16
EDISI 1061/ 16 - 22 DESEMBER 2019
redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com
cybertokoh
@cybertokoh
@cybertokoh
www.cybertokoh.com
2
ESPRESSO GORO-GORO DAMAI 10
Dalam perjalanan ke kampus, Sugi mampir ke rumah mertuanya. Amat terkejut. “Ada apa, Nak Putu Wijaya Sugi? Kadek sakit?” Sugi tersenyum. “O, tidak. Saya yang sakit, Pak.” “Seger begini, sakit apa?” Sugi ketawa. “Mau nanya sedikit sama, Bapak. Kata Ami, Bapak sudah sempat berunding dengan (melirihkan suara sambil menunjuk ke sebelah) Pak Made, soal yayasan pendidikan itu. Bagaimana itu, Pak?” Amat manggut-manggut. “0, itu? beliau setuju tak usah pakai embe!-embel kata ‘orang miskin’, asal jangan tak jadi dibentuk, karena itu bagus, bisa mengangkat nama kita.”
“Tapi saya dengar, apa Bapak sudah tahu bahwa Pak Made…., ?” “Keluar dari.partainya?” “Betul. Entah keluar atau dikeluarkan, tapi itu kan berarti sekarang beliau itu mau…. “ “Lompat perahu?” Sugi tertegun. “Betul. Dulu kontra, sekarang kok mendadak mendukung, apa Bapak tidak merasa, maksud saya, saya kok jadi bertanya dalam hati apa: satu, Bapak tidak tahu kenapa beliau ujug-ujug mendukung sehingga, Bapak mencoba bertandang ke beliau untuk mengorek apa sebabnya. Dua: apa ……. “ Amat memotong. “Apa Bapak tidak tahu beliau keluar dari partainya?” “Betul. Sebab kata Ami, ketika Ami menjelaskan beliau lompat perahu karena sudah keluar atau dikeluarkan, kata Ami maaf, Bapak nampak terkejut.
Jadi Ami, kami khawatir kalau ... “ “Bapak tertipu?” Sugi tersirap. Tapi Amat tertawa. “Nak Sugi, meskipun Bapak ini sekarang sudah jadi sepeda tua, tapi dalam berjuang, jam terbang itu membuat kita selalu waspada. Sebelum Ami jelaskan dan tanpa diketahui yang bersangkutan, dalam hal ini Pak Made, Bapak sudah tahu kondisinya dan mengapa dia mau lompat perahu. Bapak ke rumahnya itu akting saja untuk membuat dia merasa umpannya berhasil menggaet, Bapak percaya!” Sugi terpesona. “Jadi Bapak sudah membaca akal latar belakang tindakan Pak Made?” Amat tersenyum. “O, ya! Harus ! Itulah politik Nak Sugi, penuh taktik dan strategi, tidak seperti ilmu di kampus yang luruslurus saja!” Sugi manggut-manggut.
EDISI 1061/16-22 DESEMBER 2019
“Ya, itu yang kami tidak tahu. Makanya Ami minta saya dengan sangat, mampir ke Bapak, khawatir Bapak kecolongan langkah di masa gerilya politik ini. Seperti kata Mohtar Lubis, bahagialah orang yang tidak tahu. Tapi karena bahagia jadi tidak waspada. Setelah kecolongan baru menyesal kenapa tidak tahu,” “Mohtar Lubis pengarang novel Jalan Tak Ada Ujung itu?” “Betul, Pak. Almarhum juga dulu Pemimpin harian Indonesia Raya.” “Dia bilang apa?” “Bahagialah orang yang tak tahu.” “Kalau menurut Bapak, bahagialah orang yang tahu. Karena dia sudah tahu dia tidak bahagia. Soalnya ini zaman hoax, Nak Sugi, sejak ada kasus penipuan sudah digebukin orang yang sempat jadi viral politik. Bapak tidak pernah percaya apa pun lagi sebelum terbukti bisa dipercaya. Bahkan Pak Made keluar atau dikeluarkan partainya pun Bapak tidak percaya! Itu semua gerilya politik!” Sugi terkejut. Makalah yang ada
dalam tas yang mau diserahkannya seperti bertepuk-sorak. Melihat menantunya terpesona, Amat kian panas. “Jadi Nak Sugi, damai yang diciptakan dengan cara apa pun, tetap damai. Damai yang diciptakan oleh hasil pertumpahan darah dalam perang, damai yang terpaksa dijaga dengan senjata yang besar kemungkinan memancing gesekan, damai yang diciptakan dengan jalan damai, semuanya damai. Nikmati sajalah. Seperti katakata mutiara, suara kebenaran keluar dari mana pun, sekalipun dari mulut buaya, tetap kebenaran. Tapi jangan dibalik. Kebenaran memang kebenaran. Tapi dari mulut mana/siapa terucap, kapan, di mana dan bagaimana mengucapkannya akan mengubahnya! Gerilya politik juga setali tiga uang! Betul tidak, Nak Sugi?” Sugi terperanjat. “Maaf, Pak, saya permisi pulang dulu.” “Lho, bukannya mau ke kampus menyerahkan makalah?” “Mau saya revisi dulu, Pak!”
Antara Dolanan Anak dan Gadget
Dharma Gusti Putra Agung Kresna
Kejadian dirawatnya beberapa anak dan remaja di sebuah Rumah Sakit Jiwa Bogor karena kecanduan main game dengan perangkat smartphone/gadget mungkin sesuatu yang tidak pernah kita bayangkan bersama. Perkembangan teknologi gadget yang luar biasa memang telah menjadikan perangkat ini menjadi “teman” bermain anak/remaja yang mengasyikkan. Ke m a j u a n t e k n o l o g i d a l a m perangkat smartphone memang telah menciptakan berbagai game yang sangat menarik dan membuat pemainnya tidak rela meninggalkan permainan yang sedang mereka mainkan melalui perangkat tersebut. Tanpa mereka sadari hal tersebut telah membuat kecanduan untuk terus bermain
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
tanpa henti. Akibatnya sering terjadi anak/ remaja yang sedang asyik bermain dengan gadget mereka bisa tibatiba menjadi marah besar jika terjadi gangguan pada perangkat permainan mereka. Apakah karena ada gangguan sinyal, kehabisan kuota internet, atau tenaga baterai habis. Dalam beberapa kasus bisa terjadi anak yang langsung membanting gadget mereka karena kesal yang berlebihan. Sesuatu yang mungkin tidak masuk akal. Efek kecanduan penggunaan p er a n gk a t g ad g e t s eb a ga i s arana bermain memang sudah dalam taraf yang mengganggu perkembangan jiwa anak. Hal ini lebih disebabkan karena bentuk permainan yang disajikan memang membuat anak penasaran untuk terus bermain. Sementara juga tidak dilakukan pembatasan penggunaan gadget di lingkungan keluarga. Di sisi lain, perkembangan jiwa anak juga belum sampai pada taraf mampu mengendalikan emosi. Kasus dirawatnya beberapa anak dan remaja karena harus dilakukan terapi kejiwaan di rumah sakit jiwa, menunjukkan bahwa gangguan kecanduan penggunaan gadget sebagai sarana bermain sudah dalam taraf yang mengkhawatirkan kita semua. Harus ada upaya bersama agar situasi ini tidak berkepanjangan dan memberi dampak buruk bagi pekembangan
jiwa anak kita. Harus kita akui bahwa situasi ini bukan semata kesalahan anak. Kadang sebagai orangtua kita juga sering merasa lebih nyaman jika anak asyik bermain dengan perangkat gadget mereka, karena kita merasa tidak terganggu. Akibatnya anak justru menjadi kecanduan dengan gadgetnya dan tidak bisa lepas darinya, karena durasi penggunaan yang lama. Kemajuan teknologi informasi –utamanya melalui smartphone maupun aneka bentuk gadget yang lain- adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa kita hindari. Kitalah yang harus bijak dalam menyikapi pesatnya perkembangan teknologi yang telah merambah berbagai perangkat rumah dan kantor dalam keseharian kehidupan kita saat ini. Terapi Dolanan Anak Tidak ada salahnya jika kita berkaca dari bagaimana kakeknenek kita mendidik anak-cucunya dalam mengarungi kehidupan. Berbagai permainan tradisional telah diciptakan para pendahulu kita, sebagai upaya komunikasi sosial dengan lingkungan kita. Melalui permainan tersebut, anakanak belajar bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Apa yang kita kenal sekarang sebagai dolanan anak, adalah aneka permainan tradisional yang tidak saja memberikan kegembiraan.
Namun selalu ada kandungan pendidikan bagi perkembangan jiwa seorang anak yang memainkannya. Hampir semua dolanan anak harus dimainkan secara berkelompok. Ada nilai-nilai sosial dan toleransi yang secara tidak langsung akan diserap dalam jiwa anak yang memainkannya. Ini sangat berbeda sekali dengan aneka bentuk permainan/game yang ada dalam perangkat smartphone/gadget kita. Hampir semua permainan yang ada selalu dimainkan secara individual. Memang ada permainan dalam gadget yang harus dimainkan bersama dengan teman yang lain. Namun semua dimainkan secara online/dalam jaringan, tanpa perlu bertatap muka dengan teman bermainnya. Aneka dolanan anak memang harus mulai sering dikenalkan serta dimainkan anak-anak kita, sebagai upaya memberi keseimbangan perkembangan jiwanya. Melalui permainan dalam gadget, seorang anak belajar bagaimana harus berrkompetisi. Sementara melalui permainan tradisional dalam dolanan anak, para pemainnya belajar untuk berkolaborasi. Harus ada upaya mengajak anak
agar lebih sering bermain bersama di luar rumah. Permainan tradisional/dolanan anak merupakan terapi yang cocok bagi pertumbuhan dan perkembangan jiwa seorang anak, dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi yang semakin membawa kita dalam situasi serba kompetitif dan individual. Perlu pengaturan waktu berkegiatan/bermain bagi anak/remaja agar tidak terjebak dalam keasyikan bermain dengan smartphone/ gadget mereka. Harus ada segmentasi waktu bersama yang jelas di keluarga maupun lingkungan rumah. Hal ini guna mengatur keseimbangan antara kegiatan belajar, bermain bersama di luar rumah, dan berkegiatan bersama keluarga. Tantangan kemajuan teknologi pada era industri 4.0 akan semakin meningkat. Dibutuhkan sikap bijak dalam menghadapi perkembangan yang tidak terhindarkan tersebut. Perlu ketahanan budaya dan mindset/pola pikir yang progresif, agar perkembangan jiwa anak sebagai generasi penerus tidak terjebak oleh kemajuan teknologi itu sendiri. Ir. Dharma Gusti Putra Agung Kresna
KATA HATI: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.
Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: I Made Ary S upratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
EDISI 1061/16-22 DESEMBER 2019
SUDUT PANDANG
Tetap Semangat Berlatih
Olahraga menjadi salah satu cara untuk dapat menunjukkan prestasi seseorang. Salah satu cabang olahraga yang sedang berkembang di Buleleng adalah dance sport atau yang lebih dikenal dengan IODI (Ikatan Olahraga Dansa Indonesia). IODI mulai masuk ke Bali sekitar tahun 2006. Untuk prestasi IODI Bali sudah tidak perlu diragukan lagi baik tingkat nasional maupun tingkat internasional. Sedangkan untuk Kabupaten Buleleng IODI mulai dikenal sejak 2014 lalu dengan ketua dr. Ida Ayu Wardhany, M.Repro.
S
alah satu atlet yang menorehkan prestasi di ajang Porprov Bali 2019 adalah Komang Risma Nita Wahyuni. Perempuan yang akrab disapa Risma mampu menyumbang medali emas untuk kontingen Buleleng. Menurut Risma dance merupakan seni yang dipandang sebelah mata. Dengan pakaian yang serba minim dan gerakan gerakan yang memperlihatkan lekuk tubuh maka tidak jarang tarian ini memberi kesan negatif kepada setiap orang yang menontonnya. Akan tetapi ia menambahkan dengan masuknya IODI ke Buleleng dirinya ingin mengenalkan olahgara dance yang merupakan hasil olah gerak dan pikiran yang menghasilkan suatu karya cipta seni. “Setiap cabang olahraga memiliki karakteristik yang berbeda dan unik, tidak hanya untuk
perempuan, IODI ini juga menarik untuk laki-laki,” jelasnya. Perempuan yang saat ini tengah menempuh pendidikan di SMA N 4 Singaraja ini menambahkan salah satu tantangan sekaligus hal menarik dalam olahraga dansa ini adalah penggunaan sepatu hills dengan tinggi bervariasi antara 5 hingga 7 cm yang tidak semudah yang dibayangkan. Keindahakan gerakan dengan memperlihatkan kelenturan tubuh akan jauh terlihat lebih indah dengan sepatu hills yang dipakai. Selain itu, penilaian dalam perlombaan dansa juga sangat rumit karena dinilai dengan sedetail mungkin. “Penilaian dilakukan dari point kaki saat bergerak, kesesuaian musik dan ketukan, dan kemistri dengan pasangan,” ungkapnya. Meski telah beberapa kali memperoleh prestasi, akan tetapi perempuan kelahiran 31 Agustus
2002 ini tidak cepat berpuas diri. Latihan terus dilakukan secara rutin untuk mengasah kemampuannya. Ke depan, ia tidak hanya ingin membawa nama Buleleng tetapi ingin membawa nama Indonesia di kancah dunia. “Kegagalan bukan alasan bagi saya untuk berhenti mencoba justru sebagai awal langkah saya untuk peluang membawa nama Indonesia di tingkat internasional,” paparnya. Risma menambahkan secara rutin dirinya latihan dansa dengan berbagai manfaat kesehatan yang dirasakan. Mulai dari daya tahan tubuh, kelenturan dalam bergerak, melatih pernapasan dan keseimbangan fisik dan mental. Akan tetapi dengan cuaca panas yang belakangan ini melanda Buleleng pada khususnya membawa pengaruh terhadap proses latihan yang dilakukan. Kata Risma, cuaca panas akan mengganggu konsentrasi latihan sehingga hasil latihan tidak akan maksimal. Walau begitu, dirinya tidak pernah menjadikan cuaca sebagai alasan untuk tidak berlatih. “Biasanya berpengaruh terhadap berkurangnya konsentrasi, tidak mengurangi semangat untuk berlatih,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)
15
Komang Risma Nita Wahyuni
Wuling Cortez CT
MPV dengan Kenyamanan Berkelas dan Fitur Lengkap Wuling Cortez CT yang mengusung tagline ‘The New Advanced MPV’ menawarkan kenyamanan layaknya sebuah mobil keluarga mewah dengan ruang kabin lega, konfigurasi 7-seater captain seat, serta posisi duduk Cortez CT menawarkan ruang kabin lega, konfigurasi yang ergonomis. 7-seater captain seat, serta posisi duduk yang ergonomis bagi konsumennya Tak hanya itu, Wuling Motors (Wuling) dengan McPherson Strut dan Independent salah satu lini produk unggulannya, Rear Suspension pun turut menduCortez CT, semakin menambah kung kenyamanan selama berkendara. pilihan konsumen di segmen MPV Selain itu, terdapat juga beragam fitur Tanah Air. Produk yang diperkenalkan terdepan yang melengkapi Cortez CT, pertama kalinya dalam gelaran Tel- seperti One Push Start/Stop Button, komsel IIMS 2019 lalu ini, diniagakan Keyless Entry, Fatigue driving warning, mulai dari Rp 250.000.000 hingga Rp hingga Emergency Stop Signal (ESS). Dibekali mesin bensin berkon300.000.000 (OTR Denpasar) dalam beberapa varian mulai dari Cortez figurasi 4 silinder 1.500cc dengan 1.5T C hingga Cortez 1.5T L. Sedan- Turbocharger, Cortez CT memiliki gkan, untuk pilihan warna Cortez CT kompetensi untuk menghasilkan terdiri dari Pristine White,Dazzling tenaga maksimal 140 HP serta torsi Silver, Aurora Silver, Starry Black dan 250 Nm. Dalam rangka menyalurkan performa ke roda depan, Cortez CT Burgundy Red.
memiliki dua pilihan transmisi, yaitu manual 6 percepatan untuk tipe C atau Continuously Variable Transmission (CVT) yang tersedia di tipe C dan L. Selain itu, Cortez CT juga dilengkapi dengan beragam fasilitas lengkap, meliputi Advanced 8” Entertaiment System with Navigation, 6-speaker, Multi Information Display 7”, Convenient Electric Front Seat Adjuster, Classy Electric Sunroof, Rear Camera, Parking Sensor di depan dan belakang, USB charging untuk baris pertama sampai ketiga, Traction Control System (TCS), Electronic Stability Control (ESC), Hill Hold Control (HHC), TPMS, ISOFIX, Automatic Vehicle Holding (AVH), Electric Parking Brake (EPB), sistem deselerasi ABS, EBD, BA, ISOFIX, Immobilizer sampai dual SRS front and side airbag. Medium MPV Wuling ini didukung oleh supplier global dan diproduksi di pabrik yang mengaplikasikan ‘Global Manufacturing System’ (GMS) berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Cortez CT juga telah mendapatkan apresiasi positif di bidang otomotif dengan meraih penghargaan Best Medium MPV di ajang Gridoto Award 2019 baru-baru ini.
Seorang pengunjung sedang merasakan kenyamanan posisi berkendara ketika melakukan test drive
Seperti lini produk Wuling lainnya, Cortez CT dibekali berbagai layanan purna jual seperti garansi umum kendaraan 3 tahun atau 100.000 kilometer, garansi komponen utama mesin dan transmisi selama 5 tahun atau 100.000 kilometer, gratis biaya jasa servis berkala sampai 50.000 kilometer atau 4 tahun, tentunya dengan syarat dan ketentuan berlaku. Tersedia pula layanan Emergency Road Assistance dan Wuling Customer Assistance 0800-100- 5050 yang siap membantu konsumen. “Cortez CT merupakan salah satu lini produk Wuling untuk segmen MPV di Tanah Air. MPV ini menyajikan pengalaman berkendara yang
berbeda dengan mengedepankan kenyamanan dan dilengkapi beragam fitur modern serta teknologi terdepan. Sejalan oleh semangat ‘Drive For A Better Life’, kami selalu berinovasi dalam menghadirkan lini produk yang mendukung masyarakat dalam meraih kehidupan yang lebih baik,” ujar Dian Asmahani, Senior Brand Manager Wuling Motors. Wuling didukung dengan jaringan diler di Pulau Bali yang terdiri dari Wuling Hanawa Denpasar, Wuling Hanawa Tabanan, Wuling Kumala Denpasar, dan Wuling Kumala Gianyar. Untuk informasi lebih lanjut, mengenai produk dan informasi mengenai Wuling, Anda dapat berkunjung ke laman wuling.id.
14
SUDUT PANDANG
EDISI 1061/16-22 DESEMBER 2019
EDISI 1061/16-22 DESEMBER 2019
Selalu Siap Perubahan Cuaca
Kebanyakan perempuan, apalagi artis, sangat menghindari berkegiatan di bawah terik matahari karena dianggap dapat merusak kulit. Kecuali jika terpaksa karena pekerjaan seperti syuting misalnya. Tapi agaknya hal itu tidak berlaku bagi Nadine Chandrawinata, artis yang juga aktivis lingkungan hidup.
