24
30 Desember 2013 - 5 Januari 2014
EKSPRESSO
2
30 DESEMBER 2013 - 5 JANUARI 2014
I N F O TO R I A L
maksimal empat. Kalau di daftar Anda ada lebih dari itu, pilihlah yang paling penting dan mendesak atau yang pal ing bernilai dan berharga bagi hidup Anda. Dengan hanya sedikit resolusi, pencapaian Anda bisa lebih fokus dan terarah, kemungkinan berhasilnya pun juga lebih besar. Buat resolusi yang spesifik. Kalau target resolusi Anda abstrak atau rancu, pastilah pencapaiannya juga tidak maksimal karena sulit menentukan titik keberhasilannya. Jangan berkata, “Saya tidak mau gaya hidup yang malas”, tuliskan, “Saya mau berolahraga secara teratur” atau “Saya akan mengurangi jam nonton televisi.” Pecahkan gol utama Anda menjadi gol yang lebih kecil. Contohnya, jika Anda mau mengurangi berat badan, buatlah keputusan untuk, “menggunakan tangga dan bukan lift”, “memakan lebih banyak sayur dan mengurangi daging.” Yang paling penting, pastikan resolusi Anda itu merupakan hal yang sesungguhnya penting bagi Anda dan bukan apa yang Anda harus lakukan atau apa yang orang lain harapkan dari Anda. Nah, sudah siap membuat resolusi tahun baru? Selamat Tahun Baru ya. Semoga kita semua bertambah sukses. Salam.
Puluhan tahun silam, seorang anak dari kelu arga petani hidup sederhana di Desa Cengiling, Ungasan, Badung. Sehari-harinya bocah itu mengisi masa kecilnya dengan berjualan kayu api dan kotoran sapi untuk membuat garam, untuk biaya sekolahnya.
@mingguantokoh
mingguantokoh
klik: www.tokoh.co.id http://www.tokoh.co.id/Berita-Utama/pembentukan-karakter-tidak-bisa-instan.html http://www.tokoh.co.id/Berita-Utama/pilih-pola-asuh-otoritatif.html http://www.tokoh.co.id/Berita-Utama/pendekatan-keluarga-budayakan-antikorupsi.html
K
ondisi tersebut masih berlanjut hingga I Made Su jana menginjak usia sekolah menengah pertama. Untuk mencapai sekolah dan kembali ke rumah, ia harus menempuh jarak lebih kurang 20 km tiap harinya. Saat masuk STM, ia dititipkan di griya (memarekan). Hingga akh irnya, ia berhasil menuntaskan pendidikannya di Universitas Ngu rah Rai Denpasar sebagai sarjana muda arsitek, dengan biaya sendiri. “Sejak kecil saya sudah dididik un
tuk bekerja keras oleh orangtua,” ujarnya. Gemblengan orangtua inilah yang lantas membuatnya selalu berjuang keras untuk manjalani hidup. Hingga akhirnya kini, putra Bali ini sukses mengelola PT Karya Nirmala Utama (Nirmala Group) yang bergerak di bidang contractor, building materials, heavy equipment, wood processing, super market, art market, hotels, villas, waterpark, dan land development. Jejak usahanya dimulai tahun 1993. Saat itu Made Sujana berg
http://www.tokoh.co.id/Berita-Utama/film-soekarno-tetap-diminati-penonton.html http://www.tokoh.co.id/Bisnis/polytron-tutup-tahun-dengan-prestasi.html
O
http://www.tokoh.co.id/Bisnis/kapasitas-jaringan-naik-dua-kali-lipat.html http://www.tokoh.co.id/Bisnis/layanan-premium-antisipasi-trafik-telekomunikasi.html http://www.tokoh.co.id/Bisnis/bri-kembali-sabet-iso-9001-2008.html http://www.tokoh.co.id/Bisnis/axis-xl-promo-bersahabat.html
Kembar Tiga yang Murah Senyum
Kejadian ini sudah sekitar tiga tahun yang lalu, ketika aku masih tercatat se bagai siswi di SMAN 2 Bone Gunu Su lawesi Tenggara. Ceritanya aku punya teman satu kelas yang bernama Rislin. Temanku ini ternyata memiliki saudara kembar. Tidak tanggung-tanggung lho, dia kembar tiga! Awalnya aku tidak percaya dengan ceritanya, namun kemudian salah satu temanku yang lain, menunjukkan bukti foto saudara kembar tiga itu, aku pun percaya. Aku dan teman-teman lainnya tertawa melihat foto mereka ber tiga dengan wajah yang sangat mirip. Benar-benar mirip! Kata temanku Rita, “Mereka dulu tersebar di kelas jurusan IPS. Biar guru nggak bingung, mereka ditempatkan di kelas-kelas yang berbeda; IPS 1, IPS 2, dan IPS 3.” Sempat juga aku bertanya, “Mereka pernah tukar tempat juga nggak sih?” Kata Rita, “Pernah. Sering malahan. Tapi guru-guru nggak sadar tuh.” Tamat SMA, Rislin berencana kuliah di Kota Kendari, Sulawesi Teng gara, dua kembaran lainnya kuliah di
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Yogyakarta dan Malang. Terbayang olehku betapa besar pengeluaran orangtua mereka saat itu. Menyeko lahkan ketiga anaknya di universitas secara bersamaan. Syukurlah Rislin temanku ini adalah orang yang seder hana, walaupun sebenarnya orangtua Rislin tergolong keluarga yang mampu. Berbagai kejadian lucu tapi menyebal kan sempat aku dan teman-teman lain alami dengan Rislin. Suatu sore ketika aku hendak pulang ke rumah, aku bertemu dengan Rislin. Pada dasarnya Rislin ini anaknya ceria dan senang bergurau, maka aku sapa dia dengan heboh. “Lin, tadi kenapa nggak masuk? Sakit apa kok sekarang bisa jalan-jalan sih?” tanyaku sambil melambai-lambaikan tangan kepadanya. Tapi betapa menyebalkannya dia sore itu, karena jawaban yang kuterima hanya senyum tipis dari Rislin. Huh sebal! Keesokan harinya di jalan, aku bertemu lagi dengan Rislin. Aku pun menyapa Rislin dengan lebih kalem. “Lin.” Sambil tersenyum kusapa dia. Tapi lagi-lagi dia cuma balik senyum.
Iiiiiihh menyebalkan! Di mana Rislin yang konyol ya? Aku pun menceritakan perubahan sikap Rislin kepada Rita. “Kok Rislin aneh ya Rit. Cuek gitu kalau disapa.” Tapi Rita malah menertawakan aku. “Itu yang di dalam bukan Rislin tapi kembarannya. Hahahaha. Rislin teman kita lagi sakit, makanya saudaranya yang datang ke sekolah ngurusin jad walnya dia,” kata Rita menjelaskan. “Oalah pantesan gitu ya disapa senyum-senyum. Kenapa nggak bi lang aja sih kalau dia bukan Rislin,” gerutuku saat tahu aku salah orang. Tidak sekali atau dua kali lho aku tertipu Rislin. Sudah bosan deh salah orang terus. Satu lagi cerita lucu tapi menye balkan lainnya. Cerita ini datangnya dari Arif, dia juga temanku dan Rislin di sekolah. Hari itu Arif main ke rumah Rislin, Waktu di teras rumah Arif bertemu Rislin sedang duduk-duduk sendirian. Refleks sebagai teman dia menyapa. “Ngapain di luar sendirian?” tapi jawab
an Rislin cuma senyum. Arif yang merasa aneh melanjutkan perjalanan nya masuk ke dalam rumah. Tujuannya adalah kamar Doni (sepupu Rislin). Pada saat Arif mau sampai di kamar Doni, Arif melihat Rislin keluar dari kamar mandi. “Lho Lin kamu kok di sini? Kan tadi di depan,” kata Arif bingung. Tapi lagi-lagi Rislin hanya tersenyum. Dengan kondisi kebingungan, Arif langsung masuk ke kamar Doni. Ini yang paling lucu, ketika Arif membuka pintu kamar Doni al angkah terkejutnya dia, ternyata di dalam kamar Doni ada Rislin lagi! Dia sedang asyik ngobrol dengan Doni. “Lho kok Rislin lagi? Lho tadi kan di
belakangku,” kata Arif kaget setengah mati. Tanpa dikomando, Rislin dan Doni tertawa terbahak-bahak. Karena kegaduhan yang menghebohkan itu, kedua saudara kembarnya Rislin ikut masuk juga ke dalam kamar Doni. Arif yang melihat temannya menjadi tiga langsung terkejut. Tawa dalam kamar pun semakin membahana. Rislin yang asli akhirnya memperkenalkan kedua saudara kembarnya kepada Arif. Bu kan hanya aku dan Arif yang pernah tertipu. Sudah banyak deh korban mereka bertiga. Seru ya punya saudara kembar. Apalagi jika kembarnya sampai tiga. Sayang sekali aku lupa dengan nama saudara kembar Rislin. Semoga ke tiganya sekarang sedang berkumpul dan tertawa-tawa bersama, seperti ketika mereka membuat kami semua tertawa. – Ni Luh Sri Eka Tarmini, Singaraja
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lain nya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Pan jang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Ratna Hidayati. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten, Tini Dwi Rahayu. Redaksi/Pemasaran Jakarta: Diana Runtu, Sri Iswati. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Pal merah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543–Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palmerah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
I Made Sujana
erak di bidang kontraktor di bawah bendera CV Karya Nirmala. Di tahun 1995, usahanya tersebut dikembangkan ke bidang pengo lahan kayu, dan merambah ke penyediaan material bangunan di tahun 1997. Di tahun yang sama
pula, CV Karya Nirmala berubah status menjadi PT Karya Nirmala Utama yang usahanya merambah lagi ke bidang penyediaan alat berat dan galian C. Dan di tahun 2002, tepatnya 27 Desember, PT Karya Nirmala Utama meresmi kan Hotel & Supermarket di Jalan Uluwatu II Jimbaran. Hari istimewa itu pun dipakai sebagai HUT PT Karya Nirmala Utama (Nirmala Group). Saat itu, Bali baru saja diguncang bom dahsyat di Kuta, yang dikenal dengan tragedi Bom Bali I. Per ekonomian Bali sempat terpuruk. Banyak orang (pejabat dan tokoh masyarakat) yang pesimis akan kehadiran Hotel & Supermarket Nirmala. Namun, Made Sujana meyakini ini bersifat sementara, dan pemulihan ekonomi Bali akan cepat kembali. Benar saja, tragedi Bom Bali tersebut mengusik perhatian dunia, yang lantas berempati dan berimbas pada meningkatnya kun jungan wisatawan ke Bali.
Hotel Nirmala yang berada di tengah kota (hotel city) kecipratan. Kerapnya dilangsungkan kegiatankegiatan akbar di Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang merupakan jalur perlintasan lokasi Hotel Nir mala, berdampak pula pada angka kunjugan yang awalnya menyasar tamu lokal, berkembang ke tamu ekspatriat. Dulu, city hotel masih sedikit. Hotel Nirmala di Jalan Uluwatu II No. 10 yang awalnya hanya menye diakan 23 kamar, kini dikembang kan mencapai 100 kamar. PT Karya Nirmala Utama terus melebarkan sayapnya, yang hingga kini telah memiliki delapan oulet supermar ket, dua hotel, empat toko ban gunan, water park, alat berat, dan bisnis kontraktor. Di tahun 2013, selain membuka super market di Kori Nuansa Nusa Dua, juga menerbitkan Nirmala Bali News. Tabloid yang mengupas seputar bisnis, pariwisata, dan budaya ini menyasar daerah Badung.
mengembangkan sayapnya dengan bisnis usaha oleh-oleh khas Bali. Ia berharap Nirmala Group bisa menjadi pionir dalam mendukung dan memajukan dunia pariwisata
di Bali melalui usaha oleh-oleh khas Bali. Sebelumnya, telah juga dilak sanakan penyerahan bantuan kepada masyarakat kurang mampu di wilayah Jimbaran, Rabu (11/12). –brt/ten
HUT ke-11 Nirmala Group
http://www.tokoh.co.id/Berita-Utama/satu-plbk-dua-desa.html
M G
23
Anak Petani Penjual Kotoran Sapi Menuju Sukses
Tahun Baru, Resolusi Baru Tahun baru sudah di depan mata. Biasanya, pada akhir tahun seperti ini, banyak orang membuat resolusi tahun baru. Apa itu resolusi? Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, resolusi berarti pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal. Membaca buku, menabung, menurunkan berat badan, dan meluangkan lebih banyak waktu dengan anak-anak menjadi bagian resolusi yang populer pada tahun lalu. Lalu, apa resolusi Anda tahun 2013 dan sudah tercapaikah resolusi itu? Jika sudah, selamat. Lanjutkan dengan resolusi Anda tahun depan. Jika belum, mungkin ini waktu yang baik untuk mengevaluasi diri. Apa yang menyebabkan resolusi Anda gagal tahun ini? Ada beberapa kesalahan umum yang menyebabkan resolusi tidak tercapai. Karena itu, pelajarilah beberapa tips yang bisa membuat resolusi Anda tahun depan ter capai. Misalnya, buat bukti tertulis. Buat resolusi Anda dalam bentuk daftar poin per poin, cetak, lalu tempel di tempat-tempat yang sering Anda lihat. Kalau cuma diingat-ingat dalam hati, Anda bisa dengan segera melupa kannya. Berikutnya, jangan buat resolusi banyak-banyak,
30 DESEMBER 2013 - 5 JANUARI 2014
Perayaan HUT ke-11 PT Karya Nirmala Utama yang diisi dengan kegiatan jalan santai, pemotongan tumpeng dan peniupan lilin ulang tahun, pengundian door prize, hiburan, serta donor darah.
Jumat (27/12), PT Karya Nirma la Utama (Nirmala Group) meraya kan HUT ke-11 di Nirmala Plaza di Jalan Kampus Bukit Jimbaran yang diisi dengan kegiatan jalan santai, pemotongan tumpeng dan peniu pan lilin ulang tahun, pengundian door prize berhadiah utama sepeda motor, hiburan, dan donor darah. Jalan santai yang dibuka Camat Kuta Selatan yang diwakili Sekretaris I Nyoman Sujendra itu diikuti ratusan karyawan Nirmala Group beserta keluarganya. Nyoman Sujendra berharap ke depan Nirmala Group
terus Berjaya dan terus mengem bangkan cabangnya. Presiden Direktur PT Karya Nirmala Utama (Nirmala Group) I Made Sujana mengatakan saat ini Nirmala Group mempekerjakan 625 karyawan. Dengan makin dikembangkannya cabang-cabang Nirmala di beberapa daerah, ia me nargetkan di tahun 2014 memiliki 1.000 karyawan. “Tahun depan, kami akan membuka usaha building materials di Jimbaran, Kuta Selatan. Potensi Kuta sangat luar biasa, perputaran ekonominya luar biasa,”
ungkapnya. Lantas, apa upaya Nirmala Group dalam merebut pasar yang penuh persaingan ini? “Kami men jalankan usaha ini dengan moto best product, best quality, best service. Harga kami bersaing dengan sasa ran market dari kalangan bawah sampai ekspatriat,” ujar ayah dari Cynthya, Adi, Wahyuningsih, dan Kristyaningsih ini. Bagi Made Sujana, karyawan adalah segalanya. Tanpa karyawan Nirmala Group tak akan bisa berkembang sampai seperti ini. Karena itu, dalam menjalankan roda usahanya ini, ia menerapkan sistem manajemen terbuka dengan konsep we are owner. Karyawan adalah juga pemilik Nirmala Group. Karena itu pula, pihaknya kerap memberikan pelatihan-pelatihan entrepreneur kepada karyawan. Sehingga, selain sebagai karyawan di Nirmala Group, mereka juga memiliki usaha sendiri. Komisaris Utama Nirmala Group Nyoman Sudiasih didampingi pu tri sulungnya Ni Putu Chinthya, BA.E.H., (General Manager Hotel Nirmala) yang juga Caleg Anggota DPRD Badung Dapil Kuta Selatan dari PDIP dengan nomor urut 3 ini mengatakan, Nirmala Group juga
Nirmala Hotel Wedding Package Nirmala Hotel Jimbaran berlokasi di daerah strat egis pariwisata yang terkenal di antaranya Kuta, Nusa Dua, dan Uluwatu, yakni di Jalan Uluwatu II No. 10 Jimbaran. Nirmala Hotel Jimbaran bisa menjadi pilihan tempat menginap yang nyaman dengan harga terjang kau. Nirmala Hotel Jimbaran memiliki dua meeting room yang bisa menampung 200 orang, dilengkapi audio visual, layar proyektor dan wifi. Di Nirmala Hotel Jimbaran tersedia pula water park. Nirmala Hotel Denpasar berlokasi di Jalan Ma hendradatta, Denpasar, bisa menjadi tempat yang sempurna untuk menyelenggarakan acara, baik da lam kapasitas kecil maupun dengan kapasitas hingga
1.000 orang. Paket yang dirancang Nirmala Hotel disesuaikan dengan kapasitas para tamu yang berpartisipasi, se perti utnuk penyelenggaraan acara pesta pernikahan, pesta ulang tahun, gathering, maupun acara wisuda. Ada juga paket meeting yang terdiri dari half day, full day, dan full board. PAKET WEDDING Tersedia pula paket wedding, yakni Spring Pack age di Nirmala Sunset Terrace, Summer Package di Nirmala Water Park Ungasan, dan Autumn Package di Nirmala Grand Ballroom. –brt/ten
I N F O TO R I A L
22
Pasar Tradisonal Nyanggelan Tampil Beda Akhirnya, revitalisasi Pasar Desa Nyanggelan Panjer Kecamatan Denpasar Selatan selesai dilakukan. Ini ditandai dengan digelarnya upacara Pemelaspasan Lan Pecaruan Panca Kelud oleh seluruh komponen masyarakat Desa Panjer, Minggu (22/12).
Wayan Darmana
P
ada acara yang dihadiri Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra, Sekda Rai Iswara, Anggota DPR RI asal Bali Dhamantra, Kadis Perindag, Camat Densel, Kades/Lurah serta SKPD terkait ini, Jro Bendesa Desa Pakraman Panjer Prof. Budiana mengungkapkan bahwa keinginan masyarakat Desa Panjer memiliki pasar yang representatif akhirnya terwujud. Hal ini, kata Prof. Budiana berkat dukungan serta kerjasama pemerintah kota maupun pihak lainnya. Kini, Pasar Nyanggelan dengan penataan yang baru diharapkan mampu mendongkrak pendapatan masyarakat khususnya para pedagang setempat. Selain itu, pasar tradisional ini juga da pat meningkatkan gairah perekonomian masyarakat Desa Panjer secara ke seluruhan. Setelah berdirinya pasar desa, lanjut Prof . Budiana, bukan berarti upaya terhenti sampai di sini. Masih perlu usaha berikutnya, seperti bagaimana cara mengoptimalkan pasar desa se
terbesar di antara bangunan yang ada. IB Rai Mantra berharap, dengan se lesainya revitalisasi Pasar Nyanggelan ini akan mampu mendorong keberadaan pasar tradisional bersaing dengan pasar modern. Selanjutnya, menjadi pilihan utama bagi masyarakat sebagai pusat belanja dalam memenuhi kebutuhan dan keperluan hidupnya termasuk keperluan bahan-bahan upacara. Pro gram ini juga diharapkan menjadikan Pasar Nyanggelan yang ramah, sehat dan segar. Dikatakannya, Bali bahkan sudah menjadi salah satu pasar percontohan dari 10 pasar tradisional di Indonesia, selain Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera. Ia juga mengharapkan pasarpasar yang sudah direvitalisasi mampu memberi contoh pada masyarakat atau pun swasta yang akan mengembangkan pasar tradisional berikutnya. Pasar tradisional, tidak hanya meru pakan pilar ekonomi kerakyatan, na mun juga merupakan ikon budaya yang patut dilestarikan. Revitalisasi pasar tra disional di Bali mesti mengedepankan keunikan, efisien, dan efektif serta merangsang pertumbuhan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan. Sementara, Kepala Dinas Perda gangan dan Koperasi Kota Denpasar, I Wayan Gatra menyatakan upaya pemerintah Kota Denpasar merevi talisasi pasar tradisional atau yang disebut peken di Bali ini, dilaksanakan untuk menghapus kesan yang selama ini melekat di masyarakat. Bukan hanya pengelolaannya saja, tapi fisiknya juga penting. Pasar tradisional jorok, kumuh, dan jauh dari kata nyaman berganti dengan konsep pasar ramah, bersih, dan segar. Demikian halnya I Wayan Dar mana. Kepala Pasar Nyanggelan ini mengatakan program revitalisasi pasar tradisional secara perlahan akan mem bangun kesadaran masyarakat, utama nya para pelaku pasar untuk mampu
menuturkan, dulu masyarakat Desa Pakraman Panjer mata pencaharian nya bercocok tanam. Namun , tanah sawah tersebut sebagian besar milik orang lain. Penduduk asli hanya sebagai penyakap. Belum lagi dengan perkem bangan zaman, semakin bertambahnya penduduk pendatang menjadikan persaingan hidup semakin ketat, juga semakin sedikitnya lahan pertanian. Melihat kondisi tersebut, dilakukan paruman desa tahun 1994. Hasilnya, dirancanglah berdirinya pasar di atas tanah laba pura seluas 4.595 m2. Peresmian Pasar Nyanggelan pertama
tahunnya untuk mempercepat proses pemb angunan pasar. Program ini tidak membebani masyarakat, dengan mengolah hasil dari pasar demi pem bangunan berkelanjutan. Namun, ia mengakui realita di lapangan pasar modern menawarkan fasilitas lebih dibandingkan pasar tradisional. Mulai dari display, servis cepat, hingga kenyamanan. Terlebih lagi dinamisnya perkembangan zaman yang harus serba cepat/instan menjadi kan masyarakat berpaling dari pasar tradisional ke pasar modern. Menurut Wayan Darmana, kare
Pasar Nyanggelan dari depan
kalinya dilakukan Januari 1995 ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur saat itu, almarhum Prof. Dr. IB Oka. Meski saat itu kondisinya yang masih sangat terbatas, namun Wayan Darmana mengatakan hal ini merupakan momentum bersejarah dimulainya babak baru kehidupan masyarakat Panjer. Dalam perjalanannya, kata Wayan Darmana seluruh pengurus pasar beru saha mengembangkan Pasar Nyanggelan. Seperti, adanya pro gram pembangunan investasi setiap
na inilah pemerintah melaksanakan revitalisasi pasar tradisional. Apalagi, pasar tradisonal (peken) ini dike nal sebagai pusat kegiatan jual beli masyarakat Bali sejak dulu hingga kini. Peken juga merupakan salah satu warisan budaya yang masih berperan sebagai pondasi ekonomi kerakyatan. Selain itu, pasar tradisonal memiliki keunggulan yang cukup menarik yaitu adanya keakraban antara penjual dan pembeli, serta dapat dilakukannya tawar- menawar. Meski sudah dibenahi menjadi
berbenah dalam segala hal, baik tata kelola maupun tata laksana. Terlebih, adanya kerjasama dengan Disperindag Kota Denpasar yang menurunkan tim teknis dari unsur akademisi Undiknas untuk melakukan pembinaan. Termasuk juga Prof. Budiana selaku bendesa, juga dilibatkan dalam setiap pertemuan untuk membantu membenahi semua aspek pasar, entah itu program fisik, pemberdayaan pedagang, manajemen pengelolaan, hingga Pasar Nyanggelan bisa tampil beda di tahun 2014. PASAR RAMAH, BERSIH, DAN SEGAR Berikutnya, Wayan Darmana
S E L E B R I TA S
Pemilihan Putri Indonesia 2013 Provinsi Bali menghasilkan Made Ika Kusuma Dewi sebagai Putri Bali 2013. Perem puan kelahiran 27 Oktober 1993 ini berhak mewakili Bali ke ajang Pemilih an Putri Indonesia 2014. Ika, begitu ia akrab sempat tak percaya dirinya yang dipasangi mahkota oleh Putri Bali 2012 Cok Istri Krisnanda.
Wali Kota tinjau los Pasar Nyanggelan sesaat sebelum upacara dimulai
Kantor Pasar Nyanggelan
hingga mampu berkembang menjadi pasar yang segar, ramah, sehat, dan nyaman. Terutama, para pedagang yang menurutnya harus berpenampilan rapi dan ramah kepada setiap pembeli. Dengan demikian, image pasar yang dulunya terkesan kumuh dan jorok bisa terhapuskan. Sebelum berlangsung upacara pemelaspasan dan pecaruan, Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra, yang pada bulan Juli silam juga melakukan peleta kan batu pertama pembangunan Pasar Nyanggelan, didampingi pengelola pasar berkesempatan keliling melihatlihat los pasar kompleks sebelah timur yang merupakan kompleks bangunan
30 Desember 2013 - 5 januari 2014
30 Desember 2013 - 5 januari 2014
Los di tengah pasar nyanggelan
semi modern,namun tetap ciri khas tradisionalnya tidak hilang. Kepala pasar yang bertugas sejak tahun 2000 ini mengatakan setelah direvitalisasi Pasar Nyanggelan tampil dengan wa jah baru yang lebih segar. Di pasar yang dibangun atas dana APBN Rp 5 milyar ini, di samping bantuan pihak lain yakni LPD, koperasi maupun lain nya, ditempati 185 pedagang dengan jumlah kios sebanyak 14 buah, 37 toko, 102 kavling los, serta pusat makanan, dengan 12 warung kulin ernya siap menunggu orang-orang untuk datang. Saat ini, pedagang masih menem pati lokasi sementaranya di tanah lapang timur wantilan Desa Pakraman Panjer. Mereka akan segera kembali ke Pasar Nyanggelan dan diharapkan pertengahan Januari 2014 sudah siap melayani pembeli. Para pedagang sudah pula mendapatkan bimbin gan, baik untuk menata, mengelola produk maupun dalam bersikap dan memperlakukan pembelinya. Selain itu, petugas pasar pun turun setiap hari agar ketika terjadi permasalahan di lapangan, sedini mungkin dapat ditanggulangi dan diselesaikan. Selama ini, lanjut Wayan Darmana, pedagang yang asli Panjer memang mendapat prioritas berjualan. Na mun, jika hanya mereka diakui per kembangannya agak lambat. Atas ke bijakan paruman desa juga, pengelola pasar diberikan kewenangan untuk memberikan izin beberapa pedagang dari luar dengan kriteria yang di tentukan, sehingga mereka bsa bersa ing dari harga dan kualitas barang. Ini juga menjadi pembelajaran bagi pedagang lokal. Setelah revital isasi, ke depannya keberadaan pasar tradisional ini dipastikan lebih tertata keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramahan dan kenangan, yang juga merupakan nilai sapta pesona. Begitu juga dengan kesiapannya menata areal parkisr, sangat memungkin pasar tradisional ini akan menjadi bagian dari program city tour di Kota Denpasar. -ard
S
Ika saat menjawab pertanyaan juri
epuluh finalis Putri Bali 2013 berjalan di panggung Ksirarnawa. Mereka tampil anggun dalam balutan busana Sinta Chrisna. Semua menunjukkan potensi terbaiknya dalam ajang tahunan ini. Sejak karantina 15 Desember 2013, mereka sudah dinilai oleh para juri. Lolos 10 besar merupakan prestasi yang membanggakan. “Saya masuk 10 besar saja sudah merasa wah…semua peserta memiliki kelebihan masing-masing. Saya pun tidak berani memasang target,” kenang Ika. Begitu tahu dirinya lolos lima besar, anak kedua pasangan Prof. Dr. I Nyoman Weda Kusuma, M.S. dan Dra. IA Putu Purnamawati ini kembali pasrah. Pertanyaan juri tentang arti positive thinking pun dijawab dengan sederhana. Positive thinking artinya tidak berpikir negatif. “Itu jawaban spontan saya. Positif kan lawannya negatif. Saya berusaha menjawab singkat, padat, dan langsung ke pokok permasalahan. Kalau jawaban panjang takutnya tak sesuai dengan intinya,” ujar mahasiswa semester V Universitas Dwijendra Denpasar jurusan Ilmu Komunikasi ini. Tak disangka jawaban ini meloloskannya masuk tiga besar. Mantan anggota Paskibra Provinsi Bali tahun 2008 merasa dirinya maksimal meraih runner up II. Pertanyaan yang sama kepada finalis tiga besar tentang arti senyuman juga dijawab sederhana. Senyuman menurut Ika adalah suatu kata yang menggambarkan pesona dari seseorang baik laki-laki maupun perempuan yang menunjukkan kerendahan hati. “Saya berusaha tidak grogi saat menjawab per
tanyaan tersebut. Sebenarnya saya banyak belajar tentang pariwisata dan perkembangan terkini. Ternyata pertanyaan yang diajukan di luar yang saya pelajari. Untungnya saya bisa jawab,” kata Ika. Ia merasa jawaban yang mengalir dan pasrah itu muncul tiba-tiba saja di benaknya. Baginya senyum itu menggambarkan suatu kata yang memancarkan pesona yang mencerahkan dalam situasi apa pun. Orang yang senyum adalah orang yang rendah hati. Saat pemilihan juara, Ika menjagokan antara Ni Nyoman Ayu Sri Rejeki dan Ni Wayan Debi Khristina. Ayu sudah meraih predikat Putri Favorit karena meraih dukung an terbanyak dari penonton sedangkan Debi meraih Putri Intelegensia. Gelar Putri Persahabatan diraih Kadek Anggi Wisandewi Mayun. Ketika Debi diumumkan sebagai runner up II, persaingan menyisakan Ika dan Ayu. Keduanya membelakangi Cok Is yang sudah memegang mahkota Putri Bali 2013. Akhirnya mahkota disematkan di kepala Ika. Tepuk tangan penonton pun bergemuruh menyambut Putri Bali 2013. “Seperti mimpi rasanya waktu dipasangkan mahkota. Saya tidak menyangka bakal menang. Malamnya saya tidak bisa tidur, ini benar menang atau tidak ya. Keesokan harinya saat mengikuti pelantikan pengur us Purna Paskibraka Indonesia Provinsi Bali, banyak yang memberikan ucapan selamat. Saya masih shock. Begitu lihat selendang “Putri Bali 2013” baru saya sadar, ternyata saya tidak mimpi. Sebagai rasa syukur, saya mengucapkan terima kasih kepada semua yang sudah mendukung perjuangan saya,” tandas perempuan yang
Ika Kusuma Dewi
Seperti Mimpi juga seorang model ini.
TARI TENUN Penobatan sebagai Putri Bali 2013 bukan langkah terakhir bagi Ika. Ini merupakan langkah awalnya untuk menuju kancah yang lebih luas. Ia menjadi duta Pulau Dewata untuk menjadi yang terbaik di tingkat nasional. “Saya harus mempersiapkan fisik dan mental. Tanggung jawab yang saya emban sekarang lebih besar karena saya membawa nama Bali. Saya tidak berani memasang target, yang terpenting saya akan melakukan yang terbaik,” ujar perempuan yang memiliki moto the key to happiness is having dream and the key to success ia making them come true ini.
Modal awal menuju persaingan di tingkat nasional sudah dilakukan Ika. Ia mengikuti perkembangan informasi terkini, memperbaiki penampilan dan sikap, melakukan pe rawatan termasuk luluran serta berlatih tari Tenun. Adik Putu Ida Kusuma Dewi dan kakak I Nyoman Adi Muliana Kusuma ini memilih tari Tenun karena gerakannya sederhana tetapi penuh keanggunan dan pakaian yang dikenakan untuk menarikan tari ini juga sederhana. Apalagi tenun merupakan budaya bangsa yang patut dilestarikan. Latihan tari ini sudah dilakukan sejak empat bulan yang lalu. Ika juga akan berkonsultasi dengan Cok Is tentang kiat-kiat
3
selama mengikuti karantina sampai malam grand final. Ika tidak ingin men gecewakan masyarakat Bali karena selama ini duta Bali selalu meraih prestasi di ajang Putri Indonesia. Sebelum meraih predikat Putri Bali 2013, Ika pernah mengikuti Jegeg Bagus Kabupaten Badung 2012 dan meraih runner up I. Di ajang Jegeg Bagus Kabupaten Gianyar 2012 ia hanya masuk lima besar. “Tahun 2012 saya memang dua kali ikut. Pertama di Gianyar karena orangtua dari Gianyar. Waktu itu saya ambisius dan egois. Saya merasa pasti menang. Ternyata hanya sampai lima besar. Saya belajar dari pengalaman itu untuk menjadi lebih dewasa. Makanya saya ikut lagi di Badung dengan melakukan perubahan mendasar. Saya tidak memasang target tetapi melakukan yang terbaik,” tegas perempuan yang mengidolakan Anggun C. Sasmi ini. Menyandang predikat Putri Bali 2013 membuat Ika memiliki banyak pengalaman. Dari banyak teman hingga bertemu dengan orang-orang sukses. “Saya suka ngobrol atau mungkin bisa dibilang cerewet. Ini merupakan salah satu cara untuk mencari teman yang banyak,” ujar alumnus SMP dan SMA Dwijendra Denpasar ini. Dari semua hal yang sudah dijalaninya, ia masih menyim pan impian untuk berlibur ke luar negeri, menyelesaikan pendidikannya, dan meraih gelar sarjana. Ika bahkan ingin melanjutkan ke jenjang magister atau lebih tinggi lagi seperti bapaknya. “Bapak sangat peduli mengenai pendidikan. Saya pun banyak belajar dari bapak. Kalau ibu sangat teliti. Kalau saya dapat honor dari kegiatan modeling, selalu diingatkan untuk menabung. Keduanya selalu mendukung apa yang saya lakukan,” ujar penggemar cerita dongeng seperti Cinderella, Putri Aurora, dan Putri Duyung ini. –Ngurah Budi/Ratna Hidayati
Ika saat dipasangi mahkota Putri Bali oleh Cok Is
INSPIRASI
4
30 DESEMBER 2013 - 5 JANUARI 2014
30 DESEMBER 2013 - 5 JANUARI 2014
21
GORO-GORO
H. Teuku Muhammad Jamil, AS
Sehatkan Masyarakat melalui Pengobatan Alternatif Kesehatan merupakan harta yang tak ternilai harganya. “Dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat.” Slogan itu tentu sudah sangat akrab didengar, dan itu nyada adanya. Karena itu pula, H. Teuku Muhammad Jamil, AS konsen bergelut dalam bidang kesehatan. Menurutnya, kesehatan secara fisik dan rohani ini menjadi modal awal untuk melangkah ke depan.
S
ejak tahun 1994, pria kelahiran Aceh Utara, Nangro Aceh Darussalam ini menetap di Bali, setelah enam bulan lamanya menyelami kehidupan di Bali yang dinilainya sangat harmonis dan aman. “Awalnya saya datang ke Bali berniat menjemput adik dan mengajaknya pulang ke Aceh untuk membantu usaha perikanan saya. Tetapi, ketika menginjakkan kaki di Bali, saya langsung jatuh cinta pada Bali. Kehidupannya rukun, masyarakatnya ramah dan wellcome dengan pendatang. Saya jadi banyak punya teman di sini,” papar H. Teuku Jamil yang akhirnya mempersunting perempuan Bali menjadi pendamping hidupnya. Dulu di Aceh, meski sibuk mengelola bisnis ikannya, suami Kasmiasih ini masih tetap menjalankan visinya untuk membantu menyehatkan masyarakat melalui kemampuan mengobati yang ia miliki. Kemampuannya ini tak serta-merta ia dapatkan begitu saja. Semuanya melalui proses panjang. Karena tekad awal yang kuat untuk membantu menyehatkan masyarakat yang nantinya akan berimbas ke seluruh aspek kehidupan manusia menuju masyarakat yang sehat, makmur, dan bahagia, ia pun memilih melanjutkan pendidikan
tingginya di Pondok Pesantren Darul Sya’adah di Aceh Timur, NAD. Di pondok pesantren ini ia belajar banyak hal tentang kehidupan, yang dilandasi ajaran agama. Menurutnya, tak ada agama mana pun yang mengajarkan hal yang buruk. Semua agama pasti mengajarkan kebaikan, meski dengan jalannya masing-masing. Kalau pun ada yang melakukan tindakan anarkis yang mengatasnamakan agama, itu hanya oknum yang belum mampu memaknai hakikat akan apa yang diajarkan agamanya. Kemampuannya sebagai pengobat pun, salah satunya ia dapatkan dari guru spiritualnya di pesantren ini. Selain itu, H. Teuku Jamil juga banyak memperoleh disiplin ilmu kesehatan dari beberapa daerah di Indonesia dan mancanegara. Ia kemudian mengaplikasikan ilmunya tersebut dengan dibantu pakar-pakar alternatif serta ahli-ahli gurah lainnya dan juga bekerjasama dengan badan kesehatan nasional untuk membantu menangani berbagai keluhan kesehatan masyarakat. Banyak pasien yang ditanganinya dengan pengobatan alternatif/herbal, berhasil sembuh. Karena keahliannya tersebut, salah seorang pakar pengobatan alternatif di Indonesia ini kerap diundang sebagai pembicara di berbagai
H. Teuku M. Jamil, AS
forum dan seminar tentang pengobatan alternatif dan sin she di beberapa negara di Asia. Ia juga dipercaya mengisi siaran interaktif di beberapa radio ternama di Bali di antaranya di AR FM Bali tiap Sabtu pukul 14.00, di Radio Jegeg FM Bali tiap Kamis pukul 11.00, dan saban Rabu pukul 15.00 di Radio Yuda FM Bali. Ketika menetap di Bali tahun 1994, ia melihat Bali masih banyak membutuhkan pengobat di bidang kesehatan. H. Teuku Jamil memutuskan meninggalkan bisnis perikanannya dan fokus pada pengobatan alternatif. “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Demikian halnya H. Teuku Jamil, sebagai pendatang yang akhirnya menetap di Bali, tentunya apa yang dilakoninya kini tak terlepas dari tekadnya turut membantu menyehatkan masyarakat
Bali, tanpa mengenyampingkan pengobatan medis. Pengobatan alternatif yang dijalaninya, salah satunya shin she gurah. Klinik Shin She Ahli Gurah sudah ada di Indonesia sejak 26 tahun silam. Pertamakali berkembang di Indonesia Tengah, dan kini sudah membuka cabang di empat kota besar di Indonesia, termasuk Bali. Pusat Pengobatan Shin She yakni di Jalan Cokroaminoto 129 Ubung, Denpasar; cabangnya di Jalan Semebaung 126 Gianyar (Bali); Jalan Cokroaminoto 48 Probolinggo, Jawa Timur; dan Jalam Panglima Sudirman, Margo Puro, Purworejo, Pasuruan, Jawa Timur. Berbekal keahliannya sebagai pengobat, dan pengalaman berorganisasinya, di antaranya sebagai Ketua TPQ Wadah Silaturrahmi Denpasar; Pembina Majelis Ta’lim Wadah Silaturrahmi Denpasar; Wakil Ketua Bidang Sosial dan Politik Pembela Kesatuan Tanah Air (Pekat) Indonesia Bersatu
DPW Provinsi Bali; Bendahara Forum Silaturrahim Haji Tahun 2010; dan Ketua I Ikatan Pengobat Tabib Alternatif (IPTA) Provinsi Bali, Pimpinan Pengobatan Shin She Ahli Gurah se-Indonesia ini mencalonkan dirinya sebagai anggota DPRD Kota Denpasar Dapil Denpasar Selatan (Dapil 5) pada Pemilu 2014 mendatang. Menurut caleg dari PKB nomor urut 4 ini, hanya melalui jalur ini, visinya untuk menyehatkan masyarakat menuju masyarakat yang makmur, bisa terealisasi secara menyeluruh. Apa yang telah dilakukannya, seperti melaksanakan pelayanan pengobatan gratis di Kepaon, Densel belum lama ini, hanya bagian kecil yang bisa ia lakukan. “Karena itu, saya membutuhkan dukungan masyarakat Densel untuk bisa melakukan hal yang lebih besar, bersama-sama menyehatkan masyarakat menuju masyakat yang makmur dan sejahtera,” pungkasnya. –ten
H. Teuku M Jamil (dua dari kanan) yang tergabung dalam Pekat Indonesia Bersatu DWP Bali saat menghadiri pertemuan tokoh-tokoh se-Bali di Puri Blahbatuh, Gianyar tahun 2012. Dalam pertemuan yang juga diisi dengan kegiatan donor darah, dibahas tentang pariwisata dan kesenian Bali secara umum.
Anak Baik ibarat Kayu Cendana
Suasana seminar pendidikan karakter bagi generasi muda
Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali menyelenggarakan seminar pendidikan karakter bagi generasi muda. Seminar dilaksanakan Jumat,(27/12) di kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Denpasar. Ketua WHDI Bali Ny. Bintang Puspayoga mengatakan pendidikan karakter penting untuk meningkatkan kualitas hidup. “Pembentukan karakter tidak bisa instan. Ini harus dilakukan terus menerus. Keluarga merupakan tempat yang pertama dan utama dalam pendidikan karakter,” tegasnya. Ia menambahkan peran ibu sangat penting dalam memberikan pendidikan karakter bagi anak. Namun, bukan berarti tugas ini hanya menjadi tanggung jawab ibu. Pembentukan karakter memerlukan kerja keras kerja sama banyak pihak.
