24
23 - 29 Desember 2013
EKSPRESSO
2
Selamat Hari Ibu Pada 22 Desember, tepat 85 tahun yang lalu, menjadi salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul me nyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerde kaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Sejak tahun 1938, tanggal 22 Desember pun ditetapkan seba gai perayaan Hari Ibu. Melalui Dekrit Presiden No. 316 Tahun 1959, ditetapkanlah tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu dan dirayakan secara nasional. Misi diperingatinya Hari Ibu pada awalnya lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbai
kan kualitas bangsa ini. Peran ibu tentulah besar bagi bangsa ini. Karena itu, memperha tikan nasib perempuan menjadi hal krusial. Mengutip ungkapan, “Jika kamu mendidik seorang laki-laki, sesungguhnya engkau hanya mendidik satu dari jutaan penduduk bumi. Tapi jika kamu mendidik seorang perempuan, maka sesungguhnya engkau sedang mendidik sebuah bangsa.” Perempuan menjadi pe nentu penting sebuah bangsa. Mau berkarakter seperti apa bangsa ini ke depan? Lihatlah bagaimana kita mendidik perempuan. Edisi kali ini Tokoh menyajikan sosok-sosok perempuan yang bisa menginspirasi. Mereka mewakili zamannya masing-masing. Ada yang berada di zaman 1970-an, ada yang berkiprah di era 1980,
23 - 29 DESEMBER 2013
I N F O TO R I A L
23 - 29 DESEMBER 2013
Pra Acara Denpasar Festival 2013
dan ada yang eksis di era 2000-an. Kisah yang ditampilkan tak hanya sukanya, ada juga perjalanan duka. Semua merupakan bagian dari panggung kehidupan. Kaum perempuan memang se lalu menjadi perhatian. Apa yang dikenakan perempuan membuat nya bisa terlihat cantik. Tetapi, yang harus diingat juga adalah pantas atau tidak. Contohnya pe makaian kebaya setengah lengan saat ke Pura. Dari seminar Etika Berbusana Adat ke Pura yang dilaksanakan WHDI Provinsi Bali, disarankan agar kaum perempuan baik ibu-ibu maupun remaja putri tidak memakai kebaya setengah lengan dan kamen selutut saat ke Pura. Ini bukan berarti melarang seluruhnya, model busana seperti ini bisa dipakai jika menghadiri undangan ataupun acara yang dilakukan di luar Pura. Cantik tidak hanya dilihat dari luar, tetapi bisa terpancar dari dalam (inner beauty). Selamat Hari Ibu. Salam
Kembangkan Beragam Kreativitas Pemerintah Kota Denpasar tak pernah berhenti memberikan ruang dan wadah bagi masyarakatnya untuk mengembangkan berbagai kreativitas. Seperti dilaksanakannya Denpasar film festival, lomba mer angkai bunga dan membuat gebogan, pet’s festival dan holtikultura, festival TIK, lomba wirausaha muda, lomba cita rasa masakan Bali, hingga sarasehan arsi tektur yang semuanya digelar menjelang Denpasar Festival ke- 6 pada 27 s.d. 31 Desember 2013. @mingguantokoh
mingguantokoh
klik: www.tokoh.co.id http://www.tokoh.co.id/Berita-Utama/membela-indonesia-di-brazil.html http://www.tokoh.co.id/Wisata/tigerair-mandala-direct-denpasar-hongkong.html http://www.tokoh.co.id/Mode/warna-warni-baju-anak.html http://www.tokoh.co.id/Properti/solusi-air-kecil-tetap-bisa-mencuci.html
Pada saat dilangsungkannya lomba merangkai bunga dan mem buat gebogan, Menurut Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. I.A. Selly D. Mantra, yang didamp ingi Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara, sangat menarik. Sebab, peserta mesti berkreasi memadukan bunga dan buah lokal Bali, setelah sebelumnya mereka mendapatkan pelatihan cara mer angkai bunga dengan memanfaatkan bunga lokal yang mudah diperoleh di sekitar rumah yang digelar di Taman Kota, Sabtu (14/12). Hal ini, kata I.A. Selly Mantra sangat positif demi membangkitkan kreativitas juga dapat membantu perekonomian keluarga. Apalagi, jika dilihat hampir setiap kegiatan
dengan adanya pameran pertanian urban farming ini, dapat menginspirasi masyarakat di Kota Denpasar untuk mengembangkan pertaniannya. Sedangkan, Wali Kota Denpasar I. B. Rai Mantra menekankan bahwa holtikultura ini adalah bisnis kreatif. Sayangnya, masih banyak orang yang memandangnya kurang berpotensi. Padahal, bisnis ini sangat luar biasa. Bunga misalnya. Produk ini bisa dilihat di mana-mana dan selalu ada rangkaian bunga tiap suatu acara. Saat ini banyak perangkai bunga, tetapi sebagian besar dari luar daerah sehingga terjadi kebocoran ekonomi. Melalui festival ini, Rai Mantra berharap masyarakat Kota Denpasar dapat menangkap peluang besar untuk menggarap dan mem
http://www.tokoh.co.id/Wisata/xl-luncurkan-program-bebas-liburan.html http://www.tokoh.co.id/Bisnis/nomor-hp-sebagai-nomor-rekening.html
O
http://www.tokoh.co.id/Edukasi/bekali-remaja-pemahaman-kespro.html http://www.tokoh.co.id/Edukasi/edukasi-perbankan.html
M G
http://www.tokoh.co.id/Bisnis/optimalkan-pemberdayaan-kelompok-uppks.html http://www.tokoh.co.id/Berita-Utama/icomp-kagumi-peran-pria-dalam-kkb.html
Si Penarik Gerobak
Pagi itu, saya harus sudah marah. Betapa tidak? Aldi yang kemarin sudah berjanji kepada saya tidak terlambat lagi pagi ini, ternyata datang terlambat lagi. Bahkan tak tanggung-tanggung ia terlambat 30 menit, hampir satu jam pelajaran. Ketika saya mendekatinya, dia hanya menunduk, tak berani melihat saya, mungkin ia sungguh merasa bersalah, karena tidak menepati janjinya seperti yang ia ucapkan kemarin. Bahkan ketika saya tanya, ”Aldi, kamu terlambat lagi, ya? Kamu lupa, ya tentang janji yang kamu ucapkan kemarin kepada saya?” Dia tidak menjawab juga. Tidak seperti biasanya, kali ini, saya tidak pulangkan dia. Saya suruh dia belajar di perpustakaan sekolah. Saya pikir itu terbaik, karena di samping dia merasa tetap terhukum oleh kesalahan yang telah dia perbuat, dia juga tidak akan terlalu ketinggalan pelajarannya. Dia dapat be lajar sendiri di perpustakaan. Saya minta pegawai perpustakaan, Pak Matinus, untuk mengawasinya. Saya pun pergi meninggalkan Aldi di perpustakaan untuk melanjutkan menga jar. Tiga jam kemudiannya, setelah saya
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
rehat sejenak dari mengajar, saya melihat ke perpustakaan, apakah Aldi mau belajar atau bagaimana? Astaga, ternyata Aldi sudah tidak ada di situ. Pak Martinus bilang kepada saya, Aldi itu mau kencing ke belakang, namun kemudian dia tidak muncul-muncul. Pak Martinus pun telah mencarinya keliling sekolah, tapi tidak ditemukannya. Rupa nya Aldi pulang lewat pintu belakang yang lagi ditinggal oleh satpam sekolah berjaga di pintu depan. Saya sungguh jengkel dibuatnya. Saya segera lapor kepala sekolah. Saya sampaikan kepada kepsek bahwa saya tidak sanggup lagi mengurus Aldi. Saya minta kepala sekolah supaya menyuruh guru lain yang lebih hebat daripada saya untuk menangani permasalahan Aldi. Kepala sekolah rupanya mengerti ba gaimana perasaan saya saat ini, makanya beliau tidak mengatakan apa-apa, beliau hanya mengangguk-angguk saja. Besoknya, besoknya, dan besoknya lagi, Aldi berturut-turut tidak masuk sekolah. Mungkin dia takut atau mungkin memutuskan berhenti sekolah,saya tidak begitu memikirkannya lagi, toh saya su dah sampaikan itu kepada kepsek, kan
urusannya tidak pada saya lagi. Pada hari Minggu pagi, saya olahraga agak lebih pagi daripada biasanya. Setelah saya menyusuri jalan-jalan di depan tem pat kos, saya melanjutkan ke jalan besar di dekat pasar. Di jalan itu, kira-kira dalam jarak seki tar 150 meter, saya melihat ada gerobak yang muncul dari mulut gang. Gerobak itu ditarik oleh seseorang dan didorong oleh dua orang. Yang menarik kelihatan nya sudah besar, namun dua orang yang mendorong, masih bocah kecil. Makin dekat jarak saya dengan gerobak itu, makin jelas kelihatan si penariknya me mang sudah besar dan si pendorongnya memang masih terlalu kecil, mungkin usianya sekitar 6-7 tahun. Oh my God. Saya dibuat terkejut, ketika saya berada di hadapan gerobak itu. Betapa tidak? Ternyata si penarik gerobak sampah itu adalah Aldi. Sebelum sempat saya bertanya, ia memberi saya salam, “Selamat pagi, Pak!” “Ya, selamat pagi,” jawab saya. Sebelum saya sempat bertanya lebih jauh Aldi dan kedua bocah kecil itu telah menyeberang jalan menuju ke TPA. Setelah sampai di kos, sambil minum
23
teh hangat, saya jadi kepikiran dengan Aldi. “Apa sebenarnya yang terjadi pada dirinya, dan siapa pula dua bocah kecil yang diajaknya mendorong gerobak itu?” Saya tinggalkan teh yang masih tingal setengah gelas itu, saya cari tahu alamat rumah Aldi. Ternyata, rumahnya ada di sebuah gang di depan pasar, tempat kami tadi pagi berjumpa. Saat saya memasuki pekarangan rumahnya, saya kaget, ternyata rumahnya hanya sebuah gubuk reot, yang di sanasini atapnya sudah hampir jatuh. Aldi yang asyik bertiga di depan sebuah tempat tunggu yang apinya me nyala, yang dia buat dengan beberapa buah batako di halaman rumahnya, juga kaget mendapatkan saya datang. “Kamu tak usah bercerita apa-apa, saya sudah tahu keadaanmu yang sebenarnya. Tapi, di mana bapak-ibumu, saya tidak melihatnya?” Aldi pun kemudian bercerita tentang
sakit yang diderita oleh kedua orang tuanya, yang kemudian meninggalkan dirinya dan kedua adiknya untuk selamalamanya. “Saat kedua orangtua kami mening gal, tidak ada warisan apa pun yang masih tersisa, selain pekarangan sempit dan rumah ini,” katanya sembari matanya berkaca-kaca. Keesokan harinya, saya ceritakan semuanya tentang Aldi kepada kepsek dan saya meminta beliau untuk men gusahakan beasiswa buat Aldi agar dia tetap dapat sekolah. Kepala sekolah pun bersetuju dengan saya. “ Maafkan saya, Aldi, saya dulu ser ing marah-marah kepadamu karena dulu saya tidak tahu persis, apa yang telah membuatmu sering terlambat!” itulah kata-kata terakhir yang saya ucapkan kepada Aldi, ketika saya pindah tugas dari sekolah itu pada tahun depannya. l Gst.
Ngr. Rai Sujaya, Denpasar
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lain nya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Pan jang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Ratna Hidayati. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten, Tini Dwi Rahayu. Redaksi/Pemasaran Jakarta: Diana Runtu, Sri Iswati. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Pal merah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543–Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palmerah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
I.A. Selly Mantra dalam acara lomba merangkai bunga
atau upacara di banjar memerlukan rangkaian bunga. Jika kader-kader PKK desa/lurah dapat merangkai bunga tentu akan sangat membantu. Selain biayanya menjadi murah, aktivitas ini juga sebagai bentuk pemanfaatan produk lokal. I. A. Selly mengatakan, lomba merangkai bunga dengan meman faatkan bunga lokal ini pesertanya dipilah antara tingkat pemula dan tingkat profesional. Seluruh peserta sangat antusias, bahkan peserta lomba tidak hanya dari Kota Den pasar melainkan juga berasal dari kabupaten lain seperi Buleleng, Tabanan, Badung dan Gianyar. Demikian pula dengan membuat gebogan yang melibatkan murid SMA/SMK se-Kota Denpasar. Pro gram ini mampu menanamkan jiwa kreativitas sejak di bangku seko lah. Terkait hal ini, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar, Gede Ambara Putra menyatakan kegiatan yang pertama kalinya ini sangat di gemari, terlihat dari tingginya animo masyarakat yang datang. Di samping acara lomba merang kai bunga dan gebogkan, kata Gede Ambara juga dilaksanakan pameran pertanian untuk perkotaan. Dalam pameran itu disampaikan bagaimana memanfaatkan lahan sempit secara baik bahkan sehat agar terpenuhinya kebutuhan keluarga. Harapannya,
bangkitkan ekonomi kreatif. Acara lainnya yang tak kalah menarik adalah adanya Pet’s Festival atau Kontes Anjing. Pada kontes yang pertama kali dilaksanakan ini, melibatkan komunitas pecinta binatang di Kota denpasar. Kabid Produksi Dinas Peternakan Kota Denpasar Drh. Igan Raini menga takan diadakannya lomba ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat bagaimana memelihara anjing secara umum dengan baik. Sehingga, diharapkan mampu men gurangi populasi anjing liar di Kota Denpasar. Disamping itu, kegiatan ini akan mampu menunjang ekonomi kreatif yang tengah gencar dilakukan Pemerintah Kota Denpasar TERUS BERGERAK Selama lima tahun berlangsung nya Denfes, bidang kreativitas yang
Rai Mantra.
Walikota Denpasar Rai Mantra saat acara lomba makanan tradisional Bali
digelar berkembang terus. Dalam pembukaan Festival TIK di Gedung Graha Sewaka Dharma, Kamis (12/12), yang dihadiri Direktur Pemberdayaan dan Informatika Ke menterian Kominfo Mariam Barata, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Mantra mengatakan pada Denfes tahun ke- 6 ini, memasukkan bidang IT (informasi teknologi). Meski festi val IT ini baru pertama kali digelar, dikatakannya harus dikembangkan sebab merupakan bagian ekonomi kreatif pula. Sekarang, masyarakat yang suka teknologi terwadahi melalui festival IT ini. Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Denpasar I Dewa Made Agung mengatakan festival yang diseleng garakan sebelum Denfes ini meru pakan kolaborasi beberapa SKPD (satuan kerja perangkat daerah) yang mengusung tema tersendiri, berkaitan dengan Denfes ke-6. Selanjutnya, untuk mengatasi angka pengangguran, kemiskinan, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kota Denpasar, Pemkot Kota Denpasar sudah pula melaku kan berbagai upaya. Sedangkan, untuk meningkatkan tumbuhnya wirausaha muda yang dikoordinir bagian perekonomian Setda Kota Denpasar, telah pula melangsungkan Lomba Wirausaha Muda ke -4 den gan tema “Bangga Berwirausaha”. Pada pembukaan Lomba Wirau saha Muda di Hotel Inna Bali Den pasar, Kamis (12/12), I.B. Rai Mantra menyampaikan kegiatan ini ber tujuan mendorong generasi muda menjadi aktor dalam pertumbuhan kesejahteraan bangsa. Sebab, den gan berwirausaha bisa menekan angka pengangguran, kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Denpasar. “Jika satu orang wirausaha merekrut lima karyawan, pasti akan mengurangi angka pengangguran dan kemiski nan,” ujarnya. Dikatakannya, jalur berwirau
Walikota bersama wirausaha muda tahun 2013
saha mempunyai konsep lebih luas, baik pergaulan dan intelektualitas bagi yang menekuninya. Generasi muda yang mengambil jalur wirau saha harus memiliki komitmen, kon sekuen dan berani. Ia menekankan untuk tidak dulu memikirkan untung dan jangan takut rugi. “Berani rugi dulu baru bisa untung,” tegasnya. I.B. Rai Mantra juga berharap para wirausaha yang bergabung di wirausaha muda ini harus teguh dan memegang komitmen tinggi, karena mencari sesuatu itu tidak bisa cepat. Sementara, Kepala Bagian Pereko nomian Setda Kota Denpasar, I Made Saryawan mengatakan kegia tan ini mendorong tumbuhnya calon wirausahawan muda melakukan perencanaan bisnis secara matang, baik dari segi originalitas gagasan, kelayakan, maupun implementasi di lapangan. Bagi pemenang lomba akan mendapatkan kesempatan
FILM DAN ARSITEKTUR Pemerintah Kota Denpasar se lalu mendukung setiap inisiatif dan peran serta masyarakat dalam mem bangun gairah kreativitas. Apalagi, langkah kreatif tersebut mampu mencerdaskan, salah satunya keg iatan Denpasar Film Festival (DFF), sebuah ajang film dokumenter untuk meningkatkan apresiasi masyarakat, khususnya pecinta film dokumenter di Kota Denpasar. Mengenai DFF, Slamet Rahardjo salah seorang juri menyatakan san gat mendukung kegiatan ini karena beberapa alasan. Pertama, sebagai orang film, ia siap menyokong setiap upaya memajukan perfilman Indonesia baik film fiksi maupun dokumenter. Sekecil apa pun upaya tersebut, baginya merupakan ses uatu yang penting untuk keutuhan sebuah film. Kedua, festival tersebut diselenggarakan warga Denpasar sendiri, baginya tak ada orang yang bisa memajukan perfilman di sebuah kota selain warganya sendiri. Alasan ketiga, ia terkesan dengan keikhlasan Pemkot Denpasar yang mempercayakan pengelolaan fes tival film ini kepada mereka yang memang berkecimpung di dunia itu. Aktor sekaligus sutradara kawa kan itu mengatakan tak banyak pemerintah daerah yang bersedia melakukannya. Selanjutnya pada penyeleng garaan Denfest ke-6, yang akan berlangsung beberapa hari lagi, karya peserta DFF akan diputar di Gedung Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Kota Denpasar. Agenda tahunan Denfes juga
Pemenang Denpasar Film Festival
mengikuti pendidikan di Rumah Pe rubahan Rhenald Kasali di Jakarta. Selanjutnya, bicara cita rasa ma sakan Bali, I.B. Rai Mantra pun ketika membuka Lomba Chef Balinese Rijztaffel Cooking yang diikuti kelom pok hotel dan lembaga pendidikan, Sabtu (7/11) di Grand Inna Bali Hotel Denpasar, mewajibkan semua hotel yang ada di Denpasar memiliki menu tradisional Bali, agar mampu bersaing dengan kuliner lain dari luar daerah maupun luar negeri. Dengan adanya kompetisi ini semua dapat membuka wawasannya bahwa masakan tradisional Bali layak dinikmati masyarakat global. Sebelumnya, Pemkot Denpasar juga telah bekerjasama dengan BPD ICA (Indonesia Chef Association) Bali membantu pedagang kecil di Denpasar dalam melestarikan makanan yang merupakan warisan budaya. “Sekarang ini bagaimana peran para chef bisa mengang kat makanan tradisional agar mampu bersaing di tingkat global,” ujar I.B.
dilengkapi dengan sarasehan arsi tektur yang membahas tentang ar sitektur bangunan gedung di Kota Denpasar, dengan menghadirkan narasumber dari akademisi, tim ahli bangunan dan gedung Kota Denpasar serta praktisi arsitek. Kegiatan ini bertujuan untuk pen guatan visi Denpasar yang berta juk Arsiktektur Kreatif Berbasis Budaya Unggulan, sebagai wahana aktualisasi terhadap pranata un tuk pengendalian perkembangan arsitektur Bali serta mempertah ankan dan mengembangkan kaidah arsitektur Bali sebagai identitas budaya lokal. Dalam hal ini Wali Kota meya kini kreativitas sebuah karya ar sitektur Bali di masa depan nanti akan memiliki nilai yang tinggi dan menjadi tren bagi pengkayaan model-model arsitektur di nusan tara dan dengan karya arsitektur Bali yang diolah secara kreatif akan terbina keserasian antara eksterior dengan interiornya. –ard/ten
I N F O TO R I A L
22
23 - 29 Desember 2013
23 - 29 Desember 2013
Endek Kita Punya, Kita Pakai, Kita Bangga Generasi muda mesti terus mengembangkan karya melalui kreativitas. Apalagi Kota Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali, berbeda dengan kabupaten lainnya di Bali. Denpasar tidak memiliki lahan pertanian dan perkebunannya yang luas seperti kabupaten lainnya. Karenanya, untuk bisa bersaing dalam kehidupan ke depan, yang harus dilakukan tentunya dengan menumbuhkan kreativitas SDM yang bersangkutan.
Riry SHE
Harus Ada yang Dikorbankan Empat tahun Roxanna Rufolda Silalahi bergumul untuk memastikan keyakinannya antara terus berkarier di bidang musik atau memburu passion di bidang lain. Ini bukan pergumulan yang mudah bagi Riry SHE, begitu namanya dulu populer disebut. Karena dunia musik sudah mendarah daging baginya. Lewat musik dan SHE band, tempatnya bernaung selama 12 tahun, namanya dikenal masyarakat luas.
Ketua Dekranasda saat membuka Seminar Endek yang digelar Duta Endek Kota Denpasar
Cok Ratna Cora
H
al tersebut disam-
paikan Ny. I.A. Selly D. Mantra dalam pembukaan Seminar Endek, Minggu (15/12) di SMAN 2 Denpasar, yang juga dihadiri Kadisperindag Kota Denpasar, Pengurus Asbes Kota Denpasar, Forkom Osis SMP dan SMA se-Kota Denpasar, dan Duta Endek Kota Denpasar. Ketua Dekranasda Kota Denpasar tersebut menegaskan semua kegiatan yang dilaksanakan mendukung visi dan misi kota Denpasar yakni Kota Kreatif Berwawasan Budaya. Endek sebagai salah satu warisan budaya, sudah sepatutnya juga menjadi perhatian khusus. “Pelaksanaan seminar ini dikatakannya sebagai wadah untuk bersama-sama menyosialisasikan, melestarikan, kemudian mencintai dan memelihara warisan budaya kita yang bernilai seni tinggi,” ujarnya. Mengapreasi kreativitas para duta endek yang sudah membantu pemerintah mengajak remaja di lingkungannya tetap tampil modis dan trendi menggunakan endek, produk lokal yang 100 %produk Indonesia, Pemkot menyiapkan stan khusus
I.A. Selly Mantra
untuk menampung kreasi endek dari mereka. Juga memberikan kesempatan menampilkannya karya-karyanya melalui fashion show dalam ajang tahunan Denpasar Festival 2013. “Seperti saat ini, adik-adik hadir dengan kreasi endek yang keren. Jangan berhenti hanya pada sebatas untuk menghadiri acara atau kegiatan duta endek saja. Saya berharap adik-adik akan melanjutkan mengenakannya ke semua acara yang dihadiri,” ujarnya. Istri Wali Kota Denpasar I.B. Rai D. Mantra ini juga mengingkatkan mereka untuk mengajak teman, sahabat dan kerabat lainnya, beramairamai mengunjungi Denfes. Senin (30/12), akan tampil beberapa orang dari alumni Duta Endek yang sudah dan tengah belajar untuk menjadi seorang desainer, menampilkan karyakaryanya . “Milikilah idealisme untuk mencintai produk lokal, warisan budaya kita ini. Sebab, dengan menggunakan endek, generasi muda sudah turut andil menghidupi para pengrajin yang ada di Bali,” ujar I. A. Selly Mantra. Senada dengan ucapan I.A. Selly D. Mantra, Duta Endek 2012 Teguh
Sebagian Duta Endek Denpasar
Karisma yang tampil sebagai salah seorang pembicara dalam seminar tersebut juga mengatakan keindahan kerajinan tradisional Bali yang khas yang disebut endek ini merupakan salah satu warisan budaya yang diperoleh secara turun temurun. Dalam pemaparannya, Teguh juga membicarakan betapa motifmotif endek pun sangat beragam, mulai dari motif yang tradisional seperti wayang, motif bunga dan binatang, hingga motif yang sifatnya abstrak. Bahkan, disebutkannya sejak semakin digencarkannya sosialisasi endek oleh pemerintah Kota Denpasar, khususnya melalui ketua Dekranasda Ny. I. A. Selly D. Mantra, keberadaan tenun ikat Bali ini menjadi semakin popular. Teguh juga menyinggung endek tidak lagi hanya dikenal sebatas pakaian adat (amen) untuk dipasangkan dengan kebaya, atau pun hanya dikenakan oleh para orangtua un-
tuk acara tertentu. Namun, dalam perkembangnnya endek menjadi salah satu item fashion yang dapat dijadikan beragam bentuk dan digunakan di berbagai kesempatan dan di hampir oleh semua kalangan. Baik untuk busana kerja, santai hingga
atau daerah. Menurut Ratna Kora, ada baiknya sebelum menggunakan endek sebagai bahan untuk sebuah karya, dikenal dan dipahami dulu filosofi yang ada di dalamnya. Kemudian, menjadikan endek menjadi salah satu perbendaharaan desain produk
“I
busana pesta. Tak hanya itu, dengan cita rasa seni yang tinggi dari orang Bali, endek juga berhasil dikreasikan menjadi aksen dalam sebuah ruangan, mulai dari plismet , sarung bantal, dan taplak meja. Bahkan juga menjadi aksesori yang sangat menarik dalam bentuk tas, dompet, clutch bag, sepatu, gelang, kalung, anting, bandana, dan dasi Dalam acara seminar tersebut, Teguh dan kawan-kawannya sesama Duta Endek dengan bangga tampil berbusana endek. Beragam kreasi atau model pun terlihat jelas. Mewakili teman-temannya, Teguh bersama rekan-rekannya siap untuk terus menggaungkan endek khususnya di lingkungan anak-anak muda. Pembicara lainnya, Cok Ratna Kora menambahkan bahwa bahan tenun ikat telah menjadi high fashion di Indonesia bahkan di internasional. Dalam presentasinya yang mengupas tema “Menjadi Desainer Fashion melalui Kearifan Lokal” (EndekTekstil Bali), ia mengulas corak dan warna yang terdapat dalam sebuah kain, yang dijelaskannya merupakan sebuah narasi singkat yang menceritakan budaya dari sebuah suku
Indonesia. “Maka, ketika seseorang hendak membuat desain pakaian dari tenun ikat, hendaknya mengenali motif yang ada di dalamnya, sehingga tidak salah ketika menempatkannya dalam sebuah pola,” tegas Ketua Prodi Desain Fashion FSRD ISI Denpasar. Mengingat betapa kayanya perbendahaaran desain-desain fashion bangsa Indonesia dalam balutan fashion tradisional, ia mengajak untuk mampu membaca peluang menjadikan desain fashion sebagai salah satu jembatan budaya bangsa dalam dunia global, dengan menemukan culture identity, dan menggalinya lebih dalam, sehingga memunculkan keunikan indentitas tanpa meninggalkan karakter bangsa. Ia juga banyak berbicara dan berbagi pengetahuan tentang fashion desain, sumber inspirasi atau sumber ide, pengembangan desain, dan berbagai hal tentang fashion khususnya tentun ikat dengan berbagai ilustrasinya. Selanjutnya owner Biat Design Bali ini, menjabarkan tahapan menjadi fashion designer. Ketika ingin mengangkat tekstil tradisonal Bali, ia mengajak untuk berpikir lokal dan bertindak global. –ard/ten
SELEBRITAS
ni sungguh keputusan berat, aku harus meninggalkan SHE dan memulai mengejar passion lain yang telah menjadi mimpiku sejak remaja. Empat tahun bergumul dengan pilihan itu, berdoa minta petunjuk Tuhan, sampai akhirnya merasa yakin dan memutuskan untuk mundur dari band tempatku menghabiskan hari-hariku selama 12 tahun,” tutur Riry yang sudah tiga bulan ini menjalani profesi baru sebagai public relation sebuah stasiun televisi nasional. Kabar hengkangnya gitaris SHE ini, sempat membuat publik musik geger. Pasalnya, sebelumnya tak pernah terdengar ada isu-isu miring terkait kekompakan band yang semua awaknya perempuan itu. Maka tak mengherankan, Riry pun dikejar-kejar pers yang minta penjelasan. Riry sendiri, meskipun dia sendiri yang memutuskan keluar dari band tersebut, menjadi stres berat. Maklum selama belasan tahun SHE telah menjadi dunianya. Ikatan persaudaraan di antara personel yang begitu kuat, serta kecintaannya pada dunia musik, membuat perasaannya menjadi tidak karuan ketika terpaksa harus angkat kaki dari comfort zone di SHE. Begitu tertekannya Riry, sampai akhirnya dia merasa perlu kabur ke Korea Selatan untuk menenangkan diri. “SHE itu zona nyamanku. Hubungank u dengan teman-teman sudah seperti saudara lantaran kami belasan tahun bersama dalam suka maupun duka. Namun aku masih punya keinginan lain, ini passion aku sejak lama. Untuk itu aku terpaksa harus keluar dari zona nyaman. Ya, harus ada yang ‘dikorbankan’,” ungkap alumnus Universitas Padjajaran, Bandung, juru-
san Hubungan Internasional, ini. Dari beberapa artikel yang dibacanya, diam terlalu lama dalam zona nyaman membuat orang tidak akan maju. Sebagai individu, akunya, dia ingin menjadi orang yang maju. Memang itu tidak mudah, karena ada tantangan di sana. “Bergabung dengan lingkungan baru, bukan pekerjaan yang mudah. Tapi aku tantang diriku, berani nggak aku meninggalkan SHE dan mencoba sesuatu yang baru, berani nggak aku kehilangan identitas, dll. It’s not easy. Tapi aku harus berani. Usiaku kan nggak muda lagi, jadi kalau ingin mencoba sesuatu yang baru, harus mulai dari sekarang, tidak bisa ditunda lagi,” tandasnya. PERJUANGAN LUAR BIASA Bercerita tentang grup band SHE, Riry tampak begitu antusias. Ia begitu fasih bercerita, maklum ia tahu benar tentang lika-liku perjalanan karier grup band yang kini telah berusia 13 tahun itu. Ketika SHE band atau kepanjangan dari Sound and Harmony Eclectic akan didirikan tahun 2000, ujar Riry yang masuk daftar 10 gitaris terbaik Indonesia, dirinya termasuk yang diminta bergabung oleh pendiri SHE, Dino Naturandang. Namun saat itu, dia menolak karena sedang mempersiapkan keberangkatan tim paduan suara Universitas Padjadjaran Bandung mengikuti Olimpiade Paduan Suara seDunia di Austria. “Aku jadi ketua panitia, sibuk sekali, jadi sepertinya tidak ada waktu untuk kegiatan lain. Namun entah bagaimana, lima bulan setelah event di Austria, tawaran bergabung muncul lagi. Yah mungkin memang aku harus bergabung ya…hahaha. Awalnya, aku
hanya diminta menjadi additional guitar selama dua minggu, karena gitaris SHE sedang keluar negeri. Tapi kemudian, mungkin karena merasa cocok, manajemen meminta aku bergabung secara penuh,” tuturnya. “Aku suka musik, suka menyanyi. Setelah konsultasi pada keluarga, khususnya orangtua, akhirnya aku terima tawaran itu. Tapi papa memberi syarat, IP (indeks prestasi) kuliahku tidak boleh di bawah 3,” kata wanita cantik ini sambil tertawa. Menurutnya, pendidikan memang merupakan hal utama dalam keluarganya. Orangtuanya, tidak pernah membatasi kegiatan nonakademis anak-anaknya, sepanjang pendidikan mereka tidak terganggu. Termasuk Riry yang memiliki seabrek kegiatan, baik kegiatan kampus maupun luar kampus, boleh aktif di semua kegiatan yang disukainya dengan catatan IP-nya tidak boleh di bawah 3. “Aku menyanggupi! Waktu mengurusi persiapan Unpad ikut olimpiade paduan suara di Austria, aku nyaris tidak kuliah. Aku cuma mengambil satu-dua mata pelajaran, makanya IP aku bisa di atas 3. Jadi bagaimana kita mengakali aja, ya. Buktinya papa aku nggak marah, tuh,” ungkap Riry semringah mengenang masa lalunya. Bersama SHE selama 12 tahun, Riry menyebut sebagai salah satu hal yang paling membahagiakannya. SHE yang kala itu terdiri dari tujuh personel dengan latar belakang musik yang berbeda-beda, berhasil mengemas semua perbedaan tersebut dalam sebuah harmonisasi musik atau suatu keselarasan alunan nada yang indah di blantika musik Tanah Air. Boleh dibilang mereka berangkat dari nol, semua personelnya masih sekolah, dari mulai kuliah, SMA bahkan ada yang SMP. Tapi dengan kerja luar biasa keras, karier mereka di dunia musik pun akhirnya kinclong. Menurutnya, perjalanan karier SHE untuk mencapai prestasi seperti sekarang ini, sungguh tidak mudah. Riry menyebutnya sebagai perjalanan yang luar biasa. Mereka telah merasakan bagaimana disepelekan banyak orang sampai akhirnya mereka salut pada band tersebut. SHE telah menelurkan empat album, tiga di antaranya di bawah label Sonny BMG Indonesia; album ‘Tentang Aku, Kamu dan Dia’ (2005), ‘Tersenyum Lagi’ (2007), ‘Tak Sekadar Kembali’ (2009) dan terakhir album keempat yang belum lama ini diluncurkan bertajuk ‘She is The Best’ (September 2013). Meski pada akhirnya band wanita ini mendapat begitu banyak pesaing, seiring dengan bermunculannya banyak grup band, namun SHE telanjur mencuri hati banyak penggemar musik Tanah Air. Apalagi banyak single-nya menjadi hits, di antaranya ‘Slow Down Baby’, ‘Selingkuh Sekali Saja’, ‘Jomblowati’, ‘Tiada Lagi’, ‘Apalah Arti Cinta’, ‘Bukan Untuk Sembarang Hati’, ‘Sholat’, dan ‘Katakan’. Riry sendiri cukup banyak kontribusinya dalam band tersebut, bukan sekadar memetik gitar. Dia menjadi backing vocal juga menciptakan sejumlah lagu. Di antaranya, ‘Selingkuh
Sekali Saja’ yang digarap bersama Yayo, ‘Abrakadabra’ yang sempat menjadi jinggel dari iklan Sharp Alexander Slim, ‘Cinta Bukan Sahabatku’, ‘Please Tinggalkan Aku’, dan ‘Ku Ingin Sendiri’. “Boleh dibilang aku terlibat dalam empat album SHE, hanya saja saat album keempat diluncurkan, aku sudah keluar. Namun karyaku ada di dalamnya. Aku keluar setelah merampungkan semua pekerjaan itu,” ucap Riry yang resmi keluar dari SHE pada Mei 2012 lalu. KELUAR DARI COMFORT ZONE Bermusik sebenarnya sudah mendarah-daging dalam kehidupannya. Keluarga Riry adalah keluarga yang suka bermusik, mulai dari orangtua hingga menurun ke tujuh anaknya, semuanya pemain musik dan penyanyi yang baik. “Yang namanya bermain musik dan menyanyi sudah menjadi keseharian kami. Biasanya, dulu, sehabis makan malam kami kumpul untuk bernyanyi dan bermain musik. Mungkin menurun dari papa yang sangat cinta musik. Malah papa dulu dikenal sebagai Elvis-nya Unpad, beliau bernyanyi dan bermain gitar. Dan konon, itu yang membuat mama jatuh cinta pada papa,” tambahnya. Tapi, dalam hidup Riry bukan hanya bermusik menjadi satu-satunya passion. Ia tertarik pada banyak hal di luar bidang musik, salah satunya adalah bidang public relation. “Entah kenapa, sejak dulu aku ingin menjadi PR, padahal dulu aku tidak mengerti apa itu PR. Agak oon (bodoh) sebenarnya, hahaha, nggak tahu PR tapi kepengen jadi PR,” tambah anak keenam dari tujuh bersaudara ini tertawa geli. Banyak orang bilang, tutur Riry, pekerjaan PR itu berhubungan dengan banyak orang, komunikasi, membangun citra, dll. Mungkin itu yang membuat dirinya tertarik pada profesi tersebut, karena seyogianya dia pun sangat senang berkomunikasi dengan banyak orang. “Aku sangat senang nonton film berjudul ‘Thank You for Smoking’. Bagiku, film itu film terkait dengan PR. Bayangkan film itu bisa membuat orang pada akhirnya berpikir bahwa merokok, tidak apa-apa, baik-baik saja. Merokok itu sesuatu yang baik. Jadi apa yang disajikan film itu bisa membalikkan anggapan jelek menjadi baik. Aku pikir PR mereka sungguh jago,
3 mampu membalikkan kenyataan, jago memengaruhi orang,” urai Riry panjang lebar. “Aku suka itu,” tandasnya. Keputusannya keluar dari zona nyaman oleh sebagian orang mungkin dinilai nekat. Namun, kata wanita kelahiran Bandung, 1 Maret 1977, ia keluar dengan pertimbangan yang matang dan keyakinan bakal meraih passion di bidang lain. “Karena kalau aku tetap di SHE, rasanya hal tersebut sulit terlaksana. Yang terjadi malah, bisa jadi, aku lupa akan niatku. Adikku juga menyarankan hal yang sama, katanya, aku harus keluar dulu, baru bisa mencoba bidang lain,” ungkapnya. Jaringan yang luas serta kepribadian Riry yang ramah dan mudah bergaul, membuatnya tak sulit mendapatkan pekerjaan lain. Ia pun menjajal sebagai freelance di sebuah production house yang tak jauh dari rumahnya di bilangan Bintaro. Prestasinya di sana lumayan memuaskan, sejumlah proyek berhasil dia dapat. Namun, kata Riry, itu tak memuaskannya, ia ingin suatu yang reguler. “Tuhan mendengar doaku. Paginya aku menangis habis-habisan, bilang sama Tuhan aku berterima kasih atas proyek-proyek yang aku dapat dalam pekerjaan ini, tapi aku membutuhkan suatu yang reguler. Eh, malamnya, dalam sebuah acara aku ketemu seorang bos yang memberikan pekerjaan sebagai head producer, dengan gaji yang lumayan,” kata Riry yang mengaku meski capaiannya lumayan, tapi tetap saja ia masih memendam keinginan menjadi PR. Tak dinyana, keinginannya pun terwujud. Berkat pertemuan tak sengaja dengan seorang teman, ia mendapat peluang di bagian komunikasi pemasaran di sebuah stasiun televisi nasional. “Aku diminta datang untuk membicarakan lowongan itu. Eh, ternyata sesampai di sana disebutkan slot-nya bukan marcom tapi PR. Oh, luar biasa banget, aku berdoa agar bisa mendapat kesempatan itu. Karena meskipun mendapat tawaran dari teman tapi aku tetap saja harus menjalani semua prosedur pene rimaan pegawai, termasuk wawancara dan lain-lain,” kata Riry yang merasa Tuhan telah menuntun dan membuka jalannya untuk bisa meraih passion di bidang humas. Tiga bulan sudah Riry menjalani profesi barunya. Ia mengaku sangat enjoy. Hanya saja kini, kata Riry, ada suatu yang berbeda dengan saat ia masih menjadi pemusik. Kalau dulu sebagai musisi dialah yang dikejar-kejar wartawan untuk sesi wawancara, kini sebaliknya, ialah melayani wartawan. “Yah, ini sangat menarik dan aku menikmati nya,” kata Riry. –Diana Runtu/ Ratna Hidayati
INSPIRASI
4
23 - 29 DESEMBER 2013
23 - 29 DESEMBER 2013
SNAPSHOT
21
GORO-GORO BUNDA
I Gusti Ayu Menuh Suhaeni
Boleh Ikut kalau Urusan Dinas
Fragmentari yang menggambarkan kegiatan para istri warga nelayan yang sedang menunggu
Usia sepuh tak menghalangi wanita ini terus beraktivitas. Ia juga rajin mengikuti perkembangan berita terkini. Anakanaknya yang sibuk pun berkelakar, kalau mau tahu perkembangan berita terbaru, tanya saja ibu. Dia adalah I Gusti Ayu Menuh Suhaeni (87). Orang lebih mengenal dia sebagai Bu Pindha. Menuh adalah istri (alm.) I Gusti Ngurah Pindha, Wakil Gubernur Bali periode 1965-1970.
I Gusti Ayu Menuh Suhaeni
M
enuh Suhaeni lahir 12 Maret 1927. Masa kecilnya termasuk cukup beruntung karena ia bisa bersekolah. Ia masih ingat hanya ada empat perempuan termasuk dirinya yang bersekolah hingga HIS kala itu. Tiga lainnya adalah Bu Dewangkara, Bu Raka Padmi, dan Bu Mirah. Sekolah HIS ini berada di lokasi SMP 1 Denpasar sekarang. Setelah remaja ia menikah dengan I Gusti Ngurah Pindha. Pindha merupakan teman seperjuangan I Gusti Putu Wisnu, kakak Menuh. “Kami menikah tahun 1949. Setelah menikah, saya disuruh tinggal di kota sedangkan suami berjuang. Suami saya dulu pernah di penjara di Pekambingan bahkan nyaris ditembak mati oleh Belanda,” kenang perempuan yang memiliki
8 anak, 18 cucu, dan 18 kompiang ini. Begitu masa perang selesai, Pindha yang termasuk dalam Batalion Arjuna ditawarkan untuk melanjutkan pendidikan militer di Makassar. Kesempatan ini diambilnya. Pasangan suami istri ini pun pindah ke Makassar dan menjalani kariernya di dunia kemiliteran. Posisi terakhirnya Komandan Pelabuhan Makassar. “Kami kembali ke Bali sekitar tahun 1961 atau 1962. Nak Bali biar tahu Bali karena semua anak-anak kami lahir di Makassar. Waktu pertama kali kembali ke Bali, kami tinggal di Hotel Baruna, Sanur karena tidak ada perumahan tentara. Saat Bali Beach dibangun, kami pindah ke Denpasar. Selama tinggal di hotel saya masak sendiri, mencuci sendiri. Anak-anak juga saya biasakan untuk mandiri,” ujar Bu
Bu Pindha bersama putra sulungnya Ananda Dimitri
Pindha yang didampingi putra sulungnya Ananda Dimitri. Pindha yang bergabung di Kodam IX/ Udayana menduduki posisi Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Udayana. Kariernya terus menanjak hingga menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali periode 1965-1970. Ia menjadi Wagub pada masa I Gusti Putu Merta dan Sukarmen. Selesai menjalankan tugas sebagai Wagub, Pindha menjadi anggota MPR periode 1977-1982 dan anggota DPR periode 1982-1987. Pria yang menuliskan pengalamannya menjadi buku “Perang Bali. Sebuah Kisah Nyata” ini meninggal tahun 1991. Selama mendampingi suami sebagai pejabat, Bu Pindha banyak memiliki pengalaman. “Waktu Gunung Agung meletus, kami tiap hari ke Besakih untuk menjadi relawan. Dari situ saya mulai aktif mengikuti kegiatan sosial. Jangan dikira menjadi istri pejabat ketika itu enak. Istri pejabat tidak boleh pakai mobil dinas suami. Kalau urusan dinas misalnya ke bandara menjemput tamu pusat, baru boleh ikut. BBM juga dibatasi maksimal 5 liter,” kenang perempuan yang gemar menonton “Bang One” di televisi ini. Ia sering menyaksikan para pejabat pusat termasuk Soeharto datang ke Bali dan berdoa di Pura Besakih. Mereka biasanya berdoa dan mohon doa restu. Salah satu pesan yang selalu diingat Bu Pindha adalah kalau tidak bisa perbaiki situasi nasional, perbaikilah Bali. Ini lalu menjadi landasan baginya untuk aktif membantu suami. BUAT BEREM Bu Pindha juga aktif di organisasi seperti Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), Badan Koordinasi Organisasi Wanita, Persatuan Istri Veteran, dan Dharma Wanita. “Kadung sudah dikenal rajin, saya diajak di mana-mana. Prinsip saya adalah membantu memajukan pengetahuan dan pergaulan kaum wanita. Mereka juga saya ajak mengisi waktu dengan belajar berdandan, makamen, dan mawiron,” kenangnya. Anak-anaknya pun diajarkan untuk bisa mandiri termasuk membuat banten. Mereka tidak diperbolehkan mengeluh dan harus menyelesaikan tugas baru boleh istirahat. Kedisiplinan ini membuat anak-anak berhasil menjalani kehidupan mereka.
