24
6 - 12 Januari 2014
EKSPRESSO
2
6 - 12 JANUARI 2014
Pergelaran busana berbahan endek berta juk “The Exotic of Wastra”, Minggu (29/12) di Hotel Aston, Denpasar berlangsung se marak. Rancangan para desainer daerah dan nasional yang ditampilkan silih berganti ber hasil memukau para penonton.
M
@mingguantokoh
mingguantokoh
klik: www.tokoh.co.id http://www.tokoh.co.id/Edukasi/reuni-perkuat-imun-tubuh.html http://www.tokoh.co.id/Berita-Utama/lomba-fashion-show-endek.html http://www.tokoh.co.id/Kesehatan/tingkatkan-kesehatan-dengan-musik.html http://www.tokoh.co.id/Kesehatan/tips-cegah-cacingan.html http://www.tokoh.co.id/Mode/gaya-dengan-flat-shoes.html http://www.tokoh.co.id/Mode/tampil-trendi-dengan-tas-pilihan.html http://www.tokoh.co.id/Cantik/tips-memanjangkan-rambut.html
O
http://www.tokoh.co.id/Cantik/menjaga-kulit-tangan-tetap-segar.html http://www.tokoh.co.id/Kuliner/kue-bolu-tape-kreasi.html http://www.tokoh.co.id/Berita-Utama/garuda-perluas-rute-indonesia-timur.html
Salah Pilih
Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 2002. Ketika itu, bos saya yang di Jawa, pulang ke Bali. Ia bersama istri dan anakanaknya. Istri bos saya itu, orang Jawa juga. Mereka tak ada yang bisa berbahasa Bali saat tiba di Bali. Suatu saat, anak pertama bos saya itu pergi ke warung mem beli es. Sampai di warung, ia pun ditanyai oleh pedagangnya. “Mau beli apa Dik?” Ia pun menjawab, “Mau beli es.” Si pedagang ber
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
tanya lagi. “Es campur atau es tok?” Anak bos saya itu berpikir dalam hati, Kalau es campur sudah biasa. Kalau begitu, es tok saja ah. Ia pun menjawab lagi, “Es tok saja.” Si pedagang bertanya lagi,”Mau beli berapa?” “Tiga ribu Bu,” jawabnya. Setelah itu, anak bos saya itu diberi es batu satu tas kresek besar. Ia pun terbengong-bengong tapi tak berani bertanya. Dalam hatinya, ia terus bertanya-tanya. Beli es tok kok diberi es batu, satu
23
Suguhkan Fashion Show Spesial Endek
Ketiga, mulai edisi minggu depan, ada beberapa perubahan rubrikasi. Rubrik baru, yaitu Sudut Pandang, Culinary Corner, Nine, dan Mandalika. Sudut Pandang mengganti kan Snapshot yang akan mengupas masalah terkini yang dihadapi masyarakat dari hasil diskusi terbatas yang kami gelar tiap min ggu. Culinary Corner metamorfosis dari Chef Journey, yang berisikan Resepne Sarwan (peserta Masterchef Indonesia), serta profil chef, warung, dan restoran secara bergiliran. Nine dan Mandalika merupakan halaman khusus NTB yang mengupas sosok yang inspiratif di NTB dan informasi mengenai NTB lainnya. Kami berharap, perubahan ini dapat memberikan nilai tambah bagi para pelang gan, pembaca setia Tokoh, serta para relasi. Masukan Anda bagi kami sangat berharga. Karena itu, kami berharap Anda memberi kan saran dan kritik setelah membaca Tokoh tahun ini. Salam.
M G
I N F O TO R I A L
Geliat Endek di Denpasar Festival
Upaya Nilai Tambah Tahun baru, semangat baru. Awal tahun ini, Tokoh berencana melakukan beberapa pe rubahan penting. Pertama, kami akan melaku kan ekspansi pasar ke Nusa Tenggara Barat. Selama ini, Tokoh sejatinya sudah tersebar walau tak luas di NTB. Meski begitu, kami ingin lebih memperkuat pasar di sana. Kedua, tahun ini Tokoh juga melebar kan divisi event organizer. Kami menerima order pengerjaan event dari perusahaan. Tahun lalu, Tokoh sudah melakukan uji coba dengan menjalankan permintaan event dari Bank Internasional Indonesia serta Kemen terian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Tahun ini, kami memperluas segmen pasar. Kami menerima orderan event, terutama di daerah Bali, Makassar, NTB, Banyuwangi, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Palembang, dan Aceh. Kami akan berkolaborasi dengan seluruh media yang tergabung di Kelompok Media Bali Post yang tersebar di seluruh Indonesia.
6 - 12 JANUARI 2014
kresek pula. Sampai di rumah, dengan wajah sewot, es itu ditaruh di atas meja makan dengan keras. Ia ngomel-ngomel dan bercerita pada saya. “Saya disuruh pilih es campur atau es tok, saya pilih es tok. Begitu pilih es tok, malah dikasih es batu,” tuturnya. Saya pun tertawa ngakak. “Kok ter tawa?” tanyanya. Saya akhirnya menjelaskan, di Bali, yang disebut es tok itu ya es batu. Maksud nya, es saja. Dia pun tertawa
terbahak-bahak mengetahui hal tersebut. Beberapa hari kemudian, ke jadian serupa terulang kembali. Kali ini, kasusnya dialami pekerja rumah tangga mereka. PRT ini ke pasar senggol mau beli nasi. Ketika ditanya pedagang nasi di pasar senggol tersebut, “Mau beli nasi campur atau nasi tok?” Ia pun berpikir, nasi campur sudah biasa, lebih baik pilih nasi tok.
Maka, ia pun memilih nasi tok. Ia pun membeli nasi Rp 5.000. Dia pulang sambil tersenyum riang melihat bungkusan nasi yang besar. Dipikirnya, murah sekali beli nasi di Bali. Sampai di rumah, ia melihat satu bungkus nasi putih saja, ia terbelalak. Be gitu saya jelaskan, ia ikut tertawa. “Pantas saja banyak, hanya nasi putih, tanpa lauk,” katanya. -Wayan Tojan, Semarapura
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lain nya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Pan jang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Ratna Hidayati. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten, Tini Dwi Rahayu. Redaksi/Pemasaran Jakarta: Diana Runtu, Sri Iswati. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Pal merah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543–Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palmerah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
alam itu, suasana di Hotel Aston menjadi istimewa. Bukan saja karena Didiet Maulana, sebelumnya sedera tan desainer dan pengrajin Bali sep erti Rea Cempaka, Katrin Suthajaya, Dwi Iskandar ,Turah Mayun, Tude Togog, I Gusti Made Arsawan, Mi nardi Boutique, Sri Sri Embroidery, Sekar Jepun dan Pertenunan Artha Dharma juga turut memberi warna dengan karya mereka. Pada pergelaran khusus endek yang dihadiri mantan Presiden BJ Habibie, Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Provinsi Bali Ny.Ayu Pastika, jajaran pejabat pemerintah Kota Denpasar serta kalangan sosialita Jakarta maupun Bali ini, Wali Kota Denpasar, IB Rai D. Mantra, yang sekaligus membuka ajang fashion show tersebut, menga
merasa berkesan,” lanjut istri Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra ini. IA Selly juga mengutip ucapan para penonton yang mengatakan sangat puas menyaksikan “The Exotic of Wastra”. Kata mereka Pemkot Den pasar bersama Dekranasda Kota Denpasar berhasil menyuguhkan tontotan yang menarik, acaranya rapi dan tidak membosankan. “Yang juga membahagiakan adalah, dari 500 undangan yang disebar, yang hadir hingga 700 orang. Dan, istim ewanya, semuanya menggunakan endek. Pemandangan yang luar biasa,” ungkapnya. Selain itu, IA Selly juga mengata kan sebagian undangan yang sempat bertegur sapa dengannya menyam paikan akan terus mengunakan endek.”Mereka juga sangat surprise, betapa endek bisa keren setelah di jadikan baju, celana dan yang lainnya.
Ny. Selly D. Mantra menyerahkan bunga tangan kepada para desainer
masyarakat yang lebih luas. “Hal Grand Bali Beach dan Puri Dalem, wajib melengkapi diri dengan izin positif lainnya dari kehadiran Didiet berturut-turut menjadi pemenang 1, industri bukan pedagang pengecer. adalah, ia bisa langsung bertemu 2 dan 3 untuk kategori hotel. Ada yang menarik kali ini, yakni dengan pengrajin Bali, khususnya Sebelumnya, masih serangkaian Ketua Dekranasda Kota Denpasar IA yang ada di Denpasar. Malah, mer perhelatan Denfes ke-6, juga sudah Selly D. Mantra juga memberikan stan eka sudah melakukan kerjasama,” dilangsungkan Lomba Desain Kreasi khusus untuk para Duta Endek untuk lanjutnya sumringah. Wastra dalam Sketsa Gambar Tahun memajang hasil kreasi mereka. Masih bicara endek , untuk 2013 antar- Duta Endek Kota Den Tak hanya itu, IA Selly yang m e n d u k u n g pasar. Terpilih tiga orang pemenang telah menggagas terselenggaranya p e n g e m b a n kategori putri yakni, Nian, Chaca pemilihan Duta Endek, lebih lanjut gannya, dalam dan Ogek. Sedangkan, pemenang memberikan kesempatan kepada p e r h e l a t a n kategori putra diraih Cakra, Agas mereka untuk menampilkan hasil Denfest juga dan Pande. kreasinya di ajang fashion show yang dilaksanakan Juga, dilaksanakan lomba poster digelar di kawasan Jalan Veteran. l o m b a f a s h - antarpengrajin endek di Kota Den Bersama para seniornya dari As ion. Tahun lalu pasar, dengan tema “Endek Kita bes, para Duta Endek ini berhasil terselenggara Punya , Kita Pakai dan Kita Bangga”. menunjukkan karya-karya mereka lomba fashion Pemenang pertama diraih Wijaya pada masyarakat yang hadir di sana. endek untuk Kusuma yang menyuguhkan tag line Harapannya, dengan busana yang karyawan bank. “My Endek My Beauty”. Peringkat khusus didesain untuk kalangan Tahun ini, un kedua diraih Minardi Butik yang anak muda tersebut dapat menjadi tuk karyawan mengusung judul ”Melestarikan inspirasi untuk lebih lagi menyukai hotel dan ru Budaya Endek dan Menyejahterakan dan mengenakan salah satu hasil mah sakit. Se Pengrajin Kecil”. Sedangkan, Anac produksi 100% Indonesia ini. bab, kata IA araka yang menempati posisi ketiga IA Selly menuturkan, tiap tahun Selly busana tampil dengan “Typo Grai Endek , sejak 2009, pihaknya selalu mengge di rumah sakit Beautiful of Endek”. lar acara fashion show dengan tema dan hotel di Sebelumnya, tema tersebut juga yang berbeda setiap tahunnya. Jika Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. IA Selly Mantra bersama mantan presiden B.J Habibie, Kota Denpasar diangkat dalam seminar yang dihadiri sebelumnya panggung fashion show Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Ayu Pastika, dan para pendukung “The Exotic of Wastra” sebagaian besar para duta endek. lebih banyak diisi desainer lokal Kegiatan lainnya berupa pam dan pengrajin, pada pergelaran di jak semua yang hadir untuk bersama Saya senang, acara ini bisa dikatakan sudah memakai bahan endek. Kar - sama memajukan industri tenun cukup sukses mengajak penonton ena itu, Senin (30/12) juga di acara eran fashion & tekstil yang diikuti pengujung tahun 2013 ini, tercatat di kota Denpasar dan Bali. Endek untuk melihat bahwa endek bisa Denfes telah dilaksanakan lomba sebagian anggota Asosiasi Endek sangat istimewa, dengan dihadir dengan karakternya yang khas di menjadikan penampilan seseorang busana berbahan endek untuk ka Border dan Songket (Asbes) Kota kannya seorang desainer nasional langan rumah sakit dan hotel yang denpasar, digelar di kawasan Jalan bernama Didiet Maulana. ”Seluruh harapkan bukan hanya sebagai seni menjadi lebih trendi,” ujarnya. acara sengaja dihadirkan demi lebih tapi juga menjadi produk ekonomi Ditanya langkah berikutnya, IA ada di Denpasar. Untuk kategori Gajah Mada. Menurut Kadisperindag Kota lagi menguatkan citra endek Bali kreatif. Didiet yang dinilai sangat Selly mengatakan ia akan kembali rumah sakit, RSUP Sanglah berhasil konsisten mengangkat tenun ikat mendorong pengrajin atau desainer menggondol dua predikat sekaligus Denpasar I Wayan Gatra, pameran serta geliatnya di dunia fashion, di Indonesia, yang saat ini ikut men yang ada di Bali untuk membuat yakni sebagai pemenang 1dan 3. tersebut diikuti 52 pengrajin tekstil demi menjadikannya sebagai produk gangkat endek Bali, kiranya dapat busana siap pakai.”Apalagi saat Pemenang 2 jatuh pada RSU Manu endek. Ia menambahkan, pengrajin ekonomi kreatif,” kata IA Selly D. menjadikan endek yang pamornya ini saya melihat kecendrungan aba. Sedangkan, Griya Santrian, Inna yang menjadi peserta pameran ini Mantra. –ard/ten sudah baik di tingkat nasional ini masyarakat senang dengan endek, semakin berkembang, bahkan di tinggal bagaimana kita melihat internasional. peluang ini,” cetusnya. “Saya juga Seusai acara yang merupakan melihat beberapa pengrajin sudah rangkaian acara tahunan Denpasar mulai menyediakan pakaian ready Festival (DenFest) ke -6 tahun to wear.Hanya saja masih ada yang 2013, yang bertemakan Kotaku perlu meningkatkan kualitas jahitan Rumahku “Creative Emotion” ini, nya,” lanjut ibu tiga anak ini. Ketua Dekranasda Kota Denpasar Sementara atas kehadiran de IA Selly D. Mantra terlihat sibuk sainer nasional Didiet Maulana menerima ucapan selamat. Atas dengan koleksinya, menurut IA Selly, suksesnya pergelaran endek ini, ia semua sudah diatur Yang di Atas. mengucapkan “astungkara” dengan “Bagaimana mungkin Didiet sampai penuh rasa bahagia. membatalkan shownya di India dan Meski acara fashion show di lebih memilih untuk tampil di Bali Aston tersebut telah berlalu, ia dengan kreasi endeknya,” ungkap mengakui dimana pun bertemu nya. Hal ini juga didukung karena orang , acara tersebut selalu men komitmen yang sama antara IA jadi topik yang dibahas. “Rupanya, Selly dan Dididet Maulana. Mereka tanggapan penonton yang hadir ingin terus mengembangkan dan Pemenang Lomba Desain Kreasi Wastra Putri Pemenang Lomba Desain Kreasi Wastra Putra saat itu sangat positif, dan mereka memperkenalkan tenun ikat kepada
22
I N F O TO R I A L
Denpasar Festival 2013
Wadah Ekspresi Puncak Seniman Denpasar Pembukaan Denpasar Festival (Denfest) berlangsung Sabtu (28/12). Diawali dengan pertunjukan semar pegulingan. Disusul aksi panggung Band Emoni yang menyuguhkan lagu “Polisi Nego”, “Semeng Bangun Kepupungan”, dan “Meong-Meong”. Hiburan berlanjut dengan lantunan tembang “Denpasar Festival Song” dari Dian AFI dan Anggi yang berkolaborasi dengan Sanggar Belajar Lentera Anak Bali dalam Tari kecak yang mengisahkan perseteruan Subali-Sugriwa.
A
jang tahunan yang dihelat untuk keenam kalinya tersebut, dibuka langsung Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra ditandai dengan pemukulan alat musik kendang belig. Ia berharap perhelatan yang menjadi agenda tahunan Kota Denpasar dengan beragam acara penuh kreativitas tersebut dapat memberikan nilai tambah terhadap perkembangan Kota Denpasar ke depannya serta mampu mempengaruhi sumber SDM dan produksi dalam menggerakkan perekonomian rakyat. “Kreativitas berbasis keunggulan ini mesti berlanjut dan dikembangkan bersama-sama dengan mendukung dan menggunakan produksi kerajinan lokal, untuk mengurangi kebocoran ekonomi di Kota Denpasar,” ujar Wali Kota yang berlatar belakang pengusaha tersebut. Pesta rakyat yang digelar selama empat hari hingga Selasa (31/12) ini merupakan kegiatan sinergi antara Pemerintah Kota Denpasar dengan komponen masyarakat yang menampilkan beragam acara mulai dari seni, budaya, kuliner hingga tekstil, ini dirancang sebagai “on street festival”, melalui tema sentralnya “Denpasar Kotaku Rumahku” yang kegiatannya dipusatkan di areal bundaran Patung Catur Muka, Jalan Gajah Mada, Jalan Veteran, dan sekitar Lapangan Puputan Badung. Ketua Panitia Denfest 2013, AA Oka Suwetja memaparkan program Denfes dengan segala kreativitasnya menggambarkan Denpasar sebagai sebuah kota yang terbuka dan mutikultur. Melalui tagline “Creative in Motion” merupakan siklus identitas untuk mewujudkan produk kreatif, sehingga menjadi inspirasi dan imajinasi untuk membangun Kota Denpasar yang lebih maju. Tema yang diangkat kali ini
dikatakannya juga mampu menjadi cerminan kota modern yang merangkul tradisi menghadapi era globalisasi. Dalam perkembangannya, Denpasar menghormati keberagaman dengan tetap menjaga budaya Bali menuju kota kreatif berbasis budaya unggulan dan menjadikan Denpasar menjadi satu “Atitanagatawartama” di masa mendatang. Kabag Humas dan Protokol Kota Denpasar IB Rahoela mengatakan bahwa acara Denfest dipersiapkan optimal, dengan menyuguhkan segala budaya unggulannya sekaligus menjadi ikon budaya akhir tahun yang selalu ditunggu dan terkenang. Sehingga, dapat menjadi kebanggaan masyarakat Kota Denpasar.
LOMBA-LOMBA Pada hari kedua berlangsungnya Denfest, digelar Lomba Chef Antarsekolah di Denpasar bertempat di kawasan Jalan Gajah Mada, Denpasar. Acara ini diikuti 14 tim dari SMA dan SMK se-Denpasar, yang masing-masing tim terdiri dari dua peserta. Para peserta diberikan waktu 2,5 jam untuk mengolah sejumlah bahan yang telah disediakan panitia, termasuk presentasi
6 - 12 januari 2014
6 - 12 januari 2014
S E L E B R I TA S
3
Mira Andayani
Jadi lebih Bergairah Dunia fashion bukan hal yang baru bagi perempuan yang selau tampil modis ini. Namun, perempuan yang sempat menjadi modelnya Tjok Abi ini, mengaku keikutsertaannya mengusung karya tampil pada acara bertajuk The Exotic of Wastra di Hotel Aston adalah yang pertama baginya. Makanya saat akan mengikuti acara fashion show tersebut ia juga tak lupa mohon izin dan doa restu pada Tjok Abi.
Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra bersama Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara di antara undangan lain yang menghadiri Pembukaan Denfest, Sabtu (28/12).
dan dihidangkan di depan dewan juri. Mereka terlihat seru ketika diberikan kebebasan dalam me ngolah berbagai bahan ikan laut atau tawar, unggas (daging ayam), daging babi, telor, dan sayuran yang mencerminkan Bali secara tradi sional. Mereka diharapkan mampu membuat makanan tradisional Bali, seperti lawar, komoh, sate, dan makanan khas Bali lainnya. Kegiatan ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah Kota Denpasar untuk membangkitkan kuliner khas Bali. IB Rai D. Mantra menyampai-
kan kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan masakan khas Bali di kalangan anakanak. Dengan adanya lomba ini pula masakan khas daerah khususnya kuliner Bali akan semakin diminati oleh remaja. Ia berharap kedepannya kuliner khas Bali semakin diminati dan dikenal di semua kalangan. Selanjutnya dengan kemasan yang lebih baik, diharapkan pula kuliner khas Bali bisa sebagai oleh-oleh
bagi wisatawan. Selain itu, digelar pula lomba melukis untuk para seniman jalanan atau masyarakat Denpasar, serta pameran foto hasil jepretan masyarakat Denpasar dan sekitarnya. Ribuan pengunjung datang se tiap harinya. Meski terkadang harus berdesakan khususnya di kawasan depan jajaran stan kuliner, mereka terlihat tetap antusias melakukan wisata kuliner khas Denpasar, se telah sebelumnya sempat melihatlihat pameran yang ada. Meri, salah seorang pengunjung dari Tohpati mengatakan ia khusus datang ke Denfest untuk mencari sate kakul lengkap dengan tipat kegemarannya. “Saya ke sini juga ingin melihat pameran fotonya Denpasar Photographer Community, dan selalu menyaksikan fashion show,” ujar ibu dua anak yang mengaku mulai menggemari dunia fotografi ini. Jika kuliner ramai, itu pemandangan yang sudah biasa terjadi sejak awal berlangsungnya Denfest. Namun pada Denfest kali ini, yang menarik adalah ramainya kunjungan pada stan Perkumpulan Pecinta Tanaman (PPT) Denpasar yang menyajikan berbagai loloh tradisonal. Loloh yang bisa ditegak untuk menyegarkan badan serta mengobati aneka keluhan penyakit secara alami ini, disajikan dengan cita rasa yang modern sehingga semua kalangan bisa menikmatinya. Dalam acara yang dikatakan menjadi wadah ekspresi puncak para seniman Kota Denpasar ini, sekaligus menjadi momentum menunjukkan keistimewaan Kota Denpasar. Denfest memberikan wadah dan ekspresi bagi masyarakat untuk kreativitas budaya ekonomi dan pendidikan. Di samping itu, juga demi menyiapkan Denpasar meng-
Padatnya penonton di seputar catur muka saat acara pembukaan Denfest Poster seni yang ada di acara Denfest karya kelompok kartunis bogbog
hadapi berbagai tantangan dalam kreasi inovatif dan kreatif. Oka Suwetja menjelaskan dalam Denfest 2013 ini masyarakat bisa memilih hiburan dari tiga panggung yang ada. Tersedia pula 207 stan, yakni 55 stan tekstil, 44 stan ke rajinan, 8 stan pastry & bakery, serta 12 pasar tradisional. Selain itu ada rumah kemasan dan stan HaKI. Sedangkan, stan kuliner berjumlah 85 yang terbagi menjadi tiga zona, yakni di Jalan Gajah Mada, Jalan Veteran, dan depan Museum Bali. Meski Denfest sudah berlangsung beberapa kali, namun masih ada saja orang yang mangkel karena susah mendapatkan tempat parkir saat mau mendatangi area ini. Dan, beberapa orang juga lupa kalau beberapa jalan menuju tempat festival ini ditutup total. Namun, di antara masyarakat pengunjung lainnya, ada juga yang menginginkan Denfest dilaksakan dua kali dalam setahun. Dan terkait kemacetan, dinilainya menjadi hal yang biasa jika ada perhelatan. Tag line Denpasar Festival ke-6 adalah “Creative in Motion”. Suatu tema yang menggambarkan bahwa kreativitas di Denpasar bukan hanya sebatas bergulir, namun juga memiliki kapasitas menggelorakan dan menerapkan kreasi sebagai solusi dalam kehidupan sehari-hari. Bahwa, kreativitas mendasari kehidupan kota yang masyarakatnya mampu bekerjasama, berkolaborasi serta hidup harmonis berdampingan. Creative in Motion adalah cakrawala kreativitas yang bermula sebagai imajinasi, lanjut diciptakan sebagai produk atau jasa, kemudian dipentaskan atau dikonsumsi, lanjut didistribusi, lalu direnungkan kembali untuk menjadi inspirasi atau imajinasi proses penciptaan berikutnya. –ard/ten
Stan kuliner yang tak pernah sepi
L
antas bagaimana ia bisa ikut mengge lar karyanya dalam sebuah acara sebesar dan semegah The Exotic of Wastra tersebut? Pemilik nama lengkap Ni Ketut Mira Andayani ini mengaku sangat surprise, ketika sketsanya yang bermain dengan bahan utama endek dan brokat disertai sedikit sentuhan tile yang dikirim dalam rangka penjaringan peserta terpilih. Sebab, dirinya sadar masih tergolong seorang pemula dan bukan seorang desainer. Apalagi harus berkreasi dengan endek. Tampaknya dewi fortuna sedang berpihak pada perempuan kelahiran 10 Juni 1981 ini. Ia mengaku sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Dekranasda Kota Denpasar, IA Selly D. Mantra dan tim. Atas kepercayaan tersebut, Mira pun berupaya mengerjakan-
nya secara optimal, termasuk memikirkan detail penunjangnya. Mira tidak ingin mengecewakan orang yang telah memercayai dan membuka kesempatan yang istimewa ini. Sedangkan hasilnya, ia pun menyerahkannya pada penonton. Kalaupun setelah fashion show drinya memperoleh kesan positif, menurutnya itu adalah anugerah baginya. “Namun anugerah ini tidak akan ada jika tidak diberikannya kesempatan yang baik ini oleh Ibu IA Selly. Juga karena adanya bantuan dari Bli Nugie, termasuk bantuan aksesori dari Bara Silver dan doa para sahabat,” ujar istri dari I Made Ardika ini dan akhirnya sebagai pemula ia bisa mempersembahkan karyanya bersama para desainer senior lainnya di panggung yang sama. Mira memang dikenal memiliki prinsip ketika mengerjakan sesuatu selalu sepenuh hati, sungguh-sungguh, dan seoptimal mungkin. Hal ini sudah dibuktikannya dengan karyanya yang tampil di Aston. Begitu juga ketika mengikuti lomba poster. Meski berangkat dari ide yang sederhana, melestarikan budaya sembari mengangkat pengrajinnya, ia tetap mengerjakannya dengan maksimal. Mira bahkan langsung ke desa di Karangasem, meski harus hujan-hujan untuk menemui pengrajin endek,
yang biasa dipanggilnya memek, untuk menjadi bagian dari idenya. “Astungkara semua jerih payah kami terbayar dengan terpilihnya poster yang kami buat menjadi pemenang kedua,” ucap ibunda Eric Kusuma Minardi ini. Tidak berbeda pula yang dlakukannya ketika ia menjadi salah satu peseta pameran di Denfest di zona fashion & tekstil. Meski pamerannya berlangsung hanya empat hari, Mira pun berupaya menata stannya agar tampak nyaman. “Kalau saya sendiri nyaman berada di sana, mudah-mudahan juga pengunjung pameran juga nyaman masuk ke stan saya,” lanjutnya. Dengan semua peng alaman yang diperolehnya, putri dari pasutri I Ketut Sutharma dan Ni Komang Murtini ini mengatakan kini dirinya tambah terpecut, bergairah, dan berseman gat menggarap endek sebagai produk ungg u l a n Ko t a Denpasar yang 100% Indonesia. Sekarang ia ingin lebih banyak lagi mengenal dan belajar tentang endek dari semua sisi. BeranGkat dari Hobi Semula niatnya hanya membuat desain kebaya untuk digunakannya sendiri. Sebab, ia memang hobi dengan yang namanya fashion. Hingga pada suatu kes empatan ia melakukan persembahyangan di Pura Tanah Kilap, seorang temannya tertarik pada kebaya yang dikenakannya dan meminta dibuatkan yang sama. Akhirnya dari sinilah lang-
Mira dan model yang mengenakan desainnya
kah Mira mulai serius di dunia barunya bisnis fashion. Apalagi ia menyadari penggunaan kebaya saat ini makin tren di masyarakat. Segala aktivitas mulai keagamaan, pekerjaan kantor, adat, seremonial bisnis, acara wisuda hingga peringatan hari nasional, semua perempuan kini menggunakan kebaya. Menurut Mira, semua berkembang akibat cerita dari mulut ke mulut. Agar lebih nyaman ia pun memindahkan usahanya dari rumah menjadi sebuah butik di salah satu sudut belakang warung makannya di Renon. Singkat cerita, semakin hari pelanggannya pun bertambah. Selanjutnya atas saran para pelanggannya pula Mira pun memindahkan posisi Minardi Boutique ke depan, hingga kini. Mira juga bercerita kalau ia ikut pameran sejak Denfest keempat. Sejak ia membuka butiknya tiga tahun terakhir. Ia juga mengatakan produk yang dipamerkannya selalu berubah mengikuti tema yang diusung pada tahun bersangkutan. Seperti saat
Mira paling kiri usai fashion show di Aston
ini penekanannya lebih ke endek. Makanya kebaya-kebaya koleksinya pun dimodifikasi dengan endek. Selama ini ia memang dikenal berki prah di arena kebaya dengan brokat dan tilenya. Sedangkan untuk endek, koleksinya masih terbatas pada jenis endek jumputan dan endek mastuli. Namun, setelah dibukanya kesempatan dirinya bergabung di acara Denfest kini ia terlihat makin asyik menggarap bahan endek yang lebih beragam motifnya. Ia juga mengaku, sebelumnya agak takut mengolah endek, akhirnya dalam perjalanannya dengan kampanye dan gebrakan yang tak henti dilakukan Ketua Dekranasda beserta pemerintah Kota Denpasar, menjadikannya justru bersahabat dengan endek. “Sekarang saya senang menggunakan bahan endek, karena saya juga ingin ikut membantu pasar pengrajin,” tegasnya. Dengan fokus pada endek di tahun ini, menjadikannya juga lebih antusias datang ke desa-desa menemui para pengrajin. Di sana ia lebih lagi meggenal bagaimana proses sesungguhnya sepotong endek itu dibuat. Bahkan ia ingin belajar menjelajah lebih lanjut tentang motif-motif yang disebut patra, motif yang langka maupun yang tergolong modern. “Apalagi melihat motif-motif endek yang digunakan para seniornya pada saat fashion show di Aston, wow luar biasa sekali,” cetusnya. Disinggung kegiatan saat ini, selain terus berkreasi untuk memperoleh desain yang berbeda, Mira sejak lama juga dikenal sebagai sosok sangat rajin dan tidak pernah ketinggalan melakukan yoga dan meditasi. Malah katanya, jika ia sehari saja tidak melakukan meditasi penglihatannya bisa kacau. Untuk urusan meditasi, banyak juga orang yang datang ke tempatnya, bersama-sama melakukan meditasi. Bicara meditasi, bagi Mira, meditasi penting untuk ketenangan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari dan menjadi tidak mudah terpancing emosi. “Dengan meditasi, yang ada justru perasaan senang, serta selalu bersyukur dalam keadaan apa pun,” katanya sembari menambahkan meditasi menjadikan suasana hatinya terjaga dan nyaman serta mengontrol diri dari segala hal. Selanjutnya ditanya soal impian ke depannya, Mira yang mengaku selama ini belajar autodidak tentang desain, memiliki keinginan mengikuti sekolah desain yang formal untuk melengkapi kebisaan karunia Tuhan pada dirinya. Bukan hanya itu, ia juga masih punya impian yang lain, yakni membuat aksesori yang cantik dengan bahan endek. Apakah nanti dipadu dengan bebatuan atau yang lainnya. “Coming soon,” ujarnya. – Sri Ardhini/Ratna Hidayati
4
INSPIRASI
6 - 12 JANUARI 2014
6 - 12 JANUARI 2014
SNAPSHOT
21
Nyoman Suarsa
GORO-GORO
Kombinasi Sistem Alam dan Akademik
2014
Menekuni dunia tari sejak kelas IV SD membuat Nyoman Suarsa tak bisa melepaskan dari dunia kesenian. Hingga kini, ia masih bertahan membina kesenian khususnya di Kota Denpasar. Ada tiga hal kunci yang ia sebutkan jika ingin menekuni kesenian. Apa saja?
“S
aya pernah dipanggil Gubernur Bali IB Mantra usai pentas di PKB. Kala itu saya menjadi Karna. Saya diwawancarai oleh Pak Gubernur. Ketika saya bilang saya dari Wangaya Kelod, beliau awalnya tidak percaya. Bukan hanya beliau, banyak orang tidak percaya saya dari Wangaya karena Wangaya daerah bisnis bukan daerah seniman. Dulu Wangaya menjadi daerah tumbuhnya arja tetapi terputus karena tidak ada yang meneruskan,” kenang Nyoman Suarsa yang akrab disapa Yang Pung. Walaupun Wangaya daerah bisnis tetapi tidak menghalangi niat Yang Pung untuk mempelajari kesenian. Pria kelahiran 7 Maret 1957 ini mulai belajar sejak kelas IV SD. Ia terus belajar hingga memutuskan masuk Konservatori Karawitan (Kokar) yang kemudian berubah menjadi SMKI. Ia juga berlatih di Lukluk, lalu berguru kepada Pak Kakul di Gianyar dan Pekak Rinda. “Saya dari keluarga kurang mampu. Hal itu tidak tidak mengurangi minat saya berlatih. Kurang mampu bukan alasan untuk mengurangi minat kesenian,” tandas pria keturunan Cina ini. Ia pun rela naik bus atau naik bemo menuju tempat latihan maupun ke sekolahnya. Yang Pung sempat kuliah hingga semester VII. Namun, impian itu kandas dan ia tidak tamat. Walaupun tidak tamat, ia masih eksis di dunia seni. Ia berpikir, kuliah bukan karena ingin pintar tetapi bagaimana bisa mewarisi kesenian kepada generasi berikutnya. Salah satu cara yang dikembangkan dengan mendirikan sanggar seni. Di sanggar, anak-anak bisa belajar menari. Seniman pun bisa mewariskan ilmu seninya. Sekarang zaman makin maju, minat orang untuk belajar kesenian makin sedikit. Namun, suami Ni Ketut Sri Nadi ini bersyukur perjuangan dari
tahun 1978 berhasil. Selain mendirikan sanggar, ia juga melatih sampai ke Kerobokan. Dari daerah yang tidak memiliki penari, kini Kerobokan banyak memiliki penari. “Saya banyak dapat pelajaran di luar kampus. Saya belajar di masyarakat. Sejak tahun 1976, saya belajar dari Pak Wayan Dibia, Pak Suparta, dan yang lainnya. Saya melihat bagaimana mereka membuat tarian. Lama-kelamaan saya bisa. Sayangnya, saya tidak pernah mencatat apa yang saya buat. Pak Dibia pernah memarahi saya karena tidak mencatat apa yang saya buat. Bagi saya, apa yang buat untuk masyarakat, bukan untuk diri sendiri,” ujar pencipta tari Tedung Sari, Sekar Ibing, dan Gopala ini. Tari Gopala merupakan tarian yang diciptakan tahun 1983 hingga kini masih ada dan kerap ditarikan anak TK. Yang Pung senang melihat hal ini. Tari Gopala merupakan tarian yang bertemakan kerakyatan yang ditarikan sekelompok anak-anak atau remaja putra. Tarian ini digarap Yang Pung sebagai penata tari dan I Ketut Gede Asnawa, M.A. sebagai penata tabuh. Gopala adalah sebuah istilah dalam bahasa Kawi yang berarti penggembala sapi. Tarian ini terinspirasi aktivitas yang dilakukan para pengembala di ladang atau sawah. SISTEM ALAM Tingginya minat anak-anak untuk belajar menari disyukuri Yang Pung. Ia memperkirakan di Denpasar ada 130 sanggar. Jika masing-masing sanggar memiliki 50 orang murid, sudah ada 6.500 orang yang belajar menari sebagai pewaris kesenian. Ini membuatnya cukup tenang dengan pelestarian seni. Dalam mendidik murid di sanggar, ia melihat ada perbedaan zaman dulu dan sekarang. “Dulu gurunya galak, kalau latihannya bawa kayu untuk memukul kalau gerakan salah. Ini sistem alam. Saya pun seperti itu kalau mengajar. Namun, karena saya pernah mendapat pendidikan formal, saya kombinasikan cara mendidik dengan sistem akademik. Berdasarkan pengalaman, ada anak yang dipaksa orangtuanya menari, padahal si anak tidak mau. Saya ajak dia main kelereng, main dengkleng. Begitu dia senang, baru saya ajar menari sampai dia bisa menari. Kalau sekarang dilatih dengan model zaman dulu, bisa lari mereka,” ujarnya. Ia pun menuturkan anak didiknya kini ada yang menjadi dokter dan insinyur. Jika diminta untuk ngayah menari mereka dengan sukarela melakukannya. Selain menari, seka tabuh anak-anak juga banyak di Denpasar.
