika Anda membawa bekal, saatnya menikmati sembari duduk di rumput sembari mengabadikan momen kebersamaan Anda. Dave, salah seorang turis Aus-
tralia yang datang bersama temannya, menuturkan sudah dua kali menikmati pemandian air panas di ESPA Yeh Panes, saat berkunjung ke Bali. Namun, karena air yang berasal dari pancuran cukup panas, ia cukup menikmati rasa hangat dari kolam untuk berendam. Menurutnya, sua sana alam yang asri dan panorama indah, serta cuaca sejuk sangat mendukung wisatawan datang ke tempat tersebut. Lain lagi cerita Bu Ida, asal Jakarta, yang datang berwisata ke Bali bersama keluarganya ini. Karena lama mengantri untuk mendapatkan bilik, ia akhirnya mengajak keluarganya untuk bermain di air sungai yang dipenuhi dengan bebatuan besar. “Kami tidak pernah mandi ke sungai dengan batu-batu besar. Jadi sekalian menikmati asyiknya mandi di sungai,” tuturnya. –Wirati Astiti/Ngurah Budi
Bercengkrama di sungai
a menuturkan aktvititasnya belakangan ini sibuk promo album terbaru Cerita Cinta yang ditangani label Seven Music dan Bestadiva Management. Ia promo album ke 500 radio di seluruh Indonesia dan distribusi CD album yang akan dijual ke seluruh Indonesia ditangani label Seven Music. Label ini juga yang menaungi Coboy Junior. Pria bernama lengkap Gede Sutrisna ini juga menceritakan proses pembuatan album ini dibantu banyak pihak hingga akhirnya terkonsep judul album Cerita Cinta. Album produksi Bestadiva Management ini melibatkan Dwi Novita (manajer Deden), pengamat musik Bens Leo, Ressa Herlambang yang sudah menciptakan empat lagu serta mengarans emen musik serta Dian HP orchestra sebagai arranger music. “Proses pembuatan album Cerita Cinta ini digarap selama satu bulan. Ressa Herlambang dan tim serta Dian HP orchestra sampai begadang tiap hari fokus garap album saya. Harapan saya album
ini bisa diterima masyarakat Indonesia dan bersyukur lagu-lagu saya ada yang masuk peringkat di beberapa radio di Indonesia,” ujar pria kelahiran Singaraja,13 Maret 1988 ini. Materi album Cerita Cinta antara lain “Cinta Palsu” (video klip on Youtube), “Isi Hati (Masih Cinta)”, “Nuansa Cinta”, “Tercipta Untukku”, “Aku yang Mengalah”, dan bonus track “Pesta”.
Anak pasangan Wayan SuastaNengah Merti ini memiliki prestasi lumayan di bidang menyanyi, Juara
1 Bintang Radio RRI 2008, Juara 1 Bagus Buleleng 2009, Runner Up Bagus Bali 2009, Juara 2 BRTV Bali TV 2009, Juara 1 Mandiri Idol Nasional, Juara 1 Lagu Pop Porse-Bank Bank Indonesia. “Saya memutuskan untuk fokus di Jakarta sejak menang Mandiri Idol Nasional. Saya berhenti kerja di bank karena lebih banyak job nyanyi. Saya memilih untuk fokus menyanyi karena kesempatan tidak datang dua kali. Mumpung masih muda dan dapat tawaran produser dari Jakarta. Jadi saya gunakan kesempatan ini sebaik mungkin,” tandas pria yang hobi bermain musik ini. Pengalaman yang pa ling berkesan di Jakarta ketika ia meraih impian yang ia cita-citakan dari kecil. Dengan penuh perjuangan berat dan rasa syukur ia bisa sampai sekarang berkat doa orangtua dan dukungan ke luarganya di Bali. “Pengalaman baru yang sangat berkesan ketika saya bisa bertemu manajemen yang bagus dan membimbing saya. Bertemu orang-orang hebat dan penyanyi sekelas Ressa Herlambang yang pernah men-
Deden saat menyanyi di acara pemilihan Putri Bali
Deden saat berduet dengan Ruth Sahanaya
ciptakan lagu “Kau Memilih Aku” untuk Syahrini, dan sekarang menciptakan empat lagu untul album saya. Bens Leo selaku pengamat musik Indonesia juga banyak mengarahkan hal positif untuk kemajuan saya ke depannya. Saya juga tak bisa melupakan dukungan sepupu saya Yudhi yang mengantarkan saya job nyanyi kesana kemari hingga mengenalkan saya ke produser-produser hingga lahirnya album Cerita Cinta,” ujar
Deden Dukungan keluarganya di Bali sangat luar biasa sekali karena orangtuanya tahu kalau cita-cita Deden dari kecil ingin menjadi penyanyi profesional. Orangtua selalu mendukung keputusan yang terbaik buat masa depannya. “Pesan saya untuk artis Bali, tetaplah berkarya jangan pantang menyerah, rendah hati, fokus dan professonal,” tegasnya. -Ngurah Budi/Inten Indrawati
BUNDA & ANANDA
8
13 - 19 JANUARI 2014
Mendampingi bukan Mengintervensi Malam itu Andin bermain bersama ibunya di ruang keluarga. Ayu lalu muncul dari kamarnya dan meminta ibunya untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Ibunya pun bergegas ke kamar Ayu. Lima menit kemudian, si ibu kembali ke ruang keluarga. Ia kaget karena hidung Andin berdarah.
13 - 19 JANUARI 2014
G R I YA
Peran dan Fungsi Cermin dalam Interior Cermin memiliki fungsi sebagai alat bantu untuk melihat refleksi bagian tubuh yang tidak dapat dilihat langsung oleh mata kita. Ada tiga jenis cermin yang umum dikenal masyarakat yakni datar, cembung, dan cekung. Seiring berjalannya waktu, peran dan manfaat cermin merambah ke berbagai aspek kehidupan. Salah satunya, menjadi bagian arsitektur bangunan dan interior ruang. tohnya saja fungsi penting cermin cembung sebagai media keselamatan dan keamanan yang pada kaca sepion di kendaraan bermotor dan yang biasa ditaruh di sudut-sudut jalan bertikung tajam. Tujuannya agar pengendara bermotor bisa melihat arus lalu-lintas dari arah yang berlawanan sehingga saat berkendara lebih aman.
Anak bermain
Hari Imam
Trisna Susanti
“Saya benar-benar kaget, hanya ditinggal sebentar. Saya panggil suami, lalu kami ke UGD RS Sanglah. Untungnya malam itu pasien tidak terlalu ramai sehingga Andin cepat ditangani,” tutur Bu Teni. Saat Andin ditinggal ke kamar Ayu, bocah usia tiga tahun ini mengambil pensil yang ada di meja lalu memasukkan ke hidungnya. Pensil inilah yang melukai hidungnya hingga mengeluarkan darah. Pengalaman lain dituturkan Pak Janu yang bermain-main bersama putrinya, Yaya di pantai. Yaya dibiarkan sendirian bermain di pinggir pantai karena sudah menggunakan pelampung. Pak Janu hanya mengawasi dari jauh. Ketika Yaya mulai bermain ke tengah, seorang kerabat Pak Janu mengingatkan Pak Janu untuk mendekati Yaya. Ombak besar yang datang dan menyeret Yaya ke tengah. Pak Janu berlari mengejar Yaya. Walaupun pelampung Yaya sempat terlepas, ia masih bisa ditangkap ayahnya. Bocah perempuan
ini menangis dan ketakutan. Setelah Yaya tenang, Pak Janu lalu mengajak Yaya ke tepi pantai. Mereka bermain pasir dan membuat patung pasir. Ketika ombak menerjang hasil karyanya, mereka berteriak-teriak lalu mengulangi lagi membuat kreasi patung. “Kebersamaan antara anak dan orangtua saat bermain ini sangat perlu. Di satu sisi sebagai bagian dari pengawasan dan di sisi lain sebagai upaya menjalin kebersamaan. Orangtua harus bisa masuk ke dunia anak,” ujar Hari Imam Wahyudi, S.Psi, Psikolog, Cht. Ia menambahkan orangtua harus menurunkan egonya saat bermain. Contoh kasus yang pernah ditemuinya, seorang kakek bermain bersama cucunya. Mereka bermain di pasir dan membuat istana. Tiba-tiba datang cucunya yang lebih kecil. Cucunya ini ingin membantu tetapi karena merasa menganggu, si kakek meminta cucunya yang kecil ini untuk bermain yang lain. “Apa yang dilakukan si kakek ini kurang tepat. Seharusnya ia mengajak kedua
17
cucunya bermain bersama. Kalau bermain bersama, pengawasan akan lebih mudah karena jangkauannya dekat. Kalau disuruh bermain yang lain, si cucu bisa saja masuk ke pantai dan terjadi seperti kasus Yaya,” ujar psikolog yang juga hipnoterapis ini. Bermain bersama akan melatih anak-anak dalam kebersamaan. Misal ketika mereka bermain pasir, membuat bangunan lalu roboh, ajak mereka membangun kembali. “Bermain juga mengajarkan anak untuk belajar nilai-nilai kehidupan. Ada saatnya jatuh dan bangkit kembali. Saat anak jatuh, beri dia semangat, jangan dimarahi. Kalau dimarah, dia akan kapok dan tak mau bermain lagi. Kalau diberi semangat, ia akan mencoba lagi dan muncul jiwa kompetitifnya,” imbuh Trisna Susanti, S.Psi, Psikolog. Hari dan Trisna mengatakan anak memiliki perilaku berpola amati, tiru, lakukan (ATL), beda dengan orang dewasa yang berpola amati, tiru, modifikasi (ATM). Apapun yang dilakukan orangtua atau orang yang lebih tua, si anak akan meniru dengan cepat. Daya rekam di memori mereka sangat bagus. Hari menuturkan pengalaman dua bocah yang bermain gunting. Bocah yang lebih tua mengambil gunting lalu dipakai untuk memotong rambut adiknya. Si adik diam saja. Mereka memang pernah melihat mamanya memotong rambut di salon. Pola perilaku di salon inilah yang ditiru karena mereka melihat ada gunting. Rambut si adik pun berantakan. Ketika ibunya datang, kaget. “Untung ibunya bisa menguasai diri. Dia tidak marah melihat rambutnya putrinya. Dia mengatakan rambutnya bagus. Tetapi, ada yang perlu dirapikan biar tambah cantik. Nanti kita rapikan di salon ya. Untuk sementara pakai topi dulu kalau keluar rumah. Keesokan harinya, giliran si kakak yang diajak bicara. Ibunya mengingatkan fungsi gunt-
ing. Menggunakan gunting harus hati-hati. Si kakak pun mengerti. Di sini peran orangtua sangat menentukan. Kalau orangtua langsung memarahi anaknya, anak akan down. Ia tak mau lagi berekspresi. Berikan dia support dulu baru ajak bicara baik-baik,” tandas ayah dua anak ini. Jika orangtua tidak ingin anaknya bermain dengan bendabenda tajam, sebaiknya jauhi benda-benda tajam itu dari jangkauan anak-anak. Atau, simpan bendabenda itu di tempat yang khusus dan tak terjangkau. Ini merupakan pola preventif, mencegah sebelum ada kejadian. Dalam bermain, orangtua wajib mendampingi anak. “Mendampingi bukan untuk mengintervensi. Mendampingi itu untuk membangun semangat kebersamaan. Momen ini bisa dijadikan kesempatan untuk menilai perilaku anak. Orangtua juga harus memberi kebebasan kepada anak dalam koridor tanggung
jawab. Kalau anak terlalu banyak dilarang, mereka akan sulit berkembang, tidak mandiri, dan tidak percaya diri. Orangtua kalau memberi larangan, harus disertai dengan alasan,” ujar Trisna. Kedua psikolog ini mengingatkan orangtua untuk memantau perkembangan anak saat usia emas (1-5 tahun). Peran lingkungan juga sangat mempengaruhi perkembangan anak. Saat usia emas, anak bagaikan spon. Mereka menyerap semuanya tanpa ada saringan. Semua itu disimpan di memorinya. Melewati usia 5 tahun, anak sudah menemukan pola komunikasi serta sudah bisa melakukan penolakan. Orangtua pun dalam mendidik anak harus bisa berbagi peran. Mana yang menjadi peran ayah dan mana peran ibu. “Begitu memasuki usia remaja, anak perempuan biasanya akan dekat dengan ibunya sedangkan anak laki-laki dekat dengan ayahnya,” tandas Hari. –Ngurah Budi/Wirati Astiti
D
alam interior, cermin kerap dipakai sebagai salah satu elemen penunjang atau elemen dekoratif. “Selain untuk berkaca, jika cermin ditempatkan pada ruang tertentu bisa membuat ruangan berkesan luas dan terang dengan memantulkan cahaya,” ujar Desainer Interior Made Teny Agustiana, S.Sn. Tak jarang, cermin juga memberi kesan elegan, anggun, dan mewah. Karena itu, tak heran jika cermin hampir dijumpai di tiap ruangan, apa pun fungsi ruangannya. Sementara dalam dunia arsitektur, sifat cermin yang dapat mereflikasikan bayangan menjadi nilai lebih yang disukai arsitek. Cermin juga memiliki karakter avant garde dan futuristic. Para arsitek kerap memakai cermin sebagai kulit bangunan. Contohnya, menggunakan potongan cermin datar yang disusun vertikal dan membentuk bidang dinding. Model seperti ini lazim ditemui di gedung-gedung perkantoran. Selain menciptakan kesan futuristic, cermin juga dipakai sebagai alat untuk menangkap warna langit. Dengan demikian kita disuguhi pemandangan indah berupa bayangan langit dan siluet bangunan sekitar hanya dengan melihat bangunan.
FUNGSI CERMIN 1. Ruangan menjadi lebih dinamis Cermin memiliki fungsi estetik yakni memberikan kesan luas atau lapang pada sebuah ruangan. Untuk ruangan yang ruang sempit dan terbatas, cermin sangat membantu memanipulasi luas. Cermin juga dapat difungsikan untuk menambah ruangan lebih terang karena pantulannya bersifat reflektif, sehingga cahaya lampu akan menyebar di seluruh sudut ruang yang diinginkan. 2. Sebagai unsur seni Cermin tak lagi tampil dengan bentuk kaku, kini cermin juga dijadikan sebagai salah satu benda seni bernilai. Beberapa seniman memakai cermin sebagai medium untuk berkarya. Banyak karya atau instalasi unik berbahan dasar cermin yang kemudian menghias rumah. 3. Meningkatkan mood Fungsi umum memang untuk berkaca, namun cermin juga refleksi diri sendiri. Dengan cermin kita bisa melihat rupa diri sehingga dapat berkaca dan memperbaiki penampilan menjadi lebih baik sehingga mood juga menjadi bagus. Dalam kehidupan modern, aplikasi cermin bisa beragam. Con-
PENEMPATAN CERMIN Secara ilmu fengshui, dijelaskan desainer Kayumanis Interior ini, penempatan cermin yang tepat pada suatu ruangan dipercaya bisa mengantarkan, menyerap dan memantulkan energi “chi”. Biasanya digunakan dua jenis cermin. Cermin datar untuk menyerap energi dari satu arah, dan cermin cembung berfungsi menyebarkan energi ke berbagai arah. Selanjutnya, alumni FSRD ISI Denpasar ini menjelaskan, dengan fungsi cermin yang memantulkan, peletakannya perlu menyesesuaikan dengan ruangan. Posisi peletakan
cermin jangan sampai terlalu rendah yang efeknya secara psikologis memotong bagian kepala penghuni. Di ruang makan, peletakan cermin mencirikan kelimpahan dalam rumah tangga. Di ruang tidur, disarankan jangan meletakkan cermin menghadap ranjang karena dapat menciptakan chi terlalu kuat bagi orang yang sedang beristirahat. Sebagai bagian dari dekorasi rumah, cermin juga kerap dipakai sebagai pengganti hiasan dinding. Cermin yang memiliki bentuk unik serta tampil berwarna dapat juga dijadikan sebagai pengganti hiasan dinding yang kaku. Kesan memantul yang dihasilkan oleh cermin akan membuat sebuah ruangan lebih dramatis. –Inten Indrawati/Wirati Astiti
Teny Agustiana, S.Sn.