Ketua Panitia Seminar Dra. IA Ratna Wesnawati, MM menambahkan seminar bertujuan memperdalam etika, tata krama dan pemahaman moral bagi generasi muda Hindu. “Gerak langkah generasi muda Hindu haruslah berdasarkan norma-norma agama Hindu untuk mewujudkan keluarga sukinah yang beradarkan Pancasila dan ajaran Hindu,” paparnya di hadapan 100 peserta yang mengikuti seminar. Seminar yang dihadiri Ny. Yogi, Sekjen WHDI Pusat ini menampilkan tiga pembicara. Dr.Dra. IA Tary Puspa, S.Ag, M.Par menyampaikan materi pendidikan karakter bagi generasi muda Hindu dalam mewujudkan keluarga sukinah bhavantu. Ida Ayu Maharatni, S.Psi, M.Psi membawakan materi pola asuh otoritatif dalam keluarga, sarana pembentukan anak suputra, serta Ratna Wesnawati
yang mengupas peran media literasi dalam mewujudkan keluarga sukinah bhavantu. “Generasi muda merupakan generasi penentu nasib bangsa ke depan. Agar bisa membawa bangsa kea rah kemajuan, maka generasi muda Hindu harus berperan aktif mengisi pembangunan. Karena itu kewajiban generasi muda mengisi kehidupan dengan belajar di masa muda saat fase Brahmacari dan hidup selalu memburu Dharma,” ujar Dayu Tary. Ia menambahkan, anak yang baik menurut Niti Satra diibaratkan sebatang kayu cendana di dalam hutan. Seluruh hutan akan berbau harum. Anak yang baik selalu menghormati orangtuanya dan memberi kebanggaan bagi dirinya, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Dengan melaksanakan putra sesana, tatanan arah kehidupan anak akan lurus sampai tujuan. Dayu Maharatni yang mengupas sisi psikologis mengatakan karakter anak dipelajari melalui para anggota keluarga. Model yang baik akan memberi dampak baik. Demikian juga dengan pola asuh anak. “Pola asuh otoritatif merupakan jalan terbaik dalam pembentukan karakter anak karena ber-
cirikan orangtua yang bersikap demokratis, menghargai dan memahami kelebihan dan kekurangan anak sehingga anak menjadi pribadi yang matang, supel, dan bisa menyesuaikan diri dengan baik,” tandasnya. –Ngurah Budi
2013 Putu Wijaya
Amat dan istrinya sedang mengoreksi, apa yang paling menyenangkan di tahun 2013. Tapi tiba-tiba Amat me
ngeluh dalam. “Aduh, tak terasa sudah setahun lewat!” kata Amat seperti orang kaget, “kenapa sekarang rasanya waktu terlalu cepat sekali lewat?” Bu Amat tak setuju. Ia sedang menunggu tahun baru. Akhir dari arisan ibu-Ibu kompleks. Tinggal dia sendiri yang belum narik. “Kok terlalu cepat? Lambat, Pak!” “Tapi baru kemaren rasanya kita bayar PBB, sekarang sudah harus bayar lagi!” “Makanya siapa suruh, jangan suka sok punya kebun, seperti orang kaya saja! Memang Januari sudah waktunya bayar lagi!l “Tapi terlalu cepat!” “Cepat bagaimana, waktu selalu merambat seperti keong begitu, Pak. Mana dapatnya juga tidak seberapa! Mestinya waktu lebih cepat sedikit! Satu juta dulu masih ada harganya, sekarang?” Amat tak menanggapi. Dia kembali pada persoalan semula. “Tidak ada yang lebih nikmat di tahun 2013, dari ketika Ami dan suaminya dan cucu kita tiba-tiba datang malam-malam, membawa oleh-oleh dari Jakarta. Tepat pada hari ulang tahun pernikahan kita. Bukan nilai ha diahnya tapi perhatiannya itu! Padahal kita sendiri sudah hampir tidur karena lupa!” Bu Amat sekali lagi tidak setuju. Ia paling tidak suka orang membelanjakan uang untuk hadiah. Apalagi hadiah barang yang belum tentu cocok dengan yang menerima. Bu Amat lebih suka mentahannya. “Pizza, donat, malam-malam, hanya akan menaikkan kolesterol, Pak. Sudah tak bilangin buat apa hadiahhadiah seperti orang Barat saja. Kalau ada uang lebih, kenapa tidak ditabung untuk masa depan anak? Lain kali bilang sama Ami jangan suka menghambur-hambur uang lagi!” Amat kecewa. Mengapa hidup puluhan tahun bersama, masih saja betengkar soal tetek-bengek. “Paling senang rasanya waktu tim sepakbola kita, Garuda Muda menang lawan Korea!” sambung Bu Amat. “Itu baru asyik! Bikin kita bangga jadi orang Indonesia! Ya nggak Pak?!” “Tapi Bu, itu baru setengah jalan. Jangan terlalu cepat puas! Kalau mau menjadi juara Asia harus bisa menang lawanI Iran, Australia! Sulit! Masih jauh, Bu!” Bu Amat mangkel. “Bapak ini bagaimana sih! Kok tidak pernah bisa mensyukuri milik aendiri? Selalu mengeluh! Ya kalau begitu tidak ada yang memuaskan sepanjang tahun 2013. Cobalah belajar menghargai apa yang ada. Hargai prestasi anak bangsa sendiri?” “Bukan tidak bisa menghargai, Bu. Cuma keberatan kalau sesuatu itu terlalu dibesar-besarkan. Tidak perlu dibesar-besarkan, kalau memang besar ya tetap besar!! Tidak hanya durian runtuh yang enak, semua durian juga enak kalau kita suka durian!” “Jadi setuju?” Amat terkejut. Sadar ia sudah salah ucap. Bu Amat berdiri. “Ayo matikan tv-nya, sudah malam. Jadi nggak, Pak?!” Tak menunggu jawaban bu Amat masuk ke kamar. Amat cepat-cepat mematikan tv. Lalu menyusul masuk sambil menggumam. “Yang paling menyenangkan adalah pertengkaranpertengkaran kecil dan sesudahnya!” Esoknya, pagi-pagi tetangga curiga melihat Amat bersiul-siul sambil tersenyum dikulum. Tetangga penasaran. “Wah, kelihatannya Pak Amat seperti dapat durian runtuh ini!” Amat tertegun, lalu menjawab. “Tidak hanya durian runtuh yang enak, Pak Tut. Kelapa tua juga nikmat kalau kita sedang haus! Ya tidak?!?” Pak Ketut tertawa penuh arti. “Betul sekali! Semua memang tergantung dari perasaan kita sendiri, Pak Amat. Saya juga dapat semalam!”
W H AT S U P
20
30 DESEMBER 2013 - 5 JANUARI 2014
Akupunktur hanya Menstabilkan bukan Menyembuhkan Akupunktur merupakan suatu cara pengobatan yang memanfaatkan rangsangan pada titik-titik tubuh untuk mempengaruhi aliran bioenergi tubuh. Akupunktur diyakini merupakan suatu pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang aman, ekonomis, hasilnya memuaskan, dan tanpa efek samping. Aku punktur masuk ke Indonesia pada tahun 1963.
Juliana Tjandra
“A
walnya ada akupunktur di RS Cipto Ma ngunkusumo (RSCM). Pada 1964, akupunktur mulai diajarkan pada 22 orang dokter spesialis di RSCM selama 8 bulan,” jelas Ketua Umum Persatuan Akupunkturis Seluruh In-
donesia (PAKSI), Juliana Tjandra, S.Kom, MM. Akupunkturis merupakan orang yang melakukan akupunktur kepada pasien. Untuk menjadi seorang akupunkturis harus banyak belajar. “Sudah ada kurikulum yang ditentukan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. Kemudian ada uji kompetensi, setelah lulus, PAKSI akan membuatkan rekomendasi untuk izin ke Departemen Kesehatan. Sampai saat ini, hanya akupunktur yang sudah diakui,” jelas Juliana yang ditemui Tokoh di sela-sela seminar dan Musyawarah Daerah II PAKSI Bali, di Inna Sindhu Beach Hotel Sanur. Jumlah akupunkturis di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. “Di Indonesia anggota PAKSI sekitar 3000-an. Akupunkturis mengabdi bukan semata-mata mencari uang, Kami mengobati masyarakat yang membutuhkan,” kata Juliana Ia menyatakan, hubungan akupunktur dengan bidang kedokteran adalah saling mendukung. Menurut Juliana, ada penyakit
hanya kepada organisasi wanita yang merupakan cerminan pergerakan wanita tetapi juga kepada kaum intelektual seperti mahasiswi yang juga nantinya menjadi seorang ibu. Menurut Sri Wati, kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT masih banyak terjadi dan yang sering menjadi korban adalah kaum perempuan. Fisik perempuan terkesan sangat lemah yang akan sangat berdampak bagi anak-anak sehingga para remaja juga harus mendapatkan pemahaman bahwa perempuan itu bisa pada takaran sesuai dengan gender atau pembagian tugas yang setara. KDRT masih diartikan sempit yaitu kekerasan fisik semata padahal bentuk pengabaian tanggungjawab juga merupakan KDRT dalam bentuk psikis dalam rumah tangga yang biasanya terjadi akibat permasalahan gender. “KDRT meliputi semua bentuk kekejaman, perlakuan kasar atau pengabaian yang dialami oleh anak-anak atau orang dewasa atau dari anggota keluarganya yang lain, yang dikutip dari UU RI No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT. Hal ini sering terjadi akibat ketidakadilan gender, seperti banyak kasus dalam tradisi, tafsir kea-
Gus Sonny
INSPIRASI
Suasana seminar dan Musyawarah Daerah II PAKSI
yang memang diobati dengan akupunktur akan lebih baik, tapi ada juga yang tidak. “Akupunktur tidak bisa menyembuhkan, tetapi untuk menghilangkan sakit. Akupunktur hanya menghilangkan nyeri, misalnya masuk angin. Untuk menghilangkan rasa capek akupunktur memang bagus. Apalagi kombinasi antara akupunktur dengan dokter sangat bagus. Jika ada orang yang mengatakan akupunktur dapat menyembuhkan 100% itu bohong, tetapi menstabilkan iya,” lanjutnya. Ia menilai, masyarakat sangat antusias sekali terhadap akupunktur. “Akupunktur itu murah dan mudah. Apabila akupunkturis yang benar-benar berkompeten, pasien tidak akan merasakan sakit. Sakit kepala lebih baik melakukan akupunktur daripada minum obat,” jelasnya. Menurut Juliana, seorang akupunkturis mendapatkan pasien
tergantung penilaian masyarakat. “Jika akupunkturis terkenal, bisa banyak sekali mendapatkan pasien, jika kurang terkenal, hanya sekadar. Penghasilan dalam sehari belum bisa ditentukan, tergantung tarif yang ditetapkan masing-masing akupunkturis menurut keahlian dan daerahnya,” kata Juliana. Asean Free Trade Area (AFTA) diyakini akan berdampak ke dunia akupunktur. Pada tahun 2015 Juliana memperkirakan, akan banyak para akupunkturis asing yang akan membuka praktik di Indonesia. “Untuk itu, para akupunkturis Indonesia harus meningkatkan mutu. Jika tidak, para akupunkturis Indonesia hanya akan menjadi ‘pembantu’ akupunkturis asing di Indonesia,” jelas Juliana. Persatuan Akupunkturis Seluruh Indonesia merupakan organisasi yang menghimpun seluruh akupunkturis di seluruh Indonesia. Sebagai Ketua DPP PAKSI, Juli-
ana berencana akan memberlakukan aturan, setiap akupunkturis harus menggunakan logo PAKSI, agar masyarakat tahu bahwa praktik akupunturis itu legal. Menurut Juliana, ini sematamata untuk mengantisipasi akupunkturis illegal. Idenya ini berawal dari melihat pemberlakuan logo Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Jakarta. “Dengan adanya logo ini berarti praktik dokter tersebut adalah legal dan berizin. Sama juga, jika seorang akupunktur tidak memasang logo PAKSI, kami bisa minta tolong orang Depkes untuk periksa. Jadinya mudah untuk dideteksi akupunktur yang tidak berizin. Orang asing yang tidak berizin membuka praktik akupunktur di Indonesia akan terkena kurungan 12 bulan dan setiap bulannya harus membayar 100 dolar AS yang ditetapkan Depnaker,” tandasnya. -Febri/Wirati Astiti
Ni Putu Sri Wati, S.E.,M.M.
gamaan maupun aturan birokrasi yang meletakan kaum perempuan lebih rendah dari pada laki-laki,” jelas Sri Wati. Narasumber lainnya, Dra. Ni Nyoman Resmi menambahkan bahwa kasus KDRT sering terjadi akibat faktor finansial ekonomi yang kurang baik sehingga akan memicu terjadi permasalahaan yang berujung pada tindakan KDRT. Namun,
ada upaya alternatif yang lebih baik untuk mengantisipasi permasalahan ekonomi ini adalah melalui kegiatan berwirausaha di kalangan ibu rumah tangga guna meningkatkan pendapatan. “Kaum perempuan identik dengan dapur yang memiliki arti harus melayani suami dari mulai matahari terbit sampai mata suami terpejam dan tertidur lelap kembali. Hal ini tentu menjadikan perempuan sebagai kaum yang lemah dan terjadi diskriminasi yang akan menjadikan laki-laki sebagi kaum yang bermakna serta akan menjadi permasalahan yang menyulut tindakan KDRT,” tandasnya. Perempuan bisa menjadi penghasil pendapatan kedua yaitu melalui kegiatan berwirausaha. Pendapatan yang dimiliki dalam sebuah keluarga bisa memenuhi kebutuhan semua anggota keluarga atau juga sebaliknya. Dalam penghasilan keluarga yang tidak dapat mendukung upaya harmonisasi dan humanisasi, maka keluarga tersebut harus melakukan upaya yang lebih kreatif dan variatif sehingga mampu memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarganya. “Wirausaha adalah salah satu upaya alternatif atau suatu usa-
ha aktivitas ekonomi keluarga yang dapat dilakoni dalam rangka membantu suami/kepala keluarga mencari alternatif tambahan untuk meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus menepis anggapan bahwa ibu rumah tangga diidentikan dengan dapur dan kasur, ” jelasnya. Ketut Pradnya Puspitasari, mahasiswi STIE Satya Dharma Singaraja, menambahkan tindakan kekerasan tidak hanya dialami oleh pasangan suami-istri saja akan tetapi para remaja yang saat ini dengan masih berstatus pacaran tanpa ada ikatan yang sah telah berani melakukan tindakan kekerasan. Tindakan ini sangat berdampak pada tingkah laku akibat trauma serta dampak lainnya secara psiologi khususnya para kaum remaja putri yang menjadi korban kekerasan dalam berpacaran. “Kasus kekerasan dewasa ini tidak hanya terjadi pada pasangan suami-istri, namun teman saya pernah mengalami kasus kekerasan padahal masih berstatus pacaran dan ini mengakibatnkan trauma yang cukup perlu untuk diberikan perhatian bagi pasanganpasangan yang lainnya,” ujarnya. -Sri Marwati/Ngurah Budi
5
Kamera On, Jenuh Hilang Bagi pemirsa Bali TV khususnya acara Tembang Bali pasti tak asing dengan wajah presenter yang satu ini. Selain tampil di layar televisi, ia juga sering menjadi pewara. Pria bernama lengkap IB Gd. Sonny Surya Wijaya, S.S. ini mengawali kariernya di dunia hiburan sebagai penyiar radio.
G
Dari Matahari Terbit sampai Mata Terpejam Salah satu kegiatan dalam rangka peringatan Hari Ibu adalah seminar sehari yang mengusung tema “Melalui Hari Ibu Kita Wujudkan Spririt Perempuan dalam Mengisi Pembangunan”. Seminar dilaksanakan Kamis (19/12) di Fakultas Ekonomi Universitas Panji Sakti. Peserta seminar terdiri dari perwakilan organisasi wanita di Buleleng serta perwakilan senat mahasiswa dalam forum PTS di wilayah Kabupaten Buleleng. Narasumber seminar, Ni Putu Sri Wati, S.E.,M.M. menyampaikan pentingnya memahami dan mengimplemetasikan kesetaraan gender dan stop kekerasan terhadap perempuan yang hingga tahun ini masih sering terjadi baik di Indonesia secara umum dan di wilayah Kabupaten Buleleng khususnya. “Masih ada kesalahpahaman pengertian mengenai kesetaraan gender dan stop kekerasan yang terlihat dari berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak 3 tahun terakhir di kabupaten Buleleng,” ujar dosen DPK Kopertis Wilayah VIII ini. Ia pun berharap kesetaraan gender dan stop kekerasan pada perempuan disampaikan tidak
30 DESEMBER 2013 - 5 JANUARI 2014
us Sonny lahir di Dencarik, Banjar, Buleleng, 23 Mei 1987. Gus Sonny adalah namanya saat menjadi presenter sedangkan Sonny Wijaya adalah namanya saat on air di radio. Putra Ida Komang Jaya-Jro Putu Padmi ini termasuk sosok pemuda yang gigih dan tak kenal lelah dalam beraktivitas. Dari SMP Gus Sonny aktif di OSIS, bahkan sempat menjabat sebagai Sekretaris OSIS di SMAN 1 Kuta Utara. Kegemarannya dalam berorganisasi pun mengantarkannya menjadi Ketua BEM Fakultas Sastra, Universitas Warmadewa. “Saking sibuknya, saya sering berangkat pagi, pulang pun tengah malam. Semua itu saya lakukan demi mewujudkan cita-cita menjadi pria dewasa yang mampu berdiri sendiri dan menjadi kebanggaan keluarga,” tegas pria yang bernaung di bawah zodiak Gemini ini. Gus Sonny menuturkan masuk dunia hiburan berawal dari nol. “Saat itu ada teman yang mengenalkan Radio Pinguin. Saya disuruh minta lagu dan kirim salam. Lama-lama malah keasyikan. Saya bahkan sampai berteman dengan penyiarnya. Karena orangtua melihat potensi saya berbicara di de-
Gus Sonny
pan publik, mereka menyarankan dan mendukung saya untuk ikut dalam sebuah pelatihan penyiar dan pewara di Santy Sastra Production. Kalau tidak salah, saya angkatan ketiga. Saya masuk 10 besar dan diberi kesempatan ikut pelatihan,” paparnya. Karier Gus Sonny di dunia hiburan pun mulai. Ia masuk dalam jajaran penyiar di Duta FM dan belajar banyak di sana. Tahun 2006, kakak Ida Ayu Arick Citra Dewi ini memberanikan diri ikut dalam lomba presenter Bali TV. Walaupun hanya sampai di 20 besar, namun jalan untuk menjadi presenter Bali TV tetap ada. Beberapa acara pernah dibawakannya, seperti Pesona Wisata, BRTV Bali TV 2006-2008, dan sampai kini memegang acara Te m b a n g B a l i , tiap hari Minggu siang. Tahun 2007, Gus Sonny memilih untuk pindah ke Radio Pinguin. Di sana ia kembali menimba ilmu dari para senior dengan nama besar sekaliber Bayu Permadie, Candra Manika Sari, Vinken Trisnani, sampai Ian Baskara. Di Radio Pinguin, ia makin memantapkan kariernya untuk memilih menjadi pewara gathering dan wedding sebagai spesialisasinya dalam memandu acara off air. “Saya pernah menjadi pewara
hanya dibayar nasi goreng. Entah uang sudah ada yang mengambil atau memang tidak. Tetapi, itu menjadi pengalaman berkesan bagi saya. Pengalaman lain yang juga berkesan, ketika menjadi pewara acara lari yang digelar Bali TV dengan 10 ribu peserta dan menjadi pewara di acara yang dihadiri Menteri Jero Wacik,” kenangnya. Saat ini, Gus Sonny juga bekerja sebagai bankir. Ia personal banking officer di BNI KCU Denpasar. Tugas dan kewajibannya melayani nasabah segment affluent. Rasa cintanya terhadap media, mengantarkannya meraih penghargaan KPID Awards 2012 dalam program acara hiburan Aku Cinta Indonesia yang diasuhnya di Pinguin FM. Tahun 2013, program yang dibawakannya tersebut masuk sebagai nominee dalam ajang yang sama, namun dengan prestasi yang lebih tinggi, yakni tingkat nasional, di Jakarta. “Saya menerapkan konsep ngayah dalam siaran sebagai pupuk yang senantiasa membuat saya semangat. Rasa jenuh pun seketika hilang saat kamera telah on atau mixer radio telah siap dimainkan. Pernah suatu ketika, saya sakit tipus, namun tak ada yang bisa menggantikannya karena menyangkut kontrak sponsor. Saya pun masih bisa menghibur pemirsa. Waktu itu rasanya ingin roboh, tapi untuk tugas ngayah ini, saya lawan rasa sakit,” kenang pria yang memiliki hobi siaran, menjadi pewara, dan memutar lagu-lagu tahun 1990-an. Ketika ditanya urusan asmara, Gus Sonny agak malu untuk menjawab. Kapan menikah? Mungkin itu pertanyaan yang sering terlontar, namun baginya menikah
Gus Sonny bukan urusan cepat-cepatan menikah, namun lama-lamaan. Lama-lamaan sampai kakek nenek, bukan cepat-cepatan malah kandas. “Saya berharap kepada generasi muda adalah agar tidak malu mengeksplorasi potensi yang dimiliki. Apa pun itu, merupakan sebuah anugerah dari Tuhan. Dari yang hanya sekadar
hobi, bisa saja menjadi ladang pemasukan di kemudian hari. Daripada menghabiskan waktu untuk hal-hal negatif, lebih baik cari tahu apa potensi diri, kembangkan, minta saran orangtua dan senior. Jangan lupa berdoa, niscaya cita-cita akan terwujud,” ujar sarjana sastra lulusan Universitas Warmadewa ini. –Ngurah Budi/Ratna Hidayati
l i f e s to ry
6
30 Desember 2013 - 5 januari 2014
Ni Ketut Ayu Mertha Sari
Terapi Suara Dikira Orang Gila
Ni Ketut Ayu Mertha Sari (kiri) saat ikut lomba Palewakya
Bagi Ni Ketut Ayu Mertha Sari, mengege luti seni sastra dan bahasa Bali adalah ke gemarannya sejak berusia sembilan ta hun. Dari hobi itu, ia mendulang beberapa predikat juara dari lomba yang diikuti baik di tingkat lokal regional maupun nasional. Prestasi yang telah digondolnya itu sampai memasuki usia dewasa seperti sekarang ini.
K
epiawainnya bidang sastra Bali mengalir dari o ra n g t u a nya . Tut Ayu, sapaan akrab anak keempat dari lima bersaudara ini adalah anak I Ketut Labek (alm), guru bahasa Bali dan mantan Kepala SMPN 1 Amlapura, sedangkan ibunya Ida Ayu Nyoman Oka Murniasih, guru SDN 1 Subagan, Kecamatan Karangasem. Guna mendalami hobinya, Tut Ayu melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Agama Hindu Amlapura jurusan Bahasa Bali dan kini sudah menduduki bangku kuliah semester VIII. Di bangku kuliah prestasinya kembali terajut beberapa kali meraih juara tingkat provinsi bahkan sampai nasional. Perempuan kelahiran Desa Jasri, Kecamatan Karangasem, 12 Agustus 1991 ini menuturkan dirinya meraih juara I Lomba membaca sloka tahun 2010 lalu dalam kegiatan Temu Karya Ilmiah (TKI) yang diselenggarakan di Hotel Red Top Jakarta. Di ajang TKI tahun 2013 di Palangkaraya, ia ikut lomba Palewakya tingkat perguruan tinggi agama Hindu se-Indonesia dan meraih meraih juara II. Diajang tahu-
nan Pesta Kesenian Bali tahun 2011 lalu. Tut Ayu menyabet juara I. Dengan beberapa predikat juara tingkat nasional itu, mengantar dirinya selama kuliah sampai tamat tanpa biaya alias gratis, memperoleh beasiswa dari Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI dan Kopertis Wilayah VIII Bali, NTB dan NTT. Tahun 2014 mendatang rencananya dirinya lagi akan ikut dikirim oleh kampusnya mengikuti lomba Palewakya tingkat nasional berpasangan dengan kakak kandungnya Ni Kadek Ayu Paramandani yang sama-sama kuliah di STKIP Agama Hindu Amlapura. Prestasi sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak SD. Umur 9 tahun ia sudah mampu mendapatkan juara I lomba Geguritan dan baca puisi tingkat Kecamatan Karangasem. Selanjutnya ketika sekolah di tingkat SMP, alumnus SMPN 2 Amlapura ini , menuturkan saat lomba di tingkat sekolah SMPN 2 Amlapura tahun 2006, dirinya meraih juara I Mesatua Bali dalam rangka Bulan Bahasa. Juga, saat dirinya menjadi siswa SMAN 1 Amlapura kembali meraih juara I Baca Puisi Bali dalam rangka HUT SMAN 1 Selat, Kecamatan Selat. Perempuan yang diper
sunting I Gusti Ngurah Gd. Aryawan, STT Par, ini mengaku dirinya akan terus melakoni dan meningkatk an hobinya tersebut, apalagi keluarga suaminya juga banyak yang menggeluti seni. “Tamat kuliah saya ingin menjadi guru bahasa dan sastra Bali, karena dalam sastra Bali, banyak terkandung nilai-nilai filosofi, agama, spiritual, pendidika n, ilmu pengetahuan, etika sor singgih dan pengetahuan lainnya,” ujar Tut Ayu. Sementara ini dirinya hanya baru mengajar bahasa dan sastra Bali di Pasraman Dukuh, Desa Padangkerta, Kecamatan Karangasem. Ketika ditanya animo anakanak belajar bahasa dan sastra Bali, ia mengatakan seiring de ngan maraknya perkembangan teknologi media sekarang ini, anak-anak sekarang perlu
diimbangi diberikan penambahan pendidikan bahasa dan satra Bali. “Jangan sampai bahasa Bali lenyap, karena anak-anak lebih senang ber alih menikmati asyiknya media modern,” ujarnya. Keberhasilan menuai prestasi Tut Ayu di bidang sastra dan bahasa Bali, bukan saja mengalir begitu saja dari orangtua. Ia harus kerja keras belajar dan belajar melatih kualitas vokal suara. Dirinya tak segan-segan berlatih dengan terapi di tempat lapang yang luas di pinggir pantai dan perbukitan, agar suaranya lepas dan bebas. Karena kesendiriannya apalagi seorang gadis waktu itu belajar melatih vokal di tepi pantai Jasri dekat rumah masih wilayah desanya, para nelayan di pantai mengira Tut Ayu orang gila. “Saya dikira orang gila ngomong keras-keras sendiri,
tetapi setelah diberi penjelasan, nelayan malah ketawa,” kenang Tut Ayu ketawa cekikikan. Selain belajar nyastra dari orangtua dan kampus, Tut Ayu juga banyak belajar dari seniornya Ida Ayu Ebayanti dari Desa Kubu, Kecamatan Kubu. Dengan sepeda motor dirinya kerap menyambangi sang guru untuk belajar, meskipun jarak antara rumahnya di Desa Jasri dengan Desa Kubu sekitar 30 km. Tak pelak pengalaman pahit pernah dirasakan saat meluncur ke rumah Ibu Dayu. Ban sepeda motornya pecah di jalan dan motornya juga mengalami kehabisan bensin. Tut Ayu pun selalu mengenang perjalananya. “Untung ada tukang tambal ban dan kios bensin dekat tempat kejadian,” tuturnya.
30 Desember 2013 - 5 januari 2014
TR A D I S I
Kesenian Tradisi versus Budaya Massa Kini, tak sedikit kesenian Bali yang hidup enggan mati tak sudi. Keberadaan seni pertunjukan tradisi pada umumnya teronggok di pojok sepi. Bahkan sebagian be sar masyarakat Bali masa kini seakan tak memiliki peka an estetik dengan ekspresi keindahan yang mengkristal dalam bentuk-bentuk kesenian adiluhung seperti drama tari Gambuh dan Legong Kraton misalnya. Agaknya nilai luhur, sakral, dan spiritual pada kesenian tradisi itu kini sedang berada pada proses tawar-menawar dengan makna-makna estetika profan pragmatis.
H
idup matinya sebuah kesenian tergantung dari masyarakat pendukungnya. Dinamika masyarakat Bali di tengah arus globalisasi ini menggeser bahkan mendepak ke pinggir sebagian warisan seni leluhurnya. Status atau sebutan langka dalam konotasi hampir punah kini disandang oleh bentuk-bentuk kesenian --khususnya seni pertunjukan-- yang oleng dan pingsan. Beberapa bentuk seni tari, teater, atau karawitan yang ditradisikan secara ngayah dalam ritual keagamaan masih tampak
mampu menghela nafas. Namun, sebagai ungkapan seni yang kontekstual dengan masyarakat dan zamannya sesungguhnya ia semakin kehilangan karisma. Kepedulian terhadap seni pertunjukan tradisi yang sedang dirundung sedih itu patut dibangkitkan. Angin segar yang dihembuskan pemerintah kiranya akan membuat bergairah beberapa bentuk seni pertunjukan yang terhempas kuyu dan yang rontok lunglai. Memang sudah seharusnya pemerintah mengayomi nilai-nilai estetik masyarakatnya, seperti hal dulu para keluarga bangsawan yang
-Pasek Antara/Ngurah Budi
berkuasa berinteraksi begitu intim dengan para seniman dan karya seninya. Sayangnya kebijakan dan langkah pengayoman pemerintah tak selalu sesuai harapan. Bahkan tak jarang langkah mulia pemerintah ini jauh panggang dari api alias mubazir. Tak mampu mengusik kesenian yang telah lama tertidur pulas. Tak kuasa menggedor gairah para seniman yang keseniannya terhimpit oleh kompleksnya perhatian dan kehidupan masyarakat kekinian. Budaya massa yang berhembus kencang telah menindih keberadaan berbagai bentuk kesenian lokal. Pesona seni pentas dan hiburan massa modern melenakan masyarakat lokal, termasuk masyarakat tradisi di kota hingga ke pelosok Bali. Perhatian masyarakat Bali terhadap kesenian tradisinya yang selalu hadir dalam upacara adat dan ritual keagamaannya kini bersaing bahkan telah diambil alih oleh berbagai produk budaya massa. Kehadiran televisi sebagai hiburan rumahan dan keluarga
ikut menelantarkan pementasan seni pertunjukan tradisi yang berlanjut dengan rontoknya daya hidup kesenian itu sendiri. Budaya menonton di kalangan masyarakat, pelan-pelan tapi pasti rupanya akan raib. Begitu kuatnya pesona budaya massa itu dan paham bahwa seni pertunjukan tradisi anti terhadap interpretasi dan perubahan, menyebabkan sebagian kesenian Bali kehilangan pendukungnya. Duka nestapa ini bukan hanya menimpa seni pertunjukan yang sudah tergolong uzur seperti Gambuh, Wayang Wong, Arja, bahkan genre seni pertunjukan yang baru muncul pada tahun 1967, drama gong yang sempat berjaya kini menjadi kesenian langka. Sepuluh tahun belakangan ini agak sulit menjumpai pementasan teater rakyat yang di tahun 1970-an menghegemoni seni pertunjukan Bali lainnya. Demikian pula nestapa yang dialami wayang kulit. Pesona wayang kulit Bali terasa mulai redup ketika industri budaya global seperti film, video, dan media televisi merambah seluruh sudut dunia. Seni pertunjukan tradisi kini memang sedang didera dilema, antara
Siat Sampian Kaul Permas dan Parekan Tut Ayu (paling kanan) saat menerima hadiah
19
Gianyar memiliki banyak tradisi yang saat ini masih dilestarikan masyarakat setempat. Salah satunya tradisi siat sampian yang diselenggarakan tiap piodalan di Pura Samuantiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh. Tradisi siat sampian diselenggarakan di hari keempat setelah puncak piodalan. Tradisi yang melibatkan ratusan orang pengayah yang disebut permas (perempuan) dan parekan (laki-laki) ini menarik perhatian wisatawan. Gerak tradisi siat sampian berupa gerakan saling pukul dan saling lempar seperti perang-perangan dengan memakai sampian sebagai senjatanya, dibarengi teriakan-teriakan histeris para parekan dan permas. Maknanya, dalam diri manusia dan kehidupan akan ada suatu proses perang antara baik dan buruk. Sebelum tradisi siat sampian dimulai, dilakukan prosesi Nampiog, Ngober dan Meguakguakan. Prosesi gerakan yang bagaikan tarian
itu dilakukan dengan cara berpegangan tangan satu sama lainnya. Kemudian bergerak laksana ombak. Setelah usai upacara ini, para laki-laki dan perempuan tersebut langsung mengambil sampian (rangkaian janur untuk
sesajen) dan saling pukul serta lempar atau perang dengan sampian satu sama lainnya. Ketua Paruman Pura Samuantiga, Wayan Patera mengatakan, ritual Nampiog, Ngober, Meguakguakan dan Ngombak mempunyai makna sebagai suatu proses penyucian sebelum upacara siat sampian dilakukan. Tarian ini memiliki gerak yang relatif sederhana, sehingga mudah dilakukan dan ditirukan oleh hampir semua peserta yang begitu banyak jumlahnya. Busana yang dikenakan oleh permas terdiri atas kain hitam, sabuk putih, kebaya putih, selendang putih. Hiasan kepala memakai pusung tagel. Busana yang dikenakan parekan terdiri dari kain putih, saput putih, baju putih. Penari yang terlibat dalam siat sampian sangat terkait dengan keyakinan masyarakat. Artinya, tidak ada proses pemilihan penari. Bagi mereka yang sudah pernah menjadi pe-
bertahan dengan paradigma yang tak mentolerir perubahan dan sebaliknya bertransformasi namun dituding kehilangan identitas. Pilihan antara hidup dan komersialisme dapat kita simak dalam seni pertunjukan turistik. Industri kepariwisataan sebagai perpanjangan tangan kapitalisme global menjadikan budaya-budaya tradisi, termasuk seni pertunjukan tradisi, sebagai objek komoditi melalui homogenisasi kultural. Nilai-nilai sakral, magis, dan spiritual sebuah kesenian harus dikorbankan. Revitalisasi kesenian langka yang digulirkan oleh pemerintah, selain merupakan upaya menguatan aspek estetik konseptualnya, agaknya perlu didukung oleh sanggaan sosialkultural dan psikis-mental. Penguatan estetik-konseptual yang menyangkut penggarapan atau rekontruksi aspek bentuk tak bisa dilepaskan dari penguatan dua aspek fundamental sosiokultural dan psikis-mental. Penguatan sosial dimana seni pertunjukan itu ditradisikan perlu disemai. Salah satunya adalah lewat ritual keagamaan. Namun, yang perlu dikembalikan di tengah budaya artifisial dan semu ini adalah budaya menonton secara langsung, komunikasi tatap muka, dan relasi kebersamaan lainnya. Seni pertunjukan adalah komunikasi dan budaya kebersamaan. Kebersamaan tersebut akan ideal bila didukung oleh mentalitas kreatif dan inovatif serta bagaimana mengapresiasi sebuah gagasan atau karya seni pertunjukan. Diskontinuitas aspek sosial dan mental inilah agaknya yang sering menghambat usaha-usaha penyelamatan seni tradisi selama ini. Seni pertunjukan sebagai sebuah kebersamaan sangat terkait erat dengan kompleksitas mental dan sosial, lebih-lebih di masa kini. Kini ketika mobilitas masyarakat semakin dinamis, ketika homogenitas sebuah komunitas juga tak sekental dulu lagi, dan ketika globalisasi melibas, identitas budaya atau ekspresi-ekspresi estetik seni tradisi Bali tergerus dalam kegamangan. -Kadek Suartaya
nari, secara otomatis keturunannya menjadi permas atau parekan. “Ketentuan tersebut sangat ditaati sehingga tidak ada yang berani menolaknya. Mereka takut akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau musibah seperti sakit atau terkena bahaya lainnya,” kata Patera. Dulu, peserta siat sampian adalah orangorang yang pernah terkena penyakit atau musibah. Kesembuhan mereka berkat permohonan ke hadapan Bhatara yang berstana di Pura Samuantiga. Mereka berkaul bila sembuh akan mengabdi di Pura selama upacara berlangsung, baik sebagai permas atau parekan, maupun pengayah mempersiapkan sesajen. Selain itu ada pula dengan jalan mapinunas (menanyakan pada orang pintar). Dalam mapinunas itu mereka disarankan agar menjadi permas/parekan di Pura Samuantiga. Dalam pengertian filosofi siat sampian, siat mempunyai makna perang, sedang kan sampian merupakan lambang senjata Dewa Wisnu. Senjata ini dipergunakan untuk memerangi adharma (kejahatan). Filosofi yang diambil dari tradisi ini adalah untuk mengenyahkan adharma dari muka bumi. Sehingga dari ritual itu, siat sampian merupakan simbol perang terhadap kejahatan. Siat sampian juga untuk memperingati pera yaan bersatunya berbagai sekte keagamaan (Hindu) di Bali, disamping untuk memohon kesejahteraan lahir dan batin. –Gung Dar/Ngurah Budi
TR A D ISI
18
Pamer Koleksi Pakaian Dalam Semalam
Di salah satu ruangan Pengadilan Negeri salah satu kota di Pulau Lombok, Emilia tertunduk sedih. Tiap pertanyaan yang dilontarkan hanya dijawab dengan anggukan dan kepala menunduk. Di sampingnya duduk seorang ibu menggendong bayi berusia enam bulan. Ia tak sanggup me natap bayi yang tertidur lelap di pangkuan perempuan itu. Meski begitu, keikhlasan tampak dari raut wajahnya ketika memberi jawab an terakhir dalam dialog itu, bahwa ia bersedia menyerahkan anaknya, Arni (bayi itu) untuk diadopsi keluarga Sukarti.
Dalam masyarakat tradisional suku Mbojo, di zaman dahulu, sejatinya para gadis suku Mbojo, sangatlah sulit ditemui dalam pergaulan kehidupan sehari-hari. Mereka tidak sembarang boleh keluar rumah, terutama siang hari. Bisa dikata kan, gadis Mbojo tidak “dipamerkan”. “Keberadaan mere ka terbilang tertutup oleh tradisi yang disebut Nggempe. Nggempe artinya, hanya diam di rumah dan tidak ke manamana. Dalam tradisi nggempe ini, siwe mbojo (gadis Bima), menjalani proses pingit sejak mereka aqil baligh atau dewasa,” kata Budi AR, budayawan Dompu.