Tahun 2014 yang diramalkan akan banyak membawa perubahan itu, sudah digeber. Tapi Amat sama sekali tidak gentar. Ia terus saja berkicau. “Jangan takut! Namanya kehidupan, semua juga akan berubah! Tapi jangan cemas! Bukan perubahan itu yang akan menentukan nasib kita, tapi kita sendiri! Tangan kita, kepalan kita, kaki kita, otot kita, pikiran kita, cucur keringat kita yang akan menentukan siapa kita! Hidup kita, nasib kita, tergantung pada kegigihan kita sendiri!” Mula-mula Bu Amat tidak bereaksi. Tapi karena suaminya kian hari meningkatkan kampanyenya, ia mulai gerah. “Sudah, Pak; kalau takut jangan panik begitu! Kok semua orang diajak cemas?!” Amat tercengang. “Lho, siapa yang panik? Bapak tidak takut kok! Siapa yang takut?! Bapak justru mengajak orang berani melihat kenyataan. Tidak perlu takut!” “O, jadi Bapak tidak takut?” “Kenapa harus takut? Takut apa coba?! Justru ketakutan itu sendiri yang harus dibasmi karena bisa membawa perubahan buruk yang tidak kita sukai. Jadi musuh utama kita bukan perubahan yang dibawa oleh pergantian tahun, tapi kondisi kita yang makin buruk, sehingga tak bisa lagi menyesuaikan diri dengan perubahan!” Bu Amat manggut-manggut. “Bapak pelajari dari mana teori itu?” Amat tercengang. Tidak biasa-biasanya istrinya mendebat begitu. “Itu bukan teori, Bu, itu kenyataan!” “Kenyataan yang ada waktu Bapak ngelamun? Jangan banyak ngelamun nanti kemasukan. Bisa tambah jauh dari kenyataan! Lihat nanti apa yang terjadi pada Elly, ibunya Diana!” “Apa yang terjadi pada dia?” “Nanti dia datang, Bapak tanya sendiri saja!” Bu Amat lalu menghindar ke dapur, sampai Elly datang. Amat langsung terkejut. Elly, ibu Diana yang biasanya ke mana-mana pakai kebaya dan jarik, muncul pakai celana blue jean. “Saya akan ke Jakarta besok ikut Diana,” katanya seperti sudah menebak pertanyaan yang muncul di benak Amat. “Kenapa? Bukannya Ibu dulu selalu ingin supaya Diana kembali ke rumah dan meninggalkan Jakarta yang sudah...” “Yang sudah merusaknya, Pak Amat?” Amat tak sampai hati mengatakan itu. Tapi itulah sebenarnya sengketa Elly dan Diana. Elly ingin Diana sebagai anak tertua menggantikan dirinya persis seperti dia. Tapi, Diana mau bebas dan menentukan hidupnya sendiri. “Setelah sebulan pulang dan kami berkumpul sebagai keluarga yang damai, tiba-tiba kami mulai lagi bertengkar,” kata Elly bercerita tanpa diminta. “Akhirnya Diana memutuskan kembali ke Jakarta membawa anak kembarnya. Dan, sama sekali tanpa pamit seperti dulu!” Elly tak bisa melanjutkan, air matanya memberondong. Kegagahan celana jeannya langsung luntur. Ia kembali jadi orangtua biasa yang akrab dengan kebaya dan jarik. Tangis Elly lama. Amat tak sabar, lalu mendesak. “Terus Ibu mau nyusul?” “Ya! Saya akan ikuti dia. Saya akan coba mengerti gaya hidupnya. Makanya sekarang saya pakai celana jean supaya dia tahu ibunya ini bukan perempuan kolot!” “Maksud Ibu, Ibu juga akan pindah ke Jakarta?” “Ya! Apa salahnya mengalah? Dunia sudah berubah, ngapain terus mempertahankan kebaya dan jarik kan tidak praktis! Emangnya kita Ibu Kartini?!” Amat terkejut. “Maaf saya kira ini bukan hanya soal kostum, Bu!” “Habis soal apa?” “Pandangan hidup!” “Apa pun namanya, saya akan menyesuaikan diri. Kalau dia tidak mau ngalah, saya akan mengalah. Mengalah kan tidak berarti kalah!” Amat tercengang. Bu Amat yang mengikuti percakapan itu muncul. “Itu alamat kalian akan terus bertengkar Elly!” Elly terkejut. “Kenapa begitu?” “Zaman sudah berubah. Biarkan Diana jadi Diana dan kamu tetap Elly. Biarlah berpisah, supaya saling kangen. Kalau ketemu pasti mesra. Sebulan kan cukup. Tahun depan sebulan lagi. Seperti kami dengan Ami. Dulu kami tiap hari bertengkar, ada saja yang dipertengkarkan. Sekarang setelah Ami hidup sendiri, justru baru jadi anak manis. Perubahan jangan dilawan, mengalir saja seperti air. Ya kan, Pak?!” Elly menoleh Amat. Amat tak bisa lain kecuali mengangguk. “Ya.”
Putu Wijaya Pelepasan tukik di pantai di sebelah Hotel Bali Hyatt, Minggu, (29/12)
Aksi bersih-bersih sampah plastik di sepanjang Pantai Matahari Terbit hingga Yang Pung saat melatih seka gong WHDI Provinsi Bali
Menurutnya ada 40 lebih seka gong anakanak dengan usia penabuh 7-9 tahun. Sepuluh tahun lagi jika mereka masih menabuh jadi tidak khawatir kekurangan penabuh. Bagi Yang Pung, kesenian (tari dan tabuh) tidak bisa dipisahkan dari masyarakat Bali. Penari dan penabuh harus saling mengerti. Jika bisa mendalami keduanya akan lebih baik lagi. Ia juga salut dengan pola regenerasi seniman muda di Denpasar yang bisa ditiru kabupaten lainnya. Salah satu caranya dengan menggiatkan pentas-pentas seni. Salah satu kalender tetap adalah pentas bagi seniman cilik di lapangan Puputan Badung serta adanya acara Melepas Matahari yang dilaksanakan di malam pergantian tahun. Yang Pung memang memiliki konsep kuat dalam berkesenian. Jika berkesenian, materi bukan prioritas karena materi tetap diperlukan. Kalau materi yang diprioritaskan, seniman akan gagal. “Ada tiga kunci jika menekuni kesenian. Pertama, seni itu ngayah dan memiliki nilai sosial. Kedua, harus punya ide/gagasan. Ketiga, harus tahu manajemen,” tandas ayah dua anak ini, Putu Desta Karisma dan Made Banda Prawira. Ia menjelaskan jika berkesenian hanya memikirkan uang akan dikutuk oleh seni itu. Seniman harus memiliki manajemen untuk mengatur, kapan saatnya ngayah dan kapan mencari penghasilan. Misalnya, jika diundang ngayah di pura, harus dilakukan dengan sukarela. Yang Pung pun sering mendapat honor jika menari di pura. Uang itu ia terima kemudian dipuniakan kembali. Tetapi, jika diundang menari di hotel, harus berani tawar-menawar. Jika diberi harga murah, jangan mau. “Kalau di pura jangan nantang harga, tetapi kalau di hotel, pasang tarif. Seni ini warisan leluhur yang tidak bisa seenaknya dipermainkan,” ujar kakek dua cucu yang punya prinsip tidak masalah jika tidak punya apa-apa, yang penting dirinya dan keluarga sehat.
Dunia seni membawa Yang Pung berkarier di SMKI. Ia tamat tahun 1977 dan setahun kemudian dipanggil untuk mengajar. “Tahun 1990 saya diangkat menjadi PNS yang diperbantukan sebagai guru. Saya sempat tugas di Dinas Pendidikan Provinsi Bali, lalu dipindah ke Museum. Saya orang buangan karena sulit diatur. Saya rasakan itu,” ujar pria yang sudah pensiun ini sembari tertawa. Selain karier, Yang Pung juga bisa melanglang buana berkat tarian. Zaman Presiden Soeharto ia kerap menari di Istana Negara jika ada tamu negara. Ia bahkan pernah ke beberapa negara Eropa, Jepang, dan Cina berkat kepiawaian menari. Baginya, nasib orang sudah ada di tangan Tuhan. Siklus hidup berupa suka, duka, lara (sakit), pati (mati) sudah dimiliki semua orang. Ini merupakan bekal semua orang, tinggal dijalani saja. Kegigihan Yang Pung di dunia tari tak diikuti anak-anaknya. Tetapi, ia tak memaksakan anaknya untuk mengikuti jejaknya itu. “Saya tidak pernah memaksa anak. Kalau dipaksa beda jadinya. Dulu saya senang sendiri dan orangtua tidak memaksa. Saya hanya mengingatkan anak jangan berbuat yang tidak-tidak. Mudah-mudahan anak saya hidupnya lebih baik daripada saya,” tegasnya. –Ngurah Budi/Ratna Hidayati
Pantai Padanggalak
Peresmian rute penerbangan baru Denpasar – Labuan Bajo – Tambolaka (vv), dengan pesawat ATR 72-600 “Explore”. Penerbangan perdana dilakukan Direktur Pemasaran dan Penjualan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Erik Meijer bersama pejabat Garuda lainnya, Jumat (3/1)
Untuk membuat sejuk kota, tak harus dengan pohon besar. Dengan pot tanaman juga bisa dilakukan. Seperti yang terlihat di sudut jalan Gatot Subroto Barat. Pot tanaman digantung menyerupai pohon besar. Unik dan cukup membuat indah.
Seminar Hasil Peneli tian Implementasi PIK - RM terhadap Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Remaja dalam PUP dan Triad KRR di Ruang Mana cika Kantor Perwakil an BKKBN Provinsi Bali, Denpasar, Selasa (31/12)
W H AT S U P
20
6 - 12 JANUARI 2014
6 - 12 JANUARI 2014
INSPIRASI
5
Komunitas Xtra-L
Berawal dari Berat Badan 75 Kg Meniti karier sebagai model atau peragawati, kini bukan saja dimiliki oleh mereka yang bertubuh langsing tapi mereka yang bertubuh gemuk pun memiliki kesempatan itu, berlenggak-lenggok di catwalk sembari bergaya seksi seperti umumnya peragawati.
Janger Anak Jalanan Penampilan mengesankan ditunjukkan anak-anak buruh Pasar Badung di Pembukaan Denpasar Festival 2013. Mereka kompak membawakan tari Janger dan modern dance di hadapan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra. Ternyata proses untuk melatih anak-anak ini memerlukan kesabaran.
“A
nak-anak yang tampil ini adalah anak-anak buruh Pasar Badung. Mereka dilatih sejak tiga bulan sebelumnya. Sanggar Lentera Anak Bali (LAB) bekerja sama dengan ISI Denpasar untuk melatih mereka. Kami juga mendapat dukung Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kota Denpasar,” ujar Luh Putu Anggreni, salah satu Pembina dari Sanggar LAB. Latihan dilakukan disela-sela jadwal belajar mereka. Anakanak jalanan ini belajar tiap Jumat
dan Sabtu pukul 11.00-14.00. Awalnya latihan hanya melibatkan 3 mahasiswa ISI. Namun, menjelang pentas di acara Denpasar Festival, tim pelatih bertambah menjadi 10 orang. Mereka tak hanya melatih 35 anak menari kecak dan 7 anak menarikan tari modern, tetapi juga menyiapkan make up dan kostum. Anggreni menambahkan, para pelatih harus sabar saat melatih mereka. Konsep tarian yang dipilih juga yang sederhana agar mudah diikuti anak-anak usia 7 sampai 17 tahun ini. Tari kecak yang mereka bawakan menceritakan kisah tewasnya Subali oleh Sugriwa. Kisah ini
menginspirasi mereka untuk lebih mempererat ikatan persaudaraan dengan kasih sayang. Mereka tetap berjuang keras agar bisa sekolah dan menjadi anak pintar demi masa depan yang lebih baik. Konsep tarian modern dipilih oleh anak-anak itu sendiri. Mereka belajar dari lagu-lagu girl band.
“Mereka tak mau konsep tarian modernnya diubah. Alasannya sudah hapal dengan gerak itu. Pernah juga ada yang ngambek tidak mau latihan karena mereka musuhan. Setelah dilakukan pendekatan, akhirnya mau baikan lagi. Menjelang pentas, ada yang menangis karena diminta untuk fokus dan tidak bermain ponsel. Untungnya mereka bisa menyelesaikan permasalahan dan tampil ceria,” ujar Anggreni yang membina Sanggar LAB bersama dr. AA Sri Wahyuni, Sp.KJ, Dra. IA Puniadhi, dan Luh Putu Yunianti Suntari, S.Pd. Anak-anak jalanan ini adalah anak-anak pekerja di Pasar Badung dan anak-anak yang ikut nimbrung di pasar karena orangtua mereka bekerja di Pasar Badung. Anak-anak ini mengaku memilih belajar di sanggar LAB daripada dikejar-kejar petugas keamanan karena dianggap
mengganggu ketertiban umum. Sejak adanya sanggar di lantai IV Pasar Badung, anak-anak itu tetap dicari petugas keamanan. Tetapi, kali ini diarahkan ke lantai IV untuk belajar. LAB yang memulai programnya tahun 2011 ini mengupayakan adanya ruang bagi anak-anak kurang beruntung ini untuk bisa mendapatkan haknya dalam bidang pendidikan. Seluruh biaya belajar mengajar berasal dari sumbangan para donatur. Para guru pun sebagian merupakan para relawan. Kini sarana belajar mereka dilengkapi Taman Bacaan Masyarakat kerja sama Disdikpora Kota Denpasar. Pendekatan kepada orangtua pun dilakukan untuk menggugah kesadaran para orangtua anak jalanan ini mengenai pentingnya hak pendidikan bagi mereka. Pengurus LAB pun berkunjung ke kampung anak-anak ini. –Ngurah Budi/Wirati Astiti
Ririe Bogar
“T
idak ada yang berbeda, baik model bertubuh langsing atau pun gemuk, mereka melakukannya sama dengan para model umumnya. Kita juga pakai koreografi profesional,” ungkap Listya Angela, salah satu model dari RB Curvy, sebuah agency modeling yang menangani model-model bertubuh gemuk. Tya, begitu ia akrab disapa, adalah salah satu yang pernah mengalami depresi berat akibat tubuhnya yang supergendut. Rasa minder yang luar biasa membuatnya jarang keluar rumah. Yang namanya dicemooh, diganggu bahkan dimanfaatkan oleh orang lain, bukan hal yang aneh lagi dalam kehidupannya. Tya hanya satu dari sekian banyak orang-orang yang memiliki tubuh supergemuk, yang mengalami masalah serupa. Dunia menjadi terasa tidak adil, ketika orang lain bisa ceria menikmati kehidupan, sementara mereka tersiksa dengan tubuhnya. Berlatar belakang itu juga komunitas Xtra-L didirikan. Sebenarnya
komunitas ini didirikan secara tidak sengaja oleh Ririe Bogar, wanita yang juga memiliki tubuh subur. Awalnya, Ririe mengikuti event kontes kecantikan khusus untuk wanita bertubuh subur, Miss Impian, tahun 2005. “Dulu, aku pikir aku peserta paling gemuk. Ketika itu beratku antara 90-100 kg. Ternyata ketika kami dikumpulkan, aku baru tahu kalau banyak perempuan yang bertubuh jauh lebih berat daripada aku,” ungkap Ririe Bogar yang ditemui di kawasan Senayan, Jakarta. Keikutsertaannya dalam kontes tersebut ternyata tidak sia-sia, karena justru dari sanalah ia mendapat banyak inspirasi terkait dengan persoalan perempuan bertubuh gemuk. Yang namanya wanita, tentu saja topik yang paling sering diperbincangkan adalah soal penampilan, pakaian, dll. Dari sanalah naluri bisnis Ririe tergerak untuk membangun sebuah butik yang khusus menyediakan pakaian untuk wanita bertubuh besar. Banyak dari mereka bertubuh gemuk kesulitan mendapatkan pakaian yang cocok dengan ukuran tubuhnya. Kalaupun ada, modelnya sangat terbatas dan tidak sesuai keinginan. Maka jadilah Ririe bersama dua temannya membangun sebuah butik yang diberi nama Xtra-L Community. Di sana, para pembeli tidak hanya mendapatkan baju berukuran sesuai tubuhnya namun juga fashionable. Lebih dari itu, para pembeli juga mempunyai kesempatan curhat dengan pemilik butik atau pun sesama pengunjung. “Ternyata yang datang ke butik tak sekadar membeli baju, tapi juga curhat tentang berbagai hal, khususnya problema berat badan, dll. Ya problem orang gendut kan umumnya sama, yakni tidak percaya diri, stres, dll. Dari situ kami jadi sering berbagi. Jumlahnya pun makin ban-
Para model bertubuh subur dari RB Curve Modeling
yak, malah ada yang datang bukan untuk beli baju tapi khusus curhat. Keasyikan curhat, kadang sampai butik tutup pun mereka masih ngobrol,” tutur wanita kelahiran 3 Juli 1974 ini. Ririe sendiri meski kini tampil percaya diri, bukannya tidak pernah mengalami masalah krisis kepercayaan diri. Tubuhnya yang subur sempat membuatnya minder. Beruntung, kemudian dia bersekolah di luar negeri -Amerika dan Australia- sehingga rasa percaya dirinya lebih cepat pulih. Karena di sana lebih terbuka sehingga mereka yang memiliki berat berlebih tidak menjadi bahan olok-olokan sesama. Sebaliknya, mereka saling mendukung agar bisa tampil percaya diri. Urusan pakaian pun tidak masalah, karena begitu banyak toko menjual baju-baju berbagai model dengan ukuran-ukuran besar. Karena itulah ketika Ririe kembali ke Jakarta, ia bisa tampil penuh percaya diri dan banyak memberi dukungan pada rekan-rekannya yang memiliki masalah berat badan. Kerapnya pertemuan dan berbagi di antara pengunjung butiknya, akhirnya Ririe pun berpikir untuk membuat wadah bagi mereka yang bertubuh gemuk. Atas dasar pemikiran, di luar sana, tentu banyak sekali para wanita yang mengalami masalah kegemukan dan akhirnya depresi karena tidak tahu apa yang harus dilakukan. “Kami membentuk komunitas ini tahun 2007, awalnya lewat Friendster ,” tambah Tya yang mendampingi Ririe. Dengan cepat komunitas ini bertumbuh, jumlah anggotanya pun ribuan dari berbagai daerah di Indonesia. “Tahun 2007 jumlah anggota belum banyak. Lalu kami diundang dalam acara Kick Andy di Metro TV, lalu kami juga muncul di sejumlah program televisi lainnya. Setelah acara-acara itu, jumlah yang ingin menjadi anggota pun melonjak drastis. Kalau tadinya jumlahnya hanya ratusan, melonjak menjadi ribuan dalam waktu cepat. Komunitas Xtra-L menjadi tumbuh subur,” ungkap Tya yang juga Public Rela-
tion Komunitas Xtra-L. Tya masuk komunitas ini tahun 2010 setelah secara tak sengaja menemukan adanya komunitas ini saat surfing di dunia maya. SYARAT MINIMAL 75 KG Awalnya, kata Ririe, komunitas ini menetapkan syarat keanggotaan yakni minimal calon anggota harus berberat badan minimal 75 kg. Tapi dalam perjalanannya, syarat itu dianggap tidak relevan lagi, karena pasalnya, mereka yang merasa gemuk bukan hanya yang berat 75 kg ke atas, tapi di bawah itu pun, banyak. “Yang protes karena ingin bergabung tapi terganjal syarat, pun banyak. Tapi waktu itu kami bilang, memang syarat minimal harus 75 kg. Namun karena begitu banyak desakan, akhirnya kami pikir, banyak wanita yang beratnya belum mencapai 75 kg tapi tergolong gemuk, tak ada salahnya ikut bergabung. Ya sudah, akhirnya syarat minimal berat badan ini kami cabut, jadi siapa pun boleh menjadi anggota. Yang penting calon anggota yang masuk dapat memahami tidak menilai orang dari tampilan fisik saja, juga mau menerima kekurangan orang lain. Syarat itu dicabut sejak dua tahun lalu,” ungkapnya. Tya menambahkan, uniknya, sejak persyaratan dicabut, banyak yang tidak masuk dalam golongan bertubuh gemuk, minta bergabung dengan komunitas mereka. “Mereka biasanya adalah teman-teman dari anggota Xtra-L yang kebetulan sempat terlibat dalam berbagai aktivitas yang digelar komunitas. Mereka merasa asyik dan akhirnya mendaftar jadi anggota. Karena aturan syarat minimal berat badan sudah dicabut, ya, permohonan jadi anggota kita terima,” ujar Tya. Ia mencontohkan, ada beberapa anggota yang tadinya bertubuh supersubur namun kemudian berhasil menurunkan berat badan, tetap tercatat sebagai anggota. “Misalnya saja salah satu finalis Miss Big Indonesia yang tadinya beratnya sempat 100an kg. Lalu berhasil menurunkan berat badannya sampai 30 kg lebih
dan kini bertengger pada berat 60an kg, dia tetap menjadi anggota kami,” katanya. Memiliki banyak aktivitas menarik dan bermanfaat, serta suasana nyaman dalam pergaulan sesama anggota, agaknya menjadi daya tarik utama kenapa komunitas ini begitu cepat tumbuh dan berkembang. Lewat komunitas itu, mereka belajar bagaimana cara mencintai diri sendiri. Secara berkala mereka mengadakan pertemuan juga forumforum diskusi dengan berbagai topik menarik, terkadang pakar-pakar pun diundang untuk memberi pencerahan para anggota Xtra-L. “Kami memiliki banyak kegiatan selain gathering yang dilakukan secara berkala, kami juga aktif melakukan berbagai kegiatan sosial, termasuk kunjungan-kunjungan ke kolong jembatan, panti jompo, dll. Kami berbagi dengan semua orang,” katanya. Yang tak kalah menariknya adalah kegiatan wisata kuliner yang kerap dilakukan. Mungkin sebagian orang akan heran dengan kegiatan ini jika dikaitkan dengan tubuh mereka yang subur. Orang berpikir, karena sudah gemuk, kegiatan wisata kuliner tidak diperlu. Tapi pandangan warga Xtra-L, berbeda. Mereka justru sangat bersemangat mengikuti aktivitas ini. Bagi mereka, mencicipi makanan enak di tempat-tempat unik, justru merupakan petualangan seru. “Meski gemuk, kan, bukan berarti menghindari makan enak, kan? Kami semangat kok dengan kegiatan kuliner, termasuk kegiatan berbagi resep atau mencoba resep masakan baru. Ini menarik, lho,” katanya lagi. Menjadi gemuk, ucap Tya lagi, bukan berarti kita berpantang makan enak. “Bagi kami, itu biasa saja. Tapi tentu saja jangan berlebihan. Kami pun tidak melarang jika ada anggota yang melakukan diet, asalkan yang dilakukan adalah diet sehat. Jadi kalaupun mau diet, silakan, asal sehat. Jangan menyiksa diri mati-matian sehingga membuat badan sakit,” tambahnya. – Diana Runtu/Ratna Hidayati
6
l i f e s to ry
Dari TKW ke Penghuni RSJ Di salah satu sudut Rumah Sakit Jiwa, Selagalas Mataram, Yohana (55), bukan nama sebenarnya, duduk termenung. Sudah satu bulan ia menjadi penghuni rumah sakit tersebut, setelah keluarganya membawanya untuk mengecek kejiwaan nya akibat sering bicara sendiri. “Ia suka meracau tiba-tiba, bicaranya tidak jelas namun terdengar seperti orang me ngomel,” ungkap Ahmad, salah seorang keponakannya.
G
ejala kejiwaan itu terlihat sejak beberapa bulan terakhir. Namun, keluarga tidak menduga itu sebagai penyakit jiwa melainkan disangka tengah stres biasa. Sejak pulang dari Malaysia beberapa tahun lalu, ia memang dalam keadaan terguncang jiwanya. Yohana sempat sehat kembali dan normal. Ia juga bisa bekerja berjualan kue-kue di pasar dekat rumahnya, di Lombok Tengah. Kisah Yohana memang memprihatinkan. Beberapa tahun lalu ia berangkat ke Saudi Arabia menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW). Niatnya untuk memperbaiki kehidupan ekonomi keluarga. Ia membutuhkan banyak biaya untuk anak-anaknya sejak suaminya meninggal sepuluh tahun lalu. Yo h a n a t e r masuk TKW yang tidak beruntung dalam hal penghasilan namun beruntung tidak mendapat siksaan dari majikannya, karena terbilang berani melawan j i ka a d a s i ka p kasar dari majikannya. Hal inilah yang kemudian membuatnya sempat dipenjara di Malaysia. Ia beruntung meski pernah dipenjara, ia bisa pulang dalam keadaan hidup tidak menjadi korban seperti beberapa TKW lain yang nasibnya tidak baik. Setelah pernah menjadi TKW di Saudi Arabia tahun 2000-2002, ia pulang ke Lombok Tengah usai kontraknya berakhir. Karena tidak betah bekerja di Saudi Arabia, sebagai pembantu rumah tangga, ia tidak ingin kembali bekerja di sana, melainkan ia memilih Malaysia sebagai tujuan beri-
kutnya. Ia ingin beradu nasib di sana dan berharap nasib baik menyertainya. Setelah mengurus suratsurat untuk kembali menjadi TKW, ia pun berangkat dengan sejuta harapan di kepalanya. Sebuah rumah mewah tempat ia bekerja pada keluarga peng usaha. Di rumah yang besar itu, tugasnya adalah semua tugas pembantu rumah tangga. “Semua hal saya kerjakan,” katanya. Sejak hari pertama bekerja di sana, ia telah mulai merasakan bahwa kehidupannya tidak akan baik ke depan. Namun, demi mendapatkan rejeki, ia tetap berusaha bekerja sebaik mungkin. Kedua majikannya,
laki-laki dan perempuan bekerja. Mereka tidak memiliki anak dan jarang pulang. Pergi di pagi hari keduanya pulang ke rumah menjelang magrib. Keduanya kerap kali bertengkar. Namun, karena bukan urusannya, Yohana tidak mau ambil pusing. Pertengkaran-pertengkaran majikannya ia dengar saja. Jika itu terjadi, ia lebih memilih tidur di dalam kamarnya. Situasi makin hari makin tidak kondusif dirasakannya. Majikan perempuannya mulai berlaku
Rumah Sakit Jiwa, Selagalas Mataram
kasar padanya. Tidak bisa salah sedikit saja, ia main pukul dan main lempar barang-barang yang ada di dekatnya. Sapu, setrika atau apa saja yang ditemukannya saat marah, itulah yang akan dipakai untuk melempar Yohana. Awalnya Yohana mencoba bersabar. Melihat kelakuan majikannya, ia telah berjanji tidak akan memperpanjang kontraknya setelah dua tahun bekerja ia akan pindah bekerja di tempat lain. Kekasaran majikannya, makin hari makin menjadi. Pukulan-pukulan selalu mengarah pada tubuh Yohana. Yohana yang bertubuh tinggi besar ini telah mengantisipasinya. Hingga tidak satu pun benda keras dan pukulan sempat mampir di tubuhnya. Yohana selalu menahan dan m e l awa n a ga r tangan majikannya tidak sampai menyakitinya. Ta n g a n n y a selalu sigap menangkis tiap kali majikannya menggunakan alat untuk memukulnya. Hingga suatu hari, Yo h a n a s u d a h tidak kuat menerima perlakuan kasar majikannya. Ia merasa seperti binatang saja diperlakukan oleh majikannya. Suatu hari, saat ia masak di dapur, ia mendengar pertengkaran hebat majikannya di ruang tamu. Seperti biasa, ia tutup telinga dan tidak mau ambil pusing. Ia terus saja mengerjakan pekerjaan dapur dan memasak. Tiba-tiba dari belakang majikannya memukulnya dengan sapu tanpa ia tahu apa kesalahannya. Dari kaget dan menahan rasa sakit, Yohana berbalik dan menyerang majikannya dengan
sapu yang tadi dipakai majikannya untuk memukulnya. Majikannya yang mendapat perlawanan itu makin kalap, mengambil apa saja yang ditemuinya untuk menyerang Yohana. Yohana yang tubuhnya lebih besar dan tegap sudah kehilangan kendali karena marah diperlakukan tidak manusiawi. Tanpa banyak berpikir lagi, Yohana menangkis dan membalas serangan-serangan majikannya sehingga terjadi perkelahian sengit. Ujungnya, majikannya pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Atas perbuatannya itu, Yohana akhirnya dipenjara. Yohana tidak mau
masa tahanannya akan berakhir. Berbekal tiket dan dan ongkos pulang yang dibantu oleh Pemerintah Provinsi NTB, ia akhirnya bisa pulang kampung ke Lombok Tengah. Keluarganya menyambut dengan suka cita. Pulang tanpa membawa uang sepeser pun, rupanya menjadi beban tersendiri bagi Yohana. Sejak itulah ia menjadi pendiam dan jarang mau bicara. Trauma dan kesedihannya membuat ia sempat tidak leluasa bergaul. Ia banyak di rumah. Namun, karena dekat dengan keluarganya, ia masih tertolong sehingga ia bisa
Tanpa banyak berpikir lagi, Yohana menangkis dan membalas seranganserangan majikannya sehingga terjadi perkelahian sengit. Ujungnya, majikan nya pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Atas perbuatannya itu, Yohana akhirnya dipenjara. Yohana tidak mau menceritakan detil tentang bagaimana akhirnya ia menghuni penjara. Yang pasti ia dituduh atas kesalahan menganiaya majikannya. menceritakan detil tentang bagaimana akhirnya ia menghuni penjara. Yang pasti ia dituduh atas kesalahan menganiaya majikannya. Keluarganya di kampung lalu kehilangan kontak dengannya beberapa tahun. Hingga akhirnya, beberapa tahun kemudian, ada pejabat NTB yang berkunjung ke penjara tempat ia dihukum yang juga berasal dari Lombok. Yohana menceritakan segala hal tentang kisah dan pengalamannya. Atas negosiasi dan bantuan pejabat tersebut, ia akhirnya mendapat kebebasan. Kebetulan pula
normal kembali. Menerima kenyataan dengan kembali berjuang. Salah satunya dengan menjual kue-kue di pasar dekat rumahnya. Entah apa yang terjadi, beberapa tahun kemudian, ia kembali mengalami “sakit”. Ia suka meracau sendiri dan bicara sendiri. Keluarganya membawa ia ke rumah sakit jiwa Selagalas Mataram untuk diperiksa. Tanpa diduga, dokter rumah sakit tersebut mengatakan bahwa Yohana harus menjalani perawatan. Kini, di sanalah ia tengah dirawat. Sesekali keluarganya datang menjenguknya. -Naniek I. Taufan/Ngurah Budi.
TR A D ISI
6 - 12 januari 2014
6 - 12 januari 2014
19
Merariq
Jalan “Ksatria” Laki-Laki Sasak
Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki beragam kekayaan budaya dan tradisi yang memberikan identitas dan ciri bagi masyarakat sebagai komunitas pemiliknya. Memiliki tiga suku, SasakLombok, Samawa (Sumbawa, Sumbawa Barat) dan Mbojo (Bima, Kota Bima dan Dompu) yang kini populer dengan sebutan Sasambo (Sasak, Samawa, Mbojo), dengan berbagai tradisi dan kebiasaannya, dapat dikatakan sebagai salah satu daerah yang kaya budaya. Tiga suku asli yang mendiami dua pulau besar di NTB, Pulau Lombok (suku Sasak) dan Pulau Sumbawa (suku Samawa dan Suku Mbojo) ini, masing-masing memiliki budaya yang sama eksotiknya.
K
ekayaan budaya
NTB dengan tiga sukunya ini, salah satunya terletak pada bahasa. Orang NTB memiliki tiga bahasa yang berbeda yakni Bahasa Sasak yang dipergunakan oleh masyarakat suku Sasak di Pulau Lombok, Bahasa Sumbawa (Basa Samawa) dipakai oleh masyarakat suku Samawa di Sumbawa dan Sumbawa Barat dan Nggahi Mbojo (bahasa Mbojo) yang dipakai oleh masyarakat suku Mbojo yang tinggal di Bima, Kota Bima dan Dompu. Kekayaan budaya lain yang dimiliki oleh daerah ini, juga ada pada tradisi yang menyertai siklus hidup masyarakat tiga suku tersebut. Tradisi-tradisi ini tampak saat mereka masih dalam kandungan ibundanya, saat baru dilahirkan, ketika bayi, saat anak-anak, menjelang berumah tangga, saat menikah hingga ia mengandung kembali (bagi perempuan).
Berbagai kearifan lokal, tampak dalam tradisi asli yang menyertai siklus hidup masyarakat Sasak, Samawa dan Mbojo. Meski ada kemiripan dari tradisi pada tiap tahapan siklus ini, terutama antara Suku Mbojo dan Samawa, seper ti tradisi tujuh bulanan, Kiri Loko (Mbojo) dan Biso Tian (Samawa) serta Peta Kapanca (Mbojo) dan Barodak (Samawa), namun tetap menyimpan keunikan tersendiri. “Yang sangat berbeda dalam hal tradisi tiga suku ini, baik sebagian maupun seluruhnya, adalah Suku Sasak,” ujar Mustakim Biawan, budayawan yang juga mantan Kepala Taman Budaya NTB. Nyaris tidak ada kesamaan, terutama dalam hal prosesi adat antara tradisi dalam siklus hidup masyarakat Sasak Lombok dengan dua suku lainnya di Pulau Sumbawa itu. Salah satu hal yang sangat berbeda dari tradisi siklus hidup masyarakat Sasambo ini, antara Suku Sasak dengan Suku
Mbojo dan Samawa, adalah dalam hal perkawinan. Kedua suku yang berdiam di Pulau Sumbawa, tradisi perkawinannya diawali dengan cara lamaran. Bagi Suku Sasak, pernikah an tidak diawali dengan cara melamar, melainkan dengan Merariq (salah satu proses pranikah dengan cara mengambil gadis idamannya, yakni “mengalihkan perhatian orangtua dan keluarganya” dengan tujuan pernikahan). Ada perbedaan yang sangat prinsip dalam hal ini. Bagi masyarakat Sasak, menikah dengan cara merariq, dipahami merupakan jalan menjadi “ksatria” bagi seorang laki-laki Sasak. Tidak ada proses melamar yang mengawalinya. Namun, dalam merariq, segala proses yang terjadi dilakukan dengan tata cara adat,
Barodak tradisi masyarakat Suku Samawa
rariq merupakan salah satu tradisi yang tetap dipertahankan oleh masyarakat Sasak secara turun temurun. Masyarakat suku Sasak memiliki tata cara perkawinan khas yang penuh dengan nilai dan norma-norma. Bagi Suku Samawa dan Mbojo, perkawinan harus diawali dengan lamaran. Suku Samawa juga mengenal Merari—kawin lari (laki-laki dan perempuan sepakat kawin tanpa
Cafi Sari dalam tradisi Suku Mbojo
salah satunya laki-laki dan perempuan yang berhasil lari, sama-sama sepakat. Jika seorang gadis sudah berhasil dilarikan, maka tidak ada istilah dipulangkan kembali pada orangtua maupun k e l u a r g a n y a . M e
proses lamaran. Biasanya ini terjadi karena salah satu atau kedua pihak orangtua atau keluarga tidak meres tui hubungan
mereka. Merari ini pengertiannya tidak sama dengan merariq Sasak). “Dalam perkawinan adat Sumbawa, hanya diperbolehkan dengan cara melamar,” kata Mustakim. “Kawin dengan cara merari sangat dilarang oleh adat Samawa, karena ini telah melanggar aturan adat. Jika hal ini terjadi, maka reaksi keras akan muncul dari keluarga pihak perempuan yang akan mencari si laki-laki. Nyawa adalah taruhan bagi si laki-laki. Jika mereka berhasil menikah, maka keduanya dibuang secara adat,” ungkap HL. Muhadli, budayawan Sumbawa yang tinggal di Sumbawa Barat. Mereka yang merari ada hukumannya, ada pula pengadilan khususnya. Pengadilan merari yang berada di Kesultanan Sumbawa dulunya ini, akan mengadili mereka yang menikah di luar tata cara adat istiadat dan melanggar normanorma adat Samawa. “Pasangan yang menikah dengan cara merari, dijatuhi hukuman, selain denda 30 sen juga dibui selama tiga bulan,” lanjut Muhadli. Begitu juga dengan suku Mbojo, yang dalam hal perkawinan tidak mengenal kawin lari atau disebut Londo lha. Perkawinan dalam tradisi Mbojo, mengikuti kebiasaan secara umum, yakni diawali dengan melamar. Dalam tradisi siklus hidup masyarakat Sasak, Samawa dan Mbojo, kental dengan nilai-nilai filosofisnya, aspek religiusnya, semangat bergotong royong dan diwarnai unsur keindahan. Kekayaan dan keberagaman tradisi Bumi Gora ini, kini, dalam beberapa hal mengalami modifikasi, yang secara tidak langsung terserap karena perkembangan zaman yang demikian pesat. Tentu saja ini bisa berimplikasi pada “terputusnya” informasi tentang seni dan tradisi dalam kebudayaan NTB yang asli, khususnya dalam hal tradisi siklus hidupnya, bagi generasi-generasi NTB saat ini dan selanjutnya. Karena itulah, masyarakat NTB berupaya sedapat mungkin untuk tetap menyelenggarakan kegiatankegiatan tradisi tersebut terutama menyangkut tradisi dalam siklus hidup masyarakatnya. Nilai-nilai kearifan lokal yang begitu tinggi dalam tiap tradisi yang dimiliki, bisa menjadi pedoman dan pengingat bagi masyarakatnya kala menghadapi perkembangan zaman yang pesat ini. -Naniek I. Taufan/ Ngurah Budi
18
TR A D ISI
6 - 12 januari 2014
6 - 12 januari 2014
l i f e s to ry
Tunggangi Tahun Kuda dengan Kebijaksanaan
Made Pada
Eksis Ukir Keris
Malam pergantian tahun 2013 ke 2014 sudah berlalu. Walau hujan mengguyur di beberapa tempat, tak menghalangi masyarakat melaku kan tradisi pergantian tahun ini. Acara meniup terompet dan bermain kembang api menjadi tradisi yang paling banyak dilakukan. Harapan pun dipanjatkan agar di tahun 2014 yang ber shio kuda ini kesuksesan selalu menyertai.
Keris merupakan warisan budaya yang patut dilestarikan. Keris pun bisa menjadi kebanggan bagi ke luarga-keluarga yang ada di Bali. Menjaga dan merawat keris juga diartikan sebagai penghormatan ke pada leluhur. Karena itu, ada yang mengukir gagang keris agar menjadi indah.