Penanganan Stroke Dengan DSA Pembuluh darah merupakan salah satu organ penting dari makhluk hidup. Tolok ukur kesehatan seorang manusia bisa dilihat dari pembuluh darahnya. Makin tidak sehat gaya hidupnya, maka makin besar potensi gangguan di pembuluh darah. Gangguan pada pembuluh darah yang disebabkan gaya hidup tidak sehat adalah timbulnya plak atau timbunan lemak di pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi tidak lancar. Hal ini dialami dr. Made Wardana, Sp.KK. Ia mengalami penyumbatan pada pembuluh darahnya hingga mengalami stroke ringan. Ditemui beberapa waktu lalu, Wardana menuturkan jika penyumbatan terjadi pada pembuluh darah di otak sehingga bagian tertentu di tubuhnya tidak mendapatkan cukup darah. “Saya mengalami kelumpuhan pada bagian kiri dan tangan kiri saya mengalami kesemutan,” ujarnya. Ia kemudian memeriksakan ke dokter saraf dan disarankan untuk menjalani pemeriksaan MRI untuk mengetahui lokasi penyumbatan. “Dari hasil MRI ternyata ada penyumbatan dan kematian sel di beberapa bagian pembuluh darah yang menuju otak,” tutur Wardana. Sebagai seorang dokter, Wardana tahu bagaimana efek dan bahayanya jika pembuluh darah tersumbat. Ia kemudian mencari informasi apakah ada teknik pengobatan untuk mengobati pembuluh darahnya yang tersumbat. “Saya cari di internet ternyata ada teknik untuk mengeruk plak di pembuluh darah. Teknik tersebut sudah dikerjakan di salah satu RS di Jakata,” tutur Wardana. Setelah mencari informasi lebih lanjut, ternyata di Denpasar, Bali sudah ada rumah sakit
yang memiliki alat cathlab yang terkini untuk tindakan DSA tersebut dan bisa digunakan tidak hanya sebatas penyakit jantung tetapi penyakit saraf dan pembuluh darah lainnya. Teknik yang dimaksud Wardana adalah teknik Intraarterial Thrombolysis Trials (ITT) dengan DSA (Digital Substraction Angiography) untuk penyakit stroke akut. Jadi sebuah selang dipasang dan dimasukkan sepanjang pembuluh darah. Pada saat sampai di daerah penyumbatan, obat pelarut sumbatan akan disemprotkan untuk menghancurkan plak penyebab sumbatan tersebut. “Saya menjalaninya sekitar 30 menit dan tidak merasakan sakit samasekali,” tutur Wardana. Lanjutnya ketika disemprotkan obat pelarut sumbatan ia hanya merasakan panas atau dingin. Setelah tindakan tersebut, perlahan-lahan koordinasi tubuh bagian kirinya yang sempat terganggu perlahan membaik. Untuk informasi mengenai teknik ini, bisa menghubungi Sandri (Marketing) di 082144878012/081999132328 atau PIN BB 24E5B1B8.
D AYA C I P TA
18
13 - 19 januari 2014
W
alau demikian, kemajuan ter sebut bukan nya tanpa tan tangan. Kegiatan memotret budaya yang berkenaan dengan religi di beberapa tempat mulai dianggap mengganggu. Keluhan bukan saja dari subjek yang difoto tetapi antar sesama fotografer yang memotret juga sering muncul masalah. Hal ini bisa terjadi karena ba nyak orang lupa tentang pentingnya proses dan rasa ketika memotret. Banyak diantara kita yang ter lalu fokus mendapatkan hasil dan mengh alalkan segala cara. Yang perlu disadari, subjek pemotretan budaya adalah manusia mahluk dengan akal dan budi. Maka sudah seharusnya kita mengutamakan rasa dan kepatutan ketika memotret. Berkenaan dengan tantangan
yang dihadapi, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika hendak memotret aktivitas manusia yang berkenaan dengan budaya maupun religi: a. Tetapkan tujuan memotret Semua orang boleh me motret, tapi tidak semuanya mempunyai tujuan yang sama. Ada yang melakukannya se bagai hiburan, belajar hingga mereka yang serius bekerja melakukan proyek dokumen tasi. Menetapkan tujuan pen ting untuk mengetahui sejauh mana Anda akan bergerak ketika memotret dan mem pengaruhi persiapan yang dibutuhkan. b. Mengerti tentang subjek foto Pengetahuan tenta ng subjek foto penting sebagai previsualisasi dan mening katkan peluang keberhasil an memotret. Lakukan riset dengan membaca referensi yang berkenaan dengan acara budaya atau keagamaan tersebut. Ketahui juga tentang apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan ketika hendak memotret nanti. c. Sosialisasi dan komunikasi dengan subjek foto Hal pertama yang perlu di
Pembersihan simbolis pralingga Ida Batara (simbol Tuhan) yang dilakukan di tepi pantai Lembeng, Gianyar. Dengan mengetahui rangkaian upacara bahwa menyentuhkan kaki ke air laut merupakan bagian akhir prosesi Melasti. Cukup mudah bagi fotografer bersiap dan memotret dalam jarak cukup dekat. Tidak seperti ketika persembahyangan, fotografer harus menjaga jarak agar tidak mengganggu.
lakukan ketika berada di lokasi pemotretan yaitu bersosialisasi dengan lingkungan yang hendak difoto, jangan langsung memotret. Lakukan komunikasi secara reguler agar diperoleh pemahaman tentang subjek foto. Setelah keberadaan
seharusnya mentaati aturan yang disampaikan penyelenggara. Anda perlu memperhatikan cara ber pakaian, berbicara, berprilaku, dimana boleh memotret, mem inta izin sebelum memotret dan sebagainya. Perhatikan juga etika
Budaya memasak tradisional masyarakat Papua ketika dilangsungkan upacaraupacara penting seperti penyambutan tamu, dsb. Selalu perhatikan sekeliling ketika memotret, jangan sampai Anda tertimpa batu panas yang sedang diangkat.
Anda diterima, barulah memotret, dengan cara ini lebih mudah mem peroleh foto yang diinginkan. d. Perhatikan etika memotret Tidak segala cara bisa dilaku kan ketika memotret. Seorang fotografer datang sebagai tamu sehingga sudah
Ritual sakral Ngusaba Puseh Desa Selumbung, Kabupaten Karangasem. Izin kepada pemangku adat, aparat maupun tokoh desa diperlukan. Aturan yang tidak memperkenankan bagi siapapun berdiri selama prosesi berlangsung harus dipatuhi termasuk bagi fotografer.
l i f e s to ry
7
Liburan Berujung Maut
Memotret Budaya Indonesia dengan ribuan pulau dan ratusan suku merupakan salah satu negara yang memiliki keragaman budaya terbesar di dunia. Kepariwisataan Indonesia juga banyak mengandalkan keragaman dan ke unikan budaya sebagai nilai jualnya. Saat ini terdapat peningkatan keinginan orang berwisata dan fotografi menjadi budaya baru yang menyatu dengan aktivitas tersebut. Pemandangan orang berjepret ria menggunakan kamera handphone hingga DSLR sudah jamak ditemui.
13 - 19 januari 2014
memotret bersama fotografer lain, jangan sampai saling mengganggu. e. Persiapan alat dan teknik memotret yang sesuai Sudah menjadi kewajiban bagi Anda untuk mengerti dan men guasai peralatan yang dimiliki. Apa kelebihan maupun kekurangan masing-masing alat, baik itu kamera
handphone, kamera saku hingga DSLR. Kita juga paham kapan kita membutuhkan memakai lensa wide, tele, flash, tripod, monopod, dan lainnya ketika memotret. Teknik memotret yang sesuai juga perlu diperhatikan. Misalnya ketika tidak boleh berada di depan atau terlalu dekat de ngan orang bersembahyang, jangan memaksakan diri me motret dengan lensa wide apalagi fish eye, pakai alter natif dengan menggunakan lensa tele. Contoh lain pada pemakaian flash juga perlu cermat, apakah akan meng ganggu atau tidak. Jika meng ganggu atau memang tidak dizinkan memakai flash, se bagai gantinya Anda bisa coba naikkan ISO untuk merekam momen dengan cahaya apa adanya. Dari uraian diatas, bisa dipahami bahwa untuk me motret subjek manusia apa lagi yang berkenaan dengan acara budaya dan keagamaan kita membutuhkan proses. Bagaimana proses foto dihasilkan akan lebih penting dari hasilnya sendiri. Anda akan lebih bahagia memotret jika bisa menghasilkan foto yang baik dengan cara yang benar bukan. Kita berharap keberadaan fo tografi memberikan kontribusi positif dalam kegiatan dokumentasi budaya guna menjaga dan meles tarikannya. Jadi mengerti dan cintai apa yang kita kerjakan, mari jelajah dan abadikan Indonesia. -IB Andi Sucirta/Wirati Astiti
Adu ketang kasan bertarung bersenjatakan pemukul rotan dan tameng berbahan kulit di Lombok. Di beberapa tempat dilakukan sebagai ritual untuk mendatangkan hujan, juga sebagai olahraga dan hiburan. Jaga jarak dari para petarung, karena bukan tidak mungkin Anda terkena pukulan rotan jika terlalu dekat.
Meski dapat menerima kejadian tra gis itu, Indriansari (35), masih tam pak s edih. Kepergian suami dan salah seorang anaknya dalam kecelakaan tenggelamnya KMP Munawar Ferry, Jumat dini hari 3 Januari 2014, adalah pukulan berat baginya. Ia sama sekali tidak menyangka kalau hari itu adalah hari terakhirnya bersama suami dan putrinya. Perjalanan liburan keluarga yang tadinya dilalui dengan sangat ba hagia, akhirnya berakhir dalam tragedi yang membuatnya trauma. Berikut kisah perjuangan Iin.
D
i p e n gh u j u n g tahun 2013, Iin panggilan akrab Indriansari dan suaminya, Murlianzah (40) serta dua orang anaknya, Nadia Izatul lah (10) tahun dan Hatif (5), meninggalkan Kampung Kuang Taliwang Sumbawa Barat tem pat mereka tinggal, menuju Mataram. Dua anak mereka yang lain tidak ikut karena ada kegiatan sekolah. Di Mataram mereka menghabiskan waktu berlibur sambil membersihkan rumah mereka yang terletak di Bale Lumbung, Parampuan Mataram, karena akan ada yang mengontrak. Selama di Mataram, mereka tinggal di rumah ini. Setelah liburan usai dan anaknya harus kembali ber sekolah, tanggal 2 Januari mereka pilih untuk kembali ke Taliwang. Pukul 23.00 mobil yang mereka kendarai bergerak menuju Pelabuhan Kayangan. “Kami pilih jalan malam agar ter hindar dari kemacetan,” ungkap Iin. Diakuinya memang selama ini, ketika mereka bepergian se lalu memilih waktu malam untuk melakukan perjalanan karena di anggap bebas hambatan, lancar dan tidak macet. Perjalanan dari Mataram ke Pelabuhan Kayangan sekitar tiga jam. Pukul 02.00 mereka tiba dan menunggu sebentar saat ka pal Munawar yang akan mereka pakai menyeberang ke Pelabuh an Poto Tano, menyandar di Pelabuhan Kayangan. Selama menjalani liburan dan dalam perjalanan itu, tidak sedikit pun firasat dirasakan Iin berkaitan dengan kepergian tragis suami dan anaknya. “Semua sangat biasa, saya tidak mendapatkan firasat atau tanda-tanda apa pun. Semua rasanya berjalan normal,” ujarnya. Pukul 02.15 mobil mereka
Pencarian kecelakaan tenggelamnya KMP Munawar Ferry oleh tim SAR
mulai masuk ke dalam kapal. Saat masuk ke kapal ia belum melihat muatan yang banyak melainkan baru ada sekitar empat kendaraan saja. Pukul 02.45, KMP Munawar Ferry yang dinakhodai Sudarta ber gerak dari Pelabuhan Kayangan menuju ke Poto Tano, Sumbawa. Karena kedua anaknya tidur di mobil, Iin memilih tetap tinggal di mobil untuk menjaga kedua anaknya. Begitu juga dengan suaminya, memilih tidur di mo bil. “Saya tidak tidur melainkan tetap bangun untuk menjaga anak-anak dan suami saya yang tidur,” ujarnya. Saat ia asyik bermain de ngan seekor kucing Persia yang dibelinya di Mataram seharga Rp 2 juta, tiba-tiba ia menden gar suara orang panik. Ia tidak tahu dan tidak merasakan ke anehan apa-apa kecuali tertarik mendengar suara panik terse but. “Saya langsung bangunkan suami untuk mengecek hal itu,” ungkapnya. Suaminya pun turun dari mobil mengecek situasi dan be berapa saat kemudian ia kembali dan meminta agar anak-anak dibangunkan dan mereka segera berlarian naik ke atas. Suaminya rupanya sudah tahu ada yang tidak beres sedang terjadi di ka pal tersebut namun tidak sempat mengatakannya. Iin dan kedua anaknya tergesa-gesa keluar dari pintu mobil sebelah kanan kare na mobilnya terparkir mepet ke bagian kiri lambung kapal. Saat keluar dari mobil itu lah ia mengetahui kalau kapal akan tenggelam. “Saya jalan ke depan menuju tangga naik, tubuh saya rasanya sudah me nanjak,” ujarnya. Itu artinya kapal bagian belakangnya telah mulai miring siap tenggelam. Ia pacu anak-anaknya untuk berlari secepat-cepatnya ke atas ruang
penumpang. Di sana terlihat kepanikan yang luar biasa. Ia pucat dan ketakutan terutama memikirkan kedua anaknya yang masih kecil itu. Bahu membahu mereka saling berpegangan mencari pelampung.
