Skip to main content

tokoh-edisi-1062

Page 1

16

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


2

ESPRESSO GORO-GORO NATAL 2019

Surat Profesor Ellen dari Amerika Serikat, membuat Amat gelisah. Putu Wijaya Dalam surat itu ada kartu Merry Christmas yang cantik sekali. Amat bingung. Mengapa ia mendapat ucapan Selamat Hari Natal? “Apa Bu Ellen tidak tahu, saya ini orang Bali?” Curhat Amat pada Nyoman di warungnya. Pemilik warung itu nyengir. “Habis Pak Amat mau mengantar dia ke mana-mana.” “Lho, bagaimana tidak. Bu Ellen itu teman baik Ami. Dia profesor di sana. Siapa tahu nanti Ami diberi beasiswa ke Amrik.” “O, mancing, Pak?” “Bukan. Dia sudah terlanjur percaya kita orang Bali ini baik-baik

semua. Tidak ada pencuri. Semua suka menolong. Begitu. Jadi kita berkewajiban menjaga reputasi kita orang Bali supaya nanti kalau dia pulang promosi. Tidak membawa cerita buruk tentang Bali” Nyoman ketawa. “Kok ketawa?” “Itu namanya Pak Amat yang kena pancing. Baru ditiup sedikit sudah meletus. Kok mau mengantar ke mana-mana gratis. Saya kira Pak Amat wara-wiri tiap hari sambil nenteng tasnya akan ketiban durian runtuh. Dapat persen banyak, supaya bisa beli motor. Jadi saya bisa dibonceng ke pasar belanja. Jebulnya gratis! Ha-ha-ha!” “Dasar dagang! Otak kamu cuma uang, Man. Ini diplomasi budaya, tahu! Membina hubungan baik antar negara ji to ji istilahnya! Bu Ellen itu sedang riset mau nulis buku tentang agama Kristen di Bali

yang menyerap budaya Bali bukan mematikannya, tahu! Ini penting, bisa melipatgandakan para wisatawan. Kalau banyak turis, kamu juga untung, kan?!” “O, begitu? Makanya Pak Amat jatuh-bangun ngintilin dia?” “Sapa bilang saya ngintilin? Aku juga studi tahu!” Nyoman masih mau ngeledek, Amat langsung membentak sambil beranjak. “Ah, kamu kan cuma mikirin untung, tidak pernah mikirin kepentingan bangsa dan negara?! Dasar pedagang!” Nyoman ketawa. “Habis saya kan cuma tukang warung, Pak Amat, kalau ikut mikiran negara, paling banter negara dan bangsanya habis saya jual. Haha-ha!” Amat mencoba mengadu ke Ami. Tapi Ami juga ketawa.

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019

“Habis Bapak terlalu serius menyerpis Prof, bagaimana beliau tidak akan..curiga Bapak mungkin mau lompat perahu?” Amat jadi marah. “Ami! Kamu kok ngomong begitu? Kalau didengar Ibu kamu, Bapak bisa disikat habis!” “Habis sampai Pak Nyoman bisa menilai Bapak jatuh-bangun menservis Prof, terang saja ada viral, ada apa ini?!” Amat jadi panik. “Ami, Bapak mendukung dia, karena dia punya kedudukan, siapa tahu kamu bisa dapat beasiswa. Dan, kalau Bapak mendampinginya ketika mewawancarai narasumber, mengunjungi gereja-gereja di Bali, mendengar ceramah dan mengikuti kebaktian pada baru Minggu, karena Bapak ingin tahu. Ingin lebih tahu, lebih banyak, bukan saja agama Nasrani, juga

Islam, Budha, Kong Hu Chu dan sebagainya. Supaya lebih luwes mengamalkan Bhinneka Tunggal Ika. Bukan untuk lompat perahu! Sama sekali bukan!” Ami ketawa mengejek sembari masuk kamar. “Mau lompat perahu juga tidak ada yang melarang, Pak! Asal jangan meleset jatuh ke laut, banyak hiunya!” Amat jadi tambah marah. “Ami! Keluar dulu, Bapak belum selesai ngomong! Jangan suka pakai opinimu sendiri tok! Bapak bukannya…….. . “ Amat berhenti ngomong, karena Ami muncul dengan segepok kartu ucapan Hari Natal dan Tahun Baru. “Lihat, Pak. Tiap tahun saya terima ini dari teman-tenan di luar negeri. Juga dari Prof Ellen yang kebetulan lagi sakit. Jadi yang mengirim kartu sekretarisnya. Hanya dikirim kepada orang yang dianggapnya sahabat sejati. Termasuk Bapak. Saya saja tidak kebagian. Bapak seharusnya bangga!”

BIG BANG BOOM! Biasanya, ada penjelasan yang valid tentang dari mana asalnya suatu benda. Misalnya ada proses biologis yang dapat menjelaskan bagaimana asal-usul manusia di bumi ini. Namun, tidak ada penjelasan yang pasti tentang bagaimana jagat raya ini terbentuk. Beberapa orang berpikir karena adanya kehendah dari kekuatan yang sangat tinggi. Sementara, yang lainnya percaya bahwa yang kita dapat lihat hanyalah mangkuk metaforis dengan titik-titik debu diatasnya. Di dalam setitik debu itu terbentang energi berkekuatan tinggi dan partikel utama penyusun alam semesta. Jumlah energi yang besar ini membuat “mangkuk” sangat panas, sehingga mengalami ekspansi, yang berlanjut hingga hari ini. Indikasi adanya ekspansi alam semesta pertama kali terdeteksi oleh astronom dalam bentuk peningkatan panjang gelombang cahaya yang dipancarkan oleh Sirius, bintang yang terletak pada 81,6 triliun kilometer dari bumi. Peningkatan panjang gelombang cahaya disebut sebagai pergeseran merah dan dijelaskan dalam efek Doppler. Dijelaskan jika sumber cahaya bergerak menjauh dari pengamat, maka cahaya yang diamati memiliki panjang gelombang yang lebih besar. Oleh karena itu, Sirius berada sangat jauh dari bumi. Hasil pengamatan di atas, membangkitkan minat Edwin Hubble untuk melakukan penelitian lebih lanjut dan didapatkan kesimpulan bahwa

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

kecepatan suatu galaksi berbanding lurus dengan jaraknya ke bumi. Proporsionalitas inilah yang dikenal dengan Hukum Hubble, menyiratkan jika kita memutar balik waktu pada suatu titik, semua galaksi akan berada pada wilayah yang berwujud padat. Bayangkan saja sebuah balon yang permukaannya ditutupi oleh titik-titik debu, dimana titik-titik tersebut mewakili galaksi dan permukaan balon adalah ruang. Saat balon mengembang, jarak antar titik-titik tersebut akan semakin renggang, sehingga terjadi peningkatan jarak antar titik. Demikian pula halnya dengan peningkatan jarak antar galaksi yang disebabkan oleh pembesaran ruang itu sendiri. Sampai saat ini, teori Bing Bang menjadi yang paling kredibel dan kompatibel dalam menjelaskan alam semesta. Pertama, dengan menggunakan Hukum Hubble, para ilmuwan menyimpulkan bahwa usia alam semesta diukur dari Big Bang kira-kira 13 miliar tahun. Sementara, batu tertua yang ditemukan saat ini usianya diperkirakan 4,565 miliar tahun. Oleh karena itu, jelaslah bahwa alam semesta ini lebih tua dari umur benda-benda yang ada di dalamnya. Kedua, teori Big Bang dapat menjelaskan penciptaan elemen. Ketika alam semesta yang berupa gas panas dari partikel dasar, partikel tersebut melaju sangat cepat sehingga terjadi tumbukan antar partikel dan tergabung bersama dalam sebuah inti yang stabil. Kemudian, seiring dengan berjalannya

waktu, ruang mulai mengembang, alam semesta mulai mendingin, dan tebentuklah proton, electron, dan neutron. Beberapa proton terikat dengan neutron membentuk inti atom hidrogen. Proses ini, di mana inti terbentuk ketika suhu turun disebut nukleosintesis Big Bang. Meskipun jenis nukleosintesis ini valid dan memperkuat model Big Bang, itu hanya bisa menjelaskan pembentukan lima elemen pertama: Hidrogen, Helium, Lithium, Berilium, dan Boron. Penciptaan elemen yang lebih berat tetap ada sebuah misteri sampai tahun 1940-an karena para ilmuwan tidak dapat memahami bagaimana inti yang tidak stabil mampu membuat elemen yang stabil dan lebih berat, seperti karbon. Fred Hoyle, seorang astronom Inggris, mampu menyelesaikan masalah ini. Dia memaparkan kondisi di mana karbon-12 dapat terbentuk. Jika tidak ada kondisi sesuai, tidak ada makhluk hidup di Bumi ini, karena karbon-12 adalah salah satu unsur utama dalam semua makhluk hidup. Kemudian, percobaan yang dilakukan pada tahun 1953 menemukan bahwa pembentukan karbon-12 mungkin terjadi pada tingkat energi 7,65 megaelectronvolts (MeV) lebih tinggi dari yang serendah mungkin nilai, hal ini mempertajam prediksi Hoyle. Dengan menganalisis bagaimana elemen terbentuk ketika bintang mulai mati, Hoyle mampu menghitung bahwa kondisi yang diperlukan akan tercapai ketika pusat suhu bintang adalah 200.000.000°C.

Terobosan ini menjadi pendukung lain argumen untuk teori Big Bang. Martin Ryle (1980an), menemukan galaksi yang sangat jauh memancarkan radio gelombang dengan panjang gelombang mulai dari 1 mm hingga 100 km. Jarak ekstrem mereka dari Bumi menunjukkan bahwa ekspansi pengerasan awal pasti telah terjadi, dan ada ekspansi berkelanjutan yang mendorong galaksi-galaksi ini menjauh. Juga, jika panjang gelombang cahaya adalah seperseribu milimeter ketika alam semesta berusia 300.000 tahun, meningkat menjadi sekitar satu milimeter pasti pergeseran merah, yang disebabkan oleh alam semesta yang mengembang. Demikian pula, pada tahun 1964, para astronom mendeteksi suara misterius dalam bentuk gelombang mikro. Berupa ‘hum’ yang memiliki panjang gelombang 7,3 cm, 5 dan konstan, serta ada di mana-mana. Setelah salah satu para astronom menyampaikan kabar itu kepada seorang ahli fisika teoretis yang memperkirakan keberadaan Radiasi Gelombang Mikro Kosmik, suara ini dikonfirmasi sebagai fosil dari Sang Bing Bang, terlepas dari bukti ilmiah. Model penciptaan ini masih belum sepenuhnya menjelaskan

Sheena Abigail

asal usul alam semesta. Sejauh ini, para ilmuwan hanya bisa menggambarkan apa yang terjadi pada waktu mendekati nol, tetapi tidak pada nol. Apa yang bisa ada saat itu? Apa yang dibuat setitik debu? Jika alam semesta saat ini mengembang, akankah ia mengerucut kembali, dan berakhir? (Sheena Abigail – Alumni IGCSE Cendekia Harapan)

KATA HATI: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: ­I Made Ary ­S upratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Se­kretariat: Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI ­Cabang ­Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019

Ingin Ajak Ibu ke Luar Negeri

SUDUT PANDANG

Kasih ibu sepanjang masa kasih ayah tanpa celah. Ungkapan tersebut rasanya sangat tepat untuk menggambarkan masing-masing sosok yang telah berjuang untuk kebahagiaan anak-anaknya. Begitu juga hal yang sampaikan oleh Dian Pratiwi Citra, seorang trainer make up and fashion. Perempuan yang akrab disapa Dian Citra ini mengatakan bahwa apresiasi setinggi-tingginya ia berikan kepada sang ibu yang berjuang sendiri menjadi tulang punggung keluarga. Sejak sang ayah meninggal, ibu menjadi orang berjuang sendiri membiayai kehidupan dan biayai pendidikannya dengan sang adik. Bahkan sang ibu harus merelakan cincin perkawinannya terjual agar sang anak bisa melanjutkan kuliah. “Saat itu bapak meninggal secara mendadak dan kami benar-benar tidak siap,” jelasnya. Citra yang juga dikenal sebagai make up artist ini juga menambahkan ada banyak hal yang bisa ia tiru dari sosok ibu. Salah satunya keberanian dan kekuatan dalam menghadapi kehidupan yang kadang tidak adil. “Ibu mengajarkan saya untuk menjadi wanita yang berani melawan hal-hal yang tidak adil dan menjadi wanita mandiri dan menginspirasi,” ungkapnya. Selain itu, prinsip yang dipegang teguh sang ibu juga menjadi hal yang dicontoh oleh Citra. Baginya setiap wanita wajib memiliki penghasilan di luar penghasilan suami. “Selain membantu perekonomian keluarga, punya penghasilan sendiri bisa menjaga saat ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” imbuhnya. Meskipun begitu menyayangi sang ibu, rupanya perbedaan pendapat tidak dapat dipungkiri. Perempuan kelahiran Singaraja 4 April 1991 mengaku pernah membuat sang ibu kecewa dan sedih ketika perbedaan pandangan dalam memilih pekerjaan. Citra yang lebih fokus terhadap bisnis MLM rupanya tidak mendapat restu dari sang ibu. “Empat bulan saya berjuang dan bisa membuktikan mendapat gaji lumayan besar di usia saya yang masih muda. Hingga sekarang ibu selalu support usaha-usaha yang saya lakukan,” kenangnya. Begitu besar jasa sang ibu hingga dengan apa yang telah diperoleh saat ini, Citra ingin menghadiahi sang ibu dengan hal yang sangat spesial. Hobi jalan-jalan ke berbagai tempat membuat Citra berjuang mengumpulkan pundipundi rupiah demi membawa ibunya liburan ke luar negeri. “Kami anak-anak sedang menabung untuk mengajak ibu jalan-jalan ke luar negeri. Saya sebagai anak yang sudah menikah ibu ingin sekali diberi cucu dan astungkara s e g e r a t e rwujud. Tentu dua hal merupakan bentuk apresiasi dari kami kepada ibu yang telah berjuang selam ini,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

Menjaga Ibu agar Tak Bersedih

Setiap kali memperingati Hari Ibu, naluri keibuan para ibu muda khususnya, tergugah. Mereka rata-rata baru menyadari betapa tidak mudahnya menjadi seorang ibu. Indraswati, SH., M.Ak., pemain teater dari Teater Kamar Indonesia misalnya, merasakan bedanya ketika sebelum dan setelah ia menjadi seorang ibu.

“S

ebelum menjadi seorang ibu, pola pikir masih terbatas dan cenderung memprioritaskan diri sendiri. Keegoan yang selalu merasa paling benar dan proses pencarian jati diri yang dimulai dengan aktif dalam berbagai organisasi maupun ekstrakurikuler, semakin membentangkan jarak pertemuan dengan ibu saat itu,” ujarnya. Menurutnya, bisa dikatakan saat sebelum menjadi ibu, rumah adalah tempat istirahat, makan, dan ibadah, selebihnya ia berada di kampus, tempattempat latihan teater, menari dan karate. Ibunda Indraswati, Umi Zazillah merupakan seorang pedagang yang usahanya ketika itu berkembang cukup pesat dan terbilang sibuk. Namun begitu, Umi Zazillah tetap memperhatikan aktivitas Iin panggilan akrab Indraswati, bahkan tetap mengontrolnya. “Apapun kegiatan yang saya lakukan ibu tau dan tetap mengontrol bahkan cenderung saklek dengan aturan,” kata Iin. Kehidupan di kampus, kegiatan organisasi dan latihan-latihan kesenian yang banyak menyita waktunya, sehingga ketika itu speetinya ia relatif tidak perduli dengan usaha ibu, tentang kehidupannya sehari-hari sudah makan atau belum, atau capek tidak setelah bekerja membanting tulang dan sebagainya. Ia seperti tidak peduli dengan kondisi ibunya karena sibuk sendiri. Hal inilah yang membuat kini Iin kerap merasa sedih. “Sedih rasanya ketika mengingat hal itu, bagaimana pengorbanan seorang ibu yang merantau jauh dari keluarganya di Jawa demi anakanaknya agar mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang lebih baik tapi saya anaknya justru seperti tidak peduli,” ungkap Iin. Iin jadi teringat cerita ibunya ketika masih berada di Jawa saat bertanya kepada ayahnya soal kelanjutan pendidikan anak-anaknya dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan saat sebelum mereka ke Mataram NTB. “Bagaimana sekolah anak-anak setelah tamat sampai dengan nanti karena makan saja masih pas-pasan?”. Begitulah situasi ibunda Iin kala itu. Hal ini tentu menjadi pemikiran ibu dan ayah Iin yang waktu itu hanyalah penjual kaset lagu. Namun ayahnya pun sudah bertekad jika tidak ada uang untuk sekolah anak-anaknya, bahkan ia rela bekerja jadi pelayan toko. Mendengar itu ibunda Iin langsung menangis dan setelah itu Umi Zazillah tidak tinggal diam. Apapun yang bisa dia kerjakan, dia kerjakan untuk membantu suaminya demi anak-anaknya dan hingga mereka sampai pada proses hijrah ke Pulau Lombok membuka usaha warung soto Lamongan yang terbilang sukses di Mataram. “Prioritas utama setelah menjadi seorang ibu adalah masa depan anak-

15

saya lakukan masih jauh dari apa yang beliau berikan kepada anak-anaknya,” ungkapnya. Iin juga ingat ketika awalnya ikut teater karena untuk memenuhi kebutuhan perkuliahan teater jurusan Bahasa Indonesia di FKIP, membuat ibunya sempat tidak setuju. Akan tetapi ketertarikan di dunia teater mucul melebihi dari sekadar perkuliahan. Saat itu ia merasa teater tidak bisa dipisahkan dari dirinya se-

anak, suami dan orangtua. Saya tidak pernah membebani anak-anak dengan target nilai atau mengarahkan anak-anak untuk menjadi apa di masa depannya, yang saya lakukan adalah memfasilitasi mereka untuk mengikuti kegiatan yang mereka suka,” kata Iin yang menjadi seorang ibu ketika berumur 23 tahun, saat melahirkan anak pertamanya Baiq Maisa Wahidiyah yang kini bersekolah di SMPN 2 Mataram. Hari ini, Iin yang menjadi pegawai Penyuluh Hukum Ahli MudaKantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTB, telah mampu membukakan usaha khusus untuk orangtua sehingga beliau dapat mengelolanya sendiri dan untuk mengisi kesibukan hari-harinya. “Ibu bagi saya adalah pondasi dasar bagi jiwa anak-anaknya, karena anak adalah cerminan dari orangtuanya. Keberhasilan seorang anak merupakan hasil dari didikan, dukungan dan perjuangan ibu,” ujarnya. Indraswati (kiri belakang pakai toga) bersama Ia mengaku sadar berkat doa seorang ibulah yang men- ibundanya (nomor dua dari kiri depan) dan ayah serta saudaranya gantarkannya pada keberhasilan di bidang studi hingga menjadi hingga asyik dengan latihan-latihan yang Magister Akuntansi Publik, termasuk bisa berlangsung hingga larut malam. pula keberhasilan menjadi seorang Pe- Ibundanya selalu membatasi jam pulang jabat Fungsional Penyuluh Hukum Ahli latihan. Ia mengisahkan bahwa sesekali Muda di Kanwil Kementerian Hukum pulang terlambat, ibu sudah siap dengan dan HAM NTB, serta keberhasilan sandal di depan pintu. Ibu sesungguhnya mendapatkan jabatan-jabatan strategis tidak melarang ikut teater, tapi juga tidak di organisasi karate dan menjadi aktris terlalu mendukung, melihat penampilan Teater Kamar Indonesia. “Tanpa kerja teman-teman seniman atau teater yang kerasnya, saya tidak dapat meraih semua gondrong, baju lebih ke arah lusuh dan apa yang saya dapatkan hari ini,” kata kumuh. Ibunya tahu semua itu sebab Iin terharu. jarak tempat usaha dan taman budaya Pendidikan menjadi seorang ibu, yang berdekatan, membuat Iin kala itu memang baru ia rasakan lulus ketika mudah mencari properti pementasan di kita menjadi seorang ibu. Bagaimana warungnya. “Ibu kadang-kadang marah menjadi seorang pribadi yang tidak lagi karena hasil pinjaman untuk properti memprioritaskan kebutuhan dirinya latihan itu hilang atau lupa dikembalikan sendiri memang tidaklah mudah, tapi tapi ibu selalu menuruti apa yang saya akan berjalan dengan sendirinya ketika minta,” kata Iin tertawa. menjadi seorang ibu. Oleh karena itu Kisah penting antara Iin dan ibununtuk membahagiakan ibunya kini, tentu danya juga ada pada ketika lowongan dengan sering mengunjunginya dengan pekerjaan di Kanwil Kementerian Huanak-anak dan suami, makan bersaman- kum dan HAM NTB dibuka. “Ketika ya, menanyakan apa kebutuhannya yang itu saya disuruh untuk melamar menjadi belum bisa dia dapatkan, menjadi anak CPNS, tentu saya menolak dengan tegas yang sigap ketika ibunya minta diantar karena jika lulus harus berhenti kuliah ke dokter, memberikan jatah bulanan dan otomatis berhenti teater,” ujarnya. uang jajan yang sama seperti yang pernah Perdebatan yang panjang antara orang dilakukan ibundanya kepadanya ketika ia tua dan seorang anak terjadi, hingga masih sekolah dan membukakan usaha muncullah sebuah kesepakatan. “Ibu rumah makan untuk orang tuanya itu saya berkata, kalau kamu mau melamar sehingga tidak perlu ikut lagi dengan CPNS saya akan membebaskanmu unusaha orang lain. tuk teater dan tidak melarangmu lagi,” “Saya ingin menjadikan orangtua kata Iin yang waktu mengaku sangat saya, raja di usahanya sendiri walau- bahagia mendengarnya. Dalam hatinya pun masih tetap harus bekerja karena berkata walaupun tidak ikut teater di orangtua saya bukanlah orang yang kampus, toh banyak teater-teater di luar senang berdiam diri. Namun, apa yang kampus. (Naniek I. Taufan)


SUDUT PANDANG

14

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019

Cinta untuk Mama Lagu lama, lagu anak-anak pula. ‘Cinta untuk Mama’ yang dinyanyikan penyanyi cilik Kenny di tahun 2001, sampai sekarang masih sering terdengar. Bahkan yang menyanyikannya pun bukan hanya anak-anak tapi para penyanyi top yang telah berusia dewasa Via Vallen, salah satunya. Penyanyi dangdut yang tengah naik daun ini, beberapa kali terlihat membawakan lagu ini kala manggung.