S
M
alam pergantian tahun juga identik dengan aktivitas keluarga, mulai dari membakar ikan atau daging, memotong tumpeng, sampai sembahyang bersama. Semua ini dilakukan sebagai wujud syukur tahun 2013 yang sudah dilalui dengan penuh suka dan duka serta doa menyambut tahun 2014. Gelegar suara petasan dan warnawarni kembang api di langit membuat suasana makin meriah. Walaupun ada larangan untuk menyalakan petasan, tak digubris oleh masyarakat. Suara petasan kembang api saling ber sahutan di angkasa. Hingga melewati pukul 00.00 pun suara petasan masih terdengar. Menjelang dinihari suara petasan berkurang, berganti suara hujan yang membasahi bumi. Tahun 2014 pun siap untuk dijalani. Salah satu agenda mengawali tahun 2014 adalah syukuran bersama yang dilaksanakan Pasraman Satya Dharma, Singaraja. Acara dimulai dengan siraman rohani Ketua Pasraman yang memberikan banyak evaluasi yang akan dijadikan sebagai titik temu keseimbangan yang baru di tahun 2014. Simakrama ini juga sebagai ung kapan rasa syukur, memupuk kebersamaan dan keikhlasan. Ketua Pasraman Satya Dharma Singaraja, Dr. AA Ngr. Oka Suryadinatha Gorda menuturkan tahun 2014 sering disebut sebagai tahun kuda karena penuh dengan kerja keras, kekuatan dan tangguh dalam segala halangan. Kuda merupakan hewan yang mudah untuk ditunggangi dan rela untuk ditunggangi oleh siapapun. “Tahun ini tahun penuh dengan kekuatan dan kerja keras. Banyak ukuran kemampuan kinerja dan kualitas diukur dengan ukuran kekuatan kuda. Namun, ada kelemahan di tahun ini, yaitu apabila kuda-kuda dalam organisasi ditunggangi oleh penunggang yang kurang bijaksana. Harapan kita tentu di tahun kuda agar penunggangnya memiliki
kebijaksanaan dalam memimpin,” tegasnya seraya mengatakan mengawali tahun baru yang penuh dengan kerja keras dan kekuatan secara filosofi. Acara yang juga digelar adalah penyerahan berbagai hadiah kepada para siswa-siswi Pasraman Satya Dharma Singaraja yang memiliki kreativitas tinggi dalam berbagai kategori. Selain itu juga dilaksanakan aca ra tukar menukar kado sebagai wujud dari rasa saling berbagi dengan sesama anggota Pasraman. Oka Suryadinatha menambahkan acara perayaan awal tahun 2014 dengan pemberian hadiah merupakan motivasi yang didasarkan pada akumulasi hasil penilaian selama 1 tahun masingmasing siswa. “Setiap bulan anak-anak Pasraman Satya Dharma, melakukan evaluasi dengan saling memberikan penilaian baik di bidang akademik, peningkatan kreativitas serta beberapa kategori yang mereka buat. Hal ini tentunya harus mampu dijadikan sebagai contoh evaluasi pada organisasi karena penilaian yang dilakukan didasarkan pada bukti-bukti dan terdokumentasi. Pemberian reward sebagai motivasi agar siswa Pasraman terus berkarya dan mengembangkan bakat mereka. Tidak hanya yang paling kreatif diberikan reward, tetapi sebagai wujud kebersamaan kepada siswa yang
7
paling disenangi serta paling pintar memasak juga diberikan peng hargaan. Hal ini membuktikan bahwa apapun kegiatan yang benilai positif akan diberikan penghargaan sebagai motivasi agar lebih baik lagi,” paparnya. Koordinator Pasraman Satya Dharma Singaraja, Komang Pariana
Putra mengatakan acara perayaan tahun baru 2014 memiliki nilai-nilai kebersamaan yang tinggi. “Pasraman yang telah menjadi laboratorium sosial pendidikan ini berharap semoga nilai-nilai kebersamaan yang kami pupuk bisa menjadi contoh karakter yang mampu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Perayaa n
tahun baru 2014 kami sambut dengan hal sederhana akan tetapi penuh dengan nilai kebersamaan. Mulai dari persiapan alat dan sarana prasarana adalah hasil kontribusi dari masing-masing angkatan yang secara kompak mendukung acara hingga selesai,” tandasnya. –Sri Marwati/Ngurah Budi
alah satu pengrajin yang menekuni ukiran keris adalah I Made Pada. Lelaki asal Banjar Taro, Desa Taro, Tegallalang, Gianyar ini awalnya menekuni ukiran kayu. Setelah itu ia beralih ke aksesoris emas dan perak. Banyaknya pengrajin serupa, membuat Pada pindah lagi menekuni ukiran untuk keris. “Dulu saya belajar mengenai aksesoris di tempatnya Bli Rugrug di. Dari pelajaran itu saya kembangkan menjadi ukiran keris yang kini dikenal dengan ukiran Taro,” ujar seniman kelahiran 3 Juli 1973 ini. Anak kelima dari pasangan Wayan Ubuh-Nyoman Ganti ini memang lahir dan dibesarkan di keluarga seniman. Ayahnya seorang undagi dan petani sedang kan kakaknya yang nomor dua juga dikenal sebagai tukang ukir kayu dan batu padas. Ketertarikannya kepada keris berawal dari keinginan agar keris tetap eksis. Kiprahnya di dunia ukir keris pun sudah diakui. Karya Pada pernah dipamerkan
di Museum Bali dan di Jakarta. “Pak Suteja Neka yang membawa ke Jakarta untuk pameran, bahkan mendapat penghargaan,” kenangnya. Ia mengaku suka dan duka dialami selama menggeluti seni ukir keris. Sukanya karena ia senang dengan keris dan ukiran sehingga melakoni pekerjaan dengan suka cita. Dukanya jika harga bahan khususnya emas dan perak mahal. Apalagi kalau sampai kekurangan bahan. Pada pun menjelaskan ukiran Taro di keris yang seperti tiga dimensi (timbul). Ukiran ini mirip ukuran kayu dan bahannya tebal. “Awalnya saya buat dulu ukiran kayu lalu saya aplikasikan ke ukuran emas atau perak. Ternyata hasilnya bagus. Ini kemudian menjadi cirri khas Taro. Generasi seumuran saya bahkan yang lebih muda pun banyak yang menekuni ukiran keris khas Taro ini,” jelas suami Made Widi ini. Ukiran timbul ini jika diamati dengan seksama seperti hidup. Kalau ukiran datar, lama kelamaan taksunya kurang. Kini ukiran keris
Taro sudah dikenal masyarakat. Tidak hanya keris yang diukir, ada juga yang mengukir barong dan pretima. Coraknya sama dengan yang di keris. MULAI RP 3 JUTA Selama ini Pada sudah mengukir pretima milik Pura Pande Peliatan dan Pura Melanting Buleleng. Selain itu, koleksi keris perseorangan banyak. Kebanyakan adalah keris pusaka yang di rumahnya. “Kalau untuk duwe Pura biasanya masyarakat datang membawa canang pejati. Kalau pribadi, tidak pakai itu, mereka datang dan minta kerisnya diukir. Satu hal yang lakukan adalah, mencari hari baik untuk memulai pengerjaan ukiran agar saya bisa menikmati pekerjaan,” tandas alumnus SMA Sila Chandra, Batubulan ini. Selama menggarap kreasi seninya, Pada tidak pernah mengalami hal-hal gaib. Sejak awal ia sudah mencari hari baik dan mohon tuntunan agar hasil karyanya bisa dinikmati pemilik. Ukiran yang biasa digunakan adalah patra sari, patra punggel, dan welanda. Pada tak berani mematok harga untuk proses kreatifnya itu. Harga tergantung bahan dan kemampuan dari penyungsung Pura. Bagi Pada, ia mendapatkan kebahagiaan jika hasil karyanya sudah selesai dan ditempatkan di Pura. Kalau masyarakat senang, Pada juga senang dan ini sama de ngan menambah jumlah saudara. Biasanya harga yang dierapkan berkisar mulai Rp 3 juta hingga Rp 150 juta. Semua itu tergantung bahan yang ingin digunakan. “Sekarang sudah banyak generasi muda yang menekuni ukiran Taro ini. Sambil sekolah, mereka bisa membantu orangtua untuk menambah penghasilan. Saya berharap ukiran Taro ini terus berkembang. Bukan hanya ukiran untuk keris tetapi juga patungnya,” tegas Pada Pesanan ukir keris ternyata tak hanya datang dari Bali. Ia juga menggarap pesanan dari Jawa
dan Malaysia. Beragam jenis keris pernah ia ukir, mulai dari keris lurus, betok, hingga luk. “Keris luk biasanya yang luk 11 hingga luk 13. Kalau penggemar keris pasti punya minimal satu betok. Keris lurus atau luk tergantung senangnya yang punya keris. Membuat ukiran keris paling lama tiga bulan kalau kombinasi dan 1,5 bulan kalau ukiran lebih sederhana,” ujar seniman yang pernah meraih penghargaan Wija Kusuma dari Pekmab Gianyar dan Anugerah Hadi Widjojo dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini. Hasil karya Pada bisa ditemukan di Musem Neka dan museum di Solo. Ia pun berharap bagi pemilik keris untuk terus melestarikan warisan budaya ini. Jangan lupa untuk mengupacarai keris tiap Tumpek Landep. “Saya pun akan terus menekuni seni ukir keris selama saya bisa bernapas. Saya senang mengerjakan ukiran keris ini,” tegasnya. –Ngurah Budi
8
BUNDA & ANANDA
6 - 12 JANUARI 2014
17
Eklektik Tradisional
Orangtua Jangan Panik Bila bayi rewel dan menangis berkepanjangan, sampai tiga jam atau lebih dalam sehari, minimal tiga hari seminggu, dan berlangsung setidaknya dalam satu minggu, itu kemungkinan si kecil terkena kolik. Ayah dan bunda pasti bingung dengan kondisi seperti ini. Apa sih kolik itu?
dr.I Putu Gede Karyana
“P
G R I YA
Tren Arsitektur 2014
Bayi Kolik
enyebab kolik secara pasti tidak diketahui. Kolik pada bayi (kolik infantil) sering kali diasumsikan sebagai reaksi sensitif berlebihan karena bayi belum dapat mengatur sistem sarafnya secara optimal. Kolik infantil diduga juga merupakan suatu manifestasi dari tidak berhasilnya upaya bayi untuk berkomunikasi dengan orangtua. Umumnya dihubungkan dengan gangguan sistem pencernaan bayi yang belum sempurna. Kolik dapat juga disebabkan karena bayi mengalami intoleransi laktosa atau alergi terhadap susu sapi. Kolik sering dialami bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah,” ujar dr.I Putu Gede Karyana, Sp.A.(K). Dokter anak yang bertugas di RS Sanglah dan RSIA Puri Bunda ini mengatakan,
6 - 12 JANUARI 2014
Foto: www.sehatplus.com
angka kejadian kolik infantil bervariasi antara 5%-40% dengan kejadian yang lebih kurang sama pada bayi yang mendapat ASI maupun susu formula. Gejala umumnya timbul sejak bayi berusia dua minggu sampai usia 3-4 bulan. Gejala kolik infantil ditandai dengan tangisan yang bisa terjadi pada pagi, siang, sore, atau malam hari. Kebanyakan bayi mengalami kolik pada malam hari. “Serangan kolik yang membuat orangtua bingung adalah tangis yang lama dan bayi seringkali tampak seperti kesakitan. Kakinya ditarik ke arah perut, kepalanya bergerak-gerak, wajahnya kemerahan, mengerutkan dahinya, bising usus meningkat dan biasanya disertai buang angin (kentut). Gejala ini seringkali membuat orangtua sedih, kesal, dan tidak jarang pula frustrasi karena sangat sulit dihentikan,” papar dokter anak yang pernah bertugas di Nias, pascatsunami menerjang Nias. Umumnya, bayi yang mengalami kolik tetap mempunyai nafsu minum yang baik serta kenaikan berat badannya normal. Bayi dapat tampak sangat lapar dan sering mengisap susu yang diberikan dengan antusias. Tetapi, ia tetap menangis secara paroksismal. Menangis yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya aerofagia, sehingga perut kembung dan terjadi distensi abdomen. “Kolik infantil sebenarnya bukan penyakit yang membahayakan kesehatan bayi. Jika bayi mengalami kolik, orangtua sebaiknya tenang, jangan panik. Mimik kepanikan orangtua akan dirasakan juga bayi sehingga direspons dengan kepanikan pula oleh bayi,” tandas dr. Karyana. Sampai sekarang, belum ada obat yang pas guna
langsung menyembuhkan kolik pada bayi. Dokter Karyana memberikan beberapa cara yang bisa membantu untuk menenangkan bayi. Pastikan kebutuhan bayi terpenuhi. Misalnya, jangan sampai bayi terlalu lapar atau harus menunggu lama untuk disusui. Gendong sambil eluselus punggungnya agar bayi bersendawa. Gendong sambil diayun perlahan agar bayi merasa aman dan nyaman sambil menyanyikan atau memutar lagu favoritnya. Dekap ke dada agar bayi merasa hangat. Jika kulitnya terasa dingin, hangatkan dengan mengenakan sarung tangan, kaus kaki, dan selimut. Ajak jalan-jalan dengan kereta dorong atau naik mobil agar ia tenang. Mandikan dengan air hangat dan ciptakan suasana rileks di malam hari. “Jika dengan cara tersebut tidak membaik, orangtua perlu mempertimbangkan untuk membawa bayi ke dokter guna mencari penyebab, seperti apakah bayi mengalami intoleransi laktosa atau alergi susu sapi. Hati-hati juga dengan penyakit lainnya, seperti demam (suhu di atas 37,5 derajat Celcius), diare, atau infeksi lain dapat juga membuat rewel. Segera bawa ke dokter bila bayi dicurigai mengalami penyakit lain tersebut,” ujarnya. Jika bayi menangis berlebihan, jangan langsung menduga bayi pasti kolik. Tangisan bisa saja terjadi karena ia lapar, terlalu lelah, popoknya basah, atau kedinginan. Begitu juga, tidak tiap bayi menangis pasti lapar. Perlu kiranya mengatur pola minum bayi. Bila bayi terlalu berlebihan minum ASI/susu formula dengan kondisi enzim disakaridase saluran cerna masih rendah terutama di bawah usia 1,5 bulan, dapat menyebabkan timbunan gas meningkat di saluran cerna. Kolik dapat disebabkan karena bayi alergi terhadap susu sapi/susu formula. Bila ada riwayat alergi pada orangtua dan saudara kandung bayi, sebaiknya dikonsultasikan ke dokter untuk pencegahan alergi, termasuk kejadian kolik. Saat bayi menyusu, periksa apakah posisi mulut bayi sudah pas saat menyusu, dan sendawakan dengan benar sehabis
menyusu sehingga tak ada udara yang masuk ke dalam usus. Satu hal lagi, hindari kepanikan. Kolik akan menghilang dalam beberapa minggu dan tidak ada dampak jangka panjang terhadap kesehatannya. Kepanikan hanya akan menyebabkan respons bayi lebih ‘heboh’ lagi. Lima Fakta Tentang Kolik Infantil Tangis panjangnya sangat bisa membuat ibu baru panik. Fakta-fakta ini bisa membantu para orangt tua tetap tenang.
Seperti tren fashion, tren arsitektur pun terus berputar. Hanya saja, tren arsitektur ini tak seperti tren fashion yang mengacu pada negara tertentu yang bisa diarahkan. Tren arsitektur biasanya mengacu pada karya-karya arsitek-arsitek lokal maupun internasional yang smart, yang kemudian gaya-gayanya itu digali dan diikuti oleh arsitek-arsitek lain.
A
rsitek ternama di Bali yang karyakaryanya cukup berpengaruh di antaranya, Yoka Sara, Popo Danes, dan Ketut Siandana. “Yoka Sara misalnya, ketika awal ia memakai batu-batu
dinding memakai wallpaper motif ukiran. “Orang selalu mencari bentuk baru, biar tidak terus minimalis dan biar tidak terus tradisonal, munculah kembali tren yang aneh-aneh ini,” ujarnya. Dalam pengamatan Ketut
produk komersial mengambil tren minimalis karena itu marketnya, sehingga arsitekturnya
Kolik tidak menandakan bahwa selalu ada yang salah dengan tubuh bayi. Pemahaman lazim yang berlaku saat ini yaitu kolik adalah kondisi yang terjadi bila bayi menangis, lekas marah, dan rewel selama total tiga jam atau lebih sehari, lebih dari tiga hari dalam seminggu selama tiga minggu lebih. Padahal pada dasarnya, ada bayi yang jarang menangis, ada yang sering menangis. Kolik dimulai segera beberapa hari setelah bayi lahir. Kondisi ini umumnya ‘menghebat’ pada bayi usia dua minggu dan akan menghilang pada sekitar usia empat bulan. Kolik bukan karena kesalahan orangtua. Ibu dan ayah yang bayinya menangis terus sering merasa bersalah, bahwa penyebab kondisi itu adalah akibat ketidakmampuan mereka merawat dan mengasuh bayinya. Padahal tak ada hubungannya samasekali. Kolik tidak selalu akan berhenti dengan penggunaan obat. Penggunaan simethicone (diklaim sebagai antiflatulence: unsur penyalur gas dalam perut) tidak terbukti secara ilmiah menyembuhkan kolik. Informasi terbaru, Lactobacillus reuteri suatu bakteri baik (probiotik) dapat menurunkan tingkat tangis bayi hingga 95%. Kolik tidak menyebabkan bayi kelak menjadi ngambekan. Tak ada efek menetap pada bayi yang banyak menangis, kecuali bila saat menenangkan bayi dilakukan guncangan atau ayunan terlalu keras sehingga menyebabkan shaken baby syndrome dengan gejala perdarah an otak. –Ngurah Budi/ Ratna Hidayati
dr.I Putu Gede Karyana saat memeriksa kondisi seorang bayi
alam, semua menggali trennya dia dan ikut memakainya,” kata arsitek Waka Grup, I Ketut Siandana, S.T. ini. Dari pemikirannya dan melihat perkembangan sekarang, Ketut Siandana mengatakan, tren minimalis yang sempat menjadi tren beberapa tahun terakhir itu akan tergeser. Di dunia internasional, kembali muncul gaya eklektik. Gaya eklektik ini menggabungkan dua gaya yang berbeda. Misalnya memadukan unsur modern dalam hunian dengan aksen tradisional, ataupun gaya minimalis ditabrak dengan aksen tradisional. “Gaya ekletik ini gaya yang campuraduk,” tegasnya. Pengaplikasiannya dalam interior bisa dengan memakai style kursi lama yang ukiran itu tetapi dicat warna unik (warna emas atau merah) dipadukan dengan material kayu atau kaca. Terkadang ada juga yang memakai kayu gelondongan digabung dengan kursi ukiran. Bisa juga dalam satu ruangan ada kursi ukir dan di sebelahnya kursi yang simpel. Aplikasi pada
Siandana, khususnya di Bali, sekarang ini orang ingin melihat Bali seperti Bali tempo dulu yang asli, walaupun dikatakannya masih ada beberapa
pun mengikuti tren pasar itu. “Mulai 2014 sampai ke depan, tren minimalis akan bergeser ke original tradisi Bali,” ujarnya. Namun, dijelaskan founder
Sian ‘D’ Sain ini, kembalinya arsitektur Bali ke Bali tempo dulu tak serta-merta lantas memakai tanah pol-polan untuk dinding, dan seterusnya. Aplikasinya, hanya mengambil unsur-unsur dan warna-warna Bali. Dari kacamata Ketut Siandana, secara umum konsep minimalis adalah sesuai makna katanya minimalis/minimum, bisa ke bentuk sederhana seperti bentuk kotak, dekoratif yang hampir tidak ada, warnawarna yang dipakai minim yang terkadang bisa satu warna dan mengarah ke warna yang terang. Konsep minimalis dikatakannya masih tetap diadopsi ke konsep original Bali. Seperti, mengambil bentuk-bentuk ruang yang simpel (seperti kotak). Hanya, bentuk ornamentalnya bisa berbagai model, seperti lengkung, bulat, dan bisa dengan banyak garis, takikan (lekukan/kikisan), serta ukiran. Aplikasi konsep ini ke dalam bangunan, kembali memakai batu-batu alam yang berwarna lebih ke eart color (warnawarna yang membumi), natural, dan pengulangan garis pada ornamen. “Ornamen berupa
Ketut Siandana
garis-garis akan mengarah pada bentuk-bentuk ornamen tradisi Bali, seperti bentuk leher capung. Dan juga, pintu yang dulu minim mulai dihias lagi, memakai ukiran yang simpel (tidak ruwet),” jelasnya. Pengaplikasian konsep ini pada dasar bangunan atau arsitekturnya mengambil warnawarna alam yang lebih gelap. Untuk interiornya, ada perpaduan unsur eklektik dengan warna-warna natural yang lebih cerah/ringan. –Inten Indrawati/Wirati Astiti
PELESIR
16
D
penginapan yang ada di Rante Pao. “Perburuan” makin sengit dan malam makin larut. Agustus 2013 merupakan high season untuk kun jungan ke Toraja karena banyaknya upacara Rambu Solo (upacara pemakaman) diselenggarakan di
DARA
6 - 12 januari 2014
9
Sambil Menyelam Minum Air
Setelah beberapa tahun tinggal dan berdomisili di kota Makassar, satu hal yang belum kesampaian yaitu jalan-jalan ke Tana Toraja. Rasa penasaran saya makin bertambah lagi dimana konon di Toraja ada tradisi menggerakkan (berjalan) jasad dari orang yang sudah meninggal, apa iya? Sepertinya saya harus benar-benar mengatur waktu untuk dapat menjelajahi Toraja. Tak lama berselang, hari libur pun datang dan yang lebih seru lagi kebetulan ber tepatan dengan akhir pekan, jadinya long weekend. i Makassar kebetul an saya tahu be berapa perwakilanperwakilan bus yang memiliki rute dari Makassar–Tora ja–Makassar. Beberapa perusahaan angkutan kota dalam provinsi yang terkenal seperti Bintang Prima, Bintang Timur, Litha, Liman, dll. Harganya pun Rp 150.000 (hanya tiket saja tidak termasuk makan/ snack). Perusahaan jasa angkutan ini umumnya menyediakan dua pilihan waktu perjalanan yaitu pagi pukul 09.00 atau malam pukul 19.00. Waktu tempuh dari kota Makasar ke Toraja sekitar sembilan hingga sepuluh jam. Karena saya penasaran dengan daerah-daerah yang akan dilalui menuju ke Toraja, saya memilih/ membeli tiket bus pagi. Saya sudah perhitungkan sebelumnya, dengan kata lain saya siap hunting atau pun terpaksa harus jadi backpacker ter lebih jika harus nginap di lobi hotel/ emperan toko jika tidak mendapat kan penginapan. Bus tiba di kota Rante Pao pu kul 21.15. Saya dan beberapa bule sepakat berjalan sama-sama untuk hunting hotel. Iyan, bule asal Ka nada ikut dengan saya. Saya sudah mengantongi beberapa nama dan alamat hotel/losmen/
6 - 12 januari 2014
bulan itu. Akhirnya saya tiba di Wisma Monica. Ternyata kamar tersisa hanya dua itupun hanya untuk dua malam saja karena sudah ada yang booking pada dua hari yang akan datang. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 22.15 dan bahkan sementara dibersihkan. Tak lama beberapa bule yang tadi juga menyusul kami karena mereka be lum mendapatkan hotel. Ternyata “dewi fortuna” bersama saya. Kota Rante Pao tidak seperti yang saya bayangkan. Pukul 23.00 sudah tak ada banyak aktivitas dari warga ataupun turis. TEDONG BONGA Berdasarkan info dari petugas hotel, di pagi itu akan digelar upacara “Rambu Solo” di Desa Barana yang berjarak sekitar lima hingga enam kilometer dari ho tel kami. Selesai sarapan kami langsung mempersiapkan diri dan tak lupa memakai pakaian serba hitam, walaupun tak ada keharus an setidaknya menghargai budaya setempat. Kami berjalan sekitar beberapa kilometer dari hotel kemudian menaiki ojek yang biaya nya sekitar Rp 15.000 untuk
sekali jalan. Menurut cerita tukang ojek, acara yang akan di adakan di desa tersebut merupakan upacara kematian dari keluarga salah seorang bangsawan dan juga pemilik sebuah rumah sakit terke nal di kota Makassar. Wah, pasti ac ara akan sangat meriah! Berselang beberapa menit, kamipun tiba di
Menjelajahi Tana Toraja ala Backpacker tempat perhelatan sebuah rumah dengan halaman yang sangat luas, kami disapa dan bertukar cerita dengan penduduk lokal yang begitu ramah, mereka menceritakan ten tang acara tersebut. Di halaman rumah tersebut juga dipenuhi dengan masyarakat dari berbagai kalangan dan bahkan wisatawan asing pun tak kalah banyaknya, rumah-rumah Tong konan, serta “bale/gedongan” (semacam aula juga dibuat be berapa unit dengan desain penuh seni dengan ukiran-ukiran adat setempat untuk menyambut para tamu undangan maupun keluarga yang datang dari berbagai daerah. Di Toraja, jenazah tidak di kuburkan di dalam tanah, melainkan di dalam goa (diletakkan bersama petinya begitu saja) atau di liang yang letaknya di lereng gunung berbatu. Jazad tidak berbau lagi karena telah diformalin. Setelah jasad berhasil “disinggasanakan”, acara selanjutnya adalah ritual pe nyembelihan kerbau yang dilakukan tidak jauh di bawah singgasana Nenek Lely. Menurut salah seorang warga keluarga yang saya temui disana, mereka telah mempersiapkan 120 ekor kerbau, yang harganya berkisar antara Rp 80.000.000 hingga 250.000.000 per satu ekor. Jenis kerbau yang mahal biasanya karena memiliki corak tertentu atau bahkan memi liki mata berwarna biru, yang oleh masyarakat lokal biasanya dikenal dengan nama “Tedong Bonga”, harga yang sangat fantastis. Tiba-tiba di seberang ru mah duka, terdengar ker amaian dan penuh sorak masyarakat setempat, ada apa gerangan? Saya pun tak mau ketinggalan, akhirnya berlari menuju sumber keramaian tersebut Ternyata di lapangan sebelah rumah duka tersebut sedang diadakan adu kerbau dari kerbau-kerbau yang nantinya akan di sembelih. KAMBIRA BABY GRAVES TREE
Ajang Denpasar Festival menjadi agenda rutin pemerintah kota Denpasar di penghujung tahun. Acara ini juga dirangkai dengan acara melepas matahari 2013. Beragam stand di tampil di acara ini, mulai dari stand makanan tradisional hingga modern, stand fashion dan juga tak ketinggalan dari beberapa instansi pemerintah yang menyediakan berbagai informasi penting bagi masyarakat. Terlihat pun pameran fotografi dan lukisan.
D
enpasar Festival juga menyediakan areal seperti ruang untuk berfoto de ngan latar berbagai kesenian daerah Denpasar. Tahun 2013 Denpasar Festival menyuguhkan pemikiran mengenai “melali sambil melajah”. Hal ini dengan disediakannya dua stand yang memperlihatkan ber bagai bentuk penelitian siswa-siswi Kota Denpasar. Dimulai dari stand Kader Peles tari Budaya. Stand ini untuk per tama kalinya hadir pada Denpasar Festival 2013 ini. Mungkin banyak yang belum tahu apa sebenarnya Kader Pelestari Budaya itu. Kader Pelestari Budaya adalah siswa-siswi Kota Denpasar baik SMA / SMK yang dipilih oleh masing-masing sekolah untuk mengikuti kemah bu daya. “Dari masing-masing sekolah dikirim 4 perwakilan yang terdiri dari 2 siswa dan 2 siswi,” ungkap Ni Putu Debby Chintya Kirana, salah satu Kader Pelestari Budaya. Kader Pelestari Budaya ini sendiri telah ada tahun 2005. Kader Pelestari Budaya ini digagas I Wayan Dalam Ary Kalki, S.S. Stand yang berada disebelah utara patung Catur Muka ini me mamerkan hasil karya para peserta lomba Jelajah Pusaka 2013 yang
terdiri dari lomba karya tulis (dilak sanakan 17 November 2013) dan juga foto jurnalistik (dilaksanakan 5 November 2013). Lomba Jelajah Pusaka ini mengambil syarat agar karya tulis dan foto jurnalistik ini menampilkan tema Zona Z. Zona Z sendiri adalah kawasan warisan budara dengan jalur yang berbentuk Z dimana berada di wilayah pusat Kota Denpasar dimulai dari Puri Pe mecutan dilanjutkan ke Gajah Mada hingga Puri Satria (Jalan Veteran). Jika dilihat dari peta akan terlihat berbentuk Z pada daerah-daerah tersebut. Di bagian kiri stand dipamerkan 3 hasil karya tulis dengan peme nang juara I, II dan juga III. Juara I diraih oleh SMA Negeri 4 Denpasar dengan judul karya “ Trans former : Solu si Kreatif dan Ekonomis dalam Men dayaguna kan Sampah berbasis Lo cal Genius ( Studi Kasus: Zona Z Kota Denpasar Ka wasan Gajah Mada )”. Juara
II sendiri diraih oleh SMA Negeri 3 Denpasar dengan judul “Inovasi Pengelolaan Tata Ruang Pasar Tra disional Badung Malam Berbasis Filosofi Manik Ring Cucupu”. Juara III diraih oleh SMA Negeri 4 Den pasar dengan judul “ Pengaplika
sian Tri Hita Karana dalam Upaya Meningkatkan Euphoria Kearifan Lokal Terhadap Zona Z Melalui Konsep Kayung ( Kapal Dayung ) di Tukad Badung”. Masing-masing pemenang menyediakan maket
Hari berikutnya, saya dan Iyan menyewa motor untuk berwisata. Bermodalkan fotokopi peta yang saya ambil di hotel, kami men jelajahi obyek wisata yang terjauh dahulu. Kami mulai dari Londa. Londa adalah bebatuan curam di sisi makam khas Tana Toraja. Berikutnya ke To Lemo, tempat ini merupakan tujuan wajib yang perlu disambangi para pelancong dan penikmat budaya. Jangan takut untuk menelusuri beberapa lubang bahkan tidak berpintu dan mempertontonkan tulangbelulang yang memutih bahkan berlumut. Tujuan berikutnya Suaya. Ini adalah komplek pemakaman bangsawan dari Sangalla, yaitu yang berasal dari tongkonan Kaero. Di sini ada liang batu, yaitu kuburan yang dipahat pada tebing batu di
ketinggian. Ada juga “erong” atau liang kayu, peti jenasah bangsawan toraja yang banyak dipakai sebelum toraja mengenal pahat berbahan logam untuk memahat liang di batu/tebing. Selanjutnya kami ke Kambira atau lebih dikenal dengan nama Kambira Baby Graves Tree, kuburan bayi yang dibuatkan liang di batang pohon. Objek terakhir adalah Ke’te kesu’. Ke’te Kesu’ adalah objek wisata yang sudah popular diantara turis domestik hingga mancanegara sejak tahun 1979. Letaknya di kampung Bono ran yang berjarak 4 km dari kota Rantepao, Saya kembali ke Makasar naik bus yang berangkat malam hari agar bisa beristirahat di perjalanan. Teman-teman bule melanjutkan lagi perjalanan mereka di Toraja. -Agus Darmaputra/Ngurah Budi
agar pengunjung lebih mudah dalam memahami karya tulis mereka. Menurut salah satu siswa yang hasil karyanya dipajang terdapat beberapa kesulitan dalam membuat maket untuk pameran ini. “Ke sulitannya sendiri harus membuat lebih rinci lagi dalam menyem purnakan pembuatan maketnya. Ditambah lagi baru membuat nya empat hari sebelum Denpasar Festival di laksanakan,” ucap I Kadek Agus Wana Anggara Pu tra, dari SMA Negeri 3 Denpasar. Di bagian tengah stand ini dipamerkan 10 hasil karya lomba foto jurnalistik. Sama seperti karya tulis, masingmasing foto ini menampilkan gambaran mengenai Zona Z Kota Denpasar. Sepuluh foto jurnal
istik yang dipajang adalah hasil fotografer siswa-siswi di tingkat SMP hingga SMA/SMK se-Kota Denpasar. Walaupun masih be rasal dari kalangan pelajar SMP dan SMA/SMK namun hasil karya mereka mampu menarik per hatian para pengunjung. Untuk juara III diraih IB Putu Pramana Putra dengan judul foto “Seman gat Juang Hidup”. Juara II diraih Eunice Joy Wijaya dengan judul foto “Dua Sisi”. Juara I diraih I Gusti Ngurah Prana Jagannatha dengan judul foto “Tonggak Se jarah Pemecutan”. Di bagian kanan stand ini disediakan ber bagai buku penunjang dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar. Disamping stand Kader Peles tari Budaya ini tersedia stand milik Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar. Stand ini menampilkan beberapa poster karya tulis ilmiah dari siswa-siswi Kota Denpasar. Jadi ibarat sambil menyelam minum air, Denpasar Festival 2013 ini pun tidak hanya dapat menghibur selera seni hingga kuliner namun juga dapat menambah wawasan dari pengun jung Denpasar Festival. -Hemma/ Ari/Ngurah Budi
BUGAR
10
6 - 12 JANUARI 2014
Mengenal Sakit Kepala
Migrain paling Populer Sakit kepala merupakan masalah kesehatan yang paling sering terjadi dan hampir semua orang pernah mengalaminya. Keluhan pasien seperti kepala berat, kepala mau pecah, dan pusing.
M
enurut dr. Ayu Witriasih, M.Kes. sumber sakit kepala, misalnya dari jarang menjadi sering, dari sebelumnya ringan kemudian berat bisa merupakan pertanda yang serius dan memerlukan tindakan medis segera. “Rasa sakit atau nyeri merupakan keluhan yang sering didapatkan di klinik. Walaupun istilah sakit ini tampaknya sulit didefinisikan. Persepsi tiap orang akan berbeda-beda, karena keluhan ini berasal dari pengalaman subjektif seseorang yang sulit dilakukan pengukurannya,” ujar Kepala Puskesmas Denpasar Selatan IV ini. Ia menyatakan, penyebab utamanya sakit kepala antara lain ketegangan otot, migrain, kelelahan mata, dehidrasi, tekanan gula darah yang rendah, dan sinusitis. Ada juga penyebab sakit kepala karena keadaan tubuh yang sakit seperti meningitis, encephalitis, cerebral aneurysms, tekanan darah tinggi, dan tumor otak. “Persentase sakit kepala pada wanita banyak yang disebabkan fluktuasi yang terlalu tinggi pada hormon estrogen, terutama saat menstruasi. Biasanya dokter bisa menentukan penyebab
sakit kepala dari riwayat kesehatan penderita dan hasil pemeriksaan fisik. Kadang dilakukan pemeriksaan darah untuk menentukan penyebabnya,” kata dr. Ayu. Pada dasarnya ada lima jenis sakit kepala, yang penekanannya berangkat dari bagaimana rasa sakit itu dihasilkan. Pertama, rasa sakit disebabkan pembesaran pembuluh darah di dalam kepala. Tipe paling populer dari sakit kepala vaskular adalah migrain. Migrain bisa kambuh dan jika sedang muncul baru akan sembuh setelah 4-72 jam. Rasa sakitnya antara sedang sampai parah, dengan rasa berdenyut-denyut yang timbul pada satu atau dua sisi kepala. Gejala lain dari migrain adalah mual, muntah, dan sensitif terhadap cahaya atau suara. Perempuan lebih banyak mengalami migrain daripada pria. Kedua, cluster; rasa sakit yang begitu menyiksa, bisa berlangsung selama 15-180 menit. Biasanya terjadi pada satu sisi kepala, di belakang mata, atau pada daerah pelipis. Sakit kepala biasa terjadi pada waktu-waktu tertentu, seringkali saat jam-jam tidur, selama 4-8 minggu. Penyakit ini lebih banyak mendera
Sehat ala Ade Rai
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sehat ala Ade Rai” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id Rubrik ini diasuh Ade Rai.