MINUM AIR LAUT Mereka berempat sempat mengikat dan menggunakan pelampung dan masih terus berp egangan, satu sama lain, berjalan menanjak mencari peganga n yang kuat. Lampu tiba-tiba mati dan gelap gulita. Tangisan dan teriakan meneror psikologinya yang terancam tenggelam. Mereka berempat te lah sadar bahwa maut sewaktuwaktu siap menjemput. Hanya doa dan harapa n yang bisa dilakukan dalam gelap gulita di malam itu. Angin laut berhem bus kencang dingin menusuk tulang. Ia memohon pada Sang Penguasa hidup agar dapat me nyelamatkan ia dan suami serta anak-anaknya. Dalam keadaan panik yang luar biasa, di tengah teriakanteriakan yang memilukan, tibatiba lampu menyala. Tapi hanya sesaat. Saat itu ia masih melihat kedua anak dan suaminya ada di dekatnya. Dengan cahaya lampu yang menyala sesaat itu, ia dapat melihat pegangan pada kapal yang terus miring itu. Proses tenggelamnya kapal itu membuat beberapa guncangan yang menyebabkan ia terhempas dan jatuh ke laut. Saat tubuhnya jatuh ke laut, ia bahkan tidak lagi bisa melihat wajah anak-anak dan suaminya karena lampu kapal telah mati. Ia hanya mendengar teriakan terakhir anak-anak dan suamin ya yang memanggil namanya. Iin pun jatuh dan tenggelam cukup dalam “Empat kali saya minum air laut saat menyelamatkan diri,”
ujarnya sedih. Iin yang tidak bisa berenang itu tertolong karena telah menggunakan pelampung. Saat ia jatuh air di sekitarnya pun tengah menghisap kapal sedikit demi sedikit sehingga ia tenggelam sangat dalam. Saat ia berusaha naik ke atas betapa pun sulitnya melawan hisapan arus air itu, sekuat tenaga ia angkat tubuhnya ke atas agar bisa mencapai permukaan. Satu hal yang sangat ingin ia sak sikan ketika kepalanya kembali berada di permukaan air, adalah kedua anak dan suaminya. Na mun hal itu tidak bisa dilihatnya, karena setelah ia bisa naik ke permukaan, kapal yang ditum panginya itu telah tenggelam. Ia sama sekali tidak melihat anakanak dan suaminya lagi. “Saya hanya melihat penum pang lain yang mengapungapung berenang berusaha me nyelamatkan diri menjauh dari lokasi tenggelamnya kapal agar tidak terhisap air lagi,” ujarnya. Saat melihat kapal telah teng gelam, ia tidak patah berharap, agar anak-anak dan suaminya ada di antara orang-orang yang terapung itu. Seluruh penumpang pun di evakuasi saat itu juga. Kebetul an ada kapal Nusa Wangi salah satu kapal yang ikut membantu evakuasi dini hari itu dan itulah kapal yang paling dekat de ngannya, maka ia dievakuasi ke KMP Nusa Wangi. Saat tiba di KMP Nusa Wangi, suasana panik terjadi baik dari penumpang kapal tersebut maupun korban selamat yang dievakuasi ke kapal ini. Dalam kepanikan dan histeria itu tiba-tiba ia melihat harta tak ternilai baginya, ada di gendongan seorang penumpang. Hatif, putra bungsunya yang berusia lima tahun itu rupanya dapat diselamatkan oleh penum pang lain.
Ia lari memeluk anaknya itu dan menanyakan kakak serta ayahnya yang juga terpisah darinya. Hatif kecil tidak bisa berkata-kata. Trauma berge layut di wajah polosnya yang pucat. Sembari memeluk erat Hatif, ia berdoa semoga Na dia dan suaminya ada di ka pal lain yang juga membantu evakuasi penumpang. Seluruh penumpang selamat kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Kayangan. Di sanalah ia kembali mencari anak perempuan dan suaminya itu. Cukup lama tidak dapat kabar, ia masih berharap agar keduanya ikut dievakuasi di Pelabuhan Tano, Sumbawa. Hingga Jumat pagi belum ada kabar tentang keduanya. Keluar ganya pun datang menjemput ke Pelabuhan Kayangan. Di sanalah ia mendapat kabar jika suaminya benar-benar telah dievakuasi ke Pelabuhan Poto Tano, namun sudah tidak bernyawa. Usai Salat Jumat, ia dan Hatif pulang ke Taliwang dijemput speedboad PT. Newmont Nusa Tenggara, perusahaan tempat suaminya bekerja. Tiba di rumah, jenazah suaminya telah menantinya yang telah tiba lebih awal. Isak tangis dan kesedihan tidak da pat dibendung. Keluarganya membiarkan ia menangis agar dadanya tidak sesak. Namun, Nadia belum ditemukan. Lebih dari seminggu telah berlalu, Iin belum bisa melupak an kejadian memilukan itu. Ia masih berharap bahwa Nadia bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Ia memiliki keyakinan jika Allah berkehendak, maka tidak ada yang mustahil di dunia ini. “Kalau Allah punya mau, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Saya masih berharap Nadia kembali dalam keadaan selamat,” katanya merurai air mata. -Naniek I. Taufan/Ngurah Budi
l i f e s to ry
6
13 - 19 januari 2014
N i Waya n M u r n i a s i h
Dari Penggemar Jadi Pengasuh Ni Wayan Murniasih, B.A., S.Pd. bisa disebut perempuan multitalenta, khususnya di bidang seni tradisional Bali. Perempuan yang terkenal dengan nama Luh Camplung atau Desak Rai adalah pengasuh “Dagang Gantal” di RRI Denpasar sejak tahun 1991. bareng dengan grup arja 60an. Saya pengagum Ketut Ribu sejak kecil,” ungkapnya. Ia pun lantas tergabung dalam Arja RRI yang kemudian pentas kemana-mana.
Murniasih alias Luh Campung
M
urniasih men gakui dirinya penggemar arja. Terkadang, Mur niasih kecil sampai menangis agar diizinkan ikut menonton arja. Si aran arja di radio tiap Minggu pun, tak pernah dilewatkannya meski harus mendengarnya di rumah tetangga. Maklum, saat itu keluarga Murniasih belum memiliki radio. Memasuki jenjang pendidik an menengah, ia memilih SMKI Denpasar (Kokar) dan pendidikan tingginya di ASTI (sekarang ISI Denpasar). Tahun 1982, kakakkakak kelasnya memiliki kelompok kesenian arja. Kebetulan, pemeran Condong/Inya (pengiring Galuh) berhalangan. Jadilah, Murniasih diminta menggantikannya. Ia ce pat belajar karena memang sudah sering menonton kelompok ini berlatih. Pemeran Galuh saat itu Bu Bandem, dan Bu Sri Ratih (ibunda mantan Rektor ISI Pak Rai) sebagai Mantri Buduh. “Karena sudah tiap hari menonton mereka latihan, saya jadi tahu seperti apa harus memerankan Condong,” kisahnya. Tamat ASTI, Murniasih mela mar kerja ke RRI Denpasar di bagian Kesenian. “Bermodalkan pengalaman pernah berperan se bagai Condong, saya melamar ke RRI yang kebetulan membutuhkan pemeran Desak Rai,” ujarnya. Tahun 1987, ia diminta mencoba memerankan Desak Rai, bersamasama pemain arja senior lainnya angkatan 60an yakni almarhum Ketut Ribu (Mantri Buduh), Cok Kartini (Limbur), dan Jero Ratna (Galuh). “Saya sangat senang seka li, dan tak menyangka bisa bermain
DAGANG GANTAL Ketika RRI membuat program dagang gantal sebuah acara obrolan semacam talk show, Murniasih dengan nama udara Luh Cam plung menjadi pengasuh bersama Bli Gede Tomat dan Bli Nyoman (pembeli). Siaran ini amat khas, yakni mengudarakan lagu-lagu klasik yang langsung didendang kan oleh pencinta acara ini dari rumah melalui telepon atau datang langsung ke studio. Lagu-lagu yang didendangkan tersebut adalah lagu-lagu langka yang terancam punah. Acara ini memiliki andil dalam menggali dan melestarikan lagu-lagu tradisional Bali. Tahun 1991 acara ini berdurasi 10-15 menit. Namun, karena permintaan pemirsa yang mulai menyu kai acara ini durasi nya ditambah menjadi 30 menit, yang diisi dengan macecimpedan. “Setelah berjalan beberapa lama, Bli Nyoman pindah ke Mataram, hanya ting gal saya dan Bli Gede Tomat,” ungkapnya. Acara Dagang Gan tal terus berkembang. Banyolan-banyolan antara Luh Camplung dan Bli Gede Tomat kian menarik perhatian p e m i r s a . Re s p o n s pemirsa pun diapre siasi hingga menambah durasi acara ini menjadi 1 jam yang diisi dengan gending-gending (lagulagu). Dialog interaktif antara pengisi acara dan pemirsa senan tiasa ramai. Pemirsa/ penggemar bisa men girimkan tembang-tembang, baik kekawin atau kidung. Mereka yang tak memiliki sarana telepon juga bisa ber hubungan dengan sesa ma penggemar melalui pengiriman tembang
dengan kartu. Dagang Gantal cu kup fenomenal. Mereka (penggemar) menjadi “gila” dalam proses kreatif khususnya untuk bisa menembang den gan baik. Sehingga, tak sedikit lantas di antara penggemar membentuk sekaa pesantian. Salah seorang penggemarnya Gurun Sudiana yang bernama asli Ketut Su litra, asal Lembongan, Nusa Penida. Ia sampai beberapakali menye berang lautan dari Lem bongan ke Denpasar hanya untuk bisa me nyumbangkan gending langsung ke teman-te mannya di Lembongan. Menurut pengakuannya yang dikutip Murniasih, di Lembongan ia mem bentuk pesantian untuk belajar makekawin dan mekidung. Sebelumnya, Sulitra tidak pernah tergugah untuk mempelajari sastra daerah. Namun, sejak menjadi penggemar Dagang Gantal, ia ter
Pementasan arja remaja binaan Ibu Nyoman Candri saat pentas pertama kali di Art Centre. Murniasih (kiri) berperan sebagai Desak Rai
tarik untuk belajar menembang. Hubungan pengasuh/pengisi acara dengan pendengar inilah yang menjadi salah satu hal yang membuat Dagang Gantal makin
digemari. Saking eratnya hubungan antara pengasuh dan penggemar Dagang Gan tal ini, sampai-sampai se ring mengadakan kegiatan dharmayatra. “Dharmayatra ini menjadi kegiatan unggul an Dagang Gantal. Agustus 2013, kami dharmayatra ke Pura Gunung Salak, Bogor,” ucap Luh Camplung. Kini selain mengasuh acara Dagang Gantal yang mengudara tiap hari pukul 10.00-12.00, Murniasih juga membentuk Sanggar Rare Agon yang diikuti anak-anak SDN 9 Sumerta Kelod. Ia pun kerap membina seka arja yang ada di masyarakat, melatih tari, mesantian, mekidung, dan merias Bali. “Saya berencana belajar ngedalang, biar lengkap bisa semua,” imbuhnya. –Inten Indrawati
13 - 19 januari 2014
S U D U T PA N D A N G
19
Jangan Ada Kepentingan Terselubung Sudah jadi rahasia umum, banyak orangtua di Denpasar merasa galau dengan kondisi pendidikan anak mereka. Keluhan utama mereka, dilema antara mengikutsertakan anak mereka les mata pelajaran atau tidak. Problemnya, yang memberikan les adalah guru kelasnya. Ketika si anak tak ikut les, nilai pelajaran mereka di sekolah anjlok. Kabarnya, guru memberikan bocoran soal ulangan di tempat les. Sebagian orangtua mengeluhkan hal tersebut, tapi merasa tak berdaya. Mau tak mau, mereka ikutkan anak les. Dugaan guru mengabaikan profesionalisme demi menebalkan isi kantung pribadi pun menyeruak. Di sebuah SD negeri di Denpasar, satu siswa dipungut biaya les Rp 150 ribu. “Satu kelas siswanya 50 orang. Tinggal dikali saja, berapa bayaran yang didapat guru dari les,” ungkap salah seorang orangtua yang tak mau disebutkan namanya.
“L
es mata pelajar an seharusnya hanya untuk anak yang belum mencapai kompetensi yang diharap kan. Misalnya, anak ini kurang dalam suatu mata pelajaran tertentu, dia boleh diberikan pelajaran tambahan di sekolah. Mungkin semacam reme dial. Beberapa SD sudah menerapkan ini. Tetapi, jangan ada kata wajib,” tegas Dra. Tjok Istri Mas Minggu Wathini, M.Pd., Ketua IGTKI-PGRI Bali dalam diskusi terbatas “Mencer
mati Pendidikan Dasar di Kota Denpasar” yang diadakan Mingguan Tokoh, Rabu (8/1). Tjok Minggu sangat tidak setuju jika ada les massal di rumah guru. Apalagi ada fenomena guru mem berikan soal-soal yang akan diuji kan di sekolah saat les. Dampaknya, anak yang tidak ikut les, nilainya lebih rendah. Akhirnya orangtua yang anaknya tidak ikut les, mau tak mau jadi mengikutkan anaknya les. “Dinas Pendidikan atau sekolah harus membuat peraturan, les mata pelajar
/Ngurah Budi
N. Mulyathi
Putu Rumawan Salain
Tjok Istri Mas Minggu Wathini
an hanya untuk anak yang kom petensinya belum tercapai. Sekolah membuat program, paparkan pada anak dan orangtua. Beri pemahaman. Karena kadang, ada saja anak atau orangtua yang merasa diperlakukan berbeda ketika anaknya harus ikut les sedangkan ada anak tidak perlu ikut les,” paparnya. Kepala TK Negeri Pembina Den pasar Ni Nyoman Darmini, S.Pd., M.Pd. berpendapat sama. “Les mata pelajaran yang diberikan guru sebai knya dilakukan di sekolah, bukan di rumah guru. Dinas Pendidikan harusnya berperan aktif dalam hal ini,” katanya. Putu Wahyu Wismarini, S.S., guru Bahasa Inggris SDN 8 Dauh Puri, Denpasar melihat dari sudut pandang yang berbeda. “Bagaimana kalau ada kepentingan bagi guru yang bersangkutan? Kalau guru yang berstatus PNS, tidak masalah jika mereka tidak memberikan les. Tetapi, bagi guru honorer, hal ini bisa menjadi sarana untuk menambah penghasilan mereka. Dalam sebulan, mereka bisa dapat tambahan Rp 400 ribu. Di sisi lain, banyak orangtua yang khawatir anaknya ketinggalan, jadi memilih mengeleskan anaknya. Orangtua takut duluan. Kalau tidak ikut les, anaknya ketinggalan. Saya juga pu nya anak. Saya tidak mau anak saya
Tergantung Kesepakatan Kepala Dinas Pendidikan, Pe muda dan Olahraga Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya menilai penggunaan kata les di sekolah itu kesannya negatif. Ia lebih senang jika digunakan kata pengayaan materi. “Les itu tidak hanya di sekolah, di luar sekolah ada les renang, les musik, les tari. Tugas sekolah adalah menyiapkan peserta didik dengan memberikan jam pelajaran sesuai jadwal. Kalau ternyata dirasakan kurang, boleh ada pendampingan intensif atau pendampingan sore. Pendampingan ini dilakukan di luar jam normal. Ini tentu benefitnya untuk siswa. Tetapi jika jam pelajar an di kelas dirasa sudah cukup, tidak perlu ada pengayaan lagi,” tandasnya. Sekarang tergantung kesepakat an sekolah dan orangtua siswa apakah mau ada pengayaan atau tidak. Secara tertulis memang tidak ada aturan atau instruksi yang mengatur pengayaan ini. Biasanya, menjelang UN, tanpa instruksi pun sekolah akan mengadakan pengayaan. Pengayaan ini bisa di lakukan di rumah atau di mana saja oleh guru atau pun masyarakat.