Y

ang menarik, tavia memang sangat dekat Via selalu dengan ibunya, temmengucurpatnya mencurahkan kan air berbagai hal. Bakatmata ketika memnya menyanyi pun bawakan lagu ini. mendapat banyak Bahkan di youtube dukungan dari ada tampilan Via sang ibu yang yang tengah mememang mengnyanyikan lagu ini harapkan dirinya dengan air mata menyanyi. “Aku berderai dan susebenarnya suka ara yang terbata musik pop dan karena keharuan rock sejak kecil. yang sangat. Suara Namun mama jusVia yang sangat metru menginginkan nyentuh itu sukses aku jadi penyanyi foto instagram via vallen membuat mamanya, dangdut untuk karier via vallen Rosida Ninggum dan aku. Ternyata benar. Aku banyak orang yang menjadi seperti ini berkat dudengar, menangis haru. kungan penuh keluarga aku,” Menurut Via dia selalu menangis tutur Via yang mendulang banyak haru setiap kali menyanyikan lagu ini. penghargaan sejak kemunculannya di Ia seolah kembali diingatkan bagaimana pentas musik nasional 2017 lalu. kasih sayang mamanya pada anakTapi, motivasinya yang terbesar anaknya, perjuangan mama dan papa- untuk sukses di dunia entertainment nya membesarkan dirinya dan ketiga khususnya musik adalah mengangkat adiknya sungguh luar biasa. Mamanya, kesejahteraan keluarganya. Jadi dulu kata Via, adalah orang paling sabar di itu, lanjut Via, keluarganya adalah dunia. keluarga sederhana yang tinggal di “Kenapa aku selalu menangis haru kontrakan. setiap kali menyanyikan lagu ini karena “Suatu ketika mama dengar suara merasa belum mampu membahagiakan aku menyanyi, mama bilang bagus. mama aku. Belum mampu berbakti ke- Lalu bilang ke papa agar aku dijadikan pada orangtua. Apa yang orangtua kasih penyanyi dangdut, jangan pop. Sejak itu ke kita, nggak akan bisa terbayarkan. papa melatih aku menyanyi dangdut,” Sekaya apapun kita, sebanyak apapun ungkap Via yang menyebut berkat doa uang yang kita kasih ke orangtua, itu ibu dan ayahnya ia berhasil meniti karier tidak akan pernah cukup membalas di belantika musik dangdut. Beruntung semua yang telah diperbuat orangtua Via karena ayahnya berkecimpung di pada anak-anaknya,” ungkap Via. dunia musik dangdut. Mamanya yang selalu mendukung Perjalanan kariernya, tutur Via, kariernya bahkan menemani kem- tidaklah mudah. Untuk mencapai titik anapun dia berkegiatan. “Apa yang ini, sungguh suatu perjuangan. “Bukan kuberikan untuk mama. Untuk mama hanya aku saja yang berjuang tapi tersayang. Tak kumiliki sesuatu berharga. orangtua ku, mama dan papa aku, juga Untukmu mama tercinta....,” sepenggal keluarga aku. Karenanya aku sangat tembang ‘Cinta untuk Mama’ yang di- berterima kasih kepada mereka. Juga lantun Via saat HUT Ruang Guru ke-5 kepada pihak-pihak lain yang mendubelum lama ini. kung karier aku,” tutur Via yang bulan Via yang bernama asli Maulidia Oc- November lalu meraih penghargaan

via dan ibunya

foto instagram via vallen

‘Penyanyi Dangdut Solo Wanita Terpupuler 2019. Tahun lalu pun penghargaan ini diraih Via. Ungkapan cinta Via kepada orangtuanya juga ditulisnya menjadi sebuah lagu nan menyentuh, ‘Maaf dari Anakmu’. Lagu ini diluncurkan pada Mei 2019 lalu. “Ini adalah lagu ketiga yang aku buat,” ujarnya kala itu. Kesuksesan membuahkan materi, itu sudah pasti. Dan Via sesuai dengan tekadnya mensejahterakan kehidupan keluarganya lahir dan batin, itu dilakukannya. Setidaknya ia telah memberikan keluarganya rumah mewah dan sejumlah aset property lainnya dari hasil jerih payahnya di dunia menyanyi. “Membahagiakan mama, papa, adik-adik juga berbagi pada orang lain, itu yang selalu ingin bisa aku lakukan,” ucap Via yang seraya menyebut mamanya adalah inspirasi terbesar dalam hidupnya. BUAT ACARA KEJUTAN Motivasi ingin mengangkat derajat kehidupan keluarganya pun telah diungkapkan Via lewat akun instagram pribadinya. Menurutnya, kehidupan keluarganya miskin, mama-papa nya harus banting tulang menghidupi dirinya dan ketiga adiknya. Dan dia sebagai anak sulung ingin sekali membahagiakan keluarganya. “Aku pengen angkat derajat keluarga karena dulu sebagian

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019

SOSIALITA

Dalam rangka penjajagan kerjasama “Sister City” Pemerintah Kota Denpasar dengan Pemerintah Kota Brighton, Delegasi Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan pertemuan dengan Kedutaan Besar RI London, pada (9-11 Desember 2019).

foto instagram via vallen

via vallen orang menganggap keluargaku menjijik- nya September 2019 lalu diberi kejutan kan karena miskin,” ujar Via menjawab yang mencengangkan dari anaknya. pertanyaan nitizen tentang motivasinya Padahal tadinya dia mengira Via tidak untuk sukses. bisa datang merayakan HUT-nya lantaMenurut gadis kelahiran 1 Oktober ran sibuk. Ternyata justru Via lah yang 1999, membahagiakan orangtuanya mengatur acara kejutan itu. bukan hanya dengan limpahan materi “Saya bahagia sekali sampai menantapi juga dengan tingkah laku sebagai gis. Padahal saya kira dia tidak bisa seorang anak. Hal itu diakui juga oleh datang ke acara ulang tahun saya karena mamanya, Rosida Ningrum. Menurut sibuk. Ternyata dia malah datang duluRosida, Via adalah anak yang berbakti an,” ungkap Rosida sembari tersenyum. dan penuh kasih pada keluarganya. RosDi HUT tersebut bukan hanya ida bersyukur punya anak seperti Via acaranya saja yang surprise tapi juga yang tidak pernah ‘neko-neko’, tetap hadiah yang dipersembahkan Via kepategar pada pendiriannya. “Anaknya da ibunya. Yakni perhiasan plus rentetan nggak ugal-ugalan. Dia lebih senang di uang Rp100 ribu yang berada di dalam rumah jika tidak ada pekerjaan di luar. kue ultah. “Mama bahagia, itulah tujuan Dia selalu nurut pada orangtua. Itu yang hidup aku. Kalau perhiasan hanya lah membahagiakan kami,” ucap Rosida. kecil dibanding apa yang sudah orangtua Airmata kebahagian jugalah yang beri pada aku,” kata sulung dari empat terurai di wajah Rosida ketika HUT bersaudara ini. (Diana Runtu)

D

elegasi yang dipimpin Wakil Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jayanegara, juga demi memperoleh wawasan perihal kemitraan antara kota-kota di Inggris dan lndonesia, serta informasi tentang komunitas warga Indonesia dan warga Bali di London. Wakil Dubes RI Adam Mulawarman Tugio didampingi Sekretaris II Fungsi Ekonomi I Gusti Agung Ayu Ratih Astary, saat menerima rombongan berharap kerja sama “Sister City” Pemerintah Kota Denpasar dengan

Pemerintah Kota Brighton, dapat terjadi mengingat kedua kota memiliki kemiripan wilayah geografis dengan daya tarik wisata pesisir pantai. “Sister City” ini juga bermanfaat bagi Kota Denpasar, untuk lebih meningkatkan wisatawan dari Inggris ke Bali khususnya Denpasar. Wisatawan Inggris memiliki story telling yang mampu meningkatkan datangnya wisatawan Eropa. Hal ini bisa diadopsi dengan membuat story telling Kota Denpasar. Brighton, sebagai pusat destinasi wisata di UK, memiliki pantai sebagai daya tarik utama wisatawan dengan promosi berbagai atraksi dan hiasan lampu sepanjang pantai. Disamping castle-castle di Brighton yang dikemas untuk wisata. Beberapa kota di Indonesia yang sudah menjalin kerjasama antara lain Surabaya dengan Liverpool; Bandung dengan Oxford, Bogor dengan Oxford; Jakarta dengan Liverpool. Selanjutnya kegiatan yang diorganisir oleh Bagian Kerjasama Setda Kota Denpasar ini, melakukan pertemuan berikutnya dengan Wired Sussex, yakni sebuah lembaga’ independen yang menyediakan tempat belajar serta memperoleh pengetahuan teknologi digital yang mendukung pariwisata di Brighton city. Dalam pertemuan tersebut dibahas kemitraan antara Wired Sussex ,

Denpasar Jajagi “Sister City” dengan Brighton

3

Bersama Wakil Wali Kota Brighton dan Ka Pemasaran Pariwisata (Julia Gallagher)

pemangku kepentingan dan universitas. Di Wired Sussex pula, diketahui bagaimana start up di Brighton bertemu membahas funding, inovasi, work space, jenis client dan custome, dan mencari talent client. Mereka saling berbagi pengetahuan dan berkolaborasi memberikan dukungan melalui online network. Secara bersama’sama pula 125 pebisnis ke Wired Sussex sebagai coworking

space merumuskan event yang akan dibuat lengkap dengan temanya. Wired Sussex juga menyampaikan, 10 tahun yang lalu di Brighton belum ada coworking space. Maka secara independent Wired Sussex menjadi coworking space berkelanjutan, dengan mekanisme membangun, menghubungkan dan memasarkan. Para start up dipertemukan, dipetakan

dan dicari kebutuhan bersama. Untuk start up baru periode mentoring 1,5 tahun dengan tantangan tes mentoring, penelitian kepada pasar, produk sudah siap oleh start up. Penelitian terhadap pasar, sehingga bisa diketahui apakah produk perlu dikembangkan atau tidak. Tantangan Wired Sussex berikutnya yakni membuat Festival talent setiap tahun di bulan April. - ard

Diskusi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Delegasi Pemerintah Kota Denpasar dipimpin Wakil Wali Kota Denpasar didampingi staf ASN diterima di Balai Kota Brighton. Kunjungan kali ini diterima Wakil Wali Kota Brighton beserta Kepala Pariwisata Brighton dan anggota utama serta Kepala Penjualan, Kemitraan dan Pemasaran Visit Brighton. Pada kesempatan tersebut, topik diskusi mencakup pengembangan

pariwisata berkelanjutan yang lebih baik. Mendukung perlindungan warisan budaya dan pariwisata kota. Soal penggunaan teknologi dalam meningkatkan pariwisata. Begitu pula bidang pendidikan mengetahui pelatihan kejuruan terbaik untuk mendukung pariwasata. Lembaga pendidikan lokal dapat berkontribusi pada upaya ini. Brighton dan Denpasar mendukung pariwisata di

kota masing-masing pada action plan nantinya berupa Co-Festival. Wakil Wali Kota Brighton menyambut baik kunjungan delegasi Pemerintah Kota Denpasar. Presentasi disampaikan oleh Julia Gallagher selaku Kepala Penjualan, Kemitraan dan Pemasaran Visit Brighton. Kunjungan wisatawan ke Kota Brighton antara lain dari negara-negara Eropa sekitar UK seperti Jerman, Perancis dan lain sebagainya. Pesona pantai Brighton di musim panas banyak dikunjungi oleh para wisawatan mancanegara. Di sepanjang pantai terdapat area British Air, dengan tiket masuk pengunjung bisa naik British Air dan dari ketinggian dapat melihat pemandangan Kota Brighton. Wakil Wali Kota Denpasar dalam

sambutannya menyampaikan diantaranya ingin mengetahui hal-hal yang dapat dilakukan bersama dengan Pemerintah Kota Brighton dan Hove dalam bidang pariwisata kota, perlindungan warisan budaya, penggunaan teknologi dalam meningkatkan pariwisata, pendidikan yaitu pelatihan kejuruan dan ekonomi kreatif. Dari hasil pertemuan penjajagan diharapkan ada progress berupa jalinan kerjasama kedua kota pada bidang pariwisata. Potensi yang dimiliki baik Brighton maupun Kota Denpasar dapat dikolaborasikan. Pertemuan dilanjutkan dengan Universitas Brighton, yang diterima oleh Prof Marina Novell, Profesor Pariwisata dan Pengembangan Internasional bertempat di Cockcroft

Diterima oleh wakil Dubes RI di London

Building Moulseroomb Campus Lewes, Brighton. Pr o f. M a r i n a m e n y a m p a i k a n sistem pendidikan di Brighton bagi mahasiswa adalah mengakomodasi ide-ide kreatif mahasiswa yang diarahkan pada produksi yang menunjang kepariwisataan Brighton. Sementara Gareth Topp, Kepala Internasionalisasi menyampaikan, Universitas Brighton dengan beberapa gedung dibangun sesuai dengan kebutuhan pendidikan mahasiswa lengkap dengan fasilitas pelatihan kejuruan. Peran Pemerintah Brighton memberi dukungan kepada Universitas Brighton dalam mencetak generasi muda Brighton yang kreatif dan berpotensi pengembangan diri di bidang bisnis. -- ard

Pertemuan dengan Sussex University


WOMAN ON TOP

4

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019 Memiliki keturunan adalah dambaan setiap pasangan. Penantian mendapatkan momongan adalah suatu proses yang luar biasa dan membutuhkan kesabaran yang luar biasa pula. Ada yang bertahan tapi banyak juga yang gagal. Namun banyak juga yang tetap setia sambil terus berusaha dan berdoa. Sementara sebagian lain memilih program bayi tabung.

Fashion Show pakaian daerah se-Indonesia dari 29 Induk Organisasi Perempuan

AAA. Ngr. Tini Rusmini Gorda Gung Tini bersama Ny. Putri Koster

“D

i akhir masa jabatan, kami memiliki dua bunda hebat milik Bali. Mereka betul-betul menjadi malaikat bagi kami. BKOW Prov. Bali pasti akan lebih hebat ke depannya,” ujar Gung Tini sembari menyebut nama Ny. Putri Suastini Koster sebagai Penasihat BKOW Provinsi Bali dan Ny. Cokorda Putri Hariyani Ardhana Sukawati sebagai Ketua Umum BKOW Provinsi Bali yang baru. BKOW Provinsi Bali telah melaksanakan Raker dan Rapim pada 15 Desember 2019 dengan Luh Putu Sukarini sebagai Ketua OC dan Desak Nyoman Widiasih sebagai Ketua SC. “Melalui Raker dan Rapim BKOW Provinsi Bali Tahun 2019 Kita Lahirkan Pemimpin Unggul untuk Organisasi Maju” merupakan tema Raker dan Rapim. Ny. Putri Koster selaku Penasihat BKOW Provinsi Bali dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali pun memberi apresiasi positif terhadap eksistensi BKOW Provinsi Bali. “TP PKK merupakan posisi sentral yang dapat bersinergi dengan seluruh organisasi wanita termasuk BKOW. Sejauh manapun kesibukan perempuan dalam berkarier dan berorganisasi, tidak boleh meninggalkan tugas pokok sebagai ibu yang menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga. Saat ibu lengah, satu generasi akan hilang. Ini bisa jadi menutup kemungkinan perempuan berkarier, berorganisasi maupun berkiprah di ranah publik. Kini saatnya kita saling membantu, saling mendukung dan saling bersinergi dalam memajukan organisasi perempuan sehingga tujuan utama mencerdaskan perempuan bisa

BKOW Adalah Rumah Perubahan Setelah dua periode memimpin Badan Kerjasama Organisasi Wanita ( BKOW) Provinsi Bali, AAA. Ngr. Tini Rusmini Gorda akhirnya bisa bernapas lega. Kini tampuk pimpinan periode 2019-204 berada di pundak Ny. Cokorda Putri Hariyani Ardhana Sukawati.

katkan pendidikan perempuan Indonesia. “ B K O W Provinsi Bali merupakan wadah organisasi yang mempunyai visi menyatukan persepsi tentang upaya peningkatan sumber daya manusia, khususGung Tini bersama Gung Tini dan Dewi Rully, nya perempuan. Ketum BKOW Prov. Bali 2019-2024 Sekum andal BKOW Prov. Bali Misinya membantu program pemerintah dalam rangka pemtercapai,” ujarnya. berdayaan perempuan menuju keadilan dan Selanjunya, dibawah kepemimpinan Ny. kesetaraan gender (KKG), “ ujar Gung Tini. Cok Ace, ia berharap BKOW Provinsi Bali Dalam kesempatan itu ia dan segenap mengambil peran lebih aktif dan dapat menjadi pengurus dua periode meminta maaf jika ada kepak sayap dalam mempercepat pelaksanaan ketidaksempurnaan saat memimpin BKOW berbagai program Nangun Sat Kerthi Loka Bali Provinsi Bali. Gung Tini juga menyampaikan yang diluncurkan oleh pemerintah provinsi Bali. terima kasih atas kerja tim selama 10 tahun Gung Tini menuturkan BKOW Provinsi Bali kepada ketua induk organisasi dan semua angbagian dari semangat yang dihasilkan dalam gotanya. Ia juga berterima kasih kepada Dewi Kongres perempuan Indonesia Tingkat NasiRully, Sekum andal yang menguatkan Gung onal Pertama, 22 Desember 1928. Semangat itu Tini memimpin BKOW selama satu dekade. bagaimana emansipasi perempuan bisa menjadi “Kita ada bukan untuk bersaing. Kita ada tonggak sejarah untuk saling melengkapi,” ujarnya mengutip untuk mening-

Pengurus BKOW Prov. Bali periode 2014-2019 demisioner

pernyataan Mc Cartney. BKOW merupakan wadah pemersatu 30 induk organisasi yang mempunyai visi misi yang hampir sama, mencerdaskan pengetahuan perempuan. Dengan kekuatan yang dimiliki BKOW diharapkan dapat berperan secara strategis dan bersinergi dalam menyuarakan gerakan-gerakan pemberdayaan perempuan hingga ke akar rumput. PASSION DI ORGANISASI Ia juga mengatakan BKOW Provinsi Bali adalah rumah perubahan bagi dirinya sejak kehilangan sang inspirator Prof. Gorda 2007. Gung Tini juga menyebut nama Ni Nyoman Masni yang melahirkan dirinya menjadi Ketum BKOW pada 15 Desember 2009. “Saat itulah saya mulai menjadi Gung Tini Gorda dari dimensi lain yakni mampu bermain di ruang publik tapi tetap bicara dan bergerak di dimensi domesti yakni anak dan perempuan serta keluarga,” tegasnya. Kehilangan ayah yang mempunyai nama besar di dunia pendidikan tidak menjadi beban bagi Gung Tini karena ia bermain di dimensi yang ia sukai. Passion Gung Tini memang berorganisasi. Seiring berjalannya waktu, ibu dua anak ini mampu menyejajarkan dirinya dengan nama besar Prof. Gorda (alm). Bulan Desember 2019 ini benar-benar menjadi bulan istimewa untuk Perempuan Inspiratif Tokoh tahun 2015 dam mantan Ketua Perdiknas ini. “Selain hadiah ulang tahun ke-52, saya juga mendapat penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dan diundang ke Semarang,” ujarnya. Peringatan Hari Ibu secara nasional dirangkaikan dengan penyerahan Penghargaan dan Talkshow Inovasi Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Acara dilaksanakan 21-22 Desember 2019 di kawasan Kota Lama Semarang. Acara dihadiri Menteri PPPA Bintang Puspayoga. (Ngurah Budi)

Pengukuhan Ketum BKOW Prov. Bali periode 2019 - 2024 oleh Kadis P3A Prov. Bali

METROPOLITAN

Antara Bersabar atau Ikut Program Bayi Tabung

13

M

engutip laman alodokter, bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) merupakan metode reproduksi buatan yang paling efektif. Yakni dengan mengambil sel telur untuk kemudian dibuahi oleh sperma di laboratorium. Sel telur yang telah berhasil dibuahi kemudian ditanam di dalam rahim sehingga terjadi kehamilan. Disebutkan juga, tingginya tingkat keberhasilan ditentukan oleh usia peserta program. Mereka yang memiliki usia di bawah 35 tahun punya keberhasilan lebih tinggi dibanding mereka yang telah berusia 42 tahun. Metode bayi tabung ini, ungkap Alodokter, kini cukup populer di Indonesia. Hal tersebut terbukti dari semakin banyaknya orang memilih langkah ini untuk mendapatkan keturunan. Biaya yang dikeluarkan untuk mengikuti program ini terbilang cukup besar antara puluhan hingga ratusan juta rupiah. Inul Daratista misalnya, mengaku mengeluarkan uang ratusan juta untuk mengikuti proses bayi tabung. Itu terjadi sekitar 11 tahun lalu. Menurut Inul yang baru-baru ini buka-bukaan soal keputusannya mengambil cara bayi tabung untuk memperoleh keturunan, itu lantaran memang ia sulit hamil karena adanya kista yang menutupi dinding rahim. Berbagai upaya sudah dilakukan agar bisa hamil secara alami. Namun tidak berhasil. Akhirnya setelah 13 tahun menikah, mumpung usia masih muda, Inul yang kala itu berusia 29 tahun dan suaminya, Adam Suseno yang 13 tahun lebih tua darinya, memutuskan mengikuti program tersebut. Beruntungnya program tersebut berjalan lancar dan ia pun melahirkan anak semata wayangnya, Yusuf Ivander Damares pada 19 Mei 2009. “Waktu usia kandungan aku 7 bulan sempat ada masalah. Dia sungsang nggak bisa muter karena miom di rahim aku besar. Itu menempel di pembuluh darah besar, sehingga dokter nggak berani mengangkat takut bleeding. Risikonya, mion masih ada sampai sekarang,” ujarnya. Nah pada waktu itu yang juga jadi masalah adalah leher Ivan terlilit tali pusar sehingga seringkali asupan oksigen dan makan kurang. Jadi untuk menjaganya selama di dalam rahim hingga harus dilahirkan lebih cepat. “Tidur ku pun harus duduk setiap malam sampai tiba lahiran. Ini demi agar dia bisa bernafas dalam perut aku,” ungkap Inul yang menyebut proses bayi tabung yang dijalaninya ribet dan penuh perjuangan. DUA ANAK, DUA KALI BAYI TABUNG Lain lagi dengan Tya Ariestya, artis, yang memutuskan menjalani proses

Tya dan anak-anaknya

bayi tabung hanya dua tahun setelah menikah dengan Irfan Ratinggang. Menurut atlet taekwondo ini, mereka memutuskan mengambil program bayi tabung karena tahu dirinya sulit hamil secara alami. Kondisi yang diidapnya sejak sebelum menikah, merupakan pe-

instgram tya

lainnya yang tanpa PCOS,” ungkap Tya. Berita besar dan menyakitkan itu, tetap dissampaikannya kepada calon suaminya, Irfan Ratinggang. Bersyukur sekali Tya, karena Irfan bisa menerima kondisinya. Karena itu lah, kata Tya, mereka memutuskan menjalani program bayi tabung meski pernikahan baru berjalan dua tahun. Pada 4 Agustus 2016, Tya pun melahirkan putra pertamanya yang diberi nama Muhammad Kanaka Ratinggang lewat caesar. Menariknya, setelah Kanaka berusia dua tahun lebih, Tya yang ingin menambah momongan, kembali mengambil jalan bayi tabung seperti sebelumnya. Sayangnya pada program yang kedua kalinya itu gagal. Meski begitu Tya dan suaminya tak putus asa, kembali mencoba yang ketiga kalinya dan berhasil. Kalau sebelumnya ia menl m inu gambil metode IVF maka kali stagra in to fo ini ia mengambil program ya n k a n FET (Frozen Embrio Transa n a an iv fer). Ini merupakan kelanjutan dari Inul d n y e - IVF. bab dirinya sulit Mengutip penjelasan di laman Dr hamil. Ivan Sini, seorang Obstetriccian Gyn“Jadi kami tidak menunggu lama, aecologist, sekarang ini program bayi karena memang sudah tahu bahwa tabung IVF semakin berkembang akan sulit hamil. Setelah dua tahun tidak dimana dalam prosesnya seringkali kunjung hamil, langsung ambil program terdapat embrio sisa dan tidak jarang bayi tabung,” ungkap Tya yang menikah pula banyak pasangan yang kerap kali tahun 2014 dan menjalani proses bayi bingung mau diapakan embrio tersetabung 2016. but. Apakah hendak disumbangkan Menurut wanita kelahiran Maret atau dibuang. 1986 ini, sebelum menikah dirinya telah Saat ini terdapat jalan lain untuk meterlebih memeriksakan diri ke dokter manfaatkan sisa embrio tersebut yakni karena masalah hormon yang tidak dengan membekukan dan menyimpan seimbang atau istilahnya PCOS. “Kata embrio tersebut. Proses pembekuan dokter banyak wanita Indonesia men- embrio (embriyo Freezing) ini dikegalami PCOS. Ada banyak kemungki- nal dengan ‘kriopreservasi embrio’ nan kenapa terjadinya PCOS ini. Antara dimana tujuan utamanya adalah menylain bisa karena faktor keturunan atau impan embrio secara kriogenik dengan makanan dan gaya hidup kurang sehat. mempertahankan kelangsungan hidup Artinya, jelas dokter, ketika saya meni- embrio tersebut. kah nanti peluang memiliki keturunan “Sekitar 40% dari pasangan yang tiga kali lebih sulit dibanding wanita melakukan proses IVF memiliki sisa

Anak tya ariestya--kanaka dan kalundra

embrio yang dapat dibekukan dan disimpan untuk percobaan IVF selanjutnya, terutama jika proses yang sebelumnya belum berhasil,” jelas Dr. Ivan. “Mungkin banyak yang belum tahu ya Frozen Embrio Transfer itu seperti apa. Apakah sakit? Serem atau tidak? Sama sekali enggak kok. Kalau pernah jalani USG Transvaginal, ya rasanya mirip-mirip seperti itu,” jelas Tya yang melahirkan bayi keduanya pada April 2019 lalu. Tya yang kini bertubuh subur mengaku sangat bahagia memiliki dua anak berparas tampan yang tumbuh sehat. Sekarang Tya menjadi rajin berolahraga agar staminanya semakin kuat. “Kalau rajin olahraga badan jadi

foto instgram tyaariestya

terasa enteng. Jadi enak untuk menemani anak bermain, loncat-loncar, lari-lari. Aku sekarang ambil private muaythai, plus boxing,” kata Tya yang mengaku rajin olahraga bukan untuk membentuk tubuhnya ataupun menurunkan berat badannya kembali seperti semula yakni 47 kg. “Aku kayaknya nggak kepengen balik ke 47 kg, Menurut aku dapat 55 kg sudah ok,” tambah Tya yang mengaku mengurangi pekerjaannya di dunia entertainment demi mengasuh dua anaknya. “Anak-anak masih kecil, jadi aku harus fokus ke mereka. Itu memang mau aku sendiri, punya banyak waktu untuk mengasuh mereka,” tambah pemeran film ‘I Love You Masbro’ ini. (Diana Runtu)

Anak inul dan ayahnya adam suseno

instagram inul


12

BUMI GORA

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019 Mengasuh si kecil yang terlahir kembar memiliki keunikan tersendiri, apalagi jika keduanya memiliki karakter yang berbeda. Pendekatan yang digunakan pun berbeda antara satu dengan yang lainnya. Tapi yang pasti, orangtua harus bersikap adil kepada keduanya.