Walaupun libur, anak-anak harus menyibukkan diri dengan beragam kegiatan. Pengalaman yang tak terlupakan ketika pembangunan Pura Jagatnatha Denpasar. “Waktu itu kaum ibu bertugas membuat berem. Berem ini dipakai untuk mengelem batu karang. Batu karang dicari kaum bapak. Zaman itu tidak pakai semen,” ujar Bu Pindha. Kini di usia senja, Bu Pindha tetap menjalankan aktivitas sehari-hari. Ia menyapu halaman, membersihkan kolam ikan, membaca berita, dan menonton televisi. Acara favoritnya adalah berita. Ia pun mengikuti tiap berita yang ditayangkan termasuk sepak terjang para pejabat yang terkena kasus korupsi. “Sekarang gaji mereka sudah banyak tetapi kok masih korupsi ya. Saya kadang tidak terima dengan keadaan saat ini. Anakanak bilang saya sewot. Tetapi, ini realita. Kalau memang berbakti kepada bangsa dan negara harus dilakukan dengan jujur dan ikhlas. Punya uang banyak belum menjadi jaminan bahagia dan puas. Janganlah berlomba-lomba menunjukkan kemewahan. Mari nikmati hidup dengan menjaga kesehatan dan menenangkan batin,” sarannya. Di saat senggang, Bu Pindha kerap diajak jalan-jalan oleh anak atau cucunya. Ia tidak berani pergi sendiri. Dulu ia pernah pergi ke Yangbatu ada upacara di rumah saudara. Pulangnya Bu Pindha bingung sampai berputar ke Sanur. Tiga jam ia berputar-putar mencari rumahnya yang berada di kawasan Jalan Sudirman, Denpasar. Sejak itu ia kapok pergi sendiri. –Ngurah Budi/Ratna Hidayati
suaminya datang dari melaut dalam pembukaan acara Lebih Beach Festival, di Desa Lebih, Kecamatan Gianyar.
Gajah yang merupakan koleksi satwa Bali Safari & Marine Park ikut dalam berpartisipasi dalam kegiatan pawai Lebih Beach Festival.
Piodalan di Pura RSIA Puri Bunda bertepatan dengan Purnama Sasih Kaenem, Selasa (17/12)
Workshop sekaligus Lomba Tata Rias dan Busana ke Pura di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha Bali TV, Sabtu (21/12)
Pesta Rakyat yang diadakan Kodam IX/ Udayana, Kamis (19/12)
Seorang perempuan muda menemui Bu Amat di dapur. Usianya sepantaran Ami. “Saya Diana teman kuliah Ami, Bu. Masih ingat?” Bu Amat mengernyitkan dahinya, mencoba mengingat. Perempuan itu memutar kedua bola matanya yang besar. Tiba-tiba kenangan masa lalu tumpah ke kepala Bu Amat. Ia berseru kaget: “Diana!” “Ya, Bu, saya!” Bu Amat cepat mencuci tangan, lalu memeluk Diana. Ia menatap rambut Diana yang dicat pirang. “Rambutmu bikin Ibu pangling, tapi Ibu tidak pernah lupa bola matamu yang bisa berputar seperti roda mobil itu, Diana! Di mana sekarang! Sudah berkeluarga? Ami sudah menikah dengan dosennya. Anaknya satu Siana sudah punya buntut” Diana nampak sedih. “’Panjang ceritanya, Bu.” “Tak apa. Ibu suka cerita panjang.” Lalu Diana bercerita. “Dulu saya lari dari rumah tanpa pamitan. Soraya ngajak saya untuk main sinetron di Jakarta. Katanya sutradaranya pacarnya.. Tentu saja saya mau. Tapi sampai di Jakarta, saya disuruh kerja di kafe sebab katanya belum ada calling. Saya percaya aja. Teman sendiri mana mungkin menipu. Tapi tak berapa lama saya disuruh mijat.” “Apa?” “Mijat,” “Steambath?” Diana tercengang. “Ibu kok tahu steambath?” “Dikasih tahu Ami.” “Kalau begitu ibu sudah tahu semua?” “Dari Ami ya, tapi dari Nak Diana mungkin lain?” Diana menarik nafas pnjang. “ Ya begitulah, Bu Saya sebenarnya keberatan tapi tidak bisa menolak. Setelah kemudian rumah pijat itu menyuruh saya bukan hanya mijat, tapi apa saja yang diminta tamu. Saya keberatan lalu pindah kerja di warnet. Tapi di situ tidak enak. Saya pindah lagi ke rumah bilyar. Di situ enak. Gajinya tidak seberapa tapi tip dari tamu royal. Kemudian ada yang berkelahi, saya difitnah sebagai gara-gara. Akhirnya saya kerja di diskotek.” “Bukan klab malam?” Diana terperanjat lagi. “Sesudah itu baru di nite club. Di situ saya dapat suami. Seorang wakil rakyat yang kaya sekali. Cuma janjinya untuk menceraikan ketiga istri tuanya yang dia janjikan, tidak pernah dilakukan. Akhirnya saya lari, tinggalkan dia!” “Anakmu?” Diana terperanjat. “Ibu kok tahu saya punya anak?” “Ibu tidak tahu. Jadi punya?” “Ya, anak saya dua, Bu. Dua-duanya sama bapaknya. Soalnya saya mau memutuskan diri dengan masa lalu. Saya mau jadi orang bener. Saya mau pulang, merawat Ibu yang selama ini tidak saya pedulikan. Tapi saya takut.” “Kenapa takut?” “Saya takut dimarahi.” Bu Amat manggut-manggut. “Saya takut akan diusir. Kalau Ibu tidak mau mengakui saya anaknya lagi bagaimana?” Bu Amat kembali manggut-manggut. “Menurut Ibu sebaiknya saya bagaimana? Saya kan sudah mengorbankan anak saya, karier saya di Jakarta, kalau hanya dimaki-maki buat apa saya pulang? Kalau saya kembali ke Jakarta, suami saya akan dengan senang hati menerima saya lagi. Meskipun dia koruptor jahat, tapi dia sayang saya. Begitu, Bu. Saya sudah ketemu Ami. Tapi dia nggak mau ngasih saran. Saya dianjurkan bicara dengan Ibu. Bagaimana sebaiknya saya?” Bu Amat termenung. Diana kembali mendesak. “Jadi apa nasehat Ibu?!” Dengan berat hati Bu Amat akhirnya menjawab, “Ibu tidak punya nasehat untuk kamu, Diana. Kalau Ibu kamu sendiri saja tidak kamu dengar, apalagi Ibu. Tapi kalau Ibu ini Ibu kamu, Ibu tidak hanya akan marah dan tidak mau mengakui kamu anak lagi, Ibu juga akan melaporkan kamu ke polisi. Karena, kamu pasti datang mendengar Ibu kamu sakit keras dan warisannya banyak. Kamu pasti mau merebut itu dari adik-adikmu yang masih kecil. Ya tidak?!!” Suara Bu Amat menjadi keras, tegas dan sengit. Diana kaget. Mukanya pucat-pasi. Tanpa ngomong apa-apa lagi dia berbalik pergi. Naik ke mobil Mercy yang menunggunya depan rumah. Amat muncul tergopoh-gopoh. Ia pun kaget mendengar suara istrinya. “Ada apa Bu, kenapa?” Bu Amat menjawab tenang. “Kalau tidak begitu dia akan kembali ke Jakarta meneruskan riwayatnya yang salah. Sekarang dia pasti penasaran lalu pulang ke ibunya!” Amat mau membantah, tapi Bu Amat memotong, “Ibunya Diana itu teman sekolahku, Pak. Semua kata-kata saya tadi itu permintaannya sendiri. Dia maafkan semua kesalahan Diana asal pulang!”
Putu Wijaya
W H AT S U P
20
23 - 29 DESEMBER 2013
Pantaskah Berkebaya Setengah Lengan ke Pura? Gaya berpakaian remaja sekarang sangat trendi. Mode pakaian bisa berubah dengan cepat. Pakaian adat pun kena imbas. Kebaya pun dimodifikasi sedemikian rupa. Bagian lengan pun hanya tersisa setengah dari siku. Layakkah kebaya seperti ini digunakan saat ke Pura?
S
elain pakaian yang terkesan seksi ini, pemakaian slayer atau syal ke Pura juga dipertanyakan I Wayan Kanta. “Apakah etis kalau ke Pura pakai slayer yang dililitkan di leher,” ujar Kanta saat Seminar Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Bali dengan tema “Etika Berbusana Adat ke Pura yang Baik dan Benar Cerminan Generasi Muda Hindu yang Santun”, di Wantilan Bali TV, Jumat (20/12). Pertanyaaan lain juga dilontarkan Suryati. Ia menanyakan apakah
memakai kamen selutut itu diperbolehkan dan bagaimana konsep diri yang cantik. Menanggapi pertanyaan tersebut, salah satu narasumber, A.A.A. Ketut Agung mengatakan penggunaan syal atau slayer ke Pura sahsah saja. Walaupun sudah memakai syal atau slayer, selendang tetap harus digunakan. “Syal atau slayer bisa digunakan jika bersembahyang di malam hari atau udara sedang dingin.Sebaiknya saat sembahyang syal atau slayer dibuka dulu. Selesai sembahyang silakan dipakai lagi,” ujar perempuan yang rajin men-
Para narasumber seminar Etika Berbusana Adat ke Pura yang digelar WHDI Provinsi Bali
gadakan pelatihan tata rias ini. Ia menambahkan, untuk kain, sebaiknya wanita menggunakan kamen yang menutupi mata kaki. Bu Agung pun meminta salah seorang peserta yang juga anak didiknya untuk memperagakan cara memakai kamen yang praktis tanpa harus menarik kamen terlalu tinggi. Para
Para peserta seminar Etika Berbusana Adat ke Pura
peserta sangat antusias saat peragaan ini. Banyak yang menggumam ternyata begitu caranya. “Kalau ke Pura pakai kamen endek yang bisa dicuci. Jangan ke Pura pakai songket. Rambut ikat, jangan megambahan. Soal warna pakaian tergantung selera. Biasanya remaja putri pintar memadumadankan warna kamen, kebaya, dan selendang,”jelas pimpinan LPK Agung ini. Khusus untuk sanggul, ia juga langsung mempraktikkan bagaimana cara membuat sanggul yang praktis tanpa direpotkan dengan kepala yang berat. Saat ini di pasaran sudah banyak dijual bahan untuk sanggul ini. Bu Agung bahkan menawarkan diri untuk memberikan pelatihan etika busana adat dan tata rias kepada para ibu-ibu. Syaratnya, peserta minimal 100 dan dilakukan dalam waktu sehari. Ketua WHDI Bali Ny. Bintang Puspayoga dalam seminar tersebut mengatakan, semua wanita Hindu yang dewasa dan sudah menikah adalah anggota WHDI. WHDI harus aktif di kegiatan masyarakat karena wanita merupakan salah satu tiang yadnya. “Dalam urusan busana harus mulai dari diri sendiri. Kita harus tahu bagaimana etika berbusana yang baik dan benar. Kapan dan dimana harus sesuai biar tidak salah kostum. Apalagi kalau ke Pura. Di beberapa Pura ada pecalang yang melarang jika ada pemedek yang memakai kebaya yang lengannya pendek setengah siku. Sebenarnya bukan melarang pemakaian kebaya seperti itu, tetapi kalau ke Pura sebaiknya pakaian adat yang lebih santun. Pemakaian kamen selutut juga perlu diperbaiki,” tandas Bu Bintang.
Fenomena pemakaian kamen selutut dan kebaya setengah lengan ini menjadi perhatian WHDI apalagi sekarang tiap Purnama dan Tilem anak sekolah memakai pakaian adat ke sekolah. Fenomena ini menurut Bu Bintang harus disiapkan langkahlangkah preventifnya. Pembinaan harus dilakukan bertahap dan tidak ekstrim.”Ini kerja keras kita bersama dan melibatkan banyak pihak,” tegasnya. Ida Agung Bagawan Istri Mas Tanjung Sari Pemecutan Manuaba yang hadir dalam seminar mengatakan, tren busana adat saat ini sangat kebablasan. Kadang menurutnya ada ibu-ibu dan remaja putri yang menggunakan pakaian tidak sesuai dengan kondisi. Mereka sepertinya memaksakan diri untuk memakai pakaian yang lagi tren. “Marilah kita memakai busana sesuai tempat dan tentu sesuai kondisi tubuh kita,” ujarnya. CACAT FASHION Seminar yang dipandu Ni Wayan Karti ini juga menghadirkan Ny. Prof. Ngurah yang dikenal sebagai pemerhati pakaian adat serta psikolog Ida Ayu Maharatni, S.Psi, M.Psi. yang membawakan materi konsep diri dalam balutan busana. Menurut perempuan yang akrab disapa Dayu Nanik ini, cara berpakaian seseorang menunjukkan kelas, status, dan identitasnya. “Fashion dan konsep diri memiliki tautan yang sangat erat. Melalui fashion kita dapat melihat presentasi seseorang terhadap dirinya. Demi mengikuti fashion, orang kadang menabrak pakem busana, melibas etika hingga mengesampingkan konsep diri sehingga menimbulkan cacat fashion . Cacat fashion bisa berarti meng-copy paste cara busana orang lain tanpa peduli desa, kala, patra,” papar Dayu Nanik. Ia juga memaparkan pakaian merupakan identitas. Pemakaian pakaian harus mix and match agar terlihat serasi. “Dengan mengenali konsep diri ini kita akan tahu bagaimana orang lain memandang diri kita,” ujarnya. -Ngurah Budi/Wirati Astiti
INSPIRASI
23 - 29 DESEMBER 2013
Sakinah Jiwaji
Sudah Mendarah Daging Lahir dari keluarga yang menekuni bisnis membuat perempuan ini tak bisa melepaskan diri dari bisnis. Saking cintanya pada bisnis, ia sampai tak mau meninggalkan tokonya. Tetapi, itu masa lalu. Kini perempuan bernama Sakinah Jiwaji ini sudah meneruskan usaha kepada anak-anaknya. Tugasnya hanya memantau perkembangan usaha.
“S
aya dilahirkan dari orangtua yang memiliki budaya berbeda, ayah saya seorang warga negara India dan ibu saya campuran India dan Jawa. Menurut cerita ibu, saat saya sedang dalam kandungan keluarga kami mengalami kecelakaan di Bedugul. Perahu yang ditumpangi ibu dan keluarga saya tenggelam. Tiga saudara kandung saya tewas. Keluarga kami sangat terpukul. Sejak itu, ayah dan ibu memutuskan untuk menetap di Bali. Sebelumnya kami di Surabaya,” kenang Sakinah. Peristiwa ini benar-benar membuat keluarga Sakinah bersedih. Namun, mereka berhasil bangkit untuk melanjutkan kehidupan. “Ayah meninggal di India saat saya berumur sembilan tahun. Saat itu kami sedang di India. Kehilangan seorang ayah saat masa anak-anak membuat saya sangat terpengaruh oleh didikan ibu saya. Perfeksionis, kehati-hatian, disiplin dan ketegaran adalah hal-hal yang ibu saya tanamkan dari kecil. Saya masih ingat saat itu makan, mandi, main semua ada waktunya”, ujar anak bungsu dari enam bersaudara ini. Kedua kakaknya yang masih hidup memiliki andil yang besar dalam menjaga dirinya. Apalagi usia mereka terpaut jauh. Sebagai keluarga yang memiliki bisnis, Sakinah kerap membantu ibunya. Dunia bisnis pula yang mempertemukan dia dengan Jiwaji Nisar Husain. “Belahan jiwanya” ini tetangganya di Jalan Sulawesi. “Saat itu kakak suami saya kebetulan sahabat saya
Aktivitas Sakinah saat berada di toko emas
dan ternyata suami saya telah lama memperhatikan saya, gayung pun bersambut maka kami pun akhirnya menikah dan memiliki empat anak; Munnie Yasmin, Amir Hamzah, Malika Jiwaji, dan Nur Octaviana,” ujar perempuan kelahiran Denpasar, 27 Januari 1962 ini. Setelah menikah, Sakinah dan Nisar memulai bisnis sendiri dengan sederhana. Mereka mengontrak sebuah toko. Uang sebagai modal awal berasal dari ibu dan mertuanya. Modal tersebut cukup untuk mengontrak toko selama setahun. Saat buka toko, Sakinah diberikan pinjaman barang oleh kakak lelakinya. Toko itu diberi nama Kohinoor. Kohinoor adalah permata terbesar yang ada di India yang dipersembahkan kepada Inggris. Permata itu kini berada di mahkota Ratu Inggris. “Penjualan pertama saat kami buka toko adalah sebuah anting bayi dengan berat 0,5 gram. Kami merayakannya dengan sukacita. Setelah dua tahun berjalan, ternyata toko kontrakan dijual. Kami pun memberanikan untuk membelinya dengan cicilan. Berkat kerja keras dengan buka toko pukul 08.00 dan tutup pukul 20.00, serta dibantu dua pegawai, kami bisa melunasi cicilan dalam waktu dua tahun. Ruko ini akhirnya menjadi aset pertama yang menjadi milik kami berdua,” kenang Sakinah. Sampai saat ini Toko Perhiasan Kohinoor masih ada bahkan sudah berkembang dengan membuka Gallery Kohinoor yang dikelola putri bungsunya dan berada tak jauh dari Kohinoor. Sakinah mengaku keahlian bisnis emas ini ia dapatkan dari didikan ibunya, karena dimulai dari berumur tujuh tahun, ibunya mewajibkan ia tiap pulang sekolah harus menjaga toko selama beberapa jam. Sakinah mendapati diri saya saat ini menikmati serunya mengelola toko
Sakinah bersama keluarga tercinta
emas. Bisnis emas ini telah mendarah daging dalam dirinya. “Saya dan suami memiliki tugas yang berbeda. Saya mengelola toko dan suami saya menyambung hidup dari menjadi makelar di luar. Kami tidak pernah berpikir untuk hidup berlebih, kami hanya bekerja untuk menyambung hidup untuk hari besok, dan niat kami menjadi kebanggaan orangtua kami. Dalam kehidupan berkeluarga memang ada saat naik dan turun, tetapi kami tetap berpegang teguh dengan janji dan cinta kami untuk selalu bersama dalam suka dan duka. Kehidupan berumah tangga bagi saya bagaikan sebuah kapal, ada saatnya datang ombak besar dan ada kalanya lautan indah bersahabat,” tuturnya. Sakinah tidak pernah berpikir apa-apa selain mencari penghidupan di toko, berjualan yang banyak dan mendidik keempat anaknya. Baginya kalau sudah menekuni bisnis harus tekun dan fokus. Itulah mengapa ia tetap menikmati hidup di ruko berlantai tiga dengan ukuran 4x10 meter dengan keempat anaknya. Sampai suatu waktu suaminya membeli sebuah rumah. Sakinah menolak untuk pindah dari ruko ke rumah tinggal, karena ia berpikir akan sulit mengontrol anak dan toko emas. “Tapi, apalah daya seorang ibu, jika rayuan itu datangnya dari suami dan anak-anak saya. Mereka mendambakan kamar sendiri, dengan halaman yang lebih luas. Rumah pertama kami menjadi istana bagi anak-anak saya. Dengan perubahan tempat tinggal, saya berpikir harus memulai strategi baru untuk mengurus anak-anak,” ujarnya. Suaminya lebih sering bekerja dari rumah dan menekuni bisnis propertinya. Sakinah tidak bisa mengubah pola hidupnya untuk selalu datang ke toko pukul 08.00 dan pulang pukul 21.00. Dalam pikirannya, kerja, kerja, dan kerja. Hal yang sama juga dipikirkan suaminya. Kesuksesan yang Sakinah capai sekarang atas dukungan penuh dari suami dan anak-anaknya. “Tetapi, kami tetap memiliki hari keluarga. Saat ini hari keluarga kami sepakati hari Jumat, sehingga saat toko ramai Sabtu dan Minggu saya bisa di toko,” tandasnya. BAHASA INGGRIS DAN TEKNOLOGI Dalam mendidik anak,
5 Sakinah lebih terfokus pada pendidikan dan bisnis. Ia berpikir bahwa mereka harus menguasai bahasa Inggris dan teknologi, karena dengan itu ia berpikir mereka bisa berkomunikasi dengan seluruh dunia. Sakinah pun mewajibkan anak-anak selalu membantunya di toko mulai mereka SD. Suaminya lebih menekankan faktor sosial dan cara berperilaku dalam masyarakat. Hal ini menjadikan anak-anak tumbuh menjadi pribadi seperti sekarang. Sebagai ibu yang memiliki anak lalu anaknya menikah dan memiliki anak, momen yang paling indah adalah saat ia memiliki cucu pertama sampai kesembilan. “Tiap saya memiliki cucu maka perasaan yang muncul berbeda. Saya selalu bangga saat saya mengatakan saya seorang nenek dari sembilan cucu kesayangan saya. Cucu saya adalah hati saya, tanpa mereka hari tua saya tidak bisa seramai saat ini. Saat saya berkumpul dengan keluarga, suami di samping saya, anak-anak dan cucu saya bersama saya, itulah momen terindah saya, berada di tengah-tengah mereka,” tegasnya. Kepada kaum perempuan, Sakinah berharap mereka jangan pernah menyerah menghadapi tantangan. Perempuan harus selalu berinovasi, harus selalu belajar, dan ingin kaum perempuan sekarang ini mandiri dan sejajar dengan kaum pria. Karena lakilaki dan perempuan semua sama, bahkan perempuan harus bisa lebih maju, seperti impian R.A. Kartini. Tentang idolanya, Sakinah mengatakan ada tiga, ibunya, ibu mertua, dan suaminya. “Sosok ibu saya adalah sosok yang tegar, disiplin, dan tidak pernah patah semangat. Cobaan hidup yang dilalui sangat berat tetapi beliau bisa melaluinya dengan penuh energi positif untuk melihat secercah cahaya di jalan yang dilaluinya. Mertua saya mengajarkan saya untuk selalu mengingat kepada Tuhan dan bersilaturahmi kepada keluarga. Suami saya sosok yang mengajarkan dengan perilakunya, yang menunjukkan saya untuk menjadi pribadi yang bijaksana, bertata krama dan selalu berpikir positif terhadap sesama dan alamnya. Mereka adalah teladan saya yang menjadikan saya sosok pribadi seperti saat ini,” ujarnya. Mengenai impian yang belum tercapai, Sakinah mengatakan ada. Tetapi, kehidupan yang saat ini ia jalani sebenarnya sudah lebih dari apa yang ia impikan. Bahkan Tuhan telah memberikan lebih beribu kali dari apa yang ia harapkan. Sakinah pun selalu bersyukur kepada Tuhan atas apa yang telah diberikan. –Ngurah Budi/Ratna Hidayati
l i f e s to ry
6
23 - 29 Desember 2013
23 - 29 Desember 2013
TR A D ISI
Suami Direbut Perempuan Bule Ritual Korban Darah Geret-geretan Pandan
Minarni (32), turun dari sepeda mo tor di teras rumah salah seorang kawan suaminya. Wajahnya muram dan terlihat amarah terpendam da lam dadanya. Tak berapa lama sete lah ia bertemu dengan Rio, kawan suaminya, penuh kemarahan, ia me narik baju laki-laki yang selama ini menjadi kawan suaminya itu hingga robek. Ia tiba-tiba berlaku kasar karena “sakit” yang menderanya. Beruntung Rio memaklumi sikap kasar Minarni yang telah lama ke hilangan kontak dengan suaminya.
K
ekasaran Minarni pada Rio, karena Minarni menganggap selama ini Rio mengetahui sekaligus menyembunyikan kisah asmara terselubung antara suaminya dengan seorang perempuan tua warga negara asing yang selama ini menjadi kawan mereka. Memang sudah berkali-kali suami Minarni diajak ke luar negeri oleh bule perempuan tua itu. “Katanya mau jalankan bisnis barangbarang kerajinan tradisional di sana,” ungkap Minarni. Sebagai istri, Minarni memang tidak pernah curiga kepergian suaminya yang berkali-kali dengan perempuan bule itu ke luar negeri. Alasan menjalankan bisnis kerajinan tradisional di luar negeri, menjadi tameng bagi hubungan terlarang mereka. Tak sekali pun Minarni melarang keputusan suaminya untuk ikut dengan perempuan tua itu ke beberapa negara. Ia selalu berpikir suaminya sedang berusaha mendapatkan sejumlah materi bagi kehidup an keluarga mereka yang selama ini pas-pasan bahkan kerap kekurangan. Alasan lain mengapa ia menyetujui suaminya pergi, karena didorong oleh harapan akan penghasilan yang besar seperti dijanjikan perempuan asing itu. Bahwa sesungguhnya suaminya itu, di matanya adalah laki-laki yang baik, pendiam dan selama ini tidak pernah berlaku aneh-aneh, menjadi penguat ia melepas suaminya “berpetualang” ke luar negeri dengan perempuan asing berusia tua itu. Bahkan saking percayanya ia pada suaminya, kedua anaknya juga pernah dibawa ke salah satu negara yang disinggahi suaminya dengan perempuan asing itu. Entah apa yang ter-
jadi beberapa tahun melakoni perjalanan-perjalanan “bisnis” ke luar negeri, tiap kali pulang ke tanah air, suaminya tidak pernah membawa pulang uang. “Alasannya masih merintis usaha itu dan perlu waktu sampai perempuan asing itu membayar hasil kerja dari bisnis yang mereka geluti,” ujarnya. Beberapa kali ketika suami nya kembali ke tanah air ber sama perempuan tua itu, ia selalu mempertanyakan tentang hasil kerjanya namun jawaban selalu diberikan nanti pada akhirnya mereka akan memanen. Tiap kali suaminya pulang ke tanah air, perempuan tua itu selalu ikut bersamanya dan ia biasanya tinggal di sebuah rumah kontrakan. Kecurigaan ada hal aneh yang terjadi pada suaminya sebenarnya telah ia rasakan ketika beberapa kali suaminya ke luar negeri, selalu putus kontak dengannya dan keluarga. Berkali-kali coba dihubungi melalui telepon selalu tidak pernah terjangkau. Suaminya juga makin lama makin tidak pernah bisa dihubungi. Begitu selalu ber bulan-bulan ditinggalkan, Minarni sama sekali tidak pernah bisa kontak dengan suaminya. Ketika suaminya pulang, ia selalu disodorkan alasan bahwa memang jaringan dan nomor telepon sulit dijangkau di tempat mereka tinggal di luar ne geri itu. Minarni percaya. Rupanya, setelah kini, sudah bertahun-tahun suaminya pergi meninggalkannya dan tak ada kabar sama sekali, barulah ia
mendapat banyak cerita tentang suaminya dan perempuan tua itu. Bahwa selama ini ketika mereka berada di luar negeri, perempuan tua itu selalu memutus komunikasi suaminya dengan dirinya dan keluarga di tanah air. Cerita lain yang ia dapat, suaminya yang “baik” itu akhirnya jatuh dalam pengaruh dan jatuh hati pada perempuan tua itu. Banyak lagi kisah lain yang ia dapatkan. Ia teringat kisah terakhir bersama suaminya, sesaat sebelum suaminya berangkat ke luar negeri dengan perempuan tua itu, terakhir kali beberapa tahun lalu, sungguh merupakan situasi yang tragis dalam
ketidaktahuan Minarni. Hari itu, suaminya meminta izin untuk pergi bersama perempuan tua itu. Seperti biasa ke luar negeri untuk alasan promosi dan lainnya. Ia memang sudah tidak memberikan izin kepada suaminya, karena kepergiannya selama ini tidak pernah ada hasilnya. Yang ada hanya kisah sedih antara ia dan dua anak mereka yang masih kecil, kehilangan kontak dengan suaminya. Saat sedih yang harus ia tanggung sendiri ketika anaknya sakit dan tidak memiliki biaya, suami tak bisa juga dihubungi. Sederet kisah sedih lainnya. Karena itu ia
melarang suaminya pergi. Namun, lagi-lagi mulut ma nis perempuan tua asing yang selalu minta izin padanya untuk membawa suaminya itu, sempat menggoyahkan pendiriannya. Suaminya juga merasa harus ikut dengan perempuan tua itu dengan alasan, ada uang mereka yang harus dibayarkan oleh perempuan tua itu. Ia harus bekerja untuk bisa mendapatkan janji itu dengan ikut bersamanya, kali ini saja, kali ini saja. Begitu selalu yang disampaikan suaminya. Namun ia tidak mengizinkan, sampai akhirnya situasi sudah tidak dapat ditolak. Perempuan tua itu telah memegang paspor dan tiket suaminya, ia telah menanti di bandara dan hari itu juga mereka harus berangkat. Dalam keadaan bingung dalam waktu yang terbatas itu, Minarni tak lagi dapat berpikir. Rupanya, suaminya diam-diam pergi dan beberapa jam kemudian tiba-tiba ia mendapat telepon dari perempuan tua asing itu. Betapa kagetnya ia mendengar kalimat perempuan yang pantas menjadi neneknya itu, mengatakan, bahwa apa pun permintaannya, harta dan uang, katakan saja berapa jumlahnya, asal Minarni mau melepas suaminya pergi bersamanya. Permintaan itu bukan sekadar membawa suaminya melainkan di matanya “membeli” suaminya. Yang lebih mengagetkan lagi bahwa perempuan berwajah nenek itu mengaku pernah hamil mengandung anak dari suaminya dan ia keguguran beberapa bulan lalu. Bagai disambar petir, Minarni hangus seketika. Sejak itulah ia baru
berkeliling ke kawan-kawan suaminya dari satu rumah ke rumah lainnya, untuk mencari informasi. Bahwa dari semua cerita itu ia dapat menyimpulkan, bahwa telah lama suaminya itu punya hubungan dengan perempuan tua itu. Itulah sebabnya emosinya tak terkendali ketika bertemu Rio, yang disangkanya mengetahui dan menyembunyikan tentang hubungan suaminya dan perempuan tua itu. Namun, Rio mengaku sama sekali tidak tahu tentang hal itu. Tiap kali datang ke rumahnya, suaminya hanya bicara tentang karya-karya seni saja, tidak lebih dari itu. Rio hanya berulang kali mengingatkannya agar ketika pergi ke luar negeri jangan memutus komunikasi dengan istri dan anak serta keluarga. Beberapa nasehat lain berkaitan dengan keluarga saja, tidak pernah menyentuh hingga hubungannya dengan perempuan tua itu. Suaminya memang pernah bercerita tentang perempuan tua itu. Namun, dari nama perempuan asing itu, selama ini Rio berpikir ia adalah lakilaki. Rio sama sekali tidak menyangka kalau nama itu adalah perempuan. Beberapa bulan setelah kepergian suaminya dengan perempuan tua asing itu, Minarni bagai ditampar. Beberapa foto yang memperlihatkan suaminya tengah menikahi perempuan tua itu ia dapatkan dari salah seorang kawannya. Perempuan tua itu telah berhasil merebut suaminya dan suaminya pun mengkhianati nya dengan cara yang sangat dramatis. Hingga hari ini, ia tidak pernah mendapat kabar dari suaminya. Minarni pasrah, tak ada yang dapat ia lakukan. Ia menanti lelaki itu kembali ke tanah air dan langkah selanjutnya tengah ia pikirkan. -Naniek I. Taufan/Ngurah Budi
Tradisi budaya “perang” hampir dimiliki oleh semua suku bangsa di seantero jagat raya ini dengan berbagai simbol atau makna yang ada di baliknya. Salah satu desa di wilayah Bali, tepat nya di Desa Tenganan Pegringsingan, Kecamat an Manggis, Kabupaten Karangasem. Tenganan Pegringsingan dikenal dengan desa penuh ke unikan. Dikatakan unik, karena tradisi budayanya lain dibandingkan dengan masyarakat Bali yang umumnya beragama Hindu. Desanya tergolong desa kuno dengan penduduknya dikategorikan sebagai penduduk Bali Aga (Bali asli).
H
ampir semua kegiatan ritual masyarakat Tenganan Pegringsingan unik dan menarik. Salah satu ritual budaya yang unik dan menarik bernafaskan ”perang” adalah atraksi perang pandan atau lebih dikenal Geret-geretan pandan atau mekarekare. Ritual tersebut sebagai perwujudan tabuh rah (korban darah) manusia serangkaian ritual keagamaan usaba sambah, upacara terbesar di Tenganan Pegringsingan. Tradisi ini digelar bulan Juni-Juli setiap tahun bertepatan dengan sasih kelima menurut versi kalender Tenganan Pegringsingan. Geret-geretan digelar pada siang menjelang sore hari berlokasi di halaman tengah-tengah desa tepatnya di depan Bale Petemu. Para pemainnya laki-laki tua, muda maupun anak-anak. Mereka bertarung di atas panggung dibuatkan khusus
terbuat dari papan. Pemainnya satu lawan satu, tangan kanan memegang secekal ikatan pandan berduri sebagai senjata, panjangnya sekitar 40 cm. Satu cekal pandan berisi sepuluh lembar. Sedangkan tangan kiri memegang perisai se bagai penangkis ukurannya sekitar berdiameter 40 cm terbuat dari anyaman bambu. Demi adat dan agama, mereka tidak peduli, meski masih satu warga desa atau keluarga ”perang” pun harus digelar dengan serius. �������������� Makin lama makin seru, dengan iringan selonding (musik tradisional yang disakralkan) memberikan spirit se-
mangat juang. Para pemain dengan riang gembira sambil menari–nari menentang musuh. Mereka tanpa mengenakan baju, hanya destar dengan kain mesingset ginting (ujung kain terbalut kebelakang). Begitu aba-aba dimulai dari seorang pekembar (wasit), mereka pemain mulai saling serang menyasar lawan saling bergumulan sembari duri pandan dengan cerdik berusaha menggores-gores wajah dan anggota tubuh lain sang lawan. Tangan kiri memegang perisai sebagai penangkis terus berusaha
19 menepis terpaan dari dari secekal duri pandan lawan. Krek .... krek.... suara duri pandan menerpa tubuh dan muka-pun bercampur peluh. Badan dan wajah tergores duri dan darah pun berbulir-bulir segar mengalir menetes. Sorak–sorai penonton melihat salah satu pemain yang kena goresan duri. Penonton dari masyarakat sekitar dan wisatawan nusantara/mancanegara yang mengitari memadati arena memberikan dukungan. Ngeri? Sakit? Oh, tidak!. Mereka sudah biasa dengan tradisi berdarah itu. Tidak terbersit di wajah para pemain itu adanya rasa sakit. Malahan sebaliknya, meskipun darah bercucuran dan peluh pun mengalir deras, dari luka itu tidak infeksi. Justru penonton yang langsung menyaksikan geret-geretan pandan merasa ngeri. Takut bercampur senang melihat darah mengucur dari muka maupun badan. Pertarungan sepasang pemain berakhir, apabila diantara mereka ada yang kena, atau lukanya dianggap serius. Lama permainan 5 sampai 10 menit dan melibatkan 10-20 pasang pemain. Menurut salah seorang pemain, sedikit sakit tapi menyenangkan. Tusukan duri– duri dicabutnya degan tenang satu persatu. Anehnya luka itu tidak infeksi, hanya diobati dengan ramu-
an tradisional boreh ala Tenganan Pegeringsingan. Aturan permainannya sangat sederhana, hanya memerlukan beberapa pemimpin senior yang disebutnya pekembar. Mereka memilih orang–orang yang sudah siap untuk diadu, tinggal menyerasikan usia dan postur tubuh. Istilah kalah menang tidak ada dalam permainan ini, hanya penonton yang menilai. Menjelang akan beradu, ada beberapa diantara mereka yang harus minum tuak (nira) untuk menghangatkan badan sebagai pemanasan menjelang pertarungan. ”Permainan ini tidak terbatas hanya pada masyarakat Tenganan sebagai pendukung tradisi ini. Siapapun boleh ikut main termasuk wisatawan asing, asalkan menuruti aturan– aturan yang telah ditentukan,” ujar Nengah Timur, S.Pd. warga asal Tenganan Pegringsingan. Acara ritual selesai. Tabuh rah (darah) telah tertumpah di bumi pertiwi pertanda umat telah tulus iklas dipersembahkan kepada para dewa. Tubuh penat dan mereka yang telah selesai berkancah ”perang” kembali bergabung penuh keceriaan sembari megibung (makan bersama di atas satu wadah dulang khas Karangasem). -Pasek Antara/Ngurah Budi
TR A D ISI
18
23 - 29 Desember 2013
Mangan Besedi
Pamer Terune Pilihan ke Publik Dalam tradisi prapernikahan maupun pernikahan suku Sasak, Samawa dan Mbojo (Sasambo) di Nusa Tenggara Barat, berbagai simbol tradisi menjadi bagian dari “cara berkomunikasi” masyarakat adatnya. Ada yang lewat simbol bahasa, benda-benda hingga tanda serta isyarat. Hal ini membuat khasanah budaya Bumi Gora yang sarat de ngan nilai-nilai filosofi, norma dan kearifan lokal, menjadi kaya dan memiliki keunikan tersendiri.
D
alam masyarakat Sasak, Lombok, khususnya di Lom bok Selatan, dalam kegiatan rowah ketika ada kematian, dikenal adanya acara ngamarin atau ngamer-ngamer (meramaikan untuk menghibur keluarga yang diting galkan). Begitu juga dalam kegiatan rowah/ begawe perkawinan, yakni pada acara jelo jait, menjelang pun cak acara. Saat dua kegiatan adat ini berlangsung biasanya dipergunakan oleh muda mudi untuk melakukan pendekatan dan saling menjajaki satu sama lain. Pada kegiatan jelo jait, misalnya, ada acara masak nasi, yang disebut bisoq beras (cuci beras). “Saling mendekati dalam masyarakat Sasak yang dilakukan pada dua kegia tan ini, merupakan proses sosial yang dilembagakan secara adat,” HL. Agus Faturrahman, budayawan Sasak. Saat rowah tersebut, terune (bu jang) dan dedare (gadis) dengan sendirin ya berkumpul untuk ikut membantu yang punya hajatan sekali gus datang meramaikan. Terune biasanya membantu pekerjaanpekerjaan lain yang dibutuhkan selama kegiatan, sedangkan dedare datang untuk ngedang (persiapan untuk acara besok) di dapur. Pada saat inilah subandar (peran tara) mulai berperan untuk men jodohkan satu dengan yang lain.