“S
aya tak terhentikan oleh cuaca. Mau cuaca seperti apa, mau panas menyengat ataupun hujan, ya tidak masalah. Apalagi kalau memang untuk pekerjaan,” ujar Nadine. Misalnya saja seperti sekarang dimana terjadi anomali cuaca, kemarau yang panjang bahkan di bulan yang seharusnya sudah masuk musim hujan pun cuaca terkadang masih tidak bersahabat yakni panas terik. “Kalau panas terik sih sudah biasa, itu mainan aku,” ucapnya sambil tertawa. Berkegiatan di outdoor memang sudah menjadi hobinya. Ia suka menjelajah alam, dia juga hobi diving dan surfing. “Kegiatankegiatan ini kan bukan hanya sekadar hobi tapi juga pekerjaan aku,” kata istri Dimas Anggara itu. Karena pekerjaan sekaligus hobi maka dia menjalankanny dengan suka cita tanpa melihat kondisi cuaca. Asalkan bukan hujan-badai. Sepanjang hanya persoalan hujan biasa, atau panas terik, tidak ada masalah baginya. Di lapangan, dia selalu siap dengan terjadinya perubahan cuaca. Entah itu cuaca menjadi
sangat terik ataupun hujan deras. “Kalau sudah di lapangan aku siap dengan perubahan cuaca. Mau panas terik ataupun basah-basahan karena diguyur hujan. Itu sudah biasa. Malah pernah juga habis basah-basahan karena hujan deras trus dihantam lagi dengan panas terik, sampai baju kering di badan, itu sudah biasa,” ujar mantan Putri Indonesia ini. Selain itu, hobinya pada kegiatan kebaharian juga membuatnya harus kerap berada di alam terbuka. Diving, surfing, adalah kegiatan yang rutin dilakukannya. “Bukan hanya saat terik cuaca tapi saat hujan pun aku kadang melakukan diving. Nggak masalah sih. Yang terpenting adalah berhatihati, menjaga keselamatan diri. Karena saat hujan meskipun tidak terjadi perubahan besar di dalam laut namun ada perubahan perputaran air,” jelas Nadine yang telah melahirkan sejumlah buku dari hasil travelingnya ke berbagai tempat. Berbeda dengan kegiatan di alam terbuka namun tidak di pantai atau di laut, berkegiatan di pantai atau lautan apalagi terlalu sering bisa menyebabkan foto instagram nadine
foto instagram nadine
masalah pada kulit juga rambut. Hal ini juga diakui oleh pendiri Yayasan Sea Soldier, sebuah organisasi peduli lingkungan. “Apalagi aku suka diving, itu kadang menyebabkan masalah pada rambut, juga kulit kering. Tapi aku sudah mengantisipasinya. Nah kalau masih tetap bermasalah, ya ke salon untuk melakukan perawatan. Jadi tetap ada solusinya,” ucap Duta Wisata Bahari ini. Lagi pula, dirinya tidak takut dengan kulit menjadi gosong karena kerap berpanas-panas ria di pantai dan laut. Suatu yang oleh kebanyakan wanita ditakuti. “Nggak takut kok. Lagi pula aku memang suka dengan kulit yang gelap,” katanya tertawa. “Kadang aku juga pakai pakaian lengan panjang untuk menghindari terik matahari. Tapi sering juga hanya pakai pakaian yang simple semacam tank top,” tambah pemeran film ‘Labuan Hati’, ini. (Diana Runtu)
SOSIALITA
3
Menuju Denfest 2019
Fashion Show di Tukad Korea
Suasana Denfest sumber foto denfest
Denfest 2019
Persembahan untuk Masyarakat Denpasar
Nadine Chandrawinata
Pemerintah Kota Denpasar kembali hadirkan Denpasar Festival (Desfest) 2019. Ajang bergengsi ini, ditunggutunggu untuk menyuguhkan pesona jalinan kreativitas nan penuh warna di Kota Denpasar. Pagelaran yang rutin dipersembahkan setiap akhir tahun, kali ini mengusung tema “ Jentera Kebahagiaan”. Tema kali ini mendapat sambutan baik dari Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra. Denfest yang telah melangkah hingga di tahun XII ini, temanya mencermikan mandala kebahagiaan yang bersumber dari pertalian serta ikatan kuat, yang saling memperkaya antara pribadi, kerabat, keluarga, juga komunitas dalam skala yang luas. “Jentera Kebahagiaan’’, menurutnya mencerminkan pula indeks kebahagiaan Kota Denpasar yang tertinggi di Bali, yakni 7,4. Rai Mantra juga menegaskan pada masyarakat, saat berkunjung dan datang di Denfest agar bijaksana dalam menggunakan plastik, terutama yang sekali pakai. Akan lebih baik, jika ingat membawa tas belanja. Begitu pula ketika menikmati kuliner, hendaknya mengupayakan tidak ada sisa makanan. “Peduli sampah plastik harus terus kita galakan. Khususnya melalui kegiatan Denfest ini, sehingga kesadaran masyarakat akan bahaya plastik semakin meningkat,” ungkapnya Tidak hanya itu, Rai Mantra juga berharap agar dalam Denfest ini menonjolkan produk kerajinan kriya, kerajinan UMK Kota Denpasar yang mencerminkan konsep ‘orange economy’. Yakni, membangun Denpasar sebagai domain ‘mindfacture’ dan bukan ‘ domain manufacture’, sebuah pendekatan pembangunan kota yang bersandar pada kekayaan dan keunggulan kreativitas seni dan budaya dibandingkan eksploitasi kekayaan alam dan pembangunan pabrik mesin raksasa. Informasi lainnya, bahwa pada event Denfest tahun ini, akan menampilkan beberapa program unggulan. Mulai dari workshop pembuatan sedotan dan tote bag non plastik, upcycle t-shirt, composting sampah rumah tangga, how to be happy relaksasi dan gaya hidup sehat urban, branding hingga packaging yang bakal dilaksanakan Bekraf Denpasar. Selain itu juga ada Talkshow Nasional Refleksi 12 Tahun Denpasar Festival bersama Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra, serta launching “Pilar Kebudayaan Denpasar”. Dalam talkshow berskala nasional yang menghadirkan Wali Kota Denpasar IB Rai D.Mantra, selaku tokoh sentral di balik lahirnya Denfest tersebut bakal diulas kisah perjalanan 12 tahun Denfest sebagai wahana yang berkontribusi besar, baik secara kultural, sosial dan ekonomi bagi dunia ‘orange economy’ di kota ini. -- ard
Potensi unggulan tradisi lokal sebagai salah satu warisan budaya, mampu menambah khasanah kreativitas industri fashion tanpa meninggalkan ciri khas adat dan budaya. Peluang dilirik dengan memacu kreativitas melalui ruang ekspresi, mampu meningkatkan kecintaan dan kebanggan terhadap produk warisan budaya Bali. Begitu untaian kalimat yang diucapkan Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ida Ayu Selly Rai Mantra.
S
ejak dicanangkannnya Denpasar Festival di tahun 2008, salah satu kegiatan atau kreativitas yang menampilkan endek, sebagai warisan budaya, dan produk unggulan Kota Denpasar berjalan beriringan. Dengan konsep dan tujuan pelestarian dan pengembangannya telah pula ditancapkannya. Istri Wali Kota Denpasar ini, berhasil memilih pendekatan yang indah melalui acara pagelaran mode dalam bentuk fashion show. Diawal kehadiran Denfest, ragam kreasi endek disuguhkan melalui ”Fahion on The Street”. Begitu juga tahun-tahun berikutnya pagelaran kreasi endek terus berlangsung termasuk diselenggarakannya Lomba Berbusana Endek yang menyasar semua kalangan dan profesi. Dikatakannya, lomba selama ini telah menyertakan berbagai
profesi mulai dari para guru, karyawan perbankan, perhotelan, rumah sakit hingga LPD. ”Untuk tahun ini lombanya spesial. Pesertanya istimewa, yakni para lansia. Mereka akan mengenakan busana adat,”cetusnya. Selly Rai Mantra juga menyatakan Denfest berhasil mengakomodir perjalanan kreativitas perajin serta para desainer. Sejak tahun lalu lebih dimantapkan lagi, menjadi agenda panggung kreativitas yang mengangkat unsur lokal dengan ino-
vasi dan kreativitas terbaik para perancang melalui dunia mode dengan nama “Denpasar Fashion Festival” (DFF). “Ajang DFF kini telat tercatat dan terpatri menjadi tempat berkarya bergengsi bagi perancang mode yang berbakat . Baik yang ada di Kota Denpasar maupun di wilayah Bali untuk terus mengangkat tenun lokal Bali sebagai tema utama dalam setiap pagelaran fashion show mereka,” ujar Selly Rai Mantra menekankan. Persembahan DFF ke 2 tahun ini, dipastikan unik dan menarik. Sebab acaranya bakal digelar di Tukad Badung atau lebih dikenal dengan Tukad Korea yang bertajuk “Fashion Show on River”. Persembahan lenggak-lengok para model yang bakal mengenakan beragam busana siap pakai memenuhi area tukad yang nanti akan ditata sedemikian rupa. “Nah, disinilah seluruh pekerja kreatif dapat mengeksplor cita rasa dan karsa. Karya mereka bukan hanya stylish tapi juga nyaman dikenakan sehari-hari. Jadi, ajaklah semua teman, sahabat, kerabat dan tetangga untuk beramai-ramai hadir menyaksikannya,” tandasnya. --ard
4 Ir. Baiq Rahmayati
WOMAN ON TOP
EDISI 1061/16-22 DESEMBER 2019
Jadikan Taman Budaya “Rumah Seniman” Beberapa waktu belakangan ini, Taman Budaya Nusa Tenggara Barat terlihat lebih meriah dengan kegiatan-kegiatan kesenian dan kebudayaan. Berbagai aktivitas seni dan budaya mewarnai setiap sudut Taman Budaya NTB.
Ir. Baiq Rahmayati
D
i taman-taman asri Taman Budaya NTB hampir setiap sore dipakai untuk latihan seni baik pelajar dan mahasiswa maupun bagi
para seniman yang tengah menyiapkan pertunjukan. Hal inilah yang membuat areal institusi seni ini serasa rumah bagi seniman. Secara kuantitas, pertunjukanpertunjukan kesenian di Taman Budaya NTB ini, memang kini terbilang volumenya meningkat sehingga memperlihatkan gairah berkesenian di Mataram khususnya yang lebih semarak. Kepala Taman Budaya Nusa Tenggara Barat, Ir. Baiq Rahmayati, memang membuka ruang yang seluas-luasnya bagi para seniman untuk mengekspresikan karya-karya terbaiknya. Selain itu ia memberi perhatian juga untuk menyiapkan Taman Budaya NTB sebagai tempat yang nyaman bagi seniman untuk berkarya. Baiq Rahmayati, memang tidak berlatar belakang seniman atau budayawan melainkan ia adalah sarjana pertanian, namun ia mampu mengerti apa yang dibutuhkan para seniman untuk melahirkan karya-karyanya. Tetapi jangan
salah, Maya, panggilan akrab Kepala Taman Budaya NTB ini adalah pemain teater pada era tahun 1990-an saat tergabung dalam pertunjukan Bengkel Aktor Mataram. Pengalaman inilah yang membuat Maya dekat dengan dunia seniman. Dalam mengelola Taman Budaya NTB, Maya memang kini lebih memberi perhatian pada meningkatkan kuantitas pertunjukan kesenian, meski tetap terus meningkatkan kualitas pertunjukan yang digelar di Taman Budaya NTB. Bagi Maya, dengan ramainya aktivitas kesenian dengan sendirinya bisa membangkitkan dan menghangatkan atmosfir berkesenian sehingga pada akhirnya bisa dengan mudah mengangkat kualitas seni yang dipertunjukkan. “Aktivitas kesenian harus ramai dulu, sebab dengan ramainya berbagai kegiatan kesenian maka akan mudah kita secara bertahan meningkatkan kualitasnya,” ungkap Maya. Baginya, menjembatani para seniman untuk berkarya khususnya menyiapkan tempat latihan yang layak adalah hal yang sangat penting. Selain memelihara spot-spot dan gedung pertunjukan,
Salam Senyum Memang tidak semudah mengucapkan sebuah kalimat ‘memimpin layanan’ ketika ingin mewujudkannya. Tulisan saya sebelumnya sudah membahas tentang keteladanan layanan yang dapat dilakukan dengan dua cara. Yang pertama keteladanan dari dalam ke luar, dan yang kedua keteladanan dari diri sendiri. Untuk melengkapi apa saja langkah awal menuju zero complain dalam layanan, saya akan bahas bagaimana seharusnya seorang pemimpin layanan dalam melakukan tanggung jawabnya. Mempelajari layanan dari seorang pakar layanan dunia Ron Kaufman, sebenarnya ada 7 aturan kepemimpinan layanan yang dapat dilakukan, agar ter-
cipta tim layanan yang hebat. Seorang pemimpin layanan tidak bisa hanya memberitahu orang bagaimana cara melayani. Namun mereka harus menunjukkan bagaimana melayani dan mengajari orang -orang mengapa layanan itu begitu bernilai. Aturan yang pertama adalah mendeklarasikan layanan sebagai prioritas utama. Untuk hal ini para pemimpin layanan memahami fokus pada perbaikan layanan akan membawa hasil untuk kemajuan organisasi, instansi, ataupun hasil komersial. Di sinilah pentingnya menananmkan layanan bukan hanya berbicara tentang prosedur, anggaran, dan keuntungan. Namun lebih kepada menciptakan nilai untuk orang lain jauh lebih penting. Mendeklara-
METROPOLITAN
Baiq Rahmayati (kedua dari kanan) Maya juga menata asri taman-taman yang ada di pelataran halaman Taman Budaya NTB. Hijau dan sungguh asri dengan kebersihan dan kerapian yang terjaga baik. Kondisi taman yang asri ini bahkan dipuji oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Sitti Rohmi Djalillah, yang selama beberapa bulan terakhir ini kerap datang ke Taman Budaya NTB untuk berlatih bermain gamelan bersama Ketua Dekranasda NTB, Niken Saptarini Zulkieflimansya serta kepala-kepala dinas perempuan
pemimpinnya tidak mempergunakannya. Bahasa layanan yang sudah terbentuk bukan hanya janji kosong, yang sebagai jargon layanan yang tak berarti. Memakai kata-kata tanpa disertai perbuatan dampaknya tidak lebih dari obrolan iseng yang tidak bermakna. Aturan keempat adalah mengukur layanan secara konsisten. Banyak orang bingung bahkan tidak tahu cara mengukur layanan. Sebenarnya banyak hal yang dapat dijadikan ukuran, namun mengukur layanan di sini lebih kepada hal-hal yang benar-benar penting untuk kemajuan layanan. Sebagai seorang pemimpin, mengukur layanan dapat dilakukan dengan mengevaluasi ukuran standar performance layanan, tingkat kepuasan pelanggan, tingkat loyal pelanggan, tingkat keterlibatan pegawai, seberapa banyak ide-ide baru, bahkan ada istilah berapa skor ‘share of wallet’, dan lain sebagainya. Apa saja tiga aturan selanjut-
di Lingkup Pemerintah Provinsi NTB. Hal tersebut tentu sejalan dengan upaya yabg dibangun oleh Ir. Baiq Rahmayati dalam mengelola Taman Budaya NTB. Ruang yang luas ia siapkan, maka seniman bisa memanfaatkannya untuk berkarya. Beberapa program pertunjukan seni juga setiap tahunnya difasilitasi oleh Taman Budaya NTB sesuai dengan yang sudah disusun sebelumnya. “Silakan berkarya, Taman Budaya NTB adalah rumahnya seniman,” ungkap Maya. (Naniek I. Taufan)
nya sebagai seorang pemimpin layanan? Sampai jumpa di tulisan saya berikutnya (bersambung) Sudahkah para pelaku layanan di perusahaan/instansi Anda memahami dan melakukan hal tersebut di atas? Materi ini juga terdapat dalam pelatihan dengan Sri Sumahardani Academy dengan judul ‘Serve with Love’ atau buku saya dengan judul ‘Service A La Carte’, serta materi-materi pelatihan yang lainnya, seperti ‘Good Communication for Good Perfomance,’ ‘Great Personality,’ ‘Upgrade Your Selling Skill’ dan dua belas materi lainnya. Ingin mengetahui, memahami dan mengaplikasikan layanan ini di perusahaan/instansi Bapak/Ibu? Silakan hubungi kami, dan kami siap untuk membantu. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani IG : sri_sumahardani Srisumahardani 3sp@gmail.com
13
Meneropong Jodoh Artis Tak lama lagi tahun 2020 akan tiba. Sebagian orang sudah mulai melakukan flashback apa yang telah dicapainya sepanjang tahun ini dan memikirkan apa yang hendak dicapainya di tahun mendatang. Memang tidak semua melakukan hal ini, ada juga yang tidak mau terlalu memikirkannya khawatir menjadi beban. Lebih suka membiarkan mengalir saja. Dewi Sandra misalnya, termasuk artis yang segan menetapkan resolusi bagi dirinya untuk tahun baru.
“Langkah Awal Menuju Zero Complain“ #6 (Pemimpin Layanan) sikan layanan sebagai prioritas utama dapat dilakukan dengan mencantumkan urutan pertama pada agenda. Hal ini dapat dilakukan saat berpidato, tulisan, rapat, status di media sosial, klip sebuah video, dan hal-hal lain sehari-hari. Aturan kedua yang dilakukan para pemimpin layanan adalah dengan menjadi teladan yang hebat dalam wujud tindakan sehari-hari. Menjadi pemimpin layanan bukan hanya memberi tahu, namun dapat mewujudkannya dengan contoh-contoh kecil sehari-hari. Memungut klip yang jatuh di lantai, menyapa dengan ramah pelanggan ketika bertemu, penampilan yang selalu terjaga kerapiannya dan lain sebagainya. Aturan ketiga adalah mendukung bahasa layanan bersama. Tentang bahasa layanan, sudah saya bahas pada tulisan-tulisan saya sebelumnya. Bahasa layanan yang sudah terbentuk harus dipakai. Bagaimana tim dapat memekai bahasa layanan, kalau
EDISI 1061/16-22 DESEMBER 2019
“D
Dewi Sandra
ulu saya kerap melakukannya tapi berkali-kali tidak terwujud. Jadi saya sekarang tidak mau melakukan itu lagi. Lebih baik kita melakukan apa yang kita niatkan bukan sekadar hanya mengucapkan,” ungkap penyanyi kondang ini seraya menyebut tidak mempunyai rencana khusus di tahun 2020. Yang pasti adalah sebagaimana yang dijalaninya sekarang, maka tahun 2020 akan diisinya dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Lain lagi dengan penyanyi dangd ut Ayu Tingting yang biasanya malas kalau ditanya resolusi tahun baru, kali ini lebih terbuka tentang apa yang menjadi harapannya untuk tahun 2020. Menurut Ayu, sebagai mana umumnya, dia pun memiliki banyak harapan untuk tahun depan. Soal karier misalnya, ia berharap tahun depan kiprahnya di dunia entertainment semakin baik. Juga, konser tunggal yang tengah disiapkannya pada Maret 2020 mendatang bisa berjalan
baik. “Harapan saya konser itu bisa berjalan dengan baik dan sukses. Sekarang ini saya sedang melakukan persiapan-persiapan termasuk soal konsep agar bagus nantinya,” tutur ibu cantik beranak satu ini. Tahun ini, ia telah bekerja keras. Banyak waktunya diha biskan untuk pekerjaan sehingga berdampak pada berkurangnya waktu untuk keluarga, khususnya Bilqis, anak semata wayangnya. Ia berharap tahun depan, ada banyak waktu untuk keluarga dan anaknya yang sudah memasuki masa sekolah. Bagaimana dengan jodoh? Ditanya hal tersebut, Ayu kini mau lebih terbuka menjelaskan. Ia menyebut sebagaimana manusia umumnya, ia pun berharap dapat segera mendapatkan jodoh. “Ya kalau tahun depan ada jodohnya, alhamdulilah. Doakan saja. Mudah-mudahan Allah mengabulkan,” ucap artis bernama lengkap Ayu Rosmalina ini. “ Pe n g e n n y a s i h m u d a h - mudahan cepat-cepat ada jodohnya,” tambahnya. Namun, ia juga tidak mau memaksakan hal itu. Biarkan semuanya berjalan alami sesuai dengan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. “Dari pada cepat-cepat trus ujung-ujungnya jadi nggak benar, kan lebih baik pelan-pelan saja. Saya juga nggak mau menargetnarget. Semua terserah Allah, dirinya tinggal menjalankan saja,” kata Ayu.
TAHAP PENGENALAN Menanggapi adanya ramalan tentang dirinya bakal segera dapat jodoh, Ayu menja wab, dirinya tak mau banyak berkomentar soal masalah itu. “Kalau ramalan-ramalan yang baik ya saya mengamini saja. Kalau ramalan nggak baik, ya saya nggak mau ambil pusing. Biarkan saja,”kata Ayu yang juga diramalkan kariernya akan tetap moncer di tahun 2020. Menurut peramal kondang Endang Tarot, tahun 2020 mendatang, selain karier Ayu tetap berkilau, dia juga akan banyak didekati oleh para lelaki. Mereka ini ingin mempersunting Ayu. Bisa jadi tahun depan Ayu akan mulai serius dengan seorang lelaki tampan. “Amin amin,” ucap Ayu. Tak mau berbicara berandaiandai. Ayu menyebut yang pasti tidak akan mengambil job tahun baru lantaran ingin berlibur ber-
Ayu Tingting
sama keluarga, khususnya anak semata wayang Bilqis. “Sudah cukuplah bekerja sepanjang tahun. Sepanjang Desember ini saya juga bekerja keras. Jadi sudah cukup lah untuk biaya liburan akhir tahun bersama keluarga,” tambah Ayu tanpa mau menyebut kemana dia dan keluarganya akan berlibur.
Gisella Anastasia
Gisella Anastasia mengaku bingung mau jawab apa ketika ditanya resolusinya tahun 2020 mendatang. Lantaran sesungguhnya sudah sejak lama dia tidak menetapkan resolusi dalam menjalani hidupnya. “Sudah lama aku nggak menetapkan targettarget tertentu yang harus dicapai, jadi semua berjalan mengalir saja. Tapi aku m e r a s a t e rberkati dengan apa yang aku dapat dalam kehidupan aku,” ungkap Gisella Anastasia. “Bukannya aku pesimis ya. Enggak. Ta p i a k u t i dak memiliki ambisi-ambisi tertentu untuk mencapai se suatu. Yang aku lakukan hanya menjalankan kehidupan aku, baik itu pekerjaan aku, dll, dengan sebaik-baiknya,” tambahnya. Namun jawaban Gisella itu tidak memuaskan awak media yang terus bertanya tentang rencananya tahun depan. Karena didesak terus, akhirnya mantan istri aktor Gading Marten ini
menjawab, dirinya berharap kariernya di tahun depan berjalan lebih baik. “Tahun depan aku berniat lebih selektif lagi dalam menerima tawaran pekerjaan. Aku ingin pintar memilah-milah tawaran, mana yang prioritas. Supaya aku tidak kelabakan sendiri,” ujar Gisel setelah berpikir agak lama. Selepas bercerai dengan Gading Marten, Gisel menjalin hubungan dengan Wijaya Saputra atau akrab disapa Wijin, seorang atlet basket. Menurut Gisella, dirinya belum memikirkan soal menikah lagi dalam waktu dekat ini. Hubungannya dengan Wijin berjalan baik dan masih dalam tahap pengenalan masing-masing. “Wah, belom ya (berpikir menikah). Sekarang ini step-nya masih pengenalan diri masingmasing. Masih berusaha membawa hubungan ke arah yang baik di mata Tuhan. Aduh maaf nih membawa-bawa nama Tuhan. Tapi kita memang sekarang ini sedang berusaha sekali untuk lebih baik. Nanti kita lihat saja mau kemana hubungan ini,” ungkap Gisel. Karena, lanjutnya, kita tidak pernah tahu apa rencana Tuhan. “Jadi kita jalani saja dulu,” ucapnya. “Kalau kalian mau tanya lain-lain, kata Gisel sambil berseloroh, silakan buka ‘lambeturah’ (akun gosip-red) saja karena semua ada di sana,” katanya sambil tertawa. (Diana Runtu)
12
BUMI GORA
EDISI 1061/16-22 DESEMBER 2019
Shalsabila Lestari Putri Suteja
Mengalahkan Diri Sendiri
Setelah melewati masa-masa karantina yang cukup panjang, Shalsabila Lestari Putri Suteja akhirnya mewujudkan cita-cita masa kecilnya untuk berdiri di atas panggung dan menerima penghargaan berupa mahkota impian para wanita. Mengungguli 20 finalis lain, Putri terpilih sebagai Putri Indonesia yang akan mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada ajang pemilihan Putri Indonesia tahun 2020 mendatang. ibunya yang selalu ada waktu setiap ia butuhkan, dan selalu bisa melakukan banyak hal untuk membuatnya tetap merasa nyaman. Putri memang terbilang aktif, sebab ia mengikuti beberapa ekstrakurikuler di sekolahnya. Ia menghabiskan masa remajanya dengan berbagai aktivitas positif. Lahir dengan banyak bakat, Putri yang punya hobi berenang, nonton film dan baca ini, pernah menjadi anggota Paskibraka Nasional tahun 2018.
