16
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019
redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com
cybertokoh
@cybertokoh
@cybertokoh
www.cybertokoh.com
2
ESPRESSO GORO-GORO DAMAI 9
Amat lalu menceritakan percakapannya dengan Pak Made. “ Wa k t u Pa k Made ngajak Bapak Putu Wijaya ngorol di warung,” kata Amat setengah berbisik,”Bapak sudah curiga. Musuh kok tiba-tiba manis budi? Itu kan mencurigakan!” Bu Amat memotong. “Ah, Pak Made kan sudah biasa begitu. Waktu baru pulang dari Jakarta, kan juga begitu. Bawa oleh-oleh seperti sudah putar haluan politiknya, supaya kita tidak ragu-ragu menerima usulannya mencantumkan.katagori ‘orang miskin’ ke yayasan bantuan pendidikan kita. Untung saya ngeh! Macan tetap macan. Tersenyum pun
Tidak hanya di perkotaan, permasalahan sampah kini sudah merambah ke pelosok perdesaan. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk dan meningginya aktivitas masyarakat membuat volume sampah kian bertambah. Disamping itu pola konsumsi masyarakat dan cara menangani sampah telah pula membuat semakin kompleknya permasalahan sampah yang muncul saat ini. Akibatnya diperlukan lahan yang semakin luas sebagai tempat penumpukan akhir sampah pada tempat pembuangan akhir disetiap lokasi. Dari sini pengelolaan sampah mutlak diperlukan mengingat dampak buruknya dapat mengancam kesehatan dan lingkungan. Sampah juga memunculkan permasalahan lain pada kehidupan masyarakat itu sendiri. Sampah menjadi tempat berkembangbiaknya organisme penyebab dan pembawa penyakit. Sampah juga dapat mencemari lingkungan dan mengganggu keseimbangan lingkungan yang berdampak pada kesehatan dan kehidupan sosial masyarakat. Diperlukan sebuah tindakan nyata dan kesadaran masyarakat untuk berbuat dalam penanganan sampah yang dapat dimulai dari lingkungan terkecil mereka yaitu keluarga. Penting pula memberikan edukasi kepada mereka guna melakukan pengelolaan sampah pribadi mereka untuk memperolah manfaat atau
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
tetap senyuman macan!” “Tunggu dulu, Bu, dengerin……,” “Tidak! Buat apa dengerin teroris!” “Sssstttt,,,,!” “Sstt apaan,,,!” Amat berbisik. “Tetangga belum tidur, Bu!” “Biar!” Amat tambah melirihkan suara “Ssstttt! Nanti ada yang denger!” “Memang kalau didengar kenapa?” Amat berbisik lagi. Bu Amat kesal lalu membentak. “Apa? Jangan sat-set begitu! Terusterang saja,Bapak sudah kena pengaruh Pak Made, ya!” “Tidak! Bukan! Justru sebaliknya! Dia setuju tidak usah pakai embekembel orang miskin, asal yayasan yang sangat mulia tujuannya itu tidak gagal berdiri!” “O, begitu? Jadi karena itu Bapak
bertamu ke rumah Pak Made untuk berkomplot mendesak kami cepat mendirikan yayasan yang TIDAK JADI UNTUK ORANG MISKIN?” “Betul!” “Bapak sudah masuk perangkap!” “Persis!” Bu Amat terkejut. “Apa? Persis?” “Persis!” “Dewa Ratu! Bapak sadar Bapak sudah masuk.perangkap? Bapak sudah berhasil ditipu dengan dianya purapura lompat perahu, padahal…… .,” “Padahal Bapaklah yang mau diajaknya lompat ke perahunya!” Bu Amat tertegun. Ia menatap suaminya heran. Amat tersenyum seperti orang menang. “Bingung kan ?!” Bu Amat tak menjawab. Amat lantas menjelaskan taktiknya.
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019
“Sekarang zaman hoax Bu. Zaman viral-viralan. Mau tak mau kita harus ikut, daripada tergilas. Tipu harus dibalas tipu. Bapak jelek-jelek begini pernah main sandiwara sekolah jadi Jayaprana. Jadi tidak sulit berakting pura-pura setuju mendesak agar yayasan tetep jadi berdiri dan mendukung nanti kalau Ibu atau Bapak terpilih sebagai ketua yayasan. Jadi ….,,” Bu Amat menguap. Lalu mengeluh dan permisi mau tidur. Amat kecewa sekali. “Kalau saja Ibu kamu itu tidak meremehkan kecerdasan Bapak,” kata Amat meneruskan ceritanya di rumah Ami, “ kalau saja dia mau menahan sedikit sakit kepala dan mengantuknya yang pura-pura itu, dia akan sadar dan bersyukur telah memilih seorang suami seperti Bapak!” Ami ketawa. “Jangan kerawa, Ami. Dengan berakting pura-pura menjadi csnya, Bapak jadi tahu ada udang di
balik batu. Pak Made memang punya rencana mengacau. Karena kalau yayasan berdiri tanpa dengan ada embel-embel untuk orang miskin, Bapak sudah dengar kelompok pelajar miskin sudah bersiap mau demo. Apalagi ketua yayasan Ibu kamu! Remuk kita! Jelas ini gerilya politik!” “Betul! Setuju!” Amat terkejut. “Jadi kamu setuju dengan pikiran Bapak?” “Setuju!” “Setuju kini bahaya kita adalah gerilya politik?” “Setuju! Dan Bapak dalangnya!” Amat terkejut. “Aku? Kamu gila, Ami,!” “Bapak seperti orang tahu tapi ternyata kurang tahu. Bahkan sama sekali tak tahu! Bapak tidak tahu kan, Pak Made sudah dipecat partainya karena dinilai gagal dan korup! Gerilya politik itu digagas oleh orang yang tahu dan dieksekusi oleh orang yang tak tahu !”
Ibu Rumah Tangga, Kunci Sukses Pengelolaan Sampah keuntungan baik finansial maupun kesehatan lingkungan. Pandangan terhadap sampah itu sendiri perlu diubah dalam masyarakat, dimana sampah tidak hanya dipandang sebagai barang tanpa guna namun sebaliknya dilihat sebagai sumber daya yang masih dapat digunakan atau yang memiliki nilai ekonomi. Dengan metode pengelolaan yang tepat akan membantu mengurangi sampah menuju tempat pembuangan akhir. Pembuangan sampah yang langsung diangkut ke tempat pembuangan akhir tanpa melalui proses pemilahan dan pengolahan akan mengabaikan nilai sampah itu sendiri sebagai sumber daya yang bernilai. Cara sederhana yang dapat dilakukan dalam mendukung geraka n pengelolaan sampah adalah memilih dan memilah sampah sendiri berupa organik dan non-organik. Sampah organik dapat langsung diolah dan dibuat kompos yang bermanfaat untuk tanaman rumahan. Sementata sampah non-organik dapat diproses dengan menggunakan prinsip 3R, reduce, reuse, recycle. Reduce atau mengurangi sampah dapat dilakukan dengan mengubah pola pembentukan sampah seperti menghindari mengonsumsi atau menggunakan barang yang tidak dapat didaur ulang, membeli produk yang tahan lama, mendo-
nasikan barang yang tidak terpakai. Reuse, prinsip ini mengarah pada penggunaan kembali barang yang sudah pernah terpakai seperti menggunakan tempat minum dari pada membeli air minum kemasan, menggunakan kotak makan siang dari pada membeli makanan bungkus, atau menggunakan tas kain dari pada menggunakan tas plastik pada saat berbelanja. Recycle yaitu mendaur ulang sampah dan mengolahnya menjadi barang yang berguna seperti menggunakan botol bekas untuk wadah kecap, saos, sirup, krim kopi; menggunakan kertas berulang atau bolak balik, menggunakan botol plastik sebagai hiasan dinding atau tempat pensil dan lainnya. Perubahan budaya dalam pengelolaan sampah salah satunya dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Disini dukungan dan keterlibatan para ibu rumah tangga sangatlah penting. Mengapa Ibu? Seorang ibu adalah ratu dalam rumah tangga yang memiliki kendali dalam manajemen keluarga. Mulai dari persiapan menu, berbelanja, memenuhi kebutuhan keluarga dan hal-hal kecil lainnya. Ibu yang menjadi panutan anggota keluarga lainnya yang apabila melakukan kebiasaan-kebiasaan di rumah akan diikuti oleh seisi rumah. Oleh karenanya seorang Ibu seharusnya dapat memberikan contoh yang diikuti oleh anak-anak mereka dan suami
Dr. Ni Kadek Suryani
terutamanya dalam penanganan dan pengelolaan sampah dalam keluarga. Pengelolaan sampah yang dilakukan oleh seorang ibu nantinya secara tidak langsung akan menjadi sebuah kebiasaan yang tertular kepada anakanak sedini mungkin. Kesadaran, kepedulian dan pengetahuan seorang Ibu dalam memilih dan memilah sampah rumah tangga akan pula berdampak secara langsung untuk seluruh anggota keluarga mereka.
Stop Kekerasan pada Anak Yayasan Lentera Anak Bali (LAB), menggelar kampanye “Stop Kekerasan pada Anak mulai dari Rumah” dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional dan Hari AIDS Sedunia. Acara yang berkolaborasi dengan LBH APIK, PDSKJI Bali, WHDI Bali serta Duta Orchid ini dilangsungkan di Wantilan Gedung Pers K . Nadha, Minggu (1/12).
K
etua Yayasan LAB, Dr. dr. A.A. Sri Wahyuni, SpKJ mengatakan anak bukanlah objek kekerasan orangtua. Kekerasan pada anak tersebut bukan hanya sebatas fisik tapi juga mental, yang semua biasanya berawal dari lingkungan keluarga, yakni orangtua. Pada kegiatan kampanye ‘Stop Kekerasan pada Anak Mulai dari Rumah” , tersebut memang mengajak anak-anak penyintas (korban hidup), baik saat itu anak yang dieksploitasi menjadi pekerja anak, anak yang tidak mendapatkan kesempatan sekolah dan anak yang penyintas HIV AIDS yang memperoleh kesempatan untuk sekolah, pendidikan formal yang baik. Namun, fokusnya kala itu adalah pada anakanak yang tergolong ‘orang terinfeksi HIV/AIDS (ODHA). “Anak-anak yang tergolong ODHA , kebanyakan terinfeksi dari orangtuanya yang positif. Hal ini juga termasuk kekerasan fisik untuk anak-anak. Dimana mereka sesungguhnya tidak bersalah dan tidak tahu apapun, namun harus menerima virus dari orangtuanya,” ujar dr. Yuni. Anak-anak ODHA, umumnya memiliki hambatan terkait rasa percaya diri yang rendah. Mereka kurang berani menujukkan bakat yang dimiliki dan cenderung menarik diri. Hal inilah yang kemudian diupayakan oleh Yayasan Lentera Anak Bali, yakni membantu untuk
meningkatkan rasa percaya diri mereka. Salah satunya dengan melaksanakan pertemuanpertemuan secara rutin. Sebagaimana kebersamaan yang terjadi saat itu. Mereka melaksanakan berbagai kegiatan yang menyenangkan. Diantaranya lomba baca cerita, mewarnai, tiup balon, sulap hingga mendongeng. Dan secara perlahan, selam ini terlihat hasilnya. Kini mereka mulai meningkat rasa percaya dirinya. Bahkan , mereka juga sudah mulai kreatif dan berani untuk tampil. PERLU DUKUNGAN PEMERINTAH Selain itu mereka juga diedukasi, bahwa mereka sama seperti anak kebanyakan yang sehat dan memiliki hak yang sama. Mereka juga sama dengan para penderita penyakit lainnya seperti jantung dan kencing yang juga harus minum obat dalam jangka yang lama. Selanjutnya, Yayasan Lentera Anak Bali juga mengingatkan untuk menjaga kesehatan fisik mereka, dengan memastikan anak-anak ini, rutin meminum obat ARV. Untuk kegiatan ini LAB mengandeng Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Tunas Fajar Bali. Dokter Yuni juga mengatakan, bahwa suatu saat. Mereka harus mendeklarasikan bahwa anak-anak ODHA
ini, bisa hidup normal dan produktif. Hanya saja mereka wajib menjaga diri seumur hidup dengan meminum obat ARV. Dikatakannya bahwa anak-anak ODHA bisa hidup normal, bisa melahirkan dan bisa menikah dengan orang normal. Dengan catatan, mereka terus dan tidak pernah putus minum obat seumur hidup. Mereka juga mampu menjaga bagaimana berinteraksi seksual dengan pasangan dan menjelaskan kepada pasangannya bahwa dia orang sehat dibawah pengaruh obat. Berikutnya, kata dokter Yuni perlu adanya program dari pemerintah, khususnya bagi mereka
yang tidak terjangkau oleh kegiatan LSM. Dokter Yuni Juga mengatakan bahwa itulah perlunya Peringatan Hari AIDS Sedunia. Menekankan bahwa mereka sama dengan yang lainnya, Sebab sakitnya tidak menular kecuali denengan hubungan seks atau transfusi darah yang tidak sehat (kontak dengan luka-luka). ”Awareness ini juga untuk mereka.Mereka paham dan mengerti ketika luka bagaaimana dirinya harus ditolong dan masyarakat pun bisa menjaga diri ketika mereka mau menolong, tidak lupa menggunakan alat pelindung (jangan dengan tangan kosong),” tuturnya . (Sri Ardhini)
Ingatkan Minum Obat Secara Teratur
Dari sini peran para ibu rumah tangga menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong keberhasilan penanganan masalah sampah di masyarakat. Pengelolaan akan lebih efektif saat dimulai dari penanganan sampah dalam keluarga. Dr. Ni Kadek Suryani (Dosen Pascasarjana Universitas Mahasaraswati Denpasar)
KATA HATI: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.
Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: I Made Ary S upratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
15
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019
Menurut salah seorang konselor dan pendamping Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Tunas Fajar Bali, Made Putri, bahwa KDS atau peer support group ini pada prinsipnya memberikan dukungan moral kepada anak-anak ODHA maupun keluarganya dalam kehidupan keseharian mereka. Mereka saling menguatkan
dan menumbuhkan kepercayaan diri antara teman sebaya yang senasib. Saat bersama itu juga mereka dikuatkan bahwa mereka tidak sendiri. Melalui KDS ini juga terus motivasi agar mereka minum obat ARV secara teratur. Mengingat mereka masih anak-anak, tentu masih melibatkan orangtua atau wali mereka. ”Dalam
setiap kegiatan kami, selain anakanak ODHA yang berkumpul, para wali maupun orangtua juga ikut dan biasanya di sana kesempatan mereka saling sharing . Misalnya mengenai masalah cara atau tips agar anak-anak bersedia mengonsumsi obatnya tepat waktu, dan kalaupuan ada kendala bagaimana jalan keluarnya,” papar Putri. Kendala lainnya, karena masih anak-anak terkadang sulit memberikan obat tepat waktu. Jadi lewat KDS kita motivasi para orangtua dan walinya agar anak-anak meminum obatnya rutin tanpa terlambat. “Ada anak-anak ODHA yang belum paham kenapa mereka setiap hari harus minum obat. Apalagi jika dalam keluarga ada kakak yang negatif dan adiknya positif. Kadang si kakak bertanya hanya adiknya saja yang diberikan vitamin sedangkan dirinya tidak,” cetus Putri. Saat ini anak-anak yang didampingi berusia 7 hingga 17 tahun. Diantara mereka yang bisa bersekolah, bisa
dikatakan sebagian temannya sudah tahu dan ada pula yang belum tahu. Semua harus sadar bahwa tidak seorangpun dari anak-anak ini yang memiliki cita-cita positif HIV. Mereka menerimanya dari orangtua mereka dan hidupnya harus menanggung beban ganda, penyakitnya serta stigma masyarakat. Sebagai seorang voluntir untuk anak-anak ODHA sejak puluhan tahun lalu, Putri merasa bersyukur bisa melakukan kebaikan melalui keg-
iatan, mendampingi mereka. Terlebih setelah berkolaborasi dengan Yayasan Lentera Anak Bali yang semangat kerja dan kepedulian timnya luar biasa terhadap anak-anak penyintas. “Kami, KDS dan LAB dan yang lainnya terus berupaya, agar keluarga inti anak-anak ODHA ini berdaya termasuk menghadai risiko perlakuan diskriminatif. Karenanya, tempat terbaik untuk anak-anak ODHA ini adalah di tengah keluarganya sendiri,“ jelasnya. (Sri Ardhini)
14 Dalam sebuah seminar Pembangunan Pendidikan di Era Digital beberapa waktu lalu, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia, Prof Sunaryo Kartadinata mengatakan, saat ini Indonesia menghadapi berbagai tantangan besar berkaitan dengan pendidikan. Yaitu bagaimana menyiapkan masyarakat dalam menghadapi kehidupan global.
M
enurutnya, di era digital, esensi dan makna pendidikan tidak harus berubah. Yang harus berubah adalah pemikiran kita dalam konteks yang dinamis. Peran seorang guru harus bisa memanfaatkan perkembangan digitalisasi untuk mendukung proses pembelajaran sehingga nantinya akan tercipta suasana yang mendorong peserta didik untuk mencapai prestasi yang bermutu, bekerja keras, berpikir kreatif serta nilai-nilai lainnya. Selain itu, nilainilai lokal pun tidak bisa diabaikan dalam proses pembelajaran. Sementara narasumber lain dalam seminar tersebut mengatakan, jangan khawatir dengan perkembangan teknologi tapi sebaliknya, justru harus bisa mensinerjikan. Jangan menutup diri tapi harus mengikuti perkembangan itu. Ditempat terpisah, hal senada juga diungkap Retno Listyarti, pengamat pendidikan yang juga Komisioner KPAI bidang Pendidikan. Menurutnya, dunia pendidikan tak perlu cemas dengan pesatnya perkembangan teknologi saat ini. Yang terpenting adalah kita jangan ‘menari di gendang orang luar’. ‘Orang luar’ yang dimaksud Retno adalah teknologi yang datangnya dari luar. Indonesia sebagai negara yang memiliki sumber daya besar serta beragam, harusnya bisa menciptakan karya sendiri. “Kita ‘menari’ dengan ‘gendang’ sendiri,” ucap Retno. Pendidikan itu, papar peraih penghargaan Tokoh Pendidikan 2007, ini, hakekatnya adalah memanusiakan manusia. Sementara di era digital, dimana semua serba digital, justru mengurangi peran manusia. “Sebagai contoh, kemajuan teknologi informasi termasuk bermunculannya HP-HP canggih justru membuat kita sebagai manusia malah tidak berkomunikasi tatap muka. Ngobrol dengan orang terdekat jadi berkurang. Kita justru ngobrol dengan orang yang jauh tapi dekat karena teknologi. Teknologi justru menjauhkan kita dengan orang sekitar. Ini pemandangan biasa yang kita lihat sekarang dimana di rumah makan atau mal, semua sibuk dengan HP-nya, tidak saling ngobrol,” ujar Retno.
SUDUT PANDANG
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019
SOSIALITA
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019
Semarak 27 Tahun LKP “Lala Studio”
Optimalkan Kearifan Lokal Namun begitu ia sepakat bahwa kemajuan yang terjadi sekarang harus diapresiasi, juga harus diadopsi oleh dunia pendidikan Indoensia. Tapi, saat sekarang belum semuanya memerlukan teknologi, dalam artian teknologi informasi. Sebagai contoh, daerah-daerah terpencil di pelosok Indonesia yang belum terjamah listrik ataupun internet. Ataupun kalau ada listrik dan internet masih ‘kedap-kedip’ alias belum stabil. Dirinya sejak dahulu kurang setuju dengan kurikulum yang disentralkan. Menurutnya, kurikulum harus berbasis lokal, berbasis kebutuhan. “Saya pernah ke Maluku. Saya heran, kok pulau sebesar ini, hanya memiliki satu SMK Perikanan. Padahal sejauh mata memandang, laut semua. Kenapa sih kita tidak membuat kurikulum yang sesuai dengan daerahnya,” tutur Retno. “Misalnya di daerah perikanan, maka buatlah banyak SMK-SMK Perikanan, Perkapalan. Kita dorong anak-anak ke situ. Jadi kita tidak pernah pusing dengan kekurangan guru, karena ada guru-guru lokal yang paham daerah mereka. Dengan begitu, anak-anak tidak perlu berpikir ke kota, merantau, karena kekayaan alam lautnya berlimpah ruah yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya panjang lebar. Contohlah Bali. Ucap Retno. Bali yang merupakan daerah pariwisata memiliki banyak sekolah yang terkait pariwisata. “Itu kan bagus sekali ya. Memang harusnya seperti itu. Untuk wilayah-wilayah gunung, agraris, pendekatannya berbeda lagi. Dengan begitu orang berkarya di daerahnya masing-masing. Nah ketika di kota, kan daerah industri ya, barulah digital diperlukan,” jelasnya. Diakui semuanya memerlukan teknologi, namun katanya, tidak melulu teknologi karena di alam ada banyak kearifan lokal yang tidak menggunakan teknologi. Karena itu, ujarnya lebih jauh, kalangan pendidikan tidak perlu khawatir. Yang diperlukan sekarang ini adalah bagaimana mengoptimalkan kekayaan dan lingkungan geografis yang kita miliki. “Yang saya bingung, kita ini karena sekarang era digital, seolah-olah semua harus ke sana. Memangnya hidup kita hanya itu. Sementara di desa-desa pelosok yang listrik tidak ada, internet ‘kedap-kedip’, masak harus dipaksakan memiliki itu, keperluannya apa? Jangan dong semua program disulap seperti maunya kita, seperti orang kota. Kita harus ciptakan ‘gendang’ sendiri,” tuturnya.