Proses ini dikawal oleh orang dewasa yang berfungsi sebagai subandar tadi. Jika ada yang saling tertarik, maka subandar-lah yang membuka pem bicaraan. Tidak resmi memang, melainkan mengikuti irama kegiatan tersebut. Saat ada yang mulai saling ter tarik, maka selanjutnya mulai sa ling menyapa yang dikenal dengan nama endeng api (minta api). Para gadis Sasak datang dalam kegiatan ini selalu berdandan rapi. Saat dedare memasak, maka terune akan datang ke dapur untuk sekedar meminta api baik untuk membakar rokok maupun kebutuhan lain. Mengambil api di dapur merupakan simbol pendekatan yang mulai dilakukan oleh laki-laki Sasak. Saat bertemu dengan yang membuatnya tertarik, maka akan ada komunikasi berupa bahasa simbol yang secara umum dalam masyarakat adat Sasak sudah dipahami bahwa mereka saling tertarik satu sama lain. Saat inilah mereka melanjutkan saling melempar pantun yang de ngan sendiri mengirim “pesan” pada keduanya. Dalam masyarakat Sasak, juga ada tradisi midang saling mengenal dan menjajaki lebih jauh satu sama lain. Dalam proses ini, perempuanlah yang menentukan siapa laki-laki yang dipilihnya nanti. Jika ketertarikan itu telah ada, laki-laki belum sepenuhnya
tahu apakah ia diterima oleh si dedare, karena bahasa-bahasa yang digunakan selama midang adalah bahasa simbolik saja. Maka untuk memastikan dirinya diterima atau ditolak, pada saat ada acara-acara penting seperti Leba ran atau Maulud Nabi Muhammad SAW yang di Lombok dirayakan se cara meriah, terune akan bertandang ke rumah dedare dengan membawa pengumbuk/pereweh (oleh-oleh). Oleh-oleh ini tidak dilihat dari nilai materinya me lainkan sebagai sim bol saja. Jika oleholeh diterima, maka si terune memiliki peluang untuk terus bersama si dedare alias diterima. Jika tidak diterima, si dedare akan me nyampaikannya juga dengan baik tentang penolakannya itu. Saat proses midang, orangtua juga mulai melihat laki-laki yang mendekati anak gadisnya. Jika ada terune yang juga disukai oleh orangtua, biasanya orangtua mulai mencari tahu tentang si terune tersebut. Salah satunya orangtua mem beri isyarat pada laki-la ki tersebut dengan me nyuruhnya melakukan sesuatu yang bersifat membantu orangtua. Restu orangtua pun dikatakan dengan cara simbolik. Pada masyarakat pendukung Bau Nya le, restu orangtua dari dedare pada si terune ini diwujudkan dengan mengajaknya ke acara Bau Nyale. Ini adalah tradisi masyarakat Sa sak menangkap nyale
(cacing) yang keluar di pesisir pantai di Lombok bagian selatan pada saat tertentu yang dipercaya sebagai jel maan Puteri Mandalika dalam legen da masyarakat Sasak. Kalau sudah diajak ke Bau Nyale, maka ini berarti pengumuman pada publik bahwa si terune telah dipilih oleh orangtua
si dedare. Ini dikenal dengan istilah Mangan Besedi. DICEGAT DENGAN PANTUN Begitu pula dalam tradisi masyarakat Samawa, kental juga dengan smbol-simbol dalam meng ungkapkan keinginan dan maksudnya. Hal ini dapat dilihat dalam satu pros esi pernikahan adat Samawa ketika pengantin perempuan menerima kedatangan pengantin laki-laki ke rumah perempuan. Pengantin perem puan yang ditemani ina pangantan menanti pengantin laki-laki beserta rombongannya tiba, di tangga atau di depan pintu rumah. Saat tiba di lokasi basai (resepsi biasanya dilaku kan di rumah pengantin perempuan), pengantin pria dibawa naik ke rumah pengantin wanita untuk menjemput nya. Saat inilah, perjuangan sekali lagi harus dilakukan oleh pangan tin laki-laki. Pengantin perempuan
tidak serta-merta mau diajak pergi bersama pengantin laki-laki yang baru saja resmi menjadi suaminya. Begitu juga pihak keluarga pengantin perempuan yang tidak ingin anak perempuannya dibawa dengan mu dah oleh pengantin laki-laki meski ia telah menjadi suaminya. Setidaknya, keluarga pengantin perempuan ingin menguji nyali, keberanian dan kes abaran pengantin laki-laki, keluarga barunya, untuk mendapatkan anak perempuannya. Di depan tangga pertama, ke luarga pengantin perempuan telah menghalangi pengantin laki-laki beserta rombongan besar yang men giringinya. Sekali lagi, indahnya tradisi lisan berupa lawas atau pantun Sum bawa akan terdengar di sini. “Inilah simbol atau isyarat yang dikirim pihak perempuan pada lakilaki. Pihak laki-laki akan mengeluarkan pantun yang isinya meminta izin dan segala rayuan terhadap pihak perem puan. Sedangkan di pihak perempuan akan bertahan dengan ber tanya seberapa kuat niat baiknya untuk ber temu dengan pengan tin perempuan. Untuk merayu agar bisa naik ke rumah dan ber temu dengan pengan tin perempuan, pihak laki-laki akan memberi kan hadiah-hadiah pada penghalangnya. Ini dikenal dengan Berupa (memberi had iah) di Sumbawa Barat dan di Sumbawa secara umum dikenal dengan Upa Pangantan,” ungkap HL. Muhadli, budayawan Samawa. Maka serombongan ibu-ibu akan segera mendekat menghadang rom bongan ngiring di bawah tangga sembari membawa pegu. Maka pihak pengantin laki-laki akan menyambut nya dengan memberikan uang logam yang dihempaskan di pegu tersebut. Pegu pun ber bunyi ditimpa uang logam. Biasanya, jika sang ibu mer tua pengantin perempuan telah ikut berjuang seperti ini, maka pintu rumah pun dibuka. Begitu pintu dibuka, pengantin perempuan den gan tungkam (semacam cadar penutup wajah) pun bangkit dan menyambut pengantin laki-laki di depan pintu. Inilah kali pertama mereka bertemu. Pengantin perempuan masih memakai tungkam sehingga pengantin laki-laki tidak dapat meli hat wajahnya. “Tungkam merupakan simbol adat bahwa betapa tingginya nilai perempuan Samawa, maka untuk dapat melihat wajahnya, diper lukan perjuangan yang tidak mudah, kata Mustakim Biawan, budayawan Sumbawa lainnya. Pengantin perempuan, yang dibalut tungkam di wajahnya, mem butuhkan waktu untuk bisa membuka cadar di depan suaminya. Ia harus menyiapkan dirinya dengan baik saat akan bertemu suaminya. Ada kesan malu juga yang membuat ia mengulur waktu untuk membuka cadarnya. Ketika tanda kesediaan membuka tungkam dari pengantin perempuan, maka ibu dari pengantin laki-lakilah yang akan membuka tungkam terse but. Ibu menjadi sosok yang sangat penting dalam prosesi ini. Restu nya adalah kebahagiaan bagi kedua mempelai. Kecintaannya pada sang anak lelaki membuat ia ikut serta memperjuangkan perempuan idaman anak laki-lakinya tersebut. –Naniek I. Taufan/Ngurah Budi
23 - 29 Desember 2013
l i f e s to ry
7
Dian Kartika Sari
Berjuang di “Akar Rumput” Tragedi yang menimpa masyarakat atau diri sendiri, acap kali menjadi ti tik tolak perjalanan hidup seseorang. Tragis dan memilukannya peristiwa tersebut, akan selalu ada hikmahnya. Hal itulah yang dialami Dian Kartika Sari (47). Sebagai eksekutif muda di perusahaan swasta saat itu kariern ya cukup bagus. Posisinya Manajer Personalia dan Hukum di perusahaan pener bangan yang berkantor di bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Tetapi, situasi membuatnya memilih jalur lain.
M
ei 1998 di Jakarta, aksi demo mahasiswa berujung kerusuha n di masyarakat. Beberapa perempuan me rasa terancam keselamatannya dan harus dikawal saat pulang kerja. Situasi di luar rupanya makin tidak aman. Namun, apa sebenarnya yang terjadi, ia tidak paham juga. Sebelumnya telah dida pat informasi adanya upaya perkosaan. Seorang perempuan ketika pulang kerja sempat dibuka bajunya namun tak terjadi apa-apa karena ada yang memergokinya. Isu pemerkosaan terhadap etnis tertentu mulai berhembus dimana-mana. Beberapa karya wan, terutama etnis Tionghoa menjadi ragu untuk datang ke kantor. “Ibu, apakah saya harus masuk?“ Itulah pertanyaan yang diajukan stafnya. “Kalau ibu mengatakan saya harus datang, ya saya masuk. “ Jawaban harus diputuskan segera. Keselamat an karyawan menjadi tanggung jawabnya pula. “Oke, kalau kamu yakin akan selamat sampai kantor, datanglah. Tapi kalau kamu tidak yakin atas keselamatan dirimu maupun keluargamu di rumah, lebih baik tidak usah masuk, “ Situasinya sudah gawat. “Saya siap atas keputusan yang saya ambil. Memang ada pro dan kontra. Tapi kalau saya suruh dia ngantor dan terjadi apa-apa di jalan, lebih gawat lagi, “ papar Dian. Akhirnya untuk sementara waktu , karyawan dari Tangerang dan tempat yang agak jauh lainnya meliburkan diri sampai situasi terkendali. Di saat-saat itulah Dian menyadari, ada sesuatu yang hilang selama ini dari dirinya. Ia sibuk sebagai orang kantoran dan sama sekali tidak tahu situasi perkembangan sosial politik di masyarakat. Menjelang pergantian kepemimpinan dari Presiden Soeharto ke Presiden Habibie yang kemudian dikenal era reformasi, situasi politik dan kemanan memang cukup miris. Situasi inilah yang selanjutnya menjadi titik balik perjalanan Dian. Dari pekerja kantoran, lalu menjadi relawan, dan aktif dalam pergerakan perempuan. “Aku merasa ada yang hilang, mengingat dulu waktu mahasiswa aku jadi aktivis, ikut demodemo, mendiskusikan perkembangan situasi. Tapi setelah bekerja hampir enam tahun itu, aku mulai menyadari ternyata aku tidak mengetahu apa yang terjadi di luar sana, “ ucap anak kedua dari enam bersaudara ini. Perjalanan yang menikung sebagai orang kantoran tidak disesalinya. Itu keniscayaan. Ia seperti berjanji kepada almarhumah ibundanya ketika sakit hingga meninggal tahun 1993, bahwa ia akan membantu mengurus dan membiayai studi keempat adiknya hingga tamat kuliah. Di tengah gejolak sosial itu, ia mengumpulkan adik-adiknya dan mengatakan bahwa tahun ini semua harus lulus, mengurus diri masing-masing. Kita harus mengikuti perubahan. Ke depan situasinya seperti apa kita tidak tahu, tapi kita memanfaatkan momen ini untuk menghadapi perubahan. Oktober 1998 Dian mengundurkan diri dari
pekerjaannya. Bersama teman membuka usaha yang terkait pengurusan dokumen keimigrasian. Ia kemudian bergabung menjadi relawan di LBH APIK. Di sini semata-mata yang dicari adalah jawaban atas kegalauannya terhadap tindakantindakan kekerasan terhadap perempuan. Memang tidak seketika ditemukan. Namun, dengan ikut advokasi dan pendampingan, mem bantu menangani kasus-kasus perkosaan dan tindak kekerasan lainnya terhadap perempuan, ia mulai memahami apa yang terjadi. “Akhirnya aku paham, perempuan memang rentan. De ngan pemerkosaan itu pasti tidak berdaya. Yang tidak berdaya itu juga seluruh keluarganya. Oh, ini pasti ada suatu cara yang sistematis untuk menghancurkan suatu kekuatan, “ kata Dian mulai membuat analisa. Dian mulai bergabung di Koalisi Perempuan Indonesia yang ketika itu dipimpin Nursyahbani Katjasungkana. Aktivitas sehari-hari yang dilaku kan Dian sama seperti umumnya perempuan yang terlibat dalam pergerakan. Ia pun turut menyiap kan kongres Koalisi Perempuan Indonesia yang pertama di Yogyakarta. Menurut Dian, kebetulan ketika itu men jelang pemilu 1999. Mandat yang diusung dari kongres itu adalah dilibatkanya perempuan dalam pengambilan keputusan. Ini sama dengan mandat yang diusulkan oleh gerakan perempuan dulu dan sampai sekarang terus diperjuangkan. PENYAKIT KRONIS Koalisi Perempuan Indonesia dengan sem boyan untuk keadilan dan demokrasi adalah organisasi massa perempuan dan gerakan yang memiliki struktur organisasi dari desa, kabupaten, provinsi, dan nasional. Organisasi ini kian dikenal dengan usulan keterwakilan perempulan hingga 30% dalam legislatif yang kini menjadi syarat penting bagi partai politik mengusung kadernya menjadi caleg. Organisasi yang digeluti Dian dan kini ia men jadi Sekretaris Jenderal, memiliki ciri, bahwa tiap anggota memiliki visi dan inisiatif serta mampu mempengaruhi dan melibatkan dalam perubahan sosial untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender. Aktif di oganisasi perempuan yang ingin dipa hami adalah esensi dari sebuah gerakan perempuan. Untuk itu Dian akhirnya kembali menggali sejarah dari pergerakan kaum perempuan Indonesia sejak awal kemerdekan. Bahkan ia sempat belajar pada tokoh pergerakan, SK Trimurti. Memberikan advokasi, dan pelatihan-pelatihan yeng terkait keadilan, hak, kesetaraan adalah diantara bidang garap yang dilakoni selama ini. Utamanya me nyasar kalangan miskin perkotaan maupun perdesaan atau kelompok marjinal dan rentan. Kelompok akar rumput, begitu ia menyebutnya. Sehingga temantemannya di luar profesinya mengomentari bahwa Dian selalu mengurusi “akar rumput” Memang, tidak ada perjuangan tanpa risiko atau kendala, serta komentar yang menyakitkan. Ketika dia kerap menyuarakan kasus perdagangan orang, tidak sedikit yang menyangkalnya. “Bahkan saya
dituduh PKI, “ ucap Dian. Sekarang, banyak yang mengakui, bahkan sudah masuk dalam UU. Strateginya sangat rapi, mirip multi level marketing. “Untungnya aparat sudah responsif, seperti polisi, jika mendapat laporan segera bertindak. Cuma kita lemah dalam pen cegahan,“ Dian menandaskan. Belakangan, agenda yang sering dikemukakan terhadap anggota maupun masyarakat “akar rumput” adalah soal korupsi yang sudah menjadi penyakit kronis bangsa. Menurutnya memberantas korupsi harus dimulai dari rumah tangga, lingkungan
RT dan seterusnya. Banyak yang tidak paham dan tidak tahu bibit-bibit korupsi itu mulai tumbuh di lingkungan kita, Ini uang rokok, uang kopi, dan lainlain seperti sudah biasa. “Mengambil yang bukan haknya, nilep, itu kan korupsi, “kata Dian. -Iswati/Ngurah Budi
Penanganan Stroke dengan Brain Wash Pembuluh darah merupa untuk mengobati pembu kan salah satu organ penting luh darahnya yang tersum dari mahluk hidup. Tolak bat. “Saya cari di internet ukur kesehatan seorang ma ternyata ada teknik untuk nusia bisa dilihat dari pem mengeruk plak di pembu buluh darahnya. Semakin luh darah. Teknik tersebut tidak sehat gaya hidupnya, sudah dikerjakan di salah semakin besar potensi gang satu RS di Jakata,” tutur guan di pembuluh darah. Wardana. Setelah men Gangguan pada pembuluh cari informasi lebih lanjut, darah yang disebabkan gaya ternyata tindakan tersebut hidup tidak sehat adalah sudah ada di RS BaliMed timbulnya plak atau tim Denpasar. bunan lemak di pembuluh Seperti diketahui RS Bali dr. Made Wardana, Sp.KK. darah sehingga aliran darah Med memiliki alat Cathlab menjadi tidak lancar. Hal ini dialami dr. yang terkini dan bisa digunakan tidak hanya Made Wardana, Sp.KK. Ia mengalami sebatas penyakit jantung tetapi penyakit penyumbatan pada pembuluh darahnya saraf dan pembuluh darah lainnya. Teknik hingga mengalami stroke ringan. Ditemui yang dimaksud Wardana adalah teknik In beberapa waktu lalu, Wardana menutur traarterial Thrombolysis Trials (ITT) dengan kan penyumbatan terjadi pada pembuluh DSA (Digital Substraction Angiography) darah di otak sehingga bagian tertentu untuk penyakit stroke akut. Jadi, sebuah di tubuhnya tidak mendapatkan cukup selang dipasang dan dimasukkan sepanjang darah. “Saya mengalami kelumpuhan pada pembuluh darah. Pada saat sampai di daerah bagian kiri dan tangan kiri saya mengalami penyumbatan, obat pelarut sumbatan kesemutan,” ujarnya. akan disemprotkan untuk menghancurkan Ia kemudian memeriksakannya ke plak penyebab sumbatan tersebut. “Saya dokter saraf dan disarankan menjalani menjalaninya sekitar 30 menit dan tidak pemeriksaan MRI untuk mengetahui merasakan sakit sama sekali,” kisahnya. lokasi penyumbatan. “Dari hasil MRI Lanjutnya, ketika disemprotkan obat pelarut ternyata ada penyumbatan dan kematian sumbatan, ia hanya merasakan panas atau sel di beberapa bagian pembuluh darah dingin. Setelah tindakan tersebut, perlahanyang menuju otak,” tutur Wardana. lahan koordinasi tubuh bagian kirinya yang Sebagai seorang dokter, Wardana tahu ba sempat terganggu perlahan membaik. Untuk gaimana efek dan bahayanya jika pembuluh informasi hubungi Sandri ( Mkt ) di 082 144 darah tersumbat. Ia kemudian mencari 878 012 / 081 999 132 328 atau Pin BB informasi apakah ada teknik pengobatan 24E5B1B8. –ten
8
BUNDA & ANANDA
23 - 29 DESEMBER 2013
Sayang Anak Tahan 48 Jam di Kulkas Tiga bulan setelah melahirkan, Bu Eni harus kembali bekerja. Berat baginya untuk berpisah dengan buah hatinya. Namun, karena cuti hanya diberikan tiga bulan dan ia harus kembali bekerja. Pengasuhan putri pertamanya diberikan kepada ibunya.
“A
walnya cukup sulit untuk beradaptasi. Saya sebenarnya ingin memberikan ASI eksklusif untuk anak saya. Tetapi, saya harus bekerja. Untungnya perusahaan memberi kelonggaran waktu istirahat,” tutur Bu Eni mengenai pengalamanannya. Ia pun menceritakan sejak kehamilan ia sudah bertekad untuk memberikan ASI eksklusif untuk putrinya. Baginya momen terbaik adalah ketika menyusui putrinya. “Saya dan suami sudah berkomitmen untuk memberikan yang terbaik untuk putri kami. Inisiasi menyusu dini (IMD) pun kami lakukan sejak putri kami lahir,” kenangnya. IMD ini berhasil sehingga putrinya mendapatkan ASI sejak lahir ke dunia ini. Sejak itulah Bu Eni rajin memperhatikan asupan nutrisinya. Ia selalu mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi agar putrinya juga mendapatkan ASI yang terbaik. Kegalauan melandanya ketika ia mulai masuk kerja. Bayinya harus terus mendapatkan ASI. Mau tak mau, saat istirahat kerja, ia pulang untuk menyusui lalu balik lagi ke kantor. Jarak kantor dan rumah yang tak terlalu jauh memudahkannya untuk melakukan itu. Selain menyusui langsung, kadang ia memompa sendiri ASI itu di kantor lalu disimpan dalam botol. Hal ini dilakukan untuk menampung ASI yang terus keluar. “Lumayan bisa distok untuk berjaga-jaga kalau saya tidak sempat pulang saat isti-
rahat,” kenang ibu yang sudah dikaruniai dua putri dan keduanya mendapatkan ASI eksklusif ini. Menurut dr. A.A. Ngurah Prayoga, Sp.A., IMD harus dilakukan sesegera mungkin setelah bayi lahir. Aktivitas ini bertujuan mengenalkan bayi dengan puting susu ibunya. “Begitu bayi lahir, tunda injeksi dulu. Bersihkan bayi kecuali bagian tangannya. Tangan yang berbau ketuban ini akan mengantarkan bayi ke puting susu ibunya. Di sekitar puting susu ada kelenjar yang menyerupai air ketuban. Tempatkan bayi di atas perut ibunya, biarkan dia merangkak menggapai puting susu ibunya. Jangan dibantu. Ini proses alamiah,” jelasnya. Proses alamiah ini bisa dilakukan jika ibu melahirkan dengan persalinan normal. Jika persalinan dilakukan dengan operasi seksio, tentu bayi tidak bisa ditempatkan di atas perut ibunya. Bayi bisa diletakkan di bagian samping dan boleh dibantu untuk mencari puting susu. Setelah proses IMD ini dilakukan, perawatan ibu dan bayi bisa dilakukan seperti biasa. Sebaiknya ibu dan bayi ditempatkan bersama. “Prinsip dalam pemberian ASI, makin cepat makin baik, makin sering makin lancar. Isapan bayi ini akan merangsang produksi ASI,” tegas dokter anak RSIA Puri Bunda Denpasar ini. Mengenai posisi menyusui, dr. Prayoga mengatakan posisi harus benar. Puting susu harus masuk semuanya ke mulut bayi. Jika hanya di ujungnya, itu akan
dr. Prayoga
menyebabkan puting mudah lecet dan bayi tidak dapat mengisap dengan baik. Bayi pun menjadi rewel karena hanya mendapatkan sedikit ASI. “Tempatkan bayi sedemikian rupa agar menempel dengan ketat. Dagu bayi melekat di payudara ibunya. Kalau posisi sudah baik dan bayi mengisap dengan baik, hasilnya pasti bagus. Lakukan pemberian ASI eksklusif ini selama enam bulan. Pemberian air putih tidak perlu kalau pemberian ASI lancar,” tandasnya. Bagi ibu yang bekerja seperti kisah Bu Eni, pemberian ASI bisa tetap dilakukan dengan cara memompa ASI. Dokter Prayoga menyarankan dua minggu sebelum kembali bekerja, ibu harus berlatih memompa ASI, melatih orang yang akan mengasuh bayi itu, serta melatih bayi minum dengan dot atau gelas kecil. “Pemompaan ASI bisa dilakukan den-
Ibu menyusui
gan cara manual mempergunakan tangan ibu atau dengan mekanis berupa breast pump. Cara memompa manual bisa dipelajari di klinik laktasi seperti yang ada di RSIA Puri Bunda,” tandasnya. Dalam waktu tiga jam, ASI harus dipompa dan bisa menghasilkan 300 cc. Cara penyimpanan ASI, bisa menggunakan botol plastik yang tebal atau botol kaca yang tebal. ASI yang dipompa dalam kurun waktu tiga jam harus disimpan dalam satu botol. Hasil pemompaan tiga jam berikutnya, dipisahkan dengan botol pertama. Botol ASI ini disimpan di kulkas. Jangan lupa memberi label, nama bayi, tanggal, jam. Sistemnya first in first out. Botol yang pertama disimpan adalah botol yang pertama kali dikeluarkan. “Penyimpanan di kulkas tidak boleh sembarangan. Sebaiknya di rak paling atas tetapi jangan dekat pintu. Pisahkan botol ASI dengan makanan lain agar tidak terjadi kontaminasi. ASI yang disimpan dalam kulkas bisa bertahan 48 jam. Jika disimpan di freezer bisa sampai tiga bulan,” jelas dr. Prayoga. Jika bayi ingin minum, keluarkan botol dari kulkas lalu hangatkan dengan memasukkan botol ke dalam wadah yang berisi air hangat. Jangan merebus ASI karena bisa mengubah komposisinya. Setelah hangat, barulah diberikan kepada bayi. Perlakukan botol yang disimpan di freezer agak beda. Botol harus dikeluarkan dari freezer 24 jam sebelum diminum. Selanjutnya proses sama seperti ASI yang disimpan di kulkas. Jika keadaan mendesak, botol yang dari freezer bisa dicairkan dengan menyemprotkan air keran agar ASI dalam botol mencair lalu dihangatkan dengan menaruh botol di wadah yang berisi air hangat. ASI yang tidak habis diminum sebaiknya dibuang. Jangan menyimpan lagi ASI dalam botol tersebut. Waktu yang ditoleransi antara tiga sampai empat jam bagi bayi untuk menghabiskan ASI tersebut. Lewat dari waktu itu, sebaiknya ASI dibuang. “ASI dapat diberikan sampai buah hati berusia dua tahun bahkan lebih. Tetapi, anjuran pemerintah, ASI eksklusif selama enam bulan. Setelah itu berikan makanan pendamping ASI. Satu hal yang penting dan selalu diingat adalah kualitas ASI itu yang terbaik. Tidak ada ASI yang encer atau yang kental. Komposisinya yang terbaik untuk nutrisi bayi dan tidak ada ASI basi. Produksi ASI juga banyak bahkan ada ibu yang memiliki anak kembar dua bisa memberikan ASI eksklusif selama enam bulan,” papar dr. Prayoga. –Ngurah Budi/ Ratna Hidayati
23 - 29 DESEMBER 2013
G R I YA
17
Feng Shui Dapur Kurang Baik? Pemilihan tata letak ruang dapur dalam bangunan, dari segi ilmu feng shui, akan cukup mempengaruhi kehidupan penghuninya. Karena itu, tata letak dapur dalam sebuah rumah tinggal ini perlu mendapat perhatian khusus. Namun, bagaimana jika ruang dapur itu sudah terlanjur ada dan terletak pada posisi yang menurut feng shui kurang baik? Apa solusinya? Berikut ulasan dari Made Ida Mulyati, S.Sn., M. Erg., dosen Jurusan Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Seni Indonesia, Denpasar.
B
eberapa peletakkan dapur yang salah menurut ilmu feng shui beserta solusinya.
ke bangunan induk. Seperti, dapat digunakan atap pergola sehingga orang yang akan ke dapur tidak kepanasan dan kehujanan.
Dapur diletakkan pada sek tor depan bangunan. Walaupun letak dapur pada sektor bagian depan bangunan dipandang lebih praktis dari segi mobilitasnya, seperti, dari segi keamanan lebih mudah memantau keadaan rumah, lebih cepat membukakan pintu pagar maupun pintu ruang tamu pada saat tamu datang, tetapi di dalam ilmu feng shui tetap kurang baik. Terlebih letak dinding dapur lebih menonjol dari tembok atau pintu ruang tamu. Posisi ini akan berakibat mengurangi rezeki karena menghambat karier si penghuni rumah. Di samping, penghuni rumah akan sering mengalami penipuan. Dari ilmu interior, letak dapur pada bagian sektor depan bangunan menyebabkan bau amis ikan dan daging akan tercium sampai ruang tamu. Ruang tamu yang terkontaminasi dengan aroma tersebut akan membuat tamu tidak betah berada pada ruang tamu. Solusinya, memindahkan letak ruang dapur pada bagian tengah atau agak ke belakang pada bangunan.
Ruang dapur berada di basement, komposisi ruang seperti ini dapat mengurangi keberuntungan bagi penghuninya karena minimalnya capaian sinar matahari dan pengudaraan. Komposisi ini juga menyebabkan bakteri dan kuman penyakit akan lebih banyak berkembang karena ruang dapur lembab, dan ini akan berdampak pada kesehatan penghuni, dan keberuntungan penghuninya. Di samping itu, efek yang paling buruk apabila dapur diletakkan di basement, lantai dapur jelas lebih rendah dari jalan raya. Menurut ilmu fengh shui, pada komposisi ini semua kotoran yang berasal dari jalan raya baik dibawa oleh udara atau air akan menyebabkan kondisi dapur kotor sehingga kualitas makanan dan minuman yang diolah di dapur tersebut kurang baik yang dapat mempengaruhi kesehatan dan keberuntungan penghuninya. Sebaiknya posisi dapur yang demikian dihindari saja.
Dapur diletakan pada bagian sentral bangunan. Peletakkan dapur pada bagian tengah tata ruang bangunan, apabila diidentikan dengan tubuh manusia maka dianggap pusar. Sedangkan pusar sangat peka terhadap angin, air atau kotoran. Letak dapur yang demikian mengakibatkan saluran air bersih dan kotor akan melintang tertanam di bawah lantai rumah, di samping itu bau-bau ikan, daging, dan sampah kondisi akan terbawa ke ruangan lain yang ada pada bangunan tersebut. Kondisi seperti itu menurut feng shui dianggap kurang baik karena membawa efek gangguan kesehatan. Menurut ilmu interior letak dapur ditengah-tengah bangunan yang berada di antara ruang-ruang yang lain dianggap kurang tepat karena bau-bau yang dihasilkan dari ruang dapur akan berpengaruh ke ruang lain dan mengakibatkan tidak nyaman bagi penghuninya. Solusinya, letak ruang dapur sebaiknya dipindahkan ke letak yang ideal agar kesehatan dan rezeki penghuninya bisa membaik. Letak ruang dapur be rada di bawah kamar mandi/ WC (pada lantai satu terdapat ruang dapur dan di lantai dua vertikal terdapat kamar mandi/ WC). Komposisi dapur ini merupakan komposisi yang sangat buruk dalam ilmu feng shui. Desain tata ruang bangunan seperti ini akan membawa ketidakberuntungan atau selalu dilanda kesialan dan kehancuran karier. Dapur dalam ilmu feng shui dikatakan sebagai tempat yang sakral karena dapur
sebagai tempat mengolah makanan dan minuman bagi kelangsungan hidup penghuninya. Sedangkan, kamar mandi/WC sebagai tempat membuang kotoran . Dari ilmu desain interior sangat tidak baik letak ruang dapur di bawah kamar mandi/WC. Karena, apabila coran beton lantai suatu saat mengalami kebocoran maka akan menggangu aktivitas memasak pada ruang dapur dan mengkontaminasi atmosfer dapur, sehingga masakan dan minuman yang diolah di ruang dapur akan tercemar kuman. Begitu juga sebaliknya, penataan ruang dapur berada di atas (Lt. 2) kamar mandi/WC, elemen air di bawah elemen api, juga tidak baik. Menurut ilmu feng shui, letak kedua posisi dapur tersebut memperbesar kualitas sha qi/hawa jahat yang dapat mematikan sheng qi (hawa rezeki). Letak dapur bersebelahan dengan kamar mandi/WC juga tidak direferensikan, karena intinya jangan mendampingkan elemen air dengan elemen api. Tetapi, apabila kamar mandi/WC memiliki ventilasi yang terpisah dan semua ventilasi mengarah keluar halaman, begitu juga posisi bak mandi tidak boleh menempel pada bagian dinding dapur, dan letak kloset tidak menghadap atau membelakangi dinding yang memisahkan kamar mandi/WC dengan dapur, keran air di kamar mandi dan bak mandi jangan sampai diposisikan berdampingan dengan kompor atau berseberangan dengan letak kompor. Apabila sudah dikomposisikan penataan ruang kamar mandi seperti itu maka tidak jadi masalah dalam ilmu feng shui. Tetapi, jika tidak ada pengaturan tata ruang kamar mandi/ WC, letak kamar mandi/WC yang berdampingan dengan dapur memperbesar kualitas sha qi (hawa pembunuh). Atmosfer yang seperti ini dapat menyebabkan penghuni mengalami penyakit yang mematikan dan pengaruh lainnya yang merugikan. Posisi dapur di bawah ka mar tidur merupakan posisi yang paling harus dihindari. Posisi tersebut dapat menimbulkan kehidupan keluarga yang tidak bahagia, penghuni rumah sering berselisih
pendapat, terkadang dapat menyebabkan keributan besar. Jika kamar anak terletak di atas ruang dapur, anak sulit mendapatkan jodoh. Secara logika, posisi dapur dan kamar tidur yang demikian akan menciptakan kondisi yang kurang nyaman bagi penghuni kamar karena atmosfer kamar akan terasa lebih panas, di samping itu polusi asap dan bau dapur akan masuk ke ruang kamar tidur sehingga menggangu konsentrasi penghuni kamar tersebut. Walaupun letak kamar tidur di lantai 3, di lantai 2 ada ruang keluarga, sedangkan dapur ada di lantai 1, yang ketiga ruangan tersebut posisinya vertikal, tetap tidak direferensikan, karena efek buruk hawa dapur tetap masih mempengaruhi atmosfer kamar tidur tersebut. Posisi dapur berada di bawah ruang jemur. Tata letak ini sebetulnya tidak masalah. Jika ruang jemur ada di atas ruang dapur sebatas lantai coran beton tidak bocor, apabila ada keran atau bak penampung air jangan diletakkan vertikal dengan kompor. Hal tersebut akan mematikan unsur api pada kompor, yang di dalam feng shui unsur api merupakan sumber kehidupan (rezeki). Jika di ruang jemur tersebut terdapat aktivitas mencuci baju maka buangan airnya sebaiknya ada saluran air yang lancer, sehingga air tidak tergenang di lantai ruang jemur. Tetapi, di beberapa kepercayaan letak dapur tidak diperbolehkan berada di bawah ruang jemur karena material jemuran terdiri dari beragam produk seperti pakaian dalam, suatu hal yang dianggap kurang baik. Letak dapur terpisah den gan bangunan induk, sangat tidak disarankan karena dalam ilmu feng shui tata letak yang seperti itu akan menyebabkan hubungan suami istri akan retak. Begitu juga hubungan orangtua dengan anak selalu ada masalah. Tetapi, untuk desain-desain perumahan modern di zaman sekarang sangat banyak bangunan dapur terpisah dengan bangunan induknya. Hal tersebut tidak masalah dalam ilmu feng shui asal ada atap penghubung antara bangunan dapur menuju
Level lantai dapur sebai knya dibuat lebih tinggi dari ruangan yang ada di sekitar dapur. Makna meninggikan level lantai dapur terhadap ruangan di sekitar dapur yang tidak disekat tembok, jika dilihat dari filosofi untuk meninggikan berkah kehidupan melalui makanan yg diolah di dapur tersebut, dan untuk menghormati dewa-dewa yang berkedudukan di dapur. Sedangkan, secara logika apabila lantai dapur lebih tinggi dari lantai ruangan lain di sekitar dapur, akan mempermudah penghuninya membersihkan lantai dapur. Jika dikaitkan dengan ilmu desain interior, lantai dapur yang dibuat lebih tinggi dapat memberi aksen pada lantai sehingga tidak terkesan monoton. Pintu dapur dan WC ber hadapan, sangat tidak baik karena bau dari ruang WC akan mencemari dapur, yang dapat mempermudah penyebaran bakteri dan kuman penyakit ke dalam makan. Apabila hal tersebut terjadi maka akan berpengaruh bagi kesehatan penghuninya dan memperburuk keberuntungan penghuninya. Pintu dapur dan kamar ti dur berhadapan,yang dimaksud di sini dengan pengertian apabila kita keluar dari kamar tidur langsung melihat dapur. Penataan yang seperti ini dapat menyebabkan energi negatif dari dapur dapat mempengaruhi atmosfer kamar tidur dapat menimbulkan pengaruh yang tidak baik bagi kesehatan dan keharmonisan hubungan suami istri. Solusi, mendirikan penyekat yang permanen (masif) supaya pintu tersebut tidak saling berhadapan. Pintu utama rumah tidak boleh menampakkan ruang
dapur dan kompor yang da pat dilihat dari luar rumah. Penataan ruang dapur seperti ini dalam ilmu feng shui dikatakan dapat berpengaruh buruk terhadap karier dan keuangan penghuninya (sulit mencapai kemakmuran), hubungan suami istri tidak baik dan penghuni rumah tersebut tidak mendapat ketenangan hidup. Solusinya, merubah posisi pintu utama atau pintu dapur. Dapur, kamar pembantu, dan kamar mandi/WC berada dalam satu ruang. Posisi seperti ini dalam ilmu feng shui diangap tidak baik karena bau yang datang dari kamar mandi/WC terakumulasi ke ruang dapur dan ruang tidur. Komposisi ruang yang seperti ini dapat mengakibatkan penghuni sering mengalami penyakit parah, problem keuangan, hubungan suami istri tidak harmonis, ganggun karier dan gangguan konsentrasi belajar. Solusinya, memberi penyekat dinding permanen pada ruang dapur. Meja makan diletakkan di ruang dapur, sangat tidak baik menurut ilmu feng shui karena dapat mengakibatkan kehidupan yang kurang bagus yang berhubungan dengan rezeki dan kesehatan. Apabila kompor berhadapan dengan bak pencucian piring, kompor berdampingan dengan bak pencucian piring, posisi bak cuci piring lebih rendah dari kompor, dalam ilmu feng shui sangat tidak disarankan karena akan berakibat buruk bagi penghuninya. Keluarga ditimpa bencana, rezeki sulit didapat, tidak memiliki semangat juang untuk mencapai keberhasilan di segala bidang, dapat menimbuklkan konflik dalam keluarga, karir banyak hambatan. Solusinya, sebaiknya meletakkan kompor dan bak pencuci piring berseberangan, membentuk huruf L( bukan berhadapan atau berdampingan). Jika ruang dapur sempit dan terpaksa harus meletakkan kulkas dan bak cuci piring berdampingan tidak masalah asal di antaranya diberi tambahan sekat, posisi kompor harus lebih tinggi dari posisi bak cuci piring. Terdapat jendela di be lakang kompor. Dalam ilmu feng shui dikatakan buruk karena akan berefek akan sering terjadi kehilangan dalam keluarga penghuninya. Secara logika, dengan adanya jendela di belakang kompor maka api kompor tidak akan stabil, waktu memasak akan bertambah lama sehingga terjadi pemborosan bahan bakar. Hal tersebut tentunya berdampak pada pengeluaran keuangan yang semakin besar (boros). Solusinya, disarankan memindahkan letak jendela ke posisi dinding yang lain. Letak dapur di bawah tang ga berpengaruh pada kesehatan. Kalau diamati dengan analisa logika, apabila menyapu pada anak tangga, maka debu dan kotoran akan mengganggu aktivitas pengolahan makanan dan minuman. Solusinya, dengan memasang desain reling tangga yang menutupi anak tangga, sehingga pada waktu menyapu debu dan kotoran tidak mengganggu atmosfer ruang dapur. –Inten Indrawati/Wirati Astiti
23 - 29 Desember 2013
16
Jatiluwih
Panorama Sawah Bertingkat Khas Bali
Jatiluwih berada di Kabupaten Tabanan berjarak sekitar 40 km dari pusat kota Tabanan dan 60 km dari Denpasar Objek wisata ini berada di daerah pegunungan dengan hawa yang sejuk dan hamparan persawahan yang ber tingkat atau sawah terasering khas Bali.
J
atiluwih berasal dari kata Jati yang berar ti sejati dan luwih yang berarti indah. Jadi Jatiluwih bisa diartikan pemandangan alam yang indah. Dari kota Tabanan, cari saja arah menuju Penebel. Setelah melewati Desa Babahan dan Senganan, Anda akan tiba di desa Jatiluwih. Anda akan dis ambut hamparan sawah yang bertingkat yang begitu mem pesona. Panorama alam yang masih alami, sangat jauh dari polusi udara dan riuh rendah bunyi kendaraan ini membuat ba nyak wisatawan yang tertarik
berkunjung ke Jatiluwih. Air pe gunungan yang ada digunakan untuk air minum dan sebagai sumber air pertanian yang di organisir dengan sistem irigasi yang disebut subak. Sistem pengairan atau irigasi tradision al di Bali yang berbasis budaya dan masyarakat tetap diper tahankan. Keunikan sawah berteras inilah yang membuat Jatiluwih dinominasikan masuk daftar World Heritage UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Saat memasuki desa Jati luwih, Anda juga akan mele wati sungai, pura, atau rumahrumah penduduk yang masih
23 - 29 Desember 2013
Mayza Reginna Rahmalia Putri
Segera Luncurkan Album Kompilasi Usianya memang masih sangat muda, namun prestasinya tidak perlu diragukan. Mayza Reginna Rahmalia Putri, ternyata sudah berkali-kali berhasil memenangkan berbagai lomba fashion untuk kategori anak. Bukan hanya itu, di bidang akade mis pun ia tercatat sebagai anak yang cerdas.
P
Objek wisata Jatiluwih
sederhana suasananya benarbenar menggambarkan suasana perdesaan dan alam Bali yang damai. Mayoritas penduduk Jatiluwih bekerja sebagai petani untuk menggarap lahan per sawahan yang terbentang di wilayah ini. Ada beberapa tem pat perhentian yang sengaja dibuat untuk wisatawan sekadar me motret ke indahan peman dangan sawah. Jika Anda ingin lebih bersantai, banyak restoran yang memberikan ruang untuk me nyaksikan pano rama indah terse but sembari me nikmati nasi cam pur beras merah, khas Jatiluwih. Sebelum sampai di objek wisata Jatiluwih, Anda juga
dapat mampir di taman bu rung yang berlokasi di Jalan Batukaru, Banjar Sandan Lebah Wanasari Kabupaten Taban an. Di tempat ini dilakukan pengembangbiakan sekaligus penangkaran kupu-kupu guna keperluan ilmu
pengetahuan ilmiah maupun pendidikan untuk masa yang akan datang. Berbagai jenis
kupu-kupu yang ada di Indo nesia terdapat di sini. Sepulang dari Jatiluwih Anda bisa mampir ke objek wisata air panas Angseri yang terletak di kaki Gunung Batukaru. Air panas alam ini berada di Desa Angseri, Kecamatan Batu riti, Kabupaten Tabanan. Objek wisata air panas Angseri berada di tengahtengah hutan bambu. De bit airnya cukup besar dan sangat baik untuk pengobatan penyakit ku lit. Selain air panasnya yang alami, pemandan gan alam di sekitar Ang seri ini sungguh indah dan menawan hati. Belum punya pilihan berlibur saat Natal dan Tahun Baru? Cobalah objek wisata tiga se rangkai ini, mulai dari taman burung, Jatiluwih dan akhiri dengan berendam di air panas Angseri. Pasti sangat me nyenangkan. Selamat berlibur. –Wirati Astiti/Ngurah Budi.