K
elahiran Lombok Timur 25 Desember 2001, Putri yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas ini sesungguhnya jarang tampil di dunia panggung semacam itu. Meski sebelumnya ia pernah ikut ajang Teruna Dedare Lombok Timur di tahun 2018, ia tidak secara intensif mengikuti berbagai aktivitas dunia panggung seperti dunia model. Putri bahkan tidak berlatar belakang seorang
model. Tetapi keberanian dari anak pasangan I Nyoman Suteja dan Aolia Adriyuani ini untuk ikut ajang Putri Indonesia NTB, patut diapresiasi, sebab ia mengaku bermodalkan keberanian dan mental serta niat untuk membawa nama Nusa Tenggara Barat di kancah nasionallah yang membuatnya bisa tampil percaya diri. Bercita-cita menjadi polisi dan terjun sebagai enterpreneur Putri mengagumi sosok
KERJA SOSIAL Panggung pemilihan seperti ini bagi Putri adalah tempatnya belajar banyak tentabg semua hal khususnya soal attitude. Lebih dari itu, Putri sudah mulai nyaman dan merasa pas dengan dunianya sekarang, dunia yang dicita-citakannya sejak kecil. Sebagai salah seorang putri terbaik NTB saat ini, Putri berkeinginan lebih banyak terjun dalam kerjakerja sosial di masyarakat.
Ia ingin mengeksplor lebih jauh mendalami kehidupan masyarakat dengan banyak membantu orang. Untuk tampil di ajang Putri Indonesia Maret 2020 mendatang, Putri kini tengah mempersiapkan diri bukan hanya dari segi perlengkapan saja melainkan juga menyiapkan mental, psikologis, dan kesehatan, sebab ia sadar, menuju Putri Indonesia itu bukankah persoalan mudah. Tantangan yang dihadapinya nanti tentu saja lebih berat dari yang sudah ia jalani di NTB. Bersaing dengan putri-putri terbaik dari seluruh Indonesia, adalah tantangan tersendiri bagi Putri. Ia bertekad mewujudkan tantangan itu dengan kerja keras dan memberikan yang terbaik untuk NTB. Tantang besar lain ada dalam dirinya yakni tantangan untuk membuktikan bahwa ia terlebih dahulu mampu mengalahkan diri sendiri. (Naniek I. Taufan)
EDISI 1061/16-22 DESEMBER 2019 Mengasuh anak berkebutuhan khusus bukan hal yang mudah. Bukan hanya kesabaran ekstra dan ketulusan yang dituntut dari orangtua maupun lingkungan keluarga terdekat tapi juga ketepatan memilih terapi juga pendidikan. Cindy Fatika Sari, artis ngetop era 1990-an, mengalami itu.
S
alah satu dari anak kembarnya, Tengku Omar Atalla mengidap ASD (Autism Spectrum Disorder). Suatu kondisi yang berkaitan dengan perkembangan otak anak. Kondisi ini mempengaruhi kemampuannya dalam berkomunikasi, bersosialisasi dan berperilaku. Kala itu dia sempat shock dan terpukul, seolah tak percaya anak kesayangannya yang baru berusia 3 tahun menderita ASD. Namun rasa sedih dan terpukul itu cepat-cepat dia halau. Segera dia dan suaminya, aktor Tengku Firmansyah, mencari berbagai informasi terkait dengan penderita ASD dan bagaimana penanganannya. “Sejak mengetahui itu, kami langsung ikhtiar melakukan terapi-terapi dan berbagai hal untuk Omar,” ungkap Cindy yang mulai berkiprah di dunia entertainment setelah menjadi juara III Lomba Gadis Sampul Majalah Gadis. Melalui perenungan yang dalam Cindy menarik hikmah dari kejadian tersebut. “Aku berkeyakinan Allah menciptakan semua manusia itu pasti ada tujuannya. Allah memberikan ini pada keluarga kita, juga pasti punya maksud khusus. Apapaun itu, aku berkayakinan itu sesuatu yang baik untuk kita. Nggak mungkin Allah memberikan suatu yang tidak baik. Allah Maha Baik, Maha Penyayang. Ini adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan ataupun dibikin stres. Kita syukuri saja,” ungkap Cindy yang tetap awet muda di usianya yang hampir 41 tahun. Cindy juga Firmansyah sadar untuk mempercepat perkembangan Omar diperlukan dukungan keluarga yang besar. Karenanya sejak dini mereka mendidik kedua anak lainnya, Tengku Syaira Anataya atau akrab disapa Chacha, juga kembaran Omar, Tengku Kianu Zimraan atau akrab disapa Kianu, untuk memahami kondisi Omar dan mengasihinya.
BUNDA ANANDA
5
Tangani Anak Berkebutuhan Khusus
Perlu Dukungan Keluarga
Sikap keluarga yang sangat mendukungnya itu serta rangkaian terapi yang dijalaninya membuat kondisi Omar jauh membaik. Dulu kata Cindy, Omar sangat sulit berkomunikasi dan bersosialisasi, bahkan menatap dirinya pun Omar tak mau. Dia seolah tenggelam dalam dunianya sendiri. Namun seiring waktu semuanya berjalan baik. Cindy sendiri setelah memiliki tiga anak, sempat menarik diri dari dunia entertainment dan mencurahkan sebagian besar waktunya untuk keluarga dan mengurus anak, khususnya Omar. “Perkembangan Omar sangat baik. Komunikasinya juga sudah lumayan bagus. Dia juga bukan tipe anak yang rewel dan hiperaktif. Dia selalu nemenin aku kemana-mana. Seperti berbelanja, meski lama dia tidak komplain, tidak rewel. Tenang saja bahkan senang. Beda dengan dua anak lainnya Chacha dan Kianu, mereka tuh kalau aku ajak berbelanja trus kelamaan, suka komplain,” ucap Cindy yang bersama suaminya serta anak sulungnya, Chacha terlibat dalam sinetron ‘Tukang Ojek Pengkolan’. Memiliki Omar, ungkap Cindy lagi, adalah berkah bagi keluarganya, apalagi di saat sekarang dimana dua anaknya yang lain, Chacha dan Kianu sudah besar dan sibuk dengan kegiatan masing-masing. “Chacha dan Kianu sudah besar dan sibuk dengan kegiatan masing-masing, main dengan teman-temannya. Yang selalu ada di rumah hanyalah Omar. Jadi aku selalu bersama Omar kemanamana. Aku merasa bahagia sekali. Aku bilang ke suami bersyukur ada Omar yang selalu menemani,” tuturnya. MEMILIH PENDIDIKAN YANG TEPAT Soal pendidikan, sejak Omar memasuki usia sekolah dasar, ia memutuskan untuk memasukkan ke sekolah dasar umum bukan sekolah khusus anak berkebutuhan khusus. Ini memang tidak mudah bagi Omar. “Meski itu sekolah umum tapi ada departemen khusus
Cindy-Omar
foto instagram
untuk anak berkebutuhan khusus. Itu tidak mudah juga baginya. Omar sempat ngulang kelas setahun saat kelas 1 SD,” tuturnya. Yang menarik, tutur Cindy lagi, Omar memiliki keunggulan dalam pelajaran eksakta seperti matematika. Itu berbeda dengan dua saudaranya, Chacha dan Kianu yang lemah dalam pelajaran eksakta. “Sama seperti aku dan Firman tidak suka ilmu eksakta, dua anak aku Chacha dan Kianu juga nggak suka. Minat mereka justru pada seni. Jadi yang jago matematika di keluarga kita hanya Omar,” tutur Cindy dengan bangga. Namun begitu, tambahnya, setelah Omar lulus SD dia dan Firman memutuskan untuk mengganti program belajar dari akademik ke pendidikan yang lebih fokus pada penggalian minat atau bakat siswa, kemandirian serta life skills. Kurikulumnya pun khusus dibuat untuk kebutuhan anak masing-masing. Misalnya Omar memiliki kurikulum sendiri (individual educational plan). Hasilnya, kata Cindy, bagus sekali. Omar berkembang pesat. “Aku bersyukur banget ya Omar bisa sekolah di Special Education Vocational (SEV) Tunas Indonesia. Di sana Omar bisa mengembangkan potensinya, berteman dengan anak-anak hebat lainnya. Guru-guru pembimbingnya juga luar biasa. Alhamdulilah,” ujar Cindy yang sempat berkarier di dunia musik dan melahirkan sejumlah album. Di sekolah tersebut, lanjut Cindy, bakat Omar digali. Ternyata anaknya memiliki minat yang besar pada seni
Cindy dan keluarganya
melukis. Melukis termasuk salah satu terapi yang bagus untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Hasilnya anakanak tersebut mampu berekspresi lewat lukisannya. Omar pun demikian. Beberapa waktu lalu Omar dan sejumlah anak berkebutuhan khusus menggelar pameran lukisan mereka di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta. “Lukisan mereka keren-keren lho,” tambah Cindy dengan wajah semringah.
foto instagram cindy
Menurut Cindy banyak hikmah yang didapatnya dalam pengalamannya membesarkan Omar hingga menjadi seperti sekarang. Bukan hanya soal kesabaran dan ketekunan yang luar biasa yang dipelajari tapi juga nilai-nilai kehidupan itu sendiri. Kesolidan keluarga, kasih sayang dan cinta yang tulus memberi peran besar dan penting dalam perkembangan Omar. (Diana Runtu)
Mendongeng Lima Menit
ABU NAWAS TAK TERBALAS Nama Abu Nawas terkenal karena cerdas dan berakal licik. Banyak orang ingin membalas dengan mempermalukannya, termasuk Kalifah, majikannya sendiri. Namun tak pernah terbalas. Pada suatu hari Kalifah diundang makan oleh Abu Daud, Made Taro seorang saudagar kaya. Seperti biasa Kalifah selalu diiringi oleh Abu Nawas. Abu Nawas pun menunggangi kudanya, lalu berjalan di belakang kuda Kalifah. Untuk mengusir kejemuan dalam perjalanan, Abu Nawas berbekal kurma. Rupa-rupanya kebiasaan Abu Nawas itu diketahui oleh Kalifah. “Makan apa kau Abu Nawas?” tanya Kalifah. Abu Nawas segera membuang kurmanya. “Hamba tidak makan apa-apa, Kalifah!” jawabnya gugup. Sesaat kemudian ia memasukkan kurma lagi ke mulutnya, namun tak sempat mengunyahnya, karena Kalifah menggodanya lagi. Setiba di rumah Abu Daud, Abu Nawas melihat hidangan makan sudah tersedia untuk Kalifah. Ia sendiri belum mendapat giliran makan. Nah, kesempatan itulah yang digunakan Abu Nawas untuk membalas godaan sang Kalifah. Ketika Kalifah memasukkan sesuap nasi ke mulutnya, Abu Nawas berteriak, “Kalifah, Kalifah, kuda Tuan gelisah karena kehausan!” Terpaksalah Kalifah memberi minum kudanya terlebih
dahulu. Namun kemudian, setiap Kalifah menyuap nasi, Abu Nawas terus berteriak karena kuda sang majikan haus dan lapar. Betapa jengkelnya sang Kalifah. “Akan kubalas dia, biar tahu rasa!” bisik hati Kalifah. Menjelang pulang, Kalifah benar-benar ingin memuaskan hatinya. Ia mengambil sebiji batu gepeng memanjang, lalu menyumpal mulut kuda Abu Nawas. “Hi, hi, hi…!” Kalifah tertawa melihat kuda Abu Nawas kelihatan seperti tertawa terus. Namun Abu Nawas yang cerdas dan cerdik itu, mengetahui akal-akalan Kalifah. Sesaat sebelum berangkat, Abu Nawas memotong ekor kuda sang majikan. Nah, tentu saja perjalanan pulang sedikit terganggu. Ketika Kalifah menoleh ke belakang, ia melihat kuda Abu Nawas tertawa terus. “Abu, Abu Nawas! Kudamu kok tertawa terus!” Abu Nawas segera menjawab. “Bukan kuda saja, Tuanku! Hamba juga tertawa cekikikan melihat kuda Tuanku tak ada ekornya.” Kalifah terkejut, lalu segera turun dari kudanya. Benar sekali! Kudanya kehilangan ekor. “Ini pasti perbuatanmu, Abu Nawas!” kata Kalifah purapura marah. “Maaf, Tuan! Itu hanya pembalasan yang setimpal,” jawab Abu Nawas. Kalifah mengakui kecerdikan lawannya. Ia tidak jadi marah, tetapi memuji anak buahnya sebagai orang cerdas, penuh akal walaupun terasa licik. (Seribu Satu Malam).
DARA
6
EDISI 1061/16-22 DESEMBER 2019
Naura
Banjir menjadi salah satu persoalan yang dialami beberapa wilayah di Buleleng ketika musim hujan tiba. Selain melakukan pencegahan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta tidak menebang pohon sebagai resepan air, solusi penanganan banjir juga perlu mendapat perhatian. Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) tidak hanya memberikan perhatian serisu terhadap akademik mahasiswa, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dalam rangka memecahkan persoalan tersebut.
Konser Terakhir Melepas Masa Anak-anak Adyla Rafa Naura Ayu sudah bukan anak kecil lagi. Tahun depan dia akan masuk SMA. Gelarnya sebagai ‘penyanyi cilik’ pun segera ditanggalkannya. Itu berarti serial ‘Konser Dongeng’ yang selalu rutin digelar hampir setiap tahun sejak ia mulai berkarier di dunia musik, berakhir pula. Untuk menandai berakhirnya masa kanak-kanak sekaligus menyongsong masa remajanya, Naura pun menggelar konser dongeng terakhir 21 Desember 2019.
“P
foto instagram naura
Naura aku anak indonesia
erasaan aku tuh campur aduk. Antara bangga, senang tapi juga sedih. Tapi yang mendominasi sekarang adalah sedih ya,” kata putri sulung personil grup vokal B3, Nola, ini. “Aku senang dan bangga karena konser dongeng banyak yang suka. Tapi di sisi lain, aku sedih karena konser ini adalah awal aku berkarier. Jadi baru setahun berkarier terus gelar konser dongeng. Makanya kan ada ‘Teman Naura’ itu kan karena ada konsernya,” tutur dara kelahiran Juni 2005 ini. Namun dirinya juga menyadari kalau tidak bisa selamanya menggelar konser dongeng lantaran ia terus bertumbuh. “Konser Dongeng pertama aku saat umur 10 tahun, kedua umur 11 tahun. Konser ke-3 umur aku 13 tahun. Jadi orang melihat aku bertumbuh di setiap konser. Sekarang umur aku sudah 14 tahun, ini adalah konser keempat sekaligus terakhir,” ungkapnya. Di dunia tarik suara, Naura memang terbilang masih ‘anak bawang’. Namun begitu, ia telah mampu menorehkan prestasi di ajang event musik bergengsi semacam AMI—Anugerah Musik Indonesia--- Awards. Tahun 2015 adalah pertama kali ia menyabet penghargaan AMI Awards yakni sebagai Penyanyi Solo
foto instagram naura
Naura berangkat remaja
Anak Terbaik. Saat itu usianya masih 10 tahun. Dua tahun kemudian, penghargaan yang sama diraihnya kembali. Pada November 2019 lalu, Naura menambah koleksi Piala AMI Awards-nya dengan menyabet dua penghargaan sekaligus. Pertama, di kategori Artis Solo Anak Terbaik lewat lagunya ‘Selamanya Untukmu’, dan kedua, dia dan Devano (putra penyanyi dangdut Iis Dahlia) menyabet penghargaan Kolaborasi Anakanak Terbaik lewat lagu ‘Harmoni’. Tidak itu saja prestasi penting yang ditoreh Naura tahun ini. Juli 2019 lalu, ia termasuk salah satu dari 12 anak Indonesia yang berhasil mendapat beasiswa belajar aksi pertunjukkan di Broadway, New York, AS.
Beasiswa itu tidak didapatnya dengan mudah. Bukan karena nama besar ibunya, Nola, di dunia musik Indonesia. Bukan juga karena ia telah meraih penghargaan bergengsi, melainkan karena memang kualitasnya yang mumpuni. Sebagai peserta, ia tetap menjalani berbagai proses seleksi yang disyaratkan. Ia harus melalui tahapan-tahapan seleksi dan mengalahkan sekitar 672 peserta. “Naura harus melewati proses sama seperti ratusan peserta lainnya. Ia berhasil lolos 200 besar, 70 besar. Kemudian mengikuti workshop di Jakarta di bawah bimbingan 3 orang mentor yang didatangkan khusus dari Broadway, yakni pelatih akting, vokal dan koreografi. Dari 70 peserta, Naura berhasil lolos ke-12 besar dan berhak dapat beasiswa belajar di Broadway,” jelas Billy dari Gallery Indonesia Kaya. Kembali ke soal aktivitas luar rumah Naura yang padat. Selain show menyanyi, dia juga merambah sebagai model iklan maupun film. Setidaknya sampai saat ini ia telah membintangi sejumlah iklan produk, serta tampil dalam tiga film yakni, ‘Petualangan Singa Pemberani Atlantos’ 2016, Naura & Gank Juara 2017, dan ‘DoReMi & You’ tahun 2019. Ia juga mengisi acara anak-anak di sejumlah televisi nasional. Kesibukannya di dunia hiburan tak membuat Naura melupakan pendidikan. Belajar adalah kewajibannya. Dia harus konsisten dengan itu jika ingin terus berkiprah di dunia entertainment. Itu janjinya pada orangtua. Nola, ibunya yang selalu mendampinginya dalam berbagai kegiatan hiburan, memberi bimbingan apa yang terbaik dia lakukan dalam meniti karier tanpa meninggalkan
kewajibannya belajar. “Aku sekarang kelas III SMP, mau ujian. Makanya aku harus mempersiapkan diri juga. Tetap belajar meski banyak kegiatan luar,” tambah Naura yang di luar urusan persiapan konser dongeng ini, hanya mau terima job saat weekend. KONSER DONGENG RASA BROADWAY Konser Dongeng terakhir yang bakal digelar tak lama lagi di Hall 5 ICE BSD Tangerang Selatan, menurut Naura akan sangat berbeda dari konserkonser sebelumnya. Hal itu juga diamini oleh sang ayah, Baldy Mulya Putra. “Konser terakhir ini akan sangat berbeda, juga sebagai penanda Naura menuju masa remaja. Jadi ini konser menandai akhir dari perjalanan konser dongengnya Naura,” ungkapnya. Baldy menjanjikan akan adanya kejutan dalam konser tersebut, di antaranya akan hadir nuansa Broadway. Ini terkait dengan pada Juli lalu Naura mendapat beasiswa bersama teman-temannya ke Broadway. Nah, nanti sebagian dari teman-teman Naura yang ke Broadway itu akan tampil dalam konser dongeng ke-4 ini. “Jadi nantinya lagu-lagu yang dinyanyikan tetap lagu Naura hanya saja full rasa Broadway,” ujar Baldy sembari menambahkan kejutan lainnya adalah, konsep panggungnya yang besar 45 M2 ditambah beberapa panggung kecil yang menjadi bagian dari panggung itu. “Kapasitasnya untuk 4000 orang. Hanya saja kita berencana untuk menggelar dua kali show, yaitu pada siang dan malam hari. Jadi kalau biasanya konser Naura 1 kali show di tempat besar seperti ICE Hall, nah sekarang dua kali. Jadi nantinya, mudah-mudahan ini momentum yang baik ya, konser bisa ditonton 5000 orang.