Sekarang ini, dalam pengamatannya, pendidikan Indonesia lebih berorientasi kota, kebutuhan masyarakat kota, budaya kota. Itu dianggap seolah-olah keren, modern, padahal kita jadi ‘user’ bukan pencipta, bukan pemilik. “Anak-anak kita tidak diarahkan mencintai laut. Pendidikan kita memunggungi laut. Padahal kita adalah negeri maritim besar. Negeri kepulauan. Kan aneh,” tegasnya. Terkait adanya pandangan bahwa pendidikan Indonesia masih belum siap merespon kemajuan teknologi, guru-guru masih gagap dan enggan meng-up grade diri menyesuaikan dengan perkembangan jaman, Retno mengatakan, jika teknologi diarahkan pada kebutuhan dan kemampuan daerah, kita tidak perlu menghadapi gagap teknologi. “Kalau ukurannya teknologi informasi, ya guru kalah sama muridnya. Tapi coba kalau ukurannya bagaimana menciptakan tarian, bagaimana menciptakan teknologi penangkapan ikan yg lebih baik, ya guru nggak bakal kalah. Teknologi itu kan tidak melulu teknologi informasi,” ujar peraih penghargaan
3
Bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Bintang Puspayoga
Adolfina Grace Tangkudung, S.Pd., M.Fis
Retno listyarti--pengamat pendidikan juga komisioner KPAI
‘Toray Foundation Japan’ bidang Sains 2004. Jadi, katanya, yang diperlukan adalah teknologi yang tepat di
Penganugerahan Perempuan Inspiratif Tokoh 2019 yang diserahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Bintang Puspayoga pada 30 November 2019
foto instagram
daerah-daerah sehingga bermanfaat. Karena prinsip teknologi adalah mempermudah hidup manusia. (Diana Runtu)
Bersama Ny. Putri Koster saat penyerahan penghargaan Perempuan Inspiratif Tokoh 2019
Meraih prestasi tingkat nasional dari berbagai jenis senam sejak 1987 hingga 2019
Berhasil memboyong Piala Ibu Negara RI pada Lomba Senam Poco-poco Nusantara Tingkat Nasional yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga dan DPP FOKBI (Jakarta, 2018)
m
ktur sena
u ara instr rsama p ngkok be io (2016) a B e k d ata Lala Stu Tour Wis
Talkshow Interaktif di Bali TV dengan topik Menjaga Kebugaran Tubuh Wanita di atas 50 Tahun
Uji Kompetensi Senam di TUK Lala Studio (2019)
Satu-satunya juri mewakili Bali pada Lomba Senam Poco-poco GWR Fornas Samarinda (2019)
Penghargaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (2016)
Bersama Ketua Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) Bali Cok Ace
Sosialisasi Senam Poco-poco GWR dari Banjar ke Banjar bersama Bali TV dan FOKBI Bali
Bersama Gubernur Bali Wayan Koster
Mesir, Israel, Yordania (2018)
4 Sampah menjadi permasalahan krusial yang hingga sampai saat ini masih terus mendapat perhatian dan dicarikan jalan keluarnya. Berbagai program digulirkan untuk mengurangi sampah utamanya sampah plastik dan pengolahan sampahsampah organik. Sosialisasi pun terus digalakkan hingga elemen masyarakat paling bawah.
T
etapi, kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan masih sangat minim, bahkan pelanggaran untuk tidak membuang sampah sembarangan masih terus dilakukan. Hal ini membuat pemerintah kabupaten Buleleng melalui Dinas Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja melakukan penindakan tegas terhadap masyarakat yang kedapatan membuang sampah sembarangan. Alhasil, dari operasi yang digelar pada Selasa, 3 Desember 2019 sebanyak 4 warga tertangkap tangan membuang sampah sembarangan di beberapa titik di kota Singaraja. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku pembuang sampah sembarangan di sidang di Ruang Sidang Kartika, Pengadilan Negeri Singaraja, Rabu (4/12). Dua dari empat pelanggar peraturan daerah (perda) sampah akhirnya diberikan vonis denda. Sedangkan, dua pelanggar lainnya tidak hadir sehingga harus menunggu keputusan dari majelis hakim apakah akan dipanggil paksa atau tindakan hukum lainnya. Masingmasing pelanggar perda sampah itu Herlina warga jalan Bhayangkara Singaraja dan Hasan Basri warga Desa Pemaron. Keduanya divonis dengan denda sebesar Rp. 200.000 subsider 7 hari kurungan. Kedua warga tersebut secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 19 huruf a Perda Nomor 1 tahun 2013 yang telah diperbaharui dengan perda Nomor 6 Tahun 2018. Salah satu hakim yang memipin persidangan itu adalah Anak Agung Ayu Mertadewi. Selama ini, berbagai jenis perkara telah ia adili na-
WOMAN ON TOP
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019
Anak Agung Ayu Mertadewi secara global. Kecermatan dan kebijaksanaan sangat diperlukan dalam memutuskan vonis terhadap terdakwa. “Kita tidak bisa hanya melihat kesalahan pelaku, tetapi peran korban dalam suatu kasus hingga bisa terjadi juga perlu diperhatikan,” imbuhnya. Satu kasus yang menurutnya kejahatan luar biasa adalah pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur. Dalam kasus ini pelaku tidak hanya melukai anak secara fisik tetapi juga secara psikis. “Ingatan anak sangat luar biasa, tentu kejadian itu akan terus terekam dan dibawa dalam kehidupannya yang masih panjang,” jelasnya. Melihat kasus pelecehan terhadap anak pun dirinya harus melihat berbagai aspek. Jika yang menjadi korban adalah anak-anak yang belum tahu apa-apa maka tentu vonis berat akan dijatuhkan kepada pelaku. Akan tetapi dirinya juga pernah menjumpai kasus pelecehan terhadap anak dibawah
S
eiring dengan itu, muncul berbagai usulan yang disampaikan para tokoh terkait sistem pendidikan Indonesia. Salah satu yang sekarang tengah ramai diperbincangkan adalah usulan Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto kepada Mendikbud Nadiem yakni sekolah cukup tiga hari dalam seminggu. Usulan tersebut disampaikannya bukan tanpa dasar tapi telah dia
Anak Agung Ayu Mertadewi
umur yang korban memiliki peran terhadap kasus tersebut. Terlalu sering korban mendatangi rumah terdakwa hingga ini tentu memancing pelaku berbuat pelecehan. “Kita
tidak bisa pukul rata semua kasus tetapi harus dilihat case per case nya agar kita bisa menemukan formula yang sesuai dengan jenis kesalahannya,” tandasnya. (Wiwin Meliana)
“The Lucky 7 Anniversary” beachwalk Shopping Center th
HOLIDAY STARTS HERE! Memeriahkan hari raya Natal dan Tahun Baru 2020, beachwalk Shopping Center membawakan tema “LET’S FEAST” dengan momen liburan sebagai tema utama dari HOLIDAY STARTS HERE! di bulan Desember. beachwalk Shopping Center selalu menghadirkan kejutan dan promo menarik bagi pengunjung yang sedang berlibur akhir tahun. beachwalk yang merupakan tujuan berbelanja di Bali kembali menghadirkan “BEACHWALK YEAR END SALE” dari berbagai macam promosi toko ritel dan restoran dengan memberikan berbagai macam diskon dan promo menarik bagi pengunjung. Berbagai diskon diberikan oleh tenant–tenant yang paling ditunggutunggu seperti Victoria’s Secret Full Assortment, Candylicious, Topshop, Top Man, Mango, Zara, H&M, Pull & Bear, Stradivarius, Bershka, Tumi, Bath & Body Works, Gingersnaps dan masih banyak lagi. Tentunya bagi para pengunjung yang hobi berbelanja tidak dapat melewatkan kesempatan dalam “BEACHWALK YEAR END SALE”. Tahun ini beachwalk Shopping Center memasuki tahun ke-7 dan merayakannya dengan tema “THE LUCKY 7th ANNIVERSARY”. Perayaan ulang tahun beachwalk yang ke-7 ini dirayakan dengan memberikan hiburan dan promosi yang tentu saja menarik bagi pengunjung, serta rangkaian kegiatan menarik menyemarakan ”THE LUCKY 7 th ANNIVERSARY”. Temukan berbagai macam program spesial The Lucky 7th Anniversary’s Surprises khusus bagi pemegang kartu Corner’s Card yaitu
METROPOLITAN
13
Gebrakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sedang ditunggu semua orang, khususnya dunia pendidikan. Kabarnya, menteri yang mantan CEO Gojek—perusahaan teknologi yang melayani angkutan dengan jasa ojek--- itu, tengah menggodok sejumlah kebijakan di bidang pendidikan, di antaranya soal penghapusan UN (ujian nasional) dan kurikulum baru.
Tantangan Baru mun untuk sidang tipiring pelanggaran sampah baru pertama dilakukan di Buleleng. Tentu hal ini menjadi hal yang baru dan tantangan baru dalam memberikan putusan yang sesuai dengan tindak pidana yang dilakukan. Menurut perempuan yang memiliki sikap tegas ini, di dalam memutus suatu perkara harus melihat berbagai aspek. Ini dilakukan agar mendapatkan suatu formula p u tusa n yang benarbenar bijak. Efeknya bukan hanya kepada terdakwa, melainkan juga kepada masyarakat umum, negara, dan agama. Kalau hakim memvonis terlalu tinggi, sasarannya bisa menjadi kurang tepat. “Seperti yang kita lihat tadi, terdakwa kedua hanya berprofesi sebagai penjual makanan anak-anak. Berapa penghasilannya sehari. Dia sebenarnya tidak jahat tapi memang dia tidak tahu aturan dan ceroboh. Lain halnya dengan orang-orang yang dengan sengaja melakukan pencurian, perampasan dan pembunuhan. Kita berikan vonis sesuai porsi kesalahannya,” ungkapnya. Lebih lanjut kata Mertadewi, kasus pelanggaran sampah akan berbeda vonisnya jika dilakukan oleh industri yang memproduksi suatu barang secara besar-besaran dan membuang limbahnya sembarangan. Tentu hal ini akan merugikan banyak orang jika limbah yang dibuang beracun. “Tentu selain kena perda kasus seperti itu akan kena Undang-undang lingkungan,” jelasnya. Sebagai seorang hakim yang bertugas memberi putusan terhadap suatu perkara tentu bukan hal yang mudah. Tantangan terberat dalam menjalankan tugas itu adalah harus mampu melihat kasus case per case karena setiap kasus tidak dapat dipukul rata dan diputuskan
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019
“Wish for Your Luck to Get IDR 700.000,-“ bagi pengunjung dengan 7 pembelanjaan tertinggi di tanggal 1-7 Desember 2019 yang akan diumumkan di tanggal 9 Desember 2019. Selain itu di tanggal 7 Desember 2019 spesial untuk pengunjung dengan minimum pembelanjaan Rp 700.000,- (dalam satu struk) mendapatkan “Additional 7 Points”. Tentunya beachwalk memberikan penampilan spesial di tanggal 7 Desember 2019, seperti Special Balinese Performance, Grooveart Music School, dan live DJ Performance oleh DJ Bipolar di Fountain Stage level 1 pukul 16.30 yang tidak dapat dilewatkan oleh pengunjung. Let’s Feast on Christmas Day! beachwalk Shopping Center hadir dengan program Christmas Special di tanggal 20-25 Desember 2019 dalam rangka memeriahkan perayaan Natal dan menghibur para pengunjung. Melalui program spesial ini pengunjung berkesempatan untuk mendapatkan Christmas Gift dari beachwalk Shopping Center dengan melakukan pembelanjaan minimal Rp 2.000.000,- (maksimal 2 struk, *S&K berlaku, *selama persediaan masih ada). Nikmati juga special performances di tanggal 21-25 Desember 2019; Christmas Choir, Face Painting, Kids activities, Christmas Trunk Fashion Show, Meet the Santa dan masih banyak lagi aktivitas yang tidak bisa dilewatkan oleh pengunjung. Disamping itu pengunjung dapat melakukan kegiatan pergantian Tahun Baru 2020 di beachwalk, dimana akan menghibur pengunjung dengan memberikan pertunjukan spesial yakni: Balinese Cultural Performance, Balinese Food Experience,
Kak Seto
Special DJ Performance, Special Burlesque Dance Performance and DJ Show di event venues Fountain Stage level 1, Deck Stage level 1 dan Sunset Deck level 3. Let’s Share on Christmas Day! beachwalk Shopping Center mengajak pengunjung untuk ikut berbagi dalam suasana perayaan Natal dengan memberikan hadiah Natal kepada anak-anak panti asuhan melalui program CSR (Corporate Social Responsibilty) “Secret Santa”. Anak-anak panti asuhan akan menulis permohonan Natal mereka dan digantung pada pohon Natal di Customer Service Desk level 1, pengunjung dapat melihat wishlist card dan menyiapkan hadiahnya berdasarkan dari permohonan tersebut. Semua hadiah yang telah terkumpul akan diberikan kepada anak-anak panti asuhan di tanggal 20 Desember 2019. Untuk informasi lebih lengkap, pengunjung dapat mengunjungi Customer Sevice Desk level 1.
foto istimewa
ujicobakan selama 13 tahun di homeschooling-nya yang ternyata membawa hasil yang baik dimana banyak anak didiknya bisa diterima di sejumlah PTN. Dia berharap usulannya itu bisa masuk dalam kurikulum yang tengah dirancang Nadiem. “Kami sudah membuat percobaan sekolah selama 13 tahun. Sekolah seminggu hanya tiga kali, per hari hanya tiga jam. Tapi lulusannya bisa masuk ke sejumlah PTN seperti UI, UGM, ITB, dll,” ucap Kak Seto. Anak didiknya, kata Kak Seto bukan hanya berprestasi di bidang akademik, namun juga di bidang lainnya. “Bukan
Menanti Kebijakan Pendidikan Indonesia hanya di bidang akdemik, ada juga yang menjadi pengusaha, atlet, dll,” tambahnya. Selain lembaga pendidikan homeschooling, Kak Seto juga memiliki lembaga pendidikan formal. Menurutnya, jika dibandingkan, justru hasil lulusan homeschooling yang hanya bersekolah tiga hari dalam seminggu ternyata lebih memuaskan. Menurutnya, tidak semua anak senang dan cocok dengan model sekolah formal yang memiliki beban kurikulum yang berat, jam pelajaran yang padat. Jangan dipaksakan. Karena dalam UU Sistem Pendidikan Nasional ada sekolah non formal. Yang terpenting adalah, kata Kak Seto, anak-anak sedang bersekolah. Homeschooling yang dikembangkan Kak Seto hanya menyelenggarakan sekolah pada Senin, Rabu, dan Jumat. “Kita bikin modul-modul ringkat dan menyenangkan. Proses belajarmengajarnya dibangun secara efektif dengan memanfaatkan diskusi antarsesama. Juga, memicu kreativitas anak,” jelasnya. Sontak, usulan Kak Seto itu memicu reaksi masyarakat juga para pemerhati di bidang pendidikan. Mereka beranggapan usulan tersebut tidak masuk akal. Keberhasilan homeschooling Kak Seto dianggap tidak bisa dijadikan patokan untuk memberlakukan sistem tersebut secara nasional. Sebagian masyarakat malah mengaku bingung dengan adanya usulan itu. “Kalau sekolah cuma 3 hari dalam
foto instagram kemendikbud
Mendikbud mendongeng di depan para siswa siswi dalam acara peringatan Hari Dongeng Nasional dan Pekan Perpustaan Kemendikbud
seminggu, lalu dua harinya lagi apa yang dibuat anak-anak? Saya kok bingung ya. Mungkin kalau keluarganya kaya, dua atau tiga hari lainnya bisa diisi dengan menyertakan anak mengikuti macam-macam les. Tapi kalau keluarga dengan keuangan terbatas, bagaimana?” ujar Andes yang mengaku tidak habis pikir dengan munculnya ide tersebut. Setahunya, homeschooling biasanya diikuti oleh anak-anak dari keluarga berduit, atau anak-anak yang memiliki keterbatasan waktu karena sibuk berkegiatan di luar sekolah. “Misalnya atlet, artis, dll, yang punya kesibukan tinggi di luar sekolah, yang membuatnya tidak bisa mengikuti kegiatan sekolah formal. Karena si anak tidak mau ketinggalan dalam pendidikan, maka dia pun mengambil program homeschooling yang waktunya lebih longgar,” tutur Andes. Yohawit, pendidik sekolah negeri, yang diminta komentarnya soal wacana sekolah hanya 3 hari dalam seminggu mengaku belum bisa banyak berpendapat lantaran tidak tahu seperti apa kurikulum baru nantinya. PENYEDERHANAAN KURIKULUM Soal keberhasilan homeschooling Kak Seto yang diakui mampu mencetak siswa-siswa berkualitas hanya dengan belajar 3 hari dalam seminggu, ia merasa tidak sepenuhnya demikian. Dalam perkiraannya, anak-anak tersebut selain mengikuti
foto instagram kemendikbud
Puluhan sekolah di Kabupaten Natuna mendapat bantuan sarana belajar seperti komputer laptop dari kemendikbud
homeschooling juga menimba ilmu di tempat lain seperti mengikuti berbagai les. “Jadi saya kira bukan karena homeschooling semata tapi siswasiswanya itu juga mengikuti les-les,” ucap Yohawit yang sedang menempuh pendidikan S3, ini. Ia merasa ragu hanya dengan sekolah 3 hari dalam seminggu siswa-siswanya mampu memahami pelajaran dari K-13 (Kurikulum 13). “Sekarang saja dengan sekolah lima hari, anak-anak didik saya masih kesulitan memahami pelajarannya, apalagi kalau cuma tiga hari. Tapi kalau memang nantinya diputuskan demikian, saya ingin usul agar dua hari lainnya digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler. Jadi tiga hari pendidikan akademik, dua hari kegiatan ekstrakurikuler, seperti pramuka, dll,” tuturnya.
Mendikbud Nadiem Makarim
foto instagram kemendikbud
Dirinya berharap Mendikbud Nadiem mengevaluasi kembali kurikulum yang berlaku saat ini. Karena, katanya, K-13 bukan hanya menyulitkan para siswanya tapi juga para guru. Lebih baik, ujarnya, kurikulum dikembalikan lagi pada model KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) 2006, seperti sebelum K-13 berlaku. “KTSP lebih bagus karena dalam belajar ada tahapan-tahapannya, tidak meloncat-loncat seperti K-13. Pada KTSP anak-anak belajar sampai paham, baru pindah ke pelajaran lainnya. Kita sebagai guru pun mudah mengajarnya. Sedang K-13, anak-anak belum paham, sudah meloncat ke pelajaran lain atau tema lain. Ini menyulitkan bagi anakanak,” ujarnya. “K-13 itu sebenarnya kurikulum yang bagus tapi menurut saya hanya cocok untuk siswa-siswa yang mandiri, siswa yang rajin belajar. Sedang untuk siswa yang biasa saja, mereka keteteran, terlalu berat,” kata Yohawit. Terkait kurikulum yang tengah digodok, Mendikbud Nadiem Makarim menyebutkan, berdasarkan arahan Presiden, kurikulum yang diinginkan adalah yang berfungsi melatih daya kompetensi pelajar, tidak sekadar melatih daya hafal terhadap suatu informasi. “Jadi nantinya perubahan kurikulum bukan hanya kontennya yang berubah. Esensi arahan dari Presiden adalah penyederhanaan juga cara menyampaikan kurikulum harus berbeda,” ungkap Nadiem di Kemendikbud, Jakarta.(Diana Runtu)
BUMI GORA
12
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019
Leadership, Marketing, dan Inovasi
Acuan di Era Industri 4.0 Menjelang HUT ke-61 Nusa Tenggara Barat, para pemimpin Bumi Gora ini meraih penghargaan. Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, dalam minggu lalu sama-sama meraih penghargaan atas kiprah dan karyanya selama ini. Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah meraih penghargaan Regional Leader Enterpreneur Awards 2019 sedangkan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dinobatkan sebagai perempuan inspiratif Indonesia tahun 2019 bidang pemerintahan oleh Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI).
A
ward yang diberikan Yayasan Philip Cotler Center for ASEAN kepada Gubernur NTB tersebut diserahkan di Jakarta oleh Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Suhajar Diantoro dan diterima Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, mewakili Gubernur NTB. Philip Cotler Center for ASEAN ini adalah yayasan penyelenggaraan event berskala regional yang bernama Innovation Network for Asia bersama International Council for Small Bussines Indonesia. Regional Leader Enterpreneur Awards merupakan penghargaan yang diberikan kepada kepala daerah yang telah melakukan berbagai terobosan kreatif, inovasi dan enterpreneurial pada berbagai aspek di daerahnya masing-masing. Meliputi aspek eksternal, seperti kesehatan, pendidikan dan kemiskinan. Sedangkan aspek internal meliputi pariwisata, perdagangan dan investasi. Founder Yayasan Philip Cotler Center for ASEAN, Her-
mawan Kertajaya mengatakan penghargaan tersebut tidak hanya menyangkut kepemimpinan, namun yang lebih penting adalah inovasi serta gagasangagasan baru dalam kepemimpinan itu sendiri. “Penghargaan bukan hanya untuk dikumpulkan, berapa banyak penghargaan yang didapat. Namun, yang lebih penting adalah apa dampaknya pada masyarakat,” ungkapnya saat menyampaikan sambutan. Ia juga mengatakan kunci keberhasilan kepemimpinan itu ada tiga hal yaitu, leadership, inovation dan marketing. Senada dengan hal itu, Wakil Gubernur NTB menungungkapkan bahwa perkembangan dunia saat ini tidak bisa disambut dengan biasa-biasa saja. Namun perlu inovasi, kepemimpinan dan marketing yang kuat. “Yang paling penting adalah leadership, marketing dan inovasi. Tiga hal ini harus betulbetul menjadi acuan kita di zaman industri 4.0 ini,” katanya. Selain kepada Gubernur NTB, Regional Leader En-
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019
BUNDA ANANDA
Selalu Ada Waktu untuk Anak-anak
Orangtua mana yang tak bangga jika anaknya berprestasi, entah itu prestasi akademik maupun prestasi di bidang lain. Itu juga yang dirasakan Ussy Sulistiawaty yang memiliki empat anak cerdas. Salah satunya yang memiliki prestasi menonjol adalah putri ketiganya, Shakeela Eleanor Ameera, 7 tahun.