Biodata l Nama
Mayza Reginna Rahmalia Putri l Panggilan Sasa l Kelahiran Denpasar, 5 Juli 2005 l Alamat Jalan Pulau Ambon Gg. Tanjung no. 9,Denpasar l Orangtua Nanang Ripto Purnomo/Ni Kadek Setiani l Saudara Ericha Lingga Parawangsa (Kakak) l Sekolah Kelas 2 SD Anugrah Denpasar l Hobi Modeling dan Nyanyi l Cita-cita Dokter Anak l Warna Favorit Merah l Prestasi terpilih
Turis asing memanfaatkan waktu mereka untuk berfoto sembari melepaskan kepenatan
Banyak restoran tersedia sembari melihat indahnya pemandangan hamparan sawah
DARA
Juara 1 Lomba Busana Pesta 2013; Juara II Lomba Fotomodel Semarak Sumpah Pemuda 2013; Juara I Fotomodel 2013 September Ceria, Triple D Organizer; Juara II Lomba Bersyair Dinas Pendidikan dan Olahraga 2013; Juara I Lomba Casual Merah Putih Koperasi Ekonomi Rakyat ; Juara Harapan Busana Casual Bebas BNI 2012; Juara I Busana Pesta Bebas September Ceria; Juara II Busana Army Semarak Sumpah Pemuda 2013; Juara I Busana Natal Carrefour Sunset Road 2013; Juara I Busana Casual Bebas Carrefour Sunset Road 2013; Juara II Busana Jeans Carrefour Sunset Road 2013; Juara I Foto Model Carrefour Sunset Road 2013; Maskot Model Pemilihan Top Model Indonesia di Jakarta 2013.
erempuan cantik, yang punya panggilan Sasa ini, hingga kini tercatat selalu peringkat pertama di kelasnya. Hal ini karena Sasa juga seorang anak yang disiplin. Ia terbiasa memiliki jadwal belajar yang teratur, yakni sebelum sekolah dan saat pulang sekolah. “Sasa wajib belajar setiap hari, agar nilai-nilainya terus baik, dan kalau sudah besar nanti bisa masuk fakultas kedokteran,” ungkapnya sembari tersipu sambil mengatakan terima kasih pada wali kelasnya Ibu Ketut Sulastri yang juga membimbingnya dengan sangat baik. Orangtuanya mengaku tidak memberikan pembinaan khusus untuk urusan belajar. Untuk pelajaran sekolahnya, Sasa hanya ikut les matematika. “Putri saya ini, memang cukup mandiri. Ia bisa mengatur sendiri kapan jadwalnya belajar, latihan , bermain dan istirahat,” kata Setiani sang mama. “Bukan hanya itu, untuk urusan nilai sekolah ia juga menerapkan standar cukup tinggi bagi dirinya. Ia tidak ingin mendapatkan nila di bawah 9. Kalau pun terjadi, Sasa sedih. Ia akan bergiat belajar memperbaikinya,” ujar sang ayah menambahkan. Putri kedua pasutri Nanang Ripto Purnomo dan Ni Kadek Setiani ini, meski dalam kesehariannya terkesan pendiam, namun memang sejak kecil sudah suka berlenggak-lenggok. Tak heran jika di atas panggung ia pun tampil memukau, yang kerap membuat yang melihatnya tak percaya kalau Sasa anak yang tak banyak bicara. Bakat Sasa, kata sang ibu menjadi lebih terasah lagi setelah ia duduk di TK B dan ikut berlatih modeling di Franky Agency. Apalagi setelah bergabung, selain cukup banyak mengikuti berbagai lomba, Sasa juga sering diajak manggung mengisi acara hiburan di beberapa tempat. Soal pengalaman yang berkesan, Sasa yang menggemari Cowboy Junior ini menyebut sangat berkesan ketika ia berhasil masuk 50 besar dalam sebuah penjaringan anak berbakat di Bali yang dilakukan sebuah produk susu nasional. “Waktu itu
9 Sasa harus bersaing dengan 2000 peserta lainnya. Yang masuk tiga besar usia dan pengalamannya jauh di atas Sasa. Makanya, masuk 50 besar saja Sasa sudah senang,” kata Sasa yang rutin belajar mengaji pada Bapak Jalal tiap Senin dan Selasa ini. Menurut kedua orangtuanya yang mendampingi Sasa saat wawancara, mereka memang menyerahkan pilihan kegiatan pada anaknya. Apapun yang disukainya, selama itu postif dan membangun, mereka sepenuhnya akan mendukung perjalanan hidup anaknya. Selain itu, menurutnya keikutsertaan putrinya dalam berbagai lomba juga menjadikan rasa percaya diri dan kemandiria Sasa lebih tebal. Ketika ditanyakan kenapa memilih berlatih model dan nyanyi di Franky Agency, orangtua Sasa beralasan, ketika putrinya berlatih di sana, bukan hanya diajarkan menjadi seorang model atau penyanyi, namun juga diberikan penekanan tentang etika dan sopan santun di segala kesempatan. Kegiatan teranyarnya saat ini, Sasa baru saja merampungkan rekaman sebuah lagu pop anak-anak yang diproduksi Ridho Record. Ia akan mengisi sebuah album kompilasi yang masih dirahasikan judulnya ini. “Sekarang masih dibuatkan jadwal untuk rekaman video klipnya. Nanti kalau mau launching pasti Tokoh diundang,” pungkasnya.
BUGAR
10
23 - 29 DESEMBER 2013
Perempuan lebih Rentan Anyang-anyangan
seperti biasa, jangan menahan napas.
anyang-anyangan. Hal ini juga terjadi pada perempuan yang sering melahirkan spontan atau normal yang cenderung sfingter uretra-nya mengalami instabilitas demikian juga otot detrusornya,” jelas dr. Tatwa. Ia menyarankan, minimal dilakukan pemeriksaan air seni rutin atau rinalisis untuk memastikan diagnosis. Kalau jumlah leukosit atau sel darah putih dalam air seni banyak, dan juga eritrosit atau sel darah merah, dan juga ditemukan bakteri, maka 90% sudah terjadi infeksi saluran kemih sebagai penyebab anyang-anyangan. Karena penyebab anyanganyangan cukup banyak, terkadang perlu juga dilakukan pemeriksaan pancaran kencing yang disebut uroflowmetri yakni pencatatan frekuensi kemih dalam diari berkemih selama tiga hari. Pemeriksaan ultrasonografi kandung kencing juga diperlu-
kan, dan bila dipandang perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan melalui tindakan invasif berupa peneropongan saluran kemih disebut cystoscopy. Penanganan anyang-anyangan, dapat dilakukan dengan obat-obatan terutama yang sudah diketahui penyebabnya karena infeksi. Pasien harus diberikan antibiotika yang sesuai. Bila penyebab anyangananyangan akibat pembesaran prostat maka dilakukan transureteral resection prostate dan jika akibat prolaps uteri maka dilakukan pengangkatan rahim. Otot detrusor yang tidak stabil bisa diberikan obat-obatan untuk menstabilkan, pada perempuan disarankan melakukan latihan senam kegel. Senam kegel untuk wanita diperuntukkan untuk melatih otot-otot dasar panggul terutama pada daerah otot yang berhubungan dengan saluran kandung kemih. Mulailah dengan mengencangkan otot panggul Anda selama lima detik, kendurkan lima detik, lalu kencangkan lagi. Lakukan 10 kali berturut-turut, tiga kali sehari. Anda bisa melakukannya sambil bekerja di kantor, menonton TV atau membaca majalah. Fokuskan pada bagian otot panggul di sekitar vagina dan anus saja, jangan sampai otot perut, paha atau pantat ikut tertarik. Bernapaslah
otot-otot lebih terfokus latihannya. Menggunakan dumbell dan cable adalah salah satu pilihan jenis latihan yang memungkinkan kita melakukan gerakan sendiri-sendiri masing-masing otot. Selamat mencoba. Waktu yang paling tepat un-
tuk melakukan aktivitas latihan beban adalah pada saat tingkat energi dalam tubuh kita paling tinggi. Mengingat aktivitas latihan beban memakai sumber utamanya adalah berasal dari gula. Maksudnya adalah mengonsumsikan karbohidrat kompleks
berserat sebelum melakukan aktivitas latihan beban. Makan dahulu sebelumnya. Namun, tentu pilihan jenis dan penyajian harus diperhatikan. Pilihannya antara lain: ubi rebus, oat meal tanpa susu, nasi merah, coklat, pisang, roti gandum tanpa mentega dan garam.
Ina mengeluh nyeri perut bagian bawah. Air seninya juga keluar tak lancar, seperti ada yang masih tersisa dan terus begitu. Salah seorang teman mengatakan Ina menderita anyang-anyangan.
M
enurut dokter ahli urologi dr. I.B. Tatwa Yatindra, Sp.U., anyang-anyangan merupakan suatu gejala akibat berbagai masalah karena terjadi frekuensi berkemih menjadi lebih sering dari biasanya. Namun, volumenya sedikit-sedikit. “Gejala ini merupakan tanda telah terjadi sesuatu pada saluran kencing bagian bawah khususnya masalah dalam penyimpanan air seni di kandung kencing,” jelasnya. Penyebabnya paling banyak infeksi saluran kemih. Selain ditandai anyang-anyangan, terkadang ada rasa perih dan panas saat kencing. Umumnya, terjadi kare-
na sering menahan kencing atau ada batu di saluran kemih. Penyebab lain, terlalu banyak minum yang berefek diuretik seperti alkohol, kopi, dan teh. Bisa juga karena kehamilan, cemas, otot detrusor tidak stabil, pembesaran prostat, hipertonisitas dasar panggul, interstitial cystitis, dan diverticulitis. Perempuan disebut paling sering mengalami anyanganyangan dibanding laki-laki. Ada beberapa hal yang menjadi risiko seperti lubang saluran kemih, liang vagina, dan lubang anus yang letaknya berdekatan dan saling terbuka. Berbeda dengan pria, dimana lubang saluran kemih menjadi satu dengan sperma dan tertutup oleh kulit. “Anyang-anyangan pada perempuan sering timbul akibat kelalaian menjaga kebersihan organ intim. Seringkali kuman atau bakteri dari anus dan vagina wanita akan mengontaminasi saluran kemih sehingga mudah terjadi infeksi saluran kemih denOscopycys gan muncul gejala
dr. I.B. Tatwa Yatindra, Sp.U.
AIR SIRIH Dalam masyarakat ada anggapan berendam bokong atau cebok dengan air sirih ada manfaatnya mencegah anyang-anyangan. Apa benar hal tersebut? Air sirih mengandung zat-zat yang dapat bertindak sebagai antiseptik. Namun, secara alamiah di saluran kemih sudah terdapat flora kuman normal yang berfungsi dalam pembentukkan air seni itu sendiri. “Bila terlalu sering cebok atau berendam air sirih justru bisa merusak keseimbangan jaringan pada saluran kemih itu sendiri dan berpotensi tumbuhnya jamur,” ujarnya. –Wirati Astiti/Ngurah Budi
Nyeri perut bawah
Sehat ala Ade Rai
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sehat ala Ade Rai” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id Rubrik ini diasuh Ade Rai.
Otot Kanan lebih Berkembang Saya suka olah raga gym, ada beberapa pertanyaan : -Saya merasakan otot bagian kanan lebih besar/ lebih berkembang, apakah penyebab nya ? -Belakangan ini juga saya sering merasa pusing habis angkat beban, dan tenaga berkurang? (Bagus Tri Adnyana) Salah satu tujuan aktivitas latihan beban adalah memperbaiki postur dan membuat tubuh terlihat seimbang. Ada pun salah satu bagian tubuh kita lebih berkembang atau memiliki respon yang lebih dibandingkan lainnya adalah sesuatu yang wajar. Sebagai contoh otot lengan kangan lebih berkembang daripada lengan kiri. Biasanya disebabkan ketika melakukan aktivitas pengencangan otot
tersebut, bagian kanan terlibat lebih dominan dalam aktivitas gerakan tersebut. Solusinya adalah melakukan aktivitas gerakan unilateral atau yang dikenal dengan gerakan satu per satu. Otot kanan dilatih sendiri dalam satu set lalu dilanjutkan dengan otot kiri dengan menggunakan beban yang sama secara bergantian dan tidak bersamaan. Memungkinkan masing
23 - 29 DESEMBER 2013
STYLE
T-shirt Gambar Dewa Pekan ini, ada pilihan yang istimewa untuk para pecinta mode. Konsep “modern product, local wisdom”, hadirkan persembahan t- shirt gaya modern dengan paduan unsur kearifan lokal. Dengan konsep desain etnik dan menjaga tradisi, deretan koleksi kali ini tampil beda.
Angga, pemilik Vijaya Store ini, senantiasa menonjolkan kebanggaannya terhadap tanah kelahirannya, Bali. Hal ini pula yang menjadikan koleksi t-shirt
Angga
–nya sangat menarik. Angga juga berani menggunakan gambar Dewa pada t- shirt-nya tanpa kesan melecehkan, justru bisa membawa pengaruh positif bagi
pemakainya. Gambar t-shirt koleksinya meliputi Krisna, Karang Boma, Hanoman, Ganesha, Shiva, Saraswati, Rama Sita, dan Tari Baris. Memang, selama dari sisi desain, belum banyak yang menggunakan konsep seperti miliknya untuk dituangkan di atas sebuah t-shirt. Karyanya ini, selain biasa dikenakan untuk bersantai juga cocok untuk acara anak muda menutup tahun yang dilaksanakan di out door pada siang maupun sore hari. Dengan mengenakan t-shirt kita tetap tidak ketinggalan
15
mode, tampil simpel tapi tetap cool bagi yang pria dan feminin untuk yang wanita. Bicara tren warna tahun depan, meski banyak disebutkan warna-warna cerah seperti merah , namun beberapa situs mode terkemuka mengungkapkan kalau hitam dan putih juga tetap kuat mewarnai setiap bentuk fashion di tahun 2014. Apalagi, kata Angga dua warna yang tetap dipilihnya ini memang sangat mengakar dan selalu bertahan di dunia mode. – Sri Ardhini/Wirati Astiti
J E L I TA
14
23 - 29 Desember 2013
Deodoran Bangkitkan Semangat Bau badan yang kurang sedap, sering kali menjadikan seseorang kurang percaya diri dengan penampilannya. Bau badan disebabkan meningkatnya produksi keringat pada daerah lipatan, dan memudahkan bakteri menempel di sana. Aktivitas dari bakteri inilah yang menyebabkan ketiak menjadi bau.
M
enurut IGN Darma Putra Sp. KK. dari D & I Skin Center, orang menggunakan deodoran untuk membuat dirinya tetap segar dan mencegah bau badan yang tidak sedap. Deodoran mengandung bahan antibak teri untuk mengurangi bau dan antiperspiran untuk meng hambat produksi keringat di ketiak. Saat ini, deodoran terse dia dalam beragam jenis dan merek, dalam bentuk spray, roll serta lotion. Varian wangi nya pun bermacam-macam. Pemakaian deodoran menjadi penting, sebab dapat membuat seseorang semakin percaya diri, terutama saat melakukan aktivitas atau berkumpul ber sama teman. Deodoran mem buat badan menjadi wangi dan tidak berbau. Perempuan memiliki lebih banyak kelenjar keringat dari pada laki-laki. Namun, kelenjar keringat laki-laki walau jum lahnya lebih sedikit, justru
I.G.N Darma Putra Sp. KK.
menghasilkan keringat lebih banyak. Meskipun di pasaran dijual deodoran khusus laki-laki dan perempuan, sebenarnya baha n aktif yang digunakan hampir sama, perbedaan nya hanya pada kemasan dan aromanya. Namun, menurut dokter spesialis kulit ini, beberapa orang ada yang tidak cocok dengan jenis deodoran ter tentu, sehingga ter jadi seperti iritasi dan gatal. Maka, menge tahui cara memilih de odoran yang tepat dan aman adalah hal pen ting, agar fungsinya efektif serta nyaman ketika dipakai. Bicara soal meng gunakan deodoran, biasanya dimulai pada masa pubertas. Tidak ada patokan umur yang pasti kapan ter baik untuk memakai deodoran. Memasu ki masa pubertas kelenjar minyak dan keringat aktivitasnya
Deodoran yang baik, akan membuat kulit ketiak aman, tidak gatal, tidak iritasi, serta tidak membuat kulit ketiak menghitam.
meningkat sehingga pada pu bertas mulai mengeluhkan bau badan. Selain itu, pada masa pubertas remaja mulai melirik lawan jenis sehingga mulai memperhatikan bau ba dan agar menarik lawan jenis. Umumnya, untuk remaja yang memiliki kulit cenderung lebih sensitif sebaiknya jangan memi lih deodoran yang mengandung pemutih. Sementara ditanya peng gunaan deodoran pada siang dan malam hari, ia menyatakan sama, sebab umumnya kan dungan dari deodoran sama, yang berbeda hanya pada ba han pewangi atau parfumnya. Mungkin yang membedakan hanya berbeda frekuensi pe makaiannnya. Pada siang hari lebih sering karena produksi keringat lebih banyak diban ding malam hari. Sebelum tidur, kata dokter Darma, kita tidak harus mem bersihkan sisa deodoran, walau pun tidak ada efek samping khusus apabila bahan deodoran masih menempel di ketiak. Efek samping yang umum ter jadi pada pemakaian deodoran adalah alergi atau iritasi. Efek
23 - 29 Desember 2013
Atasi PMS dengan Relaksasi “Jangan mancing-mancing emosi dia, dia sekarang cepat marah. Maklum lagi M”. Guyonan seperti itu kerap terdengar dalam perbincangan kaum hawa. Bahwa, wanita yang sedang menstruasi atau pun yang pramenstruasi, tingkat emosinya lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Apakah ini hanya mitos atau fakta?
www.doktercantik.com
tersebut biasanya terjadi pada awal pemakaian berupa rasa gatal atau perih dan kemerahan pada kulit. Jadi ketika bahan itu tidak menimbulkan iritasi atau alergi, tidak masalah apabila tetap menempel dikulit tanpa dibersihakan. Deodoran yang baik, akan membuat kulit ketiak aman, tidak gatal , tidak iritasi , serta tidak membuat kulit ketiak menghitam. Mencari deodoran yang cocok untuk kulit ter kadang sulit. Bahkan , sebagian
M I T O S ATA U F A K TA
orang harus melakukan per cobaan terlebih dahulu untuk mengetahui cocok atau tidaknya deodoran yang dipakainya. Sampai saat ini, masih ba nyak orang yang bingung ketika harus memilih deodoran yang cocok untuk dirinya. Setiap orang pula punya selera atau pilihan tersendiri. Ada orang memilih berdasarkan wangi nya yang segar, manis atau aroma bunga, bisa juga sesuai mood dan wangi parfum yang dipakai.
K
ondisi seperti ini umum disebut premenstrual s y n d ro m e / p re menstruation syndrome (PMS). Hal ini dijelaskan psikolog Agus Binti Kh, S.Psi adalah manusiawi. PMS merupa kan rangkaian dari depresi ringan yang terjadi 5-11 hari sebelum menstruasi. Perasaan tersebut meli puti kesedihan, sensitif, dan adanya kenaikan perubaha n mood yang sangat cepat. Semua pe rubahan ini merupakan pengaruh dari pelepasan hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh. “Bedanya, tak se mua wanita merasakan
Memilih Deodoran yang Baik dan Aman
l Ketika kita pertama kali memakai deodoran dan muncul keluhan gatal atau perih maupun kemerahan segera hentikan pemakaian, jangan sampai membuat kulit ketika menjadi hitam. l Saat ini banyak deodoran yang disertai pemutih. Lebih baik dihindari. Sebab, pemutih lebih mudah memicu iritasi pada kulit ketiak. Apalagi bagi mereka yang me miliki kulit sensitif. lKebanyakan produk deodoran sekarang, dilengkapi parfum dengan berbagai aroma. Sebaiknya pilih deodoran yang tidak meng andung parfum, sehingga ketiak tidak berbau sama sekali. Bahan pewangi, seringkali me nimbulkan alergi pada orang tertentu. lDari tiga jenis deodoran yang ada yakni spray, roll dan stick. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Yang paling aman dari ketiganya adalah deodoran spray. Jenis ini lebih higienis namun cepat habis. Selain
untuk ketiak, deodoran spray juga bisa di pakai untuk bagian tubuh lainnya. lJika menggunakan dodoran berparfum, usakan gunakan yang senada dengan wangi parfum. Misalnya, untuk parfum beraroma bunga, sebaiknya pilih deodoran yang ber aroma wangi bunga, manis atau musk. lDeodoran dengan anti pespirant, selain berfungsi menghilangkan bau juga mengham bat keringat dan mengurangi kelembaban di ketiak. lKalaupun seseorang tengah bepergian jauh, deodoran dapat langsung dioleskan , tanpa tanpa harus dibersihkan lebih da hulu Tidak ada salahnya jika memulai hari dengan mengoleskan deodoran favorit. Meng gunakan deodoran tidak hanya akan melin dungi tubuh dari bau tidak enak, tapi aroma deodoran juga akan membangkitkan semangat di pagi hari.- Sri Ardhini/Wirati Astiti
dr. Oka Negara, FIAS
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
“Dok, saya berumur 22 tahun, sejak saya sering melakukan hubungan seks berat badan saya yang rada berlebih menjadi lebih berkurang, jadi lebih kurus, apakah itu ada hubungannya dok?” ( Dwika, Denpasar) Para ahli sepakat menye butkan, aktivitas fisik bisa mengikis masa lemak tubuh sehingga dapat menurunkan berat badan. Aktivitas fisik ini termasuk juga kegiatan seksual. Tetapi tentu saja perlu ditelusuri lagi apakah benar penurunan berat badan me mang disebabkan dari ak tivitas fisik atau justru karena faktor lain. Hubungan seksual selama setengah jam dapat membakar kurang lebih 350 kalori atau disebutkan setara dengan olahraga jalan cepat dengan durasi yang sama. Itu artinya
dengan melakukan hubungan seksual maka tubuh juga akan berpeluang menyingkirkan kalori yang berlebihan dalam tubuh, yang biasanya disimpan menjadi lemak. Tidaklah salah kemudian jika seks disebut sebagai mesin olahraga ter canggih, menyenangkan, bebas biaya dan punya manfaat kese hatan yang luar biasa. Karena hampir semua otot termasuk kaki, paha, lengan, bahu dan perut bagian bawah akan ber interaksi saat berhubungan seksual. Itulah sebabnya ber hubungan seks dianggap baik untuk mengencangkan otot dan
nya,” ujarnya. Terjadinya perubahan hor monal ini dipastikan akan ber pengaruh pada fungsi-fungsi saraf dan kelenjar lain yang akhirnya membuat emosi itu labil. Fisik dan psikis men jadi satu kesatuan. Biasanya wanita yang memiliki masalah hormonal, kecenderungannya adalah sakit menstruasi (dismonere).Yang sakit ini adalah fisiknya. Ini akan berpengaruh ke psikis, namun hanya ber sifat sesaat. Misalnya, ketika wanita yang ada pada masa PMS mengalami sakit, ditam bah lagi bertengkar dengan pasangan, perasaannya akan lebih sensitif. Kesedihan ini kemudian membangun pikiran nya bahwa merasa dirinya tidak
11 dimengerti, tidak disayang, dan sebagainya. Karena itu, Agus Binti me negaskan, para wanita harus menyadari bahwa dalam masa pramenstruasi ini memang ter jadi perubahan hormonal yang menyebabkan emosi labil. De ngan kata lain, tak lantas mem benarkan bahwa wanita wajar marah-marah ketika sedang menstruasi atau pramenstruasi. “Semua itu harus disadari dan bisa dikontrol,” tegas pemilik Madania Center ini. PMS seharusnya bisa diatasi, karena hal itu sudah menjadi ru tinitas yang dilalui kaum hawa. Solusinya, jika sudah tahu apa yang akan terjadi pada diri, para wanita wajib hukumnya untuk membuat nyaman diri sendiri, misalkan dengan relaksasi agar dalam masa perubahan hormon ini, hormon lain tak bergejolak. Atau, dengan mengonsumsi suatu makanan (pedas), sejauh tak menganggu kesehatan. Faktor hormonal itu bisa dilatih, bisa dengan memakai NLP (Neuro Linguistic Pro gram), yaitu memprogram bahasa otak. Dijelaskannya, apapun yang dialami manusia, sangat mudah diatasi, semua tergantung dari pikiran. Sama seperti memiliki tombol, ting gal menghidup dan mematikan, semuanya berkaitan, yang ber mula dari pikiran. Ku n c i nya s e m u a p a d a pikiran. “Kita yang mengontrol pikiran kita, jangan sebaliknya pikiran dan perasaan yang mengontrol kita seperti PMS itu,” ujarnya. Selama ini tanpa disadari, faktor lingkungan menguatkan PMS itu. Bahwa, wanita yang menstruasi me mang pembawaannya cepat emosi. –Inten Indrawati/Ngurah Budi
Hubungan Seksual Bikin Kurus? menurunkan berat badan. Berhubungan seks juga bermanfaat mengurangi stres dan risiko depresi. Hormon endorfin yang muncul saat ses eorang berhubungan seks ada lah hormon bahagia yang bisa membuat perasaan seseorang jauh lebih baik dan nyaman. Hormon endorfin dapat mem bantu meredakan stres, men gendalikan nafsu makan dan mencegah emotional eating. Emotional eating atau ma kan berlebihan biasanya ter jadi pada orang-orang yang stres atau depresi. Akibatnya orang-orang tersebut cend erung menga lami kenaikan berat badan sebagai dampak mengkonsumsi makanan ber lebihan. Dari beberapa keterangan tersebut bisa ditarik benang merah, sesungguhnya aktivitas seksual juga bisa dianggap se
bagai pengganti olahraga atau setara dengan olahraga, yang sama-sama memiliki manfaat untuk mengikis lemak tu buh dan juga menyehatkan. Tetapi, tentu saja asal dilaku kan secukupnya. Jika dilaku kan berlebihan atau terlalu sering, justru dapat berakibat overtraining atau aktivitas fisik berlebihan yang malah bera kibat kurang baik, bisa berakibat stres oksidatif. Ka lori yang dikeluarkan secara berlebih justru bisa mengu rangi berat badan lebih banyak, yang akhirnya membuat badan menjadi tidak sehat lagi. Di tambah lagi pada hubun gan seksual yang dilakukan di usia masih muda dan sedang hangat-hangatnya karena usia hubungan masih baru, tentu akhirnya akan mengurangi jumlah waktu produktif. Se bagian waktu yang harusnya
dilakukan untuk kegiatan harian yang lebih produktif malah tersita untuk melaku kan hubungan seksual. Bisa jadi juga akhirnya melupakan jam makan, menjadikan nutri si yang harusnya bisa masuk menjadi tidak optimal. Istilah lupa makan dan lupa waktu, sering kali disebutkan untuk mereka yang sedang hangathangatnya membina sebuah hubungan romantisme. Tetapi, kalau yang di masalahkan misalnya adalah terjadinya penurunan berat badan atau badan menjadi ku rus tetapi hubungan seksual yang dilakukan masih dalam tahap tidak terlalu sering dan ada dugaan tubuh bela kangan tidak dalam keadaan kesehatan yang optimal, maka ada baiknya berkonsultasi ke dokter memastikan pe nyebabnya.
RESEP ALA CHEF
12
Udang dan Cumi Masak Bambu
Masakan Bambu Spesial Memasak makanan dalam sebatang bambu akan membuat makanan terasa berbeda dan unik. Zaman dulu, teknik ini sering dilakukan agar hasil masakannya menjadi lebih sedap. Apalagi, ditambah dengan pembakaran tradisional. Aroma bambu yang terbakar ikut memberikan aroma pada makanan. Masakan bambu dari Chef Nyoman Picha, Executive Chef Aston Kuta Hotel and Residence ini dapat Anda jadikan salah satu pilihan menu malam Tahun Baru. Membuatnya juga tak begitu sulit. Selamat mencoba.
23 - 29 DESEMBER 2013
Kue Keju Ketela Ungu
Cara membuat kue ketela ungu: - Bahan dikocok sampai mengembang dan bahan selanjutnya dikocok sampai lembut lalu dicampur rata. - Masukkan ke dalam cetakan dan kukus selama 15 menit hingga matang. Bahan krim: 50 gram krim keju 2 ml vanila 60 gram whipping cream ( krim kue beli di supermarket) 20 gram gula halus 20 gram mentega 10 gram jeli Bahan krim: - Masak krim keju di atas panci berisi air yang telah dipanaskan hingga lembut. - Setelah itu masukkan gula dan jeli yang sudah dicairkan. - Tambahkan vanilla, angkat lalu masukan krim keju dan whipping cream. Aduk rata. Bahan vla stroberi: 30 gram buah stroberi segar 10 gram gula pasir 5 gram tepung maizena Cara membuat vla stroberi: - Masak stroberi yang sudah diblender dengan gula dan terakhir masukan tepung
maizena. - Masak sampai kental. Bahan saus karamel: 20 gram mentega 60 gram whipping cream 80 gram gula 25ml air sedikit air jeruk nipis
Bahan: 60 gram : udang, tanpa kulit 60 gram : cumi-cumi, potong dadu besar 2 butir : bawang merah 1 batang : sereh, iris tipis 2 lembar : daun lemo, diiris tipis 1 buah : tomat, potong dadu kecil 2 biji : cabai rawit hijau, iris tipis 2 gram : terasi bakar ½ butir : jeruk nipis ambil airnya Garam dan merica Minyak goreng Batang bambu Daun pisang
Cara memasak: - Campur udang dan cumi dengan semua bumbu, beri garam, merica secukupnya, dan air jeruk lemo secukupnya. - Masukkan daun pisang ke dalam bambu lalu masukkan udang dan cumi yang sudah tercampur bumbu tadi. - Masak di atas pembakaran sampai matang. - Sajikan panas disertai acar.
W
alaupun lelaki asal Balikpapan dengan nama lengkap Jatu Rizki Putra Anurantha ini masih berpangkat Commi 1, ia mampu mengalahkan beberapa seniornya executive chef di kompetisi memasak yang digelar salah satu televisi swasta ini. Kini, selain terkenal, ia juga mampu membeli satu rumah di Bali. Bagaimana kisahnya? Jatu mengatakan, ia selalu bersemangat dalam meraih cita-citanya. Baginya, tak ada yang mudah di dunia ini. “Semua perlu kerja keras dan perjuangan. Jangan lupa, selalu ingin belajar dan belajar. Jangan pernah puas dengan apa yang sudah diraih. Saya senang mencoba hal baru,” tutur Jatu, saat ditemui di
sela-sela waktunya bekerja di Hotel Fourseasons Jimbaran, Bali. Awal ketertarikannya mengikuti acara Top Chef, karena iseng. “Saya sedang asyik berselancar di internet membuka situs You Tube. Saya suka menonton Top Chef AS. Ternyata di bawahnya ada berita yang menyatakan akan ada Top Chef Indonesia. Bagi yang tertarik bisa mengajukan diri sebagai peserta. Saya iseng memasukkan lamaran. Ternyata masuk seleksi,” kata Jatu. Setelah dites langsung ke hotel, Jatu dinyatakan masuk 30 besar bersama peserta lainnya. Perjalanannya di Top Chef terbilang moncer. Ia melenggang terus sampai pada posisi lima besar. Bukan hal mudah baginya untuk bisa melangkah menuju lima besar. Apalagi lawannya banyak se-
niornya dalam urusan dapur. “Saat pertama tahu lawan, saya sempat berpikir, bakal gagal. Ada terbersit rasa keraguan. Namun, saya berpikir, apa gunanya berada di sini kalau saya ragu. Mulai saya berpikir, saya harus fokus pada pertanyaan saat kompetisi bukan pada lawan saya. Pokoknya saya berprinsip melakukan yang terbaik,” kata alumnus Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali ini. Ternyata, Jatu berhasil melewati berbagai rintangan yang diberikan para juri. Tantangan memasak dengan satu tangan yang paling menarik. Masak sup dengan waktu 60 menit. Tantangan ini harus dilakukan berdua bersama seorang teman dengan cara masing-masing menggunakan satu tangan. “Saya dan teman saya menggunakan tangan yang berbeda, tergantung dari kekuatan tangan kami. Saya pakai tangan kanan, teman saya pakai tangan kiri. Terus tangan yang lagi satu sama-sama diikat. Jadi benar-benar sulit. Kami harus mampu berkomunikasi dengan dua pikiran. Kalau saya jalan ke kanan, teman saya harus ikut. Tapi hasilnya masakan kami lumayan
Jatu
bagus,” tuturnya. Ada empat prestasi yang diraihnya dalam Top Chef seperti juara I masak sup kepiting, masak makanan kaleng dengan hasil presentasi terbaik. Berkat prestasinya ini, ia langsung masuk 10 besar. Bukan saja berprestasi sendiri. Prestasi juga diraih bersama timnya dalam food marathon. Prestasi yang paling membanggakan, saat ia membuat masakan western dengan bumbu kecap manis. Ia membuat makanan ala masakan Italia. Berkat prestasinya ini, Jatu terpilih menjadi bintang iklan salah satu kecap. Namun, ia tak menampik banyak tantangan yang membuatnya gagal. Seperti beberapa bahan makanan Indonesia yang baginya sulit untuk diolah seperti oncom, belimbing wuluh, atau rencak. “Ada beberapa bahan makanan Indonesia yang memang tingkat kesulitannya tinggi dalam memasak,” kata lelaki yang sangat
menyukai makanan khas Bali kuah komoh, sapi sambal embe, ayam sisit, dan babi guling ini. Selain urusan bahan kontes memasak, Jatu juga direpotkan urusan syuting yang melelahkan. “Untuk syuting acara Top Chef, banyak sekali tantangannya. Jadwal syuting yang padat, bahkan saya pernah masak pukul 01.00. Saya bahkan pernah masuk rumah sakit karena kecapekan,” kata Jatu. Namun, untunglah semua itu hanya dirasakan Jatu saat awal syuting. Lama-kelamaan, ia merasa terbiasa. Apalagi, dukungan keluarga terus menyertai. “Memang kami tak boleh bertemu keluarga selama tiga bulan. Tapi untuk komunikasi bisa lewat telepon dan internet,” kata Jatu. Selain di kontes memasak Top Chef Indonesia, Jatu pernah juga menjuarai kontes memasak tahun 2010 yang diadakan organisasi kuliner Western Chaine de Rottiseurs. Perjalanan Jatu dalam Top Chef berhenti sampai di lima besar. Ia gagal dalam mengolah jantung dan otak sapi dalam masakan Barat. Menurut juri, rasa masakannya lumayan enak tapi presentasi kurang. Walaupun perjuangannya harus terhenti, Jatu cukup berbangga. Tanggal 18 Desember, Jatu berangkat ke Jakarta bertemu para fansnya yang sudah mencoba mempraktikkan resep yang diperagakan dalam iklan kecapnya. Selain terkenal, ia merasakan banyak sekali pengetahuan memasak dalam ajang Top Chef. Selain itu, ia kini lebih banyak teman dan fans. Walaupun sudah keluar dari Top Chef, ia masih menjalin pertemanan dengan para peserta Top Chef. –Wirati Astiti/Ratna Hidayati
Belajar Budaya Jepang sambil Memasak
Hiasan: Keripik ketela ungu Vla stroberi Whipping cream Penyelesaian: - Susun sponge ketela ungu tadi dengan krim hingga menjadi tiga tumpuk dan diamkan dalam lemari pendingin selama 30 menit agar kuenya menyatu.
Ayam Masak Bambu
Cara membuat: - Tumis semua bumbu sampai aromanya keluar, tambahkan garam dan merica secukupnya. - Campurkan bumbu yang sudah ditumis dengan ayam. - Masukan daun pisang ke dalam bambu lalu masukan ayam ke dalamnya, tutup ujung bambu dengan aluminium foil. - Panggang di atas pembakaran sampai matang. - Disajikan dengan daun singkong yang dimasak di bambu, sambal tomat, dan nasi putih.
13
Jatu
Usianya masih terbilang sangat muda. Namun, ia sudah mampu meraih prestasi membanggakan. Ia terpilih menjadi model iklan salah satu kecap ternama berkat usahanya lolos menjadi “Top Five” dalam ajang Top Chef.
Cara membuat saus karamel: - Gula, air, dan perasan air jeruk dimasak di dalam panci dengan api kecil hingga menjadi karamel. - Masukkan mentega dan krim hingga tercampur rata.
Bahan: 160 gram : daging ayam, potong dadu besar 1 batang : daun bawang, potong kasar 2 lembar : duan jeruk, potong kasar 2 gram : daun kemangi utuh 1 lembar : daun pandan, potong kasar 4 gram : kunyit, potong kasar 5 gram : jahe, potong kasar 10 gram : cabai merah, potong kasar 3 butir : bawang merah, potong kasar 3 siung : bawang putih, potong kasar ¼ butir : biji pala, parut Garam dan merica Batang bambu Daun pisang Minyak goreng
CHEF JOURNEY
Semua tak Ada yang Mudah
Nyoman Picha
Bahan: 100 gram ketela ungu yang sudah dikukus 50 gram tepung terigu 50 ml santan 2 butir kuning telur 10 gram putih telur 20 gram gula pasir
23 - 29 DESEMBER 2013
Ikan Kerapu Masak Bambu Bahan: 160 gram 4 butir 2 siung 1 butir 5 gram 3 gram 2 gram 1 batang 2 lembar 3 gram 5 gram 5 gram 10 gram
: daging ikan kerapu, dipotong dadu besar : bawang merah, potong kasar : bawang putih, potong kasar : kemiri, parut : kunyit, potong kasar : jahe, potong kasar : lengkuas, potong kasar : sereh, potong kasar : daun jeruk, iris halus : daun kemangi, iris halus : asem ditambahkan air sedikit : gula merah, diiris halus : cabai merah, dipotong kasar
2 gram : terasi bakar 1 buah : tomat, diiris Gram dan merica Minyak goreng Batang bambu Daun kunyit utuh Cara membuat: - Tumis semua bumbu sampai aromanya keluar, tambahkan garam dan merica secukupnya. Tuang ke dalam ikan kerapu. - Masukkan daun kunyit ke dalam bambu lalu masukan ikan ke dalamnya beserta bumbu tadi, tutup ujung bambu dengan aluminium foil. - Panggang di atas pembakaran sampai matang. –Wirati Astiti/Ratna Hidayati
Suara sutil terdengar sangat keras seperti orang sedang memukul. Api tiba-tiba naik berkobar melalap potongan daging sapi di atas pan pembakaran. IB Ketut Arimbawa sibuk membalikkan potongan daging satu per satu. Sesekali, terlihat ia memukul pan pembakaran sembari tangannya yang lincah memainkan sutil. Satu botol kayu yang berisi garam dan merica setia menemaninya di samping pan pembakaran. “Ini untuk menambah rasa pada daging saat pembakaran. Cara menggunakannya dengan menggosok-gosokkan botol kayu ini agar garam dan mericanya keluar,” ujarnya saat ditanya apa fungsi botol kayu tersebut. Semua pengunjung Ten Ku Japanese Restaurant Patra Jasa Bali Resort & Villas terdecak kagum memandangi live cooking yang diperagakan chef khusus masakan Jepang usia 38 tahun itu. “Walaupun orang lokal bukan berarti tak piawai menyajikan masakan Jepang,” ujar Henry Alexie Bloem, Executive Chef Patra Jasa Bali Resort & Villas saat memandu para tamu yang datang menikmati aneka sajian masakan Jepang saat pembukaan kembali Ten Ku Japanese Restaurant tersebut. Di sela-sela waktu memasak, Tokoh menyempatkan diri mengajak chef IB Ketut Arimbawa mengobrol. “Saya sudah berpengalaman 15 tahun menekuni masakan Jepang. Saya memulainya dari dasar. Ada satu prinsip orang Jepang, belajar harus selalu dari dasar. Jangan mulai
Chef IB Ketut Arimbawa sedang memperagakan live cooking di depan tamu. Inzet: IB Ketut Arimbawa
dari satu langsung loncat kelima. Tapi lewatilah tahap demi tahap, satu, dua, tiga, empat, dan lima. Bahkan mencuci piring pun saya belajar dari orang Jepang,” tutur lelaki yang akrab disapa Gus Tut ini. Menurutnya, saat orang Jepang mencuci piring, mereka memegang piring dan ikut memasukkan tangannya ke dalam air. Pelan-pelan piring diusap-usap dengan sabun agar bersih. “Sedikit saja piring itu lecet, tidak boleh dipakai lagi. Mereka mencuci dengan perasaan. Kalau piring yang lecet itu dipakai. Itu artinya sama saja dengan penghinaan,” kata chef de party ini. Lelaki asal Klungkung ini mengatakan, urusan piring juga berpengaruh pada rasa. Salah meletakkan makanan di piring akan membuat
selera makan orang berubah. Malah, bisa membuat orang tersinggung. Selama 15 tahun belajar masak dengan orang Jepang, ia merasakan banyak hal tentang budaya Jepang yang ia pelajari. Walaupun ia belum pernah berkunjung ke Negeri Sakura, tamu Jepang yang merasakan masakannya malah mengira ia sudah pernah belajar ke Jepang. Berkat keinginan bekerja keras, kini ia sudah menguasai semua masakan Jepang, teppanyaki, sushi, sashimi, nabemono, robatayaki. Padahal, untuk satu jenis masakan, ada chef khusus, tapi ia malah sudah menguasai semuanya. Namun, kepiawaiannya itu, tak lepas dari banyaknya tantangan dan kisah lucu mewarnai perjuangannya mempelajari masakan Jepang.
Saat itu, ia ingin sekali pindah bekerja ke tempat lain. Namun, ia dilarang berhenti oleh bosnya yang orang Jepang. “Saya tidak melarang kamu maju dan tahu ada yang menawarkan lebih banyak ke kamu. Tapi ilmu memasak kamu belum mahir, jadi kamu harus belajar dulu di sini sampai kamu mahir. Kalau sudah pintar, uang yang akan mencari kamu,” ujarnya mengutip kata-kata bosnya dulu. Karena itu, ia akhirnya terus belajar dan belajar sampai benar-benar diperbolehkan berhenti bekerja di sana. Uniknya, orang Jepang tidak suka memberi tip. Bukan berarti makanan itu jelek. Namun, memberikan tip berarti penghinaan. “Sebagai chef, kebahagiaan saya kalau tamu makan masakan saya itu habis. Orang Jepang suka akan keindahan termasuk dalam makanan. Yang makan itu awalnya mata, kemudian tangan, dan perut. Kalau sudah terlihat di mata mereka tidak enak, mereka tidak makan, tapi mereka tetap bayar. Sebagai chef tentu kami berpikir dan kecewa kalau tamu sampai tidak mau makan,” kata lelaki yang memulai karier di Kazunoya Japanese Restaurant tahun 1996 ini. Hal yang tidak boleh dilupakan adalah memasak harus dengan hati. Artinya, jangan lupa tersenyum saat menyajikan makanan. “Chef dan waitress harus bekerja sama. Untuk apa makanan itu enak, kalau saat penyajian pelayannya nyebeng tidak mau tersenyum,” tuturnya. Kisah lain dituturkannya yang
membuatnya makin mengerti budaya orang Jepang. “Waktu itu saya disuruh membeli roti tawar. Karena tamu ramai, saya segera menyerahkan roti termasuk uang kembalian. Karena ada uang logamnya saya masukkan ke dalam uang kertas, terus saya bungkus dengan uang kertasnya. Langsung muka saya dilempar dengan uang itu. Kata bos saya, kamu kasar sekali memperlakukan uang, berarti kamu orangnya kasar. Uang itu punya dewa dan roh. Jangan mata kamu saja yang suka melihat uang. Karuan saja, saya langsung menangis karena merasa bersalah bersikap begitu,” katanya sembari tertawa. Menurutnya, orang Jepang memang fanatik urusan makanan karena berhubungan dengan perut mereka. Sebagai chef, kata IB Arimbawa, harus peka terhadap sentuhan warna. “Warna berbeda bisa-bisa sebabkan tamu sakit perut,” tandasnya. Dari pengamatannya, pada dasarnya, masakan Jepang itu kalau berasa manis sangat manis, kalau asin sangat asin, begitu juga kalau asam, sangat asam. “Tapi di Ten Ku Japanese Restaurant selain orang Jepang, banyak tamu bule dan Indonesia. Jadi saya sesuaikan dengan lidah mereka. Kombinasikan agar sesuai dengan perut dan lidah mereka,” ujar lelaki yang sebelumnya juga sempat bekerja di Japanese Lumut Café, Konsultan Ramada Bintang Bali, dan Bali Mandira Cikarate Group Japanese Restaurant ini. –Wirati Astiti/Ratna Hidayati.