I Gusti Ngurah Eddy Mulya
Pengayaaan ini agar anak-anak tidak membuang waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Intinya adalah kesadaran sekolah, ortu, dan siswa. Tidak boleh ada paksaan dan tidak ada diskriminasi. “Namanya pengayaan materi tentu untuk menambah teknik-teknik penyelesaian soal, kalau berkaitan dengan akademis. Anak-anak ini dipandu untuk mencapai tingkat kemahiran di suatu bidang. Kalau
pemberian kisi-kisi itu wajar. UN juga melakukan hal yang sama. Ada pemberian kisi-kisi agar siswa tidak melenceng dari koridor yang ditetapkan. Latihan terus-menerus akan meningkatan kepekaan siswa. Soal caranya terserah masingmasing. Kecerdasan tidak cukup hanya intelegensia tetapi harus ada kecerdasan emosional dan kecer dasan spiritual,” ujar alumnus S-2 Magister Ekonomika Pembangunan UGM Yogyakarta yang kini menem puh pendidikan S-3 Ilmu Ekonomi di Universitas Udayana ini. Ia juga mengatakan aturan tertulis yang mengatur tentang guru tidak boleh mengadakan les di luar sekolah tidak ada. Pria kelahiran 24 September 1968 ini mengakui ada hukum perkotaan. Ketika orangtua sibuk, anaknya diarahkan les. Satu sisi agar anaknya mendapat pela jaran tambahan, satu sisi karena di rumah tidak ada yang menjaga. “Sepanjang pengayaan itu melatih kepekaan dan intuisi dalam me nyelesaikan soal-soal serta mengisi waktu luang agar bermanfaat, silak an saja,” tegasnya. – Ngurah Budi/ Ratna Hidayati
Ni Nyoman Darmini
Putu Wahyu Wismarini
ketinggalan,” ujarnya. Tjok Minggu tak sepakat de ngan ide les itu untuk meningkatkan kesejahteraan. “Kalau guru mem berikan les dengan tujuan menambah pendapatan, jelas salah. Les tambahan diberikan karena anak harus me menuhi kompetensi. Kalau finansial yang diutamakan, les itu melenceng dari tujuan. Les bukan untuk me nambah pendapatan guru. Sekolah harus membuat kebijakan, les mata pelajaran adalah untuk meningkatkan kompetensi siswa agar siswa men capai kompetensi yang ditetapkan,” tegas mantan Kepala TK Negeri Pembina Denpasar ini. Ia juga tak menampik adanya guru yang memberikan les untuk menambah kompetensi siswa tetapi caranya salah. Hal yang dilakukan guru “bertanggung jawab tapi tidak bertanggungjawab” adalah mem berikan soal yang akan dikeluarkan keesokan harinya. Seharusnya les untuk peningkatan materi pelajaran. Anak-anak jika makin sering diberikan materi pelajaran, itu akan melekat di memorinya. N. Mulyathi, Kepala SD Cipta Dharma Denpasar mengakui kalau orientasi duit yang diprioritaskan, tujuan pendidikan melenceng dan amburadul. “Sekarang sulit jadi guru. Satu sisi anak perlu kita. Sekolah harus mengelola dengan baik situasi ini. Kalau anak sudah mampu, mengapa harus les. Seringkali orangtua sibuk mengejar karier. Anak diserahkan ke guru dan sekolah. Zaman dulu anak-anak sempat bermain dan ber sosialisasi. Sekarang pulang sekolah, taruh buku, ganti pakaian, berangkat les,” kata Guru Ajeg Bali dan Kepala Sekolah Berprestasi ini. Bagi Putu Rumawan Salain, e lemen dasar pendidikan adalah mendidik manusia agar menjadi manusia seutuhnya, bukan menjadi robot. Ada pendekatan psikologis. Empati dan simpati ke anak didik harus lebih intensif agar ada perasaan memiliki. Rumawan menilai ada beberapa poin yang perlu digarisbawahi terkait les mata pelajaran ini. “Les bergerak di ranah kecerdasan, pemanfaatan waktu luang, dan kesejahteraan. Orangtua berpikir, mereka bekerja, mereka ingin anaknya baik-baik saja selama mereka bekerja. Karena itu, orangtua pun memperpanjang ak tivitas anak dengan les. Pendidikan pun dilepas begitu saja. “Siapa yang tak ingin anaknya cerdas? Persoalan nya, mengapa kecerdasan itu diukur dengan nilai? Kita terlalu matematis mengukur manusia,” katanya. Les juga mengindikasikan adanya kepentingan tripartit antara guru, orangtua, dan siswa. Ketika guru
bersertifikasi, ia wajib memiliki 24 jam kerja. “Di sekolah negeri, saya melihat guru itu seperti super market. Satu guru mengajar banyak mata pelajaran. Seharusnya, kita memperbanyak guru mata pelajaran, jangan ada lagi ‘guru supermarket’,” katanya. Selain itu, les juga terkait kuri kulum. “Seperti apa blue print pen didikan di Bali?” tanyanya. Konsep Tri Hita Karana harusnya masuk ke konsep muatan lokal. Les hanya untuk anak yang perlu. Caranya, serahkan pada guru. Di sisi lain, les itu jadi tren. Kalau anaknya tidak les, orangtua galau. Pendidikan ini jadi muatan komoditas dan politik. Peraturan yang dibuat jus tru menyuburkan lembaga les. Buka lembaga les, laku. “Indonesia terlalu pragmatis. Benar nggak sih masih ada student based learning. Berapa persen dari seluruh siswa yang mau aktif? Berapa persen anak didik kita yang berhasil? Kita kembali ke basis kom petensi. Kompetensi harus dipahami dan endapkan sebentar. Kompetensi ini berkaitan dengan bakat atau tidak? Kalau di luar negeri, kompetensi tidak berdasarkan kompetensi akademik saja,” kata Rumawan. Tjok Minggu menambahkan, mendidik anak harus dilakukan de ngan benar. Anak memiliki kemam puan yang berbeda. Ada anak yang menonjol di bidang akademis, ada yang menonjol di bidang keterampil an. Semua itu harus diperhatikan. Karena itu, ia sangat setuju jika rapor anak sekolah tidak menggunakan peringkat. Artinya, prestasi di seko lah jangan diukur dari sisi akademis saja. Bisa saja, si anak biasa saja di akademis, tetapi dia punya prestasi di bidang lain. “Mari mendidik anak bangsa sesuai potensi yang dimiliki. Jangan ada kepentingan lain yang terselubung,” susul Tjok Minggu yang juga aktif di organisasi PGRI, PKK, dan WHDI Bali ini. Rumawan yang juga dosen Fakul tas Teknik Arsitektur Universitas Udayana mengingatkan tentang perlunya kembali ke kearifan lokal. Apalagi Denpasar sudah mencanan gkan diri sebagai Kota Berwawasan Budaya. Konsep tiga A, arep (hadir), atep (dekat), acep (memikirkan) harus dijadikan pedoman. “Guru itu profesi, tidak cukup dengan portofo lio. Guru harus jadi panutan. Etika dan moral harus dijunjung tinggi. Ma sak hanya dibayar sekian ribu rupiah, guru melacurkan diri?” kata pengge mar musik dan fotografi ini. Terlepas dari itu, bagi siswa SD, ke depannya, mereka pasti lulus walau tanpa angka. Kalau sudah begitu, apakah les mata pelajaran masih perlu? – Ngurah Budi/ Ratna Hidayati
20
NINE
13 - 19 JANUARI 2014
Tak Bisa Menenun, Malu Bergaul Dalam membangun kebudayaan Nusa Tenggara Barat, perempuan Sasak, Samawa dan Mbojo (tiga suku yang ada di NTB), memiliki peran yang penting. Perempuan Sasak, Samawa dan Mbojo, tempo dulu memiliki keahlian dalam menenun. Bahkan, kepandaian menenun menjadi salah satu daya pikat bagi perempuan tempo dulu. “Kalau dulu tidak bisa menenun, malu bergaul,” ungkap Itam, salah seorang perempuan Mbojo yang kini berusia 65 tahun.
B
agi masyarakat Mbojo, menenun sudah diajarkan sejak anak-anak berusia dini. Untuk menunjang keahlian ini, arsitektur rumah suku Mbojo sengaja dibuat agar memiliki loteng yang luas. “Di atas loteng inilah anak-abak gadis menenun,” kata Dr. Hj. Siti Maryam Salahuddin, budayawan Bima. Begitu juga dengan Sumbawa, menenun menjadi salah satu aktivitas bagi kaum perempuan. Mereka biasanya menenun di kolongkolong rumah panggung yang sengaja dibuat agak tinggi. Hari-hari gadis Samawa banyak dihabiskan untuk menenun. Demikian pula di Lombok, gadis-gadis Sasak tempo dulu banyak memiliki keahlian menenun. Karena itulah, hingga saat ini, menenun menjadi bagian dari aktivitas kaum perempuan di NTB, khususnya yang secara turun-temurun memang memiliki keahlian menenun. Perempuan-perempuan yang memiliki keahlian menenun masih mewariskannya pada anak cucunya. Tenunan yang menjadi karya tangan perempuan NTB kini banyak diperhatikan pelestariannya guna membangun kebudayaan daerah ini. Untuk itulah, Museum Negeri NTB menggelar Pameran Tenun Sasak Samawa Mbojo, di Museum Negeri NTB, 9-10 Januari 2014. Museum Negeri NTB sengaja menggelar pameran ini agar masyarakat mengetahui tentang sejarah, teknis, fungsi dan ragam hias serta motif tenun tradisional NTB yang merupakan warisan budaya daerah ini dan kini mulai banyak dikenakan dalam kegiatan-kegiatan penting khususnya di NTB maupun nasional. “Pameran ini dilakukan untuk mengenal tautan benang merah tempo dulu, masa kini dan masa yang akan datang,” ungkap Drs. H.L. Gita Aryadi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan NTB yang mewakili Gubernur NTB memberi sambutannya. Pemerintah Provinsi NTB memberi perhatian pada perkembangan tenun tradisional ini dengan harapan bahwa tenun NTB dapat menjadi salah satu warisan budaya yang mampu bersaing dengan tenun daerah lain. Hingga saat ini, kain tenun Sasak Samawa dan Mbojo masih
memiliki fungsi estetika dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai kebutuhan, seperti kelengkapan upacara adat, pakaian adat, status sosial dan lainnya. Sentra-sentra tenun yang ada di NTB yang bertahan sejak dahulu hingga kini yaitu, di Lombok ada di Getap Mataram, Bayan Lombok Utara, Gumise-Gerung Lombok Barat, Sukarara dan Sade Lombok Tengah dan Pringgasela Lombok Timur. Sedangkan pusat-pusat kegiatan menenun di Bima ada di beberapa daerah, memiliki motif dan ciri khas yang berbeda, yakni di Kelurahan Raba Dompu, Monggonao, Raba Ngodu dan Sarae di Kota Bima yang terkenal dengan kain songket Istana Kesultanan Bima yang disebut tembe salungk atau tembe songket dan tembe nggoli. Di Desa Renda Kecamatan Belo dikenal dengan nama tembe renda. Sedangkan di Ntonggu Kecamatan Belo bagian utara dikenal dengan nama tembe ntonggu yang kebanyakan berwarna gelap, biru dan hitam. Sentra-sentra lainnya ada di Desa Sambori, Mbawa, Leu dan Donggo serta beberapa tempat lainnya. Motif hias yang paling banyak digunakan dalam tenunan Bima adalah bunga, seperti bunga samobo, bunga yang sering tumbuh di persawahan, bunga satako (bunga yang tumbuh merambat). Ada pula motif hias nggusu waru (segi delapan), bunga ka kando (bunga tunas bambu). Dua motif ini kerap dipakai untuk menutup motif tenun pada bagian atas maupun bawah atau penutup pola bagian tengah khususnya bagian belakang sarung. Saat ini, perkembangan tenun daerah NTB terbilang terus membaik dengan masih tetap aktifnya para penenun tradisional di sentrasentra tenun yang ada di Nusa Tenggara Barat. Keanekaragaman tenun NTB bisa dilihat dari cara penyebutan nama, namun ragam hias (motif) dan fungsinya mempunyai kesamaan yang menjadi benang merah pemersatu budaya antaretnik ini. Untuk menjaga kelestarian tenun tersebut di tengah berkembangnya zaman, harus diiringi meningkatnya keterampilan penenun. Persoalan motif atau ragam hias yang terus berkembang menjadi keunikan tersendiri dari tekstil tradisional NTB. Mengambil contoh kre alang kain tradisional Suku Samawa (Sumbawa, NTB) yang asli. Kalau dulu kain ini sangat berat karena terbuat dari kapas asli sehingga kalau dipakai akan terasa sekali beratnya dan sedikit terganggu memakainya karena benangnya yang kasar. Namun, seiring berkembangnya pemikiran manusia untuk memproduksi tenunan tersebut secara massal, dipakailah bahan dan benang yang lebih ringan dan halus, sehingga lebih praktis dan gampang dipakai. Untuk acara-acara adat bisa saja masih dipakai yang asli, tapi kalau untuk keperluan kesenian, seperti menari dan lainnya, rasanya terlalu ribet. Motif yang berkembang contohnya, lonto engal (bentuk melingkar), kini bisa lebih indah karena modifikasi. Tapi keaslian lonto engalnya sebagai roh masih terus dijaga dengan tidak menghilangkan motif tersebut. Lonto engal sendiri adalah tumbuhan yang menjalar (umbi jalar), di permukaan terlihat kecil namun dalamnya sangat
INSPIRASI
13 - 19 JANUARI 2014
Dodo D’Cinnamons
Jatuh Bangun Pasarkan Gitar Lokal Merintis bisnis gitar akustik ternyata tak semudah dibayangkan memainkannya. Setidaknya itu yang dirasakan Dodo D’Cinnamons saat memulai bisnis gitar akustik lokal alias buatan Indonesia.