Otot adalah satu-satunya barometer basal metabolik untuk tubuh. Artinya, jumlah otot yang dimiliki menentukan jumlah energi yang terbakar bahkan pada waktu istirahat. Semakin banyak seseorang memiliki otot, semakin tinggi pembakaran kalori bahkan di saat istirahat. Hal ini tercermin dari ditetapkannya otot sebagai penentu metabolisme tubuh dalam rumusan BMR (Basal Metabolic Rate), bukan lemak, bukan juga kadar air maupun tulang dalam tubuh. Ibarat ukuran mesin sebuah mobil, semakin besar ukuran mesinnya semakin tinggi kebutuhannya akan bahan bakar. Demikian juga otot, semakin banyak otot dimiliki, semakin tinggi kebutuhannya akan bahan bakar untuk mempertahankan hidup.
dr. Ayu Witriasih
kaum pria. Ketiga, myogenik; sakit kepala jenis ini memang sering dianggap sebagai ketegangan akibat otot-otot yang menegang di leher, pundak, kulit kepala, atau rahang. Pemicunya bukan sekadar cara duduk yang salah, tetapi juga stres, gelisah, atau depresi. Tidak heran bila sakit kepala ini termasuk yang paling umum, dengan intensitas ringan hingga sedang. Keempat peradangan; rasa sakit kepala akibat peradangan pada sinus dan diperparah dengan reaksi alergik. Penyebab lain dari sakit kepala jenis ini adalah meningitis, dimana terjadi peradangan dari membran yang mengelilingi otak dan saraf tulang
belakang. Kelima traction; rasa sakit kepala disebabkan oleh adanya tumor maligna yang menyebar ke bagian tubuh lain, abses, dan pembengkakan lokal yang terisi darah. Rasa sakitnya akan lebih parah pada pagi hari, dan menjadi lebih parah saat pengidapnya batuk, buang air kecil, atau mengejan. Ia menyebutkan, beberapa penyebab sakit kepala seperti rasa cemas yang ekstrim, cahaya yang terlalu menyilaukan baik dari paparan sinar matahari, cahaya lampu, hingga monitor TV atau komputer menyebabkan tekanan pada otot mata. Penyebab lain, tidak sarapan pagi atau berpuasa tanpa adanya persiapan. “Seringkali rasa sakit kepala timbul setelah minum obat, hal ini perlu menanyakan pada dokter. Latihan fisik yang berat dan yang berlebihan dapat membuat otot di kepala, leher, dan bahkan kulit kepala membutuhkan darah lebih untuk sirkulasi bahkan bisa membuat pembuluh darah di kepala dan leher bengkak dan tertekan. Untuk Anda yang sering tidur larut dan bangun pagi-pagi, sehingga waktu tidur menjadi berkurang,” papar dr. Ayu. Penyebab lain, kurangnya jumlah sel darah merah di dalam tubuh atau anemia. Stres dan depresi, gangguan pada jantung, kolesterol, stroke, sakit gigi juga bisa jadi penyebab lain. Keju juga disebut sebagai pemicu sakit kepala sebelah alias migren karena
mengandung tyramine. Red wine; alkohol yang terkandung dalam minuman itu akan meningkatkan aliran darah ke otak. Sakit kepala yang tidak terlalu berat bisa dilawan dengan obat penghilang rasa sakit seperti aspirin, paracetamol (acetaminophen), tetapi keadaan sakit kepala khusus seperti migrain memerlukan perawatan yang lebih khusus. Ia menyarankan, solusi yang baik adalah gaya hidup sehat dengan tidak merokok, minum air cukup, jangan banyak minum alkohol, perhatikan jadwal makan dan makanan sehat, tidur yang cukup, olahraga ringan secara teratur setiap hari. Beberapa cara alternatif yang bisa digunakan untuk mengusir penderitaan akibat sakit kepala: - Pemijatan pelipis atau leher, punggung, kepala, pelipis, dan bahu selama beberapa menit akan memperlancar peredaran darah di bagian kepala. - Kompres es batu di sekitar kepala, leher belakang, dan bahu akan dapat mengurangi rasa sakit di kepala karena ketegangan atau stres. - Lakukan tiga gerakan peregangan untuk mengurangi otot tegang: gerakan leher (dagu ke depan, ke atas, dan ke samping kiri dan kanan); gerakan bahu (gerakan bahu ke atas, putar bahu ke depan dan belakang); dan leher isometrik (tangan menekan pada setiap sisi kepala). Lakukan peregangan dua kali sehari selama 20 menit per sesi. Tahan peregangan selama lima detik, rilaks selama lima detik, dan ulangi setiap peregangan tiga sampai lima kali. - Latihan aerobik yang teratur, seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang, dapat mengurangi intensitas dan frekuensi migrain - Meditasi, yoga, dan relaksasi. -Wirati Astiti/Ngurah Budi
Strategi Meningkatkan Metabolisme 2 dalam lbs - Tahap 5: Kalikan dengan 10 untuk mendapatkan BMR Contoh: Untuk individu dengan berat badan 70 kg dengan kadar lemak tubuh 15%, maka kalkulasi basal metabolic rate-nya adalah sebagai berikut: - Tahap 1: 70 kg x 2,2 lbs = 154 lbs - Tahap 2: 15% - Tahap 3: 15% x 154 lbs = 23,1 lbs - Tahap 4: 154 lbs – 23,1 lbs = 130,9 lbs atau dibulatkan menjadi 131 lbs - Tahap 5: 131 lbs x 10 = 1310 kalori
Rumus BMR (Basal Metabolic Rate) Metode ini adalah cara mendapatkan asupan kalori harian minimum yang lebih kompleks daripada metode sederhana, namun lebih akurat dan logis. Arti dari kata Basal Metabolic Rate sendiri adalah jumlah kalori yang diperlukan oleh seseorang dalam sehari apabila tidak melakukan aktivitas sama sekali. Metode ini juga menggunakan konsiderasi marka metabolisme utama tubuh yakni massa otot tanpa lemak atau lebih dikenal sebagai
Jadi kebutuhan kalori harian minimum bagi orang tersebut demi menunjang kehidupannya apabila tidak melakukan satu aktivitas pun adalah 1310 kalori. Bandingkan dengan contoh individu yang sama dengan kadar lemak tubuh 20%, maka kalkulasi basal metabolic rate-nya akan berubah menjadi: - Tahap 1: 154 lbs - Tahap 2: 20% - Tahap 3: 20% x 154 lbs = 30,8 lbs - Tahap 4: 154 lbs – 30,8 lbs = 123,2 lbs atau dibulatkan menjadi 123 lbs - Tahap 5: 123 lbs x 10 = 1230 kalori
Lean Body Mass (LBM). Berikut ini adalah tahap-tahap menghitung kebutuhan kalori harian minimum melalui metode basal metabolic rate. - Tahap 1: Tentukan berat badan dalam lbs (berat badan dalam kg x 2,2) - Tahap 2: Ukur secara akurat persentase lemak tubuh (bodyfat level) - Tahap 3: Tentukan berat lemak tubuh dengan mengalikan persentase lemak dengan berat badan dalam lbs. - Tahap 4: Kurangi berat lemak dari berat total tubuh
Kebutuhan kalori harian minimum bagi orang yang sama dengan bodyfat yang lebih tinggi telah menyebabkan penurunan BMR sebesar 80 kalori. Hal ini juga berarti bahwa komposisi otot (LBM) dalam tubuh orang yang memiliki kadar lemak lebih tinggi adalah lebih sedikit dibandingkan dengan komposisi otot dalam tubuh yang sama tetapi memiliki kadar lemak yang lebih rendah. Hal ini terlihat dari perbandingan bobot otot di atas. Dalam contoh di atas, meskipun memiliki berat badan yang sama (70 kg), tetapi bobot otot pada bodyfat 15% (131 lbs) lebih tinggi 8 lbs (3,6 kg) daripada bobot otot pada bodyfat 20% (123 lbs).
Protein Tubuh mengeluarkan lebih banyak upaya untuk mengurai protein daripada lemak maupun karbohidrat. Berbagai studi ilmiah juga telah mencapai pada suatu kesimpulan bahwa protein bersifat “menciptakan panas” pada tubuh atau lebih dikenal dengan nama thermogenik. Panas ini ditimbulkan dari kalori yang lebih banyak terbakar (baca:dibutuhkan) untuk mengurai protein. Oleh karena itu, konsumsi protein juga diyakini memberikan nilai kalori net (net caloric value) yang jauh lebih rendah daripada karbohidrat maupun lemak. Kondisi penguraian protein yang lebih “boros” kalori justru sangat menguntungkan untuk membantu terciptanya defisit kalori. Bahkan dalam kondisi matematis kalori masuk = kalori keluar, proporsi protein yang lebih tinggi dalam diet bisa menyebabkan kalori keluar yang lebih banyak secara tersamar akibat “keborosan” kalori ini. Berikut ini adalah ilustrasi jumlah kalori yang mungkin terbakar sebagai akibat dari metabolisme protein. Apabila jumlah kalori keluar (aktivitas fisik) adalah sama antara protein tercukupi dan protein tak tercukupi, serta asupan kalori juga sama, maka net kalori yang terbakar oleh orang yang proteinnya tercukupi akan lebih tinggi daripada net kalori yang terbakar oleh orang yang proteinnya tak tercukupi. Karena tubuh mengeluarkan “tenaga ekstra” untuk mengurai dan mencerna protein. Tabel Efek Thermogenik Protein
STYLE
6 - 12 JANUARI 2014
Pekan lalu dalam pagelaran “The Exotic of Wastra” di Hotel Aston, Mira Andayani menampilkan sederetan koleksinya bertema “Naturalis Glam Young and Fun”. Dengan iringan musik Payung Fantasi, karyanya mendapatkan sambutan yang luar biasa dan gemilang.
Mira Andayani
U
ntuk acara fashion show yang cukup megah tersebut, Mira mengatakan sengaja memilih mendesain endek untuk busana ke pesta bagi anak muda termasuk para ibu muda menghadiri acara koktail. Menurutnya, masih sangat jarang kalangan muda, mau menghadiri pesta
mengenakan endek. “Mungkin mereka khawatir terkesan tua,” katanya. Dengan mengambil konsep banyak warna, Mira rupanya berupaya memunculkan kesan muda, girly serta playful lebih melekat sempurna. Sedangkan perpaduan brokat dan tile yang ditatanya sedemikian rupa serta dilengkapi dengan taburan payet sebagai efek glamor. Kalaupun ia lebih mengutamakan memilih endek dengan motif yang sudah ada di pasaran, tujuannya agar orang lain, atau semua
kalangan mudah untuk mengikuti. Namun, tetap dalam penggarapan tetap maksimal sehingga mendjadi busana yang istimewa. Terlebih dengan sentuhan akhir berupa akseori perak atau emas. Bicara inspirasi, Mira mengatakan selama ini insprasi kreativitasnya selain diperoleh dari lingkungan yang terdiri dari para ibu muda yang penuh tawa canda juga dari program The Style Network di Indovision, serta pilihan warna di acara Music Trace, yang menjadi tontonan favoritnya. – Sri Ardhini/Wirati Astiti
15
J E L I TA
14
Cegah Kerutan Sejak Dini Wajah seseorang disebut dapat mewakili usia sese orang. Karenanya, setiap orang pasti ingin selalu tampil awet muda dan menarik. Penuaan dini alias skin aging bisa terjadi pada siapa saja. Karenanya, tidak meng herankan jika selama ini banyak orang melakukan ber bagai cara dan mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk mengurangi keriput pada wajahnya.
P
ekan lalu Tokoh me nemui dr. Laksmi Du arsa, Sp.KK., berupaya mencari tahu penyebab serta cara untuk mengatasi kerutan di wajah. Di tengah-tengah kesibukannya menjadi juri di ajang pemilihan Health Ambassador yang digelar Fakultas Kedokteran Unud, dokter Laksmi mengungkapkan, kalau muncul nya garis-garis halus atau kerutan dan pigmentasi pada perempuan merupakan salah satu tanda penua an kulit. Hal ini, terjadi akibat fak tor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik, kata dokter Laksmi,
tidak dapat dihindari karena di pengaruhi faktor genetik, berupa proses alami sejalan dengan ber tambahnya usia. Sedangkan, faktor ekstrinsik dipengaruhi faktor –fak tor eksternal seperti paparan sinar matahari, polusi, pola makan atau nutrisi yang buruk serta gaya hidup tidak sehat. Dari berbagai faktor tersebut, paparan sinar matahari menjadi pe nyebab terbesar , hingga mencapai 80 % kontribusinya terhadap timbulnya kerutan di wajah. Kondisi kulit wajah yang mengalami penuaan akibat sinar matahari sering disebut sebagai premature skin aging atau penuaan dini.
Ia menyarankan, untuk meng hindari paparan sinar matahari lang sung atau yang berlebihan terutama pada pukul 10 pagi hingga pukul 16.00. “Jangan lupa selalu menggu nakan sunblock sekali pun sedang be rada di dalam ruangan,” sarannya. Beberapa tipe penuaan kulit aki bat paparan sinar matahari seperti: l Pada orang yang berusia 20 hingga 30 tahun, kerutannya masih sedikit dan flek belum terlihat. lPada orang yang berusia 30-40 tahun, kerutan akan nampak ketika ia berekspresi, misalnya garis senyum yang muncul saat tersenyum. Flek juga mulai terlihat samar-samar. l Pada orang yang berusia 50 tahun ke atas, ada kerutan yang me netap, flek terlihat jelas, dan warna kulitnya tidak merata. lPada orang berusia 60 tahun ke atas, tidak ada lagi kulit yang normal, kulit wajahnya akan dipenuhi kerutan dan flek. Penggunaan sunblock dan meng hindari sinar matahari adalah bagian penting dalam mencegah penuaan dini
6 - 12 januari 2014
6 - 12 januari 2014
akibat photo aging. Selain itu untuk mencegah, serta mengatasi penuaan dini dapat dilakukan dengan krim dan teknologi yang ada saat ini. Krim untuk mencegah kerutan di wajah, kata dokter Laksmi, dapat menggunakan krim yang mengand ung tretinoin. Krim ini berfungsi untuk pengelupasan kulit mati dan meningkatkan jaringan ikat kolagen serta elastin. Krim ini digunakan pada malam hari. Ia mengingatkan, agar tidak menggunakan krim ini pada daerah yang sensitif seperti kelopak mata, tidak juga pada ujung bibir ataupun di sela hidung. “Cara me makainya cukup dengan mengoleskan tipis -tipis dan tidak berlebihan,” ucap dokter spesialis kulit yang dikenal ramah ini. Prosedur lainnya untuk mengatasi penuaan kulit adalah chemical peeling. Terapi ini juga untuk peremajaan dan dapat memperlambat timbulnya keriput. Chemical peeling memakai bahan kimia yang mengandung cairan bersifat asam, yang digunakan sebulan sekali sesuai dengan pengelupasan
tkh/net
l l l l l l
11
Air Jeruk Nipis Sembuhkan Batuk?
tkh/dok
dr. Laksmi Duarsa, Sp.KK.
kulit tiap bulan. Hal ini, sebaiknya dilakukan tenaga medis yang sudah ahli kar ena dapat menyebabkan iritasi, kulit terbakar, dan hiperpigmentasi jika pemakaiannya tidak benar. Ada juga suntik botoks, yang dipakai untuk merilekskan otot se hingga kerutan berkurang atau hilang untuk beberapa waktu. Botoks dapat diulang setiap tiga sampai lima bulan. Berikutnya, metode filler, yakni teknik “pengisian” jaringan lunak kulit yang bisa dipakai mengurangi atau meng hilangkan kerut dalam beberapa waktu, antara enam bulan sampai beberapa tahun, tergantung bahan filler yang digunakan. –Sri Ardhini /
Batuk merupakan keluhan yang cukup sering dialami oleh setiap orang. Batuk bukanlah penyakit, melainkan merupakan sebuah gejala penyakit yang kejadian nya dijumpai sekitar 15% pada anak-anak dan mencapai 20% pada orang dewasa. Namun, bila batuk berlebihan, akan sa ngat mengganggu aktivitas. Hal tersebut disampaikan dr. AA Ngr. Gd. Dharmayuda.
B
atuk adalah refleks fisiologis sebagai me kanisme pertahanan tubuh untuk menge luarkan benda asing dari saluran pernapasan. Batuk juga berperan untuk melindungi paru dari trauma mekanik, kimia, dan juga suhu.
Wirati Astiti
Langkah mencegah dan mengurangi kerutan lebih awal l Jauhi paparan matahari langsung l Gunakan kacamata saat di bawah matahari l Jangan lupa oleskan sunblock setiap hari l Tidak merokok dan menghindari asap rokok l Tidur atau istirahat yang cukup l Usakan tidur dengan posisi terlentang l Konsumsi banyak sayuran dan buah
MITOS ATAU FAKTA
Hindari minuman beralkohol Gunakan krim antikerutan wajah Kurangi makan gorengan Lakukan senam wajah Kelola stres Melakukan pengelupasan kulit secara rutin
dr. Oka Negara, FIAS
Batuk merupakan mekanisme pertahanan paru yang alamiah agar jalan napas tetap bersih dan terbuka dengan mencegah masuknya benda asing ke saluran napas dan men geluarkan benda asing atau sekret yang abnormal dari saluran napas. JENIS-JENIS BATUK Secara umum, Kepala Puskes mas I Denpasar Selatan ini mengategorikan batuk dalam dua jenis, yaitu batuk kering dan batuk berdahak. Pada prinsipnya mekanisme terjadinya batuk pada kedua jenis batuk ini sama, hanya saja penyebabnya yang berbeda. Batuk kering (batuk tidak produk tif) adalah batuk yang tidak memproduksi dahak (sputum). Jenis batuk ini bisa terjadi pada akhir dari gejala flu atau setelah terpapar bahan iritan seper ti debu atau asap
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
Dok, aku dan pasanganku belakangan ini punya kebiasaan seksual baru. Karena kantor tempat kami bekerja berdekatan, kami berdua sering curi-curi waktu buat “bobo-bobo siang” habis makan siang bareng. Kadang sih menyenangkan rasanya, tapi kadang juga karena kadung perut kepenuhan, jadinya malah tidak menikmati. Memangnya ada akibat buruk nggak Dok kalau seks di siang hari begini habis makan siang? Seks siang hari pas jam makan siang atau setelah makan siang, atau sering juga dikenal dengan istilah “bobo-bobo siang (bbs)” belakang an menjadi tren para eksekutif muda. Sebuah survei media terke muka pernah menyebutkan sekitar 30 persen laki-laki eksekutif muda pernah melakukan “sex after lunch”, dengan sebagian besar adalah sebuah affair, kebanyakan dengan mitra kerja atau teman selingkuh. Padahal, justru sesungguhnya seks siang hari dengan pasangan sah juga akan seru, menggebu-gebu bahkan dapat kembali menghangatkan hubungan yang mulai dingin.
Sebenarnya, kapan pun saatnya hubungan seks dilakukan, tetap saja bisa dirasakan nikmat dan menyenangk an. Tentu saja yang memaksimalkan semuanya adalah komunikasi seksual dan kenyamanan personal. Perbedaan berhubungan seksual di pagi, siang, atau malam hari lebih sering terletak pada suasana dan kondisi tubuh saat hubungan seksual dilakukan. Sebagian besar pasangan melakukannya di malam hari, setelah lepas dari berbagai kesibukan dan bisa langsung tidur nyenyak setelah berhubungan seksual. Tetapi bisa saja ada yang lebih menikmati di pagi hari, karena pasangan masih berada
rokok. Beberapa penyebab batuk kering, infeksi virus, bronkhospasma, alergi, akibat mengonsumsi obat hipertensi golongan ACE inhibitor (captopril), paparan dari debu dan bahan kimia, asma, dan sumbatan napas akibat sumbatan benda asing seperti makanan atau pil. Batuk berdahak (batuk produk tif) merupakan jenis batuk dengan adanya produksi mukus/dahak (sputum). Mukus tersebut bisa berasal dari belakang tenggorokan atau sinus atau juga memang berasal dari saluran paru-paru. Beberapa penyebab batuk berdahak adalah infeksi virus, infeksi bakteri (tu berkulosis, pneumonia, bronkhitis, sinusitis), penyakit paru kronis (COPD), penyakit akibat naiknya asam lambung (sindrom GERD), dan merokok. CARA MENGATASI BATUK Sebelum mengatasi batuk, pen gurus IDI Denpasar ini mengatakan yang paling awal dilakukan adalah mengenali jenis batuk itu. Penan ganan pertama, minum air hangat dengan harapan dapat membantu mengeluarkan adanya benda asing termasuk mengencerkan dahak yang ada di saluran napas kita. Selanjutnya, harus dibantu dengan istrahat yang cukup, karena pada keadaan kelelahan dan turunya daya tahan tubuh, batuk akan bisa makin parah. Apabila batuk belum juga reda, sebaiknya dikonsulkan terlebih dahulu ke dokter untuk diperiksa dan ditentukan penyebab pasti dari batuk tersebut agar terapi yang diberikan tepat sesuai dengan penyebab batuknya (etiologinya). Batuk biasanya ada yang sem buh sendiri, cukup dengan istrahat
dahak di saluran napas.
dr. AA Ngr. Gd. Dharmayuda
dan minum air hangat saja. Na mun, batuk juga bisa disembuhkan dengan pemberian obat. Dengan diketahuinya penyebab utama dari batuk tersebut, pengobatan yang akan diberikan akan lebih spesifik sesuai dengan penyebabnya. Jika batuk disebabkan karena adanya bakteri, pemberian antibiotik ada lah pilihan utama, seperti pada ka sus tuberkulosis (TBC), pemberian antibiotik bisa sampai enam bulan. Jika batuk karena faktor alergi, pemberian obat antialergi harus pula dipertimbangkan. Pada kasus batuk yang belum bisa diketahui penyebabnya, pen anganannya bisa diberikan secara simptomatis berdasarkan gejalanya. Obat batuk secara umum ada dua jenis yaitu golongan antitusif dan golongan ekspektoran. Golongan antitusif digunakan terhadap jenis batuk kering dan golongan ekspek toran untuk tipe batuk berdahak. Ada pula golongan mukolitik, yaitu obat batuk yang diperuntukkan untuk membantu mengencerkan
PENANGANAN DENGAN OBAT TRADISIONAL Saat ini begitu banyak jenis pengobatan tradisional dalam pena nganan batuk. Sebagian besar menggunakan bahan-bahan alami, salah satunya dengan perasan air jeruk nipis yang dicampur dengan kecap manis. Pengobatan ini begitu lumrah di masyarakat. Apakah ini salah ? Hal ini sudah berkembang secara turun-temurun yang di anggap sangat berkhasiat dan juga karena hampir tidak ada efek sam ping. Penelitian terkait jeruk nipis menyebutkan bahwa salah satu kandungan dari air perasan jeruk nipis yaitu minyak atsiri, dikatakan memiliki aktivitas antimikroba terhadap bakteri penyebab infeksi saluran napas. Namun, temuan ini belum bisa dijadikan acuan. Karena untuk dijadikan sebagai obat, se suatu hal tersebut harus memenuhi beberapa penelitian klinis sampai benar-benar dikatakan memiliki khasiat terhadap manusia. Penanganan batuk dengan jeruk nipis tersebut lebih cenderung mengatasi secara simpomatis saja, belum mengatasi masalah utama atau penyebab utama dari batuk tersebut. Tetapi karena efek sam pingnya yang hampir tidak ada, masyarakat masih menggunakannya dalam penanganan awal terhadap gejala batuk. “Karena itu, sangat penting sekali untuk mengenali jenis batuk. Bila dalam waktu tiga hari be lum ada perubahan, sebaiknya segera dikonsulkan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut,” sarannya. –Inten Indrawati/Ngurah Budi
Seks Siang Hari pada kondisi fisik yang bugar selepas istirahat malam. Bagaimana dengan siang hari? Hubungan seks di siang hari bisa dilakukan sewaktu istirahat siang pada mereka yang bekerja kantoran. Sebaiknya lakukan dengan pasangan anda yang sah tentu saja, manfaatkan waktu luang ini jadi menarik dan memilih tempat yang sesuai. Atau pilihan lain, anda bisa menuju rumah sebentar dan melakukan hubungan seksual dengan pasangan Anda di rumah, sebagai sebuah variasi dan kejutan. Terbatasnya waktu yang menjadi kendala karena mesti balik ke kantor lagi harus disikapi dengan cerdas. Kenapa tidak mencobanya dengan quickie atau seks kilat dan menggebu-gebu sekali-kali. Untuk mendapatkan romantisme yang mak simal dan tidak terganggu, Anda bisa melakukan seks siang hari hari kala libur dari berbagai aktivitas peker jaan. Jadi jangan jadikan variasi seks siang hari malah untuk bolos kerja, telat ke kantor dan bermalas-malasan bekerja. Ini malah tidak produktif dan tidak dianjurkan Jika ingin menikmati seks siang hari dengan maksimal, beberapa hal ini perlu diperhatikan.
1.Disetujui bersama. Semua perlu dikondisikan dan disetujui dulu, walau terkadang spontan pun akan bisa lebih meng gairahkan. Atur waktu dan tempat dengan baik. Karena tidak semua tempat akan terjamin keamanannya. Jadi buatlah suasana yang nyaman, pada ruangan yang nyaman pula. Gunakan ruangan yang mempunyai sirkulasi udara yang baik. 2. Makan siang secukupnya saja. Sesungguhnya, hubungan seks yang baik adalah di saat lambung tidak penuh atau dua jam setelah makan. Jadi, untuk menghindari perasaan mual dan kembung, janganlah makan siang dalam jumlah berlebih dan sam pai perut kenyang. Jadi, secukupnya saja. Jadikan acara makan siang justru sekadar apetizer atau pengantar buat hubungan seksual setelah lunch secu kupnya. Jadikan momen makan siang untuk memuji dan memberi rang sangan awal untuk hubungan seksual yang bakal dinikmati bersama. 3. Tidak mengganggu pekerjaan.
Hati-hati. Jangan jadikan agenda seks siang hari Anda malah membawa efek buruk merusak karier Anda. Jadikan agenda ini sebuah kejutan yang bisa menjadi pelecut semangat dan bukan malah sebaliknya. Jangan membuat semua jadi malah menjadi susah. Kalau kepepet akan waktu, lakukan quickie yang berkesan. Ingat, kalau pekerjaan di kantor sedang menumpuk dan banyak masalah, lebih baik tidak usah melakukannya. 4. Hati-hati “obat kuat”. Beberapa pelaku seks siang hari, sering kali menggunakan obat tambahan untuk potensi seksualnya. Hati-hati jika Anda sesungguhnya tidak memerlukannya. “Obat kuat” yang dijual sembarangan dan tidak jelas kandungannya apa malah bisa berbahaya bila Anda mengidap kelainan jantung atau mengonsumsi obat jantung tertentu. Banyak ke jadian membuktikan penggunaan obat dengan kandungan sildenafil sitrat dengan dosis tidak tepat malah bisa membuat jantung henti jantung mendadak dan akhirnya dapat menimbulkan kematian.
RESEP ALA CHEF
12
6 - 12 JANUARI 2014
: : : : : : : : : : : : : :
jantung pisang bawang putih bawang merah cabai rawit lengkuas jahe kencur kunir kemiri daun salam sereh terasi merica hitam jeruk lemo
Gusti Nyoman Nukerta
3 sdm : santan kental Garam dan merica secukupnya Cara membuat: - Rebus jantung pisang terlebih dahulu sampai matang, kemudian disuwir-suwir. - Bumbu-bumbu dihaluskan kemudian digoreng dengan sedikit minyak sampai harum. Masukkan santan, biarkan mendidih sampai kental. - Campur bumbu dan jantung pisang tambahkan jeruk lemo, garam, dan merica secukupnya. Kalasan jantung pisang siap disajikan.
Bok Choy Saus Jamur Bahan: 100 gram : bok choy (sawi bangkok) 20 gram : jamur enoki 20 grm : jamur shimeji 20 gram : jamur jamur kancing 3 gram : cabai rawit, potong kecil-kecil 2 siung : bawang putih, cincang halus 4 butir : bawang merah, iris tipis ½ sdt : minyak wijen 1 batang : daun bawang 1 sdt : bawang goreng 1 sdt : tepung maizena (tepung jagung), larutkan dengan sedikit air. Garam dan merica secukupnya
Cara membuat: - Rebus bok choy terlebih dahulu lebih kurang 3 menit, lalu tiriskan. Tata di atas piring saji. - Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum. Kemudian masukkan cabai yang sudah dipotong, tambahkan air secukupnya, masak hingga mendidih lalu tuangkan minyak wijen. - Masukkan ketiga macam jamur tersebut dan kentalkan dengan larutan maizena. - Siram bok choy dengan saus jamur, taburkan bawang goreng di atasnya, dan siap disajikan dengan nasi.
Kepiting Bumbu Gede Bahan: 2 ekor kepiting 1 ruas lengkuas ½ ruas jahe 30 gram kencur 50 gram kunir 30 gram kemiri 1 batang sereh 2 lembar daun salam 2 butir bawang merah 2 siung bawang putih 5 gram terasi 10 gr cabe rawit 5 gram biji merica hitam 2 gram ketumbar 2 lembar daun jinten 3 sdm minyak kelapa Garam secukupnya
panjang, kelapa parut, lemo, Bahan sayur urapan: garam, merica, cabai goreng, 100 gram kacang panjang dan bawang goreng. 50 gram kelapa parut yang telah dipanggang terlebih dahulu Cara membuat kepiting masak: 3 siung bawang putih - Bersihkan dulu kepiting sampai 5 butir bawang merah benar-benar bersih. 3 gram kencur - Semua bumbu diulek halus. 25 gram cabai rawit Goreng bumbu yang sudah 2 gram terasi diulek halus dengan minyak 3 gram bawang goreng Bali. Setelah matang masuk3 gram jeruk lemo kan air kemudian masukkan kepitingnya, tambahkan garam, Cara membuat sayur urapan: merica secukupnya. - Rebus kacang panjang sampai - Setelah matang tambahkan matang bawang goreng dan siap disaji- Haluskan bumbu, tumis sampai kan dengan nasi putih dan sayur harum urapan. - Campur bumbu dengan kacang
Gurami Terbang Sambal Cobek Bahan-bahan: 250 gram gurami 15 gram jeruk nipis, peras Garam dan merica secukupnya Bahan sambal cobek: 3 biji cabai merah 15 biji cabai rawit merah 3 gram terasi 1 buah tomat 3 sdm minyak kelapa 2 iris jeruk lemo 2 gram gula merah Garam dan merica secukupnya Bahan plecing kangkung: 70 gram kangkung 10 gram cabai merah besar 30 gram cabai rawit merah 5 gram terasi 30 gram minyak kelapa 25 gram tomat 3 gram jeruk lemo Cara membuat: - Gurami yang telah dibersihkan dilumuri dengan jeruk nipis, garam, dan merica secukupnya kemudian digoreng sampai matang.
13
Siasat Sentuhan Autentik
Pusuh Biu Bumbu Kalas Bahan: 60 gram 2 siung 4 butir 4 biji 3 ruas 2 ruas 3 ruas 2 ruas 1 butir 2 lembar 1 batang 2 gram 3 gram 3 gram
CHEF JOURNEY
I Wayan Wicaya
Selera Nusantara yang Menggoda Tahukah Anda jantung pisang? Mungkin kita sering memakan pisang karena diyakini mengandung antioksidan. Namun, kita sering melupakan jantung pisang. Orang Bali menyebutnya “pusuh biu”. Memang tampak sepele dan kurang diminati masyarakat, namun tahukah Anda jantung pisang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Di dalam jantung pisang terdapat fosfor, kalsium, vitamin C, mineral, vitamin B1. Karena itu, jantung pisang dianggap salah satu makanan yang lengkap akan nutrisi. Jantung pisang juga sangat baik untuk berdiet. Selain itu, aman dikonsumsi penderita diabetes, dan membantu mengeluarkan kolesterol jahat di dalam tubuh. Mari kita awali Tahun Baru 2014 dengan hati gembira dan tetap semangat, dan tetap cintai makanan Indonesia yang kaya dengan aneka rasa. Berikut resep selera Nusantara yang menggoda dari Gusti Nyoman Nukerta, Executive Chef Bounty Hotel.
6 - 12 JANUARI 2014
- Sambal cobek: tumis semua bumbu sampai matang kemudian ulek kasar, masukkan lemo, gula merah, garam, dan merica secukupnya tambahkan minyak aduk sampai rata. - Plecing kangkung: rebus kangkung terlabih dahulu hingga matang, tiriskan, suwir-suwir. Bumbu-bumbu dipanggang kecuali jeruk lemo, lalu diulek sampai halus. Setelah halus beri perasan jeruk lemo, tuangkan minyak kelapa, kemudian aduk rata dengan kangkung. - Gurami goreng siap disajikan dengan plecing kangkung dan sambal cobek. -Wirati Astiti/Ratna Hidayati
Bergelut di dapur baginya bukan pekerjaan mudah, justru merupakan lingkungan keras yang membentuk karakternya menjadi kuat. Suatu kebanggaan baginya, jika hasil akhir makanan dengan cita rasa tinggi dan penampilan terbaik tersaji di piring mendapatkan penghargaan dari penikmatnya. “Suatu kepuasan luar biasa sebagai chef jika saya mampu menampilkan makanan yang enak, menarik, dan indah dipandang,” tutur I Wayan Wicaya, Executive Chef The Courtyard by Marriott Bali.
D
alam kesehariannya, ia selalu menerapkan prinsip komitmen, disiplin, motivasi kuat, minat belajar tinggi, bekerja pintar, dan antusias, mengantarkan lelaki asal Singaraja usia 41 tahun ini, meraih prestasi sebagai juara dunia dalam kontes memasak. Seperti apa kisahnya? “Menjadi chef bukan impian kecil saya. Tidak ada inspirator yang membimbing saya menjadi chef. Tapi saya percaya hukum tarikmenarik. Saya pikir, profesi chef sebagai karunia Tuhan dan tugas untuk mempertanggungjawabkan kewajiban saya sebagai kepala keluarga,” kata Wicaya. Ia hanya menyakini, apa pun yang dikerjakan jika dilakukan dengan penuh kesungguhan, bekerja keras, dan melakukan yang terbaik, pasti memberikan hasil yang maksimal. Itu juga prinsipnya dalam berkompetisi. Baginya, pencapaian dan dedikasinya sebagai ahli makanan, ia tuangkan dalam berbagai kompetisi. Ia mengaku sangat keras pada dirinya. “Dalam hidup, kita harus keras pada diri sendiri, karena kehidupan itu sendiri sangat keras. Jangan sampai kita lemah
dan tergerus oleh kehidupan yang keras. Kitalah yang menentukan ke mana arah dan tujuan,” ujar putra pasangan I Ketut Noken dan Ni Nengah Suji ini. Keikutsertaan alumnus BPLP (Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua) Bali ini, dalam berbagai kompetisi adalah untuk memacu dirinya untuk terus mengembangkan keterampilan dan kreasinya memasak. Terpilihnya Wicaya mewakili Indonesia dalam ajang kontes memasak dunia karena kredibilitas dan prestasinya yang sudah dikenal para penggiat kuliner. Prestasi Wicaya yang meraih medali perak dalam Bali Culinary Professionals (BCP) Salon Culinaire Tahun 2004 dan meraih emas dalam ajang yang sama di tahun 2008, membuatnya pantas mewakili Indonesia dalam ajang Global Chef Challenge di Hongkong tahun 2009. Kompetisi memasak se-Asia ini diikuti para ahli masak dari Hongkong, Thailand, Singapura, Filipina, dan Indonesia. Wicaya menampilkan sesuatu yang istimewa dalam ajang ini. Memasak makanan Barat dengan bumbu basa genep yang membuat para juri memberikan nilai lebih
dalam karyanya. Dibantu satu asisten, Wicaya menunjukkan cara kerja tim yang solid. “Kami harus bisa berkomunikasi yang baik dan pendelegasian tugas yang benarbenar bisa dipahami dengan baik. Perencanaan dan struktur kerja yang rapi berusaha kami ciptakan, dan tidak melupakan sanitasi dan higienes makanan,” kata Wicaya. Ia menambahkan, kriteria lomba yang penting juga adalah kreativitas makanan, dan tingkat kesulitan dalam pengolahan makanan. Misalnya, dalam memasak ikan tidak hanya dipanggang tapi sebelumnya diungkep. Contoh lain, dalam piring disajikan nasi, ditemani dua sayuran yang berbeda atau saus yang berbeda. “Ini tergantung kreativitas para chef dalam berinovasi,” ujarnya. Namun, menurutnya, bukan hanya dia berusaha menyajikan makanan yang terbaik, tapi dia belajar mengenal siapa kompetitornya. “Saya berusaha mencari informasi siapa saja orang yang akan dilawan, termasuk keahliannya seperti apa. Paling tidak, ada gambaran. Yang saya lawan juga para chef andal dan berprestasi,” imbuhnya. Usaha kerja kerasnya membuahkan hasil yang maksimal. Ia meraih medali emas dalam ajang tersebut dan berhak mewakili Asia dalam kontes memasak sedunia di Chili tahun 2010. “Menang lomba memang prestasi, tapi saya harus terus meningkatkan kemampuan saya. Saat mewakili Asia, tentu PR saya banyak. Tapi saya tetap ingat kuncinya disiplin, kerja keras, dan terus latihan. Apalagi yang dilawan ahli masak tingkat dunia,” kata Wicaya. Kontestan berasal dari Asia yang diwakili Indonesia, Asia Pasifik diwakili Australia, Amerika diwakili Kanada, Afrika dan Middle East diwakili Dubai, Eropa diwakili Norwegia, Netherland, dan Portugal. Dalam setiap lomba, Wicaya selalu menyiasati dengan sentuhan autentik Bali yang menjadi keunggulannya. Selama dua bulan dia melakukan persiapan mulai dari membuat menu, dan memasak makanan 12 porsi mulai dari dari makanan pembuka, sup, makanan utama, dan penutup. Waktu yang diberikan delapan jam tanpa istirahat. Ia harus bisa menyesuaikan waktu dengan makanan yang akan dibuat, rasa juga harus enak, dan
I Wayan Wicaya
sesuai standar yang diinginkan. Dengan waktu dua bulan, ia merasa sudah cukup bekal bertaruh di tingkat dunia. Persiapan lain yang dilakukan sama dengan persiapan saat bertaruh di Hongkong. Ia juga rajin membuka internet untuk mempelajari para kompetitor. Bagi Wicaya, apa yang pernah diraih dalam setiap kompetisi hanya merupakan pencapaian sesaat bukan sebuah akhir. “Saya menyakini, semua merupakan hasil dari kerja keras disertai perencanaan dan latihan. Jadi, saya harus terus memacu diri untuk belajar,” tutur suami Kinik ini. Pencapaian tertinggi telah diraihnya dalam kontes memasak sedunia dengan terpilihnya ia sebagai pemenang dalam WACS Global Chef Challenge di Chili tahun 2010 tersebut. Dalam kompetisi, ia mengatakan belajar banyak hal. Selain ilmu memasak, juga cara bekerja sama dan bagaimana membantu kompetitor. Hal itu juga ia tunjukkan saat terpilih sebagai tamu di grand final Top Chef Indonesia 2013. Waktu itu, berdasarkan pengundian, ia membantu Desyanto. “Saya bertekad, siapa pun yang saya bantu, harus menang. Ada beberapa saran yang saya sampaikan, bagaimana mengatur waktu sesuai dengan jenis masakan yang akan disajikan, standar rasa yang akan dimunculkan termasuk bagaimana pembagian
tugas dan berkomunikasi berdua saat lomba. Ketika dia menang, jelas ada satu kepuasan dan kebanggaan di hati saya juga,” tuturnya. Beberapa prestasi yang diraih Wicaya, Chef of The Year yang diadakan Yak Magazine Bali tahun 2010, medali emas pada MLA Black Box Culinary Challenge Bali sebagai tim manajer tahun 2010, medali emas pada MLA Black Box Culinary Challenge Jakarta sebagai tim manajer tahun 2011, The Best Dessert di MLA Black Box Culinary Challenge Hobart, Tasmania sebagai tim manajer tahun 2012. Sebelum bergabung di Coutyard by Marriot Bali, ia berkarier sebagai executive sous chef di Bulgari Hotels and Resorts, sous chef di JAS in Flight Catering Bali. Ia juga pernah sebagai chef de partie di The Bale Luxury Resort Bali, sous chef di Ku de Ta Restaurant Bali. Ia sempat menghabiskan waktu di Miami Florida AS sebagai head chef di Premier Cruises Line, setelah sebelumnya sempat di Bali Internasional Resort Jimbaran dan Grand Hyatt Nusa Dua. Harapan Wicaya ke depan, banyak bermunculan para chef Bali unjuk prestasi di ajang internasional. Menurutnya, para chef lokal Bali tak kalah dengan chef asing. “Dengan ajang lomba, merupakan salah satu cara untuk mengenalkan masakan Indonesia termasuk Bali ke mancanegara,” tandasnya. -Wirati Astiti/Ratna Hidayati
RESEP ALA CHEF
12
6 - 12 JANUARI 2014
: : : : : : : : : : : : : :
jantung pisang bawang putih bawang merah cabai rawit lengkuas jahe kencur kunir kemiri daun salam sereh terasi merica hitam jeruk lemo
Gusti Nyoman Nukerta
3 sdm : santan kental Garam dan merica secukupnya Cara membuat: - Rebus jantung pisang terlebih dahulu sampai matang, kemudian disuwir-suwir. - Bumbu-bumbu dihaluskan kemudian digoreng dengan sedikit minyak sampai harum. Masukkan santan, biarkan mendidih sampai kental. - Campur bumbu dan jantung pisang tambahkan jeruk lemo, garam, dan merica secukupnya. Kalasan jantung pisang siap disajikan.