D
nggempe dari pemilik rumah yang dilaluinya atau yang didatanginya, lewat suara alat tenun di atas lotengnya. Para pemuda biasanya mengidentifikasi ada gadis atau tidak dalam sebuah rumah, dari suara alat tenunnya. Mereka telah terbiasa mengindentifikasi suara satu alat tenun atau pun beberapa alat tenun. Jika suara alat tenunnya satu, maka ada seorang gadis di rumah tersebut. Namun jika suara yang berasal dari beberapa alat tenunnya, bisa dipastikan pemilik rumah ini memiliki lebih dari satu anak gadis. Para gadis Mbojo tempo dulu, tidak sembarangan boleh turun dari rumahnya (rumah asli suku Mbojo adalah rumah panggung, karenanya untuk menyebut keluar rumah, selalu menggunakan istilah “turun”). Namun uniknya, gadis Mbojo khususnya yang ada di Dompu, boleh keluar dan menampilkan dirinya secantik mungkin dengan dandanan sebaik mungkin, adalah ketika acara Peta Kapanca, yang
digelar bagi calon mempelai perempuan yang akan menikah keesokan harinya. Kegiatan peta kapanca zaman dahulu di Dompu, digelar semalam suntuk. Berbagai kegiatan yang meramaikan dan memeriahkan acara tradisi ini akan mengundang perhatian masyarakat, terutama muda-mudi untuk ikut menyaksikannya. Gelar seni hadrah dan seni tradisional lainnya, akan turut mengundang para gadis yang sedang dipingit. Saat gelar tradisi peta kapanca semalam suntuk inilah, waktu yang paling ditunggu oleh para gadis yang dipingit. Karena saat inilah, mereka diperbolehkan oleh orangtua maupun adatnya, untuk turun dari loteng dan keluar rumah serta menampilkan dirinya semaksimal mungkin, selama kegiatan berlangsung. Gadis sekampung itu, akan berlomba-lomba mendatangi lokasi acara dengan penampilan terbaik dan pakaian terindahnya. Para pemuda yang memainkan hadrah biasanya bersemangat menabuhnya ke-
Perkawinan suku Mbojo
l i f e s to ry
tika banyak gadis berdatangan di acara tersebut. Para pemuda ini bermain hadrah di atas rumah panggung khusus yang dibangun, yang merupakan mahar mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan dan disebut Uma Ruka. “Para gadis akan menampilkan dirinya secantik mungkin kala ini. Ia bisa berkali-kali pergi dan pulang ke rumah untuk berganti pakaian dan memperbaiki dandanannya dalam tradisi cepe kani (ganti pakaian). Ini merupakan simbol, bahwa perempuan suku Mbojo, telah siap mencari pendamping,” lanjutnya. Kegiatan berganti baju yang disebut cepe kani ini bisa berlangsung sebanyak koleksi pakai an yang dimiliki sang gadis dalam lemarinya. Jika perlu semua koleksi pakaian yang dimilikinya, akan dipakainya dalam satu malam kegiatan itu berlangsung. Dalam acara inilah, para pemuda dan pemudi bisa saling melihat satu sama lain untuk kemudian saling tertarik. Semacam ajang
7
Anakku bukan Milikku lagi
Cepe Kani
alam tradisi nggempe ini, para gadis Mbojo melakukan kegiatan menenun yang disebut Tete Muna. Maka tidak heran, jika dalam kehidupan keseharian masyarakat suku Mbojo tempo dulu, selalu “diiringi” dengan irama tenun yang bersahut-sahutan yang datang dari loteng-loteng rumah penduduknya. Karena itulah, dalam masyarakat tradisional Mbojo, para perempuannya selalu memiliki keahlian menenun. Para gadis suku Mbojo menghabiskan sebagian besar waktunya sehari-hari untuk menetap di atas loteng yang sengaja dibuat oleh orang tuanya. Karena itu, loteng menjadi salah satu bagian ruang penting dalam arsitektur rumah suku Mbojo karena dari sana lah akan terkirim simbol-simbol tradisi berkaitan dengan tradisi pranikah. Masyarakat, terutama pendatang dari luar kampung atau tamu, hanya akan tahu berapa jumlah anak gadis yang
30 Desember 2013 - 5 januari 2014
30 Desember 2013 - 5 januari 2014
untuk menemukan jodoh yang diinginkan. Simbol lain dalam perkawinan suku Mbojo adalah Uma Ruka (rumah panggung yang dibuat oleh pihak laki-laki). Pada zaman dahulu, dalam tradisi suku Mbojo, rumah panggung yang dibangun oleh laki-laki menjadi salah satu syarat yang selalu diajukan pihak perempuan sebagai maharnya. Ada uma ruka yang dua belas tiang bahkan ada yang dua puluh empat tiang. “Semakin besar uma ruka sebagai maharnya, maka semakin yakinlah pihak perempuan terhadap si laki-laki. Jumlah tiang rumah ini, menjadi simbol tanggung jawab laki-laki untuk menaungi istri dan keturunannya kelak dengan memenuhi kebutuh an pokoknya yang bersifat primer ini,” ujar DR. Hj. Siti Maryam Salahuddin, budayawan Bima. Selain itu, si laki-laki yang mampu membangun uma ruka ini akan dipandang sebagai laki-laki yang mau bekerja keras, sebagai bentuk tanggung jawabnya. Keikutsertaan keluarga membantu laki-laki membangun uma ruka bagi calon istrinya, sebagai simbol bahwa keluarga besar laki-laki juga bertanggung jawab membantu keluarga si laki-laki ini kelak jika mendapatkan kesulitan. Tidak hanya calon mempelai laki-laki yang menerima si gadis namun keluarga besarnya pun ikut menerima si gadis sebagai anggota keluarga baru. “Permintaan mahar berupa materi ini, sesungguhnya menggambarkan bahwa gadis Mbojo memiliki posisi yang sangat tinggi dan terhormat dalam masyarakat sosialnya,” katanya. Sehingga, ketika seseorang mempersuntingnya mestilah ia mampu memenuhi segala permintaannya. Dari sinilah, pihak perempuan akan melihat, apakah laki-laki itu sanggup memenuhinya sebagai simbol tanggung jawab. Seluruh mahar yang sudah disepakati itu, akan diantarkan dalam sebuah acara khusus yang disebut Wa’a Coi (antar mahar). -Naniek I. Taufan/Ngurah Budi
A
rni diadopsi secara resmi oleh Sukarti setelah melewati masa-masa penyesuaian antara ia dan Arni juga antara Arni dan keluarga Sukarti. Putusan pengadilan tentang adopsi hari itu, menyadarkannya, Arni “bukan lagi” miliknya. Ia ikhlas untuk itu mengingat keluarga Sukarti sangat menyayangi Arni. Hal lain yang membuatnya kuat melepas Arni pada Sukarti adalah karena itu merupakan wasiat dari almarhum suaminya, sebelum ajal menjemputnya dengan sangat tragis. Entah apa yang ada dalam pikiran suaminya semasa hidup hingga menjelang ajal menjemputnya, selalu mengatakan bahwa jika bayi mereka kelak lahir, maka ia menitipkannya pada keluarga Sukarti. Saat itu Emilia tengah mengandung anak kedua mereka pada usia lima bulan. Sukarti yang merupakan kenalan baiknya itu sudah lama menikah namun tak memiliki anak. Kasih sayang yang besar dicurahkan Sukarti dan suaminya pada anak pertama mereka membuat mereka merasa iba pada Sukarti. Bagi Emilia, kala ungkapan itu diucapkan berkali-kali oleh suaminya, hanya dimaknai sebagai ungkapan iba pada Sukarti. Namun, setelah ajal menjemput suaminya, Emilia baru sadar bahwa ungkapan itu merupakan tanda-tanda. “Ia bahkan menitipkan anak ini lewat ibundanya dan juga tetangga kami di kampung,” ujarnya. Perkataan suaminya itu ia anggap sebagai wasiat yang harus ia jalani. Dini hari itu, ia masih menanti kepulangan suaminya yang baru saja nonton bareng sepak bola bersama kawan-kawannya. Ia memang gelisah sepanjang malam karena suaminya belum juga pulang. Namun, karena ia tahu suaminya nonton bola yang jam tayangnya
tkh/net
memang dini hari, membuat ia mengesampingkan kegelisahannya. Ia tidak dapat tidur semalaman. Menjelang subuh, ketika kantuk menyerang, ia pun tertidur. Cukup lelap. Alangkah kagetnya ia ketika pagi hari, ia dibangunkan oleh berita duka yang membuatnya pingsan dan tak dapat mengendalikan diri. Ia jatuh lemas ketika mendengar bahwa suaminya mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat. Ia diminta datang ke rumah sakit untuk mengenali jenazah tersebut. Dengan perut yang besar, Emilia terhuyung-huyung dan jatuh di samping jenazah suaminya. Suami yang di matanya adalah lelaki yang baik dan rajin beribadah. Kematiannya yang tragis membuatnya sangat terpukul. Namun, ia tidak dapat menolak takdir. Dalam keadaan tertekan akibat ditinggal suami yang mendadak dan tragis, ia kehilangan pegangan. Banyak hal yang ia pikirkan, ter utama soal wasiat suami nya itu. Sebagai seorang perempuan, muda pula, ia tak memiliki pekerjaan untuk menghidupi kedua anaknya kecuali bergantung pada mertuanya. Teramat berat beban yang harus ditanggungnya ditambah lagi ia tengah menanti kelahiran anak keduanya. Setelah sebulan berlalu, karena men dengar di banyak tempat suaminya menitip bayi itu kepada Sukarti ia pun mendatangi Sukarti untuk menyampaikan wasiat tersebut bahwa ia meminta Sukarti untuk mengadopsi
anaknya. Sukarti yang sendiri tanpa anak itu, menerimanya dengan suka cita. Tanpa mengabaikan perasaan Emilia sebagai seorang ibu, Sukarti berkali-kali menanyakannya tentang keinginannya itu. Apakah benar ia siap menyerahkan bayi tersebut untuk diadopsinya. Sukarti tidak ingin terkesan merampas bayi itu dari Emilia. Melihat kesungguhan Sukarti, Emilia yakin untuk menjalankan wasiat suaminya itu. Sukarti yang merasa bertanggung jawab mendapatkan bayi tersebut ketika lahir kelak,
menjamin kehidupan Emilia terutama soal asupan gizinya. Sukarti juga rajin mengantar Emilia memerik sakan kandungannya ke dokter kandungan. Ia juga mempersiapkan segala keperluan bayi seperti calon ibu yang menanti kelahiran bayinya sendiri. Ketika Emilia melahirkan, Sukarti sibuk mengantar dan menemaninya selama proses melahirkan. Ketika bayi itu telah lahir, Sukarti tidak ingin memisahkan Emilia dari bayinya. Ia mengantarkan Emilia dan bayinya pulang ke rumahnya dan Sukarti tidak
ingin membahas soal adopsi itu. Ia biarkan Sukarti mengambil keputusan dengan tenang. Pergolakan batin seorang ibu ia rasakan benar. Saat malam tiba, ia kerap menantap wajah bayinya dan membayangkan serta mengingat pesan almarhum suaminya. Tiap malam ia mantapkan hatinya untuk melepas Arni pada Sukarti. Segala konsekuensi dari proses adopsi itu telah ia pikirkan. Hingga akhirnya, Sukarti merasa siap untuk melepas Arni. Ia datang pada Sukarti dan menyerahkan Arni untuk menjalani proses adopsi. Sukarti tidak lantas memulai proses itu saat itu juga. Ia masih menanti situasi baik, jangan-jangan Emilia berubah pikiran. Ia memang telah mulai mengasuh Arni, tapi belum melakukan proses adopsi. Ia juga ingin melihat komitmennya pada kehadiran Arni. Juga melihat apakah Arni akan betah bersamanya. Setelah semua proses ia jalani maka per mohonan adopsi pun ia lakukan. Kian hari, Emilia juga telah makin mantap untuk melepas Arni. Satu persatu dokumen adopsi diurus hingga akhirnya kini, Arni tinggal bersama Sukarti. “Saya berdoa semoga Arni dan ibu barunya bahagia dan saya ikhlas melepasnya,” ungkapnya tersenyum. -Naniek I. Taufan/Ngurah Budi
8
BUNDA & ANANDA
Hindari Label “Nakal” Kasus penganiayaan yang menimpa Raditya Atmaja Ginting alias Adit di Riau membuat banyak kalangan terhenyak. Ibu tirinya, Revina alias Vina dijadikan tersangka dalam kasus ini. Dari keterangan Vina kepada kepolisian, ia mengaku Adit nakal. Haruskah anak nakal dihukum dengan penyiksaan dan dibuang di perkebunan?
S
eorang anak dalam fase tumbuh kembangnya pasti akan menampilkan perilaku khas anak-anak yang dalam kacamata orang dewasa dianggap sebagai perilaku nakal. Nakal hanyalah sebuah definisi orang dewasa terhadap anak kecil. Pada masa kanak-kanak, rasa ingin tahu anak yang begitu besar karena pesatnya perkembangan otak membuat anak ingin memuaskan rasa ingin tahu secara berlebihan. Hal ini akan tampak dalam perilaku seperti terus-menerus mencoba, menyentuh, tak bisa diam, dan bereksplorasi sebagai akibat dari rasa ingin tahu yang dimiliki. “Kategori kenakalan harus mengacu pada suatu standar seperti misalnya hukum. Secara hukum, kenakalan pada anak merupakan perbuatan melanggar norma-norma baik norma hukum maupun norma sosial. Perbuatan yang dianggap sebagai perilaku nakal merupakan perilaku yang dilarang oleh hukum pidana, seperti mencuri dan menganiaya. Sedangkan pada fase anak, kenakalan anak merupakan representasi dari proses pembelajaran anak yang tampil dalam perilaku ingin tahu dan eksplorasi. Jadi tidak tepat jika pada fase eksplorasi ini anak disebut sebagai anak nakal,” ujar Luh Kadek Pande Ary Susilawati, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Staf pengajar Program Studi Ilmu Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini menambahkan, batasan sejauh mana anak sudah dikatakan nakal adalah mengarah pada perilaku-perilaku yang sudah melanggar hukum. Beberapa batasan yang dapat digunakan adalah anak melakukan perbuatan yang dilarang oleh hukum pidana seperti mencuri dan menganiaya, semua bentuk perbuatan penyelewengan terhadap norma sosial yang menimbulkan terganggunya ketertiban dalam masyarakat, semua perbuatan yang menunjukkan mengganggu secara sosial. Bu Pande menyitir pendapat Mario
Pande Ary Susilawati
Teguh mengenai anak yang dikategorikan sebagai anak nakal memiliki perilaku yang berlebihan secara energi, banyak akal, cenderung menentang peraturan yang tidak dipahami dengan logika berpikir kanak-kanaknya. Namun, tidak sampai menyebabkan kerusakan dan kerugian pada dirinya dan orang lain, serta berlaku secara tidak lazim. “Menurut Piaget (tokoh Psikologi Perkembangan), anak memiliki cara berpikir yang khas sehingga caranya memahami dunia akan berbeda dengan orang dewasa. Perbedaan inilah yang membuat anak tampil dengan perilaku-perilaku yang khas dan seringkali muncul kesan ide mereka kreatif untuk anak seusianya. Mengategorikan anak itu cerdas atau kreatif, tentunya harus melalui serangkaian pemeriksaan, seperti pemeriksaan IQ atau intelegensi,” paparnya. Ada beberapa hal yang orangtua dapat lakukan untuk mengatasi kenakalan pada anak mereka. Pertama, membentuk pengalaman belajar sesuai rasa ingin tahu alamiah anak, misalnya menghadapkan anak pada masalah-masalah yang relevan dengan minat anak. Kedua, memberi kesempatan anak untuk ikut serta dalam menyusun dan merencanakan kegiatan belajar. Ketiga, mengusahakan agar program belajar cukup luwes untuk mendorong siswa atau anak didik melakukan penyelidikan, percobaan (eksperimental) dan penemuan sendiri. Keempat, bertindaklah lebih sebagai sumber belajar daripada sebagai penyampai informasi, serta jangan paksakan pengetahuan yang belum siap diterima anak. Kelima, dorong dan hargailah inisiatif dan rasa ingin tahu anak terhadap sesuatu. Keenam, biarkan anak bela-
jar dari kesalahannya dan menerima akibatnya. Tentu saja selama tidak berbahaya dan membahayakan. Ketujuh, tidak lupa untuk menghargai dan memuji usaha-usaha baik yang sudah dilakukan anak. “Anak yang terkategori nakal secara hukum tentunya harus dibina secara hukum agar memiliki efek jera dan tidak mengulangi perilakunya selain juga untuk mendapatkan bimbingan secara moral. Namun, anak yang dianggap nakal secara perilaku karena fase eksplorasi mereka, tentu tidak membutuhkan hukuman namun arahan dan memfasilitasi keingintahuan anak melalui media pembelajaran yang sesuai dan pemahaman dari orang dewasa atas cara berpikir di usia anak-anak,” jelas psikolog lulusan S-1 Psikologi dan S-2 Psikologi Klinis Universitas Surabaya ini. Bu Pande menegaskan, mendidik anak yang nakal dibutuhkan peran serta dari semua pihak terutama orangtua dan lingkungan terdekat anak. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain, menggunakan cara preventif, yaitu melakukan cara-cara mendidik yang baik dan benar untuk tujuan mencegah perilaku anak mengarah pada
30 DESEMBER 2013 - 5 JANUARI 2014
perilaku nakal, memberi contoh perbuatan yang baik agar anak meniru perilaku yang benar, bicara dengan nada yang halus dalam memberi wejangan atau nasihat dan perlu sikap bijak dari orangtua dalam kondisi ini. Cari sebab kenakalan pada anak karena perilaku nakal pada anak terjadi melalui suatu proses yang diadaptasi dari lingkungan serta hindari memberi label “nakal” karena akan membawa efek psikologis pada diri anak. Lingkungan memiliki peran penting kedua setelah keluarga. “Melalui lingkunganlah anak akan mengalami proses belajar yang sesungguhnya di luar keluarga sehingga segala perilaku yang anak lihat dari lingkungan akan diamati dan direkam dalam kognitifnya dan jika dianggap menarik maka akan ditiru oleh anak. Selain itu, situasi lingkungan dan teman sebaya juga merupakan faktor lain dari lingkungan yang memengaruhi kenakalan pada anak, terutama situasi yang negatif dan teman yang salah,” papar Bu Pande. Agar kenakalan yang anak lakukan menjadi lebih bermanfaat maka beri ruang pada anak untuk menampilkan perilaku eksplorasinya. Namun, tentunya masih di bawah pengawasan orangtua. Kenali juga minat anak yang kemudian menjadi sumber kenakalan anak tersebut dengan asumsi anak menunjukkan perilaku nakal karena ide atau perilaku mereka merupakan bentuk dari minat atau rasa ingin tahu terhadap sesuatu. –Ngurah Budi/Ratna Hidayati
“Melalui lingkunganlah anak akan mengalami proses belajar yang sesungguhnya di luar keluarga sehingga segala perilaku yang anak lihat dari lingkungan akan diamati dan direkam dalam kognitifnya dan jika dianggap menarik maka akan ditiru oleh anak. Selain itu, situasi lingkungan dan teman sebaya juga merupakan faktor lain dari lingkungan yang memengaruhi kenakalan pada anak, terutama situasi yang negatif dan teman yang salah”
Ilustrasi
30 DESEMBER 2013 - 5 JANUARI 2014
G R I YA
Ramah Lingkungan Fondasi Gaya Hidup Modern
17
Perarsitekturan di Bali berkembang cukup pesat. Pengembang-pengembang properti berlomba-lomba mengintip lahan kosong bahkan lahan produktif yang disulap menjadi perumahan. Sebagian orang menilai keberadaan bangunan-bangunan tersebut agak keluar dari jalurnya. Bagaimana pengamatan Popo Danes, arsitek yang mendapatkan penghargaan ASEAN Energy Award 2004 for Tropical Building Category ini?
Popo Danes
Tirta Ray
aya melihat kita ini belum berasitektur yang benar,” ungkapnya. Secara umum, ada empat hal yang disampaikan Popo yang seharusnya dipakai acuan dalam membuat suatu bangunan. Pertama, tata guna lahan. Ini terkait dengan tata ruang. Karena realitanya, masih banyak muncul bangunan yang sudah jelas-jelas berada di jalur hijau. Paling tidak, harus ada aturan yang menjaganya. Kedua, membangun yang benar. Dalam membangun ini dikatakannya juga harus betul-betul sesuai dengan kaedah, syarat, aturan tentang keselamatan kerja dan pengguna bangunan. Di dalamnya juga ada tata rupa bangunan (perwajahan) yang pantas untuk lingkungannya. Misalkan di Bali, bangunannya harus mencerminkan Bali, yang semua itu juga sudah diatur dalam perda bangunan dan arsitektur di Bali. Ketiga, membangun untuk jangka panjang. Artinya, ketika merencanakan sebuah bangunan, hendaknya sejak awal sudah merencanakan misalkan tempat peletakkan AC, titik-titik lampu/ elektrikal, ataupun menentukan instalasi jalur pipa. Jika hal ini diabaikan, bukan tidak mungkin ketika bangunan sudah berdiri akan ada tambal sulam dalam bangunan. Ini akan mengganggu perwajahan lingkungan. Keempat, sebuah bangunan hendaknya konsen terhadap arsitektur yang menyangkut bangunan hijau (ramah lingkungan/eco friendly). Hal ini dimulai dari pemilihan material, tata
kelola air, limbah, dan energi. Misalkan dalam pemilihan material, menggunakan bahan-bahan bekas yang masih bisa dipakai kembali (reused); hemat energi dengan memperhitungkan adanya bukaan-bukaan dalam bangunan sehingga memaksimalkan penggunaan cahaya alami (sinar matahari) yang sekaligus meminimalisir penggunaan cahaya buatan. “Ini seharusnya yang menjadi fondasi gaya hidup modern,” ujarnya. Arsitektur yang baik dijelaskan Popo adalah hasil dari meramu apa yang ada di sekitar kita dan mengembangkannya berdasarkan kekayaan Indonesia. Berdasarkan itu pula ada empat hal yang menjadi perhatian utama Popo dalam karya arsitekturnya, yakni arsitektur tropis, budaya, tourisme, dan eco-friendly. Ciriciri dari karyanya ini antara lain dengan memanfaatkan bahan bekas yang masih layak pakai, modern tetapi tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional ornamen Bali, dan memaksimalkan penggunaan bahan lokal. Pengalaman Popo dalam mendesain dan mengeksplorasi bahan sudah tak diragukan lagi, baik itu di Bali, luar Bali, hingga internasional. Hal ini membuktikan bahwa arsitektur Indonesia kini sudah mampu bersaing dengan arsitektur internasional yang sarat akan teknologi namun tidak melupakan nilai-nilai tradisional lokal yang terkandung di dalamnya. Ia berharap peraksitekturan di Bali dan Indonesia tetap melestarikan nilai budaya dan eksotisme kesenian tradisional dalam negerinya.
“S
ARSITEKTUR BALI TERPINGGIRKAN Apa yang disampaikan Popo Danes diperkuat dengan pernyataan Drs. DA Tirta Ray, M.Si. Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Denpasar ini mengkritisi banyaknya muncul bangunan-bangunan yang bergaya minimalis yang dinilainya sudah keluar dari pola-pola bangunan Bali. “Arsitektur Bali terpinggirkan. Pola-pola Bali sudah ditinggalkan termasuk ornamennya yang mencirikan khas bangunan Bali,” ujarnya. Pembantu Dekan III FSRD ISI Denpasar yang kerap dipercaya berbicara tentang budaya bangsa ini mengatakan pola bangunan Bali tersebut, salah satunya sikut karang sudah tak lagi mengindahkan aturan sikut karang Bali. Seperti telajakan, yang tak sekadar berfungsi untuk hiasan/ keindahan suatu perkampungan, namun juga berfungsi sebagai serapan air dan areal untuk menanam tanaman upacara seperti tebu, sekarang sudah tidak ada. “Jangankan di kota, di desa saja sekarang kepentingan ekonomis lebih menonjol, sehingga telajakan difungsikan sebagai tempat-tempat bisnis/membuka ruko bahkan gudang, yang sudah tidak mengenal lagi sikut karang,” ujarnya. Karang (rumah) di Bali, seharusnya di areal depan ada got, telajakan, tembok penyengker, baru kemudian bangunan. “Inilah arsitektur Bali,” tegasnya. Aturan Bali pun dijabarkannya sangat
fleksibel memakai sikut (ukuran) kepentingan orang banyak. Kalau pun hanya memiliki tanah 2 are, masih bisa mengikuti sikut karang itu dengan berkolaborasi dengan dengan tetangga. Di Bali, yang namanya kampung, tidak ada sekat antara satu dengan lainnya seperti di Desa Penglipuran, Bangli. Individualis orang-orang perkotaan mengakibatkan selain lahan sudah sempit, kini sudah tak ada kerjasama lagi dengan tetangga yang menyebabkan pengaturan tidak bagus. Ia mencontohkan, misalkan tiga orang yang bertetanggaan memiliki tanah masing-masing 1 are, total tanah yang dimiliki berarti 3 are. “Jika tanah 3 are ini ditata dengan sistem desa adat di Bali, saya rasa bisa. Cuma sekarang semua orang mencari halaman ke jalan dan tidak mau mengorbankan tanah miliknya untuk umum. Sehingga, bangunan-bangunan itu kelihatan sesak, dari segi sirkulasinya tidak ada,” ujarnya. Seharusnya, karang satu dengan karang lain ada pembatasnya, walaupun tidak pembatas secara formal (tembok). Bisa dibuat semacam ruang kosong yang disisakan (gang). “Jika para pemilik tanah merelakan misalkan masing-masing 3 tapak saja, su-
dah ada 6 tapak untuk dijadikan gang. Sayang, ini belum ada yang mengkajinya,” ujar Tirta Ray. Padahal, dari fisik bangunan sudah dibuatkan aturan oleh pemda terkait arsitektur Bali ini, tetapi itu pun dinilainya tak berjalan maksimal, hanya sebatas ornamen atau kulit luarnya saja. Menurutnya, Jika bangunan Bali hanya pertahankan kulit luar dan tidak dipertahankan secara utuh, bangunan Bali akan kacau, apalagi Bali berwawasan budaya. Budaya bali tak hanya dari kesenian saja, tetapi ada tujuh unsur budaya yakni agama dan kebudayaan, sistem sosial, sistem kemasyarakatan, bahasa, kesenian, kuliner, dan rumah adat. Cermin Bali itu ada pada ajaran terdahulu, yang bukan berarti kembali ke masa lalu. Tetapi, berakar dari masa lalu yang bisa dikembangkan dengan kekinian. “Budaya itu dinamis, tak harus mandeg sampai di sana. Budaya harus terus berkembang, dan punya dasar/patokan. Aplikasi dalam bangunan, seperti adanya jalan pintas dan gang antartetangga. Hal ini bisa dilaukan jika kita menyadari pentingnya bertetangga. Selain, ini juga untuk menanggulangi banjir,” ucapnya. –Inten Indrawati/Ngurah Budi
PELESIR
16
To k y o S k y T r e e
Simbol Keunggulan Konstruksi Jepang Berlibur ke Jepang, tidak lengkap kalau belum mengunjungi Tokyo Sky Tree. Tokyo Sky Tree merupakan tower tertinggi di Jepang yang terletak di daerah Sumida, Tokyo. Tokyo Sky Tree selesai dibangun dan diresmikan awal Maret 2012, tepat setahun setelah gempa dan tsunami dengan magnitudo 9.0 menimpa Jepang.
T
gempa. Menara pagoda kayu tertinggi di Jepang, di Kuil Toji Kyoto (55 meter), bahkan tetap berdiri kokoh sejak tahun 1644, meski telah melalui beberapa kali gempa. Berbagai teknologi antigempa juga diterapkan di konstruksi Tokyo Sky Tree yang menurut pengembang bisa menyerap 50% guncangan. Gempa bumi di Tohoku 11 Maret 2011 menjadi bukti menara ini bisa bertahan dari gun cangan gempa besar. Saat gempa tahun 2011, tidak ada kerusakan struktur yang
30 Desember 2013 - 5 januari 2014
Tokyo Sky Tree juga kini lebih mudah. Pihak pemilik Sky Tree, Tobu Railway, telah membuka stasiun baru yang bernama “Tokyo Sky Tree Station” di jalur Tobu, sehingga memudahkan pengunjung yang ingin datang dengan menggunakan kereta api. Lokasi Tokyo Sky Tree juga tak jauh dari Kuil Sensoji di Asakusa. Meski Tokyo Sky Tree sudah dibuka untuk umum pada 22 Mei 2012, namun untuk bisa mendapatkan tiket naik ke observatory dock, kita harus mengantri hingga 2 jam. Dari puncak menara tertinggi di Jepang ini, pengunjung bisa melihat pemandangan kota dan kepa datan aktivitas kota Tokyo. “MENGINTIP NERAKA” Di kota Kanaya, Perfecture Chiba, Jepang, ada satu objek wisata yang san gat terkenal yaitu Daibutsu yang dalam bahasa Jepang berarti Patung Budha Raksasa. Lokasi Daibutsu ini terletak di lereng Gunung Nokogiri. Patung atau stupa Budha setinggi 31 meter ini telah berdiri sejak tahun 1783 yang pernah mengalami kerusakan pada saat gempa dan direstorasi kembali tahun 1969. Patung Budha yang juga disebut Ni
kiri dan kanan terlihat pohon Momiji yang terkenal karena daunnya bisa berubah warna sesuai dengan musim. Sebelum menuju patung Budha Raksasa kita bisa melihat Hyakushaku Kannondama yang berada di celah gu nung yang lembab dan dingin. Sebuah patung Kannon dipahat di lereng Gunung. Sesuai namanya setinggi hyakushaku 1 shaku = 0.33 meter jadi 100×0.33 = 33 meter, dalam bahasa Inggrisnya Kannon adalah Kwanyin dan karena terletak di celah bukit. Usia patung ini adalah sekitar 44 tahun. Diatas puncak gunung yang ber nama Jigoku Nozoki ada bekas jem batan yang sudah rusak yang sekarang disebut dengan “mengintip ke neraka”. Disebut demikian karena setiap pen gunjung yg kesana, bila menoleh ke bawah seolah-olah melihat neraka. Dari jembatan tersebut bila kita lanjutkan menyusuri anak tangga menuju ke bawah, kita bisa melihat sekitar 1500
okyo Sky Tree memiliki ketinggian 634 meter dan hampir lima kali lebih tinggi dari Monas di Jakarta (132 meter). Meski bangunan tertinggi di dunia masih tetap dipegang oleh Burj Khalifa di Dubai (829 meter), Tokyo Sky Tree tetap sebuah fenomena yang mampu menunjukkan keunggulan konstruksi Jepang. Sebelum Tokyo Sky Tree selesai dibangun, ikon kota Tokyo adalah To kyo Tower dengan ketinggian 332 me ter, yang telah berdiri sejak tahun 1958. Namun, mulai 2012, Tokyo Tower dipensiunkan perannya sebagai menara komunikasi dan televisi kota Tokyo. To kyo Tower tetap berdiri sebagai lokasi turisme, namun fungsinya akan diambil alih oleh Tokyo Sky Tree, termasuk sebagai pemancar TV digital. Bagi Jepang, keberadaan menara
nyerap guncangan gempa, dan mengu rangi goyangan di struktur bangu nan. Dalam sejarah Jepang memang belum ada cerita bangunan pagoda yang roboh karena
honji Daibutsu berada di komplek kuil Nihonji yang merupakan kuil tertua, dibangun pada 725M dan menjadi kuil tertua di Jepang yang saat ini sebagai pusat ritual bagi sekte Soto Zen. Perjalanan menuju kawasan Gunung Nokogiri, bisa ditempuh dengan sarana transportasi kereta gantung Ropeway. Setelah tiba di pemberhentian Rope way, dari atas Gunung Nokogiri kita bisa meli hat pemandangan Teluk Tokyo yang sibuk den gan aktivitasnya. Untuk bisa menuju ke lokasi Patung Budha dan Jem batan “Mengintip ke Neraka”, kita harus menyusuri ribuan anak tangga, yang di sebelah
patung budha yang berukuran kecil yang konon saat masa pemerintahan anti Budha, patung-patung tersebut dirusak. Kini, patung-patung tersebut kembali ditata dan dipagari agar tidah rusak. Setelah tiba di lokasi Patung Budha Raksasa, ada satu tempat yang menurut penjaga, kita bisa berdoa sambil meminta sesuatu. Di sebelah kiri ada sebuah tempat khusus untuk meletakkan patung permintaan, ber warna putih dan merah. Tempat wisata di Gunung Nokogiri ini selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Kunjung an wisatawan ke lokasi ini saat hari libur bisa mencapai 1000 orang per hari, sedangkan untuk hari biasa bisa mencapai 300-500 per hari. –Yudi Karnaedi/Ngurah Budi
DARA
9
Kadek Ade Yulia Dewi
Olah Jamur Bersama Ibu M erintis usaha potensial dengan modal yang tidak terlalu besar dan metode yang sederhana merupakan impian setiap wirausahawan. Di tangan seorang wirausahawan, hal-hal kecil dapat disulap menjadi pundi-pundi rupiah, seper ti dara yang satu ini. Tak jauh-jauh, ia memilih sang ibu sebagai mitra usahanya. Jamur merupakan tumbuhan yang dapat tumbuh di mana saja. Namun, kadang kehadirannya di anggap mengganggu karena jumlah dan lokasi tumbuhnya yang tidak tepat. Seringkali jamur dicabut hingga akarnya dan dibuang begitu saja. Padahal, beberapa jenis jamur
signifikan di Sky Tree. Dari sisi turisme, Tokyo Sky Tree adalah potensi yang luar biasa bagi ke bangkitan sektor pariwisata di Jepang. Selain banyak terdapat restoran, ada juga toko-suvenir di kaki menara, atau di sepanjang kanal yang merupakan salah satu atraksi wisata di sana. Di sisi transportasi, untuk menuju Tokyo Sky Tree bukan sekadar menara komunikasi. Menara ini simbol masih unggulnya teknologi Jepang, khususnya di bidang konstruksi di wilayah rawan bencana. Tiang penopang menara Sky Tree menggunakan teknik shinbashira, yang banyak digunakan pada arsitektur pagoda di Jepang. Teknik ini bisa me
30 Desember 2013 - 5 januari 2014
memiliki kandungan gizi yang tinggi dan bermanfaat bagi tubuh bila diolah dengan tepat. Hal tersebutlah yang sedikit banyak merupakan dasar dari bisnis bu didaya dan hidangan jamur yang dirintis oleh Kadek Ade Yulia Dewi dan ibunya, Ida I Dewa Ayu
Rai Ketut Megawati. “Awalnya ingin dapat penghasil an dengan cara mudah dan bisa menggunakan lahan sempit. Suatu ketika ibu ketemu kenalan lama yang ternyata petani budidaya jamur, dari sana teman ibu banyak cerita tentang budidaya jamur yang mudah dan memberi keuntungan yang melimpah dengan satu syarat; lahan yang sempit dan sejuk,” cerita Ade ketika ditanya awal usahanya. Ibunya menceritakan hal ini ke Ade. Siswa kelas XII IPS SMA N 3 Den pasar dan kerap berkutat dengan ilmu kewirausahaan ini langsung menyetujui rencana untuk turut membudidayakan jamur tiram dengan menambahkan inovasi baru berupa ola han jamur tiram. Tiap pagi dan sore Ade serta ibunya me nyiram daerah sekitar posisi jamur agar tetap lembab, ditambah pe mupukan pada pagi hari. “Tiap pagi dan sore hari kami memetik jamurnya. Pada sore hari kami membuat olahannya hingga keesokan paginya produk olahan jamur ti ram kami berupa pepes dan sup jamur dapat kami titipkan di warungwarung dan pasar. Jadi dari pagi sampai siang aku bisa tetap bersekolah dan ibu juga bisa tetap beraktivitas”, jelas Ade. Pepes jamur buatan Ade dan ibunya
Kadek Ade Yulia Dewi
dijual empat buah per porsinya dengan harga Rp 10.000 sedang kan sup jamur Rp 5.000 per porsi. “Pepes jamur buatan kami meng gunakan bumbu Bali, diolah dengan cara dikukus kemudian dipanggang. Kalau sup jamurnya dibuat dengan mencampur suiran jamur bersama bumbu sup,” ujar Ade. Ketika ditanya mengenai suka duka dalam menjalankan usahanya, alumnus SD Negeri 14 Kesiman dan SMP Negeri 3 Denpasar ini meng aku kendala utama usaha budidaya jamur tiram ini adalah penyesuaian suhu. “Namanya bisnis, pasti ada saatnya jatuh. Dari awal hingga akh irnya meng
hasilkan, dibutuhkan penyesuaian suhu yang sangat merepotkan dan tingkat kesabaran yang tinggi. Sebagai petani budidaya jamur pe mula, kami harus mampu menjaga keadaan di sekitar jamur tetap lembab. Namun, dengan keadaan alam yang saat ini tidak menentu, membuat kami harus mencari banyak cara untuk melembabkan daerah jamur. Sempat kami merasa frustasi dan hampir saja menyudahi budidaya ini. Hingga akhirnya, ibu pun berinisiatif menelpon teman ibu yang petani jamur. Teman ibu pun datang ke rumah dan mengan jurkan beberapa cara agar budidaya jamur kami tetap berlanjut”, tutur Ade. Akhirnya jamur yang ditanam Ade dan ibunya mulai berproduksi. Dari sanalah misi mereka untuk mengolah jamur menjadi beberapa olahan seperti pepes jamur tiram dan kuah jamur tiram dimulai. Setelah itu mereka menjajakan bibit jamur, jamur mentah, pepes jamur dan sup jamur ke beberapa penjual makanan di daerah rumah mereka dan memasarkannya melalu jejaring sosial seperti Facebook, Twitter dan BlackBerry Messenger. Saat ada tugas mata pelajaran kewirausahaan dari sekolah, Ade sempat membuat proposal tentang pengolahan pepes jamur, yang mendapat respons bagus dari guru mata pelajaran tersebut. Bahkan sempat ada be berapa guru yang memesan pepes jamur. Untuk kelanjutan usaha, mereka berniat untuk membuka warung makan jamur yang segala makanannya adalah olahan jamur. –Nadia Rastafary/Ngurah Budi
Ida Ayu Gita Phalasukma
Nggak Boleh Nabrak Jam Sekolah Multi-talented. Kata tersebut paling mampu mewakilkan dara pemilik segu dang prestasi dan kesibukan di berbagai bidang ini. Kendati demikian, kerendahan hati tak pernah jauh dari pembawaan dan sikapnya. Dia adalah Ida Ayu Gita Phalasukma. Dara kelahiran Denpasar, 12 Desember 1997 ini merupakan satu dari sekian ba nyak remaja yang berkecimpung di dunia hiburan. Tak asal berkecimpung, pemilik sapaan akrab Gekgita ini juga telah meraih berbagai penghargaan di bidang-bidang yang digelutinya. Wajahnya juga acap kali menghiasi layar saluran televisi Bali TV. Bagaimana awal kariernya? “Kalau un tuk menyanyi, memang dari TK aku udah suka banget. Kalau untuk teater, kebetulan seluruh anggota keluargaku memang berke cimpung di dunia teater. Bisa dibilang aku lahir di keluarga teater, he..he..he..,” cerita Gekgita sumringah. Ia mengaku pengetahuan tentang teater telah didapatnya sejak duduk di bangku SD. Kala itu ia bersama teater sang Ayah me
mainkan sebuah drama dengannya sebagai pemeran utama. Di bangku SMP, Gekgita juga bergabung dalam teater Cita Budaya dan hingga kini bergabung di teater TIGA. “Kalau waktu SMP pengetahuan tentang teater masih setengah-setengah, tapi luma yan terasah juga karena banyak belajar. Jadi ketika SMA ini gabung lagi di teater sekolah, aku nggak begitu kagok dan lebih mantap. Minimal sudah tahu dasar-dasar dan makna teater itu sendiri,” jelasnya. “Nyanyi juga masih sering, sampai seka rang masih sering isi acara. Punya band juga yang namanya Twenty Three, bareng kakak. Kalau modeling atau photo shoot biasanya karena dimintai tolong oleh teman yang hobi fotografi atau perlu model sebagai sarana promosi. Tapi terkadang juga ikut photo shoot dari studio Lingkar. Sekarang juga lagi nyoba jalanin bisnis online shop bernama ga_shop yang pemasarannya melalui Twit ter, BlackBerry Messenger dan Instagram. Ternyata untungnya lumayan besar. Aku jadi nggak perlu lagi minta uang jajan sama orangtua. Intinya, semua kegiatanku bem
anfaat untuk diriku sendiri,” lanjut alumnus SD 7 Pedungan dan SMP N1 Denpasar yang kini duduk sebagai siswa kelas X di SMA N 3 Denpasar ini. Terjun ke dunia seni menurut Gekgita itu, bisa dapat banyak banget pengalaman dan pelajaran, sedangkan dukanya harus pin tar-pintar bagi waktu dengan waktu belajar dan sekolah. Apalagi sekarang Teater TIGA sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan kompetisi Topenk Party. Kalau mengisi acara juga, sebelumnya kan pasti ada persiapan yang menyita waktu. Itu yang nggak boleh nabrak jam sekolah,” ujar gadis yang berada di bawah naungan zodiak Sagitarius ini. Kecintaannya dalam dunia seni rupanya tak hanya mengantarkannya pada sebatas titik bernama ekspresi, namun juga kom petisi dan apresiasi. Juara 1 Lomba Baca Puisi Berbahasa Bali se-Kota Denpasar Di nas Perpustakaan dan Arsip, Juara Harapan 3 Lomba Musikalisasi Puisi se-Bali Nusra Lagu Leo Kristy, Juara 3 Lomba Baca Puisi Pekan Seni Remaja 2013, Juara 3 Lomba Baca Puisi Circus Water Park Bali HUT RI
Ida Ayu Gita Phalasukma
2013 dan Juara Favorit 3 Lomba Baca Puisi LAUTAN 2012 telah diraih pemilik motto “bahagia sederhana” ini. “Harapan ke depannya, ingin bisa sukses selalu. Teaternya, nyanyinya, modellingnya, online shopnya, kalau bisa semua makin sukses, selalu menuju ke arah positif dan bisa membanggakan orangtuaku”, harap Gekgita sembari menutup pembicaraan dengan Tim DARA. –Nadia/Ngurah Budi
BUGAR
10
30 DESEMBER 2013 - 5 JANUARI 2014
Tetap Sehat saat Lembur Selain itu, mereka mudah lupa, menghindar dari pekerjaan, selalu ingin istirahat, menurunnya motivasi kerja, dan gangguan pencernaan. Perlu juga diwaspadai, menurunnya daya tahan tubuh dan keluhan di kepala. “Mereka yang mengalami kelelahan sebenarnya sudah tidak bisa konsentrasi dan bekerja dengan baik. Mereka yang kurang tidur mudah mengalami vertigo atau migren (sakit kepala hanya satu sisi),” ujar dokter RS Indra ini.
Pertengahan Desember ini, Indonesia dikejutkan dengan terjadinya kematian Mita Diran, seorang pegawai di sebuah perusahaan periklanan di Jakarta. Mita dikabarkan meninggal dan diduga akibat bekerja lembur selama 30 jam non-stop. Di sisi lain ia mengonsumsi minuman berenergi selama lembur tersebut.
P
eristiwa yang menimpa Mita merupakan salah satu contoh dari banyak kejadian serupa di seantero dunia. China Youth Daily, sebuah koran di China menyebutkan bahwa kejadian ini terjadi sebanyak 600 ribu kasus dalam setahun. Di dunia kerja, lembur merupakan salah satu cara untuk menunjukkan kemampuan karyawan di perusahaan. Namun, terkadang mereka melupakan akibat yang muncul sebagai akibat dari kerja lembur tersebut. Menurut dr. I Ketut Widiyasa, M.P.H. kerja lembur merupakan salah satu penyebab dari kelelahan tubuh. Bekerja melebihi batas waktu berakibat buruk bagi tubuh. Ada enam kebiasaan buruk yang muncul dari kebiasaan kerja lembur. Pertama, orang yang terlalu berlebihan dalam bekerja akan kesulitan untuk bersantai. Kelelahan yang dihasilkan dari bekerja menyebabkan orang susah tidur, berat badan terganggu, hingga tekanan darah meningkat. Kedua, mereka yang bekerja secara berlebihan cenderung tidak mengatur pola makannya. Di samping itu,
jadi lebih sering memilih makanan cepat saji dibanding makanan sehat. Hal itu berdampak buruk ke tubuh. Ketiga, bekerja secara berlebihan bisa membuat orang lupa tidur. Tidur yang kurang dari enam-delapan jam per hari bisa menyebabkan gangguan ingatan, kesulitan berkonsentrasi, dan obesitas. Keempat, tidak hanya membuat orang lupa makan, lupa tidur dan lupa santai, orang yang terlalu memprioritaskan pekerjaan di atas segalanya juga cenderung lupa olahraga. Padahal, olahraga penting untuk menjaga kondisi tubuh ke depannya. Kelima, dalam sejumlah kasus, mereka yang gemar bekerja juga gemar mengonsumsi alkohol dan minuman berenergi yang mengandung kafein. Alkohol dianggap sebagai pelarian yang tepat saat kelelahan. Sedangkan kafein dalam minuman berenergi dianggap dapat membangkitkan kemampuan kerja pada saat tubuh lelah. Padahal, alkohol maupun kafein memiliki efek buruk terhadap tubuh, terutama bagi jantung. Keenam,
Sehat ala Ade Rai
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sehat ala Ade Rai” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id Rubrik ini diasuh Ade Rai.
Latihan Beban Berlatih dengan beban adalah suatu aktivitas yang ternyata memiliki dampak yang sangat besar terhadap peningkatan metabolisme tubuh secara signifikan. Berdasarkan beberapa penelitian, latihan beban dengan intensitas yang tinggi memiliki dampak peningkatan metabolisme tubuh bahkan hingga 72 jam sesudah sesi latihan beban tersebut selesai.
dr. I Ketut Widiyasa, M.P.H.
mereka yang terlalu gemar bekerja cenderung tidak peduli akan kondisi sendiri. Walhasil, sakit dan lelah pun tak dianggap sebagai hal yang patut diperhatikan. Kelelahan merupakan salah satu alarm tubuh. Alarm ini berbunyi saat tubuh kita membutuhkan waktu untuk beristirahat dan memulihkan kondisi tubuh ke kondisi yang optimal untuk beraktivitas. Namun, seringkali kita mengabaikan gejalagejala kelelahan. Adapun gejalagejala tubuh sudah lelah seperti; kehilangan fokus, sensitif dan gampang marah, gampang bingung, dan merasa tidak nyaman, mengalihkan stress kepada makanan, minum kafein untuk menyegarkan tubuh.