D
Menenun menjadi bagian dari aktivitas kaum perempuan di NTB
besar. Filosofinya, kata Mustakim Biawan anak-anak yang berkelakuan banci dan sebabudayawan Sumbawa, adalah kesederhanaan gainya. (low profile). “Di luar tampak biasa-biasa saja Pembuatan umbaq di kalangan masyarakat namun sesungguhnya menyimpan sesuatu Sasak, merupakan tradisi turun termurun yang besar dengan segala kerendahan hati,” yang dilakukan setiap kelahiran seorang anak, katanya. Terlihat bahwa satu motif yang ham- baik laki-laki maupun perempuan dibuatkan pir semua dimiliki oleh kain tenun tradisional umbaq oleh orang tuanya. Pembuatan yang dari berbagai daerah tersebut adalah motif mengharuskan keikutsertaan garis keturunan pucuk rebung, meskipun ada juga yang me- tersebut memberi arti tersendiri yakni, wamodifikasinya. Filosofi akan kekuatan tersebut hana silaturrahmi atau pemersatu keluarga. hadir sebagai pemersatu etnik. “Pucuk rebung, Umbaq termasuk kain yang disakralkan karsulit tumbang meskipun angin kencang meng- ena sewaktu dibuat melalui upacara ritual hantam,” katanya. dan ditenun oleh para wanita yang memiliki Ragam motif tenun dari tiga suku ini tampak kemampuan teknis maupun spiritual serta dari motif dan corak kain tenunan. Samawa syaratnya saat menenun adalah wanita yang yang memamerkan tenun bernama kre alang tidak sedang dalam keadaan haid atau wanita terbuat dari benang katun dan benang perak, yang sudah menopause. dihias dengan motif sulur daun (lonto engal), Satu koleksi kain tenun Sasak dalam pamcepa, tumpal dan geometris. Berfungsi sebagai eran tersebut bernama subahnala yang corak kelengkapan pakaian adat suku Samawa pada motif hiasnya menunjukan kemiripan dengan saat upacara perkawinan, khitanan dan lain- corak motif hias kain songket Bali Utara yang lain. “Dinamakan kre alang, karena dulunya disebut songket kekurungan. Menenun kain kre (kain) Sumbawa tersebut ditenun oleh songket subahnala ini, merupakan pekerjaan para gadis di atas alang (loteng) rumah,” kata yang cukup rumit mengingat ragam hiasnya Mustakim. Wajar saja, gadis zaman dahulu tidak memenuhi seluruh bidang kain, sehingga banyak yang bebas turun dan bermain di luar dibutuhkan kesabaran, ketelitian dan waktu rumah. Bahkan, mereka lebih sering berada di yang agak lama, minimal sebulan satu kain. atas loteng untuk menenun. Konon, seorang penenun dulu, merasa senang Tembe songke (kain songket) Bima, juga kini dan puas karena mampu menyelesaikan songterbuat dari benang katun dan benang perak ketnya dengan cepat, serta merta mengucap dengan motif cepa, bunga setangkai (bunga kalimat Subhanallah (maha suci Allah). Lama setako) dan motif geometris yang berfungsi kelamaan karena pengaruh ucapan setempat sebagai kelengkapan pakaian adat suku Mbojo menjadi subahnala dan hingga kini kain tenun utuk upacara-upacara tradisi, perkawinan dan motif ragam hias yang memenuhi bidang kain sebagainya. Sedangkan Sasak yang kini memiliki tersebut dikenal secara luas dengan nama beberapa sentra kerajinan tenun ini, beberapa songket subahnala. koleksi yang dipamerkan tersebut antara lain -Naniek I. Taufan/Inten Indrawati lempot umbaq, yang terbuat dari benang katun dengan motif garis-garis lurus, yang pada ujungnya diberi mata uang logam melalui sebuah upacara adat “pegat umbaq”. Kain ini berfungsi sebagai kelengkapan upacara adat seperti pera api (putusnya tali pusar bayi), ngurisan, sunatan, sorong serah aji karma dan upacara mengayu-ayu. Umbaq dipercaya memiliki fungsi magis di kalangan masyarakat Sasak. Sehingga, seringkali dipakai dalam peristiwa keseharian misalnya, umbaq ragi embung putting, dibuat untuk dipakai sebagai sarana mengobati anak yang suka makan kotorannya sediri. Umbaq ragi selemang, dibuat untuk dipakai sebagai sarana merawat anak yang nakal agar baik dan patuh pada orang tua. Umbaq ragi bidadari ngamuk, dibuat untuk merawat anak yang suka marah atau sering mengamuk. Umbaq ragi buaq bunut dibuat untuk merawat anak yang sering bisul. Umbaq ragi budi dana untuk merawat anak-anak yang rewel. Umbaq Ragam motif tenun masyarakat NTB ragi budi sardi, untuk merawat
5
ua tahun pertama tokonya begitu sepi dan itu nyaris membuatnya frustasi. Beruntung ia cepat sadar bahwa menjalankan bisnis dengan pure idealism, tidaklah mudah. Harus ada strategi tertentu. Vokalis grup band D’Cinnamons ini pun langsung banting setir. Ia pun mengawinkan antara idealisme dan keinginan pasar. Hasilnya, bisnisnya pun mulai berkembang bahkan mulai dikenal oleh para penggemar gitar akustik di mancanegara. “Aku buka bisnis ini karena hobi dan kecintaanku pada gitar akustik. Dalam perjalanan menekuni gitar sejak SMP sampai sekarang, aku menemukan, gitar akustik buatan lokal tak kalah bagusnya dengan buatan luar, bahkan dengan gitar yang memiliki brand sekalipun. Fakta bahwa pengrajin gitar kita ternyata mampu melahirkan produk berkualitas itulah yang mendorong saya ingin mengangkat produk dalam negeri,” tutur Dodo yang bernama lengkap Diana Widoera. Misi Dodo dalam menjalankan bisnisnya bukan sekadar mencari keuntungan materi semata tapi ingin mengedukasi pasar, khusus para pencinta gitar akustik dalam negeri untuk mencintai produk negeri sendiri. Di tokonya yang juga menyediakan segala perlengkapan gitar juga ada bengkel servis, orang bisa bertanya berbagai hal tentang gitar. “Bagi saya sendiri, meski sudah mengenal gitar puluhan tahun, saya masih terus belajar tentang seluk-beluk gitar yang juga mengalami perkembangan,” tambah wanita kelahiran Bandung, 16 Maret 1983 ini. Untuk mendapatkan gitar-gitar berkualitas buatan daam negeri, Dodo berkeliling mendatangi para pengrajin gitar. Ia memberi wadah bagi para pengrajin itu untuk menjual produknya. Ternyata impiannya menyosialisasikan gitar dalam negeri, tidak semudah dibayangkan, di tengah serbuan gitar-gitar produk Cina yang memasuki Indonesia. Belum lagi dari sisi harga, produk dalam negeri lebih mahal dibanding produk Cina untuk kelas serupa. Inilah salah satu tantangan yang harus di-
hadapinya. Ditambah lagi masalah bahwa umumnya pencinta gitar akustik dalam negeri yang lebih suka membeli gitar bermerek luar negeri meskipun harganya sangat mahal. Tak mengherankan, dua tahun menjalankan bisnis produk gitar akustik dalam negeri, tokonya sepi pembeli. Kebanyakan orang-orang hanya datang melihat-lihat isi toko yang semuanya gitar dalam negeri. “Dua tahun pertama sungguh berat. Ibarat hanya menunggui nyamuk. Yang saya jual semua produk Indonesia, padahal mungkin orang datang ingin cuci-mata melihat produk lain juga. Ada perasaan sedikit frustasi. Saya merenung, apa yang kurang, apa yang tidak tepat, itu yang harus diperbaiki. Hal penting lainnya adalah berjuang. Jadi ketika semua hal dirasakan sudah baik, yang harus dilakukan adalah memperjuangkannya agar berhasil. Dan itulah yang saya lakukan,” ungkap pendiri grup band D’Cinnamons ini. Dari berbagai masukan yang ia dapat, akhirnya dia sadar, tidak mudah menjalankan apa yang dia ingin hanya berlandaskan idealisme. Karena bagaimana pun, dia harus memperhatikan keinginan/tren pasar. Sejak itu, toko Dodo pun mulai memajang produk-produk luar negeri. “Agar bisnis ini bisa berjalan saya mengubah strategi, agak menekan idealisme saya. Meski begitu, saya tetap memberi tempat pada pengrajin lokal untuk menjual produknya di tempat saya. Hanya saja tidak semua, sebagian adalah produk luar negeri. Di sisi lain, upaya saya mengedukasi pasar tentang keunggulan produk dalam negeri, juga tetap berjalan. Misalnya, ada pembeli yang datang dengan kebingungan atau belum menentukan mau beli produk mana, maka saya bantu. Misalnya, saya ambilkan buatan lokal dan buatan luar dengan kelas yang sama, lalu saya memperdengarkan suaranya. Biasanya banyak dari mereka tertarik beli produk dalam negeri karena suaranya lebih bagus,” tutur Dodo.
Dodo, Bona, Nana saat syuting album Atlantis
Dodo
SAMA-SAMA BERSINAR Dodo sendiri berasal dari keluarga penyuka musik, khususnya gitar. Sejak usia tujuh tahun Dodo yang memiliki suara unik ini, diperkenalkan dengan piano. Kemudian ia merambah ke gitar pada saat kelas 1 SMP. Sejak itu, ia menjadi begitu cinta pada gitar dan alat musik itu menjadi andalannya saat tampil di berbagai acara-acara musik. Saat kuliah pun hobinya bermusik terus berlanjut sampai akhirnya ia mendirikan band D’Cinnamons pada 2004. Dalam band itu, wanita cantik ini bukan hanya bermain gitar tapi juga sebagai vokalis dan pencipta lagu. Kekhasan yang dimiliki D’Cinnamons, membuat band ini berhasil meraih popularitas dan akhirnya menyabet penghargaan piala IMA (Indonesia Movie Award) 2008 sebagai soundtrack terfavorit. Band ini sempat terpuruk ketika sejumlah anggotanya mengundurkan diri dan Dodo gagal mencari pengganti yang tepat. “Itu masa-masa sulit bagi kami. Saya sempat pasrah, meski ada suara lain dalam hati saya yang mengingatkan agar tidak mudah menyerah karena pasti akan datang bantuan. Benar saja, tak lama kemudian, saya dapat telepon dari Nana (bassis D’Cinnamon) yang melamar sebagai bassis,” ucapnya. Sekarang D’Cinnamon yang sudah menemukan rohnya, kembali berkibar di belantika musik Indonesia. Di sisi lain, kebahagiaan Dodo terasa lengkap karena bisnis gitarnya mulai bergulir baik. Bisnis yang dibangunnya di awal 2010, mulai menunjukkan hasil di tahun 2013. Para pembeli mulai berdatangan karena mereka menganggap toko gitar Dodo menyediakan fasilitas lebih yakni memberi mereka konsultasi tentang gitar. Dalam kesempatan konsultasi itu pula, tak lupa Dodo mempromosikan gitar-gitar buatan dalam negeri. Tanpa sadar, kata Dodo, tokonya menjadi dikenal sebagai tempat mencari gitar buatan dalam negeri berkualitas bagus. Kata Dodo, itulah promosi getuk-
tular yang sekarang dia nikmati hasilnya. Bahkan, ucap Dodo lagi, para penggemar gitar akustik luar negeri pun datang ke tokonya, memburu gitar-gitar dalam negeri yang berkualitas bagus. “Mereka datang ke saya, khusus mencari gitar buatan dalam negeri. Mereka berani membayar mahal, tanpa menawar. Di satu sisi saya senang mendapat keuntungan dari bisnis ini, tapi di sisi lain, saya bahagia karena gitar produksi dalam negeri mulai dikenal publik gitar mancanegara, seperti Jepang dan Kanada. Ketika saya tanya dari mana tahu tempat ini, mereka menyebut dari internet. Lain dari itu, mereka merasa penasaran dengan gitar buatan Bandung hahaha. Saya gembira mereka memuji-muji produk gitar dalam negeri,” kata Dodo yang menjual produk dari harga Rp 700 ribu sampai Rp 36 juta. – Diana Runtu/Ratna Hidayati
INSPIRASI
4
13 - 19 JANUARI 2014
Bukan lagi Pembuangan Pencemaran lingkungan dan upaya pelestarian alam yang diakibatkan oleh sampah menjadi dua sisi menarik untuk ditelusuri dan diketahui keberadaannya.
I Nengah Merta
D
i Banjar Dinas Linggasana, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali ada pionir pencegahan kerusakan lingkungan. Sejak tahun 2002 areal itu dijadikan tempat mengumpulkan sampah oganik dan anorganik dari limbah rumah tangga maupun industri atau yang disebut dengan TPA (Tempat Pemrosesan Akhir). Dulu tempat itu dikenal dengan nama TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Digantinya kata “pembuangan” menjadi “pemrosesan” karena kata “pembuangan” dalam konteks sampah berkonotasi tidak berguna dan dibuang begitu saja. Sebaliknya, dengan kata “pemrosesan”, sampahsampah yang dikumpulkan tersebut dipilah selanjutnya sampah organik diproses menjadi kompos sebagai penyubur tanaman. Sejatinya TPA telah berdiri tahun 2000, baru beroperasi tahun 2002. Dari Kota Amlapura menuju Banjar Dinas Linggasana jarak yang ditempuh sejauh 10 km menuju arah jalan naik ke utara melewati Desa Padangkerta dan desa kawasan budaya Budakeling. Mulai memasuki wilayah ke dua desa itu, kita akan berpapasan dengan truk-truk pengangkut batu dan pasir, karena Banjar Dinas Butus, tetangga sebelah utara Banjar Dinas Linggasana adalah lokasi galian golongan C. Seluruh wilayah Desa Bhuana Giri termasuk di dalamnya Banjar Dinas Linggasana adalah aliran muntahan letusan lahar Gunung Agung tahun 1963. Memasuki areal TPA Linggasana, tiga orang petugas teknis yang sehariharinya bertugas di TPA siap menyambut. Mereka adalah Ni Wayan Nastri, S.Sos., I Komang Sukrena, dan I Dewa Putu Yasa. Luas TPA 2.195 hektare terdiri dari 332 meter persegi diperuntukkan tempat Instalasi Pengelolaan Limbah Tinja (IPLT) dan 1.687 meter persegi tempat TPA sampah. Meskipun gundukan sampah tampak basah sedikit busuk tapi areal itu masih menyiratkan kesan hijau dan asri dari rerumputan dan pepohonan yang mengitari areal TPA. PENGOSEK Meskipun saat itu siang pukul 11.00 dan hujan rintik-rintik mulai
turun membasahi bumi TPA, masih tampak para pengosek tua-muda laki maupun perempuan mengerumuni onggokan sampah yang baru saja diturunkan dari truk-truk pengangkat sampah milik Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Karangasem. Sebutan pengosek adalah istilah sebutan warga Banjar Linggasana, sebutan lain dari kata pemulung, karena dilakukan dengan cara mengorek-orek. Meskipun wajah dan pakaian kumal ciri mereka saat ngosek, mereka memiliki lubuk hati jujur, jujur akan eksistensinya sebagai kaum golongan miskin, mau dan berani berjuang demi sesuap nasi untuk mempertahankan hidup dirinya dan keluarga, dan bukan dengan meminta-minta. Mereka berbekal karung plastik dan kayu pengosek, berlomba-lomba sembari bergurau di antara para senasib mengais rezeki memilah dan memilih benda-benda yang tidak lagi berguna bagi pemiliknya, sebaliknya sangat berguna bagi para pengosek. Menurut beberapa pengosek, mereka memilih benda-benda anorganik atau barang-barang rongsokan hasil industri seperti dari bahan plastik, kaleng, besi dan sejenisnya atau barang-barang rumah tangga. Sedangkan sampah organik yang dicari untuk makanan ternak babi di antaranya nasi, sayuran, daging/ikan, kue atau makanan lainnya. Sampah anorganik yang didapat mereka kumpulkan kemudian dijual kepada pengepul rongsokan. Mereka didatangi secara berkala oleh pengepul. Sedangkan sampah organik ada yang dipakai sendiri untuk ternaknya atau dijual kepada warga sekitarnya untuk makanan ternak. Para pengosek sehari-harinya biasa mencapai 40 orang. Mereka mulai bekerja sejak pagi sampai matahari terbenam, karena tiap truk pengangkut sampah mencapai dua kali angkutan pagi dan sore. Mereka membentuk organisasi perkumpulan yang diberi nama “Lingga Sari” diketuai I Ketut Nama dengan jumlah anggota 40 orang. Perkumpulannya bergerak di bidang usaha simpan-pinjam. PROSES PENGOLAHAN SAMPAH Di sisi selatan TPA, terdapat sebuah gedung berukuran 106,25
Para pengosek mengais rejeki di antara tumpukan sampah
meter persegi tempat penyimpanan sampah plastik bekas pembungkus yang kelihatan meluber keluar karena gedungnya telah penuh sampah plastik. Di sebelah selatannya bagian bawah, terlihat gedung berukuran 220 meter persegi tempat pengomposan, alat proses pengolahan sampah organik untuk menjadi pupuk kompos. Ni Wayan Nastri, ibu dari dua anak yang sejak 2012 ditugaskan di TPA menjelaskan, proses pengolahan dan pemilihan sampah. Sedangkan di bagian depan areal TPA terdapat beberapa kolam naturasi dan pengeringan berbagai ukuran yang saat itu tiap kolam terlihat berisi air keruh rata-rata 50% karena air hujan. Menurut Wayan Nastri, tempat itu berfungsi sebagai saluran rembesan air tinja yang ada di hulu bagian utara. Juga tampak di areal bawah di arah barat daya, di sebelah selatan gundukan sampah dibuat kolam berbagai ukuran kecil dan besar dinamakan kolam lindi. Kata Komang Sukrena, kolam itu berfungsi sebagai rembesan saluran air dari gundukan sampah. Pemilihan sampah dibagi tiga, yaitu barang lapak dijual seperti kardus, kertas, kaca, plastik, aneka logam dan sejenisnya, barang yang dianggap berbahaya diamankan, sedangkan sampah organik dijadikan bahan kompos. Kemudian langkah berikutnya meliputi proses pencacahan, pencampuran dilanjutkan dengan pemupukan di atas terowongan bambu dan disiram dengan air secukupnya memerlukan waktu 1-2 hari. Langkah berikutnya kata Wayan Nastri, pemantauan suhu membutuhkan waktu 2-4 hari. Proses berikutnya memakan waktu sekitar sebulan adalah perlakuan berdasarkan keadaan suhu dan keadaan air. Selanjutnya pematangan kompos diperlukan waktu 14 hari, pengayakan dan pengepakan 1-2 hari.