Bok Choy Saus Jamur Bahan: 100 gram : bok choy (sawi bangkok) 20 gram : jamur enoki 20 grm : jamur shimeji 20 gram : jamur jamur kancing 3 gram : cabai rawit, potong kecil-kecil 2 siung : bawang putih, cincang halus 4 butir : bawang merah, iris tipis ½ sdt : minyak wijen 1 batang : daun bawang 1 sdt : bawang goreng 1 sdt : tepung maizena (tepung jagung), larutkan dengan sedikit air. Garam dan merica secukupnya
Cara membuat: - Rebus bok choy terlebih dahulu lebih kurang 3 menit, lalu tiriskan. Tata di atas piring saji. - Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum. Kemudian masukkan cabai yang sudah dipotong, tambahkan air secukupnya, masak hingga mendidih lalu tuangkan minyak wijen. - Masukkan ketiga macam jamur tersebut dan kentalkan dengan larutan maizena. - Siram bok choy dengan saus jamur, taburkan bawang goreng di atasnya, dan siap disajikan dengan nasi.
Kepiting Bumbu Gede Bahan: 2 ekor kepiting 1 ruas lengkuas ½ ruas jahe 30 gram kencur 50 gram kunir 30 gram kemiri 1 batang sereh 2 lembar daun salam 2 butir bawang merah 2 siung bawang putih 5 gram terasi 10 gr cabe rawit 5 gram biji merica hitam 2 gram ketumbar 2 lembar daun jinten 3 sdm minyak kelapa Garam secukupnya
panjang, kelapa parut, lemo, Bahan sayur urapan: garam, merica, cabai goreng, 100 gram kacang panjang dan bawang goreng. 50 gram kelapa parut yang telah dipanggang terlebih dahulu Cara membuat kepiting masak: 3 siung bawang putih - Bersihkan dulu kepiting sampai 5 butir bawang merah benar-benar bersih. 3 gram kencur - Semua bumbu diulek halus. 25 gram cabai rawit Goreng bumbu yang sudah 2 gram terasi diulek halus dengan minyak 3 gram bawang goreng Bali. Setelah matang masuk3 gram jeruk lemo kan air kemudian masukkan kepitingnya, tambahkan garam, Cara membuat sayur urapan: merica secukupnya. - Rebus kacang panjang sampai - Setelah matang tambahkan matang bawang goreng dan siap disaji- Haluskan bumbu, tumis sampai kan dengan nasi putih dan sayur harum urapan. - Campur bumbu dengan kacang
Gurami Terbang Sambal Cobek Bahan-bahan: 250 gram gurami 15 gram jeruk nipis, peras Garam dan merica secukupnya Bahan sambal cobek: 3 biji cabai merah 15 biji cabai rawit merah 3 gram terasi 1 buah tomat 3 sdm minyak kelapa 2 iris jeruk lemo 2 gram gula merah Garam dan merica secukupnya Bahan plecing kangkung: 70 gram kangkung 10 gram cabai merah besar 30 gram cabai rawit merah 5 gram terasi 30 gram minyak kelapa 25 gram tomat 3 gram jeruk lemo Cara membuat: - Gurami yang telah dibersihkan dilumuri dengan jeruk nipis, garam, dan merica secukupnya kemudian digoreng sampai matang.
13
Siasat Sentuhan Autentik
Pusuh Biu Bumbu Kalas Bahan: 60 gram 2 siung 4 butir 4 biji 3 ruas 2 ruas 3 ruas 2 ruas 1 butir 2 lembar 1 batang 2 gram 3 gram 3 gram
CHEF JOURNEY
I Wayan Wicaya
Selera Nusantara yang Menggoda Tahukah Anda jantung pisang? Mungkin kita sering memakan pisang karena diyakini mengandung antioksidan. Namun, kita sering melupakan jantung pisang. Orang Bali menyebutnya “pusuh biu”. Memang tampak sepele dan kurang diminati masyarakat, namun tahukah Anda jantung pisang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Di dalam jantung pisang terdapat fosfor, kalsium, vitamin C, mineral, vitamin B1. Karena itu, jantung pisang dianggap salah satu makanan yang lengkap akan nutrisi. Jantung pisang juga sangat baik untuk berdiet. Selain itu, aman dikonsumsi penderita diabetes, dan membantu mengeluarkan kolesterol jahat di dalam tubuh. Mari kita awali Tahun Baru 2014 dengan hati gembira dan tetap semangat, dan tetap cintai makanan Indonesia yang kaya dengan aneka rasa. Berikut resep selera Nusantara yang menggoda dari Gusti Nyoman Nukerta, Executive Chef Bounty Hotel.
6 - 12 JANUARI 2014
- Sambal cobek: tumis semua bumbu sampai matang kemudian ulek kasar, masukkan lemo, gula merah, garam, dan merica secukupnya tambahkan minyak aduk sampai rata. - Plecing kangkung: rebus kangkung terlabih dahulu hingga matang, tiriskan, suwir-suwir. Bumbu-bumbu dipanggang kecuali jeruk lemo, lalu diulek sampai halus. Setelah halus beri perasan jeruk lemo, tuangkan minyak kelapa, kemudian aduk rata dengan kangkung. - Gurami goreng siap disajikan dengan plecing kangkung dan sambal cobek. -Wirati Astiti/Ratna Hidayati
Bergelut di dapur baginya bukan pekerjaan mudah, justru merupakan lingkungan keras yang membentuk karakternya menjadi kuat. Suatu kebanggaan baginya, jika hasil akhir makanan dengan cita rasa tinggi dan penampilan terbaik tersaji di piring mendapatkan penghargaan dari penikmatnya. “Suatu kepuasan luar biasa sebagai chef jika saya mampu menampilkan makanan yang enak, menarik, dan indah dipandang,” tutur I Wayan Wicaya, Executive Chef The Courtyard by Marriott Bali.
D
alam kesehariannya, ia selalu menerapkan prinsip komitmen, disiplin, motivasi kuat, minat belajar tinggi, bekerja pintar, dan antusias, mengantarkan lelaki asal Singaraja usia 41 tahun ini, meraih prestasi sebagai juara dunia dalam kontes memasak. Seperti apa kisahnya? “Menjadi chef bukan impian kecil saya. Tidak ada inspirator yang membimbing saya menjadi chef. Tapi saya percaya hukum tarikmenarik. Saya pikir, profesi chef sebagai karunia Tuhan dan tugas untuk mempertanggungjawabkan kewajiban saya sebagai kepala keluarga,” kata Wicaya. Ia hanya menyakini, apa pun yang dikerjakan jika dilakukan dengan penuh kesungguhan, bekerja keras, dan melakukan yang terbaik, pasti memberikan hasil yang maksimal. Itu juga prinsipnya dalam berkompetisi. Baginya, pencapaian dan dedikasinya sebagai ahli makanan, ia tuangkan dalam berbagai kompetisi. Ia mengaku sangat keras pada dirinya. “Dalam hidup, kita harus keras pada diri sendiri, karena kehidupan itu sendiri sangat keras. Jangan sampai kita lemah
dan tergerus oleh kehidupan yang keras. Kitalah yang menentukan ke mana arah dan tujuan,” ujar putra pasangan I Ketut Noken dan Ni Nengah Suji ini. Keikutsertaan alumnus BPLP (Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua) Bali ini, dalam berbagai kompetisi adalah untuk memacu dirinya untuk terus mengembangkan keterampilan dan kreasinya memasak. Terpilihnya Wicaya mewakili Indonesia dalam ajang kontes memasak dunia karena kredibilitas dan prestasinya yang sudah dikenal para penggiat kuliner. Prestasi Wicaya yang meraih medali perak dalam Bali Culinary Professionals (BCP) Salon Culinaire Tahun 2004 dan meraih emas dalam ajang yang sama di tahun 2008, membuatnya pantas mewakili Indonesia dalam ajang Global Chef Challenge di Hongkong tahun 2009. Kompetisi memasak se-Asia ini diikuti para ahli masak dari Hongkong, Thailand, Singapura, Filipina, dan Indonesia. Wicaya menampilkan sesuatu yang istimewa dalam ajang ini. Memasak makanan Barat dengan bumbu basa genep yang membuat para juri memberikan nilai lebih
dalam karyanya. Dibantu satu asisten, Wicaya menunjukkan cara kerja tim yang solid. “Kami harus bisa berkomunikasi yang baik dan pendelegasian tugas yang benarbenar bisa dipahami dengan baik. Perencanaan dan struktur kerja yang rapi berusaha kami ciptakan, dan tidak melupakan sanitasi dan higienes makanan,” kata Wicaya. Ia menambahkan, kriteria lomba yang penting juga adalah kreativitas makanan, dan tingkat kesulitan dalam pengolahan makanan. Misalnya, dalam memasak ikan tidak hanya dipanggang tapi sebelumnya diungkep. Contoh lain, dalam piring disajikan nasi, ditemani dua sayuran yang berbeda atau saus yang berbeda. “Ini tergantung kreativitas para chef dalam berinovasi,” ujarnya. Namun, menurutnya, bukan hanya dia berusaha menyajikan makanan yang terbaik, tapi dia belajar mengenal siapa kompetitornya. “Saya berusaha mencari informasi siapa saja orang yang akan dilawan, termasuk keahliannya seperti apa. Paling tidak, ada gambaran. Yang saya lawan juga para chef andal dan berprestasi,” imbuhnya. Usaha kerja kerasnya membuahkan hasil yang maksimal. Ia meraih medali emas dalam ajang tersebut dan berhak mewakili Asia dalam kontes memasak sedunia di Chili tahun 2010. “Menang lomba memang prestasi, tapi saya harus terus meningkatkan kemampuan saya. Saat mewakili Asia, tentu PR saya banyak. Tapi saya tetap ingat kuncinya disiplin, kerja keras, dan terus latihan. Apalagi yang dilawan ahli masak tingkat dunia,” kata Wicaya. Kontestan berasal dari Asia yang diwakili Indonesia, Asia Pasifik diwakili Australia, Amerika diwakili Kanada, Afrika dan Middle East diwakili Dubai, Eropa diwakili Norwegia, Netherland, dan Portugal. Dalam setiap lomba, Wicaya selalu menyiasati dengan sentuhan autentik Bali yang menjadi keunggulannya. Selama dua bulan dia melakukan persiapan mulai dari membuat menu, dan memasak makanan 12 porsi mulai dari dari makanan pembuka, sup, makanan utama, dan penutup. Waktu yang diberikan delapan jam tanpa istirahat. Ia harus bisa menyesuaikan waktu dengan makanan yang akan dibuat, rasa juga harus enak, dan
I Wayan Wicaya
sesuai standar yang diinginkan. Dengan waktu dua bulan, ia merasa sudah cukup bekal bertaruh di tingkat dunia. Persiapan lain yang dilakukan sama dengan persiapan saat bertaruh di Hongkong. Ia juga rajin membuka internet untuk mempelajari para kompetitor. Bagi Wicaya, apa yang pernah diraih dalam setiap kompetisi hanya merupakan pencapaian sesaat bukan sebuah akhir. “Saya menyakini, semua merupakan hasil dari kerja keras disertai perencanaan dan latihan. Jadi, saya harus terus memacu diri untuk belajar,” tutur suami Kinik ini. Pencapaian tertinggi telah diraihnya dalam kontes memasak sedunia dengan terpilihnya ia sebagai pemenang dalam WACS Global Chef Challenge di Chili tahun 2010 tersebut. Dalam kompetisi, ia mengatakan belajar banyak hal. Selain ilmu memasak, juga cara bekerja sama dan bagaimana membantu kompetitor. Hal itu juga ia tunjukkan saat terpilih sebagai tamu di grand final Top Chef Indonesia 2013. Waktu itu, berdasarkan pengundian, ia membantu Desyanto. “Saya bertekad, siapa pun yang saya bantu, harus menang. Ada beberapa saran yang saya sampaikan, bagaimana mengatur waktu sesuai dengan jenis masakan yang akan disajikan, standar rasa yang akan dimunculkan termasuk bagaimana pembagian
tugas dan berkomunikasi berdua saat lomba. Ketika dia menang, jelas ada satu kepuasan dan kebanggaan di hati saya juga,” tuturnya. Beberapa prestasi yang diraih Wicaya, Chef of The Year yang diadakan Yak Magazine Bali tahun 2010, medali emas pada MLA Black Box Culinary Challenge Bali sebagai tim manajer tahun 2010, medali emas pada MLA Black Box Culinary Challenge Jakarta sebagai tim manajer tahun 2011, The Best Dessert di MLA Black Box Culinary Challenge Hobart, Tasmania sebagai tim manajer tahun 2012. Sebelum bergabung di Coutyard by Marriot Bali, ia berkarier sebagai executive sous chef di Bulgari Hotels and Resorts, sous chef di JAS in Flight Catering Bali. Ia juga pernah sebagai chef de partie di The Bale Luxury Resort Bali, sous chef di Ku de Ta Restaurant Bali. Ia sempat menghabiskan waktu di Miami Florida AS sebagai head chef di Premier Cruises Line, setelah sebelumnya sempat di Bali Internasional Resort Jimbaran dan Grand Hyatt Nusa Dua. Harapan Wicaya ke depan, banyak bermunculan para chef Bali unjuk prestasi di ajang internasional. Menurutnya, para chef lokal Bali tak kalah dengan chef asing. “Dengan ajang lomba, merupakan salah satu cara untuk mengenalkan masakan Indonesia termasuk Bali ke mancanegara,” tandasnya. -Wirati Astiti/Ratna Hidayati
J E L I TA
14
Cegah Kerutan Sejak Dini Wajah seseorang disebut dapat mewakili usia sese orang. Karenanya, setiap orang pasti ingin selalu tampil awet muda dan menarik. Penuaan dini alias skin aging bisa terjadi pada siapa saja. Karenanya, tidak meng herankan jika selama ini banyak orang melakukan ber bagai cara dan mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk mengurangi keriput pada wajahnya.
P
ekan lalu Tokoh me nemui dr. Laksmi Du arsa, Sp.KK., berupaya mencari tahu penyebab serta cara untuk mengatasi kerutan di wajah. Di tengah-tengah kesibukannya menjadi juri di ajang pemilihan Health Ambassador yang digelar Fakultas Kedokteran Unud, dokter Laksmi mengungkapkan, kalau muncul nya garis-garis halus atau kerutan dan pigmentasi pada perempuan merupakan salah satu tanda penua an kulit. Hal ini, terjadi akibat fak tor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik, kata dokter Laksmi,
tidak dapat dihindari karena di pengaruhi faktor genetik, berupa proses alami sejalan dengan ber tambahnya usia. Sedangkan, faktor ekstrinsik dipengaruhi faktor –fak tor eksternal seperti paparan sinar matahari, polusi, pola makan atau nutrisi yang buruk serta gaya hidup tidak sehat. Dari berbagai faktor tersebut, paparan sinar matahari menjadi pe nyebab terbesar , hingga mencapai 80 % kontribusinya terhadap timbulnya kerutan di wajah. Kondisi kulit wajah yang mengalami penuaan akibat sinar matahari sering disebut sebagai premature skin aging atau penuaan dini.
Ia menyarankan, untuk meng hindari paparan sinar matahari lang sung atau yang berlebihan terutama pada pukul 10 pagi hingga pukul 16.00. “Jangan lupa selalu menggu nakan sunblock sekali pun sedang be rada di dalam ruangan,” sarannya. Beberapa tipe penuaan kulit aki bat paparan sinar matahari seperti: l Pada orang yang berusia 20 hingga 30 tahun, kerutannya masih sedikit dan flek belum terlihat. lPada orang yang berusia 30-40 tahun, kerutan akan nampak ketika ia berekspresi, misalnya garis senyum yang muncul saat tersenyum. Flek juga mulai terlihat samar-samar. l Pada orang yang berusia 50 tahun ke atas, ada kerutan yang me netap, flek terlihat jelas, dan warna kulitnya tidak merata. lPada orang berusia 60 tahun ke atas, tidak ada lagi kulit yang normal, kulit wajahnya akan dipenuhi kerutan dan flek. Penggunaan sunblock dan meng hindari sinar matahari adalah bagian penting dalam mencegah penuaan dini
6 - 12 januari 2014
6 - 12 januari 2014
akibat photo aging. Selain itu untuk mencegah, serta mengatasi penuaan dini dapat dilakukan dengan krim dan teknologi yang ada saat ini. Krim untuk mencegah kerutan di wajah, kata dokter Laksmi, dapat menggunakan krim yang mengand ung tretinoin. Krim ini berfungsi untuk pengelupasan kulit mati dan meningkatkan jaringan ikat kolagen serta elastin. Krim ini digunakan pada malam hari. Ia mengingatkan, agar tidak menggunakan krim ini pada daerah yang sensitif seperti kelopak mata, tidak juga pada ujung bibir ataupun di sela hidung. “Cara me makainya cukup dengan mengoleskan tipis -tipis dan tidak berlebihan,” ucap dokter spesialis kulit yang dikenal ramah ini. Prosedur lainnya untuk mengatasi penuaan kulit adalah chemical peeling. Terapi ini juga untuk peremajaan dan dapat memperlambat timbulnya keriput. Chemical peeling memakai bahan kimia yang mengandung cairan bersifat asam, yang digunakan sebulan sekali sesuai dengan pengelupasan
tkh/net
l l l l l l
11
Air Jeruk Nipis Sembuhkan Batuk?
tkh/dok
dr. Laksmi Duarsa, Sp.KK.
kulit tiap bulan. Hal ini, sebaiknya dilakukan tenaga medis yang sudah ahli kar ena dapat menyebabkan iritasi, kulit terbakar, dan hiperpigmentasi jika pemakaiannya tidak benar. Ada juga suntik botoks, yang dipakai untuk merilekskan otot se hingga kerutan berkurang atau hilang untuk beberapa waktu. Botoks dapat diulang setiap tiga sampai lima bulan. Berikutnya, metode filler, yakni teknik “pengisian” jaringan lunak kulit yang bisa dipakai mengurangi atau meng hilangkan kerut dalam beberapa waktu, antara enam bulan sampai beberapa tahun, tergantung bahan filler yang digunakan. –Sri Ardhini /
Batuk merupakan keluhan yang cukup sering dialami oleh setiap orang. Batuk bukanlah penyakit, melainkan merupakan sebuah gejala penyakit yang kejadian nya dijumpai sekitar 15% pada anak-anak dan mencapai 20% pada orang dewasa. Namun, bila batuk berlebihan, akan sa ngat mengganggu aktivitas. Hal tersebut disampaikan dr. AA Ngr. Gd. Dharmayuda.
B
atuk adalah refleks fisiologis sebagai me kanisme pertahanan tubuh untuk menge luarkan benda asing dari saluran pernapasan. Batuk juga berperan untuk melindungi paru dari trauma mekanik, kimia, dan juga suhu.
Wirati Astiti
Langkah mencegah dan mengurangi kerutan lebih awal l Jauhi paparan matahari langsung l Gunakan kacamata saat di bawah matahari l Jangan lupa oleskan sunblock setiap hari l Tidak merokok dan menghindari asap rokok l Tidur atau istirahat yang cukup l Usakan tidur dengan posisi terlentang l Konsumsi banyak sayuran dan buah
MITOS ATAU FAKTA
Hindari minuman beralkohol Gunakan krim antikerutan wajah Kurangi makan gorengan Lakukan senam wajah Kelola stres Melakukan pengelupasan kulit secara rutin
dr. Oka Negara, FIAS
Batuk merupakan mekanisme pertahanan paru yang alamiah agar jalan napas tetap bersih dan terbuka dengan mencegah masuknya benda asing ke saluran napas dan men geluarkan benda asing atau sekret yang abnormal dari saluran napas. JENIS-JENIS BATUK Secara umum, Kepala Puskes mas I Denpasar Selatan ini mengategorikan batuk dalam dua jenis, yaitu batuk kering dan batuk berdahak. Pada prinsipnya mekanisme terjadinya batuk pada kedua jenis batuk ini sama, hanya saja penyebabnya yang berbeda. Batuk kering (batuk tidak produk tif) adalah batuk yang tidak memproduksi dahak (sputum). Jenis batuk ini bisa terjadi pada akhir dari gejala flu atau setelah terpapar bahan iritan seper ti debu atau asap
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
Dok, aku dan pasanganku belakangan ini punya kebiasaan seksual baru. Karena kantor tempat kami bekerja berdekatan, kami berdua sering curi-curi waktu buat “bobo-bobo siang” habis makan siang bareng. Kadang sih menyenangkan rasanya, tapi kadang juga karena kadung perut kepenuhan, jadinya malah tidak menikmati. Memangnya ada akibat buruk nggak Dok kalau seks di siang hari begini habis makan siang? Seks siang hari pas jam makan siang atau setelah makan siang, atau sering juga dikenal dengan istilah “bobo-bobo siang (bbs)” belakang an menjadi tren para eksekutif muda. Sebuah survei media terke muka pernah menyebutkan sekitar 30 persen laki-laki eksekutif muda pernah melakukan “sex after lunch”, dengan sebagian besar adalah sebuah affair, kebanyakan dengan mitra kerja atau teman selingkuh. Padahal, justru sesungguhnya seks siang hari dengan pasangan sah juga akan seru, menggebu-gebu bahkan dapat kembali menghangatkan hubungan yang mulai dingin.
Sebenarnya, kapan pun saatnya hubungan seks dilakukan, tetap saja bisa dirasakan nikmat dan menyenangk an. Tentu saja yang memaksimalkan semuanya adalah komunikasi seksual dan kenyamanan personal. Perbedaan berhubungan seksual di pagi, siang, atau malam hari lebih sering terletak pada suasana dan kondisi tubuh saat hubungan seksual dilakukan. Sebagian besar pasangan melakukannya di malam hari, setelah lepas dari berbagai kesibukan dan bisa langsung tidur nyenyak setelah berhubungan seksual. Tetapi bisa saja ada yang lebih menikmati di pagi hari, karena pasangan masih berada
rokok. Beberapa penyebab batuk kering, infeksi virus, bronkhospasma, alergi, akibat mengonsumsi obat hipertensi golongan ACE inhibitor (captopril), paparan dari debu dan bahan kimia, asma, dan sumbatan napas akibat sumbatan benda asing seperti makanan atau pil. Batuk berdahak (batuk produk tif) merupakan jenis batuk dengan adanya produksi mukus/dahak (sputum). Mukus tersebut bisa berasal dari belakang tenggorokan atau sinus atau juga memang berasal dari saluran paru-paru. Beberapa penyebab batuk berdahak adalah infeksi virus, infeksi bakteri (tu berkulosis, pneumonia, bronkhitis, sinusitis), penyakit paru kronis (COPD), penyakit akibat naiknya asam lambung (sindrom GERD), dan merokok. CARA MENGATASI BATUK Sebelum mengatasi batuk, pen gurus IDI Denpasar ini mengatakan yang paling awal dilakukan adalah mengenali jenis batuk itu. Penan ganan pertama, minum air hangat dengan harapan dapat membantu mengeluarkan adanya benda asing termasuk mengencerkan dahak yang ada di saluran napas kita. Selanjutnya, harus dibantu dengan istrahat yang cukup, karena pada keadaan kelelahan dan turunya daya tahan tubuh, batuk akan bisa makin parah. Apabila batuk belum juga reda, sebaiknya dikonsulkan terlebih dahulu ke dokter untuk diperiksa dan ditentukan penyebab pasti dari batuk tersebut agar terapi yang diberikan tepat sesuai dengan penyebab batuknya (etiologinya). Batuk biasanya ada yang sem buh sendiri, cukup dengan istrahat
dahak di saluran napas.
dr. AA Ngr. Gd. Dharmayuda
dan minum air hangat saja. Na mun, batuk juga bisa disembuhkan dengan pemberian obat. Dengan diketahuinya penyebab utama dari batuk tersebut, pengobatan yang akan diberikan akan lebih spesifik sesuai dengan penyebabnya. Jika batuk disebabkan karena adanya bakteri, pemberian antibiotik ada lah pilihan utama, seperti pada ka sus tuberkulosis (TBC), pemberian antibiotik bisa sampai enam bulan. Jika batuk karena faktor alergi, pemberian obat antialergi harus pula dipertimbangkan. Pada kasus batuk yang belum bisa diketahui penyebabnya, pen anganannya bisa diberikan secara simptomatis berdasarkan gejalanya. Obat batuk secara umum ada dua jenis yaitu golongan antitusif dan golongan ekspektoran. Golongan antitusif digunakan terhadap jenis batuk kering dan golongan ekspek toran untuk tipe batuk berdahak. Ada pula golongan mukolitik, yaitu obat batuk yang diperuntukkan untuk membantu mengencerkan
PENANGANAN DENGAN OBAT TRADISIONAL Saat ini begitu banyak jenis pengobatan tradisional dalam pena nganan batuk. Sebagian besar menggunakan bahan-bahan alami, salah satunya dengan perasan air jeruk nipis yang dicampur dengan kecap manis. Pengobatan ini begitu lumrah di masyarakat. Apakah ini salah ? Hal ini sudah berkembang secara turun-temurun yang di anggap sangat berkhasiat dan juga karena hampir tidak ada efek sam ping. Penelitian terkait jeruk nipis menyebutkan bahwa salah satu kandungan dari air perasan jeruk nipis yaitu minyak atsiri, dikatakan memiliki aktivitas antimikroba terhadap bakteri penyebab infeksi saluran napas. Namun, temuan ini belum bisa dijadikan acuan. Karena untuk dijadikan sebagai obat, se suatu hal tersebut harus memenuhi beberapa penelitian klinis sampai benar-benar dikatakan memiliki khasiat terhadap manusia. Penanganan batuk dengan jeruk nipis tersebut lebih cenderung mengatasi secara simpomatis saja, belum mengatasi masalah utama atau penyebab utama dari batuk tersebut. Tetapi karena efek sam pingnya yang hampir tidak ada, masyarakat masih menggunakannya dalam penanganan awal terhadap gejala batuk. “Karena itu, sangat penting sekali untuk mengenali jenis batuk. Bila dalam waktu tiga hari be lum ada perubahan, sebaiknya segera dikonsulkan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut,” sarannya. –Inten Indrawati/Ngurah Budi
Seks Siang Hari pada kondisi fisik yang bugar selepas istirahat malam. Bagaimana dengan siang hari? Hubungan seks di siang hari bisa dilakukan sewaktu istirahat siang pada mereka yang bekerja kantoran. Sebaiknya lakukan dengan pasangan anda yang sah tentu saja, manfaatkan waktu luang ini jadi menarik dan memilih tempat yang sesuai. Atau pilihan lain, anda bisa menuju rumah sebentar dan melakukan hubungan seksual dengan pasangan Anda di rumah, sebagai sebuah variasi dan kejutan. Terbatasnya waktu yang menjadi kendala karena mesti balik ke kantor lagi harus disikapi dengan cerdas. Kenapa tidak mencobanya dengan quickie atau seks kilat dan menggebu-gebu sekali-kali. Untuk mendapatkan romantisme yang mak simal dan tidak terganggu, Anda bisa melakukan seks siang hari hari kala libur dari berbagai aktivitas peker jaan. Jadi jangan jadikan variasi seks siang hari malah untuk bolos kerja, telat ke kantor dan bermalas-malasan bekerja. Ini malah tidak produktif dan tidak dianjurkan Jika ingin menikmati seks siang hari dengan maksimal, beberapa hal ini perlu diperhatikan.
1.Disetujui bersama. Semua perlu dikondisikan dan disetujui dulu, walau terkadang spontan pun akan bisa lebih meng gairahkan. Atur waktu dan tempat dengan baik. Karena tidak semua tempat akan terjamin keamanannya. Jadi buatlah suasana yang nyaman, pada ruangan yang nyaman pula. Gunakan ruangan yang mempunyai sirkulasi udara yang baik. 2. Makan siang secukupnya saja. Sesungguhnya, hubungan seks yang baik adalah di saat lambung tidak penuh atau dua jam setelah makan. Jadi, untuk menghindari perasaan mual dan kembung, janganlah makan siang dalam jumlah berlebih dan sam pai perut kenyang. Jadi, secukupnya saja. Jadikan acara makan siang justru sekadar apetizer atau pengantar buat hubungan seksual setelah lunch secu kupnya. Jadikan momen makan siang untuk memuji dan memberi rang sangan awal untuk hubungan seksual yang bakal dinikmati bersama. 3. Tidak mengganggu pekerjaan.
Hati-hati. Jangan jadikan agenda seks siang hari Anda malah membawa efek buruk merusak karier Anda. Jadikan agenda ini sebuah kejutan yang bisa menjadi pelecut semangat dan bukan malah sebaliknya. Jangan membuat semua jadi malah menjadi susah. Kalau kepepet akan waktu, lakukan quickie yang berkesan. Ingat, kalau pekerjaan di kantor sedang menumpuk dan banyak masalah, lebih baik tidak usah melakukannya. 4. Hati-hati “obat kuat”. Beberapa pelaku seks siang hari, sering kali menggunakan obat tambahan untuk potensi seksualnya. Hati-hati jika Anda sesungguhnya tidak memerlukannya. “Obat kuat” yang dijual sembarangan dan tidak jelas kandungannya apa malah bisa berbahaya bila Anda mengidap kelainan jantung atau mengonsumsi obat jantung tertentu. Banyak ke jadian membuktikan penggunaan obat dengan kandungan sildenafil sitrat dengan dosis tidak tepat malah bisa membuat jantung henti jantung mendadak dan akhirnya dapat menimbulkan kematian.
BUGAR
10
6 - 12 JANUARI 2014
Mengenal Sakit Kepala
Migrain paling Populer Sakit kepala merupakan masalah kesehatan yang paling sering terjadi dan hampir semua orang pernah mengalaminya. Keluhan pasien seperti kepala berat, kepala mau pecah, dan pusing.
M
enurut dr. Ayu Witriasih, M.Kes. sumber sakit kepala, misalnya dari jarang menjadi sering, dari sebelumnya ringan kemudian berat bisa merupakan pertanda yang serius dan memerlukan tindakan medis segera. “Rasa sakit atau nyeri merupakan keluhan yang sering didapatkan di klinik. Walaupun istilah sakit ini tampaknya sulit didefinisikan. Persepsi tiap orang akan berbeda-beda, karena keluhan ini berasal dari pengalaman subjektif seseorang yang sulit dilakukan pengukurannya,” ujar Kepala Puskesmas Denpasar Selatan IV ini. Ia menyatakan, penyebab utamanya sakit kepala antara lain ketegangan otot, migrain, kelelahan mata, dehidrasi, tekanan gula darah yang rendah, dan sinusitis. Ada juga penyebab sakit kepala karena keadaan tubuh yang sakit seperti meningitis, encephalitis, cerebral aneurysms, tekanan darah tinggi, dan tumor otak. “Persentase sakit kepala pada wanita banyak yang disebabkan fluktuasi yang terlalu tinggi pada hormon estrogen, terutama saat menstruasi. Biasanya dokter bisa menentukan penyebab
sakit kepala dari riwayat kesehatan penderita dan hasil pemeriksaan fisik. Kadang dilakukan pemeriksaan darah untuk menentukan penyebabnya,” kata dr. Ayu. Pada dasarnya ada lima jenis sakit kepala, yang penekanannya berangkat dari bagaimana rasa sakit itu dihasilkan. Pertama, rasa sakit disebabkan pembesaran pembuluh darah di dalam kepala. Tipe paling populer dari sakit kepala vaskular adalah migrain. Migrain bisa kambuh dan jika sedang muncul baru akan sembuh setelah 4-72 jam. Rasa sakitnya antara sedang sampai parah, dengan rasa berdenyut-denyut yang timbul pada satu atau dua sisi kepala. Gejala lain dari migrain adalah mual, muntah, dan sensitif terhadap cahaya atau suara. Perempuan lebih banyak mengalami migrain daripada pria. Kedua, cluster; rasa sakit yang begitu menyiksa, bisa berlangsung selama 15-180 menit. Biasanya terjadi pada satu sisi kepala, di belakang mata, atau pada daerah pelipis. Sakit kepala biasa terjadi pada waktu-waktu tertentu, seringkali saat jam-jam tidur, selama 4-8 minggu. Penyakit ini lebih banyak mendera
Sehat ala Ade Rai
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sehat ala Ade Rai” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id Rubrik ini diasuh Ade Rai.
Otot adalah satu-satunya barometer basal metabolik untuk tubuh. Artinya, jumlah otot yang dimiliki menentukan jumlah energi yang terbakar bahkan pada waktu istirahat. Semakin banyak seseorang memiliki otot, semakin tinggi pembakaran kalori bahkan di saat istirahat. Hal ini tercermin dari ditetapkannya otot sebagai penentu metabolisme tubuh dalam rumusan BMR (Basal Metabolic Rate), bukan lemak, bukan juga kadar air maupun tulang dalam tubuh. Ibarat ukuran mesin sebuah mobil, semakin besar ukuran mesinnya semakin tinggi kebutuhannya akan bahan bakar. Demikian juga otot, semakin banyak otot dimiliki, semakin tinggi kebutuhannya akan bahan bakar untuk mempertahankan hidup.
dr. Ayu Witriasih
kaum pria. Ketiga, myogenik; sakit kepala jenis ini memang sering dianggap sebagai ketegangan akibat otot-otot yang menegang di leher, pundak, kulit kepala, atau rahang. Pemicunya bukan sekadar cara duduk yang salah, tetapi juga stres, gelisah, atau depresi. Tidak heran bila sakit kepala ini termasuk yang paling umum, dengan intensitas ringan hingga sedang. Keempat peradangan; rasa sakit kepala akibat peradangan pada sinus dan diperparah dengan reaksi alergik. Penyebab lain dari sakit kepala jenis ini adalah meningitis, dimana terjadi peradangan dari membran yang mengelilingi otak dan saraf tulang
belakang. Kelima traction; rasa sakit kepala disebabkan oleh adanya tumor maligna yang menyebar ke bagian tubuh lain, abses, dan pembengkakan lokal yang terisi darah. Rasa sakitnya akan lebih parah pada pagi hari, dan menjadi lebih parah saat pengidapnya batuk, buang air kecil, atau mengejan. Ia menyebutkan, beberapa penyebab sakit kepala seperti rasa cemas yang ekstrim, cahaya yang terlalu menyilaukan baik dari paparan sinar matahari, cahaya lampu, hingga monitor TV atau komputer menyebabkan tekanan pada otot mata. Penyebab lain, tidak sarapan pagi atau berpuasa tanpa adanya persiapan. “Seringkali rasa sakit kepala timbul setelah minum obat, hal ini perlu menanyakan pada dokter. Latihan fisik yang berat dan yang berlebihan dapat membuat otot di kepala, leher, dan bahkan kulit kepala membutuhkan darah lebih untuk sirkulasi bahkan bisa membuat pembuluh darah di kepala dan leher bengkak dan tertekan. Untuk Anda yang sering tidur larut dan bangun pagi-pagi, sehingga waktu tidur menjadi berkurang,” papar dr. Ayu. Penyebab lain, kurangnya jumlah sel darah merah di dalam tubuh atau anemia. Stres dan depresi, gangguan pada jantung, kolesterol, stroke, sakit gigi juga bisa jadi penyebab lain. Keju juga disebut sebagai pemicu sakit kepala sebelah alias migren karena
mengandung tyramine. Red wine; alkohol yang terkandung dalam minuman itu akan meningkatkan aliran darah ke otak. Sakit kepala yang tidak terlalu berat bisa dilawan dengan obat penghilang rasa sakit seperti aspirin, paracetamol (acetaminophen), tetapi keadaan sakit kepala khusus seperti migrain memerlukan perawatan yang lebih khusus. Ia menyarankan, solusi yang baik adalah gaya hidup sehat dengan tidak merokok, minum air cukup, jangan banyak minum alkohol, perhatikan jadwal makan dan makanan sehat, tidur yang cukup, olahraga ringan secara teratur setiap hari. Beberapa cara alternatif yang bisa digunakan untuk mengusir penderitaan akibat sakit kepala: - Pemijatan pelipis atau leher, punggung, kepala, pelipis, dan bahu selama beberapa menit akan memperlancar peredaran darah di bagian kepala. - Kompres es batu di sekitar kepala, leher belakang, dan bahu akan dapat mengurangi rasa sakit di kepala karena ketegangan atau stres. - Lakukan tiga gerakan peregangan untuk mengurangi otot tegang: gerakan leher (dagu ke depan, ke atas, dan ke samping kiri dan kanan); gerakan bahu (gerakan bahu ke atas, putar bahu ke depan dan belakang); dan leher isometrik (tangan menekan pada setiap sisi kepala). Lakukan peregangan dua kali sehari selama 20 menit per sesi. Tahan peregangan selama lima detik, rilaks selama lima detik, dan ulangi setiap peregangan tiga sampai lima kali. - Latihan aerobik yang teratur, seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang, dapat mengurangi intensitas dan frekuensi migrain - Meditasi, yoga, dan relaksasi. -Wirati Astiti/Ngurah Budi
Strategi Meningkatkan Metabolisme 2 dalam lbs - Tahap 5: Kalikan dengan 10 untuk mendapatkan BMR Contoh: Untuk individu dengan berat badan 70 kg dengan kadar lemak tubuh 15%, maka kalkulasi basal metabolic rate-nya adalah sebagai berikut: - Tahap 1: 70 kg x 2,2 lbs = 154 lbs - Tahap 2: 15% - Tahap 3: 15% x 154 lbs = 23,1 lbs - Tahap 4: 154 lbs – 23,1 lbs = 130,9 lbs atau dibulatkan menjadi 131 lbs - Tahap 5: 131 lbs x 10 = 1310 kalori
Rumus BMR (Basal Metabolic Rate) Metode ini adalah cara mendapatkan asupan kalori harian minimum yang lebih kompleks daripada metode sederhana, namun lebih akurat dan logis. Arti dari kata Basal Metabolic Rate sendiri adalah jumlah kalori yang diperlukan oleh seseorang dalam sehari apabila tidak melakukan aktivitas sama sekali. Metode ini juga menggunakan konsiderasi marka metabolisme utama tubuh yakni massa otot tanpa lemak atau lebih dikenal sebagai
Jadi kebutuhan kalori harian minimum bagi orang tersebut demi menunjang kehidupannya apabila tidak melakukan satu aktivitas pun adalah 1310 kalori. Bandingkan dengan contoh individu yang sama dengan kadar lemak tubuh 20%, maka kalkulasi basal metabolic rate-nya akan berubah menjadi: - Tahap 1: 154 lbs - Tahap 2: 20% - Tahap 3: 20% x 154 lbs = 30,8 lbs - Tahap 4: 154 lbs – 30,8 lbs = 123,2 lbs atau dibulatkan menjadi 123 lbs - Tahap 5: 123 lbs x 10 = 1230 kalori
Lean Body Mass (LBM). Berikut ini adalah tahap-tahap menghitung kebutuhan kalori harian minimum melalui metode basal metabolic rate. - Tahap 1: Tentukan berat badan dalam lbs (berat badan dalam kg x 2,2) - Tahap 2: Ukur secara akurat persentase lemak tubuh (bodyfat level) - Tahap 3: Tentukan berat lemak tubuh dengan mengalikan persentase lemak dengan berat badan dalam lbs. - Tahap 4: Kurangi berat lemak dari berat total tubuh
Kebutuhan kalori harian minimum bagi orang yang sama dengan bodyfat yang lebih tinggi telah menyebabkan penurunan BMR sebesar 80 kalori. Hal ini juga berarti bahwa komposisi otot (LBM) dalam tubuh orang yang memiliki kadar lemak lebih tinggi adalah lebih sedikit dibandingkan dengan komposisi otot dalam tubuh yang sama tetapi memiliki kadar lemak yang lebih rendah. Hal ini terlihat dari perbandingan bobot otot di atas. Dalam contoh di atas, meskipun memiliki berat badan yang sama (70 kg), tetapi bobot otot pada bodyfat 15% (131 lbs) lebih tinggi 8 lbs (3,6 kg) daripada bobot otot pada bodyfat 20% (123 lbs).