RESEP ALA CHEF
12
Udang dan Cumi Masak Bambu
Masakan Bambu Spesial Memasak makanan dalam sebatang bambu akan membuat makanan terasa berbeda dan unik. Zaman dulu, teknik ini sering dilakukan agar hasil masakannya menjadi lebih sedap. Apalagi, ditambah dengan pembakaran tradisional. Aroma bambu yang terbakar ikut memberikan aroma pada makanan. Masakan bambu dari Chef Nyoman Picha, Executive Chef Aston Kuta Hotel and Residence ini dapat Anda jadikan salah satu pilihan menu malam Tahun Baru. Membuatnya juga tak begitu sulit. Selamat mencoba.
23 - 29 DESEMBER 2013
Kue Keju Ketela Ungu
Cara membuat kue ketela ungu: - Bahan dikocok sampai mengembang dan bahan selanjutnya dikocok sampai lembut lalu dicampur rata. - Masukkan ke dalam cetakan dan kukus selama 15 menit hingga matang. Bahan krim: 50 gram krim keju 2 ml vanila 60 gram whipping cream ( krim kue beli di supermarket) 20 gram gula halus 20 gram mentega 10 gram jeli Bahan krim: - Masak krim keju di atas panci berisi air yang telah dipanaskan hingga lembut. - Setelah itu masukkan gula dan jeli yang sudah dicairkan. - Tambahkan vanilla, angkat lalu masukan krim keju dan whipping cream. Aduk rata. Bahan vla stroberi: 30 gram buah stroberi segar 10 gram gula pasir 5 gram tepung maizena Cara membuat vla stroberi: - Masak stroberi yang sudah diblender dengan gula dan terakhir masukan tepung
maizena. - Masak sampai kental. Bahan saus karamel: 20 gram mentega 60 gram whipping cream 80 gram gula 25ml air sedikit air jeruk nipis
Bahan: 60 gram : udang, tanpa kulit 60 gram : cumi-cumi, potong dadu besar 2 butir : bawang merah 1 batang : sereh, iris tipis 2 lembar : daun lemo, diiris tipis 1 buah : tomat, potong dadu kecil 2 biji : cabai rawit hijau, iris tipis 2 gram : terasi bakar ½ butir : jeruk nipis ambil airnya Garam dan merica Minyak goreng Batang bambu Daun pisang
Cara memasak: - Campur udang dan cumi dengan semua bumbu, beri garam, merica secukupnya, dan air jeruk lemo secukupnya. - Masukkan daun pisang ke dalam bambu lalu masukkan udang dan cumi yang sudah tercampur bumbu tadi. - Masak di atas pembakaran sampai matang. - Sajikan panas disertai acar.
W
alaupun lelaki asal Balikpapan dengan nama lengkap Jatu Rizki Putra Anurantha ini masih berpangkat Commi 1, ia mampu mengalahkan beberapa seniornya executive chef di kompetisi memasak yang digelar salah satu televisi swasta ini. Kini, selain terkenal, ia juga mampu membeli satu rumah di Bali. Bagaimana kisahnya? Jatu mengatakan, ia selalu bersemangat dalam meraih cita-citanya. Baginya, tak ada yang mudah di dunia ini. “Semua perlu kerja keras dan perjuangan. Jangan lupa, selalu ingin belajar dan belajar. Jangan pernah puas dengan apa yang sudah diraih. Saya senang mencoba hal baru,” tutur Jatu, saat ditemui di
sela-sela waktunya bekerja di Hotel Fourseasons Jimbaran, Bali. Awal ketertarikannya mengikuti acara Top Chef, karena iseng. “Saya sedang asyik berselancar di internet membuka situs You Tube. Saya suka menonton Top Chef AS. Ternyata di bawahnya ada berita yang menyatakan akan ada Top Chef Indonesia. Bagi yang tertarik bisa mengajukan diri sebagai peserta. Saya iseng memasukkan lamaran. Ternyata masuk seleksi,” kata Jatu. Setelah dites langsung ke hotel, Jatu dinyatakan masuk 30 besar bersama peserta lainnya. Perjalanannya di Top Chef terbilang moncer. Ia melenggang terus sampai pada posisi lima besar. Bukan hal mudah baginya untuk bisa melangkah menuju lima besar. Apalagi lawannya banyak se-
niornya dalam urusan dapur. “Saat pertama tahu lawan, saya sempat berpikir, bakal gagal. Ada terbersit rasa keraguan. Namun, saya berpikir, apa gunanya berada di sini kalau saya ragu. Mulai saya berpikir, saya harus fokus pada pertanyaan saat kompetisi bukan pada lawan saya. Pokoknya saya berprinsip melakukan yang terbaik,” kata alumnus Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali ini. Ternyata, Jatu berhasil melewati berbagai rintangan yang diberikan para juri. Tantangan memasak dengan satu tangan yang paling menarik. Masak sup dengan waktu 60 menit. Tantangan ini harus dilakukan berdua bersama seorang teman dengan cara masing-masing menggunakan satu tangan. “Saya dan teman saya menggunakan tangan yang berbeda, tergantung dari kekuatan tangan kami. Saya pakai tangan kanan, teman saya pakai tangan kiri. Terus tangan yang lagi satu sama-sama diikat. Jadi benar-benar sulit. Kami harus mampu berkomunikasi dengan dua pikiran. Kalau saya jalan ke kanan, teman saya harus ikut. Tapi hasilnya masakan kami lumayan
Jatu
bagus,” tuturnya. Ada empat prestasi yang diraihnya dalam Top Chef seperti juara I masak sup kepiting, masak makanan kaleng dengan hasil presentasi terbaik. Berkat prestasinya ini, ia langsung masuk 10 besar. Bukan saja berprestasi sendiri. Prestasi juga diraih bersama timnya dalam food marathon. Prestasi yang paling membanggakan, saat ia membuat masakan western dengan bumbu kecap manis. Ia membuat makanan ala masakan Italia. Berkat prestasinya ini, Jatu terpilih menjadi bintang iklan salah satu kecap. Namun, ia tak menampik banyak tantangan yang membuatnya gagal. Seperti beberapa bahan makanan Indonesia yang baginya sulit untuk diolah seperti oncom, belimbing wuluh, atau rencak. “Ada beberapa bahan makanan Indonesia yang memang tingkat kesulitannya tinggi dalam memasak,” kata lelaki yang sangat
menyukai makanan khas Bali kuah komoh, sapi sambal embe, ayam sisit, dan babi guling ini. Selain urusan bahan kontes memasak, Jatu juga direpotkan urusan syuting yang melelahkan. “Untuk syuting acara Top Chef, banyak sekali tantangannya. Jadwal syuting yang padat, bahkan saya pernah masak pukul 01.00. Saya bahkan pernah masuk rumah sakit karena kecapekan,” kata Jatu. Namun, untunglah semua itu hanya dirasakan Jatu saat awal syuting. Lama-kelamaan, ia merasa terbiasa. Apalagi, dukungan keluarga terus menyertai. “Memang kami tak boleh bertemu keluarga selama tiga bulan. Tapi untuk komunikasi bisa lewat telepon dan internet,” kata Jatu. Selain di kontes memasak Top Chef Indonesia, Jatu pernah juga menjuarai kontes memasak tahun 2010 yang diadakan organisasi kuliner Western Chaine de Rottiseurs. Perjalanan Jatu dalam Top Chef berhenti sampai di lima besar. Ia gagal dalam mengolah jantung dan otak sapi dalam masakan Barat. Menurut juri, rasa masakannya lumayan enak tapi presentasi kurang. Walaupun perjuangannya harus terhenti, Jatu cukup berbangga. Tanggal 18 Desember, Jatu berangkat ke Jakarta bertemu para fansnya yang sudah mencoba mempraktikkan resep yang diperagakan dalam iklan kecapnya. Selain terkenal, ia merasakan banyak sekali pengetahuan memasak dalam ajang Top Chef. Selain itu, ia kini lebih banyak teman dan fans. Walaupun sudah keluar dari Top Chef, ia masih menjalin pertemanan dengan para peserta Top Chef. –Wirati Astiti/Ratna Hidayati
Belajar Budaya Jepang sambil Memasak
Hiasan: Keripik ketela ungu Vla stroberi Whipping cream Penyelesaian: - Susun sponge ketela ungu tadi dengan krim hingga menjadi tiga tumpuk dan diamkan dalam lemari pendingin selama 30 menit agar kuenya menyatu.
Ayam Masak Bambu
Cara membuat: - Tumis semua bumbu sampai aromanya keluar, tambahkan garam dan merica secukupnya. - Campurkan bumbu yang sudah ditumis dengan ayam. - Masukan daun pisang ke dalam bambu lalu masukan ayam ke dalamnya, tutup ujung bambu dengan aluminium foil. - Panggang di atas pembakaran sampai matang. - Disajikan dengan daun singkong yang dimasak di bambu, sambal tomat, dan nasi putih.
13
Jatu
Usianya masih terbilang sangat muda. Namun, ia sudah mampu meraih prestasi membanggakan. Ia terpilih menjadi model iklan salah satu kecap ternama berkat usahanya lolos menjadi “Top Five” dalam ajang Top Chef.
Cara membuat saus karamel: - Gula, air, dan perasan air jeruk dimasak di dalam panci dengan api kecil hingga menjadi karamel. - Masukkan mentega dan krim hingga tercampur rata.
Bahan: 160 gram : daging ayam, potong dadu besar 1 batang : daun bawang, potong kasar 2 lembar : duan jeruk, potong kasar 2 gram : daun kemangi utuh 1 lembar : daun pandan, potong kasar 4 gram : kunyit, potong kasar 5 gram : jahe, potong kasar 10 gram : cabai merah, potong kasar 3 butir : bawang merah, potong kasar 3 siung : bawang putih, potong kasar ¼ butir : biji pala, parut Garam dan merica Batang bambu Daun pisang Minyak goreng
CHEF JOURNEY
Semua tak Ada yang Mudah
Nyoman Picha
Bahan: 100 gram ketela ungu yang sudah dikukus 50 gram tepung terigu 50 ml santan 2 butir kuning telur 10 gram putih telur 20 gram gula pasir
23 - 29 DESEMBER 2013
Ikan Kerapu Masak Bambu Bahan: 160 gram 4 butir 2 siung 1 butir 5 gram 3 gram 2 gram 1 batang 2 lembar 3 gram 5 gram 5 gram 10 gram
: daging ikan kerapu, dipotong dadu besar : bawang merah, potong kasar : bawang putih, potong kasar : kemiri, parut : kunyit, potong kasar : jahe, potong kasar : lengkuas, potong kasar : sereh, potong kasar : daun jeruk, iris halus : daun kemangi, iris halus : asem ditambahkan air sedikit : gula merah, diiris halus : cabai merah, dipotong kasar
2 gram : terasi bakar 1 buah : tomat, diiris Gram dan merica Minyak goreng Batang bambu Daun kunyit utuh Cara membuat: - Tumis semua bumbu sampai aromanya keluar, tambahkan garam dan merica secukupnya. Tuang ke dalam ikan kerapu. - Masukkan daun kunyit ke dalam bambu lalu masukan ikan ke dalamnya beserta bumbu tadi, tutup ujung bambu dengan aluminium foil. - Panggang di atas pembakaran sampai matang. –Wirati Astiti/Ratna Hidayati
Suara sutil terdengar sangat keras seperti orang sedang memukul. Api tiba-tiba naik berkobar melalap potongan daging sapi di atas pan pembakaran. IB Ketut Arimbawa sibuk membalikkan potongan daging satu per satu. Sesekali, terlihat ia memukul pan pembakaran sembari tangannya yang lincah memainkan sutil. Satu botol kayu yang berisi garam dan merica setia menemaninya di samping pan pembakaran. “Ini untuk menambah rasa pada daging saat pembakaran. Cara menggunakannya dengan menggosok-gosokkan botol kayu ini agar garam dan mericanya keluar,” ujarnya saat ditanya apa fungsi botol kayu tersebut. Semua pengunjung Ten Ku Japanese Restaurant Patra Jasa Bali Resort & Villas terdecak kagum memandangi live cooking yang diperagakan chef khusus masakan Jepang usia 38 tahun itu. “Walaupun orang lokal bukan berarti tak piawai menyajikan masakan Jepang,” ujar Henry Alexie Bloem, Executive Chef Patra Jasa Bali Resort & Villas saat memandu para tamu yang datang menikmati aneka sajian masakan Jepang saat pembukaan kembali Ten Ku Japanese Restaurant tersebut. Di sela-sela waktu memasak, Tokoh menyempatkan diri mengajak chef IB Ketut Arimbawa mengobrol. “Saya sudah berpengalaman 15 tahun menekuni masakan Jepang. Saya memulainya dari dasar. Ada satu prinsip orang Jepang, belajar harus selalu dari dasar. Jangan mulai
Chef IB Ketut Arimbawa sedang memperagakan live cooking di depan tamu. Inzet: IB Ketut Arimbawa
dari satu langsung loncat kelima. Tapi lewatilah tahap demi tahap, satu, dua, tiga, empat, dan lima. Bahkan mencuci piring pun saya belajar dari orang Jepang,” tutur lelaki yang akrab disapa Gus Tut ini. Menurutnya, saat orang Jepang mencuci piring, mereka memegang piring dan ikut memasukkan tangannya ke dalam air. Pelan-pelan piring diusap-usap dengan sabun agar bersih. “Sedikit saja piring itu lecet, tidak boleh dipakai lagi. Mereka mencuci dengan perasaan. Kalau piring yang lecet itu dipakai. Itu artinya sama saja dengan penghinaan,” kata chef de party ini. Lelaki asal Klungkung ini mengatakan, urusan piring juga berpengaruh pada rasa. Salah meletakkan makanan di piring akan membuat
selera makan orang berubah. Malah, bisa membuat orang tersinggung. Selama 15 tahun belajar masak dengan orang Jepang, ia merasakan banyak hal tentang budaya Jepang yang ia pelajari. Walaupun ia belum pernah berkunjung ke Negeri Sakura, tamu Jepang yang merasakan masakannya malah mengira ia sudah pernah belajar ke Jepang. Berkat keinginan bekerja keras, kini ia sudah menguasai semua masakan Jepang, teppanyaki, sushi, sashimi, nabemono, robatayaki. Padahal, untuk satu jenis masakan, ada chef khusus, tapi ia malah sudah menguasai semuanya. Namun, kepiawaiannya itu, tak lepas dari banyaknya tantangan dan kisah lucu mewarnai perjuangannya mempelajari masakan Jepang.
Saat itu, ia ingin sekali pindah bekerja ke tempat lain. Namun, ia dilarang berhenti oleh bosnya yang orang Jepang. “Saya tidak melarang kamu maju dan tahu ada yang menawarkan lebih banyak ke kamu. Tapi ilmu memasak kamu belum mahir, jadi kamu harus belajar dulu di sini sampai kamu mahir. Kalau sudah pintar, uang yang akan mencari kamu,” ujarnya mengutip kata-kata bosnya dulu. Karena itu, ia akhirnya terus belajar dan belajar sampai benar-benar diperbolehkan berhenti bekerja di sana. Uniknya, orang Jepang tidak suka memberi tip. Bukan berarti makanan itu jelek. Namun, memberikan tip berarti penghinaan. “Sebagai chef, kebahagiaan saya kalau tamu makan masakan saya itu habis. Orang Jepang suka akan keindahan termasuk dalam makanan. Yang makan itu awalnya mata, kemudian tangan, dan perut. Kalau sudah terlihat di mata mereka tidak enak, mereka tidak makan, tapi mereka tetap bayar. Sebagai chef tentu kami berpikir dan kecewa kalau tamu sampai tidak mau makan,” kata lelaki yang memulai karier di Kazunoya Japanese Restaurant tahun 1996 ini. Hal yang tidak boleh dilupakan adalah memasak harus dengan hati. Artinya, jangan lupa tersenyum saat menyajikan makanan. “Chef dan waitress harus bekerja sama. Untuk apa makanan itu enak, kalau saat penyajian pelayannya nyebeng tidak mau tersenyum,” tuturnya. Kisah lain dituturkannya yang
membuatnya makin mengerti budaya orang Jepang. “Waktu itu saya disuruh membeli roti tawar. Karena tamu ramai, saya segera menyerahkan roti termasuk uang kembalian. Karena ada uang logamnya saya masukkan ke dalam uang kertas, terus saya bungkus dengan uang kertasnya. Langsung muka saya dilempar dengan uang itu. Kata bos saya, kamu kasar sekali memperlakukan uang, berarti kamu orangnya kasar. Uang itu punya dewa dan roh. Jangan mata kamu saja yang suka melihat uang. Karuan saja, saya langsung menangis karena merasa bersalah bersikap begitu,” katanya sembari tertawa. Menurutnya, orang Jepang memang fanatik urusan makanan karena berhubungan dengan perut mereka. Sebagai chef, kata IB Arimbawa, harus peka terhadap sentuhan warna. “Warna berbeda bisa-bisa sebabkan tamu sakit perut,” tandasnya. Dari pengamatannya, pada dasarnya, masakan Jepang itu kalau berasa manis sangat manis, kalau asin sangat asin, begitu juga kalau asam, sangat asam. “Tapi di Ten Ku Japanese Restaurant selain orang Jepang, banyak tamu bule dan Indonesia. Jadi saya sesuaikan dengan lidah mereka. Kombinasikan agar sesuai dengan perut dan lidah mereka,” ujar lelaki yang sebelumnya juga sempat bekerja di Japanese Lumut Café, Konsultan Ramada Bintang Bali, dan Bali Mandira Cikarate Group Japanese Restaurant ini. –Wirati Astiti/Ratna Hidayati.
J E L I TA
14
23 - 29 Desember 2013
Deodoran Bangkitkan Semangat Bau badan yang kurang sedap, sering kali menjadikan seseorang kurang percaya diri dengan penampilannya. Bau badan disebabkan meningkatnya produksi keringat pada daerah lipatan, dan memudahkan bakteri menempel di sana. Aktivitas dari bakteri inilah yang menyebabkan ketiak menjadi bau.
M
enurut IGN Darma Putra Sp. KK. dari D & I Skin Center, orang menggunakan deodoran untuk membuat dirinya tetap segar dan mencegah bau badan yang tidak sedap. Deodoran mengandung bahan antibak teri untuk mengurangi bau dan antiperspiran untuk meng hambat produksi keringat di ketiak. Saat ini, deodoran terse dia dalam beragam jenis dan merek, dalam bentuk spray, roll serta lotion. Varian wangi nya pun bermacam-macam. Pemakaian deodoran menjadi penting, sebab dapat membuat seseorang semakin percaya diri, terutama saat melakukan aktivitas atau berkumpul ber sama teman. Deodoran mem buat badan menjadi wangi dan tidak berbau. Perempuan memiliki lebih banyak kelenjar keringat dari pada laki-laki. Namun, kelenjar keringat laki-laki walau jum lahnya lebih sedikit, justru
I.G.N Darma Putra Sp. KK.
menghasilkan keringat lebih banyak. Meskipun di pasaran dijual deodoran khusus laki-laki dan perempuan, sebenarnya baha n aktif yang digunakan hampir sama, perbedaan nya hanya pada kemasan dan aromanya. Namun, menurut dokter spesialis kulit ini, beberapa orang ada yang tidak cocok dengan jenis deodoran ter tentu, sehingga ter jadi seperti iritasi dan gatal. Maka, menge tahui cara memilih de odoran yang tepat dan aman adalah hal pen ting, agar fungsinya efektif serta nyaman ketika dipakai. Bicara soal meng gunakan deodoran, biasanya dimulai pada masa pubertas. Tidak ada patokan umur yang pasti kapan ter baik untuk memakai deodoran. Memasu ki masa pubertas kelenjar minyak dan keringat aktivitasnya
Deodoran yang baik, akan membuat kulit ketiak aman, tidak gatal, tidak iritasi, serta tidak membuat kulit ketiak menghitam.
meningkat sehingga pada pu bertas mulai mengeluhkan bau badan. Selain itu, pada masa pubertas remaja mulai melirik lawan jenis sehingga mulai memperhatikan bau ba dan agar menarik lawan jenis. Umumnya, untuk remaja yang memiliki kulit cenderung lebih sensitif sebaiknya jangan memi lih deodoran yang mengandung pemutih. Sementara ditanya peng gunaan deodoran pada siang dan malam hari, ia menyatakan sama, sebab umumnya kan dungan dari deodoran sama, yang berbeda hanya pada ba han pewangi atau parfumnya. Mungkin yang membedakan hanya berbeda frekuensi pe makaiannnya. Pada siang hari lebih sering karena produksi keringat lebih banyak diban ding malam hari. Sebelum tidur, kata dokter Darma, kita tidak harus mem bersihkan sisa deodoran, walau pun tidak ada efek samping khusus apabila bahan deodoran masih menempel di ketiak. Efek samping yang umum ter jadi pada pemakaian deodoran adalah alergi atau iritasi. Efek
23 - 29 Desember 2013
Atasi PMS dengan Relaksasi “Jangan mancing-mancing emosi dia, dia sekarang cepat marah. Maklum lagi M”. Guyonan seperti itu kerap terdengar dalam perbincangan kaum hawa. Bahwa, wanita yang sedang menstruasi atau pun yang pramenstruasi, tingkat emosinya lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Apakah ini hanya mitos atau fakta?
www.doktercantik.com
tersebut biasanya terjadi pada awal pemakaian berupa rasa gatal atau perih dan kemerahan pada kulit. Jadi ketika bahan itu tidak menimbulkan iritasi atau alergi, tidak masalah apabila tetap menempel dikulit tanpa dibersihakan. Deodoran yang baik, akan membuat kulit ketiak aman, tidak gatal , tidak iritasi , serta tidak membuat kulit ketiak menghitam. Mencari deodoran yang cocok untuk kulit ter kadang sulit. Bahkan , sebagian
M I T O S ATA U F A K TA
orang harus melakukan per cobaan terlebih dahulu untuk mengetahui cocok atau tidaknya deodoran yang dipakainya. Sampai saat ini, masih ba nyak orang yang bingung ketika harus memilih deodoran yang cocok untuk dirinya. Setiap orang pula punya selera atau pilihan tersendiri. Ada orang memilih berdasarkan wangi nya yang segar, manis atau aroma bunga, bisa juga sesuai mood dan wangi parfum yang dipakai.
K
ondisi seperti ini umum disebut premenstrual s y n d ro m e / p re menstruation syndrome (PMS). Hal ini dijelaskan psikolog Agus Binti Kh, S.Psi adalah manusiawi. PMS merupa kan rangkaian dari depresi ringan yang terjadi 5-11 hari sebelum menstruasi. Perasaan tersebut meli puti kesedihan, sensitif, dan adanya kenaikan perubaha n mood yang sangat cepat. Semua pe rubahan ini merupakan pengaruh dari pelepasan hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh. “Bedanya, tak se mua wanita merasakan
Memilih Deodoran yang Baik dan Aman
l Ketika kita pertama kali memakai deodoran dan muncul keluhan gatal atau perih maupun kemerahan segera hentikan pemakaian, jangan sampai membuat kulit ketika menjadi hitam. l Saat ini banyak deodoran yang disertai pemutih. Lebih baik dihindari. Sebab, pemutih lebih mudah memicu iritasi pada kulit ketiak. Apalagi bagi mereka yang me miliki kulit sensitif. lKebanyakan produk deodoran sekarang, dilengkapi parfum dengan berbagai aroma. Sebaiknya pilih deodoran yang tidak meng andung parfum, sehingga ketiak tidak berbau sama sekali. Bahan pewangi, seringkali me nimbulkan alergi pada orang tertentu. lDari tiga jenis deodoran yang ada yakni spray, roll dan stick. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Yang paling aman dari ketiganya adalah deodoran spray. Jenis ini lebih higienis namun cepat habis. Selain
untuk ketiak, deodoran spray juga bisa di pakai untuk bagian tubuh lainnya. lJika menggunakan dodoran berparfum, usakan gunakan yang senada dengan wangi parfum. Misalnya, untuk parfum beraroma bunga, sebaiknya pilih deodoran yang ber aroma wangi bunga, manis atau musk. lDeodoran dengan anti pespirant, selain berfungsi menghilangkan bau juga mengham bat keringat dan mengurangi kelembaban di ketiak. lKalaupun seseorang tengah bepergian jauh, deodoran dapat langsung dioleskan , tanpa tanpa harus dibersihkan lebih da hulu Tidak ada salahnya jika memulai hari dengan mengoleskan deodoran favorit. Meng gunakan deodoran tidak hanya akan melin dungi tubuh dari bau tidak enak, tapi aroma deodoran juga akan membangkitkan semangat di pagi hari.- Sri Ardhini/Wirati Astiti
dr. Oka Negara, FIAS
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu”di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
“Dok, saya berumur 22 tahun, sejak saya sering melakukan hubungan seks berat badan saya yang rada berlebih menjadi lebih berkurang, jadi lebih kurus, apakah itu ada hubungannya dok?” ( Dwika, Denpasar) Para ahli sepakat menye butkan, aktivitas fisik bisa mengikis masa lemak tubuh sehingga dapat menurunkan berat badan. Aktivitas fisik ini termasuk juga kegiatan seksual. Tetapi tentu saja perlu ditelusuri lagi apakah benar penurunan berat badan me mang disebabkan dari ak tivitas fisik atau justru karena faktor lain. Hubungan seksual selama setengah jam dapat membakar kurang lebih 350 kalori atau disebutkan setara dengan olahraga jalan cepat dengan durasi yang sama. Itu artinya
dengan melakukan hubungan seksual maka tubuh juga akan berpeluang menyingkirkan kalori yang berlebihan dalam tubuh, yang biasanya disimpan menjadi lemak. Tidaklah salah kemudian jika seks disebut sebagai mesin olahraga ter canggih, menyenangkan, bebas biaya dan punya manfaat kese hatan yang luar biasa. Karena hampir semua otot termasuk kaki, paha, lengan, bahu dan perut bagian bawah akan ber interaksi saat berhubungan seksual. Itulah sebabnya ber hubungan seks dianggap baik untuk mengencangkan otot dan
nya,” ujarnya. Terjadinya perubahan hor monal ini dipastikan akan ber pengaruh pada fungsi-fungsi saraf dan kelenjar lain yang akhirnya membuat emosi itu labil. Fisik dan psikis men jadi satu kesatuan. Biasanya wanita yang memiliki masalah hormonal, kecenderungannya adalah sakit menstruasi (dismonere).Yang sakit ini adalah fisiknya. Ini akan berpengaruh ke psikis, namun hanya ber sifat sesaat. Misalnya, ketika wanita yang ada pada masa PMS mengalami sakit, ditam bah lagi bertengkar dengan pasangan, perasaannya akan lebih sensitif. Kesedihan ini kemudian membangun pikiran nya bahwa merasa dirinya tidak
11 dimengerti, tidak disayang, dan sebagainya. Karena itu, Agus Binti me negaskan, para wanita harus menyadari bahwa dalam masa pramenstruasi ini memang ter jadi perubahan hormonal yang menyebabkan emosi labil. De ngan kata lain, tak lantas mem benarkan bahwa wanita wajar marah-marah ketika sedang menstruasi atau pramenstruasi. “Semua itu harus disadari dan bisa dikontrol,” tegas pemilik Madania Center ini. PMS seharusnya bisa diatasi, karena hal itu sudah menjadi ru tinitas yang dilalui kaum hawa. Solusinya, jika sudah tahu apa yang akan terjadi pada diri, para wanita wajib hukumnya untuk membuat nyaman diri sendiri, misalkan dengan relaksasi agar dalam masa perubahan hormon ini, hormon lain tak bergejolak. Atau, dengan mengonsumsi suatu makanan (pedas), sejauh tak menganggu kesehatan. Faktor hormonal itu bisa dilatih, bisa dengan memakai NLP (Neuro Linguistic Pro gram), yaitu memprogram bahasa otak. Dijelaskannya, apapun yang dialami manusia, sangat mudah diatasi, semua tergantung dari pikiran. Sama seperti memiliki tombol, ting gal menghidup dan mematikan, semuanya berkaitan, yang ber mula dari pikiran. Ku n c i nya s e m u a p a d a pikiran. “Kita yang mengontrol pikiran kita, jangan sebaliknya pikiran dan perasaan yang mengontrol kita seperti PMS itu,” ujarnya. Selama ini tanpa disadari, faktor lingkungan menguatkan PMS itu. Bahwa, wanita yang menstruasi me mang pembawaannya cepat emosi. –Inten Indrawati/Ngurah Budi
Hubungan Seksual Bikin Kurus? menurunkan berat badan. Berhubungan seks juga bermanfaat mengurangi stres dan risiko depresi. Hormon endorfin yang muncul saat ses eorang berhubungan seks ada lah hormon bahagia yang bisa membuat perasaan seseorang jauh lebih baik dan nyaman. Hormon endorfin dapat mem bantu meredakan stres, men gendalikan nafsu makan dan mencegah emotional eating. Emotional eating atau ma kan berlebihan biasanya ter jadi pada orang-orang yang stres atau depresi. Akibatnya orang-orang tersebut cend erung menga lami kenaikan berat badan sebagai dampak mengkonsumsi makanan ber lebihan. Dari beberapa keterangan tersebut bisa ditarik benang merah, sesungguhnya aktivitas seksual juga bisa dianggap se
bagai pengganti olahraga atau setara dengan olahraga, yang sama-sama memiliki manfaat untuk mengikis lemak tu buh dan juga menyehatkan. Tetapi, tentu saja asal dilaku kan secukupnya. Jika dilaku kan berlebihan atau terlalu sering, justru dapat berakibat overtraining atau aktivitas fisik berlebihan yang malah bera kibat kurang baik, bisa berakibat stres oksidatif. Ka lori yang dikeluarkan secara berlebih justru bisa mengu rangi berat badan lebih banyak, yang akhirnya membuat badan menjadi tidak sehat lagi. Di tambah lagi pada hubun gan seksual yang dilakukan di usia masih muda dan sedang hangat-hangatnya karena usia hubungan masih baru, tentu akhirnya akan mengurangi jumlah waktu produktif. Se bagian waktu yang harusnya
dilakukan untuk kegiatan harian yang lebih produktif malah tersita untuk melaku kan hubungan seksual. Bisa jadi juga akhirnya melupakan jam makan, menjadikan nutri si yang harusnya bisa masuk menjadi tidak optimal. Istilah lupa makan dan lupa waktu, sering kali disebutkan untuk mereka yang sedang hangathangatnya membina sebuah hubungan romantisme. Tetapi, kalau yang di masalahkan misalnya adalah terjadinya penurunan berat badan atau badan menjadi ku rus tetapi hubungan seksual yang dilakukan masih dalam tahap tidak terlalu sering dan ada dugaan tubuh bela kangan tidak dalam keadaan kesehatan yang optimal, maka ada baiknya berkonsultasi ke dokter memastikan pe nyebabnya.
BUGAR
10
23 - 29 DESEMBER 2013
Perempuan lebih Rentan Anyang-anyangan
seperti biasa, jangan menahan napas.
anyang-anyangan. Hal ini juga terjadi pada perempuan yang sering melahirkan spontan atau normal yang cenderung sfingter uretra-nya mengalami instabilitas demikian juga otot detrusornya,” jelas dr. Tatwa. Ia menyarankan, minimal dilakukan pemeriksaan air seni rutin atau rinalisis untuk memastikan diagnosis. Kalau jumlah leukosit atau sel darah putih dalam air seni banyak, dan juga eritrosit atau sel darah merah, dan juga ditemukan bakteri, maka 90% sudah terjadi infeksi saluran kemih sebagai penyebab anyang-anyangan. Karena penyebab anyanganyangan cukup banyak, terkadang perlu juga dilakukan pemeriksaan pancaran kencing yang disebut uroflowmetri yakni pencatatan frekuensi kemih dalam diari berkemih selama tiga hari. Pemeriksaan ultrasonografi kandung kencing juga diperlu-
kan, dan bila dipandang perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan melalui tindakan invasif berupa peneropongan saluran kemih disebut cystoscopy. Penanganan anyang-anyangan, dapat dilakukan dengan obat-obatan terutama yang sudah diketahui penyebabnya karena infeksi. Pasien harus diberikan antibiotika yang sesuai. Bila penyebab anyangananyangan akibat pembesaran prostat maka dilakukan transureteral resection prostate dan jika akibat prolaps uteri maka dilakukan pengangkatan rahim. Otot detrusor yang tidak stabil bisa diberikan obat-obatan untuk menstabilkan, pada perempuan disarankan melakukan latihan senam kegel. Senam kegel untuk wanita diperuntukkan untuk melatih otot-otot dasar panggul terutama pada daerah otot yang berhubungan dengan saluran kandung kemih. Mulailah dengan mengencangkan otot panggul Anda selama lima detik, kendurkan lima detik, lalu kencangkan lagi. Lakukan 10 kali berturut-turut, tiga kali sehari. Anda bisa melakukannya sambil bekerja di kantor, menonton TV atau membaca majalah. Fokuskan pada bagian otot panggul di sekitar vagina dan anus saja, jangan sampai otot perut, paha atau pantat ikut tertarik. Bernapaslah
otot-otot lebih terfokus latihannya. Menggunakan dumbell dan cable adalah salah satu pilihan jenis latihan yang memungkinkan kita melakukan gerakan sendiri-sendiri masing-masing otot. Selamat mencoba. Waktu yang paling tepat un-
tuk melakukan aktivitas latihan beban adalah pada saat tingkat energi dalam tubuh kita paling tinggi. Mengingat aktivitas latihan beban memakai sumber utamanya adalah berasal dari gula. Maksudnya adalah mengonsumsikan karbohidrat kompleks
berserat sebelum melakukan aktivitas latihan beban. Makan dahulu sebelumnya. Namun, tentu pilihan jenis dan penyajian harus diperhatikan. Pilihannya antara lain: ubi rebus, oat meal tanpa susu, nasi merah, coklat, pisang, roti gandum tanpa mentega dan garam.
Ina mengeluh nyeri perut bagian bawah. Air seninya juga keluar tak lancar, seperti ada yang masih tersisa dan terus begitu. Salah seorang teman mengatakan Ina menderita anyang-anyangan.
M
enurut dokter ahli urologi dr. I.B. Tatwa Yatindra, Sp.U., anyang-anyangan merupakan suatu gejala akibat berbagai masalah karena terjadi frekuensi berkemih menjadi lebih sering dari biasanya. Namun, volumenya sedikit-sedikit. “Gejala ini merupakan tanda telah terjadi sesuatu pada saluran kencing bagian bawah khususnya masalah dalam penyimpanan air seni di kandung kencing,” jelasnya. Penyebabnya paling banyak infeksi saluran kemih. Selain ditandai anyang-anyangan, terkadang ada rasa perih dan panas saat kencing. Umumnya, terjadi kare-
na sering menahan kencing atau ada batu di saluran kemih. Penyebab lain, terlalu banyak minum yang berefek diuretik seperti alkohol, kopi, dan teh. Bisa juga karena kehamilan, cemas, otot detrusor tidak stabil, pembesaran prostat, hipertonisitas dasar panggul, interstitial cystitis, dan diverticulitis. Perempuan disebut paling sering mengalami anyanganyangan dibanding laki-laki. Ada beberapa hal yang menjadi risiko seperti lubang saluran kemih, liang vagina, dan lubang anus yang letaknya berdekatan dan saling terbuka. Berbeda dengan pria, dimana lubang saluran kemih menjadi satu dengan sperma dan tertutup oleh kulit. “Anyang-anyangan pada perempuan sering timbul akibat kelalaian menjaga kebersihan organ intim. Seringkali kuman atau bakteri dari anus dan vagina wanita akan mengontaminasi saluran kemih sehingga mudah terjadi infeksi saluran kemih denOscopycys gan muncul gejala
dr. I.B. Tatwa Yatindra, Sp.U.
AIR SIRIH Dalam masyarakat ada anggapan berendam bokong atau cebok dengan air sirih ada manfaatnya mencegah anyang-anyangan. Apa benar hal tersebut? Air sirih mengandung zat-zat yang dapat bertindak sebagai antiseptik. Namun, secara alamiah di saluran kemih sudah terdapat flora kuman normal yang berfungsi dalam pembentukkan air seni itu sendiri. “Bila terlalu sering cebok atau berendam air sirih justru bisa merusak keseimbangan jaringan pada saluran kemih itu sendiri dan berpotensi tumbuhnya jamur,” ujarnya. –Wirati Astiti/Ngurah Budi
Nyeri perut bawah
Sehat ala Ade Rai
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sehat ala Ade Rai” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id Rubrik ini diasuh Ade Rai.
Otot Kanan lebih Berkembang Saya suka olah raga gym, ada beberapa pertanyaan : -Saya merasakan otot bagian kanan lebih besar/ lebih berkembang, apakah penyebab nya ? -Belakangan ini juga saya sering merasa pusing habis angkat beban, dan tenaga berkurang? (Bagus Tri Adnyana) Salah satu tujuan aktivitas latihan beban adalah memperbaiki postur dan membuat tubuh terlihat seimbang. Ada pun salah satu bagian tubuh kita lebih berkembang atau memiliki respon yang lebih dibandingkan lainnya adalah sesuatu yang wajar. Sebagai contoh otot lengan kangan lebih berkembang daripada lengan kiri. Biasanya disebabkan ketika melakukan aktivitas pengencangan otot
tersebut, bagian kanan terlibat lebih dominan dalam aktivitas gerakan tersebut. Solusinya adalah melakukan aktivitas gerakan unilateral atau yang dikenal dengan gerakan satu per satu. Otot kanan dilatih sendiri dalam satu set lalu dilanjutkan dengan otot kiri dengan menggunakan beban yang sama secara bergantian dan tidak bersamaan. Memungkinkan masing
23 - 29 DESEMBER 2013
STYLE
T-shirt Gambar Dewa Pekan ini, ada pilihan yang istimewa untuk para pecinta mode. Konsep “modern product, local wisdom”, hadirkan persembahan t- shirt gaya modern dengan paduan unsur kearifan lokal. Dengan konsep desain etnik dan menjaga tradisi, deretan koleksi kali ini tampil beda.
Angga, pemilik Vijaya Store ini, senantiasa menonjolkan kebanggaannya terhadap tanah kelahirannya, Bali. Hal ini pula yang menjadikan koleksi t-shirt
Angga
–nya sangat menarik. Angga juga berani menggunakan gambar Dewa pada t- shirt-nya tanpa kesan melecehkan, justru bisa membawa pengaruh positif bagi
pemakainya. Gambar t-shirt koleksinya meliputi Krisna, Karang Boma, Hanoman, Ganesha, Shiva, Saraswati, Rama Sita, dan Tari Baris. Memang, selama dari sisi desain, belum banyak yang menggunakan konsep seperti miliknya untuk dituangkan di atas sebuah t-shirt. Karyanya ini, selain biasa dikenakan untuk bersantai juga cocok untuk acara anak muda menutup tahun yang dilaksanakan di out door pada siang maupun sore hari. Dengan mengenakan t-shirt kita tetap tidak ketinggalan
15
mode, tampil simpel tapi tetap cool bagi yang pria dan feminin untuk yang wanita. Bicara tren warna tahun depan, meski banyak disebutkan warna-warna cerah seperti merah , namun beberapa situs mode terkemuka mengungkapkan kalau hitam dan putih juga tetap kuat mewarnai setiap bentuk fashion di tahun 2014. Apalagi, kata Angga dua warna yang tetap dipilihnya ini memang sangat mengakar dan selalu bertahan di dunia mode. – Sri Ardhini/Wirati Astiti
23 - 29 Desember 2013
16
Jatiluwih
Panorama Sawah Bertingkat Khas Bali
Jatiluwih berada di Kabupaten Tabanan berjarak sekitar 40 km dari pusat kota Tabanan dan 60 km dari Denpasar Objek wisata ini berada di daerah pegunungan dengan hawa yang sejuk dan hamparan persawahan yang ber tingkat atau sawah terasering khas Bali.
J
atiluwih berasal dari kata Jati yang berar ti sejati dan luwih yang berarti indah. Jadi Jatiluwih bisa diartikan pemandangan alam yang indah. Dari kota Tabanan, cari saja arah menuju Penebel. Setelah melewati Desa Babahan dan Senganan, Anda akan tiba di desa Jatiluwih. Anda akan dis ambut hamparan sawah yang bertingkat yang begitu mem pesona. Panorama alam yang masih alami, sangat jauh dari polusi udara dan riuh rendah bunyi kendaraan ini membuat ba nyak wisatawan yang tertarik
berkunjung ke Jatiluwih. Air pe gunungan yang ada digunakan untuk air minum dan sebagai sumber air pertanian yang di organisir dengan sistem irigasi yang disebut subak. Sistem pengairan atau irigasi tradision al di Bali yang berbasis budaya dan masyarakat tetap diper tahankan. Keunikan sawah berteras inilah yang membuat Jatiluwih dinominasikan masuk daftar World Heritage UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Saat memasuki desa Jati luwih, Anda juga akan mele wati sungai, pura, atau rumahrumah penduduk yang masih
23 - 29 Desember 2013
Mayza Reginna Rahmalia Putri
Segera Luncurkan Album Kompilasi Usianya memang masih sangat muda, namun prestasinya tidak perlu diragukan. Mayza Reginna Rahmalia Putri, ternyata sudah berkali-kali berhasil memenangkan berbagai lomba fashion untuk kategori anak. Bukan hanya itu, di bidang akade mis pun ia tercatat sebagai anak yang cerdas.
P
Objek wisata Jatiluwih
sederhana suasananya benarbenar menggambarkan suasana perdesaan dan alam Bali yang damai. Mayoritas penduduk Jatiluwih bekerja sebagai petani untuk menggarap lahan per sawahan yang terbentang di wilayah ini. Ada beberapa tem pat perhentian yang sengaja dibuat untuk wisatawan sekadar me motret ke indahan peman dangan sawah. Jika Anda ingin lebih bersantai, banyak restoran yang memberikan ruang untuk me nyaksikan pano rama indah terse but sembari me nikmati nasi cam pur beras merah, khas Jatiluwih. Sebelum sampai di objek wisata Jatiluwih, Anda juga
dapat mampir di taman bu rung yang berlokasi di Jalan Batukaru, Banjar Sandan Lebah Wanasari Kabupaten Taban an. Di tempat ini dilakukan pengembangbiakan sekaligus penangkaran kupu-kupu guna keperluan ilmu
pengetahuan ilmiah maupun pendidikan untuk masa yang akan datang. Berbagai jenis
kupu-kupu yang ada di Indo nesia terdapat di sini. Sepulang dari Jatiluwih Anda bisa mampir ke objek wisata air panas Angseri yang terletak di kaki Gunung Batukaru. Air panas alam ini berada di Desa Angseri, Kecamatan Batu riti, Kabupaten Tabanan. Objek wisata air panas Angseri berada di tengahtengah hutan bambu. De bit airnya cukup besar dan sangat baik untuk pengobatan penyakit ku lit. Selain air panasnya yang alami, pemandan gan alam di sekitar Ang seri ini sungguh indah dan menawan hati. Belum punya pilihan berlibur saat Natal dan Tahun Baru? Cobalah objek wisata tiga se rangkai ini, mulai dari taman burung, Jatiluwih dan akhiri dengan berendam di air panas Angseri. Pasti sangat me nyenangkan. Selamat berlibur. –Wirati Astiti/Ngurah Budi.