Kolam Lindi, pengolah air limbah sampah
Terakhir adalah pemasaran. Menurut Wayan Nastri, hasil kompos dari TPA belum dijual ke masyarakat. “Banyak dari instansi pemerintah dan sekolah di Karangasem memanfaatkan kompos produk TPA Linggasana untuk menyuburkan tanaman termasuk tanaman yang dikelola DKP,” ujar Wayan Nastri. Dari psoses pengolahan sampah telah meghasilkan kompos sekitar 3,6 ton tiap bulan.
Abang, Karangasem, tepatnya di kaki Pura Bukit Lempuyang, masalah sampah masuk dalam awig-awig yang menghendaki tiap sangkepan wajib membawa sampah plastik. Menurut Suama, berbagai upaya telah dilakukan guna mengurangi dampak polusi sampah menjadikan berkah melalui program penangkapan gas metan yang dihasilkan oleh sampah menjadi biogas. Tahun 2014 ini pihaknya memprogramkan pengelolaan sampah plastik yang mengandung bahan alumunium foil menghasilkan minyak setara dengan minyak solar, di bawah satu tingkat dari solar atau satu tingkat dari minyak tanah. MENEMUKAN EMAS Selain pengelolaan teknis sampah TPA, ada sisi lain yang sangat menarik untuk ditelusuri. Mereka para wanita Ni Wayan Merta (40), Ni Luh Tama (70) adalah pionir pengosek yang tidak boleh termarginalkan. Mereka sejak ada TPA turut andil membantu mencegah kerusakan lingkungan. Di antara mereka adalah sosok laki-laki I Nengah Merta 40 tahun. Dia adalah salah seorang dari puluhan pengosek di TPA Linggasana. Hujan dan terik panasnya alam Linggasana tak menyurutkan perjuangan Mertha, mereka berpacu mengadu nasib. Mertha melakoni peker-
13 - 19 JANUARI 2014
MANDALIKA
21
Penanganan Kanker Serviks di NTB Terkendala Peralatan Kemoterapi Dua dari 1.000 wanita bisa terkena kanker leher rahim. Dan hampir 100% wanita bisa tercemar infeksi human papilloma virus (HPV) onkogenik, penyebab kanker leher rahim. Virus ini menyerang leher rahim. Hal ini diungkapkan dr. H. Dodik, Sp.OG., usai mendampingi Prof. Dr. Alexander AW Peters, MD., ahli Ginekologi (kandungan) dari Universitas Leiden Belanda, dalam audensi dengan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan tersebut Prof. Peter dan tim didampingi Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi dan Hj. Syamsiah Muh. Amin.
D
r. Peter yang datang dengan beberapa dokter kandungan dari Universitas Indonesia, yakni dr. Edi dan dr. Laela serta, dr. Dodik dari Universitas Mataram, datang ke Lombok untuk melihat keadaan masyarakat Lombok khususnya dalam hal kesehatan reproduksi guna penanganan kanker leher rahim. Menurut Dokter Dodik, kasus kanker leher rahim di Lombok menyebar rata di semua daerah. Karena itulah dr. Peter bersama tim akan menjalin kerjasama dengan Pemerintah NTB dalam penanganan kanker leher rahim dengan cara melakukan deteksi dini agar tidak sampai
pada tahap terjadi kanker. Deteksi dini kanker leher rahim sangat penting dilakukan mengingat perjalanan dari infeksi HPV ini hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun. Proses penginfeksian ini seringkali tidak disadari oleh para penderita, karena sebagian besar berlangsung tanpa gejala. Kanker leher rahim pada stadium awal tidak menunjukkan gejala yang khas, bahkan bisa tanpa gejala. Sedangkan pada stadium lanjut, gejala kanker serviks, antara lain perdarahan, keputihan abnormal, perdarahan sesudah mati haid (menopause) serta keluar cairan abnormal (kekuning-kuningan,
berbau dan bercampur darah). Karena itulah, harapan disampaikan oleh Dr. Laela dari UI setidaknya minimal setiap perempuan di NTB mengetahui bahaya kanker leher rahim. Untuk itu peran serta Tim Penggerak PKK NTB maupun organisasi wanita lain termasuk Lombok Tengah dan Lombok Timur yang sudah ikut dalam gerakan ini, sangat dibutuhkan. Gerakan sosial deteksi dini kanker leher rahim ini sebelumnya telah dilakukan di beberapa daerah, seperti Jakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan dan sekarang akan dilakukan di Nusa Tenggara Barat. “Dalam waktu dekat kerjasama antar Universitas Indonesia dengan Universitas Mat-
Penjelasan dr. H. Dodik Sp.OG didampingi dr Edi dan dr. Laela dari UI.
aram dan lainnya yang ada di NTB untuk membantu gerakan ini dalam sebuah aksi, akan segera terbina,” ucap Peter. Di Indonesia kegiatan ini sudah berlangsung sejak bulan April 2013 dan saat ini memasuki tahap evalausi hingga berlanjut ke Nusa Tenggara Barat. Gubernur NTB sangat mengapresiasi kegiatan sosial ini dan mengharapkan peran yang lebih banyak lagi dari Prof. Peter bersama tim untuk membantu masyarakat, terutama perempuan NTB terkait masalah kesehatan reproduksi. Untuk itulah gubernur secara khusus
akan menunjuk Dinas Kesehatan Provinsi NTB menjadi koordinator dalam menunjang kegiatan ini. Untuk menangani kanker leher rahim, di NTB masih terkendala dengan peralatan kemotrapi yang terbatas dan tenaga evologis yang belum siap. Tenaga radiologi ada, namun peralatan pendukung yang tidak tersedia yang harganya cukup mahal sekitar Rp 30 Miliar. “Ketiga hal inilah yang masih menjadi kendala sehingga pasien kanker leher rahim masih kita rujuk untuk penanganan di luar NTB,” ujar H. Dodik. -Naniek I. Taufan/Inten Indrawati
Tragedi Tenggelamnya KMP Munawar Mesin proses pengolahan sampah menjadi kompos
OLAH SAMPAH JADI MINYAK Menurut keterangan I Komang Sukrena, volume sampah yang masuk ke TPA per tahun 2012 lalu mencapai 40.601 meter kubik, berarti rata-rata per bulan 3.338,42 meter kubik. Lanjut Sukrena, jumlah truk pengangkut sampah di TPA per hari rata-rata 18 truk. Di TPA Linggasana sehari-hari, bertugas 18 orang dengan berbagai tugas dari administrasi sampai teknis. Bahkan menurut I Dewa Putu Yasa, beberapa petugas tiap hari masuk tanpa hari libur, kecuali hari Nyepi. Guna meminimalisasi bau sampah dan lalat yang dapat mengganggu lingkungan, digunakan sisten control landfill, yaitu penutupan sampah dengan tanah uruk secara berkala dan penyemprotan cairan EM4. Kepala DKP Kabupaten Karangasem, I Made Suama, S.H., M.Si., mengatakan, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengurangi pencemaran limbah plastik, kebijakan Pemkab Karangasem melalui DKP, jenis plastik pembungkus yang dikumpulkan oleh masyarakat akan dibeli Pemkab Karangasem melalui subsidi 1 kg seharga Rp 2.000, kemudian dijual kepada pemulung seharga Rp 400. Bukti kepedulian masyarakat terhadap bahaya sampah plastik di Karangasem, ada organisasi adat di Banjar Purwayu, Kecamatan
jaan sebagai pengosek sejak lima tahun lalu bersama putri semata wayangnya Ni Wayan Susanti yang kini masih duduk di bangku kelas I SMK Pariwisata di salah satu sekolah swasta di Karangasem. Sejak ditinggal istri karena cerai beberapa tahun lalu, Mertha harus kerja keras mempertahankan hidup untuk makan dan meyekolahkan anak sampai tamat. Pulang sekolah Susanti ikut berbaur dengan wanita pengosek lainnya. Menurut cerita Mertha, dulu semasih dirinya muda sekitar tahun 1990-an, dia adalah seorang pekerja keras, pernah bekerja di perusahaan pengiriman sapi sampai ke Jakarta. “Sekarang tidak ada pekerjaan lain yang saya bisa kerjakan karena tidak ada sawah-ladang yang dikerjakan,” kata Mertha pasrah. Rata-rata per hari dari hasil ngosek Mertha hanya mendapatkan penghasilan Rp 20 ribu dari jualan rongsokan dan sisasisa makanan ternak. Suka-duka menjadi pengosek di gundukan sampah, Mertha pernah mendapatkan uang Rp 100 ribu di dalam amplop dan emas 3,5 gram. Dukanya sudah menjadi risiko bagi Mertha dan pengosek lainnya. Kakinya pernah tertusuk paku dan katik sate meskipun pakai sepatu. “Tiang sempat dua bulan istirahat sakit tidak bekerja,” katanya. Pasek Antara/Ratna Hidayati
Tahun 2014 baru saja tiba. Suka cita menyambut tahun baru belum lagi usai, tiba-tiba sebuah tragedi terjadi di Selat Alas, Nusa Tenggara Barat menghentak dini hari itu. Peristiwa tenggelamnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Munawar jalur Kayangan-Pototano di Selat Alas, (3/1) Januari itu bisa menjadi pengingat bahwa kapan dan di mana pun tragedi bisa terjadi. Isak tangis keluarga korban yang datang ke lokasi mencari anggota keluarganya yang belum ditemukan terdengar pilu. Terpukulnya korban yang berhasil selamat juga kondisinya tidak kalah menyedihkan. Selain trauma akan peristiwa itu, di antara mereka juga ada yang kehilangan anggota keluarganya yang tidak berhasil mereka selamatkan. Berdasarkan manifest KMP Munawar Ferry yang dinakhodai Sudarta tersebut membawa 50 penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Kayangan ke Pelabuhan Poto Tano pukul 02.45 wita. Setelah sekitar 1,5 jam berlabuh, dalam hitungan perjalanan normal waktu tersebut, harusnya kapal sudah bisa bersiap menyandar di Pelabuhan Tano. Namun kali ini tidak, kapal mulai oleng ke kanan dan air masuk memenuhi dek kapal. Saat itu terjadi, nakhoda kapal memberi signal darurat kepada tiga kapal, Nusa Wangi, Gading Nusantara dan Marina Quinta yang ada di sekitar jalur penyeberangan. KMP Munawar sempat berusaha balik arah ke Kayangan, akan tetapi ketika berada pada
Gubernur NTB bertatap muka dengan korban KMP Munawar
posisi 180 derajat, kapal tidak sanggup lagi berada pada posisi normal sehingga perlahan-lahan tenggelam. Sebelum kecelakaan, beberapa ABK yang selamat menuturkan, sebenarnya sudah berusaha menghindari kecelakaan tragis di laut itu. Saat kapal berangkat dari Pelabuhan Kayangan dini hari itu, tanda-tanda akan kecelakaan mulai terlihat ketika air masuk melalui dek kapal. Air diperkirakan masuk dari lambung, masuk ke areal parkir kendaraan yang diperkirakan berjumlah 15 unit mobil pribadi serta truk, dan belasan sepeda motor. Melihat hal tersebut, seluruh ABK kompak meminta kapten kapal Sudarta berbalik arah. “Melihat kondisi kapal yang sudah tidak mungkin untuk melanjutkan perjalanan, kami minta agar balik arah,” kata Samsul, salah seorang ABK. Dan ketika hal itu dilakukan, kapal sudah tidak bisa tertolong.