EDISI 1061/16-22 DESEMBER 2019
U
Naura
foto instagram naura
Semoga terwujud,” paparnya. Nola ‘B3’ yang menangani konten mengaku tetap berkonsultasi dengan Naura yang memang dilibatkan secara penuh dalam pembahasan-pembahasan konsep. “Naura sendiri kan punya banyak ide, itulah yang kami satukan,” ucap Nola. Yang juga menarik dalam Konser Dongeng ke-4 ini, jelas Nola, nantinya ada segmen Indonesia. “Jadi ini bisa dibilang memantapkan lagi bahwa Naura adalah penyanyi, anak Indonesia yang punya karakter yang sangat Indonesia walaupun nantinya ada ‘rasa Broadway’ dalam konser tersebut,” ucap Nola sembari menyebut, konser ini merupakan tantangan terbesar bagi Naura dalam perjalanan karier bermusiknya. Naura berharap konser dongeng terakhir ini bisa berkesan di hati Teman Naura dan seluruh keluarga Indonesia yang suka dan cinta akan seni musik dan budaya Indonesia. Ia juga mengajak semua anak Indonesia untuk terus mengejar mimpi dan berkarya seperti dirinya. (Diana Runtu)
ntuk mengantisipasi banjir di Buleleng Khususnya Desa Baktiseraga, Pemerintah Kabupaten Buleleng Bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menggelar pelatihan pembuatan biopori UNF 1 di Desa Baktiseraga, Senin (9/12). Program pengabdian masyarakat ini diinisiasi oleh Gede Iwan Setiabudi,S.Pd., M.Si., salah satu dosen Budidaya Kelautan yang berkolaborasi dengan
foto instagram naura
foto instagram devano
Naura - Devano raih AMI Awards Kolaborasi Anak Anak Terbaik
foto instagram naura
Naura dan koleksi penghargaan AMI Awards
foto instagram naura
Naura - Orangtuanya dan Adik-adiknya
11
Antisipasi Banjir dengan Lubang Resapan Air
dosen jurusan Biologi Undiksha. Iwan Setiabudi menjelaskan solusi alternatif berupa agregat Biopori UNF 1 dikembangkan untuk mengatasi genangan air dan juga sampah organik. “Nantinya setiap rumah akan dibuat lubang serapan seukuran 4 dim dengan kedalaman kurang lebih satu meter,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Buleleng Putu Ariadi Pribadi, S.STP., MAP, mengatakan lubang ini berbentuk silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air. Lubang itu bertujuan mengatasi genangan air dengan cara meningkatan daya resap air pada tanah.”Lubang biopori memiliki ukuran tertentu yang
Pelatihan pembuatan Agregat Biopori UNF 1
Pelatihan pembuatan Agregat Biopori UNF 1
telah ditentukan, yakni dengan kedalaman satu meter dan berdiameter 10 cm,” kata Putu Ariadi Pribadi. Ia menuturkan, pelatihan pembuatan biopori dilakukan sebagai upaya mengurangi genangan air yang dapat menyebabkan banjir saat musim penghujan tiba. “Kami memberikan penjelasan cara pembuatan biopori ke masyarakat Buleleng khususnya masyarakat Desa Baktiseraga. Juga memberikan peralatan untuk pembuatan biopori tersebut,” ujarnya. Pelatihan Biopori ini bertujuan untuk penyerapan air di musim hujan yang akan datang. ”Kegiatan pengabdian ma syarakat pembuatan biopori ini
merupakan salah satu program DLH Buleleng yang bekerjasama dengan Undiksha Singaraja dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” ucap Putu Ariadi Lebih lanjut, Putu Ariadi menjelaskan selain berfungsi untuk mencegah banjir, biopori juga banyak manfaatnya. Salah satunya air yang tersimpan bisa dijadikan pupuk untuk tanaman. “Lubang resapan biopori merupakan metode resapan air untuk atasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah,” tuturnya Disamping itu, lanjut Putu Ariadi dengan teknik biopori tanah akan menjadi lebih subur. Adanya lubang biopori, maka resapan air hujan yang men-
gandung lumpur dan bakteri akan dilarutkan menjadi mineral-mineral yang diperlukan dalam kehidupan tumbuhan. Putu Ariadi menambahkan pembuatan agregat biopori UNF 1 ini akan dikerjakan di beberapa wilayah di Desa Baktiseraga. Dipilihnya Desa Baktiseraga sebagai pilot project tentang pembuatan biopori, Putu Ariadi mengatakan bahwa setiap musim hujan tiba Desa Baktiseraga selalu tergenang banjir.”Kalau pelatihan ini berhasil, ke depan kami di DLH Buleleng akan kembangkan dengan menyasar daerah-daerah yang terkena dampak banjir disaat musim penghujan tiba,” ungkapnya. (Wiwin Meliana)
Disdukcapil Terapkan Tanda Tangan Elektronik
Putu Reika Nurhaeni Naura raih AMI awards 2019
BULELENG
Jumlah penduduk Kabupaten Buleleng saat ini mencapai
821.205 jiwa yang berarti mobilitas kepengurusan pencatatan sipilnya juga tinggi. Guna meningkatkan mutu pelayanan masyarakat dalam kepengurusan administrasi kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buleleng terus berinovasi dengan program-program yang digulirkan. Kepala Disdukcapil Buleleng Putu Ayu Reika Nurhaeni mengatakan selain melayani dengan sistem stelsel aktif dan stelsel pasif, kini pelayanan Disdukcapil menuju Go Digital. Pemanfaatan perkembangan teknologi ini sebagai upaya untuk mengefisiensikan waktu dalam pengurusan administrasi kependudukan. Reika
menambahkan masyarakat yang ingin mengetahui terkait catatan dokumen pribadi miliknya dapat datang langsung ke kantor kepala desa setempat. “Masyarakat yang ingin tahu catatan administrasi kependudukannya bisa datang ke kantor desa saja karena di sana sistem dapat diakses secara online melalui SIAK Disdukcapil,” jelasnya. Selain itu, imbuh Reika saat ini pihaknya tengah menerapkan Tanda Tangan Elektronik (TTE) dalam mengesahkan dokumen kependudukan yang diurus masyarakat. TTE tersebut berfungsi untuk memberikan jaminan keaslian dan keotentikan dokumendokumen yang diterbitkan secara
elektronik oleh Sistem Informasi milik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Dengan adanya TTE pada setiap dokumen elektronik, maka apabila terjadi rekayasa atau perubahan (defacing) pada dokumen elektronik tersebut dapat diverifikasi atau didentifikasi keaslian dan keotentikan dokumen melalui perambahan secara digital. Dalam penerapan TTE tidak dapat dilakukan pada semua kepengurusan dokumen pribadi. TTE hanya dapat dilakukan dalam kepengurusan Kartu Keluarga (KK) dan Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SK PWNI) sedangkan untuk kepengurusan Akta Kelahiran masih dilakukan secara
manual. “Kami himbau kepada masyarakat yang menerima dokumen dengan ada barkode jangan heran karena itu merupakan dokumen dengan tanda tangan elektronik,” jelasnya. Dalam penerapan, TTE masih menjumpai kendala jaringan. Jika sewaktu-waktu terjadi gangguan jaringan maka TTE akan memperlambat proses penerbitan dokumen sehingga misi pelayanan One hour service tidak akan dapat tercapai. “Jaringan yang selama ini menjadi kendala karena tujuan kita kan untuk mempercepat pelayanan jika jaringan tidak ada maka justru memperlambat pelayanan,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)
STYLE
10
Modis dalam Kebebasan Bergerak
“Nooré”, selama ini dikenal menawarkan busana olahraga yang ramah terhadap perempuan berhijab. Bahkan, telah pula dikenakan oleh banyak atlet juara seperti atlet taekwondo, pencak silat, skate, lari maraton hingga panjat tebing.
“N
ooré” selalu memegang empat prinsip dalam setiap koleksinya, yakni kesopanan, keindahan , kenyamanan serta kesehatan. Jadi, baju-baju dari “Nooré “ tidak hanya cocok untuk berolahraga juga mudah untuk dipadupadankan. “Nooré“ juga dapat dikenakan sebelum, selama dan setelah berolahraga
terutama untuk perempuan urban yang sehat dan aktif serta ingin tampil bergaya ringkas dan modern. Selanjutnya untuk koleksi yang menggambarkan kebebasan bergerak sekaligus semakin modis dan trendi kali ini “Noore” berkolaborasi dengan “Jenahara”, yang disatukan dalam “Genessence”. Berikut beberapa perpaduan gaya dari mereka.(Sri Ardhini)
EDISI 1061/16-22 DESEMBER 2019
EDUKASI
EDISI 1061/16-22 DESEMBER 2019 Setelah resmi dilantik Joko Widodo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mewacanakan akan melakukan penghapusan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional. Wacana tersebut juga sempat dikemukakan oleh menteri sebelumnya, hanya saja belum direalisasikan. Bahkan Mendikbud saat ini juga tengah mengkaji rencana tersebut dan hingga saat ini belum menyampaikan hasil kajiannya.
Pertimbangkan Hal Positif Ujian Nasional
M
enanggapi wacana tersebut, Ketua PGRI Kabupaten Buleleng Drs. I Nyoman Darta, M.Pd., mengatakan sebelum Mendikbud melakukan penghapusan terhadap pelaksanaan UN, sudah seharusnya mempertimbangkan beberapa hal yang menjadi dampak positif dari pelaksanaan UN. Saat ini pelaksanaan UN telah mampu berbenah ke arah yang lebih baik. ini terlihat dari penyelenggaraanya yang lebih berintegritas dari sebelumnya menggunakan kertas hingga saat ini berbasis komputer dan online. “Dilihat dari sisi pelaksanaanya yang saat ini menggunakan komputer, maka pemerintah terus memberikan bantuan komputer kepada sekolahsekolah agar dapat secara mandiri melaksanakan UN,” ungkap Nyoman Darta. Manfaat lain yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan UN adalah kebermanfaatan nilai ujian yang tepat sasaran. Nilai UN digu-
7
Nyoman Darta
nakan untuk memetakan kompetensi siswa tingkat nasional dan pertimbangan untuk masuk perguruan tinggi. “Jika nilai UN dimanfaatkan untuk kedua hal itu sangat bagus, tetapi jika tidak ada manfaat untuk keberlanjutan lulusan itu yang perlu dipertanyakaan keberlanjutan penyelenggaraan UN,” imbuh pria yang
menjabat sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri Bali Mandara itu. Selama ini yang menjadi persoalan dari penyelenggaraan UN adalah manfaat yang kurang jelas dari UN. Jika manfaatnya untuk mengukur penguasaan materi dan kompetensi siswa, maka dengan penyelenggaraan yang berintegritas maka siswa
akan mempersiapkan diri untuk mengikuti pelaksaan UN. Selain itu, dengan adanya UN akan memotivasi siswa untuk lebih giat belajar dalam mempersiapkan diri menghadapi UN. “Saya secara pribadi melihat penyelenggaraan UN lebih kepada hal positifnya bagaimana UN ini bisa meunculkan semangat belajar anakanak agar bisa lulus dengan nilai yang bagus,” tambahnya. Seandainya penghapusan terhadap penyelenggaraan UN benarbenar direalisasikan, maka Nyoman Darta berharap ada formula lain yang dirancang untuk mempertahankan motivasi belajar siswa. “Jangan sampai ketika UN dihapuskan mengurangi semangat belajar siswa karena tantangannya berkurang,” imbuhnya. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMA Kabupaten Buleleng ini juga menyampaikan harapannya terhadap Mendikbud yang baru menjabat untuk membuat regulasi yang baru. Pengalamannya sebagai kepala sekolah, selama ini guru tidak memiliki waktu luang untuk melakukan improvisasi di kelas. Waktu guru lebih banyak dihabiskan untuk membuat administrasi kelas
sehingga tidak ada waktu untuk berdiskusi dengan guru lain. “Untuk mengantisipasi ini harus dibuat deregulasi lagi,” paparnya. Kedua, dia berharap Mendikbud dapat memberikan ruang seluasluasnya bagi guru untuk dapat mengembangkan potensi diri baik di bidang pedagogik, profesional dan lainnya. Selama ini memang ada program Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan hanya saja secara kuantitas belum semua pendidik mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program tersebut. “Guru itu harus selalu update apalagi melayani anak milenial agar tidak ketinggalan zaman,” lanjutnya. Terakhir, ia berharap dengan adanya perkembangan teknologi yang serba digital dapat membuka akses seluasluasnya untuk mendapatkan media pembelajaran dan perangkat pembelajaran. “Dunia yang serba digital ini dapat mempermudah guru memperoleh media dan perangkat pembelajaran bahkan di media sosial sekalipun, sehingga memudahkan guru untuk memilah media dan perangkat yang sesuai dengan sekolah dan tepat sasaran,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)
Tempat Sampah Bersensor untuk Pantau Volume
Siswa penemu tempat sampah bersensor dan guru pembina (tengah)
Tempat sampah bersensor untuk mengetahui volume sampah
Kemampuan menulis ilmiah siswa siswi SMA Negeri Bali Mandara memang tidak perlu diragukan lagi. Ini terbukti dari sejumlah prestasi yang diraih dalam ajang tingkat nasional maupun internasional dibidang penelitian. Keberhasilan ini tak lepas dari adanya program unggulan Research Based School di SMA Negeri Bali Mandara yang dijalankan oleh Dewan Riset Sekolah. Research Based School merupakan program yang mengharuskan setiap siswa melakukan penelitian. Setiap siswa diwajibkan melakukan penelitian sebagai syarat ikut ujian akhir. Dewan riset merupakan guru pembina
yang memiliki peran penting untuk membimbing dan membina siswa dari menemukan ide, membuat proposal penelitian hingga mengaplikasikan temuan tersebut sehingga SMAN Bali Mandara setiap tahunnya memiliki banyak penelitian yang siap untuk diadu di berbagai kejuaraan. Tidak dimungkiri, keberadaan Dewan Riset ini memiliki peran yang sangat penting untuk mengantarkan siswa-siswi SMA N Bali Mandara meraih segudang prestasi. Terbaru, siswa SMAN Bali Mandara berhasil menciptakan tempat sampah bersensor yang berfungsi untuk memantau volume sampah. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari
penelitian dengan produk tempat sampah yang bisa memilah antara sampah organik dan sampah nonorganik. Penelitian tempat sampah bersensor inipun mendapat medali perak dari 105 penelitian dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia 2019, November lalu di Solo. Kadek Yuli Artama, guru pembina dari I Komang Utama Yasa dan Nyoman Bagus Kristiana yang berhasil meraih medali mengatakan pertimbangan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai penanganan sampah karena melihat situasi saat ini banyak permasalahan yang ditimbulkan oleh sampah. Apalagi Buleleng dan Bali pada
umumnya merupakan daerah pariwisata dengan permasalahan sampah yang begitu krusial. Pria yang akrab disapa Yuli ini juga menambahkan memang pemerintah telah mensosialisasikan cara-cara dalam memilah sampah sebagai upaya penanganan sampah, akan tetapi yang perlu juga mendapat perhatian adalah volume sampah yang ada ditempat sampah sehingga tidak meluber. “Kita kan tidak pernah tahu kondisi di lapangan, jika suatu saat volume sampah tinggi maka sensor akan menyampaikan kepada pihak terkait untuk segera melakukan pengangkutan,” jelasnya. Sensor yang terpasang di tempat sampah ini berkerja dengan sistem mikrokontrol arduino dan sensor lainnya yang terkoneksi dengan smartphone atau nomor kartu seluler yang telah
diseting. “Pengguna dapat menyeting ke mana sensor ini akan terkoneksi sehingga jika volume sampah sudah penuh maka otomatis sensor ini akan menyampaikan kepada petugas agar segera melakukan pengangkutan,” paparnya. Yuli menjelaskan produk penelitian ini sangat cocok diaplikasikan di tempat-tempat umum dan pelayanan publik seperti stadion, rumah sakit maupun bandara. Akan tetapi produk ini belum dapat diproduksi secara massal karena masih terkendala biaya. Selain itu, karena dibuat oleh siswa yang cenderung tidak mendapatkan pembelajaran lebih lanjut tentang perangkat IT, tentunya produk tersebut masih banyak kekurang. Pihaknya berharap adanya dukungan dari pihak-pihak yang berkompeten dibidang demi pengembangan produk. (Wiwin Meliana)
LIFE STYLE
8
EDISI 1061/16-22 DESEMBER 2019
Pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak harus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat. Dan, sinergi pelaksanaan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak antar elemen masyarakat tersebut menjadi sangat penting.
D
unia usaha dan masyarakat merupakan pilar pembangunan di samping pemerintah. Tiga unsur pembangunan ini dapat melakukan pencegahan, penanganan, dan pemberdayaan kepada perempuan dan anak secara bersinergi. Selanjutnya, masyarakat khususnya perempuan dan anak sebagai kelompok rentan dapat terhindar dari kekerasan dan diskriminasi. Namun, berbagai kasus kekerasan perempuan dan anak saat ini layaknya fenomena gunung es. Masih terjadi banyak kasus, namun pelaporan dan penanganannya masih minim. Hal ini disebabkan karena rasa ketakutan, maupun rasa malu yang menghantui termasuk juga kekurangtahuan perihal perlindungan terhadap keselamatan perempuan dan anak. Hal ini terungkap dalam kegiatan “Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengarusutamaan Gender (PUG), Pemberdayaan Perempuan (PP), dan Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA) bagi Anggota Forum Puspa Daerah Provinsi Bali” yang dihadiri oleh Ketua Forkomwil Puspa Provinsi Bali Ny. Tjok. Istri Putri Hariyani Sukawati, di B Hotel & Spa, di kawasan Jalan Imam Bonjol Denpasar, Senin (9/12). Ketua Panitia Bimbingan Teknis Pengarusutamaan Gender, I Nyoman Suparwa mengatakan melalui kegiatan ini diharapkan
Puspa Bali Siapkan Rencana Aksi 2020
dapat meningkatkan keterampilan peserta latih dalam menggunakan startegi PUG dan PUHA untuk perlindungan terhadap hak perempuan dan anak, khususnya memberikan perlindungan bagi mereka dari kekerasan. Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Bali Luh Ayu Aryani mengatakan, kegiatan ini sejalan dengan visi Gubernur Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya. Demi mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, skala niskala sesuai dengan prinsip Tri Sakti Bung Karno. Berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, melalui pembangunan secara menyeluruh, terpola, terencana, terarah dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Repub-
lik Indonesia berdasarkan nilainilai Pancasila 1 Juni 1945. Aryani menegaskan tujuan utama pembangunan adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan rakyatnya menikmati umur panjang, sehat, dan menjalankan kehidupan yang produktif. Juga terwujudnya kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai bidang.Namun ,demikian tidak dapat dimungkiri, dalam pelaksanaannya, masih terdapat kelompok penduduk yang tertinggal dalam pencapaian kualitas hidup yang disebabkan
berbagai persoalan pelik dan sering kali saling berkaitan satu dengan lainnya. Persoalan paling penting yang menghalangi upaya peningkatan kualitas hidup yang setara adalah pendekatan pembangunan yang mengabaikan isu tentang kesetaraan dan keadilan gender. Belum lagi, persoalan lain seperti budaya, atau agama yang kadang dapat menjadi faktor penghambat untuk mencapai kesetaraan gender. MENGUBAH PARADIGMA Selanjutnya , dalam rangka
mewujudkan pembangunan yang dapat dinikmati oleh seluruh penduduk Indonesia tanpa membedakan jenis kelamin, laki-laki, perempuan, anak-anak, maupun orang tua secara adil, efektif, dan akuntabel, pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan Anak harus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat. Sinergi pelaksanaan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak antar elemen masyarakat tersebut menjadi sangat penting. Di samping itu, harus ada perubahan paradigma yaitu yang dahulu sering dilakukan secara top down, saat ini harus diubah menjadi bottom up. Masyarakat yang mengalami masalah tidak saja menjadi objek dalam proses penanganan masalah tetapi masyarakat juga harus menjadi subjek dari proses pencarian solusi. Sehingga, solusi yang akan dilakukan sesuai dengan masalah yang dihadapi dan kebutuhan masyarakat. Untuk menemukenali akar masalah dankebutuhan yang diperlukan masyarakat memerlukan suatu keterampilan tertentu. Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak c.q. Asisten Deputi Partisipasi Organisasi Keagamaan dan Kemasyarakatan, yang dalam hal ini diwakili oleh Misran Lubis, yang juga ketua FK Puspa Sumatera Utara hadir sebagai narasumber. Pihaknya memberikan materi pelatihan bagi lembaga masyarakat yang tergabung dalam wadah Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Bali ini untuk bisa menemukenali akar permasalahan yang dialami masyarakat dan menyusun rencana aksi yang dapat dilakukan. Usai diskusi telah dirumuskan 4 rencana aksi yang bakal digarap bersama di tahun 2020, Mulai dari pelatihan jurnalistik untuk mewujudkan media yang ramah perempuan dan anak hingga mewujudkan desa ramah anak, bebas kekerasan dan diskriminasi. (Sri Ardhini)
EDISI 1061/16-22 DESEMBER 2019
Menu Sarapan Sehat dengan Buah dan Sayuran
KULINER
Kita semua tahu bahwa sangat baik menambah asupan buah dan sayuran bagi kesehatan. Namun, mengonsumsi buah dan sayuran ini akan menjadi jauh lebih bermanfaat lagi, ketika kita paham kapan waktu terbaik untuk menikmatinya. Plant Bassed dan Konsultan Nutrisi Berbasis Holistik, Nikki Indrawati mengatakan berdasarkan sistem kerja tubuh dalam melakukan proses detoksifikasi atau pengeluaran racun tubuh, yang dilakukan pada malam hari hingga pertengahan hari. Saat itulah tubuh memerlukan dukungan nutrisi yang tepat untuk melaksanakan tugasnya dalam proses detoksifikasi ini. Nikki Indrawati Hal yang sangat baik dikonsumsi pada tenggang waktu tersebut adalah banyak cairan terutama yang bersifat alkali, mengandung vitamin serta mineral yang tinggi seperti terdapat pada buah dan sayuran. Mengapa ini baik untuk tubuh kita? Karena saat tubuh secara alami melakukan proses pembuangan racun ini, kita perlu memberi jeda pada tubuh dalam mencerna makanan sehingga bisa lebih maksimal melakukan tugasnya tersebut. Saat tubuh berhenti mencerna makanan inilah terjadi proses autolisis yaitu tubuh mulai mencerna sendiri segala ketidakmurnian pada tubuh seperti virus, bakteri jahat, parasit dan dalam jangka tertentu juga akan mencerna cadangan lemak yang disebut ketosis. Tentu saja untuk melakukan detoksifikasi secara lebih menyeluruh harus didampingi oleh seorang ahli dan disesuaikan dengan kondisi tubuh kita masing-masing. Tapi, menurut Nikki, kita bisa memulainya dengan cara yang sederhana yaitu mengganti sarapan kita dengan buah dan sayuran dalam bentuk cairan atau jus. Berikut ia memilihkan 2 menu sarapan pagi yang berfungsi sebagai hidangan transisi untuk mengawali perubahan konsep kesehatan yang disesuaikan dengan sistem kerja tubuh yang sesungguhnya. (Sri Ardhini)
9
Smoothie Buah Tropis Bahan-bahan 1 buah pisang beku ukuran sedang 1 cangkir buah mangga beku 1 cangkir buah nenas beku ¼ - ½ cangkir santan segar atau susu kedelai 1 sendok makan biji chia (tambahan) Toping sesuai selera seperti keping granola, buah segar potong, kelapa kering , kacang-kacangan dan biji-bijian cincang dan lain lain. Cara membuat Campurkan semua bahan ke dalam blender atu bisa juga food processor lalu proses hingga lembut dan tercambur rata. Teksturnya akan menyerupai es krim. Tuangkan ke dalam mangkok lalu hiasi dengan toping dan siap dinikmati.
Smoothie Sayuran Hijau Bahan-bahan 1 pisang beku ukuran sedang 1 cangkir nenas beku 1 cangkir sayuran hijau seperti kale atau bayam inggris ½ ruas jahe ½ - 1 cangkir air kelapa Cara membuat Masukkan semua bahan ke dalam blender lalu proses hingga halus dan tercampur rata. Tuangkan ke dalam gelas dan siap diminum.
Ungkapkan dengan Red Velvet
Peringatan Hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember selalu menjadi momen manis untuk mengungkapkan rasa sayang kepada perempuan yang telah berjuang melahirkan kita. Meski mengungkapkan rasa sayang dapat dilakukan kapan saja akan tetapi dalam perayaan Hari Ibu tidak sedikit anak-anak yang menyayangi ibunya akan memberikan sesuatu yang “manis” sebagai ungkapan cinta
dan sayangnya. Momen Hari Ibu juga menjadi rezeki tersendiri bagi Putu Wahyuni, seorang pengusaha kue dari Singaraja. Perempuan yang akrab disapa Unik ini mengaku jika momen Hari Ibu tiba, maka pesanan kue khusus perayaan Hari Ibu akan melonjak. “Pesanan akan membludak jelang hari ibu, biasanya yang memesan dominan perempuan dari remaja hingga
ibu-ibu,” ungkapnya. Usaha rumahan yang dijual dengan brand Frista Cake ini memang dikenal menjual berbagai olahan kue tart dengan berbagai karakter sesuai dengan order, roti dan makanan sehat. Berbeda dengan kue tart pada umumnya, biasanya kue yang dijual untuk perayaan Hari Ibu lebih simple dengan red velvet dan berbagai topik pilihan. “Kuenya lebih simple dari kue tart,” jelasnya.
Red Velvet untuk Perayaan Hari Ibu
Menurut Unik, meski kuenya terlihat simple namun rasa yang ditawarkan tidak perlu diragukan. Bahan-bahan yang ia gunakan tetap bahan premium sehingga tetap menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Selain rasa, yang paling penting kata-kata ucapan yang disematkan di atas kue juga harus ditata dengan rapi sehingga dapat menyentuh hati
yang menerimanya. Untuk satu buah kue dijual dengan harga yang bervariatif sesuai dengan ukuran dan topping yang diminta. Kisaran harga sangat sesuai dengan kantong konsumen antara Rp 50 ribu hingga 110 ribu. “Itu harga yang sudah saya beri potongan karena spesial hari Ibu kami adakan promo,” tandasnya. (Wiwin Meliana)
LIFE STYLE
8
EDISI 1061/16-22 DESEMBER 2019
Pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak harus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat. Dan, sinergi pelaksanaan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak antar elemen masyarakat tersebut menjadi sangat penting.