MINUM AIR PUTIH Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan Jurnal Annals of Internal Medicine, Mika Kivimaki dari Inggris University College London menemukan, orang-orang yang terus menerus bekerja lebih dari 11 jam memiliki risiko mengalami penyakit jantung lebih tinggi dibandingkan yang bekerja tujuh sampai delapan jam. Kerja lebih dari 11 jam meningkatkan risiko penyakit jantung sebanyak 67%. Penelitian tersebut melibatkan hampir 7.100 pekerja Inggris selama 11 tahun. Para pekerja perlu memikirkan jam kerjanya karena bekerja berlebihan berpotensi tinggi terhadap jantung, tekanan darah tinggi dan diabetes. Kondisi ini diperburuk dengan kebiasaan hidup yang tidak sehat akan berakibat makin meningkatnya risiko penyakit jantung. Dokter Widiyasa menegaskan, walaupun lembur hanya satu hari, bila sudah tahu jadwal lembur maka besoknya harus ditebus istirahat. “Tubuh harus diberi kesempatan untuk memperbaiki jaringan yang
Strategi Meningkatkan Metabolisme
Laju Metabolisme Tidak Berlatih Dengan Beban Laju Metabolisme Berlatih Dengan Beban Keuntungan Metabolik Latihan Beban Baseline Metabolisme Baru
Laju Metabolisme Tidak Berlatih Dengan Beban Laju Metabolisme Berlatih Dengan Beban Keuntungan Metabolik Latihan Beban Wilayah yang diberi zig-zag adalah keuntungan metabolik dari melakukan latihan beban dalam bentuk kalori yang lebih banyak terbakar bahkan di saat istirahat, bahkan di saat tidur! Tetapi latihan beban yang dilakukan tidaklah sekadar melakukan gerakan seadanya tanpa mengeluarkan banyak tenaga lalu sesi tersebut berakhir 30-45 menit kemudian. Kualitas latihan beban juga menjadi tolok ukur berapa lama metabolisme saat istirahat bisa meningkat. Makin tinggi intensitas latihan beban yang dilakukan, makin panjang seseorang bisa menikmati manfaat peningkatan metabolisme ini. Apabila pola latihan intensif dijalankan 4 kali per minggu, hal ini berarti sebelum peningkatan metabolisme dari sesi latihan sebelumnya kembali ke normal, telah terjadi lagi peningkatan metabolisme baru, yang akan terlihat dari tabel berikut ini (yang merupakan versi modifikasi dari tabel sebelumnya):
mengalami kerusakan. Secara umum waktu 24 jam sebaiknya dibagi 3, yakni 8 jam untuk bekerja keras, 8 jam untuk bekerja ringan, dan 8 jam untuk tidur,” tegasnya. Ia menyarankan, untuk mengatur pola makan dan ini berlaku tidak hanya bagi yang lembur. “Bila kita menjalani hidup sehat, setidaknya kita masih memiliki cadangan energi,” jelasnya. Ada empat kunci sehat, yaitu jumlah makanan yang dikonsumsi harus sesuai kebutuhan, jadwal makan harus dilakukan tiga kali sehari, jenis makanan yang dikonsumsi harus bervariatif dan kaya nutrisi, dan cara memasak serta mengolahnya juga penting untuk pola gaya hidup sehat. “Saat lembur sebaiknya kita mengonsumsi jenis makanan sehat yang bisa menambah energi seperti karbohidrat kompleks yang mencakup roti, nasi merah, roti gandum, kentang dengan kulitnya. Makan juga makanan tinggi serat sehingga gula darahnya tidak terlalu tinggi. Kemudian protein yang bisa didapatkan dari putih telur, ikan, ayam, dan lainnya. Hindari makanan berlemak tinggi, gorengan, margarin, kuning telur dan santan,” kata dr. Widiyasa. Hal terpenting saat lembur adalah minum air putih. Jika dibandingkan dengan minum minuman berkafein, minum air putih sebanyak-banyaknya tidak akan berefek ke jantung. Minum air putih minimal dua liter perhari agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. “Kurangi mengisap rokok, minuman bersoda, minum kopi jangan berlebihan. Maksimal dua gelas kopi sehari,” ucapnya. Suplemen yang mengandung kafein sebaiknya dihindari karena yang dibutuhkan tubuh saat itu adalah istirahat. -Wirati Astiti/Ngurah Budi
Latihan Aerobik Latihan aerobik juga menimbulkan peningkatan metabolisme tubuh secara signifikan hingga 6 jam sesudah aktivitas latihan. Meskipun efek peningkatan metabolisme tidak sebaik dan selama aktivitas latihan beban, tetapi keuntungan peningkatan 6 jam ini juga memiliki manfaat untuk pembakaran lemak yang lebih baik. Lalu kalau demikian, apakah berarti lebih baik melakukan latihan beban saja daripada melakukan kedua-duanya? Hal ini tidaklah benar. Bagi mereka yang memiliki kadar lemak yang masih tinggi, latihan aerobik tetap menjadi prioritas. Karena tipe tubuh berkadar lemak tinggi (wanita >30%, pria >20%) merespons lebih baik kepada latihan aerobik. Selain itu, latihan aerobik adalah aktivitas pembakaran lemak yang sangat efektif serta memberikan berbagai manfaat fisik lainnya seperti kesehatan dan kekuatan jantung, peningkatan kapasitas paru-paru dalam menyerap oksigen, kesehatan pembuluh darah dan aliran darah yang lebih lancar, pengiriman nutrisi dan oksigen yang lebih optimal ke seluruh bagian tubuh. Latihan dalam Porsi Kecil Latihan dan mengatur pola makan adalah 2 senjata utama
dalam mendapatkan fisik yang diidamkan. Dalam hal latihan untuk menghancurkan lemak, sangatlah penting untuk memberikan ruang untuk kemajuan yang lebih, melebihi apa yang telah dialami selama ini. Dalam bentuk apakah “ruangan untuk kemajuan” ini? Satu strategi baru yang ditemukan oleh beberapa ilmuwan di awal tahun 2000-an adalah dengan menambah sesi latihan. Penambahan sesi latihan ini bisa berdampak pada bertambahnya waktu latihan maupun tidak bertambahnya waktu latihan. Ada 2 strategi baru bagi yang ditemukan ilmuwan tersebut, apabila ingin mendapatkan definisi fisik yang lebih tajam. Pertama, dengan sengaja menambah sesi cardio/aerobik, misalnya dari 3 x per minggu masing-masing 30 menit menjadi 4 x per minggu masing-masing 30 menit. Kedua, dengan sengaja memecah sesi cardio/aerobik menjadi lebih singkat, sehingga tidak menambah total waktu, misalnya dari 3 x per minggu masing-masing 30 menit menjadi 6 x per minggu masing-masing 15 menit. Total kalori yang terbakar pada strategi pertama secara matematis memang sudah pasti akan meningkat. Namun, yang baru ditemukan baru-baru ini justru adalah strategi kedua, di mana pembakaran kalori 2 sesi x 15 menit cardio ternyata lebih tinggi daripada pembakaran kalori 1 sesi x 30 menit. Padahal jumlah waktu yang dijalani masih sama. Demikian juga untuk latihan beban. Latihan beban memang tidak membakar lemak layaknya aerobik/cardio, tetapi ilmuwan juga menemukan bahwa per satu sesi, latihan beban juga membakar kalori dalam jumlah yang tak kalah banyak bila dibandingkan dengan aerobik. Tetapi latihan beban justru memberikan satu manfaat tambahan yang tidak didapatkan dari melakukan aerobik, yakni meningkatnya metabolisme tubuh yang lebih lama. Latihan beban ternyata meningkatkan metabolisme tubuh hingga 72 jam sesudah latihan, sementara latihan cardio/ aerobik hanya meningkatkan metabolisme tubuh hingga 6 jam sesudah latihan. Bisa dibayangkan betapa banyaknya lemak yang bisa terbakar kalau menambah sesi latihan beban tanpa harus menambah total waktu latihan.
30 DESEMBER 2013 - 5 JANUARI 2014
Tren Fashion 2014
STYLE
15
Pesona Merah Burgundy Setiap tahun, dunia fashion berkembang sangat pesat. Perkembangan inilah yang akhirnya menjadi tren di kalangan pencinta mode. Gaya hidup, ekonomi, dan teknologi informasi ,menjadikan pengaruh penyebaran tren busana semakin cepat.
B
Dewi Suarjani
eberapa desainer ternama memperkirakan busana warna merah burgundy (merah kecokelat-cokelatan) akan hits di tahun 2014. Begitu pula, warna busana soft dan shocking masih bertahan. Sedangkan, menurut Dewi Suarjani salah seorang anggota APPMI Bali, setiap desainer juga memiliki dan menawarkan tren warna dan gaya tersendiri bagi publik mode. Pemilik Dewi House of Fashion ini mengatakan, jika tahun 2013 warna-warna pastel dan ceria, warna denim dan motif garis menjadi tren busana, maka berbeda lagi yang akan muncul di tahun 2014.
Menurutnya, Tahun 2014, selain memunculkan warna merah burgundy , juga ada harmoni mempesona warna fuschia, ungu, dan merah muda. Dewi mengatakan, untuk acuan warna ada juga yang berkiblat dari ajang fashion dunia atau atau situs majalah busana terkemuka. Seperti Elle misalnya, untuk tahun 2014 yang muncul nuansa merah, seperti warna fuschia dan maroon . Ada juga warna lain yakni ungu, biru cokelat, dan hijau emerald. Namun ada juga yang membedakan warna untuk wanita dan pria. Warna warna untuk wanita adalah warna yang hangat, sejuk, lembut, dan netral. Dewi menjabarkan beberapa contoh warna hangat seperti emas, canary, semangka, fuchsia, cherry,dan red orange. Warna sejuk meliputi jeruk nipis, lemon, aquafresh , hijau emerald, dan navy. Warna lembut, di antaranya buttercream, peachy nude, carnation pink dan lavender. Untuk warna netralnya, ada khaki, cokelat, abu-abu, dan abu-abu dove. Namun, paduan hitam dan putih akan tetap menjadi bagian yang kuat dalam setiap ajang fashion di tahun 2014. Dua warna dasar ini sangat klasik dan tidak bisa lepas dari setiap mode. Warna hitam untuk pilihan gaya elegan dan putih untuk sebuah
penampilan yang anggun. Sedangkan bicara tren mode, Yudhi Hermawan, pemilik Yudhi Fashion , di Denpasar ini menyoroti, kalau beberapa tahun terakhir tren pakaian banyak mengadaptasi warna dan model era tahun 70an. Tren pakaian wanita tahun 2014, kembali memunculkan model pakaian yang ngetren zaman dulu. Lebih lanjut dikatakannya, tema dan gambaran desain yang bakal banyak dihadirkan adalah yang lebih lagi mengidentifikasi wanita yang memiliki karakter, citra, peduli cara mengekpresikan diri, serta orisinal. Rok dengan potongan lebar, atasan crop dipadu rok midi atau gaun dengan atasan peplum bertumpuk yang dipadukan dengan rok panjang, dapar dijadikan pilihan. Selain itu, gaya klasik dan simpel tetap menjadi pilihan untuk digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Sedangkan untuk acara formal, busana bermotif masih banyak diminati dan disukai. Begitu juga dengan potongan yang unik seperti A line. Tudhi mengatakan, akhir -akhir ini juga terlihat pergerakan yang mengarah pada upaya upaya mengangkat kembali akar budaya lokal daerah di seluruh Indonesia. Sedangkan untuk di Bali, kata Yudhi, masih akan lebih menarik melihat tren kebaya. Sebagian besar aktivitas wanita tak lepas dari menggunakan salah satu busana warisan nenek moyang yang juga busana nasional ini. Dengan semakin
banyaknya kebaya dikenakan di berbagai kesempatan dan acara, maka inovasi kebaya pun menjadi semakin beragam. Kerah yang semula kebanyakan bergaya klasik seperti shawl collar (syal kerah), kini lebih pada kerah bergaya off shoulder (kerah terbuka dengan memperlihatkan pundak), begitu juga dengan dengan modifikasi lengan. Menurut Yudhi, saat ini kebaya modern, modifikasi dengan sentuhan ofnaiser, yaitu kebaya yang ditambah dengan payet atu manik-manik menjadi pilihan terbanyak untuk kegiatan di luar upacara agama. Kebanyakan kebaya masih menggunakan lengan panjang agar terlihat lebih feminim, namun ada juga lengan pendek yang memberikan kesan lebih muda, dan santai. Sementara, untuk warna selain nuansa kemerahan, juga masih disukainya warnawarna hangat. -Sri Ardhini/Wirati Astiti
14
Tr e n
J E L I TA Make Up
Warna Terang makin Digemari Perempuan selalu ingin tampil can tik. Make-up bisa menjadi salah satu cara untuk membantunya da lam menjaga penampilannya. Lan tas bagaimana gaya make up dan tren warnanya untuk tahun 2014?
S
eperti juga tren warna fashion, untuk make up diprediksi warnawarna terang masih digunakan bahkan makin digemari. Warna-warna cerah nan berani seperti fusia, merah, dan oranye selama ini biasanya hanya dipakai sebagai riasan mata atau bibir guna menghadiri acara tertentu. Namun, di tahun 2014, warnawarna ini diperkirakan menjadi tren warna riasan wajah. Dewi Kader, salah seorang penata rias di Denpasar mengatakan semarak tone cerah bebas digunakan oleh perempuan dengan warna kulit apa pun. Dengan polesan atau aplikasi yang tepat, warnawarna cerah pada mata dan bibir dapat menunjang penampilan seseorang. Jika di 2013 warna terang hanya sebatas permainan warna lipstick, di tahun 2014 warna cerah juga diaplikasikan untuk eyeshadow. Begitu pula warnawarna eyeshadow yang cerah dan gelap pada polesan make up artis di run way beberapa pagelaran
busana. “Misalnya warna deep eyes, eye shadow hanya satu warna tapi langsung terang, seperti warna hitam, biru atau oranye, “ ujar pemilik Dadari Rias Pengantin ini saat ditemui di sebuah acara fashion show di Jimbaran. Permainan garis eyeliner wink eye atau goresan eyeliner yang memiliki sayap di ujung terluar
mata (tekniknya seperti cat eye), juga akan menjadi tren make up mata. Kesan flirty sekaligus dramatis langsung terpancar dalam teknik mata tersebut. Lipstick warna bold atau pulasan lipstick warna terang juga masih mendominasi bibir. “Di tahun 2014 akan banyak yang berani menggunakan warna lipstick yang terang sekali,” ungkapnya. Tiga warna lipstick cerah yang akan mendominasi adalah fuschia, merah dan oranye. “Sudak terbukti ketika bicara tren ke depan, strong colour dan bright seperti oranye, biru banyak dipakai dalam beberapa show,” lanjut Dewi Kader. Ketika disinggung mengenai perempuan Indonesia yang mayoritas memiliki tone kulit yang hangat, Dewi Kader mengatakan bukan berarti mereka hanya bisa menggunakan warna-warna hangat seperti cokelat atau gold pada mata atau bibir asalkan teknik make up yang digunakan tepat. Guna mendapat riasan dengan warna tepat, Dewi Kader menyarankan untuk lebih memadupadankan warna hangat dan dingin. “Misalkan pada riasan mata, bubuhkan warna silver dan pink pada kelopak mata dan atasnya, dan untuk bibir gunakan warna hangat ,” tandasnya. Warna hangat itu seperti cokelat, abu-abu, terakota
30 Desember 2013 - 5 januari 2014
2014
sedangkan warna dingin silver, pink, putih, biru, dan hijau. IMBANGI DENGAN KULIT SEHAT Orang suka melihat keindahan, termasuk keindahan wajah. Karenanya, make up bagi seorang perempuan menjadi penting. Apakah untuk mempercantik atau mengoreksi wajah. Apalagi ketika perempuan akan menghadiri sebuah acara istimewa. Namun, banyak perempuan, yang hanya karena ingin mendapatkan kecantikan semata, akhirnya mereka menggunakan make up tebal yang tujuannya hanya untuk menunjukkan kulit wajahnya terlihat halus. “Make up sebaiknya tidak mesti tebal, tapi yang ditampilkan untuk mendukung riasan wajah . Penggunaan make up yang benar untuk saat ini maupun tahun mendatang intinya harus diimbangi dengan kulit yang sehat,” tutur Ayu Dewi, pemilik Syahrani Salon & Spa. Prinsipnya, make up untuk perempuan adalah untuk menciptakan penampilan berbeda serta lebih segar. Senada dengan Dewi Kader, Ayu Dewi mengatakan tata rias tahun 2014 akan dominan menampilkan warna-warna yang menyala seperti tampilan bibir yang berwarna merah. “Tren make up tahun depan natural dan shocking color atau red lip,” katanya. Secara umum ia memperkirakan smokey eyes, riasan
mata gelap, dan eyeliner berwarna gelap juga masih akan populer. “Di mata, smokey eyes atau wing eyes,” tambahnya sambil warna-warna yang natural dan glamor akan menjadi padu padan. Menurutnya, tidak ada riasan yang lebih dominan antara natural dan glamor. Ia pun memberikan tips agar riasan glamor mata dan bibir tidak berlebihan. Jika ingin menggunakan warna terang pada bibir, ia menyarankan agar riasan pada mata menggunakan warnawarna yang lembut. “Kalau matanya ngejreng, lipstick nude,” jelasnya. Ayu Dewi menambah-
kan bagi perempuan dewasa, penggunaan warna sebaiknya tidak terlalu tebal. Kalaupun selama ini biasa menggunakan riasan wajah dengan warna cokelat, untuk menyambut tahun baru sesekali warna itu bisa diganti dengan warna orange. Ini dilakukan supaya tidak monoton. Permainan warna ini, tujuannya, agar wajah setelah make up terkesan lebih muda dan segar. Sedangkan make up yang pantas untuk remaja, juga tidak terlalu tebal. “Cukup mengoleskan lip gloss yang easy dan gaya smoothy. Ini juga masih menjadi tren di tahun 2014,” cetusnya. Terlalu berlebihan dalam make up juga tidak akan baik hasilnya. WARNA LEMBUT MASIH DIMINATI Bagi mereka yang tidak menyukai riasan wajah yang berlebihan, ibu dua anak ini pun menyarankan, ketika ingin terlihat tampil beda di tahun 2014 , sebaiknya menggunakan make up yang terlihat easy dan tetap nyaman dalam penggunaannya. “Hanya satu yang tetap menjadi bekal untuk hasil make up yang baik, adalah harus diimbangi dengan kulit yang sehat,” tegasnya. Yang penting adalah paham dengan karakter diri sendiri maka menentukan pilihan tak lagi menjadi masalah. Jika ingin tampil istimewa dengan tren terkini, akan lebih baik jika berkonsultasi kepada seorang make up artist yang dipercaya. “Umumnya , make up artist akan memberi kebebasan pada seseorang untuk menentukan warna atau gaya make up yang diinginkan. Namun, tidak tertutup kemungkinan sang make up artist sebagai orang berpengalaman dalam kancah rias merias wajah, akan memberi masukan bagi kita. Mendiskusikan keinginan dengan dengan komunikasi dua arah yang baik akan mendatangkan hasil yang maksimal,” ujar Ayu Dewi. Ia juga mengatakan, jika menggunakan jasa make up artist, jangan ragu untuk menceritakan konsep acara, kare na dengan mempertimbangkan konsep tersebut warna dan gaya make up akan ditentukan. Semuanya kembali akan disesuaikan dengan wajah. Karenanya, informasikanlah secara detil keinginan dan kegiatan pada saat acara berlangsung.busana yang dikenakan, untuk menentukan gaya make up yang cocok. Walaupun tren make up di tahun 2014, dominan menampilkan warna-warna terang, menurut Ayu Dewi make up berwarna lembut alami masih tetap diminati para perempuan. Dengan warna seperti ini, katanya seorang make up artist akan lebih leluasa menonjolkan kelebihan pada wajah yang seseorang tanpa membuat make up terlihat seperti topeng. – Sri Ardhini/Ngurah Budi
30 Desember 2013 - 5 januari 2014
MITOS ATAU FAKTA
11
Masker Sperma Kencangkan Kulit? Perempuan mana yang tak mau memi liki kulit wajah kencang, halus, dan awet muda? Banyak upaya yang dilakukan, salah satunya dengan memakai masker untuk menghaluskan dan mengencangkan wajah, bahkan menghilangkan jerawat. Ada yang beranggapan sperma bisa di pakai sebagai masker. Apakah ini mitos atau fakta? Berikut penjelasan dr. Ketut Suteja Wibawa, Sp.KK, M.Kes.
“S
emua itu hanya mitos yang didasarkan efek sugesti yang ditimbulkan bila sperma dioleskan di kulit wajah,” tegas Ketua Komite Medik RSUD Buleleng ini. Efek sugesti pengencangan dijelaskannya terjadi karena sperma itu berbentuk gel dan mengan dung beberapa unsur protein, sama seperti putih telur, yang jika dioleskan ke kulit atau mengenai bahan yang panas, bentuk gel akan berubah menjadi menggumpal/padat. Hal inilah yang akan menimbulkan rasa kencang pada kulit. Namun, jika dibilas, efek tersebut tidak akan bertahan lama, yang dalam beberapa jam sudah kembali ke normal/kondisi sebelumnya. Dokter Suteja mengatakan kulit terjaga dalam suhu tertentu yang diatur oleh pusat pengaturan suhu di otak Apabila diaplikasikan bahan-bahan yang berbentuk
dr. Oka Negara, FIAS
sediaan gel dan mengandung protein, protein tersebut akan menggumpal sehingga menimbulkan efek kencang pada kulit. Di samping sediaan yang berbentuk gel, sediaan sperma juga bersifat lengket. Jika ini diaplikasikan ke kulit maka akan menimbulkan sensasi kulit yang tertarik, apalagi ditunggu beberapa menit hingga kering, akan terasa kulit menjadi kencang. “Hal inilah yang diyakini bahwa sperma bermanfaat untuk pengencangan. Padahal bila dibilas efek tersebut akan segera hilang,” ujar juara II Dokter Teladan Tingkat Provinsi NTB tahun 1999 ini. Ia mengingatkan, selain me ngandung bahan-bahan protein dan vitamin, sperma juga mengan dung bahan-bahan buangan yang memang sudah seharusnya dikeluarkan dari tubuh, seperti amoniak dan karbondioksida. Bahanbahan tersebut mempunyai efek buruk bila diaplikasikan di kulit
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
“Dok, saya seorang duda, 34 tahun. Saat ini saya punya teman laki-laki yang sering mengajak saya beraktivitas seksual. Dia melakukan oral sex kepada saya. Apakah kesehatan saya bisa berdampak buruk atas kelakuan teman saya ini? Terima kasih atas jawabannya dok.” (Lana,Denpasar) Oral sex atau seks oral adalah aktivitas seksual dengan memberikan stimulasi melalui mulut dan lidah pada organ seks atau kelamin pasangan. Saat ini makin banyak yang melakukannya, terutama di kalangan muda sebagai variasi seksual. Dalam kesehatan seksual, jika pihak perempuan yang melakukan seks oral pada kelamin laki-laki disebut dengan fellatio, sebaliknya jika pihak lakilaki yang melakukan oral seks pada kelamin perempuan disebut dengan cunnilingus. Pada pelaku cinta sejenis atau yang dikenal dengan orientasi seks homoseksual, biasanya ada salah satu yang
mengambil peran sebagai perempuan dan satu lagi sebagai laki-laki dalam melakukan seks oral. Sesungguhnya seks oral itu aman dan tidak berbahaya bila dilakukan secara higienis, tanpa adanya salah satu pihak atau keduanya mengidap penyakit serta atas keinginan bersama. Tentu saja sebelum dan sesudah seks oral, alat kelamin harus selalu bersih. Biasanya, seks oral merupakan salah satu “adegan” variasi seksual yang sering dilakukan pada saat “foreplay” atau pemanasan, yang disusul kemudian dengan pene trasi kelamin untuk mencapai kepuasan seksual pada pasangan
dr. Ketut Suteja Wibawa, Sp.KK, M.Kes.
apalagi kulit wajah. Tidak menutup kemungkinan juga sperma seseorang berisi kuman baik virus maupun bakteri. Jika sperma mengandung bakteri, misalkan neisseria gonorhoe, maka hal ini bisa sebagai media penularan. Karena, gonorhoe (penyebab penyakit gonorhoe/ GO) bisa menular melalui mukosa. Apabila sperma yang mengandung bakteri gonorboe ini kontak de ngan mukosa konjungtiva mata, akan menyebabkan gonoblenorhoe yaitu sakit pada mata yang mengeluarkan nanah dan akan merusak kornea mata sehingga bisa menyebabkan lubang/ulkus pada kornea dan mengakibatkan kebutaan. “Belum lagi bila dalam sperma itu ada virus herpes genital. Ini bisa menginfeksi mukosa dan kulit sehingga akan menimbulkan bahaya kerusakan pada kulit kita,” jelasnya.
KANDUNGAN SPERMA Sperma memiliki kandungan ammonia, ascoric acid, ash, calcium, carbon dioxide, chloride, cholesterol, citrid acid, creatine, ergothioneine, fructose, glutathione, glycerylphorylcholine, inositol, lactic acid, magnesium, nitrogen, nonprotein (total), phosphorus, acid-soluble, inorganic, lipid, total (lipid), phosphorylcholine, potassium, pyruvic acid, sodium, sorbitol, vitamin B12, sulfur,urea, uric acid, zinc, dan copper. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa tidak semua kandungan tersebut mempunyai manfaat. Manfaat suatu zat sangat tergantung dari cara penggunaan/aplikasinya, apakah melalui parenteral/intravena atau oral/ diminumkan, ataupun topikal/ dioleskan. Kandungan-kandungan dalam sperma itu ada beberapa yang bermanfaat bila digunakan secara
intravena dan hampir tidak ada yang bisa bermanfaat bila digunakan secara topikal/dioles, hanya asam ascorbic dan sulfur, dan itupun dalam jumlah yang sangat kecil. Selama ini korelasi manfaat sperma sebagai masker hanya berdasarkan melihat kandungan sperma dan manfaat dari kandung an tersebut tanpa melalui penelitian medis (evidence based madicine) atau tanpa melalui penelitian langsung, yaitu sperma dioleskan sebagai masker dan kemudian dilihat efek peningkatan kolagen pada kulit melalui pemeriksaan histopatologi/imunohistokimia. “Dari sini baru bisa dibuktikan apakah ada manfaat meningkatkan jaring an elastis atau kolagen. Karena, untuk pengencangan kulit dua hal ini (elastin dan kolagen) yang memegang peranan penting,” tandasnya. –Inten Indrawati/Ngurah Budi
Ilustrasi sperma
LAGI TENTANG SEKS ORAL
heteroseksual (laki-laki yang berhubungan seksual dengan perempuan). Sedangkan pada mereka yang berorientasi homoseksual, seks oral sering kali menjadi “menu” utama dalam kegiatan seksualnya. Beberapa laki-laki cenderung menyenangi pasangannya untuk melakukan seks oral, meskipun terkadang permintaannya tidak selalu dipenuhi. Laki-laki yang menyukai seks oral menyebutkan menyukainya karena seks oral terasa enak dan lebih menyenangkan, juga dirasa nyaman karena bisa memperhatikan dan mengontrol pasangan, sekaligus dianggap bisa mengurangi stres. Tetapi perlu diperhatikan adalah jika ada yang sedang mengidap penyakit atau infeksi pada kelaminnya. Kuman ataupun virus yang bisa hidup di kelamin, juga dapat hidup di rongga mulut karena lingkungan mulut yang hangat, gelap dan lembab. Tentu saja itu berarti risiko infeksi menular seksual pada kelamin
juga bisa terjadi pada mereka yang biasa melakukan seks oral. Infeksi menular seksual seperti gonore, sifilis, herpes hingga jamur kandida juga bisa menginfeksi area mulut, rongga mulut dan sekitarnya. Jadi pastikan mulut tidak sedang mengalami luka, keradangan dan berpenyakit saat melakukan seks oral. Beberapa jenis bakteri seperti klamidia dan gonore dapat hidup di tenggorok an dengan gejala yang dikeluhkan bisa berupa sakit tenggorokan. Bila hal ini tidak segera ditangani, lama kelamaan bakteri dapat menyebar ke dalam paru-paru mengakibatkan infeksi. Jadi, seks oral sesungguhnya bisa saja dijadikan salah satu cara melakukan aktivitas seksual, selama itu disepakati bersama, tidak ada tekanan dan rasa jijik untuk melakukannya dan tentu saja kelamin dalam keadaan bersih dan tidak sedang terkena penyakit menular. Jika, salah satu pihak tidak nyaman melaku-
kannya, sebaiknya ditunda buat melakukan seks oral. Jika salah satunya mengidap infeksi menular seksual, sebaiknya seks oral juga tidak dilakukan dan sembuhkan dulu infeksinya. Tetapi jika tetap memaksakan diri untuk melakukan seks oral dengan pasangan yang sedang terinfeksi menular seksual atau dengan pasangan yang tidak diketahui kondisi ke sehatan seksualnya, gunakan juga kondom. Kini sudah ter sedia berbagai kondom dengan berbagai warna, pelumas dan pilihan rasa untuk menambah sensasi menyenangkan dalam melakukan hubungan seksual dan seks oral. Menggunakan kondom saat melakukan seks oral bukan sebuah keanehan, bukan juga berarti tidak percaya terhadap pasangan. Justru dengan menggunakan kondom sebagai proteksi, Anda sesungguhnya telah menghormati dan melindungi pasangan Anda.
RESEP ALA CHEF
12
30 DESEMBER 2013 - 5 JANUARI 2014
Hendra Mahena
Seaside Tapas Bahan: 30 gram : cumi 3 biji : udang ukuran 35 cm 3 buah : kerang 2 buah : jeruk lemon 2 siung : bawang putih Mentega Garam secukupnya Merica hitam secukupnya
Cara membuat: - Potong jeruk lemon menjadi dua bagian. Yang satu bagian untuk membumbui seafood. - Bumbui semua seafood dengan lemon, bawang putih, garam, dan merica hitam. Kemudian panggang sampai matang. - Potongan lemon yang setengah dibakar untuk hiasan.
Cara membuat saus lemon: - Tumis bawang putih sampai harum. - Tambahkan jus lemon dan masak beberapa detik. - Kemudian matikan kompor, masukkan mentega lalu diaduk pelan-pelan sampai mentega larut dalam saus lemon. - Kemudian angkat dan tuangkan di atas seafood.
Bahan: 350 gram : daging ayam/ayam kampung 2 sdm : minyak 1 siung : bawang putih dicincang Garam dan merica secukupnya Bahan saus Taman Bhagawan: 5 buah : tomat 10 butir : bawang merah 5 siung : bawang putih 15 biji : cabai merah besar 3 biji : cabai rawit 1 sdt : terasi bakar ½ ruas : jahe 2 sdm : madu 3 sdm : minyak Garam dan merica secukupnya
Cara membuat saus: - Panaskan wajan tuangkan minyak sampai cukup panas kemudian tumis
bumbu di atas kecuali madu sampai layu dan harum. - Angkat bumbu dari wajan kemudian diblender halus dan tambahkan madu. - Siap digunakan untuk mengoleskan daging ayam yang akan dibakar.
Proses penyelesaian: - Lumuri ayam dengan garam, merica, dan cincangan bawang putih sampai rata. - Panaskan pemanggangan setelah panas taruh ayam di atas pemanggangan. - Kemudian ayam dioles dengan saus, setiap 10 detik dibolak-balik sampai bumbu benar-benar meresap. - Panggang ayam sampai berwarna cokelat keemasan dan berbau harum. - Hidangkan ayam bakar dengan nasi putih, plecing kangkung, dan sambal matah. –Wirati Astiti/Ratna Hidayati
13
Hadiah Ulang Tahun Istimewa Bebek Goreng Mesitsit Bahan: 150 gram dada bebek 2 sdm bumbu Bali ½ sdt tepung terigu Garam dan merica secukupnya Cara membuat bebek goreng: - Rebus bebek sampai matang kemudian dinginkan lalu disuwir-suwir. - Bumbui bebek yang sudah di suwir dengan garam, merica, dan bumbu Bali sampai rata. - Kemudian lumuri daging bebek tadi dengan tepung secara merata. - Goreng bebek dengan mi nyak banyak sampai warna kecokelatan atau renyah. Bahan bumbu bali: 25 biji : bawang merah dicincang kasar 12 biji : bawang putih dicincang kasar 7 biji : lombok merah dibersihkan bijinya, dicincang 5 cm : lengkuas dicincang 5 cm : kencur dicincang 10 cm : kunyit dicincang 1 sdt : biji ketumbar 6 biji : kemiri 2 sdt : terasi ½ sdt : merica hitam 3 biji : cengkih
Ayam Bakar Taman Bhagawan
CHEF JOURNEY
Desyanto Nugroho
Sederhana tetap Berkesan Malam pergantian tahun tinggal dua hari lagi. Jika Anda ingin hidangan malam tahun baru yang simpel, menu kali ini bisa dijadikan pilihan. Seaside Tapas sangat cocok disajikan sebagai menu pembuka. Sembari mengobrol dan menikmati suara terompet, jadikan malam pergantian tahun Anda berkesan walaupun dengan menu sederhana. Berikut resep dari Hendra Mahena, Executive Chef Taman Bhagawan Bali, Tanjung Benoa.
30 DESEMBER 2013 - 5 JANUARI 2014
100 ml : minyak kelapa 3 biji : sereh dicincang 2 lembar : daun salam Sedikit pala Cara membuat bumbu bali: - Haluskan semua bahan jadi satu kecuali daun salam. - Tumis bumbu halus, tambahkan daun salam, masak sampai beraroma. - Angkat dan siap digunakan. Bahan kaldu: 1 sdm : bumbu bali 1 batang : sereh 1 buah : daun jeruk 2 cangkir : kaldu sayur Garam secukupnya Cara membuat: - Panaskan minyak dalam panci kemudian tumis bumbu bali sampai harum. - Tuangkan kaldu sayur, sereh, daun jeruk, dan masak sekitar delapan menit dengan api kecil. Penyajian: - Hidangkan bebek yang sudah digoreng dalam piring . - Hidangkan sup di sampingnya, ditemani nasi putih, lalapan, dan sambal matah.
Sebagian orang memercayai tanggal 11 Desember 2013 merupakan hari yang istimewa. Begitu juga lelaki kelahiran Semarang ini, yang me rayakan ulang tahunnya ke-42 tahun. Hadiah istimewa yang diterimanya berupa kemenangan di ajang kontes memasak Top Chef Indonesia 2013, yang disiarkan salah satu televisi swasta nasional, Minggu (22/12).
U
ang tunai Rp 400 juta dan satu mobil, hadiah yang sangat disyukuri Executive Chef Stone Entertaiment Centre Kuta ini. Setelah ajang ini, Desyanto menuturkan tak ada yang berubah. “Saya tetap bekerja seperti biasa. Sekarang saya sibuk mempersiapkan menu akhir tahun,” ujarnya saat ditemui Tokoh. Desyanto sangat mensyukuri semua pencapaiannya di ajang Top Chef Indonesia. Ia pun tak menargetkan apa-apa ketika ikut mendaftarkan diri sebagai peserta. “Memang saya tak ada target jadi juara. Saya hanya ingin memberikan yang terbaik,” kata suami Josephina Titik Juniarti ini. Awal ketertarikannya dengan Top Chef Indonesia, lantaran ia suka sekali menonton ajang kontes memasak Top Chef AS. Mulai dari Top Chef AS sesi 1 sampai 10, ia tonton. Menurutnya, acara kontes memasak ini sangat diminati di seluruh dunia, termasuk dirinya. Seorang teman chef, mengirimkan formulir pendaftaran Top Chef Indonesia kepadanya. “Berani nggak kamu ikut ini,” ujar Desyanto mengutip perkataan temannya waktu itu. “Saya termotivasi untuk ikut karena sering menonton acara Top Chef AS,” tuturnya. Setelah dinyatakan lolos 16 besar, Desyanto tak menargetkan apa-apa. Persiapannya yang terpenting adalah mental. Menurutnya, dari semua peserta yang lolos, semua memiliki keterampilan dan keahlian tersendiri. Walaupun tingkat jabatannya berbeda, tapi sampai lolos di ajang Top Chef, pasti memiliki keunikan tersendiri. “Yang saya amati, kegagalan mereka sering terjadi karena tak mampu mengelola emosi,” kata Desyanto. Memang ia mengakui, dalam karantina selama tiga bulan dan beradaptasi dengan berbagai karakter, tentu bukan hal yang mudah. Apalagi namanya kompetisi, pasti ada persaingan. “Bagi saya pribadi, saya tak merasa ada persaingan. Justru, ketika saya melihat ada teman yang harus dibantu, saya
melakukan itu,” tutur Desyanto yang menunjukkan kebesaran hatinya menolong Denny, rivalnya saat grand final Top Chef Indonesia. Bukan hanya di grand final, hal itu sering ia lakukan dalam kontes sehari-hari, saat melihat ada peserta yang memang membutuhkan bantuannya. “Hal itu bagi saya biasa saja dan tidak harus takut dengan membantu teman akan kalah,” ujarnya berprinsip. Ia pun mengakui, bukan orang yang suka berkompetisi. Ajang Top Chef Indonesia merupakan lomba yang pertama baginya dan yang
terakhir. “Syukurnya langsung menang,” ujarnya tertawa. Bagi Desyanto, hal yang terberat baginya bukan rivalnya di Top Chef Indonesia, namun justru melawan dirinya sendiri. “Bagaimana saya harus bisa mengendalikan emosi dan tidak boleh panik, walaupun ada tekanan. Mungkin saya sudah terbiasa karena pekerjaan sebagai executive chef sehari-hari, saya memiliki anak buah, bagaimana saya harus terlihat tenang di depan anak buah saya. Sebagai pemimpin, saya harus bisa memimpin dengan baik. Karena itu, biasanya saya belajar mengenal karakter anak buah saya dulu sehingga bisa mengarahkan
situasi dan kondisi. Hal itu juga saya terapkan di Top Chef Indonesia,” katanya. Di samping itu, kata Desyanto, tak ada tuntutan harus juara sehingga membuatnya dapat bersikap lebih santai, tenang, dan berusaha memberikan yang terbaik. Salah seorang kontestan Putri disebut sebagai kutukan Princess. Dua kali ia berpasangan dengan Putri dan gagal. Saat final, ia kembali dipertemukan dengan Putri. Desyanto mengatakan punya trik sendiri. Dua kali gagal bersama Putri, ia berusaha mempelajari karakter Putri. Ketika ia h a r u s b e rtemu di final, baginya tak ada lagi kesulitan untuk mengarahkan Putri. “Pemimpin harus bisa mengelola anak buahnya. Begitu juga anak buah harus mengikuti pimpinannya. Setelah mengenal karakternya, saya tahu, apa yang harus saya lakukan dalam menghadapi Putri,” kata Desyanto. Saat final, Desyanto berani mengambil tantangan masakan Indonesia. Hal itu karena ia merasa tertantang dengan pernyataan salah seorang juri asing yakni Will Meyrick yang mengatakan, walaupun dia orang asing, dia lebih jago memasak masakan Indonesia. Pernyataan Will tersebut membuatnya tertantang untuk membuktikan diri, ia sebagai orang Indonesia harus bisa menyajikan masakan Indonesia.
Ternyata, ia berhasil. Masakan Indonesia yang dibuatnya, salah satunya urapan dan singkong rebus dipuji para juri dan tamu yang ikut mencicipi masakannya. Ajang Top Chef Indonesia, tak hanya memberikan hadiah istimewa bagi Desyanto, ia juga banyak belajar tentang masakan Indonesia. “Dulu, saya akui, memang tak pernah masak masakan Indonesia. Padahal, tiap daerah memiliki beragam makanan. Kalau untuk makan, saya suka, tapi memasaknya memang tidak pernah. Ajang Top Chef, telah mengubah pola pikir saya. Kini, untuk momen Tahun Baru di tempat saya bekerja, saya sudah siapkan menu Indonesia yang saya sajikan gaya Barat. Namanya Modern Indonesia, misalnya ayam betutu. Bumbu tetap seperti bumbu asli namun rasa pedas dikurangi, dan penyajiannya seperti makanan Barat,” imbuhnya. Ia masih ingat, ketika dalam ajang Top Chef, diberikan tantangan makanan Indonesia, semua peserta bengong. “Kami semua bingung, disuruh membuat masakan dengan lima buah bahan lokal asli Indonesia. Waktu itu, saya pilih asam klandis, belimbing wuluh, kecombrang, kecipir, dan daun kenikir. Saya buat masakan Gerang Asem dengan bahan utama makanan laut. Untung masuk,” tuturnya. Desyanto memulai karier di Bali, sejak tahun 2000. Sebelumnya, ia bekerja di berbagai restoran di Pulau Jawa. Ia memulai kariernya di Bali di Aris
Warung, kemudian ke Mozaik, tempat di mana ia mengenal Chris Salan, salah seorang juri Top Chef. Ia menuturkan, banyak belajar dari Chris Salan. “Dari Chris saya belajar, makanan itu tidak bisa dikotak-kotakkan. Tiap orang punya selera masing-masing, jadi kita harus menghargai selera mereka. Itu masukan yang positif bagi saya,” kata alumnus Akademi Pariwisata Semarang ini. Dari Mozaik, ia pindah ke Conrad Tanjung Benoa, kemudian ke Ramada Camakila Legian, terus sempat bekerja ke Singapura, kembali ke Bali, dan mencoba peruntungannya di Kudeta, sampai akhirnya ke Stone Entertainment Centre mulai bergabung saat Stone dibuka empat tahun yang lalu. Ia mengatakan, sudah menjelejah ke berbagai daerah di Indonesia, mulai Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan juga Bali. Ia menyukai travelling. “Dengan traveling saya belajar mengenal budaya termasuk makanan mereka. Masakan Bali dan Manado, paling saya suka karena karakternya kencang sekali. Saya suka pedas. Walaupun sebagian besar orang Jawa suka manis, waktu saya bawa ayam betutu ke Jawa, mereka bisa menerima masakan tersebut dan menikmatinya,” kata Desyanto. Menurutnya, ketertarikan di dunia kuliner, karena ia memang hobi memasak. Waktu kecil, ia mengatakan suka sekali mengganggu ibunya memasak. “Saya suka sekali masakan ibu seperti swiki ayam, gadon daging, dan getuk singkong,” katanya. Selama di Bali, ia sudah mencoba berbagai makanan khas, salah satunya nasi ayam Men Weti dan nasi Ayam Kedewatan. Menurutnya, dari dua makanan tersebut, sudah berbeda dan memiliki keunikan masing-masing. Menurutnya, ini adalah aset yang sebenarnya harus dilestarikan. “Kini tugas para chef profesional untuk mulai memperkenalkan masakan Indonesia,” tandasnya. -Wirati Astiti/Ratna Hidayati
RESEP ALA CHEF
12
30 DESEMBER 2013 - 5 JANUARI 2014
Hendra Mahena
Seaside Tapas Bahan: 30 gram : cumi 3 biji : udang ukuran 35 cm 3 buah : kerang 2 buah : jeruk lemon 2 siung : bawang putih Mentega Garam secukupnya Merica hitam secukupnya
Cara membuat: - Potong jeruk lemon menjadi dua bagian. Yang satu bagian untuk membumbui seafood. - Bumbui semua seafood dengan lemon, bawang putih, garam, dan merica hitam. Kemudian panggang sampai matang. - Potongan lemon yang setengah dibakar untuk hiasan.