B

Menanti Pelayanan Terbaik “Mr. Visit” Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Kamis 19 Desember 2019, dipenuhi undangan yang antusias menyaksikan pelantikan Sekretaris Daerah Provinsi NTB, yang sudah sekitar tiga bulan belakangan ini ditunggu-tunggu. Hari itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, akhirnya melantik pejabat definitif Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., akhirnya dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB.

P

erjalanan panjang penantian siapa gerangan yang akhirnya menjadi Sekda Provinsi NTB setelah Dr. Rosiyadi Sayuti Sekda Provinsi NTB sebelumnya memasuki masa pensiun pertengahan tahun 2019 lalu, memang hangat diperbincangkan di NTB. Sebab itulah, pelantikan Sekda Provinsi NTB kali ini terbilang mengejutkan dan dihadiri oleh sangat banyak tokoh NTB. Bahkan Gubernur NTB sendiri mengungkapkan bahwa pelantikan Sekda Provinsi NTB kali ini sebagai momentum bersejarah sebab proses pemilihan Sekda kali ini serasa Pilkada. Di hadapan para tokoh agama, tokoh masyarat dan Forkompinda Provinsi NTB yang hadir dalam pelantikan itu, Gubernur NTB dalam sambutannya mengatakan, momentum ini meru-

pakan peristiwa bersejarah sebagai pelantikan Sekda, dimana proses pemilihan Sekda rasa Pilkada. Gubernur NTB mengungkapkan, selama dalam proses seleksi, dari kelima calon Sekda NTB, dirinya dan Wakil Gubernur NTB, mengalami suatu dinamika yang luar biasa. Hal itu disebabkan karena kelima calon memiliki tim sukses masingmasing. Namun hal itu dinilainya sebagai sebuah semangat besar bahwa masyarakat NTB senang bersama dan suka berkompetisi. Untuk itu ia berharap dengan hadirnya semua tokoh dalam pelantikan tersebut, maka semua dinamika itu sudah selesai secara bersama-sama. Riuh rendahnya peristiwa politik, termasuk dalam pemilihan Sekda kali ini harus menjadi perhatian dan pemikiran ber-

sama. Hal itu menandakan bahwa semua orang suka berkompetisi. Namun di sisi lain Gubernur NTB mengingatkan bahwa hal itu harus menjadi sinyal alarm. Karena ketika peristiwa atau hal-hal yang bernuansa politik mendapatkan porsi besar dalam diskursus, artinya masyarakat dan elit kita sedang dalam keadaan tidak memikirkan hal-hal yang besar. Gubernur NTB menilai tradisi-tradisi seperti ini harus sedikit demi sedikit dikurangi. Karena sesungguhnya siapa yang ingin menjadi pejabat publik bukan karena ingin mengejar jabatan, tapi itu merupakan cara dia berekspresi untuk berterimakasih kepada Tuhan YME dan masyarakat untuk mengembalikan apa yang sudah ia terima, dan mengabdi untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan sepenuh jiwa. PILIHAN PRESIDEN RI Gubernur juga menilai, pelantikan Sekda NTB kali ini merupakan sesuatu yang bersejarah dan berbeda. Selain dihadiri hampir semua tokoh sesepuh

NTB, pelantikan Sekda kali ini juga merupakan pilihan langsung dari Presiden RI. “Saya kira hampir semua tokoh sesepuh di NTB ini hadir untuk menyaksikan peristiwa bersejarah dilantiknya Lalu Gita sebagai Sekda,” ujar Gubernur. Untuk itu ia memiliki keyakinan, terpilihnya sosok Lalu Gita sebagai Sekda akan bisa memberikan pengabdian tinggi dan mampu memberikan pelayanan lebih besar kepada masyarakat NTB. Terpilihnya Lalu Gita Ariadi yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB sebagai Sekda yang baru, menurut gubernur sebab ia dinilai memiliki jiwa pengabdian tinggi pada daerah. Gita telah menunjukkan pelayanan dan komitmen yang baik saat menangani investasi. Tidak itu saja, sosok Gita Ariadi dikenal publik sebagai seorang birokrat profesional yang cerdas dengan kemampuan yang mumpuni. Karya-karyanya tertoreh pada jejak-jejak langkahnya sebagai seorang bi-

tokrat, salah satunya ketika ia menjadi salah seorang “penabuh gong” pariwisata NTB di masa pemerintahan Tuan Guru Bajang. Sampai-sampai ia dijuluki Mr. Visit, sebab ia sukses memenuhi target kunjungan wisata kala itu, bahkan melampaui dari jumlah target 1 juta wisatawan tersebut. “Kami yakin sosok ini bisa memberikan pengabdian lebih tinggi dan melayani lebih besar,” ujarnya. Gubernur berharap agar semangat pengabdian dan pelayanan yang dimiliki Lalu Gita semasa menjadi kepala dinas, dapat pula ditularkan kepada kepala dinas yang lainnya di lingkup Provinsi NTB. Agar semua elemen pemerintah memiliki kerendahan hati yang setulus-tulusnya untuk m e m b e r i k a n p e l a y a n a n t e rbaik kepada masyarakat. “Saya berharap semangat pengabdian yang dimiliki dapat ditularkan ke kepala dinas yang lain. Agar kita semua memiliki kerendahan hati yang setulus-tulusnya untuk pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutupnya. (Naniek I. Taufan)

agi Cynthia Lamusu, personil grup vokal B3, memiliki anak kembar merupakan anugerah luar biasa yang diberikan Tuhan kepadanya dan suaminya, aktor Surya Saputra. Di sisi lain ia juga merasakan uniknya mengasuh anak kembar yang berbeda karakter juga perkembangannya. “Tatjana dan Bima, anak kembar tapi memiliki karakter berbeda. Tatjana misalnya, lebih ceria dan sangat senang membaca buku atau mencoret-coret buku. Kalau dihadapkan dengan buku dia seperti menikmati sekali. Nah kalau Bima beda lagi. Dia lebih kalem,” tutur Cynthia menceritakan sosok Kaka dan Abang, panggilan kesayangan untuk Tatjana dan Bima. Perkembangan kedua bocah yang 20 November lalu genap berusia 3 tahun, sangat disyukuri Cynthia. Keduanya kini sudah sekolah, bahkan baru-baru ini dirinya mengambil rapor keduanya. “Rasanya bahagia dan terharu banget ya. Alhamdulilah. Apalagi anak-anak sudah mulai latihan menari untuk pentas sekolahnya,” tambah runner up Asia Bagus Grand Champion 1995, ini. Tatjana (Ataya Tatjana Aisyah Putri) dan Bima (Atharva Bimasena Saputra), adalah anak yang dirindukan Cynthia dan Surya Saputra. Betapa tidak, keduanya harus menanti delapan tahun lebih untuk mendapatkan keturunan. Suatu penantian yang panjang penuh perjuangan. Sampai akhirnya mereka memutuskan mengikuti program bayi tabung demi memperoleh momongan. Keinginan mereka terwujud. November 2016, mereka dikaruniai anak kembar, Tatjana dan Bima. Tapi kebahagiaan ketika itu tidak bisa sepenuhnya dirasakan pasangan ini lantaran anak kembarnya lahir prematur, jadi tidak bisa langsung dibawa pulang. Tatjana sempat dirawat 2 pekan sedang Bima lebih lama yakni 1 bulan 3 hari. Persoalan tidak hanya sampai situ, Bima didiagnosa mengidap AP ROP, suatu permasalahan pada mata yang jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan kebutaan. Kebanyakan hal ini dialami oleh anakanak yang terlahir prematur. Untungnya dokter berhasil mendeteksi permasalahan itu dengan cepat sehingga bisa langsung ditangani. Salah satu efeknya, kata Cynthia, Bima harus memakai kacamata sampai saat ini. “Bima memakai kacamata sejak usia 18 bulan,” tambahnya. Seiring waktu berbagai permasalahan yang ada berhasil teratasi. Keduanya tumbuh dengan baik meski sempat tebersit perasaan khawatirnya terhadap perkembangan Bima yang agak lambat berjalan dibanding Tatjana yang mulai berjalan sejak usia 13 bulan.

BUNDA ANANDA

Uniknya Mengasuh Si Kembar

“Aku sempat kepikiran apakah karena pengaruh itu ya (lahir prematur dan menjalani perawatan khusus). Dari pada cemas tidak karuan, akhirnya bawa anak-anak ke dokter. Alhamdulilah setelah dicek ternyata perkembangannya normal-normal saja. Kata dokter, nggak usah khawatir karena sebentar lagi Bima pun akan jalan juga. Ternyata benar. Umur 16 bulan, Bima pun sudah bisa jalan. Rasanya bahagia banget,” ungkapnya. BERSIKAP ADIL DAN DISIPLIN Mengasuh anak kembar, tambah Cynthia, merupakan tantangan tersendiri baginya. Untuk itu dia rajin bertanya kepada orang lain ataupun mencari referensi tentang pengasuhan anak yang baik. Salah satu yang berusaha dijaga Cynthia dan Surya dalam pengasuhan anak kembar adalah bersikap adil, tidak membeda-bedakan ataupun memperbandingkan tumbuh kembang keduanya. “Aku dan Surya berusaha menjaga hal ini. Sebagai orangtua kami berusaha memperlakukan keduanya dengan adil,” ucap Cynthia yang juga membuka akun ‘tatjanadanbima’ di instagram untuk saling berbagi dalam pengasuhan anak, khususnya anak kembar. Demi mengikuti secara dekat perkembangan anak-anaknya, sekaligus mendidik mereka, Cynthia yang sebelumnya aktif di industri musik bahkan sempat tampil di sejumlah film, kini sangat selektif dalam menerima tawaran pekerjaan. Ini memang sudah menjadi komitmennya ketika Tuhan memberi dirinya rezeki anak. Dia sudah komit untuk menggunakan banyak waktunya untuk mengasuh langsung keduanya. “Setelah memiliki anak, kita sudah menetapkan prioritas, anak adalah yang utama. Fokus pada itu,” tambahnya. “Kami ada pengasuh satu orang. Memang sengaja hanya mengambil satu orang karena aku juga turun langsung dalam pengasuhan anak. Banyak waktu aku luangkan untuk mereka. Kalaupun sekali-kali ada pekerjaan, ya aku minta tolong pada keluarga untuk menjaga keduanya. Kalau mereka semua pas sibuk, ya aku bawa saja mereka ketempat kerja. Itu sudah kerap aku lakukan, jadi nggak masalah,” paparpemeran film ‘Ayat Ayat Adinda’ , ini. Semakin besar, kedua anaknya semakin menunjukkan minat masing-masing. Meski keduanya terlahir kembar ternyata dalam hal minat mereka agak berbeda. Seperti kedua orangtuanya yang berkecimpung di dunia seni, maka darah seni juga mengalir deras pada Tatjana dan Bima. “Hanya saja kelihatannya sekarang Tatjana suka belajar juga menyanyi. Sedang Bima suka musik. Di rumah ada sejumlah alat musik yang dipilih Bima sendiri, tapi dia paling suka pada piano,” jelasnya. Seperti anak pada umumnya, meski kembar, tutur Cynthia sambil tertawa, kedua anaknya juga suka berkelahi. “Kalau sudah begitu biasanya sih kan reflek ya, melerai keduanya. Sambil pelan-pelan memberi

pengertian. Mengajarkan siapa yang berbuat salah harus lebih dulu minta maaf,” ujarnya. Tapi namanya juga anak-anak, apalagi baru 3 tahun, belum sepenuhnya mengerti. Meski begitu yang pasti sebagai orangtua tetap terus mengajarkan hal seperti itu. Karena saatnya nanti mereka akan mengerti. “Memang nggak selalu berhasil. Hahahah. Namanya juga anak-anak. Jadi orangtua memang harus panjang sabar,” ucap Cynthia sembari tertawa. Seperti misalnya, mereka sudah semakin besar dan sudah memiliki kemauan sendiri. Yang jika tidak dituruti kadang marah dan ngambeg. Tak jarang malah buang-buang barang. Ini tidak bisa dibiarkan. “Ini ujian jadi orangtua ya. Harus sabar. Tatjana misalnya. Kalau ngambeg karena tidak dituruti kemauannya suka berontak lalu buang-buang barang. Ini kan nggak bisa dibiarin ya. Jadi—meski hati tidak tega—harus tetap tegakkan kedisiplinan. Maksudnya supaya mereka mengerti bahwa apa yang dilakukan adalah salah,” jelas Cynthia. (Diana Runtu)

Si kembar di depan sekolahnya

5

foto instagram cynthia

Mendongeng Lima Menit KISAH TIGA SAUDARA

Di negeri Antah Berantah tersebutlah tiga saudara laki-laki. Sebut saja namanya Si Sulung, Si Tengah dan Si Bungsu. Mereka mendiami sebuah rumah kecil milik sang ayah. Sang ibu sudah lama meninggal. Made Taro Empat anggota keluarga itu hidup sederhana dan rukun. Yang mempunyai pekerjaan tetap hanyalah sang ayah. Setiap hari ia menjarit dan menyulam. Ia mempunyai banyak langganan, dan semua langganannya memuji pekerjaannya. Aneh, tak seorang pun di antara anak-anaknya yang tertarik pekerjaan ayahnya. Mereka lebih suka bekerja serabutan. Hari ini menjadi buruh, esok hari membantu petani tetangga membajak, memetik, dan lain-lain. Tak seorang pun yang peduli apa yang dikerjakan ayahnya. Minggu berganti bulan, bulan berganti tahun. Tanpa disadari sang ayah makin tua dan makin tak mampu mengambil pekerjaan yang berat itu. Ia mulai sakitsakitan. Ketika merasa ajalnya mendekat, sang ayah memanggil anak-anaknya. “Wahai, anakku sayang! Rupa-rupanya aku tak lama lagi akan menghadapNya. Aku tak punya warisan untuk bekal hidupmu selanjutnya. Aku hanya punya rumah kecil, sebuah perahu yang tertambat di pantai dan kemahiran menjarit dan menyulam beserta peralatannya. Kamu, Sulung! Apa yang kau inginkan?” “Sesungguhnya saya sangat sedih dan tak sampai hati meminta, Ayah!” kata si Sulung. “Kalau ayah tak keberatan, saya berminat mewarisi rumah ayah.” “Sesungguhnya saya juga sangat sedih dan tak sampai hati meminta, Ayah!” kata si Tengah. “Kalau ayah berkenan, saya ingin mewarisi perahu yang tertambat di pantai.” Si Bungsu termenung. Wajahnya amat sedih. Ia menyadari kekayaan ayahnya sudah diwarisi kakak-

kakaknya. “Ayah tercinta!” kata si Bungsu. “Tak ada lagi yang menjadi milik ayah. Biarlah saya yang mewarisi kemahiran ayah menjarit dan menyulam. Mulai saat ini saya akan belajar.” Tak ada beban bagi sang ayah. Ia puas dan pasrah memenuhi panggilanNya. Syahdan, tiga hari setelah penguburan almarhum sang ayah, si Sulung menyuruh adik-adiknya meninggalkan rumah warisan ayahnya, karena rumah itu sudah menjadi haknya. Si Menengah tak perlu bersusahsusah, karena ia sudah punya tempat kediaman, yakni sebuah perahu di tepi pantai. Bagaimana si Bungsu? Ia minta bantuan kepada teman dekatnya, menginap beberapa minggu. Barang yang ia bawa adalah buku pelajaran menjahit dan menyulam. Di tempat baru itu ia ulet belajar, sehingga dalam waktu singkat ia menguasai ilmu ayahnya. Bukan itu saja, semua langganan ayahnya datang berduyun-duyun ke padanya. Dalam enam bulan, ia sudah bisa mendirikan rumah kecil berdinding gedek. Ia benar-benar rajin belajar, bekerja keras, dan kenyataannya ia berhasil. Alih cerita, peristiwa berikutnya tak terbayangkan, namun hal itu benar-benar terjadi. Muncullah bencana berkali-kali, di darat dan di laut. Pemukiman penduduk luluh-lantak, termasuk rumah si Sulung rata dengan tanah. Di laut terjadi tsunami. Perahu si Tengah hancur berantakan. Nah, ketika itulah, kedua kakak si Bungsu mendatangi rumah saudara paling kecil itu. Mereka datang bersama istri dan menggendong anak-anaknya. “Maafkan keserakahanku, Bungsu! Aku telah mengusirmu dari rumah milik ayahku,” kata si Sulung. “Maafkan aku, Bungsu! Mengapa aku menginginkan kekayaan ayah, tanpa aku harus bekerja keras,” kata si Tengah. “Jangan masalahkan itu, Kakak! Tinggallah bersamasama di rumahku yang kecil ini!” kata si Bungsu menyambut saudara-saudaranya dengan senyum. (India)


DARA

6

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019

BULELENG

BPS Lakukan Sensus Penduduk secara Online

Gus Agung

Dosen STMIK Primakara Peduli Literasi Digital Siswa SD Dosen STMIK Primakara melakukan pengabdian masyarakat dalam bidang pelatihan keterampilan komputer kepada siswa SDN 2 Tibubeneng Badung. Pelatihan ini dilakukan Oktober 2019. Kegiatan ini diikuti oleh 104 orang

peserta siswa kelas IV, V, VI. Ketua pelaksana kegiatan, Nengah Widya Utami, S.Pd., M.Kom menyatakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bidang pelatihan keterampilan komputer ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar komputer serta teknologi informasi kepada siswa SD. Penyelenggara kegiatan ini terdiri dari 2 orang dosen, Nengah Widya Utami, S.Pd., M.Kom sebagai Ketua Pelaksana, Ni Luh Putu Ning Septyarini Putri Astawa, M.Pd sebagai Anggota Pelaksana. Selain dosen, kegiatan ini juga melibatkan 3 orang mahasiswa sebagai anggota pelaksana, diantaranya Gusti Ayu Putu Mitha Karisma Dewi, I Gusti Agung Dwi Permana Merta Yoga, dan Nabilla Insyira Rizqy Hariyanto. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STMIK Primakara yang juga Ketua Pelaksana dalam kegiatan ini menyatakan bahwa pelatihan keterampilan komputer ini dilaksanakan sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kedepannya diharapkan semua dosen STMIK Primakara meningkatkan kegiatan pelaksanaan pengabdian masyarakat terutama dalam tujuannya untuk meningkatkan digital literacy skill masyarakat luas. “Kegiatan-kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini sangat penting untuk ditingkatkan pelaksanaannya sebagai bukti kepedulian kita tentang kemampuan digital literacy generasi muda”, ujar Nengah Widya Utami, S.Pd., M.Kom yang biasa disapa Widya kepada Redaksi Tokoh, Kamis (19/12). Ni Luh Putu Ning Septyarini Putri Astawa, M.Pd yang biasa disapa Tuning menambahkan digital literacy skill sangatlah penting untuk dikuasai oleh generasi muda sekarang terutama untuk mempersiapkan dirinya dalam menghadapi tantangan abad 21 dan globalisasi. Teknologi sangat berkaitan erat dan tidak dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. “Kegiatan ini disambut baik oleh para guru dan siswa karena dalam pelaksanaanya siswa dapat belajar keterampilan menggambar menggunakan teknologi aplikasi Paint,” paparnya. Kepala SDN 2 Tibubeneng, Ni Nengah Sukerti, S.Pd., M.Pd menyatakan kegiatan pelatihan keterampilan komputer seperti ini belum pernah dilaksanakan sebelumnya sehingga memang sangat diperlukan oleh para siswa. --ard

Siap Hibur Penggemar di Panggung Denfest Memiliki suara bass yang keren, menjadikan setiap lagu yang ditembangkannya terdengar romantis. Bahkan host cantik Gracia Indri selalu mengatakan setelah mendengar suara Gus Agung ia menjadi meyeyeh (meleleh). Komentar sang Coach Armand Maulana pun menguatkan bahwa suara penyanyi asal Denpasar, Bali ini adalah karuniaNya, sehingga mampu membuat kaum hawa yang mendengarnya jadi terkesima.

P

emilik nama lengkap Ida Bagus Agung Saka Gotama yang ini hanya tersenyum tipis. Berbekal karakter suara dan penampilannya yang menawan itu pula menarik perhatian penonton dan menjadikannya berhasil ini berhasil hingga babak ‘Grand Final” ajang The Vioce Inbdonesia 2019 “Diajang ini saya bisa menimba banyak pengalaman. Saya bisa bertemu dan kenal dengan sosok atau tokoh yang expert di bidang musik. Ini bisa menjadi jejaring bagi saya untuk masuk industri musik di kemudian hari,” ujar pria kelahiran 23 Maret 2001 ini. Ditanya rencana ke depannya di ranah musik tanah air, Gus Agung menyebutkan dirinya berencana untuk membuat single. Selain itu juga mungkin membentuk band sendiri. “ Iyaa, untuk personil belum bisa ditentukan. Mungkin dengan melakukan ‘jam session’ sekali- dua kali saya bisa me­nemukan

anggota yang sepemikiran dan cocok,” cetus sulung dari 3 bersaudara pasutri Ida Bagus Oka Kresna dan dr. I Gusti Agung Ayu Decy Partiwi ini. Bicara kemampuan dan talentanya dalam olah vokal maupun bermusik , Gus Agung menyebut jika dirinya dialiri bakat seni dari keluarga sang ibu. Ia mengaku saat masih SD dan SMP pernah mengikuti latihan vocal di BMTC dan Staccato . “Tapi saya memang bukan tipe orang yang cepat mengerti dari ajaran guru. Saya justru saya lebih senang otodidak,” ujar Gus Agung yang gemar membawakan lagu-lagunya John Mayer, Ed Sheeran, dan Coldplay ini. Dikatakan oleh Gus Agung yang masih kuliah FEB Universitas Udayana, meski dirinya gemar bernyanyi sejak kecil, namun itu sebatas kegemaran semata. Memang beberapa kali sempat mengikuti ajang lomba menyanyi, namun belum belum berkesempatan menjadi pemenang. “Pernah jadi pe-

menang, hanya saja sampai di posisi juara Harapan 1,” katanya. Setelah SMA , ia perlahan mulai merasa musik dan bernyanyi bagian dari jiwanya, yang kemudian membawanya manggung di beberapa acara musik. Sedangkan mengenai kepiawaiannya menguasai beberapa alat musik, alumnus SMA 1 Denpasar ini, mengakui dirinya belajar alat musik sejak kecil. “Awalnya dari drum lalu berlanjut otodidak ke alat musik lainnya yaitu gitar, piano, bass, seruling, cajon. Kalau untuk perform saya paling suka bernyanyi dengan piano dan gitar juga,” terang penggemar Mikha Angelo dan John Mayer ini. ” John Mayer tidak hanya sebatas sebagai seorang penyanyi. Ia adalah seorang musisi dengan skill, serta sense of music-nya yang sangat kuat. Karena itu sosoknya bisa menjadi benchmark atau sebagai tolok ukur di industri musik,” lanjut Gus Agung yang mendapat dukungan penuh dari orangtuanya untuk bermusik ini. Bagi yang ingin menyaksikan penampilan Gus Agung secara langsung, datanglah ke Denfest pada Sabtu (28/12). Gus Agung siap menghibur warga Denpasar. (Sri Ardhini)

Sosialisasi dan konsolidasi sensus penduduk online 2020

Untuk mengetahui jumlah penduduk dan komposisi penduduk di suatu wilayah dilakukan dengan sensus penduduk. Selama ini, sensus penduduk dilakukan secara manual dengan mendata penduduk satu per satu ke rumahnya. Di era yang serba digital saat ini pemerintah tengah mencanangkan sensus penduduk secara online.