D
unia usaha dan masyarakat merupakan pilar pembangunan di samping pemerintah. Tiga unsur pembangunan ini dapat melakukan pencegahan, penanganan, dan pemberdayaan kepada perempuan dan anak secara bersinergi. Selanjutnya, masyarakat khususnya perempuan dan anak sebagai kelompok rentan dapat terhindar dari kekerasan dan diskriminasi. Namun, berbagai kasus kekerasan perempuan dan anak saat ini layaknya fenomena gunung es. Masih terjadi banyak kasus, namun pelaporan dan penanganannya masih minim. Hal ini disebabkan karena rasa ketakutan, maupun rasa malu yang menghantui termasuk juga kekurangtahuan perihal perlindungan terhadap keselamatan perempuan dan anak. Hal ini terungkap dalam kegiatan “Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengarusutamaan Gender (PUG), Pemberdayaan Perempuan (PP), dan Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA) bagi Anggota Forum Puspa Daerah Provinsi Bali” yang dihadiri oleh Ketua Forkomwil Puspa Provinsi Bali Ny. Tjok. Istri Putri Hariyani Sukawati, di B Hotel & Spa, di kawasan Jalan Imam Bonjol Denpasar, Senin (9/12). Ketua Panitia Bimbingan Teknis Pengarusutamaan Gender, I Nyoman Suparwa mengatakan melalui kegiatan ini diharapkan
Puspa Bali Siapkan Rencana Aksi 2020
dapat meningkatkan keterampilan peserta latih dalam menggunakan startegi PUG dan PUHA untuk perlindungan terhadap hak perempuan dan anak, khususnya memberikan perlindungan bagi mereka dari kekerasan. Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Bali Luh Ayu Aryani mengatakan, kegiatan ini sejalan dengan visi Gubernur Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya. Demi mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, skala niskala sesuai dengan prinsip Tri Sakti Bung Karno. Berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, melalui pembangunan secara menyeluruh, terpola, terencana, terarah dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Repub-
lik Indonesia berdasarkan nilainilai Pancasila 1 Juni 1945. Aryani menegaskan tujuan utama pembangunan adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan rakyatnya menikmati umur panjang, sehat, dan menjalankan kehidupan yang produktif. Juga terwujudnya kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai bidang.Namun ,demikian tidak dapat dimungkiri, dalam pelaksanaannya, masih terdapat kelompok penduduk yang tertinggal dalam pencapaian kualitas hidup yang disebabkan
berbagai persoalan pelik dan sering kali saling berkaitan satu dengan lainnya. Persoalan paling penting yang menghalangi upaya peningkatan kualitas hidup yang setara adalah pendekatan pembangunan yang mengabaikan isu tentang kesetaraan dan keadilan gender. Belum lagi, persoalan lain seperti budaya, atau agama yang kadang dapat menjadi faktor penghambat untuk mencapai kesetaraan gender. MENGUBAH PARADIGMA Selanjutnya , dalam rangka
mewujudkan pembangunan yang dapat dinikmati oleh seluruh penduduk Indonesia tanpa membedakan jenis kelamin, laki-laki, perempuan, anak-anak, maupun orang tua secara adil, efektif, dan akuntabel, pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan Anak harus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat. Sinergi pelaksanaan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak antar elemen masyarakat tersebut menjadi sangat penting. Di samping itu, harus ada perubahan paradigma yaitu yang dahulu sering dilakukan secara top down, saat ini harus diubah menjadi bottom up. Masyarakat yang mengalami masalah tidak saja menjadi objek dalam proses penanganan masalah tetapi masyarakat juga harus menjadi subjek dari proses pencarian solusi. Sehingga, solusi yang akan dilakukan sesuai dengan masalah yang dihadapi dan kebutuhan masyarakat. Untuk menemukenali akar masalah dankebutuhan yang diperlukan masyarakat memerlukan suatu keterampilan tertentu. Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak c.q. Asisten Deputi Partisipasi Organisasi Keagamaan dan Kemasyarakatan, yang dalam hal ini diwakili oleh Misran Lubis, yang juga ketua FK Puspa Sumatera Utara hadir sebagai narasumber. Pihaknya memberikan materi pelatihan bagi lembaga masyarakat yang tergabung dalam wadah Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Bali ini untuk bisa menemukenali akar permasalahan yang dialami masyarakat dan menyusun rencana aksi yang dapat dilakukan. Usai diskusi telah dirumuskan 4 rencana aksi yang bakal digarap bersama di tahun 2020, Mulai dari pelatihan jurnalistik untuk mewujudkan media yang ramah perempuan dan anak hingga mewujudkan desa ramah anak, bebas kekerasan dan diskriminasi. (Sri Ardhini)
EDISI 1061/16-22 DESEMBER 2019
Menu Sarapan Sehat dengan Buah dan Sayuran
KULINER
Kita semua tahu bahwa sangat baik menambah asupan buah dan sayuran bagi kesehatan. Namun, mengonsumsi buah dan sayuran ini akan menjadi jauh lebih bermanfaat lagi, ketika kita paham kapan waktu terbaik untuk menikmatinya. Plant Bassed dan Konsultan Nutrisi Berbasis Holistik, Nikki Indrawati mengatakan berdasarkan sistem kerja tubuh dalam melakukan proses detoksifikasi atau pengeluaran racun tubuh, yang dilakukan pada malam hari hingga pertengahan hari. Saat itulah tubuh memerlukan dukungan nutrisi yang tepat untuk melaksanakan tugasnya dalam proses detoksifikasi ini. Nikki Indrawati Hal yang sangat baik dikonsumsi pada tenggang waktu tersebut adalah banyak cairan terutama yang bersifat alkali, mengandung vitamin serta mineral yang tinggi seperti terdapat pada buah dan sayuran. Mengapa ini baik untuk tubuh kita? Karena saat tubuh secara alami melakukan proses pembuangan racun ini, kita perlu memberi jeda pada tubuh dalam mencerna makanan sehingga bisa lebih maksimal melakukan tugasnya tersebut. Saat tubuh berhenti mencerna makanan inilah terjadi proses autolisis yaitu tubuh mulai mencerna sendiri segala ketidakmurnian pada tubuh seperti virus, bakteri jahat, parasit dan dalam jangka tertentu juga akan mencerna cadangan lemak yang disebut ketosis. Tentu saja untuk melakukan detoksifikasi secara lebih menyeluruh harus didampingi oleh seorang ahli dan disesuaikan dengan kondisi tubuh kita masing-masing. Tapi, menurut Nikki, kita bisa memulainya dengan cara yang sederhana yaitu mengganti sarapan kita dengan buah dan sayuran dalam bentuk cairan atau jus. Berikut ia memilihkan 2 menu sarapan pagi yang berfungsi sebagai hidangan transisi untuk mengawali perubahan konsep kesehatan yang disesuaikan dengan sistem kerja tubuh yang sesungguhnya. (Sri Ardhini)
9
Smoothie Buah Tropis Bahan-bahan 1 buah pisang beku ukuran sedang 1 cangkir buah mangga beku 1 cangkir buah nenas beku ¼ - ½ cangkir santan segar atau susu kedelai 1 sendok makan biji chia (tambahan) Toping sesuai selera seperti keping granola, buah segar potong, kelapa kering , kacang-kacangan dan biji-bijian cincang dan lain lain. Cara membuat Campurkan semua bahan ke dalam blender atu bisa juga food processor lalu proses hingga lembut dan tercambur rata. Teksturnya akan menyerupai es krim. Tuangkan ke dalam mangkok lalu hiasi dengan toping dan siap dinikmati.
Smoothie Sayuran Hijau Bahan-bahan 1 pisang beku ukuran sedang 1 cangkir nenas beku 1 cangkir sayuran hijau seperti kale atau bayam inggris ½ ruas jahe ½ - 1 cangkir air kelapa Cara membuat Masukkan semua bahan ke dalam blender lalu proses hingga halus dan tercampur rata. Tuangkan ke dalam gelas dan siap diminum.
Ungkapkan dengan Red Velvet
Peringatan Hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember selalu menjadi momen manis untuk mengungkapkan rasa sayang kepada perempuan yang telah berjuang melahirkan kita. Meski mengungkapkan rasa sayang dapat dilakukan kapan saja akan tetapi dalam perayaan Hari Ibu tidak sedikit anak-anak yang menyayangi ibunya akan memberikan sesuatu yang “manis” sebagai ungkapan cinta
dan sayangnya. Momen Hari Ibu juga menjadi rezeki tersendiri bagi Putu Wahyuni, seorang pengusaha kue dari Singaraja. Perempuan yang akrab disapa Unik ini mengaku jika momen Hari Ibu tiba, maka pesanan kue khusus perayaan Hari Ibu akan melonjak. “Pesanan akan membludak jelang hari ibu, biasanya yang memesan dominan perempuan dari remaja hingga
ibu-ibu,” ungkapnya. Usaha rumahan yang dijual dengan brand Frista Cake ini memang dikenal menjual berbagai olahan kue tart dengan berbagai karakter sesuai dengan order, roti dan makanan sehat. Berbeda dengan kue tart pada umumnya, biasanya kue yang dijual untuk perayaan Hari Ibu lebih simple dengan red velvet dan berbagai topik pilihan. “Kuenya lebih simple dari kue tart,” jelasnya.
Red Velvet untuk Perayaan Hari Ibu
Menurut Unik, meski kuenya terlihat simple namun rasa yang ditawarkan tidak perlu diragukan. Bahan-bahan yang ia gunakan tetap bahan premium sehingga tetap menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Selain rasa, yang paling penting kata-kata ucapan yang disematkan di atas kue juga harus ditata dengan rapi sehingga dapat menyentuh hati
yang menerimanya. Untuk satu buah kue dijual dengan harga yang bervariatif sesuai dengan ukuran dan topping yang diminta. Kisaran harga sangat sesuai dengan kantong konsumen antara Rp 50 ribu hingga 110 ribu. “Itu harga yang sudah saya beri potongan karena spesial hari Ibu kami adakan promo,” tandasnya. (Wiwin Meliana)
STYLE
10
Modis dalam Kebebasan Bergerak
“Nooré”, selama ini dikenal menawarkan busana olahraga yang ramah terhadap perempuan berhijab. Bahkan, telah pula dikenakan oleh banyak atlet juara seperti atlet taekwondo, pencak silat, skate, lari maraton hingga panjat tebing.
“N
ooré” selalu memegang empat prinsip dalam setiap koleksinya, yakni kesopanan, keindahan , kenyamanan serta kesehatan. Jadi, baju-baju dari “Nooré “ tidak hanya cocok untuk berolahraga juga mudah untuk dipadupadankan. “Nooré“ juga dapat dikenakan sebelum, selama dan setelah berolahraga
terutama untuk perempuan urban yang sehat dan aktif serta ingin tampil bergaya ringkas dan modern. Selanjutnya untuk koleksi yang menggambarkan kebebasan bergerak sekaligus semakin modis dan trendi kali ini “Noore” berkolaborasi dengan “Jenahara”, yang disatukan dalam “Genessence”. Berikut beberapa perpaduan gaya dari mereka.(Sri Ardhini)
EDISI 1061/16-22 DESEMBER 2019
EDUKASI
EDISI 1061/16-22 DESEMBER 2019 Setelah resmi dilantik Joko Widodo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mewacanakan akan melakukan penghapusan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional. Wacana tersebut juga sempat dikemukakan oleh menteri sebelumnya, hanya saja belum direalisasikan. Bahkan Mendikbud saat ini juga tengah mengkaji rencana tersebut dan hingga saat ini belum menyampaikan hasil kajiannya.
Pertimbangkan Hal Positif Ujian Nasional
M
enanggapi wacana tersebut, Ketua PGRI Kabupaten Buleleng Drs. I Nyoman Darta, M.Pd., mengatakan sebelum Mendikbud melakukan penghapusan terhadap pelaksanaan UN, sudah seharusnya mempertimbangkan beberapa hal yang menjadi dampak positif dari pelaksanaan UN. Saat ini pelaksanaan UN telah mampu berbenah ke arah yang lebih baik. ini terlihat dari penyelenggaraanya yang lebih berintegritas dari sebelumnya menggunakan kertas hingga saat ini berbasis komputer dan online. “Dilihat dari sisi pelaksanaanya yang saat ini menggunakan komputer, maka pemerintah terus memberikan bantuan komputer kepada sekolahsekolah agar dapat secara mandiri melaksanakan UN,” ungkap Nyoman Darta. Manfaat lain yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan UN adalah kebermanfaatan nilai ujian yang tepat sasaran. Nilai UN digu-
7
Nyoman Darta
nakan untuk memetakan kompetensi siswa tingkat nasional dan pertimbangan untuk masuk perguruan tinggi. “Jika nilai UN dimanfaatkan untuk kedua hal itu sangat bagus, tetapi jika tidak ada manfaat untuk keberlanjutan lulusan itu yang perlu dipertanyakaan keberlanjutan penyelenggaraan UN,” imbuh pria yang
menjabat sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri Bali Mandara itu. Selama ini yang menjadi persoalan dari penyelenggaraan UN adalah manfaat yang kurang jelas dari UN. Jika manfaatnya untuk mengukur penguasaan materi dan kompetensi siswa, maka dengan penyelenggaraan yang berintegritas maka siswa
akan mempersiapkan diri untuk mengikuti pelaksaan UN. Selain itu, dengan adanya UN akan memotivasi siswa untuk lebih giat belajar dalam mempersiapkan diri menghadapi UN. “Saya secara pribadi melihat penyelenggaraan UN lebih kepada hal positifnya bagaimana UN ini bisa meunculkan semangat belajar anakanak agar bisa lulus dengan nilai yang bagus,” tambahnya. Seandainya penghapusan terhadap penyelenggaraan UN benarbenar direalisasikan, maka Nyoman Darta berharap ada formula lain yang dirancang untuk mempertahankan motivasi belajar siswa. “Jangan sampai ketika UN dihapuskan mengurangi semangat belajar siswa karena tantangannya berkurang,” imbuhnya. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMA Kabupaten Buleleng ini juga menyampaikan harapannya terhadap Mendikbud yang baru menjabat untuk membuat regulasi yang baru. Pengalamannya sebagai kepala sekolah, selama ini guru tidak memiliki waktu luang untuk melakukan improvisasi di kelas. Waktu guru lebih banyak dihabiskan untuk membuat administrasi kelas
sehingga tidak ada waktu untuk berdiskusi dengan guru lain. “Untuk mengantisipasi ini harus dibuat deregulasi lagi,” paparnya. Kedua, dia berharap Mendikbud dapat memberikan ruang seluasluasnya bagi guru untuk dapat mengembangkan potensi diri baik di bidang pedagogik, profesional dan lainnya. Selama ini memang ada program Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan hanya saja secara kuantitas belum semua pendidik mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program tersebut. “Guru itu harus selalu update apalagi melayani anak milenial agar tidak ketinggalan zaman,” lanjutnya. Terakhir, ia berharap dengan adanya perkembangan teknologi yang serba digital dapat membuka akses seluasluasnya untuk mendapatkan media pembelajaran dan perangkat pembelajaran. “Dunia yang serba digital ini dapat mempermudah guru memperoleh media dan perangkat pembelajaran bahkan di media sosial sekalipun, sehingga memudahkan guru untuk memilah media dan perangkat yang sesuai dengan sekolah dan tepat sasaran,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)
Tempat Sampah Bersensor untuk Pantau Volume
Siswa penemu tempat sampah bersensor dan guru pembina (tengah)
Tempat sampah bersensor untuk mengetahui volume sampah
Kemampuan menulis ilmiah siswa siswi SMA Negeri Bali Mandara memang tidak perlu diragukan lagi. Ini terbukti dari sejumlah prestasi yang diraih dalam ajang tingkat nasional maupun internasional dibidang penelitian. Keberhasilan ini tak lepas dari adanya program unggulan Research Based School di SMA Negeri Bali Mandara yang dijalankan oleh Dewan Riset Sekolah. Research Based School merupakan program yang mengharuskan setiap siswa melakukan penelitian. Setiap siswa diwajibkan melakukan penelitian sebagai syarat ikut ujian akhir. Dewan riset merupakan guru pembina
yang memiliki peran penting untuk membimbing dan membina siswa dari menemukan ide, membuat proposal penelitian hingga mengaplikasikan temuan tersebut sehingga SMAN Bali Mandara setiap tahunnya memiliki banyak penelitian yang siap untuk diadu di berbagai kejuaraan. Tidak dimungkiri, keberadaan Dewan Riset ini memiliki peran yang sangat penting untuk mengantarkan siswa-siswi SMA N Bali Mandara meraih segudang prestasi. Terbaru, siswa SMAN Bali Mandara berhasil menciptakan tempat sampah bersensor yang berfungsi untuk memantau volume sampah. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari
penelitian dengan produk tempat sampah yang bisa memilah antara sampah organik dan sampah nonorganik. Penelitian tempat sampah bersensor inipun mendapat medali perak dari 105 penelitian dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia 2019, November lalu di Solo. Kadek Yuli Artama, guru pembina dari I Komang Utama Yasa dan Nyoman Bagus Kristiana yang berhasil meraih medali mengatakan pertimbangan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai penanganan sampah karena melihat situasi saat ini banyak permasalahan yang ditimbulkan oleh sampah. Apalagi Buleleng dan Bali pada
umumnya merupakan daerah pariwisata dengan permasalahan sampah yang begitu krusial. Pria yang akrab disapa Yuli ini juga menambahkan memang pemerintah telah mensosialisasikan cara-cara dalam memilah sampah sebagai upaya penanganan sampah, akan tetapi yang perlu juga mendapat perhatian adalah volume sampah yang ada ditempat sampah sehingga tidak meluber. “Kita kan tidak pernah tahu kondisi di lapangan, jika suatu saat volume sampah tinggi maka sensor akan menyampaikan kepada pihak terkait untuk segera melakukan pengangkutan,” jelasnya. Sensor yang terpasang di tempat sampah ini berkerja dengan sistem mikrokontrol arduino dan sensor lainnya yang terkoneksi dengan smartphone atau nomor kartu seluler yang telah
diseting. “Pengguna dapat menyeting ke mana sensor ini akan terkoneksi sehingga jika volume sampah sudah penuh maka otomatis sensor ini akan menyampaikan kepada petugas agar segera melakukan pengangkutan,” paparnya. Yuli menjelaskan produk penelitian ini sangat cocok diaplikasikan di tempat-tempat umum dan pelayanan publik seperti stadion, rumah sakit maupun bandara. Akan tetapi produk ini belum dapat diproduksi secara massal karena masih terkendala biaya. Selain itu, karena dibuat oleh siswa yang cenderung tidak mendapatkan pembelajaran lebih lanjut tentang perangkat IT, tentunya produk tersebut masih banyak kekurang. Pihaknya berharap adanya dukungan dari pihak-pihak yang berkompeten dibidang demi pengembangan produk. (Wiwin Meliana)
DARA
6
EDISI 1061/16-22 DESEMBER 2019
Naura
Banjir menjadi salah satu persoalan yang dialami beberapa wilayah di Buleleng ketika musim hujan tiba. Selain melakukan pencegahan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta tidak menebang pohon sebagai resepan air, solusi penanganan banjir juga perlu mendapat perhatian. Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) tidak hanya memberikan perhatian serisu terhadap akademik mahasiswa, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dalam rangka memecahkan persoalan tersebut.
Konser Terakhir Melepas Masa Anak-anak Adyla Rafa Naura Ayu sudah bukan anak kecil lagi. Tahun depan dia akan masuk SMA. Gelarnya sebagai ‘penyanyi cilik’ pun segera ditanggalkannya. Itu berarti serial ‘Konser Dongeng’ yang selalu rutin digelar hampir setiap tahun sejak ia mulai berkarier di dunia musik, berakhir pula. Untuk menandai berakhirnya masa kanak-kanak sekaligus menyongsong masa remajanya, Naura pun menggelar konser dongeng terakhir 21 Desember 2019.
“P
foto instagram naura
Naura aku anak indonesia
erasaan aku tuh campur aduk. Antara bangga, senang tapi juga sedih. Tapi yang mendominasi sekarang adalah sedih ya,” kata putri sulung personil grup vokal B3, Nola, ini. “Aku senang dan bangga karena konser dongeng banyak yang suka. Tapi di sisi lain, aku sedih karena konser ini adalah awal aku berkarier. Jadi baru setahun berkarier terus gelar konser dongeng. Makanya kan ada ‘Teman Naura’ itu kan karena ada konsernya,” tutur dara kelahiran Juni 2005 ini. Namun dirinya juga menyadari kalau tidak bisa selamanya menggelar konser dongeng lantaran ia terus bertumbuh. “Konser Dongeng pertama aku saat umur 10 tahun, kedua umur 11 tahun. Konser ke-3 umur aku 13 tahun. Jadi orang melihat aku bertumbuh di setiap konser. Sekarang umur aku sudah 14 tahun, ini adalah konser keempat sekaligus terakhir,” ungkapnya. Di dunia tarik suara, Naura memang terbilang masih ‘anak bawang’. Namun begitu, ia telah mampu menorehkan prestasi di ajang event musik bergengsi semacam AMI—Anugerah Musik Indonesia--- Awards. Tahun 2015 adalah pertama kali ia menyabet penghargaan AMI Awards yakni sebagai Penyanyi Solo
foto instagram naura
Naura berangkat remaja
Anak Terbaik. Saat itu usianya masih 10 tahun. Dua tahun kemudian, penghargaan yang sama diraihnya kembali. Pada November 2019 lalu, Naura menambah koleksi Piala AMI Awards-nya dengan menyabet dua penghargaan sekaligus. Pertama, di kategori Artis Solo Anak Terbaik lewat lagunya ‘Selamanya Untukmu’, dan kedua, dia dan Devano (putra penyanyi dangdut Iis Dahlia) menyabet penghargaan Kolaborasi Anakanak Terbaik lewat lagu ‘Harmoni’. Tidak itu saja prestasi penting yang ditoreh Naura tahun ini. Juli 2019 lalu, ia termasuk salah satu dari 12 anak Indonesia yang berhasil mendapat beasiswa belajar aksi pertunjukkan di Broadway, New York, AS.