Cara membuat saus lemon: - Tumis bawang putih sampai harum. - Tambahkan jus lemon dan masak beberapa detik. - Kemudian matikan kompor, masukkan mentega lalu diaduk pelan-pelan sampai mentega larut dalam saus lemon. - Kemudian angkat dan tuangkan di atas seafood.
Bahan: 350 gram : daging ayam/ayam kampung 2 sdm : minyak 1 siung : bawang putih dicincang Garam dan merica secukupnya Bahan saus Taman Bhagawan: 5 buah : tomat 10 butir : bawang merah 5 siung : bawang putih 15 biji : cabai merah besar 3 biji : cabai rawit 1 sdt : terasi bakar ½ ruas : jahe 2 sdm : madu 3 sdm : minyak Garam dan merica secukupnya
Cara membuat saus: - Panaskan wajan tuangkan minyak sampai cukup panas kemudian tumis
bumbu di atas kecuali madu sampai layu dan harum. - Angkat bumbu dari wajan kemudian diblender halus dan tambahkan madu. - Siap digunakan untuk mengoleskan daging ayam yang akan dibakar.
Proses penyelesaian: - Lumuri ayam dengan garam, merica, dan cincangan bawang putih sampai rata. - Panaskan pemanggangan setelah panas taruh ayam di atas pemanggangan. - Kemudian ayam dioles dengan saus, setiap 10 detik dibolak-balik sampai bumbu benar-benar meresap. - Panggang ayam sampai berwarna cokelat keemasan dan berbau harum. - Hidangkan ayam bakar dengan nasi putih, plecing kangkung, dan sambal matah. –Wirati Astiti/Ratna Hidayati
13
Hadiah Ulang Tahun Istimewa Bebek Goreng Mesitsit Bahan: 150 gram dada bebek 2 sdm bumbu Bali ½ sdt tepung terigu Garam dan merica secukupnya Cara membuat bebek goreng: - Rebus bebek sampai matang kemudian dinginkan lalu disuwir-suwir. - Bumbui bebek yang sudah di suwir dengan garam, merica, dan bumbu Bali sampai rata. - Kemudian lumuri daging bebek tadi dengan tepung secara merata. - Goreng bebek dengan mi nyak banyak sampai warna kecokelatan atau renyah. Bahan bumbu bali: 25 biji : bawang merah dicincang kasar 12 biji : bawang putih dicincang kasar 7 biji : lombok merah dibersihkan bijinya, dicincang 5 cm : lengkuas dicincang 5 cm : kencur dicincang 10 cm : kunyit dicincang 1 sdt : biji ketumbar 6 biji : kemiri 2 sdt : terasi ½ sdt : merica hitam 3 biji : cengkih
Ayam Bakar Taman Bhagawan
CHEF JOURNEY
Desyanto Nugroho
Sederhana tetap Berkesan Malam pergantian tahun tinggal dua hari lagi. Jika Anda ingin hidangan malam tahun baru yang simpel, menu kali ini bisa dijadikan pilihan. Seaside Tapas sangat cocok disajikan sebagai menu pembuka. Sembari mengobrol dan menikmati suara terompet, jadikan malam pergantian tahun Anda berkesan walaupun dengan menu sederhana. Berikut resep dari Hendra Mahena, Executive Chef Taman Bhagawan Bali, Tanjung Benoa.
30 DESEMBER 2013 - 5 JANUARI 2014
100 ml : minyak kelapa 3 biji : sereh dicincang 2 lembar : daun salam Sedikit pala Cara membuat bumbu bali: - Haluskan semua bahan jadi satu kecuali daun salam. - Tumis bumbu halus, tambahkan daun salam, masak sampai beraroma. - Angkat dan siap digunakan. Bahan kaldu: 1 sdm : bumbu bali 1 batang : sereh 1 buah : daun jeruk 2 cangkir : kaldu sayur Garam secukupnya Cara membuat: - Panaskan minyak dalam panci kemudian tumis bumbu bali sampai harum. - Tuangkan kaldu sayur, sereh, daun jeruk, dan masak sekitar delapan menit dengan api kecil. Penyajian: - Hidangkan bebek yang sudah digoreng dalam piring . - Hidangkan sup di sampingnya, ditemani nasi putih, lalapan, dan sambal matah.
Sebagian orang memercayai tanggal 11 Desember 2013 merupakan hari yang istimewa. Begitu juga lelaki kelahiran Semarang ini, yang me rayakan ulang tahunnya ke-42 tahun. Hadiah istimewa yang diterimanya berupa kemenangan di ajang kontes memasak Top Chef Indonesia 2013, yang disiarkan salah satu televisi swasta nasional, Minggu (22/12).
U
ang tunai Rp 400 juta dan satu mobil, hadiah yang sangat disyukuri Executive Chef Stone Entertaiment Centre Kuta ini. Setelah ajang ini, Desyanto menuturkan tak ada yang berubah. “Saya tetap bekerja seperti biasa. Sekarang saya sibuk mempersiapkan menu akhir tahun,” ujarnya saat ditemui Tokoh. Desyanto sangat mensyukuri semua pencapaiannya di ajang Top Chef Indonesia. Ia pun tak menargetkan apa-apa ketika ikut mendaftarkan diri sebagai peserta. “Memang saya tak ada target jadi juara. Saya hanya ingin memberikan yang terbaik,” kata suami Josephina Titik Juniarti ini. Awal ketertarikannya dengan Top Chef Indonesia, lantaran ia suka sekali menonton ajang kontes memasak Top Chef AS. Mulai dari Top Chef AS sesi 1 sampai 10, ia tonton. Menurutnya, acara kontes memasak ini sangat diminati di seluruh dunia, termasuk dirinya. Seorang teman chef, mengirimkan formulir pendaftaran Top Chef Indonesia kepadanya. “Berani nggak kamu ikut ini,” ujar Desyanto mengutip perkataan temannya waktu itu. “Saya termotivasi untuk ikut karena sering menonton acara Top Chef AS,” tuturnya. Setelah dinyatakan lolos 16 besar, Desyanto tak menargetkan apa-apa. Persiapannya yang terpenting adalah mental. Menurutnya, dari semua peserta yang lolos, semua memiliki keterampilan dan keahlian tersendiri. Walaupun tingkat jabatannya berbeda, tapi sampai lolos di ajang Top Chef, pasti memiliki keunikan tersendiri. “Yang saya amati, kegagalan mereka sering terjadi karena tak mampu mengelola emosi,” kata Desyanto. Memang ia mengakui, dalam karantina selama tiga bulan dan beradaptasi dengan berbagai karakter, tentu bukan hal yang mudah. Apalagi namanya kompetisi, pasti ada persaingan. “Bagi saya pribadi, saya tak merasa ada persaingan. Justru, ketika saya melihat ada teman yang harus dibantu, saya
melakukan itu,” tutur Desyanto yang menunjukkan kebesaran hatinya menolong Denny, rivalnya saat grand final Top Chef Indonesia. Bukan hanya di grand final, hal itu sering ia lakukan dalam kontes sehari-hari, saat melihat ada peserta yang memang membutuhkan bantuannya. “Hal itu bagi saya biasa saja dan tidak harus takut dengan membantu teman akan kalah,” ujarnya berprinsip. Ia pun mengakui, bukan orang yang suka berkompetisi. Ajang Top Chef Indonesia merupakan lomba yang pertama baginya dan yang
terakhir. “Syukurnya langsung menang,” ujarnya tertawa. Bagi Desyanto, hal yang terberat baginya bukan rivalnya di Top Chef Indonesia, namun justru melawan dirinya sendiri. “Bagaimana saya harus bisa mengendalikan emosi dan tidak boleh panik, walaupun ada tekanan. Mungkin saya sudah terbiasa karena pekerjaan sebagai executive chef sehari-hari, saya memiliki anak buah, bagaimana saya harus terlihat tenang di depan anak buah saya. Sebagai pemimpin, saya harus bisa memimpin dengan baik. Karena itu, biasanya saya belajar mengenal karakter anak buah saya dulu sehingga bisa mengarahkan
situasi dan kondisi. Hal itu juga saya terapkan di Top Chef Indonesia,” katanya. Di samping itu, kata Desyanto, tak ada tuntutan harus juara sehingga membuatnya dapat bersikap lebih santai, tenang, dan berusaha memberikan yang terbaik. Salah seorang kontestan Putri disebut sebagai kutukan Princess. Dua kali ia berpasangan dengan Putri dan gagal. Saat final, ia kembali dipertemukan dengan Putri. Desyanto mengatakan punya trik sendiri. Dua kali gagal bersama Putri, ia berusaha mempelajari karakter Putri. Ketika ia h a r u s b e rtemu di final, baginya tak ada lagi kesulitan untuk mengarahkan Putri. “Pemimpin harus bisa mengelola anak buahnya. Begitu juga anak buah harus mengikuti pimpinannya. Setelah mengenal karakternya, saya tahu, apa yang harus saya lakukan dalam menghadapi Putri,” kata Desyanto. Saat final, Desyanto berani mengambil tantangan masakan Indonesia. Hal itu karena ia merasa tertantang dengan pernyataan salah seorang juri asing yakni Will Meyrick yang mengatakan, walaupun dia orang asing, dia lebih jago memasak masakan Indonesia. Pernyataan Will tersebut membuatnya tertantang untuk membuktikan diri, ia sebagai orang Indonesia harus bisa menyajikan masakan Indonesia.
Ternyata, ia berhasil. Masakan Indonesia yang dibuatnya, salah satunya urapan dan singkong rebus dipuji para juri dan tamu yang ikut mencicipi masakannya. Ajang Top Chef Indonesia, tak hanya memberikan hadiah istimewa bagi Desyanto, ia juga banyak belajar tentang masakan Indonesia. “Dulu, saya akui, memang tak pernah masak masakan Indonesia. Padahal, tiap daerah memiliki beragam makanan. Kalau untuk makan, saya suka, tapi memasaknya memang tidak pernah. Ajang Top Chef, telah mengubah pola pikir saya. Kini, untuk momen Tahun Baru di tempat saya bekerja, saya sudah siapkan menu Indonesia yang saya sajikan gaya Barat. Namanya Modern Indonesia, misalnya ayam betutu. Bumbu tetap seperti bumbu asli namun rasa pedas dikurangi, dan penyajiannya seperti makanan Barat,” imbuhnya. Ia masih ingat, ketika dalam ajang Top Chef, diberikan tantangan makanan Indonesia, semua peserta bengong. “Kami semua bingung, disuruh membuat masakan dengan lima buah bahan lokal asli Indonesia. Waktu itu, saya pilih asam klandis, belimbing wuluh, kecombrang, kecipir, dan daun kenikir. Saya buat masakan Gerang Asem dengan bahan utama makanan laut. Untung masuk,” tuturnya. Desyanto memulai karier di Bali, sejak tahun 2000. Sebelumnya, ia bekerja di berbagai restoran di Pulau Jawa. Ia memulai kariernya di Bali di Aris
Warung, kemudian ke Mozaik, tempat di mana ia mengenal Chris Salan, salah seorang juri Top Chef. Ia menuturkan, banyak belajar dari Chris Salan. “Dari Chris saya belajar, makanan itu tidak bisa dikotak-kotakkan. Tiap orang punya selera masing-masing, jadi kita harus menghargai selera mereka. Itu masukan yang positif bagi saya,” kata alumnus Akademi Pariwisata Semarang ini. Dari Mozaik, ia pindah ke Conrad Tanjung Benoa, kemudian ke Ramada Camakila Legian, terus sempat bekerja ke Singapura, kembali ke Bali, dan mencoba peruntungannya di Kudeta, sampai akhirnya ke Stone Entertainment Centre mulai bergabung saat Stone dibuka empat tahun yang lalu. Ia mengatakan, sudah menjelejah ke berbagai daerah di Indonesia, mulai Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan juga Bali. Ia menyukai travelling. “Dengan traveling saya belajar mengenal budaya termasuk makanan mereka. Masakan Bali dan Manado, paling saya suka karena karakternya kencang sekali. Saya suka pedas. Walaupun sebagian besar orang Jawa suka manis, waktu saya bawa ayam betutu ke Jawa, mereka bisa menerima masakan tersebut dan menikmatinya,” kata Desyanto. Menurutnya, ketertarikan di dunia kuliner, karena ia memang hobi memasak. Waktu kecil, ia mengatakan suka sekali mengganggu ibunya memasak. “Saya suka sekali masakan ibu seperti swiki ayam, gadon daging, dan getuk singkong,” katanya. Selama di Bali, ia sudah mencoba berbagai makanan khas, salah satunya nasi ayam Men Weti dan nasi Ayam Kedewatan. Menurutnya, dari dua makanan tersebut, sudah berbeda dan memiliki keunikan masing-masing. Menurutnya, ini adalah aset yang sebenarnya harus dilestarikan. “Kini tugas para chef profesional untuk mulai memperkenalkan masakan Indonesia,” tandasnya. -Wirati Astiti/Ratna Hidayati
14
Tr e n
J E L I TA Make Up
Warna Terang makin Digemari Perempuan selalu ingin tampil can tik. Make-up bisa menjadi salah satu cara untuk membantunya da lam menjaga penampilannya. Lan tas bagaimana gaya make up dan tren warnanya untuk tahun 2014?
S
eperti juga tren warna fashion, untuk make up diprediksi warnawarna terang masih digunakan bahkan makin digemari. Warna-warna cerah nan berani seperti fusia, merah, dan oranye selama ini biasanya hanya dipakai sebagai riasan mata atau bibir guna menghadiri acara tertentu. Namun, di tahun 2014, warnawarna ini diperkirakan menjadi tren warna riasan wajah. Dewi Kader, salah seorang penata rias di Denpasar mengatakan semarak tone cerah bebas digunakan oleh perempuan dengan warna kulit apa pun. Dengan polesan atau aplikasi yang tepat, warnawarna cerah pada mata dan bibir dapat menunjang penampilan seseorang. Jika di 2013 warna terang hanya sebatas permainan warna lipstick, di tahun 2014 warna cerah juga diaplikasikan untuk eyeshadow. Begitu pula warnawarna eyeshadow yang cerah dan gelap pada polesan make up artis di run way beberapa pagelaran
busana. “Misalnya warna deep eyes, eye shadow hanya satu warna tapi langsung terang, seperti warna hitam, biru atau oranye, “ ujar pemilik Dadari Rias Pengantin ini saat ditemui di sebuah acara fashion show di Jimbaran. Permainan garis eyeliner wink eye atau goresan eyeliner yang memiliki sayap di ujung terluar
mata (tekniknya seperti cat eye), juga akan menjadi tren make up mata. Kesan flirty sekaligus dramatis langsung terpancar dalam teknik mata tersebut. Lipstick warna bold atau pulasan lipstick warna terang juga masih mendominasi bibir. “Di tahun 2014 akan banyak yang berani menggunakan warna lipstick yang terang sekali,” ungkapnya. Tiga warna lipstick cerah yang akan mendominasi adalah fuschia, merah dan oranye. “Sudak terbukti ketika bicara tren ke depan, strong colour dan bright seperti oranye, biru banyak dipakai dalam beberapa show,” lanjut Dewi Kader. Ketika disinggung mengenai perempuan Indonesia yang mayoritas memiliki tone kulit yang hangat, Dewi Kader mengatakan bukan berarti mereka hanya bisa menggunakan warna-warna hangat seperti cokelat atau gold pada mata atau bibir asalkan teknik make up yang digunakan tepat. Guna mendapat riasan dengan warna tepat, Dewi Kader menyarankan untuk lebih memadupadankan warna hangat dan dingin. “Misalkan pada riasan mata, bubuhkan warna silver dan pink pada kelopak mata dan atasnya, dan untuk bibir gunakan warna hangat ,” tandasnya. Warna hangat itu seperti cokelat, abu-abu, terakota
30 Desember 2013 - 5 januari 2014
2014
sedangkan warna dingin silver, pink, putih, biru, dan hijau. IMBANGI DENGAN KULIT SEHAT Orang suka melihat keindahan, termasuk keindahan wajah. Karenanya, make up bagi seorang perempuan menjadi penting. Apakah untuk mempercantik atau mengoreksi wajah. Apalagi ketika perempuan akan menghadiri sebuah acara istimewa. Namun, banyak perempuan, yang hanya karena ingin mendapatkan kecantikan semata, akhirnya mereka menggunakan make up tebal yang tujuannya hanya untuk menunjukkan kulit wajahnya terlihat halus. “Make up sebaiknya tidak mesti tebal, tapi yang ditampilkan untuk mendukung riasan wajah . Penggunaan make up yang benar untuk saat ini maupun tahun mendatang intinya harus diimbangi dengan kulit yang sehat,” tutur Ayu Dewi, pemilik Syahrani Salon & Spa. Prinsipnya, make up untuk perempuan adalah untuk menciptakan penampilan berbeda serta lebih segar. Senada dengan Dewi Kader, Ayu Dewi mengatakan tata rias tahun 2014 akan dominan menampilkan warna-warna yang menyala seperti tampilan bibir yang berwarna merah. “Tren make up tahun depan natural dan shocking color atau red lip,” katanya. Secara umum ia memperkirakan smokey eyes, riasan
mata gelap, dan eyeliner berwarna gelap juga masih akan populer. “Di mata, smokey eyes atau wing eyes,” tambahnya sambil warna-warna yang natural dan glamor akan menjadi padu padan. Menurutnya, tidak ada riasan yang lebih dominan antara natural dan glamor. Ia pun memberikan tips agar riasan glamor mata dan bibir tidak berlebihan. Jika ingin menggunakan warna terang pada bibir, ia menyarankan agar riasan pada mata menggunakan warnawarna yang lembut. “Kalau matanya ngejreng, lipstick nude,” jelasnya. Ayu Dewi menambah-
kan bagi perempuan dewasa, penggunaan warna sebaiknya tidak terlalu tebal. Kalaupun selama ini biasa menggunakan riasan wajah dengan warna cokelat, untuk menyambut tahun baru sesekali warna itu bisa diganti dengan warna orange. Ini dilakukan supaya tidak monoton. Permainan warna ini, tujuannya, agar wajah setelah make up terkesan lebih muda dan segar. Sedangkan make up yang pantas untuk remaja, juga tidak terlalu tebal. “Cukup mengoleskan lip gloss yang easy dan gaya smoothy. Ini juga masih menjadi tren di tahun 2014,” cetusnya. Terlalu berlebihan dalam make up juga tidak akan baik hasilnya. WARNA LEMBUT MASIH DIMINATI Bagi mereka yang tidak menyukai riasan wajah yang berlebihan, ibu dua anak ini pun menyarankan, ketika ingin terlihat tampil beda di tahun 2014 , sebaiknya menggunakan make up yang terlihat easy dan tetap nyaman dalam penggunaannya. “Hanya satu yang tetap menjadi bekal untuk hasil make up yang baik, adalah harus diimbangi dengan kulit yang sehat,” tegasnya. Yang penting adalah paham dengan karakter diri sendiri maka menentukan pilihan tak lagi menjadi masalah. Jika ingin tampil istimewa dengan tren terkini, akan lebih baik jika berkonsultasi kepada seorang make up artist yang dipercaya. “Umumnya , make up artist akan memberi kebebasan pada seseorang untuk menentukan warna atau gaya make up yang diinginkan. Namun, tidak tertutup kemungkinan sang make up artist sebagai orang berpengalaman dalam kancah rias merias wajah, akan memberi masukan bagi kita. Mendiskusikan keinginan dengan dengan komunikasi dua arah yang baik akan mendatangkan hasil yang maksimal,” ujar Ayu Dewi. Ia juga mengatakan, jika menggunakan jasa make up artist, jangan ragu untuk menceritakan konsep acara, kare na dengan mempertimbangkan konsep tersebut warna dan gaya make up akan ditentukan. Semuanya kembali akan disesuaikan dengan wajah. Karenanya, informasikanlah secara detil keinginan dan kegiatan pada saat acara berlangsung.busana yang dikenakan, untuk menentukan gaya make up yang cocok. Walaupun tren make up di tahun 2014, dominan menampilkan warna-warna terang, menurut Ayu Dewi make up berwarna lembut alami masih tetap diminati para perempuan. Dengan warna seperti ini, katanya seorang make up artist akan lebih leluasa menonjolkan kelebihan pada wajah yang seseorang tanpa membuat make up terlihat seperti topeng. – Sri Ardhini/Ngurah Budi
30 Desember 2013 - 5 januari 2014
MITOS ATAU FAKTA
11
Masker Sperma Kencangkan Kulit? Perempuan mana yang tak mau memi liki kulit wajah kencang, halus, dan awet muda? Banyak upaya yang dilakukan, salah satunya dengan memakai masker untuk menghaluskan dan mengencangkan wajah, bahkan menghilangkan jerawat. Ada yang beranggapan sperma bisa di pakai sebagai masker. Apakah ini mitos atau fakta? Berikut penjelasan dr. Ketut Suteja Wibawa, Sp.KK, M.Kes.
“S
emua itu hanya mitos yang didasarkan efek sugesti yang ditimbulkan bila sperma dioleskan di kulit wajah,” tegas Ketua Komite Medik RSUD Buleleng ini. Efek sugesti pengencangan dijelaskannya terjadi karena sperma itu berbentuk gel dan mengan dung beberapa unsur protein, sama seperti putih telur, yang jika dioleskan ke kulit atau mengenai bahan yang panas, bentuk gel akan berubah menjadi menggumpal/padat. Hal inilah yang akan menimbulkan rasa kencang pada kulit. Namun, jika dibilas, efek tersebut tidak akan bertahan lama, yang dalam beberapa jam sudah kembali ke normal/kondisi sebelumnya. Dokter Suteja mengatakan kulit terjaga dalam suhu tertentu yang diatur oleh pusat pengaturan suhu di otak Apabila diaplikasikan bahan-bahan yang berbentuk
dr. Oka Negara, FIAS
sediaan gel dan mengandung protein, protein tersebut akan menggumpal sehingga menimbulkan efek kencang pada kulit. Di samping sediaan yang berbentuk gel, sediaan sperma juga bersifat lengket. Jika ini diaplikasikan ke kulit maka akan menimbulkan sensasi kulit yang tertarik, apalagi ditunggu beberapa menit hingga kering, akan terasa kulit menjadi kencang. “Hal inilah yang diyakini bahwa sperma bermanfaat untuk pengencangan. Padahal bila dibilas efek tersebut akan segera hilang,” ujar juara II Dokter Teladan Tingkat Provinsi NTB tahun 1999 ini. Ia mengingatkan, selain me ngandung bahan-bahan protein dan vitamin, sperma juga mengan dung bahan-bahan buangan yang memang sudah seharusnya dikeluarkan dari tubuh, seperti amoniak dan karbondioksida. Bahanbahan tersebut mempunyai efek buruk bila diaplikasikan di kulit
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
“Dok, saya seorang duda, 34 tahun. Saat ini saya punya teman laki-laki yang sering mengajak saya beraktivitas seksual. Dia melakukan oral sex kepada saya. Apakah kesehatan saya bisa berdampak buruk atas kelakuan teman saya ini? Terima kasih atas jawabannya dok.” (Lana,Denpasar) Oral sex atau seks oral adalah aktivitas seksual dengan memberikan stimulasi melalui mulut dan lidah pada organ seks atau kelamin pasangan. Saat ini makin banyak yang melakukannya, terutama di kalangan muda sebagai variasi seksual. Dalam kesehatan seksual, jika pihak perempuan yang melakukan seks oral pada kelamin laki-laki disebut dengan fellatio, sebaliknya jika pihak lakilaki yang melakukan oral seks pada kelamin perempuan disebut dengan cunnilingus. Pada pelaku cinta sejenis atau yang dikenal dengan orientasi seks homoseksual, biasanya ada salah satu yang
mengambil peran sebagai perempuan dan satu lagi sebagai laki-laki dalam melakukan seks oral. Sesungguhnya seks oral itu aman dan tidak berbahaya bila dilakukan secara higienis, tanpa adanya salah satu pihak atau keduanya mengidap penyakit serta atas keinginan bersama. Tentu saja sebelum dan sesudah seks oral, alat kelamin harus selalu bersih. Biasanya, seks oral merupakan salah satu “adegan” variasi seksual yang sering dilakukan pada saat “foreplay” atau pemanasan, yang disusul kemudian dengan pene trasi kelamin untuk mencapai kepuasan seksual pada pasangan
dr. Ketut Suteja Wibawa, Sp.KK, M.Kes.
apalagi kulit wajah. Tidak menutup kemungkinan juga sperma seseorang berisi kuman baik virus maupun bakteri. Jika sperma mengandung bakteri, misalkan neisseria gonorhoe, maka hal ini bisa sebagai media penularan. Karena, gonorhoe (penyebab penyakit gonorhoe/ GO) bisa menular melalui mukosa. Apabila sperma yang mengandung bakteri gonorboe ini kontak de ngan mukosa konjungtiva mata, akan menyebabkan gonoblenorhoe yaitu sakit pada mata yang mengeluarkan nanah dan akan merusak kornea mata sehingga bisa menyebabkan lubang/ulkus pada kornea dan mengakibatkan kebutaan. “Belum lagi bila dalam sperma itu ada virus herpes genital. Ini bisa menginfeksi mukosa dan kulit sehingga akan menimbulkan bahaya kerusakan pada kulit kita,” jelasnya.
KANDUNGAN SPERMA Sperma memiliki kandungan ammonia, ascoric acid, ash, calcium, carbon dioxide, chloride, cholesterol, citrid acid, creatine, ergothioneine, fructose, glutathione, glycerylphorylcholine, inositol, lactic acid, magnesium, nitrogen, nonprotein (total), phosphorus, acid-soluble, inorganic, lipid, total (lipid), phosphorylcholine, potassium, pyruvic acid, sodium, sorbitol, vitamin B12, sulfur,urea, uric acid, zinc, dan copper. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa tidak semua kandungan tersebut mempunyai manfaat. Manfaat suatu zat sangat tergantung dari cara penggunaan/aplikasinya, apakah melalui parenteral/intravena atau oral/ diminumkan, ataupun topikal/ dioleskan. Kandungan-kandungan dalam sperma itu ada beberapa yang bermanfaat bila digunakan secara
intravena dan hampir tidak ada yang bisa bermanfaat bila digunakan secara topikal/dioles, hanya asam ascorbic dan sulfur, dan itupun dalam jumlah yang sangat kecil. Selama ini korelasi manfaat sperma sebagai masker hanya berdasarkan melihat kandungan sperma dan manfaat dari kandung an tersebut tanpa melalui penelitian medis (evidence based madicine) atau tanpa melalui penelitian langsung, yaitu sperma dioleskan sebagai masker dan kemudian dilihat efek peningkatan kolagen pada kulit melalui pemeriksaan histopatologi/imunohistokimia. “Dari sini baru bisa dibuktikan apakah ada manfaat meningkatkan jaring an elastis atau kolagen. Karena, untuk pengencangan kulit dua hal ini (elastin dan kolagen) yang memegang peranan penting,” tandasnya. –Inten Indrawati/Ngurah Budi
Ilustrasi sperma
LAGI TENTANG SEKS ORAL
heteroseksual (laki-laki yang berhubungan seksual dengan perempuan). Sedangkan pada mereka yang berorientasi homoseksual, seks oral sering kali menjadi “menu” utama dalam kegiatan seksualnya. Beberapa laki-laki cenderung menyenangi pasangannya untuk melakukan seks oral, meskipun terkadang permintaannya tidak selalu dipenuhi. Laki-laki yang menyukai seks oral menyebutkan menyukainya karena seks oral terasa enak dan lebih menyenangkan, juga dirasa nyaman karena bisa memperhatikan dan mengontrol pasangan, sekaligus dianggap bisa mengurangi stres. Tetapi perlu diperhatikan adalah jika ada yang sedang mengidap penyakit atau infeksi pada kelaminnya. Kuman ataupun virus yang bisa hidup di kelamin, juga dapat hidup di rongga mulut karena lingkungan mulut yang hangat, gelap dan lembab. Tentu saja itu berarti risiko infeksi menular seksual pada kelamin
juga bisa terjadi pada mereka yang biasa melakukan seks oral. Infeksi menular seksual seperti gonore, sifilis, herpes hingga jamur kandida juga bisa menginfeksi area mulut, rongga mulut dan sekitarnya. Jadi pastikan mulut tidak sedang mengalami luka, keradangan dan berpenyakit saat melakukan seks oral. Beberapa jenis bakteri seperti klamidia dan gonore dapat hidup di tenggorok an dengan gejala yang dikeluhkan bisa berupa sakit tenggorokan. Bila hal ini tidak segera ditangani, lama kelamaan bakteri dapat menyebar ke dalam paru-paru mengakibatkan infeksi. Jadi, seks oral sesungguhnya bisa saja dijadikan salah satu cara melakukan aktivitas seksual, selama itu disepakati bersama, tidak ada tekanan dan rasa jijik untuk melakukannya dan tentu saja kelamin dalam keadaan bersih dan tidak sedang terkena penyakit menular. Jika, salah satu pihak tidak nyaman melaku-
kannya, sebaiknya ditunda buat melakukan seks oral. Jika salah satunya mengidap infeksi menular seksual, sebaiknya seks oral juga tidak dilakukan dan sembuhkan dulu infeksinya. Tetapi jika tetap memaksakan diri untuk melakukan seks oral dengan pasangan yang sedang terinfeksi menular seksual atau dengan pasangan yang tidak diketahui kondisi ke sehatan seksualnya, gunakan juga kondom. Kini sudah ter sedia berbagai kondom dengan berbagai warna, pelumas dan pilihan rasa untuk menambah sensasi menyenangkan dalam melakukan hubungan seksual dan seks oral. Menggunakan kondom saat melakukan seks oral bukan sebuah keanehan, bukan juga berarti tidak percaya terhadap pasangan. Justru dengan menggunakan kondom sebagai proteksi, Anda sesungguhnya telah menghormati dan melindungi pasangan Anda.
BUGAR
10
30 DESEMBER 2013 - 5 JANUARI 2014
Tetap Sehat saat Lembur Selain itu, mereka mudah lupa, menghindar dari pekerjaan, selalu ingin istirahat, menurunnya motivasi kerja, dan gangguan pencernaan. Perlu juga diwaspadai, menurunnya daya tahan tubuh dan keluhan di kepala. “Mereka yang mengalami kelelahan sebenarnya sudah tidak bisa konsentrasi dan bekerja dengan baik. Mereka yang kurang tidur mudah mengalami vertigo atau migren (sakit kepala hanya satu sisi),” ujar dokter RS Indra ini.
Pertengahan Desember ini, Indonesia dikejutkan dengan terjadinya kematian Mita Diran, seorang pegawai di sebuah perusahaan periklanan di Jakarta. Mita dikabarkan meninggal dan diduga akibat bekerja lembur selama 30 jam non-stop. Di sisi lain ia mengonsumsi minuman berenergi selama lembur tersebut.
P
eristiwa yang menimpa Mita merupakan salah satu contoh dari banyak kejadian serupa di seantero dunia. China Youth Daily, sebuah koran di China menyebutkan bahwa kejadian ini terjadi sebanyak 600 ribu kasus dalam setahun. Di dunia kerja, lembur merupakan salah satu cara untuk menunjukkan kemampuan karyawan di perusahaan. Namun, terkadang mereka melupakan akibat yang muncul sebagai akibat dari kerja lembur tersebut. Menurut dr. I Ketut Widiyasa, M.P.H. kerja lembur merupakan salah satu penyebab dari kelelahan tubuh. Bekerja melebihi batas waktu berakibat buruk bagi tubuh. Ada enam kebiasaan buruk yang muncul dari kebiasaan kerja lembur. Pertama, orang yang terlalu berlebihan dalam bekerja akan kesulitan untuk bersantai. Kelelahan yang dihasilkan dari bekerja menyebabkan orang susah tidur, berat badan terganggu, hingga tekanan darah meningkat. Kedua, mereka yang bekerja secara berlebihan cenderung tidak mengatur pola makannya. Di samping itu,
jadi lebih sering memilih makanan cepat saji dibanding makanan sehat. Hal itu berdampak buruk ke tubuh. Ketiga, bekerja secara berlebihan bisa membuat orang lupa tidur. Tidur yang kurang dari enam-delapan jam per hari bisa menyebabkan gangguan ingatan, kesulitan berkonsentrasi, dan obesitas. Keempat, tidak hanya membuat orang lupa makan, lupa tidur dan lupa santai, orang yang terlalu memprioritaskan pekerjaan di atas segalanya juga cenderung lupa olahraga. Padahal, olahraga penting untuk menjaga kondisi tubuh ke depannya. Kelima, dalam sejumlah kasus, mereka yang gemar bekerja juga gemar mengonsumsi alkohol dan minuman berenergi yang mengandung kafein. Alkohol dianggap sebagai pelarian yang tepat saat kelelahan. Sedangkan kafein dalam minuman berenergi dianggap dapat membangkitkan kemampuan kerja pada saat tubuh lelah. Padahal, alkohol maupun kafein memiliki efek buruk terhadap tubuh, terutama bagi jantung. Keenam,
Sehat ala Ade Rai
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sehat ala Ade Rai” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id Rubrik ini diasuh Ade Rai.
Latihan Beban Berlatih dengan beban adalah suatu aktivitas yang ternyata memiliki dampak yang sangat besar terhadap peningkatan metabolisme tubuh secara signifikan. Berdasarkan beberapa penelitian, latihan beban dengan intensitas yang tinggi memiliki dampak peningkatan metabolisme tubuh bahkan hingga 72 jam sesudah sesi latihan beban tersebut selesai.
dr. I Ketut Widiyasa, M.P.H.
mereka yang terlalu gemar bekerja cenderung tidak peduli akan kondisi sendiri. Walhasil, sakit dan lelah pun tak dianggap sebagai hal yang patut diperhatikan. Kelelahan merupakan salah satu alarm tubuh. Alarm ini berbunyi saat tubuh kita membutuhkan waktu untuk beristirahat dan memulihkan kondisi tubuh ke kondisi yang optimal untuk beraktivitas. Namun, seringkali kita mengabaikan gejalagejala kelelahan. Adapun gejalagejala tubuh sudah lelah seperti; kehilangan fokus, sensitif dan gampang marah, gampang bingung, dan merasa tidak nyaman, mengalihkan stress kepada makanan, minum kafein untuk menyegarkan tubuh.
MINUM AIR PUTIH Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan Jurnal Annals of Internal Medicine, Mika Kivimaki dari Inggris University College London menemukan, orang-orang yang terus menerus bekerja lebih dari 11 jam memiliki risiko mengalami penyakit jantung lebih tinggi dibandingkan yang bekerja tujuh sampai delapan jam. Kerja lebih dari 11 jam meningkatkan risiko penyakit jantung sebanyak 67%. Penelitian tersebut melibatkan hampir 7.100 pekerja Inggris selama 11 tahun. Para pekerja perlu memikirkan jam kerjanya karena bekerja berlebihan berpotensi tinggi terhadap jantung, tekanan darah tinggi dan diabetes. Kondisi ini diperburuk dengan kebiasaan hidup yang tidak sehat akan berakibat makin meningkatnya risiko penyakit jantung. Dokter Widiyasa menegaskan, walaupun lembur hanya satu hari, bila sudah tahu jadwal lembur maka besoknya harus ditebus istirahat. “Tubuh harus diberi kesempatan untuk memperbaiki jaringan yang
Strategi Meningkatkan Metabolisme
Laju Metabolisme Tidak Berlatih Dengan Beban Laju Metabolisme Berlatih Dengan Beban Keuntungan Metabolik Latihan Beban Baseline Metabolisme Baru
Laju Metabolisme Tidak Berlatih Dengan Beban Laju Metabolisme Berlatih Dengan Beban Keuntungan Metabolik Latihan Beban Wilayah yang diberi zig-zag adalah keuntungan metabolik dari melakukan latihan beban dalam bentuk kalori yang lebih banyak terbakar bahkan di saat istirahat, bahkan di saat tidur! Tetapi latihan beban yang dilakukan tidaklah sekadar melakukan gerakan seadanya tanpa mengeluarkan banyak tenaga lalu sesi tersebut berakhir 30-45 menit kemudian. Kualitas latihan beban juga menjadi tolok ukur berapa lama metabolisme saat istirahat bisa meningkat. Makin tinggi intensitas latihan beban yang dilakukan, makin panjang seseorang bisa menikmati manfaat peningkatan metabolisme ini. Apabila pola latihan intensif dijalankan 4 kali per minggu, hal ini berarti sebelum peningkatan metabolisme dari sesi latihan sebelumnya kembali ke normal, telah terjadi lagi peningkatan metabolisme baru, yang akan terlihat dari tabel berikut ini (yang merupakan versi modifikasi dari tabel sebelumnya):
mengalami kerusakan. Secara umum waktu 24 jam sebaiknya dibagi 3, yakni 8 jam untuk bekerja keras, 8 jam untuk bekerja ringan, dan 8 jam untuk tidur,” tegasnya. Ia menyarankan, untuk mengatur pola makan dan ini berlaku tidak hanya bagi yang lembur. “Bila kita menjalani hidup sehat, setidaknya kita masih memiliki cadangan energi,” jelasnya. Ada empat kunci sehat, yaitu jumlah makanan yang dikonsumsi harus sesuai kebutuhan, jadwal makan harus dilakukan tiga kali sehari, jenis makanan yang dikonsumsi harus bervariatif dan kaya nutrisi, dan cara memasak serta mengolahnya juga penting untuk pola gaya hidup sehat. “Saat lembur sebaiknya kita mengonsumsi jenis makanan sehat yang bisa menambah energi seperti karbohidrat kompleks yang mencakup roti, nasi merah, roti gandum, kentang dengan kulitnya. Makan juga makanan tinggi serat sehingga gula darahnya tidak terlalu tinggi. Kemudian protein yang bisa didapatkan dari putih telur, ikan, ayam, dan lainnya. Hindari makanan berlemak tinggi, gorengan, margarin, kuning telur dan santan,” kata dr. Widiyasa. Hal terpenting saat lembur adalah minum air putih. Jika dibandingkan dengan minum minuman berkafein, minum air putih sebanyak-banyaknya tidak akan berefek ke jantung. Minum air putih minimal dua liter perhari agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. “Kurangi mengisap rokok, minuman bersoda, minum kopi jangan berlebihan. Maksimal dua gelas kopi sehari,” ucapnya. Suplemen yang mengandung kafein sebaiknya dihindari karena yang dibutuhkan tubuh saat itu adalah istirahat. -Wirati Astiti/Ngurah Budi
Latihan Aerobik Latihan aerobik juga menimbulkan peningkatan metabolisme tubuh secara signifikan hingga 6 jam sesudah aktivitas latihan. Meskipun efek peningkatan metabolisme tidak sebaik dan selama aktivitas latihan beban, tetapi keuntungan peningkatan 6 jam ini juga memiliki manfaat untuk pembakaran lemak yang lebih baik. Lalu kalau demikian, apakah berarti lebih baik melakukan latihan beban saja daripada melakukan kedua-duanya? Hal ini tidaklah benar. Bagi mereka yang memiliki kadar lemak yang masih tinggi, latihan aerobik tetap menjadi prioritas. Karena tipe tubuh berkadar lemak tinggi (wanita >30%, pria >20%) merespons lebih baik kepada latihan aerobik. Selain itu, latihan aerobik adalah aktivitas pembakaran lemak yang sangat efektif serta memberikan berbagai manfaat fisik lainnya seperti kesehatan dan kekuatan jantung, peningkatan kapasitas paru-paru dalam menyerap oksigen, kesehatan pembuluh darah dan aliran darah yang lebih lancar, pengiriman nutrisi dan oksigen yang lebih optimal ke seluruh bagian tubuh. Latihan dalam Porsi Kecil Latihan dan mengatur pola makan adalah 2 senjata utama
dalam mendapatkan fisik yang diidamkan. Dalam hal latihan untuk menghancurkan lemak, sangatlah penting untuk memberikan ruang untuk kemajuan yang lebih, melebihi apa yang telah dialami selama ini. Dalam bentuk apakah “ruangan untuk kemajuan” ini? Satu strategi baru yang ditemukan oleh beberapa ilmuwan di awal tahun 2000-an adalah dengan menambah sesi latihan. Penambahan sesi latihan ini bisa berdampak pada bertambahnya waktu latihan maupun tidak bertambahnya waktu latihan. Ada 2 strategi baru bagi yang ditemukan ilmuwan tersebut, apabila ingin mendapatkan definisi fisik yang lebih tajam. Pertama, dengan sengaja menambah sesi cardio/aerobik, misalnya dari 3 x per minggu masing-masing 30 menit menjadi 4 x per minggu masing-masing 30 menit. Kedua, dengan sengaja memecah sesi cardio/aerobik menjadi lebih singkat, sehingga tidak menambah total waktu, misalnya dari 3 x per minggu masing-masing 30 menit menjadi 6 x per minggu masing-masing 15 menit. Total kalori yang terbakar pada strategi pertama secara matematis memang sudah pasti akan meningkat. Namun, yang baru ditemukan baru-baru ini justru adalah strategi kedua, di mana pembakaran kalori 2 sesi x 15 menit cardio ternyata lebih tinggi daripada pembakaran kalori 1 sesi x 30 menit. Padahal jumlah waktu yang dijalani masih sama. Demikian juga untuk latihan beban. Latihan beban memang tidak membakar lemak layaknya aerobik/cardio, tetapi ilmuwan juga menemukan bahwa per satu sesi, latihan beban juga membakar kalori dalam jumlah yang tak kalah banyak bila dibandingkan dengan aerobik. Tetapi latihan beban justru memberikan satu manfaat tambahan yang tidak didapatkan dari melakukan aerobik, yakni meningkatnya metabolisme tubuh yang lebih lama. Latihan beban ternyata meningkatkan metabolisme tubuh hingga 72 jam sesudah latihan, sementara latihan cardio/ aerobik hanya meningkatkan metabolisme tubuh hingga 6 jam sesudah latihan. Bisa dibayangkan betapa banyaknya lemak yang bisa terbakar kalau menambah sesi latihan beban tanpa harus menambah total waktu latihan.