S

ebagai bentuk upaya dalam mempersiapkan perencanaan yang matang dengan data yang berkualitas pada Sensus Penduduk 2020 (SP2020), Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buleleng menggelar Koordinasi dan Konsolidasi bersama dengan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terkait. Acara tersebut dibuka langsung oleh Sekda Buleleng, Ir. Dewa Ketut Puspaka, MP yang ditandai dengan pemukulan gong, didampingi oleh Kepala BPS Kabupaten Buleleng, I Gede Suarta, SE.,M. Agb, FKPD Kabupaten Buleleng, dihadiri oleh beberapa Pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Buleleng, serta para Camat seKabupaten Buleleng, di Banyualit Resort and Spa, Rabu (18/12). Sekda Puspaka mengatakan melalui koordinasi dan konsolidasi SP2020 seperti ini bagaimana kondisi kependudukan khususnya di Buleleng agar betul-betul terpotret secara detail. Kinerja dinas terkait, dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng

juga dinilai telah meraih capaian yang luar biasa, dan ia mengapresiasi hal tersebut. Itu juga sebagai modal dalam melaksanakan sensus penduduk di Buleleng. “Penghargaan di tingkat Nasional telah diraih Disdukcapil, itu kan merupakan capaian yang luar biasa,” ungkapnya. Pada tahun 2020 nanti, sensus penduduk secara online akan diterapkan dan itu akan membutuhkan atensi khusus dari semua pihak. Walaupun masih banyak yang belum paham terkait dengan Sensus Penduduk Online (SPO), tetapi sudah diantisipasi dengan sistem Sensus Penduduk Wawancara (SPW). BPS sendiri yang sudah dibantu oleh data-data yang dimiliki Disdukcapil sebenarnya sudah memiliki keuatan, tinggal memantapkan koordinasinya saja. “Tidak bisa kita lakukan tanpa koordinasi yang baik,” tambahnya. Sementara itu, Kepala BPS Gede Suarta menjelaskan koordinasi terkait dengan pendataan penduduk antara BPS dengan Pemkab Buleleng selama ini sudah sangat baik. Hanya saja, saat ini perlu lebih disosialisasikan lagi terkait dengan

metode yang baru yaitu SPO. Peran aktif dari pemkab, kecamatan, hingga ke desa-desa sangat dibutuhkan untuk ikut berpartisipasi dalam hal ini agar masyarakat dapat melakukannya secara masif. Suarta menambahkan masyarakat berperan aktif dalam menyukseskan sensus penduduk online yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 Februari hingga 31 Maret 2020 mendatang. Masyarakat diharapkan mengisi data pribadi melalui laman website www.sensusbps.go.id yang dapat diakses secara online. “Data base kependudukan sudah ada tetapi masih kami kunci karena kerahasiaanya, nanti ketika pendaftaran sensus baru kami buka ke publik agar masyarakat dapat mengakses dan memperbaharui data diri,” jelasnya. Pihaknya sadar jika dalam penerapan sensus penduduk secara online tidak semua masyarakat melek teknologi. Oleh sebab itu pihaknya telah menyiapkan relawan-relawan sensus di masing-masing desa untuk membantu masyarakat mengisi data diri. “Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami dan kami sudah siapkan langkah-langkah antisipasinya,” tambahnya. Tantangan lain yang ditemukan seperti masalah jaringan di beberapa daerah, pihak BPS akan membentuk duta sensus penduduk di masingmasing desa sebagai pendamping. “Tiap desa kami merekrut minimal satu orang sukarelawan, dan saya tegaskan kepada masyarakat Buleleng untuk mengisi atau memperbaiki data diri secara jujur,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

11 Rancang Klinik Pratama Narkoba

Upaya pemberantasan penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang (Narkoba) dari tingkat yang paling bawah sedang digencarkan oleh Pemkab Buleleng. Hal ini terlihat dari dibentuknya Badan Narkotika Nasional Kabupaten Buleleng sejak setahun yang lalu. Dari data yang diperoleh sebanyak 70 orang telah direhabilitasi dan 101 tahanan narkotika di Lapas kelas II B Singaraja. Hal ini mengindikasikan Buleleng menjadi daerah darurat narkoba bahkan menjadi daerah nomor dua rawan narkoba di Bali. Pernyataan AKBP Gede Astawa tersebut disampaikan oleh Kepala BNNK Buleleng AKBP. Gede Astawa, Selasa (17/12) Meski termasuk zona merah narkoba hingga kini Buleleng belum memiliki Klinik Pratama Narkotika. Padahal sarana tersebut dinilai sangat penting untuk menunjang proses rehabilitasi. Akibatnya masyarakat yang menjalani masa rehabilitasi harus dikirim ke beberapa wilayah di Bali yang telah memiliki fasilitas klinik rehabilitasi seperti Denpasar, Badung, BNP, dan Bangli. “Penanganannya menjadi kurang optimal karena kami memfasilitasi dengan memberi rujukan saja agar pasien dapat berobat ke beberapa klinik yang dituju,” jelasnya. Atas kondisi tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membangun Klinik Rehabilitasi. Rencananya Klinik Rehabilitasi akan dibangun pada tahun 2020 dengan lahan hibah yang ada di kawasan jalan Teleng, Singaraja. Jika klinik tersebut dibangun, para pecandu narkoba akan lebih mudah menjalani proses rehab dan proses medis sehingga tidak perlu jauh-jauh ke luar daerah. “Klinik ini kami rancang untuk rawat jalan dan pemberian tes urine secara gratis,” tambahnya. Sejak berdiri, BNNK memiliki tiga tugas utama yaitu Pencegahan, Pemberantasan dan Rehabilitasi. Untuk pencegahan pihaknya telah melakukan sosialisasi dampah dan bahaya narkoba ke beberapa tempat baik desa maupun wilayah. Selain itu pihaknya telah membentuk kader anti narkoba dan pemetaan wilayah yang rawan narkoba. Sementara untuk tugas pencegahan pihaknya melakukan deteksi dini dengan melakukan tes urine diberbagai kalangan baik masyarakat maupun kalangan ASN. Untuk tugas rehabilitasi pihaknya akan memberikan pendampingan kepada korban untuk pengobatan tanpa diproses hukum. “Kami himbau bagi masyarakat pengguna maupun keluarga yang tahu untuk melaporkan sehingga dapat direhab tanpa dilakukan proses hukum,” jelasnya. Upaya pencegahan di tingkat desa pun telah dilakukan. Selain bekerjasama dengan desa adat dalam membentuk pararem narkoba, pihaknya juga menyosialisasikan kepada aparat desa untuk menganggarkan dana desa untuk penanganan narkoba. Pihak desa harus memfasilitasi jika diperlukan melakukan tes urin sebagai deteksi dini untuk mengetahui penggunaan narkoba. “Melalui dana desa pihak desa harus menganggarkan untuk penanganan dan pencegahan narkoba,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)


10

STYLE

“Rwa Bhineda” dalam Aneka Busana

Dua sisi dalam kehidupan, ada suka-duka, ada baik-buruk dan ada hitam-putih. Itulah esensi yang diangkat oleh sang desainer. Ia meresapi setiap momen dan menyikapinya dengan bijak. Kemudian dipersembahkan melalui tema “Rwa Bhineda“ pada pagelaran “Pesona Tenun Dewata 2019” di BNDCC, Nusa Dua, November lalu.

P

ada acara yang digagas Dekranasda Provinsi Bali ini, Rhea Cempaka berhasil menuangkan imajinasinya dalam perpaduan kreasi palet warna monokromomatik. Hitam yang sarat aura maskulinitas tajam serta tegas dipadukan dengan putih nan bersahaja, tenang dan lebih feminin. Pilihan bahan endek, kain polos timeless serta brokat tradisional menghadirkan kesan manis dan dinamis namun tetap elegan. Koleksi ini juga mampu menyiratkan kehidupan, jika tidak ada duka maka sukacita tidak akan terasa seindah pelangi senja. Begitulah rancangan busana kasual milik Rhea Cempaka ini indah dengan sentuhan feminin dan maskulin, modern juga tradisional. Hal ini terlihat pada dress, blouse off shoulder , celana high waist lurus hingga kebaya modern modifikasi yang segar dan masa kini. (Sri Ardhini)

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019

EDUKASI

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019

7

Mahasiswa Harus Miliki Jiwa Entreprenuer

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST menjadi narasumber dalam kuliah umum Entrepreneurship Dharma Duta Week (DDW) 2019. Dengan tema “Kiat Sukses Menjadi Pengusaha Muda”, PAS mendorong mahasiswa untuk miliki jiwa entrepreneur.

S

ebagai salah satu pengusaha sukses di Bali yang diundang oleh STAHN Mpu Kuturan Singaraja, PAS mengaku sudah mengalami pahit manisnya berwirausaha. “Selama ini ukuran capaian kesuksesan mahasiswa selalu dilihat dari capaian IPK nya, di era sekarang ini hal tersebut haruslah diubah. Dosen dan civitas akademika harus mendorong mahasiswa untuk kreatif dan berinovasi,” kata Bupati PAS di Wantilan Sasana Budaya, Rabu (18/12). Dirinya dengan gamblang mengungkapkan mengawali dunia entrepreneur ini, akibat dorongan keterbatasan materi yang dialaminya setelah ayahnda tercinta

tutup usia. “Saat itu, tepat pada usia 22 tahun saya sudah memiliki keberanian untuk membuka usaha restoran sendiri di Denpasar,” sambung PAS Selang beberapa tahun kemudian, usaha yang dirintisnya menemui kegagalan akibat kalah saing dan inovasi saat itu. Tak cukup sampai disini, Bupati asal Banyuatis ini mulai merambahi dunia kontruksi bangunan dan pertama kalinya mendapatkan peluang itu dari pelanggan restoran. “Prinsip saya, pengalaman adalah guru terbaik dan jangan pernah berhenti belajar dari pengalaman “Learn by Experience” jangan takut mencoba hal yang baru,” tutur PAS

Bupati Putu Agus Suradnyana menjadi pembicara dalam kuliah umum Dharma Duta Week

Acara Dharma Duta Week di Gedung Sasanaa Budaya

Diakuinya, karakter dirinya yang sangat berani dengan tantangan membuat ide-ide baru sering bermunculan. Usai berhasil dalam kontruksi bangunan dan menguasai hitung-hitungannya, PAS mulai terjun dalam dunia properti. Tekadnya begitu kuat dalam belajar baik dari buku, hingga tak sungkan bertanya pada teman-temanya. Dari pukul empat pagi dirinya sudah bangun, hingga pukul sebelas malam baru mulai untuk istrahat bekerja. Alhasil tak berselang lama, PAS lahir menjadi salah seorang pembisnis properti ternama di Bali. “Jangan pernah berhenti mengisi hari-hari untuk belajar, ini penting untuk meningkatkan kapabilitas dan kemampuan berfikir kita, bersaing boleh tetapi bersaing lah yang

benar “Healthy Competition,” seru PAS disambut tepuk tangan para mahasiswa yang hadir. Sebagai pribadi yang ramah dan gemar memasak, Bupati dua periode ini sangat senang menghibur rekan bisnisnya dengan sedikit candaan kecil dalam diskusi yang membuat dirinya memiliki banyak teman. Terkadang saat pidato di hadapan publik pun kebiasaan itu terbawa dan menjadi hiburan bagi masyarakat Buleleng. “Ini juga adalah salah satu cara saya untuk dapat dekat kepada rekan bisnis dan masyarakat Buleleng, bahkan saya tidak sungkan memasakkan sendiri teman-teman, sahabat atau pejabat yang menyambangi rumah jabatan,” ungkap Agus Suradnyana. Tetapi, saat ini zaman sudah menuntut segala

sesuatu dengan sangat cepat. Kemajuan teknologi bisa dimanfaatkan untuk memperdalam pengetahuan dan memperluas jaringan pertemanan. “Untuk itu, dari cerita singkat ini adik-adik mahasiswa sebagai generasi penerus harus siap dan berani untuk mandiri,” harap PAS. Mahasiswa harus berani mengambil risiko, belajarlah untuk disiplin menuntut ilmu, pegang kuat komitmen, selalu jujur dalam mengawali wirausaha sekecil apapun, selalu kreatif dan berani ciptakan inovasi serta terobosan baru. “Saya yakin, adik-adik yang hadir disini bisa menjadi seorang pengusaha sukses. Ingat, jika ingin sukses jauhi pula pergaulan bebas dan narkoba,” tutup PAS dengan tersenyum. (Wiwin Meliana)

Yoga untuk Penderita Insomnia Insomnia adalah kondisi di mana Anda merasa sangat sulit untuk tidur, kesulitan tidur nyenyak, atau keduanya. Kondisi ini bisa menjadi kronis sehingga membuat Anda sama sekali tak bisa tidur, bahkan ketika Anda ingin tidur. Jika memiliki gangguan tidur ini, Anda biasanya akan bangun tidur dalam keadaan lelah. Akibatnya, aktivitas Anda di esok harinya akan terganggu. Untuk mengatasi hal tersebut, Markandeya Yoga Indonesia akan membantu Anda mengatasi masalahnya dengan jalan yoga terapi. Mari ikuti langkah-langkah yang kami persembahkan minggu ini. Selamat berlatih dengan senyum Selalu sehat dalam yoga

1 Gambar 1 Lakukan dengan sikap duduk bersila dan tetap menjaga tulang punggung tegak lurus. Letakkan tangan kanan di dada tangan kiri di atas perut. Dan, langkah pertama saat menarik napas adalah kembungkan perut serta saat buang napas kempiskan perut. Lakukan 25 kali putaran napas. Rasakan semua ketegangan-ketegangan di pikiran menjadi semakin rileks

2 Gambar 2 Langkah pertama lihat gambar 2. Tutup hidung kanan dengan jempol dan tangan kiri lipat kemudian letakkan di belakang punggung. Posisi tetap menjaga tulang punggung tegak lurus. Mulai menarik napas dengan lembut dan alirkan napas ke kepala dengan visualisasi. Lakukan 25 kali putaran napas.

3 Gambar 3 Sama tekniknya dengan panduan di gambar 2. Hanya di sini tangannya bergantian Mengangkat tangan kiri dan menutup hidung kiri, lalu tangan kanan lipat di belakang punggung. Kembali bernapas halus dan lembut serta berirama. Saat menarik napas kembungkan perut lanjutkan dnegan membuang napas dengan mengempiskan perut. Lakukan juga 25 kali putaran napas.

Gambar 4 Masih dengan sikap duduk bersila lihat (kembali gambar 4). Kedua telapak tangan disatukan kemudian letakkan di dagu dan dorong ke atas. Lakukan 7 kali putaran napas. Model : Brigitta Lea Guru Markandeya Yoga Banjarbaru


LIFE STYLE

8 Bisnis dengan produk ramah lingkungan dewasa ini dirasa kian menjamur di tengah masyarakat. Mulai dari makanan organik, barang olahan bekas pakai, bahkan sampai kosmetik organik. Bisnis dengan konsep ini sedang menjadi tren khususnya bagi mereka yang memiliki tingkat kreatifitas tinggi.

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019

Fashion Ramah Lingkungan Jadi Primadona

SALAD PEPAYA WORTEL SEGAR

Saus Lemon: 3 siung bawang putih haluskan 3 buah cabe merah besar haluskan 5 buah cabe rawit haluskan 3 sdm air jeruk lemon 2 sdm kecap ikan 1sdm gula pasir 3 sdm air matang 1sdt garam 1sdt kaldu bubuk

SALAD SAUS YOGURT

Bahan: - 1 buah pepaya muda mangkal serut - 2 buah kacang panjang potong 3cm - 2 buah wortel kupas serut - 2 buah tomat hijau buang bijinya potong dadu - 2 buah tomat merah buang bijinya potong dadu - 1/2 buah bawang bombai iris tipis - 3 sdm ebi sangrai haluskan

S

eperti produk tas homemade yang terbuat dari kertas koran bekas ini salah satunya. Semakin hari produk tas dari kertas koran tak terpakai yang diciptakan oleh Luh Rusmiati dari Desa Sudaji Kecamatan Sawan Buleleng ini semakin eksis di tengah–tengah gempuran produk–produk tas branded dari berbagai merk. Sebagai produk lokal ia ingin menciptakan sesuatu yang belum pernah dijumpai di pasaran, dengan mendesain khusus koran tersebut menggunakan teknik penganyaman sehingga menghasilkan bentuk yang tidak monoton. “Desain yang saya buat ini mungkin belum banyak yang bisa karena menganyam koran itu tidak semudah menganyam rotan atau anyaman bambu, teknik ini saya pelajari untuk menghasilkan desain yang belum pernah ada sebelumnya,” jelas Rusmiati. Pemiliki usaha Gegaen Lima Craft ini menjelaskan tampilan tas dari anyaman koran ini sepintas tidak terlihat menggunakan koran karena sudah dianyam sedemikian rupa. Bahkan tas ini memiliki daya tahan yang cukup lama apabila digunakan pada saat musim hujan sekalipun, sehingga konsumen tidak perlu khawatir produk tas dari kertas koran ini. “Karena kita gunakan perekat kualitas premium sehingga aman apabila terkena air hujan,” imbuhnya. Untuk harga jual, tas buatannya ini cukup terjangkau mulai Rp 75.000,-

9

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019

Chef Sarwan

Cara Memasak: Campur semua bahan dalam bowl lalu masukkan ke dalam lemari es. Biarkan sampai dingin. Campur semua bahan saus dalam mangkok lalu campur hingga tercampur lalu masukkan ke dalam lemari es hingga dingin. Keluarkan bahan salad dalam lemari es tata dalam piring saji lalu siram dengan saus lemon yang udah dingin siap dihidangkan.

Cara Membuat: Campur semua bahan dalam bowl atau mangkok lalu masukkan ke dalam lemari es sampai dingin. Campur semua bahan saus jadi satu lalu aduk hingga tercampur rata. Masukkan ke dalam lemari pendingin. Keluarkan bahan dari lemari es lalu siram dengam saus yangs udah dingin, siap disajikan.

SALAD SEGAR per pcs tergantung desain dan ukuran. Tidak jarang permintaan datang dari kalangan elit karena cenderung menginginkan produk yang limited ada juga yang dipesan sebagai cendramata. KORAN BEKAS ITU HARTA KARUN Dengan masih sedikitnya kompetitor, Luh Rusmiati hingga saat ini sudah memproduksi ratusan produk dari limbah koran seperti tas, bokor, dan masih banyak lagi aksesoris hingga peralatan rumah tangga yang ia ciptakan serta sudah di pasarkan di seluruh wilayah Bali. “Ketika produk saya diminati, disana saya merasa semakin

tertantang untuk menciptakan produk yang lebih unik lagi,” ujarnya. Meskipun dirinya tidak dapat memungkiri, setiap hal yang berkaitan dengan bisnis selalu saja ada hambatan yang harus dilewati. Misalnya masih masih minimnya regenerasi dalam menekuni kerajinan atau bisa dikatakan sudah ketergantungan dengan produk buatan pabrik. Namun dirinya optimis, apa yang dilakukannya saat ini, secara tidak langsung dapat mengubah mindset masyarakat terhadap limbah yang selama ini dikatakan hanya membuat kotor atau sesak lingkungan. Pada hakikatnya bisa memandang segala hambatan itu sebagai “tantangan” untuk bisa berpikir dan bertindak secara kreatif. Ia menyimpulkan setiap orang atau setiap bisnis pasti memiliki hambatan masing-masing, yang kemudian membuat mereka saling bersaing. Pelajari kompetitor, temukan titik kelemahannya, sehingga bisa mendahului mereka selangkah demi langkah. Karena kunci kesuksesan yang mutlak dalam menjalankan bisnis kerajinan dari limbah adalah kreativitas dan mutu

produk yang ditawarkan. Karena ide merupakan bakat yang dihargai mahal, oleh karena itu karya kreatif dan bermanfaat akan dibeli orang meski dengan merogoh kocek yang tidak

sedikit. “Tidak banyak yang tahu kalau koran bekas itu ibarat harta karun yang tersimpan, akan terlihat apabila kita mampu mengolahnya,” tutupnya. (Wiwin Meliana)

Bahan: - 2 buah nanas potong menurut selera - 2 buah apel malang potong menurut selera - 100 grm anggur merah belah dua buang bijinya - 1 buah bengkuang potong menurut selera - 250 grm daging pepaya matang mangkal potong

RENDANG AYAM Bahan: - 1 ekor ayam potong potong menurut selera - 2 sdm air jeruk nipis - 300 ml santan - 2 lbr daun kunyit - 3 lbr daun salam - 4 lbr daun jeruk - 2 buah asam kandis - 1/2 kelapa parut sangrai matang kecoklatan

Bahan: - 2 buah kiwi kupas potong-potong - 2 buah apel manalagi potong-potong - 200 grm daging nanas potong-potong - 1 buah mentimun muda potong-potong - 1 buah jeruk manis sankis buang bijinya - 1 buah delima ambil isinya

Bahan Saus: 100 grm gula palem 3 sdm margarin putih ¼ sdt lada bubuk 1sdm cuka

Bahan Saus: 350 ml yoghart tawar 1 sdm saus thousand island 1 sdm gula halus 1/2 sdt garam

Cara Membuat: Panaskan gula palem margarin hingga larut lalu masukkan lada bubuk dan cuka sampai mendidih. Matikan kompor lalu dinginkan. Campur semua bahan dalam bowl lalu siram dengan saus yang udah dingin. Aduk rata lalu masukkan ke dalam lemari es selama 20 menit, siap disajikan.

Cara Membuat: Lumuri ayam dengan air jeruk nipis diamkan selama 10 menit. Cuci bersih lalu tumis bumbu halus sampai harum lalu masukkan ayam, daun jeruk, daun salam daun kunyit aduk hingga rata dan ayam kaku. Masukkan santan, masak dengan api sedang lalu masukkan sangrian kelapa aduk hingga rata. Masak sampai bumbu meresap dan sampai keluar minyaknya dan santan agak kering matang. Siap disajikan.

KARE KEPALA IKAN MAS Bahan: 1 kg kepala ikan mas 2 sdm air jeruk nipis 2 lbr daun salam 3 lbr daun jeruk nipis 2 batang serai memarkan 300 ml santan encer 250 ml santan kental 1 ruas kayu manis Gula pasir garam kaldu bubuk secukupnya 3 sdm minyak goreng

Bumbu Halus: 9 buah bawang merah 3 siung bawang putih 2 buah cabe merah besar 10 buah cabe rawit 3 butir kemiri sangria 2 ruas jari kunyit bakar 2 ruas jari jahe 2 ruas lengkuwas ½ sdm ketumbar

Cara Membuat: Lumuri kepala ikan dengan air jeruk nipis diamkan 5 menit lalu cuci bersih tiriskan. Panaskan minyak goreng hingga panas masukkan bumbu halus juga daun jeruk juga serai dan daun salam. Tumis hingga harum lalu masukkan kepala ikan aduk hingga tercampur bumbu. Masukkan santan encer masak hingga mendidih. Masukan gula, garam, kaldu bubuk, aduk rata lalu masukkan santan kental. Masak dengan api sedang, biarkan sampai mendidih. Sekali-kali aduk biar santan tidak pecah. Setelah matang sajikan dan taburi bawang putih goreng.