KMP Munawar sempat mendapat bantuan dari KMP Nusa Wangi yang berusaha menarik kapal agar tidak tenggelam, tetapi gagal. Sekitar Pukul 03.30 wita, kapal akhirnya tenggelam bersama sejumlah penumpang dan muatan lainnya. Proses evakuasi terhadap penumpang dilakukan dalam waktu yang sangat cepat oleh Tim SAR Mataram, Polair Polda NTB dan TNI AL pada pukul 04.30 wita. Dini hari itu, Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur mulai ramai oleh keluarga korban yang datang mencari tahu kondisi keluarganya. Korban selamat dan keluarga korban silih berganti datang menanyakan perkembangan pencarian. Kejadian ini mendapat perhatian dari Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGH. M. Zainul Majdi yang pagi-pagi sekali langsung turun mengunjungi korban ke Pelabuhan Kayangan Lombok Timur sekaligus mengecek situasi
Pelabuhan Kayangan. Didampingi Kapolda NTB, Brigjen. Pol. Moechgiyarto, gubernur mengunjungi korban Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Munawar yang dievakuasi di Pelabuhan Kayangan yang masih shock dengan kejadian yang menimpa. Dalam kesempatan itu, Gubernur NTB mengunjungi korban dan beberapa di antaranya adalah, Indria Sari (50), Asal Taliwang Sumbawa Barat, yang terus menangis. Ia adalah satu korban selamat namun kehilangan anak dan suaminya dalam peristiwa itu. “Tolong Pak, tolong cari anak dan suami saya,” ujarnya histeris. Bagaimana ia tidak bersedih, anaknya Hafiz (3) terlepas dari pelukan saat terombang-ambing di laut. Suaminya, Murdiansyah (65) yang terpisah darinya juga ikut hilang. Nasib baik dan takdir telah menyelamatkannya, padahal ia mengaku
tidak kebagian pelampung saat kapal tenggelam. Korban lainnya Martinus (49) bersama istrinya, Lulida, yang berhasil diselamatkan. Luka Martinus asal Sumba NTT ini rupanya serius. Karena lukanya parah dan diduga patah tulang, ia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Provinsi di Mataram. Kata Dokter Wayan, petugas medis Pelabuhan Kayangan. Terhadap kejadian ini, gubernur meminta agar kelayakan kapal yang beroperasi harus diperiksa dengan cermat. Dan kepada otoritas pelabuhan, ia meminta untuk dilakukannya pemeriksaan kelayakan semua kapal baik mesin mau pun badan kapal secara menyeluruh. Kejadian tenggelamnya Kapal Motor Penyebrangan Munawar menjadi catatan penting untuk dilakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang. -Naniek I. Taufan/Inten Indrawati
Korban selamat yang berhasil di evakuasi
W H AT ’ S U P
22
13 - 19 januari 2014
13 - 19 januari 2014
Perkenalkan Keindahan Dunia Kecil
“B
MPC berdiri 11 September 2011. Pendirian komunitas dari hasil bincang-bincang saya dengan dua sahabat saya yang kebetulan mempu nyai kesukaan yang sama memotret objek-objek kecil, Putu Sudiarta dan I Wayan Sumatika, sehabis hunting bersama untuk memotret serangga sagra longicollis (maskot BMPC). Di tengah peristirahatan kami sehabis berburu, ada ide dari kami bertiga untuk mengenalkan foto makro pada peminat fotografi di Bali lewat pem bentukan komunitas fotografi makro yang kami beri nama “Bali Macro Pho tographers Community,” ujar G.N. Alit Susanta Wirya, Ketua BMPC. Genre fotografi ini perlu dibuatkan komunitasnya, karena pada saat itu di Bali peminat foto makro masih sangat sedikit bahkan masih bisa dihitung
dengan jari tangan. Memperkenalkan makro fotografi tentu saja memerlu kan wadah untuk saling berkomunikasi bagi yang berminat untuk menekuni makro fotografi. Komunitas inilah yang diharapkan sebagai wadahnya. “Fotografi makro sangat penting ke beradaannya, karena di samping seba gai salah satu seni di dalam memotret, genre ini sarat dengan unsur-unsur pendidikan. Melalui foto-foto makro ini tentu saja nantinya dapat mem perkenalkan pada masyarakat awam jenis-jenis serangga atau makhluk kecil maupun kehidupannya yang tentu saja hal ini bisa dijadikan sebagai salah satu unsur pendidikan terutama untuk anak-anak,” kata dosen Fakultas Per tanian Universitas Udayana ini. BMPC lalu diperkenalkan melalui akun facebook dan disertai foto-foto serangga (makro). Tiga bulan per tama komunitas makro ini berkem
bang dengan cepat. Akhirnya dari sebuah komunitas yang hanya eksis di jejaring sosial facebook, kegiatankegiatan bertemu bersama dilakukan diantaranya, beberapakali workshop fotografi makro, melakukan hunting bersama tiap minggu, dan pameran foto makro. Sampai sekarang anggota komunitas ini sudah mencapai 2.000 lebih anggota di Indonesia dan 50-an peserta aktif di Bali. Alit mengatakan foto makro ada lah foto yang bertujuan untuk mem besarkan objek yang difoto, atau mini mal berukuran sama dengan ukuran objeknya. Saat pemotretan makro biasanya memerlukan lensa yang berfungsi untuk membesarkan objek-objek foto tersebut. Pe motretannya dilakukan dengan jarak yang sangat dekat sehingga foto yang dihasilkan mempunyai detail yang tinggi. Secara prinsip memotret makro tidak ada bedanya dengan fotografi biasa, hanya saja ketika memotret makro adalah memotret dengan membesarkan objek yang dipotret sehingga kebanyakan objek-objek yang dipotret adalah benda-benda kecil seperti serangga, bulir air atau embun, bunga dan benda-benda kecil lainnya. Fotografi makro biasanya menon jolkan keindahan-keindah an warna dan tekstur dari makhluk kecil maupun perilaku dari makhlukmakhluk kecil yang sering mencengangkan. “Fotografi makro, diperlukan gear (kamera) dan lensa makro yang biasanya memiliki perbesa ran 1:1 atau bahkan lebih. Alternatif lain pengganti lensa yang biasanya harga nya lumayan mahal, extension tube, reverse ring atau filter close up,” tandas juara 3 First Annual Biodiversity Conservation Photo Com petition, yang diseleng garakan South East Asian Regional Center for Tropi cal Biology (BIOTROP’s) tahun 2012 dan pemenang
3
Ni Wayan Debi Khristina
BMPC
Bagi penggemar fotografi, banyak pilihan yang bisa dijadikan spesialisasi. Salah satunya fotografi makro. Bali Macro Photographers Community (BMPC) merupakan wadah bagi penggemar fotografi makro.
S E L E B R I TA S
Harapan Lomba Foto Satwa Inter nasional 2013 yang diselenggarakan Taman Safari Indonesia. INVENTARISASI KEANEKARAGAMAN SERANGGA Alit menambahkan keterampilan yang harus dimiliki bagi
harus mempelajari karakteristik setiap lokasi yang kita kunjungi dan karak teristik penghuni lokasi (objek). Kam era diatur pada kondisi yang optimal untuk memotret makro (perhatikan speed; diafragma dan ISO). Mem perhatikan sikap tubuh yang optimal sehingga kamera tidak goyang
Dua Tujuan
foto: F& F studio
fotog rafer makro tentu saja yang paling utama adalah keterampilan memotret. Di samping itu pula un tuk mendapatkan momen-momen spektakuler dari makhluk kecil, se rangga pada umumnya, diperlukan juga pengetahuan tentang kehidupan serangga termasuk biologi dan ekolog inya sehingga dapat menentukan saatsaat yang tepat untuk mengabadikan serangga tersebut. Memotret makro bisa dilakukan dimana saja tergantung tujuan dan objek yang dipotret. BMPC lebih suka dengan makro yang natural sehingga bisa mengabadikan serangga-serangga secara natural perilaku dan keindah annya. Beberapa tempat yang sudah dijadikan lokasi memotret objek makro adalah Pantai Mertasari, Sanur; Setra Badung; Danau Buyan, Pancasari Buleleng; Air Terjun Gitgit Buleleng; Munduk Andong, Baturiti Tabanan; Pura Pancoran Selukat, Keramas, Gia nyar; dan Taman Kupu-kupu Wanasari, Tabanan. Semua tempat-tempat itu memiliki keragaman serangga yang sangat eksotik. Mengenai kiat agar mendapatkan hasil foto yang maksimal, Alit memberi beberapa tips. Sebelum memotret
ketika memotret, bahkan ketika memotret kita harus mengatur nafas setenang mungkin atau menahan nafas ketika memencet shutter. Menentu kan sudut bidik yang tepat. Sangat dianjurkan untuk memotret objek makro sejajar dan tegak lurus dengan objek untuk mendapatkan fokus dan ketajaman yang merata, sepanjang apapun objeknya. Memperhatikan waktu pemotretan dan arah cahaya. Waktu yang tepat untuk pemotretan natural adalah pada saat matahari bersinar lembut sekitar pukul 06.0009.00 dan pukul 16.00-18.00. Pada waktu-waktu tersebut, serangga masih kurang aktif. “Harapan kami tentu saja BMPC tetap eksis dan menjadi makin besar. Foto-foto yang dihasilkan oleh temanteman yang tergabung dalam komu nitas BMPC ke depannya mampu menghasilkan karya-karya makro dengan kualitas optimal dan ingin kami kumpulkan dan jadikan buku, sehingga nantinya Bali mempunyai buku tentang foto-foto serangga yang ada di Bali. Dengan demikian komunitas kami le wat buku tersebut bisa memperkenal kan keindahan dunia kecil, tentu saja yang lebih penting lagi lewat buku kami dapat menginvetarisasi keaneka ragaman serangga yang ada di Bali,” tegas pria kelahiran Singaraja 15 Januari 1968 ini. B M P C juga mengajak masyarakat un tuk ikut menjaga lingkungan, karena makhluk-makhluk kecil ini akan ada dan tetap lestari keindahannya keti ka lingkungan tetap terjaga dengan baik. –Ngurah Budi/Inten Indrawati
Ajang Pemilihan Putri Indonesia Provinsi Bali merupakan kontes kedua yang diikuti perempuan bernama lengkap Ni Wayan Debi Khristina, S.Pd. ini. Hasilnya tak mengecewakan, ia menjadi Runner Up II sekaligus meraih gelar Putri Intelegensia. Sebelumnya, ia pernah ikut Miss Sophie yang digelar di NTB dan meraih Juara Harapan III. Modalnya untuk ikut kontes adalah aktivitasnya di dunia modeling.
“S
aya sejak kecil berminat ter jun ke dunia modeling. Tetapi, niat itu saya urungkan karena kondisi keuangan keluarga belum mendukung. Orangtua saya fokus bekerja untuk pendidikan kami. Saya akhirnya bisa terjun ke dunia model setelah lulus kuliah,” kenang lulusan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Jurusan Bahasa Inggris Universitas Mahasaraswati Denpasar tahun 2013 ini. Sebelum menekuni dunia model, Debi memiliki pekerjaan sampingan sebagai usher. Ia bah kan pernah terlibat dalam kegiat an World Trade Organisation di foto cover depan : BaliNoise
Nusa Dua. Dengan tinggi 172 cm dan berat badan 50 kg, ia memang cocok menjadi seorang model. Kini Debi bergabung di Point Management pimpinan Andi Soe. Andi menemukan Debi dalam sebuah acara pameran otomotif di Mal Bali Galeria, Februari 2013. Setelah itu, karier Debi di dunia modeling mulai terbuka sesuai impiannya. Sebagai model, ia kerap tampil di acara fashion show. Salah satu acara yang membuatnya berkesan adalah show Secret Garden oleh Monika Weber di Sanur. “Saya berhasil lolos casting dan menjadi salah satu model fashion show ini. Bagi saya ini suatu hal yang sangat luar biasa,” ungkap Debi saat wawancara dengan Tokoh di
kantor WienPro, pemegang lisensi Pemilihan Putri Indo nesia Provinsi Bali. Karena kesibukan meng ikuti acara show Secret Garden ini, ia tak bisa menyerahkan berkas untuk Pemilihan Putri Indonesia. Semua berkas di kumpulkan Andi Soe karena kebetulan ada tujuh anak didiknya yang ikut, namun hanya empat yang lolos ke babak 10 besar. “Mulai dari karantina dan pembekalan, kami saling dukung. Secara pribadi saya menjagokan Ayu Sri Rejeki yang menjadi juara II karena dia punya prestasi internasional dan kebetulan kami juga satu manajemen. Tetapi, masing-masing dari kami juga berusaha untuk menunjukkan kemampuan terbaik. Satu prinsip yang kami pegang, siapa pun yang menjadi juara, dia akan mem bawa nama Bali ke kancah nasional,” tegasnya. Selama karantina, putri pasangan I Made Suarya Dar ma Edi, S.E.-Ketut Budiasih termasuk aktif menjawab per tanyaan. Ini pula yang mem buatnya meraih gelar Putri Intelegensia. “Kriteria gelar ini se lain kemampuan dalam menjawab pertanyaan juri juga respons se lama karantina dan pembekalan. Satu lagi ketepatan jawaban. Saya tidak menyangka bisa meraih ge lar ini. Bagi saya, masuk 10 besar saja sudah bers yukur. Apalagi bisa meraih predikat Runner Up II, saya lebih bersyukur lagi,” tandas perempuan kelahiran 9 Desember 1991 ini. GURU MODELLING Debi yang menyelesaikan pendidikan di SMP Dwijendra dan SMAN 8 Denpasar mengaku ba nyak hal yang sudah dilaluinya da lam hidup ini. Ia juga aktif kegiatan organisasi bahkan pernah menjadi Ketua OSIS saat SMP. Saat kuliah, ia memilih untuk fokus kuliah. “Saya memilih jurusan bahasa Ing gris karena senang dengan bahasa Inggris. Tujuan saya ada dua, mau
terjun ke dunia pariwisata atau menjadi guru. Orangtua kemudi an memberi gambaran tentang tugas seorang guru, akhirnya saya pilih FKIP jurusan Bahasa Inggris,” ujar kakak I Made Dian Anjasmara dan I Nyoman Cipta Adi Nugraha ini. Selama kuliah ia wajib magang sebagai guru. Pilihannya magang di SMAN 8 Denpasar. “Seru juga jadi guru. Tetapi, karena umur saya dan siswa tidak beda jauh, saya sering digoda. Kadang siswa tidak mau diberi PR. Akhirnya saya ancam, kalau tidak buat PR, akan dilaporkan ke guru asli dan tidak diberi nilai hahaha,” kenang Debi. Menjadi guru membuatnya harus siap mental dan tidak mu dah marah. Pengalaman magang selama dua bulan ini tak membuatnya ka pok. Namun, Debi mengaku lebih suka jika mengajar siswa yang
umurnya jauh di bawahnya. Bahkan, ia punya cita-cita ingin menjadi guru mode ling dan memiliki agensi sendiri. Debi yang mengidola kan Candice Swanepoel, salah satu model di Victo ria’s Secret mengatakan dunia modeling banyak memberinya pelajaran. “Menjadi model itu harus memahami karakter pakai an yang akan kita pakai. Misalnya, kalau pakai ke baya, model harus kemayu. Kalau pakai pakaian kasual harus nge-beat. Penjiwaan pakaian ini yang harus di kuasai,” ujarnya. Selain penjiwaan itu, sebagai model juga harus fokus pada satu titik saat be raksi di catwalk. Ketika ber hadapan dengan audiens, matalah yang bicara. Semua gerakan harus dilakukan dengan benar, karena itu perlu adanya gladi sebelum pentas. Koreografi juga harus diingat dengan baik. Kalau lupa atau terjadi kesalahan, model harus bisa berimprovisasi. “Saya pernah lupa ke mana langkah selanjutnya, saya cuek saja seper ti tidak ada masalah, sampai di belakang panggung baru tertawa ngakak,” kenang perempuan yang bisa memenuhi kebutuhan priba dinya dari penghasilan sebagai model ini. Selain salah gerakan, Debi juga pernah mengalami grogi alias demam panggung. Namun, semua bisa diatasi dengan me narik napas panjang dan fokus de ngan apa yang dilakukan. Sebagai model, ia memiliki kiat khusus untuk menjaga penampilan. Pagi, ia wajib sarapan dan mengon sumsi vitamin. Sekali waktu, Debi melakukan pemijatan dengan mendatangkan tukang pijat ke rumah. Kebetulan ibunya punya langganan untuk pijat dan Debi sekalian ikut pijat. Olahraga rutin yang ia lakukan adalah jogging untuk menjaga kebugaran serta istirahat yang cukup. Kepada gene rasi muda di Bali, ia berharap mereka tidak ta kut untuk men coba tantangan. Siapa tahu dari tantangan itu bisa mendapat ilmu, bisa mendapat teman, dan bisa berbagi pengala man. Ia juga me ngatakan ingatlah untuk tersenyum. “Senyum adalah semangat. Orang lain akan bahagia jika melihat kita tersenyum,” te gasnya. –Ngurah Budi/Ratna Hidayati
EKSPRESSO
2
13 - 19 JANUARI 2014
klik: www.tokoh.co.id mingguantokoh @mingguantokoh
Rubrik Baru
Sesuai “janji” kami minggu lalu, mulai edisi 779 kami meng ganti beberapa rubrik yang ada di Tokoh. Rubrik Chef Journey diganti dengan Culinary Corner dengan subrubrik, Resepne Sarwan, peserta Masterchef Indonesia sesi I. Saat ini, Sarwan telah membuat dua buku resep yang dibagikannya melalui acara-acara yang melibatkannya sebagai narasumber. Ia juga memiliki acara demo masak di salah satu televisi lokal di Surabaya. Selain Sarwan, di halaman itu kami akan menggali informasi restoran atau warung makan yang digemari masyarakat maupun kisah sukses seorang chef. Rubrik Daya Cipta menggan tikan rubrik Tradisi. Isi rubrik ini
O
M G
akan berbeda tiap minggunya, seperti tradisi yang terkait dengan kesenian dan budaya tradisional, seni digital modern, dan juga keterampilan. Di tengah pesatnya kemajuan teknologi, beragam keterampilan yang bisa diterapkan sehari-hari, bak dilupakan begitu saja. Karena itu, kami ingin men gangkatnya kembali. Barangkali, sebagian di antara kita lupa atau bahkan tidak pernah diajarkan sa masekali mengenai keterampilan tersebut, yang ternyata bisa kita pelajari dan terapkan. Selain itu, kami juga meng ganti rubrik Snapshot menjadi Sudut Pandang. Rubrik ini memba has permasalahan-permasalahan umum yang terjadi di lingkungan kita. Masalah yang kami terima
dari masyarakat, kami olah dalam sebuah diskusi terbatas dengan para pemangku kepentingan. Kami berharap, sajian kami dapat memberi jalan keluar atas per masalahan yang terjadi. Kami juga menyediakan hala man khusus untuk berita dari Nusa Tenggara Barat, yaitu Nine dan Mandalika. Rubrik ini men gangkat kisah tentang perempuan di NTB dan berita terkait NTB lainnya. Jika di antara pembaca setia Tokoh di Bali, Banyuwangi, Surabaya, dan Jakarta memiliki saudara, keluarga, atau relasi di NTB, ajaklah mereka berlang ganan Suara NTB. Karena, bagi pelanggan Suara NTB, mereka akan otomatis mendapatkan Tokoh. Hubungi Suara NTB di Jalan Bangau 15 Cakranegara, Mataram, telepon 0370-639543 untuk pemesanan. Jangan sampai terlewatkan! Salam.