Protein Tubuh mengeluarkan lebih banyak upaya untuk mengurai protein daripada lemak maupun karbohidrat. Berbagai studi ilmiah juga telah mencapai pada suatu kesimpulan bahwa protein bersifat “menciptakan panas” pada tubuh atau lebih dikenal dengan nama thermogenik. Panas ini ditimbulkan dari kalori yang lebih banyak terbakar (baca:dibutuhkan) untuk mengurai protein. Oleh karena itu, konsumsi protein juga diyakini memberikan nilai kalori net (net caloric value) yang jauh lebih rendah daripada karbohidrat maupun lemak. Kondisi penguraian protein yang lebih “boros” kalori justru sangat menguntungkan untuk membantu terciptanya defisit kalori. Bahkan dalam kondisi matematis kalori masuk = kalori keluar, proporsi protein yang lebih tinggi dalam diet bisa menyebabkan kalori keluar yang lebih banyak secara tersamar akibat “keborosan” kalori ini. Berikut ini adalah ilustrasi jumlah kalori yang mungkin terbakar sebagai akibat dari metabolisme protein. Apabila jumlah kalori keluar (aktivitas fisik) adalah sama antara protein tercukupi dan protein tak tercukupi, serta asupan kalori juga sama, maka net kalori yang terbakar oleh orang yang proteinnya tercukupi akan lebih tinggi daripada net kalori yang terbakar oleh orang yang proteinnya tak tercukupi. Karena tubuh mengeluarkan “tenaga ekstra” untuk mengurai dan mencerna protein. Tabel Efek Thermogenik Protein
STYLE
6 - 12 JANUARI 2014
Pekan lalu dalam pagelaran “The Exotic of Wastra” di Hotel Aston, Mira Andayani menampilkan sederetan koleksinya bertema “Naturalis Glam Young and Fun”. Dengan iringan musik Payung Fantasi, karyanya mendapatkan sambutan yang luar biasa dan gemilang.
Mira Andayani
U
ntuk acara fashion show yang cukup megah tersebut, Mira mengatakan sengaja memilih mendesain endek untuk busana ke pesta bagi anak muda termasuk para ibu muda menghadiri acara koktail. Menurutnya, masih sangat jarang kalangan muda, mau menghadiri pesta
mengenakan endek. “Mungkin mereka khawatir terkesan tua,” katanya. Dengan mengambil konsep banyak warna, Mira rupanya berupaya memunculkan kesan muda, girly serta playful lebih melekat sempurna. Sedangkan perpaduan brokat dan tile yang ditatanya sedemikian rupa serta dilengkapi dengan taburan payet sebagai efek glamor. Kalaupun ia lebih mengutamakan memilih endek dengan motif yang sudah ada di pasaran, tujuannya agar orang lain, atau semua
kalangan mudah untuk mengikuti. Namun, tetap dalam penggarapan tetap maksimal sehingga mendjadi busana yang istimewa. Terlebih dengan sentuhan akhir berupa akseori perak atau emas. Bicara inspirasi, Mira mengatakan selama ini insprasi kreativitasnya selain diperoleh dari lingkungan yang terdiri dari para ibu muda yang penuh tawa canda juga dari program The Style Network di Indovision, serta pilihan warna di acara Music Trace, yang menjadi tontonan favoritnya. – Sri Ardhini/Wirati Astiti
15
PELESIR
16
D
penginapan yang ada di Rante Pao. “Perburuan” makin sengit dan malam makin larut. Agustus 2013 merupakan high season untuk kun jungan ke Toraja karena banyaknya upacara Rambu Solo (upacara pemakaman) diselenggarakan di
DARA
6 - 12 januari 2014
9
Sambil Menyelam Minum Air
Setelah beberapa tahun tinggal dan berdomisili di kota Makassar, satu hal yang belum kesampaian yaitu jalan-jalan ke Tana Toraja. Rasa penasaran saya makin bertambah lagi dimana konon di Toraja ada tradisi menggerakkan (berjalan) jasad dari orang yang sudah meninggal, apa iya? Sepertinya saya harus benar-benar mengatur waktu untuk dapat menjelajahi Toraja. Tak lama berselang, hari libur pun datang dan yang lebih seru lagi kebetulan ber tepatan dengan akhir pekan, jadinya long weekend. i Makassar kebetul an saya tahu be berapa perwakilanperwakilan bus yang memiliki rute dari Makassar–Tora ja–Makassar. Beberapa perusahaan angkutan kota dalam provinsi yang terkenal seperti Bintang Prima, Bintang Timur, Litha, Liman, dll. Harganya pun Rp 150.000 (hanya tiket saja tidak termasuk makan/ snack). Perusahaan jasa angkutan ini umumnya menyediakan dua pilihan waktu perjalanan yaitu pagi pukul 09.00 atau malam pukul 19.00. Waktu tempuh dari kota Makasar ke Toraja sekitar sembilan hingga sepuluh jam. Karena saya penasaran dengan daerah-daerah yang akan dilalui menuju ke Toraja, saya memilih/ membeli tiket bus pagi. Saya sudah perhitungkan sebelumnya, dengan kata lain saya siap hunting atau pun terpaksa harus jadi backpacker ter lebih jika harus nginap di lobi hotel/ emperan toko jika tidak mendapat kan penginapan. Bus tiba di kota Rante Pao pu kul 21.15. Saya dan beberapa bule sepakat berjalan sama-sama untuk hunting hotel. Iyan, bule asal Ka nada ikut dengan saya. Saya sudah mengantongi beberapa nama dan alamat hotel/losmen/
6 - 12 januari 2014
bulan itu. Akhirnya saya tiba di Wisma Monica. Ternyata kamar tersisa hanya dua itupun hanya untuk dua malam saja karena sudah ada yang booking pada dua hari yang akan datang. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 22.15 dan bahkan sementara dibersihkan. Tak lama beberapa bule yang tadi juga menyusul kami karena mereka be lum mendapatkan hotel. Ternyata “dewi fortuna” bersama saya. Kota Rante Pao tidak seperti yang saya bayangkan. Pukul 23.00 sudah tak ada banyak aktivitas dari warga ataupun turis. TEDONG BONGA Berdasarkan info dari petugas hotel, di pagi itu akan digelar upacara “Rambu Solo” di Desa Barana yang berjarak sekitar lima hingga enam kilometer dari ho tel kami. Selesai sarapan kami langsung mempersiapkan diri dan tak lupa memakai pakaian serba hitam, walaupun tak ada keharus an setidaknya menghargai budaya setempat. Kami berjalan sekitar beberapa kilometer dari hotel kemudian menaiki ojek yang biaya nya sekitar Rp 15.000 untuk
sekali jalan. Menurut cerita tukang ojek, acara yang akan di adakan di desa tersebut merupakan upacara kematian dari keluarga salah seorang bangsawan dan juga pemilik sebuah rumah sakit terke nal di kota Makassar. Wah, pasti ac ara akan sangat meriah! Berselang beberapa menit, kamipun tiba di
Menjelajahi Tana Toraja ala Backpacker tempat perhelatan sebuah rumah dengan halaman yang sangat luas, kami disapa dan bertukar cerita dengan penduduk lokal yang begitu ramah, mereka menceritakan ten tang acara tersebut. Di halaman rumah tersebut juga dipenuhi dengan masyarakat dari berbagai kalangan dan bahkan wisatawan asing pun tak kalah banyaknya, rumah-rumah Tong konan, serta “bale/gedongan” (semacam aula juga dibuat be berapa unit dengan desain penuh seni dengan ukiran-ukiran adat setempat untuk menyambut para tamu undangan maupun keluarga yang datang dari berbagai daerah. Di Toraja, jenazah tidak di kuburkan di dalam tanah, melainkan di dalam goa (diletakkan bersama petinya begitu saja) atau di liang yang letaknya di lereng gunung berbatu. Jazad tidak berbau lagi karena telah diformalin. Setelah jasad berhasil “disinggasanakan”, acara selanjutnya adalah ritual pe nyembelihan kerbau yang dilakukan tidak jauh di bawah singgasana Nenek Lely. Menurut salah seorang warga keluarga yang saya temui disana, mereka telah mempersiapkan 120 ekor kerbau, yang harganya berkisar antara Rp 80.000.000 hingga 250.000.000 per satu ekor. Jenis kerbau yang mahal biasanya karena memiliki corak tertentu atau bahkan memi liki mata berwarna biru, yang oleh masyarakat lokal biasanya dikenal dengan nama “Tedong Bonga”, harga yang sangat fantastis. Tiba-tiba di seberang ru mah duka, terdengar ker amaian dan penuh sorak masyarakat setempat, ada apa gerangan? Saya pun tak mau ketinggalan, akhirnya berlari menuju sumber keramaian tersebut Ternyata di lapangan sebelah rumah duka tersebut sedang diadakan adu kerbau dari kerbau-kerbau yang nantinya akan di sembelih. KAMBIRA BABY GRAVES TREE
Ajang Denpasar Festival menjadi agenda rutin pemerintah kota Denpasar di penghujung tahun. Acara ini juga dirangkai dengan acara melepas matahari 2013. Beragam stand di tampil di acara ini, mulai dari stand makanan tradisional hingga modern, stand fashion dan juga tak ketinggalan dari beberapa instansi pemerintah yang menyediakan berbagai informasi penting bagi masyarakat. Terlihat pun pameran fotografi dan lukisan.
D
enpasar Festival juga menyediakan areal seperti ruang untuk berfoto de ngan latar berbagai kesenian daerah Denpasar. Tahun 2013 Denpasar Festival menyuguhkan pemikiran mengenai “melali sambil melajah”. Hal ini dengan disediakannya dua stand yang memperlihatkan ber bagai bentuk penelitian siswa-siswi Kota Denpasar. Dimulai dari stand Kader Peles tari Budaya. Stand ini untuk per tama kalinya hadir pada Denpasar Festival 2013 ini. Mungkin banyak yang belum tahu apa sebenarnya Kader Pelestari Budaya itu. Kader Pelestari Budaya adalah siswa-siswi Kota Denpasar baik SMA / SMK yang dipilih oleh masing-masing sekolah untuk mengikuti kemah bu daya. “Dari masing-masing sekolah dikirim 4 perwakilan yang terdiri dari 2 siswa dan 2 siswi,” ungkap Ni Putu Debby Chintya Kirana, salah satu Kader Pelestari Budaya. Kader Pelestari Budaya ini sendiri telah ada tahun 2005. Kader Pelestari Budaya ini digagas I Wayan Dalam Ary Kalki, S.S. Stand yang berada disebelah utara patung Catur Muka ini me mamerkan hasil karya para peserta lomba Jelajah Pusaka 2013 yang
terdiri dari lomba karya tulis (dilak sanakan 17 November 2013) dan juga foto jurnalistik (dilaksanakan 5 November 2013). Lomba Jelajah Pusaka ini mengambil syarat agar karya tulis dan foto jurnalistik ini menampilkan tema Zona Z. Zona Z sendiri adalah kawasan warisan budara dengan jalur yang berbentuk Z dimana berada di wilayah pusat Kota Denpasar dimulai dari Puri Pe mecutan dilanjutkan ke Gajah Mada hingga Puri Satria (Jalan Veteran). Jika dilihat dari peta akan terlihat berbentuk Z pada daerah-daerah tersebut. Di bagian kiri stand dipamerkan 3 hasil karya tulis dengan peme nang juara I, II dan juga III. Juara I diraih oleh SMA Negeri 4 Denpasar dengan judul karya “ Trans former : Solu si Kreatif dan Ekonomis dalam Men dayaguna kan Sampah berbasis Lo cal Genius ( Studi Kasus: Zona Z Kota Denpasar Ka wasan Gajah Mada )”. Juara
II sendiri diraih oleh SMA Negeri 3 Denpasar dengan judul “Inovasi Pengelolaan Tata Ruang Pasar Tra disional Badung Malam Berbasis Filosofi Manik Ring Cucupu”. Juara III diraih oleh SMA Negeri 4 Den pasar dengan judul “ Pengaplika
sian Tri Hita Karana dalam Upaya Meningkatkan Euphoria Kearifan Lokal Terhadap Zona Z Melalui Konsep Kayung ( Kapal Dayung ) di Tukad Badung”. Masing-masing pemenang menyediakan maket
Hari berikutnya, saya dan Iyan menyewa motor untuk berwisata. Bermodalkan fotokopi peta yang saya ambil di hotel, kami men jelajahi obyek wisata yang terjauh dahulu. Kami mulai dari Londa. Londa adalah bebatuan curam di sisi makam khas Tana Toraja. Berikutnya ke To Lemo, tempat ini merupakan tujuan wajib yang perlu disambangi para pelancong dan penikmat budaya. Jangan takut untuk menelusuri beberapa lubang bahkan tidak berpintu dan mempertontonkan tulangbelulang yang memutih bahkan berlumut. Tujuan berikutnya Suaya. Ini adalah komplek pemakaman bangsawan dari Sangalla, yaitu yang berasal dari tongkonan Kaero. Di sini ada liang batu, yaitu kuburan yang dipahat pada tebing batu di
ketinggian. Ada juga “erong” atau liang kayu, peti jenasah bangsawan toraja yang banyak dipakai sebelum toraja mengenal pahat berbahan logam untuk memahat liang di batu/tebing. Selanjutnya kami ke Kambira atau lebih dikenal dengan nama Kambira Baby Graves Tree, kuburan bayi yang dibuatkan liang di batang pohon. Objek terakhir adalah Ke’te kesu’. Ke’te Kesu’ adalah objek wisata yang sudah popular diantara turis domestik hingga mancanegara sejak tahun 1979. Letaknya di kampung Bono ran yang berjarak 4 km dari kota Rantepao, Saya kembali ke Makasar naik bus yang berangkat malam hari agar bisa beristirahat di perjalanan. Teman-teman bule melanjutkan lagi perjalanan mereka di Toraja. -Agus Darmaputra/Ngurah Budi
agar pengunjung lebih mudah dalam memahami karya tulis mereka. Menurut salah satu siswa yang hasil karyanya dipajang terdapat beberapa kesulitan dalam membuat maket untuk pameran ini. “Ke sulitannya sendiri harus membuat lebih rinci lagi dalam menyem purnakan pembuatan maketnya. Ditambah lagi baru membuat nya empat hari sebelum Denpasar Festival di laksanakan,” ucap I Kadek Agus Wana Anggara Pu tra, dari SMA Negeri 3 Denpasar. Di bagian tengah stand ini dipamerkan 10 hasil karya lomba foto jurnalistik. Sama seperti karya tulis, masingmasing foto ini menampilkan gambaran mengenai Zona Z Kota Denpasar. Sepuluh foto jurnal
istik yang dipajang adalah hasil fotografer siswa-siswi di tingkat SMP hingga SMA/SMK se-Kota Denpasar. Walaupun masih be rasal dari kalangan pelajar SMP dan SMA/SMK namun hasil karya mereka mampu menarik per hatian para pengunjung. Untuk juara III diraih IB Putu Pramana Putra dengan judul foto “Seman gat Juang Hidup”. Juara II diraih Eunice Joy Wijaya dengan judul foto “Dua Sisi”. Juara I diraih I Gusti Ngurah Prana Jagannatha dengan judul foto “Tonggak Se jarah Pemecutan”. Di bagian kanan stand ini disediakan ber bagai buku penunjang dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar. Disamping stand Kader Peles tari Budaya ini tersedia stand milik Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar. Stand ini menampilkan beberapa poster karya tulis ilmiah dari siswa-siswi Kota Denpasar. Jadi ibarat sambil menyelam minum air, Denpasar Festival 2013 ini pun tidak hanya dapat menghibur selera seni hingga kuliner namun juga dapat menambah wawasan dari pengun jung Denpasar Festival. -Hemma/ Ari/Ngurah Budi
8
BUNDA & ANANDA
6 - 12 JANUARI 2014
17
Eklektik Tradisional
Orangtua Jangan Panik Bila bayi rewel dan menangis berkepanjangan, sampai tiga jam atau lebih dalam sehari, minimal tiga hari seminggu, dan berlangsung setidaknya dalam satu minggu, itu kemungkinan si kecil terkena kolik. Ayah dan bunda pasti bingung dengan kondisi seperti ini. Apa sih kolik itu?
dr.I Putu Gede Karyana
“P
G R I YA
Tren Arsitektur 2014
Bayi Kolik
enyebab kolik secara pasti tidak diketahui. Kolik pada bayi (kolik infantil) sering kali diasumsikan sebagai reaksi sensitif berlebihan karena bayi belum dapat mengatur sistem sarafnya secara optimal. Kolik infantil diduga juga merupakan suatu manifestasi dari tidak berhasilnya upaya bayi untuk berkomunikasi dengan orangtua. Umumnya dihubungkan dengan gangguan sistem pencernaan bayi yang belum sempurna. Kolik dapat juga disebabkan karena bayi mengalami intoleransi laktosa atau alergi terhadap susu sapi. Kolik sering dialami bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah,” ujar dr.I Putu Gede Karyana, Sp.A.(K). Dokter anak yang bertugas di RS Sanglah dan RSIA Puri Bunda ini mengatakan,
6 - 12 JANUARI 2014
Foto: www.sehatplus.com
angka kejadian kolik infantil bervariasi antara 5%-40% dengan kejadian yang lebih kurang sama pada bayi yang mendapat ASI maupun susu formula. Gejala umumnya timbul sejak bayi berusia dua minggu sampai usia 3-4 bulan. Gejala kolik infantil ditandai dengan tangisan yang bisa terjadi pada pagi, siang, sore, atau malam hari. Kebanyakan bayi mengalami kolik pada malam hari. “Serangan kolik yang membuat orangtua bingung adalah tangis yang lama dan bayi seringkali tampak seperti kesakitan. Kakinya ditarik ke arah perut, kepalanya bergerak-gerak, wajahnya kemerahan, mengerutkan dahinya, bising usus meningkat dan biasanya disertai buang angin (kentut). Gejala ini seringkali membuat orangtua sedih, kesal, dan tidak jarang pula frustrasi karena sangat sulit dihentikan,” papar dokter anak yang pernah bertugas di Nias, pascatsunami menerjang Nias. Umumnya, bayi yang mengalami kolik tetap mempunyai nafsu minum yang baik serta kenaikan berat badannya normal. Bayi dapat tampak sangat lapar dan sering mengisap susu yang diberikan dengan antusias. Tetapi, ia tetap menangis secara paroksismal. Menangis yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya aerofagia, sehingga perut kembung dan terjadi distensi abdomen. “Kolik infantil sebenarnya bukan penyakit yang membahayakan kesehatan bayi. Jika bayi mengalami kolik, orangtua sebaiknya tenang, jangan panik. Mimik kepanikan orangtua akan dirasakan juga bayi sehingga direspons dengan kepanikan pula oleh bayi,” tandas dr. Karyana. Sampai sekarang, belum ada obat yang pas guna
langsung menyembuhkan kolik pada bayi. Dokter Karyana memberikan beberapa cara yang bisa membantu untuk menenangkan bayi. Pastikan kebutuhan bayi terpenuhi. Misalnya, jangan sampai bayi terlalu lapar atau harus menunggu lama untuk disusui. Gendong sambil eluselus punggungnya agar bayi bersendawa. Gendong sambil diayun perlahan agar bayi merasa aman dan nyaman sambil menyanyikan atau memutar lagu favoritnya. Dekap ke dada agar bayi merasa hangat. Jika kulitnya terasa dingin, hangatkan dengan mengenakan sarung tangan, kaus kaki, dan selimut. Ajak jalan-jalan dengan kereta dorong atau naik mobil agar ia tenang. Mandikan dengan air hangat dan ciptakan suasana rileks di malam hari. “Jika dengan cara tersebut tidak membaik, orangtua perlu mempertimbangkan untuk membawa bayi ke dokter guna mencari penyebab, seperti apakah bayi mengalami intoleransi laktosa atau alergi susu sapi. Hati-hati juga dengan penyakit lainnya, seperti demam (suhu di atas 37,5 derajat Celcius), diare, atau infeksi lain dapat juga membuat rewel. Segera bawa ke dokter bila bayi dicurigai mengalami penyakit lain tersebut,” ujarnya. Jika bayi menangis berlebihan, jangan langsung menduga bayi pasti kolik. Tangisan bisa saja terjadi karena ia lapar, terlalu lelah, popoknya basah, atau kedinginan. Begitu juga, tidak tiap bayi menangis pasti lapar. Perlu kiranya mengatur pola minum bayi. Bila bayi terlalu berlebihan minum ASI/susu formula dengan kondisi enzim disakaridase saluran cerna masih rendah terutama di bawah usia 1,5 bulan, dapat menyebabkan timbunan gas meningkat di saluran cerna. Kolik dapat disebabkan karena bayi alergi terhadap susu sapi/susu formula. Bila ada riwayat alergi pada orangtua dan saudara kandung bayi, sebaiknya dikonsultasikan ke dokter untuk pencegahan alergi, termasuk kejadian kolik. Saat bayi menyusu, periksa apakah posisi mulut bayi sudah pas saat menyusu, dan sendawakan dengan benar sehabis
menyusu sehingga tak ada udara yang masuk ke dalam usus. Satu hal lagi, hindari kepanikan. Kolik akan menghilang dalam beberapa minggu dan tidak ada dampak jangka panjang terhadap kesehatannya. Kepanikan hanya akan menyebabkan respons bayi lebih ‘heboh’ lagi. Lima Fakta Tentang Kolik Infantil Tangis panjangnya sangat bisa membuat ibu baru panik. Fakta-fakta ini bisa membantu para orangt tua tetap tenang.
Seperti tren fashion, tren arsitektur pun terus berputar. Hanya saja, tren arsitektur ini tak seperti tren fashion yang mengacu pada negara tertentu yang bisa diarahkan. Tren arsitektur biasanya mengacu pada karya-karya arsitek-arsitek lokal maupun internasional yang smart, yang kemudian gaya-gayanya itu digali dan diikuti oleh arsitek-arsitek lain.
A
rsitek ternama di Bali yang karyakaryanya cukup berpengaruh di antaranya, Yoka Sara, Popo Danes, dan Ketut Siandana. “Yoka Sara misalnya, ketika awal ia memakai batu-batu
dinding memakai wallpaper motif ukiran. “Orang selalu mencari bentuk baru, biar tidak terus minimalis dan biar tidak terus tradisonal, munculah kembali tren yang aneh-aneh ini,” ujarnya. Dalam pengamatan Ketut
produk komersial mengambil tren minimalis karena itu marketnya, sehingga arsitekturnya
Kolik tidak menandakan bahwa selalu ada yang salah dengan tubuh bayi. Pemahaman lazim yang berlaku saat ini yaitu kolik adalah kondisi yang terjadi bila bayi menangis, lekas marah, dan rewel selama total tiga jam atau lebih sehari, lebih dari tiga hari dalam seminggu selama tiga minggu lebih. Padahal pada dasarnya, ada bayi yang jarang menangis, ada yang sering menangis. Kolik dimulai segera beberapa hari setelah bayi lahir. Kondisi ini umumnya ‘menghebat’ pada bayi usia dua minggu dan akan menghilang pada sekitar usia empat bulan. Kolik bukan karena kesalahan orangtua. Ibu dan ayah yang bayinya menangis terus sering merasa bersalah, bahwa penyebab kondisi itu adalah akibat ketidakmampuan mereka merawat dan mengasuh bayinya. Padahal tak ada hubungannya samasekali. Kolik tidak selalu akan berhenti dengan penggunaan obat. Penggunaan simethicone (diklaim sebagai antiflatulence: unsur penyalur gas dalam perut) tidak terbukti secara ilmiah menyembuhkan kolik. Informasi terbaru, Lactobacillus reuteri suatu bakteri baik (probiotik) dapat menurunkan tingkat tangis bayi hingga 95%. Kolik tidak menyebabkan bayi kelak menjadi ngambekan. Tak ada efek menetap pada bayi yang banyak menangis, kecuali bila saat menenangkan bayi dilakukan guncangan atau ayunan terlalu keras sehingga menyebabkan shaken baby syndrome dengan gejala perdarah an otak. –Ngurah Budi/ Ratna Hidayati
dr.I Putu Gede Karyana saat memeriksa kondisi seorang bayi
alam, semua menggali trennya dia dan ikut memakainya,” kata arsitek Waka Grup, I Ketut Siandana, S.T. ini. Dari pemikirannya dan melihat perkembangan sekarang, Ketut Siandana mengatakan, tren minimalis yang sempat menjadi tren beberapa tahun terakhir itu akan tergeser. Di dunia internasional, kembali muncul gaya eklektik. Gaya eklektik ini menggabungkan dua gaya yang berbeda. Misalnya memadukan unsur modern dalam hunian dengan aksen tradisional, ataupun gaya minimalis ditabrak dengan aksen tradisional. “Gaya ekletik ini gaya yang campuraduk,” tegasnya. Pengaplikasiannya dalam interior bisa dengan memakai style kursi lama yang ukiran itu tetapi dicat warna unik (warna emas atau merah) dipadukan dengan material kayu atau kaca. Terkadang ada juga yang memakai kayu gelondongan digabung dengan kursi ukiran. Bisa juga dalam satu ruangan ada kursi ukir dan di sebelahnya kursi yang simpel. Aplikasi pada
Siandana, khususnya di Bali, sekarang ini orang ingin melihat Bali seperti Bali tempo dulu yang asli, walaupun dikatakannya masih ada beberapa
pun mengikuti tren pasar itu. “Mulai 2014 sampai ke depan, tren minimalis akan bergeser ke original tradisi Bali,” ujarnya. Namun, dijelaskan founder
Sian ‘D’ Sain ini, kembalinya arsitektur Bali ke Bali tempo dulu tak serta-merta lantas memakai tanah pol-polan untuk dinding, dan seterusnya. Aplikasinya, hanya mengambil unsur-unsur dan warna-warna Bali. Dari kacamata Ketut Siandana, secara umum konsep minimalis adalah sesuai makna katanya minimalis/minimum, bisa ke bentuk sederhana seperti bentuk kotak, dekoratif yang hampir tidak ada, warnawarna yang dipakai minim yang terkadang bisa satu warna dan mengarah ke warna yang terang. Konsep minimalis dikatakannya masih tetap diadopsi ke konsep original Bali. Seperti, mengambil bentuk-bentuk ruang yang simpel (seperti kotak). Hanya, bentuk ornamentalnya bisa berbagai model, seperti lengkung, bulat, dan bisa dengan banyak garis, takikan (lekukan/kikisan), serta ukiran. Aplikasi konsep ini ke dalam bangunan, kembali memakai batu-batu alam yang berwarna lebih ke eart color (warnawarna yang membumi), natural, dan pengulangan garis pada ornamen. “Ornamen berupa
Ketut Siandana
garis-garis akan mengarah pada bentuk-bentuk ornamen tradisi Bali, seperti bentuk leher capung. Dan juga, pintu yang dulu minim mulai dihias lagi, memakai ukiran yang simpel (tidak ruwet),” jelasnya. Pengaplikasian konsep ini pada dasar bangunan atau arsitekturnya mengambil warnawarna alam yang lebih gelap. Untuk interiornya, ada perpaduan unsur eklektik dengan warna-warna natural yang lebih cerah/ringan. –Inten Indrawati/Wirati Astiti
18
TR A D ISI
6 - 12 januari 2014
6 - 12 januari 2014
l i f e s to ry
Tunggangi Tahun Kuda dengan Kebijaksanaan
Made Pada
Eksis Ukir Keris
Malam pergantian tahun 2013 ke 2014 sudah berlalu. Walau hujan mengguyur di beberapa tempat, tak menghalangi masyarakat melaku kan tradisi pergantian tahun ini. Acara meniup terompet dan bermain kembang api menjadi tradisi yang paling banyak dilakukan. Harapan pun dipanjatkan agar di tahun 2014 yang ber shio kuda ini kesuksesan selalu menyertai.
Keris merupakan warisan budaya yang patut dilestarikan. Keris pun bisa menjadi kebanggan bagi ke luarga-keluarga yang ada di Bali. Menjaga dan merawat keris juga diartikan sebagai penghormatan ke pada leluhur. Karena itu, ada yang mengukir gagang keris agar menjadi indah.
S
M
alam pergantian tahun juga identik dengan aktivitas keluarga, mulai dari membakar ikan atau daging, memotong tumpeng, sampai sembahyang bersama. Semua ini dilakukan sebagai wujud syukur tahun 2013 yang sudah dilalui dengan penuh suka dan duka serta doa menyambut tahun 2014. Gelegar suara petasan dan warnawarni kembang api di langit membuat suasana makin meriah. Walaupun ada larangan untuk menyalakan petasan, tak digubris oleh masyarakat. Suara petasan kembang api saling ber sahutan di angkasa. Hingga melewati pukul 00.00 pun suara petasan masih terdengar. Menjelang dinihari suara petasan berkurang, berganti suara hujan yang membasahi bumi. Tahun 2014 pun siap untuk dijalani. Salah satu agenda mengawali tahun 2014 adalah syukuran bersama yang dilaksanakan Pasraman Satya Dharma, Singaraja. Acara dimulai dengan siraman rohani Ketua Pasraman yang memberikan banyak evaluasi yang akan dijadikan sebagai titik temu keseimbangan yang baru di tahun 2014. Simakrama ini juga sebagai ung kapan rasa syukur, memupuk kebersamaan dan keikhlasan. Ketua Pasraman Satya Dharma Singaraja, Dr. AA Ngr. Oka Suryadinatha Gorda menuturkan tahun 2014 sering disebut sebagai tahun kuda karena penuh dengan kerja keras, kekuatan dan tangguh dalam segala halangan. Kuda merupakan hewan yang mudah untuk ditunggangi dan rela untuk ditunggangi oleh siapapun. “Tahun ini tahun penuh dengan kekuatan dan kerja keras. Banyak ukuran kemampuan kinerja dan kualitas diukur dengan ukuran kekuatan kuda. Namun, ada kelemahan di tahun ini, yaitu apabila kuda-kuda dalam organisasi ditunggangi oleh penunggang yang kurang bijaksana. Harapan kita tentu di tahun kuda agar penunggangnya memiliki
kebijaksanaan dalam memimpin,” tegasnya seraya mengatakan mengawali tahun baru yang penuh dengan kerja keras dan kekuatan secara filosofi. Acara yang juga digelar adalah penyerahan berbagai hadiah kepada para siswa-siswi Pasraman Satya Dharma Singaraja yang memiliki kreativitas tinggi dalam berbagai kategori. Selain itu juga dilaksanakan aca ra tukar menukar kado sebagai wujud dari rasa saling berbagi dengan sesama anggota Pasraman. Oka Suryadinatha menambahkan acara perayaan awal tahun 2014 dengan pemberian hadiah merupakan motivasi yang didasarkan pada akumulasi hasil penilaian selama 1 tahun masingmasing siswa. “Setiap bulan anak-anak Pasraman Satya Dharma, melakukan evaluasi dengan saling memberikan penilaian baik di bidang akademik, peningkatan kreativitas serta beberapa kategori yang mereka buat. Hal ini tentunya harus mampu dijadikan sebagai contoh evaluasi pada organisasi karena penilaian yang dilakukan didasarkan pada bukti-bukti dan terdokumentasi. Pemberian reward sebagai motivasi agar siswa Pasraman terus berkarya dan mengembangkan bakat mereka. Tidak hanya yang paling kreatif diberikan reward, tetapi sebagai wujud kebersamaan kepada siswa yang
7
paling disenangi serta paling pintar memasak juga diberikan peng hargaan. Hal ini membuktikan bahwa apapun kegiatan yang benilai positif akan diberikan penghargaan sebagai motivasi agar lebih baik lagi,” paparnya. Koordinator Pasraman Satya Dharma Singaraja, Komang Pariana
Putra mengatakan acara perayaan tahun baru 2014 memiliki nilai-nilai kebersamaan yang tinggi. “Pasraman yang telah menjadi laboratorium sosial pendidikan ini berharap semoga nilai-nilai kebersamaan yang kami pupuk bisa menjadi contoh karakter yang mampu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Perayaa n
tahun baru 2014 kami sambut dengan hal sederhana akan tetapi penuh dengan nilai kebersamaan. Mulai dari persiapan alat dan sarana prasarana adalah hasil kontribusi dari masing-masing angkatan yang secara kompak mendukung acara hingga selesai,” tandasnya. –Sri Marwati/Ngurah Budi
alah satu pengrajin yang menekuni ukiran keris adalah I Made Pada. Lelaki asal Banjar Taro, Desa Taro, Tegallalang, Gianyar ini awalnya menekuni ukiran kayu. Setelah itu ia beralih ke aksesoris emas dan perak. Banyaknya pengrajin serupa, membuat Pada pindah lagi menekuni ukiran untuk keris. “Dulu saya belajar mengenai aksesoris di tempatnya Bli Rugrug di. Dari pelajaran itu saya kembangkan menjadi ukiran keris yang kini dikenal dengan ukiran Taro,” ujar seniman kelahiran 3 Juli 1973 ini. Anak kelima dari pasangan Wayan Ubuh-Nyoman Ganti ini memang lahir dan dibesarkan di keluarga seniman. Ayahnya seorang undagi dan petani sedang kan kakaknya yang nomor dua juga dikenal sebagai tukang ukir kayu dan batu padas. Ketertarikannya kepada keris berawal dari keinginan agar keris tetap eksis. Kiprahnya di dunia ukir keris pun sudah diakui. Karya Pada pernah dipamerkan
di Museum Bali dan di Jakarta. “Pak Suteja Neka yang membawa ke Jakarta untuk pameran, bahkan mendapat penghargaan,” kenangnya. Ia mengaku suka dan duka dialami selama menggeluti seni ukir keris. Sukanya karena ia senang dengan keris dan ukiran sehingga melakoni pekerjaan dengan suka cita. Dukanya jika harga bahan khususnya emas dan perak mahal. Apalagi kalau sampai kekurangan bahan. Pada pun menjelaskan ukiran Taro di keris yang seperti tiga dimensi (timbul). Ukiran ini mirip ukuran kayu dan bahannya tebal. “Awalnya saya buat dulu ukiran kayu lalu saya aplikasikan ke ukuran emas atau perak. Ternyata hasilnya bagus. Ini kemudian menjadi cirri khas Taro. Generasi seumuran saya bahkan yang lebih muda pun banyak yang menekuni ukiran keris khas Taro ini,” jelas suami Made Widi ini. Ukiran timbul ini jika diamati dengan seksama seperti hidup. Kalau ukiran datar, lama kelamaan taksunya kurang. Kini ukiran keris
Taro sudah dikenal masyarakat. Tidak hanya keris yang diukir, ada juga yang mengukir barong dan pretima. Coraknya sama dengan yang di keris. MULAI RP 3 JUTA Selama ini Pada sudah mengukir pretima milik Pura Pande Peliatan dan Pura Melanting Buleleng. Selain itu, koleksi keris perseorangan banyak. Kebanyakan adalah keris pusaka yang di rumahnya. “Kalau untuk duwe Pura biasanya masyarakat datang membawa canang pejati. Kalau pribadi, tidak pakai itu, mereka datang dan minta kerisnya diukir. Satu hal yang lakukan adalah, mencari hari baik untuk memulai pengerjaan ukiran agar saya bisa menikmati pekerjaan,” tandas alumnus SMA Sila Chandra, Batubulan ini. Selama menggarap kreasi seninya, Pada tidak pernah mengalami hal-hal gaib. Sejak awal ia sudah mencari hari baik dan mohon tuntunan agar hasil karyanya bisa dinikmati pemilik. Ukiran yang biasa digunakan adalah patra sari, patra punggel, dan welanda. Pada tak berani mematok harga untuk proses kreatifnya itu. Harga tergantung bahan dan kemampuan dari penyungsung Pura. Bagi Pada, ia mendapatkan kebahagiaan jika hasil karyanya sudah selesai dan ditempatkan di Pura. Kalau masyarakat senang, Pada juga senang dan ini sama de ngan menambah jumlah saudara. Biasanya harga yang dierapkan berkisar mulai Rp 3 juta hingga Rp 150 juta. Semua itu tergantung bahan yang ingin digunakan. “Sekarang sudah banyak generasi muda yang menekuni ukiran Taro ini. Sambil sekolah, mereka bisa membantu orangtua untuk menambah penghasilan. Saya berharap ukiran Taro ini terus berkembang. Bukan hanya ukiran untuk keris tetapi juga patungnya,” tegas Pada Pesanan ukir keris ternyata tak hanya datang dari Bali. Ia juga menggarap pesanan dari Jawa
dan Malaysia. Beragam jenis keris pernah ia ukir, mulai dari keris lurus, betok, hingga luk. “Keris luk biasanya yang luk 11 hingga luk 13. Kalau penggemar keris pasti punya minimal satu betok. Keris lurus atau luk tergantung senangnya yang punya keris. Membuat ukiran keris paling lama tiga bulan kalau kombinasi dan 1,5 bulan kalau ukiran lebih sederhana,” ujar seniman yang pernah meraih penghargaan Wija Kusuma dari Pekmab Gianyar dan Anugerah Hadi Widjojo dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini. Hasil karya Pada bisa ditemukan di Musem Neka dan museum di Solo. Ia pun berharap bagi pemilik keris untuk terus melestarikan warisan budaya ini. Jangan lupa untuk mengupacarai keris tiap Tumpek Landep. “Saya pun akan terus menekuni seni ukir keris selama saya bisa bernapas. Saya senang mengerjakan ukiran keris ini,” tegasnya. –Ngurah Budi
6
l i f e s to ry
Dari TKW ke Penghuni RSJ Di salah satu sudut Rumah Sakit Jiwa, Selagalas Mataram, Yohana (55), bukan nama sebenarnya, duduk termenung. Sudah satu bulan ia menjadi penghuni rumah sakit tersebut, setelah keluarganya membawanya untuk mengecek kejiwaan nya akibat sering bicara sendiri. “Ia suka meracau tiba-tiba, bicaranya tidak jelas namun terdengar seperti orang me ngomel,” ungkap Ahmad, salah seorang keponakannya.