30 DESEMBER 2013 - 5 JANUARI 2014
Tren Fashion 2014
STYLE
15
Pesona Merah Burgundy Setiap tahun, dunia fashion berkembang sangat pesat. Perkembangan inilah yang akhirnya menjadi tren di kalangan pencinta mode. Gaya hidup, ekonomi, dan teknologi informasi ,menjadikan pengaruh penyebaran tren busana semakin cepat.
B
Dewi Suarjani
eberapa desainer ternama memperkirakan busana warna merah burgundy (merah kecokelat-cokelatan) akan hits di tahun 2014. Begitu pula, warna busana soft dan shocking masih bertahan. Sedangkan, menurut Dewi Suarjani salah seorang anggota APPMI Bali, setiap desainer juga memiliki dan menawarkan tren warna dan gaya tersendiri bagi publik mode. Pemilik Dewi House of Fashion ini mengatakan, jika tahun 2013 warna-warna pastel dan ceria, warna denim dan motif garis menjadi tren busana, maka berbeda lagi yang akan muncul di tahun 2014.
Menurutnya, Tahun 2014, selain memunculkan warna merah burgundy , juga ada harmoni mempesona warna fuschia, ungu, dan merah muda. Dewi mengatakan, untuk acuan warna ada juga yang berkiblat dari ajang fashion dunia atau atau situs majalah busana terkemuka. Seperti Elle misalnya, untuk tahun 2014 yang muncul nuansa merah, seperti warna fuschia dan maroon . Ada juga warna lain yakni ungu, biru cokelat, dan hijau emerald. Namun ada juga yang membedakan warna untuk wanita dan pria. Warna warna untuk wanita adalah warna yang hangat, sejuk, lembut, dan netral. Dewi menjabarkan beberapa contoh warna hangat seperti emas, canary, semangka, fuchsia, cherry,dan red orange. Warna sejuk meliputi jeruk nipis, lemon, aquafresh , hijau emerald, dan navy. Warna lembut, di antaranya buttercream, peachy nude, carnation pink dan lavender. Untuk warna netralnya, ada khaki, cokelat, abu-abu, dan abu-abu dove. Namun, paduan hitam dan putih akan tetap menjadi bagian yang kuat dalam setiap ajang fashion di tahun 2014. Dua warna dasar ini sangat klasik dan tidak bisa lepas dari setiap mode. Warna hitam untuk pilihan gaya elegan dan putih untuk sebuah
penampilan yang anggun. Sedangkan bicara tren mode, Yudhi Hermawan, pemilik Yudhi Fashion , di Denpasar ini menyoroti, kalau beberapa tahun terakhir tren pakaian banyak mengadaptasi warna dan model era tahun 70an. Tren pakaian wanita tahun 2014, kembali memunculkan model pakaian yang ngetren zaman dulu. Lebih lanjut dikatakannya, tema dan gambaran desain yang bakal banyak dihadirkan adalah yang lebih lagi mengidentifikasi wanita yang memiliki karakter, citra, peduli cara mengekpresikan diri, serta orisinal. Rok dengan potongan lebar, atasan crop dipadu rok midi atau gaun dengan atasan peplum bertumpuk yang dipadukan dengan rok panjang, dapar dijadikan pilihan. Selain itu, gaya klasik dan simpel tetap menjadi pilihan untuk digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Sedangkan untuk acara formal, busana bermotif masih banyak diminati dan disukai. Begitu juga dengan potongan yang unik seperti A line. Tudhi mengatakan, akhir -akhir ini juga terlihat pergerakan yang mengarah pada upaya upaya mengangkat kembali akar budaya lokal daerah di seluruh Indonesia. Sedangkan untuk di Bali, kata Yudhi, masih akan lebih menarik melihat tren kebaya. Sebagian besar aktivitas wanita tak lepas dari menggunakan salah satu busana warisan nenek moyang yang juga busana nasional ini. Dengan semakin
banyaknya kebaya dikenakan di berbagai kesempatan dan acara, maka inovasi kebaya pun menjadi semakin beragam. Kerah yang semula kebanyakan bergaya klasik seperti shawl collar (syal kerah), kini lebih pada kerah bergaya off shoulder (kerah terbuka dengan memperlihatkan pundak), begitu juga dengan dengan modifikasi lengan. Menurut Yudhi, saat ini kebaya modern, modifikasi dengan sentuhan ofnaiser, yaitu kebaya yang ditambah dengan payet atu manik-manik menjadi pilihan terbanyak untuk kegiatan di luar upacara agama. Kebanyakan kebaya masih menggunakan lengan panjang agar terlihat lebih feminim, namun ada juga lengan pendek yang memberikan kesan lebih muda, dan santai. Sementara, untuk warna selain nuansa kemerahan, juga masih disukainya warnawarna hangat. -Sri Ardhini/Wirati Astiti
PELESIR
16
To k y o S k y T r e e
Simbol Keunggulan Konstruksi Jepang Berlibur ke Jepang, tidak lengkap kalau belum mengunjungi Tokyo Sky Tree. Tokyo Sky Tree merupakan tower tertinggi di Jepang yang terletak di daerah Sumida, Tokyo. Tokyo Sky Tree selesai dibangun dan diresmikan awal Maret 2012, tepat setahun setelah gempa dan tsunami dengan magnitudo 9.0 menimpa Jepang.
T
gempa. Menara pagoda kayu tertinggi di Jepang, di Kuil Toji Kyoto (55 meter), bahkan tetap berdiri kokoh sejak tahun 1644, meski telah melalui beberapa kali gempa. Berbagai teknologi antigempa juga diterapkan di konstruksi Tokyo Sky Tree yang menurut pengembang bisa menyerap 50% guncangan. Gempa bumi di Tohoku 11 Maret 2011 menjadi bukti menara ini bisa bertahan dari gun cangan gempa besar. Saat gempa tahun 2011, tidak ada kerusakan struktur yang
30 Desember 2013 - 5 januari 2014
Tokyo Sky Tree juga kini lebih mudah. Pihak pemilik Sky Tree, Tobu Railway, telah membuka stasiun baru yang bernama “Tokyo Sky Tree Station” di jalur Tobu, sehingga memudahkan pengunjung yang ingin datang dengan menggunakan kereta api. Lokasi Tokyo Sky Tree juga tak jauh dari Kuil Sensoji di Asakusa. Meski Tokyo Sky Tree sudah dibuka untuk umum pada 22 Mei 2012, namun untuk bisa mendapatkan tiket naik ke observatory dock, kita harus mengantri hingga 2 jam. Dari puncak menara tertinggi di Jepang ini, pengunjung bisa melihat pemandangan kota dan kepa datan aktivitas kota Tokyo. “MENGINTIP NERAKA” Di kota Kanaya, Perfecture Chiba, Jepang, ada satu objek wisata yang san gat terkenal yaitu Daibutsu yang dalam bahasa Jepang berarti Patung Budha Raksasa. Lokasi Daibutsu ini terletak di lereng Gunung Nokogiri. Patung atau stupa Budha setinggi 31 meter ini telah berdiri sejak tahun 1783 yang pernah mengalami kerusakan pada saat gempa dan direstorasi kembali tahun 1969. Patung Budha yang juga disebut Ni
kiri dan kanan terlihat pohon Momiji yang terkenal karena daunnya bisa berubah warna sesuai dengan musim. Sebelum menuju patung Budha Raksasa kita bisa melihat Hyakushaku Kannondama yang berada di celah gu nung yang lembab dan dingin. Sebuah patung Kannon dipahat di lereng Gunung. Sesuai namanya setinggi hyakushaku 1 shaku = 0.33 meter jadi 100×0.33 = 33 meter, dalam bahasa Inggrisnya Kannon adalah Kwanyin dan karena terletak di celah bukit. Usia patung ini adalah sekitar 44 tahun. Diatas puncak gunung yang ber nama Jigoku Nozoki ada bekas jem batan yang sudah rusak yang sekarang disebut dengan “mengintip ke neraka”. Disebut demikian karena setiap pen gunjung yg kesana, bila menoleh ke bawah seolah-olah melihat neraka. Dari jembatan tersebut bila kita lanjutkan menyusuri anak tangga menuju ke bawah, kita bisa melihat sekitar 1500
okyo Sky Tree memiliki ketinggian 634 meter dan hampir lima kali lebih tinggi dari Monas di Jakarta (132 meter). Meski bangunan tertinggi di dunia masih tetap dipegang oleh Burj Khalifa di Dubai (829 meter), Tokyo Sky Tree tetap sebuah fenomena yang mampu menunjukkan keunggulan konstruksi Jepang. Sebelum Tokyo Sky Tree selesai dibangun, ikon kota Tokyo adalah To kyo Tower dengan ketinggian 332 me ter, yang telah berdiri sejak tahun 1958. Namun, mulai 2012, Tokyo Tower dipensiunkan perannya sebagai menara komunikasi dan televisi kota Tokyo. To kyo Tower tetap berdiri sebagai lokasi turisme, namun fungsinya akan diambil alih oleh Tokyo Sky Tree, termasuk sebagai pemancar TV digital. Bagi Jepang, keberadaan menara
nyerap guncangan gempa, dan mengu rangi goyangan di struktur bangu nan. Dalam sejarah Jepang memang belum ada cerita bangunan pagoda yang roboh karena
honji Daibutsu berada di komplek kuil Nihonji yang merupakan kuil tertua, dibangun pada 725M dan menjadi kuil tertua di Jepang yang saat ini sebagai pusat ritual bagi sekte Soto Zen. Perjalanan menuju kawasan Gunung Nokogiri, bisa ditempuh dengan sarana transportasi kereta gantung Ropeway. Setelah tiba di pemberhentian Rope way, dari atas Gunung Nokogiri kita bisa meli hat pemandangan Teluk Tokyo yang sibuk den gan aktivitasnya. Untuk bisa menuju ke lokasi Patung Budha dan Jem batan “Mengintip ke Neraka”, kita harus menyusuri ribuan anak tangga, yang di sebelah
patung budha yang berukuran kecil yang konon saat masa pemerintahan anti Budha, patung-patung tersebut dirusak. Kini, patung-patung tersebut kembali ditata dan dipagari agar tidah rusak. Setelah tiba di lokasi Patung Budha Raksasa, ada satu tempat yang menurut penjaga, kita bisa berdoa sambil meminta sesuatu. Di sebelah kiri ada sebuah tempat khusus untuk meletakkan patung permintaan, ber warna putih dan merah. Tempat wisata di Gunung Nokogiri ini selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Kunjung an wisatawan ke lokasi ini saat hari libur bisa mencapai 1000 orang per hari, sedangkan untuk hari biasa bisa mencapai 300-500 per hari. –Yudi Karnaedi/Ngurah Budi
DARA
9
Kadek Ade Yulia Dewi
Olah Jamur Bersama Ibu M erintis usaha potensial dengan modal yang tidak terlalu besar dan metode yang sederhana merupakan impian setiap wirausahawan. Di tangan seorang wirausahawan, hal-hal kecil dapat disulap menjadi pundi-pundi rupiah, seper ti dara yang satu ini. Tak jauh-jauh, ia memilih sang ibu sebagai mitra usahanya. Jamur merupakan tumbuhan yang dapat tumbuh di mana saja. Namun, kadang kehadirannya di anggap mengganggu karena jumlah dan lokasi tumbuhnya yang tidak tepat. Seringkali jamur dicabut hingga akarnya dan dibuang begitu saja. Padahal, beberapa jenis jamur
signifikan di Sky Tree. Dari sisi turisme, Tokyo Sky Tree adalah potensi yang luar biasa bagi ke bangkitan sektor pariwisata di Jepang. Selain banyak terdapat restoran, ada juga toko-suvenir di kaki menara, atau di sepanjang kanal yang merupakan salah satu atraksi wisata di sana. Di sisi transportasi, untuk menuju Tokyo Sky Tree bukan sekadar menara komunikasi. Menara ini simbol masih unggulnya teknologi Jepang, khususnya di bidang konstruksi di wilayah rawan bencana. Tiang penopang menara Sky Tree menggunakan teknik shinbashira, yang banyak digunakan pada arsitektur pagoda di Jepang. Teknik ini bisa me
30 Desember 2013 - 5 januari 2014
memiliki kandungan gizi yang tinggi dan bermanfaat bagi tubuh bila diolah dengan tepat. Hal tersebutlah yang sedikit banyak merupakan dasar dari bisnis bu didaya dan hidangan jamur yang dirintis oleh Kadek Ade Yulia Dewi dan ibunya, Ida I Dewa Ayu
Rai Ketut Megawati. “Awalnya ingin dapat penghasil an dengan cara mudah dan bisa menggunakan lahan sempit. Suatu ketika ibu ketemu kenalan lama yang ternyata petani budidaya jamur, dari sana teman ibu banyak cerita tentang budidaya jamur yang mudah dan memberi keuntungan yang melimpah dengan satu syarat; lahan yang sempit dan sejuk,” cerita Ade ketika ditanya awal usahanya. Ibunya menceritakan hal ini ke Ade. Siswa kelas XII IPS SMA N 3 Den pasar dan kerap berkutat dengan ilmu kewirausahaan ini langsung menyetujui rencana untuk turut membudidayakan jamur tiram dengan menambahkan inovasi baru berupa ola han jamur tiram. Tiap pagi dan sore Ade serta ibunya me nyiram daerah sekitar posisi jamur agar tetap lembab, ditambah pe mupukan pada pagi hari. “Tiap pagi dan sore hari kami memetik jamurnya. Pada sore hari kami membuat olahannya hingga keesokan paginya produk olahan jamur ti ram kami berupa pepes dan sup jamur dapat kami titipkan di warungwarung dan pasar. Jadi dari pagi sampai siang aku bisa tetap bersekolah dan ibu juga bisa tetap beraktivitas”, jelas Ade. Pepes jamur buatan Ade dan ibunya
Kadek Ade Yulia Dewi
dijual empat buah per porsinya dengan harga Rp 10.000 sedang kan sup jamur Rp 5.000 per porsi. “Pepes jamur buatan kami meng gunakan bumbu Bali, diolah dengan cara dikukus kemudian dipanggang. Kalau sup jamurnya dibuat dengan mencampur suiran jamur bersama bumbu sup,” ujar Ade. Ketika ditanya mengenai suka duka dalam menjalankan usahanya, alumnus SD Negeri 14 Kesiman dan SMP Negeri 3 Denpasar ini meng aku kendala utama usaha budidaya jamur tiram ini adalah penyesuaian suhu. “Namanya bisnis, pasti ada saatnya jatuh. Dari awal hingga akh irnya meng
hasilkan, dibutuhkan penyesuaian suhu yang sangat merepotkan dan tingkat kesabaran yang tinggi. Sebagai petani budidaya jamur pe mula, kami harus mampu menjaga keadaan di sekitar jamur tetap lembab. Namun, dengan keadaan alam yang saat ini tidak menentu, membuat kami harus mencari banyak cara untuk melembabkan daerah jamur. Sempat kami merasa frustasi dan hampir saja menyudahi budidaya ini. Hingga akhirnya, ibu pun berinisiatif menelpon teman ibu yang petani jamur. Teman ibu pun datang ke rumah dan mengan jurkan beberapa cara agar budidaya jamur kami tetap berlanjut”, tutur Ade. Akhirnya jamur yang ditanam Ade dan ibunya mulai berproduksi. Dari sanalah misi mereka untuk mengolah jamur menjadi beberapa olahan seperti pepes jamur tiram dan kuah jamur tiram dimulai. Setelah itu mereka menjajakan bibit jamur, jamur mentah, pepes jamur dan sup jamur ke beberapa penjual makanan di daerah rumah mereka dan memasarkannya melalu jejaring sosial seperti Facebook, Twitter dan BlackBerry Messenger. Saat ada tugas mata pelajaran kewirausahaan dari sekolah, Ade sempat membuat proposal tentang pengolahan pepes jamur, yang mendapat respons bagus dari guru mata pelajaran tersebut. Bahkan sempat ada be berapa guru yang memesan pepes jamur. Untuk kelanjutan usaha, mereka berniat untuk membuka warung makan jamur yang segala makanannya adalah olahan jamur. –Nadia Rastafary/Ngurah Budi
Ida Ayu Gita Phalasukma
Nggak Boleh Nabrak Jam Sekolah Multi-talented. Kata tersebut paling mampu mewakilkan dara pemilik segu dang prestasi dan kesibukan di berbagai bidang ini. Kendati demikian, kerendahan hati tak pernah jauh dari pembawaan dan sikapnya. Dia adalah Ida Ayu Gita Phalasukma. Dara kelahiran Denpasar, 12 Desember 1997 ini merupakan satu dari sekian ba nyak remaja yang berkecimpung di dunia hiburan. Tak asal berkecimpung, pemilik sapaan akrab Gekgita ini juga telah meraih berbagai penghargaan di bidang-bidang yang digelutinya. Wajahnya juga acap kali menghiasi layar saluran televisi Bali TV. Bagaimana awal kariernya? “Kalau un tuk menyanyi, memang dari TK aku udah suka banget. Kalau untuk teater, kebetulan seluruh anggota keluargaku memang berke cimpung di dunia teater. Bisa dibilang aku lahir di keluarga teater, he..he..he..,” cerita Gekgita sumringah. Ia mengaku pengetahuan tentang teater telah didapatnya sejak duduk di bangku SD. Kala itu ia bersama teater sang Ayah me
mainkan sebuah drama dengannya sebagai pemeran utama. Di bangku SMP, Gekgita juga bergabung dalam teater Cita Budaya dan hingga kini bergabung di teater TIGA. “Kalau waktu SMP pengetahuan tentang teater masih setengah-setengah, tapi luma yan terasah juga karena banyak belajar. Jadi ketika SMA ini gabung lagi di teater sekolah, aku nggak begitu kagok dan lebih mantap. Minimal sudah tahu dasar-dasar dan makna teater itu sendiri,” jelasnya. “Nyanyi juga masih sering, sampai seka rang masih sering isi acara. Punya band juga yang namanya Twenty Three, bareng kakak. Kalau modeling atau photo shoot biasanya karena dimintai tolong oleh teman yang hobi fotografi atau perlu model sebagai sarana promosi. Tapi terkadang juga ikut photo shoot dari studio Lingkar. Sekarang juga lagi nyoba jalanin bisnis online shop bernama ga_shop yang pemasarannya melalui Twit ter, BlackBerry Messenger dan Instagram. Ternyata untungnya lumayan besar. Aku jadi nggak perlu lagi minta uang jajan sama orangtua. Intinya, semua kegiatanku bem
anfaat untuk diriku sendiri,” lanjut alumnus SD 7 Pedungan dan SMP N1 Denpasar yang kini duduk sebagai siswa kelas X di SMA N 3 Denpasar ini. Terjun ke dunia seni menurut Gekgita itu, bisa dapat banyak banget pengalaman dan pelajaran, sedangkan dukanya harus pin tar-pintar bagi waktu dengan waktu belajar dan sekolah. Apalagi sekarang Teater TIGA sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan kompetisi Topenk Party. Kalau mengisi acara juga, sebelumnya kan pasti ada persiapan yang menyita waktu. Itu yang nggak boleh nabrak jam sekolah,” ujar gadis yang berada di bawah naungan zodiak Sagitarius ini. Kecintaannya dalam dunia seni rupanya tak hanya mengantarkannya pada sebatas titik bernama ekspresi, namun juga kom petisi dan apresiasi. Juara 1 Lomba Baca Puisi Berbahasa Bali se-Kota Denpasar Di nas Perpustakaan dan Arsip, Juara Harapan 3 Lomba Musikalisasi Puisi se-Bali Nusra Lagu Leo Kristy, Juara 3 Lomba Baca Puisi Pekan Seni Remaja 2013, Juara 3 Lomba Baca Puisi Circus Water Park Bali HUT RI
Ida Ayu Gita Phalasukma
2013 dan Juara Favorit 3 Lomba Baca Puisi LAUTAN 2012 telah diraih pemilik motto “bahagia sederhana” ini. “Harapan ke depannya, ingin bisa sukses selalu. Teaternya, nyanyinya, modellingnya, online shopnya, kalau bisa semua makin sukses, selalu menuju ke arah positif dan bisa membanggakan orangtuaku”, harap Gekgita sembari menutup pembicaraan dengan Tim DARA. –Nadia/Ngurah Budi
8
BUNDA & ANANDA
Hindari Label “Nakal” Kasus penganiayaan yang menimpa Raditya Atmaja Ginting alias Adit di Riau membuat banyak kalangan terhenyak. Ibu tirinya, Revina alias Vina dijadikan tersangka dalam kasus ini. Dari keterangan Vina kepada kepolisian, ia mengaku Adit nakal. Haruskah anak nakal dihukum dengan penyiksaan dan dibuang di perkebunan?
S
eorang anak dalam fase tumbuh kembangnya pasti akan menampilkan perilaku khas anak-anak yang dalam kacamata orang dewasa dianggap sebagai perilaku nakal. Nakal hanyalah sebuah definisi orang dewasa terhadap anak kecil. Pada masa kanak-kanak, rasa ingin tahu anak yang begitu besar karena pesatnya perkembangan otak membuat anak ingin memuaskan rasa ingin tahu secara berlebihan. Hal ini akan tampak dalam perilaku seperti terus-menerus mencoba, menyentuh, tak bisa diam, dan bereksplorasi sebagai akibat dari rasa ingin tahu yang dimiliki. “Kategori kenakalan harus mengacu pada suatu standar seperti misalnya hukum. Secara hukum, kenakalan pada anak merupakan perbuatan melanggar norma-norma baik norma hukum maupun norma sosial. Perbuatan yang dianggap sebagai perilaku nakal merupakan perilaku yang dilarang oleh hukum pidana, seperti mencuri dan menganiaya. Sedangkan pada fase anak, kenakalan anak merupakan representasi dari proses pembelajaran anak yang tampil dalam perilaku ingin tahu dan eksplorasi. Jadi tidak tepat jika pada fase eksplorasi ini anak disebut sebagai anak nakal,” ujar Luh Kadek Pande Ary Susilawati, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Staf pengajar Program Studi Ilmu Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini menambahkan, batasan sejauh mana anak sudah dikatakan nakal adalah mengarah pada perilaku-perilaku yang sudah melanggar hukum. Beberapa batasan yang dapat digunakan adalah anak melakukan perbuatan yang dilarang oleh hukum pidana seperti mencuri dan menganiaya, semua bentuk perbuatan penyelewengan terhadap norma sosial yang menimbulkan terganggunya ketertiban dalam masyarakat, semua perbuatan yang menunjukkan mengganggu secara sosial. Bu Pande menyitir pendapat Mario
Pande Ary Susilawati
Teguh mengenai anak yang dikategorikan sebagai anak nakal memiliki perilaku yang berlebihan secara energi, banyak akal, cenderung menentang peraturan yang tidak dipahami dengan logika berpikir kanak-kanaknya. Namun, tidak sampai menyebabkan kerusakan dan kerugian pada dirinya dan orang lain, serta berlaku secara tidak lazim. “Menurut Piaget (tokoh Psikologi Perkembangan), anak memiliki cara berpikir yang khas sehingga caranya memahami dunia akan berbeda dengan orang dewasa. Perbedaan inilah yang membuat anak tampil dengan perilaku-perilaku yang khas dan seringkali muncul kesan ide mereka kreatif untuk anak seusianya. Mengategorikan anak itu cerdas atau kreatif, tentunya harus melalui serangkaian pemeriksaan, seperti pemeriksaan IQ atau intelegensi,” paparnya. Ada beberapa hal yang orangtua dapat lakukan untuk mengatasi kenakalan pada anak mereka. Pertama, membentuk pengalaman belajar sesuai rasa ingin tahu alamiah anak, misalnya menghadapkan anak pada masalah-masalah yang relevan dengan minat anak. Kedua, memberi kesempatan anak untuk ikut serta dalam menyusun dan merencanakan kegiatan belajar. Ketiga, mengusahakan agar program belajar cukup luwes untuk mendorong siswa atau anak didik melakukan penyelidikan, percobaan (eksperimental) dan penemuan sendiri. Keempat, bertindaklah lebih sebagai sumber belajar daripada sebagai penyampai informasi, serta jangan paksakan pengetahuan yang belum siap diterima anak. Kelima, dorong dan hargailah inisiatif dan rasa ingin tahu anak terhadap sesuatu. Keenam, biarkan anak bela-
jar dari kesalahannya dan menerima akibatnya. Tentu saja selama tidak berbahaya dan membahayakan. Ketujuh, tidak lupa untuk menghargai dan memuji usaha-usaha baik yang sudah dilakukan anak. “Anak yang terkategori nakal secara hukum tentunya harus dibina secara hukum agar memiliki efek jera dan tidak mengulangi perilakunya selain juga untuk mendapatkan bimbingan secara moral. Namun, anak yang dianggap nakal secara perilaku karena fase eksplorasi mereka, tentu tidak membutuhkan hukuman namun arahan dan memfasilitasi keingintahuan anak melalui media pembelajaran yang sesuai dan pemahaman dari orang dewasa atas cara berpikir di usia anak-anak,” jelas psikolog lulusan S-1 Psikologi dan S-2 Psikologi Klinis Universitas Surabaya ini. Bu Pande menegaskan, mendidik anak yang nakal dibutuhkan peran serta dari semua pihak terutama orangtua dan lingkungan terdekat anak. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain, menggunakan cara preventif, yaitu melakukan cara-cara mendidik yang baik dan benar untuk tujuan mencegah perilaku anak mengarah pada
30 DESEMBER 2013 - 5 JANUARI 2014
perilaku nakal, memberi contoh perbuatan yang baik agar anak meniru perilaku yang benar, bicara dengan nada yang halus dalam memberi wejangan atau nasihat dan perlu sikap bijak dari orangtua dalam kondisi ini. Cari sebab kenakalan pada anak karena perilaku nakal pada anak terjadi melalui suatu proses yang diadaptasi dari lingkungan serta hindari memberi label “nakal” karena akan membawa efek psikologis pada diri anak. Lingkungan memiliki peran penting kedua setelah keluarga. “Melalui lingkunganlah anak akan mengalami proses belajar yang sesungguhnya di luar keluarga sehingga segala perilaku yang anak lihat dari lingkungan akan diamati dan direkam dalam kognitifnya dan jika dianggap menarik maka akan ditiru oleh anak. Selain itu, situasi lingkungan dan teman sebaya juga merupakan faktor lain dari lingkungan yang memengaruhi kenakalan pada anak, terutama situasi yang negatif dan teman yang salah,” papar Bu Pande. Agar kenakalan yang anak lakukan menjadi lebih bermanfaat maka beri ruang pada anak untuk menampilkan perilaku eksplorasinya. Namun, tentunya masih di bawah pengawasan orangtua. Kenali juga minat anak yang kemudian menjadi sumber kenakalan anak tersebut dengan asumsi anak menunjukkan perilaku nakal karena ide atau perilaku mereka merupakan bentuk dari minat atau rasa ingin tahu terhadap sesuatu. –Ngurah Budi/Ratna Hidayati
“Melalui lingkunganlah anak akan mengalami proses belajar yang sesungguhnya di luar keluarga sehingga segala perilaku yang anak lihat dari lingkungan akan diamati dan direkam dalam kognitifnya dan jika dianggap menarik maka akan ditiru oleh anak. Selain itu, situasi lingkungan dan teman sebaya juga merupakan faktor lain dari lingkungan yang memengaruhi kenakalan pada anak, terutama situasi yang negatif dan teman yang salah”
Ilustrasi
30 DESEMBER 2013 - 5 JANUARI 2014
G R I YA
Ramah Lingkungan Fondasi Gaya Hidup Modern
17
Perarsitekturan di Bali berkembang cukup pesat. Pengembang-pengembang properti berlomba-lomba mengintip lahan kosong bahkan lahan produktif yang disulap menjadi perumahan. Sebagian orang menilai keberadaan bangunan-bangunan tersebut agak keluar dari jalurnya. Bagaimana pengamatan Popo Danes, arsitek yang mendapatkan penghargaan ASEAN Energy Award 2004 for Tropical Building Category ini?
Popo Danes
Tirta Ray
aya melihat kita ini belum berasitektur yang benar,” ungkapnya. Secara umum, ada empat hal yang disampaikan Popo yang seharusnya dipakai acuan dalam membuat suatu bangunan. Pertama, tata guna lahan. Ini terkait dengan tata ruang. Karena realitanya, masih banyak muncul bangunan yang sudah jelas-jelas berada di jalur hijau. Paling tidak, harus ada aturan yang menjaganya. Kedua, membangun yang benar. Dalam membangun ini dikatakannya juga harus betul-betul sesuai dengan kaedah, syarat, aturan tentang keselamatan kerja dan pengguna bangunan. Di dalamnya juga ada tata rupa bangunan (perwajahan) yang pantas untuk lingkungannya. Misalkan di Bali, bangunannya harus mencerminkan Bali, yang semua itu juga sudah diatur dalam perda bangunan dan arsitektur di Bali. Ketiga, membangun untuk jangka panjang. Artinya, ketika merencanakan sebuah bangunan, hendaknya sejak awal sudah merencanakan misalkan tempat peletakkan AC, titik-titik lampu/ elektrikal, ataupun menentukan instalasi jalur pipa. Jika hal ini diabaikan, bukan tidak mungkin ketika bangunan sudah berdiri akan ada tambal sulam dalam bangunan. Ini akan mengganggu perwajahan lingkungan. Keempat, sebuah bangunan hendaknya konsen terhadap arsitektur yang menyangkut bangunan hijau (ramah lingkungan/eco friendly). Hal ini dimulai dari pemilihan material, tata
kelola air, limbah, dan energi. Misalkan dalam pemilihan material, menggunakan bahan-bahan bekas yang masih bisa dipakai kembali (reused); hemat energi dengan memperhitungkan adanya bukaan-bukaan dalam bangunan sehingga memaksimalkan penggunaan cahaya alami (sinar matahari) yang sekaligus meminimalisir penggunaan cahaya buatan. “Ini seharusnya yang menjadi fondasi gaya hidup modern,” ujarnya. Arsitektur yang baik dijelaskan Popo adalah hasil dari meramu apa yang ada di sekitar kita dan mengembangkannya berdasarkan kekayaan Indonesia. Berdasarkan itu pula ada empat hal yang menjadi perhatian utama Popo dalam karya arsitekturnya, yakni arsitektur tropis, budaya, tourisme, dan eco-friendly. Ciriciri dari karyanya ini antara lain dengan memanfaatkan bahan bekas yang masih layak pakai, modern tetapi tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional ornamen Bali, dan memaksimalkan penggunaan bahan lokal. Pengalaman Popo dalam mendesain dan mengeksplorasi bahan sudah tak diragukan lagi, baik itu di Bali, luar Bali, hingga internasional. Hal ini membuktikan bahwa arsitektur Indonesia kini sudah mampu bersaing dengan arsitektur internasional yang sarat akan teknologi namun tidak melupakan nilai-nilai tradisional lokal yang terkandung di dalamnya. Ia berharap peraksitekturan di Bali dan Indonesia tetap melestarikan nilai budaya dan eksotisme kesenian tradisional dalam negerinya.
“S
ARSITEKTUR BALI TERPINGGIRKAN Apa yang disampaikan Popo Danes diperkuat dengan pernyataan Drs. DA Tirta Ray, M.Si. Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Denpasar ini mengkritisi banyaknya muncul bangunan-bangunan yang bergaya minimalis yang dinilainya sudah keluar dari pola-pola bangunan Bali. “Arsitektur Bali terpinggirkan. Pola-pola Bali sudah ditinggalkan termasuk ornamennya yang mencirikan khas bangunan Bali,” ujarnya. Pembantu Dekan III FSRD ISI Denpasar yang kerap dipercaya berbicara tentang budaya bangsa ini mengatakan pola bangunan Bali tersebut, salah satunya sikut karang sudah tak lagi mengindahkan aturan sikut karang Bali. Seperti telajakan, yang tak sekadar berfungsi untuk hiasan/ keindahan suatu perkampungan, namun juga berfungsi sebagai serapan air dan areal untuk menanam tanaman upacara seperti tebu, sekarang sudah tidak ada. “Jangankan di kota, di desa saja sekarang kepentingan ekonomis lebih menonjol, sehingga telajakan difungsikan sebagai tempat-tempat bisnis/membuka ruko bahkan gudang, yang sudah tidak mengenal lagi sikut karang,” ujarnya. Karang (rumah) di Bali, seharusnya di areal depan ada got, telajakan, tembok penyengker, baru kemudian bangunan. “Inilah arsitektur Bali,” tegasnya. Aturan Bali pun dijabarkannya sangat
fleksibel memakai sikut (ukuran) kepentingan orang banyak. Kalau pun hanya memiliki tanah 2 are, masih bisa mengikuti sikut karang itu dengan berkolaborasi dengan dengan tetangga. Di Bali, yang namanya kampung, tidak ada sekat antara satu dengan lainnya seperti di Desa Penglipuran, Bangli. Individualis orang-orang perkotaan mengakibatkan selain lahan sudah sempit, kini sudah tak ada kerjasama lagi dengan tetangga yang menyebabkan pengaturan tidak bagus. Ia mencontohkan, misalkan tiga orang yang bertetanggaan memiliki tanah masing-masing 1 are, total tanah yang dimiliki berarti 3 are. “Jika tanah 3 are ini ditata dengan sistem desa adat di Bali, saya rasa bisa. Cuma sekarang semua orang mencari halaman ke jalan dan tidak mau mengorbankan tanah miliknya untuk umum. Sehingga, bangunan-bangunan itu kelihatan sesak, dari segi sirkulasinya tidak ada,” ujarnya. Seharusnya, karang satu dengan karang lain ada pembatasnya, walaupun tidak pembatas secara formal (tembok). Bisa dibuat semacam ruang kosong yang disisakan (gang). “Jika para pemilik tanah merelakan misalkan masing-masing 3 tapak saja, su-
dah ada 6 tapak untuk dijadikan gang. Sayang, ini belum ada yang mengkajinya,” ujar Tirta Ray. Padahal, dari fisik bangunan sudah dibuatkan aturan oleh pemda terkait arsitektur Bali ini, tetapi itu pun dinilainya tak berjalan maksimal, hanya sebatas ornamen atau kulit luarnya saja. Menurutnya, Jika bangunan Bali hanya pertahankan kulit luar dan tidak dipertahankan secara utuh, bangunan Bali akan kacau, apalagi Bali berwawasan budaya. Budaya bali tak hanya dari kesenian saja, tetapi ada tujuh unsur budaya yakni agama dan kebudayaan, sistem sosial, sistem kemasyarakatan, bahasa, kesenian, kuliner, dan rumah adat. Cermin Bali itu ada pada ajaran terdahulu, yang bukan berarti kembali ke masa lalu. Tetapi, berakar dari masa lalu yang bisa dikembangkan dengan kekinian. “Budaya itu dinamis, tak harus mandeg sampai di sana. Budaya harus terus berkembang, dan punya dasar/patokan. Aplikasi dalam bangunan, seperti adanya jalan pintas dan gang antartetangga. Hal ini bisa dilaukan jika kita menyadari pentingnya bertetangga. Selain, ini juga untuk menanggulangi banjir,” ucapnya. –Inten Indrawati/Ngurah Budi
TR A D ISI
18
Pamer Koleksi Pakaian Dalam Semalam
Di salah satu ruangan Pengadilan Negeri salah satu kota di Pulau Lombok, Emilia tertunduk sedih. Tiap pertanyaan yang dilontarkan hanya dijawab dengan anggukan dan kepala menunduk. Di sampingnya duduk seorang ibu menggendong bayi berusia enam bulan. Ia tak sanggup me natap bayi yang tertidur lelap di pangkuan perempuan itu. Meski begitu, keikhlasan tampak dari raut wajahnya ketika memberi jawab an terakhir dalam dialog itu, bahwa ia bersedia menyerahkan anaknya, Arni (bayi itu) untuk diadopsi keluarga Sukarti.
Dalam masyarakat tradisional suku Mbojo, di zaman dahulu, sejatinya para gadis suku Mbojo, sangatlah sulit ditemui dalam pergaulan kehidupan sehari-hari. Mereka tidak sembarang boleh keluar rumah, terutama siang hari. Bisa dikata kan, gadis Mbojo tidak “dipamerkan”. “Keberadaan mere ka terbilang tertutup oleh tradisi yang disebut Nggempe. Nggempe artinya, hanya diam di rumah dan tidak ke manamana. Dalam tradisi nggempe ini, siwe mbojo (gadis Bima), menjalani proses pingit sejak mereka aqil baligh atau dewasa,” kata Budi AR, budayawan Dompu.