K
terpreneur Awards diberikan kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dan sejumlah bupati/walikota se-Indonesia. Selain Gubernur NTB, Wakil Gubernur NTB, dinobatkan sebagai perempuan inspiratif Indonesia tahun 2019 bidang pemerintahan, oleh Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) karena dinilai memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta kehidupan bermasyarakat. Penghargaan ini diserahkan oleh Wakil Ketua MPR RI, Syarif Hasan pada pembukaan Pameran bertajuk Gemilang
NTB “Nuansa Tanpa Batas” berlangsung di Kantor Kementerian Perindustrian RI, Jakarta, minggu lalu. Ketua IPEMI, Inggrid Kansil mengatakan bahwa penghargaan tersebut diberikan tidak hanya karena jasa dan kontribusi Rohmi bagi daerah dan bangsa. Akan tetapi yang terpenting adalah, bagaimana sosok tersebut mampu menjadi generasi penerus dan memiliki semangat serta nilai-nilai dari perjuangan dalam mengisi serta mengimplementasikan ke dalam karya dan kreasi nyata. “Kami melihat, ibu-ibu yang menerima penghargaan perem-
puan inspirasi Indonesia ini kiprahnya sangat beragam,” katanya. Penghargaan perempuan inspirasi Indonesia diberikan kepada perempuan dengan kiprah yang berbeda-beda. Ada yang konsen pada pemerintahan, aktivitas sosial, UMKM, melestarikan tenun, peduli pada kerajinan, bidang politik, ekonomi dan budaya. “Saya merasa ini adalah tanggung jawab dan kepedulian kita semua, kaum ibu di tanah air atas semua kebijakan nasional dan internasional, dalam melaksanakan program atau aksi untuk memajukan masyarakat,” ujarnya. (Naniek I. Taufan)
eunggulan bocah ikut kompetisi bahasa Inggris yang oleh kelu‘Spelling Bee Competition arganya kerap 2019’. “Sesibuk apapun dipanggil aku, pasti ada waktu unCibul ini, khususnya di tuk dampingi anak-anak. bidang matematika dan Kemarin itu anak-anak bahasa Inggris. Dia juga mau nonton konser kata Ussy, sepertinya di GBK, aku juga ikut memiliki bakat seni dampingi. Hahaha khususnya menari. meski nggak ngertiTapi untuk urusan pengerti amat tentang lajaran matematika, konser itu, aku selalu Elea jempolan. siap untuk ada bersama Juli 2019 lalu, Elea mereka (anak-anak),” membuat hati orangtukata wanita cantik ini. anya—Ussy dan Andhika Bicara kesibukan kerPratama—berbunga-bunja, memang Ussy termaga. Setelah berhasil menjadi suk artis yang punya agenda Ussy juara dua kompetisi matemapadat. Tapi, urusan pengasuhan tika, ia pun diutus mewakil Indonesia anak-anaknya tetap menjadi prioritas di ajang kompetisi matematika tingkat utamanya. “Aku beranggapan memperdunia ‘World Mathematics Invitation banyak waktu bersama anak, adalah 2019’ yang berlangsung di Fukuoka, Je- penting,” katanya. pang. Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh Karena itu juga maka belakangan ini pelajar-pelajar terbaik di seluruh dunia. ia banyak mengurangi waktunya untuk “Ada 21 negara yang ikut, pesertanya berkegiatan di dunia entertainment, khuhampir 2000 siswa,” tutur Ussy. susnya seni peran yang membutuhkan Meski belum berhasil meraih medali, waktu cukup lama. “Bukannya mundur namun Ussy mengaku bangga dengan ya, tapi mengurangi saja kegiatannya. Kalau capaian anaknya. “Bisa berprestasi aja kerja di entertainment kan memerlukan sudah merupakan kebanggaan tersend- banyak waktu, makanya aku kurangi, iri. Aku sampai ‘mewek’ karena anak nggak terlalu intens seperti dulu. Tapi aku bisa mencapai prestasi begitu. Nah kegiatan seperti MC, dll, yang waktunya trus dia dikirim ke Jepang untuk lomba singkat, aku masih mau terima,” tuturnya. tingkat dunia, coba siapa orangtua yang Dengan begitu, lanjutnya, dia memiliki nggak bangga. Soal apapun hasilnya, banyak waktu untuk mengurusi keluarterserah saja. Tapi untuk bisa melangkah ganya, mendampingi anak-anaknya, juga ikut kompetisi itu kan bukan suatu yang mengurusi bisnis-bisnisnya. Kebetulan juga mudah,” tutur Ussy yang bersama ketiga bisnis restoran yang tengah ditekuni Ussy anaknya yang lain ikut mendampingi Elea berada tak jauh dari rumahnya. ke Jepang. “Aku sering ajak anak-anak ikut ke Menurut Ussy, dirinya dan suami, tempat kerja. Mereka juga kadang datang terus mendukung anak-anaknya un- ke sini (restoran) karena kan dekat dari tuk bisa berprestasi di bidang yang rumah. Kadang kalau papanya (Andhika) disukainya. Dia juga mengaku lebih suka sangat sibuk (syuting), aku suka ajak anak-anaknya menekuni bidang lain di anak-anak main ke tempat syuting. Itu luar entertainment. Meskipun, ucap Ussy, menyenangkan bagi anak-anak, begitu juga nantinya, ketika mereka besar, terserah Dika karena bisa bertemu anak-anaknya,” pilihan masing-masing. “Pokoknya asal- papar Ussy yang juga sempat menekuni kan mereka suka, dan itu positif, kita dunia menyanyi. dukung,” tambah pemeran utama film Hidup ini, kata Ussy lagi, adalah pilihan. horor ‘Lukisan Ratu Kidul’, ini. Sebagai pelaku, dia harus menetapkan Awal November 2019 lalu, tutur prioritas-prioritas agar kehidupannya berUssy, dia juga mendampingi Elea untuk jalan lebih baik dan sesuai harapan. Sebagai
ussy main dan anak bungsunya
foto instagram ussy
wanita aktif yang memiliki 4 anak, dia tahu apa yang diinginkannya. “Aku memiliki manajer, staf-staf, pekerja, mereka lah yang membantu mengatur waktuku agar benar-benar efektif,” karanya. Soal keberhasilannya dalam mendidik anak-anak , Ussy mengaku tidak menggunakan strategi-strategi hebat. Semua biasa saja. “Sebagai dasar, aku melakukannya sesuai pengetahuan dan pengalaman dari orangtua aku dalam mendidik anak-anak. Tapi aku juga menambah pengetahuan lewat berbagai referensi, misalnya dari bacaan-bacaan terkait pendidikan anak. Itu saja yang aku terapkan. Disamping itu ya aku diskusi dengan Dika tentang pendidikan dan pengasuhan anak,” ungkapnya. Menurut Ussy, sebagaimana pengalamannya, kunci dari pengasuhan atau pendidikan anak adalah komunikasi dan waktu kebersamaan dengan anak-anak. “Misalnya, komunikasi terbaik di pagi hari. Waktu persiapan anak-anak berangkat sekolah, sarapan bersama. Mempersiapkan segala kebutuhan anak-anak sambil bertanya-tanya kepada mereka tentang berbagai hal. Bukan hanya pagi saja sih, sepulang anak-anak sekolah juga bisa kumpul dengan mereka. Biasanya mereka cerita macam-macam tentang berbagai aktivitasnya,” tambah Ussy. PENDEKATAN BERBEDA SESUAI KARAKTER Soal pendekatan terhadap anak, menurut Ussy, dilakukan berbeda sesuai usia dan karakternya. Tidak bisa ‘dipukul rata’. Apalagi usia mereka terpaut cukup jauh. Nur Amalia Putri (14) merupakan anak angkat Ussy sebelum pernikahan pertamanya, Syafa Al Zahra (13) adalah
Kssy dan keluarga
anak dari pernikahan pertamanya. Sedang anak dari pernikahan kedua dengan aktor Andhika Pratama, lahir Shakeela Eleanor Ameera (7) dan Sheva Elmira Lorrenia (2). “Beda karakter, beda pendekatan. Apalagi dua anakku beda umurnya cukup jauh dengan kakak-kakaknya. Jadi memang agak sedikit merepotkan. Aku justru lebih memperhatikan yang besar karena mereka sudah remaja. Juga, supaya jangan ada anggapan, kok anak yang kecil saja yang terus diperhatikan. Jadi memang aku harus bisa mengelolanya dengan baik. Harus ekstra sabar, ekstra cinta dan ekstra waktu untuk mereka semua,” papar Ussy panjang lebar. Dalam mendidik Ussy juga bersikap
5
foto instagram ussy
tegas namun bukan galak. Ia dan Andhika juga tidak ingin anaknya menjadi manja. “Aku tidak mau terlalu memanjakan anak. Kalau mereka minta sesuatu, aku tidak buru-buru memenuhinya. Aku ajarkan mereka untuk berusaha mencapai sesuatu,” ujarnya. Nah yang juga tak kalah pentingnya adalah mengajari anak untuk berdisiplin sejak dini. Ussy meyakini jika itu diajarkan sejak dini, anak-anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik. “Tegakkan disiplin sejak dini. Harus tegas dengan hal ini. Dengan begitu anak-anak akan tahu dan mengerti apa yang terbaik dilakukannya, tugas-tugasnya, kewajibannya,” tandas Ussy. (Diana Runtu)
Mendongeng Lima Menit JEMBATAN KERA Pagi itu sekerumunan orang ribut-ribut di sungai. Soalnya adalah, seorang pemuda yang sedang mandi menemukan sebutir buah aneh. Buah jenis itu belum pernah lewat di sungai. Orang-orang mendesak agar pemuda itu melaporkan penemuan buah itu kepada Raja. Made Taro Raja ikut heran. Ia mencium aromanya yang gurih, lalu mengupas kulitnya. Dagingnya yang berwarna kekuningkuningan merangsang raja untuk mencicipi. “Nyam, nyam, nyam…. Enak benar!” kata Raja. Kemuudian ia memanggil seorang nelayan. “Kamu tahu buah apa ini?” tanya Raja. Nelayan segera menjawab, “Buah mangga, Tuanku! Pohonnya banyak tumbuh di hulu sungai.” Raja penasaran. Ia harus memiliki pohon itu dan mewajibkan penduduk menanamnya di kebun masing-masing. Dikerahkannya semua pemburu untuk berburu hewan dan sekaligus memetik buah mangga. Singkat cerita, setiba di hulu sungai, Raja dan pemburu itu amat senang menemukan banyak sekali pohon mangga lengkap dengan buah-buah yang menguning. Lebih menyenangkan lagi, mereka menemukan ratusan kera bergelayutan di pohon-pohon mangga itu. “Benar kataku!” seru Raja gembira. “Pulang dengan binatang buruan dan buah-buah mangga!” Raja memerintahkan untuk membidikkan panah ke arah
kera. Namun apa yang terjadi? Kera-kera itu berteriak-teriak ketakutan. Dari puncak pohon muncul seekor kera. Ia berteriak keras-keras sambil meloncat-loncat. Ia memanggil semua kera. Setelah berkumpul, kera yang berteriak itu meloncat ke pohon seberang sungai. Ia memegang erat-erat puncak pohon itu, dan kedua kakinya seolah-olah mengikat cabang pohon tempatnya bertengger. Ia membentangkan tubuhnya sehingga terbentuk sebuah jembatan penyeberangan. Melihat pemandangan yang menarik itu, Raja memerintahkan agar para pemburu membatalkan bidikannya. Tampak pemandangan yang makin menegangkan. Kera yang menjadi jembatan penyeberangan itu memerintahkan semua kera menyeberangi sungai melalui tubuhnya yang dibentangkan. Lihat! Satu persatu kera itu meloncat ke punggung jembatan penyeberangan. Tinggal seekor kera bertubuh besar dan kekar. Ia tampak ragu, bahkan tidak mau meloncat. Jembatan kera itu marah-marah. “Jangan memikirkan aku! Pikirkan keselamatanmu!” teriaknya. Setelah lama termenung, akhirnya kera besar dan kekar itu mengambil keputusan. Hyaaat! Ia melompat tanpa ragu-ragu dan menginjakkan kakinya di punggung jembatan kera. Buk! Kera yang merelakan dirinya menjadi jembatan itu tidak kuat menahan diri. Pegangan tangan dan kakinya terlepas. Ia terbelingsat dan akhirnya jatuh tepat di depan Raja. Buk! Raja memegang tubuh kera yang lunglai itu. “Mengapa kamu berbuat seperti itu?” tanya Raja. Hamba adalah Raja mereka. Seorang raja harus berani berkorban demi keselamatan rakyatnya. (India)
DARA
6
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019
Windy Cantika Aisah
Remaja “Berotot Besi”
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019
BULELENG
11
Kembangkan Kembali Jeruk Keprok Tejakula Di Buleleng, terdapat salah satu jenis varietas jeruk khas yang saat ini keberadaanya mulai langka. Dahulu, jeruk ini menemui masa kejayaan setelah tubuh dengan subur di Buleleng bagian timur, yaitu kecamatan Tejakula. Karena hanya dikembangkan di daerah tersebut, jeruk jenis keprok ini dinamakan jeruk keprok Tejakula.
D
Windy foto instagram windycantika
Windy cantika raih emas angkat besi SEA Games 2019
Sepintas Wendy Cantika Aisah seperti gadis biasa. Cantik dan ceria dengan fashion ala milenial. Tubuhnya pun langsing. Tapi siapa sangka Cantika begitu dia biasa dipanggil, piawai dalam angkat besi. Itu dibuktikan Cantika saat ia tampil dalam ajang SEA Games 2019 Filipina cabang angkat besi.
T
ampil di nomor 49 kg, Cantika berhasil memecahkan rekor youth Asia dan dunia dengan total angkatan 190 kg dengan rincian, snatch 86 kg dan clean and jerk 104 kg. Rekor dunia snatch 83 kg dan clean and jerk 103 kg. Hasil tersebut mengantar gadis ‘berotot besi’ ini medali emas. Wajah Kontingen Indonesia pun sontak cerah ceria, setelah sebelumnya agak muram karena masih seret medali emas. “Terima kasih kepada Allah. Karena ini semua pemberian Allah,” ungkap siswi kelas III SMA 1 Handayani, Pameungpeuk Kabupaten Bandung ini. Ia mempersembahkan medali
emas itu untuk ayahnya yang sedang menjalani operasi tumor, juga Indonesia serta semua pihak yang telah mendukungnya. Termasuk sang ibu, Siti Aisah, peraih medali perunggu Kejuaraan Dunia Angkat Besi tahun 1988. Ya, Cantika memang anak dari mantan lifter andalan Indonesia, Siti Aisah. Ibunya jugalah yang mendorong gadis kelahiran Bandung 11 Juni 2002 ini untuk berlatih angkat besi. “Mamah yang ajak aku untuk latihan angkat besi sejak aku masih kecil. Kelas 2 SD, Mamah sudah dorong-dorong untuk latihan. Kakak aku sudah latihan lebih dulu,” ucap Cantika sebelum berangkat ke SEA Games. Namanya anak-anak, lanjut Cantika, belum ada ketertarikan serius. Latihan pun masih ‘moodmood-an’. “Jadi dulu kan masih kecil ya, kelas 2 SD, Mamah ajak ayo latihan. Kadang aku latihan tapi kadang enggak karena ingin main atau mau les. Tapi Mamah kan telaten ya, tetap saja ngajak aku latihan. Latihannya masih pakai paralon, belajar tekniktekniknya. Baru lah setelah kelas 5 SD, aku dimasukkan ke klub. Nafoto instagram windycantika mun itupun maWindy saat di kejuaraan angkat besi di pyongyang korut
sih main-main. Aku baru mulai serius s a a t S M P, ” ujar Cantika yang sekarang menjadi atlet andalan PB PABBSI untuk tampil di berbagai kejuaraan. Cantika memang berbakat besar di cabang ini. Dia mengikuti jejak ibunya sebagai atlet angkat besi berprestasi. Karena bakatnya itu, pelatihnya mengaku tidak sulit melatih gadis ini. Dia bukan hanya cepat bisa tapi juga berhasil mengukir prestasi di berbagai kejuaraan dalam maupun luar negeri untuk kategori junior. Malah sepanjang kiprahnya di ajang junior dia telah tiga kali memecahkan rekor dunia. Waktu Asian Games 2018 lalu, Cantika yang berusia 16 tahun masuk dalam tim senior timnas Indonesia untuk angkat besi, namun hanya berada di bangku cadangan. “Aku baru mulai rajin latihan ketika masuk asrama untuk persiapan Kejuaraan PPLP 2018. Di sana kan setiap hari harus latihan,” ungkap Cantika yang juga dipersiapkan PB PABBSI untuk tampil dalam Olimpiade Tokyo 2020. “Lewat kerja keras dan rajin berlatih, aku berharap bisa terus mengukir prestasi lebih baik lagi di masa datang,” tambah anak ketiga dari tiga bersaudara ini. Soal kenapa tertarik dengan angkat besi padahal olahraga ini tidak populer di kalangan para wanita. Dengan terus terang Cantika mengaku, yang membuatnya tertarik adalah ibunya. “Sejak kecil aku sudah ‘dekat’ dengan angkat besi. Bukan hanya karena Mamah yang mantan atlet angkat besi, juga bukan hanya karena sering diajak berlatih, tapi juga karena sejak kecil Mamah tuh selalu bercerita tentang pengalamannya selama berkiprah di cabang olahraga ini. Macam-macam diceritakan Mamah sebagai ‘cerita pengantar tidur’. Makanya aku merasa dekat dengan olahraga ini. Apalagi setelah SMP aku merasa olahraga ini ternyata mengasyikkan juga penuh tantangan. Jadi aku nggak peduli ya
foto mnc
Windy dan penghargaannya
kalau ada yang ngomong ‘kok angkat besi?’ tutur Cantika. DISIAPKAN UNTUK OLIMPIADE TOKYO Cantika atau biasa dipanggil Eneng (panggilan kesayangan pada anak perempuan dalam bahasa Sunda) oleh ibunya, mulai bergabung di pelatnas angkat besi SEA Games di Jl Kwini Jakarta Pusat, sejak tahun lalu. Namun dia sempat ‘off’ dari pelatnas karena harus mengikuti kejuaraan di daerahnya. Praktis dia baru bergabung kembali pada Februari 2019 lalu. Untuk membekali Cantika pengalaman bertanding internasional, PB PABBSI mengirimnya mengikuti Kejuaraan Asia Angkat Besi di China pada April 2019. Tak disangka, gadis kelahiran Bandung 11 Juni 2002 ini, berhasil membuat ‘geger’ dengan mencetak total angkatan 177 kg. Cantika yang ‘masih anak bawang’ ini bukan hanya meraih juara tapi juga mencatat rekor baru di nomor 49 kg. Sementara pada Kejuaraan Dunia Junior di Fiji, Oktober lalu, Cantika kembali mengukir prestasi dengan mencetak rekor angkatan total 179 kg sekaligus meraih juara. Rentetan prestasi inilah yang menggembirakan PB PABBSI yang menaruh harapan besar pada remaja 17 tahun ini. Untuk nomor 49 kg putri, PABBSI tidak memiliki lifter lantaran ditinggal oleh lifter andalannya Sri Wahyuni yang telah menikah dan hamil. Sementara lifter putri lainnya, Acchedya Jaggadhita yang digadanggadang menggantikan posisi Sri Wahyuni, justru tersandung masalah
doping. Walhasil Dea, begitu namanya akrab disapa, untuk sementara tidak bisa tampil di ajang kejuaraan angkat besi. Beruntung hadir Cantika, yang meski masih junior namun telah mengukir sejumlah prestasi di ajang kejuaraan internasional. Setelah event SEA Games ini, Cantika langsung dipersiapkan untuk tampil di Olimpiade Tokyo 2020 dan Asian Games 2022. Pelatih Kepala Timnas Angkat Besi Dirdja Wihardja mengaku bangga dengan capaian yang ditorehkan anak asuhnya itu. “SEA Games ini merupakan salah satu ajang seleksi untuk atlet yang akan diberangkatkan ke Olimpiade Tokyo. Windy sudah berhasil melewati ini, dia masih punya 2 ajang lagi untuk seleksi. Semoga prestasinya terus menanjak,” ungkap mantan lifter nasional ini. Kebanggaan senada juga diucapkan sang ibu, Siti Aisah yang menonton penampilan anaknya lewat televisi di kantornya. Mantan lifter nasional ini mengaku tak menyangka anaknya mampu mengangkat beban seberat itu bahkan keluar sebagai juara. Sebagai mantan lifter nasional, dia juga turut merasakan beban yang ada dipundak sang anak. Dia sempat merasa tidak tega, apalagi melihat lawan anaknya adalah lifter berpengalaman juga telah usia dewasa. Namun, Cantika mampu tampil tenang dan fokus dengan angkatannya. “Saya nonton penampilan Eneng di kantor bersama teman-teman. Lawan-lawannya sudah dewasa. Tapi Eneng tampil bagus,” kata Siti yang tak putus-putus mengucap syukur atas kesuksesan anaknya meraih medali emas SEA Games. (Diana Runtu)
Windy dan ortunya
foto instagram windycantika
ibandingkan dengan akan perlahan layu yang berakibat jeruk keprok lainnya, pada kematian. Secara besar-besaran jeruk keprok virus ini menyerah pohon Tejakula jeruk petani dan sampai memiliki rasa dan sekarang belum ditetampilan yang khas. mukan obat untuk Kulitnya berwarna mengatasi serangan orange cerah kepenyakit tersebut. tika sudah matang Sejak saat itu, dan memiliki tanaman jeruk perpaduan rasa keprok Tejakula asam yang ditidak lagi dilirik dominasi manis. oleh masyarakat Bahkan karena setempat. rasanya yang Tidak ingin unik dan kualitas kondisi ini beryang baik, jeruk lanjut, Perbekel keprok Tejakula D e s a Te m b o k ini mendapat sertiDewa Komang Yudi fikat Buah Unggul bekerjasama dengan Perbekel Desa Tembok Nasional. Dinas Pertanian KabuDewa Komang Yudi Sayangnya, jeruk paten Buleleng telah menykeprok Tejakula ini teraniapkan 200 bibit jeruk keprok cam keberadaanya setelah semua Tejakula. Rencananya bibit-bibit itu akan kebun petani diserang penyakit CVPD mulai ditanam pada awal bulan musim (Citrus Vein Phloem Degeneration). penghujan. “Ini menjadi salah satu upaya Penyakit ini menyerang bagian batang kami untuk membangkitkan kembali tanaman jeruk yang merupakan jalan masa kejayaan jeruk Keprok Tejakula untuk membawa nutrisi dari akar ke yang saat ini tidak bisa lagi ditemukan di bagian yang lain. Pohon yang diserang Buleleng timur,” jelasnya.
Varietas Jeruk Keprok Tejakula
Ada beberapa hal yang masih menjadi kendala dalam pengembangan jeruk keprok Tejakula ini ke depan. Dewa Yudi mengatakan hingga saat ini Kecamatan Tejakula belum dicabut sebagai kawasan yang terdampak virus CVPD. Sistem irigasi yang belum mendukung sehingga wilayah atas tidak dapat ditanami pohon jeruk karena ditakutkan pohon akan mengalami kekeringan. Selain itu, siklus alam yang telah berubah sehingga musim penghujan dan kemarau yang tidak jelas.