G
ejala kejiwaan itu terlihat sejak beberapa bulan terakhir. Namun, keluarga tidak menduga itu sebagai penyakit jiwa melainkan disangka tengah stres biasa. Sejak pulang dari Malaysia beberapa tahun lalu, ia memang dalam keadaan terguncang jiwanya. Yohana sempat sehat kembali dan normal. Ia juga bisa bekerja berjualan kue-kue di pasar dekat rumahnya, di Lombok Tengah. Kisah Yohana memang memprihatinkan. Beberapa tahun lalu ia berangkat ke Saudi Arabia menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW). Niatnya untuk memperbaiki kehidupan ekonomi keluarga. Ia membutuhkan banyak biaya untuk anak-anaknya sejak suaminya meninggal sepuluh tahun lalu. Yo h a n a t e r masuk TKW yang tidak beruntung dalam hal penghasilan namun beruntung tidak mendapat siksaan dari majikannya, karena terbilang berani melawan j i ka a d a s i ka p kasar dari majikannya. Hal inilah yang kemudian membuatnya sempat dipenjara di Malaysia. Ia beruntung meski pernah dipenjara, ia bisa pulang dalam keadaan hidup tidak menjadi korban seperti beberapa TKW lain yang nasibnya tidak baik. Setelah pernah menjadi TKW di Saudi Arabia tahun 2000-2002, ia pulang ke Lombok Tengah usai kontraknya berakhir. Karena tidak betah bekerja di Saudi Arabia, sebagai pembantu rumah tangga, ia tidak ingin kembali bekerja di sana, melainkan ia memilih Malaysia sebagai tujuan beri-
kutnya. Ia ingin beradu nasib di sana dan berharap nasib baik menyertainya. Setelah mengurus suratsurat untuk kembali menjadi TKW, ia pun berangkat dengan sejuta harapan di kepalanya. Sebuah rumah mewah tempat ia bekerja pada keluarga peng usaha. Di rumah yang besar itu, tugasnya adalah semua tugas pembantu rumah tangga. “Semua hal saya kerjakan,” katanya. Sejak hari pertama bekerja di sana, ia telah mulai merasakan bahwa kehidupannya tidak akan baik ke depan. Namun, demi mendapatkan rejeki, ia tetap berusaha bekerja sebaik mungkin. Kedua majikannya,
laki-laki dan perempuan bekerja. Mereka tidak memiliki anak dan jarang pulang. Pergi di pagi hari keduanya pulang ke rumah menjelang magrib. Keduanya kerap kali bertengkar. Namun, karena bukan urusannya, Yohana tidak mau ambil pusing. Pertengkaran-pertengkaran majikannya ia dengar saja. Jika itu terjadi, ia lebih memilih tidur di dalam kamarnya. Situasi makin hari makin tidak kondusif dirasakannya. Majikan perempuannya mulai berlaku
Rumah Sakit Jiwa, Selagalas Mataram
kasar padanya. Tidak bisa salah sedikit saja, ia main pukul dan main lempar barang-barang yang ada di dekatnya. Sapu, setrika atau apa saja yang ditemukannya saat marah, itulah yang akan dipakai untuk melempar Yohana. Awalnya Yohana mencoba bersabar. Melihat kelakuan majikannya, ia telah berjanji tidak akan memperpanjang kontraknya setelah dua tahun bekerja ia akan pindah bekerja di tempat lain. Kekasaran majikannya, makin hari makin menjadi. Pukulan-pukulan selalu mengarah pada tubuh Yohana. Yohana yang bertubuh tinggi besar ini telah mengantisipasinya. Hingga tidak satu pun benda keras dan pukulan sempat mampir di tubuhnya. Yohana selalu menahan dan m e l awa n a ga r tangan majikannya tidak sampai menyakitinya. Ta n g a n n y a selalu sigap menangkis tiap kali majikannya menggunakan alat untuk memukulnya. Hingga suatu hari, Yo h a n a s u d a h tidak kuat menerima perlakuan kasar majikannya. Ia merasa seperti binatang saja diperlakukan oleh majikannya. Suatu hari, saat ia masak di dapur, ia mendengar pertengkaran hebat majikannya di ruang tamu. Seperti biasa, ia tutup telinga dan tidak mau ambil pusing. Ia terus saja mengerjakan pekerjaan dapur dan memasak. Tiba-tiba dari belakang majikannya memukulnya dengan sapu tanpa ia tahu apa kesalahannya. Dari kaget dan menahan rasa sakit, Yohana berbalik dan menyerang majikannya dengan
sapu yang tadi dipakai majikannya untuk memukulnya. Majikannya yang mendapat perlawanan itu makin kalap, mengambil apa saja yang ditemuinya untuk menyerang Yohana. Yohana yang tubuhnya lebih besar dan tegap sudah kehilangan kendali karena marah diperlakukan tidak manusiawi. Tanpa banyak berpikir lagi, Yohana menangkis dan membalas serangan-serangan majikannya sehingga terjadi perkelahian sengit. Ujungnya, majikannya pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Atas perbuatannya itu, Yohana akhirnya dipenjara. Yohana tidak mau
masa tahanannya akan berakhir. Berbekal tiket dan dan ongkos pulang yang dibantu oleh Pemerintah Provinsi NTB, ia akhirnya bisa pulang kampung ke Lombok Tengah. Keluarganya menyambut dengan suka cita. Pulang tanpa membawa uang sepeser pun, rupanya menjadi beban tersendiri bagi Yohana. Sejak itulah ia menjadi pendiam dan jarang mau bicara. Trauma dan kesedihannya membuat ia sempat tidak leluasa bergaul. Ia banyak di rumah. Namun, karena dekat dengan keluarganya, ia masih tertolong sehingga ia bisa
Tanpa banyak berpikir lagi, Yohana menangkis dan membalas seranganserangan majikannya sehingga terjadi perkelahian sengit. Ujungnya, majikan nya pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Atas perbuatannya itu, Yohana akhirnya dipenjara. Yohana tidak mau menceritakan detil tentang bagaimana akhirnya ia menghuni penjara. Yang pasti ia dituduh atas kesalahan menganiaya majikannya. menceritakan detil tentang bagaimana akhirnya ia menghuni penjara. Yang pasti ia dituduh atas kesalahan menganiaya majikannya. Keluarganya di kampung lalu kehilangan kontak dengannya beberapa tahun. Hingga akhirnya, beberapa tahun kemudian, ada pejabat NTB yang berkunjung ke penjara tempat ia dihukum yang juga berasal dari Lombok. Yohana menceritakan segala hal tentang kisah dan pengalamannya. Atas negosiasi dan bantuan pejabat tersebut, ia akhirnya mendapat kebebasan. Kebetulan pula
normal kembali. Menerima kenyataan dengan kembali berjuang. Salah satunya dengan menjual kue-kue di pasar dekat rumahnya. Entah apa yang terjadi, beberapa tahun kemudian, ia kembali mengalami “sakit”. Ia suka meracau sendiri dan bicara sendiri. Keluarganya membawa ia ke rumah sakit jiwa Selagalas Mataram untuk diperiksa. Tanpa diduga, dokter rumah sakit tersebut mengatakan bahwa Yohana harus menjalani perawatan. Kini, di sanalah ia tengah dirawat. Sesekali keluarganya datang menjenguknya. -Naniek I. Taufan/Ngurah Budi.
TR A D ISI
6 - 12 januari 2014
6 - 12 januari 2014
19
Merariq
Jalan “Ksatria” Laki-Laki Sasak
Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki beragam kekayaan budaya dan tradisi yang memberikan identitas dan ciri bagi masyarakat sebagai komunitas pemiliknya. Memiliki tiga suku, SasakLombok, Samawa (Sumbawa, Sumbawa Barat) dan Mbojo (Bima, Kota Bima dan Dompu) yang kini populer dengan sebutan Sasambo (Sasak, Samawa, Mbojo), dengan berbagai tradisi dan kebiasaannya, dapat dikatakan sebagai salah satu daerah yang kaya budaya. Tiga suku asli yang mendiami dua pulau besar di NTB, Pulau Lombok (suku Sasak) dan Pulau Sumbawa (suku Samawa dan Suku Mbojo) ini, masing-masing memiliki budaya yang sama eksotiknya.
K
ekayaan budaya
NTB dengan tiga sukunya ini, salah satunya terletak pada bahasa. Orang NTB memiliki tiga bahasa yang berbeda yakni Bahasa Sasak yang dipergunakan oleh masyarakat suku Sasak di Pulau Lombok, Bahasa Sumbawa (Basa Samawa) dipakai oleh masyarakat suku Samawa di Sumbawa dan Sumbawa Barat dan Nggahi Mbojo (bahasa Mbojo) yang dipakai oleh masyarakat suku Mbojo yang tinggal di Bima, Kota Bima dan Dompu. Kekayaan budaya lain yang dimiliki oleh daerah ini, juga ada pada tradisi yang menyertai siklus hidup masyarakat tiga suku tersebut. Tradisi-tradisi ini tampak saat mereka masih dalam kandungan ibundanya, saat baru dilahirkan, ketika bayi, saat anak-anak, menjelang berumah tangga, saat menikah hingga ia mengandung kembali (bagi perempuan).
Berbagai kearifan lokal, tampak dalam tradisi asli yang menyertai siklus hidup masyarakat Sasak, Samawa dan Mbojo. Meski ada kemiripan dari tradisi pada tiap tahapan siklus ini, terutama antara Suku Mbojo dan Samawa, seper ti tradisi tujuh bulanan, Kiri Loko (Mbojo) dan Biso Tian (Samawa) serta Peta Kapanca (Mbojo) dan Barodak (Samawa), namun tetap menyimpan keunikan tersendiri. “Yang sangat berbeda dalam hal tradisi tiga suku ini, baik sebagian maupun seluruhnya, adalah Suku Sasak,” ujar Mustakim Biawan, budayawan yang juga mantan Kepala Taman Budaya NTB. Nyaris tidak ada kesamaan, terutama dalam hal prosesi adat antara tradisi dalam siklus hidup masyarakat Sasak Lombok dengan dua suku lainnya di Pulau Sumbawa itu. Salah satu hal yang sangat berbeda dari tradisi siklus hidup masyarakat Sasambo ini, antara Suku Sasak dengan Suku
Mbojo dan Samawa, adalah dalam hal perkawinan. Kedua suku yang berdiam di Pulau Sumbawa, tradisi perkawinannya diawali dengan cara lamaran. Bagi Suku Sasak, pernikah an tidak diawali dengan cara melamar, melainkan dengan Merariq (salah satu proses pranikah dengan cara mengambil gadis idamannya, yakni “mengalihkan perhatian orangtua dan keluarganya” dengan tujuan pernikahan). Ada perbedaan yang sangat prinsip dalam hal ini. Bagi masyarakat Sasak, menikah dengan cara merariq, dipahami merupakan jalan menjadi “ksatria” bagi seorang laki-laki Sasak. Tidak ada proses melamar yang mengawalinya. Namun, dalam merariq, segala proses yang terjadi dilakukan dengan tata cara adat,
Barodak tradisi masyarakat Suku Samawa
rariq merupakan salah satu tradisi yang tetap dipertahankan oleh masyarakat Sasak secara turun temurun. Masyarakat suku Sasak memiliki tata cara perkawinan khas yang penuh dengan nilai dan norma-norma. Bagi Suku Samawa dan Mbojo, perkawinan harus diawali dengan lamaran. Suku Samawa juga mengenal Merari—kawin lari (laki-laki dan perempuan sepakat kawin tanpa
Cafi Sari dalam tradisi Suku Mbojo
salah satunya laki-laki dan perempuan yang berhasil lari, sama-sama sepakat. Jika seorang gadis sudah berhasil dilarikan, maka tidak ada istilah dipulangkan kembali pada orangtua maupun k e l u a r g a n y a . M e
proses lamaran. Biasanya ini terjadi karena salah satu atau kedua pihak orangtua atau keluarga tidak meres tui hubungan
mereka. Merari ini pengertiannya tidak sama dengan merariq Sasak). “Dalam perkawinan adat Sumbawa, hanya diperbolehkan dengan cara melamar,” kata Mustakim. “Kawin dengan cara merari sangat dilarang oleh adat Samawa, karena ini telah melanggar aturan adat. Jika hal ini terjadi, maka reaksi keras akan muncul dari keluarga pihak perempuan yang akan mencari si laki-laki. Nyawa adalah taruhan bagi si laki-laki. Jika mereka berhasil menikah, maka keduanya dibuang secara adat,” ungkap HL. Muhadli, budayawan Sumbawa yang tinggal di Sumbawa Barat. Mereka yang merari ada hukumannya, ada pula pengadilan khususnya. Pengadilan merari yang berada di Kesultanan Sumbawa dulunya ini, akan mengadili mereka yang menikah di luar tata cara adat istiadat dan melanggar normanorma adat Samawa. “Pasangan yang menikah dengan cara merari, dijatuhi hukuman, selain denda 30 sen juga dibui selama tiga bulan,” lanjut Muhadli. Begitu juga dengan suku Mbojo, yang dalam hal perkawinan tidak mengenal kawin lari atau disebut Londo lha. Perkawinan dalam tradisi Mbojo, mengikuti kebiasaan secara umum, yakni diawali dengan melamar. Dalam tradisi siklus hidup masyarakat Sasak, Samawa dan Mbojo, kental dengan nilai-nilai filosofisnya, aspek religiusnya, semangat bergotong royong dan diwarnai unsur keindahan. Kekayaan dan keberagaman tradisi Bumi Gora ini, kini, dalam beberapa hal mengalami modifikasi, yang secara tidak langsung terserap karena perkembangan zaman yang demikian pesat. Tentu saja ini bisa berimplikasi pada “terputusnya” informasi tentang seni dan tradisi dalam kebudayaan NTB yang asli, khususnya dalam hal tradisi siklus hidupnya, bagi generasi-generasi NTB saat ini dan selanjutnya. Karena itulah, masyarakat NTB berupaya sedapat mungkin untuk tetap menyelenggarakan kegiatankegiatan tradisi tersebut terutama menyangkut tradisi dalam siklus hidup masyarakatnya. Nilai-nilai kearifan lokal yang begitu tinggi dalam tiap tradisi yang dimiliki, bisa menjadi pedoman dan pengingat bagi masyarakatnya kala menghadapi perkembangan zaman yang pesat ini. -Naniek I. Taufan/ Ngurah Budi
W H AT S U P
20
6 - 12 JANUARI 2014
6 - 12 JANUARI 2014
INSPIRASI
5
Komunitas Xtra-L
Berawal dari Berat Badan 75 Kg Meniti karier sebagai model atau peragawati, kini bukan saja dimiliki oleh mereka yang bertubuh langsing tapi mereka yang bertubuh gemuk pun memiliki kesempatan itu, berlenggak-lenggok di catwalk sembari bergaya seksi seperti umumnya peragawati.
Janger Anak Jalanan Penampilan mengesankan ditunjukkan anak-anak buruh Pasar Badung di Pembukaan Denpasar Festival 2013. Mereka kompak membawakan tari Janger dan modern dance di hadapan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra. Ternyata proses untuk melatih anak-anak ini memerlukan kesabaran.
“A
nak-anak yang tampil ini adalah anak-anak buruh Pasar Badung. Mereka dilatih sejak tiga bulan sebelumnya. Sanggar Lentera Anak Bali (LAB) bekerja sama dengan ISI Denpasar untuk melatih mereka. Kami juga mendapat dukung Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kota Denpasar,” ujar Luh Putu Anggreni, salah satu Pembina dari Sanggar LAB. Latihan dilakukan disela-sela jadwal belajar mereka. Anakanak jalanan ini belajar tiap Jumat
dan Sabtu pukul 11.00-14.00. Awalnya latihan hanya melibatkan 3 mahasiswa ISI. Namun, menjelang pentas di acara Denpasar Festival, tim pelatih bertambah menjadi 10 orang. Mereka tak hanya melatih 35 anak menari kecak dan 7 anak menarikan tari modern, tetapi juga menyiapkan make up dan kostum. Anggreni menambahkan, para pelatih harus sabar saat melatih mereka. Konsep tarian yang dipilih juga yang sederhana agar mudah diikuti anak-anak usia 7 sampai 17 tahun ini. Tari kecak yang mereka bawakan menceritakan kisah tewasnya Subali oleh Sugriwa. Kisah ini
menginspirasi mereka untuk lebih mempererat ikatan persaudaraan dengan kasih sayang. Mereka tetap berjuang keras agar bisa sekolah dan menjadi anak pintar demi masa depan yang lebih baik. Konsep tarian modern dipilih oleh anak-anak itu sendiri. Mereka belajar dari lagu-lagu girl band.
“Mereka tak mau konsep tarian modernnya diubah. Alasannya sudah hapal dengan gerak itu. Pernah juga ada yang ngambek tidak mau latihan karena mereka musuhan. Setelah dilakukan pendekatan, akhirnya mau baikan lagi. Menjelang pentas, ada yang menangis karena diminta untuk fokus dan tidak bermain ponsel. Untungnya mereka bisa menyelesaikan permasalahan dan tampil ceria,” ujar Anggreni yang membina Sanggar LAB bersama dr. AA Sri Wahyuni, Sp.KJ, Dra. IA Puniadhi, dan Luh Putu Yunianti Suntari, S.Pd. Anak-anak jalanan ini adalah anak-anak pekerja di Pasar Badung dan anak-anak yang ikut nimbrung di pasar karena orangtua mereka bekerja di Pasar Badung. Anak-anak ini mengaku memilih belajar di sanggar LAB daripada dikejar-kejar petugas keamanan karena dianggap
mengganggu ketertiban umum. Sejak adanya sanggar di lantai IV Pasar Badung, anak-anak itu tetap dicari petugas keamanan. Tetapi, kali ini diarahkan ke lantai IV untuk belajar. LAB yang memulai programnya tahun 2011 ini mengupayakan adanya ruang bagi anak-anak kurang beruntung ini untuk bisa mendapatkan haknya dalam bidang pendidikan. Seluruh biaya belajar mengajar berasal dari sumbangan para donatur. Para guru pun sebagian merupakan para relawan. Kini sarana belajar mereka dilengkapi Taman Bacaan Masyarakat kerja sama Disdikpora Kota Denpasar. Pendekatan kepada orangtua pun dilakukan untuk menggugah kesadaran para orangtua anak jalanan ini mengenai pentingnya hak pendidikan bagi mereka. Pengurus LAB pun berkunjung ke kampung anak-anak ini. –Ngurah Budi/Wirati Astiti
Ririe Bogar
“T
idak ada yang berbeda, baik model bertubuh langsing atau pun gemuk, mereka melakukannya sama dengan para model umumnya. Kita juga pakai koreografi profesional,” ungkap Listya Angela, salah satu model dari RB Curvy, sebuah agency modeling yang menangani model-model bertubuh gemuk. Tya, begitu ia akrab disapa, adalah salah satu yang pernah mengalami depresi berat akibat tubuhnya yang supergendut. Rasa minder yang luar biasa membuatnya jarang keluar rumah. Yang namanya dicemooh, diganggu bahkan dimanfaatkan oleh orang lain, bukan hal yang aneh lagi dalam kehidupannya. Tya hanya satu dari sekian banyak orang-orang yang memiliki tubuh supergemuk, yang mengalami masalah serupa. Dunia menjadi terasa tidak adil, ketika orang lain bisa ceria menikmati kehidupan, sementara mereka tersiksa dengan tubuhnya. Berlatar belakang itu juga komunitas Xtra-L didirikan. Sebenarnya
komunitas ini didirikan secara tidak sengaja oleh Ririe Bogar, wanita yang juga memiliki tubuh subur. Awalnya, Ririe mengikuti event kontes kecantikan khusus untuk wanita bertubuh subur, Miss Impian, tahun 2005. “Dulu, aku pikir aku peserta paling gemuk. Ketika itu beratku antara 90-100 kg. Ternyata ketika kami dikumpulkan, aku baru tahu kalau banyak perempuan yang bertubuh jauh lebih berat daripada aku,” ungkap Ririe Bogar yang ditemui di kawasan Senayan, Jakarta. Keikutsertaannya dalam kontes tersebut ternyata tidak sia-sia, karena justru dari sanalah ia mendapat banyak inspirasi terkait dengan persoalan perempuan bertubuh gemuk. Yang namanya wanita, tentu saja topik yang paling sering diperbincangkan adalah soal penampilan, pakaian, dll. Dari sanalah naluri bisnis Ririe tergerak untuk membangun sebuah butik yang khusus menyediakan pakaian untuk wanita bertubuh besar. Banyak dari mereka bertubuh gemuk kesulitan mendapatkan pakaian yang cocok dengan ukuran tubuhnya. Kalaupun ada, modelnya sangat terbatas dan tidak sesuai keinginan. Maka jadilah Ririe bersama dua temannya membangun sebuah butik yang diberi nama Xtra-L Community. Di sana, para pembeli tidak hanya mendapatkan baju berukuran sesuai tubuhnya namun juga fashionable. Lebih dari itu, para pembeli juga mempunyai kesempatan curhat dengan pemilik butik atau pun sesama pengunjung. “Ternyata yang datang ke butik tak sekadar membeli baju, tapi juga curhat tentang berbagai hal, khususnya problema berat badan, dll. Ya problem orang gendut kan umumnya sama, yakni tidak percaya diri, stres, dll. Dari situ kami jadi sering berbagi. Jumlahnya pun makin ban-
Para model bertubuh subur dari RB Curve Modeling
yak, malah ada yang datang bukan untuk beli baju tapi khusus curhat. Keasyikan curhat, kadang sampai butik tutup pun mereka masih ngobrol,” tutur wanita kelahiran 3 Juli 1974 ini. Ririe sendiri meski kini tampil percaya diri, bukannya tidak pernah mengalami masalah krisis kepercayaan diri. Tubuhnya yang subur sempat membuatnya minder. Beruntung, kemudian dia bersekolah di luar negeri -Amerika dan Australia- sehingga rasa percaya dirinya lebih cepat pulih. Karena di sana lebih terbuka sehingga mereka yang memiliki berat berlebih tidak menjadi bahan olok-olokan sesama. Sebaliknya, mereka saling mendukung agar bisa tampil percaya diri. Urusan pakaian pun tidak masalah, karena begitu banyak toko menjual baju-baju berbagai model dengan ukuran-ukuran besar. Karena itulah ketika Ririe kembali ke Jakarta, ia bisa tampil penuh percaya diri dan banyak memberi dukungan pada rekan-rekannya yang memiliki masalah berat badan. Kerapnya pertemuan dan berbagi di antara pengunjung butiknya, akhirnya Ririe pun berpikir untuk membuat wadah bagi mereka yang bertubuh gemuk. Atas dasar pemikiran, di luar sana, tentu banyak sekali para wanita yang mengalami masalah kegemukan dan akhirnya depresi karena tidak tahu apa yang harus dilakukan. “Kami membentuk komunitas ini tahun 2007, awalnya lewat Friendster ,” tambah Tya yang mendampingi Ririe. Dengan cepat komunitas ini bertumbuh, jumlah anggotanya pun ribuan dari berbagai daerah di Indonesia. “Tahun 2007 jumlah anggota belum banyak. Lalu kami diundang dalam acara Kick Andy di Metro TV, lalu kami juga muncul di sejumlah program televisi lainnya. Setelah acara-acara itu, jumlah yang ingin menjadi anggota pun melonjak drastis. Kalau tadinya jumlahnya hanya ratusan, melonjak menjadi ribuan dalam waktu cepat. Komunitas Xtra-L menjadi tumbuh subur,” ungkap Tya yang juga Public Rela-
tion Komunitas Xtra-L. Tya masuk komunitas ini tahun 2010 setelah secara tak sengaja menemukan adanya komunitas ini saat surfing di dunia maya. SYARAT MINIMAL 75 KG Awalnya, kata Ririe, komunitas ini menetapkan syarat keanggotaan yakni minimal calon anggota harus berberat badan minimal 75 kg. Tapi dalam perjalanannya, syarat itu dianggap tidak relevan lagi, karena pasalnya, mereka yang merasa gemuk bukan hanya yang berat 75 kg ke atas, tapi di bawah itu pun, banyak. “Yang protes karena ingin bergabung tapi terganjal syarat, pun banyak. Tapi waktu itu kami bilang, memang syarat minimal harus 75 kg. Namun karena begitu banyak desakan, akhirnya kami pikir, banyak wanita yang beratnya belum mencapai 75 kg tapi tergolong gemuk, tak ada salahnya ikut bergabung. Ya sudah, akhirnya syarat minimal berat badan ini kami cabut, jadi siapa pun boleh menjadi anggota. Yang penting calon anggota yang masuk dapat memahami tidak menilai orang dari tampilan fisik saja, juga mau menerima kekurangan orang lain. Syarat itu dicabut sejak dua tahun lalu,” ungkapnya. Tya menambahkan, uniknya, sejak persyaratan dicabut, banyak yang tidak masuk dalam golongan bertubuh gemuk, minta bergabung dengan komunitas mereka. “Mereka biasanya adalah teman-teman dari anggota Xtra-L yang kebetulan sempat terlibat dalam berbagai aktivitas yang digelar komunitas. Mereka merasa asyik dan akhirnya mendaftar jadi anggota. Karena aturan syarat minimal berat badan sudah dicabut, ya, permohonan jadi anggota kita terima,” ujar Tya. Ia mencontohkan, ada beberapa anggota yang tadinya bertubuh supersubur namun kemudian berhasil menurunkan berat badan, tetap tercatat sebagai anggota. “Misalnya saja salah satu finalis Miss Big Indonesia yang tadinya beratnya sempat 100an kg. Lalu berhasil menurunkan berat badannya sampai 30 kg lebih
dan kini bertengger pada berat 60an kg, dia tetap menjadi anggota kami,” katanya. Memiliki banyak aktivitas menarik dan bermanfaat, serta suasana nyaman dalam pergaulan sesama anggota, agaknya menjadi daya tarik utama kenapa komunitas ini begitu cepat tumbuh dan berkembang. Lewat komunitas itu, mereka belajar bagaimana cara mencintai diri sendiri. Secara berkala mereka mengadakan pertemuan juga forumforum diskusi dengan berbagai topik menarik, terkadang pakar-pakar pun diundang untuk memberi pencerahan para anggota Xtra-L. “Kami memiliki banyak kegiatan selain gathering yang dilakukan secara berkala, kami juga aktif melakukan berbagai kegiatan sosial, termasuk kunjungan-kunjungan ke kolong jembatan, panti jompo, dll. Kami berbagi dengan semua orang,” katanya. Yang tak kalah menariknya adalah kegiatan wisata kuliner yang kerap dilakukan. Mungkin sebagian orang akan heran dengan kegiatan ini jika dikaitkan dengan tubuh mereka yang subur. Orang berpikir, karena sudah gemuk, kegiatan wisata kuliner tidak diperlu. Tapi pandangan warga Xtra-L, berbeda. Mereka justru sangat bersemangat mengikuti aktivitas ini. Bagi mereka, mencicipi makanan enak di tempat-tempat unik, justru merupakan petualangan seru. “Meski gemuk, kan, bukan berarti menghindari makan enak, kan? Kami semangat kok dengan kegiatan kuliner, termasuk kegiatan berbagi resep atau mencoba resep masakan baru. Ini menarik, lho,” katanya lagi. Menjadi gemuk, ucap Tya lagi, bukan berarti kita berpantang makan enak. “Bagi kami, itu biasa saja. Tapi tentu saja jangan berlebihan. Kami pun tidak melarang jika ada anggota yang melakukan diet, asalkan yang dilakukan adalah diet sehat. Jadi kalaupun mau diet, silakan, asal sehat. Jangan menyiksa diri mati-matian sehingga membuat badan sakit,” tambahnya. – Diana Runtu/Ratna Hidayati
4
INSPIRASI
6 - 12 JANUARI 2014
6 - 12 JANUARI 2014
SNAPSHOT
21
Nyoman Suarsa
GORO-GORO
Kombinasi Sistem Alam dan Akademik
2014
Menekuni dunia tari sejak kelas IV SD membuat Nyoman Suarsa tak bisa melepaskan dari dunia kesenian. Hingga kini, ia masih bertahan membina kesenian khususnya di Kota Denpasar. Ada tiga hal kunci yang ia sebutkan jika ingin menekuni kesenian. Apa saja?
“S
aya pernah dipanggil Gubernur Bali IB Mantra usai pentas di PKB. Kala itu saya menjadi Karna. Saya diwawancarai oleh Pak Gubernur. Ketika saya bilang saya dari Wangaya Kelod, beliau awalnya tidak percaya. Bukan hanya beliau, banyak orang tidak percaya saya dari Wangaya karena Wangaya daerah bisnis bukan daerah seniman. Dulu Wangaya menjadi daerah tumbuhnya arja tetapi terputus karena tidak ada yang meneruskan,” kenang Nyoman Suarsa yang akrab disapa Yang Pung. Walaupun Wangaya daerah bisnis tetapi tidak menghalangi niat Yang Pung untuk mempelajari kesenian. Pria kelahiran 7 Maret 1957 ini mulai belajar sejak kelas IV SD. Ia terus belajar hingga memutuskan masuk Konservatori Karawitan (Kokar) yang kemudian berubah menjadi SMKI. Ia juga berlatih di Lukluk, lalu berguru kepada Pak Kakul di Gianyar dan Pekak Rinda. “Saya dari keluarga kurang mampu. Hal itu tidak tidak mengurangi minat saya berlatih. Kurang mampu bukan alasan untuk mengurangi minat kesenian,” tandas pria keturunan Cina ini. Ia pun rela naik bus atau naik bemo menuju tempat latihan maupun ke sekolahnya. Yang Pung sempat kuliah hingga semester VII. Namun, impian itu kandas dan ia tidak tamat. Walaupun tidak tamat, ia masih eksis di dunia seni. Ia berpikir, kuliah bukan karena ingin pintar tetapi bagaimana bisa mewarisi kesenian kepada generasi berikutnya. Salah satu cara yang dikembangkan dengan mendirikan sanggar seni. Di sanggar, anak-anak bisa belajar menari. Seniman pun bisa mewariskan ilmu seninya. Sekarang zaman makin maju, minat orang untuk belajar kesenian makin sedikit. Namun, suami Ni Ketut Sri Nadi ini bersyukur perjuangan dari
tahun 1978 berhasil. Selain mendirikan sanggar, ia juga melatih sampai ke Kerobokan. Dari daerah yang tidak memiliki penari, kini Kerobokan banyak memiliki penari. “Saya banyak dapat pelajaran di luar kampus. Saya belajar di masyarakat. Sejak tahun 1976, saya belajar dari Pak Wayan Dibia, Pak Suparta, dan yang lainnya. Saya melihat bagaimana mereka membuat tarian. Lama-kelamaan saya bisa. Sayangnya, saya tidak pernah mencatat apa yang saya buat. Pak Dibia pernah memarahi saya karena tidak mencatat apa yang saya buat. Bagi saya, apa yang buat untuk masyarakat, bukan untuk diri sendiri,” ujar pencipta tari Tedung Sari, Sekar Ibing, dan Gopala ini. Tari Gopala merupakan tarian yang diciptakan tahun 1983 hingga kini masih ada dan kerap ditarikan anak TK. Yang Pung senang melihat hal ini. Tari Gopala merupakan tarian yang bertemakan kerakyatan yang ditarikan sekelompok anak-anak atau remaja putra. Tarian ini digarap Yang Pung sebagai penata tari dan I Ketut Gede Asnawa, M.A. sebagai penata tabuh. Gopala adalah sebuah istilah dalam bahasa Kawi yang berarti penggembala sapi. Tarian ini terinspirasi aktivitas yang dilakukan para pengembala di ladang atau sawah. SISTEM ALAM Tingginya minat anak-anak untuk belajar menari disyukuri Yang Pung. Ia memperkirakan di Denpasar ada 130 sanggar. Jika masing-masing sanggar memiliki 50 orang murid, sudah ada 6.500 orang yang belajar menari sebagai pewaris kesenian. Ini membuatnya cukup tenang dengan pelestarian seni. Dalam mendidik murid di sanggar, ia melihat ada perbedaan zaman dulu dan sekarang. “Dulu gurunya galak, kalau latihannya bawa kayu untuk memukul kalau gerakan salah. Ini sistem alam. Saya pun seperti itu kalau mengajar. Namun, karena saya pernah mendapat pendidikan formal, saya kombinasikan cara mendidik dengan sistem akademik. Berdasarkan pengalaman, ada anak yang dipaksa orangtuanya menari, padahal si anak tidak mau. Saya ajak dia main kelereng, main dengkleng. Begitu dia senang, baru saya ajar menari sampai dia bisa menari. Kalau sekarang dilatih dengan model zaman dulu, bisa lari mereka,” ujarnya. Ia pun menuturkan anak didiknya kini ada yang menjadi dokter dan insinyur. Jika diminta untuk ngayah menari mereka dengan sukarela melakukannya. Selain menari, seka tabuh anak-anak juga banyak di Denpasar.
Tahun 2014 yang diramalkan akan banyak membawa perubahan itu, sudah digeber. Tapi Amat sama sekali tidak gentar. Ia terus saja berkicau. “Jangan takut! Namanya kehidupan, semua juga akan berubah! Tapi jangan cemas! Bukan perubahan itu yang akan menentukan nasib kita, tapi kita sendiri! Tangan kita, kepalan kita, kaki kita, otot kita, pikiran kita, cucur keringat kita yang akan menentukan siapa kita! Hidup kita, nasib kita, tergantung pada kegigihan kita sendiri!” Mula-mula Bu Amat tidak bereaksi. Tapi karena suaminya kian hari meningkatkan kampanyenya, ia mulai gerah. “Sudah, Pak; kalau takut jangan panik begitu! Kok semua orang diajak cemas?!” Amat tercengang. “Lho, siapa yang panik? Bapak tidak takut kok! Siapa yang takut?! Bapak justru mengajak orang berani melihat kenyataan. Tidak perlu takut!” “O, jadi Bapak tidak takut?” “Kenapa harus takut? Takut apa coba?! Justru ketakutan itu sendiri yang harus dibasmi karena bisa membawa perubahan buruk yang tidak kita sukai. Jadi musuh utama kita bukan perubahan yang dibawa oleh pergantian tahun, tapi kondisi kita yang makin buruk, sehingga tak bisa lagi menyesuaikan diri dengan perubahan!” Bu Amat manggut-manggut. “Bapak pelajari dari mana teori itu?” Amat tercengang. Tidak biasa-biasanya istrinya mendebat begitu. “Itu bukan teori, Bu, itu kenyataan!” “Kenyataan yang ada waktu Bapak ngelamun? Jangan banyak ngelamun nanti kemasukan. Bisa tambah jauh dari kenyataan! Lihat nanti apa yang terjadi pada Elly, ibunya Diana!” “Apa yang terjadi pada dia?” “Nanti dia datang, Bapak tanya sendiri saja!” Bu Amat lalu menghindar ke dapur, sampai Elly datang. Amat langsung terkejut. Elly, ibu Diana yang biasanya ke mana-mana pakai kebaya dan jarik, muncul pakai celana blue jean. “Saya akan ke Jakarta besok ikut Diana,” katanya seperti sudah menebak pertanyaan yang muncul di benak Amat. “Kenapa? Bukannya Ibu dulu selalu ingin supaya Diana kembali ke rumah dan meninggalkan Jakarta yang sudah...” “Yang sudah merusaknya, Pak Amat?” Amat tak sampai hati mengatakan itu. Tapi itulah sebenarnya sengketa Elly dan Diana. Elly ingin Diana sebagai anak tertua menggantikan dirinya persis seperti dia. Tapi, Diana mau bebas dan menentukan hidupnya sendiri. “Setelah sebulan pulang dan kami berkumpul sebagai keluarga yang damai, tiba-tiba kami mulai lagi bertengkar,” kata Elly bercerita tanpa diminta. “Akhirnya Diana memutuskan kembali ke Jakarta membawa anak kembarnya. Dan, sama sekali tanpa pamit seperti dulu!” Elly tak bisa melanjutkan, air matanya memberondong. Kegagahan celana jeannya langsung luntur. Ia kembali jadi orangtua biasa yang akrab dengan kebaya dan jarik. Tangis Elly lama. Amat tak sabar, lalu mendesak. “Terus Ibu mau nyusul?” “Ya! Saya akan ikuti dia. Saya akan coba mengerti gaya hidupnya. Makanya sekarang saya pakai celana jean supaya dia tahu ibunya ini bukan perempuan kolot!” “Maksud Ibu, Ibu juga akan pindah ke Jakarta?” “Ya! Apa salahnya mengalah? Dunia sudah berubah, ngapain terus mempertahankan kebaya dan jarik kan tidak praktis! Emangnya kita Ibu Kartini?!” Amat terkejut. “Maaf saya kira ini bukan hanya soal kostum, Bu!” “Habis soal apa?” “Pandangan hidup!” “Apa pun namanya, saya akan menyesuaikan diri. Kalau dia tidak mau ngalah, saya akan mengalah. Mengalah kan tidak berarti kalah!” Amat tercengang. Bu Amat yang mengikuti percakapan itu muncul. “Itu alamat kalian akan terus bertengkar Elly!” Elly terkejut. “Kenapa begitu?” “Zaman sudah berubah. Biarkan Diana jadi Diana dan kamu tetap Elly. Biarlah berpisah, supaya saling kangen. Kalau ketemu pasti mesra. Sebulan kan cukup. Tahun depan sebulan lagi. Seperti kami dengan Ami. Dulu kami tiap hari bertengkar, ada saja yang dipertengkarkan. Sekarang setelah Ami hidup sendiri, justru baru jadi anak manis. Perubahan jangan dilawan, mengalir saja seperti air. Ya kan, Pak?!” Elly menoleh Amat. Amat tak bisa lain kecuali mengangguk. “Ya.”