Beasiswa itu tidak didapatnya dengan mudah. Bukan karena nama besar ibunya, Nola, di dunia musik Indonesia. Bukan juga karena ia telah meraih penghargaan bergengsi, melainkan karena memang kualitasnya yang mumpuni. Sebagai peserta, ia tetap menjalani berbagai proses seleksi yang disyaratkan. Ia harus melalui tahapan-tahapan seleksi dan mengalahkan sekitar 672 peserta. “Naura harus melewati proses sama seperti ratusan peserta lainnya. Ia berhasil lolos 200 besar, 70 besar. Kemudian mengikuti workshop di Jakarta di bawah bimbingan 3 orang mentor yang didatangkan khusus dari Broadway, yakni pelatih akting, vokal dan koreografi. Dari 70 peserta, Naura berhasil lolos ke-12 besar dan berhak dapat beasiswa belajar di Broadway,” jelas Billy dari Gallery Indonesia Kaya. Kembali ke soal aktivitas luar rumah Naura yang padat. Selain show menyanyi, dia juga merambah sebagai model iklan maupun film. Setidaknya sampai saat ini ia telah membintangi sejumlah iklan produk, serta tampil dalam tiga film yakni, ‘Petualangan Singa Pemberani Atlantos’ 2016, Naura & Gank Juara 2017, dan ‘DoReMi & You’ tahun 2019. Ia juga mengisi acara anak-anak di sejumlah televisi nasional. Kesibukannya di dunia hiburan tak membuat Naura melupakan pendidikan. Belajar adalah kewajibannya. Dia harus konsisten dengan itu jika ingin terus berkiprah di dunia entertainment. Itu janjinya pada orangtua. Nola, ibunya yang selalu mendampinginya dalam berbagai kegiatan hiburan, memberi bimbingan apa yang terbaik dia lakukan dalam meniti karier tanpa meninggalkan
kewajibannya belajar. “Aku sekarang kelas III SMP, mau ujian. Makanya aku harus mempersiapkan diri juga. Tetap belajar meski banyak kegiatan luar,” tambah Naura yang di luar urusan persiapan konser dongeng ini, hanya mau terima job saat weekend. KONSER DONGENG RASA BROADWAY Konser Dongeng terakhir yang bakal digelar tak lama lagi di Hall 5 ICE BSD Tangerang Selatan, menurut Naura akan sangat berbeda dari konserkonser sebelumnya. Hal itu juga diamini oleh sang ayah, Baldy Mulya Putra. “Konser terakhir ini akan sangat berbeda, juga sebagai penanda Naura menuju masa remaja. Jadi ini konser menandai akhir dari perjalanan konser dongengnya Naura,” ungkapnya. Baldy menjanjikan akan adanya kejutan dalam konser tersebut, di antaranya akan hadir nuansa Broadway. Ini terkait dengan pada Juli lalu Naura mendapat beasiswa bersama teman-temannya ke Broadway. Nah, nanti sebagian dari teman-teman Naura yang ke Broadway itu akan tampil dalam konser dongeng ke-4 ini. “Jadi nantinya lagu-lagu yang dinyanyikan tetap lagu Naura hanya saja full rasa Broadway,” ujar Baldy sembari menambahkan kejutan lainnya adalah, konsep panggungnya yang besar 45 M2 ditambah beberapa panggung kecil yang menjadi bagian dari panggung itu. “Kapasitasnya untuk 4000 orang. Hanya saja kita berencana untuk menggelar dua kali show, yaitu pada siang dan malam hari. Jadi kalau biasanya konser Naura 1 kali show di tempat besar seperti ICE Hall, nah sekarang dua kali. Jadi nantinya, mudah-mudahan ini momentum yang baik ya, konser bisa ditonton 5000 orang.
EDISI 1061/16-22 DESEMBER 2019
U
Naura
foto instagram naura
Semoga terwujud,” paparnya. Nola ‘B3’ yang menangani konten mengaku tetap berkonsultasi dengan Naura yang memang dilibatkan secara penuh dalam pembahasan-pembahasan konsep. “Naura sendiri kan punya banyak ide, itulah yang kami satukan,” ucap Nola. Yang juga menarik dalam Konser Dongeng ke-4 ini, jelas Nola, nantinya ada segmen Indonesia. “Jadi ini bisa dibilang memantapkan lagi bahwa Naura adalah penyanyi, anak Indonesia yang punya karakter yang sangat Indonesia walaupun nantinya ada ‘rasa Broadway’ dalam konser tersebut,” ucap Nola sembari menyebut, konser ini merupakan tantangan terbesar bagi Naura dalam perjalanan karier bermusiknya. Naura berharap konser dongeng terakhir ini bisa berkesan di hati Teman Naura dan seluruh keluarga Indonesia yang suka dan cinta akan seni musik dan budaya Indonesia. Ia juga mengajak semua anak Indonesia untuk terus mengejar mimpi dan berkarya seperti dirinya. (Diana Runtu)
ntuk mengantisipasi banjir di Buleleng Khususnya Desa Baktiseraga, Pemerintah Kabupaten Buleleng Bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menggelar pelatihan pembuatan biopori UNF 1 di Desa Baktiseraga, Senin (9/12). Program pengabdian masyarakat ini diinisiasi oleh Gede Iwan Setiabudi,S.Pd., M.Si., salah satu dosen Budidaya Kelautan yang berkolaborasi dengan
foto instagram naura
foto instagram devano
Naura - Devano raih AMI Awards Kolaborasi Anak Anak Terbaik
foto instagram naura
Naura dan koleksi penghargaan AMI Awards
foto instagram naura
Naura - Orangtuanya dan Adik-adiknya
11
Antisipasi Banjir dengan Lubang Resapan Air
dosen jurusan Biologi Undiksha. Iwan Setiabudi menjelaskan solusi alternatif berupa agregat Biopori UNF 1 dikembangkan untuk mengatasi genangan air dan juga sampah organik. “Nantinya setiap rumah akan dibuat lubang serapan seukuran 4 dim dengan kedalaman kurang lebih satu meter,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Buleleng Putu Ariadi Pribadi, S.STP., MAP, mengatakan lubang ini berbentuk silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air. Lubang itu bertujuan mengatasi genangan air dengan cara meningkatan daya resap air pada tanah.”Lubang biopori memiliki ukuran tertentu yang
Pelatihan pembuatan Agregat Biopori UNF 1
Pelatihan pembuatan Agregat Biopori UNF 1
telah ditentukan, yakni dengan kedalaman satu meter dan berdiameter 10 cm,” kata Putu Ariadi Pribadi. Ia menuturkan, pelatihan pembuatan biopori dilakukan sebagai upaya mengurangi genangan air yang dapat menyebabkan banjir saat musim penghujan tiba. “Kami memberikan penjelasan cara pembuatan biopori ke masyarakat Buleleng khususnya masyarakat Desa Baktiseraga. Juga memberikan peralatan untuk pembuatan biopori tersebut,” ujarnya. Pelatihan Biopori ini bertujuan untuk penyerapan air di musim hujan yang akan datang. ”Kegiatan pengabdian ma syarakat pembuatan biopori ini
merupakan salah satu program DLH Buleleng yang bekerjasama dengan Undiksha Singaraja dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” ucap Putu Ariadi Lebih lanjut, Putu Ariadi menjelaskan selain berfungsi untuk mencegah banjir, biopori juga banyak manfaatnya. Salah satunya air yang tersimpan bisa dijadikan pupuk untuk tanaman. “Lubang resapan biopori merupakan metode resapan air untuk atasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah,” tuturnya Disamping itu, lanjut Putu Ariadi dengan teknik biopori tanah akan menjadi lebih subur. Adanya lubang biopori, maka resapan air hujan yang men-
gandung lumpur dan bakteri akan dilarutkan menjadi mineral-mineral yang diperlukan dalam kehidupan tumbuhan. Putu Ariadi menambahkan pembuatan agregat biopori UNF 1 ini akan dikerjakan di beberapa wilayah di Desa Baktiseraga. Dipilihnya Desa Baktiseraga sebagai pilot project tentang pembuatan biopori, Putu Ariadi mengatakan bahwa setiap musim hujan tiba Desa Baktiseraga selalu tergenang banjir.”Kalau pelatihan ini berhasil, ke depan kami di DLH Buleleng akan kembangkan dengan menyasar daerah-daerah yang terkena dampak banjir disaat musim penghujan tiba,” ungkapnya. (Wiwin Meliana)
Disdukcapil Terapkan Tanda Tangan Elektronik
Putu Reika Nurhaeni Naura raih AMI awards 2019
BULELENG
Jumlah penduduk Kabupaten Buleleng saat ini mencapai
821.205 jiwa yang berarti mobilitas kepengurusan pencatatan sipilnya juga tinggi. Guna meningkatkan mutu pelayanan masyarakat dalam kepengurusan administrasi kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buleleng terus berinovasi dengan program-program yang digulirkan. Kepala Disdukcapil Buleleng Putu Ayu Reika Nurhaeni mengatakan selain melayani dengan sistem stelsel aktif dan stelsel pasif, kini pelayanan Disdukcapil menuju Go Digital. Pemanfaatan perkembangan teknologi ini sebagai upaya untuk mengefisiensikan waktu dalam pengurusan administrasi kependudukan. Reika
menambahkan masyarakat yang ingin mengetahui terkait catatan dokumen pribadi miliknya dapat datang langsung ke kantor kepala desa setempat. “Masyarakat yang ingin tahu catatan administrasi kependudukannya bisa datang ke kantor desa saja karena di sana sistem dapat diakses secara online melalui SIAK Disdukcapil,” jelasnya. Selain itu, imbuh Reika saat ini pihaknya tengah menerapkan Tanda Tangan Elektronik (TTE) dalam mengesahkan dokumen kependudukan yang diurus masyarakat. TTE tersebut berfungsi untuk memberikan jaminan keaslian dan keotentikan dokumendokumen yang diterbitkan secara
elektronik oleh Sistem Informasi milik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Dengan adanya TTE pada setiap dokumen elektronik, maka apabila terjadi rekayasa atau perubahan (defacing) pada dokumen elektronik tersebut dapat diverifikasi atau didentifikasi keaslian dan keotentikan dokumen melalui perambahan secara digital. Dalam penerapan TTE tidak dapat dilakukan pada semua kepengurusan dokumen pribadi. TTE hanya dapat dilakukan dalam kepengurusan Kartu Keluarga (KK) dan Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SK PWNI) sedangkan untuk kepengurusan Akta Kelahiran masih dilakukan secara
manual. “Kami himbau kepada masyarakat yang menerima dokumen dengan ada barkode jangan heran karena itu merupakan dokumen dengan tanda tangan elektronik,” jelasnya. Dalam penerapan, TTE masih menjumpai kendala jaringan. Jika sewaktu-waktu terjadi gangguan jaringan maka TTE akan memperlambat proses penerbitan dokumen sehingga misi pelayanan One hour service tidak akan dapat tercapai. “Jaringan yang selama ini menjadi kendala karena tujuan kita kan untuk mempercepat pelayanan jika jaringan tidak ada maka justru memperlambat pelayanan,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)
12
BUMI GORA
EDISI 1061/16-22 DESEMBER 2019
Shalsabila Lestari Putri Suteja
Mengalahkan Diri Sendiri
Setelah melewati masa-masa karantina yang cukup panjang, Shalsabila Lestari Putri Suteja akhirnya mewujudkan cita-cita masa kecilnya untuk berdiri di atas panggung dan menerima penghargaan berupa mahkota impian para wanita. Mengungguli 20 finalis lain, Putri terpilih sebagai Putri Indonesia yang akan mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada ajang pemilihan Putri Indonesia tahun 2020 mendatang. ibunya yang selalu ada waktu setiap ia butuhkan, dan selalu bisa melakukan banyak hal untuk membuatnya tetap merasa nyaman. Putri memang terbilang aktif, sebab ia mengikuti beberapa ekstrakurikuler di sekolahnya. Ia menghabiskan masa remajanya dengan berbagai aktivitas positif. Lahir dengan banyak bakat, Putri yang punya hobi berenang, nonton film dan baca ini, pernah menjadi anggota Paskibraka Nasional tahun 2018.
K
elahiran Lombok Timur 25 Desember 2001, Putri yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas ini sesungguhnya jarang tampil di dunia panggung semacam itu. Meski sebelumnya ia pernah ikut ajang Teruna Dedare Lombok Timur di tahun 2018, ia tidak secara intensif mengikuti berbagai aktivitas dunia panggung seperti dunia model. Putri bahkan tidak berlatar belakang seorang
model. Tetapi keberanian dari anak pasangan I Nyoman Suteja dan Aolia Adriyuani ini untuk ikut ajang Putri Indonesia NTB, patut diapresiasi, sebab ia mengaku bermodalkan keberanian dan mental serta niat untuk membawa nama Nusa Tenggara Barat di kancah nasionallah yang membuatnya bisa tampil percaya diri. Bercita-cita menjadi polisi dan terjun sebagai enterpreneur Putri mengagumi sosok
KERJA SOSIAL Panggung pemilihan seperti ini bagi Putri adalah tempatnya belajar banyak tentabg semua hal khususnya soal attitude. Lebih dari itu, Putri sudah mulai nyaman dan merasa pas dengan dunianya sekarang, dunia yang dicita-citakannya sejak kecil. Sebagai salah seorang putri terbaik NTB saat ini, Putri berkeinginan lebih banyak terjun dalam kerjakerja sosial di masyarakat.
Ia ingin mengeksplor lebih jauh mendalami kehidupan masyarakat dengan banyak membantu orang. Untuk tampil di ajang Putri Indonesia Maret 2020 mendatang, Putri kini tengah mempersiapkan diri bukan hanya dari segi perlengkapan saja melainkan juga menyiapkan mental, psikologis, dan kesehatan, sebab ia sadar, menuju Putri Indonesia itu bukankah persoalan mudah. Tantangan yang dihadapinya nanti tentu saja lebih berat dari yang sudah ia jalani di NTB. Bersaing dengan putri-putri terbaik dari seluruh Indonesia, adalah tantangan tersendiri bagi Putri. Ia bertekad mewujudkan tantangan itu dengan kerja keras dan memberikan yang terbaik untuk NTB. Tantang besar lain ada dalam dirinya yakni tantangan untuk membuktikan bahwa ia terlebih dahulu mampu mengalahkan diri sendiri. (Naniek I. Taufan)
EDISI 1061/16-22 DESEMBER 2019 Mengasuh anak berkebutuhan khusus bukan hal yang mudah. Bukan hanya kesabaran ekstra dan ketulusan yang dituntut dari orangtua maupun lingkungan keluarga terdekat tapi juga ketepatan memilih terapi juga pendidikan. Cindy Fatika Sari, artis ngetop era 1990-an, mengalami itu.
S
alah satu dari anak kembarnya, Tengku Omar Atalla mengidap ASD (Autism Spectrum Disorder). Suatu kondisi yang berkaitan dengan perkembangan otak anak. Kondisi ini mempengaruhi kemampuannya dalam berkomunikasi, bersosialisasi dan berperilaku. Kala itu dia sempat shock dan terpukul, seolah tak percaya anak kesayangannya yang baru berusia 3 tahun menderita ASD. Namun rasa sedih dan terpukul itu cepat-cepat dia halau. Segera dia dan suaminya, aktor Tengku Firmansyah, mencari berbagai informasi terkait dengan penderita ASD dan bagaimana penanganannya. “Sejak mengetahui itu, kami langsung ikhtiar melakukan terapi-terapi dan berbagai hal untuk Omar,” ungkap Cindy yang mulai berkiprah di dunia entertainment setelah menjadi juara III Lomba Gadis Sampul Majalah Gadis. Melalui perenungan yang dalam Cindy menarik hikmah dari kejadian tersebut. “Aku berkeyakinan Allah menciptakan semua manusia itu pasti ada tujuannya. Allah memberikan ini pada keluarga kita, juga pasti punya maksud khusus. Apapaun itu, aku berkayakinan itu sesuatu yang baik untuk kita. Nggak mungkin Allah memberikan suatu yang tidak baik. Allah Maha Baik, Maha Penyayang. Ini adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan ataupun dibikin stres. Kita syukuri saja,” ungkap Cindy yang tetap awet muda di usianya yang hampir 41 tahun. Cindy juga Firmansyah sadar untuk mempercepat perkembangan Omar diperlukan dukungan keluarga yang besar. Karenanya sejak dini mereka mendidik kedua anak lainnya, Tengku Syaira Anataya atau akrab disapa Chacha, juga kembaran Omar, Tengku Kianu Zimraan atau akrab disapa Kianu, untuk memahami kondisi Omar dan mengasihinya.
BUNDA ANANDA
5
Tangani Anak Berkebutuhan Khusus
Perlu Dukungan Keluarga
Sikap keluarga yang sangat mendukungnya itu serta rangkaian terapi yang dijalaninya membuat kondisi Omar jauh membaik. Dulu kata Cindy, Omar sangat sulit berkomunikasi dan bersosialisasi, bahkan menatap dirinya pun Omar tak mau. Dia seolah tenggelam dalam dunianya sendiri. Namun seiring waktu semuanya berjalan baik. Cindy sendiri setelah memiliki tiga anak, sempat menarik diri dari dunia entertainment dan mencurahkan sebagian besar waktunya untuk keluarga dan mengurus anak, khususnya Omar. “Perkembangan Omar sangat baik. Komunikasinya juga sudah lumayan bagus. Dia juga bukan tipe anak yang rewel dan hiperaktif. Dia selalu nemenin aku kemana-mana. Seperti berbelanja, meski lama dia tidak komplain, tidak rewel. Tenang saja bahkan senang. Beda dengan dua anak lainnya Chacha dan Kianu, mereka tuh kalau aku ajak berbelanja trus kelamaan, suka komplain,” ucap Cindy yang bersama suaminya serta anak sulungnya, Chacha terlibat dalam sinetron ‘Tukang Ojek Pengkolan’. Memiliki Omar, ungkap Cindy lagi, adalah berkah bagi keluarganya, apalagi di saat sekarang dimana dua anaknya yang lain, Chacha dan Kianu sudah besar dan sibuk dengan kegiatan masing-masing. “Chacha dan Kianu sudah besar dan sibuk dengan kegiatan masing-masing, main dengan teman-temannya. Yang selalu ada di rumah hanyalah Omar. Jadi aku selalu bersama Omar kemanamana. Aku merasa bahagia sekali. Aku bilang ke suami bersyukur ada Omar yang selalu menemani,” tuturnya. MEMILIH PENDIDIKAN YANG TEPAT Soal pendidikan, sejak Omar memasuki usia sekolah dasar, ia memutuskan untuk memasukkan ke sekolah dasar umum bukan sekolah khusus anak berkebutuhan khusus. Ini memang tidak mudah bagi Omar. “Meski itu sekolah umum tapi ada departemen khusus
Cindy-Omar
foto instagram
untuk anak berkebutuhan khusus. Itu tidak mudah juga baginya. Omar sempat ngulang kelas setahun saat kelas 1 SD,” tuturnya. Yang menarik, tutur Cindy lagi, Omar memiliki keunggulan dalam pelajaran eksakta seperti matematika. Itu berbeda dengan dua saudaranya, Chacha dan Kianu yang lemah dalam pelajaran eksakta. “Sama seperti aku dan Firman tidak suka ilmu eksakta, dua anak aku Chacha dan Kianu juga nggak suka. Minat mereka justru pada seni. Jadi yang jago matematika di keluarga kita hanya Omar,” tutur Cindy dengan bangga. Namun begitu, tambahnya, setelah Omar lulus SD dia dan Firman memutuskan untuk mengganti program belajar dari akademik ke pendidikan yang lebih fokus pada penggalian minat atau bakat siswa, kemandirian serta life skills. Kurikulumnya pun khusus dibuat untuk kebutuhan anak masing-masing. Misalnya Omar memiliki kurikulum sendiri (individual educational plan). Hasilnya, kata Cindy, bagus sekali. Omar berkembang pesat. “Aku bersyukur banget ya Omar bisa sekolah di Special Education Vocational (SEV) Tunas Indonesia. Di sana Omar bisa mengembangkan potensinya, berteman dengan anak-anak hebat lainnya. Guru-guru pembimbingnya juga luar biasa. Alhamdulilah,” ujar Cindy yang sempat berkarier di dunia musik dan melahirkan sejumlah album. Di sekolah tersebut, lanjut Cindy, bakat Omar digali. Ternyata anaknya memiliki minat yang besar pada seni
Cindy dan keluarganya
melukis. Melukis termasuk salah satu terapi yang bagus untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Hasilnya anakanak tersebut mampu berekspresi lewat lukisannya. Omar pun demikian. Beberapa waktu lalu Omar dan sejumlah anak berkebutuhan khusus menggelar pameran lukisan mereka di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta. “Lukisan mereka keren-keren lho,” tambah Cindy dengan wajah semringah.
foto instagram cindy
Menurut Cindy banyak hikmah yang didapatnya dalam pengalamannya membesarkan Omar hingga menjadi seperti sekarang. Bukan hanya soal kesabaran dan ketekunan yang luar biasa yang dipelajari tapi juga nilai-nilai kehidupan itu sendiri. Kesolidan keluarga, kasih sayang dan cinta yang tulus memberi peran besar dan penting dalam perkembangan Omar. (Diana Runtu)
Mendongeng Lima Menit
ABU NAWAS TAK TERBALAS Nama Abu Nawas terkenal karena cerdas dan berakal licik. Banyak orang ingin membalas dengan mempermalukannya, termasuk Kalifah, majikannya sendiri. Namun tak pernah terbalas. Pada suatu hari Kalifah diundang makan oleh Abu Daud, Made Taro seorang saudagar kaya. Seperti biasa Kalifah selalu diiringi oleh Abu Nawas. Abu Nawas pun menunggangi kudanya, lalu berjalan di belakang kuda Kalifah. Untuk mengusir kejemuan dalam perjalanan, Abu Nawas berbekal kurma. Rupa-rupanya kebiasaan Abu Nawas itu diketahui oleh Kalifah. “Makan apa kau Abu Nawas?” tanya Kalifah. Abu Nawas segera membuang kurmanya. “Hamba tidak makan apa-apa, Kalifah!” jawabnya gugup. Sesaat kemudian ia memasukkan kurma lagi ke mulutnya, namun tak sempat mengunyahnya, karena Kalifah menggodanya lagi. Setiba di rumah Abu Daud, Abu Nawas melihat hidangan makan sudah tersedia untuk Kalifah. Ia sendiri belum mendapat giliran makan. Nah, kesempatan itulah yang digunakan Abu Nawas untuk membalas godaan sang Kalifah. Ketika Kalifah memasukkan sesuap nasi ke mulutnya, Abu Nawas berteriak, “Kalifah, Kalifah, kuda Tuan gelisah karena kehausan!” Terpaksalah Kalifah memberi minum kudanya terlebih
dahulu. Namun kemudian, setiap Kalifah menyuap nasi, Abu Nawas terus berteriak karena kuda sang majikan haus dan lapar. Betapa jengkelnya sang Kalifah. “Akan kubalas dia, biar tahu rasa!” bisik hati Kalifah. Menjelang pulang, Kalifah benar-benar ingin memuaskan hatinya. Ia mengambil sebiji batu gepeng memanjang, lalu menyumpal mulut kuda Abu Nawas. “Hi, hi, hi…!” Kalifah tertawa melihat kuda Abu Nawas kelihatan seperti tertawa terus. Namun Abu Nawas yang cerdas dan cerdik itu, mengetahui akal-akalan Kalifah. Sesaat sebelum berangkat, Abu Nawas memotong ekor kuda sang majikan. Nah, tentu saja perjalanan pulang sedikit terganggu. Ketika Kalifah menoleh ke belakang, ia melihat kuda Abu Nawas tertawa terus. “Abu, Abu Nawas! Kudamu kok tertawa terus!” Abu Nawas segera menjawab. “Bukan kuda saja, Tuanku! Hamba juga tertawa cekikikan melihat kuda Tuanku tak ada ekornya.” Kalifah terkejut, lalu segera turun dari kudanya. Benar sekali! Kudanya kehilangan ekor. “Ini pasti perbuatanmu, Abu Nawas!” kata Kalifah purapura marah. “Maaf, Tuan! Itu hanya pembalasan yang setimpal,” jawab Abu Nawas. Kalifah mengakui kecerdikan lawannya. Ia tidak jadi marah, tetapi memuji anak buahnya sebagai orang cerdas, penuh akal walaupun terasa licik. (Seribu Satu Malam).