“Kenapa dulu yang belum ada teknologi pendukung desa Tembok memiliki kesuburan tanah yang bagus, itu karena faktor alam yang mendukung. Tetapi sekarang faktor alam yang telah berubah sehingga ini menjadi salah satu permasalahan yang kami hadapi,” ungkapnya. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dewa Komang Yudi telah mempersiapkan beberapa cara agar penanaman pohon jeruk dapat berjalan lancar dan tumbuh dengan baik. Penanaman akan
dilakukan bila musim hujan telah tiba, hal ini untuk mencegah tanaman mati karena kekurang air. Sebagai langkah awal, pohon jeruk akan ditanam pada wilayah yang memiliki kesuburan tanah baik dan tidak wilayah yang tidak memiliki permasalahan dengan air. “Kami akan tanam di daerah bawah yang ada sumur bornya, kalau daerah atas konsentrasi air bersihnya lebih kepada pemenuhan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)
Si Melik Layani sampai Pelosok Data kependudukan menjadi hal yang sangat penting karena diperlukan untuk persyaratan berbagai kepentingan. Dalam kepengurusannya sering kali masyarakat harus mengantre di pencatatan sipil. Kondisi ini tentu menjadi alasan untuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buleleng membuat program yang bisa mempermudah masyarakat dalam mengurus data pribadinya. Salah satu program itu adalah sistem Si Melik (Siap Melayani Identitas Kependudukan dan Pencatatan Sipil). Belum berjalan setahun, Sistem Si Melik sudah mampu merampungkan puluhan ribu
data kependudukan dan pencatatan sipil masyarakat di Kabupaten Buleleng, mulai dari perekaman KTP Elektronik hingga pencetakan akta kematian, berikut data Si Melik untuk tahun 2019, Perekaman : 1.989, Cetak Suket : 2.746, Cetak KTP-el : 2.735, Cetak Biodata : 2.220, Cetak KK : 5.613, Cetak KIA : 8.459, Cetak Akta Lahir : 4.192, Cetak Akta Kawin : 968, Cetak Akta Cerai : 22, Cetak Akta Kematian : 886. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni, S.Sos., saat ditemui di Kantor Bupati Buleleng, Selasa (3/12).
Reika Nurhaeni menambahkan, dengan Si Melik, Disdukcapil Buleleng telah melakukan pelayanan jemput bola kepada masyarakat Buleleng yang berada jauh di pelosok Desa di Kabupaten Buleleng. Pelayanan secara langsung seperti perekaman KTP Elektronik, Pencetakan KK, Pencetakan KTP Elektronik, Pencetakan surat keterangan pengganti KTP Elektronik dan pencetakan akta–akta pencatatan sipil lainnya bisa langsung diselesaikan dalam waktu singkat pada pelayanan tersebut. “Kalau di tahun lalu kami hanya bisa melayani masyarakat seperti perekaman KTP Elektronik dan KIA, tetapi di
tahun 2019 ini kami sudah bisa melayani dari pencetakan sampai dengan ke aktaakta pencatatan sipil lainnya” ujarnya. Dirinya menambahkan, Disdukcapil Buleleng memiliki dua model pelayanan, yaitu model pelayanan stelsel aktif dan model pelayanan stelsel pasif, pelayanan stelsel pasif Disdukcapil hanya melayani masyarakat yang datang ke kantor, sedangkan pelayanan stelsel aktif disini masyarakat mendapatkan pelayanan secara langsung di desa, Kelurahan, lingkungan, rumah-rumah hingga ke Rumah sakit. “Pelayanan terhadap masyarakat yang berada di rumah sakit yang notabene belum memilki
Pelayanan Si Melik oleh Disdukcapil Kabupaten Buleleng
KTP Elektronik kami melaksanakan pelayanan di rumah sakit” jelasnya. Lebih jauh Reika mengatakan, untuk tahun 2020 Si Melik sudah terjadwalkan, tetapi apabila ada desa yang mengajukan untuk mendapat pelayanan maka akan tetap diberikan pelayanan sebagaimana mestinya, sehingga masyarakat yang membutuhkan pelayanan baik itu pembuatan KTP, KK, dan data kependudukan lainnya bisa terselesaikan tanpa harus ke kantor Disdukcapil. “Ada desa yang mengajukan dan tetap kami berikan pelayanan, kami atur jadwal berikutnya” pungkasnya. (Wiwin Meliana)
10
Serunya Warna B Pengembara
STYLE
Neli Gunawan, fashion designer yang tinggal di Bali ini, dikenal menyukai tekstil daerah dan desain ramah lingkungan atau berkesinambungan. Untuk ini pula ia banyak melatih dan mengajak para perempuan yang bekerja di rumah. eberapa waktu lalu, di Inaya Putri Bali, Nusa Dua, di ajang “Bali Fashion Tren 2020”, ia berkolaborasi dengan Dewi Moony, spesilisasi eco print pada bahan
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019 kulit untuk tas dan sepatu. Mereka menyuguhkan “Wanderlust” Karya yang terinspirasi dari pengembaraan ini, menarik. Betapa tidak perjalanan dari Jepang ke Maroko, San Fransisco, ke Bhutan, dan dari India Ke Afrika Selatan berhasil diramu menjadi warna desain yang unik. Pada koleksi Neli Gunawan ini, sangat terlihat irama petualangan dengan
segala pengalamannya. Itulah mereka, muda, bebas dan tidak pernah merasa cukup bersama sang waktu menikmati seluruh detailnya. Anggota IFC Denpasar ini pun berharap, ia bisa terus mengembangkan desain yang ramah lingkungan di setiap lini karyanya. Baik untuk desain yang private, ready to wear maupun seragam. (Sri Ardhini)
EDUKASI
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019
7
Utamakan Ajaran Etika Gebrakan Presiden Jokowi memilih Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang kekeinian seperti Nadiem Makarim untuk periode 2019-2024 adalah gerakan yang sangat baik. Apa yang diajarkan di dunia pendidikan haruslah sejalan dengan kebutuhan pasar saat ini. Pengetahuan yang diperlukan saat ini sudah sangat berbeda dengan ilmu-ilmu dahulu. Mengingat anak-anak zaman now sejak lahir sudah hidup dengan teknologi digital. Menurut Mirah Kristina Agung, S.T., pendidikan harus menjawab tantangan ini. Apa yang diajarkan harus langsung pada kebutuhan di era digital, tidak perlu terlalu banyak pelajaran yang sudah tidak bisa digunakan lagi di era milenial ini Selama ini para pelajar dituntut untuk bisa menguasai banyak pelajaran, dan membuat mereka menjadi kesulitan mengembangkan potensi diri mereka. Sepatutnya kini. pendidikan hendaknya menyesuaikan dengan keperluan pelajar, bukan pelajar yang menyesuaikan diri dengan pendidikan. Sebab, setiap orang memiliki kemampuan dan potensi yang berbeda-beda Namun, yang tetap harus diutamakan dalam ajaran pada anak-anak adalah ajaran mengenai budaya, etika, sopan santun dannilai-nilai morat atau unsur-unsur kebaikan.“Sehingga mereka ke depannya lahir menjadi anak-anak yang pintar namun tetap memiliki akhlak yang baik Selain itu, perlu juda diberikan pengembangan skill untuk siswa-siswa sejak dini. Jadi setelah SMA mereka tahu akan ke mana mengembangkan kariernya,”cetus pemilik DNI Skin Centre ini.. Sedangkan bagi para guru perlu secara berkala dilakukan pelatihan pelatihan dan penilaian dari pusat. Agar standar guru akan sama seluruh Indonesia. Terlebih . kini diperlukan juga kemampun guru dalam mengembangkan kompetensi serta memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran secara maksimal. “Guru juga perlu memiliki kom-
petensi berpikir kritis, kreatif, dan dapat berkomunikasi, serta berkolaborasi yang baik dalam membimbing dan mempersiapkan generasi emas bangsa, agar mampu bersaing dan sukses di era digital ini,” ujar istri Dr. dr IGN Darma, Sp.KK ini. Ia menambahkan untuk itu semua diperlukan adanya pemerataan fasilitas pendidikan, dan berharap pemerintah meningkatkan alokasi dana pendidikan. Sementara itu, bicara kurikulum, dikatakan oleh ibu tiga anak ini diperlukan kurikulum yang lebih relevan, yang bisa menilai kemampuan interpersonal dan kreativitas si anak didik. Alangkah indahnya jika pemerintah membuat grand design kurikulum pendidikan Indonesia. Sehingga siapapun pemerintahnya bisa melanjutkan rencana yang sudah dibuat sehingga tidak cepat berubah-ubah. “Menteri Pendidikan sebaiknya harus terjun langsung melihat kondisi pendidikan saat ini. Tdak hanya percaya dengan laporan-laporan saja, sehingga bisa jadi panutan untuk penerus bangsa,” tandas Mirah Menurut Mirah pula, untuk perbaikan dunia pendidikan ini, memang pemerintah saja tidak cukup untuk mengemban tugas tersebut. Perlu ada kesinambungan antara pemerintah, instansi pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Karenanya, pendidikan menjadi tanggung jawab kita semua sebagai warga Indonesia. Mengingat pendidikan merupakan proses penanaman budaya dan nilai moral, jadi pendidikan tidak hanya sebatas belajar di sekolah saja. “Semoga dengan adanya pendidikan yang baik di negeri kita ini, dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat. Selanjutnya mampu menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas, tangguh, berkarakter. Dan, pastinya SDM generasi siap bersaing dan menjawab tantangan era digital sekarang ini,” pungkas Mirah. (Sri Ardhini)
Mirah Kristina
Lanjutan Yoga untuk Lansia
1
3 Gambar 3 Masih duduk dengan sikap Silasana dan tetap menjaga tulang punggung tegak lurus kemudian angkat kedua tangan (lihat gambar). Arahkan telapak tangan menghadap langit. Sekarang fokus rasakan cahaya matahari masuk melalui ubun-ubun dan rasakan cahayanya menyebar keseluruh tubuh serta rasakan semua kekotoran atau penyakit yang ada dalam tubuh disucikan. Semua dilakukan dengan tetap tersenyum. Semakin Anda tersenyum cahaya surya akan semakin membesar untuk menterapi tubuh Anda. Lakukan sikap ini dengan fokus cahaya surya kira-kira 10 menit.
2
5
6
Begitu juga dengan gambar 6 Tekniknya sama seperti di gambar 5. Dengan mengangkat tangan kiri dan raih kuping kiri lalu bernapas dengan lembut Dan, lakukan 3 kali putaran napas.
Gambar 5 dan 6 Yakni sikap merilekskan otot-otot leher dengan mengangkat Gambar 1 dan 2 tangan kanan dan letakkan diatas kepala lanjutkan dengan meraih Adalah sikap untuk melaksanakan Pranayama , yaitu olah napas. Tahap kuping kiri lalu rebahkan kepala ke bahu kanan. Sekarang mulai pertama dengan mengangkat tangan kanan dan menutup hidatur napas dengan menarik napas ung kanan serta menjaga tulang punggung tegak lurus semenkembungkan perut dan buang tara tangan kiri letakkan di atas lutut lanjutkan dengan menutup napas kempiskan perut. Lakukan 3 mata dan mulai menarik napas dengan lembut. Tekniknya saat kali putaran napas. menarik napas kembungkan perut dan perlahan buang napas kempiskan perut dan dengan lembut konsentrasikan napas atau visualisasikan napas menuju ke tulang punggung. Ulangi sampai 25 kali putaran napas. Begitu juga sebaliknya (lihat gambar 2 dengang teknik napas yang sama seperti gambar 1) Selamat berlatih dengan senyum Selalu sehat dalam yoga Gambar 4 Semoga bermanfaat Tetap dengan posisi duduk bersila dan sekarang hanya kedua telapak tangan yang di balik menuju bumi atau pertiwi. Kemudian sekarang masih fokus pada cahaya surya sedang membersihkan tubuh pisik lalu rasakan semua kekotoran dalam tubuh Anda dibawa ke telapak kaki dan telapak tangan. Model : Nadya Lalu rasakan kekotoran tersebut masuk ke dalam bumi dan Guru Markandeya Yoga Indonesia Cibubur diserap oleh bumi serta dinetralkan. Lakukan sikap dan fokus LKP/LPK Markandeya Yoga Indonesia tersebut selama 10 menit.
4
LIFE STYLE
8 Tetabuhan khas gendang dan gamelan mengalun. Sayupsayup suaranya terdengar dari Gedung Teater Tertutup Taman Budaya NTB selama sebulan terakhir ini. Siapakah yang memainkan gamelan dengan irama yang demikian indah? Para musisi kah?
T
ernyata bukan. Jari jemari para pemukul gendang dan gamelan yang begitu fasih ini adalah tangantangan lembut para pemimpin perempuan di Nusa Tenggara Barat. Dipimpin oleh Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dan Ketua Dekranasda dan Ketua Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, para Kepala OPD perempuan lingkup Pemerintah Provinsi NTB barubaru ini membawa misi kesenian
gamelan Sasak yang dipertunjukan pada Pembukaan Pameran Produk Unggulan UMKM NTB di Gedung Kantor Kementerian Perindustrian RI, di Jakarta, minggu lalu. Mereka adalah Asisten I Setda Provinsi NTB, Baiq Eva Nur-
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019
Srikandi NTB Mainkan Musik Tradisional
cahyaningsih, M.Si., Asisten III Setda NTB, Ir. Hj. Hartina, MM., lalu ada Dra. Putu Selly Andayani, Kepala Dinas Perdagangan NTB, Ir. Husnanidiaty Nurdin, Kepala Dinas Dispora NTB, Kepala Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dra.Hj. T. Wismaningsih Drajadiah, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB Ir. Hj. Budi Septiani, Kepala Taman Budaya NTB, Ir. Baiq Rahmayati, M.Si., dan lainnya. Siapa sangka para perempuan NTB yang nota bene kesehariannya disibukkan memimpin kantor masing-masing yang tergabung dalam Srikandi NTB ini lihai dan piawai memainkan alat musik tradisional NTB, gamelan setelah menjalani latihan dengan tekun selama hampir sebulan. Tepuk tangan meriah menjadi hadiah apresiasi dari penonton usai Srikandi NTB memainkan gamelannya. Tepuk tangan itu
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019 Aroma bumbu menyeruak di antara asap tipis tungku di atas nyala bara api yang merah. Sedap mengundang selera. Di samping pintu masuk Taman Budaya Nusa Tenggara Barat, di Jalan Majapahit Mataram itulah asal aroma khas tersebut. Dari kawasan yang kini menjadi salah satu pusat kuliner di Mataram ini sebuah rombong sederhana yang bersih dan rapi siap melayani pembeli.
KULINER
9
Legitnya Kerak Telor Betawi
D
bukan tepuk tangan biasa melainkan tepuk tangan untuk para pemimpin perempuan NTB. Unjuk kebolehan memainkan alat musik tradisional ini menjadi sukses lebih karena kerja keras dan latihan yang rajin yang dijalani oleh para perempuan yang sebelumnya rata-rata belum pernah memainkan alat musik seperti ini. Para perempuan ini terlihat menikmati pertunjukan dengan memainkan alat musik penuh harmoni. Nampak senyum sumringah dan sedikit goyangan badan mengikuti iringan musik yang khas tersebut. “Tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau belajar,” ujar Wakil Gubernur NTB di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. Hal ini disampaikannya sebab dengan belajar dan berlatihlah yang membuat ibu-ibu ini dari yang
i antara kuliner khas Lombok, ragam kuliner nusantara juga bisa diperoleh di sini, salah satunya kuliner khas Betawi yakni kerak telor. Uniknya kerak telor ini tidak dijual oleh orang Betawi melainkan dijajakan oleh Sayfi yang nota bene seorang pedagang asal Ampenan. Saufi begitu terampil membuat kerak telor dengan rasa yang tidak kalah dengan kerak telor di tempat aslinya Jakarta. Saufi memang bukan orang Jakarta tetapi di tangannya kerak telor hadir dengan rasa yang sedap persis seperti aslinya. Keahliannya meracik bumbu dan memasak kerak telor, rupanya diperoleh ketika ia tinggal di Jakarta beberapa tahun lalu. Itu pun tidak sengaja. Artinya Saufi bukan belajar secara khusus membuat kerak telor melainkan karena sering melihat
tidak bisa menjadi bisa memainkan alat musik tradisional Sasak tersebut. Keseriusan belajar dan latihan itu terlihat ketika di selasela kesibukannya, para Srikandi NTB ini berlatih dengan antusias dan penuh semangat sebagai wujud cinta dan keinginan kuat mempertahankan
Musik Tradisional NTB. Nuansa NTB terasa lekat dalam kegiatan ini sebab selain para ibu yang memainkan gamelan mengenakan kostum khas tradisional Sasak juga kain tenun khas NTB pun menjadi penghias latar panggung pertunjukan tersebut. Pada pembukaan pameran bertajuk Gemilang NTB “Nuansa Tanpa Batas” para Srikandi memainkan tiga musik berturut turut yaitu Tabuh Pembuka, Kadal Nongaq dan Galang Bulan/Terang Bulan. Kadal Nongaq berisi nasihat dari yang tua untuk yang muda untuk berhati-hati di dalam memilih jalan kehidupan. Sementara Galang Bulan/Terang Bulan berisi cerita tentang masyarakat Lombok yang menerima tamu di berugaq atau gazebo. Di saat tamu hendak pamit, tuan rumah mohon maaf dan berharap dapat berjumpa. (Naniek I. Taufan)
pedagang kerak telor yang berdagang di samping dagangan nasi miliknya. “Saya tidak belajar khusus buat kerak telor, tapi saat saya berjualan nasi di Jakarta beberapa tahun lalu, di samping saya ada yang jualan kerak telor. Jadi setiap hari saya bisa lihat caranya membuat kerak telor,” ujar Saufi. Sambil berjualan ia selalu berkomunikasi dengan penjual kerak telor tersebut dan dari situlah ia belajar. Merasa sudah akan pulang kampung ke Lombok beberapa waktu kemudian, Saufi berpikir bahwa ia ingin benar-benar bisa membuat kerak telor sebab di Lombok belum ada yang berjualan kerak telor. Maka semakin hari ia belajar membuat kerak telor sembari berjualan nasi. Sepulangnya ke Lombok tahun 2016, Saufi
sempat bekerja di komunitas diving yang membuatnya harus sering keluar Lombok meninggalkan keluarganya. Di sinilah terpikir olehnya, kenapa tidak ia berjualan kerak telor apalagi dilihatnya di Lombok tidak ada penjual kerak telor. Ia pun mulai meracik bumbu. Mulai dari mengolah ketan sebagai bahan dasar kerak telor sampai dengan bumbu-bumbu pelengkapnya. Kerak telor jualannya selalu dalam keadaan panas. Sebab ia membuatnya setiap kali pembeli memesan. Bahan-bahan kerak telor adalah ketan dengan daun pandan yang dimasak setengah matang dari rumahnya lalu dimasak lagi hingga matang saat akan dihidangkan. Ketan dimasak di atas wajan panas hingga airnya kesat, lalu ia menambahkan kelapa balado bumbu pedas atau sedang atau pedas manis. Tergantung permintaan pembeli. Ada pula bumbu rasa bawang goreng yang ditabur di atas ketan tersebut lalu sebuah telor dimasukan. “Semua bahan tersebut lalu diaduk rata di atas wajan
panas tersebut sampai matang. Kemudian dibalik dan dibakar menggunakan bara api langsung. “Kerak telornya langsung dibalik menghadap bara api agar matangnya sempurna,” kata Saufi. Oleh sebab itulah arang yang digunakan haruslah arang dari kayu, bukan dari batok atau sabut kelapa atau dari bahan lainnya. “Arangnya harus arang dari bara kayu. Sebab kalo pakai bahan lain baranya aroma asap akan merusak rasa,” katanya. Adonan dan komposisi bahannya juga harus benar-benar pas. Sebab jika tidak, kerak telor akan jatuh saat dibalik. Semen-
tara itu arang kayu memang sangat diperlukan sebab pembuatan kerak telor tidak bisa menggunakan kompor atau api yang menyala. “Sudah pernah saya coba tetapi hasilnya tidak baik dan rasanya berbeda,” ujarnya. Kerak telor yang sudah matang warnanya coklat dengan aroma yang menggugah selera. Disajikan dengan berbagai bumbu tabur di atasnya. Lalu digulung dan siap untuk disantap. Rasanya legit serupa kerak nasi setengah gosong. Legitnya kerak telor dapat dinikmati dengan harga Rp 15.000 per porsi. (Naniek I. Taufan)
Excelso Perkenalkan Cinta Kopi Indonesia
Gemar meneguk kopi khas Indonesia? Empat Kopi Single Origin Indonesia yakni Excelso Java Arabica, Sumatera Mandheling, Kalosi Toraja dan Luwak Toraja siap Anda seruput dengan pilihan alat seduh yang berbeda.
Bulan Desember, menjelang akhir tahun 2019, Anda yang menggemari kopi specialty Indonesia bisa mampir ke Excelso untuk menikmati secangkir kopi single origin khas Indonesia. Ada kopi-kopi single origin seperti Java Arabica, Sumatera Mandheling, Kalosi Toraja dan Luwak Toraja. Istilah single origin identik dengan era gelombang ketiga atau third wave coffee. Secara sederhana dapat dijelaskan single origin mengacu pada asal mula, atau tempat pertama kopi itu berasal. “Penyebutan single origin mengacu kepada satu wilayah, tempat, atau daerah spesifik dan tak bisa direkayasa. Kalosi Toraja ini misalnya, diproduksi dari biji kopi dari perkebunan di Toraja. Bila bibitnya dipindah ke daerah lain, maka aroma kopi yang dihasilkan tidak akan sama,” kata Pangesti Bernardus, Head of Corporate Communication Kapal Api Global. Ada berbagai teknik menyeduh yang dapat menciptakan aroma berbeda bagi kopi-kopi kegemaran Anda. Dengan teknologi menyeduh kopi yang berbeda, satu jenis kopi yang sama akan menghasilkan aroma, acidity dan body yang berbeda.
Aroma adalah bau khas yang dikeluarkan pada waktu pengadukan lapisan bubuk kopi sesaat setelah penyeduhan, contohnya adalah aroma buah (fruity), aroma bau kacang (nut-like), aroma bunga (herbal) dan sebagainya. Acidity adalah sensasi keasaman yang menyegarkan bagian dari cita rasa yang terbentuk setelah seduhan dicicipi dan di tahan didalam rongga mulut selama 3-5 detik. Body adalah sifat kekentalan (mouthfeel) kopi, biasanya dinilai dengan cara menggosokan lidah dengan langit-langit mulut sehingga ada kesan kekentalan dari cairan Tujuan dari teknik penyeduhan kopi untuk mendapatkan cita rasa kopi agar sesuai dengan yang kita inginkan Tentu saja mana yang lebih enak akan tergantung pada selera masing masing konsumen. Kopi yang diseduh dengan menggunakan coffee press akan menghasilkan seduhan yang baik aroma, acidity dan bodynya terbilang berskala sedang, sementara seduhan dengan coffee machine akan menghasilkan level acidity dan body yang tertinggi, dengan aroma berskala medium.
Bagi para penggemar kopi yang lebih menikmati kopi melalui aroma harum dan rasa yang lebih asam, dapat memilih cara menyeduh kopi menggunakan alat bernama
Syphon Brew. Hasil seduhannya akan menghasilkan aroma yang lebih harum, tingkat acidity berskala tinggi, sementara bodynya cenderung tidak kental. (Ngurah Budi)
LIFE STYLE
8 Tetabuhan khas gendang dan gamelan mengalun. Sayupsayup suaranya terdengar dari Gedung Teater Tertutup Taman Budaya NTB selama sebulan terakhir ini. Siapakah yang memainkan gamelan dengan irama yang demikian indah? Para musisi kah?