Biodata l Nama
Mayza Reginna Rahmalia Putri l Panggilan Sasa l Kelahiran Denpasar, 5 Juli 2005 l Alamat Jalan Pulau Ambon Gg. Tanjung no. 9,Denpasar l Orangtua Nanang Ripto Purnomo/Ni Kadek Setiani l Saudara Ericha Lingga Parawangsa (Kakak) l Sekolah Kelas 2 SD Anugrah Denpasar l Hobi Modeling dan Nyanyi l Cita-cita Dokter Anak l Warna Favorit Merah l Prestasi terpilih
Turis asing memanfaatkan waktu mereka untuk berfoto sembari melepaskan kepenatan
Banyak restoran tersedia sembari melihat indahnya pemandangan hamparan sawah
DARA
Juara 1 Lomba Busana Pesta 2013; Juara II Lomba Fotomodel Semarak Sumpah Pemuda 2013; Juara I Fotomodel 2013 September Ceria, Triple D Organizer; Juara II Lomba Bersyair Dinas Pendidikan dan Olahraga 2013; Juara I Lomba Casual Merah Putih Koperasi Ekonomi Rakyat ; Juara Harapan Busana Casual Bebas BNI 2012; Juara I Busana Pesta Bebas September Ceria; Juara II Busana Army Semarak Sumpah Pemuda 2013; Juara I Busana Natal Carrefour Sunset Road 2013; Juara I Busana Casual Bebas Carrefour Sunset Road 2013; Juara II Busana Jeans Carrefour Sunset Road 2013; Juara I Foto Model Carrefour Sunset Road 2013; Maskot Model Pemilihan Top Model Indonesia di Jakarta 2013.
erempuan cantik, yang punya panggilan Sasa ini, hingga kini tercatat selalu peringkat pertama di kelasnya. Hal ini karena Sasa juga seorang anak yang disiplin. Ia terbiasa memiliki jadwal belajar yang teratur, yakni sebelum sekolah dan saat pulang sekolah. “Sasa wajib belajar setiap hari, agar nilai-nilainya terus baik, dan kalau sudah besar nanti bisa masuk fakultas kedokteran,” ungkapnya sembari tersipu sambil mengatakan terima kasih pada wali kelasnya Ibu Ketut Sulastri yang juga membimbingnya dengan sangat baik. Orangtuanya mengaku tidak memberikan pembinaan khusus untuk urusan belajar. Untuk pelajaran sekolahnya, Sasa hanya ikut les matematika. “Putri saya ini, memang cukup mandiri. Ia bisa mengatur sendiri kapan jadwalnya belajar, latihan , bermain dan istirahat,” kata Setiani sang mama. “Bukan hanya itu, untuk urusan nilai sekolah ia juga menerapkan standar cukup tinggi bagi dirinya. Ia tidak ingin mendapatkan nila di bawah 9. Kalau pun terjadi, Sasa sedih. Ia akan bergiat belajar memperbaikinya,” ujar sang ayah menambahkan. Putri kedua pasutri Nanang Ripto Purnomo dan Ni Kadek Setiani ini, meski dalam kesehariannya terkesan pendiam, namun memang sejak kecil sudah suka berlenggak-lenggok. Tak heran jika di atas panggung ia pun tampil memukau, yang kerap membuat yang melihatnya tak percaya kalau Sasa anak yang tak banyak bicara. Bakat Sasa, kata sang ibu menjadi lebih terasah lagi setelah ia duduk di TK B dan ikut berlatih modeling di Franky Agency. Apalagi setelah bergabung, selain cukup banyak mengikuti berbagai lomba, Sasa juga sering diajak manggung mengisi acara hiburan di beberapa tempat. Soal pengalaman yang berkesan, Sasa yang menggemari Cowboy Junior ini menyebut sangat berkesan ketika ia berhasil masuk 50 besar dalam sebuah penjaringan anak berbakat di Bali yang dilakukan sebuah produk susu nasional. “Waktu itu
9 Sasa harus bersaing dengan 2000 peserta lainnya. Yang masuk tiga besar usia dan pengalamannya jauh di atas Sasa. Makanya, masuk 50 besar saja Sasa sudah senang,” kata Sasa yang rutin belajar mengaji pada Bapak Jalal tiap Senin dan Selasa ini. Menurut kedua orangtuanya yang mendampingi Sasa saat wawancara, mereka memang menyerahkan pilihan kegiatan pada anaknya. Apapun yang disukainya, selama itu postif dan membangun, mereka sepenuhnya akan mendukung perjalanan hidup anaknya. Selain itu, menurutnya keikutsertaan putrinya dalam berbagai lomba juga menjadikan rasa percaya diri dan kemandiria Sasa lebih tebal. Ketika ditanyakan kenapa memilih berlatih model dan nyanyi di Franky Agency, orangtua Sasa beralasan, ketika putrinya berlatih di sana, bukan hanya diajarkan menjadi seorang model atau penyanyi, namun juga diberikan penekanan tentang etika dan sopan santun di segala kesempatan. Kegiatan teranyarnya saat ini, Sasa baru saja merampungkan rekaman sebuah lagu pop anak-anak yang diproduksi Ridho Record. Ia akan mengisi sebuah album kompilasi yang masih dirahasikan judulnya ini. “Sekarang masih dibuatkan jadwal untuk rekaman video klipnya. Nanti kalau mau launching pasti Tokoh diundang,” pungkasnya.
8
BUNDA & ANANDA
23 - 29 DESEMBER 2013
Sayang Anak Tahan 48 Jam di Kulkas Tiga bulan setelah melahirkan, Bu Eni harus kembali bekerja. Berat baginya untuk berpisah dengan buah hatinya. Namun, karena cuti hanya diberikan tiga bulan dan ia harus kembali bekerja. Pengasuhan putri pertamanya diberikan kepada ibunya.
“A
walnya cukup sulit untuk beradaptasi. Saya sebenarnya ingin memberikan ASI eksklusif untuk anak saya. Tetapi, saya harus bekerja. Untungnya perusahaan memberi kelonggaran waktu istirahat,” tutur Bu Eni mengenai pengalamanannya. Ia pun menceritakan sejak kehamilan ia sudah bertekad untuk memberikan ASI eksklusif untuk putrinya. Baginya momen terbaik adalah ketika menyusui putrinya. “Saya dan suami sudah berkomitmen untuk memberikan yang terbaik untuk putri kami. Inisiasi menyusu dini (IMD) pun kami lakukan sejak putri kami lahir,” kenangnya. IMD ini berhasil sehingga putrinya mendapatkan ASI sejak lahir ke dunia ini. Sejak itulah Bu Eni rajin memperhatikan asupan nutrisinya. Ia selalu mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi agar putrinya juga mendapatkan ASI yang terbaik. Kegalauan melandanya ketika ia mulai masuk kerja. Bayinya harus terus mendapatkan ASI. Mau tak mau, saat istirahat kerja, ia pulang untuk menyusui lalu balik lagi ke kantor. Jarak kantor dan rumah yang tak terlalu jauh memudahkannya untuk melakukan itu. Selain menyusui langsung, kadang ia memompa sendiri ASI itu di kantor lalu disimpan dalam botol. Hal ini dilakukan untuk menampung ASI yang terus keluar. “Lumayan bisa distok untuk berjaga-jaga kalau saya tidak sempat pulang saat isti-
rahat,” kenang ibu yang sudah dikaruniai dua putri dan keduanya mendapatkan ASI eksklusif ini. Menurut dr. A.A. Ngurah Prayoga, Sp.A., IMD harus dilakukan sesegera mungkin setelah bayi lahir. Aktivitas ini bertujuan mengenalkan bayi dengan puting susu ibunya. “Begitu bayi lahir, tunda injeksi dulu. Bersihkan bayi kecuali bagian tangannya. Tangan yang berbau ketuban ini akan mengantarkan bayi ke puting susu ibunya. Di sekitar puting susu ada kelenjar yang menyerupai air ketuban. Tempatkan bayi di atas perut ibunya, biarkan dia merangkak menggapai puting susu ibunya. Jangan dibantu. Ini proses alamiah,” jelasnya. Proses alamiah ini bisa dilakukan jika ibu melahirkan dengan persalinan normal. Jika persalinan dilakukan dengan operasi seksio, tentu bayi tidak bisa ditempatkan di atas perut ibunya. Bayi bisa diletakkan di bagian samping dan boleh dibantu untuk mencari puting susu. Setelah proses IMD ini dilakukan, perawatan ibu dan bayi bisa dilakukan seperti biasa. Sebaiknya ibu dan bayi ditempatkan bersama. “Prinsip dalam pemberian ASI, makin cepat makin baik, makin sering makin lancar. Isapan bayi ini akan merangsang produksi ASI,” tegas dokter anak RSIA Puri Bunda Denpasar ini. Mengenai posisi menyusui, dr. Prayoga mengatakan posisi harus benar. Puting susu harus masuk semuanya ke mulut bayi. Jika hanya di ujungnya, itu akan
dr. Prayoga
menyebabkan puting mudah lecet dan bayi tidak dapat mengisap dengan baik. Bayi pun menjadi rewel karena hanya mendapatkan sedikit ASI. “Tempatkan bayi sedemikian rupa agar menempel dengan ketat. Dagu bayi melekat di payudara ibunya. Kalau posisi sudah baik dan bayi mengisap dengan baik, hasilnya pasti bagus. Lakukan pemberian ASI eksklusif ini selama enam bulan. Pemberian air putih tidak perlu kalau pemberian ASI lancar,” tandasnya. Bagi ibu yang bekerja seperti kisah Bu Eni, pemberian ASI bisa tetap dilakukan dengan cara memompa ASI. Dokter Prayoga menyarankan dua minggu sebelum kembali bekerja, ibu harus berlatih memompa ASI, melatih orang yang akan mengasuh bayi itu, serta melatih bayi minum dengan dot atau gelas kecil. “Pemompaan ASI bisa dilakukan den-
Ibu menyusui
gan cara manual mempergunakan tangan ibu atau dengan mekanis berupa breast pump. Cara memompa manual bisa dipelajari di klinik laktasi seperti yang ada di RSIA Puri Bunda,” tandasnya. Dalam waktu tiga jam, ASI harus dipompa dan bisa menghasilkan 300 cc. Cara penyimpanan ASI, bisa menggunakan botol plastik yang tebal atau botol kaca yang tebal. ASI yang dipompa dalam kurun waktu tiga jam harus disimpan dalam satu botol. Hasil pemompaan tiga jam berikutnya, dipisahkan dengan botol pertama. Botol ASI ini disimpan di kulkas. Jangan lupa memberi label, nama bayi, tanggal, jam. Sistemnya first in first out. Botol yang pertama disimpan adalah botol yang pertama kali dikeluarkan. “Penyimpanan di kulkas tidak boleh sembarangan. Sebaiknya di rak paling atas tetapi jangan dekat pintu. Pisahkan botol ASI dengan makanan lain agar tidak terjadi kontaminasi. ASI yang disimpan dalam kulkas bisa bertahan 48 jam. Jika disimpan di freezer bisa sampai tiga bulan,” jelas dr. Prayoga. Jika bayi ingin minum, keluarkan botol dari kulkas lalu hangatkan dengan memasukkan botol ke dalam wadah yang berisi air hangat. Jangan merebus ASI karena bisa mengubah komposisinya. Setelah hangat, barulah diberikan kepada bayi. Perlakukan botol yang disimpan di freezer agak beda. Botol harus dikeluarkan dari freezer 24 jam sebelum diminum. Selanjutnya proses sama seperti ASI yang disimpan di kulkas. Jika keadaan mendesak, botol yang dari freezer bisa dicairkan dengan menyemprotkan air keran agar ASI dalam botol mencair lalu dihangatkan dengan menaruh botol di wadah yang berisi air hangat. ASI yang tidak habis diminum sebaiknya dibuang. Jangan menyimpan lagi ASI dalam botol tersebut. Waktu yang ditoleransi antara tiga sampai empat jam bagi bayi untuk menghabiskan ASI tersebut. Lewat dari waktu itu, sebaiknya ASI dibuang. “ASI dapat diberikan sampai buah hati berusia dua tahun bahkan lebih. Tetapi, anjuran pemerintah, ASI eksklusif selama enam bulan. Setelah itu berikan makanan pendamping ASI. Satu hal yang penting dan selalu diingat adalah kualitas ASI itu yang terbaik. Tidak ada ASI yang encer atau yang kental. Komposisinya yang terbaik untuk nutrisi bayi dan tidak ada ASI basi. Produksi ASI juga banyak bahkan ada ibu yang memiliki anak kembar dua bisa memberikan ASI eksklusif selama enam bulan,” papar dr. Prayoga. –Ngurah Budi/ Ratna Hidayati
23 - 29 DESEMBER 2013
G R I YA
17
Feng Shui Dapur Kurang Baik? Pemilihan tata letak ruang dapur dalam bangunan, dari segi ilmu feng shui, akan cukup mempengaruhi kehidupan penghuninya. Karena itu, tata letak dapur dalam sebuah rumah tinggal ini perlu mendapat perhatian khusus. Namun, bagaimana jika ruang dapur itu sudah terlanjur ada dan terletak pada posisi yang menurut feng shui kurang baik? Apa solusinya? Berikut ulasan dari Made Ida Mulyati, S.Sn., M. Erg., dosen Jurusan Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Seni Indonesia, Denpasar.
B
eberapa peletakkan dapur yang salah menurut ilmu feng shui beserta solusinya.
ke bangunan induk. Seperti, dapat digunakan atap pergola sehingga orang yang akan ke dapur tidak kepanasan dan kehujanan.
Dapur diletakkan pada sek tor depan bangunan. Walaupun letak dapur pada sektor bagian depan bangunan dipandang lebih praktis dari segi mobilitasnya, seperti, dari segi keamanan lebih mudah memantau keadaan rumah, lebih cepat membukakan pintu pagar maupun pintu ruang tamu pada saat tamu datang, tetapi di dalam ilmu feng shui tetap kurang baik. Terlebih letak dinding dapur lebih menonjol dari tembok atau pintu ruang tamu. Posisi ini akan berakibat mengurangi rezeki karena menghambat karier si penghuni rumah. Di samping, penghuni rumah akan sering mengalami penipuan. Dari ilmu interior, letak dapur pada bagian sektor depan bangunan menyebabkan bau amis ikan dan daging akan tercium sampai ruang tamu. Ruang tamu yang terkontaminasi dengan aroma tersebut akan membuat tamu tidak betah berada pada ruang tamu. Solusinya, memindahkan letak ruang dapur pada bagian tengah atau agak ke belakang pada bangunan.
Ruang dapur berada di basement, komposisi ruang seperti ini dapat mengurangi keberuntungan bagi penghuninya karena minimalnya capaian sinar matahari dan pengudaraan. Komposisi ini juga menyebabkan bakteri dan kuman penyakit akan lebih banyak berkembang karena ruang dapur lembab, dan ini akan berdampak pada kesehatan penghuni, dan keberuntungan penghuninya. Di samping itu, efek yang paling buruk apabila dapur diletakkan di basement, lantai dapur jelas lebih rendah dari jalan raya. Menurut ilmu fengh shui, pada komposisi ini semua kotoran yang berasal dari jalan raya baik dibawa oleh udara atau air akan menyebabkan kondisi dapur kotor sehingga kualitas makanan dan minuman yang diolah di dapur tersebut kurang baik yang dapat mempengaruhi kesehatan dan keberuntungan penghuninya. Sebaiknya posisi dapur yang demikian dihindari saja.
Dapur diletakan pada bagian sentral bangunan. Peletakkan dapur pada bagian tengah tata ruang bangunan, apabila diidentikan dengan tubuh manusia maka dianggap pusar. Sedangkan pusar sangat peka terhadap angin, air atau kotoran. Letak dapur yang demikian mengakibatkan saluran air bersih dan kotor akan melintang tertanam di bawah lantai rumah, di samping itu bau-bau ikan, daging, dan sampah kondisi akan terbawa ke ruangan lain yang ada pada bangunan tersebut. Kondisi seperti itu menurut feng shui dianggap kurang baik karena membawa efek gangguan kesehatan. Menurut ilmu interior letak dapur ditengah-tengah bangunan yang berada di antara ruang-ruang yang lain dianggap kurang tepat karena bau-bau yang dihasilkan dari ruang dapur akan berpengaruh ke ruang lain dan mengakibatkan tidak nyaman bagi penghuninya. Solusinya, letak ruang dapur sebaiknya dipindahkan ke letak yang ideal agar kesehatan dan rezeki penghuninya bisa membaik. Letak ruang dapur be rada di bawah kamar mandi/ WC (pada lantai satu terdapat ruang dapur dan di lantai dua vertikal terdapat kamar mandi/ WC). Komposisi dapur ini merupakan komposisi yang sangat buruk dalam ilmu feng shui. Desain tata ruang bangunan seperti ini akan membawa ketidakberuntungan atau selalu dilanda kesialan dan kehancuran karier. Dapur dalam ilmu feng shui dikatakan sebagai tempat yang sakral karena dapur
sebagai tempat mengolah makanan dan minuman bagi kelangsungan hidup penghuninya. Sedangkan, kamar mandi/WC sebagai tempat membuang kotoran . Dari ilmu desain interior sangat tidak baik letak ruang dapur di bawah kamar mandi/WC. Karena, apabila coran beton lantai suatu saat mengalami kebocoran maka akan menggangu aktivitas memasak pada ruang dapur dan mengkontaminasi atmosfer dapur, sehingga masakan dan minuman yang diolah di ruang dapur akan tercemar kuman. Begitu juga sebaliknya, penataan ruang dapur berada di atas (Lt. 2) kamar mandi/WC, elemen air di bawah elemen api, juga tidak baik. Menurut ilmu feng shui, letak kedua posisi dapur tersebut memperbesar kualitas sha qi/hawa jahat yang dapat mematikan sheng qi (hawa rezeki). Letak dapur bersebelahan dengan kamar mandi/WC juga tidak direferensikan, karena intinya jangan mendampingkan elemen air dengan elemen api. Tetapi, apabila kamar mandi/WC memiliki ventilasi yang terpisah dan semua ventilasi mengarah keluar halaman, begitu juga posisi bak mandi tidak boleh menempel pada bagian dinding dapur, dan letak kloset tidak menghadap atau membelakangi dinding yang memisahkan kamar mandi/WC dengan dapur, keran air di kamar mandi dan bak mandi jangan sampai diposisikan berdampingan dengan kompor atau berseberangan dengan letak kompor. Apabila sudah dikomposisikan penataan ruang kamar mandi seperti itu maka tidak jadi masalah dalam ilmu feng shui. Tetapi, jika tidak ada pengaturan tata ruang kamar mandi/ WC, letak kamar mandi/WC yang berdampingan dengan dapur memperbesar kualitas sha qi (hawa pembunuh). Atmosfer yang seperti ini dapat menyebabkan penghuni mengalami penyakit yang mematikan dan pengaruh lainnya yang merugikan. Posisi dapur di bawah ka mar tidur merupakan posisi yang paling harus dihindari. Posisi tersebut dapat menimbulkan kehidupan keluarga yang tidak bahagia, penghuni rumah sering berselisih
pendapat, terkadang dapat menyebabkan keributan besar. Jika kamar anak terletak di atas ruang dapur, anak sulit mendapatkan jodoh. Secara logika, posisi dapur dan kamar tidur yang demikian akan menciptakan kondisi yang kurang nyaman bagi penghuni kamar karena atmosfer kamar akan terasa lebih panas, di samping itu polusi asap dan bau dapur akan masuk ke ruang kamar tidur sehingga menggangu konsentrasi penghuni kamar tersebut. Walaupun letak kamar tidur di lantai 3, di lantai 2 ada ruang keluarga, sedangkan dapur ada di lantai 1, yang ketiga ruangan tersebut posisinya vertikal, tetap tidak direferensikan, karena efek buruk hawa dapur tetap masih mempengaruhi atmosfer kamar tidur tersebut. Posisi dapur berada di bawah ruang jemur. Tata letak ini sebetulnya tidak masalah. Jika ruang jemur ada di atas ruang dapur sebatas lantai coran beton tidak bocor, apabila ada keran atau bak penampung air jangan diletakkan vertikal dengan kompor. Hal tersebut akan mematikan unsur api pada kompor, yang di dalam feng shui unsur api merupakan sumber kehidupan (rezeki). Jika di ruang jemur tersebut terdapat aktivitas mencuci baju maka buangan airnya sebaiknya ada saluran air yang lancer, sehingga air tidak tergenang di lantai ruang jemur. Tetapi, di beberapa kepercayaan letak dapur tidak diperbolehkan berada di bawah ruang jemur karena material jemuran terdiri dari beragam produk seperti pakaian dalam, suatu hal yang dianggap kurang baik. Letak dapur terpisah den gan bangunan induk, sangat tidak disarankan karena dalam ilmu feng shui tata letak yang seperti itu akan menyebabkan hubungan suami istri akan retak. Begitu juga hubungan orangtua dengan anak selalu ada masalah. Tetapi, untuk desain-desain perumahan modern di zaman sekarang sangat banyak bangunan dapur terpisah dengan bangunan induknya. Hal tersebut tidak masalah dalam ilmu feng shui asal ada atap penghubung antara bangunan dapur menuju
Level lantai dapur sebai knya dibuat lebih tinggi dari ruangan yang ada di sekitar dapur. Makna meninggikan level lantai dapur terhadap ruangan di sekitar dapur yang tidak disekat tembok, jika dilihat dari filosofi untuk meninggikan berkah kehidupan melalui makanan yg diolah di dapur tersebut, dan untuk menghormati dewa-dewa yang berkedudukan di dapur. Sedangkan, secara logika apabila lantai dapur lebih tinggi dari lantai ruangan lain di sekitar dapur, akan mempermudah penghuninya membersihkan lantai dapur. Jika dikaitkan dengan ilmu desain interior, lantai dapur yang dibuat lebih tinggi dapat memberi aksen pada lantai sehingga tidak terkesan monoton. Pintu dapur dan WC ber hadapan, sangat tidak baik karena bau dari ruang WC akan mencemari dapur, yang dapat mempermudah penyebaran bakteri dan kuman penyakit ke dalam makan. Apabila hal tersebut terjadi maka akan berpengaruh bagi kesehatan penghuninya dan memperburuk keberuntungan penghuninya. Pintu dapur dan kamar ti dur berhadapan,yang dimaksud di sini dengan pengertian apabila kita keluar dari kamar tidur langsung melihat dapur. Penataan yang seperti ini dapat menyebabkan energi negatif dari dapur dapat mempengaruhi atmosfer kamar tidur dapat menimbulkan pengaruh yang tidak baik bagi kesehatan dan keharmonisan hubungan suami istri. Solusi, mendirikan penyekat yang permanen (masif) supaya pintu tersebut tidak saling berhadapan. Pintu utama rumah tidak boleh menampakkan ruang
dapur dan kompor yang da pat dilihat dari luar rumah. Penataan ruang dapur seperti ini dalam ilmu feng shui dikatakan dapat berpengaruh buruk terhadap karier dan keuangan penghuninya (sulit mencapai kemakmuran), hubungan suami istri tidak baik dan penghuni rumah tersebut tidak mendapat ketenangan hidup. Solusinya, merubah posisi pintu utama atau pintu dapur. Dapur, kamar pembantu, dan kamar mandi/WC berada dalam satu ruang. Posisi seperti ini dalam ilmu feng shui diangap tidak baik karena bau yang datang dari kamar mandi/WC terakumulasi ke ruang dapur dan ruang tidur. Komposisi ruang yang seperti ini dapat mengakibatkan penghuni sering mengalami penyakit parah, problem keuangan, hubungan suami istri tidak harmonis, ganggun karier dan gangguan konsentrasi belajar. Solusinya, memberi penyekat dinding permanen pada ruang dapur. Meja makan diletakkan di ruang dapur, sangat tidak baik menurut ilmu feng shui karena dapat mengakibatkan kehidupan yang kurang bagus yang berhubungan dengan rezeki dan kesehatan. Apabila kompor berhadapan dengan bak pencucian piring, kompor berdampingan dengan bak pencucian piring, posisi bak cuci piring lebih rendah dari kompor, dalam ilmu feng shui sangat tidak disarankan karena akan berakibat buruk bagi penghuninya. Keluarga ditimpa bencana, rezeki sulit didapat, tidak memiliki semangat juang untuk mencapai keberhasilan di segala bidang, dapat menimbuklkan konflik dalam keluarga, karir banyak hambatan. Solusinya, sebaiknya meletakkan kompor dan bak pencuci piring berseberangan, membentuk huruf L( bukan berhadapan atau berdampingan). Jika ruang dapur sempit dan terpaksa harus meletakkan kulkas dan bak cuci piring berdampingan tidak masalah asal di antaranya diberi tambahan sekat, posisi kompor harus lebih tinggi dari posisi bak cuci piring. Terdapat jendela di be lakang kompor. Dalam ilmu feng shui dikatakan buruk karena akan berefek akan sering terjadi kehilangan dalam keluarga penghuninya. Secara logika, dengan adanya jendela di belakang kompor maka api kompor tidak akan stabil, waktu memasak akan bertambah lama sehingga terjadi pemborosan bahan bakar. Hal tersebut tentunya berdampak pada pengeluaran keuangan yang semakin besar (boros). Solusinya, disarankan memindahkan letak jendela ke posisi dinding yang lain. Letak dapur di bawah tang ga berpengaruh pada kesehatan. Kalau diamati dengan analisa logika, apabila menyapu pada anak tangga, maka debu dan kotoran akan mengganggu aktivitas pengolahan makanan dan minuman. Solusinya, dengan memasang desain reling tangga yang menutupi anak tangga, sehingga pada waktu menyapu debu dan kotoran tidak mengganggu atmosfer ruang dapur. –Inten Indrawati/Wirati Astiti
TR A D ISI
18
23 - 29 Desember 2013
Mangan Besedi
Pamer Terune Pilihan ke Publik Dalam tradisi prapernikahan maupun pernikahan suku Sasak, Samawa dan Mbojo (Sasambo) di Nusa Tenggara Barat, berbagai simbol tradisi menjadi bagian dari “cara berkomunikasi” masyarakat adatnya. Ada yang lewat simbol bahasa, benda-benda hingga tanda serta isyarat. Hal ini membuat khasanah budaya Bumi Gora yang sarat de ngan nilai-nilai filosofi, norma dan kearifan lokal, menjadi kaya dan memiliki keunikan tersendiri.
D
alam masyarakat Sasak, Lombok, khususnya di Lom bok Selatan, dalam kegiatan rowah ketika ada kematian, dikenal adanya acara ngamarin atau ngamer-ngamer (meramaikan untuk menghibur keluarga yang diting galkan). Begitu juga dalam kegiatan rowah/ begawe perkawinan, yakni pada acara jelo jait, menjelang pun cak acara. Saat dua kegiatan adat ini berlangsung biasanya dipergunakan oleh muda mudi untuk melakukan pendekatan dan saling menjajaki satu sama lain. Pada kegiatan jelo jait, misalnya, ada acara masak nasi, yang disebut bisoq beras (cuci beras). “Saling mendekati dalam masyarakat Sasak yang dilakukan pada dua kegia tan ini, merupakan proses sosial yang dilembagakan secara adat,” HL. Agus Faturrahman, budayawan Sasak. Saat rowah tersebut, terune (bu jang) dan dedare (gadis) dengan sendirin ya berkumpul untuk ikut membantu yang punya hajatan sekali gus datang meramaikan. Terune biasanya membantu pekerjaanpekerjaan lain yang dibutuhkan selama kegiatan, sedangkan dedare datang untuk ngedang (persiapan untuk acara besok) di dapur. Pada saat inilah subandar (peran tara) mulai berperan untuk men jodohkan satu dengan yang lain.
Proses ini dikawal oleh orang dewasa yang berfungsi sebagai subandar tadi. Jika ada yang saling tertarik, maka subandar-lah yang membuka pem bicaraan. Tidak resmi memang, melainkan mengikuti irama kegiatan tersebut. Saat ada yang mulai saling ter tarik, maka selanjutnya mulai sa ling menyapa yang dikenal dengan nama endeng api (minta api). Para gadis Sasak datang dalam kegiatan ini selalu berdandan rapi. Saat dedare memasak, maka terune akan datang ke dapur untuk sekedar meminta api baik untuk membakar rokok maupun kebutuhan lain. Mengambil api di dapur merupakan simbol pendekatan yang mulai dilakukan oleh laki-laki Sasak. Saat bertemu dengan yang membuatnya tertarik, maka akan ada komunikasi berupa bahasa simbol yang secara umum dalam masyarakat adat Sasak sudah dipahami bahwa mereka saling tertarik satu sama lain. Saat inilah mereka melanjutkan saling melempar pantun yang de ngan sendiri mengirim “pesan” pada keduanya. Dalam masyarakat Sasak, juga ada tradisi midang saling mengenal dan menjajaki lebih jauh satu sama lain. Dalam proses ini, perempuanlah yang menentukan siapa laki-laki yang dipilihnya nanti. Jika ketertarikan itu telah ada, laki-laki belum sepenuhnya
tahu apakah ia diterima oleh si dedare, karena bahasa-bahasa yang digunakan selama midang adalah bahasa simbolik saja. Maka untuk memastikan dirinya diterima atau ditolak, pada saat ada acara-acara penting seperti Leba ran atau Maulud Nabi Muhammad SAW yang di Lombok dirayakan se cara meriah, terune akan bertandang ke rumah dedare dengan membawa pengumbuk/pereweh (oleh-oleh). Oleh-oleh ini tidak dilihat dari nilai materinya me lainkan sebagai sim bol saja. Jika oleholeh diterima, maka si terune memiliki peluang untuk terus bersama si dedare alias diterima. Jika tidak diterima, si dedare akan me nyampaikannya juga dengan baik tentang penolakannya itu. Saat proses midang, orangtua juga mulai melihat laki-laki yang mendekati anak gadisnya. Jika ada terune yang juga disukai oleh orangtua, biasanya orangtua mulai mencari tahu tentang si terune tersebut. Salah satunya orangtua mem beri isyarat pada laki-la ki tersebut dengan me nyuruhnya melakukan sesuatu yang bersifat membantu orangtua. Restu orangtua pun dikatakan dengan cara simbolik. Pada masyarakat pendukung Bau Nya le, restu orangtua dari dedare pada si terune ini diwujudkan dengan mengajaknya ke acara Bau Nyale. Ini adalah tradisi masyarakat Sa sak menangkap nyale
(cacing) yang keluar di pesisir pantai di Lombok bagian selatan pada saat tertentu yang dipercaya sebagai jel maan Puteri Mandalika dalam legen da masyarakat Sasak. Kalau sudah diajak ke Bau Nyale, maka ini berarti pengumuman pada publik bahwa si terune telah dipilih oleh orangtua
si dedare. Ini dikenal dengan istilah Mangan Besedi. DICEGAT DENGAN PANTUN Begitu pula dalam tradisi masyarakat Samawa, kental juga dengan smbol-simbol dalam meng ungkapkan keinginan dan maksudnya. Hal ini dapat dilihat dalam satu pros esi pernikahan adat Samawa ketika pengantin perempuan menerima kedatangan pengantin laki-laki ke rumah perempuan. Pengantin perem puan yang ditemani ina pangantan menanti pengantin laki-laki beserta rombongannya tiba, di tangga atau di depan pintu rumah. Saat tiba di lokasi basai (resepsi biasanya dilaku kan di rumah pengantin perempuan), pengantin pria dibawa naik ke rumah pengantin wanita untuk menjemput nya. Saat inilah, perjuangan sekali lagi harus dilakukan oleh pangan tin laki-laki. Pengantin perempuan
tidak serta-merta mau diajak pergi bersama pengantin laki-laki yang baru saja resmi menjadi suaminya. Begitu juga pihak keluarga pengantin perempuan yang tidak ingin anak perempuannya dibawa dengan mu dah oleh pengantin laki-laki meski ia telah menjadi suaminya. Setidaknya, keluarga pengantin perempuan ingin menguji nyali, keberanian dan kes abaran pengantin laki-laki, keluarga barunya, untuk mendapatkan anak perempuannya. Di depan tangga pertama, ke luarga pengantin perempuan telah menghalangi pengantin laki-laki beserta rombongan besar yang men giringinya. Sekali lagi, indahnya tradisi lisan berupa lawas atau pantun Sum bawa akan terdengar di sini. “Inilah simbol atau isyarat yang dikirim pihak perempuan pada lakilaki. Pihak laki-laki akan mengeluarkan pantun yang isinya meminta izin dan segala rayuan terhadap pihak perem puan. Sedangkan di pihak perempuan akan bertahan dengan ber tanya seberapa kuat niat baiknya untuk ber temu dengan pengan tin perempuan. Untuk merayu agar bisa naik ke rumah dan ber temu dengan pengan tin perempuan, pihak laki-laki akan memberi kan hadiah-hadiah pada penghalangnya. Ini dikenal dengan Berupa (memberi had iah) di Sumbawa Barat dan di Sumbawa secara umum dikenal dengan Upa Pangantan,” ungkap HL. Muhadli, budayawan Samawa. Maka serombongan ibu-ibu akan segera mendekat menghadang rom bongan ngiring di bawah tangga sembari membawa pegu. Maka pihak pengantin laki-laki akan menyambut nya dengan memberikan uang logam yang dihempaskan di pegu tersebut. Pegu pun ber bunyi ditimpa uang logam. Biasanya, jika sang ibu mer tua pengantin perempuan telah ikut berjuang seperti ini, maka pintu rumah pun dibuka. Begitu pintu dibuka, pengantin perempuan den gan tungkam (semacam cadar penutup wajah) pun bangkit dan menyambut pengantin laki-laki di depan pintu. Inilah kali pertama mereka bertemu. Pengantin perempuan masih memakai tungkam sehingga pengantin laki-laki tidak dapat meli hat wajahnya. “Tungkam merupakan simbol adat bahwa betapa tingginya nilai perempuan Samawa, maka untuk dapat melihat wajahnya, diper lukan perjuangan yang tidak mudah, kata Mustakim Biawan, budayawan Sumbawa lainnya. Pengantin perempuan, yang dibalut tungkam di wajahnya, mem butuhkan waktu untuk bisa membuka cadar di depan suaminya. Ia harus menyiapkan dirinya dengan baik saat akan bertemu suaminya. Ada kesan malu juga yang membuat ia mengulur waktu untuk membuka cadarnya. Ketika tanda kesediaan membuka tungkam dari pengantin perempuan, maka ibu dari pengantin laki-lakilah yang akan membuka tungkam terse but. Ibu menjadi sosok yang sangat penting dalam prosesi ini. Restu nya adalah kebahagiaan bagi kedua mempelai. Kecintaannya pada sang anak lelaki membuat ia ikut serta memperjuangkan perempuan idaman anak laki-lakinya tersebut. –Naniek I. Taufan/Ngurah Budi
23 - 29 Desember 2013
l i f e s to ry
7
Dian Kartika Sari
Berjuang di “Akar Rumput” Tragedi yang menimpa masyarakat atau diri sendiri, acap kali menjadi ti tik tolak perjalanan hidup seseorang. Tragis dan memilukannya peristiwa tersebut, akan selalu ada hikmahnya. Hal itulah yang dialami Dian Kartika Sari (47). Sebagai eksekutif muda di perusahaan swasta saat itu kariern ya cukup bagus. Posisinya Manajer Personalia dan Hukum di perusahaan pener bangan yang berkantor di bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Tetapi, situasi membuatnya memilih jalur lain.
M
ei 1998 di Jakarta, aksi demo mahasiswa berujung kerusuha n di masyarakat. Beberapa perempuan me rasa terancam keselamatannya dan harus dikawal saat pulang kerja. Situasi di luar rupanya makin tidak aman. Namun, apa sebenarnya yang terjadi, ia tidak paham juga. Sebelumnya telah dida pat informasi adanya upaya perkosaan. Seorang perempuan ketika pulang kerja sempat dibuka bajunya namun tak terjadi apa-apa karena ada yang memergokinya. Isu pemerkosaan terhadap etnis tertentu mulai berhembus dimana-mana. Beberapa karya wan, terutama etnis Tionghoa menjadi ragu untuk datang ke kantor. “Ibu, apakah saya harus masuk?“ Itulah pertanyaan yang diajukan stafnya. “Kalau ibu mengatakan saya harus datang, ya saya masuk. “ Jawaban harus diputuskan segera. Keselamat an karyawan menjadi tanggung jawabnya pula. “Oke, kalau kamu yakin akan selamat sampai kantor, datanglah. Tapi kalau kamu tidak yakin atas keselamatan dirimu maupun keluargamu di rumah, lebih baik tidak usah masuk, “ Situasinya sudah gawat. “Saya siap atas keputusan yang saya ambil. Memang ada pro dan kontra. Tapi kalau saya suruh dia ngantor dan terjadi apa-apa di jalan, lebih gawat lagi, “ papar Dian. Akhirnya untuk sementara waktu , karyawan dari Tangerang dan tempat yang agak jauh lainnya meliburkan diri sampai situasi terkendali. Di saat-saat itulah Dian menyadari, ada sesuatu yang hilang selama ini dari dirinya. Ia sibuk sebagai orang kantoran dan sama sekali tidak tahu situasi perkembangan sosial politik di masyarakat. Menjelang pergantian kepemimpinan dari Presiden Soeharto ke Presiden Habibie yang kemudian dikenal era reformasi, situasi politik dan kemanan memang cukup miris. Situasi inilah yang selanjutnya menjadi titik balik perjalanan Dian. Dari pekerja kantoran, lalu menjadi relawan, dan aktif dalam pergerakan perempuan. “Aku merasa ada yang hilang, mengingat dulu waktu mahasiswa aku jadi aktivis, ikut demodemo, mendiskusikan perkembangan situasi. Tapi setelah bekerja hampir enam tahun itu, aku mulai menyadari ternyata aku tidak mengetahu apa yang terjadi di luar sana, “ ucap anak kedua dari enam bersaudara ini. Perjalanan yang menikung sebagai orang kantoran tidak disesalinya. Itu keniscayaan. Ia seperti berjanji kepada almarhumah ibundanya ketika sakit hingga meninggal tahun 1993, bahwa ia akan membantu mengurus dan membiayai studi keempat adiknya hingga tamat kuliah. Di tengah gejolak sosial itu, ia mengumpulkan adik-adiknya dan mengatakan bahwa tahun ini semua harus lulus, mengurus diri masing-masing. Kita harus mengikuti perubahan. Ke depan situasinya seperti apa kita tidak tahu, tapi kita memanfaatkan momen ini untuk menghadapi perubahan. Oktober 1998 Dian mengundurkan diri dari
pekerjaannya. Bersama teman membuka usaha yang terkait pengurusan dokumen keimigrasian. Ia kemudian bergabung menjadi relawan di LBH APIK. Di sini semata-mata yang dicari adalah jawaban atas kegalauannya terhadap tindakantindakan kekerasan terhadap perempuan. Memang tidak seketika ditemukan. Namun, dengan ikut advokasi dan pendampingan, mem bantu menangani kasus-kasus perkosaan dan tindak kekerasan lainnya terhadap perempuan, ia mulai memahami apa yang terjadi. “Akhirnya aku paham, perempuan memang rentan. De ngan pemerkosaan itu pasti tidak berdaya. Yang tidak berdaya itu juga seluruh keluarganya. Oh, ini pasti ada suatu cara yang sistematis untuk menghancurkan suatu kekuatan, “ kata Dian mulai membuat analisa. Dian mulai bergabung di Koalisi Perempuan Indonesia yang ketika itu dipimpin Nursyahbani Katjasungkana. Aktivitas sehari-hari yang dilaku kan Dian sama seperti umumnya perempuan yang terlibat dalam pergerakan. Ia pun turut menyiap kan kongres Koalisi Perempuan Indonesia yang pertama di Yogyakarta. Menurut Dian, kebetulan ketika itu men jelang pemilu 1999. Mandat yang diusung dari kongres itu adalah dilibatkanya perempuan dalam pengambilan keputusan. Ini sama dengan mandat yang diusulkan oleh gerakan perempuan dulu dan sampai sekarang terus diperjuangkan. PENYAKIT KRONIS Koalisi Perempuan Indonesia dengan sem boyan untuk keadilan dan demokrasi adalah organisasi massa perempuan dan gerakan yang memiliki struktur organisasi dari desa, kabupaten, provinsi, dan nasional. Organisasi ini kian dikenal dengan usulan keterwakilan perempulan hingga 30% dalam legislatif yang kini menjadi syarat penting bagi partai politik mengusung kadernya menjadi caleg. Organisasi yang digeluti Dian dan kini ia men jadi Sekretaris Jenderal, memiliki ciri, bahwa tiap anggota memiliki visi dan inisiatif serta mampu mempengaruhi dan melibatkan dalam perubahan sosial untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender. Aktif di oganisasi perempuan yang ingin dipa hami adalah esensi dari sebuah gerakan perempuan. Untuk itu Dian akhirnya kembali menggali sejarah dari pergerakan kaum perempuan Indonesia sejak awal kemerdekan. Bahkan ia sempat belajar pada tokoh pergerakan, SK Trimurti. Memberikan advokasi, dan pelatihan-pelatihan yeng terkait keadilan, hak, kesetaraan adalah diantara bidang garap yang dilakoni selama ini. Utamanya me nyasar kalangan miskin perkotaan maupun perdesaan atau kelompok marjinal dan rentan. Kelompok akar rumput, begitu ia menyebutnya. Sehingga temantemannya di luar profesinya mengomentari bahwa Dian selalu mengurusi “akar rumput” Memang, tidak ada perjuangan tanpa risiko atau kendala, serta komentar yang menyakitkan. Ketika dia kerap menyuarakan kasus perdagangan orang, tidak sedikit yang menyangkalnya. “Bahkan saya
dituduh PKI, “ ucap Dian. Sekarang, banyak yang mengakui, bahkan sudah masuk dalam UU. Strateginya sangat rapi, mirip multi level marketing. “Untungnya aparat sudah responsif, seperti polisi, jika mendapat laporan segera bertindak. Cuma kita lemah dalam pen cegahan,“ Dian menandaskan. Belakangan, agenda yang sering dikemukakan terhadap anggota maupun masyarakat “akar rumput” adalah soal korupsi yang sudah menjadi penyakit kronis bangsa. Menurutnya memberantas korupsi harus dimulai dari rumah tangga, lingkungan
RT dan seterusnya. Banyak yang tidak paham dan tidak tahu bibit-bibit korupsi itu mulai tumbuh di lingkungan kita, Ini uang rokok, uang kopi, dan lainlain seperti sudah biasa. “Mengambil yang bukan haknya, nilep, itu kan korupsi, “kata Dian. -Iswati/Ngurah Budi
Penanganan Stroke dengan Brain Wash Pembuluh darah merupa untuk mengobati pembu kan salah satu organ penting luh darahnya yang tersum dari mahluk hidup. Tolak bat. “Saya cari di internet ukur kesehatan seorang ma ternyata ada teknik untuk nusia bisa dilihat dari pem mengeruk plak di pembu buluh darahnya. Semakin luh darah. Teknik tersebut tidak sehat gaya hidupnya, sudah dikerjakan di salah semakin besar potensi gang satu RS di Jakata,” tutur guan di pembuluh darah. Wardana. Setelah men Gangguan pada pembuluh cari informasi lebih lanjut, darah yang disebabkan gaya ternyata tindakan tersebut hidup tidak sehat adalah sudah ada di RS BaliMed timbulnya plak atau tim Denpasar. bunan lemak di pembuluh Seperti diketahui RS Bali dr. Made Wardana, Sp.KK. darah sehingga aliran darah Med memiliki alat Cathlab menjadi tidak lancar. Hal ini dialami dr. yang terkini dan bisa digunakan tidak hanya Made Wardana, Sp.KK. Ia mengalami sebatas penyakit jantung tetapi penyakit penyumbatan pada pembuluh darahnya saraf dan pembuluh darah lainnya. Teknik hingga mengalami stroke ringan. Ditemui yang dimaksud Wardana adalah teknik In beberapa waktu lalu, Wardana menutur traarterial Thrombolysis Trials (ITT) dengan kan penyumbatan terjadi pada pembuluh DSA (Digital Substraction Angiography) darah di otak sehingga bagian tertentu untuk penyakit stroke akut. Jadi, sebuah di tubuhnya tidak mendapatkan cukup selang dipasang dan dimasukkan sepanjang darah. “Saya mengalami kelumpuhan pada pembuluh darah. Pada saat sampai di daerah bagian kiri dan tangan kiri saya mengalami penyumbatan, obat pelarut sumbatan kesemutan,” ujarnya. akan disemprotkan untuk menghancurkan Ia kemudian memeriksakannya ke plak penyebab sumbatan tersebut. “Saya dokter saraf dan disarankan menjalani menjalaninya sekitar 30 menit dan tidak pemeriksaan MRI untuk mengetahui merasakan sakit sama sekali,” kisahnya. lokasi penyumbatan. “Dari hasil MRI Lanjutnya, ketika disemprotkan obat pelarut ternyata ada penyumbatan dan kematian sumbatan, ia hanya merasakan panas atau sel di beberapa bagian pembuluh darah dingin. Setelah tindakan tersebut, perlahanyang menuju otak,” tutur Wardana. lahan koordinasi tubuh bagian kirinya yang Sebagai seorang dokter, Wardana tahu ba sempat terganggu perlahan membaik. Untuk gaimana efek dan bahayanya jika pembuluh informasi hubungi Sandri ( Mkt ) di 082 144 darah tersumbat. Ia kemudian mencari 878 012 / 081 999 132 328 atau Pin BB informasi apakah ada teknik pengobatan 24E5B1B8. –ten
l i f e s to ry
6
23 - 29 Desember 2013
23 - 29 Desember 2013
TR A D ISI
Suami Direbut Perempuan Bule Ritual Korban Darah Geret-geretan Pandan
Minarni (32), turun dari sepeda mo tor di teras rumah salah seorang kawan suaminya. Wajahnya muram dan terlihat amarah terpendam da lam dadanya. Tak berapa lama sete lah ia bertemu dengan Rio, kawan suaminya, penuh kemarahan, ia me narik baju laki-laki yang selama ini menjadi kawan suaminya itu hingga robek. Ia tiba-tiba berlaku kasar karena “sakit” yang menderanya. Beruntung Rio memaklumi sikap kasar Minarni yang telah lama ke hilangan kontak dengan suaminya.