Bumbu Halus: 8 buah bawang merah 3 siung bawang putih 21 buah cabe kering merah 1 sdt ketumbar 3 ruas jari jahe 2 ruas jari lengkuwas 1/2 sdm garam 1/2 sdm gula pasir 1/2 sdm kaldu bubuk rasa ayam


LIFE STYLE

8 Bisnis dengan produk ramah lingkungan dewasa ini dirasa kian menjamur di tengah masyarakat. Mulai dari makanan organik, barang olahan bekas pakai, bahkan sampai kosmetik organik. Bisnis dengan konsep ini sedang menjadi tren khususnya bagi mereka yang memiliki tingkat kreatifitas tinggi.

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019

Fashion Ramah Lingkungan Jadi Primadona

SALAD PEPAYA WORTEL SEGAR

Saus Lemon: 3 siung bawang putih haluskan 3 buah cabe merah besar haluskan 5 buah cabe rawit haluskan 3 sdm air jeruk lemon 2 sdm kecap ikan 1sdm gula pasir 3 sdm air matang 1sdt garam 1sdt kaldu bubuk

SALAD SAUS YOGURT

Bahan: - 1 buah pepaya muda mangkal serut - 2 buah kacang panjang potong 3cm - 2 buah wortel kupas serut - 2 buah tomat hijau buang bijinya potong dadu - 2 buah tomat merah buang bijinya potong dadu - 1/2 buah bawang bombai iris tipis - 3 sdm ebi sangrai haluskan

S

eperti produk tas homemade yang terbuat dari kertas koran bekas ini salah satunya. Semakin hari produk tas dari kertas koran tak terpakai yang diciptakan oleh Luh Rusmiati dari Desa Sudaji Kecamatan Sawan Buleleng ini semakin eksis di tengah–tengah gempuran produk–produk tas branded dari berbagai merk. Sebagai produk lokal ia ingin menciptakan sesuatu yang belum pernah dijumpai di pasaran, dengan mendesain khusus koran tersebut menggunakan teknik penganyaman sehingga menghasilkan bentuk yang tidak monoton. “Desain yang saya buat ini mungkin belum banyak yang bisa karena menganyam koran itu tidak semudah menganyam rotan atau anyaman bambu, teknik ini saya pelajari untuk menghasilkan desain yang belum pernah ada sebelumnya,” jelas Rusmiati. Pemiliki usaha Gegaen Lima Craft ini menjelaskan tampilan tas dari anyaman koran ini sepintas tidak terlihat menggunakan koran karena sudah dianyam sedemikian rupa. Bahkan tas ini memiliki daya tahan yang cukup lama apabila digunakan pada saat musim hujan sekalipun, sehingga konsumen tidak perlu khawatir produk tas dari kertas koran ini. “Karena kita gunakan perekat kualitas premium sehingga aman apabila terkena air hujan,” imbuhnya. Untuk harga jual, tas buatannya ini cukup terjangkau mulai Rp 75.000,-

9

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019

Chef Sarwan

Cara Memasak: Campur semua bahan dalam bowl lalu masukkan ke dalam lemari es. Biarkan sampai dingin. Campur semua bahan saus dalam mangkok lalu campur hingga tercampur lalu masukkan ke dalam lemari es hingga dingin. Keluarkan bahan salad dalam lemari es tata dalam piring saji lalu siram dengan saus lemon yang udah dingin siap dihidangkan.

Cara Membuat: Campur semua bahan dalam bowl atau mangkok lalu masukkan ke dalam lemari es sampai dingin. Campur semua bahan saus jadi satu lalu aduk hingga tercampur rata. Masukkan ke dalam lemari pendingin. Keluarkan bahan dari lemari es lalu siram dengam saus yangs udah dingin, siap disajikan.

SALAD SEGAR per pcs tergantung desain dan ukuran. Tidak jarang permintaan datang dari kalangan elit karena cenderung menginginkan produk yang limited ada juga yang dipesan sebagai cendramata. KORAN BEKAS ITU HARTA KARUN Dengan masih sedikitnya kompetitor, Luh Rusmiati hingga saat ini sudah memproduksi ratusan produk dari limbah koran seperti tas, bokor, dan masih banyak lagi aksesoris hingga peralatan rumah tangga yang ia ciptakan serta sudah di pasarkan di seluruh wilayah Bali. “Ketika produk saya diminati, disana saya merasa semakin

tertantang untuk menciptakan produk yang lebih unik lagi,” ujarnya. Meskipun dirinya tidak dapat memungkiri, setiap hal yang berkaitan dengan bisnis selalu saja ada hambatan yang harus dilewati. Misalnya masih masih minimnya regenerasi dalam menekuni kerajinan atau bisa dikatakan sudah ketergantungan dengan produk buatan pabrik. Namun dirinya optimis, apa yang dilakukannya saat ini, secara tidak langsung dapat mengubah mindset masyarakat terhadap limbah yang selama ini dikatakan hanya membuat kotor atau sesak lingkungan. Pada hakikatnya bisa memandang segala hambatan itu sebagai “tantangan” untuk bisa berpikir dan bertindak secara kreatif. Ia menyimpulkan setiap orang atau setiap bisnis pasti memiliki hambatan masing-masing, yang kemudian membuat mereka saling bersaing. Pelajari kompetitor, temukan titik kelemahannya, sehingga bisa mendahului mereka selangkah demi langkah. Karena kunci kesuksesan yang mutlak dalam menjalankan bisnis kerajinan dari limbah adalah kreativitas dan mutu

produk yang ditawarkan. Karena ide merupakan bakat yang dihargai mahal, oleh karena itu karya kreatif dan bermanfaat akan dibeli orang meski dengan merogoh kocek yang tidak

sedikit. “Tidak banyak yang tahu kalau koran bekas itu ibarat harta karun yang tersimpan, akan terlihat apabila kita mampu mengolahnya,” tutupnya. (Wiwin Meliana)

Bahan: - 2 buah nanas potong menurut selera - 2 buah apel malang potong menurut selera - 100 grm anggur merah belah dua buang bijinya - 1 buah bengkuang potong menurut selera - 250 grm daging pepaya matang mangkal potong

RENDANG AYAM Bahan: - 1 ekor ayam potong potong menurut selera - 2 sdm air jeruk nipis - 300 ml santan - 2 lbr daun kunyit - 3 lbr daun salam - 4 lbr daun jeruk - 2 buah asam kandis - 1/2 kelapa parut sangrai matang kecoklatan

Bahan: - 2 buah kiwi kupas potong-potong - 2 buah apel manalagi potong-potong - 200 grm daging nanas potong-potong - 1 buah mentimun muda potong-potong - 1 buah jeruk manis sankis buang bijinya - 1 buah delima ambil isinya

Bahan Saus: 100 grm gula palem 3 sdm margarin putih ¼ sdt lada bubuk 1sdm cuka

Bahan Saus: 350 ml yoghart tawar 1 sdm saus thousand island 1 sdm gula halus 1/2 sdt garam

Cara Membuat: Panaskan gula palem margarin hingga larut lalu masukkan lada bubuk dan cuka sampai mendidih. Matikan kompor lalu dinginkan. Campur semua bahan dalam bowl lalu siram dengan saus yang udah dingin. Aduk rata lalu masukkan ke dalam lemari es selama 20 menit, siap disajikan.

Cara Membuat: Lumuri ayam dengan air jeruk nipis diamkan selama 10 menit. Cuci bersih lalu tumis bumbu halus sampai harum lalu masukkan ayam, daun jeruk, daun salam daun kunyit aduk hingga rata dan ayam kaku. Masukkan santan, masak dengan api sedang lalu masukkan sangrian kelapa aduk hingga rata. Masak sampai bumbu meresap dan sampai keluar minyaknya dan santan agak kering matang. Siap disajikan.

KARE KEPALA IKAN MAS Bahan: 1 kg kepala ikan mas 2 sdm air jeruk nipis 2 lbr daun salam 3 lbr daun jeruk nipis 2 batang serai memarkan 300 ml santan encer 250 ml santan kental 1 ruas kayu manis Gula pasir garam kaldu bubuk secukupnya 3 sdm minyak goreng

Bumbu Halus: 9 buah bawang merah 3 siung bawang putih 2 buah cabe merah besar 10 buah cabe rawit 3 butir kemiri sangria 2 ruas jari kunyit bakar 2 ruas jari jahe 2 ruas lengkuwas ½ sdm ketumbar

Cara Membuat: Lumuri kepala ikan dengan air jeruk nipis diamkan 5 menit lalu cuci bersih tiriskan. Panaskan minyak goreng hingga panas masukkan bumbu halus juga daun jeruk juga serai dan daun salam. Tumis hingga harum lalu masukkan kepala ikan aduk hingga tercampur bumbu. Masukkan santan encer masak hingga mendidih. Masukan gula, garam, kaldu bubuk, aduk rata lalu masukkan santan kental. Masak dengan api sedang, biarkan sampai mendidih. Sekali-kali aduk biar santan tidak pecah. Setelah matang sajikan dan taburi bawang putih goreng.

Bumbu Halus: 8 buah bawang merah 3 siung bawang putih 21 buah cabe kering merah 1 sdt ketumbar 3 ruas jari jahe 2 ruas jari lengkuwas 1/2 sdm garam 1/2 sdm gula pasir 1/2 sdm kaldu bubuk rasa ayam


10

STYLE

“Rwa Bhineda” dalam Aneka Busana

Dua sisi dalam kehidupan, ada suka-duka, ada baik-buruk dan ada hitam-putih. Itulah esensi yang diangkat oleh sang desainer. Ia meresapi setiap momen dan menyikapinya dengan bijak. Kemudian dipersembahkan melalui tema “Rwa Bhineda“ pada pagelaran “Pesona Tenun Dewata 2019” di BNDCC, Nusa Dua, November lalu.

P

ada acara yang digagas Dekranasda Provinsi Bali ini, Rhea Cempaka berhasil menuangkan imajinasinya dalam perpaduan kreasi palet warna monokromomatik. Hitam yang sarat aura maskulinitas tajam serta tegas dipadukan dengan putih nan bersahaja, tenang dan lebih feminin. Pilihan bahan endek, kain polos timeless serta brokat tradisional menghadirkan kesan manis dan dinamis namun tetap elegan. Koleksi ini juga mampu menyiratkan kehidupan, jika tidak ada duka maka sukacita tidak akan terasa seindah pelangi senja. Begitulah rancangan busana kasual milik Rhea Cempaka ini indah dengan sentuhan feminin dan maskulin, modern juga tradisional. Hal ini terlihat pada dress, blouse off shoulder , celana high waist lurus hingga kebaya modern modifikasi yang segar dan masa kini. (Sri Ardhini)

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019

EDUKASI

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019

7

Mahasiswa Harus Miliki Jiwa Entreprenuer

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST menjadi narasumber dalam kuliah umum Entrepreneurship Dharma Duta Week (DDW) 2019. Dengan tema “Kiat Sukses Menjadi Pengusaha Muda”, PAS mendorong mahasiswa untuk miliki jiwa entrepreneur.

S

ebagai salah satu pengusaha sukses di Bali yang diundang oleh STAHN Mpu Kuturan Singaraja, PAS mengaku sudah mengalami pahit manisnya berwirausaha. “Selama ini ukuran capaian kesuksesan mahasiswa selalu dilihat dari capaian IPK nya, di era sekarang ini hal tersebut haruslah diubah. Dosen dan civitas akademika harus mendorong mahasiswa untuk kreatif dan berinovasi,” kata Bupati PAS di Wantilan Sasana Budaya, Rabu (18/12). Dirinya dengan gamblang mengungkapkan mengawali dunia entrepreneur ini, akibat dorongan keterbatasan materi yang dialaminya setelah ayahnda tercinta

tutup usia. “Saat itu, tepat pada usia 22 tahun saya sudah memiliki keberanian untuk membuka usaha restoran sendiri di Denpasar,” sambung PAS Selang beberapa tahun kemudian, usaha yang dirintisnya menemui kegagalan akibat kalah saing dan inovasi saat itu. Tak cukup sampai disini, Bupati asal Banyuatis ini mulai merambahi dunia kontruksi bangunan dan pertama kalinya mendapatkan peluang itu dari pelanggan restoran. “Prinsip saya, pengalaman adalah guru terbaik dan jangan pernah berhenti belajar dari pengalaman “Learn by Experience” jangan takut mencoba hal yang baru,” tutur PAS

Bupati Putu Agus Suradnyana menjadi pembicara dalam kuliah umum Dharma Duta Week

Acara Dharma Duta Week di Gedung Sasanaa Budaya

Diakuinya, karakter dirinya yang sangat berani dengan tantangan membuat ide-ide baru sering bermunculan. Usai berhasil dalam kontruksi bangunan dan menguasai hitung-hitungannya, PAS mulai terjun dalam dunia properti. Tekadnya begitu kuat dalam belajar baik dari buku, hingga tak sungkan bertanya pada teman-temanya. Dari pukul empat pagi dirinya sudah bangun, hingga pukul sebelas malam baru mulai untuk istrahat bekerja. Alhasil tak berselang lama, PAS lahir menjadi salah seorang pembisnis properti ternama di Bali. “Jangan pernah berhenti mengisi hari-hari untuk belajar, ini penting untuk meningkatkan kapabilitas dan kemampuan berfikir kita, bersaing boleh tetapi bersaing lah yang

benar “Healthy Competition,” seru PAS disambut tepuk tangan para mahasiswa yang hadir. Sebagai pribadi yang ramah dan gemar memasak, Bupati dua periode ini sangat senang menghibur rekan bisnisnya dengan sedikit candaan kecil dalam diskusi yang membuat dirinya memiliki banyak teman. Terkadang saat pidato di hadapan publik pun kebiasaan itu terbawa dan menjadi hiburan bagi masyarakat Buleleng. “Ini juga adalah salah satu cara saya untuk dapat dekat kepada rekan bisnis dan masyarakat Buleleng, bahkan saya tidak sungkan memasakkan sendiri teman-teman, sahabat atau pejabat yang menyambangi rumah jabatan,” ungkap Agus Suradnyana. Tetapi, saat ini zaman sudah menuntut segala

sesuatu dengan sangat cepat. Kemajuan teknologi bisa dimanfaatkan untuk memperdalam pengetahuan dan memperluas jaringan pertemanan. “Untuk itu, dari cerita singkat ini adik-adik mahasiswa sebagai generasi penerus harus siap dan berani untuk mandiri,” harap PAS. Mahasiswa harus berani mengambil risiko, belajarlah untuk disiplin menuntut ilmu, pegang kuat komitmen, selalu jujur dalam mengawali wirausaha sekecil apapun, selalu kreatif dan berani ciptakan inovasi serta terobosan baru. “Saya yakin, adik-adik yang hadir disini bisa menjadi seorang pengusaha sukses. Ingat, jika ingin sukses jauhi pula pergaulan bebas dan narkoba,” tutup PAS dengan tersenyum. (Wiwin Meliana)

Yoga untuk Penderita Insomnia Insomnia adalah kondisi di mana Anda merasa sangat sulit untuk tidur, kesulitan tidur nyenyak, atau keduanya. Kondisi ini bisa menjadi kronis sehingga membuat Anda sama sekali tak bisa tidur, bahkan ketika Anda ingin tidur. Jika memiliki gangguan tidur ini, Anda biasanya akan bangun tidur dalam keadaan lelah. Akibatnya, aktivitas Anda di esok harinya akan terganggu. Untuk mengatasi hal tersebut, Markandeya Yoga Indonesia akan membantu Anda mengatasi masalahnya dengan jalan yoga terapi. Mari ikuti langkah-langkah yang kami persembahkan minggu ini. Selamat berlatih dengan senyum Selalu sehat dalam yoga

1 Gambar 1 Lakukan dengan sikap duduk bersila dan tetap menjaga tulang punggung tegak lurus. Letakkan tangan kanan di dada tangan kiri di atas perut. Dan, langkah pertama saat menarik napas adalah kembungkan perut serta saat buang napas kempiskan perut. Lakukan 25 kali putaran napas. Rasakan semua ketegangan-ketegangan di pikiran menjadi semakin rileks

2 Gambar 2 Langkah pertama lihat gambar 2. Tutup hidung kanan dengan jempol dan tangan kiri lipat kemudian letakkan di belakang punggung. Posisi tetap menjaga tulang punggung tegak lurus. Mulai menarik napas dengan lembut dan alirkan napas ke kepala dengan visualisasi. Lakukan 25 kali putaran napas.

3 Gambar 3 Sama tekniknya dengan panduan di gambar 2. Hanya di sini tangannya bergantian Mengangkat tangan kiri dan menutup hidung kiri, lalu tangan kanan lipat di belakang punggung. Kembali bernapas halus dan lembut serta berirama. Saat menarik napas kembungkan perut lanjutkan dnegan membuang napas dengan mengempiskan perut. Lakukan juga 25 kali putaran napas.

Gambar 4 Masih dengan sikap duduk bersila lihat (kembali gambar 4). Kedua telapak tangan disatukan kemudian letakkan di dagu dan dorong ke atas. Lakukan 7 kali putaran napas. Model : Brigitta Lea Guru Markandeya Yoga Banjarbaru


DARA

6

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019

BULELENG

BPS Lakukan Sensus Penduduk secara Online

Gus Agung

Dosen STMIK Primakara Peduli Literasi Digital Siswa SD Dosen STMIK Primakara melakukan pengabdian masyarakat dalam bidang pelatihan keterampilan komputer kepada siswa SDN 2 Tibubeneng Badung. Pelatihan ini dilakukan Oktober 2019. Kegiatan ini diikuti oleh 104 orang

peserta siswa kelas IV, V, VI. Ketua pelaksana kegiatan, Nengah Widya Utami, S.Pd., M.Kom menyatakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bidang pelatihan keterampilan komputer ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar komputer serta teknologi informasi kepada siswa SD. Penyelenggara kegiatan ini terdiri dari 2 orang dosen, Nengah Widya Utami, S.Pd., M.Kom sebagai Ketua Pelaksana, Ni Luh Putu Ning Septyarini Putri Astawa, M.Pd sebagai Anggota Pelaksana. Selain dosen, kegiatan ini juga melibatkan 3 orang mahasiswa sebagai anggota pelaksana, diantaranya Gusti Ayu Putu Mitha Karisma Dewi, I Gusti Agung Dwi Permana Merta Yoga, dan Nabilla Insyira Rizqy Hariyanto. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STMIK Primakara yang juga Ketua Pelaksana dalam kegiatan ini menyatakan bahwa pelatihan keterampilan komputer ini dilaksanakan sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kedepannya diharapkan semua dosen STMIK Primakara meningkatkan kegiatan pelaksanaan pengabdian masyarakat terutama dalam tujuannya untuk meningkatkan digital literacy skill masyarakat luas. “Kegiatan-kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini sangat penting untuk ditingkatkan pelaksanaannya sebagai bukti kepedulian kita tentang kemampuan digital literacy generasi muda”, ujar Nengah Widya Utami, S.Pd., M.Kom yang biasa disapa Widya kepada Redaksi Tokoh, Kamis (19/12). Ni Luh Putu Ning Septyarini Putri Astawa, M.Pd yang biasa disapa Tuning menambahkan digital literacy skill sangatlah penting untuk dikuasai oleh generasi muda sekarang terutama untuk mempersiapkan dirinya dalam menghadapi tantangan abad 21 dan globalisasi. Teknologi sangat berkaitan erat dan tidak dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. “Kegiatan ini disambut baik oleh para guru dan siswa karena dalam pelaksanaanya siswa dapat belajar keterampilan menggambar menggunakan teknologi aplikasi Paint,” paparnya. Kepala SDN 2 Tibubeneng, Ni Nengah Sukerti, S.Pd., M.Pd menyatakan kegiatan pelatihan keterampilan komputer seperti ini belum pernah dilaksanakan sebelumnya sehingga memang sangat diperlukan oleh para siswa. --ard

Siap Hibur Penggemar di Panggung Denfest Memiliki suara bass yang keren, menjadikan setiap lagu yang ditembangkannya terdengar romantis. Bahkan host cantik Gracia Indri selalu mengatakan setelah mendengar suara Gus Agung ia menjadi meyeyeh (meleleh). Komentar sang Coach Armand Maulana pun menguatkan bahwa suara penyanyi asal Denpasar, Bali ini adalah karuniaNya, sehingga mampu membuat kaum hawa yang mendengarnya jadi terkesima.

P

emilik nama lengkap Ida Bagus Agung Saka Gotama yang ini hanya tersenyum tipis. Berbekal karakter suara dan penampilannya yang menawan itu pula menarik perhatian penonton dan menjadikannya berhasil ini berhasil hingga babak ‘Grand Final” ajang The Vioce Inbdonesia 2019 “Diajang ini saya bisa menimba banyak pengalaman. Saya bisa bertemu dan kenal dengan sosok atau tokoh yang expert di bidang musik. Ini bisa menjadi jejaring bagi saya untuk masuk industri musik di kemudian hari,” ujar pria kelahiran 23 Maret 2001 ini. Ditanya rencana ke depannya di ranah musik tanah air, Gus Agung menyebutkan dirinya berencana untuk membuat single. Selain itu juga mungkin membentuk band sendiri. “ Iyaa, untuk personil belum bisa ditentukan. Mungkin dengan melakukan ‘jam session’ sekali- dua kali saya bisa me­nemukan

anggota yang sepemikiran dan cocok,” cetus sulung dari 3 bersaudara pasutri Ida Bagus Oka Kresna dan dr. I Gusti Agung Ayu Decy Partiwi ini. Bicara kemampuan dan talentanya dalam olah vokal maupun bermusik , Gus Agung menyebut jika dirinya dialiri bakat seni dari keluarga sang ibu. Ia mengaku saat masih SD dan SMP pernah mengikuti latihan vocal di BMTC dan Staccato . “Tapi saya memang bukan tipe orang yang cepat mengerti dari ajaran guru. Saya justru saya lebih senang otodidak,” ujar Gus Agung yang gemar membawakan lagu-lagunya John Mayer, Ed Sheeran, dan Coldplay ini. Dikatakan oleh Gus Agung yang masih kuliah FEB Universitas Udayana, meski dirinya gemar bernyanyi sejak kecil, namun itu sebatas kegemaran semata. Memang beberapa kali sempat mengikuti ajang lomba menyanyi, namun belum belum berkesempatan menjadi pemenang. “Pernah jadi pe-

menang, hanya saja sampai di posisi juara Harapan 1,” katanya. Setelah SMA , ia perlahan mulai merasa musik dan bernyanyi bagian dari jiwanya, yang kemudian membawanya manggung di beberapa acara musik. Sedangkan mengenai kepiawaiannya menguasai beberapa alat musik, alumnus SMA 1 Denpasar ini, mengakui dirinya belajar alat musik sejak kecil. “Awalnya dari drum lalu berlanjut otodidak ke alat musik lainnya yaitu gitar, piano, bass, seruling, cajon. Kalau untuk perform saya paling suka bernyanyi dengan piano dan gitar juga,” terang penggemar Mikha Angelo dan John Mayer ini. ” John Mayer tidak hanya sebatas sebagai seorang penyanyi. Ia adalah seorang musisi dengan skill, serta sense of music-nya yang sangat kuat. Karena itu sosoknya bisa menjadi benchmark atau sebagai tolok ukur di industri musik,” lanjut Gus Agung yang mendapat dukungan penuh dari orangtuanya untuk bermusik ini. Bagi yang ingin menyaksikan penampilan Gus Agung secara langsung, datanglah ke Denfest pada Sabtu (28/12). Gus Agung siap menghibur warga Denpasar. (Sri Ardhini)

Sosialisasi dan konsolidasi sensus penduduk online 2020

Untuk mengetahui jumlah penduduk dan komposisi penduduk di suatu wilayah dilakukan dengan sensus penduduk. Selama ini, sensus penduduk dilakukan secara manual dengan mendata penduduk satu per satu ke rumahnya. Di era yang serba digital saat ini pemerintah tengah mencanangkan sensus penduduk secara online.