T
ernyata bukan. Jari jemari para pemukul gendang dan gamelan yang begitu fasih ini adalah tangantangan lembut para pemimpin perempuan di Nusa Tenggara Barat. Dipimpin oleh Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dan Ketua Dekranasda dan Ketua Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, para Kepala OPD perempuan lingkup Pemerintah Provinsi NTB barubaru ini membawa misi kesenian
gamelan Sasak yang dipertunjukan pada Pembukaan Pameran Produk Unggulan UMKM NTB di Gedung Kantor Kementerian Perindustrian RI, di Jakarta, minggu lalu. Mereka adalah Asisten I Setda Provinsi NTB, Baiq Eva Nur-
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019
Srikandi NTB Mainkan Musik Tradisional
cahyaningsih, M.Si., Asisten III Setda NTB, Ir. Hj. Hartina, MM., lalu ada Dra. Putu Selly Andayani, Kepala Dinas Perdagangan NTB, Ir. Husnanidiaty Nurdin, Kepala Dinas Dispora NTB, Kepala Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dra.Hj. T. Wismaningsih Drajadiah, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB Ir. Hj. Budi Septiani, Kepala Taman Budaya NTB, Ir. Baiq Rahmayati, M.Si., dan lainnya. Siapa sangka para perempuan NTB yang nota bene kesehariannya disibukkan memimpin kantor masing-masing yang tergabung dalam Srikandi NTB ini lihai dan piawai memainkan alat musik tradisional NTB, gamelan setelah menjalani latihan dengan tekun selama hampir sebulan. Tepuk tangan meriah menjadi hadiah apresiasi dari penonton usai Srikandi NTB memainkan gamelannya. Tepuk tangan itu
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019 Aroma bumbu menyeruak di antara asap tipis tungku di atas nyala bara api yang merah. Sedap mengundang selera. Di samping pintu masuk Taman Budaya Nusa Tenggara Barat, di Jalan Majapahit Mataram itulah asal aroma khas tersebut. Dari kawasan yang kini menjadi salah satu pusat kuliner di Mataram ini sebuah rombong sederhana yang bersih dan rapi siap melayani pembeli.
KULINER
9
Legitnya Kerak Telor Betawi
D
bukan tepuk tangan biasa melainkan tepuk tangan untuk para pemimpin perempuan NTB. Unjuk kebolehan memainkan alat musik tradisional ini menjadi sukses lebih karena kerja keras dan latihan yang rajin yang dijalani oleh para perempuan yang sebelumnya rata-rata belum pernah memainkan alat musik seperti ini. Para perempuan ini terlihat menikmati pertunjukan dengan memainkan alat musik penuh harmoni. Nampak senyum sumringah dan sedikit goyangan badan mengikuti iringan musik yang khas tersebut. “Tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau belajar,” ujar Wakil Gubernur NTB di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. Hal ini disampaikannya sebab dengan belajar dan berlatihlah yang membuat ibu-ibu ini dari yang
i antara kuliner khas Lombok, ragam kuliner nusantara juga bisa diperoleh di sini, salah satunya kuliner khas Betawi yakni kerak telor. Uniknya kerak telor ini tidak dijual oleh orang Betawi melainkan dijajakan oleh Sayfi yang nota bene seorang pedagang asal Ampenan. Saufi begitu terampil membuat kerak telor dengan rasa yang tidak kalah dengan kerak telor di tempat aslinya Jakarta. Saufi memang bukan orang Jakarta tetapi di tangannya kerak telor hadir dengan rasa yang sedap persis seperti aslinya. Keahliannya meracik bumbu dan memasak kerak telor, rupanya diperoleh ketika ia tinggal di Jakarta beberapa tahun lalu. Itu pun tidak sengaja. Artinya Saufi bukan belajar secara khusus membuat kerak telor melainkan karena sering melihat
tidak bisa menjadi bisa memainkan alat musik tradisional Sasak tersebut. Keseriusan belajar dan latihan itu terlihat ketika di selasela kesibukannya, para Srikandi NTB ini berlatih dengan antusias dan penuh semangat sebagai wujud cinta dan keinginan kuat mempertahankan
Musik Tradisional NTB. Nuansa NTB terasa lekat dalam kegiatan ini sebab selain para ibu yang memainkan gamelan mengenakan kostum khas tradisional Sasak juga kain tenun khas NTB pun menjadi penghias latar panggung pertunjukan tersebut. Pada pembukaan pameran bertajuk Gemilang NTB “Nuansa Tanpa Batas” para Srikandi memainkan tiga musik berturut turut yaitu Tabuh Pembuka, Kadal Nongaq dan Galang Bulan/Terang Bulan. Kadal Nongaq berisi nasihat dari yang tua untuk yang muda untuk berhati-hati di dalam memilih jalan kehidupan. Sementara Galang Bulan/Terang Bulan berisi cerita tentang masyarakat Lombok yang menerima tamu di berugaq atau gazebo. Di saat tamu hendak pamit, tuan rumah mohon maaf dan berharap dapat berjumpa. (Naniek I. Taufan)
pedagang kerak telor yang berdagang di samping dagangan nasi miliknya. “Saya tidak belajar khusus buat kerak telor, tapi saat saya berjualan nasi di Jakarta beberapa tahun lalu, di samping saya ada yang jualan kerak telor. Jadi setiap hari saya bisa lihat caranya membuat kerak telor,” ujar Saufi. Sambil berjualan ia selalu berkomunikasi dengan penjual kerak telor tersebut dan dari situlah ia belajar. Merasa sudah akan pulang kampung ke Lombok beberapa waktu kemudian, Saufi berpikir bahwa ia ingin benar-benar bisa membuat kerak telor sebab di Lombok belum ada yang berjualan kerak telor. Maka semakin hari ia belajar membuat kerak telor sembari berjualan nasi. Sepulangnya ke Lombok tahun 2016, Saufi
sempat bekerja di komunitas diving yang membuatnya harus sering keluar Lombok meninggalkan keluarganya. Di sinilah terpikir olehnya, kenapa tidak ia berjualan kerak telor apalagi dilihatnya di Lombok tidak ada penjual kerak telor. Ia pun mulai meracik bumbu. Mulai dari mengolah ketan sebagai bahan dasar kerak telor sampai dengan bumbu-bumbu pelengkapnya. Kerak telor jualannya selalu dalam keadaan panas. Sebab ia membuatnya setiap kali pembeli memesan. Bahan-bahan kerak telor adalah ketan dengan daun pandan yang dimasak setengah matang dari rumahnya lalu dimasak lagi hingga matang saat akan dihidangkan. Ketan dimasak di atas wajan panas hingga airnya kesat, lalu ia menambahkan kelapa balado bumbu pedas atau sedang atau pedas manis. Tergantung permintaan pembeli. Ada pula bumbu rasa bawang goreng yang ditabur di atas ketan tersebut lalu sebuah telor dimasukan. “Semua bahan tersebut lalu diaduk rata di atas wajan
panas tersebut sampai matang. Kemudian dibalik dan dibakar menggunakan bara api langsung. “Kerak telornya langsung dibalik menghadap bara api agar matangnya sempurna,” kata Saufi. Oleh sebab itulah arang yang digunakan haruslah arang dari kayu, bukan dari batok atau sabut kelapa atau dari bahan lainnya. “Arangnya harus arang dari bara kayu. Sebab kalo pakai bahan lain baranya aroma asap akan merusak rasa,” katanya. Adonan dan komposisi bahannya juga harus benar-benar pas. Sebab jika tidak, kerak telor akan jatuh saat dibalik. Semen-
tara itu arang kayu memang sangat diperlukan sebab pembuatan kerak telor tidak bisa menggunakan kompor atau api yang menyala. “Sudah pernah saya coba tetapi hasilnya tidak baik dan rasanya berbeda,” ujarnya. Kerak telor yang sudah matang warnanya coklat dengan aroma yang menggugah selera. Disajikan dengan berbagai bumbu tabur di atasnya. Lalu digulung dan siap untuk disantap. Rasanya legit serupa kerak nasi setengah gosong. Legitnya kerak telor dapat dinikmati dengan harga Rp 15.000 per porsi. (Naniek I. Taufan)
Excelso Perkenalkan Cinta Kopi Indonesia
Gemar meneguk kopi khas Indonesia? Empat Kopi Single Origin Indonesia yakni Excelso Java Arabica, Sumatera Mandheling, Kalosi Toraja dan Luwak Toraja siap Anda seruput dengan pilihan alat seduh yang berbeda.
Bulan Desember, menjelang akhir tahun 2019, Anda yang menggemari kopi specialty Indonesia bisa mampir ke Excelso untuk menikmati secangkir kopi single origin khas Indonesia. Ada kopi-kopi single origin seperti Java Arabica, Sumatera Mandheling, Kalosi Toraja dan Luwak Toraja. Istilah single origin identik dengan era gelombang ketiga atau third wave coffee. Secara sederhana dapat dijelaskan single origin mengacu pada asal mula, atau tempat pertama kopi itu berasal. “Penyebutan single origin mengacu kepada satu wilayah, tempat, atau daerah spesifik dan tak bisa direkayasa. Kalosi Toraja ini misalnya, diproduksi dari biji kopi dari perkebunan di Toraja. Bila bibitnya dipindah ke daerah lain, maka aroma kopi yang dihasilkan tidak akan sama,” kata Pangesti Bernardus, Head of Corporate Communication Kapal Api Global. Ada berbagai teknik menyeduh yang dapat menciptakan aroma berbeda bagi kopi-kopi kegemaran Anda. Dengan teknologi menyeduh kopi yang berbeda, satu jenis kopi yang sama akan menghasilkan aroma, acidity dan body yang berbeda.
Aroma adalah bau khas yang dikeluarkan pada waktu pengadukan lapisan bubuk kopi sesaat setelah penyeduhan, contohnya adalah aroma buah (fruity), aroma bau kacang (nut-like), aroma bunga (herbal) dan sebagainya. Acidity adalah sensasi keasaman yang menyegarkan bagian dari cita rasa yang terbentuk setelah seduhan dicicipi dan di tahan didalam rongga mulut selama 3-5 detik. Body adalah sifat kekentalan (mouthfeel) kopi, biasanya dinilai dengan cara menggosokan lidah dengan langit-langit mulut sehingga ada kesan kekentalan dari cairan Tujuan dari teknik penyeduhan kopi untuk mendapatkan cita rasa kopi agar sesuai dengan yang kita inginkan Tentu saja mana yang lebih enak akan tergantung pada selera masing masing konsumen. Kopi yang diseduh dengan menggunakan coffee press akan menghasilkan seduhan yang baik aroma, acidity dan bodynya terbilang berskala sedang, sementara seduhan dengan coffee machine akan menghasilkan level acidity dan body yang tertinggi, dengan aroma berskala medium.
Bagi para penggemar kopi yang lebih menikmati kopi melalui aroma harum dan rasa yang lebih asam, dapat memilih cara menyeduh kopi menggunakan alat bernama
Syphon Brew. Hasil seduhannya akan menghasilkan aroma yang lebih harum, tingkat acidity berskala tinggi, sementara bodynya cenderung tidak kental. (Ngurah Budi)
10
Serunya Warna B Pengembara
STYLE
Neli Gunawan, fashion designer yang tinggal di Bali ini, dikenal menyukai tekstil daerah dan desain ramah lingkungan atau berkesinambungan. Untuk ini pula ia banyak melatih dan mengajak para perempuan yang bekerja di rumah. eberapa waktu lalu, di Inaya Putri Bali, Nusa Dua, di ajang “Bali Fashion Tren 2020”, ia berkolaborasi dengan Dewi Moony, spesilisasi eco print pada bahan
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019 kulit untuk tas dan sepatu. Mereka menyuguhkan “Wanderlust” Karya yang terinspirasi dari pengembaraan ini, menarik. Betapa tidak perjalanan dari Jepang ke Maroko, San Fransisco, ke Bhutan, dan dari India Ke Afrika Selatan berhasil diramu menjadi warna desain yang unik. Pada koleksi Neli Gunawan ini, sangat terlihat irama petualangan dengan
segala pengalamannya. Itulah mereka, muda, bebas dan tidak pernah merasa cukup bersama sang waktu menikmati seluruh detailnya. Anggota IFC Denpasar ini pun berharap, ia bisa terus mengembangkan desain yang ramah lingkungan di setiap lini karyanya. Baik untuk desain yang private, ready to wear maupun seragam. (Sri Ardhini)
EDUKASI
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019
7
Utamakan Ajaran Etika Gebrakan Presiden Jokowi memilih Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang kekeinian seperti Nadiem Makarim untuk periode 2019-2024 adalah gerakan yang sangat baik. Apa yang diajarkan di dunia pendidikan haruslah sejalan dengan kebutuhan pasar saat ini. Pengetahuan yang diperlukan saat ini sudah sangat berbeda dengan ilmu-ilmu dahulu. Mengingat anak-anak zaman now sejak lahir sudah hidup dengan teknologi digital. Menurut Mirah Kristina Agung, S.T., pendidikan harus menjawab tantangan ini. Apa yang diajarkan harus langsung pada kebutuhan di era digital, tidak perlu terlalu banyak pelajaran yang sudah tidak bisa digunakan lagi di era milenial ini Selama ini para pelajar dituntut untuk bisa menguasai banyak pelajaran, dan membuat mereka menjadi kesulitan mengembangkan potensi diri mereka. Sepatutnya kini. pendidikan hendaknya menyesuaikan dengan keperluan pelajar, bukan pelajar yang menyesuaikan diri dengan pendidikan. Sebab, setiap orang memiliki kemampuan dan potensi yang berbeda-beda Namun, yang tetap harus diutamakan dalam ajaran pada anak-anak adalah ajaran mengenai budaya, etika, sopan santun dannilai-nilai morat atau unsur-unsur kebaikan.“Sehingga mereka ke depannya lahir menjadi anak-anak yang pintar namun tetap memiliki akhlak yang baik Selain itu, perlu juda diberikan pengembangan skill untuk siswa-siswa sejak dini. Jadi setelah SMA mereka tahu akan ke mana mengembangkan kariernya,”cetus pemilik DNI Skin Centre ini.. Sedangkan bagi para guru perlu secara berkala dilakukan pelatihan pelatihan dan penilaian dari pusat. Agar standar guru akan sama seluruh Indonesia. Terlebih . kini diperlukan juga kemampun guru dalam mengembangkan kompetensi serta memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran secara maksimal. “Guru juga perlu memiliki kom-
petensi berpikir kritis, kreatif, dan dapat berkomunikasi, serta berkolaborasi yang baik dalam membimbing dan mempersiapkan generasi emas bangsa, agar mampu bersaing dan sukses di era digital ini,” ujar istri Dr. dr IGN Darma, Sp.KK ini. Ia menambahkan untuk itu semua diperlukan adanya pemerataan fasilitas pendidikan, dan berharap pemerintah meningkatkan alokasi dana pendidikan. Sementara itu, bicara kurikulum, dikatakan oleh ibu tiga anak ini diperlukan kurikulum yang lebih relevan, yang bisa menilai kemampuan interpersonal dan kreativitas si anak didik. Alangkah indahnya jika pemerintah membuat grand design kurikulum pendidikan Indonesia. Sehingga siapapun pemerintahnya bisa melanjutkan rencana yang sudah dibuat sehingga tidak cepat berubah-ubah. “Menteri Pendidikan sebaiknya harus terjun langsung melihat kondisi pendidikan saat ini. Tdak hanya percaya dengan laporan-laporan saja, sehingga bisa jadi panutan untuk penerus bangsa,” tandas Mirah Menurut Mirah pula, untuk perbaikan dunia pendidikan ini, memang pemerintah saja tidak cukup untuk mengemban tugas tersebut. Perlu ada kesinambungan antara pemerintah, instansi pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Karenanya, pendidikan menjadi tanggung jawab kita semua sebagai warga Indonesia. Mengingat pendidikan merupakan proses penanaman budaya dan nilai moral, jadi pendidikan tidak hanya sebatas belajar di sekolah saja. “Semoga dengan adanya pendidikan yang baik di negeri kita ini, dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat. Selanjutnya mampu menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas, tangguh, berkarakter. Dan, pastinya SDM generasi siap bersaing dan menjawab tantangan era digital sekarang ini,” pungkas Mirah. (Sri Ardhini)
Mirah Kristina
Lanjutan Yoga untuk Lansia
1
3 Gambar 3 Masih duduk dengan sikap Silasana dan tetap menjaga tulang punggung tegak lurus kemudian angkat kedua tangan (lihat gambar). Arahkan telapak tangan menghadap langit. Sekarang fokus rasakan cahaya matahari masuk melalui ubun-ubun dan rasakan cahayanya menyebar keseluruh tubuh serta rasakan semua kekotoran atau penyakit yang ada dalam tubuh disucikan. Semua dilakukan dengan tetap tersenyum. Semakin Anda tersenyum cahaya surya akan semakin membesar untuk menterapi tubuh Anda. Lakukan sikap ini dengan fokus cahaya surya kira-kira 10 menit.
2
5
6
Begitu juga dengan gambar 6 Tekniknya sama seperti di gambar 5. Dengan mengangkat tangan kiri dan raih kuping kiri lalu bernapas dengan lembut Dan, lakukan 3 kali putaran napas.
Gambar 5 dan 6 Yakni sikap merilekskan otot-otot leher dengan mengangkat Gambar 1 dan 2 tangan kanan dan letakkan diatas kepala lanjutkan dengan meraih Adalah sikap untuk melaksanakan Pranayama , yaitu olah napas. Tahap kuping kiri lalu rebahkan kepala ke bahu kanan. Sekarang mulai pertama dengan mengangkat tangan kanan dan menutup hidatur napas dengan menarik napas ung kanan serta menjaga tulang punggung tegak lurus semenkembungkan perut dan buang tara tangan kiri letakkan di atas lutut lanjutkan dengan menutup napas kempiskan perut. Lakukan 3 mata dan mulai menarik napas dengan lembut. Tekniknya saat kali putaran napas. menarik napas kembungkan perut dan perlahan buang napas kempiskan perut dan dengan lembut konsentrasikan napas atau visualisasikan napas menuju ke tulang punggung. Ulangi sampai 25 kali putaran napas. Begitu juga sebaliknya (lihat gambar 2 dengang teknik napas yang sama seperti gambar 1) Selamat berlatih dengan senyum Selalu sehat dalam yoga Gambar 4 Semoga bermanfaat Tetap dengan posisi duduk bersila dan sekarang hanya kedua telapak tangan yang di balik menuju bumi atau pertiwi. Kemudian sekarang masih fokus pada cahaya surya sedang membersihkan tubuh pisik lalu rasakan semua kekotoran dalam tubuh Anda dibawa ke telapak kaki dan telapak tangan. Model : Nadya Lalu rasakan kekotoran tersebut masuk ke dalam bumi dan Guru Markandeya Yoga Indonesia Cibubur diserap oleh bumi serta dinetralkan. Lakukan sikap dan fokus LKP/LPK Markandeya Yoga Indonesia tersebut selama 10 menit.
4
DARA
6
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019
Windy Cantika Aisah
Remaja “Berotot Besi”
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019
BULELENG
11
Kembangkan Kembali Jeruk Keprok Tejakula Di Buleleng, terdapat salah satu jenis varietas jeruk khas yang saat ini keberadaanya mulai langka. Dahulu, jeruk ini menemui masa kejayaan setelah tubuh dengan subur di Buleleng bagian timur, yaitu kecamatan Tejakula. Karena hanya dikembangkan di daerah tersebut, jeruk jenis keprok ini dinamakan jeruk keprok Tejakula.
D
Windy foto instagram windycantika
Windy cantika raih emas angkat besi SEA Games 2019
Sepintas Wendy Cantika Aisah seperti gadis biasa. Cantik dan ceria dengan fashion ala milenial. Tubuhnya pun langsing. Tapi siapa sangka Cantika begitu dia biasa dipanggil, piawai dalam angkat besi. Itu dibuktikan Cantika saat ia tampil dalam ajang SEA Games 2019 Filipina cabang angkat besi.