K
ekasaran Minarni pada Rio, karena Minarni menganggap selama ini Rio mengetahui sekaligus menyembunyikan kisah asmara terselubung antara suaminya dengan seorang perempuan tua warga negara asing yang selama ini menjadi kawan mereka. Memang sudah berkali-kali suami Minarni diajak ke luar negeri oleh bule perempuan tua itu. “Katanya mau jalankan bisnis barangbarang kerajinan tradisional di sana,” ungkap Minarni. Sebagai istri, Minarni memang tidak pernah curiga kepergian suaminya yang berkali-kali dengan perempuan bule itu ke luar negeri. Alasan menjalankan bisnis kerajinan tradisional di luar negeri, menjadi tameng bagi hubungan terlarang mereka. Tak sekali pun Minarni melarang keputusan suaminya untuk ikut dengan perempuan tua itu ke beberapa negara. Ia selalu berpikir suaminya sedang berusaha mendapatkan sejumlah materi bagi kehidup an keluarga mereka yang selama ini pas-pasan bahkan kerap kekurangan. Alasan lain mengapa ia menyetujui suaminya pergi, karena didorong oleh harapan akan penghasilan yang besar seperti dijanjikan perempuan asing itu. Bahwa sesungguhnya suaminya itu, di matanya adalah laki-laki yang baik, pendiam dan selama ini tidak pernah berlaku aneh-aneh, menjadi penguat ia melepas suaminya “berpetualang” ke luar negeri dengan perempuan asing berusia tua itu. Bahkan saking percayanya ia pada suaminya, kedua anaknya juga pernah dibawa ke salah satu negara yang disinggahi suaminya dengan perempuan asing itu. Entah apa yang ter-
jadi beberapa tahun melakoni perjalanan-perjalanan “bisnis” ke luar negeri, tiap kali pulang ke tanah air, suaminya tidak pernah membawa pulang uang. “Alasannya masih merintis usaha itu dan perlu waktu sampai perempuan asing itu membayar hasil kerja dari bisnis yang mereka geluti,” ujarnya. Beberapa kali ketika suami nya kembali ke tanah air ber sama perempuan tua itu, ia selalu mempertanyakan tentang hasil kerjanya namun jawaban selalu diberikan nanti pada akhirnya mereka akan memanen. Tiap kali suaminya pulang ke tanah air, perempuan tua itu selalu ikut bersamanya dan ia biasanya tinggal di sebuah rumah kontrakan. Kecurigaan ada hal aneh yang terjadi pada suaminya sebenarnya telah ia rasakan ketika beberapa kali suaminya ke luar negeri, selalu putus kontak dengannya dan keluarga. Berkali-kali coba dihubungi melalui telepon selalu tidak pernah terjangkau. Suaminya juga makin lama makin tidak pernah bisa dihubungi. Begitu selalu ber bulan-bulan ditinggalkan, Minarni sama sekali tidak pernah bisa kontak dengan suaminya. Ketika suaminya pulang, ia selalu disodorkan alasan bahwa memang jaringan dan nomor telepon sulit dijangkau di tempat mereka tinggal di luar ne geri itu. Minarni percaya. Rupanya, setelah kini, sudah bertahun-tahun suaminya pergi meninggalkannya dan tak ada kabar sama sekali, barulah ia
mendapat banyak cerita tentang suaminya dan perempuan tua itu. Bahwa selama ini ketika mereka berada di luar negeri, perempuan tua itu selalu memutus komunikasi suaminya dengan dirinya dan keluarga di tanah air. Cerita lain yang ia dapat, suaminya yang “baik” itu akhirnya jatuh dalam pengaruh dan jatuh hati pada perempuan tua itu. Banyak lagi kisah lain yang ia dapatkan. Ia teringat kisah terakhir bersama suaminya, sesaat sebelum suaminya berangkat ke luar negeri dengan perempuan tua itu, terakhir kali beberapa tahun lalu, sungguh merupakan situasi yang tragis dalam
ketidaktahuan Minarni. Hari itu, suaminya meminta izin untuk pergi bersama perempuan tua itu. Seperti biasa ke luar negeri untuk alasan promosi dan lainnya. Ia memang sudah tidak memberikan izin kepada suaminya, karena kepergiannya selama ini tidak pernah ada hasilnya. Yang ada hanya kisah sedih antara ia dan dua anak mereka yang masih kecil, kehilangan kontak dengan suaminya. Saat sedih yang harus ia tanggung sendiri ketika anaknya sakit dan tidak memiliki biaya, suami tak bisa juga dihubungi. Sederet kisah sedih lainnya. Karena itu ia
melarang suaminya pergi. Namun, lagi-lagi mulut ma nis perempuan tua asing yang selalu minta izin padanya untuk membawa suaminya itu, sempat menggoyahkan pendiriannya. Suaminya juga merasa harus ikut dengan perempuan tua itu dengan alasan, ada uang mereka yang harus dibayarkan oleh perempuan tua itu. Ia harus bekerja untuk bisa mendapatkan janji itu dengan ikut bersamanya, kali ini saja, kali ini saja. Begitu selalu yang disampaikan suaminya. Namun ia tidak mengizinkan, sampai akhirnya situasi sudah tidak dapat ditolak. Perempuan tua itu telah memegang paspor dan tiket suaminya, ia telah menanti di bandara dan hari itu juga mereka harus berangkat. Dalam keadaan bingung dalam waktu yang terbatas itu, Minarni tak lagi dapat berpikir. Rupanya, suaminya diam-diam pergi dan beberapa jam kemudian tiba-tiba ia mendapat telepon dari perempuan tua asing itu. Betapa kagetnya ia mendengar kalimat perempuan yang pantas menjadi neneknya itu, mengatakan, bahwa apa pun permintaannya, harta dan uang, katakan saja berapa jumlahnya, asal Minarni mau melepas suaminya pergi bersamanya. Permintaan itu bukan sekadar membawa suaminya melainkan di matanya “membeli” suaminya. Yang lebih mengagetkan lagi bahwa perempuan berwajah nenek itu mengaku pernah hamil mengandung anak dari suaminya dan ia keguguran beberapa bulan lalu. Bagai disambar petir, Minarni hangus seketika. Sejak itulah ia baru
berkeliling ke kawan-kawan suaminya dari satu rumah ke rumah lainnya, untuk mencari informasi. Bahwa dari semua cerita itu ia dapat menyimpulkan, bahwa telah lama suaminya itu punya hubungan dengan perempuan tua itu. Itulah sebabnya emosinya tak terkendali ketika bertemu Rio, yang disangkanya mengetahui dan menyembunyikan tentang hubungan suaminya dan perempuan tua itu. Namun, Rio mengaku sama sekali tidak tahu tentang hal itu. Tiap kali datang ke rumahnya, suaminya hanya bicara tentang karya-karya seni saja, tidak lebih dari itu. Rio hanya berulang kali mengingatkannya agar ketika pergi ke luar negeri jangan memutus komunikasi dengan istri dan anak serta keluarga. Beberapa nasehat lain berkaitan dengan keluarga saja, tidak pernah menyentuh hingga hubungannya dengan perempuan tua itu. Suaminya memang pernah bercerita tentang perempuan tua itu. Namun, dari nama perempuan asing itu, selama ini Rio berpikir ia adalah lakilaki. Rio sama sekali tidak menyangka kalau nama itu adalah perempuan. Beberapa bulan setelah kepergian suaminya dengan perempuan tua asing itu, Minarni bagai ditampar. Beberapa foto yang memperlihatkan suaminya tengah menikahi perempuan tua itu ia dapatkan dari salah seorang kawannya. Perempuan tua itu telah berhasil merebut suaminya dan suaminya pun mengkhianati nya dengan cara yang sangat dramatis. Hingga hari ini, ia tidak pernah mendapat kabar dari suaminya. Minarni pasrah, tak ada yang dapat ia lakukan. Ia menanti lelaki itu kembali ke tanah air dan langkah selanjutnya tengah ia pikirkan. -Naniek I. Taufan/Ngurah Budi
Tradisi budaya “perang” hampir dimiliki oleh semua suku bangsa di seantero jagat raya ini dengan berbagai simbol atau makna yang ada di baliknya. Salah satu desa di wilayah Bali, tepat nya di Desa Tenganan Pegringsingan, Kecamat an Manggis, Kabupaten Karangasem. Tenganan Pegringsingan dikenal dengan desa penuh ke unikan. Dikatakan unik, karena tradisi budayanya lain dibandingkan dengan masyarakat Bali yang umumnya beragama Hindu. Desanya tergolong desa kuno dengan penduduknya dikategorikan sebagai penduduk Bali Aga (Bali asli).
H
ampir semua kegiatan ritual masyarakat Tenganan Pegringsingan unik dan menarik. Salah satu ritual budaya yang unik dan menarik bernafaskan ”perang” adalah atraksi perang pandan atau lebih dikenal Geret-geretan pandan atau mekarekare. Ritual tersebut sebagai perwujudan tabuh rah (korban darah) manusia serangkaian ritual keagamaan usaba sambah, upacara terbesar di Tenganan Pegringsingan. Tradisi ini digelar bulan Juni-Juli setiap tahun bertepatan dengan sasih kelima menurut versi kalender Tenganan Pegringsingan. Geret-geretan digelar pada siang menjelang sore hari berlokasi di halaman tengah-tengah desa tepatnya di depan Bale Petemu. Para pemainnya laki-laki tua, muda maupun anak-anak. Mereka bertarung di atas panggung dibuatkan khusus
terbuat dari papan. Pemainnya satu lawan satu, tangan kanan memegang secekal ikatan pandan berduri sebagai senjata, panjangnya sekitar 40 cm. Satu cekal pandan berisi sepuluh lembar. Sedangkan tangan kiri memegang perisai se bagai penangkis ukurannya sekitar berdiameter 40 cm terbuat dari anyaman bambu. Demi adat dan agama, mereka tidak peduli, meski masih satu warga desa atau keluarga ”perang” pun harus digelar dengan serius. �������������� Makin lama makin seru, dengan iringan selonding (musik tradisional yang disakralkan) memberikan spirit se-
mangat juang. Para pemain dengan riang gembira sambil menari–nari menentang musuh. Mereka tanpa mengenakan baju, hanya destar dengan kain mesingset ginting (ujung kain terbalut kebelakang). Begitu aba-aba dimulai dari seorang pekembar (wasit), mereka pemain mulai saling serang menyasar lawan saling bergumulan sembari duri pandan dengan cerdik berusaha menggores-gores wajah dan anggota tubuh lain sang lawan. Tangan kiri memegang perisai sebagai penangkis terus berusaha
19 menepis terpaan dari dari secekal duri pandan lawan. Krek .... krek.... suara duri pandan menerpa tubuh dan muka-pun bercampur peluh. Badan dan wajah tergores duri dan darah pun berbulir-bulir segar mengalir menetes. Sorak–sorai penonton melihat salah satu pemain yang kena goresan duri. Penonton dari masyarakat sekitar dan wisatawan nusantara/mancanegara yang mengitari memadati arena memberikan dukungan. Ngeri? Sakit? Oh, tidak!. Mereka sudah biasa dengan tradisi berdarah itu. Tidak terbersit di wajah para pemain itu adanya rasa sakit. Malahan sebaliknya, meskipun darah bercucuran dan peluh pun mengalir deras, dari luka itu tidak infeksi. Justru penonton yang langsung menyaksikan geret-geretan pandan merasa ngeri. Takut bercampur senang melihat darah mengucur dari muka maupun badan. Pertarungan sepasang pemain berakhir, apabila diantara mereka ada yang kena, atau lukanya dianggap serius. Lama permainan 5 sampai 10 menit dan melibatkan 10-20 pasang pemain. Menurut salah seorang pemain, sedikit sakit tapi menyenangkan. Tusukan duri– duri dicabutnya degan tenang satu persatu. Anehnya luka itu tidak infeksi, hanya diobati dengan ramu-
an tradisional boreh ala Tenganan Pegeringsingan. Aturan permainannya sangat sederhana, hanya memerlukan beberapa pemimpin senior yang disebutnya pekembar. Mereka memilih orang–orang yang sudah siap untuk diadu, tinggal menyerasikan usia dan postur tubuh. Istilah kalah menang tidak ada dalam permainan ini, hanya penonton yang menilai. Menjelang akan beradu, ada beberapa diantara mereka yang harus minum tuak (nira) untuk menghangatkan badan sebagai pemanasan menjelang pertarungan. ”Permainan ini tidak terbatas hanya pada masyarakat Tenganan sebagai pendukung tradisi ini. Siapapun boleh ikut main termasuk wisatawan asing, asalkan menuruti aturan– aturan yang telah ditentukan,” ujar Nengah Timur, S.Pd. warga asal Tenganan Pegringsingan. Acara ritual selesai. Tabuh rah (darah) telah tertumpah di bumi pertiwi pertanda umat telah tulus iklas dipersembahkan kepada para dewa. Tubuh penat dan mereka yang telah selesai berkancah ”perang” kembali bergabung penuh keceriaan sembari megibung (makan bersama di atas satu wadah dulang khas Karangasem). -Pasek Antara/Ngurah Budi
W H AT S U P
20
23 - 29 DESEMBER 2013
Pantaskah Berkebaya Setengah Lengan ke Pura? Gaya berpakaian remaja sekarang sangat trendi. Mode pakaian bisa berubah dengan cepat. Pakaian adat pun kena imbas. Kebaya pun dimodifikasi sedemikian rupa. Bagian lengan pun hanya tersisa setengah dari siku. Layakkah kebaya seperti ini digunakan saat ke Pura?
S
elain pakaian yang terkesan seksi ini, pemakaian slayer atau syal ke Pura juga dipertanyakan I Wayan Kanta. “Apakah etis kalau ke Pura pakai slayer yang dililitkan di leher,” ujar Kanta saat Seminar Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Bali dengan tema “Etika Berbusana Adat ke Pura yang Baik dan Benar Cerminan Generasi Muda Hindu yang Santun”, di Wantilan Bali TV, Jumat (20/12). Pertanyaaan lain juga dilontarkan Suryati. Ia menanyakan apakah
memakai kamen selutut itu diperbolehkan dan bagaimana konsep diri yang cantik. Menanggapi pertanyaan tersebut, salah satu narasumber, A.A.A. Ketut Agung mengatakan penggunaan syal atau slayer ke Pura sahsah saja. Walaupun sudah memakai syal atau slayer, selendang tetap harus digunakan. “Syal atau slayer bisa digunakan jika bersembahyang di malam hari atau udara sedang dingin.Sebaiknya saat sembahyang syal atau slayer dibuka dulu. Selesai sembahyang silakan dipakai lagi,” ujar perempuan yang rajin men-
Para narasumber seminar Etika Berbusana Adat ke Pura yang digelar WHDI Provinsi Bali
gadakan pelatihan tata rias ini. Ia menambahkan, untuk kain, sebaiknya wanita menggunakan kamen yang menutupi mata kaki. Bu Agung pun meminta salah seorang peserta yang juga anak didiknya untuk memperagakan cara memakai kamen yang praktis tanpa harus menarik kamen terlalu tinggi. Para
Para peserta seminar Etika Berbusana Adat ke Pura
peserta sangat antusias saat peragaan ini. Banyak yang menggumam ternyata begitu caranya. “Kalau ke Pura pakai kamen endek yang bisa dicuci. Jangan ke Pura pakai songket. Rambut ikat, jangan megambahan. Soal warna pakaian tergantung selera. Biasanya remaja putri pintar memadumadankan warna kamen, kebaya, dan selendang,”jelas pimpinan LPK Agung ini. Khusus untuk sanggul, ia juga langsung mempraktikkan bagaimana cara membuat sanggul yang praktis tanpa direpotkan dengan kepala yang berat. Saat ini di pasaran sudah banyak dijual bahan untuk sanggul ini. Bu Agung bahkan menawarkan diri untuk memberikan pelatihan etika busana adat dan tata rias kepada para ibu-ibu. Syaratnya, peserta minimal 100 dan dilakukan dalam waktu sehari. Ketua WHDI Bali Ny. Bintang Puspayoga dalam seminar tersebut mengatakan, semua wanita Hindu yang dewasa dan sudah menikah adalah anggota WHDI. WHDI harus aktif di kegiatan masyarakat karena wanita merupakan salah satu tiang yadnya. “Dalam urusan busana harus mulai dari diri sendiri. Kita harus tahu bagaimana etika berbusana yang baik dan benar. Kapan dan dimana harus sesuai biar tidak salah kostum. Apalagi kalau ke Pura. Di beberapa Pura ada pecalang yang melarang jika ada pemedek yang memakai kebaya yang lengannya pendek setengah siku. Sebenarnya bukan melarang pemakaian kebaya seperti itu, tetapi kalau ke Pura sebaiknya pakaian adat yang lebih santun. Pemakaian kamen selutut juga perlu diperbaiki,” tandas Bu Bintang.
Fenomena pemakaian kamen selutut dan kebaya setengah lengan ini menjadi perhatian WHDI apalagi sekarang tiap Purnama dan Tilem anak sekolah memakai pakaian adat ke sekolah. Fenomena ini menurut Bu Bintang harus disiapkan langkahlangkah preventifnya. Pembinaan harus dilakukan bertahap dan tidak ekstrim.”Ini kerja keras kita bersama dan melibatkan banyak pihak,” tegasnya. Ida Agung Bagawan Istri Mas Tanjung Sari Pemecutan Manuaba yang hadir dalam seminar mengatakan, tren busana adat saat ini sangat kebablasan. Kadang menurutnya ada ibu-ibu dan remaja putri yang menggunakan pakaian tidak sesuai dengan kondisi. Mereka sepertinya memaksakan diri untuk memakai pakaian yang lagi tren. “Marilah kita memakai busana sesuai tempat dan tentu sesuai kondisi tubuh kita,” ujarnya. CACAT FASHION Seminar yang dipandu Ni Wayan Karti ini juga menghadirkan Ny. Prof. Ngurah yang dikenal sebagai pemerhati pakaian adat serta psikolog Ida Ayu Maharatni, S.Psi, M.Psi. yang membawakan materi konsep diri dalam balutan busana. Menurut perempuan yang akrab disapa Dayu Nanik ini, cara berpakaian seseorang menunjukkan kelas, status, dan identitasnya. “Fashion dan konsep diri memiliki tautan yang sangat erat. Melalui fashion kita dapat melihat presentasi seseorang terhadap dirinya. Demi mengikuti fashion, orang kadang menabrak pakem busana, melibas etika hingga mengesampingkan konsep diri sehingga menimbulkan cacat fashion . Cacat fashion bisa berarti meng-copy paste cara busana orang lain tanpa peduli desa, kala, patra,” papar Dayu Nanik. Ia juga memaparkan pakaian merupakan identitas. Pemakaian pakaian harus mix and match agar terlihat serasi. “Dengan mengenali konsep diri ini kita akan tahu bagaimana orang lain memandang diri kita,” ujarnya. -Ngurah Budi/Wirati Astiti
INSPIRASI
23 - 29 DESEMBER 2013
Sakinah Jiwaji
Sudah Mendarah Daging Lahir dari keluarga yang menekuni bisnis membuat perempuan ini tak bisa melepaskan diri dari bisnis. Saking cintanya pada bisnis, ia sampai tak mau meninggalkan tokonya. Tetapi, itu masa lalu. Kini perempuan bernama Sakinah Jiwaji ini sudah meneruskan usaha kepada anak-anaknya. Tugasnya hanya memantau perkembangan usaha.
“S
aya dilahirkan dari orangtua yang memiliki budaya berbeda, ayah saya seorang warga negara India dan ibu saya campuran India dan Jawa. Menurut cerita ibu, saat saya sedang dalam kandungan keluarga kami mengalami kecelakaan di Bedugul. Perahu yang ditumpangi ibu dan keluarga saya tenggelam. Tiga saudara kandung saya tewas. Keluarga kami sangat terpukul. Sejak itu, ayah dan ibu memutuskan untuk menetap di Bali. Sebelumnya kami di Surabaya,” kenang Sakinah. Peristiwa ini benar-benar membuat keluarga Sakinah bersedih. Namun, mereka berhasil bangkit untuk melanjutkan kehidupan. “Ayah meninggal di India saat saya berumur sembilan tahun. Saat itu kami sedang di India. Kehilangan seorang ayah saat masa anak-anak membuat saya sangat terpengaruh oleh didikan ibu saya. Perfeksionis, kehati-hatian, disiplin dan ketegaran adalah hal-hal yang ibu saya tanamkan dari kecil. Saya masih ingat saat itu makan, mandi, main semua ada waktunya”, ujar anak bungsu dari enam bersaudara ini. Kedua kakaknya yang masih hidup memiliki andil yang besar dalam menjaga dirinya. Apalagi usia mereka terpaut jauh. Sebagai keluarga yang memiliki bisnis, Sakinah kerap membantu ibunya. Dunia bisnis pula yang mempertemukan dia dengan Jiwaji Nisar Husain. “Belahan jiwanya” ini tetangganya di Jalan Sulawesi. “Saat itu kakak suami saya kebetulan sahabat saya
Aktivitas Sakinah saat berada di toko emas
dan ternyata suami saya telah lama memperhatikan saya, gayung pun bersambut maka kami pun akhirnya menikah dan memiliki empat anak; Munnie Yasmin, Amir Hamzah, Malika Jiwaji, dan Nur Octaviana,” ujar perempuan kelahiran Denpasar, 27 Januari 1962 ini. Setelah menikah, Sakinah dan Nisar memulai bisnis sendiri dengan sederhana. Mereka mengontrak sebuah toko. Uang sebagai modal awal berasal dari ibu dan mertuanya. Modal tersebut cukup untuk mengontrak toko selama setahun. Saat buka toko, Sakinah diberikan pinjaman barang oleh kakak lelakinya. Toko itu diberi nama Kohinoor. Kohinoor adalah permata terbesar yang ada di India yang dipersembahkan kepada Inggris. Permata itu kini berada di mahkota Ratu Inggris. “Penjualan pertama saat kami buka toko adalah sebuah anting bayi dengan berat 0,5 gram. Kami merayakannya dengan sukacita. Setelah dua tahun berjalan, ternyata toko kontrakan dijual. Kami pun memberanikan untuk membelinya dengan cicilan. Berkat kerja keras dengan buka toko pukul 08.00 dan tutup pukul 20.00, serta dibantu dua pegawai, kami bisa melunasi cicilan dalam waktu dua tahun. Ruko ini akhirnya menjadi aset pertama yang menjadi milik kami berdua,” kenang Sakinah. Sampai saat ini Toko Perhiasan Kohinoor masih ada bahkan sudah berkembang dengan membuka Gallery Kohinoor yang dikelola putri bungsunya dan berada tak jauh dari Kohinoor. Sakinah mengaku keahlian bisnis emas ini ia dapatkan dari didikan ibunya, karena dimulai dari berumur tujuh tahun, ibunya mewajibkan ia tiap pulang sekolah harus menjaga toko selama beberapa jam. Sakinah mendapati diri saya saat ini menikmati serunya mengelola toko
Sakinah bersama keluarga tercinta
emas. Bisnis emas ini telah mendarah daging dalam dirinya. “Saya dan suami memiliki tugas yang berbeda. Saya mengelola toko dan suami saya menyambung hidup dari menjadi makelar di luar. Kami tidak pernah berpikir untuk hidup berlebih, kami hanya bekerja untuk menyambung hidup untuk hari besok, dan niat kami menjadi kebanggaan orangtua kami. Dalam kehidupan berkeluarga memang ada saat naik dan turun, tetapi kami tetap berpegang teguh dengan janji dan cinta kami untuk selalu bersama dalam suka dan duka. Kehidupan berumah tangga bagi saya bagaikan sebuah kapal, ada saatnya datang ombak besar dan ada kalanya lautan indah bersahabat,” tuturnya. Sakinah tidak pernah berpikir apa-apa selain mencari penghidupan di toko, berjualan yang banyak dan mendidik keempat anaknya. Baginya kalau sudah menekuni bisnis harus tekun dan fokus. Itulah mengapa ia tetap menikmati hidup di ruko berlantai tiga dengan ukuran 4x10 meter dengan keempat anaknya. Sampai suatu waktu suaminya membeli sebuah rumah. Sakinah menolak untuk pindah dari ruko ke rumah tinggal, karena ia berpikir akan sulit mengontrol anak dan toko emas. “Tapi, apalah daya seorang ibu, jika rayuan itu datangnya dari suami dan anak-anak saya. Mereka mendambakan kamar sendiri, dengan halaman yang lebih luas. Rumah pertama kami menjadi istana bagi anak-anak saya. Dengan perubahan tempat tinggal, saya berpikir harus memulai strategi baru untuk mengurus anak-anak,” ujarnya. Suaminya lebih sering bekerja dari rumah dan menekuni bisnis propertinya. Sakinah tidak bisa mengubah pola hidupnya untuk selalu datang ke toko pukul 08.00 dan pulang pukul 21.00. Dalam pikirannya, kerja, kerja, dan kerja. Hal yang sama juga dipikirkan suaminya. Kesuksesan yang Sakinah capai sekarang atas dukungan penuh dari suami dan anak-anaknya. “Tetapi, kami tetap memiliki hari keluarga. Saat ini hari keluarga kami sepakati hari Jumat, sehingga saat toko ramai Sabtu dan Minggu saya bisa di toko,” tandasnya. BAHASA INGGRIS DAN TEKNOLOGI Dalam mendidik anak,
5 Sakinah lebih terfokus pada pendidikan dan bisnis. Ia berpikir bahwa mereka harus menguasai bahasa Inggris dan teknologi, karena dengan itu ia berpikir mereka bisa berkomunikasi dengan seluruh dunia. Sakinah pun mewajibkan anak-anak selalu membantunya di toko mulai mereka SD. Suaminya lebih menekankan faktor sosial dan cara berperilaku dalam masyarakat. Hal ini menjadikan anak-anak tumbuh menjadi pribadi seperti sekarang. Sebagai ibu yang memiliki anak lalu anaknya menikah dan memiliki anak, momen yang paling indah adalah saat ia memiliki cucu pertama sampai kesembilan. “Tiap saya memiliki cucu maka perasaan yang muncul berbeda. Saya selalu bangga saat saya mengatakan saya seorang nenek dari sembilan cucu kesayangan saya. Cucu saya adalah hati saya, tanpa mereka hari tua saya tidak bisa seramai saat ini. Saat saya berkumpul dengan keluarga, suami di samping saya, anak-anak dan cucu saya bersama saya, itulah momen terindah saya, berada di tengah-tengah mereka,” tegasnya. Kepada kaum perempuan, Sakinah berharap mereka jangan pernah menyerah menghadapi tantangan. Perempuan harus selalu berinovasi, harus selalu belajar, dan ingin kaum perempuan sekarang ini mandiri dan sejajar dengan kaum pria. Karena lakilaki dan perempuan semua sama, bahkan perempuan harus bisa lebih maju, seperti impian R.A. Kartini. Tentang idolanya, Sakinah mengatakan ada tiga, ibunya, ibu mertua, dan suaminya. “Sosok ibu saya adalah sosok yang tegar, disiplin, dan tidak pernah patah semangat. Cobaan hidup yang dilalui sangat berat tetapi beliau bisa melaluinya dengan penuh energi positif untuk melihat secercah cahaya di jalan yang dilaluinya. Mertua saya mengajarkan saya untuk selalu mengingat kepada Tuhan dan bersilaturahmi kepada keluarga. Suami saya sosok yang mengajarkan dengan perilakunya, yang menunjukkan saya untuk menjadi pribadi yang bijaksana, bertata krama dan selalu berpikir positif terhadap sesama dan alamnya. Mereka adalah teladan saya yang menjadikan saya sosok pribadi seperti saat ini,” ujarnya. Mengenai impian yang belum tercapai, Sakinah mengatakan ada. Tetapi, kehidupan yang saat ini ia jalani sebenarnya sudah lebih dari apa yang ia impikan. Bahkan Tuhan telah memberikan lebih beribu kali dari apa yang ia harapkan. Sakinah pun selalu bersyukur kepada Tuhan atas apa yang telah diberikan. –Ngurah Budi/Ratna Hidayati
INSPIRASI
4
23 - 29 DESEMBER 2013
23 - 29 DESEMBER 2013
SNAPSHOT
21
GORO-GORO BUNDA
I Gusti Ayu Menuh Suhaeni
Boleh Ikut kalau Urusan Dinas
Fragmentari yang menggambarkan kegiatan para istri warga nelayan yang sedang menunggu
Usia sepuh tak menghalangi wanita ini terus beraktivitas. Ia juga rajin mengikuti perkembangan berita terkini. Anakanaknya yang sibuk pun berkelakar, kalau mau tahu perkembangan berita terbaru, tanya saja ibu. Dia adalah I Gusti Ayu Menuh Suhaeni (87). Orang lebih mengenal dia sebagai Bu Pindha. Menuh adalah istri (alm.) I Gusti Ngurah Pindha, Wakil Gubernur Bali periode 1965-1970.
I Gusti Ayu Menuh Suhaeni
M
enuh Suhaeni lahir 12 Maret 1927. Masa kecilnya termasuk cukup beruntung karena ia bisa bersekolah. Ia masih ingat hanya ada empat perempuan termasuk dirinya yang bersekolah hingga HIS kala itu. Tiga lainnya adalah Bu Dewangkara, Bu Raka Padmi, dan Bu Mirah. Sekolah HIS ini berada di lokasi SMP 1 Denpasar sekarang. Setelah remaja ia menikah dengan I Gusti Ngurah Pindha. Pindha merupakan teman seperjuangan I Gusti Putu Wisnu, kakak Menuh. “Kami menikah tahun 1949. Setelah menikah, saya disuruh tinggal di kota sedangkan suami berjuang. Suami saya dulu pernah di penjara di Pekambingan bahkan nyaris ditembak mati oleh Belanda,” kenang perempuan yang memiliki
8 anak, 18 cucu, dan 18 kompiang ini. Begitu masa perang selesai, Pindha yang termasuk dalam Batalion Arjuna ditawarkan untuk melanjutkan pendidikan militer di Makassar. Kesempatan ini diambilnya. Pasangan suami istri ini pun pindah ke Makassar dan menjalani kariernya di dunia kemiliteran. Posisi terakhirnya Komandan Pelabuhan Makassar. “Kami kembali ke Bali sekitar tahun 1961 atau 1962. Nak Bali biar tahu Bali karena semua anak-anak kami lahir di Makassar. Waktu pertama kali kembali ke Bali, kami tinggal di Hotel Baruna, Sanur karena tidak ada perumahan tentara. Saat Bali Beach dibangun, kami pindah ke Denpasar. Selama tinggal di hotel saya masak sendiri, mencuci sendiri. Anak-anak juga saya biasakan untuk mandiri,” ujar Bu
Bu Pindha bersama putra sulungnya Ananda Dimitri
Pindha yang didampingi putra sulungnya Ananda Dimitri. Pindha yang bergabung di Kodam IX/ Udayana menduduki posisi Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Udayana. Kariernya terus menanjak hingga menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali periode 1965-1970. Ia menjadi Wagub pada masa I Gusti Putu Merta dan Sukarmen. Selesai menjalankan tugas sebagai Wagub, Pindha menjadi anggota MPR periode 1977-1982 dan anggota DPR periode 1982-1987. Pria yang menuliskan pengalamannya menjadi buku “Perang Bali. Sebuah Kisah Nyata” ini meninggal tahun 1991. Selama mendampingi suami sebagai pejabat, Bu Pindha banyak memiliki pengalaman. “Waktu Gunung Agung meletus, kami tiap hari ke Besakih untuk menjadi relawan. Dari situ saya mulai aktif mengikuti kegiatan sosial. Jangan dikira menjadi istri pejabat ketika itu enak. Istri pejabat tidak boleh pakai mobil dinas suami. Kalau urusan dinas misalnya ke bandara menjemput tamu pusat, baru boleh ikut. BBM juga dibatasi maksimal 5 liter,” kenang perempuan yang gemar menonton “Bang One” di televisi ini. Ia sering menyaksikan para pejabat pusat termasuk Soeharto datang ke Bali dan berdoa di Pura Besakih. Mereka biasanya berdoa dan mohon doa restu. Salah satu pesan yang selalu diingat Bu Pindha adalah kalau tidak bisa perbaiki situasi nasional, perbaikilah Bali. Ini lalu menjadi landasan baginya untuk aktif membantu suami. BUAT BEREM Bu Pindha juga aktif di organisasi seperti Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), Badan Koordinasi Organisasi Wanita, Persatuan Istri Veteran, dan Dharma Wanita. “Kadung sudah dikenal rajin, saya diajak di mana-mana. Prinsip saya adalah membantu memajukan pengetahuan dan pergaulan kaum wanita. Mereka juga saya ajak mengisi waktu dengan belajar berdandan, makamen, dan mawiron,” kenangnya. Anak-anaknya pun diajarkan untuk bisa mandiri termasuk membuat banten. Mereka tidak diperbolehkan mengeluh dan harus menyelesaikan tugas baru boleh istirahat. Kedisiplinan ini membuat anak-anak berhasil menjalani kehidupan mereka.
Walaupun libur, anak-anak harus menyibukkan diri dengan beragam kegiatan. Pengalaman yang tak terlupakan ketika pembangunan Pura Jagatnatha Denpasar. “Waktu itu kaum ibu bertugas membuat berem. Berem ini dipakai untuk mengelem batu karang. Batu karang dicari kaum bapak. Zaman itu tidak pakai semen,” ujar Bu Pindha. Kini di usia senja, Bu Pindha tetap menjalankan aktivitas sehari-hari. Ia menyapu halaman, membersihkan kolam ikan, membaca berita, dan menonton televisi. Acara favoritnya adalah berita. Ia pun mengikuti tiap berita yang ditayangkan termasuk sepak terjang para pejabat yang terkena kasus korupsi. “Sekarang gaji mereka sudah banyak tetapi kok masih korupsi ya. Saya kadang tidak terima dengan keadaan saat ini. Anakanak bilang saya sewot. Tetapi, ini realita. Kalau memang berbakti kepada bangsa dan negara harus dilakukan dengan jujur dan ikhlas. Punya uang banyak belum menjadi jaminan bahagia dan puas. Janganlah berlomba-lomba menunjukkan kemewahan. Mari nikmati hidup dengan menjaga kesehatan dan menenangkan batin,” sarannya. Di saat senggang, Bu Pindha kerap diajak jalan-jalan oleh anak atau cucunya. Ia tidak berani pergi sendiri. Dulu ia pernah pergi ke Yangbatu ada upacara di rumah saudara. Pulangnya Bu Pindha bingung sampai berputar ke Sanur. Tiga jam ia berputar-putar mencari rumahnya yang berada di kawasan Jalan Sudirman, Denpasar. Sejak itu ia kapok pergi sendiri. –Ngurah Budi/Ratna Hidayati
suaminya datang dari melaut dalam pembukaan acara Lebih Beach Festival, di Desa Lebih, Kecamatan Gianyar.
Gajah yang merupakan koleksi satwa Bali Safari & Marine Park ikut dalam berpartisipasi dalam kegiatan pawai Lebih Beach Festival.