D
nggempe dari pemilik rumah yang dilaluinya atau yang didatanginya, lewat suara alat tenun di atas lotengnya. Para pemuda biasanya mengidentifikasi ada gadis atau tidak dalam sebuah rumah, dari suara alat tenunnya. Mereka telah terbiasa mengindentifikasi suara satu alat tenun atau pun beberapa alat tenun. Jika suara alat tenunnya satu, maka ada seorang gadis di rumah tersebut. Namun jika suara yang berasal dari beberapa alat tenunnya, bisa dipastikan pemilik rumah ini memiliki lebih dari satu anak gadis. Para gadis Mbojo tempo dulu, tidak sembarangan boleh turun dari rumahnya (rumah asli suku Mbojo adalah rumah panggung, karenanya untuk menyebut keluar rumah, selalu menggunakan istilah “turun”). Namun uniknya, gadis Mbojo khususnya yang ada di Dompu, boleh keluar dan menampilkan dirinya secantik mungkin dengan dandanan sebaik mungkin, adalah ketika acara Peta Kapanca, yang
digelar bagi calon mempelai perempuan yang akan menikah keesokan harinya. Kegiatan peta kapanca zaman dahulu di Dompu, digelar semalam suntuk. Berbagai kegiatan yang meramaikan dan memeriahkan acara tradisi ini akan mengundang perhatian masyarakat, terutama muda-mudi untuk ikut menyaksikannya. Gelar seni hadrah dan seni tradisional lainnya, akan turut mengundang para gadis yang sedang dipingit. Saat gelar tradisi peta kapanca semalam suntuk inilah, waktu yang paling ditunggu oleh para gadis yang dipingit. Karena saat inilah, mereka diperbolehkan oleh orangtua maupun adatnya, untuk turun dari loteng dan keluar rumah serta menampilkan dirinya semaksimal mungkin, selama kegiatan berlangsung. Gadis sekampung itu, akan berlomba-lomba mendatangi lokasi acara dengan penampilan terbaik dan pakaian terindahnya. Para pemuda yang memainkan hadrah biasanya bersemangat menabuhnya ke-
Perkawinan suku Mbojo
l i f e s to ry
tika banyak gadis berdatangan di acara tersebut. Para pemuda ini bermain hadrah di atas rumah panggung khusus yang dibangun, yang merupakan mahar mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan dan disebut Uma Ruka. “Para gadis akan menampilkan dirinya secantik mungkin kala ini. Ia bisa berkali-kali pergi dan pulang ke rumah untuk berganti pakaian dan memperbaiki dandanannya dalam tradisi cepe kani (ganti pakaian). Ini merupakan simbol, bahwa perempuan suku Mbojo, telah siap mencari pendamping,” lanjutnya. Kegiatan berganti baju yang disebut cepe kani ini bisa berlangsung sebanyak koleksi pakai an yang dimiliki sang gadis dalam lemarinya. Jika perlu semua koleksi pakaian yang dimilikinya, akan dipakainya dalam satu malam kegiatan itu berlangsung. Dalam acara inilah, para pemuda dan pemudi bisa saling melihat satu sama lain untuk kemudian saling tertarik. Semacam ajang
7
Anakku bukan Milikku lagi
Cepe Kani
alam tradisi nggempe ini, para gadis Mbojo melakukan kegiatan menenun yang disebut Tete Muna. Maka tidak heran, jika dalam kehidupan keseharian masyarakat suku Mbojo tempo dulu, selalu “diiringi” dengan irama tenun yang bersahut-sahutan yang datang dari loteng-loteng rumah penduduknya. Karena itulah, dalam masyarakat tradisional Mbojo, para perempuannya selalu memiliki keahlian menenun. Para gadis suku Mbojo menghabiskan sebagian besar waktunya sehari-hari untuk menetap di atas loteng yang sengaja dibuat oleh orang tuanya. Karena itu, loteng menjadi salah satu bagian ruang penting dalam arsitektur rumah suku Mbojo karena dari sana lah akan terkirim simbol-simbol tradisi berkaitan dengan tradisi pranikah. Masyarakat, terutama pendatang dari luar kampung atau tamu, hanya akan tahu berapa jumlah anak gadis yang
30 Desember 2013 - 5 januari 2014
30 Desember 2013 - 5 januari 2014
untuk menemukan jodoh yang diinginkan. Simbol lain dalam perkawinan suku Mbojo adalah Uma Ruka (rumah panggung yang dibuat oleh pihak laki-laki). Pada zaman dahulu, dalam tradisi suku Mbojo, rumah panggung yang dibangun oleh laki-laki menjadi salah satu syarat yang selalu diajukan pihak perempuan sebagai maharnya. Ada uma ruka yang dua belas tiang bahkan ada yang dua puluh empat tiang. “Semakin besar uma ruka sebagai maharnya, maka semakin yakinlah pihak perempuan terhadap si laki-laki. Jumlah tiang rumah ini, menjadi simbol tanggung jawab laki-laki untuk menaungi istri dan keturunannya kelak dengan memenuhi kebutuh an pokoknya yang bersifat primer ini,” ujar DR. Hj. Siti Maryam Salahuddin, budayawan Bima. Selain itu, si laki-laki yang mampu membangun uma ruka ini akan dipandang sebagai laki-laki yang mau bekerja keras, sebagai bentuk tanggung jawabnya. Keikutsertaan keluarga membantu laki-laki membangun uma ruka bagi calon istrinya, sebagai simbol bahwa keluarga besar laki-laki juga bertanggung jawab membantu keluarga si laki-laki ini kelak jika mendapatkan kesulitan. Tidak hanya calon mempelai laki-laki yang menerima si gadis namun keluarga besarnya pun ikut menerima si gadis sebagai anggota keluarga baru. “Permintaan mahar berupa materi ini, sesungguhnya menggambarkan bahwa gadis Mbojo memiliki posisi yang sangat tinggi dan terhormat dalam masyarakat sosialnya,” katanya. Sehingga, ketika seseorang mempersuntingnya mestilah ia mampu memenuhi segala permintaannya. Dari sinilah, pihak perempuan akan melihat, apakah laki-laki itu sanggup memenuhinya sebagai simbol tanggung jawab. Seluruh mahar yang sudah disepakati itu, akan diantarkan dalam sebuah acara khusus yang disebut Wa’a Coi (antar mahar). -Naniek I. Taufan/Ngurah Budi
A
rni diadopsi secara resmi oleh Sukarti setelah melewati masa-masa penyesuaian antara ia dan Arni juga antara Arni dan keluarga Sukarti. Putusan pengadilan tentang adopsi hari itu, menyadarkannya, Arni “bukan lagi” miliknya. Ia ikhlas untuk itu mengingat keluarga Sukarti sangat menyayangi Arni. Hal lain yang membuatnya kuat melepas Arni pada Sukarti adalah karena itu merupakan wasiat dari almarhum suaminya, sebelum ajal menjemputnya dengan sangat tragis. Entah apa yang ada dalam pikiran suaminya semasa hidup hingga menjelang ajal menjemputnya, selalu mengatakan bahwa jika bayi mereka kelak lahir, maka ia menitipkannya pada keluarga Sukarti. Saat itu Emilia tengah mengandung anak kedua mereka pada usia lima bulan. Sukarti yang merupakan kenalan baiknya itu sudah lama menikah namun tak memiliki anak. Kasih sayang yang besar dicurahkan Sukarti dan suaminya pada anak pertama mereka membuat mereka merasa iba pada Sukarti. Bagi Emilia, kala ungkapan itu diucapkan berkali-kali oleh suaminya, hanya dimaknai sebagai ungkapan iba pada Sukarti. Namun, setelah ajal menjemput suaminya, Emilia baru sadar bahwa ungkapan itu merupakan tanda-tanda. “Ia bahkan menitipkan anak ini lewat ibundanya dan juga tetangga kami di kampung,” ujarnya. Perkataan suaminya itu ia anggap sebagai wasiat yang harus ia jalani. Dini hari itu, ia masih menanti kepulangan suaminya yang baru saja nonton bareng sepak bola bersama kawan-kawannya. Ia memang gelisah sepanjang malam karena suaminya belum juga pulang. Namun, karena ia tahu suaminya nonton bola yang jam tayangnya
tkh/net
memang dini hari, membuat ia mengesampingkan kegelisahannya. Ia tidak dapat tidur semalaman. Menjelang subuh, ketika kantuk menyerang, ia pun tertidur. Cukup lelap. Alangkah kagetnya ia ketika pagi hari, ia dibangunkan oleh berita duka yang membuatnya pingsan dan tak dapat mengendalikan diri. Ia jatuh lemas ketika mendengar bahwa suaminya mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat. Ia diminta datang ke rumah sakit untuk mengenali jenazah tersebut. Dengan perut yang besar, Emilia terhuyung-huyung dan jatuh di samping jenazah suaminya. Suami yang di matanya adalah lelaki yang baik dan rajin beribadah. Kematiannya yang tragis membuatnya sangat terpukul. Namun, ia tidak dapat menolak takdir. Dalam keadaan tertekan akibat ditinggal suami yang mendadak dan tragis, ia kehilangan pegangan. Banyak hal yang ia pikirkan, ter utama soal wasiat suami nya itu. Sebagai seorang perempuan, muda pula, ia tak memiliki pekerjaan untuk menghidupi kedua anaknya kecuali bergantung pada mertuanya. Teramat berat beban yang harus ditanggungnya ditambah lagi ia tengah menanti kelahiran anak keduanya. Setelah sebulan berlalu, karena men dengar di banyak tempat suaminya menitip bayi itu kepada Sukarti ia pun mendatangi Sukarti untuk menyampaikan wasiat tersebut bahwa ia meminta Sukarti untuk mengadopsi
anaknya. Sukarti yang sendiri tanpa anak itu, menerimanya dengan suka cita. Tanpa mengabaikan perasaan Emilia sebagai seorang ibu, Sukarti berkali-kali menanyakannya tentang keinginannya itu. Apakah benar ia siap menyerahkan bayi tersebut untuk diadopsinya. Sukarti tidak ingin terkesan merampas bayi itu dari Emilia. Melihat kesungguhan Sukarti, Emilia yakin untuk menjalankan wasiat suaminya itu. Sukarti yang merasa bertanggung jawab mendapatkan bayi tersebut ketika lahir kelak,
menjamin kehidupan Emilia terutama soal asupan gizinya. Sukarti juga rajin mengantar Emilia memerik sakan kandungannya ke dokter kandungan. Ia juga mempersiapkan segala keperluan bayi seperti calon ibu yang menanti kelahiran bayinya sendiri. Ketika Emilia melahirkan, Sukarti sibuk mengantar dan menemaninya selama proses melahirkan. Ketika bayi itu telah lahir, Sukarti tidak ingin memisahkan Emilia dari bayinya. Ia mengantarkan Emilia dan bayinya pulang ke rumahnya dan Sukarti tidak
ingin membahas soal adopsi itu. Ia biarkan Sukarti mengambil keputusan dengan tenang. Pergolakan batin seorang ibu ia rasakan benar. Saat malam tiba, ia kerap menantap wajah bayinya dan membayangkan serta mengingat pesan almarhum suaminya. Tiap malam ia mantapkan hatinya untuk melepas Arni pada Sukarti. Segala konsekuensi dari proses adopsi itu telah ia pikirkan. Hingga akhirnya, Sukarti merasa siap untuk melepas Arni. Ia datang pada Sukarti dan menyerahkan Arni untuk menjalani proses adopsi. Sukarti tidak lantas memulai proses itu saat itu juga. Ia masih menanti situasi baik, jangan-jangan Emilia berubah pikiran. Ia memang telah mulai mengasuh Arni, tapi belum melakukan proses adopsi. Ia juga ingin melihat komitmennya pada kehadiran Arni. Juga melihat apakah Arni akan betah bersamanya. Setelah semua proses ia jalani maka per mohonan adopsi pun ia lakukan. Kian hari, Emilia juga telah makin mantap untuk melepas Arni. Satu persatu dokumen adopsi diurus hingga akhirnya kini, Arni tinggal bersama Sukarti. “Saya berdoa semoga Arni dan ibu barunya bahagia dan saya ikhlas melepasnya,” ungkapnya tersenyum. -Naniek I. Taufan/Ngurah Budi
l i f e s to ry
6
30 Desember 2013 - 5 januari 2014
Ni Ketut Ayu Mertha Sari
Terapi Suara Dikira Orang Gila
Ni Ketut Ayu Mertha Sari (kiri) saat ikut lomba Palewakya
Bagi Ni Ketut Ayu Mertha Sari, mengege luti seni sastra dan bahasa Bali adalah ke gemarannya sejak berusia sembilan ta hun. Dari hobi itu, ia mendulang beberapa predikat juara dari lomba yang diikuti baik di tingkat lokal regional maupun nasional. Prestasi yang telah digondolnya itu sampai memasuki usia dewasa seperti sekarang ini.
K
epiawainnya bidang sastra Bali mengalir dari o ra n g t u a nya . Tut Ayu, sapaan akrab anak keempat dari lima bersaudara ini adalah anak I Ketut Labek (alm), guru bahasa Bali dan mantan Kepala SMPN 1 Amlapura, sedangkan ibunya Ida Ayu Nyoman Oka Murniasih, guru SDN 1 Subagan, Kecamatan Karangasem. Guna mendalami hobinya, Tut Ayu melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Agama Hindu Amlapura jurusan Bahasa Bali dan kini sudah menduduki bangku kuliah semester VIII. Di bangku kuliah prestasinya kembali terajut beberapa kali meraih juara tingkat provinsi bahkan sampai nasional. Perempuan kelahiran Desa Jasri, Kecamatan Karangasem, 12 Agustus 1991 ini menuturkan dirinya meraih juara I Lomba membaca sloka tahun 2010 lalu dalam kegiatan Temu Karya Ilmiah (TKI) yang diselenggarakan di Hotel Red Top Jakarta. Di ajang TKI tahun 2013 di Palangkaraya, ia ikut lomba Palewakya tingkat perguruan tinggi agama Hindu se-Indonesia dan meraih meraih juara II. Diajang tahu-
nan Pesta Kesenian Bali tahun 2011 lalu. Tut Ayu menyabet juara I. Dengan beberapa predikat juara tingkat nasional itu, mengantar dirinya selama kuliah sampai tamat tanpa biaya alias gratis, memperoleh beasiswa dari Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI dan Kopertis Wilayah VIII Bali, NTB dan NTT. Tahun 2014 mendatang rencananya dirinya lagi akan ikut dikirim oleh kampusnya mengikuti lomba Palewakya tingkat nasional berpasangan dengan kakak kandungnya Ni Kadek Ayu Paramandani yang sama-sama kuliah di STKIP Agama Hindu Amlapura. Prestasi sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak SD. Umur 9 tahun ia sudah mampu mendapatkan juara I lomba Geguritan dan baca puisi tingkat Kecamatan Karangasem. Selanjutnya ketika sekolah di tingkat SMP, alumnus SMPN 2 Amlapura ini , menuturkan saat lomba di tingkat sekolah SMPN 2 Amlapura tahun 2006, dirinya meraih juara I Mesatua Bali dalam rangka Bulan Bahasa. Juga, saat dirinya menjadi siswa SMAN 1 Amlapura kembali meraih juara I Baca Puisi Bali dalam rangka HUT SMAN 1 Selat, Kecamatan Selat. Perempuan yang diper
sunting I Gusti Ngurah Gd. Aryawan, STT Par, ini mengaku dirinya akan terus melakoni dan meningkatk an hobinya tersebut, apalagi keluarga suaminya juga banyak yang menggeluti seni. “Tamat kuliah saya ingin menjadi guru bahasa dan sastra Bali, karena dalam sastra Bali, banyak terkandung nilai-nilai filosofi, agama, spiritual, pendidika n, ilmu pengetahuan, etika sor singgih dan pengetahuan lainnya,” ujar Tut Ayu. Sementara ini dirinya hanya baru mengajar bahasa dan sastra Bali di Pasraman Dukuh, Desa Padangkerta, Kecamatan Karangasem. Ketika ditanya animo anakanak belajar bahasa dan sastra Bali, ia mengatakan seiring de ngan maraknya perkembangan teknologi media sekarang ini, anak-anak sekarang perlu
diimbangi diberikan penambahan pendidikan bahasa dan satra Bali. “Jangan sampai bahasa Bali lenyap, karena anak-anak lebih senang ber alih menikmati asyiknya media modern,” ujarnya. Keberhasilan menuai prestasi Tut Ayu di bidang sastra dan bahasa Bali, bukan saja mengalir begitu saja dari orangtua. Ia harus kerja keras belajar dan belajar melatih kualitas vokal suara. Dirinya tak segan-segan berlatih dengan terapi di tempat lapang yang luas di pinggir pantai dan perbukitan, agar suaranya lepas dan bebas. Karena kesendiriannya apalagi seorang gadis waktu itu belajar melatih vokal di tepi pantai Jasri dekat rumah masih wilayah desanya, para nelayan di pantai mengira Tut Ayu orang gila. “Saya dikira orang gila ngomong keras-keras sendiri,
tetapi setelah diberi penjelasan, nelayan malah ketawa,” kenang Tut Ayu ketawa cekikikan. Selain belajar nyastra dari orangtua dan kampus, Tut Ayu juga banyak belajar dari seniornya Ida Ayu Ebayanti dari Desa Kubu, Kecamatan Kubu. Dengan sepeda motor dirinya kerap menyambangi sang guru untuk belajar, meskipun jarak antara rumahnya di Desa Jasri dengan Desa Kubu sekitar 30 km. Tak pelak pengalaman pahit pernah dirasakan saat meluncur ke rumah Ibu Dayu. Ban sepeda motornya pecah di jalan dan motornya juga mengalami kehabisan bensin. Tut Ayu pun selalu mengenang perjalananya. “Untung ada tukang tambal ban dan kios bensin dekat tempat kejadian,” tuturnya.
30 Desember 2013 - 5 januari 2014
TR A D I S I
Kesenian Tradisi versus Budaya Massa Kini, tak sedikit kesenian Bali yang hidup enggan mati tak sudi. Keberadaan seni pertunjukan tradisi pada umumnya teronggok di pojok sepi. Bahkan sebagian be sar masyarakat Bali masa kini seakan tak memiliki peka an estetik dengan ekspresi keindahan yang mengkristal dalam bentuk-bentuk kesenian adiluhung seperti drama tari Gambuh dan Legong Kraton misalnya. Agaknya nilai luhur, sakral, dan spiritual pada kesenian tradisi itu kini sedang berada pada proses tawar-menawar dengan makna-makna estetika profan pragmatis.
H
idup matinya sebuah kesenian tergantung dari masyarakat pendukungnya. Dinamika masyarakat Bali di tengah arus globalisasi ini menggeser bahkan mendepak ke pinggir sebagian warisan seni leluhurnya. Status atau sebutan langka dalam konotasi hampir punah kini disandang oleh bentuk-bentuk kesenian --khususnya seni pertunjukan-- yang oleng dan pingsan. Beberapa bentuk seni tari, teater, atau karawitan yang ditradisikan secara ngayah dalam ritual keagamaan masih tampak
mampu menghela nafas. Namun, sebagai ungkapan seni yang kontekstual dengan masyarakat dan zamannya sesungguhnya ia semakin kehilangan karisma. Kepedulian terhadap seni pertunjukan tradisi yang sedang dirundung sedih itu patut dibangkitkan. Angin segar yang dihembuskan pemerintah kiranya akan membuat bergairah beberapa bentuk seni pertunjukan yang terhempas kuyu dan yang rontok lunglai. Memang sudah seharusnya pemerintah mengayomi nilai-nilai estetik masyarakatnya, seperti hal dulu para keluarga bangsawan yang
-Pasek Antara/Ngurah Budi
berkuasa berinteraksi begitu intim dengan para seniman dan karya seninya. Sayangnya kebijakan dan langkah pengayoman pemerintah tak selalu sesuai harapan. Bahkan tak jarang langkah mulia pemerintah ini jauh panggang dari api alias mubazir. Tak mampu mengusik kesenian yang telah lama tertidur pulas. Tak kuasa menggedor gairah para seniman yang keseniannya terhimpit oleh kompleksnya perhatian dan kehidupan masyarakat kekinian. Budaya massa yang berhembus kencang telah menindih keberadaan berbagai bentuk kesenian lokal. Pesona seni pentas dan hiburan massa modern melenakan masyarakat lokal, termasuk masyarakat tradisi di kota hingga ke pelosok Bali. Perhatian masyarakat Bali terhadap kesenian tradisinya yang selalu hadir dalam upacara adat dan ritual keagamaannya kini bersaing bahkan telah diambil alih oleh berbagai produk budaya massa. Kehadiran televisi sebagai hiburan rumahan dan keluarga
ikut menelantarkan pementasan seni pertunjukan tradisi yang berlanjut dengan rontoknya daya hidup kesenian itu sendiri. Budaya menonton di kalangan masyarakat, pelan-pelan tapi pasti rupanya akan raib. Begitu kuatnya pesona budaya massa itu dan paham bahwa seni pertunjukan tradisi anti terhadap interpretasi dan perubahan, menyebabkan sebagian kesenian Bali kehilangan pendukungnya. Duka nestapa ini bukan hanya menimpa seni pertunjukan yang sudah tergolong uzur seperti Gambuh, Wayang Wong, Arja, bahkan genre seni pertunjukan yang baru muncul pada tahun 1967, drama gong yang sempat berjaya kini menjadi kesenian langka. Sepuluh tahun belakangan ini agak sulit menjumpai pementasan teater rakyat yang di tahun 1970-an menghegemoni seni pertunjukan Bali lainnya. Demikian pula nestapa yang dialami wayang kulit. Pesona wayang kulit Bali terasa mulai redup ketika industri budaya global seperti film, video, dan media televisi merambah seluruh sudut dunia. Seni pertunjukan tradisi kini memang sedang didera dilema, antara
Siat Sampian Kaul Permas dan Parekan Tut Ayu (paling kanan) saat menerima hadiah
19
Gianyar memiliki banyak tradisi yang saat ini masih dilestarikan masyarakat setempat. Salah satunya tradisi siat sampian yang diselenggarakan tiap piodalan di Pura Samuantiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh. Tradisi siat sampian diselenggarakan di hari keempat setelah puncak piodalan. Tradisi yang melibatkan ratusan orang pengayah yang disebut permas (perempuan) dan parekan (laki-laki) ini menarik perhatian wisatawan. Gerak tradisi siat sampian berupa gerakan saling pukul dan saling lempar seperti perang-perangan dengan memakai sampian sebagai senjatanya, dibarengi teriakan-teriakan histeris para parekan dan permas. Maknanya, dalam diri manusia dan kehidupan akan ada suatu proses perang antara baik dan buruk. Sebelum tradisi siat sampian dimulai, dilakukan prosesi Nampiog, Ngober dan Meguakguakan. Prosesi gerakan yang bagaikan tarian
itu dilakukan dengan cara berpegangan tangan satu sama lainnya. Kemudian bergerak laksana ombak. Setelah usai upacara ini, para laki-laki dan perempuan tersebut langsung mengambil sampian (rangkaian janur untuk
sesajen) dan saling pukul serta lempar atau perang dengan sampian satu sama lainnya. Ketua Paruman Pura Samuantiga, Wayan Patera mengatakan, ritual Nampiog, Ngober, Meguakguakan dan Ngombak mempunyai makna sebagai suatu proses penyucian sebelum upacara siat sampian dilakukan. Tarian ini memiliki gerak yang relatif sederhana, sehingga mudah dilakukan dan ditirukan oleh hampir semua peserta yang begitu banyak jumlahnya. Busana yang dikenakan oleh permas terdiri atas kain hitam, sabuk putih, kebaya putih, selendang putih. Hiasan kepala memakai pusung tagel. Busana yang dikenakan parekan terdiri dari kain putih, saput putih, baju putih. Penari yang terlibat dalam siat sampian sangat terkait dengan keyakinan masyarakat. Artinya, tidak ada proses pemilihan penari. Bagi mereka yang sudah pernah menjadi pe-
bertahan dengan paradigma yang tak mentolerir perubahan dan sebaliknya bertransformasi namun dituding kehilangan identitas. Pilihan antara hidup dan komersialisme dapat kita simak dalam seni pertunjukan turistik. Industri kepariwisataan sebagai perpanjangan tangan kapitalisme global menjadikan budaya-budaya tradisi, termasuk seni pertunjukan tradisi, sebagai objek komoditi melalui homogenisasi kultural. Nilai-nilai sakral, magis, dan spiritual sebuah kesenian harus dikorbankan. Revitalisasi kesenian langka yang digulirkan oleh pemerintah, selain merupakan upaya menguatan aspek estetik konseptualnya, agaknya perlu didukung oleh sanggaan sosialkultural dan psikis-mental. Penguatan estetik-konseptual yang menyangkut penggarapan atau rekontruksi aspek bentuk tak bisa dilepaskan dari penguatan dua aspek fundamental sosiokultural dan psikis-mental. Penguatan sosial dimana seni pertunjukan itu ditradisikan perlu disemai. Salah satunya adalah lewat ritual keagamaan. Namun, yang perlu dikembalikan di tengah budaya artifisial dan semu ini adalah budaya menonton secara langsung, komunikasi tatap muka, dan relasi kebersamaan lainnya. Seni pertunjukan adalah komunikasi dan budaya kebersamaan. Kebersamaan tersebut akan ideal bila didukung oleh mentalitas kreatif dan inovatif serta bagaimana mengapresiasi sebuah gagasan atau karya seni pertunjukan. Diskontinuitas aspek sosial dan mental inilah agaknya yang sering menghambat usaha-usaha penyelamatan seni tradisi selama ini. Seni pertunjukan sebagai sebuah kebersamaan sangat terkait erat dengan kompleksitas mental dan sosial, lebih-lebih di masa kini. Kini ketika mobilitas masyarakat semakin dinamis, ketika homogenitas sebuah komunitas juga tak sekental dulu lagi, dan ketika globalisasi melibas, identitas budaya atau ekspresi-ekspresi estetik seni tradisi Bali tergerus dalam kegamangan. -Kadek Suartaya
nari, secara otomatis keturunannya menjadi permas atau parekan. “Ketentuan tersebut sangat ditaati sehingga tidak ada yang berani menolaknya. Mereka takut akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau musibah seperti sakit atau terkena bahaya lainnya,” kata Patera. Dulu, peserta siat sampian adalah orangorang yang pernah terkena penyakit atau musibah. Kesembuhan mereka berkat permohonan ke hadapan Bhatara yang berstana di Pura Samuantiga. Mereka berkaul bila sembuh akan mengabdi di Pura selama upacara berlangsung, baik sebagai permas atau parekan, maupun pengayah mempersiapkan sesajen. Selain itu ada pula dengan jalan mapinunas (menanyakan pada orang pintar). Dalam mapinunas itu mereka disarankan agar menjadi permas/parekan di Pura Samuantiga. Dalam pengertian filosofi siat sampian, siat mempunyai makna perang, sedang kan sampian merupakan lambang senjata Dewa Wisnu. Senjata ini dipergunakan untuk memerangi adharma (kejahatan). Filosofi yang diambil dari tradisi ini adalah untuk mengenyahkan adharma dari muka bumi. Sehingga dari ritual itu, siat sampian merupakan simbol perang terhadap kejahatan. Siat sampian juga untuk memperingati pera yaan bersatunya berbagai sekte keagamaan (Hindu) di Bali, disamping untuk memohon kesejahteraan lahir dan batin. –Gung Dar/Ngurah Budi
W H AT S U P
20
30 DESEMBER 2013 - 5 JANUARI 2014
Akupunktur hanya Menstabilkan bukan Menyembuhkan Akupunktur merupakan suatu cara pengobatan yang memanfaatkan rangsangan pada titik-titik tubuh untuk mempengaruhi aliran bioenergi tubuh. Akupunktur diyakini merupakan suatu pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang aman, ekonomis, hasilnya memuaskan, dan tanpa efek samping. Aku punktur masuk ke Indonesia pada tahun 1963.
Juliana Tjandra
“A
walnya ada akupunktur di RS Cipto Ma ngunkusumo (RSCM). Pada 1964, akupunktur mulai diajarkan pada 22 orang dokter spesialis di RSCM selama 8 bulan,” jelas Ketua Umum Persatuan Akupunkturis Seluruh In-
donesia (PAKSI), Juliana Tjandra, S.Kom, MM. Akupunkturis merupakan orang yang melakukan akupunktur kepada pasien. Untuk menjadi seorang akupunkturis harus banyak belajar. “Sudah ada kurikulum yang ditentukan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. Kemudian ada uji kompetensi, setelah lulus, PAKSI akan membuatkan rekomendasi untuk izin ke Departemen Kesehatan. Sampai saat ini, hanya akupunktur yang sudah diakui,” jelas Juliana yang ditemui Tokoh di sela-sela seminar dan Musyawarah Daerah II PAKSI Bali, di Inna Sindhu Beach Hotel Sanur. Jumlah akupunkturis di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. “Di Indonesia anggota PAKSI sekitar 3000-an. Akupunkturis mengabdi bukan semata-mata mencari uang, Kami mengobati masyarakat yang membutuhkan,” kata Juliana Ia menyatakan, hubungan akupunktur dengan bidang kedokteran adalah saling mendukung. Menurut Juliana, ada penyakit
hanya kepada organisasi wanita yang merupakan cerminan pergerakan wanita tetapi juga kepada kaum intelektual seperti mahasiswi yang juga nantinya menjadi seorang ibu. Menurut Sri Wati, kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT masih banyak terjadi dan yang sering menjadi korban adalah kaum perempuan. Fisik perempuan terkesan sangat lemah yang akan sangat berdampak bagi anak-anak sehingga para remaja juga harus mendapatkan pemahaman bahwa perempuan itu bisa pada takaran sesuai dengan gender atau pembagian tugas yang setara. KDRT masih diartikan sempit yaitu kekerasan fisik semata padahal bentuk pengabaian tanggungjawab juga merupakan KDRT dalam bentuk psikis dalam rumah tangga yang biasanya terjadi akibat permasalahan gender. “KDRT meliputi semua bentuk kekejaman, perlakuan kasar atau pengabaian yang dialami oleh anak-anak atau orang dewasa atau dari anggota keluarganya yang lain, yang dikutip dari UU RI No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT. Hal ini sering terjadi akibat ketidakadilan gender, seperti banyak kasus dalam tradisi, tafsir kea-
Gus Sonny
INSPIRASI
Suasana seminar dan Musyawarah Daerah II PAKSI
yang memang diobati dengan akupunktur akan lebih baik, tapi ada juga yang tidak. “Akupunktur tidak bisa menyembuhkan, tetapi untuk menghilangkan sakit. Akupunktur hanya menghilangkan nyeri, misalnya masuk angin. Untuk menghilangkan rasa capek akupunktur memang bagus. Apalagi kombinasi antara akupunktur dengan dokter sangat bagus. Jika ada orang yang mengatakan akupunktur dapat menyembuhkan 100% itu bohong, tetapi menstabilkan iya,” lanjutnya. Ia menilai, masyarakat sangat antusias sekali terhadap akupunktur. “Akupunktur itu murah dan mudah. Apabila akupunkturis yang benar-benar berkompeten, pasien tidak akan merasakan sakit. Sakit kepala lebih baik melakukan akupunktur daripada minum obat,” jelasnya. Menurut Juliana, seorang akupunkturis mendapatkan pasien
tergantung penilaian masyarakat. “Jika akupunkturis terkenal, bisa banyak sekali mendapatkan pasien, jika kurang terkenal, hanya sekadar. Penghasilan dalam sehari belum bisa ditentukan, tergantung tarif yang ditetapkan masing-masing akupunkturis menurut keahlian dan daerahnya,” kata Juliana. Asean Free Trade Area (AFTA) diyakini akan berdampak ke dunia akupunktur. Pada tahun 2015 Juliana memperkirakan, akan banyak para akupunkturis asing yang akan membuka praktik di Indonesia. “Untuk itu, para akupunkturis Indonesia harus meningkatkan mutu. Jika tidak, para akupunkturis Indonesia hanya akan menjadi ‘pembantu’ akupunkturis asing di Indonesia,” jelas Juliana. Persatuan Akupunkturis Seluruh Indonesia merupakan organisasi yang menghimpun seluruh akupunkturis di seluruh Indonesia. Sebagai Ketua DPP PAKSI, Juli-
ana berencana akan memberlakukan aturan, setiap akupunkturis harus menggunakan logo PAKSI, agar masyarakat tahu bahwa praktik akupunturis itu legal. Menurut Juliana, ini sematamata untuk mengantisipasi akupunkturis illegal. Idenya ini berawal dari melihat pemberlakuan logo Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Jakarta. “Dengan adanya logo ini berarti praktik dokter tersebut adalah legal dan berizin. Sama juga, jika seorang akupunktur tidak memasang logo PAKSI, kami bisa minta tolong orang Depkes untuk periksa. Jadinya mudah untuk dideteksi akupunktur yang tidak berizin. Orang asing yang tidak berizin membuka praktik akupunktur di Indonesia akan terkena kurungan 12 bulan dan setiap bulannya harus membayar 100 dolar AS yang ditetapkan Depnaker,” tandasnya. -Febri/Wirati Astiti
Ni Putu Sri Wati, S.E.,M.M.
gamaan maupun aturan birokrasi yang meletakan kaum perempuan lebih rendah dari pada laki-laki,” jelas Sri Wati. Narasumber lainnya, Dra. Ni Nyoman Resmi menambahkan bahwa kasus KDRT sering terjadi akibat faktor finansial ekonomi yang kurang baik sehingga akan memicu terjadi permasalahaan yang berujung pada tindakan KDRT. Namun,
ada upaya alternatif yang lebih baik untuk mengantisipasi permasalahan ekonomi ini adalah melalui kegiatan berwirausaha di kalangan ibu rumah tangga guna meningkatkan pendapatan. “Kaum perempuan identik dengan dapur yang memiliki arti harus melayani suami dari mulai matahari terbit sampai mata suami terpejam dan tertidur lelap kembali. Hal ini tentu menjadikan perempuan sebagai kaum yang lemah dan terjadi diskriminasi yang akan menjadikan laki-laki sebagi kaum yang bermakna serta akan menjadi permasalahan yang menyulut tindakan KDRT,” tandasnya. Perempuan bisa menjadi penghasil pendapatan kedua yaitu melalui kegiatan berwirausaha. Pendapatan yang dimiliki dalam sebuah keluarga bisa memenuhi kebutuhan semua anggota keluarga atau juga sebaliknya. Dalam penghasilan keluarga yang tidak dapat mendukung upaya harmonisasi dan humanisasi, maka keluarga tersebut harus melakukan upaya yang lebih kreatif dan variatif sehingga mampu memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarganya. “Wirausaha adalah salah satu upaya alternatif atau suatu usa-
ha aktivitas ekonomi keluarga yang dapat dilakoni dalam rangka membantu suami/kepala keluarga mencari alternatif tambahan untuk meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus menepis anggapan bahwa ibu rumah tangga diidentikan dengan dapur dan kasur, ” jelasnya. Ketut Pradnya Puspitasari, mahasiswi STIE Satya Dharma Singaraja, menambahkan tindakan kekerasan tidak hanya dialami oleh pasangan suami-istri saja akan tetapi para remaja yang saat ini dengan masih berstatus pacaran tanpa ada ikatan yang sah telah berani melakukan tindakan kekerasan. Tindakan ini sangat berdampak pada tingkah laku akibat trauma serta dampak lainnya secara psiologi khususnya para kaum remaja putri yang menjadi korban kekerasan dalam berpacaran. “Kasus kekerasan dewasa ini tidak hanya terjadi pada pasangan suami-istri, namun teman saya pernah mengalami kasus kekerasan padahal masih berstatus pacaran dan ini mengakibatnkan trauma yang cukup perlu untuk diberikan perhatian bagi pasanganpasangan yang lainnya,” ujarnya. -Sri Marwati/Ngurah Budi
5
Kamera On, Jenuh Hilang Bagi pemirsa Bali TV khususnya acara Tembang Bali pasti tak asing dengan wajah presenter yang satu ini. Selain tampil di layar televisi, ia juga sering menjadi pewara. Pria bernama lengkap IB Gd. Sonny Surya Wijaya, S.S. ini mengawali kariernya di dunia hiburan sebagai penyiar radio.
G
Dari Matahari Terbit sampai Mata Terpejam Salah satu kegiatan dalam rangka peringatan Hari Ibu adalah seminar sehari yang mengusung tema “Melalui Hari Ibu Kita Wujudkan Spririt Perempuan dalam Mengisi Pembangunan”. Seminar dilaksanakan Kamis (19/12) di Fakultas Ekonomi Universitas Panji Sakti. Peserta seminar terdiri dari perwakilan organisasi wanita di Buleleng serta perwakilan senat mahasiswa dalam forum PTS di wilayah Kabupaten Buleleng. Narasumber seminar, Ni Putu Sri Wati, S.E.,M.M. menyampaikan pentingnya memahami dan mengimplemetasikan kesetaraan gender dan stop kekerasan terhadap perempuan yang hingga tahun ini masih sering terjadi baik di Indonesia secara umum dan di wilayah Kabupaten Buleleng khususnya. “Masih ada kesalahpahaman pengertian mengenai kesetaraan gender dan stop kekerasan yang terlihat dari berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak 3 tahun terakhir di kabupaten Buleleng,” ujar dosen DPK Kopertis Wilayah VIII ini. Ia pun berharap kesetaraan gender dan stop kekerasan pada perempuan disampaikan tidak
30 DESEMBER 2013 - 5 JANUARI 2014
us Sonny lahir di Dencarik, Banjar, Buleleng, 23 Mei 1987. Gus Sonny adalah namanya saat menjadi presenter sedangkan Sonny Wijaya adalah namanya saat on air di radio. Putra Ida Komang Jaya-Jro Putu Padmi ini termasuk sosok pemuda yang gigih dan tak kenal lelah dalam beraktivitas. Dari SMP Gus Sonny aktif di OSIS, bahkan sempat menjabat sebagai Sekretaris OSIS di SMAN 1 Kuta Utara. Kegemarannya dalam berorganisasi pun mengantarkannya menjadi Ketua BEM Fakultas Sastra, Universitas Warmadewa. “Saking sibuknya, saya sering berangkat pagi, pulang pun tengah malam. Semua itu saya lakukan demi mewujudkan cita-cita menjadi pria dewasa yang mampu berdiri sendiri dan menjadi kebanggaan keluarga,” tegas pria yang bernaung di bawah zodiak Gemini ini. Gus Sonny menuturkan masuk dunia hiburan berawal dari nol. “Saat itu ada teman yang mengenalkan Radio Pinguin. Saya disuruh minta lagu dan kirim salam. Lama-lama malah keasyikan. Saya bahkan sampai berteman dengan penyiarnya. Karena orangtua melihat potensi saya berbicara di de-
Gus Sonny
pan publik, mereka menyarankan dan mendukung saya untuk ikut dalam sebuah pelatihan penyiar dan pewara di Santy Sastra Production. Kalau tidak salah, saya angkatan ketiga. Saya masuk 10 besar dan diberi kesempatan ikut pelatihan,” paparnya. Karier Gus Sonny di dunia hiburan pun mulai. Ia masuk dalam jajaran penyiar di Duta FM dan belajar banyak di sana. Tahun 2006, kakak Ida Ayu Arick Citra Dewi ini memberanikan diri ikut dalam lomba presenter Bali TV. Walaupun hanya sampai di 20 besar, namun jalan untuk menjadi presenter Bali TV tetap ada. Beberapa acara pernah dibawakannya, seperti Pesona Wisata, BRTV Bali TV 2006-2008, dan sampai kini memegang acara Te m b a n g B a l i , tiap hari Minggu siang. Tahun 2007, Gus Sonny memilih untuk pindah ke Radio Pinguin. Di sana ia kembali menimba ilmu dari para senior dengan nama besar sekaliber Bayu Permadie, Candra Manika Sari, Vinken Trisnani, sampai Ian Baskara. Di Radio Pinguin, ia makin memantapkan kariernya untuk memilih menjadi pewara gathering dan wedding sebagai spesialisasinya dalam memandu acara off air. “Saya pernah menjadi pewara
hanya dibayar nasi goreng. Entah uang sudah ada yang mengambil atau memang tidak. Tetapi, itu menjadi pengalaman berkesan bagi saya. Pengalaman lain yang juga berkesan, ketika menjadi pewara acara lari yang digelar Bali TV dengan 10 ribu peserta dan menjadi pewara di acara yang dihadiri Menteri Jero Wacik,” kenangnya. Saat ini, Gus Sonny juga bekerja sebagai bankir. Ia personal banking officer di BNI KCU Denpasar. Tugas dan kewajibannya melayani nasabah segment affluent. Rasa cintanya terhadap media, mengantarkannya meraih penghargaan KPID Awards 2012 dalam program acara hiburan Aku Cinta Indonesia yang diasuhnya di Pinguin FM. Tahun 2013, program yang dibawakannya tersebut masuk sebagai nominee dalam ajang yang sama, namun dengan prestasi yang lebih tinggi, yakni tingkat nasional, di Jakarta. “Saya menerapkan konsep ngayah dalam siaran sebagai pupuk yang senantiasa membuat saya semangat. Rasa jenuh pun seketika hilang saat kamera telah on atau mixer radio telah siap dimainkan. Pernah suatu ketika, saya sakit tipus, namun tak ada yang bisa menggantikannya karena menyangkut kontrak sponsor. Saya pun masih bisa menghibur pemirsa. Waktu itu rasanya ingin roboh, tapi untuk tugas ngayah ini, saya lawan rasa sakit,” kenang pria yang memiliki hobi siaran, menjadi pewara, dan memutar lagu-lagu tahun 1990-an. Ketika ditanya urusan asmara, Gus Sonny agak malu untuk menjawab. Kapan menikah? Mungkin itu pertanyaan yang sering terlontar, namun baginya menikah
Gus Sonny bukan urusan cepat-cepatan menikah, namun lama-lamaan. Lama-lamaan sampai kakek nenek, bukan cepat-cepatan malah kandas. “Saya berharap kepada generasi muda adalah agar tidak malu mengeksplorasi potensi yang dimiliki. Apa pun itu, merupakan sebuah anugerah dari Tuhan. Dari yang hanya sekadar
hobi, bisa saja menjadi ladang pemasukan di kemudian hari. Daripada menghabiskan waktu untuk hal-hal negatif, lebih baik cari tahu apa potensi diri, kembangkan, minta saran orangtua dan senior. Jangan lupa berdoa, niscaya cita-cita akan terwujud,” ujar sarjana sastra lulusan Universitas Warmadewa ini. –Ngurah Budi/Ratna Hidayati
INSPIRASI
4
30 DESEMBER 2013 - 5 JANUARI 2014
30 DESEMBER 2013 - 5 JANUARI 2014
21
GORO-GORO
H. Teuku Muhammad Jamil, AS
Sehatkan Masyarakat melalui Pengobatan Alternatif Kesehatan merupakan harta yang tak ternilai harganya. “Dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat.” Slogan itu tentu sudah sangat akrab didengar, dan itu nyada adanya. Karena itu pula, H. Teuku Muhammad Jamil, AS konsen bergelut dalam bidang kesehatan. Menurutnya, kesehatan secara fisik dan rohani ini menjadi modal awal untuk melangkah ke depan.
S
ejak tahun 1994, pria kelahiran Aceh Utara, Nangro Aceh Darussalam ini menetap di Bali, setelah enam bulan lamanya menyelami kehidupan di Bali yang dinilainya sangat harmonis dan aman. “Awalnya saya datang ke Bali berniat menjemput adik dan mengajaknya pulang ke Aceh untuk membantu usaha perikanan saya. Tetapi, ketika menginjakkan kaki di Bali, saya langsung jatuh cinta pada Bali. Kehidupannya rukun, masyarakatnya ramah dan wellcome dengan pendatang. Saya jadi banyak punya teman di sini,” papar H. Teuku Jamil yang akhirnya mempersunting perempuan Bali menjadi pendamping hidupnya. Dulu di Aceh, meski sibuk mengelola bisnis ikannya, suami Kasmiasih ini masih tetap menjalankan visinya untuk membantu menyehatkan masyarakat melalui kemampuan mengobati yang ia miliki. Kemampuannya ini tak serta-merta ia dapatkan begitu saja. Semuanya melalui proses panjang. Karena tekad awal yang kuat untuk membantu menyehatkan masyarakat yang nantinya akan berimbas ke seluruh aspek kehidupan manusia menuju masyarakat yang sehat, makmur, dan bahagia, ia pun memilih melanjutkan pendidikan
tingginya di Pondok Pesantren Darul Sya’adah di Aceh Timur, NAD. Di pondok pesantren ini ia belajar banyak hal tentang kehidupan, yang dilandasi ajaran agama. Menurutnya, tak ada agama mana pun yang mengajarkan hal yang buruk. Semua agama pasti mengajarkan kebaikan, meski dengan jalannya masing-masing. Kalau pun ada yang melakukan tindakan anarkis yang mengatasnamakan agama, itu hanya oknum yang belum mampu memaknai hakikat akan apa yang diajarkan agamanya. Kemampuannya sebagai pengobat pun, salah satunya ia dapatkan dari guru spiritualnya di pesantren ini. Selain itu, H. Teuku Jamil juga banyak memperoleh disiplin ilmu kesehatan dari beberapa daerah di Indonesia dan mancanegara. Ia kemudian mengaplikasikan ilmunya tersebut dengan dibantu pakar-pakar alternatif serta ahli-ahli gurah lainnya dan juga bekerjasama dengan badan kesehatan nasional untuk membantu menangani berbagai keluhan kesehatan masyarakat. Banyak pasien yang ditanganinya dengan pengobatan alternatif/herbal, berhasil sembuh. Karena keahliannya tersebut, salah seorang pakar pengobatan alternatif di Indonesia ini kerap diundang sebagai pembicara di berbagai
H. Teuku M. Jamil, AS
forum dan seminar tentang pengobatan alternatif dan sin she di beberapa negara di Asia. Ia juga dipercaya mengisi siaran interaktif di beberapa radio ternama di Bali di antaranya di AR FM Bali tiap Sabtu pukul 14.00, di Radio Jegeg FM Bali tiap Kamis pukul 11.00, dan saban Rabu pukul 15.00 di Radio Yuda FM Bali. Ketika menetap di Bali tahun 1994, ia melihat Bali masih banyak membutuhkan pengobat di bidang kesehatan. H. Teuku Jamil memutuskan meninggalkan bisnis perikanannya dan fokus pada pengobatan alternatif. “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Demikian halnya H. Teuku Jamil, sebagai pendatang yang akhirnya menetap di Bali, tentunya apa yang dilakoninya kini tak terlepas dari tekadnya turut membantu menyehatkan masyarakat
Bali, tanpa mengenyampingkan pengobatan medis. Pengobatan alternatif yang dijalaninya, salah satunya shin she gurah. Klinik Shin She Ahli Gurah sudah ada di Indonesia sejak 26 tahun silam. Pertamakali berkembang di Indonesia Tengah, dan kini sudah membuka cabang di empat kota besar di Indonesia, termasuk Bali. Pusat Pengobatan Shin She yakni di Jalan Cokroaminoto 129 Ubung, Denpasar; cabangnya di Jalan Semebaung 126 Gianyar (Bali); Jalan Cokroaminoto 48 Probolinggo, Jawa Timur; dan Jalam Panglima Sudirman, Margo Puro, Purworejo, Pasuruan, Jawa Timur. Berbekal keahliannya sebagai pengobat, dan pengalaman berorganisasinya, di antaranya sebagai Ketua TPQ Wadah Silaturrahmi Denpasar; Pembina Majelis Ta’lim Wadah Silaturrahmi Denpasar; Wakil Ketua Bidang Sosial dan Politik Pembela Kesatuan Tanah Air (Pekat) Indonesia Bersatu
DPW Provinsi Bali; Bendahara Forum Silaturrahim Haji Tahun 2010; dan Ketua I Ikatan Pengobat Tabib Alternatif (IPTA) Provinsi Bali, Pimpinan Pengobatan Shin She Ahli Gurah se-Indonesia ini mencalonkan dirinya sebagai anggota DPRD Kota Denpasar Dapil Denpasar Selatan (Dapil 5) pada Pemilu 2014 mendatang. Menurut caleg dari PKB nomor urut 4 ini, hanya melalui jalur ini, visinya untuk menyehatkan masyarakat menuju masyarakat yang makmur, bisa terealisasi secara menyeluruh. Apa yang telah dilakukannya, seperti melaksanakan pelayanan pengobatan gratis di Kepaon, Densel belum lama ini, hanya bagian kecil yang bisa ia lakukan. “Karena itu, saya membutuhkan dukungan masyarakat Densel untuk bisa melakukan hal yang lebih besar, bersama-sama menyehatkan masyarakat menuju masyakat yang makmur dan sejahtera,” pungkasnya. –ten
H. Teuku M Jamil (dua dari kanan) yang tergabung dalam Pekat Indonesia Bersatu DWP Bali saat menghadiri pertemuan tokoh-tokoh se-Bali di Puri Blahbatuh, Gianyar tahun 2012. Dalam pertemuan yang juga diisi dengan kegiatan donor darah, dibahas tentang pariwisata dan kesenian Bali secara umum.