T
ampil di nomor 49 kg, Cantika berhasil memecahkan rekor youth Asia dan dunia dengan total angkatan 190 kg dengan rincian, snatch 86 kg dan clean and jerk 104 kg. Rekor dunia snatch 83 kg dan clean and jerk 103 kg. Hasil tersebut mengantar gadis ‘berotot besi’ ini medali emas. Wajah Kontingen Indonesia pun sontak cerah ceria, setelah sebelumnya agak muram karena masih seret medali emas. “Terima kasih kepada Allah. Karena ini semua pemberian Allah,” ungkap siswi kelas III SMA 1 Handayani, Pameungpeuk Kabupaten Bandung ini. Ia mempersembahkan medali
emas itu untuk ayahnya yang sedang menjalani operasi tumor, juga Indonesia serta semua pihak yang telah mendukungnya. Termasuk sang ibu, Siti Aisah, peraih medali perunggu Kejuaraan Dunia Angkat Besi tahun 1988. Ya, Cantika memang anak dari mantan lifter andalan Indonesia, Siti Aisah. Ibunya jugalah yang mendorong gadis kelahiran Bandung 11 Juni 2002 ini untuk berlatih angkat besi. “Mamah yang ajak aku untuk latihan angkat besi sejak aku masih kecil. Kelas 2 SD, Mamah sudah dorong-dorong untuk latihan. Kakak aku sudah latihan lebih dulu,” ucap Cantika sebelum berangkat ke SEA Games. Namanya anak-anak, lanjut Cantika, belum ada ketertarikan serius. Latihan pun masih ‘moodmood-an’. “Jadi dulu kan masih kecil ya, kelas 2 SD, Mamah ajak ayo latihan. Kadang aku latihan tapi kadang enggak karena ingin main atau mau les. Tapi Mamah kan telaten ya, tetap saja ngajak aku latihan. Latihannya masih pakai paralon, belajar tekniktekniknya. Baru lah setelah kelas 5 SD, aku dimasukkan ke klub. Nafoto instagram windycantika mun itupun maWindy saat di kejuaraan angkat besi di pyongyang korut
sih main-main. Aku baru mulai serius s a a t S M P, ” ujar Cantika yang sekarang menjadi atlet andalan PB PABBSI untuk tampil di berbagai kejuaraan. Cantika memang berbakat besar di cabang ini. Dia mengikuti jejak ibunya sebagai atlet angkat besi berprestasi. Karena bakatnya itu, pelatihnya mengaku tidak sulit melatih gadis ini. Dia bukan hanya cepat bisa tapi juga berhasil mengukir prestasi di berbagai kejuaraan dalam maupun luar negeri untuk kategori junior. Malah sepanjang kiprahnya di ajang junior dia telah tiga kali memecahkan rekor dunia. Waktu Asian Games 2018 lalu, Cantika yang berusia 16 tahun masuk dalam tim senior timnas Indonesia untuk angkat besi, namun hanya berada di bangku cadangan. “Aku baru mulai rajin latihan ketika masuk asrama untuk persiapan Kejuaraan PPLP 2018. Di sana kan setiap hari harus latihan,” ungkap Cantika yang juga dipersiapkan PB PABBSI untuk tampil dalam Olimpiade Tokyo 2020. “Lewat kerja keras dan rajin berlatih, aku berharap bisa terus mengukir prestasi lebih baik lagi di masa datang,” tambah anak ketiga dari tiga bersaudara ini. Soal kenapa tertarik dengan angkat besi padahal olahraga ini tidak populer di kalangan para wanita. Dengan terus terang Cantika mengaku, yang membuatnya tertarik adalah ibunya. “Sejak kecil aku sudah ‘dekat’ dengan angkat besi. Bukan hanya karena Mamah yang mantan atlet angkat besi, juga bukan hanya karena sering diajak berlatih, tapi juga karena sejak kecil Mamah tuh selalu bercerita tentang pengalamannya selama berkiprah di cabang olahraga ini. Macam-macam diceritakan Mamah sebagai ‘cerita pengantar tidur’. Makanya aku merasa dekat dengan olahraga ini. Apalagi setelah SMP aku merasa olahraga ini ternyata mengasyikkan juga penuh tantangan. Jadi aku nggak peduli ya
foto mnc
Windy dan penghargaannya
kalau ada yang ngomong ‘kok angkat besi?’ tutur Cantika. DISIAPKAN UNTUK OLIMPIADE TOKYO Cantika atau biasa dipanggil Eneng (panggilan kesayangan pada anak perempuan dalam bahasa Sunda) oleh ibunya, mulai bergabung di pelatnas angkat besi SEA Games di Jl Kwini Jakarta Pusat, sejak tahun lalu. Namun dia sempat ‘off’ dari pelatnas karena harus mengikuti kejuaraan di daerahnya. Praktis dia baru bergabung kembali pada Februari 2019 lalu. Untuk membekali Cantika pengalaman bertanding internasional, PB PABBSI mengirimnya mengikuti Kejuaraan Asia Angkat Besi di China pada April 2019. Tak disangka, gadis kelahiran Bandung 11 Juni 2002 ini, berhasil membuat ‘geger’ dengan mencetak total angkatan 177 kg. Cantika yang ‘masih anak bawang’ ini bukan hanya meraih juara tapi juga mencatat rekor baru di nomor 49 kg. Sementara pada Kejuaraan Dunia Junior di Fiji, Oktober lalu, Cantika kembali mengukir prestasi dengan mencetak rekor angkatan total 179 kg sekaligus meraih juara. Rentetan prestasi inilah yang menggembirakan PB PABBSI yang menaruh harapan besar pada remaja 17 tahun ini. Untuk nomor 49 kg putri, PABBSI tidak memiliki lifter lantaran ditinggal oleh lifter andalannya Sri Wahyuni yang telah menikah dan hamil. Sementara lifter putri lainnya, Acchedya Jaggadhita yang digadanggadang menggantikan posisi Sri Wahyuni, justru tersandung masalah
doping. Walhasil Dea, begitu namanya akrab disapa, untuk sementara tidak bisa tampil di ajang kejuaraan angkat besi. Beruntung hadir Cantika, yang meski masih junior namun telah mengukir sejumlah prestasi di ajang kejuaraan internasional. Setelah event SEA Games ini, Cantika langsung dipersiapkan untuk tampil di Olimpiade Tokyo 2020 dan Asian Games 2022. Pelatih Kepala Timnas Angkat Besi Dirdja Wihardja mengaku bangga dengan capaian yang ditorehkan anak asuhnya itu. “SEA Games ini merupakan salah satu ajang seleksi untuk atlet yang akan diberangkatkan ke Olimpiade Tokyo. Windy sudah berhasil melewati ini, dia masih punya 2 ajang lagi untuk seleksi. Semoga prestasinya terus menanjak,” ungkap mantan lifter nasional ini. Kebanggaan senada juga diucapkan sang ibu, Siti Aisah yang menonton penampilan anaknya lewat televisi di kantornya. Mantan lifter nasional ini mengaku tak menyangka anaknya mampu mengangkat beban seberat itu bahkan keluar sebagai juara. Sebagai mantan lifter nasional, dia juga turut merasakan beban yang ada dipundak sang anak. Dia sempat merasa tidak tega, apalagi melihat lawan anaknya adalah lifter berpengalaman juga telah usia dewasa. Namun, Cantika mampu tampil tenang dan fokus dengan angkatannya. “Saya nonton penampilan Eneng di kantor bersama teman-teman. Lawan-lawannya sudah dewasa. Tapi Eneng tampil bagus,” kata Siti yang tak putus-putus mengucap syukur atas kesuksesan anaknya meraih medali emas SEA Games. (Diana Runtu)
Windy dan ortunya
foto instagram windycantika
ibandingkan dengan akan perlahan layu yang berakibat jeruk keprok lainnya, pada kematian. Secara besar-besaran jeruk keprok virus ini menyerah pohon Tejakula jeruk petani dan sampai memiliki rasa dan sekarang belum ditetampilan yang khas. mukan obat untuk Kulitnya berwarna mengatasi serangan orange cerah kepenyakit tersebut. tika sudah matang Sejak saat itu, dan memiliki tanaman jeruk perpaduan rasa keprok Tejakula asam yang ditidak lagi dilirik dominasi manis. oleh masyarakat Bahkan karena setempat. rasanya yang Tidak ingin unik dan kualitas kondisi ini beryang baik, jeruk lanjut, Perbekel keprok Tejakula D e s a Te m b o k ini mendapat sertiDewa Komang Yudi fikat Buah Unggul bekerjasama dengan Perbekel Desa Tembok Nasional. Dinas Pertanian KabuDewa Komang Yudi Sayangnya, jeruk paten Buleleng telah menykeprok Tejakula ini teraniapkan 200 bibit jeruk keprok cam keberadaanya setelah semua Tejakula. Rencananya bibit-bibit itu akan kebun petani diserang penyakit CVPD mulai ditanam pada awal bulan musim (Citrus Vein Phloem Degeneration). penghujan. “Ini menjadi salah satu upaya Penyakit ini menyerang bagian batang kami untuk membangkitkan kembali tanaman jeruk yang merupakan jalan masa kejayaan jeruk Keprok Tejakula untuk membawa nutrisi dari akar ke yang saat ini tidak bisa lagi ditemukan di bagian yang lain. Pohon yang diserang Buleleng timur,” jelasnya.
Varietas Jeruk Keprok Tejakula
Ada beberapa hal yang masih menjadi kendala dalam pengembangan jeruk keprok Tejakula ini ke depan. Dewa Yudi mengatakan hingga saat ini Kecamatan Tejakula belum dicabut sebagai kawasan yang terdampak virus CVPD. Sistem irigasi yang belum mendukung sehingga wilayah atas tidak dapat ditanami pohon jeruk karena ditakutkan pohon akan mengalami kekeringan. Selain itu, siklus alam yang telah berubah sehingga musim penghujan dan kemarau yang tidak jelas.
“Kenapa dulu yang belum ada teknologi pendukung desa Tembok memiliki kesuburan tanah yang bagus, itu karena faktor alam yang mendukung. Tetapi sekarang faktor alam yang telah berubah sehingga ini menjadi salah satu permasalahan yang kami hadapi,” ungkapnya. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dewa Komang Yudi telah mempersiapkan beberapa cara agar penanaman pohon jeruk dapat berjalan lancar dan tumbuh dengan baik. Penanaman akan
dilakukan bila musim hujan telah tiba, hal ini untuk mencegah tanaman mati karena kekurang air. Sebagai langkah awal, pohon jeruk akan ditanam pada wilayah yang memiliki kesuburan tanah baik dan tidak wilayah yang tidak memiliki permasalahan dengan air. “Kami akan tanam di daerah bawah yang ada sumur bornya, kalau daerah atas konsentrasi air bersihnya lebih kepada pemenuhan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)
Si Melik Layani sampai Pelosok Data kependudukan menjadi hal yang sangat penting karena diperlukan untuk persyaratan berbagai kepentingan. Dalam kepengurusannya sering kali masyarakat harus mengantre di pencatatan sipil. Kondisi ini tentu menjadi alasan untuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buleleng membuat program yang bisa mempermudah masyarakat dalam mengurus data pribadinya. Salah satu program itu adalah sistem Si Melik (Siap Melayani Identitas Kependudukan dan Pencatatan Sipil). Belum berjalan setahun, Sistem Si Melik sudah mampu merampungkan puluhan ribu
data kependudukan dan pencatatan sipil masyarakat di Kabupaten Buleleng, mulai dari perekaman KTP Elektronik hingga pencetakan akta kematian, berikut data Si Melik untuk tahun 2019, Perekaman : 1.989, Cetak Suket : 2.746, Cetak KTP-el : 2.735, Cetak Biodata : 2.220, Cetak KK : 5.613, Cetak KIA : 8.459, Cetak Akta Lahir : 4.192, Cetak Akta Kawin : 968, Cetak Akta Cerai : 22, Cetak Akta Kematian : 886. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni, S.Sos., saat ditemui di Kantor Bupati Buleleng, Selasa (3/12).
Reika Nurhaeni menambahkan, dengan Si Melik, Disdukcapil Buleleng telah melakukan pelayanan jemput bola kepada masyarakat Buleleng yang berada jauh di pelosok Desa di Kabupaten Buleleng. Pelayanan secara langsung seperti perekaman KTP Elektronik, Pencetakan KK, Pencetakan KTP Elektronik, Pencetakan surat keterangan pengganti KTP Elektronik dan pencetakan akta–akta pencatatan sipil lainnya bisa langsung diselesaikan dalam waktu singkat pada pelayanan tersebut. “Kalau di tahun lalu kami hanya bisa melayani masyarakat seperti perekaman KTP Elektronik dan KIA, tetapi di
tahun 2019 ini kami sudah bisa melayani dari pencetakan sampai dengan ke aktaakta pencatatan sipil lainnya” ujarnya. Dirinya menambahkan, Disdukcapil Buleleng memiliki dua model pelayanan, yaitu model pelayanan stelsel aktif dan model pelayanan stelsel pasif, pelayanan stelsel pasif Disdukcapil hanya melayani masyarakat yang datang ke kantor, sedangkan pelayanan stelsel aktif disini masyarakat mendapatkan pelayanan secara langsung di desa, Kelurahan, lingkungan, rumah-rumah hingga ke Rumah sakit. “Pelayanan terhadap masyarakat yang berada di rumah sakit yang notabene belum memilki
Pelayanan Si Melik oleh Disdukcapil Kabupaten Buleleng
KTP Elektronik kami melaksanakan pelayanan di rumah sakit” jelasnya. Lebih jauh Reika mengatakan, untuk tahun 2020 Si Melik sudah terjadwalkan, tetapi apabila ada desa yang mengajukan untuk mendapat pelayanan maka akan tetap diberikan pelayanan sebagaimana mestinya, sehingga masyarakat yang membutuhkan pelayanan baik itu pembuatan KTP, KK, dan data kependudukan lainnya bisa terselesaikan tanpa harus ke kantor Disdukcapil. “Ada desa yang mengajukan dan tetap kami berikan pelayanan, kami atur jadwal berikutnya” pungkasnya. (Wiwin Meliana)
BUMI GORA
12
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019
Leadership, Marketing, dan Inovasi
Acuan di Era Industri 4.0 Menjelang HUT ke-61 Nusa Tenggara Barat, para pemimpin Bumi Gora ini meraih penghargaan. Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, dalam minggu lalu sama-sama meraih penghargaan atas kiprah dan karyanya selama ini. Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah meraih penghargaan Regional Leader Enterpreneur Awards 2019 sedangkan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dinobatkan sebagai perempuan inspiratif Indonesia tahun 2019 bidang pemerintahan oleh Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI).
A
ward yang diberikan Yayasan Philip Cotler Center for ASEAN kepada Gubernur NTB tersebut diserahkan di Jakarta oleh Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Suhajar Diantoro dan diterima Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, mewakili Gubernur NTB. Philip Cotler Center for ASEAN ini adalah yayasan penyelenggaraan event berskala regional yang bernama Innovation Network for Asia bersama International Council for Small Bussines Indonesia. Regional Leader Enterpreneur Awards merupakan penghargaan yang diberikan kepada kepala daerah yang telah melakukan berbagai terobosan kreatif, inovasi dan enterpreneurial pada berbagai aspek di daerahnya masing-masing. Meliputi aspek eksternal, seperti kesehatan, pendidikan dan kemiskinan. Sedangkan aspek internal meliputi pariwisata, perdagangan dan investasi. Founder Yayasan Philip Cotler Center for ASEAN, Her-
mawan Kertajaya mengatakan penghargaan tersebut tidak hanya menyangkut kepemimpinan, namun yang lebih penting adalah inovasi serta gagasangagasan baru dalam kepemimpinan itu sendiri. “Penghargaan bukan hanya untuk dikumpulkan, berapa banyak penghargaan yang didapat. Namun, yang lebih penting adalah apa dampaknya pada masyarakat,” ungkapnya saat menyampaikan sambutan. Ia juga mengatakan kunci keberhasilan kepemimpinan itu ada tiga hal yaitu, leadership, inovation dan marketing. Senada dengan hal itu, Wakil Gubernur NTB menungungkapkan bahwa perkembangan dunia saat ini tidak bisa disambut dengan biasa-biasa saja. Namun perlu inovasi, kepemimpinan dan marketing yang kuat. “Yang paling penting adalah leadership, marketing dan inovasi. Tiga hal ini harus betulbetul menjadi acuan kita di zaman industri 4.0 ini,” katanya. Selain kepada Gubernur NTB, Regional Leader En-
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019
BUNDA ANANDA
Selalu Ada Waktu untuk Anak-anak
Orangtua mana yang tak bangga jika anaknya berprestasi, entah itu prestasi akademik maupun prestasi di bidang lain. Itu juga yang dirasakan Ussy Sulistiawaty yang memiliki empat anak cerdas. Salah satunya yang memiliki prestasi menonjol adalah putri ketiganya, Shakeela Eleanor Ameera, 7 tahun.
K
terpreneur Awards diberikan kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dan sejumlah bupati/walikota se-Indonesia. Selain Gubernur NTB, Wakil Gubernur NTB, dinobatkan sebagai perempuan inspiratif Indonesia tahun 2019 bidang pemerintahan, oleh Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) karena dinilai memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta kehidupan bermasyarakat. Penghargaan ini diserahkan oleh Wakil Ketua MPR RI, Syarif Hasan pada pembukaan Pameran bertajuk Gemilang
NTB “Nuansa Tanpa Batas” berlangsung di Kantor Kementerian Perindustrian RI, Jakarta, minggu lalu. Ketua IPEMI, Inggrid Kansil mengatakan bahwa penghargaan tersebut diberikan tidak hanya karena jasa dan kontribusi Rohmi bagi daerah dan bangsa. Akan tetapi yang terpenting adalah, bagaimana sosok tersebut mampu menjadi generasi penerus dan memiliki semangat serta nilai-nilai dari perjuangan dalam mengisi serta mengimplementasikan ke dalam karya dan kreasi nyata. “Kami melihat, ibu-ibu yang menerima penghargaan perem-
puan inspirasi Indonesia ini kiprahnya sangat beragam,” katanya. Penghargaan perempuan inspirasi Indonesia diberikan kepada perempuan dengan kiprah yang berbeda-beda. Ada yang konsen pada pemerintahan, aktivitas sosial, UMKM, melestarikan tenun, peduli pada kerajinan, bidang politik, ekonomi dan budaya. “Saya merasa ini adalah tanggung jawab dan kepedulian kita semua, kaum ibu di tanah air atas semua kebijakan nasional dan internasional, dalam melaksanakan program atau aksi untuk memajukan masyarakat,” ujarnya. (Naniek I. Taufan)
eunggulan bocah ikut kompetisi bahasa Inggris yang oleh kelu‘Spelling Bee Competition arganya kerap 2019’. “Sesibuk apapun dipanggil aku, pasti ada waktu unCibul ini, khususnya di tuk dampingi anak-anak. bidang matematika dan Kemarin itu anak-anak bahasa Inggris. Dia juga mau nonton konser kata Ussy, sepertinya di GBK, aku juga ikut memiliki bakat seni dampingi. Hahaha khususnya menari. meski nggak ngertiTapi untuk urusan pengerti amat tentang lajaran matematika, konser itu, aku selalu Elea jempolan. siap untuk ada bersama Juli 2019 lalu, Elea mereka (anak-anak),” membuat hati orangtukata wanita cantik ini. anya—Ussy dan Andhika Bicara kesibukan kerPratama—berbunga-bunja, memang Ussy termaga. Setelah berhasil menjadi suk artis yang punya agenda Ussy juara dua kompetisi matemapadat. Tapi, urusan pengasuhan tika, ia pun diutus mewakil Indonesia anak-anaknya tetap menjadi prioritas di ajang kompetisi matematika tingkat utamanya. “Aku beranggapan memperdunia ‘World Mathematics Invitation banyak waktu bersama anak, adalah 2019’ yang berlangsung di Fukuoka, Je- penting,” katanya. pang. Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh Karena itu juga maka belakangan ini pelajar-pelajar terbaik di seluruh dunia. ia banyak mengurangi waktunya untuk “Ada 21 negara yang ikut, pesertanya berkegiatan di dunia entertainment, khuhampir 2000 siswa,” tutur Ussy. susnya seni peran yang membutuhkan Meski belum berhasil meraih medali, waktu cukup lama. “Bukannya mundur namun Ussy mengaku bangga dengan ya, tapi mengurangi saja kegiatannya. Kalau capaian anaknya. “Bisa berprestasi aja kerja di entertainment kan memerlukan sudah merupakan kebanggaan tersend- banyak waktu, makanya aku kurangi, iri. Aku sampai ‘mewek’ karena anak nggak terlalu intens seperti dulu. Tapi aku bisa mencapai prestasi begitu. Nah kegiatan seperti MC, dll, yang waktunya trus dia dikirim ke Jepang untuk lomba singkat, aku masih mau terima,” tuturnya. tingkat dunia, coba siapa orangtua yang Dengan begitu, lanjutnya, dia memiliki nggak bangga. Soal apapun hasilnya, banyak waktu untuk mengurusi keluarterserah saja. Tapi untuk bisa melangkah ganya, mendampingi anak-anaknya, juga ikut kompetisi itu kan bukan suatu yang mengurusi bisnis-bisnisnya. Kebetulan juga mudah,” tutur Ussy yang bersama ketiga bisnis restoran yang tengah ditekuni Ussy anaknya yang lain ikut mendampingi Elea berada tak jauh dari rumahnya. ke Jepang. “Aku sering ajak anak-anak ikut ke Menurut Ussy, dirinya dan suami, tempat kerja. Mereka juga kadang datang terus mendukung anak-anaknya un- ke sini (restoran) karena kan dekat dari tuk bisa berprestasi di bidang yang rumah. Kadang kalau papanya (Andhika) disukainya. Dia juga mengaku lebih suka sangat sibuk (syuting), aku suka ajak anak-anaknya menekuni bidang lain di anak-anak main ke tempat syuting. Itu luar entertainment. Meskipun, ucap Ussy, menyenangkan bagi anak-anak, begitu juga nantinya, ketika mereka besar, terserah Dika karena bisa bertemu anak-anaknya,” pilihan masing-masing. “Pokoknya asal- papar Ussy yang juga sempat menekuni kan mereka suka, dan itu positif, kita dunia menyanyi. dukung,” tambah pemeran utama film Hidup ini, kata Ussy lagi, adalah pilihan. horor ‘Lukisan Ratu Kidul’, ini. Sebagai pelaku, dia harus menetapkan Awal November 2019 lalu, tutur prioritas-prioritas agar kehidupannya berUssy, dia juga mendampingi Elea untuk jalan lebih baik dan sesuai harapan. Sebagai
ussy main dan anak bungsunya
foto instagram ussy
wanita aktif yang memiliki 4 anak, dia tahu apa yang diinginkannya. “Aku memiliki manajer, staf-staf, pekerja, mereka lah yang membantu mengatur waktuku agar benar-benar efektif,” karanya. Soal keberhasilannya dalam mendidik anak-anak , Ussy mengaku tidak menggunakan strategi-strategi hebat. Semua biasa saja. “Sebagai dasar, aku melakukannya sesuai pengetahuan dan pengalaman dari orangtua aku dalam mendidik anak-anak. Tapi aku juga menambah pengetahuan lewat berbagai referensi, misalnya dari bacaan-bacaan terkait pendidikan anak. Itu saja yang aku terapkan. Disamping itu ya aku diskusi dengan Dika tentang pendidikan dan pengasuhan anak,” ungkapnya. Menurut Ussy, sebagaimana pengalamannya, kunci dari pengasuhan atau pendidikan anak adalah komunikasi dan waktu kebersamaan dengan anak-anak. “Misalnya, komunikasi terbaik di pagi hari. Waktu persiapan anak-anak berangkat sekolah, sarapan bersama. Mempersiapkan segala kebutuhan anak-anak sambil bertanya-tanya kepada mereka tentang berbagai hal. Bukan hanya pagi saja sih, sepulang anak-anak sekolah juga bisa kumpul dengan mereka. Biasanya mereka cerita macam-macam tentang berbagai aktivitasnya,” tambah Ussy. PENDEKATAN BERBEDA SESUAI KARAKTER Soal pendekatan terhadap anak, menurut Ussy, dilakukan berbeda sesuai usia dan karakternya. Tidak bisa ‘dipukul rata’. Apalagi usia mereka terpaut cukup jauh. Nur Amalia Putri (14) merupakan anak angkat Ussy sebelum pernikahan pertamanya, Syafa Al Zahra (13) adalah
Kssy dan keluarga
anak dari pernikahan pertamanya. Sedang anak dari pernikahan kedua dengan aktor Andhika Pratama, lahir Shakeela Eleanor Ameera (7) dan Sheva Elmira Lorrenia (2). “Beda karakter, beda pendekatan. Apalagi dua anakku beda umurnya cukup jauh dengan kakak-kakaknya. Jadi memang agak sedikit merepotkan. Aku justru lebih memperhatikan yang besar karena mereka sudah remaja. Juga, supaya jangan ada anggapan, kok anak yang kecil saja yang terus diperhatikan. Jadi memang aku harus bisa mengelolanya dengan baik. Harus ekstra sabar, ekstra cinta dan ekstra waktu untuk mereka semua,” papar Ussy panjang lebar. Dalam mendidik Ussy juga bersikap
5
foto instagram ussy
tegas namun bukan galak. Ia dan Andhika juga tidak ingin anaknya menjadi manja. “Aku tidak mau terlalu memanjakan anak. Kalau mereka minta sesuatu, aku tidak buru-buru memenuhinya. Aku ajarkan mereka untuk berusaha mencapai sesuatu,” ujarnya. Nah yang juga tak kalah pentingnya adalah mengajari anak untuk berdisiplin sejak dini. Ussy meyakini jika itu diajarkan sejak dini, anak-anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik. “Tegakkan disiplin sejak dini. Harus tegas dengan hal ini. Dengan begitu anak-anak akan tahu dan mengerti apa yang terbaik dilakukannya, tugas-tugasnya, kewajibannya,” tandas Ussy. (Diana Runtu)
Mendongeng Lima Menit JEMBATAN KERA Pagi itu sekerumunan orang ribut-ribut di sungai. Soalnya adalah, seorang pemuda yang sedang mandi menemukan sebutir buah aneh. Buah jenis itu belum pernah lewat di sungai. Orang-orang mendesak agar pemuda itu melaporkan penemuan buah itu kepada Raja. Made Taro Raja ikut heran. Ia mencium aromanya yang gurih, lalu mengupas kulitnya. Dagingnya yang berwarna kekuningkuningan merangsang raja untuk mencicipi. “Nyam, nyam, nyam…. Enak benar!” kata Raja. Kemuudian ia memanggil seorang nelayan. “Kamu tahu buah apa ini?” tanya Raja. Nelayan segera menjawab, “Buah mangga, Tuanku! Pohonnya banyak tumbuh di hulu sungai.” Raja penasaran. Ia harus memiliki pohon itu dan mewajibkan penduduk menanamnya di kebun masing-masing. Dikerahkannya semua pemburu untuk berburu hewan dan sekaligus memetik buah mangga. Singkat cerita, setiba di hulu sungai, Raja dan pemburu itu amat senang menemukan banyak sekali pohon mangga lengkap dengan buah-buah yang menguning. Lebih menyenangkan lagi, mereka menemukan ratusan kera bergelayutan di pohon-pohon mangga itu. “Benar kataku!” seru Raja gembira. “Pulang dengan binatang buruan dan buah-buah mangga!” Raja memerintahkan untuk membidikkan panah ke arah
kera. Namun apa yang terjadi? Kera-kera itu berteriak-teriak ketakutan. Dari puncak pohon muncul seekor kera. Ia berteriak keras-keras sambil meloncat-loncat. Ia memanggil semua kera. Setelah berkumpul, kera yang berteriak itu meloncat ke pohon seberang sungai. Ia memegang erat-erat puncak pohon itu, dan kedua kakinya seolah-olah mengikat cabang pohon tempatnya bertengger. Ia membentangkan tubuhnya sehingga terbentuk sebuah jembatan penyeberangan. Melihat pemandangan yang menarik itu, Raja memerintahkan agar para pemburu membatalkan bidikannya. Tampak pemandangan yang makin menegangkan. Kera yang menjadi jembatan penyeberangan itu memerintahkan semua kera menyeberangi sungai melalui tubuhnya yang dibentangkan. Lihat! Satu persatu kera itu meloncat ke punggung jembatan penyeberangan. Tinggal seekor kera bertubuh besar dan kekar. Ia tampak ragu, bahkan tidak mau meloncat. Jembatan kera itu marah-marah. “Jangan memikirkan aku! Pikirkan keselamatanmu!” teriaknya. Setelah lama termenung, akhirnya kera besar dan kekar itu mengambil keputusan. Hyaaat! Ia melompat tanpa ragu-ragu dan menginjakkan kakinya di punggung jembatan kera. Buk! Kera yang merelakan dirinya menjadi jembatan itu tidak kuat menahan diri. Pegangan tangan dan kakinya terlepas. Ia terbelingsat dan akhirnya jatuh tepat di depan Raja. Buk! Raja memegang tubuh kera yang lunglai itu. “Mengapa kamu berbuat seperti itu?” tanya Raja. Hamba adalah Raja mereka. Seorang raja harus berani berkorban demi keselamatan rakyatnya. (India)
4 Sampah menjadi permasalahan krusial yang hingga sampai saat ini masih terus mendapat perhatian dan dicarikan jalan keluarnya. Berbagai program digulirkan untuk mengurangi sampah utamanya sampah plastik dan pengolahan sampahsampah organik. Sosialisasi pun terus digalakkan hingga elemen masyarakat paling bawah.