S

ebagai bentuk upaya dalam mempersiapkan perencanaan yang matang dengan data yang berkualitas pada Sensus Penduduk 2020 (SP2020), Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buleleng menggelar Koordinasi dan Konsolidasi bersama dengan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terkait. Acara tersebut dibuka langsung oleh Sekda Buleleng, Ir. Dewa Ketut Puspaka, MP yang ditandai dengan pemukulan gong, didampingi oleh Kepala BPS Kabupaten Buleleng, I Gede Suarta, SE.,M. Agb, FKPD Kabupaten Buleleng, dihadiri oleh beberapa Pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Buleleng, serta para Camat seKabupaten Buleleng, di Banyualit Resort and Spa, Rabu (18/12). Sekda Puspaka mengatakan melalui koordinasi dan konsolidasi SP2020 seperti ini bagaimana kondisi kependudukan khususnya di Buleleng agar betul-betul terpotret secara detail. Kinerja dinas terkait, dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng

juga dinilai telah meraih capaian yang luar biasa, dan ia mengapresiasi hal tersebut. Itu juga sebagai modal dalam melaksanakan sensus penduduk di Buleleng. “Penghargaan di tingkat Nasional telah diraih Disdukcapil, itu kan merupakan capaian yang luar biasa,” ungkapnya. Pada tahun 2020 nanti, sensus penduduk secara online akan diterapkan dan itu akan membutuhkan atensi khusus dari semua pihak. Walaupun masih banyak yang belum paham terkait dengan Sensus Penduduk Online (SPO), tetapi sudah diantisipasi dengan sistem Sensus Penduduk Wawancara (SPW). BPS sendiri yang sudah dibantu oleh data-data yang dimiliki Disdukcapil sebenarnya sudah memiliki keuatan, tinggal memantapkan koordinasinya saja. “Tidak bisa kita lakukan tanpa koordinasi yang baik,” tambahnya. Sementara itu, Kepala BPS Gede Suarta menjelaskan koordinasi terkait dengan pendataan penduduk antara BPS dengan Pemkab Buleleng selama ini sudah sangat baik. Hanya saja, saat ini perlu lebih disosialisasikan lagi terkait dengan

metode yang baru yaitu SPO. Peran aktif dari pemkab, kecamatan, hingga ke desa-desa sangat dibutuhkan untuk ikut berpartisipasi dalam hal ini agar masyarakat dapat melakukannya secara masif. Suarta menambahkan masyarakat berperan aktif dalam menyukseskan sensus penduduk online yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 Februari hingga 31 Maret 2020 mendatang. Masyarakat diharapkan mengisi data pribadi melalui laman website www.sensusbps.go.id yang dapat diakses secara online. “Data base kependudukan sudah ada tetapi masih kami kunci karena kerahasiaanya, nanti ketika pendaftaran sensus baru kami buka ke publik agar masyarakat dapat mengakses dan memperbaharui data diri,” jelasnya. Pihaknya sadar jika dalam penerapan sensus penduduk secara online tidak semua masyarakat melek teknologi. Oleh sebab itu pihaknya telah menyiapkan relawan-relawan sensus di masing-masing desa untuk membantu masyarakat mengisi data diri. “Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami dan kami sudah siapkan langkah-langkah antisipasinya,” tambahnya. Tantangan lain yang ditemukan seperti masalah jaringan di beberapa daerah, pihak BPS akan membentuk duta sensus penduduk di masingmasing desa sebagai pendamping. “Tiap desa kami merekrut minimal satu orang sukarelawan, dan saya tegaskan kepada masyarakat Buleleng untuk mengisi atau memperbaiki data diri secara jujur,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

11 Rancang Klinik Pratama Narkoba

Upaya pemberantasan penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang (Narkoba) dari tingkat yang paling bawah sedang digencarkan oleh Pemkab Buleleng. Hal ini terlihat dari dibentuknya Badan Narkotika Nasional Kabupaten Buleleng sejak setahun yang lalu. Dari data yang diperoleh sebanyak 70 orang telah direhabilitasi dan 101 tahanan narkotika di Lapas kelas II B Singaraja. Hal ini mengindikasikan Buleleng menjadi daerah darurat narkoba bahkan menjadi daerah nomor dua rawan narkoba di Bali. Pernyataan AKBP Gede Astawa tersebut disampaikan oleh Kepala BNNK Buleleng AKBP. Gede Astawa, Selasa (17/12) Meski termasuk zona merah narkoba hingga kini Buleleng belum memiliki Klinik Pratama Narkotika. Padahal sarana tersebut dinilai sangat penting untuk menunjang proses rehabilitasi. Akibatnya masyarakat yang menjalani masa rehabilitasi harus dikirim ke beberapa wilayah di Bali yang telah memiliki fasilitas klinik rehabilitasi seperti Denpasar, Badung, BNP, dan Bangli. “Penanganannya menjadi kurang optimal karena kami memfasilitasi dengan memberi rujukan saja agar pasien dapat berobat ke beberapa klinik yang dituju,” jelasnya. Atas kondisi tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membangun Klinik Rehabilitasi. Rencananya Klinik Rehabilitasi akan dibangun pada tahun 2020 dengan lahan hibah yang ada di kawasan jalan Teleng, Singaraja. Jika klinik tersebut dibangun, para pecandu narkoba akan lebih mudah menjalani proses rehab dan proses medis sehingga tidak perlu jauh-jauh ke luar daerah. “Klinik ini kami rancang untuk rawat jalan dan pemberian tes urine secara gratis,” tambahnya. Sejak berdiri, BNNK memiliki tiga tugas utama yaitu Pencegahan, Pemberantasan dan Rehabilitasi. Untuk pencegahan pihaknya telah melakukan sosialisasi dampah dan bahaya narkoba ke beberapa tempat baik desa maupun wilayah. Selain itu pihaknya telah membentuk kader anti narkoba dan pemetaan wilayah yang rawan narkoba. Sementara untuk tugas pencegahan pihaknya melakukan deteksi dini dengan melakukan tes urine diberbagai kalangan baik masyarakat maupun kalangan ASN. Untuk tugas rehabilitasi pihaknya akan memberikan pendampingan kepada korban untuk pengobatan tanpa diproses hukum. “Kami himbau bagi masyarakat pengguna maupun keluarga yang tahu untuk melaporkan sehingga dapat direhab tanpa dilakukan proses hukum,” jelasnya. Upaya pencegahan di tingkat desa pun telah dilakukan. Selain bekerjasama dengan desa adat dalam membentuk pararem narkoba, pihaknya juga menyosialisasikan kepada aparat desa untuk menganggarkan dana desa untuk penanganan narkoba. Pihak desa harus memfasilitasi jika diperlukan melakukan tes urin sebagai deteksi dini untuk mengetahui penggunaan narkoba. “Melalui dana desa pihak desa harus menganggarkan untuk penanganan dan pencegahan narkoba,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)


12

BUMI GORA

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019 Mengasuh si kecil yang terlahir kembar memiliki keunikan tersendiri, apalagi jika keduanya memiliki karakter yang berbeda. Pendekatan yang digunakan pun berbeda antara satu dengan yang lainnya. Tapi yang pasti, orangtua harus bersikap adil kepada keduanya.

B

Menanti Pelayanan Terbaik “Mr. Visit” Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Kamis 19 Desember 2019, dipenuhi undangan yang antusias menyaksikan pelantikan Sekretaris Daerah Provinsi NTB, yang sudah sekitar tiga bulan belakangan ini ditunggu-tunggu. Hari itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, akhirnya melantik pejabat definitif Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., akhirnya dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB.

P

erjalanan panjang penantian siapa gerangan yang akhirnya menjadi Sekda Provinsi NTB setelah Dr. Rosiyadi Sayuti Sekda Provinsi NTB sebelumnya memasuki masa pensiun pertengahan tahun 2019 lalu, memang hangat diperbincangkan di NTB. Sebab itulah, pelantikan Sekda Provinsi NTB kali ini terbilang mengejutkan dan dihadiri oleh sangat banyak tokoh NTB. Bahkan Gubernur NTB sendiri mengungkapkan bahwa pelantikan Sekda Provinsi NTB kali ini sebagai momentum bersejarah sebab proses pemilihan Sekda kali ini serasa Pilkada. Di hadapan para tokoh agama, tokoh masyarat dan Forkompinda Provinsi NTB yang hadir dalam pelantikan itu, Gubernur NTB dalam sambutannya mengatakan, momentum ini meru-

pakan peristiwa bersejarah sebagai pelantikan Sekda, dimana proses pemilihan Sekda rasa Pilkada. Gubernur NTB mengungkapkan, selama dalam proses seleksi, dari kelima calon Sekda NTB, dirinya dan Wakil Gubernur NTB, mengalami suatu dinamika yang luar biasa. Hal itu disebabkan karena kelima calon memiliki tim sukses masingmasing. Namun hal itu dinilainya sebagai sebuah semangat besar bahwa masyarakat NTB senang bersama dan suka berkompetisi. Untuk itu ia berharap dengan hadirnya semua tokoh dalam pelantikan tersebut, maka semua dinamika itu sudah selesai secara bersama-sama. Riuh rendahnya peristiwa politik, termasuk dalam pemilihan Sekda kali ini harus menjadi perhatian dan pemikiran ber-

sama. Hal itu menandakan bahwa semua orang suka berkompetisi. Namun di sisi lain Gubernur NTB mengingatkan bahwa hal itu harus menjadi sinyal alarm. Karena ketika peristiwa atau hal-hal yang bernuansa politik mendapatkan porsi besar dalam diskursus, artinya masyarakat dan elit kita sedang dalam keadaan tidak memikirkan hal-hal yang besar. Gubernur NTB menilai tradisi-tradisi seperti ini harus sedikit demi sedikit dikurangi. Karena sesungguhnya siapa yang ingin menjadi pejabat publik bukan karena ingin mengejar jabatan, tapi itu merupakan cara dia berekspresi untuk berterimakasih kepada Tuhan YME dan masyarakat untuk mengembalikan apa yang sudah ia terima, dan mengabdi untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan sepenuh jiwa. PILIHAN PRESIDEN RI Gubernur juga menilai, pelantikan Sekda NTB kali ini merupakan sesuatu yang bersejarah dan berbeda. Selain dihadiri hampir semua tokoh sesepuh

NTB, pelantikan Sekda kali ini juga merupakan pilihan langsung dari Presiden RI. “Saya kira hampir semua tokoh sesepuh di NTB ini hadir untuk menyaksikan peristiwa bersejarah dilantiknya Lalu Gita sebagai Sekda,” ujar Gubernur. Untuk itu ia memiliki keyakinan, terpilihnya sosok Lalu Gita sebagai Sekda akan bisa memberikan pengabdian tinggi dan mampu memberikan pelayanan lebih besar kepada masyarakat NTB. Terpilihnya Lalu Gita Ariadi yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB sebagai Sekda yang baru, menurut gubernur sebab ia dinilai memiliki jiwa pengabdian tinggi pada daerah. Gita telah menunjukkan pelayanan dan komitmen yang baik saat menangani investasi. Tidak itu saja, sosok Gita Ariadi dikenal publik sebagai seorang birokrat profesional yang cerdas dengan kemampuan yang mumpuni. Karya-karyanya tertoreh pada jejak-jejak langkahnya sebagai seorang bi-

tokrat, salah satunya ketika ia menjadi salah seorang “penabuh gong” pariwisata NTB di masa pemerintahan Tuan Guru Bajang. Sampai-sampai ia dijuluki Mr. Visit, sebab ia sukses memenuhi target kunjungan wisata kala itu, bahkan melampaui dari jumlah target 1 juta wisatawan tersebut. “Kami yakin sosok ini bisa memberikan pengabdian lebih tinggi dan melayani lebih besar,” ujarnya. Gubernur berharap agar semangat pengabdian dan pelayanan yang dimiliki Lalu Gita semasa menjadi kepala dinas, dapat pula ditularkan kepada kepala dinas yang lainnya di lingkup Provinsi NTB. Agar semua elemen pemerintah memiliki kerendahan hati yang setulus-tulusnya untuk m e m b e r i k a n p e l a y a n a n t e rbaik kepada masyarakat. “Saya berharap semangat pengabdian yang dimiliki dapat ditularkan ke kepala dinas yang lain. Agar kita semua memiliki kerendahan hati yang setulus-tulusnya untuk pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutupnya. (Naniek I. Taufan)

agi Cynthia Lamusu, personil grup vokal B3, memiliki anak kembar merupakan anugerah luar biasa yang diberikan Tuhan kepadanya dan suaminya, aktor Surya Saputra. Di sisi lain ia juga merasakan uniknya mengasuh anak kembar yang berbeda karakter juga perkembangannya. “Tatjana dan Bima, anak kembar tapi memiliki karakter berbeda. Tatjana misalnya, lebih ceria dan sangat senang membaca buku atau mencoret-coret buku. Kalau dihadapkan dengan buku dia seperti menikmati sekali. Nah kalau Bima beda lagi. Dia lebih kalem,” tutur Cynthia menceritakan sosok Kaka dan Abang, panggilan kesayangan untuk Tatjana dan Bima. Perkembangan kedua bocah yang 20 November lalu genap berusia 3 tahun, sangat disyukuri Cynthia. Keduanya kini sudah sekolah, bahkan baru-baru ini dirinya mengambil rapor keduanya. “Rasanya bahagia dan terharu banget ya. Alhamdulilah. Apalagi anak-anak sudah mulai latihan menari untuk pentas sekolahnya,” tambah runner up Asia Bagus Grand Champion 1995, ini. Tatjana (Ataya Tatjana Aisyah Putri) dan Bima (Atharva Bimasena Saputra), adalah anak yang dirindukan Cynthia dan Surya Saputra. Betapa tidak, keduanya harus menanti delapan tahun lebih untuk mendapatkan keturunan. Suatu penantian yang panjang penuh perjuangan. Sampai akhirnya mereka memutuskan mengikuti program bayi tabung demi memperoleh momongan. Keinginan mereka terwujud. November 2016, mereka dikaruniai anak kembar, Tatjana dan Bima. Tapi kebahagiaan ketika itu tidak bisa sepenuhnya dirasakan pasangan ini lantaran anak kembarnya lahir prematur, jadi tidak bisa langsung dibawa pulang. Tatjana sempat dirawat 2 pekan sedang Bima lebih lama yakni 1 bulan 3 hari. Persoalan tidak hanya sampai situ, Bima didiagnosa mengidap AP ROP, suatu permasalahan pada mata yang jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan kebutaan. Kebanyakan hal ini dialami oleh anakanak yang terlahir prematur. Untungnya dokter berhasil mendeteksi permasalahan itu dengan cepat sehingga bisa langsung ditangani. Salah satu efeknya, kata Cynthia, Bima harus memakai kacamata sampai saat ini. “Bima memakai kacamata sejak usia 18 bulan,” tambahnya. Seiring waktu berbagai permasalahan yang ada berhasil teratasi. Keduanya tumbuh dengan baik meski sempat tebersit perasaan khawatirnya terhadap perkembangan Bima yang agak lambat berjalan dibanding Tatjana yang mulai berjalan sejak usia 13 bulan.

BUNDA ANANDA

Uniknya Mengasuh Si Kembar

“Aku sempat kepikiran apakah karena pengaruh itu ya (lahir prematur dan menjalani perawatan khusus). Dari pada cemas tidak karuan, akhirnya bawa anak-anak ke dokter. Alhamdulilah setelah dicek ternyata perkembangannya normal-normal saja. Kata dokter, nggak usah khawatir karena sebentar lagi Bima pun akan jalan juga. Ternyata benar. Umur 16 bulan, Bima pun sudah bisa jalan. Rasanya bahagia banget,” ungkapnya. BERSIKAP ADIL DAN DISIPLIN Mengasuh anak kembar, tambah Cynthia, merupakan tantangan tersendiri baginya. Untuk itu dia rajin bertanya kepada orang lain ataupun mencari referensi tentang pengasuhan anak yang baik. Salah satu yang berusaha dijaga Cynthia dan Surya dalam pengasuhan anak kembar adalah bersikap adil, tidak membeda-bedakan ataupun memperbandingkan tumbuh kembang keduanya. “Aku dan Surya berusaha menjaga hal ini. Sebagai orangtua kami berusaha memperlakukan keduanya dengan adil,” ucap Cynthia yang juga membuka akun ‘tatjanadanbima’ di instagram untuk saling berbagi dalam pengasuhan anak, khususnya anak kembar. Demi mengikuti secara dekat perkembangan anak-anaknya, sekaligus mendidik mereka, Cynthia yang sebelumnya aktif di industri musik bahkan sempat tampil di sejumlah film, kini sangat selektif dalam menerima tawaran pekerjaan. Ini memang sudah menjadi komitmennya ketika Tuhan memberi dirinya rezeki anak. Dia sudah komit untuk menggunakan banyak waktunya untuk mengasuh langsung keduanya. “Setelah memiliki anak, kita sudah menetapkan prioritas, anak adalah yang utama. Fokus pada itu,” tambahnya. “Kami ada pengasuh satu orang. Memang sengaja hanya mengambil satu orang karena aku juga turun langsung dalam pengasuhan anak. Banyak waktu aku luangkan untuk mereka. Kalaupun sekali-kali ada pekerjaan, ya aku minta tolong pada keluarga untuk menjaga keduanya. Kalau mereka semua pas sibuk, ya aku bawa saja mereka ketempat kerja. Itu sudah kerap aku lakukan, jadi nggak masalah,” paparpemeran film ‘Ayat Ayat Adinda’ , ini. Semakin besar, kedua anaknya semakin menunjukkan minat masing-masing. Meski keduanya terlahir kembar ternyata dalam hal minat mereka agak berbeda. Seperti kedua orangtuanya yang berkecimpung di dunia seni, maka darah seni juga mengalir deras pada Tatjana dan Bima. “Hanya saja kelihatannya sekarang Tatjana suka belajar juga menyanyi. Sedang Bima suka musik. Di rumah ada sejumlah alat musik yang dipilih Bima sendiri, tapi dia paling suka pada piano,” jelasnya. Seperti anak pada umumnya, meski kembar, tutur Cynthia sambil tertawa, kedua anaknya juga suka berkelahi. “Kalau sudah begitu biasanya sih kan reflek ya, melerai keduanya. Sambil pelan-pelan memberi

pengertian. Mengajarkan siapa yang berbuat salah harus lebih dulu minta maaf,” ujarnya. Tapi namanya juga anak-anak, apalagi baru 3 tahun, belum sepenuhnya mengerti. Meski begitu yang pasti sebagai orangtua tetap terus mengajarkan hal seperti itu. Karena saatnya nanti mereka akan mengerti. “Memang nggak selalu berhasil. Hahahah. Namanya juga anak-anak. Jadi orangtua memang harus panjang sabar,” ucap Cynthia sembari tertawa. Seperti misalnya, mereka sudah semakin besar dan sudah memiliki kemauan sendiri. Yang jika tidak dituruti kadang marah dan ngambeg. Tak jarang malah buang-buang barang. Ini tidak bisa dibiarkan. “Ini ujian jadi orangtua ya. Harus sabar. Tatjana misalnya. Kalau ngambeg karena tidak dituruti kemauannya suka berontak lalu buang-buang barang. Ini kan nggak bisa dibiarin ya. Jadi—meski hati tidak tega—harus tetap tegakkan kedisiplinan. Maksudnya supaya mereka mengerti bahwa apa yang dilakukan adalah salah,” jelas Cynthia. (Diana Runtu)

Si kembar di depan sekolahnya

5

foto instagram cynthia

Mendongeng Lima Menit KISAH TIGA SAUDARA

Di negeri Antah Berantah tersebutlah tiga saudara laki-laki. Sebut saja namanya Si Sulung, Si Tengah dan Si Bungsu. Mereka mendiami sebuah rumah kecil milik sang ayah. Sang ibu sudah lama meninggal. Made Taro Empat anggota keluarga itu hidup sederhana dan rukun. Yang mempunyai pekerjaan tetap hanyalah sang ayah. Setiap hari ia menjarit dan menyulam. Ia mempunyai banyak langganan, dan semua langganannya memuji pekerjaannya. Aneh, tak seorang pun di antara anak-anaknya yang tertarik pekerjaan ayahnya. Mereka lebih suka bekerja serabutan. Hari ini menjadi buruh, esok hari membantu petani tetangga membajak, memetik, dan lain-lain. Tak seorang pun yang peduli apa yang dikerjakan ayahnya. Minggu berganti bulan, bulan berganti tahun. Tanpa disadari sang ayah makin tua dan makin tak mampu mengambil pekerjaan yang berat itu. Ia mulai sakitsakitan. Ketika merasa ajalnya mendekat, sang ayah memanggil anak-anaknya. “Wahai, anakku sayang! Rupa-rupanya aku tak lama lagi akan menghadapNya. Aku tak punya warisan untuk bekal hidupmu selanjutnya. Aku hanya punya rumah kecil, sebuah perahu yang tertambat di pantai dan kemahiran menjarit dan menyulam beserta peralatannya. Kamu, Sulung! Apa yang kau inginkan?” “Sesungguhnya saya sangat sedih dan tak sampai hati meminta, Ayah!” kata si Sulung. “Kalau ayah tak keberatan, saya berminat mewarisi rumah ayah.” “Sesungguhnya saya juga sangat sedih dan tak sampai hati meminta, Ayah!” kata si Tengah. “Kalau ayah berkenan, saya ingin mewarisi perahu yang tertambat di pantai.” Si Bungsu termenung. Wajahnya amat sedih. Ia menyadari kekayaan ayahnya sudah diwarisi kakak-

kakaknya. “Ayah tercinta!” kata si Bungsu. “Tak ada lagi yang menjadi milik ayah. Biarlah saya yang mewarisi kemahiran ayah menjarit dan menyulam. Mulai saat ini saya akan belajar.” Tak ada beban bagi sang ayah. Ia puas dan pasrah memenuhi panggilanNya. Syahdan, tiga hari setelah penguburan almarhum sang ayah, si Sulung menyuruh adik-adiknya meninggalkan rumah warisan ayahnya, karena rumah itu sudah menjadi haknya. Si Menengah tak perlu bersusahsusah, karena ia sudah punya tempat kediaman, yakni sebuah perahu di tepi pantai. Bagaimana si Bungsu? Ia minta bantuan kepada teman dekatnya, menginap beberapa minggu. Barang yang ia bawa adalah buku pelajaran menjahit dan menyulam. Di tempat baru itu ia ulet belajar, sehingga dalam waktu singkat ia menguasai ilmu ayahnya. Bukan itu saja, semua langganan ayahnya datang berduyun-duyun ke padanya. Dalam enam bulan, ia sudah bisa mendirikan rumah kecil berdinding gedek. Ia benar-benar rajin belajar, bekerja keras, dan kenyataannya ia berhasil. Alih cerita, peristiwa berikutnya tak terbayangkan, namun hal itu benar-benar terjadi. Muncullah bencana berkali-kali, di darat dan di laut. Pemukiman penduduk luluh-lantak, termasuk rumah si Sulung rata dengan tanah. Di laut terjadi tsunami. Perahu si Tengah hancur berantakan. Nah, ketika itulah, kedua kakak si Bungsu mendatangi rumah saudara paling kecil itu. Mereka datang bersama istri dan menggendong anak-anaknya. “Maafkan keserakahanku, Bungsu! Aku telah mengusirmu dari rumah milik ayahku,” kata si Sulung. “Maafkan aku, Bungsu! Mengapa aku menginginkan kekayaan ayah, tanpa aku harus bekerja keras,” kata si Tengah. “Jangan masalahkan itu, Kakak! Tinggallah bersamasama di rumahku yang kecil ini!” kata si Bungsu menyambut saudara-saudaranya dengan senyum. (India)


WOMAN ON TOP

4

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019 Memiliki keturunan adalah dambaan setiap pasangan. Penantian mendapatkan momongan adalah suatu proses yang luar biasa dan membutuhkan kesabaran yang luar biasa pula. Ada yang bertahan tapi banyak juga yang gagal. Namun banyak juga yang tetap setia sambil terus berusaha dan berdoa. Sementara sebagian lain memilih program bayi tabung.