Putu Wijaya Pelepasan tukik di pantai di sebelah Hotel Bali Hyatt, Minggu, (29/12)
Aksi bersih-bersih sampah plastik di sepanjang Pantai Matahari Terbit hingga Yang Pung saat melatih seka gong WHDI Provinsi Bali
Menurutnya ada 40 lebih seka gong anakanak dengan usia penabuh 7-9 tahun. Sepuluh tahun lagi jika mereka masih menabuh jadi tidak khawatir kekurangan penabuh. Bagi Yang Pung, kesenian (tari dan tabuh) tidak bisa dipisahkan dari masyarakat Bali. Penari dan penabuh harus saling mengerti. Jika bisa mendalami keduanya akan lebih baik lagi. Ia juga salut dengan pola regenerasi seniman muda di Denpasar yang bisa ditiru kabupaten lainnya. Salah satu caranya dengan menggiatkan pentas-pentas seni. Salah satu kalender tetap adalah pentas bagi seniman cilik di lapangan Puputan Badung serta adanya acara Melepas Matahari yang dilaksanakan di malam pergantian tahun. Yang Pung memang memiliki konsep kuat dalam berkesenian. Jika berkesenian, materi bukan prioritas karena materi tetap diperlukan. Kalau materi yang diprioritaskan, seniman akan gagal. “Ada tiga kunci jika menekuni kesenian. Pertama, seni itu ngayah dan memiliki nilai sosial. Kedua, harus punya ide/gagasan. Ketiga, harus tahu manajemen,” tandas ayah dua anak ini, Putu Desta Karisma dan Made Banda Prawira. Ia menjelaskan jika berkesenian hanya memikirkan uang akan dikutuk oleh seni itu. Seniman harus memiliki manajemen untuk mengatur, kapan saatnya ngayah dan kapan mencari penghasilan. Misalnya, jika diundang ngayah di pura, harus dilakukan dengan sukarela. Yang Pung pun sering mendapat honor jika menari di pura. Uang itu ia terima kemudian dipuniakan kembali. Tetapi, jika diundang menari di hotel, harus berani tawar-menawar. Jika diberi harga murah, jangan mau. “Kalau di pura jangan nantang harga, tetapi kalau di hotel, pasang tarif. Seni ini warisan leluhur yang tidak bisa seenaknya dipermainkan,” ujar kakek dua cucu yang punya prinsip tidak masalah jika tidak punya apa-apa, yang penting dirinya dan keluarga sehat.
Dunia seni membawa Yang Pung berkarier di SMKI. Ia tamat tahun 1977 dan setahun kemudian dipanggil untuk mengajar. “Tahun 1990 saya diangkat menjadi PNS yang diperbantukan sebagai guru. Saya sempat tugas di Dinas Pendidikan Provinsi Bali, lalu dipindah ke Museum. Saya orang buangan karena sulit diatur. Saya rasakan itu,” ujar pria yang sudah pensiun ini sembari tertawa. Selain karier, Yang Pung juga bisa melanglang buana berkat tarian. Zaman Presiden Soeharto ia kerap menari di Istana Negara jika ada tamu negara. Ia bahkan pernah ke beberapa negara Eropa, Jepang, dan Cina berkat kepiawaian menari. Baginya, nasib orang sudah ada di tangan Tuhan. Siklus hidup berupa suka, duka, lara (sakit), pati (mati) sudah dimiliki semua orang. Ini merupakan bekal semua orang, tinggal dijalani saja. Kegigihan Yang Pung di dunia tari tak diikuti anak-anaknya. Tetapi, ia tak memaksakan anaknya untuk mengikuti jejaknya itu. “Saya tidak pernah memaksa anak. Kalau dipaksa beda jadinya. Dulu saya senang sendiri dan orangtua tidak memaksa. Saya hanya mengingatkan anak jangan berbuat yang tidak-tidak. Mudah-mudahan anak saya hidupnya lebih baik daripada saya,” tegasnya. –Ngurah Budi/Ratna Hidayati
Pantai Padanggalak
Peresmian rute penerbangan baru Denpasar – Labuan Bajo – Tambolaka (vv), dengan pesawat ATR 72-600 “Explore”. Penerbangan perdana dilakukan Direktur Pemasaran dan Penjualan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Erik Meijer bersama pejabat Garuda lainnya, Jumat (3/1)
Untuk membuat sejuk kota, tak harus dengan pohon besar. Dengan pot tanaman juga bisa dilakukan. Seperti yang terlihat di sudut jalan Gatot Subroto Barat. Pot tanaman digantung menyerupai pohon besar. Unik dan cukup membuat indah.
Seminar Hasil Peneli tian Implementasi PIK - RM terhadap Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Remaja dalam PUP dan Triad KRR di Ruang Mana cika Kantor Perwakil an BKKBN Provinsi Bali, Denpasar, Selasa (31/12)
22
I N F O TO R I A L
Denpasar Festival 2013
Wadah Ekspresi Puncak Seniman Denpasar Pembukaan Denpasar Festival (Denfest) berlangsung Sabtu (28/12). Diawali dengan pertunjukan semar pegulingan. Disusul aksi panggung Band Emoni yang menyuguhkan lagu “Polisi Nego”, “Semeng Bangun Kepupungan”, dan “Meong-Meong”. Hiburan berlanjut dengan lantunan tembang “Denpasar Festival Song” dari Dian AFI dan Anggi yang berkolaborasi dengan Sanggar Belajar Lentera Anak Bali dalam Tari kecak yang mengisahkan perseteruan Subali-Sugriwa.
A
jang tahunan yang dihelat untuk keenam kalinya tersebut, dibuka langsung Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra ditandai dengan pemukulan alat musik kendang belig. Ia berharap perhelatan yang menjadi agenda tahunan Kota Denpasar dengan beragam acara penuh kreativitas tersebut dapat memberikan nilai tambah terhadap perkembangan Kota Denpasar ke depannya serta mampu mempengaruhi sumber SDM dan produksi dalam menggerakkan perekonomian rakyat. “Kreativitas berbasis keunggulan ini mesti berlanjut dan dikembangkan bersama-sama dengan mendukung dan menggunakan produksi kerajinan lokal, untuk mengurangi kebocoran ekonomi di Kota Denpasar,” ujar Wali Kota yang berlatar belakang pengusaha tersebut. Pesta rakyat yang digelar selama empat hari hingga Selasa (31/12) ini merupakan kegiatan sinergi antara Pemerintah Kota Denpasar dengan komponen masyarakat yang menampilkan beragam acara mulai dari seni, budaya, kuliner hingga tekstil, ini dirancang sebagai “on street festival”, melalui tema sentralnya “Denpasar Kotaku Rumahku” yang kegiatannya dipusatkan di areal bundaran Patung Catur Muka, Jalan Gajah Mada, Jalan Veteran, dan sekitar Lapangan Puputan Badung. Ketua Panitia Denfest 2013, AA Oka Suwetja memaparkan program Denfes dengan segala kreativitasnya menggambarkan Denpasar sebagai sebuah kota yang terbuka dan mutikultur. Melalui tagline “Creative in Motion” merupakan siklus identitas untuk mewujudkan produk kreatif, sehingga menjadi inspirasi dan imajinasi untuk membangun Kota Denpasar yang lebih maju. Tema yang diangkat kali ini
dikatakannya juga mampu menjadi cerminan kota modern yang merangkul tradisi menghadapi era globalisasi. Dalam perkembangannya, Denpasar menghormati keberagaman dengan tetap menjaga budaya Bali menuju kota kreatif berbasis budaya unggulan dan menjadikan Denpasar menjadi satu “Atitanagatawartama” di masa mendatang. Kabag Humas dan Protokol Kota Denpasar IB Rahoela mengatakan bahwa acara Denfest dipersiapkan optimal, dengan menyuguhkan segala budaya unggulannya sekaligus menjadi ikon budaya akhir tahun yang selalu ditunggu dan terkenang. Sehingga, dapat menjadi kebanggaan masyarakat Kota Denpasar.
LOMBA-LOMBA Pada hari kedua berlangsungnya Denfest, digelar Lomba Chef Antarsekolah di Denpasar bertempat di kawasan Jalan Gajah Mada, Denpasar. Acara ini diikuti 14 tim dari SMA dan SMK se-Denpasar, yang masing-masing tim terdiri dari dua peserta. Para peserta diberikan waktu 2,5 jam untuk mengolah sejumlah bahan yang telah disediakan panitia, termasuk presentasi
6 - 12 januari 2014
6 - 12 januari 2014
S E L E B R I TA S
3
Mira Andayani
Jadi lebih Bergairah Dunia fashion bukan hal yang baru bagi perempuan yang selau tampil modis ini. Namun, perempuan yang sempat menjadi modelnya Tjok Abi ini, mengaku keikutsertaannya mengusung karya tampil pada acara bertajuk The Exotic of Wastra di Hotel Aston adalah yang pertama baginya. Makanya saat akan mengikuti acara fashion show tersebut ia juga tak lupa mohon izin dan doa restu pada Tjok Abi.
Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra bersama Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara di antara undangan lain yang menghadiri Pembukaan Denfest, Sabtu (28/12).
dan dihidangkan di depan dewan juri. Mereka terlihat seru ketika diberikan kebebasan dalam me ngolah berbagai bahan ikan laut atau tawar, unggas (daging ayam), daging babi, telor, dan sayuran yang mencerminkan Bali secara tradi sional. Mereka diharapkan mampu membuat makanan tradisional Bali, seperti lawar, komoh, sate, dan makanan khas Bali lainnya. Kegiatan ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah Kota Denpasar untuk membangkitkan kuliner khas Bali. IB Rai D. Mantra menyampai-
kan kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan masakan khas Bali di kalangan anakanak. Dengan adanya lomba ini pula masakan khas daerah khususnya kuliner Bali akan semakin diminati oleh remaja. Ia berharap kedepannya kuliner khas Bali semakin diminati dan dikenal di semua kalangan. Selanjutnya dengan kemasan yang lebih baik, diharapkan pula kuliner khas Bali bisa sebagai oleh-oleh
bagi wisatawan. Selain itu, digelar pula lomba melukis untuk para seniman jalanan atau masyarakat Denpasar, serta pameran foto hasil jepretan masyarakat Denpasar dan sekitarnya. Ribuan pengunjung datang se tiap harinya. Meski terkadang harus berdesakan khususnya di kawasan depan jajaran stan kuliner, mereka terlihat tetap antusias melakukan wisata kuliner khas Denpasar, se telah sebelumnya sempat melihatlihat pameran yang ada. Meri, salah seorang pengunjung dari Tohpati mengatakan ia khusus datang ke Denfest untuk mencari sate kakul lengkap dengan tipat kegemarannya. “Saya ke sini juga ingin melihat pameran fotonya Denpasar Photographer Community, dan selalu menyaksikan fashion show,” ujar ibu dua anak yang mengaku mulai menggemari dunia fotografi ini. Jika kuliner ramai, itu pemandangan yang sudah biasa terjadi sejak awal berlangsungnya Denfest. Namun pada Denfest kali ini, yang menarik adalah ramainya kunjungan pada stan Perkumpulan Pecinta Tanaman (PPT) Denpasar yang menyajikan berbagai loloh tradisonal. Loloh yang bisa ditegak untuk menyegarkan badan serta mengobati aneka keluhan penyakit secara alami ini, disajikan dengan cita rasa yang modern sehingga semua kalangan bisa menikmatinya. Dalam acara yang dikatakan menjadi wadah ekspresi puncak para seniman Kota Denpasar ini, sekaligus menjadi momentum menunjukkan keistimewaan Kota Denpasar. Denfest memberikan wadah dan ekspresi bagi masyarakat untuk kreativitas budaya ekonomi dan pendidikan. Di samping itu, juga demi menyiapkan Denpasar meng-
Padatnya penonton di seputar catur muka saat acara pembukaan Denfest Poster seni yang ada di acara Denfest karya kelompok kartunis bogbog
hadapi berbagai tantangan dalam kreasi inovatif dan kreatif. Oka Suwetja menjelaskan dalam Denfest 2013 ini masyarakat bisa memilih hiburan dari tiga panggung yang ada. Tersedia pula 207 stan, yakni 55 stan tekstil, 44 stan ke rajinan, 8 stan pastry & bakery, serta 12 pasar tradisional. Selain itu ada rumah kemasan dan stan HaKI. Sedangkan, stan kuliner berjumlah 85 yang terbagi menjadi tiga zona, yakni di Jalan Gajah Mada, Jalan Veteran, dan depan Museum Bali. Meski Denfest sudah berlangsung beberapa kali, namun masih ada saja orang yang mangkel karena susah mendapatkan tempat parkir saat mau mendatangi area ini. Dan, beberapa orang juga lupa kalau beberapa jalan menuju tempat festival ini ditutup total. Namun, di antara masyarakat pengunjung lainnya, ada juga yang menginginkan Denfest dilaksakan dua kali dalam setahun. Dan terkait kemacetan, dinilainya menjadi hal yang biasa jika ada perhelatan. Tag line Denpasar Festival ke-6 adalah “Creative in Motion”. Suatu tema yang menggambarkan bahwa kreativitas di Denpasar bukan hanya sebatas bergulir, namun juga memiliki kapasitas menggelorakan dan menerapkan kreasi sebagai solusi dalam kehidupan sehari-hari. Bahwa, kreativitas mendasari kehidupan kota yang masyarakatnya mampu bekerjasama, berkolaborasi serta hidup harmonis berdampingan. Creative in Motion adalah cakrawala kreativitas yang bermula sebagai imajinasi, lanjut diciptakan sebagai produk atau jasa, kemudian dipentaskan atau dikonsumsi, lanjut didistribusi, lalu direnungkan kembali untuk menjadi inspirasi atau imajinasi proses penciptaan berikutnya. –ard/ten
Stan kuliner yang tak pernah sepi
L
antas bagaimana ia bisa ikut mengge lar karyanya dalam sebuah acara sebesar dan semegah The Exotic of Wastra tersebut? Pemilik nama lengkap Ni Ketut Mira Andayani ini mengaku sangat surprise, ketika sketsanya yang bermain dengan bahan utama endek dan brokat disertai sedikit sentuhan tile yang dikirim dalam rangka penjaringan peserta terpilih. Sebab, dirinya sadar masih tergolong seorang pemula dan bukan seorang desainer. Apalagi harus berkreasi dengan endek. Tampaknya dewi fortuna sedang berpihak pada perempuan kelahiran 10 Juni 1981 ini. Ia mengaku sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Dekranasda Kota Denpasar, IA Selly D. Mantra dan tim. Atas kepercayaan tersebut, Mira pun berupaya mengerjakan-
nya secara optimal, termasuk memikirkan detail penunjangnya. Mira tidak ingin mengecewakan orang yang telah memercayai dan membuka kesempatan yang istimewa ini. Sedangkan hasilnya, ia pun menyerahkannya pada penonton. Kalaupun setelah fashion show drinya memperoleh kesan positif, menurutnya itu adalah anugerah baginya. “Namun anugerah ini tidak akan ada jika tidak diberikannya kesempatan yang baik ini oleh Ibu IA Selly. Juga karena adanya bantuan dari Bli Nugie, termasuk bantuan aksesori dari Bara Silver dan doa para sahabat,” ujar istri dari I Made Ardika ini dan akhirnya sebagai pemula ia bisa mempersembahkan karyanya bersama para desainer senior lainnya di panggung yang sama. Mira memang dikenal memiliki prinsip ketika mengerjakan sesuatu selalu sepenuh hati, sungguh-sungguh, dan seoptimal mungkin. Hal ini sudah dibuktikannya dengan karyanya yang tampil di Aston. Begitu juga ketika mengikuti lomba poster. Meski berangkat dari ide yang sederhana, melestarikan budaya sembari mengangkat pengrajinnya, ia tetap mengerjakannya dengan maksimal. Mira bahkan langsung ke desa di Karangasem, meski harus hujan-hujan untuk menemui pengrajin endek,
yang biasa dipanggilnya memek, untuk menjadi bagian dari idenya. “Astungkara semua jerih payah kami terbayar dengan terpilihnya poster yang kami buat menjadi pemenang kedua,” ucap ibunda Eric Kusuma Minardi ini. Tidak berbeda pula yang dlakukannya ketika ia menjadi salah satu peseta pameran di Denfest di zona fashion & tekstil. Meski pamerannya berlangsung hanya empat hari, Mira pun berupaya menata stannya agar tampak nyaman. “Kalau saya sendiri nyaman berada di sana, mudah-mudahan juga pengunjung pameran juga nyaman masuk ke stan saya,” lanjutnya. Dengan semua peng alaman yang diperolehnya, putri dari pasutri I Ketut Sutharma dan Ni Komang Murtini ini mengatakan kini dirinya tambah terpecut, bergairah, dan berseman gat menggarap endek sebagai produk ungg u l a n Ko t a Denpasar yang 100% Indonesia. Sekarang ia ingin lebih banyak lagi mengenal dan belajar tentang endek dari semua sisi. BeranGkat dari Hobi Semula niatnya hanya membuat desain kebaya untuk digunakannya sendiri. Sebab, ia memang hobi dengan yang namanya fashion. Hingga pada suatu kes empatan ia melakukan persembahyangan di Pura Tanah Kilap, seorang temannya tertarik pada kebaya yang dikenakannya dan meminta dibuatkan yang sama. Akhirnya dari sinilah lang-
Mira dan model yang mengenakan desainnya
kah Mira mulai serius di dunia barunya bisnis fashion. Apalagi ia menyadari penggunaan kebaya saat ini makin tren di masyarakat. Segala aktivitas mulai keagamaan, pekerjaan kantor, adat, seremonial bisnis, acara wisuda hingga peringatan hari nasional, semua perempuan kini menggunakan kebaya. Menurut Mira, semua berkembang akibat cerita dari mulut ke mulut. Agar lebih nyaman ia pun memindahkan usahanya dari rumah menjadi sebuah butik di salah satu sudut belakang warung makannya di Renon. Singkat cerita, semakin hari pelanggannya pun bertambah. Selanjutnya atas saran para pelanggannya pula Mira pun memindahkan posisi Minardi Boutique ke depan, hingga kini. Mira juga bercerita kalau ia ikut pameran sejak Denfest keempat. Sejak ia membuka butiknya tiga tahun terakhir. Ia juga mengatakan produk yang dipamerkannya selalu berubah mengikuti tema yang diusung pada tahun bersangkutan. Seperti saat
Mira paling kiri usai fashion show di Aston
ini penekanannya lebih ke endek. Makanya kebaya-kebaya koleksinya pun dimodifikasi dengan endek. Selama ini ia memang dikenal berki prah di arena kebaya dengan brokat dan tilenya. Sedangkan untuk endek, koleksinya masih terbatas pada jenis endek jumputan dan endek mastuli. Namun, setelah dibukanya kesempatan dirinya bergabung di acara Denfest kini ia terlihat makin asyik menggarap bahan endek yang lebih beragam motifnya. Ia juga mengaku, sebelumnya agak takut mengolah endek, akhirnya dalam perjalanannya dengan kampanye dan gebrakan yang tak henti dilakukan Ketua Dekranasda beserta pemerintah Kota Denpasar, menjadikannya justru bersahabat dengan endek. “Sekarang saya senang menggunakan bahan endek, karena saya juga ingin ikut membantu pasar pengrajin,” tegasnya. Dengan fokus pada endek di tahun ini, menjadikannya juga lebih antusias datang ke desa-desa menemui para pengrajin. Di sana ia lebih lagi meggenal bagaimana proses sesungguhnya sepotong endek itu dibuat. Bahkan ia ingin belajar menjelajah lebih lanjut tentang motif-motif yang disebut patra, motif yang langka maupun yang tergolong modern. “Apalagi melihat motif-motif endek yang digunakan para seniornya pada saat fashion show di Aston, wow luar biasa sekali,” cetusnya. Disinggung kegiatan saat ini, selain terus berkreasi untuk memperoleh desain yang berbeda, Mira sejak lama juga dikenal sebagai sosok sangat rajin dan tidak pernah ketinggalan melakukan yoga dan meditasi. Malah katanya, jika ia sehari saja tidak melakukan meditasi penglihatannya bisa kacau. Untuk urusan meditasi, banyak juga orang yang datang ke tempatnya, bersama-sama melakukan meditasi. Bicara meditasi, bagi Mira, meditasi penting untuk ketenangan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari dan menjadi tidak mudah terpancing emosi. “Dengan meditasi, yang ada justru perasaan senang, serta selalu bersyukur dalam keadaan apa pun,” katanya sembari menambahkan meditasi menjadikan suasana hatinya terjaga dan nyaman serta mengontrol diri dari segala hal. Selanjutnya ditanya soal impian ke depannya, Mira yang mengaku selama ini belajar autodidak tentang desain, memiliki keinginan mengikuti sekolah desain yang formal untuk melengkapi kebisaan karunia Tuhan pada dirinya. Bukan hanya itu, ia juga masih punya impian yang lain, yakni membuat aksesori yang cantik dengan bahan endek. Apakah nanti dipadu dengan bebatuan atau yang lainnya. “Coming soon,” ujarnya. – Sri Ardhini/Ratna Hidayati
EKSPRESSO
2
6 - 12 JANUARI 2014
Pergelaran busana berbahan endek berta juk “The Exotic of Wastra”, Minggu (29/12) di Hotel Aston, Denpasar berlangsung se marak. Rancangan para desainer daerah dan nasional yang ditampilkan silih berganti ber hasil memukau para penonton.
M
@mingguantokoh
mingguantokoh
klik: www.tokoh.co.id http://www.tokoh.co.id/Edukasi/reuni-perkuat-imun-tubuh.html http://www.tokoh.co.id/Berita-Utama/lomba-fashion-show-endek.html http://www.tokoh.co.id/Kesehatan/tingkatkan-kesehatan-dengan-musik.html http://www.tokoh.co.id/Kesehatan/tips-cegah-cacingan.html http://www.tokoh.co.id/Mode/gaya-dengan-flat-shoes.html http://www.tokoh.co.id/Mode/tampil-trendi-dengan-tas-pilihan.html http://www.tokoh.co.id/Cantik/tips-memanjangkan-rambut.html
O
http://www.tokoh.co.id/Cantik/menjaga-kulit-tangan-tetap-segar.html http://www.tokoh.co.id/Kuliner/kue-bolu-tape-kreasi.html http://www.tokoh.co.id/Berita-Utama/garuda-perluas-rute-indonesia-timur.html
Salah Pilih
Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 2002. Ketika itu, bos saya yang di Jawa, pulang ke Bali. Ia bersama istri dan anakanaknya. Istri bos saya itu, orang Jawa juga. Mereka tak ada yang bisa berbahasa Bali saat tiba di Bali. Suatu saat, anak pertama bos saya itu pergi ke warung mem beli es. Sampai di warung, ia pun ditanyai oleh pedagangnya. “Mau beli apa Dik?” Ia pun menjawab, “Mau beli es.” Si pedagang ber
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
tanya lagi. “Es campur atau es tok?” Anak bos saya itu berpikir dalam hati, Kalau es campur sudah biasa. Kalau begitu, es tok saja ah. Ia pun menjawab lagi, “Es tok saja.” Si pedagang bertanya lagi,”Mau beli berapa?” “Tiga ribu Bu,” jawabnya. Setelah itu, anak bos saya itu diberi es batu satu tas kresek besar. Ia pun terbengong-bengong tapi tak berani bertanya. Dalam hatinya, ia terus bertanya-tanya. Beli es tok kok diberi es batu, satu
23
Suguhkan Fashion Show Spesial Endek
Ketiga, mulai edisi minggu depan, ada beberapa perubahan rubrikasi. Rubrik baru, yaitu Sudut Pandang, Culinary Corner, Nine, dan Mandalika. Sudut Pandang mengganti kan Snapshot yang akan mengupas masalah terkini yang dihadapi masyarakat dari hasil diskusi terbatas yang kami gelar tiap min ggu. Culinary Corner metamorfosis dari Chef Journey, yang berisikan Resepne Sarwan (peserta Masterchef Indonesia), serta profil chef, warung, dan restoran secara bergiliran. Nine dan Mandalika merupakan halaman khusus NTB yang mengupas sosok yang inspiratif di NTB dan informasi mengenai NTB lainnya. Kami berharap, perubahan ini dapat memberikan nilai tambah bagi para pelang gan, pembaca setia Tokoh, serta para relasi. Masukan Anda bagi kami sangat berharga. Karena itu, kami berharap Anda memberi kan saran dan kritik setelah membaca Tokoh tahun ini. Salam.
M G
I N F O TO R I A L
Geliat Endek di Denpasar Festival
Upaya Nilai Tambah Tahun baru, semangat baru. Awal tahun ini, Tokoh berencana melakukan beberapa pe rubahan penting. Pertama, kami akan melaku kan ekspansi pasar ke Nusa Tenggara Barat. Selama ini, Tokoh sejatinya sudah tersebar walau tak luas di NTB. Meski begitu, kami ingin lebih memperkuat pasar di sana. Kedua, tahun ini Tokoh juga melebar kan divisi event organizer. Kami menerima order pengerjaan event dari perusahaan. Tahun lalu, Tokoh sudah melakukan uji coba dengan menjalankan permintaan event dari Bank Internasional Indonesia serta Kemen terian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Tahun ini, kami memperluas segmen pasar. Kami menerima orderan event, terutama di daerah Bali, Makassar, NTB, Banyuwangi, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Palembang, dan Aceh. Kami akan berkolaborasi dengan seluruh media yang tergabung di Kelompok Media Bali Post yang tersebar di seluruh Indonesia.
6 - 12 JANUARI 2014
kresek pula. Sampai di rumah, dengan wajah sewot, es itu ditaruh di atas meja makan dengan keras. Ia ngomel-ngomel dan bercerita pada saya. “Saya disuruh pilih es campur atau es tok, saya pilih es tok. Begitu pilih es tok, malah dikasih es batu,” tuturnya. Saya pun tertawa ngakak. “Kok ter tawa?” tanyanya. Saya akhirnya menjelaskan, di Bali, yang disebut es tok itu ya es batu. Maksud nya, es saja. Dia pun tertawa
terbahak-bahak mengetahui hal tersebut. Beberapa hari kemudian, ke jadian serupa terulang kembali. Kali ini, kasusnya dialami pekerja rumah tangga mereka. PRT ini ke pasar senggol mau beli nasi. Ketika ditanya pedagang nasi di pasar senggol tersebut, “Mau beli nasi campur atau nasi tok?” Ia pun berpikir, nasi campur sudah biasa, lebih baik pilih nasi tok.
Maka, ia pun memilih nasi tok. Ia pun membeli nasi Rp 5.000. Dia pulang sambil tersenyum riang melihat bungkusan nasi yang besar. Dipikirnya, murah sekali beli nasi di Bali. Sampai di rumah, ia melihat satu bungkus nasi putih saja, ia terbelalak. Be gitu saya jelaskan, ia ikut tertawa. “Pantas saja banyak, hanya nasi putih, tanpa lauk,” katanya. -Wayan Tojan, Semarapura
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lain nya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Pan jang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Ratna Hidayati. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten, Tini Dwi Rahayu. Redaksi/Pemasaran Jakarta: Diana Runtu, Sri Iswati. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Pal merah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543–Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palmerah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
alam itu, suasana di Hotel Aston menjadi istimewa. Bukan saja karena Didiet Maulana, sebelumnya sedera tan desainer dan pengrajin Bali sep erti Rea Cempaka, Katrin Suthajaya, Dwi Iskandar ,Turah Mayun, Tude Togog, I Gusti Made Arsawan, Mi nardi Boutique, Sri Sri Embroidery, Sekar Jepun dan Pertenunan Artha Dharma juga turut memberi warna dengan karya mereka. Pada pergelaran khusus endek yang dihadiri mantan Presiden BJ Habibie, Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Provinsi Bali Ny.Ayu Pastika, jajaran pejabat pemerintah Kota Denpasar serta kalangan sosialita Jakarta maupun Bali ini, Wali Kota Denpasar, IB Rai D. Mantra, yang sekaligus membuka ajang fashion show tersebut, menga
merasa berkesan,” lanjut istri Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra ini. IA Selly juga mengutip ucapan para penonton yang mengatakan sangat puas menyaksikan “The Exotic of Wastra”. Kata mereka Pemkot Den pasar bersama Dekranasda Kota Denpasar berhasil menyuguhkan tontotan yang menarik, acaranya rapi dan tidak membosankan. “Yang juga membahagiakan adalah, dari 500 undangan yang disebar, yang hadir hingga 700 orang. Dan, istim ewanya, semuanya menggunakan endek. Pemandangan yang luar biasa,” ungkapnya. Selain itu, IA Selly juga mengata kan sebagian undangan yang sempat bertegur sapa dengannya menyam paikan akan terus mengunakan endek.”Mereka juga sangat surprise, betapa endek bisa keren setelah di jadikan baju, celana dan yang lainnya.
Ny. Selly D. Mantra menyerahkan bunga tangan kepada para desainer
masyarakat yang lebih luas. “Hal Grand Bali Beach dan Puri Dalem, wajib melengkapi diri dengan izin positif lainnya dari kehadiran Didiet berturut-turut menjadi pemenang 1, industri bukan pedagang pengecer. adalah, ia bisa langsung bertemu 2 dan 3 untuk kategori hotel. Ada yang menarik kali ini, yakni dengan pengrajin Bali, khususnya Sebelumnya, masih serangkaian Ketua Dekranasda Kota Denpasar IA yang ada di Denpasar. Malah, mer perhelatan Denfes ke-6, juga sudah Selly D. Mantra juga memberikan stan eka sudah melakukan kerjasama,” dilangsungkan Lomba Desain Kreasi khusus untuk para Duta Endek untuk lanjutnya sumringah. Wastra dalam Sketsa Gambar Tahun memajang hasil kreasi mereka. Masih bicara endek , untuk 2013 antar- Duta Endek Kota Den Tak hanya itu, IA Selly yang m e n d u k u n g pasar. Terpilih tiga orang pemenang telah menggagas terselenggaranya p e n g e m b a n kategori putri yakni, Nian, Chaca pemilihan Duta Endek, lebih lanjut gannya, dalam dan Ogek. Sedangkan, pemenang memberikan kesempatan kepada p e r h e l a t a n kategori putra diraih Cakra, Agas mereka untuk menampilkan hasil Denfest juga dan Pande. kreasinya di ajang fashion show yang dilaksanakan Juga, dilaksanakan lomba poster digelar di kawasan Jalan Veteran. l o m b a f a s h - antarpengrajin endek di Kota Den Bersama para seniornya dari As ion. Tahun lalu pasar, dengan tema “Endek Kita bes, para Duta Endek ini berhasil terselenggara Punya , Kita Pakai dan Kita Bangga”. menunjukkan karya-karya mereka lomba fashion Pemenang pertama diraih Wijaya pada masyarakat yang hadir di sana. endek untuk Kusuma yang menyuguhkan tag line Harapannya, dengan busana yang karyawan bank. “My Endek My Beauty”. Peringkat khusus didesain untuk kalangan Tahun ini, un kedua diraih Minardi Butik yang anak muda tersebut dapat menjadi tuk karyawan mengusung judul ”Melestarikan inspirasi untuk lebih lagi menyukai hotel dan ru Budaya Endek dan Menyejahterakan dan mengenakan salah satu hasil mah sakit. Se Pengrajin Kecil”. Sedangkan, Anac produksi 100% Indonesia ini. bab, kata IA araka yang menempati posisi ketiga IA Selly menuturkan, tiap tahun Selly busana tampil dengan “Typo Grai Endek , sejak 2009, pihaknya selalu mengge di rumah sakit Beautiful of Endek”. lar acara fashion show dengan tema dan hotel di Sebelumnya, tema tersebut juga yang berbeda setiap tahunnya. Jika Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. IA Selly Mantra bersama mantan presiden B.J Habibie, Kota Denpasar diangkat dalam seminar yang dihadiri sebelumnya panggung fashion show Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Ayu Pastika, dan para pendukung “The Exotic of Wastra” sebagaian besar para duta endek. lebih banyak diisi desainer lokal Kegiatan lainnya berupa pam dan pengrajin, pada pergelaran di jak semua yang hadir untuk bersama Saya senang, acara ini bisa dikatakan sudah memakai bahan endek. Kar - sama memajukan industri tenun cukup sukses mengajak penonton ena itu, Senin (30/12) juga di acara eran fashion & tekstil yang diikuti pengujung tahun 2013 ini, tercatat di kota Denpasar dan Bali. Endek untuk melihat bahwa endek bisa Denfes telah dilaksanakan lomba sebagian anggota Asosiasi Endek sangat istimewa, dengan dihadir dengan karakternya yang khas di menjadikan penampilan seseorang busana berbahan endek untuk ka Border dan Songket (Asbes) Kota kannya seorang desainer nasional langan rumah sakit dan hotel yang denpasar, digelar di kawasan Jalan bernama Didiet Maulana. ”Seluruh harapkan bukan hanya sebagai seni menjadi lebih trendi,” ujarnya. acara sengaja dihadirkan demi lebih tapi juga menjadi produk ekonomi Ditanya langkah berikutnya, IA ada di Denpasar. Untuk kategori Gajah Mada. Menurut Kadisperindag Kota lagi menguatkan citra endek Bali kreatif. Didiet yang dinilai sangat Selly mengatakan ia akan kembali rumah sakit, RSUP Sanglah berhasil konsisten mengangkat tenun ikat mendorong pengrajin atau desainer menggondol dua predikat sekaligus Denpasar I Wayan Gatra, pameran serta geliatnya di dunia fashion, di Indonesia, yang saat ini ikut men yang ada di Bali untuk membuat yakni sebagai pemenang 1dan 3. tersebut diikuti 52 pengrajin tekstil demi menjadikannya sebagai produk gangkat endek Bali, kiranya dapat busana siap pakai.”Apalagi saat Pemenang 2 jatuh pada RSU Manu endek. Ia menambahkan, pengrajin ekonomi kreatif,” kata IA Selly D. menjadikan endek yang pamornya ini saya melihat kecendrungan aba. Sedangkan, Griya Santrian, Inna yang menjadi peserta pameran ini Mantra. –ard/ten sudah baik di tingkat nasional ini masyarakat senang dengan endek, semakin berkembang, bahkan di tinggal bagaimana kita melihat internasional. peluang ini,” cetusnya. “Saya juga Seusai acara yang merupakan melihat beberapa pengrajin sudah rangkaian acara tahunan Denpasar mulai menyediakan pakaian ready Festival (DenFest) ke -6 tahun to wear.Hanya saja masih ada yang 2013, yang bertemakan Kotaku perlu meningkatkan kualitas jahitan Rumahku “Creative Emotion” ini, nya,” lanjut ibu tiga anak ini. Ketua Dekranasda Kota Denpasar Sementara atas kehadiran de IA Selly D. Mantra terlihat sibuk sainer nasional Didiet Maulana menerima ucapan selamat. Atas dengan koleksinya, menurut IA Selly, suksesnya pergelaran endek ini, ia semua sudah diatur Yang di Atas. mengucapkan “astungkara” dengan “Bagaimana mungkin Didiet sampai penuh rasa bahagia. membatalkan shownya di India dan Meski acara fashion show di lebih memilih untuk tampil di Bali Aston tersebut telah berlalu, ia dengan kreasi endeknya,” ungkap mengakui dimana pun bertemu nya. Hal ini juga didukung karena orang , acara tersebut selalu men komitmen yang sama antara IA jadi topik yang dibahas. “Rupanya, Selly dan Dididet Maulana. Mereka tanggapan penonton yang hadir ingin terus mengembangkan dan Pemenang Lomba Desain Kreasi Wastra Putri Pemenang Lomba Desain Kreasi Wastra Putra saat itu sangat positif, dan mereka memperkenalkan tenun ikat kepada
24
6 - 12 Januari 2014