4 Ir. Baiq Rahmayati
WOMAN ON TOP
EDISI 1061/16-22 DESEMBER 2019
Jadikan Taman Budaya “Rumah Seniman” Beberapa waktu belakangan ini, Taman Budaya Nusa Tenggara Barat terlihat lebih meriah dengan kegiatan-kegiatan kesenian dan kebudayaan. Berbagai aktivitas seni dan budaya mewarnai setiap sudut Taman Budaya NTB.
Ir. Baiq Rahmayati
D
i taman-taman asri Taman Budaya NTB hampir setiap sore dipakai untuk latihan seni baik pelajar dan mahasiswa maupun bagi
para seniman yang tengah menyiapkan pertunjukan. Hal inilah yang membuat areal institusi seni ini serasa rumah bagi seniman. Secara kuantitas, pertunjukanpertunjukan kesenian di Taman Budaya NTB ini, memang kini terbilang volumenya meningkat sehingga memperlihatkan gairah berkesenian di Mataram khususnya yang lebih semarak. Kepala Taman Budaya Nusa Tenggara Barat, Ir. Baiq Rahmayati, memang membuka ruang yang seluas-luasnya bagi para seniman untuk mengekspresikan karya-karya terbaiknya. Selain itu ia memberi perhatian juga untuk menyiapkan Taman Budaya NTB sebagai tempat yang nyaman bagi seniman untuk berkarya. Baiq Rahmayati, memang tidak berlatar belakang seniman atau budayawan melainkan ia adalah sarjana pertanian, namun ia mampu mengerti apa yang dibutuhkan para seniman untuk melahirkan karya-karyanya. Tetapi jangan
salah, Maya, panggilan akrab Kepala Taman Budaya NTB ini adalah pemain teater pada era tahun 1990-an saat tergabung dalam pertunjukan Bengkel Aktor Mataram. Pengalaman inilah yang membuat Maya dekat dengan dunia seniman. Dalam mengelola Taman Budaya NTB, Maya memang kini lebih memberi perhatian pada meningkatkan kuantitas pertunjukan kesenian, meski tetap terus meningkatkan kualitas pertunjukan yang digelar di Taman Budaya NTB. Bagi Maya, dengan ramainya aktivitas kesenian dengan sendirinya bisa membangkitkan dan menghangatkan atmosfir berkesenian sehingga pada akhirnya bisa dengan mudah mengangkat kualitas seni yang dipertunjukkan. “Aktivitas kesenian harus ramai dulu, sebab dengan ramainya berbagai kegiatan kesenian maka akan mudah kita secara bertahan meningkatkan kualitasnya,” ungkap Maya. Baginya, menjembatani para seniman untuk berkarya khususnya menyiapkan tempat latihan yang layak adalah hal yang sangat penting. Selain memelihara spot-spot dan gedung pertunjukan,
Salam Senyum Memang tidak semudah mengucapkan sebuah kalimat ‘memimpin layanan’ ketika ingin mewujudkannya. Tulisan saya sebelumnya sudah membahas tentang keteladanan layanan yang dapat dilakukan dengan dua cara. Yang pertama keteladanan dari dalam ke luar, dan yang kedua keteladanan dari diri sendiri. Untuk melengkapi apa saja langkah awal menuju zero complain dalam layanan, saya akan bahas bagaimana seharusnya seorang pemimpin layanan dalam melakukan tanggung jawabnya. Mempelajari layanan dari seorang pakar layanan dunia Ron Kaufman, sebenarnya ada 7 aturan kepemimpinan layanan yang dapat dilakukan, agar ter-
cipta tim layanan yang hebat. Seorang pemimpin layanan tidak bisa hanya memberitahu orang bagaimana cara melayani. Namun mereka harus menunjukkan bagaimana melayani dan mengajari orang -orang mengapa layanan itu begitu bernilai. Aturan yang pertama adalah mendeklarasikan layanan sebagai prioritas utama. Untuk hal ini para pemimpin layanan memahami fokus pada perbaikan layanan akan membawa hasil untuk kemajuan organisasi, instansi, ataupun hasil komersial. Di sinilah pentingnya menananmkan layanan bukan hanya berbicara tentang prosedur, anggaran, dan keuntungan. Namun lebih kepada menciptakan nilai untuk orang lain jauh lebih penting. Mendeklara-
METROPOLITAN
Baiq Rahmayati (kedua dari kanan) Maya juga menata asri taman-taman yang ada di pelataran halaman Taman Budaya NTB. Hijau dan sungguh asri dengan kebersihan dan kerapian yang terjaga baik. Kondisi taman yang asri ini bahkan dipuji oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Sitti Rohmi Djalillah, yang selama beberapa bulan terakhir ini kerap datang ke Taman Budaya NTB untuk berlatih bermain gamelan bersama Ketua Dekranasda NTB, Niken Saptarini Zulkieflimansya serta kepala-kepala dinas perempuan
pemimpinnya tidak mempergunakannya. Bahasa layanan yang sudah terbentuk bukan hanya janji kosong, yang sebagai jargon layanan yang tak berarti. Memakai kata-kata tanpa disertai perbuatan dampaknya tidak lebih dari obrolan iseng yang tidak bermakna. Aturan keempat adalah mengukur layanan secara konsisten. Banyak orang bingung bahkan tidak tahu cara mengukur layanan. Sebenarnya banyak hal yang dapat dijadikan ukuran, namun mengukur layanan di sini lebih kepada hal-hal yang benar-benar penting untuk kemajuan layanan. Sebagai seorang pemimpin, mengukur layanan dapat dilakukan dengan mengevaluasi ukuran standar performance layanan, tingkat kepuasan pelanggan, tingkat loyal pelanggan, tingkat keterlibatan pegawai, seberapa banyak ide-ide baru, bahkan ada istilah berapa skor ‘share of wallet’, dan lain sebagainya. Apa saja tiga aturan selanjut-
di Lingkup Pemerintah Provinsi NTB. Hal tersebut tentu sejalan dengan upaya yabg dibangun oleh Ir. Baiq Rahmayati dalam mengelola Taman Budaya NTB. Ruang yang luas ia siapkan, maka seniman bisa memanfaatkannya untuk berkarya. Beberapa program pertunjukan seni juga setiap tahunnya difasilitasi oleh Taman Budaya NTB sesuai dengan yang sudah disusun sebelumnya. “Silakan berkarya, Taman Budaya NTB adalah rumahnya seniman,” ungkap Maya. (Naniek I. Taufan)
nya sebagai seorang pemimpin layanan? Sampai jumpa di tulisan saya berikutnya (bersambung) Sudahkah para pelaku layanan di perusahaan/instansi Anda memahami dan melakukan hal tersebut di atas? Materi ini juga terdapat dalam pelatihan dengan Sri Sumahardani Academy dengan judul ‘Serve with Love’ atau buku saya dengan judul ‘Service A La Carte’, serta materi-materi pelatihan yang lainnya, seperti ‘Good Communication for Good Perfomance,’ ‘Great Personality,’ ‘Upgrade Your Selling Skill’ dan dua belas materi lainnya. Ingin mengetahui, memahami dan mengaplikasikan layanan ini di perusahaan/instansi Bapak/Ibu? Silakan hubungi kami, dan kami siap untuk membantu. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani IG : sri_sumahardani Srisumahardani 3sp@gmail.com
13
Meneropong Jodoh Artis Tak lama lagi tahun 2020 akan tiba. Sebagian orang sudah mulai melakukan flashback apa yang telah dicapainya sepanjang tahun ini dan memikirkan apa yang hendak dicapainya di tahun mendatang. Memang tidak semua melakukan hal ini, ada juga yang tidak mau terlalu memikirkannya khawatir menjadi beban. Lebih suka membiarkan mengalir saja. Dewi Sandra misalnya, termasuk artis yang segan menetapkan resolusi bagi dirinya untuk tahun baru.
“Langkah Awal Menuju Zero Complain“ #6 (Pemimpin Layanan) sikan layanan sebagai prioritas utama dapat dilakukan dengan mencantumkan urutan pertama pada agenda. Hal ini dapat dilakukan saat berpidato, tulisan, rapat, status di media sosial, klip sebuah video, dan hal-hal lain sehari-hari. Aturan kedua yang dilakukan para pemimpin layanan adalah dengan menjadi teladan yang hebat dalam wujud tindakan sehari-hari. Menjadi pemimpin layanan bukan hanya memberi tahu, namun dapat mewujudkannya dengan contoh-contoh kecil sehari-hari. Memungut klip yang jatuh di lantai, menyapa dengan ramah pelanggan ketika bertemu, penampilan yang selalu terjaga kerapiannya dan lain sebagainya. Aturan ketiga adalah mendukung bahasa layanan bersama. Tentang bahasa layanan, sudah saya bahas pada tulisan-tulisan saya sebelumnya. Bahasa layanan yang sudah terbentuk harus dipakai. Bagaimana tim dapat memekai bahasa layanan, kalau
EDISI 1061/16-22 DESEMBER 2019
“D
Dewi Sandra
ulu saya kerap melakukannya tapi berkali-kali tidak terwujud. Jadi saya sekarang tidak mau melakukan itu lagi. Lebih baik kita melakukan apa yang kita niatkan bukan sekadar hanya mengucapkan,” ungkap penyanyi kondang ini seraya menyebut tidak mempunyai rencana khusus di tahun 2020. Yang pasti adalah sebagaimana yang dijalaninya sekarang, maka tahun 2020 akan diisinya dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Lain lagi dengan penyanyi dangd ut Ayu Tingting yang biasanya malas kalau ditanya resolusi tahun baru, kali ini lebih terbuka tentang apa yang menjadi harapannya untuk tahun 2020. Menurut Ayu, sebagai mana umumnya, dia pun memiliki banyak harapan untuk tahun depan. Soal karier misalnya, ia berharap tahun depan kiprahnya di dunia entertainment semakin baik. Juga, konser tunggal yang tengah disiapkannya pada Maret 2020 mendatang bisa berjalan
baik. “Harapan saya konser itu bisa berjalan dengan baik dan sukses. Sekarang ini saya sedang melakukan persiapan-persiapan termasuk soal konsep agar bagus nantinya,” tutur ibu cantik beranak satu ini. Tahun ini, ia telah bekerja keras. Banyak waktunya diha biskan untuk pekerjaan sehingga berdampak pada berkurangnya waktu untuk keluarga, khususnya Bilqis, anak semata wayangnya. Ia berharap tahun depan, ada banyak waktu untuk keluarga dan anaknya yang sudah memasuki masa sekolah. Bagaimana dengan jodoh? Ditanya hal tersebut, Ayu kini mau lebih terbuka menjelaskan. Ia menyebut sebagaimana manusia umumnya, ia pun berharap dapat segera mendapatkan jodoh. “Ya kalau tahun depan ada jodohnya, alhamdulilah. Doakan saja. Mudah-mudahan Allah mengabulkan,” ucap artis bernama lengkap Ayu Rosmalina ini. “ Pe n g e n n y a s i h m u d a h - mudahan cepat-cepat ada jodohnya,” tambahnya. Namun, ia juga tidak mau memaksakan hal itu. Biarkan semuanya berjalan alami sesuai dengan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. “Dari pada cepat-cepat trus ujung-ujungnya jadi nggak benar, kan lebih baik pelan-pelan saja. Saya juga nggak mau menargetnarget. Semua terserah Allah, dirinya tinggal menjalankan saja,” kata Ayu.
TAHAP PENGENALAN Menanggapi adanya ramalan tentang dirinya bakal segera dapat jodoh, Ayu menja wab, dirinya tak mau banyak berkomentar soal masalah itu. “Kalau ramalan-ramalan yang baik ya saya mengamini saja. Kalau ramalan nggak baik, ya saya nggak mau ambil pusing. Biarkan saja,”kata Ayu yang juga diramalkan kariernya akan tetap moncer di tahun 2020. Menurut peramal kondang Endang Tarot, tahun 2020 mendatang, selain karier Ayu tetap berkilau, dia juga akan banyak didekati oleh para lelaki. Mereka ini ingin mempersunting Ayu. Bisa jadi tahun depan Ayu akan mulai serius dengan seorang lelaki tampan. “Amin amin,” ucap Ayu. Tak mau berbicara berandaiandai. Ayu menyebut yang pasti tidak akan mengambil job tahun baru lantaran ingin berlibur ber-
Ayu Tingting
sama keluarga, khususnya anak semata wayang Bilqis. “Sudah cukuplah bekerja sepanjang tahun. Sepanjang Desember ini saya juga bekerja keras. Jadi sudah cukup lah untuk biaya liburan akhir tahun bersama keluarga,” tambah Ayu tanpa mau menyebut kemana dia dan keluarganya akan berlibur.
Gisella Anastasia
Gisella Anastasia mengaku bingung mau jawab apa ketika ditanya resolusinya tahun 2020 mendatang. Lantaran sesungguhnya sudah sejak lama dia tidak menetapkan resolusi dalam menjalani hidupnya. “Sudah lama aku nggak menetapkan targettarget tertentu yang harus dicapai, jadi semua berjalan mengalir saja. Tapi aku m e r a s a t e rberkati dengan apa yang aku dapat dalam kehidupan aku,” ungkap Gisella Anastasia. “Bukannya aku pesimis ya. Enggak. Ta p i a k u t i dak memiliki ambisi-ambisi tertentu untuk mencapai se suatu. Yang aku lakukan hanya menjalankan kehidupan aku, baik itu pekerjaan aku, dll, dengan sebaik-baiknya,” tambahnya. Namun jawaban Gisella itu tidak memuaskan awak media yang terus bertanya tentang rencananya tahun depan. Karena didesak terus, akhirnya mantan istri aktor Gading Marten ini
menjawab, dirinya berharap kariernya di tahun depan berjalan lebih baik. “Tahun depan aku berniat lebih selektif lagi dalam menerima tawaran pekerjaan. Aku ingin pintar memilah-milah tawaran, mana yang prioritas. Supaya aku tidak kelabakan sendiri,” ujar Gisel setelah berpikir agak lama. Selepas bercerai dengan Gading Marten, Gisel menjalin hubungan dengan Wijaya Saputra atau akrab disapa Wijin, seorang atlet basket. Menurut Gisella, dirinya belum memikirkan soal menikah lagi dalam waktu dekat ini. Hubungannya dengan Wijin berjalan baik dan masih dalam tahap pengenalan masing-masing. “Wah, belom ya (berpikir menikah). Sekarang ini step-nya masih pengenalan diri masingmasing. Masih berusaha membawa hubungan ke arah yang baik di mata Tuhan. Aduh maaf nih membawa-bawa nama Tuhan. Tapi kita memang sekarang ini sedang berusaha sekali untuk lebih baik. Nanti kita lihat saja mau kemana hubungan ini,” ungkap Gisel. Karena, lanjutnya, kita tidak pernah tahu apa rencana Tuhan. “Jadi kita jalani saja dulu,” ucapnya. “Kalau kalian mau tanya lain-lain, kata Gisel sambil berseloroh, silakan buka ‘lambeturah’ (akun gosip-red) saja karena semua ada di sana,” katanya sambil tertawa. (Diana Runtu)
14
SUDUT PANDANG
EDISI 1061/16-22 DESEMBER 2019
EDISI 1061/16-22 DESEMBER 2019
Selalu Siap Perubahan Cuaca
Kebanyakan perempuan, apalagi artis, sangat menghindari berkegiatan di bawah terik matahari karena dianggap dapat merusak kulit. Kecuali jika terpaksa karena pekerjaan seperti syuting misalnya. Tapi agaknya hal itu tidak berlaku bagi Nadine Chandrawinata, artis yang juga aktivis lingkungan hidup.
“S
aya tak terhentikan oleh cuaca. Mau cuaca seperti apa, mau panas menyengat ataupun hujan, ya tidak masalah. Apalagi kalau memang untuk pekerjaan,” ujar Nadine. Misalnya saja seperti sekarang dimana terjadi anomali cuaca, kemarau yang panjang bahkan di bulan yang seharusnya sudah masuk musim hujan pun cuaca terkadang masih tidak bersahabat yakni panas terik. “Kalau panas terik sih sudah biasa, itu mainan aku,” ucapnya sambil tertawa. Berkegiatan di outdoor memang sudah menjadi hobinya. Ia suka menjelajah alam, dia juga hobi diving dan surfing. “Kegiatankegiatan ini kan bukan hanya sekadar hobi tapi juga pekerjaan aku,” kata istri Dimas Anggara itu. Karena pekerjaan sekaligus hobi maka dia menjalankanny dengan suka cita tanpa melihat kondisi cuaca. Asalkan bukan hujan-badai. Sepanjang hanya persoalan hujan biasa, atau panas terik, tidak ada masalah baginya. Di lapangan, dia selalu siap dengan terjadinya perubahan cuaca. Entah itu cuaca menjadi
sangat terik ataupun hujan deras. “Kalau sudah di lapangan aku siap dengan perubahan cuaca. Mau panas terik ataupun basah-basahan karena diguyur hujan. Itu sudah biasa. Malah pernah juga habis basah-basahan karena hujan deras trus dihantam lagi dengan panas terik, sampai baju kering di badan, itu sudah biasa,” ujar mantan Putri Indonesia ini. Selain itu, hobinya pada kegiatan kebaharian juga membuatnya harus kerap berada di alam terbuka. Diving, surfing, adalah kegiatan yang rutin dilakukannya. “Bukan hanya saat terik cuaca tapi saat hujan pun aku kadang melakukan diving. Nggak masalah sih. Yang terpenting adalah berhatihati, menjaga keselamatan diri. Karena saat hujan meskipun tidak terjadi perubahan besar di dalam laut namun ada perubahan perputaran air,” jelas Nadine yang telah melahirkan sejumlah buku dari hasil travelingnya ke berbagai tempat. Berbeda dengan kegiatan di alam terbuka namun tidak di pantai atau di laut, berkegiatan di pantai atau lautan apalagi terlalu sering bisa menyebabkan foto instagram nadine
foto instagram nadine
masalah pada kulit juga rambut. Hal ini juga diakui oleh pendiri Yayasan Sea Soldier, sebuah organisasi peduli lingkungan. “Apalagi aku suka diving, itu kadang menyebabkan masalah pada rambut, juga kulit kering. Tapi aku sudah mengantisipasinya. Nah kalau masih tetap bermasalah, ya ke salon untuk melakukan perawatan. Jadi tetap ada solusinya,” ucap Duta Wisata Bahari ini. Lagi pula, dirinya tidak takut dengan kulit menjadi gosong karena kerap berpanas-panas ria di pantai dan laut. Suatu yang oleh kebanyakan wanita ditakuti. “Nggak takut kok. Lagi pula aku memang suka dengan kulit yang gelap,” katanya tertawa. “Kadang aku juga pakai pakaian lengan panjang untuk menghindari terik matahari. Tapi sering juga hanya pakai pakaian yang simple semacam tank top,” tambah pemeran film ‘Labuan Hati’, ini. (Diana Runtu)
SOSIALITA
3
Menuju Denfest 2019
Fashion Show di Tukad Korea
Suasana Denfest sumber foto denfest
Denfest 2019
Persembahan untuk Masyarakat Denpasar
Nadine Chandrawinata
Pemerintah Kota Denpasar kembali hadirkan Denpasar Festival (Desfest) 2019. Ajang bergengsi ini, ditunggutunggu untuk menyuguhkan pesona jalinan kreativitas nan penuh warna di Kota Denpasar. Pagelaran yang rutin dipersembahkan setiap akhir tahun, kali ini mengusung tema “ Jentera Kebahagiaan”. Tema kali ini mendapat sambutan baik dari Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra. Denfest yang telah melangkah hingga di tahun XII ini, temanya mencermikan mandala kebahagiaan yang bersumber dari pertalian serta ikatan kuat, yang saling memperkaya antara pribadi, kerabat, keluarga, juga komunitas dalam skala yang luas. “Jentera Kebahagiaan’’, menurutnya mencerminkan pula indeks kebahagiaan Kota Denpasar yang tertinggi di Bali, yakni 7,4. Rai Mantra juga menegaskan pada masyarakat, saat berkunjung dan datang di Denfest agar bijaksana dalam menggunakan plastik, terutama yang sekali pakai. Akan lebih baik, jika ingat membawa tas belanja. Begitu pula ketika menikmati kuliner, hendaknya mengupayakan tidak ada sisa makanan. “Peduli sampah plastik harus terus kita galakan. Khususnya melalui kegiatan Denfest ini, sehingga kesadaran masyarakat akan bahaya plastik semakin meningkat,” ungkapnya Tidak hanya itu, Rai Mantra juga berharap agar dalam Denfest ini menonjolkan produk kerajinan kriya, kerajinan UMK Kota Denpasar yang mencerminkan konsep ‘orange economy’. Yakni, membangun Denpasar sebagai domain ‘mindfacture’ dan bukan ‘ domain manufacture’, sebuah pendekatan pembangunan kota yang bersandar pada kekayaan dan keunggulan kreativitas seni dan budaya dibandingkan eksploitasi kekayaan alam dan pembangunan pabrik mesin raksasa. Informasi lainnya, bahwa pada event Denfest tahun ini, akan menampilkan beberapa program unggulan. Mulai dari workshop pembuatan sedotan dan tote bag non plastik, upcycle t-shirt, composting sampah rumah tangga, how to be happy relaksasi dan gaya hidup sehat urban, branding hingga packaging yang bakal dilaksanakan Bekraf Denpasar. Selain itu juga ada Talkshow Nasional Refleksi 12 Tahun Denpasar Festival bersama Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra, serta launching “Pilar Kebudayaan Denpasar”. Dalam talkshow berskala nasional yang menghadirkan Wali Kota Denpasar IB Rai D.Mantra, selaku tokoh sentral di balik lahirnya Denfest tersebut bakal diulas kisah perjalanan 12 tahun Denfest sebagai wahana yang berkontribusi besar, baik secara kultural, sosial dan ekonomi bagi dunia ‘orange economy’ di kota ini. -- ard
Potensi unggulan tradisi lokal sebagai salah satu warisan budaya, mampu menambah khasanah kreativitas industri fashion tanpa meninggalkan ciri khas adat dan budaya. Peluang dilirik dengan memacu kreativitas melalui ruang ekspresi, mampu meningkatkan kecintaan dan kebanggan terhadap produk warisan budaya Bali. Begitu untaian kalimat yang diucapkan Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ida Ayu Selly Rai Mantra.