Bulan ini, dua karyawan Tokoh mendapat kebahagiaan. Pertama, wartawan Tokoh, Tini Dwi Rahayu melahirkan putra perta manya, Kamis (8/1) di Banyuwangi. Kedua, karyawan di bagian administrasi iklan, Putu Agus Mariantara menikah dengan Ni Wayan Arsani, Jumat (10/1). Selamat untuk Tini dan Agus.
Tidak Bawa Uang Tunai Kecanggihan teknologi kadang tidak berlaku di semua tempat. Salah satu contohnya, penggunaan uang. Saat zaman makin canggih, orang jarang membawa uang tunai dan menggunakan kartu debit atau kartu kredit sebagai alat pembayaran. Tinggal gesek, beres. Tetapi, pengalaman yang saya alami sungguh tak enak. Akhir tahun 2013, saya mengajak anak dan keponakan ke sebuah bio skop di Kuta. Kami berencana menonton film “Frozen”. Bioskop buka pukul 11.00 sedangkan
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
antrean di depan pintu bioskop sudah mulai pukul 10.00. Saya karena datang lebih awal, berada di antrean kelima. Saat mengantri, saya ngobrol dengan istri dan mengatakan saya tidak membawa uang tunai. Istri saya bilang, bisa kok bayar den gan kartu kredit. Akhirnya saya tenang-tenang sembari menunggu pintu dibuka. Saat pintu dibuka, orangorang tak mengindahkan antrian lagi. Semua berebut masuk. Anak kecil pun ikut berdesakan di pintu. Saya mengalah dan ikut antrian
lagi di depan loket pembayaran. Kalau dihitung, hampir 1,5 jam saya antri dari depan bioskop kemudian di depan loket. Ketika giliran saya berada di depan petugas, saya pesan lima tiket dan bermaksud membayar dengan kartu kredit. Saya kaget ketika petugas mengatakan alat nya rusak, jadi tidak bisa men erima pembayaran kartu debit atau kredit. Pembayaran hanya bisa dengan uang tunai. Oh my God…saya tidak bawa uang tunai. Dengan rasa dongkol, saya pun keluar dari bioskop.
GORO-GORO KEKELUARGAAN Sejumlah siswi sebuah SMA mengadu kepada polisi. Rekan mereka, Tiwi, siswa kelas tiga, dihamili guru Putu Wijaya nya. Dan bukan atas dasar suka sama suka, tapi tergolong kasus perkosaan. “Tiwi, anak yang baik,” lapor para siswi itu. “Tiwi bahkan pe malu. Dia bukan anak nakal yang suka pacaran. Tapi Pak Tony sudah memaksanya berbuat mesum. Kalau tidak mau, dia akan di-black list sudah pasti tidak akan lulus. Karena takut akan dimarahi ibu tirinya, Tiwi terpaksa menurut. Sekarang dia sudah hamil empat bulan!” Seluruh isi permukiman tempat tinggal orangtua Tiwi, geger. Pak Tony kontan membantah. Ia menolak kalau itu dianggap perkosaan. Tapi ia tidak membantah, peristiwa itu memang terjadi. “Itu satu kekhilafan. Tapi saya tidak menolak kalau harus bertang gung jawab. Anak dan istri saya tidak keberatan saya akan menikahi Tiwi,” kata Pak Tony. Tapi orangtua Tiwi, tidak terima. “Itu bukan suka sama suka. Anak kami bukan anak bejat! Kalau tidak karena diancam, Tiwi yang sebenarnya jiwanya masih kanak-kanak itu, tidak akan mau dengan saudara Tony yang sudah berkeluarga! Kami hanya menuntut supaya Saudara Tony bilang ya! Terus-terang mengakui bahwa dia mem perkosa anak kami!” Tony lalu diam-diam menghubungi Pak Amat. Minta pertimbangan, mengingat Amat pernah jadi guru. “Maaf, bagaimana pendapat Pak Amat?” Amat terkejut. Ia tentu saja punya pendapat. Tapi kalau ditanya langsung oleh yang bersangkutan, pendapatnya menguap. Tony keluar dari rumah Amat tidak membawa solusi. Tapi usaha curhat itu sendiri kemudian memberanikan dia mengambil keputusan untuk bilang, ya. “Saya tidak memaksudkan itu sebagai perkosaan,” katanya ke mudian memberikan pengakuan, “Tapi kalau itu dinilai pemerkosaan, saya tidak akan membantah dan bersedia menanggung akibatnya, saya bersedia menikahi Tiwi!” Amat menyangka persoalan itu akan ditutup di situ, secara keke luargaan. Ternyata tidak. Orangtua Tiwi malah kian marah. “Menikahi anak kami? Kok enak! Sudah memperkosa, mau menikahi? Tidak! Kami tidak akan membiarkan anak kami disiksa seumur hidup. Ini negara hukum! Semua kejahatan harus diadili! Kami belum puas sebelum saudara Tony dihukum!” Amat kaget. Ternyata jalan tengah kekeluargaan, sudah tidak laku lagi. Ia termenung lama. Hati kecilnya berkata, “Bukankah penyele saian kekeluargaan sebuah kearifan lokal yang tidak hanya berguna menyelesaikan persoalan panjang pendek, tapi iangka panjang? Minimal itu akan baik untuk anak yang akan lahir, karena kedua orangtuanya tetap bersatu?” Pikiran Amat kian kalut, ketika mendadak orangtua Tiwi berkun jung. Kini giliran mereka yang ingin rujukan. “Maaf, Pak Amat, kami berterima kasih sebab atas desakan Pak Amat akhirnya saudara Tony mengakui perbuatannya. Sekarang ba gaimana pendapat Bapak sebagai orangtua, karena kami tetap menun tut Saudara Tony diadili, supaya jadi pelajaran kepada masyarakat, jangan sampai kejadian begini terulang! Jangan sampai karena toh nantinya bisa diselesaikan dengan kekeluargaan, guru-guru mem perkosa muridnya? Setuju, Pak?” Amat bingung. Tapi ketika beradu pandang dengan mata Bu Amat yang mengikuti pertemuan itu, Amat tak bisa menjawab lain. Ia. mengangguk. “Ya.” Jakarta, 1 Januari 2014
Anak dan keponakan saya menyambut dengan gembira karena mereka sudah membeli minuman dan pop corn. Ketika saya bilang tidak dapat tiket kar ena harus bayar tunai, istri saya bilang ambil uang di ATM saja. Saya pun bergegas ke ATM. Setelah mengambil uang, saya ikut antrian lagi. Begitu sampai di depan loket
pembayaran, ternyata hanya satu kursi yang tersisa. Itu pun berada di deretan terdepan. Niat menonton pun kandas gara-gara tak bawa uang tunai. Minggu de pannya, saya dan keluarga datang lagi. Kali ini kami membeli tiket secara online. Sampai di loket tinggal melapor ke petugas dan tiket pun kami dapatkan. Aji Pratama
13 - 19 JANUARI 2014
I N F O TO R I A L
Dukung Ajeg Bali dengan Tata Rias
D
ra. Anak Agung Ayu Ketut Agung, M.M. konsisten dalam upaya mengem bangkan dan melestarikan tata rias dan busana adat Bali sejak 30 tahun silam. Sejak awal karirnya, ia telah menetapkan perjalanan hidupnya di dunia pelestarian ajeg Bali ini. Komitmennya dalam mendukung ajeg Bali yang yang juga seiring dengan visi pemerintah daerah, mendapatkan apresiasi tinggi dari berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat luas. Salah satu penghargaan, dari ratusan penghargaan, yang di terimanya adalah penghargaan dari Viva® Cosmetic. Pada tahun 2012 dan 2013, Bu Agung men jadi satu-satunya perempuan Bali yang mendapatkan penghargaan pin emas yang diserahkan lang sung OwnerViva® Cosmetic,Yusuf Wiharto,di Sekretariat LKP/Sa lon Agung beberapa waktu si lam. “Ini sebagai bentuk apresiasi tinggi kami kepada komitmen Bu Agung dalam melestarikan tata rias Bali dengan menggunakan Viva® Cosmetic,produk buatan Indonesia, dalam kegiatan-kegiatan roadshow atau pelatihan, serta uji kompetensi tata kecantikan di Sa lon Agung yang juga menjadi satusatunya Tempat Uji Kompetensi (TUK) Tata Kecantikan di Bali. Bu Agung sangat kompeten dalam hal ini,” ujarnya. Untuk tahun 2013 saja, Bu Agung yang bekerjasama dengan Viva® Cosmetic telah melakukan roadshow sebanyak 32 kali, yakni ke SMAN 2 Denpasar (5/6), SMA PGRI 1 Denpasar (5/6), SMKN 2 Denpasar (5/7), SMAN 5 Denpasar (5/7), SMAN 1 Denpasar dan SMA Saraswati Denpasar (5/8), SMKN 4 Denpasar (5/10), SMA PGRI 3 Denpasar (5/10), SMAN 4 dan SMA PGRI 2 Denpasar (5/11), Banjar Sema Gianyar (5/11), SMAN 7 Denpasar dan SMAN 3 Denpasar (13/5), SMKN 5 Den pasar (14/5), SMAN 8 Denpasar (14/5), SKB (Sanggar Kegiatan Bersama) Badung (24/5), Banjar Griya Desa Kamasan Klungkung (6/2), Hotel Puri Nusa Indah (7/9), Salon/LKP Agung (7/10), Universitas Udayana (13/7), Ban jar Candi Baru Kelurahan Gia nyar Kabupaten Gianyar (19/7), Kantor Kepala Desa Pemecutan Kaja, Denpasar (27/7), Kantor Lurah Kuta Utara, Badung (8/5),
Owner Viva® Cosmetic Yusuf Wiharto menyerahkan pin emas berupa liontin kepada BuAgung di Sekretariat LKP/Salon Agung beberapa waktu silam.
Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (29/8), Bali Beach Hotel, Sanur (30/8), Balai Desa Tegal Harum Perumnas (15/9), Balai Budaya Gianyar (21/9), SD Harapan Dalung, Denpasar (21/9), Kantor Kepala Desa Kelan Jimbaran Badung (22/11), Univer sitas Warmadewa (13/12), Banjar Kuwum Tegal Linggah Tabanan dan Tuban (15/12), Sekolah TK Wipara Tuban (15/12), Bali TV (20/12), Desa Pengulon Grogak Singaraja (23/12), dan Bank Ker tiawan (26/12). “Semua peserta roadshow mendapatkan produk dan buku panduan tata kecantikan dari Viva® Cosmetic, sehingga mereka lebih mudah mengikuti pelatihan,” jelas Bu Agung. Rangkaian kegiatan roadshow atau pelatihan yang dilakukan Bu Agung Agung bekerjasama dengan Viva® Cosmetic, antara lain menyosialisasikan membuat dan memasang sanggul Bali, tengkuluk lelunakan, tata rias untuk diri sendiri, dan etika berbusana adat Bali yang baik dan benar. Bahkan, beberapa masyarakat kurang mampu yang benar-benar berminat dengan bidang ini, diberikan kursusdan pelatihan gratis sampai bisa, tanpa dipungut
biaya. Secara tidak langsung pula Viva® Cosmetic turut berperan serta dalam mendukung ajeg Bali melalui kerjasama yang telah terjalin bertahun-tahun dengan Bu Agung. “Apa yang sudah kami laku kan ini tak lepas dari peran serta pemerintah, masyarakat, dan pihakswasta, salah satunya Viva® Cosmetic yang selalu mendukung kegiatan kami dengan memberikan produk dan buku panduan kecan tikan yang kemudian kami bagikan kepada peserta kursus,” ujar istri I Gusti Ngurah Agung Ardana dari Puri Agung Tabanan ini. Ida Cokorda Anglurah Ta banan, penglingsir Puri Tabanan juga menyampaikan apresiasi ting ginya terhadap kegiatan-kegiatan roadshow yang dilaksanakan Bu Agung. Bahkan tak jarang kegiatankegiatan bernuansa ajeg Bali yang digelar Bu Agung melibat kan pihak puri. Bu Agung berharap, dengan so sialisasi tersebut masyarakat makin menyadari pentingnya membekali diri dengan keterampilan, yang dalam hal ini adalah tata rias, serta pemahaman tinggi terkait etika berbusana. Jika semakin banyak masyarakat yang mengua
sai keterampilan tata rias, maka sedikit banyak perekonomi an masyarakat ikut terangkat, karena tata rias dan busana adat Bali saat ini kian digemari wisatawan domestik hingga man canegara. Bu Agung optimis impiannya menjadikan Bali se perti DesaVolendam, desa nelayan di Be landa yang mampu menjadikan busana Volendam sebagai ikon Desa Volen dam, bisa terwujud. “Bagaimana agar tiap wisatawan yang da tang ke Bali merasa belum lengkap jika tak mendokumentasi kan diri dengan ber busana adat Bali,” ujarnya.
Tiap roadshow, Bu Agung selalu mendemonstrasikan trik merias cepat untuk diri sendiri dan untuk orang lain
DISKON 50% KURSUS DI LKP AGUNG Agar makin banyak masyarakat yang mampu menguasai tata rias dan busana adat Bali, Bu Agung memberikan diskon 50% untuk
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lain nya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Pan jang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Ratna Hidayati. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten, Tini Dwi Rahayu. Redaksi/Pemasaran Jakarta: Diana Runtu, Sri Iswati. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Pal merah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543–Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palmerah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
23
Bu Agung (dua dari kiri) bersama Ida Cokorda Anglurah Tabanan (dua dari kanan) dalam suatu acara
kursus tata rias di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung. Ke sempatan ini dibuka luas kepada masyarakat umum untuk mengikuti kursus regular. Materi yang diajarkan mencakup Tata Kecantikan Rambut, Tata Kecantikan Kulit, danTata Rias Pengantin. LKP Agung memiliki tempat belajar yang memadai dan kondusif di dua tempat di Den pasar, dan ditangani langsung Bu Agung dibantu instruktur lain yang mempunyai latar belakang keahlian dan pengalaman legal yang tentunya telah mengantongi sertifikat kom petensi di bidang tata kecantikan. Disediakan pula bea siswa kursus gratis bagi mereka yang kurang mampu dan putus sekolah, yang benar-benar berminat di bidang tata kecantikan. Semua peralatan kursus disiapkan lembaga. Syarat dan ketentuan berlaku. Masyarakat yang berminat, silakan mendaftar di Sekretariat LKP Agung, Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar. Telepon 0361 233850, 081 1393602, faks. 0361 247153. Cabang Tohpati, Jalan WR. Supratman No. 303 A, Toh pati, Denpasar. Email: lkp_agung@ yahoo.com. website: www.salona gung.com. –IntenIndrawati
24
13 - 19 Januari 2014