Piodalan di Pura RSIA Puri Bunda bertepatan dengan Purnama Sasih Kaenem, Selasa (17/12)
Workshop sekaligus Lomba Tata Rias dan Busana ke Pura di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha Bali TV, Sabtu (21/12)
Pesta Rakyat yang diadakan Kodam IX/ Udayana, Kamis (19/12)
Seorang perempuan muda menemui Bu Amat di dapur. Usianya sepantaran Ami. “Saya Diana teman kuliah Ami, Bu. Masih ingat?” Bu Amat mengernyitkan dahinya, mencoba mengingat. Perempuan itu memutar kedua bola matanya yang besar. Tiba-tiba kenangan masa lalu tumpah ke kepala Bu Amat. Ia berseru kaget: “Diana!” “Ya, Bu, saya!” Bu Amat cepat mencuci tangan, lalu memeluk Diana. Ia menatap rambut Diana yang dicat pirang. “Rambutmu bikin Ibu pangling, tapi Ibu tidak pernah lupa bola matamu yang bisa berputar seperti roda mobil itu, Diana! Di mana sekarang! Sudah berkeluarga? Ami sudah menikah dengan dosennya. Anaknya satu Siana sudah punya buntut” Diana nampak sedih. “’Panjang ceritanya, Bu.” “Tak apa. Ibu suka cerita panjang.” Lalu Diana bercerita. “Dulu saya lari dari rumah tanpa pamitan. Soraya ngajak saya untuk main sinetron di Jakarta. Katanya sutradaranya pacarnya.. Tentu saja saya mau. Tapi sampai di Jakarta, saya disuruh kerja di kafe sebab katanya belum ada calling. Saya percaya aja. Teman sendiri mana mungkin menipu. Tapi tak berapa lama saya disuruh mijat.” “Apa?” “Mijat,” “Steambath?” Diana tercengang. “Ibu kok tahu steambath?” “Dikasih tahu Ami.” “Kalau begitu ibu sudah tahu semua?” “Dari Ami ya, tapi dari Nak Diana mungkin lain?” Diana menarik nafas pnjang. “ Ya begitulah, Bu Saya sebenarnya keberatan tapi tidak bisa menolak. Setelah kemudian rumah pijat itu menyuruh saya bukan hanya mijat, tapi apa saja yang diminta tamu. Saya keberatan lalu pindah kerja di warnet. Tapi di situ tidak enak. Saya pindah lagi ke rumah bilyar. Di situ enak. Gajinya tidak seberapa tapi tip dari tamu royal. Kemudian ada yang berkelahi, saya difitnah sebagai gara-gara. Akhirnya saya kerja di diskotek.” “Bukan klab malam?” Diana terperanjat lagi. “Sesudah itu baru di nite club. Di situ saya dapat suami. Seorang wakil rakyat yang kaya sekali. Cuma janjinya untuk menceraikan ketiga istri tuanya yang dia janjikan, tidak pernah dilakukan. Akhirnya saya lari, tinggalkan dia!” “Anakmu?” Diana terperanjat. “Ibu kok tahu saya punya anak?” “Ibu tidak tahu. Jadi punya?” “Ya, anak saya dua, Bu. Dua-duanya sama bapaknya. Soalnya saya mau memutuskan diri dengan masa lalu. Saya mau jadi orang bener. Saya mau pulang, merawat Ibu yang selama ini tidak saya pedulikan. Tapi saya takut.” “Kenapa takut?” “Saya takut dimarahi.” Bu Amat manggut-manggut. “Saya takut akan diusir. Kalau Ibu tidak mau mengakui saya anaknya lagi bagaimana?” Bu Amat kembali manggut-manggut. “Menurut Ibu sebaiknya saya bagaimana? Saya kan sudah mengorbankan anak saya, karier saya di Jakarta, kalau hanya dimaki-maki buat apa saya pulang? Kalau saya kembali ke Jakarta, suami saya akan dengan senang hati menerima saya lagi. Meskipun dia koruptor jahat, tapi dia sayang saya. Begitu, Bu. Saya sudah ketemu Ami. Tapi dia nggak mau ngasih saran. Saya dianjurkan bicara dengan Ibu. Bagaimana sebaiknya saya?” Bu Amat termenung. Diana kembali mendesak. “Jadi apa nasehat Ibu?!” Dengan berat hati Bu Amat akhirnya menjawab, “Ibu tidak punya nasehat untuk kamu, Diana. Kalau Ibu kamu sendiri saja tidak kamu dengar, apalagi Ibu. Tapi kalau Ibu ini Ibu kamu, Ibu tidak hanya akan marah dan tidak mau mengakui kamu anak lagi, Ibu juga akan melaporkan kamu ke polisi. Karena, kamu pasti datang mendengar Ibu kamu sakit keras dan warisannya banyak. Kamu pasti mau merebut itu dari adik-adikmu yang masih kecil. Ya tidak?!!” Suara Bu Amat menjadi keras, tegas dan sengit. Diana kaget. Mukanya pucat-pasi. Tanpa ngomong apa-apa lagi dia berbalik pergi. Naik ke mobil Mercy yang menunggunya depan rumah. Amat muncul tergopoh-gopoh. Ia pun kaget mendengar suara istrinya. “Ada apa Bu, kenapa?” Bu Amat menjawab tenang. “Kalau tidak begitu dia akan kembali ke Jakarta meneruskan riwayatnya yang salah. Sekarang dia pasti penasaran lalu pulang ke ibunya!” Amat mau membantah, tapi Bu Amat memotong, “Ibunya Diana itu teman sekolahku, Pak. Semua kata-kata saya tadi itu permintaannya sendiri. Dia maafkan semua kesalahan Diana asal pulang!”
Putu Wijaya
I N F O TO R I A L
22
23 - 29 Desember 2013
23 - 29 Desember 2013
Endek Kita Punya, Kita Pakai, Kita Bangga Generasi muda mesti terus mengembangkan karya melalui kreativitas. Apalagi Kota Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali, berbeda dengan kabupaten lainnya di Bali. Denpasar tidak memiliki lahan pertanian dan perkebunannya yang luas seperti kabupaten lainnya. Karenanya, untuk bisa bersaing dalam kehidupan ke depan, yang harus dilakukan tentunya dengan menumbuhkan kreativitas SDM yang bersangkutan.
Riry SHE
Harus Ada yang Dikorbankan Empat tahun Roxanna Rufolda Silalahi bergumul untuk memastikan keyakinannya antara terus berkarier di bidang musik atau memburu passion di bidang lain. Ini bukan pergumulan yang mudah bagi Riry SHE, begitu namanya dulu populer disebut. Karena dunia musik sudah mendarah daging baginya. Lewat musik dan SHE band, tempatnya bernaung selama 12 tahun, namanya dikenal masyarakat luas.
Ketua Dekranasda saat membuka Seminar Endek yang digelar Duta Endek Kota Denpasar
Cok Ratna Cora
H
al tersebut disam-
paikan Ny. I.A. Selly D. Mantra dalam pembukaan Seminar Endek, Minggu (15/12) di SMAN 2 Denpasar, yang juga dihadiri Kadisperindag Kota Denpasar, Pengurus Asbes Kota Denpasar, Forkom Osis SMP dan SMA se-Kota Denpasar, dan Duta Endek Kota Denpasar. Ketua Dekranasda Kota Denpasar tersebut menegaskan semua kegiatan yang dilaksanakan mendukung visi dan misi kota Denpasar yakni Kota Kreatif Berwawasan Budaya. Endek sebagai salah satu warisan budaya, sudah sepatutnya juga menjadi perhatian khusus. “Pelaksanaan seminar ini dikatakannya sebagai wadah untuk bersama-sama menyosialisasikan, melestarikan, kemudian mencintai dan memelihara warisan budaya kita yang bernilai seni tinggi,” ujarnya. Mengapreasi kreativitas para duta endek yang sudah membantu pemerintah mengajak remaja di lingkungannya tetap tampil modis dan trendi menggunakan endek, produk lokal yang 100 %produk Indonesia, Pemkot menyiapkan stan khusus
I.A. Selly Mantra
untuk menampung kreasi endek dari mereka. Juga memberikan kesempatan menampilkannya karya-karyanya melalui fashion show dalam ajang tahunan Denpasar Festival 2013. “Seperti saat ini, adik-adik hadir dengan kreasi endek yang keren. Jangan berhenti hanya pada sebatas untuk menghadiri acara atau kegiatan duta endek saja. Saya berharap adik-adik akan melanjutkan mengenakannya ke semua acara yang dihadiri,” ujarnya. Istri Wali Kota Denpasar I.B. Rai D. Mantra ini juga mengingkatkan mereka untuk mengajak teman, sahabat dan kerabat lainnya, beramairamai mengunjungi Denfes. Senin (30/12), akan tampil beberapa orang dari alumni Duta Endek yang sudah dan tengah belajar untuk menjadi seorang desainer, menampilkan karyakaryanya . “Milikilah idealisme untuk mencintai produk lokal, warisan budaya kita ini. Sebab, dengan menggunakan endek, generasi muda sudah turut andil menghidupi para pengrajin yang ada di Bali,” ujar I. A. Selly Mantra. Senada dengan ucapan I.A. Selly D. Mantra, Duta Endek 2012 Teguh
Sebagian Duta Endek Denpasar
Karisma yang tampil sebagai salah seorang pembicara dalam seminar tersebut juga mengatakan keindahan kerajinan tradisional Bali yang khas yang disebut endek ini merupakan salah satu warisan budaya yang diperoleh secara turun temurun. Dalam pemaparannya, Teguh juga membicarakan betapa motifmotif endek pun sangat beragam, mulai dari motif yang tradisional seperti wayang, motif bunga dan binatang, hingga motif yang sifatnya abstrak. Bahkan, disebutkannya sejak semakin digencarkannya sosialisasi endek oleh pemerintah Kota Denpasar, khususnya melalui ketua Dekranasda Ny. I. A. Selly D. Mantra, keberadaan tenun ikat Bali ini menjadi semakin popular. Teguh juga menyinggung endek tidak lagi hanya dikenal sebatas pakaian adat (amen) untuk dipasangkan dengan kebaya, atau pun hanya dikenakan oleh para orangtua un-
tuk acara tertentu. Namun, dalam perkembangnnya endek menjadi salah satu item fashion yang dapat dijadikan beragam bentuk dan digunakan di berbagai kesempatan dan di hampir oleh semua kalangan. Baik untuk busana kerja, santai hingga
atau daerah. Menurut Ratna Kora, ada baiknya sebelum menggunakan endek sebagai bahan untuk sebuah karya, dikenal dan dipahami dulu filosofi yang ada di dalamnya. Kemudian, menjadikan endek menjadi salah satu perbendaharaan desain produk
“I
busana pesta. Tak hanya itu, dengan cita rasa seni yang tinggi dari orang Bali, endek juga berhasil dikreasikan menjadi aksen dalam sebuah ruangan, mulai dari plismet , sarung bantal, dan taplak meja. Bahkan juga menjadi aksesori yang sangat menarik dalam bentuk tas, dompet, clutch bag, sepatu, gelang, kalung, anting, bandana, dan dasi Dalam acara seminar tersebut, Teguh dan kawan-kawannya sesama Duta Endek dengan bangga tampil berbusana endek. Beragam kreasi atau model pun terlihat jelas. Mewakili teman-temannya, Teguh bersama rekan-rekannya siap untuk terus menggaungkan endek khususnya di lingkungan anak-anak muda. Pembicara lainnya, Cok Ratna Kora menambahkan bahwa bahan tenun ikat telah menjadi high fashion di Indonesia bahkan di internasional. Dalam presentasinya yang mengupas tema “Menjadi Desainer Fashion melalui Kearifan Lokal” (EndekTekstil Bali), ia mengulas corak dan warna yang terdapat dalam sebuah kain, yang dijelaskannya merupakan sebuah narasi singkat yang menceritakan budaya dari sebuah suku
Indonesia. “Maka, ketika seseorang hendak membuat desain pakaian dari tenun ikat, hendaknya mengenali motif yang ada di dalamnya, sehingga tidak salah ketika menempatkannya dalam sebuah pola,” tegas Ketua Prodi Desain Fashion FSRD ISI Denpasar. Mengingat betapa kayanya perbendahaaran desain-desain fashion bangsa Indonesia dalam balutan fashion tradisional, ia mengajak untuk mampu membaca peluang menjadikan desain fashion sebagai salah satu jembatan budaya bangsa dalam dunia global, dengan menemukan culture identity, dan menggalinya lebih dalam, sehingga memunculkan keunikan indentitas tanpa meninggalkan karakter bangsa. Ia juga banyak berbicara dan berbagi pengetahuan tentang fashion desain, sumber inspirasi atau sumber ide, pengembangan desain, dan berbagai hal tentang fashion khususnya tentun ikat dengan berbagai ilustrasinya. Selanjutnya owner Biat Design Bali ini, menjabarkan tahapan menjadi fashion designer. Ketika ingin mengangkat tekstil tradisonal Bali, ia mengajak untuk berpikir lokal dan bertindak global. –ard/ten
SELEBRITAS
ni sungguh keputusan berat, aku harus meninggalkan SHE dan memulai mengejar passion lain yang telah menjadi mimpiku sejak remaja. Empat tahun bergumul dengan pilihan itu, berdoa minta petunjuk Tuhan, sampai akhirnya merasa yakin dan memutuskan untuk mundur dari band tempatku menghabiskan hari-hariku selama 12 tahun,” tutur Riry yang sudah tiga bulan ini menjalani profesi baru sebagai public relation sebuah stasiun televisi nasional. Kabar hengkangnya gitaris SHE ini, sempat membuat publik musik geger. Pasalnya, sebelumnya tak pernah terdengar ada isu-isu miring terkait kekompakan band yang semua awaknya perempuan itu. Maka tak mengherankan, Riry pun dikejar-kejar pers yang minta penjelasan. Riry sendiri, meskipun dia sendiri yang memutuskan keluar dari band tersebut, menjadi stres berat. Maklum selama belasan tahun SHE telah menjadi dunianya. Ikatan persaudaraan di antara personel yang begitu kuat, serta kecintaannya pada dunia musik, membuat perasaannya menjadi tidak karuan ketika terpaksa harus angkat kaki dari comfort zone di SHE. Begitu tertekannya Riry, sampai akhirnya dia merasa perlu kabur ke Korea Selatan untuk menenangkan diri. “SHE itu zona nyamanku. Hubungank u dengan teman-teman sudah seperti saudara lantaran kami belasan tahun bersama dalam suka maupun duka. Namun aku masih punya keinginan lain, ini passion aku sejak lama. Untuk itu aku terpaksa harus keluar dari zona nyaman. Ya, harus ada yang ‘dikorbankan’,” ungkap alumnus Universitas Padjajaran, Bandung, juru-
san Hubungan Internasional, ini. Dari beberapa artikel yang dibacanya, diam terlalu lama dalam zona nyaman membuat orang tidak akan maju. Sebagai individu, akunya, dia ingin menjadi orang yang maju. Memang itu tidak mudah, karena ada tantangan di sana. “Bergabung dengan lingkungan baru, bukan pekerjaan yang mudah. Tapi aku tantang diriku, berani nggak aku meninggalkan SHE dan mencoba sesuatu yang baru, berani nggak aku kehilangan identitas, dll. It’s not easy. Tapi aku harus berani. Usiaku kan nggak muda lagi, jadi kalau ingin mencoba sesuatu yang baru, harus mulai dari sekarang, tidak bisa ditunda lagi,” tandasnya. PERJUANGAN LUAR BIASA Bercerita tentang grup band SHE, Riry tampak begitu antusias. Ia begitu fasih bercerita, maklum ia tahu benar tentang lika-liku perjalanan karier grup band yang kini telah berusia 13 tahun itu. Ketika SHE band atau kepanjangan dari Sound and Harmony Eclectic akan didirikan tahun 2000, ujar Riry yang masuk daftar 10 gitaris terbaik Indonesia, dirinya termasuk yang diminta bergabung oleh pendiri SHE, Dino Naturandang. Namun saat itu, dia menolak karena sedang mempersiapkan keberangkatan tim paduan suara Universitas Padjadjaran Bandung mengikuti Olimpiade Paduan Suara seDunia di Austria. “Aku jadi ketua panitia, sibuk sekali, jadi sepertinya tidak ada waktu untuk kegiatan lain. Namun entah bagaimana, lima bulan setelah event di Austria, tawaran bergabung muncul lagi. Yah mungkin memang aku harus bergabung ya…hahaha. Awalnya, aku
hanya diminta menjadi additional guitar selama dua minggu, karena gitaris SHE sedang keluar negeri. Tapi kemudian, mungkin karena merasa cocok, manajemen meminta aku bergabung secara penuh,” tuturnya. “Aku suka musik, suka menyanyi. Setelah konsultasi pada keluarga, khususnya orangtua, akhirnya aku terima tawaran itu. Tapi papa memberi syarat, IP (indeks prestasi) kuliahku tidak boleh di bawah 3,” kata wanita cantik ini sambil tertawa. Menurutnya, pendidikan memang merupakan hal utama dalam keluarganya. Orangtuanya, tidak pernah membatasi kegiatan nonakademis anak-anaknya, sepanjang pendidikan mereka tidak terganggu. Termasuk Riry yang memiliki seabrek kegiatan, baik kegiatan kampus maupun luar kampus, boleh aktif di semua kegiatan yang disukainya dengan catatan IP-nya tidak boleh di bawah 3. “Aku menyanggupi! Waktu mengurusi persiapan Unpad ikut olimpiade paduan suara di Austria, aku nyaris tidak kuliah. Aku cuma mengambil satu-dua mata pelajaran, makanya IP aku bisa di atas 3. Jadi bagaimana kita mengakali aja, ya. Buktinya papa aku nggak marah, tuh,” ungkap Riry semringah mengenang masa lalunya. Bersama SHE selama 12 tahun, Riry menyebut sebagai salah satu hal yang paling membahagiakannya. SHE yang kala itu terdiri dari tujuh personel dengan latar belakang musik yang berbeda-beda, berhasil mengemas semua perbedaan tersebut dalam sebuah harmonisasi musik atau suatu keselarasan alunan nada yang indah di blantika musik Tanah Air. Boleh dibilang mereka berangkat dari nol, semua personelnya masih sekolah, dari mulai kuliah, SMA bahkan ada yang SMP. Tapi dengan kerja luar biasa keras, karier mereka di dunia musik pun akhirnya kinclong. Menurutnya, perjalanan karier SHE untuk mencapai prestasi seperti sekarang ini, sungguh tidak mudah. Riry menyebutnya sebagai perjalanan yang luar biasa. Mereka telah merasakan bagaimana disepelekan banyak orang sampai akhirnya mereka salut pada band tersebut. SHE telah menelurkan empat album, tiga di antaranya di bawah label Sonny BMG Indonesia; album ‘Tentang Aku, Kamu dan Dia’ (2005), ‘Tersenyum Lagi’ (2007), ‘Tak Sekadar Kembali’ (2009) dan terakhir album keempat yang belum lama ini diluncurkan bertajuk ‘She is The Best’ (September 2013). Meski pada akhirnya band wanita ini mendapat begitu banyak pesaing, seiring dengan bermunculannya banyak grup band, namun SHE telanjur mencuri hati banyak penggemar musik Tanah Air. Apalagi banyak single-nya menjadi hits, di antaranya ‘Slow Down Baby’, ‘Selingkuh Sekali Saja’, ‘Jomblowati’, ‘Tiada Lagi’, ‘Apalah Arti Cinta’, ‘Bukan Untuk Sembarang Hati’, ‘Sholat’, dan ‘Katakan’. Riry sendiri cukup banyak kontribusinya dalam band tersebut, bukan sekadar memetik gitar. Dia menjadi backing vocal juga menciptakan sejumlah lagu. Di antaranya, ‘Selingkuh
Sekali Saja’ yang digarap bersama Yayo, ‘Abrakadabra’ yang sempat menjadi jinggel dari iklan Sharp Alexander Slim, ‘Cinta Bukan Sahabatku’, ‘Please Tinggalkan Aku’, dan ‘Ku Ingin Sendiri’. “Boleh dibilang aku terlibat dalam empat album SHE, hanya saja saat album keempat diluncurkan, aku sudah keluar. Namun karyaku ada di dalamnya. Aku keluar setelah merampungkan semua pekerjaan itu,” ucap Riry yang resmi keluar dari SHE pada Mei 2012 lalu. KELUAR DARI COMFORT ZONE Bermusik sebenarnya sudah mendarah-daging dalam kehidupannya. Keluarga Riry adalah keluarga yang suka bermusik, mulai dari orangtua hingga menurun ke tujuh anaknya, semuanya pemain musik dan penyanyi yang baik. “Yang namanya bermain musik dan menyanyi sudah menjadi keseharian kami. Biasanya, dulu, sehabis makan malam kami kumpul untuk bernyanyi dan bermain musik. Mungkin menurun dari papa yang sangat cinta musik. Malah papa dulu dikenal sebagai Elvis-nya Unpad, beliau bernyanyi dan bermain gitar. Dan konon, itu yang membuat mama jatuh cinta pada papa,” tambahnya. Tapi, dalam hidup Riry bukan hanya bermusik menjadi satu-satunya passion. Ia tertarik pada banyak hal di luar bidang musik, salah satunya adalah bidang public relation. “Entah kenapa, sejak dulu aku ingin menjadi PR, padahal dulu aku tidak mengerti apa itu PR. Agak oon (bodoh) sebenarnya, hahaha, nggak tahu PR tapi kepengen jadi PR,” tambah anak keenam dari tujuh bersaudara ini tertawa geli. Banyak orang bilang, tutur Riry, pekerjaan PR itu berhubungan dengan banyak orang, komunikasi, membangun citra, dll. Mungkin itu yang membuat dirinya tertarik pada profesi tersebut, karena seyogianya dia pun sangat senang berkomunikasi dengan banyak orang. “Aku sangat senang nonton film berjudul ‘Thank You for Smoking’. Bagiku, film itu film terkait dengan PR. Bayangkan film itu bisa membuat orang pada akhirnya berpikir bahwa merokok, tidak apa-apa, baik-baik saja. Merokok itu sesuatu yang baik. Jadi apa yang disajikan film itu bisa membalikkan anggapan jelek menjadi baik. Aku pikir PR mereka sungguh jago,
3 mampu membalikkan kenyataan, jago memengaruhi orang,” urai Riry panjang lebar. “Aku suka itu,” tandasnya. Keputusannya keluar dari zona nyaman oleh sebagian orang mungkin dinilai nekat. Namun, kata wanita kelahiran Bandung, 1 Maret 1977, ia keluar dengan pertimbangan yang matang dan keyakinan bakal meraih passion di bidang lain. “Karena kalau aku tetap di SHE, rasanya hal tersebut sulit terlaksana. Yang terjadi malah, bisa jadi, aku lupa akan niatku. Adikku juga menyarankan hal yang sama, katanya, aku harus keluar dulu, baru bisa mencoba bidang lain,” ungkapnya. Jaringan yang luas serta kepribadian Riry yang ramah dan mudah bergaul, membuatnya tak sulit mendapatkan pekerjaan lain. Ia pun menjajal sebagai freelance di sebuah production house yang tak jauh dari rumahnya di bilangan Bintaro. Prestasinya di sana lumayan memuaskan, sejumlah proyek berhasil dia dapat. Namun, kata Riry, itu tak memuaskannya, ia ingin suatu yang reguler. “Tuhan mendengar doaku. Paginya aku menangis habis-habisan, bilang sama Tuhan aku berterima kasih atas proyek-proyek yang aku dapat dalam pekerjaan ini, tapi aku membutuhkan suatu yang reguler. Eh, malamnya, dalam sebuah acara aku ketemu seorang bos yang memberikan pekerjaan sebagai head producer, dengan gaji yang lumayan,” kata Riry yang mengaku meski capaiannya lumayan, tapi tetap saja ia masih memendam keinginan menjadi PR. Tak dinyana, keinginannya pun terwujud. Berkat pertemuan tak sengaja dengan seorang teman, ia mendapat peluang di bagian komunikasi pemasaran di sebuah stasiun televisi nasional. “Aku diminta datang untuk membicarakan lowongan itu. Eh, ternyata sesampai di sana disebutkan slot-nya bukan marcom tapi PR. Oh, luar biasa banget, aku berdoa agar bisa mendapat kesempatan itu. Karena meskipun mendapat tawaran dari teman tapi aku tetap saja harus menjalani semua prosedur pene rimaan pegawai, termasuk wawancara dan lain-lain,” kata Riry yang merasa Tuhan telah menuntun dan membuka jalannya untuk bisa meraih passion di bidang humas. Tiga bulan sudah Riry menjalani profesi barunya. Ia mengaku sangat enjoy. Hanya saja kini, kata Riry, ada suatu yang berbeda dengan saat ia masih menjadi pemusik. Kalau dulu sebagai musisi dialah yang dikejar-kejar wartawan untuk sesi wawancara, kini sebaliknya, ialah melayani wartawan. “Yah, ini sangat menarik dan aku menikmati nya,” kata Riry. –Diana Runtu/ Ratna Hidayati
EKSPRESSO
2
Selamat Hari Ibu Pada 22 Desember, tepat 85 tahun yang lalu, menjadi salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul me nyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerde kaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Sejak tahun 1938, tanggal 22 Desember pun ditetapkan seba gai perayaan Hari Ibu. Melalui Dekrit Presiden No. 316 Tahun 1959, ditetapkanlah tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu dan dirayakan secara nasional. Misi diperingatinya Hari Ibu pada awalnya lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbai
kan kualitas bangsa ini. Peran ibu tentulah besar bagi bangsa ini. Karena itu, memperha tikan nasib perempuan menjadi hal krusial. Mengutip ungkapan, “Jika kamu mendidik seorang laki-laki, sesungguhnya engkau hanya mendidik satu dari jutaan penduduk bumi. Tapi jika kamu mendidik seorang perempuan, maka sesungguhnya engkau sedang mendidik sebuah bangsa.” Perempuan menjadi pe nentu penting sebuah bangsa. Mau berkarakter seperti apa bangsa ini ke depan? Lihatlah bagaimana kita mendidik perempuan. Edisi kali ini Tokoh menyajikan sosok-sosok perempuan yang bisa menginspirasi. Mereka mewakili zamannya masing-masing. Ada yang berada di zaman 1970-an, ada yang berkiprah di era 1980,
23 - 29 DESEMBER 2013
I N F O TO R I A L
23 - 29 DESEMBER 2013
Pra Acara Denpasar Festival 2013
dan ada yang eksis di era 2000-an. Kisah yang ditampilkan tak hanya sukanya, ada juga perjalanan duka. Semua merupakan bagian dari panggung kehidupan. Kaum perempuan memang se lalu menjadi perhatian. Apa yang dikenakan perempuan membuat nya bisa terlihat cantik. Tetapi, yang harus diingat juga adalah pantas atau tidak. Contohnya pe makaian kebaya setengah lengan saat ke Pura. Dari seminar Etika Berbusana Adat ke Pura yang dilaksanakan WHDI Provinsi Bali, disarankan agar kaum perempuan baik ibu-ibu maupun remaja putri tidak memakai kebaya setengah lengan dan kamen selutut saat ke Pura. Ini bukan berarti melarang seluruhnya, model busana seperti ini bisa dipakai jika menghadiri undangan ataupun acara yang dilakukan di luar Pura. Cantik tidak hanya dilihat dari luar, tetapi bisa terpancar dari dalam (inner beauty). Selamat Hari Ibu. Salam
Kembangkan Beragam Kreativitas Pemerintah Kota Denpasar tak pernah berhenti memberikan ruang dan wadah bagi masyarakatnya untuk mengembangkan berbagai kreativitas. Seperti dilaksanakannya Denpasar film festival, lomba mer angkai bunga dan membuat gebogan, pet’s festival dan holtikultura, festival TIK, lomba wirausaha muda, lomba cita rasa masakan Bali, hingga sarasehan arsi tektur yang semuanya digelar menjelang Denpasar Festival ke- 6 pada 27 s.d. 31 Desember 2013. @mingguantokoh
mingguantokoh
klik: www.tokoh.co.id http://www.tokoh.co.id/Berita-Utama/membela-indonesia-di-brazil.html http://www.tokoh.co.id/Wisata/tigerair-mandala-direct-denpasar-hongkong.html http://www.tokoh.co.id/Mode/warna-warni-baju-anak.html http://www.tokoh.co.id/Properti/solusi-air-kecil-tetap-bisa-mencuci.html
Pada saat dilangsungkannya lomba merangkai bunga dan mem buat gebogan, Menurut Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. I.A. Selly D. Mantra, yang didamp ingi Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara, sangat menarik. Sebab, peserta mesti berkreasi memadukan bunga dan buah lokal Bali, setelah sebelumnya mereka mendapatkan pelatihan cara mer angkai bunga dengan memanfaatkan bunga lokal yang mudah diperoleh di sekitar rumah yang digelar di Taman Kota, Sabtu (14/12). Hal ini, kata I.A. Selly Mantra sangat positif demi membangkitkan kreativitas juga dapat membantu perekonomian keluarga. Apalagi, jika dilihat hampir setiap kegiatan
dengan adanya pameran pertanian urban farming ini, dapat menginspirasi masyarakat di Kota Denpasar untuk mengembangkan pertaniannya. Sedangkan, Wali Kota Denpasar I. B. Rai Mantra menekankan bahwa holtikultura ini adalah bisnis kreatif. Sayangnya, masih banyak orang yang memandangnya kurang berpotensi. Padahal, bisnis ini sangat luar biasa. Bunga misalnya. Produk ini bisa dilihat di mana-mana dan selalu ada rangkaian bunga tiap suatu acara. Saat ini banyak perangkai bunga, tetapi sebagian besar dari luar daerah sehingga terjadi kebocoran ekonomi. Melalui festival ini, Rai Mantra berharap masyarakat Kota Denpasar dapat menangkap peluang besar untuk menggarap dan mem
http://www.tokoh.co.id/Wisata/xl-luncurkan-program-bebas-liburan.html http://www.tokoh.co.id/Bisnis/nomor-hp-sebagai-nomor-rekening.html
O
http://www.tokoh.co.id/Edukasi/bekali-remaja-pemahaman-kespro.html http://www.tokoh.co.id/Edukasi/edukasi-perbankan.html
M G
http://www.tokoh.co.id/Bisnis/optimalkan-pemberdayaan-kelompok-uppks.html http://www.tokoh.co.id/Berita-Utama/icomp-kagumi-peran-pria-dalam-kkb.html
Si Penarik Gerobak
Pagi itu, saya harus sudah marah. Betapa tidak? Aldi yang kemarin sudah berjanji kepada saya tidak terlambat lagi pagi ini, ternyata datang terlambat lagi. Bahkan tak tanggung-tanggung ia terlambat 30 menit, hampir satu jam pelajaran. Ketika saya mendekatinya, dia hanya menunduk, tak berani melihat saya, mungkin ia sungguh merasa bersalah, karena tidak menepati janjinya seperti yang ia ucapkan kemarin. Bahkan ketika saya tanya, ”Aldi, kamu terlambat lagi, ya? Kamu lupa, ya tentang janji yang kamu ucapkan kemarin kepada saya?” Dia tidak menjawab juga. Tidak seperti biasanya, kali ini, saya tidak pulangkan dia. Saya suruh dia belajar di perpustakaan sekolah. Saya pikir itu terbaik, karena di samping dia merasa tetap terhukum oleh kesalahan yang telah dia perbuat, dia juga tidak akan terlalu ketinggalan pelajarannya. Dia dapat be lajar sendiri di perpustakaan. Saya minta pegawai perpustakaan, Pak Matinus, untuk mengawasinya. Saya pun pergi meninggalkan Aldi di perpustakaan untuk melanjutkan menga jar. Tiga jam kemudiannya, setelah saya
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
rehat sejenak dari mengajar, saya melihat ke perpustakaan, apakah Aldi mau belajar atau bagaimana? Astaga, ternyata Aldi sudah tidak ada di situ. Pak Martinus bilang kepada saya, Aldi itu mau kencing ke belakang, namun kemudian dia tidak muncul-muncul. Pak Martinus pun telah mencarinya keliling sekolah, tapi tidak ditemukannya. Rupa nya Aldi pulang lewat pintu belakang yang lagi ditinggal oleh satpam sekolah berjaga di pintu depan. Saya sungguh jengkel dibuatnya. Saya segera lapor kepala sekolah. Saya sampaikan kepada kepsek bahwa saya tidak sanggup lagi mengurus Aldi. Saya minta kepala sekolah supaya menyuruh guru lain yang lebih hebat daripada saya untuk menangani permasalahan Aldi. Kepala sekolah rupanya mengerti ba gaimana perasaan saya saat ini, makanya beliau tidak mengatakan apa-apa, beliau hanya mengangguk-angguk saja. Besoknya, besoknya, dan besoknya lagi, Aldi berturut-turut tidak masuk sekolah. Mungkin dia takut atau mungkin memutuskan berhenti sekolah,saya tidak begitu memikirkannya lagi, toh saya su dah sampaikan itu kepada kepsek, kan
urusannya tidak pada saya lagi. Pada hari Minggu pagi, saya olahraga agak lebih pagi daripada biasanya. Setelah saya menyusuri jalan-jalan di depan tem pat kos, saya melanjutkan ke jalan besar di dekat pasar. Di jalan itu, kira-kira dalam jarak seki tar 150 meter, saya melihat ada gerobak yang muncul dari mulut gang. Gerobak itu ditarik oleh seseorang dan didorong oleh dua orang. Yang menarik kelihatan nya sudah besar, namun dua orang yang mendorong, masih bocah kecil. Makin dekat jarak saya dengan gerobak itu, makin jelas kelihatan si penariknya me mang sudah besar dan si pendorongnya memang masih terlalu kecil, mungkin usianya sekitar 6-7 tahun. Oh my God. Saya dibuat terkejut, ketika saya berada di hadapan gerobak itu. Betapa tidak? Ternyata si penarik gerobak sampah itu adalah Aldi. Sebelum sempat saya bertanya, ia memberi saya salam, “Selamat pagi, Pak!” “Ya, selamat pagi,” jawab saya. Sebelum saya sempat bertanya lebih jauh Aldi dan kedua bocah kecil itu telah menyeberang jalan menuju ke TPA. Setelah sampai di kos, sambil minum
23
teh hangat, saya jadi kepikiran dengan Aldi. “Apa sebenarnya yang terjadi pada dirinya, dan siapa pula dua bocah kecil yang diajaknya mendorong gerobak itu?” Saya tinggalkan teh yang masih tingal setengah gelas itu, saya cari tahu alamat rumah Aldi. Ternyata, rumahnya ada di sebuah gang di depan pasar, tempat kami tadi pagi berjumpa. Saat saya memasuki pekarangan rumahnya, saya kaget, ternyata rumahnya hanya sebuah gubuk reot, yang di sanasini atapnya sudah hampir jatuh. Aldi yang asyik bertiga di depan sebuah tempat tunggu yang apinya me nyala, yang dia buat dengan beberapa buah batako di halaman rumahnya, juga kaget mendapatkan saya datang. “Kamu tak usah bercerita apa-apa, saya sudah tahu keadaanmu yang sebenarnya. Tapi, di mana bapak-ibumu, saya tidak melihatnya?” Aldi pun kemudian bercerita tentang
sakit yang diderita oleh kedua orang tuanya, yang kemudian meninggalkan dirinya dan kedua adiknya untuk selamalamanya. “Saat kedua orangtua kami mening gal, tidak ada warisan apa pun yang masih tersisa, selain pekarangan sempit dan rumah ini,” katanya sembari matanya berkaca-kaca. Keesokan harinya, saya ceritakan semuanya tentang Aldi kepada kepsek dan saya meminta beliau untuk men gusahakan beasiswa buat Aldi agar dia tetap dapat sekolah. Kepala sekolah pun bersetuju dengan saya. “ Maafkan saya, Aldi, saya dulu ser ing marah-marah kepadamu karena dulu saya tidak tahu persis, apa yang telah membuatmu sering terlambat!” itulah kata-kata terakhir yang saya ucapkan kepada Aldi, ketika saya pindah tugas dari sekolah itu pada tahun depannya. l Gst.
Ngr. Rai Sujaya, Denpasar
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lain nya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Pan jang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Ratna Hidayati. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten, Tini Dwi Rahayu. Redaksi/Pemasaran Jakarta: Diana Runtu, Sri Iswati. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Pal merah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543–Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palmerah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
I.A. Selly Mantra dalam acara lomba merangkai bunga
atau upacara di banjar memerlukan rangkaian bunga. Jika kader-kader PKK desa/lurah dapat merangkai bunga tentu akan sangat membantu. Selain biayanya menjadi murah, aktivitas ini juga sebagai bentuk pemanfaatan produk lokal. I. A. Selly mengatakan, lomba merangkai bunga dengan meman faatkan bunga lokal ini pesertanya dipilah antara tingkat pemula dan tingkat profesional. Seluruh peserta sangat antusias, bahkan peserta lomba tidak hanya dari Kota Den pasar melainkan juga berasal dari kabupaten lain seperi Buleleng, Tabanan, Badung dan Gianyar. Demikian pula dengan membuat gebogan yang melibatkan murid SMA/SMK se-Kota Denpasar. Pro gram ini mampu menanamkan jiwa kreativitas sejak di bangku seko lah. Terkait hal ini, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar, Gede Ambara Putra menyatakan kegiatan yang pertama kalinya ini sangat di gemari, terlihat dari tingginya animo masyarakat yang datang. Di samping acara lomba merang kai bunga dan gebogkan, kata Gede Ambara juga dilaksanakan pameran pertanian untuk perkotaan. Dalam pameran itu disampaikan bagaimana memanfaatkan lahan sempit secara baik bahkan sehat agar terpenuhinya kebutuhan keluarga. Harapannya,
bangkitkan ekonomi kreatif. Acara lainnya yang tak kalah menarik adalah adanya Pet’s Festival atau Kontes Anjing. Pada kontes yang pertama kali dilaksanakan ini, melibatkan komunitas pecinta binatang di Kota denpasar. Kabid Produksi Dinas Peternakan Kota Denpasar Drh. Igan Raini menga takan diadakannya lomba ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat bagaimana memelihara anjing secara umum dengan baik. Sehingga, diharapkan mampu men gurangi populasi anjing liar di Kota Denpasar. Disamping itu, kegiatan ini akan mampu menunjang ekonomi kreatif yang tengah gencar dilakukan Pemerintah Kota Denpasar TERUS BERGERAK Selama lima tahun berlangsung nya Denfes, bidang kreativitas yang
Rai Mantra.
Walikota Denpasar Rai Mantra saat acara lomba makanan tradisional Bali
digelar berkembang terus. Dalam pembukaan Festival TIK di Gedung Graha Sewaka Dharma, Kamis (12/12), yang dihadiri Direktur Pemberdayaan dan Informatika Ke menterian Kominfo Mariam Barata, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Mantra mengatakan pada Denfes tahun ke- 6 ini, memasukkan bidang IT (informasi teknologi). Meski festi val IT ini baru pertama kali digelar, dikatakannya harus dikembangkan sebab merupakan bagian ekonomi kreatif pula. Sekarang, masyarakat yang suka teknologi terwadahi melalui festival IT ini. Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Denpasar I Dewa Made Agung mengatakan festival yang diseleng garakan sebelum Denfes ini meru pakan kolaborasi beberapa SKPD (satuan kerja perangkat daerah) yang mengusung tema tersendiri, berkaitan dengan Denfes ke-6. Selanjutnya, untuk mengatasi angka pengangguran, kemiskinan, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kota Denpasar, Pemkot Kota Denpasar sudah pula melaku kan berbagai upaya. Sedangkan, untuk meningkatkan tumbuhnya wirausaha muda yang dikoordinir bagian perekonomian Setda Kota Denpasar, telah pula melangsungkan Lomba Wirausaha Muda ke -4 den gan tema “Bangga Berwirausaha”. Pada pembukaan Lomba Wirau saha Muda di Hotel Inna Bali Den pasar, Kamis (12/12), I.B. Rai Mantra menyampaikan kegiatan ini ber tujuan mendorong generasi muda menjadi aktor dalam pertumbuhan kesejahteraan bangsa. Sebab, den gan berwirausaha bisa menekan angka pengangguran, kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Denpasar. “Jika satu orang wirausaha merekrut lima karyawan, pasti akan mengurangi angka pengangguran dan kemiski nan,” ujarnya. Dikatakannya, jalur berwirau
Walikota bersama wirausaha muda tahun 2013
saha mempunyai konsep lebih luas, baik pergaulan dan intelektualitas bagi yang menekuninya. Generasi muda yang mengambil jalur wirau saha harus memiliki komitmen, kon sekuen dan berani. Ia menekankan untuk tidak dulu memikirkan untung dan jangan takut rugi. “Berani rugi dulu baru bisa untung,” tegasnya. I.B. Rai Mantra juga berharap para wirausaha yang bergabung di wirausaha muda ini harus teguh dan memegang komitmen tinggi, karena mencari sesuatu itu tidak bisa cepat. Sementara, Kepala Bagian Pereko nomian Setda Kota Denpasar, I Made Saryawan mengatakan kegia tan ini mendorong tumbuhnya calon wirausahawan muda melakukan perencanaan bisnis secara matang, baik dari segi originalitas gagasan, kelayakan, maupun implementasi di lapangan. Bagi pemenang lomba akan mendapatkan kesempatan
FILM DAN ARSITEKTUR Pemerintah Kota Denpasar se lalu mendukung setiap inisiatif dan peran serta masyarakat dalam mem bangun gairah kreativitas. Apalagi, langkah kreatif tersebut mampu mencerdaskan, salah satunya keg iatan Denpasar Film Festival (DFF), sebuah ajang film dokumenter untuk meningkatkan apresiasi masyarakat, khususnya pecinta film dokumenter di Kota Denpasar. Mengenai DFF, Slamet Rahardjo salah seorang juri menyatakan san gat mendukung kegiatan ini karena beberapa alasan. Pertama, sebagai orang film, ia siap menyokong setiap upaya memajukan perfilman Indonesia baik film fiksi maupun dokumenter. Sekecil apa pun upaya tersebut, baginya merupakan ses uatu yang penting untuk keutuhan sebuah film. Kedua, festival tersebut diselenggarakan warga Denpasar sendiri, baginya tak ada orang yang bisa memajukan perfilman di sebuah kota selain warganya sendiri. Alasan ketiga, ia terkesan dengan keikhlasan Pemkot Denpasar yang mempercayakan pengelolaan fes tival film ini kepada mereka yang memang berkecimpung di dunia itu. Aktor sekaligus sutradara kawa kan itu mengatakan tak banyak pemerintah daerah yang bersedia melakukannya. Selanjutnya pada penyeleng garaan Denfest ke-6, yang akan berlangsung beberapa hari lagi, karya peserta DFF akan diputar di Gedung Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Kota Denpasar. Agenda tahunan Denfes juga
Pemenang Denpasar Film Festival
mengikuti pendidikan di Rumah Pe rubahan Rhenald Kasali di Jakarta. Selanjutnya, bicara cita rasa ma sakan Bali, I.B. Rai Mantra pun ketika membuka Lomba Chef Balinese Rijztaffel Cooking yang diikuti kelom pok hotel dan lembaga pendidikan, Sabtu (7/11) di Grand Inna Bali Hotel Denpasar, mewajibkan semua hotel yang ada di Denpasar memiliki menu tradisional Bali, agar mampu bersaing dengan kuliner lain dari luar daerah maupun luar negeri. Dengan adanya kompetisi ini semua dapat membuka wawasannya bahwa masakan tradisional Bali layak dinikmati masyarakat global. Sebelumnya, Pemkot Denpasar juga telah bekerjasama dengan BPD ICA (Indonesia Chef Association) Bali membantu pedagang kecil di Denpasar dalam melestarikan makanan yang merupakan warisan budaya. “Sekarang ini bagaimana peran para chef bisa mengang kat makanan tradisional agar mampu bersaing di tingkat global,” ujar I.B.
dilengkapi dengan sarasehan arsi tektur yang membahas tentang ar sitektur bangunan gedung di Kota Denpasar, dengan menghadirkan narasumber dari akademisi, tim ahli bangunan dan gedung Kota Denpasar serta praktisi arsitek. Kegiatan ini bertujuan untuk pen guatan visi Denpasar yang berta juk Arsiktektur Kreatif Berbasis Budaya Unggulan, sebagai wahana aktualisasi terhadap pranata un tuk pengendalian perkembangan arsitektur Bali serta mempertah ankan dan mengembangkan kaidah arsitektur Bali sebagai identitas budaya lokal. Dalam hal ini Wali Kota meya kini kreativitas sebuah karya ar sitektur Bali di masa depan nanti akan memiliki nilai yang tinggi dan menjadi tren bagi pengkayaan model-model arsitektur di nusan tara dan dengan karya arsitektur Bali yang diolah secara kreatif akan terbina keserasian antara eksterior dengan interiornya. –ard/ten
24
23 - 29 Desember 2013