S
ejak dicanangkannnya Denpasar Festival di tahun 2008, salah satu kegiatan atau kreativitas yang menampilkan endek, sebagai warisan budaya, dan produk unggulan Kota Denpasar berjalan beriringan. Dengan konsep dan tujuan pelestarian dan pengembangannya telah pula ditancapkannya. Istri Wali Kota Denpasar ini, berhasil memilih pendekatan yang indah melalui acara pagelaran mode dalam bentuk fashion show. Diawal kehadiran Denfest, ragam kreasi endek disuguhkan melalui ”Fahion on The Street”. Begitu juga tahun-tahun berikutnya pagelaran kreasi endek terus berlangsung termasuk diselenggarakannya Lomba Berbusana Endek yang menyasar semua kalangan dan profesi. Dikatakannya, lomba selama ini telah menyertakan berbagai
profesi mulai dari para guru, karyawan perbankan, perhotelan, rumah sakit hingga LPD. ”Untuk tahun ini lombanya spesial. Pesertanya istimewa, yakni para lansia. Mereka akan mengenakan busana adat,”cetusnya. Selly Rai Mantra juga menyatakan Denfest berhasil mengakomodir perjalanan kreativitas perajin serta para desainer. Sejak tahun lalu lebih dimantapkan lagi, menjadi agenda panggung kreativitas yang mengangkat unsur lokal dengan ino-
vasi dan kreativitas terbaik para perancang melalui dunia mode dengan nama “Denpasar Fashion Festival” (DFF). “Ajang DFF kini telat tercatat dan terpatri menjadi tempat berkarya bergengsi bagi perancang mode yang berbakat . Baik yang ada di Kota Denpasar maupun di wilayah Bali untuk terus mengangkat tenun lokal Bali sebagai tema utama dalam setiap pagelaran fashion show mereka,” ujar Selly Rai Mantra menekankan. Persembahan DFF ke 2 tahun ini, dipastikan unik dan menarik. Sebab acaranya bakal digelar di Tukad Badung atau lebih dikenal dengan Tukad Korea yang bertajuk “Fashion Show on River”. Persembahan lenggak-lengok para model yang bakal mengenakan beragam busana siap pakai memenuhi area tukad yang nanti akan ditata sedemikian rupa. “Nah, disinilah seluruh pekerja kreatif dapat mengeksplor cita rasa dan karsa. Karya mereka bukan hanya stylish tapi juga nyaman dikenakan sehari-hari. Jadi, ajaklah semua teman, sahabat, kerabat dan tetangga untuk beramai-ramai hadir menyaksikannya,” tandasnya. --ard
2
ESPRESSO GORO-GORO DAMAI 10
Dalam perjalanan ke kampus, Sugi mampir ke rumah mertuanya. Amat terkejut. “Ada apa, Nak Putu Wijaya Sugi? Kadek sakit?” Sugi tersenyum. “O, tidak. Saya yang sakit, Pak.” “Seger begini, sakit apa?” Sugi ketawa. “Mau nanya sedikit sama, Bapak. Kata Ami, Bapak sudah sempat berunding dengan (melirihkan suara sambil menunjuk ke sebelah) Pak Made, soal yayasan pendidikan itu. Bagaimana itu, Pak?” Amat manggut-manggut. “0, itu? beliau setuju tak usah pakai embe!-embel kata ‘orang miskin’, asal jangan tak jadi dibentuk, karena itu bagus, bisa mengangkat nama kita.”
“Tapi saya dengar, apa Bapak sudah tahu bahwa Pak Made…., ?” “Keluar dari.partainya?” “Betul. Entah keluar atau dikeluarkan, tapi itu kan berarti sekarang beliau itu mau…. “ “Lompat perahu?” Sugi tertegun. “Betul. Dulu kontra, sekarang kok mendadak mendukung, apa Bapak tidak merasa, maksud saya, saya kok jadi bertanya dalam hati apa: satu, Bapak tidak tahu kenapa beliau ujug-ujug mendukung sehingga, Bapak mencoba bertandang ke beliau untuk mengorek apa sebabnya. Dua: apa ……. “ Amat memotong. “Apa Bapak tidak tahu beliau keluar dari partainya?” “Betul. Sebab kata Ami, ketika Ami menjelaskan beliau lompat perahu karena sudah keluar atau dikeluarkan, kata Ami maaf, Bapak nampak terkejut.
Jadi Ami, kami khawatir kalau ... “ “Bapak tertipu?” Sugi tersirap. Tapi Amat tertawa. “Nak Sugi, meskipun Bapak ini sekarang sudah jadi sepeda tua, tapi dalam berjuang, jam terbang itu membuat kita selalu waspada. Sebelum Ami jelaskan dan tanpa diketahui yang bersangkutan, dalam hal ini Pak Made, Bapak sudah tahu kondisinya dan mengapa dia mau lompat perahu. Bapak ke rumahnya itu akting saja untuk membuat dia merasa umpannya berhasil menggaet, Bapak percaya!” Sugi terpesona. “Jadi Bapak sudah membaca akal latar belakang tindakan Pak Made?” Amat tersenyum. “O, ya! Harus ! Itulah politik Nak Sugi, penuh taktik dan strategi, tidak seperti ilmu di kampus yang luruslurus saja!” Sugi manggut-manggut.
EDISI 1061/16-22 DESEMBER 2019
“Ya, itu yang kami tidak tahu. Makanya Ami minta saya dengan sangat, mampir ke Bapak, khawatir Bapak kecolongan langkah di masa gerilya politik ini. Seperti kata Mohtar Lubis, bahagialah orang yang tidak tahu. Tapi karena bahagia jadi tidak waspada. Setelah kecolongan baru menyesal kenapa tidak tahu,” “Mohtar Lubis pengarang novel Jalan Tak Ada Ujung itu?” “Betul, Pak. Almarhum juga dulu Pemimpin harian Indonesia Raya.” “Dia bilang apa?” “Bahagialah orang yang tak tahu.” “Kalau menurut Bapak, bahagialah orang yang tahu. Karena dia sudah tahu dia tidak bahagia. Soalnya ini zaman hoax, Nak Sugi, sejak ada kasus penipuan sudah digebukin orang yang sempat jadi viral politik. Bapak tidak pernah percaya apa pun lagi sebelum terbukti bisa dipercaya. Bahkan Pak Made keluar atau dikeluarkan partainya pun Bapak tidak percaya! Itu semua gerilya politik!” Sugi terkejut. Makalah yang ada
dalam tas yang mau diserahkannya seperti bertepuk-sorak. Melihat menantunya terpesona, Amat kian panas. “Jadi Nak Sugi, damai yang diciptakan dengan cara apa pun, tetap damai. Damai yang diciptakan oleh hasil pertumpahan darah dalam perang, damai yang terpaksa dijaga dengan senjata yang besar kemungkinan memancing gesekan, damai yang diciptakan dengan jalan damai, semuanya damai. Nikmati sajalah. Seperti katakata mutiara, suara kebenaran keluar dari mana pun, sekalipun dari mulut buaya, tetap kebenaran. Tapi jangan dibalik. Kebenaran memang kebenaran. Tapi dari mulut mana/siapa terucap, kapan, di mana dan bagaimana mengucapkannya akan mengubahnya! Gerilya politik juga setali tiga uang! Betul tidak, Nak Sugi?” Sugi terperanjat. “Maaf, Pak, saya permisi pulang dulu.” “Lho, bukannya mau ke kampus menyerahkan makalah?” “Mau saya revisi dulu, Pak!”
Antara Dolanan Anak dan Gadget
Dharma Gusti Putra Agung Kresna
Kejadian dirawatnya beberapa anak dan remaja di sebuah Rumah Sakit Jiwa Bogor karena kecanduan main game dengan perangkat smartphone/gadget mungkin sesuatu yang tidak pernah kita bayangkan bersama. Perkembangan teknologi gadget yang luar biasa memang telah menjadikan perangkat ini menjadi “teman” bermain anak/remaja yang mengasyikkan. Ke m a j u a n t e k n o l o g i d a l a m perangkat smartphone memang telah menciptakan berbagai game yang sangat menarik dan membuat pemainnya tidak rela meninggalkan permainan yang sedang mereka mainkan melalui perangkat tersebut. Tanpa mereka sadari hal tersebut telah membuat kecanduan untuk terus bermain
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
tanpa henti. Akibatnya sering terjadi anak/ remaja yang sedang asyik bermain dengan gadget mereka bisa tibatiba menjadi marah besar jika terjadi gangguan pada perangkat permainan mereka. Apakah karena ada gangguan sinyal, kehabisan kuota internet, atau tenaga baterai habis. Dalam beberapa kasus bisa terjadi anak yang langsung membanting gadget mereka karena kesal yang berlebihan. Sesuatu yang mungkin tidak masuk akal. Efek kecanduan penggunaan p er a n gk a t g ad g e t s eb a ga i s arana bermain memang sudah dalam taraf yang mengganggu perkembangan jiwa anak. Hal ini lebih disebabkan karena bentuk permainan yang disajikan memang membuat anak penasaran untuk terus bermain. Sementara juga tidak dilakukan pembatasan penggunaan gadget di lingkungan keluarga. Di sisi lain, perkembangan jiwa anak juga belum sampai pada taraf mampu mengendalikan emosi. Kasus dirawatnya beberapa anak dan remaja karena harus dilakukan terapi kejiwaan di rumah sakit jiwa, menunjukkan bahwa gangguan kecanduan penggunaan gadget sebagai sarana bermain sudah dalam taraf yang mengkhawatirkan kita semua. Harus ada upaya bersama agar situasi ini tidak berkepanjangan dan memberi dampak buruk bagi pekembangan
jiwa anak kita. Harus kita akui bahwa situasi ini bukan semata kesalahan anak. Kadang sebagai orangtua kita juga sering merasa lebih nyaman jika anak asyik bermain dengan perangkat gadget mereka, karena kita merasa tidak terganggu. Akibatnya anak justru menjadi kecanduan dengan gadgetnya dan tidak bisa lepas darinya, karena durasi penggunaan yang lama. Kemajuan teknologi informasi –utamanya melalui smartphone maupun aneka bentuk gadget yang lain- adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa kita hindari. Kitalah yang harus bijak dalam menyikapi pesatnya perkembangan teknologi yang telah merambah berbagai perangkat rumah dan kantor dalam keseharian kehidupan kita saat ini. Terapi Dolanan Anak Tidak ada salahnya jika kita berkaca dari bagaimana kakeknenek kita mendidik anak-cucunya dalam mengarungi kehidupan. Berbagai permainan tradisional telah diciptakan para pendahulu kita, sebagai upaya komunikasi sosial dengan lingkungan kita. Melalui permainan tersebut, anakanak belajar bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Apa yang kita kenal sekarang sebagai dolanan anak, adalah aneka permainan tradisional yang tidak saja memberikan kegembiraan.
Namun selalu ada kandungan pendidikan bagi perkembangan jiwa seorang anak yang memainkannya. Hampir semua dolanan anak harus dimainkan secara berkelompok. Ada nilai-nilai sosial dan toleransi yang secara tidak langsung akan diserap dalam jiwa anak yang memainkannya. Ini sangat berbeda sekali dengan aneka bentuk permainan/game yang ada dalam perangkat smartphone/gadget kita. Hampir semua permainan yang ada selalu dimainkan secara individual. Memang ada permainan dalam gadget yang harus dimainkan bersama dengan teman yang lain. Namun semua dimainkan secara online/dalam jaringan, tanpa perlu bertatap muka dengan teman bermainnya. Aneka dolanan anak memang harus mulai sering dikenalkan serta dimainkan anak-anak kita, sebagai upaya memberi keseimbangan perkembangan jiwanya. Melalui permainan dalam gadget, seorang anak belajar bagaimana harus berrkompetisi. Sementara melalui permainan tradisional dalam dolanan anak, para pemainnya belajar untuk berkolaborasi. Harus ada upaya mengajak anak
agar lebih sering bermain bersama di luar rumah. Permainan tradisional/dolanan anak merupakan terapi yang cocok bagi pertumbuhan dan perkembangan jiwa seorang anak, dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi yang semakin membawa kita dalam situasi serba kompetitif dan individual. Perlu pengaturan waktu berkegiatan/bermain bagi anak/remaja agar tidak terjebak dalam keasyikan bermain dengan smartphone/ gadget mereka. Harus ada segmentasi waktu bersama yang jelas di keluarga maupun lingkungan rumah. Hal ini guna mengatur keseimbangan antara kegiatan belajar, bermain bersama di luar rumah, dan berkegiatan bersama keluarga. Tantangan kemajuan teknologi pada era industri 4.0 akan semakin meningkat. Dibutuhkan sikap bijak dalam menghadapi perkembangan yang tidak terhindarkan tersebut. Perlu ketahanan budaya dan mindset/pola pikir yang progresif, agar perkembangan jiwa anak sebagai generasi penerus tidak terjebak oleh kemajuan teknologi itu sendiri. Ir. Dharma Gusti Putra Agung Kresna
KATA HATI: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.
Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: I Made Ary S upratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
EDISI 1061/16-22 DESEMBER 2019
SUDUT PANDANG
Tetap Semangat Berlatih
Olahraga menjadi salah satu cara untuk dapat menunjukkan prestasi seseorang. Salah satu cabang olahraga yang sedang berkembang di Buleleng adalah dance sport atau yang lebih dikenal dengan IODI (Ikatan Olahraga Dansa Indonesia). IODI mulai masuk ke Bali sekitar tahun 2006. Untuk prestasi IODI Bali sudah tidak perlu diragukan lagi baik tingkat nasional maupun tingkat internasional. Sedangkan untuk Kabupaten Buleleng IODI mulai dikenal sejak 2014 lalu dengan ketua dr. Ida Ayu Wardhany, M.Repro.
S
alah satu atlet yang menorehkan prestasi di ajang Porprov Bali 2019 adalah Komang Risma Nita Wahyuni. Perempuan yang akrab disapa Risma mampu menyumbang medali emas untuk kontingen Buleleng. Menurut Risma dance merupakan seni yang dipandang sebelah mata. Dengan pakaian yang serba minim dan gerakan gerakan yang memperlihatkan lekuk tubuh maka tidak jarang tarian ini memberi kesan negatif kepada setiap orang yang menontonnya. Akan tetapi ia menambahkan dengan masuknya IODI ke Buleleng dirinya ingin mengenalkan olahgara dance yang merupakan hasil olah gerak dan pikiran yang menghasilkan suatu karya cipta seni. “Setiap cabang olahraga memiliki karakteristik yang berbeda dan unik, tidak hanya untuk
perempuan, IODI ini juga menarik untuk laki-laki,” jelasnya. Perempuan yang saat ini tengah menempuh pendidikan di SMA N 4 Singaraja ini menambahkan salah satu tantangan sekaligus hal menarik dalam olahraga dansa ini adalah penggunaan sepatu hills dengan tinggi bervariasi antara 5 hingga 7 cm yang tidak semudah yang dibayangkan. Keindahakan gerakan dengan memperlihatkan kelenturan tubuh akan jauh terlihat lebih indah dengan sepatu hills yang dipakai. Selain itu, penilaian dalam perlombaan dansa juga sangat rumit karena dinilai dengan sedetail mungkin. “Penilaian dilakukan dari point kaki saat bergerak, kesesuaian musik dan ketukan, dan kemistri dengan pasangan,” ungkapnya. Meski telah beberapa kali memperoleh prestasi, akan tetapi perempuan kelahiran 31 Agustus
2002 ini tidak cepat berpuas diri. Latihan terus dilakukan secara rutin untuk mengasah kemampuannya. Ke depan, ia tidak hanya ingin membawa nama Buleleng tetapi ingin membawa nama Indonesia di kancah dunia. “Kegagalan bukan alasan bagi saya untuk berhenti mencoba justru sebagai awal langkah saya untuk peluang membawa nama Indonesia di tingkat internasional,” paparnya. Risma menambahkan secara rutin dirinya latihan dansa dengan berbagai manfaat kesehatan yang dirasakan. Mulai dari daya tahan tubuh, kelenturan dalam bergerak, melatih pernapasan dan keseimbangan fisik dan mental. Akan tetapi dengan cuaca panas yang belakangan ini melanda Buleleng pada khususnya membawa pengaruh terhadap proses latihan yang dilakukan. Kata Risma, cuaca panas akan mengganggu konsentrasi latihan sehingga hasil latihan tidak akan maksimal. Walau begitu, dirinya tidak pernah menjadikan cuaca sebagai alasan untuk tidak berlatih. “Biasanya berpengaruh terhadap berkurangnya konsentrasi, tidak mengurangi semangat untuk berlatih,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)
15
Komang Risma Nita Wahyuni
Wuling Cortez CT
MPV dengan Kenyamanan Berkelas dan Fitur Lengkap Wuling Cortez CT yang mengusung tagline ‘The New Advanced MPV’ menawarkan kenyamanan layaknya sebuah mobil keluarga mewah dengan ruang kabin lega, konfigurasi 7-seater captain seat, serta posisi duduk Cortez CT menawarkan ruang kabin lega, konfigurasi yang ergonomis. 7-seater captain seat, serta posisi duduk yang ergonomis bagi konsumennya Tak hanya itu, Wuling Motors (Wuling) dengan McPherson Strut dan Independent salah satu lini produk unggulannya, Rear Suspension pun turut menduCortez CT, semakin menambah kung kenyamanan selama berkendara. pilihan konsumen di segmen MPV Selain itu, terdapat juga beragam fitur Tanah Air. Produk yang diperkenalkan terdepan yang melengkapi Cortez CT, pertama kalinya dalam gelaran Tel- seperti One Push Start/Stop Button, komsel IIMS 2019 lalu ini, diniagakan Keyless Entry, Fatigue driving warning, mulai dari Rp 250.000.000 hingga Rp hingga Emergency Stop Signal (ESS). Dibekali mesin bensin berkon300.000.000 (OTR Denpasar) dalam beberapa varian mulai dari Cortez figurasi 4 silinder 1.500cc dengan 1.5T C hingga Cortez 1.5T L. Sedan- Turbocharger, Cortez CT memiliki gkan, untuk pilihan warna Cortez CT kompetensi untuk menghasilkan terdiri dari Pristine White,Dazzling tenaga maksimal 140 HP serta torsi Silver, Aurora Silver, Starry Black dan 250 Nm. Dalam rangka menyalurkan performa ke roda depan, Cortez CT Burgundy Red.
memiliki dua pilihan transmisi, yaitu manual 6 percepatan untuk tipe C atau Continuously Variable Transmission (CVT) yang tersedia di tipe C dan L. Selain itu, Cortez CT juga dilengkapi dengan beragam fasilitas lengkap, meliputi Advanced 8” Entertaiment System with Navigation, 6-speaker, Multi Information Display 7”, Convenient Electric Front Seat Adjuster, Classy Electric Sunroof, Rear Camera, Parking Sensor di depan dan belakang, USB charging untuk baris pertama sampai ketiga, Traction Control System (TCS), Electronic Stability Control (ESC), Hill Hold Control (HHC), TPMS, ISOFIX, Automatic Vehicle Holding (AVH), Electric Parking Brake (EPB), sistem deselerasi ABS, EBD, BA, ISOFIX, Immobilizer sampai dual SRS front and side airbag. Medium MPV Wuling ini didukung oleh supplier global dan diproduksi di pabrik yang mengaplikasikan ‘Global Manufacturing System’ (GMS) berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Cortez CT juga telah mendapatkan apresiasi positif di bidang otomotif dengan meraih penghargaan Best Medium MPV di ajang Gridoto Award 2019 baru-baru ini.
Seorang pengunjung sedang merasakan kenyamanan posisi berkendara ketika melakukan test drive
Seperti lini produk Wuling lainnya, Cortez CT dibekali berbagai layanan purna jual seperti garansi umum kendaraan 3 tahun atau 100.000 kilometer, garansi komponen utama mesin dan transmisi selama 5 tahun atau 100.000 kilometer, gratis biaya jasa servis berkala sampai 50.000 kilometer atau 4 tahun, tentunya dengan syarat dan ketentuan berlaku. Tersedia pula layanan Emergency Road Assistance dan Wuling Customer Assistance 0800-100- 5050 yang siap membantu konsumen. “Cortez CT merupakan salah satu lini produk Wuling untuk segmen MPV di Tanah Air. MPV ini menyajikan pengalaman berkendara yang
berbeda dengan mengedepankan kenyamanan dan dilengkapi beragam fitur modern serta teknologi terdepan. Sejalan oleh semangat ‘Drive For A Better Life’, kami selalu berinovasi dalam menghadirkan lini produk yang mendukung masyarakat dalam meraih kehidupan yang lebih baik,” ujar Dian Asmahani, Senior Brand Manager Wuling Motors. Wuling didukung dengan jaringan diler di Pulau Bali yang terdiri dari Wuling Hanawa Denpasar, Wuling Hanawa Tabanan, Wuling Kumala Denpasar, dan Wuling Kumala Gianyar. Untuk informasi lebih lanjut, mengenai produk dan informasi mengenai Wuling, Anda dapat berkunjung ke laman wuling.id.
16
EDISI 1061/ 16 - 22 DESEMBER 2019
redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com
cybertokoh
@cybertokoh
@cybertokoh
www.cybertokoh.com