T
etapi, kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan masih sangat minim, bahkan pelanggaran untuk tidak membuang sampah sembarangan masih terus dilakukan. Hal ini membuat pemerintah kabupaten Buleleng melalui Dinas Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja melakukan penindakan tegas terhadap masyarakat yang kedapatan membuang sampah sembarangan. Alhasil, dari operasi yang digelar pada Selasa, 3 Desember 2019 sebanyak 4 warga tertangkap tangan membuang sampah sembarangan di beberapa titik di kota Singaraja. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku pembuang sampah sembarangan di sidang di Ruang Sidang Kartika, Pengadilan Negeri Singaraja, Rabu (4/12). Dua dari empat pelanggar peraturan daerah (perda) sampah akhirnya diberikan vonis denda. Sedangkan, dua pelanggar lainnya tidak hadir sehingga harus menunggu keputusan dari majelis hakim apakah akan dipanggil paksa atau tindakan hukum lainnya. Masingmasing pelanggar perda sampah itu Herlina warga jalan Bhayangkara Singaraja dan Hasan Basri warga Desa Pemaron. Keduanya divonis dengan denda sebesar Rp. 200.000 subsider 7 hari kurungan. Kedua warga tersebut secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 19 huruf a Perda Nomor 1 tahun 2013 yang telah diperbaharui dengan perda Nomor 6 Tahun 2018. Salah satu hakim yang memipin persidangan itu adalah Anak Agung Ayu Mertadewi. Selama ini, berbagai jenis perkara telah ia adili na-
WOMAN ON TOP
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019
Anak Agung Ayu Mertadewi secara global. Kecermatan dan kebijaksanaan sangat diperlukan dalam memutuskan vonis terhadap terdakwa. “Kita tidak bisa hanya melihat kesalahan pelaku, tetapi peran korban dalam suatu kasus hingga bisa terjadi juga perlu diperhatikan,” imbuhnya. Satu kasus yang menurutnya kejahatan luar biasa adalah pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur. Dalam kasus ini pelaku tidak hanya melukai anak secara fisik tetapi juga secara psikis. “Ingatan anak sangat luar biasa, tentu kejadian itu akan terus terekam dan dibawa dalam kehidupannya yang masih panjang,” jelasnya. Melihat kasus pelecehan terhadap anak pun dirinya harus melihat berbagai aspek. Jika yang menjadi korban adalah anak-anak yang belum tahu apa-apa maka tentu vonis berat akan dijatuhkan kepada pelaku. Akan tetapi dirinya juga pernah menjumpai kasus pelecehan terhadap anak dibawah
S
eiring dengan itu, muncul berbagai usulan yang disampaikan para tokoh terkait sistem pendidikan Indonesia. Salah satu yang sekarang tengah ramai diperbincangkan adalah usulan Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto kepada Mendikbud Nadiem yakni sekolah cukup tiga hari dalam seminggu. Usulan tersebut disampaikannya bukan tanpa dasar tapi telah dia
Anak Agung Ayu Mertadewi
umur yang korban memiliki peran terhadap kasus tersebut. Terlalu sering korban mendatangi rumah terdakwa hingga ini tentu memancing pelaku berbuat pelecehan. “Kita
tidak bisa pukul rata semua kasus tetapi harus dilihat case per case nya agar kita bisa menemukan formula yang sesuai dengan jenis kesalahannya,” tandasnya. (Wiwin Meliana)
“The Lucky 7 Anniversary” beachwalk Shopping Center th
HOLIDAY STARTS HERE! Memeriahkan hari raya Natal dan Tahun Baru 2020, beachwalk Shopping Center membawakan tema “LET’S FEAST” dengan momen liburan sebagai tema utama dari HOLIDAY STARTS HERE! di bulan Desember. beachwalk Shopping Center selalu menghadirkan kejutan dan promo menarik bagi pengunjung yang sedang berlibur akhir tahun. beachwalk yang merupakan tujuan berbelanja di Bali kembali menghadirkan “BEACHWALK YEAR END SALE” dari berbagai macam promosi toko ritel dan restoran dengan memberikan berbagai macam diskon dan promo menarik bagi pengunjung. Berbagai diskon diberikan oleh tenant–tenant yang paling ditunggutunggu seperti Victoria’s Secret Full Assortment, Candylicious, Topshop, Top Man, Mango, Zara, H&M, Pull & Bear, Stradivarius, Bershka, Tumi, Bath & Body Works, Gingersnaps dan masih banyak lagi. Tentunya bagi para pengunjung yang hobi berbelanja tidak dapat melewatkan kesempatan dalam “BEACHWALK YEAR END SALE”. Tahun ini beachwalk Shopping Center memasuki tahun ke-7 dan merayakannya dengan tema “THE LUCKY 7th ANNIVERSARY”. Perayaan ulang tahun beachwalk yang ke-7 ini dirayakan dengan memberikan hiburan dan promosi yang tentu saja menarik bagi pengunjung, serta rangkaian kegiatan menarik menyemarakan ”THE LUCKY 7 th ANNIVERSARY”. Temukan berbagai macam program spesial The Lucky 7th Anniversary’s Surprises khusus bagi pemegang kartu Corner’s Card yaitu
METROPOLITAN
13
Gebrakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sedang ditunggu semua orang, khususnya dunia pendidikan. Kabarnya, menteri yang mantan CEO Gojek—perusahaan teknologi yang melayani angkutan dengan jasa ojek--- itu, tengah menggodok sejumlah kebijakan di bidang pendidikan, di antaranya soal penghapusan UN (ujian nasional) dan kurikulum baru.
Tantangan Baru mun untuk sidang tipiring pelanggaran sampah baru pertama dilakukan di Buleleng. Tentu hal ini menjadi hal yang baru dan tantangan baru dalam memberikan putusan yang sesuai dengan tindak pidana yang dilakukan. Menurut perempuan yang memiliki sikap tegas ini, di dalam memutus suatu perkara harus melihat berbagai aspek. Ini dilakukan agar mendapatkan suatu formula p u tusa n yang benarbenar bijak. Efeknya bukan hanya kepada terdakwa, melainkan juga kepada masyarakat umum, negara, dan agama. Kalau hakim memvonis terlalu tinggi, sasarannya bisa menjadi kurang tepat. “Seperti yang kita lihat tadi, terdakwa kedua hanya berprofesi sebagai penjual makanan anak-anak. Berapa penghasilannya sehari. Dia sebenarnya tidak jahat tapi memang dia tidak tahu aturan dan ceroboh. Lain halnya dengan orang-orang yang dengan sengaja melakukan pencurian, perampasan dan pembunuhan. Kita berikan vonis sesuai porsi kesalahannya,” ungkapnya. Lebih lanjut kata Mertadewi, kasus pelanggaran sampah akan berbeda vonisnya jika dilakukan oleh industri yang memproduksi suatu barang secara besar-besaran dan membuang limbahnya sembarangan. Tentu hal ini akan merugikan banyak orang jika limbah yang dibuang beracun. “Tentu selain kena perda kasus seperti itu akan kena Undang-undang lingkungan,” jelasnya. Sebagai seorang hakim yang bertugas memberi putusan terhadap suatu perkara tentu bukan hal yang mudah. Tantangan terberat dalam menjalankan tugas itu adalah harus mampu melihat kasus case per case karena setiap kasus tidak dapat dipukul rata dan diputuskan
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019
“Wish for Your Luck to Get IDR 700.000,-“ bagi pengunjung dengan 7 pembelanjaan tertinggi di tanggal 1-7 Desember 2019 yang akan diumumkan di tanggal 9 Desember 2019. Selain itu di tanggal 7 Desember 2019 spesial untuk pengunjung dengan minimum pembelanjaan Rp 700.000,- (dalam satu struk) mendapatkan “Additional 7 Points”. Tentunya beachwalk memberikan penampilan spesial di tanggal 7 Desember 2019, seperti Special Balinese Performance, Grooveart Music School, dan live DJ Performance oleh DJ Bipolar di Fountain Stage level 1 pukul 16.30 yang tidak dapat dilewatkan oleh pengunjung. Let’s Feast on Christmas Day! beachwalk Shopping Center hadir dengan program Christmas Special di tanggal 20-25 Desember 2019 dalam rangka memeriahkan perayaan Natal dan menghibur para pengunjung. Melalui program spesial ini pengunjung berkesempatan untuk mendapatkan Christmas Gift dari beachwalk Shopping Center dengan melakukan pembelanjaan minimal Rp 2.000.000,- (maksimal 2 struk, *S&K berlaku, *selama persediaan masih ada). Nikmati juga special performances di tanggal 21-25 Desember 2019; Christmas Choir, Face Painting, Kids activities, Christmas Trunk Fashion Show, Meet the Santa dan masih banyak lagi aktivitas yang tidak bisa dilewatkan oleh pengunjung. Disamping itu pengunjung dapat melakukan kegiatan pergantian Tahun Baru 2020 di beachwalk, dimana akan menghibur pengunjung dengan memberikan pertunjukan spesial yakni: Balinese Cultural Performance, Balinese Food Experience,
Kak Seto
Special DJ Performance, Special Burlesque Dance Performance and DJ Show di event venues Fountain Stage level 1, Deck Stage level 1 dan Sunset Deck level 3. Let’s Share on Christmas Day! beachwalk Shopping Center mengajak pengunjung untuk ikut berbagi dalam suasana perayaan Natal dengan memberikan hadiah Natal kepada anak-anak panti asuhan melalui program CSR (Corporate Social Responsibilty) “Secret Santa”. Anak-anak panti asuhan akan menulis permohonan Natal mereka dan digantung pada pohon Natal di Customer Service Desk level 1, pengunjung dapat melihat wishlist card dan menyiapkan hadiahnya berdasarkan dari permohonan tersebut. Semua hadiah yang telah terkumpul akan diberikan kepada anak-anak panti asuhan di tanggal 20 Desember 2019. Untuk informasi lebih lengkap, pengunjung dapat mengunjungi Customer Sevice Desk level 1.
foto istimewa
ujicobakan selama 13 tahun di homeschooling-nya yang ternyata membawa hasil yang baik dimana banyak anak didiknya bisa diterima di sejumlah PTN. Dia berharap usulannya itu bisa masuk dalam kurikulum yang tengah dirancang Nadiem. “Kami sudah membuat percobaan sekolah selama 13 tahun. Sekolah seminggu hanya tiga kali, per hari hanya tiga jam. Tapi lulusannya bisa masuk ke sejumlah PTN seperti UI, UGM, ITB, dll,” ucap Kak Seto. Anak didiknya, kata Kak Seto bukan hanya berprestasi di bidang akademik, namun juga di bidang lainnya. “Bukan
Menanti Kebijakan Pendidikan Indonesia hanya di bidang akdemik, ada juga yang menjadi pengusaha, atlet, dll,” tambahnya. Selain lembaga pendidikan homeschooling, Kak Seto juga memiliki lembaga pendidikan formal. Menurutnya, jika dibandingkan, justru hasil lulusan homeschooling yang hanya bersekolah tiga hari dalam seminggu ternyata lebih memuaskan. Menurutnya, tidak semua anak senang dan cocok dengan model sekolah formal yang memiliki beban kurikulum yang berat, jam pelajaran yang padat. Jangan dipaksakan. Karena dalam UU Sistem Pendidikan Nasional ada sekolah non formal. Yang terpenting adalah, kata Kak Seto, anak-anak sedang bersekolah. Homeschooling yang dikembangkan Kak Seto hanya menyelenggarakan sekolah pada Senin, Rabu, dan Jumat. “Kita bikin modul-modul ringkat dan menyenangkan. Proses belajarmengajarnya dibangun secara efektif dengan memanfaatkan diskusi antarsesama. Juga, memicu kreativitas anak,” jelasnya. Sontak, usulan Kak Seto itu memicu reaksi masyarakat juga para pemerhati di bidang pendidikan. Mereka beranggapan usulan tersebut tidak masuk akal. Keberhasilan homeschooling Kak Seto dianggap tidak bisa dijadikan patokan untuk memberlakukan sistem tersebut secara nasional. Sebagian masyarakat malah mengaku bingung dengan adanya usulan itu. “Kalau sekolah cuma 3 hari dalam
foto instagram kemendikbud
Mendikbud mendongeng di depan para siswa siswi dalam acara peringatan Hari Dongeng Nasional dan Pekan Perpustaan Kemendikbud
seminggu, lalu dua harinya lagi apa yang dibuat anak-anak? Saya kok bingung ya. Mungkin kalau keluarganya kaya, dua atau tiga hari lainnya bisa diisi dengan menyertakan anak mengikuti macam-macam les. Tapi kalau keluarga dengan keuangan terbatas, bagaimana?” ujar Andes yang mengaku tidak habis pikir dengan munculnya ide tersebut. Setahunya, homeschooling biasanya diikuti oleh anak-anak dari keluarga berduit, atau anak-anak yang memiliki keterbatasan waktu karena sibuk berkegiatan di luar sekolah. “Misalnya atlet, artis, dll, yang punya kesibukan tinggi di luar sekolah, yang membuatnya tidak bisa mengikuti kegiatan sekolah formal. Karena si anak tidak mau ketinggalan dalam pendidikan, maka dia pun mengambil program homeschooling yang waktunya lebih longgar,” tutur Andes. Yohawit, pendidik sekolah negeri, yang diminta komentarnya soal wacana sekolah hanya 3 hari dalam seminggu mengaku belum bisa banyak berpendapat lantaran tidak tahu seperti apa kurikulum baru nantinya. PENYEDERHANAAN KURIKULUM Soal keberhasilan homeschooling Kak Seto yang diakui mampu mencetak siswa-siswa berkualitas hanya dengan belajar 3 hari dalam seminggu, ia merasa tidak sepenuhnya demikian. Dalam perkiraannya, anak-anak tersebut selain mengikuti
foto instagram kemendikbud
Puluhan sekolah di Kabupaten Natuna mendapat bantuan sarana belajar seperti komputer laptop dari kemendikbud
homeschooling juga menimba ilmu di tempat lain seperti mengikuti berbagai les. “Jadi saya kira bukan karena homeschooling semata tapi siswasiswanya itu juga mengikuti les-les,” ucap Yohawit yang sedang menempuh pendidikan S3, ini. Ia merasa ragu hanya dengan sekolah 3 hari dalam seminggu siswa-siswanya mampu memahami pelajaran dari K-13 (Kurikulum 13). “Sekarang saja dengan sekolah lima hari, anak-anak didik saya masih kesulitan memahami pelajarannya, apalagi kalau cuma tiga hari. Tapi kalau memang nantinya diputuskan demikian, saya ingin usul agar dua hari lainnya digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler. Jadi tiga hari pendidikan akademik, dua hari kegiatan ekstrakurikuler, seperti pramuka, dll,” tuturnya.
Mendikbud Nadiem Makarim
foto instagram kemendikbud
Dirinya berharap Mendikbud Nadiem mengevaluasi kembali kurikulum yang berlaku saat ini. Karena, katanya, K-13 bukan hanya menyulitkan para siswanya tapi juga para guru. Lebih baik, ujarnya, kurikulum dikembalikan lagi pada model KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) 2006, seperti sebelum K-13 berlaku. “KTSP lebih bagus karena dalam belajar ada tahapan-tahapannya, tidak meloncat-loncat seperti K-13. Pada KTSP anak-anak belajar sampai paham, baru pindah ke pelajaran lainnya. Kita sebagai guru pun mudah mengajarnya. Sedang K-13, anak-anak belum paham, sudah meloncat ke pelajaran lain atau tema lain. Ini menyulitkan bagi anakanak,” ujarnya. “K-13 itu sebenarnya kurikulum yang bagus tapi menurut saya hanya cocok untuk siswa-siswa yang mandiri, siswa yang rajin belajar. Sedang untuk siswa yang biasa saja, mereka keteteran, terlalu berat,” kata Yohawit. Terkait kurikulum yang tengah digodok, Mendikbud Nadiem Makarim menyebutkan, berdasarkan arahan Presiden, kurikulum yang diinginkan adalah yang berfungsi melatih daya kompetensi pelajar, tidak sekadar melatih daya hafal terhadap suatu informasi. “Jadi nantinya perubahan kurikulum bukan hanya kontennya yang berubah. Esensi arahan dari Presiden adalah penyederhanaan juga cara menyampaikan kurikulum harus berbeda,” ungkap Nadiem di Kemendikbud, Jakarta.(Diana Runtu)
14 Dalam sebuah seminar Pembangunan Pendidikan di Era Digital beberapa waktu lalu, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia, Prof Sunaryo Kartadinata mengatakan, saat ini Indonesia menghadapi berbagai tantangan besar berkaitan dengan pendidikan. Yaitu bagaimana menyiapkan masyarakat dalam menghadapi kehidupan global.
M
enurutnya, di era digital, esensi dan makna pendidikan tidak harus berubah. Yang harus berubah adalah pemikiran kita dalam konteks yang dinamis. Peran seorang guru harus bisa memanfaatkan perkembangan digitalisasi untuk mendukung proses pembelajaran sehingga nantinya akan tercipta suasana yang mendorong peserta didik untuk mencapai prestasi yang bermutu, bekerja keras, berpikir kreatif serta nilai-nilai lainnya. Selain itu, nilainilai lokal pun tidak bisa diabaikan dalam proses pembelajaran. Sementara narasumber lain dalam seminar tersebut mengatakan, jangan khawatir dengan perkembangan teknologi tapi sebaliknya, justru harus bisa mensinerjikan. Jangan menutup diri tapi harus mengikuti perkembangan itu. Ditempat terpisah, hal senada juga diungkap Retno Listyarti, pengamat pendidikan yang juga Komisioner KPAI bidang Pendidikan. Menurutnya, dunia pendidikan tak perlu cemas dengan pesatnya perkembangan teknologi saat ini. Yang terpenting adalah kita jangan ‘menari di gendang orang luar’. ‘Orang luar’ yang dimaksud Retno adalah teknologi yang datangnya dari luar. Indonesia sebagai negara yang memiliki sumber daya besar serta beragam, harusnya bisa menciptakan karya sendiri. “Kita ‘menari’ dengan ‘gendang’ sendiri,” ucap Retno. Pendidikan itu, papar peraih penghargaan Tokoh Pendidikan 2007, ini, hakekatnya adalah memanusiakan manusia. Sementara di era digital, dimana semua serba digital, justru mengurangi peran manusia. “Sebagai contoh, kemajuan teknologi informasi termasuk bermunculannya HP-HP canggih justru membuat kita sebagai manusia malah tidak berkomunikasi tatap muka. Ngobrol dengan orang terdekat jadi berkurang. Kita justru ngobrol dengan orang yang jauh tapi dekat karena teknologi. Teknologi justru menjauhkan kita dengan orang sekitar. Ini pemandangan biasa yang kita lihat sekarang dimana di rumah makan atau mal, semua sibuk dengan HP-nya, tidak saling ngobrol,” ujar Retno.