Fashion Show pakaian daerah se-Indonesia dari 29 Induk Organisasi Perempuan

AAA. Ngr. Tini Rusmini Gorda Gung Tini bersama Ny. Putri Koster

“D

i akhir masa jabatan, kami memiliki dua bunda hebat milik Bali. Mereka betul-betul menjadi malaikat bagi kami. BKOW Prov. Bali pasti akan lebih hebat ke depannya,” ujar Gung Tini sembari menyebut nama Ny. Putri Suastini Koster sebagai Penasihat BKOW Provinsi Bali dan Ny. Cokorda Putri Hariyani Ardhana Sukawati sebagai Ketua Umum BKOW Provinsi Bali yang baru. BKOW Provinsi Bali telah melaksanakan Raker dan Rapim pada 15 Desember 2019 dengan Luh Putu Sukarini sebagai Ketua OC dan Desak Nyoman Widiasih sebagai Ketua SC. “Melalui Raker dan Rapim BKOW Provinsi Bali Tahun 2019 Kita Lahirkan Pemimpin Unggul untuk Organisasi Maju” merupakan tema Raker dan Rapim. Ny. Putri Koster selaku Penasihat BKOW Provinsi Bali dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali pun memberi apresiasi positif terhadap eksistensi BKOW Provinsi Bali. “TP PKK merupakan posisi sentral yang dapat bersinergi dengan seluruh organisasi wanita termasuk BKOW. Sejauh manapun kesibukan perempuan dalam berkarier dan berorganisasi, tidak boleh meninggalkan tugas pokok sebagai ibu yang menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga. Saat ibu lengah, satu generasi akan hilang. Ini bisa jadi menutup kemungkinan perempuan berkarier, berorganisasi maupun berkiprah di ranah publik. Kini saatnya kita saling membantu, saling mendukung dan saling bersinergi dalam memajukan organisasi perempuan sehingga tujuan utama mencerdaskan perempuan bisa

BKOW Adalah Rumah Perubahan Setelah dua periode memimpin Badan Kerjasama Organisasi Wanita ( BKOW) Provinsi Bali, AAA. Ngr. Tini Rusmini Gorda akhirnya bisa bernapas lega. Kini tampuk pimpinan periode 2019-204 berada di pundak Ny. Cokorda Putri Hariyani Ardhana Sukawati.

katkan pendidikan perempuan Indonesia. “ B K O W Provinsi Bali merupakan wadah organisasi yang mempunyai visi menyatukan persepsi tentang upaya peningkatan sumber daya manusia, khususGung Tini bersama Gung Tini dan Dewi Rully, nya perempuan. Ketum BKOW Prov. Bali 2019-2024 Sekum andal BKOW Prov. Bali Misinya membantu program pemerintah dalam rangka pemtercapai,” ujarnya. berdayaan perempuan menuju keadilan dan Selanjunya, dibawah kepemimpinan Ny. kesetaraan gender (KKG), “ ujar Gung Tini. Cok Ace, ia berharap BKOW Provinsi Bali Dalam kesempatan itu ia dan segenap mengambil peran lebih aktif dan dapat menjadi pengurus dua periode meminta maaf jika ada kepak sayap dalam mempercepat pelaksanaan ketidaksempurnaan saat memimpin BKOW berbagai program Nangun Sat Kerthi Loka Bali Provinsi Bali. Gung Tini juga menyampaikan yang diluncurkan oleh pemerintah provinsi Bali. terima kasih atas kerja tim selama 10 tahun Gung Tini menuturkan BKOW Provinsi Bali kepada ketua induk organisasi dan semua angbagian dari semangat yang dihasilkan dalam gotanya. Ia juga berterima kasih kepada Dewi Kongres perempuan Indonesia Tingkat NasiRully, Sekum andal yang menguatkan Gung onal Pertama, 22 Desember 1928. Semangat itu Tini memimpin BKOW selama satu dekade. bagaimana emansipasi perempuan bisa menjadi “Kita ada bukan untuk bersaing. Kita ada tonggak sejarah untuk saling melengkapi,” ujarnya mengutip untuk mening-

Pengurus BKOW Prov. Bali periode 2014-2019 demisioner

pernyataan Mc Cartney. BKOW merupakan wadah pemersatu 30 induk organisasi yang mempunyai visi misi yang hampir sama, mencerdaskan pengetahuan perempuan. Dengan kekuatan yang dimiliki BKOW diharapkan dapat berperan secara strategis dan bersinergi dalam menyuarakan gerakan-gerakan pemberdayaan perempuan hingga ke akar rumput. PASSION DI ORGANISASI Ia juga mengatakan BKOW Provinsi Bali adalah rumah perubahan bagi dirinya sejak kehilangan sang inspirator Prof. Gorda 2007. Gung Tini juga menyebut nama Ni Nyoman Masni yang melahirkan dirinya menjadi Ketum BKOW pada 15 Desember 2009. “Saat itulah saya mulai menjadi Gung Tini Gorda dari dimensi lain yakni mampu bermain di ruang publik tapi tetap bicara dan bergerak di dimensi domesti yakni anak dan perempuan serta keluarga,” tegasnya. Kehilangan ayah yang mempunyai nama besar di dunia pendidikan tidak menjadi beban bagi Gung Tini karena ia bermain di dimensi yang ia sukai. Passion Gung Tini memang berorganisasi. Seiring berjalannya waktu, ibu dua anak ini mampu menyejajarkan dirinya dengan nama besar Prof. Gorda (alm). Bulan Desember 2019 ini benar-benar menjadi bulan istimewa untuk Perempuan Inspiratif Tokoh tahun 2015 dam mantan Ketua Perdiknas ini. “Selain hadiah ulang tahun ke-52, saya juga mendapat penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dan diundang ke Semarang,” ujarnya. Peringatan Hari Ibu secara nasional dirangkaikan dengan penyerahan Penghargaan dan Talkshow Inovasi Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Acara dilaksanakan 21-22 Desember 2019 di kawasan Kota Lama Semarang. Acara dihadiri Menteri PPPA Bintang Puspayoga. (Ngurah Budi)

Pengukuhan Ketum BKOW Prov. Bali periode 2019 - 2024 oleh Kadis P3A Prov. Bali

METROPOLITAN

Antara Bersabar atau Ikut Program Bayi Tabung

13

M

engutip laman alodokter, bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) merupakan metode reproduksi buatan yang paling efektif. Yakni dengan mengambil sel telur untuk kemudian dibuahi oleh sperma di laboratorium. Sel telur yang telah berhasil dibuahi kemudian ditanam di dalam rahim sehingga terjadi kehamilan. Disebutkan juga, tingginya tingkat keberhasilan ditentukan oleh usia peserta program. Mereka yang memiliki usia di bawah 35 tahun punya keberhasilan lebih tinggi dibanding mereka yang telah berusia 42 tahun. Metode bayi tabung ini, ungkap Alodokter, kini cukup populer di Indonesia. Hal tersebut terbukti dari semakin banyaknya orang memilih langkah ini untuk mendapatkan keturunan. Biaya yang dikeluarkan untuk mengikuti program ini terbilang cukup besar antara puluhan hingga ratusan juta rupiah. Inul Daratista misalnya, mengaku mengeluarkan uang ratusan juta untuk mengikuti proses bayi tabung. Itu terjadi sekitar 11 tahun lalu. Menurut Inul yang baru-baru ini buka-bukaan soal keputusannya mengambil cara bayi tabung untuk memperoleh keturunan, itu lantaran memang ia sulit hamil karena adanya kista yang menutupi dinding rahim. Berbagai upaya sudah dilakukan agar bisa hamil secara alami. Namun tidak berhasil. Akhirnya setelah 13 tahun menikah, mumpung usia masih muda, Inul yang kala itu berusia 29 tahun dan suaminya, Adam Suseno yang 13 tahun lebih tua darinya, memutuskan mengikuti program tersebut. Beruntungnya program tersebut berjalan lancar dan ia pun melahirkan anak semata wayangnya, Yusuf Ivander Damares pada 19 Mei 2009. “Waktu usia kandungan aku 7 bulan sempat ada masalah. Dia sungsang nggak bisa muter karena miom di rahim aku besar. Itu menempel di pembuluh darah besar, sehingga dokter nggak berani mengangkat takut bleeding. Risikonya, mion masih ada sampai sekarang,” ujarnya. Nah pada waktu itu yang juga jadi masalah adalah leher Ivan terlilit tali pusar sehingga seringkali asupan oksigen dan makan kurang. Jadi untuk menjaganya selama di dalam rahim hingga harus dilahirkan lebih cepat. “Tidur ku pun harus duduk setiap malam sampai tiba lahiran. Ini demi agar dia bisa bernafas dalam perut aku,” ungkap Inul yang menyebut proses bayi tabung yang dijalaninya ribet dan penuh perjuangan. DUA ANAK, DUA KALI BAYI TABUNG Lain lagi dengan Tya Ariestya, artis, yang memutuskan menjalani proses

Tya dan anak-anaknya

bayi tabung hanya dua tahun setelah menikah dengan Irfan Ratinggang. Menurut atlet taekwondo ini, mereka memutuskan mengambil program bayi tabung karena tahu dirinya sulit hamil secara alami. Kondisi yang diidapnya sejak sebelum menikah, merupakan pe-

instgram tya

lainnya yang tanpa PCOS,” ungkap Tya. Berita besar dan menyakitkan itu, tetap dissampaikannya kepada calon suaminya, Irfan Ratinggang. Bersyukur sekali Tya, karena Irfan bisa menerima kondisinya. Karena itu lah, kata Tya, mereka memutuskan menjalani program bayi tabung meski pernikahan baru berjalan dua tahun. Pada 4 Agustus 2016, Tya pun melahirkan putra pertamanya yang diberi nama Muhammad Kanaka Ratinggang lewat caesar. Menariknya, setelah Kanaka berusia dua tahun lebih, Tya yang ingin menambah momongan, kembali mengambil jalan bayi tabung seperti sebelumnya. Sayangnya pada program yang kedua kalinya itu gagal. Meski begitu Tya dan suaminya tak putus asa, kembali mencoba yang ketiga kalinya dan berhasil. Kalau sebelumnya ia menl m inu gambil metode IVF maka kali stagra in to fo ini ia mengambil program ya n k a n FET (Frozen Embrio Transa n a an iv fer). Ini merupakan kelanjutan dari Inul d n y e - IVF. bab dirinya sulit Mengutip penjelasan di laman Dr hamil. Ivan Sini, seorang Obstetriccian Gyn“Jadi kami tidak menunggu lama, aecologist, sekarang ini program bayi karena memang sudah tahu bahwa tabung IVF semakin berkembang akan sulit hamil. Setelah dua tahun tidak dimana dalam prosesnya seringkali kunjung hamil, langsung ambil program terdapat embrio sisa dan tidak jarang bayi tabung,” ungkap Tya yang menikah pula banyak pasangan yang kerap kali tahun 2014 dan menjalani proses bayi bingung mau diapakan embrio tersetabung 2016. but. Apakah hendak disumbangkan Menurut wanita kelahiran Maret atau dibuang. 1986 ini, sebelum menikah dirinya telah Saat ini terdapat jalan lain untuk meterlebih memeriksakan diri ke dokter manfaatkan sisa embrio tersebut yakni karena masalah hormon yang tidak dengan membekukan dan menyimpan seimbang atau istilahnya PCOS. “Kata embrio tersebut. Proses pembekuan dokter banyak wanita Indonesia men- embrio (embriyo Freezing) ini dikegalami PCOS. Ada banyak kemungki- nal dengan ‘kriopreservasi embrio’ nan kenapa terjadinya PCOS ini. Antara dimana tujuan utamanya adalah menylain bisa karena faktor keturunan atau impan embrio secara kriogenik dengan makanan dan gaya hidup kurang sehat. mempertahankan kelangsungan hidup Artinya, jelas dokter, ketika saya meni- embrio tersebut. kah nanti peluang memiliki keturunan “Sekitar 40% dari pasangan yang tiga kali lebih sulit dibanding wanita melakukan proses IVF memiliki sisa

Anak tya ariestya--kanaka dan kalundra

embrio yang dapat dibekukan dan disimpan untuk percobaan IVF selanjutnya, terutama jika proses yang sebelumnya belum berhasil,” jelas Dr. Ivan. “Mungkin banyak yang belum tahu ya Frozen Embrio Transfer itu seperti apa. Apakah sakit? Serem atau tidak? Sama sekali enggak kok. Kalau pernah jalani USG Transvaginal, ya rasanya mirip-mirip seperti itu,” jelas Tya yang melahirkan bayi keduanya pada April 2019 lalu. Tya yang kini bertubuh subur mengaku sangat bahagia memiliki dua anak berparas tampan yang tumbuh sehat. Sekarang Tya menjadi rajin berolahraga agar staminanya semakin kuat. “Kalau rajin olahraga badan jadi

foto instgram tyaariestya

terasa enteng. Jadi enak untuk menemani anak bermain, loncat-loncar, lari-lari. Aku sekarang ambil private muaythai, plus boxing,” kata Tya yang mengaku rajin olahraga bukan untuk membentuk tubuhnya ataupun menurunkan berat badannya kembali seperti semula yakni 47 kg. “Aku kayaknya nggak kepengen balik ke 47 kg, Menurut aku dapat 55 kg sudah ok,” tambah Tya yang mengaku mengurangi pekerjaannya di dunia entertainment demi mengasuh dua anaknya. “Anak-anak masih kecil, jadi aku harus fokus ke mereka. Itu memang mau aku sendiri, punya banyak waktu untuk mengasuh mereka,” tambah pemeran film ‘I Love You Masbro’ ini. (Diana Runtu)

Anak inul dan ayahnya adam suseno

instagram inul


SUDUT PANDANG

14

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019

Cinta untuk Mama Lagu lama, lagu anak-anak pula. ‘Cinta untuk Mama’ yang dinyanyikan penyanyi cilik Kenny di tahun 2001, sampai sekarang masih sering terdengar. Bahkan yang menyanyikannya pun bukan hanya anak-anak tapi para penyanyi top yang telah berusia dewasa Via Vallen, salah satunya. Penyanyi dangdut yang tengah naik daun ini, beberapa kali terlihat membawakan lagu ini kala manggung.

Y

ang menarik, tavia memang sangat dekat Via selalu dengan ibunya, temmengucurpatnya mencurahkan kan air berbagai hal. Bakatmata ketika memnya menyanyi pun bawakan lagu ini. mendapat banyak Bahkan di youtube dukungan dari ada tampilan Via sang ibu yang yang tengah mememang mengnyanyikan lagu ini harapkan dirinya dengan air mata menyanyi. “Aku berderai dan susebenarnya suka ara yang terbata musik pop dan karena keharuan rock sejak kecil. yang sangat. Suara Namun mama jusVia yang sangat metru menginginkan nyentuh itu sukses aku jadi penyanyi foto instagram via vallen membuat mamanya, dangdut untuk karier via vallen Rosida Ninggum dan aku. Ternyata benar. Aku banyak orang yang menjadi seperti ini berkat dudengar, menangis haru. kungan penuh keluarga aku,” Menurut Via dia selalu menangis tutur Via yang mendulang banyak haru setiap kali menyanyikan lagu ini. penghargaan sejak kemunculannya di Ia seolah kembali diingatkan bagaimana pentas musik nasional 2017 lalu. kasih sayang mamanya pada anakTapi, motivasinya yang terbesar anaknya, perjuangan mama dan papa- untuk sukses di dunia entertainment nya membesarkan dirinya dan ketiga khususnya musik adalah mengangkat adiknya sungguh luar biasa. Mamanya, kesejahteraan keluarganya. Jadi dulu kata Via, adalah orang paling sabar di itu, lanjut Via, keluarganya adalah dunia. keluarga sederhana yang tinggal di “Kenapa aku selalu menangis haru kontrakan. setiap kali menyanyikan lagu ini karena “Suatu ketika mama dengar suara merasa belum mampu membahagiakan aku menyanyi, mama bilang bagus. mama aku. Belum mampu berbakti ke- Lalu bilang ke papa agar aku dijadikan pada orangtua. Apa yang orangtua kasih penyanyi dangdut, jangan pop. Sejak itu ke kita, nggak akan bisa terbayarkan. papa melatih aku menyanyi dangdut,” Sekaya apapun kita, sebanyak apapun ungkap Via yang menyebut berkat doa uang yang kita kasih ke orangtua, itu ibu dan ayahnya ia berhasil meniti karier tidak akan pernah cukup membalas di belantika musik dangdut. Beruntung semua yang telah diperbuat orangtua Via karena ayahnya berkecimpung di pada anak-anaknya,” ungkap Via. dunia musik dangdut. Mamanya yang selalu mendukung Perjalanan kariernya, tutur Via, kariernya bahkan menemani kem- tidaklah mudah. Untuk mencapai titik anapun dia berkegiatan. “Apa yang ini, sungguh suatu perjuangan. “Bukan kuberikan untuk mama. Untuk mama hanya aku saja yang berjuang tapi tersayang. Tak kumiliki sesuatu berharga. orangtua ku, mama dan papa aku, juga Untukmu mama tercinta....,” sepenggal keluarga aku. Karenanya aku sangat tembang ‘Cinta untuk Mama’ yang di- berterima kasih kepada mereka. Juga lantun Via saat HUT Ruang Guru ke-5 kepada pihak-pihak lain yang mendubelum lama ini. kung karier aku,” tutur Via yang bulan Via yang bernama asli Maulidia Oc- November lalu meraih penghargaan

via dan ibunya

foto instagram via vallen

‘Penyanyi Dangdut Solo Wanita Terpupuler 2019. Tahun lalu pun penghargaan ini diraih Via. Ungkapan cinta Via kepada orangtuanya juga ditulisnya menjadi sebuah lagu nan menyentuh, ‘Maaf dari Anakmu’. Lagu ini diluncurkan pada Mei 2019 lalu. “Ini adalah lagu ketiga yang aku buat,” ujarnya kala itu. Kesuksesan membuahkan materi, itu sudah pasti. Dan Via sesuai dengan tekadnya mensejahterakan kehidupan keluarganya lahir dan batin, itu dilakukannya. Setidaknya ia telah memberikan keluarganya rumah mewah dan sejumlah aset property lainnya dari hasil jerih payahnya di dunia menyanyi. “Membahagiakan mama, papa, adik-adik juga berbagi pada orang lain, itu yang selalu ingin bisa aku lakukan,” ucap Via yang seraya menyebut mamanya adalah inspirasi terbesar dalam hidupnya. BUAT ACARA KEJUTAN Motivasi ingin mengangkat derajat kehidupan keluarganya pun telah diungkapkan Via lewat akun instagram pribadinya. Menurutnya, kehidupan keluarganya miskin, mama-papa nya harus banting tulang menghidupi dirinya dan ketiga adiknya. Dan dia sebagai anak sulung ingin sekali membahagiakan keluarganya. “Aku pengen angkat derajat keluarga karena dulu sebagian

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019

SOSIALITA

Dalam rangka penjajagan kerjasama “Sister City” Pemerintah Kota Denpasar dengan Pemerintah Kota Brighton, Delegasi Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan pertemuan dengan Kedutaan Besar RI London, pada (9-11 Desember 2019).

foto instagram via vallen

via vallen orang menganggap keluargaku menjijik- nya September 2019 lalu diberi kejutan kan karena miskin,” ujar Via menjawab yang mencengangkan dari anaknya. pertanyaan nitizen tentang motivasinya Padahal tadinya dia mengira Via tidak untuk sukses. bisa datang merayakan HUT-nya lantaMenurut gadis kelahiran 1 Oktober ran sibuk. Ternyata justru Via lah yang 1999, membahagiakan orangtuanya mengatur acara kejutan itu. bukan hanya dengan limpahan materi “Saya bahagia sekali sampai menantapi juga dengan tingkah laku sebagai gis. Padahal saya kira dia tidak bisa seorang anak. Hal itu diakui juga oleh datang ke acara ulang tahun saya karena mamanya, Rosida Ningrum. Menurut sibuk. Ternyata dia malah datang duluRosida, Via adalah anak yang berbakti an,” ungkap Rosida sembari tersenyum. dan penuh kasih pada keluarganya. RosDi HUT tersebut bukan hanya ida bersyukur punya anak seperti Via acaranya saja yang surprise tapi juga yang tidak pernah ‘neko-neko’, tetap hadiah yang dipersembahkan Via kepategar pada pendiriannya. “Anaknya da ibunya. Yakni perhiasan plus rentetan nggak ugal-ugalan. Dia lebih senang di uang Rp100 ribu yang berada di dalam rumah jika tidak ada pekerjaan di luar. kue ultah. “Mama bahagia, itulah tujuan Dia selalu nurut pada orangtua. Itu yang hidup aku. Kalau perhiasan hanya lah membahagiakan kami,” ucap Rosida. kecil dibanding apa yang sudah orangtua Airmata kebahagian jugalah yang beri pada aku,” kata sulung dari empat terurai di wajah Rosida ketika HUT bersaudara ini. (Diana Runtu)

D

elegasi yang dipimpin Wakil Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jayanegara, juga demi memperoleh wawasan perihal kemitraan antara kota-kota di Inggris dan lndonesia, serta informasi tentang komunitas warga Indonesia dan warga Bali di London. Wakil Dubes RI Adam Mulawarman Tugio didampingi Sekretaris II Fungsi Ekonomi I Gusti Agung Ayu Ratih Astary, saat menerima rombongan berharap kerja sama “Sister City” Pemerintah Kota Denpasar dengan

Pemerintah Kota Brighton, dapat terjadi mengingat kedua kota memiliki kemiripan wilayah geografis dengan daya tarik wisata pesisir pantai. “Sister City” ini juga bermanfaat bagi Kota Denpasar, untuk lebih meningkatkan wisatawan dari Inggris ke Bali khususnya Denpasar. Wisatawan Inggris memiliki story telling yang mampu meningkatkan datangnya wisatawan Eropa. Hal ini bisa diadopsi dengan membuat story telling Kota Denpasar. Brighton, sebagai pusat destinasi wisata di UK, memiliki pantai sebagai daya tarik utama wisatawan dengan promosi berbagai atraksi dan hiasan lampu sepanjang pantai. Disamping castle-castle di Brighton yang dikemas untuk wisata. Beberapa kota di Indonesia yang sudah menjalin kerjasama antara lain Surabaya dengan Liverpool; Bandung dengan Oxford, Bogor dengan Oxford; Jakarta dengan Liverpool. Selanjutnya kegiatan yang diorganisir oleh Bagian Kerjasama Setda Kota Denpasar ini, melakukan pertemuan berikutnya dengan Wired Sussex, yakni sebuah lembaga’ independen yang menyediakan tempat belajar serta memperoleh pengetahuan teknologi digital yang mendukung pariwisata di Brighton city. Dalam pertemuan tersebut dibahas kemitraan antara Wired Sussex ,

Denpasar Jajagi “Sister City” dengan Brighton

3

Bersama Wakil Wali Kota Brighton dan Ka Pemasaran Pariwisata (Julia Gallagher)

pemangku kepentingan dan universitas. Di Wired Sussex pula, diketahui bagaimana start up di Brighton bertemu membahas funding, inovasi, work space, jenis client dan custome, dan mencari talent client. Mereka saling berbagi pengetahuan dan berkolaborasi memberikan dukungan melalui online network. Secara bersama’sama pula 125 pebisnis ke Wired Sussex sebagai coworking

space merumuskan event yang akan dibuat lengkap dengan temanya. Wired Sussex juga menyampaikan, 10 tahun yang lalu di Brighton belum ada coworking space. Maka secara independent Wired Sussex menjadi coworking space berkelanjutan, dengan mekanisme membangun, menghubungkan dan memasarkan. Para start up dipertemukan, dipetakan

dan dicari kebutuhan bersama. Untuk start up baru periode mentoring 1,5 tahun dengan tantangan tes mentoring, penelitian kepada pasar, produk sudah siap oleh start up. Penelitian terhadap pasar, sehingga bisa diketahui apakah produk perlu dikembangkan atau tidak. Tantangan Wired Sussex berikutnya yakni membuat Festival talent setiap tahun di bulan April. - ard