Anak Baik ibarat Kayu Cendana
Suasana seminar pendidikan karakter bagi generasi muda
Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali menyelenggarakan seminar pendidikan karakter bagi generasi muda. Seminar dilaksanakan Jumat,(27/12) di kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Denpasar. Ketua WHDI Bali Ny. Bintang Puspayoga mengatakan pendidikan karakter penting untuk meningkatkan kualitas hidup. “Pembentukan karakter tidak bisa instan. Ini harus dilakukan terus menerus. Keluarga merupakan tempat yang pertama dan utama dalam pendidikan karakter,” tegasnya. Ia menambahkan peran ibu sangat penting dalam memberikan pendidikan karakter bagi anak. Namun, bukan berarti tugas ini hanya menjadi tanggung jawab ibu. Pembentukan karakter memerlukan kerja keras kerja sama banyak pihak.
Ketua Panitia Seminar Dra. IA Ratna Wesnawati, MM menambahkan seminar bertujuan memperdalam etika, tata krama dan pemahaman moral bagi generasi muda Hindu. “Gerak langkah generasi muda Hindu haruslah berdasarkan norma-norma agama Hindu untuk mewujudkan keluarga sukinah yang beradarkan Pancasila dan ajaran Hindu,” paparnya di hadapan 100 peserta yang mengikuti seminar. Seminar yang dihadiri Ny. Yogi, Sekjen WHDI Pusat ini menampilkan tiga pembicara. Dr.Dra. IA Tary Puspa, S.Ag, M.Par menyampaikan materi pendidikan karakter bagi generasi muda Hindu dalam mewujudkan keluarga sukinah bhavantu. Ida Ayu Maharatni, S.Psi, M.Psi membawakan materi pola asuh otoritatif dalam keluarga, sarana pembentukan anak suputra, serta Ratna Wesnawati
yang mengupas peran media literasi dalam mewujudkan keluarga sukinah bhavantu. “Generasi muda merupakan generasi penentu nasib bangsa ke depan. Agar bisa membawa bangsa kea rah kemajuan, maka generasi muda Hindu harus berperan aktif mengisi pembangunan. Karena itu kewajiban generasi muda mengisi kehidupan dengan belajar di masa muda saat fase Brahmacari dan hidup selalu memburu Dharma,” ujar Dayu Tary. Ia menambahkan, anak yang baik menurut Niti Satra diibaratkan sebatang kayu cendana di dalam hutan. Seluruh hutan akan berbau harum. Anak yang baik selalu menghormati orangtuanya dan memberi kebanggaan bagi dirinya, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Dengan melaksanakan putra sesana, tatanan arah kehidupan anak akan lurus sampai tujuan. Dayu Maharatni yang mengupas sisi psikologis mengatakan karakter anak dipelajari melalui para anggota keluarga. Model yang baik akan memberi dampak baik. Demikian juga dengan pola asuh anak. “Pola asuh otoritatif merupakan jalan terbaik dalam pembentukan karakter anak karena ber-
cirikan orangtua yang bersikap demokratis, menghargai dan memahami kelebihan dan kekurangan anak sehingga anak menjadi pribadi yang matang, supel, dan bisa menyesuaikan diri dengan baik,” tandasnya. –Ngurah Budi
2013 Putu Wijaya
Amat dan istrinya sedang mengoreksi, apa yang paling menyenangkan di tahun 2013. Tapi tiba-tiba Amat me
ngeluh dalam. “Aduh, tak terasa sudah setahun lewat!” kata Amat seperti orang kaget, “kenapa sekarang rasanya waktu terlalu cepat sekali lewat?” Bu Amat tak setuju. Ia sedang menunggu tahun baru. Akhir dari arisan ibu-Ibu kompleks. Tinggal dia sendiri yang belum narik. “Kok terlalu cepat? Lambat, Pak!” “Tapi baru kemaren rasanya kita bayar PBB, sekarang sudah harus bayar lagi!” “Makanya siapa suruh, jangan suka sok punya kebun, seperti orang kaya saja! Memang Januari sudah waktunya bayar lagi!l “Tapi terlalu cepat!” “Cepat bagaimana, waktu selalu merambat seperti keong begitu, Pak. Mana dapatnya juga tidak seberapa! Mestinya waktu lebih cepat sedikit! Satu juta dulu masih ada harganya, sekarang?” Amat tak menanggapi. Dia kembali pada persoalan semula. “Tidak ada yang lebih nikmat di tahun 2013, dari ketika Ami dan suaminya dan cucu kita tiba-tiba datang malam-malam, membawa oleh-oleh dari Jakarta. Tepat pada hari ulang tahun pernikahan kita. Bukan nilai ha diahnya tapi perhatiannya itu! Padahal kita sendiri sudah hampir tidur karena lupa!” Bu Amat sekali lagi tidak setuju. Ia paling tidak suka orang membelanjakan uang untuk hadiah. Apalagi hadiah barang yang belum tentu cocok dengan yang menerima. Bu Amat lebih suka mentahannya. “Pizza, donat, malam-malam, hanya akan menaikkan kolesterol, Pak. Sudah tak bilangin buat apa hadiahhadiah seperti orang Barat saja. Kalau ada uang lebih, kenapa tidak ditabung untuk masa depan anak? Lain kali bilang sama Ami jangan suka menghambur-hambur uang lagi!” Amat kecewa. Mengapa hidup puluhan tahun bersama, masih saja betengkar soal tetek-bengek. “Paling senang rasanya waktu tim sepakbola kita, Garuda Muda menang lawan Korea!” sambung Bu Amat. “Itu baru asyik! Bikin kita bangga jadi orang Indonesia! Ya nggak Pak?!” “Tapi Bu, itu baru setengah jalan. Jangan terlalu cepat puas! Kalau mau menjadi juara Asia harus bisa menang lawanI Iran, Australia! Sulit! Masih jauh, Bu!” Bu Amat mangkel. “Bapak ini bagaimana sih! Kok tidak pernah bisa mensyukuri milik aendiri? Selalu mengeluh! Ya kalau begitu tidak ada yang memuaskan sepanjang tahun 2013. Cobalah belajar menghargai apa yang ada. Hargai prestasi anak bangsa sendiri?” “Bukan tidak bisa menghargai, Bu. Cuma keberatan kalau sesuatu itu terlalu dibesar-besarkan. Tidak perlu dibesar-besarkan, kalau memang besar ya tetap besar!! Tidak hanya durian runtuh yang enak, semua durian juga enak kalau kita suka durian!” “Jadi setuju?” Amat terkejut. Sadar ia sudah salah ucap. Bu Amat berdiri. “Ayo matikan tv-nya, sudah malam. Jadi nggak, Pak?!” Tak menunggu jawaban bu Amat masuk ke kamar. Amat cepat-cepat mematikan tv. Lalu menyusul masuk sambil menggumam. “Yang paling menyenangkan adalah pertengkaranpertengkaran kecil dan sesudahnya!” Esoknya, pagi-pagi tetangga curiga melihat Amat bersiul-siul sambil tersenyum dikulum. Tetangga penasaran. “Wah, kelihatannya Pak Amat seperti dapat durian runtuh ini!” Amat tertegun, lalu menjawab. “Tidak hanya durian runtuh yang enak, Pak Tut. Kelapa tua juga nikmat kalau kita sedang haus! Ya tidak?!?” Pak Ketut tertawa penuh arti. “Betul sekali! Semua memang tergantung dari perasaan kita sendiri, Pak Amat. Saya juga dapat semalam!”
I N F O TO R I A L
22
Pasar Tradisonal Nyanggelan Tampil Beda Akhirnya, revitalisasi Pasar Desa Nyanggelan Panjer Kecamatan Denpasar Selatan selesai dilakukan. Ini ditandai dengan digelarnya upacara Pemelaspasan Lan Pecaruan Panca Kelud oleh seluruh komponen masyarakat Desa Panjer, Minggu (22/12).
Wayan Darmana
P
ada acara yang dihadiri Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra, Sekda Rai Iswara, Anggota DPR RI asal Bali Dhamantra, Kadis Perindag, Camat Densel, Kades/Lurah serta SKPD terkait ini, Jro Bendesa Desa Pakraman Panjer Prof. Budiana mengungkapkan bahwa keinginan masyarakat Desa Panjer memiliki pasar yang representatif akhirnya terwujud. Hal ini, kata Prof. Budiana berkat dukungan serta kerjasama pemerintah kota maupun pihak lainnya. Kini, Pasar Nyanggelan dengan penataan yang baru diharapkan mampu mendongkrak pendapatan masyarakat khususnya para pedagang setempat. Selain itu, pasar tradisional ini juga da pat meningkatkan gairah perekonomian masyarakat Desa Panjer secara ke seluruhan. Setelah berdirinya pasar desa, lanjut Prof . Budiana, bukan berarti upaya terhenti sampai di sini. Masih perlu usaha berikutnya, seperti bagaimana cara mengoptimalkan pasar desa se
terbesar di antara bangunan yang ada. IB Rai Mantra berharap, dengan se lesainya revitalisasi Pasar Nyanggelan ini akan mampu mendorong keberadaan pasar tradisional bersaing dengan pasar modern. Selanjutnya, menjadi pilihan utama bagi masyarakat sebagai pusat belanja dalam memenuhi kebutuhan dan keperluan hidupnya termasuk keperluan bahan-bahan upacara. Pro gram ini juga diharapkan menjadikan Pasar Nyanggelan yang ramah, sehat dan segar. Dikatakannya, Bali bahkan sudah menjadi salah satu pasar percontohan dari 10 pasar tradisional di Indonesia, selain Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera. Ia juga mengharapkan pasarpasar yang sudah direvitalisasi mampu memberi contoh pada masyarakat atau pun swasta yang akan mengembangkan pasar tradisional berikutnya. Pasar tradisional, tidak hanya meru pakan pilar ekonomi kerakyatan, na mun juga merupakan ikon budaya yang patut dilestarikan. Revitalisasi pasar tra disional di Bali mesti mengedepankan keunikan, efisien, dan efektif serta merangsang pertumbuhan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan. Sementara, Kepala Dinas Perda gangan dan Koperasi Kota Denpasar, I Wayan Gatra menyatakan upaya pemerintah Kota Denpasar merevi talisasi pasar tradisional atau yang disebut peken di Bali ini, dilaksanakan untuk menghapus kesan yang selama ini melekat di masyarakat. Bukan hanya pengelolaannya saja, tapi fisiknya juga penting. Pasar tradisional jorok, kumuh, dan jauh dari kata nyaman berganti dengan konsep pasar ramah, bersih, dan segar. Demikian halnya I Wayan Dar mana. Kepala Pasar Nyanggelan ini mengatakan program revitalisasi pasar tradisional secara perlahan akan mem bangun kesadaran masyarakat, utama nya para pelaku pasar untuk mampu
menuturkan, dulu masyarakat Desa Pakraman Panjer mata pencaharian nya bercocok tanam. Namun , tanah sawah tersebut sebagian besar milik orang lain. Penduduk asli hanya sebagai penyakap. Belum lagi dengan perkem bangan zaman, semakin bertambahnya penduduk pendatang menjadikan persaingan hidup semakin ketat, juga semakin sedikitnya lahan pertanian. Melihat kondisi tersebut, dilakukan paruman desa tahun 1994. Hasilnya, dirancanglah berdirinya pasar di atas tanah laba pura seluas 4.595 m2. Peresmian Pasar Nyanggelan pertama
tahunnya untuk mempercepat proses pemb angunan pasar. Program ini tidak membebani masyarakat, dengan mengolah hasil dari pasar demi pem bangunan berkelanjutan. Namun, ia mengakui realita di lapangan pasar modern menawarkan fasilitas lebih dibandingkan pasar tradisional. Mulai dari display, servis cepat, hingga kenyamanan. Terlebih lagi dinamisnya perkembangan zaman yang harus serba cepat/instan menjadi kan masyarakat berpaling dari pasar tradisional ke pasar modern. Menurut Wayan Darmana, kare
Pasar Nyanggelan dari depan
kalinya dilakukan Januari 1995 ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur saat itu, almarhum Prof. Dr. IB Oka. Meski saat itu kondisinya yang masih sangat terbatas, namun Wayan Darmana mengatakan hal ini merupakan momentum bersejarah dimulainya babak baru kehidupan masyarakat Panjer. Dalam perjalanannya, kata Wayan Darmana seluruh pengurus pasar beru saha mengembangkan Pasar Nyanggelan. Seperti, adanya pro gram pembangunan investasi setiap
na inilah pemerintah melaksanakan revitalisasi pasar tradisional. Apalagi, pasar tradisonal (peken) ini dike nal sebagai pusat kegiatan jual beli masyarakat Bali sejak dulu hingga kini. Peken juga merupakan salah satu warisan budaya yang masih berperan sebagai pondasi ekonomi kerakyatan. Selain itu, pasar tradisonal memiliki keunggulan yang cukup menarik yaitu adanya keakraban antara penjual dan pembeli, serta dapat dilakukannya tawar- menawar. Meski sudah dibenahi menjadi
berbenah dalam segala hal, baik tata kelola maupun tata laksana. Terlebih, adanya kerjasama dengan Disperindag Kota Denpasar yang menurunkan tim teknis dari unsur akademisi Undiknas untuk melakukan pembinaan. Termasuk juga Prof. Budiana selaku bendesa, juga dilibatkan dalam setiap pertemuan untuk membantu membenahi semua aspek pasar, entah itu program fisik, pemberdayaan pedagang, manajemen pengelolaan, hingga Pasar Nyanggelan bisa tampil beda di tahun 2014. PASAR RAMAH, BERSIH, DAN SEGAR Berikutnya, Wayan Darmana
S E L E B R I TA S
Pemilihan Putri Indonesia 2013 Provinsi Bali menghasilkan Made Ika Kusuma Dewi sebagai Putri Bali 2013. Perem puan kelahiran 27 Oktober 1993 ini berhak mewakili Bali ke ajang Pemilih an Putri Indonesia 2014. Ika, begitu ia akrab sempat tak percaya dirinya yang dipasangi mahkota oleh Putri Bali 2012 Cok Istri Krisnanda.
Wali Kota tinjau los Pasar Nyanggelan sesaat sebelum upacara dimulai
Kantor Pasar Nyanggelan
hingga mampu berkembang menjadi pasar yang segar, ramah, sehat, dan nyaman. Terutama, para pedagang yang menurutnya harus berpenampilan rapi dan ramah kepada setiap pembeli. Dengan demikian, image pasar yang dulunya terkesan kumuh dan jorok bisa terhapuskan. Sebelum berlangsung upacara pemelaspasan dan pecaruan, Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra, yang pada bulan Juli silam juga melakukan peleta kan batu pertama pembangunan Pasar Nyanggelan, didampingi pengelola pasar berkesempatan keliling melihatlihat los pasar kompleks sebelah timur yang merupakan kompleks bangunan
30 Desember 2013 - 5 januari 2014
30 Desember 2013 - 5 januari 2014
Los di tengah pasar nyanggelan
semi modern,namun tetap ciri khas tradisionalnya tidak hilang. Kepala pasar yang bertugas sejak tahun 2000 ini mengatakan setelah direvitalisasi Pasar Nyanggelan tampil dengan wa jah baru yang lebih segar. Di pasar yang dibangun atas dana APBN Rp 5 milyar ini, di samping bantuan pihak lain yakni LPD, koperasi maupun lain nya, ditempati 185 pedagang dengan jumlah kios sebanyak 14 buah, 37 toko, 102 kavling los, serta pusat makanan, dengan 12 warung kulin ernya siap menunggu orang-orang untuk datang. Saat ini, pedagang masih menem pati lokasi sementaranya di tanah lapang timur wantilan Desa Pakraman Panjer. Mereka akan segera kembali ke Pasar Nyanggelan dan diharapkan pertengahan Januari 2014 sudah siap melayani pembeli. Para pedagang sudah pula mendapatkan bimbin gan, baik untuk menata, mengelola produk maupun dalam bersikap dan memperlakukan pembelinya. Selain itu, petugas pasar pun turun setiap hari agar ketika terjadi permasalahan di lapangan, sedini mungkin dapat ditanggulangi dan diselesaikan. Selama ini, lanjut Wayan Darmana, pedagang yang asli Panjer memang mendapat prioritas berjualan. Na mun, jika hanya mereka diakui per kembangannya agak lambat. Atas ke bijakan paruman desa juga, pengelola pasar diberikan kewenangan untuk memberikan izin beberapa pedagang dari luar dengan kriteria yang di tentukan, sehingga mereka bsa bersa ing dari harga dan kualitas barang. Ini juga menjadi pembelajaran bagi pedagang lokal. Setelah revital isasi, ke depannya keberadaan pasar tradisional ini dipastikan lebih tertata keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramahan dan kenangan, yang juga merupakan nilai sapta pesona. Begitu juga dengan kesiapannya menata areal parkisr, sangat memungkin pasar tradisional ini akan menjadi bagian dari program city tour di Kota Denpasar. -ard
S
Ika saat menjawab pertanyaan juri
epuluh finalis Putri Bali 2013 berjalan di panggung Ksirarnawa. Mereka tampil anggun dalam balutan busana Sinta Chrisna. Semua menunjukkan potensi terbaiknya dalam ajang tahunan ini. Sejak karantina 15 Desember 2013, mereka sudah dinilai oleh para juri. Lolos 10 besar merupakan prestasi yang membanggakan. “Saya masuk 10 besar saja sudah merasa wah…semua peserta memiliki kelebihan masing-masing. Saya pun tidak berani memasang target,” kenang Ika. Begitu tahu dirinya lolos lima besar, anak kedua pasangan Prof. Dr. I Nyoman Weda Kusuma, M.S. dan Dra. IA Putu Purnamawati ini kembali pasrah. Pertanyaan juri tentang arti positive thinking pun dijawab dengan sederhana. Positive thinking artinya tidak berpikir negatif. “Itu jawaban spontan saya. Positif kan lawannya negatif. Saya berusaha menjawab singkat, padat, dan langsung ke pokok permasalahan. Kalau jawaban panjang takutnya tak sesuai dengan intinya,” ujar mahasiswa semester V Universitas Dwijendra Denpasar jurusan Ilmu Komunikasi ini. Tak disangka jawaban ini meloloskannya masuk tiga besar. Mantan anggota Paskibra Provinsi Bali tahun 2008 merasa dirinya maksimal meraih runner up II. Pertanyaan yang sama kepada finalis tiga besar tentang arti senyuman juga dijawab sederhana. Senyuman menurut Ika adalah suatu kata yang menggambarkan pesona dari seseorang baik laki-laki maupun perempuan yang menunjukkan kerendahan hati. “Saya berusaha tidak grogi saat menjawab per
tanyaan tersebut. Sebenarnya saya banyak belajar tentang pariwisata dan perkembangan terkini. Ternyata pertanyaan yang diajukan di luar yang saya pelajari. Untungnya saya bisa jawab,” kata Ika. Ia merasa jawaban yang mengalir dan pasrah itu muncul tiba-tiba saja di benaknya. Baginya senyum itu menggambarkan suatu kata yang memancarkan pesona yang mencerahkan dalam situasi apa pun. Orang yang senyum adalah orang yang rendah hati. Saat pemilihan juara, Ika menjagokan antara Ni Nyoman Ayu Sri Rejeki dan Ni Wayan Debi Khristina. Ayu sudah meraih predikat Putri Favorit karena meraih dukung an terbanyak dari penonton sedangkan Debi meraih Putri Intelegensia. Gelar Putri Persahabatan diraih Kadek Anggi Wisandewi Mayun. Ketika Debi diumumkan sebagai runner up II, persaingan menyisakan Ika dan Ayu. Keduanya membelakangi Cok Is yang sudah memegang mahkota Putri Bali 2013. Akhirnya mahkota disematkan di kepala Ika. Tepuk tangan penonton pun bergemuruh menyambut Putri Bali 2013. “Seperti mimpi rasanya waktu dipasangkan mahkota. Saya tidak menyangka bakal menang. Malamnya saya tidak bisa tidur, ini benar menang atau tidak ya. Keesokan harinya saat mengikuti pelantikan pengur us Purna Paskibraka Indonesia Provinsi Bali, banyak yang memberikan ucapan selamat. Saya masih shock. Begitu lihat selendang “Putri Bali 2013” baru saya sadar, ternyata saya tidak mimpi. Sebagai rasa syukur, saya mengucapkan terima kasih kepada semua yang sudah mendukung perjuangan saya,” tandas perempuan yang
Ika Kusuma Dewi
Seperti Mimpi juga seorang model ini.
TARI TENUN Penobatan sebagai Putri Bali 2013 bukan langkah terakhir bagi Ika. Ini merupakan langkah awalnya untuk menuju kancah yang lebih luas. Ia menjadi duta Pulau Dewata untuk menjadi yang terbaik di tingkat nasional. “Saya harus mempersiapkan fisik dan mental. Tanggung jawab yang saya emban sekarang lebih besar karena saya membawa nama Bali. Saya tidak berani memasang target, yang terpenting saya akan melakukan yang terbaik,” ujar perempuan yang memiliki moto the key to happiness is having dream and the key to success ia making them come true ini.
Modal awal menuju persaingan di tingkat nasional sudah dilakukan Ika. Ia mengikuti perkembangan informasi terkini, memperbaiki penampilan dan sikap, melakukan pe rawatan termasuk luluran serta berlatih tari Tenun. Adik Putu Ida Kusuma Dewi dan kakak I Nyoman Adi Muliana Kusuma ini memilih tari Tenun karena gerakannya sederhana tetapi penuh keanggunan dan pakaian yang dikenakan untuk menarikan tari ini juga sederhana. Apalagi tenun merupakan budaya bangsa yang patut dilestarikan. Latihan tari ini sudah dilakukan sejak empat bulan yang lalu. Ika juga akan berkonsultasi dengan Cok Is tentang kiat-kiat
3
selama mengikuti karantina sampai malam grand final. Ika tidak ingin men gecewakan masyarakat Bali karena selama ini duta Bali selalu meraih prestasi di ajang Putri Indonesia. Sebelum meraih predikat Putri Bali 2013, Ika pernah mengikuti Jegeg Bagus Kabupaten Badung 2012 dan meraih runner up I. Di ajang Jegeg Bagus Kabupaten Gianyar 2012 ia hanya masuk lima besar. “Tahun 2012 saya memang dua kali ikut. Pertama di Gianyar karena orangtua dari Gianyar. Waktu itu saya ambisius dan egois. Saya merasa pasti menang. Ternyata hanya sampai lima besar. Saya belajar dari pengalaman itu untuk menjadi lebih dewasa. Makanya saya ikut lagi di Badung dengan melakukan perubahan mendasar. Saya tidak memasang target tetapi melakukan yang terbaik,” tegas perempuan yang mengidolakan Anggun C. Sasmi ini. Menyandang predikat Putri Bali 2013 membuat Ika memiliki banyak pengalaman. Dari banyak teman hingga bertemu dengan orang-orang sukses. “Saya suka ngobrol atau mungkin bisa dibilang cerewet. Ini merupakan salah satu cara untuk mencari teman yang banyak,” ujar alumnus SMP dan SMA Dwijendra Denpasar ini. Dari semua hal yang sudah dijalaninya, ia masih menyim pan impian untuk berlibur ke luar negeri, menyelesaikan pendidikannya, dan meraih gelar sarjana. Ika bahkan ingin melanjutkan ke jenjang magister atau lebih tinggi lagi seperti bapaknya. “Bapak sangat peduli mengenai pendidikan. Saya pun banyak belajar dari bapak. Kalau ibu sangat teliti. Kalau saya dapat honor dari kegiatan modeling, selalu diingatkan untuk menabung. Keduanya selalu mendukung apa yang saya lakukan,” ujar penggemar cerita dongeng seperti Cinderella, Putri Aurora, dan Putri Duyung ini. –Ngurah Budi/Ratna Hidayati
Ika saat dipasangi mahkota Putri Bali oleh Cok Is
EKSPRESSO
2
30 DESEMBER 2013 - 5 JANUARI 2014
I N F O TO R I A L
maksimal empat. Kalau di daftar Anda ada lebih dari itu, pilihlah yang paling penting dan mendesak atau yang pal ing bernilai dan berharga bagi hidup Anda. Dengan hanya sedikit resolusi, pencapaian Anda bisa lebih fokus dan terarah, kemungkinan berhasilnya pun juga lebih besar. Buat resolusi yang spesifik. Kalau target resolusi Anda abstrak atau rancu, pastilah pencapaiannya juga tidak maksimal karena sulit menentukan titik keberhasilannya. Jangan berkata, “Saya tidak mau gaya hidup yang malas”, tuliskan, “Saya mau berolahraga secara teratur” atau “Saya akan mengurangi jam nonton televisi.” Pecahkan gol utama Anda menjadi gol yang lebih kecil. Contohnya, jika Anda mau mengurangi berat badan, buatlah keputusan untuk, “menggunakan tangga dan bukan lift”, “memakan lebih banyak sayur dan mengurangi daging.” Yang paling penting, pastikan resolusi Anda itu merupakan hal yang sesungguhnya penting bagi Anda dan bukan apa yang Anda harus lakukan atau apa yang orang lain harapkan dari Anda. Nah, sudah siap membuat resolusi tahun baru? Selamat Tahun Baru ya. Semoga kita semua bertambah sukses. Salam.
Puluhan tahun silam, seorang anak dari kelu arga petani hidup sederhana di Desa Cengiling, Ungasan, Badung. Sehari-harinya bocah itu mengisi masa kecilnya dengan berjualan kayu api dan kotoran sapi untuk membuat garam, untuk biaya sekolahnya.
@mingguantokoh
mingguantokoh
klik: www.tokoh.co.id http://www.tokoh.co.id/Berita-Utama/pembentukan-karakter-tidak-bisa-instan.html http://www.tokoh.co.id/Berita-Utama/pilih-pola-asuh-otoritatif.html http://www.tokoh.co.id/Berita-Utama/pendekatan-keluarga-budayakan-antikorupsi.html
K
ondisi tersebut masih berlanjut hingga I Made Su jana menginjak usia sekolah menengah pertama. Untuk mencapai sekolah dan kembali ke rumah, ia harus menempuh jarak lebih kurang 20 km tiap harinya. Saat masuk STM, ia dititipkan di griya (memarekan). Hingga akh irnya, ia berhasil menuntaskan pendidikannya di Universitas Ngu rah Rai Denpasar sebagai sarjana muda arsitek, dengan biaya sendiri. “Sejak kecil saya sudah dididik un
tuk bekerja keras oleh orangtua,” ujarnya. Gemblengan orangtua inilah yang lantas membuatnya selalu berjuang keras untuk manjalani hidup. Hingga akhirnya kini, putra Bali ini sukses mengelola PT Karya Nirmala Utama (Nirmala Group) yang bergerak di bidang contractor, building materials, heavy equipment, wood processing, super market, art market, hotels, villas, waterpark, dan land development. Jejak usahanya dimulai tahun 1993. Saat itu Made Sujana berg
http://www.tokoh.co.id/Berita-Utama/film-soekarno-tetap-diminati-penonton.html http://www.tokoh.co.id/Bisnis/polytron-tutup-tahun-dengan-prestasi.html
O
http://www.tokoh.co.id/Bisnis/kapasitas-jaringan-naik-dua-kali-lipat.html http://www.tokoh.co.id/Bisnis/layanan-premium-antisipasi-trafik-telekomunikasi.html http://www.tokoh.co.id/Bisnis/bri-kembali-sabet-iso-9001-2008.html http://www.tokoh.co.id/Bisnis/axis-xl-promo-bersahabat.html
Kembar Tiga yang Murah Senyum
Kejadian ini sudah sekitar tiga tahun yang lalu, ketika aku masih tercatat se bagai siswi di SMAN 2 Bone Gunu Su lawesi Tenggara. Ceritanya aku punya teman satu kelas yang bernama Rislin. Temanku ini ternyata memiliki saudara kembar. Tidak tanggung-tanggung lho, dia kembar tiga! Awalnya aku tidak percaya dengan ceritanya, namun kemudian salah satu temanku yang lain, menunjukkan bukti foto saudara kembar tiga itu, aku pun percaya. Aku dan teman-teman lainnya tertawa melihat foto mereka ber tiga dengan wajah yang sangat mirip. Benar-benar mirip! Kata temanku Rita, “Mereka dulu tersebar di kelas jurusan IPS. Biar guru nggak bingung, mereka ditempatkan di kelas-kelas yang berbeda; IPS 1, IPS 2, dan IPS 3.” Sempat juga aku bertanya, “Mereka pernah tukar tempat juga nggak sih?” Kata Rita, “Pernah. Sering malahan. Tapi guru-guru nggak sadar tuh.” Tamat SMA, Rislin berencana kuliah di Kota Kendari, Sulawesi Teng gara, dua kembaran lainnya kuliah di
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Yogyakarta dan Malang. Terbayang olehku betapa besar pengeluaran orangtua mereka saat itu. Menyeko lahkan ketiga anaknya di universitas secara bersamaan. Syukurlah Rislin temanku ini adalah orang yang seder hana, walaupun sebenarnya orangtua Rislin tergolong keluarga yang mampu. Berbagai kejadian lucu tapi menyebal kan sempat aku dan teman-teman lain alami dengan Rislin. Suatu sore ketika aku hendak pulang ke rumah, aku bertemu dengan Rislin. Pada dasarnya Rislin ini anaknya ceria dan senang bergurau, maka aku sapa dia dengan heboh. “Lin, tadi kenapa nggak masuk? Sakit apa kok sekarang bisa jalan-jalan sih?” tanyaku sambil melambai-lambaikan tangan kepadanya. Tapi betapa menyebalkannya dia sore itu, karena jawaban yang kuterima hanya senyum tipis dari Rislin. Huh sebal! Keesokan harinya di jalan, aku bertemu lagi dengan Rislin. Aku pun menyapa Rislin dengan lebih kalem. “Lin.” Sambil tersenyum kusapa dia. Tapi lagi-lagi dia cuma balik senyum.
Iiiiiihh menyebalkan! Di mana Rislin yang konyol ya? Aku pun menceritakan perubahan sikap Rislin kepada Rita. “Kok Rislin aneh ya Rit. Cuek gitu kalau disapa.” Tapi Rita malah menertawakan aku. “Itu yang di dalam bukan Rislin tapi kembarannya. Hahahaha. Rislin teman kita lagi sakit, makanya saudaranya yang datang ke sekolah ngurusin jad walnya dia,” kata Rita menjelaskan. “Oalah pantesan gitu ya disapa senyum-senyum. Kenapa nggak bi lang aja sih kalau dia bukan Rislin,” gerutuku saat tahu aku salah orang. Tidak sekali atau dua kali lho aku tertipu Rislin. Sudah bosan deh salah orang terus. Satu lagi cerita lucu tapi menye balkan lainnya. Cerita ini datangnya dari Arif, dia juga temanku dan Rislin di sekolah. Hari itu Arif main ke rumah Rislin, Waktu di teras rumah Arif bertemu Rislin sedang duduk-duduk sendirian. Refleks sebagai teman dia menyapa. “Ngapain di luar sendirian?” tapi jawab
an Rislin cuma senyum. Arif yang merasa aneh melanjutkan perjalanan nya masuk ke dalam rumah. Tujuannya adalah kamar Doni (sepupu Rislin). Pada saat Arif mau sampai di kamar Doni, Arif melihat Rislin keluar dari kamar mandi. “Lho Lin kamu kok di sini? Kan tadi di depan,” kata Arif bingung. Tapi lagi-lagi Rislin hanya tersenyum. Dengan kondisi kebingungan, Arif langsung masuk ke kamar Doni. Ini yang paling lucu, ketika Arif membuka pintu kamar Doni al angkah terkejutnya dia, ternyata di dalam kamar Doni ada Rislin lagi! Dia sedang asyik ngobrol dengan Doni. “Lho kok Rislin lagi? Lho tadi kan di
belakangku,” kata Arif kaget setengah mati. Tanpa dikomando, Rislin dan Doni tertawa terbahak-bahak. Karena kegaduhan yang menghebohkan itu, kedua saudara kembarnya Rislin ikut masuk juga ke dalam kamar Doni. Arif yang melihat temannya menjadi tiga langsung terkejut. Tawa dalam kamar pun semakin membahana. Rislin yang asli akhirnya memperkenalkan kedua saudara kembarnya kepada Arif. Bu kan hanya aku dan Arif yang pernah tertipu. Sudah banyak deh korban mereka bertiga. Seru ya punya saudara kembar. Apalagi jika kembarnya sampai tiga. Sayang sekali aku lupa dengan nama saudara kembar Rislin. Semoga ke tiganya sekarang sedang berkumpul dan tertawa-tawa bersama, seperti ketika mereka membuat kami semua tertawa. – Ni Luh Sri Eka Tarmini, Singaraja
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lain nya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Pan jang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Ratna Hidayati. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten, Tini Dwi Rahayu. Redaksi/Pemasaran Jakarta: Diana Runtu, Sri Iswati. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Pal merah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543–Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palmerah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
I Made Sujana
erak di bidang kontraktor di bawah bendera CV Karya Nirmala. Di tahun 1995, usahanya tersebut dikembangkan ke bidang pengo lahan kayu, dan merambah ke penyediaan material bangunan di tahun 1997. Di tahun yang sama
pula, CV Karya Nirmala berubah status menjadi PT Karya Nirmala Utama yang usahanya merambah lagi ke bidang penyediaan alat berat dan galian C. Dan di tahun 2002, tepatnya 27 Desember, PT Karya Nirmala Utama meresmi kan Hotel & Supermarket di Jalan Uluwatu II Jimbaran. Hari istimewa itu pun dipakai sebagai HUT PT Karya Nirmala Utama (Nirmala Group). Saat itu, Bali baru saja diguncang bom dahsyat di Kuta, yang dikenal dengan tragedi Bom Bali I. Per ekonomian Bali sempat terpuruk. Banyak orang (pejabat dan tokoh masyarakat) yang pesimis akan kehadiran Hotel & Supermarket Nirmala. Namun, Made Sujana meyakini ini bersifat sementara, dan pemulihan ekonomi Bali akan cepat kembali. Benar saja, tragedi Bom Bali tersebut mengusik perhatian dunia, yang lantas berempati dan berimbas pada meningkatnya kun jungan wisatawan ke Bali.
Hotel Nirmala yang berada di tengah kota (hotel city) kecipratan. Kerapnya dilangsungkan kegiatankegiatan akbar di Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang merupakan jalur perlintasan lokasi Hotel Nir mala, berdampak pula pada angka kunjugan yang awalnya menyasar tamu lokal, berkembang ke tamu ekspatriat. Dulu, city hotel masih sedikit. Hotel Nirmala di Jalan Uluwatu II No. 10 yang awalnya hanya menye diakan 23 kamar, kini dikembang kan mencapai 100 kamar. PT Karya Nirmala Utama terus melebarkan sayapnya, yang hingga kini telah memiliki delapan oulet supermar ket, dua hotel, empat toko ban gunan, water park, alat berat, dan bisnis kontraktor. Di tahun 2013, selain membuka super market di Kori Nuansa Nusa Dua, juga menerbitkan Nirmala Bali News. Tabloid yang mengupas seputar bisnis, pariwisata, dan budaya ini menyasar daerah Badung.
mengembangkan sayapnya dengan bisnis usaha oleh-oleh khas Bali. Ia berharap Nirmala Group bisa menjadi pionir dalam mendukung dan memajukan dunia pariwisata
di Bali melalui usaha oleh-oleh khas Bali. Sebelumnya, telah juga dilak sanakan penyerahan bantuan kepada masyarakat kurang mampu di wilayah Jimbaran, Rabu (11/12). –brt/ten
HUT ke-11 Nirmala Group
http://www.tokoh.co.id/Berita-Utama/satu-plbk-dua-desa.html
M G
23
Anak Petani Penjual Kotoran Sapi Menuju Sukses
Tahun Baru, Resolusi Baru Tahun baru sudah di depan mata. Biasanya, pada akhir tahun seperti ini, banyak orang membuat resolusi tahun baru. Apa itu resolusi? Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, resolusi berarti pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal. Membaca buku, menabung, menurunkan berat badan, dan meluangkan lebih banyak waktu dengan anak-anak menjadi bagian resolusi yang populer pada tahun lalu. Lalu, apa resolusi Anda tahun 2013 dan sudah tercapaikah resolusi itu? Jika sudah, selamat. Lanjutkan dengan resolusi Anda tahun depan. Jika belum, mungkin ini waktu yang baik untuk mengevaluasi diri. Apa yang menyebabkan resolusi Anda gagal tahun ini? Ada beberapa kesalahan umum yang menyebabkan resolusi tidak tercapai. Karena itu, pelajarilah beberapa tips yang bisa membuat resolusi Anda tahun depan ter capai. Misalnya, buat bukti tertulis. Buat resolusi Anda dalam bentuk daftar poin per poin, cetak, lalu tempel di tempat-tempat yang sering Anda lihat. Kalau cuma diingat-ingat dalam hati, Anda bisa dengan segera melupa kannya. Berikutnya, jangan buat resolusi banyak-banyak,
30 DESEMBER 2013 - 5 JANUARI 2014
Perayaan HUT ke-11 PT Karya Nirmala Utama yang diisi dengan kegiatan jalan santai, pemotongan tumpeng dan peniupan lilin ulang tahun, pengundian door prize, hiburan, serta donor darah.
Jumat (27/12), PT Karya Nirma la Utama (Nirmala Group) meraya kan HUT ke-11 di Nirmala Plaza di Jalan Kampus Bukit Jimbaran yang diisi dengan kegiatan jalan santai, pemotongan tumpeng dan peniu pan lilin ulang tahun, pengundian door prize berhadiah utama sepeda motor, hiburan, dan donor darah. Jalan santai yang dibuka Camat Kuta Selatan yang diwakili Sekretaris I Nyoman Sujendra itu diikuti ratusan karyawan Nirmala Group beserta keluarganya. Nyoman Sujendra berharap ke depan Nirmala Group
terus Berjaya dan terus mengem bangkan cabangnya. Presiden Direktur PT Karya Nirmala Utama (Nirmala Group) I Made Sujana mengatakan saat ini Nirmala Group mempekerjakan 625 karyawan. Dengan makin dikembangkannya cabang-cabang Nirmala di beberapa daerah, ia me nargetkan di tahun 2014 memiliki 1.000 karyawan. “Tahun depan, kami akan membuka usaha building materials di Jimbaran, Kuta Selatan. Potensi Kuta sangat luar biasa, perputaran ekonominya luar biasa,”
ungkapnya. Lantas, apa upaya Nirmala Group dalam merebut pasar yang penuh persaingan ini? “Kami men jalankan usaha ini dengan moto best product, best quality, best service. Harga kami bersaing dengan sasa ran market dari kalangan bawah sampai ekspatriat,” ujar ayah dari Cynthya, Adi, Wahyuningsih, dan Kristyaningsih ini. Bagi Made Sujana, karyawan adalah segalanya. Tanpa karyawan Nirmala Group tak akan bisa berkembang sampai seperti ini. Karena itu, dalam menjalankan roda usahanya ini, ia menerapkan sistem manajemen terbuka dengan konsep we are owner. Karyawan adalah juga pemilik Nirmala Group. Karena itu pula, pihaknya kerap memberikan pelatihan-pelatihan entrepreneur kepada karyawan. Sehingga, selain sebagai karyawan di Nirmala Group, mereka juga memiliki usaha sendiri. Komisaris Utama Nirmala Group Nyoman Sudiasih didampingi pu tri sulungnya Ni Putu Chinthya, BA.E.H., (General Manager Hotel Nirmala) yang juga Caleg Anggota DPRD Badung Dapil Kuta Selatan dari PDIP dengan nomor urut 3 ini mengatakan, Nirmala Group juga
Nirmala Hotel Wedding Package Nirmala Hotel Jimbaran berlokasi di daerah strat egis pariwisata yang terkenal di antaranya Kuta, Nusa Dua, dan Uluwatu, yakni di Jalan Uluwatu II No. 10 Jimbaran. Nirmala Hotel Jimbaran bisa menjadi pilihan tempat menginap yang nyaman dengan harga terjang kau. Nirmala Hotel Jimbaran memiliki dua meeting room yang bisa menampung 200 orang, dilengkapi audio visual, layar proyektor dan wifi. Di Nirmala Hotel Jimbaran tersedia pula water park. Nirmala Hotel Denpasar berlokasi di Jalan Ma hendradatta, Denpasar, bisa menjadi tempat yang sempurna untuk menyelenggarakan acara, baik da lam kapasitas kecil maupun dengan kapasitas hingga
1.000 orang. Paket yang dirancang Nirmala Hotel disesuaikan dengan kapasitas para tamu yang berpartisipasi, se perti utnuk penyelenggaraan acara pesta pernikahan, pesta ulang tahun, gathering, maupun acara wisuda. Ada juga paket meeting yang terdiri dari half day, full day, dan full board. PAKET WEDDING Tersedia pula paket wedding, yakni Spring Pack age di Nirmala Sunset Terrace, Summer Package di Nirmala Water Park Ungasan, dan Autumn Package di Nirmala Grand Ballroom. –brt/ten
24
30 Desember 2013 - 5 Januari 2014