SUDUT PANDANG
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019
SOSIALITA
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019
Semarak 27 Tahun LKP “Lala Studio”
Optimalkan Kearifan Lokal Namun begitu ia sepakat bahwa kemajuan yang terjadi sekarang harus diapresiasi, juga harus diadopsi oleh dunia pendidikan Indoensia. Tapi, saat sekarang belum semuanya memerlukan teknologi, dalam artian teknologi informasi. Sebagai contoh, daerah-daerah terpencil di pelosok Indonesia yang belum terjamah listrik ataupun internet. Ataupun kalau ada listrik dan internet masih ‘kedap-kedip’ alias belum stabil. Dirinya sejak dahulu kurang setuju dengan kurikulum yang disentralkan. Menurutnya, kurikulum harus berbasis lokal, berbasis kebutuhan. “Saya pernah ke Maluku. Saya heran, kok pulau sebesar ini, hanya memiliki satu SMK Perikanan. Padahal sejauh mata memandang, laut semua. Kenapa sih kita tidak membuat kurikulum yang sesuai dengan daerahnya,” tutur Retno. “Misalnya di daerah perikanan, maka buatlah banyak SMK-SMK Perikanan, Perkapalan. Kita dorong anak-anak ke situ. Jadi kita tidak pernah pusing dengan kekurangan guru, karena ada guru-guru lokal yang paham daerah mereka. Dengan begitu, anak-anak tidak perlu berpikir ke kota, merantau, karena kekayaan alam lautnya berlimpah ruah yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya panjang lebar. Contohlah Bali. Ucap Retno. Bali yang merupakan daerah pariwisata memiliki banyak sekolah yang terkait pariwisata. “Itu kan bagus sekali ya. Memang harusnya seperti itu. Untuk wilayah-wilayah gunung, agraris, pendekatannya berbeda lagi. Dengan begitu orang berkarya di daerahnya masing-masing. Nah ketika di kota, kan daerah industri ya, barulah digital diperlukan,” jelasnya. Diakui semuanya memerlukan teknologi, namun katanya, tidak melulu teknologi karena di alam ada banyak kearifan lokal yang tidak menggunakan teknologi. Karena itu, ujarnya lebih jauh, kalangan pendidikan tidak perlu khawatir. Yang diperlukan sekarang ini adalah bagaimana mengoptimalkan kekayaan dan lingkungan geografis yang kita miliki. “Yang saya bingung, kita ini karena sekarang era digital, seolah-olah semua harus ke sana. Memangnya hidup kita hanya itu. Sementara di desa-desa pelosok yang listrik tidak ada, internet ‘kedap-kedip’, masak harus dipaksakan memiliki itu, keperluannya apa? Jangan dong semua program disulap seperti maunya kita, seperti orang kota. Kita harus ciptakan ‘gendang’ sendiri,” tuturnya.
Sekarang ini, dalam pengamatannya, pendidikan Indonesia lebih berorientasi kota, kebutuhan masyarakat kota, budaya kota. Itu dianggap seolah-olah keren, modern, padahal kita jadi ‘user’ bukan pencipta, bukan pemilik. “Anak-anak kita tidak diarahkan mencintai laut. Pendidikan kita memunggungi laut. Padahal kita adalah negeri maritim besar. Negeri kepulauan. Kan aneh,” tegasnya. Terkait adanya pandangan bahwa pendidikan Indonesia masih belum siap merespon kemajuan teknologi, guru-guru masih gagap dan enggan meng-up grade diri menyesuaikan dengan perkembangan jaman, Retno mengatakan, jika teknologi diarahkan pada kebutuhan dan kemampuan daerah, kita tidak perlu menghadapi gagap teknologi. “Kalau ukurannya teknologi informasi, ya guru kalah sama muridnya. Tapi coba kalau ukurannya bagaimana menciptakan tarian, bagaimana menciptakan teknologi penangkapan ikan yg lebih baik, ya guru nggak bakal kalah. Teknologi itu kan tidak melulu teknologi informasi,” ujar peraih penghargaan
3
Bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Bintang Puspayoga
Adolfina Grace Tangkudung, S.Pd., M.Fis
Retno listyarti--pengamat pendidikan juga komisioner KPAI
‘Toray Foundation Japan’ bidang Sains 2004. Jadi, katanya, yang diperlukan adalah teknologi yang tepat di
Penganugerahan Perempuan Inspiratif Tokoh 2019 yang diserahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Bintang Puspayoga pada 30 November 2019
foto instagram
daerah-daerah sehingga bermanfaat. Karena prinsip teknologi adalah mempermudah hidup manusia. (Diana Runtu)
Bersama Ny. Putri Koster saat penyerahan penghargaan Perempuan Inspiratif Tokoh 2019
Meraih prestasi tingkat nasional dari berbagai jenis senam sejak 1987 hingga 2019
Berhasil memboyong Piala Ibu Negara RI pada Lomba Senam Poco-poco Nusantara Tingkat Nasional yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga dan DPP FOKBI (Jakarta, 2018)
m
ktur sena
u ara instr rsama p ngkok be io (2016) a B e k d ata Lala Stu Tour Wis
Talkshow Interaktif di Bali TV dengan topik Menjaga Kebugaran Tubuh Wanita di atas 50 Tahun
Uji Kompetensi Senam di TUK Lala Studio (2019)
Satu-satunya juri mewakili Bali pada Lomba Senam Poco-poco GWR Fornas Samarinda (2019)
Penghargaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (2016)
Bersama Ketua Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) Bali Cok Ace
Sosialisasi Senam Poco-poco GWR dari Banjar ke Banjar bersama Bali TV dan FOKBI Bali
Bersama Gubernur Bali Wayan Koster
Mesir, Israel, Yordania (2018)
2
ESPRESSO GORO-GORO DAMAI 9
Amat lalu menceritakan percakapannya dengan Pak Made. “ Wa k t u Pa k Made ngajak Bapak Putu Wijaya ngorol di warung,” kata Amat setengah berbisik,”Bapak sudah curiga. Musuh kok tiba-tiba manis budi? Itu kan mencurigakan!” Bu Amat memotong. “Ah, Pak Made kan sudah biasa begitu. Waktu baru pulang dari Jakarta, kan juga begitu. Bawa oleh-oleh seperti sudah putar haluan politiknya, supaya kita tidak ragu-ragu menerima usulannya mencantumkan.katagori ‘orang miskin’ ke yayasan bantuan pendidikan kita. Untung saya ngeh! Macan tetap macan. Tersenyum pun
Tidak hanya di perkotaan, permasalahan sampah kini sudah merambah ke pelosok perdesaan. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk dan meningginya aktivitas masyarakat membuat volume sampah kian bertambah. Disamping itu pola konsumsi masyarakat dan cara menangani sampah telah pula membuat semakin kompleknya permasalahan sampah yang muncul saat ini. Akibatnya diperlukan lahan yang semakin luas sebagai tempat penumpukan akhir sampah pada tempat pembuangan akhir disetiap lokasi. Dari sini pengelolaan sampah mutlak diperlukan mengingat dampak buruknya dapat mengancam kesehatan dan lingkungan. Sampah juga memunculkan permasalahan lain pada kehidupan masyarakat itu sendiri. Sampah menjadi tempat berkembangbiaknya organisme penyebab dan pembawa penyakit. Sampah juga dapat mencemari lingkungan dan mengganggu keseimbangan lingkungan yang berdampak pada kesehatan dan kehidupan sosial masyarakat. Diperlukan sebuah tindakan nyata dan kesadaran masyarakat untuk berbuat dalam penanganan sampah yang dapat dimulai dari lingkungan terkecil mereka yaitu keluarga. Penting pula memberikan edukasi kepada mereka guna melakukan pengelolaan sampah pribadi mereka untuk memperolah manfaat atau
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
tetap senyuman macan!” “Tunggu dulu, Bu, dengerin……,” “Tidak! Buat apa dengerin teroris!” “Sssstttt,,,,!” “Sstt apaan,,,!” Amat berbisik. “Tetangga belum tidur, Bu!” “Biar!” Amat tambah melirihkan suara “Ssstttt! Nanti ada yang denger!” “Memang kalau didengar kenapa?” Amat berbisik lagi. Bu Amat kesal lalu membentak. “Apa? Jangan sat-set begitu! Terusterang saja,Bapak sudah kena pengaruh Pak Made, ya!” “Tidak! Bukan! Justru sebaliknya! Dia setuju tidak usah pakai embekembel orang miskin, asal yayasan yang sangat mulia tujuannya itu tidak gagal berdiri!” “O, begitu? Jadi karena itu Bapak
bertamu ke rumah Pak Made untuk berkomplot mendesak kami cepat mendirikan yayasan yang TIDAK JADI UNTUK ORANG MISKIN?” “Betul!” “Bapak sudah masuk perangkap!” “Persis!” Bu Amat terkejut. “Apa? Persis?” “Persis!” “Dewa Ratu! Bapak sadar Bapak sudah masuk.perangkap? Bapak sudah berhasil ditipu dengan dianya purapura lompat perahu, padahal…… .,” “Padahal Bapaklah yang mau diajaknya lompat ke perahunya!” Bu Amat tertegun. Ia menatap suaminya heran. Amat tersenyum seperti orang menang. “Bingung kan ?!” Bu Amat tak menjawab. Amat lantas menjelaskan taktiknya.
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019
“Sekarang zaman hoax Bu. Zaman viral-viralan. Mau tak mau kita harus ikut, daripada tergilas. Tipu harus dibalas tipu. Bapak jelek-jelek begini pernah main sandiwara sekolah jadi Jayaprana. Jadi tidak sulit berakting pura-pura setuju mendesak agar yayasan tetep jadi berdiri dan mendukung nanti kalau Ibu atau Bapak terpilih sebagai ketua yayasan. Jadi ….,,” Bu Amat menguap. Lalu mengeluh dan permisi mau tidur. Amat kecewa sekali. “Kalau saja Ibu kamu itu tidak meremehkan kecerdasan Bapak,” kata Amat meneruskan ceritanya di rumah Ami, “ kalau saja dia mau menahan sedikit sakit kepala dan mengantuknya yang pura-pura itu, dia akan sadar dan bersyukur telah memilih seorang suami seperti Bapak!” Ami ketawa. “Jangan kerawa, Ami. Dengan berakting pura-pura menjadi csnya, Bapak jadi tahu ada udang di
balik batu. Pak Made memang punya rencana mengacau. Karena kalau yayasan berdiri tanpa dengan ada embel-embel untuk orang miskin, Bapak sudah dengar kelompok pelajar miskin sudah bersiap mau demo. Apalagi ketua yayasan Ibu kamu! Remuk kita! Jelas ini gerilya politik!” “Betul! Setuju!” Amat terkejut. “Jadi kamu setuju dengan pikiran Bapak?” “Setuju!” “Setuju kini bahaya kita adalah gerilya politik?” “Setuju! Dan Bapak dalangnya!” Amat terkejut. “Aku? Kamu gila, Ami,!” “Bapak seperti orang tahu tapi ternyata kurang tahu. Bahkan sama sekali tak tahu! Bapak tidak tahu kan, Pak Made sudah dipecat partainya karena dinilai gagal dan korup! Gerilya politik itu digagas oleh orang yang tahu dan dieksekusi oleh orang yang tak tahu !”
Ibu Rumah Tangga, Kunci Sukses Pengelolaan Sampah keuntungan baik finansial maupun kesehatan lingkungan. Pandangan terhadap sampah itu sendiri perlu diubah dalam masyarakat, dimana sampah tidak hanya dipandang sebagai barang tanpa guna namun sebaliknya dilihat sebagai sumber daya yang masih dapat digunakan atau yang memiliki nilai ekonomi. Dengan metode pengelolaan yang tepat akan membantu mengurangi sampah menuju tempat pembuangan akhir. Pembuangan sampah yang langsung diangkut ke tempat pembuangan akhir tanpa melalui proses pemilahan dan pengolahan akan mengabaikan nilai sampah itu sendiri sebagai sumber daya yang bernilai. Cara sederhana yang dapat dilakukan dalam mendukung geraka n pengelolaan sampah adalah memilih dan memilah sampah sendiri berupa organik dan non-organik. Sampah organik dapat langsung diolah dan dibuat kompos yang bermanfaat untuk tanaman rumahan. Sementata sampah non-organik dapat diproses dengan menggunakan prinsip 3R, reduce, reuse, recycle. Reduce atau mengurangi sampah dapat dilakukan dengan mengubah pola pembentukan sampah seperti menghindari mengonsumsi atau menggunakan barang yang tidak dapat didaur ulang, membeli produk yang tahan lama, mendo-
nasikan barang yang tidak terpakai. Reuse, prinsip ini mengarah pada penggunaan kembali barang yang sudah pernah terpakai seperti menggunakan tempat minum dari pada membeli air minum kemasan, menggunakan kotak makan siang dari pada membeli makanan bungkus, atau menggunakan tas kain dari pada menggunakan tas plastik pada saat berbelanja. Recycle yaitu mendaur ulang sampah dan mengolahnya menjadi barang yang berguna seperti menggunakan botol bekas untuk wadah kecap, saos, sirup, krim kopi; menggunakan kertas berulang atau bolak balik, menggunakan botol plastik sebagai hiasan dinding atau tempat pensil dan lainnya. Perubahan budaya dalam pengelolaan sampah salah satunya dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Disini dukungan dan keterlibatan para ibu rumah tangga sangatlah penting. Mengapa Ibu? Seorang ibu adalah ratu dalam rumah tangga yang memiliki kendali dalam manajemen keluarga. Mulai dari persiapan menu, berbelanja, memenuhi kebutuhan keluarga dan hal-hal kecil lainnya. Ibu yang menjadi panutan anggota keluarga lainnya yang apabila melakukan kebiasaan-kebiasaan di rumah akan diikuti oleh seisi rumah. Oleh karenanya seorang Ibu seharusnya dapat memberikan contoh yang diikuti oleh anak-anak mereka dan suami
Dr. Ni Kadek Suryani
terutamanya dalam penanganan dan pengelolaan sampah dalam keluarga. Pengelolaan sampah yang dilakukan oleh seorang ibu nantinya secara tidak langsung akan menjadi sebuah kebiasaan yang tertular kepada anakanak sedini mungkin. Kesadaran, kepedulian dan pengetahuan seorang Ibu dalam memilih dan memilah sampah rumah tangga akan pula berdampak secara langsung untuk seluruh anggota keluarga mereka.
Stop Kekerasan pada Anak Yayasan Lentera Anak Bali (LAB), menggelar kampanye “Stop Kekerasan pada Anak mulai dari Rumah” dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional dan Hari AIDS Sedunia. Acara yang berkolaborasi dengan LBH APIK, PDSKJI Bali, WHDI Bali serta Duta Orchid ini dilangsungkan di Wantilan Gedung Pers K . Nadha, Minggu (1/12).
K
etua Yayasan LAB, Dr. dr. A.A. Sri Wahyuni, SpKJ mengatakan anak bukanlah objek kekerasan orangtua. Kekerasan pada anak tersebut bukan hanya sebatas fisik tapi juga mental, yang semua biasanya berawal dari lingkungan keluarga, yakni orangtua. Pada kegiatan kampanye ‘Stop Kekerasan pada Anak Mulai dari Rumah” , tersebut memang mengajak anak-anak penyintas (korban hidup), baik saat itu anak yang dieksploitasi menjadi pekerja anak, anak yang tidak mendapatkan kesempatan sekolah dan anak yang penyintas HIV AIDS yang memperoleh kesempatan untuk sekolah, pendidikan formal yang baik. Namun, fokusnya kala itu adalah pada anakanak yang tergolong ‘orang terinfeksi HIV/AIDS (ODHA). “Anak-anak yang tergolong ODHA , kebanyakan terinfeksi dari orangtuanya yang positif. Hal ini juga termasuk kekerasan fisik untuk anak-anak. Dimana mereka sesungguhnya tidak bersalah dan tidak tahu apapun, namun harus menerima virus dari orangtuanya,” ujar dr. Yuni. Anak-anak ODHA, umumnya memiliki hambatan terkait rasa percaya diri yang rendah. Mereka kurang berani menujukkan bakat yang dimiliki dan cenderung menarik diri. Hal inilah yang kemudian diupayakan oleh Yayasan Lentera Anak Bali, yakni membantu untuk
meningkatkan rasa percaya diri mereka. Salah satunya dengan melaksanakan pertemuanpertemuan secara rutin. Sebagaimana kebersamaan yang terjadi saat itu. Mereka melaksanakan berbagai kegiatan yang menyenangkan. Diantaranya lomba baca cerita, mewarnai, tiup balon, sulap hingga mendongeng. Dan secara perlahan, selam ini terlihat hasilnya. Kini mereka mulai meningkat rasa percaya dirinya. Bahkan , mereka juga sudah mulai kreatif dan berani untuk tampil. PERLU DUKUNGAN PEMERINTAH Selain itu mereka juga diedukasi, bahwa mereka sama seperti anak kebanyakan yang sehat dan memiliki hak yang sama. Mereka juga sama dengan para penderita penyakit lainnya seperti jantung dan kencing yang juga harus minum obat dalam jangka yang lama. Selanjutnya, Yayasan Lentera Anak Bali juga mengingatkan untuk menjaga kesehatan fisik mereka, dengan memastikan anak-anak ini, rutin meminum obat ARV. Untuk kegiatan ini LAB mengandeng Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Tunas Fajar Bali. Dokter Yuni juga mengatakan, bahwa suatu saat. Mereka harus mendeklarasikan bahwa anak-anak ODHA
ini, bisa hidup normal dan produktif. Hanya saja mereka wajib menjaga diri seumur hidup dengan meminum obat ARV. Dikatakannya bahwa anak-anak ODHA bisa hidup normal, bisa melahirkan dan bisa menikah dengan orang normal. Dengan catatan, mereka terus dan tidak pernah putus minum obat seumur hidup. Mereka juga mampu menjaga bagaimana berinteraksi seksual dengan pasangan dan menjelaskan kepada pasangannya bahwa dia orang sehat dibawah pengaruh obat. Berikutnya, kata dokter Yuni perlu adanya program dari pemerintah, khususnya bagi mereka
yang tidak terjangkau oleh kegiatan LSM. Dokter Yuni Juga mengatakan bahwa itulah perlunya Peringatan Hari AIDS Sedunia. Menekankan bahwa mereka sama dengan yang lainnya, Sebab sakitnya tidak menular kecuali denengan hubungan seks atau transfusi darah yang tidak sehat (kontak dengan luka-luka). ”Awareness ini juga untuk mereka.Mereka paham dan mengerti ketika luka bagaaimana dirinya harus ditolong dan masyarakat pun bisa menjaga diri ketika mereka mau menolong, tidak lupa menggunakan alat pelindung (jangan dengan tangan kosong),” tuturnya . (Sri Ardhini)
Ingatkan Minum Obat Secara Teratur
Dari sini peran para ibu rumah tangga menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong keberhasilan penanganan masalah sampah di masyarakat. Pengelolaan akan lebih efektif saat dimulai dari penanganan sampah dalam keluarga. Dr. Ni Kadek Suryani (Dosen Pascasarjana Universitas Mahasaraswati Denpasar)
KATA HATI: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.
Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: I Made Ary S upratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
15
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019
Menurut salah seorang konselor dan pendamping Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Tunas Fajar Bali, Made Putri, bahwa KDS atau peer support group ini pada prinsipnya memberikan dukungan moral kepada anak-anak ODHA maupun keluarganya dalam kehidupan keseharian mereka. Mereka saling menguatkan
dan menumbuhkan kepercayaan diri antara teman sebaya yang senasib. Saat bersama itu juga mereka dikuatkan bahwa mereka tidak sendiri. Melalui KDS ini juga terus motivasi agar mereka minum obat ARV secara teratur. Mengingat mereka masih anak-anak, tentu masih melibatkan orangtua atau wali mereka. ”Dalam
setiap kegiatan kami, selain anakanak ODHA yang berkumpul, para wali maupun orangtua juga ikut dan biasanya di sana kesempatan mereka saling sharing . Misalnya mengenai masalah cara atau tips agar anak-anak bersedia mengonsumsi obatnya tepat waktu, dan kalaupuan ada kendala bagaimana jalan keluarnya,” papar Putri. Kendala lainnya, karena masih anak-anak terkadang sulit memberikan obat tepat waktu. Jadi lewat KDS kita motivasi para orangtua dan walinya agar anak-anak meminum obatnya rutin tanpa terlambat. “Ada anak-anak ODHA yang belum paham kenapa mereka setiap hari harus minum obat. Apalagi jika dalam keluarga ada kakak yang negatif dan adiknya positif. Kadang si kakak bertanya hanya adiknya saja yang diberikan vitamin sedangkan dirinya tidak,” cetus Putri. Saat ini anak-anak yang didampingi berusia 7 hingga 17 tahun. Diantara mereka yang bisa bersekolah, bisa
dikatakan sebagian temannya sudah tahu dan ada pula yang belum tahu. Semua harus sadar bahwa tidak seorangpun dari anak-anak ini yang memiliki cita-cita positif HIV. Mereka menerimanya dari orangtua mereka dan hidupnya harus menanggung beban ganda, penyakitnya serta stigma masyarakat. Sebagai seorang voluntir untuk anak-anak ODHA sejak puluhan tahun lalu, Putri merasa bersyukur bisa melakukan kebaikan melalui keg-
iatan, mendampingi mereka. Terlebih setelah berkolaborasi dengan Yayasan Lentera Anak Bali yang semangat kerja dan kepedulian timnya luar biasa terhadap anak-anak penyintas. “Kami, KDS dan LAB dan yang lainnya terus berupaya, agar keluarga inti anak-anak ODHA ini berdaya termasuk menghadai risiko perlakuan diskriminatif. Karenanya, tempat terbaik untuk anak-anak ODHA ini adalah di tengah keluarganya sendiri,“ jelasnya. (Sri Ardhini)
16
EDISI 1060/ 9 - 15 DESEMBER 2019
redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com
cybertokoh
@cybertokoh
@cybertokoh
www.cybertokoh.com