Diskusi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Delegasi Pemerintah Kota Denpasar dipimpin Wakil Wali Kota Denpasar didampingi staf ASN diterima di Balai Kota Brighton. Kunjungan kali ini diterima Wakil Wali Kota Brighton beserta Kepala Pariwisata Brighton dan anggota utama serta Kepala Penjualan, Kemitraan dan Pemasaran Visit Brighton. Pada kesempatan tersebut, topik diskusi mencakup pengembangan

pariwisata berkelanjutan yang lebih baik. Mendukung perlindungan warisan budaya dan pariwisata kota. Soal penggunaan teknologi dalam meningkatkan pariwisata. Begitu pula bidang pendidikan mengetahui pelatihan kejuruan terbaik untuk mendukung pariwasata. Lembaga pendidikan lokal dapat berkontribusi pada upaya ini. Brighton dan Denpasar mendukung pariwisata di

kota masing-masing pada action plan nantinya berupa Co-Festival. Wakil Wali Kota Brighton menyambut baik kunjungan delegasi Pemerintah Kota Denpasar. Presentasi disampaikan oleh Julia Gallagher selaku Kepala Penjualan, Kemitraan dan Pemasaran Visit Brighton. Kunjungan wisatawan ke Kota Brighton antara lain dari negara-negara Eropa sekitar UK seperti Jerman, Perancis dan lain sebagainya. Pesona pantai Brighton di musim panas banyak dikunjungi oleh para wisawatan mancanegara. Di sepanjang pantai terdapat area British Air, dengan tiket masuk pengunjung bisa naik British Air dan dari ketinggian dapat melihat pemandangan Kota Brighton. Wakil Wali Kota Denpasar dalam

sambutannya menyampaikan diantaranya ingin mengetahui hal-hal yang dapat dilakukan bersama dengan Pemerintah Kota Brighton dan Hove dalam bidang pariwisata kota, perlindungan warisan budaya, penggunaan teknologi dalam meningkatkan pariwisata, pendidikan yaitu pelatihan kejuruan dan ekonomi kreatif. Dari hasil pertemuan penjajagan diharapkan ada progress berupa jalinan kerjasama kedua kota pada bidang pariwisata. Potensi yang dimiliki baik Brighton maupun Kota Denpasar dapat dikolaborasikan. Pertemuan dilanjutkan dengan Universitas Brighton, yang diterima oleh Prof Marina Novell, Profesor Pariwisata dan Pengembangan Internasional bertempat di Cockcroft

Diterima oleh wakil Dubes RI di London

Building Moulseroomb Campus Lewes, Brighton. Pr o f. M a r i n a m e n y a m p a i k a n sistem pendidikan di Brighton bagi mahasiswa adalah mengakomodasi ide-ide kreatif mahasiswa yang diarahkan pada produksi yang menunjang kepariwisataan Brighton. Sementara Gareth Topp, Kepala Internasionalisasi menyampaikan, Universitas Brighton dengan beberapa gedung dibangun sesuai dengan kebutuhan pendidikan mahasiswa lengkap dengan fasilitas pelatihan kejuruan. Peran Pemerintah Brighton memberi dukungan kepada Universitas Brighton dalam mencetak generasi muda Brighton yang kreatif dan berpotensi pengembangan diri di bidang bisnis. -- ard

Pertemuan dengan Sussex University


2

ESPRESSO GORO-GORO NATAL 2019

Surat Profesor Ellen dari Amerika Serikat, membuat Amat gelisah. Putu Wijaya Dalam surat itu ada kartu Merry Christmas yang cantik sekali. Amat bingung. Mengapa ia mendapat ucapan Selamat Hari Natal? “Apa Bu Ellen tidak tahu, saya ini orang Bali?” Curhat Amat pada Nyoman di warungnya. Pemilik warung itu nyengir. “Habis Pak Amat mau mengantar dia ke mana-mana.” “Lho, bagaimana tidak. Bu Ellen itu teman baik Ami. Dia profesor di sana. Siapa tahu nanti Ami diberi beasiswa ke Amrik.” “O, mancing, Pak?” “Bukan. Dia sudah terlanjur percaya kita orang Bali ini baik-baik

semua. Tidak ada pencuri. Semua suka menolong. Begitu. Jadi kita berkewajiban menjaga reputasi kita orang Bali supaya nanti kalau dia pulang promosi. Tidak membawa cerita buruk tentang Bali” Nyoman ketawa. “Kok ketawa?” “Itu namanya Pak Amat yang kena pancing. Baru ditiup sedikit sudah meletus. Kok mau mengantar ke mana-mana gratis. Saya kira Pak Amat wara-wiri tiap hari sambil nenteng tasnya akan ketiban durian runtuh. Dapat persen banyak, supaya bisa beli motor. Jadi saya bisa dibonceng ke pasar belanja. Jebulnya gratis! Ha-ha-ha!” “Dasar dagang! Otak kamu cuma uang, Man. Ini diplomasi budaya, tahu! Membina hubungan baik antar negara ji to ji istilahnya! Bu Ellen itu sedang riset mau nulis buku tentang agama Kristen di Bali

yang menyerap budaya Bali bukan mematikannya, tahu! Ini penting, bisa melipatgandakan para wisatawan. Kalau banyak turis, kamu juga untung, kan?!” “O, begitu? Makanya Pak Amat jatuh-bangun ngintilin dia?” “Sapa bilang saya ngintilin? Aku juga studi tahu!” Nyoman masih mau ngeledek, Amat langsung membentak sambil beranjak. “Ah, kamu kan cuma mikirin untung, tidak pernah mikirin kepentingan bangsa dan negara?! Dasar pedagang!” Nyoman ketawa. “Habis saya kan cuma tukang warung, Pak Amat, kalau ikut mikiran negara, paling banter negara dan bangsanya habis saya jual. Haha-ha!” Amat mencoba mengadu ke Ami. Tapi Ami juga ketawa.

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019

“Habis Bapak terlalu serius menyerpis Prof, bagaimana beliau tidak akan..curiga Bapak mungkin mau lompat perahu?” Amat jadi marah. “Ami! Kamu kok ngomong begitu? Kalau didengar Ibu kamu, Bapak bisa disikat habis!” “Habis sampai Pak Nyoman bisa menilai Bapak jatuh-bangun menservis Prof, terang saja ada viral, ada apa ini?!” Amat jadi panik. “Ami, Bapak mendukung dia, karena dia punya kedudukan, siapa tahu kamu bisa dapat beasiswa. Dan, kalau Bapak mendampinginya ketika mewawancarai narasumber, mengunjungi gereja-gereja di Bali, mendengar ceramah dan mengikuti kebaktian pada baru Minggu, karena Bapak ingin tahu. Ingin lebih tahu, lebih banyak, bukan saja agama Nasrani, juga

Islam, Budha, Kong Hu Chu dan sebagainya. Supaya lebih luwes mengamalkan Bhinneka Tunggal Ika. Bukan untuk lompat perahu! Sama sekali bukan!” Ami ketawa mengejek sembari masuk kamar. “Mau lompat perahu juga tidak ada yang melarang, Pak! Asal jangan meleset jatuh ke laut, banyak hiunya!” Amat jadi tambah marah. “Ami! Keluar dulu, Bapak belum selesai ngomong! Jangan suka pakai opinimu sendiri tok! Bapak bukannya…….. . “ Amat berhenti ngomong, karena Ami muncul dengan segepok kartu ucapan Hari Natal dan Tahun Baru. “Lihat, Pak. Tiap tahun saya terima ini dari teman-tenan di luar negeri. Juga dari Prof Ellen yang kebetulan lagi sakit. Jadi yang mengirim kartu sekretarisnya. Hanya dikirim kepada orang yang dianggapnya sahabat sejati. Termasuk Bapak. Saya saja tidak kebagian. Bapak seharusnya bangga!”

BIG BANG BOOM! Biasanya, ada penjelasan yang valid tentang dari mana asalnya suatu benda. Misalnya ada proses biologis yang dapat menjelaskan bagaimana asal-usul manusia di bumi ini. Namun, tidak ada penjelasan yang pasti tentang bagaimana jagat raya ini terbentuk. Beberapa orang berpikir karena adanya kehendah dari kekuatan yang sangat tinggi. Sementara, yang lainnya percaya bahwa yang kita dapat lihat hanyalah mangkuk metaforis dengan titik-titik debu diatasnya. Di dalam setitik debu itu terbentang energi berkekuatan tinggi dan partikel utama penyusun alam semesta. Jumlah energi yang besar ini membuat “mangkuk” sangat panas, sehingga mengalami ekspansi, yang berlanjut hingga hari ini. Indikasi adanya ekspansi alam semesta pertama kali terdeteksi oleh astronom dalam bentuk peningkatan panjang gelombang cahaya yang dipancarkan oleh Sirius, bintang yang terletak pada 81,6 triliun kilometer dari bumi. Peningkatan panjang gelombang cahaya disebut sebagai pergeseran merah dan dijelaskan dalam efek Doppler. Dijelaskan jika sumber cahaya bergerak menjauh dari pengamat, maka cahaya yang diamati memiliki panjang gelombang yang lebih besar. Oleh karena itu, Sirius berada sangat jauh dari bumi. Hasil pengamatan di atas, membangkitkan minat Edwin Hubble untuk melakukan penelitian lebih lanjut dan didapatkan kesimpulan bahwa

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

kecepatan suatu galaksi berbanding lurus dengan jaraknya ke bumi. Proporsionalitas inilah yang dikenal dengan Hukum Hubble, menyiratkan jika kita memutar balik waktu pada suatu titik, semua galaksi akan berada pada wilayah yang berwujud padat. Bayangkan saja sebuah balon yang permukaannya ditutupi oleh titik-titik debu, dimana titik-titik tersebut mewakili galaksi dan permukaan balon adalah ruang. Saat balon mengembang, jarak antar titik-titik tersebut akan semakin renggang, sehingga terjadi peningkatan jarak antar titik. Demikian pula halnya dengan peningkatan jarak antar galaksi yang disebabkan oleh pembesaran ruang itu sendiri. Sampai saat ini, teori Bing Bang menjadi yang paling kredibel dan kompatibel dalam menjelaskan alam semesta. Pertama, dengan menggunakan Hukum Hubble, para ilmuwan menyimpulkan bahwa usia alam semesta diukur dari Big Bang kira-kira 13 miliar tahun. Sementara, batu tertua yang ditemukan saat ini usianya diperkirakan 4,565 miliar tahun. Oleh karena itu, jelaslah bahwa alam semesta ini lebih tua dari umur benda-benda yang ada di dalamnya. Kedua, teori Big Bang dapat menjelaskan penciptaan elemen. Ketika alam semesta yang berupa gas panas dari partikel dasar, partikel tersebut melaju sangat cepat sehingga terjadi tumbukan antar partikel dan tergabung bersama dalam sebuah inti yang stabil. Kemudian, seiring dengan berjalannya

waktu, ruang mulai mengembang, alam semesta mulai mendingin, dan tebentuklah proton, electron, dan neutron. Beberapa proton terikat dengan neutron membentuk inti atom hidrogen. Proses ini, di mana inti terbentuk ketika suhu turun disebut nukleosintesis Big Bang. Meskipun jenis nukleosintesis ini valid dan memperkuat model Big Bang, itu hanya bisa menjelaskan pembentukan lima elemen pertama: Hidrogen, Helium, Lithium, Berilium, dan Boron. Penciptaan elemen yang lebih berat tetap ada sebuah misteri sampai tahun 1940-an karena para ilmuwan tidak dapat memahami bagaimana inti yang tidak stabil mampu membuat elemen yang stabil dan lebih berat, seperti karbon. Fred Hoyle, seorang astronom Inggris, mampu menyelesaikan masalah ini. Dia memaparkan kondisi di mana karbon-12 dapat terbentuk. Jika tidak ada kondisi sesuai, tidak ada makhluk hidup di Bumi ini, karena karbon-12 adalah salah satu unsur utama dalam semua makhluk hidup. Kemudian, percobaan yang dilakukan pada tahun 1953 menemukan bahwa pembentukan karbon-12 mungkin terjadi pada tingkat energi 7,65 megaelectronvolts (MeV) lebih tinggi dari yang serendah mungkin nilai, hal ini mempertajam prediksi Hoyle. Dengan menganalisis bagaimana elemen terbentuk ketika bintang mulai mati, Hoyle mampu menghitung bahwa kondisi yang diperlukan akan tercapai ketika pusat suhu bintang adalah 200.000.000°C.

Terobosan ini menjadi pendukung lain argumen untuk teori Big Bang. Martin Ryle (1980an), menemukan galaksi yang sangat jauh memancarkan radio gelombang dengan panjang gelombang mulai dari 1 mm hingga 100 km. Jarak ekstrem mereka dari Bumi menunjukkan bahwa ekspansi pengerasan awal pasti telah terjadi, dan ada ekspansi berkelanjutan yang mendorong galaksi-galaksi ini menjauh. Juga, jika panjang gelombang cahaya adalah seperseribu milimeter ketika alam semesta berusia 300.000 tahun, meningkat menjadi sekitar satu milimeter pasti pergeseran merah, yang disebabkan oleh alam semesta yang mengembang. Demikian pula, pada tahun 1964, para astronom mendeteksi suara misterius dalam bentuk gelombang mikro. Berupa ‘hum’ yang memiliki panjang gelombang 7,3 cm, 5 dan konstan, serta ada di mana-mana. Setelah salah satu para astronom menyampaikan kabar itu kepada seorang ahli fisika teoretis yang memperkirakan keberadaan Radiasi Gelombang Mikro Kosmik, suara ini dikonfirmasi sebagai fosil dari Sang Bing Bang, terlepas dari bukti ilmiah. Model penciptaan ini masih belum sepenuhnya menjelaskan

Sheena Abigail

asal usul alam semesta. Sejauh ini, para ilmuwan hanya bisa menggambarkan apa yang terjadi pada waktu mendekati nol, tetapi tidak pada nol. Apa yang bisa ada saat itu? Apa yang dibuat setitik debu? Jika alam semesta saat ini mengembang, akankah ia mengerucut kembali, dan berakhir? (Sheena Abigail – Alumni IGCSE Cendekia Harapan)

KATA HATI: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: ­I Made Ary ­S upratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Se­kretariat: Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI ­Cabang ­Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019

Ingin Ajak Ibu ke Luar Negeri

SUDUT PANDANG

Kasih ibu sepanjang masa kasih ayah tanpa celah. Ungkapan tersebut rasanya sangat tepat untuk menggambarkan masing-masing sosok yang telah berjuang untuk kebahagiaan anak-anaknya. Begitu juga hal yang sampaikan oleh Dian Pratiwi Citra, seorang trainer make up and fashion. Perempuan yang akrab disapa Dian Citra ini mengatakan bahwa apresiasi setinggi-tingginya ia berikan kepada sang ibu yang berjuang sendiri menjadi tulang punggung keluarga. Sejak sang ayah meninggal, ibu menjadi orang berjuang sendiri membiayai kehidupan dan biayai pendidikannya dengan sang adik. Bahkan sang ibu harus merelakan cincin perkawinannya terjual agar sang anak bisa melanjutkan kuliah. “Saat itu bapak meninggal secara mendadak dan kami benar-benar tidak siap,” jelasnya. Citra yang juga dikenal sebagai make up artist ini juga menambahkan ada banyak hal yang bisa ia tiru dari sosok ibu. Salah satunya keberanian dan kekuatan dalam menghadapi kehidupan yang kadang tidak adil. “Ibu mengajarkan saya untuk menjadi wanita yang berani melawan hal-hal yang tidak adil dan menjadi wanita mandiri dan menginspirasi,” ungkapnya. Selain itu, prinsip yang dipegang teguh sang ibu juga menjadi hal yang dicontoh oleh Citra. Baginya setiap wanita wajib memiliki penghasilan di luar penghasilan suami. “Selain membantu perekonomian keluarga, punya penghasilan sendiri bisa menjaga saat ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” imbuhnya. Meskipun begitu menyayangi sang ibu, rupanya perbedaan pendapat tidak dapat dipungkiri. Perempuan kelahiran Singaraja 4 April 1991 mengaku pernah membuat sang ibu kecewa dan sedih ketika perbedaan pandangan dalam memilih pekerjaan. Citra yang lebih fokus terhadap bisnis MLM rupanya tidak mendapat restu dari sang ibu. “Empat bulan saya berjuang dan bisa membuktikan mendapat gaji lumayan besar di usia saya yang masih muda. Hingga sekarang ibu selalu support usaha-usaha yang saya lakukan,” kenangnya. Begitu besar jasa sang ibu hingga dengan apa yang telah diperoleh saat ini, Citra ingin menghadiahi sang ibu dengan hal yang sangat spesial. Hobi jalan-jalan ke berbagai tempat membuat Citra berjuang mengumpulkan pundipundi rupiah demi membawa ibunya liburan ke luar negeri. “Kami anak-anak sedang menabung untuk mengajak ibu jalan-jalan ke luar negeri. Saya sebagai anak yang sudah menikah ibu ingin sekali diberi cucu dan astungkara s e g e r a t e rwujud. Tentu dua hal merupakan bentuk apresiasi dari kami kepada ibu yang telah berjuang selam ini,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

Menjaga Ibu agar Tak Bersedih

Setiap kali memperingati Hari Ibu, naluri keibuan para ibu muda khususnya, tergugah. Mereka rata-rata baru menyadari betapa tidak mudahnya menjadi seorang ibu. Indraswati, SH., M.Ak., pemain teater dari Teater Kamar Indonesia misalnya, merasakan bedanya ketika sebelum dan setelah ia menjadi seorang ibu.

“S

ebelum menjadi seorang ibu, pola pikir masih terbatas dan cenderung memprioritaskan diri sendiri. Keegoan yang selalu merasa paling benar dan proses pencarian jati diri yang dimulai dengan aktif dalam berbagai organisasi maupun ekstrakurikuler, semakin membentangkan jarak pertemuan dengan ibu saat itu,” ujarnya. Menurutnya, bisa dikatakan saat sebelum menjadi ibu, rumah adalah tempat istirahat, makan, dan ibadah, selebihnya ia berada di kampus, tempattempat latihan teater, menari dan karate. Ibunda Indraswati, Umi Zazillah merupakan seorang pedagang yang usahanya ketika itu berkembang cukup pesat dan terbilang sibuk. Namun begitu, Umi Zazillah tetap memperhatikan aktivitas Iin panggilan akrab Indraswati, bahkan tetap mengontrolnya. “Apapun kegiatan yang saya lakukan ibu tau dan tetap mengontrol bahkan cenderung saklek dengan aturan,” kata Iin. Kehidupan di kampus, kegiatan organisasi dan latihan-latihan kesenian yang banyak menyita waktunya, sehingga ketika itu speetinya ia relatif tidak perduli dengan usaha ibu, tentang kehidupannya sehari-hari sudah makan atau belum, atau capek tidak setelah bekerja membanting tulang dan sebagainya. Ia seperti tidak peduli dengan kondisi ibunya karena sibuk sendiri. Hal inilah yang membuat kini Iin kerap merasa sedih. “Sedih rasanya ketika mengingat hal itu, bagaimana pengorbanan seorang ibu yang merantau jauh dari keluarganya di Jawa demi anakanaknya agar mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang lebih baik tapi saya anaknya justru seperti tidak peduli,” ungkap Iin. Iin jadi teringat cerita ibunya ketika masih berada di Jawa saat bertanya kepada ayahnya soal kelanjutan pendidikan anak-anaknya dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan saat sebelum mereka ke Mataram NTB. “Bagaimana sekolah anak-anak setelah tamat sampai dengan nanti karena makan saja masih pas-pasan?”. Begitulah situasi ibunda Iin kala itu. Hal ini tentu menjadi pemikiran ibu dan ayah Iin yang waktu itu hanyalah penjual kaset lagu. Namun ayahnya pun sudah bertekad jika tidak ada uang untuk sekolah anak-anaknya, bahkan ia rela bekerja jadi pelayan toko. Mendengar itu ibunda Iin langsung menangis dan setelah itu Umi Zazillah tidak tinggal diam. Apapun yang bisa dia kerjakan, dia kerjakan untuk membantu suaminya demi anak-anaknya dan hingga mereka sampai pada proses hijrah ke Pulau Lombok membuka usaha warung soto Lamongan yang terbilang sukses di Mataram. “Prioritas utama setelah menjadi seorang ibu adalah masa depan anak-

15

saya lakukan masih jauh dari apa yang beliau berikan kepada anak-anaknya,” ungkapnya. Iin juga ingat ketika awalnya ikut teater karena untuk memenuhi kebutuhan perkuliahan teater jurusan Bahasa Indonesia di FKIP, membuat ibunya sempat tidak setuju. Akan tetapi ketertarikan di dunia teater mucul melebihi dari sekadar perkuliahan. Saat itu ia merasa teater tidak bisa dipisahkan dari dirinya se-

anak, suami dan orangtua. Saya tidak pernah membebani anak-anak dengan target nilai atau mengarahkan anak-anak untuk menjadi apa di masa depannya, yang saya lakukan adalah memfasilitasi mereka untuk mengikuti kegiatan yang mereka suka,” kata Iin yang menjadi seorang ibu ketika berumur 23 tahun, saat melahirkan anak pertamanya Baiq Maisa Wahidiyah yang kini bersekolah di SMPN 2 Mataram. Hari ini, Iin yang menjadi pegawai Penyuluh Hukum Ahli MudaKantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTB, telah mampu membukakan usaha khusus untuk orangtua sehingga beliau dapat mengelolanya sendiri dan untuk mengisi kesibukan hari-harinya. “Ibu bagi saya adalah pondasi dasar bagi jiwa anak-anaknya, karena anak adalah cerminan dari orangtuanya. Keberhasilan seorang anak merupakan hasil dari didikan, dukungan dan perjuangan ibu,” ujarnya. Indraswati (kiri belakang pakai toga) bersama Ia mengaku sadar berkat doa seorang ibulah yang men- ibundanya (nomor dua dari kiri depan) dan ayah serta saudaranya gantarkannya pada keberhasilan di bidang studi hingga menjadi hingga asyik dengan latihan-latihan yang Magister Akuntansi Publik, termasuk bisa berlangsung hingga larut malam. pula keberhasilan menjadi seorang Pe- Ibundanya selalu membatasi jam pulang jabat Fungsional Penyuluh Hukum Ahli latihan. Ia mengisahkan bahwa sesekali Muda di Kanwil Kementerian Hukum pulang terlambat, ibu sudah siap dengan dan HAM NTB, serta keberhasilan sandal di depan pintu. Ibu sesungguhnya mendapatkan jabatan-jabatan strategis tidak melarang ikut teater, tapi juga tidak di organisasi karate dan menjadi aktris terlalu mendukung, melihat penampilan Teater Kamar Indonesia. “Tanpa kerja teman-teman seniman atau teater yang kerasnya, saya tidak dapat meraih semua gondrong, baju lebih ke arah lusuh dan apa yang saya dapatkan hari ini,” kata kumuh. Ibunya tahu semua itu sebab Iin terharu. jarak tempat usaha dan taman budaya Pendidikan menjadi seorang ibu, yang berdekatan, membuat Iin kala itu memang baru ia rasakan lulus ketika mudah mencari properti pementasan di kita menjadi seorang ibu. Bagaimana warungnya. “Ibu kadang-kadang marah menjadi seorang pribadi yang tidak lagi karena hasil pinjaman untuk properti memprioritaskan kebutuhan dirinya latihan itu hilang atau lupa dikembalikan sendiri memang tidaklah mudah, tapi tapi ibu selalu menuruti apa yang saya akan berjalan dengan sendirinya ketika minta,” kata Iin tertawa. menjadi seorang ibu. Oleh karena itu Kisah penting antara Iin dan ibununtuk membahagiakan ibunya kini, tentu danya juga ada pada ketika lowongan dengan sering mengunjunginya dengan pekerjaan di Kanwil Kementerian Huanak-anak dan suami, makan bersaman- kum dan HAM NTB dibuka. “Ketika ya, menanyakan apa kebutuhannya yang itu saya disuruh untuk melamar menjadi belum bisa dia dapatkan, menjadi anak CPNS, tentu saya menolak dengan tegas yang sigap ketika ibunya minta diantar karena jika lulus harus berhenti kuliah ke dokter, memberikan jatah bulanan dan otomatis berhenti teater,” ujarnya. uang jajan yang sama seperti yang pernah Perdebatan yang panjang antara orang dilakukan ibundanya kepadanya ketika ia tua dan seorang anak terjadi, hingga masih sekolah dan membukakan usaha muncullah sebuah kesepakatan. “Ibu rumah makan untuk orang tuanya itu saya berkata, kalau kamu mau melamar sehingga tidak perlu ikut lagi dengan CPNS saya akan membebaskanmu unusaha orang lain. tuk teater dan tidak melarangmu lagi,” “Saya ingin menjadikan orangtua kata Iin yang waktu mengaku sangat saya, raja di usahanya sendiri walau- bahagia mendengarnya. Dalam hatinya pun masih tetap harus bekerja karena berkata walaupun tidak ikut teater di orangtua saya bukanlah orang yang kampus, toh banyak teater-teater di luar senang berdiam diri. Namun, apa yang kampus. (Naniek I. Taufan)


16

EDISI 1062/23-29 DESEMBER 2019

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
tokoh-edisi-1062 by e-Paper KMB - Issuu